Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 392
Page 1
Transformasi
Industri Pupuk
Penopang
Kedaulatan
Pangan Nasional
Fertilizer Industry Transformation as a
Pillar of National Food Sovereignty
2025 Laporan Keberlanjutan
Sustainability Report
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Page 2
Page 3
PT Pupuk Indonesia (Persero)
2025 Laporan Keberlanjutan
Sustainability Report
Transformasi Industri Pupuk Penopang
Kedaulatan Pangan Nasional
Fertilizer Industry Transformation as a Pillar of National Food Sovereignty
Berangkat dari kebutuhan untuk memperkuat peran industri pupuk dalam mendukung sektor
pertanian nasional, PT Pupuk Indonesia (Persero) terus mendorong transformasi yang terintegrasi di
seluruh rantai nilai usahanya. Sebagai perusahaan yang bergerak di sektor pupuk dan agribisnis, PTPI
menyadari bahwa dinamika global, seperti perubahan iklim, tekanan terhadap sumber daya alam,
serta tuntutan peningkatan produktivitas pertanian menuntut penguatan kapasitas industri pupuk yang
semakin adaptif dan berkelanjutan. Melalui berbagai langkah transformasi, Perusahaan mengarahkan
pengembangan bisnis menuju industri pupuk yang lebih rendah karbon, mendukung praktik pertanian
berkelanjutan, serta memperkuat ketahanan sistem pangan nasional dalam jangka panjang melalui
peningkatan efisiensi operasional, penguatan pengelolaan aset serta pengembangan inovasi produk
dan sistem distribusi yang lebih responsif terhadap kebutuhan sektor pertanian.
Di saat yang sama, industri pupuk memegang peran penting sebagai salah satu penopang dalam
menjaga kedaulatan pangan nasional. Ketersediaan pupuk yang berkualitas, terjangkau, dan
terdistribusi secara tepat menjadi faktor kunci dalam mendukung produktivitas pertanian sekaligus
menjaga stabilitas pasokan pangan bagi masyarakat. Melalui penguatan rantai pasok pupuk,
peningkatan layanan kepada petani, serta penerapan praktik usaha yang semakin efisien dan
bertanggung jawab, Perusahaan terus berupaya memperkuat kontribusinya dalam meningkatkan
hasil pertanian, memperkuat kesejahteraan petani, serta mendukung keberlanjutan sistem pangan
Indonesia.
Building on the imperative to strengthen the role of the fertilizer industry in supporting Indonesia’s
agricultural sector, PT Pupuk Indonesia (Persero) continues to advance an integrated transformation
across its value chain. As a key player in the fertilizer and agribusiness sector, PTPI recognizes that
global dynamics, such as climate change, increasing pressure on natural resources, and the need
to enhance agricultural productivity, require a more adaptive and sustainable industry. In response,
the Company is directing its transformation toward developing a lower-carbon fertilizer business,
supporting sustainable agricultural practices, and strengthening the long-term resilience of the
national food system. These efforts are carried out through enhanced operational efficiency, improved
reliability of production facilities, strengthened asset management and the development of innovative
products and resilient distribution systems that respond more effectively to the evolving needs of the
agricultural sector.
Concurrently, the fertilizer industry remains a critical pillar in safeguarding national food security. The
availability of quality fertilizers, at an affordable cost and delivered in a timely and targeted manner,
is essential in sustaining agricultural productivity and maintaining a stable food supply. Through 3
strengthening its supply chain, enhancing farmer services, and embedding efficient and responsible
business practices, the Company reinforced its contribution to improving agricultural outcomes,
2025 Sustainability Report
supporting farmer livelihoods, and advancing a more sustainable food system in Indonesia.
Page 4
Kesinambungan Tema
Theme Continuity
Mendorong Tema “Mendorong Keberlanjutan, Mengawal Ketahanan Pangan” mencerminkan
komitmen PT Pupuk Indonesia (Persero) yang selanjutnya disebut “Perusahaan”
Keberlanjutan, Mengawal atau “PTPI”, dalam menjalankan bisnis yang berkelanjutan serta mendukung
Ketahanan Pangan ketahanan pangan nasional. Sebagai perusahaan yang bergerak di sektor pupuk dan
agribisnis, PTPI memahami bahwa keberlanjutan adalah kunci dalam menghadapi
Driving Sustainability,
tantangan global, termasuk perubahan iklim, efisiensi sumber daya, dan peningkatan
Safeguarding Food Security
produktivitas pertanian.
Upaya “Mendorong Keberlanjutan”, diwujudkan dengan mengadopsi praktik bisnis
yang bertanggung jawab terhadap lingkungan dan sosial. Melalui inovasi dalam
produk ramah lingkungan, efisiensi energi, serta pengurangan emisi karbon,
perusahaan berupaya menciptakan dampak positif bagi ekosistem dan masyarakat.
Komitmen ini juga diwujudkan melalui program pemberdayaan petani, edukasi
pertanian berkelanjutan, serta tata kelola yang mendukung penerapan upaya
keberlanjutan.
Sementara itu, “Mengawal Ketahanan Pangan” menegaskan peran strategis PTPI
dalam menjaga ketersediaan pupuk berkualitas bagi petani. Dengan memastikan
distribusi yang merata, meningkatkan efisiensi rantai pasok, serta memberikan
pendampingan kepada petani, perusahaan turut serta dalam mendukung produktivitas
pertanian yang berkelanjutan agar program Asta Cita swasembada pangan tercapai.
Tema ini mencerminkan keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, pelestarian
lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat. PTPI tidak hanya berfokus pada
profitabilitas, tetapi juga memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga ketahanan
pangan demi masa depan yang lebih baik.
The theme “Driving Sustainability, Safeguarding Food Security” reflects the
commitment of PT Pupuk Indonesia (Persero), hereinafter referred to as “the Company”
or “PTPI,” to conducting business sustainably and ensuring national food security. As
a company operating in the fertilizer and agribusiness sectors, PTPI understands that
sustainability is paramount in addressing global challenges, including climate change,
resource efficiency, and increased agricultural productivity.
Our endeavour towards “Driving Sustainability” may be realized through the adoption
of an environmentally and socially responsible business. By innovating in eco-friendly
products, enhancing energy efficiency, and reducing carbon emissions, the Company
strives to create a positive impact on both the ecosystem as well as communities.
This commitment is further demonstrated through farmer empowerment programs,
sustainable agriculture education, and governance that promotes the implementation
of sustainability initiatives.
Moreover, “Safeguarding Food Security” underscores PTPI’s strategic role in ensuring
the availability of high-quality fertilizers for farmers. By ensuring equitable distribution,
4 improving supply chain efficiency, and providing mentorship to farmers, the Company
actively contributes towards supporting sustainable agricultural productivity.
Laporan Keberlanjutan 2025
This theme embodies the balance between business growth, environmental
preservation, and community well-being. PTPI not only focuses on profitability but
also bears a significant responsibility in strengthening food security for a better future.
Page 5
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Membangun Menciptakan masa depan yang berkelanjutan bagi PTPI berarti menerapkan praktik-
praktik yang meminimalkan dampak lingkungan, meningkatkan tanggung jawab sosial,
Masa Depan yang dan memastikan keberlangsungan ekonomi jangka panjang. Kami mengembangkan
Berkelanjutan strategi keberlanjutan yang melibatkan produksi ramah lingkungan dan pendekatan
ekonomi sirkular. Kami percaya bahwa inovasi adalah kunci keberlanjutan, oleh
Building a Sustainable Future
karena itu, kami berinvestasi dalam penelitian untuk mengembangkan produk
berkelanjutan yang meminimalkan dampak lingkungan. Untuk berkontribusi pada
Tujuan Pembangunan Berkelanjutan dan target Net Zero Emission pada tahun 2060,
kami menerapkan efisiensi energi, konservasi air, dan menggunakan teknologi yang
hemat sumber daya. Secara sosial, PTPI, secara aktif membangun hubungan yang
positif dengan seluruh pemangku kepentingan. Kami mematuhi standar industri dan
berupaya untuk melampauinya dalam hal tanggung jawab lingkungan dan sosial.
Dengan menerapkan strategi-strategi ini, PTPI dapat berkontribusi pada masa depan
yang lebih berkelanjutan, menyeimbangkan kesuksesan ekonomi dengan tanggung
jawab lingkungan dan sosial.
Creating a sustainable future for PTPI means adopting practices that minimize
environmental impact, enhance social responsibility, and ensure long-term economic
viability. We develop sustainability strategies centered on eco-friendly production
and circular economy principles. We firmly believe that innovation is the key to
achieving sustainability. Therefore, we continue to invest in research that goes into
developing sustainable products that mitigate environmental impact. To contribute
meaningfully to the Sustainable Development Goals and the Net Zero Emission target
by 2060, we implement energy efficiency measures, water conservation initiatives,
and resource-efficient technologies. Socially, PTPI fosters positive relationships
with all stakeholders. We adhere to industry standards and strive to exceed them in
environmental and social responsibility. By pursuing these strategies, PTPI contributes
to a more sustainable future, balancing economic success with environmental and
social stewardship.
5
2025 Sustainability Report
Page 6
Transformasi Industri PTPI telah melakukan transformasi bisnis yang berkelanjutan, menghadapi tantangan
perubahan iklim dengan meningkatkan kinerja keuangan. Sebagai entitas bisnis
Lebih Hijau dan Bersih bertanggung jawab, secara konsisten PTPI mengupayakan operasional ramah
Transformation Towards a Greener lingkungan dan menyesuaikan fokus usaha sesuai dinamika global dan perubahan
and Cleaner Industry di masa mendatang.
PTPI has undergone a sustainable business transformation, addressing the challenges
of climate change whilst enhancing financial performance. As a responsible business
entity, PTPI consistently strives for eco-friendly operations and aligns its business
focus with global dynamics and future changes.
Mengembangkan PTPI berperan penting dalam ketahanan pangan nasional. Sebagai salah satu
perusahaan pupuk terbesar di Asia Tenggara, kami meningkatkan kinerja,
Keberlanjutan Demi memberdayakan petani, dan menjaga kelestarian lingkungan. Profitabilitas yang
Ketahanan Pangan baik hanya dicapai melalui kepedulian pada masyarakat dan lingkungan. PTPI
berkomitmen untuk menerapkan keberlanjutan dalam menjaga ketahanan pangan
Reinforcing Sustainability for
nasional.
Food Security
PTPI plays a significant role in national food security. As one of the largest fertilizer
companies in Southeast Asia, we enhance operational performance, empower
farmers, and preserve environmental sustainability. Sound profitability is achieved
through a commitment to social and environmental stewardship. PTPI is committed
towards implementing sustainability in order to safeguard national food security.
6
Laporan Keberlanjutan 2025
Page 7
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Transformasi Demi Perusahaan yang sukses adalah perusahaan mampu beradaptasi dan bertransformasi
untuk terus maju. PTPI melakukan transformasi operasional dan ekonomi untuk
Menyukseskan meningkatkan profitabilitas, mengevaluasi program kemasyarakatan, serta mengikuti
Kedaulatan Pangan perkembangan lingkungan. Fokus utama adalah menjaga standar dan mendukung
kedaulatan pangan nasional melalui transformasi berkelanjutan.
Nasional
Transformation for a Successful A successful company is one that demonstrates the capacity to adapt and transform in
National Food Sovereignty order to ensure continuous progress. PTPI has undergone operational and economic
transformations in order to boost profitability, evaluate community engagement
programs, and respond to environmental developments. Our primary focus remains
on upholding standards and supporting national food sovereignty through sustainable
transformation.
7
2025 Sustainability Report
Page 8
Daftar Isi
Table of Contents
36
3 Penjelasan Tema
Theme Explanation
4 Kesinambungan Tema Sekilas Perusahaan
Theme Continuity Company Overview
8 Daftar Isi
Table of Contents
12 Ikhtisar Keberlanjutan 38 Informasi Umum
Sustainability Highlights General Information
18 Sambutan Komisaris Utama 39 Visi, Misi, dan Core Values
Message from the President Commissioner Vision, Mission, and Core Values
22 Sambutan Direktur Utama 42 Wilayah Operasi
Message from the President Director Operational Area
28 Peringkat ESG dan Penghargaan 44 Sejarah Perusahaan
ESG Ratings and Awards Company History
32 Tentang Laporan 46 Skala Perusahaan
About the Report Company Scale
46 Anak Perusahaan dan Wilayah Kerja
Subsidiaries and Areas of Operation
48 Bisnis dan Operasi
Business and Operations
51 Pangsa Pasar
Market Shares
52
Keberlanjutan Kami
Our Sustainability
54 Strategi Keberlanjutan dan Komitmen ESG
Sustainability Strategy and ESG Commitment
56 Komitmen Kebijakan
Policy Commitment
57 Implementasi Komitmen Kebijakan
Implementation of Policy Commitments
59 Struktur Tata Kelola Keberlanjutan
8 Sustainability Governance Structure
61 Pelibatan Pemangku Kepentingan
Stakeholder Engagement
Laporan Keberlanjutan 2025
64 Penilaian Materialitas
Materiality Assessment
76 Sertifikasi
Certifications
81 Keanggotan Asosiasi
Association Memberships
Page 9
PT Pupuk Indonesia (Persero)
82 122
Penguatan Tata kelola dan Pencapaian Kinerja Ekonomi
Kepatuhan Berkelanjutan
Strengthening Governance and Compliance Achieving Sustainable Economic Performance
84 Penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik 125 Tinjauan atas Ekonomi Nasional
Implementation of Good Corporate Governance Overview of the National Economy
85 Struktur dan Komposisi Tata Kelola 126 Inisiatif Strategis 2025
Governance Structure and Composition Strategic Initiatives 2025
95 Kebijakan dan Proses Nominasi Dewan Komisaris 127 Kinerja PTPI 2025
dan Direksi PTPI Performance 2025
Nomination Policy and Process for the Board of 133 Perpajakan
Commissioners and Board of Directors Taxation
96 Kebijakan dan Proses Remunerasi Dewan 135 Rantai Pasokan
Komisaris dan Direksi Supply Chain
Remuneration Policy and Process for the Board 139 Rantai Distribusi
of Commissioners and Board of Directors Distribution Chain
98 Evaluasi Kinerja Organ Perusahaan 142 Rayonisasi Pupuk
Performance Evaluation of Corporate Bodies Fertilizer Distribution Zoning System
100 Pengembangan Kompetensi Organ Perusahaan 144 Digitalisasi Distribusi
Competency Development of Corporate Bodies Distribution Digitalization
107 Emerging Risk
Emerging Risks
110 Kebijakan Antikorupsi
Anti-Corruption Policy
113 Sistem Pelaporan Pelanggaran
Whistleblowing System
116 Konflik Kepentingan
Conflict of Interest
117 Proses Mengelola Dampak
Process for Managing Impacts
118 Komunikasi Masalah Penting
Communication of Critical Concerns
119 Praktik Usaha yang Adil dan Patuh Hukum
Fair and Lawful Business Practices
119 Kontribusi Politik
Political Contributions 9
2025 Sustainability Report
Page 10
146 168
Pengembangan Produk Pengembangan Talenta dan
Berkelanjutan Budaya Keselamatan
Sustainable Product Development Talent Development and Safety Culture
148 Tinjauan Kinerja Produksi 170 Pengembangan Karyawan
Production Performance Overview Employee Development
150 Inovasi dalam Pengembangan Produk 174 Keberagaman Karyawan
Berkelanjutan Employee Diversity
Innovation in Sustainable Product Development 183 Manfaat Karyawan
151 Produk yang Mendukung Keberlanjutan Employee Benefits
Products Supporting Sustainability 192 Lingkungan Kerja yang Aman
156 Komitmen dalam Penyediaan Produk yang Safe Working Environment
Berkualitas
Commitment to Delivering Quality Products
161 Kemasan dan Pelabelan
208
Packaging and Labeling
162 Sistem Pemasaran dan Distribusi Produk
Product Marketing and Distribution System Peran Aktif dalam
165 Evaluasi Kepuasan Pelanggan Pemberdayaan Masyarakat
Customer Satisfaction Evaluation Active Role in Community Empowerment
10 211 Kebijakan Tanggung Jawab Sosial dan
Lingkungan
Corporate Social Responsibility Policy
Laporan Keberlanjutan 2025
212 Tujuan Strategis TJSL
CSR Strategic Objectives
214 Perencanaan Program TJSL
CSR Program Planning
Page 11
PT Pupuk Indonesia (Persero)
217 Program TJSL pada Pilar TPB 278 Manajemen Risiko Perubahan Iklim
CSR Programs under the SDGs Pillars Climate Risk Management
239 Program Creating Shared Value (CSV) 280 Strategi Perubahan Iklim
Creating Shared Value (CSV) Program Climate Change Strategy
246 Evaluasi Program TJSL 285 Metrik dan Target
CSR Program Evaluation Metrics and Targets
289 Emisi Gas Rumah Kaca
Greenhouse Gas (GHG) Emissions
248
Pengelolaan Dampak 296
Lingkungan dan Perubahan Iklim
Environmental Impact Management and Lampiran
Climate Change Attachment
250 Strategi Operasi Hijau 298 Metrik Kinerja Keberlanjutan
Green Operations Strategy Sustainability Performance Metrics
254 Efisiensi Proses Produksi 340 Tautan TPB dalam Standar GRI
Production Process Efficiency SDGs Linkage in the GRI Standards
255 Energi 358 Indeks Isi GRI
Energy GRI Content Index
257 Material 374 Referensi Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
Materials Financial Service Authority (OJK) Reference
260 Air 378 Indeks Sustainability Accounting Standards
Water (SASB) untuk Kimia
263 Limbah Sustainability Accounting Standards (SASB) for 11
Waste Chemicals Index
266 Keanekaragaman Hayati 380 Indeks TCFD
2025 Sustainability Report
Biodiversity TCFD Index
276 Manajemen Perubahan Iklim 382 Independent Assurance Statement
Climate Change Management Independent Assurance Statement
276 Tata Kelola Perubahan Iklim 388 Lembar Umpan Balik
Climate Governance Feedback Form
Page 12
Ikhtisar Keberlanjutan
Sustainability Highlights
Ekonomi [OJK B.1]
Economy
Pendapatan Usaha [OJK B.1.b] Rp Triliun Laba Bersih [OJK B.1.c] Rp Triliun
Rp Trillion Rp Trillion
Operating Revenue Net Profit
2025 90,40 2025* 5,51
2024 81,62 2024 8,89
2023 79,21 2023 6,25
Total Produksi Pupuk [OJK B.1.a] Ton Total Produksi Non-Pupuk [OJK B.1.a] Ton
Ton Ton
Total Fertilizer Production Total Non-Fertilizer Production
2025 12.533.088 2025 6.628.034
2024 12.245.751 2024 6.725.762
2023 11.647.154 2023 7.188.735
Persentase Nilai Pengadaan Dari Pemasok Lokal [OJK B.1.a] %
Percentage of Procurement Value From Local Suppliers
2025 84,54
2024 84,19
12
2023 81,87
Laporan Keberlanjutan 2025
Catatan: | Note:
*Pada tahun 2025, pendapatan tercatat meningkat sedangkan laba bersih menurun. Hal ini dipengaruhi oleh pengakuan gain pada tahun
2024 dari restrukturisasi utang bank Rekind sebesar Rp2,44 triliun serta restrukturisasi utang usaha sebesar Rp834 miliar.
*In 2025, revenue increased while net profit declined, primarily due to the recognition of gains in 2024 from the restructuring of Rekind’s bank
debt amounting to Rp2.44 trillion, as well as trade payables restructuring of Rp834 billion.
Page 13
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Lingkungan [OJK B.2]
Environment
Total Energi [OJK B.2.a] GJ Intensitas Energi Urea GJ/ton Urea
GJ GJ/ton Urea
Total Energy Urea Energy Intensity
2025 132.856.772 2025 29,13
2024* 125.827.719 2024 29,84
2023* 121.445.674 2023 29,64
Total Emisi Ton CO2eq Intensitas Emisi Amonia ton CO2eq ton amonia
Ton CO2eq ton CO2eq ton ammonia
Total Emissions Ammonia Emission Intensity
2025 62.967.328 2025 1,01
2024* 61.249.531 2024 1,10
2023* 56.446.642 2023 1,10
Intensitas Emisi Urea ton CO2eq/ton Pupuk Investasi Lingkungan Rp Miliar
ton CO2eq/ton Fertilizer Rp Billion
Urea Emission Intensity Environmental Investment
2025 0,48 2025 138.596
2024* 0,43 2024* 136.805
13
2023* 0,45 2023* 164.088
2025 Sustainability Report
Catatan: | Note:
*Terdapat penyajian data kembali
*There is a restatement of data
Page 14
Proyek Pelestarian Keanekaragaman Hayati [OJK B.2.d]
Biodiversity Conservation Project
Petrokimia Gresik
Pelestarian Satwa Langka Python bivittatus melalui Metode 550 Ha 9 spesies | species
Translokasi Cepat Tanggap Tim Patigeni
Conservation of the Rare Species Python bivittatus through
Rapid Translocation Methods by the Patigeni Team
Pupuk Kujang
Konservasi Keanekaragaman Hayati 47,7 Ha 64 jenis tumbuhan | plant species
Taman Kehati Pupuk Kujang
Biodiversity Conservation at the Pupuk 34 jenis burung | bird species
Kujang Biodiversity Park
11 jenis kelelawar | bat species
Pupuk Kalimantan Timur
RAISE (Reusing our Ash to Improve 1,12 Ha 8.822 terumbu karang | coral reefs
the Sea Ecosystem)
94 spesies fauna | fauna species
Pupuk Iskandar Muda
Konservasi Pengembangan Rusa Sambar (Cervus unicolor) 6,75 Ha 20 ekor rusa | deer
Sambar Deer (Cervus unicolor) Conservation and Breeding
Pupuk Sriwidjaja Palembang
14
2.100 pohon Alpukat | Avocado trees
Laporan Keberlanjutan 2025
Integrated Forestry Farming 20 Ha
System (IFFS)
32.500 pohon Kopi Arabika | Arabica coffee trees
Page 15
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Sosial [OJK B.3]
Social
Jumlah Karyawan (Tetap dan Kontrak) Orang Jam Kerja Aman Jam
People Hours
Number of Employees Safe Working Hours
(Permanent and Contract)
2025 7.882 2025 48.229.488
2024 7.712 2024 48.103.759
2023 7.832 2023* 52.014.005
Total Dana PUMK dan TJSL Rp Juta Total Dana TJSL Rp Juta
Rp Million Rp Million
Total MSE and CSR Funds Total CSR Funds
2025 259.089 2025 247.439
2024 317.261 2024 294.755
2023 276.229 2023 210.914
Indeks Kepuasan Pelanggan Poin 1–100
Point 1–100
Customer Satisfaction Index
2025 93,05
0 50 100
2024 90,96
0 50 100
2023 95,68
0 50 100
15
2025 Sustainability Report
Page 16
Tata Kelola [OJK B.3]
Governance
2
1. Workshop Anti-Fraud: “Satukan Aksi Basmi Korupsi –
Penguatan Integritas dan Tata Kelola di Pupuk Indonesia”, yang
dilaksanakan pada 10 Desember 2025.
Anti-Fraud Workshop: “Unite Action to Eradicate Corruption –
Strengthening Integrity and Governance at Pupuk Indonesia,”
Sosialisasi Antikorupsi diikuti held on December 10, 2025.
oleh 7.882 karyawan atau 2. Forum Penguatan Tata Kelola dan Kepatuhan, yang
100% dari Seluruh Insan PTPI, dilaksanakan pada 19 Desember 2025.
antara lain: Governance and Compliance Strengthening Forum, held on
The anti-corruption awareness December 19, 2025.
program was attended by
7,882 employees, or 100% of
PTPI employees, including:
64,25
Tingkat Kepatuhan Wajib Lapor
LHKPN Mencapai 100%,
dengan total Wajib Lapor
jam | hours sebanyak 2.512 orang yang
disampaikan tepat waktu
Pelatihan Dewan Komisaris sebelum 31 Maret 2025.
dan Direksi PTPI The compliance rate for LHKPN
PTPI’s Board of reporting has reached 100%,
Commissioners and Directors with a total of 2,512 reporting
Training individuals submitting their
reports on time before March 31,
2025.
16
Laporan Keberlanjutan 2025
Page 17
PT Pupuk Indonesia (Persero)
17
2025 Sustainability Report
Page 18
Sambutan Komisaris Utama [GRI 2-22] [OJK D.1]
Message from the President Commissioner
Para Pemangku Kepentingan yang Terhormat, Dear Respected Stakeholders,
Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang We extend our gratitude to God Almighty as PTPI once
Maha Esa, karena PTPI kembali menyampaikan Laporan again presents its 2025 Sustainability Report, reflecting
Keberlanjutan Tahun 2025 sebagai wujud komitmen the Company’s continued commitment to transparency,
Perusahaan terhadap transparansi, akuntabilitas, dan accountability, and responsible business management.
pengelolaan usaha yang bertanggung jawab. Laporan This report not only reflects the Company’s performance
ini tidak hanya merefleksikan capaian kinerja selama achievements over the past year, but also highlights its
satu tahun terakhir, tetapi juga menggambarkan upaya efforts to maintain a balance between business growth,
Perusahaan menjaga keseimbangan antara pertumbuhan contributions to national food security, and its social and
usaha, kontribusi terhadap ketahanan pangan nasional, environmental responsibilities in its role as the holding
serta tanggung jawab sosial dan lingkungan dalam peran company in the fertilizer sector.
Perusahaan sebagai induk di sektor pupuk.
Tahun 2025 berlangsung dalam dinamika global yang The year 2025 took place amid a highly challenging global
penuh tantangan, ditandai oleh ketegangan geopolitik, environment, marked by geopolitical tensions, fluctuations
fluktuasi harga energi dan komoditas, serta percepatan in energy and commodity prices, and the acceleration of
agenda dekarbonisasi yang memengaruhi stabilitas rantai the decarbonization agenda, all of which have affected
pasok, termasuk industri pupuk. Dampak perubahan iklim supply chain stability, including within the fertilizer
juga semakin nyata melalui meningkatnya frekuensi cuaca industry. The impacts of climate change have also become
ekstrem yang berpotensi mengganggu produksi dan increasingly evident, reflected in the rising frequency of
distribusi. Dalam konteks ini, transformasi menuju praktik extreme weather events that may disrupt production and
industri yang lebih efisien dan rendah karbon menjadi distribution activities. In this context, the transformation
keniscayaan, sementara sektor pertanian dan pupuk tetap toward more efficient and low-carbon industrial practices
memegang peran strategis dalam mendukung ketahanan has become imperative, while the agriculture and fertilizer
pangan nasional dan global. sectors continue to play a strategic role in supporting
national and global food security.
Pada tingkat nasional, Indonesia terus berupaya menjaga At the national level, Indonesia continues to strive to
stabilitas pertumbuhan ekonomi di tengah tekanan maintain stable economic growth amid external pressures.
eksternal. Pemerintah mendorong penguatan sektor riil, The Government has promoted the strengthening of the
peningkatan produktivitas pertanian, serta optimalisasi real sector, increased agricultural productivity, and the
belanja negara agar lebih tepat sasaran. Kebijakan hilirisasi optimization of state spending to ensure more targeted
industri, penguatan ketahanan energi, serta pembenahan outcomes. Policies on industrial downstreaming, the
sistem subsidi menjadi bagian dari strategi nasional untuk strengthening of energy resilience, and reforms to the
menjaga daya saing dan kemandirian ekonomi. Dalam subsidy system form part of the national strategy to
situasi tersebut, PTPI memiliki tanggung jawab strategis safeguard competitiveness and economic independence.
untuk memastikan ketersediaan pupuk yang memadai, Within this context, PTPI carries a strategic responsibility
distribusi yang tepat waktu, serta pengelolaan usaha yang to ensure the adequate availability of fertilizers, timely
berkelanjutan. distribution, and the sustainable management of its
18 business operations.
Perkembangan regulasi di sektor pupuk pada tahun Regulatory developments in the fertilizer sector during
Laporan Keberlanjutan 2025
2025 membawa perubahan signifikan bagi kerangka 2025 brought significant changes to the governance
tata kelola industri nasional. Pemerintah menetapkan framework of the national industry. The Government
Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2025 tentang Tata enacted Presidential Regulation No. 6 of 2025 on the
Kelola Pupuk Bersubsidi, yang kemudian disempurnakan Governance of Subsidized Fertilizers, which was later
melalui Peraturan Presiden Nomor 113 Tahun 2025, refined through Presidential Regulation No. 113 of 2025,
guna memperkuat sistem distribusi dan pengawasan to strengthen the distribution and monitoring systems for
pupuk bersubsidi. Dewan Komisaris memandang subsidized fertilizers. The Board of Commissioners views
Page 19
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Dalam mendukung kedaulatan
pangan nasional, PT Pupuk Indonesia
(Persero) mengintegrasikan
keberlanjutan dalam strategi,
memperkuat tata kelola dan
manajemen risiko, serta mendorong
inovasi dan efisiensi guna memastikan
pertumbuhan yang tangguh, adaptif,
dan berkelanjutan.
In supporting national
food sovereignty,
PT Pupuk Indonesia (Persero)
integrates sustainability into
its strategy, strengthens
governance and risk
management, and
promotes innovation
and efficiency to ensure
resilient, adaptive,
and sustainable
growth.
Sudaryono
Komisaris Utama
President Commissioner
19
2025 Sustainability Report
Page 20
bahwa dinamika regulasi ini tidak hanya menuntut these regulatory dynamics not only as requiring readiness
kesiapan adaptasi, tetapi juga menghadirkan momentum to adapt, but also as presenting an important opportunity
pembenahan struktural yang membawa angin segar bagi for structural improvements that bring renewed
peningkatan efisiensi dan ketepatan sasaran subsidi, serta momentum to enhance efficiency, ensure more accurate
penguatan tata kelola industri pupuk secara keseluruhan. subsidy targeting, and strengthen governance across the
fertilizer industry as a whole.
Sepanjang tahun 2025, kami memandang Direksi Throughout 2025, we observed that the Board of Directors
telah melaksanakan berbagai langkah konkret untuk undertook various concrete measures to strengthen
memperkuat ketahanan operasional dan meningkatkan operational resilience and enhance service quality.
kualitas layanan. Penguatan tata kelola distribusi pupuk, Strengthening the governance of fertilizer distribution,
peningkatan transparansi penyaluran subsidi, serta improving transparency in subsidy disbursement, and
integrasi sistem data untuk menjamin ketepatan sasaran integrating data systems to ensure accurate targeting
menjadi prioritas utama. Upaya tersebut didukung oleh were among the key priorities. These efforts were
jaringan distribusi PTPI yang mencakup lebih dari 1.030 supported by PTPI’s distribution network, which comprises
Pelaku Usaha Distribusi (PUD) dan 26.459 Penerima more than 1,030 Distribution Business Actors (PUD) and
Pupuk pada Titik Serah (PPTS) yang berkontribusi 26,459 Fertilizer Receiving Points (PPTS), contributing
terhadap pertumbuhan ekonomi lokal. Langkah- to local economic growth. These initiatives demonstrate
langkah ini menunjukkan komitmen manajemen dalam management’s commitment to ensuring that government
memastikan bahwa setiap kebijakan pemerintah dapat policies are implemented effectively and deliver tangible
diimplementasikan secara efektif dan memberikan benefits to farmers.
manfaat langsung kepada petani.
Di sisi lain, Dewan Komisaris memastikan bahwa strategi On the other hand, the Board of Commissioners ensured
transformasi Perusahaan, termasuk peningkatan that the Company’s transformation strategy, including
efisiensi operasional terus dilakukan melalui optimalisasi efforts to improve operational efficiency, continued
penggunaan bahan baku dan energi, modernisasi fasilitas to be implemented through the optimization of raw
produksi, serta pengendalian emisi dan pengelolaan material and energy usage, modernization of production
limbah yang lebih efektif dijalankan secara terukur serta facilities, as well as more effective emission control and
selaras dengan prinsip tata kelola perusahaan yang waste management. These initiatives were carried out
baik. Berbagai upaya tersebut turut berkontribusi pada in a measurable manner and aligned with the principles
penurunan emisi, baik secara langsung dari proses of good corporate governance. These efforts also
produksi maupun secara tidak langsung dari pembelian contributed to a 17% reduction in emissions, both direct
energi dari pihak lain, sebesar 17% dibandingkan baseline emissions from production processes and indirect
business as usual (BAU) tahun 2025. emissions from purchased energy, compared to the 2025
business-as-usual (BAU) baseline.
Selain aspek operasional, penguatan tata kelola Beyond operational aspects, strengthening corporate
perusahaan tetap menjadi prioritas. Dewan Komisaris governance remained a key priority. The Board of
secara konsisten melakukan pengawasan terhadap Commissioners consistently exercised oversight over
implementasi strategi, kinerja keuangan, manajemen the implementation of strategies, financial performance,
risiko melalui evaluasi berkala berbagai risiko strategis, and risk management through periodic evaluations
serta kepatuhan terhadap regulasi. Evaluasi kinerja of various strategic risks, as well as compliance with
Direksi dilakukan secara objektif berdasarkan indikator applicable regulations. The performance of the Board of
20 yang mencakup aspek finansial, operasional, dan Directors was assessed objectively based on indicators
keberlanjutan. Kami memastikan bahwa setiap keputusan covering financial, operational, and sustainability aspects.
strategis selaras dengan visi jangka panjang Perusahaan Through this process, we ensured that every strategic
Laporan Keberlanjutan 2025
dan kepentingan pemangku kepentingan secara luas. decision remained aligned with the Company’s long-term
Komitmen Perusahaan dalam memperkuat keberlanjutan vision and the broader interests of its stakeholders. The
tecermin dari hasil penilaian lembaga rating S&P Global Company’s commitment to strengthening sustainability is
dengan skor ESG sebesar 61/100, serta dari lembaga reflected in the ESG assessment results from S&P Global,
rating MSCI dengan peringkat BBB. which assigned a score of 61/100, as well as from MSCI,
which assigned an ESG rating of BBB.
Page 21
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Sebagai perusahaan induk, PTPI juga terus memperkuat As a holding company, PTPI continues to strengthen
sinergi antar entitas dalam grup untuk meningkatkan synergies among entities within the Group to enhance
efisiensi dan konsistensi kebijakan. Dewan Komisaris efficiency and policy consistency. The Board of
memandang bahwa konsolidasi strategi dan penguatan Commissioners views the consolidation of strategies and
koordinasi di antara anak perusahaan merupakan stronger coordination among subsidiaries as key factors
faktor penting dalam menjaga ketahanan sistem secara in maintaining the resilience of the overall system. These
keseluruhan. Sinergi tersebut diharapkan mampu synergies are expected to create economies of scale,
menciptakan skala ekonomi, memperkuat daya tawar, strengthen bargaining power, and improve the quality of
serta meningkatkan kualitas layanan kepada petani. services provided to farmers.
Dewan Komisaris juga memastikan bahwa aspek The Board of Commissioners also ensured that
keberlanjutan terintegrasi dalam proses pengambilan sustainability aspects were integrated into the Company’s
keputusan strategis Perusahaan, termasuk pengelolaan strategic decision-making processes, including the
risiko perubahan iklim, penguatan tata kelola lingkungan management of climate change risks, the strengthening
dan sosial, serta implementasi standar pelaporan of environmental and social governance, and the
keberlanjutan yang selaras dengan praktik internasional. implementation of sustainability reporting standards
aligned with international practices.
Di tengah tantangan yang ada, Dewan Komisaris Amid these challenges, the Board of Commissioners
menyampaikan apresiasi kepada Direksi dan seluruh extends its appreciation to the Board of Directors and the
jajaran manajemen atas upaya dan dedikasi dalam entire management team for their efforts and dedication
menjaga stabilitas operasional serta mendorong in maintaining operational stability while advancing
transformasi berkelanjutan. Ketahanan organisasi dalam ongoing transformation. The organization’s resilience in
menghadapi tekanan eksternal menunjukkan fondasi tata navigating external pressures reflects increasingly robust
kelola dan manajemen risiko yang kian matang. governance and risk management foundations.
Ke depan, tantangan global dan nasional diperkirakan Looking ahead, global and national challenges are
akan bertambah kompleks. Oleh karena itu, penguatan expected to become increasingly complex. Therefore,
tata kelola, disiplin manajemen risiko, serta investasi pada strengthening governance, maintaining disciplined risk
inovasi dan efisiensi akan terus menjadi fokus utama. management, and investing in innovation and efficiency
Dewan Komisaris berkomitmen menjalankan fungsi will remain key priorities. The Board of Commissioners
pengawasan secara independen dan konstruktif guna remains committed to carrying out its oversight function
memastikan Perusahaan dikelola dengan prinsip kehati- in an independent and constructive manner, ensuring that
hatian, integritas, dan orientasi jangka panjang. the Company is managed with prudence, integrity, and a
long-term perspective.
Dengan fondasi tata kelola dan komitmen keberlanjutan With increasingly strong governance foundations and a
yang semakin kokoh, kami meyakini PT Pupuk Indonesia firm commitment to sustainability, we believe that PT Pupuk
(Persero) akan terus berkembang sebagai perusahaan Indonesia (Persero) will continue to grow as a resilient and
induk industri pupuk nasional yang tangguh dan adaptif, adaptive holding company in the national fertilizer industry,
serta menjadi pilar penting dalam menopang kedaulatan while serving as a key pillar in supporting Indonesia’s food
pangan dan pembangunan berkelanjutan Indonesia. sovereignty and sustainable development.
Jakarta, 11 Mei 2026
Jakarta, May 11, 2026 21
2025 Sustainability Report
Sudaryono
Komisaris Utama
President Commissioner
Page 22
Sambutan Direktur Utama [GRI 2-22] [OJK D.1]
Message from the President Director
Para Pemangku Kepentingan yang Terhormat, Dear Valued Stakeholders,
Tahun 2025 menjadi tonggak penting dalam perjalanan The year 2025 marked a significant milestone in PT
PT Pupuk Indonesia (Persero) sebagai holding industri Pupuk Indonesia’s (Persero) journey as a holding
pupuk nasional. Di tengah dinamika global yang company in the national fertilizer industry. In the face
semakin kompleks, Perusahaan terus memperkuat of increasingly complex global challenges, I am proud
perannya sebagai bagian dari fondasi ketahanan to share that the Company has strengthened its role as
pangan nasional sekaligus kontributor dalam agenda an indispensable pillar of national food security while
keberlanjutan global. actively contributing to the global sustainability agenda.
Melalui tema “Transformasi Industri Pupuk Penopang Under the theme “Fertilizer Industry Transformation as
Kedaulatan Pangan Nasional”, Perusahaan menegaskan a Pillar of National Food Sovereignty”, the Company is
komitmennya untuk menghadirkan sistem industri reaffirming its commitment to building a more resilient,
pupuk yang lebih tangguh, efisien, dan berkelanjutan. efficient, and sustainable global fertilizer industry
Transformasi ini tidak hanya mencakup penguatan ecosystem. By embedding sustainability across every
operasional dan tata kelola, tetapi juga integrasi prinsip business lines, we are transforming beyond mere
keberlanjutan di seluruh lini bisnis. operational and governance improvements.
Laporan keberlanjutan ini kami sampaikan sebagai This sustainability report reflects our commitment to
bentuk transparansi dan akuntabilitas atas bagaimana transparency and accountability in creating economic
Perusahaan menciptakan nilai ekonomi sekaligus value while delivering positive social and environmental
memberikan dampak sosial dan lingkungan yang impact. It underscores our commitment to conducting
positif. Laporan ini mencerminkan komitmen kami business responsibly, transparently, with a focus on long-
untuk menjalankan usaha secara bertanggung jawab, term value creation for all stakeholders. Beyond simply
transparan, serta berorientasi pada penciptaan nilai disclosing performances, this report demonstrates how
jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan. sustainability is integrated across strategy, governance,
Laporan ini tidak hanya mencerminkan capaian kinerja, and operations across the entire group, reinforcing our
tetapi juga menggambarkan bagaimana prinsip contribution in supporting national food security.
keberlanjutan diintegrasikan dalam strategi, tata kelola,
serta operasi di seluruh entitas grup guna memperkuat
kontribusi terhadap ketahanan pangan nasional.
Sepanjang tahun 2025, dinamika global masih diwarnai Throughout 2025, global dynamics continued to be
oleh ketidakpastian geopolitik, volatilitas harga energi shaped by geopolitical uncertainty, volatility in energy
dan komoditas, serta percepatan transisi menuju and commodity prices, and the accelerating transition
ekonomi rendah karbon. Pada saat yang sama, dampak toward a low-carbon economy. At the same time, the
perubahan iklim semakin nyata dengan meningkatnya impacts of climate change have become increasingly
frekuensi cuaca ekstrem dan ketidakpastian musim evidenced with the rising frequency of extreme
tanam. Kondisi ini juga tecermin dari berbagai kejadian weather events and increased unpredictability in
bencana hidrometeorologi di berbagai wilayah planting seasons. These conditions are also reflected in
22 Indonesia, termasuk banjir dan tanah longsor yang hydrometeorological disasters across Indonesia, such
terjadi di Aceh dalam beberapa waktu terakhir, yang as the recent floods and landslides in Aceh, highlighting
menunjukkan meningkatnya kerentanan wilayah the increased vulnerability of national regions to
Laporan Keberlanjutan 2025
terhadap dampak perubahan iklim. [OJK E.5] climate-related impacts. [OJK E.5]
Kondisi tersebut menempatkan sektor pertanian dan These conditions further highlight the strategic
industri pupuk pada posisi yang semakin strategis. importance of the agriculture and fertilizer sectors,
Industri pupuk tidak hanya berperan dalam menjaga which play crucial roles not only in maintaining food
Page 23
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Strategi keberlanjutan
Perusahaan diarahkan pada
tiga fokus utama meliputi
transformasi industri rendah
karbon, penguatan ekosistem
pertanian berkelanjutan melalui
program CSV, serta percepatan
transformasi digital dalam sistem
distribusi dan operasional.
The Company’s sustainability strategy
focuses on three key priorities, including
transforming the industry toward
more efficient and lower-carbon
operations, strengthening a
sustainable agricultural
ecosystem, and accelerating
digital transformation across
our distribution and operational
network.
Rahmad Pribadi
Direktur Utama
President Director
23
2025 Sustainability Report
Page 24
stabilitas pasokan pangan, tetapi juga menjadi bagian supply stability, but also in supporting national food
penting dalam upaya mewujudkan kedaulatan pangan sovereignty. [OJK E.5]
nasional. [OJK E.5]
Di tingkat nasional, perekonomian Indonesia tetap At the national level, Indonesia’s economy remained
menunjukkan ketahanan dengan pertumbuhan yang resilient, supported by relatively stable growth. The
relatif stabil. Pemerintah terus mendorong penguatan government continued to strengthen the real sector,
sektor riil, reformasi tata kelola pupuk bersubsidi, reform subsidized fertilizer governance, and enhance
serta peningkatan produktivitas pertanian melalui agricultural productivity through digitalization and
digitalisasi dan integrasi data. Dalam hal pengungkapan data integration. In terms of sustainability disclosure,
keberlanjutan, tuntutan terhadap transparansi expectations for transparency and accountability
dan akuntabilitas terus meningkat seiring dengan continue to rise in line with increasing demands
ekspektasi regulator dan pemangku kepentingan. from regulators and stakeholders. Accordingly,
Sejalan dengan itu, penerapan Pernyataan Standar the implementation of the Sustainability Reporting
Pelaporan Keberlanjutan (PSPK) 1 dan PSPK 2 yang Standards (PSPK) 1 and PSPK 2, which align with
mengadopsi IFRS S1 dan IFRS S2 semakin memperkuat IFRS S1 and IFRS S2, strengthens the expectation for
tuntutan integrasi risiko dan peluang keberlanjutan, companies to integrate sustainability-related risks and
termasuk risiko iklim, dalam strategi dan tata kelola opportunities, including climate-related risks, into their
perusahaan. [OJK E.5] corporate strategy and governance. [OJK E.5]
Kebijakan untuk Merespons Tantangan dalam Policies in Responding to Sustainability Strategy
Implementasi Strategi Keberlanjutan [OJK D.1.a] Challenges [OJK D.1.a]
Menjawab berbagai tantangan tersebut, kami terus In response to these challenges, we continue to
memperkuat kebijakan dan peta jalan keberlanjutan strengthen our sustainability policies and roadmaps
yang terintegrasi dalam strategi korporasi. Transformasi and fully integrate them into our corporate strategy. Our
yang kami jalankan berlandaskan pada prinsip transformation is based on the principle that economic
bahwa pertumbuhan ekonomi harus berjalan seiring growth must go hand in hand with environmental
dengan perlindungan lingkungan dan peningkatan protection and social well-being. Accordingly, our
kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, strategi sustainability strategy centers on three key priorities.
keberlanjutan Perusahaan diarahkan pada tiga fokus
utama.
Pertama, transformasi industri menuju operasi yang First, we are transforming the industry toward more
lebih efisien dan rendah karbon. Kami melakukan efficient and lower-carbon operations. This includes
berbagai inisiatif peningkatan efisiensi produksi, advancing production efficiency, developing new value
pengembangan rantai nilai baru, serta eksplorasi chains, and exploring decarbonization technologies,
teknologi dekarbonisasi seperti carbon capture and including carbon capture and storage along with the
storage serta pengembangan clean ammonia. development of clean ammonia.
Kedua, penguatan ekosistem pertanian berkelanjutan. Second, we are strengthening a sustainable
Melalui program Creating Shared Value (CSV), agricultural ecosystem. Through the Creating Shared
kami mendorong peningkatan produktivitas dan Value (CSV) program, we support improvement
kesejahteraan petani melalui solusi pertanian terpadu, of farmer productivity and welfare by providing
24 pendampingan teknis, serta pemanfaatan teknologi integrated agricultural solutions, technical assistance,
digital dalam sistem distribusi pupuk. and implementing digital technologies in fertilizer
distribution systems.
Laporan Keberlanjutan 2025
Ketiga, percepatan transformasi digital Third, we are accelerating digital transformation across
dalam sistem distribusi dan operasional. our distribution and operation network. Through the
Melalui sistem Integrated Distribution and Outbound Integrated Distribution and Outbound Logistic (INDIGO)
Logistic (INDIGO) dan integrasi ribuan Penerima system and the integration of thousands of Fertilizer
Pupuk pada Titik Serah (PPTS) melalui iPubers, kami Recipients at Delivery Points (PPTS) via iPubers, we
Page 25
PT Pupuk Indonesia (Persero)
memperkuat transparansi, akurasi penyaluran pupuk are enhancing transparency, improving the accuracy
bersubsidi, serta meningkatkan efisiensi rantai pasok of subsidized fertilizer distribution, and bolstering the
nasional. efficiency of national supply chain.
Implementasi Praktik Usaha Berkelanjutan [OJK D.1.b] Implementation of Sustainable Business Practices
[OJK D.1.b]
Sebagai bagian dari implementasi transformasi As part of this transformation, the Company continues
tersebut, Perusahaan secara konsisten menjalankan to implement strategic programs focused on energy
berbagai program strategis yang berfokus pada efficiency, emissions reduction, and production asset
peningkatan efisiensi energi, penurunan emisi, serta optimization. One of the key initiatives is the Revamping
optimalisasi aset produksi. Salah satu inisiatif utama Ammonia Plant-2 PKT in Bontang to improve energy
adalah pelaksanaan program Revamping Ammonia efficiency, reduce carbon emission intensity, and extend
Pabrik-2 PKT di Bontang. Program ini bertujuan untuk the asset’s economic life by adopting more advanced
meningkatkan efisiensi konsumsi energi, menurunkan and environmentally friendly technologies.
intensitas emisi karbon, serta memperpanjang umur
ekonomis aset melalui penerapan teknologi yang lebih
modern dan ramah lingkungan.
Dalam pengembangan inisiatif ekonomi sirkular, kami In advancing circular economy initiatives, we initiated
telah menginisiasi pengembangan industri soda ash the development of an integrated soda ash industry
yang terintegrasi dengan pemanfaatan karbon dioksida by utilizing carbon dioxide (CO₂) as a feedstock. This
(CO2) sebagai bahan baku. Inisiatif ini merupakan initiative reflects our efforts to convert industrial
bagian dari upaya Perusahaan untuk mengoptimalkan emissions into value-added products while reducing
pemanfaatan emisi proses industri menjadi produk operational carbon footprint.
bernilai tambah, sekaligus mengurangi jejak karbon
operasional.
Melalui pendekatan ini, pengembangan soda ash Through this approach, the development of soda ash
tidak hanya memperkuat diversifikasi portofolio bisnis not only strengthens diversification of business portfolio
Perusahaan, tetapi juga mendukung terciptanya but also supports a more efficient and sustainable
ekosistem industri yang lebih efisien dan berkelanjutan. industrial ecosystem. In strengthening the sustainable
Sebagai bagian dari penguatan ekosistem pertanian agricultural ecosystem, our community forest program
berkelanjutan, kami juga mengembangkan program focuses on increasing greenhouse gas absorption while
community forest yang berfokus pada peningkatan empowering the community nearby our operations.
serapan emisi gas rumah kaca serta pemberdayaan
masyarakat sekitar.
Melalui program-program ini, Perusahaan menunjukkan Through these initiatives, the Company demonstrates
pendekatan keberlanjutan yang terintegrasi dari hulu an integrated end-to-end approach to sustainability
hingga hilir. Inisiatif program ini tidak hanya berfokus from upstream to downstream. This not only enhances
pada peningkatan kinerja operasional, tetapi juga pada operational performance but also nurtures greater
penciptaan nilai tambah yang tinggi bagi Perusahaan, long-term value for the Company, the environment,
lingkungan, dan masyarakat. Melalui hal ini, kami and society. We are confident that these efforts have
yakin posisi Perusahaan akan semakin kuat dalam bolstered the Company’s position in supporting national 25
mendukung ketahanan pangan nasional dan transisi food security and its continued transition towards a low-
menuju ekonomi rendah karbon secara berkelanjutan. carbon economy.
2025 Sustainability Report
Strategi Pencapaian Target [OJK D.1.c] [GRI 2-22] Strategy to Achieve Targets [OJK D.1.c] [GRI 2-22]
Dalam mencapai target keberlanjutan, kami In pursuing our sustainability targets, we have
mengidentifikasi berbagai risiko yang perlu dikelola identified key risks which require comprehensive
secara komprehensif. Risiko ekonomi terkait investasi management, including economic risks related to
Page 26
teknologi rendah karbon, risiko lingkungan terkait emisi low-carbon technology investments, environmental
proses produksi, serta risiko sosial dalam perubahan risks associated with production emissions, and
perilaku petani menjadi perhatian utama. Strategi social risks related to changes in farmer behavior.
mitigasi kami mencakup optimalisasi efisiensi biaya Our mitigation strategy focuses on cost optimization
melalui peningkatan produktivitas, investasi pada through productivity improvements, investment in more
teknologi yang lebih efisien, serta penguatan riset dan efficient technologies, and strengthening research and
pengembangan produk ramah lingkungan. Kami juga development of environmentally friendly products.
melakukan pemantauan dan evaluasi berkala terhadap We also conduct regular monitoring and evaluation of
dampak lingkungan untuk memastikan kepatuhan environmental impacts to ensure regulatory compliance.
terhadap regulasi.
Selain risiko, kami melihat peluang yang signifikan. Beyond the risks, we recognize significant
Agenda swasembada pangan nasional dan digitalisasi opportunities. The national food self-sufficiency agenda
sektor agribisnis membuka ruang inovasi bagi and the digitalization of the agribusiness sector open
Perusahaan untuk menghadirkan solusi pertanian new avenues for innovation in delivering integrated,
terpadu berbasis teknologi. Tren global terhadap technology-based agricultural solutions. The global shift
investasi hijau juga menjadi peluang untuk memperluas toward green investment presents us with opportunities
kolaborasi dan akses pembiayaan berkelanjutan. to expand collaboration and access sustainable
financing.
Pencapaian Kinerja Tahun 2025 Performance Achievement in 2025
Atas nama Direksi, saya menyampaikan apresiasi atas On behalf of the Board of Directors, I am proud to
dedikasi dan komitmen seluruh insan Perusahaan yang recognize our people’s dedication and commitment,
telah mendorong kinerja yang solid dan pencapaian which drove solid performances and various
keberlanjutan sepanjang tahun 2025 di berbagai aspek. sustainability achievements throughout 2025. The
Pendapatan Perusahaan menunjukkan pertumbuhan Company achieved stable revenue growth, and
yang stabil, dengan kontribusi signifikan terhadap contributed significantly to national income through
penerimaan negara melalui pajak dan dividen. Dari taxes and dividends. From an ESG perspective, the
sisi ESG, Perusahaan mempertahankan posisi yang Company maintained a globally competitive position
kompetitif di tingkat global dan memperoleh berbagai and received multiple awards for sustainability reporting
penghargaan atas pelaporan keberlanjutan serta and sustainable industrial practices.
implementasi praktik industri berkelanjutan.
Perusahaan mencatatkan peningkatan kinerja ESG The Company also recorded an improved ESG
dengan perolehan skor 61/100 dalam penilaian S&P performance. Achieving a score of 61/100 in the S&P
Global Corporate Sustainability Assessment (CSA), Global Corporate Sustainability Assessment (CSA),
yang menempatkan kami pada posisi pertama sebagai which positions the Company as the top holding
perusahaan holding dalam klaster industri pupuk global company in the global fertilizer industry cluster, earning
serta terpilih sebagai salah satu perusahaan yang inclusion in the S&P Global Sustainability Yearbook.
masuk dalam S&P Global Sustainability Year Book. This achievement reflects our strong commitment to
Pencapaian ini menunjukkan penguatan tata kelola, good corporate governance, risk management, and
manajemen risiko, serta integrasi aspek lingkungan dan the structured integration of environmental and social
sosial dalam strategi bisnis secara lebih terstruktur. aspects into our business strategy.
26
Penghargaan PROPER dengan peringkat Emas dan The Government’s PROPER Gold and Green ratings
Hijau yang diperoleh oleh entitas anak perusahaan awarded to our subsidiary entities further demonstrate
Laporan Keberlanjutan 2025
kembali menjadi bukti bahwa pelaksanaan pengelolaan that our environmental management practices exceed
lingkungan kami telah melampaui standar kepatuhan regulatory compliance standards. Operationally, the
regulasi. Di sisi operasional, digitalisasi distribusi digitalization of integrated distribution systems has
melalui sistem terintegrasi berhasil meningkatkan improved the accuracy of subsidized fertilizer delivery,
ketepatan penyaluran pupuk bersubsidi, memperkuat enhanced transparency, and minimized inefficiencies
Page 27
PT Pupuk Indonesia (Persero)
transparansi, serta meminimalkan potensi inefisiensi in the supply chain. Our energy efficiency initiatives
dalam rantai pasok. Inisiatif efisiensi energi dan and production process optimization also contribute to
optimalisasi proses produksi kami juga berkontribusi decrease emissions intensity and improve operational
pada penurunan intensitas emisi serta peningkatan efficiency across our production facilities. Community
efisiensi operasional di berbagai fasilitas produksi satisfaction levels in our operational areas remain
Perusahaan. Tingkat kepuasan masyarakat di sekitar strong, which reflects harmonious relationships with
wilayah operasional juga menunjukkan hasil yang local stakeholders.
sangat baik, mencerminkan hubungan yang harmonis
di antara Perusahaan dan pemangku kepentingan lokal.
Seluruh capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi These achievements are the result of strong
dan komitmen seluruh insan perusahaan, dukungan collaboration and commitment across the organization.
pemerintah, serta kepercayaan para pemangku This is further supported by the Government and the
kepentingan yang terus menjadi fondasi bagi continued trust of stakeholders, which remain the
pertumbuhan Perusahaan secara berkelanjutan. foundation of the Company’s sustainable growth.
Penutup Closing
PT Pupuk Indonesia (Persero) tetap berkomitmen PT Pupuk Indonesia (Persero) remains committed
menjalankan tanggung jawab strategis dalam menjaga to fulfilling its strategic responsibility in maintaining
stabilitas pasokan pupuk serta mendukung peningkatan fertilizer supply stability while supporting national
produktivitas pertanian nasional. Kami meyakini bahwa agricultural productivity. We believe that sustainability
keberlanjutan bukan sekadar tujuan, melainkan is not merely a destination, but a long-term journey
perjalanan panjang yang menuntut komitmen, that requires commitment, consistency, and continuous
konsistensi, dan inovasi yang berkelanjutan. innovation.
Ke depan, Perusahaan akan terus memperkuat fondasi Looking ahead, the Company will continue to uphold
tata kelola, meningkatkan efisiensi operasional, serta good governance, enhance operational efficiency,
memperluas kolaborasi strategis untuk mendukung and expand strategic collaborations to advance the
transformasi industri pupuk yang lebih berkelanjutan. transformation of a more sustainable fertilizer industry.
Dengan dukungan pemerintah, mitra usaha, karyawan, With the support of the Government, business partners,
serta seluruh pemangku kepentingan, kami optimis employees, and all stakeholders, we are confident that
PT Pupuk Indonesia (Persero) akan terus tumbuh PT Pupuk Indonesia (Persero) will continue to grow and
dan memberikan kontribusi nyata bagi ketahanan deliver meaningful contributions to strengthen national
pangan nasional serta pembangunan ekonomi yang food security and sustainable economic development.
berkelanjutan.
Jakarta, 11 Mei 2026
Jakarta, May 11, 2026 27
2025 Sustainability Report
Rahmad Pribadi
Direktur Utama
President Director
Page 28
Peringkat ESG dan Penghargaan
ESG Ratings and Awards
Peringkat ESG
ESG Ratings
Corporate Sustainability Assessment (CSA)
61 Skor ESG
ESG Score
56
61/100
2024 2025 dari lembaga rating S&P Global
from S&P Global, a rating agency
PT Pupuk Indonesia (Persero) ©S&P Global 2026.
Chemicals
Sustainability
Yearbook Member
Corporate Sustainability Assessment
(CSA) 2025
61/100
Score date
February 11, 2026 For term of use, visit www.spglobal.com/yearbook
Sektor: | Sector
BBB
28
Material | Materials
PROVISIONAL
Industri: | Industry
Specialty Chemicals
ESG RATINGS
Laporan Keberlanjutan 2025
CC B BB BBB A AA AAA
As of Feb 2026
Page 29
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Penghargaan
Awards
28 April 2025 25 Juni 2025
April 28, 2025 June 25, 2025
Nama Penghargaan: | Award: Nama Penghargaan: | Award:
Anugerah Terbaik atas Transparansi Penurunan TJSL & CSR Awards 2025:
Emisi Perusahaan Tahun 2025 • Platinum, Kategori Pilar Ekonomi
Best Corporate Emission Reduction Transparency Platinum, Economic Pillar Category
Award 2025 • Gold, Kategori Pilar Sosial
• Green Achievement in Emission Reduction Gold, Social Pillar Category
• Diamond Achievement in Emission Transparency • Gold, Kategori Pilar Lingkungan
Gold, Environmental Pillar Category
Penyelenggara: | Organizer:
Investortrust Penyelenggara: | Organizer:
Majalah BUMN Track | BUMN Track Magazine
14 Agustus 2025 30 September 2025
August 14, 2025 September 30, 2025
29
Nama Penghargaan: | Award: Nama Penghargaan: | Award:
Anugerah Ekonomi Hijau Corporate Social Responsibility Awards (BISRA):
2025 Sustainability Report
Green Economy Award Platinum Champion untuk program “TAJUMASE”
Corporate Social Responsibility Awards (BISRA):
Penyelenggara: | Organizer: Platinum Champion for the “TAJUMASE” Program
Detikcom
Penyelenggara: | Organizer:
Bisnis Indonesia
Page 30
16 Oktober 2025 23 Oktober 2025
October 16, 2025 October 23, 2025
Nama Penghargaan: | Award: Nama Penghargaan: | Award:
ESG Now Awards 2025: Pilar Environmental, ESG Awards 2025: Gold Star Award, Kategori
Kategori Sustainable Agriculture Champion Perusahaan Keterbukaan (Non-Emiten)
ESG Now Awards 2025: Environmental Pillar, ESG Awards 2025: Gold Star Award in the
Sustainable Agriculture Champion Category Transparency Category (Non-Listed Companies)
Penyelenggara: | Organizer: Penyelenggara: | Organizer:
Republika Investortrust
28 November 2025 1 Desember 2025
November 28, 2025 December 1, 2025
Nama Penghargaan: | Award: Nama Penghargaan: | Award:
30 Asia Sustainability Reporting Rating 2025 Corporate Governance Perception Index (CGPI):
Peringkat Platinum Perusahaan Paling Tepercaya
Platinum Rank Most Trusted Company
Laporan Keberlanjutan 2025
Penyelenggara: | Organizer: Penyelenggara: | Organizer:
National Center for Corporate Reporting (NCCR) SWA Media
Page 31
PT Pupuk Indonesia (Persero)
17 Desember 2025 17 Desember 2025
December 17, 2025 December 17, 2025
Nama Penghargaan: | Award: Nama Penghargaan: | Award:
ICA - Core Subject (5B) Fair Operating Practice ISDA Indonesia SDG Awards Social Pillar - Gold
ISDA Indonesia SDG Awards Economic Pillar - Silver
Penyelenggara: | Organizer:
Corporate Forum for CSR Development (CFCD) Penyelenggara: | Organizer:
Corporate Forum for CSR Development (CFCD)
7 April 2026
April 7, 2026
Nama Penghargaan: | Award:
Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER)
Company Performance Rating Program in Environmental Management (PROPER)
31
Emas | Gold: Pupuk Kalimantan Timur
Hijau | Green: Petrokimia Gresik, Pupuk Kujang, Pupuk Iskandar Muda, Pupuk Sriwidjaja Palembang
2025 Sustainability Report
Penyelenggara: | Organizer:
Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH)
Ministry of Environment/Environmental Control Agency
Page 32
Tentang Laporan
About the Report
Laporan Keberlanjutan ini merupakan laporan ke-12 PT Pupuk Indonesia
(Persero), selanjutnya disebut “PTPI” atau “Perusahaan”, yang mengacu
pada Pupuk Indonesia Group terdiri atas PTPI sebagai perusahaan induk
beserta sembilan anak perusahaan. Laporan ini mencakup periode pelaporan
tahun 2025 dan diterbitkan pada tahun 2026. Laporan ini disusun dan
diterbitkan setiap tahun sebagai instrumen evaluasi kinerja sekaligus
wujud transparansi kepada para pemangku kepentingan terkait kinerja
keberlanjutan Perusahaan. Laporan Keberlanjutan 2025 mencakup seluruh
aktivitas usaha PTPI sebagai perusahaan induk yang membawahi sembilan
anak perusahaan, serta menyajikan kinerja ekonomi beserta pencapaian di
bidang sosial dan lingkungan sebagai wujud komitmen Perusahaan dalam
menjalankan praktik bisnis yang berkelanjutan. [GRI 2-2] [GRI 2-3]
This Sustainability Report is the 12th report of PT Pupuk Indonesia (Persero),
hereinafter referred to as “PTPI” or the “Company”, which refers to the Pupuk
Indonesia Group comprising PTPI as the parent company and its nine subsidiaries.
The report covers the 2025 reporting period and is published in 2026. The report is
prepared and issued annually as both an instrument for performance evaluation and a
demonstration of transparency to stakeholders regarding the Company’s sustainability
performance. The 2025 Sustainability Report encompasses all business activities of
PTPI as the parent entity overseeing nine subsidiaries and presents
its economic performance alongside social and environmental
achievements, reflecting the Company’s continued commitment
to advancing sustainable business practices. [GRI 2-2] [GRI 2-3]
32
Laporan Keberlanjutan 2025
Page 33
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Periode Pelaporan [GRI 2-2] [GRI 2-3]
Reporting Period
Laporan ini mencakup periode 1 Januari 2025 hingga This Report covers the period from January 1, 2025 to
31 Desember 2025, yang selaras dengan periode December 31, 2025, aligned with the reporting period
pelaporan Laporan Keuangan dan Laporan Tahunan of the Company’s Financial Statements and Annual
Perusahaan, kecuali dinyatakan lain pada bagian Report, unless otherwise stated in specific sections. The
informasi tertentu. Publikasi laporan sebelumnya previous report was published in June 2025.
dilakukan pada Juni 2025.
Standar Laporan
Reporting Standard
Laporan ini disusun dengan mengacu pada standar This Report has been prepared in accordance with the
nasional dan internasional sebagai berikut: following national and international standards:
• Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (SEOJK) No. • Circular Letter of the Financial Services Authority
16/SEOJK.04/2021 tentang Bentuk dan Isi Laporan (SEOJK) No. 16/SEOJK.04/2021 concerning the Form
Tahunan Emiten atau Perusahaan Publik, and Content of Annual Reports of Issuers or Public
Companies,
• Global Reporting Initiative (GRI) Standards 2021 • Global Reporting Initiative (GRI) Standards 2021, in
dengan opsi pelaporan in accordance, accordance option,
• Sustainability Accounting Standards Board (SASB), • Sustainability Accounting Standards Board (SASB),
• Task Force on Climate-Related Financial Disclosures • Task Force on Climate-Related Financial Disclosures
(TCFD), dan (TCFD), and
• Adopsi awal International Financial Reporting • Early adoption of International Financial Reporting
Standards (IFRS) S1 (General Requirements for Standards (IFRS) S1 (General Requirements for
Disclosure of Sustainability-related Financial Disclosure of Sustainability-related Financial
Information) dan S2 (Climate-related Disclosures). Information) and S2 (Climate-related Disclosures).
Guna memudahkan pembaca dalam memahami dan To facilitate ease of reference and enhance readability,
menelaah isi laporan, Perusahaan menyertakan indeks the Company has incorporated SEOJK, GRI, SASB,
SEOJK, GRI, SASB, dan TCFD pada bagian atau alinea and TCFD indices within the relevant sections and
yang relevan. Indeks lengkap bagi tiap-tiap standar paragraphs of this Report. The complete indices for
disajikan pada bagian lampiran, yang juga dilengkapi each standard are presented in the Appendix, together
dengan pemetaan terhadap Tujuan Pembangunan with their mapping to the Sustainable Development
Berkelanjutan (TPB). [OJK G.4] Goals (SDGs). [OJK G.4]
Prinsip Pelaporan
Reporting Principles
Dalam penyusunan Laporan Keberlanjutan 2025, In preparing its 2025 Sustainability Report, PTPI adhered
PTPI berpedoman pada prinsip-prinsip pelaporan to reporting principles that ensure transparency,
yang memastikan transparansi, akurasi, dan relevansi accuracy, and relevance of information. All disclosures 33
informasi. Setiap informasi yang disajikan disusun secara are presented in a balanced and comprehensive
benar dan memadai agar para pemangku kepentingan manner, enabling stakeholders to objectively assess the
2025 Sustainability Report
dapat menilai dampak Perusahaan secara objektif. PTPI Company’s impacts. PTPI also endeavored to avoid bias
juga berupaya menghindari bias dalam penyampaian in its disclosures by presenting both the positive and
informasi, di antaranya dengan menyertakan dampak negative impacts arising from its operational activities.
positif maupun negatif dari kegiatan operasional.
Page 34
Pernyataan Kembali
Restatements
Setiap aspek yang diungkapkan dalam laporan ini Each disclosure in this Report is based on specific
didasarkan pada data yang spesifik dan relevan agar and relevant data to ensure that stakeholders receive
pemangku kepentingan memperoleh informasi yang accurate and reliable information. During the reporting
akurat dan andal. Pada periode pelaporan, Perusahaan period, the Company made restatements to certain
melakukan penyajian kembali atas data yang disajikan data presented in the previous year’s report, with the
pada laporan tahun sebelumnya, dengan rincian details of the changes and their impacts disclosed in the
perubahan dan dampaknya diungkapkan pada tabel relevant tables or sections. These restatements include:
atau bagian terkait. Penyajian kembali tersebut meliputi:
• Data gaji, upah, dan kesejahteraan karyawan tahun • Employee salary, wage, and welfare data for 2023
2023 dan 2024; and 2024;
• Data emisi Cakupan 1, 2, dan 3 tahun 2024; • Scope 1, 2, and 3 emissions data for 2024;
• Data emisi Cakupan 3 tahun 2023; • Scope 3 emissions data for 2023;
• Data intensitas emisi tahun 2024 dan 2010 (baseyear); • Emissions intensity data for 2024 and 2010 (base
year);
• Data emisi udara tahun 2023 dan 2024; • Air emissions data for 2023 and 2024;
• Data limbah tahun 2023 dan 2024; • Waste data for 2023 and 2024;
• Data beban pencemar yang dilepaskan tahun 2023 • Pollutant load discharge data for 2023 and 2024;
dan 2024;
• Data energi terbarukan tahun 2024; • Renewable energy data for 2024;
• Data investasi lingkungan tahun 2023 dan 2024; • Environmental investment data for 2023 and 2024;
• Data karyawan baru berdasarkan jenis kelamin, • New employees based on gender, age group, and
kelompok usia, dan wilayah tahun 2023 dan 2024; region data for 2023 and 2024;
• Data cuti melahirkan tahun 2023 dan 2024; dan • Parental leave data for 2023 and 2024; and
• Nilai pinjaman dana kemitraan tahun 2023 dan 2024. • Partnership loan amount data for 2023 and 2024.
Penyajian kembali ini dilakukan untuk menjaga These restatements were made to uphold transparency
transparansi serta memastikan keselarasan dengan and ensure alignment with the latest reporting
metodologi pelaporan terkini, tanpa mengurangi methodologies, without diminishing the reliability of
keandalan data yang telah dipublikasikan. PTPI previously published data. PTPI remains committed to
berkomitmen untuk terus menyajikan laporan presenting comprehensive and credible disclosures to
yang komprehensif dan kredibel guna mendukung support informed decision-making. [GRI 2-4]
pengambilan keputusan berbasis informasi. [GRI 2-4]
Penjaminan Eksternal [GRI 2-5] [OJK G.1]
External Assurance
PTPI melaksanakan proses penjaminan (assurance) PTPI conducted an external assurance process
eksternal dengan melibatkan pihak independen. Pada involving an independent party. In 2025, PTPI
tahun 2025, PTPI menunjuk PT CBC Global Indonesia appointed PT CBC Global Indonesia, an independent
sebagai penyedia jasa penjaminan independen. assurance provider, to conduct an external assurance
34 Penunjukan tersebut dilakukan melalui mekanisme process. The appointment was carried out through a
tender yang disetujui oleh Direksi, dengan melibatkan tender approved by the Board of Directors, involving
perwakilan SVP Sekretaris Perusahaan berdasarkan representatives of the SVP Corporate Secretary, based
Laporan Keberlanjutan 2025
kriteria penilaian yang mencakup kredibilitas, on evaluation criteria covering credibility, experience,
pengalaman, dan kapabilitas dalam melakukan and capability in assuring sustainability reports. PTPI
penjaminan atas laporan keberlanjutan. PTPI affirms that there are no other working relationships
menegaskan bahwa tidak terdapat hubungan kerja lain with PT CBC Global Indonesia beyond this assurance
dengan PT CBC Global Indonesia di luar penugasan engagement.
penjaminan ini.
Page 35
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Dalam pelaksanaannya, PT CBC Global Indonesia In performing the assurance, PT CBC Global Indonesia
mengacu pada AA1000 Assurance Standard V3. referred to the AA1000 Assurance Standard V3. The
Laporan hasil penjaminan independen disajikan pada independent assurance statement is presented on
halaman 382 dalam laporan ini. page 382 of this report.
Umpan Balik
Feedback
PTPI senantiasa memperhatikan dan menindaklanjuti PTPI remains attentive to and responsive toward the
aspirasi setiap pemangku kepentingan sebagai aspirations of its stakeholders as part of its efforts to
bagian dari upaya meningkatkan transparansi dan enhance transparency and the quality of its sustainability
kualitas laporan keberlanjutan. Meskipun pada laporan report. Although no feedback was received in the
keberlanjutan periode sebelumnya tidak terdapat previous period’s sustainability report, the Company
umpan balik yang diterima, Perusahaan tetap membuka continues to provide open channels for stakeholders
ruang dialog bagi para pemangku kepentingan untuk to share constructive input and suggestions. Feedback
menyampaikan masukan dan kritik yang konstruktif. may be submitted through the communication channels
Umpan balik dapat disampaikan melalui saluran provided below. [OJK G.3] [GRI 2-3]
komunikasi yang tersedia sebagaimana tercantum di
bawah ini. [OJK G.3] [GRI 2-3]
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Jl. Taman Anggrek, Kemanggisan Jaya, Jakarta
11480, Indonesia.
WhatsApp : (+62) 8111 000 1959 Surel | Email : info@pupuk-indonesia.com
Telepon | Telephone : +62 21 53654900 Situs Web | Website : www.pupuk-indonesia.com
35
2025 Sustainability Report
Page 36
Sekilas Perusahaan Company Overview
Page 37
Page 38
Sekilas Perusahaan
Company Overview
Informasi Umum
General Information
Profil Perusahaan [GRI 2-1] Nama Perusahaan: | Company Name:
Company Profile PT Pupuk Indonesia (Persero) atau dikenal dengan PTPI
PT Pupuk Indonesia (Persero), also known as PTPI
Badan Hukum dan Badan Hukum: | Legal Status:
Kepemilikan [GRI 2-1] [OJK Badan Usaha Milik Negara (Persero) yang berbentuk Perusahaan Terbatas (PT)
C.3.c]
A State-Owned Enterprise (Persero) established as a Limited Liability Company (PT)
Legal Status and
Komposisi Pemegang Saham: | Shareholder Composition:
Ownership
• Negara Republik Indonesia : 1 lembar saham Seri A Dwiwarna
The Government of the Republic of Indonesia: 1 Series A Dwiwarna share
• PT Danantara Asset Management (Persero)*: 24.999.999 lembar saham Seri B
PT Danantara Asset Management (Persero)*: 24,999,999 Series B shares
0,01% Negara Republik Indonesia
Republic of Indonesia
99,99% PT Danantara Asset Management (Persero)
Anak Perusahaan dengan kepemilikan saham Seri A Dwiwarna:
Subsidiaries with Series A Dwiwarna Share Ownership:
• PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT);
• PT Pupuk Kujang (PKC);
• PT Petrokimia Gresik (PKG);
• PT Pupuk Iskandar Muda (PIM); dan | and
• PT Pupuk Sriwidjaja Palembang (PSP).
Total Aset [OJK C.3.a, b] Rp150,18 triliun Jumlah Karyawan 7.882 karyawan tersebar
Total Assets Rp150.18 trillion Total Employees di seluruh Indonesia.
7,882 employees across
Indonesia.
Kantor Pusat Alamat: | Address:
[GRI 2-1] [OJK C.2] Jl. Taman Anggrek, Kemanggisan Jaya, Jakarta Barat 11480, Indonesia
Head Office
Telepon | Telephone : +62 21 53654900
Surel | Email : info@pupuk-indonesia.com
Situs web | Website : www.pupuk-indonesia.com
@pupuk_indonesia PT Pupuk Indonesia
@pt.pupukindonesia PT Pupuk Indonesia Official
Pupuk.Indonesia
38
Catatan: Note:
* Pada Anggaran Dasar Perusahaan yang berlaku per April 2025, nama pemegang *As stipulated in the Company’s Articles of Association effective April 2025, the
Laporan Keberlanjutan 2025
saham Seri B adalah PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) (PT BKI). Selanjutnya, holder of Series B shares is PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) (PT BKI). Sub-
pada Mei 2025 Perusahaan menerima penyampaian informasi mengenai peruba- sequently, in May 2025, the Company received notification regarding the change
han nama Holding Operasional dari PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) menjadi of the Operational Holding’s name from PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) to
PT Danantara Asset Management (Persero) (PT DAM). Korespondensi dan dokumen PT Danantara Asset Management (Persero) (PT DAM). Correspondence and docu-
terkait pemegang saham telah menggunakan nama PT DAM, sebelum kemudian ments related to the shareholder had already adopted the name PT DAM prior to
penyesuaian nomenklatur tersebut ditegaskan dalam perubahan Anggaran Dasar the formal confirmation of such nomenclature adjustment in the amendment to the
Perseroan pada tahun 2026. Company’s Articles of Association in 2026.
Page 39
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Visi, Misi, dan Core Values [GRI 2-22] [OJK C.1]
Vision, Mission, and Core Values
Tujuan, Visi, dan Misi
Purpose, Vision, and Mission
TUJUAN | PURPOSE
Contributing to national food security and
sustainable economic growth
VISI | VISION
A leading global agrosolution and
integrated chemical company
MISI | MISSION
• Menyediakan solusi pertanian, produk nutrisi tanaman berkualitas tinggi sesuai
kebutuhan konsumen serta solusi industri kimia berkelanjutan yang andal untuk
Indonesia dan dunia.
Providing competitive plant nutrition products and agricultural solutions according
to consumer needs through sustainable agricultural ecosystems throughout
Indonesia and global.
• Memaksimalkan circular economy sehingga memberikan manfaat serta nilai
tambah ekonomi dan sosial untuk Indonesia.
Maximizing the circular economy so as to provide economic and social benefits
and added value for Indonesia.
• Mendukung program ketahanan dan kemandirian pangan nasional, serta
berkontribusi dalam hilirisasi industri berkelanjutan di Indonesia.
Support national food security and sovereignty programs and contribute to the
downstream development of sustainable industries in Indonesia.
• Menjalankan bisnis dengan menerapkan teknologi terkini yang mengedepankan
keselamatan kerja dan kelestarian lingkungan hidup dengan menjaga risiko dan
prinsip tata kelola yang baik dengan manajemen risiko yang efektif dan didukung
oleh SDM kelas dunia yang kompeten dan profesional.
Running a business by applying the latest technology that prioritizes work safety
and environmental sustainability with the principles of good governance with
effective risk management and supported by professional human resources.
• Membangun budaya yang inovatif, kolaboratif, dan berkinerja unggul untuk 39
menjamin Perusahaan yang berkelanjutan.
Creating an innovative, collaborative, and high-performing culture to ensure a
2025 Sustainability Report
sustainable company.
Page 40
Sekilas Perusahaan
Company Overview
Core Values: AKHLAK
AMANAH TRUSTWORTHY
Memegang teguh kepercayaan yang diberikan. Maintaining the trust that is given to us
• Memenuhi janji dan komitmen • Fulfilling promises and commitments.
• Bertanggung jawab atas tugas, keputusan dan • Responsible for tasks, decisions, and actions
tindakan yang dilakukan taken.
• Berpegang teguh kepada nilai moral dan etika • Adhering to moral and ethical values.
KOMPETEN COMPETENT
Terus belajar dan mengembangkan kapabilitas Continuous learning and developing capabilities
• Meningkatkan kompetensi diri untuk menjawab • Improving one’s competence to respond to ever-
tantangan yang selalu berubah changing challenges.
• Membantu orang lain belajar • Helping others learn.
• Menyelesaikan tugas dengan kualitas terbaik • Completing tasks with the best quality.
HARMONIS HARMONIOUS
Saling peduli dan menghargai perbedaan Caring for each other and respecting diversities
• Menghargai setiap orang apa pun latar • Respect everyone regardless of their
belakangnya background.
• Suka menolong orang lain • Like to help others.
• Membangun lingkungan kerja yang kondusif • Building a conducive work environment.
LOYAL LOYAL
Berdedikasi dan mengutamakan kepentingan Dedicated and prioritising the interests of the
bangsa dan negara. nation
• Menjaga nama baik sesama karyawan, pimpinan, • Maintaining the good name of fellow employees,
BUMN dan negara leaders, SOEs, and the State
• Rela berkorban untuk mencapai tujuan yang • Willing to sacrifice to achieve greater goals.
lebih besar
• Patuh pada pimpinan sepanjang tidak • Obeying the leadership as long as it does not
bertentangan dengan hukum dan etika conflict with the law and ethics.
ADAPTIF ADAPTIVE
Terus berinovasi dan antusias dalam Continuing to innovate and enthusiastic in initiating
menggerakkan ataupun menghadapi perubahan or dealing with change
• Cepat menyesuaikan diri untuk menjadi lebih • Quickly adapting to be better.
baik
• Terus menerus melakukan perbaikan mengikuti • Continuously making improvements to keep up
perkembangan teknologi with technological developments.
• Bertindak proaktif • Acting proactively.
KOLABORATIF COLLABORATIVE
40 Membangun kerja sama yang sinergis Building synergistic collaboration
• Memberi kesempatan kepada berbagai pihak • Providing opportunities for various parties to
yang berkontribusi contribute.
Laporan Keberlanjutan 2025
• Terbuka dalam bekerja sama untuk • Open to working together to produce added
menghasilkan nilai tambah value.
• Menggerakkan pemanfaatan berbagai sumber • Mobilize the utilization of various resources for a
daya untuk tujuan bersama common goal.
Page 41
PT Pupuk Indonesia (Persero)
41
2025 Sustainability Report
Page 42
Sekilas Perusahaan
Company Overview
Wilayah Operasi [GRI 2-1] [OJK C.3.d]
Operational Area
Operasi PTPI di Indonesia tersebar di berbagai wilayah PTPI’s operations across Indonesia are strategically
guna memastikan kelancaran rantai produksi dan located to ensure an efficient production and
distribusi produk ke seluruh pelosok negeri. PTPI distribution chain nationwide. The Company operates
memiliki pabrik di beberapa lokasi berikut: [GRI 2-1] [OJK C.3.d] manufacturing facilities in the following locations: [GRI 2-1]
[OJK C.3.d]
PT Pupuk Iskandar Muda
Lhokseumawe, Aceh Utara | North Aceh
PTPI (Kantor Pusat): Head Office:
Jakarta Barat | West Jakarta
PT Rekayasa Industri
Jakarta Selatan | South Jakarta
PT Pupuk Indonesia Niaga
Jakarta Selatan | South Jakarta
PT Pupuk Indonesia Pangan
Jakarta Selatan | South Jakarta
PT Pupuk Indonesia Logistik
Jakarta Barat | West Jakarta
PT Pupuk Sriwidjaja Palembang
Palembang, Sumatera Selatan
South Sumatra
42
PT Pupuk Kujang
Karawang, Jawa Barat | West Java
Laporan Keberlanjutan 2025
PT Petrokimia Gresik
Gresik, Jawa Timur | East Java
Page 43
PT Pupuk Indonesia (Persero)
PT Pupuk Kalimantan Timur
Bontang, Kalimantan Timur | East Kalimantan
43
2025 Sustainability Report
Page 44
Sekilas Perusahaan
Company Overview
Sejarah Perusahaan
Company History
PT Pupuk Sriwidjaja (Persero) berdiri sebagai PT Pupuk Sriwidjaja (Persero) was established in 1959
1959, perusahaan BUMN yang bergerak di industri pupuk as a SOE operating in the fertilizer industry. As part
1979-1980 sejak tahun 1959. Dalam rangka kerja sama dengan of regional cooperation within ASEAN, joint venture
negara-negara ASEAN dibentuk perusahaan patungan, companies were established, namely:
yaitu:
• PT ASEAN Aceh Fertilizer (AAF) yang 60% sahamnya • PT ASEAN Aceh Fertilizer (AAF), of which 60% of
dikuasai oleh PT Pupuk Sriwidjaja (Persero); dan shares are held by PT Pupuk Sriwidjaja (Persero); and
• ASEAN Bintulu Fertilizer (ABF) Sdn. Bhd. yang 13% • ASEAN Bintulu Fertilizer (ABF) Sdn. Bhd., in which
sahamnya dikuasai oleh pemerintah Indonesia. 13% of shares are owned by the Government of
Pemerintah menugaskan PT Pupuk Sriwidjaja Indonesia. The Government has assigned PT Pupuk
(Persero) untuk mewakili pemerintah di dalam Sriwidjaja (Persero) to represent its interests in
pengawasan kinerja perusahaan. overseeing the company’s performance.
Diterbitkan Peraturan Pemerintah No. 28 Tahun 1997 The issuance of Government Regulation No. 28 of
1997-1998 tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara 1997 concerning the Addition of Capital Participation
Republik Indonesia ke dalam Modal Saham Perusahaan of the Republic of Indonesia into the Share Capital of
Perseroan (Persero) PT Pupuk Sriwidjaja juncto the Company (Persero) PT Pupuk Sriwidjaja juncto
Peraturan Pemerintah No. 34 tahun 1998 tentang Government Regulation No. 34 of 1998 concerning
Penambahan Penyertaan Modal Negara Republik the Addition of Capital Participation of the Republic
Indonesia ke dalam Modal Saham Perusahaan of Indonesia into the Share Capital of the Company
Perseroan (Persero) PT Pupuk Sriwidjaja. (Persero) PT Pupuk Sriwidjaja.
PT Pupuk Indonesia (Persero) yang dahulu bernama PT Pupuk Indonesia (Persero), formerly PT Pupuk
PT Pupuk Sriwidjaja (Persero) menjadi perusahaan Sriwidjaja (Persero), became an operating holding
induk (operating holding) yang membawahi 6 (enam) company which oversees six subsidiaries (PT Petrokimia
anak perusahaan, yaitu PT Petrokimia Gresik, PT Pupuk Gresik, PT Pupuk Kujang, PT Pupuk Kalimantan Timur,
Kujang, PT Pupuk Kalimantan Timur, PT Pupuk Iskandar PT Pupuk Iskandar Muda, PT Rekayasa Industri, and PT
Muda, PT Rekayasa Industri, dan PT Mega Eltra. Mega Eltra).kandar Muda, PT Rekayasa Industri, dan PT
Mega Eltra.
• PT Pupuk Sriwidjaja (Persero) mendirikan PT Pupuk • PT Pupuk Sriwidjaja (Persero) established PT Pupuk
2010-2012 Sriwidjaja Palembang pada tanggal 24 Desember Sriwidjaja Palembang on December 24, 2010 and
2010 dan berubah dari operating holding menjadi transitioned from an operating holding to a strategic
strategic and investment holding. and investment holding.
• PT Pupuk Sriwidjaja (Persero) berganti nama menjadi • PT Pupuk Sriwidjaja (Persero) changed its name to
PT Pupuk Indonesia (Persero) dan selanjutnya PT Pupuk Indonesia (Persero), with April 3, 2012
tanggal 3 April 2012 ditetapkan sebagai hari jadi designated as the official anniversary of PTPI.
PTPI.
• Pada tanggal 23 Desember 2013, PTPI mendirikan • On December 23, 2013, PTPI established a subsidiary,
2013-2017 anak perusahaan bernama PT Pupuk Indonesia PT Pupuk Indonesia Logistik.
Logistik.
• Pada tanggal 18 Agustus 2014, PTPI mendirikan anak • On August 18, 2014, PTPI established a subsidiary, PT
perusahaan bernama PT Pupuk Indonesia Energi. Pupuk Indonesia Energi.
• Pada tanggal 30 April 2015, PTPI mendirikan anak • On April 30, 2015, PTPI established a subsidiary, PT
perusahaan bernama PT Pupuk Indonesia Pangan. Pupuk Indonesia Pangan.
• Peresmian Pabrik PKT 5 pada bulan November 2015. • The PKT 5 Plant was inaugurated in November 2015.
• Pembangunan Pabrik NPK II PT Pupuk Kujang. • Construction of the NPK II Plant at PT Pupuk Kujang
commenced.
44 • Pembangunan Pabrik NPK Fusion I PT Pupuk • Construction of the NPK Fusion I Plant at PT Pupuk
Sriwidjaja Palembang pada tahun 2016. Sriwidjaja Palembang was carried out in 2016.
• Selesainya konstruksi Pabrik Pusri IIB pada tahun • Construction of the Pusri IIB Plant was completed in
2017. 2017.
Laporan Keberlanjutan 2025
Selesainya konstruksi dan produksi urea pertama di Completion of construction and commencement of
2018 bawah Proyek Amurea II Petrokimia Gresik (anak usaha first urea production under the Amurea II Project at
PTPI) di Gresik, Jawa Timur. Petrokimia Gresik (a subsidiary of PTPI) in Gresik, East
Java.
Page 45
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Dimulainya konstruksi proyek NPK Chemical PT Pupuk Commencement of construction of the NPK Chemical
2019 Iskandar Muda. Project at PT Pupuk Iskandar Muda.
• PTPI menjadi activist holding. • PTPI transitioned into an activist holding.
2020 • Penyelesaian pabrik CO2 cair PT Pupuk Kujang. • Completion of the liquid CO₂ plant at PT Pupuk
Kujang.
• PTPI menerapkan sentralisasi fungsi holding. • PTPI implemented the centralization of holding
2021 functions.
• Peresmian Program Makmur. • Launch of the Makmur Program.
• PTPI luncurkan penyeragaman brand produk retail. • PTPI introduced the standardization of retail product
branding.
• Perubahan nama PT Pupuk Indonesia Energi (PIE) • PT Pupuk Indonesia Energi (PIE) changed its name to
menjadi PT Pupuk Indonesia Utilitas (PIU). PT Pupuk Indonesia Utilitas (PIU).
• Perubahan nama PT Mega Eltra (ME) menjadi PT • PT Mega Eltra (ME) changed its name to PT Pupuk
2022 Pupuk Indonesia Niaga (PI Niaga). Indonesia Niaga (PI Niaga).
• Peresmian Kantor Perwakilan PTPI di Dubai, Uni • Inauguration of PTPI’s Representative Office in
Emirat Arab. Dubai, United Arab Emirates.
• Penguatan ekosistem melalui penandatanganan • Strengthening of the ecosystem through the signing
MoU kelanjutan Program Makmur melalui sinergi of a follow-up MoU for the Makmur Program in
bersama 6 BUMN. synergy with six SOEs.
• Peresmian Pabrik NPK PIM oleh Presiden Indonesia • Inauguration of the NPK Plant at PT Pupuk Iskandar
2023 Joko Widodo. Muda by Indonesian President Joko Widodo.
• Penandatanganan Perjanjian Kredit Pendanaan dan • Signing of the financing credit agreement and
Engineering, Procurement and Construction (EPC) Engineering, Procurement and Construction (EPC)
Proyek Pusri IIIB. contract for the Pusri IIIB Project.
• Groundbreaking Kawasan Industri Pupuk Fakfak. • Groundbreaking of the Fakfak Fertilizer Industrial
Estate.
2024 • PTPI menginbrengkan saham di Anak Perusahaan • PTPI transferred its shares in non-fertilizer producing
Non-Produsen Pupuk yang bergerak di bidang subsidiaries operating in the utilities sector, namely
utilitas, yaitu Pupuk Indonesia Utilitas (PIU) kepada PT Pupuk Indonesia Utilitas (PIU), to PT Rekayasa
PT Rekayasa Industri. Industri.
• PTPI menetapkan satu saham istimewa untuk dimiliki • PTPI designated one special share to be held by the
negara (selanjutnya disebut saham Seri-A Dwiwarna) state (Series A Dwiwarna share) in subsidiaries that
pada anak perusahaan eks BUMN. were formerly SOEs.
• Perubahan nama Pemegang Saham Seri B dari PT • Change of name of Series B shareholder from PT
2025 Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) (“PT BKI”) menjadi Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) (“PT BKI”) to PT
PT Danantara Asset Management (Persero) (“PT Danantara Asset Management (Persero) (“PT DAM”).
DAM”). 45
• Groundbreaking Proyek Soda Ash PKT. • Groundbreaking of the PKT Soda Ash Plant.
• Groundbreaking Proyek NKT Nitrat PKC. • Groundbreaking of the PKC NPK Nitrate Plant.
2025 Sustainability Report
Page 46
Sekilas Perusahaan
Company Overview
Skala Perusahaan [OJK C.3]
Company Scale
Pada tahun 2025, PTPI beroperasi dalam skala usaha In 2025, PTPI operated at a significant scale, offering
yang luas dengan menyediakan 75 jenis produk untuk 75 product types to support the diverse needs of the
mendukung berbagai kebutuhan sektor yang dilayani. sectors it serves. During the year, PTPI recorded total
Sepanjang tahun 2025, PTPI mencatatkan total produksi production of fertilizers and non-fertilizer products
pupuk dan non-pupuk sebesar 19,24 juta ton, yang amounting to 19.24 million tons, supported by nine
dijalankan melalui dukungan 9 anak perusahaan serta subsidiaries and 7,882 permanent and contract
7.882 karyawan tetap dan kontrak yang berperan dalam employees, ensuring operational reliability and the
menjaga keandalan operasional dan kelancaran proses seamless execution of production and distribution
produksi hingga distribusi produk kepada pelanggan. activities to customers. During the reporting year, there
Pada tahun pelaporan, tidak terdapat perubahan were no significant changes related to operational
signifikan terkait aktivitas operasional maupun dalam activities or to the Company’s supply chain structure
struktur rantai pasokan Perusahaan maupun hubungan and relationships with suppliers. [GRI 2-6] [OJK C.6]
dengan pemasok. [GRI 2-6] [OJK C.6]
Anak Perusahaan dan Wilayah Kerja [GRI 2-1] [GRI 2-2] [OJK C.2]
Subsidiaries and Areas of Operation
Laporan Keberlanjutan PTPI Tahun 2025 menyajikan The PTPI Sustainability Report 2025 presents
data konsolidasi serta capaian kinerja dari seluruh consolidated data and performance achievements from
entitas bisnis yang berada di bawah naungan PTPI all business entities under PTPI as the parent company,
sebagai perusahaan induk beserta sembilan anak including its nine subsidiaries, in alignment with the
perusahaan, selaras dengan laporan keuangan audited consolidated financial statements, as follows:
konsolidasian yang telah diaudit, sebagai berikut: [GRI 2-1, [GRI 2-1, 2-2] [OJK C.2]
2-2] [OJK C.2]
Pemerintah Republik Indonesia melalui
Badan Pengaturan BUMN
PT Danantara Asset Management (Persero)
Government of Republic Indonesia through
SOEs Regulatory Agency
PTPI (Holding Company)
100%
46 PT Petrokimia Gresik (PKG) PT Pupuk Kujang (PKC) PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT)
99,99% 99,99% 99,99%
Laporan Keberlanjutan 2025
PT Pupuk Sriwidjaja Palembang
PT Rekayasa Industri (REKIND) PT Pupuk Iskandar Muda (PIM)
(PSP)
98,22% 99,99%
99,99%
PT Pupuk Indonesia Niaga (PIN) PT Pupuk Indonesia Logistik (PILOG) PT Pupuk Indonesia Pangan (PIP)
99,84% 55,77% 60,00%
Page 47
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Anak Perusahaan Lokasi [OJK C.2]
Subsidiary Location
PT Petrokimia Gresik (PKG) Jalan Jend. A. Yani, Gresik, Jawa Timur 61119
(62-31) 3981811, 3982100, 3982200
(62-31) 3981722, 3892272
pg@petrokimia-gresik.com
www.petrokimia-gresik.com
PT Pupuk Kujang (PKC) Jalan Jenderal A. Yani No. 39, Kec. Cikampek, Kab. Karawang, Jawa Barat 41373
(62-264) 316141, 317007
(62-264) 314235
info@pupuk-kujang.co.id
www.pupuk-kujang.co.id
PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) Jalan Ir. James Simandjuntak No. 1, Kel. Loktuan, Kec. Bontang Utara, Kota Bontang,
Kalimantan Timur 75313
(62-548) 41202
(62-548) 41626
dof@pupukkaltim.com
www.pupukkaltim.com
PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) Jalan Medan–Banda Aceh, Kec. Dewantara, Kab. Aceh Utara, Aceh 24354
(62-645) 56222
(62-645) 56095
info@pim.co.id
www.pim.co.id
PT Pupuk Sriwidjaja Palembang Jalan Mayor Zen, Palembang 30118
(PSP) (62-711) 712222
(62-711) 712100
info@pusri.co.id/humas@pusri.co.id
www.pusri.co.id
PT Rekayasa Industri (REKIND) Jalan Kalibata Timur I No. 36, Kalibata, Jakarta Selatan 12740
(62-21) 7988700, 7988707
(62-21) 7988701, 7988702
corsec@rekayasa.co.id
www.rekayasa.com
PT Pupuk Indonesia Niaga (PIN) Gedung ROB-2 Lantai 3 & 4 Jl. Kalibata Timur I No. 36, Kalibata, Jakarta Selatan 12740
(62-21) 7919 6026/7919 6027
corcom@pi-niaga.com
www.pi-niaga.com
PT Pupuk Indonesia Logistik Gedung Wisma Pusri 101 Jalan Letjend. S. Parman Kav. 101 RT/RW. 02/01 Tomang, Kec.
(PILOG) Grogol Petamburan, Jakarta Barat 11440
(62-21) 22631881, 22631882, 22631883
(62-21) 22561904
info@pi-logistik.com
www.pi-logistik.com
PT Pupuk Indonesia Pangan (PIP) Gedung Rekayasa Industri ROB-1 Lantai 1
Jl. Kalibata Timur I No. 36, Kalibata, Jakarta Selatan 12740
info@pi-pangan.com
www.pi-pangan.com
47
2025 Sustainability Report
Page 48
Sekilas Perusahaan
Company Overview
Bisnis dan Operasi
Business and Operations
Bidang Usaha [GRI 2-6] [OJK C.4]
Line of Business
Kegiatan Usaha Utama | Main Business Activities
Perdagangan | Trading
Menyelenggarakan kegiatan distribusi dan perdagangan pada umumnya, termasuk ekspor, impor,
lokal dan interinsuler; bahan baku, bahan penolong/pembantu, peralatan produksi di bidang
perpupukan, petrokimia, agrokimia, agroindustri, dan industri kimia lainnya.
Engaging in general distribution and trading activities, including export, import, domestic, and
inter-island trade of raw materials, auxiliary/supporting materials, and production equipment for the
fertilizer, petrochemical, agrochemical, agroindustry, and other chemical industries.
Jasa Pengelolaan (Management) | Management Services
Perusahaan dan jasa pengelolaan kawasan industri.
Industrial estate management services and company management services.
Jasa Lainnya | Other Services
Melaksanakan studi penelitian, pengembangan, desain rekayasa, pengantongan (bagging station),
manajemen konstruksi, pengoperasian pabrik, perbaikan, pemeliharaan, konsultasi (kecuali
konsultasi bidang hukum), dan jasa teknis lainnya terkait sektor industri pupuk, petrokimia, industri
kimia lainnya, digitalisasi pertanian serta jasa dalam bidang pertanian dan perkebunan.
Conducting research and development studies, engineering design, bagging (bagging station),
construction management, plant operations, repair and maintenance, consultancy services
(excluding legal consultancy), and other technical services related to the fertilizer, petrochemical,
and other chemical industries, as well as agricultural digitalization and services in the agriculture
and plantation sectors.
Kegiatan Usaha Penunjang | Supporting Business Activities
Menjalankan kegiatan-kegiatan usaha dalam bidang angkutan, ekspedisi, pergudangan, trading,
48 agrosolusi, utilitas dan kegiatan lainnya yang merupakan sarana dan perlengkapan guna
kelancaran pelaksanaan kegiatan-kegiatan usaha tersebut.
Engaging in business activities in the fields of transportation, expedition, warehousing, trading,
agri-solutions, utilities, and other supporting activities that serve as facilities and infrastructure to
Laporan Keberlanjutan 2025
ensure the smooth execution of such operations.
Page 49
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Produk [GRI 2-6] [OJK C.4]
Products
Produk Pupuk | Fertilizer Products
Urea Urea
Pupuk urea diproduksi oleh seluruh Entitas Anak Urea fertilizer is manufactured by all PTPI fertilizer
Produsen Pupuk dan dipasarkan untuk sektor producer subsidiaries and marketed across both
subsidi maupun nonsubsidi (komersial). Pupuk urea subsidized and non-subsidized (commercial) segments.
memiliki kandungan N sebesar 46% dan berfungsi With a nitrogen (N) content of 46%, urea supports
untuk membuat tanaman lebih hijau, mempercepat greener crop growth, accelerates plant development,
pertumbuhan tanaman, dan meningkatkan kandungan and enhances plant protein content.
protein tanaman.
NPK NPK
Pupuk NPK diproduksi oleh seluruh Entitas Anak NPK fertilizer is manufactured by all fertilizer producer
Produsen Pupuk dan dipasarkan untuk sektor subsidi subsidiaries and marketed across both subsidized and
maupun nonsubsidi (komersial). Pupuk NPK merupakan non-subsidized (commercial) segments. As a compound
pupuk majemuk yang memiliki kandungan N, P, K, fertilizer, NPK contains nitrogen (N), phosphorus (P),
serta unsur mikro dengan komposisi yang variatif potassium (K), and micronutrients, with formulations
sesuai dengan permintaan pasar dan berfungsi untuk tailored to market demand. It enhances crop yields,
meningkatkan hasil panen, membuat tanaman lebih promotes greener plant growth, and improves plant
hijau, dan meningkatkan daya tahan tanaman terhadap resilience against pests, diseases, and drought.
serangan hama penyakit dan kekeringan.
Pupuk Fosfat Phosphate Fertilizer
Pupuk Fosfat diproduksi oleh PT Petrokimia Gresik Phosphate fertilizer is manufactured by PT Petrokimia
dan dipasarkan untuk sektor nonsubsidi. Pupuk Fosfat Gresik and marketed for the non-subsidized
memiliki kandungan SP-36 (P-36%), SP-26 (P-26%), (commercial) segment. It includes SP-36 (P-36%), SP-26
dan Phosgreen (P-20%) yang berfungsi untuk memacu (P-26%), and Phosgreen (P-20%), which support root
pertumbuhan akar dan bunga serta masaknya buah and flower development, as well as the maturation of
dan biji. fruits and seeds.
ZA ZA
Pupuk ZA diproduksi oleh PT Petrokimia Gresik dan ZA fertilizer is manufactured by PT Petrokimia Gresik
dipasarkan untuk sektor subsidi maupun nonsubsidi. and marketed across both subsidized and non-
Pupuk ZA memiliki kandungan N sebesar 21% dan subsidized (commercial) segments. It contains 21%
sulfur 24% serta Pupuk ZA plus yang memiliki tambahan nitrogen (N) and 24% sulfur (S), while ZA Plus is enriched
unsur hara mikro Zn dan berfungsi untuk meningkatkan with the micronutrient zinc (Zn). These formulations
produksi hasil tebu, meningkatkan kualitas hasil panen, support increased sugarcane yields, improve crop
menjadikan tanaman lebih sehat, dan tahan terhadap quality, promote healthier plant growth, and enhance
hama. resistance to pests.
49
ZK ZK
Pupuk ZK diproduksi oleh PT Petrokimia Gresik. Pupuk ZK fertilizer is manufactured by PT Petrokimia Gresik. It
2025 Sustainability Report
ZK memiliki kandungan K2O sebesar 50% dan sulfur contains 50% potassium oxide (K₂O) and 17% sulfur (S),
17% yang berfungsi untuk meningkatkan unsur hara supporting improved soil nutrient content, stronger and
tanah, membuat tanaman lebih tegak dan kokoh, serta more upright plant growth, and enhanced color, aroma,
memperbaiki warna, aroma, dan rasa. and taste of agricultural produce.
Page 50
Sekilas Perusahaan
Company Overview
Pupuk Organik Organic Fertilizer
Pupuk organik adalah pupuk yang berasal dari material Organic fertilizer is fertilizer derived from organic
organik yang telah melalui proses penguraian dan materials that have undergone decomposition and
pelapukan. natural breakdown processes.
Produk Petrokimia | Petrochemical Products
Amonia Ammonia
Amonia merupakan bahan mentah industri kimia Ammonia is a chemical industry feedstock with a purity
dengan tingkat kemurnian 99,5% yang diproduksi level of 99.5%, produced by PTPI and marketed for
oleh PTPI dan dipasarkan untuk sektor dalam negeri both domestic and export markets.
maupun ekspor.
Produk Kimia | Chemical Products
Asam Sulfat | Sulfuric Acid
Asam Fosfat | Phosphoric Acid
Pengolahan Produk Samping | By-Product Processing
Pupuk Hayati Biofertilizers
Pupuk yang mengandung mikroorganisme hidup Fertilizer containing living microorganisms, such as
seperti bakteri atau jamur yang bermanfaat untuk bacteria or fungi, that are beneficial in enhancing soil
meningkatkan kesuburan tanah maupun produktivitas fertility and improving crop productivity.
tanaman.
Enhanced Efficiency Fertilizer Enhanced Efficiency Fertilizer
Pupuk yang diformulasikan dengan tambahan mikroba Fertilizer formulated with added microbes or specific
atau senyawa tertentu yang dapat mengurangi compounds to reduce nutrient losses and enhance
hilangnya hara dan meningkatkan efisiensi pemupukan. fertilization efficiency.
Biopestisida Biopesticides
50
Agen pengendali hama dan penyakit tanaman yang Biological agents derived from natural sources, such as
berasal dari sumber alami, seperti mikroorganisme, microorganisms, plants, or other natural products, used
Laporan Keberlanjutan 2025
tumbuhan, atau produk alami lainnya yang memiliki to control plant pests and diseases.
sifat pengendalian.
Page 51
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Biostimulan Biostimulants
Bahan atau produk yang digunakan untuk merangsang Substances or products used to stimulate plant growth,
pertumbuhan tanaman, meningkatkan ketahanan enhance stress tolerance, and improve the efficiency of
terhadap stres, dan meningkatkan efisiensi penggunaan resource use, including water and nutrients.
sumber daya seperti air dan nutrisi.
Dekomposer Decomposers
Membantu mempercepat proses dekomposisi bahan Helps accelerate the decomposition of organic matter
organik menjadi kompos, dll. into compost and other by-products.
Produk Pupuk Nonsubsidi | Non-Subsidized Fertilizer Products
PTPI menyediakan berbagai jenis pupuk nonsubsidi PTPI provides a range of non-subsidized fertilizers
untuk memenuhi kebutuhan petani yang tidak to meet the needs of farmers who do not receive
mendapatkan alokasi pupuk bersubsidi. subsidized fertilizer allocations.
Jenis pupuk yang termasuk pupuk bersubsidi adalah Fertilizers categorized under the subsidized program
Urea, NPK Phonska (15-10-12), NPK Kakao (14-12- include urea, NPK Phonska (15-10-12), NPK Cocoa
16-4Mgo), ZA dan pupuk organik. Produk lainnya (14-12-16-4MgO), ZA, and organic fertilizers. All other
merupakan produk pupuk nonsubsidi. products are classified as non-subsidized fertilizers.
Pangsa Pasar
Market Shares
Jangkauan distribusi produk PTPI mencakup seluruh PTPI’s product distribution network spans across
wilayah Indonesia guna mendorong produktivitas lahan Indonesia, supporting agricultural productivity while
sekaligus menciptakan ketahanan pangan nasional. reinforcing national food security. In carrying out its
Dalam aktivitas operasionalnya, PTPI melayani dua operations, the Company serves two primary customer
segmen konsumen berupa petani dan kelompok tani, segments, namely farmers and farmer groups, as well
serta perusahaan di sektor pertanian dan perkebunan. as corporate clients across the agriculture, industrial,
[GRI 2-6] and plantation sectors. [GRI 2-6]
Tidak hanya mendominasi pasar domestik, ekspansi In addition to its strong domestic position, the Company
bisnis kami telah mencapai pasar global dengan has expanded its footprint into international markets,
mengekspor produk ke berbagai negara seperti exporting products to various countries such as 51
Australia, Filipina, Korea Selatan, Vietnam, India, Australia, Philippines, South Korea, Viet Nam, India,
Jepang, Thailand, Singapura, Taiwan, Malaysia, Cina, Japan, Thailand, Singapore, Taiwan, Malaysia, China,
2025 Sustainability Report
Afrika Selatan, Myanmar, Selandia Baru, Chili, Sierra South Africa, Myanmar, New Zealand, Chile, Sierra
Leone, Timor Leste, Mozambik, Amerika Serikat, Leone, Timor-Leste, Mozambique, United States,
Meksiko, Spanyol, Uni Emirat Arab (UEA), Jibuti, Pantai Mexico, Spain, United Arab Emirates (UEA), Djibouti,
Gading, Polinesia Prancis, dan Kaledonia Baru. Ivory Coast, French Polynesia, and New Caledonia.
Page 52
Keberlanjutan Kami Our Sustainability
Page 53
Page 54
Keberlanjutan Kami
Our Sustainability
Bagi PTPI, keberlanjutan bukan sekadar komitmen, For PTPI, sustainability is not merely a commitment,
tetapi bagian dari cara Perusahaan menjalankan bisnis it is embedded in the way the Company conducts its
secara bertanggung jawab dan berorientasi jangka business responsibly and with a long-term perspective.
panjang. Di tengah dinamika industri, perubahan Amid industry dynamics, regulatory changes, and rising
regulasi, serta meningkatnya ekspektasi pemangku stakeholder expectations, the Company continues to
kepentingan, Perusahaan memperkuat pendekatan strengthen its sustainability approach to ensure that
keberlanjutan untuk memastikan bahwa pertumbuhan business growth advances alongside the effective
usaha berjalan seiring dengan pengelolaan dampak management of its social and environmental impacts.
sosial dan lingkungan.
Pendekatan tersebut dijalankan melalui strategi This approach is implemented through a clear strategy,
yang jelas, kebijakan yang konsisten, serta tata consistent policies, and effective governance. The
kelola yang efektif. Perusahaan menetapkan prioritas Company defines its priorities through a structured
melalui penilaian materialitas yang terstruktur, materiality assessment, integrates these priorities
mengintegrasikannya ke dalam manajemen risiko, serta into risk management, and reinforces the application
memperkuat penerapan standar dan sertifikasi untuk of standards and certifications to uphold quality,
menjaga konsistensi mutu, kepatuhan, dan praktik compliance, and responsible operational practices.
operasional yang bertanggung jawab. Melalui kerangka Through this framework, the Company ensures that
ini, Perusahaan memastikan kinerja keberlanjutan sustainability performance is managed in a measurable
dijalankan secara terukur, transparan, dan selaras and transparent manner, aligned with stakeholder
dengan kebutuhan pemangku kepentingan. expectations.
Strategi Keberlanjutan dan Komitmen ESG [GRI 2-22] [OJK A.1]
Sustainability Strategy and ESG Commitment
Strategi keberlanjutan PTPI berangkat dari visi, PTPI’s sustainability strategy is anchored in its vision,
nilai, dan budaya kerja yang menjadi dasar dalam values, and corporate culture, which guide decision-
pengambilan keputusan. Untuk memastikan prinsip making across the organization. To ensure the
keberlanjutan diterapkan secara konsisten, Perusahaan consistent application of sustainability principles, the
mengadopsi Kebijakan Keberlanjutan yang berlaku Company adopted a Sustainability Policy applicable
di seluruh lini operasional. Selaras dengan arah to all operational lines. In line with this direction, the
tersebut, Perusahaan menetapkan visi “A leading Company established its vision, “A leading global
global agrosolution and integrated chemical company” agrosolution and integrated chemical company,” as the
sebagai pijakan transformasi bisnis yang berdaya saing foundation for a competitive and sustainable business
dan berkelanjutan. transformation.
Komitmen PTPI dalam aspek environmental, social, and PTPI’s commitment to environmental, social, and
governance (ESG) dijalankan secara terintegrasi melalui governance (ESG) aspects is implemented in an
program, target, serta penguatan tata kelola. Ringkasan integrated manner through programs, targets, and
komitmen ESG Perusahaan disajikan pada bagian strengthened governance practices. An overview of
ini, sedangkan penjelasan rinci terkait implementasi the Company’s ESG commitments is presented in
54 program dan kinerja masing-masing aspek diuraikan this section, while detailed explanations on program
pada bab-bab terkait dalam laporan ini. implementation and performance across each aspect
are further elaborated in the relevant chapters of this
Laporan Keberlanjutan 2025
report.
Page 55
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Komitmen PTPI dalam Aspek Lingkungan
PTPI’s Environmental Commitment
PTPI berkomitmen menerapkan sistem pengelolaan lingkungan yang terintegrasi dengan memastikan kepatuhan terhadap
peraturan. Komitmen ini diwujudkan melalui pengurangan emisi gas rumah kaca secara bertahap untuk mendukung
target Net Zero Emission serta pengelolaan risiko perubahan iklim. Dalam operasional dan rantai pasok, PTPI mendorong
penerapan teknologi ramah lingkungan dan efisiensi energi, disertai pengelolaan air, limbah, dan bahan berbahaya
sesuai standar yang berlaku. PTPI juga melindungi keanekaragaman hayati melalui penilaian risiko dan hierarki mitigasi,
melaksanakan rehabilitasi lahan untuk pemulihan ekosistem, serta meningkatkan kesadaran karyawan melalui edukasi
dan pelatihan lingkungan. Selain itu, Perusahaan menjalankan berbagai program lingkungan, seperti penanaman pohon,
edukasi lingkungan kepada masyarakat, serta pengelolaan sampah untuk mendorong terciptanya dampak lingkungan
positif yang lebih luas.
PTPI is committed to implementing an integrated environmental management system while ensuring full compliance with
applicable regulations. This commitment is demonstrated through a gradual reduction of greenhouse gas emissions to
support the Net Zero Emission target, alongside proactive climate risk management. Across its operations and supply chain,
PTPI promotes the adoption of environmentally friendly technologies and energy efficiency, supported by responsible
management of water, waste, and hazardous materials in line with prevailing standards. The Company also safeguards
biodiversity through risk assessments and the application of mitigation hierarchy principles, undertakes land rehabilitation
to restore ecosystems, and enhances employee awareness through environmental education and training. In addition,
PTPI implements various environmental initiatives, including tree planting, community environmental education, and waste
management programs, to generate broader positive environmental impacts.
Komitmen PTPI dalam Aspek Sosial
PTPI’s Social Commitment
PTPI berkomitmen menghormati hak asasi manusia serta menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat (fisik dan
mental), serta inklusif bagi seluruh karyawan dan pihak terkait. Komitmen ini diwujudkan melalui kebijakan tanpa toleransi
terhadap diskriminasi, kerja paksa, pekerja anak, kekerasan, pelecehan, dan eksploitasi, serta mekanisme pelaporan yang
mudah diakses dengan penanganan dugaan pelanggaran secara objektif. PTPI juga menerapkan standar keselamatan dan
kesehatan kerja (K3), meningkatkan kinerja K3 melalui keterlibatan karyawan, menyediakan produk dan layanan berkualitas,
serta membangun kolaborasi dengan pemerintah dan masyarakat untuk mendukung kesejahteraan sosial. Komitmen
ini turut diwujudkan melalui dukungan terhadap UMKM lokal, pengembangan Rumah BUMN, program pemberdayaan
masyarakat termasuk perempuan, serta kontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur
guna memperluas dampak sosial yang berkelanjutan.
PTPI is committed to upholding human rights and fostering a both physically and mentally safe, healthy, and inclusive
working environment for all employees and stakeholders. This commitment is reflected in a zero-tolerance policy toward
discrimination, forced labor, child labor, violence, harassment, and exploitation, supported by accessible reporting
mechanisms and objective handling of alleged violations. PTPI also implements occupational health and safety (OHS)
standards, enhances OHS performance through active employee engagement, delivers quality products and services,
and strengthens collaboration with government and communities to support social well-being. The Company further
advances this commitment by supporting local MSMEs, developing Rumah BUMN initiatives, implementing community
empowerment programs, including those focused on women and contributing to improvements in education, healthcare,
and infrastructure to expand sustainable social impact.
Komitmen PTPI dalam Aspek Tata Kelola
PTPI’s Governance Commitment
55
PTPI berkomitmen menerapkan tata kelola yang baik dan berkelanjutan dengan prinsip good corporate governance
(GCG) sebagai dasar seluruh proses bisnis dan pengambilan keputusan. Komitmen ini diwujudkan melalui transparansi,
2025 Sustainability Report
akuntabilitas, kepatuhan terhadap peraturan, pemenuhan kewajiban perpajakan, penyampaian informasi tepat waktu,
manajemen risiko pada berbagai aspek, penegakan kebijakan anti-korupsi dan anti-suap, serta whistleblowing system
yang menjamin kerahasiaan pelapor. Tata kelola juga diperkuat melalui pelindungan data pribadi, keamanan siber, dan
kerja sama dengan mitra serta pemasok yang menerapkan praktik bisnis berkelanjutan.
Page 56
Keberlanjutan Kami
Our Sustainability
PTPI is committed to implementing good and sustainable governance, with good corporate governance (GCG) principles
underpinning all business processes and decision-making. This commitment is demonstrated through transparency,
accountability, regulatory compliance, fulfillment of tax obligations, timely disclosure of information, and comprehensive
risk management across various aspects. The Company also enforces anti-corruption and anti-bribery policies, supported
by a whistleblowing system that ensures confidentiality for reporters. Governance practices are further strengthened
through personal data protection, cybersecurity measures, and collaboration with partners and suppliers that uphold
sustainable business practices.
Komitmen Kebijakan [GRI 2-23]
Policy Commitment
Perusahaan mengintegrasikan visi dan nilai The Company integrates its sustainability vision and
keberlanjutan ke dalam kebijakan strategis, termasuk values into strategic policies, including its Long-Term
Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) dan Corporate Plan (RJPP) and the Annual Work Plan and
Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP). Budget (RKAP). This commitment is reinforced through
Komitmen tersebut diperkuat melalui penerapan the application of the Sustainability Policy and the
Kebijakan Keberlanjutan dan Pedoman Keberlanjutan Sustainability Guidelines PI-SMT-PD-013, which serve
Perusahaan PI-SMT-PD-013 sebagai pedoman bagi as a reference for subsidiaries and all business units in
entitas anak perusahaan dan seluruh unit kerja dalam embedding sustainability principles into their operations
penerapan prinsip keberlanjutan pada operasional and decision-making. Through this approach,
serta pengambilan keputusan. Dengan demikian, sustainability is embedded as a core principle in long-
keberlanjutan menjadi prinsip yang melekat dalam term planning, decision-making, and the execution of
perencanaan, pengambilan keputusan, serta business operations.
pelaksanaan operasional jangka panjang.
Komitmen kebijakan Perusahaan dapat diakses The Company’s policy commitments are accessible
melalui situs web resmi PTPI, meskipun tidak seluruh through PTPI’s official website, although not all
dokumen dapat dipublikasikan mengingat luasnya documents are publicly disclosed due to their extensive
cakupan dan banyaknya dokumen pendukung. Sejalan scope and the volume of supporting materials. In line
dengan dinamika bisnis dan perkembangan regulasi, with business dynamics and regulatory developments,
PTPI melakukan peninjauan kebijakan secara berkala PTPI conducts periodic policy reviews to ensure
untuk memastikan kesesuaiannya dengan kebutuhan alignment with the Company’s needs and prevailing
Perusahaan serta pembaruan peraturan perundang- laws and regulations.
undangan yang berlaku.
Untuk mendukung pencapaian visi Perusahaan, To support the achievement of its vision, PTPI
PTPI menetapkan Strategy House sebagai kerangka established a Strategy House as a strategic framework
strategis yang memetakan arah, prioritas, serta that systematically outlines direction, priorities, and the
keterkaitan antar strategi secara sistematis. Kerangka interlinkages among key strategies. This framework
ini mendorong efisiensi operasional, inovasi, ketahanan drives operational efficiency, fosters innovation,
rantai pasok, penguatan daya saing, serta penciptaan strengthens supply chain resilience, enhances
56 nilai keberlanjutan secara terukur. competitiveness, and creates measurable sustainable
value.
Laporan Keberlanjutan 2025
Seluruh kebijakan PTPI disusun dan diimplementasikan All PTPI policies are developed and implemented in
dengan mengacu pada peraturan nasional serta standar alignment with applicable national regulations and
internasional yang relevan. Dalam implementasinya, relevant international standards. In practice, these
kebijakan tersebut mencakup berbagai aspek sebagai policies encompass the following aspects:
berikut:
Page 57
PT Pupuk Indonesia (Persero)
• Aspek hak asasi manusia (HAM) dan • Human rights and labor practices, guided by
ketenagakerjaan, mengacu pada Undang-Undang Law No. 13 of 2003 on Manpower, Law No. 21 of
No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, 2000 on Trade/Labor Unions, International Labour
Undang-Undang Republik Indonesia No. 21 Tahun Organization Convention No. 138/1973 on Minimum
2000 tentang Serikat Pekerja/Serikat Buruh, Konvensi Age for Admission to Employment, Convention No.
ILO No. 138/1973 tentang Batas Usia Minimum 182/1999 on the Elimination of the Worst Forms of
untuk Bekerja, Konvensi ILO No. 182/1999 tentang Child Labour, Convention No. 29/1930 on Forced
Penghapusan Bentuk-bentuk Pekerjaan Terburuk or Compulsory Labour, Convention No. 105/1957 on
untuk Anak, Konvensi ILO No. 29/1930 tentang Kerja the Abolition of Forced Labour, and Convention No.
Paksa atau Kerja Wajib, Konvensi ILO No. 105/1957 87/1948 on Freedom of Association and Protection
tentang Penghapusan Kerja Paksa, Konvensi ILO of the Right to Organize, as well as the Company’s
No. 87/1948 tentang Kebebasan Berserikat dan internal labor policies.
Perlindungan atas Hak Berorganisasi, serta Kebijakan
Ketenagakerjaan Perusahaan.
• Aspek pelestarian lingkungan, mengacu pada • Environmental stewardship, guided by prevailing
seluruh peraturan perundang-undangan di bidang environmental laws and regulations, the
lingkungan, penerapan ISO 14001 Sistem Manajemen implementation of the ISO 14001 Environmental
Lingkungan, Standar Industri Hijau, serta Kebijakan Management System, Green Industry Standards, and
Lingkungan Perusahaan. the Company’s Environmental Policy.
• Aspek tanggung jawab sosial dan lingkungan • Corporate social responsibility (CSR), guided by
(TJSL), mengacu pada UU No. 40 Tahun 2007 tentang Law No. 40 of 2007 on Limited Liability Companies,
Perseroan Terbatas, UU No. 19 Tahun 2003 tentang Law No. 19 of 2003 on State-Owned Enterprises, the
Badan Usaha Milik Negara, Peraturan Menteri Badan Regulation of the Minister of State-Owned Enterprises
Usaha Milik Negara Republik Indonesia No. PER- No. PER-1/MBU/03/2023 on Special Assignments
1/MBU/03/2023 tentang Penugasan Khusus dan and Social and Environmental Responsibility
Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Programs of State-Owned Enterprises, and Financial
Badan Usaha Milik Negara, serta (POJK) No. 51/ Services Authority of Indonesia Regulation No. 51/
POJK.03/2017 tentang Penerapan Keuangan POJK.03/2017 on the Implementation of Sustainable
Berkelanjutan bagi Lembaga Jasa Keuangan, Emiten, Finance for Financial Services Institutions, Issuers,
dan Perusahaan Publik per 1 Januari 2021. and Public Companies (effective January 1, 2021).
• Aspek ekonomi, mengacu pada peraturan • Economic aspects, guided by applicable regulations
perundangan terkait pajak, UMR, imbalan pensiun, on taxation, minimum wage, pension benefits, as well
serta kebijakan Perusahaan terkait antikorupsi dan as the Company’s policies on anti-corruption and
pengadaan barang. procurement.
Kepatuhan terhadap kerangka regulasi tersebut Adherence to these regulatory frameworks forms
menjadi landasan dalam memastikan praktik bisnis the foundation for ensuring that PTPI’s business
PTPI berjalan secara etis, bertanggung jawab, dan practices are conducted in an ethical, responsible, and
berkelanjutan. sustainable manner.
Implementasi Komitmen Kebijakan [GRI 2-24] [OJK F.1]
Implementation of Policy Commitments
57
Komitmen PTPI terhadap keberlanjutan, pelestarian PTPI’s commitment to sustainability, environmental
2025 Sustainability Report
lingkungan, penghormatan HAM, serta penerapan stewardship, respect for human rights, and the
GCG tecermin dalam seluruh hubungan dan aktivitas implementation of good corporate governance (GCG) is
bisnis Perusahaan. Untuk memastikan implementasi reflected across all business relationships and activities.
yang konsisten di seluruh lini organisasi, PTPI secara To ensure consistent implementation throughout the
Page 58
Keberlanjutan Kami
Our Sustainability
berkelanjutan melakukan sosialisasi dan internalisasi organization, the Company continuously conducts
kebijakan kepada seluruh insan Perusahaan. policy socialization and internalization initiatives for all
employees.
Penerapan komitmen tersebut diperkuat melalui The implementation of these commitments is further
berbagai program pelatihan dan pengembangan strengthened through a range of training and capacity-
kapasitas, antara lain: building programs, including:
• Sosialisasi Pelaksanaan GCG Assessment PI Group • Socialization of the PI Group GCG Assessment for
Tahun Buku 2024; Financial Year 2024;
• Sosialisasi Perubahan Pedoman Pengelolaan • Socialization on Changes to the Conflict of Interest
Benturan Kepentingan; Management Guidelines;
• Sosialisasi Scorecard 160 Parameter GCG Assessment • Socialization of the 160-parameter GCG Assessment
kepada seluruh PIC Aspek Penilaian GCG di PI dan Scorecard to all PICs of GCG assessment aspects
anak perusahaan; across PI and its subsidiaries;
• Sosialisasi Do & Don’t Internalisasi Pedoman Etika • Socialization of Do’s and Don’ts under the Code of
& Perilaku (Code of Conduct) melalui aplikasi PI- Conduct through the PI-SMART application;
SMART;
• Seminar Implementasi UU Nomor 1 Tahun 2023 • Seminar on the implementation of Law No. 1 of 2023
tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana; concerning the Criminal Code;
• Bimbingan Teknis Perempuan Anti Korupsi bersama • Technical guidance on Women Against Corruption
Komisi Pemberantasan Korupsi RI, dengan tema: in collaboration with the Corruption Eradication
Peran Perempuan dalam Membangun Nilai-Nilai Commission of Indonesia, themed “The Role of
Integritas Melawan Korupsi; Women in Building Integrity Values to Combat
Corruption”;
• Workshop anti-fraud “Satukan Aksi Basmi Korupsi: • Anti-fraud workshop, “Unite Action to Eradicate
Penguatan Integritas dan Tata Kelola di Pupuk Corruption: Strengthening Integrity and Governance
Indonesia”; at Pupuk Indonesia”;
• Forum Penguatan Tata Kelola dan Kepatuhan “Good • Governance and Compliance Forum, “Good
Governance & Compliance sebagai Pilar Pencegahan Governance & Compliance as Pillars of Fraud and
Fraud & Korupsi”; Corruption Prevention” ;
• Emergency drill (Gedung Kemanggisan, Gedung • Emergency drills (Kemanggisan Building, Menteng
Menteng, dan Gedung Phonska); Building, and Phonska Building);
• Training basic fire fighting; • Basic firefighting training;
• Webinar “Kesiapsiagaan dalam Menghadapi Isu • Webinar, “Preparedness in Addressing Megathrust
Gempa Megathrust” dari BNPB; Earthquake Risks” delivered by National Disaster
Management Agency of Indonesia;
• Sharing session “Pengelolaan Lingkungan Hidup • Sharing session, “Environmental Management as
sebagai Bagian Komitmen Perusahaan Terhadap Part of the Company’s Commitment to Environmental
Keberlanjutan Lingkungan”; Sustainability”;
• Climate change awareness, penanaman pohon • Climate change awareness initiatives, including
mangrove; mangrove planting;
• Pelatihan terkait implementasi IFRS S1 dan IFRS S2; • Training on the implementation of IFRS S1 and IFRS
S2;
• Webinar ABMS Transition ISO 37001:2016 to ISO • Webinar ABMS Transition ISO 37001:2016 to ISO
58 37001:2025; 37001:2025;
• Pelatihan Integrated IT System for GRC; dan • Training of Integrated IT System for GRC; and
• Integrated Anti-Fraud Management System. • Integrated Anti-Fraud Management System.
Laporan Keberlanjutan 2025
Dalam konteks implementasi komitmen ESG, As part of its ESG commitments, the Company manages
pengelolaan aset menjadi bagian dari upaya its assets to ensure the responsible use of resources.
Perusahaan untuk memastikan penggunaan sumber Physical assets, office buildings, warehouses,
daya secara bertanggung jawab. Aset fisik, bangunan distribution support facilities, and non-core assets
Page 59
PT Pupuk Indonesia (Persero)
kantor, gudang, fasilitas pendukung distribusi, serta are managed with consideration for efficiency, safety,
aset non-core dikelola dengan memperhatikan aspek compliance, and sustainability. The Company also
efisiensi, keselamatan, kepatuhan, dan keberlanjutan. continues to strengthen asset mapping, monitoring,
Perusahaan juga terus memperkuat pemetaan, and evaluation to support optimal operations, reduce
monitoring, dan evaluasi aset untuk mendukung potential inefficiencies, and align with the principles of
operasional yang optimal, mengurangi potensi good corporate governance.
inefisiensi, dan selaras dengan prinsip tata kelola
perusahaan yang baik.
Selaras dengan kebijakan yang ditetapkan, PTPI In alignment with its established policies, PTPI conducts
menjalankan praktik bisnis yang bertanggung jawab its business responsibly by upholding respect for human
dengan menjunjung tinggi penghormatan terhadap rights across all operational activities. This commitment
HAM dalam seluruh aktivitas operasional. Komitmen is reflected in the provision of a safe and healthy
ini diwujudkan melalui penyediaan lingkungan kerja working environment, the implementation of fair and
yang aman dan sehat, penerapan perlakuan yang non-discriminatory practices, equitable and compliant
setara dan bebas diskriminasi, sistem pengupahan remuneration systems, respect for the rights of local
yang adil dan sesuai ketentuan, penghormatan communities, and the engagement of stakeholders in
terhadap hak masyarakat lokal, serta pelibatan decision-making processes that may give rise to social
pemangku kepentingan dalam pengambilan keputusan and environmental impacts. [GRI 3-3]
yang berpotensi menimbulkan dampak sosial dan
lingkungan. [GRI 3-3]
Tidak terdapat pelanggaran terhadap hak masyarakat lokal dan/atau masyarakat adat pada tahun 2025. [GRI 411-1]
There were no violations involving the rights of local and/or indigenous communities in 2025. [GRI 411-1]
Struktur Tata Kelola Keberlanjutan [GRI 2-9, 2-13, 2-24] [OJK E.1]
Sustainability Governance Structure
Sejalan dengan komitmen keberlanjutan, Perusahaan In line with its sustainability commitment, the Company
membentuk struktur tata kelola keberlanjutan melalui has a sustainability governance structure through
Tim Pengembangan dan Implementasi Environmental, the Environmental, Social, and Governance (ESG)
Social, Governance (ESG) yang disahkan melalui Development and Implementation Team, formalized by
keputusan Direksi dan dilegalisasi oleh Direktur Utama. a Board of Directors’ resolution and endorsed by the
Tim ESG terdiri dari Direktur di tingkat divisi serta Wakil President Director. The ESG Team comprises Directors
Direktur Utama sebagai penanggung jawab utama at the divisional level, with the Vice President Director
dalam memastikan kesinambungan pengelolaan serving as the primary person in charge to ensure the
dampak ESG sesuai bidang masing-masing. Direktur effective management of ESG impacts within their
Utama berperan memberikan arahan serta melakukan respective areas. The President Director provides
pengawasan atas pelaksanaan program dan inisiatif strategic direction and oversees the implementation of
keberlanjutan. Rincian tugas dan tanggung jawab sustainability programs and initiatives. Further details
setiap fungsi dalam struktur tata kelola keberlanjutan on the roles and responsibilities within the sustainability 59
dapat diakses lebih lanjut pada Struktur Tata Kelola governance structure are available under the Corporate
Perusahaan. [GRI 2-13] Governance Structure. [GRI 2-13]
2025 Sustainability Report
Pelaksanaan tata kelola keberlanjutan juga mengacu The implementation of sustainability governance also
pada Pedoman Keberlanjutan Perusahaan yang menjadi refers to the Company’s Sustainability Guidelines,
acuan dalam mengarahkan, mengoordinasikan, dan which serve as a reference for directing, coordinating,
memantau implementasi strategi keberlanjutan di and monitoring the execution of sustainability strategies
Page 60
Keberlanjutan Kami
Our Sustainability
seluruh fungsi Perusahaan. Dalam pedoman tersebut, across all functions. Under these guidelines, PTPI has
PTPI menetapkan Fungsi Sustainability yang bertugas established a Sustainability Function responsible
mengkoordinasikan implementasi kebijakan dan for coordinating the implementation of sustainability
strategi keberlanjutan serta memastikan integrasi policies and strategies, as well as ensuring the
aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola dalam proses integration of environmental, social, and governance
perencanaan dan pelaksanaan kegiatan Perusahaan. aspects into the Company’s planning and operational
Implementasi keberlanjutan juga dilakukan melalui processes. Sustainability implementation is also carried
koordinasi lintas unit kerja, dengan pelaporan berkala out through cross-functional coordination, with each unit
setiap bulan dari masing-masing unit kepada Fungsi submitting monthly reports to the Sustainability Function
Sustainability terkait perkembangan implementasi ESG, regarding the progress of ESG implementation, the
pengelolaan dampak ekonomi, lingkungan, dan sosial, management of economic, environmental, and social
serta capaian program keberlanjutan Perusahaan. [GRI impacts, as well as the achievement of the Company’s
2-13] sustainability programs. [GRI 2-13]
Selain penguatan struktur, Perusahaan juga menerapkan In addition to strengthening its governance structure,
kebijakan kompensasi yang selaras dengan prinsip tata the Company applies a compensation policy aligned
kelola keberlanjutan, dengan mengaitkan kompensasi with sustainability governance principles by linking
pada kinerja, kepatuhan, serta efektivitas pengelolaan remuneration to performance, compliance, and the
risiko. Kebijakan ini dirancang secara adil dan akuntabel effectiveness of risk management. This policy is
untuk mendorong pencapaian key performance designed to be fair and accountable, encouraging the
indicator (KPI), memperkuat budaya kepatuhan, serta achievement of key performance indicators (KPIs),
mendukung penciptaan nilai jangka panjang yang reinforcing a culture of compliance, and supporting the
seimbang pada aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. creation of balanced long-term value across economic,
[GRI 2-19] social, and environmental aspects. [GRI 2-19]
Peran Badan Tata Kelola Tertinggi dalam Pelaporan Keberlanjutan [GRI 2-14]
Role of the Highest Governance Body in Sustainability Reporting
Sebagai bagian dari komitmen terhadap tata kelola As part of its commitment to transparent and
yang transparan dan bertanggung jawab, PTPI secara accountable governance, PTPI consistently publishes
konsisten menerbitkan Laporan Keberlanjutan setiap its Sustainability Report on an annual basis. The report
tahun. Laporan ini memuat kinerja dan dampak presents the economic, social, and environmental
ekonomi, sosial, serta lingkungan yang dihasilkan dari performance and impacts arising from the Company’s
kegiatan operasional Perusahaan, sekaligus menjadi operations, while also serving as a platform for
sarana evaluasi dan perbaikan berkelanjutan yang evaluation and continuous improvement in line with
sejalan dengan agenda pembangunan berkelanjutan long-term sustainable development objectives.
jangka panjang.
