Back to announcement
20240802_MFMI_Rencana Transaksi Perubahan Kegiatan Usaha_31690462_lamp3.pdf
Asset transaction Needs review MFMISource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 67
Page 1
LAPORAN STUDI KELAYAKAN
PT MULTIFILING MITRA INDONESIA Tbk
Tanggal Studi Kelayakan
31 Maret 2024
Page 2
tt
Ch Kantor Jasa Penilai Publik The Monhollon Sqoore
F'DI r"T*?l,I*ilp;"p,*I#,
Lt. 1 6, Suite D, Jl. TS Siilqiupqng
rcHsAN DAN REKAN Cilcndok, Jokoris $eloton, 1 2560
E-Moil : infoodmin@fdiporlners.co
Websiler w.fdipartners.co
{ ,l -E_1 !,-[ R s
BUSiNTSS tnooill] yAr.uAlnN Fior,4
Licence No- ?. 22 .01 76
ffiK 460/KM.il20 22
?hone 162 211 2787 5911
'
!'{ilayah Keija : Sehruh Indonesia
Jokodo,01 Agustus 2024
Kepodo Yth,
PI Multifiling Mitro lndonesio Tbk
Delto Silicon lndustriol Pork,
Jl. Akosio ll Blok A7-4A,
Lippo Cikorong, Bekosi 17550.
No. Lo poro n : 0009 87 / 2.01 7 6 -00 / BS/ O 5 / 0089 / 1 Nttt/ 202 4
Hol : Loporon Siudi Keloyokon Bisnis
Dengon hormot,
LAPORAN STUDI KELAYAKAN BISNIS
PT MULTIFILING MITRA INDONESIATbK
Berdosorkon perseiu[uon surot penoworon No. 00.l/FDI/PB-FS/lV/2024 tertonggol 0l April
2024, KJPP Ferdinond, Donor, lchson, don Rekon (seloniutnyo disebut "KJPP-FOI&R" oio,
"Komi") mendopot penugoson dqri PT Multifiling Mitro lndonesio Tbk (seloniutnyo disebut
"Perseroon") uniuk memberikon peniloion keloyokon otos penombohon Klosifikosi Boku
Lopongon Usoho lndonesio (KBLI) boru (KBLI 62090,82.l .l0,8.l.l00, 78300, don 3B22Ol
!e1Oo1 tonggol peniloion per 3'l Moret 2024 (selonfutnyo disebut sebogoi "Obiek Studi
Keloyokon"), dopot komi sompqikon perihol sebogoi berikut:
ldentilos Pemberi Tugos
Pemberi tugos dolom hol ini odoloh Perseroon, dengon informosi sebogoi berikut:
Nomo PT Multifiling Mitro lndonesio Tbk
Alomot Delto Silicon lndustriol Pork, Jl. Akosio l, Blok A7-4A, Lippo Cikorong,
,l7550.
Bekosi,
Telepon/Fox 021-89907636
Bidong usoho Meniolonkon kegioton dokumentosi don penginformosion,
pengorgonisosion, penyimponon, pemin jomon don kegioton
pencorion kemboli orsip don dokumen dolom bentuk kertos moupun
doto elektronik, serto implemeniosi penggunoon perongkot lunok don
perongkot keros, don kegioton olih medio melolui teknologi imoging/
printing.
PIClContoct Corporote secretory
Emoil m m i.corsec@iron mou nto i n. com
ldentiios Pengguno Loporon
Pengguno loporon dolom hol ini odoloh PemberiTugos
Obiek Studi Keloyokon
Obiek studi keloyokon odoloh keloyokon ofos penombohon Klosifikosi Boku Lopongon Usoho
lndonesio (KBLI) ontoro loin dengon kode KBLI berikut:
l{ontsr Pusot (Propefii don Bisnis}; Kontor Csbong Sem*rang (Properti)
Page 3
a. KBLI 62090 – Aktivitas teknologi informasi dan jasa komputer lainnya
b. KBLI 82110 – Aktivitas penyedia gabungan jasa administrasi kantor
c. KBLI 81100 – Aktivitas penyedia gabungan jasa penunjang fasilitas
d. KBLI 78300 – Penyedia sumber daya manusia dan manajemen fungsi daya manusia
e. KBLI 38220 – Treatment dan pembuangan limbah berbahaya
Maksud dan Tujuan Studi Kelayakan
Maksud dan tujuan dari penugasan ini adalah untuk memberikan penilaian kelayakan atas
penambahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) baru (KBLI 62090, 82110,
81100, 78300, dan 38220), serta dalam rangka pemenuhan Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan Republik Indonesia ("Peraturan OJK”) No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi
Material dan Perubahan Kegiatan Usaha (“POJK 17/2020”).
Dalam melakukan Studi Kelayakan ini kami berpedoman pada Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian Dan Penyajian Laporan Penilaian
Bisnis di Pasar Modal ("POJK 35"). Kode Etik Penilaian Indonesia dan Standar Penilaian
Indonesia Tahun 2018 Edisi VI (KEPI-SPI Edisi VII.2018).
Tanggal Penilaian
Tanggal studi kelayakan ini adalah 31 Maret 2024.
Keterkaitan dengan Peraturan OJK
Perseroan ingin meningkatakan kinerja kedepannya melalui penambahan KBLI, Perseroan
berharap akan dapat mengoptimalkan seluruh potensi dan kesempatan serta meningkatkan
kinerja dan profitabilitas Perseroan di masa mendatang. Keuntungan yang diperoleh Perseroan
dengan adanya Penambahan KBLI diharapkan dapat mendukung pertumbuhan jangka
panjang Perseroan, serta dapat memberikan nilai tambah bagi Perseroan dan para pemegang
saham.
Penambahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) antara lain dengan kode KBLI
sebagai berikut:
a. KBLI 62090 – Aktivitas teknologi informasi dan jasa komputer lainnya
b. KBLI 82110 – Aktivitas penyedia gabungan jasa administrasi kantor
c. KBLI 81100 – Aktivitas penyedia gabungan jasa penunjang fasilitas
d. KBLI 78300 – Penyedia sumber daya manusia dan manajemen fungsi daya manusia
e. KBLI 38220 – Treatment dan pembuangan limbah berbahaya
Dengan demikian berdasarkan Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi
Material dan Perubahan Kegiatan Usaha, Rencana Perseroan termasuk dalam rencana
perubahan kegiatan usaha. Nilai Rencana Transaksi tidak melebihi 20% (dua puluh persen)
dari ekuitas Perseroan per tanggal 31 Maret 2024, sehingga Rencana Transaksi dikategorikan
bukan transaksi material.
Pendekatan dan Metodologi Studi Kelayakan
Berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian
dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal serta Surat Edaran OJK No.
17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di
Halaman 2 000987/2.0176-00/BS/05/0089/1/VIII/2024
Page 4
Pasar Modal, pendekatan dan metodologi untuk melakukan studi kelayakan bisnis atas
penambahan KBLI baru adalah melakukan analisis atas:
a. Kelayakan Pasar, mencakup:
§ Kondisi pasar, seperti pangsa pasar, kesinambungan (sustainability), potensi pasar,
sasaran, dan potensi nilai pasar
§ Pesaing usaha
§ Strategi pemasaran
b. Kelayakan Teknis, mencakup:
§ Kapasitas
§ Ketersediaan dan kualitas sumber daya, termasuk bahan baku mentah, pekerja, dan
ahli profesional
§ Proses produksi
c. Kelayakan Pola Bisnis, mencakup:
§ Keunggulan kompetitif karena keunikan dari pola bisnis
§ Kemampuan pesaing untuk meniru produk
§ Kemampuan untuk menciptakan nilai
d. Kelayakan Model Manajemen, mencakup:
§ Ketersediaan tenaga kerja
§ Manajemen kekayaan intelektual (intellectual property)
§ Manajemen risiko
§ Kapasitas dan kemampuan manajemen
§ Kesesuaian struktur organisasi dan manajemen
e. Kelayakan Keuangan, mencakup:
§ Biaya pendirian (start up costs)
§ Modal kerja
§ Sumber pembiayaan
§ Biaya operasional
§ Biaya bahan baku mentah
§ Proyeksi laporan keuangan
§ Analisis titik impas (break even analysis)
§ Analisis profitabilitas (overall profitability)
§ Tingkat imbal balik investasi (overall return on investment)
Konfirmasi Bahwa Penilaian Dilakukan Berdasarkan Peraturan dan Standar
Penugasan ini dilakukan dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam Peraturan Otoritas
Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian
Bisnis di Pasar Modal serta Surat Edaran OJK No. 17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman
Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, Kode Etik Penilai Indonesia
dan Standar Penilaian Indonesia Tahun 2018 Edisi VII (KEPI & SPI Edisi VII-2018 beserta edisi
revisi 2020).
Pertimbangan dan Alasan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
Saat ini Perseroan melakukan kegiatan dokumentasi dan penginformasian, pengorganisasian,
penyimpanan, peminjaman dan kegiatan pencarian kembali arsip dan dokumen dalam bentuk
kertas maupun data elektronik, serta implementasi penggunaan perangkat lunak dan
perangkat keras, dan kegiatan alih media melalui teknologi imaging/ printing.
Perseroan ingin meningkatakan kinerja kedepannya, melalui penambahan KBLI Perseroan
berharap akan dapat mengoptimalkan seluruh potensi dan kesempatan serta meningkatkan
Halaman 3 000987/2.0176-00/BS/05/0089/1/VIII/2024
Page 5
kinerja dan profitabilitas Perseroan di masa mendatang. Dimana penambahan KBLI Perseroan merupakan KBLI pelengkap dan penunjang dari KBLI yang saat ini Perseroan miliki, sehingga dapat memperluas cakupan pangsa pasar dari kondisi yang telah ada. Keuntungan yang diperoleh Perseroan dengan adanya Penambahan KBLI diharapkan dapat mendukung pertumbuhan jangka panjang Perseroan, serta dapat memberikan nilai tambah bagi Perseroan dan para pemegang saham. Analisis Kelayakan Pasar Pangsa pasar Perseroan yang terus meningkat, dengan ditunjukan oleh naiknya pendapatan serta meningkatnya permintaan dari pelanggan. Perseroan terus berupaya menjadi mitra terpercaya bagi pelanggan untuk melindungi dan memanfaatkan nilai hal yang paling penting bagi pelanggan. Perseroan memanfaatkan teknologi dan tetap on-track dalam mengembangkan bisnis utamanya. Perseroan menargetkan target pendapatan meningkat 10% pada tahun 2024. Menghadapi persaingan usaha yang ada, Perseroan mengembangkan layanan dan jasanya dengan penambahan KBLI Perseroan. Perseroan aktif mengikuti berbagai tender proyek pengadaan dari instansi swasta maupun pemerintah, serta melakukan business- to-business direct deals untuk mengetahui kebutuhan pelanggan secara pasti. Analisis Kelayakan Teknis Kapasitas saat ini yang dimiliki Perseroan masih mencukupi dan menunjang atas rencana penambahan KBLI Perseroan. Ketersediaan dan kualitas sumber daya yang dimiliki Perseroan masih cukup memadai dan dioptimalkan. Alur produksi yang sudah sistematis dan memiliki prosedur baku, memastikan pelayanan jasa dapat dilakukan dengan baik. Analisis Kelayakan Pola Bisnis Dengan keunggulan kompetitif dan keunikan yang dimiliki oleh Perseroan diharapkan dapat memitigasi risiko persaingan, sehingga penambahan KBLI dapat meningkatlan kinerja Perseroan. Keuntungan yang diperoleh Perseroan dengan adanya Penambahan KBLI diharapkan dapat mendukung pertumbuhan jangka panjang Perseroan, serta dapat memberikan nilai tambah bagi Perseroan dan para pemegang saham. Analisis Kelayakan Model Manajemen Perseroan akan menambah karyawan sebagai headcount outsource untuk kegiatan usaha Jasa penyedia sumber daya manusia dan manajemen fungsi daya manusia (78300). Serta Perseroan mempersiapkan pemberian pelatihan khusus terkait jasa treatment dan pembuangan limbah berbahaya (38220). Untuk jasa lainnya, karyawan yang saat ini dimiliki oleh Perseroan masih memadai dan mampu melayanai atas jasa yang akan diberikan. Setiap tahun, Perseroan secara berkala menelaah seluruh profil risiko dan risk appetite sebagai bagian proses perencanaan mitigasi risiko. Aktivitas manajemen risiko lainnya melibatkan identifikasi masalah, rencana mitigasi, akomodasi risiko dan rancangan langkah. Halaman 4 000987/2.0176-00/BS/05/0089/1/VIII/2024
Page 6
Dalam rangka melakukan penambahan KBLI baru, Perseroan yakin bahwa kemampuan dan
pengalaman manajemen yang cukup lama akan dapat mendukung penambahan KBLI
Perseroan. Perseroan tidak melakukan penambahan divisi atau perubahan struktur organisasi
terkait rencana penambahan KBLI Perseroan.
Analisis Kelayakan Keuangan
Perhitungan analisis kelayakan investasi, diketahui bahwa nilai NPV sebesar Rp36.994 juta
dimana nilai NPV > 0, untuk nilai IRR adalah sebesar 95% > dari tingkat diskonto dan untuk
nilai PI adalah sebesar 15x. Dari hasil perhitungan tersebut dimana NPV > 0, IRR > tingkat
diskonto dan PI > 1 maka dapat disampaikan bahwa investasi tersebut adalah layak.
Payback period (PP) atas rencana penambahan KBLI baru ini adalah pada tahun ke 3 dan
bulan ke 7, hal tersebut merupakan jangka waktu yang cukup cepat untuk pengembalian
investasi. Berdasarkan perhitungan titik impas tercapai pada angka penjualan 71,84% -
81,13% selama proyeksi, atau rata-rata titik impas tercapai pada angka 75,69%. Sedangkan
perhitungan imbal balik investasi (Overall Return on Investment) selama proyeksi berkisar
antara 0,71 – 5,77, atau secara rata-rata adalah sebesar 2,93. Nilai tersebut mengindikasikan
bahwa investasi atas penambahan KBLI adalah layak.
Kesimpulan Studi Kelayakan
Dengan mempertimbangkan analisis kelayakan atas objek studi kerlayakan yang dilakukan
meliputi analisis kelayakan pasar, analisis kelayakan teknis, analisis kelayakan pola bisnis,
analisis analisis kelayakan model manajemen, analisis keuangan, maka kami berpendapat
penilaian kelayakan bisnis atas penambahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia
(KBLI) baru (KBLI 62090, 82110, 81100,78300, dan 38220) adalah Layak.
Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Event)
Dari tanggal penilaian (cut off date) per 31 Maret 2024 hingga laporan penilaian ini
diterbitkan, terdapat kejadian penting setelah tanggal penilaian (subsequent event) yaitu,
berdasarkan salinan Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 08 tanggal 30 April 2024 yang
telah diberitahukan kepada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
sebagaimana ternyata dalam surat penerimaan pemberitahuan perubahan data perseroan
No. AHU-AH.01.09-0201172 tanggal 14 Mei 2024, mengenai:
a. Menyetujui pengunduran diri Bapak Sandeep Jayant Potdar sebagai Direktur Perseroan.
b. Menyetujui susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan akan menjadi sebagai
berikut:
Presiden Komisaris : Gregory Mark Lever
Komisaris : Richard Gordon Johnstone
Komisaris Independen : Patricia Marina Sugondo
Presiden Direktur : Joyce Housien
Direktur : Siva Kumar K Indran
Direktur : Sylvia Lestariwati F K
Pernyataan Independensi Penilai
Dalam mempersiapkan laporan studi kelayakan ini, KJPP FDI&R bertindak secara independen
tanpa adanya benturan kepentingan, dan tidak terafiliasi dengan Perseroan, ataupun pihak-
pihak lainnya yang terafiliasi dengan Perseroan. KJPP FDI&R juga tidak memiliki kepentingan
Halaman 5 000987/2.0176-00/BS/05/0089/1/VIII/2024
Page 7
ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini. Laporan studi kelayakan ini tidak
dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak manapun. Imbalan yang kami
terima sama sekali tidak dipengaruhi oleh kelayakan nilai yang dihasilkan dari proses analisis
kelayakan ini.
Asumsi – Asumsi dan Kondisi Pembatas
a. Laporan penilaian studi kelayakan ini bersifat non-disclaimer opinion.
b. Penilai Bisnis telah melakukan penelahaan atas dokumen yang digunakan dalam proses
penilaian studi kelayakan.
c. Data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya
keakuratannya.
d. Penilai mengunakan proyeksi keuangan yang mencerminkan kewajaran proyeksi
keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan pencapaiannya (fiduciary
duty).
e. Penilai bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian studi kelayakan.
f. Laporan Penilaian Bisnis ini terbuka untuk publik, kecuali terdapat informasi yang bersifat
rahasia yang dapat mempengaruhi operasional Perseroan.
g. Penilai telah memperoleh informasi atas status hukum obyek studi kelayakan dari Pemberi
Tugas.
h. Penilai bertanggung jawab terhadap semua isi laporan penilaian studi kelayakan ini.
i. FDI&R ingin menekankan bahwa hasil kajian, analisis, serta tanggung jawab kami secara
khusus hanya terbatas pada aspek nilai atas obyek penilaian, di luar dari aspek
perpajakan dan hukum karena hal tersebut berada di luar lingkup penugasan.
j. Laporan penilaian ini dibuat dan ditujukan hanya kepada pemberi tugas, sesuai dengan
maksud dan tujuan yang diungkapkan dalam laporan penilaian dan tidak dapat
digunakan untuk maksud dan tujuan lainnya dan kami tidak bertanggung jawab jika
laporan ini digunakan untuk tujuan lain.
Kami menyatakan dengan sesungguhnya, bahwa dalam melaksanakan penugasan ini, kami
bertindak sebagai pihak independen yang tidak terikat dengan kepentingan apapun, baik saat
ini maupun di masa datang terkait dengan usaha Perseroan maupun atas rencana
penambahan kegiatan usaha yang dilakukan.
Demikian laporan studi kelayakan ini kami sampaikan, atas kerjasama dan kepercayaan yang
telah diberikan kepada kami untuk penugasan ini kami ucapkan terima kasih.
Hormat kami,
KJPP FERDINAND, DANAR, ICHSAN DAN REKAN
Rekan
J. Ferdinand H. Pardede, MAPPI (Cert).
Izin Penilai Bisnis No. : B-1.09.00089
MAPPI No. : 01-S-01490
STTD OJK No. : STTD.PB-17/PJ-1/PM.02/2023
RMK : RMK-2017-00081
Halaman 6 000987/2.0176-00/BS/05/0089/1/VIII/2024
Page 8
DAFTAR ISI SURAT PENGANTAR DAFTAR ISI ................................................................................................................ 7 BAB I PENDAHULUAN ................................................................................................ 9 1.2 Identitas Status Penilai ......................................................................................... 9 1.3 Uraian Mengenai Penugasan .............................................................................. 9 1.4 Identitas Pemberi Tugas ...................................................................................... 9 1.5 Identitas Pengguna Laporan ................................................................................ 9 1.6 Tanggal Penilaian (Cut Off Date) ....................................................................... 10 1.7 Maksud dan Tujuan Studi Kelayakan Bisnis ........................................................ 10 1.8 Obyek Studi Kelayakan Bisnis ............................................................................ 10 1.9 Pendekatan dan Metodologi Studi Kelayakan Bisnis ............................................ 10 1.10 Konfirmasi Bahwa Penilaian Dilakukan Berdasarkan Peraturan dan Standar ........ 11 1.11 Keterkaitan Rencana Transaksi dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan .......... 11 1.12 Sumber Data dan Informasi .............................................................................. 11 1.13 Pernyataan Independensi Penilai ....................................................................... 13 1.14 Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Event) .......................... 13 BAB II GAMBARAN UMUM PERSEROAN ..................................................................... 14 2.1 Riwayat Singkat ................................................................................................ 14 2.2 Susunan Pengurus dan Pemegang Saham.......................................................... 14 2.3 Kegiatan Usaha ................................................................................................ 15 2.4 Informasi Laporan Keuangan Perseroan ............................................................ 16 2.5 Analisis Laporan Keuangan Perseroan ............................................................... 19 BAB III ANALISIS RENCANA PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA .................................... 26 3.1 Kegiatan Usaha Perseroan ................................................................................ 26 3.2 Latar Belakang Rencana Penambahan Kegiatan Usaha ...................................... 26 3.3 Manfaat Rencana Penambahan Kegiatan Usaha ................................................ 26 BAB IV TINJAUAN EKONOMI DAN ANALISIS INDUSTRI .............................................. 27 4.1 Perkembangan Ekonomi Indonesia .................................................................... 27 4.2 Gambaran Perkembangan Industri Arsip dan Penyimpanan di Indonesia ............ 30 Halaman 7 000987/2.0176-00/BS/05/0089/1/VIII/2024
Page 9
BAB V ANALISIS STUDI KELAYAKAN .......................................................................... 33 5.1 Analisis Kelayakan Pasar ................................................................................... 33 5.2 Analisis Kelayakan Teknis .................................................................................. 35 5.3 Analisis Kelayakan Pola Bisnis ........................................................................... 40 5.4 Analisis Kelayakan Model Manajemen ............................................................... 41 5.5 Analisis Kelayakan Keuangan ............................................................................ 45 5.6 Analisis SWOT (Strengths, Weakness, Opportunities, Threats).............................. 52 BAB VI KESIMPULAN ................................................................................................ 54 ASUMSI – ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS ............................................................. 55 PERNYATAAN PENILAI .............................................................................................. 56 Halaman 8 000987/2.0176-00/BS/05/0089/1/VIII/2024
Page 10
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Identitas Status Penilai
Penilaian ini dilakukan oleh KJPP Ferdinand, Danar, Ichsan, dan Rekan (FDI Partners)
(selanjutnya disebut “KJPP FDI&R” atau “Kami”), selaku Penilai Independen untuk
memberikan penilaian yang obyektif dan tidak memihak, sesuai KEPI; memiliki
kompetensi untuk melakukan penilaian atas objek penilaian yang dimaksud. KJPP FDI&R
adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang memegang Izin Usaha No. 2.22.0176 tanggal
21 April 2022 dari Menteri Keuangan Republik Indonesia dan mempunyai Penilai Publik
sebagai berikut:
- Rekan, Ferdinand Pardede, adalah seorang Penilai Publik untuk klasifikasi penilaian
bisnis dengan Izin No. B-1.09.00089 dari Menteri Keuangan Republik Indonesia, dan
terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi
Penunjang Pasar Modal (Penilai Bisnis) No. STTD.PB-17/PJ-1/PM.02/2023 tanggal
12 April 2023. Beliau adalah anggota dari Masyarakat Profesi Penilai Indonesia.
1.2 Uraian Mengenai Penugasan
Berdasarkan persetujuan surat penawaran No. 001/FDI/PB-FS/IV/2024 tertanggal 01
April 2024, KJPP Ferdinand, Danar, Ichsan, dan Rekan (selanjutnya disebut “KJPP FDI&R”
atau “Kami”) mendapat penugasan dari PT Multifiling Mitra Indonesia Tbk (selanjutnya
disebut “Perseroan”) untuk memberikan penilaian kelayakan bisnis atas penambahan
Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) baru (KBLI 62090, 82110, 81100,
78300, dan 38220) dengan tanggal penilaian per 31 Maret 2024 (selanjutnya disebut
sebagai “Objek Studi Kelayakan”)
1.3 Identitas Pemberi Tugas
Pemberi tugas dalam hal ini adalah Perseroan, dengan informasi sebagai berikut:
Nama : PT Multifiling Mitra Indonesia Tbk
Alamat : Delta Silicon Industrial Park, JI. Akasia I, Blok A7-4A, Lippo Cikarang,
Bekasi, 17550.
Telepon/Fax : 021-89907636
Bidang usaha : Menjalankan kegiatan dokumentasi dan penginformasian,
pengorganisasian, penyimpanan, peminjaman dan kegiatan
pencarian kembali arsip dan dokumen dalam bentuk kertas maupun
data elektronik, serta implementasi penggunaan perangkat lunak dan
perangkat keras, dan kegiatan alih media melalui teknologi imaging/
printing.
