Skip to content
Back to announcement

20260602_URBN_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_32096260_lamp2.pdf

Other Text extracted URBN

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 4

Page 1
1.   a.   Perseroan saat ini tetap menjalankan kegiatan usaha utama sebagai pengembang kawasan berbasis
          Transit Oriented Development (TOD), dengan fokus pada pengembangan proyek-proyek properB
          yang terintegrasi dengan infrastruktur transportasi public, termasuk pengembangan 5 (lima) proyek
          utama, yaitu Gateway Park, Urban Signature, Urban Sky, Urban Suites, dan Jakarta River City.
     b.   Pada tahun 2026, Perseroan akan melanjutkan penguatan bisnis eksisBng melalui pengembangan
          proyek-proyek utama secara terukur dan haB-haB, peningkatan akBvitas pemasaran, serta
          opBmalisasi plaNorm digital.
     c.   Prospek usaha Perseroan dipengaruhi oleh kondisi makroekonomi dan industri, antara lain
          pertumbuhan ekonomi, inflasi, suku bunga, daya beli masyarakat, serta kebijakan pemerintah di
          sektor properB. Perseroan juga memperhaBkan adanya dukungan dari program pemerintah di sektor
          perumahan dan insenBf perpajakan, dengan tetap menerapkan strategi usaha yang adapBf dan
          prudent.
     d.   Persaingan usaha di sektor properB, khususnya hunian dan kawasan terintegrasi di Jabodetabek,
          tetap kompeBBf. Namun, Perseroan memiliki posiBoning sebagai pengembang TOD yang
          mengintegrasikan hunian, komersial, dan akses transportasi publik. Sampai dengan saat ini,
          Perseroan Bdak melihat adanya pergeseran pangsa pasar yang signifikan yang berdampak material
          terhadap kegiatan usaha Perseroan.
     e.   Perseroan memandang kelangsungan usaha masih dapat dipertahankan dengan didukung oleh
          portofolio proyek, nilai aset, dan potensi jangka panjang pengembangan kawasan TOD. Perseroan
          akan terus menjalankan prinsip kehaB-haBan, efisiensi operasional, pengelolaan risiko, serta
          penerapan tata kelola perusahaan yang baik.

2.   a.   Perseroan memandang pada prinsip dan substansinya dalam hal ini telah memenuhi free float
          minimum 15% sebelum berakhirnya waktu masa transisi. Atas prinsip dan substansi yang telah
          dipenuhi oleh Perseroan, Perseroan memiliki strategi Bndaklanjut untuk mengikuB dan merujuk
          pada Surat Keputusan Direksi PT Bursa Efek Indonesia No. Kep-00045/BEI/03-2026 tanggal 31 Maret
          2026 (“Peraturan BEI No. 45/2026”) dan Surat Edaran PT Bursa Efek Indonesia No. SE-0004/BEI/03-
          2026 tangga 31 Maret 2026 (“Surat Edaran BEI No. 4/2026”) terutama terkait dengan Pasal V.
          Persyaratan Bagi Perusahaan Tercatatat Untuk Tetap Tercatat Di Bursa.
     b.   Sebagaimana Perseroan sampaikan di poin 2.a. diatas.
     c.   Pemegang Saham Pengendali dan Perseroan dalam hal ini tetap berkomitmen untuk mengikuB,
          berkomunikasi dan berkoordinasi secara intensif terhadap ketentuan dan peraturan free float PT
          Bursa Efek Indonesia.

3.        Sampai dengan penyampaian penjelasan ini, Bdak terdapat perkara hukum material yang dihadapi
          oleh Perseroan, enBtas anak, maupun anggota Direksi dan Dewan Komisaris.

4.        Sampai dengan penyampaian penjelasan ini, Perseroan belum memiliki rencana Bndakan korporasi
          yang bersifat material dalam periode 12 bulan ke depan.

