Skip to content
Back to announcement

20260603_SMCB_Public Expose_32096475_lamp3.pdf

Other Needs review SMCB

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 7

Page 1
                     Lampiran Surat No. 147/LGRC/SBI/V/2026 tanggal 26 Mei 2026




                     LAPORAN PELAKSANAAN PAPARAN PUBLIK (PUBLIC EXPOSE)
                               PT SOLUSI BANGUN INDONESIA TBK
                                     TANGGAL 22 MEI 2026



I.     Waktu dan Tempat Pelaksanaan
          Hari/tanggal              :      Jumat, 22 Mei 2026
          Pukul                     :      17.00 WIB – 18.00 WIB
          Tempat                    :      The East Building Lantai 18, Jl. Lingkar Mega Kuningan
                                           Blok E3.2 Kav. 1 Jakarta, 12950 & Video Conference


II.    Manajemen Perseroan yang Hadir
       1. Bapak Rizki Kresno Edhie Hambali – Direktur Utama
       2. Bapak Asruddin – Direktur
       3. Bapak Edi Sarwono – Direktur
       4. Bapak Yasuhide Abe - Direktur
       5. Bapak Andika Lukmana – Legal, Governance, Risk Management & Compliance Group Head
       6. Ibu Fany Wulandari – Finance Group Head
       7. Bapak Joan – ACM Group Head

III.    Susunan Acara
       1. Paparan Publik (Public Expose) dibuka oleh pembawa acara, Saudari Asty Asmawaty pada pukul
          17.00 WIB.
       2. Acara dilanjutkan dengan penyampaian kata pembuka, perkenalan manajemen Perseroan yang
          hadir dan pemaparan presentasi manajemen oleh Bapak Rizki Kresno Edhie Hambali, Direktur
          Utama Perseroan dan juga melalui video presentasi manajemen. Adapun presentasi Paparan
          Publik (Public Expose) antara lain terdiri dari:
          a. Tinjauan Sektor Bisnis Tahun 2025
          b. Ikhtisar Kinerja Keuangan Perseroan Tahun 2025
          c. Tinjauan Operasional Perseroan Tahun 2025
          d. Target / Proyeksi Bisnis Perseroan Tahun 2026
          e. Hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan
          Untuk materi presentasi Paparan Publik (Public Expose) kami lampirkan pada laporan ini.
       3. Paparan Publik (Public Expose) diakhiri dengan tanya jawab dan ditutup pada pukul 18.00 WIB

IV. Daftar Hadir
    Paparan Publik (Public Expose) dihadiri oleh analis, investor, media dan pihak lainnya. Jumlah peserta
    paparan public (Public Expose) adalah 104 peserta.
    Daftar hadir Paparan Publik (Public Expose) kami lampirkan pada laporan ini.
Page 2
                 Lampiran Surat No. 147/LGRC/SBI/V/2026 tanggal 26 Mei 2026



V. Tanya Jawab

   1. Saudara Morteza Syariati Albanna (Sakawarta.com)
      TPST Bantargebang hanya akan menerima sampah residu mulai 1 Agustus 2026, sehingga
      masyarakat DKI didorong membiasakan pemilahan sampah sejak dari rumah.

      1) Dengan kebijakan TPST Bantargebang yang mulai hanya menerima sampah residu per 1
         Agustus 2026, bagaimana kesiapan PT Solusi Bangun Indonesia Tbk melalui divisi Nathabumi
         dalam meningkatkan kapasitas pengolahan sampah menjadi RDF sebagai substitusi
         batubara?

      2) Sejauh mana penggunaan RDF hasil olahan sampah DKI Jakarta mampu menekan konsumsi
         batubara di industri semen, dan apakah terdapat target pengurangan emisi atau bauran energi
         tertentu yang ingin dicapai oleh Perseroan pada tahun 2026 ini?

      3) Pemilahan sampah dari rumah tangga menjadi kunci keberhasilan RDF. Tantangan apa yang
         paling besar dalam memastikan kualitas sampah residu agar layak diolah menjadi RDF, dan
         bagaimana sejauh ini kolaborasi Perseroan dengan Pemprov DKI terkait sampah perkotaan?

