Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 56
Page 1
Page 2
PT SATRIA MEGA KENCANA, Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 30 JUNI 2024 DAN 31 DESEMBER 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
ASET
Catatan 30 Juni 2024 31 Desember 2023
ASET LANCAR
Kas dan Setara Kas 2f, 4 9.538.572.043 11.887.905.520
Piutang Usaha - Pihak Ketiga - Bersih 2g, 5 452.567.097 396.263.229
Piutang Lain-Lain:
- Pihak Ketiga 2g, 6 39.441.481 58.384.387
- Pihak Berelasi - -
Persediaan 2h, 7 416.077.563 385.873.463
Perlengkapan 2h, 8 1.511.337.507 1.518.124.897
Pajak Dibayar Di Muka 2q, 16a 4.758.037.074 4.777.827.539
Uang Muka dan Biaya Dibayar Di Muka: 2i, 9 1.264.898.188 670.735.530
Jumlah Aset Lancar 17.980.930.953 19.695.114.565
ASET TIDAK LANCAR
Piutang Pihak Berelasi 2e, 6,12b 2.008.239.877 2.008.239.877
Biaya Dibayar di Muka 2i, 9 6.820.383 11.702.952
Aset Tetap 2k, 10 406.276.588.179 409.326.964.514
Aset Pajak Tangguhan 2q, 16d 1.908.319.772 1.908.319.772
Aset Lain-lain 11 1.200.000.000 1.200.000.000
Jumlah Aset Tidak Lancar 411.399.968.211 414.455.227.115
JUMLAH ASET 429.380.899.164 434.150.341.680
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian ini
1
Page 3
PT SATRIA MEGA KENCANA, Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 30 JUNI 2024 DAN 31 DESEMBER 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
LIABILITAS DAN EKUITAS
Catatan 30 Juni 2024 31 Desember 2023
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang Usaha - Pihak Ketiga - Bersih 2n, 13 597.706.926 492.188.083
Utang Lain-Lain:
- Pihak Ketiga 14 4.810.012 157.627.012
- Pihak Berelasi 2e, 12d 4.980.198.750 1.740.457.000
Utang Pajak 2q, 16b 314.169.741 935.493.435
Beban Akrual 15 1.567.565.766 1.844.386.627
Jaminan Pelanggan 20 367.318.562 702.173.759
Liabilitas Jangka Panjang- Bagian yang jatuh
tempo dalam Waktu Satu Tahun:
- Utang Bank 17 8.301.973.872 7.698.700.925
- Liabilitas Sewa Pembiayaan 2r, 18 60.445.000 60.445.000
Jumlah Liabiltas Jangka Pendek 16.194.188.629 13.631.471.841
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang Pihak Berelasi 12d, 14 100.283.544.949 95.277.499.168
Liabilitas Jangka Panjang - Setelah Dikurangi
Bagian yang Jatuh Tempo dalam Waktu
Satu Tahun:
- Utang Bank 17 54.135.352.744 58.587.318.184
- Liabilitas Sewa Pembiayaan 2r, 18 60.445.000 93.415.000
Liabilitas Imbalan Pascakerja 2s, 19 1.515.385.440 1.515.385.440
Kewajiban Pajak Tangguhan 53.513.222.438 53.513.222.438
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 209.507.950.571 208.986.840.230
Jumlah Liabilitas 225.702.139.200 222.618.312.071
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian ini
2
Page 4
PT SATRIA MEGA KENCANA, Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 30 JUNI 2024 DAN 31 DESEMBER 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 30 Juni 2024 31 Desember 2023
EKUITAS
Modal Saham
Modal Dasar 2.400.000.000 saham
dengan nilai nominal Rp 100 per saham
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh
-1.000.003.979 lembar saham pada 30 Juni 2024
dan 31 Desember 2023 21 100.000.397.900 100.000.397.900
Tambahan Modal Disetor 22 14.491.453.870 14.491.453.870
Surplus Revaluasi Aset Tetap 183.875.074.658 183.875.074.658
Pendapatan Komprehensif Lainnya 1.561.103.217 1.561.103.217
Saldo Laba Ditahan (106.206.758.159) (98.403.115.285)
Jumlah Ekuitas yang Dapat Didistribusikan
kepada Pemilik Entitas Induk 193.721.271.486 201.524.914.360
Kepentingan Non Pengendali 23 9.957.488.478 10.007.115.249
Jumlah Ekuitas 203.678.759.964 211.532.029.609
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 429.380.899.164 434.150.341.680
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian ini
3
Page 5
PT SATRIA MEGA KENCANA, Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2024 DAN 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 30 Juni 2024 30 Juni 2023
PENDAPATAN
Hotel 9.684.520.661 9.765.590.042
Spa 55.001.653 66.223.967
Jumlah Pendapatan 2p, 24 9.739.522.314 9.831.814.009
BEBAN POKOK PENDAPATAN
Hotel (3.522.033.165) (3.453.066.370)
Spa (31.812.072) (40.009.397)
Jumlah Beban Pokok Pendapatan 2p, 25 (3.553.845.237) (3.493.075.767)
LABA KOTOR 6.185.677.077 6.338.738.242
BEBAN USAHA
Beban Penjualan 2p, 26 (426.037.548) (346.927.469)
Beban Umum dan Administrasi 2p, 27 (10.257.298.046) (9.673.034.193)
Jumlah Beban Usaha (10.683.335.594) (10.019.961.662)
RUGI USAHA (4.497.658.517) (3.681.223.420)
PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN
Pendapatan Bunga 125.069.492 98.490.141
Beban Keuangan 28 (3.446.497.032) (4.010.745.357)
Beban Pajak (154.000.000) (411.645.731)
Laba (Rugi) Penjualan Aset Tetap 3.693.694 107.057.000
Lain-Lain - Bersih 116.122.718 7.050.119
Jumlah Pendapatan (Beban) Lain-lain (3.355.611.128) (4.209.793.828)
RUGI SEBELUM PAJAK FINAL DAN PAJAK (7.853.269.645) (7.891.017.248)
PENGHASILAN
Pajak Final - -
RUGI SEBELUM PAJAK PENGHASILAN (7.853.269.645) (7.891.017.248)
Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan - -
RUGI TAHUN BERJALAN (7.853.269.645) (7.891.017.248)
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian ini
4
Page 6
