Skip to content
Back to announcement

Laporan Keuangan Juni 2024.pdf

Financial statement Text extracted TIRA

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 58

Page 1
  DAN ENTITAS ANAK

LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
  UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR
    PADA TANGGAL 30 JUNI 2024
         (TIDAK DIAUDIT)
Page 2
                                  DAFTAR ISI


                                               Halaman

Surat Pernyataan Direksi

Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian             1

Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian      3

Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian           4

Laporan Arus Kas Konsolidasian                    5
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian       6
Page 3

          
Page 4

          
Page 5
PT TIRA AUSTENITE Tbk dan ANAK PERUSAHAAN
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 JUNI 2024 DAN 2023

                                                   1,000,000          1,000,000
                                            30 Juni 2024       31 Desember 2023

ASET

ASET LANCAR
Kas setara kas                               13,383,562,034       6,356,615,407
Piutang usaha kepada pihak ketiga -
  setelah dikurangi penyisihan
  piutang ragu-ragu                          47,619,471,117      35,709,335,224
Piutang usaha - Pihak berelasi                          -                   -
Piutang lain-lain                            10,793,937,777      10,737,668,820
Persediaan                                  102,504,197,625      90,134,351,670
Barang dalam pelaksanaan                                -                   -
Pajak dibayar dimuka                            787,181,967         193,438,668
Uang muka dan biaya dibayar dimuka           14,452,430,752      13,315,195,684

Jumlah Aset Lancar                          189,540,781,272     156,446,605,473

ASET TIDAK LANCAR
Investasi pada entitas ventura bersama                  -           979,465,924
Piutang kepada pihak hubungan istimewa                  -                   -
Aset pajak tangguhan                            294,572,069         167,216,293
Aset tetap - Net                            168,242,134,651     173,833,074,230
Aset hak guna                                 9,979,680,108
Taksiran tagihan pajak penghasilan            3,763,445,410       3,231,339,233
Goodwill                                                -
Dana pensiun                                            -
Uang jaminan /deposit dan lain2               5,794,429,352      11,265,403,710

Jumlah Aset Tidak Lancar                    188,074,261,590     189,476,499,390

JUMLAH ASET                                 377,615,042,862     345,923,104,863
                                            377,615,042,862




                                                                             1
Page 6
PT TIRA AUSTENITE Tbk dan ANAK PERUSAHAAN
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 JUNI 2024 DAN 2023
0

                                                     30 Juni 2024        31 Desember 2023

KEWAJIBAN DAN EKUITAS

KEWAJIBAN LANCAR
Hutang bank jangka pendek                              94,891,725,965      78,437,261,708
Hutang usaha
  Hutang usaha pihak ketiga                            36,326,674,050      27,283,228,716
  Hutang usaha pihak berelasi                                                 651,786,203
Hutang lain-lain                                       22,300,545,058       7,196,834,685
Hutang afiliasi                                           138,027,240       2,173,752,862
Beban akrual jangka pendek                                        -         1,951,857,089
Hutang pajak                                            6,967,063,464       8,808,446,778
Bagian hutang jangka panjang yang jatuh tempo
  dalam waktu satu tahun                                                              -
  Sewa PSAK 73                                                   -                    -
  Pinjaman lainnya                                               -          1,265,431,301
  Sewa pembiayaan                                        149,521,065           48,391,793

Jumlah Kewajiban Lancar                              160,773,556,842      127,816,991,135

KEWAJIBAN TIDAK LANCAR
Kewajiban pajak tangguhan                              23,332,568,322      21,807,757,722
Kewajiban imbalan pasca-kerja                          23,117,735,633      23,802,622,543
Hutang jangka panjang - setelah dikurangi bagian
  yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun
  Pinjaman lainnya                                                          4,650,046,905
  Sewa PSAK 73                                                      -                 -
  Sewa pembiayaan                                                   -                 -

Jumlah Kewajiban Tidak Lancar                          46,450,303,955      50,260,427,170

Jumlah Kewajiban                                     207,223,860,797      178,077,418,305

EKUITAS
Modal saham - nilai nominal Rp 100 per saham
  Modal dasar - 224.000.000 saham
  Modal ditempatkan dan disetor penuh -
    588.800.000 saham                               58,800,000,000.00      58,800,000,000
Tambahan modal disetor                               9,521,891,461.00       9,521,891,461
Laba rugi Aktuaria                                 (12,432,091,155.99)    (12,566,452,362)
Surplus revaluasi aset                             105,770,675,316.00     105,770,675,316
Selisih Transaksi Entitas Sepengendali                (736,184,826.00)       (715,904,826)
Saldo Laba (Defisit)
  Saldo Laba yang telah ditentukan penggunaannya       480,372,551.00         480,372,551
  Saldo Laba yang telah ditentukan penggunaannya     8,986,518,719.00       6,555,073,006
Kepentingan non-pengendali                                        -                31,412

Jumlah Ekuitas                                       170,391,182,065      167,845,686,558

JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS                         377,615,042,862      345,923,104,863




                                                                                       2
Page 7
PT TIRA AUSTENITE Tbk dan ANAK PERUSAHAAN
LAPORAN LABA RUGI KONSOLIDASIAN
30 JUNI 2024 DAN 2023


                                                    30 Juni 2024        30 Juni 2023


PENJUALAN BERSIH                                    134,912,178,192     132,780,809,029

BEBAN POKOK PENJUALAN                                90,647,530,794      91,816,696,904

LABA KOTOR                                           44,264,647,398      40,964,112,125

BEBAN USAHA                                          41,378,202,822      37,588,597,772

LABA USAHA                                            2,886,444,576       3,375,514,353

PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN:
  Penghasilan bunga                                       51,338,630                -
  Laba atas penjualan aset tetap                          95,716,458                -
  Beban bunga                                         (3,598,076,472)    (3,669,193,202)
  Laba (rugi) selisih kurs - bersih                    1,379,208,082         51,633,816
  Bagian laba (rugi) dari entitas ventura bersama                -                  -
  Lain-lain - bersih                                     561,396,016        337,242,630

  Beban Lain-lain - Berih                             (1,510,417,286)    (3,280,316,756)

LABA SEBELUM BEBAN PAJAK PENGHASILAN                  1,376,027,290          95,197,597

BEBAN PAJAK PENGHASILAN                                (341,872,270)        (65,726,468)

LABA SEBELUM HAK MINORITAS ATAS
 LABA BERSIH ANAK PERUSAHAAN                          1,034,155,020          29,471,129

HAK MINORITAS ATAS LABA BERSIH ANAK PERUSAHAAN          (38,911,816)                -

LABA BERSIH                                             995,243,204          29,471,129

LABA BERSIH PER SAHAM DASAR                                     1.69               0.05




                                                                                        3
Page 8
PT TIRA AUSTENITE Tbk dan ANAK PERUSAHAAN
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN
30 JUNI 2024 DAN 2023



                                                                                                                    Reserve of          Difference in value of equity
                                                             Additional paid-in                                                                                             Appropriated retained       Unappropriated retained   Equity attributable to parent    Non-controlling
                                         Common stocks                                Revaluation reserves      remeasurements of          transactions with non-                                                                                                                           Equity
                                                                  capital                                                                                                        earnings                     earnings                        entity                 interests
                                                                                                               defined benefit plans         controlling interests
                                                                                                              Cadangan pengukuran       Selisih transaksi ekuitas           Saldo laba yang telah       Saldo laba yang belum        Ekuitas yang dapat
                                                             Tambahan modal                                                                                                                                                                                       Kepentingan non-
                                          Saham biasa                                 Cadangan revaluasi     kembali program imbalan        dengan pihak non-                    ditentukan                   ditentukan            diatribusikan kepada                                   Ekuitas
                                                                 disetor                                                                                                                                                                                             pengendali
                                                                                                                       pasti                    pengendali                    penggunaannya                penggunaannya                entitas induk

Saldo 1 Januari 2023                      58,800,000,000        9,521,891,461             105,770,675,316            (11,751,348,801)                   (715,904,826)                 480,372,551                 5,298,798,052              167,404,483,753                 27,803      167,404,511,556
Laba (rugi) tahun berjalan                               -                        -                      -                          -                                   -                           -                29,471,129                    29,471,129                        -       29,471,129
Rugi komprehensif lain yang tidak akan
                                                         -                        -                      -               240,264,184                                    -                           -             (291,056,610)                   (50,792,426)             (27,803)         (50,820,229)
direklasifikasi ke laba rugi
Saldo 1 Januari 2024                      58,800,000,000        9,521,891,461             105,770,675,316    -        11,511,084,617    -                715,904,826                  480,372,551                 5,037,212,571              167,383,162,456                         -   167,383,162,456
Laba (rugi) tahun berjalan                               -                        -                      -                          -                                   -                           -             1,034,155,019                 1,034,155,019                        -     1,034,155,019
Rugi komprehensif lain yang tidak akan
                                                         -                        -                      -              (921,006,539)                    (20,280,000)                               -             2,915,151,129                 1,973,864,590                        -     1,973,864,590
direklasifikasi ke laba rugi
Saldo 30 Juni 2024                        58,800,000,000        9,521,891,461             105,770,675,316            (12,432,091,156)                   (736,184,826)                 480,372,551                 8,986,518,719              170,391,182,065                         -   170,391,182,065




                                                                                                                                                                                                                                                                                                      4
Page 9
PT TIRA AUSTENITE Tbk dan ANAK PERUSAHAAN
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2024 dan 2023



                                                 30-Jun-24            30-Jun-23

ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan kas dari pelanggan                    120,185,092,024    126,006,696,448
Pembayaran kas kepada pemasok,
  karyawan dan untuk aktivitas
  operasi lainnya - bersih                       (96,835,943,774)   (125,972,201,963)

Kas yang dihasilkan dari operasi                  23,349,148,250       34,494,485.00
Penerimaan penghasilan bunga                          51,338,630           2,333,636
Pendapatan sewa                                              -                   -
Pembayaran bunga                                  (3,598,076,472)     (3,669,193,202)
Pembayaran pajak penghasilan                        (989,764,972)     (2,539,945,802)

Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Operasi       18,812,645,436      (6,172,310,883)

ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Penerimaan dari penjualan aset tetap                         -                   -
Pembelian aset tetap                                (254,044,996)       (453,024,908)
Penurunan (kenaikan) aset tidak lancar lainnya    (5,015,039,250)        122,215,734

Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
   Aktivitas Investasi                            (5,269,084,246)       (330,809,174)

ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Pembayaran dividen kas
Penurunan (kenaikan) piutang pihak
  hubungan istimewa                                 (863,859,827)       222,539,143
Pembayaran untuk:
  Pinjaman bank jangka panjang                               -                  -
  Pinjaman jangka pendek                          (5,696,051,363)       151,203,292
  Sewa pembiayaan                                     43,296,627         19,384,184

Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
   Aktivitas Pendanaan                            (6,516,614,563)       393,126,619

KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS                    7,026,946,627      (6,109,993,438)

KAS AWAL TAHUN                                     6,356,615,407     12,554,046,854

KAS AKHIR PERIODE                                 13,383,562,034       6,444,053,416




                                                                                  5
Page 10
                    PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
               CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
            UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2024
                   (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


1. UMUM

  a. Pendirian Perusahaan

     PT Tira Austenite Tbk (Perusahaan) didirikan di Republik Indonesia pada tanggal 8 April 1974
     berdasarkan akta No. 29 dibuat dihadapan J.N. Siregar, S.H., Notaris di Jakarta. Akta pendirian
     ini telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No.
     Y.A.5/155/19 tanggal 15 Mei 1975 serta diumumkan dalam Lembaran Berita Negara Republik
     Indonesia No. 49 tanggal 20 Juni 1975.

     Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir berdasarkan
     Akta Notaris No. 81 tanggal 27 Juni 2023 oleh Neilly Iralita Iswari, S.H., M.Si., M.Kn., notaris di
     Jakarta, dalam rangka persetujuan laporan keuangan konsolidasian tanggal 31 Desember
     2022, alokasi laba bersih Perusahaan, penunjukkan Akuntan Publik tahun 2023, penentuan
     remunerasi, dan pengangkatan Dewan Komisaris dan Dewan Direksi. Perubahan ini telah
     disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia dengan Surat Keputusan No. AHU-
     0145519.AH.01.02 tanggal 31 Juli 2023.

     Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan
     meliputi perdagangan besar atas dasar balas jasa (fee) atau kontrak, mesin kantor dan industri,
     suku cadang dan perlengkapannya, barang logam untuk bahan konstruksi, logam dan bijih
     logam, bahan bakar padat, cair dan gas, barang kimia dasar, barang bekas dan sisa-sisa tak
     terpakai (scrap), dan lain-lain.

     Perusahaan mulai beroperasi secara komersial sejak tahun 1974.

     Kantor pusat Perusahaan berlokasi di Kawasan Industri Pulogadung, Jl. Pulo Ayang Kav. R-1,
     Jakarta Timur, Indonesia.

     PT Widjajatunggal Sejahtera adalah entitas induk dari Perusahaan.

  b. Penawaran Umum Efek Perusahaan dan Tindakan Perusahaan yang Mempengaruhi Efek
     yang Diterbitkan

     Kegiatan yang telah dilakukan Perusahaan sejak tanggal penawaran umum saham perdana
     sampai dengan tanggal 30 Juni 2024 yang mempengaruhi saham yang diterbitkan adalah
     sebagai berikut:

                           Kegiatan Perusahaan                           Jumlah Saham          Tanggal
     Penawaran umum perdana dan pencatatan saham
       pendiri Perusahaan pada Bursa Efek Jakarta                             10,000,000        20 Juni 1993
     Pembagian saham bonus                                                     4,000,000    24 Agustus 1994
     Penawaran umum terbatas (right issue)                                    42,000,000    31 Oktober 2000
     Penyelenggaraan Employee Stock Option Plan (ESOP)                         2,800,000        24 Juni 2004
     Jumlah                                                                   58,800,000
     Pemecahan nilai nominal saham dari Rp1.000 per lembar saham
     menjadi Rp100 per lembar saham                                         588,000,000      27 Januari 2016



     Berdasarkan Akta Notaris No. 4 dari Notaris Jana Hanna Waturangi, S.H., tanggal 8 Oktober
     2015 yang telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
     melalui surat No. AHU-AH.01.03-0976331 Tahun 2015 tanggal 30 Oktober 2015 dan
     persetujuan dari Bursa Efek Indonesia melalui surat No. S-00265/BEI.PP2/01-2016 pada
     tanggal 18 Januari 2016. Perusahaan memutuskan untuk melakukan pemecahan nilai nominal




                                                                                                      6
Page 11
                         PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                 UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2024
                        (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

1. UMUM (Lanjutan)

        saham Perusahaan dari Rp1.000 menjadi Rp100 per lembar saham, dan jumlah saham
        Perusahaan dari 58.800.000 saham menjadi 588.000.000 saham. Seluruh saham yang
        ditempatkan dan disetor penuh ini telah dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia dan efektif
        diperdagangkan di pasar pada 27 Januari 2016 (Catatan 23).

   c.   Struktur Entitas Anak

        Perusahaan memiliki secara langsung maupun tidak langsung saham Entitas Anak berikut ini
        (selanjutnya secara bersama-sama disebut sebagai “Kelompok Usaha”):
                                          Persentase
                                          Kepemilikan                       Saat
                                        (Langsung dan                      Mulai                           Jumlah Aset
                                       Tidak Langsung)         Bidang     Kegiatan                      sebelum Eliminasi
                 Entitas Anak           2023      2022         Usaha       Usaha       Domisili    30-Jun-24         31-Dec-23
        Kepemilikan langsung
        PT Alpha Austenite (AA)        99.99%   99.99% Industri cetakan    1977      Cileungsi,   52,353,123,704   52,582,894,002
          dan Entitas Anak                             (moulding) dan                Jawa Barat
                                                       kawat las
        PT Tira Andalan Steel (TAS)    99.00%   99.00% Perdagangan baja    1974      Jakarta      24,248,371,499   24,226,910,426
        PT Genta Laras Semesta (GLS)   99.96%   99.96% Perdagangan         2002      Jakarta       3,962,302,929    2,623,453,228
        Kepemilikan tidak langsung
        Melalui AA :
        PT Genta Laras Semesta (GLS)   0.04%    0.04%    Perdagangan       2002      Jakarta       3,962,302,929    2,623,453,228
        PT Tira Andalan Steel (TAS)    1.00%     1.00% Perdagangan baja    1974      Jakarta      24,248,371,499   24,226,910,426



        Berdasarkan Akta Notaris Rio Zaldi,SH.,M.Kn, Notaris di Kota Batam No. 46 tanggal 30
        Agustus 2019 dan berdasarkan Akta Jual Beli Saham (AJB) No. 47 tanggal 30 Agustus 2019
        di hadapan Notaris Rio Zaldi Sarjana Hukum, Magister Kenotariatan berkedudukan di Batam
        Propinsi Kepulauan Riau, Perusahaan melalui entitas anak PT Alpha Austenite (AA) telah
        melakukan penjualan atas seluruh kepemilikan saham pada PT Tanah Sumber Makmur
        dengan nilai nominal sebesar Rp700.000.000. Selisih harga jual dengan nilai nominal dicatat
        sebagai bagian penghasilan (beban) lain-lain pada laporan laba rugi dan penghasilan
        komprehensif lain konsolidasian, akta ini telah dikukuhkan dengan SK Kementrian Hukum dan
        Hak Asasi Manusia No.AHU-0173210.AH.01.11.Tahun 2019, tanggal 19 September 2019.

        Pada tanggal 28 November 2019 berdasarkan Keputusan Sirkular Pemegang Saham tanpa
        Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa bahwa seluruh atau sebagian besar aset milik
        PT Tanah Sumber Makmur (TSM) telah dijaminkan oleh PT Tira Austenite, Tbk kepada Bank
        Mandiri.

        Pada tanggal 3 September 2019 Perusahaan menerbitkan keterbukaan informasi untuk
        melakukan penjualan saham pada TSM.

        Berdasarkan Akta Notaris Rio Zaldi,SH.,M.K.n, Notaris di Kota Batam No. 15 tanggal 8 Agustus
        2019 dan berdasarkan Akta Jual Beli Saham (AJB) No. 16 tanggal 8 Agustus 2019 di hadapan
        Notaris Rio Zaldi Sarjana Hukum, Magister Kenotariatan berkedudukan di Batam Propinsi
        Kepulauan Riau, Perusahaan melalui entitas anak PT Alpha Austenite (AA) telah melakukan
        pembelian kepemilikan saham pada PT Sinar Persada Utama (SPU) dengan nilai nominal

        sebesar Rp.5.200.000.000, Akta ini telah dikukuhkan dengan SK Kementrian Hukum dan Hak
        Asasi Manusia No.AHU-0134517.AH.01.11.Tahun 2019, tanggal 12 Agustus 2019.

        Pada tanggal 12 Agustus 2019 Perusahaan menerbitkan keterbukaan informasi untuk
        melakukan pembelian saham pada SPU.



                                                                                                                          7
Page 12
                     PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
                CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
             UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2024
                    (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

1. UMUM (Lanjutan)

      Pada bulan Agustus 2020, PT Alpha Austenite telah melakukan penjualan atas seluruh
      kepemilikan saham pada SPU dengan nilai nominal sebesar Rp10.010.000.000. Selisih harga
      jual dengan nilai nominal dicatat sebagai bagian penghasilan (beban) lain-lain pada laporan
      laba rugi dan penghasilan komprehensif lain (Catatan 37).


   d. Dewan Komisaris, Direksi, Komite Audit dan Karyawan

      Susunan dewan komisaris, direksi dan komite audit Perusahaan pada tanggal 30 Juni 2024
      dan 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:

        Komisaris Utama                :    Agus Hasan Sulistiono Reksoprodjo
        Komisaris                      :    Rudianto Darmawan Santoso
        Komisaris Independen           :    Harry Kurniawan
        Komisaris                      :    Abyasa Kamdani
        Komisaris Independen           :    Ely


        Direktur Utama                 :    Selo Winardi
        Direktur                       :    Soeseno Adi
        Direktur                       :    Totok Indratno

      Manajemen kunci terdiri dari Dewan Komisaris dan Direksi.

      Komposisi Dewan Komisaris dan Direksi berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang
      Saham Tahunan (“RUPST”) tanggal 27 Juni 2024, sebagaimana tertuang dalam Akta Notaris
      No. 58 tanggal 27 Juni 2024 dari Sindian Osaputra, SH, Mkn., Notaris di Jakarta.

      Susunan Komite Audit Perusahaan pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023 adalah
      sebagai berikut:

        Ketua                      :       Soebronto Laras
        Anggota                    :       Siddi Widyaprathama
        Anggota                    :       Harry Kurniawan

      Pada tanggal 21 September 2023, Perusahaan mengeluarkan Surat No. TA-LGL/033/CORP-
      SEC/IX/2023 perihal keterbukaan informasi kepada publik mengenai meninggalnya Soebronto
      Laras sebagai Komisaris Utama Perusahaan dan Komite Audit pada tanggal 20 September
      2023.