5.        Sampai dengan penyampaian penjelasan ini, Bdak terdapat informasi, fakta, atau kejadian penBng
          lainnya yang bersifat material dan dapat mempengaruhi harga efek Perseroan maupun kelangsungan
          hidup Perseroan yang belum diungkapkan kepada publik.

6.   a.   Latar belakang penurunan pendapatan per 31 Desember 2025 dibandingkan per 30 September 2025 : Adanya
          koreksi pencatatan pendapatan pada apartemen Gateway Park. Pada September 2025 senilai Rp6,3M,
          Desember 2025 senilai 4,2M. Hal ini dikarenakan ada Pembatalan / buyback pada unit apartment yang sudah
          dicatat pada posisi pendapatan di 30 September 2025.
     b.               Pendapatan                     30-Sep-25                31-Dec-25
           Apartemen Gateaway Park                      6,311,616,271            4,260,342,397
           Sewa                                           221,306,307              221,306,307
           Lain-lain                                    3,839,058,193            2,866,303,467
           Total                                       10,371,980,771            7,347,952,171
     c.   Penurunan pendapatan segmen Apartemen Gateaway Park pada periode 31 Desember 2025 dibandingkan per
          30 September 2025 dikarenakan ada Pembatalan / buyback pada unit apartment yang sudah dicatat pada
          posisi pendapatan di 30 September 2025.
Page 2
     d.   Latar belakang pendapatan segmen sewa Bdak ada kenaikan :
          Tidak terdapat pendapatan yang dapat diakui periode 30 September – 31 Desember 2025 (Q4 2025)
     e.   Latar belakang penurunan pendapatan segmen lain-lain : adanya koreksi / penghapusan pada pendapatan
          management fee atas addendum tebaru perjanjian terkait.
     f.   Latar belakang peningkatan signifikan beban operasi menjadi Rp158,5 miliar per 31 Desember 2025 dari
          sebelumnya Rp1,8 miliar per 30 September 2025 :
          Adanya Penurunan persediaan KSO sebesar Rp118,5M dan beban lain-lain sebesar Rp39,5M.
     g.   Latar belakang kenaikan signifikan rugi usaha menjadi Rp174,3 miliar per 31 Desember 2025 dari sebelumnya
          Rp7,5 miliar per 30 September 2025 :
          Adanya kenaikan pada beban operasi sebesar Rp158M, merujuk pada 6f.
     h.   Latar belakang penurunan signifikan pendapatan keuangan menjadi Rp102 juta per 31 Desember 2025 dari
          sebelumnya Rp9,99 miliar per 30 September 2025 : Adanya adendum perjanjian selama tahun 2025.
     i.   Latar belakang Perseroan membukukan rugi bersih yang besar pada periode 31 Desember 2025 yaitu sebesar
          Rp174,3 miliar dibandingkan sebelumnya pada periode 30 September 2025 Perseroan membukukan laba
          bersih sebsar Rp110,97 juta :
          Adanya kenaikan pada beban operasi sebesar Rp158M karena penurunan persediaan KSO. (merujuk pada 6f)
     j.   Tidak ada
     k.   Tidak ada
     l.   Iya

7.   a.   Latar belakang Perseroan belum mengakui cadangan kerugian Rp492.664.250.000 :
          Manajemen berkeyakinan bahwa Bdak ada penurunan nilai piutang lain-lain sebesar Rp493M
          dikarenakan untuk piutang lain-lain ini Perseroan berhak menerima ganB rugi atas tanah seluas 60
          Ha sebesar Rp 570.105.000.000.
          (Sesuai dengan CALK 28 Lain-lain poin (g) Laporan Keuangan Desember 2025).
     b.   Latar belakang Perseroan Bdak mengakui cadangan kerugian penurunan nilai sesuai dengan SAK
          yang berlaku : merujuk 7a.

