Skip to content
Back to announcement

20240812_HEXA_Rencana Transaksi Perubahan Kegiatan Usaha_31704393_lamp1.pdf

Asset transaction Needs review HEXA

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 94

Page 1
                              Laporan Final
                      Studi Kelayakan Penambahan
                       Kegiatan Usaha KBLI 45201
                       PT Hexindo Adiperkasa Tbk
                                (“HEXA”)




      KJPP TRI, SANTI DAN REKAN
                           Izin Usaha : 2.09.0040

                        WILAYAH KERJA : SELURUH INDONESIA




KANTOR JASA PENILAI PUBLIK
Head Office   :   Gedung Pulak Mas Lt. 2, Jl. Cipinang Cempedak II No. 58 B Jakarta 13340
                  Telp. 021 – 7807976. Fax 021 – 7807976
                  Email : corsec@kjpptsr.co.id
Page 2
                Laporan Final
       Studi Kelayakan Penambahan
        Kegiatan Usaha KBLI 45201
        PT Hexindo Adiperkasa Tbk
                  (“HEXA”)




     KANTOR JASA PENILAI PUBLIK




              Izin Usaha: 2.09.0040
         Wilayah Kerja: Seluruh Indonesia




No. File: 00021/2.0040-00/FS/04/0585/1/VII/2024
Page 3
     KJPP TRI, SANTI DAN REKAN


No. 00021/2.0040-00/FS/05/0585/1/VII/2024
Jakarta, 30 Juli 2024

Kepada Yth.
DIREKSI
PT HEXINDO ADIPERKASA TBK (“HEXA”)
Pulo Gadung Industrial Estate
Jl. Pulo Kambing II, Kav. I-II. No. 33
Jakarta 13930
Indonesia.

Perihal   : Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha HEXA


Dengan hormat,

PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”) berencana untuk menambah KBLI 45201 – Reparasi
Mobil (“Rencana Penambahan Kegiatan Usaha”). Kebutuhan KBLI ini muncul karena adanya
salah satu persyaratan yang ditetapkan oleh Sucofindo sebagai pelaksana Sertifikasi Bengkel
berdasarkan regulasi Kementerian terkait, dimana Sucofindo menyatakan bahwa HEXA harus
memiliki KBLI 45201 sebagai salah satu persyaratan untuk mendapatkan Sertifikasi Bengkel
(Pasal 5 Kepmenperin 551/1999).

Sehubungan dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha tersebut, HEXA telah menunjuk
Kantor Jasa Penilai Publik (“KJPP”) Tri, Santi dan Rekan (“TSR” atau “kami”) untuk
memberikan pendapat sebagai penilai independen atas kelayakan dari Rencana Penambahan
Kegiatan Usaha sesuai dengan surat penawaran kami No. 015/PEN/FS/KJPP-TS/IV/2024
tanggal 16 April 2024 yang telah disetujui oleh manajemen HEXA. Selanjutnya, TSR adalah
Kantor Jasa Penilai Publik yang secara resmi telah ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri
Keuangan No. 981/KM.1/2009 tanggal 21 Juli 2009, dengan nama Kantor Jasa Penilai Publik
Tri, Santi dan Rekan dengan Izin KJPP No. 2.09.0040 dan terdaftar sebagai jasa profesi
penunjang pasar modal di Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) dengan Surat Tanda Terdaftar
Profesi Penunjang Pasar Modal dari OJK No. STTD.PB-52/PM.223/2022 (penilai bisnis), untuk
menyampaikan kelayakan atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha.

Studi kelayakan atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha ini dilakukan dengan mengacu
kepada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan ("POJK") No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi
Material dan Perubahan Kegiatan Usaha dan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal
serta Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan ("SEOJK") No. 17/SEOJK.04/2020 tentang
Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal serta Kode Etik
Penilai Indonesia ("KEPI") dan Standar Penilaian Indonesia ("SPI") Edisi Vll-2018.
Page 4
KJPP TRI, SANTI DAN REKAN

 1.   Alasan dan Latar Belakang Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
      HEXA berencana untuk menambah KBLI 45201 – Reparasi Mobil. Kebutuhan KBLI ini
      muncul karena adanya salah satu persyaratan yang ditetapkan oleh Sucofindo sebagai
      pelaksana Sertifikasi Bengkel berdasarkan regulasi Kementerian terkait, dimana
      Sucofindo menyatakan bahwa HEXA harus memiliki KBLI 45201 sebagai salah satu
      persyaratan untuk mendapatkan Sertifikasi Bengkel (Pasal 5 Kepmenperin 551/1999).

      Sertifikasi Bengkel ini dibutuhkan karena pemenuhan regulasi/peraturan dimana HEXA
      sebagai distributor truk bermerek Foton yang merupakan produk dari produsen
      manufaktur China. Rencana bisnis HEXA saat ini adalah berencana menjual Foton truck
      untuk on-road usage (saat ini Penjualan hanya untuk penggunaan off-road oleh
      Customer), dimana rencana penjualan Foton Truck OTR ini berhubungan juga dengan
      kewajiban untuk menyediakan layanan bengkel dengan tujuan untuk menjamin layanan
      purna jual, yang mana layanan ini harus dijalankan oleh bengkel bersertifikat (Pasal 25
      UU Perlindungan Konsumen, Pasal 6 ayat 1 Kepmenperin 551/1999, Pasal 9 ayat 1
      Permenperin 34/2019).


 2.   Status Penilai
      Penilai adalah rekan dari KJPP TSR dengan kualifikasi sebagai berikut:
      Nama                           : Ruspriono, SE., MM., MAPPI (Cert)
      No. Ijin Penilai Publik        : B-1.20.00585
      No. MAPPI                      : 10-S-02481
      No. RMK                        : 2017.01022
      No. STTD (OJK)                 : STTD.PB-52/PM.223/2022
      Kualifikasi                    : Penilai Bisnis

      TSR adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang terdaftar di Kementerian Keuangan dan Pasar
      Modal serta memiliki kompetensi untuk melakukan penugasan ini. Penilai memiliki
      kompetensi untuk melakukan penugasan ini dan TSR adalah Kantor Jasa Penilai Publik
      yang terdaftar di Kementerian Keuangan dan Pasar Modal.

      TSR bertindak secara independen dalam penyusunan Laporan studi kelayakan ini tanpa
      adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan pemberi tugas, obyek studi
      kelayakan ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan pemberi tugas dan obyek studi
      kelayakan. TSR juga tidak memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait
      dengan penugasan ini.

      Laporan Studi Kelayakan ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau
      merugikan pihak manapun. Imbalan jasa yang TSR terima sama sekali tidak dipengaruhi
      oleh hasil yang dihasilkan.




 KJPP Tri, Santi dan Rekan
 Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                            ii
Page 5
KJPP TRI, SANTI DAN REKAN

3.   Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan
     Pemberi tugas dan Penguna Laporan studi kelayakan penambahan kegiatan usaha yang
     diterbitkan oleh KJPP TSR adalah :
     •    Nama Perusahaan        : PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
     •    Alamat                 : Pulo Gadung Industrial Estate Jl. Pulo Kambing II,
                                   Kav. I-II. No. 33 Jakarta 13930 Indonesia.
     •    Telepon                : +62 21 4603738
     •    Website                : www.hexindo-tbk.co.id



4.   Maksud dan Tujuan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
     Maksud dan tujuan dari laporan studi kelayakan ini adalah untuk memberikan pendapat
     mengenai kelayakan atas penambahan kegiatan usaha untuk memenuhi ketentuan yang
     diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia No. 17/POJK.04/2020
     (“POJK 17/2020”) tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha. Penugasan
     ini digunakan untuk kepentingan pasar modal dan tidak digunakan di luar konteks atau
     tujuan penugasan tersebut.

     Studi Kelayakan ini disusun dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam Peraturan OJK
     No. 35/POJK.04/2020 tentang “Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar
     Modal” tanggal 25 Mei 2020 (“POJK 35/2020”) serta Standar Penilaian Indonesia 2018,
     Edisi Revisi SPI 300, SPI 310, SPI 320, SPI 330 (“SPI 2018”)



5.   Objek Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
     Bahwa obyek studi Kelayakan sesuai dengan infromasi yang diberikan oleh pemberi tugas
     adalah Jasa Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha berupa berupa
     penambahan KBLI. Adapun rencana penambahan KBLI yang akan dilakukan oleh HEXA
     adalah KBLI 45201 – Reparasi Mobil.



6.   Tanggal Studi kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha dan Masa Berlaku
     Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha

     Studi kelayakan atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha dalam Laporan Studi
     Kelayakan diperhitungkan pada tanggal 31 Maret 2024. Tanggal ini dipilih atas dasar
     pertimbangan kepentingan dan tujuan penyusunan Studi Kelayakan dari Rencana
     Penambahan Kegiatan Usaha serta dari data keuangan Perseroan yang KJPP TSR terima.

     Data keuangan tersebut berupa laporan keuangan konsolidasian HEXA untuk tahun yang
     berakhir pada tanggal 31 Maret 2024 yang menjadi dasar penyusunan Laporan Studi
     Kelayakan atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha.

     POJK 35/2020 Pasal 5 Butir 1. c) menyatakan bahwa ” jangka waktu antara tanggal
     laporan keuangan dan Tanggal Laporan Penilaian Bisnis tidak lebih dari 6 (enam) bulan;
     .....”. Maka berdasarkan POJK 35/2020 Pasal 5 Butir 1. c), Laporan Studi Kelayakan
     Penambahan Kegiatan Usaha ini berlaku hingga 30 September 2024.

KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                         iii
Page 6
KJPP TRI, SANTI DAN REKAN


7.   Jenis Laporan
     Jenis laporan studi kelayakan atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha ini merupakan
     laporan terinci.


8.   Sifat Dan Sumber lnformasi Yang Dapat Diandalkan
     Dalam rangka melakukan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha ini, TSR telah
     mempelajari, menelaah dan mempertimbangkan atas data dan informasi sebagai berikut:
      a. Keterbukaan Informasi sehubungan dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
          yang disusun oleh manajemen HEXA.
      b. Laporan Keuangan per 31 Maret 2019 dengan angka pembanding per
          31 Maret 2018 yang telah diaudit oleh Peter Surja, CPA dengan Lisensi Akuntan
          Publik AP.0686 dari Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja (Ernest &
          Young) dengan No. Laporan 01595/2.1032/AU.1/05/0686-2/1/VI/2019 pada 27 Juni
          2019 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian.
      c. Laporan Keuangan per 31 Maret 2020 dengan angka pembanding per
          31 Maret 2019 yang telah diaudit oleh Ratnawati Setiadi, CPA dengan Lisensi
          Akuntan Publik AP.0698 dari Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja
          (Ernest & Young) dengan No. Laporan 01556/2.1032/AU.1/05/0698-1/1/VI/2020
          pada 29 Juni 2020 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian.
      d. Laporan Keuangan per 31 Maret 2021 dengan angka pembanding per
          31 Maret 2020 yang telah diaudit oleh Benediktio Salim, CPA dengan Lisensi Akuntan
          Publik AP.1561 dari Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja (Ernest &
          Young) dengan No. Laporan 01727/2.1032/AU.1/05/1561-2/1/VI/2021 pada 29 Juni
          2021 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian.
      e. Laporan Keuangan per 31 Maret 2022 dengan angka pembanding per
          31 Maret 2021 yang telah diaudit oleh Benediktio Salim, CPA dengan Lisensi Akuntan
          Publik AP.1561 dari Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja (Ernest &
          Young) dengan No. Laporan 01674/2.1032/AU.1/05/1561-2/1/VI/2022 pada 28 Juni
          2022 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian.
      f. Laporan Keuangan per 31 Maret 2023 dengan angka pembanding per 31 Maret 2022
          yang telah diaudit oleh Benediktio Salim, CPA dengan Lisensi Akuntan Publik AP.1561
          dari Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja (Ernest & Young) dengan
          No. Laporan 01890/2.1032/AU.1/05/1561-3/1/VI/2023 pada 27 Juni 2023 dengan
          pendapat wajar tanpa modifikasian.
      g. Laporan Keuangan per 31 Maret 2024 dengan angka pembanding per 31 Maret 2023
          yang telah diaudit oleh Benediktio Salim, CPA dengan Lisensi Akuntan Publik AP.1561
          dari Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja (Ernest & Young) dengan
          No. Laporan 01846/2.1032/AU.1/05/1561-4/1/VI/2024 pada 28 Juni 2024 dengan
          pendapat wajar tanpa modifikasian.
      h. Proyeksi HEXA dari Maret 2025 sampai dengan Maret 2029 terkait dengan rencana
          penambahan kegiatan usaha yang disusun oleh manajemen HEXA.
      i. Wawancara dan diskusi dengan manajemen HEXA sehubungan dengan penugasan
          Studi Kelayakan. Identitas dan jabatan pihak-pihak yang telah diwawancarai terkait
          dengan studi kelayakan penambahan kegiatan usaha adalah sebagai berikut :


KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                           iv
Page 7
KJPP TRI, SANTI DAN REKAN

                Pihak Yang Diwawancarai                        Jabatan              Entitas

              Dea Deskarina                        Legal Department              HEXA
              M. Hamzah Abdul Aziz                 Accounting Department         HEXA
              Sudarsono                            Product Support               HEXA
              Daisuke Inoue                        General Sales Support         HEXA
              Listiana Kurniawati                  Corporate Secretary           HEXA


      j. Keterangan singkat mengenai HEXA, meliputi latar belakang, susunan manajemen,
         kepemilikan saham dan kegiatan usaha yang telah disiapkan oleh manajemen HEXA.
      k. Data dan informasi industri berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
         Badan Pusat Statistik dan Bank Indonesia.
      l. Data dan informasi pasar berdasarkan media cetak maupun elektronik antara lain
         https://bisnisindonesia.id/article/produksi-alat-berat-2023-tembus-8066-unit,
         https://www.kompasiana.com/farizbagusp/5a35b82ccf01b45bad56c404/menangka
         p-potensi-besar-dari-bisnis-alat-berat, https://www.dataindustri.com/produk/data-
         penjualan-alat-berat-indonesia/.
      m. Data dan informasi ekonomi berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara
         lain website Bank Indonesia (BI), Badan Pusat Statistik (BPS).
      n. Representation Letter HEXA, sehubungan dengan Penugasan Penilaian Studi
         Kelayakan Panambahan Kegiatan Usaha.

     Dalam melaksanakan analisis, kami bergantung pada keakuratan dan kelengkapan dari
     semua informasi keuangan dan informasi-informasi lain yang disampaikan kepada kami
     oleh HEXA dan/atau yang tersedia secara umum dan kami tidak bertanggung jawab atas
     kebenaran informasi-informasi tersebut.

     Kami tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari Perseroan. Jasa-jasa
     yang kami berikan kepada Perseroan hanya merupakan studi kelayakan atas Rencana
     Penambahan Kegiatan Usaha dan bukan jasa-jasa akuntansi, audit, atau perpajakan.
     Pekerjaan kami yang berkaitan dengan studi kelayakan tidak merupakan dan tidak dapat
     ditafsirkan merupakan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit atau
     pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut
     juga tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian
     internal, kesalahan atau penyimpangan dalam laporan keuangan atau pelanggaran
     hukum. Selain itu, kami tidak mempunyai kewenangan dan tidak mencoba mendapatkan
     bentuk transaksi-transaksi lainnya yang dilakukan HEXA.



9.   Asumsi dan Kondisi Pembatas
     a. Laporan studi kelayakan penambahan kegiatan usaha bersifat non-disclaimer
        opinion.
     b. Dalam menyusun laporan ini, TSR mengandalkan kelengkapan informasi yang
        disediakan oleh HEXA dan atau data yang diperoleh dari informasi yang tersedia
        untuk publik dan informasi lainnya yang dapat dipercaya keakuratannya yang pada
        hakekatnya adalah benar, lengkap, dan tidak menyesatkan dan kami tidak
        bertanggung jawab untuk melakukan pemeriksaan independen terhadap informasi-

KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                              v
Page 8
KJPP TRI, SANTI DAN REKAN

           informasi tersebut. Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen HEXA
           atas keakuratan data dan informasi yang disampaikan ke kami.
     c.    Studi kelayakan ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
           umum bisnis dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah yang berlaku
           sampai dengan tanggal penerbitan Laporan Studi Kelayakan ini.
     d.    Kami menggunakan proyeksi keuangan yang disusun oleh manajemen HEXA dengan
           mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan dengan kemampuan pencapaiannya
           (fiduciary duty).
     e.    Pemberi tugas menyatakan bahwa seluruh informasi material yang menyangkut
           penugasan studi kelayakan penambahan kegiatan usaha telah diungkapkan
           seluruhnya kepada TSR dan tidak ada pengurangan atas fakta-fakta yang penting.
     f.    Laporan studi kelayakan ini ditujukan untuk memenuhi kepentingan Pasar Modal dan
           pemenuhan aturan OJK dan tidak untuk kepentingan lainnya.
     g.    Analisis studi kelayakan atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha dipersiapkan
           menggunakan data dan informasi sebagaimana diungkapkan di atas. Segala
           perubahan atas data dan informasi tersebut dapat mempengaruhi hasil akhir
           pendapat kami secara material. Kami tidak bertanggung jawab atas perubahan
           kesimpulan atas studi kelayakan kami maupun segala kehilangan, kerusakan, biaya,
           ataupun pengeluaran apapun yang disebabkan oleh ketidakterbukaan informasi
           sehingga data yang kami peroleh menjadi tidak lengkap dan atau dapat
           disalahartikan.
     h.    Penugasan untuk melakukan studi kelayakan adalah bukan dan tidak dapat dianggap
           sebagai kajian atau audit atau pelaksanaan prosedur tertentu pada informasi
           keuangan. Penugasan ini dilakukan bukan dengan tujuan untuk menemukan
           kelemahan pengawasan internal, kesalahan atau kecurangan pada laporan
           keuangan, implikasi perpajakan ataupun pelanggaran hukum.
     i.    Penilai tidak memiliki tanggung jawab kepada pihak ketiga, selain Pemberi Tugas,
           selama tidak menyimpang dari peraturan dan hukum yang berlaku.


10. Pendekatan dan Metodologi Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
    Pendekatan dan Metode yang digunakan dalam menyusun laporan studi kelayakan ini
    adalah:
     1. Pengumpulan data-data primer yang bersumber dari HEXA yang terkait dengan
         rencana penambahan kegiatan usaha.
     2. Melakukan analisis kelayakan penambahan kegiatan usaha meliputi:
          a. Kelayakan Pasar mencakup:
              1) Kondisi pasar seperti pangsa pasar, kesinambungan (sustainability),
                  potensi pasar dan sasaran.
              2) Persaingan usaha.
              3) Strategi Pemasaran.
          b. Kelayakan Teknis mencakup:
              1) Kapasitas.
              2) Ketersediaan dan kualitas sumber daya termasuk bahan baku mentah,
                  pekerja dan tenaga ahli.
              3) Proses Produksi.
          c. Kelayakan Pola Bisnis mencakup:
              1) Keunggulan kompetitif karena keunikan dari pola bisnis.
              2) Kemampuan pesaing untuk meniru produk.


KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                         vi
Page 9
KJPP TRI, SANTI DAN REKAN

               3) Kemampuan untuk menciptakan nilai.
            d. Kelayakan Model Manajemen mencakup:
               1) Ketersediaan tenaga kerja.
               2) Manajemen kekayaan intelektual (intellectual property).
               3) Manajemen risiko.
               4) Kapasitas dan kemampuan manajemen.
               5) Kesesuaian struktur organisasi dan manajemen.
            e. Kelayakan Keuangan mencakup:
               1) Biaya pendirian (start up costs).
               2) Modal kerja.
               3) Sumber pembiayaan.
               4) Biaya operasional.
               5) Biaya bahan baku mentah.
               6) Proyeksi laporan keuangan.
               7) Analisis titik impas (break even analysis).
               8) Analisis profitabilitas (overall profitability).
               9) Tingkat imbal balik investasi (overall return on investment).

11. Independensi Penilai
    Dalam mempersiapkan Laporan Studi Kelayakan atas Rencana Penambahan Kegiatan
    Usaha, KJPP TSR bertindak secara independen tanpa adanya benturan kepentingan dan
    tidak terafiliasi dengan HEXA ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan HEXA. KJPP
    TSR juga tidak memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan
    penugasan ini. Selanjutnya, laporan Studi Kelayakan ini tidak dilakukan untuk
    memberikan keuntungan atau merugikan pihak manapun. Imbalan yang kami terima
    adalah sama sekali tidak dipengaruhi oleh analisis yang dihasilkan dari proses studi
    kelayakan ini dan hanya menerima imbalan sesuai dengan surat penawaran kami
    No. 015/PEN/FS/KJPP-TS/IV/2024 tanggal 16 April 2024 yang telah disetujui oleh
    manajemen HEXA.



12. Kesimpulan
    a. Kelayakan Pasar
        Salah satu parameter penentuan alat berat yang tepat menyesuaikan pada kriteria
        suatu lokasi, dimana masing-masing kriteria lokasi memiliki karakteristik yang
        bervariatif dalam mengelola bisnis pertambangan, perusahaan konstruksi, pertanian
        dan infrastruktur. Secara general, HEXA menyadari ketatnya persaingan usaha
        dalam industri alat berat, pasca pandemic Covid-19 membuat banyak perusahaan
        dalam bidang yang sama melakukan distribusi pengadaan dan penyewaan produk
        yang sejenis. Berbagai jenis pembangunan mulai dari infrastruktur sendiri
        diperkirakan akan terus meningkat selama lima tahun ke depan, perusahaan
        pertambangan dan disusul juga dengan perkebunan atau pertanian akhir-akhir ini
        yang bermunculan secara masif, yang berarti banyaknya kebutuhan dari Pelanggan
        untuk menambah armada, memenuhi permintaan dan memaksimalkan pendapatan,
        serta menjamin kontinuitas kegiatannya berjalan dengan baik melalui
        kegiatan-kegiatan distribusi yang tersistem baik untuk menunjang operasional
        maupun menunjang kebutuhan komersial. Oleh karena hal tersebut, HEXA turut
        bergerak secara massif untuk menjadi kiblat terbaik dalam pasarnya dengan


KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                       vii
Page 10
KJPP TRI, SANTI DAN REKAN

           menawarkan layanan yang optimal bagi Pelanggan dan calon Pelanggan potensial
           yang saat ini tengah bergelut dalam fokus peningkatan ruang lingkup bisnis dengan
           industri distribusi yang bervariatif, seperti komoditas kehutanan, perkebunan dan
           pertambangan. Sehingga dalam rangka mengoptimalisasikan ruang lingkup
           layanannya, HEXA berupaya mendukung dan terlibat aktif untuk menjamin adanya
           kesinambungan penggunaan produk on the road truck yang layak jalan, aman dan
           nyaman melalui perawatan dan servis reguler bagi setiap unit on road the truck serta
           alat berat berkaitan lainnya.

           Berdasarkan kajian dan evaluasi terhadap Kondisi Pasar, maka dapat disimpulkan
           bahwa penambahan kegiatan usaha dari aspek pasar yang akan dilakukan oleh
           HEXA adalah layak.

     b.    Kelayakan Teknis
           Kapasitas yang digunakan untuk penambahan kegiatan usaha pada bidang reparasi
           Mobil yang akan dikembangkan secara bertahap, hal ini direpresentasikan dengan
           memiliki 19 (sembilan belas) cabang, 16 (enam belas) kantor perwakilan dan 16
           (enam belas) kantor proyek terhitung per 31 Maret 2024. Serta memiliki
           Remanufacturing Facility: Balikpapan, Welding Facility: Samarinda, dan Training
           Center: Balikpapan & Jakarta.

           Tidak terdapat bahan baku dan bahan pembantu terkait penambahan kegiatan
           usaha yang akan dijalankan oleh HEXA.

           Tenaga Kerja yang mendukung penambahan kegiatan usaha adalah sebagai berikut:
            1. Sales Director yang dikepalai oleh Mr. Dwi Swasono
            2. Product Support Director yang dikepalai oleh Mr. Teru Karahashi

           Serta didukung beberapa tenaga di bidang berikut:
            1. General Sales Support
            2. Product Support

           Rencana penambahan kegiatan usaha HEXA mengacu kepada salah satu
           persyaratan yang ditetapkan oleh Sucofindo sebagai pelaksana Sertifikasi Bengkel
           berdasarkan regulasi Kementerian terkait, dimana Sucofindo menyatakan bahwa
           HEXA harus memiliki KBLI 45201 sebagai salah satu persyaratan untuk mendapatkan
           Sertifikasi Bengkel (Pasal 5 Kepmenperin 551/1999). Sertifikasi Bengkel ini
           dibutuhkan karena pemenuhan regulasi/peraturan dimana HEXA sebagai distributor
           truk bermerek Foton yang merupakan produk dari produsen manufaktur China.
           Rencana bisnis HEXA saat ini adalah berencana menjual Foton truck untuk on-road
           usage (saat ini Penjualan hanya untuk penggunaan off-road oleh Customer), dimana
           rencana penjualan Foton Truck OTR ini berhubungan juga dengan kewajiban untuk
           menyediakan layanan bengkel dengan tujuan untuk menjamin layanan purna jual,
           yang mana layanan ini harus dijalankan oleh bengkel bersertifikat (Pasal 25 UU
           Perlindungan Konsumen, Pasal 6 ayat 1 Kepmenperin 551/1999, Pasal 9 ayat 1
           Permenperin 34/2019).




KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                            viii
Page 11
KJPP TRI, SANTI DAN REKAN

           Berdasarkan kajian dan evaluasi terhadap Kondisi Teknis, maka disimpulkan bahwa
           penambahan kegiatan usaha dari aspek teknis yang akan dilakukan oleh HEXA
           adalah layak.

     c.    Kelayakan Pola Bisnis
           Dalam menjalankan pengembangan kegiatan usaha baru tersebut, HEXA didukung
           oleh tenaga ahli yang memiliki kompetensi yang akan menciptakan keunggulan
           kompetitif bagi HEXA dalam menjalankan rencana pengembangan usaha. Dengan
           keunggulan kompetitif yang dimiliki, maka HEXA diperkirakan akan dapat bersaing
           dengan perusahaan kompetitor.

           Penambahan kegiatan usaha baru yang akan dilakukan oleh HEXA adalah kegiatan
           Reparasi Mobil dengan berbagai macam rincian teknis layanan, yang memungkinkan
           HEXA menyediakan layanan secara komprehensif dan aktual, untuk menunjang
           keunggulan produk on the road truck pada ketahanan (durability), keamanan
           (safety) serta keberjalanjutan (sustainability). Hingga saat ini terdapat sejumlah
           perusahaan kompetitor yang menjadi pesaing HEXA, namun HEXA memiliki
           beberapa mitigasi untuk memitigasi risiko tersebut. Dengan pengembangan
           kegiatan usaha yang dilakukan maka diharapkan akan dapat memberikan nilai
           tambah bagi HEXA berupa perluasan bidang jasa yang dapat disediakan bagi
           Pelanggan.

           Berdasarkan kajian dan evaluasi terhadap Aspek Pola Bisnis, maka disimpulkan
           bahwa penambahan kegiatan usaha dari aspek pola bisnis yang akan dilakukan oleh
           HEXA adalah layak.

     d.    Kelayakan Model Manajemen
           Untuk memberikan layanan perawatan dan servis, reparasi mekanik, reparasi
           elektrik serta layanan dukungan lainnya yang merupakan bagian terklasifikasi dalam
           kegiatan Reparasi Mobil (Kode KBLI 2020: 45201), HEXA akan menggunakan tenaga
           kerja dan tenaga ahli pendukung yang memiliki kemampuan yang unggul
           berdasarkan pengalaman dan pelatihan-pelatihan yang telah diikuti. Dengan
           pengalaman dan pelatihan yang pernah diikuti serta kinerja selama bekerja di HEXA,
           tenaga kerja yang dimiliki diyakini merupakan figur yang tepat untuk menjalankan
           dan mengawasi pelaksanaan kegiatan pengembangan usaha yang akan dijalankan
           oleh HEXA.

           Kemampuan untuk mengelola suatu perusahaan memerlukan manajemen dan SDM
           yang profesional agar kegiatan operasional HEXA berjalan efektif dan efisien. Berikut
           adalah struktur organisasi penambahaan kegiatan usaha:




KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                              ix
Page 12
KJPP TRI, SANTI DAN REKAN

                                                                          ORGANIZATION STRUCTURE


           DIRECTOR                                                                           DIREDTOR
                                                                                            Dwi Swasono




                                                                                           DIVISION HEAD
           DIVISION HEAD                                                                    Eiji Kimura




                                                                                         DPTY DIVISION HEAD
           DEPUTY DIV HEAD                                                                  Dedih Ifandi




                              SALES STRATEGY DEPARTMENT                              PRODUCT STRATEGY DEPARTMENT                          NEW BUSINESS & VALUE CHAIN
                                        HEAD                                                    HEAD                                            DEPARTMENT HEAD

           DEPT HEAD                Kyohei Handa                                            Satoshi Kono                                         Daisuke Inoue




           DEPUTY DEPT HEAD

                               DEPUTY SALES STRATEGY                                  DEPUTY PRODUCT STRATEGY                             DEPUTY NEW BUSINESS & VALUE
                                  DEPARTMENT HEAD                                         DEPARTMENT HEAD                                    CHAIN DEPARTMENT HEAD

                                  Nandang Suryana                                         Nandang Suryana                                        Rakhmat Saleh



                                                          PRODUCT STRATEGY ADVISOR                                 NEW BUSINESS & VALUE
                                                                                                                       CHAIN ADVISOR
                                                                 Mispariadi                                              Muhidin




           Berdasarkan kajian dan evaluasi terhadap Aspek Model Manajemen, maka
           disimpulkan bahwa penambahan kegiatan usaha dari aspek model manajemen yang
           akan dilakukan oleh HEXA adalah layak.

     e.    Kelayakan Keuangan
           Estimasi pelaksanaan penambahan kegiatan usaha dilaksanakan pada tahun buku
           2024 (31 Maret 2025) sampai dengan tahun buku 2028 (31 Maret 2029).