      Pada 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023 jumlah karyawan tetap Perusahaan dan Anak
      perusahaan masing-masing adalah 337 karyawan.

   e. Penyelesaian Laporan Keuangan Konsolidasian

      Manajemen Perusahaan bertanggung jawab atas penyusunan laporan keuangan
      konsolidasian ini yang telah disetujui oleh Direksi untuk diterbitkan pada tanggal 25 Juli 2024.




                                                                                                    8
Page 13
                     PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
                CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
             UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2024
                    (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING

  a. Dasar Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian dan Pernyataan Kepatuhan

      Laporan keuangan konsolidasian telah disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan
      (“SAK”), yang mencakup Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Interpretasi
      Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) yang diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi
      Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK-IAI) serta peraturan regulator pasar modal untuk
      entitas yang berada di bawah pengawasannya.

      Kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan konsolidasian adalah selaras
      dengan kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan
      konsolidasian Grup untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022, kecuali bagi
      penerapan beberapa SAK yang telah direvisi. Seperti diungkapkan dalam catatan-catatan
      terkait atas laporan keuangan, beberapa standar akuntansi yang telah direvisi dan diterbitkan,
      diterapkan efektif tanggal 1 Januari 2023.

      Grup telah Menyusun laporan kauangan konsolidasian dengan dasar bahwa Grup akan terus
      mempertahankan kelangsungan usaha.

      Laporan keuangan konsolidasian, kecuali laporan arus kas konsolidasian, telah disusun secara
      akrual dengan menggunakan konsep biaya perolehan (historical cost), kecuali untuk akun-akun
      tertentu yang dicatat berdasarkan basis lain seperti yang diungkapkan pada kebijakan
      akuntansi masing-masing akun terkait.

      Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan menggunakan metode langsung, dan
      dikelompokkan ke dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.

      Mata uang penyajian yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian
      adalah mata uang Rupiah (“Rp”), yang juga merupakan mata uang fungsional Kelompok
      Usaha.

      Untuk memberikan pemahaman yang lebih bai katas keuangan Grup, karena sifat dan/atau
      jumlahnya yang signifikan, beberapa item pendapatan dan beban telah disajikan secara
      terpisah.

  b. Klasifikasi Lancar/Jangka Pendek dan Tidak Lancar/Jangka Panjang

      Grup menyajikan aset dan liabilitas dalam laporan posisi keuangan konsolidasian berdasarkan
      klasifikasi lancar/tidak lancar atau jangka pendek/jangka Panjang.

      Suatu aset disajikan lancar apabila:

        i.   akan direalisasi, dijual atau digunakan dalam siklus operasi normal.
       ii.   untuk diperdagangkan,
      iii.   akan direalisasi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan, atau kas atau setara kas
             kecuali yang dibatasi untuk melunasi suatu liabilitas dalam paling lambat 12 bulan
             setelah periode pelaporan

      Seluruh aset lain diklasifikasikan sebagai tidak lancar.

      Suatu liabilitas disajikan sebagai jangka pendek bila:

       i.    Akan dilunasi dalam siklus operasi normal,
      ii.    Untuk dipedagangkan,
     iii.    Akan diluasi dalam 12 ulan setelah tanggal pelaporan, atau
     iv.     Tidak ada hak tanpa syarat untuk menangguhkan pelunasannya selama paling tidak 12
             bulan setelah periode pelaporan.

                                                                                                  9
Page 14
                     PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
                CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
             UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2024
                    (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (Lanjutan)

      Seluruh liabilitas lain diklasifikasikan sebagai jangka Panjang.
      Aset dan liabilitas pajak tangguhan diklasifikasikan sebagai aset tidak lancar dan liabiltas
      jangka panjang.

   c. Prinsip-Prinsip Konsolidasian

      Laporan keuangan konsolidasian menggabungkan seluruh Entitas Anak yang dikendalikan
      oleh Perusahaan. Pengendalian didapat ketika Kelompok Usaha terekspos atau memiliki hak

      atas imbal hasil variable dari keterlibatannya dengan investee dan memiliki kemampuan untuk
      mempengaruhi imbal hasil tersebut melalui kekuasaannya atas investee. Perusahaan
      mengendalikan investee jika, dan hanya jika Perusahaan secara langsung atau tidak langsung
      melalui Entitas Anak hal-hal sebagai berikut :

      (a) Kekuasaan untuk mengarahkan aktivitas relevan;
      (b) Eksposur atau hak atas imbal hasil variable dari keterlibatannya dengan investee;
      (c) Kemampuan untuk menggunakan kekuasaannya atas investee untuk mempengaruhi
          jumlah imbal hasil investor.

      Entitas Anak dikonsolidasi sejak           tanggal   akuisisi, yaitu tanggal Kelompok Usaha
      memperoleh pengendalian, sampai            dengan    tanggal Kelompok Usaha kehilangan
      pengendalian.

      Kepentingan nonpengendali mencerminkan bagian atas laba atau rugi dan aset neto yang tidak
      diatribusikan kepada entitas induk dan disajikan secara terpisah dalam laporan laba rugi
      komprehensif konsolidasian dan ekuitas pada laporan posisi keuangan konsolidasian,
      dipisahkan dari ekuitas yang dapat diatribusikan kepada Entitas Induk.

      Seluruh laba rugi komprehensif diatribusikan pada pemilik entitas induk dan pada kepentingan
      nonpengendali bahkan jika hal ini mengakibatkan kepentingan nonpengendali mempunyai
      saldo defisit.

      Seluruh saldo akun dan transaksi yang material antar entitas yang dikonsolidasi telah
      dieliminasi.

      Perubahan bagian kepemilikan tanpa kehilangan pengendalian

      Perubahan dalam bagian kepemilikan entitas induk pada Entitas Anak yang tidak
      mengakibatkan hilangnya pengendalian dicatat sebagai transaksi ekuitas, dimana nilai tercatat
      kepentingan pengendali dan nonpengendali disesuaikan untuk mencerminkan perubahan
      bagian relatifnya atas entitas anak.

      Perbedaan antara jumlah kepentingan nonpengendali disesuaikan dan nilai wajar imbalan
      yang diberikan atau diterima diakui secara langsung dalam ekuitas dan diatribusikan pada
      pemilik entitas induk.

      Pelepasan entitas anak

      Jika entitas induk kehilangan pengendalian atas entitas anak, maka entitas induk
      menghentikan pengakuan aset (termasuk goodwill), liabilitas dan komponen entitas terkait
      dengan entitas anak tersebut, dan mengukur setiap sisa investasi pada entitas anak terdahulu
      pada nilai wajarnya pada tanggal hilangnya pengendalian. Disamping itu, jumlah yang
      sebelumnya diakui pada penghasilan komprehensif lain sehubungan dengan entitas tersebut
      telah dicatat seolah-olah entitas induk telah melepas asset atau liabilitas terkait. Hal ini dapat
      berarti bahwa jumlah yang sebelumnya diakui pada pendapatan komprehensif lain


                                                                                                     10
Page 15
                     PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
                CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
             UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2024
                    (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (Lanjutan)

      direklasifikasi ke laporan laba rugi. Keuntungan atau kerugian yang terjadi diakui sebagai laba
      rugi yang dapat diatribusikan pada Entitas Induk.

   d. Kombinasi Bisnis

      Kombinasi bisnis dicatat dengan metode akuisisi. Selisih lebih nilai agregat dari nilai wajar
      imbalan yang dialihkan, jumlah proporsi kepemilikan kepentingan nonpengendali atas asset
      neto teridentifikasi dari pihak yang diakuisisi, dan nilai wajar kepentingan ekuitas yang
      sebelumnya dimiliki pihak pengakuisisi, atas nilai wajar asset neto teridentifikasi yang diperoleh

      diakui sebagai goodwill. Jika terdapat goodwill negatif, maka jumlah tersebut diakui dalam laba
      rugi. Goodwill tidak diamortisasi tetapi dilakukan uji penurunan nilai setiap tahun.

      Kombinasi bisnis entitas sepengendali dicatat berdasarkan PSAK 38 (Revisi 2012), “Kombinasi
      Bisnis Entitas Sepengendali,” dengan menggunakan metode penyatuan kepemilikan. Selisih
      antara harga pengalihan dengan nilai buku dicatat dalan akun “Selisih Nilai Transaksi dengan

      Entitas Sepengendali” dan disajikan sebagai bagian dari “Tambahan Modal Disetor” dalam
      laporan posisi keuangan konsolidasian dan selanjutnya tidak dapat diakui sebagai laba rugi
      direalisasi maupun direklasifikasi ke saldo laba.

      Jika kombinasi bisnis diperoleh secara bertahap, nilai wajar pada tanggal akuisisi dari
      kepentingan ekuitas yang sebelumnya dimiliki oleh pihak pengakuisisi pada pihak yang
      diakuisisi diukur kembali ke nilai wajar tanggal akuisisi melalui laporan laba rugi.

      Selisih lebih imbalan yang dialihkan, jumlah setiap kepentingan nonpengendali pada pihak
      diakuisisi dan nilai wajar pada tanggal akuisisi kepentingan ekuitas sebelumnya dimiliki oleh
      pihak pengakuisisi pada pihak diakuisisi atas nilai wajar asset bersih teridentifikasi yang
      diperoleh dicatat sebagai goodwill. Jika jumlah imbalah yang dialihkan kepentingan
      nonpengendali yang diakui, dan kepentingan yang sebelumnya dimikili pengakuisisi lebih
      rendah dari nilai wajar asset bersih entitas anak yang diakuisisi dalam kasus pembelian dengan
      diskon, selisihnya diakui dalam laporan laba rugi.

   e. Transaksi Pihak-pihak Berelasi

      Kelompok Usaha melakukan transaksi dengan pihak- pihak         berelasi   sebagaimana
      didefinisikan dalam PSAK No. 7 (Revisi 2010), “Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi”.

      Transaksi ini dilakukan berdasarkan persyaratan yang disetujui oleh kedua belah pihak,
      dimana persyaratan tersebut mungkin tidak sama dengan transaksi lain yang dilakukan dengan
      pihak-pihak yang tidak berelasi.

      Semua transaksi yang signifikan dengan pihak-pihak berelasi, baik yang dilakukan dengan
      syarat dan kondisi yang sama dengan pihak ketiga ataupun tidak diungkapkan dalam catatan
      atas laporan keuangan konsolidasian.

      Suatu pihak dianggap berelasi dengan Kelompok Usaha jika:

       (a) Orang atau anggota keluarga terdekat mempunyai relasi dengan entitas pelapor jika orang
           tersebut:

            i. Memiliki pengendalian atau pengendalian bersama atas entitas pelapor;
           ii. Memiliki pengaruh signifikan atas entitas pelapor; atau
          iii. Personil manajemen kunci entitas pelapor atau Entitas Induk entitas pelapor.



                                                                                                     11
Page 16
                       PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
                  CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
               UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2024
                      (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (Lanjutan)

        (b) Suatu entitas berelasi dengan entitas pelapor jika memenuhi salah satu hal berikut:

              i. Entitas dan entitas pelapor adalah anggota dari Kelompok Usaha yang sama (artinya
                 Entitas Induk, Entitas Anak, dan Entitas Anak berikutnya terkait dengan entitas lain);
             ii. Satu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama dari entitas lain (atau entitas
                 asosiasi atau ventura bersama yang merupakan anggota suatu Kelompok Usaha, yang
                 mana entitas lain tersebut adalah anggotanya);
            iii. Kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama;
           iv. Satu entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain adalah
                 entitas asosiasi dari entitas ketiga;
             v. Entitas tersebut adalah suatu program imbalan pascakerja untuk imbalan kerja dari
                 salah satu entitas pelapor atau entitas yang terkait dengan entitas pelapor. Jika entitas
                 pelapor adalah entitas yang menyelenggarakan program tersebut, maka entitas
                 sponsor juga berelasi dengan entitas pelapor;
           vi. Entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifikasi
                 dalam huruf (a); atau
           vii. Orang yang diidentifikasi dalam huruf (a) (i) memiliki pengaruh signifikan atas entitas
                 atau personil manajemen kunci entitas (atau Entitas Induk dari entitas).

        Dalam kegiatan usaha yang normal, Kelompok Usaha melakukan transaksi dengan pihak yang
        berelasi pada tingkat harga dan persyaratan yang disetujui kedua belah pihak.

   f.   Transaksi dan Saldo Dalam Mata Uang Asing

        Transaksi dalam mata uang asing dijabarkan ke dalam mata uang fungsional dengan kurs
        yang berlaku pada saat transaksi dilakukan. Pada akhir periode pelaporan, aset dan liabilitas
        moneter dalam mata uang asing disesuaikan ke dalam mata uang fungsional menggunakan
        kurs tengah yang ditetapkan oleh Bank Indonesia pada tanggal terakhir transaksi perbankan
        pada periode tersebut. Laba dan rugi yang timbul dari penyesuaian kurs maupun penyelesaian
        aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing tersebut dikreditkan atau dibebankan
        sebagai laba atau rugi tahun/periode berjalan.

        Kurs penutup yang digunakan pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023 adalah
        sebagai berikut:
                                                                   30-Jun-24     31-Des-23
        1 Dolar Amerika Serikat/Rupiah                                           16,421.00          14,265.47
        1 Euro/Rupiah                                                            17,554.06          18,278.08
        1 Yen Jepang/Rupiah                                                         204.55             146.92

   g. Instrumen Keuangan

        Mulai 1 Januari 2020, Kelompok Usaha telah menerapkan PSAK No. 71, “Instrumen
        Keuangan”.

        Klasifikasi

        1) Aset keuangan

            Aset keuangan dalam lingkup PSAK No. 71 diklasifikasikan sebagai (i) pada biaya
            perolehan diamortisasi, (ii) Nilai Wajar Melalui Penghasilan Komprehensif Lain (Fair Value
            through Other Comprehensive Income (“FVOCI”)), atau (iii) Nilai Wajar melalui Laba Rugi
            (Fair Value through Profit Or Loss (“FVPL”)).
            Klasifikasi aset keuangan pada pengakuan awal bergantung pada karakteristik arus kas
            kontraktual aset finansial dan model bisnis Kelompok Usaha untuk mengelolanya.


                                                                                                       12
Page 17
                    PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
               CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
            UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2024
                   (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (Lanjutan)

         Aset keuangan Kelompok Usaha terdiri dari piutang usaha - pihak ketiga, piutang lain-lain
         – pihak berelasi dan pihak ketiga, aset lancar, dan aset tidak lancar diklasifikasikan sebagai
         aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi, investasi dalam instrumen
         ekuitas diklasifikasikan sebagai aset keuangan pada nilai wajar melalui FVOCI.

      2) Liabilitas keuangan

         Liabilitas keuangan dalam lingkup PSAK No. 71 diklasifikasikan sebagai (i) liabilitas
         keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, (ii) liabilitas keuangan yang diukur
         pada biaya perolehan diamortisasi, atau (iii) derivatif yang ditetapkan sebagai instrumen

         lindung nilai dalam lindung nilai yang efektif, mana yang sesuai.

         Liabilitas keuangan Kelompok Usaha terdiri dari utang usaha, beban akrual, pinjaman,
         utang lain-lain, dan liabilitas jangka pendek lainnya diklasifikasikan sebagai liabilitas
         keuangan yang dicatat berdasarkan biaya perolehan diamortisasi.

         Pengakuan dan pengukuran

         a. Aset Keuangan

             Aset keuangan pada awalnya diakui sebesar nilai wajarnya ditambah, dalam hal
             investasi yang tidak diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, biaya transaksi yang

             dapat diatribusikan secara langsung. Pengukuran aset keuangan setelah pengakuan
             awal tergantung pada klasifikasinya.
             Pembelian atau penjualan aset keuangan yang mensyaratkan penyerahan aset dalam
             kurun waktu yang ditetapkan oleh peraturan atau kebiasaan yang berlaku di pasar
             (pembelian yang lazim/reguler) diakui pada tanggal perdagangan, yaitu tanggal
             Kelompok Usaha berkomitmen untuk membeli atau menjual aset tersebut.

              i. Aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi (instrumen utang)

                 Kelompok Usaha mengukur aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi jika
                 kedua kondisi berikut terpenuhi:

                 - Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset
                   keuangan dalam rangka mendapatkan arus kas kontraktual; dan
                 - Persyaratan kontraktual dari aset keuangan menghasilkan arus kas pada
                   tanggal tertentu yang semata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah
                   pokok terutang.

                 Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi selanjutnya diukur
                 dengan menggunakan metode Suku Bunga Efektif (Effective Interest Rate (“EIR”)).
                 Keuntungan dan kerugian diakui sebagai laba rugi pada saat pinjaman yang
                 diberikan dan piutang dihentikan pengakuannya atau mengalami penurunan nilai,
                 dimodifikasi, serta melalui proses amortisasi.

             ii. Aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain
                 (“FVOCI”) (instrumen ekuitas).

                 Setelah pengakuan awal, Kelompok Usaha dapat memilih untuk
                 mengklasifikasikan investasi ekuitasnya yang tidak dapat dibatalkan sebagai
                 instrumen ekuitas yang ditetapkan pada FVOCI ketika mereka memenuhi definisi
                 ekuitas dan tidak dimiliki untuk perdagangan. Klasifikasi ditentukan berdasarkan
                 instrumen-per-instrumen.

                                                                                                    13
Page 18
                   PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
              CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
           UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2024
                  (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (Lanjutan)

                 Keuntungan dan kerugian pada aset keuangan ini tidak pernah didaur ulang ke
                 laba rugi. Dividen diakui sebagai pendapatan lain-lain dalam laba rugi ketika hak
                 pembayaran telah ditetapkan, kecuali ketika Kelompok Usaha memperoleh
                 manfaat dari hasil tersebut sebagai pemulihan sebagian dari biaya aset keuangan,
                 dalam hal mana, keuntungan tersebut dicatat dalam Penghasilan Komprehensif
                 Lain (Other Comprehensive Income (“OCI”)).

                 Kelompok Usaha memilih untuk mengklasifikasikan, yang tidak dapat dibatalkan,
                 investasi ekuitas yang tidak memiliki kuotasi harga di pasar aktif di bawah kategori
                 ini.

            iii. Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi (“FVPL”)

                 Aset keuangan yang diukur pada FVPL termasuk aset keuangan untuk
                 diperdagangkan, aset keuangan yang ditetapkan pada saat pengakuan awal untuk
                 diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, atau aset keuangan yang wajib diukur
                 pada nilai wajar.

                 Aset keuangan diklasifikasikan sebagai kelompok diperdagangkan jika mereka
                 diperoleh untuk tujuan dijual atau dibeli kembali dalam waktu dekat. Aset derivatif
                 juga diklasifikasikan sebagai kelompok diperdagangkan kecuali mereka ditetapkan
                 sebagai instrumen lindung nilai efektif.

                 Aset keuangan dengan arus kas yang tidak semata-mata pembayaran pokok dan
                 bunga diklasifikasikan dan diukur pada FVPL. Aset keuangan yang diukur pada
                 FVPL ditetapkan pada nilai wajar dalam laporan posisi keuangan konsolidasian
                 dengan perubahan nilai wajar diakui dalam laba rugi.

         b. Liabilitas Keuangan

             Liabilitas keuangan diakui pada awalnya sebesar nilai wajar dan dalam hal liabilitas
             keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi, termasuk biaya transaksi
             yang dapat diatribusikan secara langsung.

             Liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi, selanjutnya
             setelah pengakuan awal diukur pada biaya perolehan diamortisasi, menggunakan
             metode suku bunga efektif kecuali jika dampak diskonto tidak material, maka
             dinyatakan pada biaya perolehan. Beban bunga diakui dalam “Beban Keuangan”
             dalam laba rugi. Keuntungan atau kerugian diakui pada laba rugi ketika liabilitas
             keuangan tersebut dihentikan pengakuannya dan melalui proses amortisasi.

         Saling hapus dari instrumen keuangan

         Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus dan nilai bersihnya dilaporkan dalam
         laporan posisi keuangan konsolidasian jika, dan hanya jika, terdapat hak yang berkekuatan
         hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui dari aset keuangan
         dan liabilitas keuangan tersebut dan terdapat intensi untuk menyelesaikan dengan
         menggunakan dasar neto, atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya
         secara bersamaan.

         Nilai wajar dari instrumen keuangan

         Nilai wajar instrumen keuangan yang diperdagangkan secara aktif di pasar keuangan yang
         terorganisasi, jika ada, ditentukan dengan mengacu pada kuotasi harga penawaran atau
         permintaan (bid or ask prices) pada penutupan perdagangan pada akhir periode pelaporan.