PIC/Contact : Corporate secretary
Email : mmi.corsec@ironmountain.com
1.4 Identitas Pengguna Laporan
Pengguna laporan dalam hal ini adalah Pemberi Tugas
Halaman 9 000987/2.0176-00/BS/05/0089/1/VIII/2024
Page 11
1.5 Tanggal Penilaian (Cut Off Date)
Tanggal Penilaian dalam penugasan ini adalah 31 Maret 2024.
1.6 Maksud dan Tujuan Studi Kelayakan
Maksud dan tujuan dari penugasan ini adalah untuk memberikan penilaian kelayakan
atas penambahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) baru (KBLI 62090,
82110, 81100, 78300, dan 38220), serta dalam rangka pemenuhan Peraturan Otoritas
Jasa Keuangan Republik Indonesia ("Peraturan OJK”) No. 17/POJK.04/2020 tentang
Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha (“POJK 17/2020”).
1.7 Obyek Studi Kelayakan
Objek studi kelayakan adalah kelayakan atas penambahan Klasifikasi Baku Lapangan
Usaha Indonesia (KBLI) antara lain dengan kode KBLI berikut:
a. 62090 – Aktivitas teknologi informasi dan jasa computer lainnya
b. 82110 – Aktivitas penyedia gabungan jasa administrasi kantor
c. 81100 – Aktivitas penyedia gabungan jasa penunjang fasilitas
d. 78300 – Penyedia sumber daya manusia dan manajemen fungsi daya manusia
e. 38220 – Treatment dan pembuangan limbah berbahaya
1.8 Pendekatan dan Metodologi Studi Kelayakan
Berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020 tentang
Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal serta Surat Edaran OJK
No. 17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian
Bisnis di Pasar Modal, pendekatan dan metodologi untuk melakukan studi kelayakan
bisnis atas penambahan KBLI baru adalah melakukan analisis atas:
a. Kelayakan Pasar, mencakup:
§ Kondisi pasar, seperti pangsa pasar, kesinambungan (sustainability), potensi
pasar, sasaran, dan potensi nilai pasar
§ Pesaing usaha
§ Strategi pemasaran
b. Kelayakan Teknis, mencakup:
§ Kapasitas
§ Ketersediaan dan kualitas sumber daya, termasuk bahan baku mentah, pekerja,
dan ahli profesional
§ Proses produksi
c. Kelayakan Pola Bisnis, mencakup:
§ Keunggulan kompetitif karena keunikan dari pola bisnis
§ Kemampuan pesaing untuk meniru produk
§ Kemampuan untuk menciptakan nilai
d. Kelayakan Model Manajemen, mencakup:
§ Ketersediaan tenaga kerja
§ Manajemen kekayaan intelektual (intellectual property)
§ Manajemen risiko
§ Kapasitas dan kemampuan manajemen
§ Kesesuaian struktur organisasi dan manajemen
Halaman 10 000987/2.0176-00/BS/05/0089/1/VIII/2024
Page 12
e. Kelayakan Keuangan, mencakup:
§ Biaya pendirian (start up costs)
§ Modal kerja
§ Sumber pembiayaan
§ Biaya operasional
§ Biaya bahan baku mentah
§ Proyeksi laporan keuangan
§ Analisis titik impas (break even analysis)
§ Analisis profitabilitas (overall profitability)
§ Tingkat imbal balik investasi (overall return on investment)
1.9 Konfirmasi Bahwa Penilaian Dilakukan Berdasarkan Peraturan dan Standar
Penugasan ini dilakukan dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam Peraturan
Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian Dan Penyajian
Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal serta Surat Edaran OJK No. 17/SEOJK.04/2020
tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, Kode
Etik Penilai Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia Tahun 2018 Edisi VII (KEPI & SPI
Edisi VII-2018).
1.10 Keterkaitan Rencana Transaksi dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
Perseroan ingin meningkatakan kinerja kedepannya, melalui penambahan KBLI
Perseroan berharap akan dapat mengoptimalkan seluruh potensi dan kesempatan serta
meningkatkan kinerja dan profitabilitas Perseroan di masa mendatang. Keuntungan
yang diperoleh Perseroan dengan adanya Penambahan KBLI diharapkan dapat
mendukung pertumbuhan jangka panjang Perseroan, serta dapat memberikan nilai
tambah bagi Perseroan dan para pemegang saham.
Penambahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) antara lain dengan kode
KBLI berikut:
a. KBLI 62090 – Aktivitas teknologi informasi dan jasa computer lainnya
b. KBLI 82110 – Aktivitas penyedia gabungan jasa administrasi kantor
c. KBLI 81100 – Aktivitas penyedia gabungan jasa penunjang fasilitas
d. KBLI 78300 – Penyedia sumber daya manusia dan manajemen fungsi daya manusia
e. KBLI 38220 – Treatment dan pembuangan limbah berbahaya
Dengan demikian berdasarkan Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi
Material dan Perubahan Kegiatan Usaha, Rencana Perseroan termasuk dalam rencana
perubahan kegiatan usaha.
1.11 Sumber Data dan Informasi
a. Laporan keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024
dengan angka perbandingan 31 Desember 2023 yang telah ditelaah terbatas oleh
KAP Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar dan Rekan berdasarkan laporan nomor
R/021.ARC/adr/2024 tanggal 31 Juli 2024.
b. Laporan keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2023 dengan angka perbandingan 31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh KAP
Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar dan Rekan berdasarkan laporan nomor
00217/2.1030/AU.1/05/1115-4/1/I|I/2024 tanggal 22 Maret 2024 dengan
Halaman 11 000987/2.0176-00/BS/05/0089/1/VIII/2024
Page 13
pendapat bahwa laporan keuangan tersebut menyajikan secara wajar dalam semua
hal yang material.
c. Laporan keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2022 dengan angka perbandingan 31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh KAP
Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar dan Rekan berdasarkan laporan nomor
00238/2.1030/AU.1/05/1115-3/1/III/2023 tanggal 27 Maret 2023 dengan
pendapat bahwa laporan keuangan tersebut menyajikan secara wajar dalam semua
hal yang material.
d. Laporan keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2021 dengan angka perbandingan 31 Desember 2020 yang telah diaudit oleh KAP
Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar dan Rekan berdasarkan laporan nomor
00418/2.1030/AU.1/05/1115-2/1/IV/2022 tanggal 25 April 2022 dengan
pendapat bahwa laporan keuangan tersebut menyajikan secara wajar dalam semua
hal yang material.
e. Laporan keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2020 dengan angka perbandingan 31 Desember 2019 yang telah diaudit oleh KAP
Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar dan Rekan berdasarkan laporan nomor
00065/2.1030/AU.1/05/1115-1/1/1|/2021 tanggal 22 Februari 2021 dengan
pendapat bahwa laporan keuangan tersebut menyajikan secara wajar dalam semua
hal yang material.
f. Laporan keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2019 dengan angka perbandingan 31 Desember 2018 yang telah diaudit oleh KAP
Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar dan Rekan berdasarkan laporan nomor
00147/2.1030/AU.1/05/1169-1/1/I|I/2020 tanggal 10 Maret 2020 dengan
pendapat bahwa laporan keuangan tersebut menyajikan secara wajar dalam semua
hal yang material.
g. Proyeksi keuangan Perseroan rencana penambahan KBLI.
h. Draf akhir Keterbukaan Informasi Perseroan atas Rencana Transaksi.
i. Akta Perseroan Terbatas No. 157 tanggal 9 Juli 1992, dikeluarkan oleh Misahardi
Wilamarta, S.H. Notaris di Jakarta.
j. Keputusan Menteri Kehakiman Republik Indonesia No. C2-2420.HT.01.01TH.94
tanggal 12 Februari 1994.
k. Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 42 tanggal 12 April 2021, dikeluarkan oleh
Lucy Octavia Siregar, S.H. Notaris di Kabupaten Bekasi.
l. Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar dari Kementerian
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam surat No. AHU-AH.01.03-
0262807 dan surat No. AHU-AH.01.03-0264357 yang keduanya tertanggal 26 April
2021.
m. Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 08 tanggal 30 April 2024, dikeluarkan oleh
Lucy Octavia Siregar, S.H. Notaris di Kabupaten Bekasi.
n. Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan dari Kementerian
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam surat No. AHU-AH.01.09-
0201172 tanggal 14 Mei 2024.
o. Nomor Induk Berusaha (NIB) 9120205440296, diterbitkan sistem OSS tanggal 9 April
2019.
Halaman 12 000987/2.0176-00/BS/05/0089/1/VIII/2024
Page 14
p. Surat Keterangan Terdaftar oleh Direktorat Jenderal Pajak No. S-
77KT/WPJ.07/KP.0803/2022 tanggal 22 September 2022.
q. Surat Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak oleh Direktorat Jenderal Pajak No. S-
56PKP/WPJ.07/KP.0803/2022 tanggal 22 September 2022.
r. Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) diterbitkan sistem OSS tanggal 24 September
2020.
s. Data, informasi, dan dokumen lainnya dari pihak internal Perseroan serta pihak-pihak
lain yang relevan untuk penugasan.
t. Data dan Informasi pendukung lainnya dari pihak eksternal Perseroan baik dari media
cetak maupun media elektronik mengenai kondisi pasar dan industri.
u. Data, informasi, dan dokumen lainnya dari Perseroan serta pihak-pihak lain yang
relevan untuk penugasan.
1.12 Pernyataan Independensi Penilai
Dalam mempersiapkan laporan studi kelayakan ini, KJPP FDI&R bertindak secara
independen tanpa adanya benturan kepentingan, dan tidak terafiliasi dengan Perseroan,
ataupun pihak-pihak lainnyaa yang terafiliasi dengan Perseroan. KJPP FDI&R juga tidak
memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini.
Laporan pendapat studi kelayakan ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan
atau merugikan pihak manapun. Imbalan yang kami terima sama sekali tidak
dipengaruhi oleh kelayakan nilai yang dihasilkan dari proses analisis kelayakan ini.
1.13 Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Event)
Dari tanggal penilaian (cut off date) per 31 Maret 2024 hingga laporan penilaian ini
diterbitkan, terdapat kejadian penting setelah tanggal penilaian (subsequent event) yaitu,
berdasarkan salinan Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 08 tanggal 30 April 2024
yang telah diberitahukan kepada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia sebagaimana ternyata dalam Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan
Data Perseroan No. AHU-AH.01.09-0201172 tanggal 14 Mei 2024, mengenai:
a. Menyetujui pengunduran diri Bapak Sandeep Jayant Potdar sebagai Direktur
Perseroan.
b. Menyetujui susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan akan menjadi sebagai
berikut:
Presiden Komisaris : Gregory Mark Lever
Komisaris : Richard Gordon Johnstone
Komisaris Independen : Patricia Marina Sugondo
Presiden Direktur : Joyce Housien
Direktur : Siva Kumar K Indran
Direktur : Sylvia Lestariwati F K
Halaman 13 000987/2.0176-00/BS/05/0089/1/VIII/2024
Page 15
BAB II
GAMBARAN UMUM PERSEROAN
2.1 Riwayat Singkat
PT Multifiling Mitra Indonesia Tbk (“Perseroan”) didirikan berdasarkan Akta Notaris
Misahardi Wilamarta, S.H., No. 157 tanggal 9 Juli 1992 dan telah mendapat
pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. C2-
2420.HT.01.01.TH.94 tanggal 12 Februari 1994 dan diumumkan di Lembaran Berita
Negara No. 49 tanggal 21 Juni 1994.
Anggaran Dasar Perseroan telah beberapa kali mengalami perubahan, terakhir dengan
Akta No. 42 tanggal 12 April 2021 yang dibuat oleh Lucy Octavia Siregar, S.H., Sp.N.,
Notaris di Kabupaten Bekasi mengenai perubahaan beberapa pasal dalam anggaran
dasar Perseroan. Perubahan ini telah mendapat Surat Penerimaan Pemberitahuan
Perubahan Anggaran Dasar dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum dalam surat No. AHU-
AH.01.03-0262807 dan surat No. AHU- AH.01.03-0264357 yang keduanya tertanggal
26 April 2021.
Pada tahun 2010, Perseroan melakukan Penawaran Umum Perdana sejumlah
257.580.000 saham baru (dengan nilai nominal Rp100 per saham) dengan harga
penawaran Rp200 per saham. Penawaran tersebut telah mendapat pemberitahuan
pernyataan efektif pendaftaran berdasarkan Surat Ketua Badan Pengawas Pasar Modal
dan Lembaga Keuangan (BAPEPAM dan LK) No. S11289/BL/2010 tanggal 17 Desember
2010. Seluruh saham Perseroan telah tercatat di Bursa Efek Indonesia pada 29 Desember
2010.
Kantor pusat operasional Perseroan beralamat di Delta Silicon Industrial Park, Jl. Akasia
II Blok A7-4A, Lippo Cikarang, Bekasi 17550. Perseroan beroperasi di Lippo Cikarang,
Medan, Palembang, Pekanbaru, Bandung, Kendal (Semarang), Klaten, Surabaya,
Pasuruan, Bali, Makassar, Balikpapan, Padang dan Batam. Perseroan mulai beroperasi
secara komersial sejak tahun 1993.
2.2 Susunan Pengurus dan Pemegang Saham
Susunan pemegang saham Perseroan per 31 Maret 2024 adalah sebagai berikut:
Tabel 1. Susunan Pemegang Saham Perseroan
Lembar Persentase
Pemegang Saham
Saham (%)
Iron Mountain Hongkong Limited 752.632.700 99,35
Kepemilikan Publik (masing-masing dibawah 5%) 4.948.300 0,65
Total 757.581.000 100
Sumber: Laporan keuangan Perseroan 31 Maret 2024
Susunan anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan per 31 Maret 2024 adalah
sebagai berikut:
Halaman 14 000987/2.0176-00/BS/05/0089/1/VIII/2024
Page 16
Dewan Komisaris
Presiden Utama : Gregory Mark Lever
Komisaris : Richard Gordon Johnstone
Komisaris Independen : Patricia Marina Sugondo
Dewan Direksi
Presiden Direktur : Joyce Housien
Direktur : Siva Kumar K Indran
Direktur : Sandeep Jayant Potdar*
Direktur : Sylvia Lestariwati F K
* Perseroan telah menerima surat pengunduran diri dari Sandeep Jayant Potdar selaku
direktur Perseroan pada tanggal 31 Januari 2024.
2.3 Kegiatan Usaha
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan, ruang lingkup kegiatan usaha
Perseroan adalah menjalankan usaha dalam bidang kesenian, hiburan dan rekreasi, di
bidang aktivitas profesional, ilmiah dan teknis, di bidang aktivitas pengangkutan dan
pergudangan, di bidang perdagangan dan eceran dan di bidang real estate. Untuk
mencapai maksud dan tujuan tersebut diatas Perseroan dapat melaksanakan kegiatan
usaha sebagai berikut:
Kegiatan Usaha Utama:
a. Menjalankan usaha-usaha di bidang Kesenian, Hiburan dan Rekreasi, antara lain:
Perpustakaan dan Arsip Swasta meliputi pengelolaan dan penataan arsip yang
dilakukan oleh swasta mencakup kegiatan dokumentasi dan penginformasian,
pengorganisasian, penyimpanan, peminjaman dan kegiatan pencarian kembali
arsip dan dokumen termasuk surat berharga atau dokumen-dokumen lainnya dalam
bentuk kertas maupun data elektronik;
b. Menjalankan usaha-usaha di bidang aktivitas profesional, ilmiah dan teknis, antara
lain:
Aktivitas Konsultasi Manajemen Lainnya meliputi bantuan dan nasihat, bimbingan,
pembuatan sistem dan implementasi prosedur kearsipan dan korespondensi,
implementasi penggunaan perangkat lunak (software) dan perangkat keras
(hardware), kegiatan alih media melalui imaging/printing teknologi;
c. Menjalankan usaha-usaha di bidang aktivitas pengangkutan dan pergudangan,
antara lain:
Pergudangan dan Penyimpanan Lainnya
d. Menjalankan usaha-usaha di bidang perdagangan besar dan eceran, antara lain:
Perdagangan Eceran Kertas, Kertas Karton dan Barang Dari Kertas/Karton.
Kegiatan Usaha Penunjang
a. Menjalankan usaha-usaha di bidang real estat, antara lain :
Real Estat yang di Miliki Sendiri atau Disewa meliputi pembelian, penjualan,
persewaan dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri maupun disewa.
Termasuk kegiatan penjualan tanah, pengembangan gedung untuk dioperasikan
sendiri (untuk penyewaan ruang-ruang di gedung tersebut.
b. Menjalankan usaha-usaha di bidang perdagangan besar dan eceran, antara lain:
Perdagangan eceran melalui media untuk berbagai macam barang lainnya melalui
pesanan dan barang akan dikirim kepada pembeli sehubungan dengan kegiatan
usaha utama Perseroan.
Halaman 15 000987/2.0176-00/BS/05/0089/1/VIII/2024
Page 17
Adapun Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) Perseroan saat ini antara lain:
a. KBLI 47650 – Perdagangan eceran kertas, kertas karton dan barang dari
kertas/karton
b. KBLI 47919 – Perdagangan eceran melalui media untuk berbagai macam barang
lainnya
c. KBLI 52109 – Pergudangan dan penyimpanan lainnya
d. KBLI 68110(1) – Real estate yang dimiliki sendiri atau disewa
e. KBLI 70209 – Aktivitas konsultasi manajemen lainnya
f. KBLI 91012 – Perpustakaan dan arsip swasta
2.4 Informasi Laporan Keuangan Perseroan
Laporan keuangan merupakan suatu bentuk laporan yang memuat informasi tentang
posisi keuangan, hasil usaha, perubahan ekuitas, dan arus kas dari suatu Perseroan.
Laporan keuangan memberikan gambaran tentang prestasi historis dari suatu Perseroan
yang dapat dijadikan dasar dalam melakukan analisis untuk membuat peramalan dan
proyeksi keuangan masa depan.
Dalam melaksanakan penugasan penilaian ekuitas Perseroan ini, kami juga mendapat
data dan informasi mengenai laporan keuangan Perseroan. Adapun data laporan
keuangan Perseroan yang kami terima adalah sebagai berikut:
• Laporan keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Maret
2024 dengan angka perbandingan 31 Desember 2023 yang telah ditelaah terbatas
oleh KAP Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar dan Rekan berdasarkan laporan nomor
R/021.ARC/adr/2024 tanggal 31 Juli 2024.
• Laporan keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2023 dengan angka perbandingan 31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh KAP
Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar dan Rekan berdasarkan laporan nomor
00217/2.1030/AU.1/05/1115-4/1/I|I/2024 tanggal 22 Maret 2024 dengan
pendapat bahwa laporan keuangan tersebut menyajikan secara wajar dalam semua
hal yang material.
• Laporan keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2022 dengan angka perbandingan 31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh KAP
Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar dan Rekan berdasarkan laporan nomor
00238/2.1030/AU.1/05/1115-3/1/III/2023 tanggal 27 Maret 2023 dengan
pendapat bahwa laporan keuangan tersebut menyajikan secara wajar dalam semua
hal yang material.
• Laporan keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2021 dengan angka perbandingan 31 Desember 2020 yang telah diaudit oleh KAP
Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar dan Rekan berdasarkan laporan nomor
00418/2.1030/AU.1/05/1115-2/1/IV/2022 tanggal 25 April 2022 dengan
pendapat bahwa laporan keuangan tersebut menyajikan secara wajar dalam semua
hal yang material.
• Laporan keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2020 dengan angka perbandingan 31 Desember 2019 yang telah diaudit oleh KAP
Halaman 16 000987/2.0176-00/BS/05/0089/1/VIII/2024
Page 18
Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar dan Rekan berdasarkan laporan nomor
00065/2.1030/AU.1/05/1115-1/1/1|/2021 tanggal 22 Februari 2021 dengan
pendapat bahwa laporan keuangan tersebut menyajikan secara wajar dalam semua
hal yang material.
• Laporan keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2019 dengan angka perbandingan 31 Desember 2018 yang telah diaudit oleh KAP
Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar dan Rekan berdasarkan laporan nomor
00147/2.1030/AU.1/05/1169-1/1/I|I/2020 tanggal 10 Maret 2020 dengan
pendapat bahwa laporan keuangan tersebut menyajikan secara wajar dalam semua
hal yang material.
Tabel berikut ini menggambarkan ikhtisar data posisi keuangan Perseroan untuk periode
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 hingga 31 Maret 2024:
Tabel 2. Ikhtisar Laporan Posisi Keuangan Perseroan (dalam jutaan Rupiah)
Des Des Des Des Des Mar
Uraian
2019 2020 2021 2022 2023 2024
Aset Lancar 313.260 59.870 111.755 132.202 141.399 141.482
Aset Tidak Lancar 108.642 281.299 228.462 231.216 213.014 205.741
Total Aset 421.902 341.169 340.217 363.418 354.413 347.223
Liabilitas Jangka Pendek 164.962 43.275 26.836 55.614 53.183 44.163
Liabilitas Jangka Panjang 19.996 183.754 198.322 186.054 172.027 167.498
Total Liabilitas 184.958 227.029 225.159 241.668 225.211 211.662
Ekuitas 236.944 114.141 115.058 121.750 129.202 135.562
Total Ekuitas & Liabilitas 421.902 341.169 340.217 363.418 354.413 347.223
Sumber: Laporan Keuangan Perseroan
Jumlah Aset
Total aset Perseroan pada 31 Desember 2019 sebesar Rp421.902 juta, sedangkan total
aset Perseroan pada 31 Desember 2023 tercatat sebesar Rp354.413 juta mengalami
penurunan sebesar Rp9.005 juta dari periode sebelumnya pada 31 Desember 2022 total
aset sebesar Rp363.418 juta. Pada 31 Maret 2024 total aset Perseroan adalah
Rp347.223 juta. Perolehan tingkat pertumbuhan rata-rata per tahun (CAGR) dari periode
2019 hingga periode 2023 yaitu sebesar negatif 3,43%.
Jumlah Liabilitas
Total liabilitas Perseroan periode 31 Desember 2019 adalah sebesar Rp184.958 juta,
sedangkan pada periode 31 Desember 2023 tercatat sebesar Rp225.221 juta
mengalami penurunan sebesar Rp16.457 juta dari periode sebelumnya yaitu 31
Desember 2022 tercatat sebesar Rp241.668 juta. Sedangkan posisi 31 Maret 2024
jumlah liabilitas Perseroan sebesar Rp211.662 juta. Perolehan tingkat pertumbuhan rata-
rata per tahun (CAGR) dari periode 2019 hingga periode 2023 yaitu sebesar 4,02%.
Halaman 17 000987/2.0176-00/BS/05/0089/1/VIII/2024
Page 19
Jumlah Ekuitas
Total ekuitas Perseroan periode 31 Desember 2019 sebesar Rp124.607 juta, total ekuitas
Perseroan dari periode 31 Desember 2019 sampai dengan 31 Desember 2023 tercatat
positif. Ekuitas pada 31 Desember 2023 yaitu sebesar Rp74.214 juta, mengalami
peningkatan sebesar Rp8.140 dari periode sebelumnya yaitu pada 31 Desember 2022
sebesar Rp66.075 juta. Untuk tingkat pertumbuhan rata-rata per tahun (CAGR) dari
periode 2019 hingga periode 2023 yaitu sebesar negatif 12,15%.
Tabel 3. Ikhtisar Laporan Laba/(Rugi) Perseroan (dalam jutaan Rupiah)
Des Des Des Des Des Mar
Uraian
2019 2020 2021 2022 2023 2024
Pendapatan 140.123 141.832 144.517 157.645 170.311 41.664
Laba (Rugi) Usaha 139.979 36.332 54.129 51.589 51.619 10.795
Laba (Rugi) Sebelum
141.858 20.661 27.569 30.055 35.127 7.790
Pajak
Laba (Rugi) Bersih 133.447 18.175 25.160 24.044 28.146 6.359
Sumber: Laporan Keuangan Perseroan
Pendapatan
Pendapatan Perseroan berasal dari pendapatan hasil jasa manajemen arsip,
penyimpanan surat berharga, manajemen data komputer, manajemen alih media,
manajemen fasilitas serta lainnya. Total pendapatan per 31 Desember 2019 tercatat
sebesar Rp140.123 juta dan pada 31 Maret 2024 tercatat sebesar Rp41.664 juta dengan
tingkat pertumbuhan per tahun (CAGR) dari periode 2019 hingga periode 2023 yaitu
sebesar negatif 3,98%.