           Biaya pendirian (Start up Costs)
           Jumlah biaya pendirian yang dibutuhkan dalam rencana penambahan kegiatan
           usaha adalah sebesar USD16 ribu yang akan digunakan sebagai kegiatan sertifikasi
           workshop yang direncanakan akan dilaksanakan setelah terbitnya izin KBLI –
           reparasi mobil.

           Berdasarkan Laporan Keuangan per 31 Maret 2024 dengan angka pembanding per
           31 Maret 2023 yang telah diaudit oleh Benediktio Salim, CPA dengan Lisensi Akuntan
           Publik AP.1561 dari Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja (Ernest &
           Young) dengan No. Laporan 01846/2.1032/AU.1/05/1561-4/1/VI/2023 pada 28 Juni
           2024 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian. Nilai Ekuitas HEXA sebesar
           USD179,185 ribu dan Nilai Biaya Pendirian Keseluruhan sebesar USD16 ribu atau
           sebesar 0.01% dari Ekuitas HEXA, sehingga Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
           bukan merupakan Transaksi Material dimana Nilai transaksi kurang dari 20.0%
           ekuitas HEXA.




KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                                                                                                   x
Page 13
KJPP TRI, SANTI DAN REKAN

           Modal Kerja
           Terdapat modal kerja terkait penambahan kegiatan usaha yang direncanakan oleh
           HEXA, dengan rincian sebagai berikut:

                                                                                         Dalam Ribuan USD
                    URAIAN                FY2024      FY2025           FY2026        FY2027        FY2028
            Piutang Usaha                  140,895     150,391          160,526       171,343       182,890
            Persediaan                     257,485     275,051          293,804       313,830       335,220
            Utang Usaha                   (105,555)   (112,764)        (120,480)     (128,740)     (137,583)

            Total                         292,824     312,678          333,850       356,433       380,527
           Sumber dana atas modal kerja berasal dari rollover atas kas.

           Sumber Pembiayaan Investasi Penambahan Kegiatan Usaha
           Dalam rangka penambahan kegiatan usaha sumber pembiayaan investasi diperoleh
           dari rollover atas kas.

           Biaya Operasional
           Biaya operasional atas meliputi beban pokok dan beban usaha. Asumsi dan proyeksi
           beban pokok dan Beban usaha atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha selama
           periode proyeksi adalah sebagai berikut:

                                                                                                        Dalam Ribuan USD

                             URAIAN                      Mar-25          Mar-26       Mar-27        Mar-28       Mar-29

            Beban Pokok (Penambahan KBLI)                  625,605         668,248      713,664      762,053      813,629



                             URAIAN                       Mar-25         Mar-26        Mar-27       Mar-28       Mar-29

            Beban Usaha (Penambahan KBLI)
              Beban Penjualan                               30,297          31,089       31,901        32,734      33,588
              Administrasi dan Umum                         23,040          23,201       23,363        23,527      23,691
              Depresiasi dan amortisasi                        3,011         3,011         3,141        3,271       3,401
            Total Beban Usaha (Penambahan KBLI)            56,348          57,301       58,406        59,532      60,680




           Biaya Bahan Baku Mentah
           Tidak terdapat biaya bahan baku mentah atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
           yang akan dilakukan oleh HEXA.

           Analisis Titik Impas (Break Even Analysis)
           Titik impas atau breakeven point (“BEP”) adalah sebuah titik dimana biaya atau
           pengeluaran dan pendapatan adalah seimbang, sehingga tidak terdapat keuntungan
           atau kerugian. BEP dapat diformulasikan sebagai berikut:

                     BEP = Biaya Tetap : (1- (Biaya Variabel : Pendapatan))




KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                                            xi
Page 14
KJPP TRI, SANTI DAN REKAN

           Berikut adalah analisis titik impas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha yang akan
           dilakukan oleh HEXA selama periode proyeksi:
                                                                                                             Dalam Ribuan USD

                      URAIAN                              Mar-25         Mar-26           Mar-27          Mar-28            Mar-29

            Variabel Cost                                    48,900          52,160          55,420          58,680             61,940
            Fixed Cost                                           546             594             644             696               749
            Revenue                                          54,628          59,436          64,413          69,567             74,900
            BREAK EVEN POINT             Rata-rata
            Dalam Ribuan USD                  4,691          5,210           4,855           4,613           4,445              4,329
            Dalam % Pendapatan              7.41%           9.54%           8.17%           7.16%           6.39%               5.78%


           BEP selama periode proyeksi akan dicapai rata-rata pada tingkat pendapatan
           sebesar USD4,691 ribu atau 7.41% dari rata-rata pendapatan.

           Analisis Profitabilitas (Overall Profitability)
           Untuk menganalisis keseluruhan profitabilitas dapat menggunakan Profitability Index
           (PI), dimana PI merupakan salah satu kriteria untuk menentukan sebuah proyek
           investasi dapat diterima atau ditolak. Nilai PI menggambarkan keuntungan yang
           akan diterima saat ini dari investasi yang dilakukan saat ini dengan harapan akan
           memberikan nilai manfaat di masa yang akan datang yang biasanya tercermin dari
           nilai aliran kas masuk. PI dapat diformulasikan sebagai berikut:

               Profitability Index = PV Of Future Cash Flows : Initial Investment

           Berikut adalah Profitability Index atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha yang
           akan dilakukan oleh HEXA selama periode proyeksi:
                                                                                                         Dalam Ribuan USD

                      URAIAN                       Mar-25          Mar-26          Mar-27          Mar-28              Mar-29

            Arus Kas Masuk                              4,044           5,213           6,514           7,950             9,526
            Arus Kas Keluar                           (16,465)         (1,221)         (1,239)         (1,258)           (1,277)
            Tingkat Diskonto                             0,90            0,82            0,74            0,67              0,60
            Nilai Kini Arus Kas Masuk                  3,652           4,251           4,797           5,288             5,721
            Nilai Kini Arus Kas Keluar               (14,869)          (996)           (913)           (836)             (767)

            Profitability Index
                                         1.29


           Sebuah proyek akan diterima apabila nilai PI bernilai lebih besar dari 1. Sedangkan
           apabila nilai PI nya adalah satu atau di bawah 1, maka proyek tersebut sebaiknya
           ditolak. Berdasarkan perhitungan PI adalah sebesar 1.29 (lebih dari 1), sehingga
           investasi yang dikeluarkan untuk rencana Penambahan Kegiatan Usaha HEXA adalah
           layak.




KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                                                 xii
Page 15
KJPP TRI, SANTI DAN REKAN

           Tingkat Imbal Balik Investasi (Overall Return On Investment).
           Return on Investment (ROI) digunakan untuk mengukur kemampuan modal yang
           diinvestasikan dalam keseluruhan aset untuk menghasilkan keuntungan bersih. Jika
           ROI lebih besar dari 0, maka investasi tersebut dapat disimpulkan layak untuk
           dilaksanakan dan sebaliknya. Berikut adalah perhitungan ROI atas rencana
           Penambahan Kegiatan Usaha HEXA:
                                                                                             Dalam Ribuan USD
                  URAIAN                              Mar-25      Mar-26         Mar-27    Mar-28    Mar-29

            Laba Tahun Berjalan                          4,042       5,211         6,512     7,949          9,525
            Total Aset                                   4,042       9,253        15,766    23,715      33,239
            ROI                                       100.00%      56.32%         41.31%    33.52%     28.65%
            Rata-Rata ROI                51.96%


           Berdasarkan perhitungan di atas ROI adalah sebesar 51.96% (lebih dari 0), sehingga
           rencana Penambahan Kegiatan Usaha HEXA adalah layak.

           Tingkat Diskonto
           Tingkat Diskonto adalah suatu tingkat imbal balik untuk mengkonversikan nilai di
           masa depan ke nilai sekarang yang mencerminkan nilai waktu dari uang dan
           ketidakpastian atas terealisasinya pendapatan ekonomi. Faktor diskonto yang
           digunakan adalah Weighted Average Cost of Capital yang dihitung dengan rumus
           sebagai berikut:


                                  WACC = [ ke x We ] + [ kd (1-t) x Wd ]


           Dimana :
           ke     = biaya modal untuk ekuitas
           kd     = biaya modal untuk hutang
           We     = bobot ekuitas dalam struktur kapital
           Wd     = bobot hutang dalam struktur kapital
           t      = tarif pajak

           Tingkat diskonto (discount rate) yang digunakan adalah biaya modal rata-rata
           tertimbang (weighted average cost of capital), yang diperoleh dari biaya modal
           untuk hutang berbunga dan biaya modal untuk ekuitas.

           Berikut adalah asumsi yang digunakan untuk mengestimasi tingkat diskonto yang
           akan digunakan dalam studi kelayakan ini.

           ▪    Cost of Debt
                Tingkat biaya hutang (Cost of Debt) diperoleh dengan mempertimbangkan
                faktor-faktor sebagai berikut:
                 1. Rata-rata tingkat bunga pinjaman rata-rata dalam mata uang asing yang
                     berlaku yang bersumber dari pinjaman kredit investasi (Perseroan) Bank
                     Indonesia Maret 2024 yaitu sebesar 6.73%.


KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                                     xiii
Page 16
KJPP TRI, SANTI DAN REKAN

                 2. Tingkat pajak yang digunakan adalah sebesar 22.00% berdasarkan tingkat
                    pajak di Indonesia.

                Dengan pertimbangan faktor-faktor tersebut, maka perhitungan tingkat biaya
                hutang (Cost of Debt) yang diaplikasikan dalam laporan ini adalah sebagai
                berikut:
                Kd        = i x ((1-T))
                Kd        = 6.73% x (1-22.00%) = 5.25%


           ▪    Cost of Equity
                Tingkat diskonto untuk ekuitas diperoleh dengan mengaplikasikan model
                Capital Assets Pricing Model (CAPM). Model ini menyatakan bahwa biaya ekuitas
                adalah biaya bunga bebas risiko ditambah premium untuk menutup risiko
                sistematis dari sekuritas saham, dengan formula sebagai berikut:

                Ke = Rf + (Rm-Rf) B + Rs - CDS

                Dimana
                Ke           = Tingkat Biaya Ekuitas
                Rf           = Tingkat Suku Bunga Bebas Risiko
                Rm-Rf        = Market Risk Premium
                Beta (B)     = Ukuran Risiko Sistematis
                Rs           = Specific Risk
                CDS          = Country Default Spread

                Tingkat biaya modal untuk ekuitas diperoleh dengan mempertimbangkan
                faktor-faktor sebagai berikut:
                1. Rf (Risk free rate), adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen
                     yang dianggap tidak memiliki kemungkinan gagal bayar. Untuk studi
                     kelayakan penambahan kegiatan usaha ini, instrumen bebas risiko yang
                     digunakan adalah tingkat yield suku bunga obligasi pemerintah Indonesia
                     yang berdenominasi USD jatuh per tanggal 31 Maret 2024 dengan tenor
                     30 Tahun yaitu sebesar 5.34% yang bersumber dari bersumber dari
                      https://www.bondsupermart.com/bsm/bond-factsheet/US455780DS23.
                2.    Market Risk Premium, adalah merupakan selisih dari Expected Return
                      Market dengan Risk Free Rate. Premi risiko pasar (Rm-Rf) atau MRP
                      ditentukan dengan mempertimbangkan kondisi pasar modal Indonesia
                      sebagai pasar modal yang emerging. Berdasarkan penelitian yang
                      dilakukan Aswath Damodaran per Januari 2024 adalah sebesar 7.38%.
                3.    Beta (β), adalah faktor untuk meliput risiko sistematis dari suatu ekuitas.
                      Beta akan dikalikan dengan market risk premium untuk mendapatkan
                      equity risk premium. Untuk memperoleh faktor Beta yang sesuai dan akan
                      digunakan TSR menggunakan beta pembanding berdasarkan penelitian
                      yang dilakukan Aswath Damodaran dalam industri Auto & Truck per
                      5 Januari 2024 sebesar 1.00.



KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                              xiv
Page 17
KJPP TRI, SANTI DAN REKAN

                4.    Rs (Specific Company Risk Premium). Sebagian dari risiko yang dihadapi
                      oleh Indonesia telah tercermin dalam perhitungan equity risk premium
                      namun belum mencerminkan risiko yang berkaitan dengan karakteristik
                      spesifik yang dimiliki oleh suatu perusahaan. Melihat kondisi saat ini dan
                      rencana usaha yang diproyeksikan oleh HEXA, maka TSR berpendapat
                      tidak perlu ditambahkan adanya premi risiko.
                5.    CDS (Country Default Spread), adalah tingkat (rating) gagal bayar obligasi
                      yang dikeluarkan pemerintah yang dalam penilaian ini diaplikasikan 2.07%

           Berdasarkan tingkat diskonto dengan Weighted Average Cost of Capital (WACC)
           yang TSR gunakan sebagai dalam laporan studi kelayakan penambahan kegiatan
           usaha ini adalah sebesar 10.73% seperti pada tabel berikut:

           Berikut adalah hasil perhitungan WACC per 31 Maret 2023:
                  Jenis Modal             Biaya Modal               Bobot         Tertimbang

            Utang                                   5.25%                28.33%          1.49%

            Ekuitas                                12.90%                71.67%          9.25%

                                           WACC                                         10.73%


           Pengaruh Penambahan Kegiatan Usaha Pada Kondisi Keuangan HEXA
           Analisa kelayakan dapat dilakukan berdasarkan perhitungan kelayakan biaya
           pendirian atas penambahan kegiatan usaha HEXA. Kelayakan HEXA dihitung dengan
           menggunakan tiga indikator yaitu Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return
           (IRR) dan Profitability Index (PI) dengan ringkasan sebagai berikut:

           • Net Present Value (NPV)                     : USD5,334 ribu
           • Internal Rate of Return (IRR)               : 28.76%
           • Profitability Index (PI)                    : 1.29

           Pengaruh penambahan kegiatan usaha pada kondisi Keuangan HEXA diharapkan
           dapat meningkatkan ROI rata-rata selama periode proyeksi sebesar 51.96%,
           dimana hal ini diharapkan dapat memberikan nilai tambah kepada para pemegang
           saham HEXA.

           Sensitivitas
           Untuk menguji kepekaan proyek terhadap berbagai faktor yang mempengaruhinya,
           maka dilakukan analisis sensitivitas terhadap penurunan penjualan, peningkatan
           beban pokok dan peningkatan beban usaha.




KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                               xv
Page 18
KJPP TRI, SANTI DAN REKAN

           Adapun sensitivitas penambahan kegiatan usaha adalah sebagai berikut :

                                                            SENSITIVITAS
                                          6.000
                                          5.000
                                          4.000

                       In Thousand USD
                                          3.000
                                          2.000
                                          1.000
                                              0
                                         (1.000)
                                                   Normal     0,50%     1,00%    1,50%   2,00%         2,50%
                     Pendapatan Turun              5.334      4.151      2.969   1.787    604          (578)
                     Beban Pokok Dan Beban
                                                   5.334      4.303      3.273   2.242   1.212          181
                           Usaha Naik

               NET PRESENT VALUE


           Hasil analisis sensitivitas di atas menunjukkan bahwa rencana penambahan kegiatan
           usaha sangat sensitif terhadap terhadap penurunan pendapatan, peningkatan beban
           pokok, peningkatan beban usaha.

Berdasarkan kajian, evaluasi terhadap aspek pasar, aspek teknis, aspek pola bisnis, aspek
model manajemen, dan aspek keuangan dengan syarat seluruh asumsi dan aspek tersebut
terpenuhi. Maka disimpulkan bahwa penambahan kegiatan usaha yang akan dilakukan oleh
HEXA adalah layak.

TSR melakukan analisis dan perhitungan dalam proses studi kelayakan didasarkan pada
dokumen, informasi dan data-data yang disampaikan oleh pemberi tugas. Laporan studi
kelayakan atas penambahan kegiatan usaha ini harus dipandang sebagai satu kesatuan.
Penggunaan sebagian analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan informasi
dan analisis dapat menyebabkan pandangan yang menyesatkan.

Bahwa atas isi dan segala sesuatu yang terdapat dan/atau yang digunakan dalam
penugasan, pemberi tugas memberikan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya kepada
TSR termasuk didalamnya anggota rekan dan seluruh staff yang ada dari tuntutan kerugian
harta, gugatan dan tanggung jawab (semuanya dalam bentuk apapun juga) baik secara
sendiri-sendiri maupun institusi yang timbul secara langsung maupun tidak langsung terhadap
pihak manapun juga apabila hal itu diakibatkan oleh kesalahan penyampaian data dan
informasi apakah yang disampaikan secara verbal dan/atau dalam bentuk asli, foto kopi,
dan/atau salinan dari pemberi tugas. Di sini ditegaskan bahwa TSR tidak menarik keuntungan,
baik sekarang maupun di masa yang akan datang, dari penugasan yang dilaksanakan.




KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                                 xvi
Page 19
KJPP TRI, SANTI DAN REKAN

TSR menyatakan bahwa kami tidak ada hubungan afiliasi dengan HEXA, baik secara langsung
maupun tidak langsung dan TSR tidak bertanggungjawab untuk menegaskan kembali atau
melengkapi pendapat TSR karena peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini.


Hormat kami,
KJPP Tri, Santi dan Rekan




Ruspriono S.E., MM., MAPPI (Cert).
Rekan Penilai Bisnis
MAPPI                : 10-S-02481
Izin Penilai Publik  : B-1.20.00585
STTD                 : STTD.PB-52/PM.223/2022
RMK                  : 2017.01022




KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                         xvii
Page 20
KJPP TRI, SANTI DAN REKAN

                                   PERNYATAAN PENILAI

1. Pernyataan faktual yang dipresentasikan dalam laporan studi kelayakan atas penambahan
    kegiatan usaha ini adalah benar sesuai dengan pemahaman terbaik dari Penilai;
2. Penugasan studi kelayakan atas penambahan kegiatan usaha telah dilakukan terhadap
    Obyek studi kelayakan penambahan kegiatan usaha pada tanggal 31 Maret 2024;
3. Analisis dan kesimpulan hanya dibatasi oleh asumsi dan kondisi yang dilaporkan;
4. Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam Laporan studi
    kelayakan atas penambahan kegiatan usaha;
5. Lingkup pekerjaan dan data yang dianalisa telah diungkapkan;
6. Baik pimpinan rekan maupun rekan dan para penilai lainnya sama sekali tidak mempunyai
    kepentingan financial terhadap pemberi tugas dan / atau perusahaan yang dinilai baik
    sekarang maupun di kemudian hari.
7. Penilai usaha telah melaksanakan proses penugasan secara independen dan tidak ada
    conflict of interest dengan perusahaan baik dengan manajemen maupun pemiliknya dan
    atau pemberi tugas.
8. Berdasarkan kajian, evaluasi terhadap aspek pasar, aspek teknis, aspek pola bisnis, aspek
    model manajemen, dan aspek keuangan serta proyeksi-proyeksi lainnya dengan syarat
    semua asumsi-asumsi yang telah diproyeksikan dapat terpenuhi. Maka disimpulkan bahwa
    penambahan kegiatan usaha yang akan dilakukan oleh HEXA adalah layak.
9. Data ekonomi dan industri dalam Laporan studi kelayakan atas penambahan kegiatan
    usaha diperoleh dari berbagai sumber yang diyakini oleh Penilai dapat
    dipertanggungjawabkan;
10. Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan profesional yang ditentukan dan / atau
    diselenggarakan oleh Asosiasi Penilai yang diakui Pemerintah;
11. Penilai telah memiliki pemahaman mengenai usaha dan / atau objek yang dinilai; dan
12. Tidak seorangpun, kecuali yang disebutkan dalam laporan studi kelayakan atas
    penambahan kegiatan usaha ini, telah menyediakan bantuan profesional dalam
    menyiapkan laporan studi kelayakan atas penambahan kegiatan usaha.
13. Laporan ini tidak sah jika tidak dibubuhi stempel (seal) dari TSR


No.        Nama                                                                  Tanda Tangan

1.         Penanggung jawab:
           Ruspriono, SE., MM., MAPPI (Cert)
           MAPPI               : 10-S-02481
           Izin Penilai Publik : B-1.20.00585
           STTD                : STTD.PB-52/PM.223/2022
           RMK                 : 2017.01022

2.         Reviewer:
           Santi Dewiyani, ST., M.Com, MAPPI (Cert)
           MAPPI               : 99-S-1215
           Izin Penilai Publik : B-1.09.00236
           STTD                : STTD.PB-10/PJ-1/PM.2/2023
           RMK                 : 2017.00215




KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                                xviii
Page 21
KJPP TRI, SANTI DAN REKAN

3.         Penilai:
           Hernowo Dwianto, ST., MM.
           MAPPI           : 17-P-07169
           RMK             : 2020.03303



4.         Pelaksana Inspeksi Lapangan:
           Ronald Delano S. ST
           MAPPI             : 16-A-06402




KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                 xix
Page 22
KJPP TRI, SANTI DAN REKAN

                      PERNYATAAN INDEPENDENSI PENILAI


 1. KJPP TSR tidak memiliki benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan perusahaan
    yang diuji kelayakannya.

 2. KJPP TSR tidak memiliki kepentingan atau keuntungan pribadi terkait dengan
    usaha/saham perusahaan yang diuji kelayakannya.

 3. KJPP TSR tidak memiliki pinjaman dengan perusahaan yang diuji kelayakannya.

 4. Laporan Studi Kelayakan ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau
    merugikan pihak manapun.

 5. KJPP TSR hanya menerima imbalan jasa sesuai dengan surat penugasan KJPP TSR.

Tim Penilai

Ruspriono, SE., MM., MAPPI (Cert)
MAPPI                      : 10-S-02481
Izin Penilai Publik        : B-1.20.00585
STTD                       : STTD.PB-52/PM.223/2022
RMK                        : 2017.01022


Santi Dewiyani, ST., M.Com, MAPPI (Cert)
MAPPI                       : 99-S-1215
Izin Penilai Publik         : B-1.09.00236
STTD                        : STTD.PB-10/PJ-1/PM.2/2023
RMK                         : 2017.00215


Hernowo Dwianto, ST., MM.
MAPPI                     : 17-P-07169
RMK                       : 2020.03303




Ronald Delano S. ST
MAPPI                            : 16-A-06402




KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                      xx
Page 23
KJPP TRI, SANTI DAN REKAN

                                   SURAT REPRESENTASI




KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                 xxi
Page 24
KJPP TRI, SANTI DAN REKAN




KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                 xxii
Page 25
KJPP TRI, SANTI DAN REKAN

                                                     DAFTAR ISI

RINGKASAN STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA …………………. i
PERNYATAAN PENILAI ......................................................................................xviii
PERNYATAAN INDEPENDENSI PENILAI .............................................................. xx
SURAT REPRESENTASI ....................................................................................... xxi
DAFTAR ISI ...................................................................................................... xxiii
DAFTAR GAMBAR ..............................................................................................xxvi
DAFTAR TABEL .................................................................................................xxvii
1    PENDAHULUAN............................................................................................... 1
1.1    Latar Belakang ..................................................................................................... 1
1.2    Status Penilai ....................................................................................................... 2
1.3    Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan .................................................... 2
1.4    Maksud dan Tujuan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha ......................... 3
1.5    Objek Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha .............................................. 3
1.6    Tanggal Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha dan Masa Berlaku Laporan
       Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha ....................................................... 3
1.7    Jenis Mata Uang yang Digunakan .......................................................................... 4
1.8    Prosedur Yang Digunakan ..................................................................................... 4
1.9    Pendekatan dan Metodologi Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha ............. 4
1.10   Independensi Penilai ............................................................................................ 5
1.11   Asumsi dan Kondisi Pembatas ............................................................................... 5
1.12   Sumber dan Data Informasi Yang Dapat Diandalkan .............................................. 6
1.13   Tenaga Ahli dan Hasil Pekerjaan Tenaga Ahli ......................................................... 8
1.14   Penjelasan mengenai Kejadian Penting setelah Tanggal Studi Kelayakan ................. 8
2    GAMBARAN UMUM PT. HEXINDO ADIPERKASA TBK ....................................... 9
2.1    Sejarah Singkat .................................................................................................... 9
2.2    Produk ................................................................................................................ 9
2.3    Aktivitas Usaha .................................................................................................... 9
2.4    Susunan Dewan Komisaris dan Direksi................................................................... 9
2.5    Susunan Permodalan .......................................................................................... 10
2.6    Legalitas dan Perizinan ....................................................................................... 10
2.7    Struktur Organisasi ............................................................................................ 11
2.8    Kinerja Keuangan HEXA ...................................................................................... 12
2.9    Rasio Keuangan HEXA ........................................................................................ 18
2.10   Informasi Investigasi Lapangan ........................................................................... 19
3    ASPEK MAKRO EKONOMI INDONESIA .......................................................... 21
3.1    Makro Ekonomi Indonesia ................................................................................... 21
3.2    Inflasi ................................................................................................................ 22
3.3    Suku Bunga ....................................................................................................... 22
3.4    Neraca Pembayaran Indonesia ............................................................................ 24
3.5    Nilai Tukar ......................................................................................................... 25
4    ASPEK KELAYAKAN PASAR ........................................................................... 27
4.1    Kondisi Pasar ..................................................................................................... 27
4.1.1    Pangsa Pasar ................................................................................................... 27

KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                                                             xxiii
Page 26
KJPP TRI, SANTI DAN REKAN

4.1.2    Kesinambungan (sustainability) ........................................................................ 30
4.1.3    Potensi Pasar................................................................................................... 30
4.1.4    Sasaran ........................................................................................................... 31
4.1.5    Potensi Nilai Pasar ........................................................................................... 32
4.2    Persaingan Usaha .............................................................................................. 32
4.3    Strategi Pemasaran ............................................................................................ 37
4.4    Kesimpulan Aspek Pasar ..................................................................................... 37
5    ASPEK KELAYAKAN TEKNIS .......................................................................... 38
5.1    Kapasitas ........................................................................................................... 38
5.2    Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya .............................................................. 38
5.2.1    Bahan Baku Mentah ......................................................................................... 38
5.2.2    Pekerja ........................................................................................................... 38
5.2.3    Tenaga Ahli ..................................................................................................... 38
5.3    Proses Produksi.................................................................................................. 39
5.4    Kesimpulan Aspek Teknis.................................................................................... 40
6    ASPEK KELAYAKAN POLA BISNIS ................................................................. 41
6.1    Keunggulan Kompetitif Karena Keunikan dari Pola Bisnis Penambahan Kegiatan
       Usaha ................................................................................................................ 41
6.2    Kemampuan Pesaing untuk Meniru Produk Penambahan Kegiatan Usaha .............. 41
6.3    Kemampuan Menciptakan Nilai Penambahan Kegiatan Usaha ............................... 42
6.4    Kesimpulan Aspek Pola Bisnis ............................................................................. 42
7    ASPEK KELAYAKAN MODEL MANAJEMEN ..................................................... 43
7.1    Ketersediaan Tenaga Kerja ................................................................................. 43
7.2    Manajemen Kekayaan Intelektual (Intellectual Property) ...................................... 43
7.3    Manajemen Risiko Penambahan Kegiatan Usaha .................................................. 44
7.4    Kapasitas dan Kemampuan Manajemen ............................................................... 45
7.5    Kesesuaian Struktur Organisasi dan Manajemen .................................................. 46
7.6    Kesimpulan Aspek Model Manajemen .................................................................. 46
8    ANALISIS SWOT ........................................................................................... 47
9    ASPEK KELAYAKAN KEUANGAN .................................................................... 49
9.1    Rencana Pelaksanaan Penambahan Kegiatan Usaha ............................................. 49
9.2    Biaya Pendirian (Start Up Costs) ......................................................................... 49
9.3    Modal Kerja ....................................................................................................... 49
9.4    Sumber Pembiayaan Investasi Penambahan Kegiatan Usaha ................................ 49
9.5    Biaya Operasional .............................................................................................. 50
9.6    Biaya Bahan Baku Mentah .................................................................................. 50
9.7    Proyeksi Laporan Keuangan ................................................................................ 50
9.7.1    Asumsi-Asumsi ................................................................................................ 50
9.7.2    Tingkat Diskonto.............................................................................................. 52
9.7.2.1          Cost of Equity .......................................................................................... 52
9.7.2.2          Cost of Debt ............................................................................................ 54
9.7.2.3          WACC ....................................................................................................... 54
9.7.3       Proyeksi Laba (Rugi) ........................................................................................ 55
9.7.4       Proyeksi Posisi Keuangan ................................................................................. 56
9.7.5       Proyeksi Cash Flow .......................................................................................... 58
9.8        Analisis Titik Impas (Break Even Analysis) ........................................................... 58

KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                                                           xxiv
Page 27
KJPP TRI, SANTI DAN REKAN

9.9  Analisis Profitabilitas (Overall Profitability) ........................................................... 59
9.10 Tingkat Imbal Balik Investasi (Overall Return On Investment). ............................. 60
9.11 Pengaruh Penambahan Kegiatan Usaha Pada Kondisi Keuangan HEXA .................. 60
9.12 Sensitivitas ........................................................................................................ 63
9.13 Kesimpulan Aspek Keuangan .............................................................................. 64
10 KESIMPULAN ................................................................................................ 65




KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                                                        xxv
Page 28
KJPP TRI, SANTI DAN REKAN

                                            DAFTAR GAMBAR


Gambar 1. Struktur Organisasi HEXA ............................................................................ 11
Gambar 2. Grafik Laba (Rugi) dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian ............ 14
Gambar 3. Grafik Posisi Keuangan Konsolidasian ........................................................... 16
Gambar 4. Grafik Arus Kas Konsolidasian ...................................................................... 17
Gambar 5. Inflasi Indonesia ......................................................................................... 22
Gambar 6. Suku Bunga Kebijakan Bank Indonesia dan IndONIA ..................................... 23
Gambar 7. Suku Bunga Kebijakan Bank Indonesia dan IndONIA ..................................... 24
Gambar 8. Neraca Pembayaran Indonesia ..................................................................... 25
Gambar 9. Pergerakan Nilai Tukar Rupiah vs Nilai Tukar Negara Lain selama 2023 .......... 25
Gambar 10. Produksi Alat Berat Indonesia ...................................................................... 27
Gambar 11. Kebutuhan dan Ketersediaan Alat Berat ........................................................ 29
Gambar 12. Tren Penjualan Alat Berat di Indonesia ......................................................... 29
Gambar 13. Proses Produksi........................................................................................... 39
Gambar 14. Struktur Organisasi Penambahan Kegiatan Usaha ......................................... 46
Gambar 15. Analisa Sensitivitas Penambahan Kegiatan Usaha .......................................... 63




KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                                                   xxvi
Page 29
KJPP TRI, SANTI DAN REKAN

                                                 DAFTAR TABEL


Tabel 1. Susunan Pemegang Saham HEXA ..................................................................... 10
Tabel 2. Laba (Rugi) dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian ........................... 12
Tabel 3. Posisi Keuangan Konsolidasian .......................................................................... 14
Tabel 4. Arus Kas Konsolidasian ..................................................................................... 16
Tabel 5. Rasio Keuangan ............................................................................................... 18
Tabel 6. Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Lapangan Usaha ......... 21
Tabel 7. Modal Kerja Penambahan Kegiatan Usaha ......................................................... 49
Tabel 8. Biaya Operasional Penambahan Kegiatan Usaha ................................................ 50
Tabel 9. Biaya Ekuitas ................................................................................................... 54
Tabel 10. WACC ............................................................................................................ 54
Tabel 11. Proyeksi Laba (Rugi) – Sebelum Penambahan KBLI .......................................... 55
Tabel 12. Proyeksi Laba (Rugi) – Setelah Penambahan KBLI............................................ 55
Tabel 13. Proyeksi Posisi Keuangan – Sebelum Penambahan KBLI ................................... 56
Tabel 14. Proyeksi Posisi Keuangan – Setelah Penambahan KBLI ..................................... 57
Tabel 15. Proyeksi Cash Flow – Sebelum Penambahan KBLI ............................................ 58
Tabel 16. Proyeksi Cash Flow – Setelah Penambahan KBLI .............................................. 58
Tabel 17. Analisis Titik Impas – Inkremental ................................................................... 59
Tabel 18. Analisis Probabilitas - Inkremental ................................................................... 59
Tabel 19. Analisis Tingkat Imbal Balik Investasi - Inkremental ......................................... 60
Tabel 20. Analisis Kelayakan .......................................................................................... 61
Tabel 21. Proyeksi Laba (Rugi) – Inkremental ................................................................. 61
Tabel 22. Proyeksi Posisi Keuangan – Inkremental Penambahan KBLI .............................. 62
Tabel 23. Proyeksi Cash Flow – Inkremental ................................................................... 63




KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                                                        xxvii
Page 30
KJPP TRI, SANTI DAN REKAN
1     PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang

       PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”) merupakan suatu perseroan terbatas berstatus
       perusahaan terbuka, didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang
       lingkup kegiatan usaha HEXA adalah bergerak dalam berbagai bidang, perdagangan
       dan penyewaan alat berat serta pelayanan purna jual. HEXA memulai operasi komersial
       pada bulan Januari 1989. HEXA berkedudukan di Jakarta yang berlokasi di Kawasan
       Industri Pulogadung, Jalan Pulo Kambing II Kav. I-II No. 33, Jakarta 13930.

       Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen HEXA berencana untuk
       menambah KBLI 45201 – Reparasi Mobil. Kebutuhan KBLI ini muncul karena adanya
       salah satu persyaratan yang ditetapkan oleh Sucofindo sebagai pelaksana Sertifikasi
       Bengkel berdasarkan regulasi Kementerian terkait, dimana Sucofindo menyatakan
       bahwa HEXA harus memiliki KBLI 45201 sebagai salah satu persyaratan untuk
       mendapatkan Sertifikasi Bengkel (Pasal 5 Kepmenperin 551/1999).

       Sertifikasi Bengkel ini dibutuhkan karena pemenuhan regulasi/peraturan dimana HEXA
       sebagai distributor truk bermerek Foton yang merupakan produk dari produsen
       manufaktur China. Rencana bisnis HEXA saat ini adalah berencana menjual Foton truck
       untuk on-road usage (saat ini Penjualan hanya untuk penggunaan off-road oleh
       Customer), dimana rencana penjualan Foton Truck OTR ini berhubungan juga dengan
       kewajiban untuk menyediakan layanan bengkel dengan tujuan untuk menjamin layanan
       purna jual, yang mana layanan ini harus dijalankan oleh bengkel bersertifikat (Pasal 25
       UU Perlindungan Konsumen, Pasal 6 ayat 1 Kepmenperin 551/1999, Pasal 9 ayat 1
       Permenperin 34/2019).

       Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen HEXA, Rencana Penambahan
       Kegiatan Usaha bukan merupakan transaksi afiliasi sebagaimana diatur dalam
       Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020 tanggal 1 Juli 2020 tentang “Transaksi Afiliasi dan
       Transaksi Benturan Kepentingan”.

       Selanjutnya, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen HEXA, Rencana
       Penambahan Kegiatan Usaha tersebut bukan merupakan transaksi material,
       sebagaimana diatur dalam Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tanggal 20 April 2020
       tentang “Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha” (“POJK 17/2020”). Namun
       demikian, Rencana Penambahan Kegiatan Usaha merupakan transaksi perubahan
       kegiatan usaha sebagaimana diatur dalam POJK 17/2020.

       Untuk transaksi yang tergolong dalam kategori transaksi penambahan kegiatan usaha,
       POJK 17/2020 mensyaratkan adanya laporan studi kelayakan atas transaksi tersebut,
       yang disiapkan oleh penilai independen.




KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                            1
Page 31
KJPP TRI, SANTI DAN REKAN
       Dengan demikian, dalam rangka pelaksanaan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
       tersebut, maka HEXA menunjuk penilai independen, Kantor Jasa Penilai Publik Tri, Santi
       dan Rekan (“KJPP TSR”) untuk memberikan pendapat atas kelayakan atas Rencana
       Penambahan Kegiatan Usaha. Selanjutnya, Laporan Studi Kelayakan atas Rencana
       Penambahan Kegiatan Usaha ini hanya dapat digunakan sehubungan dengan Rencana
       Penambahan Kegiatan Usaha dan tidak dapat dipergunakan untuk kepentingan lainnya.
       Laporan Studi Kelayakan ini juga tidak dimaksudkan untuk memberikan rekomendasi
       untuk menyetujui atau tidak menyetujui Rencana Penambahan Kegiatan Usaha atau
       mengambil tindakan tertentu atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha.



1.2    Status Penilai

       Penilai adalah rekan dari KJPP TSR dengan kualifikasi sebagai berikut:
       Nama                         : Ruspriono, SE., MM., MAPPI (Cert)
       No. Ijin Penilai Publik      : B-1.20.00585
       No. MAPPI                    : 10-S-02481
       No. RMK                      : 2017.01022
       No. STTD (OJK)               : STTD.PB-52/PM.223/2022
       Kualifikasi                  : Penilai Bisnis

       KJPP TSR adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang terdaftar di Kementerian Keuangan
       dan Pasar Modal serta memiliki kompetensi untuk melakukan penugasan ini. Penilai
       memiliki kompetensi untuk melakukan penugasan ini dan KJPP TSR adalah Kantor Jasa
       Penilai Publik yang terdaftar di Kementerian Keuangan dan Pasar Modal.

       KJPP TSR bertindak secara independen dalam penyusunan Laporan studi kelayakan
       penambahan kegiatan usaha ini tanpa adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi
       dengan pemberi tugas, obyek studi kelayakan ataupun pihak-pihak yang terafiliasi
       dengan pemberi tugas dan obyek studi kelayakan. TSR juga tidak memiliki kepentingan
       ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini.



1.3    Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan

       Pemberi tugas dan Penguna Laporan studi kelayakan atas penambahan kegiatan usaha
       yang diterbitkan oleh TSR adalah :
       • Nama Perusahaan              : PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
       • Alamat                       : Pulo Gadung Industrial Estate Jl. Pulo Kambing II,
                                          Kav. I-II. No. 33 Jakarta 13930 Indonesia.
       • Telepon                      : +62 21 4603738
       • Website                      : www.hexindo-tbk.co.id




KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                           2
Page 32
KJPP TRI, SANTI DAN REKAN
1.4    Maksud dan Tujuan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha

       Maksud dan tujuan dari laporan studi kelayakan ini adalah untuk memberikan pendapat
       mengenai kelayakan atas penambahan kegiatan usaha untuk memenuhi ketentuan
       yang diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
       No. 17/POJK.04/2020 (“POJK 17/2020”) tentang Transaksi Material dan Perubahan
       Kegiatan Usaha. Penugasan ini digunakan untuk kepentingan pasar modal dan tidak
       digunakan di luar konteks atau tujuan penugasan tersebut.

       Studi Kelayakan ini disusun dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam Peraturan
       OJK No. 35/POJK.04/2020 tentang “Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di
       Pasar Modal” tanggal 25 Mei 2020 (“POJK 35/2020”) serta Standar Penilaian Indonesia
       2018, Edisi Revisi SPI 300, SPI 310, SPI 320, SPI 330 (“SPI 2018”)


1.5    Objek Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha

       Bahwa obyek studi Kelayakan sesuai dengan infromasi yang diberikan oleh pemberi
       tugas adalah Jasa Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha berupa
       berupa penambahan KBLI. Adapun rencana penambahan KBLI yang akan dilakukan
       oleh HEXA adalah KBLI 45201 – Reparasi Mobil.


1.6    Tanggal Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha dan Masa Berlaku
       Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha

       Studi kelayakan atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha dalam Laporan Studi
       Kelayakan diperhitungkan pada tanggal 31 Maret 2024. Tanggal ini dipilih atas dasar
       pertimbangan kepentingan dan tujuan penyusunan Studi Kelayakan dari Rencana
       Penambahan Kegiatan Usaha serta dari data keuangan Perseroan yang KJPP TSR
       terima.

       Data keuangan tersebut berupa laporan keuangan konsolidasian HEXA untuk tahun
       yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024 yang menjadi dasar penyusunan Laporan
       Studi Kelayakan atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha.

       POJK 35/2020 Pasal 5 Butir 1. c) menyatakan bahwa ” jangka waktu antara tanggal
       laporan keuangan dan Tanggal Laporan Penilaian Bisnis tidak lebih dari 6 (enam) bulan;
       .....”. Maka berdasarkan POJK 35/2020 Pasal 5 Butir 1. c), Laporan Studi Kelayakan
       Penambahan Kegiatan Usaha ini berlaku hingga 30 September 2024.



13. Jenis Laporan
    Jenis laporan studi kelayakan atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha ini merupakan
    laporan terinci.




KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                           3
Page 33
KJPP TRI, SANTI DAN REKAN
1.7    Jenis Mata Uang yang Digunakan

       Dalam studi kelayakan penambahan kegiatan usaha, mata uang yang digunakan adalah
       mata uang Dolar Amerika Serikat, sesuai dengan mata uang fungsional yang tercantum
       dalam laporan keuangan.


1.8    Prosedur Yang Digunakan

       Dalam menyusun Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha HEXA, analisis
       dilakukan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020,
       tanggal 25 Mei 2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar
       Modal, Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Nomor 17 /SEOJK.04/2020 Tentang
       Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis Di Pasar Modal, serta
       Standar Penilaian Indonesia (SPI) Edisi VII 2018 yang disusun oleh Masyarakat Penilai
       Indonesia (MAPPI) dengan memperhatikan Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI), dan
       peraturan yang terkait.



1.9    Pendekatan dan Metodologi Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha

       Pendekatan dan Metode yang digunakan dalam menyusun laporan studi kelayakan ini
       adalah:
        1. Pengumpulan data-data primer yang bersumber dari HEXA yang terkait dengan
            rencana penambahan kegiatan usaha.
        2. Melakukan analisis kelayakan penambahan kegiatan usaha meliputi:
            a. Kelayakan Pasar mencakup:
                1) Kondisi pasar seperti pangsa pasar, kesinambungan (sustainability),
                   potensi pasar dan sasaran.
                2) Persaingan usaha.
                3) Strategi Pemasaran.
            b. Kelayakan Teknis mencakup:
                1) Kapasitas.
                2) Ketersediaan dan kualitas sumber daya termasuk bahan baku mentah,
                   pekerja dan tenaga ahli.
                3) Proses Produksi.
            c. Kelayakan Pola Bisnis mencakup:
                1) Keunggulan kompetitif karena keunikan dari pola bisnis.
                2) Kemampuan pesaing untuk meniru produk.
                3) Kemampuan untuk menciptakan nilai.
            d. Kelayakan Model Manajemen mencakup:
                1) Ketersediaan tenaga kerja.
                2) Manajemen kekayaan intelektual (intellectual property).
                3) Manajemen risiko.
                4) Kapasitas dan kemampuan manajemen.
                5) Kesesuaian struktur organisasi dan manajemen.
            e. Kelayakan Keuangan mencakup:
                1) Biaya pendirian (start up costs).
                2) Modal kerja.
                3) Sumber pembiayaan.
                4) Biaya operasional.

KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                          4
Page 34
KJPP TRI, SANTI DAN REKAN
                 5)   Biaya bahan baku mentah.
                 6)   Proyeksi laporan keuangan.
                 7)   Analisis titik impas (break even analysis).
                 8)   Analisis profitabilitas (overall profitability).
                 9)   Tingkat imbal balik investasi (overall return on investment).


1.10 Independensi Penilai

       Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Tri, Santi dan Rekan adalah suatu badan hukum yang
       berbentuk persekutuan yang telah memiliki Izin Usaha dari Menteri Keuangan Nomor :
       2.09.0040 melalui Surat Keputusan Menteri Keuangan RI, Nomor : No. 981/KM.1/2009
       tanggal 21 Juli 2009. Persekutuan ini memiliki 3 (tiga) orang Rekan termasuk Pemimpin
       Rekan yang semuanya merupakan Penilai Publik yang telah memiliki izin dari Menteri
       Keuangan.

       Ruspriono SE., MM., MAPPI (Cert.) yang bertindak sebagai penanggung jawab dalam
       penugasan ini merupakan Rekan di KJPP TSR serta merupakan Penilai Publik sesuai izin
       No. B-1.20.00585 dan terdaftar pada Kementerian Keuangan serta terdaftar di OJK
       dengan No STTD.PB-52/PM.223/2022. KJPP TSR menyatakan bahwa para penilai yang
       kami libatkan dalam penugasan Laporan ini adalah profesional yang kompeten dan telah
       berpengalaman di bidang tersebut.

       Dalam mempersiapkan Laporan Studi Kelayakan atas Rencana Penambahan Kegiatan
       Usaha, KJPP TSR bertindak secara independen tanpa adanya benturan kepentingan dan
       tidak terafiliasi dengan HEXA ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan HEXA. KJPP
       TSR juga tidak memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan
       penugasan ini. Selanjutnya, laporan Studi Kelayakan ini tidak dilakukan untuk
       memberikan keuntungan atau merugikan pihak manapun. Imbalan yang kami terima
       adalah sama sekali tidak dipengaruhi oleh analisis yang dihasilkan dari proses studi
       kelayakan ini dan hanya menerima imbalan sesuai dengan surat penawaran kami
       No. 015/PEN/FS/KJPP-TS/IV/2024 tanggal 16 April 2024 yang telah disetujui oleh
       manajemen HEXA.


1.11 Asumsi dan Kondisi Pembatas

        a. Laporan studi kelayakan penambahan kegiatan usaha bersifat non-disclaimer
           opinion.
        b. Dalam menyusun laporan ini, TSR mengandalkan kelengkapan informasi yang
           disediakan oleh HEXA dan atau data yang diperoleh dari informasi yang tersedia
           untuk publik dan informasi lainnya yang dapat dipercaya keakuratannya yang pada
           hakekatnya adalah benar, lengkap, dan tidak menyesatkan dan kami tidak
           bertanggung jawab untuk melakukan pemeriksaan independen terhadap
           informasi-informasi tersebut. Kami juga bergantung kepada jaminan dari
           manajemen HEXA atas keakuratan data dan informasi yang disampaikan ke kami.




KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                          5
Page 35
KJPP TRI, SANTI DAN REKAN
        c.   Studi kelayakan ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
             umum bisnis dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah yang berlaku
             sampai dengan tanggal penerbitan Laporan Studi Kelayakan ini.
        d.   Kami menggunakan proyeksi keuangan yang disusun oleh manajemen HEXA
             dengan mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan dengan kemampuan
             pencapaiannya (fiduciary duty).
        e.   Pemberi tugas menyatakan bahwa seluruh informasi material yang menyangkut
             penugasan studi kelayakan penambahan kegiatan usaha telah diungkapkan
             seluruhnya kepada TSR dan tidak ada pengurangan atas fakta-fakta yang penting.
        f.   Laporan studi kelayakan ini ditujukan untuk memenuhi kepentingan Pasar Modal
             dan pemenuhan aturan OJK dan tidak untuk kepentingan lainnya.
        g.   Analisis studi kelayakan atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha dipersiapkan
             menggunakan data dan informasi sebagaimana diungkapkan di atas. Segala
             perubahan atas data dan informasi tersebut dapat mempengaruhi hasil akhir
             pendapat kami secara material. Kami tidak bertanggung jawab atas perubahan
             kesimpulan atas studi kelayakan kami maupun segala kehilangan, kerusakan,
             biaya, ataupun pengeluaran apapun yang disebabkan oleh ketidakterbukaan
             informasi sehingga data yang kami peroleh menjadi tidak lengkap dan atau dapat
             disalahartikan.
        h.   Penugasan untuk melakukan studi kelayakan adalah bukan dan tidak dapat
             dianggap sebagai kajian atau audit atau pelaksanaan prosedur tertentu pada
             informasi keuangan. Penugasan ini dilakukan bukan dengan tujuan untuk
             menemukan kelemahan pengawasan internal, kesalahan atau kecurangan pada
             laporan keuangan, implikasi perpajakan ataupun pelanggaran hukum.
        i.   Penilai tidak memiliki tanggung jawab kepada pihak ketiga, selain Pemberi Tugas,
             selama tidak menyimpang dari peraturan dan hukum yang berlaku.


1.12 Sumber dan Data Informasi Yang Dapat Diandalkan

       Dalam rangka melakukan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha ini, TSR telah
       mempelajari, menelaah dan mempertimbangkan atas data dan informasi sebagai
       berikut:
        a. Keterbukaan Informasi sehubungan dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
            yang disusun oleh manajemen HEXA.
        b. Legalitas dan perizinan yang disampaikan oleh manajemen HEXA
        c. Laporan Keuangan per 31 Maret 2019 dengan angka pembanding per
            31 Maret 2018 yang telah diaudit oleh Peter Surja, CPA dengan Lisensi Akuntan
            Publik AP.0686 dari Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja (Ernest
            & Young) dengan No. Laporan 01595/2.1032/AU.1/05/0686-2/1/VI/2019 pada 27
            Juni 2019 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian.
        d. Laporan Keuangan per 31 Maret 2020 dengan angka pembanding per
            31 Maret 2019 yang telah diaudit oleh Ratnawati Setiadi, CPA dengan Lisensi
            Akuntan Publik AP.0698 dari Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja
            (Ernest & Young) dengan No. Laporan 01556/2.1032/AU.1/05/0698-1/1/VI/2020
            pada 29 Juni 2020 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian.
        e. Laporan Keuangan per 31 Maret 2021 dengan angka pembanding per
            31 Maret 2020 yang telah diaudit oleh Benediktio Salim, CPA dengan Lisensi

KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                           6
Page 36
KJPP TRI, SANTI DAN REKAN
           Akuntan Publik AP.1561 dari Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja
           (Ernest & Young) dengan No. Laporan 01727/2.1032/AU.1/05/1561-2/1/VI/2021
           pada 29 Juni 2021 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian.
        f. Laporan Keuangan per 31 Maret 2022 dengan angka pembanding per
           31 Maret 2021 yang telah diaudit oleh Benediktio Salim, CPA dengan Lisensi
           Akuntan Publik AP.1561 dari Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja
           (Ernest & Young) dengan No. Laporan 01674/2.1032/AU.1/05/1561-2/1/VI/2022
           pada 28 Juni 2022 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian.
        g. Laporan Keuangan per 31 Maret 2023 dengan angka pembanding per 31 Maret
           2022 yang telah diaudit oleh Benediktio Salim, CPA dengan Lisensi Akuntan Publik
           AP.1561 dari Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja (Ernest &
           Young) dengan No. Laporan 01890/2.1032/AU.1/05/1561-3/1/VI/2023 pada 27
           Juni 2023 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian.
        h. Laporan Keuangan per 31 Maret 2024 dengan angka pembanding per 31 Maret
           2023 yang telah diaudit oleh Benediktio Salim, CPA dengan Lisensi Akuntan Publik
           AP.1561 dari Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja (Ernest &
           Young) dengan No. Laporan 01846/2.1032/AU.1/05/1561-4/1/VI/2024 pada 28
           Juni 2024 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian.
        i. Proyeksi HEXA dari Maret 2025 sampai dengan Maret 2029 terkait dengan rencana
           penambahan kegiatan usaha yang disusun oleh manajemen HEXA.
        j. Wawancara dan diskusi dengan manajemen HEXA sehubungan dengan penugasan
           Studi Kelayakan. Identitas dan jabatan pihak-pihak yang telah diwawancarai terkait
           dengan studi kelayakan penambahan kegiatan usaha adalah sebagai berikut :

               Pihak Yang Diwawancarai                          Jabatan              Entitas

              Dea Deskarina                   Legal Department                   HEXA

              M. Hamzah Abdul Aziz            Accounting Department              HEXA

              Sudarsono                       Product Support                    HEXA

              Daisuke Inoue                   General Sales Support              HEXA

              Listiana Kurniawati             Corporate Secretary                HEXA


        k. Keterangan singkat mengenai HEXA, meliputi latar belakang, susunan manajemen,
           kepemilikan saham dan kegiatan usaha yang telah disiapkan oleh manajemen
           HEXA.
        l. Data dan informasi industri berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara
           lain Badan Pusat Statistik dan Bank Indonesia.
        m. Data dan informasi pasar berdasarkan media cetak maupun elektronik antara lain
           https://bisnisindonesia.id/article/produksi-alat-berat-2023-tembus-8066-unit,
           https://www.kompasiana.com/farizbagusp/5a35b82ccf01b45bad56c404/menangk
           ap-potensi-besar-dari-bisnis-alat-berat,
           https://www.dataindustri.com/produk/data-penjualan-alat-berat-indonesia/.
        n. Data dan informasi ekonomi berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara
           lain website Bank Indonesia (BI), Badan Pusat Statistik (BPS).
        o. Representation Letter HEXA, sehubungan dengan Penugasan Penilaian Studi
           Kelayakan Panambahan Kegiatan Usaha.



KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                               7
Page 37
KJPP TRI, SANTI DAN REKAN
       Dalam melaksanakan analisis, kami bergantung pada keakuratan dan kelengkapan dari
       semua informasi keuangan dan informasi-informasi lain yang disampaikan kepada kami
       oleh HEXA dan/atau yang tersedia secara umum dan kami tidak bertanggung jawab
       atas kebenaran informasi-informasi tersebut.

       Kami tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari Perseroan. Jasa-jasa
       yang kami berikan kepada Perseroan hanya merupakan studi kelayakan atas Rencana
       Penambahan Kegiatan Usaha dan bukan jasa-jasa akuntansi, audit, atau perpajakan.
       Pekerjaan kami yang berkaitan dengan studi kelayakan tidak merupakan dan tidak
       dapat ditafsirkan merupakan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit atau
       pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut
       juga tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian
       internal, kesalahan atau penyimpangan dalam laporan keuangan atau pelanggaran
       hukum. Selain itu, kami tidak mempunyai kewenangan dan tidak mencoba
       mendapatkan bentuk transaksi-transaksi lainnya yang dilakukan HEXA.


1.13 Tenaga Ahli dan Hasil Pekerjaan Tenaga Ahli

       Dalam melakukan studi kelayakan, TSR tidak menggunakan tenaga ahli dan hasil
       pekerjaan tenaga ahli.


1.14 Penjelasan mengenai Kejadian Penting setelah Tanggal Studi Kelayakan

       Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen HEXA, dari tanggal studi
       kelayakan, yaitu tanggal 31 Maret 2024, sampai dengan tanggal diterbitkannya Laporan
       Studi Kelayakan atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha, tidak terdapat kejadian
       penting setelah tanggal studi kelayakan (subsequent event) yang secara signifikan
       dapat mempengaruhi kesimpulan studi kelayakan.




KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                         8
Page 38
KJPP TRI, SANTI DAN REKAN
2     GAMBARAN UMUM PT. HEXINDO ADIPERKASA TBK

2.1    Sejarah Singkat

       PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”) didirikan di Indonesia berdasarkan Akta Notaris
       Mohamad Ali, S.H., No. 37 tanggal 28 November 1988. Akta Pendirian ini telah
       disahkan oleh Kementerian Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan
       No. C2-4389.HT.01.01.TH.89 tanggal 12 Mei 1989, serta diumumkan dalam Berita
       Negara Republik Indonesia No. 54 Tambahan No. 1251 tanggal 7 Juli 1989. Anggaran
       Dasar HEXA telah mengalami beberapa kali perubahan, perubahan terakhir dinyatakan
       dalam perubahan, perubahan terakhir dinyatakan dalam Akta Notaris Christina Dwi
       Utami, S.H., M.Hum., M.Kn., No. 244 tanggal 26 September 2023 mengenai Perubahan
       Anggaran Dasar Perusahaan. Perubahan Anggaran Dasar tersebut telah diberitahukan
       kepada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat
       No. AHU-0060063.AH.01.02 Tahun 2023 tanggal 4 Oktober 2023.

       HEXA memulai operasi komersial pada bulan Januari 1989. HEXA berkedudukan di
       Jakarta yang berlokasi di Kawasan Industri Pulogadung, Jalan Pulo Kambing II Kav. I-
       II No. 33, Jakarta 13930.



2.2    Produk

       HEXA menjual berbagai alat berat Hitachi dan Bell untuk konstruksi, perhutanan,
       pertambangan, beserta attachment dengan bobot yang berkisar antara 800 kg sampai
       800 ton. HEXA menawarkan alat berat untuk semua jenis pekerjaan, termasuk menggali
       (digging), loading, carrying, memecahkan (breaking), mengambil (grabbing),
       Memotong (cutting), menghancurkan (crushing), dan menyaring (screening). Di
       luar itu, HEXA juga menjual suku cadang asli yang tersedia lengkap dari seluruh dunia
       dengan Jepang sebagai pusatnya. Dengan demikian, pelanggan bisa mendapatkan suku
       cadang secepat dan seefisien mungkin.



2.3    Aktivitas Usaha

       Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar HEXA, kegiatan usaha HEXA adalah
       perdagangan dan penyewaan alat berat serta pelayanan purna jual. Saat ini, HEXA
       bertindak selaku distributor alat-alat berat jenis tertentu dan suku cadang dari merek
       “Hitachi” dan “Bell”.



2.4    Susunan Dewan Komisaris dan Direksi

       Susunan Dewan Komisaris dan Direksi HEXA pada tanggal 31 Maret 2024
       adalah sebagai berikut:




KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                           9
Page 39
KJPP TRI, SANTI DAN REKAN
       Dewan Komisaris
       Komisaris Utama                      : Toto Wahyudiyanto
       Komisaris Independen                 : Harry Danui

       Direksi
       Direktur Utama                       : Djonggi TP. Gultom
       Direktur                             : Yasumasa Zaizen
       Direktur                             : Nobuyasu Hagiwara
       Direktur                             : Dwi Swasono
       Direktur                             : Yoshendri
       Direktur                             : Teru Karahashi
       Direktur                             : Toshitaka Uchida
       Direktur                             : Katsunari Mugishima
       Direktur                             : Hiroki Majima


2.5    Susunan Permodalan

       Kepemilikan saham HEXA pada tanggal 31 Maret 2024 adalah sebagai berikut:

       Tabel 1. Susunan Pemegang Saham HEXA
                                                Jumlah Saham          Jumlah Nominal       Persentase
             Daftar Pemegang Saham
                                                  (Lembar)               (Rupiah)          Kepemilikan

        Hitachi Construction Machinery Co.
                                                      408.180.000        408.180.000.000        48,59%
        Ltd., Jepang
        ITOCHU Corporation, Jepang                    210.400.000        210.400.000.000        25,05%
        Hitachi Construction Machinery Asia
                                                       42.620.000         42.620.000.000         5,07%
        and Pacific Pte. Ltd., Singapura
        Masyarakat         (kepemilikan  di
                                                      178.800.000        178.800.000.000        21,29%
        bawah 5%)

        Jumlah                                      840.000.000        840.000.000.000        100,00%

       Sumber : Laporan keuangan HEXA per 31 Maret 2024


2.6    Legalitas dan Perizinan

       Data- data legalitas dan perizinan yang telah diperoleh dari HEXA sebagai berikut:
       1. Akta pendirian Akta Notaris Mohamad Ali, S.H., No. 37 tanggal 28 November 1988.
           Akta pendirian ini telah disetujui oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam
           surat keputusannya No. C2-4389.HT.01.01.TH.89 tanggal 12 Mei 1989, serta
           diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 54 Tambahan No. 1251
           tanggal 7 Juli 1989.
       2. Akta Notaris Jose Dima, S.H., M.Kn., No. 118 tanggal 28 Januari 2021 mengenai
           perubahan Anggaran Dasar dan telah diberitahukan kepada Kementerian Hukum
           dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat No. AHU-AH.01.03-0069433
           tanggal 3 Februari 2021.
       3. Akta Notaris Christina Dwi Utami, S.H., M.Hum., M.Kn., No. 244 tanggal 26
           September 2023 mengenai Perubahan Anggaran Dasar Perusahaan dan
           diberitahukan kepada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik

KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                                     10
Page 40
KJPP TRI, SANTI DAN REKAN
           Indonesia dalam Surat No. AHU-0060063.AH.01.02 Tahun 2023 tanggal 4 Oktober
           2023.
        4. Nomor Pokok Wajib Pajak (“NPWP”) No. 01.385.957.4-091.000
        5. Nomor Induk Berusaha (“NIB”) No. 8120105841806
        6. Surat Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak No. PEM-00231/WPJ.19/KP.0103/2012
           yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Pajak, Kantor Wilayah DJP Wajib Pajak
           Besar pada 03 April 2012.


