Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 40
Page 1
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk.
DAN ENTITAS ANAK
Laporan Keuangan Konsolidasian
Tanggal 30 Juni 2024 (Tidak Diaudit) dan
Tanggal 31 Desember 2023 (Diaudit)
Dan Enam Bulan Yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
Page 2
Page 3
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk.
DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TANGGAL 30 JUNI 2024
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR
PADA TANGGAL TERSEBUT
Daftar Isi
Halaman
SURAT PERNYATAAN DIREKSI
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN - Untuk tahun-tahun
yang berakhir 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian 1-2
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan
Komprehensif Lain Konsolidasian 3-4
Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian 5
Laporan Arus Kas Konsolidasian 6
Catatan Atas Laporan Keuangan Konsolidasian 7 - 37
**********
Page 4
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk. DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TANGGAL 30 JUNI 2024 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2023 (DIAUDIT)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 30 Juni 2024 31 Desember 2023
ASET
ASET LANCAR
Kas dan bank 2e; 2f; 2g; 4 2.197.770.515 3.047.197.821
Piutang usaha
Pihak ketiga, neto 2e; 2g; 5 4.137.010.400 2.448.343.924
Piutang lain-lain
Pihak berelasi 2d; 2e; 2g; 6; 30 - 617.314.845
Pihak ketiga 2e; 2g; 6 31.039.001 26.195.001
Persediaan 2e; 2i; 7 122.901.016 128.769.003
Uang muka dan beban dibayar di muka 2e; 2j; 8 571.227.043 232.486.145
Total Aset Lancar 7.059.947.976 6.500.306.740
ASET TIDAK LANCAR
Aset tetap, neto 2e; 2k; 9 69.683.210.941 71.863.561.902
Aset tak berwujud, neto 2e;10 845.204.969 965.553.349
Aset pajak tangguhan 2e; 2p; 28 14.847.291 14.847.291
Total Aset Tidak Lancar 70.543.263.202 72.843.962.542
TOTAL ASET 77.603.211.178 79.344.269.281
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha
Pihak ketiga 2e; 2g; 11 131.662.537 133.930.959
Utang pajak 2e; 12 66.818.386 283.073.792
Pendapatan diterima di muka 2e; 13 89.900.000 184.900.000
Beban yang masih harus dibayar 2e; 2g; 14 262.643.149 297.181.167
Utang bank jangka pendek 2e; 2g; 15 2.855.340.480 2.861.458.912
Bagian liabilitas jangka panjang - yang akan
jatuh tempo dalam waktu satu tahun
Utang bank jangka panjang 2e; 2g; 16 2.373.626.376 2.373.626.376
Utang pembiayaan konsumen 2e; 2g; 17 131.362.822 131.362.822
Utang lain-lain
Pihak berelasi 2d; 2e; 2g; 18; 30 448.491.014 1.534.442.758
Pihak ketiga 2e; 2g; 18 111.795.729 100.249.287
Total Liabilitas Jangka Pendek 6.471.640.492 7.900.226.072
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas jangka panjang - setelah dikurangi
bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun
Utang bank jangka panjang 2e; 2g; 16 7.912.087.902 9.098.901.090
Utang pembiayaan konsumen 2e; 2g; 17 237.894.932 320.339.932
Liabilitas imbalan kerja 2e; 2o; 19 9.778.372 9.778.372
Total Liabilitas Jangka Panjang 8.159.761.206 9.429.019.394
TOTAL LIABILITAS 14.631.401.698 17.329.245.465
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.
-1-
Page 5
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk. DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TANGGAL 30 JUNI 2024 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2023 (DIAUDIT)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 30 Juni 2024 31 Desember 2023
LIABILITAS DAN EKUITAS
EKUITAS
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik
entitas induk
Modal dasar
3.399.800.000 saham dengan nilai nominal
Rp40 per saham pada 30 Juni 2024
dan 31 Desember 2023
Ditempatkan dan disetor penuh
1.062.437.500 saham pada
pada 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023 20 42.497.500.000 42.497.500.000
Tambahan modal disetor - neto 2q; 21 17.707.968.529 17.707.968.529
Saldo laba (rugi)
Ditentukan penggunaannya 200.000.000 100.000.000
Belum ditentukan penggunaannya 2.556.807.861 1.699.674.967
Penghasilan komprehensif lain 8.063.853 8.063.853
Jumlah ekuitas yang dapat diatribusikan
kepada pemilik entitas induk 62.970.340.243 62.013.207.349
Kepentingan non pengendali 1c; 22 1.469.235 1.816.467
TOTAL EKUITAS 62.971.809.479 62.015.023.816
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 77.603.211.178 79.344.269.281
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.
-2-
Page 6
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk. DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN
PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2024 DAN 2023 (TIDAK DIAUDIT)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30 Juni 2024 Catatan 30 Juni 2023
PENDAPATAN USAHA 10.962.298.786 2n; 23 9.051.687.602
BEBAN POKOK PENDAPATAN 3.850.180.366 2n; 24 3.069.594.603
LABA BRUTO 7.112.118.420 5.982.092.999
BEBAN USAHA
Beban pemasaran 1.096.287.308 2n; 25 705.607.869
Beban umum dan administrasi 4.387.409.187 2n; 26 3.655.893.695
Total Beban Usaha 5.483.696.495 4.361.501.564
LABA USAHA 1.628.421.925 1.620.591.435
PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN
Pendapatan lain-lain 36.337.287 2n; 27 81.632.993
Beban lain-lain (707.973.550) 2n; 27 (831.000.361)
(671.636.263) (749.367.367)
LABA SEBELUM PAJAK
956.785.663 871.224.068
PENGHASILAN
Beban Pajak penghasilan - 2p; 28 -
LABA TAHUN BERJALAN 956.785.663 871.224.068
PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN:
PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
YANG TIDAK AKAN DIREKLASIFIKASI
KE LABA RUGI
Pengukuran kembali liabilitas
imbalan pasti - 19 -
Pajak penghasilan terkait penghasilan
komprehensif lain - 28 -
PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
TAHUN BERJALAN SETELAH PAJAK - -
TOTAL PENGHASILAN KOMPREHENSIF
TAHUN BERJALAN 956.785.663 871.224.068
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.
-3-
Page 7
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk. DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN
PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2024 DAN 2023 (TIDAK DIAUDIT)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30 Juni 2024 Catatan 30 Juni 2023
TOTAL PENGHASILAN KOMPREHENSIF
TAHUN BERJALAN 956.785.663 871.224.068
Laba tahun berjalan
yang dapat diatribusikan kepada:
Pemilik Entitas Induk 957.132.894 1c 871.219.281
Kepentingan nonpengendali \ (347.232) 1c; 22 4.787
TOTAL LABA TAHUN BERJALAN 956.785.663 871.224.068
Total laba komprehensif yang dapat
diatribusikan kepada:
Pemilik Entitas Induk 957.132.894 1c 871.219.281
Kepentingan nonpengendali (347.232) 1c; 22 4.787
TOTAL LABA KOMPREHENSIF 956.785.663 871.224.068
LABA PER SAHAM DASAR YANG
DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA
PEMILIK ENTITAS INDUK 0,90 2r; 29 0,82
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.
-4-
Page 8
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk. DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN
PERIODE YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2024 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2023 (DIAUDIT)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Saldo laba Kepentingan
Modal Penghasilan
Tambahan modal
ditempatkan dan komprehensif Total ekuitas
disetor Belum ditentukan Sudah ditentukan
disetor penuh lain Total Non Pengendali
penggunaannya penggunaannya
Saldo 1 Januari 2023 42.497.500.000 17.707.968.529 1.913.122.412 - 32.312.472 62.150.903.413 1.789.354 62.152.692.767
Penyisihan dana cadangan - - (100.000.000) 100.000.000 - - - -
Dividen - - (1.062.437.499) - - (1.062.437.499) - (1.062.437.499)
Penghasilan komprehensif
tahun berjalan - - 871.219.281 - - 871.219.281 4.787 871.224.068
Saldo 30 Juni 2023 42.497.500.000 17.707.968.529 1.621.904.194 100.000.000 32.312.472 61.959.685.195 1.794.141 61.961.479.336
Saldo 1 Januari 2024 42.497.500.000 17.707.968.529 1.699.674.967 100.000.000 8.063.853 62.013.207.349 1.816.467 62.015.023.816
Dana Cadangan - - (100.000.000) 100.000.000 - - - -
Penghasilan komprehensif
tahun berjalan - - 957.132.894 - - 957.132.894 (347.232) 956.785.663
Saldo 30 Juni 2024 42.497.500.000 17.707.968.529 2.556.807.861 200.000.000 8.063.853 62.970.340.243 1.469.235 62.971.809.479
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.
-5-
Page 9
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk. DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN
Untuk Periode yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30 Juni 2024 30 Juni 2023
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan kas dari pelanggan 9.178.632.310 6.790.343.258
Pembayaran kas kepada karyawan dan pihak ketiga (7.203.551.268) (5.438.098.855)
Pembayaran pajak penghasilan (216.255.406) (147.786.968)
Penerimaan dari (pembayaran untuk) operasi lain (671.636.262) (715.341.530)
Kas Neto yang Diperoleh dari
1.087.189.375 489.115.905
Aktivitas Operasi
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Perolehan aset tetap (192.603.162) (10.102.900)
Pencairan (Penempatan) deposito berjangka - 2.000.000.000
Penempatan uang muka pembangunan aset tetap - (539.981.293)
Kas Neto yang Digunakan untuk
(192.603.162) 1.449.915.807
Aktivitas Investasi
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Utang bank
Pembayaran (1.192.931.620) (1.009.133.368)
Utang pembiayaan
Pembayaran (82.445.000) (53.400.000)
Pembayaran dividen - (1.062.437.499)
Pembayaran pinjaman pihak berelasi (468.636.899) 1.004.092.719
Kas Neto yang Diperoleh dari
Aktivitas Pendanaan (1.744.013.519) (1.120.878.148)
KENAIKAN NETO KAS DAN BANK (849.427.305) 818.153.564
KAS DAN BANK AWAL TAHUN 3.047.197.821 1.327.689.887
KAS DAN BANK AKHIR TAHUN 2.197.770.515 2.145.843.451
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.
-6-
Page 10
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 30 Juni 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Dan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM
a. Pendirian Perusahaan
PT Idea Indonesia Akademi Tbk ("Perusahaan") didirikan dengan akta No. 24, tanggal 13 Agustus 2019 dari Panji Kresna,
SH., M.Kn., Notaris di Kota Bekasi. Anggaran Dasar Perusahaan tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No.AHU-0039874.AH.01.01.Tahun 2019 tanggal 13 Agustus 2019, serta
diumumkan dalam Tambahan Berita Negara Republik Indonesia No. 24541 tahun 2019, Berita Negara Republik Indonesia No.
68 tanggal 23 Agustus 2019.
Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan dengan terakhir Akta Notaris No. 56 tanggal 30 Mei
2024 dari Notaris Rini Yulianti, S.H., yang telah memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia, sebagaimana pemberitahuan anggaran dasarnya telah diterima dan dicatat di dalam Sistem Administrasi Badan
Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, sebagaimana ternyata dalam suratnya tertanggal 3
Juni 2024 No.AHU-AH.01.09-0209026.
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar, ruang lingkup kegiatan Perusahaan meliputi Pendidikan lainnya swasta, Konsultasi
Manajemen lainnya dan Penyediaan akomodasi lainnya. Selain kegiatan usaha utama, Perusahaan dapat melakukan kegiatan
usaha pendukung untuk melakukan segala kegiatan-kegiatan yang diperlukan untuk mendukung terlaksananya kegiatan usaha
utama Perusahaan.
Perusahaan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 2019.
Perusahaan berdomisili di Jakarta Selatan dan berkantor di 18 office park lantai 10 unit A Jl. TB Simatupang Kav 18, Kelurahan
Kebagusan, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
PT Idea Asia Investama merupakan entitas induk dan entitas induk terakhir Perusahaan yang didirikan dan berkedudukan di
Indonesia.
b. Penawaran Umum Efek Entitas Induk
Pada tanggal 31 Agustus 2021, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan
No. S-154/D.04/2021 untuk melakukan Penawaran Umum Perdana (Initial Public Offering / IPO ). Penawaran Umum Perdana
ini terdiri dari 212.487.500 (dua ratus dua belas juta empat ratus delapan puluh tujuh ribu lima ratus) Saham Biasa Atas Nama
dengan nilai nominal Rp40 (empat puluh rupiah) setiap saham dan harga penawaran Rp140 (seratus empat puluh rupiah) per
saham.
Saham tersebut dicatatkan di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 9 September 2021.
Pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023, seluruh saham Perusahaan atau sejumlah masing-masing 1.062.437.500
saham telah dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia.
c. Entitas Anak
PT Aidia Indonesia Propertindo ("AIP")
PT Aidia Indonesia Propertindo didirikan di Kota Metro Lampung berdasarkan Akta Notaris No. 48, tanggal 20 Agustus 2019
dibuat oleh Panji Kresna, SH., M.Kn. Akta pendirian tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No.AHU-0041950.AH.01.01.Tahun 2019 tanggal 23 Agustus 2019 dan
diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 70 Tambahan No.26358 tanggal 30 Agustus 2019.
Anggaran Dasar AIP telah mengalami beberapa kali perubahan dengan perubahan terakhir Akta Notaris No. 01 tanggal 30
Agustus 2022 dari Notaris Karamia Dwi Monica, S.H., M.Kn., yaitu menyetujui perubahan anggaran dasar AIP dan
pemberhentian Direktur AIP serta mengangkat Direktur baru AIP. Perubahan di atas telah mendapat persetujuan dari Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No. AHU-AH.01.03-0285005 dan AHU-AH.01.09-
0049212 tanggal 30 Agustus 2022.
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar AIP, ruang lingkup kegiatan AIP adalah berusaha dalam bidang jasa hotel bintang
lima, hotel bintang empat, hotel bintang tiga, hotel bintang dua, hotel bintang satu, apartemen hotel, penyedia akomodasi dan
penyedia akomodasi jangka pendek. AIP mulai melakukan kegiatan usaha secara komersial pada tahun 2019.
Total aset AIP pada tanggal-tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023 adalah masing-masing sebesar Rp51.816.228.822
dan Rp52.677.584.698 atau 65,85% dan 66,39% dari total aset konsolidasian.
AIP berdomisili di Kota Metro dan berkantor di Jl. Bungur Timur RT.045 RW.008, Kelurahan Metro, Kecamatan Metro Pusat,
Kota Metro.
-7-
Page 11
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 30 Juni 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Dan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (LANJUTAN)
c. Entitas Anak (Lanjutan)
PT Idea Hospitality Management ("IHM")
PT Idea Hospitality Management, didirikan pada tanggal 15 September 2020 di Kota Metro berdasarkan akta notaris No. 03
dari Karamia Dwi Monica, S.H.,M.Kn. Anggaran Dasar tersebut telah mendapat pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusannya No.AHU-0047135.AH.01.01.Tahun 2020 tanggal 17
September 2020.