8.   a.   Latar belakang peningkatan piutang lain-lain per 30 September 2025 dibandingkan 31 Desember
          2024 : Adanya penambahan piutang bunga kepada PT Wijaya Karya Realty dan PT Rejeki Bersama
          Teman.
     b.   Latar belakang terdapat piutang lain-lain yang sudah jatuh tempo melebihi 90 hari sebesar
          Rp654,6 miliar : Belum adanya pembayaran dari pihak keBga dan pihak berelasi untuk pembayaran
          atas piutang tersebut.
     c.   Latar belakang Perseroan Bdak membentuk Cadangan Kerugian Penurunan Piutang sesuai
          dengan PSAK :
          Manajemen telah membentuk Cadangan Kerugian Penurunan Piutang sebesar Rp8,5M. Manajemen
          berkeyakinan bahwa penyisihan atas penurunan nilai piutang lain-lain tersebut cukup untuk
          menutupi kerugian dari Bdak tertagihnya piutang lain-lain.
     d.     Nama Pihak                      Nature
            PT Wijaya Karya Realty          Piutang Cessie & Bunga pinjaman
            PT Rejeki Bersama Teman         Piutang atas Bunga pinjaman
            PT Sintesis Kreasi Bersama      Piutang Lain-lain pihak keBga
            PT Buana Surya Bumi             Piutang Lain-lain pihak keBga
     e.   Status dan proses penagihan atas utang jatuh tempo melebihi 90 hari tersebut saat ini :
          Perseroan masih melakukan negosiasi dan mediasi dengan melakukan Bndakan-Bndakan korporasi
          dalam prinsip kehaB-haBan dan Good Corporate Governance.
     f.   Perseroan tetap mengikuB proses secara intensif dengan PT Wijaya Karya Realty terkait dengan
          proses serBfikasi SHGB dalam rangka penyelesaian kompensasi piutang Cessie. Dalam hal ini
          Perseroan memahami bahwa status serBfikasi dalam pengajuan kepada Badan Pertanahan Nasional
          (“BPN”).
     g.   PT Wijaya Karya Realty
     h.   Perseroan memahami bahwa jangka waktu finalisasi serBfikasi SHGB dapat terselesaikan dengan
          sempurna paling lambat 31 Desember 2026.

9.   a.   Grup Perseroan masih memperBmbangkan untuk biaya-biaya yang dibutuhkan untuk pengurusan
Page 3
         balik nama. Grup Perseroan memiliki PPJB antar pembeli dan penjual dengan luas total lahan
         pengembangan.
    b.   Perseroan masih dalam pembicaraan terkait dengan mitra untuk pengembangan lebih lanjut atas
         tanah tersebut.
    c.   Belum ada target waktu terkini dimulainya pengembangan untuk tanah tersebut

10. a.   Latar belakang terdapat utang usaha yang sudah jatuh tempo melebihi 90 hari :
         Utang usaha tersebut merupakan hutang kepada kontraktor Pembangunan proyek Urban Sky,
         Gateway Park, dan Urban Signature. Belum ada pembayaran atas utang tersebut karena masih
         menunggu pembayaran dari Pembeli/Customer proyek tersebut.
    b.   Nama pihak/supplier yang memiliki piutang jatuh tempo melebihi 90 hari tersebut:
         PT Adhi Persada Gedung dan PT Adhi Karya
    c.   Secara operasional Bdak berdampak pada Perseroan. Dalam hal ini Perseroan tetap melakukan
         komunikasi dengan pihak-pihak yang terkait sebagai miBgasi risiko
    d.   Perseroan Bdak pernah menerima somasi atas utang yang sudah jatuh tempo tersebut.
    e.   Atas hasil operasional Perseroan dan Grup Perseroan.