2.7    Struktur Organisasi

       Struktur Organisasi HEXA adalah sebagai berikut :

       Gambar 1. Struktur Organisasi HEXA




       Sumber: Manajemen HEXA




KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                      11
Page 41
KJPP TRI, SANTI DAN REKAN

2.8    Kinerja Keuangan HEXA

       Laba (Rugi) dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian

       Tabel 2. Laba (Rugi) dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
                                                                                               (Dalam USD)
                URAIAN                2020          2021           2022            2023          2024

        Total Penghasilan          424,431,271   264,010,037    463,262,626      630,495,198   612,326,227
        Laba Kotor                 107,900,378     69,463,577   116,400,946      124,965,272   138,378,416
        Laba Usaha                  53,547,802     32,981,430    70,820,772       70,125,867    77,214,313
        Laba Bersih Periode
                                    38,436,806     25,597,235    55,083,408       51,620,039    55,711,896
        Berjalan
        Laba Komprehensif           39,118,930     26,741,602    55,862,336       50,124,057    54,719,790
       Sumber: Laporan Keuangan Audited HEXA untuk periode yang berakhir di 31 Maret


       HEXA membukukan penghasilan neto pada tanggal 31 Maret 2024 sebesar USD612,3
       juta, turun 2.88% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar USD630,5 juta. Penurunan
       penghasilan neto pada 31 Maret 2024 disebabkan penurunan penjualan alat berat
       sebesar 8.30% dan penurunan penjualan suku cadang sebesar 3.70% dibandingkan
       pada tanggal 31 Maret 2023. Penghasilan neto pada tanggal 31 Maret 2023 sebesar
       USD630,5 juta, naik 36.1% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar USD463,3 juta.
       Penghasilan neto HEXA berasal dari kontribusi segmen Penjualan Alat Berat, segmen
       Penjualan Suku Cadang, segmen Jasa Pemeliharaan dan Perbaikan, serta segmen Jasa
       Penyewaan Alat Berat. Segmen Penjualan Alat Berat tumbuh 46.1%, segmen Penjualan
       Suku Cadang naik 24.0%, segmen Jasa Pemeliharaan dan Perbaikan naik 6,4%, dan
       segmen Penyewaan Alat Berat tumbuh signifikan sebesar 209.3%. Segmen Penjualan
       Alat Berat masih menjadi kontributor terbesar dari penghasilan neto HEXA sebesar
       66,6%, disusul segmen Penjualan Suku Cadang sebesar 21.1%, segmen Jasa
       Pemeliharaan dan Perbaikan sebesar 11.2% dan segmen Penyewaan Alat Berat sebesar
       1.1%. HEXA membukukan penghasilan neto tahun buku yang berakhir pada tanggal 31
       Maret 2022 sebesar USD463,3 juta, naik 75% dibandingkan 31 Maret 2021 sebesar
       USD264,0 juta. Penjualan alat berat mengalami kenaikan sebesar 110%, sedangkan
       penjualan suku cadang naik 57% dan pendapatan jasa pemeliharaan dan perbaikan
       naik 12%. Pada tahun buku 2021, pendapatan dari jasa penyewaan alat berat naik
       signifikan dari USD37,2 ribu pada tahun buku sebelumnya menjadi USD2,3 juta.
       Segmen penjualan alat berat masih menjadi kontributor terbesar dari penghasilan neto
       HEXA sebesar 62%, disusul segmen penjualan suku cadang sebesar 23.2%, segmen
       jasa pemeliharaan dan perbaikan sebesar 14.3% dan segmen jasa penyewaan alat
       berat sebesar 0.5%. HEXA mencatatkan penghasilan neto untuk tahun buku yang
       berakhir pada tanggal 31 Maret 2020 sebesar USD424,4 juta.

       HEXA membukukan laba bruto pada tanggal 31 Maret 2024 sebesar USD138,4 juta,
       naik 10.73% dibandingkan tahun buku sebelumnya sebesar USD125,0 juta. Pada
       tanggal 31 Maret 2023 membukukan laba bruto sebesar USD125,0 juta, naik 7.4%
       dibandingkan tahun buku sebelumnya sebesar USD116,4 juta. Marjin laba bruto turun
       dari 25.1% menjadi 19.8% sebagai dampak dari kenaikan beban pokok penghasilan
       sebesar 45.7%, lebih besar dari kenaikan penghasilan neto sebesar 36.1%. Laba usaha
       sebesar USD70,1 juta, turun 1.0% dari USD70,8 juta. HEXA membukukan laba kotor
       pada tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2022 sebesar USD116,4 juta,
       naik 68% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar USD69,5 juta. Kenaikan laba kotor
KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                                        12
Page 42
KJPP TRI, SANTI DAN REKAN

       sejalan dengan kenaikan penghasilan neto HEXA. Tetapi marjin laba kotor menunjukkan
       penurunan dari 26.3% pada periode sebelumnya menjadi 25.1% sebagai dampak dari
       kenaikan beban pokok penghasilan sebesar 78%, lebih besar dari kenaikan penghasilan
       neto sebesar 75%. Laba usaha sebesar USD70,8 juta, naik 115% dibandingkan
       USD33,0 juta pada tahun sebelumnya. HEXA mencatatkan laba kotor untuk tahun buku
       yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2020 sebesar USD107,9 juta, naik USD11,4 juta
       atau 11.8% dari periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar USD96,5 juta.
       Peningkatan tersebut terutama dipengaruhi oleh adanya perbaikan profit dari masing-
       masing segmen. HEXA mencatatkan laba usaha untuk tahun buku yang berakhir pada
       tanggal 31 Maret 2020 sebesar USD53,6 juta.

       HEXA memperoleh laba tahun berjalan pada tahun buku yang berakhir pada tanggal
       31 Maret 2024 sebesar USD55,7 juta, naik 7.93% dari USD51,6 juta pada periode
       31 Maret 2023. HEXA memperoleh laba tahun berjalan pada tahun buku yang berakhir
       pada tanggal 31 Maret 2023 sebesar USD51,6 juta, turun 6.3% dari USD55,1 juta pada
       periode 31 Maret 2022, Penurunan tersebut disebabkan peningkatan pada beban
       bunga. HEXA memperoleh laba tahun berjalan pada tahun buku yang berakhir pada
       tanggal 31 Maret 2022 sebesar USD55,1 juta, naik 115% dari USD25,6 juta pada
       periode 31 Maret 2021, peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh peningkatan
       pendapatan. HEXA mencatatkan laba bersih untuk tahun buku yang berakhir pada
       tanggal 31 Maret 2020 sebesar USD38,4 juta.

       HEXA mencatat penghasilan komprehensif lain setelah pajak pada tanggal 31 Maret
       2024 sebesar negatif USD0,92 juta, yang terutama merupakan nilai pengukuran
       kembali atas program imbalan pasti. Pada tanggal 31 Maret 2023 HEXA mencatat
       penghasilan komprehensif lain setelah pajak sebesar negatif USD1,5 juta, yang
       terutama merupakan nilai pengukuran kembali atas program imbalan pasti. Selain itu,
       HEXA juga mencatat adanya perubahan nilai wajar investasi saham sebesar USD225,0
       ribu. Dengan demikian, pada tahun buku 2022, HEXA mencatat jumlah laba
       komprehensif tahun berjalan sebesar USD50,1 juta, turun 10.3% dari USD55,9 juta
       pada periode sebelumnya. HEXA pada 31 Maret 2022 mencatat jumlah laba
       komprehensif tahun berjalan sebesar USD55,9 juta, naik 109% dari USD26,7 juta pada
       periode sebelumnya. HEXA mencatatkan laba komprehensif bersih untuk tahun buku
       yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2020 sebesar USD39,1 juta.




KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                       13
Page 43
KJPP TRI, SANTI DAN REKAN

       Gambar 2. Grafik Laba (Rugi) dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
                                                       LABA (RUGI)
                      700.000.000

                      600.000.000

                      500.000.000
          Dalam USD




                      400.000.000

                      300.000.000

                      200.000.000

                      100.000.000

                                -
                                     31/03/2020     31/03/2021       31/03/2022       31/03/2023      30/03/2024

                  Total Pendapatan   Laba Kotor   Laba Usaha     Laba Bersih Periode Berjalan   Laba Komprehensif

       Sumber: Laporan Keuangan Audited HEXA per 31 Maret, Diolah TSR




       Posisi Keuangan Konsolidasian

         Tabel 3. Posisi Keuangan Konsolidasian
                                                                                                       (Dalam USD)
                      URAIAN               2020           2021             2022            2023           2024

        Total Aset                      266,022,591    256,229,672      304,647,996     463,332,330    409,431,521

        Total Liabilitas                  87,695,831    81,910,755      144,944,530     297,571,533    230,246,983

        Total Ekuitas                   178,326,760    174,318,917      159,703,466     165,760,797    179,184,538

       Sumber: Laporan Keuangan Audited HEXA untuk periode yang berakhir di 31 Maret


       Aset lancar HEXA per 31 Maret 2024 sebesar USD343 juta, turun 15.04% atau turun
       sebesar USD60,7 juta dari USD404 juta per 31 Maret 2023. Penurunan aset lancar
       terutama disebabkan oleh kas dan setara kas serta piutang usaha.Aset lancar HEXA per
       31 Maret 2023 sebesar USD404 juta, naik 55% atau sebesar USD143 juta dari USD261
       juta per 31 Maret 2022. Kenaikan aset lancar terutama disebabkan oleh kenaikan
       persediaan sebesar USD85,4 juta, kenaikan uang muka sebesar USD1,3 juta, dan
       kenaikan kas dan bank sebesar USD10,3 juta. Aset tidak lancar per 31 Maret 2024
       sebesar USD66,4 juta atau naik 11.47% atau sebesar USD6.8 juta dari USD59,6 juta
       per 31 Maret 2022. Aset tidak lancar per 31 Maret 2023 sebesar USD59,6 juta atau naik
       36% atau sebesar USD15,9 juta dari USD43,7 juta per 31 Maret 2022. Kenaikan aset
       tidak lancar terutama disebabkan oleh nilai aset tetap – neto yang naik 49% atau
       sebesar USD15,5 juta. Aset lancar HEXA per 31 Maret 2022 sebesar USD261 juta, naik
       22% atau sebesar USD46,6 juta dari USD214,3 juta per 31 Maret 2021. Kenaikan aset
       lancar terutama disebabkan oleh kenaikan persediaan sebesar USD25,4 juta, kenaikan
       piutang non-usaha pihak ketiga sebesar USD39,9 juta, dan penurunan kas dan bank
       sebesar USD19,6 juta. Aset tidak lancar per 31 Maret 2022 sebesar USD43,7 juta, naik
       4% atau sebesar USD1,8 juta dari USD41,9 juta per 31 Maret 2021. Kenaikan aset tidak

KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                                                    14
Page 44
KJPP TRI, SANTI DAN REKAN

       lancar terutama disebabkan oleh nilai aset tetap – neto yang naik 5% atau sebesar
       USD1,6 juta dan aset hak guna-neto yang naik 38% atau sebesar USD 696,2 ribu.
       Jumlah Aset HEXA per 31 Maret 2020 tercatat sebesar USD266,0 juta. Jumlah Aset
       Lancar HEXA per 31 Maret 2020 tercatat sebesar USD224,4 juta dan jumlah Aset Tidak
       Lancar HEXA per 31 Maret 2020 tercatat sebesar USD41,6 juta.

       Jumlah liabilitas HEXA per 31 Maret 2024 sebesar USD230,2 juta, turun 22.6% atau
       sebesar USD67,3 juta dibandingkan per 31 Maret 2023 sebesar USD297,6 juta. Liabilitas
       terdiri dari liabilitas jangka pendek sebesar 93.5% dan liabilitas jangka panjang sebesar
       6.5%. Jumlah liabilitas HEXA per 31 Maret 2023 sebesar USD297,6 juta, naik 105%
       atau sebesar USD152,6 juta dibandingkan per 31 Maret 2022 sebesar USD144,9 juta.
       Liabilitas terdiri dari liabilitas jangka pendek sebesar 95.5% dan liabilitas jangka panjang
       sebesar 4.5%. Jumlah liabilitas HEXA per 31 Maret 2022 sebesar USD144,9 juta, naik
       77% atau sebesar USD63 juta dibandingkan per 31 Maret 2021 sebesar USD81,9 juta.
       Liabilitas terdiri dari liabilitas jangka pendek sebesar 91.7% dan liabilitas jangka panjang
       sebesar 8.3%. Liabilitas jangka pendek sebesar USD133,0 juta, naik 89% atau sebesar
       USD62,6 juta dari USD70,4 juta pada periode sebelumnya. Kenaikan liabilitas jangka
       pendek terutama disebabkan oleh utang usaha pihak berelasi yang naik 161% atau
       sebesar USD55,0 juta dan uang muka pelanggan yang naik 118% atau sebesar USD5,4
       juta. Sebaliknya, akun beban akrual turun 49% atau sebesar USD8,1 juta. Liabilitas
       jangka panjang sebesar USD11,9 juta, naik 4% atau sebesar USD419,9 juta dari
       USD11,5 juta. Kenaikan ini terutama disebabkan kenaikan nilai liabilitas sewa setelah
       dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun sebesar 113% atau sebesar
       USD346,9 ribu. Jumlah Liabilitas HEXA per 31 Maret 2020 tercatat sebesar USD87,7
       juta. Jumlah liabilitas tersebut terdiri dari liabilitas jangka pendek sebesar 88.6% dan
       liabilitas jangka panjang sebesar 11.4%. Jumlah Liabilitas Jangka Pendek HEXA per 31
       Maret 2020 tercatat sebesar USD77,7 juta dan jumlah Liabilitas Jangka Panjang
       Perseroan pada per 31 Maret 2020 tercatat sebesar USD41,6 juta.

       Jumlah ekuitas HEXA per 31 Maret 2024 naik 8.1% atau sebesar USD13,4 juta dari
       USD159,7 juta per 31 Maret 2023 menjadi USD159,7 juta. Peningkatan ekuitas
       disebabkan peningkatan saldo laba. Jumlah ekuitas HEXA per 31 Maret 2023 naik 4%
       atau sebesar USD6 juta dari USD159,7 juta per 31 Maret 2022 menjadi USD165,8 juta.
       Peningkatan ekuitas disebabkan peningkatan saldo laba yang belum ditentukan
       penggunaannya sebesar 6% dibandingkan periode sebelumnya. Jumlah ekuitas HEXA
       per 31 Maret 2022 turun 8% atau sebesar USD14,6 juta dari USD174,3 juta per 31
       Maret 2021 menjadi USD159,7 juta. Penurunan ekuitas disebabkan penurunan saldo
       laba yang belum ditentukan penggunaannya sebesar 11% dibandingkan periode
       sebelumnya disebabkan pembagian dividen kas kepada pemegang saham pada Oktober
       2021 sebesar USD70,5 juta yang berasal dari laba bersih tahun buku 2020 sebesar
       USD20,5 juta dan saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya sebesar USD50,0
       juta sejalan dengan kenaikan perolehan laba tahun berjalan. Pada tahun buku 2020,
       dividen kas yang dibagikan sebesar USD30,7 juta.




KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                                15
Page 45
KJPP TRI, SANTI DAN REKAN

       Gambar 3.      Grafik Posisi Keuangan Konsolidasian

                                                 POSISI KEUANGAN
                                                                                                  500.000.000
                                                                                                  450.000.000
                                                                                                  400.000.000
                                                                                                  350.000.000




                                                                                                                Dalam USD
                                                                                                  300.000.000
                                                                                                  250.000.000
                                                                                                  200.000.000
                                                                                                  150.000.000
                                                                                                  100.000.000
                                                                                                  50.000.000
                                                                                                  -
            31/03/2020       31/03/2021       31/03/2022      31/03/2023        30/03/2024

                                     Total Aset       Total Liabilitas     Total Ekuitas

       Sumber: Laporan Keuangan Audited HEXA per 31 Maret, Diolah TSR



       Arus Kas Konsolidasian

         Tabel 4. Arus Kas Konsolidasian
                                                                                                          (Dalam USD)
                URAIAN                    2021             2022             2023              2023           2024
        Kas Dari Aktivitas
                                     52,572,382        51,534,804        (31,254,234)      (31,254,234)    41,138,760
        Operasi
        Kas Dari Aktivitas
                                          (767,635)    (1,248,378)        (5,019,894)       (5,019,894)    (2,110,806)
        Investasi
        Kas Dari Aktivitas
                                    (33,999,518)      (69,628,788)        47,370,106        47,370,106    (47,452,351)
        Pembiayaan
       Sumber: Laporan Keuangan Audited HEXA untuk periode yang berakhir di 31 Maret


       Kas neto HEXA yang diperoleh dari aktivitas operasi pada 31 Maret 2024 tercatat
       sebesar USD41,1 juta, naik 231,6% atau sebesar USD72,4 juta dibandingkan minus
       sebesar USD31,2 juta pada pada 31 Maret 2023. Peningkatan kas tersebut terutama
       disebabkan adanya peningkatan penerimaan dari pelanggan. Kas neto HEXA yang
       diperoleh dari aktivitas operasi pada 31 Maret 2023 tercatat minus sebesar USD31,2
       juta, turun 161% atau sebesar USD83 juta dibandingkan USD51,5 juta pada pada 31
       Maret 2022. Penurunan kas tersebut terutama disebabkan adanya peningkatan
       pembayaran kepada pemasok. Kas neto HEXA yang diperoleh dari aktivitas operasi pada
       31 Maret 2022 tercatat sebesar USD51,5 juta, turun 2% atau sebesar USD1,0 juta
       dibandingkan USD52,6 juta pada pada 31 Maret 2021. Penurunan kas tersebut terutama
       disebabkan adanya peningkatan pembayaran pajak penghasilan dan beban usaha. Kas
       bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi HEXA pada 31 Maret 2020 tercatat sebesar
       USD45,6 juta.

       Kas neto HEXA yang digunakan untuk aktivitas investasi pada 31 Maret 2023 tercatat
       sebesar USD2,1 juta, turun 29% atau sebesar USD2,9 juta dari USD5,0 juta ribu pada
       31 Maret 2023. Kenaikan kas untuk aktivitas investasi terutama karena menurunnya
KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                                                            16
Page 46
KJPP TRI, SANTI DAN REKAN

       perolehan aset tetap. Kas neto HEXA yang digunakan untuk aktivitas investasi pada
       31 Maret 2023 tercatat sebesar USD5,0 juta, naik 302% atau sebesar USD3,8 juta dari
       USD1,2 juta ribu pada 31 Maret 2022. Kenaikan kas untuk aktivitas investasi terutama
       karena nilai perolehan aset tetap naik 276% atau sebesar USD3,9 juta menjadi USD5,4
       juta dibandingkan USD1,4 juta pada periode sebelumnya. Kas neto HEXA yang
       digunakan untuk aktivitas investasi pada 31 Maret 2022 tercatat sebesar USD1,2 juta,
       naik 63% atau sebesar USD480,1 ribu dari USD767,6 ribu pada 31 Maret 2021.
       Kenaikan kas untuk aktivitas investasi terutama karena nilai perolehan aset tetap naik
       67% atau sebesar USD574,5 ribu menjadi USD1,4 juta dibandingkan USD858,3 ribu
       pada periode sebelumnya. Kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi HEXA
       pada 31 Maret 2020 tercatat sebesar USD3,4 juta.

       Kas bersih HEXA yang digunakan untuk aktivitas pendanaan pada 31 Maret 2024
       tercatat negatif sebesar USD47,4 juta, turun 175.9% atau negatif sebesar USD19,5 juta
       pada 31 Maret 2023. Kas bersih HEXA yang digunakan untuk aktivitas pendanaan pada
       31 Maret 2023 tercatat sebesar USD47,4 juta, naik 168% atau sebesar USD117 juta
       dari minus USD69,6 juta pada 31 Maret 2022. Aktivitas pendanaan terutama disebabkan
       oleh penerimaan utang bank jangka pendek yang naik 365% atau sebesar USD373 juta
       menjadi USD475,1 juta dibandingkan USD102,1 juta pada tahun buku sebelumnya,
       pembayaran utang bank jangka pendek yang naik 283% atau sebesar USD279 juta
       menjadi USD377,4 juta dibandingkan USD98,4 juta pada tahun buku sebelumnya. Kas
       bersih HEXA yang digunakan untuk aktivitas pendanaan pada 31 Maret 2022 tercatat
       sebesar USD69,6 juta, naik 105% atau sebesar USD35,6 juta dari USD34,0 juta pada
       31 Maret 2021. Kenaikan kas untuk aktivitas pendanaan terutama disebabkan oleh
       pembayaran utang bank jangka pendek yang naik 243% atau sebesar USD68,7 juta
       menjadi USD98,4 juta dibandingkan USD28,7 juta pada tahun buku sebelumnya, serta
       pembayaran dividen kas yang naik 129% atau sebesar USD39,7 juta menjadi USD70,7
       juta dari USD30,8 juta pada tahun buku sebelumnya. Kas bersih yang digunakan untuk
       aktivitas pendanaan HEXA pada 31 Maret 2020 tercatat sebesar USD71,9 juta.

       Gambar 4.             Grafik Arus Kas Konsolidasian

                                                           ARUS KAS
                      60.000.000

                      40.000.000

                      20.000.000
          Dalam USD




                               -
                                      31/03/2020      31/03/2021       31/03/2022      31/03/2023      30/03/2024
                      (20.000.000)

                      (40.000.000)

                      (60.000.000)

                      (80.000.000)

                        Kas Dari Aktivitas Operasi   Kas Dari Aktivitas Investasi   Kas Dari Aktivitas Pembiayaan

       Sumber: Laporan Keuangan Audited HEXA per 31 Maret, Diolah TSR



KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                                                    17
Page 47
KJPP TRI, SANTI DAN REKAN

2.9    Rasio Keuangan HEXA

         Tabel 5. Rasio Keuangan
                        URAIAN                 2020         2021        2022           2023        2024
        LIQUIDITY
        Current Ratio                              2.89        3.04        1.96          1.42        1.59
        ACTIVITY
        Account Receivable Turnover                   59         96          86               90       69
        Inventory Turnover                          157         202         140           158         168
        Account Payable Turnover                      43         70         100           107          67
        SOLVABILITY
        Total Debt to Equity Ratio                 0.49        0.47        0.91          1.80        1.28
        Total Debt to Assets Ratio                 0.33        0.32        0.48          0.64        0.56
        PROFITABILITY
        Gross Profit Margin                     25.42%      26.31%      25.13%         19.82%      22.60%
        Net Profit Margin                        9.06%       9.70%      11.89%          8.19%       9.10%
        Rate of Return on Assets                14.45%       9.99%      18.08%         11.14%      13.61%
        Rate of Return on Equity                21.55%      14.68%      34.49%         31.14%      31.09%
       Sumber: Laporan Keuangan Audited HEXA untuk periode yang berakhir di 31 Maret


       Rasio Likuiditas
       Tabel diatas menunjukkan HEXA dari 31 Maret 2020 sampai dengan 31 Maret 2024
       memiliki rasio likuiditas yang positif dimana HEXA memiliki kemampuan membayar
       seluruh utang jangka pendeknya melalui aset lancar selama periode historis. Rasio
       likuiditas HEXA pada 31 Maret 2024 mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan
       periode sebelumnya. Hal ini disebabkan oleh penurunan liabilitas jangka pendek HEXA
       sebesar 24.3%.

       Rasio Aktivitas
       Semakin tinggi nilai rasio aktivitas maka semakin lambat perputarannya, begitu pula
       sebaliknya. Selama 31 Maret 2020 sampai dengan 31 Maret 2024, HEXA menjaga rasio
       aktivitas. Pada 31 Maret 2024, tercatat bahwa perputaran utang usaha HEXA yang
       menurun yang disebabkan karena menurunnya pinjaman bank pada 31 Maret 2024,
       sehingga di 31 Maret 2024 menunjukkan semakin cepatnya utang yang dibayarkan oleh
       HEXA.

       Rasio Solvabilitas
       Secara umum dapat dikatakan semakin besar total debt to equity ratio adalah dapat
       dikatakan kurang baik, karena semakin besar peranan utang sebagai sumber
       pembiayaan yang berarti juga semakin kecil debt capacity-nya. Selain itu, semakin
       besar total debt to total asset ratio maka dapat dikatakan kurang baik karena semakin
       besar porsi utang dalam pembiayaan. Selama 31 Maret 2020 sampai dengan 31 Maret
       2024 rasio solvabilitas HEXA mengalami penurunan, hal ini dikarenakan menurunnya
       jumlah utang dan meningkatnya ekuitas yang tercatat pada periode 31 Maret 2024,
       sehingga secara umum kinerja solvabilitas HEXA baik jika dibandingkan periode
       sebelumnya.

KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                                          18
Page 48
KJPP TRI, SANTI DAN REKAN

       Rasio Profitabilitas
       Rasio profitabilitas ini menunjukkan kemampuan HEXA dalam menghasilkan laba.
       Selama 31 Maret 2020 sampai dengan 31 Maret 2024 menunjukan kinerja yang baik,
       dengan nilai Net Profit Margin (“NPM”) menunjukan nilai positif. Pencapaian NPM pada
       31 Maret 2024 sebesar 9.10%.


2.10 Informasi Investigasi Lapangan

       TSR telah melakukan investigasi lapangan dan wawancara dalam rangka memperoleh
       informasi yang relevan dalam penugasan studi kelayakan penambahan kegiatan usaha
       yang akan dilakukan oleh HEXA sebagai berikut:

        Lokasi                    :   Kawasan Industri Pulogadung, Jalan Pulo Kambing II
                                      Kav. I-II No. 33, Jakarta 13930 Indonesia.
        Tanggal                   :   02 Juli 2024
        No. Surat Tugas           :   No. 012/ST/KJPP-TS/VI/2024 tanggal 01 Juli 2024
        Pelaksana                 :   Ronald Delano
                                      Ruspriono




                       Tampak Depan                                              Lobby




                 Rencana Tempat New KBLI                       Cabang Jakarta & Traning Center




KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                                 19
Page 49
KJPP TRI, SANTI DAN REKAN




             Contoh Unit Dump Truck Foton                       Contoh Unit Dump Truck Foton


       Berdasarkan hasil investigasi lapangan, HEXA saat ini menjalankan kegiatan usaha di
       bidang distribusi alat berat dan peralatannya.




KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                               20
Page 50
KJPP TRI, SANTI DAN REKAN

3     ASPEK MAKRO EKONOMI INDONESIA

3.1    Makro Ekonomi Indonesia

       Ekonomi Indonesia tetap berdaya tahan pada periode tingginya ketidakpastian global.
       Pertumbuhan ekonomi triwulan I 2024 tercatat 5,11% (yoy), meningkat dibandingkan
       dengan pertumbuhan pada triwulan sebelumnya sebesar 5,04% (yoy). Perkembangan
       ini didukung oleh permintaan domestik. Konsumsi swasta dan Pemerintah membaik
       didorong oleh dampak positif pelaksanaan Pemilu 2024 dan hari libur nasional terkait
       dengan Hari Besar Keagamaan Nasional. Investasi tumbuh baik, terutama ditopang oleh
       investasi bangunan seiring berlanjutnya pembangunan infrastruktur. Sementara itu,
       ekspor melambat sejalan dengan masih lemahnya permintaan dari mitra dagang utama.
       Kinerja pertumbuhan ekonomi triwulan I 2024 juga didukung oleh peningkatan
       pertumbuhan di Lapangan Usaha (LU) yang terkait mobilitas, seperti LU Perdagangan
       Besar dan Eceran, LU Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum, serta LU Informasi
       dan Komunikasi. Secara spasial, pertumbuhan ekonomi meningkat di sebagian besar
       wilayah. Perkembangan terkini menunjukkan kegiatan ekonomi pada triwulan II 2024
       tetap baik, sebagaimana tecermin pada kinerja positif sejumlah indikator konsumsi
       rumah tangga dan investasi, seperti Indeks Keyakinan Konsumen, Indeks Penjualan
       Riil, dan Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur. Dengan berbagai
       perkembangan tersebut, pertumbuhan ekonomi 2024 diprakirakan berada dalam
       kisaran 4,7-5,5%. Bank Indonesia terus memperkuat sinergi untuk mendukung
       pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, khususnya dari sisi permintaan, melalui stimulus
       kebijakan makroprudensial yang ditempuh dengan stimulus fiskal Pemerintah.


       Tabel 6. Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Lapangan Usaha




       Sumber : Tinjauan Kebijakan Moneter Mei 2024, Bank Indonesia




KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                        21
Page 51
KJPP TRI, SANTI DAN REKAN

3.2    Inflasi

       Inflasi tetap terjaga dalam kisaran sasaran 2,5±1%. Inflasi Indeks Harga Konsumen
       (IHK) April 2024 tercatat menurun dari 3,05% (yoy) pada Maret 2024 menjadi sebesar
       3,00% (yoy). Perkembangan ini dipengaruhi oleh inflasi inti dan inflasi administered
       prices (AP) yang rendah masing-masing sebesar 1,82% (yoy) dan 1,54% (yoy).
       Sementara itu, inflasi volatile food (VF) menurun dari 10,33% (yoy) menjadi sebesar
       9,63% (yoy) sejalan dengan penurunan harga komoditas pangan terutama dipengaruhi
       oleh mulai masuknya masa panen, serta berlanjutnya sinergi pengendalian inflasi oleh
       Bank Indonesia dan Pemerintah. Ke depan, Bank Indonesia meyakini inflasi IHK 2024
       tetap terkendali dalam sasarannya. Inflasi inti diprakirakan terjaga seiring ekspektasi
       inflasi yang terjangkar dalam sasaran, kapasitas perekonomian yang masih besar dan
       dapat merespons permintaan domestik, imported inflation yang terkendali sejalan
       kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah Bank Indonesia, serta dampak positif
       berkembangnya digitalisasi. Inflasi VF diprakirakan juga kembali menurun seiring
       peningkatan produksi akibat masuknya musim panen dan dukungan sinergi
       pengendalian inflasi TPIP dan TPID melalui GNPIP di berbagai daerah. Bank Indonesia
       akan terus memperkuat kebijakan moneter pro-stability dan meningkatkan sinergi
       kebijakan dengan Pemerintah Pusat-Daerah sehingga inflasi tahun 2024 dan 2025 tetap
       terkendali dalam sasaran 2,5±1%.