Anggaran Dasar IHM telah mengalami beberapa kali perubahan dengan perubahan terakhir Akta Notaris No. 03 tanggal 05
Februari 2021 dari Notaris Karamia Dwi Monica, S.H.,M.Kn. yaitu menyetujui perubahan ketentuan dalam anggaran dasar IHM
tersebut, yaitu merubah maksud dan tujuan serta kegiatan usaha IHM.
Perubahan di atas telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat
Keputusan No. AHU-0007708.AH.01.02.Tahun 2021 tanggal 05 Februari 2021.
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar IHM, ruang lingkup kegiatan IHM dalam bidang aktivitas profesional, ilmiah dan teknis.
Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut di atas IHM dapat melaksanakan kegiatan usaha menjalankan usaha dalam
bidang aktivitas konsultasi manajemen yang meliputi:
• Aktivitas Konsultasi Manajemen lainnya (Kode KBLI 70209), mencakup ketentuan bantuan nasihat, bimbingan dan
operasional usaha dan permasalahan organisasi dan manajemen lainnya, seperti perencanaan startegi dan organisasi;
keputusan berkaitan dengan keuangan; tujuan dan kebijakan pemasaran; perencanaan, praktik dan kebijakan sumber
daya manusia; perencanaan penjadwalan dan pengontrolan produksi. Penyediaan jasa usaha ini dapat mencakup
bantuan nasihat, bimbingan dan operasional berbagai fungsi manajemen, konsultasi manajemen oleh agronomist dan
agricultural economis pada bidang pertanian dan sejenisnya, rancangan dari metode dan prosedur akuntansi, program
akuntansi biaya, prosedur pengawasan anggaran belanja, pemberian nasihat dan bantuan untuk usaha dan pelayanan
masyarakat dalam perencanaan, pengorganisasian, efisiensi dan pengawasan, informasi manajemen dan lain-lain.
termasuk jasa pelayanan studi investasi infrastruktur.
IHM memulai kegiatan operasinya pada tahun 2023.
Total aset IHM pada tanggal-tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023 adalah masing-masing sebesar Rp549.313.514 dan
Rp569.233.939 atau 0,69% dan 0,72% dari total aset konsolidasian.
IHM berdomisili di Kota Metro Pusat dan berkantor di Jl. AR Prawiranegara No.99 RT.045 RW.008, Kelurahan Metro,
Kecamatan Metro Pusat, Kota Metro - Lampung.
d. Dewan Komisaris, Direksi, dan Karyawan
Berdasarkan salinan Akta No. 56 tanggal 30 Mei 2024 yang dibuat dihadapan Notaris Rini Yulianti,S.H., dan Akta No. 59
tanggal 22 Mei 2023 yang dibuat dihadapan Notaris Rini Yulianti,S.H., susunan Dewan Komisaris, dan Direksi Perusahaan
pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:
30 Juni 2024 31 Desember 2023
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Teuku Chairul Wisal Achmad Machlus Sadat
Komisaris Independen : Wendy Isnandar Wendy Isnandar
Direksi
Direktur Utama : Eko Desriyanto Eko Desriyanto
Direktur : Qonita Yusuf Nur Fauzan
Direktur : Muhammad Rino Alpassa -
Susunan Komite Audit Perusahaan pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023 berdasarkan Keputusan Dewan
Komisaris, adalah sebagai berikut:
30 Juni 2024 31 Desember 2023
Ketua : Wendy Isnandar Wendy Isnandar
Anggota : Lukman Prasetyo Lukman Prasetyo
Anggota : Yuki Ariawan Yuki Ariawan
-8-
Page 12
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 30 Juni 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Dan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (LANJUTAN)
d. Dewan Komisaris, Direksi, dan Karyawan (Lanjutan)
Corporate Secretary Perusahaan pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023 dijabat oleh Muhammad Rino Alpassa
dan Dody Arifianto.
Dalam memastikan operasional Perusahaan berjalan sesuai dengan Prosedur Operasi Standar, diperlukan fungsi Audit
Internal yang bekerja secara independen membantu Direktur Utama dalam pengawasan dan pengendalian. Fungsi audit
internal Perusahaan dilaksanakan oleh Satuan Pengawasan Intern (“SPI”).
Berdasarkan Surat Keputusan Internal Audit Perseroan No,001/SK-DIR/IIA/XII/2022 tanggal 21 Desember 2022, Audit Internal
Perusahaan periode 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023 adalah Cholidya Rahma Nikmawati.
Perusahaan dan entitas anak memiliki karyawan tetap masing-masing sebanyak 77 dan 69 karyawan (tidak diaudit) pada
tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023 .
e. Penyelesaian Laporan Keuangan Konsolidasian
Manajemen Perusahaan bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian wajar laporan keuangan konsolidasian ini sesuai
dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia, yang diselesaikan dan diotorisasi untuk diterbitkan oleh Direksi Perusahaan
pada tanggal 30 Juli 2024.
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI DAN PELAPORAN KEUANGAN PENTING
Laporan keuangan konsolidasian telah disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia, yang
mencakup Pernyataan dan interpretasi yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan dari Ikatan Akuntan Indonesia
dan Peraturan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (BAPEPAM-LK) No.VIII.G.7 tentang "Penyajian dan
Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik", yang terlampir dalam surat Keputusan No. KEP-347/BL/2012
tanggal 25 Juni 2012. Suatu ikhtisar kebijakan akuntansi yang diterapkan oleh Grup yang mempengaruhi penentuan posisi
keuangan dan hasil usahanya dijelaskan berikut ini:
a. Penyajian Laporan Keuangan Konsolidasian
Dasar pengukuran dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian adalah konsep biaya historis (historical cost), kecuali
untuk investasi pada efek tertentu yang dinyatakan sebesar nilai wajar. Laporan keuangan konsolidasian disusun berdasarkan
konsep akrual, kecuali arus kas.
Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan metode langsung dengan mengklasifikasikan arus kas berdasarkan aktivitas
operasional, investasi dan pendanaan.
Estimasi dan pertimbangan akuntansi yang signifikan yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian
Perusahaan diungkapkan pada Catatan 3.
Mata uang pelaporan yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian ini adalah Rupiah (“Rp”).
b. Perubahan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (“PSAK”) dan interpretasi Pernyataan Standar Akuntansi
Keuangan (“ISAK”)
Standar, perubahan dan interpretasi yang berlaku efektif mulai tanggal 1 Januari 2022
Penerapan dari standar dan interpretasi baru/revisi standar berikut yang berlaku efektif mulai 1 Januari 2022, tidak
menimbulkan perubahan substansial terhadap kebijakan akuntansi Grup dan pengaruh yang material atas jumlah yang
dilaporkan atas tahun berjalan atau tahun sebelumnya.
- Amendemen PSAK 57 "Provisi, Liabilitas Kontinjensi, dan Aset Kontinjensi tentang Kontrak Memberatkan—Biaya Memenuhi
Kontrak"
- Penyesuaian tahunan atas PSAK 71 "Instrumen Keuangan"
- Penyesuaian tahunan atas PSAK 73 "Sewa"
-9-
Page 13
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 30 Juni 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Dan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI DAN PELAPORAN KEUANGAN PENTING (LANJUTAN)
b. Perubahan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (“PSAK”) dan interpretasi Pernyataan Standar Akuntansi
Keuangan (“ISAK”) (Lanjutan)
Standar, perubahan dan Interprestasi yang sudah diterbitkan tetapi belum berlaku efektif
Standar baru dan amendemen standar yang telah diterbitkan dan relevan bagi Perseroan, yang wajib diterapkan untuk tahun
buku yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2023 dan belum diterapkan secara dini oleh Perusahaan, adalah
sebagai berikut:
- Amendemen PSAK 1 “Penyajian Laporan Keuangan Tentang Pengungkapan Kebijakan Akuntansi”
- Amendemen PSAK 1 “Penyajian Laporan Keuangan tentang Klasifikasi Liabilitas sebagai Jangka Pendek atau Jangka
Panjang”
- Amendemen PSAK 16 “Aset Tetap” tentang hasil sebelum penggunaan yang diintensikan
- Amendemen PSAK 25 "Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi dan Kesalahan" tentang definisi estimasi
akuntansi
- Amendemen PSAK 46 ”Pajak Penghasilan: Pajak Tangguhan Terkait Aset dan Kewajiban yang Timbul dari Satu Transaksi”
Sampai dengan tanggal pengesahan laporan keuangan konsolidasian ini, manajemen masih mempelajari dampak yang
mungkin timbul dari penerapan standar baru dan revisi tersebut serta pengaruhnya pada laporan keuangan konsolidasian.
c. Prinsip Konsolidasian
Laporan keuangan konsolidasian meliputi laporan keuangan Perusahaan dan Entitas Anak sebagaimana dijelaskan dalam
catatan 1c.
Pengaruh dari seluruh transaksi dan saldo antara perusahaan-perusahaan di dalam Grup yang material telah dieliminasi dalam
penyajian laporan keuangan konsolidasian.
Entitas anak dikonsolidasikan secara penuh sejak tanggal akuisisi, yaitu tanggal Perusahaan memperoleh pengendalian,
sampai dengan tanggal Perusahaan kehilangan pengendalian.
Entitas anak adalah entitas dimana Grup memiliki pengendalian. Grup mengendalikan entitas ketika Grup terekspos atas, atau
memiliki hak untuk, imbal hasil yang bervariasi dari keterlibatannya dengan entitas dan memiliki kemampuan untuk
mempengaruhi imbal hasil tersebut melalui kekuasaannya atas entitas tersebut. Keberadaan dan dampak dari hak suara
potensial yang saat ini dapat dilaksanakan atau dikonversi, dipertimbangkan ketika menilai apakah Perusahaan mengendalikan
entitas lain.
Perusahaan juga menilai keberadaan pengendalian ketika Perusahaan tidak memiliki lebih dari 50% hak suara namun dapat
mengatur kebijakan keuangan dan operasional secara de-facto . Pengendalian de-facto dapat timbul ketika jumlah hak suara
yang dimiliki Perusahaan, secara relatif terhadap jumlah dan penyebaran kepemilikan hak suara pemegang saham lain
memberikan Perusahaan kemampuan untuk mengendalikan kebijakan keuangan dan operasi, serta kebijakan lainnya. Entitas
anak dikonsolidasikan secara penuh sejak tanggal pengendalian dialihkan kepada Perusahaan dan tidak dikonsolidasikan
sejak tanggal Perusahaan kehilangan pengendalian.
Selisih lebih imbalan yang dialihkan, jumlah kepentingan non-pengendali pada pihak yang diakuisisi serta nilai wajar pada
tanggal akuisisi kepentingan ekuitas yang dimiliki sebelumnya, terhadap bagian kepemilikan Perusahaan atas nilai wajar aset
neto teridentifikasi yang diakuisisi, dicatat sebagai goodwill . Jika jumlah ini lebih rendah dari nilai wajar aset neto entitas yang
diakuisisi, selisihnya diakui langsung dalam laporan laba rugi konsolidasian.
Perubahan dalam bagian kepemilikan entitas induk pada entitas anak yang tidak mengakibatkan hilangnya pengendalian
dicatat sebagai transaksi ekuitas. Ketika pengendalian atas entitas anak hilang, bagian kepemilikan yang tersisa di entitas
tersebut diukur kembali pada nilai wajarnya dan keuntungan atau kerugian yang dihasilkan diakui dalam laporan laba rugi
konsolidasian.
Laporan keuangan konsolidasian disusun dengan menggunakan kebijakan akuntansi yang sama untuk peristiwa dan transaksi
sejenis dalam kondisi yang sama. Apabila laporan keuangan Entitas Anak menggunakan kebijakan akuntansi yang berbeda
dari kebijakan akuntansi yang digunakan dalam laporan keuangan konsolidasian, maka dilakukan penyesuaian yang diperlukan
terhadap laporan keuangan Entitas Anak tersebut.
Kepentingan non-pengendali disajikan di ekuitas dalam laporan posisi keuangan konsolidasian dan dinyatakan sebesar
proporsi pemegang saham non-pengendali atas laba tahun berjalan dan ekuitas. Entitas Anak tersebut sesuai dengan
persentase kepemilikan pemegang saham non-pengendali pada Entitas Anak tersebut.
- 10 -
Page 14
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 30 Juni 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Dan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI DAN PELAPORAN KEUANGAN PENTING (LANJUTAN)
d. Transaksi Pihak Berelasi
Orang atau entitas dikategorikan sebagai pihak berelasi Grup apabila memenuhi definisi pihak berelasi berdasarkan PSAK No.
7 “Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi”.
Semua transaksi signifikan dengan pihak berelasi telah diungkapkan dalam laporan keuangan konsolidasian.
e. Klasifikasi Lancar dan Tidak Lancar
Grup menyajikan aset dan liabilitas dalam laporan posisi keuangan konsolidasian berdasarkan klasifikasi lancar/tidak lancar.
Suatu aset disajikan lancar bila:
i. akan direalisasi, dijual atau dikonsumsi dalam siklus operasi normal;
ii. untuk diperdagangkan; atau
iii. akan direalisasi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan, atau kas atau setara kas, kecuali yang dibatasi penggunaannya
atau akan digunakan untuk melunasi suatu liabilitas dalam paling lambat 12 bulan setelah tanggal pelaporan.
Seluruh aset lain diklasifikasikan sebagai tidak lancar.
Suatu liabilitas disajikan jangka pendek bila:
i. akan dilunasi dalam siklus operasi normal;
ii. untuk diperdagangkan;
iii. akan dilunasi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan; atau
iv. tidak ada hak tanpa syarat untuk menangguhkan pelunasannya dalam paling tidak 12 bulan setelah tanggal pelaporan.
Seluruh liabilitas lain diklasifikasikan sebagai jangka panjang.
f. Kas dan Bank
Kas terdiri dari kas dan bank. Setara kas adalah semua investasi yang bersifat jangka pendek dan sangat likuid yang dapat
segera dikonversikan menjadi kas dengan jatuh tempo dalam waktu tiga (3) bulan atau kurang sejak tanggal penempatannya,
dan yang tidak dijaminkan serta tidak dibatasi pencairannya.
g. Instrumen Keuangan
Grup menerapkan PSAK No. 71, Instrumen Keuangan, mengenai pengaturan instrumen keuangan terkait klasifikasi dan
pengukuran dan penurunan nilai atas instrumen keuangan.
Aset Keuangan
Grup mengklasifikasikan aset keuangan sesuai dengan PSAK No. 71, Instrumen Keuangan, sehingga setelah pengakuan awal
aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi, nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain atau nilai wajar
melalui laba rugi, dengan menggunakan dua dasar, yaitu:
a. Model bisnis Grup dalam mengelola aset keuangan; dan
b. Karakteristik arus kas kontraktual dari aset keuangan.
Pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023, Grup memiliki instrumen keuangan dalam kategori aset keuangan pada
biaya perolehan diamortisasi.
Aset Keuangan pada Biaya Perolehan Diamortisasi
Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi jika kedua kondisi berikut terpenuhi:
a. Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset keuangan dalam rangka mendapatkan arus
kas kontraktual; dan
b. Persyaratan kontraktual dari aset keuangan menghasilkan arus kas pada tanggal tertentu yang semata dari pembayaran
pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang.
Aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi diukur pada jumlah yang diakui saat pengakuan awal dikurangi pembayaran
pokok, ditambah atau dikurangi dengan amortisasi kumulatif menggunakan metode suku bunga efektif yang dihitung dari
selisih antara nilai awal dan nilai jatuh temponya, dan dikurangi dengan cadangan kerugian penurunan nilai.
Pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023, kategori ini meliputi kas dan setara kas, deposito berjangka, piutang usaha
dan piutang lain-lain yang dimiliki oleh Grup.
- 11 -
Page 15
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 30 Juni 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Dan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI DAN PELAPORAN KEUANGAN PENTING (LANJUTAN)
g. Instrumen Keuangan (Lanjutan)
Liabilitas Keuangan dan Instrumen Ekuitas
Liabilitas keuangan dan instrumen ekuitas Grup diklasifikasikan berdasarkan substansi perjanjian kontraktual serta definisi
liabilitas keuangan dan instrumen ekuitas. Kebijakan akuntansi yang diterapkan atas instrumen keuangan tersebut
diungkapkan berikut ini.
Instrumen Ekuitas
Instrumen ekuitas adalah setiap kontrak yang memberikan hak residual atas aset suatu entitas setelah dikurangi dengan
seluruh liabilitasnya. Instrumen ekuitas dicatat sejumlah hasil yang diterima setelah dikurangkan dengan biaya penerbitan
langsung.
Liabilitas Keuangan
Liabilitas keuangan dalam lingkup PSAK No. 71 diklasifikasikan sebagai berikut: (i) liabilitas keuangan yang diukur dengan
biaya diamortisasi, (ii) liabilitas keuangan yang diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi atau melalui penghasilan
komprehensif lain. Grup menentukan klasifikasi liabilitas keuangan pada saat pengakuan awal.
Seluruh liabilitas keuangan diakui pada awalnya sebesar nilai wajar dan, dalam hal pinjaman dan utang, termasuk biaya
transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan
menggunakan metode suku bunga efektif. Amortisasi suku bunga efektif disajikan sebagai bagian dari beban keuangan dalam
laba rugi.
Pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023, Grup memiliki instrumen keuangan dalam kategori liabilitas keuangan yang
diukur pada biaya perolehan diamortisasi.
Liabilitas Keuangan yang Diukur pada Biaya Perolehan Diamortisasi
Liabilitas keuangan pada biaya perolehan diamortisasi diukur pada jumlah yang diakui saat pengakuan awal dikurangi
pembayaran pokok, ditambah atau dikurangi dengan amortisasi kumulatif menggunakan metode suku bunga efektif yang
dihitung dari selisih antara nilai awal dan nilai jatuh temponya.
Pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023, kategori ini meliputi utang usaha, beban yang masih harus dibayar, utang
bank dan liabilitas lain-lain.
Saling Hapus Instrumen Keuangan
Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus dan nilai bersihnya disajikan dalam laporan posisi keuangan konsolidasian
jika, dan hanya jika, Grup saat ini memiliki hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah
diakui tersebut; dan berniat untuk menyelesaikan secara neto atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya
secara simultan.
Reklasifikasi Aset Keuangan
Sesuai dengan ketentuan PSAK No. 71, Instrumen Keuangan, Grup mereklasifikasi seluruh aset keuangan dalam kategori
yang terpengaruh, jika dan hanya jika, Grup mengubah model bisnis untuk pengelolaan aset keuangan tersebut. Sedangkan,
liabilitas keuangan tidak direklasifikasi.
Penurunan Nilai Aset Keuangan
Grup selalu mengakui kerugian kredit ekspektasian (ECL) sepanjang umur untuk piutang usaha. Kerugian kredit ekspetasian
atas aset keuangan diestimasi menggunakan pendekatan tingkat kerugian berdasarkan pengalaman kerugian kredit historis
Grup, disesuaikan dengan kondisi ekonomi umum dan penilaian baik atas kondisi kini maupun perkiraan masa depan pada
tanggal pelaporan, termasuk nilai waktu atas uang jika tepat.
Untuk semua instrumen keuangan lainnya, Grup mengakui ECL sepanjang umur ketika telah ada peningkatan risiko kredit
yang signifikan sejak pengakuan awal. Jika sebaliknya, risiko kredit pada instrumen keuangan tidak meningkat secara
signifikan sejak pengakuan awal, Grup mengukur penyisihan kerugian untuk instrumen keuangan tersebut sejumlah ECL 12
bulan. Penilaian apakah ECL sepanjang umur harus diakui didasarkan pada peningkatan signifikan dalam kemungkinan
terjadinya atau pada risiko gagal bayar sejak pengakuan awal dan bukan didasarkan bukti aset keuangan yang mengalami
kerugian kredit pada tanggal pelaporan atau kejadian gagal bayar sebenarnya. ECL sepanjang umur merupakan kerugian
kredit ekspetasian yang timbul dari seluruh kemungkinan peristiwa gagal bayar selama perkiraan umur instrumen keuangan.
Sebaliknya, ECL 12 bulan mewakili porsi ECL sepanjang umur yang timbul dari peristiwa gagal bayar pada instrumen
keuangan yang mungkin terjadi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan.
- 12 -
Page 16
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 30 Juni 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Dan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI DAN PELAPORAN KEUANGAN PENTING (LANJUTAN)
g. Instrumen Keuangan (Lanjutan)
Penghentian Pengakuan Aset dan Liabilitas Keuangan
i. Aset Keuangan
Penghentian pengakuan atas suatu aset keuangan, atau, bila dapat diterapkan untuk bagian dari aset keuangan atau
bagian dari kelompok aset keuangan serupa, terjadi apabila:
a. Hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut berakhir atau aset telah dialihkan;
b. Grup telah mengalihkan hak untuk menerima arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut atau menanggung
kewajiban untuk membayar arus kas yang diterima tersebut tanpa penundaan yang signifikan terhadap pihak ketiga
melalui suatu kesepakatan penyerahan dan (a) Grup secara substansial mengalihkan seluruh risiko dan manfaat atas
kepemilikan aset keuangan tersebut, atau (b) Grup secara substansial tidak mengalihkan maupun tidak
mempertahankan seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan tersebut, namun telah mengalihkan
pengendalian atas aset keuangan tersebut.
ii. Liabilitas Keuangan
Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya jika liabilitas keuangan tersebut berakhir, dibatalkan atau telah kadaluarsa.
h. Pengukuran Nilai Wajar
Pengukuran nilai wajar didasarkan pada asumsi bahwa transaksi untuk menjual aset atau mengalihkan liabilitas akan terjadi:
● di pasar utama untuk aset atau liabilitas tersebut atau;
● jika tidak terdapat pasar utama, di pasar yang paling menguntungkan untuk aset atau liabilitas tersebut.
Grup harus memiliki akses ke pasar utama atau pasar yang paling menguntungkan pada tanggal pengukuran.
Nilai wajar aset atau liabilitas diukur menggunakan asumsi yang akan digunakan pelaku pasar ketika menentukan harga aset
atau liabilitas tersebut, dengan asumsi bahwa pelaku pasar bertindak dalam kepentingan ekonomi terbaiknya.
Pengukuran nilai wajar aset non-keuangan memperhitungkan kemampuan pelaku pasar untuk menghasilkan manfaat
ekonomik dengan menggunakan aset dalam penggunaan tertinggi dan terbaiknya, atau dengan menjualnya kepada pelaku
pasar lain yang akan menggunakan aset tersebut dalam penggunaan tertinggi dan terbaiknya.
Ketika Grup menggunakan teknik penilaian, maka Grup memaksimalkan penggunaan input yang dapat diobservasi yang
relevan dan meminimalkan penggunaan input yang tidak dapat diobservasi.
Seluruh aset dan liabilitas yang mana nilai wajar aset atau liabilitas tersebut diukur atau diungkapkan, dikategorikan dalam
hirarki nilai wajar sebagai berikut:
● Level 1 – harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik;
● Level 2 – teknik penilaian dimana level input terendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar dapat diobservasi,
baik secara langsung maupun tidak langsung;
● Level 3 – teknik penilaian dimana level input terendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar tidak dapat
diobservasi.
Untuk aset dan liabilitas yang diukur pada nilai wajar secara berulang dalam laporan keuangan konsolidasian, maka Grup
menentukan apakah telah terjadi transfer di antara level hirarki dengan menilai kembali pengkategorian level nilai wajar pada
setiap akhir periode pelaporan.
- 13 -
Page 17
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 30 Juni 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Dan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI DAN PELAPORAN KEUANGAN PENTING (LANJUTAN)
i. Persediaan
Persediaan dinyatakan berdasarkan jumlah terendah antara biaya perolehan dan nilai realisasi neto. Biaya persediaan terdiri
dari seluruh biaya pembelian, biaya konversi dan biaya lain yang timbul sampai persediaan berada dalam kondisi dan lokasi
saat ini. Biaya perolehan ditentukan dengan metode rata-rata tertimbang. Nilai realisasi neto merupakan taksiran harga jual
dalam kegiatan usaha biasa dikurangi estimasi biaya penyelesaian dan estimasi biaya yang diperlukan untuk membuat
penjualan.
Setiap penurunan nilai persediaan di bawah biaya perolehan menjadi nilai realisasi neto dan seluruh kerugian persediaan
diakui sebagai beban pada periode terjadinya penurunan atau kerugian tersebut. Setiap pemulihan kembali penurunan nilai
persediaan karena peningkatan kembali nilai realisasi neto, diakui sebagai pengurangan terhadap jumlah beban persediaan
pada periode terjadinya pemulihan tersebut.
Barang dan perlengkapan hotel terdiri dari makanan, minuman, perlengkapan teknik dan perlengkapan hotel.
j. Beban Dibayar Di Muka
Beban dibayar di muka diamortisasi selama manfaat masing-masing beban dengan menggunakan metode garis lurus dan
dibebankan selama umur manfaatnya.
k. Aset Tetap
Aset tetap dinyatakan sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan rugi penurunan nilai. Biaya perolehan
termasuk biaya penggantian bagian aset tetap saat biaya tersebut terjadi dan jika memenuhi kriteria pengakuan. Selanjutnya,
pada saat inspeksi yang signifikan dilakukan, biaya inspeksi itu diakui ke dalam jumlah tercatat aset tetap sebagai suatu
penggantian jika memenuhi kriteria pengakuan. Semua biaya perbaikan dan pemeliharaan yang tidak memenuhi kriteria
pengakuan diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian pada saat terjadinya.
Penyusutan aset dimulai pada saat aset tersebut siap untuk digunakan sesuai maksud penggunaannya dan dihitung dengan
menggunakan metode garis lurus berdasarkan estimasi umur manfaat ekonomis.
Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis aset tetap,
sebagai berikut:
Tarif
Bangunan dan prasarana 20
Perlengkapan dan Perabot 8
Kendaraan 4
Peralatan Kantor 4-8
Jumlah tercatat aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau saat tidak ada manfaat ekonomis masa depan
yang diharapkan dari penggunaannya. Laba atau rugi yang timbul dari penghentian pengakuan aset diakui dalam laporan laba
rugi pada tahun aset tersebut dihentikan pengakuannya.
Nilai residu, estimasi masa manfaat dan metode penyusutan direview dan disesuaikan, setiap akhir tahun, bila diperlukan.
l. Transaksi Sewa
Sebagai penyewa
Pada tanggal permulaan kontrak, Grup menilai apakah kontrak merupakan, atau mengandung, sewa. Suatu kontrak
merupakan atau mengandung sewa jika kontrak tersebut memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan aset
identifikasian selama suatu jangka waktu untuk dipertukarkan dengan imbalan.
- 14 -
Page 18
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 30 Juni 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Dan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI DAN PELAPORAN KEUANGAN PENTING (LANJUTAN)
l. Transaksi Sewa (Lanjutan)
Sebagai penyewa (Lanjutan)
Untuk menilai apakah kontrak memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan aset identifikasian, Grup harus menilai
apakah:
- Grup memiliki hak untuk mendapatkan secara substansial seluruh manfaat ekonomi dari penggunaan aset identifikasian;
dan
- Grup memiliki hak untuk mengarahkan penggunaan aset identifikasian. Grup memiliki hak ini ketika Grup memiliki hak untuk
pengambilan keputusan yang relevan tentang bagaimana dan untuk tujuan apa aset digunakan telah ditentukan
sebelumnya dan:
1. Grup memiliki hak untuk mengoperasikan aset;
2. Grup telah mendesain aset dengan cara menetapkan sebelumnya bagaimana dan untuk tujuan apa aset akan digunakan
selama periode penggunaan.
Pada tanggal awal dimulainya kontrak atau pada tanggal penilaian kembali atas kontrak yang mengandung sebuah komponen
sewa, Grup mengalokasikan imbalan dalam kontrak ke masing-masing komponen sewa berdasarkan harga tersendiri relatif
dari komponen sewa dan harga tersendiri agregat dari komponen non sewa.
Pada tanggal permulaan sewa, Grup mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa. Aset hak-guna diukur pada biaya perolehan,
dimana meliputi jumlah pengukuran awal liabilitas sewa yang disesuaikan dengan pembayaran sewa yang dilakukan pada atau
sebelum tanggal permulaan.
Aset hak-guna kemudian disusutkan menggunakan metode garis lurus dari tanggal permulaan hingga tanggal yang lebih awal
antara akhir umur manfaat aset hak-guna atau akhir masa sewa.
Liabilitas sewa diukur pada nilai kini pembayaran sewa yang belum dibayar pada tanggal permulaan, didiskontokan dengan
menggunakan suku bunga implisit dalam sewa atau jika suku bunga tersebut tidak dapat ditentukan, maka menggunakan suku
bunga pinjaman inkremental. Pada umumnya, Grup menggunakan suku bunga pinjaman inkremental sebagai tingkat bunga
diskonto.
Pembayaran sewa yang termasuk dalam pengukuran liabilitas sewa meliputi pembayaran berikut ini:
- pembayaran tetap, termasuk pembayaran tetap secara substansi;
- pembayaran sewa variabel yang bergantung pada indeks atau suku bunga yang pada awalnya diukur dengan
menggunakan indeks atau suku bunga pada tanggal permulaan;
- jumlah yang diperkirakan akan dibayarkan oleh penyewa dengan jaminan nilai residual;
- harga eksekusi opsi beli jika Grup cukup pasti untuk mengeksekusi opsi tersebut; dan
- penalti karena penghentian awal sewa kecuali jika Grup cukup pasti untuk tidak menghentikan lebih awal.
Pembayaran sewa dialokasikan menjadi bagian pokok dan biaya keuangan. Biaya keuangan dibebankan pada laba rugi
selama periode sewa sehingga menghasilkan tingkat suku bunga periodik yang konstan atas saldo liabilitas untuk setiap
periode.