                                                                                                  14
Page 19
                     PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
                CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
             UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2024
                    (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (Lanjutan)

         Untuk instrumen keuangan yang tidak memiliki pasar aktif, nilai wajar ditentukan dengan
         menggunakan teknik penilaian. Teknik penilaian mencakup penggunaan transaksi pasar
         terkini yang dilakukan secara wajar oleh pihak-pihak yang berkeinginan dan memahami
         (recent arm’s length market transactions); penggunaan nilai wajar terkini instrumen lain
         yang secara substansial sama; analisa arus kas yang didiskonto; atau model penilaian lain.

         Bila nilai wajar instrumen keuangan yang tidak diperdagangkan di pasar aktif tidak dapat
         ditentukan secara handal, aset keuangan tersebut diakui dan diukur pada nilai tercatatnya.

         Kelompok Usaha menggunakan teknik penilaian yang tepat sesuai keadaan dan dimana
         tersedia kecukupan data untuk mengukur nilai wajar, memaksimalkan penggunaan input
         yang dapat diobservasi yang relevan dan meminimalisir penggunaan input yang tidak
         dapat diobservasi.

         Semua aset dan liabilitas dimana nilai wajar diukur atau diungkapkan dalam laporan
         keuangan konsolidasian dapat dikategorikan pada level hierarki nilai wajar, berdasarkan
         tingkatan input terendah yang signifikan atas pengukuran nilai wajar secara keseluruhan:

         -   Level 1 - Harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk aset atau liabilitas
             yang identik yang dapat diakses entitas pada tanggal pengukuran.
         -   Level 2 - Input selain harga kuotasian yang termasuk dalam level 1 yang dapat
             diobservasi untuk aset atau liabilitas, baik secara langsung maupun tidak langsung.
         -   Level 3 - Input yang tidak dapat diobservasi untuk aset atau liabilitas.

         Untuk aset dan liabilitas yang diakui pada laporan keuangan konsolidasian secara
         berulang, Kelompok Usaha menentukan apakah terjadi transfer antara level di dalam
         hierarki dengan cara mengevaluasi kategori (berdasarkan input level terendah yang
         signifikan dalam pengukuran nilai wajar) setiap akhir periode pelaporan.

         Untuk tujuan pengungkapan nilai wajar, Kelompok Usaha telah menentukan kelas aset dan
         liabilitas berdasarkan sifat, karakteristik, dan risiko aset atau liabilitas, dan level hierarki
         nilai wajar seperti dijelaskan di atas.

         Biaya perolehan diamortisasi dari instrumen keuangan

         Biaya perolehan diamortisasi dihitung dengan menggunakan metode suku bunga efektif
         dikurangi dengan penyisihan atas penurunan nilai dan pembayaran pokok atau nilai yang
         tidak dapat ditagih. Perhitungan tersebut mempertimbangkan premium atau diskonto pada
         saat perolehan dan termasuk biaya transaksi dan biaya yang merupakan bagian yang tak
         terpisahkan dari suku bunga efektif.

         Penurunan nilai aset keuangan

         Kelompok Usaha mengkaji atas dasar forward looking atas kerugian kredit yang
         diharapkan terkait dengan instrumen hutangnya yang dicatat pada biaya perolehan
         diamortisasi. Kerugian kredit yang diharapkan didasarkan pada perbedaan antara arus kas
         kontraktual yang jatuh tempo sesuai dengan kontrak dan semua arus kas yang diharapkan
         akan diterima oleh Kelompok Usaha, didiskon berdasarkan perkiraan EIR awal. Arus kas
         yang diharapkan akan mencakup arus kas dari penjualan agunan yang dimiliki atau
         peningkatan kredit lainnya yang merupakan bagian integral dari ketentuan kontraktual

         Metodologi penurunan nilai yang diterapkan tergantung pada apakah ada peningkatan
         risiko kredit yang signifikan. Suatu tunjangan kerugian penurunan nilai setara dengan
         kerugian kredit yang diharapkan seumur hidup diberikan jika ada peningkatan yang
         signifikan dalam risiko kredit sejak pengakuan awal. Jika tidak, pada jumlah yang sama
         dengan dua belas (12) bulan kerugian kredit yang diharapkan.

                                                                                                      15
Page 20
                   PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
              CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
           UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2024
                  (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (Lanjutan)

         Untuk piutang usaha dan aset kontrak, Kelompok Usaha menerapkan pendekatan yang
         disederhanakan, yang mengharuskan kerugian seumur hidup yang diharapkan untuk
         diakui dari pengakuan awal atas piutang. Kelompok Usaha telah membentuk tarif
         penyediaan yang didasarkan pada pengalaman kehilangan kredit historisnya, yang
         disesuaikan dengan faktor- faktor ke depan yang khusus untuk debitur dan lingkungan
         ekonomi. Suatu aset keuangan dihapuskan ketika tidak ada ekspektasi wajar untuk
         memulihkan arus kas kontraktual.

         Jumlah kerugian atau pembalikan kredit yang diharapkan diakui sebagai kerugian
         penurunan nilai atau keuntungan dalam laba rugi dan disajikan secara terpisah dari yang
         lain jika material.

         Instrumen ekuitas yang ditetapkan pada FVOCI tidak tunduk pada penilaian penurunan
         nilai.

         Penghentian pengakuan

         a) Aset Keuangan

                 Suatu aset keuangan, atau mana yang berlaku, bagian dari aset keuangan atau bagian
                 dari kelompok aset keuangan sejenis, dihentikan pengakuannya pada saat:

           i.        Hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut berakhir;
                     atau

           ii.       Kelompok Usaha memindahkan hak kontraktual untuk menerima arus kas yang
                     berasal dari aset keuangan atau menanggung kewajiban untuk membayar arus
                     kas yang diterima tanpa penundaan yang signifikan kepada pihak ketiga melalui
                     suatu kesepakatan penyerahan dan (i) secara substansial memindahkan seluruh
                     risiko dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan tersebut, atau (ii) secara
                     substansial tidak memindahkan dan tidak memiliki seluruh risiko dan manfaat atas
                     kepemilikan aset keuangan tersebut, namun telah memindahkan pengendalian
                     atas aset keuangan tersebut.

                 Ketika Kelompok Usaha telah memindahkan hak untuk menerima arus kas dari aset
                 atau telah menandatangani kesepakatan pelepasan (pass-through arrangement), dan
                 secara substansial tidak memindahkan dan tidak memiliki seluruh risiko dan manfaat
                 atas aset keuangan, maupun memindahkan pengendalian atas aset, aset tersebut
                 diakui sejauh keterlibatan berkelanjutan Kelompok Usaha terhadap aset keuangan
                 tersebut.

                 Keterlibatan berkelanjutan yang berbentuk pemberian jaminan atas aset yang
                 ditransfer diukur sebesar jumlah terendah dari jumlah tercatat aset dan jumlah
                 maksimal dari pembayaran yang diterima yang mungkin harus dibayar kembali.

                 Dalam hal ini, Kelompok Usaha juga mengakui liabilitas terkait. Aset yang ditransfer
                 dan liabilitas terkait diukur dengan dasar yang mencerminkan hak dan liabilitas yang
                 masih dimiliki Kelompok Usaha.

                 Pada saat penghentian pengakuan atas aset keuangan secara keseluruhan, maka
                 selisih antara nilai tercatat dan jumlah dari (i) pembayaran yang diterima, termasuk
                 setiap aset baru yang diperoleh dikurangi setiap liabilitas baru yang harus ditanggung;
                 dan (ii) setiap keuntungan atau kerugian kumulatif yang telah diakui secara langsung
                 dalam ekuitas harus diakui pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
                 konsolidasian.


                                                                                                     16
Page 21
                       PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
                  CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
               UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2024
                      (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (Lanjutan)

            b) Liabilitas Keuangan

                Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya ketika liabilitas yang ditetapkan dalam
                kontrak dihentikan, dibatalkan atau kedaluwarsa.

                Ketika liabilitas keuangan saat ini digantikan dengan yang lain dari pemberi pinjaman
                yang sama dengan persyaratan yang berbeda secara substansial, atau modifikasi

                secara substansial atas ketentuan liabilitas keuangan yang saat ini ada, maka
                pertukaran atau modifikasi tersebut dicatat sebagai penghapusan liabilitas keuangan
                awal dan pengakuan liabilitas keuangan baru, dan selisih antara nilai tercatat liabilitas
                keuangan tersebut diakui sebagai laba rugi.

   h. Kas dan Setara Kas

        Kas dan setara kas terdiri dari saldo kas dan bank, serta deposito berjangka yang jatuh tempo
        dalam waktu 3 (tiga) bulan atau kurang sejak tanggal penempatan dan tidak digunakan sebagai
        jaminan atau dibatasi penggunaannya.

   i.   Piutang Usaha dan Piutang Lain-lain

        Piutang pada awalnya diakui sebesar nilai wajar dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan
        diamortisasi dengan menggunakan metode bunga efektif, dikurangi penyisihan atas penurunan
        nilai. Penyisihan atas penurunan nilai piutang dibentuk pada saat terdapat bukti objective
        bahwa saldo piutang Kelompok Usaha tidak dapat ditagih.

        Besarnya penyisihan merupakan selisih antara nilai aset tercatat dan nilai sekarang dari
        estimasi arus kas masa depan, didiskontokan dengan tingkat suku bunga efektif. Penurunan
        nilai aset dicatat di dalam akun penyisihan dan nilai kerugian diakui di dalam laba atau rugi.
        Ketika tidak dapat ditagih, piutang dihapuskan bersama dengan penyisihan piutang. Pemulihan
        nilai setelah penghapusan piutang diakui sebagai penghasilan dalam laba rugi.

        Jika pendapatan telah diakui sebelum Kelompok Usaha memiliki hak tanpa syarat untuk
        menerima pertimbangan, jumlah tersebut disajikan sebagai aset kontrak (Catatan 2j).

   j.   Aset Kontrak dan Liabilitas Kontrak

        Aset kontrak

        Hak imbalan entitas dalam pertukaran dengan barang atau jasa yang telah dialihkan entitas
        kepada pelanggan ketika hak tersebut bergantung pada syarat selain berjalannya waktu
        (sebagai contoh, pelaksanaan masa depan entitas).

        Liabilitas kontrak

        Kewajiban entitas untuk mengalihkan barang atau jasa kepada pelanggan di mana entitas telah
        menerima imbalan (atau jumlah yang jatuh tempo) dari pelanggan.

   k.   Persediaan

        Persediaan dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan atau nilai
        realisasi neto (the lower of cost or net realizable value). Biaya perolehan untuk persediaan
        bahan baku, bahan pembantu dan suku cadang ditentukan dengan metode “masuk pertama,
        keluar pertama (FIFO)”, sedangkan biaya persediaan barang dalam proses dan persediaan
        barang jadi ditentukan dengan metode rata-rata tertimbang. Penyisihan persediaan usang
        ditentukan berdasarkan hasil penelaahan atas keadaan persediaan pada akhir tahun.

                                                                                                      17
Page 22
                      PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
                 CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
              UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2024
                     (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (Lanjutan)

   l.   Biaya Dibayar Dimuka

        Biaya dibayar dimuka diamortisasi sesuai masa manfaat masing-masing biaya dengan
        menggunakan metode garis lurus.


   m. Aset Tetap

        Tanah dinyatakan berdasarkan nilai revaluasi yang merupakan nilai wajar pada tanggal
        revaluasi, dan tanah tidak disusutkan. Revaluasi dilakukan dengan keteraturan yang memadai
        untuk memastikan bahwa jumlah tercatat tidak berbeda secara material dari jumlah yang telah
        ditentukan pada nilai wajar pada tanggal pelaporan keuangan Perusahaan dan beberapa
        entitas anak.

        Kenaikan yang berasal dari revaluasi atas tanah diakui pada penghasilan komprehensif lain
        dan terakumulasi dalam ekuitas pada bagian surplus revaluasi aset. Penurunan jumlah tercatat
        yang berasal dari revaluasi atas tanah dibebankan dalam laporan laba rugi apabila penjurunan
        tersebut melebihi saldo revaluasi aset yang bersangkutan, jika ada surplus revaluasi tanah

        yang telah disajikan dalam ekuitas dipindahkan langsung ke saldo laba pada saat aset tersebut
        dihentikan pengakuannya.

        Perusahaan dan beberapa Entitas Anak memakai model revaluasi hanya untuk laporan
        keuangan komersial, tidak untuk laporan keuangan fiskal.

        Kelompok Usaha telah memilih untuk menggunakan model biaya sebagai kebijakan akuntansi
        pengukuran aset tetap lainnya kecuali tanah.

        Penyusutan dihitung dengan metode garis lurus selama umur manfaat aset. Taksiran masa
        manfaat ekonomis aset sebagai berikut:
                                                                                Tahun
          Bangunan dan prasarana                                                      4 – 20
          Mesin dan peralatan                                                         4 – 16
          Tabung gas                                                                  8 – 16
          Kendaraan bermotor                                                          4–8
          Perabot dan perlengkapan kantor                                             4–8

        Pada setiap akhir periode pelaporan, nilai residu aset, umur manfaat dan metode penyusutan
        ditelaah, dan jika sesuai dengan keadaan, disesuaikan secara prospektif.

        Tanah dinyatakan sebesar nilai perolehan dan tidak disusutkan.

        Aset dalam pengerjaan dinyatakan sebesar biaya perolehan dan disajikan sebagai bagian dari
        “Aset Tetap” dalam laporan posisi keuangan konsolidasian. Akumulasi biaya perolehan akan
        dipindahkan ke masing-masing akun aset tetap yang bersangkutan pada saat aset tersebut
        selesai dikerjakan dan siap untuk digunakan.

        Beban perbaikan dan pemeliharaan dibebankan pada laba rugi saat terjadinya; biaya
        penggantian atau inspeksi yang signifikan dikapitalisasi pada saat terjadinya dan jika besar
        kemungkinan manfaat ekonomis di masa depan berkenaan dengan aset tersebut akan
        mengalir ke Kelompok Usaha, dan biaya perolehan aset dapat diukur secara andal. Aset tetap
        dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau ketika tidak ada manfaat ekonomis masa
        depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya.




                                                                                                  18
Page 23
                     PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
                CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
             UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2024
                    (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (Lanjutan)

      Laba atau rugi yang timbul dari penghentian pengakuan aset dimasukkan dalam laporan laba
      rugi pada tahun aset tersebut dihentikan pengakuannya.

      Aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau ketika tidak ada manfaat
      ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Laba atau rugi
      yang timbul dari penghentian pengakuan aset dimasukkan dalam laporan laba rugi dan

      penghasilan komprehensif lain konsolidasian pada tahun aset tersebut dihentikan
      pengakuannya.

   n. Goodwill

      Goodwill yang timbul pada saat kombinasi bisnis diakui sebagai aset pada tanggal
      diperolehnya pengendalian (tanggal akuisisi). Goodwill diukur sebagai selisih dari imbalan yang
      dialihkan, jumlah setiap kepentingan nonpengendali pada pihak yang diakuisisi dan dalam hal
      bisnis kombinasi yang dilakukan secara bertahap pada nilai wajar dari kepentingan ekuitas
      yang sebelumnya dimiliki pihak pengakuisisi pada pihak yang diakuisisi (jika ada) atas jumlah
      selisih neto dari aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas yang diambil alih pada tanggal
      akuisisi.

      Untuk tujuan uji penurunan nilai, goodwill dialokasikan pada setiap unit penghasil kas dari
      Kelompok Usaha yang diharapkan memberikan manfaat dari sinergi kombinasi bisnis tersebut.
      Unit penghasil kas yang telah memperoleh alokasi goodwill diuji penurunan nilainya secara
      tahunan, dan ketika terdapat indikasi bahwa unit tersebut mengalami penurunan nilai. Jika
      jumlah terpulihkan dari unit penghasil kas kurang dari jumlah tercatatnya, rugi penurunan nilai
      dialokasikan pertama untuk mengurangi jumlah tercatat aset atas setiap goodwill yang
      dialokasikan pada unit dan selanjutnya ke aset lainnya dari unit dibagi prorata atas dasar
      jumlah tercatat setiap aset dalam unit tersebut. Rugi penurunan nilai yang diakui atas goodwill
      tidak dapat dibalik pada periode berikutnya.

   o. Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan

      Kelompok Usaha menerapkan PSAK No. 48 tentang “Penurunan Nilai Aset”. PSAK ini
      memberikan ketentuan pengungkapan tambahan untuk setiap aset individual (termasuk
      goodwill) atau unit penghasil kas (“UPK”), yang mana rugi penurunan nilai telah diakui atau
      dibalik selama periode berjalan.

      Pada setiap tanggal pelaporan, Kelompok Usaha menilai apakah terdapat indikasi aset
      mengalami penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut, atau jika uji penurunan nilai secara
      tahunan disyaratkan untuk aset tertentu, maka Kelompok Usaha mengestimasi jumlah
      terpulihkan aset tersebut.

      Jumlah terpulihkan suatu aset atau unit penghasil kas adalah jumlah yang lebih tinggi antara
      nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual dan nilai pakainya. Jika jumlah terpulihkan suatu aset
      lebih kecil dari nilai tercatatnya, nilai tercatat aset harus diturunkan menjadi sebesar jumlah
      terpulihkan. Rugi penurunan nilai dan pemulihan rugi penurunan nilai diakui segera dalam
      laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.

      Penilaian dilakukan pada setiap akhir tahun pelaporan apakah terdapat indikasi bahwa rugi
      penurunan nilai yang telah diakui dalam tahun sebelumnya untuk aset selain goodwill mungkin
      tidak ada lagi atau mungkin telah menurun. Jika indikasi dimaksud ditemukan, maka entitas
      mengestimasi jumlah terpulihkan aset tersebut.




                                                                                                      19
Page 24
                     PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
                CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
             UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2024
                    (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (Lanjutan)

      Kerugian penurunan nilai yang telah diakui dalam tahun sebelumnya untuk aset selain goodwill
      dibalik hanya jika terdapat perubahan asumsi-asumsi yang digunakan untuk menentukan
      jumlah terpulihkan aset tersebut sejak rugi penurunan nilai terakhir diakui.
      Dalam hal ini, jumlah tercatat aset dinaikkan ke jumlah terpulihkannya. Pembalikan tersebut
      dibatasi sehingga jumlah tercatat aset tidak melebihi jumlah terpulihkannya maupun jumlah
      tercatat, setelah dikurangi penyusutan, seandainya tidak ada rugi penurunan nilai yang telah
      diakui untuk aset tersebut pada tahun sebelumnya. Pembalikan rugi penurunan nilai diakui
      dalam laba rugi. Setelah pembalikan tersebut, penyusutan aset tersebut disesuaikan di tahun
      mendatang untuk mengalokasikan jumlah tercatat aset yang direvisi, dikurangi nilai sisanya,
      dengan dasar yang sistematis selama sisa umur manfaatnya.

   p. Sewa

      Kebijakan akuntansi yang diterapkan hingga 31 Desember 2019 adalah sebagai berikut:

      Sewa yang mengalihkan secara substansial semua risiko dan manfaat yang terkait dengan
      kepemilikan aset kepada lessee diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan. Pada awal masa
      sewa, sewa pembiayaan dikapitalisasi sebesar nilai wajar aset sewaan atau sebesar nilai kini
      dari pembayaran sewa minimum, jika nilai kini lebih rendah dari nilai wajar. Pembayaran sewa
      minimum dipisahkan antara bagian yang merupakan beban keuangan dan bagian yang
      merupakan pelunasan liabilitas sehingga menghasilkan suatu tingkat bunga periodik yang
      konstan atas saldo liabilitas.

      Beban keuangan dibebankan pada laporan laba rugi komprehensif konsolidasian. Aset sewaan
      yang dimiliki oleh lessee dengan dasar sewa pembiayaan dicatat pada akun aset tetap dan
      disusutkan sepanjang masa manfaat dari aset sewaan tersebut atau periode masa sewa, mana
      yang lebih pendek, jika tidak ada kepastian yang memadai bahwa lessee akan mendapatkan
      hak kepemilikan pada akhir masa sewa.

      Sewa yang tidak mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait
      dengan kepemilikan aset diklasifikasikan sebagai sewa operasi. Dengan demikian,
      pembayaran sewa diakui sebagai beban dengan dasar garis lurus (straight-line basis) selama
      masa sewa.

      Kebijakan akuntansi yang diterapkan sejak atau setelah 1 Januari 2020 adalah sebagai berikut:

      Kelompok Usaha sebagai penyewa

      Sewa dimana seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset secara
      signifikan berada pada lessor diklasifikasikan sebagai sewa operasi.

      Pembayaran sewa operasi diakui sebagai beban dengan dasar garis lurus selama masa sewa,
      kecuali terdapat dasar sistematis lain yang dapat lebih mencerminkan pola waktu dari manfaat
      ekonomi aset sewa pembiayaan yang dinikmati pengguna.