Laba (Rugi) Sebelum Pajak
Pada 31 Desember 2023 Perseroan mencatat laba sebesar Rp35.127 juta, mengalami
kenaikan sebesar Rp5.072 juta dari periode sebelumnya 31 Desember 2022 tercatat
sebesar Rp30.055 juta. Pada 31 Maret 2024 laba sebelum pajak Perseroan sebesar
Rp7.790 juta. Tingkat pertumbuhan per tahun (CAGR) periode 2019 hingga periode
2023 yaitu sebesar negatif 24,36%.
Laba (Rugi) Bersih
Laba (rugi) bersih Perseroan pada periode 31 Desember 2019 yaitu sebesar Rp133.447
juta. Laba (rugi) bersih Perseroan pada periode 31 Desember 2019 sampai dengan 31
Desember 2023 serta pengalami fluktuatif, pada 31 Maret 2024 Perusahaan mencatat
laba bersih sebesar Rp6.359 juta.
Halaman 18 000987/2.0176-00/BS/05/0089/1/VIII/2024
Page 20
Tabel 4. Laporan Arus Kas Perseroan (dalam jutaan Rupiah)
Des Des Des Des Des Mar
Uraian
2019 2020 2021 2022 2023 2024
Arus Kas Operasional 59.606 48.258 35.859 88.113 84.175 9.253
Arus Kas Investasi 221.621 (33.026) 68.714 (19.809) (24.092) (6.983)
Arus Kas Pendanaan (28.548) (264.469) (52.705) (48.841) (53.855) (8.564)
Kenaikan (Penurunan)
252.678 (249.237) 51.868 19.464 6.228 (6.294)
Kas
Saldo Awal Kas 38.321 290.924 41.721 93.610 113.283 119.620
Saldo Akhir Kas 290.924 41.721 93.610 113.283 119.620 113.264
Sumber: Laporan Keuangan Perseroan
Berikut adalah macam-macam arus kas Perseroan berdasarkan data historis laporan
keuangan Perseroan per 31 Maret 2024:
▪ Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasional Perseroan per 31 Maret
2024 adalah sebesar Rp9.253 juta. Hal ini mengindikasikan bahwa kegiatan
operasional Perseroan menghasilkan arus kas positif.
▪ Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan per 31 Maret 2024
adalah sebesar negatif Rp6.983 juta. Pada periode 31 Maret 2024 arus kas investasi
bernilai negatif karena Perseroan melakukan investasi aset.
▪ Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan Perseroan per 31 Maret 2024
adalah sebesar negatif Rp8.564 juta. Aktivitas pendanaan periode 31 Maret 2024
dicatatkan negatif karena adanya pengeluaran kas berupa pembayaran utang jangka
panjang.
2.5 Analisis Laporan Keuangan Perseroan
Untuk selanjutnya tinjauan terhadap kinerja keuangan Perseroan dilakukan berdasarkan
analisis terhadap laporan keuangan Perseroan dengan menggunakan beberapa teknik
analisis sebagai berikut:
a. Commonsize statement analysis - Laporan Posisi Keuangan
Common size statement merupakan salah satu metode analisis terhadap laporan
keuangan Perseroan untuk mengetahui persentase investasi pada masing-masing aset
terhadap total asetnya, dan juga untuk mengetahui struktur permodalan serta
komposisi biaya-biaya atau beban terhadap total pendapatan. Berikut adalah hasil
analisis laporan keuangan Perseroan dengan menggunakan metode analisis
Commonsize Statement:
Halaman 19 000987/2.0176-00/BS/05/0089/1/VIII/2024
Page 21
Tabel 5. Analisis Commonsize Statement – Laporan Posisi Keuangan
Des Des Des Des Des Mar
Uraian
2019 2020 2021 2022 2023 2024
Aset Lancar 74,25% 17,55% 32,85% 36,38% 39,90% 40,75%
Aset Tidak Lancar 25,75% 82,45% 67,15% 63,62% 60,10% 59,25%
Total Aset 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Liabilitas Jangka
Pendek 39,10% 12,68% 7,89% 15,30% 15,01% 12,72%
Liabilitas Jangka
Panjang 4,74% 53,86% 58,29% 51,20% 48,54% 48,24%
Total Liabilitas 43,84% 66,54% 66,18% 66,50% 63,54% 60,96%
Ekuitas 56,16% 33,46% 33,82% 33,50% 36,46% 39,04%
Total Ekuitas &
Liabilitas 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Mengacu pada laporan posisi keuangan, berdasarkan analisis common size
statement, selama periode 31 Desember 2019 sampai dengan 31 Maret 2024, secara
dominan proporsi aset lancar terhadap total aset lebih kecil dibandingkan dengan
proporsi aset tidak lancar terhadap total aset. Pada periode 31 Maret 2024 proporsi
aset lancar terhadap total aset adalah 40,75%, dan proporsi aset tidak lancar
terhadap total aset adalah 59,82%. Secara rata-rata proporsi aset lancar dan tidak
lancar terhadap total aset dari periode 2019 hingga periode 2023 secara berturut-
turut adalah sebesar 40,18% dan 59,82%.
Rata-rata proporsi total liabilitas terhadap total aset selama 31 Desember 2019
sampai dengan 31 Desember 2023 adalah 61,32%, pada periode 31 Maret 2024
proporsi total liabilitas terhadap total aset adalah sebesar 60,96%. Selanjutnya, rata-
rata proporsi ekuitas terhadap total aset selama periode 31 Desember 2019 sampai
dengan 31 Desember 2023 adalah 38,68% dimana pada periode 31 Maret 2024
proporsi ekuitas terhadap total aset adalah sebesar 38,68%.
Tabel 6. Analisis Commonsize Statement – Laporan Laba (rugi)
Des Des Des Des Des Mar
Uraian
2019 2020 2021 2022 2023 2024
Pendapatan 100% 100% 100% 100% 100% 100%
Laba (Rugi) Usaha 99,90% 25,62% 37,46% 32,72% 30,31% 25,91%
Laba (Rugi) Sebelum
101,24% 14,57% 19,08% 19,07% 20,63% 18,70%
Pajak
Laba (Rugi) Bersih 95,24% 12,81% 17,41% 15,25% 16,53% 15,26%
Berdasarkan tabel common-size laporan laba rugi di atas, dapat dilihat bahwa margin
laba usaha Perusahaan dicatatkan positif pada 31 Maret 2024 yaitu sebesar 15,26%.
Halaman 20 000987/2.0176-00/BS/05/0089/1/VIII/2024
Page 22
Lebih lanjut rata-rata margin laba (rugi) sebelum pajak dan laba (rugi) bersih periode
2019 hingga periode 2023 secara berturut-turut adalah sebesar 34,91% dan 31,45%.
b. Trend analysis
Trend analysis merupakan sebuah teknik analisis yang digunakan untuk mengetahui
tendensi posisi dan kemajuan keuangan Perseroan, melalui analisis ini diharapkan
dapat diketahui apakah keadaan keuangan Perseroan menunjukkan tendensi yang
tetap, naik, atau bahkan menurun. Berikut adalah analisis trend laporan keuangan
Perseroan:
Tabel 7. Analisis Trend – Laporan Posisi Keuangan
Des Des Des Des Des Rata-
Uraian
2019 2020 2021 2022 2023 Rata
Aset Lancar n/a -80,89% 86,66% 18,30% 6,96% 7,76%
Aset Tidak Lancar n/a 158,92% -18,78% 1,21% -7,87% 33,37%
Total Aset n/a -19,14% -0,28% 6,82% -2,48% -3,77%
Liabilitas Jangka
Pendek n/a -73,77% -37,99% 107,23% -4,37% -2,22%
Liabilitas Jangka 203,29
Panjang n/a 818,96% 7,93% -6,19% -7,54% %
Total Liabilitas n/a 22,75% -0,82% 7,33% -6,81% 5,61%
Ekuitas n/a -51,83% -0,80% -5,82% -6,12% -16,14%
Total Ekuitas &
Liabilitas n/a -19,14% -0,28% 6,82% -2,48% -3,77%
Pada bagian laporan posisi keuangan, dengan menggunakan analisis tren dapat
dilihat bahwa total aset Perseroan pada 31 Desember 2023 mengalami penurunan
sebesar 2,48% bila dibandingkan dengan tahun 2022. Secara rata-rata (2019-2023)
total aset mengalami penurunan sebesar 3,77%. Pada 31 Desember 2023 total
liabilitas mengalami penurunan sebesar 6,02% bila dibandingkan dengan tahun
2022. Secara rata-rata (2019-2023) total liabilitas mengalami kenaikan sebesar
5,61% dimana kenaikan tertinggi terjadi pada tahun 2020 sebesar 22,75%.
Sedangkan total ekuitas Perseroan pada 31 Desember 2023 mengalami penurunan
sebesar 6,12% dari periode sebelumnya tahun 2022. Rata-rata (2019-2023) total
ekuitas mengalami penurunan sebesar 16,14%.
Tabel 8. Analisis Trend – Laporan Laba (rugi)
Des Des Des Des Des Rata-
Uraian
2019 2020 2021 2022 2023 rata
Pendapatan n/a 1,22% 1,89% 9,08% 8,03% 5,06%
Laba (Rugi) Usaha n/a -74,04% 48,99% -4,69% -0,06% -7,45%
Halaman 21 000987/2.0176-00/BS/05/0089/1/VIII/2024
Page 23
Des Des Des Des Des Rata-
Uraian
2019 2020 2021 2022 2023 rata
Laba (Rugi)
n/a -85,44% -33,43% -9,02% -16,87% -36,19%
Sebelum Pajak
Laba (Rugi) Bersih n/a -86,38% -38,43% 4,44% -17,06% -34,36%
Pada bagian laporan laba (rugi), dapat dilihat per 31 Desember 2023 total
pendapatan mengalami kenaikan sebesar 8,03% dari periode sebelumnya 31
Desember 2022. Secara rata-rata (2019-2023) pendapatan mengalami kenaikan
sebesar 5,06%. Pada 31 Desember 2023 laba (rugi) sebelum pajak mengalami
penurunan 16,87%, Laba (rugi) bersih mengalami penurunan sebesar 17,06% dari
periode sebelumnya 31 Desember 2022.
c. Ratio Analysis
Ratio Analysis atau analisis rasio merupakan salah satu bentuk teknis analisis laporan
keuangan yang digunakan untuk mengetahui hubungan dari pos-pos tertentu dari
laporan posisi keuangan dan laporan laba rugi secara individu atau kombinasi
antara keduanya. Berikut adalah tabel rasio keuangan yang kami gunakan dalam
analisis rasio keuangan Perseroan.
Tabel 9. Analisis Rasio Keuangan
Des Des Des Des Des Mar
Uraian
2019 2020 2021 2022 2023 2024
Rasio Aktivitas (hari)
Rasio perputaran piutang
Pihak ketiga 24 19 18 18 18 109
Pihak berelasi 1 3 0 2 5 11
Rasio perputaran persediaan 128 83 85 73 101 27
Rasio perputaran utang
Pihak ketiga 56 48 17 123 62 104
Pihak berelasi 539 0 0 0 5 24
Rasio Likuiditas (x)
Rasio lancar 1,90 1,38 4,16 2,38 2,66 3,20
Rasio cepat 1,90 1,37 4,13 2,36 2,64 3,19
Rasio kas 1,76 0,96 3,49 2,04 2,25 2,56
Rasio Profitabilitas (x)
Rasio laba atas aset 0,32 0,05 0,07 0,07 0,08 0,02
Rasio laba atas ekuitas 0,56 0,16 0,22 0,20 0,22 0,05
Rasio Solvabilitas (x)
Rasio total Liabilitas / total aset 0,44 0,67 0,66 0,66 0,64 0,61
Rasio total Liabilitas / total
0,78 1,99 1,96 1,98 1,74 1,56
ekuitas
Halaman 22 000987/2.0176-00/BS/05/0089/1/VIII/2024
Page 24
Rasio Aktivitas
Rasio Aktivitas merupakan suatu rasio keuangan yang digunakan untuk mengukur
efektivitas Perseroan dalam menggunakan aktiva atau sumberdaya yang dimilikinya.
1. Rasio Perputaran Piutang
Rasio ini menunjukan berapa kali bisnis dapat mengkonversi piutang menjadi kas.
Berdasarkan tabel analisis rasio keuangan di atas, selama periode 31 Desember
2019 sampai dengan 31 Desember 2023 rasio perputaran mengalami fluktuasi
dengan rata-rata sebesar 19 hari untuk piutang pihak ketiga dan 2 hari untuk
piutang pihak berelasi. Pada periode 31 Maret 2024 rasio perputaran piutang
pihak berelasi dicatatkan sebesar 109 hari.
2. Rasio Perputaran Persediaan
Rasio ini menunjukan berapa kali bisnis dapat mengkonversi persediaan menjadi
kas. Berdasarkan tabel analisis rasio keuangan di atas, selama periode 31
Desember 2019 sampai dengan 31 Desember 2023 rata-rata rasio perputaran
persediaan tercatat sebesar 94 hari. Pada 31 Maret 2024 rasio perputaran
persediaan dicatatkan sebesar 27 hari.
3. Rasio Perputaran Utang Usaha
Rasio ini menunjukan kecepatan utang usaha dapat dilunasi oleh perusahaan
kepada pemasok. Berdasarkan tabel analisis rasio keuangan di atas, selama
periode 31 Desember 2019 sampai dengan 31 Desember 2023 rasio perputaran
mengalami fluktuasi, dimana rata-rata sebesar 61 hari untuk utang pihak ketiga
dan 109 hari untuk utang pihak berelasi, serta pada periode 31 Maret 2024 rasio
perputaran utang usaha pihak ketiga dicatatkan sebesar 104 hari.
Rasio Likuiditas
Rasio likuiditas merupakan suatu rasio keuangan yang bertujuan untuk mengetahui
sejauh mana kemampuan Perseroan dalam melunasi kewajiban jangka pendeknya.
Beberapa rasio keuangan yang masuk dalam kategori ini antara lain adalah:
1. Rasio Lancar (current ratio)
Rasio ini merupakan perbandingan antara aset lancar dengan utang lancar. Rasio
ini bertujuan untuk mengetahui sampai seberapa jauh jumlah aset lancar
Perseroan dapat menjamin utang jangka pendek dari kreditor. Secara umum
semakin rendah rasio lancar maka semakin kurang aman. Rasio lancar Perseroan
mengalami fluktuatif dengan rata-rata (2019-2023) sebesar 2,50 kali. Pada
periode 31 Maret 2024 rasio lancar Perusahaan tercatat sebesar 3,20 kali.
Halaman 23 000987/2.0176-00/BS/05/0089/1/VIII/2024
Page 25
2. Rasio Cepat (quick ratio)
Rasio cepat pada dasarnya mempunyai tujuan yang sama dengan rasio lancar,
namun sebagian orang merasa bahwa hasil perhitungan rasio lancar yang
menghitung seluruh aset lancar kurang tajam, oleh karena itu beberapa pos seperti
persediaan yang dianggap kurang lancar, dikeluarkan dalam perhitungan rasio
cepat. Rasio cepat pada 31 Maret 2024 yaitu sebesar 3,19 kali dengan rata-rata
dari 31 Desember 2019 hingga 31 Desember 2023 sebesar 2,48 kali.
3. Rasio Kas (cash ratio)
Rasio ini untuk mengukur jumlah kas tersedia dibanding dengan hutang lancar.
Rasio kas Perseroan pada periode 31 Maret 2024 sebesar 2,56 kali dengan rata-
rata selama 31 Desember 2019 sampai dengan 31 Desember 2023 sebesar 2,10
kali.
Rasio Profitabilitas
Rasio profitabilitas digunakan untuk mengukur kemampuan Perseroan dalam
menghasilkan laba. Beberapa rasio Perseroan yang termasuk dalam kategori ini
antara lain adalah:
1. Rasio laba atas aset (return on asset)
Rasio ini digunakan untuk mengetahui sampai seberapa jauh aset yang digunakan
dapat menghasilkan laba. Rasio laba atas aset Perseroan pada periode 31 Maret
2024 adalah sebesar 0,02 kali, dengan rata-rata selama periode 31 Desember
2019 sampai dengan 31 Desember 2023 adalah sebesar negatif 0,12 kali.
2. Rasio laba atas ekuitas (return on equity)
Rasio ini digunakan untuk mengetahui sampai seberapa jauh hasil atau
keuntungan yang diperoleh dari setiap modal yang ditanamkan. Adapun tingkat
rasio laba atas ekuitas Perseroan pada periode 31 Maret 2024 sebagaimana
tercantum dalam tabel rasio keuangan Perseroan diatas adalah sebesar 0,05 kali
dengan rata-rata pertumbuhan selama periode 31 Desember 2019 sampai
dengan 31 Desember 2023 adalah sebesar negatif 0,27 kali.
Rasio Solvabilitas
Rasio solvabilitas (solvency ratio) adalah rasio yang digunakan untuk mengukur
kemampuan Perseroan untuk melunasi hutang-hutangnya. Berikut adalah rasio yang
termasuk dalam kategori ini.
Halaman 24 000987/2.0176-00/BS/05/0089/1/VIII/2024
Page 26
1. Rasio total liabilitas terhadap total aset
Rasio ini merupakan perbandingan antara total liabilitas terhadap total aset
Perusahaan. Semakin tinggi rasio ini semakin tinggi pula risiko keuangan. Adapun
tingkat rasio liabilitas terhadap total aset Perseroan periode 31 Maret 2024 adalah
sebesar 0,61 kali dengan rata-rata selama periode 31 Desember 2019 sampai
dengan 31 Desember 2023 adalah sebesar 0,61 kali.
2. Rasio total liabilitas terhadap total ekuitas
Rasio ini merupakan perbandingan antara total liabilitas terhadap total ekuitas
atau modal. Rasio satu menunjukkan jumlah liabilitas sama dengan jumlah ekuitas.
Berdasarkan tabel rasio keuangan Perseroan diatas dapat dilihat bahwa rasio
liabilitas terhadap ekuitas Perseroan pada periode 31 Maret 2024 adalah 1,56
kali dengan rata-rata selama periode 31 Desember 2019 sampai dengan 31
Desember 2023 adalah sebesar 1,69 kali.
Halaman 25 000987/2.0176-00/BS/05/0089/1/VIII/2024
Page 27
BAB III
ANALISIS RENCANA PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA
3.1 Kegiatan Usaha Perseroan
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan, ruang lingkup kegiatan usaha
Perseroan adalah menjalankan usaha dalam bidang kesenian, hiburan dan rekreasi, di
bidang aktivitas profesional, ilmiah dan teknis, di bidang aktivitas pengangkutan dan
pergudangan, dan di bidang perdagangan dan eceran. Saat ini Perseroan melakukan
kegiatan dokumentasi dan penginformasian, pengorganisasian, penyimpanan,
peminjaman dan kegiatan pencarian kembali arsip dan dokumen dalam bentuk kertas
maupun data elektronik, serta implementasi penggunaan perangkat lunak dan
perangkat keras, dan kegiatan alih media melalui teknologi imaging/ printing.
Adapun Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) Perseroan saat ini antara lain:
a. KBLI 47650 – Perdagangan eceran kertas, kertas karton dan barang dari
kertas/karton
b. KBLI 47919 – Perdagangan eceran melalui media untuk berbagai macam barang
lainnya
c. KBLI 52109 – Pergudangan dan penyimpanan lainnya
d. KBLI 68110(1) – Real estate yang dimiliki sendiri atau disewa
e. KBLI 70209 – Aktivitas konsultasi manajemen lainnya
f. KBLI 91012 – Perpustakaan dan arsip swasta
3.2 Latar Belakang Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
Saat ini Perseroan melakukan kegiatan dokumentasi dan penginformasian,
pengorganisasian, penyimpanan, peminjaman dan kegiatan pencarian kembali arsip
dan dokumen dalam bentuk kertas maupun data elektronik, serta implementasi
penggunaan perangkat lunak dan perangkat keras, dan kegiatan alih media melalui
teknologi imaging/ printing.
Perseroan ingin meningkatakan kinerja kedepannya, melalui penambahan KBLI
Perseroan berharap akan dapat mengoptimalkan seluruh potensi dan kesempatan serta
meningkatkan kinerja dan profitabilitas Perseroan di masa mendatang. Dimana
penambahan KBLI Perseroan merupakan KBLI pelengkap dan penunjang dari KBLI yang
saat ini Perseroan miliki, sehingga dapat memperluas cakupan pangsa pasar dari kondisi
yang telah ada. Keuntungan yang diperoleh Perseroan dengan adanya Penambahan
KBLI diharapkan dapat mendukung pertumbuhan jangka panjang Perseroan, serta dapat
memberikan nilai tambah bagi Perseroan dan para pemegang saham.
3.3 Manfaat Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
Manfaat penambahan KBLI Perseroan antara lain:
a. Perseroan memiliki jasa dan layanan yang semakin bervariasi dan lengkap.
b. Perseroan memiliki KBLI yang semakin lengkap, sehingga dapat mengikuti
pengadaan atas jasa maupun barang yang diadakan oleh instansi pemerintah
maupun swasta.
c. Akan memperluas pangsa pasar, sehingga meningkatkan kinerja Perseroan.
Halaman 26 000987/2.0176-00/BS/05/0089/1/VIII/2024
Page 28
BAB IV
TINJAUAN EKONOMI DAN ANALISIS INDUSTRI
4.1 Perkembangan Ekonomi Indonesia
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Perekonomian Indonesia tumbuh kuat didukung oleh permintaan domestik.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia kembali pada tren meningkat sejak Semester I 2023
setelah sedikit melambat pada Triwulan IV 2022. Pertumbuhan ekonomi Triwulan I 2023
tercatat sebesar 5,04%, kemudian meningkat menjadi 5,17% pada Triwulan II 2023.
Pertumbuhan yang tetap kuat tersebut terutama bersumber dari kuatnya permintaan
domestik sejalan dengan kenaikan pertumbuhan konsumsi rumah tangga dan
pemerintah serta peningkatan investasi, di tengah kinerja ekspor yang menurun karena
pelemahan perekonomian dan harga komoditas dunia. Berdasarkan lapangan usaha,
seluruh sektor mencatat pertumbuhan positif dengan pertumbuhan yang tinggi tercatat
pada sektor jasa, seperti Transportasi dan Pergudangan, Akomodasi dan Makan Minum,
serta Perdagangan Besar dan Eceran. Secara spasial, pertumbuhan sebagian besar
wilayah meningkat dengan pertumbuhan tertinggi tercatat di wilayah Sulawesi-Maluku-
Papua (Sulampua).
Perkembangan terkini menunjukkan kegiatan ekonomi pada Triwulan III 2023 tetap baik,
sebagaimana tercermin pada perkembangan positif penjualan eceran, Purchasing
Managers’ Index (PMI) Manufaktur, dan ekspektasi penghasilan. Dengan perkembangan
tersebut, pertumbuhan ekonomi 2023 diprakirakan tetap berada dalam kisaran proyeksi
4,5-5,3%. Bank Indonesia akan terus memperkuat sinergi stimulus fiskal pemerintah
dengan stimulus makroprudensial Bank Indonesia untuk mendorong pertumbuhan
ekonomi, khususnya dari sisi permintaan.
Gambar 1. Proyeksi PDB Indonesia 2024-2028
6%
5%
4%
3%
4,96% 5,06% 5,06% 5,06% 5,07% 5,07%
2%
1%
0%
2024 2025 2026 2027 2028 2029
Sumber: International Monetary Fund, World Economic Outlook Database, April 2024
Berdasarkan proyeksi PDB harga konstan Indonesia yang dipublikasikan oleh
International Monetary Fund (IMF), prakiraan rata-rata pertumbuhan PDB Indonesia
selama periode 2024 sampai dengan 2029 adalah 5,05% dengan pertumbuhan
tertinggi diperkirakan akan terjadi pada tahun 2028-2029 dengan pertumbuhan PDB
Halaman 27 000987/2.0176-00/BS/05/0089/1/VIII/2024
Page 29
sebesar 5,06%, sedangkan perkiraan pertumbuhan PDB pada tahun 2024 adalah
sebesar 4,96%.