Jika sewa mengalihkan kepemilikan aset pendasar kepada Grup pada akhir masa sewa atau jika biaya perolehan aset hak
guna merefleksikan Grup akan mengeksekusi opsi beli, maka Grup menyusutkan aset hak-guna dari tanggal permulaan hingga
akhir umur manfaat aset pendasar. Jika tidak, maka Grup menyusutkan aset hak-guna dari tanggal permulaan hingga tanggal
yang lebih awal antara akhir umur manfaat aset hak-guna atau akhir masa sewa.
Sewa jangka-pendek
Grup memutuskan untuk tidak mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa untuk sewa jangka- pendek yang memiliki masa
sewa 12 bulan atau kurang. Grup mengakui pembayaran sewa atas sewa tersebut sebagai beban dengan dasar garis lurus
selama masa sewa.
Modifikasi sewa
Grup mencatat modifikasi sewa sebagai sewa terpisah jika:
- modifikasi meningkatkan ruang lingkup sewa dengan menambahkan hak untuk menggunakan satu aset pendasar atau
lebih; dan
- imbalan sewa meningkat sebesar jumlah yang setara dengan harga tersendiri untuk peningkatan dalam ruang lingkup dan
penyesuaian yang tepat pada harga tersendiri tersebut untuk merefleksikan kondisi kontrak tertentu.
- 15 -
Page 19
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 30 Juni 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Dan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI DAN PELAPORAN KEUANGAN PENTING (LANJUTAN)
l. Transaksi Sewa (Lanjutan)
Sebagai penyewa (Lanjutan)
Modifikasi sewa (Lanjutan)
Untuk modifikasi sewa yang tidak dicatat sebagai sewa terpisah, pada tanggal efektif modifikasi sewa, Grup:
- mengukur kembali dan mengalokasikan imbalan kontrak modifikasian;
- menentukan masa sewa dari sewa modifikasian;
- mengukur kembali liabilitas sewa dengan mendiskontokan pembayaran sewa revisi menggunakan tingkat diskonto revisi
berdasarkan sisa umur sewa dan sisa pembayaran sewa dengan melakukan penyesuaian terhadap aset hak-guna. Tingkat
diskonto revisi ditentukan sebagai suku bunga pinjaman inkremental Grup pada tanggal efektif modifikasi;
- menurunkan jumlah tercatat aset hak-guna untuk merefleksikan penghentian sebagian atau sepenuhnya sewa untuk
modifikasi sewa yang menurunkan ruang lingkup sewa. Grup mengakui dalam laba rugi setiap laba rugi yang terkait dengan
penghentian sebagian atau sepenuhnya sewa tersebut; dan
- membuat penyesuaian terkait dengan aset hak-guna untuk seluruh modifikasi sewa lainnya.
Sebagai pesewa
Ketika Grup bertindak sebagai pesewa, Grup mengklasifikasi masing-masing sewanya baik sewa operasi atau sewa
pembiayaan.
Untuk mengklasifikasi masing-masing sewa, Grup membuat penilaian secara keseluruhan atas apakah sewa mengalihkan
secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset pendasar. Jika penilaian membuktikan hal
tersebut, maka sewa diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan; jika tidak maka, merupakan sewa operasi. Sebagai bagian
dari penilaian ini, Grup mempertimbangkan beberapa indikator seperti apakah masa sewa adalah sebagian besar dari umur
ekonomik aset pendasar.
m. Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan
Pada setiap akhir periode pelaporan tahunan, Grup menelaah apakah terdapat indikasi suatu aset mengalami penurunan nilai.
Jika terdapat indikasi tersebut atau pada saat uji tahunan penurunan nilai aset perlu dilakukan, maka Grup membuat estimasi
jumlah terpulihkan aset tersebut.
Jika nilai tercatat aset lebih besar daripada nilai terpulihkannya, maka aset tersebut dinyatakan mengalami penurunan nilai dan
rugi penurunan nilai diakui dalam laba rugi. Dalam menghitung nilai pakai, estimasi arus kas masa depan bersih didiskontokan
ke nilai kini dengan menggunakan tingkat diskonto sebelum pajak yang mencerminkan penilaian pasar kini dari nilai waktu
uang dan risiko spesifik atas aset.
Penelaahan dilakukan pada akhir setiap periode pelaporan untuk mengetahui apakah terdapat indikasi bahwa rugi penurunan
nilai aset yang telah diakui dalam periode sebelumnya mungkin tidak ada lagi atau mungkin telah menurun. Jika indikasi
dimaksud ditemukan, maka Grup mengestimasi jumlah terpulihkan aset tersebut. Kerugian penurunan nilai yang diakui dalam
periode sebelumnya akan dipulihkan apabila nilai tercatat aset tidak melebihi jumlah terpulihkannya maupun nilai tercatat, neto
setelah penyusutan, seandainya tidak ada rugi penurunan nilai yang telah diakui untuk aset tersebut pada periode-periode
sebelumnya. Setelah pemulihan tersebut, penyusutan aset tersebut disesuaikan di periode mendatang untuk mengalokasikan
nilai tercatat aset yang direvisi, dikurangi nilai sisanya, dengan dasar yang sistematis selama sisa umur manfaatnya.
n. Pengakuan Pendapatan dan Beban
Pengakuan Pendapatan
Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan
Grup menerapkan PSAK No. 72 yang mensyaratkan pengakuan pendapatan harus memenuhi 5 langkah analisa sebagai
berikut:
1. Identifikasi kontrak dengan pelanggan.
2. Identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak. Kewajiban pelaksanaan merupakan janji-janji dalam kontrak untuk
menyerahkan barang atau jasa yang memiliki karakteristik berbeda ke pelanggan.
- 16 -
Page 20
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 30 Juni 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Dan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI DAN PELAPORAN KEUANGAN PENTING (LANJUTAN)
n. Pengakuan Pendapatan dan Beban (Lanjutan)
Pengakuan Pendapatan (Lanjutan)
Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan (Lanjutan)
Grup menerapkan PSAK No. 72 yang mensyaratkan pengakuan pendapatan harus memenuhi 5 langkah analisa sebagai
berikut: (Lanjutan)
3. Penetapan harga transaksi. Harga transaksi merupakan jumlah imbalan yang berhak diperoleh suatu entitas sebagai
kompensasi atas diserahkannya barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan. Jika imbalan yang dijanjikan di kontrak
mengandung suatu jumlah yang bersifat variable, maka Grup membuat estimasi jumlah imbalan tersebut sebesar jumlah
yang diharapkan berhak diterima atas diserahkannya barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan dikurangi dengan
estimasi jumlah jaminan kinerja jasa yang akan dibayarkan selama periode kontrak.
4. Alokasi harga transaksi ke setiap kewajiban pelaksanaan dengan menggunakan dasar harga jual berdiri sendiri relatif dari
setiap barang atau jasa berbeda yang dijanjikan di kontrak. Ketika tidak dapat diamati secara langsung, harga jual berdiri
sendiri relatif diperkirakan berdasarkan biaya yang diharapkan ditambah marjin.
5. Pengakuan pendapatan Ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi dengan menyerahkan barang atau jasa yang
dijanjikan ke pelanggan (ketika pelanggan telah memiliki pengendalian atas barang atau jasa tersebut).
Kewajiban pelaksanaan dapat dipenuhi dengan 2 cara, yakni:
1. Suatu titik waktu (umumnya janji untuk menyerahkan barang ke pelanggan); atau
2. Suatu periode waktu (umumnya janji untuk menyerahkan jasa ke pelanggan). Untuk kewajiban pelaksanaan yang dipenuhi
dalam suatu periode waktu, Grup memilih ukuran penyelesaian yang sesuai untuk penentuan jumlah pendapatan yang
harus diakui karena telah terpenuhi kewajiban pelaksanaan.
Pembayaran harga transaksi berbeda untuk setiap kontrak. Aset kontrak diakui ketika jumlah penerimaan dari pelanggan
kurang dari saldo kewajiban pelaksanaan yang telah dipenuhi. Kewajiban kontrak diakui ketika jumlah penerimaan dari
pelanggan lebih dari saldo kewajiban pelaksanaan yang telah dipenuhi. Liabilitas kontrak disajikan sebagai "Liabilitas kontrak”
pada laporan posisi keuangan konsolidasian.
Kewajiban Grup terhadap kontrak dengan pelanggan sehubungan dengan pendapatan dibawah ini ditentukan sebagai
kewajiban pelaksanaan tunggal yang dipenuhi pada suatu titik waktu:
● Pendapatan dari program siswa dan jasa pelayanan diakui pada saat jasa diberikan.
● Pendapatan kamar hotel diakui berdasarkan tingkat hunian sementara pendapatan hotel lainnya diakui pada saat barang
atau jasa telah diberikan kepada pelanggan.
Pembayaran harga transaksi berbeda untuk setiap kontrak. Aset kontrak diakui ketika jumlah penerimaan dari pelanggan
kurang dari saldo kewajiban pelaksanaan yang telah dipenuhi. Kewajiban kontrak diakui ketika jumlah penerimaan dari
pelanggan lebih dari saldo kewajiban pelaksanaan yang telah dipenuhi. Aset kontrak disajikan dalam “Piutang usaha” dan
liabilitas kontrak disajikan dalam “Pendapatan diterima di muka”.
Pendapatan sewa dan Pendapatan lainnya
Pendapatan sewa ruangan serba guna dan pendapatan jasa pelayanan diakui pada saat jasa diserahkan.
Pendapatan lain-lain diakui pada saat diperoleh dan telah menjadi hak.
Pendapatan dari jasa telekomunikasi diakui pada saat jasa telah diserahkan kepada pelanggan.
Pendapatan bunga dari instrumen keuangan diakui dalam laba rugi secara akrual menggunakan metode suku bunga efektif.
Pengakuan Beban
Biaya penambahan yang secara langsung berhubungan untuk mendapatkan kontrak ("biaya untuk memperoleh") dan
diharapkan dapat dipulihkan, biaya tersebut dengan demikian memenuhi syarat kapitalisasi berdasarkan PSAK No. 72 dan
termasuk sebagai bagian dari akun “biaya dibayar dimuka”. Beban tersebut diakui pada laba rugi pada saat penyerahan barang
atau jasa yang terkait dengan aset tersebut.
Beban diakui pada saat terjadinya (accrual basis).
Beban bunga dari instrumen keuangan diakui dalam laba rugi secara akrual menggunakan metode suku bunga efektif.
- 17 -
Page 21
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 30 Juni 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Dan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI DAN PELAPORAN KEUANGAN PENTING (LANJUTAN)
o. Imbalan Kerja
Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Pendek
Imbalan kerja jangka pendek diakui sebesar jumlah yang tak-terdiskonto sebagai liabilitas pada laporan posisi keuangan
konsolidasian setelah dikurangi dengan jumlah yang telah dibayar dan sebagai beban dalam laba rugi.
Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Panjang
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang merupakan imbalan pasca-kerja manfaat pasti yang dibentuk tanpa pendanaan khusus
dan didasarkan pada masa kerja dan jumlah penghasilan karyawan pada saat pensiun yang dihitung menggunakan metode
Projected Unit Credit . Pengukuran kembali liabilitas imbalan pasti langsung diakui dalam laporan posisi keuangan
konsolidasian dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian pada periode terjadinya dan tidak akan direklasifikasi ke laba
rugi, namun menjadi bagian dari saldo laba. Biaya liabilitas imbalan pasti lainnya terkait dengan program imbalan pasti diakui
dalam laba rugi.
Pada tanggal 2 Februari 2021, Pemerintah mengundangkan dan memberlakukan Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2021
(PP 35/2021) untuk melaksanakan ketentuan Pasal 81 dan Pasal 185 (b) UU No. 11/2020 mengenai Cipta Kerja yang
bertujuan untuk menciptakan lapangan kerja yang seluas-luasnya.
Presiden Republik Indonesia telah menetapkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No. 2 Tahun 2022 tentang
Cipta Kerja (Perppu Cipta Kerja 2/2022) pada tanggal 30 Desember 2022 yang merupakan pelaksanaan dari Putusan MK
Nomor 91/PUU-XVIII/2020. Dengan berlakunya Perppu ini, UU No. 11/2020 tentang Cipta Kerja dicabut dan dinyatakan tidak
berlaku.
PP 35/2021 mengatur mengenai perjanjian kerja waktu tertentu (karyawan tidak tetap), alih daya, waktu kerja, waktu istirahat
dan pemutusan hubungan kerja, yang dapat mempengaruhi manfaat imbalan minimum yang harus diberikan kepada
karyawan.
Penyisihan dihitung dengan membandingkan manfaat yang akan diterima oleh karyawan pada umur wajar pensiun dari dana
pensiun dengan manfaat yang diatur dalam Perppu Cipta Kerja 2/2022 setelah dikurangi akumulasi kontribusi dari karyawan
dan hasil investasi yang berkaitan. Jika manfaat dana pensiun yang didanai pemberi kerja lebih kecil dari manfaat sesuai
Perppu Cipta Kerja 2/2022, Grup akan menyediakan kekurangannya.
Pesangon Pemutusan Kontrak Kerja
Pesangon pemutusan kontrak terutang ketika karyawan dihentikan kontrak kerjanya sebelum usia pensiun normal. Grup
mengakui pesangon pemutusan kontrak kerja ketika Grup menunjukkan komitmennya untuk memberhentikan kontrak kerja
dengan karyawan berdasarkan suatu rencana formal terperinci yang kecil kemungkinan untuk dibatalkan.
p. Pajak Penghasilan
Pajak Kini
Beban pajak kini ditentukan berdasarkan laba kena pajak dalam tahun yang bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif
pajak yang berlaku.
Pajak Tangguhan
Pajak tangguhan diakui sebagai liabilitas jika terdapat perbedaan temporer kena pajak yang timbul dari perbedaan antara
dasar pengenaan pajak aset dan liabilitas dengan jumlah tercatatnya pada tanggal pelaporan.
Aset pajak tangguhan diakui untuk seluruh perbedaan temporer yang dapat dikurangkan dan rugi fiskal yang dapat
dikompensasikan. Aset pajak tangguhan diakui dan direviu pada setiap tanggal pelaporan atau diturunkan jumlah tercatatnya,
sepanjang kemungkinan besar laba kena pajak tersedia untuk pemanfaatan perbedaan temporer yang dapat dikurangkan dan
rugi fiskal yang dapat dikompensasikan.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang diharapkan berlaku ketika aset dipulihkan
atau liabilitas diselesaikan, berdasarkan tarif pajak (atau peraturan pajak) yang telah berlaku atau secara substantif telah
berlaku pada tanggal pelaporan.
Aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan saling hapus jika dan hanya jika, terdapat hak yang dipaksakan secara
hukum untuk melakukan saling hapus aset pajak kini terhadap liabilitas pajak kini dan pajak tangguhan tersebut terkait dengan
entitas kena pajak yang sama dan dikenakan oleh otoritas perpajakan yang sama.
- 18 -
Page 22
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 30 Juni 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Dan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI DAN PELAPORAN KEUANGAN PENTING (LANJUTAN)
q. Biaya Emisi Saham
Biaya emisi saham disajikan sebagai bagian dari akun tambahan modal disetor dan tidak diamortisasi.
r. Laba per Saham
Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk dengan
jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar pada tahun yang bersangkutan.
s. Informasi Segmen
Informasi segmen disusun sesuai dengan kebijakan akuntansi yang dianut dalam penyusunan dan penyajian laporan
keuangan konsolidasian.