Penyusunan laporan dilakukan di bawah arahan Direksi The report is prepared under the direction of the Board
dan dilaksanakan oleh tim lintas fungsi yang terdiri atas of Directors and executed by a cross-functional team
perwakilan unit kerja terkait. Sekretaris Perusahaan comprising representatives from relevant business units.
(SVP) bertindak sebagai koordinator untuk memastikan The Corporate Secretary (SVP) acts as the coordinator
seluruh isu material teridentifikasi dan diungkapkan to ensure that all material topics are properly identified
60 secara memadai. Sebelum diterbitkan, laporan and disclosed. Prior to publication, the report, including
beserta topik material telah ditelaah dan memperoleh the material topics, has been reviewed and approved
persetujuan Direksi serta Dewan Komisaris guna by both the Board of Directors and the Board of
Laporan Keberlanjutan 2025
memastikan kelengkapan, akurasi, dan kesesuaiannya Commissioners to ensure completeness, accuracy, and
dengan standar pelaporan yang berlaku. alignment with applicable reporting standards.
Page 61
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Pelibatan Pemangku Kepentingan [GRI 2-29] [OJK E.4]
Stakeholder Engagement
PTPI secara aktif menjalin hubungan yang baik dengan PTPI actively fosters constructive relationships with all
seluruh pemangku kepentingan, dengan meyakini stakeholders, recognizing that meaningful engagement
bahwa keterlibatan yang konstruktif berperan penting plays a critical role in creating a conducive working
dalam menciptakan lingkungan kerja yang kondusif, environment, strengthening trust, and ensuring the
memperkuat kepercayaan, serta memastikan dukungan support required to achieve the Company’s objectives.
yang diperlukan untuk mencapai tujuan Perusahaan.
Pendekatan
Pemangku Dasar Penentuan Pemangku
Keterlibatan Frekuensi Topik/Isu
Kepentingan Kepentingan
Engagement Frequency Topics/Issues
Stakeholders Basis for Identification
Approach
Pemegang • Ketergantungan Perusahaan Rapat Umum 8 kali per • Pemantauan dan evaluasi kinerja
Saham terhadap keputusan para Pemegang Saham tahun Perusahaan
Shareholders pemegang saham; dan General Meeting of 8 times per • Penetapan dan pembayaran
• Tanggung jawab Perusahaan untuk Shareholders years dividen
memberikan laporan. • Akurasi dan pengesahan
• The Company’s reliance on Laporan Keuangan Perusahaan
decisions made by shareholders; • Pembayaran pajak dan PNBP
and • Monitoring and evaluation of the
• The Company’s responsibility to Company’s performance
provide reporting. • Determination and payment of
dividends
• Accuracy and approval of the
Company’s financial statements
• Payment of tax and PNBP
contribution
Konsumen • Ketergantungan Perusahaan Pertemuan dan Sepanjang • Jaminan pasokan dan harga
Pupuk terhadap pembelian pupuk dari pendampingan tahun • Jaminan kualitas pupuk
Bersubsidi: para petani; Meetings and Throughout • Survei kepuasan pelanggan
Petani dan • Pengaruh para konsumen untuk assistance the year • Assurance of supply and pricing
Kelompok Tani memberikan masukan pada produk; • Assurance of fertilizer quality
Subsidized dan • Customer satisfaction surveys
Fertilizer • Tanggung jawab Perusahaan untuk
Customers: menyediakan produk berkualitas.
Farmers and • The Company’s reliance on fertilizer
Farmer Groups purchases by farmers;
• The role of customers in providing
feedback on products; and
• The Company’s responsibility to
deliver high-quality products.
Konsumen • Ketergantungan Perusahaan Layanan pelanggan Sepanjang • Jaminan pasokan dan harga
Pupuk terhadap pembelian pupuk dari Customer service tahun • Jaminan kualitas pupuk
Nonsubsidi para petani, perkebunan, dan Throughout • Survei kepuasan pelanggan
Non-Subsidized industri; the year • Assurance of supply and pricing
Fertilizer • Pengaruh para konsumen untuk • Assurance of fertilizer quality
Customers memberikan masukan pada produk; • Customer satisfaction surveys
dan
• Tanggung jawab Perusahaan untuk
menyediakan produk berkualitas.
• The Company’s reliance on fertilizer
61
purchases by farmers, plantations,
and industrial customers;
• The role of customers in providing
2025 Sustainability Report
feedback on products; and
• The Company’s responsibility to
deliver high-quality products.
Page 62
Keberlanjutan Kami
Our Sustainability
Pendekatan
Pemangku Dasar Penentuan Pemangku
Keterlibatan Frekuensi Topik/Isu
Kepentingan Kepentingan
Engagement Frequency Topics/Issues
Stakeholders Basis for Identification
Approach
Karyawan Perusahaan memandang karyawan PTPI Sepanjang • Menjamin kebebasan berserikat
Employees bukan sekadar tenaga kerja, mengedepankan tahun dan ruang berpendapat sebagai
melainkan aset strategis utama dialog bipartit yang Throughout fondasi terciptanya hubungan
yang menentukan keberlanjutan konstruktif dengan the year industrial yang harmonis, selaras
operasional. Dalam hubungan yang memperkuat dengan standar ketenagakerjaan
bersifat mutualistik ini, Perusahaan peran Serikat internasional
bergantung pada kompetensi dan Pekerja sebagai • Menempatkan keselamatan jiwa
kontribusi karyawan, sekaligus mitra strategis sebagai prioritas utama melalui
memegang tanggung jawab untuk manajemen. Selain komitmen terhadap penerapan
menyediakan lingkungan kerja yang itu, Perusahaan kebijakan K3 (Health and Safety)
inklusif, aman, serta menjunjung tinggi secara rutin yang preventif dan komprehensif
nilai-nilai kemanusiaan. menyelenggarakan guna mencapai zero accident
The Company regards employees Management– • Mendorong kesetaraan peluang
not merely as a workforce, but as its Employee Town (equal opportunity) tanpa
primary strategic assets that underpin Hall sebagai wadah diskriminasi, dengan memastikan
operational sustainability. Within this komunikasi terbuka kesejahteraan yang kompetitif
mutually beneficial relationship, the untuk memastikan serta menyediakan jalur
Company relies on the competence transparansi pengembangan kompetensi dan
and contributions of its employees, informasi serta jenjang karier yang transparan
while also bearing the responsibility to penyelarasan untuk mendukung pertumbuhan
provide an inclusive and safe working visi organisasi, profesional yang berkelanjutan
environment that upholds human baik pada tingkat • Ensures freedom of association
values. strategis maupun and the right to express opinions
operasional. as the foundation for harmonious
PTPI prioritizes industrial relations, in alignment
constructive with international labor standards
bipartite dialogue • Places safety as the highest
by strengthening priority through a strong
the role of the commitment to preventive and
Labor Union as a comprehensive occupational
strategic partner health and safety (OHS) policies
to management. aimed at achieving zero
In addition, accidents
the Company • Promotes equal opportunity
regularly conducts without discrimination by
Management– ensuring competitive employee
Employee Town Hall welfare and providing clear
sessions as an open competency development
communication pathways and transparent
platform to ensure career progression to support
transparency of sustainable professional growth
information and
alignment of the
Company’s vision at
both strategic and
operational levels.
Pelaku Usaha Perusahaan bergantung pada pelaku • Pertemuan Minimal satu • Informasi peluang kerja sama
Distribusi dan usaha distribusi dan para distributor. kontrak kerja tahun sekali • Kesetaraan kesempatan kerja
Distributor The Company relies on distribution sama At least sama
Distribution business partners and distributors. • Penerapan CSMS once a year • Kontrak kerja
Business • Distributor Retail • Pemenuhan hak dan kewajiban
Partners and Gathering • Kepatuhan pada regulasi
62
Distributors • Contract • Information on partnership
agreement opportunities
meetings • Equal access to partnership
Laporan Keberlanjutan 2025
• Implementation opportunities
of CSMS • Contractual agreements
• Retail Distributor • Fulfillment of rights and
Gathering obligations
• Regulatory compliance
Page 63
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Pendekatan
Pemangku Dasar Penentuan Pemangku
Keterlibatan Frekuensi Topik/Isu
Kepentingan Kepentingan
Engagement Frequency Topics/Issues
Stakeholders Basis for Identification
Approach
Masyarakat Masyarakat memiliki kedekatan lokasi • Program TJSL Minimal • Bantuan sosial kemasyarakatan
Communities (proximity) dengan Perusahaan. • Program PI 2 kali per • Pembinaan mitra usaha
Communities are in close proximity to Peduli tahun • Bantuan pelindungan bagi
the Company’s operations. • CSR Programs At least pekerja rentan dalam ekosistem
• PI Peduli twice a year Perusahaan
Program • Community social assistance
• Business partner development
• Support for the protection of
vulnerable workers within the
Company’s ecosystem
Media Media memberikan pengaruh • Press release Minimal • Kebijakan dan aksi Perusahaan
Media keterwakilan atau merepresentasikan • Media 2 kali per • Kinerja PTPI
Perusahaan pada masyarakat. engagement tahun • Company policies and actions
The media plays a representative • Konferensi pers At least • PTPI’s performance
role in shaping how the Company is • Sponsorship twice a year
perceived by the public. dan kerjasama
publikasi
• Press releases
• Media
engagement
• Press
conferences
• Sponsorships
and publication
collaborations
Regulator Regulator memiliki peran dalam • Kepatuhan Sepanjang • Pemenuhan seluruh perizinan
Regulators pengawasan, perizinan, serta regulasi dan tahun dan persetujuan operasional
kepatuhan terhadap kegiatan perizinan Throughout • Pelaporan berkala kepada
operasional Perusahaan. • Pelaporan dan the year regulator terkait lingkungan,
Regulators play a role in oversight, pemenuhan sosial, dan operasional
licensing, and ensuring compliance kewajiban • Respons terhadap hasil
with the Company’s operational kepada instansi pengawasan, inspeksi, atau audit
activities. pemerintah regulator
• Koordinasi • Keterlibatan dalam konsultasi
pengawasan dan kebijakan atau forum sektoral
audit kepatuhan pemerintah
• Penyampaian • Fulfillment of all operational
data dan permits and approvals
informasi sesuai • Periodic reporting to regulators
ketentuan on environmental, social, and
• Compliance operational matters
with regulations • Response to findings from
and licensing regulatory oversight, inspections,
requirements or audits
• Reporting and • Participation in policy
fulfillment of consultations or government
obligations to sectoral forums
government
authorities
• Coordination of
oversight and
compliance 63
audits
• Submission
of data and
2025 Sustainability Report
information in
accordance
with applicable
requirements
Page 64
Keberlanjutan Kami
Our Sustainability
Penilaian Materialitas [GRI 3-1, 3-2, 3-3]
Materiality Assessment
Penilaian materialitas menjadi landasan Perusahaan The materiality assessment is the Company’s foundation
dalam menetapkan fokus pengelolaan keberlanjutan in determining its sustainability management priorities
dan memastikan bahwa isu yang dikelola selaras and ensuring that the issues addressed are aligned
dengan kebutuhan bisnis, ekspektasi pemangku with business needs, stakeholder expectations, and
kepentingan, serta arah strategi jangka panjang. Melalui long-term strategic direction. Through this process, the
proses ini, Perusahaan memetakan isu yang paling Company identifies and prioritizes the most significant
signifikan untuk diungkapkan dan dikelola secara topics for disclosure and management, enabling
prioritas sehingga program, target, dan pengambilan sustainability programs, targets, and decision-making
keputusan keberlanjutan dapat dijalankan secara lebih to be implemented in a more measurable, relevant, and
terukur, relevan, dan berdampak. impactful manner.
Analisis materialitas ditinjau secara berkala setiap satu The materiality analysis is reviewed annually to maintain
tahun sekali untuk menjaga relevansi topik material the relevance of material topics in line with industry
terhadap dinamika industri, perubahan regulasi, dynamics, regulatory changes, and the development
serta perkembangan risiko dan peluang. Penentuan of risks and opportunities. The determination of
topik material dilakukan melalui pelibatan pemangku material topics involves engagement with both internal
kepentingan internal dan eksternal guna memperoleh and external stakeholders to obtain comprehensive
perspektif yang komprehensif, sekaligus memastikan perspectives, ensuring that the established priorities
bahwa prioritas yang ditetapkan mencerminkan reflect business needs and stakeholder expectations.
kebutuhan bisnis dan harapan pemangku kepentingan.
Pemangku • Direksi • Board of Directors
Kepentingan Internal • Karyawan • Employees
Internal Stakeholders
Pemangku • Pemegang Saham • Shareholders
Kepentingan • Regulator • Regulators
Eksternal • Pelanggan • Customers
External Stakeholders • Pemasok/Distributor • Suppliers/Distributors
• Masyarakat • Communities
• Media • Media
Penentuan topik material mengacu pada Global The determination of material topics refers to the Global
Reporting Initiative (GRI) Standards melalui tahapan yang Reporting Initiative (GRI) Standards and is conducted
terstruktur. Proses dimulai dengan pengumpulan dan through a structured process. This process begins with
penyaringan isu keberlanjutan melalui benchmarking the identification and screening of sustainability issues
dengan industri sejenis, standar global (GRI, OJK, through benchmarking against peer industries, global
dan SASB), serta referensi lembaga pemeringkat ESG standards (GRI, OJK, and SASB), as well as references
64 (MSCI, S&P Global, dan Sustainalytics). Proses ini from ESG rating agencies such as MSCI, S&P Global,
juga mempertimbangkan konsistensi pengungkapan and Sustainalytics. It also takes into account consistency
pada laporan keberlanjutan tahun sebelumnya, serta with disclosures in the previous year’s sustainability
Laporan Keberlanjutan 2025
masukan dari pemangku kepentingan internal dan report, along with input from both internal and external
eksternal. Berdasarkan keseluruhan proses tersebut, stakeholders. Based on this comprehensive process, 23
teridentifikasi 23 topik material yang menjadi prioritas material topics have been identified as the Company’s
Perusahaan. priorities.
Page 65
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Dalam periode pelaporan, PTPI menerapkan During the reporting period, PTPI applied a double
pendekatan double materiality assessment dalam materiality assessment approach as part of its materiality
proses peninjauan materialitas untuk memperkuat review to strengthen the accuracy of prioritization. This
ketepatan prioritas. Pendekatan ini digunakan untuk approach evaluates the significance of each topic from
menilai signifikansi setiap topik dari dua aspek utama, two key dimensions, namely its impact on business value
yaitu dampaknya terhadap nilai dan kinerja bisnis and performance (financial materiality) and its impact
(financial materiality) serta dampaknya terhadap on the environment and society (impact materiality).
lingkungan dan masyarakat (impact materiality). Dengan Through this approach, the Company gains a more
penerapan pendekatan ini, Perusahaan memperoleh comprehensive understanding of the sustainability risks
gambaran yang lebih menyeluruh mengenai risiko dan and opportunities that require effective management.
peluang keberlanjutan yang perlu dikelola.
Impact Materiality Financial Materiality
Menilai dampak dari pengelolaan topik material Menilai dampak suatu risiko dari topik material
terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar, yang bertujuan untuk memahami potensi
yang bertujuan untuk memahami sejauh mana pengaruhnya terhadap kegiatan bisnis
kegiatan dan pengelolaan PTPI menimbulkan Perusahaan. Risiko yang dimaksud meliputi
dampak positif maupun negatif terhadap aspek-aspek penting PTPI, seperti reputasi,
keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan operasional, dan kinerja finansial (outside-in).
masyarakat (inside-out). Assesses the risks associated with material
Assesses the impact of managing material topics to understand their potential impact
topics on the environment and surrounding on the Company’s business activities. These
communities, with the aim of understanding risks include key aspects relevant to PTPI,
the extent to which PTPI’s activities and such as reputation, operations, and financial
management practices generate positive or performance (outside-in).
negative effects on environmental sustainability
and community well-being (inside-out).
Hasil penilaian materialitas diintegrasikan ke dalam The results of the materiality assessment are integrated
manajemen risiko untuk memastikan bahwa risiko dan into risk management to ensure that sustainability-
peluang terkait keberlanjutan diidentifikasi, dinilai, related risks and opportunities are consistently
dan dikelola secara konsisten dalam pencapaian identified, assessed, and managed in achieving the
tujuan bisnis. Tim Pengembangan dan Implementasi Company’s business objectives. The ESG Development
ESG bersama Direksi melakukan peninjauan atas and Implementation Team, together with the Board
hasil penilaian. Topik material yang telah ditetapkan of Directors, reviews the assessment outcomes. The
kemudian disetujui oleh Direksi dan digunakan sebagai identified material topics are subsequently approved
dasar dalam penyusunan strategi keberlanjutan, by the Board of Directors and serve as the basis for
penetapan target, serta indikator kinerja utama. [GRI 2-14] formulating sustainability strategies, setting targets, and
defining key performance indicators. [GRI 2-14]
Matriks materialitas berikut menggambarkan The following materiality matrix illustrates the mapping 65
pemetaan tingkat signifikansi setiap topik berdasarkan of each topic’s level of significance based on the
hasil penilaian, sebagai dasar penetapan prioritas assessment results, serving as the foundation for
2025 Sustainability Report
pengelolaan dan pengungkapan keberlanjutan. prioritizing sustainability management and disclosures.
Page 66
Keberlanjutan Kami
Our Sustainability
Matriks Materialitas
Materiality Matrix
Kebijakan dan Pengelolaan Lingkungan
Environmental Policy and Management
Higher
Limbah dan Pencemar Etika Bisnis
Waste and Pollution Business Ethics
Hubungan dan Dampak Manajemen Rantai Pasok
Kesehatan dan
Terhadap Masyarakat Supply Chain Management
Keselamatan Kerja
Community Relations
Occupational Health Strategi Perubahan Iklim
and Impact
and Safety (OHS) Indirect Economic Impacts
Air
Water Energi
Energy
Praktik Ketenagakerjaan Hubungan dengan Pelanggan
Impact Materiality
Employment Practices Customer Relations
Dampak Ekonomi Tidak Langsung
Manajemen Risiko dan Krisis
Indirect Economic Impacts
Risk and Crisis Management
Keanekaragaman Hayati Keamanan Informasi, Keamanan Siber,
Biodiversity dan Keandalan Sistem
Information Security, Cybersecurity, and
System Reliability
Tanggung Jawab
Hak Asasi Manusia Tata Kelola Perusahaan
Produk
Human Rights Corporate Governance
Product
Responsibility
Transparansi dan Pelaporan
Pengelolaan Sumber Transparency and Reporting
Strategi Perpajakan
Daya Manusia
Tax Strategy
Human Resource
Management
Keterlibatan dalam Kinerja Ekonomi
Kebijakan Publik Economic
Public Policy Engagement Performance
Impact Materiality Higher
Daftar topik material [GRI 3-3]
List of Material Topics
Batasan Topik
Topic Boundary
Topik Material Mengapa Topik ini Material GRI Standards
Material Topic Why This Topic is Material GRI Standards Di Dalam PTPI Di Luar PTPI
Within PTPI Outside PTPI
Topik Ekonomi | Economic Topics
Menentukan keandalan pasokan
bahan baku, kepatuhan pemasok,
efisiensi biaya, serta pengendalian
risiko lingkungan dan sosial di rantai
Manajemen Rantai Pasok GRI 204
nilai.
Supply Chain GRI 308
Determines the reliability of raw
Management GRI 414
material supply, supplier compliance,
cost efficiency, and the management
of environmental and social risks
across the value chain.
66
Memengaruhi keberlanjutan bisnis,
kemampuan investasi, kontribusi bagi
negara, serta nilai bagi pemegang
Laporan Keberlanjutan 2025
Kinerja Ekonomi saham dan pemangku kepentingan.
GRI 201
Economic Performance Influences business sustainability,
investment capacity, contributions
to the state, and value creation for
shareholders and stakeholders.
Page 67
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Batasan Topik
Topic Boundary
Topik Material Mengapa Topik ini Material GRI Standards
Material Topic Why This Topic is Material GRI Standards Di Dalam PTPI Di Luar PTPI
Within PTPI Outside PTPI
Mencerminkan kepatuhan,
transparansi kontribusi fiskal, serta
pengelolaan risiko reputasi dan risiko
Strategi Perpajakan kepatuhan.
Tax Strategy Reflects compliance, transparency GRI 207
in fiscal contributions, and the
management of reputational and
compliance risks.
Menunjukkan kontribusi Perusahaan
terhadap perekonomian lokal,
penciptaan nilai sosial, serta efek
Dampak Ekonomi Tidak pengganda bagi masyarakat dan
Langsung pelaku usaha.
GRI 203
Indirect Economic Demonstrates the Company’s
Impacts contribution to the local economy,
social value creation, and multiplier
effects for communities and
businesses.
Topik Lingkungan | Environmental Topics
Memengaruhi biaya, operasi, rantai
pasok, serta kesiapan transisi menuju
Strategi Perubahan Iklim ekonomi rendah karbon.
GRI 305
Climate Change Strategy Influences costs, operations, supply
chains, and readiness for the
transition to a low-carbon economy.
Menjadi komponen biaya utama
produksi, sumber emisi signifikan,
serta indikator efisiensi operasional.
Energi
Serves as a major component of GRI 302
Energy
production costs, a significant source
of emissions, and an indicator of
operational efficiency.
Berdampak pada kepatuhan
lingkungan, risiko pencemaran, serta
Limbah dan Pencemar biaya pengelolaan dan risiko hukum.
GRI 306
Waste and Pollution Impacts environmental compliance,
pollution risks, as well as management
costs and legal exposure.
Berpengaruh pada kelangsungan
operasi, risiko kelangkaan, serta
dampak terhadap lingkungan dan
Air
masyarakat sekitar. GRI 303
Water
Affects operational continuity, scarcity
risks, and impacts on the environment
and surrounding communities.
67
2025 Sustainability Report
Page 68
Keberlanjutan Kami
Our Sustainability
Batasan Topik
Topic Boundary
Topik Material Mengapa Topik ini Material GRI Standards
Material Topic Why This Topic is Material GRI Standards Di Dalam PTPI Di Luar PTPI
Within PTPI Outside PTPI
Berhubungan dengan dampak
terhadap habitat, kawasan bernilai
konservasi, penerimaan sosial, serta
Keanekaragaman Hayati
risiko perizinan. GRI 101
Biodiversity
Relates to impacts on habitats, high
conservation value areas, social
acceptance, and permitting risks.
Menjadi dasar pengendalian dampak,
kepatuhan, serta peningkatan kinerja
Kebijakan dan
lingkungan secara konsisten.
Pengelolaan Lingkungan GRI 2
Forms the basis for impact control,
Environmental Policy and GRI 301
compliance, and continuous
Management
improvement in environmental
performance.
Topik Sosial | Social Topics
Memengaruhi kepatuhan
ketenagakerjaan, hubungan
industrial, produktivitas, serta reputasi
Praktik Ketenagakerjaan GRI 401
Perusahaan.
Labor Practices GRI 402
Influences labor compliance, industrial
relations, productivity, and the
Company’s reputation.
Menentukan kompetensi tenaga kerja,
kesiapan transformasi, retensi, serta
Pengelolaan Sumber
efektivitas kinerja organisasi. GRI 202
Daya Manusia
Determines workforce competence, GRI 404
Human Resource
transformation readiness, retention, GRI 405
Management
and overall organizational
effectiveness.
Berkaitan dengan risiko operasional,
Keselamatan dan keselamatan pekerja, kontinuitas
Kesehatan Kerja bisnis, serta pemenuhan standar K3.
GRI 403
Occupational Health and Relates to operational risks, worker
Safety (OHS) safety, business continuity, and
compliance with OHS standards.
Memengaruhi penerimaan sosial,
Hubungan dan Dampak kelancaran operasi, serta dampak
terhadap Masyarakat sosial-ekonomi di wilayah sekitar. GRI 411
Community Relations and Affects social acceptance, operational GRI 413
Impact continuity, and socio-economic
impacts in surrounding communities.
68
Laporan Keberlanjutan 2025
Page 69
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Batasan Topik
Topic Boundary
Topik Material Mengapa Topik ini Material GRI Standards
Material Topic Why This Topic is Material GRI Standards Di Dalam PTPI Di Luar PTPI
Within PTPI Outside PTPI
Menentukan keamanan, mutu,
kepatuhan produk, serta dampak
produk terhadap pelanggan dan
Tanggung Jawab Produk
pengguna akhir. GRI 416
Product Responsibility
Determines product safety, quality,
compliance, and the impact on
customers and end users.
Memengaruhi kepuasan, loyalitas,
efektivitas layanan, serta perbaikan
Hubungan dengan berkelanjutan berbasis umpan balik.
GRI 417
Pelanggan Influences customer satisfaction,
GRI 418
Customer Relations loyalty, service effectiveness, and
continuous improvement based on
feedback.
Mencerminkan penghormatan
terhadap hak pekerja dan masyarakat,
GRI 406
termasuk pencegahan risiko sosial di
GRI 407
Hak Asasi Manusia rantai nilai.
GRI 408
Human Rights Reflects respect for the rights of
GRI 409
workers and communities, including
GRI 410
the prevention of social risks across
the value chain.
Topik Tata Kelola | Governance Topics
Menjadi dasar integritas, pencegahan
korupsi, kepatuhan, serta
Etika Bisnis kepercayaan publik. GRI 205
Business Ethics Serves as the foundation for integrity, GRI 206
corruption prevention, compliance,
and public trust.
Menentukan kualitas pengawasan,
pengambilan keputusan, integritas,
serta ketahanan bisnis jangka
Tata Kelola Perusahaan
panjang. GRI 2
Corporate Governance
Determines the quality of oversight,
decision-making, integrity, and long-
term business resilience.
Mendukung akuntabilitas, kredibilitas
informasi, serta pemenuhan
Transparansi dan ekspektasi regulator dan pemangku
Pelaporan kepentingan. GRI 2
Transparency and Supports accountability, information GRI 3
Reporting credibility, and alignment with
regulatory and stakeholder
expectations.
Berpengaruh pada perlindungan 69
Keamanan Informasi,
data, kontinuitas operasional, risiko
Keamanan Siber, dan
finansial, serta risiko hukum dan
Keandalan Sistem
2025 Sustainability Report
reputasi. GRI 418
Information Security,
Influences data protection, operational
Cybersecurity, and
continuity, financial risk, as well as
System Reliability
legal and reputational risks.
Page 70
Keberlanjutan Kami
Our Sustainability
Batasan Topik
Topic Boundary
Topik Material Mengapa Topik ini Material GRI Standards
Material Topic Why This Topic is Material GRI Standards Di Dalam PTPI Di Luar PTPI
Within PTPI Outside PTPI
Menentukan kesiapan menghadapi
gangguan operasional, risiko
Manajemen Risiko dan strategis, serta kejadian darurat yang
Krisis berdampak luas. GRI 2
Risk and Crisis Determines preparedness in GRI 3
Management addressing operational disruptions,
strategic risks, and large-scale
emergency events.
Berkaitan dengan legitimasi,
kepatuhan, reputasi, serta
Keterlibatan dalam
transparansi aktivitas advokasi dan
Kebijakan Publik
asosiasi. GRI 415
Public Policy
Relates to legitimacy, compliance,
Engagement
reputation, and transparency in
advocacy and association activities.
Manajemen Topik Material Perusahaan
Management of the Company’s Material Topics
Perusahaan telah menetapkan tiga topik material utama The Company has identified three key material topics
sebagai prioritas pengelolaan keberlanjutan. Ketiga as priorities for sustainability management. These
topik ini dikelola secara terstruktur untuk mendukung topics are managed in a structured manner to support
penciptaan nilai jangka panjang bagi bisnis dan the creation of long-term value for the business and its
pemangku kepentingan. stakeholders.
70
Laporan Keberlanjutan 2025
Page 71
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Target/Metrik
Kuantitatif
Kompensasi Pencapaian
Isu Material Pertimbangan Tahun 2025
Strategi Eksekutif 2025
Material Materialitas 2025
Strategy Executive 2025
Topic Impact Driver Quantitative
Compensation Achievement
Targets/
Metrics
Keselamatan PTPI berkomitmen • Implementasi Process Safety KPI yang Menurunkan LTIFR
dan pada penerapan Management (PSM) antara lain berkaitan risiko karyawan
Kesehatan sistem K3 yang dengan melaksanakan PSM dengan Direksi: kecelakaan sebesar
Kerja (K3) komprehensif. K3 Audit dan program PSM Rolled- • Lost Time kerja dengan 0,04 dan
Occupational ini penting bagi Out untuk memastikan seluruh Injury target LTIFR kontraktor
Health and Perusahaan karena elemen PSM terimplementasi Frequency karyawan sebesar 0,00
Safety (OHS) berkaitan dengan dan memperkuat proses sistem Rate (LTIFR) dan Employee
keselamatan keselamatan; Board of kontraktor LTIFR of
tenaga kerja, • Pengukuran tingkat maturitas Directors– sebesar 0.04 and
kepatuhan regulasi, budaya keselamatan (safety related KPI: 0,018 contractor
dan kelangsungan culture assessment), pada • Lost Time Reducing LTIFR of 0.00
operasional. 5 (lima) anak perusahaan Injury workplace
Dampaknya produsen pupuk; Frequency accident
mencakup aspek • Emergency response plan Rate (LTIFR) risk, with a
operasional, (ERP), prosedur tanggap target LTIFR
finansial, dan darurat terintegrasi untuk of 0.018 for
reputasi. kesiapan menghadapi situasi employees
PTPI is committed kritis di operasional pabrik; dan and
to implementing • Program keselamatan rutin, contractors
a comprehensive berupa training rutin Basic
OHS management Life Support dan Basic Fire
system. This Fighting, penyampaian
is essential for safety induction dan safety
the Company moment dalam mengawali
as it relates setiap kegiatan rapat / event
to workforce Perusahaan.
safety, regulatory • Implementation of Process
compliance, Safety Management (PSM),
and operational including conducting PSM
continuity. Its audits and rolling out PSM
impacts extend programs to ensure all PSM
across operational, elements are effectively
financial, and implemented and to strengthen
reputational safety system processes;
aspects. • Measurement of safety
culture maturity (safety
culture assessment) across
five fertilizer-producing
subsidiaries;
• Emergency Response Plan
(ERP), an integrated emergency
response procedure to ensure
preparedness in handling
critical situations in plant
operations; and 71
• Routine safety programs,
including regular Basic Life
Support and Basic Fire Fighting
2025 Sustainability Report
training, as well as the delivery
of safety induction and safety
moments at the start of every
Company meeting/event.
Page 72
Keberlanjutan Kami
Our Sustainability
Target/Metrik
Kuantitatif
Kompensasi Pencapaian
Isu Material Pertimbangan Tahun 2025
Strategi Eksekutif 2025
Material Materialitas 2025
Strategy Executive 2025
Topic Impact Driver Quantitative
Compensation Achievement
Targets/
Metrics
Tata Kelola Tata kelola • Memperkuat transparansi KPI yang Mencapai Skor
Perusahaan perusahaan yang melalui assurance eksternal berkaitan peringkat peringkat
Corporate baik menjadi untuk meningkatkan dengan Direksi: ESG dengan ESG sebesar
Governance penting bagi kepercayaan pemangku • Peringkat skor 58. 61.
bisnis karena kepentingan; ESG. Achieving an ESG rating
memengaruhi • Meningkatkan kinerja Board of ESG rating score of 61.
kepercayaan lingkungan dan sosial; Directors– with a score
pemangku • Memperkuat tata kelola related KPI: of 58.
kepentingan, Perusahaan; dan • ESG Rating.
pengelolaan risiko, • Monitoring dan evaluasi secara
dan keberlanjutan berkala untuk memastikan
kinerja Perusahaan. pencapaian target ESG dan
Dampaknya efektivitas program yang
meliputi aspek dijalankan.
operasional, • Strengthening transparency
finansial, dan through external assurance to
reputasi. enhance stakeholder trust;
Good corporate • Improving environmental and
governance is social performance;
essential for • Strengthening corporate
the business governance; and
as it influences • Conducting regular monitoring
stakeholder and evaluation to ensure the
trust, risk achievement of ESG targets
management, and and the effectiveness of
the sustainability implemented programs.
of the Company’s
performance. Its
impacts extend
across operational,
financial, and
reputational
aspects.
72
Laporan Keberlanjutan 2025
Page 73
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Target/Metrik
Kuantitatif
Kompensasi Pencapaian
Isu Material Pertimbangan Tahun 2025
Strategi Eksekutif 2025
Material Materialitas 2025
Strategy Executive 2025
Topic Impact Driver Quantitative
Compensation Achievement
Targets/
Metrics
Strategi PTPI mendukung • Efisiensi energi dan optimisasi KPI yang Mengurangi Mengurangi
Perubahan upaya global proses, untuk meningkatkan berkaitan emisi GRK emisi GRK
Iklim dalam menghadapi kinerja operasional dan dengan Direksi: Cakupan 1 Cakupan 1
Climate perubahan iklim mengurangi konsumsi energi. • Pengurangan & 2 sebesar & 2 sebesar
Change melalui strategi • Peralihan bahan bakar dan emisi GRK. 1.662.923 2.807.842
Strategy dekarbonisasi. pemanfaatan energi terbarukan Board of ton CO₂eq ton CO₂eq
Perubahan iklim (RE/REC), termasuk co-firing Directors– Reducing Reducing
penting bagi biomassa dan penggunaan related KPI: Scope 1 Scope 1
bisnis karena kendaraan listrik (EVs). • GHG & 2 GHG & 2 GHG
memengaruhi • Inovasi rendah karbon dan Emissions emissions emissions by
kepatuhan mitigasi emisi, akan dilakukan Reduction by 1,662,923 2,807,842
regulasi, efisiensi melalui beberapa program tCO₂e. tCO₂e.
biaya, dan daya seperti pengembangan blue/
saing. Dampaknya green ammonia, carbon
meliputi aspek capture & storage (CCS),
operasional, pemanfaatan CO2 dari soda-
finansial, serta ash, penerapan internal carbon
produk dan pricing, dan kompensasi
layanan dan rantai melalui Nature-based Solutions
pasok Perusahaan. (NbS).
PTPI supports • Energy efficiency and process
global efforts to optimization, to enhance
address climate operational performance and
change through its reduce energy consumption;
decarbonization • Fuel switching and renewable
strategy. Climate energy utilization (RE/REC),
change is material including biomass co-firing
to the business as and the use of electric vehicles
it affects regulatory (EVs); and
compliance, cost • Low-carbon innovation
efficiency, and and emission mitigation,
competitiveness. implemented through programs
Its impacts extend such as the development of
across operational, blue/green ammonia, carbon
financial, as well capture and storage (CCS),
as the Company’s utilization of CO₂ from soda
products and ash, application of internal
services and carbon pricing, and offsetting
supply chain. through Nature-based
Solutions (NbS).
73
2025 Sustainability Report
Page 74
Keberlanjutan Kami
Our Sustainability
Manajemen Topik yang Berdampak terhadap Pemangku Kepentingan Eksternal
Management of Topics with External Stakeholder Impact
Selain tiga topik material utama, Perusahaan juga In addition to the three primary material topics, the
mengidentifikasi sejumlah topik yang memiliki Company has identified several topics that have
dampak signifikan terhadap pemangku kepentingan significant impacts on external stakeholders. These
eksternal. Topik-topik ini dikelola secara khusus untuk topics are managed specifically to ensure that the
memastikan dampak yang ditimbulkan dipahami, impacts are properly understood, measured, and
diukur, serta ditangani secara tepat sesuai ekspektasi addressed in line with stakeholder expectations and
dan kebutuhan pemangku kepentingan. needs.
Pemangku
Relevansi
Kepentingan
Topik terhadap
Eksternal/ Area
Topik Pemangku Metrik Valuasi
Penyebab Dampak yang Metrik
Material Kepentingan Output Dampak
Dampak Dievaluasi Dampak
Material Eksternal Output Impact
Impact Driver External Impact Metrics
Topic Relevance Metrics Valuation
Stakeholders /
to External
Impact Areas
Stakeholders
Assessed
Hubungan Berasal dari Pelanggan Berkaitan dengan Nilai indeks Nilai indeks Dampak diukur
dengan aktivitas Customers kualitas dan kepuasan kepuasan menggunakan
Pelanggan operasional, keamanan produk pelanggan. pelanggan metrik
Customer produk dan yang dapat Customer mencerminkan kuantitatif dari
Relations layanan, serta memengaruhi satisfaction kepercayaan skala 0-100.
rantai pasok tingkat kepercayaan index score. pelanggan Impact is
Perusahaan. konsumen. yang kuat measured
Penilaian ini Setiap penurunan terhadap using
mencakup kualitas atau kualitas produk quantitative
lebih dari 50% ketidaksesuaian dan layanan metrics on a
aktivitas bisnis produk berpotensi yang diberikan. scale of 0–100.
yang berada menimbulkan The customer
dalam cakupan risiko reputasi satisfaction
operasional serta menurunkan index score
PTPI. kepercayaan reflects strong
Arises from pelanggan. customer
the Company’s Relates to product confidence in
operational quality and the quality of
activities, safety, which can the products
products and influence the level and services
services, and of consumer trust. provided.
supply chain. Any decline in
This assessment quality or product
covers more non-compliance
than 50% may pose
of business reputational risks
activities and erode customer
within PTPI’s confidence.
operational
74 scope.
Laporan Keberlanjutan 2025
Page 75
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Pemangku
Relevansi
Kepentingan
Topik terhadap
Eksternal/ Area
Topik Pemangku Metrik Valuasi
Penyebab Dampak yang Metrik
Material Kepentingan Output Dampak
Dampak Dievaluasi Dampak
Material Eksternal Output Impact
Impact Driver External Impact Metrics
Topic Relevance Metrics Valuation
Stakeholders /
to External
Impact Areas
Stakeholders
Assessed
Hubungan Berasal dari Masyarakat Aktivitas operasional Skor Skor yang Dampak diukur
dan Dampak aktivitas Communities Perusahaan kepuasan tinggi menggunakan
terhadap operasional, berpotensi lingkungan mencerminkan metrik
Masyarakat produk dan memengaruhi masyarakat. stabilitas kuantitatif dari
Community layanan, serta kesejahteraan Community operasional skala 0-100.
Relations rantai pasok komunitas satisfaction serta Impact is
and Impact Perusahaan. serta stabilitas score. penerimaan measured
Penilaian ini operasional di masyarakat using
mencakup sekitar wilayah terhadap quantitative
lebih dari 50% kegiatan. kegiatan usaha metrics on a
aktivitas bisnis Pengelolaan yang dan perizinan scale of 0-100.
yang berada kurang memadai Perusahaan.
dalam cakupan dapat memicu A high score
operasional ketidakpuasan reflects
PTPI. masyarakat atau operational
Arises from gangguan sosial. stability
the Company’s The Company’s and strong
operations, operational activities community
products and have the potential acceptance of
services, and to affect community the Company’s
supply chain. well-being and business
This assessment the stability of activities and
covers more operations in licensing.
than 50% surrounding
of business areas. Inadequate
activities management may
within PTPI’s lead to community
operational dissatisfaction or
scope. social disruption.
75
2025 Sustainability Report
Page 76
Keberlanjutan Kami
Our Sustainability
Sertifikasi
Certifications
Dalam rangka memastikan konsistensi mutu, keamanan, To ensure consistent quality, safety, and compliance
dan kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku, PTPI with applicable requirements, PTPI implements various
menerapkan berbagai sertifikasi dan standar nasional national and international certifications and standards.
maupun internasional. Penerapan sertifikasi ini menjadi The adoption of these certifications forms an integral
bagian dari penguatan sistem manajemen Perusahaan part of strengthening the Company’s management
serta komitmen terhadap praktik operasional yang systems and reflects its commitment to reliable and
andal dan berkelanjutan. sustainable operational practices.
Nama Sertifikasi Perusahaan Lembaga Sertifikasi Masa Berlaku
Certification Name Company Certification Body Validity Period
SNI ISO 9001:2015 Sistem Manajemen PT Pupuk Indonesia URS Indonesia 25 Desember 2028
Mutu (Persero) December 25, 2028
SNI ISO 9001:2015 Quality Management
System
SNI ISO 37301:2021 Sistem Manajemen PT Pupuk Indonesia CHESNA Certification 22 Desember 2027
Kepatuhan (Persero) December 22, 2027
SNI ISO 37301:2021 Compliance
Management System
SNI ISO 37001:2016 Sistem Manajemen PT Pupuk Indonesia TUV NORD Indonesia 26 Juni 2026
Anti Penyuapan (Persero) June 26, 2026
SNI ISO 37001:2016 Anti-Bribery
Management System
SNI ISO 27001:2013 Sistem Manajemen PT Pupuk Indonesia British Standards 31 Oktober 2025
Keamanan Informasi (Persero) Institution (BSI) (proses integrasi sistem
SNI ISO 27001:2013 Information Security manajemen dengan 1
Management System lembaga sertifikasi)
October 31, 2025
(In the process of
integrating management
systems with a single
certification body)
SNI ISO 20000-1:2018 Sistem Manajemen PT Pupuk Indonesia United Registrar of 12 Februari 2026
Layanan-IT (Persero) Systems (URS) February 12, 2026
SNI ISO 20000-1:2018 IT Service
Management System
SNI ISO/IEC 17025:2017 Laboratorium PT Pupuk Indonesia Komite Akreditasi 21 Juni 2030
Kalibrasi Kalimantan Timur Nasional (KAN) June 21, 2030
SNI ISO/IEC 17025:2017 Calibration National Accreditation
Laboratory Committee
SNI ISO/IEC 17025:2017 Laboratorium PT Pupuk Indonesia Komite Akreditasi 19 September 2026
Penguji Kalimantan Timur Nasional (KAN) September 19, 2026
SNI ISO/IEC 17025:2017 Testing National Accreditation
Laboratory Committee
76 ISO 26000:2010 Panduan Tanggung PT Pupuk Indonesia British Standards 30 Oktober 2027
Jawab Sosial Kalimantan Timur Institution (BSI) October 30, 2027
ISO 26000:2010 Social Responsibility
Guidance
Laporan Keberlanjutan 2025
Page 77
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Nama Sertifikasi Perusahaan Lembaga Sertifikasi Masa Berlaku
Certification Name Company Certification Body Validity Period
ISO 270001:2022 Sistem Manajemen PT Pupuk Indonesia PT TUV Nord 31 Januari 2028
Keamanan Informasi Kalimantan Timur Indonesia January 31, 2028
ISO 270001:2022 Information Security
Management System
ISO 9001:220 Sistem Manajemen Mutu PT Pupuk Indonesia PT Sucofindo 29 Mei 2028
ISO 9001:220 Quality Management Kalimantan Timur May 29, 2028
System
ISO 14001:2015 Sistem Manajemen PT Pupuk Indonesia PT Sucofindo 29 Mei 2028
Lingkungan Kalimantan Timur May 29, 2028
ISO 14001:2015 Environmental
Management System
ISO 45001:2018 Sistem Manajemen PT Pupuk Indonesia PT Sucofindo 29 Mei 2028
Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Kalimantan Timur May 29, 2028
ISO 45001:2018 Occupational Health and
Safety Management System (OHS)
ISO 50001:2011 Sistem Manajemen Energi PT Pupuk Indonesia PT Sucofindo 29 Mei 2028
ISO 50001:2011 Energy Management Kalimantan Timur May 29, 2028
System
ISO 55001:2014 Sistem Manajemen Aset PT Pupuk Indonesia British Standards 19 Januari 2026
ISO 55001:2014 Asset Management Kalimantan Timur Institution (BSI) January 19, 2026
System
SNI ISO 37001:2016 Sistem Manajemen PT Pupuk Indonesia British Standards 15 Juni 2026
Anti Penyuapan Kalimantan Timur Institution (BSI) June 15, 2026
SNI ISO 37001:2016 Anti-Bribery
Management System
ISO 22301:2019 Sistem Manajemen PT Pupuk Indonesia PT TUV SUD 1 Februari 2027
Keberlangsungan Bisnis Kalimantan Timur Indonesia February 1, 2027
ISO 22301:2019 Business Continuity
Management System
SNI ISO 9001:220 Sistem Manajemen PT Petrokimia Gresik Sucofindo 7 Maret 2027
Mutu International March 7, 2027
SNI ISO 9001:220 Quality Management Certification Services
System
FSSC 22000 version 6 Sistem Manajemen PT Petrokimia Gresik LRQA 7 Mei 2026
Keamanan Pangan May 7, 2026
FSSC 22000 Version 6 Food Safety
Management System
SNI ISO/IEC 17025:2017 Laboratorium PT Petrokimia Gresik Komite Akreditasi 24 Oktober 2026
Penguji dan Lab Kalibrasi Nasional (KAN) October 24, 2026
SNI ISO/IEC 17025:2017 Testing and National Accreditation
Calibration Laboratory Committee
SNI ISO 50001:2011 Sistem Manajemen PT Petrokimia Gresik LRQA 11 Desember 2026
Energi December 11, 2026
SNI ISO 50001:2011 Energy Management
System
77
SNI ISO 14001:2015 Sistem Manajemen PT Petrokimia Gresik Sucofindo 7 Maret 2027
Lingkungan International March 7, 2027
SNI ISO 14001:2015 Environmental Certification Services
2025 Sustainability Report
Management System
Page 78
Keberlanjutan Kami
Our Sustainability
Nama Sertifikasi Perusahaan Lembaga Sertifikasi Masa Berlaku
Certification Name Company Certification Body Validity Period
SNI ISO 45001:2018 Sistem Manajemen PT Petrokimia Gresik PT SGS INDONESIA 28 Oktober 2026
Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) October 28, 2026
SNI ISO 45001:2018 Occupational Health
and Safety Management System (OHS)
SNI ISO 37001:2016 Sistem Manajemen PT Petrokimia Gresik Sucofindo 23 Juli 2026
Anti Penyuapan International July 23, 2026
SNI ISO 37001:2016 Anti-Bribery Certification Services
Management System
SNI ISO/IEC 27001:2022 Sistem PT Petrokimia Gresik PT TUV SUD 12 Februari 2027
Manajemen Keamanan Informasi Indonesia February 12, 2027
SNI ISO/IEC 27001:2022 Information
Security Management System
SNI ISO/IEC 20000-1:2018 Sistem PT Petrokimia Gresik PT TUV SUD 23 Januari 2025
Manajemen Layanan-IT Indonesia January 23, 2025
SNI ISO/IEC 20000-1:2018 IT Service
Management System
ISO 9001:220 Sistem Manajemen Mutu PT Pupuk Sriwidjaja PT TUV Rheinland 9 Oktober 2027
ISO 9001:220 Quality Management Palembang October 9, 2027
System
ISO 14001:2015 Sistem Manajemen PT Pupuk Sriwidjaja PT TUV Rheinland 9 Oktober 2027
Lingkungan Palembang October 9, 2027
ISO 14001:2015 Environmental
Management System
ISO 45001:2018 Sistem Manajemen PT Pupuk Sriwidjaja PT SGS Indonesia 16 Februari 2028
Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Palembang February 16, 2028
ISO 45001:2018 Occupational Health and
Safety Management System (OHS)
ISO 50001:2018 Sistem Manajemen PT Pupuk Sriwidjaja British Standards 15 Mei 2028
Energi Palembang Institution (BSI) May 15, 2028
ISO 50001:2018 Energy Management
System
ISO 37001:2016 Sistem Manajemen Anti PT Pupuk Sriwidjaja PT TUV Nord 25 Oktober 2026
Penyuapan Palembang Indonesia October 25, 2026
ISO 37001:2016 Anti-Bribery Management
System
ISO 270001:2022 Sistem Manajemen PT Pupuk Sriwidjaja PT TUV SUD 21 Maret 2027
Keamanan Informasi Palembang Indonesia March 21, 2027
ISO 270001:2022 Information Security
Management System
ISO 22301:2019 Sistem Manajemen PT Pupuk Sriwidjaja PT TUV Nord 28 Mei 2027
Keberlangsungan Bisnis Palembang Indonesia May 28, 2027
ISO 22301:2019 Business Continuity
Management System
SNI ISO/IEC 17025:2017 Laboratorium PT Pupuk Sriwidjaja Komite Akreditasi 20 September 2030
Kalibrasi Palembang Nasional (KAN) September 20, 2030
78 SNI ISO/IEC 17025:2017 Calibration National Accreditation
Laboratory Committee
SNI ISO/IEC 17025:2017 Laboratorium PT Pupuk Sriwidjaja Komite Akreditasi 28 Juli 2029
Laporan Keberlanjutan 2025
Pengujian Palembang Nasional (KAN) July 28, 2029
SNI ISO/IEC 17025:2017 Testing National Accreditation
Laboratory Committee
Page 79
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Nama Sertifikasi Perusahaan Lembaga Sertifikasi Masa Berlaku
Certification Name Company Certification Body Validity Period
SNI ISO/IEC 17043:2010 Persyaratan PT Pupuk Sriwidjaja Komite Akreditasi 19 April 2027
Umum untuk Penyelenggara Uji Palembang Nasional (KAN) April 19, 2027
Profisiensi National Accreditation
SNI ISO/IEC 17043:2010 General Committee
Requirements for Proficiency Testing
Providers
FSSC 22000 Sistem Manajemen PT Pupuk Kujang Cikampek PT Mutuagung Lestari September 2027
Keamanan Pangan September 2027
FSSC 22000 Food Safety Management
System
ISO 50001:2018 Sistem Manajemen PT Pupuk Kujang Cikampek Sucofindo November 2026
Energi International November 2026
ISO 50001:2018 Energy Management Certification Services
System
SNI ISO 9001:2015 Sistem Manajemen PT Pupuk Kujang Cikampek Sucofindo Desember 2026
Mutu International December 2026
SNI ISO 9001:2015 Quality Management Certification Services
System
SNI ISO 37001:2016 Sistem Manajemen PT Pupuk Kujang Cikampek Sucofindo Agustus 2026
Anti Penyuapan International August 2026
SNI ISO 37001:2016 Anti-Bribery Certification Services
Management System
Sistem Manajemen Keselamatan dan PT Pupuk Kujang Cikampek Menteri Agustus 2027
Kesehatan Kerja (SMK3) Ketenagakerjaan RI August 2027
Occupational Health and Safety Minister of Manpower
Management System (SMK3) of the Republic of
Indonesia
Sistem Manajemen Pengamanan PT Pupuk Kujang Cikampek Kepala Kepolisian Agustus 2026
Security Management System Negara RI August 2026
Chief of the
Indonesian National
Police
SNI ISO 14001:2015 Sistem Manajemen PT Pupuk Kujang Cikampek Sucofindo Desember 2026
Lingkungan International December 2026
SNI ISO 14001:2015 Environmental Certification Services
Management System
SNI ISO/IEC 27001:2022 Sistem PT Pupuk Kujang Cikampek PT Mutuagung Lestari Oktober 2027
Manajemen Keamanan Informasi October 2027
SNI ISO/IEC 27001:2022 Information
Security Management System
Standar Industri Hijau PT Pupuk Kujang Cikampek Balai Sertifikasi 24 September 2029
Green Industry Standard Industri Kementerian September 24, 2029
Perindustrian RI
Industrial Certification
Center of the Ministry
of Industry of the
79
Republic of Indonesia
SNI ISO/IEC 17025:2017 Standar PT Pupuk Kujang Cikampek Komite Akreditasi Agustus 2027
Kompetensi Laboratorium Pengujian dan Nasional (KAN) August 2027
2025 Sustainability Report
Kalibrasi National Accreditation
SNI ISO/IEC 17025:2017 Competence of Committee
Testing and Calibration Laboratories
Page 80
Keberlanjutan Kami
Our Sustainability
Nama Sertifikasi Perusahaan Lembaga Sertifikasi Masa Berlaku
Certification Name Company Certification Body Validity Period
ISO 9001:2015 Sistem Manajemen Mutu PT Pupuk Iskandar Muda PT Sucofindo 17 September 2027
ISO 9001:2015 Quality Management September 17, 2027
System
ISO 14001:2015 Sistem Manajemen PT Pupuk Iskandar Muda PT Sucofindo 17 September 2027
Lingkungan September 17, 2027
ISO 14001:2015 Environmental
Management System
ISO 37001:2016 Sistem Manajemen Anti PT Pupuk Iskandar Muda PT Sucofindo 22 Juli 2026
Penyuapan July 22, 2026
ISO 37001:2016 Anti-Bribery Management
System
SNI ISO/IEC 17025:2017 Standar PT Pupuk Iskandar Muda Komite Akreditasi 18 Desember 2029
Kompetensi Laboratorium Pengujian dan Nasional (KAN) December 18, 2029
Kalibrasi National Accreditation
SNI ISO/IEC 17025:2017 Competence of Committee
Testing and Calibration Laboratories
ISO 9001:2015 Sistem Manajemen Mutu PT Rekayasa Industri PT TUV Rheinland 30 Juli 2026
ISO 9001:2015 Quality Management July 30, 2026
System
ISO 14001:2015 Sistem Manajemen PT Rekayasa Industri PT TUV Rheinland 20 Desember 2026
Lingkungan December 20, 2026
ISO 14001:2015 Environmental
Management System
ISO 45001:2018 Sistem Manajemen PT Rekayasa Industri PT TUV Rheinland 10 Oktober 2025
Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) October 10, 2025
ISO 45001:2018 Occupational Health and
Safety Management System (OHS)
ISO 37001:2016 Sistem Manajemen Anti PT Rekayasa Industri PT TUV Rheinland 10 Agustus 2026
Penyuapan August 10, 2026
ISO 37001:2016 Anti-Bribery Management
System
SNI ISO 37001:2016 Sistem Manajemen PT Pupuk Indonesia Niaga PT TUV Nord 20 Juni 2026
Anti Penyuapan Indonesia June 20, 2026
SNI ISO 37001:2016 Anti-Bribery
Management System
SNI ISO 37001:2016 Sistem Manajemen PT Pupuk Indonesia Logistik PT TUV Nord 20 Juni 2026
Anti Penyuapan Indonesia June 20, 2026
SNI ISO 37001:2016 Anti-Bribery
Management System
ISO 37001:2016 Sistem Manajemen Anti PT Pupuk Indonesia Pangan PT TUV Nord 20 Juni 2026
Penyuapan Indonesia June 20, 2026
ISO 37001:2016 Anti-Bribery Management
System
80
Laporan Keberlanjutan 2025
Page 81
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Keanggotaan Asosiasi [OJK C.5] [GRI 2-28]
Association Memberships
Guna memperluas wawasan, memperkuat jejaring, serta To broaden insights, strengthen networks, and gain
memperoleh pembelajaran mengenai perkembangan knowledge on the latest industry developments and
dan tren terbaru di industri, PTPI berpartisipasi sebagai trends, PTPI participates as a member in various
anggota dalam berbagai asosiasi dan organisasi. associations and organizations. These memberships
Keanggotaan ini mendukung pertukaran pengetahuan, support knowledge exchange, cross-stakeholder
kolaborasi lintas pemangku kepentingan, serta collaboration, and the advancement of adaptive
penguatan praktik bisnis yang adaptif. business practices.
Nama Organisasi Posisi di Organisasi Skala Organisasi
Organization Name Position in the Organization Scale of Organization
Pengurus Internasional
International Fertilizer Association (IFA)
Committee International
Anggota Internasional
United Nations Global Compact (UNGC)
Member International
Asosiasi Produsen Pupuk Indonesia Pengurus Nasional
Association of Indonesian Fertilizer Producers Committee National
Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia Anggota Nasional
Indonesian Chamber of Commerce and Industry Member National
Lembaga Sertifikasi Profesi Industri Pupuk Indonesia Pengurus Nasional
Indonesian Fertilizer Industry Professional Certification Institute Committee National
Partisipasi PTPI dalam Forum dan Asosiasi Internasional
PTPI’s Participation in International Forums and Associations
PTPI terus memperkuat peran aksi iklim dan
keberlanjutan di tingkat global melalui partisipasi aktif
dalam forum internasional serta keanggotaan asosiasi
strategis. Komitmen ini tecermin dari keterlibatan pada
2025 UN Climate Change Conference (UNFCCC COP
30), di Belém, Brazil, di mana PTPI menegaskan ekonomi
sirkular sebagai strategi utama untuk menekan emisi,
meningkatkan efisiensi sumber daya, serta mendorong
inovasi hijau yang mendukung nilai ekonomi
berkelanjutan dan ketahanan pangan. Sejalan dengan
itu, Direktur Utama PTPI, Rahmad Pribadi, menjabat sebagai Sustainability Committee Chair di International
Fertilizer Association, yaitu asosiasi industri pupuk global yang mendorong praktik keberlanjutan, efisiensi
produksi, dan ketahanan pangan dunia.
PTPI continues to strengthen its role in global climate action and sustainability through active participation in
international forums and strategic association memberships. This commitment is reflected in its engagement 81
at the 2025 UN Climate Change Conference (UNFCCC COP 30) in Belém, Brazil, where PTPI reaffirmed
the circular economy as a key strategy to reduce emissions, enhance resource efficiency, and drive green
2025 Sustainability Report
innovation that supports sustainable economic value and food security. In line with it, the President Director
of PTPI, Rahmad Pribadi, serves as Sustainability Committee Chair at the International Fertilizer Association,
a global fertilizer industry association that promotes sustainability practices, production efficiency, and global
food security.
Page 82
Penguatan Tata Kelola dan Kepatuhan Strengthening Governance and Compliance
Page 83
Page 84
Penguatan Tata Kelola dan Kepatuhan
Strengthening Governance and Compliance
Penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik
Implementation of Good Corporate Governance
PTPI menerapkan lima prinsip dasar tata kelola PTPI adopts five core principles of good corporate
perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/ governance (GCG), namely transparency, accountability,
GCG), yaitu transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, responsibility, independence, and fairness, collectively
independensi, dan kewajaran, yang dikenal dengan referred to as TARIF. These principles serve as
akronim TARIF (Transparency, Accountability, a guiding framework for all Company Organs in
Responsibility, Independency, and Fairness). Prinsip- managing and overseeing operations in a professional,
prinsip ini menjadi pedoman bagi seluruh Organ objective, and integrity-driven manner. Transparency
Perusahaan dalam mengelola dan mengawasi ensures the disclosure of relevant and material
jalannya perusahaan secara profesional, objektif, information, accountability establishes clear roles and
dan berintegritas. Transparansi memastikan responsibilities, responsibility underscores compliance
keterbukaan informasi yang relevan dan material, with regulations and social obligations, independence
akuntabilitas menegaskan kejelasan fungsi dan safeguards decision-making from conflicts of interest,
pertanggungjawaban, responsibilitas menekankan and fairness ensures equitable treatment of all
kepatuhan terhadap peraturan dan tanggung jawab stakeholders.
sosial, independensi menjaga pengambilan keputusan
dari benturan kepentingan, sedangkan kewajaran
menjamin perlakuan yang adil bagi seluruh pemangku
kepentingan.
Penerapan prinsip GCG merupakan komitmen kebijakan The implementation of GCG principles reflects PTPI’s
tata kelola PTPI yang diintegrasikan ke dalam berbagai governance commitment, which is embedded across
Pedoman, Prosedur, Instruksi Kerja, dan proses bisnis various guidelines, procedures, work instructions, and
di seluruh perusahaan. Komitmen penerapan GCG business processes throughout the organization. This
tersebut diwujudkan melalui pengesahan Pedoman commitment is formalized through the endorsement of
GCG oleh Dewan Komisaris dan Direksi. [GRI 2-23] [GRI 2-24] the GCG Guidelines by the Board of Commissioners
and the Board of Directors. [GRI 2-23] [GRI 2-24]
84
Laporan Keberlanjutan 2025
Page 85
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Struktur dan Komposisi Tata Kelola [GRI 2-9]
Governance Structure and Composition [GRI 2-9]
PTPI menerapkan struktur tata kelola sesuai dengan PTPI implements a governance structure in accordance
Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang with Law No. 40 of 2007 on Limited Liability Companies,
Perseroan Terbatas, yang terdiri atas Organ Utama comprising Main Organs and Supporting Organs.
dan Organ Pendukung. Organ Utama meliputi Rapat The Main Organs consist of the General Meeting of
Umum Pemegang Saham (RUPS), Dewan Komisaris, Shareholders (GMS), the Board of Commissioners, and
dan Direksi, sedangkan Organ Pendukung terdiri atas the Board of Directors, while the Supporting Organs
komite-komite di bawah Dewan Komisaris dan Direksi. include committees established under the Board of
Dalam pelaksanaannya, PTPI menerapkan tata kelola Commissioners and the Board of Directors. In practice,
two-tier system dengan pemisahan yang jelas antara PTPI adopts a two-tier governance system, with a clear
fungsi pengawasan dan pemberian nasihat serta separation between the supervisory and advisory
arahan oleh Dewan Komisaris dan fungsi pengurusan functions performed by the Board of Commissioners
oleh Direksi. Peran Direktur Utama dan Komisaris and the management functions carried out by the Board
Utama dipisahkan secara struktural, artinya Komisaris of Directors. The roles of the President Director and the
Utama bersifat non-eksekutif dan independen, sesuai President Commissioner are structurally separated,
ketentuan yang berlaku. with the President Commissioner serving in a non-
executive and independent capacity, in accordance
with prevailing regulations.
Struktur Tata Kelola Perusahaan didasarkan pada The Company’s governance structure is based on the
ketentuan peraturan perundang-undangan dan aturan provisions of applicable laws and regulations, including:
yang terkait, antara lain:
1. Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang 1. Law No. 40 of 2007 on Limited Liability Companies
Perseroan Terbatas dan perubahannya and its amendments
2. Undang-Undang No. 19 Tahun 2003 tentang Badan 2. Law No. 19 of 2003 concerning State-Owned
Usaha Milik Negara dan perubahannya Enterprises and its amendments
3. Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara 3. Regulation of the Minister of State-Owned
Nomor PER-02/MBU/03/2023 tentang Pedoman Enterprises No. PER-02/MBU/03/2023 on
Tata Kelola dan Kegiatan Korporasi Signifikan pada Governance Guidelines and Significant Corporate
Badan Usaha Milik Negara Actions within State-Owned Enterprises
4. Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara 4. Regulation of the Minister of State-Owned
Nomor PER-03/MBU/03/2023 tentang Organ dan Enterprises No. PER-03/MBU/03/2023 on Organs
Sumber Daya Manusia Badan Usaha Milik Negara and Human Resources of State-Owned Enterprises
5. Prinsip-prinsip Corporate Governance yang 5. The Principles of Corporate Governance developed
dikembangkan oleh Organization for Economic by the Organization for Economic Cooperation and
Cooperation and Development (OECD) Development (OECD)
6. Pedoman Umum Governansi Korporasi Indonesia 6. The General Guidelines on Corporate Governance
(PUGKI) yang dikembangkan oleh Komite Nasional in Indonesia (PUGKI) developed by the National
Kebijakan Governance (KNKG) Committee on Governance Policy (KNKG)
7. Peraturan Internal Perusahaan, antara lain: 7. The Company’s Internal Regulations, including:
a. Pedoman Tata Kelola Perusahaan (Code of a. Code of Corporate Governance;
Corporate Governance); 85
b. Pedoman Kerja Dewan Komisaris dan Direksi b. Board of Commissioners and Board of
(Board Manual); Directors Manual (Board Manual);
2025 Sustainability Report
c. Pedoman Etika dan Perilaku (Code of Conduct); c. Code of Conduct;
d. Pedoman Tata Kelola Kelompok Usaha (Code d. Code of Group Governance;
of Group Governance);
Page 86
Penguatan Tata Kelola dan Kepatuhan
Strengthening Governance and Compliance
e. Kebijakan dan Pedoman Tata Kelola Terintegrasi e. Integrated Governance Policies and Guidelines
Konglomerasi Pupuk Indonesia Group; dan of the Pupuk Indonesia Group Conglomerate;
and
f. Piagam Satuan Pengawasan Intern Perusahaan. f. Charter of the Company’s Internal Audit Unit.
Struktur Tata Kelola [GRI 2-9]
Governance Structure
Organ
Utama
Main
Organ
Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)
General Meeting of Shareholders (GMS)
Dewan Komisaris Direksi
Board of Commissioners Board of Directors
Unit Kerja Fungsional
Sekretaris Dewan Komisaris Sekretaris Perusahaan Lainnya:
Board of Commissioners Corporate Secretary Pengembangan Bisnis |
Secretary Perenc. & Pengendalian
Organ
Pendukung Aset | Akuntansi | Hukum |
Supporting Komite Audit Satuan Pengawasan Intern Manajemen Operasi | IARI
Organ Audit Committee Internal Control Unit | Portofolio Bisnis | Strategi
Korporat | Kinerja Korporat
| Keuangan & Pendanaan
Investasi | Penjualan
Komite Pemantau Risiko Manajemen Risiko
Korporasi | Pemasaran |
Risk Monitoring Committee Risk Management
Perenc. Pengadaan | Komite
di bawah Direksi.
SP SDM, MP SDM, Other Functional Work
Komite Nominasi &
Operasional SDM Units:
Remunerasi
HC Strategy & Planning, HC, Business Development |
Nomination & Remuneration
Management & Development, Asset Planning & Control
Committee
HC Operations | Accounting | Legal |
Operations Management
| IARI | Business Portfolio
Komite Tata Kelola | Corporate Strategy
Terintegrasi Tata Kelola & Kepatuhan | Corporate Synergy |
Integrated Governance Governance & Compliance Investment Finance &
Committee Funding | Corporate Sales
| Marketing Planning |
Procurement Planning |
Committee under Board of
86 Directors.
Laporan Keberlanjutan 2025
Keterangan: | Description:
Garis Komando Garis Koordinasi Strategis Garis Koordinasi Teknis
Chain of Command Strategic Coordination Line Technical Coordination Line
Page 87
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Komposisi Organ Tata Kelola [GRI 2-11]
Composition of Governance Bodies
Komposisi Organ Utama dan Organ Pendukung terdiri The composition of the Main Organs and Supporting
dari: Organs is as follows:
1. Dewan Komisaris : 9 (sembilan) orang dengan 3 1. Board of Commissioners: 9 (nine) members,
(tiga) orang Komisaris Independen. including 3 (three) Independent Commissioners
2. Direksi : 8 (delapan) orang. 2. Board of Directors: 8 (eight) members
3. Komite Audit : 5 (lima) orang. 3. Audit Committee: 5 (five) members
4. Komite Pemantau Risiko: 6 (enam) orang. 4. Risk Monitoring Committee: 6 (six) members
5. Komite Nominasi & Remunerasi : 4 (empat) orang. 5. Nomination & Remuneration Committee: 4 (four)
members
6. Komite Tata Kelola Terintegrasi: 18 (delapan belas) 6. Integrated Governance Committee: 18 (eighteen)
orang. members
Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) [GRI 2-11]
General Meeting of Shareholders (GMS)
RUPS merupakan organ tertinggi dalam struktur tata The GMS is the highest organ in PTPI’s corporate
kelola perusahaan PTPI yang memiliki kewenangan governance structure, holding authority not granted to
yang tidak diberikan kepada Direksi maupun Dewan the Board of Directors or the Board of Commissioners,
Komisaris, dalam batasan sebagaimana diatur dalam within the limits stipulated by the Law on Limited Liability
Undang-Undang Perseroan Terbatas dan Anggaran Companies and the Company’s Articles of Association.
Dasar Perusahaan. RUPS berfungsi sebagai forum bagi The GMS is a forum for shareholders to make strategic
para pemegang saham untuk mengambil keputusan decisions on corporate policies, including the approval
strategis terkait kebijakan Perusahaan, termasuk of the Annual Report and Financial Statements, the
pengesahan Laporan Tahunan dan Laporan Keuangan, appointment and dismissal of members of the Board
pengangkatan dan pemberhentian anggota Direksi of Directors and the Board of Commissioners, the
serta Dewan Komisaris, penetapan penggunaan laba, determination of profit appropriation, and the approval
serta persetujuan atas aksi korporasi strategis lainnya, of other strategic corporate actions, while taking into
dengan tetap memperhatikan kepentingan Perusahaan account the interests of the Company and in compliance
serta ketentuan Anggaran Dasar dan peraturan with the Articles of Association and applicable laws and
perundang-undangan yang berlaku. regulations.
Dalam halnya terkait perubahan Anggaran Dasar Any amendments to the Articles of Association must
wajib memperoleh persetujuan RUPS sesuai dengan obtain approval from the GMS in accordance with
ketentuan peraturan perundang-undangan yang applicable laws and regulations. This requirement
berlaku. Ketentuan ini memastikan bahwa keputusan ensures that strategic decisions affecting the Company’s
strategis yang berdampak pada struktur dan arah structure and direction are carried out transparently and
Perusahaan dilakukan secara transparan serta melalui through a shareholder approval mechanism. In addition,
mekanisme persetujuan pemegang saham. Selain the appointment and/or dismissal of members of the
itu, pengangkatan dan/atau pemberhentian anggota Board of Commissioners and the Board of Directors
Dewan Komisaris dan Direksi dilakukan melalui RUPS, are conducted through the GMS, including periodic re-
termasuk pelaksanaan pemilihan ulang (re-election) election in line with the terms of office stipulated in the 87
secara periodik sesuai dengan masa jabatan yang Articles of Association and prevailing regulations.
ditetapkan dalam Anggaran Dasar dan ketentuan yang
2025 Sustainability Report
berlaku.
Selama periode tahun buku 2025, PTPI telah During the 2025 financial year, the Company held a
menyelenggarakan sebanyak 8 kali RUPS, yang terdiri total of eight GMS meetings, comprising the Annual
dari RUPS Tahunan (RUPST)/RUPS RKAP 2025 pada 30 GMS (AGMS)/2025 RKAP GMS held on January 30,
Page 88
Penguatan Tata Kelola dan Kepatuhan
Strengthening Governance and Compliance
Januari 2025, RUPST/RUPS Kinerja/Laporan Tahunan 2025, the AGMS/GMS for Performance/2024 Annual
2024 pada 16 Juni 2025, serta RUPS Luar Biasa Report held on June 16, 2025, and Extraordinary GMS
(RUPSLB) yang dilaksanakan pada 18 Maret 2025, 22 (EGMS) meetings held on March 18, 2025, March 22,
Maret 2025, 16 Juli 2025 (dua agenda), 24 Juni 2025, 2025, July 16, 2025 (two agendas), June, 24 2025, and
dan 22 Agustus 2025. August 22, 2025.
Dewan Komisaris
Board of Commissioners
Dewan Komisaris PTPI merupakan organ Perusahaan The PTPI Board of Commissioners is a corporate
yang bertugas melakukan pengawasan secara umum organ responsible for conducting general and/or
dan/atau khusus sesuai dengan Anggaran Dasar, specific supervision in accordance with the Articles of
serta memberikan nasihat dan arahan kepada Direksi Association, as well as providing advice and direction
dalam menjalankan pengurusan Perusahaan. Dalam to the Board of Directors in managing the Company. In
menjalankan fungsinya, Dewan Komisaris berperan carrying out its functions, the Board of Commissioners
aktif memastikan penerapan prinsip-prinsip GCG, plays an active role in ensuring the implementation of
mengawasi kebijakan pengurusan, pelaksanaan GCG principles, overseeing management policies, the
rencana bisnis, serta kinerja Direksi. Dewan Komisaris execution of business plans, and the performance of the
juga memberikan arahan strategis guna memastikan Board of Directors. The Board of Commissioners also
keberlanjutan usaha Perusahaan dalam jangka panjang, provides strategic direction to support the Company’s
termasuk pada aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan, long-term business sustainability, including economic,
dengan dukungan komite-komite yang dibentuk sesuai social, and environmental aspects, with the support of
kebutuhan dan ketentuan peraturan perundang- committees established in accordance with applicable
undangan yang berlaku. [GRI 2-9] laws and regulations. [GRI 2-9]
Dalam menjalankan tugas dan fungsinya, Dewan In carrying out its duties and functions, the Board of
Komisaris didukung oleh Organ Pendukung Dewan Commissioners is supported by Supporting Organs of
Komisaris yang terdiri atas: the Board of Commissioners, consisting of:
1. Sekretaris Dewan Komisaris 1. Board of Commissioners Secretary
2. Komite Audit 2. Audit Committee
3. Komite Pemantau Risiko 3. Risk Monitoring Committee
4. Komite Nominasi dan Remunerasi 4. Nomination and Remuneration Committee
5. Komite Tata Kelola Terintegrasi 5. Integrated Governance Committee
Untuk menjaga independensi dan mencegah konflik To maintain independence and prevent conflicts
kepentingan, tidak terdapat anggota Dewan Komisaris of interest, none of the members of the Board of
yang merangkap jabatan sebagai Direksi. Dengan Commissioners hold concurrent positions as members
demikian, fungsi pengawasan dapat dijalankan secara of the Board of Directors. This ensures that the
optimal sesuai dengan praktik GCG. [GRI 2-9] supervisory function is carried out effectively in line with
GCG practices. [GRI 2-9]
Dalam rangka penerapan Tata Kelola Terintegrasi In implementing Integrated Governance in accordance
sesuai Peraturan Menteri BUMN Nomor PER-02/ with the Regulation of the Minister of SOEs No. PER-
88 MBU/03/2023, Dewan Komisaris membentuk Komite 02/MBU/03/2023, the Board of Commissioners
Tata Kelola Terintegrasi sebagai organ pengelola established the Integrated Governance Committee
risiko di bawah Dewan Komisaris yang menjalankan as a risk governance body under the Board of
Laporan Keberlanjutan 2025
tugas, wewenang, dan tanggung jawab sebagaimana Commissioners, which carries out its duties, authorities,
diatur dalam peraturan tersebut. Komite Tata Kelola and responsibilities as stipulated in the regulation. The
Terintegrasi PTPI beranggotakan seluruh Dewan PTPI Integrated Governance Committee comprises all
Page 89
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Komisaris PTPI serta Komisaris Utama dari seluruh Anak members of the PTPI Board of Commissioners as well
Perusahaan, dan secara berkala melakukan evaluasi as the President Commissioners of all subsidiaries, and
atas penerapan Tata Kelola Terintegrasi di lingkungan periodically evaluates the implementation of Integrated
Anak Perusahaan melalui rapat Komite Tata Kelola Governance across subsidiaries through Integrated
Terintegrasi. Governance Committee meetings.
Dalam penentuan Komisaris Independen, Perusahaan In determining Independent Commissioners, the
mengacu pada Peraturan Menteri Negara Badan Company refers to the Regulation of the Minister of
Usaha Milik Negara No. PER-2/MBU/03/2023 tentang State-Owned Enterprises No. PER-2/MBU/03/2023
Pedoman Tata Kelola dan Kegiatan Korporasi Signifikan on Governance Guidelines and Significant Corporate
Badan Usaha Milik Negara, yang mengatur bahwa Activities of State-Owned Enterprises, which stipulates
jumlah Komisaris Independen paling sedikit 20% that the number of independent commissioners shall
dari total anggota Dewan Komisaris. Adapun kriteria be at least 20% of the total members of the Board
Komisaris Independen adalah sebagai berikut: of Commissioners. The criteria for Independent
Commissioners are as follows:
1. Tidak memiliki hubungan keuangan 1. No financial relationships
2. Tidak memiliki hubungan kepengurusan 2. No management relationships
3. Tidak memiliki kepemilikan saham 3. No share ownership
4. Tidak memiliki hubungan keluarga dengan anggota 4. No family relationships with other members of the
Dewan Komisaris lainnya, anggota Direksi, dan/ Board of Commissioners, members of the Board of
atau pemegang saham pengendali Directors, and/or controlling shareholders
5. Tidak memiliki hubungan dengan BUMN yang 5. No relationships with the relevant SOE that may
bersangkutan yang dapat mempengaruhi affect the ability to act independently
kemampuannya untuk bertindak independen
Seluruh Komisaris secara periodik telah menandatangani All Commissioners have periodically signed an Integrity
Pakta Integritas sebagai pernyataan independensi Pact as a statement of independence in carrying out
dalam menjalankan fungsi pengawasan dan pemberian their supervisory and advisory functions over the
nasihat terhadap pengurusan Perusahaan. Pada management of the Company. During the reporting
periode pelaporan, Komisaris Independen Perusahaan period, the Company had 3 (three) Independent
berjumlah 3 (tiga) orang atau sebesar 33% dari anggota Commissioners, representing 33% of the members of
Dewan Komisaris. Komposisi Dewan Komisaris the Board of Commissioners. The composition of the
Perusahaan sebagai berikut: [GRI 2-9] Company’s Board of Commissioners is as follows: [GRI
2-9]
Eksekutif/ Independen/
Non Non Posisi Lain di Dalam dan di
Jenis
Nama Jabatan Eksekutif Independen Masa Jabatan Luar Perusahaan
Kelamin
Name Position Executive/ Independent/ Term of Office Positions Within the Company
Gender
Non- Non- and Outside the Company
Executive Independent
Sudaryono Komisaris Laki-laki Non Eksekutif Non 16 Juni 2025– Wakil Menteri Pertanian Indonesia
Utama Male Non-Executive Independen RUPS Kinerja di (Juli 2024–sekarang).
President Non- Tahun 2030 Vice Minister of Agriculture of
Commissioner Independent June 16, 2025 Indonesia (July 2024–present).
– GMS on 89
Performance in
2030
2025 Sustainability Report
Page 90
Penguatan Tata Kelola dan Kepatuhan
Strengthening Governance and Compliance
Eksekutif/ Independen/
Non Non Posisi Lain di Dalam dan di
Jenis
Nama Jabatan Eksekutif Independen Masa Jabatan Luar Perusahaan
Kelamin
Name Position Executive/ Independent/ Term of Office Positions Within the Company
Gender
Non- Non- and Outside the Company
Executive Independent
Irfan Ahmad Komisaris Laki-laki Non Eksekutif Independen 22 Juli 2024 - Direktur Utama PT Fatijja
Fauzi Independen Male Non-Executive Independent RUPS Kinerja di Nusantara Inovasi (2021–
Independent Tahun 2029 sekarang).
Commissioner July 22, 2024 President Director of PT Fatijja
– GMS on Nusantara Inovasi (2021–present).
Performance in
2029
Rachlan S. Komisaris Laki-laki Non Eksekutif Independen 16 Juni 2025– • Wakil Ketua Komite Tetap
Nashidik Independen Male Non-Executive Independent RUPS Kinerja di Infrastruktur Kamar Dagang
Independent Tahun 2030 dan Industri Indonesia (2025–
Commissioner June 16, 2025 sekarang);
– GMS on • Senior Advisor PT Pegasus
Performance in Galang Mineral (2020 -
2030 sekarang).
• Vice Chairman of the Standing
Committee on Infrastructure,
Indonesian Chamber of
Commerce and Industry (2025–
present);
• Senior Advisor at PT Pegasus
Galang Mineral (2020–present).
Chrisna Deva Komisaris Laki-laki Non Eksekutif Independen 24 Juni 2025– • Komisaris PT Global Arrow
Priyapratama Independen Male Non-Executive Independent RUPS Kinerja di (2022–sekarang);
Independent Tahun 2030 • Direktur Armindo Dinamika
Commissioner June 24, 2025 Energi (2011–sekarang);
– GMS on • Direktur PT Kaltim Nitrat
Performance in Indonesia (2008–sekarang).
2030 • Commissioner of PT Global
Arrow (2022–present);
• Director of Armindo Dinamika
Energi (2011–present);
• Director of PT Kaltim Nitrat
Indonesia (2008–present).
Iwan Sumule Komisaris Laki-laki Non Eksekutif Non 16 Juni 2025– • Wakil II Kepala Badan
Commissioner Male Non-Executive Independen RUPS Kinerja di Percepatan Pengentasan
Non- Tahun 2030 Kemiskinan Republik Indonesia
Independent June 16, 2025 (2024–sekarang);
– GMS on • Ketua Majelis Jaringan Aktivis
Performance in Pro Demokrasi (ProDem)
2030 (2023–sekarang).
• Deputy II to the Head of
the National Agency for
the Acceleration of Poverty
Alleviation, Republic of
Indonesia (2024–present);
• Chairman of the Council of
the Pro-Democracy Activists
Network (ProDem) (2023–
present).
90
Laporan Keberlanjutan 2025
Page 91
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Eksekutif/ Independen/
Non Non Posisi Lain di Dalam dan di
Jenis
Nama Jabatan Eksekutif Independen Masa Jabatan Luar Perusahaan
Kelamin
Name Position Executive/ Independent/ Term of Office Positions Within the Company
Gender
Non- Non- and Outside the Company
Executive Independent
Nurul Ichwan Komisaris Laki-laki Non Eksekutif Non 16 Juni 2025– Deputi Bidang Promosi dan
Commissioner Male Non-Executive Independen RUPS Kinerja di Penanaman Modal Kementerian
Non- Tahun 2030 Investasi dan Hilirisasi/Badan
Independent June 16, 2025 Koordinasi Penanaman Modal
– GMS on (BKPM) (2022–sekarang).
Performance in Deputy for Investment Promotion
2030 and Investment, Ministry of
Investment and Downstreaming/
Investment Coordinating Board
(BKPM) (2022–present)
Yovie Komisaris Laki-laki Non Eksekutif Non 16 Juni 2025– Staf Khusus Presiden Bidang
Widianto Commissioner Male Non-Executive Independen RUPS Kinerja di Ekonomi Kreatif (Oktober 2024–
Non- Tahun 2030 sekarang).
Independent June 16, 2025 Special Staff to the President
– GMS on for Creative Economy (October
Performance in 2024–present).
2030
Suwandi Komisaris Laki-laki Non Eksekutif Non 16 Juni 2025– Sekretaris Jenderal (Sekjen)
Commissioner Male Non-Executive Independen RUPS Kinerja di Kementerian Pertanian (2025–
Non- Tahun 2030 sekarang).
Independent June 16, 2025 Secretary General of the Ministry
– GMS on of Agriculture (2025–present).
Performance in
2030
Dadan Komisaris Laki-laki Non Eksekutif Non 24 April 2026– Sekretaris Jenderal Dewan Energi
Kusdiana Commissioner Male Non-Executive Independen RUPS Kinerja di Nasional (2025–sekarang).
Non- Tahun 2030 Secretary General of the National
Independent April 24, Energy Council (2025–present).
2026–GMS on
Performance in
2030
Dalam memastikan efektivitas tata kelola, Perusahaan In ensuring the effectiveness of governance, the
memperhatikan komposisi organ pengawas dan Company considers the composition of its supervisory
pengelola dengan mempertimbangkan keberagaman, and management bodies by taking diversity into
di mana komposisi saat ini juga mencerminkan account, where the current composition also reflects
perpanjangan representasi kelompok sosial yang extended representation of underrepresented social
kurang terwakili. Perusahaan memastikan bahwa groups. The Company ensures that members of its
anggota organ tata kelola memiliki kompetensi yang governance bodies possess competencies relevant
relevan dengan dampak organisasi, mencakup aspek to the organization’s impacts, covering economic,
ekonomi, lingkungan, dan sosial. Selain itu, Perusahaan environmental, and social aspects. In addition, the
mengakomodasi keterwakilan pemangku kepentingan Company accommodates stakeholder representation
melalui mekanisme konsultasi dan komunikasi yang through structured consultation and communication
terstruktur guna mendukung pengambilan keputusan mechanisms to support sustainable decision-making.
yang berkelanjutan. [GRI 2-9] [GRI 2-9] 91
2025 Sustainability Report
Page 92
Penguatan Tata Kelola dan Kepatuhan
Strengthening Governance and Compliance
Direksi
Board of Directors
Dalam memastikan efektivitas tata kelola, Perusahaan In ensuring the effectiveness of governance, the
memperhatikan komposisi organ pengawas dan Company considers the composition of its supervisory
pengelola dengan mempertimbangkan keberagaman, and management bodies by taking diversity into
di mana komposisi saat ini juga mencerminkan account, where the current composition also reflects
perpanjangan representasi kelompok sosial yang extended representation of underrepresented social
kurang terwakili. Perusahaan memastikan bahwa groups. The Company ensures that members of its
anggota organ tata kelola memiliki kompetensi yang governance bodies possess competencies relevant
relevan dengan dampak organisasi, mencakup aspek to the organization’s impacts, covering economic,
ekonomi, lingkungan, dan sosial. Selain itu, Perusahaan environmental, and social aspects. In addition, the
mengakomodasi keterwakilan pemangku kepentingan Company accommodates stakeholder representation
melalui mekanisme konsultasi dan komunikasi yang through structured consultation and communication
terstruktur guna mendukung pengambilan keputusan mechanisms to support sustainable decision-making.
yang berkelanjutan. [GRI 2-9] [GRI 2-9]
Direksi PTPI merupakan organ Perusahaan yang The PTPI Board of Directors is the corporate body
bertanggung jawab penuh atas pengurusan fully responsible for the management of the Company
Perusahaan untuk kepentingan dan tujuan Perusahaan in accordance with the Company’s interests and
sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar. Direksi objectives, as stipulated in the Articles of Association.
terdiri atas Direktur Utama dan tujuh Direktur The Board of Directors consists of the President Director
lainnya yang menjalankan pengelolaan Perusahaan and seven other directors, who manage the Company
secara profesional dengan mengedepankan prinsip professionally while upholding sustainability principles
keberlanjutan dalam setiap pengambilan keputusan in every strategic decision. The Board of Directors
strategis. Direksi juga memastikan penerapan tata also ensures the implementation of good corporate
kelola perusahaan yang baik, pengelolaan risiko governance, comprehensive risk management, and the
secara komprehensif, serta pencapaian target kinerja achievement of performance targets, while maintaining
dengan tetap menjaga keseimbangan aspek ekonomi, a balance across economic, social, and environmental
sosial, dan lingkungan. Setiap anggota Direksi memiliki aspects. Each member of the Board of Directors
tugas dan tanggung jawab sesuai dengan bidang carries out duties and responsibilities in line with their
dan kompetensinya masing-masing guna mendukung respective roles and competencies to support the
pencapaian visi dan misi Perusahaan. achievement of the Company’s vision and mission.
Dalam menjalankan tugasnya, Direksi didukung oleh In carrying out its duties, the Board of Directors is
berbagai fungsi dan komite, antara lain: supported by various functions and committees,
including:
1. Sekretaris Perusahaan 1. Corporate Secretary
2. Manajemen Risiko 2. Risk Management
3. Tata Kelola dan Kepatuhan 3. Governance and Compliance
4. Satuan Pengawasan Intern, serta fungsi-fungsi 4. Internal Audit, as well as other functions as stipulated
lainnya sebagaimana ditetapkan dalam Struktur in the Company’s Organizational Structure
Organisasi Perusahaan
5. Komite Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan 5. Corporate Work Plan and Budget Committee
92 (RKAP)
6. Komite Key Performance Indicators (KPI) 6. Key Performance Indicators (KPI) Committee
7. Komite Harga 7. Pricing Committee
Laporan Keberlanjutan 2025
8. Komite Talenta 8. Talent Committee
9. Komite Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan 9. Social and Environmental (SER) Responsibility
(TJSL) Committee
10. Komite Investasi Pengembangan 10. Investment Development Committee
Page 93
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Susunan Direksi PTPI terdiri atas: The composition of the Board of Directors of PTPI
consists of:
1. Direktur Utama 1. President Director
2. Direktur Operasi 2. Director of Operations
3. Direktur Keuangan 3. Director of Finance
4. Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum 4. Director of Human Capital and General Affairs
5. Direktur Supply Chain 5. Director of Supply Chain
6. Direktur Teknik dan Pengembangan Bisnis 6. Director of Engineering and Business Development
7. Direktur Manajemen Risiko 7. Director of Risk Management
8. Direktur Manajemen Aset 8. Director of Asset Management
Sejalan dengan komitmen Perusahaan terhadap prinsip In line with the Company’s commitment to equality and
kesetaraan dan keberagaman dalam komposisi Direksi, diversity in the composition of the Board of Directors,
pada periode pelaporan terdapat 2 (dua) Direksi during the reporting period there were 2 (two) female
perempuan dari total 8 (delapan) anggota Direksi Directors out of a total of eight members of the Board
Perusahaan, atau setara dengan 25%. Komposisi of Directors, representing 25%. The composition of the
Direksi Perusahaan sebagai berikut: [GRI 2-9] Company’s Board of Directors is as follows: [GRI 2-9]
Eksekutif/ Posisi Lain di Dalam dan di
Jenis Noneksekutif Luar Perusahaan
Nama Jabatan Masa Jabatan
Kelamin Executive/ Positions Within the
Name Position Term of Office
Gender Non- Company and Outside the
Executive Company
Rahmad Direktur Utama Laki-laki Eksekutif 27 Juli 2023–RUPS Tidak memiliki rangkap
Pribadi President Director Male Executive Kinerja di Tahun 2028 jabatan
July 27, 2023 – GMS on Does not hold concurrent
Performance in 2028 positions
Dwi Satriyo Direktur Operasi Laki-laki Eksekutif 16 Juni 2025–RUPS Tidak memiliki rangkap
Annurogo Director of Operations Male Executive Kinerja di Tahun 2030 jabatan
June 16, 2025 – GMS on Does not hold concurrent
Performance in 2030 positions
Wono Budi Direktur Keuangan Laki-laki Eksekutif 22 Desember 2021–RUPS Tidak memiliki rangkap
Tjahyono Director of Finance Male Executive Kinerja di Tahun 2026 jabatan
December 22, 2021 – Does not hold concurrent
GMS on Performance in positions
2026
Tina T. Kemala Direktur Sumber Daya Perempuan Eksekutif 22 Desember 2021–RUPS Tidak memiliki rangkap
Intan Manusia dan Umum Female Executive Kinerja di Tahun 2026 jabatan
Director of Human December 22, 2021 – Does not hold concurrent
Capital and General GMS on Performance in positions
Affairs 2026
Robby Direktur Supply Chain Laki-laki Eksekutif 16 Juni 2025–RUPS Tidak memiliki rangkap
Setiabudi Director of Supply Male Executive Kinerja di Tahun 2030 jabatan
Madjid Chain June 16, 2025 – GMS on Does not hold concurrent
Performance in 2030 positions
Jamsaton Direktur Teknik dan Laki-laki Eksekutif 16 Juni 2025–RUPS Tidak memiliki rangkap
Nababan Pengembangan Bisnis Male Executive Kinerja di Tahun 2030 jabatan
Director of Engineering June 16, 2025 – GMS on Does not hold concurrent
and Business Performance in 2030 positions 93
Development
Ninis Kesuma Direktur Manajemen Perempuan Eksekutif 2 November 2023–RUPS Tidak memiliki rangkap
Adriani Risiko Female Executive Kinerja di Tahun 2028 jabatan
2025 Sustainability Report
Director of Risk November 2, 2023 – GMS Does not hold concurrent
Management on Performance in 2028 positions
Tri Wahyudi Direktur Manajemen Laki-laki Eksekutif 2 November 2023–RUPS Tidak memiliki rangkap
Saleh Aset Male Executive Tahun 2028 jabatan
Director of Asset November 2, 2023 – Does not hold concurrent
Management 2028 GMS positions
Page 94
Penguatan Tata Kelola dan Kepatuhan
Strengthening Governance and Compliance
PTPI menerapkan prinsip bahwa Direksi bertanggung PTPI applies the principle that the Board of Directors
jawab atas pelaksanaan tugas dan kewenangannya is responsible for the execution of its duties and
sesuai dengan peraturan perundang-undangan, authorities in accordance with applicable laws and
Anggaran Dasar, serta prinsip-prinsip tata kelola regulations, the Articles of Association, and the
perusahaan yang baik. Apabila terdapat tindakan atau principles of good corporate governance. In the event
kelalaian yang tidak sesuai dengan ketentuan tersebut, of actions or omissions that are not in line with these
termasuk tindakan yang melampaui kewenangan atau provisions, including actions exceeding authority or
dilakukan tanpa itikad baik, pertanggungjawaban undertaken without good faith, accountability is carried
dilaksanakan sesuai dengan ketentuan hukum yang out in accordance with applicable legal provisions.
berlaku.
Dalam rangka penerapan Tata Kelola Terintegrasi sesuai In implementing Integrated Governance in accordance
Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor with the Regulation of the Minister of State-Owned
PER-02/MBU/03/2023, Direksi menetapkan Direktur Enterprises No. PER-02/MBU/03/2023, the Board
Fungsional dan Direktur Pembina melalui rapat Direksi. of Directors designates Functional Directors and a
Direktur Teknik dan Pengembangan Bisnis ditetapkan Supervising Director through a Board of Directors
sebagai Direktur Pembina, yaitu Direktur yang meeting. The Director of Engineering & Business
membidangi kegiatan inti (core business) Perusahaan Development is designated as the Supervising Director,
dan bertugas melakukan pembinaan kepada Anak namely the director responsible for the Company’s core
Perusahaan untuk memastikan keselarasan dan sinergi business activities and for overseeing subsidiaries to
strategis antara PTPI dan Anak Perusahaan. ensure strategic alignment and synergy between PTPI
and its Subsidiaries.
Sementara itu, seluruh anggota Direksi selain Direktur Meanwhile, all members of the Board of Directors,
Utama, dan Direktur Teknik dan Pengembangan Bisnis except for the President Director and the Director of
ditetapkan sebagai Direktur Fungsional. Direktur Engineering & Business Development, are designated
Fungsional membidangi fungsi penunjang (supporting as Functional Directors, who oversee supporting
functions) terhadap kegiatan inti Perusahaan dan functions to the Company’s core business activities
bertugas melakukan harmonisasi kebijakan fungsional and are responsible for harmonizing functional policies
di lingkungan Anak Perusahaan. across subsidiaries.
Dalam penerapan Tata Kelola Terintegrasi, Kompartemen In the implementation of Integrated Governance, the
Manajemen Risiko melakukan pemantauan dan evaluasi Risk Management Compartment conducts monitoring
atas pelaksanaan manajemen risiko terintegrasi pada and evaluation of integrated risk management
masing-masing Anak Perusahaan. Pemantauan dan implementation in each subsidiary. Monitoring and
evaluasi fungsi kepatuhan terintegrasi dilaksanakan evaluation of the integrated compliance function
oleh Kompartemen Tata Kelola & Kepatuhan, sedangkan are carried out by the Governance & Compliance
pemantauan pelaksanaan audit intern terintegrasi pada Compartment, while monitoring of the implementation
Anak Perusahaan dilakukan oleh Kompartemen Satuan of integrated internal audit in subsidiaries is conducted
Pengawasan Intern. by the Internal Audit Compartment.
94
Laporan Keberlanjutan 2025
Page 95
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Kebijakan dan Proses Nominasi Dewan Komisaris
dan Direksi [GRI 2-10]
Nomination Policy and Process for the Board of Commissioners and Board of Directors
Dewan Komisaris dan Direksi diangkat dan Members of the Board of Commissioners and the Board
diberhentikan melalui Rapat Umum Pemegang Saham of Directors are appointed and dismissed through
(RUPS). Pemerintah sebagai pemegang saham tunggal the General Meeting of Shareholders (GMS). The
memiliki hak eksklusif untuk mengusulkan calon Government, as the sole shareholder, holds the exclusive
anggota melalui Menteri Badan Usaha Milik Negara right to nominate candidates through the Minister of
(BUMN). Proses nominasi dan seleksi dilaksanakan State-Owned Enterprises (SOEs). The nomination and
sesuai dengan prosedur yang berlaku sebagaimana selection process is carried out in accordance with
tercantum pada Peraturan Menteri Badan Usaha Milik applicable procedures as stipulated in the Regulation
Negara Nomor: PER-03/MBU/03/2023 tentang Organ of the Minister of State-Owned Enterprises No. PER-
dan Sumber Daya Manusia Badan Usaha Milik Negara. 03/MBU/03/2023 on Organs and Human Resources of
State-Owned Enterprises.
Dalam proses nominasi dan pemilihan Dewan Komisaris In the nomination and selection process for the Board of
dan Direksi, PTPI menerapkan mekanisme fit and Commissioners and the Board of Directors, PTPI applies
proper test untuk menilai kelayakan calon. Proses a fit and proper test mechanism to assess candidate
ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi konflik suitability. This process aims to identify potential conflicts
kepentingan, mencegah perilaku tidak etis, serta of interest, prevent unethical conduct, and ensure that
memastikan bahwa calon memiliki kompetensi dan candidates possess the necessary competence and
integritas yang memadai dalam mengambil keputusan integrity to make responsible and sustainable strategic
strategis yang bertanggung jawab dan berkelanjutan decisions for the Company.
bagi perusahaan.
Proses nominasi dan seleksi didukung oleh Komite The nomination and selection processes are supported
Nominasi dan Remunerasi yang berperan sebagai by the Nomination and Remuneration Committee, which
berikut: performs the following roles:
01 02 03
Melakukan evaluasi terhadap Melakukan validasi dan kalibrasi Melakukan evaluasi terhadap
sistem dan prosedur atas talenta yang diusulkan Calon Wakil Perusahaan yang akan
Pengklasifikasian Talenta (Talent (Selected Talent) oleh Direksi diusulkan sebagai anggota Direksi
Classification) yang dilaksanakan kepada Dewan Komisaris, guna atau anggota Dewan Komisaris
oleh Direksi. menghasilkan daftar talenta yang pada Anak Perusahaan, sebelum
Evaluates the Talent Classification akan dinominasikan (Nominated diajukan kepada RUPS/Menteri
system and procedures Talent) oleh Dewan Komisaris BUMN.
implemented by the Board of kepada RUPS/Menteri BUMN. Evaluates candidates representing
Directors; Validates and calibrates the the Company to be proposed as
95
proposed talents (selected members of the Board of Directors
talent) submitted by the Board or the Board of Commissioners in
2025 Sustainability Report
of Directors to the Board of Subsidiaries, prior to submission to
Commissioners, to produce a list the GMS/Minister of SOEs.
of nominated talents (nominated
talent) to be proposed by the
Board of Commissioners to the
GMS/Minister of SOEs.
Page 96
Penguatan Tata Kelola dan Kepatuhan
Strengthening Governance and Compliance
PTPI berkomitmen untuk mendukung prinsip kesetaraan PTPI is committed to upholding the principles of equality
dan keberagaman dalam struktur Dewan Komisaris and diversity within its Board of Commissioners as a
sebagai cerminan nilai inklusivitas serta penghargaan reflection of inclusivity and respect for the contributions
terhadap kontribusi seluruh insan. Perusahaan juga of all individuals. The Company considers diversity in
mempertimbangkan keberagaman latar belakang, backgrounds, perspectives, and competencies relevant
perspektif, dan kompetensi yang relevan dengan to the impacts of the company to enhance the quality of
dampak perusahaan untuk memperkaya kualitas strategic decision-making and supports the Company’s
pengambilan keputusan strategis guna mendorong advancement. [GRI 2-10]
kemajuan perusahaan. [GRI 2-10]
Meskipun demikian, proses pengisian posisi However, the process of filling leadership positions and
kepemimpinan dan kenaikan jabatan di PTPI tetap promotions at PTPI continues to uphold the principle
mengedepankan prinsip meritokrasi, dengan of meritocracy, with competence, performance, and
kompetensi, kinerja, dan integritas sebagai dasar integrity as the primary assessment criteria. This policy
penilaian utama. Kebijakan ini juga selaras dengan is also aligned with the Company’s internal leadership
prioritas pengembangan kepemimpinan internal, yaitu development priority, whereby opportunities for
kesempatan rotasi, mutasi, dan promosi diberikan rotation, transfer, and promotion are granted based
berdasarkan kebutuhan organisasi serta kesiapan on organizational needs and the readiness of qualified
kandidat yang memenuhi kriteria dari dalam perusahaan. internal candidates. PTPI believes that the combination
PTPI meyakini bahwa perpaduan antara keberagaman of inclusive diversity and transparent meritocracy will
yang inklusif dan meritokrasi yang transparan akan foster a fair, dynamic work environment and support
menciptakan lingkungan kerja yang adil, dinamis, serta sustainable growth for all stakeholders.
berorientasi pada pertumbuhan berkelanjutan bagi
seluruh pemangku kepentingan.
Kebijakan dan Proses Remunerasi Dewan Komisaris
dan Direksi [GRI 2-19, 2-20]
Remuneration Policy and Process for the Board of Commissioners and Board of Directors
Kebijakan remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi The remuneration policy for the PTPI Board of
PTPI ditetapkan sesuai dengan Peraturan Menteri Commissioners and the Board of Directors is
BUMN yang berlaku. Penetapan remunerasi determined in accordance with applicable Minister of
mempertimbangkan berbagai faktor, antara lain skala SOEs regulations. The determination of remuneration
dan kompleksitas usaha, tingkat inflasi, serta kondisi considers various factors, including the scale and
dan kemampuan Perusahaan. Besaran remunerasi complexity of the business, the level of inflation, as
ditentukan berdasarkan pencapaian Key Performance well as the Company’s condition and financial capacity.
Indicator (KPI) tahunan dan strategis, baik dalam jangka The remuneration amount is determined based on the
pendek maupun jangka panjang. achievement of annual and strategic Key Performance
Indicators (KPIs), both in the short-term and long-term.
96 Prosedur penetapan remunerasi Dewan Komisaris dan The procedure for determining the remuneration of the
Direksi dilaksanakan sebagai berikut: Board of Commissioners and the Board of Directors is
carried out as follows:
Laporan Keberlanjutan 2025
Page 97
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Dewan Komisaris melakukan survei pasar terkait remunerasi pada perusahaan sejenis dan
sekelas PTPI dengan bidang usaha dan status yang sama
01 The Board of Commissioners conducts a market survey on remuneration at comparable
companies with similar business activities and status to PTPI
Dewan Komisaris menyiapkan rekomendasi remunerasi berdasarkan perhitungan kinerja usaha
Perusahaan dan kontribusi masing-masing individu untuk kemudian diusulkan dalam RUPS
02 The Board of Commissioners prepares remuneration recommendations based on the Company’s
business performance and the contribution of each individual, to be proposed at the GMS
Usulan remunerasi Anggota Dewan Komisaris disampaikan kepada Pemegang Saham untuk
dibahas dan disetujui dalam RUPS
03 The proposed remuneration for members of the Board of Commissioners is submitted to
Shareholders for discussion and approval at the GMS
Para pemangku kepentingan yang diwakili dalam RUPS memiliki kewenangan untuk memberikan
persetujuan dan menetapkan besaran remunerasi Dewan Komisaris
04 Stakeholders represented at the GMS have the authority to approve and determine the
remuneration of the Board of Commissioners
Penetapan remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi The determination of remuneration for the Board
melibatkan konsultan independen, Komite Nominasi & of Commissioners and the Board of Directors
Remunerasi, serta Kompartemen Sumber Daya Manusia. involves independent consultants, the Nomination
Perusahaan menerapkan kebijakan remunerasi yang & Remuneration Committee, as well as the Human
adil dan kompetitif guna memastikan apresiasi yang Resources Compartment. The Company applies a
sepadan atas kontribusi Dewan Komisaris dan Direksi fair and competitive remuneration policy to ensure
dalam mencapai tujuan strategis Perusahaan. [GRI 2-20] appropriate recognition of the contributions of the
Board of Commissioners and the Board of Directors in
achieving the Company’s strategic objectives. [GRI 2-20]
Komponen remunerasi Dewan Komisaris terdiri atas: The remuneration components for the Board of
Commissioners consist of:
• Gaji/honorarium • Salary/honorarium
• Tunjangan Hari Raya (THR) • Religious Holiday Allowance (THR)
• Tunjangan transportasi • Transportation allowance
• Fasilitas kesehatan • Health benefits
• Remunerasi hasil kinerja • Performance-based remuneration
• Santunan/asuransi purnajabatan • Post-employment benefits/insurance
• Dukungan bantuan hukum (apabila terdapat kasus • Legal assistance support (in the event of legal cases
hukum yang melibatkan Anggota Dewan Komisaris) involving members of the Board of Commissioners)
Komponen remunerasi Direksi terdiri atas: The remuneration components for the Board of
Directors consist of:
• Gaji/honorarium • Salary/honorarium 97
• Tunjangan Hari Raya (THR) • Religious Holiday Allowance (THR)
• Tunjangan perumahan • Housing allowance
2025 Sustainability Report
• Fasilitas kendaraan dinas • Official vehicle facilities
• Fasilitas kesehatan • Health benefits
• Remunerasi hasil kinerja • Performance-based remuneration
• Asuransi purnajabatan • Post-employment insurance
• Dukungan bantuan hukum (apabila terdapat kasus • Legal assistance support (in the event of legal cases
hukum yang melibatkan Anggota Direksi) involving members of the Board of Directors)
Page 98
Penguatan Tata Kelola dan Kepatuhan
Strengthening Governance and Compliance
Evaluasi Kinerja Organ Perusahaan [GRI 2-18]
Performance Evaluation of Corporate Bodies
Evaluasi kinerja Dewan Komisaris dan Direksi PTPI The performance evaluation of the Board of
dilaksanakan secara berkala, yaitu satu kali dalam Commissioners and the Board of Directors of PTPI is
setahun, dengan mengacu pada kriteria penilaian conducted once a year based on assessment criteria
yang telah ditetapkan dalam RUPS. Penilaian dilakukan established in the GMS. The evaluation is carried out
secara komprehensif berdasarkan pencapaian KPI, comprehensively, taking into account KPI achievement,
kemampuan dalam mengembangkan Perusahaan the ability to develop the Company as a sustainable
sebagai entitas bisnis yang berkelanjutan, serta business entity, and long-term contributions to the
kontribusi jangka panjang terhadap pertumbuhan Company’s growth. The aspects assessed include the
Perusahaan. Aspek yang dinilai meliputi pencapaian achievement of strategic targets, the implementation of
target strategis, implementasi tata kelola perusahaan good corporate governance, risk management, human
yang baik, pengelolaan risiko, pengembangan sumber capital development, innovation, as well as economic,
daya manusia, inovasi, serta kinerja ekonomi, sosial, social, and environmental performance.
dan lingkungan.
Penilaian kinerja dilakukan secara self-assessment oleh The performance evaluation is conducted through a
Dewan Komisaris PTPI dengan tetap mengedepankan self-assessment by the Board of Commissioners of
prinsip keadilan dan objektivitas. Kebijakan penilaian PTPI, while upholding the principles of fairness and
tersebut didasarkan pada kriteria yang spesifik, terukur, objectivity. The assessment policy is based on criteria
dapat dicapai, dan relevan. Seluruh proses evaluasi that are specific, measurable, achievable, and relevant.
mengikuti standar GCG untuk memastikan pelaksanaan The entire evaluation process follows GCG standards to
yang transparan, akuntabel, dan berimbang. ensure transparency, accountability, and balance.
Hasil evaluasi kinerja selanjutnya dilaporkan dalam The results of the performance evaluation are
RUPS sebagai bentuk pertanggungjawaban serta subsequently reported at the GMS as a form of
menjadi dasar dalam pengambilan keputusan terkait accountability and serve as a basis for decision-making
kebijakan remunerasi dan kelanjutan masa jabatan related to remuneration policies and the continuation of
Dewan Komisaris. the term of office of the Board of Commissioners.
Kebijakan Evaluasi Dewan Komisaris Board of Commissioners Evaluation Policy
1. Dewan Komisaris wajib melaksanakan evaluasi 1. The Board of Commissioners is required to conduct
tahunan secara objektif untuk menilai efektivitas an annual evaluation in an objective manner
Dewan, komite di bawahnya, serta kinerja masing- to assess the effectiveness of the Board, its
masing Anggota Dewan Komisaris. committees, and the performance of each member
of the Board of Commissioners.
2. Evaluasi tahunan tersebut dilakukan berdasarkan 2. The annual evaluation is carried out based on
tolak ukur atau kriteria penilaian yang spesifik, assessment criteria that are specific, measurable,
terukur, dapat dicapai, dan relevan. achievable, and relevant.
3. Hasil evaluasi tahunan disampaikan oleh Dewan 3. The results of the annual evaluation are submitted
Komisaris kepada Rapat Umum Pemegang Saham by the Board of Commissioners to the General
98 (RUPS). Meeting of Shareholders (GMS).
Kriteria Evaluasi Kinerja Dewan Komisaris Performance Evaluation Criteria of the
Laporan Keberlanjutan 2025
Board of Commissioners
1. Kriteria penilaian kinerja Dewan Komisaris meliputi: 1. The performance evaluation criteria for of the
Board of Commissioners include:
Page 99
PT Pupuk Indonesia (Persero)
a. Pencapaian KPI kolegial Dewan Komisaris. a. Achievement of the Board of Commissioners’
collective KPIs.
b. Tingkat kehadiran dalam rapat internal, rapat b. Attendance rate at internal, joint meetings, and
gabungan, dan RUPS. GMS.
c. Pelaksanaan fungsi pengawasan terhadap c. Execution of the supervisory function over the
pengurusan Perusahaan. management of the Company.
d. Pelaksanaan penugasan tertentu. d. Fulfillment of specific assignments.
e. Komitmen dalam memajukan kepentingan e. Commitment to advancing the interests of the
Perusahaan. Company.
f. Kepatuhan terhadap peraturan perundang- f. Compliance with applicable laws and
undangan yang berlaku serta kebijakan regulations and Company policies.
Perusahaan.
Kebijakan Evaluasi Direksi Board of Directors Evaluation Policy
Sebagai bagian dari penerapan tata kelola perusahaan As part of the implementation of good corporate
yang baik, Perusahaan menetapkan kebijakan evaluasi governance, the Company established the following
Direksi sebagai berikut: policy for the evaluation of the Board of Directors:
1. Kinerja Direksi dan masing-masing Anggota Direksi 1. The performance of the Board of Directors
dievaluasi oleh Dewan Komisaris dan hasilnya and each member is evaluated by the Board
disampaikan kepada Pemegang Saham dalam of Commissioners, with the results submitted
Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). to the Shareholders at the General Meeting of
Shareholders (GMS).
2. Secara umum, kinerja Direksi dinilai berdasarkan 2. In general, the performance of the Board of
pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Directors is assessed based on the execution
sebagaimana diatur dalam peraturan perundang- of duties and responsibilities as stipulated in
undangan yang berlaku, Anggaran Dasar applicable laws and regulations, the Company’s
Perusahaan, Arahan Pemegang Saham yang Articles of Association, and Shareholder directives
dituangkan dalam Kontrak Manajemen. as outlined in the Management Contract.
3. Hasil evaluasi atas kinerja Direksi secara kolegial 3. The results of the evaluation of the Board of
maupun kinerja masing-masing Anggota Direksi Directors’ collective performance, as well as the
secara individual menjadi bagian yang tidak individual performance of each member, form an
terpisahkan dari skema kompensasi dan pemberian integral part of the compensation and incentive
insentif. scheme.
4. KPI Direksi ditetapkan untuk memastikan 4. The KPIs of the Board of Directors are established
pencapaian sasaran strategis Perusahaan, to ensure the achievement of the Company’s
meningkatkan efektivitas pengendalian kinerja, strategic objectives, enhance the effectiveness
memastikan aktivitas operasional berjalan of performance control, ensure that operational
dalam koridor risiko yang telah ditetapkan, activities are conducted within the defined risk
mengoptimalkan kapitalisasi potensi Perusahaan, parameters, optimize the capitalization of the
mengakselerasi pertumbuhan kinerja, serta menilai Company’s potential, accelerate performance
kinerja Direksi secara objektif dan adil. growth, and assess the performance of the Board
of Directors in an objective and fair manner.
Kriteria Evaluasi Kinerja Direksi Performance Evaluation Criteria of the
Board of Directors 99
Dalam rangka penilaian kinerja Direksi dilakukan secara To ensure that the performance evaluation of the Board
2025 Sustainability Report
objektif, terukur, dan selaras dengan tujuan strategis of Directors is conducted objectively, measurably, and
Perusahaan, kriteria evaluasi yang digunakan meliputi: aligned with the Company’s strategic objectives, the
evaluation criteria include:
Page 100
Penguatan Tata Kelola dan Kepatuhan
Strengthening Governance and Compliance
1. Penyusunan KPI Direksi, baik secara kolegial 1. Preparation of the Board of Directors’ KPIs,
maupun individual, yang dilakukan bersamaan both collectively and individually, conducted in
dengan penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran conjunction with the preparation of the Company
Perusahaan (RKAP) Work Plan and Budget (RKAP)
2. Pencapaian KPI Direksi secara kolegial yang 2. Achievement of the Board of Directors’ collective
dilaporkan dalam laporan berkala dan laporan KPIs as reported in periodic reports and the annual
tahunan report
3. Perhitungan pencapaian KPI Direksi, baik secara 3. Calculation of KPI achievement of the Board
kolegial maupun individual, yang ditinjau oleh of Directors, both collectively and individually,
Kantor Akuntan Publik (KAP) yang mengaudit reviewed by the Public Accounting Firm that audits
laporan keuangan Perusahaan the Company’s financial statements
4. Tingkat kehadiran dalam Rapat Direksi maupun 4. Attendance rate at Board of Directors meetings and
rapat bersama Dewan Komisaris joint meetings with the Board of Commissioners
5. Kontribusi dalam aktivitas dan kinerja bisnis 5. Contribution to the Company’s business activities
Perusahaan and performance
6. Keterlibatan dalam penugasan-penugasan khusus, 6 Involvement in specific assignments
7. Komitmen dalam memajukan kepentingan 7. Commitment to advancing the interests of the
Perusahaan Company
8. Kepatuhan terhadap peraturan perundang- 8. Compliance with applicable laws and regulations
undangan serta kebijakan Perusahaan yang as well as Company policies
berlaku
Pengembangan Kompetensi Organ Perusahaan [GRI 2-17] [OJK E.2]
Competency Development of Corporate Bodies
PTPI berkomitmen untuk terus meningkatkan PTPI is committed to continuously enhancing the
pengetahuan kolektif, keterampilan, dan pengalaman collective knowledge, skills, and experience of the
Dewan Komisaris dan Direksi melalui berbagai Board of Commissioners and the Board of Directors
program pengembangan, termasuk pelatihan, seminar, through various development programs, including
dan lokakarya yang mencakup isu pembangunan training, seminars, and workshops covering sustainable
berkelanjutan serta keuangan berkelanjutan. Upaya development and sustainable finance topics. This effort
ini dilakukan untuk memastikan organ Perusahaan aims to ensure that the Corporate bodies possess the
memiliki kapabilitas yang memadai dalam merespons necessary capabilities to respond to evolving business
dinamika bisnis, risiko, dan peluang keberlanjutan, serta dynamics, risks, and sustainability opportunities, and
mengarahkan strategi Perusahaan secara bertanggung to guide the company’s strategy in a responsible and
jawab dan berkelanjutan. sustainable manner.
Pelatihan Dewan Komisaris Tahun 2025
Board of Commissioners Training in 2025
Jenis Pendidikan
Materi Pendidikan dan
dan Pelatihan
100 Nama Jabatan Pelatihan Tanggal Penyelenggara
Types of
Name Position Education and Training Date Organizer
Education and
Materials
Training
Laporan Keberlanjutan 2025
Sudaryono Komisaris Utama Sharing session Satukan Aksi Basmi Korupsi: 10 Desember PT Pupuk
President Penguatan Integritas dan Tata 2025 Indonesia (Persero)
Commissioner Kelola di Pupuk Indonesia December 10,
Unite Action to Eradicate 2025
Corruption: Strengthening
Integrity and Governance at
Pupuk Indonesia
Page 101
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Jenis Pendidikan
Materi Pendidikan dan
dan Pelatihan
Nama Jabatan Pelatihan Tanggal Penyelenggara
Types of
Name Position Education and Training Date Organizer
Education and
Materials
Training
Irfan Ahmad Komisaris Pelatihan Master Class Program Series 3–4 Juli 2025 PT LSP Manajemen
Fauzi Independen Training XXIV: Mitigasi Risiko Dalam July 3–4, Risiko (LSPMR)
Independent Transformasi Digital 2025
Commissioner Master Class Program Series
XXIV: Risk Mitigation in Digital
Transformation
Sharing session Satukan Aksi Basmi Korupsi: 10 Desember PT Pupuk
Penguatan Integritas dan Tata 2025 Indonesia (Persero)
Kelola di Pupuk Indonesia December 10,
Unite Action to Eradicate 2025
Corruption: Strengthening
Integrity and Governance at
Pupuk Indonesia
Pelatihan dan Certified Governance 13 Desember CRMS Indonesia
Sertifikasi Oversight Professional (CGOP) 2025
Training and December 13,
Certification 2025
Rachlan S. Komisaris Sharing session Satukan Aksi Basmi Korupsi: 10 Desember PT Pupuk
Nashidik Independen Penguatan Integritas dan Tata 2025 Indonesia (Persero)
Independent Kelola di Pupuk Indonesia December 10,
Commissioner Unite Action to Eradicate 2025
Corruption: Strengthening
Integrity and Governance at
Pupuk Indonesia
Pelatihan Certified Governance 13 Desember CRMS Indonesia
Training Oversight Professional (CGOP) 2025
December 13,
2025
Chrisna Deva Komisaris Sharing session Satukan Aksi Basmi Korupsi: 10 Desember PT Pupuk
Priyapratama Independen Penguatan Integritas dan Tata 2025 Indonesia (Persero)
Independent Kelola di Pupuk Indonesia December 10,
Commissioner Unite Action to Eradicate 2025
Corruption: Strengthening
Integrity and Governance at
Pupuk Indonesia
Pelatihan Certified Governance 13 Desember CRMS Indonesia
Training Oversight Professional (CGOP) 2025
December 13,
2025
Iwan Sumule Komisaris Sharing session Satukan Aksi Basmi Korupsi: 10 Desember PT Pupuk
Commissioner Penguatan Integritas dan Tata 2025 Indonesia (Persero)
Kelola di Pupuk Indonesia December 10,
Unite Action to Eradicate 2025
Corruption: Strengthening
Integrity and Governance at 101
Pupuk Indonesia
2025 Sustainability Report
Page 102
Penguatan Tata Kelola dan Kepatuhan
Strengthening Governance and Compliance
Jenis Pendidikan
Materi Pendidikan dan
dan Pelatihan
Nama Jabatan Pelatihan Tanggal Penyelenggara
Types of
Name Position Education and Training Date Organizer
Education and
Materials
Training
Nurul Ichwan Komisaris Sharing session Satukan Aksi Basmi Korupsi: 10 Desember PT Pupuk
Commissioner Penguatan Integritas dan Tata 2025 Indonesia (Persero)
Kelola di Pupuk Indonesia December 10,
Unite Action to Eradicate 2025
Corruption: Strengthening
Integrity and Governance at
Pupuk Indonesia
Pelatihan dan Certified Governance 13 Desember CRMS Indonesia
Sertifikasi Oversight Professional (CGOP) 2025
Training and December 13,
Certification 2025
Yovie Komisaris Sharing session Satukan Aksi Basmi Korupsi: 10 Desember PT Pupuk
Widianto Commissioner Penguatan Integritas dan Tata 2025 Indonesia (Persero)
Kelola di Pupuk Indonesia December 10,
Unite Action to Eradicate 2025
Corruption: Strengthening
Integrity and Governance at
Pupuk Indonesia
Pelatihan dan Certified Governance 13 Desember CRMS Indonesia
Sertifikasi Oversight Professional (CGOP) 2025
Training and December 13,
Certification 2025
Suwandi Komisaris Sharing session Satukan Aksi Basmi Korupsi: 10 Desember PT Pupuk
Commissioner Penguatan Integritas dan Tata 2025 Indonesia (Persero)
Kelola di Pupuk Indonesia December 10,
Unite Action to Eradicate 2025
Corruption: Strengthening
Integrity and Governance at
Pupuk Indonesia
Pelatihan dan Certified Governance 13 Desember CRMS Indonesia
Sertifikasi Oversight Professional (CGOP) 2025
Training and December 13,
Certification 2025
102
Laporan Keberlanjutan 2025
Page 103
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Pelatihan Direksi Tahun 2025
Board of Directors Training in 2025
Jenis Pendidikan
Materi Pendidikan
dan Pelatihan
Nama Jabatan dan Pelatihan Tanggal Penyelenggara
Types of
Name Position Education and Date Organizer
Education and
Training Materials
Training
Rahmad Pribadi Direktur Utama Conference Baker Hughes 2–4 Februari Baker Hughes
President Director Annual Meeting 2025
2025 February 2–4,
2025
Conference IFA Cultivating 1–3 April 2025 International
Tomorrow April 1–3, 2025 Fertilizer
Conference 2025 Association (IFA)
– Innovation Meets
Sustainability
Conference Argus Fertilizer Asia 22–24 April Argus Media
Conference 2025 2025
April 22–24,
2025
Conference IFA Annual 12–14 Mei International
Conference 2025 2025 Fertilizer
May 12–14, Association (IFA)
2025
Conference IFA Crossroads 2025 7–9 Oktober International
2025 Fertilizer
October 7–9, Association (IFA)
2025
Conference Ammonia Energy 20 Oktober Ammonia Energy
Annual Conference 2025 Association
2025 October 20,
2025
Sharing session Satukan Aksi Basmi 10 Desember PT Pupuk
Korupsi: Penguatan 2025 Indonesia (Persero)
Integritas dan Tata December 10,
Kelola di Pupuk 2025
Indonesia
Unite Action to
Eradicate Corruption:
Strengthening
Integrity and
Governance at
Pupuk Indonesia
Dwi Satriyo Direktur Operasi Sharing session Satukan Aksi Basmi 10 Desember PT Pupuk
Annurogo Director of Korupsi: Penguatan 2025 Indonesia (Persero)
Operations Integritas dan Tata December 10,
Kelola di Pupuk 2025
Indonesia
Unite Action to 103
Eradicate Corruption:
Strengthening
2025 Sustainability Report
Integrity and
Governance at
Pupuk Indonesia
Page 104
Penguatan Tata Kelola dan Kepatuhan
Strengthening Governance and Compliance
Jenis Pendidikan
Materi Pendidikan
dan Pelatihan
Nama Jabatan dan Pelatihan Tanggal Penyelenggara
Types of
Name Position Education and Date Organizer
Education and
Training Materials
Training
Wono Budi Direktur Keuangan Sharing session Satukan Aksi Basmi 10 Desember PT Pupuk
Tjahyono Director of Finance Korupsi: Penguatan 2025 Indonesia (Persero)
Integritas dan Tata December 10,
Kelola di Pupuk 2025
Indonesia
Unite Action to
Eradicate Corruption:
Strengthening
Integrity and
Governance at
Pupuk Indonesia
Tina T. Kemala Direktur Sumber Pelatihan Pelatihan 6 Agustus PT Pupuk
Intan Daya Manusia dan Training Manajemen 2025 Indonesia (Persero
Umum Keuangan dan August 6, 2025
Director of Human Digital Marketing
Capital and General bersama Srikandi PI
Affairs Financial
Management and
Digital Marketing
Training with Srikandi
PI
Sharing session Sharing & Insight 13 Agustus Danantara
Strategies di Pre 2025
Class di CBDO August 13,
Program 2025
Sharing session Learn & Share: 13 Agustus PT Pupuk
Neuroticism & Toxic 2025 Indonesia (Persero)
Behaviour August 13,
2025
Conference D’Connection 10 September Danantara
Leaders Roundtable 2025
– WEPs Corporate September 10,
Action Lab Indonesia 2025
Conference Mental Health & 27 Agustus Mind Care
Wellness Exhibition 2025
and Conference August 27,
2025
Conference Women Leaders 30 Oktober Srikandi BUMN
Summit 2025 Indonesia
October 30,
2025
Sharing session FHCI Connect Expert 3 Desember FHCI
Series 2: Unlocking 2025
Employee Potential December 3,
104 With Personalized 2025
AI-Driven
Development
Laporan Keberlanjutan 2025
Page 105
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Jenis Pendidikan
Materi Pendidikan
dan Pelatihan
Nama Jabatan dan Pelatihan Tanggal Penyelenggara
Types of
Name Position Education and Date Organizer
Education and
Training Materials
Training
Sharing session Satukan Aksi Basmi 10 Desember PT Pupuk
Korupsi: Penguatan 2025 Indonesia (Persero)
Integritas dan Tata December 10,
Kelola di Pupuk 2025
Indonesia
Unite Action to
Eradicate Corruption:
Strengthening
Integrity and
Governance at
Pupuk Indonesia
Conference FHCI Connect 16 Desember FHCI
Expert Series 4: 2025
Humanizing Digital December 16,
Transformation – 2025
Building Ethical,
Agile, and Future-
Ready Talent
Ecosystems
Robby Setiabudi Direktur Supply Conference IFA Crossroads 2025 7–9 Oktober International
Madjid Chain 2025 Fertilizer
Director of Supply October 7–9, Association (IFA)
Chain 2025
Sharing session Satukan Aksi Basmi 10 Desember PT Pupuk
Korupsi: Penguatan 2025 Indonesia (Persero)
Integritas dan Tata December 10,
Kelola di Pupuk 2025
Indonesia
Unite Action to
Eradicate Corruption:
Strengthening
Integrity and
Governance at
Pupuk Indonesia
Jamsaton Direktur Pelatihan Strategic Risk 12–13 INSEAD
Nababan Teknik dan Training Management & September
Pengembangan Value Creation 2025
Bisnis September
Director of 12–13, 2025
Engineering Sharing session Satukan Aksi Basmi 10 Desember PT Pupuk
and Business Korupsi: Penguatan 2025 Indonesia (Persero)
Development Integritas dan Tata December 10,
Kelola di Pupuk 2025
Indonesia
Unite Action to
105
Eradicate Corruption:
Strengthening
Integrity and
2025 Sustainability Report
Governance at
Pupuk Indonesia
Page 106
Penguatan Tata Kelola dan Kepatuhan
Strengthening Governance and Compliance
Jenis Pendidikan
Materi Pendidikan
dan Pelatihan
Nama Jabatan dan Pelatihan Tanggal Penyelenggara
Types of
Name Position Education and Date Organizer
Education and
Training Materials
Training
Ninis Direktur Pelatihan Indonesia Economic 18 Januari ISCEA Indonesia
Kesuma Manajemen Training Outlook 2025 2025
Adriani Risiko January 18,
Director of Risk 2025
Management Pelatihan Chief Risk Officer 2 Mei – 16 Juli Kementerian
Training (CRO) School Tahun 2025 BUMN
2025 May 2 – July Ministry of SOEs
16, 2025
Pelatihan Strategic Risk 12–13 INSEAD
Training Management & September
Value Creation 2025
September
12–13, 2025
Sharing session Satukan Aksi Basmi 10 Desember PT Pupuk
Korupsi: Penguatan 2025 Indonesia (Persero)
Integritas dan Tata December 10,
Kelola di Pupuk 2025
Indonesia
Unite Action to
Eradicate Corruption:
Strengthening
Integrity and
Governance at
Pupuk Indonesia
Tri Wahyudi Direktur Conference Argus Fertilizer Asia 22–24 April Argus Media
Saleh Manajemen Aset Conference 2025 2025
Director of Asset April 22–24,
Management 2025
Pelatihan Risk Beyond 2025 4–5 Desember CRMS Indonesia
Training 2025
December
4–5, 2025
Sharing session Satukan Aksi Basmi 10 Desember PT Pupuk
Korupsi: Penguatan 2025 Indonesia (Persero)
Integritas dan Tata December 10,
Kelola di Pupuk 2025
Indonesia
Unite Action to
Eradicate Corruption:
Strengthening
Integrity and
Governance at
Pupuk Indonesia
106
Laporan Keberlanjutan 2025
Page 107
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Emerging Risk [OJK E.3]
Emerging Risks
PTPI secara berkelanjutan melakukan identifikasi PTPI continuously identifies and monitors emerging
dan pemantauan terhadap emerging risk yang risks that may affect the Company’s business continuity
berpotensi memengaruhi keberlangsungan usaha and future performance. The identification process
serta kinerja Perusahaan di masa mendatang. Proses considers global megatrends, dynamics of the
identifikasi dilakukan dengan mempertimbangkan fertilizer industry, regulatory developments, as well as
berbagai megatren global, dinamika industri pupuk, environmental, social, and governance (ESG) issues.
perkembangan regulasi, serta isu lingkungan, sosial,
dan tata kelola (ESG).
Emerging risk yang teridentifikasi selanjutnya Identified emerging risks are subsequently analyzed
dianalisis untuk menilai potensi dampak dan tingkat to assess their potential impact and likelihood on the
keterjadiannya terhadap operasional dan strategi bisnis Company’s operations and business strategy. Risks
Perusahaan. Risiko yang dinilai memiliki potensi material assessed as having material potential are incorporated
akan dimasukkan ke dalam risk register dan dikelola into the risk register and managed through the
melalui penerapan sistem manajemen risiko terintegrasi implementation of an integrated risk management
yang mencakup penguatan tata kelola, pengendalian system, including strengthened governance, internal
internal, serta implementasi langkah mitigasi yang controls, and relevant mitigation measures. Through
relevan. Melalui pendekatan ini, PTPI berupaya this approach, PTPI aims to enhance organizational
meningkatkan ketahanan organisasi (organizational resilience and ensure sustainable operations and long-
resilience) serta memastikan keberlanjutan operasional term business growth.
dan pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang.
Taksonomi
Pemicu
Risiko Deskripsi Dampak Langkah Mitigasi
Emerging Risk Driver
Risk Description Impact Mitigation Measures
Driver
Taxonomy
Bencana Alam Bisnis Sosial & Terjadinya bencana Gangguan Berkoordinasi dengan instansi
Skala Besar dan Berkelanjutan Lingkungan alam seperti gempa operasional produksi pemerintah terkait seperti
Megathrust Sustainable Social & bumi, tsunami, dan distribusi pupuk, Badan Meteorologi, Klimatologi,
Large-Scale Business Environmental banjir bandang, kerusakan aset dan Geofisika (BMKG), Badan
Natural maupun kebakaran strategis, gangguan Nasional Penanggulangan
Disasters and hutan yang dapat rantai pasok, serta Bencana (BNPB), dan
Megathrust mengganggu fasilitas potensi risiko pemerintah daerah dalam
produksi, distribusi, keselamatan pekerja. pemantauan potensi bencana
dan infrastruktur Disruptions to serta penguatan kesiapsiagaan.
operasional production and PTPI juga mengintegrasikan
Perusahaan. distribution analisis risiko bencana dalam
The occurrence of operations, damage manajemen risiko perusahaan
natural disasters to strategic assets, serta Business Continuity
such as earthquakes, supply chain Management (BCM).
tsunamis, flash floods, disruptions, and Coordinating with relevant
and forest fires that potential risks to government agencies such as
may disrupt the worker safety. the Meteorology, Climatology,
Company’s production and Geophysics Agency
facilities, distribution, (BMKG), the National Disaster
and operational Management Agency (BNPB),
107
infrastructure. and local governments
in monitoring potential
2025 Sustainability Report
disasters and strengthening
preparedness. PTPI also
integrates disaster risk analysis
into corporate risk management
and Business Continuity
Management (BCM).