Tingkat Inflasi
Inflasi Indonesia per 31 Maret 2024 sebesar 3,05%, sedangkan rata-rata inflasi bulan
Maret selama 6 tahun (2019-2024) adalah sebesar 2,91%, dengan nilai median sebesar
2,80%.
Gambar 2. Tingkat Inflasi Tahun ke Tahun (persen)
6%
5%
4%
Mar; 2,91%
3%
Mar; 2,80%
2%
Mar; 3,05%
1%
0%
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
2019 2020 2021 2022 2023 2024 Rata-rata Median
Sumber : Bank Indonesia, diolah
Proyeksi Inflasi Indonesia
Berdasarkan proyeksi Inflasi harga customer rata–rata Indonesia yang dipublikasikan
oleh International Monetary Fund (IMF), prakiraan rata-rata Inflasi Indonesia selama
periode 2024 sampai dengan 2029 adalah 2,52% dengan pertumbuhan tertinggi
diperkirakan akan terjadi pada tahun 2025 dengan prakiraan inflasi sebesar 2,55%,
sedangkan prakiraan inflasi pada tahun 2029 adalah sebesar 2,51%.
Gambar 3. Proyeksi Inflasi Harga Customer Rata-Rata 2024-2029
4%
Inflation, average consumer prices % Inflation, end of period consumer prices %
3%
2,51% 2,55% 2,52% 2,52% 2,51% 2,51%
2%
2,56% 2,59% 2,53% 2,52% 2,51% 2,51%
1%
0%
2024 2025 2026 2027 2028 2029
Sumber: International Monetary Fund, World Economic Outlook Database, April 2024
Halaman 28 000987/2.0176-00/BS/05/0089/1/VIII/2024
Page 30
Nilai Tukar Rupiah
Perkembangan kurs transaksi Bank Indonesia periode Januari sampai Maret tahun 2024
dapat terlihat dalam grafik dibawah. Kurs nilai tukar Rupiah terhadap dolar per 31 Maret
2024 adalah sebesar Rp15.932,- (Kurs Jual), dan Rp15.774,- (Kurs Beli) per Dollar AS,
serta kurs tengah sebesar Rp15.853,- per Dollar AS.
Gambar 4. Kurs Transaksi Rupiah terhadap USD
15.853
16.000
15.000
Rupiah
14.000
13.000
12.000
Mar-24 Feb-24 Jan-24
Kurs Jual Kurs Beli Kurs Tengah
Sumber : Bank Indonesia, diolah (2023)
Suku Bunga
Terkait tingkat suku bunga pinjaman, suku bunga pinjaman Rupiah untuk kredit modal
kerja (KMK), kredit konsumsi (KK) dan Kredit investasi (KI), selama 5 tahun terakhir
mengalami fluktuatif. Tingkat suku bunga pinjaman bank Persero berupa kredit modal
kerja (KMK), kredit konsumsi (KK) dan kredit investasi (KI) per 31 Desember 2023 secara
berurut adalah sebesar 8,93%, 9,41%, dan 9,27%. Berikut adalah tabel perkembangan
suku bunga pinjaman perbankan:
Tabel 10. Suku Bunga Pinjaman Rupiah yang Diberikan Menurut Kelompok Bank
dan Jenis Pinjaman (Persen per Tahun)
Mar
KELOMPOK BANK DAN JENIS PINJAMAN 2020 2021 2022 2023 2024
Bank Persero
Pinjaman Modal Kerja Yang Diberikan 8,77 8,34 8,29 8,93 8,94
Pinjaman Investasi Yang Diberikan 8,87 8,49 8,72 9,41 9,47
Pinjaman Konsumsi Yang Diberikan 10,56 10,14 9,65 9,27 9,13
Bank Pemerintah Daerah
Pinjaman Modal Kerja Yang Diberikan 10,22 9,45 8,85 9,02 8,99
Pinjaman Investasi Yang Diberikan 10,40 9,35 9,16 9,06 9,10
Pinjaman Konsumsi Yang Diberikan 11,48 11,09 10,64 10,40 10,39
Bank Swasta Nasional
Pinjaman Modal Kerja Yang Diberikan 9,70 9,13 9,17 9,01 8,92
Pinjaman Investasi Yang Diberikan 8,81 8,22 8,28 8,23 8,23
Pinjaman Konsumsi Yang Diberikan 10,65 10,13 10,54 10,69 10,88
Halaman 29 000987/2.0176-00/BS/05/0089/1/VIII/2024
Page 31
Mar
KELOMPOK BANK DAN JENIS PINJAMAN 2020 2021 2022 2023 2024
Bank Asing dan Bank Campuran
Pinjaman Modal Kerja Yang Diberikan 6,76 5,69 6,55 6,92 6,94
Pinjaman Investasi Yang Diberikan 7,24 6,20 7,91 8,51 8,42
Pinjaman Konsumsi Yang Diberikan 22,07 23,23 23,12 22,14 22,34
Bank Umum
Pinjaman Modal Kerja Yang Diberikan 9,15 8,59 8,60 8,86 8,83
Pinjaman Investasi Yang Diberikan 8,88 8,35 8,51 8,81 8,85
Pinjaman Konsumsi Yang Diberikan 10,97 10,53 10,36 10,13 10,13
Sumber : Bank Indonesia, diolah (2024)
4.2 Gambaran Perkembangan Industri Arsip dan Penyimpanan di Indonesia
Dunia kearsipan telah berubah secara substansial dari generasi yang lalu. Seorang
arsiparis senior pernah bercerita kepada saya, bahwa saat itu ia terlibat dalam alihmedia
dari kertas ke bentuk mikro. Teknologi tersebut pada masanya sangat terkenal, dan bisa
digunakan dalam rangka preservasi arsip dan juga layanan.
Namun, ketika bentuk mikro tersebut digunakan masa sekarang, maka yang terjadi
adalah sulit menemukan alat bacanya, atau bahkan sudah digantikan dengan teknologi
lain. Contoh lain adalah ketika mengolah arsip statis. Dahulu, arsiparis mendeskripsi
menggunakan kartu-kartu deskripsi, tetapi kini sudah menggunakan perangkat lunak
komputer, baik itu stand-alone software atau web based software (Arsip Nasional
Republik Indonesia-ANRI, 2024).
ANRI yang telah menyediakan Sistem Informasi Kearsipan Terintegrasi (Srikandi). Aplikasi
ini telah diluncurkan menjadi aplikasi umum bidang kearsipan pada Sistem
Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) pada 27 Oktober 2020 (Kominfo, 2021).
Teknologi informasi yang berkembang memudahkan dalam manajemen data. Arsip
bisnis atau perusahaan yang selalu identik dokumen-dokumen dalam bentuk kertas kini
berubah menjadi data digital yang tersimpan dalam komputer perusahaan.
Arsip digital dokumen ini lebih mudah disimpan dan diakses oleh setiap orang, terlepas
dari lokasi mereka yang sedang jauh dari tempat bisnis. Data yang sudah terekam pun
masih bisa bertahan hingga beberapa periode ke depan, yang tentunya berguna sebagai
bahan pertimbangan atau evaluasi nantinya.
Menurut hasil survei Centre for Strategic and International Studies (CSIS), sebanyak 69,8%
lembaga publik di Indonesia belum menggunakan layanan komputasi awan (cloud
computing). Di antara populasi tersebut, sebanyak 55,1% lembaga publik tidak
menggunakan cloud computing karena mengkhawatirkan keamanan dan privasi data.
Halaman 30 000987/2.0176-00/BS/05/0089/1/VIII/2024
Page 32
Gambar 5. Alasan Lembaga Publik Belum Menggunakan Layanan Cloud Computing
Sumber: CSIS, 2023
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mencatat bahwa pemerintah
memiliki 2.700 server data. Namun dari jumlah tersebut, baru 3% yang memanfaatkan
teknologi komputasi awan atau cloud computing.
Indonesia dinilai mempunyai pertumbuhan cloud yang besar. Bahkan disebut memiliki
peluang besar untuk menjadi hub pusar data di Asia. Kher Tean Chen, Country
Managing Director Accenture Indonesia pun mengatakan bahwa pertumbuhan layanan
cloud di Indonesia termasuk besar seiring dengan banyaknya jumlah perusahaan
unicorn (Cloud Computing Indonesia, 2023).
Berdasarkan laporan berjudul The Future of Cloud in Asia Pacific dari Cisco dan BCG
tahun 2021, pengeluaran infrastruktur informasi dan teknologi (IT), serta public cloud
Indonesia merupakan yang terbesar di Asia Tenggara. Sedangkan pertumbuhan
majemuk tahunan alias Compounding Annual Growth Rate (CAGR) layanan public cloud
di Indonesia mencapai 25 persen, lebih tinggi dibandingkan Malaysia 23 persen dan
Singapura yang hanya 20 persen.
Menurut data yang dikeluarkan oleh Statista, pendapatan industri data center di
Indonesia dari tahun 2018 – 2022 mengalami pertumbuhan walaupun sempat
mengalami penurunan pada tahun 2020 yang disebabkan oleh pandemi covid-19.
Halaman 31 000987/2.0176-00/BS/05/0089/1/VIII/2024
Page 33
Gambar 6. Pendapatan Industri Data Center Indonesia (dalam miliar USD)
Sumber: Statiska, 2023
Menurut data yang dikeluarkan oleh Statista, pendapatan industri data center di
Indonesia diproyeksikan mencapai US$2,86 miliar pada tahun 2023 dan diproyeksikan
mencapai tingkat pertumbuhan tahunan (CAGR 2023-2028) sebesar 6,34%,
menghasilkan volume pasar yang diproyeksikan sebesar US$3,89 miliar pada tahun
2028.
Gambar 7. Proyeksi Pendapatan Industri Data Center Indonesia (dalam miliar USD)
Sumber: Statiska, 2023
Halaman 32 000987/2.0176-00/BS/05/0089/1/VIII/2024
Page 34
BAB V
ANALISIS STUDI KELAYAKAN
5.1 Analisis Kelayakan Pasar
§ Kondisi Pasar
Pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga triwulan III 2023 tetap baik ditopang oleh
permintaan domestik yang tetap kuat di tengah penurunan kinerja ekspor sejalan
dengan perlambatan ekonomi global. Konsumsi swasta, termasuk konsumsi di sektor
jasa tetap kuat didorong masih tingginya keyakinan konsumen, terjaganya daya beli
seiring dengan inflasi yang rendah, serta stimulus kebijakan fiskal termasuk
pemberian subsidi dan berbagai program bantuan sosial.
Pangsa Pasar
Pada tahun 2023 pendapatan layanan jasa manajemen arsip mengalami kenaikan
sebesar 3,48% menjadi Rp136,31 miliar dibanding tahun sebelumnya sebesar
Rp131,72 miliar. Pendapatan layanan jasa manajemen kearsipan merupakan
kontributor terbesar yaitu masing-masing 80,03% dan 83,55% dari total pendapatan
Perseroan tahun 2023 dan 2022. Pendapatan jasa manajemen fasilitas mengalami
kenaikan 3 kali lipat yang terutama disebabkan karena peningkatan permintaan
kebutuhan pelanggan akan jasa manajemen fasilitas di tahun 2023.
Pendapatan layanan jasa penyimpanan surat berharga pada tahun 2023 naik
sebesar 1,93% menjadi Rp7,74 miliar dari tahun sebelumnya sebesar Rp7,59 miliar.
Kenaikan ini berasal dari peningkatan permintaan kebutuhan pelanggan akan jasa
penyimpanan dokumen surat berharga. Pendapatan layanan jasa manajemen data
komputer pada tahun 2023 naik sebesar 15,93% menjadi Rp5,77 miliar dibanding
tahun sebelumnya sebesar Rp4,97 miliar kenaikan ini berasal dari peningkatan
permintaan kebutuhan pelanggan akan jasa manajemen data komputer di tahun
2023.
Pendapatan layanan jasa manajemen alih media turun sebesar 5,71% menjadi
sebesar Rp2,90 miliar dibandingkan pada tahun sebelumnya sebesar Rp3,07 miliar
yang berasal dari penurunan kebutuhan jasa manajemen alih media di tahun 2023.
Pendapatan jasa dan produk lainnya meliputi pendapatan yang berasal dari jasa
penjualan kardus jasa penjualan aplikasi dan jasa lainnya Pada tahun 2023,
pendapatan dari layanan jasa lainnya turun sebesar 3,26% menjadi Rp6,36 miliar
dibandingkan pada tahun sebelumnya sebesar Rp6,57 miliar. Penurunan ini berasal
dari penjualan kardus dan jasa lainnya.
Kesinambungan (Sustainability)
Perseroan berupaya untuk menjadi mitra terpercaya bagi pelanggan untuk
melindungi dan memanfaatkan nilai hal yang paling penting bagi mereka dengan
cara yang inovatif dan bertanggung jawab secara sosial. Perseroan selalu bekerja
keras dan memberikan inspirasi untuk menciptakan solusi bisnis inovatif yang
memberikan dampak lingkungan dan sosial yang positif. Perseroan berpegang pada
prinsip keberlanjutan dan berupaya untuk menanamkannya dalam operasi dan cara
Halaman 33 000987/2.0176-00/BS/05/0089/1/VIII/2024
Page 35
berinteraksi dengan pelanggan. Dimulai dengan membuat program keberlanjutan
global hingga mengembangkan solusi bisnis inovatif yang memberikan dampak
lingkungan dan sosial yang positif, Perseroan berupaya untuk meraih masa depan
yang berkelanjutan.
Potensi Pasar
Dalam rangka perpindahan Ibu Kota Negara Republik Indonesia ke Kalimantan Timur
pada tahun 2024. Perseroan akan berpartisipasi dalam mengelola dan mengalih
mediakan arsip arsip kementerian. Lebih lanjut sebagai perusahaan jasa kearsipan
yang terakreditasi oleh Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Perseroan akan turut
andil sebagai salah satu pencetus Perkumpulan Profesional Manajemen Arsipindo
(PPMA). Kami akan memulai menjalankan Layanan Pemusnahan/ Disposisi Media
Aset TI dengan aman, bersertifkat dan ramah lingkungan. Perseroan yakin pasar di
Indonesia memiliki potensi untuk layanan canggih ini.
Perseroan tiada hentinya memanfaatkan teknologi yang tersedia. Sejalan dengan ini,
Perseroan tetap on-track dalam mengembangkan bisnis utamanya. Terkait dengan
ini, perencanaan bisnis Perseroan mencakup perluasan dan penambahan fasilitas
dengan keamanan dan keselamatan sebagai prioritas. Tidak kalah pentingnya
Perseroan siap untuk menawarkan lebih banyak produk digital, seperti scan dan arsip
media dan lainnya. Perseroan akan selalu mengutamakan kesehatan dan terus
meningkatkan protokol demi kenyamanan para karyawannya, klien, serta pemangku
kepentingan lainnya.
Sasaran
Perseroan melaksanakan berbagai kegiatan pemasaran atas ragam solusi jasa
kearsipan. Sasaran pasar Perseroan adalah instansi swasta maupun pemerintah.
Perseroan melakukan pula business-to-business direct deals untuk mengetahui
kebutuhan pelanggan secara pasti.
Potensi Nilai Pasar
Perseroan senantiasa melihat peluang dalam menjalankan usahanya baik dalam
penambahan jenis produk dan layanan. Perseroan juga berencana merambah market
yang lebih besar lagi. Dengan penambahan KBLI, maka produk dan layanan
Perseroan semakin beragam Perseroan menargetkan target pendapatan meningkat
10% pada tahun 2024.
Pesaing Usaha
Perseroan menyadari, dalam menjalankan kegiatan usahanya, terdapat persaingan
usaha. Terdapat beberapa perusahaan yang menjalankan kegiatan usaha dibidang
yang serupa. Perusahaan-perusahaan tersebut merupakan menjadi pesaing
Perseroan dalam menjalankan usaha, beberapa perusahan tersebut antara lain:
b. PT Putraduta Buanasentosa (IndoArsip)
PT Putraduta Buanasentosa atau lebih dikenal dengan nama IndoArsip telah
menjadi salah satu perusahaan di bidang jasa penyimpanan dan perawatan arsip
di Indonesia. Dengan lokasi gudang yang tersebar di kota – kota besar di
Halaman 34 000987/2.0176-00/BS/05/0089/1/VIII/2024
Page 36
Indonesia, IndoArsip dapat menjangkau kebutuhan pelanggan di berbagai
tempat termasuk di remote area yang susah dijangkau.
Berdiri semenjak tahun 1995, IndoArsip memulai jasa penyimpanan, perawatan
dan pemusnahan hanya untuk dokumen kertas, namun seiring dengan
pertumbuhan ekonomi dan digitalisasi informasi, IndoArsip mengembangkan
jasa dalam perawatan, penyimpanan, dokumen digital dan dokumen berharga,
jasa alih media ke dokumen elektronik, manajemen fasilitas serta jasa konsultasi
dan manajemen kearsipan.
c. PT Swakarsa Cipta Mandiri (ASGRAFO)
ASGRAFO adalah jasa pengelola dan penyimpanan arsip yang diselenggarakan
oleh PT Swakarsa Cipta Mandiri. Perusahaan ini adalah anak perusahaan
Koperasi ASTRA. ASGRAFO mulai melayani pelanggan sejak awal tahun 2019,
memberikan layanan dalam pengeloaan dan penyimpanan arsip dengan
memiliki gudang arsip, yang dirancang khusus sejak awal pembangunannya
untuk penyimpanan arsip, serta menggunakan multi racking untuk menyimpan
arsip pelanggan.
Gudang penyimpanan arsip berada di Menara Permai, Cileungsi di atas lahan
dengan luas sekitar 1,9 ha. Lokasi gudang arsip ini strategis dan terus
berkembang serta memiliki banyak akses untuk menuju atau dari Jakarta, Bekasi
dan Bogor. ASGRAFO juga menyediakan jasa proses indexing, alih media arsip
menjadi format digital, pemusnahan arsip dan jasa lainnya.
d. PT Permata Graha Nusantara (PERMATA)
PT Permata Graha Nusantara (selanjutnya disebut PERMATA) merupakan anak
perusahaan PT Perusahaan Gas Negara (Persero), Tbk. PERMATA secara resmi
didirikan tanggal 24 April tahun 2014. Latar belakang pendirian Perusahaan
adalah mendukung kegiatan usaha PGN yang semakin berkembang terutama
dalam pengelolaan aset. PERMATA juga memberikan layanan dalam hal tata
pengelolaan kearsipan melalui produk Filexpert, jasa manajemen arsip yang
sudah diakui dan tersertifikasi oleh lembaga Arsip Nasional Republik Indonesia
(ANRI).
Persaingan usaha yang ada, membuat Perseroan terus mengembangkan dalam
layanan dan jasanya salah satunya adalah penambahan KBLI Perseroan.
Strategi Pemasaran
Perseroan melaksanakan berbagai kegiatan pemasaran atas ragam solusi jasa
kearsipan. Departemen pemasaran secara aktif mengikuti berbagai tender proyek
pengadaan barang dan jasa yang diselenggarakan oleh instansi swasta maupun
pemerintah di samping melakukan business-to-business direct deals untuk
mengetahui kebutuhan pelanggan secara pasti. Pemasaran produk dan jasa
didukung oleh jaringan usaha yang semakin luas ke berbagai kota besar di Indonesia
serta sumber daya manusia yang berintegritas dan kompeten yang mendukung
penyedia layanan yang fleksibel, profesional, serta berkualitas guna mencapai
kepuasan pelanggan.
Pangsa pasar Perseroan yang terus meningkat, dengan ditunjukan oleh naiknya
pendapatan serta meningkatnya permintaan dari pelanggan. Perseroan terus berupaya
Halaman 35 000987/2.0176-00/BS/05/0089/1/VIII/2024
Page 37
menjadi mitra terpercaya bagi pelanggan untuk melindungi dan memanfaatkan nilai hal
yang paling penting bagi pelanggan. Perseroan memanfaatkan teknologi dan tetap on-
track dalam mengembangkan bisnis utamanya. Perseroan menargetkan target
pendapatan meningkat 10% pada tahun 2024. Perseroan mengembangkan layanan
dan jasanya dengan penambahan KBLI Perseroan. Perseroan aktif mengikuti berbagai
tender proyek pengadaan dari instansi swasta maupun pemerintah, serta melakukan
business-to-business direct deals untuk mengetahui kebutuhan pelanggan secara pasti.
Berdasarkan analisis kelayakan pasar, yang mencakup pangsa pasar, kesinambungan
(sustainability), potensi pasar, sasaran, potensi nilai pasar, pesaing usaha, strategi
pemasaran. Penilaian kelayakan pasar atas penambahan Klasifikasi Baku Lapangan
Usaha Indonesia (KBLI) baru (KBLI 62090, 82110, 81100,78300, dan 38220) adalah
layak.
5.2 Analisis Kelayakan Teknis
§ Kapasitas
Saat ini Perseroan mengoperasikan 14 gudang arsip modern yang dilengkapi dengan
infrastruktur teknologi informasi handal dan terintegrasi. Seluruh gudang dilengkapi
dengan teknologi mutakhir untuk pencadangan data di lokasi terpisah serta fasilitas
disaster dan recovery untuk melindungi sistem informasi dan database yang ada.
Keterkaitannya dengan rencana penambahan KBLI Perseroan, kapasitas saat ini yang
dimiliki masih mencukupi dan menunjang atas rencana penambahan KBLI tersebut.
Berikut adalah Lokasi kantor operasional dan gudang arsip Perseroan:
Gambar 8. Lokasi Kantor dan Gudang Perseroan
Halaman 36 000987/2.0176-00/BS/05/0089/1/VIII/2024
Page 38
Sumber: Manajemen Perseroan, 2024 Halaman 37 000987/2.0176-00/BS/05/0089/1/VIII/2024
Page 39
§ Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya
Perseroan berfokus pada peningkatan keterampilan individu yang berkelanjutan,
mendorong kontribusi terhadap kemajuan dan keberlanjutan bisnis. Setiap karyawan,
sebagai sumber daya manusia Perseroan, menyelaraskan perannya masing-masing
dengan nilai-nilai Perseroan yang tertanam dalam praktik bisnis dan operasional
sehari-hari. Perseroan memiliki 245 karyawan dengan profil karyawan sebagai
berikut:
Gambar 9. Profil Karyawan Perseroan
Sumber: Manajemen Perseroan, 2024
Perseroan mengadakan program pendidikan dan pelatihan pengembangan
kemampuan internal, seperti manajemen umum, fungsional, dan keuangan,
peningkatan pengetahuan, serta teknologi informasi. Disamping itu seluruh karyawan
mengikuti pelatihan internal yang merupakan pelatihan wajib dan berhubungan
dengan persyaratan pelatihan kepatuhan oleh Iron Mountain Group, yaitu:
a. Global abti-harassment and discriminations
b. International trade sanctions and code of ethics
c. Anti-bribery and anti-corruption
d. Information security and data privacy
e. Workplace violence prevention
Halaman 38 000987/2.0176-00/BS/05/0089/1/VIII/2024
Page 40
Program pelatihan eksternal disusun untuk berfokus pada bidang-bidang advanced
leadership, service excellence, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Pendidikan D-IV
Kearsipan dan sertifikasi pelatihan K3 umum.
§ Proses Produksi
a. Jasa Penyimpanan Arsip
Profesional manajemen arsip dan informasi Perseroan akan mengidentifikasi
arsip yang akan direlokasi ke fasilitas-fasilitas penyimpanan arsip Perseroan di
lokasi yang berbeda (off-site), di mana arsip tersebut akan ditandai dan
diklasifikasi dengan menggunakan terminologi dari pelanggan, diberi label
Identifikasi Frekuensi Radio (RFID), dan akan disediakan pada portal web Iron
Mountain Connect™ intuitif, agar pelanggan dapat dengan cepat menempatkan
dan menarik kembali informasi pelanggan saat diperlukan.
b. Jasa Penyimpanan Media Pita Rekam
Pencadangan kaset berbasis awan (Cloud), Mengadopsi strategi pencadangan
kaset baru dan bermigrasi ke teknologi baru. Pencadangan awan Perseroan
menawarkan pendekatan fleksibel untuk mencadangkan dengan berbagai
tingkat dukungan dan skala tergantung pada kebutuhan pelanggan . Contohnya
adalah sistem penyimpanan CCTV. Dengan data CCTV yang begitu besar
pelanggan akan membutuhkan pencadangan kaset berbasis awan untuk
penyimpanan CCTV .