PT SATRIA MEGA KENCANA, Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGA-TANGGAL
30 JUNI 2024 DAN 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 30 Juni 2024 30 Juni 2023
PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
Pos yang Tidak Akan Direklasifikasikan ke
Laba Rugi:
Surplus Revaluasi Aset Tetap - -
Pengukuran Kembali Liabilitas Imbalan Kerja - -
Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan Terkait - -
Penghasilan Komprehensif Lain Tahun Berjalan - -
JUMLAH RUGI KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN (7.853.269.645) (7.891.017.248)
RUGI TAHUN BERJALAN YANG DAPAT
DIATRIBUSIKAN KEPADA:
Pemilik Entitas Induk (7.803.642.874) (7.859.180.636)
Kepentingan Non-Pengendali (49.626.771) (31.836.612)
Jumlah (7.853.269.645) (7.891.017.248)
-
JUMLAH LABA KOMPREHENSIF YANG DAPAT
DIATRIBUSIKAN KEPADA:
Pemilik Entitas Induk (7.803.642.874) (7.859.180.636)
Kepentingan Non-Pengendali (49.626.771) (31.836.612)
Jumlah (7.853.269.645) (7.891.017.248)
RUGI PER SAHAM DASAR 31 (7,80) (7,89)
RUGI PER SAHAM DILUSINKAN 31 (9,75) (8,43)
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian ini
5
Page 7
PT SATRIA MEGA KENCANA, Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGAL-TANGGAL 30 JUNI 2024 DAN 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Surplus
Tambahan Revaluasi Komponen Ekuitas Saldo Laba Kepentingan
Catatan Modal Saham Modal Disetor Aset Tetap Lainnya (Rugi) Jumlah Non-Pengendali Jumlah Ekuitas
SALDO PER 31 DESEMBER 2022 100.000.007.500 14.489.466.870 154.855.264.313 1.622.859.272 (84.788.919.346) 186.178.678.609 9.359.409.005 195.538.087.614
Rugi Tahun Berjalan - - - - (7.891.017.248) (7.891.017.248) (31.836.612) (7.922.853.860)
Pengukuran Kembali Liabilitas -
Imbalan Kerja, Setelah Pajak - - - - - - - -
Transaksi Ekuitas Lainnya - - - - - -
SALDO PER 30 JUNI 2023 100.000.007.500 14.489.466.870 154.855.264.313 1.622.859.272 (92.679.936.594) 178.287.661.361 9.327.572.393 187.615.233.754
Rugi Tahun Berjalan - - - - (5.723.178.691) (5.723.178.691) (29.701.076) (5.752.879.767)
Setoran Modal 390.400 1.987.000 - - 2.377.400 2.377.400
Surplus Revaluasi Aset Tetap 29.019.810.345 - 29.019.810.345 709.220.460 29.729.030.805
Pengukuran Kembali Liabilitas
Imbalan Kerja, Setelah Pajak - - - (61.756.055) - (61.756.055) 23.472 (61.732.583)
Transaksi Ekuitas Lainnya - - - - - -
SALDO PER 31 DESEMBER 2023 100.000.397.900 14.491.453.870 183.875.074.658 1.561.103.217 (98.403.115.285) 201.524.914.360 10.007.115.249 211.532.029.609
Rugi Tahun Berjalan - - - - (7.803.642.874) (7.803.642.874) (49.626.771) (7.853.269.645)
Pengukuran Kembali Liabilitas Imbalan
Kerja, Setelah Pajak - - - - - - - -
Transaksi Ekuitas Lainnya - - - - - -
SALDO PER 30 JUNI 2024 100.000.397.900 14.491.453.870 183.875.074.658 1.561.103.217 (106.206.758.159) 193.721.271.486 9.957.488.478 203.678.759.964
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian ini
6
Page 8
PT SATRIA MEGA KENCANA, Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2024 DAN 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 30 Juni 2024 30 Juni 2023
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Kas yang Diperoleh dari Pelanggan 9.357.366.195 9.679.341.322
Kas yang Dibayarkan kepada Pemasok (4.094.015.072) (5.622.488.653)
Kas yang Dibayarkan kepada Karyawan (6.468.914.388) (5.400.749.679)
Kas yang dihasilkan dari operasi (1.205.563.265) (1.343.897.010)
Penerimaan (Pembayaran):
Pajak Penghasilan (717.862.072) (515.255.397)
Penerimaan Bunga 125.069.492 98.490.141
Penerimaan (Pengeluaran) Kas Lainnya (1.226.800.419) (519.658.365)
Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Operasi (3.025.156.264) (2.280.320.631)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Perolehan Aset Tetap 10 (64.258.150) (391.607.814)
Aset Tetap dalam Pembangunan 10 (131.720.000) (753.638.900)
Penjualan Aset Tetap 10 3.693.694 107.057.000
Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi (192.284.456) (1.038.189.714)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Peningkatan Piutang Lain-Lain - Pihak Berelasi - 643.070.767
Pembayaran Liabilitas Sewa Pembiayaan 18 (32.970.000) 186.830.000
Pembayaran Utang Bank 17 (3.900.000.000) (3.600.000.000)
Peningkatan Utang Lain-Lain - Pihak Berelasi 8.245.787.531 8.799.500.000
Pembayaran bunga dari aktivitas pendanaan 17, 18, 28 (3.444.710.288) (3.954.256.944)
Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Pendanaan 868.107.243 2.075.143.823
PENINGKATAN BERSIH KAS DAN SETARA KAS (2.349.333.477) (1.243.366.522)
KAS DAN SETARA KAS, AWAL PERIODE 2f, 4 11.887.905.520 11.831.391.813
KAS DAN SETARA KAS, AKHIR PERIODE 2f, 4 9.538.572.043 10.588.025.291
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian ini
7
Page 9
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2024 DAN 31 DESEMBER 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM
a. Pendirian dan Informasi Umum
PT Satria Mega Kencana Tbk ("Perusahaan") didirikan berdasarkan Akta Notaris Ilmiawan Dekrit Supatmo, SH
No.62 tanggal 16 Juni 2004. Anggaran Dasar Perusahaan telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No.C-10271HT.01.01.TH.2005 tanggal 14 April 2005.
Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan. Perubahan terakhir dilakukan
berdasarkan Akta Notaris No.231 tanggal 20 Desember 2023 oleh Christina Dwi Utami, S.H., M.Hum., M.Kn.,
sehubungan dengan hasil dari Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (“RUPSLB”), antara lain tentang
persetujuan pengeluaran saham dalam simpanan/portepel Perseroan dan menawarkan/menjual saham baru
yang akan dikeluarkan dari portepel tersebut melalui Penawaran Umum kepada masyarakat. Perubahan ini
telah diterima dan dicatat oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat No.AHU-
AH.01.03-0160442 tertanggal 21 Desember 2023.
Pada tanggal 7 Juni 2023, terdapat perubahan dalam Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, di mana kegiatan
usaha Perusahaan meliputi bidang real estate yang di miliki sendiri atau di sewa; kawasan pariwisata; kawasan
industri; real estate atas dasar balas jasa (fee) atau kontrak; dan aktivitas perusahaan holding, dan perubahan
dalam Pasal 17 ayat 5 Anggaran Dasar Perusahaan mengenai pengumuman laporan keuangan Perusahaan
sebagaimana di muat dalam Akta No.75 tanggal 7 Juni 2023. Perubahan dan penyesuaian tersebut telah
mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat
Keputusan No. AHU-0036710.AH.01.02.TAHUN 2023 tanggal 27 Juni 2023.
Pada saat ini, Perusahaan melakukan kegiatan berupa real estate dan kawasan pariwisata yang juga
melakukan investasi saham pada Entitas Anak.
Kantor pusat Perusahaan terletak di Jl. Panglima Polim Raya No.28, Kelurahan Pulo, Kecamatan Kebayoran
Baru, Jakarta Selatan.
Perusahaan mulai beroperasi secara komersial sejak tahun 2013.
Pemegang saham pengendali Perusahaan adalah Herman Herry Adranacus.
b. Penawaran Umum
Pada tanggal 23 Agustus 2018, melalui Surat Pengantar Pernyataan Pendaftaran No.097/SMK-DIR/VII/2018
serta perubahan terakhir yang disampaikan melalui Surat No. 160/SMK-DIR/XI/2018 tanggal 28 November
2018, Perusahaan telah menawarkan sahamnya kepada masyarakat melalui pasar modal sejumlah
400.000.000 saham dengan nilai nominal Rp100 per saham dengan harga penawaran Rp165 per saham. Pada
tanggal 30 November 2018, berdasarkan Surat Otoritas Jasa Keuangan No.S-171/D.04/2018, Perusahaan telah
memperoleh Surat Pemberitahuan Efektif Pernyataan Pendaftaran. Selisih lebih jumlah yang diterima dari
pengeluaran saham terhadap nilai nominalnya sebesar Rp21.299.134.834 di catat dalam akun “Tambahan
Modal Disetor” setelah dikurangi biaya emisi saham sebesar Rp4.700.865.166 (catatan 22). Pada tanggal 10
Desember 2018, seluruh saham Perseroan telah tercatat pada Bursa Efek Indonesia.
8
Page 10
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2024 DAN 31 DESEMBER 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
b. Penawaran Umum (lanjutan)
Pada tanggal 10 Desember 2018, Perusahaan menerbitkan Waran Seri I sebanyak-banyaknya 200.000.000
yang diberikan secara cuma-cuma kepada masyarakat yang membeli saham baru dalam Penawaran Umum,
dan waran ini dapat dialihkan dan/atau diperjualbelikan secara terpisah dari saham baru tersebut. Rincian waran
seri I yang sudah dikonversi sejak tahun 2019 sampai dengan per 31 Desember 2023 dengan mengisi tabel
sebagai berikut:
Tanggal Lembar Nilai Nominal Harga Jumlah (Rp) (lembar
Nama Waran Konversi Saham (Rp) Pelaksanaan (Rp) saham x harga
Waran Seri I 11-07-2019 5 100 600 3.000
Waran Seri I 04-11-2020 10 100 600 6.000
Waran Seri I 11-02-2021 50 100 600 30.000
Waran Seri I 05-07-2021 10 100 600 6.000
Waran Seri I 30-11-2023 4 100 600 2.400
Waran Seri I 06-12-2023 800 100 600 480.000
Waran Seri I 07-12-2023 3100 100 600 1.860.000
Jumlah 3979 2.387.400
c. Entitas Anak
Pertanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023, Perusahaan memiliki kepemilikan pada Entitas Anak berikut
ini:
Persentase Tahun
kepemilikan operasi
Entitas anak Kedudukan Jenis Usaha efektif komersial Jumlah aset sebelum eleminasi
30 Juni 2024 31 Desember 2023
Kepemilikan langsung oleh Perusahaan Rp. 000 Rp. 000
PT Tanjung Karoso Permai Jakarta Belum beroperasi 90,00 - 136.836.740 137.405.882
("TKP")
PT Dwimukti Mitra Wisata Jakarta Perhotelan 99,00 2013 94.076.764 92.259.086
("DMW")
i. Pendirian Entitas Anak
Pada tanggal 14 Desember 2012, Perusahaan dan Vonny Kristiani mendirikan PT Tanjung Karoso Permai
("TKP") dengan kepemilikan saham masing-masing sebesar 90% dan 10% saham.