Segmen operasi diidentifikasi berdasarkan laporan internal atas komponen-komponen Grup yang secara berkala dilaporkan
kepada pengambil keputusan operasional dalam rangka alokasi sumber daya ke dalam segmen dan penilaian kinerja Grup.
t. Provisi
Provisi diakui jika Grup mempunyai kewajiban kini (hukum maupun konstruktif) sebagai akibat peristiwa masa lalu, yang
memungkinkan Grup harus menyelesaikan kewajiban tersebut dan estimasi yang andal mengenai jumlah kewajiban tersebut
dapat dibuat.
Jumlah yang diakui sebagai provisi adalah hasil estimasi terbaik pengeluaran yang diperlukan untuk menyelesaikan kewajiban
kini pada tanggal pelaporan, dengan mempertimbangkan risiko dan ketidakpastian terkait kewajiban tersebut.
u. Peristiwa setelah Periode Pelaporan
Peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah periode pelaporan yang menyediakan tambahan informasi mengenai posisi keuangan
konsolidasian Grup pada tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian (peristiwa penyesuai), jika ada, telah tercermin dalam
laporan keuangan konsolidasian. Peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah periode pelaporan yang tidak memerlukan
penyesuaian (peristiwa non-penyesuai), apabila jumlahnya material, telah diungkapkan dalam laporan keuangan konsolidasian.
3. PENGGUNAAN ESTIMASI, PERTIMBANGAN DAN ASUMSI MANAJEMEN
Dalam penerapan kebijakan akuntansi Grup, seperti yang diungkapkan dalam Catatan 2 pada laporan keuangan konsolidasian,
manajemen harus membuat estimasi, pertimbangan, dan asumsi atas nilai tercatat aset dan liabilitas yang tidak tersedia oleh
sumber-sumber lain. Estimasi dan asumsi tersebut, berdasarkan pengalaman historis dan faktor lain yang dipertimbangkan
relevan.
Manajemen berkeyakinan bahwa pengungkapan berikut telah mencakup ikhtisar estimasi, pertimbangan dan asumsi signifikan
yang dibuat oleh manajemen, yang berpengaruh terhadap jumlah-jumlah yang dilaporkan serta pengungkapan dalam laporan
keuangan konsolidasian.
Pertimbangan
Pertimbangan-pertimbangan berikut dibuat oleh manajemen dalam proses penerapan kebijakan akuntansi Grup yang memiliki
dampak yang paling signifikan terhadap jumlah-jumlah yang diakui dalam laporan keuangan konsolidasian:
a. Mata Uang Fungsional
Mata uang fungsional Perusahaan dan entitas anak adalah mata uang lingkungan ekonomi utama dimana masing-masing
entitas beroperasi. Mata uang tersebut adalah yang paling mempengaruhi harga jual barang dan jasa, dan mata uang dari
negara yang kekuatan persaingan dan peraturannya sebagian besar menentukan harga jual barang dan jasa entitas, dan
merupakan mata uang yang mana dana dari aktivitas pendanaan dihasilkan.
b. Klasifikasi Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan
Grup menentukan klasifikasi aset dan liabilitas tertentu sebagai aset keuangan dan liabilitas keuangan dengan menilai apakah
aset dan liabilitas tersebut memenuhi definisi yang ditetapkan dalam PSAK No. 71. Aset keuangan dan liabilitas keuangan
dicatat sesuai dengan kebijakan akuntansi Grup sebagaimana diungkapkan dalam Catatan 2.
- 19 -
Page 23
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 30 Juni 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Dan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. PENGGUNAAN ESTIMASI, PERTIMBANGAN DAN ASUMSI MANAJEMEN (LANJUTAN)
Pertimbangan (Lanjutan)
c. Cadangan Kerugian Penurunan Nilai
Grup selalu mengakui kerugian kredit ekspektasian (ECL) sepanjang umur untuk piutang usaha. Kerugian kredit ekspetasian
atas aset keuangan diestimasi menggunakan pendekatan tingkat kerugian berdasarkan pengalaman kerugian kredit historis
Grup, disesuaikan dengan kondisi ekonomi umum dan penilaian baik atas kondisi kini maupun perkiraan masa depan pada
tanggal pelaporan, termasuk nilai waktu atas uang jika tepat.
Untuk semua instrumen keuangan lainnya, Grup mengakui ECL sepanjang umur ketika telah ada peningkatan risiko kredit
yang signifikan sejak pengakuan awal. Jika sebaliknya, risiko kredit pada instrumen keuangan tidak meningkat secara
signifikan sejak pengakuan awal, Grup mengukur penyisihan kerugian untuk instrumen keuangan tersebut sejumlah ECL 12
bulan. Penilaian apakah ECL sepanjang umur harus diakui didasarkan pada peningkatan signifikan dalam kemungkinan
terjadinya atau pada risiko gagal bayar sejak pengakuan awal dan bukan didasarkan bukti aset keuangan yang mengalami
kerugian kredit pada tanggal pelaporan atau kejadian gagal bayar sebenarnya. ECL sepanjang umur merupakan kerugian
kredit ekspetasian yang timbul dari seluruh kemungkinan peristiwa gagal bayar selama perkiraan umur instrumen keuangan.
Sebaliknya, ECL 12 bulan mewakili porsi ECL sepanjang umur yang timbul dari peristiwa gagal bayar pada instrumen
keuangan yang mungkin terjadi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan.
Suatu evaluasi yang bertujuan untuk mengidentifikasi jumlah cadangan kerugian ekspektasian yang harus dibentuk, dilakukan
secara berkala pada setiap periode pelaporan. Oleh karena itu, saat dan besaran jumlah cadangan kerugian kredit
ekspektasian yang tercatat pada setiap periode dapat berbeda tergantung pada pertimbangan atas informasi yang tersedia
atau berlaku pada saat itu.
Nilai tercatat aset keuangan Grup dalam kategori yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi tanggal 30 Juni 2024 dan 31
Desember 2023 adalah sebagai berikut:
30 Juni 2024 31 Desember 2023
Kas dan setara kas 2.197.770.515 3.047.197.821
Piutang usaha, bersih 4.137.010.400 2.448.343.924
Piutang lain-lain, bersih 31.039.001 643.509.846
Total 6.365.819.917 6.139.051.591
d. Pajak Penghasilan
Perbedaan atas interpretasi dari peraturan pajak yang kompleks mengakibatkan ketidakpastian penentuan jumlah pajak
penghasilan. Jika hasil pemeriksaan pajak berbeda dengan jumlah yang sebelumnya telah dibukukan, maka selisih tersebut
akan berdampak terhadap aset dan liabilitas pajak kini dan tangguhan dalam periode dimana hasil pemeriksaan tersebut
terjadi.
Estimasi dan Asumsi
Asumsi utama mengenai masa depan dan sumber utama lain dalam mengestimasi ketidakpastian pada tanggal pelaporan yang
mempunyai risiko signifikan yang dapat menyebabkan penyesuaian material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas dalam
periode berikutnya diungkapkan di bawah ini. Grup mendasarkan asumsi dan estimasi pada parameter yang tersedia saat laporan
keuangan konsolidasian disusun. Kondisi yang ada dan asumsi mengenai perkembangan masa depan dapat berubah karena
perubahan situasi pasar yang berada di luar kendali Grup. Perubahan tersebut tercermin dalam asumsi ketika keadaan tersebut
terjadi:
a. Nilai Wajar Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan
Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia mensyaratkan pengukuran aset keuangan dan liabilitas keuangan tertentu pada nilai
wajarnya, dan penyajian ini mengharuskan penggunaan estimasi. Komponen pengukuran nilai wajar yang signifikan ditentukan
berdasarkan bukti-bukti obyektif yang dapat diverifikasi (seperti nilai tukar, suku bunga), sedangkan saat dan besaran
perubahan nilai wajar dapat menjadi berbeda karena penggunaan metode penilaian yang berbeda.
- 20 -
Page 24
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 30 Juni 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Dan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. PENGGUNAAN ESTIMASI, PERTIMBANGAN DAN ASUMSI MANAJEMEN (LANJUTAN)
Estimasi dan Asumsi (Lanjutan)
b. Estimasi Masa Manfaat Aset Tetap
Masa manfaat dari aset tetap Grup diestimasi berdasarkan jangka waktu aset tersebut diharapkan tersedia untuk digunakan.
Estimasi tersebut didasarkan pada penilaian kolektif berdasarkan bidang usaha yang sama, evaluasi teknis internal dan
pengalaman dengan aset sejenis. Estimasi masa manfaat setiap aset ditelaah secara berkala dan diperbarui jika estimasi
berbeda dari perkiraan sebelumnya yang disebabkan karena pemakaian, usang secara teknis atau keterbatasan hak atau
pembatasan lainnya terhadap penggunaan aset. Dengan demikian, hasil operasi di masa mendatang mungkin dapat
terpengaruh secara signifikan oleh perubahan dalam jumlah dan waktu terjadinya biaya karena perubahan yang disebabkan
oleh faktor-faktor yang disebutkan di atas. Penurunan estimasi masa manfaat ekonomis setiap aset tetap akan menyebabkan
kenaikan beban penyusutan dan penurunan nilai tercatat aset-aset tersebut.
c. Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan
Penelaahan atas penurunan nilai dilakukan apabila terdapat indikasi penurunan nilai aset tertentu. Penentuan nilai wajar aset
membutuhkan estimasi arus kas yang diharapkan akan dihasilkan dari pemakaian berkelanjutan dan pelepasan akhir atas aset
tersebut. Perubahan signifikan dalam asumsi-asumsi yang digunakan untuk menentukan nilai wajar dapat berdampak
signifikan pada jumlah terpulihkan dan jumlah kerugian penurunan nilai yang terjadi mungkin berdampak material pada hasil
operasi Grup.
d. Imbalan Kerja Jangka Panjang
Penentuan liabilitas imbalan kerja jangka panjang dipengaruhi oleh asumsi tertentu yang digunakan oleh aktuaris dalam
menghitung jumlah tersebut. Asumsi-asumsi tersebut dijelaskan dalam Catatan 19 dan mencakup, antara lain, tingkat kenaikan
gaji, dan tingkat diskonto yang ditentukan dengan mengacu pada imbal hasil pasar atas bunga obligasi korporasi berkualitas
tinggi dalam mata uang yang sama dengan mata uang pembayaran imbalan dan memiliki jangka waktu yang mendekati
estimasi jangka waktu liabilitas imbalan kerja jangka panjang tersebut. Hasil aktual yang berbeda dengan asumsi Grup
dibukukan pada penghasilan komprehensif lain dan dengan demikian, berdampak pada jumlah penghasilan komprehensif lain
yang diakui dan liabilitas yang tercatat pada periode-periode mendatang. Manajemen berkeyakinan bahwa asumsi-asumsi
yang digunakan adalah tepat dan wajar, namun demikian, perbedaan signifikan pada hasil aktual, atau perubahan signifikan
dalam asumsi-asumsi tersebut dapat berdampak signifikan pada jumlah liabilitas imbalan kerja jangka panjang.
4. KAS DAN BANK
2024 2023
Kas 198.505.076 66.138.818
Bank
Rupiah
Pihak ketiga
PT Bank Central Asia Tbk. 1.889.797.783 2.666.829.619
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. 67.556.449 245.387.468
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 4.656.086 32.009.252
PT Bank CIMB Niaga Tbk. 16.074.181 16.429.038
PT Bank Syariah Indonesia Tbk. 13.995.045 14.185.045
Bank Lampung 7.185.895 6.218.581
Total Bank 1.999.265.439 2.981.059.002
Total Kas dan Bank 2.197.770.515 3.047.197.821
Saldo bank ditempatkan pada pihak ketiga.
Pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023, tidak terdapat kas dan bank Perusahaan yang dijaminkan dan yang dibatasi
penggunaannya.
- 21 -
Page 25
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 30 Juni 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Dan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
5. PIUTANG USAHA
a. Berdasarkan Jenis Transaksi
2024 2023
Pihak Ketiga
Piutang program 4.026.584.837 2.385.025.000
Kamar, makanan dan minuman, dan lain-lain 191.351.203 144.244.564
Total pihak ketiga 4.217.936.040 2.529.269.564
Penyisihan kerugian penurunan nilai piutang usaha (80.925.640) (80.925.640)
Total Pihak ketiga - bersih 4.137.010.400 2.448.343.924
b. Berdasarkan Umur (Hari)
Total piutang usaha berdasarkan umur (hari) dihitung sejak tanggal faktur adalah sebagai berikut:
2024 2023
Pihak ketiga
Belum jatuh tempo 1.045.204.551 378.161.464
Jatuh tempo
1 - 30 hari 1.321.057.568 536.924.272
31 - 60 hari 899.263.964 490.600.495
61 - 90 hari 784.957.897 389.833.333
> 90 hari 167.452.061 733.750.000
Total pihak ketiga 4.217.936.040 2.529.269.564
Penyisihan kerugian penurunan nilai piutang usaha (80.925.640) (80.925.640)
Total Pihak ketiga - bersih 4.137.010.400 2.448.343.924
Perubahan dalam cadangan kerugian penurunan nilai piutang usaha adalah sebagai berikut:
2024 2023
Saldo awal 80.925.640 54.206.616
Penambahan - bersih - 26.719.024
Saldo akhir 80.925.640 80.925.640
Grup menerapkan pendekatan yang disederhanakan untuk menghitung cadangan kerugian ekspektasian pada tanggal 30 Juni
2024 dan 31 Desember 2023 yang disyaratkan oleh PSAK No. 71, yang memperbolehkan penerapan cadangan kerugian
ekspektasian sepanjang umurnya untuk piutang usaha dengan komponen pendanaan yang signifikan. Untuk mengukur cadangan
kerugian ekspektasian tersebut, piutang usaha dikelompokkan berdasarkan karakteristik risiko kredit yang sejenis dan pola
tunggakan atau gagal bayar.
Manajemen berpendapat bahwa cadangan kerugian penurunan nilai pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023 memadai
untuk menutup kemungkinan kerugian dari tidak tertagihnya piutang.
Manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat risiko terkonsentrasi secara signifikan atas piutang dari pihak ketiga.
Pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023, tidak terdapat piutang usaha yang dijadikan sebagai jaminan.
- 22 -
Page 26
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 30 Juni 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Dan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
6. PIUTANG LAIN-LAIN
2024 2023
Pihak berelasi (Catatan No.30) - 617.314.845
Pihak ketiga
Karyawan 31.039.001 26.195.001
Total 31.039.001 643.509.846
Piutang lain-lain adalah piutang yang timbul dari transaksi diluar kegiatan usaha normal Perusahaan yang merupakan pinjaman
yang diberikan kepada karyawan Perusahaan.
Manajemen berkeyakinan bahwa seluruh piutang lain-lain dapat tertagih sehingga tidak perlu dilakukan cadangan penurunan nilai.
Seluruh piutang lain-lain tidak dikenakan jaminan dan bunga.