       Gambar 5.      Inflasi Indonesia




       Sumber : Tinjauan Kebijakan Moneter Mei 2024, Bank Indonesia




3.3    Suku Bunga

       Transmisi kebijakan moneter pascakenaikan BI-Rate berjalan dengan baik. Suku bunga
       pasar uang (IndONIA) tetap bergerak dalam kisaran BI-Rate, yaitu 6,05% pada 21 Mei
       2024. Suku bunga SRBI untuk tenor 6, 9, dan 12 bulan pada tanggal 17 Mei 2024
       tercatat menarik, masing-masing pada level 7,29%, 7,38%, dan 7,48%, meningkat
       dibandingkan dengan hasil lelang pada 19 April 2024 yang masing-masing sebesar
       6,81%, 6,82%, dan 6,94% sehingga mendukung efektivitas SRBI sebagai instrumen
       moneter pro-market. Sementara itu, suku bunga perbankan tetap terjaga, dipengaruhi

KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                           22
Page 52
KJPP TRI, SANTI DAN REKAN

       oleh memadainya likuiditas perbankan sejalan dengan bauran kebijakan Bank Indonesia
       serta dampak kebijakan transparansi SBDK yang membuat efisiensi suku bunga
       perbankan tetap terjaga. Suku bunga deposito 1 bulan dan suku bunga kredit pada
       April 2024 tercatat masing-masing sebesar 4,59% dan 9,25%, relatif stabil
       dibandingkan dengan perkembangan bulan sebelumnya. Sementara itu, yield SBN
       tenor 2 dan 10 tahun meningkat pascakenaikan BI-Rate, yakni dari 6,31% dan 6,71%
       pada akhir Maret 2024 menjadi 6,86% dan 7,21% pada akhir April 2024, sehingga
       meningkatkan     daya     tarik   imbal     hasil   SBN.   Perkembangan      terkini
       menunjukkan yield SBN kembali turun menjadi 6,70% dan 6,86% per 21 Mei 2024,
       seiring dengan kenaikan aliran modal asing ke instrumen SBN.

       Gambar 6.      Suku Bunga Kebijakan Bank Indonesia dan IndONIA




       Sumber : Tinjauan Kebijakan Moneter Mei 2024, Bank Indonesia


       Pertumbuhan kredit perbankan terus meningkat. Pada April 2024, kredit tumbuh tinggi
       sebesar 13,09% (yoy) didorong oleh pertumbuhan kredit di banyak sektor, seperti
       sektor industri, jasa dunia usaha, dan perdagangan, sejalan dengan meningkatnya
       pertumbuhan ekonomi. Tingginya permintaan kredit dipengaruhi oleh sisi penawaran,
       sejalan dengan terjaganya appetite perbankan yang didukung oleh tingginya
       permodalan, berlanjutnya strategi realokasi aset ke kredit oleh perbankan, dan
       diterapkannya Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) yang menjaga
       kecukupan likuiditas perbankan. Pertumbuhan kredit tersebut juga ditopang oleh
       pertumbuhan DPK yang terus meningkat, yang mencapai 8,21% (yoy) pada April 2024.
       Dari sisi permintaan, pertumbuhan kredit didukung oleh kinerja korporasi dan rumah
       tangga yang tetap terjaga baik. Berdasarkan kelompok penggunaan, pertumbuhan
       kredit ditopang oleh kredit investasi, kredit modal kerja, dan kredit konsumsi yang
       masing-masing tumbuh sebesar 15,69% (yoy), 13,25% (yoy), dan 10,34% (yoy).
       Pembiayaan syariah juga tumbuh tinggi sebesar 14,88% (yoy), sementara kredit UMKM
       tumbuh sebesar 7,30% (yoy). Dengan perkembangan tersebut, pertumbuhan kredit
       2024 akan terus meningkat menuju batas atas kisaran prakiraan 10-12%. Bank
       Indonesia akan terus memperkuat efektivitas implementasi kebijakan makroprudensial
       akomodatif dan mempererat sinergi dengan Pemerintah, KSSK, perbankan, serta pelaku
       usaha untuk mendukung peningkatan kredit/pembiayaan bagi pertumbuhan ekonomi
       secara berkelanjutan.

KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                        23
Page 53
KJPP TRI, SANTI DAN REKAN

       Gambar 7.      Suku Bunga Kebijakan Bank Indonesia dan IndONIA




       Sumber : Tinjauan Kebijakan Moneter Mei 2024, Bank Indonesia



3.4    Neraca Pembayaran Indonesia

       Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) tetap baik sehingga mendukung ketahanan
       eksternal. Defisit transaksi berjalan triwulan I 2024 tetap rendah didukung oleh
       berlanjutnya surplus neraca perdagangan barang. Sementara itu, neraca transaksi
       modal dan finansial triwulan I 2024 mencatat defisit, sejalan dengan ketidakpastian
       pasar keuangan global. Perkembangan terkini pada triwulan II 2024 menunjukkan NPI
       kembali membaik ditopang oleh berlanjutnya surplus neraca perdagangan pada April
       2024 sebesar 3,6 miliar dolar AS didukung oleh ekspor nonmigas. Sementara itu, aliran
       masuk investasi portofolio kembali positif pada triwulan II 2024 (sampai dengan 20 Mei
       2024) secara neto tercatat sebesar 1,8 miliar dolar AS didorong oleh dampak positif
       respons bauran kebijakan moneter Bank Indonesia. Posisi cadangan devisa Indonesia
       akhir April 2024 tetap tinggi sebesar 136,2 miliar dolar AS, setara dengan pembiayaan
       6,1 bulan impor atau 6,0 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah,
       serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. Secara
       keseluruhan, NPI 2024 diprakirakan terjaga dengan transaksi berjalan dalam kisaran
       defisit rendah sebesar 0,1% sampai dengan 0,9% dari PDB. Neraca transaksi modal
       dan finansial diprakirakan tetap mencatatkan surplus didukung oleh peningkatan aliran
       masuk modal asing sejalan dengan meredanya ketidakpastian pasar keuangan global
       dan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian nasional dan imbal hasil
       investasi yang menarik.




KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                          24
Page 54
KJPP TRI, SANTI DAN REKAN

       Gambar 8.      Neraca Pembayaran Indonesia




       Sumber : Tinjauan Kebijakan Moneter Mei 2024, Bank Indonesia




3.5    Nilai Tukar

       Stabilitas nilai tukar Rupiah tetap terjaga di tengah pelemahan mata uang global.
       Tingginya suku bunga dan besarnya aliran modal ke AS memberikan tekanan depresiasi
       mata uang hampir seluruh mata uang dunia, seperti Yen Jepang, Yuan Tiongkok, dan
       Pound Sterling Inggris yang melemah masing-masing 7,03%, 2,84%, dan 5,09% (ytd),
       serta depresiasi mata uang kawasan, seperti Ringgit Malaysia dan Rupee India masing-
       masing 4,12% dan 0,57% (ytd). Namun demikian, langkah-langkah stabilisasi yang
       ditempuh Bank Indonesia berhasil membuat nilai tukar Rupiah terapresiasi 1,11% (ytd),
       Lebih baik dibandingkan dengan mata uang sejumlah negara di Kawasan dan global
       yang mengalami depresiasi tersebut.

       Gambar 9.      Pergerakan Nilai Tukar Rupiah vs Nilai Tukar Negara Lain selama 2023




       Sumber : Kajian Stabilitas Keuangan No.42, Maret 2024, Bank Indonesia (Keterangan: Data s.d. 29 Des 2023
                Sumber: Reuters dan Bloomberg, diolah)
KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                                            25
Page 55
KJPP TRI, SANTI DAN REKAN

       Nilai tukar Rupiah menguat dipengaruhi bauran kebijakan moneter yang ditempuh
       Bank Indonesia dalam memitigasi dampak rambatan ketidakpastian global. Nilai tukar
       Rupiah secara bulanan pada Mei 2024 (hingga 21 Mei 2024) kembali menguat 1,66%
       (ptp), setelah pada April 2024 melemah 2,49% (ptp). Penguatan nilai tukar Rupiah
       didorong oleh dampak positif respons bauran kebijakan moneter Bank Indonesia pada
       April 2024. Respons kebijakan ini mendorong aliran masuk modal asing, terutama ke
       SBN dan SRBI, sebesar 4,2 miliar dolar AS pada bulan Mei 2024 (hingga 20 Mei 2024).
       Dengan perkembangan ini, nilai tukar Rupiah melemah 3,74% dari level akhir Desember
       2023, lebih baik dibandingkan dengan pelemahan Peso Filipina, Won Korea, dan Baht
       Thailand masing-masing sebesar 4,91%, 5,52%, dan 5,99%. Ke depan, nilai tukar
       Rupiah diprakirakan stabil dengan kecenderungan menguat didorong oleh imbal hasil
       yang menarik sejalan dengan kenaikan BI-Rate, premi risiko yang turun, prospek
       ekonomi yang lebih baik, dan komitmen Bank Indonesia untuk terus menstabilkan nilai
       tukar Rupiah. Bank Indonesia juga terus mengoptimalkan seluruh instrumen moneter
       yang tersedia untuk menstabilkan nilai tukar Rupiah, termasuk melalui penguatan
       strategi operasi moneter pro-market dengan mengoptimalkan instrumen SRBI, SVBI,
       dan SUVBI. Bank Indonesia memperkuat koordinasi dengan Pemerintah, perbankan,
       dan dunia usaha untuk mendukung implementasi instrumen penempatan valas Devisa
       Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) sejalan dengan PP Nomor 36 Tahun 2023.




KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                       26
Page 56
KJPP TRI, SANTI DAN REKAN

4     ASPEK KELAYAKAN PASAR

4.1     Kondisi Pasar

        Himpunan Industri Alat Berat (Hinabi) melaporkan produksi alat berat sebanyak 8.066
        unit pada 2023. Adapun, produksi tahun lalu menjadi capaian terbanyak kedua
        sepanjang sejarah. Berdasarkan data Hinabi, produksi alat berat paling banyak terjadi
        pada tahun 2022 dengan total 8.826 unit. Namun, secara tahunan, dari periode 2022
        ke 2023 terjadi penurunan produksi sebesar 8,61%. Ketua Umum Hinabi Jamaluddin
        mengatakan produksi alat berat periode tahun lalu didominasi untuk sektor
        pertambangan, khususnya alat-alat besar seperti hydraulic excavator hingga dump
        truck. Tetapi, produksi tidak terpenuhi karena kapasitas memang tidak cukup untuk big
        macine karena demand yang cukup besar. Penurunan produksi disebabkan peningkatan
        permintaan untuk alat-alat besar, sementara kapasitas produksi hanya berada di level
        40% dari total produksi. Adapun, permintaan terbanyak yakni untuk alat berat hydraulic
        excavator sebanyak 6.791 unit, disusul bulldozer sebanyak 727 unit, dump truck 513
        unit, dan motor grader sebanyak 35 unit. Permintaan terbanyak dari pertambangan
        65%, konstruksi 15%, kehutanan dan agro 20%.



4.1.1    Pangsa Pasar

         Perhimpunan Agen Tunggal Alat Berat Indonesia (PAABI) mencatat penurunan
         penjualan alat berat sebesar 10,8% (year-on-year) pada 2023. Sikap konservatif
         pelaku usaha masih tertahan sehingga ekspansi mandek. Data PAABI menunjukkan
         penjualan alat berat 2023 yakni sebesar 18.123 unit, lebih rendah dibandingkan
         dengan penjualan tahun sebelumnya sebanyak 20.300 unit. Permintaan dari sektor
         pertambangan dan konstruksi masih mendominasi pasar, meskipun terdapat
         pelemahan serapan. Penjualan tahun lalu 18.123 unit, masih didominasi permintaan
         dari sektor mining.

         Gambar 10. Produksi Alat Berat Indonesia




         Sumber: https://bisnisindonesia.id/article/produksi-alat-berat-2023-tembus-8066-unit

KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                                27
Page 57
KJPP TRI, SANTI DAN REKAN

         Pembangunan infrastruktur menjadi fokus pemerintahan saat ini, dengan menggenjot
         pembangunan infrastruktur, seperti jalan, jembatan, dan lain-lain, diharapkan akan
         memperkecil kesenjangan sosial dan ekonomi di Indonesia dan mempercepat
         pertumbuhan ekonomi. Anggaran yang disiapkan oleh pemerintah pun tidak main-
         main. Pada APBN tahun 2017, Rp. 378 Triliun dialokasikan pemerintah untuk
         mempercepat pembangunan infrastruktur bahkan di RAPBN tahun 2018 pemerintah
         menambah anggaran untuk proyek infrastruktur menjadi Rp. 409 Triliun. Produksi alat
         berat nasional di sepanjang 2022 tercatat sebanyak 8.826 unit atau tumbuh 30,9%
         dibandingkan 2021 sebesar 6.740 unit. Produksi alat berat di 2022 ini mencetak rekor
         tertinggi sejak 1999 di mana pada kala itu produksi baru di 726 unit dalam setahun. Di
         sepanjang tahun lalu, produksi Hydraulic Excavator paling mendominasi sebanyak
         7.458 unit atau naik 21,6% YoY. Kemudian diikuti produksi Bulldozer sebanyak 908
         unit, lalu Dump Truck 339 unit, dan Motor Grader sebanyak 121 unit.

         Produksi alat berat mengalami penurunan sebanyak 1.668 unit atau turun 23% year-
         on-year (yoy/ tahunan) pada kuartal I tahun 2024 dibandingkan dengan periode yang
         sama tahun lalu sebanyak 2.176 unit. Hydraulic excavator menjadi yang terbanyak
         yakni sebanyak 1.427 unit, disusul dump truck 141 unit dan bulldozer 120 unit. Ketua
         Umum Himpunan Industri Alat Berat Indonesia (Hinabi) Giri Sakai mengungkapkan,
         ada sejumlah faktor yang menyebabkan terjadinya penurunan produksi tersebut,
         salah satunya ialah menurunnya permintaan di komoditas. Secara umum penurunan
         realisasi produksi di kuartal pertama 2024 disebabkan oleh masih belum
         meningkatnya permintaan alat berat terutama di sektor pertambangan sebagai
         dampak masih lemahnya harga komoditas barang tambang seperti batubara dan
         nikel. Selain itu, pasar konstruksi yang diharapkan meningkat dengan adanya proyek-
         proyek pembangunan infrastruktur belum optimal menyerap alat berat produksi dalam
         negeri ditambah lagi adanya kegiatan pemilu di awal tahun yang mendorong pelaku
         usaha untuk 'wait and see' terhadap hasil dan kebijakan selanjutnya. Jika mundur ke
         belakang, secara tahunan dari periode 2022 ke 2023 terjadi penurunan produksi
         sebesar 8,61%. Produksi alat berat sebanyak 8.066 unit pada 2023 atau turun dari
         tahun sebelumnya sebanyak 8.826 unit.

         Saat ini Indonesia juga berada dalam posisi ke-4 sebagai negara pangsa konstruksi
         nasional terbesar di Asia. Terhitung dalam kurun waktu 2014-2019 diprediksi nilai
         pasar konstruksi nasional mencapai Rp.5.000 Triliun. Oleh sebab itu, tidak
         mengherankan apabila perusahaan berbasis konstruksi berkembang di Indonesia, baik
         perusahaan perseorangan maupun perusahaan-perusahaan skala besar yang sudah
         menangani berbagai macam pembangunan konstruksi dan bekerjasama dengan
         pemerintah. Hal ini juga memberikan sinyal positif, tidak hanya bagi perusahaan
         konstruksi, namun juga perusahaan penyedia alat berat seperti CAT, Hitachi,
         Komatsu, dan Sany yang memang merupakan pemain 'berat' di industri alat berat.
         Dengan tren positif ini, mereka optimis untuk semakin gencar melakukan ekspansi
         bisnis di Indonesia dan juga sebagai 'penyokong' kebutuhan alat berat di perusahaan
         konstruksi dalam proses pembangunan infrastruktur. Akan tetapi, kenyataan yang
         terjadi adalah pasokan alat berat dari perusahaan penyedia alat berat ini tidak dapat
         mengimbangi kebutuhan alat berat skala nasional.


KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                            28
Page 58
KJPP TRI, SANTI DAN REKAN

         Gambar 11. Kebutuhan dan Ketersediaan Alat Berat




         Sumber :   https://www.kompasiana.com/farizbagusp/5a35b82ccf01b45bad56c404/menangkap-potensi-
                    besar-dari-bisnis-alat-berat


         Penjualan alat berat di Indonesia, pada kuartal 1 2023 turun sedikit dibandingkan
         penjualan alat berat di Indonesia kuartal 1 tahun 2022. Namun, sepanjang tahun 2022
         dan 2021, penjualan alat berat mengalami pertumbuhan. Padahal, pada tahun 2019
         dan 2020, penjualan alat berat di Indonesia mengalami kinerja negatif atau terjadi
         penurunan penjualan cukup besar. Peningkatan penjualan alat berat di dalam negeri
         pada tahun 2022 dan 2021, terjadi karena peningkatan bisnis di sektor industri
         pertambangan batubara. Karena, pada akhir tahun 2021 sampai akhir 2022, harga
         batubara meningkat cukup baik sehingga membuat pendapatan perusahaan batubara
         ikut membaik. Alhasil, kebutuhan akan alat berat untuk mendukung operasional
         produksi batubara juga meningkat.

         Gambar 12. Tren Penjualan Alat Berat di Indonesia




         Sumber : https://www.dataindustri.com/produk/data-penjualan-alat-berat-indonesia/




KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                                    29
Page 59
KJPP TRI, SANTI DAN REKAN

         Pada kuartal 1 2023, pangsa pasar penjualan alat berat di dalam negeri, masih
         dikuasai oleh alat berat merek Komatsu. Kemudian di posisi kedua, Hitachi produsen
         alat berat asal Jepang. Kemudian disusul oleh Sany yang merupakan perusahaaan alat
         berat asal China. Naiknya alat berat Sany dimulai ketika harga batubara sempat
         mengalami penurunan beberapa tahun lalu, sehingga membuat pendapatan
         perusahaan alat berat menjari menurun. Sedangkan, produksi batubara harus tetap
         dilakukan, sehingga alat berat dengan harga yang lebih murah namun kualitas tetap
         baik menjadi pilihan perusahaan batubara di Indonesia dan ketika harga batubara
         kembali naik, Sany masih menjadi salah satu pilihan perusahaan alat berat dan
         menguasai pangsa pasar alat berat di posisi kedua setelah Komatsu.



4.1.2    Kesinambungan (sustainability)

         Salah satu parameter penentuan alat berat yang tepat menyesuaikan pada kriteria
         suatu lokasi, dimana masing-masing kriteria lokasi memiliki karakteristik yang
         bervariatif dalam mengelola bisnis pertambangan, perusahaan konstruksi, pertanian
         dan infrastruktur. Secara general, HEXA menyadari ketatnya persaingan usaha dalam
         industri alat berat, pasca pandemic Covid-19 membuat banyak perusahaan dalam
         bidang yang sama melakukan distribusi pengadaan dan penyewaan produk yang
         sejenis. Berbagai jenis pembangunan mulai dari infrastruktur sendiri diperkirakan akan
         terus meningkat selama lima tahun ke depan, perusahaan pertambangan dan disusul
         juga dengan perkebunan atau pertanian akhir-akhir ini yang bermunculan secara
         masif, yang berarti banyaknya kebutuhan dari Pelanggan untuk menambah armada,
         memenuhi permintaan dan memaksimalkan pendapatan, serta menjamin kontinuitas
         kegiatannya berjalan dengan baik melalui kegiatan-kegiatan distribusi yang tersistem
         baik untuk menunjang operasional maupun menunjang kebutuhan komersial. Oleh
         karena hal tersebut, HEXA turut bergerak secara massif untuk menjadi kiblat terbaik
         dalam pasarnya dengan menawarkan layanan yang optimal bagi Pelanggan dan calon
         Pelanggan potensial yang saat ini tengah bergelut dalam fokus peningkatan ruang
         lingkup bisnis dengan industri distribusi yang bervariatif, seperti komoditas kehutanan,
         perkebunan dan pertambangan. Sehingga dalam rangka mengoptimalisasikan ruang
         lingkup layanannya, HEXA berupaya mendukung dan terlibat aktif untuk menjamin
         adanya kesinambungan penggunaan produk on the road truck yang layak jalan, aman
         dan nyaman melalui perawatan dan servis reguler bagi setiap unit on road the truck
         serta alat berat berkaitan lainnya.



4.1.3    Potensi Pasar

         PAABI memproyeksi tren perlambatan penjualan alat berat berlanjut pada 2024.
         Asosiasi memperkirakan total penjualan turun 25% menjadi hanya 14.000 unit. Etot
         Listyono mengatakan pelaku usaha masih konservatif dan memangkas target
         penjualan dengan kondisi pasar dan sentimen tahun politik yang kuat. Penjualan alat
         berat di sektor pertambangan menurun lantaran harga batu bara global yang masih
         terkoreksi. Hal ini membuat pengusaha pertambangan lebih berhati-hati untuk
         menambah barang modal. Kendati demikian, serapan unit ke sektor pertambangan
KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                              30
Page 60
KJPP TRI, SANTI DAN REKAN

         masih mendominasi dibandingkan dengan sektor konstruksi maupun agro-forestry.
         Penjualan di sektor konstruksi melambat disebabkan langkah wait and see kontraktor
         yang menunggu hasil pemilu 2024. Kondisi ini merupakan siklus tahun politik yang
         umumnya akan tertahan hingga transisi pemerintahan selesai.

         Meski begitu, terdapat sentimen positif dari sisi kebijakan importasi yang sebelumnya
         terkendala imbas Peraturan Pemerintah No. (PP) 28/2021. Beleid tersebut dinilai
         mempersulit importasi alat berat bagi importir umum (API-U). Namun, PP No. 28/2021
         resmi direvisi menjadi PP No.46/2023 pada September 2023 lalu. Perubahan regulasi
         ini membuat katalis perbaikan ketersediaan produk. Sebab, permintaan alat berat
         masih lebih besar dibandingkan kapasitas produksi dalam negeri yang mencapai
         10.000 unit per tahun. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, impor dan
         remanufacturing menjadi jalan pintas.

         Industri alat berat di Indonesia berharap dapat meraih kinerja yang lebih baik setelah
         kuartal I-2024. Selama tiga bulan pertama tahun 2024, produksi alat berat mengalami
         penurunan. Data dari Himpunan Industri Alat Berat Indonesia (Hinabi) menunjukkan
         bahwa produksi alat berat nasional turun 23% secara year on year (YoY) menjadi
         1.668 unit pada kuartal I-2024. Hydraulic excavator menjadi alat berat yang paling
         banyak diproduksi yakni mencapai 1.427 unit. Setelah itu disusul oleh dump truck
         sebanyak 141 unit dan bulldozer sebanyak 120 unit. esunya produksi alat berat pada
         kuartal I-2024 tidak lepas oleh penurunan permintaan terutama dari sektor
         pertambangan seiring pelemahan harga komoditas barang tambang seperti batubara
         dan nikel. Di samping itu, sektor konstruksi dengan sederet proyek pembangunan
         infrastruktur ternyata belum dapat menyerap alat berat secara maksimal. Ini
         mengingat adanya kegiatan Pemilu pada awal 2024 membuat beberapa pelaku usaha
         bersikap wait and see terhadap hasil dan kebijakan pemerintah berikutnya di sektor
         konstruksi.



4.1.4    Sasaran

         HEXA memperkenalkan 4 produk baru di antaranya Camino tandem road roller,
         Dynapac single drum roller, Foton heavy duty truck dan Morooka carrier dump. Tidak
         hanya itu, HEXA juga memperkenalkan attachment Waratah yang sudah sangat
         dikenal di seluruh dunia sebagai solusi mekanisasi di industri kehutanan. Teknologi
         canggih dari Waratah harvester head sangat cocok dipasangkan dengan ekskavator
         medium Hitachi sehingga mampu meningkatkan efektivitas proses penebangan,
         pengupasan kulit kayu serta pemotongan kayu untuk jenis pohon akasia maupun
         eucalyptus. Selain itu, produk baru yang ditawarkan HEXA adalah Camino tandem
         road roller untuk pelanggan di industri konstruksi. Produk ini menawarkan efisiensi
         proses penyelesaian akhir penggilasan aspal melalui 5 keunggulan produk.

         Unit unggulan dari Hexindo lainnya adalah Foton heavy duty truck. Ini merupakan
         truk angkut dengan teknologi terkini yang dirancang dengan teliti oleh para ahli untuk
         memenuhi kebutuhan operasional pelanggan. Truk ini memiliki daya output yang kuat,
         sistem pengereman yang aman serta sistem pencahayaan yang menjamin keamanan
KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                            31
Page 61
KJPP TRI, SANTI DAN REKAN

         pengoperasian di kondisi minim cahaya. Dengan tenaga mesin Cummins ISG terbaru,
         unit ini memiliki output torsi yang kuat dengan kemampuan mendaki yang mumpuni
         untuk memastikan penggunaan di segala medan. Tidak hanya itu, kehadiran teknologi
         iBrake mengurangi jarak pengereman hingga 20% dengan kekuatan 370 ps. Kabin
         yang terbuat dari baja 1mm pun memberikan tingkat keamanan yang tinggi.

         Berdasarkan rencana penambahan kegiatan usaha, HEXA diproyeksikan mencatatkan
         tambahan pendapatan yang dihasilkan dari kegiatan menjual Foton truck untuk
         On-Road Usage (“OTR”) dan resparasi mobil, dimana rencana penjualan Foton Truck
         OTR ini berhubungan juga dengan kewajiban untuk menyediakan layanan bengkel
         dengan tujuan untuk menjamin layanan purna jual (resparasi mobil). Atas adanya
         kontribusi pendapatan dari penambahan kegiatan usaha tersebut, menjadi potensi
         penambahan pada nilai pasar bagi HEXA.


4.1.5    Potensi Nilai Pasar

         HEXA mencatat kenaikan laba bersih sebesar 25,35 persen (year on year/ yoy) di
         tahun 2023 dari USD34,98 juta menjadi USD43,85 juta. Dari laporan keuangan HEXA,
         pendapatan pada periode yang sama sebesar USD478,27 juta atau tumbuh 16,55
         persen yoy dari sebelumnya USD410,36 juta. Kenaikan pendapatan ini dibarengi oleh
         naiknya beban pokok dari USD325,27 juta menjadi USD370,77 juta, atau tumbuh
         13,99 persen yoy. Untuk laba bruto perseroan yaitu USD107,50 juta atau naik 26,34
         persen yoy. Beban penjualan pada periode tersebut USD23,39 juta dari sebelumnya
         USD19,92 juta. Beban lainnya USD4,21 juta dari tahun 2022 sebesar USD3,56 juta.
         Laba usaha dari perusahaan alat berat ini mencapai USD60,37 juta atau naik 29,53
         persen yoy dari USD46,60 juta. Laba persaham dasar juga terangkat dari USD0,042
         menjadi USD0,052 per lembar. Dari sisi aset HEXA tercatat susut 10,06 persen yoy
         dari USD463,33 juta menjadi USD416,69 juta. Liabilitas perseroan USD248,37 juta
         dari sebelumnya USD297,57 atau turun 16,53 persen yoy. Sementara ekuitas
         USD168,31 juta dari sebelumnya USD165,76 juta atau naik tipis 1,54 persen.

         HEXA ke depan terus memperluas jangkauan pelanggan dengan jajaran produk yang
         disempurnakan melalui penyediaan berbagai produk. HEXA akan meningkatkan
         penjualan peralatan bekas setelah masa sewa dan dukungan skema sewa.


4.2     Persaingan Usaha

        Sepanjang triwulan I-2024, perjalanan industri alat berat berada dalam tekanan seiring
        rendahnya harga komoditas pertambangan. Para pelaku usaha alat berat pun
        memasang target kinerja yang realistis hingga akhir 2024. Pelemahan harga komoditas
        pertambangan seperti batu bara dan nikel cukup memengaruhi realisasi produksi dan
        penjualan alat berat di Indonesia. Banyak pelaku usaha tambang mengurangi
        pembelian alat berat baru ketika harga komoditas kurang bersahabat bagi
        kelangsungan bisnis mereka. Meski begitu, sektor pertambangan diperkirakan masih
        menjadi kontributor utama penjualan alat berat nasional. Terlepas dari turunnya harga
        komoditas, aktivitas produksi pada dasarnya tetap berjalan. Alhasil, kebutuhan
KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                           32
Page 62
KJPP TRI, SANTI DAN REKAN

       terhadap alat berat baru di sektor tambang tetap ada, walau belum tentu setinggi
       periode sebelumnya. Di lain sisi, persaingan di pasar alat berat juga diyakini akan
       semakin ketat. Tantangan ini seiring kehadiran pemain-pemain baru di industri tersebut.
       Salah satu distributor alat berat, PT United Tractors Tbk (UNTR), misalnya,
       membukukan tren penjualan alat berat yang kurang memuaskan. Sepanjang tahun
       2024, hingga periode Maret 2024 (triwulan I-2024), penjualan alat berat UNTR turun.
       UNTR mencatatkan penjualan sebanyak 1.126 unit alat berat merek Komatsu hingga
       akhir Maret tahun 2024. Sejak awal tahun hingga saat ini, UNTR menjual sebanyak
       1.126 unit Komatsu. Penjualan ini turun 37,1% dibandingkan periode yang sama tahun
       2023 sebanyak 1.791 unit. Ini disebabkan oleh penurunan penjualan di sektor
       kehutanan, konstruksi, dan pertambangan. Berdasarkan laporan bulanan, penjualan
       alat berat ke sektor pertambangan mendominasi hingga akhir Maret 2024, yakni
       sebesar 69% dari total penjualan. Kemudian disusul penjualan ke sektor konstruksi
       13%, sektor perkebunan 10% penjualan, dan sektor kehutanan sebesar 8% penjualan.
       Sementara itu, market share Komatsu secara year to date pada Maret 2024 adalah
       sebesar 29%. Adapun penjualan Komatsu pada bulan Maret saja mencapai 301 unit.
       Penjualan tersebut sebesar 72% berasal dari sektor pertambangan, 15% dari sektor
       konstruksi, 11% sektor perkebunan, dan 2% sektor kehutanan. Dari segmen produksi
       batu bara, UNTR melalui Pamapersada Nusantara (PAMA) memproduksi 32,3 juta ton
       pada Januari-Maret 2024, lebih tinggi 20,97% dari capaian pada periode yang sama
       tahun 2023 sebanyak 26,7 juta ton. Overburden Removal (OB) PAMA juga meningkat
       16,81% di periode tiga bulan, yakni mencapai 286,3 juta bank cubic meter (bcm), dari
       sebelumnya 245,1 juta bcm. Pada Maret 2024, rata-rata stripping ratio sebesar 8,8 kali,
       turun dari bulan sebelumnya 8,9 kali. Total produksi batu bara sebanyak 11,7 juta ton
       pada Maret 2024, naik 10,38% dari Februari sebanyak 10,6 juta ton, dan volume OB
       juga naik 8,36% menjadi 102,4 juta bcm di bulan Maret 2024, dari 94,5 juta bcm pada
       Februari 2024. Berikut, penjualan batu bara UNTR melalui Tuah Turangga Agung (TTA)
       pada bulan Maret 2024 sebanyak 1,29 juta ton. Jumlah ini lebih tinggi 30,96% dari
       tahun sebelumnya sebanyak 985.000 ton. Secara year to date penjualan batu bara TTA
       sebanyak 3,96 juta ton. Volume penjualan ini naik 33,33% dibandingkan periode tiga
       bulan tahun 2023 sebanyak 2,97 juta ton. Pada Maret 2024, penjualan batu bara
       mencapai 1,29 juta ton, dengan perincian batu bara thermal 1,04 juta ton dan batu
       bara metalurgi 251.000 ton. Penjualan batu bara tersebut turun 7,19% dari Februari
       sebanyak 1,39 juta ton.