Page 108
Penguatan Tata Kelola dan Kepatuhan
Strengthening Governance and Compliance
Taksonomi
Pemicu
Risiko Deskripsi Dampak Langkah Mitigasi
Emerging Risk Driver
Risk Description Impact Mitigation Measures
Driver
Taxonomy
Geopolitik Persaingan Strategis Terjadinya perang Ketidakpastian pasar Melakukan pemantauan
Global dan Strategis Strategic dagang pada negara ekspor, gangguan perkembangan geopolitik
Perang Dagang Strategic tujuan ekspor pupuk. rantai pasok global, global serta penguatan strategi
Global Competition The occurrence of serta volatilitas harga manajemen risiko dalam
Geopolitics and trade wars in fertilizer komoditas. pengelolaan rantai pasok dan
Trade Wars export destination Uncertainty in pasar ekspor.
countries. export markets, Monitoring global geopolitical
disruptions in global developments and
supply chains, and strengthening risk management
commodity price strategies in supply chain
volatility. management and export
markets.
Geopolitik Persaingan Strategis Risiko terjadinya Ketidakpastian pasar Melakukan pemantauan
Global dan Strategis Strategic perang besar di ekspor, gangguan perkembangan geopolitik
Perang Dagang Strategic Kawasan Asia Pasifik. rantai pasok global, global serta penguatan strategi
Global Competition Risk of major wars serta volatilitas harga manajemen risiko dalam
Geopolitics and occurring in the Asia- komoditas. pengelolaan rantai pasok dan
Trade Wars Pacific region. Uncertainty in pasar ekspor.
export markets, Monitoring global geopolitical
disruptions in global developments and
supply chains, and strengthening risk management
commodity price strategies in supply chain
volatility. management and export
markets.
Krisis Ekonomi Persaingan Strategis Terjadinya siklus Penurunan Melakukan pemantauan
Global atau Strategis Strategic berulang atas permintaan pupuk, kondisi ekonomi global
Resesi Strategic keterjadian depresi tekanan terhadap serta penguatan ketahanan
Global Competition ekonomi global. harga komoditas, keuangan dan strategi bisnis
Economic Crisis Recurring economic serta peningkatan untuk menjaga keberlanjutan
or Recession cycles or the ketidakpastian bisnis. operasional perusahaan.
occurrence of a global Decline in fertilizer Monitoring global economic
economic downturn. demand, pressure on conditions and strengthening
commodity prices, financial resilience and
and increased business strategies to maintain
business uncertainty. the Company’s operational
sustainability.
Krisis Pangan Ketahanan Strategis Potensi terjadinya Pertumbuhan Melakukan pemantauan tren
Global Pangan Strategic krisis pangan global. populasi global dan ketahanan pangan global serta
Global Food Food Security Potential occurrence of ketidakseimbangan memperkuat peran PTPI dalam
Crisis a global food crisis. produksi pangan mendukung ketahanan pangan
dapat memicu krisis nasional melalui penyediaan
pangan global yang pupuk yang andal dan
mempengaruhi berkelanjutan.
stabilitas sektor Monitoring global food security
pertanian. trends and strengthening PTPI’s
Global population role in supporting national food
growth and security through the provision
imbalances in food of reliable and sustainable
production may fertilizers.
trigger a food crisis,
affecting the stability
108 of the agricultural
sector.
Laporan Keberlanjutan 2025
Page 109
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Taksonomi
Pemicu
Risiko Deskripsi Dampak Langkah Mitigasi
Emerging Risk Driver
Risk Description Impact Mitigation Measures
Driver
Taxonomy
Munculnya Persaingan Strategis Penemuan sumber Penurunan daya Melakukan pemantauan
Negara Strategis Strategic gas alam baru di saing produk pupuk perkembangan industri pupuk
Kompetitor Strategic negara lain berpotensi di pasar ekspor global serta memperkuat
Baru akibat Competition memicu munculnya serta peningkatan strategi efisiensi biaya dan
Penemuan produsen pupuk baru kompetisi harga. pengembangan pasar.
Sumber Gas yang meningkatkan Decline in the Monitoring developments in
Emergence of persaingan di pasar competitiveness of the global fertilizer industry and
New Competitor global. fertilizer products strengthening cost efficiency
Countries due The discovery of new in export markets strategies as well as market
to Gas Resource natural gas resources and increased price development.
Discoveries in other countries may competition.
trigger the emergence
of new fertilizer
producers, increasing
competition in the
global market.
Pandemi Global Persaingan Operasional Potensi terjadinya Gangguan Mengintegrasikan skenario
di Masa Depan Strategis Operational pandemi baru (mutasi operasional, pandemi dalam perencanaan
Future Global Strategic virus tak terduga) yang keterbatasan tenaga Business Continuity Plan (BCP)
Pandemic Competition dapat mengganggu kerja, serta disrupsi serta memperkuat sistem
aktivitas produksi, rantai pasok global. manajemen risiko operasional.
distribusi, dan rantai Operational Integrating pandemic
pasok industri pupuk. disruptions, scenarios into Business
Potential occurrence workforce limitations, Continuity Planning (BCP) and
of new pandemics and global supply strengthening operational risk
(unpredictable virus chain disruptions. management systems.
mutations) that may
disrupt production,
distribution, and supply
chain activities in the
fertilizer industry.
Perubahan Iklim Bisnis Sosial & Perubahan iklim Fluktuasi permintaan Melakukan pemantauan tren
dan Pergeseran Berkelanjutan Lingkungan ekstrem yang pupuk, ketidakpastian perubahan iklim dan koordinasi
Pola Musim Sustainable Social & mempengaruhi volume produksi dengan instansi terkait serta
Tanam Business Environmental musim tanam secara pertanian, serta mengintegrasikan analisis
Climate Change permanen. potensi gangguan perubahan iklim dalam proses
and Shifts Extreme climate distribusi pupuk perencanaan bisnis dan
in Planting changes that nasional. pengelolaan risiko perusahaan.
Seasons continuously affect Fluctuations in Monitoring climate change
planting seasons. fertilizer demand, trends, coordinating with
uncertainty relevant institutions, and
in agricultural integrating climate analysis
production volumes, into business planning and risk
and potential management processes.
disruptions in national
fertilizer distribution.
109
2025 Sustainability Report
Page 110
Penguatan Tata Kelola dan Kepatuhan
Strengthening Governance and Compliance
Business Continuity Management System
Business Continuity Management System
Sebagai perusahaan yang berperan dalam mendukung As a company that plays a strategic role in supporting
ketahanan pangan nasional, PTPI menyadari bahwa national food security, PTPI recognizes that the
keberlangsungan operasional perusahaan dihadapkan sustainability of its operations is exposed to increasingly
pada berbagai tantangan yang semakin kompleks complex and dynamic challenges, ranging from the
dan dinamis, mulai dari dampak perubahan iklim impacts of climate change, including extreme weather
berupa cuaca ekstrem dan bencana banjir, gangguan and flooding, to global supply chain disruptions and
rantai pasok global, hingga ketidakpastian geopolitik geopolitical uncertainties that may affect business
yang berpotensi memengaruhi kelangsungan bisnis continuity.
Perusahaan.
Dalam menghadapi tantangan tersebut, Perusahaan In response to these challenges, the Company has
secara konsisten memperkuat ketahanan bisnis melalui consistently strengthened its business resilience
implementasi Business Continuity Management System through the implementation of a Business Continuity
(BCMS) sejak tahun 2022, yang mencakup penyusunan Management System (BCMS) since 2022, which
Business Impact Analysis, Threat & Risk Assessment, includes the development of a Business Impact Analysis,
Business Continuity Strategy, serta pedoman BCMS. Threat & Risk Assessment, Business Continuity Strategy,
Sejalan dengan meningkatnya potensi risiko dan and BCMS guidelines. In line with the increasing risk
arahan PT Danantara Asset Management (Persero) landscape and directives from PT Danantara Asset
terkait kesiapsiagaan operasional dan bisnis, Management (Persero) regarding operational and
Perusahaan juga secara berkala melakukan peninjauan business preparedness, the Company also periodically
dan penyempurnaan atas Business Continuity Plan reviews and enhances its Business Continuity Plan
(BCP), Business Continuity Strategy (BCS), dan Disaster (BCP), Business Continuity Strategy (BCS), and Disaster
Recovery Plan (DRP) guna memastikan strategi mitigasi Recovery Plan (DRP) to ensure that mitigation and
dan respons tetap relevan, adaptif, dan efektif terhadap response strategies remain relevant, adaptive, and
dinamika lingkungan bisnis yang terus berkembang. effective amid the evolving business environment.
Kebijakan Antikorupsi
Anti-Corruption Policy
PTPI memiliki komitmen yang kuat terhadap prinsip PTPI demonstrates a strong commitment to anti-
antikorupsi sebagai bagian integral dari penerapan corruption principles as an integral part of implementing
tata kelola perusahaan yang baik. Komitmen tersebut good corporate governance. This commitment is
diwujudkan melalui penguatan budaya integritas, reflected through the strengthening of an integrity-
penyelenggaraan pelatihan berkala bagi karyawan, driven culture, the provision of regular employee
serta penyediaan saluran pelaporan pelanggaran training, and the establishment of a whistleblowing
(whistleblowing system). [GRI 3-3] system. [GRI 3-3]
Upaya pencegahan korupsi juga dilakukan melalui Corruption prevention efforts are also carried out
110 implementasi nilai-nilai AKHLAK, penguatan through the implementation of AKHLAK values,
pengendalian internal, penerapan manajemen risiko strengthening internal controls, the application
terintegrasi, serta kepatuhan terhadap pedoman of integrated risk management, and adherence
Laporan Keberlanjutan 2025
dan prosedur dalam setiap proses bisnis. Selain itu, to guidelines and procedures across all business
PTPI menerapkan Fraud Control System, Program processes. In addition, PTPI implements a Fraud
Pengendalian Gratifikasi (PPG), dan Sistem Manajemen Control System, a Gratification Control Program (PPG),
Anti Penyuapan (SMAP) ISO 37001:2016. and an Anti-Bribery Management System (ABMS) in
accordance with ISO 37001:2016.
Page 111
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Melalui transparansi operasional dan sistem Through operational transparency and robust control
pengendalian yang ketat, PTPI memastikan seluruh systems, PTPI ensures that all business activities
aktivitas usaha dijalankan sesuai dengan ketentuan are conducted in accordance with applicable legal
hukum dan standar etika yang berlaku. Berikut requirements and ethical standards. The following
merupakan implementasi kebijakan dan program outlines the Company’s implementation of anti-
antikorupsi yang dijalankan Perusahaan: corruption policies and programs:
Program Uraian
Programs Description
Pakta Integritas Setiap tahun, seluruh karyawan dan Organ Perusahaan diwajibkan untuk menandatangani komitmen
Integrity Pact kepatuhan terhadap Pedoman Etika dan Perilaku (Code of Conduct), peraturan internal, serta seluruh
ketentuan perundang-undangan yang berlaku, termasuk menghindari adanya benturan kepentingan,
serta tidak memberikan toleransi terhadap praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme.
Penandatanganan Pakta Integritas tahunan dilakukan melalui sistem aplikasi berbasis online, yang
terintegrasi dengan aplikasi PI Smart. Pada tahun 2025, 100% atau sebanyak 18.442 karyawan PTPI
telah menandatangani Pakta Integritas Tahunan.
Each year, all employees and Corporate Organs are required to sign a commitment to comply with the
Code of Conduct, internal regulations, and all applicable laws and regulations, including the avoidance
of conflicts of interest and maintaining zero tolerance for corruption, collusion, and nepotism.
The annual Integrity Pact signing is conducted through an online application system integrated with
PI Smart’s application platform. In 2025, 100% or 18,442 PTPI employees, signed the Annual Integrity
Pact.
Pengendalian PTPI telah membentuk sistem dan mekanisme antigratifikasi yang terdiri dari:
Gratifikasi 1. Pedoman dan Prosedur Pengendalian Gratifikasi
Gratification Control 2. Unit Pengendalian Gratifikasi (UPG) yang dilaksanakan oleh Fungsi Kepatuhan
3. Internalisasi secara berkala dalam bentuk sosialisasi antigratifikasi, imbauan larangan penerimaan
atau permintaan gratifikasi menjelang Hari Raya yang disampaikan melalui media massa, media
komunikasi perusahaan, dan media visual di lingkungan Perusahaan.
PTPI has established an anti-gratification system and mechanism comprising:
1. Guidelines and Procedures for Gratification Control
2. The Gratification Control Unit (UPG) is managed by the Compliance Function.
3. Regular internalization initiatives are conducted through anti-gratification awareness programs,
reminders prohibiting the acceptance or solicitation of gratuities ahead of religious holidays, and
communications distributed through mass media, corporate communication channels, and visual
media within the Company.
Pelaporan Kekayaan PTPI telah membentuk sistem dan mekanisme LHKPN yang terdiri dari:
Pejabat 1. Pedoman dan Pelaporan Harta Kekayaan Pejabat
Officials’ Wealth 2. Kompartemen Pengelola Laporan Harta Kekayaan Pejabat
Reporting 3. Internalisasi pelaporan LHKPN dengan bekerja sama dengan KPK RI, pelaksanaan klinikal
pengisian LHKPN, penyampaian pemberitahuan pengisian LHKPN dan sosialisasi melalui media
perusahaan
Pada periode pelaporan, sebanyak 2.512 wajib lapor di PTPI telah menyampaikan LHKPN kepada KPK
sehingga tingkat kepatuhan PTPI mencapai 100%.
111
2025 Sustainability Report
Page 112
Penguatan Tata Kelola dan Kepatuhan
Strengthening Governance and Compliance
Program Uraian
Programs Description
PTPI has an LHKPN system and mechanism comprising:
1. Guidelines and Procedures for the Reporting of Officials’ Asset Declarations
2. An Asset Declaration Management Compartment
3. An internalization process for LHKPN reporting, conducted in collaboration with KPK RI, including
LHKPN filing clinics, notification of reporting obligations, and dissemination through the Company’s
communication channels
During the reporting period, a total of 2,512 reporting individuals across the PTPI submitted their
LHKPN to the KPK, resulting in a 100% compliance rate for the PTPI.
Program Anti-Fraud Komitmen PTPI dalam mengendalikan fraud diwujudkan melalui Fraud Control System (FCS) yang
Anti-Fraud Program digunakan sebagai instrumen implementasi budaya anti-fraud secara menyeluruh di perusahaan.
Beberapa program FCS, di antaranya:
1. Pengembangan FCS. PTPI bekerja sama dengan BPKP Pusat dan Perwakilan dalam
pengembangan FCS yang telah dimulai sejak tahun 2017.
2. Implementasi dan sertifikasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) sesuai SNI ISO
37001:2016. Sepuluh entitas Perusahaan, yaitu PTPI dan seluruh Anak Perusahaan telah
mendapatkan sertifikasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan SNI ISO 37001:2016.
3. Implementasi dan sertifikasi ISO 37301:2021 Sistem Manajemen Kepatuhan.
4. Workshop Anti-Fraud “Satukan Aksi Basmi Korupsi: Penguatan Integritas dan Tata Kelola di Pupuk
Indonesia”.
5. Forum Penguatan Tata Kelola dan Kepatuhan “Good Governance & Compliance sebagai Pilar
Pencegahan Fraud & Korupsi”.
PTPI’s commitment to fraud prevention is reflected through the implementation of the Fraud Control
System (FCS), which serves as an instrument for fostering a comprehensive anti-fraud culture across
the Company. Several FCS programs include:
1. FCS Development. PTPI collaborates with the Central and Regional Representatives of BPKP in the
development of the FCS, which has been implemented since 2017.
2. Implementation and Certification of the Anti-Bribery Management System (ABMS) PTPI has
implemented and obtained certification for the Anti-Bribery Management System in accordance
with SNI ISO 37001:2016. Ten Company entities, comprising PTPI and all subsidiaries, have
obtained SNI ISO 37001:2016 Anti-Bribery Management System certification.
3. Implementation and Certification of ISO 37301:2021 Compliance Management System
4. Anti-Fraud Workshop “United Against Corruption: Strengthening Integrity and Governance at
Pupuk Indonesia.”
5. Governance and Compliance Strengthening Forum “Good Governance & Compliance as Pillars for
Fraud and Corruption Prevention.”
PTPI telah melakukan identifikasi risiko fraud termasuk PTPI has identified fraud risks, including corruption
risiko korupsi terhadap seluruh (100%) proses bisnis risks, across all (100%) Company business processes,
Perusahaan khususnya pada fungsi-fungsi yang particularly in functions with a high level of vulnerability
memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap risiko to corruption risks. These processes include general
korupsi. Proses-proses tersebut di antaranya proses and asset management, accounting, human resource
pengelolaan umum dan aset, akuntansi, pengelolaan management, commercial marketing, procurement of
sumber daya manusia, pemasaran komersial, goods and services, and PSO distribution. [GRI 205-1]
pengadaan barang dan jasa, serta penyaluran PSO. [GRI
112 205-1]
Dalam rangka memperkuat budaya antikorupsi, PTPI To strengthen the anti-corruption culture, PTPI
Laporan Keberlanjutan 2025
secara konsisten melaksanakan komunikasi dan consistently conducts anti-corruption communication
pelatihan antikorupsi kepada seluruh insan PTPI, and training for all PTPI’s employees, including the
termasuk Dewan Komisaris dan Direksi. [GRI 205-2] Board of Commissioners and the Board of Directors.
[GRI 205-2]
Page 113
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Pada tahun 2025, tingkat partisipasi Dewan Pada tahun 2025, tingkat partisipasi seluruh
Komisaris, Direksi, serta seluruh karyawan di karyawan di seluruh wilayah operasional PTPI
semua jenjang jabatan (Grade I–VII) dalam dalam komunikasi dan pelatihan antikorupsi
komunikasi dan pelatihan antikorupsi mencapai mencapai
In 2025, participation in anti-corruption In 2025, participation in anti-corruption
communication and training across the Board of communication and training across all
Commissioners, the Board of Directors, and all employees in all PTPI operational areas reached
employees at all levels (Grades I–VII) reached
100% 100%
Pada periode pelaporan, tidak terdapat insiden korupsi During the reporting period, there were no confirmed
yang terbukti di lingkungan Perusahaan. Dengan incidents of corruption within the Company. Accordingly,
demikian, tidak terdapat karyawan yang diberhentikan no employees were dismissed or sanctioned as a result
maupun dikenakan sanksi sebagai akibat dari of corruption-related violations. In addition, no contracts
pelanggaran terkait korupsi. Selain itu, tidak terdapat with business partners were terminated or not renewed
kontrak dengan mitra bisnis yang diakhiri atau tidak due to corruption-related breaches. There were also
diperpanjang karena pelanggaran yang berkaitan no legal cases related to corruption filed by the public
dengan korupsi. Selain itu, tidak terdapat kasus hukum against the Company or its employees. [GRI 205-3]
terkait korupsi yang diajukan oleh publik terhadap
Perusahaan maupun karyawannya. [GRI 205-3]
Sistem Pelaporan Pelanggaran [GRI 2-26] [OJK F.24]
Whistleblowing System
Perusahaan mengimplementasikan Sistem Pelaporan The Company has implemented a Whistleblowing
Pelanggaran (Whistleblowing System/WBS) yang System (WBS) that is accessible to both internal
dapat diakses oleh pemangku kepentingan internal and external stakeholders, including an option for
maupun eksternal, termasuk opsi pelaporan anonim. anonymous reporting. The implementation of the WBS
Implementasi WBS ditujukan, antara lain untuk: is intended, among other things, to:
1. Menyediakan sarana pelaporan yang aman, mudah 1. To provide a secure, easily accessible, and reliable
diakses, dan terpercaya, baik bagi stakeholder reporting mechanism for both internal and external
internal maupun eksternal; stakeholders;
2. Mendorong deteksi dini atas potensi pelanggaran, 2. To promote the early detection of potential
baik yang berdampak finansial maupun non- violations, whether with financial or non-financial
finansial, guna melindungi aset, reputasi, dan implications, in order to protect the Company’s
keberlangsungan usaha Perusahaan; assets, reputation, and business continuity;
3. Meningkatkan efektivitas pengawasan internal 3. Enhancing the effectiveness of internal oversight 113
melalui partisipasi aktif seluruh pemangku through the active participation of all stakeholders
kepentingan dalam melaporkan dugaan in reporting suspected violations;
2025 Sustainability Report
pelanggaran;
4. Menjamin kerahasiaan dan perlindungan pelapor 4. Ensuring the confidentiality and protection of
(whistleblower) dari segala bentuk intimidasi, whistleblowers from all forms of intimidation,
diskriminasi, maupun tindakan balasan; discrimination, or retaliation;
Page 114
Penguatan Tata Kelola dan Kepatuhan
Strengthening Governance and Compliance
5. Memastikan proses penanganan laporan yang 5. Ensuring an objective, transparent, and accountable
objektif, transparan, dan akuntabel, sesuai dengan process for handling reports, in accordance with
ketentuan dan peraturan yang berlaku; applicable laws and regulations;
6. Mendukung penerapan prinsip Good Corporate 6. Support the implementation of Good Corporate
Governance (GCG), khususnya transparansi, Governance (GCG) principles, particularly
akuntabilitas, responsibilitas, independensi, dan transparency, accountability, responsibility,
kewajaran; independence, and fairness;
7. Meningkatkan kepercayaan pemangku 7. Enhance stakeholder confidence in the Company’s
kepentingan terhadap sistem pengendalian internal control system and governance;
internal dan tata kelola Perusahaan;
8. Menciptakan lingkungan kerja yang terbuka, 8. Creating an open, transparent, and ethical work
transparan, dan beretika, serta mendorong budaya environment, and fostering a culture of speaking
berani melaporkan (speak-up culture) di lingkungan up within the Company.
Perusahaan.
Perusahaan menyediakan berbagai saluran bagi The Company provides various channels for
pelapor untuk menyampaikan dugaan pelanggaran, whistleblowers to report alleged violations, including
antara lain melalui website, e-mail, telepon, dan desk through the website, email, telephone, and a dedicated
pengaduan, yang dapat dimanfaatkan oleh pelapor, complaint desk, which whistleblowers may use, namely:
yakni:
Website : http://wbs.pupuk-indonesia.com Complaint Desk
E-mail : wbs@pupuk-indonesia.com Tim WBS PIHC – Kantor Pusat PT Pupuk
Phone/SMS/WA : (+62) 811 1069 1069 Indonesia (Persero) Gedung Pusri Lantai 1,
Jalan Taman Anggrek
Kemanggisan Jaya, Jakarta 11480
Perusahaan memberikan batasan yang jelas untuk The Company sets clear parameters for each report
setiap pelaporan yang dapat diproses lebih lanjut oleh that can be further processed by the Whistleblowing
Sistem Manajemen. Pelaporan Pelanggaran (WBMS). Management System (WBMS). The parameters and
Batasan dan kategori aduan yang ditindaklanjuti categories of complaints addressed by the WBMS are
oleh WBMS adalah tindakan yang dapat merugikan actions that may cause harm to the Company, whether
Perusahaan, baik secara finansial maupun non-finansial, financial or non-financial, including:
meliputi:
1. Pelanggaran terhadap Kode Etik/Perilaku dan 1. Violations of the Code of Ethics/Conduct and
Peraturan Perusahaan Company Regulations
2. Penipuan 2. Fraud
3. Korupsi 3. Corruption
4. Penyuapan 4. Bribery
5. Pemerasan 5. Extortion
6. Gratifikasi yang tidak sah (ilegal) 6. Illegal gratuities
114 7. Kecurangan 7. Cheating
8. Pelanggaran hukum 8. Legal violations
9. Pencurian 9. Theft
Laporan Keberlanjutan 2025
10. Penggelapan 10. Embezzlement
11. Kelalaian yang berdampak besar 11. Gross negligence
12. Diskriminasi 12. Discrimination
13. Intimidasi 13. Intimidation
Page 115
PT Pupuk Indonesia (Persero)
14. Kekerasan 14. Violence
15. Pelecehan 15. Harassment
16. Penggunaan dan atau sumber daya publik yang 16. Unauthorized use of public resources
tidak sah
17. Penyalahgunaan wewenang 17. Abuse of authority
18. Benturan kepentingan 18. Conflict of interest
19. Mismanajemen 19. Mismanagement
WBS Perusahaan hanya akan menindaklanjuti The Company’s WBS will only follow up on complaints
pengaduan atas perbuatan/tindakan sebagaimana regarding acts or actions as listed in items 1 through 19.
tersebut pada nomor 1 sampai 19. Pelaporan Reports of violations related to Safety, Health, and the
Pelanggaran terkait dengan Keselamatan, Kesehatan Environment (SHE), Human Resources, and Company
Kerja, dan Lingkungan Hidup (K3LH), Sumber Daya facilities may be submitted to the relevant parties using
Manusia, dan fasilitas Perusahaan dapat disampaikan the reporting mechanisms in place at the Company.
kepada pihak terkait dengan menggunakan mekanisme Reports of violations related to the Respectful Workplace
pelaporan yang berlaku di Perusahaan. Pelaporan Policy (RWP) are addressed by the Company through
Pelanggaran terkait dengan Respectful Workplace mechanisms specifically outlined in the Implementation
Policy (RWP) ditindaklanjuti oleh Perusahaan melalui Guidelines for the Respectful Workplace Policy (RWP)
mekanisme yang diatur secara khusus pada Pedoman at PTPI.
implementasi Respectful Workplace Policy (RWP) di
PTPI.
Dalam rangka memastikan pengelolaan pengaduan To ensure effective and accountable complaint
yang efektif dan akuntabel, PTPI telah menetapkan: management, PTPI has established:
1. Pedoman dan Prosedur terkait dengan 1. Guidelines and procedures related to the
pengelolaan Sistem Pelaporan Pelanggaran (WBS), management of the Whistleblowing System (WBS),
Tim Penanganan Aduan (TPA) serta Tim Investigasi the Complaint Handling Team (TPA) and the
yang dibentuk sesuai kebutuhan penanganan Investigation Team formed as needed to handle
pengaduan. complaints.
2. Internalisasi dan sosialisasi WBS kepada Insan 2. Internalization and dissemination of the WBS to
Perusahaan dan pemangku kepentingan. Company employees and stakeholders.
3. Memberikan pilihan mekanisme pelaporan yang 3. Providing reporting mechanisms that are
bersifat anonim dan dapat diakses oleh seluruh anonymous and accessible to all stakeholders, and
pemangku kepentingan, dan
4. Integrasi WBS Tindak Pidana Korupsi (TPK) dengan 4. Integration of the WBS for Corruption Crimes
KPK RI berdasarkan Perjanjian Kerja Sama yang (TPK) with the Indonesian Corruption Eradication
ditandatangani pada tahun 2021 dan dimutakhirkan Commission (KPK) based on a Cooperation
pada tahun 2023. Agreement signed in 2021 and updated in 2023.
5. Penguatan pemberian perlindungan pelapor 5. Strengthening the protection of whistleblowers
dan pihak terkait dalam penanganan aduan and related parties in the handling of violation
pelanggaran, melalui pelaksanaan Perjanjian Kerja complaints, through the implementation of a
Sama dengan Lembaga Perlindungan Saksi dan Cooperation Agreement with the Witness and
Korban (LPSK) pada tahun 2023. Victim Protection Agency (LPSK) in 2023.
Proses pengelolaan dan tindak lanjut pengaduan The complaint management and follow-up process is 115
dilaksanakan sesuai dengan Pedoman dan Prosesur carried out in accordance with the applicable guidelines
terkait dengan pengelolaan Sistem Pelaporan and procedures for managing the Whistleblowing
2025 Sustainability Report
Pelanggaran yang berlaku. Hingga akhir periode System. As of December 31, 2025, the number of
31 Desember 2025, jumlah pengaduan dugaan complaints regarding alleged violations received
pelanggaran yang diterima melalui WBS di PTPI tercatat through the WBS at PTPI totaled 608.
sebanyak 608 pengaduan.
Page 116
Penguatan Tata Kelola dan Kepatuhan
Strengthening Governance and Compliance
Konflik Kepentingan [GRI 2-15]
Conflict of Interest
PTPI telah menetapkan kerangka kebijakan yang PTPI has a comprehensive policy framework to prevent
komprehensif guna mencegah terjadinya benturan conflicts of interest, encompassing governance
kepentingan, yang mencakup mekanisme tata kelola, mechanisms, formal guidelines and procedures, as well
pedoman dan prosedur resmi, serta prinsip transparansi as principles of transparency between decision-making
antara pengambil keputusan dan fungsi pengawasan. and supervisory functions. This framework applies
Kerangka ini berlaku di seluruh jenjang organisasi, across all organizational levels, including the highest
termasuk pada badan tata kelola tertinggi, dengan governance bodies, requiring each member of the
pengaturan yang mewajibkan setiap anggota Dewan Board of Commissioners and the Board of Directors to
Komisaris dan Direksi untuk mengungkapkan potensi disclose any potential conflicts of interest and to refrain
benturan kepentingan serta tidak terlibat dalam proses from participating in discussions or decision-making
pembahasan maupun pengambilan keputusan apabila processes where personal interests, whether direct or
terdapat kepentingan pribadi, baik secara langsung indirect is involved.
maupun tidak langsung.
Melalui pendekatan yang sistematis tersebut, PTPI Through this systematic approach, PTPI ensures that all
memastikan setiap keputusan strategis diambil strategic decisions are made solely in the interest of the
semata-mata untuk kepentingan perusahaan, Company, free from personal or external influence. This
bebas dari pengaruh kepentingan pribadi maupun mechanism is supported by the mandatory signing of
eksternal. Mekanisme ini didukung oleh kewajiban Integrity Pacts, submission of independence statements,
penandatanganan Pakta Integritas, penyampaian and oversight by internal control functions, enabling
pernyataan independensi, serta pengawasan oleh potential conflicts of interest to be effectively prevented
fungsi pengendalian internal sehingga potensi konflik and minimized, while fostering a fair, integrity-driven,
kepentingan dapat dihindari dan diminimalkan secara and accountable work environment.
efektif serta tercipta lingkungan kerja yang adil,
berintegritas, dan akuntabel.
Penerapan pencegahan dan pengelolaan benturan The implementation of conflict of interest prevention
kepentingan tersebut didukung oleh sejumlah and management is supported by several guidelines,
pedoman, antara lain: including:
• Pedoman Tata Kelola Perusahaan • Code of Corporate Governance
• Pedoman Etika dan Perilaku • Code of Conduct
• Pedoman Kerja Dewan Komisaris dan Direksi • Board Manual
• Pedoman Tata Kelola Kelompok Usaha • Code of Group Governance
• Pedoman, prosedur, dan instruksi kerja lainnya • Other relevant guidelines, procedures, and work
instructions
Selain itu, PTPI memiliki Pedoman Pengelolaan Tata In addition, PTPI has established the Governance &
Kelola & Kepatuhan yang telah disahkan pada tanggal 3 Compliance Management Guidelines, which were
Oktober 2025 sebagai pedoman omnibus. Pedoman ini officially approved on October 3, 2025, as an omnibus
116 antara lain mengatur pengelolaan benturan kepentingan guideline. These guidelines regulate, among other
dan menjadi acuan bagi Perusahaan serta Anak matters, the management of conflicts of interest
Perusahaan dalam melaksanakan upaya pencegahan, and serve as a reference for the Company and its
Laporan Keberlanjutan 2025
pengendalian, penanganan, dan penegakan atas Subsidiaries in implementing measures to prevent,
potensi maupun kejadian benturan kepentingan. Dalam control, address, and enforce actions related to
pedoman tersebut, benturan kepentingan dikategorikan potential or actual conflicts of interest. The guidelines
sebagai salah satu bentuk korupsi yang perlu dikelola also classify conflicts of interest as a form of corruption
secara sistematis dan berkelanjutan. that must be managed systematically and sustainably.
Page 117
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Laporan dugaan benturan kepentingan dapat As part of its ESG commitments, the Company manages
disampaikan secara langsung atau melalui saluran its assets to ensure the responsible use of resources.
WBS untuk ditindaklanjuti dan diteruskan kepada pihak Physical assets, office buildings, warehouses,
terkait, seperti pimpinan unit kerja. Satuan Pengawasan distribution support facilities, and non-core assets
Intern (SPI), dan Direksi sesuai kewenangannya. [GRI 2-15] are managed with consideration for efficiency, safety,
compliance, and sustainability. [GRI 2-15]
Pada periode pelaporan, tidak terdapat laporan The Company also continues to strengthen asset
pengaduan terkait benturan kepentingan yang mapping, monitoring, and evaluation to support optimal
berkaitan dengan Pemegang Saham, Dewan Komisaris, operations, reduce potential inefficiencies, and align
Direksi ataupun karyawan terkait dengan kewenangan with the principles of good corporate governance. [GRI
dan pelaksanaan tugasnya. [GRI 2-15] 2-15]
Proses Mengelola Dampak [GRI 2-25] [OJK F.16]
Process for Managing Impacts
PTPI menyadari bahwa setiap kegiatan usaha memiliki PTPI recognizes that its business activities generate
dampak, baik positif maupun negatif, dan berkomitmen both positive and negative impacts and is committed
untuk mengelola serta memitigasi dampak negatif to managing and mitigating negative impacts in a
tersebut secara bertanggung jawab. Sebagai bagian responsible manner. As part of its approach to identifying
dari pendekatan untuk mengidentifikasi dan menangani and addressing grievances, PTPI provides grievance
keluhan, PTPI menyediakan mekanisme pengaduan mechanisms accessible to customers, communities, as
yang dapat diakses oleh pelanggan, masyarakat, serta well as internal and external parties. These mechanisms
pihak internal dan eksternal. Mekanisme ini mencakup include channels for submitting feedback on products
penyampaian masukan terkait produk dan layanan, serta and services, as well as a whistleblowing system for
sistem pelaporan pelanggaran (whistleblowing system) reporting alleged violations. All reports received are
untuk melaporkan dugaan pelanggaran. Seluruh followed up through verification, investigation, and
laporan yang diterima ditindaklanjuti melalui proses resolution processes in accordance with applicable
verifikasi, investigasi, dan penyelesaian sesuai dengan provisions. In addition to grievance mechanisms, PTPI
ketentuan yang berlaku. Selain mekanisme pengaduan, implements other processes to support the remediation
PTPI juga menjalankan proses lain untuk mendukung of negative impacts, including follow-up actions based
pemulihan dampak negatif, termasuk tindak lanjut on investigation results, the provision of remedies
atas hasil investigasi, pemberian solusi atau perbaikan or corrective actions to affected parties, and the
kepada pihak terdampak, serta peningkatan kebijakan enhancement of internal policies and procedures to
dan prosedur internal guna mencegah terulangnya prevent recurrence.
kejadian serupa.
PTPI melibatkan pemangku kepentingan sebagai PTPI involves stakeholders, as users of the grievance
pengguna mekanisme pengaduan dalam proses mechanisms, in the design, review, and enhancement of
perancangan, peninjauan, dan peningkatan mekanisme these mechanisms through regular consultation forums
tersebut melalui forum konsultasi rutin dan survei and satisfaction surveys. Stakeholder input is used 117
kepuasan. Masukan dari pemangku kepentingan as the basis for refining procedures and developing
digunakan sebagai dasar dalam penyempurnaan reporting platforms to ensure they remain relevant and
2025 Sustainability Report
prosedur dan pengembangan platform pelaporan responsive to user needs. To ensure effectiveness, PTPI
agar tetap relevan dan responsif terhadap kebutuhan periodically monitors and evaluates the performance
pengguna. Untuk memastikan efektivitasnya, PTPI of its grievance mechanisms and remediation
secara berkala memantau dan mengevaluasi kinerja processes using indicators such as response time,
mekanisme pengaduan dan proses pemulihan melalui resolution rate, and stakeholder feedback. The results
Page 118
Penguatan Tata Kelola dan Kepatuhan
Strengthening Governance and Compliance
indikator seperti waktu respons, tingkat penyelesaian of these evaluations are used to support continuous
aduan, dan umpan balik pemangku kepentingan. Hasil improvement and are disclosed transparently in the
evaluasi ini digunakan untuk perbaikan berkelanjutan Sustainability Report.
dan diungkapkan secara transparan dalam Laporan
Keberlanjutan.
Masukan, usulan, dan pengaduan dapat disampaikan Feedback, suggestions, and complaints can be
melalui: submitted through:
Surel | Email: @pupuk_indonesia PT Pupuk Indonesia
info@pupuk-indonesia.com
@pt.pupukindonesia PT Pupuk Indonesia Official
Situs Web | Website:
www.pupuk-indonesia.com Pupuk.Indonesia
Komunikasi Masalah Penting [GRI 2-16]
Communication of Critical Concerns
PTPI telah menetapkan prosedur khusus untuk PTPI has specific procedures to communicate critical
mengkomunikasikan informasi kritis atau masalah information or material issues to ensure timely and
penting guna memastikan penanganan yang cepat dan effective handling of urgent situations. Critical concerns
efektif terhadap situasi mendesak. Masalah penting include issues related to the Company’s potential and
mencakup isu yang berkaitan dengan potensi dan actual negative impacts on stakeholders, as identified
dampak negatif aktual Perusahaan terhadap pemangku through grievance mechanisms and other processes,
kepentingan, yang diidentifikasi melalui mekanisme including national emergencies (such as pandemics) or
pengaduan serta proses lainnya, termasuk kondisi other events that may materially affect operations.
darurat nasional (misalnya pandemi) atau peristiwa lain
yang berpotensi mempengaruhi operasional secara
material.
Mekanisme penyampaian isu kritis dilakukan melalui The mechanism for communicating critical issues
rapat Direksi dan selanjutnya dikomunikasikan kepada is carried out through Board of Directors meetings
Dewan Komisaris dalam rapat gabungan Dewan and subsequently communicated to the Board of
Komisaris dan Direksi. Selama periode pelaporan, tidak Commissioners in joint meetings of the Board of
terdapat masalah penting yang memerlukan intervensi Commissioners and the Board of Directors. During
atau input langsung dari Direksi. the reporting period, there were no critical concerns
requiring direct intervention or input from the Board of
Directors.
118
Laporan Keberlanjutan 2025
Page 119
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Praktik Usaha yang Adil dan Patuh Hukum
Fair and Lawful Business Practices
PTPI senantiasa mematuhi seluruh peraturan PTPI consistently complies with all applicable laws
perundang-undangan yang berlaku serta tidak terlibat and regulations and does not engage in monopolistic
dalam praktik monopoli, anti-trust, maupun bentuk practices, anti-trust activities, or other forms of unfair
persaingan usaha tidak sehat lainnya. Pada periode competition. During the reporting period, there were no
pelaporan, tidak terdapat tuntutan hukum terkait praktik legal cases related to monopoly practices or significant
monopoli maupun pelanggaran peraturan perundang- violations of laws and regulations. This compliance
undangan yang signifikan. Kepatuhan ini mencerminkan reflects the Company’s commitment to maintaining
komitmen Perusahaan dalam menjaga integritas, integrity, mitigating legal risks, and fostering a
mitigasi risiko hukum, serta menciptakan lingkungan transparent and ethical business environment. [GRI 3-3] [GRI
usaha yang transparan dan berlandaskan etika. [GRI 3-3] 2-27] [GRI 206-1]
[GRI 2-27] [GRI 206-1]
PTPI juga secara aktif mengikuti dan mendukung PTPI also actively follows and supports government
kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan aspek policies related to environmental and social aspects,
lingkungan dan sosial, termasuk pengurangan emisi gas including greenhouse gas emission reduction, waste
rumah kaca, pengelolaan limbah, dan pengembangan management, and the development of renewable
energi terbarukan. PTPI memastikan kepatuhan energy. PTPI ensures compliance with applicable
terhadap regulasi yang berlaku serta mengintegrasikan regulations and integrates sustainability principles into
prinsip keberlanjutan ke dalam strategi operasional its operational strategy to anticipate regulatory changes
untuk mengantisipasi perubahan kebijakan dan and promote positive impacts on communities and the
mendorong dampak positif bagi masyarakat dan environment. [RT-CH-530a.1]
lingkungan. [RT-CH-530a.1]
Kontribusi Politik
Political Contributions
PTPI menerapkan kebijakan yang secara konsisten PTPI applies a policy that consistently maintains the
menjaga netralitas Perusahaan dari keterlibatan dalam Company’s neutrality from involvement in political
aktivitas politik, guna memastikan fokus operasional activities, ensuring that its operational focus remains
tetap pada pencapaian tujuan perusahaan dan agenda on achieving corporate objectives and sustainability
keberlanjutan tanpa dipengaruhi dinamika politik priorities without being influenced by external political
eksternal. Kebijakan ini diatur dalam Pedoman Tata dynamics. This policy is set out in the PTPI Code of
Kelola Perusahaan (Code of Corporate Governance) Corporate Governance and the Code of Conduct, which
dan Pedoman Etika dan Perilaku (Code of Conduct), emphasize the principle of political neutrality, including
yang menegaskan prinsip netralitas terhadap kegiatan provisions on political contributions as outlined below:
politik, termasuk pengaturan terkait kontribusi politik [GRI 3-3] [GRI 415-1]
sebagaimana dirinci berikut ini: [GRI 3-3] [GRI 415-1]
1. Perusahaan memberikan kebebasan kepada 1. The Company allows individuals working within 119
setiap individu yang bekerja di Perusahaan untuk the Company the freedom to participate in political
berpartisipasi dalam proses politik dan mendukung processes and support political parties or candidates
2025 Sustainability Report
partai atau kandidat pilihannya tanpa pengaruh of their choice without any influence. Individuals
apapun. Individu yang mengikuti kegiatan who actively engage in political activities, including
politik secara aktif, antara lain ikut serta dalam party membership or campaigning, must refer to
Page 120
Penguatan Tata Kelola dan Kepatuhan
Strengthening Governance and Compliance
keanggotaan partai politik atau berkampanye untuk and comply with internal policies and applicable
tujuan pemilihan, harus mengacu dan mematuhi laws and regulations.
ketentuan internal dan peraturan perundang-
undangan.
2. Perusahaan tidak berpihak kepada partai politik 2. The Company does not align with any political
manapun atau tidak memberi sumbangsih dan/ party and does not provide contributions and/or
atau donasi baik dalam bentuk uang tunai atau donations, whether in cash or in kind, to political
lainnya kepada partai politik maupun organisasi parties or affiliated organizations or representatives
atau perwakilan yang terafiliasi di lokasi manapun in any of its operating locations.
Perusahaan beroperasi.
3. Perusahaan dalam batas kepatutan, hanya dapat 3. Within reasonable limits, the Company may provide
memberikan donasi untuk amal atau tujuan sosial donations solely for charitable or social purposes in
sesuai dengan peraturan perundang-undangan. accordance with applicable laws and regulations.
Dalam Pedoman Etika dan Perilaku, ketentuan Under the Code of Conduct, provisions on Political
mengenai Aktivitas Politik mengatur ketentuan sebagai Activities are regulated as follows: [GRI 415-1]
berikut: [GRI 415-1]
1. Tidak memberikan kontribusi yang berasal dari 1. Not to provide contributions sourced from
dana Perusahaan, barang-barang dan fasilitas milik Company funds, assets, or facilities to support any
Perusahaan, yang ditujukan untuk mendukung political party or candidate, except as permitted
partai politik atau kandidat manapun, kecuali under applicable laws and regulations.
sebatas yang dibenarkan menurut hukum dan
peraturan perundang-undangan yang berlaku.
2. Tidak menggunakan anggaran dan fasilitas yang 2. Not to use Company budgets and facilities,
dimiliki Perusahaan, antara lain berupa kendaraan including official/operational vehicles, buildings,
dinas/operasional, gedung, ruang aula, lapangan, halls, fields, and other facilities, for personal or
dan fasilitas lainnya untuk kepentingan pribadi/ group interests, including election and/or regional
kelompok/golongan termasuk untuk keperluan election campaign activities.
pelaksanaan kampanye Pemilu dan/atau Pilkada.
3. Fasilitas sebagaimana dimaksud pada angka (2) 3. The facilities referred to in point (2) above may
di atas, dapat digunakan untuk kegiatan yang be used for activities related to elections and/or
terkait dengan Pemilu dan/atau Pilkada, sepanjang regional elections, provided they are conducted
dilakukan dengan mekanisme bisnis, misalnya through a business mechanism, such as leasing
dengan cara sewa menyewa, dengan nilai transaksi arrangements, at reasonable and generally
yang wajar dan berlaku umum sesuai dengan applicable rates in accordance with Company
Ketentuan Perusahaan. provisions.
4. Menghindari, menghentikan dan/atau mengganti 4. To avoid, discontinue, and/or replace activities
kegiatan-kegiatan yang berpotensi disalahgunakan that may be misused by individuals or groups
oleh pribadi/kelompok/golongan tertentu untuk for practical political activities in the context of
kegiatan politik praktis dalam rangka Pemilu dan/ elections and/or regional elections.
atau Pilkada.
5. Melaporkan indikasi adanya Insan Perusahaan yang 5. To report any indication of Company employees
melakukan pelanggaran peraturan perundang- violating laws and regulations related to elections
undangan di bidang Pemilu dan/atau Pilkada and/or regional elections to the relevant
120 kepada Lembaga pelaksana dan/atau pengawas implementing and/or supervisory authorities.
pemilihan.
6. Melarang pencalonan calon Kepala Daerah/ 6. To prohibit candidacy for Regional Head/
Laporan Keberlanjutan 2025
Wakil Kepala Daerah, keterlibatan dalam partai Vice Regional Head, involvement in political
politik, dan larangan penggunaan Sumber Daya parties, and the use of the above-mentioned
tersebut di atas untuk juga diterapkan kepada resources, applicable to Company employees and
Insan Perusahaan dan Anak Perusahaan / Afiliasi Subsidiaries/Affiliated entities.
terkonsolidasi.
Page 121
PT Pupuk Indonesia (Persero)
7. Patuh terhadap setiap peraturan perundang- 7. To comply with all laws and regulations governing
undangan yang mengatur keterlibatan Perusahaan the Company’s involvement in public affairs,
dalam urusan publik, meliputi Aktivitas Politik dan including political and social activities.
sosial.
8. Insan Perusahaan yang menjadi Calon Gubernur, 8. Company employees who become candidates for
Calon Wakil Gubernur, Calon Bupati, Calon governor, vice governor, regent, vice regent, mayor,
Wakil Bupati, Calon Walikota dan Calon Wakil or vice mayor, or who decide to take positions in
Walikota, serta yang memutuskan untuk menjadi political parties, must resign and/or be dismissed
pengurus partai politik, harus mengundurkan diri from their positions as Company employees upon
dan/atau diberhentikan dari jabatannya sebagai official nomination by the Provincial or Regency/
Insan Perusahaan sejak ditetapkan oleh Komisi City Election Commission, with entitlements
Pemilihan Umum Provinsi atau Komisi Pemilihan granted in accordance with applicable provisions
Umum Kabupaten/Kota, dengan mendapatkan hak- of the Company/subsidiaries.
hak sesuai dengan ketentuan yang berlaku pada
masing-masing Perusahaan/Anak Perusahaan.
9. Tidak ikut serta/terlibat dalam kegiatan politik, 9. Not to participate or be involved in political activities
kampanye Pemilu dan/atau Pilkada, baik secara or election campaigns, either directly or indirectly,
langsung maupun tidak langsung yaitu melalui including through social media.
sosial media.
10. Tidak menggunakan Media Sosial milik pribadi 10. Not to use personal or Company social media to
atau Perusahaan untuk mengunggah atau post or disseminate content related to practical
menyebarluaskan konten yang terkait dengan political activities, particularly in the context of
kegiatan politik praktis khususnya dalam rangka elections or regional elections.
Pemilu atau Pilkada.
11. Menghindari, menghentikan dan/atau mengganti 11. To avoid, discontinue, and/or replace activities
kegiatan-kegiatan yang berpotensi disalahgunakan that may be misused by individuals or groups
oleh pribadi/kelompok/golongan tertentu untuk for practical political activities in the context of
kegiatan politik praktis dalam rangka Pemilu dan/ elections and/or regional elections.
atau Pilkada.
Pada periode pelaporan, Perusahaan tidak memberikan During the reporting period, the Company did not make
kontribusi politik baik secara langsung maupun tidak any political contributions, either directly or indirectly,
langsung, dalam bentuk keuangan maupun natura. [GRI in the form of financial or in-kind contributions. [GRI 415-1]
415-1]
121
2025 Sustainability Report
Page 122
Pencapaian Kinerja Ekonomi Berkelanjutan Achieving Sustainable Economic Performance
Page 123
Page 124
Pencapaian Kinerja Ekonomi Berkelanjutan
Achieving Sustainable Economic Performance
Kinerja ekonomi memiliki peran penting
dalam mendukung keberlanjutan usaha
Perusahaan. Melalui pengelolaan sumber
daya yang efektif dan penguatan stabilitas
keuangan, Perusahaan berupaya memastikan
penciptaan nilai jangka panjang sekaligus
memenuhi tanggung jawabnya kepada para
pemangku kepentingan. Kinerja ekonomi
juga mencerminkan kemampuan Perusahaan
dalam menjaga kesinambungan operasional
di tengah dinamika industri serta tantangan
eksternal yang terus berkembang. [GRI 3-3]
Economic performance plays an important role in supporting the
Company’s business sustainability. Through effective resource
management and strengthened financial stability, the Company seeks
to ensure long-term value creation while fulfilling its responsibilities to
stakeholders. Economic performance also reflects the Company’s ability
to maintain operational continuity amid industry dynamics and increasing
external challenges. [GRI 3-3]
124
Laporan Keberlanjutan 2025
Page 125
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Tinjauan atas Ekonomi Nasional
Overview of the National Economy
Pada tahun 2025, perekonomian nasional menunjukkan In 2025, the national economy showed upward
penguatan yang ditopang oleh stabilitas sektor-sektor momentum, supported by the stability of key sectors,
strategis, terutama pertanian sebagai pilar ketahanan particularly agriculture as a pillar of national food
pangan nasional. Dalam konteks ini, industri pupuk security. In this context, the fertilizer industry plays an
memiliki peran penting karena berkontribusi langsung important role, as it directly contributes to improving
terhadap peningkatan produktivitas pertanian dan agricultural productivity and the sustainability of farming
keberlanjutan usaha tani. Permintaan pupuk, khususnya activities. Demand for fertilizers, especially subsidized
pupuk bersubsidi, tetap terjaga seiring komitmen fertilizers, remained stable in line with the Government’s
pemerintah dalam memastikan ketersediaan input commitment to ensuring the availability of affordable
pertanian yang terjangkau dan tepat sasaran bagi petani and targeted agricultural inputs for farmers across
di berbagai wilayah Indonesia. Komitmen tersebut Indonesia. This commitment was reinforced through
diperkuat melalui penerbitan Peraturan Presiden the issuance of Presidential Regulation No. 6 of 2025
Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2025 tentang Tata on the Governance of Subsidized Fertilizers, which
Kelola Pupuk Bersubsidi, yang menjadi landasan utama serves as the main foundation for reforming the national
reformasi sistem distribusi pupuk bersubsidi secara subsidized fertilizer distribution system.
nasional.
Sepanjang tahun 2025, pemerintah melakukan Throughout 2025, the Government introduced
penyesuaian kebijakan di sektor pupuk melalui policy adjustments in the fertilizer sector through the
penerapan mekanisme baru penyaluran pupuk implementation of a new mechanism for subsidized
bersubsidi sebagaimana diatur lebih lanjut dalam fertilizer distribution, as further regulated in the
Peraturan Menteri Pertanian Nomor 15 Tahun 2025 Regulation of the Minister of Agriculture No. 15 of
tentang Pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 6 2025 on the Implementation of Presidential Regulation
Tahun 2025 tentang Tata Kelola Pupuk Bersubsidi. No. 6 of 2025 on the Governance of Subsidized
Regulasi ini mengatur secara teknis proses Fertilizers. This regulation provides detailed technical
perencanaan, penetapan alokasi, pengadaan, hingga provisions covering planning, allocation determination,
pengawasan distribusi pupuk bersubsidi. procurement, and the supervision of subsidized fertilizer
distribution.
Mekanisme baru tersebut diarahkan untuk The new mechanism is designed to simplify the
menyederhanakan proses distribusi, meningkatkan distribution process, improve the accuracy of
akurasi sasaran penerima, serta memperkuat beneficiary targeting, and strengthen transparency and
transparansi dan pengawasan. Pemanfaatan sistem oversight. The use of an electronic data-based planning
perencanaan berbasis data elektronik menjadi system is a key foundation in enabling more efficient,
fondasi utama dalam mendorong penyaluran pupuk accountable, and responsive distribution of subsidized
bersubsidi yang lebih efisien, akuntabel, dan responsif fertilizers. In addition, the Government has established
terhadap kebutuhan petani. Selain itu, pemerintah juga policies on allocation and the Highest Retail Price (HET)
menetapkan kebijakan terkait alokasi dan Harga Eceran of subsidized fertilizers through the Decree of the
Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi melalui Keputusan Minister of Agriculture No. 1117/Kpts./SR.310/M/10/2025
Menteri Pertanian Nomor 1117/Kpts./SR.310/M/10/2025 on Types, Highest Retail Prices, and Allocation of
tentang Jenis, Harga Eceran Tertinggi, dan Alokasi Subsidized Fertilizers for Fiscal Year 2025, which serves 125
Pupuk Bersubsidi Tahun Anggaran 2025, yang menjadi as a reference for technical implementation in the field.
acuan pelaksanaan teknis di lapangan.
2025 Sustainability Report
Di sisi industri, pembaruan kebijakan subsidi dan From an industry perspective, updates to subsidy
penguatan regulasi perdagangan turut membentuk policies and strengthened trade regulations have
dinamika usaha pupuk nasional sepanjang tahun 2025. shaped the dynamics of the national fertilizer industry
Penyesuaian skema subsidi yang diperbarui melalui throughout 2025. Adjustments to the subsidy scheme,
Peraturan Presiden Nomor 113 Tahun 2025 tentang as stipulated in Presidential Regulation No. 113 of 2025
Page 126
Pencapaian Kinerja Ekonomi Berkelanjutan
Achieving Sustainable Economic Performance
Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun on the Amendment to Presidential Regulation No. 6
2025 diarahkan untuk meningkatkan efisiensi biaya of 2025, are aimed at improving cost efficiency and
dan memperbaiki arus kas produsen, tanpa mengurangi enhancing producers’ cash flow, while maintaining
komitmen pemerintah dalam menjaga keterjangkauan the Government’s commitment to ensuring fertilizer
harga pupuk bagi petani. Penguatan regulasi affordability for farmers. Strengthened regulations on
terkait standar produk, perizinan, dan pengawasan product standards, licensing, and trade supervision
perdagangan juga mendorong terciptanya praktik have also encouraged more orderly, transparent, and
usaha yang lebih tertib, transparan, dan berkelanjutan sustainable business practices within the fertilizer
di industri pupuk. industry.
Dalam lanskap tersebut, PTPI memegang peran Within this landscape, PTPI plays a strategic role as a
strategis sebagai produsen pupuk nasional yang national fertilizer producer entrusted with maintaining
mengemban mandat untuk menjaga ketersediaan the availability and continuity of fertilizer supply across
dan kelancaran pasokan pupuk di seluruh wilayah Indonesia. The Company acts as a key link between
Indonesia. Perusahaan berperan sebagai penghubung government policy and on-the-ground implementation,
utama antara kebijakan pemerintah dan implementasi di particularly in supporting the new subsidized fertilizer
lapangan, khususnya dalam mendukung pelaksanaan distribution mechanism as regulated under the
mekanisme baru penyaluran pupuk bersubsidi Presidential Regulation and its implementing provisions.
sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden dan Through integrated management of production,
peraturan turunannya. Melalui pengelolaan produksi, distribution, and governance, Pupuk Indonesia
distribusi, dan tata kelola yang terintegrasi, Pupuk contributes directly to strengthening the national
Indonesia berkontribusi langsung dalam memperkuat agricultural sector and supporting the achievement of
sektor pertanian nasional dan mendukung pencapaian sustainable food self-sufficiency.
swasembada pangan secara berkelanjutan.
Inisiatif Strategis 2025
Strategic Initiatives 2025
Pada tahun 2025, PTPI memfokuskan penguatan peran In 2025, PTPI focused on strengthening its role as
sebagai strategic enabler ketahanan pangan nasional a strategic enabler of national food security while
sekaligus meningkatkan profitabilitas berkelanjutan enhancing sustainable profitability through optimization
melalui optimalisasi portofolio pupuk dan non-pupuk, of its fertilizer and non-fertilizer portfolio, production
efisiensi biaya produksi, serta transformasi menuju cost efficiency, and transformation toward a sustainable
industri kimia dan nutrisi tanaman yang berkelanjutan. chemical and plant nutrition industry.
Beberapa inisiatif strategis yang dijalankan pada tahun Key strategic initiatives implemented in 2025 included
2025, antara lain meningkatkan efisiensi konsumsi improving gas feedstock efficiency through the
bahan baku gas lewat program Revamping Ammonia Revamping Ammonia Plant-2 PKT program, targeting a
Pabrik-2 PKT untuk menurunkan konsumsi gas sebesar 4 reduction in gas consumption by 4.0 MMBTU per ton of
MMBTU/ton amonia dan menekan emisi CO2, kemudian ammonia and lowering CO₂ emissions. The Company
penggantian Pusri-III dan IV lewat pembangunan pabrik also replaced Pusri-III and IV through the development
126 baru Pusri-IIIB yang dapat menekan konsumsi gas dari of the new Pusri-IIIB plant, reducing gas consumption
34 MMBTU/ton urea menjadi 24 MMBTU/ton urea. from 34 MMBTU per ton of urea to 24 MMBTU per ton.
Perusahaan juga meningkatkan kapasitas produksi In addition, the Company increased NPK production
Laporan Keberlanjutan 2025
NPK melalui pembangunan pabrik NPK Nitrat PKC capacity through the development of the PKC Nitrate
maupun diversifikasi produk melalui pembangunan NPK plant and diversified its product portfolio through
pabrik Soda Ash PKT sebagai hilirisasi produk amonia. the construction of the PKT Soda Ash plant as part
Guna meningkatkan kapasitas produksi dalam rangka of ammonia downstreaming. To further strengthen
menunjang ketahanan pangan di Indonesia Timur, production capacity in support of food security in
Perusahaan juga tengah mengembangkan proyek Eastern Indonesia, the Company is also developing an
pabrik Amonia-Urea di Papua Barat. Ammonia-Urea plant project in West Papua.
Page 127
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Kinerja PTPI 2025
PTPI Performance 2025
Perbandingan Target dan Kinerja Produksi serta Pendapatan dan Laba Rugi
Tahun 2025 (Ton) [OJK F.2]
Comparison of Production Targets and Actuals, as well as Revenue and Profit or Loss
Performance in 2025 (Ton)
Perbandingan Target dan Target | Target
Realisasi Produksi (Ton) [OJK B.2] 19.223.285
Comparison of Production Target
and Actual (Ton) Realisasi | Actual
19.239.635
Total Produksi Produk
Samping (Ton)
Total Produksi Pupuk (Ton) Total Produksi Non-Pupuk (Ton)
Total By-Product Production
Total Fertilizer Production (Ton) Total Non-Fertilizer Production (Ton)
(Ton)
Target | Target Target | Target Target | Target
12.622.500 6.538.185 62.600
Realisasi | Actual Realisasi | Actual Realisasi | Actual
12.533.088 6.628.034 78.513
Perbandingan Target dan Realisasi Target | Target
Pendapatan (Juta Rupiah) 95.235.961
Comparison of Revenue Target and
Actual (Million Rupiah) Realisasi | Actual
90.401.649
Perbandingan Target dan Realisasi Target | Target
Laba/Rugi (Juta Rupiah) 4.858.705
Comparison of Profit/Loss Target
and Actual (Million Rupiah) Realisasi | Actual
5.512.785
127
2025 Sustainability Report
Page 128
Pencapaian Kinerja Ekonomi Berkelanjutan
Achieving Sustainable Economic Performance
Selama tahun pelaporan, PTPI mendukung pemenuhan During the reporting year, PTPI supported the fulfillment
kebutuhan pupuk untuk pasar domestik maupun ekspor of fertilizer demand for both domestic and export
melalui kinerja produksi yang secara umum melampaui markets by generally exceeding established production
target yang telah ditetapkan. Secara keseluruhan, total targets. Overall, PTPI’s total production volume
volume produksi PTPI tercatat mencapai 100,09% dari reached 100.09% of the planned target. Production
target yang direncanakan. Produksi pupuk utama yang of key fertilizers, including urea, NPK, SP-36, ZA, and
mencakup Urea, NPK, SP-36, ZA, dan ZK terealisasi ZK reached 99.29% of the target. Specifically, urea
sebesar 99,29% dibandingkan target. Secara khusus, production achieved 97.04% of the target, due to
produksi Urea mencapai 97,04% dari target akibat shutdowns at several plants resulting from equipment
sebagian pabrik mengalami shutdown akibat kerusakan damage and maintenance. Meanwhile, NPK production
serta perbaikan peralatan. Sementara itu, produksi NPK was strong, reaching 101.66% of the target.
menunjukkan kinerja yang sangat baik dengan realisasi
sebesar 101,66% dari target yang ditetapkan.
Pada sektor non-pupuk, produksi amonia, asam sulfat, In the non-fertilizer segment, production of ammonia,
dan asam fosfat mencatatkan capaian sebesar 101,37% sulfuric acid, and phosphoric acid reached 101.37%
dibandingkan target. Selain itu, produk samping seperti of the target. In addition, by-products such as liquid
CO₂ cair, dry ice, dan HCl membukukan realisasi CO₂, dry ice, and HCl recorded strong production
produksi yang signifikan, mencapai 125,42% dari target performance, reaching 125.42% of the RKAP target.
RKAP. Capaian ini mencerminkan upaya optimalisasi This achievement reflects the Company’s efforts to
kapasitas serta fleksibilitas operasional Perusahaan optimize capacity and maintain operational flexibility
dalam merespons kebutuhan pasar. Dibandingkan in responding to market demand. Compared to the
dengan tahun sebelumnya, kinerja produksi pupuk PTPI previous year, PTPI’s fertilizer production increased
mengalami peningkatan sebesar 2,35%. Sementara by 2.35%, while non-fertilizer production declined by
itu, kinerja produksi non-pupuk tercatat mengalami 1.47%. The decrease was primarily driven by a 2.04%
penurunan sebesar 1,47%. Penurunan ini dipengaruhi decline in ammonia production due to shutdowns at
oleh penurunan produksi amonia sebesar 2,04% akibat several plants for equipment repairs and maintenance.
sebagian pabrik mengalami shutdown akibat kerusakan
serta perbaikan peralatan.
Dari sisi keuangan, PTPI membukukan pendapatan From a financial perspective, PTPI recorded revenue
sebesar Rp90,40 triliun pada tahun pelaporan, atau of Rp90.40 trillion in the reporting year, equivalent to
setara dengan 94,92% dari target yang ditetapkan 94.92% of the target set in the Company’s Work Plan
dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP). and Budget (RKAP). This represents an increase of
Pendapatan tersebut mencerminkan peningkatan 10.76% compared to the previous year, which recorded
sebesar 10,76% dibandingkan tahun sebelumnya, yang revenue of Rp81.62 trillion.
mencatatkan pendapatan sebesar Rp81,62 triliun.
Sejalan dengan upaya penguatan kinerja keuangan, In line with efforts to strengthen financial performance,
Perusahaan juga melakukan pemetaan dan klasifikasi the Company also conducted the mapping and
aset properti non-core di lingkungan PTPI. Hingga classification of non-core property assets across PTPI.
Desember 2025, realisasi pendapatan aset mencapai As of December 2025, asset revenue realization
Rp278,01 miliar atau 119% dari target tahun 2025, reached Rp278.01 billion, or 119% of the 2025 target,
mencerminkan peningkatan produktivitas aset dan reflecting improved asset productivity and stronger
128 penguatan pendapatan non-core. Dari total 415 aset non-core revenue streams. Of the 415 managed assets,
yang dikelola, sebanyak 352 aset telah terutilisasi dan 352 assets had been utilized, while 63 idle assets. This
63 aset idle. Pemetaan ini menjadi dasar penentuan mapping serves as the basis for determining asset
Laporan Keberlanjutan 2025
prioritas optimalisasi aset melalui peningkatan utilisasi, optimization priorities through increased utilization,
kerja sama pemanfaatan aset, serta evaluasi aset agar asset partnership schemes, and asset evaluations
dapat dikelola secara lebih produktif, transparan, dan to ensure assets are managed more productively,
berorientasi jangka panjang. transparently, and with a long-term value-oriented
approach.
Page 129
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Sepanjang tahun 2025, sejumlah peraturan dan regulasi Throughout 2025, a number of government policies and
pemerintah memberikan dukungan yang kuat bagi PTPI regulations provided strong support for PTPI in carrying
dalam menjalankan perannya sebagai produsen pupuk out its role as a national fertilizer producer. These
nasional. Dukungan kebijakan tersebut memperkuat policy supports strengthen business certainty, improve
kepastian usaha, meningkatkan efisiensi penyaluran the efficiency of subsidized fertilizer distribution, and
pupuk bersubsidi, serta mendorong pengelolaan promote a more integrated and sustainable fertilizer
industri pupuk yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan industry through the implementation and strengthening
melalui penerapan dan penguatan sertifikasi ISO 14001, of ISO 14001, ISO 50001, ISO 9001, and ISO 45001
ISO 50001, ISO 9001, dan ISO 45001. certifications.
Inisiatif Perusahaan untuk terus bertumbuh dan The Company’s initiatives to sustain growth and expand
memperluas jangkauan bisnis didukung oleh berbagai its business reach are supported by various strategies
strategi yang difokuskan pada peningkatan efisiensi focused on improving production cost efficiency,
biaya produksi, antara lain: including:
• Revitalisasi pabrik-pabrik yang sudah ada untuk • Revitalization of existing plants to enhance
meningkatkan kinerja operasional dan produktivitas operational performance and productivity
• Penerapan efisiensi energi pada pabrik-pabrik • Implementation of energy efficiency measures
yang sudah ada melalui program modifikasi dan at existing plants through modification and re-
re-engineering yang didasarkan pada hasil audit engineering programs based on energy audit results
energi
• Optimalisasi pengadaan bahan baku pupuk dengan • Optimization of fertilizer raw material procurement
memanfaatkan sinergi di seluruh anak perusahaan, by leveraging synergies across subsidiaries
• Penguatan kolaborasi strategis dengan pemilik • Strengthening strategic collaboration with phosphate
tambang batuan fosfat guna menjamin ketersediaan rock mine owners to ensure the availability of quality
bahan baku berkualitas dengan biaya yang raw materials at competitive costs
kompetitif
Target dan Realisasi Produk Berkelanjutan dan Ramah Lingkungan [OJK F.3]
Targets and Realization of Sustainable and Environmentally Friendly Products
Sebagai bagian dari komitmen terhadap pertanian As part of its commitment to sustainable agriculture, PTPI
berkelanjutan, PTPI menghadirkan portofolio produk offers a portfolio of sustainable and environmentally
yang berkelanjutan dan ramah lingkungan sebagai friendly products as fertilization solutions to enhance
solusi pemupukan sekaligus menjaga kelestarian agricultural productivity while environmental
lingkungan. Melalui pengembangan berbagai produk, sustainability. Through the development of various
PTPI berupaya meningkatkan produktivitas pertanian flagship products, PTPI aims to improve agricultural
sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Produk- productivity while maintaining environmental
produk inovatif yang dikembangkan PTPI meliputi: sustainability. The innovative products developed by
PTPI include:
1. Pupuk organik, yang dihasilkan dari penguraian 1. Organic fertilizers, produced from the
bahan organik dan berfungsi meningkatkan decomposition of organic materials, which improve
kesuburan tanah secara alami tanpa penggunaan soil fertility naturally without the use of harmful
bahan kimia berbahaya. chemicals.
2. Pupuk hayati, yaitu produk yang mengandung 2. Biofertilizers, containing living microorganisms 129
mikroorganisme hidup untuk membantu that enhance nutrient absorption and improve
penyerapan hara serta meningkatkan ketahanan plant resistance to pests and diseases. Their
2025 Sustainability Report
tanaman terhadap hama dan penyakit. Penggunaan use also helps reduce excessive reliance on
pupuk hayati juga berkontribusi dalam mengurangi chemical fertilizers and pesticides.
pemakaian pupuk kimia dan pestisida secara
berlebihan.
3. Biodekomposer, berupa agen pengurai yang 3. Biodecomposers, acting as decomposition agents
mempercepat proses dekomposisi bahan organik that accelerate the breakdown of organic matter,
Page 130
Pencapaian Kinerja Ekonomi Berkelanjutan
Achieving Sustainable Economic Performance
sehingga meningkatkan ketersediaan nutrisi, increase nutrient availability, promote natural plant
mendorong pertumbuhan tanaman secara alami, growth, and strengthen plant resilience against
serta memperkuat ketahanan tanaman terhadap pests and diseases.
hama dan penyakit.
4. Produk ekonomi sirkular, yang memanfaatkan 4. Circular economy products, utilizing industrial by-
limbah industri, seperti abu terbang (fly ash) dan products such as fly ash and gypsum to produce
gipsum, menjadi pupuk organik bernilai tambah value-added organic fertilizers, thereby enhancing
guna meningkatkan produktivitas pertanian agricultural productivity while reducing waste
sekaligus mengurangi timbulan limbah. generation.
5. Enhanced efficiency fertilizer, yaitu pupuk yang 5. Enhanced efficiency fertilizers, formulated with
diformulasikan dengan penambahan mikroba atau added microbes or specific compounds to reduce
senyawa tertentu untuk mengurangi kehilangan nutrient losses and improve fertilization efficiency.
hara dan meningkatkan efisiensi pemupukan.
6. Sistem pertanian presisi, melalui pemanfaatan 6. Precision agriculture systems, leveraging satellite
teknologi satelit dan drone untuk memberikan and drone technologies to provide accurate and
rekomendasi dosis pupuk yang tepat dan spesifik crop-specific fertilizer dosage recommendations.
sesuai kebutuhan tanaman.
7. Bionitrogen N-Fix, yaitu pupuk hayati berbasis 7. Bionitrogen N-Fix, a biofertilizer based on
mikroorganisme penambat nitrogen yang berfungsi nitrogen-fixing microorganisms that increases
meningkatkan ketersediaan nitrogen di dalam tanah natural nitrogen availability in the soil, supporting
secara alami. Produk ini mendukung peningkatan soil fertility and improving nitrogen use efficiency
kesuburan tanah dan efisiensi pemupukan nitrogen for more optimal and sustainable plant growth.
sehingga membantu pertumbuhan tanaman secara
lebih optimal dan berkelanjutan.
8. Urea Hydroxyapatite Nanohybrid, yaitu pupuk 8. Urea Hydroxyapatite Nanohybrid, a nano-based
berteknologi nano yang mengombinasikan fertilizer combining urea with hydroxyapatite
urea dengan material hidroksiapatit untuk material to control the gradual release of nitrogen,
mengendalikan pelepasan nitrogen secara enhancing nitrogen uptake efficiency and reducing
bertahap. Teknologi ini dirancang untuk nutrient loss due to leaching and volatilization.
meningkatkan efisiensi penyerapan nitrogen oleh
tanaman serta mengurangi kehilangan hara akibat
pencucian dan penguapan.
9. Soil Sensing Kit, yaitu perangkat pemantauan 9. Soil Sensing Kit, a soil monitoring device used to
kondisi tanah yang digunakan untuk mengukur measure key parameters such as nutrient levels,
parameter penting seperti kadar hara, pH, dan pH, and soil moisture quickly and accurately in
kelembapan tanah secara cepat dan akurat di the field, supporting more precise fertilization
lapangan. Data yang dihasilkan mendukung recommendations and improving fertilizer
rekomendasi pemupukan yang lebih presisi efficiency and agricultural productivity.
sehingga meningkatkan efisiensi penggunaan
pupuk dan produktivitas pertanian.
PTPI tidak memproduksi pupuk yang mengandung PTPI does not produce fertilizers containing genetically
organisme yang dimodifikasi secara genetik (genetically modified organisms (GMOs). In 2025, PTPI continued to
modified organisms/GMO). Pada tahun 2025, PTPI terus contribute to greenhouse gas (GHG) emission reduction
130 berkontribusi dalam pengurangan emisi gas rumah through the development and marketing of eco-friendly
kaca (GRK) melalui pengembangan dan pemasaran products, particularly Urea N Stabilizer. This product has
produk ramah lingkungan, khususnya Urea N Stabilizer. the potential to reduce 40% compared to conventional
Laporan Keberlanjutan 2025
Produk tersebut memiliki potensi pengurangan emisi urea emissions. This initiative forms part of the
sebesar 40% dibandingkan emisi urea konvensional. Company’s efforts to support low-emission agricultural
Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya Perusahaan practices and achieve long-term decarbonization
dalam mendukung praktik pertanian rendah emisi serta targets in the agricultural sector. [RT-CH-410c.1]
pencapaian target jangka panjang dekarbonisasi sektor
pertanian. [RT-CH-410c.1]
Page 131
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Perbandingan Target dan Realisasi Pada Produk Berkelanjutan [OJK F.3] [RT-CH-000.A] [RT-CH-410a.1]
Comparison of Targets and Realization of Sustainable Products
Kategori Satuan Produk Target 2025 Realisasi 2025
Category Unit Product 2025 Target 2025 Realization
Pupuk Organik ton Petroganik 500.000 225.810
Organic Fertilizer
liter Phonska OCA 24.000 5.168
ton Excow - 19
ton Phonska Alam - 13
Pupuk Hayati ton Ecofert 250 47
Biofertilizer
ton Petro Biofertil 48 4
kL Bioripah 10 12
kL Bion Up - 2.534
ton Biotara 30 13
Biodekomposer kL Gladiator Cair 3.000 528
Biodecomposer
ton Gladiator Padat 30 1,8
ton Biodex 20 12
Produk Ekonomi ton Petrocas 50.000 42.027
Sirkular
Circular Economy ton Kapur Pertanian 125.000 146.833
Products ton Nitralite 3.600 621
Enhanced Efficiency ton Urea N Stabilizer - 18.373
Fertilizer
ton NPK Coating Mikroba - 214
Nilai Ekonomi yang Dihasilkan dan Didistribusikan [GRI 201-1]
Economic Value Generated and Distributed
Nilai ekonomi yang dihasilkan dan didistribusikan Economic value generated and distributed reflects the
mencerminkan kontribusi Perusahaan dalam Company’s contribution in creating and distributing
menciptakan serta menyalurkan nilai tambah kepada value to various stakeholders. Through its operational
berbagai pemangku kepentingan. Melalui aktivitas activities and sustainable financial performance,
operasional dan kinerja keuangan yang berkelanjutan, PTPI not only generates revenue but also distributes
PTPI tidak hanya menghasilkan pendapatan, tetapi juga economic benefits to the government, employees,
mendistribusikan manfaat ekonomi kepada pemerintah, providers of capital, suppliers, and the community as
karyawan, penyedia modal, pemasok, dan masyarakat part of its commitment to inclusive and sustainable
sebagai bagian dari komitmen terhadap pertumbuhan growth. More detailed information on economic value
yang inklusif dan berkelanjutan. Informasi lebih rinci generated, distributed, and retained is presented in
mengenai nilai ekonomi yang diterima, didistribusikan, the Sustainability Performance Metrics section of this
dan ditahan dapat dilihat pada bagian Metrik Kinerja report. [GRI 3-3]
Keberlanjutan dalam laporan ini. [GRI 3-3] 131
2025 Sustainability Report
Page 132
Pencapaian Kinerja Ekonomi Berkelanjutan
Achieving Sustainable Economic Performance
Bantuan Finansial dari Pemerintah [GRI 201-4]
Financial Assistance from Government
Pada tahun pelaporan 2025, pemerintah In the 2025 reporting year, the Government allocated
mengalokasikan anggaran subsidi pupuk sebesar Rp44 a fertilizer subsidy budget of Rp44 trillion to PTPI
triliun kepada PTPI guna mendukung keberlanjutan to support the continued distribution of subsidized
distribusi pupuk bersubsidi kepada petani. Dukungan fertilizers to farmers. This support enables PTPI to
tersebut memungkinkan PTPI menyediakan pupuk provide fertilizers at more affordable prices, thereby
dengan harga yang lebih terjangkau sehingga expanding farmers’ access to quality fertilizers to
memperluas akses petani terhadap pupuk berkualitas enhance national agricultural productivity. [GRI 3-3]
dalam rangka meningkatkan produktivitas pertanian
nasional. [GRI 3-3]
Pada tahun 2025, PTPI melanjutkan implementasi In 2025, PTPI continued the implementation of the
Program Makmur sebagai bagian dari sinergi Makmur Program as part of its ongoing synergy
berkelanjutan dengan pemerintah dalam memperkuat with the Government in strengthening national food
ketahanan pangan nasional. Program ini dijalankan security. The program is implemented through an
melalui pendekatan pertanian terintegrasi yang integrated farming approach that includes the provision
mencakup penyediaan sarana produksi pertanian of quality agricultural inputs, cultivation assistance, and
berkualitas, pendampingan budi daya, serta fasilitasi facilitation of access to financing and markets. Through
akses pembiayaan dan pasar. Melalui keberlanjutan the continuation of the Makmur Program, farmers gain
Program Makmur, petani memperoleh akses yang lebih broader access to PTPI’s products and services, while
luas terhadap produk dan layanan PTPI. Di samping itu, also supporting the optimization of fertilizer utilization
program tersebut juga dapat mendorong optimalisasi produced by the Company.
penggunaan pupuk produksi Perusahaan.
Selain dukungan berupa subsidi, PTPI juga memperoleh In addition to subsidy support, PTPI also benefits from
dukungan kebijakan melalui Keputusan Menteri Energi policy support through the Decree of the Minister
dan Sumber Daya Mineral Nomor 134 Tahun 2021 of Energy and Mineral Resources No. 134 of 2021
tentang Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT). Dalam on Specific Natural Gas Pricing (HGBT). Under this
aturan tersebut, terdapat pemberian insentif berupa regulation, incentives are provided in the form of
penetapan harga gas bumi khusus bagi industri pupuk. designated natural gas pricing for the fertilizer industry.
Kebijakan ini mendukung efisiensi biaya produksi serta This policy supports production cost efficiency and
menjaga daya saing harga pupuk di tingkat petani. helps maintain fertilizer price competitiveness at the
farmer level.
132
Laporan Keberlanjutan 2025
Page 133
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Perpajakan
Taxation
Pendekatan terhadap Pajak [GRI 207-1, 207-2]
Approach to Tax
Sebagai bagian dari penerapan tata kelola perusahaan As part of the implementation of good corporate
yang baik, PTPI menempatkan kepatuhan perpajakan governance, PTPI places tax compliance as a key
sebagai salah satu prioritas utama. Direktur Keuangan priority. The Director of Finance serves as the highest
bertindak sebagai pejabat eksekutif tertinggi yang executive responsible for directing, overseeing, and
bertanggung jawab dalam mengarahkan, mengawasi, approving the Company’s tax strategy. PTPI ensures
serta menyetujui strategi perpajakan Perusahaan. compliance with applicable tax regulations through
PTPI memastikan kepatuhan terhadap ketentuan periodic monitoring and regular dissemination activities
perpajakan yang berlaku melalui pemantauan berkala involving the Large Taxpayer Office (KPP LTO 3) and the
dan kegiatan sosialisasi rutin yang melibatkan KPP LTO Directorate General of Taxes, to provide comprehensive
3 dan Direktorat Jenderal Pajak, guna memberikan understanding to all business units and subsidiaries. [GRI
pemahaman yang komprehensif kepada seluruh unit 3-3]
kerja dan entitas anak. [GRI 3-3]
Selain menjaga kepatuhan, PTPI secara proaktif In addition to maintaining compliance, PTPI proactively
mengoptimalkan pemanfaatan insentif fiskal yang optimizes the utilization of available fiscal incentives
tersedia untuk mendukung pertumbuhan usaha yang to support sustainable business growth. These efforts
berkelanjutan. Upaya tersebut dilakukan melalui include applying for tax allowance and tax holiday
pengajuan fasilitas tax allowance dan tax holiday untuk facilities for investment projects, utilizing facilities for
proyek investasi, pemanfaatan fasilitas bagi Wajib Pajak Low-Risk Taxpayers and Certain Criteria Taxpayers, such
Berisiko Rendah dan Wajib Pajak Kriteria Tertentu seperti as preliminary refunds for overpayments of income tax
restitusi pendahuluan atas kelebihan pembayaran PPh (PPh) and value-added tax (VAT) as well as other fiscal
dan PPN, serta berbagai insentif fiskal lainnya yang incentives relevant to corporate actions within PTPI. Tax
relevan dengan aksi korporasi di lingkungan PTPI. Tata Governance, Control, and Risk Management [GRI 207-2]
Kelola, Pengendalian, dan Manajemen Risiko Pajak [GRI
207-2]
PTPI telah menerapkan kerangka tata kelola dan PTPI implements a comprehensive tax governance
pengendalian pajak yang komprehensif sebagai bagian and control framework as part of its commitment to
dari komitmen terhadap praktik bisnis yang transparan transparent and responsible business practices. The
dan bertanggung jawab. Direksi bertanggung jawab Board of Directors is responsible for overseeing and
atas pengawasan dan kepatuhan terhadap strategi ensuring compliance with the Company’s tax strategy.
perpajakan Perusahaan. Pendekatan perpajakan The tax approach is integrated into all business
diintegrasikan ke dalam seluruh proses bisnis melalui processes through the cultivation of a tax compliance
penanaman budaya kepatuhan pajak kepada seluruh culture among all employees, supported by training
karyawan, yang didukung oleh program pelatihan serta programs and the provision of relevant information
penyediaan informasi yang relevan agar setiap individu to ensure that everyone understands their roles and
memahami peran dan tanggung jawabnya dalam responsibilities in maintaining tax compliance.
menjaga kepatuhan perpajakan. 133
Risiko perpajakan diidentifikasi melalui berbagai Tax risks are identified through various analyses and
2025 Sustainability Report
analisis dan dimonitor secara berkala. Unit kerja monitored periodically. The tax function plays an active
pajak berperan aktif dalam mengelola risiko dengan role in managing risks by identifying and anticipating
mengidentifikasi dan mengantisipasi potensi risiko potential risks from the planning and business
sejak tahap perencanaan dan pengembangan bisnis. development stages. In addition, PTPI regularly
Page 134
Pencapaian Kinerja Ekonomi Berkelanjutan
Achieving Sustainable Economic Performance
Selain itu, PTPI secara rutin melaksanakan audit internal conducts internal and external audits to evaluate the
maupun eksternal guna mengevaluasi efektivitas sistem effectiveness of its tax control and risk management
pengendalian dan manajemen risiko perpajakan yang systems.
telah diterapkan.
PTPI telah melakukan assurance atas laporan PTPI’s assurance of its Sustainability Report by
keberlanjutan oleh pihak ketiga independen sebagai an independent third party is part of its ongoing
bagian dari komitmen berkelanjutan terhadap commitment to transparency and accountability. The
transparansi dan akuntabilitas. Perusahaan juga telah Company has also conducted audits of the quantitative
melakukan audit atas data kuantitatif yang disajikan data presented in the report and ensured that
dalam laporan serta memastikan bahwa metodologi calculation methodologies are applied appropriately
perhitungan dilakukan secara tepat dan sesuai dengan and in accordance with applicable standards. The
standar yang berlaku. Proses verifikasi tersebut verification process involves independent parties to
melibatkan pihak independen untuk menjaga akurasi maintain the accuracy and validity of the disclosed data.
dan validitas data yang disampaikan.
PTPI juga menyediakan mekanisme pelaporan PTPI also provides a secure reporting mechanism to
yang aman untuk memfasilitasi pelaporan dugaan facilitate the reporting of alleged legal violations related
pelanggaran hukum terkait perpajakan, termasuk to taxation, including through the whistleblowing
melalui sistem whistleblowing. Pelaporan dapat system. Reports may be submitted anonymously,
dilakukan secara anonim dan Perusahaan menjamin and the Company ensures the confidentiality of the
kerahasiaan identitas pelapor. Informasi lebih lanjut whistleblower’s identity. Further information on the
mengenai manajemen perpajakan Perusahaan dapat Company’s tax management can be found in the PTPI
dilihat dalam Laporan Tahunan PTPI Tahun 2025. Annual Report 2025.
Keterlibatan Pemangku Kepentingan dan Pengelolaan Kepedulian Terkait Pajak [GRI 207-3]
Stakeholder Engagement and Management of Tax-Related Concerns
Sebagai wujud komitmen terhadap transparansi As part of its commitment to transparency and
dan akuntabilitas, PTPI membangun komunikasi dan accountability, PTPI maintains constructive
kolaborasi yang konstruktif dengan otoritas perpajakan communication and collaboration with tax authorities
dalam pengelolaan kewajiban pajak. Setiap masukan in managing its tax obligations. Feedback and
dan rekomendasi yang diperoleh dari hasil pemeriksaan recommendations obtained from tax audits are followed
pajak ditindaklanjuti melalui langkah-langkah perbaikan up through improvement actions in accordance with the
yang mengacu pada Pedoman Pengelolaan Perpajakan Company’s Tax Management Guidelines. [GRI 3-3]
Perusahaan. [GRI 3-3]
Selain itu, partisipasi aktif PTPI dalam berbagai forum In addition, PTPI’s active participation in various tax
perpajakan, termasuk Tax Forum BUMN, memungkinkan forums, including the SOE Tax Forum, enables the
Perusahaan untuk memahami ekspektasi pemangku Company to understand stakeholder expectations,
kepentingan, mengikuti perkembangan regulasi, keep abreast of regulatory developments, and ensure
serta memastikan praktik perpajakan yang dijalankan that its tax practices remain aligned with applicable
senantiasa selaras dengan ketentuan yang berlaku. regulations.
134
Melalui kolaborasi yang konstruktif dengan berbagai Through constructive collaboration with various
pemangku kepentingan, PTPI terus memperkuat stakeholders, PTPI continues to strengthen tax
Laporan Keberlanjutan 2025
kepatuhan perpajakan dan memperoleh pengakuan compliance and has received recognition as a
sebagai Wajib Pajak Patuh untuk beberapa entitas Compliant Taxpayer for several entities within the PTPI.
di bawah PTPI. Pengakuan tersebut mencerminkan This recognition reflects the Company’s commitment
komitmen Perusahaan dalam menjalankan kewajiban to fulfilling its tax obligations in an orderly, transparent,
perpajakan secara tertib, transparan, dan sesuai and compliant manner.
dengan ketentuan yang berlaku.
Page 135
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Sejalan dengan ruang lingkup operasional yang In line with its operational scope, which is entirely located
seluruhnya berada di Indonesia, Perusahaan in Indonesia, the Company reports its tax obligations
melaporkan kewajiban perpajakannya dalam yurisdiksi within the jurisdiction of the Republic of Indonesia.
Republik Indonesia. Informasi lebih lanjut mengenai Further information on tax disclosures is presented in
pengungkapan perpajakan disajikan dalam Laporan the 2025 Annual Report, which is prepared based on
Tahunan 2025 yang disusun berdasarkan laporan audited consolidated financial statements. [GRI 207-4]
keuangan audit konsolidasian. [GRI 207-4]
Rantai Pasokan
Supply Chain
Penguatan Rantai Pasok Lokal [GRI 2-6] [GRI 204-1]
Strengthening Local Supply Chains
Rantai pasok PTPI merupakan bagian integral PTPI’s supply chain is an integral part of supporting
dalam mendukung kelangsungan proses produksi the continuity of the Company’s production processes,
Perusahaan, yang mencakup pemasok bahan baku, encompassing raw material suppliers, distribution
jasa distribusi, serta berbagai pendukung operasional services, and various other operational supports.
lainnya. Pada tahun pelaporan, PTPI bekerja sama During the reporting year, PTPI collaborated with 2,151
dengan 2.151 pemasok dengan total nilai pengadaan suppliers, with a total procurement value of Rp54,060
sebesar Rp54.060 miliar. billion.
PTPI secara aktif membangun rantai pasok yang PTPI actively develops a sustainable supply chain by
berkelanjutan dengan mengutamakan keterlibatan prioritizing the engagement of local suppliers, defined
pemasok lokal, yaitu pemasok yang berasal dari provinsi as suppliers originating from the provinces where the
tempat fasilitas produksi Perusahaan beroperasi Company’s production facilities operate as well as
maupun yang berdomisili di wilayah Indonesia. Dalam suppliers domiciled within Indonesia. In this context,
konteks ini, lokasi operasi signifikan mencakup significant operating locations include the Company’s
fasilitas produksi dan operasional utama Perusahaan main production and operational facilities that materially
yang berkontribusi secara material terhadap kegiatan contribute to PTPI’s business activities. The commitment
bisnis PTPI. Komitmen terhadap penguatan ekonomi to strengthening the domestic economy is reflected in
domestik tecermin dalam capaian Tingkat Komponen the achievement of a Domestic Component Level (TKDN)
Dalam Negeri (TKDN) sebesar 84,54%. Selain itu, PTPI of 84.54%. In addition, PTPI empowers micro, small, and
turut memberdayakan pelaku usaha mikro, kecil, dan medium enterprises (MSMEs) in the procurement of
menengah (UMKM) dalam proses pengadaan barang goods and services through the utilization of the PaDi
dan jasa melalui pemanfaatan platform Pasar Digital UMKM (MSME Digital Marketplace) platform. [GRI 3-3]
UMKM (PaDi UMKM). [GRI 3-3]
Dalam rangka mendukung kebijakan pemerintah terkait To support government policies on strengthening
penguatan industri dalam negeri serta peningkatan domestic industries and increasing TKDN, PTPI
TKDN, PTPI menetapkan strategi pengurangan impor established a structured and sustainable import
yang terstruktur dan berkelanjutan untuk periode reduction strategy for the 2024–2028 period. This 135
2024–2028. Strategi ini diarahkan untuk meningkatkan strategy is aimed at increasing the use of domestic
pemanfaatan produk dan jasa dalam negeri, products and services, strengthening the national
2025 Sustainability Report
memperkuat rantai pasok nasional, serta mendorong supply chain, and promoting the independence of
kemandirian industri pendukung. Adapun fokus utama supporting industries. The key focus areas of PTPI’s
strategi pengurangan impor PTPI periode 2024–2028 import reduction strategy for 2024–2028 are presented
disajikan pada infografis berikut. in the following infographic.
Page 136
Pencapaian Kinerja Ekonomi Berkelanjutan
Achieving Sustainable Economic Performance
Strategi Pengurangan Impor 2024–2028
Import Reduction Strategy 2024–2028
1 2 3 4
Penggunaan DAP Peningkatan Peningkatan Peningkatan
dari dalam negeri penggunaan suku penggunaan produk penggunaan produk
sebagai bahan cadang merek lokal untuk jasa dan lokal pada bidang
baku NPK umum dalam negeri barang TI lainnya
Use of Increased use of Increased use of Increased use of
domestically locally available local products for IT local products in
sourced DAP as spare parts for services and goods other sectors
raw material for general purposes
NPK
Pada tahun 2025, PTPI bekerja sama dengan 2.151
pemasok, yang terdiri dari 2.094 pemasok nasional dan
57 pemasok internasional, serta menyalurkan 84,54%
dari total nilai pengadaan kepada pemasok lokal. [GRI 204-1]
In 2025, PTPI engaged 2,151 suppliers, comprising 2,094 domestic suppliers
and 57 international suppliers, and allocated 84.54% of its total procurement
value to local suppliers.
Penilaian Lingkungan dan Sosial Pemasok [GRI 308-1] [GRI 308-2] [GRI 414-1] [GRI 414-2]
Environmental and Social Assessment of Suppliers
PTPI berkomitmen memastikan seluruh aktivitas dalam PTPI is committed to ensuring that all supply chain
rantai pasok dilaksanakan dengan memperhatikan activities are carried out with due consideration of
aspek lingkungan dan sosial. Untuk itu, PTPI secara environmental and social aspects. To this end, PTPI
berkala melakukan penilaian terhadap mitra dan periodically conducts assessments of partners and
pemasok guna memastikan kepatuhan terhadap kriteria suppliers to ensure compliance with established
keberlanjutan yang telah ditetapkan. Proses penilaian sustainability criteria. These assessment processes
tersebut mengacu pada Pedoman Umum Pelaksanaan refer to the General Guidelines for the Procurement of
Pengadaan Barang dan Jasa di PI Group No. PI-SMT- Goods and Services within the PI Group No. PI-SMT-
PD-015 serta Pedoman Pengelolaan Rekanan No. PI- PD-015 and the Partner Management Guidelines No. PI-
ADA-PD-003, yang mencakup aspek-aspek berikut: [GRI ADA-PD-003, which cover the following aspects: [GRI 3-3]
3-3]
136
Laporan Keberlanjutan 2025
Page 137
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Aspek Lingkungan Aspek Sosial
Environmental Aspect Social Aspect
• Kepatuhan terhadap • Kepatuhan terhadap ketentuan Upah
peraturan dan regulasi Minimum Regional.
lingkungan yang berlaku. • Penerapan standar dan kinerja
• Compliance with applicable Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
environmental laws and • Penghormatan terhadap hak asasi
regulations. manusia (HAM).
• Compliance with Regional Minimum
Wage provisions.
• Implementation of Occupational
Health and Safety (OHS) standards and
performance.
• Respect for human rights.
Sepanjang tahun pelaporan, PTPI melakukan penilaian During the reporting year, PTPI assessed 505 or 100%
terhadap 505 atau 100% pemasok baru melalui of new suppliers through desk assessments and on-
mekanisme desk assessment dan on-site assessment site assessments based on environmental and social
berdasarkan kriteria lingkungan dan sosial. Hasil criteria. The results indicated that no suppliers were
penilaian menunjukkan bahwa tidak terdapat pemasok identified as having significant actual or potential
yang teridentifikasi memiliki dampak negatif aktual negative impacts on environmental or social aspects.
maupun potensial yang signifikan terhadap aspek Accordingly, no suppliers required corrective actions or
lingkungan maupun sosial. Dengan demikian, tidak improvement plans, and no suppliers were terminated
terdapat pemasok yang memerlukan tindakan korektif as a result of the assessment process. [GRI 308-1, 414-1]
atau rencana perbaikan, maupun pemasok yang
dihentikan kerja samanya sebagai hasil dari proses
penilaian tersebut. [GRI 308-1, 414-1]
PTPI juga memperkuat aktivitas rantai pasok melalui PTPI also strengthened its supply chain activities
implementasi pengadaan berkelanjutan yang mengacu through the implementation of sustainable procurement
pada ISO 20400 Sustainable Procurement yang practices in accordance with ISO 20400 Sustainable
telah dijalankan sejak 2023. Hingga tahun 2025, Procurement, which has been in place since 2023. As of
tingkat kepatuhan terhadap prinsip ISO 20400 dalam 2025, the level of compliance with ISO 20400 principles
proses pengadaan PTPI mencapai 75% dan akan in PTPI’s procurement processes reached 75% and
terus ditingkatkan pada periode mendatang. PTPI will continue to be enhanced in the coming periods.
juga mendorong pemasok untuk mengadopsi praktik PTPI also encourages suppliers to adopt sustainable
pengadaan berkelanjutan di perusahaan pemasok, procurement practices within their own organizations,
yang tecermin dari komitmen tertulis sebanyak 287 as reflected by 287 suppliers that have provided
pemasok untuk mendukung penerapan prinsip written commitments to support the implementation of
sustainable procurement pada perusahaan pemasok. sustainable procurement principles.
137
2025 Sustainability Report
Page 138
Pencapaian Kinerja Ekonomi Berkelanjutan
Achieving Sustainable Economic Performance
Survei Kepuasan Pemasok
Supplier Satisfaction Survey
Kolaborasi yang efektif dengan pemasok menjadi Effective collaboration with suppliers is a key factor in
salah satu faktor kunci dalam memastikan kelancaran ensuring smooth fertilizer distribution. To understand
distribusi pupuk. Untuk memahami tingkat kepuasan satisfaction levels and the quality of partnership
serta kualitas hubungan kemitraan, PTPI secara berkala relationships, PTPI regularly conducts supplier
melaksanakan survei kepuasan pemasok. Survei ini satisfaction surveys. These surveys aim to identify
bertujuan untuk mengidentifikasi potensi kendala potential challenges faced by suppliers while gathering
yang dihadapi pemasok sekaligus menghimpun feedback to enhance service quality and improve
masukan guna meningkatkan kualitas layanan dan business processes that support partner performance.
penyempurnaan proses bisnis yang mendukung kinerja
mitra usaha.
Hasil evaluasi menunjukkan capaian yang positif, dengan The evaluation results indicate positive outcomes, with
indeks kepuasan sebesar 4,2 dan indeks keterikatan a satisfaction index of 4.2 and an engagement index
sebesar 4,05. Capaian tersebut mencerminkan tingkat of 4.05. These results reflect a high level of supplier
kepuasan dan loyalitas yang tinggi dari pemasok satisfaction and loyalty toward PTPI’s services and
terhadap layanan dan sistem kemitraan PTPI. partnership system.
Hingga saat ini, jaringan distribusi PTPI mencakup lebih To date, PTPI’s distribution network comprises more
dari 1.030 Pelaku Usaha Distribusi (PUD) dan 26.459 than 1,030 Distribution Business Players (PUD) and
Penerima Pupuk pada Titik Serah (PPTS) yang berperan 26,459 Fertilizer Recipients at Delivery Points (PPTS),
signifikan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi which play a significant role in supporting local
lokal. Keberadaan jaringan tersebut turut mendukung economic growth. The presence of this network also
peningkatan produktivitas pertanian serta membuka contributes to increased agricultural productivity and
peluang kerja bagi masyarakat di berbagai wilayah creates employment opportunities across various
operasional. [GRI 203-2] operational areas. [GRI 203-2]
Survei Kepuasan Pemasok
Supplier Satisfaction Survey
Indeks Kepuasan Pemasok: Indeks Ketidakpuasan Pemasok: Indeks Keterikatan Pemasok:
Supplier Satisfaction Index: Supplier Dissatisfaction Index: Supplier Engagement Index:
4,2 1,99 4,05
(Kategori Puas) (Kategori Puas) (Kategori Loyal)
(Satisfied Category) (Satisfied Category) (Loyal Category)
138
Laporan Keberlanjutan 2025
Page 139
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Rantai Distribusi [GRI 2-6]
Distribution Chain
PTPI memegang tanggung jawab penuh dalam PTPI holds full responsibility for the procurement and
pengadaan dan penyaluran pupuk bersubsidi secara distribution of subsidized fertilizers nationwide in
nasional sesuai dengan Peraturan Presiden No. 6 Tahun accordance with the Presidential Regulation No. 6 of
2025. Di samping itu, PTPI juga berperan strategis 2025. In addition, PTPI plays a strategic role in meeting
dalam memenuhi kebutuhan pupuk komersial di pasar the demand for commercial fertilizers in the domestic
domestik. Dengan mengacu pada prinsip 7T, PTPI market. By adhering to the 7T Right Principle, PTPI
memastikan ketersediaan dan distribusi pupuk, baik ensures that the availability and distribution of both
bersubsidi maupun komersial, dilakukan secara efektif subsidized and commercial fertilizers are carried out
dan efisien di seluruh wilayah Indonesia. effectively and efficiently across Indonesia.
Prinsip 7T
7T Right Principle
Tepat Tepat Jenis Tepat Tepat Tepat Mutu Tepat Harga Tepat
Waktu Right Type Tempat Jumlah Right Quality Right Price Penerima
Right Time Right Place Right Right
Quantity Receiver
Rp
Pelaksanaan pengadaan dan penyaluran pupuk The procurement and distribution of fertilizers are
dilakukan melalui sistem distribusi berjenjang yang carried out through a tiered distribution system
mencakup Gudang Pabrik hingga Titik Serah. Skema ini covering Plant Warehouses to Delivery Point. This
meliputi tingkat provinsi, kabupaten, kecamatan, hingga scheme encompasses the provincial, regency, district,
kelompok tani dan entitas lainnya di seluruh Indonesia, and farmer group levels, as well as other entities across
guna memastikan pupuk tersedia secara merata dan Indonesia, to ensure fertilizers are distributed evenly
tepat sasaran. Mekanisme penyaluran pupuk bersubsidi and reach the intended beneficiaries. The distribution
dari Titik Serah kepada petani atau kelompok tani of subsidized fertilizers from Delivery Point to farmers
dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang diatur or farmer groups is implemented in accordance with
dalam Peraturan Menteri Pertanian yang berlaku, guna the provisions set out in the applicable Minister of
memastikan distribusi berjalan tertib, tepat sasaran, dan Agriculture regulations, ensuring that distribution is
sesuai regulasi. conducted in an orderly manner, accurately targeted,
and in compliance with regulations.
Dalam mendukung efisiensi rantai distribusi, Perusahaan To support distribution chain efficiency, the Company
juga melakukan evaluasi atas aset pendukung distribusi, also evaluates distribution support assets, including
termasuk gudang dan kantor pemasaran wilayah, warehouses and regional marketing offices, to 139
untuk memastikan tingkat pemanfaatan yang optimal, ensure optimal utilization, alignment with operational
lokasi yang sesuai dengan kebutuhan operasional, needs, and cost efficiency. This approach aligns with
2025 Sustainability Report
serta struktur biaya yang efisien. Pendekatan ini the Company’s efforts to strengthen the resilience
sejalan dengan upaya Perusahaan dalam memperkuat of the national fertilizer supply chain, reduce cost
ketahanan rantai pasok pupuk nasional, menekan inefficiencies, and ensure distribution infrastructure
inefisiensi biaya, dan memastikan infrastruktur distribusi effectively supports services for farmers.
dapat mendukung pelayanan kepada petani secara
efektif.
Page 140
Pencapaian Kinerja Ekonomi Berkelanjutan
Achieving Sustainable Economic Performance
Pada tahun 2025, PTPI didukung oleh 1.030 Pelaku
Usaha Distribusi (PUD) dan 26.459 Penerima Pupuk
pada Titik Serah (PPTS) dalam mendukung kelancaran
distribusi pupuk di seluruh wilayah operasional.
In 2025, PTPI was supported by 1,030 Distribution Business Players
(PUD) and 26,459 Fertilizer Recipients at the Delivery Point (PPTS) in
ensuring the smooth distribution of fertilizers across all operational areas.
Fasilitas dan Infrastruktur Distribusi
Distribution Facilities and Infrastructure
Kendaraan | Vehicles Dermaga | Ports Gudang | Warehouses
7.204 4 5
unit truk unit Dermaga TUKS Gudang Pabrik (kapasitas ±
trucks (Terminal untuk 912.000 ton)
Kepentingan Sendiri) Plant Warehouse (capacity ±
TUKS ports (Private-Use 912,000 tons)
Terminals)
7
kapal milik sendiri
owned vessels
17 500
Gudang Penyangga
unit pengantongan pupuk/
(kapasitas
distribution center
138 fertilizer bagging units /
± 1.966.330 ton)
Buffer Warehouse (capacity
unit kapal rekanan distribution centers
± 1,966,330 tons)
(voyage charter)
partner vessels (voyage
charter)
140
Laporan Keberlanjutan 2025
Page 141
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Guna memastikan distribusi pupuk bersubsidi berjalan To ensure that subsidized fertilizer distribution is
tepat sasaran dan sesuai ketentuan, PTPI mengacu properly targeted and in compliance with applicable
pada kerangka regulasi yang berlaku. Distribusi provisions, PTPI refers to the prevailing regulatory
pupuk bersubsidi oleh PTPI mengacu pada peraturan framework. The distribution of subsidized fertilizers by
perundang-undangan yang berlaku, antara lain: PTPI is conducted in accordance with applicable laws
and regulations, including:
• Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 6 Tahun • Presidential Regulation of the Republic of Indonesia
2025 tentang Tata Kelola Pupuk Bersubsidi, No. 6 of 2025 on the Governance of Subsidized
Fertilizers
• Peraturan Menteri Pertanian Nomor 15 Tahun 2025 • Regulation of the Minister of Agriculture No. 15
tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan Presiden of 2025 on the Implementing Regulations for
Nomor 6 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Pupuk Presidential Regulation No. 6 of 2025 on the
Bersubsidi Management of Subsidized Fertilizers
• Keputusan Menteri Pertanian No. 1117/Kpts./ • Decree of the Minister of Agriculture No. 1117/Kpts./
SR.310/M/10/2025 tentang Jenis, Harga Eceran SR.310/M/10/2025 on Types, Highest Retail Prices,
Tertinggi, dan Alokasi Pupuk Bersubsidi Tahun and Allocation of Subsidized Fertilizers for Fiscal
Anggaran 2025 Year 2025
Penyaluran pupuk bersubsidi dilaksanakan melalui The distribution of subsidized fertilizers is carried out
distributor resmi yang ditunjuk berdasarkan Surat through officially appointed distributors based on
Perjanjian Jual Beli (SPJB). Pelaku Usaha Distribusi (PUD) sales and purchase agreements (SPJB). Distribution
bertanggung jawab menyalurkan pupuk di wilayah Business Players (PUD) are responsible for distributing
kerjanya dan menunjuk Titik Serah resmi melalui SPJB fertilizers within their designated areas and appointing
untuk mendistribusikan pupuk secara langsung kepada official Delivery Points through the SPJB to distribute
petani atau kelompok tani. Mekanisme distribusi fertilizers directly to farmers or farmer groups. The
dilakukan secara tertutup melalui jaringan PUD dan distribution mechanism is conducted through a closed
Titik Serah resmi yang telah ditetapkan. Penyaluran system involving designated PUD and official Delivery
pupuk bersubsidi hanya diberikan kepada petani yang Points. Subsidized fertilizers are only distributed to
terdaftar dalam elektronik Rencana Definitif Kebutuhan farmers registered in the electronic Definitive Plan for
Kelompok (e-RDKK) dan memenuhi persyaratan sebagai Group Needs (e-RDKK) and who meet the eligibility
penerima sesuai ketentuan yang berlaku. requirements in accordance with applicable regulations.
Sementara itu, distribusi pupuk nonsubsidi dilaksanakan Meanwhile, the distribution of non-subsidized fertilizers
berdasarkan perjanjian jual beli yang bersifat komersial is carried out based on commercial and flexible sales
dan fleksibel antara Perusahaan dan pembeli. SPJB and purchase agreements between the Company
disusun secara terperinci untuk mengatur volume, and buyers. The Sales and Purchase Agreement
harga, jangka waktu pengiriman, serta mekanisme (SPJB) is prepared in detail to govern volume, pricing,
pembayaran dalam setiap transaksi sehingga delivery timelines, and payment mechanisms in each
memastikan kepastian hukum dan kelancaran proses transaction, ensuring legal certainty and smooth
distribusi. distribution processes.
141
2025 Sustainability Report
Page 142
Pencapaian Kinerja Ekonomi Berkelanjutan
Achieving Sustainable Economic Performance
Rayonisasi Pupuk [GRI 2-6]
Fertilizer Distribution Zoning System
Dalam rangka menjaga ketahanan pangan dan To safeguard food security and enhance farmers’ welfare,
meningkatkan kesejahteraan petani, Pemerintah the Government has established a subsidized fertilizer
menetapkan program pupuk bersubsidi melalui program through the provision of Urea, NPK, organic
penyediaan pupuk Urea, NPK, pupuk organik, dan fertilizer, and ZA for ten strategic food commodities,
pupuk ZA bagi sepuluh komoditas pangan strategis, namely rice, corn, soybeans, cassava, chili, shallots,
yaitu padi, jagung, kedelai, ubi kayu, cabai, bawang garlic, smallholder sugarcane, coffee, and cocoa. The
merah, bawang putih, tebu rakyat, kopi, dan kakao. program is intended for farmers organized in farmer
Program ini ditujukan bagi petani yang tergabung dalam groups and registered in the Agricultural Extension
kelompok tani dan terdaftar dalam Sistem Informasi Management Information System (SIMLUHTAN).
Manajemen Penyuluhan Pertanian (SIMLUHTAN).
Selain menyalurkan pupuk bersubsidi, PTPI juga In addition to distributing subsidized fertilizers, PTPI also
menyediakan pupuk nonsubsidi untuk memenuhi provides non-subsidized fertilizers to meet the needs of
kebutuhan berbagai komoditas pertanian lainnya. various other agricultural commodities. The distribution
Distribusi pupuk bersubsidi dilaksanakan secara efektif of subsidized fertilizers is carried out effectively through
melalui sistem rayonisasi, sebagaimana dijelaskan a fertilizer distribution zoning system, as described
berikut ini: below:
Rayonisasi Pupuk Urea PSO Tahun 2025 | Urea PSO Fertilizer Distribution Zoning System 2025
Keterangan
Description
Rayon PIM
PIM Distribution Zone
Rayon PSP
PSP Distribution Zone
Rayon PKC
PKC Distribution Zone
Rayon PKG
PKG Distribution Zone
Rayon PKT
PKT Distribution Zone
Rayonisasi Pupuk NPK PSO Tahun 2025 | NPK PSO Fertilizer Distribution Zoning System 2025
142 Keterangan
Description
Rayon PIM
Laporan Keberlanjutan 2025
PIM Distribution Zone
Rayon PSP
PSP Distribution Zone
Rayon PKC
PKC Distribution Zone
Rayon PKG
PKG Distribution Zone
Rayon PKT
PKT Distribution Zone
Page 143
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Rayonisasi Pupuk NPK Kakao Tahun 2025 | NPK Cocoa Fertilizer Distribution Zoning System 2025
Keterangan
Description
Rayon PKT
PKT Distribution Zone
Rayonisasi Pupuk Organik Tahun 2025 | Organic Fertilizer Distribution Zoning System 2025
Keterangan
Description
Rayon PKC
PKC Distribution Zone
Rayon PKG
PKG Distribution Zone
Rayonisasi Pupuk ZA Tahun 2025 | ZA Fertilizer Distribution Zoning System 2025
Keterangan 143
Description
Rayon PKG
PKG Distribution Zone
2025 Sustainability Report
Page 144
Pencapaian Kinerja Ekonomi Berkelanjutan
Achieving Sustainable Economic Performance
Digitalisasi Distribusi
Distribution Digitalization
PTPI telah melakukan transformasi digital yang PTPI is undertaking a comprehensive digital
komprehensif untuk meningkatkan efisiensi dan transformation to enhance the efficiency and
efektivitas distribusi pupuk. Pemanfaatan data dan effectiveness of its fertilizer distribution. The utilization
teknologi digital memungkinkan PTPI membangun of data and digital technologies allows PTPI to build a
ekosistem distribusi yang lebih efisien, transparan, more efficient, transparent, and responsive distribution
dan responsif sebagai upaya meningkatkan kualitas ecosystem, aimed at improving service quality for
layanan kepada petani dan mitra bisnis. Transformasi farmers and business partners. This transformation is
ini ditandai dengan pengembangan berbagai sistem reflected in the development of various digital systems,
digital, antara lain: including:
1. Distribution Planning and Control System (DPCS) 1. Distribution Planning and Control System (DPCS)
Aplikasi pemantauan dan pengendalian outbound DPCS is an application for monitoring and
logistics yang meliputi beberapa kegiatan controlling outbound logistics, covering activities
diantaranya kegiatan loading dan unloading di such as loading and unloading at subsidiary ports,
pelabuhan anak perusahaan, pergerakan kapal, vessel movements, truck movements, and stock
pergerakan truk serta ketersediaan stok di gudang availability at buffer warehouses, with the following
penyangga dengan rincian sebagai berikut: features:
• Monitoring Kegiatan Pelabuhan Anak • Monitoring of Subsidiary Port Activities
Perusahaan
Monitoring yang dilakukan berupa Monitoring includes the realization of planned
realisasi pemuatan kapal-kapal yang telah vessel loading and raw material unloading,
direncanakan, maupun pembongkaran supported by real-time surveillance through
bahan baku, sekaligus pemantauan realtime CCTV.
menggunakan CCTV.
• Vessel Tracker • Vessel Tracker
Vessel Tracker digunakan untuk memonitor Used to monitor vessel movements from
pergerakan kapal mulai dari persiapan pre-loading, loading, sailing, berthing, to
pemuatan, pemuatan, berlayar, sandar sampai unloading at destination ports.
dengan pembongkaran di pelabuhan tujuan
• Truck Tracking (INDIGO Tracker) • Truck Tracking (INDIGO Tracker)
Truck Tracking berfungsi untuk memonitor Enables monitoring of truck movements
pergerakan truk yang melakukan pengiriman delivering fertilizers to buffer warehouses
pupuk menuju Gudang Penyangga dengan using Global Positioning System
memanfaatkan Global Positioning System (GPS) on drivers’ mobile devices.
(GPS) pada handphone pengemudi.
• Monitoring Ketersediaan Stok Pupuk • Monitoring of Subsidized Fertilizer Stock
Bersubsidi Availability
Sistem yang digunakan untuk monitoring A system used to monitor fertilizer stock at the
ketersediaan pupuk di tingkat kabupaten regency level using flag indicators to reflect
dengan indikator bendera yang mencerminkan stock conditions relative to safety stock levels.
kondisi stok dari safety stock.
144
Laporan Keberlanjutan 2025
Page 145
PT Pupuk Indonesia (Persero)
2. APGx (Warehouse Management System) 2. APGx (Warehouse Management System)
Aplikasi yang digunakan untuk melakukan APGx is an application used to manage all
pengelolaan seluruh aktivitas operasional gudang warehouse operational activities in real time,
secara langsung (real-time), termasuk penyediaan including virtual visualization of warehouse layouts.
visualisasi tata letak gudang secara virtual. Dalam Each warehouse operator inputs layout data
implementasinya, setiap pengelola gudang into APGx, allowing visibility of stock occupancy
menyusun layout gudang pada APGx, sehingga by area and facilitating stock opname activities.
dapat terlihat kondisi keterisian stok suatu area,
serta memudahkan pelaksanaan kegiatan stock
opname.
3. Sistem Scheduling Truk Online (SISTRO) 3. Sistem Scheduling Truk Online (SISTRO)
Sistem yang digunakan untuk mengatur SISTRO is a system used to manage truck queues at
antrian truk, baik di Gudang Pabrik maupun di plant warehouses, distribution center warehouses,
Gudang Distribution Center dan Kompartemen and Fertilizer Bagging Compartment. Through
Pengantongan Pupuk. Melalui sistem ini, ekspeditur this system, logistics providers can transparently
mengetahui pembagian alokasi secara transparan view allocation schedules and determine loading
dan menentukan jadwal pemuatan sehingga times, resulting in better-controlled truck queues.
antrian truk dapat lebih terkendali.
4. PAC (Production Analytics Center) 4. PAC (Production Analytics Center)
Aplikasi pemantauan realisasi produksi dari 5 PAC is an application used to monitor production
(lima) Anak Perusahaan (Anper) Produsen Pupuk. realization across five fertilizer-producing
Pemantauan realisasi produksi diperlukan bagi subsidiaries (Anper). This monitoring supports
tim outbound logistics untuk mengevaluasi outbound logistics teams in evaluating fertilizer
ketersediaan pupuk yang akan didistribusikan. availability for distribution.
5. Aplikasi DIMAS (Distributor Management System) 5. Distributor Management System (DIMAS)
Sistem pendaftaran dan pengelolaan distributor Application
secara daring. An online system for distributor registration and
management.
6. WCM 6. WCM
Sistem aplikasi untuk proses transaksi WCM is an application system used for transaction
penebusan serta pelaporan pengadaan processes related to redemption, as well as
dan penyaluran pupuk bersubsidi. reporting on procurement and distribution of
subsidized fertilizers.
7. Aplikasi iPubers 7. iPubers Application
Aplikasi penebusan Pupuk Bersubsidi pada Titik iPubers is a digital application for redeeming
Serah, baik oleh individu maupun kelompok tani. subsidized fertilizers at delivery points by individuals
Aplikasi digital ini terintegrasi dengan data petani or farmer groups. This application is integrated with
penerima pupuk bersubsidi milik Kementerian the Ministry of Agriculture’s subsidized fertilizer
Pertanian serta sistem pengelolaan stok pupuk recipient database and PTPI’s subsidized fertilizer
bersubsidi milik PTPI. stock management system.
8. Aplikasi REKAN (RMS) 8. REKAN Application (RMS)
Sistem pengelolaan stok pupuk bersubsidi This is an online system for managing subsidized
secara daring untuk memberikan kemudahan fertilizer stock, enabling distributors and kiosks to
bagi distributor dan kios dalam memantau dan monitor and manage inventory more effectively.
mengelola persediaan. 145
2025 Sustainability Report
Page 146
Pengembangan Produk Berkelanjutan Sustainable Product Development
Page 147
Page 148
Pengembangan Produk Berkelanjutan
Sustainable Product Development
Pupuk merupakan input strategis yang menentukan Fertilizer is a strategic input that determines agricultural
produktivitas pertanian, efisiensi budi daya, serta productivity, cultivation efficiency, and the sustainability
keberlanjutan pengelolaan lahan. Oleh karena of land management. As such, fertilizer quality is not only
itu, kualitas pupuk tidak hanya menjadi indikator an indicator of product excellence but also a long-term
mutu produk, tetapi juga investasi jangka panjang investment in national development. PTPI is committed
bagi pembangunan nasional. PTPI berkomitmen to providing reliable plant nutrition solutions to support
menyediakan solusi nutrisi tanaman yang andal untuk the sustainable advancement of the agricultural sector.
mendukung penguatan sektor pertanian secara
berkelanjutan.
Perusahaan memahami bahwa kebutuhan petani terus The Company recognizes that farmers’ needs continue
berkembang seiring perubahan pola budi daya, dinamika to evolve in response to changing cultivation practices,
iklim, serta tuntutan efisiensi biaya. Untuk menjawab climate dynamics, and cost-efficiency demands. To
kebutuhan tersebut, PTPI menyediakan pupuk address these needs, PTPI provides high-quality
berkualitas tinggi yang dirancang untuk meningkatkan fertilizers designed to enhance productivity while
produktivitas sekaligus menjaga keseimbangan maintaining environmental balance. This commitment is
lingkungan. Komitmen ini diwujudkan melalui realized through continuous product innovation aimed
penguatan inovasi produk secara berkelanjutan, yang at improving nutrient use efficiency, reducing nutrient
diarahkan untuk meningkatkan efisiensi pemanfaatan loss, minimizing residues, and mitigating environmental
hara, menekan kehilangan nutrisi, mengurangi residu, impact.
serta meminimalkan dampak lingkungan.
Sebagai bagian dari peran strategis Perusahaan, As part of its strategic role, PTPI also fulfills the
PTPI juga menjalankan mandat pemerintah dalam Government’s mandate to supply subsidized fertilizers
penyediaan pupuk bersubsidi bagi sepuluh komoditas for ten strategic commodities. This mandate expands
strategis. Mandat ini memperluas akses petani terhadap farmers’ access to appropriate and affordable
input pertanian yang tepat dan terjangkau, sekaligus agricultural inputs, while strengthening economic
memperkuat inklusivitas ekonomi di sektor pertanian. inclusivity in the agricultural sector. Its implementation
Pelaksanaan mandat tersebut didukung oleh komitmen is supported by PTPI’s commitment to maintaining
PTPI dalam menjaga kualitas produk secara konsisten consistent product quality, ensuring that the benefits of
agar manfaat pupuk dapat dirasakan secara optimal. fertilizers are optimally realized.
Tinjauan Kinerja Produksi
Production Performance Overview
PTPI menjaga kinerja produksi yang optimal, efisien, PTPI maintains optimal, efficient, and sustainable
dan berkelanjutan guna memastikan ketersediaan production performance to ensure the availability
pupuk berkualitas bagi sektor pertanian. Upaya tersebut of high-quality fertilizers for the agricultural sector.
dilakukan melalui penguatan teknologi, standardisasi These efforts are supported by the strengthening of
proses, serta strategi operasional yang terukur untuk technology, process standardization, and well-defined
meningkatkan kapasitas produksi, mengoptimalkan operational strategies aimed at increasing production
148 pemanfaatan bahan baku, dan mengendalikan dampak capacity, optimizing the use of raw materials, and
lingkungan di sepanjang proses produksi. managing environmental impacts throughout the
production process.
Laporan Keberlanjutan 2025
Page 149
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Dalam memenuhi kebutuhan pupuk untuk pasar In meeting fertilizer demand for both domestic and
domestik maupun ekspor, Perusahaan secara konsisten export markets, the Company consistently optimizes
mengoptimalkan kapasitas produksi melalui jaringan production capacity through a network of plants located
pabrik yang tersebar di berbagai wilayah strategis. across various strategic regions. PTPI produces a
PTPI memproduksi berbagai jenis pupuk, termasuk range of fertilizers, including urea, NPK, ZA, phosphate
urea, NPK, ZA, pupuk fosfat, dan pupuk hayati, dengan fertilizers, and biofertilizers, with volumes adjusted
volume yang disesuaikan terhadap permintaan pasar to market demand and government assignments.
dan penugasan. Sepanjang tahun pelaporan, PTPI Throughout the reporting year, PTPI recorded progress
mencatat capaian dalam penguatan kinerja produksi, in strengthening production performance, advancing
pengembangan inovasi produk, serta penerapan product innovation, and enhancing operational
praktik operasional yang makin selaras dengan prinsip practices that are increasingly aligned with sustainability
keberlanjutan. principles.
Kinerja Produksi PTPI 2025
PTPI Production Performance 2025
Peningkatan efisiensi produksi Peningkatan produksi produk Penyesuaian produksi berdasarkan
melalui optimalisasi proses majemuk (NPK) dan produk hayati kebutuhan sektor pertanian untuk
manufaktur dan pemanfaatan sebagai bagian dari strategi mendukung ketahanan pangan
teknologi otomasi. diversifikasi produk. nasional.
Improved production efficiency Increased production of compound Alignment of production with
through the optimization of fertilizers (NPK) and bio-based agricultural sector demand to support
manufacturing processes and products as part of the product national food security.
the utilization of automation diversification strategy.
technologies.
Efisiensi dan Inovasi dalam Produksi
Efficiency and Innovation in Production
Teknologi produksi rendah emisi. Optimalisasi pemanfaatan bahan Pengembangan produk ekonomi
Low-emission production baku melalui peningkatan efisiensi sirkular melalui pemanfaatan limbah
technologies. proses konversi bahan baku menjadi produksi menjadi pupuk bernilai
produk akhir sehingga dapat tambah, selaras dengan prinsip
mengurangi limbah industri. keberlanjutan.
Optimization of raw material Development of circular economy
utilization through improved products through the utilization of
efficiency in the conversion of raw production waste into value-added
materials into final products, thereby fertilizers, aligned with sustainability
reducing industrial waste. principles.
Aspek Keberlanjutan dalam Produksi
Sustainability Aspects in Production
149
Penerapan sistem produksi ramah lingkungan. Terwujudnya program dekarbonisasi.
Implementation of environmentally friendly production Realization of decarbonization programs.
2025 Sustainability Report
systems.
Page 150
Pengembangan Produk Berkelanjutan
Sustainable Product Development
Sebagai fondasi dari capaian kinerja produksi tersebut, As a foundation for these production performance
PTPI menerapkan pengendalian bahan yang ketat achievements, PTPI implements stringent material
pada setiap produk sejak tahap awal. Setiap komposisi controls for each product from the outset. Every raw
bahan baku diperiksa agar memenuhi ambang batas material composition is verified to ensure compliance
yang berlaku, termasuk zat berpotensi berbahaya with applicable thresholds, including limits for hazardous
(hazardous substances) dan kandungan minimal untuk substances and minimum content requirements for
setiap jenis pupuk. Pendekatan ini memastikan bahan each type of fertilizer. This approach ensures the
baku aman, kualitas produk terjaga, serta kepatuhan safety of raw materials, maintains product quality, and
terhadap regulasi, seperti Persyaratan Teknis Minimal supports compliance with regulatory requirements,
(PTM) dan Standar Nasional Indonesia (SNI). Seluruh such as Minimum Technical Requirements (PTM) and
produk, termasuk produk baru, wajib memperoleh izin Indonesian National Standards (SNI). All products,
edar dari Kementerian Pertanian sebelum dipasarkan, including new product developments, are required
sehingga pengguna dapat merasa aman dan yakin to obtain distribution permits from the Ministry of
bahwa setiap produk telah memenuhi standar yang Agriculture prior to commercialization, providing
ketat. assurance that each product meets stringent standards
and is safe for use by customers.
Inovasi dalam Pengembangan Produk
Berkelanjutan [OJK F.26]
Innovation in Sustainable Product Development
PTPI terus memperkuat inovasi dalam proses PTPI continues to strengthen innovation in its production
produksi serta pengembangan pupuk yang lebih processes and the development of more environmentally
ramah lingkungan untuk meminimalkan dampak friendly fertilizers to minimize negative environmental
negatif terhadap lingkungan dan risiko kesehatan. impacts and health risks. Through these innovations,
Melalui inovasi tersebut, PTPI menghadirkan pupuk PTPI delivers high-quality fertilizers that provide
berkualitas yang mampu menyediakan nutrisi balanced nutrients for plant growth, enhance nutrient
seimbang bagi pertumbuhan tanaman, meningkatkan absorption efficiency to reduce excessive fertilizer
efisiensi penyerapan hara sehingga mengurangi use, and minimize waste and potential environmental
kebutuhan pemupukan berlebihan, serta menekan pollution through more efficient application methods. In
limbah dan potensi pencemaran lingkungan its development efforts, PTPI also promotes the use of
melalui metode pemupukan yang lebih efisien. more sustainable raw materials, including organic inputs
Dalam pengembangannya, PTPI juga mendorong and recycled materials, to reduce the environmental
pemanfaatan bahan baku yang lebih ramah lingkungan, footprint of its products. These initiatives further
termasuk bahan organik dan bahan hasil daur ulang, support soil health and the long-term sustainability of
guna mengurangi jejak lingkungan produk. Upaya agricultural ecosystems.
ini sekaligus mendukung kesehatan tanah dan
keberlanjutan ekosistem pertanian.
Perusahaan menerapkan prinsip manajemen mutu The Company applies quality management principles
150 yang menekankan kepuasan pelanggan, pendekatan that emphasize customer satisfaction, a process-based
berbasis proses, dan perbaikan berkelanjutan untuk approach, and continuous improvement to ensure that
memastikan setiap produk yang dihasilkan tidak every product not only enhances agricultural productivity
Laporan Keberlanjutan 2025
hanya mendorong produktivitas pertanian, tetapi but also contributes to environmental preservation and
juga berkontribusi pada pelestarian lingkungan dan community well-being. One of the key initiatives being
kesejahteraan masyarakat. Salah satu inisiatif yang advanced is the utilization of Blue and Green Ammonia
terus dikembangkan adalah pemanfaatan teknologi technologies to reduce carbon emissions, in line
Page 151
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Blue & Green Ammonia untuk menurunkan emisi with PTPI’s commitment to strengthening low-carbon
karbon, sejalan dengan komitmen PTPI memperkuat solutions. The ammonia produced serves not only as
solusi rendah karbon. Amonia yang dihasilkan tidak a primary component in urea fertilizer production but
hanya menjadi komponen utama dalam produksi pupuk is also utilized across various industries, including
urea, tetapi juga dimanfaatkan oleh berbagai sektor chemicals, pharmaceuticals, refrigeration, and fuels.
industri, termasuk industri kimia, farmasi, refrigeran, dan
bahan bakar.
Pada tahun 2025, PTPI berfokus pada pemodelan In 2025, PTPI focused on geospatial modeling for
geospasial pada tanaman pangan. Pengembangan food crops. The development of geospatial models
model geospasial untuk klasifikasi komoditas padi, for classifying rice, corn, and sugarcane is aimed at
jagung, dan tebu bertujuan mendukung pengelolaan supporting more precise, efficient, and sustainable
pertanian yang lebih presisi, efisien, dan berkelanjutan agricultural management through the provision of
melalui penyediaan informasi spasial yang akurat accurate spatial information on commodity distribution
terkait distribusi komoditas dan dinamika pertanaman. and cropping dynamics. The application of this
Pemanfaatan teknologi ini diharapkan dapat technology is expected to enhance the effectiveness
meningkatkan efektivitas perencanaan budidaya, of cultivation planning, optimize the use of agricultural
optimalisasi penggunaan input pertanian, serta inputs, and support sustained improvements in
mendukung peningkatan produktivitas dan ketahanan productivity and food security.
pangan secara berkelanjutan.
Produk yang Mendukung Keberlanjutan [OJK F.26]
Products Supporting Sustainability
Dalam rangka penguatan inovasi dan praktik As part of strengthening innovation and more
produksi yang lebih bertanggung jawab, PTPI terus responsible production practices, PTPI continues to
mengembangkan portofolio produk berkelanjutan. develop its portfolio of sustainable products. This
Portofolio ini dirancang untuk meningkatkan portfolio is designed to enhance fertilizer use efficiency,
efisiensi pemupukan, menjaga kualitas lingkungan, preserve environmental quality, and support sustainable
serta mendukung produktivitas pertanian secara agricultural productivity. As of 2025, PTPI’s sustainable
berkelanjutan. Hingga tahun 2025, produk product portfolio covers several key categories as
berkelanjutan yang dikembangkan PTPI mencakup follows.
beberapa kategori utama sebagai berikut.
Deskripsi Produk Product Description
Pupuk yang berasal dari bahan Fertilizers derived from organic materials,
organik, seperti biomassa tumbuhan, such as plant biomass, animal manure,
Produk Organik kotoran hewan, atau bahan lain yang or other substances that can be naturally
Organic Products mudah terurai secara alami oleh decomposed by microorganisms.
mikroorganisme.
151
Manfaat Benefits
• Meningkatkan kadar C-Organik tanah; • Increases soil organic carbon
2025 Sustainability Report
• Meningkatkan daya tahan tanah (C-organic) content;
terhadap erosi; • Enhances soil resistance to erosion;
• Memperbaiki struktur tanah; dan • Improves soil structure; and
• Meningkatkan kemampuan dalam • Increases water retention capacity and
menahan air dan porositas tanah. soil porosity.
Page 152
Pengembangan Produk Berkelanjutan
Sustainable Product Development
Deskripsi Produk Product Description
Pupuk yang mengandung Fertilizers containing live
mikroorganisme hidup, seperti bakteri microorganisms, such as bacteria or
Pupuk Hayati atau jamur, yang memberikan manfaat fungi, that provide benefits to both soil
Biofertilizers bagi tanah maupun tanaman. and plants.
Manfaat Benefits
• Membantu meningkatkan kualitas • Helps improve soil quality and
tanah dan penyerapan hara oleh enhance nutrient uptake by plants,
tanaman sehingga pemupukan lebih making fertilization more effective and
efektif dan efisien; dan efficient; and
• Meningkatkan ketahanan tanaman • Enhances plant resistance to pests and
terhadap serangan hama dan diseases, thereby reducing the need
penyakit sehingga dapat mengurangi for excessive pesticide use.
penggunaan pestisida berlebih.
Deskripsi Produk Product Description
Bioaktivator yang mengandung A bioactivator containing microorganisms
mikroorganisme pengurai bahan organik. that decompose organic matter.
Biodekomposer
Biodecomposers
Manfaat Benefits
• Mempercepat proses dekomposisi • Accelerates the decomposition of
residu organik sehingga meningkatkan organic residues, thereby improving
kesuburan tanah; dan soil fertility; and
• Meningkatkan ketahanan tanaman • Enhances plant resistance to diseases,
terhadap penyakit sehingga dapat reducing the need for excessive
mengurangi penggunaan pestisida pesticide use.
berlebihan.
152
Laporan Keberlanjutan 2025
Page 153
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Deskripsi Produk Product Description
Pemanfaatan hasil samping industri Utilization of industrial by-products into
menjadi produk bernilai tinggi dan high-value products that are beneficial
Produk bermanfaat bagi tanah serta tanaman for soil and crops, thereby reducing
Ekonomi sehingga dapat mengurangi limbah waste and generating additional revenue
Sirkular dan menjadi sumber pendapatan for the Company. The product types
Circular Economy Perusahaan. Beberapa jenis produknya, include:
Products antara lain:
1. Fly ash (pengisi NPK); 1. Fly ash (as an NPK filler);
2. PetroCAS; 2. PetroCAS;
3. Nitralite; dan 3. Nitralite; and
4. Kapur pertanian. 4. Agricultural lime.
Manfaat Benefits
• Alternatif bahan pengisi pupuk NPK; • Alternative filler material for NPK
fertilizers;
• Penyedia hara nitrogen, sulfur, dan • Source of nitrogen, sulfur, and
kalium; serta potassium nutrients; and
• Penyedia hara kalsium dan sulfur untuk • Source of calcium and sulfur for
pembenah tanah sebagai pembenah soil conditioning, improving soil
tanah untuk memperbaiki struktur dan structure and enhancing soil quality in
meningkatkan kualitas tanah pada agricultural land and aquaculture.
lahan pertanian dan tambak perikanan.