7. PERSEDIAAN
2024 2023
Perlengkapan 63.183.816 63.957.092
Makanan dan Minuman 42.379.655 44.882.711
Lain-lain 17.337.545 19.929.200
Total 122.901.016 128.769.003
Tidak terdapat cadangan kerugian penurunan nilai untuk barang dan perlengkapan hotel, karena manajemen berkeyakinan bahwa
seluruh persediaan dapat dijual atau digunakan sesuai dengan periode peruntukannya.
8. UANG MUKA DAN BEBAN DIBAYAR DI MUKA
2024 2023
Uang muka
Renovasi bangunan - -
Lain-lain 9.855.000 100.987.125
Beban dibayar di muka
Sistem penunjang - 25.327.350
Sewa 469.632.779 4.995.000
Lain-lain 90.639.264 101.176.670
Total 570.127.043 232.486.145
9. ASET TETAP
2024
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Saldo Akhir
Harga Perolehan
Kepemilikan langsung
Tanah 12.315.263.667 - - 12.315.263.667
Bangunan & prasarana 56.414.644.180 101.517.250 - 56.516.161.430
Kendaraan 1.143.520.000 - - 1.143.520.000
Peralatan kantor 1.890.693.221 75.845.912 - 1.966.539.133
Perlengkapan dan perabot 12.922.869.950 15.240.000 - 12.938.109.950
Total harga perolehan 84.686.991.018 192.603.162 - 84.879.594.179
- 23 -
Page 27
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 30 Juni 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Dan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
9. ASET TETAP (LANJUTAN)
2024
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Saldo Akhir
Akumulasi Penyusutan
Bangunan & prasarana 6.139.599.296 1.297.774.762 - 7.437.374.058
Kendaraan 155.237.919 46.985.004 - 202.222.923
Peralatan kantor 1.091.019.756 148.945.092 - 1.239.964.848
Perlengkapan dan perabot 5.437.572.145 879.249.264 - 6.316.821.409
Total Akumulasi Penyusutan 12.823.429.116 2.372.954.122 - 15.196.383.238
Nilai Buku 71.863.561.902 69.683.210.941
2023
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Saldo Akhir
Harga Perolehan
Kepemilikan langsung
Tanah 12.315.263.667 - - 12.315.263.667
Bangunan & prasarana 41.457.044.016 14.957.600.164 - 56.414.644.180
Kendaraan 947.640.000 195.880.000 1.143.520.000
Peralatan kantor 1.869.250.921 21.442.300 - 1.890.693.221
Perlengkapan dan perabot 12.662.223.127 260.646.823 - 12.922.869.950
Total harga perolehan 69.251.421.731 15.435.569.287 - 84.686.991.018
Akumulasi Penyusutan
Bangunan & prasarana 3.868.444.077 2.271.155.219 - 6.139.599.296
Kendaraan 34.742.502 120.495.417 - 155.237.919
Peralatan kantor 794.303.076 296.716.680 - 1.091.019.756
Perlengkapan dan perabot 3.734.876.961 1.702.695.184 - 5.437.572.145
Total Akumulasi Penyusutan 8.432.366.616 4.391.062.500 - 12.823.429.116
Nilai Buku 60.819.055.115 71.863.561.902
Penyusutan yang dibebankan pada laporan laba rugi komprehensif lain konsolidasian untuk tahun-tahun yang berakhir pada
tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023 masing-masing sebesar Rp2.372.954.122 dan Rp4.391.062.500.
Tanah merupakan hak atas tanah Perusahaan dan entitas anak yang sebagaimana ternyata dalam Sertifikat Hak Guna Bangunan
Hak Guna Bangunan (HGB) No. 1057-1060 yang berlaku sampai tanggal 20 November 2039, Hak Guna Bangunan (HGB) No.
1062-1070 yang berlaku sampai tanggal 18 Mei 2040 dan Hak Guna Bangunan (HGB) No.1110/Metro yang berlaku sampai
tanggal 26 Agustus 2040.
Pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023, Grup mengasuransikan aset tetapnya, kecuali tanah, kepada PT Asuransi
Dayin Mitra Tbk, pihak ketiga, dengan nilai pertanggungan sebesar Rp 25.241.500.000.
Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas aset yang
dipertanggungkan.
Tanah dan bangunan digunakan sebagai jaminan atas fasilitas kredit dari PT Bank Ganesha Tbk.
10. ASET TAK BERWUJUD
2024
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Saldo Akhir
Harga Perolehan
System 986.097.037 - - 986.097.037
Total harga perolehan 986.097.037 - - 986.097.037
Amortisasi
System 20.543.688 120.348.380 140.892.068
Total Amortisasi 20.543.688 120.348.380 - 140.892.068
Nilai Buku 965.553.349 845.204.969
- 24 -
Page 28
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 30 Juni 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Dan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
10. ASET TAK BERWUJUD
2023
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Saldo Akhir
Harga Perolehan
System - 986.097.037 - 986.097.037
Total harga perolehan - 986.097.037 - 986.097.037
Amortisasi
System - 20.543.688 20.543.688
Total Amortisasi - 20.543.688 - 20.543.688
Nilai Buku - 965.553.349
11. UTANG USAHA
2024 2023
Pihak ketiga
Supplier 129.612.537 131.880.959
Refund program 2.050.000 2.050.000
Total 131.662.537 133.930.959
Berikut ini tabel rentang waktu jatuh tempo pelunasan utang usaha (liabilitas keuangan - non derivatif):
2024 2023
Belum Jatuh Tempo 62.387.466 62.289.806
Jatuh Tempo:
1 - 30 Hari 69.275.071 71.641.153
> 31 Hari - -
Total 131.662.537 133.930.959
12. UTANG PAJAK
2024 2023
Entitas Induk
Pajak Penghasilan
Pasal 29 - 165.740.190
Pasal 21 3.200.000 3.200.000
Pasal 23 820.000 -
4.020.000 168.940.190
Entitas Anak
Pajak Pembangunan (PB 1) 59.394.008 88.656.830
Pajak Penghasilan Pasal 4 (2)
Pasal 29 1.788.880 23.929.579
Pasal 21 300.211 281.760
Pasal 23 1.315.287 1.265.433
Pasal 4 (2) - -
62.798.386 114.133.602
Total 66.818.386 283.073.792
13. PENDAPATAN DITERIMA DI MUKA
Pendapatan diterima dimuka merupakan akun atas Pendapatan pendaftaran siswa yang diterima dimuka oleh Perusahaan. Pada
tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023 masing-masing sebesar Rp89.900.000 dan Rp184.900.000.
- 25 -
Page 29
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 30 Juni 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Dan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
14. BEBAN MASIH HARUS DIBAYAR
2024 2023
Insentif jasa layanan kamar 62.929.479 73.898.440
Gaji dan tunjangan - 5.879.336
Listrik telp & air 58.229.989 74.484.923
Jasa profesional 93.762.500 119.137.500
Lain-lain 47.721.180 23.780.968
Total 262.643.148 297.181.167
15. UTANG BANK JANGKA PENDEK
2024 2023
Pihak ketiga
PT Bank Ganesha Tbk 2.855.340.480 2.861.458.912
Berdasarkan surat persetujuan dan pengalihan fasilitas kredit (novasi) dari PT Idea Asia Investama untuk menjadi PT Aidia
Indonesia Propertindo No.060/KCU-ADK/III/2021 tanggal 29 Maret 2021 dan akta perjanjian kredit No. 05 tanggal 01 Juli 2021,
serta Perjanjian Perpanjangan Kredit No. 015/PjPK/KRD/KCU/2024 tertanggal 06 Maret 2024, entitas anak ("AIP") telah
melakukan perpanjangan kredit untuk fasilitas Pinjaman Rekening Koran ("PRK") dengan jumlah maksimum kredit
Rp2.900.000.000.
Tingkat suku bunga atas Fasilitas Pinjaman Rekening koran (PRK) sebesar 10% p.a, dengan jangka waktu fasilitas 12 (dua belas)
bulan atau selambat-lambatnya pada tanggal 20 Maret 2025.
Fasilitas pinjaman tersebut diperoleh dengan jaminan berupa 14 (empat belas) bidang tanah dan bangunan yang terletak di Jalan
Letjend Alamsyah Ratu Prawira Negara, kelurahan Metro, Kecamatan Metro Pusat, Kota Metro, Propinsi Lampung dengan bukti
kepemilikan berupa:
1. Sebidang tanah sebagaimana ternyata dalam Sertifikat Hak Guna Bangunan No.1066/Metro, diurai dalam surat ukur
tanggal 5 Mei 2020, No.02011/2020, seluas 484 m2;
2. Sebidang tanah sebagaimana ternyata dalam Sertifikat Hak Guna Bangunan No.1063/Metro, diurai dalam surat ukur
tanggal 5 Mei 2020, No.02016/2020, seluas 496 m2;
3. Sebidang tanah sebagaimana ternyata dalam Sertifikat Hak Guna Bangunan No.1070/Metro, diurai dalam surat ukur
tanggal 5 Mei 2020, No.02013/2020, seluas 474 m2;
4. Sebidang tanah sebagaimana ternyata dalam Sertifikat Hak Guna Bangunan No.1067/Metro, diurai dalam surat ukur
tanggal 5 Mei 2020, No.02017/2020, seluas 1.471 m2;
5. Sebidang tanah sebagaimana ternyata dalam Sertifikat Hak Guna Bangunan No.1064/Metro, diurai dalam surat ukur
tanggal 5 Mei 2020, No.02015/2020, seluas 963 m2;
6. Sebidang tanah sebagaimana ternyata dalam Sertifikat Hak Guna Bangunan No.1065/Metro, diurai dalam surat ukur
tanggal 5 Mei 2020, No.02018/2020, seluas 2.973 m2;
7. Sebidang tanah sebagaimana ternyata dalam Sertifikat Hak Guna Bangunan No.1069/Metro, diurai dalam surat ukur
tanggal 5 Mei 2020, No.02012/2020, seluas 236 m2;
8. Sebidang tanah sebagaimana ternyata dalam Sertifikat Hak Guna Bangunan No.1062/Metro, diurai dalam surat ukur
tanggal 5 Mei 2020, No.02019/2020, seluas 239 m2;
9. Sebidang tanah sebagaimana ternyata dalam Sertifikat Hak Guna Bangunan No.1068/Metro, diurai dalam surat ukur
tanggal 5 Mei 2020, No.02014/2020, seluas 1.689 m2;
10. Sebidang tanah sebagaimana ternyata dalam Sertifikat Hak Guna Bangunan No.1057/Metro, diurai dalam surat ukur
tanggal 15 November 2019, No.01926/2019, seluas 195 m2;
11. Sebidang tanah sebagaimana ternyata dalam Sertifikat Hak Guna Bangunan No.1058/Metro, diurai dalam surat ukur
tanggal 15 November 2019, No.01929/2019, seluas 188 m2;
12. Sebidang tanah sebagaimana ternyata dalam Sertifikat Hak Guna Bangunan No.1059/Metro, diurai dalam surat ukur
tanggal 15 November 2019, No.01928/2019, seluas 242 m2;
13. Sebidang tanah sebagaimana ternyata dalam Sertifikat Hak Guna Bangunan No.1060/Metro, diurai dalam surat ukur
tanggal 15 November 2019, No.01927/2019, seluas 200 m2;
Ketiga belas sertifikat tersebut terletak di Letjend Alamsyah Ratu Prawira Negara, kelurahan Metro, Kecamatan Metro
Pusat, Kota Metro, Propinsi Lampung, tertulis atas nama PT Aidia Indonesia Propertindo.
14. Sebidang tanah sebagaimana ternyata dalam Sertifikat Hak Guna Bangunan No.1110/Metro, diurai dalam surat ukur
tanggal 24 Agustus 2020, No.02102/2020, seluas 974 m2, terletak di Letjend Alamsyah Ratu Prawira Negara, kelurahan
Metro, Kecamatan Metro Pusat, Kota Metro, Propinsi Lampung, tertulis atas nama PT Idea Indonesia Akademi.
Corporate guarantee atas nama PT Idea Asia Investama.
- 26 -
Page 30
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 30 Juni 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Dan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
16. UTANG BANK JANGKA PANJANG
Pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023, akun ini merupakan pinjaman entitas anak kepada PT Bank Ganesha Tbk.
2024 2023
Pihak ketiga
Rupiah
Kredit Investasi 1 (KI 1) 5.142.857.139 5.736.263.733
Kredit Investasi 2 (KI 2) 5.142.857.139 5.736.263.733
Total 10.285.714.278 11.472.527.466
Biaya transaksi yang belum diamortisasi - -
Total - bersih 10.285.714.278 11.472.527.466
Dikurangi bagian yang akan jatuh tempo
dalam satu tahun 2.373.626.376 2.373.626.376
Bagian yang akan jatuh tempo lebih
dari satu tahun 7.912.087.902 9.098.901.090
Kredit Investasi 1 (KI 1)
Berdasarkan surat persetujuan dan pengalihan fasilitas kredit (novasi) dari PT Idea Asia Investama untuk menjadi PT Aidia
Indonesia Propertindo No.060/KCU-ADK/III/2021 tanggal 29 Maret 2021 dan akta perjanjian kredit No. 06 tanggal 01 Juli 2021,
entitas anak memperoleh fasilitas Pinjaman Kredit Investasi 1 (KI 1) sebesar Rp9.000.000.000, untuk tujuan investasi
pembangunan hotel, asrama dan sarana penunjang lainnya PT Bank Ganesha Tbk.
Tingkat suku bunga atas Fasilitas Pinjaman Kredit Investasi 1 (KI 1) sebesar 10,75% p.a, dengan jangka waktu sampai dengan 23
Oktober 2028.
Kredit Investasi 2 (KI 2)
Berdasarkan surat persetujuan dan pengalihan fasilitas kredit (novasi) dari PT Idea Asia Investama untuk menjadi PT Aidia
Indonesia Propertindo No.060/KCU-ADK/III/2021 tanggal 29 Maret 2021 dan akta perjanjian kredit No. 07 tanggal 01 Juli 2021,
entitas anak memperoleh fasilitas Pinjaman Kredit Investasi 2 (KI 2) sebesar Rp16.750.000.000, untuk tujuan investasi
pembangunan hotel, asrama dan sarana penunjang lainnya dari PT Bank Ganesha Tbk.
Tingkat suku bunga atas Fasilitas Pinjaman Kredit Investasi 2 (KI 2) sebesar 10,75% p.a, dengan jangka waktu sampai dengan 23
Oktober 2028.