      Liabilitas sewa diukur pada nilai kini pembayaran sewa yang belum dibayar pada tanggal
      permulaan, didiskontokan dengan menggunakan suku bunga implisit dalam sewa atau jika
      suku bunga tersebut tidak dapat ditentukan, maka menggunakan suku bunga pinjaman
      inkremental. Pada umumnya, Kelompok Usaha menggunakan suku bunga pinjaman
      inkremental sebagai tingkat bunga diskonto.

      Kelompok Usaha sebagai pesewa

      Ketika Kelompok Usaha bertindak sebagai pesewa, Kelompok Usaha mengklasifikasi masing-
      masing sewanya baik sewa operasi atau sewa pembiayaan. Untuk mengklasifikasi masing-
      masing sewa, Kelompok Usaha membuat penilaian secara keseluruhan atas apakah sewa

                                                                                                20
Page 25
                    PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
               CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
            UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2024
                   (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (Lanjutan)

      mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan
      aset pendasar. Jika penilaian membuktikan hal tersebut, maka sewa diklasifikasikan sebagai
      sewa pembiayaan; jika tidak, maka merupakan sewa operasi.

      Apabila aset disewakan melalui sewa operasi, aset disajikan di laporan posisi keuangan
      konsolidasian sesuai sifat aset tersebut. Penghasilan sewa diakui sebagai pendapatan dengan
      dasar garis lurus selama masa sewa.

   q. Pengakuan Pendapatan dan Beban

      Pendapatan diakui bila besar kemungkinan manfaat ekonomi akan diperoleh oleh Kelompok
      Usaha dan jumlahnya dapat diukur secara handal. Pendapatan diukur pada nilai wajar imbalan
      yang diterima, tidak termasuk diskon, rabat dan pajak penjualan (PPN).

      Kebijakan akuntansi yang diterapkan hingga 31 Desember 2019

      Pendapatan diakui pada saat penyerahan barang kepada pelanggan.

      Beban diakui pada saat terjadinya (metode akrual).

      Kebijakan akuntansi yang diterapkan sejak atau setelah 1 Januari 2020

      Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan

      Pengakuan pendapatan harus memenuhi lima (5) langkah analisa sebagai berikut:

      1) Identifikasi kontrak dengan pelanggan.
      2) Identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak. Kewajiban pelaksanaan merupakan
         janji-janji dalam kontrak untuk menyerahkan barang atau jasa yang memiliki karakteristik
         berbeda ke pelanggan.
      3) Penetapan harga transaksi. Harga transaksi merupakan jumlah imbalan yang berhak
         diperoleh suatu entitas sebagai kompensasi atas diserahkannya barang atau jasa yang
         dijanjikan ke pelanggan. Jika imbalan yang dijanjikan di kontrak mengandung suatu jumlah
         yang bersifat variable, maka Kelompok Usaha membuat estimasi jumlah imbalan tersebut
         sebesar jumlah yang diharapkan berhak diterima atas diserahkannya barang atau jasa
         yang dijanjikan ke pelanggan dikurangi dengan estimasi jumlah jaminan kinerja jasa yang
         akan dibayarkan selama periode kontrak.
      4) Alokasi harga transaksi ke setiap kewajiban pelaksanaan dengan menggunakan dasar
         harga jual berdiri sendiri relative dari setiap barang atau jasa berbeda yang dijanjikan di
         kontrak. Ketika tidak dapat diamati secara langsung, harga jual berdiri sendiri relatif
         diperkirakan berdasarkan biaya yang diharapkan ditambah margin.
      5) Pengakuan pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi dengan
         menyerahkan barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan (ketika pelanggan telah
         memiliki kendali atas barang atau jasa tersebut).

      Kelompok Usaha mengalihkan pengendalian atas barang atau jasa sepanjang waktu
      (“overtime”), jika satu dari kriteria berikut terpenuhi:
      1) Pelanggan secara simultan menerima dan mengonsumsi manfaat yang dihasilkan dari
          pelaksanaan Kelompok Usaha selama Kelompok Usaha melaksanakan kewajiban
          pelaksanaannya;

      2) Pelaksanaan Kelompok Usaha menimbulkan atau meningkatkan aset (sebagai contoh,
         pekerjaan dalam proses) yang dikendalikan pelanggan selama aset tersebut ditimbulkan
         atau ditingkatkan; atau



                                                                                                 21
Page 26
                       PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
                  CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
               UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2024
                      (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (Lanjutan)

        Jika kewajiban pelaksanaan tidak terpenuhi sepanjang waktu, maka Kelompok Usaha
        memenuhi kewajiban pelaksanaan pada waktu tertentu (“at a point in time”). Kelompok Usaha
        mempertimbangkan indikator pengalihan pengendalian, yang mencakup, tetapi tidak terbatas
        pada hal berikut:
        1) Kelompok Usaha memiliki hak kini atas pembayaran aset;
        2) Pelanggan memiliki hak kepentingan legal atas aset;
        3) Kelompok Usaha telah mengalihkan kepemilikan fisik atas aset;
        4) Pelanggan memiliki risiko dan manfaat signifikan atas kepemilikan aset;
        5) Pelanggan telah menerima aset.

        Kelompok Usaha mengakui pendapatan ketika terjadi pengalihan pengendalian atas suatu
        produk kepada pelanggan.

   r.   Imbalan Kerja

        Imbalan kerja jangka pendek

        Imbalan kerja jangka pendek diakui pada saat terutang kepada karyawan.

        Imbalan pasca-kerja

        kelompok Usaha menentukan liabilitas imbalan kerja sesuai dengan Undang-undang
        Ketenagakerjaan No. 13/2003 (“Undang-undang”) tanggal 25 Maret 2003. Perhitungan imbalan
        kerja ditentukan dengan menggunakan metode projected unit credit.

        Keuntungan dan kerugian aktuarial yang timbul dari penyesuaian pengalaman dan perubahan
        asumsi aktuarial dikreditkan atau dibebankan sebagai ekuitas dalam penghasilan
        komprehensif lain dalam periode terjadinya.

        Beban jasa lalu yang timbul dari amandemen atau kurtailmen program diakui sebagai beban
        dalam laba rugi pada saat terjadinya.

        Imbalan kerja jangka panjang lainnya

        Imbalan kerja jangka panjang lainnya terdiri dari penghargaan masa kerja dan cuti berimbalan
        jangka panjang. Imbalan ini dihitung dengan menggunakan metodologi yang sama dengan
        metodologi yang digunakan dalam perhitungan pensiun imbalan pasti, dan dinilai setiap tahun
        oleh aktuaris independen yang memenuhi syarat.

   s.   Pajak Penghasilan

        Beban pajak kini ditetapkan berdasarkan taksiran laba kena pajak periode berjalan.

        Aset pajak kini dan liabilitas pajak kini dilakukan saling hapus ketika entitas memiliki hak yang
        dapat dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus jumlah yang diakui; dan
        bermaksud untuk menyelesaikan dengan dasar neto, atau merealisasikan asset dan
        menyelesaikan liabilitas secara bersamaan.

        Aset dan liabilitas pajak tangguhan diakui atas perbedaan temporer antara aset dan liabilitas
        untuk tujuan komersial dan untuk tujuan perpajakan setiap tanggal pelaporan. Manfaat pajak
        di masa mendatang, seperti saldo rugi fiskal yang belum digunakan, diakui sejauh besar
        kemungkinan realisasi atas manfaat pajak tersebut.

        Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur pada tarif pajak yang diharapkan akan digunakan
        pada periode ketika aset direalisasi atau ketika liabilitas dilunasi berdasarkan tarif pajak (dan


                                                                                                      22
Page 27
                       PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
                  CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
               UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2024
                      (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (Lanjutan)

        peraturan perpajakan) yang berlaku atau secara substansial telah diberlakukan pada akhir
        periode pelaporan.

        Aset dan liabilitas pajak tangguhan dilakukan saling hapus jika dan hanya jika entitas memiliki
        hak secara hukum untuk saling hapus aset pajak kini terhadap liabilitas pajak kini, dan aset
        pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan terkait dengan pajak penghasilan yang
        dikenakan oleh otoritas perpajakan atas entitas kena pajak, yang sama atau entitas kena pajak
        berbeda yang bermaksud untuk memulihkan aset dan liabilitas pajak kini dengan dasar
        neto, atau merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara bersamaan, pada setiap
        periode masa depan yang mana jumlah signifikan atas aset atau liabilitas pajak tangguhan
        diharapkan diselesaikan atau dipulihkan.

        Jumlah tambahan pokok dan denda pajak berdasarkan Surat Ketetapan Pajak (“SKP”) diakui
        sebagai pendapatan atau beban dalam laba rugi tahun/periode berjalan. Namun jika diajukan
        upaya penyelesaian selanjutnya, jumlah tersebut ditangguhkan pembebanannya sepanjang
        memenuhi kriteria pengakuan aset.

   t.   Laba per Saham

        Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba atau rugi yang dapat diatribusikan
        kepada pemegang saham biasa entitas induk, dengan jumlah rata-rata tertimbang saham
        biasa yang beredar, dalam satu periode.

        Kelompok Usaha tidak mempunyai efek berpotensi saham biasa yang bersifat dilutif pada
        tanggal 31 Desember 2020 dan 2019.

   u. Segmen Operasi

        Kelompok Usaha mengungkapkan informasi yang memungkinkan pengguna laporan
        keuangan untuk mengevaluasi sifat dan dampak keuangan dari aktivitas bisnis dan
        menggunakan “pendekatan manajemen” dalam menyajikan informasi segmen menggunakan
        dasar yang sama seperti halnya pelaporan internal.

        Segmen operasi dilaporkan dengan cara yang konsisten dengan pelaporan internal yang
        disampaikan kepada pengambil keputusan operasional. Dalam hal ini pengambil keputusan
        operasional yang mengambil keputusan strategis adalah Dewan Direksi.

   v.   Provisi dan Kontingensi

        Provisi diakui jika Kelompok Usaha memiliki liabilitas kini (baik bersifat hukum maupun bersifat
        konstruktif) yang akibat peristiwa masa lalu besar kemungkinannya penyelesaian liabilitas
        tersebut mengakibatkan arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi dan
        estimasi yang andal mengenai jumlah liabilitas tersebut dapat dibuat.
        Provisi ditelaah pada setiap akhir periode pelaporan dan disesuaikan untuk mencerminkan
        estimasi terbaik yang paling kini. Jika tidak terdapat kemungkinan arus keluar sumber daya
        yang mengandung manfaat ekonomi untuk menyelesaikan kewajiban tersebut, provisi tidak
        diakui.

        Aset dan liabilitas kontinjensi tidak diakui dalam laporan keuangan konsolidasian tetapi
        diungkapkan, kecuali arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi
        kemungkinannya kecil. Aset kontinjensi tidak diakui dalam laporan keuangan konsolidasian
        tetapi diungkapkan apabila terdapat kemungkinan besar arus masuk manfaat ekonomis akan
        diperoleh.




                                                                                                     23
Page 28
                      PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
                 CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
              UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2024
                     (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (Lanjutan)

   w. Dividen

        Pembagian dividen final diakui sebagai liabilitas ketika dividen tersebut disetujui Rapat Umum
        Pemegang Saham Perseroan. Pembagian dividen diakui sebagai liabilitas ketika dividen
        disetujui berdasarkan keputusan rapat Direksi sesuai dengan Anggaran Dasar Perseroan.

   x.   Akuntasi Aset dan Liabilitas Pengampunan Pajak

        PSAK 70 ”Akuntansi Aset dan Liabilitas Pengampunan Pajak memberikan pengaturan
        akuntansi atas aset dan liabilitas yang timbul dari pengampunan pajak, dimana entitas dapat
        memilih menerapkan kebijakan akuntansi sesuai dengan SAK lain yang relevan dalam
        mengakui, mengukur, menyajikan dan mengungkapkan aset dan liabilitas pengampunan pajak
        atau menerapkan kebijakan akuntansi sesuai PSAK No. 70.

        Kelompok Usaha telah menerapkan PSAK ini dan telah melengkapi persyaratan mengenai
        informasi akuntansi Aset dan Liabilitas Pengampunan Pajak.

        Aset Pengampunan Pajak dan Liabilitas Pengampunan Pajak diakui pada saat Surat
        Keterangan Penganpunan Pajak (SKPP) diterbitkan oleh Menteri Keuangan Republik
        Indonesia, dan tidak diakui secara neto (saling hapus). Selisih antara Aset Pengampunan Pajak
        dan Liabilitas Pengampunan Pajak diakui sebagai Tambahan Modal Disetor.

        Kelompok Usaha telah menerapkan PSAK ini dan telah melengkapi persyaratan mengenai
        informasi akuntansi Aset dan Liabilitas Pengampunan Pajak.

        Aset Pengampunan Pajak pada awalnya diakui sebesar nilai yang disetujui dalam SKPP.

        Liabilitas Pengampunan Pajak pada awalnya diakui sebesar nilai kas dan setara kas yang
        masih harus dibayarkan oleh Kelompok Usaha sesuai kewajiban kontraktual atas perolehan
        Aset Pengampunan Pajak.

        Uang tebusan yang dibayarkan oleh Kelompok Usaha untuk memperoleh pengampunajan
        pajak diakui sebagai beban pada periode dimana SKPP diterima oleh Kelompok Usaha.

        Setelah pengakuan awal, Aset dan Liabilitas Pengampunan Pajak diukur sesuai dengan SAK
        yang relevan sesuai dengan klasifikasi masing-masing Aset dan Liabilitas Pengampunan
        Pajak.

        Sehubungan dengan Aset dan Liabilitas Pengampunan Pajak yang diakui, Kelompok Usaha
        mengungkapkan dalam laporan keuangannya:
           a. Tanggal SKPP;
           b. Jumlah yang diakui sebagai Aset Pengampunan Pajak sesuai SKPP;
           c. Jumlah yang diakui sebagai Liabilitas Pengampunan Pajak.



3. ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI YANG PENTING

   Penyusunan laporan keuangan konsolidasian sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di
   Indonesia mewajibkan manajemen untuk membuat pertimbangan, estimasi dan asumsi yang
   mempengaruhi jumlah-jumlah yang dilaporkan dalam laporan keuangan. Sehubungan dengan
   adanya ketidakpastian yang melekat dalam membuat estimasi, hasil sebenarnya yang dilaporkan
   di masa mendatang dapat berbeda dengan jumlah estimasi yang dibuat.

   Kelompok Usaha mendasarkan asumsi dan estimasi pada parameter yang tersedia pada saat
   laporan keuangan disusun. Asumsi dan situasi mengenai perkembangan masa depan mungkin

                                                                                                   24
Page 29
                     PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
                CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
             UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2024
                    (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

3. ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI YANG PENTING (Lanjutan)

   berubah akibat perubahan pasar atau situasi diluar kendali Kelompok Usaha. Perubahan tersebut
   dicerminkan dalam asumsi terkait pada saat terjadinya.

   Pertimbangan, estimasi dan asumsi berikut ini dibuat oleh manajemen dalam rangka penerapan
   kebijakan akuntansi Kelompok Usaha yang memiliki pengaruh paling signifikan atas jumlah yang
   diakui dalam laporan keuangan konsolidasian:

   Menentukan klasifikasi aset dan liabilitas keuangan

   Kelompok Usaha menetapkan klasifikasi atas aset dan liabilitas tertentu sebagai aset keuangan
   dan liabilitas keuangan dengan mempertimbangkan apakah definisi yang ditetapkan PSAK No. 55
   (Revisi 2014) dipenuhi. Dengan demikian, aset keuangan dan liabilitas keuangan diakui sesuai
   dengan kebijakan akuntansi Kelompok Usaha seperti diungkapkan pada Catatan 2.

   Menentukan nilai wajar dan perhitungan amortisasi biaya perolehan dari instrumen keuangan

   Kelompok Usaha mencatat aset dan liabilitas keuangan tertentu pada nilai wajar dan pada biaya
   perolehan yang diamortisasi, yang mengharuskan penggunaan estimasi akuntansi. Sementara
   komponen signifikan atas pengukuran nilai wajar dan asumsi yang digunakan dalam perhitungan
   amortisasi biaya perolehan ditentukan menggunakan bukti objektif yang dapat diverifikasi, jumlah
   nilai wajar atau amortisasi dapat berbeda bila Kelompok Usaha menggunakan metodologi penilaian
   atau asumsi yang berbeda.

   Perubahan tersebut dapat mempengaruhi secara langsung laba atau rugi Kelompok Usaha.
   Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam Catatan 33.

   Menilai jumlah terpulihkan dari aset keuangan

   Kelompok Usaha mengevaluasi akun piutang tertentu yang diketahui bahwa pelanggan tertentu
   tidak dapat memenuhi kewajiban keuangannya.

   Dalam hal tersebut, Kelompok Usaha menggunakan pertimbangan, berdasarkan fakta dan situasi
   yang tersedia, termasuk namun tidak terbatas pada, jangka waktu hubungan dengan pelanggan
   dan status kredit dari pelanggan berdasarkan catatan kredit dari pihak ketiga yang tersedia dan
   faktor pasar yang telah diketahui, untuk mencatat penyisihan spesifik atas pelanggan terhadap
   jumlah terutang guna mengurangi jumlah piutang yang diharapkan dapat diterima oleh Kelompok
   Usaha. Penyisihan spesifik ini dievaluasi kembali dan disesuaikan jika tambahan informasi yang
   diterima mempengaruhi jumlah penyisihan atas penurunan nilai piutang. Penjelasan lebih rinci
   diungkapkan dalam Catatan 5 dan 6.

   Menentukan metode penyusutan dan estimasi umur manfaat aset tetap dan aset hak guna

   Biaya perolehan aset tetap disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan
   taksiran masa manfaat ekonomisnya. Manajemen mengestimasi masa manfaat ekonomis aset
   tetap 4 (empat) tahun sampai dengan 20 (dua puluh) tahun. Ini adalah umur yang secara umum
   diharapkan dalam industri dimana Kelompok Usaha menjalankan bisnisnya. Perubahan tingkat
   pemakaian dan perkembangan teknologi dapat mempengaruhi masa manfaat ekonomis dan nilai
   sisa aset, dan karenanya biaya penyusutan masa depan mungkin direvisi. Penjelasan lebih rinci
   diungkapkan dalam Catatan 11.

   Aset hak guna disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa
   manfaat ekonomisnya. Manajemen mengestimasi masa manfaat ekonomis aset hak guna selama
   dua (2) sampai dengan dua puluh (20) tahun. Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam Catatan
   12.




                                                                                                25
Page 30
                      PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
                 CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
              UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2024
                     (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

3. ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI YANG PENTING (Lanjutan)

   Menilai jumlah terpulihkan dari aset non-keuangan

   Penyisihan penurunan nilai pasar dan keusangan persediaan diestimasi berdasarkan fakta dan
   situasi yang tersedia, termasuk namun tidak terbatas kepada, kondisi fisik persediaan yang dimiliki,
   harga jual pasar, estimasi biaya penyelesaian dan estimasi biaya yang timbul untuk penjualan.
   Provisi dievaluasi kembali dan disesuaikan jika terdapat tambahan informasi yang mempengaruhi
   jumlah yang diestimasi. Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam Catatan 7.

   Jumlah pemulihan atas aset tetap didasarkan pada estimasi dan asumsi khususnya mengenai
   prospek pasar dan arus kas terkait dengan aset. Estimasi arus kas masa depan mencakup
   perkiraan mengenai pendapatan masa depan. Setiap perubahan dalam asumsi-asumsi ini mungkin
   memiliki dampak material terhadap pengukuran jumlah terpulihkan dan bisa mengakibatkan
   penyesuaian penyisihan penurunan nilai yang sudah dibukukan. Penjelasan lebih rinci
   diungkapkan dalam Catatan 11.

   Estimasi beban pensiun dan imbalan kerja

   Penentuan liabilitas dan biaya pensiun dan liabilitas imbalan kerja Kelompok Usaha bergantung
   pada pemilihan asumsi yang digunakan oleh aktuaris independen dalam menghitung jumlah-
   jumlah tersebut. Asumsi tersebut termasuk antara lain, tingkat diskonto, tingkat kenaikan gaji
   tahunan, tingkat pengunduran diri karyawan tahunan, tingkat kecacatan, umur pensiun dan tingkat
   kematian. Sementara Kelompok Usaha berkeyakinan bahwa asumsi tersebut adalah wajar dan
   sesuai, perbedaan signifikan pada hasil aktual atau perubahan signifikan dalam asumsi yang
   ditetapkan Kelompok Usaha dapat mempengaruhi secara material liabilitas diestimasi atas pensiun
   dan imbalan kerja dan beban imbalan kerja neto. Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam Catatan
   21.