ii. Pembelian Saham Entitas Anak
Pada tanggal 31 Januari 2013, Perusahaan membeli saham PT Dwimukti Mitra Wisata ("DMW") dari Yudi
Adranacus dan Herman Herry Adranacus masing-masing sebanyak 50 lembar saham (atau sebesar 1%
kepemilikan dalam DMW) dan 2.450 lembar saham (atau sebesar 49% kepemilikan dalam DMW) sehingga
kepemilikan saham Perusahaan setelah pembelian tersebut adalah sebesar 50% dan sisanya dimiliki oleh
Herman Herry Adranacus dan Vonny Kristiani masing-masing sebesar 25%. Nilai buku aset bersih entitas
anak pada saat pembelian adalah sebesar Rp5.000.000.000 dan tidak ada Selisih Nilai Transaksi
Restrukturisasi Entitas Sepengendali yang dicatat terkait transaksi pembelian ini.
9
Page 11
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2024 DAN 31 DESEMBER 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
c. Entitas Anak (lanjutan)
Pada tanggal 29 Maret 2018, Perusahaan membeli 49% kepemilikan saham dalam DMW dari Herman
Herry Adranacus dan Vonny Kristiani masing-masing sebesar 1.250 lembar saham (atau sebesar 25%
kepemilikan dalam DMW) dan 1.200 lembar saham (atau sebesar 24% kepemilikan dalam DMW) dengan
harga beli Rp1.000.000 per lembar saham dengan total sebesar Rp2.450.000.000. Setelah pembelian
saham tersebut, kepemilikan saham Perusahaan adalah 99% dan sisanya dimiliki oleh Vonny Kristiani
sebesar 1%. Atas pembelian ini, timbul selisih antara nilai perolehan investasi dengan proporsi nilai buku
aset bersih entitas anak sebesar Rp6.809.670.464 yang dicatat sebagai Selisih Nilai Transaksi
Restrukturisasi Entitas Sepengendali dalam akun Tambahan Modal Disetor dalam bagian Ekuitas pada
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian per 31 Desember 2023 (catatan 22).
d. Dewan Komisaris, Direksi dan Karyawan
Susunan Direksi dan Dewan Komisaris Perusahaan pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023 adalah
sebagai berikut:
30 Juni 2024 31 Desember 2023
Dewan Komisaris
Komisaris Utama Stevano Rizki Adranacus Stevano Rizki Adranacus
Komisaris Independen Husni Heron Husni Heron
Direksi
Direktur Utama Martinelly Martinelly
Direktur Floreta Tane Floreta Tane
Pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan tanggal 7 Juni 2023, para pemegang saham menyetujui
pengangkatan kembali Floreta Tane selaku Direktur Perusahaan dan Husni Heron selaku Komisaris
Independen Perusahaan, serta mengangkat Martinelly selaku Direktur Utama Perusahaan dan Stevano Rizki
Adranacus selaku Komisaris Utama Perusahaan, terhitung sejak ditutupnya rapat. Perubahan ini diaktakan
dengan akta notaris Christina Dwi Utami, S.H., M.Hum, M.Kn. No.74 tanggal 7 Juni 2023 dan telah dicatatkan
oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat No.AHU-AH.01.09-
0132187 tanggal 27 Juni 2023.
Pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023, susunan Komite Audit Perusahaan adalah sebagai berikut:
30 Juni 2024 31 Desember 2023
Ketua Husni Heron Husni Heron
Anggota Maskanah Maskanah
Aryo Kusumo Wibowo Aryo Kusumo Wibowo
Sekretaris Perusahaan Yovita Yovita
Kepala Audit Internal Anne Rahardja Anne Rahardja
Pada tanggal 4 Juli 2023 terdapat perubahan jabatan Sekretaris Perusahaan, berdasarkan surat keputusan
Direksi Perusahaan no.168/SMK-Dir/SK/VII/2023 tentang pengangkatan sekretaris Perusahaan, mengangkat
Yovita sebagai Sekretaris Perusahaan menggantikan Julia P.S. Daoriwoe. Pengangkatan Sekretaris
Perusahaan tersebut telah disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui surat No.Ref.:169/SMK-
Dir/VII/2023.
10
Page 12
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2024 DAN 31 DESEMBER 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
d. Dewan Komisaris, Direksi dan Karyawan (lanjutan)
Pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023, Perusahaan dan Entitas Anak mempekerjakan masing-
masing 15 dan 14 karyawan tetap.
e. Izin Usaha Kawasan Industri
Pada tanggal 31 Desember 2020 Perusahaan memiliki Izin Usaha Kawasan Industri yang berlokasi di jalan
Panglima Polim Raya No.28 Kelurahan Pulo Kecamatan Kebayoran Baru Jakarta Selatan dengan luas lahan
246 m2. Adapun rencana kegiatan adalah untuk Real Estate atas dasar balas jasa (fee) atau kontrak, kawasan
pariwisata dan kawasan industri.
f. Penyelesaian Laporan Keuangan Konsolidasian
Manajemen Perusahaan bertanggung jawab atas penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian Kuartal 2 yang
telah diselesaikan dan diotorisasi untuk diterbitkan pada tanggal 31 Juli 2024.