      Jawaban:
      Perseroan menyambut baik kebijakan TPST Bantargebang yang mendorong pemilahan sampah
      sejak dari sumber. Bagi kami, ini merupakan langkah penting untuk memperkuat ekosistem
      ekonomi sirkular, sekaligus mendukung pemanfaatan sampah perkotaan menjadi RDF sebagai
      bahan bakar alternatif di industri semen.
      Melalui Nathabumi, Perseroan telah memiliki pengalaman dalam pengelolaan limbah dan
      pemanfaatan RDF, termasuk kerja sama dengan sejumlah pemerintah daerah. Pada tahun 2025,
      Nathabumi telah memanfaatkan 830.572 ton limbah sebagai bahan baku dan bahan bakar
      alternatif.

      Perseroan juga telah bekerja sama dengan 21 pemerintah kota/kabupaten dalam pemanfaatan
      RDF, termasuk kolaborasi dengan DKI Jakarta.

      Kami memiliki fasilitas GreenZone di Pabrik Narogong dengan kapasitas pengolahan limbah
      industri mencapai 160.000 ton per tahun, yang terus dioptimalkan untuk mendukung kebutuhan
      pengelolaan limbah perkotaan.

      Kesiapan infrastruktur ini terus kami perkuat melalui koordinasi intensif dengan pemerintah daerah
      guna memastikan standar kualitas RDF tetap terjaga
      Penggunaan RDF membantu menekan konsumsi batubara secara bertahap, karena sebagian
      kebutuhan energi panas dalam proses produksi semen dapat disubstitusi oleh bahan bakar
      alternatif.

      Ke depan, peningkatannya akan dilakukan secara terukur, dengan memperhatikan kontinuitas
      pasokan, kualitas RDF, aspek keselamatan, kepatuhan regulasi, dan kebutuhan operasional
Page 3
              Lampiran Surat No. 147/LGRC/SBI/V/2026 tanggal 26 Mei 2026



   pabrik. Dalam jangka panjang, langkah ini mendukung target Perseroan untuk menurunkan emisi
   CO₂ spesifik net sebesar 29% pada 2030 dibandingkan baseline 2010.

   Tantangan utama RDF adalah menjaga kualitas sampah residu, terutama kadar air, kontaminan,
   nilai kalor, dan konsistensi pasokan. Karena itu, pemilahan dari rumah tangga menjadi sangat
   penting. Perseroan akan terus memperkuat kolaborasi dengan Pemprov DKI dan pemangku
   kepentingan lainnya agar sampah yang sebelumnya menjadi beban TPA dapat diolah menjadi
   sumber energi alternatif yang bernilai.

   Kami optimistis, dengan pengalaman Nathabumi, dukungan teknologi, dan kolaborasi yang
   semakin kuat, RDF dapat menjadi solusi nyata untuk mengurangi beban sampah perkotaan,
   menekan ketergantungan pada batubara, serta mendukung transformasi industri semen yang
   lebih hijau dan berkelanjutan.

2. Saudara Dimas Andi Shadewo (Kontan)
   1) Berapa target pendapatan dan laba bersih SMCB pada 2026?

   2) Apakah SMCB bakal meningkatkan ekspor, termasuk menambah negara tujuan, seiring
      rampungnya fasilitas dermaga dan produksi di Tuban?

   3) Apa saja upaya dari perusahaan untuk menambah free float saham supaya lepas dari suspensi
      BEI? Apakah ada rencana aksi korporasi tertentu yang bisa berdampak pada peningkatan free
      float?

   Jawaban:

   1) Target volume penjualan diproyeksikan dapat tumbuh 1-2% seiring data dari Aspersi
      sehingga dapat menunjang pendapatan perusahaan dan juga bisa menjaga marjin laba
      bersih perusahaan di level 6-7%.

   2) Ya, Perseroan melihat ekspor sebagai peluang pertumbuhan, terutama dengan rampungnya
      fasilitas dermaga dan produksi semen tipe khusus di Tuban. Fasilitas ini disiapkan untuk
      mendukung ekspor sekitar 500 ribu hingga 1 juta ton per tahun, dengan fokus awal ke pasar
      Amerika Serikat melalui kerja sama strategis dengan Taiheiyo.