       Sementara itu, unit usaha UNTR di bidang pertambangan emas di Martabe, Sumatera
       Utara, PT Agincourt Resources mencatatkan penjualan emas mencapai 49.404 troy ons
       per tiga bulan 2024, turun 15,99% dari periode yang sama tahun 2023 sebanyak 58,806
       troy ons. Tidak itu saja. UNTR juga mulai mencatatkan hasil dari tambang nikel Stargate
       pada Maret tahun 2024. Pada tiga bulan 2024, UNTR mencatatkan penjualan sebanyak
       382.543 wet metric tons (wmt) nikel. Penjualan Stargate pada bulan Maret saja
       mencapai 220 ribu wmt. Ini terbagi atas 101 ribu wmt limonite dan 119 ribu wmt
       penjualan samprolite. Dari sisi kinerja keuangan, pendapatan dan laba UNTR
       sama-sama mengalami penurunan di triwulan I-2024. UNTR membukukan pendapatan
       bersih konsolidasian Rp32,4 triliun pada triwulan I-2024. Angka ini turun 7%
       dibandingkan periode yang sama tahun 2023 sebesar Rp34,8 triliun. Penurunan
       pendapatan tersebut, disebabkan oleh penurunan kinerja dari segmen mesin konstruksi

KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                           33
Page 63
KJPP TRI, SANTI DAN REKAN

       dan pertambangan batu bara. UNTR mencatatkan laba setelah pajak yang diatribusikan
       kepada pemilik entitas induk Rp4,5 triliun di tiga bulan pertama 2024. Jumlah laba
       bersih tersebut menyusut 15% dari Rp5,3 triliun pada triwulan I-2023.

       Menurut manajemen UNTR, penurunan pendapatan, ditambah dengan biaya keuangan
       yang lebih tinggi dan kerugian selisih kurs menyebabkan penurunan laba yang
       diatribusikan kepada pemilik entitas induk (laba bersih perseroan) sebesar 15%.
       Pendapatan UNTR dari penjualan suku cadang dan jasa pemeliharaan alat berat turun
       11% menjadi Rp2,6 triliun dari Rp3 triliun. Secara keseluruhan pendapatan unit usaha
       mesin konstruksi turun 22% menjadi Rp8,3 triliun dibandingkan Rp10,6 triliun pada
       periode yang sama tahun 2023. Unit usaha UNTR di bidang kontraktor penambangan
       dijalankan oleh PAMA. Sampai dengan triwulan pertama tahun 2024, unit usaha
       kontraktor penambangan membukukan pendapatan bersih sebesar Rp13,3 triliun, naik
       14% dari Rp11,7 triliun pada periode yang sama tahun 2023. Unit usaha UNTR di bidang
       pertambangan batu bara dijalankan oleh TTA. Total penjualan batu bara sampai
       triwulan pertama tahun 2024 mencapai 4 juta ton (termasuk 0,8 juta ton batu bara
       metalurgi), meningkat 33% dibandingkan triwulan pertama tahun 2023. Pendapatan
       bersih unit usaha pertambangan batu bara turun sebesar 21% dibandingkan periode
       yang sama di tahun 2023 dari Rp10,5 triliun menjadi Rp8,3 triliun karena menurunnya
       rata-rata harga jual batu bara. Unit usaha pertambangan emas dan mineral lainnya
       mencatatkan peningkatan pendapatan sebesar 8% menjadi Rp1,8 triliun, yang sebagian
       besar disebabkan oleh peningkatan harga jual rata-rata emas sebesar 14% (dari
       US$1.896 per ons menjadi US$2.165 per ons).

       Anak usaha UNTR yang bergerak di bidang pertambangan emas, PT Agincourt
       Resources mengoperasikan tambang emas Martabe yang terletak di Sumatera Utara.
       Sampai dengan bulan Maret 2024, total penjualan setara emas dari Martabe mencapai
       49 ribu ons, turun 16% dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2023 sebesar
       59 ribu ons. Ini karena pemerintah baru saja menyetujui Rencana Kerja dan Anggaran
       Biaya (RKAB) pertambangan tahunan pada akhir triwulan pertama 2024. Penjualan
       emas diperkirakan akan kembali normal pada triwulan mendatang. Adapun segmen
       usaha pertambangan nikel UNTR terdiri dari PT Stargate Pasific Resources (SPR) yang
       baru saja diakuisisi dengan kepemilikan mayoritas pada bulan Desember 2023 dan
       Nickel Industries Limited (NIC) yang diakuisisi pada bulan September 2023 dengan
       kepemilikan sebesar 19,99%. SPR mengoperasikan tambang nikel di Konawe Utara,
       Sulawesi Tenggara. SPR mencatatkan penjualan bijih nikel sebanyak 383 ribu wet
       metric ton (wmt) pada triwulan pertama tahun 2024, yang terdiri dari 203 ribu wmt
       saprolit dan 180 ribu wmt limonit. NIC merupakan perusahaan pertambangan dan
       pengolahan nikel terintegrasi dengan aset utama yang berlokasi di Indonesia. Perseroan
       mencatat equity income dari NIC yang tertunda, karena adanya perbedaan periode
       pelaporan kinerja. NIC melaporkan penjualan 34 ribu ton logam nikel pada kuartal
       terakhir tahun 2023, yang terdiri dari 29 ribu ton logam nikel dalam bentuk NPI dan 5
       ribu ton dalam bentuk nikel matte.

       Sementara itu, PT Acset Indonusa Tbk (ACST) adalah perusahaan publik di bidang jasa
       konstruksi yang sahamnya sebanyak 87,7% dimiliki oleh PT Karya Supra Perkasa (KSP),
       anak usaha UNTR. Sampai dengan triwulan pertama tahun 2024, unit usaha industri

KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                          34
Page 64
KJPP TRI, SANTI DAN REKAN

       konstruksi membukukan pendapatan bersih sebesar Rp535 miliar, naik 55%
       dibandingkan Rp345 miliar pada triwulan pertama 2023. Acset membukukan rugi bersih
       sebesar Rp42 miliar, lebih tinggi 40% dibandingkan rugi bersih sebesar Rp30 miliar
       pada periode yang sama tahun lalu.

       Berikut, di segmen usaha energi, sejalan dengan strategi pengembangan usaha di
       sektor energi yang ramah lingkungan, UNTR telah menetapkan bisnis Energi Baru dan
       Terbarukan (EBT) sebagai salah satu strategi transisi perseroan. Untuk mempercepat
       pengembangan EBT, pada akhir tahun 2021 seluruh bisnis energi dalam grup
       dikonsolidasikan melalui PT Energia Prima Nusantara (EPN). Sampai dengan bulan
       Maret 2024, EPN telah memasang Rooftop Solar PV sebesar 1,9 megawatt peak (MWp)
       sehingga secara kumulatif Rooftop Solar PV terpasang sejak tahun 2018 hingga triwulan
       pertama 2024 mencapai 17 MWp. EPN saat ini mengoperasikan dua Pembangkit Listrik
       Tenaga Minihidro (PLTM) yaitu PLTM Kalipelus berkapasitas 0,5 MW di Jawa Tengah
       dan PLTM Besai Kemu berkapasitas 7 MW di Lampung, Sumatra yang mulai beroperasi
       secara komersial pada Januari 2024. Pada bulan Agustus 2022, UNTR melalui anak
       usaha melakukan investasi pada PT Arkora Hydro Tbk (Arkora) dengan kepemilikan
       saham sebesar 31,49%. Arkora saat ini mengoperasikan dua PLTM, yaitu PLTM Cikopo
       2 di Jawa Barat dengan kapasitas 7,4 MW dan PLTM Tomasa 10 MW di Sulawesi Selatan.

       Arkora juga sedang membangun dua PLTM, yaitu PLTM Koro Yaentu berkapasitas 10
       MW dan PLTM Kukusan 2 berkapasitas 5,4 MW yang masing-masing diperkirakan akan
       beroperasi pada tahun 2023 dan 2025. Ketika kedua proyek ini mulai beroperasi, Arkora
       akan memiliki pembangkit listrik dengan total kapasitas 33 MW. Pada bulan Desember
       2023, Arkora menandatangani Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik dengan PLN untuk
       pengembangan proyek PLTM Tomini berkapasitas 10 MW yang berlokasi di Sulawesi
       Selatan.

       UNTR secara aktif melakukan studi terkait proyek energi terbarukan lainnya seperti
       geothermal, solar, dan waste-to-energy. Proyek-proyek ini konsisten dengan strategi
       perseroan untuk meningkatkan kompetensi di berbagai potensi energi terbarukan
       dalam rangka mencapai portofolio bisnis yang berkelanjutan. Sebagai informasi, pada
       03 Januari 2024, UNTR melalui EPN telah melakukan pengambilbagian 49,6% saham
       PT Supreme Energy Sriwijaya (SES) senilai US$51,9 juta. SES adalah pemegang 25,2%
       saham PT Supreme Energy Rantau Dedap (SERD) yang memiliki proyek panas bumi
       yang telah beroperasi di Sumatera Selatan dengan kapasitas eksisting sebesar 2 x 49
       MW. Kemudian, pada 15 Maret 2024, Perseroan melalui EPN mengambilbagian 20,2%
       saham SERD senilai US$80,7 juta. Setelah transaksi ini, total kepemilikan saham
       langsung dan tidak langsung EPN di SERD menjadi 32,7%. Meski kinerja UNTR kurang
       menggembirakan sepanjang triwulan I-2024, tetap saja ada kabar gembira untuk para
       pemegang sahamnya. UNTR akan membagikan dividen pada bulan Mei 2024. Emiten
       Grup Astra ini akan membagikan dividen sebesar Rp1.569 kepada pemegang
       sahamnya. UNTR tercatat telah membagikan dividen interim sebesar Rp701 per saham
       pada Oktober 2023. Dengan demikian, total dividen UNTR untuk tahun buku 2023
       mencapai Rp2.270 per saham. “RUPST menyetujui pembagian dividen sebesar Rp1.569
       per saham atau Rp5,7 triliun,” kata Sara K. Loebis, Sekretaris Perusahaan UNTR. Perlu
       dicatat, tahun buku 2022 merupakan pertama kalinya UNTR membagikan dividen

KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                         35
Page 65
KJPP TRI, SANTI DAN REKAN

       dengan payout ratio hingga melebihi 100%. Sementara itu, berdasarkan kinerjanya
       UNTR mencetak peningkatan penjualan, tetapi dengan laba bersihnya turun 2%
       menjadi Rp20,6 triliun sepanjang tahun 2023.

       Dalam laporan keuangannya, UNTR mencatatkan pendapatan bersih sebesar Rp128,5
       triliun. Pendapatan ini meningkat 4,03% dibandingkan periode 2022 sebesar Rp123,6
       triliun. Manajemen UNTR menuturkan kontribusi terbesar pendapatan UNTR diperoleh
       dari kontraktor penambangan dengan penghasilan sebesar Rp53,9 triliun. Kontributor
       terbesar kedua terhadap pendapatan UNTR adalah penjualan mesin konstruksi senilai
       Rp36,6 triliun, lalu pertambangan batu bara Rp30,5 triliun, dan pertambangan emas
       dan mineral lainnya Rp5,2 triliun. Hanya saja, laba bersih UNTR turun sebesar 2% pada
       2023 menjadi Rp20,6 triliun, dari Rp21 triliun di 2022. Manajemen menjelaskan
       penurunan laba bersih ini dikarenakan adanya kenaikan biaya keuangan dan kerugian
       nilai tukar mata uang asing.
       PT Kobexindo Tractors Tbk (KOBX) Emiten distributor alat berat dan jasa kontraktor
       pertambangan ini mampu mencatat pendapatan bersih sebesar Rp531,94 miliar per 31
       Maret 2024. Pencapaian ini naik 1,3% jika dibandingkan pendapatan bersih KOBX
       sebesar Rp525,11 miliar per 31 Maret 2023. Menurut laporan keuangan konsolidasian
       KOBX untuk tahun yang berakhir pada 31 Maret 2024, dikutip Senin (6/5/2024),
       pendapatan bersih KOBX ini berasal dari penjualan unit alat berat Rp345,29 miliar, turun
       5,96% dari Rp367,19 miliar. Penjualan suku cadang meningkat 47,31% menjadi
       Rp101,85 miliar, dari Rp69,14 miliar. Pendapatan jasa perbaikan dan kontraktor
       pertambangan sebesar Rp52,31 miliar, turun 14,90% dari Rp61,47 miliar. Pendapatan
       sewa alat berat naik 20,51% menjadi Rp29,91 miliar, dari Rp24,82 miliar, dan sewa
       bangunan naik 3,63% dari Rp2,48 miliar menjadi Rp2,57 miliar. Beban pokok
       pendapatan KOBX berhasil ditekan turun hingga 2,20% dari Rp440,51 miliar menjadi
       Rp430,82 miliar per 31 Maret 2024. Hal ini mendorong laba kotor KOBX tumbuh sebesar
       19,52% menjadi Rp101,11 miliar dari Rp84,60 miliar per 31 Maret 2023. Selain itu,
       beban usaha juga turun 19,19% menjadi Rp67,28 miliar, dari periode yang sama tahun
       lalu sebesar Rp83,26 miliar. Akan tetapi, KOBX mencatat beban operasi lainnya-bersih
       sebesar Rp37,46 miliar per 31 Maret 2024. Hal ini menyebabkan KOBX mencatat rugi
       usaha Rp3,63 miliar per 31 Maret 2024. Padahal di periode yang sama tahun 2023,
       KOBX mencatat laba usaha Rp71,02 miliar. Selain itu, beban keuangan KOBX meningkat
       signifikan sebesar 340,46% dari Rp7,76 miliar menjadi Rp34,18 miliar per 31 Maret
       2024. Hal ini menyebabkan KOBX mencatat rugi sebelum pajak sebesar Rp37,72 miliar
       per 31 Maret 2024. Kondisi ini berbanding terbalik dibandingkan periode yang sama
       tahun 2023, dimana KOBX mencatat laba sebelum pajak sebesar Rp65,87 miliar. Alhasil,
       rugi bersih tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar
       Rp41,91 miliar (Rp18,44 per saham) per 31 Maret 2024. Di periode yang sama tahun
       2023, KOBX berhasil membukukan laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada
       pemilik entitas induk sebesar Rp63,46 miliar (Rp27,93 per saham). Kemudian, total aset
       KOBX per 31 Maret 2024 mencapai Rp3,55 triliun, naik 1,43% dari Rp3,50 triliun per 31
       Desember 2023. Sedangkan total ekuitas KOBX turun 10,08% dari Rp480,03 miliar per
       31 Desember 2023 menjadi Rp431,65 miliar per 31 Maret 2024. Total libilitas mengalami
       kenaikan sebesar 2,65% dari Rp3,02 triliun per 31 Desember 2023 menjadi Rp3,10
       triliun per 31 Maret 2024.


KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                            36
Page 66
KJPP TRI, SANTI DAN REKAN

       Strategi KOBX untuk terus memperkuat lini produk unggulan non tambang
       membuahkan hasil. Tahun 2023 lalu, perusahaan ini menambah lini produk baru dari
       Develon berupa excavator kelas 5-20 ton yang biasa digunakan untuk segmen
       infrastruktur atau konstruksi. KOBEX berharap penjualan alat berat non-tambang/batu
       bara secara bertahap dapat terus bertumbuh dan mampu mengimbangi penjualan alat-
       alat tambang batu bara. KOBEX saat ini memiliki empat segmen usaha utama, yakni
       penjualan unit alat berat, penjualan suku cadang, jasa perbaikan dan kontraktor
       pertambangan, serta sewa (alat berat dan bangunan). PT Kobexindo Tractors Tbk
       melakukan diversifikasi produk dalam beberapa tahun terakhir. Selain alat berat merek
       Develon (sebelumnya Doosan), perusahaan tersebut mengageni produk-produk
       Shantui, yang menyasar pasar infrastruktur dan pertambangan. Adapun tipe-tipe
       produk yang dipasarkan terdiri dari bulldozer, wheel loader, mini excavator, dan motor
       grader. Shantui dikenal memiliki basis produksi bulldozer terbesar di dunia, dan volume
       produksi serta angka penjualan produknya termasuk yang tertinggi di dunia.



4.3    Strategi Pemasaran

       HEXA optimistis bisnis alat berat semakin meningkat tahun ini. HEXA merilis
       memperluas pangsa pasar dengan alat berat baru untuk memenuhi kebutuhan di sektor
       pertambangan, kehutanan, perkebunan dan konstruksi. Kondisi bisnis memang sangat
       fluktuatif dipengaruhi oleh perubahan minat masyarakat, fluktuasi harga komoditas
       serta stabilitas perekonomian. Namun, HEXA berencana mengantisipasinya dengan
       sejumlah strategi bisnis. Pertama, memperluas cakupan sektor produknya di sektor
       pertambangan, kehutanan, perkebunan dan konstruksi.                 Terbaru, HEXA
       memperkenalkan empat produk baru di antaranya Camino tandem road roller, Dynapac
       single drum roller, Foton heavy duty truck dan Morooka carrier dump. Tidak hanya itu,
       HEXA juga memperkenalkan attachment Waratah yang sudah sangat dikenal di seluruh
       dunia sebagai solusi mekanisasi di industri kehutanan. Komitmen HEXA di 2024 adalah
       tetap memberikan reliable solutions bagi para pelanggan di industri alat berat.
       Komitmen ini diwujudkan dengan beragam strategi bisnis, salah satunya
       memperkenalkan berbagai produk unggulan. Kedua, menjadi menjadi one stop reliable
       solutions melalui beragam produk unggulan serta layanan purna jual yang menyeluruh,
       antara lain melalui FMC (Full Maintenance Contract), SSA (Site Support Agreement),
       CCS (Customer Support Contract), VHS (Vendor Held Stock), CPM (ConSite Preventive
       Maintenance), HOS (Hydraulic Oil Supply) dan lainnya.



4.4    Kesimpulan Aspek Pasar

       Berdasarkan kajian dan evaluasi terhadap Kondisi Pasar, maka dapat disimpulkan
       bahwa penambahan kegiatan usaha dari aspek pasar yang akan dilakukan oleh HEXA
       adalah layak.




KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                           37
Page 67
KJPP TRI, SANTI DAN REKAN

5     ASPEK KELAYAKAN TEKNIS

5.1     Kapasitas

        Kapasitas yang digunakan untuk penambahan kegiatan usaha pada bidang reparasi
        Mobil yang akan dikembangkan secara bertahap, hal ini direpresentasikan dengan 19
        (sembilan belas) cabang, 16 (enam belas) kantor perwakilan dan 16 (enam belas)
        kantor proyek terhitung per 31 Maret 2024. Serta memiliki Remanufacturing Facility:
        Balikpapan, Welding Facility: Samarinda, dan Training Center: Balikpapan & Jakarta.


5.2     Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya

5.2.1    Bahan Baku Mentah

         Tidak terdapat bahan baku dan bahan pembantu terkait penambahan kegiatan usaha
         yang akan dijalankan HEXA.


5.2.2    Pekerja

         Tenaga Kerja yang mendukung penambahan kegiatan usaha adalah:
                               NAMA                                          POSISI
          Dwi Swasono                                     Sales Director
          Teru Karahashi                                  Product Support Director

         Serta didukung beberapa tenaga di bidang berikut:
          1. General Sales Support
          2. Product Support


5.2.3    Tenaga Ahli

         Tenaga kerja ahli yang mendukung penambahan kegiatan usaha adalah sebagai
         berikut:
         Service Technician
         Nama              :   Faisal Lutfi Hidayat
         Umur              :   31 Tahun
         Pendidikan        :   SMK Negeri 2 Kebumen
         Pengalaman        :   PT Hexindo Adiperkasa Tbk (2011 – Sekarang)
         Training          :    • Advanced Electrical (2011);
         Experience             • Advanced Power Train (2011);
                                • Technical Product ZX470-5G (2013);
                                • Technical Product Crawler Dozer JD750J (2013);
                                • Technical Product Backhoe Loader JD310K (2014);
                                • Technical Product Excavator ZX48U – 5A (2015); dan
                                • Technical Product Excavator ZX200-5G (2016).

KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                        38
Page 68
KJPP TRI, SANTI DAN REKAN

5.3    Proses Produksi

       Rencana penambahan kegiatan usaha HEXA mengacu kepada persyaratan yang
       ditetapkan oleh Sucofindo sebagai pelaksana Sertifikasi Bengkel berdasarkan regulasi
       Kementerian terkait, dimana Sucofindo menyatakan bahwa HEXA harus memiliki KBLI
       45201 sebagai salah satu persyaratan untuk mendapatkan Sertifikasi Bengkel (Pasal 5
       Kepmenperin 551/1999). Sejalan dengan rencana bisnis HEXA saat ini untuk menjual
       Foton truck untuk on-road usage (saat ini Penjualan hanya untuk penggunaan off-road
       oleh Customer), dimana rencana penjualan Foton Truck OTR ini diperlukan penyediaan
       layanan bengkel dengan tujuan untuk menjamin layanan purna jual, yang secara
       optimal perlu dijalankan oleh bengkel bersertifikat (Pasal 25 UU Perlindungan
       Konsumen, Pasal 6 ayat 1 Kepmenperin 551/1999, Pasal 9 ayat 1 Permenperin
       34/2019), sehingga terhadap penambahan KBLI 45201 mengenai reparasi mobil tidak
       terspat proses produksi.

       Proses produksi berupaya layanan reparasi dibagi atas 2 (dua) mekanisme yakni Proses
       Permintaan Perawatan/ Perbaikan Unit dan Proses Pekerjaan Perawatan/ Perbaikan
       Unit, yang digambarkan menurut diagram alur Proses Produksi di bawah ini.

       Gambar 13. Proses Produksi




       Sumber : Manajemen HEXA
KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                        39
Page 69
KJPP TRI, SANTI DAN REKAN

5.4    Kesimpulan Aspek Teknis

       Berdasarkan kajian dan evaluasi terhadap Kondisi Teknis dalam rencana penambahan
       kegiatan usaha, maka disimpulkan bahwa penambahan kegiatan usaha dari aspek
       teknis yang akan dilakukan oleh HEXA adalah layak.




KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                    40
Page 70
KJPP TRI, SANTI DAN REKAN

6     ASPEK KELAYAKAN POLA BISNIS

6.1    Keunggulan Kompetitif Karena Keunikan dari Pola Bisnis Penambahan
       Kegiatan Usaha

       HEXA merupakan perusahaan di bidang distributor alat berat yang bergerak sejak tahun
       1988. HEXA berkomitmen menjadi penyedia alat berat beserta peralatan pendukung
       lainnya yang terpercaya dan selalu berorientasi pada pelanggan di Indonesia. Dengan
       adanya rencana penambahan kegiatan usaha, akan menunjang kegiatan usaha HEXA
       yang sudah ada menjadi lebih efektif sehingga dapat meningkatkan daya saing.

       Keunggulan kompetitif HEXA dalam melaksanakan adanya rencana penambahan
       kegiatan usaha adalah sebagai berikut:
       1) Berpengalaman di bidang alat berat selama lebih dari 35 tahun;
       2) Memiliki mitra dengan principal alat berat terkemuka dalam lingkup internasional
            seperti Hitachi, Bell, dan lainnya;
       3) Memberikan layanan berkualitas yang kompeten dan tepat waktu;
       4) Melengkapi kegiatan usaha utama HEXA yaitu distributor dan rental alat berat;
       5) Masuk ke target pasar yang dalam menyediakan layanan penyediaan pengemudi
            khususnya di daerah Balikpapan dan sekitarnya dalam berbagai sektor yang
            berbeda misalnya sektor pertambangan, pertanian, dsb.;
       6) Menyediakan rental alat berat dengan operator yang berkualitas dan memahami
            daerah/wilayah site;
       7) Orientasi pelayanan terhadap kebutuhan pelanggan dengan menyediakan jasa
            yang maksimal;
       8) Memanfaatkan sistem komunikasi over-the-air (OTA), fitur ConSite Air
            memungkinkan pemantauan jarak jauh atas kondis alat berat seperti error code
            dan data sensor yang ditampilkan di layer.
       9) Konsumsi Bahan Bakar Rendah dan Hemat Biaya
       10) Memberikan harga yang kompetitif sehingga mampu bersaing dengan kompetitor
            lain.

       HEXA bergerak cepat untuk menyelaraskan keunggulan produk dan layanan dengan
       ekspektasi pelanggan yang dinamis.



6.2    Kemampuan Pesaing untuk Meniru Produk Penambahan Kegiatan Usaha

       Saat ini terdapat beberapa perusahaan sejenis yang memiliki produk dan layanan yang
       sama, namun terdapat beberapa hal yang akan dilakukan HEXA untuk memitigasi risiko
       sehingga pesaing sulit untuk meniru produk yang dihasilkan HEXA, diantaranya sebagai
       berikut:
       1. Mendistribusikan produk terbaik kepada masyarakat dan para pelanggan;
       2. Menjalin kemitraan yang baik dengan para principal alat berat;
       3. Memiliki harga jual produk yang kompetitif;
       4. Mampu memenuhi permintaan pelanggan dan mengantisipasi kebutuhan pasar;
       5. Memanfaatkan jalur pemasaran yang telah ada dan dilakukan oleh HEXA;
KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                        41
Page 71
KJPP TRI, SANTI DAN REKAN

       6.   Memanfaatkan relasi, klien dan/atau referensi dari bisnis sewa alat berat yang telah
            dimiliki HEXA;
       7.   Kekuatan dan ketahanan produk Hitachi dan Bell dikenal secara global;
       8.   Workshop dengan alat penunjang kegiatan chroming.



6.3    Kemampuan Menciptakan Nilai Penambahan Kegiatan Usaha

       Keunggulan HEXA sebagai perusahaan perdagangan dan/atau penyewaan alat berat
       serta pelayanan purna jual dimana saat ini HEXA bertindak selaku distributor alat-alat
       berat jenis tertentu. HEXA bergerak cepat untuk menyelaraskan keunggulan prodduk
       dan layanan dengan ekspektasi pelanggan yang dinamis, melalui beberapa lini layanan
       yang salah satunya saat ini tengah proses optimalisasi, yakni layanan after sales
       services berupa layanan reparasi mobil yang dikhususkan bagi unit dump truck foton.

       HEXA dapat menciptakan nilai dan keunggulan dari penambahan kegiatan usaha,
       karena dilakukan untuk menambah dan mengembangkan kegiatan usaha HEXA serta
       memaksimalkan potensi bisnis HEXA. Dengan dilaksanakannya penambahan kegiatan
       usaha, HEXA akan memiliki potensi nilai tambah dari sisi pendapatan dan laba serta
       peluang untuk keberlangsungan kegiatan usaha HEXA. Pengalaman yang dimiliki HEXA
       membuat penerapan sistem dan operasional kerja menjadi relatif mudah diterapkan
       untuk kegiatan usaha yang baru. Pendekatan yang menjadi kunci sukses HEXA adalah
       pengembangan bidang usaha yang ditawarkan akan sejalan dengan perkembangan
       terkini. Melihat perkembangan dunia pertambangan, konstruksi, pertanian yang
       semakin masif dan secara langsung menghadirkan peluang bagi HEXA melakukan
       expansi bidang usaha serta mengoptimalkan upaya dalam mempertahankan
       kelangsungan usaha HEXA.



6.4    Kesimpulan Aspek Pola Bisnis

       Berdasarkan kajian dan evaluasi terhadap Aspek Pola Bisnis dan telah melakukan
       beberapa strategi dan pendekatan dalam rencana penambahan kegiatan usaha untuk
       menciptakan nilai dan keunggulan kompetitif, maka disimpulkan bahwa penambahan
       kegiatan usaha dari aspek pola bisnis yang akan dilakukan oleh HEXA adalah layak.




KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                             42
Page 72
KJPP TRI, SANTI DAN REKAN

7     ASPEK KELAYAKAN MODEL MANAJEMEN

7.1    Ketersediaan Tenaga Kerja

       Penambahan kegiatan usaha merupakan bentuk respon HEXA terhadap pengembangan
       usaha alat berat di berbagai sektor, penyewaan alat berat dengan operator, dan
       penyewaan real estat yang dimiliki sendiri, HEXA akan menggunakan tenaga kerja dan
       tenaga ahli pendukung yang memiliki kemampuan berdasarkan pengalaman dan
       pelatihan-pelatihan yang telah diikuti. Dengan pengalaman dan pelatihan yang pernah
       diikuti serta kinerja selama bekerja di HEXA, tenaga kerja yang dimiliki diyakini
       merupakan figur yang tepat untuk menjalankan dan mengawasi pelaksanaan kegiatan
       pengembangan usaha yang akan dijalankan oleh HEXA.