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
a. Dasar Penyusunan laporan keuangan konsolidasian
Laporan Keuangan Konsolidasian Perusahaan disusun dan disajikan sesuai Standar Akuntansi Keuangan di
Indonesia, yang mencakup Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Interpretasi Standar
Akuntansi Keuangan (ISAK) yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan
Indonesia dan Peraturan No.VIII.G7 Lampiran Keputusan Ketua OJK No.KEP-347/BL/2012 tanggal 25 Juni
2012 yang terdapat di dalam Peraturan dan Pedoman Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan yang
diterbitkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Laporan Keuangan Konsolidasian Perusahaan disajikan berdasarkan konsep Biaya Perolehan (Historical Cost),
kecuali beberapa akun berdasarkan pengukuran lain sebagaimana dijelaskan dalam masing-masing Catatan
atas Laporan Keuangan Konsolidasian.
Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia
mengharuskan penggunaan estimasi dan asumsi. Hal tersebut juga mengharuskan manajemen untuk membuat
pertimbangan dalam proses penerapan kebijakan akuntansi Perusahaan dan Entitas Anak. Area yang kompleks
atau memerlukan tingkat pertimbangan yang lebih tinggi atau area dimana asumsi dan estimasi dapat
berdampak signifikan terhadap Laporan Keuangan Konsolidasian diungkapkan di Catatan 3.
Laporan Keuangan Konsolidasian disusun dengan menggunakan dasar Akrual (Accrual basis ), kecuali Laporan
Arus Kas Konsolidasian. Laporan Arus Kas Konsolidasian disajikan dengan menggunakan metode Langsung
(Direct method ) dengan mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.
Mata uang pelaporan yang digunakan dalam penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian adalah Rupiah
yang juga merupakan mata uang fungsional Perusahaan dan Entitas Anak.
b. Perubahan atas Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (“PSAK”) dan Interpretasi Standar Akuntansi
Keuangan (“ISAK”)
Standar baru, revisi dan interpretasi yang telah diterbitkan, dan yang berlaku efektif untuk tahun buku yang
dimulai
• PSAK pada
No. atau setelah tanggal
74, “Kontrak 1 Januari 2023 namun tidak berdampak material terhadap laporan keuangan
Asuransi”
• Amendemen PSAK No. 1, “Penyajian laporan keuangan konsolidasian - Klasifikasi Kewajiban Lancar atau
• Tidak Lancar”PSAK No. 1, Penyajian laporan keuangan konsolidasian - Pengungkapan Kebijakan Akuntansi”
Amendemen
• Amendemen PSAK No. 16, “Aset Tetap - Hasil sebelum Penggunaan yang Diintensikan”
11
Page 13
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2024 DAN 31 DESEMBER 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
b. Perubahan atas Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (“PSAK”) dan Interpretasi Standar Akuntansi
Keuangan (“ISAK”)
• Amendemen PSAK No. 25, “Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi dan Kesalahan - Definisi
• Estimasi
AmendemenAkuntansi”
PSAK No. 46, “Pajak Penghasilan - Pajak Tangguhan terkait Aset dan Liabilitas yang Timbul
dari Transaksi
• Revisi PSAK No. Tunggal”
107, “Akuntansi Ijarah”
• Amendemen PSAK 73 "Sewa“ tentang sewa jual dan sewa balik
Implementasi dari standar-standar tersebut tidak menghasilkan perubahan kebijakan akuntansi Perusahaan dan
tidak memiliki dampak terhadap jumlah yang dilaporkan di tahun berjalan atau tahun sebelumnya.
Standar baru dan revisi yang telah diterbitkan namun belum berlaku efektif pada tahun berjalan adalah sebagai
berikut:
Efektif 1 Januari 2024
• Amendemen PSAK 101 “Penyajian laporan keuangan konsolidasian Syariah”
• Amendemen PSAK 109 "Zakat, Infak, dan Sedekah“ tentang akuntansi zakat, infak, dan sedekah
• Amendemen PSAK 1 "Penyajian laporan keuangan konsolidasian“ tentang liabilitas jangka panjang dengan
kovenan
Efektif 1 Januari 2025
• Amendemen PSAK No. 74, “Kontrak Asuransi tentang Penerapan Awal PSAK No. 74 dan PSAK No. 71 -
Informasi Komparatif”
Pada saat tanggal penerbitan laporan keuangan konsolidasian ini, manajemen sedang mempelajari dampak
yang mungkin timbul dari penerapan standar baru dan revisi tersebut serta pengaruhnya pada laporan
keuangan konsolidasian Perusahaan.
c. Prinsip-prinsip konsolidasian
(i) Entitas anak
Entitas anak adalah seluruh entitas (termasuk entitas terstruktur) dimana Grup memiliki pengendalian.
Grup mengendalikan entitas lain ketika Grup terekspos atas, atau memiliki hak untuk, pengembalian yang
bervariasi dari keterlibatannya dengan entitas dan memiliki kemampuan untuk mempengaruhi
pengembalian tersebut melalui kekuasaannya atas entitas tersebut. Entitas anak dikonsolidasikan secara
penuh sejak tanggal dimana pengendalian dialihkan kepada Grup. Entitas anak tidak dikonsolidasikan lagi
sejak tanggal dimana Grup kehilangan pengendalian.