       Untuk penambahan negara tujuan, Perseroan akan melakukannya secara selektif dan
       bertahap, dengan mempertimbangkan kesiapan operasional, kualitas produk, kebutuhan
       pasar, serta nilai ekonomisnya. Jadi, prioritas kami adalah memastikan fasilitas Tuban
       beroperasi andal, memenuhi spesifikasi pasar ekspor, dan memberi kontribusi positif bagi
       utilisasi serta kinerja Perseroan.
Page 4
               Lampiran Surat No. 147/LGRC/SBI/V/2026 tanggal 26 Mei 2026



    3) Perseroan berkomitmen untuk terus berupaya agar dapat memenuhi persyaratan minimum
       saham free float tersebut. Perseroan memastikan kepada pemegang saham, bahwa sanksi
       tersebut hingga saat ini tidak berdampak pada kegiatan operasi, hukum, keuangan dan
       kelangsungan usaha Perseroan.

    4) Perseroan sedang dalam proses dan tengah melakukan berbagai kajian untuk melakukan
       aksi korporasi dalam rangka pemenuhan ketentuan free float. Sebagai bagian dari PT Semen
       Indonesia (Persero) Tbk (“SIG”) (pemegang saham mayoritas Perseroan), yang merupakan
       suatu Badan Usaha Milik Negara (“BUMN”), Perseroan perlu mempertimbangkan aksi
       korporasi yang terbaik bagi seluruh pemegang saham.

    5) Adapun beberapa alternatif aksi korporasi yang saat ini sedang dikaji oleh Perseroan
       bersama-sama dengan SIG, antara lain berupa:
       -    Pengeluaran saham baru dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (“HMETD”); atau
       -    Pembatalan pencatatan (delisting), yang mana kedua alternatif tersebut masih
            memerlukan kajian mendalam.
       -    Mengingat Perseroan merupakan bagian dari grup BUMN, maka diperlukan diskusi dan
            koordinasi dengan BP BUMN, BPI Danantara, serta beberapa regulator terkait lainnya
            (antara lain Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara (“Jamdatun”) dan Badan
            Pemeriksa Keuangan (“BPK”), untuk dapat menentukan aksi korporasi yang paling baik
            untuk dapat dijalankan oleh Perseroan.
       -    Terkait dengan pemenuhan ketentuan free float ini, Perseroan juga melakukan diskusi
            dan koordinasi intensif dengan Bursa Efek Indonesia. Hal ini karena perlu pertimbangan-
            pertimbangan demi menentukan aksi korporasi terbaik dalam rangka pemenuhan free
            float sesegera mungkin.

3. Saudara Hilda B. Alexander (KOMPAS)
   Pemerintah menargetkan penyelesaian 104 Sekolah Rakyat pada Juni 2026 agar siap beroperasi
   penuh pada tahun ajaran baru Juli 2026, bersamaan dengan alokasi 10.000 unit BSPS (Bantuan
   Stimulan Perumahan Swadaya) terintegrasi. Di sisi lain, utilisasi pabrik semen nasional, termasuk
   lini produksi SBI, rata-rata masih berada di kisaran 53,9% karena tantangan logistik dan distribusi
   regional.
   1) Bagaimana SBI memitigasi risiko bottleneck (kemacetan) distribusi material lokal?

    2) Apakah lompatan kinerja operasional SBI pada kuartal pertama tahun ini didorong oleh
       serapan proyek-proyek infrastruktur sosial koridor rakyat ini, atau justru lebih banyak ditopang
       oleh pasar komersial perkotaan dan penetrasi ekspor?

        Jawaban:

    1) SBI bersinergi dengan SIG dalam hal jaringan rantai pasok untuk mencukupi permintaan pasar.
       Selain itu capability distribusi SBI dinilai cukup prudent baik dari sisi supply (pabrik),
       transportasi dan juga channel (distributor dan retail).
Page 5
               Lampiran Surat No. 147/LGRC/SBI/V/2026 tanggal 26 Mei 2026




    2) Meningkatnya kinerja laba bersih SBI utamanya karena peningkatan kinerja penjualan 3%
       yang ditopang dari meningkatnya volume jual 1,5%. Hal tersebut dikarenakan membaiknya
       kondisi demand semen nasional pada Q1 2026. Kondisi pasar pada Q1 2026 ditopang oleh
       kenaikan semen retail yang bertumbuh 6.9% dibanding tahun 2025, sementara sektor curah
       bertumbuh di angka 0,1%.