Perpustakaan kaset rekaman offsite menyediakan solusi praktis dan hemat biaya
untuk melindungi data bisnis secara offsite dan offline, namun hal ini tidak berarti
informasi tidak dapat diakses. Ketika pelanggan membutuhkannya, ReQuest Web
Portal Perseroan memungkinkan pelanggan untuk mengetahui persis di mana
data pelanggan berada dan seberapa cepat data tersebut dapat diambil kembali.
Dengan ancaman seperti ransomware, penyimpanan media dan data pelanggan
secara remote menawarkan pilihan penyimpanan data yang aman.
c. Jasa Transformasi Digital
Perseroan dapat memaksimalkan ruang kantor dengan cara menata dan
menyusun arsip yang berantakan, menyingkirkan material yang menghabiskan
tempat (contohnya dokumen kertas, file, server, komputer personal, aset TI, dan
banyak lagi). Perseroan dapat membantu mengubah dokumen kertas ke format
digital sebagai bagian dari proses digitalisasi perusahaan pelanggan, agar tidak
memakan tempat penyimpanan di kantor.
d. Scanning Dokumen (Pemindaian), Pencitraan Digital, dan Penyimpanan
Dokumen
Perseroan akan mengunjungi kantor atau lokasi pelanggan untuk mengambil
berkas dokumen. Apabila pelanggan punya arsip fisik yang sudah disimpan di
Perseroan, gunakan alat pemesanan Iron Mountain online pelanggan untuk
memilih dokumen yang ingin pelanggan pindai (scan) atau citrakan.
Dokumen akan dibawa ke pusat tempat scanning dimana dokumen kertas akan
dipersiapkan untuk di scan. Setelah itu, tenaga ahli Perseroan akan memulai
scanning, pencitraan digital, dan dokumen akan di digitalisasi (di konversi dari
format fisik ke digital). Setelah scan selesai, tenaga ahli akan mengembalikan
dokumen tersebut ke lokasi penyimpanan aslinya. Selanjutnya akan mengecek
Halaman 39 000987/2.0176-00/BS/05/0089/1/VIII/2024
Page 41
kualitas scanning, mengindeks dokumen yang ada, dan memverifikasi
kelengkapan informasi.
Saat semua proses tersebut selesai, teknologi pengenalan karakter optik (OCR -
Optical Character Recognition) akan membantu sistem untuk mengenali dan
merekam konten dari dokumen yang sudah dikonversi. Tujuannya agar
pelanggan dapat dengan mudah menemukan informasi dari dokumen yang
sudah di scan melalui fitur pencarian di platform berbasis online - Iron Mountain
ConnectTM.
Langkah terakhir adalah mengintegrasikan dokumen pelanggan yang sudah
dalam format digital (contohnya dokumen dalam penyimpanan cloud pelanggan,
atau sistem manajemen konten (ECMS) perusahaan), kedalam penyimpanan
cloud yang sama dengan dokumen yang telah di digitalisasi. Hasil dari semua
kegiatan ini adalah satu tempat penyimpanan aman yang menyimpan semua
dokumen pelanggan lengkap dengan fitur pencarian, akses kontrol sesuai
pengguna, dan akses tersentralisasi melalui platform Iron Mountain ConnectTM.
Gambar 10. Alur Proses Produksi
Sumber: Manajemen Perseroan, 2024
Kapasitas saat ini yang dimiliki Perseroan masih mencukupi dan menunjang atas rencana
penambahan KBLI Perseroan. Ketersediaan dan kualitas sumber daya yang dimiliki
Perseroan masih cukup memadai dan dioptimalkan. Alur produksi yang sudah sistematis
dan memiliki prosedur baku, memastikan pelayanan jasa dapat dilakukan dengan baik.
Berdasarkan analisis kelayakan teknis, yang mencakup kapasitas, ketersediaan dan
kualitas sumber daya, proses produksi. Penilaian kelayakan teknis atas penambahan
Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) baru (KBLI 62090, 82110,
81100,78300, dan 38220) adalah layak.
5.3 Analisis Kelayakan Pola Bisnis
§ Keunggulan Kompetitif Karena Keunikan Dari Pola Bisnis
Halaman 40 000987/2.0176-00/BS/05/0089/1/VIII/2024
Page 42
Saat ini Perseroan melakukan kegiatan dokumentasi dan penginformasian,
pengorganisasian, penyimpanan, peminjaman dan kegiatan pencarian kembali arsip
dan dokumen dalam bentuk kertas maupun data elektronik, serta implementasi
penggunaan perangkat lunak dan perangkat keras, dan kegiatan alih media melalui
teknologi imaging/ printing.
Melalui penambahan KBLI Perseroan berharap akan dapat mengoptimalkan seluruh
potensi dan kesempatan serta meningkatkan kinerja Perseroan di masa mendatang.
Keunggulan kompetitif yang dapat dikembangkan oleh Perseroan dalam
penambahan KBLI antara lain:
a. Perseroan memiliki jasa dan layanan yang semakin bervariasi dan lengkap.
b. Perseroan memiliki jasa dan layanan yang khusus dan spesifik, yaitu treatment
dan pembuangan limbah berbahaya.
c. Perseroan memiliki KBLI yang semakin lengkap, sehingga dapat mengikuti
pengadaan atas jasa maupun barang yang diadakan oleh instansi pemerintah
maupun swasta.
§ Kemampuan Pesaing untuk Meniru Produk
Persaingan usaha sejenis yang menyediakan jasa dokumentasi dan pengarsipan
cukup kompetitif, dengan keunggulan kompetitif dan keunikan yang dimiliki oleh
Perseroan diharapkan dapat memitigasi risiko persaingan, sehingga penambahan
KBLI dapat meningkatkan kinerja Perseroan.
§ Kemampuan untuk Menciptakan Nilai
Perseroan ingin meningkatakan kinerja kedepannya, melalui penambahan KBLI
Perseroan berharap akan dapat mengoptimalkan seluruh potensi dan kesempatan
serta meningkatkan kinerja dan profitabilitas Perseroan di masa mendatang.
Keuntungan yang diperoleh Perseroan dengan adanya Penambahan KBLI diharapkan
dapat mendukung pertumbuhan jangka panjang Perseroan, serta dapat memberikan
nilai tambah bagi Perseroan dan para pemegang saham.
Dengan keunggulan kompetitif dan keunikan yang dimiliki oleh Perseroan diharapkan
dapat memitigasi risiko persaingan, sehingga penambahan KBLI dapat meningkatkan
kinerja Perseroan. Keuntungan yang diperoleh Perseroan dengan adanya penambahan
KBLI diharapkan dapat mendukung pertumbuhan jangka panjang Perseroan, serta dapat
memberikan nilai tambah bagi Perseroan dan para pemegang saham.
Berdasarkan analisis kelayakan pola bisnis, yang mencakup keunggulan kompetitif
karena keunikan pola bisnis, kemampuan pesaing untuk meniru produk, serta
kemampuan untuk menciptakan nilai. Penilaian kelayakan pola bisnis atas penambahan
Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) baru (KBLI 62090, 82110,
81100,78300, dan 38220) adalah layak.
5.4 Analisis Kelayakan Model Manajemen
§ Ketersediaan Tenaga Kerja
Halaman 41 000987/2.0176-00/BS/05/0089/1/VIII/2024
Page 43
Perseroan memiliki 245 karyawan, Perseroan menyadari persaingan yang semakin
ketat dibidang pengelolaan kearsipan perlu diimbangi dengan peningkatan
kemampuan sumber daya manusia agar sejalan dengan visi dan misi Perseroan.
Demi mencapai hal ini, Perseroan senantiasa memberlakukan kebijakan-kebijakan
dan menyelenggarakan berbagai program untuk meningkatkan kompetensi,
keterampilan dan kemampuan sumber daya manusianya.
Perseroan mengadakan program pendidikan dan pelatihan pengembangan
kemampuan internal, seperti manajemen umum, fungsional, dan keuangan,
peningkatan pengetahuan, serta teknologi informasi.
Dalam rangka rencana penambahan kegiatan usaha, Perseroan akan menambah
karyawan sebagai headcount outsource untuk kegiatan usaha jasa penyedia sumber
daya manusia dan manajemen fungsi daya manusia (78300). Serta Perseroan
mempersiapkan pemberian pelatihan khusus terkait jasa treatment dan pembuangan
limbah berbahaya (38220). Untuk jasa lainnya, karyawan yang saat ini dimiliki oleh
Perseroan masih memadai dan mampu melayanai atas jasa yang akan diberikan.
§ Manajemen Kekayaan Intelektual (Intellectual Property)
Berkaitan dengan rencana penambahan kegiatan usaha dalam hal ini KBLI,
Perseroan tidak mengeluarkan nama produk layanan baru sebagai merek milik
Perseroan. Perseroan belum memiliki kontrak dan/atau draft kontrak atas kegiatan
usaha tambahan, namun dikarenakan penambahan KBLI ini merupakan perluasan
usaha dari kegiatan usaha utama Perseroan yang saat ini sudah berjalan dan memilik
kontrak dan pelangaan tetap.
§ Manajemen Risiko
Perseroan menerapkan manajemen risiko pada seluruh lini bisnis dengan
mempertimbangkan tujuan usaha, kebijakan, kompleksitas usaha dan kemampuan
Perseroan. Dengan demikian manajemen risiko Perseroan berada dalam struktur
pengendalian internal secara menyeluruh. Tujuannya adalah untuk memastikan
bahwa manajemen risiko tersebut telah diimplementasikan secara efektif dan sejalan
dengan proses perencanaan strategis serta operasional bisnis Perseroan.
Setiap tahun, Perseroan secara berkala menelaah seluruh profil risiko dan risk appetite
sebagai bagian proses perencanaan mitigasi risiko. Aktivitas manajemen risiko
lainnya melibatkan identifikasi masalah, rencana mitigasi, akomodasi risiko dan
rancangan langkah. Melalui aktivitas-aktivitas ini, Perseroan berhasil mengenali
sejumlah risiko bisnis, khususnya yang melibatkan kredit, likuiditas dan harga.
Melalui pendekatan manajemen risiko, Perusahaan mencoba untuk meminimalkan
potensi dampak negatif dari risiko-risiko tersebut.
a. Risiko pasar
Risiko pasar sebagai risiko kerugian dalam posisi on dan off balance sheet yang
disebabkan oleh pergerakan harga pasar. Risiko pasar timbul dari perubahan
tingkat bunga dan nilai tukar valuta asing.
b. Risiko operasional
Halaman 42 000987/2.0176-00/BS/05/0089/1/VIII/2024
Page 44
Risiko operasional adalah risiko timbulnya kerugian yang disebabkan oleh
kegagalan atau tidak memadainya proses internal, sumber daya manusia dan
sistem, operasional, atau sebagai akibat dari kejadian eksternal.
c. Risiko keuangan
Risiko ini terkait dengan kondisi keuangan perusahaan yang menyebabkan
gangguan terhadap keberlangusungan perusahaan. Risiko ini bisa misalnya
seperti terkait piutang tak tertagih, lemahnya manajemen aset dan kewajiban,
serta lain sebagainya.
d. Risiko regulasi dan legal
Risiko ini merupakan risiko yang mungkin atau akan dialami dan terjadi
diakibatkan terkait regulasi/kebijakan, Peraturan Pemerintah dan lain
sebagainya. Serta dari aspek hukum, risiko yang mungkin timbul akibat
pembatalan kontrak perjanjian kerjasama.
e. Risiko murni
Risiko ini merupakan risiko yang mungkin atau akan dialami dan terjadi diluar
kendali, semisal kerusakan aset-aset perusahaan akibat bencana alam.
f. Risiko kredit
Untuk risiko kredit yang berhubungan dengan bank, hanya bank-bank dengan
predikat baik yang dipilih. Selain itu, kebijakan Perseroan adalah untuk tidak
membatasi eksposur hanya kepada satu institusi tertentu, sehingga Perseroan
memiliki kas dan bank di berbagai bank. Perseroan mengelola risiko kredit yang
terkait dengan simpanan di bank, piutang dan lembaga keuangan lainnya
dengan memonitor reputasi, peringkat kredit dan membatasi risiko agregat dari
masing-masing pihak dalam kontrak.
g. Risiko likuiditas
Risiko likuiditas merupakan risiko atas ketidakmampuan Perseroan membayar
liabilitasnya pada saat jatuh tempo. Saat ini Perseroan berkeyakinan dapat
membayar semua liabilitas pada saat jatuh tempo. Untuk memenuhi komitmen
kas, Perseroan melihat kegiatan operasinya dapat menghasilkan arus kas masuk
yang cukup.
h. Risiko suku bunga
Perseroan terekspos risiko suku bunga terutama menyangkut liabilitas keuangan.
Perseroan memiliki liabilitas sewa yang bersifat jangka pendek dan jangka
panjang yang menggunakan tingkat bunga.
§ Kapasitas dan Kemampuan Manajemen
Dewan Komisaris merupakan organ Perseroan yang memiliki fungsi pengawasan
secara umum dan/atau khusus sesuai dengan anggaran dasar. Selain itu, Dewan
Komisaris berperan dalam memberi nasihat serta masukan kepada Direksi.
Dewan Komisaris Perseroan terdiri dari Presiden Komisaris, Komisaris, dan Komisaris
Independen. Anggota Dewan Komisaris memiliki latar belakang dan kemampuan
yang berbeda agar dapat memberikan perspektif yang beragam dalam
melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya.
Halaman 43 000987/2.0176-00/BS/05/0089/1/VIII/2024
Page 45
Direksi merupakan organ Perseroan yang berwenang dan bertanggung jawab penuh
atas pengurusan Perseroan untuk kepentingan Perseroan, sesuai dengan maksud dan
tujuan Perseroan serta mewakili Perseroan, baik di dalam maupun di luar pengadilan
sesuai dengan ketentuan anggaran dasar. Keberadaan Direksi Perseroan telah
memenuhi Peraturan OJK No. 33/POJK.04/2014 tentang Direksi dan Dewan
Komisaris Emiten atau Perusahaan Publik.
Direksi Perseroan terdiri dari empat orang anggota yang salah satunya berperan
sebagai Presiden Direktur. Anggota Direksi Perseroan memiliki latar belakang dan
kemampuan yang berbeda agar dapat memberikan keberagaman perspektif dalam
melakukan tugas Pengurusan Perseroan.
Dalam rangka melakukan penambahan KBLI baru, Perseroan yakin bahwa
kemampuan dan pengalaman manajemen yang cukup lama akan dapat mendukung
penambahan kegiatan usaha Perseroan.
§ Kesesuaian Struktur Organisasi dan Manajemen
Kemampuan untuk mengelola suatu perusahaan memerlukan manajemen dan
organisasi yang profesional agar kegiatan operasional Perseroan berjalan efektif dan
efisien. Perseroan tidak melakukan penambahan divisi atau perubahan struktur
organisasi terkait rencana penambahan kegiatan usaha. Berikut adalah struktur
organisasi Perseroan:
Gambar 11. Struktur Organisasi Perseroan
Sumber: Manajemen Perseroan, 2024
Dalam rangka rencana penambahan kegiatan usaha, Perseroan akan menambah
karyawan sebagai headcount outsource untuk kegiatan usaha Jasa penyedia sumber
daya manusia dan manajemen fungsi daya manusia (78300). Serta Perseroan
mempersiapkan pemberian pelatihan khusus terkait jasa treatment dan pembuangan
limbah berbahaya (38220). Untuk jasa lainnya, karyawan yang saat ini dimiliki oleh
Perseroan masih memadai dan mampu melayanai atas jasa yang akan diberikan. Setiap
tahun, Perseroan secara berkala menelaah seluruh profil risiko dan risk appetite sebagai
Halaman 44 000987/2.0176-00/BS/05/0089/1/VIII/2024
Page 46
bagian proses perencanaan mitigasi risiko. Aktivitas manajemen risiko lainnya
melibatkan identifikasi masalah, rencana mitigasi, akomodasi risiko dan rancangan
langkah. Dalam rangka melakukan penambahan KBLI baru, Perseroan yakin bahwa
kemampuan dan pengalaman manajemen yang cukup lama akan dapat mendukung
penambahan kegiatan usaha Perseroan. Perseroan tidak melakukan penambahan divisi
atau perubahan struktur organisasi terkait rencana penambahan kegiatan usaha
Berdasarkan analisis kelayakan model manajemen, yang mencakup ketersediaan tenaga
kerja, manajemen kekayaan intelektual (intellectual property), manajemen risiko,
kapasitas dan kemampuan manajemen serta kesesuaian struktur organisasi dan
manajemen. Penilaian kelayakan model manajemen atas penambahan Klasifikasi Baku
Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) baru (KBLI 62090, 82110, 81100,78300, dan 38220)
adalah layak.
5.5 Analisis Kelayakan Keuangan
§ Biaya Pendirian (Start up Costs)
Rencana penambahan KBLI Perseroan, merupakan upaya Perseroan memperluas
pangsa pasar. KBLI baru yang ditambahkan merupakan kegiatan usaha penunjang
dari kegiatan usaha utama yang saat ini telah dijalankan oleh Perseroan. Dalam
rangka penambahan KBLI ini, Perseroan membutuhan biaya berupa biaya persiapan,
biaya perizinan dan legalitas (termasuk sertifikasi), biaya pelatihan, perekrutan tenaga
kerja, serta investasi mesin dan peralatan.
Tabel 11. Investasi Penambahan KBLI (dalam jutaan Rupiah)
Apr-Des Des. Des. Des. Des. Des.
Asumsi Investasi
2024 2025 2026 2027 2028 2029
Investasi penambahan KBLI 1.000 1.000 5.000 4.000 - -
Capex Maintenance - - 500 400 900 900
Pada periode 2024, Perusahaan mengeluarkan biaya sebesar Rp1.000.000.000
untuk kebutuhan perekrutan tenaga kerja baru seperti headcount dan tenaga
pendukung lainnya untuk jasa outsourcing.
Pada periode 2025, Perseroan mengeluarkan Rp1000.000.000 untuk biaya legalitas,
sertifikasi dan persiapan kegiatan usaha jasa treatment dan pembuangan limbah
berbahaya. Sedangkan di tahun 2026-2027 Perseroan berinvestasi sebesar
Rp9.000.000.000 pada aset berupa mesin dan peralatan untuk kegiatan usaha jasa
treatment dan pembuangan limbah berbahaya, serta belanja modal perawatan
mesin dan peralatan tersebut.
§ Modal Kerja
Perubahan modal kerja dihitung berdasarkan perubahan selisih antara aset lancar
tanpa kas dengan liabilitas jangka pendek tanpa utang berbeban bunga. Aset lancar
terdiri dari piutang usaha dan persediaan, sedangkan kewajiban lancar terdiri dari
utang usaha. Berikut adalah perhitungan modal kerja penambahan KBLI Perseroan:
Halaman 45 000987/2.0176-00/BS/05/0089/1/VIII/2024
Page 47
Tabel 12. Modal Kerja (dalam jutaan Rupiah)
Apr-Des Des. Des. Des. Des. Des.
Asumsi Investasi
2024 2025 2026 2027 2028 2029
Aset lancar 2.236 3.855 4.050 4.285 4.527 4.754
Kewajiban lancar 599 1.000 1.051 1.149 1.245 1.304
Modal Kerja 1.637 2.855 2.999 3.136 3.282 3.450
Perubahan Modal Kerja (1.637) (1.218) (144) (137) (146) (168)
§ Sumber Pembiayaan
Sumber biayaan dalam rangka penambahan KBLI Perseroan berasal dari kas internal
Perseroan sepenuhnya dalam artian tidak ada pendanaan dari sumber ketiga
maupun lembaga pembiayaan bank ataupun non-bank.
§ Biaya Operasional
Biaya operasional penambahan KBLI Perseroan berkaitan dengan biaya pokok
penjualan. Asumsi biaya gaji berdasarkan rencana Perseroan menambah headcount
untuk jasa outsourcing serta biaya pelatihan untuk KBLI baru. Dalam penentuan
asumsi proyeksi biaya operasioana, ditentukan berdasarkan commonsize atau porsi
terhadap penjualan. Besaran porsi ditentukan berdasarkan pada historis Perseroan
dan yang pernah terjadi serta mempertimbangkan data industri sejenis. Biaya
operasional penambahan KBLI 62090, 82110, dan 81100 sebesar 47,1% terhadap
penjualan. Besaran biaya operasional untuk penambahan KBLI Jasa penyedia sumber
daya manusia dan manajemen fungsi daya manusia (78300) sebesar 70%.
Sedangkan biaya operasional penambahan KBLI jasa treatment dan pembuangan
limbah berbahaya (38220) sebesar 70% di tahun 2024-2027 dengan asumsi
Perseroan belum berinvestasi pada mesin dan peralatan sehingga pekerjaan akan
dilaksanakan oleh pihak ketiga (outsource). Pada tahun 2027 sebesar 60%, dengan
asumsi Perseroan sudah memiliki sebagaian mesin dan peralatan sendiri. Serta pada
2028 besaran biaya operasional sebesar 50% dengan asumsi Perseroan sudah
memiliki mesin dan peralatan sepenuhnya sehingga tidak diperlukan untuk
menggunkan jasa pihak luar atau ketiga.
Tabel 13. Asumsi Proyeksi Biaya Operasional
Apr-Des Des. Des. Des. Des. Des.
Uraian
2024 2025 2026 2027 2028 2029
Asumsi (% terhadap penjualan)
Jasa teknologi informasi dan jasa 47,1% 47,1% 47,1% 47,1% 47,1% 47,1%
computer lainnya (62090)
Jasa penyedia gabungan jasa 47,1% 47,1% 47,1% 47,1% 47,1% 47,1%
administrasi kantor (82110)
Jasa penyedia gabungan jasa 47,1% 47,1% 47,1% 47,1% 47,1% 47,1%
penunjang fasilitas (81100)
Jasa penyedia sumber daya 70,0% 70,0% 70,0% 70,0% 70,0% 70,0%
manusia dan manajemen fungsi
daya manusia (78300)
Jasa treatment dan pembuangan 70,0% 70,0% 70,0% 60,0% 50,0% 50,0%
limbah berbahaya (38220)
Halaman 46 000987/2.0176-00/BS/05/0089/1/VIII/2024
Page 48
Tabel 14. Proyeksi Biaya Operasional (dalam jutaan Rupiah)
Apr-Des Des. Des. Des. Des. Des.
Uraian
2024 2025 2026 2027 2028 2029
Beban Operasional
Beban Penyusutan Aset Tetap - - - 550 1.040 1.040
Teknologi informasi dan jasa
computer lainnya (62090) 28 74 78 82 86 90
Penyedia gabungan jasa
administrasi kantor (82110) 952 2.499 2.625 2.758 2.898 3.045
Penyedia gabungan jasa
penunjang fasilitas (81100) 123 324 340 358 376 395
Penyedia sumber daya manusia
dan manajemen fungsi daya
manusia (78300) 3.537 3.716 3.904 4.101 4.309 4.526
Treatment dan pembuangan
limbah berbahaya (38220) 2.644 5.553 5.833 5.253 4.599 4.832
Jumlah Beban Operasional
(Penambahan KBLI) 7.285 12.166 12.781 13.102 13.308 13.929
Sedangkan biaya umum dan administrasi terkait penambahan KBLI Perseroan terdiri
dari biaya gaji, biaya pelatihan, biaya perijinan dan sertifikasi, biaya listrik, air, dan
komunikasi, biaya asuransi dan biaya lain-lain.
Asumsi biaya gaji berdasarkan rencana Perseroan menambah headcount untuk jasa
outsourcing serta biaya pelatihan untuk KBLI baru. Biaya operasional lainnya
berdasarkan historis Perseroan selama 5 tahun, dan untuk kenaikan biaya gaji
didasarkan pada data historis kenaikan UMP dari Badan Pusat Statistik Indonesia.
Berikut adalah proyeksi biaya umum dan administrasi terkait penambahan KBLI
Perseroan:
Tabel 15. Asumsi Proyeksi Biaya Umum dan Administrasi
Apr-Des Des. Des. Des. Des. Des.