       Tenaga Kerja yang mendukung penambahan kegiatan usaha adalah:
                           NAMA                                             POSISI
        Dwi Swasono                                     Sales Director
        Teru Karahashi                                  Product Support Director

       Serta didukung beberapa tenaga di bidang berikut:
       1. General Sales Support
       2. Product Support

       Saat ini HEXA telah memiliki sumber daya manusia yang cukup memadai. HEXA
       mengoptimalkan fasilitas-fasilitas kerja mulai dari ruang kerja, sistem informasi, mesin
       dan peralatan, manajemen dan sumber daya yang telah tersedia untuk mendukung
       rencana penambahan kegiatan usaha. Pengalaman HEXA di bidang distribusi dan
       penyewaan alat berat menjadi keunggulan bagi HEXA dalam menjalankan rencana
       penambahan kegiatan usaha secara profesional dan memadai.



7.2    Manajemen Kekayaan Intelektual (Intellectual Property)

       Manajemen Kekayaan Intelektual dalam penambahan kegiatan usaha HEXA
       dilaksanakan berdasarkan Perjanjian Dealer Kendaraan Complete Build dengan
       PT Foton Pemasaran dan Penjualan Indonesia tanggal 11 April 2023. (selanjutnya
       disebut sebagai ”Perjanjian”). Secara khusus Perjanjian ini turut mengatur manajemen
       Kekayaan Intelektual yang dibagi dalam aspek-aspek berupa:
        1) Komunikasi merek;
        2) Ketentuan lisensi dan perlindungan merek dagang;
        3) Pengidentifikasi dan niat baik; serta
        4) Perlindungan hak kekayaan intelektual lainnya.

       Unsur-unsur tersebut di atas memungkinkan kerja sama HEXA dalam penyediaan
       dan/atau distributor dump truck merek Foton dapat berlangsung secara optimal dan
       sejalan dengan kaidah-kaidah Peraturan Kekayaan Intelektual.


KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                            43
Page 73
KJPP TRI, SANTI DAN REKAN

7.3    Manajemen Risiko Penambahan Kegiatan Usaha

       Penambahan kegiatan usaha juga tidak terlepas dari beberapa risiko yang timbul dalam
       proses menjalankan usaha. Risiko yang muncul bisa dipengaruhi oleh faktor-faktor
       eksternal maupun internal. Oleh karena itu, perlu adanya upaya dalam pengelolaan
       risiko tersebut yaitu dengan analisa sistematis dan berkelanjutan mengenai peluang
       munculnya risiko, dampak dari risiko, serta cara menekan dan meminimalkan risiko
       usaha yang dihadapi.

       Evaluasi dilakukan melalui proses audit oleh Satuan Audit Internal dengan melakukan
       penetapan objek audit serta prioritas berdasarkan tingkat risiko dari yang paling tinggi
       ke yang paling rendah. Hasil dari evaluasi tersebut dilaporkan ke Direksi untuk
       kemudian disusun langkah perbaikan dan antisipasi serta sebagai bahan telaah Komite
       Audit. Dalam penambahaan kegiatan usaha telah mengidentifikasi dan mengklasifikasi
       risiko-risiko yang dihadapi dalam menjalankan usahanya. Risiko-risiko tersebut adalah
       sebagai berikut:
       •     Risiko tingkat suku bunga
             Risiko tingkat suku bunga adalah risiko di mana nilai wajar arus kas instrumen
             keuangan di masa depan akan berfluktuasi karena perubahan tingkat suku bunga
             pasar. HEXA terpengaruh risiko perubahan suku bunga pasar terutama terkait
             dengan pinjaman bank jangka pendek dan liabilitas sewa. HEXA berusaha untuk
             meminimalisir saldo pinjaman yang berbunga tinggi dan mengkombinasikan
             perolehan pinjaman antara bunga tetap dan bunga mengambang. HEXA juga
             mendapat fasilitas perbankan interest rate option atau interest rate swap jika
             sewaktu-waktu diperlukan.
       •     Risiko mata uang asing
             Risiko mata uang asing adalah risiko nilai wajar arus kas di masa depan yang akan
             berfluktuasi karena perubahan kurs pertukaran mata uang asing. Akun-akun dalam
             mata uang asing terutama terdapat dalam akun kas dan setara kas, piutang usaha,
             utang usaha dan beban masih harus dibayar. HEXA memperoleh devisa hasil
             ekspor yang merupakan lindung nilai yang efektif terhadap sebagian besar
             pengeluaran HEXA dalam mata uang asing. Jika diperlukan, HEXA akan membeli
             valuta asing secara tunai untuk melakukan pembayaran atas sisa biaya dalam mata
             uang asing yang tidak terlindung nilai.
       •     Risiko kredit
             Risiko kredit adalah risiko dimana HEXA akan mengalami suatu kerugian dari para
             pelanggan, atau pihak terkait lainnya yang mengalami kegagalan dalam memenuhi
             kewajibannya. Risiko kredit pelanggan dikelola oleh Direksi sesuai dengan
             kebijakan HEXA, prosedur dan pengendalian yang telah ditetapkan yang berkaitan
             dengan manajemen risiko kredit pelanggan. Posisi piutang pelanggan dipantau
             secara teratur untuk menghindari risiko piutang tak tertagih. Tergantung pada
             penilaian HEXA, piutang akan dihapuskan jika piutang tersebut dianggap tidak
             tertagih.
       •     Risiko likuiditas
             Risiko likuiditas merupakan suatu risiko pada saat posisi arus kas HEXA
             mengindikasikan bahwa pendapatan jangka pendek tidak cukup untuk menutupi
             beban-beban jangka pendek HEXA. Manajemen risiko likuiditas yang hati-hati

KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                            44
Page 74
KJPP TRI, SANTI DAN REKAN

            berarti mempertahankan kas dan setara kas yang memadai untuk mendukung
            kegiatan bisnis secara tepat waktu. HEXA selalu bertindak konservatif dalam
            perencanaan arus kasnya, menjaga keseimbangan antara kesinambungan
            penagihan piutang serta melalui fleksibilitas penggunaan pinjaman banknya. Posisi
            kas HEXA saat ini dalam posisi lancar.



7.4    Kapasitas dan Kemampuan Manajemen

       Berikut adalah profile manajeman terkait dengan penambahan kegiatan usaha yaitu:
        • Sales Director
            Nama                 : Dwi Swasono
            Umur                 : 53 tahun
            Pendidikan           : Institut Teknologi Sepuluh November, Mesin Kelautan
                                   Politeknik Perkapalan
            Pengalaman           : • PT Hexindo Adiperkasa Tbk, Mechanic (1993 – 1995);
                                   • PT Hexindo Adiperkasa Tbk, Opperations Staff at some
                                      Branches/ Project (1995 – 2001);
                                   • PT Hexindo Adiperkasa Tbk, Technical Support
                                      Department, HO (2001 – 2008);
                                   • PT Hexindo Adiperkasa Tbk, Jakarta Branch Head (2008
                                      –2010);
                                   • PT Hexindo Adiperkasa Tbk, General Sales Supporrtt
                                      Department Head, HO (2010 –2011);
                                   • PT Hexindo Adiperkasa Tbk, Parts Marketing Department
                                      Head, HO (2011 –2012);
                                   • PT Hexindo Adiperkasa Tbk, Servis Division head, HO
                                      (2012 –2014);
                                   • PT Hexindo Adiperkasa Tbk, Parts & Service Division
                                      Head (2014 –2019); dan
                                   • PT Hexindo Adiperkasa Tbk, Sales Director (2019 –
                                      sekarang).

        •   Product Support Director
            Nama                    : Teru Karahashi
            Umur                    : 52 tahun
            Pendidikan              : Osaka Prefectural Seijo Technical (1991)
            Pengalaman              : • Hitachi Construction Machinery Co., Ltd, Service
                                      Department (Kansai Regional Office) (1991 – 1998);
                                      • Hitachi Construction Machinery Co., Ltd, International
                                         Operation Division (1998 – 2000);
                                      • Hitachi Construction Machinery Co., Ltd, Asia, Oceanic &
                                         China Section Customer Support Division (2005);
                                      • Hitachi Construction Machinery Co., Ltd, Business
                                         Reform Promotion Division (2005 - 2008);
                                      • SHCM Limited Co, Ltd (Thailand), Director (2008 - 2014);


KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                             45
Page 75
KJPP TRI, SANTI DAN REKAN

                                                      • Hitachi Construction Machinery Co., Ltd, Asia, Oceania,
                                                        & China Sec., Technical Support Dept (2014 - 2019);
                                                      • Hitachi Construction Machinery Co., Ltd, Technical
                                                        Administration Sec., Technical Support Dept (2019 -
                                                        2020);
                                                      • Hitachi Construction Machinery Co., Ltd, Service Planning
                                                        Sec. Technical Support Dept (2020 - 2022); dan
                                                      • PT Hexindo Adiperkasa Tbk., product Support Director
                                                        (2022 - sekarang).


       Terdapat biaya yang mungkin timbul atas rencana Penambahan kegiatan usaha yang
       akan dilakukan oleh HEXA yaitu biaya pengurusan atas perijinan teknis pendaftaran dan
       sertifikasi


7.5    Kesesuaian Struktur Organisasi dan Manajemen

       Kemampuan untuk mengelola suatu perusahaan memerlukan manajemen dan SDM
       yang profesional agar kegiatan operasional HEXA berjalan efektif dan efisien. Berikut
       adalah struktur organisasi penambahaan kegiatan usaha.

       Gambar 14. Struktur Organisasi Penambahan Kegiatan Usaha
                                                                        ORGANIZATION STRUCTURE


       DIRECTOR                                                                             DIREDTOR
                                                                                          Dwi Swasono




                                                                                         DIVISION HEAD
       DIVISION HEAD                                                                      Eiji Kimura




                                                                                       DPTY DIVISION HEAD
       DEPUTY DIV HEAD                                                                    Dedih Ifandi




                          SALES STRATEGY DEPARTMENT                                PRODUCT STRATEGY DEPARTMENT                          NEW BUSINESS & VALUE CHAIN
                                    HEAD                                                      HEAD                                            DEPARTMENT HEAD

       DEPT HEAD                Kyohei Handa                                              Satoshi Kono                                         Daisuke Inoue




       DEPUTY DEPT HEAD

                           DEPUTY SALES STRATEGY                                    DEPUTY PRODUCT STRATEGY                             DEPUTY NEW BUSINESS & VALUE
                              DEPARTMENT HEAD                                           DEPARTMENT HEAD                                    CHAIN DEPARTMENT HEAD

                              Nandang Suryana                                           Nandang Suryana                                        Rakhmat Saleh



                                                        PRODUCT STRATEGY ADVISOR                                 NEW BUSINESS & VALUE
                                                                                                                     CHAIN ADVISOR
                                                               Mispariadi                                              Muhidin




       Sumber : Manajemen HEXA



7.6    Kesimpulan Aspek Model Manajemen

       Berdasarkan kajian dan evaluasi terhadap Aspek Model Manajemen. HEXA dalam
       rencana penambahan kegiatan usaha telah mempersiapkan sumber daya manusia,
       memiliki struktur organisasi dan telah melakukan mitigasi risiko serta memiliki kapasitas
       dan kemampuan manajemen, maka disimpulkan bahwa penambahan kegiatan usaha
       dari aspek model manajemen yang akan dilakukan oleh HEXA adalah layak.

KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                                                                                                      46
Page 76
KJPP TRI, SANTI DAN REKAN

8    ANALISIS SWOT

     Analisis SWOT (strength, weakness, opportunity and threat) terdiri atas faktor internal
     yang bisa dikontrol dan faktor eksternal atau lingkungan yang mungkin sulit dikontrol.
     Kedua sisi dianalisis supaya dapat disusun suatu strategi sehingga tercapai keberhasilan
     dan mempunyai daya saing. Dari faktor internal bisa diidentifikasi kekuatan dan
     kelemahan (strength and weakness) sedangkan dari faktor eksternal berupa peluang dan
     ancaman (opportunity and threat). Berikut adalah analisis SWOT dalam menjalankan
     kegiatan usaha baru:

      1) Strength
         a) HEXA memiliki jaringan dealer dan rekanan yang luas yang tidak hanya
             membantu memberikan layanan yang efisien kepada pelanggan, tetapi juga
             membantu dalam mengelola tantangan di dalam persaingan.
         b) Sumber daya manusia merupakan bagian integral dari keberhasilan HEXA.
         c) Produk-produk baru dengan cepat meningkatkan pangsa pasar HEXA.
         d) Sudah memiliki berbagai macam sertifikasi ISO, sehingga mempunyai jaminan
             kualitas produk.
         e) Pemegang tunggal dealer resmi untuk Hitachi Construction Machinery.
         f) HEXA memberikan pilihan bauran produk yang lengkap kepada para
             pelanggannya. Hal ini membantu perusahaan dalam melayani berbagai segmen
             pelanggan.
         g) HEXA memiliki posisi kepemimpinan pasar yang kuat, hal ini telah membantu
             untuk meningkatkan kesuksesan produk baru dengan cepat.

      2) Weakness
         a) Menurunnya pangsa pasar HEXA dimana pertumbuhan industri tumbuh lebih
            cepat dari HEXA. HEXA harus secara hati-hati menganalisa berbagai tren di
            sektor Barang Modal dan mencari apa yang perlu dilakukan untuk mendorong
            pertumbuhan di masa depan.
         b) Model bisnis HEXA dapat dengan mudah ditiru oleh para. Untuk mengatasi
            tantangan ini, HEXA perlu membangun model platform yang dapat
            mengintegrasikan pemasok, vendor, dan pengguna akhir.
         c) Tingginya perputaran karyawan di tingkat bawah juga menjadi perhatian bagi
            HEXA. Hal ini dapat menyebabkan gaji yang lebih tinggi untuk mempertahankan
            talenta di dalam perusahaan.
         d) Tingginya biaya untuk mengganti tenaga ahli yang ada di HEXA. Hanya sedikit
            karyawan yang bertanggung jawab atas basis pengetahuan HEXA dan
            mengganti tenaga ahli yang ada akan sulit.

      3) Opportunity
         a) Tren migrasi pelanggan ke produk yang lebih tinggi. Hal ini merupakan peluang
            besar bagi HEXA, karena memiliki pengakuan merek yang kuat di segmen
            premium, pelanggan memiliki pengalaman dengan layanan pelanggan yang
            sangat baik yang disediakan oleh merek HEXA di segmen yang lebih rendah.
         b) Meningkatkan basis pelanggan di segmen yang lebih rendah, karena pelanggan
            harus bermigrasi dari operator yang tidak terorganisir di industri Barang Modal

KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                          47
Page 77
KJPP TRI, SANTI DAN REKAN

                ke pemain berlisensi. Hal ini akan memberikan HEXA kesempatan untuk
                menembus pasar entry level dengan penawaran yang lebih menarik.
           c)   Meningkatnya peraturan pemerintah yang menyulitkan pemain yang tidak
                terorganisir untuk beroperasi di industri Mesin Konstruksi dan Pertanian.
                Industri mesin. Hal ini dapat memberikan kesempatan bagi HEXA untuk
                meningkatkan basis pelanggan.

      4) Threat
         a) Tantangan terbesar bagi HEXA dan pemain lain di industri ini adalah
             meningkatnya komoditisasi produk di industri Barang Modal.
         b) Kekurangan sumber daya manusia yang terampil, mengingat tingginya
             perputaran karyawan dan meningkatnya ketergantungan pada solusi inovatif
             yang dapat menghadapi tantangan sumber daya manusia yang terampil dalam
             waktu dekat.
         c) Banyaknya perusahaan sejenis yang memiliki segmentasi pasar sendiri.




KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                      48
Page 78
KJPP TRI, SANTI DAN REKAN

9     ASPEK KELAYAKAN KEUANGAN

9.1    Rencana Pelaksanaan Penambahan Kegiatan Usaha

       Estimasi pelaksanaan penambahan kegiatan usaha dilaksanakan pada tahun buku 2024
       (31 Maret 2025) sampai dengan tahun buku 2028 (31 Maret 2029).



9.2    Biaya Pendirian (Start Up Costs)
       Jumlah biaya pendirian yang dibutuhkan dalam rencana penambahan kegiatan usaha
       adalah sebesar USD16 ribu yang akan digunakan sebagai kegiatan sertifikasi workshop
       yang direncanakan akan dilaksanakan setelah terbitnya izin KBLI – reparasi mobil.

       Berdasarkan Laporan Keuangan per 31 Maret 2024 dengan angka pembanding per
       31 Maret 2023 yang telah diaudit oleh Benediktio Salim, CPA dengan Lisensi Akuntan
       Publik AP.1561 dari Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja (Ernest &
       Young) dengan No. Laporan 01846/2.1032/AU.1/05/1561-4/1/VI/2023 pada 28 Juni
       2024 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian. Nilai Ekuitas HEXA sebesar
       USD179,185 ribu dan Nilai Biaya Pendirian Keseluruhan sebesar USD16 ribu atau
       sebesar 0.01% dari Ekuitas HEXA, sehingga Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
       bukan merupakan Transaksi Material dimana Nilai transaksi kurang dari 20.0% ekuitas
       HEXA.



9.3    Modal Kerja

       Terdapat modal kerja terkait penambahan kegiatan usaha yang direncanakan oleh
       HEXA, dengan rincian sebagai berikut:

       Tabel 7. Modal Kerja Penambahan Kegiatan Usaha
                                                                                     Dalam Ribuan USD
                URAIAN               Mar-25         Mar-26        Mar-27         Mar-28      Mar-29

        Piutang Usaha                   140,895       150,391        160,526      171,343     182,890

        Persediaan                      257,485       275,051        293,804      313,830     335,220

        Utang Usaha                   (105,555)      (112,764)     (120,480)     (128,740)   (137,583)

        Total                         292,824        312,678       333,850       356,433     380,527




9.4    Sumber Pembiayaan Investasi Penambahan Kegiatan Usaha

       Dalam rangka penambahan kegiatan usaha sumber pembiayaan investasi diperoleh dari
       rollover atas kas

       HEXA Saat ini, HEXA bertindak selaku distributor alat-alat berat jenis tertentu dan suku
       cadang dari merek “Hitachi” dan “Bell”. Induk perusahaan HEXA dan HCMAP adalah
       Hitachi Construction Machinery Co. Ltd yang didirikan di Jepang.

KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                                      49
Page 79
KJPP TRI, SANTI DAN REKAN

9.5     Biaya Operasional

        Biaya operasional atas meliputi beban pokok dan beban usaha. Asumsi dan proyeksi
        beban pokok dan Beban usaha atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha selama
        periode proyeksi adalah sebagai berikut:

        Tabel 8. Biaya Operasional Penambahan Kegiatan Usaha

                                                                                             Dalam Ribuan USD

                         URAIAN                       Mar-25       Mar-26        Mar-27     Mar-28          Mar-29

         Beban Pokok (Penambahan KBLI)                 625,605       668,248      713,664    762,053         813,629



                         URAIAN                       Mar-25       Mar-26        Mar-27     Mar-28          Mar-29

         Beban Usaha (Penambahan KBLI)
          Beban Penjualan                                30,297       31,089       31,901     32,734          33,588
          Administrasi dan Umum                          23,040       23,201       23,363     23,527          23,691
          Depresiasi dan amortisasi                       3,011        3,011        3,141      3,271           3,401
         Total Beban Usaha (Penambahan KBLI)            56,348       57,301       58,406     59,532          60,680




9.6     Biaya Bahan Baku Mentah

        Tidak terdapat biaya bahan baku mentah atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
        yang akan dilakukan oleh HEXA.



9.7     Proyeksi Laporan Keuangan

9.7.1    Asumsi-Asumsi

         Pertimbangan-pertimbangan yang ditetapkan dalam setiap asumsi ditentukan dengan
         memperhatikan setiap tahap perkembangan dari tahun ke tahun dari rencana
         penambahan kegiatan usaha HEXA. Berikut adalah asumsi yang digunakan:

         1. Sebelum Penambahan KBLI
             a) Rata-Rata pertumbuhan pendapatan sebesar 17.1% di tahun pertama periode
                proyeksi selanjutnya tumbuh sebesar 6.7% selama periode proyeksi.
             b) Rata-rata Beban Pokok berdasarkan kinerja historikal sebesar 80.7% dari
                pendapatan selama periode proyeksi.
             c) Rata-rata Beban penjualan sebesar 3.8% terhadap pendapatan yang
                didasarkan pada kinerja historikal.
             d) Beban Administrasi dan Umum tumbuh sebesar 0.7% per tahun.


KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                                       50
Page 80
KJPP TRI, SANTI DAN REKAN

             e) Asumsi pajak badan yang digunakan selama periode proyeksi berdasarkan
                 Taksiran pajak penghasilan pph badan untuk perusahaan diperhitungkan
                 sesuai ketentuan yang berlaku yaitu berdasarkan Undang-undang No. 7
                 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan. Tarif PPh Badan
                 ditetapkan pada tarif 22% mulai tahun 2022.
             f) Asumsi perputaran modal kerja didasarkan pada kinerja historis sebagai
                 berikut:
                  1) Perputaran piutang usaha sebesar 69 hari.
                  2) Perputaran persediaan sebesar 156 hari.
                  3) Perputaran utang usaha sebesar 67 hari.
         2. Setelah Penambahan KBLI
             a) Rata-Rata pertumbuhan eksisting pendapatan sebesar 17.1% di tahun
                 pertama periode proyeksi selanjutnya tumbuh sebesar 6.7% selama periode
                 proyeksi, sedangkan Penambahan KBLI menyebabkan adanya pertumbuhan
                 pada Jumlah Unit dan Rata-rata harga yang direncanakan akan dijual sebagai
                 berikut:
                                                                                           Dalam Ribuan USD
                           URAIAN            Mar-25         Mar-26        Mar-27       Mar-28     Mar-29

                   Jumlah Unit                      750           800            850        900         950

                   Rata-rata Harga Jual              73            74             76         77          79

                   Total                        54,628        59,436         64,413     69,567      74,900


             b) Rata-rata Beban Pokok eksisting berdasarkan kinerja historikal sebesar 80.7%
                dari pendapatan selama periode proyeksi, sedangkan Rata-rata Beban Pokok
                Penambahan KBLI sebesar 86.07% dari pendapatan Penambahan KBLI
                selama periode proyeksi.
             c) Rata-rata Beban penjualan sebesar 3.8% terhadap pendapatan yang
                didasarkan pada kinerja historical, sedangkan Rata-rata Beban penjualan
                Penambahan KBLI sebesar 1.0% terhadap pendapatan Penambahan KBLI.
             d) Beban Administrasi dan Umum tumbuh sebesar 0.7% per tahun.
             e) Asumsi pajak badan yang digunakan selama periode proyeksi berdasarkan
                Taksiran pajak penghasilan pph badan untuk perusahaan diperhitungkan
                sesuai ketentuan yang berlaku yaitu berdasarkan Undang-undang No. 7
                Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan. Tarif PPh Badan
                ditetapkan pada tarif 22% mulai tahun 2022.
             f) Asumsi perputaran modal kerja eksisting didasarkan pada kinerja historis
                sebagai berikut:
                 1) Perputaran piutang usaha sebesar 69 hari.
                 2) Perputaran persediaan sebesar 156 hari.
                 3) Perputaran utang usaha sebesar 67 hari.
             g) Asumsi perputaran modal kerja Penambahan KBLI adalah sebagai berikut:
                 1) Perputaran piutang usaha sebesar 39 hari.
                 2) Perputaran persediaan sebesar 79 hari.
                 3) Perputaran utang usaha sebesar 0 hari.



KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                                  51
Page 81
KJPP TRI, SANTI DAN REKAN

9.7.2    Tingkat Diskonto

         Tingkat Diskonto adalah suatu tingkat imbal balik untuk mengkonversikan nilai di
         masa depan ke nilai sekarang yang mencerminkan nilai waktu dari uang dan
         ketidakpastian atas terealisasinya pendapatan ekonomi. Faktor diskonto yang
         digunakan adalah Weighted Average Cost of Capital yang dihitung dengan rumus
         sebagai berikut:



                             WACC = [ ke x We ] + [ kd (1-t) x Wd ]
         Dimana :
         ke       = biaya modal untuk ekuitas
         kd       = biaya modal untuk hutang
         We       = bobot ekuitas dalam struktur kapital
         Wd       = bobot hutang dalam struktur kapital
         t        = tarif pajak



9.7.2.1 Cost of Equity

           Tingkat diskonto untuk ekuitas diperoleh dengan mengaplikasikan model Capital
           Assets Pricing Model (CAPM). Model ini menyatakan bahwa biaya ekuitas adalah
           biaya bunga bebas risiko ditambah premium untuk menutup risiko sistematis dari
           sekuritas saham, dengan formula sebagai berikut :

                                 Ke = Rf + (Rm-Rf) B + Rs - CDS

           Ke          = Tingkat Biaya Ekuitas
           Rf          = Tingkat Suku Bunga Bebas Risiko
           Rm-Rf       = Market Risk Premium
           Beta (B)    = Ukuran Risiko Sistematis
           Rs          = Specific Risk
           CDS         = Country Default Spread

           Tingkat Suku Bunga Bebas Risiko (Rf) adalah tingkat suku bunga untuk
           instrumen-instrumen yang dianggap tidak memiliki kemungkinan gagal bayar. Untuk
           studi kelayakan penambahan kegiatan usaha ini, instrumen bebas risiko yang
           digunakan adalah tingkat yield suku bunga obligasi pemerintah Indonesia yang
           berdenominasi USD jatuh per tanggal 31 Maret 2024 dengan tenor 30 Tahun yaitu
           sebesar      5.34%      yang      bersumber        dari    bersumber       dari
           https://www.bondsupermart.com/bsm/bond-factsheet/US455780DS23.

           Market Risk Premium, adalah merupakan selisih dari Expected Return Market dengan
           Risk Free Rate. Hal ini menandakan bahwa risk premium merupakan kelebihan yang
           akan diterima investor apabila berinvestasi pada aset berisiko dengan risiko sebesar


KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                            52
Page 82
KJPP TRI, SANTI DAN REKAN

           β. Untuk penilaian ini dimana Equity Risk Premium pada Januari 2024 yang diperoleh
           dari Damodaran sebesar 7.38%.

           Beta, yaitu risiko sistematis/sensitivitas tingkat pendapatan dari sebuah Perseroan
           terhadap pergerakan tingkat pendapatan pasar secara keseluruhan. Premi risiko
           masih harus dikalikan dengan debt to equity dari industri yang bersangkutan. Untuk
           memperoleh faktor beta yang sesuai dan akan digunakan dalam perhitungan nilai
           investasi, digunakan beta pembanding di industri terkait yang diambil dari
           Damodaran untuk Emerging Markets dalam industri Auto & Truck per 5 Januari 2024
           sebesar 1.00.

           Unlevered beta dihitung dengan formula sebagai berikut:

                                                            βL
                                            βu =
                                                    1 + (1-T) x DER

           dimana:
           T      = Tarif Pajak Penghasilan Badan
           DER    = Debt to equity ratio
           βL     = Beta levered. yaitu ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang diukur
                    secara obyektif dari responsivitas pengembalian perusahaan terhadap
                    pergerakan pengembalian portofolio pasar apabila dibandingkan dengan
                    portofolio pasar dengan pengaruh hutang.
           βu     = Beta unlevered. yaitu ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang
                    diukur secara obyektif dari responsivitas pengembalian perusahaan
                    terhadap pergerakan pengembalian portofolio pasar apabila
                    dibandingkan dengan portofolio pasar tanpa pengaruh hutang.

           Unlevered beta rata-rata perusahaan pembanding yang diperoleh dari perhitungan
           ini adalah sebesar 1.00 kemudian di-relever dengan tingkat leverage yang berlaku
           dipasar yaitu sebesar 0.94 dengan formula sebagai berikut:

            βL = βu x (1 + (1-T) x DER)

           βL = 1.00 x (1 + (1-22%) x 39.52%)
              = 1.30

           Specific Company Risk Premium. Sebagian dari risiko yang dihadapi oleh Indonesia
           telah tercermin dalam perhitungan equity risk premium namun belum mencerminkan
           risiko yang berkaitan dengan karakteristik spesifik yang dimiliki oleh objek penilaian.
           Melihat kondisi saat ini dan rencana usaha yang diproyeksikan oleh HEXA, maka TSR
           berpendapat tidak perlu ditambahkan adanya premi risiko.

           CDS (Country Default Spread), adalah tingkat (rating) gagal bayar obligasi yang
           dikeluarkan pemerintah yang dalam penilaian ini diaplikasikan 2.07%




KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                               53
Page 83
KJPP TRI, SANTI DAN REKAN

           Berdasarkan uraian di atas, maka biaya modal ekuitas adalah sebagai berikut:

           Tabel 9. Biaya Ekuitas
                              KETERANGAN                                         PERSENTASE

            Tingkat Bunga Bebas Risiko                                               5.34%
            Risk Premium                                                             7.38%
            Relevered Beta                                                             1.30
            Rs                                                                       0.00%
            CDS                                                                      2.07%
            Cost of Equity                                                          12.90%



9.7.2.2 Cost of Debt

           Sesuai dengan tujuan studi kelayakan, maka tingkat diskonto yang digunakan adalah
           tingkat diskonto yang merupakan rata-rata tertimbang biaya modal, baik yang
           berasal dari kreditor (pinjaman) maupun yang berasal dari (investor) penyertaan.
           Penentuan posisi tingkat leverage yang optimal adalah mencari titik dimana
           tambahan penghematan pajak yang berasal dari tambahan hutang akan sama
           dengan tambahan biaya bunga sebagai akibat dari risiko gagal bayar yang
           diantisipasi dari keberadaan keseluruhan hutang.