   Menentukan pajak penghasilan

   Pertimbangan signifikan dilakukan dalam menentukan provisi atas pajak penghasilan badan.
   Terdapat transaksi dan perhitungan tertentu yang penentuan pajak akhirnya adalah tidak pasti
   sepanjang kegiatan usaha normal. Kelompok Usaha mengakui liabilitas atas pajak penghasilan
   badan berdasarkan estimasi apakah akan terdapat tambahan pajak penghasilan badan.
   Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam Catatan 17.

   Kelompok Usaha menelaah aset pajak tangguhan pada setiap tanggal pelaporan dan mengurangi
   nilai tercatat sepanjang tidak ada kemungkinan bahwa laba kena pajak memadai untuk
   mengkompensasi sebagian atau seluruh aset pajak tangguhan. Kelompok Usaha juga menelaah
   waktu yang diharapkan dan tarif pajak atas pemulihan perbedaan temporer dan menyesuaikan
   pengaruh atas pajak tangguhan yang sesuai. Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam Catatan
   17f.

   Mengevaluasi provisi dan kontinjensi

   Kelompok usaha melakukan pertimbangan untuk membedakan antara provisi dan kontinjensi serta
   mempersiapkan provisi yang sesuai untuk proses hukum atau kewajiban konstruktif, jika ada,
   sesuai dengan kebijakan provisinya dan mempertimbangkan risiko dan ketidakpastian yang
   relevan.




                                                                                                    26
Page 31
                      PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
                 CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
              UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2024
                     (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

4. KAS DAN SETARA KAS


                                                                 30-Jun-24        31-Dec-23
   Kas
     Rupiah                                                        546,530,434      576,794,634
                                                                   546,530,434      576,794,634
   Kas di Bank
     Rupiah
       PT Bank Mandiri (Persero) Tbk                              7,386,159,027    2,013,341,738
       PT Bank Central Asia Tbk                                   1,221,850,237      922,299,687
       PT Bank Rakyat Indonesia                                   1,121,630,604        1,496,059
       PT BPD Jawa Timur Tbk                                        385,732,041      729,980,510
       PT Bank Danamon Indonesia Tbk                                149,034,803       77,980,480
       PT Bank CIMB Niaga Tbk                                               -                -
       PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk                         4,880,000        3,716,832
       PT BPD Jawa Barat dan Banten Tbk                                     -          5,330,000
       PT BPD Sulselbar                                                     -                -

       Sub-total                                                 10,269,286,712    3,754,145,306
     Dolar AS
       PT Bank Mandiri (Persero) Tbk                              1,598,139,177    1,055,220,114
       PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk                         2,633,928        2,621,400
       Sub-total                                                  1,600,773,105    1,057,841,514
     Euro
       PT Bank Mandiri (Persero) Tbk                               916,971,783      917,833,953
     Total kas di bank                                           12,787,031,600    5,729,820,773
   Deposito berjangka
     Rupiah
       PT Bank Central Asia Tbk                                     50,000,000       50,000,000
       PT Bank Mandiri (Persero) Tbk                                       -                -
     Total deposito berjangka                                       50,000,000       50,000,000
   Total                                                         13,383,562,034    6,356,615,407




  Seluruh kas di bank dan deposito berjangka ditempatkan pada pihak ketiga.




                                                                                           27
Page 32
                      PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
                 CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
              UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2024
                     (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

5. PIUTANG USAHA
                                                                 30-Jun-24          31-Dec-23
   Pihak ketiga
     PT Aneka Tambang (Persero) Tbk                              1,125,325,731      1,040,979,150
     PT Tanah Sumber Makmur                                      2,069,039,995      2,069,039,995
     PT Indocement Tunggal Prakarsa                                136,663,200      1,587,181,130
     PT Amman Mineral Nusa Tenggara                              1,801,243,500      1,286,578,652
     PT Patra Logistik                                                     -        1,163,280,000
     PT Pertamina Hulu Mahakam                                     691,230,048      1,593,921,600
     PT Solusi Bangun Indonesia Tbk                                 35,520,000      1,023,703,696
     PT Andaro Indonesia                                         1,129,269,600                -
     PT Bukit Makmur Mandiri Utama                                 959,837,127                -
     PT Eracipta Binakarya                                       4,812,190,000                -
     PT Rivano Arnajaya                                          1,319,235,000                -
     Lain-lain (saldo dibawah Rp1 milyar)                       40,651,934,003     30,783,336,836
     Total pihak ketiga                                         54,731,488,203     40,548,021,059
   Dikurangi penyisihan kerugian penurunan piutang              (7,112,017,086)    (4,881,735,051)
   Pihak ketiga - neto                                          47,619,471,117     35,666,286,008
   Neto                                                         47,619,471,117     35,666,286,008


  Rincian daftar umur piutang usaha adalah sebagai berikut:

                                                              30-Jun-24           31-Dec-23
   Balum jatuh tempo                                          37,513,023,529      28,030,672,810
   Jatuh tempo
     1 sampai dengan 30 hari                                   3,976,513,280       3,762,666,900
     31 sampai dengan 60 hari                                  1,659,459,737       1,928,006,880
     61 sampai dengan 90 hari                                    539,083,182         557,190,625
     Lebih dari 90 hari                                       11,043,408,475       6,269,483,844
   Total                                                      54,731,488,203      40,548,021,059
   Dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai piutang        (7,112,017,086)     (4,881,735,051)
   Neto                                                       47,619,471,117      35,666,286,008
  Mutasi penyisihan kerugian penurunan nilai piutang adalah sebagai berikut:

                                                              30-Jun-24           31-Dec-23
   Saldo awal tahun                                            4,881,735,051       4,479,240,037
   Penyesuaian saldo atas Penerapan PSAK No. 71                          -                   -
   Saldo setelah penerapan PSAK No. 71                         4,881,735,051       4,479,240,037
   Pemulihan                                                     821,594,513      (1,006,192,508)
   Kerugian penurunan nilai                                    1,408,687,522       1,408,687,522
     periode berjalan (catatan 28)                                       -                   -
   Penghapusan piutang yang telah disisihkan                             -                   -
   Neto                                                        7,112,017,086       4,881,735,051




                                                                                                28
Page 33
                      PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
                 CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
              UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2024
                     (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

5. PIUTANG USAHA (Lanjutan)

   Piutang usaha menggunakan mata uang Rupiah.

   Berdasarkan penelaahan atas kolektibilitas masing-masing piutang usaha pada awal periode
   bahwa penyisihan kerugian penurunan nilai piutang adalah cukup untuk menutup kemungkinan
   kerugian atas tidak tertagihnya piutang usaha.
   Pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023, piutang usaha Kelompok Usaha dijadikan
   sebagai jaminan pinjaman bank jangka pendek (Catatan 13).



6. PIUTANG LAIN-LAIN

                                                                  30-Jun-24            31-Des-23
   Pihak Ketiga
     PT Tanah Sumber Makmur                                        8,627,203,359       8,627,203,359
     PT Batam Citra International                                  1,150,000,000       1,150,000,000
     Lain-lain (dibawah Rp 500juta)                                1,776,602,096       1,352,196,100
   Total pihak ketiga                                            11,553,805,455       11,129,399,459
   Total                                                         11,553,805,455       11,129,399,459
   Dikurangi penyisihan kerugian
       penurunan nilai piutang                                      (759,867,678)       (759,867,678)
   Total pihak ketiga-neto                                       10,793,937,777       10,369,531,781


   Mutasi penyisihan kerugian penurunan nilai piutang adalah sebagai berikut:
                                                             30-Jun-24              31-Des-23
   Saldo awal tahun                                            759,867,678           759,867,678
   Pencadangan selama tahun berjalan                                   -                     -
   Saldo Akhir Periode                                         759,867,678           759,867,678


   PT Tanah Sumber Makmur

   Pada tanggal 29 Desember 2020, Perusahaan menandatangani Perjanjian Pengakuan Hutang
   dengan PT Tanah Sumber Makmur (“TSM”) atas pinjaman yang diberikan Perusahaan kepada
   TSM. Pinjaman ini dikenakan bunga sebesar 3,25% per tahun dengan jangka waktu pinjaman
   selama satu (1) tahun. Aset TSM dijadikan jaminan untuk pelunasan pinjaman Perusahaan kepada
   Bank Mandiri sehubungan dengan perjanjian ini. Perjanjian ini telah diperpanjang beberapa kali,
   terakhir dengan jatuh tempo sampai dengan 28 Desember 2023 (Catatan 14).

   Ahmad Irpangi

   Piutang lain-lain kepada Ahmad Irpangi sebesar Rp5.158.000.000 pada tanggal 31 Desember 2022
   dan sebesar Rp10.115.608.256 pada tanggal 31 Desember 2021, merupakan piutang atas
   pengalihan saham Perusahaan di PT BCI dan AA di SPU. Pada tanggal 20 Agustus 2020, AA telah
   melakukan penjualan atas seluruh kepemilikan saham di SPU sebesar Rp.5.200.000.000 dengan
   harga Rp10.010.000.000 (Catatan 1). Pada tanggal 27 Agustus 2020, Perusahaan telah melakukan
   penjualan atas seluruh kepemilikan saham pada BCI sebesar Rp500.000.000 dengan harga
   Rp.923.700.000.




                                                                                                29
Page 34
                     PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
                CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
             UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2024
                    (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

7. PERSEDIAAN
                                                                 30-Jun-24           31-Dec-23
   Barang jadi                                                  63,458,929,692      46,472,478,836
   Barang dalam proses                                           4,300,059,217       3,691,527,411
   Bahan baku, bahan pembantu dan suku cadang                    4,112,117,036       4,064,047,227
   Barang dalam perjalanan                                      30,633,091,680      35,906,298,196
   Jumlah                                                      102,504,197,625      90,134,351,670
   Dikurangi penyisihan kerugian atas persediaan usang                     -                   -
   Neto                                                        102,504,197,625      90,134,351,670


  Persediaan telah diasuransikan terhadap risiko kebakaran, pencurian dan risiko lainnya
  berdasarkan suatu paket polis tertentu dengan nilai pertanggungan sebesar Rp168.286.762.938
  tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023. Manajemen berpendapat bahwa nilai
  pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian atas persediaan yang
  dipertanggungkan.
  Persediaan masing-masing pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023 digunakan sebagai
  jaminan atas fasilitas pinjaman bank jangka pendek (Catatan 13).



8. BIAYA DIBAYAR DIMUKA



                                                                30-Jun-24            31-Dec-23
   Sewa                                                           134,999,994        2,184,424,067
   Asuransi                                                       391,110,906           19,072,451
   Lain-lain (dibawah Rp 10juta)                                          -            285,034,906
   Total                                                          526,110,900        2,488,531,424




9. ASET LANCAR LAINNYA

                                                                30-Jun-24            31-Dec-23
   Uang muka pembelian                                          11,116,507,580       6,958,645,337
   Kas/dana yang dibatasi penggunaannya                          2,036,000,000       2,036,000,000
   Lain-lain (dibawah Rp 10juta)                                   773,812,272       1,832,018,923
   Total                                                        13,926,319,852      10,826,664,260


  Pada tanggal 31 Desember 2017, Perusahaan mencatat deposito berjangka pada PT Bank Mandiri
  (Persero) Tbk dengan jangka waktu 3 (tiga) bulan dan dapat di perpanjang secara otomatis dalam
  mata uang Rupiah sebesar Rp1.836.000.000 dan Rp200.000.000 dengan suku bunga masing-
  masing sebesar 6% dan 5,75%.

  Pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023, deposito berjangka Kelompok Usaha dijadikan
  sebagai jaminan pinjaman bank jangka pendek (Catatan 14).




                                                                                             30
Page 35
                     PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
                CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
             UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2024
                    (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

10. INVESTASI PADA VENTURA BERSAMA

  PT Tira Stahlindo Indonesia

  Pada tanggal 2 Agustus 2017, PT Alpha Austenite (AA) (Entitas anak) menandatangani perjanjian
  usaha patungan dengan PT Stahlindo Engineering untuk membentuk usaha patungan yang
  berdomisili di Bogor. Pada tanggal 2 Agustus 2017, PT Tira Stahlindo Indonesia (TSI) didirikan
  berdasarkan Akta Pendirian Perseroan Terbatas No 01, Notaris Jana Hanna Waturangi, S.H.,
  Notaris di Jakarta. AA memiliki 3.125 saham dengan kepemilikan 50% di TSI.

  Investasi tersebut dicatat dalam laporan posisi keuangan konsolidasian di bawah akun “Investasi
  pada Ventura Bersama” sebesar Rp781.250.000. TSI ditentukan untuk memulai operasi pada
  tahun 2017. Pada tanggal 29 September 2017 AA sudah membayar harga saham di TSI.

  Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat TSI No. 04 tanggal 9 Januari 2019, oleh Jana
  Hanna Waturagi, S.H. disebutkan bahwa para pemegang saham Perseroan seperti tertera dalam
  Keputusan Sirkuler Pemegang Saham Tanpa Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa
  Perusahaan, yang keputusannya telah ditangatangani seluruhnya oleh pemegang saham
  Perseroan pada tanggal 13 Desember 2018, menyetujui sepenuhnya untuk menambah modal
  Perseroan sebesar Rp391.250.000 atau sebanyak 1.565 lembar saham. Akta ini telah dikukuhkan
  dengan SK Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia No. AHU-AH.01.03-0050864, tanggal 25
  Januari 2019.

  Perubahan Anggaran Dasar ini merubah prosentase kepemilikan modal AA di TSI dari 50%
  menjadi 60%. Penambahan modal ini telah disetorkan AA di 19 Desember 2018.

  Sampai dengan tanggal 30 September 2023, Perusahaan masih menerapkan metode ekuitas
  sebagai kebijakan akuntansinya dalam mencatat investasi kepemilikan pada PT Tira Stahlindo
  Indonesia.


                                                                 30-Jun-24            31-Dec-23
   PT Tira Stahlindo Indonesia
    Saldo awal                                                     979,465,924        1,202,205,224
    Bagian atas laba neto dari entitas ventura bersama                     -           (222,739,300)
   Saldo akhir                                                     979,465,924          979,465,924
   Jumlah                                                          979,465,924          979,465,924




                                                                                              31
Page 36
                          PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                  UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2024
                         (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

11. ASET TETAP

                                        Saldo                                                    Surplus             Saldo
                                       1-Jan-24         Penambahan        Pengurangan         Revaluasi Aset       30-Jun-24
   Harga Perolehan
   Pemilikan langsung
   Tanah                              148,195,451,124              -                  -                    -       148,195,451,124
   Bangunan dan prasarana              26,922,350,330       19,552,000                -                    -        26,941,902,330
   Mesin dan peralatan                 10,335,895,732      120,000,000       (258,000,000)                 -        10,197,895,732
   Tabung gas                          36,516,794,248       68,291,253                -                    -        36,585,085,501
   Kendaraan bermotor                   4,793,853,979              -                                       -         4,793,853,979
   Perabot dan perlengkapan kantor     20,599,633,024      188,478,380        (45,665,882)                 -        20,742,445,522
   Sub-total                          247,363,978,437      396,321,633       (303,665,882)                 -       247,456,634,188
   Aset Dalam Pengerjaan
   Aset dalam pengerjaan               10,896,161,582                -     (4,800,000,000)                 -         6,096,161,582
   Total Biaya Perolehan              258,260,140,019      396,321,633     (5,103,665,882)                 -       253,552,795,770
   Akumulasi penyusutan
   Pemilikan langsung
   Bangunan dan prasarana              22,736,080,766      304,561,961                -                    -        23,040,642,727
   Mesin dan peralatan                  6,001,088,268      223,172,250       (258,000,000)                 -         5,966,260,518
   Tabung gas                          34,236,611,030      192,931,074                -                    -        34,429,542,104
   Kendaraan                            4,698,956,211      320,358,421                -                    -         5,019,314,632
   Perabot dan perlengkapan kantor     16,754,329,514      146,237,506        (45,665,882)                 -        16,854,901,138
   Total Akumulasi Penyusutan          84,427,065,789     1,187,261,212      (303,665,882)                 -        85,310,661,119
   Jumlah Tercatat                    173,833,074,230                                                              168,242,134,651




                                        Saldo                                                     Surplus              Saldo
                                      1-Jan-23          Penambahan         Pengurangan         Revaluasi Aset        1-Dec-23
  Harga Perolehan
  Pemilikan langsung
  Tanah                              148,195,451,124               -                   -                   -       148,195,451,124
  Bangunan dan prasarana              26,353,106,950       420,959,742                 -           148,283,638      26,922,350,330
  Mesin dan peralatan                  7,614,060,069       108,624,271        (761,488,608)      3,374,700,000      10,335,895,732
  Tabung gas                          36,878,823,344               -          (362,029,096)                -        36,516,794,248
  Kendaraan bermotor                   4,793,853,979               -                                       -         4,793,853,979
  Perabot dan perlengkapan kantor     20,163,675,853     1,090,319,904        (654,362,733)                -        20,599,633,024
  Sub-total                          243,998,971,319     1,619,903,917      (1,777,880,437)      3,522,983,638     247,363,978,437
  Aset Dalam Pengerjaan
  Aset dalam pengerjaan                9,411,216,463     5,007,928,757                   -      (3,522,983,638)     10,896,161,582
  Total Biaya Perolehan              253,410,187,782     6,627,832,674      (1,777,880,437)                    -   258,260,140,019
  Akumulasi penyusutan
  Pemilikan langsung
  Bangunan dan prasarana              21,965,272,217       770,808,549                 -                       -    22,736,080,766
  Mesin dan peralatan                  6,428,295,475       334,281,401        (761,488,608)                    -     6,001,088,268
  Tabung gas                          34,077,777,979       520,862,147        (362,029,096)                    -    34,236,611,030
  Kendaraan                            4,604,058,484        94,897,727                                         -     4,698,956,211
  Perabot dan perlengkapan kantor     16,273,853,026     1,134,839,221        (654,362,733)                    -    16,754,329,514
  Total Akumulasi Penyusutan          83,349,257,181     2,855,689,045      (1,777,880,437)                    -    84,427,065,789
  Jumlah Tercatat                    170,060,930,601                                                               173,833,074,230




   Pada tanggal 7 November 2022, Ahmad Irpangi dan AA menandatangani Berita Acara Serah
   Terima Barang berupa 4 unit Generator Caterpillar 3606 + Rockwell 2000 kw sebesar
   Rp.4.852.000.000.

   Pada tanggal 11 November 2022, Ahmad Irpangi dan Perusahaan menandatangani Berita Acara
   Serah Terima Barang berupa 2 unit Air Compressor Ingersoll rand 1600 CFM dan 1 unit Diesel
   Generator Set 1500 kw sebesar Rp..923.700.000.

   Pada tanggal 23 Desember 2022, Perusahaan dan BCI menandatangani serah terima alat berat
   sebesar Rp.2.451.000.000.



                                                                                                                      32
Page 37
                      PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
                 CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
              UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2024
                     (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

11. ASET TETAP (Lanjutan)

   Penilaian atas nilai wajar asset dalam penyelesaian Air Compressor Ingersoll rand 1600 CFM,
   Diesel Generator Set 1500 kw dan Generator Caterpillar 3606 + Rockwell 2000 kw pada tanggal
   31 Oktober 2022 dihitung oleh penilai independen KJPP Dino Farid dan Rekan dengan laporan
   penilai pada tanggal 3 April 2023. Berdasarkan laporan tersebut, penilaian dilakukan sesuai dengan
   Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar Penilai Indonesia (KEPI & SPI) Edisi VII Tahun 2018 (SPI
   102- 3.17) dengan metode biaya pengganti terdepresiasi (Depreciated Replacement Cost/DRC)

   Pada tanggal 31 Desember 2016, Perusahaan melakukan perubahan kebijakan akuntansi atas
   tanah dari sebelumnya menggunakan model biaya menjadi model revaluasi. Revaluasi aset tetap
   tersebut tidak ditujukan untuk keperluan perpajakan, sehingga tidak ada pajak yang terhutang atas
   revaluasi aset tanah tersebut.

   Penilaian atas nilai wajar aset tetap berupa tanah Perusahaan dan AA pada tanggal 31 Desember
   2021 dihitung oleh penilai independen KJPP Rizky Djunaedi dan Rekan dengan laporan penilai
   pada tanggal 27 Mei 2022. Berdasarkan laporan tersebut, penilaian dilakukan sesuai dengan Kode
   Etik Penilai Indonesia dan Standar Penilai Indonesia (KEPI & SPI) Edisi VII Tahun 2018 berbasis
   nilai pasar (SPI 101-3.1) dan nilai likuidasi (SPI 102-3.5.b).

   Metode penilaian yang digunakan adalah pendekatan pasar dengan cara membandingkan aset
   yang dinilai dengan aset yang identik atau sebanding, dimana informasi harga transaksi atau
   penawaran tersedia, pendekatan pendapatan dengan mempertimbangkan pendapatan yang akan
   dihasilkan selama masa manfaatnya dan menghitung nilai proses kapitalisasi, pedekatan biaya
   berdasarkan pada prinsip harga yang akan dibayar pembeli untuk aset yang dinilai tidak lebih dari
   biaya membeli atau membangun untuk aset setara kecuali faktor waktu yang tidak wajar,
   ketidaknyamanan, resiko atau faktor lainnya.