Uraian
2024 2025 2026 2027 2028 2029
Asumsi
Gaji dan Tunjangan 20,0% 6,42% 6,42% 6,42% 6,42% 6,42%
Jasa Profesional, Training, Perizinan - - 0,5% 0,5% 0,5% 0,5%
Listrik, Air dan Komunikasi 1,1% 1,1% 1,1% 1,1% 1,1% 1,1%
Pemeliharaan dan Perbaikan 1,2% 1,2% 1,2% 1,2% 1,2% 1,2%
Asuransi 2,2% 2,2% 2,2% 2,2% 2,2% 2,2%
Lain-lain 20,0% 6,42% 6,42% 6,42% 6,42% 6,42%
Tabel 16. Proyeksi Biaya Umum dan Administrasi (dalam jutaan Rupiah)
Apr-Des Des. Des. Des. Des. Des.
Uraian
2024 2025 2026 2027 2028 2029
Beban Usaha
Gaji dan Tunjangan 707 1.506 1.602 1.705 1.815 1.931
Jasa Profesional, Training, Perizinan 567 1.000 - - - -
Listrik, Air dan Komunikasi 127 221 232 244 256 269
Pemeliharaan dan Perbaikan 139 241 253 266 279 293
Asuransi - - 25 20 45 45
Lain-lain 241 418 439 461 484 509
Jumlah Beban Umum dan
Administrasi (Penambahan KBLI) 1.780 3.385 2.551 2.695 2.879 3.047
Halaman 47 000987/2.0176-00/BS/05/0089/1/VIII/2024
Page 49
Asumsi lain-lain berupa asumsi terkait perputaran piutang, utang, serta pajak.
Perputaran piutang diasumsikan 30 hari dan 15 hari utang usaha, asumsi ini
didasarkan pada data historis, pertimbangan pasar serta rencana Perseroan. Tarif
pajak, dimana tarif pajak badan yang berlaku adalah sebesar 22% untuk tahun 2024
dan seterusnya.
§ Biaya Bahan Baku Mentah
Penambahan kegiatan usaha Perseroan merupakan kegiatan usaha jasa, dimana
Perseroan tidak terdapat bahan baku mentah. Maka tidak terdapat biaya bahan baku
mentah berkaitan penambahan KBLI baru Perseroan.
§ Proyeksi Laporan Keuangan Perseroan
Proyeksi Laba Rugi Perseroan
Proyeksi laba rugi Perseroan menyajikan informasi pendapatan, biaya operasional
dan biaya-biaya usaha Perseroan serta laba (rugi) bersih yang dihasilkan.
Tabel 17. Proyeksi Laba Rugi Perseroan (dalam jutaan Rupiah)
Apr-Des Des. Des. Des. Des. Des.
Uraian
2024 2025 2026 2027 2028 2029
Penjualan 11.174 19.396 20.376 21.406 22.491 23.630
Beban Operasional 7.285 12.166 12.781 13.102 13.308 13.929
Gross Profit (Loss) 3.889 7.230 7.595 8.305 9.183 9.701
Beban Usaha 1.780 3.385 2.551 2.695 2.879 3.047
Operating Profit (Loss) 2.109 3.845 5.044 5.609 6.304 6.654
Earning Before Tax 2.109 3.845 5.044 5.609 6.304 6.654
Beban (Manfaat) Pajak 464 846 1.110 1.234 1.387 1.464
Net Profit (Loss) 1.645 2.999 3.935 4.375 4.917 5.190
Proyeksi Posisi Keuangan Perseroan
Proyeksi posisi keuangan Perseroan menyajikan informasi berupa aset Perseroan baik
itu aset lancar maupun aset tidak lancar, kewajiban sereta ekuitas Perseroan.
Tabel 18. Proyeksi Posisi Keuangan Perseroan (dalam jutaan Rupiah)
Apr-Des Des. Des. Des. Des. Des.
Uraian
2024 2025 2026 2027 2028 2029
Total Current Assets 3.244 7.644 11.629 16.081 22.055 28.336
Total Non-Current Assets - - 5.500 9.850 9.710 9.570
Total Assets 3.244 7.644 17.129 25.931 31.765 37.906
Total Short-term Liabilities 599 1.000 1.051 1.077 1.094 1.145
Total Long-term Liabilities - - - - - -
Total Liabilities 599 1.000 1.051 1.077 1.094 1.145
Total Equity 2.645 6.644 16.079 24.854 30.671 36.761
Total Liabilities and Equity 3.244 7.644 17.129 25.931 31.765 37.906
Halaman 48 000987/2.0176-00/BS/05/0089/1/VIII/2024
Page 50
Proyeksi Arus Kas Perseroan
Proyeksi arus kas Perseroan menyajikan informasi kas dari aktifitas operasi, aktifitas
investasi dan aktifitas pendanaan Perseroan, sehingga diketahui kas pada akhir
periode.
Tabel 19. Proyeksi Arus Kas Perseroan (dalam jutaan Rupiah)
Apr-Des Des. Des. Des. Des. Des.
Uraian
2024 2025 2026 2027 2028 2029
Laba (rugi) sebelum
perubahan modal kerja 1.645 2.999 3.935 4.925 5.957 6.230
Kas tersedia dari (digunakan
untuk) aktivitas operasi 8 1.781 3.790 4.765 5.785 6.060
Kas tersedia dari (digunakan
untuk) aktivitas investasi 0 0 (5.500) (4.900) (900) (900)
Kas tersedia dari (digunakan
untuk) aktivitas pendanaan 1.000 1.000 5.500 4.400 900 900
Kenaikan/(penurunan) arus
kas bersih 1.008 2.781 3.790 4.265 5.785 6.060
Kas awal periode 0 1.008 3.789 7.579 11.844 17.629
Kas akhir periode 1.008 3.789 7.579 11.844 17.629 23.689
§ Analisis Kelayakan Investasi
Penentuan Tingkat Diskonto (Discount Rate)
Dengan mempertimbangkan arus kas bersih yang digunakan dalam perhitungan ini
adalah arus kas bersih dari perusahaan, maka tingkat diskonto yang kami gunakan
dalam perhitungan ini menggunakan formula WACC (weighted average cost of
capital) yang merupakan penjumlahan rata-rata tertimbang atas biaya modal untuk
ekuitas dan biaya modal untuk hutang. Adapun formula dari WACC adalah sebagai
berikut:
WACC = (Ke x We) + (Kd[1 – t ] x Wd)
Dimana:
WACC : Rata-rata tertimbang biaya modal
Ke : Biaya modal untuk ekuitas
Kd : Biaya modal untuk hutang
We : Persentase pendanaan dari ekuitas
Wd : Persentase pendanaan dari hutang
t : Pajak perusahaan
Penentuan Biaya Modal untuk Ekuitas
Perhitungan biaya modal untuk ekuitas menggunakan metode Capital Assets Pricing
Model (CAPM). Adapun formula dari CAPM adalah sebagai berikut:
Ke = Rf + ß (Rm-Rf) – CDS + α
Dimana:
Rf : Tingkat kembalian untuk investasi bebas risiko
ß : Risiko sistematis
Halaman 49 000987/2.0176-00/BS/05/0089/1/VIII/2024
Page 51
Rm : Tingkat kembalian yang diharapkan oleh pasar ekuitas
Rp : Premi risiko yang diperoleh dari elisih antara Rm dan Rf
CDS : Country Default Spread
α : Risiko spesifik
Penentuan Biaya Modal untuk Utang
Biaya modal untuk utang diasumsikan setara dengan tingkat bunga pinjaman
investasi dalam mata uang Rupiah kelompok bank Persero.
Penentuan WACC (Weighted Average Cost of Capital)
Dengan mempertimbangkan hasil perhitungan biaya modal untuk ekuitas dan biaya
modal untuk hutang sebagaimana tersebut diatas, dan melihat komposisi persentase
pendanaan dari ekuitas dan persentase pendanaan dari hutang yang mengacu pada
data industri, maka besarnya tingkat diskonto (discount rate) yang digunakan dalam
penilaian ini adalah dengan rincian perhitungan sebagai berikut:
Tabel 20. Weighted Average Cost of Capital (WACC)
Uraian WACC Keterangan
Equity Portion (Ke) 65,54%
Debt Portion (Kd) 34,46%
Cost Of Equity:
Risk Free (Rf) 6,97% Indonesia Bond Pricing Agency (IBPA)
Risk Premium (Rm) 7,38% Damodaran
Beta (ß) 1,15 Estimated
CDS 2,07%
Spesific Risk (α) -
Total 13,40%
Cost of Debt:
Lending Interest (i) 9,47% SEKI Bank Indonesia
Bunga (1-t) 22,00% UU No. 7 Tahun 2021 – HPP
Total 7,39%
Weighted Cost of Equity 8,79%
Weighted Cost of Debt 2,55%
WACC 11,33%
Analisa kelayakan investasi dilakukan berdasarkan perhitungan kelayakan investasi
Perseroan. Kelayakan investasi Perseroan dihitung dengan menggunakan tiga
indikator yaitu Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR) dan Profitability
Index (PI). Berdasarkan analisis kelayakan yang telah dilakukan terhadap
penambahan kegiatan usaha Perseroan, diperoleh hasil perhitungan sebagai berikut:
Tabel 21. Kelayakan Investasi
Apr-Des Des. Des. Des. Des. Des. Perp.
Uraian
2024 2025 2026 2027 2028 2029
Cash in flow
Laba bersih 1.645 2.999 3.935 4.375 4.917 5.190
Bunga (1-t) - - - - - -
Penyusutan - - - 550 1.040 1.040
Total Cash in Flow 1.645 2.999 3.935 4.925 5.957 6.230 70.715
Halaman 50 000987/2.0176-00/BS/05/0089/1/VIII/2024
Page 52
Apr-Des Des. Des. Des. Des. Des. Perp.
Uraian
2024 2025 2026 2027 2028 2029
Cash out flow
Investasi (1.000) (1.000) (5.500) (4.400) (900) (900)
Perubahan Modal Kerja (1.637) (1.218) (144) (161) (173) (170)
Total Cash out Flow (2.637) (2.218) (5.644) (4.561) (1.073) (1.070) (12.148)
Total Free Cash Flow (992) 781 (1.710) 365 4.885 5.160 58.567
Periode Diskonto 0,5 1,5 2,5 3,5 4,5 5,5
Tingkat Diskonto 11,33% 11,33% 11,33% 11,33% 11,33% 11,33%
Faktor Diskonto 0,95 0,85 0,76 0,69 0,62 0,55
Discounted Cash in Flow (940) 665 (1.307) 250 3.013 2.859 32.453
Net Present Value (NPV) Rp Juta 36.994
Internal Rate of Return (IRR) % 95%
Payback Period (PP) Tahun 3 Bulan 7
Profitability Index (PI) x 15,0
Berdasarkan perhitungan analisis kelayakan investasi diatas, maka dapat diketahui
bahwa nilai NPV sebesar Rp36.994 juta dimana nilai NPV > 0, untuk nilai IRR adalah
sebesar 95% > dari tingkat diskonto dan untuk nilai PI adalah sebesar 15x. Dari hasil
perhitungan tersebut dimana NPV > 0, IRR > tingkat diskonto dan PI > 1 maka dapat
disampaikan bahwa investasi tersebut adalah layak.
Dari perhitungan analisis kelayakan dapat diketahui atas payback period (PP). PP
merupakan metode yang menunjukkan jangka waktu yang dibutuhkan untuk
pengembalian investasi yang telah dikeluarkan Perseroan. Metode ini dilakukan
dengan menghitung waktu yang dibutuhkan mulai dari investasi dilakukan sampai
dengan jumlah arus kas yang masuk sama dengan jumlah arus kas yang keluar.
Payback period (PP) atas rencana penambahan KBLI baru ini adalah pada tahun ke 3
dan bulan ke 7, nilai merupakan jangka waktu yang cukup cepat untuk pengembalian
investasi.
§ Analisis Titik Impas (Break Even Analysis)
Break Even Point atau disingkat dengan BEP merupakan suatu titik impas dimana laba
yang didapatkan mempunyai nilai setara dengan yang diperlukan dalam sebuah
usaha atau bisa disebut dengan tidak mengalami kerugian. Dalam posisi tersebut,
laba bernilai 0 (nol) berarti tidak untung ataupun tidak rugi. Berikut adalah analisis
titik impas:
Tabel 22. Analisis Titik Impas (Break Even Analysis)
Apr-Des Des. Des. Des. Des. Des.
Uraian
2024 2025 2026 2027 2028 2029
Penjualan (Rp Juta) 11.174 19.396 20.376 21.406 22.491 23.630
Titik Impas (Rp Juta) 9.065 15.551 15.332 15.797 16.186 16.976
Titik Impas (%) 81,13% 80,18% 75,24% 73,80% 71,97% 71,84%
Halaman 51 000987/2.0176-00/BS/05/0089/1/VIII/2024
Page 53
Berdasarkan perhitungan tabel diatas, dapat diketahui titik impas tercapai pada
angka penjualan 71,84% - 81,13% selama proyeksi, atau rata-rata titik impas tercapai
pada angka 75,69%.
§ Analisis Profitabilitas (Overall Profitability)
Profitability index (PI) merupakan angka yang menunjukkan perbandingan antara nilai
sekarang dari serangkaian penerimaan dimasa yang akan datang dengan
pengeluaran (investasi) yang dilakukan. Suatu proyek dikatakan layak dan
menguntungkan apabila Pl lebih besar dari 1.
Berdasarkan perhitungan pada tabel kelayakan investasti, didapat nilai profitability
index (PI) adalah sebesar 15, dimana nilai tersebut > 1. Hal ini menunjukan bahwa
penambahan KBLI Perseroan adalah layak.
§ Tingkat Imbal Balik Investasi (Overall Return On Investment)
Return on Investment (ROI) digunakan untuk mengukur kemampuan modal yang
diinvestasikan dalam keseluruhan aset untuk menghasilkan keuntungan bersih. Jika
ROI lebih besar dari 0, maka investasi tersebut dapat disimpulkan layak untuk
dilaksanakan dan sebaliknya. Berikut adalah perhitungan atas Return on Investment
(ROI) penambahan KBLI:
Tabel 23. Analisis Imbal Balik Investasi (Overall Return on Investment)
Apr-Des Des. Des. Des. Des. Des.
Uraian
2024 2025 2026 2027 2028 2029
Laba bersih (Rp Juta) 1.645 2.999 3.935 4.375 4.917 5.190
Investasi (Rp Juta) 1.000 1.000 5.500 4.400 900 900
ROI (x) 1,65 3,00 0,72 0,99 5,46 5,77
Berdasarkan perhitungan tabel diatas, dapat diketahui imbal balik investasi (Overall
Return on Investment) selama proyeksi berkisar antara 0,71 – 5,77, atau secara rata-
rata adalah sebesar 2,93. Nilai tersebut mengindikasikan bahwa investasi atas
penambahan KBLI adalah layak.
5.6 Analisis SWOT (Strengths, Weakness, Opportunities, Threats)
Analisis SWOT merupakan metode analisis perencanaan strategis yang digunakan untuk
memonitor dan mengevaluasi lingkungan perusahaan baik lingkungan eksternal dan
internal untuk suatu tujuan bisnis tertentu. Analisis SWOT diterapkan dengan cara
menganalisis dan memilah berbagai hal yang memengaruhi keempat faktor, antara lain:
§ Kekuatan (Strengths)
a. Fasilitas dan infrastruktur yang mendukung
b. Penerapan dan teknologi yang dimiliki
c. Cakupan wilayah pasar yang luas
d. Portofolio dan jaringan internasional
§ Kelemahan (Weakness)
a. Penyesuaian kegiatan usaha baru
Halaman 52 000987/2.0176-00/BS/05/0089/1/VIII/2024
Page 54
§ Peluang (Opportunities)
a. Kesempatan mengikuti tender dan pengadaan lebih banyak
b. Peningkatan permintaan pelayanan dari pelanggan eksisting
c. Memperbesar pangsa pasar
§ Ancaman (Threats)
a. Persaingan dari kompititor yang sangat agresif
b. Perubahan peraturan/regulasi yang tidak sejalan dengan rencana Perseroan
c. Adanya pesaing baru dari kompititor Perusahaan asing.
Halaman 53 000987/2.0176-00/BS/05/0089/1/VIII/2024
Page 55
BAB VI
KESIMPULAN
Dengan mempertimbangkan analisis kelayakan atas objek studi kerlayakan yang dilakukan
meliputi analisis kelayakan pasar, analisis kelayakan teknis, analisis kelayakan pola bisnis,
analisis analisis kelayakan model manajemen, analisis keuangan, maka kami berpendapat
penilaian kelayakan bisnis atas penambahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia
(KBLI) baru (KBLI 62090, 82110, 81100,78300, dan 38220) adalah Layak.
Penilaian studi kelayakan tersebut kami tentukan berdasarkan data dan informasi yang kami
peroleh dari pihak manajemen Perseroan, serta pihak pihak lain yang relevan dengan
penilaian studi kelayakan. KJPP FDI&R menganggap bahwa semua data dan informasi yang
diperoleh tersebut adalah benar dan tidak ada keadaan atau hal-hal yang tidak terungkap
yang dapat mempengaruhi studi kelayakan tersebut secara material. KJPP FDI&R juga
mengasumsikan bahwa aset yang termasuk dalam penilaian studi kelayakan, bebas dari
sengketa dan ditunjang oleh dokumen kepemilikan yang sah dan berlaku, KJPP FDI&R tidak
melakukan verifikasi secara detail dan bukan merupakan tanggung jawab KJPP FDI&R
bilamana terdapat kemungkinan terjadinya masalah yang berkaitan dengan status hukum
kepemilikan, kewajiban utang dan/atau sengketa atas aset yang termasuk dalam penilaian
studi kelayakan.
Kami menyatakan dengan sesungguhnya, bahwa dalam melaksanakan penugasan ini, kami
bertindak sebagai pihak independen yang tidak terikat dengan kepentingan apapun, baik saat
ini maupun di masa datang terkait dengan usaha Perseroan maupun atas rencana
penambahan kegiatan usaha yang dilakukan.
Halaman 54 000987/2.0176-00/BS/05/0089/1/VIII/2024
Page 56
ASUMSI – ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS
1. Laporan penilaian studi kelayakan ini bersifat non-disclaimer opinion.
2. Penilai Bisnis telah melakukan penelahaan atas dokumen yang digunakan dalam
proses penilaian studi kelayakan.
3. Data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya
keakuratannya.
4. Penilai mengunakan proyeksi keuangan yang mencerminkan kewajaran proyeksi
keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan pencapaiannya (fiduciary
duty).
5. Penilai bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian studi kelayakan.
6. Laporan Penilaian Studi Kelayakan ini terbuka untuk publik, kecuali terdapat informasi
yang bersifat rahasia yang dapat mempengaruhi operasional Perseroan.
7. Penilai telah memperoleh informasi atas status hukum Obyek Studi Kelayakan dari
Pemberi Tugas.
8. Penilai bertanggung jawab terhadap semua isi laporan penilaian studi kelayakan ini.
9. Analisis, opini dan kesimpulan yang dibuat oleh penilai, serta laporan penilaian telah
disusun sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 35/POJK.04/2020
tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal dan
ketentuan Standar Penilaian Indonesia (SPI), Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI).
10. FDI&R ingin menekankan bahwa hasil kajian, analisis, serta tanggung jawab kami
secara khusus hanya terbatas pada aspek nilai atas obyek penilaian, di luar dari aspek
perpajakan dan hukum karena hal tersebut berada di luar lingkup penugasan.
11. Laporan penilaian ini dibuat dan ditujukan hanya kepada pemberi tugas, sesuai
dengan maksud dan tujuan yang diungkapkan dalam laporan penilaian dan tidak
dapat digunakan untuk maksud dan tujuan lainnya dan kami tidak bertanggung jawab
jika laporan ini digunakan untuk tujuan lain.
Halaman 55 000987/2.0176-00/BS/05/0089/1/VIII/2024
Page 57
PERNYATAAN PENILAI
Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai Penilai Independen, kami yang
bertanda tangan di bawah ini menerangkan bahwa :
1. Pernyataan faktual yang dipresentasikan dalam laporan penilaian adalah benar
sesuai dengan pemahaman terbaik dari Penilai.
2. Analisis dan kesimpulan hanya dibatasi oleh asumsi dan kondisi yang dilaporkan.
3. Kami tidak mempunyai kepentingan baik sekarang atau di masa yang akan datang,
maupun memiliki kepentingan pribadi atau keberpihakan kepada terhadap obyek
Penilaian.
4. Imbalan Jasa Penilai tidak berkaitan dengan hasil penilaian yang dilaporkan.
5. Penilaian dilakukan dengan memenuhi ketentuan Standar Penilaian Indonesia (SPI),
Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI), serta POJK No.35/POJK.04/2020, tentang
Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal.
6. Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan profesional yang ditentukan
dan/atau diselenggarakan oleh Asosiasi Penilai yang diakui Pemerintah.
7. Penilai memiliki pemahaman mengenai jenis usaha atau industri yang menjadi
obyek penilaian.
8. Penilai telah melakukan wawancara kepada pihak manajemen Perseroan.
9. Tidak ada Penilai lainnya selain yang bertandatangan di bawah ini, yang telah
terlibat dalam pelaksanaan inspeksi, analisis, pembuatan kesimpulan, dan opini
sebagaimana yang dinyatakan dalam laporan Penilaian ini.
10. Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam Laporan
Penilaian.
11. Kami bertanggung jawab atas laporan Penilaian yang telah kami susun berdasarkan
data yang telah diberikan kepada kami oleh Pemberi tugas dan kami anggap akurat
serta lengkap. Kami tidak bertanggung jawab atas hasil laporan ini apabila data-
data, dokumen dan informasi dari Pemberi Tugas yang diberikan kepada kami tidak
sah/legal sehingga menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.
12. Penugasan Penilaian telah dilakukan terhadap obyek penilaian pada tanggal
penilaian (cut off date)
13. Analisis dan kesimpulan yang dihasilkan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan
dalam laporan penilaian.
14. Perkiraan nilai yang dihasilkan dalam penugasan penilaian profesional telah
disajikan sebagai kesimpulan nilai.
15. Penilai melakukan sesuai dengan Lingkup Penugasan dan data yang dianalisis telah
diungkapkan.