Deskripsi Produk Product Description
Produk pupuk yang diformulasikan Fertilizer products formulated with
dengan tambahan mikroba atau senyawa added microbes or specific compounds
Enhanced tertentu untuk mengurangi kehilangan to reduce nutrient loss and improve
Efficiency hara dan meningkatkan efisiensi fertilization efficiency. The advanced
Fertilizer pemupukan. Adapun jenis produk product types include:
lanjutan adalah sebagai berikut:
1. NPK coating mikroba; dan 1. Microbial-coated NPK
2. Urea coating inhibitor. 2. Inhibitor-coated urea.
Manfaat Benefits
• Meningkatkan penyerapan hara N, P, • Enhances the uptake of N, P, and K
dan K; nutrients;
• Mengurangi kehilangan hara N akibat • Reduces nitrogen losses due to
volatilisasi dan pencucian (leaching); volatilization and leaching;
• Meningkatkan efisiensi penggunaan • Improves nutrient use efficiency; and 153
hara (nutrient use efficiency); dan
• Mengurangi dosis penggunaan pupuk • Reduces the required dosage of
2025 Sustainability Report
kimia. chemical fertilizers.
Page 154
Pengembangan Produk Berkelanjutan
Sustainable Product Development
Deskripsi Produk Product Description
Sistem atau platform yang dibangun A system or platform developed
menggunakan teknologi berbasis satelit using satellite-based technology and
Sistem dan drone multispektral, disesuaikan multispectral drones, tailored to target
Pertanian dengan target konsumen berdasarkan customers based on crop type and land
Presisi jenis tanaman dan luas lahan. Jenis area. The products developed include:
Precision Farming produk yang dikembangkan, di
Systems antaranya:
1. PreciPalm; 1. PreciPalm;
2. Precicrice; dan 2. Precicrice; and
3. Soil sensing kit (nutrisense). 3. Soil sensing kit (nutrisense).
Manfaat Benefits
• Mengetahui tingkat sebaran kadar hara • Enables the assessment of nutrient
tanah dan tanaman; distribution levels in soil and crops;
• Mendapatkan rekomendasi • Provides fertilization recommendations
pemupukan sesuai dengan kebutuhan tailored to crop needs, improving
tanaman sehingga penggunaan pupuk fertilizer use efficiency; and
lebih efisien; dan
• Meningkatkan nilai tambah (added • Enhances the added value of products.
value) produk.
Deskripsi Produk Product Description
Pupuk hayati berbasis mikroorganisme Biofertilizer based on nitrogen-fixing
penambat nitrogen yang berfungsi microorganisms that enhances nitrogen
Bionitrogen meningkatkan ketersediaan nitrogen di availability in the soil naturally.
N-Fix dalam tanah secara alami.
Bionitrogen N-Fix
Manfaat Benefits
Mendukung peningkatan kesuburan Supports improved soil fertility and
tanah dan efisiensi pemupukan nitrogen nitrogen-use efficiency, enabling more
sehingga membantu pertumbuhan optimal and sustainable crop growth.
tanaman secara lebih optimal dan
berkelanjutan.
154
Laporan Keberlanjutan 2025
Page 155
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Deskripsi Produk Product Description
Pupuk berteknologi nano yang Nano-based fertilizer technology that
mengombinasikan urea dengan material combines urea with hydroxyapatite to
Urea hidroksiapatit untuk mengendalikan enable controlled, gradual nitrogen
Hydroxyapatite pelepasan nitrogen secara bertahap. release.
Nanohybrid
Urea
Hydroxyapatite Manfaat Benefits
Nanohybrid Meningkatkan efisiensi penyerapan Enhances nitrogen uptake efficiency
nitrogen oleh tanaman serta mengurangi while reducing nutrient losses from
kehilangan hara akibat pencucian dan leaching and volatilization.
penguapan.
Deskripsi Produk Product Description
Perangkat pemantauan kondisi tanah Soil monitoring device used to measure
yang digunakan untuk mengukur key parameters such as nutrient levels,
Soil Sensing Kit parameter penting seperti kadar hara, pH, and soil moisture quickly and
Soil Sensing Kit pH, dan kelembapan tanah secara cepat accurately in the field.
dan akurat di lapangan.
Manfaat Benefits
Data yang dihasilkan mendukung Provides data-driven insights to
rekomendasi pemupukan yang lebih support more precise fertilization
presisi sehingga meningkatkan efisiensi recommendations, improving fertilizer
penggunaan pupuk dan produktivitas use efficiency and agricultural
pertanian. productivity.
Berdasarkan penjualan produk ramah lingkungan
(sustainable products), PTPI mengungkapkan
pendapatan yang dihasilkan, sebagai indikator
kontribusi bisnis terhadap keberlanjutan dan
keselarasan operasional dengan prinsip ekonomi
sirkular, efisiensi sumber daya, serta pengurangan
dampak lingkungan. Pendapatan dari Produk Berkelanjutan
Revenue from Sustainable Products
PTPI discloses the revenue generated on sales
Rp763
of environmentally friendly (sustainable) products Juta
as an indicator of the Company’s contribution to
sustainability and the alignment of its operations with
Million
circular economy principles, resource efficiency, and 155
environmental impact reduction.
2025 Sustainability Report
Page 156
Pengembangan Produk Berkelanjutan
Sustainable Product Development
Komitmen dalam Penyediaan Produk
yang Berkualitas [OJK F.27, F.28, F.29] [GRI 416-1, 416-2]
Commitment to Delivering Quality Products
Komitmen PTPI terhadap pemenuhan standar kualitas PTPI’s commitment to consistently meeting product
dan keamanan dari produk yang diproduksi secara quality and safety standards is implemented through
konsisten diwujudkan melalui sistem pengendalian an integrated quality control and assurance system.
dan penjaminan mutu yang terintegrasi. Pengujian Quality testing is conducted in laboratories accredited
mutu dilakukan di laboratorium terakreditasi Komite by the National Accreditation Committee, applying ISO/
Akreditasi Nasional (KAN) dengan menerapkan standar IEC 17025 standards. In addition, PTPI adopts various
ISO/IEC 17025. Selain itu, PTPI mengadopsi berbagai national and international standards and certifications
standar dan sertifikasi nasional maupun global guna to ensure compliance with applicable regulations and
memastikan kepatuhan terhadap ketentuan yang the implementation of best practices. The following
berlaku serta penerapan praktik terbaik. Penjelasan di section outlines the standards and certifications applied
bawah ini menerangkan berbagai standar dan sertifikasi by PTPI. [GRI 3-3, 416-1] [OJK F.27]
yang diterapkan oleh PTPI. [GRI 3-3, 416-1] [OJK F.27]
Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015
Quality Management System ISO 9001:2015
PTPI menerapkan Sistem Manajemen Mutu berstandar internasional ISO 9001:2015 untuk memastikan seluruh proses
bisnis berjalan secara konsisten, efektif, dan berorientasi pada kepuasan pelanggan. Penerapan sistem ini mendukung
peningkatan kualitas produk dan layanan, efisiensi operasional, serta perbaikan berkelanjutan dalam kegiatan produksi,
distribusi pupuk, dan pelayanan jasa.
PTPI implements the ISO 9001:2015 Quality Management System to ensure that all business processes are carried out
consistently, effectively, and with a strong focus on customer satisfaction. The implementation of this system supports
improvements in product and service quality, operational efficiency, and continuous improvement across production,
fertilizer distribution, and service delivery.
Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001:2015
Environmental Management System ISO 14001:2015
PTPI menerapkan Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001:2015 guna mengelola dampak lingkungan dari seluruh
aktivitas operasional secara sistematis. Penerapan sistem ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja lingkungan melalui
pengendalian aspek dan dampak lingkungan, kepatuhan terhadap peraturan, serta penerapan praktik operasi yang
ramah lingkungan dan berkelanjutan.
PTPI applies the ISO 14001:2015 Environmental Management System to systematically manage the environmental impacts
of all operational activities. The implementation of this system aims to enhance environmental performance through the
156 control of environmental aspects and impacts, compliance with regulations, and the adoption of environmentally friendly
and sustainable operational practices.
Laporan Keberlanjutan 2025
Page 157
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Sistem Manajemen Energi ISO 50001:2011
Energy Management System ISO 50001:2011
PTPI menerapkan Sistem Manajemen Energi ISO 50001:2011 untuk meningkatkan efisiensi penggunaan energi dalam
kegiatan operasional. Penerapan sistem ini mendukung optimalisasi konsumsi energi, peningkatan kinerja energi, serta
pengurangan emisi karbon dalam proses produksi pupuk secara berkelanjutan.
PTPI implements the ISO 50001:2011 Energy Management System to enhance energy efficiency across its operations.
This system supports the optimization of energy consumption, improvement of energy performance, and the reduction of
carbon emissions in fertilizer production processes on a sustained basis.
Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan
Kerja ISO 45001:2018
Occupational Health and Safety Management System ISO
45001:2018
PTPI menerapkan Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja ISO 45001:2018 untuk memastikan terciptanya
lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif. Sistem ini mendukung pengendalian risiko K3 secara proaktif,
pencegahan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja, serta peningkatan budaya keselamatan di seluruh lingkungan
kerja.
PTPI employs the ISO 45001:2018 Occupational Health and Safety Management System to ensure a safe, healthy, and
productive working environment. This system supports proactive OHS risk management, the prevention of work-related
accidents and occupational illnesses, and the strengthening of a safety culture across all operational areas.
Standar Industri Hijau untuk Pupuk Buatan Tunggal Hara
Makro Primer (SIH 20112:2015)
Green Industry Standard for Single Primary Macronutrient Fertilizers
(SIH 20112:2015)
PTPI menerapkan Standar Industri Hijau untuk Pupuk Buatan Tunggal Hara Makro Primer (SIH 20112:2015) sebagai bagian
dari komitmen terhadap praktik industri berkelanjutan. Standar ini mendorong efisiensi penggunaan energi dan sumber
daya, pengurangan emisi dan limbah, serta optimalisasi pemanfaatan bahan baku yang lebih ramah lingkungan dalam
proses produksi pupuk.
PTPI implements the Green Industry Standard for Single Primary Macronutrient Fertilizers (SIH 20112:2015) as part of its
commitment to sustainable industrial practices. This standard promotes efficient use of energy and resources, reduction
of emissions and waste, and the optimization of environmentally friendly raw materials in fertilizer production processes.
157
2025 Sustainability Report
Page 158
Pengembangan Produk Berkelanjutan
Sustainable Product Development
Standar Industri Hijau untuk Industri Pupuk Urea, SP-36
dan ZA (SIH 20122:2018)
Green Industry Standard for Urea, SP-36, and ZA Fertilizer Production
(SIH 20122:2018)
PTPI menerapkan Standar Industri Hijau untuk Industri Pupuk Urea, SP-36, dan ZA (SIH 20122:2018) sebagai bagian
dari komitmen terhadap praktik produksi yang berkelanjutan. Standar ini mendorong peningkatan efisiensi energi dan
sumber daya, pengendalian emisi dan limbah, serta penggunaan bahan baku yang lebih ramah lingkungan dalam proses
produksi pupuk.
PTPI implements the Green Industry Standard for Urea, SP-36, and ZA fertilizer production (SIH 20122:2018) as part of
its commitment to sustainable production practices. This standard promotes enhanced energy and resource efficiency,
effective control of emissions and waste, and the use of more environmentally friendly raw materials in fertilizer production
processes.
Sertifikat Halal untuk Bahan Kimia (Produk Petrokimia Gresik)
Halal Certification for Chemical Products (Petrokimia Gresik Products)
Produk bahan kimia tertentu yang dihasilkan oleh PT Petrokimia Gresik, sebagai bagian dari PTPI, telah memperoleh
sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Sertifikasi ini memastikan bahwa proses produksi, bahan baku, serta
rantai pasok memenuhi standar kehalalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Certain chemical products produced by PT Petrokimia Gresik, as part of PTPI, have obtained halal certification from the
Indonesian Ulama Council. This certification ensures that the production processes, raw materials, and supply chain
comply with applicable halal standards.
Sertifikat Halal untuk Beras (Produk Pupuk Indonesia Pangan)
Halal Certification for Rice (Pupuk Indonesia Pangan Products)
Produk beras yang diproduksi oleh Pupuk Indonesia Pangan telah memperoleh sertifikasi halal, yang menjamin bahwa
proses produksi, pengolahan, dan distribusi memenuhi standar kehalalan serta aman untuk dikonsumsi oleh masyarakat.
Rice products produced by Pupuk Indonesia Pangan have obtained halal certification, ensuring that the production,
processing, and distribution processes comply with halal standards and are safe for public consumption.
Sertifikat Halal untuk Amonia dan Urea (Produk Pupuk Kujang)
Halal Certification for Ammonia and Urea (Pupuk Kujang Products)
158
Produk pupuk berbasis amonia dan urea yang dihasilkan oleh PT Pupuk Kujang, sebagai bagian dari PTPI, telah
memperoleh sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Sertifikasi ini memastikan bahwa proses produksi, bahan
Laporan Keberlanjutan 2025
baku, serta rantai pasok memenuhi standar kehalalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Ammonia- and urea-based fertilizer products produced by PT Pupuk Kujang, as part of PTPI, have obtained halal
certification from the Indonesian Ulama Council. This certification ensures that the production processes, raw materials,
and supply chain comply with applicable halal standards.
Page 159
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Food Safety System Certification 22000 untuk Produk CO2 Cair
(Produk Petrokimia Gresik)
Food Safety System Certification (FSSC) 22000 for Liquid CO₂ Products
(Petrokimia Gresik)
Produk CO₂ cair yang dihasilkan oleh Petrokimia Gresik telah memenuhi standar Food Safety System Certification (FSSC)
22000, yang merupakan standar internasional dalam sistem manajemen keamanan pangan. Sertifikasi ini memastikan
bahwa produk CO₂ cair aman digunakan dalam industri pengolahan makanan dan minuman serta diproduksi melalui
proses yang memenuhi persyaratan keamanan pangan.
The liquid CO₂ products produced by Petrokimia Gresik have met the Food Safety System Certification (FSSC) 22000
standard, an internationally recognized standard for food safety management systems. This certification ensures that the
liquid CO₂ products are safe for use in the food and beverage processing industry and are produced through processes
that comply with stringent food safety requirements.
Sistem Manajemen Pendukung Kepatuhan Lainnya
Other Compliance-Supporting Management Systems
PTPI menerapkan sistem manajemen pendukung untuk memperkuat kepatuhan dan tata kelola perusahaan. ISO
37001:2016 memastikan integritas proses bisnis dan mencegah praktik penyuapan, ISO 22301:2019 menjamin
keberlangsungan operasional dan kontinuitas pasokan produk, serta ISO 55001:2014 mendukung pengelolaan aset
yang andal guna menjaga stabilitas operasional dan kualitas produk. Sistem ini melengkapi penerapan standar utama
dalam mendukung kepatuhan dan keberlanjutan Perusahaan.
PTPI implements supporting management systems to strengthen compliance and corporate governance. ISO 37001:2016
ensures the integrity of business processes and prevents bribery practices, ISO 22301:2019 safeguards operational
continuity and the reliability of product supply, and ISO 55001:2014 supports robust asset management to maintain
operational stability and product quality. These systems complement the implementation of core standards in supporting
the Company’s compliance and sustainability objectives.
159
2025 Sustainability Report
Page 160
Pengembangan Produk Berkelanjutan
Sustainable Product Development
PTPI berkomitmen memastikan setiap produk dan PTPI is committed to ensuring that every product and
layanan yang dihasilkan memberikan manfaat nyata service delivers tangible benefits to the agricultural
bagi sektor pertanian, sekaligus mengelola dan sector, while effectively managing and mitigating
memitigasi potensi dampak negatifnya. Komitmen ini potential negative impacts. This commitment is realized
dijalankan melalui penguatan inovasi dan penerapan through strengthened innovation and the application of
teknologi yang mendorong efisiensi pemupukan serta technologies that enhance fertilization efficiency and
menekan kehilangan hara, antara lain melalui NPK reduce nutrient loss, including NPK Microbial Coating
Coating Mikroba dan Urea Coating Inhibitor. PTPI and Urea Coating Inhibitors. PTPI also implements
juga menerapkan precision farming system berbasis precision farming systems leveraging satellite
satelit, drone, dan proximal sensing untuk membantu technology, drones, and proximal sensing to support
petani menggunakan pupuk secara lebih tepat. Di sisi more accurate fertilizer application. On the production
produksi, Perusahaan terus mengembangkan teknologi side, the Company continues to advance Blue and
Blue & Green Ammonia guna menurunkan emisi karbon Green Ammonia technologies to reduce carbon
dari proses manufaktur. emissions from manufacturing processes.
Dari aspek sosial dan ekonomi, PTPI menjaga From a social and economic perspective, PTPI maintains
aksesibilitas pupuk bersubsidi bagi petani kecil serta the accessibility of subsidized fertilizers for smallholder
memperkuat edukasi pemupukan yang bertanggung farmers while strengthening education on responsible
jawab agar penggunaan pupuk tidak berdampak negatif fertilization practices to prevent adverse impacts on soil
pada kualitas tanah. Perusahaan juga memastikan quality. The Company also ensures that stakeholders
pemangku kepentingan memperoleh informasi yang receive balanced information regarding the benefits
berimbang mengenai dampak produk dan layanan, baik and potential risks of its products and services, as
dari sisi manfaat maupun risiko, sebagai bagian dari part of its efforts to promote more sustainable and
upaya mendorong pertanian yang lebih berkelanjutan environmentally responsible agriculture. [OJK F.28] [GRI 416-1]
dan ramah lingkungan. [OJK F.28] [GRI 416-1]
Dalam rangka mendukung penyediaan produk In supporting the provision of quality products, PTPI
berkualitas, PTPI turut menjaga stabilitas harga pupuk also maintains fertilizer price stability through enhanced
melalui penguatan efisiensi produksi dan pengelolaan production efficiency and disciplined cost management.
biaya yang terukur. Inisiatif yang dijalankan mencakup Key initiatives include plant revitalization, improvements
peremajaan pabrik, peningkatan efisiensi energi in energy efficiency through audit-based modifications,
melalui modifikasi berbasis audit energi, serta substitusi and energy substitution from natural gas to coal. The
energi dari gas alam ke batu bara. Perusahaan juga Company further enhances procurement efficiency
meningkatkan efisiensi pengadaan bahan baku melalui through synergies among subsidiaries to leverage
sinergi di antara anak perusahaan untuk memanfaatkan economies of scale, while establishing partnerships
skala ekonomi, serta menjalin kerja sama dengan with phosphate rock mining operators to ensure a
pemilik tambang batuan fosfat guna memastikan stable and cost-effective supply of raw materials.
ketersediaan bahan baku yang stabil dan terjangkau.
Komitmen PTPI terhadap kualitas dan keamanan produk PTPI’s commitment to product quality and safety is
didukung oleh sistem pengendalian mutu yang ketat di supported by stringent quality control systems across
seluruh rantai produksi. Setiap produk yang dipasarkan the entire production chain. All products marketed
telah memenuhi standar kualitas dan keamanan yang comply with applicable quality and safety standards.
berlaku. Sepanjang tahun pelaporan, tidak terdapat Throughout the reporting year, there were no incidents
160 insiden ketidakpatuhan terkait dampak kesehatan dan of non-compliance related to product health and safety
keselamatan produk serta tidak ada kasus penarikan impacts, and no product recalls were recorded. [OJK F.29]
kembali produk. [OJK F.29] [GRI 416-2] [GRI 416-2]
Laporan Keberlanjutan 2025
Page 161
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Kemasan dan Pelabelan [GRI 417-1, 417-2]
Packaging and Labeling
PTPI memastikan seluruh (100%) kemasan produk PTPI ensures that 100% of its product packaging
dilengkapi dengan informasi yang jelas, lengkap, is equipped with clear, complete, and easily
dan mudah dipahami sebagai bagian dari komitmen understandable information as part of its commitment
terhadap transparansi dan keamanan produk. Informasi to product transparency and safety. The information
pada pelabelan bertujuan mendukung penggunaan provided on labels is intended to support the safe
pupuk secara aman dan tepat guna, sekaligus and appropriate use of fertilizers, while ensuring that
memastikan produk menjangkau segmen pasar yang products reach the appropriate market segments. The
sesuai. Informasi yang dicantumkan meliputi nama information includes the product or brand name, type
atau merek dagang, jenis dan kandungan pupuk, and composition of fertilizer, producer identity and
identitas produsen dan alamat, nomor pengaduan, address, complaint contact details, SNI logo and number
logo dan nomor SNI ( jika berlaku), masa edar, nomor (where applicable), validity period, registration number,
pendaftaran, berat bersih, petunjuk penggunaan, kode net weight, usage instructions, production code, and
produksi, serta barcode yang memuat informasi izin a barcode containing distribution permit information,
edar, informasi produk, dan NPB. [GRI 3-3] product details, and NPB. [GRI 3-3]
NIHIL Sepanjang tahun pelaporan, tidak terdapat insiden ketidakpatuhan terkait
informasi dan pelabelan produk maupun jasa. [GRI 417-2]
Zero Throughout the reporting year, there were no incidents of non-compliance
related to product and service information and labeling.[GRI 417-2]
PTPI menerapkan kebijakan penyeragaman kantong PTPI implements a standardized packaging policy
yang digunakan untuk mengemas produk pupuk for subsidized fertilizer products. This uniformity in
bersubsidi. Penyeragaman identitas tersebut dilakukan packaging identity is intended to facilitate oversight and
untuk memudahkan pengawasan dan meningkatkan enhance transparency within the subsidized fertilizer
transparansi dalam rantai distribusi pupuk bersubsidi distribution chain, ensuring more targeted delivery. In
sehingga dapat lebih tepat sasaran. Di samping itu, addition, the policy provides flexibility for farmers to
kebijakan ini juga memberikan fleksibilitas bagi petani utilize various PTPI fertilizer products more effectively.
dalam menggunakan berbagai produk pupuk PTPI
secara optimal.
Selain penyeragaman kantong, PTPI menerapkan Beyond packaging standardization, PTPI applies
pewarnaan khusus untuk pupuk bersubsidi guna specific color-coding to subsidized fertilizers to support
mempermudah pengawasan distribusi tanpa mengubah distribution monitoring without altering the composition
komposisi maupun kualitas pupuk. Pewarnaan or quality of the products. The coloring uses water-
menggunakan bahan organik yang larut dalam air, soluble organic materials that are safe for crops and
tidak merusak tanaman, serta tidak berbahaya bagi environmentally friendly. The standardized colors
lingkungan. Standardisasi warna yang diterapkan include pink for subsidized urea and reddish-brown for
meliputi warna merah muda untuk pupuk urea subsidized NPK fertilizers. 161
bersubsidi dan warna merah kecoklatan untuk pupuk
NPK bersubsidi.
2025 Sustainability Report
Page 162
Pengembangan Produk Berkelanjutan
Sustainable Product Development
Sistem Pemasaran dan Distribusi Produk [GRI 417-3]
Product Marketing and Distribution System
PTPI memperkuat sistem pemasaran dan distribusi PTPI continues to strengthen its fertilizer marketing
pupuk untuk menjaga ketersediaan pupuk sekaligus and distribution system to ensure product availability
meningkatkan efisiensi operasional Perusahaan. while enhancing operational efficiency. These efforts
Upaya ini dilakukan melalui sentralisasi pemasaran include the centralization of marketing to support both
guna mendukung penjualan pupuk bersubsidi maupun subsidized and commercial fertilizer sales, optimization
komersial, optimalisasi logistik, serta penerapan of logistics, and the implementation of more targeted
strategi pemasaran yang lebih terarah. PTPI juga marketing strategies. PTPI also develops distributor and
mengembangkan sistem manajemen distributor dan retail management systems to strengthen coordination
kios untuk mempererat koordinasi antara distributor, among distributors, retailers, and farmers, thereby
retailer, dan petani sehingga pemerataan pasokan improving the equitable distribution of supply. In its
dapat ditingkatkan. Dalam pelaksanaannya, PTPI implementation, PTPI provides equal access to services
menyediakan layanan yang setara kepada konsumen for all customers and ensures that its products are
serta memastikan produk yang dihasilkan ditujukan designed to meet a diverse range of customer needs.
untuk memenuhi berbagai kebutuhan konsumen. [OJK [OJK F.17]
F.17]
Selain itu, PTPI menjalankan mandat Pemerintah dalam In addition, PTPI fulfills the Government’s mandate
distribusi pupuk bersubsidi bagi sepuluh komoditas to distribute subsidized fertilizers for ten strategic
strategis, yaitu padi, jagung, kedelai, cabai, bawang commodities, namely rice, corn, soybeans, chili,
merah, bawang putih, tebu rakyat, kopi, ubi kayu dan shallots, garlic, smallholder sugarcane, coffee, cassava,
kakao. Pelaksanaan mandat ini merupakan bagian dari and cocoa. The execution of this mandate forms part
upaya Perusahaan dalam memperluas akses petani of the Company’s efforts to expand farmers’ access
terhadap input pertanian yang tepat serta mendukung to appropriate agricultural inputs while supporting
inklusivitas ekonomi di sektor pertanian. economic inclusivity in the agricultural sector.
PTPI terus mengembangkan digitalisasi rantai pasok PTPI continues to advance supply chain digitalization
untuk memperkuat transparansi dan akuntabilitas to strengthen transparency and accountability in
distribusi. Inisiatif yang diimplementasikan mencakup distribution. Key initiatives include the DIMAS (Distributor
aplikasi DIMAS (Distributor Management System) Management System) application and management
untuk pendaftaran dan pengelolaan distributor secara for online distributor registration, as well as WCM and
daring, serta WCM dan ANDALAN yang mempermudah ANDALAN to facilitate transaction processing and
transaksi dan pelaporan bagi distributor. PTPI juga reporting for distributors. The Company also optimizes
mengoptimalkan sistem pemantauan distribusi yang distribution monitoring systems, including DPCS,
mencakup DPCS, Petroport, Indigo Truck Tracking, Petroport, Indigo Truck Tracking, Sistro, warehouse
Sistro, CCTV Gudang, serta Warehouse Management CCTV, and a Warehouse Management System, to track
System untuk memantau pergerakan pupuk dari lini fertilizer movement from production facilities through to
produksi hingga diterima petani. delivery to farmers.
Integrasi dengan kebijakan pemerintah diperkuat Integration with government policies is further
melalui pengembangan aplikasi iPubers, yang strengthened through the development of the iPubers
162 menghubungkan sistem penebusan pupuk bersubsidi application, which connects subsidized fertilizer
dengan aplikasi T-Pubers milik Kementerian Pertanian redemption systems with the Ministry of Agriculture’s
serta pengelolaan stok pupuk bersubsidi di level T-Pubers application, alongside stock management at
Laporan Keberlanjutan 2025
pengecer pada sistem REKAN (RMS) milik PTPI. the retailer level through PTPI’s REKAN (RMS) system.
Digitalisasi ini mendukung penyaluran yang lebih This digitalization supports more transparent and
transparan dan tepat sasaran sesuai dengan prinsip targeted distribution in line with the 7T Right Principle,
7T, sekaligus mengurangi potensi penyimpangan di while reducing the potential for irregularities in the field.
lapangan. [OJK F.17] [OJK F.17]
Page 163
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Dalam distribusi pupuk bersubsidi, PTPI menerapkan In the distribution of subsidized fertilizers, PTPI applies
pendekatan berbasis zonasi, termasuk optimalisasi a zonation-based approach, including the optimization
penempatan gudang pupuk di tingkat kabupaten agar of warehouse placement at the district level to ensure
lebih dekat dengan petani. Dengan penguatan sistem closer proximity to farmers. Through the strengthening
distribusi tersebut, pada tahun 2025 PTPI berhasil of this distribution system, in 2025 PTPI successfully
menyalurkan 8,11 juta ton pupuk bersubsidi (Urea, distributed 8.11 million tons of subsidized fertilizers (urea,
NPK, ZA dan organik), 2,85 juta ton pupuk komersial NPK, ZA, and organic), 2.85 million tons of domestic
domestik, serta 1,83 juta ton pupuk komersial ekspor. commercial fertilizers, and 1.83 million tons of export
commercial fertilizers.
PTPI memperkuat dukungan kepada petani melalui PTPI also enhances support for farmers through
layanan pendampingan budi daya yang lebih more comprehensive cultivation assistance services,
menyeluruh, termasuk asistensi pemilihan produk, including guidance on product selection, the
penerapan metode pemupukan yang efisien, serta application of efficient fertilization methods, and pest
pengendalian organisme pengganggu tanaman melalui control through the provision of more environmentally
penyediaan pestisida yang lebih ramah lingkungan. friendly pesticides. This support is delivered through
Pendampingan ini dijalankan, antara lain, melalui the Makmur Agro Solution program, among others,
program Makmur Agro Solution yang memberikan which provides education and technical guidance from
edukasi dan bimbingan teknis dari hulu ke hilir mengenai upstream to downstream on effective fertilizer use to
penggunaan pupuk yang efektif untuk meningkatkan improve yields and optimize production costs. Through
hasil panen serta efisiensi biaya produksi. Melalui this approach, PTPI promotes increased farmer
pendekatan tersebut, PTPI mendorong peningkatan productivity and income, while strengthening more
produktivitas dan pendapatan petani, sekaligus responsible and sustainable agricultural practices.
memperkuat praktik pertanian yang lebih bertanggung
jawab dan berkelanjutan. 163
PTPI juga melakukan sosialisasi produk, edukasi kepada PTPI also conducts product outreach, provides
2025 Sustainability Report
mitra dan konsumen, serta penyebaran informasi education to partners and customers, and disseminates
melalui berbagai media komunikasi Perusahaan untuk information through various corporate communication
meningkatkan pemahaman mengenai kandungan channels to enhance understanding of chemical content
bahan kimia dan cara penggunaan produk yang aman. and safe product usage. Through these initiatives, the
Page 164
Pengembangan Produk Berkelanjutan
Sustainable Product Development
Melalui inisiatif ini, Perusahaan mendorong transparansi Company promotes product transparency, safe usage,
informasi produk, keselamatan penggunaan, serta and greater consumer awareness of chemical safety
peningkatan kesadaran konsumen terhadap aspek aspects contained in its products.
keamanan bahan kimia yang terkandung dalam produk.
Dalam seluruh kegiatan pemasaran dan distribusi, Across all marketing and distribution activities, PTPI
PTPI berkomitmen mematuhi peraturan perundang- is committed to complying with applicable laws and
undangan yang berlaku, termasuk pada aspek regulations, including those governing marketing
komunikasi pemasaran, mulai dari promosi, communications—from promotions and product
pelabelan produk, hingga distribusi pupuk bersubsidi labeling to the distribution of both subsidized and
dan komersial. PTPI memastikan informasi yang commercial fertilizers. The Company ensures that
disampaikan kepada pemangku kepentingan, termasuk all information conveyed to stakeholders, including
petani, distributor, dan mitra bisnis, dilakukan secara farmers, distributors, and business partners, is
transparan, akurat, dan sesuai ketentuan regulasi. transparent, accurate, and aligned with regulatory
Sepanjang tahun pelaporan, tidak terdapat insiden requirements. Throughout the reporting year, there
ketidakpatuhan terkait komunikasi pemasaran. [GRI 417-3] were no incidents of non-compliance related to
marketing communications. [GRI 417-3]
PTPI juga menjaga kerahasiaan dan keamanan data PTPI also safeguards customer data confidentiality and
pelanggan melalui penerapan sistem pelindungan security through the implementation of data protection
data yang mengacu pada standar terbaik. Sepanjang systems aligned with best practices. Throughout
periode pelaporan, tidak terdapat insiden kebocoran, the reporting period, there were no incidents of data
kehilangan, maupun penyalahgunaan data pelanggan. breaches, loss, or misuse of customer data. [GRI 3-3] [GRI
[GRI 3-3] [GRI 418-1] 418-1]
164
Laporan Keberlanjutan 2025
Page 165
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Evaluasi Kepuasan Pelanggan [OJK F.30]
Customer Satisfaction Evaluation
Dalam rangka menjaga dan meningkatkan kepuasan To maintain and enhance customer satisfaction, PTPI
pelanggan, PTPI menerapkan pendekatan layanan adopts a customer-centric service approach. The
yang berfokus pada pelanggan (customer-centric). Company provides various official communication
Perusahaan menyediakan berbagai saluran komunikasi channels through which customers can access
resmi bagi pelanggan untuk memperoleh informasi, information, submit feedback and suggestions, and
menyampaikan tanggapan dan masukan, serta raise inquiries or complaints. Through these channels,
menyampaikan pertanyaan maupun keluhan. Melalui PTPI strengthens its relationships with stakeholders
layanan tersebut, PTPI memperkuat hubungan dengan and ensures that customer feedback is addressed in a
pemangku kepentingan dan memastikan tindak lanjut timely and responsive manner.
atas tanggapan pelanggan dilakukan secara responsif.
Dukungan Kelebihan
Support Advantages
Profil Perusahaan, Info Situs web: www.pupuk-indonesia.com Kemudahan akses
Produk, Distributor Website: www.pupuk-indonesia.com Ease of access
Company Profile, Product
Information, Distributors
Produk dan Pengaduan Telepon | Telephone: 0800-100-800-1 Bebas pulsa, Chat tree,
Products and Complaints WhatsApp: 0811-1000-1959 Knowledge base
Surel | Email: konsumen@pupuk-indonesia Toll-free, Chat tree,
Knowledge base
Info Produk dan Kegiatan Media Elektronik | Electronic Media Informatif
Product Information and Informative
Activities
• @pt.pupukindonesia • PT Pupuk Indonesia
• @Sahabat.Petani • Sahabat Petani
@pupuk_indonesia @sahabatpetaniofficial
• PT Pupuk Indonesia Official
• Sahabat Petani
Keberadaan kanal komunikasi yang beragam The availability of multiple communication channels
memastikan pelanggan dapat mengakses informasi ensures that customers can access comprehensive
yang lengkap serta memperoleh respons secara lebih information and receive responses more quickly and 165
cepat dan efektif. effectively.
2025 Sustainability Report
PTPI secara rutin menyelenggarakan program PTPI regularly conducts educational programs to
edukasi untuk meningkatkan pemahaman pelanggan enhance customer understanding of its products and
terhadap produk dan layanan, antara lain, melalui temu services, including customer gatherings and Mobile Soil
pelanggan dan layanan Mobil Uji Tanah. Kegiatan ini Testing services. These initiatives provide insights into
memberikan wawasan mengenai jenis pupuk, tata fertilizer types, proper application methods, agricultural
Page 166
Pengembangan Produk Berkelanjutan
Sustainable Product Development
cara penggunaan yang tepat, teknologi pertanian, technologies, balanced fertilization, and the advantages
pemupukan berimbang, serta keunggulan produk yang of the Company’s products. The implementation
ditawarkan. Pelaksanaan edukasi juga melibatkan PPTS of these programs also involves PPTS and PUD as
dan PUD sebagai mitra strategis untuk memastikan strategic partners to ensure consistent delivery of
informasi terkait produk PTPI tersampaikan secara product information to farmers and end users.
konsisten kepada petani dan pengguna akhir.
Selain menyediakan layanan dan edukasi, PTPI In addition to service provision and education, PTPI
mengukur kepuasan pelanggan melalui survei yang measures customer satisfaction through periodic
dilakukan secara berkala. Hasil survei menjadi masukan surveys. The survey results serve as important input for
penting bagi Perusahaan dalam meningkatkan kualitas the Company to continuously improve the quality of its
produk dan layanan secara berkelanjutan. Kelompok products and services. The respondent groups for the
responden survei kepuasan pelanggan pada tahun 2025 customer satisfaction survey are presented as
2025 disajikan sebagai berikut. [OJK F.30] follows. [OJK F.30]
Kelompok Responden Survei
Survey Respondent Groups
Portofolio Produk
Product Portfolio
Subsidi Komersial Jasa
SEGMEN PASAR Subsidized Commercial Services
MARKET
SEGMENTATION
Jasa Perkapalan, Jasa
Pengiriman, Jasa
Pergudangan, Listrik &
Steam, Jasa Konstruksi
Ritel Ritel
B2B (EPC)
KELOMPOK Retail Retail Shipping Services, Logistics
PELANGGAN Services, Warehousing
CONSUMER Services, Electricity &
GROUPS Steam, Construction
Services (EPC)
KONSUMEN
Perkebunan,
CONSUMERS Petani, PPTS
166 Industri, dan Trader BUMN, Swasta Domestik,
(Retailer), dan PUD Petani, Retailer, dan
(Lokal dan Eksportir) Swasta Global
(Distributor) Distributor
Plantations, Industry, SOEs, Domestic Private
Farmers, PPTS Farmers, Retailers,
and Traders (Local Enterprise, Global
(Retailers), and PUD and Distributors
Laporan Keberlanjutan 2025
and Exporters) Enterprise
(Distributors)
Page 167
PT Pupuk Indonesia (Persero)
PTPI terus menunjukkan PTPI continues to demonstrate its
komitmennya dalam menjaga commitment to maintaining and
dan meningkatkan kepuasan enhancing customer satisfaction
pelanggan melalui penyediaan through the provision of high-
produk pupuk berkualitas tinggi quality fertilizer products and
Indeks Kepuasan
serta layanan yang inovatif. innovative services. The customer
Pelanggan [OJK F.30]
Hasil survei indeks kepuasan satisfaction index survey results
Customer Satisfaction Index
pelanggan mencatat peningkatan show a consistent increase
yang konsisten dibandingkan compared to previous years,
tahun-tahun sebelumnya, yang reflecting a high level of customer
mencerminkan tingginya tingkat satisfaction with the products and
2025
kepuasan pelanggan terhadap services delivered.
93,05 produk dan layanan yang diberikan.
Kepuasan pelanggan terhadap Customer satisfaction across all
2024
semua produk juga menunjukkan products also shows a positive
90,96 tren positif. Produk urea dan
NPK tetap menjadi pilihan utama
trend. Urea and NPK products
remain the preferred choice among
pelanggan karena kualitas dan customers due to their quality
2023
efektivitasnya dalam mendukung and effectiveness in supporting
95,68 produktivitas pertanian
produk amonia dalam pemenuhan
serta
kebutuhan sektor industri nasional.
agricultural productivity, while
ammonia products continue to
meet the needs of the national
PTPI terus memperkuat inovasi industrial sector. PTPI continues
formulasi produk dan layanan untuk to strengthen product formulation
memberikan nilai tambah, termasuk innovation and service delivery
melalui peningkatan efisiensi to create added value, including
distribusi serta pengembangan through improved distribution
solusi berbasis teknologi guna efficiency and the development
memastikan ketersediaan pupuk of technology-based solutions to
secara tepat waktu dan tepat ensure timely and targeted fertilizer
sasaran. availability.
Capaian tersebut didukung oleh These achievements are supported
upaya Perusahaan dalam menjaga by the Company’s efforts to
konsistensi kualitas produk, maintain consistent product
mengoptimalkan sistem distribusi, quality, optimize distribution
serta memperkuat komunikasi systems, and strengthen customer
dengan pelanggan melalui communication through various
berbagai kanal layanan informasi. service channels. By upholding
Dengan mempertahankan high standards in both products and
standar tinggi dalam produk dan services, PTPI remains committed
layanan, PTPI berkomitmen untuk to further enhancing customer
terus meningkatkan kepuasan satisfaction in the years ahead,
pelanggan pada tahun-tahun while supporting the transition 167
mendatang, sekaligus mendukung toward a greener industry and
transformasi menuju industri sustainable economic inclusion.
2025 Sustainability Report
hijau dan inklusi ekonomi yang
berkelanjutan.
Page 168
Pengembangan Talenta dan Budaya Keselamatan Talent Development and Safety Culture
Page 169
Page 170
Pengembangan Talenta dan Budaya Keselamatan
Talent Development and Safety Culture
Pengembangan Karyawan
Employee Development
Sebagai salah satu pemimpin industri pupuk di Asia, As one of Asia’s leading fertilizer industry players, PTPI
PTPI memegang peran strategis dalam akselerasi holds a strategic role in accelerating a sustainable
ekosistem pupuk berkelanjutan. Didukung oleh 7.882 fertilizer ecosystem. Supported by 7,882 professional
talenta profesional di seluruh PTPI dan sembilan anak talents across PTPI and its nine subsidiaries, PTPI
perusahaannya, PTPI terus memacu inovasi portofolio continues to drive innovation in its environmentally
produk ramah lingkungan guna memperkokoh posisi friendly product portfolio, strengthening the
industri pupuk nasional di kancah internasional. competitiveness of Indonesia’s fertilizer industry on the
international stage.
Ambisi besar PTPI adalah menjadi salah satu pemain PTPI aspires to also become a leading global player
global utama dalam industri pupuk berkelanjutan yang in the sustainable fertilizer industry, one that not only
tidak hanya menjamin ketahanan pangan dunia, tetapi safeguards global food security but also advances
juga mendorong praktik pertanian ramah lingkungan. environmentally responsible agricultural practices.
Guna mewujudkan visi tersebut, PTPI berfokus pada To realize this vision, PTPI places strong emphasis on
pengembangan World Class Human Capital atau developing World-Class Human Capital as a key pillar
sumber daya manusia unggul yang menjadi pilar utama within its Strategic House, equipping the organization
dalam Strategic House perusahaan untuk menghadapi to navigate future challenges.
tantangan masa depan.
Strategi Pengembangan Karyawan
Employee Development Strategy
Strategi pengelolaan talenta di PTPI didasarkan pada PTPI’s talent management strategy is anchored in
Human Capital Management Grand Strategy serta its Human Capital Management Grand Strategy and
Roadmap SDM PTPI yang mengusung visi transformasi Human Capital Roadmap, which set out a transformation
menuju Human Experience Management (HXM) and vision toward Human Experience Management (HXM)
World Class Talent. Melalui pendekatan ini, PTPI and World-Class Talent. Through this approach, PTPI
menempatkan pengalaman dan kepuasan karyawan places employee experience and satisfaction as a top
sebagai prioritas utama dalam menghasilkan sumber priority in developing globally reputable human capital.
daya manusia bereputasi global.
Dalam langkah operasional, PTPI membawa At the operational level, PTPI fosters an adaptive
budaya kerja yang adaptif dengan memprioritaskan work culture by prioritizing continuous competency
pertumbuhan kompetensi secara berkelanjutan. development. The Company provides a wide range
PTPI menyediakan berbagai program pelatihan dan of training programs and strategic competency
pengembangan kompetensi strategis, yang tidak development initiatives aimed not only at enhancing
hanya bertujuan meningkatkan produktivitas, tetapi productivity, but also at enabling individuals to realize
juga memberikan ruang bagi setiap individu untuk their full potential and improve overall job satisfaction.
mengembangkan potensi terbaik dan meningkatkan [OJK F.22]
kepuasan kerja karyawan. [OJK F.22]
170
Sejalan dengan pengembangan kompetensi, In line with competency development, cultivating a
terciptanya ruang kerja yang aman, inklusif, dan safe, inclusive, and discrimination-free workplace
Laporan Keberlanjutan 2025
bebas diskriminasi menjadi fondasi penting dalam remains a fundamental priority in respecting the diverse
menghargai keberagaman latar belakang seluruh backgrounds of all employees. This commitment is
karyawan. Komitmen ini diperkuat melalui penerapan reinforced through the comprehensive implementation
strategi K3 secara komprehensif dan penyediaan of OHS strategies, alongside the provision of adequate
layanan kesehatan yang memadai guna memitigasi healthcare services to mitigate workplace risks
Page 171
PT Pupuk Indonesia (Persero)
risiko kecelakaan kerja dan menjamin kesejahteraan and safeguard employee physical and mental well-
fisik serta mental karyawan. Melalui pengawasan dan being. Through regular monitoring and evaluation,
evaluasi berkala, PTPI memastikan seluruh kebijakan PTPI ensures that all workplace health, safety, and
kesehatan, keselamatan, dan lingkungan kerja tetap environmental policies remain effective and aligned
efektif dan selaras dengan standar keunggulan industri. with industry best practices.
Roadmap SDM PTPI, yang menjadi rujukan dalam PTPI’s Human Capital Roadmap, which serves as the
pengelolaan sumber daya manusia, memiliki pilar-pilar primary reference for human capital management, is
prioritas sebagai berikut. guided by the following key priority pillars.
Organizational Development
Performance Management
7 Career & Talent Management
Pilar Prioritas pada
Human Capital People Development
Strategy House
Priority Pillars in the
Human Capital Strategy HR System & Admin
House
Compensation & Benefit
Culture Management
Seluruh praktik manajemen talenta di PTPI senantiasa All talent management practices at PTPI are consistently
berpijak pada kepatuhan terhadap regulasi grounded in compliance with national labor regulations
ketenagakerjaan nasional serta penghormatan and respect for human rights principles. Key regulatory
terhadap prinsip-prinsip hak asasi manusia. Beberapa frameworks that serve as references include:[GRI 2-23]
peraturan utama yang menjadi pedoman, di antaranya:
[GRI 2-23]
1. Undang-Undang (UU) No. 39 Tahun 1999 tentang 1. Law No. 39 of 1999 on Human Rights
Hak Asasi Manusia;
2. Undang-Undang Republik Indonesia No. 13 Tahun 2. Law No. 13 of 2003 on Manpower 171
2003 tentang Ketenagakerjaan;
3. Undang-Undang (UU) No. 6 Tahun 2023 tentang 3. Law No. 6 of 2023 on the Stipulation of
2025 Sustainability Report
Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Government Regulation in Lieu of Law
Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang No. 2 of 2022 on Job Creation into Law
Cipta Kerja menjadi Undang-Undang;
4. Undang-Undang Republik Indonesia No. 21 Tahun 4. Law No. 21 of 2000 on Trade/Labor Unions
2000 tentang Serikat Pekerja/Serikat Buruh;
Page 172
Pengembangan Talenta dan Budaya Keselamatan
Talent Development and Safety Culture
5. Konvensi ILO No. 87/1948 tentang Kebebasan 5. ILO Convention No. 87/1948 on Freedom of
Berserikat dan Perlindungan atas Hak Berorganisasi Association and Protection of the Right to Organize
(Freedom of Association and Protection of Right to and other applicable regulations.
Organize); dan lainnya.
Program Pelatihan dan Pendidikan
Training and Education Programs
PTPI berkomitmen menyediakan ruang belajar dan PTPI is committed to providing learning opportunities
kesempatan berkembang bagi setiap individu sebagai and development pathways for every individual as part
bagian dari upaya mencetak sumber daya manusia of its efforts to cultivate high-performing human capital.
yang unggul. Berbagai inisiatif strategis telah dijalankan Various strategic initiatives have been implemented to
guna memastikan sumber daya manusia Perusahaan ensure that the Company’s human capital is equipped
mampu mengintegrasikan prinsip-prinsip Lingkungan, to integrate Environmental, Social, and Governance
Sosial, dan Tata Kelola (ESG) dalam operasional bisnis, (ESG) principles into business operations, including
di antaranya program pelatihan kepemimpinan, sesi leadership development programs, coaching and
coaching dan counseling, hingga penyelenggaraan counseling sessions, as well as the organization of
seminar, lokakarya, serta sertifikasi kompetensi seminars, workshops, and professional competency
profesional. [GRI 3-3] [OJK F.22] certifications. [GRI 3-3] [OJK F.22]
Investasi komprehensif pada pengembangan talenta Comprehensive investment in talent development
menjadi pilar penting PTPI untuk memacu inovasi remains a key pillar for PTPI in driving innovation while
sekaligus memperkuat daya saing korporasi pada strengthening its long-term corporate competitiveness.
masa depan. Sepanjang tahun 2025, PTPI telah Throughout 2025, PTPI conducted various training
menyelenggarakan berbagai program pelatihan. programs, with the following table presenting those
Adapun yang disajikan pada tabel berikut merupakan specifically related to sustainability aspects. [GRI 404-2] [OJK
pelatihan yang secara spesifik terkait dengan aspek F.22]
keberlanjutan. [GRI 404-2] [OJK F.22]
Jenis Pelatihan Deskripsi Peserta
Training Type Description Participants
The 10th IIHA Connect 2025 Industrial Hygiene as a Pillar of Sustainability :
Conference 2
Recognizing Industrial Hygiene as an Essential Key for Succeeding SDGs
Customer Experience & Service Excellence and Industrial Automation & Process
Pelatihan | Training 1
Improvement
Pelatihan | Training Executive Forum on Sustainability Transformation in Action 2
Industrial Hygiene Professional Development Courses - The 10th IIHA Connect
Pelatihan | Training 2
2025
Pelatihan | Training OMU 2025 Workshop 1: Industrial Hygiene in Occupational Medicine Perspective 2
Pelatihan | Training Project Management in Gas/LNG Basic Course 2
Pelatihan | Training Training Sustainability Reporting Bootcamp 2
Pelatihan | Training Workshop & Networking Program - Indonesia Green Connect 2025 2
172 Pelatihan PSPK 1 dan PSPK 2 Dalam Praktik Pelaporan ESG
Pelatihan | Training 2
Training of PSPK 1 and PSPK 2 on ESG Reporting Practice
Pelatihan | Training Training International Financial Reporting Standards Sustainability (IFRS S1 & S2) 2
Laporan Keberlanjutan 2025
Pelatihan | Training ESG Implementation 3
Workshop Peningkatan Kompetensi dalam Pengembangan Proyek NbS: Aspek
Teknis, Aspek Keekonomian, dan Aspek Regulasi/Legalitas
Pelatihan | Training 4
Workshop on Enhancing Competence in NbS Project Development: Technical
Aspects, Economic Aspects, and Regulatory/Legal Aspects
Page 173
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Jenis Pelatihan Deskripsi Peserta
Training Type Description Participants
Pelatihan Teknik Pengujian, Verifikasi Metode, Ketidakpastian Pengukuran untuk
Pengujian BOD dalam Air Sungai dan Air Limbah
Pelatihan | Training 4
Training on Testing Techniques, Method Verification, and Measurement Uncertainty
for BOD Testing in River Water and Wastewater
Bimbingan Teknis Pengelolaan IPAL/Limbah Domestik
Pelatihan | Training 17
Technical Guidance on the Management of WWTP/Domestic Wastewater
Training ISO 14064-1: Sistem Manajemen Data Gas Rumah Kaca dan Penerapan
Nature-based Solutions
Pelatihan | Training 5
ISO 14064-1 Training: Greenhouse Gas Data Management Systems and the
Implementation of Nature-based Solutions
Sustainability Reporting: Standards and Implementation - Update Terkini ISSB
Standards IFRS S1 dan IFRS S2
Pelatihan | Training 15
Sustainability Reporting: Standards and Implementation - Latest Update on IFRS S1
and S2 ISSB Standards
Pengenalan AMDAL Dasar dan Peraturan Perizinan Terkait Lingkungan
Pelatihan | Training Introduction to Basic Environmental Impact Assessment (EIA) and Related 16
Environmental Permitting Regulations
Pelatihan | Training Environmental Awareness : Climate Change 20
Workshop IFRS Sustainability Standards (SDS) dan Standar Pengungkapan
Keberlanjutan (SPK)
Pelatihan | Training 23
Workshop on IFRS Sustainability Standards (SDS) and Sustainability Disclosure
Standards (SPK)
Training of ESG Audit Program to Ensure Compliance with Organizational ESG
Pelatihan | Training 40
Governance and Reporting
ESG, ISO 26000, dan GRI PI Group
Pelatihan | Training 61
ESG, ISO 26000, and GRI PI Group
Webinar Manajemen Risiko "Dive into Sustainability Disclosure"
Pelatihan | Training 98
Risk Management “Dive into Sustainability Disclosure” Webinar
Sertifikasi | Certification Certified Environmental and Sustainability Analyst (CESA) 1
Sertifikasi Penyimpanan LB3
Sertifikasi | Certification 21
Hazardous Storage Certification
Sertifikasi Pengelolaan LNB3
Sertifikasi | Certification 12
Non-Hazardous Management Certification
Sertifikasi | Certification Certified Sustainability Reporting Specialist (CSRS) 6
Sertifikasi | Certification Certified Sustainability Reporting Assurer (CSRA) 1
Sertifikasi Penanggung Jawab Operasional Pengelolaan Air Limbah (POPAL)
Sertifikasi | Certification 2
Certification for Operational Managers of Wastewater Management (POPAL)
Pada tahun 2025, tercatat [OJK F.22]
In 2025, a total of
Rp203.538 Miliar | Billion 173
telah PTPI investasikan untuk memperkuat pengembangan sumber daya manusia melalui pembelajaran yang inklusif
dan berbasis kebutuhan kompetensi jabatan, baik secara tatap muka maupun daring, yang seluruhnya diarahkan untuk
2025 Sustainability Report
mendukung transformasi bisnis berbasis keberlanjutan.
has been invested by PTPI to strengthen human capital development through inclusive and competency-based
learning aligned with job requirements, delivered both in-person and online, to support sustainability-driven business
transformation.
Page 174
Pengembangan Talenta dan Budaya Keselamatan
Talent Development and Safety Culture
Pada tahun 2025, rata-rata jam pelatihan karyawan, yang In 2025, the average training hours per employee,
mencakup seluruh program pelatihan pada tingkat non covering all training programs at the non-managerial
manajerial tercatat sebesar 60 jam di Kantor Pusat dan level, reached 60 hours at the Head Office and 86 hours
86 jam di Anak Perusahaan. Sementara itu, pada tingkat at Subsidiaries. At the managerial level, the average
manajerial, rata-rata jam pelatihan mencapai 36 jam di training hours amounted to 36 hours at the Head
Kantor Pusat dan 88 jam di Anak Perusahaan. Capaian Office and 88 hours at Subsidiaries. This achievement
ini mencerminkan upaya PTPI dalam membangun reflects PTPI’s efforts to strengthen employee capacity
kapasitas dan kesadaran lingkungan karyawan secara and environmental awareness consistently across all
merata di seluruh entitas. [GRI 404-1] [OJK F.22] entities. [GRI 404-1] [OJK F.22]
PTPI berkomitmen untuk memperkuat aspek PTPI is committed to strengthening its organizational
pengembangan organisasi pada masa depan dengan development in the future by integrating team- and
mengintegrasikan metode pembelajaran berbasis tim network-based learning approaches to foster more
dan jaringan (teams and network) guna mendorong dynamic collaboration. In addition, PTPI is designing
kolaborasi yang lebih dinamis. Selain itu, PTPI tengah corporate cultural education programs and accelerating
merancang program edukasi budaya perusahaan digital transition initiatives to ensure the workforce is
(cultural education) dan percepatan transisi digital well-prepared to navigate industry changes. PTPI also
(digital transition program) untuk memastikan kesiapan affirms that all competency development initiatives
SDM dalam menghadapi perubahan industri. PTPI juga will be inclusive, encompassing not only permanent
menegaskan bahwa seluruh inisiatif pengembangan employees but also contract employees, to establish
kompetensi ini akan bersifat inklusif, mencakup tidak consistent standards of work quality across all levels of
hanya karyawan tetap, tetapi juga karyawan kontrak, the organization.
demi menciptakan standar kualitas kerja yang merata
di seluruh lini organisasi.
Keberagaman Karyawan
Employee Diversity
PTPI meyakini bahwa sinergi antara latar belakang, PTPI believes that the synergy of diverse backgrounds,
perspektif, dan pengalaman karyawan yang beragam perspectives, and experiences among its employees
merupakan pilar fundamental untuk memacu inovasi. is a fundamental pillar in driving innovation. Guided by
Melalui keyakinan tersebut, PTPI berkomitmen this belief, PTPI is committed to fostering an inclusive
membangun ekosistem kerja inklusif yang menjunjung work environment that upholds fairness and ensures
tinggi keadilan dan memastikan setiap individu memiliki equal opportunities for every individual to realize their
kesempatan setara untuk mengaktualisasikan potensi full potential. [GRI 3-3] [OJK F.18]
mereka. [GRI 3-3] [OJK F.18]
Komposisi Karyawan [GRI 2-7, 2-8, 405-1]
Employee Composition
174 Operasional PTPI seluruhnya didukung oleh karyawan PTPI’s operations are fully supported by full-time
purnawaktu dengan skema kerja 40 jam per minggu, employees working 40 hours per week, with no part-
tanpa melibatkan karyawan paruh waktu maupun time employees or underage workers. As of December
Laporan Keberlanjutan 2025
pekerja di bawah umur. Hingga 31 Desember 2025, total 31, 2025, the Company employed a total of 7,882
karyawan perusahaan tercatat sebanyak 7.882 orang, employees, comprising 7,336 permanent employees
Page 175
PT Pupuk Indonesia (Persero)
yang terdiri atas 7.336 karyawan Perjanjian Kerja Waktu under Permanent Employment Contracts (PKWTT) and
Tidak Tertentu (PKWTT) dan 546 karyawan Perjanjian 546 employees under Fixed-Term Contracts (PKWT).
Kerja Waktu Tertentu (PKWT). Secara keseluruhan, Overall, this composition increased compared to the
komposisi ini mengalami peningkatan dibandingkan previous year’s total of 7,712 employees. [GRI 2-7] [GRI 2-8] [OJK
periode tahun sebelumnya yang berjumlah 7.712 C.3.b]
karyawan. [GRI 2-7] [GRI 2-8] [OJK C.3.b]
Sebaran karyawan PTPI berdasarkan gender pada The distribution of PTPI employees by gender in 2025
tahun 2025 terdiri dari: [GRI 405-1] consisted of the following: [GRI 405-1]
setara dengan 10,09% setara dengan 89,91%
karyawan wanita karyawan pria
795 employees (10.09%) 7.087 employees (89.91%)
were female were male
Dari segi pendidikan, seluruh karyawan telah In terms of educational attainment, all employees have
menempuh pendidikan hingga jenjang berikut: completed education up to the following levels:
setara dengan 43,57% setara dengan 10,64%
karyawan lulusan SMA/SMP karyawan lulusan Diploma
3.434 employees (43.57%) were junior 839 employees (10.64%) held
high and high school graduates Diploma degrees
setara dengan 36,04% setara dengan 9,63%
2.841 karyawan lulusan S-1
employees (36.04%) held 759 karyawan lulusan S-2
employees (9.63%) held
Bachelor’s degrees Master’s degrees
9 setara dengan 0,11% karyawan lulusan S-3
employees (0.11%) held Doctoral degrees
Selain karyawan PKWTT dan PKWT, PTPI juga In addition to permanent and contract employees, PTPI
mengintegrasikan tenaga kerja alih daya dalam struktur also integrates outsourced workers into its operational
operasionalnya. Tenaga kerja alih daya ini memegang structure. These workers play key roles in supporting
peranan pada fungsi-fungsi pendukung, mulai dari functions, ranging from administrative and security
layanan administrasi dan pengamanan hingga services to housekeeping and general services. In
pemeliharaan kebersihan serta pelayanan umum. Pada 2025, PTPI managed 7,695 outsourced workers, with
tahun 2025, PTPI mengelola 7.695 tenaga kerja alih the following composition. [GRI 2-8]
daya dengan komposisi sebagai berikut. [GRI 2-8]
175
PT Pupuk Indonesia (Persero) Anak Perusahaan
2025 Sustainability Report
Subsidiaries
1.363 tenaga kerja alih daya
outsourced workers 6.332 tenaga kerja alih daya
outsourced workers
Page 176
Pengembangan Talenta dan Budaya Keselamatan
Talent Development and Safety Culture
PTPI meyakini bahwa keberagaman latar belakang dan PTPI believes that a diversity of backgrounds and
inklusivitas merupakan pilar inovasi, yang diwujudkan inclusivity are key pillars of innovation, reflected in the
melalui pelibatan 21 penyandang disabilitas sebagai inclusion of 21 persons with disabilities as an integral
bagian integral dari keluarga besar korporasi. Melalui part of the corporate workforce. Through the continuous
penyediaan fasilitas penunjang yang berkelanjutan dan provision of supporting facilities and equal opportunities
pemberian kesempatan yang setara bagi setiap individu for every individual to contribute, PTPI maintains a non-
untuk berkontribusi, PTPI berhasil mempertahankan discriminatory work environment, as evidenced by zero
iklim kerja nondiskriminatif yang dibuktikan dengan (0%) reported incidents of discrimination throughout the
nihilnya (0%) pengaduan insiden diskriminasi sepanjang year. [GRI 3-3] [GRI 2-7, 406-1]
tahun berjalan. [GRI 3-3] [GRI 2-7, 406-1]
Melengkapi komitmen tersebut, PTPI menjunjung Reinforcing this commitment, PTPI upholds equality
tinggi kesetaraan tanpa memandang suku, agama, across all talent management processes, regardless
ras, maupun antargolongan dalam seluruh proses of ethnicity, religion, race, or social group. PTPI’s
manajemen talenta. Berdasarkan kategorisasi workforce is 100% of Asian ethnicity and Indonesian
kewarganegaraan dan etnisitas, PTPI mencatat nationality. This composition reflects the optimization
bahwa 100% tenaga kerja PTPI merupakan ras Asia of local talent with diverse cultural backgrounds, united
dengan Warga Negara Indonesia (WNI). Komposisi ini under a shared spirit of corporate collaboration. [GRI 3-3]
mencerminkan optimalisasi talenta lokal yang memiliki [GRI 202-2]
latar belakang budaya beragam namun tetap selaras
dalam semangat kolaborasi korporasi. [GRI 3-3] [GRI 202-2]
Kontribusi PTPI terhadap pembangunan bangsa PTPI contributes to national development by prioritizing
dijalankan melalui prioritas pengembangan talenta the advancement of local talent to fill strategic
lokal dalam mengisi posisi kepemimpinan strategis di leadership positions within the organization. Senior
dalam organisasi. Jabatan manajemen senior, seperti management roles, including Senior Vice President,
Senior Vice President, General Manager, Kepala SPI, General Manager, Head of Internal Audit (SPI),
Sekretaris Perusahaan, dan Senior Project Manager, Corporate Secretary, and Senior Project Manager, are
diberikan sepenuhnya kepada masyarakat Indonesia. fully entrusted to Indonesian employees. [GRI 202-2]
[GRI 202-2]
setara dengan 189 orang posisi manajemen satu tingkat di bawah Direksi di
Sepanjang 2025,
100%
seluruh wilayah operasional yang dijabat oleh warga negara Indonesia. [GRI 202-2]
In 2025, equivalent to 189 people of management positions one level below the Board of
Directors across all operational areas were held by Indonesian citizens. [GRI 202-2]
Sebaran karyawan di tingkat manajerial pada tahun The distribution of employees at the managerial level in
2025 terdiri dari: 2025 is presented as follows:
176
371 (15,30%) 2.054 (84,70%)
dari total karyawan di tingkat dari total karyawan di tingkat
manajerial adalah wanita manajerial adalah pria
Laporan Keberlanjutan 2025
of total employees at the managerial of total employees at the managerial
level were female level were male
Page 177
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Perekrutan dan Perputaran Karyawan
Employee Recruitment and Turnover
Keberagaman dijunjung tinggi sebagai aset strategis Diversity is upheld as a strategic asset that adds
yang memberikan nilai tambah bagi dinamika PTPI. value to PTPI’s organizational dynamics. Guided by
Melalui komitmen ini, PTPI membuka kesempatan kerja this commitment, PTPI provides equal employment
bagi setiap kandidat yang memenuhi kualifikasi tanpa opportunities to all qualified candidates without
adanya diskriminasi berdasarkan suku, agama, afiliasi discrimination based on ethnicity, religion, political
politik, kondisi disabilitas, jenis kelamin, maupun latar affiliation, disability, gender, or any other personal
belakang personal lainnya. Keterbukaan ini bertujuan background. This openness aims to foster an inclusive
menciptakan lingkungan kerja yang inklusif sejak tahap work environment from the very outset of the
awal penerimaan. [GRI 3-3] recruitment process. [GRI 3-3]
Transparansi dan keadilan selalu diterapkan dalam Transparency and fairness are consistently applied
setiap proses rekrutmen karyawan PTPI di seluruh across all stages of PTPI’s recruitment processes at
tingkatan guna memastikan terpilihnya kandidat dengan every level, ensuring the selection of candidates with
kualifikasi yang paling sesuai. Prinsip kesetaraan the most appropriate qualifications. The principle of
kesempatan kerja diterapkan secara konsisten dalam equal opportunity is embedded throughout the hiring
menjaring insan terbaik untuk bergabung menjadi process to attract and onboard the best talent to join
bagian dari tim. [OJK F.18] the organization. [OJK F.18]
Pemenuhan kebutuhan talenta dilakukan melalui Talent needs are fulfilled through two primary
dua mekanisme utama, yaitu jalur eksternal sebagai mechanisms, namely external recruitment to attract
penjaringan talenta baru dari luar perusahaan dan jalur new talent from outside the Company, and internal
internal yang didedikasikan bagi pengembangan karier recruitment dedicated to the career development of
karyawan yang sudah bekerja melalui skema promosi existing employees through promotion and rotation
maupun mutasi. Sepanjang 2025, PTPI telah merekrut schemes. Throughout 2025, PTPI recruited 320 new
320 karyawan baru melalui jalur eksternal dan 1.002 employees through external recruitment and 1,002
karyawan baru melalui jalur internal dengan 76% posisi through internal recruitment, with 76% of open positions
terbuka diisi oleh kandidat internal. [GRI 401-1] filled by internal candidates. [GRI 401-1]
Karyawan Keluar Pensiun Karyawan Keluar Non Pensiun Karyawan Baru
Employee Turnover - Retirement Employee Turnover - Non-Retirement New Employees
104 46 karyawan
employees 320 karyawan
employees
2024 7.712
karyawan | employees
2025 7.882
karyawan | employees 177
2025 Sustainability Report
Page 178
Pengembangan Talenta dan Budaya Keselamatan
Talent Development and Safety Culture
PTPI mencatatkan tingkat perputaran karyawan sebesar PTPI recorded an employee turnover rate of 1.90%
1,90% pada 2025, lebih rendah dibandingkan periode in 2025, lower than the previous period, indicating
sebelumnya. Penurunan ini menunjukkan adanya improved workforce stability. To ensure that this reflects
stabilitas tenaga kerja. Untuk memastikan bahwa a healthy working environment, PTPI complements this
kondisi ini mencerminkan kualitas lingkungan yang with further analysis, including voluntary turnover rates
sehat, PTPI melengkapinya dengan analisis lebih lanjut, and the results of employee experience surveys.
termasuk tingkat turnover akibat pengunduran diri
secara sukarela dan hasil survei employee experience.
Hasil pengukuran tersebut menjadi dasar dalam These measurement results serve as the basis for
mengevaluasi efektivitas upaya Perusahaan evaluating the effectiveness of the Company’s efforts
menciptakan kerja yang aman, kondusif, dan to create a safe, conducive work environment that
mendukung keseimbangan kehidupan kerja. Keluarnya supports work-life balance. Employee separations
karyawan sesuai dengan kebijakan perusahaan yang occur in accordance with applicable Company policies,
berlaku diantaranya pensiun, berakhirnya kontrak, including retirement, contract completion, death,
meninggal dunia, sanksi pelanggaran, kesepakatan disciplinary sanctions, mutual agreement, and voluntary
bersama hingga pengunduran diri secara sukarela. [GRI resignation. [GRI 401-1]
401-1]
Sebagai wujud transparansi, PTPI memberikan As a form of transparency, PTPI provides a minimum
pemberitahuan minimal 14 hari sebelum pelaksanaan notice period of 14 days prior to the implementation
perubahan operasional yang signifikan. Hal ini of any significant operational changes. This allows
memungkinkan karyawan untuk beradaptasi ketika employees to prepare for and adapt to changes in their
menghadapi perubahan peta karier di Perusahaan, career trajectories within the Company, including the
termasuk apabila terjadi kemungkinan pengakhiran possibility of employment termination. These provisions
hubungan kerja. Ketetapan ini dimuat dalam Peraturan are outlined in the Company Regulations and the
Perusahaan dan Peraturan Kerja Bersama (PKB). [GRI 3-3] Collective Labor Agreement (CLA). [GRI 3-3] [402-1]
[402-1]
Hak Asasi Manusia
Human Rights
Penghormatan terhadap hak-hak dasar individu Respect for fundamental human rights is a core pillar
merupakan pilar utama dalam operasional keamanan of PTPI’s security operations across all operational
PTPI di seluruh wilayah kerja. PTPI berkomitmen untuk areas. PTPI is committed to upholding human rights
menjaga hak asasi manusia di seluruh rantai pasok throughout its business value chain by integrating
bisnis dengan mengintegrasikan prinsip-prinsip Hak human rights principles into the Standard Operating
Asasi Manusia (HAM) ke dalam Standar Operasional Procedures (SOPs) for security personnel, serving as
Prosedur (SOP) petugas keamanan sebagai panduan mandatory guidance in the execution of their duties.
wajib dalam pelaksanaan tugas. Sepanjang tahun Throughout 2025, PTPI ensured that all (100%) of its
2025, PTPI memastikan bahwa seluruh (100%) petugas security personnel received formal training on human
keamanan telah menerima pelatihan resmi mengenai rights policies and their specific implementation
kebijakan HAM dan prosedur spesifik penerapannya di procedures in the field. [GRI 2-3, 3-3, 410-1]
178 lapangan. [GRI 2-3, 3-3, 410-1]
Kewajiban pelatihan ini tidak hanya berlaku bagi petugas This mandatory training applies not only to internal
Laporan Keberlanjutan 2025
internal, tetapi juga menjadi persyaratan mutlak bagi personnel but also to third-party organizations and all
organisasi pihak ketiga atau seluruh penyedia jasa alih outsourced service providers engaged by the Company,
daya yang bekerja sama di Perusahaan salah satunya including security service providers partnering with
tenaga pengamanan (provider) yang bekerja sama PTPI. Through this collaboration, PTPI conducts
dengan PTPI. Melalui kolaborasi ini, PTPI melakukan regular monitoring to ensure that all third-party service
Page 179
PT Pupuk Indonesia (Persero)
pemantauan berkala untuk menjamin bahwa seluruh providers maintain competencies aligned with PTPI’s
penyedia jasa pihak ketiga memiliki kompetensi yang human rights protection standards. [GRI 410-1]
selaras dengan standar perlindungan HAM yang
ditetapkan oleh PTPI. [GRI 410-1]
Sebagai perwujudan tanggung jawab sosial As part of its corporate social responsibility, PTPI
perusahaan, PTPI melakukan penilaian terhadap assesses vulnerable groups within its human rights
kelompok rentan dalam kerangka uji tuntas (due due diligence framework. Comprehensive human
diligence) hak asasi manusia. Identifikasi serta rights risk identification and assessment are conducted
penilaian risiko HAM komprehensif dilakukan dengan across all internal operational lines, including through
jangkauan seluruh lini operasional internal yang telah the PI Peduli program, which is integrated with BPJS
dilakukan dalam program PI Peduli yang berintegrasi Ketenagakerjaan to protect the Company’s broader
dengan BPJS Ketenagakerjaan dalam melindungi ecosystem, as well as the implementation of PI Careline,
ekosistem Perusahaan serta pelaksanaan PI Careline which focuses on mental health support. The following
yang merupakan perlindungan terhadap kesehatan outlines the 2025 results of PI Peduli and PI Careline in
mental. Berikut hasil laporan PI Peduli dan PI Careline safeguarding vulnerable workers within the Company’s
Tahun 2025 dalam perlindungan pekerja rentan dalam ecosystem.
ekosistem Perusahaan.
Kelompok Rentan Risiko Terhadap HAM Upaya Mitigasi / Program Perusahaan
Vulnerable Group Human Rights Risk Mitigation Efforts / Company Programs
Pemegang HAM: Karyawan | Human Rights Holders: Employees
Tingkat Risiko Rendah | Low Risk Level
Pekerja usia rentan 1. Marginalisasi dalam penugasan dan akses 1. Program Masa Persiapan Pensiun (MPP) yang terstruktur
pekerja mendekati pelatihan berbasis usia 2. Jaminan Hari Tua dan Jaminan Pensiun melalui integrasi
usia pensiun 2. Ketidaksiapan program transisi pra-pensiun PI Peduli dengan BPJS Ketenagakerjaan
Vulnerable age 1. Marginalization in work assignments and 3. Dukungan kesehatan mental pra-pensiun melalui PI
workers access to training based on age Careline
workers approaching 2. Lack of preparedness of pre-retirement 1. Structured Pre-Retirement Preparation Program
retirement age transition programs 2. Old Age Security and Pension Security through the
integration of PI Peduli with BPJS Ketenagakerjaan
3. Pre-retirement mental health support through PI
Careline
Tingkat Risiko Sedang | Medium Risk Level
Pekerja perempuan 1. Diskriminasi dalam rekrutmen, promosi, dan 1. Penerapan kebijakan anti-diskriminasi dan anti-
termasuk pekerja penugasan kerja berbasis gender pelecehan seksual sesuai Permenaker dan Peraturan
hamil dan menyusui 2. Pelecehan seksual dan kekerasan berbasis Perusahaan yang merupakan bentuk dari implementasi
Female workers gender di tempat kerja Respectful Workplace Policy (RWP) di lingkungan
including pregnant 3. Pelanggaran hak cuti melahirkan, menyusui, Perusahaan.
and breastfeeding dan fasilitas laktasi 2. Penyediaan ruang laktasi dan jaminan cuti melahirkan
workers 1. Discrimination in recruitment, promotion, sesuai ketentuan UU Ketenagakerjaan
and job assignments based on gender 3. Layanan PI Careline sebagai mekanisme pelaporan dan
2. Sexual harassment and gender-based konseling bagi korban pelecehan
violence in the workplace 1. The implementation of anti-discrimination and anti-
3. Violation of maternity leave rights, sexual harassment policies in accordance with the
breastfeeding rights, and lactation facilities Minister of Manpower Regulation and Company
provision Regulations constitutes the implementation of a
Respectful Workplace Policy (RWP) within the Company.
2. Provision of lactation rooms and maternity leave
guarantees in accordance with the Manpower Law 179
3. PI Careline service as a reporting and counseling
mechanism for harassment victims
2025 Sustainability Report
Page 180
Pengembangan Talenta dan Budaya Keselamatan
Talent Development and Safety Culture
Kelompok Rentan Risiko Terhadap HAM Upaya Mitigasi / Program Perusahaan
Vulnerable Group Human Rights Risk Mitigation Efforts / Company Programs
Pekerja tidak tetap / 1. Ketidakjelasan status hubungan kerja dan 1. Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi seluruh PKWT
Pekerja kontrak perpanjangan kontrak berulang 2. Penerapan ketentuan PKWT sesuai PP 35/2021 dengan
waktu tertentu 2. Ketimpangan akses terhadap tunjangan, monitoring kepatuhan berkala
(PKWT) pelatihan, dan jaminan sosial 3. Layanan PI Careline sebagai mekanisme pelaporan dan
Fixed-term 3. Pemutusan hubungan kerja sepihak tanpa konseling bagi korban pelecehan.
employees/ contract kompensasi yang layak 4. Pemberian manfaat kesehatan fisik tambahan berupa
employees 1. Unclear employment status and repeated asuransi disamping BPJS Kesehatan.
contract renewals 1. BPJS Ketenagakerjaan coverage for all contract
2. Inequality in access to benefits, training, employees
and social security 2. Implementation of contract employee provisions in
3. Unilateral termination of employment accordance with Government Regulation No. 35/2021,
without adequate compensation with periodic compliance monitoring
3. The PI Careline service serves as a reporting and
counseling mechanism for victims of abuse.
4. Provision of additional physical health benefits in the
form of insurance in addition to BPJS Health
Pekerja penyandang 1. Keterbatasan aksesibilitas fasilitas kerja dan 1. Penyediaan akomodasi yang layak dan aksesibilitas
disabilitas akomodasi yang layak fasilitas kerja sesuai kebijakan pemerintah
Workers with 2. Diskriminasi dalam proses seleksi dan 2. Kebijakan inklusif dalam rekrutmen dan pengembangan
disabilities pengembangan karier karier yang merupakan bentuk dari implementasi
1. Limited accessibility of workplace facilities Respectful Workplace Policy (RWP).
and reasonable accommodation 3. Layanan PI Careline sebagai mekanisme pelaporan dan
2. Discrimination in recruitment processes and konseling bagi korban pelecehan
career development 1. Provision of reasonable accommodation and accessible
workplace facilities in accordance with government
policy
2. Inclusive policies in recruitment and career development
as part of the implementation of the Respectful
Workplace Policy (RWP)
3. The PI Careline service as a reporting and counseling
mechanism for victims of harassment
Tingkat Risiko Tinggi | High Risk Level
Tenaga kerja alih 1. Eksploitasi melalui pemotongan upah oleh 1. Pelindungan BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan
daya (TKAD) pihak penyedia jasa tenaga kerja bagi seluruh TKAD
Outsourced workers 2. Ketiadaan perlindungan K3 yang setara 2. Klausul perlindungan HAM dan K3 dalam perjanjian
dengan karyawan tetap kerja sama dengan penyedia jasa
3. Pembatasan hak berserikat dan berunding 3. Evaluasi kinerja dan kepatuhan berkala terhadap
bersama perusahaan alih daya
4. Ketidakjelasan mekanisme penanganan 4. Akses PI Careline sebagai saluran pengaduan dan
keluhan (grievance mechanism) perlindungan kesehatan mental
1. Exploitation through wage deductions by 1. BPJS Ketenagakerjaan and BPJS Kesehatan coverage
labor service providers for all outsourced workers
2. Lack of equivalent OHS protection 2. Human rights and OHS protection clauses in
compared to permanent employees cooperation agreements with service providers
3. Restrictions on the right to associate and 3. Periodic performance and compliance evaluations of
collective bargaining outsourcing companies
4. Lack of clarity in grievance handling 4. Access to PI Careline as a grievance channel and mental
mechanisms health protection service
Pemegang HAM: Pihak ketiga (Ekosistem Perusahaan) | Human Rights Holders: Third Parties (Company Ecosystem)
Tingkat Risiko Sedang | Medium Risk Level
Petani pengguna 1. Risiko kesehatan akibat paparan bahan 1. Program edukasi dan pendampingan penggunaan
produk pupuk kimia tanpa edukasi penggunaan yang pupuk yang aman melalui CSR Perusahaan
180
Farmers using memadai 2. Perlindungan ekosistem petani melalui program PI
fertilizer products 2. Praktik penetapan harga yang tidak adil Peduli yang berintegrasi dengan BPJS Ketenagakerjaan
dalam rantai distribusi 3. Penyediaan saluran pengaduan produk yang mudah
Laporan Keberlanjutan 2025
3. Keterbatasan akses terhadap mekanisme diakses
pengaduan produk 1. Education and assistance programs on safe fertilizer use
1. Health risks due to exposure to chemicals through the Company’s CSR initiatives
without adequate usage education 2. Protection of the farmer ecosystem through the PI Peduli
2. Unfair pricing practices in the distribution program integrated with BPJS Ketenagakerjaan
chain 3. Provision of easily accessible product grievance
3. Limited access to product complaint channels
mechanisms
Page 181
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Kelompok Rentan Risiko Terhadap HAM Upaya Mitigasi / Program Perusahaan
Vulnerable Group Human Rights Risk Mitigation Efforts / Company Programs
UMKM mitra 1. Praktik pembayaran yang tidak tepat waktu 1. Kebijakan pembayaran tepat waktu dan transparansi
perusahaan dan merugikan arus kas UMKM proses pengadaan
vendor dan rekanan 2. Persyaratan kontrak yang tidak seimbang 2. Program pembinaan dan pendampingan UMKM melalui
lokal (unequal bargaining power) TJSL Perusahaan
SME business 1. Delayed payment practices that negatively 3. Perluasan perlindungan PI Peduli bagi ekosistem mitra
partners impact SMEs’ cash flow usaha yang belum terlindungi BPJS Ketenagakerjaan
local vendors and 2. Unbalanced contract terms (unequal 1. Timely payment policy and transparent procurement
business partners bargaining power) processes
2. SME development and capacity-building programs
through the Company’s CSR initiatives
3. Expansion of PI Peduli coverage to business partners
who are not yet covered by BPJS Ketenagakerjaan
Tingkat Risiko Tinggi | High Risk Level
Pekerja di rantai 1. Risiko kerja paksa dan kondisi kerja yang 1. Klausul kepatuhan HAM dan K3 dalam seluruh
pasok (vendor, tidak layak pada rantai pasok hilir perjanjian kerja sama rantai pasok
distributor, 2. Ketiadaan mekanisme uji tuntas HAM 2. Perluasan program PI Peduli yang terintegrasi BPJS
transporter) (human rights due diligence) pada pemasok Ketenagakerjaan ke ekosistem rantai pasok
Workers in the 3. Paparan bahan berbahaya dan beracun 1. Human rights and OHS compliance clauses in all supply
supply chain (B3) tanpa APD memadai chain partnership agreements
(vendors, distributors, 1. Risk of forced labor and poor working 2. Expansion of the PI Peduli program integrated with BPJS
and transport conditions in downstream supply chains Ketenagakerjaan to the supply chain ecosystem
providers) 2. Lack of human rights due diligence
mechanisms for suppliers
3. Exposure to hazardous and toxic materials
without adequate PPE
Langkah-langkah proaktif telah dilakukan PTPI dalam PTPI undertook proactive measures to prevent human
pencegahan terjadinya pelanggaran HAM di seluruh rights violations across all subsidiaries by issuing
Anak Perusahaan dengan mengeluarkan Pedoman its Respectful Workplace Policy (RWP) within PTPI.
Respectful Workplace Policy (RWP) di Lingkungan PTPI. This initiative is designed to ensure that human rights
Inisiatif ini dirancang untuk memastikan prinsip-prinsip principles are consistently upheld in all operational and
HAM senantiasa dijunjung tinggi dalam setiap aktivitas business activities. In alignment with the United Nations
operasional maupun kegiatan bisnis perusahaan. Guiding Principles on Business and Human Rights
Selaras dengan Prinsip Panduan PBB mengenai Bisnis (UNGPs), PTPI Holding has established clear standards
dan HAM, PTPI Holding telah menetapkan standar serta and procedures to address human rights issues while
prosedur yang jelas untuk menangani isu-isu HAM facilitating remediation for any potential negative
sekaligus memfasilitasi pemulihan atas dampak negatif impacts. The remediation process encompasses the
yang mungkin timbul. Proses remediasi atau pemulihan following mechanisms. [GRI 2-26]
tersebut mencakup beberapa mekanisme berikut. [GRI
2-26]
Pemberian permohonan maaf secara resmi Restitusi dan rehabilitasi bagi pihak terdampak
Formal issuance of an official apology Provision of restitution and rehabilitation for affected parties
Jaminan bahwa pelanggaran serupa tidak akan Pemberian kompensasi finansial maupun non
terulang kembali pada masa depan finansial sebagai langkah preventif
Assurance that similar violations will not recur in the Provision of financial and non-financial compensation 181
future as a preventive measure
2025 Sustainability Report
Tempuhan upaya hukum sesuai regulasi yang berlaku
Pursuit of legal actions in accordance with applicable regulations
Page 182
Pengembangan Talenta dan Budaya Keselamatan
Talent Development and Safety Culture
Guna memperkuat komitmen tersebut, PTPI To reinforce this commitment, PTPI created a
menyediakan sistem pelaporan pelanggaran whistleblowing system (WBS) and other established
(Whistleblowing System/WBS) maupun kanal lain yang reporting channels as mechanisms for reporting risks,
telah disediakan oleh PTPI sebagai sarana dalam concerns, or incidents related to human rights, while
melaporkan risiko, kekhawatiran, atau insiden terkait ensuring the protection of the identity of whistleblowers
HAM yang menjamin perlindungan identitas pelapor and all parties involved. Reports of alleged human rights
maupun seluruh pihak yang terlibat. Laporan terkait violations may be submitted by employees, customers,
dugaan pelanggaran HAM dapat disampaikan oleh business partners, and other external stakeholders
karyawan, pelanggan, mitra bisnis, hingga pemangku through the official reporting channels provided by the
kepentingan eksternal lainnya melalui kanal pelaporan Company.
resmi yang telah disediakan.
Setiap pengaduan yang disertai bukti relevan akan All complaints supported by relevant evidence are
diinvestigasi secara mendalam. Pada laporan terbukti subject to thorough investigation. Where allegations
valid, PTPI akan menjatuhkan sanksi tegas sesuai are substantiated, PTPI imposes strict sanctions in
dengan kebijakan internal yang berlaku. accordance with its prevailing internal policies.
Sepanjang 2025,
Throughout 2025,
atas kasus pelanggaran HAM di lingkungan operasional, baik
Tidak Ada Laporan
no reported cases
internal maupun di seluruh rantai pasok perusahaan.
of human rights violations were recorded across PTPI’s
operational environment, both internally and throughout the
Company’s value chain.
Tenaga Kerja Anak dan Paksa
Child and Forced Labor
PTPI berkomitmen untuk meniadakan segala bentuk PTPI is committed to eliminating all forms of child labor
penggunaan tenaga kerja di bawah umur di seluruh across its operations. Throughout the reporting year, no
lini operasional. Sepanjang tahun pelaporan, tidak risks or incidents related to child labor or forced labor
ditemukan adanya risiko maupun insiden yang were identified, either within the Company’s internal
berkaitan dengan pekerja anak maupun kerja paksa, operations or throughout its value chain. [GRI 3-3] [GRI 408-1]
baik di lingkungan internal perusahaan maupun di [OJK F.19]
sepanjang rantai pasok. [GRI 3-3] [GRI 408-1] [OJK F.19]
PTPI berkomitmen melindungi hak-hak seluruh tenaga PTPI remains committed to protecting the rights of
kerja dengan mengadopsi standar dan peraturan all workers by adopting the following international
internasional sebagai berikut: [GRI 3-3] [GRI 409-1] standards and regulations: [GRI 3-3] [GRI 409-1]
Konvensi ILO No. 138/1973 Konvensi ILO No. 182/1999 Konvensi ILO No. 105/1957
ILO Convention No. 138/1973 ILO Convention No. 182/1999 ILO Convention No. 105/1957
182
tentang Batas Usia Minimum untuk tentang Penghapusan Bentuk-bentuk tentang Penghapusan Kerja Paksa
Bekerja Pekerjaan Terburuk untuk Anak on the Abolition of Forced Labor
Laporan Keberlanjutan 2025
on Minimum Age for Employment on the Elimination of the Worst Forms
of Child Labor
Page 183
PT Pupuk Indonesia (Persero)
PTPI mengimplementasikan program praktik PTPI implements labor practice programs encompassing
ketenagakerjaan yang mencakup keselamatan occupational health and safety, employee well-being,
dan kesehatan kerja, kesejahteraan karyawan, continuous competency development, harmonious
pengembangan kompetensi berkelanjutan, hubungan industrial relations, and the protection of workers’ rights
industrial harmonis, serta perlindungan hak dan etika and ethics. These programs are consistently applied
tenaga kerja. Program-program ini diterapkan secara across all Group entities as part of sustainable human
konsisten di seluruh entitas Grup sebagai bagian dari capital management. [GRI 409-1].
pengelolaan SDM yang berkelanjutan. [GRI 409-1].
Manfaat Karyawan
Employee Benefits
Kompensasi dan Kesejahteraan
Compensation and Well-Being
Penetapan kompensasi PTPI ditetapkan secara objektif PTPI’s compensation framework is determined
berdasarkan jenjang jabatan, kompetensi, serta capaian objectively based on job level, competencies, and
kinerja individu dengan mengesampingkan gender, individual performance, without regard to gender,
suku, ras, maupun agama. PTPI menjunjung tinggi ethnicity, race, or religion. PTPI upholds the principle of
prinsip kesetaraan melalui penerapan rasio kompensasi equality by applying a 1:1 compensation ratio for male
1:1 bagi karyawan pria dan wanita yang menduduki and female employees in equivalent positions. This
posisi serupa. Kebijakan ini berlaku di seluruh wilayah policy is implemented across all operational areas in
operasional perusahaan di Indonesia sebagai bentuk Indonesia as a reflection of the Company’s commitment
komitmen terhadap keadilan bagi seluruh karyawan. [GRI to fairness for all employees. [GRI 3-3] [GRI 202-1] [GRI 405-2]
3-3] [GRI 202-1] [GRI 405-2]
PTPI senantiasa mengawasi secara rutin kesetaraan PTPI regularly monitors pay equity and considers cost-
remunerasi dan mempertimbangkan indeks kemahalan of-living indices as well as City Minimum Wage (UMK)
serta standar Upah Minimum Kota (UMK) di setiap standards across its operational areas to ensure that
wilayah operasional guna memastikan seluruh all employee compensation exceeds government
penghasilan karyawan berada di atas ketentuan requirements. In 2025, the Company’s average lowest
pemerintah. Pada tahun 2025, rata-rata upah terendah wage was recorded at 1.83 times the applicable UMK.
di Perusahaan tercatat sebesar 1,83 kali lipat dari UMK Through this policy, PTPI ensures that every talent is
yang berlaku. Melalui kebijakan ini, PTPI memastikan fairly rewarded based on their professional contribution.
bahwa setiap talenta dihargai secara adil berdasarkan [OJK F.20]
kontribusi profesionalnya. [OJK F.20] [GRI 202-1]
Selain kompensasi bulanan, PTPI memberikan In addition to monthly compensation, PTPI provides
tunjangan dan insentif tambahan dengan besaran yang additional allowances and incentives, with amounts
disesuaikan dengan capaian kinerja serta kapasitas aligned to performance achievements and the
finansial. Strategi ini diterapkan untuk memacu motivasi Company’s financial capacity. This approach is
sekaligus meningkatkan daya tarik PTPI bagi talenta- designed to enhance motivation while strengthening 183
talenta di pasar kerja. Melalui perancangan komponen PTPI’s attractiveness in the talent market. Through
kompensasi yang komprehensif, PTPI berkomitmen a comprehensive compensation framework, PTPI
2025 Sustainability Report
menjaga kesejahteraan karyawan guna menciptakan remains committed to supporting employee well-being
lingkungan kerja yang lebih produktif dan kompetitif. and fostering a more productive and competitive work
[GRI 401-2] environment. [GRI 401-2]
Page 184
Pengembangan Talenta dan Budaya Keselamatan
Talent Development and Safety Culture
Karyawan PKWTT
Keterangan*** Karyawan PKWT
Permanent
Description*** Contract Employees
Employees
Gaji Pokok | Basic Salary ✓ ✓
Tunjangan Tetap | Fixed Allowances ✓ ✓
Tunjangan Tidak Tetap | Non-Fixed Allowances ✓ ✓
Tunjangan Hari Raya (THR) | Religious Holiday Allowance ✓ ✓
Cuti Tahunan | Annual Leave ✓ ✓
Cuti Besar* | Long Leave* ✓ -
Bantuan Tunai | Cash Assistance ✓ ✓
Penghargaan Masa Kerja** | Long Service Award** ✓ -
Kompensasi Akhir Kontrak | End-of-Contract Compensation - ✓
Catatan: | Notes:
* Pemberian cuti besar diberikan setelah karyawan menjadi karyawan PKWTT
Long leave is granted after employees are appointed as permanent employees
** Pemberian penghargaan masa kerja diberikan setelah karyawan menjadi karyawan PKWTT
Long service awards are granted after employees are appointed as permanent employees
*** Seluruh informasi mengenai tunjangan berlaku untuk karyawan PTPI di seluruh lokasi operasi (Indonesia)
All information regarding allowances applies to PTPI employees across all operational locations (Indonesia)
PTPI mengatur lebih baik dari ketentuan perundang- PTPI applies overtime arrangements that exceed
undangan dalam lembur yaitu batasan lembur maksimal regulatory requirements by setting a maximum limit of
56 jam kerja dalam 1 bulan maksimum untuk menjamin 56 overtime hours per month. This policy is designed
kesejahteraan, mencegah kelelahan berlebih, serta to safeguard employee well-being, prevent excessive
menjaga produktivitas dan kesehatan karyawan secara fatigue, and maintain optimal productivity and health as
optimal sebagai bentuk perlindungan mendasar bagi a fundamental form of workforce protection. Employee
seluruh tenaga kerja. Peningkatan kesejahteraan well-being is further enhanced through the provision of
karyawan juga diwujudkan melalui penyediaan social protection programs, including BPJS Kesehatan
program perlindungan sosial yang mencakup fasilitas and BPJS Ketenagakerjaan, complemented by additional
BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan serta asuransi private health insurance coverage. Beyond health-
kesehatan dan swasta sebagai tambahan. Selain aspek related benefits, PTPI promotes work-life harmony
kesehatan, PTPI juga menerapkan keseimbangan through mandatory utilization of paid annual leave for
kehidupan kerja (work-life harmony) melalui kewajiban all employees, as well as family home visit programs for
pengambilan cuti tahunan berbayar bagi seluruh pekerja talent mobility employees to support recovery and well-
dan family home visit bagi pekerja talent mobility being. PTPI’s commitment to these human-centered
perusahaan demi mendukung pemulihan. Komitmen practices aligns with its efforts to foster harmonious and
PTPI dalam memperhatikan aspek kemanusiaan ini sustainable industrial relations.
sejalan dengan upaya membina hubungan industrial
yang harmonis dan berkelanjutan.
184
Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusi As a form of appreciation for their long-term dedication
jangka panjang, PTPI memberikan Penghargaan Bakti and contribution, PTPI grants a Long Service Award
Laporan Keberlanjutan 2025
Kerja bagi seluruh karyawan (PKWTT dan PKWT) yang to all employees (permanent and contract) who meet
telah memenuhi kriteria yang ditetapkan perusahaan. the Company’s established criteria. This recognition
Anugerah ini diberikan kepada karyawan yang is awarded to employees demonstrating strong
menunjukkan loyalitas tinggi dengan masa pengabdian loyalty, marked by a service period of eight years and
selama satu windu (delapan tahun) serta kelipatannya. its multiples, including functional roles below senior
Page 185
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Sesuai dengan Peraturan Perusahaan (PP) dan/atau management level. In accordance with the Company
Perjanjian Kerja Bersama (PKB) masing-masing Anak Regulations and/or Collective Labor Agreements (CLA)
Perusahaan, PTPI memberikan insentif berupa variable of each subsidiary, PTPI provides incentives in the
pay untuk menghargai loyalitas serta memotivasi form of variable pay to recognize loyalty and motivate
karyawan agar terus tumbuh dan berkembang bersama employees to continue growing and developing with
PTPI. [OJK F.18] PTPI. [OJK F.18]
Tinjauan Kinerja
Performance Review
Implementasi sistem manajemen kinerja dilaksanakan The performance management system is implemented
melalui empat tahapan utama: perencanaan kinerja through four main stages: annual performance planning,
tahunan, monitoring dan evaluasi berkala, penilaian regular monitoring and evaluation, assessment
capaian kinerja serta kompetensi perilaku untuk of performance achievements and behavioral
menentukan peringkat individu, hingga pemberian competencies to determine individual rankings, and the
apresiasi atas pencapaian kinerja yang selaras dengan provision of rewards for achievements that align with
nilai dan tujuan Perusahaan. Siklus Manajemen Kinerja the Company’s values and objectives. The Performance
dimulai pada awal tahun dengan penyusunan target Management Cycle begins at the start of each year
kinerja yang harus dicapai oleh setiap karyawan. with the establishment of performance targets to be
Adapun, indikator kuantitatif utama yang digunakan achieved by every employee. The following are the
untuk mengukur keberhasilan kinerja individu karyawan main quantitative indicators used to measure individual
sebagai berikut. [GRI 3-3] employee performance success. [GRI 3-3]
KPI Individu Soft Competency 360 derajat
Individual KPI 360-Degree Soft Competency
Metode ini memberikan gambaran perilaku karyawan secara
menyeluruh melalui sudut pandang atasan, bawahan, rekan kerja, dan
Digunakan untuk mengukur dan mengevaluasi
penilaian diri sendiri. Evaluasi ini bertujuan menghasilkan umpan balik
pencapaian target yang telah disepakati antara
yang lebih objektif sekaligus meminimalkan bias dalam proses evaluasi
karyawan dan atasan.
kinerja.
Used to measure and evaluate the
This method provides a comprehensive view of employee behavior
achievement of targets agreed upon between
from multiple perspectives, including supervisors, subordinates, peers,
employees and their supervisors
and self-assessment. The evaluation aims to generate more objective
feedback while minimizing bias in the performance review process.
Evaluasi KPI bersifat kuantitatif dan
dilaksanakan setiap triwulan. Evaluasi dilaksanakan sekali pada penghujung tahun.
KPI evaluation is quantitative in nature and The assessment is conducted once at the end of the year.
conducted on a quarterly basis.
Selain KPI Individu dan Soft Competency 360 derajat, In addition to KPI and 360-degree soft competency
pengukuran kinerja juga mempertimbangkan Learning assessments, performance evaluation also incorporates
Agility Assessment dan Core Values. Hasil tinjauan Learning Agility Assessment and Core Values. The 185
kinerja menjadi landasan dalam pemberian imbalan results of the performance review serve as the basis
berupa cash reward maupun non-cash reward, seperti for determining rewards, both cash and non-cash,
2025 Sustainability Report
pemetaan talenta dan program pengembangan including talent mapping and competency development
kompetensi. PTPI memastikan tinjauan kinerja secara programs. Throughout 2023 to 2025, PTPI ensured that
berkala telah mencakup seluruh karyawan (100%). [GRI periodic performance reviews covered all employees
404-3] (100%). [GRI 404-3]
Page 186
Pengembangan Talenta dan Budaya Keselamatan
Talent Development and Safety Culture
Kebebasan Berserikat
Freedom of Association
Jaminan atas hak karyawan untuk berserikat, berkumpul, PTPI upholds the employee right to freedom of
dan menyampaikan aspirasi merupakan komitmen PTPI association, assembly, and the expression of aspirations
dalam menciptakan hubungan industrial yang harmonis. as part of its commitment to fostering harmonious
Melalui Federasi Serikat Pekerja Pupuk Indonesia yang industrial relations. Through the Federation of Pupuk
beranggotakan serikat-serikat pekerja di lingkungan Indonesia Labor Unions, which comprises labor unions
PTPI, sinergi antara manajemen dan karyawan terus within PTPI, synergy between management and
diperkuat guna meningkatkan performa kolektif. employees continues to be strengthened to enhance
Landasan hubungan ini sesuai dengan peraturan collective performance. This relationship is grounded
ketenagakerjaan dan diperkuat dengan kebijakan di in prevailing labor regulations and further reinforced by
masing-masing Perusahaan yang mengatur secara company-level policies that clearly define employment
detail mengenai regulasi kerja, hak dan kewajiban terms, as well as the rights and obligations of both
kedua belah pihak serta tidak bertentangan dengan parties, in alignment with applicable labor laws. [GRI 3-3]
peraturan ketenagakerjaan yang berlaku. [GRI 3-3]
PTPI mencatatkan 100% dari total karyawan, baik PTPI recorded that 100% of its employees, both
dengan status PKWTT maupun PKWT telah dicakup under permanent and contract status, are covered
oleh perjanjian perundingan kolektif. Hak dan by collective bargaining agreements. Employee
kewajiban karyawan pada Anak Perusahaan PTPI rights and obligations within PTPI’s subsidiaries refer
mengacu pada PP atau PKB. Namun demikian, syarat to Company Regulations or CLA. Nevertheless, all
dan kondisi ketenagakerjaan mengacu kepada employment terms and conditions are aligned with
Peraturan Ketenagakerjaan dan Pedoman Penyusunan prevailing labor regulations and guidelines for the
Peraturan Perusahaan dan Perjanjian Kerja Bersama preparation of Company Regulations and Collective
guna menjamin kesejahteraan yang setara di seluruh Labor Agreements, ensuring consistent and equitable
grup. [GRI 2-30] employee welfare across the Group. [GRI 2-30]
Selama periode pelaporan, tidak ditemukan adanya During the reporting period, no operations or suppliers
operasi maupun pemasok yang memiliki risiko were identified as having risks related to violations of
pelanggaran terhadap kebebasan berserikat dan freedom of association or collective bargaining. As a
perundingan kolektif. Sebagai langkah preventif, PTPI preventive measure, PTPI regularly conducts meetings
secara rutin melakukan pertemuan antara Perusahaan between the Company and labor union representatives
dan perwakilan Serikat Pekerja guna mendukung hak to support employee rights to exercise freedom of
pekerja dalam menjalankan kebebasan berserikat association without intimidation. [GRI 407-1]
tanpa intimidasi. [GRI 407-1]
Program Pensiun
Retirement Program
Dedikasi tinggi dari setiap karyawan yang telah The long-standing dedication of employees who reach
memasuki masa purnabakti pada usia 56 (lima puluh retirement at the age of 56 (fifty-six) is highly valued by
enam) tahun menjadi aset yang sangat dihargai oleh PTPI. To ensure financial stability in retirement, PTPI
186 PTPI. Guna menjamin stabilitas finansial pada masa is committed to providing old-age security through
pensiun, PTPI berkomitmen memfasilitasi jaminan hari two primary mechanisms. These include an internally
tua melalui dua mekanisme utama. Skema tersebut managed pension fund program and active participation
Laporan Keberlanjutan 2025
meliputi program pensiun mandiri yang dikelola secara in the BPJS Ketenagakerjaan program in accordance
internal serta partisipasi aktif dalam program BPJS with government regulations. [GRI 3-3] [GRI 201-3]
Ketenagakerjaan sesuai dengan regulasi pemerintah.
[GRI 3-3] [GRI 201-3]
Page 187
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Program Pensiun Tabungan dana pensiun yang dikelola oleh provider Iuran karyawan sebesar
Iuran Pasti (PPIP) dana pensiun. Dana yang telah terkumpul akan diberikan Employee contribution of
[GRI 201-3] kepada karyawan ketika memasuki masa pensiun.
Defined
Contribution
Retirement savings managed by a pension fund provider,
with accumulated funds disbursed to employees upon
4% dari gaji pokok
of basic salary
Pension Program retirement.
Iuran perusahaan sebesar
Employer contribution of
16%
Program Program pendanaan yang bertujuan untuk membiayai Iuran karyawan sebesar
Kesehatan Pensiun pelayanan kesehatan bagi karyawan purna bakti yang Employee contribution of
[GRI 201-3] akan diberikan pada saat masa pensiun.
Retiree Health
Program
A funding program aimed at financing healthcare services
for retired employees, provided during the retirement
2,5% dari gaji pokok
of basic salary
period.
Iuran perusahaan sebesar
Employer contribution of
5%
Program Jaminan
Hari Tua BPJS Program perlindungan yang diselenggarakan untuk Iuran karyawan sebesar
Ketenagakerjaan menjamin peserta ketika memasuki masa pensiun, Employee contribution of
[GRI 201-3] mengalami cacat total tetap, atau meninggal dunia.
BPJS
Ketenagakerjaan
A protection program designed to ensure benefits for
participants upon retirement, permanent disability, or
2% dari Take Home Pay
of Take-Home Pay
Old-Age Security death.
Program Iuran perusahaan sebesar
Employer contribution of
3,7%
Program Jaminan
Perlindungan untuk mempertahankan kehidupan Iuran karyawan sebesar
Pensiun BPJS
yang layak ketika peserta kehilangan atau berkurang Employee contribution of
Ketenagakerjaan
penghasilannya karena telah memasuki usia pensiun.
[GRI 201-3]
BPJS
Protection to maintain a decent standard of living when
participants lose or experience a reduction in income upon
1% dari upah yang
ditetapkan BPJS
187
Ketenagakerjaan of wages as
reaching retirement age.
Pension Security determined by BPJS
Program
2025 Sustainability Report
Iuran perusahaan sebesar
Employer contribution of
2%
Page 188
Pengembangan Talenta dan Budaya Keselamatan
Talent Development and Safety Culture
Memastikan produktivitas dan kualitas hidup setiap Ensuring the continued productivity and quality of
karyawan pada masa purnabakti merupakan tanggung life of employees during retirement is an ongoing
jawab berkelanjutan yang dijalankan perusahaan. responsibility of the Company. To support employees
Guna membekali karyawan dalam menghadapi in navigating this transition, throughout 2025 PTPI
transisi tersebut, sepanjang tahun 2025 PTPI telah provided pre-retirement preparation programs for
melaksanakan pembekalan terhadap 42 karyawan 42 employees approaching retirement through the
yang akan memasuki masa pensiun melalui: [GRI 404-2] following initiatives: [GRI 404-2]
Edukasi pada Masa Pensiun
Retirement Education
Edukasi yang dirancang untuk mempersiapkan The education programs designed to prepare
karyawan mencakup pola hidup sehat, kesiapan employees cover healthy lifestyle practices, mental
mental, pemetaan peluang dan tantangan pada readiness, mapping opportunities and challenges
masa pensiun, serta strategi pengelolaan keuangan in retirement, as well as effective financial
yang efektif agar setiap karyawan mampu menjaga management strategies to enable employees to
kemandirian finansial setelah masa bakti berakhir. maintain financial independence after the end of
their service.
Cuti Melahirkan
Maternity Leave
Fasilitas cuti melahirkan diberikan sebagai bentuk Maternity leave is provided as part of PTPI’s commitment
komitmen dalam menjamin kesejahteraan ibu dan anak. to safeguarding the well-being of both mother and
Karyawan perempuan wajib menjalani masa istirahat child. Female employees are entitled to a mandatory
selama 1,5 bulan sebelum serta 1,5 bulan sesudah leave period of 1.5 months before and 1.5 months after
persalinan. PTPI juga memberikan dukungan kepada childbirth. PTPI also extends support to male employees
karyawan laki-laki melalui hak cuti pendampingan istri through paternity leave of 3 (three) working days to
melahirkan selama 3 (tiga) hari kerja. Selain itu, sebagai accompany their spouse during childbirth. In addition,
bentuk empati terhadap pemulihan kesehatan fisik as a form of care for physical and mental recovery, PTPI
maupun mental, PTPI menyediakan masa pemulihan provides a 45-calendar-day recovery period for female
selama 45 hari kalender bagi karyawan perempuan employees who experience miscarriage. [GRI 3-3] [GRI 401-3]
yang mengalami keguguran. [GRI 3-3] [GRI 401-3]
Sepanjang tahun 2025, PTPI mencatatkan
Throughout 2025, PTPI recorded:
795 karyawan perempuan yang
berhak mendapatkan cuti 47 karyawan perempuan
mengambil cuti melahirkan
melahirkan female employees took
female employees were
eligible for maternity leave
maternity leave
100%
188
karyawan kembali bekerja
setelah masa cuti berakhir
karyawan pria yang karyawan pria mengambil
7.087 457 employees returned to work
Laporan Keberlanjutan 2025
berhak mendapatkan cuti mendampingi istri after the end of their leave
cuti mendampingi istri melahirkan period
melahirkan male employees took
male employees entitled paternity leave to
to paternity leave to accompany their spouse
accompany their spouse during childbirth
during childbirth
Page 189
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Pengukuran Employee Experience
Employee Experience Measurement
Pendekatan holistik dalam mengukur kepuasan kerja A holistic approach to measuring employee satisfaction
telah diadopsi sejak tahun 2023 melalui parameter has been adopted since 2023 through the Employee
Employee Experience yang memotret seluruh perjalanan Experience framework, which captures the full journey
dan interaksi karyawan di dalam organisasi. Strategi ini and interactions of employees within the organization.
menjadi pilar transformasi sumber daya manusia yang This strategy is a key pillar in PTPI’s human capital
berbasis Human Experience Management (HXM) untuk transformation toward Human Experience Management
mencetak talenta berkualitas global. Integrasi teknologi (HXM), aimed at developing globally competitive talent.
turut memperkuat sistem ini guna memaksimalkan The integration of technology further strengthens this
potensi individu serta membangun budaya kerja yang system to maximize individual potential and foster a
positif dan berkelanjutan. positive and sustainable work culture.
Evaluasi pengalaman tersebut dilakukan secara The evaluation of employee experience is conducted
komprehensif melalui kerangka kerja yang mencakup comprehensively through a framework comprising 82
82 butir pernyataan penilaian. Setiap karyawan diminta assessment statements. Each employee is asked to
menilai tingkat dampak dan skala penerapan dari evaluate both the level of impact and the degree of
setiap pernyataan elemen esensial seperti makna implementation across essential elements, including
pekerjaan, manajemen, lingkungan kerja, kesehatan, meaning of work, management, work environment,
peluang berkembang, hingga aspek kepercayaan pada health, development opportunities, and trust in the
organisasi. Selain itu, dukungan teknologi dan layanan organization. In addition, technology support and
kerja juga diukur untuk memastikan seluruh kebutuhan workplace services are also assessed to ensure that
operasional karyawan terpenuhi secara optimal. employees’ operational needs are optimally fulfilled.
Nilai Employee
Experience Konsolidasi 2025 82,76%
Consolidated Employee
Experience Score
2024 82,75%
2023 81,94%
Pencapaian nilai hasil Survei Employee Experience The Employee Experience Survey results reflect a
menunjukkan tingginya kepuasan karyawan PTPI high level of employee satisfaction with the work
terhadap lingkungan kerja yang disediakan. Hasil environment provided by PTPI. These results indicate
ini merefleksikan bahwa seluruh tenaga kerja di that employees across the organization experience a
perusahaan merasakan pengalaman kerja yang positif positive and productive work environment throughout
dan produktif selama berkarier di dalam organisasi. their careers.
189
2025 Sustainability Report
Page 190
Pengembangan Talenta dan Budaya Keselamatan
Talent Development and Safety Culture
Aspek dalam Pengukuran Employee Experience
Aspects in Employee Experience Measurement
Hasil survei menunjukkan bahwa sebagian The survey results indicate that the majority
Job Satisfaction
besar karyawan sudah merasa puas dengan of employees are satisfied with their jobs.
pekerjaannya. Hal ini mengindikasikan This suggests that PTPI has effectively met
bahwa PTPI telah berhasil memenuhi employee fundamental needs, including
kebutuhan dasar karyawan terkait dengan alignment of skills, clarity of roles, and team
kesesuaian keterampilan, kejelasan peran, support.
dan dukungan tim.
Happiness Secara keseluruhan karyawan telah Overall, employees reported a positive
merasa bahagia di tempat kerja dengan sense of well-being at work, supported
didukung penerapan program SDM, by the implementation of human capital
seperti implementasi Employee Well- programs, including the Employee Well-
being Program yang meliputi empat being Program covering four dimensions
aspek (fisik, mental, finansial, dan sosial), (physical, mental, financial, and social),
penerapan Respectful Workplace Policy, the Respectful Workplace Policy, and the
dan implementasi DEI (Diversity, Equity, implementation of DEI (Diversity, Equity,
Inclusivity). and Inclusivity).
Stress Hasil survei menunjukkan bahwa sebagian The survey results indicate that most
besar karyawan tidak mengalami stres di employees do not experience work-
tempat kerja. Sebagai bentuk kepedulian related stress. As part of its commitment
terhadap dinamika kerja karyawan, PTPI to addressing workforce dynamics, PTPI
terus mengoptimalkan Employee Well- continues to enhance its Employee
being Program dengan fokus khusus pada Well-being Program, with a particular
aspek mental dan sosial guna memastikan focus on mental and social aspects to
lingkungan kerja yang suportif dan foster a supportive and productive work
produktif. environment.
Program-program tersebut meliputi These programs include regular health
pengecekan kesehatan karyawan dan check-ups for employees and their families,
keluarga secara berkala, program coaching coaching and mentoring initiatives, health-
& mentoring, pelaksanaan webinar related webinars, an Employee Assistance
kesehatan, Employee Assistance Program, Program, and other initiatives designed
dan program lainnya yang mendukung to support a positive and productive
terciptanya lingkungan kerja yang suportif workplace.
dan produktif.
Purpose Sebagian besar karyawan telah memiliki The majority of employees have clear work
tujuan yang jelas dalam bekerja untuk objectives that support the achievement
mendukung tercapainya visi dan misi of the Company’s vision and mission. This
perusahaan. Hal ini merupakan indikator reflects a strong level of understanding
yang sangat positif tentang pemahaman among employees regarding their
karyawan terkait kontribusi mereka individual contributions to the organization.
terhadap perusahaan.
190
Laporan Keberlanjutan 2025
Page 191
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Dalam meningkatkan keterikatan dan kepuasan As tangible support for financial well-being and to
karyawan, PTPI menjalankan berbagai inisiatif enhance employee engagement and satisfaction,
penyediaan kompensasi yang kompetitif serta program PTPI provides competitive compensation and
perlindungan kesehatan yang komprehensif sebagai comprehensive health protection programs. PTPI’s
bentuk nyata dukungan kesejahteraan finansial. Di focus on non-financial aspects is also reflected in the
sisi lain, perhatian PTPI terhadap aspek non-finansial development of a supportive work environment, the
diwujudkan melalui pengembangan lingkungan provision of clear career development pathways, and
kerja yang suportif, penyediaan jalur pengembangan the implementation of work-life harmony policies to
karier yang jelas, serta penerapan kebijakan work-life foster long-term employee well-being and loyalty
harmony guna memastikan kebahagiaan dan loyalitas across the organization.
jangka panjang di seluruh lini organisasi.
Strategi ke Depan
Future Strategy
Penyelarasan rencana jangka panjang organisasi The alignment of the Company’s long-term
diwujudkan melalui perancangan program Transformasi strategy is realized through the design of a Human
SDM bertema HC Transformation towards Human Capital Transformation program under the theme
Experience Management (HXM) and World Class Talent. HC Transformation towards Human Experience
Strategi pengelolaan talenta PTPI tersebut dipetakan Management (HXM) and World-Class Talent. PTPI’s
ke dalam empat fase utama sebagai berikut: talent management strategy is structured into the
following four key phases:
Fase | Phase 1 Fase | Phase 2 Fase | Phase 3 Fase | Phase 4
Process Optimizing
Standardization and Collaboration and Scaling Up People and
World Class Talent
Integration High Performance Organizational Growth
Culture
Fokus utama pengelolaan Optimalisasi budaya Kegiatan transformasi Fokus utama pengelolaan
SDM diarahkan pada kolaborasi dan kinerja SDM fokus kepada SDM diarahkan pada upaya
standardisasi model operasi, tinggi kini menjadi fokus mempertahankan meningkatkan kapabilitas ke
kebijakan, dan sistem di utama bagi fungsi SDM pertumbuhan karyawan dan level multinasional.
seluruh entitas Grup melalui agar dapat bergerak lebih organisasi. SDM PTPI dikembangkan
pemanfaatan teknologi lincah di seluruh lingkungan Human capital agar dapat bersaing dengan
HCIS Single Platform Grup. Dengan fundamental transformation initiatives karyawan lain secara global
guna menjamin validitas proses bisnis yang telah are focused on sustaining dan memenuhi kebutuhan
data serta meningkatkan terstandarisasi, organisasi both employee and talenta di lingkungan
pengalaman karyawan kini siap mengalihkan organizational growth. perusahaan.
secara optimal. orientasi pada penyusunan Human capital management
The primary focus of sasaran yang lebih strategis. is further directed toward
human capital management Strengthening a culture enhancing capabilities
is directed toward of collaboration and high to a multinational level,
standardizing operating performance has become developing PTPI’s talent to
models, policies, and a key priority for the human compete globally and meet 191
systems across all Group capital function to enable the Company’s evolving
entities through the greater agility across the talent needs.
utilization of the HCIS Single Group. With standardized
2025 Sustainability Report
Platform, ensuring data business process
validity while enhancing fundamentals in place,
employee experience. the organization is now
positioned to shift toward
more strategic goal setting.
Page 192
Pengembangan Talenta dan Budaya Keselamatan
Talent Development and Safety Culture
Lingkungan Kerja yang Aman
Safe Working Environment
Sistem Manajemen dan Kebijakan K3 [GRI 403-1]
OHS Management System and Policy
PTPI juga menetapkan Kebijakan Keselamatan, PTPI has a Health, Safety, and Environment (HSE)
Kesehatan Kerja, dan Lingkungan Hidup (K3LH), Policy, namely:
yaitu
Menempatkan keselamatan kerja,
keselamatan proses, kesehatan kerja, dan
lingkungan hidup, termasuk menyediakan
kondisi kerja yang aman dan sehat, pada
prioritas utama di seluruh aktivitas PTPI
berdasarkan tata kelola perusahaan yang
baik. [GRI 3-3]
Placing occupational safety, process safety, occupational health, and environmental
protection, including the provision of safe and healthy working conditions as the highest
priority across all PTPI’s activities, in accordance with good corporate governance
principles. [GRI 3-3]
PTPI mengelola keselamatan dan kesehatan kerja PTPI manages occupational health and safety
berdasarkan kebijakan K3LH yang menempatkan in accordance with its HSE Policy, which places
aspek keselamatan kerja, proses, dan lingkungan occupational safety, process safety, and environmental
sebagai prioritas utama. Implementasi ini didasarkan protection as top priorities. Its implementation is guided
pada standar nasional dan internasional, di antaranya: by national and international standards, including: [GRI
[GRI 403-1] [OJK F.21] 403-1] [OJK F.21]
• Undang-Undang No. 1 Tahun 1970 tentang • Law No. 1 of 1970 on Occupational Safety;
Keselamatan Kerja;
• Undang-Undang No. 17 Tahun 2023 tentang • Law No. 17 of 2023 on Health;
Kesehatan;
• Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang • Law No. 13 of 2003 on Manpower as amended on
Ketenagakerjaan sebagaimana telah diubah menjadi Law No. 6 of 2023 on Job Creation;
192 Undang-Undang No. 6 Tahun 2023 tentang Cipta
Kerja;
• Peraturan Pemerintah No. 50 Tahun 2012 tentang • Government Regulation No. 50 of 2012 on the
Laporan Keberlanjutan 2025
Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Implementation of Occupational Health and Safety
Kesehatan Kerja (SMK3); Management Systems (OHSMS);
• Peraturan Presiden No. 7 Tahun 2019 tentang • President Regulation No. 7 of 2019 on Occupational
Penyakit Akibat Kerja; Diseases;
Page 193
PT Pupuk Indonesia (Persero)
• Permenaker No. 5 Tahun 2018 tentang Keselamatan • Minister of Manpower Regulation No. 5 of 2018
dan Kesehatan Kerja Lingkungan Kerja; on Occupational Safety and Health in the Work
Environment;
• Peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia • Regulation of the Minister of Industry of the Republic
No. 19 Tahun 2019 tentang Pencegahan dan of Indonesia No. 19 of 2019 on the Prevention and
Penanggulangan Keadaan Darurat Bahan Kimia Emergency Response for Chemical Incidents in
dalam Kegiatan Usaha Industri Kimia; Industrial Activities;
• Permenaker No. 11 Tahun 2023 tentang Keselamatan • Minister of Manpower Regulation No. 11 of 2023 on
dan Kesehatan Kerja di Ruang Terbatas; Occupational Safety and Health in Confined Spaces;
• ISO 45001 Occupational Health and Safety • ISO 45001 Occupational Health and Safety
Management System; Management System;
• US OSHA PSM Standard 29 CFR 1910.119-Process • US OSHA PSM Standard 29 CFR 1910.119 – Process
Safety Management of Highly Hazardous Chemicals; Safety Management of Highly Hazardous Chemicals;
dan and
• CCPS (Center for Chemical Process Safety)- • CCPS (Center for Chemical Process Safety) –
Guidelines for Risk Based Process Safety (ISBN: 978- Guidelines for Risk-Based Process Safety (ISBN: 978-
0-470-16569-0). 0-470-16569-0).
Untuk memastikan efektivitasnya, Direksi berkomitmen To ensure effectiveness, the Board of Directors is
meninjau sasaran kinerja secara berkala, menyediakan committed to periodically reviewing performance
ruang konsultasi bagi karyawan, serta memastikan targets, providing consultation channels for employees,
seluruh kegiatan operasional telah memenuhi peraturan and ensuring that all operational activities comply
perundangan terkait pencegahan kecelakaan luar biasa with applicable regulations on the prevention of major
dan dampak lingkungan melalui cara berikut. accidents and environmental impacts through the
following measures.
Penyusunan dan Peninjauan
Penetapan Fungsi Kerja Pemenuhan Regulasi
Ulang
Establishment of Work Functions Regulatory Compliance
Development and Review
Secara berkala dilakukan penilaian Menetapkan fungsi kerja yang Memenuhi peraturan perundang-
dan penyusunan ulang sasaran bertanggung jawab untuk memastikan undangan dan persyaratan lain yang
kinerja sistem manajemen K3LH. efektivitas implementasi program dan berlaku sehubungan dengan potensi
Conduct periodic assessments and sistem manajemen K3LH. bahaya dan risiko di perusahaan.
revisions of HSE and environmental Establish accountable work Ensure compliance with applicable
management system performance functions to ensure the effective laws, regulations, and other
targets. implementation of HSE and requirements related to potential
environmental management programs hazards and risks within the Company.
and systems.
Pencegahan Dampak
Pengelolaan K3 Pencegahan Kecelakaan
Lingkungan
OHS Management Accident Prevention
Environmental Impact Prevention
Memastikan pengelolaan aspek Mencegah cedera dan kerusakan Mencegah pencemaran dan dampak
keselamatan kerja dan keselamatan peralatan akibat kecelakaan kerja negatif terhadap lingkungan dalam
proses dalam kegiatan operasi dan/atau penyakit akibat kerja setiap aktivitas perusahaan.
untuk memastikan tercapainya sehubungan dengan potensi bahaya Prevent pollution and adverse
kegiatan operasi yang aman, ramah dan risiko yang ada di tempat kerja. environmental impacts across all
193
lingkungan, andal, menguntungkan, Prevent injuries and equipment Company activities.
dan berkelanjutan. damage resulting from workplace
Ensure the management of accidents and/or occupational
2025 Sustainability Report
occupational safety and process diseases associated with existing
safety aspects in operational activities hazards and risks.
to achieve safe, environmentally
responsible, reliable, profitable, and
sustainable operations.
Page 194
Pengembangan Talenta dan Budaya Keselamatan
Talent Development and Safety Culture
Implementasi SMK3 Pemenuhan Fasilitas Penyediaan Akses Informasi
OHSMS Implementation Provision of Facilities Provision of Information Access
Melaksanakan dokumentasi, Memfasilitasi karyawan, vendor, Memberikan kemudahan pada
implementasi, dan pemeliharaan kontraktor, dan pengunjung dalam karyawan, vendor, kontraktor, dan
terhadap sistem manajemen K3LH. mengakses serta menerapkan pengunjung dalam menyampaikan
Carry out the documentation, informasi terkait aspek K3LH. dan menerima informasi serta
implementation, and maintenance Facilitate employees, vendors, dalam penerapan aspek K3LH di
of the HSE and environmental contractors, and visitors in accessing perusahaan.
management system. and applying HSE and environmental Enable employees, vendors,
information. contractors, and visitors to
effectively communicate, receive
information, and implement HSE and
environmental practices within the
Company.
Perbaikan Kinerja
Performance Improvement
Menindaklanjuti peluang perbaikan atas hasil tinjauan ulang implementasi dan kinerja K3LH.
Follow up on improvement opportunities identified from the review of HSE performance.
Dalam upaya mencapai target nihil insiden, PTPI In pursuit of a zero-incident target, PTPI implements an
menerapkan SMK3 yang mencakup seluruh individu OHSMS that covers all individuals within its operational
di lingkungan operasional tanpa terkecuali. Cakupan environment without exception. This scope includes
ini meliputi 7.336 karyawan PKWTT, 546 karyawan 7,336 permanent employees, 546 contract employees,
PKWT, serta 7.695 tenaga kerja alih daya, termasuk and 7,695 outsourced workers, as well as business
mitra kerja dan pengunjung. Melalui dokumentasi dan partners and visitors. Through rigorous documentation
implementasi yang ketat, PTPI memfasilitasi seluruh and implementation, PTPI ensures that all employees
karyawan dalam mengakses informasi K3LH guna have access to HSE information to prevent work-related
mencegah cedera dan penyakit akibat kerja di setiap injuries and occupational diseases across all Company
aktivitas perusahaan. [GRI 403-1] [GRI 403-8] activities. [GRI 403-1] [GRI 403-8]
Mengingat karakteristik industri kimia yang berisiko Given the high-risk nature of the chemical industry,
tinggi, PTPI menerapkan Manajemen Keselamatan PTPI applies Process Safety Management (PSM) as a
Proses (Process Safety Management/PSM) sebagai primary mitigation framework. This approach focuses
pedoman utama mitigasi. Langkah ini difokuskan pada on controlling potential hazards such as exposure
pengendalian potensi bahaya, seperti paparan gas to toxic and flammable gases, as well as operations
beracun (toxic), gas mudah terbakar (flammable), serta involving high pressure and temperature that may
operasional dengan tekanan dan suhu tinggi yang trigger explosions or leaks. This mitigation strategy is
berisiko memicu ledakan atau kebocoran. Strategi designed to both protect physical assets and ensure
mitigasi ini tidak hanya bertujuan melindungi aset fisik, reliable, environmentally responsible and sustainable
tetapi juga menjamin terciptanya kegiatan operasional operations.
yang andal, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.
194
Laporan Keberlanjutan 2025
Page 195
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Tanggung Jawab K3 [GRI 403-1]
OHS Responsibilities
Guna memastikan efektivitas operasional, seluruh To ensure operational effectiveness, all roles and
peran dan tanggung jawab pelaksanaan SMK3 di PTPI responsibilities related to the implementation of
dipantau melalui laporan berkala kepada Direksi serta the OHSMS at PTPI are monitored through periodic
Dewan Komisaris, dengan rincian sebagai berikut: reporting to the Board of Directors and the Board of
Commissioners, as follows:
Departemen K3
Merencanakan, memonitor, dan mengevaluasi pelaksanaan program K3 dan
OHS Department
ketentuan yang harus dipenuhi dalam implementasi SMK3 di perusahaan.
Plan, monitor, and evaluate the implementation of OHS programs and compliance
requirements under the OHSMS framework within the Company.
Unit Kerja Terkait Melaksanakan rencana dari program SMK3 sesuai dengan ketentuan dan
Relevant Work Units tanggung jawab yang telah ditetapkan.
Execute OHSMS programs in accordance with established provisions and
assigned responsibilities.
Tim P2K3* Melaksanakan koordinasi perihal perencanaan, sosialisasi, pemantauan evaluasi,
Departemen K3 dan pengawasan atas implementasi SMK3 di masing-masing unit kerja.
P2K3 Team* Coordinate the planning, socialization, monitoring, evaluation, and supervision of
OHS Department OHSMS implementation across respective work units.
Catatan: | Note:
*Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja | *Occupational Health and Safety Committee
Sistem dan Prosedur K3 [GRI 403-1]
OHS Systems and Procedures
Implementasi kebijakan, strategi, serta prosedur K3 telah The implementation of OHS policies, strategies, and
disusun secara terencana dan terukur guna menjamin procedures is structured and systematically designed to
efektivitas perlindungan di seluruh lini operasional. ensure effective protection across all operational lines.
Dalam mengevaluasi kinerja, PTPI mengintegrasikan In evaluating performance, PTPI integrates leading
indikator awal (leading indicators) sebagai instrumen indicators as preventive tools and lagging indicators
preventif serta indikator akhir (lagging indicators) to measure safety outcomes on a periodic basis. As a 195
untuk mengukur capaian keselamatan secara berkala. demonstration of this commitment, PTPI implements
Sebagai wujud nyata dari komitmen tersebut, PTPI OHS systems and procedures as follows.
2025 Sustainability Report
menerapkan sistem dan prosedur K3 dengan rincian
sebagai berikut.
Page 196
Pengembangan Talenta dan Budaya Keselamatan
Talent Development and Safety Culture
Behavior-Based Safety (BBS) Life-Saving Rules (LSR)
Upaya preventif kecelakaan kerja yang berfokus pada Aturan keselamatan baku yang mengatur prosedur kerja
pengelolaan perilaku aman serta mendorong partisipasi risiko tinggi dan sanksi secara konsisten, dengan evaluasi
aktif karyawan dalam melaporkan potensi bahaya tanpa rutin setiap enam bulan untuk memastikan kepatuhan
rasa terancam. standar K3 di seluruh Anak Perusahaan.
A preventive workplace safety initiative focused on A set of standardized safety rules governing high-risk
managing safe behaviors and encouraging active work procedures and the consistent enforcement of
employee participation in reporting potential hazards sanctions, with regular evaluations every six months
without fear of retaliation. to ensure compliance with OHS standards across all
Subsidiaries.
Process Safety Management (PSM) Contractor Safety Management System (CSMS)
Sistem manajemen proaktif untuk mengendalikan bahaya Sistem manajemen komprehensif yang mengatur standar
melalui pemenuhan kompetensi karyawan, pengelolaan keselamatan kontraktor, mulai dari tahap penilaian risiko
dokumen keselamatan, serta identifikasi risiko dan dan seleksi lelang hingga evaluasi kinerja K3LH di setiap
kesiapsiagaan tanggap darurat yang sistematis. unit bisnis.
A proactive management system to control hazards A comprehensive management system that governs
through employees competency requirements, safety contractor safety standards, from risk assessment and
documentation management, and systematic risk tender selection to the evaluation of HSE performance
identification and emergency preparedness. across each business unit.
Identifikasi Bahaya, Penilaian Risiko, dan Investigasi Insiden [GRI 403-2]
Hazard Identification, Risk Assessment, and Incident Investigation
Implementasi PSM dijalankan secara efektif melalui The implementation of PSM is carried out effectively
serangkaian evaluasi periodik guna memetakan through a series of periodic evaluations to identify
area yang memerlukan penguatan aspek keamanan. areas requiring strengthened safety measures. The
Seluruh hasil evaluasi tersebut menjadi basis utama outcomes of these evaluations serve as a primary basis
PTPI dalam memitigasi risiko pada titik-titik operasional for PTPI to mitigate risks in high-risk operational areas
yang rawan guna meningkatkan standar keselamatan and continuously enhance safety standards. Hazard
secara berkelanjutan. Proses identifikasi bahaya dan identification and risk assessment are conducted
penilaian risiko dilaksanakan secara kolaboratif oleh collaboratively by competent OHS professionals,
para ahli K3 kompeten dengan melibatkan seluruh unit involving all relevant work units. In addition, PTPI
kerja terkait. Selain itu, PTPI mengintegrasikan berbagai integrates various systematic methodologies to detect
metodologi sistematis untuk mendeteksi potensi potential hazards and assess risk levels, including the
196 ancaman dan mengukur tingkat risiko, yang meliputi following procedures: [GRI 403-2] [RT-CH-320a.2]
prosedur sebagai berikut: [GRI 403-2] [RT-CH-320a.2]
Laporan Keberlanjutan 2025
Page 197
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Metode identifikasi bahaya dan risiko, penilaian risiko, dan penentuan
pengendalian risiko pada aspek operasional proses.
Hazard Operability
A method for hazard identification, risk assessment, and determination of risk
Study (HAZOP)
controls in process operations.
Teknik analisis risiko yang dilakukan untuk mengidentifikasi potensi bahaya dan
risiko pada suatu sistem dan/atau proses.
Hazard
A risk analysis technique used to identify potential hazards and risks within a
Identification
system and/or process.
(HAZID)
Dokumen yang mencantumkan daftar pekerjaan, potensi bahaya, dan langkah
pengendaliannya
Job Safety Analysis
A document outlining work activities, potential hazards, and corresponding
control measures.
Pengidentifikasian menggunakan metode lain yang dapat secara efektif
memitigasi risiko dan mencegah kecelakaan kerja.
Identification
Identification using other methods that effectively mitigate risks and prevent
workplace accidents.
Tinjauan sistematis dan independen untuk memverifikasi kesesuaian dengan
persyaratan yang ditetapkan menggunakan proses tinjauan yang terdefinisi
Process Safety
dengan baik untuk memastikan konsistensi dan memungkinkan auditor untuk
Management
mencapai kesimpulan yang dapat dipertanggungjawabkan.
(PSM) Audit
A systematic and independent review conducted to verify conformity with
established requirements using a well-defined review process to ensure
consistency and enable auditors to reach accountable conclusions.
PTPI juga memastikan keselamatan dan kesehatan PTPI also ensures employee occupational health and
kerja karyawan dengan beberapa program, seperti: safety through several programs, including:
1. Melakukan sosialisasi (safety and health campaign) 1. Conducting regular socializations (safety and
secara berkala kepada seluruh karyawan mengenai health campaigns) to reinforce the prioritization of
prioritas penerapan K3 dalam pekerjaan. OHS practices across all employees.
2. Memberikan kesempatan kepada seluruh 2. Providing channels for employees to report unsafe 197
karyawan untuk dapat melaporkan perilaku kerja actions and unsafe conditions within their work
tidak aman (unsafe action) dan kondisi tidak aman areas.
2025 Sustainability Report
(unsafe condition) pada area kerjanya.
3. Melakukan inspeksi berkala terhadap fasilitas 3. Performing periodic inspections of fire protection
proteksi kebakaran dan fasilitas K3 lainnya di systems and other OHS facilities across the
lingkungan perusahaan. Company’s operations.