   Pada tanggal 31 Desember 2022 dan 2021, ”Surplus Revaluasi atas Aset” disajikan dalam
   penghasilan komprehensif lain dan bagian dari ekuitas sebagai berikut:

                                                                                        31-Des-23
   Nilai tanah setelah penilaian kembali                                              148,195,451,124
   Nilai tercatat tanah sebelum penilaian kembali                                      12,592,021,232
   Surplus revaluasi aset                                                             135,603,429,892
   Dikurangi:
     Pajak tangguhan                                                                   (29,832,754,576)
     Penyesuaian tarif pajak                                                                       -
   Total                                                                              105,770,675,316



   Alokasi beban penyusutan adalah sebagai berikut:

                                                                   30-Jun-24            31-Dec-23
   Beban pokok penjualan                                             507,329,469        1,237,912,314
   Beban usaha                                                     1,187,261,212        1,617,776,731
   Total                                                           1,694,590,681        2,855,689,045


   Pada tanggal 31 Desember 2022 dan 2021, terdapat nilai bruto aset tetap yang telah disusutkan
   penuh dan masih digunakan sebesar Rp70.952.047.771 dan Rp.70.439.139.147.

   Aset tetap, kecuali tanah dan aset dalam penyelesaian, telah diasuransikan terhadap risiko
   kebakaran, pencurian dan risiko lainnya berdasarkan suatu paket polis tertentu dengan nilai


                                                                                                  33
Page 38
                       PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
                  CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
               UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2024
                      (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

11. ASET TETAP (Lanjutan)

   pertanggungan masing-masing sebesar Rp58.250.730.144 pada tanggal 31 Desember 2023 dan
   31 Desember 2022. Manajemen berkeyakinan bahwa nilai pertanggungan tersebut adalah cukup
   untuk menutup kemungkinan kerugian atas aset yang dipertanggungkan.

   Berdasarkan evaluasi manajemen tidak terdapat kejadian-kejadian atau perubahan-perubahan
   keadaan yang mengindikasikan adanya penurunan nilai aset tetap Kelompok Usaha.

   Tanah dan bangunan, termasuk mesin dan peralatan digunakan sebagai jaminan atas fasilitas
   pinjaman yang diperoleh dari bank (Catatan 13).




12. ASET HAK GUNA

   Rincian aset hak guna pada tanggal 1 Januari 2020 setelah penerapan awal PSAK No. 73 dan
   mutasinya sampai dengan 31 Maret 2024 adalah sebagai berikut:

                                                    1-Jan-24           Penambahan          30-Jun-24
   Aset Hak Guna
    Pihak ketiga
      Model Biaya
         Tanah HGB diatas Hak Pengelolaan (HPL)    5,511,021,004                    -       5,511,021,004
         Bangunan                                  4,268,490,870                    -       4,268,490,870
         Kendaraan                                 3,614,749,579                    -       3,614,749,579
     Total                                        13,394,261,453                    -      13,394,261,453
       Akumulasi Penyusutan
         Penyesuaian PSAK No. 73                              -                    -                  -
         Penyusutan                                 2,408,863,302        1,005,718,043      3,414,581,345
     Total                                         2,408,863,302         1,005,718,043      3,414,581,345
   Nilai Tercatat                                 10,985,398,151                            9,979,680,108


   Perusahaan memiliki sebidang tanah terletak di Kawasan Jakarta Industrial Estate Pulogadung
   (“JIEP”) dengan HPL yang berjangka waktu tiga puluh (20) tahun dan akan jatuh tempo antara
   tahun 2017 sampai dengan tahun 2037.

   Perusahaan dan AA memiliki beberapa unit kendaraan yang terletak di beberapa daerah antara
   lain di pulau Jawa, pulau Sumatera dan pulau Sulawesi yang berjangka waktu lima (5) tahun dan
   akan jatuh tempo antara tahun 2022 sampai dengan tahun 2023.


   Manajemen berkeyakinan bahwa HPL tersebut dapat diperpanjang pada saat jatuh tempo.

   Penyusutan dibebankan pada akun berikut ini:
                                                                    30-Jun-24            31-Dec-23
   Beban umum dan administrasi (Catatan 28)                         1,185,264,758        1,706,594,031
   Total                                                            1,185,264,758        1,706,594,031


   Tanah atas HPL dijadikan jaminan atas fasilitas pinjaman Perusahaan.




                                                                                                  34
Page 39
                      PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
                 CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
              UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2024
                     (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

13. PINJAMAN BANK JANGKA PENDEK

  Kelompok Usaha memperoleh fasilitas pinjaman dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (“Mandiri”).

  Pinjaman dari Mandiri pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023 merupakan pinjaman
  Perusahaan atas fasilitas pinjaman sebagai berikut:


                                                                  30-Jun-24            31-Dec-23
   KMK Revolving                                                 39,690,250,715        40,813,540,251
   KMK Transaksional                                             25,617,424,680        27,638,299,800
   Import General Facility                                       19,603,500,000                   -
   SCF                                                            9,980,550,570         9,985,421,657
   Total                                                         94,891,725,965        78,437,261,708


  Rincian saldo fasilitas pinjaman menurut mata uang sebagai berikut:

                                                                  30-Jun-24            31-Dec-23
   Rupiah                                                        52,878,807,581        47,999,831,406
   Dolar AS                                                      21,449,186,886        11,569,971,421
   Euro                                                          20,563,731,498        18,867,458,881
   Total                                                         94,891,725,965        78,437,261,708

  Pada tanggal 21 Maret 2024, melalui Surat Penawaran Pemberian Kredit No.
  CM2.JPM/SPPK.114/2024 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., menyetujui permohonan atas
  perpanjangan jangka waktu fasilitas kredit penyesuaian convenant sampai dengan 25 Maret 2025
  untuk jenis fasilitas KMK Revolving R/K, KMK Revolving Transaksional sublimit Bank Garansi
  Mandiri Supplier Financing Treasury Line Impor General Facility.

   Fasilitas Trasury Line

    Pada tanggal 25 Maret 2024, Mandiri dan Perusahaan menyetujui dan menyepakati
    mengadakan perubahan dan/atau tambahan terhadap Adendum XII (kedua belas) atas
    Perjanjian Treasury Line No. CRO.KP/011/TL/2016 Akta No. 8 tanggal 5 Februari 2016.

     Fasilitas Treasury Line Merupakan fasilitas untuk transaksi dengan tujuan penggunaan
     transaksi produk-produk treasury dengan tujuan lindung nilai (hedging) maupun tujuan
     peningkatan yield dan tidak untuk spekulasi seperti transaksi letter of credit ekspor impor dan
     atau pemenuhan kewajiban valuta asing lainnya dengan fasilitas tersedia maksimum hingga
     USD3.000.000. Fasilitas ini berakhir 25 Maret 2025.

   Fasilitas Import General Facility – LC Issuance

     Pada tanggal 25 Maret 2024, Mandiri dan Perusahaan menyetujui dan menyepakati
     mengadakan perubahan dan/atau tambahan terhadap Adendum VII (tujuh) atas Perjanjian
     Import General Facility – LC Issuance No. CRO.JSD/006/NCL/2020 Akta No. 51 tanggal 10
     Januari 2020.

     Fasilitas Import General Facility – LC Issuance Merupakan fasilitas untuk pembelian bahan baku
     produksi atau bahan baku pendukung untuk usaha perdagangan baja high grade, beneficiary
     tidak diperbolehkan kepada Grup usaha. Fasilitas tersedia maksimum hingga
     Rp.30.000.000.000. Fasilitas ini berakhir 25 Maret 2025.



                                                                                                 35
Page 40
                         PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                 UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2024
                        (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

13. PINJAMAN BANK JANGKA PENDEK (Lanjutan)

    Fasilitas KMK Revolving Rekening Koran

         Pada tanggal 25 Maret 2024, Mandiri dan Perusahaan menyetujui dan menyepakati
         mengadakan perubahan dan/atau tambahan terhadap Adendum XIII (ketiga belas) atas
         Perjanjian KMK Revolving Rekening Koran No.CRO.KP/008/KMK/2016 Akta No. 5 tanggal 5
         Februari 2016.

         Fasilitas KMK Revolving Rekening Koran merupakan fasilitas untuk modal kerja perdagangan
         baja dan produk dari baja serta gas untuk keperluan industri. Fasilitas tersedia maksimum
         hingga Rp.40.500.000.000. Fasilitas ini berakhir 25 Maret 2025.

    Fasilitas KMK Transaksional

         Pada tanggal 25 Maret 2024, Mandiri dan Perusahaan menyetujui dan menyepakati
         mengadakan perubahan dan/atau tambahan terhadap Adendum XIII (ketiga belas) atas
         Perjanjian Kredit Modal Kerja Transaksional dengan Sublimit Non Cash Loan No.
         CRO.KP/010/KMK/2016 Akta No. 7 tanggal 5 Februari 2016.

         Fasilitas KMK Transaksional Merupakan fasilitas untuk modal kerja usaha perdagangan baja
         dan gas industri fasilitas tersedia maksimum hingga Rp.40.000.000.000. Fasilitas ini berakhir 25
         Maret 2025.

    Fasilitas Supplier Financing

         Pada tanggal 25 September 2023, Mandiri dan Perusahaan menyetujui dan menyepakati
         perubahan pertama atas perubahan dan pernyataan kembali perjanjian fasilitas supplier
         financing No. CM2.JPM/015/2023 atas perjanjian awal No. CM2.JPM/PKS/001/2022 tanggal 20
         Juni 2022.

         Fasilitas Supplier Financing merupakan fasilitas untuk pembayaran kepada supplier
         Perusahaan. Fasilitas tersedia maksimum hingga Rp.10.000.000.000.

   Seluruh fasilitas pinjaman Perusahaan dijamin dengan detail berikut, yang juga terikat secara
   crooss-collateralized dan cross-default dengan fasilitas pinjaman bank jangka pendek pada tanggal
   31 Desember 2023 dan 30 Juni 2024 adalah sebagai berikut:


                     Daftar Jaminan                         Perusahaan Pemilik           Nilai Jaminan
                                                                 Jaminan
    a.     Sebelas (11) bidang tanah dan segala          Perusahaan, TSM dan AA         142.766.000.000
           sesuatu termasuk bangunan yang melekat.
    b.     Mesin-mesin                                   Perusahaan, TSM dan AA          27.051.000.000
    c.     Persediaan                                          Perusahaan                80.000.000.000
    d.     Piutang usaha                                       Perusahaan                60.000.000.000
    e.     Deposito berjangka                                  Perusahaan                 2.036.000.000

   Pada tanggal 31 Desember 2023 saldo pokok pinjaman sebesar Rp. 78.437.261.708 dan pada
   tanggal 30 Juni 2024 saldo pokok pinjaman sebesar Rp. 94.891.725.965.




                                                                                                      36
Page 41
                       PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
                  CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
               UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2024
                      (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

14. UTANG USAHA

   a. Akun ini terdiri dari:
                                                               30-Jun-24         31-Dec-23
       Pihak berelasi
         PT Tira Stahlindo Indonesia                            445,137,750       651,786,203
         Koperasi Sikarta                                               -                 -
       Pihak ketiga
         PT Perdana Karya Mandiri Sejahtera                     794,288,251        527,039,100
         PT Air Products Indonesia                            1,285,545,580      1,047,295,688
         PT Maxima Mandiri Indonusa                             431,088,480        354,764,880
         PT Bima Bisalloy                                        87,832,080      1,204,254,040
         PT Dwigasindo Abadi                                  1,300,854,007      1,031,205,963
         PT Sinar Putra Metalindo                             1,739,143,049                -
         PT Dinamika Wisesa Persada                                     -        5,538,713,545
         PT Industeel Group Arcelor                           1,233,393,565                -
         PT Kamajaya Mitra Panca                              1,266,065,878                -
         PT Catu Inter Global                                 2,455,671,870                -
         PT Allianz Steel Group Co., Ltd                      3,088,401,016                -
         PT Linde Indonesia                                   2,337,882,000                -
         Lain-lain (masing-masing dibawah Rp1 miliar)        19,861,370,524     17,579,955,500
       Total                                                 36,326,674,050     27,935,014,919


   b. Rincian utang usaha menurut mata uang adalah sebagai berikut:

                                                               30-Jun-24         31-Dec-23
       Rupiah                                                 22,397,619,322    27,343,571,925
       Dolar AS                                               11,100,391,066               -
       Euro                                                    2,690,551,502       328,290,366
       Yen Jepang                                                138,112,160       263,152,628
       Total                                                  36,326,674,050    27,935,014,919




15. UTANG LAIN-LAIN

                                                               30-Jun-24          30-Dec-23
   Pihak ketiga:
     Uang muka pelanggan                                        2,041,215,137       854,205,910
     Uang jaminan pelanggan                                               -         145,716,540
     Transportasi                                                 744,133,094     1,472,081,626
     Uang jaminan botol                                         1,074,430,932     1,074,430,932
     Lain-lain                                                 18,440,765,895     3,650,399,677
   Total                                                       22,300,545,058     7,196,834,685




                                                                                         37
Page 42
                      PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
                 CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
              UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2024
                     (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

16. PERPAJAKAN

  a. Pajak Dibayar Dimuka
                                                           30-Jun-24          31-Des-23
      Pajak Pertambahan Nilai (PPN)                          738,450,482        193,438,668
      Pajak Penghasilan:
        Pasal 22                                              48,731,485                   -
        Pasal 23                                                     -                     -
        Pasal 25                                                     -                     -
      Total                                                  787,181,967        193,438,668

  b. Taksiran Tagihan Pajak Penghasilan

     Taksiran tagihan pajak merupakan kelebihan pembayaran pajak di Kelompok Usaha, yang
     menurut pendapat manajemen dapat diperoleh kembali, dengan rincian sebagai berikut:

                                                           30-Jun-24          31-Des-23
      Pajak Penghasilan
        2019                                                          -                 -
        2020                                                          -                 -
        2021                                                          -                 -
        2022                                                2,172,644,231     2,172,644,231
        2023                                                1,058,695,002     1,058,695,002
        2024                                                  532,106,180               -
      Total                                                 3,763,445,413     3,231,339,233


  c. Utang Pajak

                                                           30-Jun-24          31-Des-23
      Perusahaan
      Pajak Penghasilan
        Pasal 21                                            2,774,317,941     2,332,057,860
        Pasal 23                                              123,334,983       309,098,703
        Pasal 4 (2)                                             4,756,500         1,107,500
        Pasal 26                                               12,130,437        12,130,438
      Pajak Pertambahan Nilai (PPN) - neto                  3,391,479,521     5,920,010,130
      Entitas Anak
      Pajak Penghasilan
        Pasal 21                                              19,971,874         22,386,052
        Pasal 23                                               2,290,289          2,325,920
        Pasal 4 (2)                                                  -            4,445,430
        Pasal 29                                                     -          140,985,745
      Pajak Pertambahan Nilai (PPN) - neto                   638,781,920         63,899,000
      Total                                                 6,967,063,465     8,808,446,778




                                                                                     38
Page 43
                      PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
                 CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
              UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2024
                     (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

16. PERPAJAKAN (Lanjutan)

   d. Manfaat (beban) Pajak Penghasilan

      Manfaat (beban) pajak penghasilan Kelompok Usaha adalah sebagai berikut:

                                                              30-Jun-24             30-Jun-23
       Pajak kini
         Perusahaan                                              436,876,422                   -
         Entitas Anak                                             97,020,803            65,726,468
         Total                                                   533,897,225            65,726,468
       Pajak tangguhan
         Perusahaan                                                      -                      -
         Entitas Anak                                           (192,024,955)                   -
         Total                                                  (192,024,955)                   -
       Neto                                                      341,872,270            65,726,468



   e. Rekonsiliasi antara laba sebelum pajak penghasilan sesuai dengan laporan laba rugi
      konsolidasian dan penghasilan kena pajak untuk periode sampai dengan 30 Juni 2024
      dan 2023 adalah sebagai berikut:
                                                                30-Jun-24           30-Jun-23
       Laba (rugi) sebelum beban pajak penghasilan
         menurut laporan laba rugi konsolidasian                1,240,094,671           95,197,597
       Laba (Rugi) Entitas Anak
         sebelum beban pajak penghasilan                         362,817,404                    -
       Laba (rugi) Perusahaan
         sebelum beban pajak penghasilan                        1,602,912,075           95,197,597
       Beda temporer:
         Aset hak guna                                            229,552,892                   -
         Penyusutan aset tetap                                   (215,738,792)                  -
         Penyisihan kerugian penurunan nilai piutang                      -                     -
       Penyisihan imbalan pasca kerja                                     -                     -
         Penyisihan imbalan kerja                                         -                     -
         Pembayaran manfaat imbalan pasca kerja                           -                     -
       Total                                                       13,814,100                   -
       Beda tetap:                                                         -                    -
       Laba (rugi) kena pajak                                   1,616,726,175           95,197,597
       Kompensasi rugi fiskal tahun lalu                     , (12,758,901,585)   , (12,779,251,527)
       Akumulasi Rugi Fiskal / Laba Kena Pajak                 (11,142,175,410)     (12,684,053,930)
       Pajak Penghasilan                                                   -                    -
         Dikurangi:
           Pajak penghasilan dibayar dimuka                      532,106,180                    -
       Taksiran Tagihan (Utang) Pajak Penghasilan                532,106,180                    -




                                                                                              39
Page 44
                         PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                 UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2024
                        (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

16. PERPAJAKAN (Lanjutan)

   f.   Pajak Tangguhan

                                                                                  Dikreditkan
                                                                                (Dibebankan) ke
                                                                Dikreditkan       Penghasilan
                                             Saldo            (Dibebankan) ke    Komprehensif          Saldo
                                            1-Jan-24             Laba Rugi            Lain           30-Jun-24
        Aset Pajak Tangguhan
        Perusahaan :                                   -                 -                    -                  -
        Entitas Anak
         Liabilitas imbalan kerja                     -                  -                   -                  -
         Piutang Usaha                        220,657,903                -                   -          220,657,903
         Piutang Lain - lain                    6,086,202                -           127,355,776        133,441,978
         Aset tidak lancar lainnya             39,735,826                -                   -           39,735,826
         Kompensasi rugi fiskal                       -                  -                   -                  -
         Penyisihan aset pajak tangguhan      (99,263,638)               -                   -          (99,263,638)
        Aset pajak tangguhan
         Entitas anak                         167,216,293                -           127,355,776        294,572,069
        Total Aset Pajak
         Tangguhan - Neto                     167,216,293                -           127,355,776        294,572,069

        Liabilitas pajak tangguhan
        Perusahaan :
         Rugi fiskal                         2,806,958,349               -         (1,524,810,600)     1,282,147,749
         Liabilitas imbalan kerja            4,674,830,904               -                    -        4,674,830,904
         Piutang Usaha                         940,767,464               -                    -          940,767,464
         Aset tetap                        (25,338,893,377)              -                    -      (25,338,893,377)
         Aset hak guna                      (1,114,975,280)              -                    -       (1,114,975,280)
                                           (18,031,311,940)              -         (1,524,810,600)   (19,556,122,540)
        Entitas Anak
         Liabilitas imbalan kerja              561,746,056               -                    -          561,746,056
         Piutang Usaha                          22,026,097               -                    -           22,026,097
         Aset tetap                         (4,412,239,978)              -                    -       (4,412,239,978)
         Aset hak guna                             407,109               -                    -              407,109
         Piutang lain-lain                      51,614,934               -                    -           51,614,934

        Total Liabilitas Pajak              (3,776,445,782)              -                    -       (3,776,445,782)
         Tangguhan - Neto
                                           (21,807,757,722)              -         (1,524,810,600)   (23,332,568,322)




                                                                                                            40
Page 45
                       PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
                  CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
               UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2024
                      (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

16. PERPAJAKAN (Lanjutan)

                                                                                  Dikreditkan
                                                                                (Dibebankan) ke
                                                              Dikreditkan         Penghasilan
                                           Saldo            (Dibebankan) ke      Komprehensif       Saldo
                                          1-Jan-23             Laba Rugi              Lain        31-Dec-23
      Aset Pajak Tangguhan
      Perusahaan :                                   -                   -                  -                  -
      Entitas Anak
       Liabilitas imbalan kerja                     -                    -                  -                -
       Piutang Usaha                        220,657,903                  -                  -        220,657,903
       Piutang Lain - lain                    6,086,202                  -                  -          6,086,202
       Aset tidak lancar lainnya             39,735,826                  -                  -         39,735,826
       Kompensasi rugi fiskal                       -                    -                  -                -
       Penyisihan aset pajak tangguhan      (99,263,638)                 -                  -        (99,263,638)
      Aset pajak tangguhan
       Entitas anak                         167,216,293                  -                  -        167,216,293
      Total Aset Pajak
       Tangguhan - Neto                     167,216,293                  -                  -        167,216,293

      Liabilitas pajak tangguhan
      Perusahaan :
       Rugi fiskal                         2,409,035,634         397,922,715               -        2,806,958,349
       Liabilitas imbalan kerja            5,203,594,858        (734,534,966)      205,771,012      4,674,830,904
       Piutang Usaha                         727,495,956      213,271,508.00               -          940,767,464
       Aset tetap                        (25,243,968,309)        (94,925,068)              -      (25,338,893,377)
       Aset hak guna                      (1,009,413,986)       (105,561,294)              -       (1,114,975,280)
                                         (17,913,255,847)       (323,827,105)      205,771,012    (18,031,311,940)
      Entitas Anak
       Liabilitas imbalan kerja              296,907,828         240,707,304         24,130,924       561,746,056
       Piutang Usaha                          37,278,949         (15,252,852)               -          22,026,097
         Piutang Lain-lain                (4,382,730,034)        (29,509,944)               -      (4,412,239,978)
       Aset tetap                             56,802,823          (5,187,889)               -          51,614,934
       Aset hak guna                             979,151            (572,042)               -             407,109
                                          (3,990,761,283)        190,184,577         24,130,924    (3,776,445,782)
      Total Liabilitas Pajak
       Tangguhan - Neto                  (21,904,017,130)       (133,642,528)      229,901,936    (21,807,757,722)


      UU No. 2 Tahun 2020

      Pada tanggal 31 Maret 2020, Presiden Republik Indonesia menerbitkan Peraturan Pemerintah
      Pengganti Undang-Undang (“Perppu”) Nomor 1 Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan
      Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Pandemi Corona Virus Disease
      2019 (Covid-19) dan/atau dalam rangka Menghadapi Ancaman yang Membahayakan
      Perekonomian Nasional dan/atau Stabilitas Sistem Keuangan (“Perppu 1 – 2020), yang
      mengatur, antara lain:

      -    Penurunan tarif pajak penghasilan wajib pajak Badan dari 25% menjadi 22% pada tahun
           pajak 2020 dan 2021;
      -    Penurunan tarif pajak penghasilan wajib pajak Badan dari 22% menjadi 20% mulai tahun
           pajak 2022 dan seterusnya;
      -    Pengurangan lebih lanjut tarif pajak sebesar 3% lebih rendah dari tarif pajak yang
           disebutkan di atas untuk wajib pajak yang memenuhi persyaratan tertentu.