16. Kesimpulan studi kelayakan telah sesuai dengan asumsi dan kondisi pembatas.
Halaman 56 000987/2.0176-00/BS/05/0089/1/VIII/2024
Page 58
Penilai Tanda Tangan Penanggung Jawab: J. Ferdinand H. Pardede, MAPPI (Cert) Izin Penilai Bisnis No. : B-1.09.00089 MAPPI No. : 01-S-01490 STTD OJK No. : STTD.PB-17/PJ-1/PM.02/2023 RMK : RMK-2017.00081 Pemeriksa: E. Fitri Zakiyah MAPPI No. : 17-T-07815 RMK : RMK-2020.03192 Penilai: Didik Riyanto MAPPI No. : 19-T-09046 RMK : RMK-2020.03468 Asisten Penilai: Didik Riyanto Marshanda Kasavina Putri MAPPI No. : 24-A-12455 Halaman 57 000987/2.0176-00/BS/05/0089/1/VIII/2024
Page 59
LAMPIRAN Halaman 58 000987/2.0176-00/BS/05/0089/1/VIII/2024
Page 60
LAMPIRAN – 1
PROYEKSI POSISI KEUANGAN - PENAMBAHAN KBLI
PT Multifling Mitra Indonesia Tbk
Per Tanggal 31 Maret 2024
Dalam Jutaan Rupiah
2024E 2025E 2026E 2027E 2028E 2029E
URAIAN
1 2 3 4 5 6
Current Assets
Kas dan Bank 1.008 3.789 7.579 11.844 17.629 23.689
Piutang Usaha - Pihak ketiga 918 1.594 1.675 1.759 1.849 1.942
Piutang Usaha - Pihak berelasi 918 1.594 1.675 1.759 1.849 1.942
Persediaan 399 667 700 718 729 763
Piutang Lain-lain - - - - - -
Total Current Assets 3.244 7.644 11.629 16.081 22.055 28.336
Non-Current Assets
Aset Tetap - - 5.500 9.850 9.710 9.570
Aset lainnya - - - - - -
Total Non-Current Assets - - 5.500 9.850 9.710 9.570
Total Assets 3.244 7.644 17.129 25.931 31.765 37.906
Liabilitas dan Ekuitas
Short-term Liabilities
Utang Usaha - Pihak ketiga 299 500 525 538 547 572
Utang Usaha - Pihak berelasi 299 500 525 538 547 572
Utang lain-lain - - - - - -
Total Short-term Liabilities 599 1.000 1.051 1.077 1.094 1.145
Long-term Liabilities
Utang Bank - - - - - -
Utang Jangka Panjang Lainnya - - - - - -
Total Long-term Liabilities - - - -
Total Liabilities 599 1.000 1.051 1.077 1.094 1.145
Equity
Modal Saham 1.000 2.000 7.500 11.900 12.800 13.700
Laba Ditahan - 1.645 4.644 8.579 12.954 17.871
Laba Tahun Berjalan 1.645 2.999 3.935 4.375 4.917 5.190
Total Equity 2.645 6.644 16.079 24.854 30.671 36.761
Total Liabilities and Equity 3.244 7.644 17.129 25.931 31.765 37.906
Halaman 59 000987/2.0176-00/BS/05/0089/1/VIII/2024
Page 61
LAMPIRAN – 2
PROYEKSI LABA RUGI -PENAMBAHAN KBLI
PT Multifling Mitra Indonesia Tbk
Per Tanggal 31 Maret 2024
Dalam Jutaan Rupiah
2024E 2025E 2026E 2027E 2028E 2029E
URAIAN
1 2 3 4 5 6
Penjualan
Jasa teknologi informasi dan jasa computer lainnya (62090) 60 158 166 174 183 192
Jasa penyedia gabungan jasa administrasi kantor (82110) 2.021 5.309 5.577 5.859 6.156 6.468
Jasa penyedia gabungan jasa penunjang fasilitas (81100) 262 688 723 760 798 839
Jasa penyedia sumber daya manusia dan manajemen fungsi daya manusia (78300) 5.053 5.309 5.577 5.859 6.155 6.466
Jasa treatment dan pembuangan limbah berbahaya (38220) 3.777 7.932 8.333 8.755 9.198 9.665
Total Penjualan 11.174 19.396 20.376 21.406 22.491 23.630
Beban Operasional 65% 63% 63% 61% 59% 59%
Beban Penyusutan Aset Tetap - - - 550 1.040 1.040
Teknologi informasi dan jasa computer lainnya (62090) 28 74 78 82 86 90
Penyedia gabungan jasa administrasi kantor (82110) 952 2.499 2.625 2.758 2.898 3.045
Penyedia gabungan jasa penunjang fasilitas (81100) 123 324 340 358 376 395
Penyedia sumber daya manusia dan manajemen fungsi daya manusia (78300) 3.537 3.716 3.904 4.101 4.309 4.526
Treatment dan pembuangan limbah berbahaya (38220) 2.644 5.553 5.833 5.253 4.599 4.832
Jumlah Beban Operasional (Penambahan KBLI) 7.285 12.166 12.781 13.102 13.308 13.929
Gross Profit (Loss) 3.889 7.230 7.595 8.305 9.183 9.701
35% 37% 37% 39% 41% 41%
Beban Usaha 16% 17% 13% 13% 13% 13%
Gaji dan Tunjangan 707 1.506 1.602 1.705 1.815 1.931
Jasa Profesional, Training, Perizinan 567 1.000 - - - -
Listrik, Air dan Komunikasi 127 221 232 244 256 269
Pemeliharaan dan Perbaikan 139 241 253 266 279 293
Asuransi - - 25 20 45 45
Lain-lain 241 418 439 461 484 509
Jumlah Beban Umum dan Administrasi (Penambahan KBLI) 1.780 3.385 2.551 2.695 2.879 3.047
Operating Profit (Loss) 2.109 3.845 5.044 5.609 6.304 6.654
19% 20% 25% 26% 28% 28%
Pendapatan (Beban) Lain-lain - - - - - -
Pendapatan (Beban) Bunga - - - - - -
Earning Before Tax 2.109 3.845 5.044 5.609 6.304 6.654
19% 20% 25% 26% 28% 28%
Beban (Manfaat) Pajak 464 846 1.110 1.234 1.387 1.464
Net Profit (Loss) 1.645 2.999 3.935 4.375 4.917 5.190
Halaman 60 000987/2.0176-00/BS/05/0089/1/VIII/2024
Page 62
LAMPIRAN – 3
PROYEKSI ARUS KAS - PENAMBAHAN KBLI
PT Multifling Mitra Indonesia Tbk
Per Tanggal 31 Maret 2024
Dalam Jutaan Rupiah
2024E 2025E 2026E 2027E 2028E 2029E
URAIAN
1 2 3 4 5 6
Laba bersih (EAT) 1.645 2.999 3.935 4.375 4.917 5.190
Depresiasi - - - 550 1.040 1.040
Laba (rugi) sebelum perubahan modal kerja 1.645 2.999 3.935 4.925 5.957 6.230
Cash Flow from Operational Activities
Perubahan modal kerja
Piutang Usaha - Pihak ketiga (918) (676) (81) (85) (89) (94)
Piutang Usaha - Pihak berelasi (918) (676) (81) (85) (89) (94)
Persediaan (399) (267) (34) (18) (11) (34)
Utang Usaha - Pihak ketiga 299 201 25 13 8 26
Utang Usaha - Pihak berelasi 299 201 25 13 8 26
Utang lain-lain - - - - - -
Kas tersedia dari (digunakan untuk) aktivitas operasi 8 1.781 3.790 4.765 5.785 6.060
Cash Flow from Investment Activities
(Kenaikan)/penurunan fixed Asset 0 0 (5.500) (4.900) (900) (900)
(Kenaikan)/penurunan asset hak guna 0 0 0 0 0 0
(Kenaikan)/penurunan asset tak berwujud 0 0 0 0 0 0
(Kenaikan)/penurunan investasi 0 0 0 0 0 0
Kas tersedia dari (digunakan untuk) aktivitas investasi 0 0 (5.500) (4.900) (900) (900)
Cash Flow from Funding Activities
Hutang Bank - - - - - -
Setoran Modal 1.000 1.000 5.500 4.400 900 900
Kas tersedia dari (digunakan untuk) aktivitas pendanaan 1.000 1.000 5.500 4.400 900 900
Kenaikan/(penurunan) arus kas bersih 1.008 2.781 3.790 4.265 5.785 6.060
Cash and Cash Equivalent Early in the year 0 1.008 3.789 7.579 11.844 17.629
Cash and Cash Equivalent End in the year 1.008 3.789 7.579 11.844 17.629 23.689
Halaman 61 000987/2.0176-00/BS/05/0089/1/VIII/2024
Page 63
LAMPIRAN – 4
Discounted Cash Flow Method - Penambahan KBLI
PT Multifling Mitra Indonesia Tbk (Perseroan)
Per Tanggal 31 Maret 2024
Dalam Jutaan Rupiah
2024E 2025E 2026E 2027E 2028E 2029E Perp.
Description Unit
1E 2E 3E 4E 5E 6E
Cash in flow
Laba bersih Rp Juta 1.645 2.999 3.935 4.375 4.917 5.190
Bunga (1-t) Rp Juta - - - - - -
Penyusutan Rp Juta - - - 550 1.040 1.040
Total Cash in Flow 1.645 2.999 3.935 4.925 5.957 6.230 70.715
Cash out flow
Investasi (Setoran modal, Capex) Rp Juta (1.000) (1.000) (5.500) (4.400) (900) (900)
Perubahan Modal Kerja Rp Juta (1.637) (1.218) (144) (161) (173) (170)
Total Cash out Flow (2.637) (2.218) (5.644) (4.561) (1.073) (1.070) (12.148)
Total Free Cash Flow Rp Juta (992) 781 (1.710) 365 4.885 5.160 58.567
Periode Diskonto x 0,5 1,5 2,5 3,5 4,5 5,5
Tingkat Diskonto % pa 11,33% 11,33% 11,33% 11,33% 11,33% 11,33%
Faktor Diskonto x 0,95 0,85 0,76 0,69 0,62 0,55
Discounted Cash in Flow Rp Juta (940) 665 (1.307) 250 3.013 2.859 32.453
Net Present Value (NPV) Rp Juta 36.994
Internal Rate of Return (IRR) % 95%
Payback Period (PP) Year 3 Month 7
Profitability Index (PI) x 15,0 17,7 7,6 9,1 35,5 35,6 4
Break Even Point (BEP) Sales 9.065 15.551 15.332 15.797 16.186 16.976
Break Even Point (BEP) % 81,13% 80,18% 75,24% 73,80% 71,97% 71,84%
Return on Invesment (ROI) % 164,50% 299,91% 71,54% 99,44% 546,36% 576,70%
Cumulative Cashflow (992) (211) (1.921) (1.556) 3.329 8.489 67.056
Halaman 62 000987/2.0176-00/BS/05/0089/1/VIII/2024
Page 64
LAMPIRAN – 5 Halaman 63 000987/2.0176-00/BS/05/0089/1/VIII/2024
Page 65
LAMPIRAN – 6
Date updated: 05-Jan-24 Notes
if you are looking for a pure-play beta, i.e., a beta for a business, the unlevered beta
Created by: Aswath Damodaran, adamodar@stern.nyu.edu
corrected for cash is your best bet. Since even sector betas can move over time, I have also
What is this data? Beta, Unlevered beta and other risk measures US companies reported the average of the this sector beta across time in the last column. This number, for
YouTube Video explaining estimation choices and
Home Page: http://www.damodaran.com
process.
obvious reasons, is less likely to be volatile over time.
Data website: https://pages.stern.nyu.edu/~adamodar/New_Home_Page/data.html
Companies in each industry:
https://pages.stern.nyu.edu/~adamodar/pc/datasets/indname.xls
Variable definitions: https://pages.stern.nyu.edu/~adamodar/New_Home_Page/datafile/variable.htm
Do you want to use marginal or effective tax rates in unlevering betas? Marginal
If marginal tax rate, enter the marginal tax rate to use 25,00%
Standard
deviation in
operating
Number of Effective Unlevered Cash/Firm Unlevered beta corrected for Standard deviation of income (last 10
Industry Name firms Beta D/E Ratio Tax rate beta value cash HiLo Risk equity years)
Advertising 57 1,37 33,76% 5,44% 1,10 7,25% 1,18 0,6204 56,41% 14,94%
Aerospace/Defense 70 1,08 25,46% 7,28% 0,90 2,90% 0,93 0,4584 36,40% 19,50%
Air Transport 25 1,27 162,15% 8,62% 0,57 10,71% 0,64 0,5221 44,65% 215,30%
Apparel 38 1,19 48,76% 10,19% 0,87 5,89% 0,93 0,4816 37,04% 24,04%
Auto & Truck 34 1,52 31,02% 3,12% 1,24 5,29% 1,30 0,7081 59,70% 48,10%
Auto Parts 39 1,34 38,44% 14,62% 1,04 6,92% 1,12 0,4652 37,07% 20,99%
Bank (Money Center) 15 1,06 216,16% 17,69% 0,40 37,13% 0,64 0,3109 22,51% NA
Banks (Regional) 625 0,46 101,95% 17,69% 0,26 21,61% 0,33 0,2398 18,68% 75,66%
Beverage (Alcoholic) 19 1,13 24,46% 10,42% 0,96 1,43% 0,97 0,5270 49,70% 26,87%
Beverage (Soft) 29 0,76 17,12% 6,68% 0,68 3,51% 0,70 0,5619 42,96% 11,39%
Broadcasting 22 1,06 176,40% 7,85% 0,46 8,62% 0,50 0,5134 38,46% 29,65%
Brokerage & Investment Banking 27 1,12 226,06% 16,84% 0,42 24,54% 0,55 0,3272 25,21% 45,89%
Building Materials 44 1,32 18,15% 19,94% 1,16 4,06% 1,21 0,3866 28,72% 52,15%
Business & Consumer Services 162 1,02 17,94% 10,84% 0,90 3,09% 0,93 0,4878 41,29% 23,55%
Cable TV 10 1,28 101,72% 23,72% 0,72 1,54% 0,74 0,4199 33,01% 27,25%
Chemical (Basic) 32 1,10 45,68% 8,93% 0,82 6,65% 0,87 0,4855 38,92% 40,82%
Chemical (Diversified) 4 1,13 69,53% 14,89% 0,74 8,43% 0,81 0,3012 37,24% 34,91%
Chemical (Specialty) 68 1,09 26,82% 10,40% 0,91 3,50% 0,94 0,4443 36,60% 18,60%
Coal & Related Energy 18 1,27 22,54% 2,62% 1,09 12,53% 1,24 0,5084 55,69% 415,49%
Computer Services 72 1,00 29,14% 7,78% 0,82 4,69% 0,86 0,5750 49,61% 25,48%
Computers/Peripherals 36 1,13 6,09% 8,67% 1,08 1,54% 1,10 0,4390 38,90% 29,08%
Construction Supplies 45 1,13 24,70% 14,91% 0,95 3,94% 0,99 0,3977 37,83% 23,96%
Diversified 23 1,19 19,15% 5,25% 1,04 4,36% 1,09 0,5455 52,25% 66,70%
Drugs (Biotechnology) 572 1,12 16,39% 0,81% 1,00 8,15% 1,09 0,6317 61,98% 27,24%
Drugs (Pharmaceutical) 245 1,03 16,05% 2,89% 0,92 2,90% 0,94 0,6616 65,30% 29,08%
Education 31 1,23 19,59% 11,15% 1,07 6,85% 1,15 0,5404 43,78% 17,18%
Electrical Equipment 103 1,24 21,39% 5,66% 1,07 6,66% 1,15 0,6200 54,42% 16,70%
Electronics (Consumer & Office) 13 1,30 18,32% 7,31% 1,14 12,61% 1,30 0,5283 39,42% 267,07%
Electronics (General) 129 0,93 17,20% 8,17% 0,83 5,69% 0,88 0,4870 42,94% 28,54%
Engineering/Construction 43 0,96 26,20% 14,27% 0,80 4,95% 0,84 0,4221 33,68% 9,37%
Entertainment 98 0,99 28,75% 3,25% 0,82 5,49% 0,87 0,6154 61,19% 30,69%
Environmental & Waste Services 57 0,91 21,95% 5,42% 0,78 0,88% 0,79 0,5505 46,07% 23,51%
Farming/Agriculture 42 0,99 45,30% 6,68% 0,74 3,78% 0,77 0,5790 54,14% 41,41%
Financial Svcs. (Non-bank & Insurance) 172 1,14 354,06% 11,07% 0,31 2,84% 0,32 0,4189 38,66% 40,91%
Food Processing 82 0,61 33,70% 8,29% 0,48 2,50% 0,50 0,4722 36,51% 13,41%
Food Wholesalers 14 0,97 44,63% 15,90% 0,72 1,57% 0,74 0,4094 27,30% 29,49%
Furn/Home Furnishings 31 1,11 47,55% 13,94% 0,82 5,24% 0,86 0,4512 46,65% 23,42%
Green & Renewable Energy 17 1,11 141,41% 4,39% 0,54 3,42% 0,56 0,6005 57,34% 49,86%
Healthcare Products 230 1,06 12,66% 4,81% 0,97 3,53% 1,01 0,5730 52,21% 32,96%
Healthcare Support Services 119 1,03 26,86% 8,08% 0,86 8,60% 0,94 0,5223 49,53% 26,95%
Heathcare Information and Technology 128 1,27 16,07% 3,11% 1,14 4,20% 1,19 0,5607 54,15% 50,83%
Homebuilding 32 1,37 16,42% 17,22% 1,22 9,92% 1,35 0,4785 32,31% 75,83%
Hospitals/Healthcare Facilities 32 0,88 79,74% 6,86% 0,55 1,71% 0,56 0,5809 46,33% 17,04%
Hotel/Gaming 68 1,34 48,67% 8,63% 0,98 6,11% 1,05 0,4554 40,80% 104,49%
Household Products 93 0,84 16,56% 8,21% 0,75 2,93% 0,77 0,5665 51,12% 11,51%
Information Services 18 0,93 35,67% 15,79% 0,73 4,93% 0,77 0,4433 33,83% 45,18%
Insurance (General) 21 1,03 25,93% 13,69% 0,86 3,32% 0,89 0,4100 40,38% 48,45%
Insurance (Life) 23 0,77 92,25% 10,18% 0,45 16,16% 0,54 0,3132 30,85% 23,09%
Insurance (Prop/Cas.) 50 0,74 19,38% 12,42% 0,64 4,47% 0,68 0,2954 27,40% 29,80%
Investments & Asset Management 334 0,46 40,34% 11,33% 0,35 10,33% 0,39 0,2313 15,15% 23,34%
Machinery 103 1,03 16,86% 11,73% 0,91 2,85% 0,94 0,4315 33,44% 18,51%
Metals & Mining 68 0,96 15,82% 2,00% 0,86 5,67% 0,91 0,6448 60,56% 54,71%
Office Equipment & Services 17 1,14 52,57% 17,12% 0,82 6,76% 0,88 0,4386 30,28% 17,63%
Oil/Gas (Integrated) 4 0,67 12,50% 21,18% 0,61 4,80% 0,64 0,1559 26,44% 107,82%
Oil/Gas (Production and Exploration) 166 0,93 23,28% 5,61% 0,79 3,62% 0,82 0,5028 46,31% 208,46%
Oil/Gas Distribution 24 0,79 70,22% 9,25% 0,52 2,11% 0,53 0,3581 32,55% 38,82%
Oilfield Svcs/Equip. 100 0,98 32,14% 10,88% 0,79 7,46% 0,85 0,4776 43,73% 80,50%
Packaging & Container 22 1,13 61,26% 18,12% 0,78 3,81% 0,81 0,2851 26,24% 12,44%
Paper/Forest Products 7 1,94 37,37% 12,91% 1,51 4,80% 1,59 0,4489 43,04% 82,96%
Power 50 0,65 92,92% 13,69% 0,38 1,31% 0,39 0,2732 20,39% 5,89%
Precious Metals 61 0,87 15,21% 1,98% 0,78 6,03% 0,83 0,6278 63,61% 56,84%
Publishing & Newspapers 21 0,96 32,48% 10,01% 0,77 6,09% 0,82 0,3761 38,20% 12,47%
R.E.I.T. 193 1,03 79,04% 1,95% 0,65 1,88% 0,66 0,2785 23,72% 22,42%
Real Estate (Development) 17 0,67 94,10% 1,45% 0,39 9,15% 0,43 0,5888 34,24% 76,28%
Real Estate (General/Diversified) 11 0,56 31,88% 13,21% 0,45 11,26% 0,51 0,3477 35,91% 98,73%
Real Estate (Operations & Services) 60 1,08 44,57% 4,29% 0,81 8,30% 0,88 0,4821 44,19% 99,42%
Recreation 55 1,17 58,57% 8,26% 0,81 4,13% 0,85 0,5084 44,30% 24,03%
Reinsurance 1 0,66 42,54% 22,95% 0,50 18,56% 0,61 0,1702 17,09% 21,78%
Restaurant/Dining 64 1,19 25,73% 11,41% 1,00 2,24% 1,02 0,4028 35,37% 16,64%
Retail (Automotive) 30 1,49 57,51% 13,50% 1,04 1,38% 1,06 0,4974 46,79% 32,50%
Retail (Building Supply) 16 1,94 19,92% 12,59% 1,69 1,05% 1,70 0,4087 45,21% 35,75%
Retail (Distributors) 62 1,11 32,29% 15,76% 0,89 2,08% 0,91 0,4378 37,74% 36,36%
Retail (General) 26 1,25 13,42% 14,58% 1,13 3,28% 1,17 0,4185 38,28% 21,76%
Retail (Grocery and Food) 14 0,49 55,84% 16,88% 0,35 4,62% 0,36 0,3786 25,65% 35,08%
Retail (REITs) 28 1,12 58,84% 2,53% 0,78 1,14% 0,79 0,2340 20,72% 11,63%
Retail (Special Lines) 105 1,18 36,15% 9,53% 0,93 4,49% 0,97 0,5098 44,01% 21,61%
Rubber& Tires 3 0,67 235,28% 0,00% 0,24 7,29% 0,26 0,3449 40,77% 52,82%
Semiconductor 63 1,50 6,05% 4,89% 1,43 2,04% 1,46 0,4535 41,47% 34,93%
Semiconductor Equip 30 1,53 7,78% 12,14% 1,44 4,24% 1,51 0,3766 37,04% 67,07%
Shipbuilding & Marine 8 0,81 29,77% 6,74% 0,66 3,46% 0,69 0,3448 45,07% 91,44%
Shoe 13 1,29 8,71% 11,31% 1,21 4,77% 1,27 0,4673 36,28% 28,18%
Software (Entertainment) 84 1,11 3,15% 5,11% 1,08 2,78% 1,11 0,6102 52,79% 62,14%
Software (Internet) 35 1,62 11,98% 2,61% 1,48 1,91% 1,51 0,5394 65,22% 374,09%
Software (System & Application) 351 1,29 6,20% 4,19% 1,24 2,83% 1,27 0,5848 52,09% 35,93%
Steel 29 1,13 20,18% 15,72% 0,98 9,21% 1,08 0,3620 38,10% 115,45%
Telecom (Wireless) 13 1,09 64,16% 9,56% 0,73 1,77% 0,75 0,6313 60,31% 70,80%
Telecom. Equipment 66 1,08 11,41% 6,20% 1,00 4,81% 1,05 0,5647 46,62% 11,85%
Telecom. Services 42 0,78 124,91% 6,62% 0,41 2,19% 0,41 0,5662 50,42% 14,96%
Tobacco 16 1,22 34,90% 9,95% 0,97 1,78% 0,99 0,5792 48,00% 8,73%
Transportation 36 1,26 33,58% 6,53% 1,01 3,94% 1,05 0,6204 53,12% 55,09%
Transportation (Railroads) 4 1,02 26,81% 17,28% 0,85 1,06% 0,86 0,1868 22,28% 13,49%
Trucking 22 1,15 19,95% 20,21% 1,00 2,94% 1,03 0,3430 28,33% 42,22%
Utility (General) 14 0,58 84,84% 14,05% 0,35 0,58% 0,36 0,1505 14,93% 9,83%
Utility (Water) 13 0,71 50,89% 11,09% 0,52 1,07% 0,52 0,2951 42,03% 15,08%
Total Market 6481 1,00 46,42% 8,35% 0,74 6,13% 0,79 0,4722 42,03% 23,07%
Total Market (without financials) 5214 1,10 22,60% 6,80% 0,94 3,48% 0,97 0,5211 47,00% 23,16%
Halaman 64 000987/2.0176-00/BS/05/0089/1/VIII/2024
Page 66
LAMPIRAN – 7
Country and Equity Risk Premiums
Date of update: 1-Jan-24
Enter the current risk premium for a mature equity market 4,60%
Do you want to adjust the country default spread for the additional volatility of the equity market to get to a country premium? Yes
If yes, enter the multiplier to use on the default spread (See worksheet for volatility numbers for selected emerging markets) 1,34
Sovereign CDS, net
Country Africa Moody's rating Rating-based Default Spread
Total Equity Risk Premium
Country Risk Premium of US Total Equity Risk Premium2