Page 198
Pengembangan Talenta dan Budaya Keselamatan
Talent Development and Safety Culture
Hak Karyawan Terkait Aspek K3 | Employee Rights Related to OHS
Mendapatkan Lingkungan Kerja yang Menyampaikan Pengaduan K3
Aman dan Sehat Right to report OHS-related concerns or
Entitlement to a safe and healthy work incidents
environment
Mendapatkan Informasi tentang K3 Mendapatkan Pemeriksaan Kesehatan
Access to OHS-related information Access to health examinations
Mendapatkan Pelatihan dan Mendapatkan Kompensasi jika Terjadi
Penyuluhan K3 Kecelakaan Kerja atau Penyakit Akibat
Participation in OHS training and Kerja
awareness programs Entitlement to compensation in the
event of work-related accidents or
occupational diseases
Menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) Terlibat dalam Pengawasan K3
Use of Personal Protective Equipment Participation in OHS monitoring and
(PPE) oversight
PTPI menyediakan mekanisme bagi pekerja untuk PTPI provides ways for employees to anonymously
melaporkan potensi bahaya dan situasi berbahaya report potential hazards and unsafe conditions related
bagi Keselamatan dan Kesehatan Kerja melalui to occupational health and safety through the PTPI’s
Whistleblowing System PTPI. Semua temuan wajib Whistleblowing System. All reported findings are subject
diverifikasi dan ditindaklanjuti dengan tindakan korektif to verification and must be followed up with corrective
guna mencegah terjadinya insiden. Untuk menjamin actions to prevent incidents. To ensure whistleblower’s
keamanan pelapor, PTPI menjamin kerahasiaan protection, PTPI guarantees the confidentiality of
identitas pelapor dari sanksi disipliner, intimidasi, whistleblowers’ identities from disciplinary sanctions,
maupun diskriminasi guna membangun budaya proaktif intimidation, or discrimination, thereby fostering a
dengan keselamatan menjadi tanggung jawab bersama. proactive safety culture where safety is a shared
[GRI 403-2] responsibility. [GRI 403-2]
Pada kasus terjadinya insiden di lingkungan kerja, PTPI In the event of workplace incidents, PTPI conducts
melakukan investigasi menyeluruh yang mencakup comprehensive investigations that include reporting
mekanisme pelaporan serta pemantauan intensif sesuai mechanisms and intensive monitoring in accordance
dengan Panduan Pelaksanaan SMK3 serta elemen ke-11 with the OHSMS Implementation Guidelines and
PSM, yaitu Pembelajaran dari Kejadian (Learning from the 11th element of PSM, Learning from Events. To
198 Events). Guna menjamin efektivitas dan konsistensi ensure effectiveness and consistency, this element
dalam penerapannya, elemen ini dijalankan melalui is implemented through a structured system with
sistem yang terstruktur dengan kriteria, yaitu proses defined criteria, including a formal process for incident
Laporan Keberlanjutan 2025
yang formal dalam melakukan investigasi terhadap investigation, evaluation of incident data and findings
kecelakaan, melakukan evaluasi dari data kecelakaan to prevent recurrence, and the implementation of
beserta hasil investigasinya guna mencegah recommendations along with proper documentation of
terjadinya kecelakaan yang berulang, dan melakukan investigation outcomes.
implementasi rekomendasi dan dokumentasi hasil
investigasi.
Page 199
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Penilaian Process Safety Management (PSM)
Process Safety Management (PSM) Assessment
Safe, Environmentally, Friendly, Reliable, Portable, and Sustainable operations
Commit to Managing Risk Learning &
Process Safety Improvement
01 02 03 04 05 06 07 08 09 10 11 12
Contractor Management & Procurement
Process Safety Competence
Pre-Start Up Safety Review
Process Safety Information
Process Risk Management
Asset Integrity & Reliability
Emergency Preparedness
Management of Change
Process Safety Culture
Learning from Events
Safe Work Practice
Audit & Review
Pencegahan dan Mitigasi Dampak Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Prevention and Mitigation of Occupational Health and Safety Impacts
Sebagai produsen produk pupuk, PTPI menyadari As a fertilizer producer, PTPI recognizes the potential
adanya potensi risiko dari produk terhadap distributor risks its products may pose to distributors and farmers
maupun petani di lapangan. Oleh karena itu, PTPI in the field. Accordingly, PTPI is committed to providing
berkomitmen menyediakan panduan penggunaan guidance on the safe use of fertilizers through various
pupuk yang aman melalui berbagai kanal edukasi, educational channels, including product information
seperti lembaran keterangan produk, sosialisasi atau sheets, outreach programs and customer engagements,
temu pelanggan, serta publikasi dalam media sosial as well as publications in the Sahabat Petani social
Sahabat Petani. Guna memitigasi tantangan utama media. To mitigate key challenges, particularly process-
berupa risiko proses di area pabrik, PTPI menerapkan related risks within plant operations, PTPI implements
strategi komprehensif untuk mencegah insiden kritikal, comprehensive strategies to prevent critical incidents
seperti kebakaran, ledakan, maupun kebocoran such as fires, explosions, and hazardous gas leaks.
gas berbahaya. Serangkaian program preventif A series of preventive programs is systematically 199
juga dijalankan secara sistematis sebagai langkah carried out as a concrete effort to minimize workplace
nyata dalam meminimalkan dampak kecelakaan accident impacts and maintain operational safety on a
2025 Sustainability Report
kerja dan menjaga keselamatan operasional secara sustainable basis. [GRI 403-7]
berkelanjutan. [GRI 403-7]
Page 200
Pengembangan Talenta dan Budaya Keselamatan
Talent Development and Safety Culture
PSM Audit
Tinjauan sistematis dan independen untuk memverifikasi kesesuaian dengan
persyaratan yang ditetapkan menggunakan proses tinjauan yang terdefinisi
dengan baik untuk memastikan konsistensi dan memungkinkan auditor untuk
mencapai kesimpulan yang dapat dipertanggungjawabkan.
A systematic and independent review conducted to verify compliance with
established requirements, using a well-defined review process to ensure
consistency and enable auditors to reach defensible conclusions.
PSM Rolled-Out
Berfokus pada penguatan elemen-elemen PSM seperti standardisasi panduan
Program
teknis PSM PTPI yang dilakukan secara berkelanjutan.
Focus on strengthening PSM elements through the continuous standardization
of technical PSM guidelines across PTPI.
Safety Culture
Bertujuan untuk mengukur tingkat maturitas budaya keselamatan kerja di
Assessment
seluruh organisasi dan memperoleh gambaran objektif mengenai sejauh mana
nilai, sikap, perilaku, dan kepemimpinan terkait keselamatan telah terinternalisasi
dalam aktivitas operasional. Hasil pengukuran ini menjadi dasar dalam menyusun
strategi peningkatan yang terarah dan berkelanjutan guna memperkuat budaya
keselamatan serta meningkatkan kinerja K3 perusahaan secara konsisten.
Aimed at measuring the maturity level of the occupational safety culture across
the organization and providing an objective view of how far safety-related
values, attitudes, behaviors, and leadership have been embedded in operational
activities. The results serve as a basis for developing targeted and sustainable
improvement strategies to strengthen the safety culture and consistently
enhance the Company’s OHS performance.
Guna memperkuat sistem mitigasi terhadap kecelakaan To strengthen mitigation systems for workplace
kerja maupun situasi kritis, PTPI menetapkan dan accidents and critical situations, PTPI established and
menerapkan Emergency Response Plan (ERP) sebagai implemented an Emergency Response Plan (ERP) as
prosedur baku penanganan tanggap darurat yang a standardized procedure for emergency response,
terintegrasi ke dalam langkah-langkah keselamatan integrated into the following occupational safety
kerja berikut. measures.
1. Safety Induction 2. Training Safety 3. Safety Moment 4. Safety Briefing
Awareness
Memberikan safety Menyelenggarakan training Menyampaikan safety Memasukkan aspek
induction kepada karyawan, safety awareness untuk moment pada setiap keselamatan dalam setiap
200 kontraktor, dan pengunjung meningkatkan pemahaman kegiatan P2K3 atau briefing sebelum memulai
sebelum memulai aktivitas, tentang keselamatan kegiatan lain di perusahaan aktivitas operasional di
baik yang berisiko rendah di kalangan karyawan, untuk selalu mengingatkan pabrik.
maupun tinggi. kontraktor, dan pengunjung. pentingnya keselamatan. Integrate safety aspects
Laporan Keberlanjutan 2025
Provide safety induction for Conduct safety awareness Deliver safety moments at into every pre-operational
employees, contractors, and training to enhance every P2K3 meeting and briefing before commencing
visitors prior to commencing understanding of safety other Company activities to activities at the plant.
any activities, whether low- among employees, reinforce the importance of
risk or high-risk. contractors, and visitors. safety.
Page 201
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Peningkatan Kualitas dan Layanan Kesehatan Kerja [GRI 403-6]
Enhancement of Occupational Health Quality and Services
Kesejahteraan karyawan diyakini sebagai faktor Employee well-being is recognized as a key driver
kunci bagi kesuksesan dan keberlanjutan PTPI dalam of PTPI’s long-term success and sustainability. As
jangka panjang. Sebagai perwujudan komitmen part of its commitment to improving employee health
dalam meningkatkan taraf kesehatan karyawan, PTPI standards, PTPI provides adequate medical facilities
menyediakan fasilitas medis yang mumpuni melalui through the operation of general clinics equipped
pengoperasian klinik umum dengan dukungan with essential medical equipment for all employees.
peralatan medis esensial yang lengkap untuk semua To ensure high-quality service delivery, these facilities
karyawan. Dalam menjamin pelayanan yang prima, are fully managed by certified healthcare professionals,
fasilitas ini dikelola sepenuhnya oleh tenaga kesehatan ensuring that employees’ medical needs are addressed
profesional bersertifikat yang siap memastikan setiap effectively and comprehensively. [GRI 403-3]
kebutuhan medis karyawan terpenuhi secara optimal.
[GRI 403-3]
PTPI menjalin kemitraan strategis dengan rumah sakit PTPI establishes strategic partnerships with nearby
terdekat dan menyediakan armada ambulans siaga hospitals and provides standby ambulance services
untuk menjamin layanan medis yang responsif dalam to ensure responsive medical care in emergency
kondisi darurat. Upaya preventif terhadap Penyakit situations. Preventive measures against occupational
Akibat Kerja (PAK) juga diimplementasikan melalui diseases are also implemented through periodic health
pemeriksaan kesehatan berkala yang disesuaikan examinations tailored to job risk profiles. [GRI 403-6]
dengan profil risiko jabatan. [GRI 403-6]
Adapun akses pelayanan kesehatan komprehensif Comprehensive healthcare access for employees
bagi karyawan beserta keluarga yang menjadi and their dependents includes:
tanggungannya mencakup:
• Asuransi kesehatan untuk kondisi gawat darurat, • Health insurance coverage for emergency care,
rawat inap, serta rawat jalan; inpatient, and outpatient services;
• Pemberian vaksinasi dan imunisasi; • Provision of vaccination and immunization programs;
• Kepesertaan BPJS Kesehatan sesuai ketentuan • Participation in BPJS Kesehatan in accordance with
regulasi pemerintah; dan government regulations; and
• Program Medical Check Up (MCU) rutin bagi seluruh • Routine Medical Check-Up (MCU) programs for all
karyawan. employees.
Dalam meningkatkan kesejahteraan karyawan, PTPI To enhance employee well-being, PTPI provides
memfasilitasi sarana fisik mencakup toilet higienis, essential facilities across all operational locations,
tempat ibadah, ruang laktasi, serta area parkir yang including hygienic restrooms, places of worship,
memadai di seluruh lokasi operasi. Keamanan fasilitas lactation rooms, and adequate parking spaces.
diperkuat dengan sistem proteksi aktif, seperti alat Facility safety is reinforced through active protection
deteksi asap (smoke detector) dan sistem pemadam systems, such as smoke detectors and integrated
kebakaran terintegrasi yang memastikan setiap individu fire suppression systems, ensuring that all individuals
dapat bekerja secara produktif di lingkungan yang can work productively in a clean, healthy, and safe
bersih, sehat, dan terlindungi dari kejadian berbahaya. environment. [OJK F.21]
[OJK F.21] 201
2025 Sustainability Report
Page 202
Pengembangan Talenta dan Budaya Keselamatan
Talent Development and Safety Culture
Peningkatan kualitas kesehatan jasmani dan mental Efforts to improve employee physical and mental health
karyawan dilakukan melalui program sosialisasi are carried out through regular awareness programs as
rutin serta inisiatif VIRAL (Virtual Running, Walking well as the VIRAL (Virtual Running, Walking, and Cycling)
and Cycling) yang didukung promosi kesehatan initiative, supported by health promotions through print
melalui media cetak maupun digital. Di sisi lain, PTPI and digital media. At the same time, PTPI is committed to
berkomitmen menjaga privasi karyawan dengan safeguarding employee privacy by implementing strict
menerapkan kebijakan perlindungan data kesehatan health data protection policies to ensure confidentiality
yang ketat guna menjamin kerahasiaan dan mencegah and prevent misuse of medical information. [GRI 403-3]
penyalahgunaan informasi medis. [GRI 403-3]
Partisipasi, Konsultasi, dan Komunikasi Pekerja tentang Keselamatan
dan Kesehatan Kerja [GRI 403-4]
Worker Participation, Consultation, and Communication on Occupational Health and Safety
Pembentukan Panitia Pembina Keselamatan dan The establishment of the Occupational Health and
Kesehatan Kerja (P2K3) di lingkungan PTPI dilakukan Safety Committee (P2K3) within PTPI serves to provide
untuk memberikan saran, pertimbangan, serta recommendations, considerations, and to communicate
mengkomunikasikan urgensi aspek K3 kepada the importance of OHS aspects to all employees, in
seluruh karyawan sesuai amanat Permenaker No. 13 accordance with Minister of Manpower Regulation
Tahun 2025. Susunan kepengurusannya melibatkan No. 13 of 2025. Its composition reflects collaboration
kolaborasi antara manajemen dan pekerja. Posisi between management and employees, with the
Sekretaris dijabat oleh Ahli K3 Umum di PTPI, Secretary role held by a certified General OHS Expert
didampingi oleh anggota yang merupakan perwakilan at PTPI, supported by members who serve as official
resmi dari karyawan. representatives of employees.
Sepanjang tahun 2025, PTPI telah memfasilitasi Throughout 2025, PTPI facilitated 61 P2K3 meetings,
61 rapat P2K3 yang menjadi wadah partisipasi providing a platform for active employee participation
aktif karyawan dalam pelaksanaan serta evaluasi in the implementation and evaluation of occupational
kebijakan keselamatan kerja dapat didorong secara safety policies in a more systematic manner, including
lebih sistematis, termasuk dalam penyebarluasan the dissemination of risk mitigation information.
informasi terkait mitigasi risiko. Pengawasan terhadap Oversight of the consistent application of OHS
konsistensi penerapan standar K3 dilakukan melalui standards is carried out through quarterly coordination
penyelenggaraan rapat koordinasi setiap tiga bulan meetings. This forum, led by the Chair of P2K3, serves
sekali. Forum triwulanan yang dipimpin oleh Ketua as a strategic platform for management and employee
P2K3 ini menjadi wadah strategis bagi manajemen dan representatives to comprehensively review the
perwakilan pekerja untuk meninjau efektivitas sistem effectiveness of the safety system. [GRI 403-4]
keselamatan secara menyeluruh. [GRI 403-4]
202
Laporan Keberlanjutan 2025
Page 203
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Pelatihan K3 [GRI 403-5]
OHS Training
Penyelenggaraan pelatihan K3 secara berkala The regular implementation of OHS training reflects
merupakan perwujudan komitmen PTPI dalam PTPI’s commitment to creating a safe and healthy work
mewujudkan lingkungan kerja yang aman dan sehat bagi environment for all employees. Through this program,
seluruh karyawan. Melalui program ini, PTPI memastikan PTPI ensures employee safety while strengthening their
keselamatan karyawan terjaga sekaligus memperkuat understanding, awareness, and technical competencies
pemahaman, kesadaran, serta keterampilan teknis in applying safe work procedures. [GRI 403-5]
mereka dalam mengimplementasikan prosedur kerja
yang selamat. [GRI 403-5]
Sepanjang tahun 2025, PTPI telah melakukan pelatihan terhadap
Throughout 2025, PTPI conducted OHS training for
10.329
karyawan dari seluruh Anak Perusahaan.
employees across all Subsidiaries.
Pelatihan/Sertifikasi K3 | OHS Training/Certification
Pelatihan dan Sertifikasi Teknisi Confined Space Sertifikasi Confined Space Technician Ministry of Manpower of Indonesia
Kemnaker RI Training and Certification
Pelatihan Basic Safety Training Basic Safety Training
Pelatihan Teknisi K3 Listrik Sertifikasi Kemnaker RI Electrical OHS Technician Training Ministry of Manpower of
Indonesia Certification
Pelatihan Ahli K3 Umum Sertifikasi BNSP General OHS Expert BNSP Certification
Sertifikasi Functional Safety Engineer untuk Kebutuhan Functional Safety Engineer Certification for Safety Integrity
Evaluasi Safety Integrity Level (SIL) Level (SIL) Evaluation
Operator Development Program (ODP) Basic Level Batch 4 Operator Development Program (ODP) Basic Level Batch 4 –
Fase 1 Phase 1
Pelatihan Confined Space Inert Entry Confined Space Inert Entry Training
Pelatihan dan Sertifikasi Operator Mobile Crane Sertifikasi Mobile Crane Operator Ministry of Manpower of Indonesia
Kemnaker RI Training and Certification
Pelatihan dan Sertifikasi Pekerja Selam Kelas 1 Kemnaker RI Class 1 Commercial Diver Ministry of Manpower of Indonesia
Training and Certification
Pelatihan dan Sertifikasi Operator Forklift Sertifikasi Kemnaker Forklift Operator Ministry of Manpower of Indonesia Training
RI and Certification
Pelatihan APAR, Fire Fighting dan Rescue Fire Extinguisher (APAR), Firefighting, and Rescue Training
Pelatihan dan Sertifikasi Ahli K3 Umum Sertifikasi Kemnaker RI General OHS Expert Ministry of Manpower of Indonesia
Training and Certification
Process Safety Boot Camp by CCPS Process Safety Boot Camp by CCPS
Pelatihan dan Sertifikasi Operator Boiller Kelas 1 Kemnaker RI Class 1 Boiler Operator Ministry of Manpower of Indonesia
Training and Certification 203
Pelatihan dan Sertifikasi Tenaga Kerja Pada Ketinggian Tingkat Working at Height Level 1 Ministry of Manpower of Indonesia
1 Kemnaker RI Batch 1 Training and Certification – Batch 1
2025 Sustainability Report
Pelatihan dan Sertifikasi Rigger Kemnaker RI Rigger Ministry of Manpower of Indonesia Training and
Certification
Pelatihan dan Sertifikasi Operator Stacker Reclaimer Stacker Reclaimer Operator Training and Certification
Pelatihan dan Sertifikasi Ahli K3 Pemadam Kebakaran (Damkar Fire Safety OHS Expert (Damkar A) Ministry of Manpower of
A) Kemnaker RI Indonesia Training and Certification
Page 204
Pengembangan Talenta dan Budaya Keselamatan
Talent Development and Safety Culture
Pelatihan/Sertifikasi K3 | OHS Training/Certification
Pelatihan Petugas Safety Representative Safety Representative Training
Pelatihan Intermediate Safety Training P3K Intermediate First Aid (P3K) Safety Training
Pelatihan Awareness Safe Working Practice Pabrik 7 NPK Safe Working Practice Awareness Training – NPK Plant 7
Pelatihan dan Sertifikasi Teknisi Pesawat Tenaga Produksi Production Equipment Technician (PTP) Ministry of Manpower
(PTP) Kemnaker RI of Indonesia Training and Certification
Training Process Safety Management (PSM) Process Safety Management (PSM) Training
Onboarding Pelatihan K3 Rekrutmen Bersama BUMN (RBB) OHS Onboarding Training for Joint BUMN Recruitment (RBB)
Operator Tahun 2025 Operators 2025
Pelatihan dan Sertifikasi Petugas K3 Kimia Sertifikasi Chemical OHS Officer Ministry of Manpower of Indonesia
Kemnaker RI Training and Certification
Emergency Drill Emergency Drill
Training Basic Life Support & Fire Fighting Basic Life Support & Firefighting Training
Kontraktor dan Keamanan Kerja
Contractors and Workplace Safety
PTPI berkomitmen untuk memastikan keselamatan PTPI is committed to ensuring occupational health and
dan kesehatan kerja bagi seluruh pekerja, termasuk safety for all workers, including contractor personnel,
karyawan kontraktor, diwujudkan melalui penerapan through the implementation of the Contractor Safety
Contractor Safety Management System (CSMS) sebagai Management System (CSMS) as a key instrument
instrumen utama PTPI dalam menjamin keselamatan to uphold safety across its operational areas. This
dan kesehatan di lingkungan operasional. Standar standard is also integrated into the 9th element of PSM,
ini juga terintegrasi dalam elemen ke-9 PSM guna ensuring that all third parties comply with stringent
memastikan setiap pihak ketiga mematuhi protokol safety protocols in line with applicable regulations. As a
keselamatan yang ketat sesuai regulasi yang berlaku. preventive measure, the selection of business partners
Sebagai langkah preventif, proses seleksi mitra kerja is conducted rigorously through the CSMS framework,
dilakukan secara selektif melalui sistem CSMS yang which establishes the following essential criteria:[GRI 403-
menetapkan sejumlah kriteria esensial sebagai berikut: 5]
[GRI 403-5]
01 Menetapkan persyaratan prakualifikasi K3 untuk kandidat kontraktor dan untuk pemilihan kontraktor.
Establish OHS pre-qualification requirements for contractor candidates and contractor selection
processes.
02 Menetapkan sistem dan proses untuk memastikan bahwa kontraktor mematuhi standar perusahaan,
persyaratan peraturan, dan standar industri. Spesifikasi teknis dan informasi K3LH lain yang relevan
harus ditinjau sebelum keputusan untuk melakukan pengadaan/menetapkan kontrak.
Establish systems and processes to ensure contractor compliance with Company standards,
regulatory requirements, and industry standards. Relevant technical specifications and HSE
information must be reviewed prior to procurement decisions or contract awards.
03 Menetapkan sistem dan proses untuk melindungi informasi milik perusahaan melalui perjanjian
204 kerahasiaan.
Establish systems and processes to protect Company proprietary information through confidentiality
agreements.
Laporan Keberlanjutan 2025
04 Memberikan pedoman untuk identifikasi jenis kontrak-jasa yang dikenakan program Manajemen
Kontraktor.
Provide guidelines for identifying types of service contracts subject to the Contractor Management
program.
Page 205
PT Pupuk Indonesia (Persero)
05 Menetapkan persyaratan untuk memberikan orientasi dan persyaratan pelatihan untuk karyawan
kontraktor sebagaimana diperlukan.
Establish requirements for orientation and training of contractor employees, as necessary.
06 Menetapkan persyaratan tentang dilakukannya koordinasi antara perusahaan dan kontraktor
mengenai prosedur keamanan dan prosedur tanggap darurat fasilitas/unit kerja terkait.
Establish requirements for coordination between the Company and contractors regarding safety
procedures and emergency response procedures within the relevant facilities or work units.
07 Menetapkan proses untuk memastikan bahwa subkontraktor mengikuti tingkat praktik kerja aman
yang sama dengan kontraktor utamanya.
Establish processes to ensure that subcontractors adhere to the same level of safe work practices
as the main contractors.
08 Menetapkan proses untuk memonitor dan mengevaluasi kondisi aktual terkait kinerja, kemampuan,
dan kualifikasi keselamatan kontraktor.
Establish processes to monitor and evaluate contractor performance, capability, and safety
qualifications.
09 Menetapkan persyaratan, sistem dan standar terkait kinerja keselamatan kontraktor dan program
keselamatan. Sistem juga harus memastikan bahwa peralatan, bahan kimia/ berbahaya lainnya, atau
layanan harus mematuhi hukum dan peraturan yang berlaku.
Establish requirements, systems, and standards related to contractor safety performance and safety
programs, ensuring that equipment, chemicals/hazardous materials, and services comply with
applicable laws and regulations.
Kecelakaan dan Penyakit Akibat Kerja [GRI 403-9, 403-10]
Occupational Accidents and Diseases
Komitmen PTPI dalam menciptakan lingkungan kerja PTPI’s commitment to creating a safe and healthy
yang aman dan sehat bagi seluruh karyawan secara work environment for all employees is consistently
konsisten diwujudkan melalui pendataan kecelakaan demonstrated through the periodic recording and
kerja yang dilakukan secara berkala. monitoring of workplace accidents.
Sepanjang tahun 2025, PTPI mencatat [GRI 403-10]
Throughout 2025, PTPI recorded: [GRI 403-10]
0 48.229.448 jam | hours
laporan kasus penyakit akibat kerja (PAK) jam kerja aman
reported cases of occupational diseases hours of safe working hours
Ketiadaan kasus PAK menggambarkan efektivitas The absence of occupational disease cases reflects the
strategi PTPI dalam menjaga standar keselamatan dan effectiveness of PTPI’s strategies in maintaining health
kesehatan di seluruh lini operasional. and safety standards across all operational lines.
Sepanjang tahun pelaporan, terdapat Fatal Accident Throughout the reporting year, PTPI recorded a Fatal 205
Rate (FAR) sebesar 1,97, Total Recordable Injury Rate Accident Rate (FAR) of 1.97, a Total Recordable Injury
(TRIR) sebesar 0,26, dan 0 insiden transportasi. [GRI 403-9] Rate (TRIR) of 0.26, and zero transportation incidents.
2025 Sustainability Report
[RT-CH-320a.1] [RT-CH-540a.1] [GRI 403-9] [RT-CH-320a.1] [RT-CH-540a.1]
Page 206
Pengembangan Talenta dan Budaya Keselamatan
Talent Development and Safety Culture
Jenis Kecelakaan Kerja Utama
Keterangan Langkah Perbaikan
Type of Major Occupational
Description Corrective Actions
Accident
Karyawan 1. Fatality 1. Pelatihan/sertifikasi kompetensi pekerja.
(23.955.541 jam kerja) 2. First Aid 2. Sosialisasi Safety Awareness.
Employees (23,955,541 3. Medical Treatment Injury (MTI) 3. Program peningkatan Safety Culture.
working hours) 4. Sosialisasi Life Saving Rules.
5. Penguatan Permit to Work (PTW) terutama hot work, line
opening, dan confined space entry.
6. Peningkatan engineering control (handrail, guard, proteksi
panel listrik).
7. Peningkatan program housekeeping dan pengamanan area
kerja.
8. Peningkatan pelatihan hazard awareness dan penggunaan
APD bagi pekerja.
1. Training and certification of worker competencies.
2. Safety awareness campaigns.
3. Safety culture enhancement programs.
4. Life Saving Rules awareness programs.
5. Strengthening of Permit to Work (PTW), particularly for hot
work, line opening, and confined space entry.
6. Enhancement of engineering controls (handrails, guards,
electrical panel protection).
7. Improvement of housekeeping programs and work area
safety controls.
8. Enhancement of hazard awareness training and the use of
PPE.
Kontraktor 1. Medical Treatment Injury (MTI) 1. Penguatan Contractor Safety Management System (CSMS)
(26.925.631 jam kerja) 2. First Aid termasuk pre-qualification kontraktor.
Contractors 2. Penerapan mandatory toolbox meeting dan Job Safety
(26,925,631 working Analysis (JSA) sebelum pekerjaan.
hours) 3. Inspeksi alat kerja dan rigging equipment sebelum
digunakan (chainblock, sling, grinder, hose, palu).
4. Penguatan supervisi pekerjaan risiko tinggi: lifting, hot work,
confined space entry.
5. Implementasi dropped object prevention program pada
pekerjaan di ketinggian.
6. Verifikasi fit test respirator dan breathing apparatus
sebelum confined space entry.
7. Penegakan standar APD dan prosedur kerja aman untuk
seluruh kontraktor.
8. Peningkatan pelatihan K3 khusus kontraktor terkait hazard
proses di pabrik pupuk/petrokimia.
1. Strengthening of the Contractor Safety Management System
(CSMS), including contractor pre-qualification.
2. Implementation of mandatory toolbox meetings and Job
Safety Analysis (JSA) prior to work execution.
3. Inspection of work equipment and rigging tools before use
(chain blocks, slings, grinders, hoses, hammers).
4. Enhanced supervision of high-risk activities: lifting, hot work,
and confined space entry.
206 5. Implementation of a dropped object prevention program for
work at height.
6. Verification of respirator fit tests and breathing apparatus
Laporan Keberlanjutan 2025
prior to confined space entry.
7. Enforcement of PPE standards and safe work procedures for
all contractors.
8. Enhancement of OHS training for contractors, particularly on
process hazards in fertilizer/petrochemical plants.
Page 207
PT Pupuk Indonesia (Persero)
207
2025 Sustainability Report
Page 208
Peran Aktif dalam Pemberdayaan Masyarakat Active Role in Community Empowerment
Page 209
Page 210
Peran Aktif dalam Pemberdayaan Masyarakat
Active Role in Community Empowerment
Transformasi Tanggung Jawab Sosial dan
Lingkungan (TJSL) kini berlandaskan pada
semangat kolaborasi alih-alih sekadar
kontribusi. TJSL tidak lagi hanya memberi,
tetapi juga bergerak aktif tumbuh bersama
komunitas sebagai mitra strategis guna
menciptakan nilai bersama (creating
shared value) yang berkelanjutan.
The transformation of Corporate Social Responsibility (CSR) is now driven by a spirit of
collaboration, rather than mere contribution. CSR no longer focuses solely on giving,
but takes an active role in working alongside communities as strategic partners,
creating shared value in a sustainable manner.
210
Laporan Keberlanjutan 2025
Page 211
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Kebijakan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan
Corporate Social Responsibility Policy
Implementasi program Tanggung Jawab Sosial dan The Company’s Corporate Social Responsibility (CSR)
Lingkungan (TJSL) PTPI dijalankan berorientasi pada programs are implemented with a focus on community
aspirasi masyarakat serta penyelarasan terhadap target aspirations and alignment with the Sustainable
Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals (SDGs). PTPI ensures that all
Development Goals/SDGs). PTPI memastikan seluruh social initiatives are carried out in an accountable and
inisiatif sosial terlaksana akuntabel dan transparan transparent manner, delivering meaningful contributions
sehingga menghasilkan kontribusi positif yang signifikan to community empowerment and the sustainable
bagi pemberdayaan komunitas serta pelestarian preservation of ecosystems. [GRI 3-3]
ekosistem secara berkelanjutan. [GRI 3-3]
Dalam praktik program TJSL, PTPI menyelaraskan In implementing its CSR programs, PTPI aligns its
langkahnya dengan berbagai ketentuan regulasi serta initiatives with applicable regulatory requirements and
standar praktik terbaik yang berlaku, meliputi: [GRI 3-3] established best practice standards, including: [GRI 3-3]
• UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (PT) dan perubahannya;
• UU No. 16 Tahun 2025 tentang Perubahan Keempat Atas Undang-Undang Nomor 19
Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara; dan
Undang- • PP No. 47 Tahun 2012 tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perseroan
Undang Terbatas.
Laws • Law No. 40 of 2007 on Limited Liability Companies (PT) and its amandments;
• Law No. 16 of 2025 on the Fourth Amendment to Law No. 19 of 2003 on State-Owned
Enterprises; and
• Government Regulation No. 47 of 2012 on Corporate Social and Environmental
Responsibility of Limited Liability Companies.
• Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara No.PER-1/MBU/03/2023 Tanggal 3 Maret
2023 tentang Penugasan Khusus dan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan
Badan Usaha Milik Negara;
Peraturan Menteri BUMN • Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara No. PER 2/MBU/03/2023 Tanggal 3 Maret
Ministry of SOEs Regulations 2023 tentang Pedoman Tata Kelola dan Kegiatan Korporasi Signifikan Badan Usaha Milik
Negara;
• Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No. SK 277/MBU/10/2023 Tanggal
4 Oktober 2023 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyelesaian Piutang dan/atau
Pembiayaan Syariah Bermasalah pada Program Pendanaan Usaha Mikro dan Usaha Kecil
di Badan Usaha Milik Negara;
• Surat Menteri BUMN No. S-721/MBU/11/2022 Tanggal 10 November 2022 tentang Kerja
Sama Program Pendanaan Usaha Mikro dan Usaha Kecil (“Kerja Sama Program PUMK”);
dan
• Surat Edaran Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara Nomor 1 Tahun 2026
tentang Pedoman Akuntansi Program Pendanaan Usaha Mikro dan Kecil Badan Usaha
Milik Negara.
• Minister of SOEs Regulation No. PER-1/MBU/03/2023 dated March 3, 2023, on Special
Assignments and Corporate Social and Environmental Responsibility Programs of State-
Owned Enterprises;
• Minister of SOEs Regulation No. PER-2/MBU/03/2023 dated March 3, 2023, on Governance
Guidelines and Significant Corporate Activities of State-Owned Enterprises; 211
• Decree of the Minister of SOEs No. SK-277/MBU/10/2023 dated October 4, 2023, on
Implementation Guidelines for the Settlement of Non-Performing Receivables and/or
Sharia Financing under the Micro and Small Business Funding Program in State-Owned
2025 Sustainability Report
Enterprises;
• Letter of the Minister of SOEs No. S-721/MBU/11/2022 dated November 10, 2022, on
the Cooperation Program for Micro and Small Business Funding (“PUMK Cooperation
Program”); and
• Circular Letter of the Head of the SOE Regulatory Agency No. 1 of 2026 on Accounting
Guidelines for the Micro and Small Business Funding Program of State-Owned Enterprises.
Page 212
Peran Aktif dalam Pemberdayaan Masyarakat
Active Role in Community Empowerment
• Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 51/POJK.03/2017 tentang Penerapan Keuangan
Berkelanjutan bagi Lembaga Jasa Keuangan, Emiten, dan Perusahaan Publik;
• Surat Edaran OJK Nomor 16/SEOJK.04/2021 mengatur tentang Bentuk dan Isi Laporan
Otoritas Jasa Keuangan Tahunan Emiten atau Perusahaan Publik; dan
Financial Services Authority • Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan No. 21/SEOJK.03/2024 tentang Panduan Akuntansi
Perbankan bagi Bank Perekonomian Rakyat.
• Financial Services Authority Regulation No. 51/POJK.03/2017 on the Implementation of
Sustainable Finance for Financial Services Institutions, Issuers, and Public Companies;
• Financial Services Authority Circular Letter No. 16/SEOJK.04/2021 concerning the Form
and Content of Annual Reports of Issuers or Public Companies; and
• Financial Services Authority Circular Letter No. 21/SEOJK.03/2024 on Banking Accounting
Guidelines for Rural Banks.
Kode etik dan regulasi internal terkait masyarakat dan lingkungan.
Code of conduct and internal regulations related to community and environmental matters
Regulasi Internal
Internal Regulations
Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) atau Sustainable Development Goals (SDGs)
Tujuan Pembangunan
Sustainable Development Goals (SDGs)
berkelanjutan
Sustainable Development
Goals
Tujuan Strategis TJSL
CSR Strategic Objectives
Operasionalisasi TJSL PTPI berpedoman pada PTPI’s CSR operations are guided by the Triple Bottom
prinsip Triple Bottom Line (people, planet, profit) Line (people, planet, profit) to align economic growth
guna menyelaraskan pertumbuhan ekonomi dengan with social well-being and environmental sustainability.
kesejahteraan sosial dan kelestarian ekosistem. This commitment to delivering added value for all
Komitmen untuk memberikan nilai tambah bagi stakeholders, including employees, customers, local
seluruh pemangku kepentingan, termasuk karyawan, communities, and other relevant parties, is realized
pelanggan, masyarakat sekitar, serta pihak-pihak terkait through four strategic pillars.
yang diwujudkan melalui empat pilar strategis.
212
Laporan Keberlanjutan 2025
Page 213
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Lingkungan Kesejahteraan Masyarakat Ekonomi
Environment Well-being Community Economy
PTPI berkomitmen PTPI berusaha PTPI berusaha PTPI berfokus mencapai
mengurangi dampak menciptakan meningkatkan pertumbuhan ekonomi
negatif dari operasi kemakmuran bersama kesejahteraan dan keberlanjutan bisnis
perusahaan terhadap melalui kolaborasi antara masyarakat, memastikan jangka panjang yang tidak
lingkungan, di antaranya perusahaan, pemerintah, praktik bisnis yang adil, hanya menguntungkan
dengan mengelola limbah, dan masyarakat (sejalan dan memberikan dampak pemegang saham, tetapi
menggunakan energi dengan SDGs) serta positif bagi karyawan juga memberikan nilai
baru terbarukan, dan memastikan keberlanjutan serta komunitas lokal tambah bagi pemangku
melakukan pelestarian bisnis pada masa depan. melalui pendidikan, kepentingan.
alam. PTPI strives to create kesehatan, dan PTPI focuses on achieving
PTPI is committed to shared prosperity through pemberdayaan. sustainable economic
reducing the negative collaboration among the PTPI strives to enhance growth and long-term
environmental impacts Company, government, community well-being, business resilience,
of its operations, and communities, (in uphold fair business delivering value not only
including through waste alignment with the SDGs), practices, and deliver to shareholders but also
management, the use while ensuring long-term positive impact to creating added value for
of renewable energy, business sustainability. employees and local all stakeholders.
and environmental communities through
conservation initiatives. education, health, and
empowerment initiatives.
Berbagai upaya selalu dilakukan untuk merealisasikan PTPI continuously strives to realize its commitments,
komitmen PTPI, di antaranya dengan mewujudkan including delivering broad and sustainable positive
dampak positif yang luas serta berkelanjutan bagi impacts on communities, the environment, and the
masyarakat, lingkungan, dan sektor perekonomian economy as a whole.
secara menyeluruh.
213
2025 Sustainability Report
Page 214
Peran Aktif dalam Pemberdayaan Masyarakat
Active Role in Community Empowerment
Perencanaan Program TJSL
CSR Program Planning
Penyusunan program TJSL PTPI dilakukan melalui The development of PTPI’s CSR programs is carried
pendekatan sistematis dan terencana yang mencakup out through a systematic and structured approach,
rangkaian tahapan berikut: [RT-CH-210a.1] encompassing the following stages: [RT-CH-210a.1]
Pemetaan Sosial Analisis Data Perancangan Konsultasi dan
Social Mapping Data Analysis Program TJSL Keterlibatan Masyarakat
CSR Program Community Consultation
Melakukan pemetaan Mengolah dan Design and Engagement
kebutuhan, harapan, menganalisis data untuk
dan tantangan menemukan pola, tren, Merancang program Melibatkan masyarakat
masyarakat melalui serta isu utama yang dengan tujuan yang dalam proses
survei, wawancara, dihadapi masyarakat jelas, kegiatan yang perencanaan melalui
serta diskusi kelompok sehingga dapat terstruktur, alokasi forum konsultasi terbuka
terpumpun (DKT) untuk menentukan prioritas dan anggaran yang dan mekanisme umpan
mengidentifikasi area peluang yang berdampak tepat, serta sistem balik yang transparan
prioritas program. positif. pengukuran dampak agar program sesuai
Conducting Processing and yang mendukung dengan kebutuhan lokal.
assessments of analyzing data to keberlanjutan. Engaging communities
community needs, identify patterns, trends, Designing programs in the planning
expectations, and and key community with clear objectives, process through open
challenges through issues, enabling the structured activities, consultation forums and
surveys, interviews, determination of priorities appropriate budget transparent feedback
and focus group and opportunities that allocation, and mechanisms to ensure
discussions (FGDs) generate positive impact. impact measurement alignment with local
to identify priority systems that support needs.
program areas. sustainability.
Implementasi Program Evaluasi dan Penyempurnaan Program Pelaporan
Program Implementation Program Evaluation and Enhancement Reporting
Melaksanakan Melakukan evaluasi berkala untuk mengukur dampak, Pelaporan kegiatan
program sesuai menyesuaikan program dengan dinamika sosial, serta TJSL dilakukan secara
rencana dengan menyempurnakan pelaksanaan agar lebih relevan rutin kepada pemangku
prinsip partisipatif, dan efektif. kepentingan, baik
kolaboratif, dan Conducting periodic evaluations to measure impact, internal maupun
berorientasi pada hasil adjust programs to social dynamics, and enhance eksternal. Pelaporan
nyata. implementation to ensure continued relevance and ini mencakup laporan
Implementing effectiveness. internal bulanan, laporan
programs in tahunan, dan laporan
accordance with keberlanjutan.
214 a plan, guided CSR activities are
by participatory reported regularly
and collaborative to both internal and
principles, with a focus external stakeholders.
Laporan Keberlanjutan 2025
on delivering tangible This reporting includes
results. monthly internal reports,
annual reports, and
sustainability reports.
Page 215
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Seluruh program TJSL telah sepenuhnya (100%) All PTPI CSR programs (100%) are developed based on
disusun berdasarkan hasil pemetaan sosial untuk social mapping outcomes to address the fundamental
menjawab kebutuhan mendasar komunitas lokal. needs of local communities. Through this strategic
Melalui pendekatan strategis ini, PTPI mampu menjamin approach, PTPI ensures precise targeting while
ketepatan sasaran sekaligus memitigasi potensi mitigating potential negative impacts that may arise
dampak negatif yang mungkin muncul dari setiap from each social program implemented. [GRI 413-1, 413-2]
inisiatif sosial yang dijalankan. [GRI 413-1, 413-2]
Kompartemen TJSL Lokasi Kegiatan TJSL
CSR Compartment Location of CSR Activities
PT Pupuk Indonesia (Persero) Kemanggisan, Jakarta Barat, DKI Jakarta | Kemanggisan, West Jakarta, DKI Jakarta
PT Petrokimia Gresik Gresik, Jawa Timur | Gresik, East Java
PT Pupuk Kujang Cikampek, Karawang, Jawa Barat | Cikampek, Karawang, West Java
PT Pupuk Kalimantan Timur Bontang, Kalimantan Timur | Bontang, East Kalimantan
PT Pupuk Iskandar Muda Lhokseumawe, Aceh Utara | Lhokseumawe, North Aceh
PT Pupuk Sriwidjaja Palembang Palembang, Sumatera Selatan | Palembang, South Sumatra
Kalibata Timur, Jakarta Selatan, DKI Jakarta | Kalibata Timur, South Jakarta, DKI
PT Rekayasa Industri
Jakarta
PTPI berkomitmen memperluas cakupan pelibatan The Company is committed to expanding the scope
pemangku kepentingan (stakeholder engagement) of stakeholder engagement to cover the entire value
pada masa depan hingga mencakup seluruh rantai chain and strategic operational points. This approach
pasok dan titik operasional yang strategis. Implementasi is reinforced through the provision of transparent
kebijakan ini diperkuat melalui penyediaan saluran and accessible two-way communication channels,
komunikasi dua arah yang transparan dan mudah enabling local communities to convey aspirations and
diakses oleh komunitas lokal guna menampung aspirasi support real-time impact mitigation. PTPI provides
serta mitigasi dampak secara langsung (real-time). PTPI grievance channels for communities to report concerns, 215
menyediakan saluran pengaduan bagi masyarakat submit complaints, and provide feedback related to
untuk melaporkan, menyampaikan keluhan, maupun the Company’s operations and CSR programs. To
2025 Sustainability Report
memberikan umpan balik terkait operasi Perusahaan ensure transparency and accountability, this reporting
dan pelaksanaan program TJSL. Guna menjamin mechanism is managed through a whistleblowing
transparansi dan akuntabilitas, maka sistem pelaporan system (WBS). Detailed reporting procedures are
ini dijalankan melalui whistleblowing system (WBS). presented in the Sustainability Governance chapter. [OJK
Rincian prosedur pelaporan dapat dilihat pada Bab Tata F.24] [GRI 413-1, 413-2]
Kelola Berkelanjutan. [OJK F.24] [GRI 413-1, 413-2]
Page 216
Peran Aktif dalam Pemberdayaan Masyarakat
Active Role in Community Empowerment
Selain itu, guna memastikan keterlibatan yang inklusif, In addition, to ensure inclusive engagement, the
Perusahaan melaksanakan program pengembangan Company implements capacity-building programs for
kapasitas bagi masyarakat setempat agar mereka local communities to enhance their understanding and
memiliki pemahaman dan kemampuan teknis dalam technical capabilities in engaging formally with the
berinteraksi secara formal dengan sistem perusahaan. Company’s systems. Through the standardization of
Dengan adanya standarisasi program pelibatan di engagement programs across all operational locations,
seluruh lokasi operasional, Perusahaan menjamin the Company ensures that its business activities remain
bahwa setiap aktivitas bisnis senantiasa selaras dengan aligned with the needs and expectations of local
kebutuhan dan ekspektasi pemangku kepentingan stakeholders throughout its areas of operation. [OJK F.24]
lokal di seluruh wilayah kerja. [OJK F.24] [GRI 413-1, 413-2] [GRI 413-1, 413-2]
PTPI juga mempublikasikan pelaksanaan program PTPI also publishes the implementation of its
keterlibatan pemangku kepentingan dalam laporan stakeholder engagement programs through its annual
tahunan maupun melalui portal keberlanjutan di situs report and the sustainability portal on its official
resmi. Publikasi ini mencakup dokumentasi hasil website. These publications include documentation
konsultasi dengan masyarakat, laporan tindak lanjut atas of community consultations, follow-up reports on
masukan masyarakat, serta dampak nyata dari program community feedback, and the tangible impacts of
kolaborasi terhadap proses bisnis dan keberadaan collaborative programs on business processes and
operasional perusahaan. Melalui pengungkapan bukti operational presence. Through the disclosure of
yang terukur dan dapat diverifikasi, PTPI memperkuat measurable and verifiable evidence, PTPI strengthens
aspek sosial serta mewujudkan sinergi antara its social impact while fostering alignment between
keberlanjutan bisnis dengan pemberdayaan komunitas business sustainability and the broader empowerment
lokal secara luas kepada publik. [GRI 413-1, 413-2] of local communities. [GRI 413-1, 413-2]
PTPI melaksanakan pelibatan pemangku kepentingan PTPI conducts stakeholder engagement in a structured
secara terstruktur dan bertanggung jawab dengan and responsible manner, guided by its Code of Ethics and
mengacu pada Pedoman Etika dan Perilaku bagi Conduct for Stakeholders. This framework establishes
Pemangku Kepentingan. Pedoman ini menjadi landasan the principles and standards governing interactions,
dalam mengatur prinsip dan standar interaksi guna ensuring that all engagement processes are carried out
memastikan seluruh proses pelibatan dilakukan secara with integrity, transparency, and accountability across
berintegritas, transparan, dan akuntabel di seluruh all stakeholder groups. [GRI 413-1, 413-2]
kelompok pemangku kepentingan. [GRI 413-1, 413-2]
Perusahaan mengatur hubungan dengan berbagai The Company manages its relationships with key
pemangku kepentingan utama melalui ketentuan stakeholders through ethical provisions covering
etika yang mencakup interaksi dengan pemerintah, interactions with government authorities, ministries/
kementerian/lembaga, auditor, asesor, aparat agencies, auditors, assessors, law enforcement officials,
penegak hukum, dan pejabat publik; pemegang and public officials; shareholders; customers; business
saham; pelanggan; mitra usaha; pesaing; kreditur dan partners; competitors; creditors and investors; as well
investor; serta penyedia barang dan/atau jasa. Selain as suppliers of goods and/or services. In addition, the
itu, Perusahaan juga menjunjung tinggi etika dalam Company upholds ethical standards in its engagement
berinteraksi dengan masyarakat dan lingkungan sekitar with communities, the surrounding environment, and
serta media massa. [GRI 413-1, 413-2] the media. [GRI 413-1, 413-2]
216 Lebih lanjut, PTPI memastikan keselarasan dan Furthermore, PTPI ensures alignment and consistency
konsistensi praktik pelibatan dengan anak perusahaan, in stakeholder engagement practices across its
asosiasi profesi, serta pemangku kepentingan lainnya. subsidiaries, professional associations, and other
Laporan Keberlanjutan 2025
Melalui penerapan pedoman etika tersebut, PTPI stakeholders. Through the implementation of this
berupaya membangun kepercayaan, memperkuat ethical framework, PTPI seeks to build trust, strengthen
penerapan tata kelola perusahaan yang baik, serta good corporate governance practices, and create
menciptakan nilai berkelanjutan bagi seluruh pemangku sustainable value for all stakeholders. [GRI 413-1, 413-2]
kepentingan. [GRI 413-1, 413-2]
Page 217
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Program TJSL pada Pilar TPB
CSR Programs under the SDGs Pillars
Seluruh program tersebut dirancang untuk mendukung All programs are designed to support the achievement
pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB), of the Sustainable Development Goals (SDGs),
yang diimplementasikan melalui empat pilar utama implemented through four main CSR pillars as follows:
kegiatan TJSL sebagai berikut: [OJK F.25] [OJK F.25]
4 Pilar Utama Kegiatan TJSL PTPI
PTPI’s 4 Main CSR Pillars
Pilar Hukum dan
Pilar Sosial Pilar Ekonomi Pilar Lingkungan Tata Kelola
Social Pillar Economic Pillar Environmental Pillar Legal and Governance
Pillar
Sepanjang tahun 2025, PTPI telah mengalokasikan dana sebesar
Throughout 2025, PTPI allocated funds amounting to
Rp259.089 juta
million
untuk program TJSL, dengan proporsi pilar sosial 53%, pilar ekonomi 21%, pilar lingkungan 25%, serta
pilar hukum dan tata kelola 1%. Nilai alokasi ini menurun 18% dibandingkan tahun sebelumnya yang 217
mencerminkan arah dari kebijakan manajemen PTPI dalam pencapaian TPB agar memprioritaskan
kepada program inti yang terbukti memberikan dampak nyata.
2025 Sustainability Report
for CSR programs, with an allocation of 53% to the social pillar, 21% to the economic pillar, 25% to
the environmental pillar, and 1% to the legal and governance pillar. This allocation decreased by 18%
compared to the previous year, reflecting PTPI’s management direction to prioritize core programs that
have demonstrated tangible impact in advancing the SDGs.
Page 218
Peran Aktif dalam Pemberdayaan Masyarakat
Active Role in Community Empowerment
Pilar Sosial
Social Pillar
Inisiatif pengentasan kemiskinan PTPI dirancang PTPI’s poverty alleviation initiatives are designed as a
sebagai upaya nyata untuk menurunkan tingkat tangible effort to reduce poverty levels. In addition to
kemiskinan. Selain bertujuan memacu produktivitas promoting macroeconomic productivity, these programs
ekonomi secara makro, program ini berfokus pada focus on equitable development by expanding
pemerataan pembangunan dengan membuka akses access to opportunities and resources for low-income
yang lebih luas terhadap peluang dan sumber daya bagi communities. In line with this commitment, the following
masyarakat berpenghasilan rendah. Sejalan dengan are several poverty alleviation programs implemented
komitmen tersebut, berikut adalah beberapa inisiatif by PTPI: [GRI 203-2] [OJK F.23, F.25]
pengentasan kemiskinan yang telah PTPI jalankan. [GRI
203-2] [OJK F.23, F.25]
Rumah BUMN
UMK Binaan | Fostered MSEs by
Rumah BUMN berperan sebagai pusat
pengembangan UMK yang digagas oleh BP
BUMN bersama perusahaan-perusahaan BUMN. 1.311 790
Di Sumatera Selatan, PTPI melalui PT Pusri UMK kategori Makanan
Palembang mengelola Rumah BUMN dengan MSEs dan Minuman
tujuan memperkuat kapasitas serta meningkatkan Food and Beverage
daya saing UMK. Hingga saat ini, sebanyak 1.311 121 category
UMK yang telah mendapatkan pembinaan melalui kategori Jasa
Rumah BUMN Sumsel. Services category
Rumah BUMN serves as a development hub for
MSMEs, initiated by BP BUMN in collaboration with
state-owned enterprises. In South Sumatra, PTPI,
96 110
kategori Perdagangan kategori Kerajinan
through PT Pusri Palembang, manages Rumah
Trade category Handicrafts category
BUMN to strengthen capacity and enhance the
competitiveness of MSMEs. To date, a total of 1,311
MSMEs have received support through Rumah 103 91
BUMN South Sumatra. kategori Lainnya kategori Fashion
Others Fashion category
Bantuan Berbasis
PTPI berkomitmen penuh meningkatkan taraf hidup komunitas di sekitar wilayah
Pemberdayaan
Masyarakat operasional melalui bantuan berbasis pemberdayaan. Inisiatif ini merupakan
Community bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan, khususnya dalam rangka
218 Empowerment- mendorong pembangunan komunitas lokal yang mandiri dan sejahtera. Kegiatan
Based Assistance pemberdayaan yang dilakukan selama tahun 2025, antara lain:
PTPI is fully committed to improving the standard of living of communities
Laporan Keberlanjutan 2025
surrounding its operational areas through empowerment-based assistance.
This initiative forms part of the Company’s social responsibility, particularly in
advancing the development of independent and prosperous local communities.
The empowerment activities implemented in 2025 include:
Page 219
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Pemberdayaan Perempuan
Women’s Empowerment
Tani Maju Makmur Sejahtera (Tajumase)
Progressive and Prosperous Farming (Tajumase)
Pengecekan
Kesehatan dan
Pelatihan Pemenuhan
Gizi Seimbang
Medical Check-Up and
Balanced Nutrition Training
60 orang
people
Melalui program Tani Maju Makmur Sejahtera (Tajumase)
Lembata dilaksanakan sosialisasi tentang program
kesehatan kepada wanita oleh tenaga kesehatan
di Desa Hadakewa dan Desa Wowong, Kabupaten
Lembata, Provinsi NTT.
Through the Tani Maju Makmur Sejahtera (Tajumase)
Lembata program, health awareness activities for
women were conducted by healthcare professionals
in Hadakewa Village and Wowong Village, Lembata
Regency, East Nusa Tenggara Province.
Pemberdayaan Masyarakat Sekitar Industri (Permaisuri)
Community Empowerment Around Industrial Areas (Permaisuri)
Peningkatan
kesejahteraan
wanita
Enhancing women’s
24
orang | people
well-being
Program Pemberdayaan Masyarakat Sekitar Industri
(Permaisuri) sebagai bagian dari komitmen TJSL,
yang dilaksanakan oleh PKG dan PKC berfokus pada
peningkatan kesejahteraan wanita di sekitar wilayah 219
operasional perusahaan, khususnya kelompok rentan
dan penyandang disabilitas.
2025 Sustainability Report
The Permaisuri program is part of the Company’s CSR
commitment, conducted by PKG and PKC focusing on
the well-being of women in communities surrounding
its operational areas, particularly vulnerable groups and
persons with disabilities.
Page 220
Peran Aktif dalam Pemberdayaan Masyarakat
Active Role in Community Empowerment
Sekolah Sehat Masyarakat
Community Health School
Sosialisasi Sekolah Sehat
Masyarakat
Socialization of Community
26
peserta
Health School
participants
Sekolah Sehat Masyarakat merupakan program yang
berfokus pada peningkatan kualitas hidup masyarakat
melalui edukasi kesehatan dan lingkungan. Program ini
dirancang untuk membangun kesadaran serta kebiasaan
hidup sehat di tingkat desa, dengan pendekatan partisipatif
dan berbasis kebutuhan lokal.
PTPI’s Community Health School is a program focused on
improving quality of life through health and environmental
education. It is designed to build awareness and promote
healthy living practices at the village level, using a
participatory approach based on local needs.
Dukungan Kesejahteraan: Program Tajumase
Well-being Support: Tajumase Program
Sosialisasi Tajumase kepada
Tajumase socialization to
276 orang terdiri dari masyarakat, ibu
hamil, dan anak-anak
people, including community members,
pregnant women, and children.
PTPI menunjukkan dukungan kuat kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan melalui berbagai
program peningkatan kesejahteraan. Beberapa program yang telah dilaksanakan di antaranya Program
Tani Maju Makmur Sejahtera (Tajumase) berupa program peningkatan produktifitas pertanian dan program
kesehatan. Berpusat di Desa Hadakewa dan Desa Wowong, Kab. Lembata, kegiatan pelatihan meliputi
pemupukan berimbang serta budi daya semangka dan melon, kegiatan sosialisasi kesehatan kepada tenaga
220 kesehatan terkait pengecekan kesehatan, pelatihan pencegahan stunting, serta pelatihan pemenuhan gizi
berimbang kepada masyarakat, ibu hamil, dan anak-anak.
PTPI demonstrates strong support for communities in need through various well-being enhancement
Laporan Keberlanjutan 2025
programs. These initiatives include the Tajumase program, which integrates agricultural productivity
improvement and health interventions. Centered in Hadakewa and Wowong Villages, Lembata Regency,
the program covers training on balanced fertilization as well as watermelon and melon cultivation. It also
includes health socialization for healthcare workers, health screening activities, stunting prevention training,
and balanced nutrition education for community members, pregnant women, and children.
Page 221
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Dukungan Infrastruktur [GRI 203-1]
Infrastructure Support
Pembangunan galeri Pemberdayaan
Gallery construction Empowerment
1
unit | unit
1
kelompok | group
Pembangunan Galeri Sesera Kumpe Craft di Palembang merupakan bagian dari program TJSL yang berfokus
pada pemberdayaan masyarakat Pulau Kemaro. Galeri ini hadir sebagai wadah inovasi untuk mengolah
eceng gondok yang sebelumnya dianggap limbah menjadi produk kerajinan bernilai ekonomi, sekaligus
mendukung Pulau Kemaro sebagai destinasi ekowisata.
The construction of the Sesera Kumpe Craft Gallery in Palembang is part of a CSR program focused on
empowering the Kemaro Island community. The gallery serves as an innovation hub for transforming water
hyacinth, previously considered waste, into value-added handicraft products, while also supporting Kemaro
Island as an ecotourism destination.
Dukungan Pelatihan
Training Support
Kelompok Jajanan Masyarakat Sekitar (LONTAR)
Local Community Snack Group (LONTAR)
Pelatihan UMK diikuti
oleh
MSEs training was
26
attended by UMK | MSEs
Pelatihan penjenamaan (branding) Kelompok Jajanan
Masyarakat Sekitar (LONTAR) di Gresik merupakan
program pemberdayaan UMK di sekitar area operasional
Perusahaan. Kegiatan ini menggabungkan pelatihan 221
brand identity dengan bazar jajanan tradisional yang
melibatkan pelaku UMK untuk memperkuat citra produk
2025 Sustainability Report
lokal dan meningkatkan daya tarik pasar.
Branding training for the Local Community Snack Group
(LONTAR) in Gresik is a PTPI MSE empowerment program for communities surrounding the Company’s
operational area. The program combines brand identity training with a traditional snack bazaar involving MSE
participants to strengthen local product positioning and enhance market appeal.
Page 222
Peran Aktif dalam Pemberdayaan Masyarakat
Active Role in Community Empowerment
Sosialisasi Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian
Standardization and Conformity Assessment Socialization
160
Pelatihan UMK
diikuti oleh
MSEs Training peserta dari UMK binaan
was attended by participants from fostered MSEs
Rumah BUMN Sumsel bersama Badan Standardisasi
Nasional (BSN) menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi
Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian dengan tema “UMK
Sumsel Unggul dengan SNI: Sinergi PT Pusri Palembang
dan BSN Membangun Fondasi Mutu untuk Indonesia Emas
2045”. Kegiatan tersebut dihadiri oleh UMK binaan PT
Pusri Palembang dan Rumah BUMN Sumsel.
Rumah BUMN Sumsel, in collaboration with the National
Standardization Agency (BSN), organized a Standardization
and Conformity Assessment outreach program under the
theme “South Sumatra MSEs Excel with SNI: Synergy between PT Pusri Palembang and BSN in Building
a Quality Foundation for Golden Indonesia 2045”. The event was attended by MSEs fostered by PT Pusri
Palembang and Rumah BUMN Sumsel.
Pelatihan Kopi Kekinian dan Pelatihan
Pemasaran Digital
Modern Coffee Training and Digital Marketing Training
26
Pelatihan
Kelompok Tani
diikuti oleh
peserta | participants
Farmer Groups
training were
attended by
Pelatihan Kopi Kekinian dan Pelatihan Pemasaran
Digital ditujukan kepada kelompok petani kopi
di Desa Tebat Benawa. Program ini dijalankan
bersama Kelompok Usaha Perhutanan Sosial Hutan
Adat Tebat Benawa di Pagar Alam dan Kelompok
222 Tani Hutan Ayek Bahu Lahat Sumatera Selatan.
Modern Coffee Training and Digital Marketing
Training programs were delivered to coffee farmer
Laporan Keberlanjutan 2025
groups in Tebat Benawa Village. The program was
implemented in collaboration with the Tebat Benawa
Customary Forest Social Forestry Business Group in
Pagar Alam and the Ayek Bahu Lahat Forest Farmer
Group in South Sumatra.
Page 223
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Program Peningkatan Kesehatan
Health Improvement Program
Sebagai bagian dari tanggung jawab sosialnya, PTPI menaruh perhatian besar pada peningkatan kesehatan
masyarakat lokal. Upaya ini tidak hanya berdampak pada produktivitas, tetapi juga menciptakan lingkungan
yang lebih sehat, sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat kinerja perusahaan.
Beberapa program kesehatan yang dilaksanakan meliputi: [GRI 203-2] [OJK F.23, F.25]
As part of its social responsibility, PTPI places strong emphasis on improving the health of local communities.
These efforts not only enhance productivity but also foster a healthier environment, ultimately supporting
economic growth and strengthening the Company’s performance. Key health programs implemented
include: [GRI 203-2] [OJK F.23, F.25]
Sekar Mamamia (Sekolah Kader Mama Petrokimia)
Sekar Mamamia (Petrochemical Mothers Cadre School)
Pemberdayaan Terlaksana
Empowerment Implemented
96
Kader posyandu
12
kursus dan lokakarya
Posyandu cadres courses and workshops
Program Sekar Mamamia dilaksanakan di Gresik, Jawa Timur melalui PT Petrokimia Gresik yang bertujuan
meningkatkan kapasitas, pengetahuan, dan keterampilan masyarakat tentang kesehatan. Program ini
menginisiasi berbagai kegiatan kursus, lokakarya, dan pelatihan interaktif mengenai pengasuhan, gizi, serta
sanitasi. Program ini bertujuan meningkatkan akses pendidikan bagi ibu-ibu guna memperluas jaringan
sosial serta promosi kesehatan anak demi kesejahteraan komunitas yang berkelanjutan, didukung jaringan
mentor dan fasilitator yang berkualitas serta materi yang berbasis metode partisipatif.
Sekar Mamamia Program was implemented in Gresik, East Java, through PT Petrokimia Gresik, with the aim
of enhancing community capacity, knowledge, and skills in health. The program initiated various courses,
workshops, and interactive training sessions on parenting, nutrition, and sanitation. This program seeks
to improve access to education for mothers, expand social networks, and promote child health to support
sustainable community well-being, supported by a network of qualified mentors and facilitators, as well as
participatory-based learning materials.
223
2025 Sustainability Report
Page 224
Peran Aktif dalam Pemberdayaan Masyarakat
Active Role in Community Empowerment
Sekolah Kader Ibu Tanggap Kesehatan (Sekar Intan)
Health-Responsive Mothers Cadre School (Sekar Intan)
Kapasitas Pelatihan sebanyak
posyandu Training
Posyandu capacity
68
kader | cadres
12
kali | sessions
Program ini memperkuat kader posyandu di Cikampek dalam rangka mendorong transformasi posyandu
dari sekadar penyedia layanan kesehatan dasar menjadi pusat pemberdayaan masyarakat di tingkat
akar rumput. Posyandu selama ini dikenal sebagai garda terdepan dalam meningkatkan kesehatan
ibu dan anak. Seiring dengan berjalannya waktu, peran posyandu pun makin kompleks. Posyandu
tidak hanya menjadi tempat pelaksanaan imunisasi dan pemantauan tumbuh kembang, tetapi juga
bagi edukasi gizi, kesehatan reproduksi, hingga pemberdayaan keluarga. Oleh karena itu, PTPI melalui
PT Pupuk Kujang melihat adanya urgensi untuk meningkatkan kader posyandu agar mampu menjawab
tantangan baru tersebut.
This program strengthens Posyandu cadres in Cikampek to support the transformation of Posyandu
from providers of basic health services into community empowerment centers at the grassroots level.
Posyandu have long been recognized as the frontline in improving maternal and child health. Over time,
their role has become increasingly complex. Posyandu now serve not only as venues for immunization
and growth monitoring of children, but also for nutrition education, reproductive health awareness,
and family empowerment. In response, PTPI, through PT Pupuk Kujang, recognizes the urgency of
enhancing the capacity of Posyandu cadres to address these new challenges.
224
Laporan Keberlanjutan 2025
Page 225
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Program Pengendalian dan Pencegahan Stunting
dengan Susu dan Telur (Pedalgas Super)
Stunting Prevention and Control Program through Milk and Eggs
(Pedalgas Super)
Penerima manfaat Pemeriksaan
Beneficiaries kesehatan
Health check-up
10 1
baduta kali | session
children under two
years old
Program ini merupakan bentuk komitmen PTPI bersama PT Pupuk Kaltim dalam meningkatkan derajat
kesehatan masyarakat, khususnya di Kota Bontang dan area sekitar perusahaan. Selama tiga bulan,
program menyediakan susu dan telur secara rutin bagi bayi di bawah dua tahun (baduta) di Kelurahan
Bontang Kuala. Penyediaan ini bertujuan memastikan anak memperoleh asupan gizi dan protein
hewani yang cukup guna mendukung pertumbuhan dan kecerdasan optimal, serta mencegah stunting.
Pada tahun 2025, program ini telah terlaksana dengan kolaborasi bersama PT Kaltim Medika Utama.
Program ini tidak hanya memberikan manfaat nyata bagi balita dan keluarga penerima, tetapi juga
menjadi wujud nyata kepedulian perusahaan terhadap kesehatan masyarakat. Rencananya, program
ini akan kembali diinisiasi pada tahun 2026 mendatang sebagai bagian dari keberlanjutan TJSL Pupuk
Kaltim.
This program reflects PTPI’s commitment, in collaboration with PT Pupuk Kaltim, to improving community
health, particularly in Bontang City and its surrounding areas. Over a three-month period, the program
provided milk and eggs on a regular basis to children under two years old in Bontang Kuala Subdistrict.
This support aims to ensure adequate intake of nutrition and animal protein to promote optimal growth
and cognitive development, while preventing stunting. In 2025, the program was implemented in
collaboration with PT Kaltim Medika Utama. It delivers tangible benefits to toddlers and beneficiary
families, while also demonstrating the Company’s commitment to public health. The program is planned
to be continued in 2026 as part of Pupuk Kaltim’s ongoing CSR program.
225
2025 Sustainability Report
Page 226
Peran Aktif dalam Pemberdayaan Masyarakat
Active Role in Community Empowerment
Program Akselerasi Tumbuh Kembang dan Tinggi (Astuti)
Growth and Height Acceleration Program (Astuti)
Penerima manfaat Pemberian makanan
Beneficiaries tambahan
Supplementary feeding
1.522 11
orang | people kali | sessions
Stunting masih menjadi masalah serius di Indonesia, termasuk di sekitar PT Pupuk Kujang yang dapat
diakibatkan kurangnya gizi, layanan kesehatan terbatas, dan rendahnya kesadaran pola makan sehat.
PTPI melalui PT Pupuk Kujang menginisiasi program Astuti yang berfokus pada Pemberian Makanan
Tambahan (PMT) bergizi bagi ibu hamil dan balita serta peningkatan fasilitas posyandu untuk mendukung
kesehatan ibu dan anak. Inisiasi ini diharapkan dapat meningkatkan gizi anak dan menurunkan angka
Kekurangan Energi Kronis (KEK) dan stunting di sekitar perusahaan.
Stunting remains a serious issue in Indonesia, including in areas surrounding PT Pupuk Kujang, driven
by factors such as inadequate nutrition, limited healthcare services, and low awareness of healthy
dietary practices. PTPI, through PT Pupuk Kujang, initiated the Astuti Program, which focuses on
providing Nutritious Supplementary Feeding (PMT) for pregnant women and children under five, as
well as improving Posyandu facilities to support maternal and child health. This initiative is expected to
enhance child nutrition and reduce the prevalence of Chronic Energy Deficiency (CED) and stunting in
the Company’s surrounding areas.
Program Khitan Umum
Mass Circumcision Program
Penerima manfaat
Beneficiaries
226 105
anak | children
Laporan Keberlanjutan 2025
Program ini menginisiasi kegiatan sunat massal gratis di Gresik, Jawa Timur, bekerja sama dengan
Rumah Sakit Petrokimia Gresik (RSPG) sebagai penyedia fasilitas kesehatan.
The program initiated free mass circumcision services in Gresik, East Java, in collaboration with
Petrokimia Gresik Hospital (RSPG) as the healthcare provider.
Page 227
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Posyandu Sehati
Posyandu Sehati
Pembinaan pada Penerima manfaat
Fostering at Beneficiaries
32 1.791
posyandu warga Palembang
posyandu residents of Palembang
Melalui program Posyandu Sehati, layanan pengobatan gratis menjangkau warga di Palembang. Selain
itu, PTPI melalui PT Pusri Palembang turut memperkuat akses kesehatan masyarakat dengan membina
posyandu-posyandu balita di wilayah tersebut.
Through the Posyandu Sehati program, free medical services were provided to communities in Palembang.
In addition, PTPI, through PT Pusri Palembang, strengthened community healthcare access by supporting
Posyandu for children under five in the area.
Program Edukasi Masyarakat
Community Education Program
Sektor pendidikan merupakan fondasi utama dalam pembangunan bangsa. Pendidikan yang berkualitas
akan mendorong tumbuhnya warga negara yang berdaya saing tinggi yang pada akhirnya dapat menjadi
katalisator bagi pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan sosial masyarakat. PTPI menegaskan
komitmennya untuk menghadirkan akses pendidikan yang bermutu bagi masyarakat di sekitar wilayah
operasional. [OJK F.23, F.25]
The education sector serves as a fundamental pillar of national development. Quality education fosters
the growth of competitive individuals ultimately acting as a catalyst for economic growth and improved
social well-being. PTPI reaffirms its commitment to providing access to quality education for communities
surrounding its operational areas. [OJK F.23, F.25]
227
2025 Sustainability Report
Page 228
Peran Aktif dalam Pemberdayaan Masyarakat
Active Role in Community Empowerment
Beasiswa Pendidikan
Education Scholarship
Penerima beasiswa Dana program
Beneficiaries beasiswa
Scholarship fund
795 Rp 5,85
orang | people Miliar | Billion
PTPI beserta Anak Perusahaan memberikan bantuan dana pendidikan untuk pelajar kurang mampu dari SD
hingga perguruan tinggi, serta melakukan pemberantasan buta huruf melalui pendidikan keaksaraan dan
kesetaraan paket ABC.
PTPI, together with its subsidiaries, provides educational assistance to underprivileged students from
elementary school through higher education, while also supporting literacy eradication through basic literacy
and equivalency education programs (Package A, B, and C).
Beasiswa Pendidikan
Education Scholarship
Total Rumah Tahfiz Dana kepada para
Al-Quran santri
Total Qur’an Tahfiz Funding for students
Houses
17 Rp343,4
unit | units juta | million
Melalui program Rumah Tahfiz, PTPI bersama Anak Perusahaan memberikan dukungan dana pendidikan
keagamaan bagi para santri guna mencetak generasi yang berkarakter. Hingga saat ini, inisiatif tersebut
tersebar di wilayah operasional dan menjadi wujud komitmen nyata PTPI dalam memperkuat pendidikan
228 spiritual sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan masyarakat lokal.
Through the Tahfiz House program, PTPI and its subsidiaries provide financial support for religious
education to nurture value-driven generations. To date, this initiative has been implemented across
Laporan Keberlanjutan 2025
operational areas, reflecting PTPI’s commitment to strengthening spiritual education while enhancing
the quality of human capital within local communities.
Page 229
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Pilar Ekonomi
Economic Pillar
Berdasarkan data tahun 2025, sektor UMK menjadi Based on 2025 data, the MSE sector has became a key
pilar utama ekonomi nasional. Sektor ini memberikan pillar of the national economy. The sector contributes
kontribusi sebesar 61,9% terhadap Produk Domestik 61.9% to Indonesia’s Gross Domestic Product (GDP) and
Bruto (PDB) Indonesia dan menyerap hingga 97% total absorbs up to 97% of the national workforce. Given their
tenaga kerja nasional. Mengingat peran vital tersebut, vital role, PTPI remains committed to empowering MSEs
PTPI berkomitmen untuk terus memberdayakan pelaku through funding programs sourced from the Company’s
UMK melalui program pendanaan yang bersumber profits and revolving funds. The implementation of these
dari laba perusahaan serta dana bergulir. Pelaksanaan programs refers to Minister of SOEs Regulation No.
inisiatif ini berpedoman pada Peraturan Menteri BUMN PER-1/MBU/03/2023, with the following mechanisms:
No. PER-1/MBU/03/2023 dengan mekanisme sebagai [GRI 203-2] [OJK F.23, F.25]
berikut: [GRI 203-2] [OJK F.23, F.25]
Pemberian Modal Kerja | Working Capital Financing
Menyediakan pinjaman modal kerja dengan jangka Providing working capital loans with a maximum
waktu pinjaman maksimal selama tiga tahun dan tenure of three years and an administrative fee of
jasa administrasi sebesar 3% per tahun, untuk 3% per annum to support the continuity of partner
mendukung keberlangsungan usaha mitra. businesses.
Fasilitas Pinjaman Tambahan | Additional Loan Facilities
Memberikan pinjaman tambahan jangka pendek Providing short-term additional loans to meet urgent
guna memenuhi kebutuhan mendesak, khususnya needs, particularly to fulfill orders from micro and
dalam rangka memenuhi pesanan dari rekanan small business partners.
usaha mikro dan kecil.
Pembinaan dan Peningkatan Kapasitas Mitra | Partner Development and Capacity Building
Melaksanakan program pelatihan, pendampingan, Implementation of training, mentoring, and
serta peningkatan kompetensi agar UMK mitra competency development programs to enable MSE
mampu berkembang secara mandiri, berdaya saing, partners to be competitive, sustainable and grow
dan berkelanjutan. independently.
PTPI konsisten menyalurkan dana kemitraan PTPI consistently disburses partnership funds,
yang saat ini dikerjasamakan dengan BRI untuk currently administered in collaboration with BRI, to
mendorong kemandirian ekonomi masyarakat promote economic self-reliance. Partner distribution
dengan distribusi jumlah mitra binaan yang tersebar is strategically spread across sectors, including 229
secara strategis pada sektor industri, perdagangan, industry, trade, agriculture, plantations, fisheries,
pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan, livestock, services, and others, as part of PTPI’s
2025 Sustainability Report
jasa, dan lainnya. Persebaran ini sebagai langkah efforts to ensure inclusive local economic growth.
PTPI dalam memastikan pertumbuhan ekonomi
lokal yang inklusif.
Page 230
Peran Aktif dalam Pemberdayaan Masyarakat
Active Role in Community Empowerment
Nilai realisasi dana kemitraan dan jumlah mitra The realization of partnership funds and the number
swakelola sepanjang tahun 2025 adalah sebagai of self-managed partners in 2025 are as follows:
berikut:
Jumlah mitra swakelola aktif 1.185
Active self-managed partners mitra binaan | fostered partners
Jumlah mitra binaan turun sebesar 24% daripada tahun sebelumnya sebab tidak dilakukan
penyaluran pinjaman semenjak tahun 2023 karena telah dikerjasamakan dengan BRI
Assisted partners decreased by 24% compared to the previous year, as no loan disbursements
have been made since 2023 following the transition of financing in collaboration with BRI
Realisasi piutang dana kemitraan swakelola senilai Rp48.973
Outstanding self-managed partnership receivables juta | million
Total piutang swakelola turun sebesar 21% daripada tahun sebelumnya sebab semenjak tahun
2023 penyaluran pinjaman dilakukan secara kerjasama dengan BRI
Total self-managed receivables decreased by 21% compared to the previous year, as loan
disbursements have been carried out in collaboration with BRI since 2023
Jumlah mitra binaan dan penyaluran dana kemitraan PTPI melalui BRI.
Number of partners and fund disbursement through BRI
Jumlah mitra binaan melalui BRI
dan Pegadaian Syariah Rp11.650 Pengalihan dana ke BRI
juta | million Fund transfer to BRI
Partners financed through BRI and
Pegadaian Syariah
2.202 Rp55.729 Nilai piutang
juta | million Outstanding receivables
mitra binaan | fostered partners
Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat
Community Economic Empowerment
PTPI berkomitmen mendukung pertumbuhan PTPI is committed to supporting local economic
230 ekonomi lokal melalui penguatan UMK dan usaha growth through the strengthening of MSEs and
kecil masyarakat. Dalam rangka meningkatkan small community businesses. To enhance the
daya saing dan eksposur UMK binaan, PTPI telah competitiveness and exposure of its assisted MSEs,
Laporan Keberlanjutan 2025
memfasilitasi partisipasi mereka pada berbagai PTPI facilitates their participation in national-scale
ajang pameran berskala nasional seperti INACRAFT. exhibitions such as INACRAFT.
Page 231
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Selain itu, PTPI turut memberikan dukungan In addition, PTPI provides support and assistance
berupa bantuan serta pendampingan dalam proses in the process of obtaining business certifications
pengurusan sertifikasi dan legalitas usaha bagi and legal permits for its partners, in accordance
mitra binaan sesuai dengan sektor masing-masing. with their respective sectors.
Dana tersebut digunakan untuk memberikan
pendampingan kepada UMK melalui program peningkatan
kapasitas dan kapabilitas, sehingga mereka mampu
Sepanjang tahun pelaporan, PTPI mengembangkan usaha secara mandiri, berdaya saing,
telah mengalokasikan dana sebesar dan berkelanjutan, sekaligus mendukung pertumbuhan
Throughout the reporting year, PTPI ekonomi lokal.
allocated a total of These funds were used to support MSEs through capacity
and capability development programs, enabling them to
Rp11.650 be competitive, sustainable and grow independently,
while contributing to local economic growth.
juta | million
Beberapa program yang mendukung Pilar Ekonomi Several programs supporting the Economic Pillar
yang dilakukan oleh PTPI, antara lain: implemented by PTPI include:
Gang Jamer
Gang Jamer
Penerima manfaat Kegiatan pelatihan
Beneficiaries Training activity
23 1
peserta | participants kali | session
Program yang terus dikembangkan sebagai inisiatif pemberdayaan masyarakat melalui optimalisasi lahan
warga untuk budi daya jahe merah sebagai bahan baku minuman herbal kesehatan. Untuk memperkuat
komitmen ini, Perusahaan menyelenggarakan pelatihan berupa belajar langsung di tempat produksi jahe
merah serbuk PT Berkah Baitulloh Mandiri. Kegiatan tersebut menjadi langkah penting bagi pelaku Gang
Jamer untuk berinovasi dan dapat tumbuh sehingga, ekonomi lokal bergerak dari budi daya jahe merah
menjadi produk yang inovatif.
This program continues to be developed as a community empowerment initiative through the optimization 231
of community land for cultivating red ginger as a raw material for herbal health beverages. To strengthen this
commitment, the Company conducted a hands-on training session at the production facility of PT Berkah
2025 Sustainability Report
Baitulloh Mandiri, focusing on powdered red ginger processing. This activity is an important step for Gang
Jamer participants to innovate and grow, enabling the local economy to move beyond red ginger cultivation
toward the innovative products.
Page 232
Peran Aktif dalam Pemberdayaan Masyarakat
Active Role in Community Empowerment
PKT Sinergi Perempuan Asli Pesisir (Serasi)
PKT Coastal Women Synergy Program (Serasi)
Penerima manfaat Kegiatan pelatihan
Beneficiaries Training activity
16
Perempuan asli pesisir
1
kali | session
Local coastal women
Program PKT Serasi dirancang untuk memberdayakan perempuan pesisir di Kelurahan Bontang Kuala melalui
standarisasi produksi, penyediaan sarana memadai, dan penguatan kelembagaan guna meningkatkan daya
saing industri terasi rumahan. Inisiatif ini hadir sebagai solusi atas kendala produksi individual, keterbatasan
alat, serta hambatan pemasaran yang selama ini menghambat potensi produk unggulan daerah tersebut.
PKT Serasi Program is designed to empower local coastal women in Bontang Kuala Subdistrict through
production standardization, the provision of adequate facilities, and institutional strengthening to enhance
the competitiveness of home-based shrimp paste industries. This initiative addresses challenges related to
individual production limitations, inadequate equipment, and marketing constraints that have hindered the
potential of this local flagship product.
PKT Karunia
PKT Karunia
Penerima manfaat Pembuatan media
Beneficiaries promosi
Promotional media
development
5 1
UMK | MSEs video | video
Program PKT Karunia hadir sebagai solusi inovatif atas tantangan efisiensi stok kemasan di industri
pupuk dengan mengoptimalkan penggunaan karung layak pakai melalui metode sablon ulang. Inisiatif
ini menerapkan konsep Creating Shared Value (CSV) yang mengintegrasikan efisiensi biaya operasional
232 perusahaan dengan pemberdayaan UMK lokal melalui standardisasi kualitas produksi. Melalui strategi
ini, perusahaan tidak hanya mampu mengakselerasi proses pengadaan, tetapi juga menciptakan dampak
ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat sekitar.
Laporan Keberlanjutan 2025
PKT Karunia Program serves as an innovative solution to packaging stock efficiency challenges in the
fertilizer industry by optimizing the use of reusable sacks through a reprinting method. This initiative adopts a
Creating Shared Value (CSV) approach, integrating operational cost efficiency with the empowerment of local
MSEs through production quality standardization. Through this strategy, the Company not only accelerates
procurement processes but also generates sustainable economic value for surrounding communities.
Page 233
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Pembinaan UMK Pertanian
Agricultural MSE Development
Penerima
manfaat
Beneficiaries
1.140
peserta | participants
Program Pembinaan UMK Pertanian Tahun 2025 memperkuat kemandirian dan daya saing pelaku usaha mikro
melalui pelatihan budi daya modern, manajemen usaha, serta pendampingan pemasaran berbasis platform
digital. Inisiatif ini mendorong penerapan teknologi ramah lingkungan dan inovasi produk bernilai tambah
guna memperluas akses pasar melalui kolaborasi dengan berbagai mitra strategis. Dengan pendekatan
yang adaptif, program ini bertujuan menciptakan ekosistem pertanian produktif yang berkontribusi nyata
pada kesejahteraan lokal dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Sepanjang tahun 2025, PTPI telah
menjangkau penerima manfaat langsung dari Flores Barat di Nusa Tenggara Timur, Jawa Timur, Kalimantan
Timur, dan Sulawesi Selatan.
The 2025 Agricultural MSE Development Program strengthens the independence and competitiveness
of micro-enterprises through modern cultivation training, business management, and marketing support
leveraging digital platforms. The initiative promotes the adoption of environmentally friendly technologies
and value-added product innovation to expand market access through collaboration with strategic partners.
With an adaptive approach, the program aims to build a productive agricultural ecosystem that contributes
meaningfully to local welfare and sustainable economic growth. Throughout 2025, PTPI reached direct
beneficiaries across West Flores in East Nusa Tenggara, East Java, East Kalimantan, and South Sulawesi.
233
2025 Sustainability Report
Page 234
Peran Aktif dalam Pemberdayaan Masyarakat
Active Role in Community Empowerment
Program Pembinaan Produk Mitra Binaan
Fostered Partners Product Development Program
Penerima manfaat Kegiatan pelatihan
Beneficiaries Training activity
1.079 32
Peserta | participants pelatihan | trainings
Fokus pembinaan mencakup penguatan aspek penjenamaan (branding), keuangan, pemasaran, hingga
pengelolaan sumber daya manusia melalui pendekatan yang adaptif terhadap dinamika pasar digital.
Program ini bertujuan menciptakan ekosistem kewirausahaan yang inovatif dan berkelanjutan guna
memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi lokal di wilayah Sumatera Selatan. Tim
Fasilitator Rumah BUMN Sumsel dan PTPI secara sinergis meningkatkan daya saing UMK melalui penguatan
legalitas usaha, seperti sertifikasi Halal dan SNI, serta pembinaan komprehensif pada aspek produksi dan
pemasaran guna memperluas akses pasar mitra binaan.
The program focuses on strengthening branding, financial management, marketing, and human resource
management through an approach that adapts to the dynamics of the digital market. It aims to build an
innovative and sustainable entrepreneurial ecosystem that contributes meaningfully to local economic
growth in South Sumatra. The Rumah BUMN Sumsel facilitation team and PTPI work in synergy to enhance
the competitiveness of MSEs by strengthening business legality, including Halal and SNI certification, as
well as providing comprehensive support in production and marketing to expand market access for fostered
partners.
234
Laporan Keberlanjutan 2025
Page 235
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Pilar Lingkungan [GRI 203-2] [OJK F.23, F.25]
Environmental Pillar
Kilau Samudera
Kilau Samudera
Peserta penurunan media terumbu karang
Coral reef media deployment participants
34
orang anggota kelompok Kimasea & Karaka
members of the Kimasea & Karaka groups
Program ini berupaya memberdayakan masyarakat pesisir yang diselaraskan dengan upaya konservasi
terumbu karang di Kota Bontang. Program pemberdayaan difokuskan pada dua kelompok masyarakat
di sekitar perusahaan, yakni Kimasea dan Karaka. Selain itu, PTPI juga mendukung peningkatan usaha
ekonomi kelompok melalui budi daya perikanan. Proses budi daya dipusatkan pada titik dengan dua
karakteristik utama. Pertama, lokasi dengan banyak pecahan terumbu karang (rubble) untuk dipasangkan
coral stabilization dan media berbentuk atap untuk penyanggah. Kedua, lokasi berupa taman laut untuk
memudahkan navigasi ketika di dalam air. Program pemberdayaan diharapkan dapat menjaga ekosistem
lautan.
This program empowers coastal communities in alignment with coral reef conservation efforts in Bontang
City. The initiative focuses on two community groups surrounding the Company’s operations, namely
Kimasea and Karaka. In addition, PTPI supports the enhancement of group-based economic activities through
fisheries cultivation. The cultivation process is carried out at designated sites with two key characteristics.
First, locations with abundant coral rubble are selected for the installation of coral stabilization structures and
roof-shaped media as supports. Second, marine park areas are utilized to facilitate underwater navigation.
Through this approach, the program is expected to contribute to the preservation of marine ecosystems.
Kampung Sehati (Sehat, Erat, Sinergi)
Sehati Village (Healthy, Cohesive, Synergistic)
Penerima manfaat
Beneficiaries
4.800 235
orang | people
2025 Sustainability Report
Program community development yang berfokus pada penguatan masyarakat di sekitar PT Pusri Palembang.
Program ini dirancang sebagai wadah kolaborasi antara perusahaan dan warga untuk mewujudkan lingkungan
yang sehat, harmonis, serta berdaya secara ekonomi. Kegiatan yang dilakukan berupa pengobatan gratis
melalui program “Klinik Sehati”.
Page 236
Peran Aktif dalam Pemberdayaan Masyarakat
Active Role in Community Empowerment
A community development program focused on strengthening communities surrounding PT Pusri Palembang.
The program is designed as a collaborative platform between the Company and local residents to foster a
healthy, harmonious, and economically empowered environment. Activities include free medical services
delivered through the “Sehati Clinic” program.
Bank Sampah Sehati (Sehat, Erat, Sinergi)
Sehati (Sehat, Erat, Sinergi) Waste Bank
Nasabah di Bank Sampah Sehati
Participants of the Sehati Waste Bank
120
warga | residents
Konsep Bank Sampah Sehati dijalankan dengan berprinsip kepada 3R: Reduce (mengurangi), Reuse
(menggunakan ulang), dan Recycle (mendaur ulang) sehingga dapat memberikan dampak yang positif bagi
permasalahan sampah di sekitar lingkungan PT Pusri Palembang. Dalam jangka panjang, kehadiran bank ini
diharapkan dapat mewujudkan lingkungan yang bersih guna melindungi bumi agar terus berkesinambungan.
The Sehati Waste Bank operates based on the 3R principles: Reduce, Reuse, and Recycle, contributing
positively to addressing waste management issues in the area surrounding PT Pusri Palembang. In the long
term, this initiative is expected to foster a cleaner environment and support environmental sustainability.
Kampung Iklim Berseri (Berdaya, Sehat, dan Lestari)
Berseri Climate Village (Empowered, Healthy, and Sustainable)
Terciptanya
Established
11
desa Berseri | Berseri villages
Kampung Iklim Berseri merupakan program untuk mewujudkan kampung berkelanjutan secara lingkungan
dan ekonomi. Program ini dilaksanakan oleh PT Pupuk Kujang untuk memberdayakan masyarakat dalam
pengelolaan sumber daya alam, kesehatan lingkungan, dan mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. Dengan
236 prinsip Berdaya, Sehat, dan Lestari, kampung ini diharapkan menjadi desa mandiri, hijau, dan tangguh. Di
samping itu, kampung ini juga berperan meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menjaga
lingkungan dan gaya hidup berkelanjutan.
Laporan Keberlanjutan 2025
Berseri Climate Village is a program aimed at creating environmentally and economically sustainable
communities. Implemented by PT Pupuk Kujang, the program empowers communities in natural resource
management, environmental health, and climate change mitigation and adaptation. Guided by the
empowered, healthy, and sustainable principles, the village is expected to become self-reliant, green,
and resilient. In addition, the program plays a role in increasing community awareness and participation in
environmental stewardship and sustainable lifestyles.
Page 237
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Kujang Merawat Hutan, Sejahterakan Desa (Kuwatan Sadesa)
Kujang Preserving Forests, Empowering Villages (Kuwatan Sadesa)
Penerima manfaat
Beneficiaries
1.236
warga | residents
Pupuk Kujang, melalui program Kuwatan Sadesa, telah membina para petani kopi melalui pelatihan
pascapanen. Program pelatihan ini mengajarkan tentang bagaimana seorang petani kopi mulai dari teknik budi
daya, panen, pengolahan pascapanen, roasting, cupping hingga ke penyajian akhir. Petani kopi seharusnya
memiliki kompetensi perencanaan lahan, pemilihan bahan tanam kopi, penanaman kopi, pemanenan kopi,
pascapanen kopi, penanganan akhir pascapanen kopi, dan kompetensi perhitungan pendapatan usaha tani.
Through the Kuwatan Sadesa program, Pupuk Kujang supports coffee farmers through post-harvest training.
The program covers the full coffee value chain, from cultivation techniques and harvesting to post-harvest
processing, roasting, cupping, and final serving. Coffee farmers are expected to develop competencies in
land planning, selection of planting materials, cultivation, harvesting, post-harvest handling, final processing,
and farm income management.
Tangkolak Karawang Membangun Kehidupan Sejahtera
(Tangkar Bagja)
Tangkolak Karawang Building Prosperous Livelihoods (Tangkar Bagja)
Penerima manfaat
Beneficiaries
30
orang | people
Tangkar Bagja merupakan program inovasi sosial yang dirancang untuk meningkatkan kualitas hidup
masyarakat pesisir Pantai Tangkolak, Karawang. Program ini menjadi wujud nyata komitmen perusahaan
dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui integrasi aspek lingkungan, ekonomi, dan 237
kesehatan masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program, seperti pertanian
pesisir pantai, pemberdayaan UMK, rehabilitasi mangrove, dan PHBS.
2025 Sustainability Report
Tangkar Bagja is a social innovation program designed to improve the quality of life of coastal communities in
Tangkolak Beach, Karawang. The program reflects the Company’s commitment to sustainable development
by integrating environmental, economic, and public health aspects to enhance community well-being
through initiatives such as coastal agriculture, MSE empowerment, mangrove rehabilitation, and clean and
healthy living practices.
Page 238
Peran Aktif dalam Pemberdayaan Masyarakat
Active Role in Community Empowerment
Tawangargo Smart-Eco Farming Village (Tameng)
Tawangargo Smart-Eco Farming Village (Tameng)
Pemberdayaan kepada
Empowerment of
35
petani | farmers
Program inisiatif TJSL untuk menjadikan Desa Tawangargo, Malang, sebagai pusat hortikultura modern
berbasis teknologi dan ramah lingkungan. Program ini mengintegrasikan smart farming, eco-farming, dan
pemberdayaan masyarakat agar desa menjadi rujukan pertanian berkelanjutan.
This CSR initiative aims to transform Tawangargo Village, Malang, into a technology-based and
environmentally friendly modern horticulture hub. The program integrates smart farming, eco-farming, and
community empowerment to position the village as a model for sustainable agriculture.
Paya Nie Lestari, Damai, dan Berdaya
Paya Nie Sustainable, Peaceful, and Empowered
Penerima manfaat
Beneficiaries
98
anggota | members
Program Paya Nie merupakan inisiatif TJSL PT Pupuk Iskandar Muda berkelanjutan yang mengintegrasikan
rehabilitasi ekosistem rawa di Kabupaten Bireuen dengan pemberdayaan sosial bagi masyarakat lokal dan
eks kombatan. Melalui pengembangan ekowisata dan penanaman pohon, program ini berhasil menyinergikan
semangat green living dengan upaya bina damai. Selain pelestarian lingkungan, inisiatif ini turut memperkuat
ekonomi warga melalui pelatihan UMK dan dukungan pemasaran produk lokal yang berdampak langsung
pada kesejahteraan masyarakat sekitar.
238 Paya Nie is a sustainable CSR initiative by PT Pupuk Iskandar Muda that integrates wetland ecosystem
rehabilitation in Bireuen Regency with social empowerment for local communities and former combatants.
Through the development of ecotourism and tree-planting activities, the program successfully aligns
Laporan Keberlanjutan 2025
green living principles with peacebuilding efforts. In addition to environmental conservation, the initiative
strengthens the local economy through MSE training and marketing support for local products, delivering
tangible improvements in community well-being.
Page 239
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Penanaman Pohon
Tree Planting
Penanaman
Planting of
35.050 5.153
mangrove pohon lainnya
mangroves other trees
Karyawan PTPI terus menunjukkan komitmen nyata terhadap keberlanjutan lingkungan melalui kegiatan
penanaman pohon. Aksi ini tidak hanya menjadi simbol kepedulian, tetapi juga wujud tanggung jawab sosial
perusahaan dalam menjaga keseimbangan alam dan mendukung program penghijauan berkelanjutan.
Pohon mangrove ditanam untuk memperkuat ekosistem pesisir dan mencegah abrasi, sedangkan pohon
produktif dan pelindung ditanam di area sekitar perusahaan guna meningkatkan kualitas udara, memperkaya
keanekaragaman hayati.
PTPI employees continue to demonstrate a strong commitment to environmental sustainability through
tree-planting initiatives. These activities not only reflect environmental awareness but also represent the
Company’s social responsibility in preserving ecological balance and supporting long-term greening efforts.
Mangrove trees are planted to strengthen coastal ecosystems and prevent abrasion, while productive and
protective trees are planted around operational areas to improve air quality and enhance biodiversity.
Program Creating Shared Value (CSV)
Creating Shared Value (CSV) Program
Creating Shared Value (CSV) merupakan pendekatan Creating Shared Value (CSV) is a strategic approach that
strategis dalam menempatkan isu sosial dan kelestarian integrates social and environmental sustainability issues
lingkungan sebagai bagian tak terpisahkan dari inti into PTPI’s core operations. This concept positions
operasional PTPI. Konsep ini memosisikan keberhasilan financial performance and collective well-being as
finansial dan kesejahteraan kolektif PTPI sebagai dua mutually reinforcing outcomes. By aligning business
hal yang saling memperkuat. Dengan menyatukan objectives with societal needs, PTPI builds stronger and
tujuan bisnis dengan kebutuhan sosial, PTPI mampu more sustainable relationships within its surrounding
menjalin relasi yang lebih kokoh dan berkelanjutan ecosystem. The implementation of CSV requires a long-
dengan ekosistem di sekitarnya. Implementasi CSV term vision and close collaboration with stakeholders to
menuntut visi jangka panjang serta kemitraan yang ensure the delivery of measurable value, both in terms
erat dengan pemangku kepentingan untuk memastikan of economic performance and societal impact. 239
tercapainya nilai tambah yang terukur, baik dari sisi
ekonomi maupun dampak kemasyarakatan.
2025 Sustainability Report
Page 240
Peran Aktif dalam Pemberdayaan Masyarakat
Active Role in Community Empowerment
Prinsip Utama CSV | Core Principles of CSV
Rekonstruksi Produk dan Pasar Produktivitas dalam Rantai
Rekonstruksi Produk dan Pasar
Reconceiving Products and Nilai
Productivity in the Value Chain
Markets Local Cluster Development
Menghadirkan produk dan Meningkatkan efisiensi Berinvestasi dalam pendidikan,
layanan yang menjawab operasional dengan infrastruktur, dan kesejahteraan
kebutuhan masyarakat sekaligus memperhatikan aspek sosial dan komunitas untuk menciptakan
membuka peluang nilai ekonomi lingkungan sehingga biaya dapat ekosistem yang mendukung
baru. ditekan tanpa mengorbankan pertumbuhan bersama.
Delivering products and services keberlanjutan. Investing in education,
that address societal needs while Enhancing operational efficiency infrastructure, and community
creating new economic value by integrating social and well-being to build an ecosystem
opportunities. environmental considerations, that supports shared growth.
enabling cost optimization without
compromising sustainability.
CSV bukan sekadar strategi bisnis, melainkan kerangka CSV is not merely a business strategy, but a
kerja transformasi yang menjadikan Perusahaan transformational framework that positions the Company
sebagai mitra pembangunan sosial dan lingkungan. as a partner in social and environmental development.
Sepanjang tahun 2025, PTPI telah melaksanakan Throughout 2025, PTPI implemented several CSV
beberapa program CSV, antara lain: programs, including:
Community Action
Ajang Kolaborasi Seluruh Insan (AKSI)
Ajang Kolaborasi Seluruh Insan (AKSI)
Penerima manfaat
Beneficiaries
240
298 160 45 40
siswa kader kesehatan dan PKK ibu rumah tangga petani
students health cadres and PKK members housewives farmers
Laporan Keberlanjutan 2025
150 100 5 5
lansia relawan karyawan PTPI gapoktan guru
elderly individuals PTPI employee volunteers farmer group associations teachers
Page 241
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Berlokasi di Desa Sumbersewu, Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, program ini
bertujuan untuk:
1. Menumbuhkan kepedulian dan empati karyawan melalui keterlibatan langsung dalam kegiatan sosial,
pendidikan, pertanian, dan lingkungan di wilayah operasional;
2. Membangun budaya kolaborasi dan sinergi antara karyawan, perusahaan, pemerintah, dan masyarakat
untuk menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan; dan
3. Mendorong penciptaan nilai bersama melalui kolaborasi insan perusahaan dalam pengembangan
ekosistem program yang terintegrasi dengan rantai nilai perusahaan.
Program ini memberikan manfaat berupa:
1. Mengubah Perspektif: Karyawan tidak lagi hanya “orang kantor”, tapi mitra bagi petani.
2. Membangun Kemandirian: Masyarakat tidak hanya diberi bantuan, tapi diberi ilmu dan infrastruktur
ekonomi.
3. Menjaga Masa Depan: Memastikan tanah tetap subur dan hubungan sosial tetap terjaga guna
keberlanjutan industri pupuk.
Located in Sumbersewu Village, Muncar District, Banyuwangi Regency, East Java, AKSI aims to:
1. Foster employee awareness and empathy through direct involvement in social, educational, agricultural,
and environmental activities within the operational area;
2. Strengthen a culture of collaboration and synergy among employees, the Company, the government,
and communities to create sustainable social impact; and
3. Promote shared value creation through employee collaboration in developing a program ecosystem
integrated with the Company’s value chain.
The program delivers the following benefits:
1. Shifting perspectives: Employees are no longer seen solely as office personnel, but as partners to
farmers;
2. Building self-reliance: Communities are not only provided with assistance, but also equipped with
knowledge and economic infrastructure; and
3. Safeguarding the future: Ensuring soil fertility and strong social cohesion to support the long-term
sustainability of the fertilizer industry.
Community Development
Program Tajumase Hadakewa
Tajumase Hadakewa Program
Penerima manfaat
Beneficiaries
256 39
warga desa | village residents petani | farmers 241
20 12
2025 Sustainability Report
UMK | MSEs pengelola wisata
tourism operators
7
kader posyandu | posyandu cadres
Page 242
Peran Aktif dalam Pemberdayaan Masyarakat
Active Role in Community Empowerment
Berlokasi di Desa Hadakewa, Kecamatan Lebatukan, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT),
program ini bertujuan untuk:
1. Meningkatkan produktivitas lahan melalui sosialisasi pemupukan berimbang dengan prinsip 5T (Tepat
Jenis, Tepat Dosis, Tepat Waktu, Tepat Cara, dan Tepat Sasaran);
2. Mendorong diversifikasi sumber pendapatan masyarakat dengan membuka peluang ekonomi baru
melalui pelatihan pengolahan hasil laut menjadi produk olahan bernilai tambah;
3. Meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan sosial dari masyarakat melalui kegiatan pemeriksaan
kesehatan gratis, sosialisasi gizi seimbang, serta pelatihan kader kesehatan desa agar terjadi peningkatan
pemahaman pencegahan stunting dan pelayanan kesehatan dasar di tingkat desa; dan
4. Memperkuat kapasitas individu dan kelompok masyarakat melalui berbagai pelatihan di bidang pertanian,
kesehatan, dan perikanan.
Program ini memberikan manfaat berupa:
1. Memperkuat ketahanan pangan lokal melalui pembentukan kelompok tani baru serta pemanfaatan lahan
pertanian yang sebelumnya belum digarap;
2. Meningkatkan ekonomi keluarga dengan adanya diversifikasi usaha dari nelayan dengan mengolah hasil
laut sehingga memberi menambah nilai ekonomis; dan
3. Mendorong partisipasi aktif warga, memperkuat gotong royong, serta melahirkan generasi baru petani
yang berorientasi pada keberlanjutan.
Located in Hadakewa Village, Lebatukan District, Lembata Regency, East Nusa Tenggara (NTT), this program
aims to:
1. Enhance land productivity through socialization on balanced fertilization based on the 5T Right Principle
(Right Type, Right Dosage, Right Time, Right Method, and Right Target);
2. Encourage income diversification by creating new economic opportunities through training on processing
marine products into value-added goods;
3. Improve community health and social well-being through free health check-ups, nutrition awareness
programs, and training for village health cadres to strengthen understanding of stunting prevention and
basic healthcare services at the village level; and
4. Strengthen the capacity of individuals and community groups through various training programs in
agriculture, health, and fisheries.
The program delivers the following benefits:
1. Strengthening local food security through the establishment of new farmer groups and the utilization of
previously uncultivated agricultural land;
2. Improving household income through business diversification, enabling fishermen to process marine
products into higher-value goods; and
3. Promoting active community participation, strengthening mutual cooperation, and fostering a new
generation of farmers oriented toward sustainability.
242
Laporan Keberlanjutan 2025
Page 243
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Program Tajumase Wowong
Tajumase Wowong Program
Penerima manfaat
Beneficiaries
39 35
warga desa | village residents petani | farmers
20 12
kader kesehatan UMK | MSEs
health cadres
10 1
pengelola Toko Pe-I nelayan
Pe-I Shop operators fisherman
Berlokasi di Desa Wowong, Kecamatan Omesuri, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), program
ini bertujuan untuk:
1. Mendorong masyarakat memanfaatkan pekarangan dan membuka lahan baru untuk produksi pangan;
dan
2. Membangun partisipasi aktif warga dan melahirkan generasi baru petani berorientasi keberlanjutan.
Program ini memberikan manfaat berupa:
1. Masyarakat yang lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan melalui pemanfaatan pekarangan
dan pembukaan lahan baru; dan
2. Kemudahan bagi warga untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru dalam budi daya
pertanian dan pengolahan hasil laut sehingga tumbuh kemandirian dan keberlanjutan dalam pengelolaan
sumber daya desa.
Located in Wowong Village, Omesuri District, Lembata Regency, East Nusa Tenggara (NTT), this program aims
to:
1. Encourage communities to utilize home yards and open new land for food production; and
2. Foster active community participation and cultivate a new generation of sustainability-oriented farmers.
Program ini memberikan manfaat berupa:
1. Increasing community self-sufficiency in meeting food needs through the utilization of home yards and the
development of new agricultural land; and
2. Improving access for communities to acquire new knowledge and skills in agricultural cultivation and
marine product processing, supporting greater independence and sustainable resource management at
the village level.
243
2025 Sustainability Report
Page 244
Peran Aktif dalam Pemberdayaan Masyarakat
Active Role in Community Empowerment
Program Tajumase Sriwijaya Mataram
Tajumase Sriwijaya Mataram Program
Penerima manfaat
Beneficiaries
500 41
warga desa anggota kelompok tani
village residents farmer group members
35 20
kader posyandu anggota KWT Gemilang
posyandu cadres members of the Gemilang
Women Farmers Group
10
anggota KWT Srikandi
members of Srikandi Women
Farmers Group
Berlokasi di Desa Sriwijaya Mataram, Kecamatan Bandar Mataram, Kabupaten Lampung Tengah, Lampung,
program ini bertujuan untuk:
1. Meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha pertanian dalam meningkatkan produktivitas lahan melalui
sosialisasi pemupukan berimbang dengan prinsip 5T (Tepat Jenis, Tepat Dosis, Tepat Waktu, Tepat Cara,
dan Tepat Sasaran), dan penerapan metode tumpang sari; dan
2. Mendorong diversifikasi sumber pendapatan masyarakat dengan membuka peluang ekonomi baru
melalui pelatihan pengolahan hasil panen singkong menjadi produk olahan bernilai tambah.
Program ini memberikan manfaat berupa:
1. Peningkatan hasil pertanian; dan
2. Peningkatan ekonomi keluarga dengan adanya diversifikasi usaha dari KWT dengan mengolah hasil
panen singkong sehingga memberi menambah nilai ekonomis.
Located in Sriwijaya Mataram Village, Bandar Mataram District, Central Lampung Regency, Lampung, this
program aims to:
1. Enhance agricultural productivity and efficiency by improving land output through outreach on balanced
fertilization based on the 5T Right Principle (Right Type, Right Dosage, Right Time, Right Method, and Right
Target), as well as the implementation of intercropping methods; and
2. Promote income diversification by creating new economic opportunities through training on processing
cassava harvests into value-added products.
244 The program delivers the following benefits:
1. Increasing agricultural yields; and
2. Improving household income through business diversification by women farmer groups, by processing
Laporan Keberlanjutan 2025
cassava harvests into products with higher economic value.
Page 245
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Program Permaisuri Gresik
Permaisuri Gresik Program
Penerima manfaat
Beneficiaries
12
anggota Kelompok Swadaya
Masyarakat (KSM) Permaisuri Hebat
members of the Permaisuri Hebat
Community Self-Help Group (KSM)
Berlokasi di Kelurahan Tlogopojok, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, program ini bertujuan untuk:
1. Meningkatkan pendapatan ekonomi kelompok rentan yang berada di sekitar industri; dan
2. Mendorong kemandirian dan keberlanjutan usaha KSM Permaisuri Hebat.
Program ini memberikan manfaat berupa:
1. Peningkatan ekonomi keluarga dengan adanya diversifikasi usaha dari KSM Permaisuri Hebat dengan
mengolah kain perca sehingga menambah nilai ekonomis; dan
2. Memperkuat kapasitas individu dan kelompok masyarakat melalui berbagai pelatihan menjahit.
Located in Tlogopojok Subdistrict, Gresik Regency, East Java, this program aims to:
1. Increase the income of vulnerable groups in areas surrounding industrial operations; and
2. Promote the independence and sustainability of the Permaisuri Hebat Community Self-Help Group (KSM).
The program delivers the following benefits:
1. Improving household income through business diversification by the Permaisuri Hebat KSM, by
transforming fabric scraps into products with higher economic value; and
2. Strengthening individual and community group capacities through various sewing training programs.
Sepanjang tahun 2025, PTPI dengan pembagian untuk pilar sosial sebesar 53%, diikuti
mengalokasikan penyaluran dana oleh pilar lingkungan sebesar 25%, pilar ekonomi sebesar
TJSL sebesar 21%, dan pilar hukum sebesar 1%.
Throughout 2025, PTPI allocated CSR distributed across the social pillar at 53%, followed by the
funds amounting to environmental pillar at 25%, the economic pillar at 21%, and
the legal pillar at 1%.
Rp259.089 245
juta | million
2025 Sustainability Report
Page 246
Peran Aktif dalam Pemberdayaan Masyarakat
Active Role in Community Empowerment
Evaluasi Program TJSL [OJK F.23] [GRI 203-2]
CSR Program Evaluation
Guna menjamin efektivitas serta penyempurnaan To ensure the effectiveness and continuous
program TJSL pada masa depan, PTPI improvement of its CSR programs, PTPI implements
menyelenggarakan mekanisme pengawasan ongoing monitoring and evaluation mechanisms. The
dan evaluasi yang dilakukan secara kontinu. Company also actively monitors evolving local issues by
Perusahaan juga aktif memantau dinamika isu lokal strengthening engagement with stakeholders through
melalui penguatan koneksi dengan para pemangku regular dialogue and the use of strategic communication
kepentingan, yang diwujudkan melalui dialog berkala channels to consistently capture community feedback.
serta pemanfaatan berbagai saluran komunikasi
strategis untuk menyerap aspirasi masyarakat secara
rutin.
Social Return on Investment (SROI)
Social Return on Investment (SROI)
PTPI menggunakan Social Return on Investment (SROI) PTPI applies the Social Return on Investment (SROI)
sebagai metode pengukuran dampak sosial. Metode methodology to measure social impact. This approach
ini berbasis pada capaian program dan dampak nyata is based on program outcomes and the tangible impacts
yang telah dinyatakan para pemangku kepentingan articulated by stakeholders, enabling a comprehensive
guna mengkaji pelaksanaan program TJSL Pupuk assessment of the Company’s CSR program
Indonesia. Pelaksanaan perhitungan SROI dilakukan implementation. The SROI calculation is conducted
melalui serangkaian tahapan yang terstruktur untuk through a series of structured stages to ensure that the
memastikan nilai sosial yang dihasilkan dapat terukur, social value generated is measurable, comparable, and
dibandingkan, dan telah mencerminkan perubahan reflective of the changes delivered by PTPI in practice.
yang PTPI bawa di lapangan.
Establishing Scope & Evidencing Outcomes and
Mapping Outcomes
Identifying Stakeholders GIving a Value
Mengembangkan indikator
outcome, mengumpulkan data
Memberi batas yang jelas atas
Memetakan dampak dan outcome, serta menetapkan jadwal
cakupan analisis pemetaan
membuat theory of change. dan menghitung total outcome.
dampak.
Mapping impacts and developing Developing outcome indicators,
Defining clear boundaries for
a theory of change. collecting outcome data, and
the scope of impact mapping
establishing timelines and
analysis.
calculating total outcomes.
Reporting, Using &
Establishing Impact & Calculate SROI
Embedding
246
Menyajikan laporan untuk
pemangku kepentingan dan
Memberi nilai finansial pada outcome dengan menyesuaikan konteks,
menggunakan hasilnya dalam
Laporan Keberlanjutan 2025
memperhitungkan attribute, drop off, deadweight & displacement, serta
perumusan masukan kepada
menghitung rasio SROI
Perusahaan.
Assigning financial values to outcomes by contextualizing assumptions,
Presenting reports to stakeholders
accounting for attribution, drop-off, deadweight, and displacement, and
and utilizing the results to inform
calculating the SROI ratio.
recommendations for the Company.
Page 247
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Berdasarkan hasil SROI, PTPI telah berhasil Based on the SROI results, PTPI has generated
menghasilkan manfaat yang signifikan pada tiga pilar significant benefits across the three sustainability pillars.
keberlanjutan.
Tajumase Lembata (Desa Hadakewa) Tajumase Lembata (Desa Wowong)
Tajumase Lembata (Hadakewa Village) Tajumase Lembata (Wowong Village)
2,51 2,81
Tajumase Giripurno (Desa Giripurno) Permaisuri Gresik
Tajumase Giripurno (Giripurno Village) Permaisuri Gresik
1,13 2,95
Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM)
Community Satisfaction Index (CSI)
PTPI menggunakan Indeks Kepuasan Masyarakat PTPI uses the Community Satisfaction Index (CSI) as a
(IKM) sebagai instrumen strategis untuk mengukur strategic instrument to assess program effectiveness
keberhasilan program berdasarkan kebutuhan, based on the actual needs, expectations, and
harapan, dan aspirasi nyata penerima manfaat. Melalui aspirations of beneficiaries. Through this measurement,
pengukuran ini, PTPI dapat memperoleh gambaran PTPI gains a holistic view of program impact, capturing
holistik mengenai dampak kualitatif program yang qualitative aspects such as community perceptions and
mencakup persepsi serta pengalaman masyarakat di experiences beyond purely quantitative outcomes. As
luar capaian angka statistik semata. Dengan demikian, such, the CSI serves as a key indicator in ensuring the
nilai IKM berfungsi sebagai indikator penting dalam sustainability, relevance, and public legitimacy of the
menjamin keberlanjutan, relevansi, serta legitimasi Company’s programs.
program di mata publik.
Nilai IKM menjadi skor nilai yang diberikan masyarakat CSI represents a score assigned by beneficiaries to
sebagai penerima manfaat terhadap kualitas aktivitas evaluate the quality of PTPI’s social responsibility
tanggung jawab sosial PTPI melalui pelaksanaan activities through program implementation. CSI value is
program. Nilai IKM dihitung melalui 10 (sepuluh) calculated based on 10 (ten) program implementation
unsur pelaksanaan program yang diadaptasi dari elements adapted from Ministerial Regulation of
PERMENPANRB Nomor 14 Tahun 2017. Berikut adalah Administrative and Bureaucratic Reform No. 14 of 2017.
hasil pencapaian nilai IKM PTPI: The following presents PTPI’s CSI achievement results:
Tajumase Lembata (Desa Hadakewa) Tajumase Lembata (Desa Wowong)
Tajumase Lembata (Hadakewa Village) Tajumase Lembata (Desa Wowong)
96,71 93,97
Sangat Baik | Very Good Sangat Baik | Very Good 247
Tajumase Giripurno (Desa Giripurno) Permaisuri Gresik
2025 Sustainability Report
Tajumase Giripurno (Desa Giripurno) Permaisuri Gresik
97,06 97,88
Sangat Baik | Very Good Sangat Baik | Very Good
Page 248
Pengelolaan Dampak Lingkungan dan Perubahan Iklim Environmental and Climate Impact Management
Page 249
Page 250
Pengelolaan Dampak Lingkungan dan Perubahan Iklim
Environmental Impact Management and Climate Change
Pengelolaan dampak lingkungan dan perubahan iklim The management of environmental and climate impacts
merupakan bagian dari strategi keberlanjutan PTPI is an integral part of PTPI’s sustainability strategy
dalam memastikan operasi bisnis yang bertanggung to ensure responsible operations and long-term
jawab dan berdaya saing jangka panjang. Sebagai competitiveness. As a company operating in the fertilizer
perusahaan yang bergerak di sektor industri pupuk, industry, PTPI recognizes that its operational activities
PTPI menyadari bahwa kegiatan operasional memiliki are inherently linked to the use of natural resources,
keterkaitan langsung dengan penggunaan sumber as well as the potential generation of emissions and
daya alam serta potensi timbulan emisi dan dampak environmental impacts. This underscores the need for
lingkungan sehingga diperlukan pendekatan yang a structured, measurable, and integrated approach
terstruktur, terukur, dan terintegrasi dalam setiap across all stages of its business activities.
tahapan kegiatan usaha.
PTPI mengintegrasikan kebijakan lingkungan ke dalam PTPI has embedded its environmental commitments
Kebijakan K3LH yang ditandatangani oleh Direktur within the HSE Policy, endorsed by the President
Utama. Kebijakan ini menjadi pedoman bagi seluruh Director. This policy serves as a guiding framework for
Insan Perusahaan serta pemangku kepentingan, all Company employees and stakeholders, including
termasuk karyawan, mitra bisnis, pelanggan, dan employees, business partners, customers, and other
pihak terkait lainnya. Kebijakan ini menegaskan relevant parties. It affirms the Company’s commitment
komitmen Perusahaan untuk terus meningkatkan to continuously enhancing environmental performance
kinerja lingkungan melalui inovasi, evaluasi rutin, through innovation, regular evaluation, and the adoption
dan penerapan praktik terbaik guna meminimalkan of best practices to minimize impacts on ecosystems.
dampak terhadap ekosistem. PTPI juga menetapkan PTPI has also established measurable environmental
target pengelolaan lingkungan yang terukur, yang management targets, supported by employee
pelaksanaannya didukung oleh program pelatihan bagi training programs designed to strengthen awareness
karyawan guna memperkuat pemahaman atas dampak of environmental impacts and reinforce individual
lingkungan dan tanggung jawab masing-masing dalam accountability in contributing to the Company’s overall
mendukung pencapaian kinerja Perusahaan. performance.
Strategi Operasi Hijau
Green Operations Strategy
Industri pupuk berperan penting dalam mendukung The fertilizer industry plays a critical role in supporting
ketahanan pangan nasional melalui peningkatan national food security by enhancing agricultural
produktivitas pertanian. Aktivitas ini mendorong productivity. These activities drive land optimization,
optimalisasi lahan, peningkatan hasil panen, serta increase crop yields, and contribute to economic
memberikan kontribusi ekonomi melalui penciptaan growth through job creation and the advancement of
lapangan kerja dan pengembangan teknologi agricultural technologies. At the same time, fertilizer
pertanian. Di sisi lain, proses produksi pupuk juga production processes exert environmental pressures,
menimbulkan tekanan terhadap lingkungan, seperti including conventional and greenhouse gas emissions,
emisi konvensional dan gas rumah kaca, konsumsi air high water consumption, and the potential generation
250 yang tinggi, serta potensi air limbah. of wastewater.
Prinsip operasi hijau menjadi landasan utama PTPI Green operations principles are a core foundation
Laporan Keberlanjutan 2025
dalam mengendalikan dan mengelola dampak ke for PTPI in managing and mitigating environmental
lingkungan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. impacts through an integrated, end-to-end approach
Komitmen ini diwujudkan melalui langkah strategis across its value chain. This commitment is reflected
yang menyeluruh, mulai dari peningkatan efisiensi in comprehensive strategic measures, ranging from
energi dan proses produksi, penerapan teknologi yang improving energy efficiency and optimizing production
Page 251
PT Pupuk Indonesia (Persero)
lebih bersih dan rendah emisi, hingga pengelolaan processes, to adopting cleaner and lower-emission
limbah yang bertanggung jawab dan memenuhi baku technologies, and implementing responsible waste
mutu. Pendekatan tersebut juga mencakup upaya management practices in compliance with applicable
meminimalkan dampak terhadap masyarakat di sekitar standards. The approach also encompasses efforts
wilayah operasional serta edukasi kepada petani to minimize impacts on communities surrounding
sebagai pengguna akhir agar pemanfaatan pupuk operational areas, as well as initiatives to educate
dilakukan secara tepat dosis dan bijak. [OJK F.23] farmers as end users to ensure fertilizers are applied in
appropriate and responsible dosages. [OJK F.23]
Sebagai bagian dari penguatan pengelolaan dampak, As part of strengthening its impact management, PTPI
PTPI menerapkan metode life cycle assessment applies a life cycle assessment (LCA) methodology
(LCA) dengan pendekatan cradle to grave untuk using a cradle-to-grave approach to evaluate the
mengevaluasi dampak lingkungan produk pupuk environmental impacts of its urea fertilizer products
urea pada seluruh tahapan siklus hidupnya, mulai dari across all stages of their life cycle, from raw material
pengadaan bahan baku, proses produksi, distribusi, sourcing and production processes to distribution,
penggunaan, hingga tahap akhir pengelolaan. Hasil LCA usage, and end-of-life management. The LCA results
memberikan dasar kuantitatif untuk mengidentifikasi provide a quantitative basis for identifying key
sumber dampak utama dan menentukan prioritas impact drivers and determining priority areas for
perbaikan kinerja lingkungan. Saat ini, sekitar 100% environmental performance improvement. To date,
produk pupuk urea telah dianalisis menggunakan LCA 100% of urea fertilizer products have undergone LCA
untuk memastikan evaluasi yang menyeluruh terhadap analysis, ensuring a comprehensive evaluation of their
dampak lingkungannya. environmental footprint.
Hasil evaluasi LCA tersebut menjadi landasan dalam The LCA results serve as the foundation for the
penyusunan Environmental Product Declaration (EPD) development of the Environmental Product Declaration
yang diterbitkan oleh EPD Southeast Asia sebagai (EPD), issued by EPD Southeast Asia as a Type III
deklarasi pelabelan lingkungan Tipe III. Melalui EPD, environmental labeling declaration. Through the
PTPI menyajikan profil dampak lingkungan produk yang EPD, PTPI presents a transparent and independently
transparan dan terverifikasi sehingga meningkatkan verified environmental impact profile of its products,
akuntabilitas sekaligus memberikan nilai tambah bagi strengthening accountability while delivering added
pemangku kepentingan. value to stakeholders.
251
2025 Sustainability Report
PTPI memastikan implementasi Operasi Hijau berjalan PTPI ensures the consistent and measurable
konsisten dan terukur dengan menetapkan strategi implementation of its Green Operations by establishing
pengelolaan lingkungan sebagai berikut: the following environmental management strategies:
Page 252
Pengelolaan Dampak Lingkungan dan Perubahan Iklim
Environmental Impact Management and Climate Change
1. Kepatuhan 1. Compliance
Memastikan seluruh kegiatan operasional PTPI ensures that all operational activities comply
mematuhi peraturan perundang-undangan with applicable environmental laws and regulations,
di bidang lingkungan dan secara bertahap while progressively adopting standards that go
mengadopsi standar yang melampaui ketentuan beyond minimum compliance requirements. The
minimum (beyond compliance). Perusahaan Company maintains key environmental documents,
memiliki dokumen lingkungan, seperti Analisis including Environmental Impact Assessments
Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dan (EIA) and Environmental Management and
Upaya Pengelolaan serta Pemantauan Lingkungan Monitoring Efforts (UKL-UPL), and ensures the full
Hidup (UKL-UPL), serta memastikan implementasi implementation of all environmental management
seluruh kewajiban pengelolaan dan pemantauan and monitoring obligations in accordance with
lingkungan berjalan sesuai ketentuan. regulatory requirements.
Area operasional PTPI telah dilakukan audit All PTPI operational areas have undergone
lingkungan setiap tahun dengan cakupan sebesar annual environmental audits, with 100% coverage.
100%. Proses audit meliputi pemeriksaan pada These audits encompass reviews of regulatory
aspek kepatuhan perizinan, pelaksanaan rencana compliance, the implementation of environmental
pengelolaan dan pemantauan, serta pengendalian management and monitoring plans, and the control
dampak lingkungan. Setiap temuan audit akan of environmental impacts. Audit findings are
ditindaklanjuti melalui mekanisme perbaikan yang systematically addressed through corrective action
dipantau secara berkala hingga dinyatakan selesai mechanisms, which are monitored regularly until
tahun. completion within the reporting year.
2. Praktik Terbaik dan Sertifikasi 2. Best Practices and Certification
Menerapkan ISO 14001 dan ISO 50001 yang PTPI implements ISO 14001 and ISO 50001
mencakup 100% dari seluruh kegiatan operasional across 100% of its operations, establishing an
sebagai kerangka pengelolaan lingkungan integrated, systematic, and continuous framework
dan energi yang terintegrasi, sistematis, dan for environmental and energy management.
berkelanjutan. Penerapan kedua standar ini The application of these standards ensures that
memastikan pengendalian dampak lingkungan, environmental impact control, energy efficiency
peningkatan efisiensi energi, serta perbaikan kinerja improvements, and performance enhancements are
dilakukan secara terukur dan terdokumentasi. carried out in a measurable and well-documented
manner.
Selain itu, PTPI memenuhi Standar Industri Hijau In addition, PTPI complies with Green Industry
untuk produk amonia, pupuk urea, pupuk SP-36, Standards for ammonia products, urea fertilizer,
pupuk ZA, dan pupuk NPK, guna memperkuat SP-36 fertilizer, ZA fertilizer, and NPK fertilizer,
efisiensi sumber daya dan daya saing produk yang reinforcing resource efficiency and enhancing the
lebih ramah lingkungan. Konsistensi implementasi environmental competitiveness of its products.
dijaga melalui audit oleh pihak ketiga independen Implementation consistency is maintained through
yang dilaksanakan setiap tahun untuk memastikan annual independent third-party audits to ensure
kesesuaian terhadap standar yang berlaku. Hasil alignment with applicable standards. The results
audit tersebut menjadi dasar penyusunan rencana of these audits are the basis for follow-up action
tindak lanjut dan perbaikan berkelanjutan, yang plans and continuous improvement, with progress
252 dipantau secara berkala hingga seluruh temuan monitored regularly until all findings are resolved in
terselesaikan sesuai rekomendasi yang diberikan. accordance with the recommendations provided.
Laporan Keberlanjutan 2025
3. Strategi Operasional Berkelanjutan 3. Sustainable Operational Strategy
Meningkatkan efisiensi energi, bahan baku, dan PTPI enhances the efficiency of energy, raw
air, serta menekan emisi dan timbulan limbah materials, and water, while reducing emissions
melalui optimalisasi proses produksi. Optimalisasi and waste generation through the optimization of
dilakukan dengan menerapkan prinsip rethink, production processes. These efforts are guided
Page 253
PT Pupuk Indonesia (Persero)
reduce, reuse, recycle, dan recovery (5R) dalam by the principles of rethink, reduce, reuse, recycle,
kegiatan operasional, yang disertai upaya and recovery (5R), alongside initiatives to protect
pelindungan keanekaragaman hayati di sekitar biodiversity in areas surrounding its operations.
wilayah kerja.
4. Teknologi Ramah Lingkungan 4. Environmentally Friendly Technology
Mengutamakan penggunaan teknologi proses PTPI prioritizes the use of energy-efficient and low-
yang lebih hemat energi dan rendah emisi, emission process technologies, while equipping its
serta melengkapi fasilitas produksi dengan unit production facilities with pollution control systems
pengendali pencemaran untuk memastikan limbah to ensure that waste and emissions remain within
dan emisi berada dalam batas baku mutu. regulatory quality standards.
5. Pengembangan Produk Ramah Lingkungan 5. Development of Environmentally Friendly
Products
Mengembangkan produk pupuk yang lebih ramah PTPI continues to develop more environmentally
lingkungan, termasuk pupuk organik, pupuk hayati, friendly fertilizer products, including organic
biodekomposer, produk berbasis ekonomi sirkular, fertilizers, biofertilizers, biodecomposers, circular
enhanced efficiency fertilizer, sistem pertanian economy-based products, enhanced efficiency
presisi, bionitrogen N-Fix, urea hydroxyapatite fertilizers, precision agriculture systems, bionitrogen
nanohybrid, dan soil sensing kit. N-Fix, urea hydroxyapatite nanohybrids, and soil
sensing kits.
6. Pendidikan dan Penyuluhan 6. Education and Socialization
Melakukan penyuluhan secara berkala melalui PTPI conducts regular socialization through
program temu pelanggan dan layanan Mobil Uji customer engagement programs and Mobile
Tanah untuk mendorong pemupukan yang tepat Soil Testing Unit services to promote precise and
dosis dan efisien sehingga meminimalkan dampak efficient fertilizer application. These initiatives aim
lingkungan pada tahap penggunaan. to minimize environmental impacts at the product
use stage while supporting sustainable agricultural
practices.
Implementasi strategi tersebut menunjukkan hasil yang The implementation of these strategies has delivered
konsisten. Sejak tahun 2020 hingga tahun pelaporan, consistent results. From 2020 through the reporting
tidak terdapat pelanggaran terhadap peraturan year, PTPI recorded no violations of environmental
lingkungan hidup di lingkungan PTPI. [GRI 2-27] regulations across its operations. [GRI 2-27]
Kinerja pengelolaan lingkungan juga tecermin Environmental management performance is also
dalam capaian Program Penilaian Peringkat Kinerja reflected in the Company’s achievements under
Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup the Environmental Performance Rating Program
(PROPER), dengan perolehan PROPER periode 2024- (PROPER), with the following results for the 2024–2025
2025 sebagai berikut: assessment period:
253
PT Pupuk Kalimantan Timur PT Petrokimia Gresik
PT Pupuk Kujang
PROPER Emas PROPER Hijau
2025 Sustainability Report
PT Pupuk Sriwidjaja Palembang
Gold PROPER Green PROPER
PT Pupuk Iskandar Muda
Page 254
Pengelolaan Dampak Lingkungan dan Perubahan Iklim
Environmental Impact Management and Climate Change
Efisiensi Proses Produksi [OJK F.26]
Production Process Efficiency
Dalam rangka mengoptimalkan operasi Perusahaan, To optimize its operations, across business processes,
baik pada proses bisnis, peralatan, maupun equipment performance, and resource utilization, PTPI
pemanfaatan sumber daya, PTPI menetapkan strategi has established strategies to enhance production
peningkatan efisiensi dan keandalan produksi yang efficiency and reliability, in alignment with its
selaras dengan komitmen pengelolaan lingkungan. environmental management commitments.
6. Various online
monitoring systems 1. Plant Technical Audit
such as Digital Fertilizer,
i-Smart, etc.
Menjaga Kinerja Pabrik 2. Maintain Excellence
5. Production Analytics yang Optimal Through Predictive,
Center Maintaining Optimal Preventive, and Corrective
Maintenance
Plant Performance
3. Production
4. Energy Management
Management System
System
(SIMPRO)
Implementasi strategi tersebut diwujudkan melalui These strategies are realized through the following
inisiatif berikut: initiatives:
1. Pemeliharaan Preventif dan Prediktif 1. Preventive and Predictive Maintenance
PTPI menerapkan manajemen pemeliharaan PTPI implements a maintenance management
berbasis pemeliharaan preventif dan prediktif system based on preventive and predictive
melalui inspeksi serta perawatan berkala untuk approaches, supported by routine inspections
menjaga keandalan peralatan, memperpanjang and scheduled maintenance to ensure equipment
umur aset, menekan konsumsi energi, dan reliability, extend asset life, reduce energy
mengurangi potensi emisi. consumption, and minimize potential emissions.
2. Revitalisasi Pabrik 2. Plant Revitalization
PTPI melakukan pemutakhiran teknologi pada PTPI has undertaken technology upgrades at
pabrik yang telah beroperasi lama, termasuk PKT aging plants, including PKT 1 in Bontang and Pusri
1 di Bontang dan Pusri 2 di Palembang. Revitalisasi 2 in Palembang. These revitalization efforts have
ini telah berhasil meningkatkan produktivitas improved productivity while reducing energy
sekaligus menurunkan konsumsi energi hingga 14 consumption by up to 14 MMBtu per ton of product.
254 MMBtu/ton produk.
3. Optimalisasi Pemanfaatan Gas 3. Optimization of Gas Utilization
PTPI meningkatkan efisiensi penggunaan gas PTPI enhances the efficiency of gas utilization
Laporan Keberlanjutan 2025
sebagai bahan baku dan sumber energi melalui as both feedstock and energy source through
penguatan manajemen produksi, optimalisasi strengthened production management, optimized
pelaksanaan turn around, serta penerapan sistem turnaround execution, and the implementation of
pemantauan real time untuk memperbaiki rasio real-time monitoring systems to improve the energy
konsumsi energi/ton produk. consumption per ton of product ratio.
Page 255
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Energi [GRI 302-1, 302-2, 302-3, 302-4, 302-5] [OJK F.6, F.7] [RT-CH-130a.1]
Energy
Sebagai industri dengan karakteristik padat energi, As an energy-intensive industry, fertilizer production
proses produksi pupuk membutuhkan pasokan energi requires a substantial and stable energy supply across
yang besar dan stabil pada setiap tahapan, mulai dari all stages, from raw material processing and ammonia
pengolahan bahan baku, sintesis amonia, produksi synthesis to urea production and product distribution.
urea, hingga distribusi produk. Tingginya kebutuhan This high level of energy demand makes efficiency a
energi tersebut menjadikan efisiensi sebagai faktor critical factor in sustaining operations, managing cost
penentu keberlanjutan operasional, struktur biaya, dan structures, and maintaining product competitiveness in
daya saing produk di pasar. [GRI 3-3] the market. [GRI 3-3]
PTPI mengelola energi secara terstruktur dengan PTPI manages energy in a structured manner, in
mengacu pada Peraturan Pemerintah Republik alignment with Government Regulation No. 33 of
Indonesia Nomor 33 Tahun 2023 tentang Konservasi 2023 on Energy Conservation, as well as ISO 50001
Energi serta ISO 50001 Sistem Manajemen Energi. Energy Management Systems. These standards are
Penerapan standar ini dilakukan di seluruh unit implemented across all production units to ensure
produksi untuk memastikan pengendalian konsumsi, effective control of energy consumption, performance
pemantauan kinerja, serta perbaikan berkelanjutan monitoring, and continuous improvement based on
berbasis data dan evaluasi periodik. [GRI 3-3] data-driven insights and periodic evaluations. [GRI 3-3]
Sebagai bagian dari penguatan sistem manajemen As part of strengthening its energy management
energi, Perusahaan menyelenggarakan pelatihan dan system, the Company conducts structured training and
sosialisasi efisiensi energi secara terstruktur kepada socialization on energy efficiency for employees across
karyawan di unit produksi dan pendukung. Materi production and supporting units. The training covers
mencakup pengendalian konsumsi energi, identifikasi energy consumption control, identification of efficiency
peluang penghematan, serta peran individu dalam opportunities, and the role of individuals in achieving
mendukung target penurunan intensitas energi. energy intensity reduction targets.