Transaksi, saldo dan keuntungan antar entitas Grup yang belum direalisasi telah dieliminasi. Kerugian yang
belum direalisasi juga dieliminasi. Jika diperlukan, nilai yang dilaporkan oleh entitas anak telah diubah
untuk menyesuaikan dengan kebijakan akuntansi yang diadopsi oleh Grup.
Transaksi kombinasi bisnis antara entitas sepengendali dicatat berdasarkan PSAK 38 (Revisi 2012)
“Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali” dimana selisih harga perolehan yang dibayar dengan nilai tercatat
aset neto yang diperoleh dicatat sebagai bagian akun tambahan modal disetor di ekuitas.
Berdasarkan PSAK 38 (Revisi 2012) tersebut, unsur-unsur laporan keuangan konsolidasian dari entitas
yang bergabung, untuk periode terjadinya kombinasi bisnis entitas sepengendali dan untuk periode
komparatif, disajikan sedemikian rupa seolah-olah penggabungan tersebut telah terjadi sejak awal periode
entitas yang bergabung berada dalam sepengendalian.
12
Page 14
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2024 DAN 31 DESEMBER 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
c. Prinsip-prinsip konsolidasian (lanjutan)
(ii) Entitas asosiasi
Entitas asosiasi adalah seluruh entitas dimana Grup memiliki pengaruh signifikan namun bukan
pengendalian, biasanya melalui kepemilikan hak suara antara 20% dan 50%. Investasi pada entitas
asosiasi dicatat dengan metode ekuitas (lihat poin (iii) di bawah), setelah pada awalnya diakui pada nilai
perolehan.
Nilai perolehan diukur pada nilai wajar aset yang dialihkan, kepemilikan ekuitas yang diterbitkan, atau
liabilitas yang diakui pada tanggal transaksi, termasuk biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara
langsung dengan perolehan. Goodwill pada entitas asosiasi merupakan selisih lebih dari nilai perolehan
entitas asosiasi atas bagian Grup atas nilai wajar aset neto teridentifikasi entitas asosiasi dan dimasukkan
dalam nilai tercatat investasi. Jika bagian Grup atas nilai wajar aset neto teridentifikasi entitas asosiasi
melebihi nilai perolehannya dalam kasus pembelian diskon, selisih tersebut diakui pada laba rugi.
(iii) Pengaturan bersama
Menurut PSAK 66, pengaturan bersama diklasifikasikan sebagai operasi bersama atau ventura bersama
bergantung pada hak dan kewajiban kontraktual para investor bukan struktur hukum dari pengaturan
bersama. Grup telah menilai sifat dari pengaturan bersama dan menentukan pengaturan tersebut sebagai
ventura bersama. Ventura bersama dicatat menggunakan metode ekuitas, setelah pada awalnya diakui
sebagai biaya pada laporan posisi keuangan konsolidasian.
(iv) Metode ekuitas
Pada metode ekuitas, investasi pada awalnya dicatat pada biaya perolehan dan selanjutnya disesuaikan
untuk mengakui bagian investor atas laba rugi pasca akuisisi dari investee pada laba rugi dan bagiannya
dalam pergerakan penghasilan komprehensif lainnya dari investee pada penghasilan komprehensif lainnya.
Keuntungan yang belum terealisasi atas transaksi antara Grup dengan entitas asosiasi atau ventura
bersama dieliminasi sebesar kepentingan Grup dalam entitas-entitas tersebut. Kerugian yang belum
direalisasi juga dieliminasi kecuali transaksi tersebut memberikan bukti penurunan nilai atas aset yang
dialihkan. Kebijakan akuntansi entitas asosiasi atau ventura bersama telah diubah jika diperlukan untuk
memastikan konsistensi dengan kebijakan yang diterapkan oleh Grup.
Jika bagian Grup atas kerugian entitas asosiasi atau ventura bersama sama dengan atau melebihi
kepentingannya pada entitas asosiasi atau ventura bersama, termasuk piutang tanpa agunan, Grup
menghentikan pengakuan bagian kerugiannya, kecuali Grup memiliki kewajiban atau melakukan
pembayaran atas nama entitas asosiasi atau ventura bersama.
Pada setiap tanggal pelaporan, Grup menentukan apakah terdapat bukti objektif bahwa telah terjadi
penurunan nilai atas investasi pada entitas asosiasi atau ventura bersama. Jika demikian, maka nilai
tercatat dari investasi yang dicatat dengan akuntansi ekuitas diuji untuk penurunan nilai sesuai dengan
kebijakan yang dijelaskan pada Catatan 2m.
Dividen yang diterima dan yang akan diterima dari entitas asosiasi atau ventura bersama diakui sebagai
pengurang jumlah tercatat investasi.
13
Page 15
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2024 DAN 31 DESEMBER 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
d. Penjabaran mata uang asing
(i) Mata uang fungsional dan penyajian
Laporan keuangan konsolidasian disajikan dalam Rupiah yang merupakan mata uang fungsional
Perusahaan dan mata uang penyajian Grup. Akun-akun yang tercakup dalam laporan keuangan
konsolidasian setiap entitas anak di dalam Grup diukur menggunakan mata uang dari lingkungan ekonomi
utama dimana entitas tersebut beroperasi (“mata uang fungsional”).
Untuk tujuan konsolidasi, untuk entitas anak Grup yang memiliki mata uang fungsional berbeda, maka aset
dan liabilitas entitas anak Grup ditranslasikan dengan kurs tengah Bank Indonesia pada akhir periode
pelaporan. Sementara itu, pendapatan dan beban ditranslasikan dengan kurs rata-rata dari kurs tengah
Bank Indonesia selama periode laporan laba rugi.