4. Saudara Aria Ananda (LKBN Antara)
   1) Kapasitas industri semen sekitar 120 juta ton, utilisasi di sekitar 50 persen dan banyak
      emiten lagi jaga marginnya, di tengah kondisi oversupply industri semen nasional dan
      utilisasi yang masih dinilai belum optimal ini strategi apa yang diandalkan SBI untuk jaga
      profitabilitas 2026 tanpa terjebak perang harga?

    2) Seberapa besar ekspor akan jadi penopang pertumbuhan SBI ke depan, terutama setelah
       pengembangan fasilitas ekspor Tuban?

    3) SBI mendorong green cement dan dekarbonisasi, secara bisnis, apakah transformasi hijau ini
       sudah mulai memberi dampak nyata terhadap efisiensi biaya, atau masih menjadi investasi
       jangka panjang?

    Jawaban:

    1) - Adanya potensi penjualan ekspor ke US market, sebagai mitigasi oversupply nasional
       - Adanya diversifikasi produk baik semen maupun Value Added Solution
       - Adanya efisiensi produksi dari sisi energi melalui penggunaan bahan bakar dan bahan baku
       alternatif.
       - Sinergi rantai pasok dengan SIG untuk mendukung transformasi penjualan.

    2) Ekspor semen diharapkan mampu meningkatkan volume penjualan perusahaan sebesar
       maksimal 1 juta ton/tahun.

    3) Penggunaan bahan bakar alternatif tentu saja dapat memberikan efisiensi biaya dibandingkan
       menggunakan batu bara selain tentu saja pengurangan emisi yang dapat berkontribusi
       terhadap keberlanjutan.


5. Saudara M. Daelami (Investor Daily)
      Bagaimana kebijakan penggunaan laba bersih Perseroan 2025? Dan bagaimana proyeksi
      kinerja tahun 2026 ini?

    Jawaban:

        Penggunaan bahan bakar alternatif tentu saja dapat memberikan efisiensi biaya
        dibandingkan menggunakan batu bara selain tentu saja pengurangan emisi yang dapat
        berkontrubusi terhadap keberlanjutan.
Page 6
               Lampiran Surat No. 147/LGRC/SBI/V/2026 tanggal 26 Mei 2026




6. Saudara Daniel (Analis)
   1) Manajemen menyebutkan slide 18 dan 19 bahwa dari 6 fokus strategis, "Leverage Innovation
      and Digital Transformation" menjadi salah satu pilar. Investasi digital spesifik apa yang sedang
      atau akan dijalankan, dan bagaimana manajemen mengukur ROI dari transformasi digital ini
      dalam konteks industri semen yang sangat capital intensive?

    2) ⁠Manajemen menyebutkan slide 15 ekspor ke Amerika Serikat Ini adalah langkah ekspansi
        yang sangat ambisius. Bagaimana manajemen membangun keyakinan bahwa semen dari
        Tuban akan kompetitif secara harga di pasar AS, mengingat biaya logistik jarak jauh dan
        potensi kebijakan tarif impor yang dinamis saat ini?

    3) ⁠Manajemen menyebutkan slide 12 RDF & Kolaborasi 21 Pemda Kemitraan dengan 21
        pemerintah daerah untuk pemanfaatan sampah sebagai bahan bakar adalah inisiatif yang unik
        di industri. Apakah model bisnis Nathabumi ini sudah mencapai titik kontribusi finansial yang
        material, dan adakah rencana monetisasi atau spin-off ke depan?


    Jawaban:

    1) Salah satu contoh implementasi digital yang kami jalankan adalah Advanced Process Control
       untuk mengoptimalkan kinerja kiln. Dalam industri semen, kiln merupakan area yang sangat
       kritikal karena berpengaruh langsung terhadap konsumsi energi, stabilitas produksi, dan
       emisi.

        Melalui Advanced Process Control, parameter operasi kiln dapat dipantau dan dikendalikan
        secara lebih presisi berbasis data. Tujuannya adalah menjaga proses pembakaran tetap
        stabil, menurunkan variasi operasi, meningkatkan efisiensi penggunaan energi, serta
        mendukung kualitas produk yang konsisten.

        ROI dari inisiatif seperti ini kami ukur dari dampaknya terhadap KPI operasional, antara lain
        penurunan konsumsi energi panas, peningkatan stabilitas operasi kiln, pengurangan
        downtime, efisiensi biaya bahan bakar, dan kontribusinya terhadap margin operasional. Jadi,
        digitalisasi kami arahkan pada area yang memberikan dampak langsung terhadap efisiensi
        dan daya saing Perseroan.