Seluruh fasilitas pinjaman tersebut diperoleh dengan jaminan berupa 14 (empat belas) bidang tanah dan bangunan yang terletak
di Jalan Letjend Alamsyah Ratu Prawira Negara, kelurahan Metro, Kecamatan Metro Pusat, Kota Metro, Propinsi Lampung
dengan bukti kepemilikan berupa:
1. Sebidang tanah sebagaimana ternyata dalam Sertifikat Hak Guna Bangunan No.1066/Metro, diurai dalam surat ukur
tanggal 5 Mei 2020, No.02011/2020, seluas 484 m2;
2. Sebidang tanah sebagaimana ternyata dalam Sertifikat Hak Guna Bangunan No.1063/Metro, diurai dalam surat ukur
tanggal 5 Mei 2020, No.02016/2020, seluas 496 m2;
3. Sebidang tanah sebagaimana ternyata dalam Sertifikat Hak Guna Bangunan No.1070/Metro, diurai dalam surat ukur
tanggal 5 Mei 2020, No.02013/2020, seluas 474 m2;
4. Sebidang tanah sebagaimana ternyata dalam Sertifikat Hak Guna Bangunan No.1067/Metro, diurai dalam surat ukur
tanggal 5 Mei 2020, No.02017/2020, seluas 1.471 m2;
5. Sebidang tanah sebagaimana ternyata dalam Sertifikat Hak Guna Bangunan No.1064/Metro, diurai dalam surat ukur
tanggal 5 Mei 2020, No.02015/2020, seluas 963 m2;
6. Sebidang tanah sebagaimana ternyata dalam Sertifikat Hak Guna Bangunan No.1065/Metro, diurai dalam surat ukur
tanggal 5 Mei 2020, No.02018/2020, seluas 2.973 m2;
7. Sebidang tanah sebagaimana ternyata dalam Sertifikat Hak Guna Bangunan No.1069/Metro, diurai dalam surat ukur
tanggal 5 Mei 2020, No.02012/2020, seluas 236 m2;
8. Sebidang tanah sebagaimana ternyata dalam Sertifikat Hak Guna Bangunan No.1062/Metro, diurai dalam surat ukur
tanggal 5 Mei 2020, No.02019/2020, seluas 239 m2;
9. Sebidang tanah sebagaimana ternyata dalam Sertifikat Hak Guna Bangunan No.1068/Metro, diurai dalam surat ukur
tanggal 5 Mei 2020, No.02014/2020, seluas 1.689 m2;
- 27 -
Page 31
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 30 Juni 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Dan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
16. UTANG BANK JANGKA PANJANG (LANJUTAN)
Seluruh fasilitas pinjaman tersebut diperoleh dengan jaminan berupa 14 (empat belas) bidang tanah dan bangunan yang terletak
di Jalan Letjend Alamsyah Ratu Prawira Negara, kelurahan Metro, Kecamatan Metro Pusat, Kota Metro, Propinsi Lampung
dengan bukti kepemilikan berupa: (Lanjutan)
10. Sebidang tanah sebagaimana ternyata dalam Sertifikat Hak Guna Bangunan No.1057/Metro, diurai dalam surat ukur
tanggal 15 November 2019, No.01926/2019, seluas 195 m2;
11. Sebidang tanah sebagaimana ternyata dalam Sertifikat Hak Guna Bangunan No.1058/Metro, diurai dalam surat ukur
tanggal 15 November 2019, No.01929/2019, seluas 188 m2;
12. Sebidang tanah sebagaimana ternyata dalam Sertifikat Hak Guna Bangunan No.1059/Metro, diurai dalam surat ukur
tanggal 15 November 2019, No.01928/2019, seluas 242 m2;
13. Sebidang tanah sebagaimana ternyata dalam Sertifikat Hak Guna Bangunan No.1060/Metro, diurai dalam surat ukur
tanggal 15 November 2019, No.01927/2019, seluas 200 m2;
Ketiga belas sertifikat tersebut terletak di Letjend Alamsyah Ratu Prawira Negara, kelurahan Metro, Kecamatan Metro
Pusat, Kota Metro, Propinsi Lampung, tertulis atas nama PT Aidia Indonesia Propertindo.
14. Sebidang tanah sebagaimana ternyata dalam Sertifikat Hak Guna Bangunan No.1110/Metro, diurai dalam surat ukur
tanggal 24 Agustus 2020, No.02102/2020, seluas 974 m2, terletak di Letjend Alamsyah Ratu Prawira Negara, kelurahan
Metro, Kecamatan Metro Pusat, Kota Metro, Propinsi Lampung, tertulis atas nama PT Idea Indonesia Akademi.
Corporate guarantee atas nama PT Idea Asia Investama.
17. UTANG PEMBIAYAAN KONSUMEN
Rincian pembayaran utang pembiayaan konsumen minimum pada masa yang akan datang berdasarkan perjanjian utang
pembiayaan konsumen tersebut adalah sebagai berikut:
2024 2023
Pembayaran angsuran minimum:
Sampai dengan satu tahun 164.880.000 164.880.000
Lebih dari satu tahun dan kurang dari empat tahun 270.295.000 352.740.000
Total 435.175.000 517.620.000
Dikurangi beban bunga yang belum jatuh tempo (65.917.246) (65.917.246)
Nilai sekarang atas pembayaran minimum
utang pembiayaan konsumen 369.257.754 451.702.754
Dikurangi bagian jangka pendek (131.362.822) (131.362.822)
Bagian jangka Panjang 237.894.932 320.339.932
Perusahaan memiliki perjanjian utang pembiayaan konsumen dengan PT Mandiri Tunas Finance, untuk pengadaan kendaraan.
Perjanjian pembiayaan konsumen akan mensyaratkan pembayaran dengan jangka waktu 48 bulan, dan akan jatuh tempo pada
tanggal 10 November 2026 dan 03 November 2027. Tingkat bunga 8,57% per tahun pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember
2023.
Utang ini dijaminkan dengan aset yang dibeli menggunakan dana dari pinjaman terkait. Perjanjian pembiayaan konsumen
membatasi Perusahaan, antara lain, untuk meminjamkan, menyewakan, menjual dan mengalihkan hak pemilikan kendaraan yang
dibeli. Pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023, Perusahaan telah mematuhi pembatasan sesuai dengan perjanjian.
18. UTANG LAIN-LAIN
2024 2023
Pihak berelasi (Catatan 30) 448.491.014 1.534.442.758
Pihak ketiga
Setoran jaminan 111.795.729 100.249.287
Total 560.286.743 1.634.692.045
- 28 -
Page 32
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 30 Juni 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Dan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
19. LIABILITAS IMBALAN KERJA
Pada tanggal 31 Desember 2023, Grup mencatat liabilitas diestimasi atas imbalan kerja karyawan berdasarkan perhitungan
laporan aktuaria Kantor Konsultan Aktuaria Tubagus Syafrial & Amran Nangasan, aktuaris independen, dengan asumsi-asumsi
utama sebagai berikut:
2024 2023
Usia pensiun 55 tahun 55 tahun
Tingkat diskonto 6,64% - 6,85% 6,64% - 6,85%
Tingkat kenaikan gaji 8,00% 8,00%
Tingkat mortalitas (Tabel Mortalitas Indonesia / TMI) TMI 2019 TMI 2019
Tingkat pensiun dini / pengunduran diri 10,00% 10,00%
Jumlah yang diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian dari program imbalan kerja adalah
sebagai berikut:
2024 2023
Biaya jasa kini - 5.639.206
Biaya Bunga - 193.024
Pengakuan Segera dari Biaya Jasa Lalu yang Vested - 1.958.225
Dampak Kurtailmen / Penyelesaian - (34.707.873)
Biaya imbalan pasti yang diakui
pada laba rugi (Catatan 26) - (26.917.418)
Pengukuran kembali yang diakui pada
penghasilan komprehensif lain - (31.087.955)
Total - (58.005.373)
Mutasi nilai kini liabilitas imbalan pasti adalah sebagai berikut:
2024 2023
Saldo awal 9.778.372 5.607.835
Biaya jasa kini - 5.639.206
Biaya Bunga - 193.024
Pengakuan Segera dari Biaya Jasa Lalu yang Vested - 1.958.225
Dampak Kurtailmen / Penyelesaian - (34.707.873)
Imbalan yang dibayarkan - -
Pengukuran kembali yang diakui pada
penghasilan komprehensif lain - 31.087.955
Saldo akhir 9.778.372 9.778.372
Sensitivitas keseluruhan liabilitas pensiun terhadap perubahan tertimbang asumsi dasar adalah sebagai berikut:
31 Desember 2023
Tingkat diskonto Tingkat gaji mendatang
Dampak pada Dampak pada nilai
nilai kini kini kewajiban
Persentase kewajiban pasti Persentase pasti
Kenaikan 1% 8.801.829 1% 10.903.234
Penurunan 1% 10.932.925 1% 8.805.373
- 29 -
Page 33
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 30 Juni 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Dan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
19. LIABILITAS IMBALAN KERJA (LANJUTAN)
Jatuh tempo yang didiskontokan, manfaat program manfaat pasti yang didiskontokan pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31
Desember 2023 adalah sebagai berikut:
2024 2023
0 sampai dengan 2 tahun - -
2 sampai dengan 5 tahun - -
5 sampai dengan 10 tahun - -
Di atas 10 tahun 9.778.372 9.778.372
Total 9.778.372 9.778.372
Manajemen berkeyakinan bahwa saldo liabilitas imbalan kerja tersebut cukup untuk memenuhi imbalan minimum sesuai dengan
Undang-undang Tenaga Kerja.
20. MODAL SAHAM
Susunan pemegang saham berdasarkan laporan kepemilikan saham untuk posisi tanggal 30 Juni 2024 yang dibuat oleh PT
Adimitra Jasa Korpora - Biro Administrasi Efek, adalah sebagai berikut:
Saham Jumlah
Ditempatkan dan Persentase
Nama pemegang saham
Disetor Penuh Kepemilikan (%)
(Lembar) (Rp)
PT Idea Asia Investama 434.549.100 40,90% 17.381.964.000
Eko Desriyanto 379.819.600 35,75% 15.192.784.000
Masyarakat 248.068.800 23,35% 9.922.752.000
Total 1.062.437.500 100,00% 42.497.500.000
Susunan pemegang saham berdasarkan laporan kepemilikan saham untuk posisi tanggal 31 Desember 2023 yang dibuat oleh PT
Adimitra Jasa Korpora - Biro Administrasi Efek, adalah sebagai berikut:
Saham Jumlah
Ditempatkan dan Persentase
Nama pemegang saham
Disetor Penuh Kepemilikan (%)
(Lembar) (Rp)
PT Idea Asia Investama 434.549.100 40,90% 17.381.964.000
Eko Desriyanto 379.819.600 35,75% 15.192.784.000
Eka Murniasih 69.855.900 6,58% 2.794.236.000
Masyarakat 178.212.900 16,77% 7.128.516.000
Total 1.062.437.500 100,00% 42.497.500.000
21. TAMBAHAN MODAL DISETOR
Akun ini terdiri dari:
2024 2023
Efek transaksi restrukturisasi entitas sepengendali
PT Aidia Indonesia Propertindo (269.658.691) (269.658.691)
Agio saham dari hasil Penawaran Umum Saham Perdana 21.248.750.000 21.248.750.000
Biaya emisi saham Penawaran Umum Saham Perdana (3.271.122.780) (3.271.122.780)
Total 17.707.968.529 17.707.968.529
- 30 -
Page 34
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 30 Juni 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Dan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
22. KEPENTINGAN NONPENGENDALI
Akun ini merupakan bagian kepentingan non-pengendali atas aset bersih dan rugi bersih entitas anak dengan rincian sebagai
berikut:
30 Juni 2024
Dampak
restrukturisasi
entitas Bagian atas laba Penghasilan
Saldo Awal sepengendali (rugi) neto komprehensif lain Saldo Akhir
PT Aidia Indonesia
Propertindo 917.029 - 5.202 - 922.231
PT Idea Hospitality
Management 899.438 - (352.433) - 547.004
Total 1.816.467 - (347.232) - 1.469.235
31 Desember 2023
Dampak
restrukturisasi
entitas Bagian atas laba Penghasilan
Saldo Awal sepengendali (rugi) neto komprehensif lain Saldo Akhir
PT Aidia Indonesia
Propertindo 892.460 - 24.555 14 917.029
PT Idea Hospitality
Management 896.894 - 2.544 - 899.438
Total 1.789.354 - 27.099 14 1.816.467
23. PENDAPATAN USAHA
Rincian pendapatan usaha adalah sebagai berikut:
2024 2023
Program siswa 5.804.307.800 5.062.875.000
Makanan dan minuman 2.582.366.402 1.898.508.017
Sewa kamar 2.465.034.605 2.016.962.559
Registrasi - 11.750.000
Lain-lain 110.589.979 61.592.026
Total 10.962.298.786 9.051.687.602
24. BEBAN POKOK PENDAPATAN
Rincian beban pokok pendapatan adalah sebagai berikut:
2024 2023
Bahan dan perlengkapan 1.973.527.964 1.460.412.391
Makanan dan minuman 736.780.459 634.030.682
Gaji dan tunjangan 588.534.430 466.529.763
Listrik dan air 405.587.743 408.837.784
Transportasi 142.500 2.558.236
Pendaftaran / Pelayanan 5.653.845 3.850.000
Hotel 2.264.381 9.198.550
Perbaikan dan pemeliharaan 5.539.316 4.750.000
Departemen lain 132.149.728 79.427.197
Total 3.850.180.366 3.069.594.603
- 31 -
Page 35
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 30 Juni 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Dan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
25. BEBAN PEMASARAN
Rincian beban pemasaran adalah sebagai berikut:
2024 2023
Promosi dan Iklan 259.491.822 38.789.136
Gaji dan tunjangan 495.823.851 203.674.481
Perjalanan dinas 177.657.980 4.772.000
Entertainment 543.708 1.209.511
Lain-lain 162.769.946 457.162.741
Total 1.096.287.308 705.607.869
26. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI
Akun ini terdiri dari:
2024 2023
Penyusutan dan amortisasi 2.512.306.327 2.119.326.174
Gaji dan tunjangan 1.062.703.949 639.932.450
Jasa profesional 215.193.958 204.756.413
Listrik, telephone dan air 122.989.664 72.023.581
Perjalanan dinas 29.977.532 117.939.211
Perbaikan dan pemeliharaan 49.861.995 116.692.077
Trasportasi 25.562.088 -
Kantor 245.265.447 -
Jamuan dan sumbangan 4.022.849 5.171.500
Pajak 117.027.378 121.873.500
Perijinan 2.000.000 -
Umum dan administrasi lain 498.000 258.178.789
Total 4.387.409.187 3.655.893.695
27. PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN
Akun ini terdiri dari:
2024 2023
Pendapatan lain-lain
Pendapatan bunga 710.687 56.153.719
Pendapatan lain-lain 35.626.601 25.479.274
Beban lain-lain
Beban bunga pinjaman (673.916.988) (798.406.232)
Beban administrasi bank (7.200.829) (3.992.831)
Beban lain-lain (26.855.733) (28.601.298)
Total (671.636.262) (749.367.367)
28. PAJAK PENGHASILAN
Aset Pajak Tangguhan
2024
Saldo awal Dibebankan ke Saldo akhir
Dibebankan ke
penghasilan
01-Jan-24 laporan laba rugi 30-Jun-24
komprehensif lain
Imbalan kerja (2.956.350) - - (2.956.350)
Penyisihan penurunan nilai 17.803.641 - - 17.803.641
Aset pajak tangguhan 14.847.291 - - 14.847.291
- 32 -
Page 36
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 30 Juni 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Dan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
28. PAJAK PENGHASILAN (LANJUTAN)
Aset Pajak Tangguhan (Lanjutan)
2023
Saldo awal Dibebankan ke Saldo akhir
Dibebankan ke
penghasilan
01-Jan-23 laporan laba rugi 31-Dec-23
komprehensif lain
Imbalan kerja (3.873.868) (5.921.832) 6.839.350 (2.956.350)
Penyisihan penurunan nilai 11.925.456 5.878.185 - 17.803.641
Aset pajak tangguhan 8.051.588 - 43.647 6.839.350 14.847.291
29. LABA NETO PER SAHAM DASAR
Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba bersih tahun berjalan dengan rata-rata tertimbang jumlah saham biasa
yang ditempatkan penuh, yang beredar selama tahun bersangkutan, sebagai berikut:
2024 2023
Laba neto tahun berjalan yang dapat
diatribusikan kepada pemilik
Entitas Induk 957.132.894 871.219.281
Rata-rata tertimbang jumlah
saham biasa yang beredar 1.062.437.500 1.062.437.500
Laba per Saham Dasar 0,90 0,82
30. SIFAT, SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI
Dalam kegiatan usaha normal, perusahaan melakukan transaksi usaha dan keuangan dengan pihak-pihak berelasi, berdasarkan
persyaratan yang disetujui kedua belah pihak.