11. a.   Latar belakang terdapat utang lain-lain yang sudah jatuh tempo melebihi 90 hari :
         Belum adanya pembayaran untuk utang tersebut karena masih menunggu adanya penerimaan
         piutang dari pihak lain.
    b.   Nama pihak yang memiliki utang jatuh tempo melebihi 90 hari tersebut :
         PT Ciptaruang Persada Property
    c.   Secara operasional Bdak berdampak pada Perseroan. Dalam hal ini Perseroan tetap melakukan
         komunikasi dengan pihak-pihak yang terkait sebagai miBgasi risiko.
    d.   Perseroan Bdak pernah menerima somasi atas utang yang sudah jatuh tempo tersebut.
    e.   Atas hasil operasional Perseroan dan Grup Perseroan.

12. a.   Latar belakang penurunan signifikan atas pendapatan Perseroan per 30 September 2025
         dibandingkan 30 September 2024 :
         Pada 30 September 2025 proyek Urban Signature Bdak mengakui pendapatan pada segmen
         apartemen sesuai dengan PSAK 115. Pendapatan hanya di dapat dari proyek Gateway Park.
    b.   Strategi Perseroan adalah untuk mengopBmalisasi profitabilitas dengan meminimalisir fixed cost
         atas produk tersebut dengan tetap memperBmbangkan perkembangan ekonomi secara nasional
         dan internasional.
    c.   Nature account atas pendapatan segmen lain-lain:
         Pendapatan atas management fees dan usaha komersial anak perusahaan PT Urban Jakarta
         Komersial.

13. a.   Latar belakang dan detail transaksi piutang usaha sebesar Rp6,5 miliar kepada CPP : merupakan
         piutang atas management fees.
    b.   Latar belakang dan detail transaksi piutang lain-lain sebesar Rp50,6 miliar kepada CPP : merupakan
         piutang atas bunga pinjaman, sewa kantor dan lain-lain.
    c.   Latar belakang dan detail transaksi pinjaman pihak berelasi sebesar Rp182,5 miliar kepada CPP :
         merupakan pinjaman untuk operasional usaha CPP.
    d.   Iya sudah berdasarkan arm's length basis.


14. a.   Pada 30 September 2025 proyek Urban Signature Bdak mengakui pendapatan pada segmen
         apartemen sesuai PSAK 115. Pendapatan hanya di dapat dari proyek Gateway Park.
         Penurunan Pendapatan pada LK periode 30 September 2025 karena sisa unit pada proyek Gateway
         Park yang dapat diakui sebagai Pendapatan menurun dibandingkan LK periode 30 September 2024.
    b.   Penjelasan 14a
    c.   Strategi Perseroan adalah untuk mengopBmalisasi profitabilitas dengan meminimalisir fixed cost
         atas produk tersebut dengan tetap memperBmbangkan perkembangan ekonomi secara nasional
         dan internasional.
Page 4
 15.
                Rincian               Nominal                                Nature
       Pendapatan bunga                99.602.952 Pendapatan dari bunga bank / jasa giro
       Pendapatan bunga pinjaman    9.894.910.071 Pendapatan dari bunga pinjaman pihak berelasi & keBga


 16.        Latar belakang Perseroan membukukan arus kas operasi secara negaBf per 30 September 2025:
            Sesuai dengan Laporan Arus Kas, kas yang digunakan untuk akBvitas operasi lebih Bnggi
            dibandingkan penerimaan kas dari pelanggan.


NOTE:
Respon URBN Surat IDX No.: S-06348/BEI.PP2/05-2026 dated 25 Mei 2026
Perihal: Permintaan Penjelasan

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.12 MB
Published2 Jun 2026
Pages4
Characters13,091
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 10 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org PT Wijaya Karya Realty p.2 ×7
possible org PT Bursa Efek Indonesia p.1 ×3
possible org PT Adhi Karya p.3
unresolved org PT Rejeki Bersama Teman. p.2 ×2
unresolved org PT Sintesis Kreasi Bersama p.2
unresolved org PT Buana Surya Bumi p.2
unresolved org Pertanahan Nasional p.2
unresolved org PT Adhi Persada p.3
unresolved org PT Ciptaruang Persada Property p.3
unresolved org PT Urban Jakarta Komersial. p.3

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result