Selisih yang timbul dari penjabaran laporan keuangan konsolidasian entitas anak Grup tersebut ke dalam
Rupiah disajikan dalam akun “Penghasilan komprehensif lainnya” pada ekuitas dalam laporan posisi
keuangan konsolidasian.
(ii) Transaksi dan saldo
Transaksi dalam mata uang asing dijabarkan menjadi mata uang fungsional menggunakan kurs yang
berlaku pada tanggal transaksi.
Pada setiap tanggal pelaporan, setiap aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing dijabarkan ke
dalam mata uang Rupiah disesuaikan untuk mencerminkan kurs penutup. Keuntungan dan kerugian selisih
kurs yang timbul dari penyelesaian transaksi dalam mata uang asing dan dari penjabaran aset dan liabilitas
moneter dalam mata uang asing menggunakan kurs yang berlaku pada akhir periode pelaporan diakui di
dalam laba rugi.
Kurs Dolar Amerika Serikat (Dolar AS atau AS$) terhadap Rupiah berdasarkan kurs tengah yang
diterbitkan oleh bank Indonesia per 30 Juni 2024 adalah Rp16.421 dan per 31 Desember 2023 dalam nilai
penuh adalah Rp15.416.
e. Transaksi dengan Pihak Berelasi
Perusahaan mempunyai transaksi dengan pihak berelasi. Definisi pihak berelasi sesuai dengan yang diatur
dalam PSAK 7, "Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi".
Seluruh transaksi yang material dengan pihak berelasi telah diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan
konsolidasian.
f. Kas dan Setara Kas
Kas dan setara kas termasuk kas, bank dan deposito berjangka yang jatuh tempo dalam jangka waktu tiga
bulan atau kurang sejak tanggal penempatan dan tidak digunakan sebagai jaminan atau tidak dibatasi
penggunaannya.
Bank dan deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya disajikan pada akun aset lain-lain “kas yang
dibatasi penggunaannya” dalam laporan posisi keuangan konsolidasian.
14
Page 16
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2024 DAN 31 DESEMBER 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
g. Piutang Usaha dan Piutang Lain-lain
Piutang usaha adalah jumlah tagihan dari pelanggan untuk barang yang dijual atau jasa yang diberikan dalam
transaksi bisnis pada umumnya. Piutang lain-lain adalah jumlah tagihan dari pihak ketiga atau pihak yang
berelasi di luar kegiatan usaha. Jika pembayaran piutang diharapkan selesai dalam satu tahun atau kurang
(atau dalam siklus normal operasi dari bisnis jika lebih lama), piutang tersebut dikelompokkan sebagai aset
lancar. Jika tidak, piutang tersebut disajikan sebagai aset tidak lancar.
Piutang usaha dan piutang lain-lain pada awalnya diakui sebesar nilai wajar dan kemudian diukur pada biaya
perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif, dikurangi dengan provisi atas
penurunan nilai.
Kolektibilitas piutang usaha dan piutang lain-lain ditinjau secara berkala. Piutang yang diketahui tidak tertagih,
dihapuskan dengan secara langsung mengurangi nilai tercatatnya. Akun provisi digunakan ketika terdapat bukti
yang objektif bahwa Perusahaan tidak dapat menagih seluruh atau sebagian nilai terutang sesuai dengan
persyaratan awal piutang.
Kesulitan keuangan signifikan yang dialami debitur, debitur dinyatakan pailit atau melakukan reorganisasi
keuangan dan gagal bayar atau menunggak pembayaran merupakan indikator yang dianggap dapat
menunjukan adanya penurunan nilai piutang. Arus kas terkait dengan piutang jangka pendek tidak
didiskontokan apabila efek diskonto tidak material.
Jumlah kerugian penurunan nilai diakui pada laba rugi dan disajikan sebagai “(beban)/pendapatan lain-lain,
neto” untuk piutang usaha dan piutang lain-lain. Ketika piutang usaha dan piutang lain-lain, yang rugi penurunan
nilainya telah diakui, tidak dapat ditagih pada periode selanjutnya, maka piutang tersebut dihapusbukukan
dengan mengurangi akun provisi. Jumlah yang selanjutnya dapat ditagih kembali atas piutang yang sebelumnya
telah dihapusbukukan, dikreditkan terhadap “(beban)/pendapatan lain-lain, neto” pada laba rugi.
h. Persediaan
Persediaan dinyatakan sebesar nilai terendah antara biaya perolehan dengan nilai realisasi bersih (the lower of
cost or net realizable value). Biaya perolehan persediaan di nilai dengan menggunakan metode Rata-rata
(Average method). Penyisihan persediaan usang dan penyisihan penurunan nilai persediaan ditentukan untuk
menyesuaikan nilai persediaan ke nilai realisasi bersih.
Nilai realisasi bersih adalah taksiran harga jual dalam kegiatan usaha normal setelah dikurangi dengan taksiran
biaya penyelesaian dan taksiran biaya yang diperlukan untuk melaksanakan penjualan.
i. Uang Muka dan Biaya Dibayar di Muka
Pembayaran dimuka adalah biaya yang dibayar dimuka dan dicatat sebagai aset sebelum dimanfaatkan. Akun
ini terdiri dari uang muka pembelian dan biaya dibayar dimuka. Uang muka pembelian merupakan pembayaran
dimuka atas pembelian perlengkapan keperluan operasional dan beban lainnya. Pembayaran dimuka
dialokasikan selama jangka waktu pembayaran dan dibebankan ke akun yang sesuai dalam laporan laba rugi
saat terjadinya. Pembayaran dimuka yang diharapkan akan terealisasi dalam waktu tidak lebih dari 12 bulan
setelah periode pelaporan, diklasifikasikan sebagai aset lancar, selebihnya, diklasifikasikan sebagai aset tidak
lancar.