Sifat hubungan dan transaksi perusahaan dengan pihak yang berelasi adalah sebagai berikut:
Pihak Berelasi Hubungan Transaksi
Direksi dan Komisaris Pemegang Saham, Manajemen kunci Remunerasi
PT Idea Asia Investama Pemegang Saham Piutang berelasi, Utang berelasi
Transaksi dan saldo dengan pihak-pihak berelasi adalah:
a. Perusahaan melakukan pembayaran remunerasi kepada Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan dengan rincian sebagai
berikut:
2024 2023
Dewan Komisaris 120.000.000 120.000.000
Dewan Direksi 217.000.000 219.000.000
Total 337.000.000 339.000.000
b. Pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023 Grup memberikan pinjaman kepada PT Idea Asia Investama. Saldo yang
timbul dari transaksi ini disajikan sebagai akun “Piutang lain-lain – Pihak Berelasi” dalam laporan posisi keuangan (lihat
Catatan 6).
c. Pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023, PT Aidia Indonesia Propertindo, entitas anak mendapat pinjaman dari PT
Idea Asia Investama. Saldo yang timbul dari transaksi ini disajikan sebagai akun “Utang lain-lain – Pihak berelasi” dalam
laporan posisi keuangan (lihat Catatan 18).
- 33 -
Page 37
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 30 Juni 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Dan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30. SIFAT, SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI (LANJUTAN)
Saldo dan transaksi signifikan dengan pihak-pihak berelasi disajikan sebagai berikut:
a. Piutang lain-lain
2024 2023
PT Idea Asia Investama - 617.314.845
Persentase Terhadap Total Aset - 0,01
b. Utang berelasi
2024 2023
PT Idea Asia Investama 448.491.014 1.534.442.758
Persentase Terhadap Total Liabilitas 0,03 0,09
31. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN
a. Kebijakan Manajemen Risiko Keuangan
Risiko-risiko utama yang timbul dari instrumen keuangan yang dimiliki Grup adalah risiko pasar (termasuk risiko suku bunga
dan risiko mata uang asing), risiko kredit dan risiko likuiditas. Kegiatan operasional Grup dijalankan secara berhati-hati dengan
mengelola risiko-risiko tersebut agar tidak menimbulkan potensi kerugian bagi Grup.
Direksi bertugas menentukan prinsip dasar kebijakan manajemen risiko Grup secara keseluruhan serta kebijakan pada area
tertentu seperti risiko mata uang asing, risiko suku bunga, risiko kredit, dan risiko likuiditas.
Risiko Pasar
a. Risiko Suku Bunga
Risiko suku bunga adalah risiko dimana nilai wajar atau arus kas kontraktual masa datang dari suatu instrumen keuangan
akan terpengaruh akibat perubahan suku bunga pasar. Eksposur Grup yang terpengaruh risiko suku bunga terutama terkait
dengan utang bank dan utang pembiayaan.
Untuk meminimalkan risiko suku bunga, Grup mengelola beban bunga melalui kombinasi utang dengan suku bunga tetap
dan suku bunga variabel, dengan mengevaluasi kecenderungan suku bunga pasar. Manajemen juga melakukan
penelaahan berbagai suku bunga yang ditawarkan oleh kreditur untuk mendapatkan suku bunga yang menguntungkan
sebelum mengambil keputusan untuk melakukan perikatan utang.
Tabel berikut adalah nilai tercatat, berdasarkan jatuh temponya, atas liabilitas keuangan konsolidasian Grup yang terkait
risiko suku bunga:
2024
Suku bunga < 1 tahun 1 - 5 tahun Total
Utang bank 10,75% 5.228.966.856 7.912.087.902 13.141.054.758
Utang pembiayaan 8,53% 131.362.822 237.894.932 369.257.754
2023
Suku bunga < 1 tahun 1 - 5 tahun Total
Utang bank 10,75% 5.235.085.288 9.098.901.090 14.333.986.378
Utang pembiayaan 8,53% 131.362.822 320.339.932 451.702.754
b. Risiko Mata Uang Asing
Risiko nilai tukar adalah risiko usaha dalam nilai instrumen keuangan akibat berfluktuasinya perubahan nilai tukar.
Grup dalam melakukan kegiatan usahanya sebagian besar mempergunakan mata uang Rupiah dalam hal transaksi
penjualan, pembelian bahan baku dan beban usaha. Transaksi usaha dalam mata uang asing hanya dilakukan untuk hal-
hal khusus, dan jika hal tersebut terjadi manajemen akan melakukan review berkala atas eksposur mata uang asing
tersebut.
- 34 -
Page 38
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 30 Juni 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Dan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (LANJUTAN)
a. Kebijakan Manajemen Risiko Keuangan (Lanjutan)
Risiko Kredit
Risiko kredit timbul dari kemungkinan ketidakmampuan pelanggan untuk memenuhi kewajibannya sesuai dengan syarat
normal transaksi pada saat jatuh tempo pembayaran.
Risiko kredit timbul dari kas dan setara kas, deposito berjangka, piutang usaha dan lain-lain. Manajemen menempatkan kas
dan deposito berjangka hanya pada bank dan lembaga keuangan yang bereputasi baik dan terpercaya. Untuk meminimalisasi
risiko kredit atas piutang usaha yang berasal dari pendapatan program siswa, manajemen mengenakan denda atas
keterlambatan pembayaran. Untuk penyewaan gedung serbaguna, pelanggan diminta membayar uang sewa di muka dan
memberikan uang jaminan.
Untuk piutang kamar hotel, manajemen melakukan hubungan usaha dengan pihak agen perjalanan yang memiliki kredibilitas,
Berdasarkan evaluasi tersebut pihak manajemen akan menentukan perkiraan jumlah yang tidak dapat ditagih atas piutang
tersebut serta menentukan pembentukan akun cadangan kerugian penurunan nilai atas piutang usaha tersebut.
Lihat Catatan 6 untuk informasi jumlah piutang usaha berdasarkan umur (hari) dihitung sejak tanggal faktur.
Kualitas kredit dari aset keuangan Grup berupa kas dan setara kas, deposito berjangka, piutang usaha dan lain-lain adalah
lancar, yang ditelaah dengan mengacu pada kredibilitas dan reputasi pihak rekanan serta informasi historis mengenai
penerimaan pembayaran.
Berikut adalah eksposur maksimum terhadap risiko kredit untuk komponen laporan posisi keuangan konsolidasian pada
tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023:
2024 2023
Kas dan bank 2.197.770.515 3.047.197.821
Piutang usaha 4.137.010.400 2.448.343.924
Piutang lain-lain 31.039.001 643.509.846
Total 6.365.819.917 6.139.051.591
Risiko Likuiditas
Risiko likuiditas adalah risiko kerugian yang timbul karena Grup tidak memiliki arus kas yang cukup untuk memenuhi
liabilitasnya.
Dalam pengelolaan risiko likuiditas, manajemen memantau dan menjaga jumlah kas dan setara kas yang dianggap memadai
untuk membiayai operasional Grup dan untuk mengatasi dampak fluktuasi arus kas. Manajemen juga melakukan evaluasi
berkala atas proyeksi arus kas dan arus kas aktual, termasuk jadwal jatuh tempo utang, dan terus-menerus melakukan
penelaahan pasar keuangan untuk mendapatkan sumber pendanaan yang optimal.
Tabel di bawah ini menganalisa liabilitas keuangan Grup yang diselesaikan secara neto yang dikelompokkan berdasarkan
periode yang tersisa sampai dengan tanggal jatuh tempo kontraktual. Jumlah yang diungkapkan dalam tabel merupakan arus
kas kontraktual yang tidak didiskontokan:
30 Juni 2024
< 1 tahun 1 - 5 tahun > 5 tahun Total
Liabilitas Keuangan Lainnya
Utang usaha 131.662.537 - - 131.662.537
Beban yang masih harus dibayar 262.643.149 - - 262.643.149
Utang lain-lain 560.286.743 - - 560.286.743
Total 954.592.429 - - 954.592.429
31 Desember 2023
< 1 tahun 1 - 5 tahun > 5 tahun Total
Liabilitas Keuangan Lainnya
Utang usaha 133.930.959 - - 133.930.959
Beban yang masih harus dibayar 297.181.167 - - 297.181.167
Utang lain-lain 1.634.692.045 - - 1.634.692.045
Total 2.065.804.170 - - 2.065.804.170
- 35 -
Page 39
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 30 Juni 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Dan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (LANJUTAN)
b. Estimasi Nilai Wajar
Tabel di bawah ini menggambarkan nilai tercatat dan nilai wajar dari aset dan liabilitas keuangan:
30 Juni 2024 31 Desember 2023
Nilai Tercatat Nilai Wajar Nilai Tercatat Nilai Wajar
Aset keuangan
Kas dan setara kas 2.197.770.515 2.197.770.515 3.047.197.821 3.047.197.821
Piutang usaha 4.137.010.400 4.137.010.400 2.448.343.924 2.448.343.924
Piutang lain-lain 31.039.001 31.039.001 643.509.846 643.509.846
Total 6.365.819.917 6.365.819.917 6.139.051.591 6.139.051.591
Liabilitas keuangan
Utang usaha 131.662.537 131.662.537 133.930.959 133.930.959
Beban yang masih harus dibayar 262.643.149 262.643.149 297.181.167 297.181.167
Utang bank 13.141.054.758 13.141.054.758 14.333.986.378 14.333.986.378
Utang pembiayaan 369.257.754 369.257.754 451.702.754 451.702.754
Utang lain-lain 560.286.743 560.286.743 1.634.692.045 1.634.692.045
Total 14.333.242.403 14.333.242.403 16.717.562.343 16.717.562.343
Nilai wajar atas sebagian besar aset dan liabilitas keuangan mendekati nilai tercatat karena dampak pendiskontoan yang tidak
signifikan.
c. Manajemen Permodalan
Tujuan Grup dalam mengelola permodalan adalah untuk melindungi kemampuan Grup dalam mempertahankan kelangsungan
usaha, sehingga entitas dapat tetap memberikan imbal hasil bagi pemegang saham dan manfaat bagi pemangku kepentingan
lainnya dan untuk mengelola struktur modal yang optimal untuk meminimalisasi biaya modal yang efektif.
Dalam rangka mengelola struktur modal, Grup mungkin menyesuaikan jumlah dividen, menerbitkan saham baru atau
menambah/mengurangi jumlah utang.
32. INFORMASI SEGMEN
Informasi Segmen Operasi
Grup dikelola dan dikelompokkan dalam divisi usaha yang terdiri dari lembaga pendidikan, hotel dan operator hotel.
Informasi bentuk segmen operasi yang berupa segmen usaha Grup adalah sebagai berikut:
30 Juni 2024
Lembaga Hotel dan
Eliminasi Total
pendidikan Operator hotel
Pendapatan usaha 5.804.307.800 5.157.990.986 - 10.962.298.786
Beban pokok pendapatan 1.887.886.400 1.962.293.966 - 3.850.180.366
Laba kotor 3.916.421.400 7.120.284.952 - 7.112.118.420
Beban usaha 2.968.361.360 2.515.335.134 - 5.483.696.495
Laba usaha 948.060.040 9.635.620.086 - 1.628.421.925
Laba sebelum taksiran pajak 940.754.374 16.031.290 - 956.785.664
Beban pajak penghasilan - - - -
Laba tahun berjalan 940.754.374 16.031.290 - 956.785.664
- 36 -
Page 40
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 30 Juni 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Dan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
32. INFORMASI SEGMEN (LANJUTAN)
Informasi bentuk segmen operasi yang berupa segmen usaha Grup adalah sebagai berikut: (Lanjutan)
Segmen operasi lainnya
30 Juni 2024
Lembaga Hotel dan
Eliminasi Total
pendidikan Operator hotel
Aset segmen 66.794.680.986 52.365.542.336 (41.557.012.146) 77.603.211.177
Liabilitas segmen 1.272.972.889 17.457.440.967 (4.099.012.145) 14.631.401.711
30 Juni 2023
Lembaga Hotel dan
Eliminasi Total
pendidikan Operator hotel
Pendapatan usaha 5.015.125.000 4.786.762.602 (750.200.000) 9.051.687.602
Beban pokok pendapatan 1.939.753.724 1.880.040.879 (750.200.000) 3.069.594.603
Laba kotor 3.075.371.276 6.666.803.481 - 5.982.092.999
Beban usaha 2.330.368.098 2.031.133.466 - 4.361.501.564
Laba usaha 745.003.178 8.697.936.947 - 1.620.591.435
Laba (rugi) sebelum taksiran pajak 785.244.391 85.979.676 - 871.224.067
Pajak penghasilan - - - -
Laba (rugi) tahun berjalan 785.244.391 85.979.676 - 871.224.067
Segmen operasi lainnya
31 Desember 2023
Lembaga Hotel dan
Eliminasi Total
pendidikan Operator hotel
Aset segmen 65.689.026.353 53.246.818.637 (39.591.575.710) 79.344.269.281
Liabilitas segmen 1.108.072.630 18.354.748.543 (2.133.575.709) 17.329.245.464
- 37 -
Names mentioned 35 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
Panji Kresna
p.10 ×2
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.10 ×6
unresolved
person
Rini Yulianti
p.10 ×3
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.10
unresolved
org
PT Aidia Indonesia Propertindo
p.10 ×11
unresolved
person
Karamia Dwi Monica
p.10 ×3
unresolved
org
PT Idea Hospitality Management
p.11 ×4
unresolved
org
Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan
p.12
unresolved
org
BAPEPAM-LK
p.12 ×2
unresolved
org
Bank Lampung
p.24
unresolved
org
PT Adimitra Jasa Korpora
p.33 ×2
unresolved
org
PT Idea Asia Investama. Saldo
p.36 ×2
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.