      Tarif pajak yang baru tersebut akan digunakan sebagai acuan untuk pengukuran aset dan
      liabilitas pajak kini dan tangguhan mulai sejak berlakunya Perppu 1 – 2020 tersebut.

      Manajemen berkeyakinan bahwa aset pajak tangguhan dapat direalisasikan pada tahun
      mendatang.




                                                                                                          41
Page 46
                     PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
                CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
             UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2024
                    (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

16. PERPAJAKAN (Lanjutan)

      Undang-Undang No. 7 Tahun 2021

      Pada tanggal 29 Oktober 2021, Pemerintah menerbitkan Undang-Undang Republik Indonesia
      No. 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan. Aturan tersebut menetapkan
      tarif pajak penghasilan wajib pajak dalam negeri dan bentuk usaha tetap sebesar 22% yang
      mulai berlaku pada tahu pajak 2022 dan seterusnya. Dengan demikian, penetapan tarif pajak
      sebelumnya 20% menjadi tidak berlaku setelah Undang-Undang ini disahkan.

      Manajemen berkeyakinan bahwa aset pajak tangguhan dapat direalisasikan pada tahun
      mendatang.

   g. Pengampunan Pajak

      Sehubungan dengan diberlakukannya Peraturan Menteri Keuangan Nomor 118/PMK.03/2016
      tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2016 tentang Pengampunan Pajak
      sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 141/PMK.03/2016 dan
      Peraturan Direktoran Jenderal Pajak Nomor PER-18/PJ/2016 tentang Pengembalian
      Kelebihan Pembayaran Uang Tebusan dalam rangka Pengampunan Pajak.

      Kelompok Usaha telah melaksanakan pengampunan pajak ini dengan memperoleh SKPP per
      tanggal 14 Desember 2016 sebesar Rp7.500.000, 23 Desember 2016 sebesar Rp5.000.000,
      15 Maret 2017 sebesar Rp5.000.000, 20 Maret 2017 sebesar Rp15.225.300 dan 24 Maret 2017
      sebesar Rp10.730.000.



17. BEBAN MASIH HARUS DIBAYAR
                                                               30-Jun-24           31-Dec-23
   Operasional                                                             -        1,951,857,089
   Total                                                                   -        1,951,857,089




18. LIABILITAS PEMBIAYAAN KONSUMEN

   Pembayaran minimum liabilitas pembiayaan konsumen di masa mendatang, serta nilai sekarang
   atas pembayaran minimum liabilitas pembiayaan konsumen adalah sebagai berikut:

                                                               30-Jun-24           31-Dec-23
   2022                                                                  -                   -
   2023                                                                  -                   -
   2024                                                           50,836,500          50,836,500
   Total pembayaran minimum                                       50,836,500          50,836,500
   Bunga belum jatuh tempo                                        (2,444,707)         (2,444,707)
   Nilai kini pembayaran minimum                                 48,391,793           48,391,793
   Bagian jatuh tempo dalam satu tahun                          101,129,272                  -
   Bagian Jangka Panjang                                        149,521,065           48,391,793




                                                                                            42
Page 47
                       PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
                  CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
               UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2024
                      (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

18. LIABILITAS PEMBIAYAAN KONSUMEN (Lanjutan)

   Kelompok Usaha memperoleh fasilitas pembiayaan konsumen untuk pemilikan kendaraan.

   Kelompok Usaha mengakui beban bunga pada 31 Desember 2023 dan 31 Desember 2022 masing-
   masing sebesar Rp16.721.686 disajikan sebagai “Beban Keuangan” di dalam laporan laba rugi dan
   penghasilan komprehensif lain konsolidasian (Catatan 29).

   Liabilitas pembiayaan konsumen dalam mata uang Rupiah.



19. LIABILITAS IMBALAN KERJA

   Perusahaan menyelenggarakan program pensiun untuk seluruh karyawan tetap yang memenuhi
   syarat. Iuran pensiun ditanggung oleh Perusahaan dan ditempatkan di PT Asuransi Jiwa Manulife
   Indonesia. Aset program terdiri dari uang tunai.

   Kelompok Usaha telah menerapkan PSAK No. 24 (Revisi 2013), “Imbalan Kerja” dalam mengakui
   biaya manfaat karyawan dalam laporan keuangan konsolidasian pada tanggal 30 September 2023
   dan 31 Desember 2022.

   Liabilitas imbalan kerja Perusahaan, GLS dan AA pada tanggal 31 Desember 2022 dihitung oleh
   aktuaris independen Kantor Konsultan Aktuaria I Gde Eka Sarmaja, FSAI dan Rekan dalam
   laporannya masing-masing tertanggal 12 Mei 2022 dengan menggunakan metode ”Projected Unit
   Credit” dan mempertimbangkan beberapa asumsi sebagai berikut:

                                                                  2024                2023
   Tingkat diskonto                                              6,50%                6,5%
   Tingkat kenaikan gaji                                         3,00%               3,00%
   Tabel mortalita                                             TMI IV-2019         TMI IV-2019
   Usia pensiun normal                                          57 tahun            57 tahun
   Jumlah yang dicakup pada laporan posisi keuangan konsolidasian yang berasal dari liabilitas
   Perusahaan dan Entitas Anak tertentu sehubungan dengan imbalan kerja adalah sebagai berikut:

                                                                  30-Jun-24           31-Dec-23
   Nilai kini liabilitas imbalan pasti                           23,674,010,093      24,358,897,003
   Nilai wajar aset program                                        (556,274,460)       (556,274,460)
   Nilai Liabilitas Imbalan Kerja Karyawan - Neto                23,117,735,633      23,802,622,543

   Mutasi liabilitas imbalan kerja adalah sebagai berikut:
                                                                  30-Jun-24           31-Dec-23
   Saldo awal tahun                                              23,802,622,543      25,002,284,935
   Beban diakui pada laporan konsolidasian:
     Laba rugi                                                    2,117,708,485        2,117,708,485
     Penghasilan komprehensif lain                                  335,844,869        1,045,005,497
   Transfer PBO                                                             -                    -
   Pembayaran manfaat                                            (3,138,440,264)      (4,362,376,374)
   Nilai Liabilitas Imbalan Kerja Karyawan - Neto                23,117,735,633      23,802,622,543
   Analisa jatuh tempo yang diharapkan dari imbalan kerja karyawan yang tidak terdiskonto pada
   tanggal 31 Desember 2022 adalah sebagai berikut:




                                                                                             43
Page 48
                       PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
                  CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
               UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2024
                      (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

19. LIABILITAS IMBALAN KERJA (Lanjutan)


   Periode                                                                          31-Des-23
   Dalam 1 tahun                                                                    2,101,319,299
   1 tahun sampai 5 tahun                                                          13,151,916,948
   5 tahun sampai 10 tahun                                                         15,836,358,017
   Lebih dari 10 tahun                                                             39,668,835,625
   Total                                                                           70,758,429,889



20. MODAL SAHAM
   Pemegang saham Perusahaan, jumlah ditempatkan dan disetor, dan saldo yang terkait pada
   tanggal 30 Juni 2024 dan 2023 berdasarkan catatan PT Sinartama Gunita, adalah sebagai berikut:
                                                 Jumlah saham     Persentase          Modal saham
                                                  Ditempatkan     Kepemilikan         Ditempatkan
               Nama Pemegang Saham                dan Disetor         (%)              dan Disetor
   PT Widjajatunggal Sejahtera                     259,426,340           44.120         25,942,634,000
   PT Martensite Unggul                            223,091,694           37.940         22,309,169,400
   PT Penta Widjaja Investindo                      21,605,000            3.670          2,160,500,000
   Koperasi Karyawan PT Tira Austenite Tbk             156,000            0.030             15,600,000
   Surya Budi Santoso                                   70,000            0.010              7,000,000
   Masyarakat (masing-masing dibawah 5%)            83,650,966           14.230          8,365,096,600
   Jumlah                                          588,000,000          100.000         58,800,000,000


   *) Bapak Johnny Santoso sebagai Komisaris Utama meninggal dunia pada tanggal 21 Maret 2022.




21. TAMBAHAN MODAL DISETOR

                                                                  30-Jun-24               31-Dec-23
   Agio saham dari penawaran umum terbatas                        10,500,000,000         10,500,000,000
   Biaya emisi saham                                              (1,914,738,539)        (1,914,738,539)
   Kelebihan nilai pasar saham ESOP                                  908,400,000            908,400,000
   Sub-total                                                       9,493,661,461          9,493,661,461
   Pengampunan pajak                                                  43,455,300             43,455,300
   Divestasi entitas anak                                            (15,225,300)           (15,225,300)
   Total                                                           9,521,891,461          9,521,891,461




22. CADANGAN UMUM

   Berdasarkan Akta Notaris No. 6 oleh Jana Hanna Waturangi, S.H., tanggal 15 Juni 2015,
   pemegang saham menyetujui penggunaan laba bersih Perusahaan tahun buku 2014 sejumlah
   Rp480.372.551 sebagai dana cadangan umum Perusahaan.




                                                                                                    44
Page 49
                     PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
                CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
             UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2024
                    (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

23. PENJUALAN NETO

                                                                 30-Jun-24            30-Jun-23
   Baja                                                         78,222,337,911       78,384,961,125
   Gas Industri                                                 45,899,594,679       44,940,980,140
   Cetakan                                                      10,790,245,602        9,454,867,764
   Total                                                       134,912,178,192      132,780,809,029


  Tidak ada penjualan kepada satu pelanggan yang melebihi 10% dari jumlah penjualan neto
  konsolidasian selama bulan Januari – Februari 2024 dan 2023. Penjualan selama bulan Januari –
  Juni 2024 dan 2023 seluruhnya kepada pihak ketiga.



24. BEBAN POKOK PENJUALAN
                                                                30-Jun-24           30-Jun-23
   Bahan baku dan pembantu yang digunakan                      12,504,054,130       8,972,027,898
   Tenaga kerja langsung                                        1,645,458,557         708,938,326
   Beban pabrikasi                                              1,618,712,243                 -
   Penyusutan (Catatan 11)                                      1,237,912,314         476,134,432
   Total beban produksi                                        17,006,137,244      10,157,100,656
   Barang dalam proses
     Awal tahun                                                 3,689,046,209          766,551,051
     Akhir tahun                                                  635,538,207       (1,640,150,106)
   Beban pokok produksi                                        21,330,721,660        9,283,501,601
   Barang jadi
     Awal tahun                                                  (443,178,874)      1,260,909,334
     Pembelian                                                 70,203,166,882      81,715,464,843
     Akhir tahun                                                 (443,178,874)       (443,178,874)
   Beban Pokok Penjualan                                       90,647,530,794      91,816,696,904




                                                                                            45
Page 50
                     PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
                CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
             UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2024
                    (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

25. BEBAN USAHA

                                                            30-Jun-24          30-Jun-23
    Gaji dan upah                                           29,394,293,811    28,402,382,052
    Pengangkutan dan pengemasan                              1,580,885,024     2,044,974,617
    Sewa                                                       832,543,841        54,993,334
    Beban imbalan kerja                                        120,000,000       737,774,704
    Pajak dan perizinan                                        859,788,574       518,602,674
    Penyusutan aset tetap                                    1,187,261,212       867,995,035
    Penyusutan aset hak guna                                 1,185,264,758       979,904,276
    Administrasi bank                                          639,037,654       987,859,127
    Perbaikan dan pemeliharaan                                 842,959,897       398,092,611
    Listrik dan energi                                       1,321,090,298       709,846,137
    Perjalanan                                                 921,527,844       629,740,976
    Jasa Profesional                                           377,217,000       223,051,020
    Asuransi                                                   222,865,460        65,164,458
    Perlengkapan kantor                                        501,831,859       482,792,866
    Telepon dan faksimili                                      337,773,053       140,461,998
    Lain-lain                                                1,053,862,537       344,961,887
    Total                                                   41,378,202,822    37,588,597,772




26. BEBAN KEUANGAN
                                                            30-Jun-24         30-Jun-23
   Pinjaman bank                                            3,598,076,472     3,669,193,202
   Liabilitas pembiayaan konsumen                                     -                 -
   Total                                                    3,598,076,472     3,669,193,202




27. LABA (RUGI) PER SAHAM
                                                            30-Jun-24         30-Jun-23
   Laba (rugi) neto diatribusikan kepada
     pemilik entitas induk                                    995,243,203        29,471,129
   Total rata-rata tertimbang lembar saham biasa
     yang beredar                                             588,000,000       588,000,000
   Laba (Rugi) Neto per Saham Dasar / Dilusian                       1.69              0.05


   Pada tanggal pelaporan, tidak ada efek berpotensi saham biasa yang dapat menimbulkan
   pengaruh dilutif pada laba neto atau rugi neto per saham Perusahaan.




                                                                                    46
Page 51
                     PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
                CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
             UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2024
                    (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

28. TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI

   Sifat hubungan dengan pihak berelasi

                 Pihak Berelasi                   Sifat Berelasi              Sifat Transaksi
     PT Widjajatunggal Sejahtera                 Pemegang                Piutang pihak berelasi dan
                                                 Saham                   utang    lain-lain  pihak
                                                                         berelasi
     Koperasi Karyawan PT Tira Austenite         Pemegang                Piutang pihak berelasi
     Tbk                                         Saham

     PT Tira Stahlindo Indonesia                 Join Venture            Utang lain - lain pihak
                                                                         berelasi

   Karena memiliki sifat berelasi, hal ini memungkinkan syarat dan kondisi transaksi dengan pihak
   yang berelasi tidak sama jika transaksi tersebut dilakukan dengan pihak ketiga.


   Transaksi Dengan Pihak Berelasi

   a. Utang lain-lain pihak berelasi

                                                                   30-Jun-24             31-Dec-23

       PT Widjajatunggal Sejahtera                                             -         2,173,752,862
       Koperasi Karyawan PT Tira Austenite Tbk                         138,027,240                 -

                                                                       138,027,240       2,173,752,862



       Koperasi Karyawan PT Tira Austenite Tbk merupakan pinjaman dana untuk dana pinjaman
       anggota koperasi. Seluruhnya merupakan pinjaman yang diberikan tanpa dikenakan bunga
       yang diberikan tanpa jaminan.

       Utang lain-lain kepada pihak berelasi dalam mata uang Rupiah.

   b. Imbalan jangka pendek yang diberikan ke Dewan Komisaris dan Direksi sebesar
      Rp11.012.538.741 dan 7.517.063.349 masing-masing pada 31 Desember 2022 dan 2021.




29. INFORMASI SEGMEN

   Segmen Usaha
   Untuk tujuan pelaporan manajemen, saat ini kegiatan usaha Kelompok Usaha terbagi dalam tiga
   kelompok segmen yaitu perdagangan dan distribusi barang-barang teknik; industri cetakan dan
   kawat las; dan perdagangan gas industri. Segmen tersebut menjadi dasar pelaporan informasi
   segmen primer Kelompok Usaha. Seluruh pendapatan Kelompok Usaha berasal dari wilayah
   Indonesia sehingga segmen geografis tidak disajikan.




                                                                                                  47
Page 52
                            PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
                       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                    UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2024
                           (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

29. INFORMASI SEGMEN (Lanjutan)


   Berikut ini adalah informasi segmen berdasarkan segmen usaha:
                                    Perdagangan          Industri
                                    dan distribusi     cetakan dan      Perdagangan
   30 Jun 2024                      barang teknik       kawat las        gas industri     Eliminasi         Konsolidasi
   Penjualan eksternal neto          78,222,337,911    10,790,245,602    45,899,594,679                     134,912,178,192
   Penjualan antar segmen             5,722,706,101     1,214,973,788               -     (6,937,679,889)               -
   Penjualan neto                    83,945,044,012    12,005,219,390    45,899,594,679   (6,937,679,889)   134,912,178,192
   Beban pokok penjualan             60,553,874,080     8,100,163,321    28,931,173,282   (6,937,679,889)    90,647,530,794
   Beban usaha                       24,489,823,937     2,902,350,855    13,986,028,030               -      41,378,202,822
   Hasil segmen                      (1,098,654,005)    1,002,705,214     2,982,393,367               -       2,886,444,576
   Laba atas penjualan aset tetap                                                                                95,716,458
   Rugi selisih kurs - neto                                                                                   1,379,208,082
   Pendapatan bunga                                                                                              51,338,630
   Pendapatan sewa                                                                                                      -
   Beban keuangan                                                                                            (3,598,076,472)
   Denda dan koreksi pajak                                                                                              -
   Bagian atas rugi neto dari                                                                                           -
     entitas ventura bersama
   Lain-lain neto                                                                                              561,396,016
   Laba sebelum beban
     pajak penghasilan                                                                                        1,376,027,290
   Beban pajak penghasilan                                                                                                -
   Laba Neto                                                                                                  1,376,027,290
   Informasi lainnya
   Aset
   Aset segmen                      218,941,921,173    30,201,566,012   128,471,555,677                     377,615,042,862
   Liabilitas
   Liabilitas segmen                120,148,789,232    16,573,717,677    70,501,353,887                     207,223,860,797
   Pengeluaran barang modal              55,862,409      142,276,637       198,182,587                          396,321,633
   Penyusutan                           439,354,172      132,410,454       615,496,586                        1,187,261,212




                                                                                                                          48
Page 53
                             PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
                        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                     UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2024
                            (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

29. INFORMASI SEGMEN (Lanjutan)


                             P e rda ga nga n          Indus t ri
                             da n dis t ribus i     c e t a k a n da n   P e rda ga nga n
3 0 J un 2 0 2 3             ba ra ng t e k nik       k a wa t la s       ga s indus t ri    E lim ina s i    Ko ns o lida s i

P enjualan eksternal neto         78,384,961,126       9,454,867,763       44,940,980,140                     132,780,809,029
P enjualan antar segmen              124,616,871                 -                    -       (124,616,871)               -

P enjualan neto                  78,509,577,997        9,454,867,763       44,940,980,140     (124,616,871)   132,780,809,029

B eban po ko k penjualan          54,566,410,871       6,308,824,688        31,066,078,216    (124,616,871)     91,816,696,904

B eban usaha                      24,690,386,719        2,167,048,544       10,731,162,509             -       37,588,597,772

Hasil segmen                        (747,219,593)         978,994,531        3,143,739,415             -         3,375,514,353