    2) Ekspor ke Amerika Serikat kami jalankan secara terukur, bukan hanya berdasarkan peluang
       volume, tetapi juga atas dasar kerja sama strategis dengan Taiheiyo, kepastian kebutuhan
       pasar, dan spesifikasi produk semen tipe khusus.

        Dari sisi daya saing biaya, fasilitas Tuban memang dirancang untuk ekspor, termasuk
        peningkatan kapasitas terminal dari 15.000 DWT menjadi 50.000 DWT, sehingga pengiriman
        dapat dilakukan dalam skala lebih besar dan lebih efisien.
Page 7
                     Lampiran Surat No. 147/LGRC/SBI/V/2026 tanggal 26 Mei 2026



             Terkait biaya logistik dan potensi perubahan tarif impor, hal tersebut menjadi bagian dari
             kajian risiko komersial yang terus kami monitor bersama mitra. Prinsipnya, setiap ekspor
             harus tetap layak secara ekonomi, memenuhi spesifikasi pasar, dan memberi kontribusi
             positif bagi utilisasi aset serta kinerja Perseroan.

         3) Nathabumi sudah memberikan kontribusi yang semakin nyata, baik melalui pendapatan jasa
            pengelolaan limbah maupun efisiensi biaya energi dari substitusi batubara. Pada 2025,
            Nathabumi mengolah 830.572 MT limbah, melayani 821 pelanggan, menghasilkan gross
            added value Rp328,99 miliar, dan mendukung Thermal Substitution Rate (TSR) Perseroan
            mencapai 15,11%. Namun saat ini Nathabumi masih menjadi bagian dari strategi bisnis
            terintegrasi Perseroan. Fokus kami adalah memperbesar skala, memperkuat kolaborasi
            dengan Pemda, dan meningkatkan kontribusi terhadap efisiensi serta keberlanjutan. Terkait
            spin-off, belum ada keputusan yang dapat kami sampaikan; opsi pengembangan akan dikaji
            secara prudent sesuai nilai tambah bagi Perseroan dan pemegang saham.

    7. Saudara Khoirul Huda (Harian Bhirawa)
       1) Apakah perang AS, Israel Vs Iran berpengaruh terhadap produksi dan penjualan empat bulan
          terakhir?

         2) Apakah menurunnya nilai rupiah juga berdampak?

         3) Apa tips & solusi jika berdampak?

         Jawaban:

         1) Dampak geopolitik tentu saja berpotensi menaikan biaya produksi terutama bahan bakar.
            Namun dengan optimalisasi penggunaan bahan bakar alternatif, sinergi jaringan distribusi
            dengan group dan penurunan Clinker Factor (CF) diharapkan mampu memitigasi dampak
            kenaikan biaya.

         2) Adanya penjualan ekspor semen ke US diharapkan mampu memitigasi tertekannya nilai
            rupiah yang berdampak pada biaya bahan bakar dan bahan baku.

         3) Sama dengan no 1 dan 2.

----------------------------------------------------********---------------------------------------------------

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.4 MB
Published3 Jun 2026
Pages7
Characters17,704
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 20 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org SOLUSI BANGUN INDONESIA TBK p.1 ×5
linked person Rizki Kresno Edhie Hambali p.1 ×3
linked person Edi Sarwono p.1
linked person Yasuhide Abe p.1
possible person Asruddin p.1
possible org Semen Indonesia (Persero) Tbk p.4 ×2
possible org Bursa Efek Indonesia p.4
unresolved person Andika Lukmana p.1
unresolved person Fany Wulandari p.1
unresolved person Joan p.1
unresolved person Asty Asmawaty p.1
unresolved person Morteza Syariati Albanna p.2
unresolved person Dimas Andi Shadewo p.3
unresolved org Milik Negara p.4
unresolved org Pemeriksa Keuangan p.4
unresolved person Hilda B. Alexander p.4
unresolved person Aria Ananda p.5
unresolved person M. Daelami p.5
unresolved person Daniel p.6
unresolved person Khoirul Huda p.7

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.111 468 ms 12 Sep 2026 19:22
Raw output
{'agenda': [], 'is_electronic': False, 'meeting_type': 'AGM'}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result