PTPI melakukan pemantauan dan evaluasi progres PTPI monitors and evaluates energy reduction progress
pengurangan energi secara berkala setiap bulan. monthly. The evaluation results serve as the basis
Hasil evaluasi menjadi dasar penyesuaian rencana for adjusting work plans, allocating resources, and
kerja, alokasi sumber daya, dan intervensi teknis guna implementing technical interventions to ensure that
memastikan target efisiensi tercapai. efficiency targets are achieved.
Pada tahun pelaporan, total konsumsi energi tercatat During the reporting year, total energy consumption
sebesar 132.856.772 GJ, meningkat 5,59% dibandingkan reached 132,856,772 GJ, representing an increase of
tahun sebelumnya, yakni sebesar 125.827.719 GJ. 5.59% compared to the previous year’s 125.827.719 GJ.
Perubahan ini dipengaruhi oleh peningkatan jumlah This change was primarily driven by higher production
produksi pada tahun 2025 dibandingkan tahun 2024. volumes in 2025 compared to 2024. [GRI 302-1] [OJK F.6]
[GRI 302-1] [OJK F.6]
Pelaporan konsumsi energi difokuskan pada seluruh Energy consumption reporting covers all activities within
aktivitas yang berlangsung di dalam batas operasional the Company’s operational boundaries. Indirect energy 255
perusahaan. Konsumsi energi tidak langsung dari consumption from third-party logistics and supply
kegiatan logistik pihak ketiga maupun rantai pasok chain activities has not been included, as materiality
2025 Sustainability Report
belum dicatat karena berdasarkan kajian materialitas assessments indicate that their contribution is not
kontribusinya dinilai tidak signifikan terhadap total significant to the Company’s total energy consumption.
konsumsi energi Perusahaan. [GRI 302-2] [OJK F.6] [GRI 302-2] [OJK F.6]
Page 256
Pengelolaan Dampak Lingkungan dan Perubahan Iklim
Environmental Impact Management and Climate Change
Efisiensi penggunaan energi diukur melalui intensitas Energy efficiency is measured through energy intensity,
energi, yaitu jumlah energi yang dibutuhkan untuk defined as the amount of energy required to produce
menghasilkan satu ton produk. Penghitungan dilakukan one ton of product. This is calculated by dividing
dengan membagi total konsumsi energi dalam total energy consumption, in GJ or MMBtu, by total
satuan GJ atau MMBtu dengan total volume produksi production volume in tons during the reporting year.
dalam satuan ton pada tahun pelaporan. Parameter The parameter includes fuel and electricity usage for
ini mencakup penggunaan bahan bakar dan listrik ammonia and urea production, in line with the KPI
untuk produksi amonia dan urea sesuai matriks KPI matrix of the Ministry of SOEs. [GRI 302-3]
Kementerian BUMN. [GRI 302-3]
Pada tahun 2025, intensitas energi produksi amonia In 2025, the energy intensity of ammonia production
tercatat sebesar 37,76 GJ/ton, menurun dibandingkan was recorded at 37.76 GJ per ton, decreasing from
tahun sebelumnya sebesar 38,02 GJ/ton. Sementara 38.02 GJ per ton in the previous year. Meanwhile, the
itu, intensitas energi produksi urea tercatat sebesar energy intensity of urea production was recorded at
29,13 GJ/ton, menurun dibandingkan 29,84 GJ/ton pada 29.13 GJ per ton, decreasing from 29.84 GJ per ton in
tahun sebelumnya. [GRI 302-3] [OJK F.6] the prior year. [GRI 302-3] [OJK F.6]
Dibandingkan dengan baseline tahun 2019, kebutuhan Compared to the 2019 baseline, energy consumption
energi per ton amonia pada tahun pelaporan berada per ton of ammonia in the reporting year was either
pada posisi lebih tinggi atau lebih rendah. Perubahan higher or lower, depending on operational conditions.
ini dipengaruhi oleh stabilitas pasokan gas dan utilitas, These fluctuations were influenced by the stability
serta tingkat keandalan operasi pabrik. Operasi di of gas and utility supply, as well as plant reliability.
bawah kapasitas optimal menyebabkan konsumsi Operations below optimal capacity tend to increase
energi per ton meningkat karena beban utilitas dasar energy consumption per ton, as base utility loads remain
tetap berjalan meskipun volume produksi menurun. [GRI constant even when production volumes decline. [GRI
302-5] 302-5]
Sebagai bagian dari strategi menuju ekonomi rendah As part of its transition energy transformation toward
karbon, PTPI mendorong transformasi energi melalui a low-carbon economy, PTPI is advancing three key
tiga fokus utama, yaitu peningkatan pemanfaatan energi focus areas: increasing the use of renewable energy,
terbarukan, optimalisasi bahan bakar dan utilitas, serta optimizing fuel and utility consumption, and modernizing
modernisasi teknologi produksi. Langkah ini diarahkan production technologies. These initiatives are designed
untuk menekan emisi sekaligus meningkatkan efisiensi to reduce emissions while improving cost efficiency.
biaya produksi.
Melalui berbagai program efisiensi dan konservasi Through various energy efficiency and conservation
energi, Perusahaan mencatat penurunan konsumsi programs, the Company recorded a reduction in
energi sebesar 41.536.544 GJ, meningkat 26,42% energy consumption of 41,536,544 GJ, an increase
dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 32.830.527 of 26.42% compared to the previous year’s reduction
GJ. Pengurangan konsumsi energi tersebut mencakup of 32,830,527 GJ. The reduction covered all energy
seluruh konsumsi energi pada kegiatan operasional consumption across the Company’s operational
Perusahaan. Perhitungan pengurangan energi dilakukan activities. The calculation of energy reduction was
dengan membandingkan konsumsi energi tahun conducted by comparing the current year’s energy
berjalan terhadap konsumsi energi tahun sebelumnya consumption with that of the previous year to evaluate
256 untuk mengevaluasi efektivitas implementasi program the effectiveness of the implementation of energy
efisiensi energi. [GRI 302-4] [OJK F.7] efficiency programs. [GRI 302-4] [OJK F.7]
Laporan Keberlanjutan 2025
Inisiatif yang dilaksanakan untuk menurunkan The initiatives implemented to reduce energy
penggunaan energi meliputi: [GRI 302-4] [OJK F.7] consumption include: [GRI 302-4] [OJK F.7]
1. Perubahan tahapan dan mode start-up pabrik 1. Adjustment of plant start-up stages and modes to
untuk mempercepat durasi start-up sehingga dapat shorten start-up duration and reduce gas energy
menghemat konsumsi energi gas; consumption;
Page 257
PT Pupuk Indonesia (Persero)
2. Optimasi pemanfaatan purge gas pabrik amonia; 2. Optimization of purge gas utilization in ammonia
plants;
3. Pengaturan operasional turbin untuk menurunkan 3. Operational adjustments of turbines to reduce
konsumsi energi steam; steam energy consumption;
4. Optimasi panas di primary reformer; 4. Heat optimization in the primary reformer;
5. Optimasi waktu penggantian katalis untuk menjaga 5. Optimization of catalyst replacement timing to
efisiensi energi; maintain energy efficiency;
6. Revitalisasi pabrik untuk meningkatkan efisiensi 6. Plant revitalization to improve equipment and
peralatan dan proses; process efficiency;
7. Pelaksanaan audit pabrik pada unit amonia, urea, 7. Implementation of plant audits across ammonia,
utilitas, dan NPK guna mengidentifikasi potensi urea, utilities, and NPK units to identify energy-
penghematan energi; saving opportunities;
8. Optimalisasi operasi melalui penerapan sistem 8. Operational optimization through the
manajemen produksi; implementation of production management
9. Modifikasi dan interkoneksi antarpabrik untuk systems;
meningkatkan pemanfaatan utilitas; 9. Modification and interconnection between plants
10. Pengendalian konsumsi listrik di area non produksi, to enhance utility utilization;
termasuk pengurangan penggunaan pendingin 10. Control of electricity consumption in non-production
udara; areas, including reduced use of air conditioning;
11. Penerapan disiplin operasional dengan mematikan 11. Enforcement of operational discipline by shutting
peralatan ketika tidak digunakan; down equipment when not in use;
12. Pemasangan pembangkit listrik tenaga surya atap 12. Installation of rooftop solar power systems in office
di area perkantoran; dan areas; and
13. Penggantian fasilitas lama dengan teknologi yang 13. Replacement of legacy facilities with technologies
memiliki konsumsi energi lebih rendah per ton that offer lower energy consumption per ton of
produk. product.
Material [GRI 301-1, 301-2, 301-3] [OJK F.5]
Materials
Produksi pupuk PTPI memanfaatkan kombinasi PTPI’s fertilizer production utilizes a combination of
bahan baku terbarukan dan tidak terbarukan. Bahan renewable and non-renewable materials. Renewable
terbarukan meliputi udara dan air, sedangkan bahan inputs include air and water, while non-renewable
tidak terbarukan, antara lain, gas alam dan mineral materials include natural gas and certain minerals.
tertentu. Seluruh material tersebut diproses menjadi These materials are processed into fertilizers containing
pupuk yang mengandung unsur hara utama, yaitu key nutrients, namely nitrogen (N), phosphorus (P), and
nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K), yang berperan potassium (K), which are essential for supporting plant
penting dalam mendukung pertumbuhan dan growth and productivity. [GRI 3-3]
produktivitas tanaman. [GRI 3-3]
Pada pupuk urea, unsur nitrogen diperoleh dari In urea production, nitrogen is derived from ammonia
amonia (NH₃) yang dihasilkan melalui pengolahan (NH₃), which is produced through the processing of 257
udara, air, dan gas alam. Sementara itu, pupuk NPK air, water, and natural gas. Meanwhile, NPK fertilizers
mengkombinasikan nitrogen yang bersumber dari combine nitrogen sourced from ammonia, urea, and
2025 Sustainability Report
amonia, urea, dan ammonium sulfat (ZA); fosfor dari ammonium sulfate (ZA); phosphorus from diammonium
diammonium phosphate (DAP), asam fosfat, dan batuan phosphate (DAP), phosphoric acid, and phosphate rock;
fosfat; serta kalium dari KCl. Penggunaan pupuk yang and potassium from KCl. The appropriate application of
tepat dosis menjadi faktor penting agar manfaat fertilizers remains critical to ensuring optimal agronomic
agronomis tetap optimal tanpa menimbulkan risiko benefits while minimizing risks of water pollution and
pencemaran air maupun peningkatan emisi. increased emissions.
Page 258
Pengelolaan Dampak Lingkungan dan Perubahan Iklim
Environmental Impact Management and Climate Change
Sepanjang tahun pelaporan, pemanfaatan udara sebagai During the reporting year, the use of air as a renewable
bahan baku terbarukan mencapai 6.125.612.954 Nm3 raw material reached 6,125,612,954 Nm³, equivalent to
atau setara 40% dari total produksi amonia, urea, dan 40% of total ammonia, urea, and NPK production. In the
NPK. Dalam proses produksi urea, bahan baku utama urea production process, primary inputs such as liquid
berupa amonia cair dan CO2 digunakan hingga habis ammonia and CO₂ are fully consumed, resulting in no
sehingga tidak terdapat material yang dapat didaur materials available for recycling. In NPK production,
ulang. Adapun pada produksi NPK, PTPI memanfaatkan PTPI utilized 65,555 tons of recycled materials,
material daur ulang sebesar 65.555 ton atau sekitar representing approximately 1.55% of total NPK raw
1,55% dari total kebutuhan bahan baku NPK. [GRI 301-1, 301-2] material requirements. [GRI 301-1, 301-2]
Selama periode pelaporan, tidak terdapat produk During the reporting period, there were no reclaimed
reclaimed, yaitu produk maupun kemasan yang products, defined as products or packaging collected
dikumpulkan kembali untuk digunakan ulang atau for reuse or recycling after the end of their useful life.
didaur ulang setelah masa manfaatnya berakhir. [GRI 301-3] [GRI 301-3]
Strategi Pengelolaan Bahan Kimia [RT-CH-410b.2]
Chemical Management Strategy
PTPI menerapkan sistem manajemen bahan kimia yang PTPI implements a robust chemical management
ketat untuk memastikan seluruh tahapan, mulai dari system to ensure that all stages, from procurement,
pengadaan, transportasi dan distribusi, penyimpanan, transportation and distribution, storage, and usage
penggunaan, hingga pengelolaan limbah, dilaksanakan to waste management are carried out safely and
secara aman dan bertanggung jawab. responsibly.
Strategi yang diterapkan meliputi: The strategy includes the following:
1. Kepatuhan terhadap regulasi 1. Regulatory compliance
Memastikan seluruh bahan kimia yang digunakan Ensuring that all chemicals used comply with
memenuhi ketentuan peraturan nasional serta applicable national regulations, as well as relevant
standar keselamatan dan lingkungan yang berlaku. safety and environmental standards.
2. Pengendalian risiko 2. Risk control
Melakukan identifikasi dan evaluasi risiko Conducting systematic identification and
terhadap bahan kimia dalam proses produksi serta assessment of chemical-related risks within
menerapkan langkah pencegahan dan mitigasi production processes, followed by the
risiko secara sistematis. implementation of preventive and mitigation
measures.
3. Pengadaan dan pembelian 3. Procurement and purchasing
Memastikan bahan kimia yang dibeli sesuai Ensuring that all procured chemicals align with
kebutuhan operasional dan dilengkapi Lembar operational requirements and are accompanied by
Data Keselamatan Bahan (LDKB). Material Safety Data Sheets (MSDS).
4. Penyimpanan 4. Storage
Menyimpan bahan kimia sesuai karakteristiknya Storing chemicals according to their specific
dalam wadah yang tepat dan tertutup untuk characteristics in appropriate, sealed containers to
mencegah kebocoran maupun kontaminasi. prevent leakage and contamination.
258 5. Penggunaan 5. Usage
Mewajibkan penggunaan alat pelindung diri (APD) Requiring the use of personal protective equipment
serta penerapan prosedur kerja aman dalam setiap (PPE) and adherence to safe work procedures in all
Laporan Keberlanjutan 2025
aktivitas penanganan bahan kimia. chemical handling activities.
6. Pengelolaan limbah dan emisi 6. Waste and emissions management
Mengoptimalkan teknologi pengolahan limbah Optimizing waste treatment technologies to
untuk menekan dampak residu bahan kimia minimize the environmental impact of chemical
terhadap lingkungan. residues.
Page 259
PT Pupuk Indonesia (Persero)
7. Pelatihan dan peningkatan kesadaran 7. Training and awareness
Memberikan edukasi dan pelatihan kepada Providing employees with education and training
karyawan terkait prosedur penanganan bahan on safe chemical handling procedures to minimize
kimia yang aman guna meminimalkan risiko health and environmental risks.
kesehatan dan lingkungan.
Selain pengendalian operasional, PTPI mendorong In addition to operational controls, PTPI advances the
pengembangan produk yang lebih ramah lingkungan development of more environmentally friendly products
melalui kegiatan riset dan inovasi. Perusahaan through research and innovation initiatives. The
mengembangkan pupuk berbasis teknologi yang Company develops technology-based fertilizers that
meningkatkan efisiensi penyerapan unsur hara enhance nutrient absorption efficiency in plants, thereby
oleh tanaman sehingga dapat mengurangi potensi reducing the potential for environmental pollution.
pencemaran.
Upaya pengurangan bahan kimia berisiko juga Efforts to reduce the use of hazardous chemicals
dilakukan melalui substitusi dengan alternatif yang lebih are also pursued through substitution with safer
aman. Contohnya adalah penggunaan pewarna urea alternatives. These include the use of organic-based
berbasis organik serta penggantian coating powder urea dyes and the replacement of silica-based NPK
NPK berbasis silika menjadi berbasis dolomit yang lebih coating powder with dolomite-based materials that
aman bagi kesehatan. Dalam pengembangannya, PTPI are safer for health. In advancing these initiatives, PTPI
bekerja sama dengan lembaga penelitian, akademisi, collaborates with research institutions, academia, and
dan mitra industri untuk memastikan inovasi yang industry partners to ensure that its innovations remain
dihasilkan selaras dengan prinsip keberlanjutan. aligned with sustainability principles.
Produk dan Penilaian Bahaya [RT-CH-410b.1]
Product and Hazard Assessment
PTPI mengelola penggunaan bahan kimia dalam produk PTPI manages the use of chemicals in its products in
dengan mengacu pada Sistem Harmonisasi Global accordance with the Globally Harmonized System of
Klasifikasi dan Label pada Bahan Kimia (GHS). Evaluasi Classification and Labelling of Chemicals (GHS). Internal
internal menunjukkan bahwa persentase produk yang evaluations indicate that the proportion of products
mengandung bahan berbahaya dan beracun pada containing hazardous and toxic substances under
kategori 2, 3, 4, dan 5 berada dalam batas aman Categories 2, 3, 4, and 5 remains within safe limits as
sesuai ketentuan regulasi. Setiap potensi risiko telah defined by applicable regulatory requirements. All
diidentifikasi dan dikendalikan untuk memastikan potential risks have been identified and controlled to
keamanan dalam penggunaan maupun penyimpanan ensure the safe use and storage of these substances.
bahan.
Seluruh produk PTPI juga melalui proses penilaian All PTPI products also undergo hazard and risk
bahaya dan risiko sesuai standar keselamatan assessments in line with chemical safety and
bahan kimia dan lingkungan. Penilaian ini mencakup environmental standards. These assessments include
analisis dampak terhadap kesehatan manusia, dan analyses of potential impacts on human health and
ekosistem, serta penetapan langkah pencegahan ecosystems, as well as the establishment of necessary
dan mitigasi yang diperlukan. Selain itu, PTPI sedang preventive and mitigation measures. In addition, PTPI is 259
mengembangkan QR Code pada kemasan produk currently developing QR code on product packaging that
yang menyediakan informasi Safety Data Sheet (SDS) provides product’s Safety Data Sheet (SDS) information
2025 Sustainability Report
produk untuk meningkatkan pemahaman pelanggan to enhance customers’ understanding of safety and
terkait keselamatan dan penanganan produk. Melalui product handling. Through this approach, PTPI ensures
pendekatan tersebut, PTPI memastikan produk that its products are used in accordance with technical
digunakan sesuai rekomendasi teknis dan mendukung recommendations and support responsible agricultural
praktik pertanian yang bertanggung jawab. practices.
Page 260
Pengelolaan Dampak Lingkungan dan Perubahan Iklim
Environmental Impact Management and Climate Change
Air [OJK F.8]
Water
Air merupakan salah satu sumber daya utama dalam Water is a critical resource in fertilizer industry
aktivitas operasional industri pupuk. Selain digunakan operations. In addition to serving as a raw material,
sebagai bahan baku, air dimanfaatkan dalam berbagai water is utilized across multiple stages of the production
tahapan proses produksi, yaitu: [GRI 3-3, 303-1] process, including: [GRI 3-3, 303-1]
• Pengolahan bahan baku; • Raw material processing
• Proses pendinginan; • Cooling processes
• Pelarutan, pembersihan, dan pemeliharaan peralatan; • Dissolution, cleaning, and equipment maintenance
serta
• Keperluan umum di pabrik. • General plant operations
Air yang digunakan PTPI berasal dari berbagai sumber, PTPI sources water from various origins, including
yaitu air tanah, air sungai, serta sumber alternatif seperti groundwater, river water, and alternative sources such
air laut, air hujan, dan air hasil daur ulang limbah cair. as seawater, rainwater, and recycled wastewater. The
PTPI mengupayakan pemanfaatan air secara bijaksana Company is committed to the prudent use of water to
guna menjaga ketersediaan air bersih bagi masyarakat safeguard the availability of clean water for communities
dan generasi mendatang. [GRI 303-1] and future generations. [GRI 303-1]
Pengelolaan sumber daya air yang bertanggung jawab Responsible water resource management forms an
merupakan bagian dari evaluasi dampak lingkungan integral part of PTPI’s environmental impact assessment,
yang dilakukan oleh PTPI dalam menetapkan tujuan supporting the establishment of water management
serta target pengelolaan air melalui berbagai langkah, objectives and targets through the following measures:
di antaranya: [GRI 303-1] [GRI 303-1]
1. Menyusun AMDAL atau UKL-UPL sebelum 1. Preparing EIA or UKL-UPL prior to development
pembangunan di kawasan industri. Hasil analisis in industrial areas. The assessment results and
dan perizinan menunjukkan bahwa area operasional permits indicate that operational areas are not
tidak berada di wilayah yang mengalami stres air located in water-stressed regions, and therefore do
sehingga tidak memerlukan program pengendalian not require specific control or restoration programs.
dan restorasi khusus.
2. Melengkapi izin lingkungan dan mengelola 2. Securing environmental permits and managing
seluruh aktivitas terkait pemenuhan kebutuhan air all water-related activities in compliance with
sesuai peraturan perundang-undangan sehingga applicable regulations to prevent significant impacts
tidak menimbulkan dampak signifikan terhadap on ecosystems and surrounding communities.
ekosistem dan masyarakat sekitar.
3. Menerapkan ketentuan peraturan perundang- 3. Implementing regulatory requirements and Green
undangan serta Standar Industri Hijau yang Industry Standards established by the Ministry of
dikembangkan oleh Kementerian Perindustrian. Industry.
4. Mengolah air baku di instalasi pengolahan air (IPA) 4. Treating raw water through water treatment
untuk memenuhi standar mutu limbah industri plants (WTP) to meet industrial wastewater quality
sebelum disalurkan ke badan air sesuai dengan standards before discharge into water bodies, in
perizinan yang diberikan. accordance with granted permits.
260
Sebagai bagian dari strategi pengelolaan sumber daya As part of its water resource management strategy,
air, PTPI menetapkan target pengelolaan air. PTPI has established water management targets.
Laporan Keberlanjutan 2025
Page 261
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Target Tahun 2025 Pencapaian Tahun 2025 [GRI 303-3] [OJK F.8] [RT-CH-140a.1
Target in 2025 Achievement in 2025
Pengambilan air permukaan berupa air tawar sebesar Pengambilan air permukaan berupa air tawar sebesar
80.484 megaliter 78.552 megaliter
Freshwater surface water withdrawal of 80,484 Freshwater surface water withdrawal of 78,552
megaliters megaliters
Untuk mencapai target tersebut, PTPI juga To achieve these targets, PTPI also implements various
melaksanakan berbagai inisiatif untuk meningkatkan initiatives to enhance water use efficiency, including:
efisiensi penggunaan air, antara lain:
1. Melaksanakan audit air setiap tiga tahun sekali; 1. Conducting water audits every three years;
2. Penggunaan kembali process condensate dan 2. Reusing process condensate and steam
steam condensate; dan condensate; and
3. Pemanfaatan neutralized water effluent treatment 3. Utilizing neutralized water effluent treatment in the
di unit purified gypsum. purified gypsum unit.
78.686
Konsumsi air berasal dari sumber megaliter
alternatif [GRI 303-5] megaliters
Water consumption from alternative
sources [GRI 303-5]
52,28%
PTPI menerapkan berbagai langkah pengelolaan PTPI implements various measures to manage the
dampak pembuangan air untuk menjaga kualitas badan impacts of water discharge in order to maintain water
air sekaligus mendukung keberlanjutan ekosistem body quality and support the sustainability of aquatic
perairan, antara lain: [GRI 303-2] [RT-CH-140a.3] ecosystems, including: [GRI 303-2] [RT-CH-140a.3]
1. Pemantauan air limbah 1. Wastewater Monitoring
Melaksanakan pemantauan kualitas air limbah Conducting regular wastewater quality monitoring,
secara berkala baik pemantauan harian oleh including daily monitoring by internal teams and
internal Perusahaan dan pemantauan bulanan monthly testing by independent laboratories
oleh laboratorium independen terakreditasi Komite accredited by the National Accreditation
Akreditasi Nasional (KAN). Committee.
2. Pembuangan air limbah 2. Wastewater Discharge
Memenuhi standar baku mutu air limbah sesuai izin Ensuring compliance with wastewater quality
pembuangan yang tercantum dalam keputusan standards in accordance with discharge permits
Dinas Lingkungan Hidup atau Kementerian issued by the Environmental Agency or the Ministry
Lingkungan Hidup serta peraturan yang berlaku. of Environment, as well as applicable regulations.
3. Pengelolaan endapan (sludge) 3. Sludge Management
Mengolah air limbah dan endapan (sludge) Treating wastewater and sludge through wastewater
di instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang treatment plants (WWTP), with subsequent handling 261
selanjutnya dikelola oleh pihak ketiga yang memiliki by licensed third-party providers.
izin resmi.
2025 Sustainability Report
4. Pelaporan 4. Reporting
Melaporkan dampak pengambilan dan pengelolaan Reporting water withdrawal and management
air, disertai neraca air, kepada instansi pemerintah impacts, including water balance data, to relevant
terkait. government authorities.
Page 262
Pengelolaan Dampak Lingkungan dan Perubahan Iklim
Environmental Impact Management and Climate Change
Dalam pelaksanaannya, PTPI memastikan bahwa In its implementation, PTPI ensures that all employees
seluruh karyawan yang terlibat dalam pengelolaan involved in wastewater management have received
air limbah telah memperoleh pelatihan dan sosialisasi training and socialization on water management and
terkait pengelolaan air serta pengendalian beban pollutant load control in accordance with applicable
pencemar sesuai dengan prosedur dan standar yang procedures and standards. The Company also assigns
berlaku. PTPI juga menugaskan karyawan yang memiliki employees with the relevant competencies and
kompetensi dan sertifikasi di bidang pengelolaan air certifications in water management and pollutant control
dan pengendalian beban pencemar untuk memastikan to ensure that each stage of the process is carried out in
setiap tahapan proses berjalan sesuai ketentuan. compliance with established requirements.
Air limbah dari sumber amonia diolah di IPAL melalui Wastewater from ammonia sources is treated at WWTP
proses hidrolisis dan penyisihan (stripping) kadar through hydrolysis and ammonia stripping processes.
amonia. Air limbah yang telah diproses diuji oleh Treated wastewater is tested by independent
laboratorium independen yang terdaftar di Kementerian laboratories registered with the Ministry of Environment
Lingkungan Hidup dan terakreditasi Komite Akreditasi and accredited by the National Accreditation Committee
Nasional sesuai standar Standar Nasional Indonesia in accordance with Indonesian National Standards
(SNI). Apabila memenuhi baku mutu, air limbah dialirkan (SNI). Once it meets the required quality standards, the
ke badan air sesuai izin yang dimiliki Perusahaan. [GRI treated water is discharged into receiving water bodies
303-2] [OJK F.14] in line with the Company’s permits. [GRI 303-2] [OJK F.14]
PTPI melakukan pembuangan air limbah sesuai baku PTPI conducts wastewater discharge in compliance
mutu air limbah yang ditetapkan pemerintah dan with government-established quality standards and
tidak melakukan pengambilan air dari wilayah yang does not withdraw water from water-stressed areas.
mengalami stres air. Pada tahun pelaporan, tidak During the reporting year, there were no incidents of
terjadi insiden ketidakpatuhan terkait izin, standar, non-compliance related to permits, standards, or water
dan peraturan kualitas air. Selain itu, tidak terdapat quality regulations. In addition, there were no changes
perubahan dalam penyimpanan air yang berdampak in water storage that had a significant impact on water
signifikan terhadap sumber daya air. [GRI 303-3] [RT-CH-140a.1, resources. [GRI 303-3] [RT-CH-140a.1, RT-CH-140a.2]
RT-CH-140a.2]
262
Laporan Keberlanjutan 2025
Page 263
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Limbah [306-1, 306-2, 306-3, 306-4, 306-5] [OJK F.13, F.14, F.15]
Waste
Seluruh kegiatan operasional produksi pupuk yang All fertilizer production activities, encompassing raw
mencakup pengolahan bahan baku dan bahan and auxiliary material processing, maintenance of
penolong, pemeliharaan sarana dan prasarana, hingga facilities and infrastructure, and office operations, have
aktivitas perkantoran, berpotensi menghasilkan limbah. the potential to generate waste. These wastes are
Klasifikasi limbah tersebut, antara lain: [GRI 3-3, 306-1] classified as follows: [GRI 3-3, 306-1]
1. Cairan sisa produksi 1. Liquid waste from production
Air limbah yang berasal dari proses pencucian, Wastewater generated from washing, cooling, and
pendinginan, dan reaksi kimia sehingga chemical reaction processes, requiring treatment
memerlukan pengolahan sebelum dialirkan ke prior to discharge into water bodies.
badan air.
2. Padatan sisa produksi 2. Solid waste from production
Endapan, debu, dan sisa proses produksi yang Sediments, dust, and residual materials from
berpotensi mengandung unsur kimia dan harus production processes that may contain chemical
dikelola sebelum dibuang. substances and must be managed before disposal.
3. Emisi gas buang 3. Air emissions
Dihasilkan dari proses produksi maupun unit Generated from production processes and
pendukung, termasuk amonia (NH3), nitrogen supporting units, including ammonia (NH₃), nitrogen
oksida (NOx), sulfur oksida (SOx), dan karbon oxides (NOx), sulfur oxides (SOx), and carbon dioxide
dioksida (CO2). (CO₂).
4. Residu bahan baku 4. Raw material residues
Sisa material dari proses produksi, terutama yang Residual materials from production processes,
berasal dari rantai pasok industri lain. particularly those originating from other industrial
supply chains.
5. Residu pupuk 5. Fertilizer residues
Pupuk yang tidak terpakai atau tidak terserap pasar Unused fertilizers or products not absorbed by the
dan berpotensi menjadi limbah. market that may potentially become waste.
PTPI menyadari bahwa limbah yang tidak dikelola PTPI recognizes that inadequately managed waste
dengan baik dapat menimbulkan dampak terhadap may result in adverse impacts on the environment and
lingkungan dan masyarakat. Oleh karena itu, surrounding communities. Accordingly, the Company
Perusahaan menerapkan pengelolaan limbah secara uses a systematic waste management approach in
sistematis dengan mengacu pada ketentuan peraturan compliance with applicable laws and regulations,
perundang-undangan yang berlaku, antara lain: including:
1. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang 1. Law No. 32 of 2009 on Environmental Protection
Pelindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup and Management and its amendment;
dan perubahannya;
2. Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang 2. Law No. 18 of 2008 on Waste Management;
Pengelolaan Sampah;
3. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang 3. Law Number 6 of 2023 on Stipulating Government
Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Regulation in Lieu of Law Number 2 of 2022 on Job
Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Creation into Law; 263
Cipta Kerja menjadi Undang-Undang;
4. Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 4. Government Regulation No. 22 of 2021 on the
2025 Sustainability Report
tentang Penyelenggaraan Pelindungan dan Implementation of Environmental Protection and
Pengelolaan Lingkungan Hidup; Management;
5. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan 5. Minister of Environment and Forestry Regulation
Kehutanan Nomor 6 Tahun 2021 tentang Tata No. 6 of 2021 on Procedures and Requirements for
Cara dan Persyaratan Pengelolaan Limbah Bahan the Management of Hazardous and Toxic Waste;
Berbahaya dan Beracun; serta and
Page 264
Pengelolaan Dampak Lingkungan dan Perubahan Iklim
Environmental Impact Management and Climate Change
6. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan 6. Minister of Environment and Forestry Regulation
Kehutanan Nomor P.17/Menlhk/Setjen/Kum.1/4/2019 No. P.17/Menlhk/Setjen/Kum.1/4/2019 on Emission
tentang Baku Mutu Emisi bagi Industri Pupuk dan Standards for Fertilizer and Ammonium Nitrate
Amonium Nitrat. Industries.
Limbah operasional PTPI dikategorikan menjadi dua PTPI’s operational waste is classified into two categories:
jenis, yaitu limbah B3 dan limbah non-B3. [GRI 306-1] hazardous waste and non-hazardous waste. [GRI 306-1]
Limbah B3 Limbah Non B3
Hazardous Waste Non-Hazardous Waste
Meliputi katalis bekas, resin, karbon aktif bekas, minyak Meliputi sampah domestik organik dan anorganik dari
pelumas bekas, majun bekas, dan lain-lain. area pabrik dan perkantoran, serta limbah proses seperti
Includes spent catalysts, resins, spent activated carbon, fly ash, bottom ash, gipsum, dan kapur.
lubricating oil, used cleaning rags, and others Includes organic and inorganic domestic waste from plant
and office areas, as well as process-related waste, such
as fly ash, bottom ash, gypsum, and lime.
Program pelatihan rutin diberikan kepada karyawan Regular training programs are provided to employees
guna memastikan pengelolaan limbah berjalan sesuai to ensure that waste management is conducted in
standar dan ketentuan yang berlaku. Materi pelatihan accordance with applicable standards and regulations.
tersebut mencakup pemahaman karakteristik limbah, The training covers the characteristics of waste,
prosedur pengelolaan, serta tanggung jawab dalam management procedures, and responsibilities in
menjaga kepatuhan operasional. Karyawan yang maintaining operational compliance. Employees
bertugas telah memperoleh kompetensi dan sertifikasi assigned to waste management roles have obtained
di bidang pengelolaan limbah kemudian ditugaskan the necessary competencies and certifications and are
secara langsung. Seluruh limbah yang timbul, diterima, deployed accordingly. All waste generated, received,
dan diserahkan dicatat dalam logbook dan neraca and transferred is recorded in logbooks and waste
limbah guna menjamin ketertelusuran, dengan data balance sheets to ensure full traceability, with waste
timbulan diperoleh melalui penimbangan kemasan dan generation data measured through the weighing
moda angkut pada setiap periode pelaporan. of containers and transportation units during each
reporting period.
Pengelolaan limbah PTPI dilakukan berdasarkan Waste management at PTPI is carried out based on
karakteristik limbah. Limbah yang dapat ditangani waste characteristics. Waste that can be handled
secara internal dikelola secara mandiri, sedangkan internally is managed in-house, while the remainder
sisanya dimanfaatkan oleh pihak ketiga dan disalurkan is utilized by third parties and sent to final disposal
ke tempat pemrosesan akhir. Khusus limbah B3 yang facilities. Specifically, hazardous waste that cannot
tidak dapat diolah secara internal tanpa memiliki izin be treated internally without the required permits is
sehingga dilakukan pencatatan di TPS kemudian recorded at the temporary storage facility and then
diserahkan kepada pihak ketiga berizin dan handed over to licensed and certified third parties,
bersertifikasi disertai dokumen manifes limbah. accompanied by a waste manifest document.
Dalam implementasinya, PTPI menerapkan pendekatan In its implementation, PTPI adopts a hierarchical
264 pengelolaan limbah secara berjenjang sebagai berikut: approach to waste management as follows: [GRI 306-2] [OJK
[GRI 306-2] [OJK F.14] F.14]
1. Pencegahan dan pengurangan 1. Prevention and Reduction
Laporan Keberlanjutan 2025
Menggunakan material yang lebih ramah Utilizing more environmentally friendly materials
lingkungan, masa pakai lebih panjang, dan aman with longer service life and safer occupational health
dari aspek K3, serta memodifikasi proses produksi and safety profiles, while modifying production and
dan bisnis untuk mengurangi limbah. business processes to minimize waste.
Page 265
PT Pupuk Indonesia (Persero)
2. Daur ulang 2. Recycling
Memanfaatkan limbah non-B3 sebagai bahan Reusing non-hazardous waste as raw materials,
baku dan menampung kembali kemasan pupuk and recovering fertilizer packaging as well as off-
serta produk yang tidak sesuai spesifikasi atau specification or expired products.
kadaluwarsa.
3. Pengelolaan limbah 3. Waste Management
Menyerahkan limbah B3 yang tidak bisa diolah Transferring hazardous waste that cannot be
secara internal kepada pihak berizin dan treated internally to licensed and certified third
bersertifikasi sesuai ketentuan, disertai pencatatan parties in accordance with regulations, supported
di TPS dan dokumen manifes limbah. by recording in temporary storage facilities and
waste manifest documentation.
Pada periode pelaporan, jumlah limbah B3 menurun During the reporting period, hazardous waste
sebesar 14,58% dibandingkan tahun sebelumnya decreased by 14.58% compared to the previous year,
yang mencapai 4.365 ton. Limbah non-B3 menurun which amounted to 4,365 tons. Non-hazardous waste
sebesar 11,09% dari 1.277.151 ton pada tahun decreased by 11.09% from 1,277,151 tons in the previous
sebelumnya. [GRI 306-3] [OJK F.13] year. [GRI 306-3] [OJK F.13]
Penurunan tersebut didukung oleh berbagai inisiatif These reductions were supported by various internal
pengelolaan internal. Secara khusus, pengelolaan management initiatives. In particular, hazardous waste
limbah B3 dilakukan melalui: management was carried out through:
1. Pengurangan limbah majun bekas dengan 1. Reduction of used cleaning rags waste through the
optimalisasi fungsi sling tali baja QSL; optimization of QSL steel wire rope sling;
2. Pengurangan limbah B3 katalis bekas dengan 2. Reduction of spent catalyst waste through decoking
proses decoking menggunakan CO₂; processes using CO₂;
3. Optimasi iodine number karbon aktif di water 3. Optimization of iodine number in activated carbon
treatment plant; at the water treatment plant;
4. Penggunaan katalis dengan masa manfaat lebih 4. Use of catalysts with extended service life;
panjang;
5. Pemanfaatan kemasan isi ulang tipe intermediate 5. Adoption of refillable packaging in the form of
bulk container (IBC) berkapasitas 250 liter; 250-liter intermediate bulk containers (IBC);
6. Modifikasi proses dan peralatan produksi; 6. Modification of production processes and
equipment;
7. Pemilihan material yang lebih ramah lingkungan; 7. Selection of more environmentally friendly
dan materials; and
8. Pemurnian oli terkontaminasi untuk digunakan 8. Purification of contaminated oil for reuse.
kembali.
Sementara itu, pengelolaan limbah non-B3 secara Meanwhile, internal management of non-hazardous
internal meliputi: waste includes:
1. Penarikan karung bekas pupuk untuk didaur ulang 1. Collection of used fertilizer bags for recycling into
menjadi biji plastik; plastic pellets;
2. Daur ulang seragam menjadi material isolator dan 2. Recycling of uniforms into insulating materials and
tas ramah lingkungan; eco-friendly bags;
3. Circular plastic reprocessing (CPR) pada sampah 3. Circular plastic reprocessing (CPR) of used safety 265
helm safety menjadi furniture komposit; helmets into composite furniture;
4. Pengolahan limbah organik menjadi kompos dan 4. Processing of organic waste into compost and
2025 Sustainability Report
pupuk organik; organic fertilizers;
5. Digitalisasi sistem untuk mengurangi penggunaan 5. Digitalization of systems to reduce paper usage;
kertas;
6. Pemanfaatan limbah gipsum sebagai bahan baku 6. Utilization of gypsum waste as raw material for
produk turunan dan pupuk ZA; derivative products and ZA fertilizer;
Page 266
Pengelolaan Dampak Lingkungan dan Perubahan Iklim
Environmental Impact Management and Climate Change
7. Pemanfaatan kapur sebagai material urugan 7. Utilization of lime as reclamation fill material and
reklamasi dan bahan baku pembenah tanah; dan soil conditioner feedstock; and
8. Pemanfaatan fly ash dan bottom ash (FABA) 8. Utilization of fly ash and bottom ash (FABA) as a
sebagai campuran pupuk NPK, bahan paving block component in NPK fertilizers, as well as in the
dan batako, serta stabilisasi tanah. production of paving blocks and bricks, and for soil
stabilization.
Selama periode pelaporan tidak terdapat kejadian tumpahan limbah. [OJK F.15]
During the reporting period, there were no waste spill incidents.
Keanekaragaman Hayati [OJK F.9, F.10]
Biodiversity
Pelestarian keanekaragaman hayati merupakan Biodiversity conservation forms an integral part of PTPI’s
bagian dari komitmen PTPI dalam menjalankan commitment to conducting sustainable operations. The
kegiatan operasional yang berkelanjutan. Perusahaan Company ensures that its business activities do not
memastikan aktivitas usaha tidak bersinggungan intersect with areas of high biodiversity value, at both
di area yang memiliki nilai keanekaragaman hayati national and global levels. This policy is endorsed by
tinggi, baik pada tingkat nasional maupun global. the President Director, reinforcing governance and
Kebijakan ini disahkan oleh Direktur Utama PTPI accountability at the highest level of the organization.
sebagai bentuk komitmen dan penguatan tata kelola In addition, PTPI adopts an integrated biodiversity
pada tingkat pimpinan tertinggi Perusahaan. Selain protection approach across its value chain, supported
itu, Perusahaan menerapkan pendekatan pelindungan by risk assessments to ensure that no significant
keanekaragaman hayati secara terintegrasi di seluruh impacts occur. [GRI 3-3] [GRI 101-1]
rantai nilai melalui penilaian risiko untuk memastikan
tidak terjadinya dampak signifikan. [GRI 3-3] [GRI 101-1]
Meskipun belum sepenuhnya selaras dengan Kunming- Although not yet fully aligned with the Kunming–
Montreal Global Biodiversity Framework, khususnya Montreal Global Biodiversity Framework, particularly
dalam mendukung target untuk menghentikan dan in supporting targets to halt and reverse biodiversity
memulihkan hilangnya keanekaragaman hayati menuju loss toward the 2050 Goals and 2030 Targets, PTPI
Tujuan 2050 dan Target 2030, PTPI telah menetapkan has established a target to prevent biodiversity decline
target pencegahan penurunan keanekaragaman hayati in priority areas based on a no net loss principle. This
pada kawasan prioritas dengan prinsip no net loss. target is implemented through the application of the
Target tersebut diimplementasikan melalui penerapan mitigation hierarchy, which includes measures to avoid,
hierarki mitigasi yang mencakup upaya menghindari, minimize impacts, restore, regenerate, and provide
mengurangi dampak, memulihkan, meregenerasi, dan offsets where necessary. The mitigation hierarchy is
melakukan kompensasi apabila diperlukan. Hierarki embedded as a core principle across all stages of
266 mitigasi ditempatkan sebagai prinsip utama dalam activities, from planning and development to operations.
seluruh tahapan kegiatan, mulai dari perencanaan, The Company also engages stakeholders to support
pengembangan, hingga operasi. Perusahaan juga the gradual achievement of positive impacts. [GRI 101-1]
Laporan Keberlanjutan 2025
melibatkan pemangku kepentingan untuk mendukung
pencapaian dampak positif secara bertahap. [GRI 101-1]
Page 267
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Hierarki Mitigasi | Mitigation Hierarchy [GRI 101-2]
Avoid
Menjauhkan operasi dari
ekosistem yang sensitif.
Avoiding operations in
ecologically sensitive areas.
Reduce
Meminimalkan dampak negatif melalui
efisiensi bahan baku, pengelolaan
limbah, dan efisiensi energi.
Reducing negative impacts through
Regenerate
efficient use of raw materials, effective
Membangun infrastruktur hijau sebagai waste management, and energy
sistem pengelolaan air dan mendukung efficiency.
keberlangsungan spesies.
Developing green infrastructure as an
Restore
integrated water management system
and supports species conservation. Bekerja sama dengan mitra lokal
untuk merehabilitasi ekosistem
yang terdegradasi melalui kegiatan
restorasi lingkungan.
Transform
Restoring degraded ecosystems
Bekerja sama dengan organisasi/lembaga konservasi through collaboration with local
lokal untuk mendukung inisiatif yang berkaitan dengan partners.
keanekaragaman hayati, mengubah praktik petani, standar
pemasok, dan produk.
Collaborating with local conservation organizations/institutions
to support biodiversity-related initiatives, transforming farming
practices, supplier standards, and products.
Sebelum pengembangan kegiatan usaha, Perusahaan Prior to the development of business activities, the
melakukan penilaian risiko secara menyeluruh untuk Company conducts comprehensive risk assessments
mengidentifikasi potensi dampak terhadap habitat, to identify potential impacts on habitats, species, and
spesies, serta layanan ekosistem. Proses ini menjadi ecosystem services. This process forms part of the
bagian dari biodiversity risk assessment yang biodiversity risk assessment, which is periodically
diperbarui secara berkala sesuai dinamika operasional updated in line with operational dynamics and changing
dan perubahan kondisi lingkungan. Pelaksanaan kajian environmental conditions.
ini dilakukan secara bertahap di seluruh entitas anak.
Hingga saat ini, penilaian telah dilaksanakan oleh The assessment is implemented progressively across
PT Pupuk Kalimantan Timur dan PT Pupuk Kujang all subsidiaries by PT Pupuk Kalimantan Timur and PT
sebagai bagian dari penguatan pengelolaan risiko Pupuk Kujang as part of strengthening biodiversity risk
keanekaragaman hayati. [GRI 101-2, 101-4] [OJK F.9] management. [GRI 101-2, 101-4] [OJK F.9]
Biodiversity Risk Assessment [GRI 101-2, 101-4, 101-5, 101-6, 101-8] [OJK F.9]
PTPI melalui dua entitas anaknya, PT Pupuk Kalimantan Through two of its subsidiaries, PT Pupuk Kalimantan
267
Timur dan PT Pupuk Kujang, telah melaksanakan Timur and PT Pupuk Kujang, PTPI has conducted
biodiversity risk assessment sebagai bagian dari biodiversity risk assessments as part of strengthening
penguatan tata kelola risiko keberlanjutan. Penilaian sustainability risk governance. These assessments
2025 Sustainability Report
ini mencakup risiko ketergantungan terhadap jasa cover both dependency-related risks on ecosystem
ekosistem (dependency-related risks) dan risiko services and impact-related risks on biodiversity, and
Page 268
Pengelolaan Dampak Lingkungan dan Perubahan Iklim
Environmental Impact Management and Climate Change
dampak terhadap keanekaragaman hayati (impact- have been integrated into the respective entities’
related risks), serta telah diintegrasikan ke dalam risk management and environmental management
sistem manajemen risiko dan pengelolaan lingkungan systems.
masing-masing entitas.
PT Pupuk Kalimantan Timur melaksanakan penilaian PT Pupuk Kalimantan Timur conducted its assessment
pada seluruh area operasional seluas 443 Ha yang across its entire operational area of 443 hectares in
berlokasi di Kota Bontang, yang berbatasan dengan Bontang City, which is adjacent to coastal, mangrove,
ekosistem pesisir, mangrove, dan laut. Mengingat and marine ecosystems. Given the ecological
sensitivitas ekologis kawasan tersebut, Perusahaan sensitivity of the area, the Company applied a location-
menerapkan pendekatan berbasis lokasi dengan based approach by identifying and classifying risks
mengidentifikasi dan mengklasifikasikan tingkat risiko into high, medium, and low categories. The process
menjadi high, medium, dan low. Proses ini mengacu refers to the Task Force on Nature-related Financial
pada kerangka Task Force on Nature-related Financial Disclosures (TNFD) framework using the LEAP (Locate,
Disclosures (TNFD) melalui pendekatan LEAP (Locate, Evaluate, Assess, Prepare) approach, supported by the
Evaluate, Assess, Prepare), didukung oleh WWF WWF Biodiversity Risk Filter for the chemical industry,
Biodiversity Risk Filter untuk sektor industri kimia, and aligned with ISO 31000:2018 and ISO 26000:2010.
serta diselaraskan dengan ISO 31000:2018 dan ISO
26000:2010.
Ruang lingkup penilaian mencakup operasi utama, The scope of the assessment includes core operations,
fasilitas penunjang, area sekitar operasional, serta supporting facilities, surrounding operational areas,
aktivitas hulu dan hilir yang berpotensi memengaruhi and upstream and downstream activities that may
ekosistem. Risiko ketergantungan yang diidentifikasi affect ecosystems. Identified dependency-related risks
meliputi ketersediaan dan kualitas air, stabilitas include water availability and quality, soil stability, the
tanah, fungsi ekosistem pesisir dan mangrove, serta functioning of coastal and mangrove ecosystems, and
kondisi iklim mikro. Sementara itu, risiko dampak microclimate conditions. Impact-related risks include
mencakup potensi pencemaran dari limbah cair dan potential pollution from liquid and solid waste, gas
padat, emisi gas, penggunaan dan penyimpanan emissions, the use and storage of chemicals, process
bahan kimia, pengambilan air proses, serta gangguan water withdrawal, and disturbances to mangrove and
terhadap habitat mangrove dan terumbu karang. Hasil coral reef habitats. The assessment results have been
penilaian tersebut telah terintegrasi dalam enterprise integrated into enterprise risk management (ERM),
risk management (ERM) dengan mempertimbangkan considering environmental, social, financial, and
aspek lingkungan, sosial, finansial, dan reputasi. reputational aspects.
Di sisi lain, PT Pupuk Kujang melaksanakan biodiversity Meanwhile, PT Pupuk Kujang conducted its biodiversity
risk assessment dengan mempertimbangkan risk assessment by considering the characteristics of
karakteristik lokasi operasional yang tidak berbatasan its operational areas, which are not directly adjacent to
langsung dengan kawasan lindung atau area protected areas or high biodiversity value conservation
konservasi bernilai biodiversitas tinggi. Penilaian zones. The assessment was carried out systematically
dilakukan secara terstruktur dengan mengevaluasi by evaluating dependency-related risks on ecosystem
risiko ketergantungan terhadap jasa ekosistem, services, such as water availability, soil stability, and
seperti ketersediaan air, stabilitas tanah, dan fungsi natural drainage functions, as well as impact-related
drainase alami, serta risiko dampak dari penggunaan risks arising from land use, emissions, wastewater,
lahan, emisi, limbah cair, kebisingan, dan timbulan noise, and waste generation.
sampah.
268 Sebagai bagian dari pengelolaan risiko dan upaya As part of its risk management and conservation efforts,
konservasi, PT Pupuk Kujang melaksanakan PT Pupuk Kujang conducted a biodiversity study that
kajian keanekaragaman hayati yang menjadi formed the basis for the establishment of the Pupuk
Laporan Keberlanjutan 2025
dasar pembentukan Taman Keanekaragaman Kujang Biodiversity Park (Taman Kehati). This study
Hayati (Taman Kehati) Pupuk Kujang. Kajian ini included the formation of an expert team, secondary
mencakup pembentukan tim ahli, pengumpulan data data collection, field surveys, and vegetation mapping
sekunder, survei lapangan, serta pemetaan vegetasi using Geographic Information Systems (GIS). The
Page 269
PT Pupuk Indonesia (Persero)
menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG). Company’s green barrier area was subsequently
Area green barrier Perusahaan kemudian ditetapkan designated as a Biodiversity Park under the Decree of
sebagai Taman Kehati berdasarkan Surat Keputusan the Regent of Karawang No. 188/Kep.369–Huk/2014
Bupati Karawang Nomor 188/Kep.369–Huk/2014 dated May 14, 2014.
Tanggal 14 Mei 2014.
Pendekatan pengelolaan dilakukan melalui penerapan The management approach is implemented through
sistem manajemen lingkungan yang mencakup an environmental management system encompassing
pengendalian limbah, pengelolaan emisi, efisiensi waste control, emissions management, energy
energi, serta pengawasan pemanfaatan sumber daya. efficiency, and oversight of resource use. During the
Dalam tahap perencanaan dan pengembangan fasilitas, planning and development phase of facilities, the
Perusahaan memastikan lokasi operasional tidak Company ensures that operational locations are not
berada di dalam maupun berdekatan dengan kawasan situated within or near areas of high biodiversity value,
bernilai keanekaragaman hayati tinggi sehingga thereby minimizing potential disturbances to sensitive
potensi gangguan terhadap ekosistem sensitif dapat ecosystems from the outset. [OJK F.9]
diminimalkan sejak awal. [OJK F.9]
Berdasarkan hasil identifikasi dan evaluasi dampak Based on the results of environmental impact
lingkungan, kegiatan operasional dan produk PTPI tidak identification and assessment, PTPI’s operational
memiliki dampak signifikan terhadap keanekaragaman activities and products do not have significant impacts
hayati. PTPI juga tidak melakukan konversi ekosistem on biodiversity. PTPI also does not undertake the
alami akibat kegiatan operasional sejak tanggal acuan, conversion of natural ecosystems as a result of its
tidak melibatkan pemanfaatan spesies liar flora dan operational activities since the reference date, does not
fauna, tidak menimbulkan risiko masuknya spesies involve the utilization of wild flora and fauna species,
asing invasif, serta tidak memiliki produk atau jasa dalam does not pose risks related to the introduction of
rantai pasok yang secara langsung menyebabkan invasive alien species, and does not have products or
kehilangan keanekaragaman hayati. Namun demikian, services within its supply chain that directly contribute to
kegiatan operasional Perusahaan menghasilkan biodiversity loss. However, the Company’s operational
pencemar yang berpotensi menimbulkan dampak activities generate pollutants that may potentially affect
terhadap keanekaragaman hayati. Pembahasan lebih biodiversity. Further discussion regarding these impacts
lanjut mengenai hal tersebut disampaikan pada topik is presented in the sections on water, wastewater,
pengelolaan air, air limbah, limbah, dan emisi pada waste, and emissions management in other parts of this
bagian lain laporan ini. [GRI 101-6] report. [GRI 101-6]
Adapun risiko yang teridentifikasi dikelola melalui Identified risks are managed through the structured
penerapan sistem manajemen lingkungan dan implementation of environmental management systems
pengendalian dampak secara terstruktur. Hal ini and impact control measures. This is supported by: [GRI
didukung oleh: [GRI 101-6] 101-6]
• Penerapan sistem manajemen lingkungan secara • Consistent implementation of environmental
konsisten; management systems;
• Pengelolaan limbah dan emisi sesuai dengan regulasi • Management of waste and emissions in accordance
dan standar keberlanjutan; with regulatory requirements and sustainability
standards; 269
• Kepatuhan terhadap seluruh perizinan lingkungan • Compliance with all applicable environmental permits;
yang berlaku;
2025 Sustainability Report
• Integrasi tindakan konservasi dengan strategi • Integration of conservation actions with climate
mitigasi perubahan iklim untuk memulihkan habitat, change mitigation strategies to restore habitats,
meningkatkan penyerapan karbon, dan memperkuat enhance carbon sequestration, and strengthen land
ketahanan lahan; [GRI 101-2] resilience; [GRI 101-2]
Page 270
Pengelolaan Dampak Lingkungan dan Perubahan Iklim
Environmental Impact Management and Climate Change
• Pemantauan berkala untuk memastikan bahwa • Regular monitoring to ensure that climate mitigation
upaya mitigasi perubahan iklim dan efisiensi efforts and operational efficiency initiatives do not
operasional tidak menimbulkan trade-off terhadap create trade-offs with biodiversity, thereby fostering
keanekaragaman hayati sehingga tercipta sinergi synergies that support overall environmental
yang mendukung keberlanjutan lingkungan secara sustainability; and [GRI 101-2]
menyeluruh; dan [GRI 101-2]
• Inovasi produk berkelanjutan melalui penerapan • Sustainable product innovation through the
teknologi yang membantu efisiensi pemupukan dan application of technologies that improve fertilizer
mengurangi potensi pencemaran maupun degradasi efficiency and reduce the potential for pollution and
lahan. land degradation.
Meskipun tingkat risiko terhadap kawasan bernilai Although the level of risk to high conservation value
konservasi tinggi tergolong rendah, PTPI tetap areas is considered low, PTPI continues to undertake
melakukan investasi proaktif dalam pelindungan dan proactive investments in ecosystem protection and
rehabilitasi ekosistem. Pelaksanaan program mengacu rehabilitation. Program implementation refers to Law
pada Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang No. 5 of 1990 on the Conservation of Biological Natural
Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya Resources and Ecosystems and Law No. 32 of 2009
serta Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang on Environmental Protection and Management. The
Pelindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. initiatives carried out include: [GRI 101-2] [OJK F.10]
Inisiatif yang dijalankan meliputi: [GRI 101-2] [OJK F.10]
• Program penghijauan dan penanaman pohon. Pada • Greening and tree planting programs. In 2025, the
tahun 2025, Perusahaan melaksanakan kegiatan Company carried out rehabilitation activities through
rehabilitasi melalui penanaman sekitar 687.000 the planting of approximately 687,000 trees across
pohon pada lahan seluas 1.294 Ha, termasuk area an area of 1,294 hectares, including areas still under
yang masih dalam tahap persiapan; preparation;
• Rehabilitasi area tertentu di sekitar wilayah • Rehabilitation of selected areas surrounding
operasional; dan operational sites; and
• Kolaborasi dengan pemangku kepentingan dalam • Collaboration with stakeholders in biodiversity
kegiatan pelestarian keanekaragaman hayati untuk conservation initiatives to ensure a balanced delivery
memastikan manfaat lingkungan dan sosial berjalan of environmental and social benefits.
seimbang.
Sebagai perusahaan sektor kimia, aktivitas PTPI As a company in the chemical sector, PTPI’s operations
tidak memanfaatkan sumber daya genetik secara do not directly utilize genetic resources; therefore, the
langsung sehingga Nagoya Protocol tentang Akses Nagoya Protocol on Access and Benefit Sharing (ABS)
dan Pembagian Keuntungan (Access and Benefit is not applicable. Nevertheless, the Company respects
Sharing/ABS) tidak berlaku. Meskipun demikian, community rights and considers the interests of local
Perusahaan tetap menghormati hak masyarakat stakeholders in all operational activities. PTPI also
dan mempertimbangkan kepentingan pemangku promotes voluntary contributions through community
kepentingan lokal dalam setiap kegiatan operasional. development and conservation programs that provide
Selain itu, PTPI mendorong bentuk kontribusi sukarela indirect benefits to local communities. [GRI 101-3]
melalui program pengembangan masyarakat dan
konservasi yang memberikan manfaat tidak langsung
kepada komunitas lokal. [GRI 101-3]
270
Dalam konteks perubahan kondisi keanekaragaman In the context of changes in biodiversity conditions,
hayati, PTPI tidak mengidentifikasi lokasi operasional PTPI did not identify any operational sites with the most
Laporan Keberlanjutan 2025
dengan dampak keanekaragaman hayati paling significant biodiversity impacts based on the results of
signifikan berdasarkan hasil biodiversity risk the biodiversity risk assessment. Therefore, there are no
assessment. Oleh karena itu, tidak terdapat ekosistem affected or potentially affected ecosystems that require
yang terdampak atau berpotensi terdampak yang detailed disclosure regarding ecosystem types, area
memerlukan pelaporan rinci mengenai jenis ekosistem, size in hectares in the baseline year, or comparisons
luas area dalam hektar pada tahun dasar, maupun between the baseline year and the current reporting
Page 271
PT Pupuk Indonesia (Persero)
perbandingan kondisi antara tahun dasar dan periode period. Although no significant impacts were identified,
pelaporan berjalan. Meskipun tidak terdapat dampak PTPI continues to proactively manage ecosystem
signifikan yang teridentifikasi, PTPI tetap secara proaktif services, namely the benefits provided by nature and
mengelola layanan ekosistem, yaitu manfaat yang ecosystems to support human life and environmental
disediakan alam dan ekosistem untuk mendukung sustainability, through various biodiversity programs
kehidupan manusia serta keberlanjutan lingkungan, across the Company’s operational areas, as presented
melalui berbagai program keanekaragaman hayati below. [GRI 101-7, 101-8] [OJK F.10]
di wilayah operasional Perusahaan, sebagaimana
disajikan berikut ini. [GRI 101-7, 101-8] [OJK F.10]
PT Petrokimia Gresik
Nama program Pelestarian Satwa Langka Python bivittatus melalui Conservation of the rare species Python bivittatus
Program name Metode Translokasi Cepat Tanggap Tim Patigeni through the Rapid Translocation Method by the
Patigeni Team
Lokasi program Kabupaten Gresik Gresik Regency
Program location
Luas area 550 Ha 550 Ha
Area size
Deskripsi program Program ini turut mendorong peningkatan This program promotes greater ecological
Program description kesadaran ekologis di kalangan karyawan dan awareness among employees and local
masyarakat, sekaligus mengurangi praktik communities, as well as reducing practices of
perburuan serta pembunuhan satwa liar. Selain itu, wildlife hunting and killing. It also strengthens
inisiatif ini memperkuat citra Perusahaan sebagai the Company’s image as a responsible entity in
entitas yang bertanggung jawab dalam pelestarian biodiversity conservation.
keanekaragaman hayati.
Dalam jangka panjang, implementasi program In the long-term, the implementation of this program
ini memberikan dampak positif yang signifikan delivers significant positive environmental impacts
terhadap lingkungan di sekitar wilayah operasional in areas surrounding the Company’s operations.
Perusahaan. Melalui pelaksanaan translokasi yang Through planned and science-based translocation,
terencana dan berbasis kajian ilmiah, populasi wildlife populations, particularly rare species such
satwa liar, khususnya spesies langka seperti as Python bivittatus can be conserved by relocating
Python bivittatus, dapat dilestarikan dengan them to safer habitats without disrupting the
memindahkannya ke habitat yang lebih aman tanpa balance of local ecosystems.
mengganggu keseimbangan ekosistem setempat.
Mitra program BKSDA, BPPD, Damkar Kab. Gresik, Komunitas BKSDA, BPPD, Gresik Regency Fire Department,
Program partners Reptil Gresik, Tim Patigeni desa sekitar Perusahaan, Gresik Reptile Community, Patigeni Team from
PIKA PG. villages surrounding the Company, PIKA PG
Tujuan program 1. Menyelamatkan satwa dari ancaman manusia; 1. Rescuing wildlife from human threats;
Program objective 2. Mengedukasi masyarakat agar berperan aktif 2. Educating communities to actively participate in
melestarikan satwa liar; wildlife conservation;
3. Memberikan ruang hidup bagi satwa liar; dan 3. Providing habitat for wildlife; and
4. Menjaga ekosistem di lingkungan perkotaan. 4. Maintaining ecosystems in urban environments.
Status Kawasan perkotaan Urban areas
Status
Kategori IUCN 1. Ular piton (Python bivittatus) status vulnerable; 1. Python bivittatus – Vulnerable
IUCN Category 2. Ular cobra (Naja sputatrix) status least concern; 2. Naja sputatrix – Least Concern
3. Lebah vespa (Vespa affinis) status data deficient; 3. Vespa affinis – Data Deficient 271
4. Tawon (Hymenoptera) status data deficient; 4. Hymenoptera – Data Deficient
5. Ular bido (Ptyas korros) status near threatened; 5. Ptyas korros – Near Threatened
2025 Sustainability Report
6. Luwak (Paradoxurus hermaphroditus) status 6. Paradoxurus hermaphroditus – Least Concern
least concern;
7. Ular weling (Bungarus candidus) status least 7. Bungarus candidus – Least Concern
concern;
8. Biawak air (Varanus salvator) status vulnerable; 8. Varanus salvator – Vulnerable and
dan
9. Ulat. 9. Caterpillars
Page 272
Pengelolaan Dampak Lingkungan dan Perubahan Iklim
Environmental Impact Management and Climate Change
PT Pupuk Kujang
Nama program Konservasi Keanekaragaman Hayati Taman Kehati Biodiversity Conservation of Pupuk Kujang
Program name Pupuk Kujang Biodiversity Park
Lokasi program Taman Kehati Pupuk Kujang, Karawang, Jawa Barat Pupuk Kujang Biodiversity Park, Karawang, West
Program location Java
Luas area 47,7 Ha 47.7 Ha
Area size
Deskripsi program Program pelindungan keanekaragaman hayati di The biodiversity protection program at the Pupuk
Program description Taman Kehati Pupuk Kujang telah dimulai sejak Kujang Biodiversity Park has been carried out since
tahun 2014. Hingga saat ini, kawasan tersebut 2014. To date, the area hosts 64 key plant species
memiliki koleksi tumbuhan penting sebanyak 64 out of a total of 128 recorded species. In addition,
jenis dari total 128 jenis yang tercatat. Selain itu, 34 bird species and 11 bat species have been
telah teridentifikasi pula 34 jenis burung dan 11 jenis identified within the area.
kelelawar yang menghuni area tersebut.
Mitra program KSM Sahabat Lingkungan KSM Sahabat Lingkungan
Program partners
Tujuan program 1. Menjaga kelestarian keanekaragaman hayati 1. Preserving the sustainability of local, endemic,
Program objective jenis lokal, endemik, dan langka; and rare biodiversity;
2. Memperbaiki dan melindungi mata air; dan 2. Restoring and protecting water springs; and
3. Sebagai kawasan penghasil oksigen dan 3. Serving as an oxygen-producing area and CO₂
menyerap CO2. sink.
Status Area yang dilindungi Protected area
Status
Kategori IUCN 1. Critically Endangered (CR): trenggiling (Manis 1. Critically Endangered (CR): pangolin (Manis
IUCN Category javanica) javanica)
2. Endangered (EN): elang jawa (Nisaetus bartelsi) 2. Endangered (EN): Javan hawk-eagle (Nisaetus
bartelsi)
3. Least Concern (LC): tumbuhan johar (Senna 3. Least Concern (LC): johar plant (Senna siamea)
siamea)
4. Critically Endangered (CR): kukang (Nycticebus 4. Critically Endangered (CR): slow loris (Nycticebus
javanicus) javanicus)
PT Pupuk Kalimantan Timur
Nama program RAISE (Reusing our Ash to Improve the Sea RAISE (Reusing our Ash to Improve the Sea
Program name Ecosystem) Ecosystem)
Lokasi program Perairan Tobok Batang, Bontang, Kalimantan Timur Tobok Batang Waters, Bontang, East Kalimantan
Program location
Luas area 1,12 Ha telah ditanami media terumbu karang An area of 1.12 Ha has been planted with coral reef
Area size structures
Deskripsi program Program konservasi terumbu karang ini telah The RAISE coral reef conservation program has
Program description dilaksanakan sejak tahun 2009. Setiap tahunnya, been implemented since 2009. Each year, the
Perusahaan berkomitmen menurunkan minimal Company commits to deploying a minimum of 500
500 unit media terumbu karang di perairan Tobok artificial reef units in the Tobok Batang waters,
Batang, Kota Bontang. Bontang City.
Sejak 2023, bahan baku media terumbu karang Since 2023, the raw material for the artificial reef
diganti sepenuhnya dari pasir menjadi bottom ash units has been fully shifted from sand to coal bottom
272 batu bara. Pergantian ini memiliki beberapa tujuan ash. This transition serves several key objectives:
utama:
1. Mengurangi timbulan limbah bottom ash batu 1. Reducing the volume of coal bottom ash waste;
Laporan Keberlanjutan 2025
bara;
2. Meningkatkan kandungan mineral yang 2. Enhancing mineral content required for coral
dibutuhkan bibit terumbu karang agar dapat larvae to attach and grow more effectively and
menempel dan tumbuh lebih baik serta lebih rapidly; and
cepat; dan
Page 273
PT Pupuk Indonesia (Persero)
3. Membantu menjaga keseimbangan ekosistem 3. Supporting the balance of terrestrial
darat dengan mengurangi penggunaan ecosystems by reducing the use of sand, which
pasir, yang mayoritas diperoleh dari kegiatan is predominantly sourced from illegal mining
pertambangan ilegal. activities.
Hingga saat ini, total media tanam terumbu karang To date, the total number of artificial reef units
yang telah ditanam di area Tobok Batang dari tahun installed in the Tobok Batang area from 2009 to
2009 hingga 2025 mencapai 8.822 unit. Pada 2025 has reached 8,822 units. In 2025, a total of 94
tahun 2025, tercatat 94 spesies fauna di lokasi, fauna species were recorded at the site, comprising
terdiri dari 60 spesies ikan karang dan 34 spesies 60 reef fish species and 34 coral species.
karang.
Mitra program Kelompok nelayan KIMASEA dan KARAKA KIMASEA and KARAKA Fisher groups
Program partners
Tujuan program 1. Memperbaiki ekosistem terumbu karang di 1. Restoring the coral reef ecosystem in the Tobok
Program objective perairan Tobok Batang, pada tahun 2009 Batang waters, which in 2009 was recorded as
tercatat mengalami kerusakan lebih dari 85% more than 85% damaged and classified as a
sehingga dinyatakan sebagai area ekosistem dead ecosystem area;
mati;
2. Mendukung nelayan Kota Bontang dalam 2. Supporting fishermen in Bontang City by
mencari ikan agar tidak perlu melaut terlalu enabling them to catch fish closer to shore
jauh; dan without having to travel far offshore; and
3. Mengurangi timbulan limbah bottom ash 3. Reducing bottom ash waste by reusing it for
dengan memanfaatkannya kembali untuk tujuan more beneficial uses.
yang lebih bermanfaat.
Status Area yang dilindungi Protected area
Status
Kategori IUCN 1. Vulnerable (VU): Bolbometopon muricatum, 1. Vulnerable (VU): Bolbometopon muricatum,
IUCN Category Echinopora, Pachyseris. Echinopora, Pachyseris
2. Endangered (EN): Cropora, Alveopora, 2. Endangered (EN): Cropora, Alveopora,
Ctenactis, Fungia, Lobophyllia, Montipora, Ctenactis, Fungia, Lobophyllia, Montipora,
Pocillopora, Seriatopora. Pocillopora, Seriatopora
3. Least Concern (LC): Acanthurus nigrofuscus, 3. Least Concern (LC): Acanthurus nigrofuscus,
Caesio lunaris, Chaetodon vagabundus, Caesio lunaris, Chaetodon vagabundus,
Siganus virgatus, Leptoria, Stylophora. Siganus virgatus, Leptoria, Stylophora
PT Pupuk Iskandar Muda
Nama program Konservasi Pengembangan Rusa Sambar (Cervus Sambar Deer (Cervus unicolor) Conservation and
Program name unicolor) Breeding
Lokasi program Perumahan PT Pupuk Iskandar Muda, Krueng PT Pupuk Iskandar Muda Housing Complex, Krueng
Program location Geukueh, Aceh Utara Geukueh, North Aceh
Luas area 6,75 Ha 6.75 Ha
Area size
Deskripsi program Kawasan penangkaran rusa sambar di lingkungan The sambar deer breeding area within PIM represents
Program description PIM merupakan bentuk konservasi secara ex-situ an ex-situ conservation effort aimed at preserving
yang bertujuan untuk pelestarian dan pelindungan and protecting the species in response to the decline
spesies akibat penurunan populasi rusa sambar. in the sambar deer population. The Sambar Deer
Program Konservasi Rusa Sambar ini dilaksanakan Conservation Program is implemented within a
di area konservasi yang telah ditetapkan, dengan designated conservation area, with the objective of
harapan dapat meningkatkan populasi serta menjaga increasing the population while ensuring its long-term 273
kelestariannya secara berkelanjutan. Pada tahun sustainability. By 2025, there will be 20 sambar deer
2025, terdapat 20 ekor rusa sambar yang dipelihara being cared for and managed within the conservation
dan dikelola dalam kawasan konservasi tersebut. area.
2025 Sustainability Report
Pelaksanaannya dilakukan melalui kerja sama dengan The program is carried out in collaboration with the
Balai Konservasi Sumber Daya Alam Aceh (BKSDA Aceh Natural Resources Conservation Agency, which
Aceh), yang secara berkala melakukan pemantauan conducts regular monitoring and field coordination
dan koordinasi lapangan terhadap kondisi konservasi regarding the condition of sambar deer conservation
rusa sambar di PT Pupuk Iskandar Muda. at PT Pupuk Iskandar Muda.
Page 274
Pengelolaan Dampak Lingkungan dan Perubahan Iklim
Environmental Impact Management and Climate Change
Mitra program Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh Aceh Natural Resources Conservation Agency
Program partners
Tujuan program 1. Meningkatkan jumlah populasi rusa sambar 1. Increasing the population of sambar deer as a
Program objective sebagai fauna yang dilindungi; protected species;
2. Tempat edukasi dan penelitian bagi para 2. A site for education and research for visitors;
pengunjung; dan and
3. Meningkatkan indeks keanekaragaman hayati 3. Enhancing the biodiversity index of flora and
flora dan fauna. fauna.
Status Kawasan konservasi yang dilindungi Protected conservation area
Status
Kategori IUCN Vulnerable (VU) Vulnerable (VU)
IUCN Category
PT Pupuk Sriwidjaja Palembang
Nama program Integrated Forestry Farming System (IFFS) Integrated Forestry Farming System (IFFS)
Program name
Lokasi program Desa Pulau Panas, Kecamatan Tanjung Sakti Pumi, Pulau Panas Village, Tanjung Sakti Pumi Subdistrict,
Program location Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan Lahat Regency, South Sumatra
Luas area 20 Ha 20 Ha
Area size
Deskripsi program Program penghijauan dinamakan IFFS dan telah The greening program, known as IFFS, was initiated
Program description dimulai pada tahun 2024. Pada tahap awal, in 2024. In its initial phase, 12,500 Arabica coffee
dilakukan penanaman 12.500 pohon Kopi Arabika trees were planted as the main commodity, along
sebagai komoditas utama, 1.100 pohon Alpukat with 1,100 avocado trees as shade trees, as well as
sebagai pohon pelindung, serta penanaman vegetables and forage crops on a 10-Ha area.
sayuran dan hijauan pakan ternak (HPT) di lahan
seluas 10 Ha.
Setelah keberhasilan program IFFS 2024, Following the success of the 2024 IFFS program,
dipandang perlu untuk menduplikasi program ini it was deemed necessary to replicate the initiative
pada tahun 2025 di lokasi yang bersebelahan in 2025 at a site directly adjacent to the 2024
langsung dengan IFFS 2024. Pada program location. Under the 2025 IFFS replication program,
duplikasi IFFS 2025, dilakukan penanaman 20.000 20,000 Arabica coffee trees were planted, along
pohon Kopi Arabika, 1.000 pohon Alpukat sebagai with 1,000 avocado trees as shade trees, as well as
pohon pelindung, serta penanaman sayuran dan vegetables and forage crops.
HPT.
Mitra program Kelompok Tani Hutan (KTH) Ayek Bahu, yang telah Forest Farmer Group (KTH) Ayek Bahu, registered
Program partners teregistrasi oleh Kementerian Lingkungan Hidup with the Ministry of Environment and Forestry
(KLHK) dengan Nomor SK: 5713/MENLHK-PSKL/ (KLHK) under Decree No. 5713/MENLHK-PSKL/
PKPS/PSL.0/6/2022. PKPS/PSL.0/6/2022.
Tujuan program 1. Memperbaiki tutupan lahan dan pengkayaan 1. Improving land cover and enhancing vegetation
Program objective vegetasi di hutan kemasyarakatan, sekaligus in community forests, while supporting better
mendukung tata kelola air yang lebih baik; water management;
2. Meningkatkan kualitas udara melalui 2. Improving air quality through increased oxygen
pengkayaan oksigen dan penyerapan karbon production and carbon dioxide absorption, as
dioksida, serta membantu menahan longsoran well as helping to prevent landslides in erosion-
pada lahan yang rawan erosi; dan prone areas; and
274 3. Memberdayakan masyarakat setempat melalui 3. Empowering local communities through
kelompok tani yang teregistrasi di Kementerian farmer groups registered with the Ministry of
Lingkungan Hidup dan Kehutanan, sehingga Environment and Forestry, with the potential to
berpotensi meningkatkan pendapatan lokal. increase local income.
Laporan Keberlanjutan 2025
Status Hutan lindung Protected forest
Status
Kategori IUCN 1. Kopi Arabika (Coffea arabica): endangered (EN); 1. Arabica coffee (Coffea arabica): endangered
IUCN Category dan (EN); and
2. Alpukat. 2. Avocado.
Page 275
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Biaya dan Evaluasi Kinerja Lingkungan [OJK F.4, F.16]
Environmental Costs and Performance Evaluation
Sebagai bagian dari komitmen terhadap pengelolaan As part of its commitment to responsible environmental
lingkungan yang bertanggung jawab, PTPI management, PTPI allocates resources in a structured
mengalokasikan sumber daya secara terencana untuk manner to ensure that all operational activities are
memastikan seluruh aktivitas operasional berjalan aligned with sustainability principles. Throughout 2025,
sesuai prinsip keberlanjutan. Sepanjang tahun 2025, the Company realized an environmental management
Perusahaan merealisasikan anggaran pengelolaan budget of Rp138.59 billion. This budget was utilized to
lingkungan sebesar Rp138,59 miliar. Anggaran ini support environmental impact control, environmental
digunakan untuk mendukung pengendalian dampak quality monitoring, waste and emissions management,
lingkungan, pemantauan kualitas lingkungan, regulatory compliance, and other initiatives aimed
pengelolaan limbah dan emisi, kepatuhan regulasi, at enhancing environmental performance. The
serta program peningkatan kinerja lingkungan lainnya. expenditure reflects the Company’s preventive and
Realisasi biaya tersebut merupakan bagian dari corrective approach to minimizing environmental risks
pendekatan preventif dan korektif Perusahaan dalam while maintaining social acceptance in its operational
meminimalkan risiko lingkungan sekaligus menjaga areas. [OJK F.4]
keberterimaan sosial di wilayah operasional. [OJK F.4]
Untuk mengevaluasi efektivitas pengelolaan To evaluate the effectiveness of its environmental
lingkungan, PTPI melaksanakan Survei Kepuasan management efforts, PTPI conducts Environmental
Lingkungan kepada masyarakat di sekitar wilayah Satisfaction Surveys among the communities
operasional. Survei ini bertujuan mengukur persepsi atas surrounding its operational areas. These surveys aim
dampak positif dan potensi dampak negatif kegiatan to assess perceptions of both the positive impacts and
Perusahaan, sekaligus menjadi dasar perbaikan potential negative effects of the Company’s activities,
kebijakan dan penyusunan program tanggung jawab while also serving as a basis for improving policies
sosial dan lingkungan yang lebih tepat sasaran. and designing more targeted social and environmental
responsibility programs.
Survei Kepuasan Skor | Score dengan kategori | with category
Lingkungan Tahun 2025
Environmental Satisfaction 92,73 Sangat Puas
Survey in 2025 Very Satisfied
*menunjukkan bahwa pengelolaan dampak lingkungan dinilai berjalan baik oleh masyarakat
*Indicating that environmental impact management is perceived by the community as being implemented well.
Skala Nilai Survei Kepuasan Lingkungan
Environmental Satisfaction Survey Scale
<20 ≥20–<40 ≥40–<60 ≥60–<80 ≥80
Tidak Puas Kurang Puas Cukup Puas Puas Sangat Puas
275
Dissatisfied Less Satisfied Fairly Satisfied Satisfied Very Satisfied
2025 Sustainability Report
Selain pengukuran persepsi melalui survei, Perusahaan In addition to perception measurement through
menyediakan mekanisme pengaduan yang terbuka surveys, the Company provides an open and
dan transparan untuk menampung keluhan masyarakat transparent grievance mechanism to accommodate
terkait aspek lingkungan. Seluruh pengaduan dikelola community environmental complaints. All grievances
Page 276
Pengelolaan Dampak Lingkungan dan Perubahan Iklim
Environmental Impact Management and Climate Change
secara terkoordinasi oleh Departemen Komunikasi are managed in a coordinated manner by the
Korporat, Departemen Lingkungan Hidup, dan Corporate Communication Department, Environmental
Departemen Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Department, and Corporate Social and Environmental
(TJSL) guna memastikan respons yang cepat dan Responsibility (TJSL) Department to ensure timely
penyelesaian yang tuntas. response and effective resolution.
Pengaduan Terkait Lingkungan
Tahun 2025 [OJK F.16] 6 100%
Environmental-Related pengaduan terkait lingkungan pengaduan telah ditindaklanjuti
Complaints in 2025 environmental-related complaints dan diselesaikan
of the complaints have been
followed up on and resolved
Manajemen Perubahan Iklim
Climate Change Management
Perubahan iklim menjadi salah satu isu strategis yang Climate change represents a key strategic issue
memengaruhi ketahanan operasional, biaya produksi, affecting operational resilience, production costs, raw
ketersediaan bahan baku, serta daya saing Perusahaan material availability, and the Company’s long-term
dalam jangka panjang. Oleh karena itu, PTPI mengelola competitiveness. Accordingly, PTPI manages climate-
risiko dan peluang terkait iklim melalui pendekatan yang related risks and opportunities through a structured
terstruktur, termasuk penguatan tata kelola, strategi, approach, encompassing strengthened governance,
manajemen risiko, serta pengukuran kinerja dan target strategy, risk management, as well as performance
penurunan emisi. measurement and emissions reduction targets.
Tata Kelola Perubahan Iklim [GRI 2-12, 2-13] [OJK E.1] [TCFD G2]
Climate Governance
Dalam upaya mengembangkan PTPI sebagai In advancing PTPI as a sustainable company, the Board
perusahaan yang berkelanjutan, Dewan Komisaris dan of Commissioners and the Board of Directors actively
Direksi secara aktif memberikan arahan serta melakukan provide direction and oversight on corporate policies.
pengawasan atas kebijakan perusahaan. Pengawasan This oversight includes monitoring the implementation
tersebut mencakup pemantauan implementasi of the PTPI Sustainability Policy, development strategies,
Kebijakan Keberlanjutan, strategi pengembangan, serta as well as the management of risks and impacts
pengelolaan risiko dan dampak yang terkait dengan associated with sustainable growth and the execution
pertumbuhan berkelanjutan dan pelaksanaan tanggung of corporate social responsibility initiatives. [GRI 2-13]
276 jawab sosial Perusahaan. [GRI 2-13]
Sejalan dengan komitmen keberlanjutannya, In line with its sustainability commitment, PTPI has an
Laporan Keberlanjutan 2025
PTPI menerapkan struktur tata kelola ESG melalui ESG governance structure through an ESG Development
tim pengembangan dan implementasi ESG yang and Implementation Team, formalized by the President
Page 277
PT Pupuk Indonesia (Persero)
dilegalisasi oleh Direktur Utama. Tim ESG terdiri dari Director. The ESG team comprises Directors at the
Direktur di tingkat divisi dan Wakil Direktur Utama divisional level, with the Vice President Director serving
sebagai penanggung jawab utama dalam memastikan as the key accountable leader to ensure the effective
kesinambungan pengelolaan aspek ESG sesuai bidang and continuous management of ESG aspects within
masing-masing. Direktur Utama berperan memberikan their respective areas. The President Director provides
arahan serta melakukan pengawasan atas pelaksanaan strategic direction and oversight of sustainability
kegiatan keberlanjutan. [TCFD G1] [GRI 2-13] initiatives. [TCFD G1] [GRI 2-13]
Manajemen perusahaan berperan penting dalam Management plays a critical role in addressing climate-
mengelola risiko dan peluang terkait iklim melalui related risks and opportunities through the integration
integrasi aspek keberlanjutan ke dalam strategi bisnis. of sustainability considerations into business strategy.
Proses ini mencakup identifikasi risiko iklim, seperti This includes identifying climate risks, such as potential
potensi gangguan rantai pasok dan peningkatan emisi, supply chain disruptions and increased emissions,
sekaligus pemetaan peluang, antara lain efisiensi as well as mapping opportunities, including energy
energi dan pengembangan produk yang lebih ramah efficiency and the development of more environmentally
lingkungan. Dengan pendekatan berbasis data, friendly products. Through a data-driven approach, the
Perusahaan mendorong langkah mitigasi dan adaptasi Company advances proactive mitigation and adaptation
secara proaktif, termasuk melalui investasi teknologi measures, including investments in green technologies
hijau dan kolaborasi dengan pemangku kepentingan and collaboration with stakeholders to support the
untuk mendukung transisi menuju ekonomi rendah transition toward a low-carbon economy. [TCFD G1] [GRI 2-13]
karbon. [TCFD G1] [GRI 2-13]
PTPI juga menerapkan program insentif yang PTPI also implements incentive programs that link
mengaitkan pencapaian target pengelolaan isu the achievement of climate-related targets to variable
perubahan iklim dengan kompensasi variabel bagi compensation for Board of Directors members. These
anggota Direksi. Insentif ini didasarkan pada KPI incentives are based on GHG emission reduction KPIs,
pengurangan emisi GRK, yang dimasukkan dalam which are incorporated into executive performance
scorecard kinerja eksekutif dan menjadi salah satu scorecards and serve as a determining factor in bonus
faktor penentu besaran bonus yang diberikan. [GRI 2-19] allocation. [GRI 2-19]
Perusahaan secara konsisten membahas isu perubahan Climate change issues are consistently addressed in
iklim dalam rapat Direksi yang diselenggarakan secara Board of Directors meetings held regularly, at least
berkala, setidaknya satu kali setiap bulan. Agenda ini once a month. These meetings provide a key platform
menjadi momen penting untuk meninjau perkembangan to review the progress of sustainability programs,
program keberlanjutan, strategi mitigasi, capaian dan mitigation strategies, emissions reduction achievements
target pengurangan emisi, serta inovasi produk ramah and targets, as well as environmentally friendly product
lingkungan secara terpadu. [GRI 2-13] innovations in an integrated manner. [GRI 2-13]
Untuk meningkatkan kualitas pengungkapan To enhance the quality of climate-related disclosures,
perubahan iklim, PTPI juga mempersiapkan PTPI is strengthening its supporting infrastructure,
infrastruktur pendukung, mencakup penguatan including capability development, climate risk
kompetensi, penilaian risiko terkait iklim, studi dampak assessments, studies on the impacts of climate change
perubahan iklim terhadap aktivitas operasional dan on operational activities and financial position, the
posisi keuangan, strategi integrasi risiko dan peluang, integration of climate-related risks and opportunities
serta penetapan metrik yang sesuai. Dalam rangka into strategy, and the establishment of appropriate 277
mempersiapkan penerapan IFRS S1 dan IFRS S2, PTPI metrics. In preparation for the adoption of IFRS S1
menyelenggarakan berbagai pelatihan, antara lain: and IFRS S2, PTPI has conducted a series of training
2025 Sustainability Report
programs, including:
Page 278
Pengelolaan Dampak Lingkungan dan Perubahan Iklim
Environmental Impact Management and Climate Change
1. Sustainability Reporting: Standards and 1. Sustainability Reporting: Standards and
Implementation Update Terkini ISSB Standards Implementation—Latest Updates on ISSB Standards
IFRS S1 dan IFRS S2; dan IFRS S1 and IFRS S2; and
2. Workshop IFRS Sustainability Standards (SDS) dan 2. Workshops on IFRS Sustainability Standards (SDS)
Standar Pengungkapan Keberlanjutan (SPK). and Sustainability Disclosure Standards (SPK).
Pada tahap ini, pengungkapan perubahan iklim At this stage, climate-related disclosures in the report
dalam laporan masih bersifat terbatas dan akan terus remain limited and will be progressively enhanced. [TCFD
ditingkatkan secara bertahap. [TCFD G1] G1]
Manajemen Risiko Perubahan Iklim [OJK E.3]
Climate Risk Management
Sebagai bagian dari penerapan tata kelola perusahaan As part of the implementation of good corporate
yang baik (good corporate governance), PTPI governance, PTPI applies an integrated risk
menerapkan sistem manajemen risiko terintegrasi management system to support value creation for
untuk mendukung penciptaan nilai bagi pemegang shareholders while fulfilling its commitments to
saham serta memenuhi komitmen kepada karyawan employees and stakeholders. Risk management also
dan pemangku kepentingan. Manajemen risiko serves as a key instrument to ensure the achievement
juga menjadi instrumen penting untuk memastikan of corporate objectives, including targets set in the
pencapaian sasaran Perusahaan, termasuk target Company’s Work Plan and Budget (RKAP). Since 2013,
yang ditetapkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran PTPI’s risk management policy has been aligned with
Perusahaan (RKAP). Sejak 2013, kebijakan pengelolaan ISO 31000:2011 Risk Management Systems.
risiko PTPI mengacu pada ISO 31000:2011 Sistem
Manajemen Risiko.
Sesuai Peraturan Menteri BUMN RI Nomor PER-2/ In accordance with the Regulation of the Minister of
MBU/03/2023, Perusahaan melakukan penyesuaian State-Owned Enterprises of the Republic of Indonesia
pedoman penerapan manajemen risiko yang No. PER-2/MBU/03/2023, the Company has updated its
dituangkan dalam Pedoman Manajemen Risiko Pupuk risk management framework as outlined in the Pupuk
Indonesia Nomor Dokumen PI-SMT-PD-012 Rev 0 Indonesia Risk Management Guidelines Document
Tanggal 30 September 2025, serta menyusun prosedur No. PI-SMT-PD-012 Rev 0 dated September 30, 2025,
pendukung implementasi Pedoman Manajemen along with the development of supporting procedures
Risiko. Implementasi manajemen risiko dijalankan for implementation. Risk management is implemented
secara berkelanjutan pada seluruh fungsi dan jenjang continuously across all functions and organizational
organisasi, dengan proses identifikasi, analisis, dan levels, with processes covering risk identification,
pengelolaan risiko yang dikategorikan berdasarkan analysis, and mitigation based on the Company’s risk
taksonomi risiko perusahaan serta didukung oleh taxonomy, supported by a risk management information
sistem informasi manajemen risiko. system.
278 Risiko terkait perubahan iklim, lingkungan hidup, Climate-, environmental-, and social-related risks are
dan sosial dikelompokkan ke dalam taksonomi risiko classified under the Company’s environmental and social
sosial dan lingkungan. PTPI melakukan identifikasi risk taxonomy. PTPI conducts climate risk identification
Laporan Keberlanjutan 2025
dan penilaian risiko iklim melalui proses yang and assessments through a structured process,
terstruktur, termasuk pemetaan risiko fisik dan risiko including the mapping of physical and transition risks by
transisi dengan mempertimbangkan data lingkungan, considering environmental data, operational conditions,
operasional, serta perkembangan regulasi. Penilaian and regulatory developments. The assessment aims
Page 279
PT Pupuk Indonesia (Persero)
dilakukan untuk memahami potensi dampak terhadap to understand potential impacts on the supply chain,
rantai pasok, proses produksi, dan distribusi, serta production processes, and distribution, while involving
melibatkan pemangku kepentingan internal dan both internal and external stakeholders to ensure that
eksternal agar seluruh aspek risiko, termasuk bencana all risk dimensions, including natural hazards, policy
alam, perubahan kebijakan, dan tekanan pasar, dapat changes, and market pressures, are comprehensively
diantisipasi secara lebih menyeluruh. Perusahaan addressed. The Company continuously monitors the
melakukan pemantauan terhadap hasil identifikasi outcomes of climate risk identification. Climate-related
risiko terkait perubahan iklim yang telah dilakukan. risks that are assessed as having potential impacts on
Risiko terkait perubahan iklim yang berdasarkan hasil performance and risk management are recorded in the
analisis dinilai memiliki potensi dampak terhadap Company’s risk register and managed in accordance
kinerja dan pengelolaan risiko Perusahaan selanjutnya with the established risk management processes. [TCFD
dicatat dalam risk register Perusahaan dan dikelola R1]
sesuai dengan proses manajemen risiko yang berlaku.
[TCFD R1]
Untuk memastikan risiko utama dapat dikendalikan, To ensure that key risks remain under control,
Perusahaan melakukan pemantauan dan evaluasi the Company conducts periodic monitoring and
tingkat risiko secara periodik. Berbagai langkah mitigasi evaluation of risk levels. Various mitigation measures
dijalankan, antara lain peningkatan efisiensi energi, are implemented, including enhancing energy
pengurangan emisi GRK, serta penerapan teknologi efficiency, reducing GHG emissions, and adopting
yang lebih ramah lingkungan dalam proses produksi. more environmentally friendly production process
PTPI juga memperkuat langkah adaptasi melalui technologies. PTPI also strengthens its adaptation
diversifikasi produk, penguatan ketahanan rantai pasok, efforts through product diversification, improved
serta penerapan Kebijakan Keberlanjutan yang selaras supply chain resilience, and the implementation of
dengan regulasi nasional maupun global. Proses ini sustainability policies aligned with both national and
diawasi melalui mekanisme manajemen risiko untuk global regulations. These processes are overseen
memastikan langkah yang diterapkan tetap relevan dan through the risk management framework to ensure
efektif terhadap dinamika iklim yang terus berkembang. that the measures remain relevant and effective in
[TCFD R2] addressing evolving climate dynamics. [TCFD R2]
Proses identifikasi, penilaian, dan pengelolaan risiko The processes of identifying, assessing, and managing
iklim diintegrasikan ke dalam kerangka manajemen climate risks are integrated into the Company’s overall
risiko perusahaan melalui pendekatan holistik dan risk management framework through a holistic and
berbasis data. Risiko iklim dianalisis bersama risiko data-driven approach. Climate risks are analyzed
strategis, operasional, finansial, serta risiko lainnya alongside strategic, operational, financial, and other risk
melalui mekanisme pengelolaan risiko korporasi yang categories through enterprise-wide risk management
mencakup seluruh unit bisnis. Hasil penilaian risiko mechanisms covering all business units. The results
digunakan sebagai masukan dalam pengambilan of these assessments serve as key inputs in strategic
keputusan strategis, termasuk perencanaan investasi, decision-making, including investment planning,
inovasi produk, dan pengelolaan rantai pasok. Sejalan product innovation, and supply chain management. In
dengan hal tersebut, Perusahaan secara bertahap line with these efforts, the Company is progressively
memperkuat pemantauan kondisi aset, evaluasi strengthening asset condition monitoring, location
risiko lokasi, serta perencanaan pemeliharaan aset risk assessments, and asset maintenance planning
untuk mendukung ketahanan operasional, strategi to support operational resilience, climate change
adaptasi perubahan iklim, dan keberlangsungan bisnis adaptation strategies, and business continuity. [TCFD R3] 279
Perusahaan. [TCFD R3]
2025 Sustainability Report
Page 280
Pengelolaan Dampak Lingkungan dan Perubahan Iklim
Environmental Impact Management and Climate Change
Strategi Perubahan Iklim [GRI 201-2] [TCFD S1, S2, S3]
Climate Change Strategy
Sebagai bagian dari industri yang menopang sektor As a key player in supporting the agricultural sector, PTPI
pertanian, PTPI menghadapi eksposur yang tinggi encounters significant exposure to the impacts of climate
terhadap dampak perubahan iklim. Meningkatnya change. Increasing frequency of extreme weather
frekuensi cuaca ekstrem, pergeseran pola musim, serta events, shifting seasonal patterns, and environmental
degradasi lingkungan memunculkan tantangan baru degradation present emerging challenges for the
bagi industri pupuk, baik dari sisi operasional, rantai fertilizer industry, affecting operations, supply chains,
pasok, maupun dinamika permintaan. Kondisi tersebut and demand dynamics. These conditions require
menuntut kesiapan PTPI dalam mengantisipasi berbagai PTPI to strengthen its preparedness in addressing the
implikasi perubahan iklim terhadap keberlangsungan implications of climate change on business continuity.
usaha.
Sejalan dengan hal tersebut, Perusahaan In line with this, the Company integrates climate change
mengintegrasikan pengelolaan risiko perubahan iklim risk management into its business strategy and overall
ke dalam strategi bisnis dan manajemen risiko sebagai risk management framework as part of strengthening
bagian dari penguatan ketahanan usaha jangka long-term business resilience. Risk identification
panjang. Identifikasi dan penilaian risiko dilakukan and assessment are conducted through climate risk
melalui analisis risiko iklim dengan mempertimbangkan analysis, taking into account potential operational
potensi dampak operasional terhadap kegiatan usaha. impacts on business activities. The assessment applies
Penilaian menggunakan inherent heatmap manajemen the inherent risk heatmap to evaluate the likelihood and
risiko untuk mengukur tingkat probabilitas dan besaran magnitude of potential impacts.
dampak yang mungkin timbul.
Dalam proses tersebut, analisis risiko iklim dilakukan In this process, climate risk analysis is carried out
berdasarkan Risk Assessment Criteria Metric (RACM) based on the Risk Assessment Criteria Metric (RACM),
dengan mempertimbangkan kriteria kemungkinan considering the Company’s 2025 risk likelihood and
risiko dan dampak risiko Pupuk Indonesia Tahun 2025. impact criteria. The analysis also considers global
Analisis juga mempertimbangkan skenario peningkatan warming scenarios of below 2°C and above 4°C over
suhu global below 2°C dan above 4°C pada horizon the 2030, 2040, and 2050 time horizons as the basis
waktu 2030, 2040, dan 2050 sebagai dasar pemetaan for risk mapping and the development of mitigation
tingkat risiko serta penyusunan langkah mitigasi dan and adaptation measures. The below 2°C scenario
adaptasi. Skenario below 2°C mengacu pada skenario refers to the publicly available Network for Greening
publik Network for Greening the Financial System (NGFS) the Financial System (NGFS) (Below 2°C) scenario and
(Below 2°C) dan skenario The Intergovernmental Panel the The Intergovernmental Panel on Climate Change
on Climate Change (IPCC) Shared Socio-economic (IPCC) Shared Socio-economic Pathways (SSP)1-2.6/
Pathways (SSP)1-2.6/ Representative Concentration Representative Concentration Pathway (RCP) 2.6
Pathway (RCP)2.6 yang merepresentasikan jalur scenario, which represent a low-emission transition
transisi rendah emisi, sedangkan skenario above 4°C pathway. Meanwhile, the above 4°C scenario refers to
mengacu pada skenario publik NGFS (Current Policies) the publicly available NGFS (Current Policies) scenario
dan skenario IPCC dengan lintasan emisi tinggi yang and IPCC high-emission pathways that represent global
merepresentasikan kenaikan suhu global di atas 4°C. temperature increases exceeding 4°C.
280
Hasil analisis menunjukkan bahwa risiko perubahan The analysis indicates that the Company’s climate
iklim yang dihadapi Perusahaan terbagi menjadi risiko change risks are categorized into physical
Laporan Keberlanjutan 2025
fisik dan risiko transisi, yang masing-masing memiliki and transition risks, each with distinct impact
karakteristik dampak, termasuk implikasi finansial, characteristics, including financial implications, as
serta pendekatan pengelolaan yang berbeda, dengan well as different management approaches, with
implikasi finansial diungkapkan pada bagian tindakan the financial implications disclosed in the relevant
mitigasi dan adaptasi. [GRI 201-2] mitigation and adaptation measures. [GRI 201-2]
Page 281
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Risiko Fisik
Physical Risks
Risiko fisik merupakan risiko yang timbul akibat Physical risks arise from changes in climate conditions
perubahan kondisi iklim yang berdampak langsung that have direct impacts on the Company’s assets,
terhadap aset, operasional, dan rantai pasok operations, and supply chain.
Perusahaan.
Cuaca Ekstrem dan Banjir | Extreme Weather and Flooding
Risiko Cuaca ekstrem (badai) Inherent • Below 2°C
Risk Peningkatan frekuensi dan intensitas badai heatmap Risiko iklim tahun 2030, 2040, dan 2050
berpotensi menyebabkan gangguan operasional secara umum berada pada tingkat rendah
serta kerusakan pada fasilitas produksi, gudang, Low to hingga menengah.
Moderate
dan persediaan. 2030, 2040, Below 2°C
2050
Extreme weather (storms) Climate risks in 2030, 2040, and 2050 are
The increasing frequency and intensity of storms generally at a low to moderate level.
may disrupt operations and damage production • Above 4°C
facilities, warehouses, and inventories. Risiko iklim tahun 2030, 2040, dan 2050
Low to secara umum berada pada tingkat rendah
Moderate
2030, 2040, hingga menengah.
2050
Above 4°C
Climate risks in 2030, 2040, and 2050 are
generally at a low to moderate level.
Cuaca hujan berlebihan (banjir pluvial) Inherent • Below 2°C
Risiko peningkatan intensitas dan frekuensi heatmap Risiko iklim tahun 2030, 2040, dan 2050
curah hujan dapat menimbulkan biaya tambahan secara umum berada pada tingkat tinggi.
akibat kerusakan pada aset pabrik, gudang, dan High Below 2°C
2030, 2040,
persediaan, serta berpotensi mengganggu proses 2050 Climate risks in 2030, 2040, and 2050 are
produksi. generally assessed as high.
Excessive rainfall (pluvial flooding) • Above 4°C
The increased intensity and frequency of rainfall Risiko iklim tahun 2030, 2040, dan 2050
may lead to additional costs due to damage to High
secara umum berada pada tingkat tinggi.
2030, 2040,
plant assets, warehouses, and inventories, and 2050 Above 4°C
may disrupt production processes. Climate risks in 2030, 2040, and 2050 are
generally assessed as high.
Banjir pesisir Inherent • Below 2°C
Risiko peningkatan tinggi banjir pesisir dapat heatmap Risiko iklim tahun 2030, 2040, dan 2050
menimbulkan biaya tambahan akibat kerusakan secara umum berada pada tingkat tinggi.
pada aset pabrik dan persediaan di gudang pabrik. High Below 2°C
2030, 2040,
Coastal flooding 2050 Climate risks in 2030, 2040, and 2050 are
The risk of rising coastal flood levels may lead to generally assessed as high.
additional costs due to damage to plant assets and • Above 4°C
inventories stored in plant warehouses. Risiko iklim tahun 2030, 2040, dan 2050
High secara umum berada pada tingkat tinggi.
2030, 2040,
2050 Above 4°C
Climate risks in 2030, 2040, and 2050 are
generally assessed as high.
Mitigasi | Mitigation
281
• Penguatan sistem drainase untuk mencegah genangan dan • Strengthening drainage systems to prevent waterlogging
aliran air yang merusak fasilitas. and water flows that may damage facilities.
• Pemeliharaan rutin sistem kelistrikan dan tanggul pengaman. • Routine maintenance of electrical systems and protective
2025 Sustainability Report
embankments.
• Pembangunan flood barrier permanen di lokasi strategis. • Construction of permanent flood barriers at strategic
locations.
Page 282
Pengelolaan Dampak Lingkungan dan Perubahan Iklim
Environmental Impact Management and Climate Change
Adaptasi | Adaptation tambahkan disini [GRI 201-2]
• Pada 31 Desember 2024, persediaan barang jadi • As of December 31, 2024, finished goods inventories were
diasuransikan terhadap risiko kerugian, gempa bumi, insured against risks of loss, earthquakes, fire, and other
kebakaran, dan risiko lainnya dengan nilai pertanggungan risks, with a total coverage value of Rp10.9 trillion and
sebesar Rp10,9 triliun dan USD21,9 juta. USD21.9 million.
• Aset tetap Perusahaan diasuransikan terhadap risiko • The Company’s fixed assets were insured against risks of
gempa bumi, kebakaran, dan risiko lainnya dengan nilai earthquakes, fire, and other risks, with a total coverage value
pertanggungan sebesar Rp18,7 triliun dan USD3,9 miliar. of Rp18.7 trillion and USD3.9 billion.
• Total beban asuransi Perusahaan pada tahun 2024 mencapai • The Company’s total insurance expenses in 2024 amounted
Rp38 miliar, yang mencerminkan langkah proteksi finansial to Rp38 billion, reflecting its financial protection measures
terhadap risiko bencana. against disaster-related risks.
Kekeringan | Drought
Risiko Perubahan pola curah hujan dan peningkatan Inherent • Below 2°C
Risk suhu berpotensi memicu kekeringan yang dapat heatmap Risiko iklim tahun 2030, 2040, dan 2050
mengganggu pasokan air untuk proses produksi. secara umum berada pada tingkat tinggi.
Kondisi ini dapat meningkatkan biaya operasional High Below 2°C
2030, 2040,
akibat kebutuhan sumber air alternatif serta 2050 Climate risks in 2030, 2040, and 2050 are
penyesuaian proses pendinginan. generally assessed as high.
Changes in rainfall patterns and rising • Above 4°C
temperatures may trigger drought conditions Risiko iklim tahun 2030, 2040, dan 2050
that could disrupt water supply for production High
secara umum berada pada tingkat tinggi.
2030, 2040,
processes. This may lead to increased operational 2050
Above 4°C
costs due to the need for alternative water sources Climate risks in 2030, 2040, and 2050 are
and adjustments to cooling processes. generally assessed as high.
Adaptasi | Adaptation
• Pengelolaan air terpadu untuk mengantisipasi banjir dan • Integrated water management to anticipate flooding and
kekeringan. drought.
• Penyesuaian operasional cooling tower dan peningkatan • Optimization of cooling tower operations and increased heat
kapasitas heat exchange agar sistem tetap efisien pada exchange capacity to maintain efficiency under limited water
kondisi air terbatas. conditions.
• Pelatihan operator dalam manajemen air. • Operator training in water management.
Kenaikan Suhu Air Laut | Rising Sea Water Temperatures
Risiko Peningkatan suhu air laut berpotensi memengaruhi Inherent • Below 2°C
Risk efektivitas sistem pendinginan fasilitas produksi heatmap Risiko iklim tahun 2030, 2040, dan 2050
yang memanfaatkan sumber air laut. secara umum berada pada tingkat rendah
Rising sea water temperatures may affect the Low to hingga menengah.
Moderate
effectiveness of cooling systems in production 2030, 2040, Below 2°C
2050
facilities that rely on seawater as a cooling source. Climate risks in 2030, 2040, and 2050 are
generally at a low to moderate level.
• Above 4°C
Risiko iklim tahun 2030, 2040, dan 2050
Low to
Moderate secara umum berada pada tingkat rendah
2030, 2040,
2050
hingga menengah.
Above 4°C
Climate risks in 2030, 2040, and 2050 are
282 generally at a low to moderate level.
Adaptasi dan Mitigasi | Adaptation and Mitigation
• Transisi ke energi rendah karbon. • Transition to low-carbon energy.
Laporan Keberlanjutan 2025
• Optimalisasi sistem pendingin (cooling system). • Optimization of cooling systems.
• Implementasi sensor suhu air laut dan sistem peringatan • Implementation of sea water temperature sensors and early
dini. warning systems.
Page 283
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Risiko Fisik Lainnya yang Dipertimbangkan | Other Considered Physical Risks
Pergeseran pola musim tanam | Shifts in planting season patterns
Risiko Perubahan pola musim tanam akibat ketidakpastian iklim berpotensi memengaruhi pola permintaan pupuk.
Risk Changes in planting patterns due to climate uncertainty could potentially affect fertilizer demand patterns.
Risiko Transisi
Transition Risks
Risiko fisik merupakan risiko yang timbul akibat Physical risks are risks arising from changes in climate
perubahan kondisi iklim yang berdampak langsung conditions that directly impact the Company’s assets,
terhadap aset, operasional, dan rantai pasok operations, and supply chain.
Perusahaan.
Regulasi dan Pasar Karbon | Carbon Regulations and Markets
Risiko Kenaikan biaya operasional dapat terjadi Inherent • Tahun 2030
Risk akibat penerapan regulasi kepatuhan pajak heatmap Risiko pada skenario below 2°C berada
karbon atau skema perdagangan karbon, yang pada tingkat menengah.
mendorong penyesuaian strategi bisnis dan Moderate 2030:
operasional. 2030 The risk under the below 2°C scenario is
Operational costs may increase due to the at a moderate level.
implementation of carbon tax compliance • Tahun 2035 dan 2050
regulations or carbon trading schemes, Risiko pada skenario below 2°C
prompting adjustments to business and High
meningkat menjadi tingkat tinggi.
2035,
operational strategies. 2050 2035 and 2050
The risk under the below 2°C scenario
increases to a high level.
Peluang Penghematan karbon Inherent • Tahun 2030
Opportunity Potensi penghematan karbon dapat heatmap Peluang pada skenario below 2°C
diperjualbelikan melalui mekanisme pasar berada pada tingkat rendah hingga
karbon. Low to menengah.
Carbon savings Moderate 2030:
2030
Potential carbon savings can be traded through The opportunity under the below 2°C
carbon market mechanisms. scenario is at a low to moderate level.
• Tahun 2035 dan 2050
Peluang pada skenario below 2°C
Moderate meningkat menjadi tingkat menengah.
2035,
2050
2035 and 2050
The opportunity under the below 2°C
scenario increases to a moderate level.
Proyek carbon capture and storage (CCS) Inherent • Tahun 2030
Pengembangan proyek CCS berpotensi heatmap Peluang pada skenario below 2°C
membuka sumber pendapatan baru bagi berada pada tingkat rendah hingga
Perusahaan, seiring meningkatnya kebutuhan Low to
menengah.
solusi penurunan emisi. Moderate 2030
2030
Carbon capture and storage (CCS) projects The opportunity under the below 2°C
The development of CCS projects may open up scenario is at a low to moderate level.
new revenue streams for the Company, in line • Tahun 2035 dan 2050 283
with the growing demand for emission reduction Peluang pada skenario below 2°C
solutions. High
meningkat menjadi tingkat tinggi.
2035,
2025 Sustainability Report
2050 2035 and 2050
The opportunity under the below 2°C
scenario increases to a high level.
Page 284
Pengelolaan Dampak Lingkungan dan Perubahan Iklim
Environmental Impact Management and Climate Change
Proyek Nature-based Solutions (NbS) Inherent • Tahun 2030
Pengembangan proyek NbS berpotensi menjadi heatmap Peluang pada skenario below 2°C
sumber pendapatan baru melalui penciptaan berada pada tingkat menengah hingga
kredit karbon serta mendukung mitigasi Moderate
tinggi.
perubahan iklim. to High 2030
2030
Nature-based Solutions (NbS) projects The opportunity under the below 2°C
The development of NbS projects may become scenario is at a moderate to high level.
a new source of revenue through the generation • Tahun 2035 dan 2050
of carbon credits while supporting climate Peluang pada skenario below 2°C
change mitigation. High meningkat menjadi tingkat tinggi.
2035,
2050 2035 and 2050
The opportunity under the below 2°C
scenario increases to a high level.
Mitigasi | Mitigation [GRI 201-2]
• Penyusunan peta jalan dekarbonisasi hingga tahun 2050, • Development of a decarbonization roadmap through 2050,
dengan target penurunan emisi 12% pada 2030, 45% pada targeting emission reductions of 12% by 2030, 45% by 2035,
2035, dan 96% pada 2050. and 96% by 2050.
• Penganggaran investasi pengembangan jangka panjang • Allocation of long-term development investment of up
hingga Rp165 triliun, bersumber dari kas operasional to Rp165 trillion, sourced from operational cash flows
dan pinjaman, untuk mendukung implementasi strategi and borrowings, to support the implementation of the
dekarbonisasi. decarbonization strategy.
• Kajian awal terkait potensi sumber pendapatan baru dari • Preliminary assessment of potential new revenue streams
proyek CCS dan NbS untuk mengidentifikasi peluang bisnis from CCS and NbS projects to identify business opportunities
serta kesiapan implementasi. and implementation readines.
• Pemanfaatan peluang penghematan karbon yang dapat • Leveraging tradable carbon savings opportunities as part of
diperjualbelikan sebagai bagian dari strategi mitigasi transisi the transition strategy toward a low-carbon economy.
menuju ekonomi rendah karbon.
Preferensi Konsumen | Consumer Preferences
Risiko Perubahan preferensi konsumen global menuju Inherent Risiko ini pada skenario below 2°C berada
Risk produk clean ammonia dan low-carbon fertilizer heatmap pada tingkat tinggi pada tahun 2030,
berpotensi menekan pangsa pasar produk 2040, dan 2050.
konvensional. High
Under the below 2°C scenario, this risk is
Shifts in global consumer preferences toward 2030, assessed as high in 2030, 2040, and 2050.
2035,
clean ammonia and low-carbon fertilizers 2050
may reduce the market share of conventional
products.
Adaptasi dan Mitigasi | Adaptation and Mitigation
• PTPI mendorong pengembangan inovasi produk rendah • PTPI promotes the development of low-carbon product
karbon, seperti blue/green/pink ammonia, nitrogen-based innovations, such as blue/green/pink ammonia, nitrogen-
fertilizers, low-emission urea, dan produk sejenis. based fertilizers, low-emission urea, and similar products.
Risiko Transisi Lainnya yang Dipertimbangkan | Other Considered Transition Risks
Perkembangan teknologi | Technological developments
Risiko Perkembangan teknologi rendah emisi yang berpotensi menimbulkan early stranded assets pada pabrik.
Risk Advances in low-emission technology that could potentially lead to early stranded assets at the plant.
284
Peluang Kemajuan teknologi ini membuka potensi efisiensi operasional yang dapat dimanfaatkan oleh PTPI.
Opportunity This technological advancement creates opportunities for operational efficiency that can be leveraged by PTPI.
Laporan Keberlanjutan 2025
Page 285
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Pada tahun 2025, Perusahaan telah merealisasikan In 2025, the Company realized expenditures of Rp719.78
pengeluaran sebesar Rp719,78 miliar untuk implementasi billion for the implementation of its transition plan. This
rencana transisi. Realisasi ini mencerminkan komitmen reflects the Company’s commitment to executing its
Perusahaan dalam menjalankan strategi transisi, transition strategy, while also representing a risk factor
sekaligus menjadi faktor risiko yang berdampak pada that may impact its financial performance. [GRI 201-2]
kinerja keuangan. [GRI 201-2]
Metrik dan Target
Metrics and Targets
PTPI telah menyempurnakan peta jalan (roadmap) PTPI has refined its decarbonization roadmap through
dekarbonisasi melalui validasi dan verifikasi target third-party validation and verification of its targets. The
dekarbonisasi oleh pihak ketiga. Peta jalan ini disusun roadmap is developed based on the 2010–2013 baseline
berdasarkan rerata tahun dasar 2010-2013 dan mengacu average and aligns with national targets, including
pada target nasional Enhanced Nationally Determined the Enhanced Nationally Determined Contribution
Contribution (ENDC) untuk tahun 2030, Second (ENDC) for 2030, the Second Nationally Determined
Nationally Determined Contribution (SNDC) untuk Contribution (SNDC) for 2035, and Net Zero Emission
target tahun 2035, dan Net Zero Emission (NZE) untuk (NZE) for 2050. This roadmap reflects the Company’s
target tahun 2050. Peta jalan tersebut mencerminkan commitment to implementing decarbonization in a
komitmen Perusahaan untuk menjalankan agenda phased manner alongside increasing production
dekarbonisasi secara bertahap seiring dengan capacity, while supporting national and NZE targets,
peningkatan kapasitas produksi, sekaligus mendukung and aligning with global commitments, including the
target nasional dan NZE serta selaras dengan komitmen Paris Agreement.
global, termasuk Perjanjian Paris.
Untuk menilai risiko dan peluang terkait iklim, PTPI To assess climate-related risks and opportunities, PTPI
menggunakan berbagai metrik, antara lain intensitas applies a range of metrics, including GHG emissions
emisi GRK, konsumsi energi, jejak karbon produk, serta intensity, energy consumption, product carbon footprint,
potensi kerugian akibat bencana alam dan perubahan and potential losses arising from natural disasters and
regulasi. Metrik tersebut diselaraskan dengan strategi regulatory changes. These metrics are aligned with the
serta proses manajemen risiko Perusahaan guna Company’s strategy and risk management processes
menilai dampak perubahan iklim terhadap operasional to evaluate the impact of climate change on operations
dan kinerja keuangan. PTPI juga memantau indikator and financial performance. PTPI also monitors
kinerja keberlanjutan, seperti efisiensi sumber daya dan sustainability performance indicators, such as resource
tingkat adopsi teknologi ramah lingkungan, sebagai efficiency and the adoption rate of environmentally
dasar dalam mengidentifikasi peluang transisi menuju friendly technologies, as a basis for identifying transition
ekonomi rendah karbon. [TCFD M1] opportunities toward a low-carbon economy.
[TCFD M1]
Melalui skenario Business as Usual (BAU), emisi GRK Under the Business as Usual (BAU) scenario, Scope
Cakupan 1 dan Cakupan 2 diproyeksikan meningkat 1 and 2 GHG emissions are projected to increase
signifikan sepanjang periode 2024–2050. Peningkatan significantly over the 2024–2050 period. This increase 285
ini terutama dipengaruhi oleh proyeksi pertumbuhan is primarily driven by projected growth in ammonia
kapasitas produksi amonia untuk memenuhi kebutuhan production capacity to meet domestic demand, as well
2025 Sustainability Report
domestik, serta perluasan bisnis amonia non-pupuk, as the expansion of non-fertilizer ammonia businesses,
seperti bahan bakar dan bahan kimia, yang menambah such as fuels and chemicals, which contribute additional
kontribusi emisi. Tanpa intervensi mitigasi, emisi emissions. Without mitigation interventions, emissions
diperkirakan meningkat hingga mendekati 25 juta ton are projected to rise to nearly 25 million tons of CO₂e
CO2e pada tahun 2050. by 2050.
Page 286
Pengelolaan Dampak Lingkungan dan Perubahan Iklim
Environmental Impact Management and Climate Change
Sebagai respons, PTPI menetapkan target penurunan In response, PTPI established phased emission
emisi secara bertahap dibandingkan dengan skenario reduction targets relative to the BAU scenario,
BAU, yaitu: comprising:
• Short-term target (2030), • Short-term target (2030),
• Mid-term target (2035), dan • Mid-term target (2035), and
• Long-term target (2050). • Long-term target (2050).
Peta Jalan Dekarbonisasi
Decarbonization Roadmap
PTPI telah menetapkan peta jalan dekarbonisasi emisi PTPI has a decarbonization roadmap for Scope 1 and 2
GRK Cakupan 1 dan 2 dengan target penurunan emisi GHG emissions, with phased emission reduction targets
secara bertahap dibandingkan skenario BAU. Peta jalan against the BAU scenario. The roadmap includes a
ini mencakup target jangka pendek pada tahun 2030 short-term target for 2030 to reduce emissions by
dengan penurunan emisi sebesar 24% dari BAU, target 24% from BAU, a mid-term target for 2035 of 45% from
jangka menengah pada tahun 2035 sebesar 45% dari BAU, and a long-term target for 2050 of 96% from BAU,
BAU, serta jangka panjang pada tahun 2050 sebesar equivalent to achieving NZE. [TCFD M3]
96% dari BAU, yang setara dengan pencapaian NZE.
[TCFD M3]
Peta Jalan Dekarbonisasi PTPI Tahun 2030, 2035, dan 2050
PTPI Decarbonization Roadmap for 2030, 2035, and 2050
30,00 Pengurangan emisi
96% (emisi BAU – emisi
25,00 aktual/proyeksi)
45% Refers to emission
million tons CO2eq
20,00 reductions (BAU
juta ton CO2eq
24%
17% emissions – actual/
15,00
projected emissions).
10,00
Emisi aktual / proyeksi
5,00 actual/projected
emissions
0
Emisi BAU
2025 2030 2035 2050
BAU Emission
Target emisi
Carbon offset residual emissions sekitar 1 juta ton CO2eq pada 2050 untuk mencapai NZE melalui Emission target
pengembangan program NbS.
Residual emissions of approximately 1 million tCO₂e in 2050 will be offset to achieve NZE through the
development of NbS programs.
286
Laporan Keberlanjutan 2025
Page 287
PT Pupuk Indonesia (Persero)
2025 2026–2030 2031–2035 2036–2050
• Efisiensi energi dan fuel • Efisiensi energi (Pusri-IIIB, • Efisiensi energi dan fuel • Efisiensi energi dan fuel
switching. Revamping Ammonia switching. switching.
• Peralihan bahan bakar dari Pabrik-2 PKT) dan fuel • Komersialisasi awal CCS/ • Peningkatan kapasitas
batu bara ke gas alam. switching. blue ammonia. CCS/produksi blue
• Pemanfaatan CO2 untuk • Pemanfaatan CO2 untuk • Pemanfaatan green energy, ammonia.
CO2 cair dan dry ice. soda ash. REC, dan biomass. • Large scale green
• Pemanfaatan green energy • Hybrid green ammonia. • Nature-based Solutions. ammonia.
dan renewable energy • Pemanfaatan green energy, • Kendaraan listrik. • Pemanfaatan green energy,
certificate (REC). REC, serta biomass (co- • Energy efficiency and fuel REC, biomass, dan nuclear
• Nature-based Solutions. firing pilot project). switching. (thorium).
• Kendaraan listrik. • Nature-based Solutions. • Initiation of CCS/blue • Nature-based Solutions.
• Energy efficiency and fuel • Kendaraan listrik. ammonia. • Kendaraan listrik.
switching. • Energy efficiency (Pusri- • Adoption of green energy, • Energy efficiency and fuel
• Transition from coal to IIIB, Revamping Ammonia RECs, and biomass. switching.
natural gas. Plant-2 PKT) and fuel • Nature-based Solutions. • Large-scale CCS/blue
• Utilization of CO₂ for liquid switching. • Electric vehicles. ammonia.
CO₂ and dry ice production. • Utilization of CO₂ for soda • Large-scale green
• Adoption of green energy ash production. ammonia.
and renewable energy • Hybrid green ammonia • Adoption of green energy,
certificates (RECs). • Adoption of green energy, RECs, biomass, and nuclear
• Nature-based Solutions. RECs, and biomass (co- (thorium).
• Electric vehicles. firing pilot project). • Nature-based Solutions.
• Nature-based Solutions. • Electric vehicles .
• Electric vehicles.
Untuk mencapai target tahun 2030, PTPI menyiapkan To achieve its 2030 target, PTPI developed a portfolio of
portofolio inisiatif dekarbonisasi yang meliputi: decarbonization initiatives, including:
1. Transisi energi dan penguatan energi hijau, termasuk 1. Energy transition and strengthening of green
penggunaan bahan baku dan energi terbarukan energy, including the use of renewable feedstock
sebesar 180 MW untuk produksi hybrid green and energy amounting to 180 MW for the production
ammonia 156.420 ton per tahun, serta peningkatan of 156,420 tons per year of hybrid green ammonia,
penggunaan energi terbarukan secara bertahap as well as the gradual increase in renewable energy
dengan target 195 MW; utilization with a target of 195 MW;
2. Peningkatan efisiensi proses dan operasional, 2. Enhancement of process and operational efficiency,
termasuk program efisiensi energi pada anak including energy efficiency programs across
perusahaan, antara lain replacement pabrik Pupuk subsidiaries, such as the replacement of Pupuk
Sriwijaya 3/4 menjadi IIIB, Revamping Ammonia Sriwijaya Plant 3/4 with Plant IIIB, Revamping
Pabrik-2 PKT, serta inisiatif efisiensi lainnya; Ammonia Plant-2 PKT, and other efficiency initiatives;
3. Dekarbonisasi energi dan mobilitas, termasuk 3. Energy and mobility decarbonization, including
peningkatan penggunaan kendaraan listrik serta increased adoption of electric vehicles and the
pengalihan listrik berbasis bahan bakar fosil menuju transition from fossil fuel-based electricity to green
listrik berbasis energi hijau melalui pembelian energy through the purchase of renewable energy
renewable energy certificate (REC), pemanfaatan certificates (RECs), utilization of solar power plants,
PLTS, dan penerapan co-firing biomassa; dan and the implementation of biomass co-firing; and
4. Penguatan Nature-based Solutions (NbS), termasuk 4. Strengthening of Nature-based Solutions (NbS),
implementasi agroforestri dan bentuk penghijauan including the implementation of agroforestry and
lainnya, sebagai bagian dari strategi penyeimbangan other greening initiatives as part of the Company’s
emisi. emissions balancing strategy. 287
Untuk mempercepat pelaksanaan inisiatif dekarbonisasi, To accelerate the implementation of these initiatives,
2025 Sustainability Report
PTPI menetapkan strategi prioritas periode 2026–2030 PTPI established the following priority strategies for the
sebagai berikut: 2026–2030 period:
1. Menyusun kajian dan persiapan implementasi 1. Conducting studies and preparing for the
proyek utama, termasuk kajian CCS untuk produksi implementation of key projects, including a CCS
blue ammonia di Aceh, kajian pengembangan study for blue ammonia production in Aceh, feasibility
Page 288
Pengelolaan Dampak Lingkungan dan Perubahan Iklim
Environmental Impact Management and Climate Change
hybrid green ammonia di PIM (Pupuk Iskandar studies for hybrid green ammonia development at
Muda), kajian pembangunan green hydrogen dan PIM (Pupuk Iskandar Muda), green hydrogen and
green ammonia di PKG, serta kajian green hydrogen green ammonia development at PKG, and a green
PKC (Pupuk Kujang); hydrogen study at PKC (Pupuk Kujang);
2. Memperkuat pengembangan energi hijau dan 2. Strengthening green energy development and
efisiensi, termasuk pengembangan PLTS dan sumber efficiency, including the expansion of solar power
energi hijau lainnya, serta peningkatan kapasitas plants and other renewable energy sources, as
REC di seluruh anak perusahaan produsen pupuk; well as increasing REC capacity across all fertilizer-
producing subsidiaries;
3. Mengembangkan program NbS secara 3. Advancing NbS programs on a sustained basis. In
berkelanjutan. Pada tahun 2025, total penanaman 2025, total tree planting reached approximately
pohon mencapai 687 ribu pohon pada lahan seluas 687,000 trees across 1,294 hectares, including areas
1.294 Ha, termasuk luas area yang sedang dalam under preparation. The NbS program will be scaled
tahap penyiapan. Program NbS akan dikembangkan progressively, targeting a cumulative total of around
secara bertahap dengan target kumulatif sekitar 7,5 7.5 million trees and expansion of approximately
juta pohon dan perluasan area sekitar 25.000 Ha 25,000 hectares by 2030; and
pada tahun 2030; dan
4. Melaksanakan transisi mobilitas rendah karbon 4. Implementing a low-carbon mobility transition
melalui penggantian kendaraan operasional through the gradual replacement of fuel-based
berbasis BBM menjadi kendaraan listrik secara operational vehicles with electric vehicles, both for
bertahap, baik untuk kegiatan operasional di area plant and non-plant operations.
pabrik maupun non-pabrik. .
Sejalan dengan peta jalan jangka menengah, PTPI juga In line with its mid-term roadmap, PTPI has also set a
menetapkan target tahun 2035 dengan penurunan 2035 target of reducing emissions by 45% from the
emisi sebesar 45% dari BAU sebagai kelanjutan dari BAU scenario, as a continuation of strengthening energy
penguatan program transisi energi dan penerapan transition programs and the phased implementation of
proyek dekarbonisasi secara bertahap. decarbonization projects.
Untuk mencapai target jangka panjang pada tahun To achieve its long-term target for 2050, PTPI aims to
2050, PTPI menargetkan penurunan emisi sebesar reduce emissions by 96% from BAU. Approximately 70%
96% dari BAU. Sekitar 70% dari total penurunan emisi of total emission reductions are expected to come from
direncanakan berasal dari transisi grey ammonia the transition from grey ammonia to clean ammonia,
menuju clean ammonia, yaitu green ammonia dan namely green ammonia and blue ammonia. In parallel
blue ammonia. Sejalan dengan pengembangan clean with the development of clean ammonia, PTPI is also
ammonia, PTPI juga menjajaki opsi energi bersih jangka exploring long-term clean energy options, including
panjang, termasuk energi thorium (nuklir). thorium-based (nuclear) energy.
Rencana Kapasitas Kumulatif Green dan Blue Ammonia PTPI dari Tahun 2030 hingga 2050
Cumulative Green and Blue Ammonia Capacity Plan of the PTPI from 2030 to 2050
11,49
Green ammonia sebagai bahan kimia rendah karbon
Green ammonia as low carbon chemical
9,31 9,41 9,42
8,31 Blue ammonia sebagai bahan kimia rendah karbon
Blue ammonia as low carbon chemical
288 Green ammonia sebagai bahan baku pupuk
Green ammonia for fertilizer product
Blue ammonia sebagai bahan baku pupuk
Laporan Keberlanjutan 2025
Blue ammonia for fertilizer product
Grey ammonia
Total kapasitas amonia
Total ammonia capacity
2030 2035 2040 2045 2050
Page 289
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Dalam rangka mencapai target NZE pada tahun To achieve its NZE target by 2050, PTPI plans to
2050, sisa emisi sekitar 1 juta ton CO2e direncanakan offset the remaining emissions of approximately 1
di-offset melalui penyerapan karbon dari program million tons of CO₂e through NbS. These initiatives
NbS yang mencakup inisiatif restorasi mangrove, include community forestry, agroforestry, afforestation,
agroforestri, aforestasi, reforestasi, konservasi, REDD+, reforestation, and revegetation programs, targeting the
dan revegetasi. Program ini menargetkan penanaman planting of approximately 109.5 million trees across an
sekitar 109,5 juta pohon pada area dengan luas kurang area of around 365,000 Ha.
lebih 365.000 Ha.
Selain inisiatif dekarbonisasi operasional, PTPI juga In addition to operational decarbonization efforts, PTPI
mempersiapkan partisipasi dalam pasar karbon dan is also preparing to participate in carbon markets and
perdagangan karbon melalui: carbon trading through:
1. Penyampaian Letter of Intent kepada IDX Carbon 1. Submission of a Letter of Intent to IDX Carbon
perihal untuk mencatatkan kredit karbon pada regarding the listing of carbon credits on the
Bursa Karbon Indonesia untuk proyek NbS, CCS, Indonesia Carbon Exchange for NbS, CCS, and
dan Soda Ash. Soda Ash projects; and
2. Kajian internal terkait internal carbon pricing. 2. Internal studies related to carbon pricing.
Emisi Gas Rumah Kaca [GRI 305-1, 305-2, 305-3, 305-4] [OJK F.11] [TCFD M2]
Greenhouse Gas (GHG) Emissions
Sebagai bagian dari komitmen terhadap pengelolaan As part of its commitment to environmental management
lingkungan dan mitigasi perubahan iklim, PTPI and climate change mitigation, PTPI conducts
melaksanakan pengelolaan dan inventarisasi emisi comprehensive management and inventories of GHG
GRK secara komprehensif. Proses ini mencakup emissions. This process includes the calculation and
penghitungan dan pelaporan emisi berdasarkan tiga reporting of emissions across three scopes, namely: [GRI
cakupan, yaitu: [GRI 3-3] 3-3]
Emisi GRK Langsung (Cakupan 1) Emisi GRK Tidak Langsung (Cakupan 2) Emisi GRK Tidak Langsung (Cakupan 3)
Direct GHG Emissions (Scope 1) Indirect GHG Emissions (Scope 2) Other Indirect GHG Emissions (Scope 3)
Berasal dari sumber yang dimiliki atau Berasal dari penggunaan listrik yang Berasal langsung dari aktivitas rantai nilai
dikendalikan oleh Perusahaan, dengan dipasok oleh Perusahaan Listrik Negara Perusahaan, termasuk transportasi dan
kontribusi utama dari proses produksi dan (PLN) maupun penyedia pihak ketiga, distribusi bahan baku, produksi bahan
kegiatan utilitas di pabrik amonia serta termasuk steam dari pihak ketiga. baku yang dibeli, serta emisi dari tahap
fasilitas produksi lainnya. Penghitungan Penghitungan dilakukan pada empat anak penggunaan produk.
Cakupan 1 mencakup emisi dari industrial perusahaan, yaitu PT Petrokimia Gresik, Directly derived from activities across
process and product use (IPPU) serta PT Pupuk Kujang, PT Pupuk Kalimantan the Company’s value chain, including
pembangkitan energi (utilitas) di seluruh Timur, dan PT Pupuk Iskandar Muda. the transportation and distribution of raw
unit operasional, termasuk pabrik amonia, Emisi dihitung berdasarkan konsumsi materials, the production of purchased
urea, NPK, dan fasilitas produksi lainnya. listrik untuk kebutuhan utilitas pabrik, baik inputs, as well as emissions from the
Derived from sources owned or controlled dalam proses produksi maupun aktivitas product use phase.
by the Company, with primary contributions non-pabrik.
from production processes and utility Derived from the consumption of electricity
operations at ammonia plants and other supplied by Perusahaan Listrik Negara 289
production facilities. Scope 1 calculations (PLN) and third-party providers, including
include emissions from industrial processes steam sourced from third parties. The
and product use (IPPU), as well as energy calculation covers four subsidiaries, namely
2025 Sustainability Report
generation (utilities) across all operational PT Petrokimia Gresik, PT Pupuk Kujang,
units, including ammonia, urea, NPK plants, PT Pupuk Kalimantan Timur, and PT Pupuk
and other production facilities. Iskandar Muda. Emissions are calculated
based on electricity consumption for plant
utilities, both in production processes and
non-plant activities.
Page 290
Pengelolaan Dampak Lingkungan dan Perubahan Iklim
Environmental Impact Management and Climate Change
Dalam penyusunan inventarisasi emisi GRK Cakupan In preparing the Scope 1, 2, and 3 GHG emissions
1, 2, dan 3 yang diungkapkan dalam laporan ini, PTPI inventory disclosed in this report, PTPI engaged third-
memperoleh pendampingan dari pihak ketiga yang party support from a recognized emissions verification
merupakan lembaga verifikasi dan validasi emisi GRK and validation institution in Indonesia. In line with efforts
di Indonesia. Sejalan dengan peningkatan kualitas to enhance disclosure quality, the Scope 1 boundary
pengungkapan, ruang lingkup penghitungan Cakupan has been expanded to cover all production facilities,
1 saat ini telah mencakup seluruh fasilitas produksi including urea, NPK, ammonia plants, and others.
perusahaan, termasuk pabrik urea, NPK, amonia, dan
lain-lain.