Laba atas penjualan aset tetap                                                                                             -
Rugi selisih kurs - neto                                                                                            51,633,816
P endapatan bunga                                                                                                          -
P endapatan sewa                                                                                                           -
B eban keuangan                                                                                                 (3,669,193,202)
Denda dan ko reksi pajak                                                                                                   -
B agian atas rugi neto dari                                                                                                -
   entitas ventura bersama                                                                                                 -
Lain-lain neto                                                                                                    337,242,630
Laba sebelum beban
   pajak penghasilan                                                                                                95,197,597

B eban pajak penghasilan                                                                                                     -

La ba N e t o                                                                                                    9 5 ,19 7 ,5 9 7
Inf o rm a s i la innya
A set
A set segmen                     288,473,386,891      46,513,579,062       81,029,282,038                      416,016,247,991
Lia bilit a s
Liabilitas segmen                173,364,766,204      10,564,430,067       45,238,925,237                      229,168,121,508

P engeluaran barang mo dal           57,508,750                    -          395,516,158                         453,024,908
P enyusutan                          414,461,510            16,701,887        436,831,638                         867,995,035




                                                                                                                                 49
Page 54
                        PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
                   CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2024
                       (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

30. INSTRUMEN KEUANGAN

  Tabel berikut menyajikan nilai tercatat dan taksiran nilai wajar dari instrument keuangan Kelompok
  Usaha yang dicatat di laporan posisi keuangan konsolidasian pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31
  Desember 2023 :

                                                          30-Jun-24                                      31-Dec-23
                                         Nilai Tercatat               Nilai Wajar       Nilai Tercatat               Nilai Wajar
   Aset Keuangan
   Kas tunai                                   546,530,434                546,530,434        576,794,634                  576,794,634
   Pinjaman yang diberikan dan piutang
   pada biaya perolehan diamortisasi:
     Kas di bank dan setara kas             12,787,031,600             12,787,031,600      5,729,820,773               5,729,820,773
     Piutang usaha - neto                   47,619,471,117             47,619,471,117     35,709,335,224              35,709,335,224
     Piutang lain-lain                      10,793,937,777             10,793,937,777     10,737,668,820              10,737,668,820
     Aset lancar lainnya - deposito             50,000,000                 50,000,000         50,000,000                  50,000,000
   Total Aset Keuangan                      71,796,970,928             71,796,970,928     52,803,619,451              52,803,619,451

   Liabilitas Keuangan
   Pinjaman dan utang pada
   biaya perolehan diamortisasi:
     Pinjaman bank jangka pendek            94,891,725,965             94,891,725,965     78,437,261,708              78,437,261,708
     Utang usaha                            36,326,674,050             36,326,674,050     27,283,228,716              27,283,228,716
     Utang lain-lain                        22,300,545,058             22,300,545,058      7,196,834,685               7,196,834,685
     Beban masih harus dibayar                         -                          -        1,951,857,089               1,951,857,089
     Liabilitas sewa                                   -                          -                  -                           -
     Liabilitas pembiayaan konsumen            149,521,065                149,521,065         48,391,793                  48,391,793
   Total Liabilitas Keuangan              153,668,466,138             153,668,466,138    114,917,573,991             114,917,573,991


  Berdasarkan PSAK 60, “Instrumen Keuangan: Pengungkapan”, terdapat tingkat hirarki nilai wajar
  sebagai berikut:
  a. Harga kuotasian (tidak disesuaikan) dalam pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik
     (tingkat 1),
  b. Input selain harga kuotasian yang termasuk dalam tingkat 1 yang dapat diobservasi untuk aset
     atau liabilitas, baik secara langsung (misalnya harga) atau secara tidak langsung (misalnya
     derivasi dari harga) (tingkat 2), dan

  c.   Input untuk aset atau liabilitas yang bukan berdasarkan data pasar yang dapat diobservasi
       (input yang tidak dapat diobservasi) (tingkat 3).

  Instrumen keuangan yang disajikan di dalam laporan posisi keuangan konsolidasian dicatat
  sebesar nilai wajar, atau sebaliknya, disajikan dalam jumlah tercatat apabila jumlah tersebut
  mendekati nilai wajarnya atau nilai wajarnya tidak dapat diukur secara handal.

  Metode dan asumsi berikut ini digunakan untuk mengestimasi nilai wajar untuk setiap kelompok
  instrumen keuangan yang praktis untuk memperkirakan nilai tersebut:

  Aset dan liabilitas keuangan jangka pendek:

      Instrumen keuangan jangka pendek dengan jatuh tempo satu tahun atau kurang.
       Instrumen keuangan ini sangat mendekati nilai tercatat mereka karena jatuh tempo mereka
       dalam jangka pendek.

  Aset dan liabilitas keuangan jangka panjang:

      Liabilitas keuangan jangka panjang dengan suku bunga tetap dan variabel.
       Nilai wajar dari liabilitas keuangan ini ditentukan dengan mendiskontokan arus kas masa
       datang menggunakan suku bunga yang berlaku dari transaksi pasar yang dapat diamati untuk
       instrumen dengan persyaratan, risiko kredit dan jatuh tempo yang sama.


                                                                                                                     50
Page 55
                      PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
                 CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
              UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2024
                     (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

30. INSTRUMEN KEUANGAN (Lanjutan)


      Aset dan liabilitas keuangan jangka panjang lainnya
       Estimasi nilai wajar didasarkan pada nilai diskonto dari arus kas masa datang yang disesuaikan

       untuk mencerminkan risiko pihak lawan (untuk aset keuangan) dan risiko kredit Perusahaan
       (untuk liabilitas keuangan) dan menggunakan suku bunga bebas risiko (risk-free rates) dari
       instrumen yang serupa.

       Untuk aset keuangan tidak lancar lainnya yang tidak dikuotasi di harga pasar dan nilai wajarnya
       tidak dapat diukur secara handal tanpa menimbulkan biaya yang berlebihan, dicatat
       berdasarkan nilai nominal dikurangi penurunan nilai.



31. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN

   Instrumen keuangan pokok Kelompok Usaha terdiri dari kas, piutang usaha dan utang usaha,
   terutama berasal langsung dari operasi Kelompok Usaha, pinjaman bank jangka pendek dan
   pinjaman bank jangka panjang dan pinjaman lainnya. Aset dan liabilitas keuangan lainnya
   Kelompok Usaha termasuk piutang lain-lain, uang jaminan, utang lain-lain, beban masih harus
   dibayar dan saldo dengan pihak-pihak berelasi.

   Risiko utama yang timbul dari instrumen keuangan Kelompok Usaha adalah risiko kredit, risiko
   transaksi mata uang asing, risiko suku bunga, dan risiko likuiditas. Tujuan manajemen atas risiko
   Kelompok Usaha secara keseluruhan adalah untuk secara efektif mengelola risiko-risiko tersebut
   dan meminimalkan dampak yang tidak diharapkan pada kinerja keuangan Kelompok Usaha.

   Direksi telah mereview dan menyetujui semua kebijakan untuk mengelola setiap risiko, termasuk
   juga risiko ekonomi dan risiko usaha Kelompok Usaha, yang dirangkum di bawah ini, dan juga
   memantau risiko akibat perubahan harga pasar yang timbul dari semua instrumen keuangan.

   a. Risiko kredit

       Aset keuangan Kelompok Usaha yang memiliki potensi konsentrasi secara signifikan risiko
       kredit pada dasarnya terdiri dari kas dan setara kas, piutang usaha, piutang lain-lain dan
       piutang hubungan istimewa. Kelompok Usaha memiliki kebijakan kredit dan prosedur untuk

       memastikan berlangsungnya evaluasi kredit dan pemantauan akun secara aktif.

       Eksposure Kelompok Usaha terhadap risiko kredit timbul dari wanprestasi pihak lain, dengan
       eksposur maksimum setara dengan nilai tercatat dari instrumen berikut:
                                                                    30-Jun-24            31-Dec-23
       Kas di bank & setara kas                                    13,333,562,034        6,306,615,407
       Piutang usaha - neto                                        47,619,471,117       35,709,335,224
       Piutang lain-lain                                           10,793,937,777       10,737,668,820
       Aset lancar lainnya - deposito                                  50,000,000           50,000,000
                                                                   71,796,970,928       52,803,619,451
   b. Risiko mata uang asing

       Kelompok Usaha terekspos terhadap perubahan nilai tukar mata uang asing terutama dalam
       Dolar Amerika dan Euro Eropa pada biaya-biaya tertentu terkait dengan pembelian material
       dan barang dagangan, beban pokok penjualan, serta aset dan liabilitas yang timbul dari opersi
       sehari-hari.


                                                                                                     51
Page 56
                     PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
                CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
             UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2024
                    (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


31. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (Lanjutan)

      Pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023, Kelompok Usaha mempunyai aset dan
      liabilitas moneter dalam mata uang asing sebagai berikut:


                                                    30-Jun-24                             31-Dec-23
                                      Dalam mata            Ekuivalen        Dalam mata           Ekuivalen
                                       uang asli          dalam Rupiah        uang asli         dalam Rupiah
      Aset
       Kas
         Dolar Amerika Serikat              97,483          1,600,773,105         74,154          1,057,841,514
         Euro                               52,237            916,971,783         50,215            917,833,953
      Total aset
         Dolar Amerika Serikat              97,483          1,600,773,105         74,154          1,057,841,514
         Euro                               52,237            916,971,783         50,215            917,833,953
      Liabilitas
        Pinjaman jangka pendek
          Dolar Amerika Serikat          1,306,205         21,449,186,886             -                     -
          Euro                           1,171,452         20,563,731,498             -                     -
       Utang usaha
        Dolar Amerika Serikat              675,988         11,100,391,066             -                    -
        Euro                               153,272          2,690,551,502          19,179          320,747,119
        Yen Jepang                         675,200            138,112,160       2,379,150          249,537,896
       Utang lain-lain
        Dolar Amerika Serikat                   -                     -               -                     -

      Total liabilitas
         Dolar Amerika Serikat           1,982,192         32,549,577,952             -                    -
         Euro                            1,324,724         23,254,283,000          19,179          320,747,119
         Yen Jepang                        675,200            138,112,160       2,379,150          249,537,896
      Aset (Liabilitas) Neto
         Dolar Amerika Serikat           (1,884,709)      (30,948,804,847)         74,154         1,057,841,514
         Euro                            (1,272,487)      (22,337,311,216)         31,036           597,086,834
         Yen Jepang                        (675,200)         (138,112,160)     (2,379,150)         (249,537,896)
         Total                                            (53,424,228,223)                        1,405,390,452

      Jika Rupiah melemah/menguat 5% terhadap mata uang lainnya, maka laba sebelum beban
      pajak penghasilan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2022 dan

      2021 akan menjadi lebih rendah/tinggi masing-masing sebesar sekitar Rp710 juta dan Rp1,2
      miliar.

   c. Risiko suku bunga

      Kelompok Usaha dibiayai melalui pinjaman bank jangka pendek serta pinjaman lainnya, seperti
      kredit dan uang muka dari pihak ketiga dan pihak yang mempunyai hubungan istimewa.
      Pinjaman bank perusahaan khususnya berasal dari Bank Mandiri dalam nominasi mata uang
      Rupiah dan mempunyai tingkat suku bunga 9.25% masing-masing untuk tanggal 31 Desember
      2023 dan 31 Desember 2022.
      Oleh sebab itu, Kelompok Usaha tertentu terekspos terhadap risiko pasar untuk perubahan
      tingkat suku bunga terkait terutama terhadap liabilitas pinjaman jangka pendek dan panjang
      serta asset dan liabilitas berbunga. Kelompok Usaha memiliki kebijakan untuk mendapatkan
      suku bunga yang tersedia dan paling menguntungkan tanpa meningkatkan risiko mata uang
      asing mereka. Kelompok Usaha juga berkewajiban untuk secara berkala memonitor
      penggunaan modal kerja sehingga lebih efektif dan mempunyai biaya modal yang paling
      efisien. Salah satu upaya manajemen dalam hal ini adalah melalui efektivitas manajemen


                                                                                                         52
Page 57
                     PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
                CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
             UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2024
                    (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


31. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (Lanjutan)

      modal kerja dan memperpendek periode perputaran kas operasional (cash-to-cash cycle).
      Kelompok Usaha menganalisis tingkat suku bunga mereka secara dinamis. Berbagai skenario
      simulasi dengan mempertimbangkan pembayaran kembali, pertimbangan pelunasan,
      pembaharuan posisi jumlah pinjaman yang ada dan pendanaan alternatif, di antaranya melalui
      skema yang disebut project financing. Berdasarkan skenario tersebut, Kelompok Usaha
      menghitung dampak pada laporan laba rugi komprehensif konsolidasian dari perubahan suku
      bunga yang ditetapkan. Pinjaman jangka pendek serta pinjaman lainnya Kelompok Usaha
      adalah dalam mata uang Rupiah Indonesia, kecuali untuk fasilitas trade financing dan project
      financing yang menggunakan mata uang Dollar Amerika.
      Pada tanggal 30 Desember 2023 dan 2022, berdasarkan simulasi sederhana yang dilakukan,
      jika suku bunga meningkat/menurun sebesar 1% dengan semua variabel lainnya tetap
      konstan, laba sebelum pajak penghasilan Kelompok Usaha untuk tahun yang bersangkutan
      masing-masing Rp20 juta dan Rp18 juta lebih rendah/tinggi.

   d. Risiko likuiditas

      Manajemen risiko likuiditas dan pengelolaan modal kerja secara hati-hati berarti
      mempertahankan posisi kas dan setara kas serta menggunakan modal kerja secara efektif
      untuk mendukung kegiatan bisnis Kelompok Usaha. Kelompok Usaha telah menggunakan
      tolok ukur perputaran kas (cash to cash cycle) dalam mengefektifkan perputaran modal kerja
      tersebut, di mana risiko ini akan terus diturunkan sejalan dengan kebijakan manajemen untuk
      menurunkan tingkat persediaan Kelompok Usaha yang dikelolanya. Sementara itu Kelompok
      Usaha juga menjaga keseimbangan antara keselarasan penagihan piutang usaha serta
      melalui fleksibilitas penggunaan pinjaman bank dan pinjaman lainnya.

   e. Pengelolaan permodalan

      Tujuan utama dari pengelolaan permodalan Kelompok Usaha adalah untuk memastikanbahwa
      rasio modal selalu dalam kondisi sehat agar dapat mendukung kinerja usaha dan
      memaksimalkan nilai dari pemegang saham.

      Kelompok Usaha mengelola struktur modalnya dan membuat penyesuaian-penyesuaian
      sehubungan dengan perubahan kondisi ekonomi dan karakteristik dari risiko usahanya. Aga
      dapat menjaga dan menyesuaikan struktur modalnya, Kelompok Usaha akan menyesuaikan
      jumlah dari pembayaran dividen kepada para pemegang saham atau pengembalian struktur
      modal atau menerbitkan surat saham.

      Untuk tujuan pengelolaan modal, manajemen menganggap jumlah kombinasi sumber modal
      eksternal (utang) dan internal yang berasal dari ekuitas serta saldo laba sebagai modal yang
      digunakan dalam keseluruhan investasi. Jumlah ekuitas neto pada tanggal 31 Desember 2023
      dan 2022 dianggap optimal oleh manajemen setelah memperhatikan belanja modal yang
      diproyeksikan dan proyeksi peluang investasi dan bisnis strategis di tahun berikutnya. Selama
      beberapa tahun terakhir, laba sebelum pajak penghasilan, bunga, penyusutan dan amortisasi
      (EBITDA) telah menjadi kendali penting Kelompok Usaha serta juga bagi pihak bank yang
      memberikan pinjaman kepada Kelompok Usaha. Kegiatan operasi yang berkelanjutan serta
      optimal dari Kelompok Usaha tergantung dari kemampuan mereka secara mandiri dalam
      pendanaan melalui sumber pendanaan di atas (EBITDA).




                                                                                                53
Page 58
                    PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
               CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
            UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2024
                   (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


31. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (Lanjutan)


      EBITDA Kelompok Usaha adalah sebagai berikut:
                                                           30-Jun-24           30-Jun-23
      EBIT                                                 1,376,027,290          95,197,597
      Penyusutan dan amortisasi                            1,187,261,212         867,995,035
      EBITDA                                               2,563,288,502         963,192,632
      Tidak terdapat perubahan pendekatan Kelompok Usaha untuk pengelolaan modal sepanjang
      tahun berjalan.




                                                                                           54

File

File Open PDF
Source IDX
Size1.79 MB
Published8 Aug 2024
Pages58
Characters191,454
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 83 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org TIRA AUSTENITE Tbk p.5 ×177
linked org Sumber Makmur p.11 ×6
linked org Bank Mandiri. p.11 ×26
linked person Agus Hasan Sulistiono p.12
linked person Rudianto Darmawan Santoso p.12
linked person Harry Kurniawan p.12 ×2
linked person Abyasa Kamdani p.12
linked person Selo Winardi p.12
linked person Soeseno Adi p.12
linked person Totok Indratno p.12
linked person Soebronto Laras · Komisaris Utama p.12 ×2
linked org Bank Central Asia Tbk p.31 ×5
linked org Bank Danamon Indonesia Tbk p.31 ×2
linked org Bank CIMB Niaga Tbk p.31 ×2
linked org Aneka Tambang (Persero) Tbk p.32 ×2
linked org Solusi Bangun Indonesia Tbk p.32 ×2
linked org Mandiri Sejahtera p.41
linked org PT Martensite Unggul p.48
linked org Penta Widjaja p.48
possible org Negara Republik Indonesia p.10
possible org Bursa Efek Indonesia p.10 ×2
possible org PT Bank Rakyat Indonesia p.31
possible org Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk p.31 ×4
unresolved person J.N. Siregar · Notaris p.10
unresolved org Menteri Kehakiman Republik Indonesia p.10
unresolved person Neilly Iralita Iswari p.10
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia p.10
unresolved org PT Widjajatunggal Sejahtera p.10 ×4
unresolved person Jana Hanna Waturangi p.10 ×3
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.10
unresolved org PT Alpha Austenite p.11 ×5
unresolved org PT Tira Andalan Steel p.11 ×2
unresolved org PT Genta Laras Semesta p.11 ×2
unresolved org PT Tanah Sumber Makmur p.11 ×6
unresolved person TSM. Berdasarkan Akta Notaris Rio Zaldi p.11 ×2
unresolved org PT Sinar Persada Utama p.11
unresolved person Sindian Osaputra p.12
unresolved — Soebronto Lar · Anggota p.12
unresolved org Bank Indonesia p.16
unresolved org Menteri Keuangan Republik Indonesia p.28
unresolved org BPD Jawa Timur Tbk p.31 ×2
unresolved org PT BPD Jawa Barat p.31
unresolved org Banten Tbk p.31
unresolved org PT BPD Sulselbar p.31
unresolved org PT Amman Mineral Nusa Tenggara p.32
unresolved org PT Patra Logistik p.32
unresolved org PT Pertamina Hulu Mahakam p.32
unresolved org PT Andaro Indonesia p.32
unresolved org PT Eracipta Binakarya p.32
unresolved org PT Rivano Arnajaya p.32
unresolved org PT Batam Citra International p.33
unresolved org PT BCI p.33
unresolved org PT Tira Stahlindo Indonesia p.35 ×5
unresolved org PT Stahlindo Engineering p.35
unresolved person Jana Hanna Waturagi p.35
unresolved org PT Tira Stahlindo Indonesia Saldo p.35
unresolved org KJPP Dino Farid dan Rekan p.37
unresolved org KJPP Dino Farid p.37
unresolved org KJPP Rizky Djunaedi dan Rekan p.37
unresolved org KJPP Rizky Djunaedi p.37
unresolved org Bank Garansi Mandiri Supplier Financing Treasury Line Impor p.39
unresolved org Koperasi Sikarta p.41
unresolved org PT Perdana Karya Mandiri Sejahtera p.41
unresolved org PT Maxima Mandiri Indonusa p.41
unresolved org PT Bima Bisalloy p.41
unresolved org PT Dwigasindo Abadi p.41
unresolved org PT Sinar Putra Metalindo p.41
unresolved org PT Dinamika Wisesa Persada p.41
unresolved org PT Industeel Group Arcelor p.41
unresolved org PT Kamajaya Mitra Panca p.41
unresolved org PT Catu Inter Global p.41
unresolved org PT Allianz Steel Group Co. p.41
unresolved org PT Linde Indonesia p.41
unresolved org Menteri Keuangan p.46 ×2
unresolved org PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia. Aset p.47
unresolved org FSAI dan Rekan p.47
unresolved org PT Penta Widjaja Investindo p.48
unresolved org Koperasi Karyawan PT Tira Austenite Tbk p.48
unresolved — Surya Budi Santoso p.48 ×2
unresolved — Masyarakat (masing-masing dibawah 5%) p.48
unresolved person Johnny Santoso · Komisaris Utama p.48

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

Other files in this announcement 5

FinancialStatement-2024-II-TIRA.xlsx done
inlineXBRL.zip done
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result