Country Risk Premium3
Abu Dhabi Middle East Aa2 0,54% 5,32% 0,72% 0,17% 4,83% 0,23%
Albania Eastern Europe & Russia B1 4,90% 11,18% 6,58% NA NA NA
Andorra (Principality of) Western Europe Baa2 2,07% 7,38% 2,78% NA NA NA
Angola Africa B3 7,08% 14,11% 9,51% 7,24% 14,32% 9,72%
Argentina Central and South America Ca 13,07% 22,15% 17,55% NA NA NA
Armenia Eastern Europe & Russia Ba3 3,92% 9,86% 5,26% NA NA NA
Aruba Caribbean Baa2 2,07% 7,38% 2,78% NA NA NA
Australia Australia & New Zealand Aaa 0,00% 4,60% 0,00% 0,00% 4,60% 0,00%
Austria Western Europe Aa1 0,44% 5,18% 0,58% 0,00% 4,60% 0,00%
Azerbaijan Eastern Europe & Russia Ba1 2,73% 8,26% 3,66% NA NA NA
Bahamas Caribbean B1 4,90% 11,18% 6,58% NA NA NA
Bahrain Middle East B2 5,99% 12,64% 8,04% 2,16% 7,50% 2,90%
Bangladesh Asia B1 4,90% 11,18% 6,58% NA NA NA
Barbados Caribbean B3 7,08% 14,11% 9,51% NA NA NA
Belarus Eastern Europe & Russia C 17,50% 28,09% 23,49% NA NA NA
Belgium Western Europe Aa3 0,65% 5,48% 0,88% 0,00% 4,60% 0,00%
Belize Central and South America Caa2 9,81% 17,77% 13,17% NA NA NA
Benin Africa B1 4,90% 11,18% 6,58% NA NA NA
Bermuda Caribbean A2 0,92% 5,84% 1,24% NA NA NA
Bolivia Central and South America Caa1 8,17% 15,57% 10,97% NA NA NA
Bosnia and Herzegovina Eastern Europe & Russia B3 7,08% 14,11% 9,51% NA NA NA
Botswana Africa A3 1,31% 6,35% 1,75% NA NA NA
Brazil Central and South America Ba2 3,28% 9,00% 4,40% 1,81% 7,03% 2,43%
Bulgaria Eastern Europe & Russia Baa1 1,74% 6,94% 2,34% 0,89% 5,79% 1,19%
Burkina Faso Africa Caa1 8,17% 15,57% 10,97% NA NA NA
Cambodia Asia B2 5,99% 12,64% 8,04% NA NA NA
Cameroon Africa Caa1 8,17% 15,57% 10,97% 8,56% 16,09% 11,49%
Canada North America Aaa 0,00% 4,60% 0,00% 0,00% 4,60% 0,00%
Cape Verde Africa B3 7,08% 14,11% 9,51% NA NA NA
Cayman Islands Caribbean Aa3 0,65% 5,48% 0,88% NA NA NA
Chile Central and South America A2 0,92% 5,84% 1,24% 0,57% 5,37% 0,77%
China Asia A1 0,77% 5,63% 1,03% 0,41% 5,15% 0,55%
Colombia Central and South America Baa2 2,07% 7,38% 2,78% 2,16% 7,50% 2,90%
Congo (Democratic Republic of) Africa B3 7,08% 14,11% 9,51% NA NA NA
Congo (Republic of) Africa Caa2 9,81% 17,77% 13,17% NA NA NA
Cook Islands Australia & New Zealand B1 4,90% 11,18% 6,58% NA NA NA
Costa Rica Central and South America B1 4,90% 11,18% 6,58% 2,53% 8,00% 3,40%
Côte d'Ivoire Africa Ba3 3,92% 9,86% 5,26% NA NA NA
Croatia Eastern Europe & Russia Baa2 2,07% 7,38% 2,78% 0,76% 5,62% 1,02%
Cuba Caribbean Ca 13,07% 22,15% 17,55% NA NA NA
Curacao Caribbean Baa3 2,39% 7,81% 3,21% NA NA NA
Cyprus Western Europe Baa2 2,07% 7,38% 2,78% 0,53% 5,31% 0,71%
Czech Republic Eastern Europe & Russia Aa3 0,65% 5,48% 0,88% 0,00% 4,60% 0,00%
Denmark Western Europe Aaa 0,00% 4,60% 0,00% 0,00% 4,60% 0,00%
Dominican Republic Caribbean Ba3 3,92% 9,86% 5,26% NA NA NA
Ecuador Central and South America Caa3 10,90% 19,23% 14,63% 52,16% 74,62% 70,02%
Egypt Africa Caa1 8,17% 15,57% 10,97% 9,55% 17,42% 12,82%
El Salvador Central and South America Caa3 10,90% 19,23% 14,63% 7,82% 15,10% 10,50%
Estonia Eastern Europe & Russia A1 0,77% 5,63% 1,03% 0,02% 4,63% 0,03%
Ethiopia Africa Caa2 9,81% 17,77% 13,17% 31,73% 47,20% 42,60%
Fiji Asia B1 4,90% 11,18% 6,58% NA NA NA
Finland Western Europe Aa1 0,44% 5,18% 0,58% 0,00% 4,60% 0,00%
France Western Europe Aa2 0,54% 5,32% 0,72% 0,00% 4,60% 0,00%
Gabon Africa Caa1 8,17% 15,57% 10,97% NA NA NA
Georgia Eastern Europe & Russia Ba2 3,28% 9,00% 4,40% NA NA NA
Germany Western Europe Aaa 0,00% 4,60% 0,00% 0,00% 4,60% 0,00%
Ghana Africa Caa3 10,90% 19,23% 14,63% NA NA NA
Greece Western Europe Ba1 2,73% 8,26% 3,66% 0,70% 5,54% 0,94%
Guatemala Central and South America Ba1 2,73% 8,26% 3,66% NA NA NA
Guernsey (States of) Western Europe A1 0,77% 5,63% 1,03% NA NA NA
Honduras Central and South America B1 4,90% 11,18% 6,58% NA NA NA
Hong Kong Asia Aa3 0,65% 5,48% 0,88% 0,02% 4,63% 0,03%
Hungary Eastern Europe & Russia Baa2 2,07% 7,38% 2,78% 1,37% 6,44% 1,84%
Iceland Western Europe A2 0,92% 5,84% 1,24% 0,30% 5,00% 0,40%
India Asia Baa3 2,39% 7,81% 3,21% 0,41% 5,15% 0,55%
Indonesia Asia Baa2 2,07% 7,38% 2,78% 0,74% 5,59% 0,99%
Iraq Middle East Caa1 8,17% 15,57% 10,97% 4,56% 10,72% 6,12%
Ireland Western Europe Aa3 0,65% 5,48% 0,88% 0,00% 4,60% 0,00%
Isle of Man Western Europe Aa3 0,65% 5,48% 0,88% NA NA NA
Israel Middle East A1 0,77% 5,63% 1,03% 0,99% 5,93% 1,33%
Italy Western Europe Baa3 2,39% 7,81% 3,21% 0,76% 5,62% 1,02%
Jamaica Caribbean B1 4,90% 11,18% 6,58% NA NA NA
Japan Asia A1 0,77% 5,63% 1,03% 0,00% 4,60% 0,00%
Jersey (States of) Western Europe Aa3 0,65% 5,48% 0,88% NA NA NA
Jordan Middle East B1 4,90% 11,18% 6,58% NA NA NA
Kazakhstan Eastern Europe & Russia Baa2 2,07% 7,38% 2,78% 1,18% 6,18% 1,58%
Kenya Africa B3 7,08% 14,11% 9,51% 6,46% 13,27% 8,67%
Korea Asia Aa2 0,54% 5,32% 0,72% 0,00% 4,60% 0,00%
Kuwait Middle East A1 0,77% 5,63% 1,03% 0,25% 4,94% 0,34%
Kyrgyzstan Eastern Europe & Russia B3 7,08% 14,11% 9,51% NA NA NA
Laos Asia Caa3 10,90% 19,23% 14,63% NA NA NA
Latvia Eastern Europe & Russia A3 1,31% 6,35% 1,75% 0,36% 5,08% 0,48%
Lebanon Middle East C 17,50% 28,09% 23,49% NA NA NA
Liechtenstein Western Europe Aaa 0,00% 4,60% 0,00% NA NA NA
Lithuania Eastern Europe & Russia A2 0,92% 5,84% 1,24% 0,32% 5,03% 0,43%
Luxembourg Western Europe Aaa 0,00% 4,60% 0,00% NA NA NA
Macao Asia Aa3 0,65% 5,48% 0,88% NA NA NA
Macedonia Eastern Europe & Russia Ba3 3,92% 9,86% 5,26% NA NA NA
Malaysia Asia A3 1,31% 6,35% 1,75% 0,28% 4,98% 0,38%
Maldives Asia Caa1 8,17% 15,57% 10,97% NA NA NA
Mali Africa Caa2 9,81% 17,77% 13,17% NA NA NA
Malta Western Europe A2 0,92% 5,84% 1,24% NA NA NA
Mauritius Africa Baa3 2,39% 7,81% 3,21% NA NA NA
Mexico Central and South America Baa2 2,07% 7,38% 2,78% 1,10% 6,08% 1,48%
Moldova Eastern Europe & Russia B3 7,08% 14,11% 9,51% NA NA NA
Mongolia Asia B3 7,08% 14,11% 9,51% NA NA NA
Montenegro Eastern Europe & Russia B1 4,90% 11,18% 6,58% NA NA NA
Montserrat Caribbean Baa3 2,39% 7,81% 3,21% NA NA NA
Morocco Africa Ba1 2,73% 8,26% 3,66% 1,32% 6,37% 1,77%
Mozambique Africa Caa2 9,81% 17,77% 13,17% NA NA NA
Namibia Africa B1 4,90% 11,18% 6,58% NA NA NA
Netherlands Western Europe Aaa 0,00% 4,60% 0,00% 0,00% 4,60% 0,00%
New Zealand Australia & New Zealand Aaa 0,00% 4,60% 0,00% 0,00% 4,60% 0,00%
Nicaragua Central and South America B3 7,08% 14,11% 9,51% 4,31% 10,39% 5,79%
Niger Africa Caa2 9,81% 17,77% 13,17% NA NA NA
Nigeria Africa Caa1 8,17% 15,57% 10,97% 5,86% 12,47% 7,87%
Norway Western Europe Aaa 0,00% 4,60% 0,00% 0,00% 4,60% 0,00%
Oman Middle East Ba1 2,73% 8,26% 3,66% 1,34% 6,40% 1,80%
Pakistan Asia Caa3 10,90% 19,23% 14,63% 40,46% 58,92% 54,32%
Panama Central and South America Baa2 2,07% 7,38% 2,78% 1,73% 6,92% 2,32%
Papua New Guinea Asia B2 5,99% 12,64% 8,04% NA NA NA
Paraguay Central and South America Ba1 2,73% 8,26% 3,66% NA NA NA
Peru Central and South America Baa1 1,74% 6,94% 2,34% 0,79% 5,66% 1,06%
Philippines Asia Baa2 2,07% 7,38% 2,78% 0,60% 5,41% 0,81%
Poland Eastern Europe & Russia A2 0,92% 5,84% 1,24% 0,48% 5,24% 0,64%
Portugal Western Europe A3 1,31% 6,35% 1,75% 0,17% 4,83% 0,23%
Qatar Middle East Aa3 0,65% 5,48% 0,88% 0,25% 4,94% 0,34%
Ras Al Khaimah (Emirate of) Middle East A3 1,31% 6,35% 1,75% NA NA NA
Romania Eastern Europe & Russia Baa3 2,39% 7,81% 3,21% 1,73% 6,92% 2,32%
Rwanda Africa B2 5,99% 12,64% 8,04% 4,95% 11,25% 6,65%
Saudi Arabia Middle East A1 0,77% 5,63% 1,03% 0,27% 4,96% 0,36%
Senegal Africa Ba3 3,92% 9,86% 5,26% 6,31% 13,07% 8,47%
Serbia Eastern Europe & Russia Ba2 3,28% 9,00% 4,40% 2,28% 7,66% 3,06%
Sharjah Middle East Ba1 2,73% 8,26% 3,66% NA NA NA
Singapore Asia Aaa 0,00% 4,60% 0,00% NA NA NA
Slovakia Eastern Europe & Russia A2 0,92% 5,84% 1,24% 0,02% 4,63% 0,03%
Slovenia Eastern Europe & Russia A3 1,31% 6,35% 1,75% 0,18% 4,84% 0,24%
Solomon Islands Asia Caa1 8,17% 15,57% 10,97% NA NA NA
South Africa Africa Ba2 3,28% 9,00% 4,40% 2,58% 8,06% 3,46%
Spain Western Europe Baa1 1,74% 6,94% 2,34% 0,20% 4,87% 0,27%
Sri Lanka Asia Ca 13,07% 22,15% 17,55% 58,78% 83,51% 78,91%
St. Maarten Caribbean Ba2 3,28% 9,00% 4,40% NA NA NA
St. Vincent & the Grenadines Caribbean B3 7,08% 14,11% 9,51% NA NA NA
Suriname Central and South America Caa3 10,90% 19,23% 14,63% NA NA NA
Swaziland Africa B3 7,08% 14,11% 9,51% NA NA NA
Sweden Western Europe Aaa 0,00% 4,60% 0,00% 0,00% 4,60% 0,00%
Switzerland Western Europe Aaa 0,00% 4,60% 0,00% 0,00% 4,60% 0,00%
Taiwan Asia Aa3 0,65% 5,48% 0,88% NA NA NA
Tajikistan Eastern Europe & Russia B3 7,08% 14,11% 9,51% NA NA NA
Tanzania Africa B2 5,99% 12,64% 8,04% NA NA NA
Thailand Asia Baa1 1,74% 6,94% 2,34% 0,07% 4,69% 0,09%
Togo Africa B3 7,08% 14,11% 9,51% NA NA NA
Trinidad and Tobago Caribbean Ba2 3,28% 9,00% 4,40% NA NA NA
Tunisia Africa Caa2 9,81% 17,77% 13,17% 9,20% 16,95% 12,35%
Turkey Western Europe B3 7,08% 14,11% 9,51% 3,28% 9,00% 4,40%
Turks and Caicos Islands Caribbean Baa1 1,74% 6,94% 2,34% NA NA NA
Uganda Africa B2 5,99% 12,64% 8,04% NA NA NA
Ukraine Eastern Europe & Russia Ca 13,07% 22,15% 17,55% NA NA NA
United Arab Emirates Middle East Aa2 0,54% 5,32% 0,72% NA NA NA
United Kingdom Western Europe Aa3 0,65% 5,48% 0,88% 0,00% 4,60% 0,00%
United States North America Aaa 0,00% 4,60% 0,00% 0,00% 4,60% 0,00%
Uruguay Central and South America Baa2 2,07% 7,38% 2,78% 0,56% 5,35% 0,75%
Uzbekistan Eastern Europe & Russia Ba3 3,92% 9,86% 5,26% NA NA NA
Venezuela Central and South America C 17,50% 28,09% 23,49% 10,67% 18,92% 14,32%
Vietnam Asia Ba2 3,28% 9,00% 4,40% 1,26% 6,29% 1,69%
Zambia Africa Caa3 10,90% 19,23% 14,63% NA NA NA
Halaman 65 000987/2.0176-00/BS/05/0089/1/VIII/2024
Page 67
LAMPIRAN – 8
ASUMSI PROYEKSI
PT Multifling Mitra Indonesia Tbk
Per Tanggal 31 Maret 2024
Apr-Dec Dec Dec Dec Dec Dec
URAIAN SATUAN KETERANGAN
2024E 2025E 2026E 2027E 2028E 2029E
1. Asumsi Umum
GDP % 4,96% 5,06% 5,06% 5,06% 5,07% 5,07% Proyeksi - IMF
Inflasi % 2,56% 2,59% 2,53% 2,52% 2,51% 2,51% Proyeksi - IMF
Pajak Badan (PPh 29) % 22% 22% 22% 22% 22% 22% UU No. 7 Tahun 2021: HPP
Hari Hari 275 365 365 365 366 365 Hari kalender
2. Asumsi Pendapatan
Kenaikan Pendapatan
Pendapatan (Eksisting)
Jasa Manajemen Arsip % 0% 7,15% 7,15% 7,15% 7,15% 7,15% CAGR 2019-2023
Jasa Penyimpanan Surat Berharga % 0% 2,34% 2,34% 2,34% 2,34% 2,34% Median trend 2019-2023
Jasa Manajemen Data Komputer % 0% 2,57% 2,57% 2,57% 2,57% 2,57% Median trend 2019-2023
Jasa Manajemen Alih Media % 0% 2,59% 2,53% 2,52% 2,51% 2,51% Inflasi
Jasa Manajemen Fasilitas % 0% 10,62% 10,62% 10,62% 10,62% 10,62% CAGR 2019-2023
Pendapatan (Penambahan KBLI)
Jasa teknologi informasi dan jasa computer lainnya (62090) % 2,0% 5,0% 5,1% 5,1% 5,1% 5,1% Penambahan dari eksisting Data Komputer
Jasa penyedia gabungan jasa administrasi kantor (82110) % 2,0% 5,0% 5,1% 5,1% 5,1% 5,1% Penambahan dari eksisting Manajemen Arsip
Jasa penyedia gabungan jasa penunjang fasilitas (81100) % 2,0% 5,0% 5,1% 5,1% 5,1% 5,1% Penambahan dari eksisting Penyimpanan Surat Berharga
Jasa penyedia sumber daya manusia dan manajemen fungsi daya manusia (78300) % 5,0% 5,0% 5,0% 5,0% 5,0% 5,0% outsource fee 5-7% selama ini
Jasa treatment dan pembuangan limbah berbahaya (38220) % 3,0% 5,0% 5,1% 5,1% 5,1% 5,1% Target pagsa pasar 5% customer eksisting, pertumbuhan 10%, 15%, 20%, 25%
Industri % - - - - - Kenaikan Industri Manajemen Arsip/Database
CAGR % 3,98% 3,98% 3,98% 3,98% 3,98% CAGR Perusahaan
Target Manajemen % - - - - - Target Manajemen
GDP % 5,06% 5,06% 5,06% 5,07% 5,07% Proyeksi PDB (IMF)
3. Asumsi Biaya
Biaya Operasional % to Sales 47,08% 47,08% 47,08% 47,08% 47,08% 47,08% Commonsize -historis 5 tahun
Gaji dan Tunjangan % to Sales 10,08% 10,08% 10,08% 10,08% 10,08% 10,08% Commonsize-historis 5 tahun
Beban Penyusutan Aset Tetap % to Sales 21,43% 21,43% 21,43% 21,43% 21,43% 21,43% Commonsize-historis 5 tahun
Manajemen Arsip % to Sales 4,38% 4,38% 4,38% 4,38% 4,38% 4,38% Commonsize-historis 5 tahun
Sewa % to Sales 2,04% 2,04% 2,04% 2,04% 2,04% 2,04% Commonsize-historis 5 tahun
Proyek Jasa Manajemen % to Sales 0,67% 0,67% 0,67% 0,67% 0,67% 0,67% Commonsize-historis 5 tahun
Pemakaian Persediaan % to Sales 2,30% 2,30% 2,30% 2,30% 2,30% 2,30% Commonsize-historis 5 tahun
Lainnya (masing-masing dibawah Rp500 juta) % to Sales 1,18% 1,18% 1,18% 1,18% 1,18% 1,18% Commonsize-historis 5 tahun
Umum & Administrasi % 2,56% 2,59% 2,53% 2,52% 2,51% 2,51% Inflasi
Gaji & Upah % 0% 6,42% 6,42% 6,42% 6,42% 6,42% Historis UMP Indonesia
Beban Operasional (Penambahan KBLI)
Beban Penyusutan Aset Tetap % to Sales Commonsize-historis 5 tahun KBLI Eksisting
Teknologi informasi dan jasa computer lainnya (62090) % to Sales 47,1% 47,1% 47,1% 47,1% 47,1% 47,1% Commonsize-historis 5 tahun KBLI Eksisting
Penyedia gabungan jasa administrasi kantor (82110) % to Sales 47,1% 47,1% 47,1% 47,1% 47,1% 47,1% Commonsize-historis 5 tahun KBLI Eksisting
Penyedia gabungan jasa penunjang fasilitas (81100) % to Sales 47,1% 47,1% 47,1% 47,1% 47,1% 47,1% Commonsize-historis 5 tahun KBLI Eksisting
Penyedia sumber daya manusia dan manajemen fungsi daya manusia (78300) % to Sales 70,0% 70,0% 70,0% 70,0% 70,0% 70,0% Commonsize-historis 5 tahun KBLI Eksisting
Treatment dan pembuangan limbah berbahaya (38220) % to Sales 70,0% 70,0% 70,0% 60,0% 50,0% 50,0% Commonsize-historis 5 tahun KBLI Eksisting
Umum & Administrasi % 15,0% Biaya Training KBLI 38220, ditentukan manajemen
Gaji & Upah % 20,0% 6,42% 6,42% 6,42% 6,42% 6,42% Penambahan Headcount Outsource, kenaikan berdasarkan UMP
Asuransi % 0,5% 0,5% 0,5% 0,5%
Listrik, Air dan Komunikasi % 1,1% 1,1% 1,1% 1,1% 1,1% 1,1% Porsi common size historis
Pemeliharaan dan Perbaikan % 1,2% 1,2% 1,2% 1,2% 1,2% 1,2% Porsi common size historis
Lain-lain % 2,2% 2,2% 2,2% 2,2% 2,2% 2,2% Porsi common size historis
4. Modal Kerja
Perputaran Piutang:
Pihak Berelasi Hari 30 30 30 30 30 30 Rata-rata historis 5 tahun
Pihak Ketiga Hari 30 30 30 30 30 30 Rata-rata historis 5 tahun
Perputaran Persediaan Hari 20 20 20 20 20 20 Rata-rata historis 5 tahun
Perputaran Utang:
Pihak Berelasi Hari 15 15 15 15 15 15 Rata-rata historis 5 tahun
Pihak Ketiga Hari 15 15 15 15 15 15 Rata-rata historis 5 tahun
5. Asumsi Investasi
1.000 1.000 5.000 4.000 - - Rencana investasi kegiatan usaha baru, dana internal. 2024-2025 disub kan cost
Investasi kegiatana usaha baru (initial outlay) Rp (juta) 60-70%, , sertifikasi KBLI Treatment
Capex Maintenance Rp (juta) 500 400 900 900 Capex maintain
5. Asumsi Pendanaan (Utang)
Saldo Awal Rp (juta) - - - - - -
Penerimaan Rp (juta) - - - - - -
Pembayaran Rp (juta) - - - - - -
Saldo Akhir Rp (juta) - - - - - -
Pembayaran Bunga Rp (juta) - - - - - -
Tarif bunga pinjaman % 9,47% 9,47% 9,47% 9,47% 9,47% 9,47% SEKI BI - Kredit Investasi Bank Persero
Halaman 66 000987/2.0176-00/BS/05/0089/1/VIII/2024
Names mentioned 50 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT MULTIFILING MITRA INDONESIATbK Berdosorkon
p.2
unresolved
org
KJPP Ferdinond
p.2
unresolved
org
PT Multifiling Mitro
p.2 ×2
unresolved
org
Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
p.3 ×2
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.6 ×4
unresolved
person
Sandeep Jayant Potdar
· Direktur
p.6 ×3
unresolved
org
KJPP FDI
p.6 ×11
unresolved
org
KJPP FERDINAND
p.7 ×3
unresolved
org
REKAN Rekan J. Ferdinand H. Pardede
p.7
unresolved
person
H. Pardede
p.7 ×2
unresolved
org
Menteri Keuangan Republik Indonesia
p.10 ×2
unresolved
—
Telepon/Fax
p.10
unresolved
—
PIC/Contact
p.10
unresolved
org
Mawar dan Rekan
p.12 ×12
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik Indonesia No. C
p.13
unresolved
person
Lucy Octavia Siregar
· Notaris
p.13 ×5
unresolved
org
Direktorat Jenderal Pajak No. S-
p.14 ×2
unresolved
person
Akta Notaris Misahardi Wilamarta
· Notaris
p.15 ×2
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik Indonesia
p.15
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Direktorat Jenderal Administrasi
p.15
unresolved
org
Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan
p.15
unresolved
org
BAPEPAM
p.15
unresolved
org
Iron Mountain Hongkong Limited
p.15
unresolved
org
Bank Indonesia
p.28 ×7
unresolved
org
Bank Persero Pinjaman Modal Kerja Yang Diberikan
p.30
unresolved
org
Bank Campuran Pinjaman Modal Kerja Yang Diberikan
p.31
unresolved
org
Kementerian Komunikasi dan Informatika
p.32
unresolved
org
PT Putraduta Buanasentosa
p.35 ×2
unresolved
org
PT Swakarsa Cipta Mandiri
p.36
unresolved
org
PT Swakarsa Cipta Mandiri. Perusahaan
p.36
unresolved
org
Koperasi ASTRA. ASGRAFO
p.36
unresolved
org
PT Permata Graha Nusantara
p.36 ×2
unresolved
org
Pusat Statistik Indonesia. Berikut
p.48
unresolved
person
J. Ferdinand H. Pardede
p.58
unresolved
org
Multifling Mitra Indonesia Tbk
p.60 ×10
unresolved
org
Bank Persero Halaman
p.67
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.091
14280 ms
12 Sep 2026 23:00
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'MATERIAL_FACT',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': '',
'object_truncated': False,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': None,
'value': None}