Secara keseluruhan, total emisi GRK Cakupan 1 dan Overall, total Scope 1 and 2 GHG emissions in 2025
2 pada tahun 2025 tercatat mengalami peningkatan increased by 2.10%, equivalent to 219,105 tons of
sebesar 2,10% atau sebesar 219.105 ton CO2eq CO₂eq, compared to 2024. This change was primarily
dibandingkan tahun 2024. Perubahan tersebut driven by higher total energy consumption. [GRI 305-1, 305-2]
dipengaruhi oleh jumlah total konsumsi energi yang
meningkat. [GRI 305-1, 305-2]
Sementara itu, emisi GRK Cakupan 3 pada tahun 2025 Meanwhile, Scope 3 GHG emissions in 2025 were
tercatat sebesar 52,32 juta ton CO2eq, meningkat recorded at 52.32 million tCO₂eq, representing an
2,95% dibandingkan tahun 2024. Kenaikan ini terutama increase of 2.95% compared to 2024. This increase
dipicu oleh meningkatnya penjualan pupuk urea dan was primarily driven by higher sales of urea and NPK
NPK. [GRI 305-3] fertilizers. [GRI 305-3]
Target dan Emisi Aktual Cakupan 1 dan 2 (Tahun 2025) [GRI 305-1, 305-2]
Scope 1 and 2 Emissions Targets and Actual Performance (2025)
18
16
15,33
million ton CO2eq
14 13,18 12,90
juta ton CO2eq
12,87 12,38
13,07
12
10,95 10,87 10,42 10,64
10
8
6
4
2
0
2022 2023 2024 2025 2030
Target emisi Emisi aktual Emisi business as Emisi business as
Emission Target Actual Emissions usual (BAU) usual (BAU) 2030
290 Cakupan 1 yang dimaksud adalah Kategori 1.1 dan Kategori 1.3. Catatan: terdapat penyesuaian target emisi Cakupan 1 dan 2 untuk
tahun 2030 sebagai hasil penyempurnaan peta jalan (roadmap)
Kategori 1.2 dan Kategori 1.4 hanya memiliki signifikansi di
dekarbonisasi. Penyesuaian ini telah melalui proses validasi dan
bawah 0,5% terhadap Emisi Aktual Cakupan 1 dan 2. verifikasi oleh pihak ketiga, serta diselaraskan dengan target nasional
Laporan Keberlanjutan 2025
Scope 1 as referred to here includes Category 1.1 and Category Enhanced Nationally Determined Contribution (ENDC) tahun 2030.
1.3. Category 1.2 and Category 1.4 each contribute less than Note: adjustments have been made to the Scope 1 and 2 emissions
0.5% to total actual Scope 1 and 2 emissions. targets for 2030 following the refinement of the decarbonization
roadmap. These adjustments have undergone third-party validation
and verification and have been aligned with the national Enhanced
Nationally Determined Contribution (ENDC) target for 2030.
Page 291
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Pada tahun 2025, PTPI mencatatkan penurunan emisi In 2025, PTPI achieved a reduction in Scope 1 and
GRK Cakupan 1 dan 2 sebesar 17,47% dibandingkan 2 GHG emissions of 17.47% compared to the BAU
skenario BAU, atau setara dengan 2,25 juta ton CO2eq. scenario, equivalent to 2.25 million tons of CO₂e.
Capaian ini melampaui target pengurangan emisi tahun This achievement exceeded the Company’s emission
2025. Jika dibandingkan dengan tahun 2024, volume reduction target for 2025. Compared to 2024, the
pengurangan emisi tahun 2025 tercatat lebih tinggi. [GRI volume of emission reductions recorded in 2025 was
305-1, 305-2] higher. [GRI 305-1, 305-2]
Selain pengukuran emisi secara absolut, PTPI In addition to measuring absolute emissions, PTPI
menghitung intensitas emisi sebagai indikator efisiensi also calculates emissions intensity as an indicator of
proses produksi dalam mengendalikan emisi. Intensitas production process efficiency in managing emissions.
emisi dihitung dengan membagi total emisi GRK Emissions intensity is calculated by dividing total
Cakupan 1 dan 2 (ton CO2eq) dengan total produksi (ton Scope 1 and 2 GHG emissions (tons of CO₂eq) by
produk) untuk masing-masing komoditas, yaitu pupuk total production volume (tons of product) for each
urea dan amonia. Pada tahun pelaporan, intensitas commodity, namely urea and ammonia. During the
emisi GRK Cakupan 1 dan 2 tercatat sebesar 1,01 ton reporting year, Scope 1 and 2 emissions intensity was
CO2eq/ton amonia dan 0,48 ton CO2eq/ton urea. Jika recorded at 1.01 tons of CO₂eq per ton of ammonia
dibandingkan dengan baseline rerata tahun 2010- and 0.48 tons of CO₂eq per ton of urea. Compared to
2013, intensitas emisi amonia menunjukkan penurunan the 2010–2013 baseline average, ammonia emissions
sebesar 19,72%. [GRI 305-4] intensity decreased by 19.72%. [GRI 305-4]
Target dan Intensitas Emisi Amonia Aktual (Tahun 2025) [GRI 305-4]
Ammonia Emissions Intensity Targets and Actual Performance (2025)
1,40
million ton CO2eq/ton Amonia
juta ton CO2eq/ton Amonia
1,20 1,15 1,10 1,10
1,01 1,06
1,00
0,80
0,60
0,40
0,20
0
2022 2023 2024 2025 2030
Target intensitas emisi amonia Intensitas emisi amonia aktual
Ammonia emissions intensity target Actual ammonia emissions intensity
Catatan: terdapat perubahan angka target intensitas emisi amonia pada tahun 2030 berdasarkan hasil penyempurnaan peta jalan
(roadmap) dekarbonisasi melalui validasi dan verifikasi target dekarbonisasi oleh pihak ketiga
Note: The 2030 ammonia emissions intensity target has been revised following the refinement of the PTPI decarbonization roadmap,
based on third-party validation and verification of the decarbonization targets.
291
2025 Sustainability Report
Grafik tersebut menunjukkan tren intensitas emisi GRK The chart illustrates the trend of GHG emissions
dari produksi amonia PTPI selama periode 2022–2025, intensity from PTPI’s ammonia production over the
serta target intensitas emisi yang ditetapkan untuk 2022–2025 period, as well as the emissions intensity
tahun 2030. Dalam empat tahun terakhir, intensitas target set for 2030. Over the past four years, actual
emisi aktual secara konsisten berada di bawah target emissions intensity has consistently remained below
tahunan, yang mencerminkan efektivitas pengendalian annual targets, reflecting the effectiveness of emission
Page 292
Pengelolaan Dampak Lingkungan dan Perubahan Iklim
Environmental Impact Management and Climate Change
emisi di fasilitas produksi. Pada tahun 2030, PTPI control measures across production facilities. For 2030,
menargetkan intensitas emisi sebesar 1,06 ton CO2eq/ PTPI has set an emissions intensity target of 1.06 tons of
ton amonia sebagai bagian dari strategi jangka pendek CO2eq/ton of ammonia as part of its short-term strategy.
Perusahaan. [GRI 305-4] [GRI 305-4]
Inisiatif Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca [GRI 305-5] [OJK F.12] [RT-CH-110a.2]
GHG Emissions Reduction Initiatives
PTPI menjalankan berbagai inisiatif dekarbonisasi untuk PTPI implements a range of decarbonization initiatives
menekan emisi GRK Cakupan 1 dan 2 agar tetap berada to reduce Scope 1 and 2 GHG emissions, ensuring that
di bawah jalur skenario BAU serta target emisi yang emissions remain below the BAU trajectory and aligned
ditetapkan. Pengurangan emisi dihitung berdasarkan with established targets. Emission reductions are
selisih antara emisi pada skenario BAU dengan emisi calculated as the difference between emissions under
aktual pada tahun yang sama. the BAU scenario and actual emissions in the same year.
Sejalan dengan peta jalan dekarbonisasi, PTPI In line with its decarbonization roadmap, PTPI projects
memproyeksikan total emisi GRK Cakupan 1 dan 2 pada Scope 1 and 2 GHG emissions reductions of 11.63 million
tahun 2030 sebesar 11,63 juta ton CO2eq. Proyeksi ini tons of CO₂eq by 2030. This projection takes into
mempertimbangkan rencana penambahan kapasitas account the planned expansion of ammonia production
produksi amonia hingga sekitar 1,3 kali dibandingkan capacity to approximately 1.3 times the 2025 level.
tahun 2025. Pada tahun 2030, PTPI menargetkan For 2030, PTPI targets emission reductions of 3.70
pengurangan emisi sebesar 3,70 juta ton CO2eq melalui million tons of CO₂eq through the implementation of
implementasi portofolio inisiatif dekarbonisasi yang a strategically developed portfolio of decarbonization
telah dirancang secara strategis. initiatives.
Target dan Pengurangan Emisi Aktual
Targets and Actual Emissions Reductions
4,00 3,70
3,50
million ton CO2eq
juta ton CO2eq
3,00
2,50 2,31 2,25
1,92
1,96
2,00
1,50
1,00
0,50
0
2022 2023 2024 2025 2030
292
Target pengurangan emisi Pengurangan emisi aktual
Emissions reduction target Actual emissions reduction
Laporan Keberlanjutan 2025
Page 293
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Keterangan
2025 2024 2023 2022
Description
Aktual (ton CO2eq)
2.253.778 1.959.322 2.307.973 1.917.778
Actual (tons CO2eq)
Target (ton CO2eq)
1.460.045 1.592.481 1.756.356 1.740.572
Target (tons CO2eq)
Catatan:
1. Perhitungan ini adalah penghitungan penurunan emisi Cakupan 1, Cakupan 2, dan menghitung gas-gas CO2, CH4, dan N2O dari seluruh pabrik termasuk amonia, urea,
nonamonia, dan non-pabrik.
2. Penghitungan dilakukan dengan pengukuran langsung terhadap penurunan konsumsi bahan baku/bahan bakar menggunakan alat ukur, dengan metode yang sesuai
dengan petunjuk teknis penghitungan emisi GRK industri pupuk dari GHG Protocol dan Kementerian Perindustrian.
3. Terdapat perubahan data pengurangan emisi di tahun 2024 karena adanya verifikasi inventarisasi emisi tahun 2024 oleh pihak ketiga (lembaga verifikasi dan validasi
emisi GRK). Proses ini menghasilkan angka penurunan emisi yang dilaporkan lebih tinggi dibandingkan dengan laporan tahun sebelumnya. Hal ini mencerminkan
peningkatan akurasi dalam pelaporan emisi GRK sesuai standar yang berlaku.
4. Penurunan emisi dihitung berdasarkan selisih antara BAU (baseline rerata tahun 2010-2013) dan emisi aktual.
5. Terdapat penyesuaian target pengurangan emisi untuk tahun 2030 sebagai hasil penyempurnaan peta jalan (roadmap) dekarbonisasi, yang telah melalui proses
validasi dan verifikasi oleh pihak ketiga.
Notes:
1. The calculation covers Scope 1, Scope 2, and includes CO₂, CH₄, and N₂O gases from all facilities, including ammonia, urea, non-ammonia, and non-plant operations.
2. Emissions are calculated based on direct measurements of reductions in raw material and fuel consumption using metering instruments, applying methodologies in line
with the GHG Protocol and the Ministry of Industry’s technical guidelines for GHG emissions calculation in the fertilizer industry.
3. Adjustments have been made to the 2024 emissions reduction data following third-party verification of the 2024 emissions inventory (by an accredited GHG verification
and validation body). This process resulted in a higher reported emissions reduction compared to the previous report, reflecting improved accuracy in GHG emissions
reporting in accordance with applicable standards.
4. Emissions reductions are calculated as the difference between the BAU scenario (based on the 2010–2013 baseline average) and actual emissions.
5. Adjustments have also been made to the 2030 emissions reduction target following the refinement of the decarbonization roadmap, which has undergone third-party
validation and verification.
Hingga tahun 2025, implementasi inisiatif dekarbonisasi As of 2025, the implementation of decarbonization
dilakukan melalui berbagai program efisiensi energi, initiatives is carried out through various energy
pemanfaatan energi terbarukan, serta penggunaan efficiency programs, the utilization of renewable energy,
teknologi rendah emisi di anak perusahaan, dengan and the adoption of low-emission technologies across
rincian sebagai berikut: subsidiaries, as detailed below:
1. PT Pupuk Kujang 1. PT Pupuk Kujang
• Pemanfaatan REC dengan kapasitas 4 MW dari • Utilization of RECs with a capacity of 4 MW
PT PLN; from PT PLN (Persero);
• Pemanfaatan hydropower off-grid untuk suplai • Utilization of off-grid hydropower for electricity
listrik pompa air Curug dan Cikao melalui kerja supply to Curug and Cikao water pumps in
sama dengan Perum Jasa Tirta II; collaboration with Perum Jasa Tirta II;
• Pemanfaatan listrik PLTS berkapasitas 133 • Utilization of solar power plants with a capacity
kWp; of 133 kWp;
• Penggunaan motor listrik sebagai transportasi • Use of electric vehicles for official
dinas; transportation;
• Implementasi efisiensi energi, termasuk • Implementation of energy efficiency measures,
optimasi beban steam generation K-1B dan including optimization of steam generation
electrical shifting pompa air pendingin K1B; load at K-1B and electrical shifting of K1B
dan cooling water pumps; and
• Utilisasi CO2 untuk produksi CO2 liquid, dry ice, • Utilization of CO₂ for the production of liquid
dan lainnya. CO₂, dry ice, and other products.
2. PT Petrokimia Gresik 2. PT Petrokimia Gresik 293
• Pemanfaatan REC dengan kapasitas 3,5 MW • Use of REC with a capacity of 3.5 MW from PT
dari PT PLN; PLN (Persero);
2025 Sustainability Report
• Pemanfaatan listrik PLTS berkapasitas 1,18 • Solar power plant use with a capacity of 1.18
MWp; MWp;
• Penggunaan kendaraan listrik sebagai • Use of electric vehicles for operational
kendaraan operasional; dan activities; and
Page 294
Pengelolaan Dampak Lingkungan dan Perubahan Iklim
Environmental Impact Management and Climate Change
• Implementasi efisiensi energi, termasuk • Implementation of energy efficiency measures,
penggantian desain economizer di unit pabrik including economizer redesign in plant units
dan penerapan teknologi amonia pabrik II. and the application of ammonia technology in
Plant II.
3. PT Pupuk Kalimantan Timur 3. PT Pupuk Kalimantan Timur
• Pemanfaatan listrik PLTS 3,8 MWp untuk • Utilization of solar power plants with a capacity
operasional perkantoran; of 3.8 MWp for office operations;
• Konversi kendaraan berbahan bakar fosil (bus, • Conversion of fossil fuel-based vehicles (buses,
mobil, dan motor) menjadi kendaraan listrik; cars, and motorcycles) to electric vehicles; and
dan
• Implementasi efisiensi energi, termasuk • Implementation of energy efficiency measures,
replacement pabrik 1 menjadi pabrik 5. including the replacement of Plant 1 with Plant
5.
4. PT Pupuk Iskandar Muda 4. PT Pupuk Iskandar Muda
• Pemanfaatan listrik PLTS 45 kWp, 54 kWp, dan • Utilization of solar power plants with capacities
77 kWp pada gedung bagging, gedung diklat, of 45 kWp, 54 kWp, and 77 kWp at the bagging
dan gedung maintenance shop; dan building, training center, and maintenance
shop; and
• Implementasi efisiensi energi melalui • Implementation of energy efficiency through
penggantian tube superheater. the replacement of superheater tubes.
5. PT Pupuk Sriwidjaja Palembang 5. PT Pupuk Sriwidjaja Palembang
• Pemanfaatan listrik PLTS 210 kWp untuk • Utilization of solar power plants with a capacity
operasi perkantoran; of 210 kWp for office operations;
• Implementasi efisiensi energi melalui • Implementation of energy efficiency through
peningkatan efisiensi konsumsi energi pabrik improved plant energy consumption during
sesuai turn around serta revitalisasi Pusri II turnaround activities and the revitalization of
menjadi Pusri IIB; Pusri II into Pusri IIB;
• Pemanfaatan REC untuk Kantor Perwakilan • Utilization of REC for the Jakarta Representative
Jakarta; dan Office; and
• Penggunaan kendaraan listrik sebagai • Use of electric vehicles for operational
kendaraan operasional. activities.
Emisi Udara Ambien [GRI 305-7] [OJK F.11]
Ambient Air Emissions
Dalam menjalankan kegiatan produksi, PTPI In conducting its production activities, PTPI manages
mengendalikan emisi udara sebagai bagian dari air emissions as part of its environmental management
pengelolaan aspek lingkungan. Emisi yang dihasilkan practices. Emissions generated from operations
dari proses operasional meliputi nitrogen oksida (NOx) include nitrogen oxides (NOx) and sulfur oxides (SOx).
dan sulfur oksida (SOx). Kedua parameter tersebut These parameters are monitored regularly due to their
dipantau secara berkala karena berpotensi berdampak potential impacts on health and the environment if they
terhadap kesehatan dan lingkungan apabila melebihi exceed threshold limits. PTPI ensures that exhaust gas
ambang batas. PTPI memastikan emisi gas buang emissions comply with applicable standards under the
294 tetap memenuhi baku mutu sesuai Peraturan Menteri Minister of Environment and Forestry Regulation No.
Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.17 Tahun P.17 of 2019 through integrated monitoring and control
2019 melalui sistem pemantauan dan pengendalian systems. [GRI 3-3]
Laporan Keberlanjutan 2025
yang terintegrasi. [GRI 3-3]
Pada tahun 2025, emisi udara yang dihasilkan PTPI In 2025, air emissions generated by PTPI included
meliputi 8.203 ton SOx, 4.810 ton NOx, dan 4.290 ton 8,203 tons of SOx, 4,810 tons of NOx, and 4,290 tons of
NH₃, serta jenis emisi udara lainnya. Sementara itu, NH₃, as well as other types of air emissions. Meanwhile,
tidak tercatat emisi volatile organic compounds (VOC) no emissions of volatile organic compounds (VOC) were
dari kegiatan operasional perusahaan, sebagaimana recorded from the Company’s operations as presented
Page 295
PT Pupuk Indonesia (Persero)
disajikan tabel Metrik Kinerja Keberlanjutan. Kondisi in the Sustainability Performance Metrics table. This
ini didukung oleh penerapan teknologi proses dan outcome is supported by the application of controlled
prosedur operasional yang terkendali, pemilihan bahan process technologies and operational procedures,
baku yang sesuai, serta pengelolaan limbah yang appropriate selection of raw materials, and integrated
terintegrasi sehingga potensi pelepasan VOC dapat waste management practices, which collectively
dicegah sejak awal proses produksi. [OJK F.12] prevent the release of VOCs at the source. [OJK F.12]
Emisi Zat Perusak Ozon [GRI 305-6] [OJK F.11]
Ozone-Depleting Substances (ODS) Emissions
Sebagai bagian dari pengelolaan aspek lingkungan, As part of its environmental management practices,
PTPI mengidentifikasi potensi emisi ozone-depleting PTPI identifies potential emissions of ozone-depleting
substances (ODS) dalam kegiatan operasional. Hasil substances (ODS) within its operations. The assessment
identifikasi menunjukkan bahwa sumber ODS hanya indicates that ODS sources are limited to the use of
berasal dari penggunaan refrigeran pada sistem refrigerants in air conditioning systems, with volumes
pendingin udara dengan volume yang relatif kecil dan that are relatively small and not material, and therefore
tidak signifikan sehingga tidak disajikan secara khusus not specifically disclosed in this report. Nevertheless,
dalam laporan ini. Meskipun demikian, Perusahaan the Company remains committed to reducing potential
tetap berkomitmen untuk mengurangi potensi emisi ODS emissions through the gradual transition to more
ODS melalui peralihan bertahap ke jenis refrigeran environmentally friendly refrigerants. [GRI 3-3] [OJK F.12]
yang lebih ramah lingkungan. [GRI 3-3] [OJK F.12]
295
2025 Sustainability Report
Page 296
Lampiran Attachment
Page 297
Page 298
Lampiran
Attachment
Metrik Kinerja Keberlanjutan Tautan TPB dalam Standar GRI Indeks Konten GRI Indeks SEOJK No.16/SEOJK.04/2021
Sustainability Performance Metrics SDGs Linkage in the GRI Standards GRI Content Index SEOJK No.16/SEOJK.04/2021 Index
Metrik Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance Metrics
Ikhtisar Keberlanjutan
Sustainability Highlights
Kinerja Ekonomi [OJK B.1]
Economic Performance
Jenis Satuan
2025 2024 2023
Type Unit
Pendapatan Usaha [OJK B.1.b] Rp Triliun
90,40 81,62 79,21
Operating Revenue Rp Trillion
Laba Bersih [OJK B.1.c] Rp Triliun
5,51 8,89 6,25
Net Profit Rp Trillion
Total Produksi Pupuk [OJK B.1.a]
Ton 12.533.088 12.243.765 11.647.154
Total Fertilizer Production
Total Produksi Non-Pupuk [OJK B.1.a]
Ton 6.628.034 6.725.762 7.188.735
Total Non-Fertilizer Production
Persentase Nilai Pengadaan dari Pemasok Lokal [OJK B.1.e]
% 84,55 84,19 81,87
Percentage of Procurement Value from Local Suppliers
Produk Ramah Lingkungan [OJK B.1.d] Jenis
12 17 16
Eco-Friendly Product Type
Kinerja Lingkungan [OJK B.2]
Environmental Performance
Jenis Satuan
2025 2024 2023
Type Unit
Energi dan Emisi | Energy and Emissions
Total Energi [OJK B.2.a]
GJ 132.856.772 125.827.719* 121.445.674*
Total Energy
Intensitas Energi Urea GJ/ton Urea
29,13 29,84 29,64
Urea Energy Intensity GJ/ton Urea
Total Emisi
Ton CO2eq 62.967.328 61.249.531* 56.446.642*
Total Emissions
Intensitas Emisi Amonia Ton CO2eq/ton Amonia
1,01 1,10 1,10
Ammonia Emission Intensity Ton CO2eq/ton of Ammonia
Intensitas Emisi Urea Ton CO2eq/ton Pupuk
0,48 0,43* 0,45
Urea Emission Intensity Ton CO2eq/ton of Fertilizer
Pengurangan Emisi [OJK B.2.b]
Ton CO2eq 2.275.205 1.959.322* 2.307.973
Emissions Reduction
Air dan Limbah | Water and Effluents
298
Pengambilan Air
Megaliter 142.479 141.285 136.829
Water Withdrawal
Laporan Keberlanjutan 2025
Kinerja Efluen [OJK B.2.c]
Megaliter 407 139* 300
Effluent Performance
Pengurangan Limbah [OJK B.2.c]
Ton 142.319 373.297* -357.198**
Waste Reduction
Page 299
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Indeks SASB Indeks TCFD Independent Assurance Statement Lembar Umpan Balik
SASB Index TCFD Index Independent Assurance Statement Feedback Form
Jenis Satuan
2025 2024 2023
Type Unit
Investasi Lingkungan
Environmental Investment
Investasi Lingkungan [OJK F.4] Rp Juta
138.596 136.805* 164.088*
Environmental Investment Rp Million
Catatan | Notes:
* Terdapat penyajian data kembali
**Terjadi peningkatan jumlah limbah
* There is a restatement of data
**There has been an increase in the amount of waste
Kinerja Sosial [OJK B.3]
Social Performance
Jenis Satuan
2025 2024 2023
Type Unit
Jumlah Karyawan (Tetap dan Kontrak) Orang
7.882 7.712 7.832
Number of Employees (Permanent and Contract) People
Jam Kerja Aman Jam
48.229.488 48.103.759 52.800.556
Safety Working Hours Hours
Total Dana PUMK (Pelaku Usaha Mikro dan Kecil) dan TJSL Rp Juta
259.089 317.261 276.229
Total MSE (Micro and Small Enterprises) and CSR Fund Rp Million
Total Dana TJSL Rp Juta
247.439 294.755 210.914
Total CSR Fund Rp Million
Indeks Kepuasan Pelanggan Poin 1–100
91,79 90,96 95,68
Customer Satisfaction Index Point 1-100
Jumlah Mitra Binaan dan Piutang Pendanaan UMK per Sektor (Rp Juta)
Number of Fostered Partners and Outstanding MSE Funding by Sector (Rp Million)
Jumlah Mitra Binaan Nilai Piutang (Rp Juta)
Sektor Number of Fostered Partners Loan Value (Rp Million)
Sector
2025* 2024 2023 2025** 2024 2023
Industri | Industry 259 163 270 5.916 3.535 6.518
Perdagangan | Trade 1.590 430 747 40.333 11.835 19.769
Pertanian | Agriculture 422 258 391 19.151 16.030 20.451
Perkebunan | Plantation 261 204 278 6.720 3.975 3.403
Perikanan | Fisheries 140 102 188 3.759 4.775 5.736
Peternakan | Livestock 155 132 143 13.337 12.559 24.915
Jasa | Services 453 200 260 12.918 6.676 9.698
Lainnya | Others 107 0 0 2.569 0 0
Jumlah | Total 3.387 1.489 2.277 104.702 59.385 90.490
Catatan | Notes: 299
* Merupakan jumlah mitra binaan Swakelola dan Kolaborasi BRI.
** Merupakan jumlah piutang pendanaan UMK Swakelola dan Kolaborasi BRI.
* Represents the total number of fostered partners under the Self-Managed and BRI Collaboration programs.
2025 Sustainability Report
**Represents the total outstanding MSE funding under the Self-Managed and BRI Collaboration programs.
Page 300
Lampiran
Attachment
Metrik Kinerja Keberlanjutan Tautan TPB dalam Standar GRI Indeks Konten GRI Indeks SEOJK No.16/SEOJK.04/2021
Sustainability Performance Metrics SDGs Linkage in the GRI Standards GRI Content Index SEOJK No.16/SEOJK.04/2021 Index
Kinerja Tata Kelola [OJK B.3]
Governance Performance
Deskrpsi Satuan
2025 2024
Description Unit
Kepatuhan Wajib Lapor LHKPN | LHKPN State Officials Wealth Report
Tingkat kepatuhan
% 100 100
Compliance rate
Total wajib lapor Orang
2.512 2.382
Total required to report People
Pelatihan Antikorupsi | Anti-Corruption Training
Cakupan
% 100 100
Coverage
Total karyawan yang mengikuti pelatihan Orang
2.481 2.382
Total employees participating in training People
Profil Perusahaan
Company Profile
Komposisi Persebaran Penjualan [GRI 2-6]
Sales Distribution Composition
Deskrpsi Satuan
2025 2024* 2023*
Description Unit
Domestik (termasuk PSO)
% 83,61 84,36 79,38
Domestic (include PSO)
Luar Negeri (Ekspor)
% 16,39 15,64 20,62
Overseas (Export)
Catatan | Notes:
* Terdapat penyajian data kembati
* There is a restatement of data
Skala Perusahaan [GRI 2-6] [OJK C.3]
Company Scale
Deskrpsi Satuan
2025 2024 2023
Description Unit
Total Aset Rp Triliun
150,18 139,30 143,00
Total Assets Rp Trillion
Total Ekuitas Rp Triliun
103,46 99,36 91,97
Total Equity Rp Trillion
Total Liabilitas Rp Triliun
46,73 39,94 51,03
Total Liabilities Rp Trillion
300 Jumlah Produk yang Disediakan
Unit 75 74 72
Number of Products Offered
Total Produksi Juta ton
19,24 19,05 18,84
Laporan Keberlanjutan 2025
Total Production Million tons
Penjualan dan Pendapatan Usaha Lainnya Rp Triliun
90,40 81,62 79,21
Sales and Other Revenues Rp Trillion
Page 301
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Indeks SASB Indeks TCFD Independent Assurance Statement Lembar Umpan Balik
SASB Index TCFD Index Independent Assurance Statement Feedback Form
Deskrpsi Satuan
2025 2024 2023
Description Unit
Jumlah Karyawan Tetap dan Kontrak Orang
7.882 7.712 7.832
Number of Permanent and Contract Employees Prople
Jumlah Anak Perusahaan Perusahaan
9 9 10
Number of Subsidiaries Companies
Modal Dasar Rp Triliun
100 100 100
Authorized Capital Rp Trillion
Modal Ditempatkan dan Disetor Rp Triliun
25 25 25
Issued and Paid-Up Capital Rp Trillion
Perbandingan Target dan Kinerja Produksi, Pendapatan, dan Laba Rugi [OJK F.2]
Comparison of Targets and Performance of Production, Revenue, and Profit/Loss
2025 2024 2023
Deskripsi Satuan
Description Unit Target Realisasi Target Realisasi Target Realisasi
Realization Realization Realization
Produksi
ton 19.223.285 19.239.636 18.557.236 19.052.517 19.448.255 18.835.889
Production
Pendapatan Rp Juta
95.235.961 90.401.649 85.783.315 81.616.208 89.997.207 79.207.267
Revenue Rp Million
Laba Bersih Rp Juta
4.858.705 5.512.785 5.080.199 8.886.038 12.567.095 6.253.559
Net Profit Rp Million
Jumlah Produksi
Total Production
2025 2024 2023
Deskripsi Satuan
Description Unit Target Realisasi Target Realisasi Target Realisasi
Realization Realization Realization
Pupuk
ton 12.622.500 12.533.088 11.830.894 12.245.751 12.304.975 11.647.154
Fertilizers
Non-Pupuk
ton 6.538.185 6.628.034 6.662.222 6.725.762 7.076.300 7.121.633
Non-Fertilizers
Produk Sampingan
ton 62.600 78.513 64.120 81.004 66.980 67.103
By Products
301
2025 Sustainability Report
Page 302
Lampiran
Attachment
Metrik Kinerja Keberlanjutan Tautan TPB dalam Standar GRI Indeks Konten GRI Indeks SEOJK No.16/SEOJK.04/2021
Sustainability Performance Metrics SDGs Linkage in the GRI Standards GRI Content Index SEOJK No.16/SEOJK.04/2021 Index
Perbandingan Target dan Realisasi pada Produk Berkelanjutan [OJK F.3]
Comparison of Target and Realization for Sustainable Products
2025 2024 2023
Deskripsi Satuan
Description Unit Target Realisasi Target Realisasi Target Realisasi
Realization Realization Realization
Pupuk Organik | Organic Fertilizers
Petroganik ton 500.000 225.810 - 47.088 - -
Phonska OCA liter 24.000 5.168 - 7.966 - -
Excow ton - 19 1.000 142,43 - 175,12
Phonska Alam ton - 13 - 14,9 - -
Pupuk Hayati | Biofertilizer
Ecofert ton 250 47 250 72,82 250 44,82
Petrobiofertil ton 48 4 15 22,2 - 34,48
Bioripah kL 10 12 2,59 6,1 - 2,40
Bion Up kL - 2.534 400 0,7 - 0,27
Biotara ton 30 13 30 1,69 5 1,80
Biodekomposer | Biodecomposer
Gladiator Cair |
kL 3.000 528 7,5 4,92 - 13,45
Liquid Gladiator
Gladiator Padat |
ton 30 1,18 1,5 0,78 - 1,71
Solid Gladiator
Biodex ton 20 12 20 20,72 45 17,70
Produk Circular Economy | Circular Economy Product
Petrocas ton 50.000 42.027 75.000 44.745 75.000 51.085
Kapur Pertanian |
ton 125.000 146.833 125.000 131.657 125.000 125.120
Agricultural Lime
Nitralite ton 3.600 621 2.000 1.531,85 - 1.320,55
Enchanced Efficiency Fertilizer | Enchanced Efficiency Fertilizer
Urea N Stabilizer ton - 18.373 - 20.351 - 30.827
NPK Coating
Mikroba | Microbial ton - 214 - 104,85 - 300,25
Coating NPK
302
Laporan Keberlanjutan 2025
Page 303
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Indeks SASB Indeks TCFD Independent Assurance Statement Lembar Umpan Balik
SASB Index TCFD Index Independent Assurance Statement Feedback Form
Nilai Ekonomi yang Diterima dan Didistribusikan (Rp Juta) [GRI 201-1]
Economic Value Generated and Distributed (Rp Million)
Deskrpsi
2025 2024 2023
Description
Nilai Ekonomi yang Dihasilkan | Economic Value Generated
Penjualan dan Pendapatan Usaha Lainnya
90.401.649 81.616.208 79.207.267
Sales and Other Revenues
Pendapatan Bunga | Interest Income 1.160.425 1.026.960 925.137
Dividen | Dividends 100.120 74.211 351
Royalti | Royalty - - -
Sewa Properti | Property Rental - - -
Penjualan Aset | Sale of Assets 42 44.665 117
Total Nilai Ekonomi yang Dihasilkan (A)
91.662,236 82.762.044 80.132.872
Total Economic Value Generated (A)
Nilai Ekonomi yang Didistribusikan | Economic Value Distributed
Biaya Operasional | Operational Costs
Beban Pokok Pendapatan | Cost of Revenue 75.013.927 65.590.416 63.303.146
Beban Penjualan | Selling Expenses 920.334 1.039.742 1.276.030
Beban Administrasi dan Umum | Administrative and General Expenses 5.551.810 5.970.735 5.031.467
Subtotal Biaya Operasional | Subtotal Operating Expenses 81.486.071 72.600.893 69.610.643
Gaji dan Tunjangan Karyawan | Employee Salaries and Benefits
Gaji, Upah, dan Kesejahteraan Karyawan | Salaries, Wages, and Employee
2.720.319 2.844.779* 2.546.182*
Welfare
Pembayaran kepada Penyedia Modal | Payments to Capital Providers
Bunga | Interests 1.387.224 1.896.893 2.575.340
Dividen | Dividends 2.945.555 1.213.402 5.046.000
Subtotal Pembayaran kepada Penyedia Modal
4.332.779 3.110.295 7.621.340
Subtotal Payments to Capital Providers
Pembayaran kepada Pemerintah | Payments to Government
Pembayaran kepada Pemerintah | Payments to Government 2.490.508 2.247.193 6.587.735
Investasi Masyarakat | Community Investment
Program Pendanaan UMK (PUMK)
11.650 22.506 65.315
MSME Funding Program (PUMK)
Dana TJSL | CSR Funds 247.439 294.755 210.914
Subtotal Investasi Masyarakat | Subtotal Community Investment 259.809 317.261 276.229
Total Nilai Ekonomi yang Didistribusikan (B)
91.288.766 81.120.421** 86.642.109**
Total Economic Value Distributed (B)
Nilai Ekonomi Ditahan (A-B)
373.470 1,641,623** (6,509,237)**
Economic Value Retained (A-B)
Subsidi Pemerintah | Government Subsidy 39.507.147 33.323.915 32.512.230 303
Catatan | Notes:
* Terdapat penyajian kembali data Gaji dan Tunjangan Karyawan pada tahun 2023 dan 2024 menyesuaikan Laporan Keuangan.
2025 Sustainability Report
** Perubahan pada Gaji dan Tunjangan Karyawan pada tahun 2023 dan 2024 berimplikasi pada data Total Nilai Ekonomi yang Didistribusikan dan Nilai Ekonomi Ditahan.
* There is a restatement of the Employee Salary and Benefits data for 2023 and 2024 to align with the Financial Statements.
** Changes in Employee Salary and Benefits for 2023 and 2024 have implications for the data on Total Economic Value Distributed and Economic Value Retained.
Page 304
Lampiran
Attachment
Metrik Kinerja Keberlanjutan Tautan TPB dalam Standar GRI Indeks Konten GRI Indeks SEOJK No.16/SEOJK.04/2021
Sustainability Performance Metrics SDGs Linkage in the GRI Standards GRI Content Index SEOJK No.16/SEOJK.04/2021 Index
Jumlah Pemasok dan Nilai Kontrak [GRI 204-1]
Number of Suppliers and Contract Value
2025 2024 2023
Jumlah Nilai Jumlah Nilai Jumlah Nilai
Kategori Pemasok Total Kontrak (Rp Total Kontrak (Rp Total Kontrak (Rp
Supplier Category Miliar) Miliar) Miliar)
Contract Contract Contract
Value (Rp Value (Rp Value (Rp
Billion) Billion) Billion)
Pemasok Nasional
2.094 45.703 2.781 50.729 2.647 44.630
National Suppliers
Pemasok Internasional
57 8.357 113 9.527 106 9.886
International Suppliers
Jumlah | Total 2.151 54.060 2.894 60.256 2.753 54.516
Jumlah Pelaku Usaha Distribusi (PUD) dan Penerima Pupuk pada Titik Serah (PPTS)
Distribution Business Players (PUD) and Fertilizer Recipients at the Delivery Points (PPTS)
Deskrpsi
2025 2024 2023
Description
Jumlah PUD
1.030 1.025 1.187
Number of PUD
Jumlah PPTS
26.459 26.912 28.296
Number of PPTS
Fasilitas dan Infrastruktur Distribusi
Distribution Facilities and Infrastructure
Deskrpsi Satuan
2025 2024 2023
Description Unit
Kendaraan | Vehicles
Truk Unit
7.204 7.111 7.294
Trucks Units
Kapal Unit
7 9 9
Vessels Units
Kapal Rekanan (Voyage Charter) Unit
138 191 170
Partner Vessels (Voyage Charter) Units
Dermaga | Jetty
Dermaga TUKS (Terminal untuk Kepentingan Sendiri) Unit
4 4 4
TUKS Jetty (Terimal for Private Use) Units
Pengantongan Pupuk (Distribution Center) Unit
17 18 15
Fertilizer Bagging Units (Distribution Center) Units
Gudang | Warehouses
304
Gudang Pabrik (kapasitas ± 912.000 ton) Unit
5 5 5
Plant Warehouse (capacity of ± 912,000 tons) Units
Gudang Penyangga (kapasitas ± 1.966.330 ton) Unit
Laporan Keberlanjutan 2025
500 529 529
Buffer Warehouse (capacity of ± 1,966,330 tons) Units
Page 305
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Indeks SASB Indeks TCFD Independent Assurance Statement Lembar Umpan Balik
SASB Index TCFD Index Independent Assurance Statement Feedback Form
Lingkungan
Environment
Material | Materials
Jenis Bahan Baku [GRI 301-1] [OJK F.5]
Type of Materials
Jenis Satuan
2025 2024 2023
Type Unit
Bahan Baku Terbarukan | Renewable Raw Materials
Udara | Air Nm3 6.125.612.954 5.052.556.218 5.110.984.341
Bahan Baku Tidak Terbarukan | Non-Renewable Raw Materials
Gas Alam | Natural Gas MMBtu 155.668.656 156.603.474 159.443.565
Rock Phosphate Ton 29.356 13.819 7.018
Kalium Klorida (KCI) | Potassium Chloride (KCl) Ton 841.526 805.640 593.959
Clay/filter Ton 276.180 215.157 178.160
Ammonia (NH3) Ton 337.761 325.203 229.023
Asam Sulfat (H2SO4) | Sulfuric Acid Ton 657.749 629.063 440.311
Asam Fosfat (H3PO4) | Phosphoric Acid Ton 588.216 663.519 534.619
Urea CO(NH2)2 Ton 268.516 266.523 248.741
Ammonium Sulfat (ZA) Ton 978.964 799.610 604.508
Diammonium Fosfat (DAP) Ton 284.321 282.604 224.509
Material Reproses | Reprocessed Materials [GRI 301-2] Ton 65.555 53.805 109.477
Catatan | Notes:
• Jumlah penggunaan air oleh perusahaan tercatat pada bagian pemanfaatan air.
• Pencatatan konsumsi gas sebagai bahan baku pembuatan pupuk dipisahkan dengan konsumsi gas sebagai sumber energi.
• Data diambil dari pengukuran langsung.
• The total volume of water used by the Company is recorded in the water utilization section.
• The recording of gas consumption for fertilizer feedstock is separated from gas consumption for energy sources.
• Data is derived from direct measurements.
Pengolahan Limbah | Waste Management
Komposisi Limbah [GRI 306-3] [RT-CH-150a.1]
Waste Composition
Komposisi Limbah Satuan
2025 2024* 2023*
Waste Composition Unit
Limbah B3
Ton 3.728 4.365 15.171
Hazardous Waste
Limbah Non-B3
Ton 1.135.468 1.277.151 1.639.641
Non-Hazardous Waste
Total Timbulan Limbah 305
Ton 1.139.197 1.281.516 1.654.812
Total Waste Generation
Catatan | Notes:
2025 Sustainability Report
* Terdapat penyajian data kembali dikarenakan terdapat penyesuaian atas kelengkapan data dan konsistensi klasifikasi, berdasarkan hasil peninjauan ulang terhadap data
pada periode sebelumnya.
* There are restatements of data due to adjustments made to improve data completeness and classification consistency, based on the results of a review of data from the
previous reporting period.
Page 306
Lampiran
Attachment
Metrik Kinerja Keberlanjutan Tautan TPB dalam Standar GRI Indeks Konten GRI Indeks SEOJK No.16/SEOJK.04/2021
Sustainability Performance Metrics SDGs Linkage in the GRI Standards GRI Content Index SEOJK No.16/SEOJK.04/2021 Index
Pengelolaan Limbah [GRI 306-4, 306-5] [OJK F.14] [RT-CH-150a.1]
Waste Management
Metode Pengolahan Limbah* Satuan 2025 2024* 2023*
Waste Management Method Unit On Site Off Site On Site Off Site On Site Off Site
Limbah B3 | Hazardous Waste
Dialihkan dari Pembuangan Akhir | Diverted from Landfill
Persiapan untuk digunakan kembali
Ton 0 0 0 0 0 0
Preparation for reuse
Daur ulang
Ton 0 3.033 0 3.815 0 14.506
Recycle
Pengolahan lainnya
Ton 0 7 0 0 0 0
Other treatment
Total Limbah B3 yang Dialihkan dari
Pembuangan Akhir
Ton 0 3.040 0 3.815 0 14.506
Total Hazardous Waste Diverted from
Landfills
Dikirimkan ke Pembuangan Akhir | Directed to Landfill
Pembakaran dengan perolehan energi
Ton 0 0 0 0 0 0
Incineration with energy recovery
Pembakaran tanpa perolehan energi
Ton 0 421 0 426 0 345
Incineration without energy recovery
Penimbunan
Ton 0 268 0 124 0 320
Landfill
Dikelola pihak ketiga
Ton 0 0 0 0 0 0
Managed by third party
Total Limbah B3 yang Dikirim ke
Pembuangan Akhir Ton 0 689 0 550 0 665
Total Hazardous Waste Directed to Landfill
Limbah Non-B3 | Non-Hazardous Waste
Dialihkan dari Pembuangan Akhir | Diverted from Landfill
Persiapan untuk digunakan kembali
Ton 20.559 0 38.863 0 45.888 0
Preparation for reuse
Daur ulang
Ton 1.076.224 32.461 1.204.572 27.636 1.568.785 17.815
Recycle
Pengolahan lainnya (pembuatan kompos)
Ton 2.232 1.097 1.733 932 1.045 1.279
Other treatment (composting)
Total Limbah Non-B3 yang Dialihkan dari
Pembuangan Akhir
Ton 1.099.015 33.558 1.245.167 28.567 1.615.719 19.094
Total Non-Hazardous Waste Diverted from
Landfills
Dikirimkan ke Pembuangan Akhir | Directed to Landfill
Pembakaran dengan perolehan energi
Ton 0 0 0 0 0 0
Incineration with energy recovery
Pembakaran tanpa perolehan energi
Ton 0 0 0 0 0 0
Incineration without energy recovery
Penimbunan
306 Ton 0 2.896 0 3.416 0 4.828
Landfill
Dikelola pihak ketiga
Ton 0 0 0 0 0 0
Managed by third party
Laporan Keberlanjutan 2025
Page 307
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Indeks SASB Indeks TCFD Independent Assurance Statement Lembar Umpan Balik
SASB Index TCFD Index Independent Assurance Statement Feedback Form
Metode Pengolahan Limbah* Satuan 2025 2024* 2023*
Waste Management Method Unit On Site Off Site On Site Off Site On Site Off Site
Total Limbah Non-B3 yang Dikirim ke
Pembuangan Akhir
Ton 0 2.896 0 3.416 0 4.828
Total Non-Hazardous Waste Directed to
Landfill
Catatan | Notes:
• Seluruh limbah yang timbul, masuk, dan keluar dicatat dalam logbook dan neraca limbah. Pengukuran dilakukan melalui penimbangan pada sampling kemasan limbah
dan moda angkut limbah.
* Terdapat penyajian data kembali dikarenakan terdapat penyesuaian atas kelengkapan data dan konsistensi klasifikasi, berdasarkan hasil peninjauan ulang terhadap
data pada periode sebelumnya.
• All waste generated, received, and transported is recorded in the waste logbook and waste balance records. Measurements are conducted through weighing samples
of waste packaging and waste transportation units.
* There are restatements of data due to adjustments made to improve data completeness and classification consistency, based on a review of data from the previous
reporting period.
Air dan Efluen | Water and Effluent
Pengambilan Air [GRI 303-3] [OJK F.8] [RT-CH-140a.1]
Water Withdrawal
Sumber Air Satuan
2025 2024 2023**
Water Source Unit
Air Permukaan | Surface Water
Air tawar (≤1.000 mg/L Total Padatan Terlarut)
Megaliter 78.552 74.035 70.616
Freshwater (≤1.000 mg/L Total Dissolved Soilds)
Air lainnya (>1.000 mg/L Total Padatan Terlarut)
Megaliter 0 0 0
Other water (>1.000 mg/L Total Dissolved Solids)
Air Tanah | Groundwater
Air tawar (≤1.000 mg/L Total Padatan Terlarut)
Megaliter 0 0 3.446
Freshwater (≤1.000 mg/L Total Dissolved Soilds)
Air lainnya (>1.000 mg/L Total Padatan Terlarut)
Megaliter 0 0 0
Other water (>1.000 mg/L Total Dissolved Solids)
Air Laut | Seawater
Air tawar (≤1.000 mg/L Total Padatan Terlarut)
Megaliter 62.562 67.249 61.079
Freshwater (≤1.000 mg/L Total Dissolved Soilds)
Air lainnya (>1.000 mg/L Total Padatan Terlarut)
Megaliter 0 0 0
Other water (>1.000 mg/L Total Dissolved Solids)
Air yang Diproduksi | Produced Water
Air tawar (≤1.000 mg/L Total Padatan Terlarut)
Megaliter 0 0 0
Freshwater (≤1.000 mg/L Total Dissolved Soilds)
Air lainnya (>1.000 mg/L Total Padatan Terlarut)
Megaliter 0 0 0
Other water (>1.000 mg/L Total Dissolved Solids)
Air yang Berasal dari Pihak Ketiga | Thrird-Party Water
Air tawar (≤1.000 mg/L Total Padatan Terlarut)
Megaliter 1.365* 0 5.135
Freshwater (≤1.000 mg/L Total Dissolved Soilds)
Air lainnya (>1.000 mg/L Total Padatan Terlarut)
Megaliter 0 0 0
Other water (>1.000 mg/L Total Dissolved Solids)
307
Total Pengambilan Air | Total Water Withdrawal Megaliter 142.479 141.284 136.829
Catatan | Notes:
2025 Sustainability Report
• Penghitungan pengambilan air dari pihak ketiga dan air tanah menggunakan flow meter.
• Penghitungan pengambilan air laut dan air permukaan menggunakan alat pengukur debit air.
* Terdapat pengambilan air dari pihak ketiga di tahun 2025 akibat kerusakan pipa pada salah satu anak perusahaan, sehingga kebutuhan air sementara dipenuhi melalui
pihak ketiga.
**Terdapat penyajian data kembali di tahun 2023
• The calculation of water withdrawal from third parties and groundwater is measured using flow meters.
• The calculation of seawater and surface water withdrawal is measured using water flow rate meters.
* There was water withdrawal from third parties in 2025 due to a pipeline failure at one of the subsidiaries, consequently, water requirements were temporarily met through
third-party sources.
**There is restatement of 2023 data.
Page 308
Lampiran
Attachment
Metrik Kinerja Keberlanjutan Tautan TPB dalam Standar GRI Indeks Konten GRI Indeks SEOJK No.16/SEOJK.04/2021
Sustainability Performance Metrics SDGs Linkage in the GRI Standards GRI Content Index SEOJK No.16/SEOJK.04/2021 Index
Pembuangan Air [GRI 303-4]
Water Discharge
Pembuangan Air Satuan
2025 2024 2023
Water Discharge Unit
Berdasarkan Tujuan | Based on Destination
Air Permukaan
Megaliter 2.106 1.658 1.450
Surface Water
Air Tanah
Megaliter 0 0 0
Groundwater
Air Laut
Megaliter 2.274 2.315 2.384
Sea Water
Pihak Ketiga
Megaliter 0 0 0
Third-Party Water
Berdasarkan Jenis Air | Based on Water Type
Air tawar (≤1.000 mg/L Total Padatan Terlarut)
Megaliter 4.380 3.973 3.834
Freshwater (≤1.000 mg/L Total Dissolved Soilds)
Air lainnya (>1.000 mg/L Total Padatan Terlarut)
Megaliter 0 0 0
Other water (>1.000 mg/L Total Dissolved Solids)
Total Pembuangan Air
Megaliter 4.380 3.973 3.834
Total Water Discharge
Catatan | Notes:
• Penghitungan pembuangan air ke pihak ketiga dan air tanah menggunakan flow meter.
• Penghitungan pembuangan air ke laut dan permukaan menggunakan alat pengukur debit air.
• PTPI tidak mengambil maupun melakukan pembuangan air di wilayah stres air sesuai dengan izin dari instansi pemerintah terkait.
• The calculation of water discharge to third parties and groundwater is measured using flow meters.
• The calculation of water discharge to the sea and surface water is measured using water flow rate meters.
• PTPI does not withdraw or discharge water in water-stressed areas, in compliance with permits from the relevant government agencies.
Data Beban Pencemaran yang Dilepaskan
Data on Released Pollution Load
Satuan
Parameter 2025 2024* 2023*
Unit
Chemical Oxygen Demand (COD) Ton 471 561 455
Total Suspended Solid (TSS) Ton 111 293 161
Minyak dan Lemak
Ton 10 123 13
Oil and Grease
Total Amonia
Ton 1.201 1.830 1.930
Total Ammonia
Total Kjeldahl Nitrogen (TKN) Ton 3.170 3.593 4.788
Fluor Ton 103 151 134
Catatan | Note:
* Terdapat penyajian data kembali dikarenakan konversi satuan yang tidak sama untuk periode tahun 2023 dan 2024.
* There are restatements of data due to inconsistencies in unit conversions for the 2023 and 2024 reporting periods.
308
Laporan Keberlanjutan 2025
Page 309
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Indeks SASB Indeks TCFD Independent Assurance Statement Lembar Umpan Balik
SASB Index TCFD Index Independent Assurance Statement Feedback Form
Konsumsi Air [GRI 303-5] [RT-CH-140a.1]
Water Consumption
Sumber Air Satuan
2025 2024 2023
Water Source Unit
Air Sungai
Megaliter 73.395 74.035 70.615
River Water
Air Laut (Desalinasi)
Megaliter 62.562 67.249 61.078
Seawater (Desalinated)
Air Hujan
Megaliter 1.364 32 16
Rainwater
Air Limbah
Megaliter 14.760 15.515 15.369
Wastewater
Air dari Pihak Ketiga
Megaliter 1.365 0 0
Water from Third Party
Total Konsumsi Air
Megaliter 153.446 156.831 147.078
Total Water Consumption
Catatan | Notes:
• Penghitungan pembuangan air ke pihak ketiga dan air tanah menggunakan flow meter.
• Penghitungan pembuangan air ke laut dan permukaan menggunakan alat pengukur debit air.
• The calculation of water discharge to third parties and groundwater is measured using flow meters.
• The calculation of water discharge to the sea and surface water is measured using water flow rate meters.
Energi | Energy
Konsumsi Energi [GRI 302-1] [OJK F.6, F.7] [RT-CH-130a.1]
Energy Consumption
Jenis Energi Satuan
2025 2024 2023
Energy Type Unit
Sumber Energi Terbarukan | Renewable Energy Sources
Panel Surya
GJ 22.420 20.260* 7.033
Solar Panel
Total Konsumsi Energi Terbarukan
GJ 22.420 20.260* 7.033
Total Renewable Energy Consumption
Sumber Energi Tidak Terbarukan | Non-Renewable Energy Sources
Gas GJ 93.038.030 91.196.226 85.972.826
Batu Bara
GJ 25.540.828 22.049.191 23.095.488
Coal
Listrik
GJ 14.244.856 12.533.880 12.353.409
Electricity
Solar dan BBM
GJ 10.638 28.162 16.918
Diesel and Fuel
Total Konsumsi Energi Tidak Terbarukan
GJ 132.834.352 125.807.459 121.438.641
Total Non-Renewable Energy Consumption
Total Konsumsi Energi
GJ 132.856.772 125.827.719* 121.445.674 309
Total Energy Consumption
Catatan | Notes:
• Konsumsi gas alam dihitung melalui pencatatan pemakaian gas menggunakan flow meter dan konversi ke GJ menggunakan metode penghitungan gross heating value.
2025 Sustainability Report
• Konsumsi batu bara dihitung melalui pencatatan kuantum pemakaian batu bara (consumption rate) dan konversi ke GJ menggunakan metode penghitungan nilai kalori.
• Konsumsi tenaga listrik perusahaan dihitung melalui meteran listrik dalam satuan kWh dan konversi ke GJ menggunakan nilai konversi kalkulator energi.
• Volume BBM dihitung sesuai pembelian yang kemudian dikonversi menjadi GJ.
* Terdapat penyajian kembali data konsumsi energi terbarukan tahun 2024 sesuai dengan hasil verifikasi oleh pihak ketiga.
• Natural gas consumption is calculated by recording gas usage via flow meters and converting it to GJ using the gross heating value calculation method.
• Coal consumption is calculated by recording the quantum of coal used (consumption rate) and converting it to GJ using the calorific value calculation method.
• The Company’s electricity consumption is calculated based on electricity meters in kWh and converted to GJ using energy calculator conversion values.
• Fuel volume is calculated based on purchases, which are subsequently converted into GJ.
* There is a restatement of the 2024 renewable energy consumption data in accordance with the verification results conducted by an independent third party.
Page 310
Lampiran
Attachment
Metrik Kinerja Keberlanjutan Tautan TPB dalam Standar GRI Indeks Konten GRI Indeks SEOJK No.16/SEOJK.04/2021
Sustainability Performance Metrics SDGs Linkage in the GRI Standards GRI Content Index SEOJK No.16/SEOJK.04/2021 Index
Intensitas Energi [GRI 302-3] [OJK F.6]
Energy Intensity
Intensitas Energi Satuan
2025 2024 2023
Energy Intensity Unit
Amonia GJ/ton produk
37,76 38,20 38,07
Ammonia GJ/tons product
GJ/ton produk
Urea 29,13 29,84 29,64
GJ/tons product
Pengurangan Energi untuk Menghasilkan Produk [GRI 302-5] [OJK F.7]
Energy Reduction for Product Generation
Reduksi Energi Satuan
2025 2024 2023
Energy Reduction Unit
Reduksi Energi untuk Produksi Amonia
GJ/Unit 0,13 (0,30)* (0,18)*
Energy Reduction for Ammonia Production
Catatan | Notes:
• Pengurangan energi yang dibutuhkan untuk menghasilkan satu ton amonia dihitung berdasarkan selisih intensitas energi tahun berjalan dibandingkan dengan
baseline 2019.
• The reduction in energy required to produce one ton of ammonia is calculated based on the difference between the current year’s energy intensity and the 2019
baseline intensity.
* Terdapat kenaikan energi.
* There is increased on energy.
Hasil Absolut Efisiensi Energi [GRI 302-4]
Absolute Energy Efficiency
Deskripsi Satuan
2025 2024 2023
Description Unit
Efisiensi Energi
GJ 41.536.544 32.830.527 20.246.955
Energy Efficiency
Catatan | Note:
• Perhitungan efisiensi energi di atas merupakan hasil implementasi inisiatif pengurangan emisi yang disajikan pada halaman 58–59. Pengurangan konsumsi energi
mencakup gas alam, listrik, batu bara, dan BBM, yang dihitung menggunakan pendekatan efisiensi/konservasi pada masing-masing program dengan baseline tahun
2019 sebagai dasar perbandingan.
• The energy efficiency calculations above represent the results of the implementation of emission reduction initiatives presented on pages 58–59. The reduction in
energy consumption covers natural gas, electricity, coal, and fuel, which was calculated using an efficiency/conservation approach for each program with 2019 as the
baseline year for comparison.
Emisi | Emissions
Emisi Cakupan 1, 2, dan 3 [GRI 305-1, 305-2, 305-3] [OJK F.11] [RT-CH-110a.1]
Emissions Scope 1, 2, and 3
Jenis Emisi Satuan
2025 2024* 2023
Emissions Type Unit
Emisi Cakupan 1 | Scope 1 Emissions
Emisi Cakupan 1
310 Ton CO2eq 10.505.250 10.292.551 10.561.520
Scope 1 Emissions
Emisi Cakupan 2 | Scope 2 Emissions
Emisi Berbasis Lokasi
Laporan Keberlanjutan 2025
Ton CO2eq 138.383 131.977 328.496
Emissions—Location-Based
Total Emisi Cakupan 2
Ton CO2eq 138.383 131.977 328.496
Scope 2 Emissions
Total Emisi Cakupan 1 dan 2
Ton CO2eq 10.643.633 10.424.528 10.890.016
Total Scope 1 and 2 Emissions
Page 311
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Indeks SASB Indeks TCFD Independent Assurance Statement Lembar Umpan Balik
SASB Index TCFD Index Independent Assurance Statement Feedback Form
Jenis Emisi Satuan
2025 2024* 2023
Emissions Type Unit
Emisi Cakupan 3 | Scope 3 Emissions
Kategori 3.1 - Emisi dari transportasi dan distribusi
upstream (bahan baku)
Ton CO2eq 199.521 183.834 200.792
Category 3.1 - Emissions from upstream transportation
and distribution (raw materials)
Kategori 4.1 - Emisi dari barang yang dibeli
Ton CO2eq 5.465.998 5.557.617 4.700.514
Category 4.1 - Emissions from purchased goods
Kategori 5.1 - Emisi dari tahap penggunaan produk
Ton CO2eq 46.658.176 45.083.551 40.655.320
Category 5.1 - Emissions from the product use phase
Total Emisi Cakupan 3
Ton CO2eq 52.323.696 50.825.003 45.556.626**
Total Scope 3 Emissions
Total Emisi Cakupan 1, 2, dan 3
Ton CO2eq 62.967.328 61.249.531 56.446.642**
Total Scope 1, 2, and 3 Emissions
Catatan | Notes:
• Batas organisasi yang digunakan dalam perhitungan inventarisasi emisi yaitu metode konsolidasi - control approach. Perhitungan emisi dilakukan oleh masing-masing
anak perusahaan, tidak menggunakan porsi ekuitas, kontrol finansial, atau kontrol operasional.
• Sumber-sumber faktor emisi GRK yang digunakan, diantaranya adalah faktor emisi yang dihitung berdasarkan data aktual kandungan karbon dari bahan baku / bahan
bakar gas yang digunakan, faktor emisi nasional, dan faktor emisi default IPCC 2006, dan faktor emisi Kategori 3.1 dan 4.1 dari Ecoinvent.
• Nilai Global Warming Potential yang digunakan untuk perhitungan emisi mengikuti 5th Assessment Report IPCC: CO2 = 1; CH4 = 28; N2O = 265, berdasarkan hasil
verifikasi inventarisasi emisi GRK tahun 2024 oleh Lembaga Validasi dan Verifikasi emisi GRK dan sesuai petunjuk teknis dari Kementerian Perindustrian.
• Perhitungan inventarisasi emisi Cakupan 1 terdiri dari beberapa kategori emisi berikut berdasarkan pada Annex B, ISO 14064-1:2018.
- Emisi 1.1 - Pembakaran dari sumber tidak bergerak (seperti pembangkitan energi sebagai utilitas pabrik).
- Emisi 1.2 - Pembakaran dari sumber bergerak.
- Emisi 1.3 - Emisi proses dan serapan langsung dari proses industri (Industrial Process & Product Use).
- Emisi 1.4 - Emisi fugitif langsung dari pelepasan GRK dalam sistem antropogenik (refrigeran, APAR, dan sebagainya).
• Perhitungan inventarisasi emisi Cakupan 2 terdiri dari beberapa kategori emisi berikut berdasarkan pada Annex B, ISO 14064-1:2018:
- Emisi 2.1 - Emisi tidak langsung dari listrik yang diimpor.
- Emisi 2.2 - Emisi tidak langsung dari energi yang diimpor selain listrik (steam dan sebagainya). Catatan: impor energi dari Pupuk Indonesia Utilitas dan Kaltim Daya
Mandiri menuju Pupuk Kalimantan Timur dan Petrokimia Gresik dalam laporan ini dikategorikan sebagai emisi 1.1 karena ditinjau dari PI Group, bukan anak perusahaan
tertentu.
• Perhitungan inventarisasi emisi Cakupan 3 terdiri dari beberapa kategori emisi berikut berdasarkan pada Annex B, ISO 14064-1: 2028:
- Emisi 3.1 - Emisi dari transportasi dan distribusi upstream (bahan baku).
- Emisi 4.1 - Emisi dari barang yang dibeli.
- Emisi 5.1 - Emisi dari tahap penggunaan produk. (seperti urea, NPK, CO2 liquid, dan lain-lain) Catatan: emisi dari penggunaan produk urea dihitung berdasarkan emisi
CO2, direct N2O, dan indirect N2O dengan mengacu kepada faktor emisi berdasarkan IPCC 2019 Refinement.
• Gas-gas yang termasuk dalam perhitungan emisi terdiri dari gas-gas yang termasuk dalam perhitungan, yaitu CO2, CH4, dan N2O.
• Perhitungan beban emisi GRK (Cakupan 2) tidak Langsung dilakukan berdasarkan grid pada masing-masing lokasi.
• Data emisi GRK Cakupan 1, 2, dan 3 tahun 2024 telah diverifikasi oleh pihak ketiga Lembaga Validasi dan Verifikasi emisi GRK.
* Terdapat penyajian data emisi Cakupan 1, Cakupan 2, dan Cakupan 3 pada tahun 2024 berdasarkan hasil verifikasi oleh pihak ketiga Lembaga Validasi dan Verifikasi emisi
GRK.
** Terdapat penyajian data kembali emisi Cakupan 3 tahun 2023 berdasarkan hasil verifikasi emisi tahun 2024 oleh Lembaga Validasi dan Verifikasi Emisi GRK.
• The organizational boundary applied in the emissions inventory uses the consolidation method under the control approach. Emissions are calculated by each subsidiary,
without applying equity share, financial control, or operational control approaches.
• GHG emission factors used include factors calculated based on actual carbon content data of raw materials and gaseous fuels, national emission factors, default emission
factors from the IPCC 2006 Guidelines, and emission factors for Categories 3.1 and 4.1 from Ecoinvent.
• The Global Warming Potential (GWP) values used for emissions calculations follow the IPCC 5th Assessment Report: CO₂ = 1; CH₄ = 28; N₂O = 265. These are based on
the 2024 GHG emissions inventory verification conducted by an accredited GHG validation and verification body and in accordance with technical guidelines from the
Ministry of Industry.
• Scope 1 emissions inventory includes the following categories based on Annex B of ISO 14064-1:2018:
- Emissions 1.1 – Stationary combustion (e.g., energy generation for plant utilities).
- Emissions 1.2 – Mobile combustion.
- Emissions 1.3 – Process emissions and direct removals from industrial processes (Industrial Process & Product Use).
- Emissions 1.4 – Direct fugitive emissions from anthropogenic systems (e.g., refrigerants, fire extinguishers).
• Scope 2 emissions inventory includes the following categories based on Annex B of ISO 14064-1:2018:
- Emissions 2.1 – Indirect emissions from imported electricity.
- Emissions 2.2 – Indirect emissions from imported energy other than electricity (e.g., steam). Note: Energy imports from Pupuk Indonesia Utilitas and Kaltim Daya
Mandiri to Pupuk Kalimantan Timur and Petrokimia Gresik is categorized as Emissions 1.1 in this Group level rather than at the subsidiary level.
• Scope 3 emissions inventory includes the following categories based on Annex B of ISO 14064-1:2028:
- Emissions 3.1 – Upstream transportation and distribution (raw materials). 311
- Emissions 4.1 – Purchased goods.
- Emissions 5.1 – Emissions from the use of products (e.g., urea, NPK, liquid CO₂). Note: emissions from urea use are calculated based on CO₂, direct N₂O, and indirect
N₂O emissions, referring to emission factors from the IPCC 2019 Refinement.
• The gases included in the emissions calculation are CO₂, CH₄, and N₂O.
2025 Sustainability Report
• Indirect GHG emissions (Scope 2) are calculated based on grid emission factors at each respective location.
• Scope 1, Scope 2, and Scope 3 emissions data for 2024 have been verified by an independent third-party GHG validation and verification body.
* There are restatements of the 2024 Scope 1, Scope 2, and Scope 3 emissions data based on the verification results conducted by the independent GHG Validation and
Verification Body.
** The 2023 Scope 3 emissions data has been restated based on the results of the 2024 emissions verification conducted by the GHG Emissions Validation and Verification
Body.
Page 312
Lampiran
Attachment
Metrik Kinerja Keberlanjutan Tautan TPB dalam Standar GRI Indeks Konten GRI Indeks SEOJK No.16/SEOJK.04/2021
Sustainability Performance Metrics SDGs Linkage in the GRI Standards GRI Content Index SEOJK No.16/SEOJK.04/2021 Index
Emisi Biogenik [GRI 305-1, 305-2, 305-3] [OJK F.11]
Biogenic Emissions
Deskripsi Satuan
2025 2024
Description Unit
Total Emisi Biogenik
Ton CO2eq 1.705 1.692
Total Biogenic Emissions
Intensitas Emisi Cakupan 1 dan 2 Amonia dan Urea [GRI 305-4] [OJK F.11]
Ammonia and Urea Emissions Intensity Scope 1 and 2
Jenis Emisi Satuan
2025 2024 2023 Baseyear
Emissions Type Unit
Ton CO2eq/Ton
Emisi Amonia
Amonia | Ton 1,01 1,10* 1,10 1,26**
Ammonia Emissions
Ammonia
Emisi Urea Ton CO2eq/Ton
0,48 0,43* 0,45 0,37**
Urea Emissions Urea | Ton Urea
Catatan | Notes:
• Intensitas emisi amonia dihitung berdasarkan emisi dari pabrik amonia dikurangi CO2 recovery untuk pabrik urea.
• Intensitas emisi urea dihitung berdasarkan emisi dari pabrik urea.
* Terdapat penyajian kembali dikarenakan penyesuaian angka intensitas emisi urea tahun 2024 berdasarkan hasil verifikasi emisi tahun 2024 oleh pihak ketiga, yaitu
Lembaga Validasi dan Verifikasi Emisi GRK.
** Terdapat penyajian kembali dikarenakan adanya perubahan angka intensitas emisi amonia dan urea pada tahun dasar, yang dihitung berdasarkan rerata data periode
2010 hingga 2013.
• Ammonia emission intensity is calculated based on emissions from the ammonia plant, net of CO2 recovery for the urea plant.
• Urea emission intensity is calculated based on emissions from the urea plant.
* There is a restatement due to adjustments to the 2024 urea emissions intensity figures based on the results of the 2024 emissions verification conducted by an
independent GHG Validation and Verification Body.
** There is a restatement due to changes in the baseline emissions intensity figures for ammonia and urea, which were calculated based on the average data for the
2010–2013 period.
Emisi Udara [GRI 305-7] [OJK F.11] [RT-CH-120a.1]
Air Emissions
Jenis Emisi Satuan
2025 2024* 2023*
Emissions Type Unit
NOx ton 8.203 7.239 7.948
SOx ton 4.810 5.865 7.001
NH3 ton 4.290 3.288 3.707
Partikulat | Particulate ton 2.330 2.422 2.359
Fluor ton 38 25 19
Catatan | Notes:
• Penghitungan emisi Perusahaan dilakukan berdasarkan konsentrasi senyawa dengan laju alir dan waktu operasi dengan menggunakan metode neraca massa.
Pengukuran dilakukan pihak ketiga terakreditasi.
* Terdapat penyajian data kembali dikarenakan adanya penyesuaian perhitungan pada periode sebelumnya untuk meningkatkan akurasi data.
• The Company’s emission calculations are based on compound concentrations, flow rates, and operating hours using the mass balance method. Measurements are
conducted by an accredited third party.
* There are restatements of data due to adjustments made to the calculations for the previous reporting period to improve data accuracy.
312
Survei Kepuasan Lingkungan | Environmental Satisfaction Survey
Laporan Keberlanjutan 2025
Survei Kepuasan Lingkungan [OJK F.16]
Environmental Satisfaction Survey
Deskripsi
2025 2024 2023
Description
Hasil survei | Survey score 92,73 92,26 91,05
Page 313
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Indeks SASB Indeks TCFD Independent Assurance Statement Lembar Umpan Balik
SASB Index TCFD Index Independent Assurance Statement Feedback Form
Keluhan Lingkungan
Environmental Complaint
Jumlah Pengaduan yang Jumlah Pengaduan yang
Jumlah Pengaduan
Ditindaklanjuti Terselesaikan
Jenis Keluhan Number of Complaints
Number of Complaints Followed Up Number of Complaints Resolved
Complaint Type
2025 2024 2023 2025 2024 2023 2025 2024 2023
Emisi
5 18 27 5 18 27 5 18 27
Emissions
Air Limbah
1 0 3 1 0 3 1 0 3
Wastewater
Limbah B3/Sampah
Hazardous Waste/ 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Solid Waste
Kebisingan/
Kebocoran 0 2 3 0 2 3 0 2 3
Noise/Leakage
Keluhan Sosial
8 6 4 8 6 4 8 6 4
Social Complaints
Jumlah
14 26 37 14 26 37 14 26 37
Total
Investasi Lingkungan | Environmental Investment
Investasi Lingkungan (Rp Juta) [OJK F.4]
Environmental Investment (Rp Million)
Deskripsi
2025 2024* 2023*
Description
Pemeliharaan Lingkungan
4.609 4.221 2.398
Environmental Maintenance
Jasa Konsultasi, Audit dan Perizinan
18.124 14.936 13.304
Consulting Services, Audit, and Permits
Pengelolaan Limbah B3, Non B3 dan Sampah
Management of Hazardous, Non-Hazardous, and Domestic 58.510 58.081 50.739
Waste
Peningkatan Kesadaran Lingkungan
614 845 985
Environmental Awareness Enchancement
Penghijauan/Konservasi
36.598 18.074 23.583
Greening/Conservation
Peralatan/Unit Pengelolaan Lingkungan
20.141 40.648 73.079
Environmental management Equipment/Units
Jumlah | Total 138.596 136.805 164.088
Catatan | Note:
* Terdapat penyajian kembali dikarenakan adanya perubahan dalam pembebanan investasi.
* There is a restatement due to changes in the allocation of investments.
313
2025 Sustainability Report
Page 314
Lampiran
Attachment
Metrik Kinerja Keberlanjutan Tautan TPB dalam Standar GRI Indeks Konten GRI Indeks SEOJK No.16/SEOJK.04/2021
Sustainability Performance Metrics SDGs Linkage in the GRI Standards GRI Content Index SEOJK No.16/SEOJK.04/2021 Index
Tata Kelola
Governance
Remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi | Remuneration Board of Commissioners and Directors
Rasio Total Kompensasi Tahunan [GRI 2-21]
Ratio of Annual Total Compensation
Deskripsi
2025 2024 2023
Description
Rasio kompensasi total tahunan bagi Individu dengan bayaran
tertinggi terhadap median (nilai tengah) total kompensasi tahunan
untuk semua karyawan (tidak termasuk individu dengan bayaran
tertinggi) 2,96 : 1 2,85 : 1 2,61 : 1
The ratio of the annual total compensation for the highest-
paid individual to the median annual total compensation for all
employees (excluding the highest-paid individual)
Rasio kenaikan persentase dalam kompensasi total tahunan bagi
individu dengan bayaran tertinggi di organisasi terhadap kenaikan
persentase median total kompensasi tahunan untuk semua
karyawan (tidak termasuk individu dengan bayaran tertinggi)
1,02 : 1 1,32 : 1 1,45 : 1
The ratio of the percentage increase in annual total compensation
for the highest-paid individual to the median percentage increase
in annual total compensation for all employees (excluding the
highest-paid individual)
Deskripsi
2025
Description
Total Kompensasi Direktur Utama
Rp4.633.000.000
President Director’s Total Compensation
Total Kompensasi Seluruh Karyawan (tidak termasuk Direksi)
Rp169.956.344.845
Total Compensation for All Employees (excluding Board of Directors)
Median Kompensasi Karyawan (tidak termasuk Direksi)
Rp422.310.269
Median Employee Compensation (excluding Board of Directors)
Rata-rata Kompensasi Karyawan (tidak termasuk Direksi)
Rp502.829.423
Mean Employee Compensation (excluding Board of Directors)
Rasio antara total kompensasi tahunan Direktur Utama dan Median Kompensasi Karyawan (tidak
termasuk Direksi)
1 : 0,09
Ratio of the President Director’s Annual Total Compensation to the Median Employee
Compensation (excluding Board of Directors)
Rasio antara total kompensasi tahunan Direktur Utama dan Rata-rata Kompensasi Karyawan (tidak
termasuk Direksi)
1 : 0,11
Ratio of the President Director’s Annual Total Compensation to the Mean Employee Compensation
(excluding Board of Directors)
314
Laporan Keberlanjutan 2025
Page 315
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Indeks SASB Indeks TCFD Independent Assurance Statement Lembar Umpan Balik
SASB Index TCFD Index Independent Assurance Statement Feedback Form
Pelanggaran dan Pelaporan | Violations and Reporting
Pengelolaan dan Tindak Lanjut Pengaduan [GRI 2-26] [OJK F.24]
Complaint Management and Follow-up
Deskripsi | Description 2025 2024 2023
Pengaduan | Complaints
Situs Web | Website 4 6 19
Surel | Email 346 414 473
Telepon | Telephone 205 0 0
Desk Aduan | Complaint Desk 0 0 0
Total Pengaduan yang Bukan Dugaan Pelanggaran
555 420 492
Total Complaints Not Alleged Violations
Situs Web | Website 51 45 25
Surel | Email 1 4 2
Telepon | Telephone 1 0 0
Desk Aduan | Complaint Desk 0 2 0
Total Pengaduan Dugaan Pelanggaran
53 51 27
Total Complaints Alleged Violation
Jumlah Pengaduan yang Diterima
608 471 519
Total Complaints Received
Proses Verifikasi | Verification Process
Tidak Memenuhi Syarat | Not Eligible 43 28 27
Memenuhi Syarat | Eligible 10 23 0
Proses Investigasi | Investigation Process
Proses Klarifikasi | Clarification 0 6 0
Diberi Sanksi | Sanctions Imposed 6 5 0
Tidak Terbukti | Unsubstantiated 4 12 0
Pelaporan Pelanggaran
Whistleblowing
Deskripsi
2025 2024 2023
Description
Pelanggaran Karyawan Terhadap Kode Etik
Employee Violations of the Code of Conduct
Korupsi dan Penyuapan
5 17 18
Corruption and Bribery
Konflik Kepentingan
4 2 5
Conflict of Interest
Pelanggaran Keamanan Informasi Pelanggan
0 1 0
Customer Information Security Breaches
315
Diskriminasi atau Pelecehan
7 2 0
Discrimination or Harassment
2025 Sustainability Report
Pencucian Uang dan/atau Perdagangan/Transaksi Orang Dalam
0 0 0
Money-Laundering and/or Insider Trading/Dealing
Lain-lain
37 29 4
Others
Page 316
Lampiran
Attachment
Metrik Kinerja Keberlanjutan Tautan TPB dalam Standar GRI Indeks Konten GRI Indeks SEOJK No.16/SEOJK.04/2021
Sustainability Performance Metrics SDGs Linkage in the GRI Standards GRI Content Index SEOJK No.16/SEOJK.04/2021 Index
Deskripsi
2025 2024 2023
Description
Status | Status
Jumlah Pelanggaran yang Terbukti
6 5 0
Number of Substantiated Violations
Dalam Proses
0 6 0
In Progress
Total Pelanggaran
53 51 27
Total Violations
Antikorupsi | Anti-coruption
Pelatihan Antikorupsi Berdasarkan Level Jabatan [GRI 205-2]
Anti-coruption Training by Job Level
2025 2024 2023
Deskripsi
Description Jumlah Persentase Jumlah Persentase Jumlah Persentase
Total Percentage Total Percentage Total Percentage
Dewan Komisaris
9 100% 8 100% 7 90%
Board of Commissioners
Direksi
9 100% 9 100% 7 80%
Board of Directors
Grade I 51 100% 34 100% 40 80%
Grade II 119 100% 118 100% 103 90%
Grade III 215 100% 188 100% 110 91%
Grade IV 186 100% 180 100% 82 55%
Grade V-VII 150 100% 136 100% 52 50%
Pelatihan Antikorupsi Berdasarkan Anak Perusahaan
Anti-Coruption Training by Subsidiary
2025 2024 2023
Deskripsi
Description Jumlah Persentase Jumlah Persentase Jumlah Persentase
Total Percentage Total Percentage Total Percentage
Petrokimia Gresik 2.060 100% 2.512 100% 1.955 90%
Pupuk Kujang 918 100% 311 100% 1.012 100%
Pupuk Kalimantan Timur 1.435 100% 1.307 100% 1.372 100%
Pupuk Iskandar Muda 624 100% 646 100% 575 100%
Pupuk Sriwidjadja
1.656 100% 1.790 100% 1.810 100%
Palembang
Rekayasa Industri 312 100% 359 100% 980 100%
Pupuk Indonesia Niaga 67 100% 75 100% 75 100%
316
Pupuk Indonesia Logistik 31 100% 66 100% 40 100%
Pupuk Indonesia Utilitas - - 48 100% 15 100%
Laporan Keberlanjutan 2025
Pupuk Indonesia Pangan 9 100% 20 100% 12 100%
Page 317
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Indeks SASB Indeks TCFD Independent Assurance Statement Lembar Umpan Balik
SASB Index TCFD Index Independent Assurance Statement Feedback Form
Mitra Bisnis yang Dikomunikasikan Mengenai Kebijakan dan Prosedur Anti-Korupsi Berdasarkan Wilayah [GRI 205-2]
Business Partners Communicated on Anti-Corruption Policies and Procedures by Region
2025 2024
Wilayah Asal Mitra Bisnis
Business Partner Regions Jumlah Persentase Jumlah Persentase
Total Percentage Total Percentage
Aceh (NAD) | Aceh (NAD) 12 3,35% 9 4,29%
Sumatera Utara | North Sumatra 2 0,56% 4 1,90%
Sumatera Barat | West Sumatra 0 0,00% 0 0,00%
Riau | Riau 0 0,00% 0 0,00%
Jambi | Jambi 0 0,00% 0 0,00%
Sumatera Selatan | South Sumatra 12 3,35% 6 2,86%
Bengkulu | Bengkulu 0 0,00% 0 0,00%
Lampung | Lampung 6 1,68% 1 0,48%
Kepulauan Bangka Belitung | Bangka Belitung
0 0,00% 0 0,00%
Islands
Kepulauan Riau | Riau Islands 0 0,00% 0 0,00%
DKI Jakarta | Jakarta (DKI Jakarta) 195 54,47% 72 34,29%
Jawa Barat | West Java 29 8,10% 53 25,24%
Jawa Tengah | Central Java 4 1,12% 1 0,48%
DI Yogyakarta | Special Region of Yogyakarta 2 0,56% 0 0,00%
Jawa Timur | East Java 64 17,88% 35 16,67%
Banten | Banten 9 2,51% 12 5,71%
Bali | Bali 0 0,00% 0 0,00%
Nusa Tenggara Barat (NTB) | West Nusa
1 0,28% 0 0,00%
Tenggara (NTB)
Nusa Tenggara Timur (NTT) | East Nusa
0 0,00% 1 0,48%
Tenggara (NTT)
Kalimantan Barat | West Kalimantan 0 0,00% 0 0,00%
Kalimantan Tengah | Central Kalimantan 0 0,00% 0 0,00%
Kalimantan Selatan | South Kalimantan 2 0,56% 0 0,00%
Kalimantan Timur | East Kalimantan 19 5,31% 16 7,62%
Kalimantan Utara | North Kalimantan 0 0,00% 0 0,00%
Sulawesi Utara | North Sulawesi 0 0,00% 0 0,00%
Sulawesi Tengah | Central Sulawesi 0 0,00% 0 0,00%
Sulawesi Selatan | South Sulawesi 0 0,00% 0 0,00%
Sulawesi Tenggara | Southeast Sulawesi 0 0,00% 0 0,00%
Gorontalo | Gorontalo 0 0,00% 0 0,00%
Sulawesi Barat | West Sulawesi 0 0,00% 0 0,00%
Maluku | Maluku
317
0 0,00% 0 0,00%
Maluku Utara | North Maluku 0 0,00% 0 0,00%
2025 Sustainability Report
Papua | Papua 0 0,00% 0 0,00%
Papua Barat | West Papua 0 0,00% 0 0,00%
Luar Negeri | Overseas 1 0,28% 0 0,00%
Total 358 100,00% 210 100,00%
Page 318
Lampiran
Attachment
Metrik Kinerja Keberlanjutan Tautan TPB dalam Standar GRI Indeks Konten GRI Indeks SEOJK No.16/SEOJK.04/2021
Sustainability Performance Metrics SDGs Linkage in the GRI Standards GRI Content Index SEOJK No.16/SEOJK.04/2021 Index
Mitra Bisnis yang Dikomunikasikan Mengenai Kebijakan dan Prosedur Anti-Korupsi Berdasarkan Jenis [GRI 205-2]
Business Partners Communicated on Anti-Corruption Policies and Procedures by Type
2025 2024 2023
Mitra Bisnis
Business Partner Jumlah Persentase Jumlah Persentase Jumlah Persentase
Total Percentage Total Percentage Total Percentage
Vendor Barang & Jasa
131 36,59% 99 47,14% 233 31,79%
Goods & Services Vendor
Vendor Jasa
95 26,54% 40 19,05% 250 34,11%
Services Vendor
Vendor Barang
127 35,47% 68 32,38% 245 33,42%
Goods Vendor
Agen Tunggal Pemegang
Merk
5 1,40% 3 1,43% 5 0,68%
Sole Authorized Brand
Agent
Jumlah | Total 358 100,00% 210 100,00% 733 100,00%
Pemasok | Supplier
KPI untuk Penyaringan Pemasok
KPIs for Supplier Screening
Penyaringan Pemasok
2025
Supplier Screening
Jumlah total pemasok Tier-1
544
Total number of Tier-1 suppliers
Jumlah total pemasok signifikan dalam Tier-1
163
Total number of significant suppliers in Tier-1
Persentase (%) dari total pengeluaran pada pemasok signifikan dalam Tier-1
30%
Percentafe (%) of total spend on significant suppliers in Tier-1
Jumlah total pemasok signifikan non Tier-1
342
Total number of significant suppliers in non-Tier-1
Jumlah total pemasok signifikan (Tier-1 dan non Tier-1)
505
Total number of significant suppliers (Tier-1 and non-Tier-1
318
Laporan Keberlanjutan 2025
Page 319
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Indeks SASB Indeks TCFD Independent Assurance Statement Lembar Umpan Balik
SASB Index TCFD Index Independent Assurance Statement Feedback Form
KPI untuk Penilaian dan/atau Pengembangan Pemasok [GRI 308-1, 414-1]
KPIs for Supplier Assessment and/or Development
Penilaian Pemasok
2025
Supplier Assessment
Jumlah total pemasok yang dinilai melalui penilaian dokumen /penilaian Jumlah pemasok
505
di lokasi Total suppliers
Total number of suppliers assessed via desk assessments/onsite % dari pemasok
assessments signifikan 100%
% of significant suppliers
Persentase (%) pemasok signifikan unik yang dinilai
100%
Percentage (%) of unique significant suppliers assessed
Jumlah pemasok yang dinilai memiliki dampak negatif aktual/potensial
yang signifikan
0
Number of suppliers assessed with substantial actual/potential negative
impacts
Persentase (%) pemasok dengan dampak negatif aktual/potensial yang
signifikan yang memiliki tindakan korektif/rencana perbaikan yang
disepakati 0
Percentage (%) of suppliers with substantial actual/potential negative
impacts with agreed corrective action/improvement plan
Jumlah pemasok dengan dampak negatif aktual/potensial yang
signifikan yang dihentikan kerja samanya
0
Number of suppliers with substantial actual/potential negative impacts
that were terminated
Dukungan Rencana Tindakan Korektif
2025
Corrective Action Plan Support
Jumlah total pemasok yang didukung dalam implementasi rencana Jumlah pemasok
505
tindakan korektif Total suppliers
Total number of suppliers supported in corrective action plan % dari pemasok
implementation signifikan 100%
% of significant suppliers
Persentase (%) pemasok yang dinilai memiliki dampak negatif aktual/
potensial yang signifikan dan didukung dalam implementasi rencana
tindakan korektif 0
Percentage (%) of suppliers assessed with substantial actual/potential
negative impacts supported in corrective action plan implementation
Program Peningkatan Kapasitas
2025
Capacity Building Programs
Jumlah total pemasok dalam program peningkatan kapasitas Jumlah pemasok
505
Total number of suppliers in capacity building programs Total suppliers
% dari pemasok
signifikan 100% 319
% of significant suppliers
Persentase (%) pemasok signifikan unik dalam program peningkatan
2025 Sustainability Report
kapasitas
100%
Percentage (%) of unique significant suppliers in capacity building
programs
Page 320
Lampiran
Attachment
Metrik Kinerja Keberlanjutan Tautan TPB dalam Standar GRI Indeks Konten GRI Indeks SEOJK No.16/SEOJK.04/2021
Sustainability Performance Metrics SDGs Linkage in the GRI Standards GRI Content Index SEOJK No.16/SEOJK.04/2021 Index
Pelaporan Pajak | Tax Reporting [GRI 207-4]
Tahun Satuan
2025 2024
Year Unit
Negara Pelaporan
Pajak
# Indonesia
Tax Reporting
Country
Kegiatan utama # Perdagangan
Primary activities Menyelenggarakan kegiatan distribusi dan perdagangan pada umumnya, termasuk ekspor,
impor, lokal dan interinsuler; bahan baku, bahan penolong/pembantu, peralatan produksi di
bidang perpupukan, petrokimia, agrokimia, agroindustri, dan industri kimia lainnya.
Jasa Pengelolaan (Management)
Perusahaan dan jasa pengelolaan kawasan industri.
Jasa Lainnya
Melaksanakan studi penelitian, pengembangan, desain rekayasa, pengantongan (bagging
station), manajemen konstruksi, pengoperasian pabrik, perbaikan, pemeliharaan, konsultasi
(kecuali konsultasi bidang hukum), dan jasa teknis lainnya terkait sektor industri pupuk,
petrokimia, industri kimia lainnya, digitalisasi pertanian serta jasa dalam bidang pertanian dan
perkebunan.
Trading
Conducting general distribution and trading activities, including export, import, domestic, and
inter-island trade of raw materials, auxiliary/supporting materials, and production equipment in
the fertilizer, petrochemical, agrochemical, agroindustry, and other chemical sectors.
Management Services
Provision of corporate services and industrial estate management services.
Other Services
Conducting research and development activities, engineering design, bagging operations,
construction management, plant operations, repair and maintenance, consulting services
(excluding legal advisory), and other technical services related to the fertilizer, petrochemical,
and other chemical industries, agricultural digitalization, as well as services in the agriculture
and plantation sectors.
Jumlah karyawan Orang
Number of People 7.882 7.712
employees
Pendapatan Juta
Revenue Rupiah
90.401.649 81.616.208
Million
Rupiah
Laba (Rugi) sebelum Juta
pajak Rupiah
7.918.022 8.886.038
Profit (Loss) before Million
tax Rupiah
Pajak penghasilan Juta
320 terutang (tahun Rupiah
berjalan) Million 917.904 618.793
Income tax accrued Rupiah
(current year)
Laporan Keberlanjutan 2025
Pajak penghasilan Juta
yang dibayarkan Rupiah
7.154.246 6.427.852
Income tax paid Million
Rupiah
Page 321
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Indeks SASB Indeks TCFD Independent Assurance Statement Lembar Umpan Balik
SASB Index TCFD Index Independent Assurance Statement Feedback Form
Sosial
Social
Komposisi Badan Tata Kelola dan Karyawan | Composition of Governance Bodies and Employees
Komposisi Badan Tata Kelola dan Karyawan Berdasarkan Pendidikan dan Level Jabatan [GRI 405-1]
Composition of Governance Body and Employees by Education and Job Level
Level 2025 2024
Jabatan Pendidikan Jumlah Jumlah
Job Level % %
Total Total
Grade I SMA/SMP | High School /
0 0,00% 19 0,68%
Junior High School
Diploma | Diploma 3 0,36% 1 0,09%
S1 | Bachelor’s Degree 69 2,43% 106 3,36%
S2 | Master’s Degree 115 15,15% 57 9,69%
S3 | Doctoral Degree 2 22,22% 2 28,57%
Grade II SMA/SMP | High School /
10 0,29% 72 2,58%
Junior High School
Diploma | Diploma 17 2,03% 32 2,73%
S1 | Bachelor’s Degree 319 11,23% 369 11,69%
S2 | Master’s Degree 244 32,15% 138 23,47%
S3 | Doctoral Degree 5 55,56% 1 14,29%
Grade III SMA/SMP | High School /
212 6,17% 234 8,39%
Junior High School
Diploma | Diploma 175 20,86% 190 16,21%
S1 | Bachelor’s Degree 973 34,25% 950 30,10%
S2 | Master’s Degree 280 36,89% 208 35,37%
S3 | Doctoral Degree 1 11,11% 2 28,57%
Grade IV SMA/SMP | High School /
961 27,98% 746 26,75%
Junior High School
Diploma | Diploma 383 45,65% 403 34,39%
S1 | Bachelor’s Degree 671 23,62% 742 23,51%
S2 | Master’s Degree 82 10,80% 128 21,77%
S3 | Doctoral Degree 1 11,11% 1 14,29%
Grade V SMA/SMP | High School /
1.585 46,16% 1.009 36,18%
Junior High School
Diploma | Diploma 173 20,62% 386 32,94%
S1 | Bachelor’s Degree 607 21,37% 775 24,56%
S2 | Master’s Degree 36 4,74% 52 8,84%
S3 | Doctoral Degree 0 0,00% 1 14,29%
321
2025 Sustainability Report
Page 322
Lampiran
Attachment
Metrik Kinerja Keberlanjutan Tautan TPB dalam Standar GRI Indeks Konten GRI Indeks SEOJK No.16/SEOJK.04/2021
Sustainability Performance Metrics SDGs Linkage in the GRI Standards GRI Content Index SEOJK No.16/SEOJK.04/2021 Index
Level 2025 2024
Jabatan Pendidikan Jumlah Jumlah
Job Level % %
Total Total
Grade VI SMA/SMP | High School /
541 15,75% 498 17,86%
Junior High School
Diploma | Diploma 41 4,89% 90 7,68%
S1 | Bachelor’s Degree 68 2,39% 193 6,12%
S2 | Master’s Degree 1 0,13% 2 0,34%
S3 | Doctoral Degree 0 0,00% 0 0,00%
Grade VII SMA/SMP | High School /
125 3,64% 211 7,57%
Junior High School
Diploma | Diploma 47 5,60% 70 5,97%
S1 | Bachelor’s Degree 134 4,72% 21 0,67%
S2 | Master’s Degree 1 0,13% 3 0,51%
S3 | Doctoral Degree 0 0,00% 0 0,00%
Jumlah SMA/SMP | High School /
3.434 43,57% 2.789 36,16%
Total Junior High School
Diploma | Diploma 839 10,64% 1.172 15,20%
S1 | Bachelor’s Degree 2.841 36,04% 3.156 40,92%
S2 | Master’s Degree 759 9,63% 588 7,62%
S3 | Doctoral Degree 9 0,11% 7 0,09%
Komposisi Badan Tata Kelola dan Karyawan Berdasarkan Jenis Kelamin dan Level Jabatan [GRI 2-7, 405-1] [OJK C.3.b]
Composition of Governance Body and Employees by Gender and Job Level
2025 2024 2023
Level Jabatan Satuan
Job Level Unit Pria Wanita Pria Wanita Pria Wanita
Male Female Male Female Male Female
Total 168 21 163 22 185 21
Grade I
% 2,37% 2,64% 2,35% 2,85% 2,62% 2,69%
Total 502 93 523 89 544 92
Grade II
% 7,08% 11,70% 7,54% 11,51% 7,71% 11,79%
Total 1.384 257 1.341 243 1.334 216
Grade III
% 19,53% 32,33% 19,33% 31,44% 18,92% 27,69%
Total 1.855 243 1.779 241 1.759 261
Grade IV
% 26,17% 30,57% 25,64% 31,18% 24,94% 33,46%
Total 2.228 173 2.093 130 1.938 139
Grade V
% 31,44% 21,76% 30,16% 16,82% 27,48% 17,82%
Total 645 6 738 45 1.049 47
Grade VI
322 % 9,10% 0,75% 10,64% 5,82% 14,88% 6,03%
Total 305 2 302 3 243 4
Grade VII
% 4,30% 0,25% 4,35% 0,39% 3,45% 0,51%
Laporan Keberlanjutan 2025
Jumlah Total 7.087 795 6.939 773 7.052 780
Total % 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Page 323
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Indeks SASB Indeks TCFD Independent Assurance Statement Lembar Umpan Balik
SASB Index TCFD Index Independent Assurance Statement Feedback Form
Komposisi Karyawan | Employee Composition
Karyawan Berdasarkan Jenis Kelamin [GRI 2-7] [GRI 405-1]
Employees by Gender
Deskripsi Satuan
2025 2024 2023
Description Unit
Wanita Orang
795 773 780
Female People
% 10,09% 10,02% 9,96%
Pria Orang
7.087 6.939 7.052
Male People
% 89,91% 89,98% 90,04%
Jumlah Orang
7.882 7.712 7.832
Total People
Karyawan Berdasarkan Status Ketenagakerjaan dan Jenis Kelamin [GRI 2-7] [GRI 405-1] [OJK C.3.b]
Employees by Employment Status and Gender
2025 2024 2023
Status Ketenagakerjaan Satuan
Employment Status Unit Pria Wanita Pria Wanita Pria Wanita
Male Female Male Female Male Female
Karyawan Tetap
(PKWTT) Orang
6.614 722 6.729 727 6.761 680
Permanent Employees People
(PKWTT)
Karyawan Kontrak
(PKWT) Orang
473 73 210 46 291 100
Contract Employees People
(PKWT)
Jumlah Orang 7.087 795 6.939 773 7.052 780
Total People 7.882 7.712 7.832
Karyawan Berdasarkan Wilayah Kerja dan Status Ketenagakerjaan [GRI 2-7] [GRI 405-1] [OJK C.3.b]
Employees by Region and Employment Status
2025 2024 2023
Status
Satuan Kantor Anak Kantor Anak Kantor Anak
Ketenagakerjaan
Unit Pusat Perusahaan Pusat Perusahaan Pusat Perusahaan
Employment Status
Head Office Subsidiaries Head Office Subsidiaries Head Office Subsidiaries
Karyawan Tetap
(PKWTT) Orang
341 6.995 338 7.118 339 7.102
Permanent Employees People
(PKWTT)
Karyawan Kontrak 323
(PKWT) Orang
47 499 23 233 25 366
Contract Employees People
2025 Sustainability Report
(PKWT)
Jumlah Orang 388 7.494 361 7.351 364 7.468
Total People 7.882 7.712 7.832
Page 324
Lampiran
Attachment
Metrik Kinerja Keberlanjutan Tautan TPB dalam Standar GRI Indeks Konten GRI Indeks SEOJK No.16/SEOJK.04/2021
Sustainability Performance Metrics SDGs Linkage in the GRI Standards GRI Content Index SEOJK No.16/SEOJK.04/2021 Index
Karyawan Berdasarkan Level Jabatan dan Usia [GRI 405-1] [OJK C,3,b]
Employees by Job Level and Age Group
Level Jabatan Kelompok Usia 2025 2024 2023
Job Level Age Group
Jumlah Persentase Jumlah Persentase Jumlah Persentase
Total Percentage Total Percentage Total Percentage
Grade I < 30 tahun |
- 0,00% - 0,00% - 0,00%
Years Old
30 - 50 tahun |
117 1,86% 101 1,88% 104 2,08%
Years Old
> 50 tahun |
72 19,67% 84 17,91% 102 17,71%
Years Old
Grade II < 30 tahun |
- 0,00% - 0,00% - 0,00%
Years Old
30 - 50 tahun |
477 7,59% 456 8,50% 442 8,85%
Years Old
> 50 tahun |
118 32,24% 156 33,26% 194 33,68%
Years Old
Grade III < 30 tahun |
- 0,00% 6 0,32% 15 0,66%
Years Old
30 - 50 tahun |
1.512 24,06% 1.419 26,46% 1.341 26,84%
Years Old
> 50 tahun |
129 35,25% 159 33,90% 194 33,68%
Years Old
Grade IV < 30 tahun |
30 2,43% 59 3,14% 157 6,95%
Years Old
30 - 50 tahun |
2.027 32,26% 1.899 35,41% 1.789 35,80%
Years Old
> 50 tahun |
41 11,20% 62 13,22% 74 12,85%
Years Old
Grade V < 30 tahun |
468 37,96% 799 42,50% 819 36,25%
Years Old
30 - 50 tahun |
1.928 30,69% 1.417 26,42% 1.246 24,93%
Years Old
> 50 tahun |
5 1,37% 7 1,49% 12 2,08%
Years Old
Grade VI < 30 tahun |
439 35,60% 719 38,24% 1.027 45,46%
Years Old
30 - 50 tahun |
211 3,36% 63 1,17% 69 1,38%
Years Old
> 50 tahun |
1 0,27% 1 0,21% - 0,00%
Years Old
Grade VII < 30 tahun |
296 24,01% 297 15,80% 241 10,67%
Years Old
30 - 50 tahun |
324 11 0,18% 8 0,15% 6 0,12%
Years Old
> 50 tahun |
- 0,00% - 0,00% - 0,00%
Years Old
Laporan Keberlanjutan 2025
Page 325
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Indeks SASB Indeks TCFD Independent Assurance Statement Lembar Umpan Balik
SASB Index TCFD Index Independent Assurance Statement Feedback Form
Level Jabatan Kelompok Usia 2025 2024 2023
Job Level Age Group
Jumlah Persentase Jumlah Persentase Jumlah Persentase
Total Percentage Total Percentage Total Percentage
Total < 30 tahun |
1.233 100,00% 1.88 100,00% 2.259 100,00%
Years Old
30 - 50 tahun |
6.283 100,00% 5.363 100,00% 4.997 100,00%
Years Old
> 50 tahun |
366 100,00% 469 100,00% 576 100,00%
Years Old
Karyawan Berdasarkan Kelompok Usia dan Jenis Kelamin [GRI 405-1]
Employees by Age Group and Gender
2025 2024 2023
Kelompok Usia Satuan
Age Group Unit Pria Wanita Pria Wanita Pria Wanita
Male Female Male Female Male Female
< 25 Tahun | Orang
263 20 240 18 271 25
Years Old People
25 - 30 Tahun | Orang
1.291 117 1.489 133 1.792 171
Years Old People
30 - 35 Tahun | Orang
1.950 275 1.978 271 2.008 256
Years Old People
35 - 40 Tahun | Orang
1.781 201 1.582 197 1.361 181
Years Old People
40 - 45 Tahun | Orang
970 109 861 85 785 76
Years Old People
45 - 50 Tahun | Orang
426 36 356 33 301 29
Years Old People
> 50 Tahun | Orang
406 37 433 36 534 42
Years Old People
Jumlah Orang 7.087 795 6.939 773 7.052 780
Total People 7.882 7.712 7.832
Karyawan Berdasarkan Level Jabatan [GRI 405-1]
Employees by Job Level
Level Jabatan Satuan
2025 2024 2023
Job Level Unit
Grade I Orang
189 185 206
People
Grade II Orang
595 612 636
People
Grade III Orang
1.641 1.584 1.550
People
325
Grade IV Orang
2.098 2.020 2.020
People
2025 Sustainability Report
Grade V-VII Orang
3.359 3.311 3.420
People
Orang
Jumlah | Total 7.882 7.712 7.832
People
Page 326
Lampiran
Attachment
Metrik Kinerja Keberlanjutan Tautan TPB dalam Standar GRI Indeks Konten GRI Indeks SEOJK No.16/SEOJK.04/2021
Sustainability Performance Metrics SDGs Linkage in the GRI Standards GRI Content Index SEOJK No.16/SEOJK.04/2021 Index
Komposisi Karyawan Perempuan
Composition of Female Employees
Indikator Satuan
2025
Indicator Unit
Persentase karyawan perempuan dari total karyawan
% 10,09
Share of women in total workforce
Persentase karyawan perempuan pada posisi manajemen
% 15,30
Share of women in all management positions
Persentase karyawan perempuan di posisi junior manajemen
% 15,66
Share of women in junior management positions
Persentase karyawan perempuan di posisi top manajemen
% 11,11
Share of women in top management positions
Persentase karyawan perempuan di posisi revenue-generating
% 8,22
Share of women in management positions in revenue-generating functions
Persentase karyawan perempuan di posisi STEM
% 24,26
Share of women in STEM-related positions
Pekerja Lainnya bukan Karyawan [GRI 2-8]
Other Non-Employee Workers
2025 2024 2023
Jenis Tenaga Kerja Satuan Kantor Anak Kantor Anak Kantor Anak
Workforce Type Unit Pusat Perusahaan Pusat Perusahaan Pusat Perusahaan
Head Office Subsidiaries Head Office Subsidiaries Head Office Subsidiaries
Tenaga kerja alih daya Orang
1.363 6.332 2.716 11.646 1.334 6.819
Outsourced workers People
Jumlah Orang
7.695 14.362 8.153
Total People
326
Laporan Keberlanjutan 2025
Page 327
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Indeks SASB Indeks TCFD Independent Assurance Statement Lembar Umpan Balik
SASB Index TCFD Index Independent Assurance Statement Feedback Form
Perekrutan Karyawan | Employee Recruitment
Karyawan Baru Berdasarkan Jenis Kelamin [GRI 401-1]
New Employees by Gender
2025 2024* 2023*
Jenis Kelamin
Gender Jumlah Persentase Jumlah Persentase Jumlah Persentase
Total Percentage Total Percentage Total Percentage
Pria | Male 283 88,44% 140 87,50% 22 70,97%
Wanita | Female 37 11,56% 20 12,50% 9 29,03%
Jumlah | Total 320 100,00% 160 100,00% 31 100,00%
Catatan | Notes:
* Terdapat penyajian kembali data pada tahun 2023 dan 2024 sehubungan dengan perubahan ruang lingkup pelaporan yang kini mencakup seluruh PI Group.
* There are data restatements in 2023 and 2024 due to the change in reporting scope which now covers the entire PI Group.
Karyawan Baru Berdasarkan Jenis Kelamin dan Status Ketenagakerjaan [GRI 401-1]
New Employees by Gender and Employment Status
Status 2025 2024 2023
Satuan
Ketenagakerjaan Pria Wanita Pria Wanita Pria Wanita
Unit
Employment Status Male Female Male Female Male Female
Karyawan Tetap Total 3 1 1 0 3 0
(PKWTT)
Permanent Employees % 1,06% 2,70% 0,71% 0,00% 13,64% 0,00%
(PKWTT)
Karyawan Kontrak Total 280 36 139 20 19 9
(PKWT)
Contract Employees % 98,94% 97,30% 99,29% 100,00% 86,36% 100,00%
(PKWT)
Jumlah Total 283 37 140 20 22 9
Total
% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Karyawan Baru Berdasarkan Kelompok Usia [GRI 401-1]
New Employees by Age Group
2025 2024* 2023*
Kelompok Usia
Age Group Jumlah Persentase Jumlah Persentase Jumlah Persentase
Total Percentage Total Percentage Total Percentage
< 30 Tahun | Years Old 268 83,75% 151 94,38% 27 87,10%
30 - 50 Tahun | Years Old 49 15,31% 5 3,13% 3 9,68%
> 50 Tahun | Years Old 3 0,94% 4 2,50% 1 3,23%
Total 320 100,00% 160 100,00% 31 100,00%
Catatan | Notes:
* Terdapat penyajian kembali data pada tahun 2023 dan 2024 sehubungan dengan perubahan ruang lingkup pelaporan yang kini mencakup seluruh PI Group.
* There are data restatements in 2023 and 2024 due to the change in reporting scope which now covers the entire PI Group.
327
2025 Sustainability Report
Page 328
Lampiran
Attachment
Metrik Kinerja Keberlanjutan Tautan TPB dalam Standar GRI Indeks Konten GRI Indeks SEOJK No.16/SEOJK.04/2021
Sustainability Performance Metrics SDGs Linkage in the GRI Standards GRI Content Index SEOJK No.16/SEOJK.04/2021 Index
Karyawan Baru Berdasarkan Wilayah (Eksternal) [GRI 401-1]
New Employee by Region (External)
2025 2024* 2023*
Wilayah Kerja
Region Jumlah Persentase Jumlah Persentase Jumlah Persentase
Total Percentage Total Percentage Total Percentage
Kantor Pusat
38 11,88% 9 5,63% 7 22,58%
Head Office
Anak Perusahaan
282 88,13% 151 94,38% 24 77,42%
Subsidiaries
Jumlah
320 100,00% 160 100,00% 31 100,00%
Total
Catatan | Notes:
* Terdapat penyajian kembali data pada tahun 2023 dan 2024 sehubungan dengan perubahan ruang lingkup pelaporan yang kini mencakup seluruh PI Group.
* There are data restatements in 2023 and 2024 due to the change in reporting scope which now covers the entire PI Group.
Karyawan Baru yang Diisi oleh Kadidat Internal
New Employee Positions Filled by Internal Candidates
Dekripsi Satuan
2025 2024 2023
Description Unit
Total karyawan baru Orang
1.002 1.257 1.185
Total new employees People
Persentase posisi yang diisi oleh kadidat internal
% 75,79% 88,71% 97,45%
Percentage of positions filled by internal candidates
Biaya Perekrutan Internal dan Eksternal
Internal and External Recruitment Costs
Dekripsi Satuan
2025 2024 2023
Description Unit
Rata-rata biaya untuk perekrutan (internal dan eksternal)
Rp 8.000.000 7.900.000 7.500.000
Average cost for recruitment (internal and external)
Turnover Karyawan | Employee Turnover
Perputaran Karyawan Berdasarkan Jenis Kelamin [GRI 401-1]
Employee Trunover by Gender
2025 2024 2023
Jenis Kelamin
Gender Jumlah Persentase Jumlah Persentase Jumlah Persentase
Total Percentage Total Percentage Total Percentage
Pria | Male 133 88,67% 196 91,16% 207 95,39%
Wanita | Female 17 11,33% 19 8,84% 10 4,61%
328 Total 150 100,00% 215 100,00% 217 100,00%
Laporan Keberlanjutan 2025
Page 329
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Indeks SASB Indeks TCFD Independent Assurance Statement Lembar Umpan Balik
SASB Index TCFD Index Independent Assurance Statement Feedback Form
Perputaran Karyawan Berdasarkan Kelompok Usia [GRI 401-1]
Employee Turnover by Age Group
2025 2024 2023
Kelompok Usia
Age Group Jumlah Persentase Jumlah Persentase Jumlah Persentase
Total Percentage Total Percentage Total Percentage
< 30 Tahun | Years Old 5 3,33% 10 4,65% 3 1,38%
30 - 50 Tahun | Years Old 47 31,33% 50 23,26% 46 21,20%
> 50 Tahun | Years Old 98 65,33% 155 72,09% 168 77,42%
Total 150 100,00% 215 100,00% 217 100,00%
Perputaran Karyawan Berdasarkan Wilayah [GRI 401-1]
Employee Turnover by Region
Wilayah Kerja 2025 2024 2023
Region
Jumlah Persentase Jumlah Persentase Jumlah Persentase
Total Percentage Total Percentage Total Percentage
Kantor Pusat
10 6,67% 12 5,58% 14 6,45%
Head Office
Anak Perusahaan
140 93,33% 203 94,42% 203 93,55%
Subsidiaries
Jumlah
150 100,00% 215 100,00% 217 100,00%
Total
Alasan Perputaran Karyawan
Employee Turnover Reasons
Dekripsi Satuan
2025 2024 2023
Description Unit
Pensiun/berakhir kontrak Orang
104 164 182
Retirement/end of contract People
Meninggal dunia Orang
10 9 5
Death People
Pelanggaran peraturan perusahaan Orang
1 0 1
Violation of company policy People
Mengundurkan diri Orang
35 42 29
Resignation People
Jumlah Orang
150 215 217
Total People
329
2025 Sustainability Report
Page 330
Lampiran
Attachment
Metrik Kinerja Keberlanjutan Tautan TPB dalam Standar GRI Indeks Konten GRI Indeks SEOJK No.16/SEOJK.04/2021
Sustainability Performance Metrics SDGs Linkage in the GRI Standards GRI Content Index SEOJK No.16/SEOJK.04/2021 Index
Pelatihan dan Pengembangan Karyawan | Employee Training and Development
Jumlah Karyawan Penerima Tugas Belajar [OJK F.22]
Number of Employees Assigned to Study Programs
Dekripsi Satuan
2025 2024 2023
Description Unit
Dalam Negeri Orang
42 59 15
Domestic People
Luar Negeri Orang
2 2 2
Overseas People
Jumlah Orang
44 61 17
Total People
Jumlah Karyawan yang Mengikuti Pelatihan Berdasarkan Jenis Kelamin dan Status Kepegawaian [OJK F.22]
Number of Employees Participating in Training by Gender and Employment Status
2025 2024 2023
Dekripsi PTPI Anak Perusahaan PTPI Anak Perusahaan PTPI Anak Perusahaan
Description Subsidiaries Subsidiaries Subsidiaries
Pria Wanita Pria Wanita Pria Wanita Pria Wanita Pria Wanita Pria Wanita
Male Female Male Female Male Female Male Female Male Female Male Female
Karyawan
Tetap (PKWTT)
Permanent 634 168 6.074 798 494 133 6.324 767 546 124 5.740 768
Employees
(PKWTT)
Karyawan
Kontrak (PKWT)
Contract 24 33 335 57 13 15 387 87 67 23 452 74
Employees
(PKWT)
Komisaris
22 5 33 10 13 3 39 6 10 2 25 7
Commissioners
Direksi
6 2 36 3 6 2 40 2 8 1 19 6
Directors
Tenaga Kerja
Alih Daya
812 258 2.546 717 670 238 2.526 542 586 173 2.846 622
Outsourced
Workers
Total 1.498 466 9.024 1.585 1.196 391 9.316 1.404 1.217 323 9.082 1.477
330
Laporan Keberlanjutan 2025
Page 331
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Indeks SASB Indeks TCFD Independent Assurance Statement Lembar Umpan Balik
SASB Index TCFD Index Independent Assurance Statement Feedback Form
Jumlah Hari Pelatihan
Number of Training Days
2025 2024 2023
Jenis Tenaga
Satuan Anak Anak Anak
Kerja
Unit PTPI Perusahaan PTPI Perusahaan PTPI Perusahaan
Type of Workforce
Subsidiaries Subsidiaries Subsidiaries
Karyawan Tetap
(PKWTT)
Hari
Permanent 11.339 87.344 7.229 88.010 8.712 78.519
Days
Employees
(PKWTT)
Karyawan Kontrak
(PKWT) Hari
1.362 4.897 395 4.695 749 5.810
Contract Days
Employees (PKWT)
Komisaris Hari
133 246 37 206 31 235
Commissioners Days
Direksi Hari
124 304 47 228 30 285
Directors Days
Tenaga kerja alih
daya Hari
11.151 15.366 4.461 20.644 3.016 23.967
Outsourced Days
Workers
Hari
Total 24.109 108.157 12.169 113.782 12.538 108.816
Days
Rata-Rata Jam Pelatihan per Tahun Berdasarkan Jenis Kelamin [GRI 404-1] [OJK F.22]
Average Training Hours per Year by Gender
2025 2024 2023
Dekripsi Satuan Anak Perusahaan Anak Perusahaan Anak Perusahaan
PTPI PTPI PTPI
Description Unit Subsidiaries Subsidiaries Subsidiaries
Pria Wanita Pria Wanita Pria Wanita Pria Wanita Pria Wanita Pria Wanita
Male Female Male Female Male Female Male Female Male Female Male Female
Karyawan
Tetap (PKWTT)
Jam
Permanent 71 102 185 124 72 82 178 118 91 127 91 161
Hours
Employees
(PKWTT)
Karyawan
Kontrak (PKWT)
Jam
Contract 161 139 117 64 99 78 75 60 60 71 60 73
Hours
Employees
(PKWT)
Komisaris Jam
42 19 32 20 19 16 26 13 18 20 18 44
Commissioners Hours
Direksi Jam
63 294 41 3 57 13 52 21 22 38 22 88
Directors Hours
Tenaga Kerja
Alih Daya Jam
40 79 53 46 27 40 63 66 24 43 24 60
331
Outsourced Hours
Workers
2025 Sustainability Report
Page 332
Lampiran
Attachment
Metrik Kinerja Keberlanjutan Tautan TPB dalam Standar GRI Indeks Konten GRI Indeks SEOJK No.16/SEOJK.04/2021
Sustainability Performance Metrics SDGs Linkage in the GRI Standards GRI Content Index SEOJK No.16/SEOJK.04/2021 Index
Rata-Rata Jam Pelatihan per Tahun Berdasarkan Level Jabatan [GRI 404-1] [OJK F.22]
Average Training Hours per Year by Job Level
2025 2024 2023
Level Jabatan Satuan Anak Anak Anak
Job Level Unit PTPI Perusahaan PTPI Perusahaan PTPI Perusahaan
Subsidiaries Subsidiaries Subsidiaries
Non-Manajerial Jam
60 86 39 70 51 79
Non-Managerial Hours
Manajerial Jam
36 88 39 75 94 91
Managerial Hours
Jumlah Peserta Pelatihan Pra-Pensiun [GRI 404-2]
Number of Pre-Retirement Traning Participants
Dekripsi Satuan
2025 2024 2023
Description Unit
Kantor Pusat Orang
1 0 15
Head Office People
Anak Perusahaan Orang
41 53 117
Subsidiaries People
Jumlah Peserta Orang
42 53 132
Total Participants People
332
Laporan Keberlanjutan 2025
Page 333
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Indeks SASB Indeks TCFD Independent Assurance Statement Lembar Umpan Balik
SASB Index TCFD Index Independent Assurance Statement Feedback Form
Indikator Kesetaraan Kompensasi | Compensation Equality Indicator
Kesetaraan Kompensasi berdasarkan Level Jabatan (Rp)
Compensation Equality by Job Level (Rp)
Level Jabatan Rata-rata Gaji Karyawan Wanita Rata-rata Gaji Karyawan Pria
Job Level Average Salary of Female Employees Average Salary of Male Employees
Grade I Gaji pokok
302.079.754 221.147.158
Basic salary
Gaji pokok dan insentif
344.340.164 329.753.943
Basic salary and incentives
Grade II Gaji pokok
202.878.202 155.389.677
Basic salary
Gaji pokok dan insentif
262.202.058 228.543.005
Basic salary and incentives
Grade III Gaji pokok
123.619.498 89.175.452
Basic salary
Gaji pokok dan insentif
180.628.600 154.792.129
Basic salary and incentives
Grade IV Gaji pokok
74.126.798 64.017.829
Basic salary
Gaji pokok dan insentif
134.517.106 124.757.893
Basic salary and incentives
Grade V Gaji pokok
67.808.979 44.342.169
Basic salary
Gaji pokok dan insentif
108.545.762 85.965.452
Basic salary and incentives
Grade VI Gaji pokok
29.369.954 34.630.159
Basic salary
Gaji pokok dan insentif
41.623.968 64.858.973
Basic salary and incentives
Grade VII Gaji pokok
- 23.924.015
Basic salary
Gaji pokok dan insentif
- 40.058.348
Basic salary and incentives
Perbedaan Gaji Karyawan Pria dan Wanita
Pay Gap Between Male and Female Employees
Indikator Satuan
2025
Indicator Unit
Rata-rata perbedaan gaji antar gender
% 31
Mean gender pay gap
Median perbedaan gaji antar gender
% 22
Median gender pay gap
333
Rata-rata perbedaan bonus antar gender
% 19,5
Mean gender bonus gap
2025 Sustainability Report
Median perbedaan bonus antar gender
% 11
Median gender bonus gap
Page 334
Lampiran
Attachment
Metrik Kinerja Keberlanjutan Tautan TPB dalam Standar GRI Indeks Konten GRI Indeks SEOJK No.16/SEOJK.04/2021
Sustainability Performance Metrics SDGs Linkage in the GRI Standards GRI Content Index SEOJK No.16/SEOJK.04/2021 Index
Cuti Melahirkan | Parental Leave
Cuti Melahirkan [GRI 401-3]
Parental Leave
Status 2025 2024 2023
Satuan
Ketenagakerjaan Pria Wanita Pria Wanita Pria Wanita
Unit
Employment Status Male Female Male Female Male Female
Total karyawan yang
berhak mendapat cuti
melahirkan Orang
7.087 795 6.939* 773* 7.052* 780*
Total employees People
entitled to parental
leave
Total karyawan yang
mengambil cuti
Orang
melahirkan 457 47 416 114 1.039 81
People
Total employees taking
parental leave
Total karyawan yang
kembali bekerja pada
periode pelaporan
setelah cuti melahirkan
berakhir Orang
457 47 416 114 1.039 81
Total employees People
returning to work during
the reporting period
after parental leave
ends
Total karyawan yang
kembali bekerja setelah
cuti melahirkan berakhir
dan masih bekerja
setelah 12 bulan Orang
457 47 416 114 1.039 81
Total employees People
returning to work after
parental leave ends and
remained employed
after 12 months
Tingkat karyawan
yang mengambil
cuti melahirkan yang
kembali bekerja dan
Orang
dapat dipertahankan 100% 100% 100% 100% 100% 100%
People
Retention rate of
employees taking
parental leave and
returning to work
334
Catatan | Notes:
*Penyajian kembali pada data tahun 2023 dan 2024 bahwa seluruh karyawan yang berhak mendapatkan cuti melahirkan sesuai dengan peraturan ketenagakerjaan.
Laporan Keberlanjutan 2025
*There are restatements in the 2023 and 2024 data indicating that all employees were entitled to maternity leave in accordance with labor regulations.
Page 335
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Indeks SASB Indeks TCFD Independent Assurance Statement Lembar Umpan Balik
SASB Index TCFD Index Independent Assurance Statement Feedback Form
Keselamatan dan Kesehatan Kerja | Occupational Health and Safety
Frekuensi Rapat P2K3 [GRI 403-4]
P2K3 Meeting Frequency
Dekripsi
2025 2024 2023
Description
Total Rapat P2K3
61 67 70
Total P2K3 Meeting
Jumlah Karyawan yang Mengikuti Pelatihan K3 [GRI 403-5]
Number of Employees Attending OHS Training
Dekripsi Satuan
2025 2024 2023
Description Unit
Pelatihan K3 Orang
10.329 6.457 10.294
OHS Training People
Rekapitulasi Kecelakaan Kerja PTPI [GRI 403-9]
Recapitulation of Workplace Accident at PTPI
Indeks Kecelakaan Kerja Satuan
2025 2024 2023
Workplace Accident Index Unit
Kasus
Fatality 1 1 0
Cases
Kasus
Lost Time Injury (LTI) 0 0 0
Cases
Kasus
Lost Work Day Case (LWDC) 0 0 0
Cases
Kasus
Medical Treatment Injury (MTI) 11 3 12
Cases
Kasus
Restricted Work Day Case (RWDC) 0 0 0
Cases
Kasus
Near Miss 24 11 42
Cases
Angka Kecelakaan Kerja [GRI 403-9] [RT-CH-320a.1, RT-CH-540a.2]
Number of Workplace Accident
2025
Dekripsi Satuan
Description Unit Karyawan Kontraktor
Employee Contractor
Fatal Accident Rate (FAR) (Angka Fatalitas x 100.000.000)/Total Jam Kerja 1,97 0
(Number of Fatalities X 100.000.000)/Total
Working Hours
335
Total Recordable Injury Rate (TRIR) (Angka Kecelakaan Kerja yang Tercatat x 0,26 0
1.000.000) /Total Jam Kerja
(Number of Recordable Work-Related Injury X
2025 Sustainability Report
1.000.000)/Total Working Hours
Jumlah Jam Kerja Jam 23.955.541 26.925.631
Total Working Hours Hours
50.881.172
Catatan | Notes:
1. Perhitungan angka kecelakaan kerja menggunakan FAR dan TRIR sejak tahun pelaporan 2025.
1. Since 2025 the Company has used FAR and TRIR to calculate work-related accident rates.
Page 336
Lampiran
Attachment
Metrik Kinerja Keberlanjutan Tautan TPB dalam Standar GRI Indeks Konten GRI Indeks SEOJK No.16/SEOJK.04/2021
Sustainability Performance Metrics SDGs Linkage in the GRI Standards GRI Content Index SEOJK No.16/SEOJK.04/2021 Index
Dekripsi Satuan 2024 2023
Description Unit
Karyawan Kontraktor Karyawan Kontraktor
Employee Contractor Employee Contractor
Jumlah dan tingkat fatalitas sebagai akibat
Kasus
kecelakaan kerja 1 0 0 0
Cases
Number and rate of work-related fatalities
Jumlah dan tingkat kecelakaan kerja yang dapat
dicatat Kasus
1 7 10 7
Number and rate of high-consequence work- Cases
related injuries
Jumlah Jam Kerja Jam 17.107.066 30.996.691
Total Working Hours Hours 39.567.531
48.103.757
Lost Time Injury Frequency Rate (LTIFR) [GRI 403-9]
Dekripsi Satuan
2025 2024 2023
Description Unit
LTIFR Kontraktor (Jumlah Kasus LTI x
LTIFR Contractors 1.000.000)/Total Jam
Kerja
0,00 0,03 0,00
(Number of LTI Cases
x 1,000,000)/Total
Working Hours
Persentase kontraktor yang dilingkupi
% 100 100 100
Percentage of contractors covered
LTIFR Karyawan (Jumlah Kasus LTI x
LTIFR Employees 1.000.000)/Total Jam
Kerja
0,04 0,05 0,00
(Number of LTI Cases
x 1,000,000)/Total
Working Hours
Persentase karyawan yang dilingkupi
% 100 100 100
Percentage of employees covered
Process Safety Events - Tier 1
Dekripsi Satuan
2025 2024 2023
Description Unit
Jumlah process safety events tingkat 1 Jumlah/1 juta jam kerja
Number of process safety events tier 1 Total / 1 million working 0 0 0
hours
Persentase cakupan data
% 100 100 100
Percentage of data coverage
336 Total Jam Kerja Aman [GRI 403-10]
Total Safe Working Hours
Dekripsi Satuan
Laporan Keberlanjutan 2025
2025 2024 2023
Description Unit
Jam Kerja Aman Jam
48.229.488 48.103.759 52.014.005
Safe Working Hours Hours
Page 337
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Indeks SASB Indeks TCFD Independent Assurance Statement Lembar Umpan Balik
SASB Index TCFD Index Independent Assurance Statement Feedback Form
Penyakit Akibat Kerja [GRI 403-10]
Occupational Diseases
2025 2024 2023
Dekripsi
Description Karyawan Kontraktor Karyawan Kontraktor Karyawan Kontraktor
Employee Contactors Employee Contactors Employee Contactors
Jumlah dan tingkat fatalitas
sebagai akibat penyakit akibat
kerja 0 0 0 0 0 0
Number and rate of fatalities due
to occupational diseases
Jumlah dan tingkat penyakit
akibat kerja yang dapat dicatat
0 0 0 0 0 0
Number and rate of recorded
occupational diseases
Jenis-jenis penyakit akibat kerja
yang utama
0 0 0 0 0 0
Main types of occupational
diseases
Kepuasan Pelanggan dan Pemasok | Customer and Supplier Satisfaction
Survei Kepuasan Pelanggan [OJK F.30]
Customer Satisfaction Survey
2025 2024 2023
Dekripsi
Description Amonia Amonia Amonia
Urea NPK Urea NPK Urea NPK
Ammonia Ammonia Ammonia
Indeks Kepuasan
Pelanggan
Customer 95,01 95,44 93,24 92,00 92,40 90,10 96,03 96,49 99,49
Satisfaction
Index
Indeks
Ketidakpuasan
Pelanggan
2,68 4,38 1,95 1,40 2,10 0,00 0,95 0,07 0,07
Customer
Dissatisfaction
Index
Total Indeks
Kepuasan
Pelanggan
93,05 90,96 95,68
Total Customer
Satisfaction
Index
337
2025 Sustainability Report
Page 338
Lampiran
Attachment
Metrik Kinerja Keberlanjutan Tautan TPB dalam Standar GRI Indeks Konten GRI Indeks SEOJK No.16/SEOJK.04/2021
Sustainability Performance Metrics SDGs Linkage in the GRI Standards GRI Content Index SEOJK No.16/SEOJK.04/2021 Index
Survei Kepuasan Pemasok
Supplier Satisfaction Survey
Dekripsi
2025 2024 2023
Description
Indeks Kepuasan Pemasok
4,20 4,15 4,25
Supplier Satisfaction Index
Indeks Ketidakpuasan Pemasok
1,99 2,12 1,96
Supplier Dissatisfaction Index
Indeks Keterikatan Pemasok
4,05 3,97 4,08
Supplier Engagement Index
Penjualan Pupuk [OJK F.2]
Fertilizer Sales
Dekripsi Satuan
2025 2024 2023
Description Unit
Pupuk Bersubsidi (Urea, NPK, Organik, dan ZA)
ton 8.110.571 7.327.950 6.186.785
Subsidized Fertilizer (Urea, NPK, Organic, and ZA)
Pupuk Komersial Domestik
ton 2.849.546 3.144.760 2.493.234
Domestic Commercial Fertilizer
Pupuk Komersial Ekspor
ton 1.834.259 1.527.104 1.685.231
Export Commercial Fertilizer
Jumlah Mitra Binaan dan Piutang Pendanaan Swakelola PTPI Per Sektor
Number of Fostered Partners and Distribution of PTPI Self-Managed Financing per Sector
2025 2024 2023
Jumlah Nilai Jumlah Nilai Jumlah Nilai
Sektor Mitra Pinjaman Mitra Pinjaman Mitra Pinjaman
Sector Binaan (Rp Juta) Binaan (Rp Juta)* Binaan (Rp Juta)
Number of Loan Value Number of Loan Number of Loan Value
Fostered (Rp Millions) Fostered Value (Rp Fostered (Rp Millions)
Partners Partners Millions)* Partners
Industri | Industry 120 2.861 163 3.535 270 6.518
Perdagangan | Trade 346 7.548 430 11.835 747 19.769
Pertanian | Agriculture 220 13.109 258 16.030 391 20.451
Perkebunan | Plantation 131 3.498 204 3.975 278 3.403
Perikanan | Fisheries 93 3.647 102 4.775 188 5.736
Peternakan | Livestock 126 13.151 132 12.559 143 24.915
Jasa | Services 148 5.126 200 6.676 260 9.698
Lainnya | Others 1 33 0 0 0 0
Jumlah | Total 1.185 48.973 1.489 59.385 2.277 90.490**
338
Catatan | Notes:
* Penyajian kembali nilai pinjaman pada tahun 2024 menyesuaikan metode perhitungan.
** Penyajian kembali jumlah nilai pinjaman pada tahun 2023 menyesuaikan metode perhitungan.
Laporan Keberlanjutan 2025
* Restatement of loan amounts in 2024 to adjust the calculation method
** Restatement of total loan amounts in 2023 to adjust the calculation method
Page 339
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Indeks SASB Indeks TCFD Independent Assurance Statement Lembar Umpan Balik
SASB Index TCFD Index Independent Assurance Statement Feedback Form
Kinerja Program Agrosolution
Agrosolution Program Performance
2025 2024 2023
Komoditas Luas Lahan Jumlah Luas Lahan Jumlah Luas Lahan Jumlah
Commodity Land Area Petani Land Area Petani Land Area Petani
(Ha) Number of (Ha) Number of (Ha) Number of
Farmers Farmers Farmers
Padi | Rice 220.183 188.577 124.845 80.383 90.944 38.989
Jagung | Corn 26.083 25.201 27.672 12.427 19.695 7.756
Tebu | Sugarcane 79.619 12.238 62.408 9.750 61.575 8.434
Sawit | Palm Oil 195.675 43.002 188.965 40.416 163.356 37.824
Kopi | Coffee 13.306 7.217 13.065 7.164 1.382 530
Horti & Lainnya | Horticulture &
18.191 14.713 34.582 20.829 21.902 14.109
Others
Jumlah | Total 553.057 290.948 451.537 170.969 358.854 107.642
Penyaluran Dana TJSL [OJK F.25]
Dsitribution of CSR Funds
Pilar Satuan
2025 2024 2023
Pillar Unit
Pilar Sosial Rp Juta
136.640 140.883 99.424
Social Pillar Rp Million
Pilar Ekonomi Rp Juta
54.283 87.124 119.969
Economic Pillar Rp Million
Pilar Lingkungan Rp Juta
64.985 78.692 54.289
Environmental Pillar Rp Million
Pilar Hukum dan Tata Kelola Rp Juta
3.181 10.562 2.547
Legal and Governance Pillar Rp Million
Rp Juta
Jumlah | Total 259.089 317.261 276.229
Rp Million
339
2025 Sustainability Report
Page 340
Lampiran
Attachment
Metrik Kinerja Keberlanjutan Tautan TPB dalam Standar GRI Indeks Konten GRI Indeks SEOJK No.16/SEOJK.04/2021
Sustainability Performance Metrics SDGs Linkage in the GRI Standards GRI Content Index SEOJK No.16/SEOJK.04/2021 Index
Tautan TPB dalam Standar GRI
SDGs Linkage in the GRI Standards
Pengungkapan Klasifikasi
Uraian GRI Sumber ESG Halaman
Target
Description Disclosure of Source ESG Page
GRI Classification
Tanpa Kemiskinan 1.1 Pada tahun 2030, memberantas 202-1 GRI 202: Keberadaan Sosial 183
No Poverty kemiskinan ekstrem untuk semua Pasar 2016 Social
orang di mana pun, yang saat ini Market Presence
diukur sebagai orang yang hidup 2016
dengan kurang dari $1,25 per hari.
203-1 GRI 203: Dampak 221
1.1 By 2030, eradicate extreme poverty
Ekonomi Tidak
for all people everywhere, currently 203-2 138,
Langsung 2016
measured as people living on less 218-228,
GRI 203: Indirect
than $1.25 a day. 229-239,
Economic Impacts
246-247
2016
413-1 GRI 413: 215-216
Masyarakat Lokal
2016
GRI 413: Local
Communities 2016
1.2 Pada tahun 2030, mengurangi 202-1 GRI 202: Keberadaan Sosial 183
setidaknya setengah proporsi laki-laki, Pasar 2016 Social
perempuan dan anak-anak dari segala Market Presence
usia yang hidup dalam kemiskinan 2016
dalam segala dimensinya menurut
203-1 GRI 203: Dampak 221
definisi nasional.
Ekonomi Tidak
1.2 By 2030, reduce at least by half 203-2 138,
Langsung 2016
the proportion of men, women and 218-228,
GRI 203: Indirect
children of all ages living in poverty in 229-239,
Economic Impacts
all its dimensions according to national 246-247
2016
definitions.