           Dalam studi kelayakan ini, untuk biaya bunga untuk hutang digunakan tingkat bunga
           pinjaman rata-rata dalam mata uang asing yang berlaku yang bersumber dari
           pinjaman kredit investasi (Perseroan) Bank Indonesia Maret 2024. Berdasarkan
           biaya bunga tersebut maka diperoleh biaya modal dengan perhitungan sebagai
           berikut:

           Kd         = i x ((1-T))
           Kd         = 6.73% x (1-22.00%) = 5.25%



9.7.2.3 WACC

           Komposisi pendanaan dihitung berdasarkan DER market sebesar 0.40. Berikut
           adalah perhitungan WACC per 31 Maret 2024:

           Tabel 10. WACC
                  Jenis Modal             Biaya Modal               Bobot               Tertimbang

            Utang                                   5.25%                28.33%                1.49%

            Ekuitas                                12.90%                71.67%                9.25%

                                           WACC                                               10.73%




KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                                     54
Page 84
KJPP TRI, SANTI DAN REKAN

9.7.3    Proyeksi Laba (Rugi)

         Proyeksi Laba (Rugi) selama Maret 2025-Maret 2029 adalah sebagai berikut:

         Tabel 11. Proyeksi Laba (Rugi) – Sebelum Penambahan KBLI
                                                                                                  Dalam Ribuan USD

                        URAIAN                     Mar-25        Mar-26          Mar-27       Mar-28            Mar-29

        PENDAPATAN                                   716,831      764,508         815,475      869,966           928,229
        BEBAN POKOK                                (576,705)     (616,088)       (658,244)    (703,373)         (751,689)
        LABA (RUGI) KOTOR                          140,126       148,420         157,231      166,592           176,540
        TOTAL BEBAN USAHA                          (55,802)      (56,707)        (57,761)     (58,836)          (59,931)
        LABA (RUGI) USAHA                            84,324        91,713         99,470      107,756           116,609
        PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN
           Pendapatan (Beban) Lainnya                       0             0               0            0                 0
          Bunga Bank                                 (7,098)       (6,331)         (4,896)      (3,209)           (1,521)
        TOTAL PENGHASILAN (BEBAN)
                                                    (7,098)       (6,331)         (4,896)      (3,209)           (1,521)
        LAIN-LAIN
        LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK                    77,227        85,382         94,573      104,548           115,087
        Pajak                                       (16,990)      (18,784)        (20,806)     (23,000)          (25,319)
        LABA (RUGI) BERSIH                           60,237        66,598         73,767       81,547            89,768


         Tabel 12. Proyeksi Laba (Rugi) – Setelah Penambahan KBLI
                                                                                                  Dalam Ribuan USD

                        URAIAN                     Mar-25        Mar-26          Mar-27       Mar-28            Mar-29

        PENDAPATAN                                   771,460      823,944         879,889      939,532          1,003,128
        BEBAN POKOK                                (625,605)     (668,248)       (713,664)    (762,053)         (813,629)
        LABA (RUGI) KOTOR                          145,855       155,696         166,225      177,479           189,500
        TOTAL BEBAN USAHA                          (56,348)      (57,301)        (58,406)     (59,532)          (60,680)
        LABA (RUGI) USAHA                            89,507        98,395        107,819      117,947           128,819
        PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN
           Pendapatan (Beban) Lainnya                       0             0               0            0                 0
           Bunga Bank                                (7,098)       (6,331)         (4,896)      (3,209)           (1,521)
        TOTAL PENGHASILAN (BEBAN)
                                                    (7,098)       (6,331)         (4,896)      (3,209)           (1,521)
        LAIN-LAIN
        LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK                    82,409        92,064        102,923      114,738           127,298
        Pajak                                       (18,130)      (20,254)        (22,643)     (25,242)          (28,006)
        LABA (RUGI) BERSIH                           64,279        71,810         80,280       89,496            99,293




KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                                           55
Page 85
KJPP TRI, SANTI DAN REKAN

9.7.4    Proyeksi Posisi Keuangan

         Proyeksi Posisi Keuangan selama Maret 2025-Maret 2029 adalah sebagai berikut:

         Tabel 13. Proyeksi Posisi Keuangan – Sebelum Penambahan KBLI
                                                                                                 Dalam Ribuan USD

                          URAIAN                   Mar-25        Mar-26          Mar-27       Mar-28        Mar-29

          ASET
          ASET LANCAR
            Kas dan bank                              28,789       54,595          82,658      117,238          161,140
            Piutang usaha                            135,070      144,053         153,657      163,924          174,902
            Piutang Non usaha                          3,041         3,041          3,041        3,041            3,041
            Piutang Derivatif                            503          503            503          503              503
            Persediaan                               246,861      263,719         281,765      301,082          321,764
            Uang muka                                  3,420         3,420          3,420        3,420            3,420
            Beban dibayar di muka                        381          381            381          381              381
          TOTAL ASET LANCAR                         418,065      469,713         525,424      589,589       665,150
          ASET TIDAK LANCAR
            Aset tetap                                46,948       47,849          48,621       49,263           49,775
            Aset tak berwujud                            102          102            102          102              102
            Other Aset Tidak Lancar                   13,362       13,362          13,362       13,362           13,362
          TOTAL ASET TIDAK LANCAR                    60,412       61,313          62,085       62,727           63,239
          TOTAL ASET                                478,476      531,026         587,509      652,316       728,390
          LIABILITAS DAN EKUITAS
          LIABILITAS LANCAR
            Utang Usaha                              105,555      112,764         120,480      128,740          137,583
            Utang non usaha                            2,596         2,596          2,596        2,596            2,596
            Uang muka                                  3,506         3,506          3,506        3,506            3,506
            Beban Akrual                               8,416         8,416          8,416        8,416            8,416
            Utang Pajak                                3,598         3,598          3,598        3,598            3,598
            Pinjaman bank jangka pendek               92,538       72,538          47,538       22,538               0
            Derivatif                                       0             0               0            0             0
            Imbalan kerja jangka pendek                6,501         6,501          6,501        6,501            6,501
            Bagian utang sewa yg JT dlm 1
                                                       1,354         1,354          1,354        1,354            1,354
          tahun
          TOTAL LIABILITAS LANCAR                   224,064      211,272         193,988      177,248       163,554
          LIABILITAS TIDAK LANCAR
            Utang sewa > 1 Tahun                       1,257              0               0            0             0
            Utang Pemegang Saham                            0             0               0            0             0
            Imbalan kerja                             13,734       13,734          13,734       13,734           13,734
          TOTAL LIABILITAS TIDAK LANCAR              14,991       13,734          13,734       13,734           13,734
          TOTAL LIABILITAS                          239,055      225,006         207,722      190,982       177,288
          EKUITAS
            Modal Saham                               23,233       23,233          23,233       23,233           23,233
            Tambahan Modal                             7,999         7,999          7,999        7,999            7,999
            Saldo Laba                               208,672      275,271         349,038      430,585          520,353
            Penghasilan Komprehensif lainnya           (483)         (483)          (483)        (483)            (483)
          TOTAL EKUITAS                             239,422      306,020         379,787      461,334       551,102
          TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS              478,476      531,026         587,509      652,316       728,390

KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                                           56
Page 86
KJPP TRI, SANTI DAN REKAN

         Tabel 14. Proyeksi Posisi Keuangan – Setelah Penambahan KBLI
                                                                                                Dalam Ribuan USD

                           URAIAN                   Mar-25        Mar-26         Mar-27       Mar-28            Mar-29

          ASET
          ASET LANCAR
            Kas dan bank                               16,368        46,167        79,504      120,777           172,928
            Piutang usaha                             140,895       150,391       160,526      171,343           182,890
            Piutang Non usaha                           3,041         3,041         3,041        3,041             3,041
            Piutang Derivatif                             503           503          503          503               503
            Persediaan                                257,485       275,051       293,804      313,830           335,220
            Uang muka                                   3,420         3,420         3,420        3,420             3,420
            Beban dibayar di muka                         381           381          381          381               381
          TOTAL ASET LANCAR                          422,092      478,953        541,179      613,294           698,382
          ASET TIDAK LANCAR
            Aset tetap                                 46,962        47,862        48,632       49,273            49,783
            Aset tak berwujud                             102           102          102          102               102
            Other Aset Tidak Lancar                    13,362        13,362        13,362       13,362            13,362
          TOTAL ASET TIDAK LANCAR                     60,426        61,326        62,096       62,737            63,247
          TOTAL ASET                                 482,518      540,279        603,275      676,031           761,629
          LIABILITAS DAN EKUITAS
          LIABILITAS LANCAR
            Utang Usaha                               105,555       112,764       120,480      128,740           137,583
            Utang non usaha                             2,596         2,596         2,596        2,596             2,596
            Uang muka                                   3,506         3,506         3,506        3,506             3,506
            Beban Akrual                                8,416         8,416         8,416        8,416             8,416
            Utang Pajak                                 3,598         3,598         3,598        3,598             3,598
            Pinjaman bank jangka pendek                92,538        72,538        47,538       22,538                   0
            Derivatif                                        0             0              0            0                 0
            Imbalan kerja jangka pendek                 6,501         6,501         6,501        6,501             6,501
            Bagian utang sewa yg JT dlm 1 tahun         1,354         1,354         1,354        1,354             1,354
          TOTAL LIABILITAS LANCAR                    224,064      211,272        193,988      177,248           163,554
          LIABILITAS TIDAK LANCAR
            Utang bank > 1 Tahun                        1,257              0              0            0                 0
            Utang Pemegang Saham                             0             0              0            0                 0
            Imbalan kerja                              13,734        13,734        13,734       13,734            13,734
          TOTAL LIABILITAS TIDAK LANCAR               14,991        13,734        13,734       13,734            13,734
          TOTAL LIABILITAS                           239,055      225,006        207,722      190,982           177,288
          EKUITAS
            Modal Saham                                23,233        23,233        23,233       23,233            23,233
            Tambahan Modal                              7,999         7,999         7,999        7,999             7,999
            Saldo Laba                                212,714       284,524       364,804      454,300           553,592
            Penghasilan Komprehensif lainnya             (483)        (483)         (483)        (483)             (483)
          TOTAL EKUITAS                              243,464      315,273        395,553      485,049           584,341
          TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS               482,518      540,279        603,275      676,031           761,629




KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                                           57
Page 87
KJPP TRI, SANTI DAN REKAN

9.7.5    Proyeksi Cash Flow

         Proyeksi Cash Flow selama Maret 2025-Maret 2029 adalah sebagai berikut:

         Tabel 15. Proyeksi Cash Flow – Sebelum Penambahan KBLI
                                                                                               Dalam Ribuan USD

                             URAIAN                   Mar-25        Mar-26       Mar-27     Mar-28          Mar-29

          Arus Kas Aktivitas Operasi                    21,380         53,978      59,977    66,494           73,353
          Arus Kas Dari Aktivitas Investasi                    0       (6,914)    (6,914)    (6,914)          (6,914)
          Arus Kas Dari Aktivitas Pendanaan            (10,000)      (21,257)    (25,000)   (25,000)         (22,538)
          Kenaikan (Penurunan) Kas Berjalan            11,380         25,806      28,063     34,580          43,902
          Saldo kas (awal)                              17,409         28,789      54,595    82,658          117,238
          Saldo kas (akhir)                            28,789         54,595      82,658    117,238         161,140




         Tabel 16. Proyeksi Cash Flow – Setelah Penambahan KBLI
                                                                                               Dalam Ribuan USD

                             URAIAN                   Mar-25        Mar-26       Mar-27     Mar-28          Mar-29

          Arus Kas Aktivitas Operasi                     8,975         57,970      65,252    73,187           81,602
          Arus Kas Dari Aktivitas Investasi                (16)        (6,914)    (6,914)    (6,914)          (6,914)
          Arus Kas Dari Aktivitas Pendanaan            (10,000)      (21,257)    (25,000)   (25,000)         (22,538)
          Kenaikan (Penurunan) Kas Berjalan            (1,041)        29,799      33,338     41,273          52,151
          Saldo kas (awal)                              17,409         16,368      46,167    79,504          120,777
          Saldo kas (akhir)                            16,368         46,167      79,504    120,777         172,928




9.8     Analisis Titik Impas (Break Even Analysis)

        Titik impas atau breakeven point (“BEP”) adalah sebuah titik dimana biaya atau
        pengeluaran dan pendapatan adalah seimbang, sehingga tidak terdapat keuntungan
        atau kerugian. BEP dapat diformulasikan sebagai berikut:


                      BEP = Biaya Tetap : (1- (Biaya Variabel : Pendapatan))


        Biaya variabel adalah komponen biaya dalam operasional perusahaan yang berfluktuasi
        sejalan dengan volume penjualan atau aktivitas bisnis. Biaya variabel dalam Rencana
        Penambahan Kegiatan Usaha adalah Beban Pokok. Biaya tetap adalah elemen biaya
        yang tetap dan tidak berubah tergantung pada volume penjualan atau tingkat aktivitas
        bisnis. Biaya tetap dalam Rencana Penambahan Kegiatan Usaha adalah Beban Usaha.
        Pendapatan adalah penghasilan yang timbul dalam pelaksanaan aktivitas bisnis.

        Berikut adalah analisis titik impas atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha yang akan
        dilakukan oleh HEXA selama periode proyeksi:

KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                                       58
Page 88
KJPP TRI, SANTI DAN REKAN

       Tabel 17. Analisis Titik Impas – Inkremental
                                                                                                         Dalam Ribuan USD

                  URAIAN                              Mar-25          Mar-26          Mar-27         Mar-28           Mar-29

        Variabel Cost                                    48,900          52,160          55,420          58,680          61,940
        Fixed Cost                                           546             594             644             696             749
        Revenue                                          54,628          59,436          64,413          69,567          74,900
        BREAK EVEN POINT             Rata-rata
        Dalam Ribuan USD                  4,691          5,210           4,855           4,613           4,445           4,329
        Dalam % Pendapatan               7.41%          9.54%           8.17%           7.16%           6.39%           5.78%


       BEP selama periode proyeksi akan dicapai rata-rata pada tingkat pendapatan sebesar
       USD4,691 ribu atau 7.41% dari rata-rata pendapatan.



9.9    Analisis Profitabilitas (Overall Profitability)

       Untuk menganalisis keseluruhan profitabilitas dapat menggunakan Profitability Index
       (PI), dimana PI merupakan salah satu kriteria untuk menentukan sebuah proyek
       investasi dapat diterima atau ditolak. Nilai PI menggambarkan keuntungan yang akan
       diterima saat ini dari investasi yang dilakukan saat ini dengan harapan akan
       memberikan nilai manfaat di masa yang akan datang yang biasanya tercermin dari nilai
       aliran kas masuk. PI dapat diformulasikan sebagai berikut:


               Profitability Index = PV Of Future Cash Flows : Initial Investment


       Berikut adalah Profitability Index atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha yang akan
       dilakukan oleh HEXA selama periode proyeksi:

       Tabel 18. Analisis Probabilitas - Inkremental
                                                                                                     Dalam Ribuan USD

                  URAIAN                       Mar-25          Mar-26          Mar-27          Mar-28          Mar-29

        Arus Kas Masuk                              4,044           5,213           6,514           7,950           9,526
        Arus Kas Keluar                           (16,465)         (1,221)         (1,239)         (1,258)         (1,277)
        Tingkat Diskonto                             0,90            0,82            0,74            0,67            0,60
        Nilai Kini Arus Kas Masuk                  3,652           4,251           4,797           5,288            5,721
        Nilai Kini Arus Kas Keluar               (14,869)          (996)           (913)           (836)            (767)

        Profitability Index
                                      1.29


       Sebuah proyek akan diterima apabila nilai PI bernilai lebih besar dari 1. Sedangkan
       apabila nilai PI nya adalah satu atau di bawah 1, maka proyek tersebut sebaiknya
       ditolak. Berdasarkan perhitungan PI adalah sebesar 1.29 (lebih dari 1), sehingga



KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                                               59
Page 89
KJPP TRI, SANTI DAN REKAN

       investasi yang dikeluarkan untuk rencana Penambahan Kegiatan Usaha HEXA adalah
       layak.



9.10 Tingkat Imbal Balik Investasi (Overall Return On Investment).

       Return on Investment (ROI) digunakan untuk mengukur kemampuan modal yang
       diinvestasikan dalam keseluruhan aset untuk menghasilkan keuntungan bersih. Jika ROI
       lebih besar dari 0, maka investasi tersebut dapat disimpulkan layak untuk dilaksanakan
       dan sebaliknya. Berikut adalah perhitungan ROI atas rencana Penambahan Kegiatan
       Usaha HEXA:

       Tabel 19. Analisis Tingkat Imbal Balik Investasi - Inkremental
                                                                                              Dalam Ribuan USD
               URAIAN                             Mar-25       Mar-26       Mar-27        Mar-28     Mar-29

        Laba Tahun Berjalan                           4,042        5,211          6,512      7,949        9,525
        Total Aset                                    4,042        9,253         15,766     23,715     33,239
        ROI                                        100.00%       56.32%      41.31%        33.52%      28.65%
        Rata-Rata ROI                 51.96%


       Berdasarkan perhitungan di atas ROI adalah sebesar 51.96% (lebih dari 0), sehingga
       rencana Penambahan Kegiatan Usaha HEXA adalah layak.



9.11 Pengaruh Penambahan Kegiatan Usaha Pada Kondisi Keuangan HEXA

       Analisa kelayakan investasi dapat dilakukan berdasarkan perhitungan kelayakan
       investasi penambahan kegiatan usaha HEXA (Inkremental). Kelayakan investasi HEXA
       dihitung dengan menggunakan tiga indikator yaitu Net Present Value (NPV), Internal
       Rate of Return (IRR) dan Profitability Index (PI). Berdasarkan analisis kelayakan yang
       telah dilakukan terhadap penambahan kegiatan usaha HEXA, diperoleh hasil
       perhitungan sebagai berikut:

           • Net Present Value (NPV)                     : USD5,334 ribu
           • Internal Rate of Return (IRR)               : 28.76%
           • Profitability Index (PI)                    : 1.29

       Pengaruh penambahan kegiatan usaha pada kondisi Keuangan HEXA diharapkan
       dapat meningkatkan ROI rata-rata selama periode proyeksi sebesar 51.96%, dimana
       hal ini diharapkan dapat memberikan nilai tambah kepada para pemegang saham
       HEXA.




KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                                     60
Page 90
KJPP TRI, SANTI DAN REKAN

       Tabel 20. Analisis Kelayakan
                                                                                                                          Dalam Ribuan USD
                                           Mar-24        Mar-25               Mar-26             Mar-27              Mar-28            Mar-29
                     URAIAN
                                              0             1                    2                     3                  4                5
           EAT                                                 4,042                 5,211              6,512              7,949            9,525
           Depresiasi                                                2                  2                    2                     2             2
           Interest (1-t)                                            0                  0                    0                     0             0
           Capital Expenditures                                    (16)                 0                    0                     0             0
           Perubahan Modal Kerja                          (16,449)               (1,221)               (1,239)            (1,258)          (1,277)
           Salvage Value                                             0                  0                    0                     0             8
        TOTAL                                            (12,421)                3,992                 5,275              6,693            8,257
           Discount Factor                  10.73%                 0,90               0,82                 0,74               0,67             0,60
           Present Value                                 (11,217)                3,256                 3,885              4,451            4,959
        Net Present Value                     5,334                  Positive                                  Feasible
        Internal Rate of Return            28.76%           > of Loan Interest                                 Feasible
        Profitability Index                    1.29                                                            Feasible


        ROI                                51.96%
        Payback Period                   2.79 Tahun
                                         2 Tahun dan 10 Bulan


       Analisis nilai tambah atau inkremental dilakukan dengan mengurangkan proyeksi
       adanya Rencana Transaksi dengan proyeksi tanpa adanya Rencana Transaksi. Berikut
       adalah nilai tambah untuk laba (rugi), posisi keuangan dan cash flow:

       Tabel 21. Proyeksi Laba (Rugi) – Inkremental
                                                                                                             Dalam Ribuan USD

                            URAIAN                    Mar-25          Mar-26            Mar-27              Mar-28            Mar-29

        PENDAPATAN                                      54,628             59,436            64,413           69,567            74,900
        BEBAN POKOK                                   (48,900)            (52,160)       (55,420)            (58,680)          (61,940)
        LABA (RUGI) KOTOR                               5,728               7,276            8,993           10,887            12,960
        TOTAL BEBAN USAHA                               (546)               (594)            (644)                (696)            (749)
        LABA (RUGI) USAHA                               5,182               6,681            8,349           10,191            12,211
        PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN
           Pendapatan (Beban) Lainnya                          0                0                 0                   0                0
          Bunga Bank                                           0                0                 0                   0                0
        TOTAL PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-
                                                            0                   0                 0                  0                 0
        LAIN
        LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK                       5,182               6,681            8,349           10,191            12,211
        Pajak                                          (1,140)             (1,470)           (1,837)          (2,242)           (2,686)
        LABA (RUGI) BERSIH                              4,042               5,211            6,512                7,949            9,525




KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                                                              61
Page 91
KJPP TRI, SANTI DAN REKAN

       Tabel 22. Proyeksi Posisi Keuangan – Inkremental Penambahan KBLI
                                                                                            Dalam Ribuan USD

                        URAIAN                 Mar-25        Mar-26        Mar-27         Mar-28       Mar-29

        ASET
        ASET LANCAR
           Kas dan bank                         (12,421)        (8,429)      (3,154)         3,539       11,788
           Piutang usaha                           5,825         6,338            6,869      7,418          7,987
           Piutang Non usaha                            0             0              0             0            0
           Piutang Derivatif                            0             0              0             0            0
           Persediaan                             10,623        11,331           12,040     12,748       13,456
           Uang muka                                    0             0              0             0            0
           Beban dibayar di muka                        0             0              0             0            0
        TOTAL ASET LANCAR                         4,028         9,241        15,755        23,705       33,231
        ASET TIDAK LANCAR
           Aset tetap                                 14            13              11         10               8
           Aset tak berwujud                            0             0              0             0            0
           Other Aset Tidak Lancar                      0             0              0             0            0
        TOTAL ASET TIDAK LANCAR                       14            13              11         10               8
        TOTAL ASET                                4,042         9,253        15,766        23,715       33,239
        LIABILITAS DAN EKUITAS
        LIABILITAS LANCAR
           Utang Usaha                                  0             0              0             0            0
           Utang non usaha                              0             0              0             0            0
           Uang muka                                    0             0              0             0            0
           Beban Akrual                                 0             0              0             0            0
           Utang Pajak                                  0             0              0             0            0
           Pinjaman bank jangka pendek                  0             0              0             0            0
           Derivatif
          Imbalan kerja jangka pendek
          Bagian utang sewa yg JT dlm 1
        tahun
        TOTAL LIABILITAS LANCAR                         0             0              0             0            0
        LIABILITAS TIDAK LANCAR
           Utang bank > 1 Tahun                         0             0              0             0            0
           Utang Pemegang Saham                         0             0              0             0            0
          Imbalan kerja                                 0             0              0             0            0
        TOTAL LIABILITAS TIDAK
                                                        0             0              0             0            0
        LANCAR
        TOTAL LIABILITAS                                0             0              0             0            0
        EKUITAS
           Modal Saham                                  0             0              0             0            0
           Tambahan Modal                               0             0              0             0            0
           Saldo Laba                              4,042         9,253           15,766     23,715       33,239
           Penghasilan Komprehensif lainnya             0             0              0             0            0
        TOTAL EKUITAS                             4,042         9,253        15,766        23,715       33,239
        TOTAL LIABILITAS DAN
                                                  4,042         9,253        15,766        23,715       33,239
        EKUITAS




KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                                       62
Page 92
KJPP TRI, SANTI DAN REKAN

       Tabel 23. Proyeksi Cash Flow – Inkremental
                                                                                                        Dalam Ribuan USD

                                      URAIAN                Mar-25       Mar-26            Mar-27       Mar-28        Mar-29

        Arus kas aktivitas operasi                           (12,405)          3,992          5,275        6,693           8,249
        Arus kas dari aktivitas investasi                         (16)             0                0            0                0
        Arus kas dari aktivitas pendanaan                            0             0                0            0                0
        Kenaikan (penurunan) kas berjalan                   (12,421)          3,992          5,275        6,693            8,249
        Saldo kas (awal)                                             0       (12,421)       (8,429)      (3,154)           3,539
        Saldo kas (akhir)                                   (12,421)         (8,429)       (3,154)        3,539           11,788


         Pengaruh penambahan kegiatan usaha pada kondisi Keuangan HEXA diharapkan
         dapat meningkatkan pendapatan rata-rata selama periode proyeksi sebesar 7.89%,
         dimana hal ini diharapkan dapat memberikan nilai tambah kepada para pemegang
         saham HEXA.



9.12 Sensitivitas

       Untuk menguji kepekaan proyek terhadap berbagai faktor yang mempengaruhinya,
       maka dilakukan analisis sensitivitas terhadap penurunan penjualan, peningkatan beban
       pokok dan peningkatan beban usaha. Adapun sensitivitas penambahan kegiatan usaha
       adalah sebagai berikut :

       Gambar 15. Analisa Sensitivitas Penambahan Kegiatan Usaha

                                                                 SENSITIVITAS
                                                6.000

                                                5.000
                    In Thousand USD




                                                4.000

                                                3.000

                                                2.000

                                                1.000

                                                    0

                                               (1.000)
                                                         Normal      0,50%         1,00%       1,50%       2,00%           2,50%
                 Pendapatan Turun                        5.334       4.151         2.969        1.787       604            (578)
                 Beban Pokok Dan Beban Usaha
                                                         5.334       4.303         3.273        2.242      1.212            181
                             Naik
           NET PRESENT VALUE


       Hasil analisis sensitivitas menunjukkan bahwa rencana penambahan kegiatan usaha
       sangat sensitif terhadap terhadap penurunan pendapatan dan kenaikan beban pokok
       dan beban usaha.


KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                                                     63
Page 93
KJPP TRI, SANTI DAN REKAN

9.13 Kesimpulan Aspek Keuangan

       Berdasarkan kajian dan analisis keuangan dengan syarat semua asumsi-asumsi yang
       telah diproyeksikan dapat terpenuhi diperoleh hasil NPV > 0 dan IRR > tingkat diskonto.
       Maka, disimpulkan bahwa penambahan kegiatan usaha dari aspek keuangan yang akan
       dilakukan oleh HEXA adalah layak.




KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                           64
Page 94
KJPP TRI, SANTI DAN REKAN

10 KESIMPULAN

     Berdasarkan kajian, evaluasi dan analisis terhadap analisis kelayakan penambahan
     kegiatan usaha yang akan dilakukan berdasarkan analisis atas Kelayakan Pasar,
     Kelayakan Teknis, Kelayakan Pola Bisnis, Kelayakan Model Manajemen, dan Kelayakan
     Keuangan diperoleh hasil perhitungan sebagai berikut: dengan syarat seluruh aspek
     tersebut terpenuhi. Maka disimpulkan bahwa penambahan kegiatan usaha yang akan
     dilakukan oleh HEXA adalah layak.




KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                   65

File

File Open PDF
Source IDX
Size1.11 MB
Published16 Aug 2024
Pages94
Characters264,970
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 75 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Hexindo Adiperkasa Tbk p.1 ×335
linked person Dwi Swasono p.10 ×8
linked person Toto Wahyudiyanto p.39
linked person Harry Danui p.39
linked person Djonggi TP. Gultom p.39
linked person Yasumasa Zaizen p.39
linked person Nobuyasu Hagiwara p.39
linked person Toshitaka Uchida p.39
linked person Katsunari Mugishima p.39
linked person Hiroki Majima p.39
linked — Hitachi Construction p.39 ×11
linked org ITOCHU Corporation p.39
linked org United Tractors Tbk p.62 ×2
linked org Pamapersada Nusantara p.62
linked org Tuah Turangga Agung p.62
linked org PT Agincourt Resources p.62 ×3
linked org Acset Indonusa Tbk p.63 ×2
linked org PT Karya Supra Perkasa p.63
linked org PT Energia Prima Nusantara p.64
linked org Arkora Hydro Tbk p.64 ×2
linked org PT Supreme Energy Sriwijaya p.64
linked org Kobexindo Tractors Tbk p.65 ×5
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.3 ×6
possible org Negara Republik Indonesia p.38 ×2
unresolved org KJPP TRI p.1 ×184
unresolved org Santi dan Rekan p.3 ×96
unresolved org Menteri Keuangan p.3 ×2
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Tri p.3 ×2
unresolved org KJPP p.3
unresolved org KJPP TSR p.4 ×19
unresolved person Ruspriono p.4 ×3
unresolved — Ijin Penilai Publik p.4 ×2
unresolved — MAPPI p.4 ×2
unresolved — RMK p.4 ×2
unresolved — STTD p.4 ×2
unresolved — Kualifikasi p.4 ×2
unresolved org Kementerian Keuangan dan Pasar Modal p.4 ×2
unresolved org Kementerian Keuangan dan Pasar Modal. TSR p.4
unresolved org Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia p.5 ×2
unresolved person Peter Surja p.6 ×2
unresolved org Kantor Akuntan Publik Purwantono p.6 ×14
unresolved person Ratnawati Setiadi p.6 ×2
unresolved person Benediktio Salim p.6 ×10
unresolved person HEXA · Corporate Secretary p.7 ×2
unresolved org Pusat Statistik dan Bank Indonesia. p.7 ×2
unresolved org Bank Indonesia p.7 ×30
unresolved org Pusat Statistik p.7 ×2
unresolved person Teru Karahashi Serta p.10 ×7
unresolved org Rekan Ruspriono S.E. p.19
unresolved person Ruspriono S.E., MM., MAPPI (Cert). · Rekan Penilai Bisnis p.19
unresolved org KJPP TSR. Tim Penilai Ruspriono p.22
unresolved org Kementerian Keuangan dan Pasar Modal. KJPP TSR p.31
unresolved org Menteri Keuangan RI p.34
unresolved person Menteri Keuangan. Ruspriono SE. p.34
unresolved org Kementerian Keuangan p.34
unresolved person Akta Notaris Mohamad Ali p.38 ×2
unresolved org Kementerian Kehakiman Republik Indonesia p.38
unresolved person Akta Notaris Christina Dwi Utami p.38 ×2
unresolved org Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.38 ×2
unresolved org Jepang ITOCHU Corporation p.39
unresolved org Pacific Pte. Ltd. p.39
unresolved org Menteri Kehakiman Republik Indonesia p.39
unresolved person Akta Notaris Jose Dima p.39
unresolved org Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik KJPP Tri p.39
unresolved org Direktorat Jenderal Pajak p.40
unresolved org Bank Indonesia KJPP Tri p.50
unresolved org Nickel Industries Limited p.63
unresolved — Training p.67
unresolved org PT Foton Pemasaran p.72
unresolved org Hitachi Construction Machinery Co., Ltd p.74 ×7
unresolved org SHCM Limited p.74
unresolved org Hitachi Construction Machinery Co. Ltd p.78
unresolved org DER p.82

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.182 6425 ms 12 Sep 2026 22:59
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'MATERIAL',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': '',
 'object_truncated': False,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': '20'}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result