413-1 GRI 413: 215-216
Masyarakat Lokal
2016
GRI 413: Local
Communities 2016
1.3 Menerapkan sistem dan langkah- 202-1 GRI 202: Keberadaan Sosial 183
langkah pelindungan sosial yang Pasar 2016 Social
tepat secara nasional untuk semua, Market Presence
termasuk golongan terbawah, dan 2016
pada tahun 2030 mencapai cakupan
203-1 GRI 203: Dampak 221
yang substansial bagi masyarakat
Ekonomi Tidak
miskin dan rentan. 203-2 138,
Langsung 2016
1.3 Implement nationally appropriate 218-228,
GRI 203: Indirect
social protection systems and 229-239,
Economic Impacts
measures for all, including the poorest 246-247
2016
and most vulnerable, and by 2030
achieve substantial coverage of the 401-2 GRI 401: 183-185
poor and the vulnerable. Kepegawaian
2016
GRI 401:
340 Employment 2016
Laporan Keberlanjutan 2025
Page 341
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Indeks SASB Indeks TCFD Independent Assurance Statement Lembar Umpan Balik
SASB Index TCFD Index Independent Assurance Statement Feedback Form
Pengungkapan Klasifikasi
Uraian GRI Sumber ESG Halaman
Target
Description Disclosure of Source ESG Page
GRI Classification
406-1 GRI 406: Non Sosial 176
Diskriminasi 2016 Social
GRI 406: Non
Discrimination
2016
413-1 GRI 413: 215-216
Masyarakat Lokal
2016
GRI 413: Local
Communities 2016
1.4 Pada tahun 2030, memastikan 202-1 GRI 202: Keberadaan Sosial 183
bahwa semua laki-laki dan Pasar 2016 Social
perempuan, khususnya yang miskin Market Presence
dan rentan, memiliki hak yang sama 2016
atas sumber daya ekonomi, serta
203-1 GRI 203: Dampak 221
akses ke layanan dasar, kepemilikan
Ekonomi Tidak
dan kendali atas tanah dan bentuk 203-2 138,
Langsung 2016
kepemilikan lainnya, warisan, sumber 218-228,
GRI 203: Indirect
daya alam, teknologi baru yang tepat 229-239,
Economic Impacts
dan layanan keuangan, termasuk 246-247
2016
keuangan mikro.
1.4 By 2030, ensure that all men 401-2 GRI 401: 183-185
and women, in particular the poor Kepegawaian
and the vulnerable, have equal 2016
rights to economic resources, as GRI 401:
well as access to basic services, Employment 2016
ownership and control over land and 406-1 GRI 406: Non 176
other forms of property, inheritance, Diskriminasi 2016
natural resources, appropriate new GRI 406: Non
technology and financial services, Discrimination
including microfinance. 2016
413-1 GRI 413: 215-216
Masyarakat Lokal
2016
GRI 413: Local
Communities 2016
Tanpa Kemiskinan 2.3 Pada tahun 2030, 201-1 GRI 201: Kinerja Sosial 131, 303
Zero Hunger melipatgandakan produktivitas Ekonomi 2016 GRI Social
pertanian dan pendapatan produsen 201: Economic
pangan skala kecil, khususnya Performance 2016
perempuan, masyarakat adat, keluarga
petani, penggembala dan nelayan,
termasuk melalui akses yang aman
dan setara ke lahan, sumber daya dan
input produktif lainnya, pengetahuan,
layanan keuangan, pasar dan peluang
untuk penambahan nilai dan pekerjaan
nonpertanian.
2.3 By 2030, double the productivity
and incomes of small-scale food
producers, in particular women, 341
indigenous peoples, family farmers,
pastoralists and fishers, including
through secure and equal access to
2025 Sustainability Report
land, other productive resources and
inputs, knowledge, financial services,
markets and opportunities for value
addition and non-farm employment.
Page 342
Lampiran
Attachment
Metrik Kinerja Keberlanjutan Tautan TPB dalam Standar GRI Indeks Konten GRI Indeks SEOJK No.16/SEOJK.04/2021
Sustainability Performance Metrics SDGs Linkage in the GRI Standards GRI Content Index SEOJK No.16/SEOJK.04/2021 Index
Pengungkapan Klasifikasi
Uraian GRI Sumber ESG Halaman
Target
Description Disclosure of Source ESG Page
GRI Classification
203-1 GRI 203: Dampak Sosial 221
Ekonomi Tidak Social
Langsung 2016
GRI 203: Indirect
Economic Impacts
2016
203-2 138,
218-228,
229-239,
246-247
411-1 GRI 411: Hak-Hak 59
Masyarakat Adat
2016
GRI 411: Rights
of Indigenous
People 2016
413-1 GRI 413: 215-216
Masyarakat Lokal
2016
GRI 413: Local
Communities 2016
Kehidupan Sehat 3.2 Pada tahun 2030, mengakhiri 401-2a GRI 401: Sosial 183-185
dan Sejahtera kematian bayi baru lahir dan anak Kepegawaian Social
Hood Health and di bawah usia 5 tahun yang dapat 2016
Well-Being dicegah, dengan semua negara GRI 401:
bertujuan untuk mengurangi kematian Employment 2016
neonatal setidaknya hingga 12 per
403-3 GRI 403: 201-202
1.000 kelahiran hidup dan kematian
Kesehatan dan
di bawah 5 hingga setidaknya 25 per 403-6 201-202
Keselamatan
1.000 kelahiran hidup. 403-7 199-200
Kerja 2018
3.2 By 2030, end preventable deaths
GRI 403:
of newborns and children under 5
Occupational
years of age, with all countries aiming
Health and
to reduce neonatal mortality to at least
Safety 2018
as low as 12 per 1,000 live births and
under-5 mortality to at least as low as
25 per 1,000 live births.
3.3 Pada tahun 2030, mengakhiri 403-3 GRI 403: Sosial 201-202
epidemi AIDS, tuberkulosis, malaria Kesehatan dan Social
403-6 201-202
dan penyakit tropis terabaikan serta Keselamatan
memerangi hepatitis, penyakit yang 403-7 Kerja 2018 199-200
ditularkan melalui air dan penyakit GRI 403:
menular lainnya. Occupational
3.3 By 2030, end the epidemics Health and
of AIDS, tuberculosis, malaria and Safety 2018
neglected tropical diseases and
combat hepatitis, water-borne
diseases and other communicable
diseases.
3.4 Pada tahun 2030, mengurangi 403-3 GRI 403: Sosial 201-202
342 sepertiga kematian dini akibat Kesehatan dan Social
403-6 201-202
penyakit tidak menular melalui Keselamatan
pencegahan dan pengobatan 403-7 Kerja 2018 199-200
Laporan Keberlanjutan 2025
serta meningkatkan kesehatan dan GRI 403:
kesejahteraan mental. Occupational
3.4 By 2030, reduce by one third Health and
premature mortality from non- Safety 2018
communicable diseases through
prevention and treatment and promote
mental health and well-being.
Page 343
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Indeks SASB Indeks TCFD Independent Assurance Statement Lembar Umpan Balik
SASB Index TCFD Index Independent Assurance Statement Feedback Form
Pengungkapan Klasifikasi
Uraian GRI Sumber ESG Halaman
Target
Description Disclosure of Source ESG Page
GRI Classification
3.5 Memperkuat pencegahan dan 403-3 GRI 403: Sosial 201-202
pengobatan penyalahgunaan zat, Kesehatan dan Social
403-6 201-202
termasuk penyalahgunaan obat Keselamatan Kerja
narkotika dan penggunaan alkohol 403-7 2018 199-200
yang berbahaya. GRI 403:
3.5 Strengthen the prevention and Occupational Health
treatment of substance abuse, and Safety 2018
including narcotic drug abuse and
harmful use of alcohol.
3.6 Pada tahun 2020, mengurangi 403-1 GRI 403: Sosial 192-196
separuh jumlah kematian dan cedera Kesehatan dan Social
403-2 196-198
global akibat kecelakaan lalu lintas Keselamatan Kerja
jalan. 403-4 2018 202, 335
3.6 By 2020, halve the number of 403-5 GRI 403: 203-205,
global deaths and injuries from road Occupational Health 335
traffic accidents. and Safety 2018
3.7 Pada tahun 2030, memastikan 403-3 GRI 403: Sosial 201-202
akses universal terhadap layanan Kesehatan dan Social
403-6 201-202
kesehatan seksual dan reproduksi, Keselamatan Kerja
termasuk untuk keluarga berencana, 403-7 2018 199-200
informasi dan pendidikan, dan GRI 403:
integrasi kesehatan reproduksi ke Occupational Health
dalam strategi dan program nasional. and Safety 2018
3.7 By 2030, ensure universal access
413-1 GRI 413: 215-216
to sexual and reproductive health-care
Masyarakat Lokal
services, including for family planning,
2016
information and education, and the
GRI 413: Local
integration of reproductive health into
Communities 2016
national strategies and programs.
3.8 Mencapai cakupan kesehatan 403-3 GRI 403: Sosial 201-202
universal, termasuk pelindungan Kesehatan dan Social
403-6 201-202
risiko finansial, akses ke layanan Keselamatan Kerja
perawatan kesehatan esensial 403-7 2018 199-200
berkualitas dan akses ke obat-obatan GRI 403:
dan vaksin esensial yang aman, efektif, Occupational Health
berkualitas dan terjangkau untuk and Safety 2018
semua.
413-1 GRI 413: 215-216
3.8 Achieve universal health coverage,
Masyarakat Lokal
including financial risk protection,
2016
access to quality essential health-care
GRI 413: Local
services and access to safe, effective,
Communities 2016
quality and affordable essential
medicines and vaccines for all.
3.9 Pada tahun 2030, secara 303-2 GRI 303: Air dan Sosial 261-262
substansial mengurangi jumlah Efluen 2018 Social
303-4 308
kematian dan penyakit akibat bahan GRI 303: Water and
kimia berbahaya serta polusi dan Effluents 2018
kontaminasi udara, air dan tanah.
305-7 GRI 305: Emisi 294-295,
3.9 By 2030, substantially reduce the
2016 312
number of deaths and illnesses from
GRI 305:
hazardous chemicals and air, water
Emissions 2016 343
and soil pollution and contamination.
306-1 GRI 306: Limbah 263, 264
2020
306-2 263, 264-
2025 Sustainability Report
GRI 306: Waste 2020
265
306-3 263, 265,
305
306-4 263, 306-
307
306-5 263, 306-
307
Page 344
Lampiran
Attachment
Metrik Kinerja Keberlanjutan Tautan TPB dalam Standar GRI Indeks Konten GRI Indeks SEOJK No.16/SEOJK.04/2021
Sustainability Performance Metrics SDGs Linkage in the GRI Standards GRI Content Index SEOJK No.16/SEOJK.04/2021 Index
Pengungkapan Klasifikasi
Uraian GRI Sumber ESG Halaman
Target
Description Disclosure of Source ESG Page
GRI Classification
403-2 GRI 403: Sosial 196-198
Kesehatan dan Social
403-4 202, 335
Keselamatan
403-5 Kerja 2018 203-205,
GRI 403: 335
Occupational
Health and
Safety 2018
413-1 GRI 413: 215-216
Masyarakat Lokal
2016
GRI 413: Local
Communities 2016
Pendidikan 4.3 Pada tahun 2030, memastikan 404-1 GRI 404: Sosial 174, 331-
Berkualitas akses yang setara bagi semua Pendidikan dan Social 332
Quality Education perempuan dan laki-laki terhadap Pelatihan 2016
pendidikan teknis, kejuruan dan tersier GRI 404:
yang terjangkau dan berkualitas, Training and
termasuk universitas. Education 2016
4.3 By 2030, ensure equal access
405-1 GRI 405: 174-176,
for all women and men to affordable
Keanekaragaman 321-325
and quality technical, vocational and
dan Kesempatan
tertiary education, including university. 405-2 183
Setara 2016
GRI 405:
Diversity and Equal
Opportunity 2016
406-1 GRI 406: Non 176
Diskriminasi 2016
GRI 406: Non
Discrimination
2016
4.4 Pada tahun 2030, secara 404-1 GRI 404: Sosial 174, 331-
substansial meningkatkan jumlah Pendidikan dan Social 332
pemuda dan orang dewasa yang Pelatihan 2016
404-2 172-173,
memiliki keterampilan yang relevan, GRI 404:
188, 332
termasuk keterampilan teknis dan Training and
kejuruan, untuk pekerjaan, pekerjaan Education 2016
yang layak, dan kewirausahaan.
4.4 By 2030, substantially increase
the number of youth and adults who
have relevant skills, including technical
and vocational skills, for employment,
decent jobs, and entrepreneurship.
4.5 Pada tahun 2030, menghapuskan 404-1 GRI 404: Sosial 174, 331-
disparitas gender dalam pendidikan Pendidikan dan Social 332
dan memastikan akses yang setara Pelatihan 2016
404-2 172-173,
ke semua tingkat pendidikan dan GRI 404:
188, 332
pelatihan kejuruan bagi kelompok Training and
rentan, termasuk penyandang Education 2016
disabilitas, masyarakat adat, dan anak-
344 413-1 GRI 413: 215-216
anak dalam situasi rentan.
Masyarakat Lokal
4.5 By 2030, eliminate gender
2016
disparities in education and ensure
GRI 413: Local
Laporan Keberlanjutan 2025
equal access to all levels of education
Communities 2016
and vocational training for the
vulnerable, including persons with
disabilities, indigenous peoples, and
children in vulnerable situations.
Page 345
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Indeks SASB Indeks TCFD Independent Assurance Statement Lembar Umpan Balik
SASB Index TCFD Index Independent Assurance Statement Feedback Form
Pengungkapan Klasifikasi
Uraian GRI Sumber ESG Halaman
Target
Description Disclosure of Source ESG Page
GRI Classification
Kesetaraan Gender 5.1 Mengakhiri segala bentuk 202-1 GRI 202: Keberadaan Sosial 183
Gender Equality diskriminasi terhadap semua Pasar 2016 Social
perempuan dan anak perempuan Market Presence
dimanapun. 2016
5.1 End all forms of discrimination
401-1 GRI 401: 177-178,
against all women and girls
Kepegawaian 2016 327-329
everywhere.
GRI 401:
Employment 2016
404-1 GRI 404: 174, 331-
Pendidikan dan 332
Pelatihan 2016
404-3 185
GRI 404:
Training and
Education 2016
405-1 GRI 405: 174-176,
Keanekaragaman 321-325
dan Kesempatan
405-2 183
Setara 2016
GRI 405:
Diversity and Equal
Opportunity 2016
406-1 GRI 406: Non 176
Diskriminasi 2016
GRI 406: Non
Discrimination
2016
5.2 Menghapuskan segala bentuk 408-1 GRI 408: Pekerja Sosial 182
kekerasan terhadap semua Anak 2016 Social
perempuan dan anak perempuan GRI 408: Child
di ruang publik dan privat, termasuk Labor 2016
perdagangan dan seksual serta jenis
409-1 GRI 409: Kerja 182-183
eksploitasi lainnya.
Paksa atau
5.2 Eliminate all forms of violence
Wajib Kerja 2016
against all women and girls in the
GRI 409: Forced
public and private spheres, including
or Compulsory
trafficking and sexual and other types
Labor 2016
of exploitation.
414-1 GRI 414: 136-137
Penilaian Sosial
414-2 136-137
Pemasok 2016
GRI 414:
Supplier Social
Assessment 2016
5.4 Mengakui dan menghargai 201-3 GRI 201: Kinerja Sosial 186-188
perawatan yang tidak dibayar dan Ekonomi 2016 GRI Social
pekerjaan rumah tangga melalui 201: Economic
penyediaan layanan publik, kebijakan Performance 2016
infrastruktur dan pelindungan sosial
dan promosi tanggung jawab bersama
dalam rumah tangga dan keluarga
sebagaimana layaknya secara 345
nasional.
5.4 Recognize and value unpaid
care and domestic work through
2025 Sustainability Report
the provision of public services,
infrastructure and social protection
policies and the promotion of
shared responsibility within the
household and the family as nationally
appropriate.
Page 346
Lampiran
Attachment
Metrik Kinerja Keberlanjutan Tautan TPB dalam Standar GRI Indeks Konten GRI Indeks SEOJK No.16/SEOJK.04/2021
Sustainability Performance Metrics SDGs Linkage in the GRI Standards GRI Content Index SEOJK No.16/SEOJK.04/2021 Index
Pengungkapan Klasifikasi
Uraian GRI Sumber ESG Halaman
Target
Description Disclosure of Source ESG Page
GRI Classification
202-1 GRI 202: Keberadaan 183
Pasar 2016
Market Presence
2016
401-2 GRI 401: 177-178,
Kepegawaian 327-329
2016
401-3 183-185
GRI 401:
Employment 2016
5.5 Menjamin partisipasi penuh dan 2-7 GRI 2: Pengungkapan Sosial 175-176,
efektif perempuan dan kesempatan Umum 2021 Social 322-323
yang sama untuk kepemimpinan di GRI 2: General
2-9 59-60,
semua tingkat pengambilan keputusan Disclosures 2021
85-86,
dalam kehidupan politik, ekonomi dan
88-94
public.
5.5 Ensure women’s full and effective 404-3 GRI 404: 185
participation and equal opportunities Pendidikan dan
for leadership at all levels of decision- Pelatihan 2016
making in political, economic and GRI 404:
public life. Training and
Education 2016
405-1 GRI 405: 174-176,
Keanekaragaman 321-325
dan Kesempatan
405-2 183
Setara 2016
GRI 405:
Diversity and Equal
Opportunity 2016
Air Bersih dan 6.3 Pada tahun 2030, meningkatkan 303-2 GRI 303: Air dan Lingkungan 261-262
Sanitasi Layak kualitas air dengan mengurangi Efluen 2018 Environmental
303-4 308
Clean Water and polusi, menghilangkan pembuangan GRI 303: Water and
Sanitation dan meminimalkan pelepasan Effluents 2018
bahan kimia dan bahan berbahaya,
306-2 GRI 306: Limbah 263, 264-
mengurangi separuh proporsi air
2020 265
limbah yang tidak diolah dan secara
GRI 306: Waste 2020
substansial meningkatkan daur ulang 306-4 263, 306-
dan penggunaan kembali yang aman 307
secara global. 306-5 263, 306-
6.3 By 2030, improve water quality 307
by reducing pollution, eliminating
dumping and minimizing release of
hazardous chemicals and materials,
halving the proportion of untreated
wastewater and substantially
increasing recycling and safe reuse
globally.
6.4 Pada tahun 2030, secara 303-1 GRI 303: Air dan Lingkungan 260
substansial meningkatkan efisiensi Efluen 2018 Environmental
303-2 261-262
penggunaan air di semua sektor GRI 303: Water and
dan memastikan pengambilan dan 303-5 Effluents 2018 261, 309
346 pasokan air tawar yang berkelanjutan
untuk mengatasi kelangkaan air dan
secara substansial mengurangi jumlah
orang yang menderita kelangkaan air.
Laporan Keberlanjutan 2025
6.4 By 2030, substantially increase
water-use efficiency across all sectors
and ensure sustainable withdrawals
and supply of freshwater to address
water scarcity and substantially reduce
the number of people suffering from
water scarcity.
Page 347
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Indeks SASB Indeks TCFD Independent Assurance Statement Lembar Umpan Balik
SASB Index TCFD Index Independent Assurance Statement Feedback Form
Pengungkapan Klasifikasi
Uraian GRI Sumber ESG Halaman
Target
Description Disclosure of Source ESG Page
GRI Classification
6.6 Pada tahun 2020, melindungi dan 303-1 GRI 303: Air dan Lingkungan 260
memulihkan ekosistem terkait air, Efluen 2018 Environmental
303-2 261-262
termasuk pegunungan, hutan, lahan GRI 303: Water and
basah, sungai, akuifer, dan danau Effluents 2018
6.6 By 2020, protect and restore
water-related ecosystems, including
mountains, forests, wetlands, rivers,
aquifers and lakes.
6.a Pada tahun 2030, memperluas 2-28 GRI 2: Pengungkapan Lingkungan 81
kerja sama internasional dan Umum 2021 Environmental
2-29 61-63
dukungan pembangunan kapasitas GRI 2: General
untuk negara-negara berkembang Disclosures 2021
dalam kegiatan dan program terkait
203-1 GRI 203: Dampak 221
air dan sanitasi, termasuk pemanenan
Ekonomi Tidak
air, desalinasi, efisiensi air, pengolahan
Langsung 2016
air limbah, teknologi daur ulang dan
GRI 203: Indirect
penggunaan kembali.
Economic Impacts
6.a By 2030, expand international
2016
cooperation and capacity-building
support to developing countries 303-1 GRI 303: Air dan 260
in water- and sanitation-related Efluen 2018
activities and programmes, including GRI 303: Water and
water harvesting, desalination, water Effluents 2018
efficiency, wastewater treatment, 413-1 GRI 413: 215-216
recycling and reuse technologies. Masyarakat Lokal
2016
GRI 413: Local
Communities 2016
6.b Mendukung dan memperkuat 2-29 GRI 2: Pengungkapan Lingkungan 61-63
partisipasi masyarakat setempat dalam Umum 2021 Environmental
meningkatkan pengelolaan air dan GRI 2: General
sanitasi Disclosures 2021
6.b Support and strengthen the
303-1 GRI 303: Air dan 260
participation of local communities
Efluen 2018
in improving water and sanitation
GRI 303: Water and
management.
Effluents 2018
413-1 GRI 413: 215-216
Masyarakat Lokal
413-2 215-216
2016
GRI 413: Local
Communities 2016
Energi Bersih dan 7.2 Pada tahun 2030, tingkatkan 302-1 GRI 302: Energi 2016 Lingkungan 255, 309
Terjangkau secara substansial porsi energi GRI 302: Energy 2016 Environmental
302-2 255
Affordable and terbarukan dalam bauran energi
Clean Energy global. 302-3 255, 256,
7.2 By 2030, substantially increase 310
the share of renewable energy in the 302-4 255-256,
global energy mix. 310
302-5 255-256,
310 347
7.3 Pada tahun 2030, menggandakan 302-1 GRI 302: Energi 2016 Lingkungan 255, 309
tingkat peningkatan global dalam GRI 302: Energy 2016 Environmental
302-2 255
2025 Sustainability Report
efisiensi energi.
7.3 By 2030, double the global rate of 302-3 255, 256,
improvement in energy efficiency. 310
302-4 255-256,
310
302-5 255-256,
310
Page 348
Lampiran
Attachment
Metrik Kinerja Keberlanjutan Tautan TPB dalam Standar GRI Indeks Konten GRI Indeks SEOJK No.16/SEOJK.04/2021
Sustainability Performance Metrics SDGs Linkage in the GRI Standards GRI Content Index SEOJK No.16/SEOJK.04/2021 Index
Pengungkapan Klasifikasi
Uraian GRI Sumber ESG Halaman
Target
Description Disclosure of Source ESG Page
GRI Classification
Pekerjaan yang 8.1 Mempertahankan pertumbuhan 201-1 GRI 201: Kinerja Sosial 131, 303
Layak dan ekonomi per kapita sesuai dengan Ekonomi 2016 GRI Social
Pertumbuhan keadaan nasional dan, khususnya, 201: Economic
Ekonomi setidaknya 7 persen pertumbuhan Performance 2016
Decent Work and produk domestik bruto per tahun di
Economic Growth negara kurang berkembang.
8.1 Maintain per capita economic
growth in accordance with national
circumstances and, in particular,
at least 7 percent gross domestic
product growth per annum in the least
developed countries.
8.2 Mencapai tingkat produktivitas 201-1 GRI 201: Kinerja Sosial 131, 303
ekonomi yang lebih tinggi melalui Ekonomi 2016 GRI Social
diversifikasi, peningkatan teknologi 201: Economic
dan inovasi, termasuk melalui fokus Performance 2016
pada sektor bernilai tambah tinggi dan
203-1 GRI 203: Dampak 221
padat karya.
Ekonomi Tidak
8.2 Achieve higher levels of economic 203-2 138,
Langsung 2016
productivity through diversification, 218-228,
GRI 203: Indirect
technological upgrading and 229-239,
Economic Impacts
innovation, including through a focus 246-247
2016
on high value- added and labor-
intensive sectors.
8.3 Mendorong kebijakan berorientasi 203-1 GRI 203: Dampak Sosial, Tata 221
Pembangunan yang mendukung Ekonomi Tidak Kelola
203-2 138,
kegiatan produktif, penciptaan Langsung 2016 Social,
218-228,
lapangan kerja yang layak, GRI 203: Indirect Governance
229-239,
kewirausahaan, kreativitas dan inovasi, Economic Impacts
246-247
serta mendorong formalisasi dan 2016
pertumbuhan usaha mikro, kecil dan
401-1 GRI 401: 177-178,
menengah, termasuk melalui akses ke
Kepegawaian 327-329
jasa keuangan.
2016
8.3 Promote policies that support
GRI 401:
productive activities, decent job
Employment 2016
creation, entrepreneurship, creativity
and innovation, and encourage the
formalization and growth of micro-,
small- and medium-sized enterprises,
including through access to financial
services.
8.4 Meningkatkan secara progresif, 301-1 GRI 301: Material Lingkungan 257-258,
hingga tahun 2030, efisiensi sumber 2016 Environmental 305
daya global dalam konsumsi dan GRI 301: Materials
301-2 257-258,
produksi dan berupaya untuk 2016
305
memisahkan pertumbuhan ekonomi
dari degradasi lingkungan, sesuai 301-3 257-258
dengan Kerangka Program 10-Tahun
untuk Konsumsi dan Produksi
Berkelanjutan, dengan negara-negara
maju memimpin.
348 8.4 Improve progressively, through
2030, global resource efficiency in
consumption and production and
endeavor to decouple economic
Laporan Keberlanjutan 2025
growth from environmental
degradation, in accordance with
the 10-year framework of programs
on sustainable consumption and
production, with developed countries
taking the leads.
Page 349
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Indeks SASB Indeks TCFD Independent Assurance Statement Lembar Umpan Balik
SASB Index TCFD Index Independent Assurance Statement Feedback Form
Pengungkapan Klasifikasi
Uraian GRI Sumber ESG Halaman
Target
Description Disclosure of Source ESG Page
GRI Classification
8.5 Pada tahun 2030, mencapai 401-1 GRI 401: Sosial 177-178,
lapangan kerja penuh dan produktif Kepegawaian Social 327-329
serta pekerjaan yang layak bagi 2016
semua perempuan dan laki-laki, GRI 401:
termasuk bagi kaum muda dan Employment 2016
penyandang disabilitas, dan upah
405-1 GRI 405: 174-176,
yang sama untuk pekerjaan yang
Keanekaragaman 321-325
bernilai sama.
dan Kesempatan
8.5 By 2030, achieve full and 405-2 183
Setara 2016
productive employment and decent
GRI 405:
work for all women and men, including
Diversity and Equal
for young people and persons with
Opportunity 2016
disabilities, and equal pay for work of
equal value. 406-1 GRI 406: Non 176
Diskriminasi 2016
GRI 406: Non
Discrimination
2016
8.6 Pada tahun 2020, secara 401-1 GRI 401: Sosial 177-178,
substansial mengurangi proporsi Kepegawaian Social 327-329
kaum muda yang tidak bekerja, 2016
berpendidikan atau pelatihan. GRI 401:
8.6 By 2020, substantially reduce Employment 2016
the proportion of youth not in
404-1 GRI 404: 174, 331-
employment, education or training.
Pendidikan dan 332
Pelatihan 2016
404-2 172-173,
GRI 404:
188, 332
Training and
404-3 Education 2016 185
405-1 GRI 405: 174-176,
Keanekaragaman 321-325
dan Kesempatan
Setara 2016
GRI 405:
Diversity and Equal
Opportunity 2016
8.7 Mengambil langkah-langkah 408-1 GRI 408: Pekerja Sosial 182
segera dan efektif untuk memberantas Anak 2016 Social
kerja paksa, mengakhiri perbudakan GRI 408: Child
modern dan perdagangan manusia Labor 2016
dan menjamin pelarangan dan
409-1 GRI 409: Kerja 182-183
penghapusan bentuk-bentuk
Paksa atau
pekerjaan terburuk untuk anak,
Wajib Kerja 2016
termasuk perekrutan dan penggunaan
GRI 409: Forced
tentara anak-anak, dan pada tahun
or Compulsory
2025 mengakhiri pekerja anak dalam
Labor 2016
segala bentuknya.
8.7 Take immediate and effective 414-1 GRI 414: 136-137
measures to eradicate forced labour, Penilaian Sosial
end modern slavery and human Pemasok 2016
trafficking and secure the prohibition GRI 414:
and elimination of the worst forms of Supplier Social 349
child labour, including recruitment and Assessment
use of child soldiers, and by 2025 end 2016
2025 Sustainability Report
child labour in all its forms.
414-2 136-137
Page 350
Lampiran
Attachment
Metrik Kinerja Keberlanjutan Tautan TPB dalam Standar GRI Indeks Konten GRI Indeks SEOJK No.16/SEOJK.04/2021
Sustainability Performance Metrics SDGs Linkage in the GRI Standards GRI Content Index SEOJK No.16/SEOJK.04/2021 Index
Pengungkapan Klasifikasi
Uraian GRI Sumber ESG Halaman
Target
Description Disclosure of Source ESG Page
GRI Classification
8.8 Melindungi hak-hak tenaga kerja 401-2 GRI 401: Sosial 183-185
dan mempromosikan lingkungan kerja Kepegawaian Social
yang aman dan terjamin bagi semua 2016
pekerja, termasuk pekerja migran, GRI 401:
khususnya migran perempuan, dan Employment 2016
pekerja tidak tetap.
403-1 GRI 403: 192-196
8.8 Protect labour rights and promote
Kesehatan dan
safe and secure working environments 403-2 196-198
Keselamatan
for all workers, including migrant
Kerja 2018
workers, in particular women migrants,
GRI 403:
and those in precarious employment.
Occupational
Health and
Safety 2018
405-1 GRI 405: 174-176,
Keanekaragaman 321-325
dan Kesempatan
Setara 2016
GRI 405:
Diversity and Equal
Opportunity 2016
406-1 GRI 406: Non 176
Diskriminasi 2016
GRI 406: Non
Discrimination
2016
Industri, Inovasi, 9.1 Mengembangkan infrastruktur 203-1 GRI 203: Dampak Tata Kelola, 221
dam Infrastruktur yang berkualitas, andal, berkelanjutan, Ekonomi Tidak Sosial
Industry, Innovation, dan tangguh, termasuk infrastruktur Langsung 2016 Governance,
and Infrastructure regional dan lintas batas, untuk GRI 203: Indirect Social
mendukung pembangunan ekonomi Economic Impacts
dan kesejahteraan manusia, dengan 2016
fokus pada akses yang terjangkau dan
413-1 GRI 413: 215-216
merata bagi semua.
Masyarakat Lokal
9.1 Develop quality, reliable,
2016
sustainable and resilient infrastructure,
GRI 413: Local
including regional and cross-border
Communities 2016
infrastructure, to support economic
development and human well-being,
with a focus on affordable and
equitable access for all.
9.4 Pada tahun 2030, meningkatkan 301-1 GRI 301: Material Tata Kelola, 257-258,
infrastruktur dan retrofit industri agar 2016 Lingkungan 305
berkelanjutan, dengan peningkatan GRI 301: Materials Governance,
301-2 257-258,
efisiensi penggunaan sumber daya 2016 Environmental
305
dan penerapan teknologi dan proses
industri yang bersih dan ramah 302-3 GRI 302: Energi 2016 255, 256,
lingkungan, dengan semua negara GRI 302: Energy 2016 310
mengambil tindakan sesuai dengan 302-4 255-256,
kemampuan masing-masing. 310
9.4 By 2030, upgrade infrastructure
350 and retrofit industries to make them 305-1 GRI 305: Emisi 289-391,
sustainable, with increased resource- 2016 310-312
use efficiency and greater adoption GRI 305:
305-2 289-391,
of clean and environmentally sound Emissions 2016
310-312
Laporan Keberlanjutan 2025
technologies and industrial processes,
with all countries taking action in
accordance with their respective
capabilities.
Page 351
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Indeks SASB Indeks TCFD Independent Assurance Statement Lembar Umpan Balik
SASB Index TCFD Index Independent Assurance Statement Feedback Form
Pengungkapan Klasifikasi
Uraian GRI Sumber ESG Halaman
Target
Description Disclosure of Source ESG Page
GRI Classification
9.5 Meningkatkan penelitian ilmiah, 201-1 GRI 201: Kinerja Tata Kelola, 131, 303
meningkatkan kemampuan teknologi Ekonomi 2016 GRI Sosial
sektor industri di semua negara, 201: Economic Governance,
khususnya negara berkembang, Performance 2016 Social
termasuk, pada tahun 2030,
203-2 GRI 203: Dampak 138,
mendorong inovasi dan secara
Ekonomi Tidak 218-228,
substansial meningkatkan jumlah
Langsung 2016 229-239,
pekerja penelitian dan pengembangan
GRI 203: Indirect 246-247
per 1 juta orang dan belanja penelitian
Economic Impacts
dan pengembangan publik dan
2016
swasta.
9.5 Enhance scientific research, 404-1 GRI 404: 174, 331-
upgrade the technological capabilities Pendidikan dan 332
of industrial sectors in all countries, Pelatihan 2016
in particular developing countries, GRI 404:
including, by 2030, encouraging Training and
innovation and substantially Education 2016
increasing the number of research
and development workers per 1
million people and public and private
research and development spending.
Berkurangnya 10.3 Menjamin kesempatan yang sama 2-7 GRI 2: Pengungkapan Sosial 175-176,
Kesenjangan dan mengurangi ketidaksetaraan hasil, Umum 2021 Social 322-323
Reduce Inequalities termasuk dengan menghapus undang- GRI 2: General
undang, kebijakan, dan praktik yang Disclosures 2021
diskriminatif dan mempromosikan
405-1 GRI 405: 174-176,
undang-undang, kebijakan yang
Keanekaragaman 321-325
sesuai dan tindakan dalam hal ini.
dan Kesempatan
10.3 Ensure equal opportunity and 405-2 183
Setara 2016
reduce inequalities of outcome,
GRI 405:
including by eliminating discriminatory
Diversity and Equal
laws, policies and practices and
Opportunity 2016
promoting appropriate legislation,
policies and action in this regard. 406-1 GRI 406: Non 176
Diskriminasi 2016
GRI 406: Non
Discrimination
2016
10.4 Mengadopsi kebijakan, terutama 2-23 GRI 2: Pengungkapan Sosial, Tata 56-57, 84,
kebijakan fiskal, upah dan pelindungan Umum 2021 Kelola 171-173
sosial, dan secara bertahap mencapai GRI 2: General Social,
2-27 119, 253
kesetaraan yang lebih besar. Disclosures 2021 Governance
10.4 Adopt policies, especially fiscal,
202-1 GRI 202: Keberadaan 183
wage and social protection policies,
Pasar 2016
and progressively achieve greater
Market Presence
equality.
2016
405-2 GRI 405: 183
Keanekaragaman
dan Kesempatan
Setara 2016
GRI 405:
Diversity and Equal 351
Opportunity 2016
2025 Sustainability Report
Page 352
Lampiran
Attachment
Metrik Kinerja Keberlanjutan Tautan TPB dalam Standar GRI Indeks Konten GRI Indeks SEOJK No.16/SEOJK.04/2021
Sustainability Performance Metrics SDGs Linkage in the GRI Standards GRI Content Index SEOJK No.16/SEOJK.04/2021 Index
Pengungkapan Klasifikasi
Uraian GRI Sumber ESG Halaman
Target
Description Disclosure of Source ESG Page
GRI Classification
Kota dan 11.2 Pada tahun 2030, menyediakan 203-1 GRI 203: Dampak Sosial 221
Pemukiman yang akses ke sistem transportasi yang Ekonomi Tidak Social
Berkelanjutan aman, terjangkau, dapat diakses, Langsung 2016
Sustainable Cities dan berkelanjutan untuk semua, GRI 203: Indirect
and Communities meningkatkan keselamatan di jalan, Economic Impacts
terutama dengan memperluas 2016
203-2 138,
transportasi umum, dengan perhatian
218-228,
khusus pada kebutuhan mereka
229-239,
yang berada dalam situasi rentan,
246-247
perempuan, anakanak, penyandang
disabilitas, dan lanjut usia orang.
11.2 By 2030, provide access to safe,
affordable, accessible and sustainable
transport systems for all, improving
road safety, notably by expanding
public transport, with special attention
to the needs of those in vulnerable
situations, women, children, persons
with disabilities and older persons.
11.6 Pada tahun 2030, mengurangi 303-2 GRI 303: Air dan Lingkungan 261-262
dampak buruk kota terhadap Efluen 2018 Environmental
lingkungan per kapita, termasuk GRI 303: Water and
dengan memberikan perhatian khusus Effluents 2018
pada kualitas udara dan pengelolaan
306-1 GRI 306: Limbah 263, 264
limbah perkotaan dan lainnya.
2020
11.6 By 2030, reduce the adverse per 306-2 263, 264-
GRI 306: Waste 2020
capita environmental impact of cities, 265
including by paying special attention 306-4 263, 306-
to air quality and municipal and other 307
waste management.
413-2 GRI 413: 215-216
Masyarakat Lokal
2016
GRI 413: Local
Communities 2016
Konsumsi dan 12.2 Pada tahun 2030, mencapai 301-1 GRI 301: Material Lingkungan 257-258,
Produksi yang pengelolaan yang berkelanjutan dan 2016 Environmental 305
Bertanggungjawab penggunaan sumber daya alam yang GRI 301: Materials
Responsible efisien. 301-2 2016 257-258,
Consumption and 12.2 By 2030, achieve the sustainable 305
Production management and efficient use of 301-3 257-258
natural resources.
302-3 GRI 302: Energi 2016 255, 256,
GRI 302: Energy 2016 310
302-4 255-256,
310
303-5 GRI 303: Air dan 261, 309
Efluen 2018
GRI 303: Water and
Effluents 2018
306-2 GRI 306: Limbah 263, 264-
352 2020 265
GRI 306: Waste 2020
306-4 263, 306-
307
Laporan Keberlanjutan 2025
Page 353
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Indeks SASB Indeks TCFD Independent Assurance Statement Lembar Umpan Balik
SASB Index TCFD Index Independent Assurance Statement Feedback Form
Pengungkapan Klasifikasi
Uraian GRI Sumber ESG Halaman
Target
Description Disclosure of Source ESG Page
GRI Classification
12.4 Pada tahun 2020, mencapai 303-2 GRI 303: Air dan Lingkungan 261-262
pengelolaan bahan kimia dan semua Efluen 2018 Environmental
limbah yang berwawasan lingkungan GRI 303: Water and
sepanjang siklus hidupnya, sesuai Effluents 2018
dengan kerangka kerja internasional
305-7 GRI 305: Emisi 294-295,
yang disepakati, dan secara signifikan
2016 312
mengurangi pelepasannya ke udara,
GRI 305:
air, dan tanah untuk meminimalkan
Emissions 2016
dampak buruknya terhadap kesehatan
manusia dan lingkungan. 306-1 GRI 306: Limbah 263, 264
12.4 By 2020, achieve environmentally 2020
306-2 263, 264-
sound management of chemicals and GRI 306: Waste 2020
265
all wastes throughout their life cycle, in
accordance with agreed international 306-5 263, 306-
frameworks, and significantly reduce 307
their release to air, water and soil
in order to minimize their adverse
impacts on human health and the
environment.
12.5 Pada tahun 2030, secara 306-1 GRI 306: Limbah Lingkungan 263, 264
substansial mengurangi timbulan 2020 Environmental
306-2 263, 264-
sampah melalui pencegahan, GRI 306: Waste 2020
265
pengurangan, daur ulang, dan
penggunaan kembali. 306-3 263, 265,
12.5 By 2030, substantially reduce 305
waste generation through prevention, 306-4 263, 306-
reduction, recycling and reuse. 307
306-5 263, 306-
307
12.8 Pada tahun 2030, memastikan 2-29 GRI 2: Pengungkapan Sosial 61-63
bahwa semua orang di manapun Umum 2021 Social
memiliki informasi dan kesadaran GRI 2: General
yang relevan untuk Pembangunan Disclosures 2021
berkelanjutan dan gaya hidup yang
413-1 GRI 413: 215-216
selaras dengan alam.
Masyarakat Lokal
12.8 By 2030, ensure that all people
2016
everywhere have the relevant
GRI 413: Local
information and awareness for
Communities 2016
sustainable development and lifestyles
in harmony with nature. 404-1 GRI 404: 174, 331-
Pendidikan dan 332
Pelatihan 2016
GRI 404:
Training and
Education 2016
Penanganan 13.1 Memperkuat ketahanan dan 201-2 GRI 201: Kinerja Lingkungan 280, 282,
Perubahan Iklim kapasitas adaptasi terhadap bahaya Ekonomi 2016 Environmental 284, 285
Climate Action terkait iklim dan bencana alam di GRI 201: Economic
semua negara. Performance 2016
13.1 Strengthen resilience and adaptive
302-1 GRI 302: Energi 2016 255, 309
capacity to climate-related hazards 353
GRI 302: Energy 2016
and natural disasters in all countries. 302-2 255
302-3 255, 256,
310
2025 Sustainability Report
302-4 255-256,
310
302-5 255-256,
310
Page 354
Lampiran
Attachment
Metrik Kinerja Keberlanjutan Tautan TPB dalam Standar GRI Indeks Konten GRI Indeks SEOJK No.16/SEOJK.04/2021
Sustainability Performance Metrics SDGs Linkage in the GRI Standards GRI Content Index SEOJK No.16/SEOJK.04/2021 Index
Pengungkapan Klasifikasi
Uraian GRI Sumber ESG Halaman
Target
Description Disclosure of Source ESG Page
GRI Classification
305-1 GRI 305: Emisi 289-391,
2016 310-312
GRI 305:
305-2 289-391,
Emissions 2016
310-312
305-3 289, 290,
310-312
305-4 291-292,
312
305-5 292-294
Ekosistem Laut 14.2 Pada tahun 2020, mengelola 101-1 GRI 101: Lingkungan 266
Live Below Water dan melindungi ekosistem laut dan Keanekaragaman Environmental
101-2 267, 269-
pesisir secara berkelanjutan untuk Hayati 2024
270
menghindari dampak merugikan GRI 101: Biodiversity
yang signifikan, termasuk dengan 101-4 2024 267-269
memperkuat ketahanannya, dan 101-5 267-269
melakukan tindakan restorasi guna
mencapai lautan yang sehat dan 101-6 267-270
produktif. 101-7 271-274
14.2 By 2020, sustainably manage
and protect marine and coastal 101-8 267-269,
ecosystems to avoid significant 271-274
adverse impacts, including by 303-2 GRI 303: Air dan 261-262
strengthening their resilience, and Efluen 2018
303-4 308
take action for their restoration GRI 303: Water and
in order to achieve healthy and Effluents 2018
productive oceans.
306-1 GRI 306: Limbah 263, 264
2020
306-2 263, 264-
GRI 306: Waste 2020
265
306-4 263, 306-
307
14.3 Meminimalkan dan mengatasi 101-2 GRI 101: Lingkungan 267, 269-
dampak pengasaman laut, termasuk Keanekaragaman Environmental 270
melalui peningkatan kerjasama ilmiah Hayati 2024
101-4 267-269
di semua tingkatan. GRI 101: Biodiversity
14.3 Minimize and address the 101-8 2024 267-269,
impacts of ocean acidification, 271-274
including through enhanced scientific
303-2 GRI 303: Air dan 261-262
cooperation at all levels.
Efluen 2018
303-4 308
GRI 303: Water and
Effluents 2018
305-1 GRI 305: Emisi 289-391,
2016 310-312
GRI 305:
305-2 289-391,
Emissions 2016
310-312
305-3 289, 290,
310-312
354 305-5 292-294
305-7 294-295,
312
Laporan Keberlanjutan 2025
404-2 GRI 404: 172-173,
Pendidikan dan 188, 332
Pelatihan 2016
GRI 404:
Training and
Education 2016
Page 355
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Indeks SASB Indeks TCFD Independent Assurance Statement Lembar Umpan Balik
SASB Index TCFD Index Independent Assurance Statement Feedback Form
Pengungkapan Klasifikasi
Uraian GRI Sumber ESG Halaman
Target
Description Disclosure of Source ESG Page
GRI Classification
Ekosistem Darat 15.1 Pada tahun 2020, memastikan 101-1 GRI 101: Lingkungan 266
Live on Land konservasi, pemulihan dan Keanekaragaman Environmental
penggunaan berkelanjutan ekosistem Hayati 2024
101-2 267, 269-
darat dan air tawar darat serta jasanya, GRI 101: Biodiversity
270
khususnya hutan, lahan basah, 2024
pegunungan dan lahan kering, sejalan 101-3 270
dengan kewajiban berdasarkan 101-4 267-269
perjanjian internasional.
15.1 By 2020, ensure the conservation, 101-5 267-269
restoration and sustainable use of 101-6 267-270
terrestrial and inland freshwater
ecosystems and their services, in 101-7 271-274
particular forests, wetlands, mountains 101-8 267-269,
and drylands, in line with obligations 271-274
under international agreements.
303-1 GRI 303: Air dan 260
Efluen 2018
303-3 261, 262,
GRI 303: Water and
307
Effluents 2018
303-5 261, 309
15.2 Pada tahun 2020, mendorong 101-1 GRI 101: Lingkungan 266
implementasi pengelolaan Keanekaragaman Environmental
101-2 267, 269-
berkelanjutan dari semua jenis Hayati 2024
270
hutan, menghentikan deforestasi, GRI 101: Biodiversity
memulihkan hutan yang terdegradasi 101-3 2024 270
dan secara substansial meningkatkan 101-4 267-269
aforestasi dan reboisasi secara global.
15.2 By 2020, promote the 308-1 GRI 308: Penilaian 136-137,
implementation of sustainable Lingkungan Pemasok 319
management of all types of forests, 2016
308-2 136-137
halt deforestation, restore degraded GRI 308: Supplier
forests and substantially increase Environmental
afforestation and reforestation Assessment 2016
globally.
15.5 Mengambil tindakan segera 101-1 GRI 101: Lingkungan 266
dan signifikan untuk mengurangi Keanekaragaman Environmental
101-2 267, 269-
degradasi habitat alami, menghentikan Hayati 2024
270
hilangnya keanekaragaman hayati GRI 101: Biodiversity
dan, pada tahun 2020, melindungi 101-3 2024 270
dan mencegah kepunahan spesies 101-4 267-269
terancam.
15.5 Take urgent and significant action 101-5 267-269
to reduce the degradation of natural 101-6 267-270
habitats, halt the loss of biodiversity
and, by 2020, protect and prevent the 101-7 271-274
extinction of threatened species. 101-8 267-269,
271-274
Perdamaian, 16.1 Secara signifikan mengurangi 403-2 GRI 403: Sosial 196-198
Keadilan, dan segala bentuk kekerasan dan angka Kesehatan dan Social
Kelembagaan yang kematian terkait di mana pun. Keselamatan
Tangguh 16.1 Significantly reduce all forms Kerja 2018
Peace, Justice, and of violence and related death rates GRI 403: 355
Strong Institutions everywhere. Occupational
Health and
403-9 205-206,
Safety 2018
335-336
2025 Sustainability Report
403-10 205-206,
336-337
410-1 GRI 410: Praktik- 178-179
praktik Keamanan
2016
GRI 410: Security
Practices 2016
Page 356
Lampiran
Attachment
Metrik Kinerja Keberlanjutan Tautan TPB dalam Standar GRI Indeks Konten GRI Indeks SEOJK No.16/SEOJK.04/2021
Sustainability Performance Metrics SDGs Linkage in the GRI Standards GRI Content Index SEOJK No.16/SEOJK.04/2021 Index
Pengungkapan Klasifikasi
Uraian GRI Sumber ESG Halaman
Target
Description Disclosure of Source ESG Page
GRI Classification
406-1 GRI 406: Non 176
Diskriminasi 2016
GRI 406: Non
Discrimination
2016
16.2 Mengakhiri penyalahgunaan, 408-1 GRI 408: Pekerja Sosial 182
eksploitasi, perdagangan, dan segala Anak 2016 Social
bentuk kekerasan dan penyiksaan GRI 408: Child
terhadap anak. Labor 2016
16.2 End abuse, exploitation,
409-1 GRI 409: Kerja 182-183
trafficking, and all forms of violence
Paksa atau
and torture against children.
Wajib Kerja 2016
GRI 409: Forced
or Compulsory
Labor 2016
16.3 Memajukan supremasi hukum di 2-25 GRI 2: Pengungkapan Tata Kelola 117-118
tingkat nasional dan internasional dan Umum 2021 Governance
2-26 113-115,
menjamin akses yang sama terhadap GRI 2: General
181, 315
keadilan bagi semua. Disclosures 2021
16.3 Promote the rule of law at the
413-2 GRI 413: 215-216
national and international levels and
Masyarakat Lokal
ensure equal access to justice for all.
2016
GRI 413: Local
Communities 2016
16.5 Secara substansial mengurangi 2-11 GRI 2: Pengungkapan Tata Kelola 87-88
korupsi dan penyuapan dalam segala Umum 2021 Governance
2-12 276-278
bentuknya. GRI 2: General
16.5 Substantially reduce corruption 2-26 Disclosures 2021 113-115,
and bribery in all their forms. 181, 315
205-1 GRI 205: Antikorupsi 112
2016
205-2 112-113,
GRI 205:
316-318
Anticorruption 2016
205-3 113
16.6 Mengembangkan kelembagaan 2-11 GRI 2: Pengungkapan Tata Kelola 87-88
yang efektif, akuntabel dan transparan Umum 2021 Governance
2-12 276-278
di semua tingkatan. GRI 2: General
16.6 Develop effective, accountable, 2-26 Disclosures 2021 113-115,
and transparent institutions at all 181, 315
levels. 205-1 GRI 205: Antikorupsi 112
2016
205-2 112-113,
GRI 205:
316-318
Anticorruption 2016
205-3 113
16.7 Memastikan pengambilan 2-26 GRI 2: Pengungkapan Tata Kelola 113-115,
keputusan yang tanggap, inklusif, Umum 2021 Governance 181, 315
partisipatif, dan representatif di semua GRI 2: General
2-29 61-63
tingkatan. Disclosures 2021
16.7 Ensure responsive, inclusive,
356 405-1 GRI 405: 174-176,
participatory, and representative
Keanekaragaman 321-325
decision-making at all levels.
dan Kesempatan
Setara 2016
Laporan Keberlanjutan 2025
GRI 405:
Diversity and Equal
Opportunity 2016
Page 357
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Indeks SASB Indeks TCFD Independent Assurance Statement Lembar Umpan Balik
SASB Index TCFD Index Independent Assurance Statement Feedback Form
Pengungkapan Klasifikasi
Uraian GRI Sumber ESG Halaman
Target
Description Disclosure of Source ESG Page
GRI Classification
16.10 Menjamin akses publik terhadap 2-5 GRI 2: Pengungkapan Tata Kelola 34-35,
informasi dan melindungi kebebasan Umum 2021 Governance 382-387
mendasar, sesuai dengan undang- GRI 2: General
2-26 113-115,
undang nasional dan kesepakatan Disclosures 2021
181, 315
internasional.
16.10 Ensure public access to
information and protect fundamental
freedoms, in accordance with national
laws and international agreements.
Kemitraan untuk 17.1 Memperkuat mobilisasi sumber 2-6 GRI 2: Pengungkapan Tata Kelola 46, 48-51,
Mencapai Tujuan daya domestik, termasuk melalui Umum 2021 Governance 135-136,
Partnership for dukungan internasional kepada GRI 2: General 139-143,
Goals negara-negara berkembang, untuk Disclosures 2021 300-301
meningkatkan kapasitas domestik
201-1 GRI 201: Kinerja 131, 303
untuk pengumpulan pajak dan
Ekonomi 2016
pendapatan lainnya.
GRI 201: Economic
17.1 Strengthen domestic resource
Performance 2016
mobilization, including through
international support to developing 204-1 GRI 204: Praktik 135-136,
countries, to improve domestic Pengadaan 2016 304
capacity for tax and other revenue GRI 204:
collection. Procurement
Practices 2016
207-1 GRI 207: Pajak 2019 133-134
GRI 207: Tax 2019
207-2 133-134
207-3 134-135
207-4 135, 320
17.3 Memobilisasi sumber keuangan 201-1 GRI 201: Kinerja Tata Kelola 131, 303
tambahan untuk negara berkembang Ekonomi 2016 Governance
201-4 132
dari berbagai sumber. GRI 201: Economic
17.3 Mobilize additional financial Performance 2016
resources for developing countries
207-1 GRI 207: Pajak 2019 133-134
from multiple sources.
GRI 207: Tax 2019
207-2 133-134
207-3 134-135
207-4 135, 320
Sumber: Linking the SDGs and the GRI Standard, GRI, 2022
Source: Linking the SDGs and the GRI Standard, GRI, 2022.
357
2025 Sustainability Report
Page 358
Lampiran
Attachment
Metrik Kinerja Keberlanjutan Tautan TPB dalam Standar GRI Indeks Konten GRI Indeks SEOJK No.16/SEOJK.04/2021
Sustainability Performance Metrics SDGs Linkage in the GRI Standards GRI Content Index SEOJK No.16/SEOJK.04/2021 Index
Indeks Isi GRI
GRI Content Index
Pernyataan Penggunaan PT Pupuk Indonesia (Persero) telah melaporkan sesuai dengan Standar GRI untuk periode 1
Statement of Use Januari hingga 31 Desember 2025.
PT Pupuk Indonesia (Persero) has reported in accordance with the GRI Standards for the period
January 1 until December 31, 2025.
GRI 1 yang Digunakan GRI 1: Landasan 2021
GRI 1 Used GRI 1: Foundation 2021
Standar Sektor GRI yang Industri Manufaktur, Perdagangan, dan Jasa (Standar sektor belum tersedia)
berlaku Manufacturing, Trade and Services Industry (Sector standard not yet available)
Applicable GRI Sector
Standards
Tidak Mencantumkan
Omission
Persyaratan
Standar GRI Pengungkapan Halaman
Tidak
GRI Standard Disclosure Page Alasan Penjelasan
Mencantumkan
Reason Explanation
Requirement
Omitted
Pengungkapan Umum
General Disclosures
GRI 2: 2-1 Rincian organisasi 38, 42-43,
Pengungkapan Organizational details 46-47
Umum 2021 2-2 Entitas yang dimasukkan dalam 32, 33,
GRI 2: General pelaporan keberlanjutan organisasi 46-47
Disclosures 2021 Entities included in the
organization's sustainability
reporting
2-3 Periode, frekuensi, dan titik kontak 32, 33, 35,
pelaporan 178
Reporting period, frequency and
contact point
2-4 Penyajian kembali informasi 34
Restatement of information
2-5 Penjaminan eksternal 34-35,
External assurance 382-387
2-6 Aktivitas, rantai nilai, dan hubungan 46, 48-51,
bisnis lainnya 135-136,
Activities, value chain and other 139-143,
business relationships 300-301
2-7 Tenaga kerja 174-176,
Employees 322-323
358 2-8 Pekerja yang bukan pekerja 174-175,
langsung 326
Workers who are not employees
Laporan Keberlanjutan 2025
Page 359
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Indeks SASB Indeks TCFD Independent Assurance Statement Lembar Umpan Balik
SASB Index TCFD Index Independent Assurance Statement Feedback Form
Tidak Mencantumkan
Omission
Persyaratan
Standar GRI Pengungkapan Halaman
Tidak
GRI Standard Disclosure Page Alasan Penjelasan
Mencantumkan
Reason Explanation
Requirement
Omitted
2-9 Struktur dan komposisi tata kelola 59-60, 85-
Governance structure and 86, 88-94
composition
2-10 Pencalonan dan pemilihan badan 95-96
tata kelola tertinggi
Nomination and selection of the
highest governance body
2-11 Ketua badan tata kelola tertinggi 87-88
Chair of the highest governance
body
2-12 Peran badan tata kelola tertinggi 276-278
dalam mengawasi manajemen
dampak
Role of the highest governance
body in overseeing the
management of impacts
2-13 Delegasi tanggung jawab untuk 59-60,
mengelola dampak 276-278
Delegation of responsibility for
managing impacts
2-14 Peran badan tata kelola tertinggi 60, 65
dalam pelaporan keberlanjutan
Role of the highest governance
body in sustainability reporting
2-15 Konflik kepentingan 116-117
Conflict of interest
2-16 Komunikasi masalah penting 118
Communication of critical concerns
2-17 Pengetahuan kolektif badan tata 100-106
kelola tertinggi
Collective knowledge of the
highest governance body
2-18 Evaluasi kinerja badan tata kelola 98-100
tertinggi
Evaluation of the performance of
the highest governance body
2-19 Kebijakan remunerasi 60, 96-97,
Remuneration policies 277
2-20 Proses untuk menentukan 96-97
remunerasi
Process to determine remuneration 359
2-21 Rasio kompensasi total tahunan 314
Annual total compensation ratio
2025 Sustainability Report
2-22 Pernyataan tentang strategi 18-21, 22-
pembangunan berkelanjutan 26, 39-40,
Statement of sustainable 54-56
development strategy
Page 360
Lampiran
Attachment
Metrik Kinerja Keberlanjutan Tautan TPB dalam Standar GRI Indeks Konten GRI Indeks SEOJK No.16/SEOJK.04/2021
Sustainability Performance Metrics SDGs Linkage in the GRI Standards GRI Content Index SEOJK No.16/SEOJK.04/2021 Index
Tidak Mencantumkan
Omission
Persyaratan
Standar GRI Pengungkapan Halaman
Tidak
GRI Standard Disclosure Page Alasan Penjelasan
Mencantumkan
Reason Explanation
Requirement
Omitted
2-23 Komitmen kebijakan 56-57, 84,
Policy commitments 171-172
2-24 Menanamkan komitmen kebijakan 57-60, 84
Embedding policy commitments
2-25 Proses untuk memperbaiki dampak 117-118
negatif
Processes to remediate negative
impacts
2-26 Mekanisme untuk mencari nasihat 113-115,
dan mengemukakan masalah 181, 315
Mechanisms for seeking advice and
raising concerns
2-27 Kepatuhan terhadap hukum dan 119, 253
peraturan
Compliance with laws and
regulations
2-28 Asosiasi keanggotaan 81
Membership associations
2-29 Pendekatan untuk keterlibatan 61-63
pemangku kepentingan
Approach to stakeholder
engagement
2-30 Perjanjian perundingan kolektif 186
Collective bargaining agreements
Topik Material
Material Topics
GRI 3: Topik 3-1 Proses untuk menentukan topik 64-70
Material 2021 material
GRI 3: Material Process to determine material
Topics 2021 topics
3-2 Daftar topik material 64-70
List of material topics
Keanekaragaman Hayati
Biodiversity
GRI 3: Topik 3-3 Manajemen topik material 266
Material 2021 Management of material topics
GRI 3: Material
Topics 2021
GRI 101: 101-1 Kebijakan untuk menghentikan 266
360 Keanekaragaman dan mengembalikan hilangnya
Hayati 2024 keanekaragaman hayati
GRI 101: Policies to halt and reverse
Laporan Keberlanjutan 2025
Biodiversity 2024 biodiversity loss
101-2 Manajemen dampak 267, 269-
keanekaragaman hayati 270
Management of biodiversity
impacts
Page 361
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Indeks SASB Indeks TCFD Independent Assurance Statement Lembar Umpan Balik
SASB Index TCFD Index Independent Assurance Statement Feedback Form
Tidak Mencantumkan
Omission
Persyaratan
Standar GRI Pengungkapan Halaman
Tidak
GRI Standard Disclosure Page Alasan Penjelasan
Mencantumkan
Reason Explanation
Requirement
Omitted
101-3 Akses dan berbagi manfaat 270
Access and benefit-sharing
101-4 Identifikasi dampak 267-269
keanekaragaman hayati
Identification of biodiversity impacts
101-5 Lokasi yang memiliki dampak 267-269
keanekaragaman hayati
Locations with biodiversity impacts
101-6 Pemicu langsung hilangnya 267-270
keanekaragaman hayati
Direct drivers of biodiversity loss
101-7 Perubahan kondisi 271-274
keanekaragaman hayati
Changes to the state of biodiversity
101-8 Layanan ekosistem 267-269,
Ecosystem services 271-274
Kinerja Ekonomi
Economic Performance
GRI 3: Topik 3-3 Manajemen topik material 131-132,
Material 2021 Management of material topics 186
GRI 3: Material
Topics 2021
201-1 Nilai ekonomi langsung yang 131, 303
dihasilkan dan didistribusikan
Direct economic value generated
and distributed
201-2 Implikasi finansial serta risiko dan 280, 282,
peluang lain akibat dari perubahan 284, 285
iklim
Financial implications and other
risks and opportunities due to
climate change
201-3 Kewajiban program pensiun 186-188
manfaat pasti dan program pensiun
lainnya
Defined benefit plan obligations
and other retirement plans
201-4 Bantuan finansial yang diterima dari 132
pemerintah
Financial assistance received from
government 361
2025 Sustainability Report
Page 362
Lampiran
Attachment
Metrik Kinerja Keberlanjutan Tautan TPB dalam Standar GRI Indeks Konten GRI Indeks SEOJK No.16/SEOJK.04/2021
Sustainability Performance Metrics SDGs Linkage in the GRI Standards GRI Content Index SEOJK No.16/SEOJK.04/2021 Index
Tidak Mencantumkan
Omission
Persyaratan
Standar GRI Pengungkapan Halaman
Tidak
GRI Standard Disclosure Page Alasan Penjelasan
Mencantumkan
Reason Explanation
Requirement
Omitted
Keberadaan Pasar
Market Presence
GRI 3: Topik 3-3 Manajemen topik material 183, 176
Material 2021 Management of material topics
GRI 3: Material
Topics 2021
GRI 202: 202-1 Rasio standar upah karyawan 183
Keberadaan Pasar pemula berdasarkan jenis kelamin
2016 terhadap upah minimum regional
GRI 202: Market Ratios of standard entry level
Presence 2016 wage by gender compared to local
minimum wage
202-2 Proporsi manajemen senior yang 176
berasal dari masyarakat setempat
Proportion of senior management
hired from the local community
Dampak Ekonomi Tidak Langsung
Indirect Economic Impacts
GRI 3: Topik 3-3 Manajemen topik material 218
Material 2021 Management of material topics
GRI 3: Material
Topics 2021
GRI 203: Dampak 203-1 Investasi infrastruktur dan 221
Ekonomi dukungan layanan
Tidak Langsung Infrastructure investments and
2016 services supported
GRI 203: Indirect 203-2 Dampak ekonomi tidak langsung 138,
Economic yang signifikan 218-228,
Impacts 2016 Significant indirect economic 229-239,
impacts 246-247
Praktik Pengadaan
Procurement Practices
GRI 3: Topik 3-3 Manajemen topik material 135
Material 2021 Management of material topics
GRI 3: Material
Topics 2021
GRI 204: Praktik 204-1 Proporsi pengeluaran untuk 135-136,
Pengadaan 2016 pemasok lokal 304
GRI 204: Proportion of spending on local
362 Procurement suppliers
Practices 2016
Laporan Keberlanjutan 2025
Page 363
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Indeks SASB Indeks TCFD Independent Assurance Statement Lembar Umpan Balik
SASB Index TCFD Index Independent Assurance Statement Feedback Form
Tidak Mencantumkan
Omission
Persyaratan
Standar GRI Pengungkapan Halaman
Tidak
GRI Standard Disclosure Page Alasan Penjelasan
Mencantumkan
Reason Explanation
Requirement
Omitted
Antikorupsi
Anti-corruption
GRI 3: Topik 3-3 Manajemen topik material 110-111
Material 2021 Management of material topics
GRI 3: Material
Topics 2021
GRI 205: 205-1 Operasi-operasi yang dinilai 112
Antikorupsi 2016 memiliki risiko terkait korupsi
GRI 205: Anti- Operations assessed for risks
corruption 2016 related to corruption
205-2 Komunikasi dan pelatihan tentang 112-113,
kebijakan dan prosedur antikorupsi 316-318
Communication and training
about anti-corruption policies and
procedures
205-3 Insiden korupsi yang terbukti dan 113
tindakan yang diambil
Confirmed incidents of corruption
and actions taken
Perilaku Anti-persaingan
Anti-competitive Behavior
GRI 3: Topik 3-3 Manajemen topik material 119
Material 2021 Management of material topics
GRI 3: Material
Topics 2021
GRI 206: Perilaku 206-1 Langkah-langkah hukum untuk 119
Anti-persaingan perilaku antipersaingan, praktik
2016 antipakat dan monopoli
GRI 206: Anti- Legal actions for anti-competitive
competitive behavior, anti-trust, and monopoly
Behavior 2016 practices
Pajak
Tax
GRI 3: Topik 3-3 Manajemen topik material 133-134
Material 2021 Management of material topics
GRI 3: Material
Topics 2021
363
2025 Sustainability Report
Page 364
Lampiran
Attachment
Metrik Kinerja Keberlanjutan Tautan TPB dalam Standar GRI Indeks Konten GRI Indeks SEOJK No.16/SEOJK.04/2021
Sustainability Performance Metrics SDGs Linkage in the GRI Standards GRI Content Index SEOJK No.16/SEOJK.04/2021 Index
Tidak Mencantumkan
Omission
Persyaratan
Standar GRI Pengungkapan Halaman
Tidak
GRI Standard Disclosure Page Alasan Penjelasan
Mencantumkan
Reason Explanation
Requirement
Omitted
GRI 207: Pajak 207-1 Pendekatan terhadap pajak 133-134
2019 Approach to tax
GRI 207: Tax 2019 207-2 Tata kelola, pengontrolan, dan 133-134
manajemen risiko pajak
Tax governance, control, and risk
management
207-3 Keterlibatan pemangku 134-135
kepentingan dan pengelolaan
kepedulian yang berkaitan dengan
pajak
Stakeholder engagement and
management of concerns related
to tax
207-4 Laporan per negara 135, 320
Country-by-country reporting
Material
Materials
GRI 3: Topik 3-3 Manajemen topik material 257
Material 2021 Management of material topics
GRI 3: Material
Topics 2021
GRI 301: Material 301-1 Material yang digunakan 257-258,
2016 berdasarkan berat atau volume 305
GRI 301: Materials Materials used by weight or volume
2016 301-2 Material input dari daur ulang yang 257-258,
digunakan 305
Recycled input materials used
301-3 Produk pemerolehan ulang dan 257-258
material kemasannya
Reclaimed products and their
packaging materials
Energi
Energy
GRI 3: Topik 3-3 Manajemen topik material 255
Material 2021 Management of material topics
GRI 3: Material
Topics 2021
364
Laporan Keberlanjutan 2025
Page 365
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Indeks SASB Indeks TCFD Independent Assurance Statement Lembar Umpan Balik
SASB Index TCFD Index Independent Assurance Statement Feedback Form
Tidak Mencantumkan
Omission
Persyaratan
Standar GRI Pengungkapan Halaman
Tidak
GRI Standard Disclosure Page Alasan Penjelasan
Mencantumkan
Reason Explanation
Requirement
Omitted
GRI 302: Energi 302-1 Konsumsi energi dalam organisasi 255, 309
2016 Energy consumption within the
GRI 302: Energy organization
2016 302-2 Konsumsi energi di luar organisasi 255
Energy consumption outside of the
organization
302-3 Intensitas energi 255, 256,
Energy intensity 310
302-4 Pengurangan konsumsi energi 255-256,
Reduction of energy consumption 310
302-5 Pengurangan pada energi yang 255-256,
dibutuhkan untuk produk dan jasa 310
Reductions in energy requirements
of products and services
Air dan Efluen
Water and Effluents
GRI 3: Topik 3-3 Manajemen topik material 260
Material 2021 Management of material topics
GRI 3: Material
Topics 2021
GRI 303: Air dan 303-1 Interaksi dengan air sebagai 260
Efluen 2018 sumber daya bersama
GRI 303: Water Interactions with water as a shared
and Effluents 2018 resource
303-2 Manajemen dampak yang berkaitan 261-262
dengan pembuangan air
Management of water discharge-
related impacts
303-3 Pengambilan air 261, 262,
Water withdrawal 307
303-4 Pembuangan air 308
Water discharge
303-5 Konsumsi air 261, 309
Water consumption
Emisi
Emissions
GRI 3: Topik 3-3 Manajemen topik material 289, 294,
Material 2021 Management of material topics 295
GRI 3: Material
Topics 2021 365
2025 Sustainability Report
Page 366
Lampiran
Attachment
Metrik Kinerja Keberlanjutan Tautan TPB dalam Standar GRI Indeks Konten GRI Indeks SEOJK No.16/SEOJK.04/2021
Sustainability Performance Metrics SDGs Linkage in the GRI Standards GRI Content Index SEOJK No.16/SEOJK.04/2021 Index
Tidak Mencantumkan
Omission
Persyaratan
Standar GRI Pengungkapan Halaman
Tidak
GRI Standard Disclosure Page Alasan Penjelasan
Mencantumkan
Reason Explanation
Requirement
Omitted
GRI 305: Emisi 305-1 Emisi GRK (Cakupan 1) langsung 289-391,
2016 Direct (Scope 1) GHG emissions 310-312
GRI 305: 305-2 Emisi energi GRK (Cakupan 2) tidak 289-391,
Emissions 2016 langsung 310-312
Energy indirect (Scope 2) GHG
emissions
305-3 Emisi GRK (Cakupan 3) tidak 289, 290,
langsung lainnya 310-312
Other indirect (Scope 3) GHG
emissions
305-4 Intensitas emisi GRK 291-292,
GHG emissions intensity 312
305-5 Pengurangan emisi GRK 292-294
Reduction of GHG emissions
305-6 Emisi zat perusak ozon (ODS) 295
Emissions of ozone-depleting
substances (ODS)
305-7 Nitrogen oksida (NOx), belerang 294-295,
oksida (SOx), dan emisi udara 312
signifikan lainnya
Nitrogen oxides (NOx), sulfur oxides
(SOx), and other significant air
emissions
Limbah
Waste
GRI 3: Topik 3-3 Manajemen topik material 263
Material 2021 Management of material topics
GRI 3: Material
Topics 2021
GRI 306: Limbah 306-1 Timbulan limbah dan dampak 263, 264
2020 signifikan terkait limbah
GRI 306: Waste Waste generation and significant
2020 waste-related impacts
306-2 Manajemen dampak signifikan 263, 264-
terkait limbah 265
Management of significant waste-
related impacts
306-3 Timbulan limbah 263, 265,
Waste generated 305
366 306-4 Limbah yang dialihkan dari 263, 306-
pembuangan akhir 307
Waste diverted from disposal
Laporan Keberlanjutan 2025
306-5 Limbah yang dikirimkan ke 263, 306-
pembuangan akhir 307
Waste directed to disposal
Page 367
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Indeks SASB Indeks TCFD Independent Assurance Statement Lembar Umpan Balik
SASB Index TCFD Index Independent Assurance Statement Feedback Form
Tidak Mencantumkan
Omission
Persyaratan
Standar GRI Pengungkapan Halaman
Tidak
GRI Standard Disclosure Page Alasan Penjelasan
Mencantumkan
Reason Explanation
Requirement
Omitted
Penilaian Lingkungan Pemasok
Supplier Environmental Assessment
GRI 3: Topik 3-3 Manajemen topik material 136-137
Material 2021 Management of material topics
GRI 3: Material
Topics 2021
GRI 308: Penilaian 308-1 Seleksi pemasok baru dengan 136-137,
Lingkungan menggunakan kriteria lingkungan 319
Pemasok 2016 New suppliers that were screened
GRI 308: Supplier using environmental criteria
Environmental 308-2 Dampak lingkungan negatif dalam 136-137
Assessment 2016 rantai pasokan dan tindakan yang
telah diambil
Negative environmental impacts in
the supply chain and actions taken
Kepegawaian
Employment
GRI 3: Topik 3-3 Manajemen topik material 177, 188
Material 2021 Management of material topics
GRI 3: Material
Topics 2021
GRI 401: 401-1 Perekrutan pegawai baru dan 177-178,
Kepegawaian pergantian pegawai 327-329
2016 New employee hires and employee
GRI 401: turnover
Employment 2016 401-2 Tunjangan yang diberikan kepada 183-185
karyawan purnawaktu yang tidak
diberikan kepada karyawan pada
kurun waktu tertentu atau paruh
waktu
Benefits provided to full-time
employees that are not provided to
temporary or part-time employees
401-3 Cuti melahirkan 188, 334
Parental leave
Hubungan Tenaga Kerja/Manajemen
Labor/Management Relations
GRI 3: Topik 3-3 Manajemen topik material 178
Material 2021 Management of material topics
GRI 3: Material
Topics 2021
367
2025 Sustainability Report
Page 368
Lampiran
Attachment
Metrik Kinerja Keberlanjutan Tautan TPB dalam Standar GRI Indeks Konten GRI Indeks SEOJK No.16/SEOJK.04/2021
Sustainability Performance Metrics SDGs Linkage in the GRI Standards GRI Content Index SEOJK No.16/SEOJK.04/2021 Index
Tidak Mencantumkan
Omission
Persyaratan
Standar GRI Pengungkapan Halaman
Tidak
GRI Standard Disclosure Page Alasan Penjelasan
Mencantumkan
Reason Explanation
Requirement
Omitted
GRI 402: 402-1 Periode pemberitahuan minimum 178
Hubungan Tenaga terkait perubahan operasional
Kerja/Manajemen Minimum notice periods regarding
2016 operational changes
GRI 402: Labor/
Management
Relations 2016
Kesehatan dan Keselamatan Kerja
Occupational Health and Safety
GRI 3: Topik 3-3 Manajemen topik material 192
Material 2021 Management of material topics
GRI 3: Material
Topics 2021
GRI 403: 403-1 Sistem manajemen kesehatan dan 192-196
Kesehatan dan keselamatan kerja
Keselamatan Kerja Occupational health and safety
2018 management system
GRI 403: 403-2 Pengidentifikasian bahaya, 196-198
Occupational penilaian risiko, dan investigasi
Health and Safety insiden
2018 Hazard identification, risk
assessment, and incident
investigation
403-3 Layanan kesehatan kerja 201-202
Occupational health services
403-4 Partisipasi, konsultasi, dan 202, 335
komunikasi pekerja tentang
kesehatan dan keselamatan kerja
Worker participation, consultation,
and communication on
occupational health and safety
403-5 Pelatihan pekerja mengenai 203-205,
kesehatan dan keselamatan kerja 335
Worker training on occupational
health and safety
403-6 Peningkatan kualitas kesehatan 201-202
pekerja
Promotion of worker health
403-7 Pencegahan dan mitigasi 199-200
dampak-dampak kesehatan dan
368 keselamatan kerja yang secara
langsung terkait hubungan bisnis
Prevention and mitigation of
occupational health and safety
Laporan Keberlanjutan 2025
impacts directly linked by business
relationships
Page 369
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Indeks SASB Indeks TCFD Independent Assurance Statement Lembar Umpan Balik
SASB Index TCFD Index Independent Assurance Statement Feedback Form
Tidak Mencantumkan
Omission
Persyaratan
Standar GRI Pengungkapan Halaman
Tidak
GRI Standard Disclosure Page Alasan Penjelasan
Mencantumkan
Reason Explanation
Requirement
Omitted
403-8 Pekerja yang tercakup dalam 194
sistem manajemen kesehatan dan
keselamatan kerja
Workers covered by an
occupational health and safety
management system
403-9 Kecelakaan kerja 205-206,
Work-related injuries 335-336
403-10 Penyakit akibat kerja 205-206,
Work-related ill health 336-337
Pelatihan dan Pendidikan
Training and Education
GRI 3: Topik 3-3 Manajemen topik material 172, 185
Material 2021 Management of material topics
GRI 3: Material
Topics 2021
GRI 404: Pelatihan 404-1 Rata-rata jam pelatihan per tahun 174, 331-
dan Pendidikan per karyawan 332
2016 Average hours of training per year
GRI 404: Training per employee
and Education 404-2 Program untuk meningkatkan 172-173,
2016 keterampilan karyawan dan 188, 332
program bantuan peralihan
Programs for upgrading employee
skills and transition assistance
programs
404-3 Persentase karyawan yang 185
menerima tinjauan rutin terhadap
kinerja dan pengembangan karier
Percentage of employees receiving
regular performance and career
development reviews
Keberagaman dan Kesempatan Setara
Diversity and Equal Opportunity
GRI 3: Topik 3-3 Manajemen topik material 174-176,
Material 2021 Management of material topics 183
GRI 3: Material
Topics 2021
GRI 405: 405-1 Keanekaragaman badan tata kelola 174-176,
Keanekaragaman dan karyawan 321-325
dan Peluang Diversity of governance bodies and
369
Setara 2016 employees
GRI 405: Diversity
2025 Sustainability Report
and Equal
Opportunity 2016
Page 370
Lampiran
Attachment
Metrik Kinerja Keberlanjutan Tautan TPB dalam Standar GRI Indeks Konten GRI Indeks SEOJK No.16/SEOJK.04/2021
Sustainability Performance Metrics SDGs Linkage in the GRI Standards GRI Content Index SEOJK No.16/SEOJK.04/2021 Index
Tidak Mencantumkan
Omission
Persyaratan
Standar GRI Pengungkapan Halaman
Tidak
GRI Standard Disclosure Page Alasan Penjelasan
Mencantumkan
Reason Explanation
Requirement
Omitted
405-2 Rasio gaji pokok dan remunerasi 183
perempuan dibandingkan laki-laki
Ratio of basic salary and
remuneration of women to men
Non Diskriminasi
Non-discrimination
GRI 3: Topik 3-3 Manajemen topik material 176
Material 2021 Management of material topics
GRI 3: Material
Topics 2021
GRI 406: Non- 406-1 Insiden diskriminasi dan tindakan 176
Diskriminasi 2016 perbaikan yang dilakukan
GRI 406: Non- Incidents of discrimination and
discrimination corrective actions taken
2016
Kebebasan Berserikat dan Perundingan Kolektif
Freedom of Association and Collective Bargaining
GRI 3: Topik 3-3 Manajemen topik material 186
Material 2021 Management of material topics
GRI 3: Material
Topics 2021
GRI 407: 407-1 Operasi dan pemasok di mana 186
Kebebasan hak atas kebebasan berserikat
Berserikat dan dan perundingan kolektif mungkin
Perundingan berisiko
Kolektif 2016 Operations and suppliers in which
GRI 407: Freedom the right to freedom of association
of Association and collective bargaining may be
and Collective at risk
Bargaining 2016
Pekerja Anak
Child Labor
GRI 3: Topik 3-3 Manajemen topik material 182
Material 2021 Management of material topics
GRI 3: Material
Topics 2021
GRI 408: Pekerja 408-1 Operasi dan pemasok yang 182
Anak 2016 berisiko signifikan terhadap insiden
GRI 408: Child pekerja anak
Labor 2016 Operations and suppliers at
370 significant risk for incidents of child
labor
Laporan Keberlanjutan 2025
Page 371
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Indeks SASB Indeks TCFD Independent Assurance Statement Lembar Umpan Balik
SASB Index TCFD Index Independent Assurance Statement Feedback Form
Tidak Mencantumkan
Omission
Persyaratan
Standar GRI Pengungkapan Halaman
Tidak
GRI Standard Disclosure Page Alasan Penjelasan
Mencantumkan
Reason Explanation
Requirement
Omitted
Kerja Paksa atau Wajib Kerja
Forced or Compulsory Labor
GRI 3: Topik 3-3 Manajemen topik material 182
Material 2021 Management of material topics
GRI 3: Material
Topics 2021
GRI 409: Kerja 409-1 Operasi dan pemasok yang 182-183
Paksa atau Wajib berisiko signifikan terhadap insiden
Kerja 2016 kerja paksa atau wajib kerja
Operations and suppliers at
significant risk for incidents of
forced or compulsory labor
Praktik Keamanan
Security Practices
GRI 3: Topik 3-3 Manajemen topik material 178
Material 2021 Management of material topics
GRI 3: Material
Topics 2021
GRI 410: Praktik 410-1 Petugas keamanan yang dilatih 178-179
Keamanan 2016 mengenai kebijakan atau prosedur
GRI 410: Security hak asasi manusia
Practices 2016 Security personnel trained in
human rights policies or procedures
Hak Masyarakat Adat
Rights of Indigenous Peoples
GRI 3: Topik 3-3 Manajemen topik material 59
Material 2021 Management of material topics
GRI 3: Material
Topics 2021
GRI 411: Hak 411-1 Insiden pelanggaran yang 59
Masyarakat Adat melibatkan hak-hak masyarakat
2016 adat
GRI 411: Rights Incidents of violations involving the
of Indigenous rights of indigenous peoples
Peoples 2016
Masyarakat Setempat
Local Communities
GRI 3: Topik 3-3 Manajemen topik material 211-212
Material 2021 Management of material topics
GRI 3: Material 371
Topics 2021
2025 Sustainability Report
Page 372
Lampiran
Attachment
Metrik Kinerja Keberlanjutan Tautan TPB dalam Standar GRI Indeks Konten GRI Indeks SEOJK No.16/SEOJK.04/2021
Sustainability Performance Metrics SDGs Linkage in the GRI Standards GRI Content Index SEOJK No.16/SEOJK.04/2021 Index
Tidak Mencantumkan
Omission
Persyaratan
Standar GRI Pengungkapan Halaman
Tidak
GRI Standard Disclosure Page Alasan Penjelasan
Mencantumkan
Reason Explanation
Requirement
Omitted
GRI 413: 413-1 Operasi dengan keterlibatan 215-216
Masyarakat masyarakat setempat, penilaian
Setempat 2016 dampak, dan program
GRI 413: Local pengembangan
Communities 2016 Operations with local community
engagement, impact assessments,
and development programs
413-2 Operasi yang secara aktual dan 215-216
yang berpotensi memiliki dampak
negatif signifikan terhadap
masyarakat setempat
Operations with significant actual
and potential negative impacts on
local communities
Penilaian Sosial Pemasok
Supplier Social Assessment
GRI 3: Topik 3-3 Manajemen topik material 136-137
Material 2021 Management of material topics
GRI 3: Material
Topics 2021
GRI 414: Penilaian 414-1 Seleksi pemasok baru dengan 136-137
Sosial Pemasok menggunakan kriteria sosial
2016 New suppliers that were screened
GRI 414: Supplier using social criteria
Social Assessment 414-2 Dampak sosial negatif dalam rantai 136-137
2016 pasokan dan tindakan yang telah
diambil
Negative social impacts in the
supply chain and actions taken
Kebijakan Publik
Public Policy
GRI 3: Topik 3-3 Manajemen topik material 119
Material 2021 Management of material topics
GRI 3: Material
Topics 2021
GRI 415: Kebijakan 415-1 Kebijakan publik 119-121
Publik 2016 Public policy
GRI 415: Public
Policy 2016
Kesehatan dan Keselamatan Pelanggan
372 Customer Health and Safety
GRI 3: Topik 3-3 Manajemen topik material 156
Material 2021 Management of material topics
Laporan Keberlanjutan 2025
GRI 3: Material
Topics 2021
Page 373
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Indeks SASB Indeks TCFD Independent Assurance Statement Lembar Umpan Balik
SASB Index TCFD Index Independent Assurance Statement Feedback Form
Tidak Mencantumkan
Omission
Persyaratan
Standar GRI Pengungkapan Halaman
Tidak
GRI Standard Disclosure Page Alasan Penjelasan
Mencantumkan
Reason Explanation
Requirement
Omitted
GRI 416: 416-1 Penilaian dampak kesehatan dan 156-160
Kesehatan dan keselamatan dari berbagai kategori
Keselamatan produk dan jasa
Pelanggan Assessment of the health and
2016 safety impacts of product and
GRI 416: Customer service categories
Health and Safety 416-2 Insiden ketidakpatuhan 156-160
2016 sehubungan dengan dampak
kesehatan dan keselamatan dari
produk dan jasa
Incidents of non-compliance
concerning the health and safety
impacts of products and services
Pemasaran dan Pelabelan
Marketing and Labeling
GRI 3: Topik 3-3 Manajemen topik material 161-164
Material 2021 Management of material topics
GRI 3: Material
Topics 2021
GRI 417: 417-1 Persyaratan untuk pelabelan dan 161
Pemasaran dan informasi produk dan jasa
Pelabelan 2016 Requirements for product and
GRI 417: Marketing service information and labeling
and Labeling 2016 417-2 Insiden ketidakpatuhan terkait 161
informasi dan pelabelan produk
dan jasa
Incidents of non-compliance
concerning product and service
information and labeling
417-3 Insiden ketidakpatuhan terkait 162-164
komunikasi pemasaran
Incidents of non-compliance
concerning marketing
communications
Privasi Pelanggan
Customer Privacy
GRI 3: Topik 3-3 Manajemen topik material 164
Material 2021 Management of material topics
GRI 3: Material
Topics 2021
GRI 418: Privasi 418-1 Pengaduan yang berdasar 164
Pelanggan 2016 mengenai pelanggaran terhadap 373
GRI 418: Customer privasi pelanggan dan hilangnya
Privacy 2016 data pelanggan
2025 Sustainability Report
Substantiated complaints
concerning breaches of customer
privacy and losses of customer data
Page 374
Lampiran
Attachment
Metrik Kinerja Keberlanjutan Tautan TPB dalam Standar GRI Indeks Konten GRI Indeks SEOJK No.16/SEOJK.04/2021
Sustainability Performance Metrics SDGs Linkage in the GRI Standards GRI Content Index SEOJK No.16/SEOJK.04/2021 Index
Referensi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) [OJK G.4]
Financial Service Authority (OJK) Reference
Pengungkapan Halaman
Disclosure Page
Strategi Keberlanjutan
Sustainability Strategy
A.1 Penjelasan Strategi Keberlanjutan 54-56
Description of Sustainability Strategy
Ikhtisar Kinerja Aspek Keberlanjutan
Sustainability Performance Highlights
B.1. Aspek Ekonomi 12, 298
Economic Aspects
B.1.a Kuantitas Produksi atau Jasa yang Dijual 12, 298
Quantity of Products or Services Sold
B.1.b Pendapatan atau Penjualan 12, 298
Revenue or Sales
B.1.c Laba atau Rugi Bersih 12, 298
Net Profit or Loss
B.1.d Produk Ramah Lingkungan 298
Environmentally Friendly Products
B.1.e Pelibatan Pihak Lokal yang Berkaitan dengan Proses Bisnis Keuangan 298
Berkelanjutan
Engagement of Local Stakeholders in Sustainable Finance Business Processes
B.2 Aspek Lingkungan Hidup 13, 127, 298
Environmental Aspects
B.2.a Pengurangan Energi 13, 298
Energy Reduction
B.2.b Pengurangan Emisi yang Dihasilkan 298
Emission Reduction
B.2.c Pengurangan Limbah dan Efluen 298
Waste and Effluent Reduction
B.2.d Pelestarian Keanekaragaman Hayati 14
Biodiversity Conservation
B.3 Aspek Sosial 15-16, 299-300
Social Aspects
Profil Perusahaan
Company Profile
C.1 Visi, Misi, dan Nilai Keberlanjutan 39
Vision, Mission, and Sustainability Values
C.2 Alamat Perusahaan 38, 46-47
Company's Address
C.3 Skala Usaha 38, 42-43, 46, 175,
374 Business Scale 300-301, 322-323
C.3.a Total Aset atau Kapitalisasi Aset dan Total Kewajiban 38
Total Assets or Asset Capitalization and Total Liabilities
Laporan Keberlanjutan 2025
C.3.b Jumlah Karyawan menurut Jenis Kelamin, Jabatan, Usia, Pendidikan, dan Status 38, 175, 322-325
Ketenagakerjaan
Number of Employees by Gender, Position, Age, Education, and Employment
Status
Page 375
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Indeks SASB Indeks TCFD Independent Assurance Statement Lembar Umpan Balik
SASB Index TCFD Index Independent Assurance Statement Feedback Form
Pengungkapan Halaman
Disclosure Page
C.3.c Nama Pemegang Saham dan Persentase Kepemilikan Saham 38
Names of Shareholders and Percentage of Share Ownership
C.3.d Wilayah Operasional 42-43
Operational Areas
C.4 Produk, Layanan, dan Kegiatan Usaha yang Dijalankan 48-51
Products, Services, and Business Activities Conducted
C.5 Keanggotaan pada Asosiasi 81
Membership in Associations
C.6 Perubahan Emiten dan Perusahaan Publik yang Bersifat Signifikan 46
Significant Changes in Issuers and Public Companies
Penjelasan Direksi
Board of Directors Statement
D.1 Penjelasan Direksi 18-21, 22-27
Explanation from the Board of Directors
D.1.a Kebijakan untuk Merespon Tantangan dalam Pemenuhan Strategi Keberlanjutan 24-25
Policies to Address Challenges in Meeting Sustainability Strategies
D.1.b Penerapan Keuangan Berkelanjutan 25
Implementation of Sustainable Finance
D.1.c Strategi Pencapaian Target 25-26
Strategies for Achieving Targets
Tata Kelola Keberlanjutan
Sustainability Governance
E.1 Penanggung Jawab Penerapan Keuangan Berkelanjutan 59-60, 276-278
Responsibility for Sustainable Finance Implementation
E.2 Pengembangan Kompetensi Terkait Keuangan Berkelanjutan 100-106
Competency Development Related to Sustainable Finance
E.3 Penilaian Risiko Atas Penerapan Keuangan Berkelanjutan 107-109, 278-279
Risk Assessment on the Implementation of Sustainable Finance
E.4 Hubungan dengan Pemangku Kepentingan 61-63
Stakeholder Relations
E.5 Permasalahan Terhadap Penerapan Keuangan Berkelanjutan 22-24
Challenges in Implementing Sustainable Finance
Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance
F.1 Kegiatan Membangun Budaya Keberlanjutan 57-59
Activities in Building a Sustainability Culture
Kinerja Ekonomi
Economic Performance
F.2 Perbandingan Target dan Kinerja Produksi, Portofolio, Target Pembiayaan, atau 127, 301, 338
Investasi, Pendapatan dan Laba Rugi
Comparison of Targets and Performance in Production, Portfolio, Financing
Targets, or Investment, Revenue, and Profit and Loss
F.3 Perbandingan Target dan Kinerja Produksi, Portofolio, Target Pembiayaan, 129-131, 302 375
atau Investasi pada Instrumen Keuangan atau Proyek yang Sejalan dengan
Keuangan Berkelanjutan
Comparison of Targets and Performance in Production, Portfolio, Financing
2025 Sustainability Report
Targets, or Investments in Financial Instruments or Projects Aligned with
Sustainable Finance
Page 376
Lampiran
Attachment
Metrik Kinerja Keberlanjutan Tautan TPB dalam Standar GRI Indeks Konten GRI Indeks SEOJK No.16/SEOJK.04/2021
Sustainability Performance Metrics SDGs Linkage in the GRI Standards GRI Content Index SEOJK No.16/SEOJK.04/2021 Index
Pengungkapan Halaman
Disclosure Page
Kinerja Lingkungan Hidup
Environmental Performance
F.4 Biaya Lingkungan Hidup 275-276, 299, 313
Environmental Cost
Aspek Material
Material Aspects
F.5 Penggunaan Material yang Ramah Lingkungan 257-259, 305
Use of Environmentally Friendly Materials
Aspek Energi
Energy Aspects
F.6 Jumlah dan Intensitas Energi yang Digunakan 255-257, 309-310
Total and Intensity of Energy Used
F.7 Upaya dan Pencapaian Efisiensi Energi dan Penggunaan Energi Terbarukan 255-257, 309-310
Efforts and Achievement of Energy Efficiency and Use of Renewable Energy
Aspek Air
Water Aspects
F.8 Penggunaan Air 260-262, 307
Water Usage
Aspek Keanekaragaman Hayati
Biodiversity Aspects
F.9 Dampak dari Wilayah Operasional yang Dekat atau Berada di Daerah 266-276
Konservasi atau Memiliki Keanekaragaman Hayati
Impact from Operational Areas that are Near or Located in Conservation Areas
or Have Biodiversity
F.10 Usaha Konservasi Keanekaragaman Hayati 266-276
Biodiversity Conservation Efforts
Aspek Emisi
Emission Aspects
F.11 Jumlah dan Intensitas Emisi yang Dihasilkan Berdasarkan Jenisnya 289-295, 310-312
Total Emissions and Emissions Intensity Generated by Type
F.12 Upaya dan Pencapaian Pengurangan Emisi yang Dilakukan 292-295
Emissions Reduction Efforts and Achievements
Aspek Limbah dan Efluen
Waste and Effluent Aspects
F.13 Jumlah Limbah dan Efluen yang Dihasilkan Berdasarkan Jenis 263-266
Total Waste and Effluent Generated by Type
F.14 Mekanisme Pengelolaan Limbah dan Efluen 262-266, 306-307
Waste and Effluent Management Mechanism
F.15 Tumpahan yang Terjadi ( jika ada) 263, 266
Spills (if any)
Aspek Pengaduan Terkait Lingkungan Hidup
Environmental-Related Complaints Aspects
376 F.16 Jumlah dan Materi Pengaduan Lingkungan Hidup yang Diterima dan 117-118, 275-276,
Diselesaikan 312-313
Total and Material of Environmental Complaints Received and Resolved
Laporan Keberlanjutan 2025
Kinerja Sosial
Social Performance
F.17 Komitmen untuk Memberikan Layanan atas Produk dan/atau Jasa yang Setara 162
kepada Konsumen
Commitment of Financial Services Institutions, Issuers, or Public Companies to
Provide Equal Services for Products and/or Services to Customers
Page 377
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Indeks SASB Indeks TCFD Independent Assurance Statement Lembar Umpan Balik
SASB Index TCFD Index Independent Assurance Statement Feedback Form
Pengungkapan Halaman
Disclosure Page
Aspek Ketenagakerjaan
Employment Aspects
F.18 Kesetaraan Kesempatan Bekerja 174-177, 185
Equal Employment Opportunity
F.19 Tenaga Kerja Anak dan Tenaga Kerja Paksa 182
Child Labor and Forced Labor
F.20 Upah Minimum Regional 183
Regional Minimum Wage
F.21 Lingkungan Bekerja yang Layak dan Aman 192-206
Decent and Safe Working Environment
F.22 Pelatihan dan Pengembangan Kemampuan Karyawan 170-174, 330-332
Employee Capability Training and Development
Aspek Masyarakat
Community Aspects
F.23 Dampak Operasi Terhadap Masyarakat Sekitar 218-239, 251
Impact of Operations on Surrounding Communities
F.24 Pengaduan Masyarakat 113-115, 215, 315
Community Complaints
F.25 Kegiatan Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) 217-245, 339
Environmental Social Responsibility Activities (TJSL)
Tanggung Jawab Pengembangan Produk/Jasa Berkelanjutan
Responsibility on the Development of Sustainable Finance Products and/or Services
F.26 Inovasi dan Pengembangan Produk/Jasa Keuangan Berkelanjutan 254, 150-155
Innovation and Development of Sustainable Financial Products/Services
F.27 Produk/Jasa yang Sudah Dievaluasi Keamanannya bagi Pelanggan 156-160
Safety Evaluated Products/Services for Customers
F.28 Dampak Produk/Jasa 156-160
Impact of Products/Services
F.29 Jumlah Produk yang Ditarik Kembali 156-160
Number of Products Recalled
F.30 Survei Kepuasan Pelanggan Terhadap Produk dan/atau Jasa Keuangan 165-167, 337
Berkelanjutan
Customer Satisfaction Survey on Sustainable Financial Products and/or Services
Lain-lain
Others
G.1 Verifikasi Tertulis dari Pihak Independen ( jika ada) 34-35, 382
Written Verification from Independent Party (if any)
G.2 Lembar Umpan Balik 388
Feedback Sheet
G.3 Tanggapan Terhadap Umpan Balik Laporan Keberlanjutan Tahun Sebelumnya 35
Response Towards Feedback on Previous Year's Sustainability Report
G.4 Daftar Pengungkapan Sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 51/ 33, 374
POJK.03/2017 tentang Penerapan Keuangan Berkelanjutan bagi Lembaga Jasa 377
Keuangan, Emiten, dan Perusahaan Publik
List of Disclosures According to Financial Services Authority Regulation Number
51/POJK.03/2017 concerning the Implementation of Sustainable Finance for
2025 Sustainability Report
Financial Services Institutions, Issuers, and Public Companies
Page 378
Lampiran
Attachment
Metrik Kinerja Keberlanjutan Tautan TPB dalam Standar GRI Indeks Konten GRI Indeks SEOJK No.16/SEOJK.04/2021
Sustainability Performance Metrics SDGs Linkage in the GRI Standards GRI Content Index SEOJK No.16/SEOJK.04/2021 Index
Indeks Sustainability Accounting
Standards (SASB) untuk Kimia
Sustainability Accounting Standards (SASB) for Chemicals Index
Topik Pengungkapan Halaman
SASB
Topic Disclosure Page
Emisi Gas Rumah RT-CH-110a.1 Emisi global Cakupan 1 bruto, persentase yang tercakup dalam 310-311
Kaca peraturan pembatasan emisi
Greenhouse Gas Gross global Scope 1 emissions, percentage covered under
Emissions emissions-limiting regulation
RT-CH-110a.2 Diskusi mengenai strategi atau rencana jangka panjang dan jangka 292-294
pendek untuk mengelola emisi Cakupan 1, target pengurangan
emisi, dan analisis kinerja terhadap target tersebut
Discussion of long term and short term strategy or plan to manage
Scope 1 emissions, emissions reduction targets, and an analysis of
performance against those targets
Kualitas Udara RT-CH-120a.1 Emisi udara dari polutan berikut ini: (1) NOx (tidak termasuk N2O), 312
Air Quality (2) SOx, (3) senyawa organik yang mudah menguap (VOC), dan (4)
polutan udara berbahaya (HAP)
Air emissions of the following pollutants: (1) NOx (excluding N2O), (2)
SOx, (3) volatile organic compounds (VOCs), and (4) hazardous air
pollutants (HAPs)
Pengelolaan Energi RT-CH-130a.1 (1) Total energi yang dikonsumsi, (2) persentase listrik jaringan, (3) 255-257, 309
Energy persentase energi terbarukan, dan (4) total energi yang dihasilkan
Management sendiri
(1) Total energy consumed, (2) percentage grid electricity, (3)
percentage renewable, (4) total self-generated energy
Pengelolaan Air RT-CH-140a.1 (1) Total air yang diambil, (2) total air yang dikonsumsi, persentase 261, 262, 307
Water Management masing-masing di wilayah dengan Tekanan Air Dasar Tinggi atau
Sangat Tinggi
(1) Total water withdrawn, (2) total water consumed, percentage of
each in regions with High or Extremely High Baseline Water Stress
RT-CH-140a.2 Jumlah insiden ketidakpatuhan yang terkait dengan izin, standar, 262
dan peraturan kualitas air
Number of incidents of non-compliance associated with water
quality permits, standards, and regulations
RT-CH-140a.3 Deskripsi risiko pengelolaan air dan diskusi tentang strategi dan 261
praktik untuk memitigasi risiko tersebut
Description of water management risks and discussion of strategies
and practices to mitigate those risks
Pengelolaan RT-CH-150a.1 Jumlah limbah bahan beracun dan berbahaya yang dihasilkan, 305-306
Limbah Bahan persentase yang didaur ulang
Beracun dan Amount of hazardous waste generated, percentage recycled
Berbahaya
Hazardous Waste
Management
378
Hubungan dengan RT-CH-210a.1 Diskusi tentang proses pelibatan untuk mengelola risiko dan 214-216
Masyarakat peluang yang terkait dengan kepentingan masyarakat
Community Discussion of engagement processes to manage risks and
Laporan Keberlanjutan 2025
Relations opportunities associated with community interests
Page 379
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Indeks SASB Indeks TCFD Independent Assurance Statement Lembar Umpan Balik
SASB Index TCFD Index Independent Assurance Statement Feedback Form
Topik Pengungkapan Halaman
SASB
Topic Disclosure Page
Kesehatan dan RT-CH-320a.1 (1) Total tingkat insiden yang dapat dicatat (TRIR) dan (2) tingkat 205, 335
Keselamatan kematian untuk (a) karyawan langsung dan (b) karyawan kontrak
Tenaga Kerja (1) Total recordable incident rate (TRIR) and (2) fatality rate for (a)
Workforce Health direct employees and (b) contract employees
and Safety
RT-CH-320a.2 Deskripsi upaya untuk menilai, memantau, dan mengurangi paparan 196-197
karyawan dan pekerja kontrak terhadap risiko kesehatan jangka
panjang (kronis)
Description of efforts to assess, monitor, and reduce exposure of
employees and contract workers to long-term (chronic) health risks
Desain Produk RT-CH-410a.1 Pendapatan dari produk yang dirancang untuk efisiensi sumber 131
untuk Efisiensi Fase daya yang digunakan
Penggunaan Revenue from products designed for use phase resource efficiency
Product Design
for Use-Phase
Efficiency
Keamanan dan RT-CH-410b.1 (1) Persentase produk yang mengandung Sistem Harmonisasi 259
Pengelolaan Global untuk Klasifikasi dan Pelabelan Bahan Kimia (GHS) Kategori 1
Lingkungan Bahan dan 2 untuk Bahan Berbahaya bagi Kesehatan dan Lingkungan, (2)
Kimia persentase produk yang telah menjalani penilaian bahaya
Safety and (1) Percentage of products that contain Globally Harmonized System
Environmental of Classification and Labelling of Chemicals (GHS) Category 1 and 2
Stewardship of Health and Environmental Hazardous Substances, (2) percentage of
Chemicals such products that have undergone a hazard assessment
RT-CH-410b.2 Diskusi tentang strategi untuk (1) mengelola bahan kimia yang 258-259
menjadi perhatian dan (2) mengembangkan alternatif dengan
dampak yang lebih kecil terhadap manusia dan lingkungan
Discussion of strategy to (1) manage chemicals of concern and (2)
develop alternatives with reduced human and/or environmental
impact
Organisme yang RT-CH-410c.1 Persentase produk berdasarkan pendapatan yang mengandung 130
Dimodifikasi secara organisme yang dimodifikasi secara genetik (GMOs)
Genetik Percentage of products by revenue that contain genetically
Genetically modified organisms (GMOs)
Modified
Organisms
Manajemen Hukum RT-CH-530a.1 Diskusi posisi perusahaan yang terkait dengan peraturan 119
dan Peraturan pemerintah atau proposal kebijakan yang membahas faktor
Lingkungan lingkungan dan sosial yang mempengaruhi industri
Management Discussion of corporate positions related to government regulations
of The Legal and/or policy proposals that address environmental and social
and Regulatory factors affecting the industry
Environment
Keselamatan RT-CH-540a.1 Jumlah Insiden Keselamatan Proses (PSIC), Tingkat Insiden Total 205
Operasional, Keselamatan Proses (PSTIR), dan Tingkat Keparahan Insiden
Kesiapsiagaan dan Keselamatan Proses (PSISR)
Tanggap Darurat Process Safety Incidents Count (PSIC), Process Safety Total Incident
Operational Rate (PSTIR), and Process Safety Incident Severity Rate (PSISR)
379
Safety, Emergency RT-CH-540a.2 Jumlah insiden transportasi 335
Preparedness and Number of transport incidents
Response
2025 Sustainability Report
Metrik Aktivitas RT-CH-000.A Produksi berdasarkan segmen yang wajib dilaporkan 131
Activity Metrics Production by reportable segment
Page 380
Lampiran
Attachment
Metrik Kinerja Keberlanjutan Tautan TPB dalam Standar GRI Indeks Konten GRI Indeks SEOJK No.16/SEOJK.04/2021
Sustainability Performance Metrics SDGs Linkage in the GRI Standards GRI Content Index SEOJK No.16/SEOJK.04/2021 Index
Index TCFD
TCFD Index
Pengungkapan Halaman
TCFD
Disclosure Page
Tata Kelola | Governance
G1 Mengungkapkan peran dewan organisasi dalam mengawasi risiko dan peluang terkait 277, 278
perubahan iklim
Describe the board’s oversight of climate-related risks and opportunities.
G2 Mengungkapkan peran manajemen dalam menilai dan mengelola risiko dan peluang terkait 276-278
perubahan iklim
Describe management’s role in assessing and managing climate-related risks and
opportunities.
Strategi | Strategy
S1 Mengungkapkan risiko dan peluang terkait perubahan iklim yang diidentifikasi oleh 280-285
organisasi dalam jangka pendek, menengah, dan panjang
Describe the climate-related risks and opportunities the organization has identified over the
short, medium, and long term
S2 Mengungkapkan dampak risiko dan peluang terkait perubahan iklim terhadap bisnis, strategi, 280-285
dan perencanaan keuangan organisasi
Describe the impact of climate-related risks and opportunities on the organization’s
businesses, strategy, and financial planning
S3 Mengungkapkan ketahanan strategi organisasi dengan mempertimbangkan berbagai 280-285
skenario terkait perubahan iklim, termasuk skenario 2°C atau lebih rendah
Describe the resilience of the organization’s strategy, taking into consideration different
climate-related scenarios, including a 2°C or lower scenario
Pengelolaan Risiko | Risk Management
R1 Menjelaskan proses organisasi dalam mengidentifikasi dan menilai risiko terkait perubahan 278
iklim
Describe the organization’s processes for identifying and assessing climate-related risks
R2 Menjelaskan proses organisasi dalam mengelola risiko terkait perubahan iklim 278
Describe the organization’s processes for managing climate-related risks
R3 Menjelaskan cara pengintegrasian proses identifikasi, penilaian, dan pengelolaan risiko 278
terkait perubahan iklim ke dalam seluruh pengelolaan risiko organisasi
Describe how processes for identifying, assessing, and managing climate-related risks are
integrated into the organization’s overall risk management
Metrik dan Target | Metrics and Targets
M1 Mengungkapkan metrik yang digunakan organisasi untuk menilai risiko dan peluang terkait 285
perubahan iklim yang sejalan dengan proses strategi dan pengelolaan risiko perusahaan
Disclose the metrics used by the organization to assess climate-related risks and
opportunities in line with its strategy and risk management process
M2 Mengungkapkan emisi gas rumah kaca (GRK) Cakupan 1, Cakupan 2, dan jika diperlukan, 289-295
Cakupan 3, beserta risiko terkaitnya
Disclose Scope 1, Scope 2, and, if appropriate, Scope 3 greenhouse gas (GHG) emissions,
and the related risks
380 M3 Menjelaskan target yang digunakan organisasi untuk mengelola risiko dan peluang terkait 286
perubahan iklim dan kinerja terhadap target ini
Describe the targets used by the organization to manage climate-related risks and
Laporan Keberlanjutan 2025
opportunities and performance against targets
Page 381
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Indeks SASB Indeks TCFD Independent Assurance Statement Lembar Umpan Balik
SASB Index TCFD Index Independent Assurance Statement Feedback Form
Halaman ini sengaja dikosongkan
This page is intentionally left blank
381
2025 Sustainability Report
Page 382
Lampiran
Attachment
Metrik Kinerja Keberlanjutan Tautan TPB dalam Standar GRI Indeks Konten GRI Indeks SEOJK No.16/SEOJK.04/2021
Sustainability Performance Metrics SDGs Linkage in the GRI Standards GRI Content Index SEOJK No.16/SEOJK.04/2021 Index
Independent Assurance Statement [GRI 2-5] [OJK G.1]
INDEPENDENT ASSURANCE STATEMENT
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Sustainability Report 2025
Statement No: 06/IAS/CBC/V/2025
Type 2, Moderate Level
Scope of Engagement in Assurance
CBC Global Indonesia (“CBC Global Indonesia”, “us” or “we”) were commissioned by PT
Pupuk Indonesia (Persero) (“PTPI”) with the objective to provide assurance of PTPI’s 2025
Sustainability Report (the “Report”) in relation with accordance to GRI Standards and the
adherence to AA1000 Accountability Principles (2018) with assurance over the Subject Matter
presented in the Report, for the period from 1st January 2025 to 31st December 2025. This
statement is intended to be used by stakeholders & management of PTPI.
The scope and limitation of our work is restricted to the following areas:
1. Subject Matters
- Indirect Economic Impact
- Energy
- Water and effluents
- Emission
- Waste
- Occupational Health and Safety
- Local Communities
2. AA1000 Principles (2018)
Our assurance engagement was planned and performed to meet the requirements of a
Type 2 “moderate level” of assurance as defined by AA1000 Assurance Standard
(AA1000AS) v3 to evaluate the nature and extent of PTPI’s adherence to the four AA1000
AccountAbility Principles (2018): Inclusivity, Materiality, Responsiveness and Impact.
Sufficient appropriate evidence has been obtained to support our conclusion. This
reduces the risk of error, but does not reduce it to a very low level or to zero.
We have not performed any work, nor do we express any conclusion, on information other
than the Subject Matter included within the scope of our assurance engagement that may be
presented in the Report. We have assumed that the financial data and figures provided by
PTPI have been audited by independent parties. Accordingly, the presentation of financial
data and figures in the Report is not within the scope of this assurance engagement. The
verification of greenhouse gas emissions was conducted based on the methodology applied
by PTPI. Our assurance procedures included reviewing the underlying activity data and
382 performing sample-based recalculations. No additional external verification standard was
applied in relation to the emissions data.
Laporan Keberlanjutan 2025
Page 383
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Indeks SASB Indeks TCFD Independent Assurance Statement Lembar Umpan Balik
SASB Index TCFD Index Independent Assurance Statement Feedback Form
Responsibilities of the Management of PTPI
The Management of PTPI is responsible for the preparation and fair presentation of the
Subject Matter in accordance with the Reporting Criteria. This responsibility includes
designing, implementing, and maintaining appropriate internal controls to ensure that the
Subject Matter information is free from material misstatement, whether arising from fraud or
error. Management is also responsible for ensuring that the data and information subject to
assurance are not edited, amended, or otherwise altered following the completion of the
assurance engagement.
Responsibilities, Competencies and Independency of CBC Global Indonesia
Our responsibility is to conduct the assurance engagement in accordance with the agreed
scope and criteria, and to express an independent conclusion based on the procedures
performed. We plan and perform our work to obtain a moderate level of assurance that the
Subject Matter information is free from material misstatement.
The engagement was carried out by a team of qualified sustainability assurance professionals
with appropriate knowledge, skills, and experience in sustainability reporting, non-financial
data verification, and assurance methodologies. At least one member of the team holds the
Certified Sustainability Assurance Practitioner (CSAP) credential issued by AccountAbility.
CBC Global Indonesia is bounded by rules of conduct and professional practice relating to
independence and quality overseen by AccountAbility (www.
accountability.org/standards/licensing/ AA1000 as licensed-providers) and has established
policies and procedures that are designed to ensure that our team maintain independence and
integrity. We had no financial interest in the operation of PTPI other than for the assessment
and assurance of this report. We don’t accept or assume responsibility (legal or otherwise) or
accept liability for or in connection with any other purpose for which it may be used, or to any
person by whom the independent assurance opinion statement may be read.
Methodology
We conduct the following assurance procedures and activities:
• Pre-engagement to ensure the independence and impartiality of the assurance team.
• Kick-off meeting and initial analysis of the report draft.
• Review, assess and evidence the reliability and quality of sustainability performance and
disclosed information as specified in the Report content for the reporting period of
1st of January up to 31st of December 2025.
• Evaluate the adherence of report content, disclosure and presentation against the
agreed criteria.
• Conduct in-depth interview with the representatives of the relevant functions/divisions of
PTPI.
• Obtained an understanding of how material topics are identified, how responses to these
topics are managed, and how material impacts are monitored and measured, including
383
stakeholder engagement. It also includes understanding how information and data are
collected, compiled, and aggregated internally.
• Performed limited substantive testing, on a sample basis, of the sustainability
2025 Sustainability Report
information identified, to verify the assumptions, estimations and computations PTPI
made and to check that data had been appropriately measured, recorded, collated and
reported.
Page 384
Lampiran
Attachment
Metrik Kinerja Keberlanjutan Tautan TPB dalam Standar GRI Indeks Konten GRI Indeks SEOJK No.16/SEOJK.04/2021
Sustainability Performance Metrics SDGs Linkage in the GRI Standards GRI Content Index SEOJK No.16/SEOJK.04/2021 Index
• Compare the subject matter presented in the report to corresponding information in the
relevant underlying sources on a sample basis.
• Discuss and analysis data and reports with management of PTPI and data contributor
to determine whether there are any material misstatement of fact or material
inconsistencies based on our understanding obtained as part of our assurance
engagement.
Finding and Conclusions
Based on the assurance procedures performed and the evidence obtained, a detailed review
against the agreed criteria is presented below:
INCLUSIVITY
PTPI has identified its stakeholders as those who can affect or are affected by the Company’s
operations. Stakeholder engagement activities have been conducted periodically, using
approaches tailored to the specific characteristics of each stakeholder group to ensure
effective participation. In line with its organizational context, PTPI also extends its
engagement to farmers as end-users of its products, recognizing their relevance within the
value chain. These engagement processes are designed to capture and understand
stakeholders’ concerns, expectations, and perspectives regarding PTPI’s operational
activities. Furthermore, in determining material topics, PTPI has involved both internal and
external stakeholder groups in assessing the significance of impacts as well as associated
risks. This inclusive approach supports a more balanced and representative identification of
material issues, reflecting the interests and priorities of key stakeholders.
MATERIALITY
PTPI has identified its material topics with the support of an external consultant to ensure a
structured and robust approach. The process began with a comprehensive review of relevant
standards and global frameworks applicable to PTPI’s industry, alongside consideration of
topics emphasized by recognized rating agencies. This initial step enabled PTPI to establish a
long list of potentially relevant sustainability topics aligned with industry expectations and best
practices. Subsequently, the identified topics were evaluated to determine their level of
significance, considering both outward impacts on the economy, environment, and society, as
well as inward risks and opportunities that may affect PTPI’s business continuity and
performance. This assessment involved the active participation of both internal and external
stakeholders, ensuring that diverse perspectives were incorporated into the evaluation.
Through this process, PTPI established a set of material topics that reflect its most significant
impacts and risks, providing a balanced and comprehensive basis for its sustainability reporting
and strategic decision-making.
RESPONSIVENESS
PTPI has demonstrated its responsiveness by integrating sustainability considerations into its
384 overall business strategy, as reflected in its Long-Term Corporate Plan (RJPP) 2025–2029,
which was approved on 10 October 2024. This plan incorporates the identified material topics,
including occupational health and safety, climate, and corporate social responsibility, ensuring
Laporan Keberlanjutan 2025
that key sustainability priorities are embedded within the Company’s strategic direction. To
support effective implementation, PTPI has established an ESG Team led by a Director, with
clear roles and responsibilities to ensure that sustainability strategies are executed, monitored,
Page 385
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Indeks SASB Indeks TCFD Independent Assurance Statement Lembar Umpan Balik
SASB Index TCFD Index Independent Assurance Statement Feedback Form
and regularly evaluated for their effectiveness. In addition, ESG-related key performance
indicators (KPIs) have been integrated into the performance metrics of governance bodies,
reinforcing accountability at the organizational level. In response to the global issue of climate
change, PTPI has also integrated climate-related risks into its enterprise risk management
framework. Furthermore, the Company has developed a decarbonization roadmap, supported
by defined metrics and targets, which is aligned with relevant government programs. These
initiatives demonstrate PTPI’s commitment to proactively addressing sustainability challenges
and continuously enhancing its performance.
IMPACT
PTPI has implemented a series of initiatives across environmental, social, and governance
aspects, aligned with its strategy to achieve established targets and manage its key impacts.
These efforts demonstrate a structured approach to translating commitments into measurable
actions. From an environmental perspective, PTPI has advanced its water management
practices, with more than 50% of its total water consumption sourced from alternative supplies.
In response to climate-related challenges, the Company continues to strengthen its energy
efficiency initiatives through the implementation of an energy management system, while
progressively increasing the use of renewable energy, particularly solar power, complemented
by the purchase of Renewable Energy Certificates (RECs). On the social front, PTPI continues
to enhance its community empowerment initiatives through the Tani Maju Makmur Sejahtera
(TAJUMASE) program. This program extends beyond economic development to also address
social and environmental aspects, reflecting a more holistic approach to stakeholder impact. In
addition, to improve occupational health and safety performance, PTPI has strengthened its
management practices across the value chain by standardizing contractor control policies
through the implementation of a Contractor Safety Management System (CSMS) across its
subsidiaries, particularly within higher-risk manufacturing operations. Overall, these initiatives
indicate PTPI’s commitment to actively managing and improving its environmental and social
impacts in line with its sustainability objectives.
GRI STANDARDS
The disclosures in the Report are in accordance with the GRI Standards, consistent with PTPI’s
claim regarding the preparation of the Report. The disclosures of management approach for
each material topic in general are fairly disclosed. The Management of PTPI has applied the
principles for defining the report’s quality (balance, comparability, accuracy, timeliness, clarity,
and reliability) and the principles for defining the report’s content (stakeholder inclusiveness,
sustainability context, materiality, and completeness) and supporting documents were
adequately presented during the assurance.
Opinion Statement
Our professional and certified team of sustainability report assurer has assured this report in
accordance with AA1000AS v3. We believe that the evidence we have obtained is sufficient
and appropriate to provide a basis for our conclusion, nothing has come to our attention that
causes us to believe that the subject matter in the Report for the period from 1 January 2025 385
to 31 December 2025 are materially misstated. The Report provides a fair representation in
accordance with the agreed criteria.
2025 Sustainability Report
Page 386
Lampiran
Attachment
Metrik Kinerja Keberlanjutan Tautan TPB dalam Standar GRI Indeks Konten GRI Indeks SEOJK No.16/SEOJK.04/2021
Sustainability Performance Metrics SDGs Linkage in the GRI Standards GRI Content Index SEOJK No.16/SEOJK.04/2021 Index
Conclusion & Recommendations
• Enhancement of Materiality Determination Process
PTPI may consider further refining its materiality determination process by providing
stakeholders with opportunities to contribute not only to the assessment of the significance
of impacts and risks, but also to share qualitative inputs on the specific issues that matter
most to them. In addition, PTPI could systematically evaluate insights gathered from
stakeholder engagement activities conducted throughout the reporting period and
incorporate these as key inputs into the materiality assessment. Incorporating these
stakeholder-driven inputs alongside the existing review of relevant ESG standards and
frameworks would support a more holistic and comprehensive determination of material
topics.
• Alignment of Energy Efficiency and Emissions Reduction Targets
In responding to climate-related risks, PTPI has demonstrated a strong commitment by
establishing a decarbonization roadmap extending to 2050, supported by defined
emissions reduction targets derived from national commitments. These targets have been
translated into annual targets and embedded within the Company’s long-term planning
documents (RJP), including initiatives such as energy efficiency, green energy adoption,
and fuel switching across its subsidiaries. Building on this strong foundation, PTPI may
consider further enhancing the linkage between its energy efficiency targets and emissions
reduction targets, particularly where different baseline years are applied. While the use of
different baselines is understandable, strengthening the alignment between these targets
would help ensure that energy efficiency initiatives consistently support the achievement
of overall emissions reduction objectives within an integrated framework. This approach
would provide greater clarity on the contribution of energy efficiency improvements to
emissions reduction outcomes, while also supporting the effective implementation of the
ISO 50001 energy management system in achieving the Company’s broader
decarbonization goals.
• Establishment of Waste Management Targets
PTPI has demonstrated a strong commitment to environmental management, as reflected
in the establishment of various targets related to water, energy, and emissions. Building
on this foundation, PTPI may consider setting specific targets for waste management in
the future. While regulatory requirements may not yet mandate such targets, their adoption
would reflect a commitment that goes beyond compliance. PTPI has already implemented
a number of initiatives aimed at reducing waste generation. Formalizing these efforts
through measurable targets would further strengthen its approach. These targets do not
need to be immediately ambitious, such as achieving zero waste to landfill, but could begin
with incremental steps, such as increasing recycling rates or promoting reuse practices.
Such an approach would support continuous improvement while remaining practical and
achievable.
386
Laporan Keberlanjutan 2025
Page 387
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Indeks SASB Indeks TCFD Independent Assurance Statement Lembar Umpan Balik
SASB Index TCFD Index Independent Assurance Statement Feedback Form
• Enhancement of Sustainability Reporting as a Communication Tool
PTPI may further enhance its sustainability reporting as an effective communication tool
for its stakeholders. As a key medium of communication, the sustainability report should
provide balanced and informative disclosures that reflect not only compliance with
reporting requirements but also meaningful insights into the Company’s performance and
challenges. To strengthen transparency, PTPI is encouraged to provide additional relevant
information beyond minimum disclosure requirements. For example, in the case of fatalities
occurring during the reporting period, PTPI could elaborate on the actions taken to prevent
recurrence, demonstrating its commitment to continuous improvement in occupational
health and safety. Similarly, for other key issues such as indigenous peoples’ rights, PTPI
may consider providing contextual explanations regarding its potential impacts on
indigenous communities. This would help clarify the significance of disclosures, including
statements on the absence of violations, and reinforce PTPI’s commitment to responsible
and accountable operations.
For and on behalf of:
Jakarta, May 11th, 2026
Dr. Erna Lovita, SE., MSi., Ak., CA., CSRS., CSRA
Engagement Leader
Certified Sustainability Reporting Specialist No. S-UB3-1407-305
Certified Sustainability Reporting Assurer No. A-UB1-1506-146
387
PT CBC Global Indonesia
The Icon Horizon Broadway Blok M.5 No.3 BSD City, Tangerang, Indonesia 15345
2025 Sustainability Report
Tel: (62)(21) 87780058
Email: services@cbcglobalindonesia.com
Page 388
Lampiran
Attachment
Metrik Kinerja Keberlanjutan Tautan TPB dalam Standar GRI Indeks Konten GRI Indeks SEOJK No.16/SEOJK.04/2021
Sustainability Performance Metrics SDGs Linkage in the GRI Standards GRI Content Index SEOJK No.16/SEOJK.04/2021 Index
Lembar Umpan Balik [OJK G.2]
Feedback Sheet
Profil Anda (Mohon diisi bila berkenan)
Your Profile (Please fill in if you wish)
Nama Institusi/Perusahaan
Name: Institution/Company:
Telepon
Email: Telephone:
Golongan Pemangku Kepentingan
Groups of Stakeholders
Pemegang saham/investor Serikat Pekerja Organisasi Masyarakat/NGO
Shareholders/Investor Union Labor Community Organizations / NGOs
Pelanggan Media Pemerintah/OJK
Customer Media Government / OJK
Pegawai Pemasok Organisasi Bisnis
Employees Suppliers Business Organizations
Bagaimana penilaian Anda mengenai penulisan laporan ini:
How do you feel about the writing of this report:
Tidak Setuju Kurang Setuju Tidak Tahu Setuju Sangat Setuju
Strongly Disagree Disagree Neutral Agree Strongly Agree
Laporan ini mudah dimengerti
This report is easy to understand
Laporan ini bermanfaat
This report is useful
Laporan ini sudah menggambarkan
kinerja Perusahaan dalam
membangun usaha berkelanjutan
This report describes the
performance of Financial Services
Institutions in sustainable
development
388
Laporan Keberlanjutan 2025
Page 389
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Indeks SASB Indeks TCFD Independent Assurance Statement Lembar Umpan Balik
SASB Index TCFD Index Independent Assurance Statement Feedback Form
Bagaimana penilaian Anda mengenai tingkat materialitas topik-topik di bawah:
How do you assess the materiality level of the topics below?
Tidak Penting Kurang Penting Tidak tahu Penting Sangat Penting
Not Important Less Important Do Not Know Important Very Important
Strategi Perubahan Iklim
Climate Change Strategy
Energi
Energy
Praktik Ketenagakerjaan
Employment Practices
Pengelolaan Sumber Daya Manusia
Human Resource Management
Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Occupational Health and Safety
Hubungan dan Dampak terhadap
Masyarakat
Community Relations and Impact
Limbah dan Pencemar
Waste and Pollution
Air
Water
Tanggung Jawab Produk
Product Responsibility
Etika Bisnis
Business Ethics
Kebijakan dan Pengelolaan
Lingkungan
Environmental Policy and
Management
Manajemen Rantai Pasok
Supply Chain Management
Keanekaragaman Hayati
Biodiversity
Kinerja Ekonomi
Economic Performance
Tata Kelola Perusahaan
Corporate Governance
Transparansi dan Pelaporan
Transparency and Reporting
Keamanan Informasi, Keamanan
Siber, dan Keandalan Sistem
Information Security, Cybersecurity,
and System Reliability
Hubungan dengan Pelanggan
Customer Relations 389
Strategi Perpajakan
Tax Strategy
2025 Sustainability Report
Hak Asasi Manusia
Human Rights
Page 390
Lampiran
Attachment
Metrik Kinerja Keberlanjutan Tautan TPB dalam Standar GRI Indeks Konten GRI Indeks SEOJK No.16/SEOJK.04/2021
Sustainability Performance Metrics SDGs Linkage in the GRI Standards GRI Content Index SEOJK No.16/SEOJK.04/2021 Index
Tidak Penting Kurang Penting Tidak tahu Penting Sangat Penting
Not Important Less Important Do Not Know Important Very Important
Manajemen Risiko dan Krisis
Risk and Crisis Management
Keterlibatan dalam Kebijakan Publik
Public Policy Engagement
Dampak Ekonomi Tidak Langsung
Indirect Economic Impacts
Mohon berikan saran, usul, atau komentar Anda atas laporan ini:
Please provide your suggestions, inputs or comments on this report:
Contact Point [GRI 2-3]
Jika terdapat pertanyaan mengenai laporan ini atau isi dari laporan ini, pembaca dapat menghubungi:
If you have any questions about this report or its contents, you can contact:
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Kantor Pusat +62 21 53654900
Jl. Taman Anggrek, Kemanggisan Jaya
Jakarta 11480 +62 21 5482455, 5480607
info@pupuk-indonesia.com
http://www.pupuk-indonesia.com
informasi (bebas pulsa): 0800-100-800-1
390
Laporan Keberlanjutan 2025
Page 391
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Indeks SASB Indeks TCFD Independent Assurance Statement Lembar Umpan Balik
SASB Index TCFD Index Independent Assurance Statement Feedback Form
391
2025 Sustainability Report
Page 392
2025 Laporan Keberlanjutan
Sustainability Report
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Kantor Pusat Head Office
Jalan Taman Anggrek, Kemanggisan Jaya,
Jakarta 11480, Indonesia
Telepon (Hunting) +62 21 536 53654900 Email: info@pupuk-indonesia.com
Faksimile +62 21 5482455, 5480607 Website: http://www.pupuk-indonesia.com
Layanan Informasi
0800-100-800-1 (Toll Free)
Names mentioned 122 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
Sambutan
· Komisaris Utama
p.8 ×4
unresolved
person
Amid
· Komisaris
p.21
unresolved
org
PT Pupuk (Persero)
p.21 ×2
unresolved
org
Kementerian Lingkungan Hidup
p.31
unresolved
org
Pengendalian Lingkungan Hidup
p.31
unresolved
org
Ministry of Environment
p.31
unresolved
org
Financial Services Authority
p.33
unresolved
org
PT CBC Global Indonesia
p.34 ×6
unresolved
org
Milik Negara
p.38 ×6
unresolved
org
Government of the Republic of Indonesia
p.38
unresolved
org
PT Pupuk Kalimantan Timur
p.38 ×5
unresolved
org
PT Pupuk Kujang
p.38 ×8
unresolved
org
PT Petrokimia Gresik
p.38 ×16
unresolved
org
PT Pupuk Iskandar Muda
p.38 ×9
unresolved
org
PT Pupuk Sriwidjaja Palembang
p.38 ×4
unresolved
org
PT BKI
p.38 ×4
unresolved
org
PT DAM
p.38 ×5
unresolved
org
PT Pupuk Iskandar Muda Lhokseumawe
p.42
unresolved
org
PT Rekayasa Industri Jakarta Selatan
p.42
unresolved
org
PT Pupuk Indonesia Niaga Jakarta Selatan
p.42
unresolved
org
PT Pupuk Sriwidjaja Palembang Palembang
p.42
unresolved
org
PT Pupuk Kujang Karawang
p.42
unresolved
org
PT Petrokimia Gresik Gresik
p.42
unresolved
org
PT Pupuk Kalimantan Timur Bontang
p.43
unresolved
org
PT Pupuk Sriwidjaja (Persero)
p.44 ×24
unresolved
org
PT ASEAN Aceh Fertilizer
p.44 ×2
unresolved
org
PT Pupuk Iskandar
p.44 ×2
unresolved
org
PT Rekayasa Industri
p.44 ×10
unresolved
org
PT Muda
p.44
unresolved
org
PT Mega Eltra.
p.44 ×4
unresolved
org
PT Pupuk Indonesia Utilitas
p.45 ×3
unresolved
org
PT Rekayasa
p.45
unresolved
org
PT Pupuk Indonesia Niaga
p.46 ×3
unresolved
person
Ir. James Simandjuntak
p.47
unresolved
org
PT Petrokimia Gresik. Pupuk
p.49
unresolved
org
PT Petrokimia Gresik. It
p.49
unresolved
org
Menteri
p.57
unresolved
org
Minister of State-Owned Enterprises Usaha Milik Negara Republik Indonesia No. PER-
p.57
unresolved
org
Tata Kelola Tertinggi
p.60
unresolved
—
SVP
· Corporate Secretary
p.60
unresolved
—
memberikan masukan pada produk;
p.61 ×2
unresolved
—
• Pengaruh para konsumen
p.61
unresolved
org
PT TUV Nord
p.77 ×6
unresolved
org
PT Sucofindo
p.77 ×7
unresolved
org
PT TUV SUD
p.77 ×4
unresolved
org
PT SGS INDONESIA
p.78 ×2
unresolved
org
PT TUV Rheinland
p.78 ×6
unresolved
org
PT Pupuk Kujang Cikampek
p.79 ×10
unresolved
org
Minister of Manpower Management System
p.79
unresolved
org
Internasional
· Anggota
p.81
unresolved
org
Menteri Badan Usaha Milik Negara
p.85 ×4
unresolved
org
Minister of State-Owned Nomor PER-
p.85 ×2
unresolved
org
Menteri BUMN Nomor PER-
p.88
unresolved
org
Minister of SOEs No. PER-
p.88
unresolved
org
Menteri Negara
p.89
unresolved
org
Minister of Usaha Milik Negara No. PER-
p.89
unresolved
person
Laki-laki
· Komisaris
p.89 ×13
unresolved
org
Menteri Pertanian Indonesia Utama
p.89
unresolved
org
Minister of Agriculture
p.89
unresolved
person
Irfan Ahmad
· Komisaris
p.90
unresolved
org
PT Fatijja Fauzi
p.90
unresolved
org
PT Fatijja
p.90
unresolved
person
Rachlan S.
· Komisaris
p.90
unresolved
org
PT Pegasus Performance
p.90
unresolved
org
PT Pegasus Galang Mineral
p.90
unresolved
person
Chrisna Deva
· Komisaris
p.90
unresolved
org
PT Global Arrow Priyapratama
p.90
unresolved
org
PT Kaltim Nitrat Performance
p.90
unresolved
org
PT Global Arrow
p.90
unresolved
org
PT Kaltim Nitrat Indonesia
p.90
unresolved
person
Male
· Commissioner
p.90 ×7
unresolved
org
Kementerian Non-
p.91
unresolved
org
Independent
p.91
unresolved
org
Ministry of Investment and Downstreaming
p.91
unresolved
person
Yovie
· Komisaris
p.91
unresolved
org
Kementerian Pertanian
p.91
unresolved
person
Dadan
· Komisaris
p.91
unresolved
—
Kelamin
· Executive/
p.93
unresolved
—
Gender
· Non-
p.93
unresolved
person
Rahmad
· Direktur Utama
p.93
unresolved
person
Dwi Satriyo
· Direktur
p.93 ×2
unresolved
person
Wono Budi
· Direktur
p.93
unresolved
person
Tina T. Kemala
· Direktur
p.93
unresolved
person
Robby
· Direktur
p.93
unresolved
person
Jamsaton
· Direktur
p.93
unresolved
person
Ninis Kesuma
· Direktur
p.93
unresolved
person
Tri Wahyudi
· Direktur
p.93
unresolved
org
Minister of State-Owned PER-
p.94
unresolved
person
Meanwhile
· Direktur
p.94
unresolved
org
Menteri Badan Usaha Milik
p.95
unresolved
org
Minister of State-Owned Enterprises No. PER- dan Sumber Daya Manusia Badan Usaha Milik
p.95
unresolved
org
Menteri BUMN.
p.95
unresolved
org
Minister of SOEs.
p.95 ×2
unresolved
person
Performance Evaluation Criteria
· Komisaris
p.98
unresolved
person
Sharing
· Komisaris Utama
p.100 ×2
unresolved
person
Conference
· Direktur Utama
p.103
unresolved
org
PT Pupuk Korupsi
p.103
unresolved
org
PT Pupuk Annurogo
p.103
unresolved
—
Annurogo
· Director of
p.103
unresolved
org
Directorate General of Taxes
p.133
unresolved
org
Direktorat Jenderal Pajak
p.133
unresolved
org
Minister of Manpower Regulation
p.193 ×2
unresolved
org
Menteri Perindustrian Republik Indonesia
p.193
unresolved
org
Minister of Industry
p.193
unresolved
org
Departemen K
p.195 ×2
unresolved
org
Departemen Komunikasi
p.276
unresolved
org
Departemen Lingkungan Hidup
p.276
unresolved
org
Departemen Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan
p.276
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.