15
Page 17
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2024 DAN 31 DESEMBER 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
j. Investasi dalam Saham yang Dikelompokkan dalam Aset Lepasan
Investasi dalam saham yang dikelompokkan dalam aset lepasan diukur pada nilai yang lebih rendah antara
jumlah tercatat dan nilai wajar setelah dikurangi biaya untuk menjual.
Investasi dalam saham yang dikelompokkan dalam aset lepasan harus diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk
dijual jika jumlah tercatatnya akan dipulihkan terutama melalui transaksi penjualan dari pada melalui pemakaian
berlanjut.
Kondisi ini dapat terpenuhi hanya ketika investasi dalam saham yang dikelompokkan dalam aset lepasan
berada dalam keadaan segera dapat dijual dan penjualannya harus sangat mungkin terjadi. Manajemen harus
berkomitmen terhadap rencana penjualan tersebut, yang diperkirakan memenuhi ketentuan pengakuan sebagai
penjualan dalam waktu satu tahun dari tanggal klasifikasi.
k. Aset Tetap dan Penyusutan
Pemilikan Langsung
Perusahaan dan Entitas Anak melakukan perubahan kebijakan akuntansi aset tetap untuk kelompok tanah dan
bangunan pada tahun 2017, semula dicatat berdasarkan metode biaya perolehan, menjadi metode revaluasi,
yang dihitung oleh penilai independen. Perubahan kebijakan akuntansi ini dilakukan dengan tujuan agar
Laporan Keuangan Konsolidasian dapat menggambarkan investasi Perusahaan dan Entitas Anak dalam aset
tetap kelompok tanah dan bangunan dan perubahan dalam investasi tersebut sesuai dengan nilai pasar pada
periode Laporan Keuangan Konsolidasian (Catatan 10).
Aset tetap tanah dan bangunan dinyatakan berdasarkan nilai revaluasi yang merupakan nilai wajar pada tanggal
revaluasi dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi penurunan nilai yang terjadi setelah tanggal
revaluasi. Revaluasi dilakukan dengan keteraturan yang memadai untuk memastikan bahwa jumlah tercatat
tidak berbeda secara material dari jumlah yang ditentukan dengan menggunakan nilai wajar pada tanggal
pelaporan.
Kenaikan yang berasal dari revaluasi tanah dan bangunan diakui pada penghasilan komprehensif lain dan
terakumulasi dalam ekuitas pada bagian surplus revaluasi, kecuali sebelumnya penurunan revaluasi atas aset
tetap yang sama pernah diakui dalam laporan laba rugi, dalam hal ini kenaikan revaluasi hingga sebesar
penurunan nilai aset akibat revaluasi tersebut, dikreditkan dalam laba rugi. Penurunan jumlah tercatat berasal
dari revaluasi dibebankan dalam laba rugi apabila penurunan tersebut melebihi nilai saldo surplus revaluasi aset
yang bersangkutan, jika ada.
Surplus revaluasi tanah dan bangunan yang telah disajikan dalam ekuitas dipindahkan langsung ke saldo laba
pada saat aset tersebut dihentikan pengakuannya.
Grup menganalisis fakta dan keadaan untuk masing-masing jenis hak atas tanah dalam menentukan akuntansi
untuk masing-masing hak atas tanah tersebut sehingga dapat merepresentasikan dengan tepat suatu kejadian
atau transaksi ekonomis yang mendasarinya. Jika hak atas tanah tersebut tidak mengalihkan pengendalian atas
aset pendasar kepada Grup, melainkan mengalihkan hak untuk menggunakan aset pendasar, Grup
menerapkan perlakuan akuntansi atas transaksi tersebut sebagai sewa berdasarkan PSAK 73, “Sewa”. Jika hak
atas tanah secara substansi menyerupai pembelian tanah, maka Grup menerapkan PSAK 16, “Aset Tetap” yaitu
hak atas tanah diakui sebesar harga perolehan dan tidak disusutkan.
16
Page 18
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2024 DAN 31 DESEMBER 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
k. Aset Tetap dan Penyusutan (lanjutan)
Aset tetap pemilikan langsung kecuali tanah disajikan sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan
dan rugi penurunan nilai aset, jika ada dan disusutkan dengan menggunakan metode Garis Lurus (Straight-line)
dengan taksiran masa manfaat keekonomian aset tetap sebagai berikut:
Tahun
Bangunan Permanen 20
Kendaraan 4-8
Perabotan dan Peralatan 4-8
Biaya perbaikan dan pemeliharaan dibebankan dalam laba rugi pada saat terjadinya biaya-biaya tersebut,
sedangkan pengeluaran dalam jumlah besar dan sifatnya meningkatkan kondisi aset secara signifikan
dikapitalisasi. Semua pengeluaran setelah perolehan awal aset tetap akan ditambah (kapitalisasi) pada jumlah
tercatat aset yang bersangkutan.
Jumlah tercatat aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau saat tidak ada manfaat
ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Laba atau rugi yang timbul dari
penghentian pengakuan aset (dihitung sebagai perbedaan antara jumlah neto hasil pelepasan dan jumlah
tercatat dari aset) dimasukkan dalam laba rugi pada periode/tahun aset tersebut dihentikan pengakuannya.
Secara berkala, nilai residu, metode penyusutan dan masa manfaat setiap aset ditelaah, dan disesuaikan jika
perlu.
Keuntungan dan kerugian yang timbul dari pelepasan aset tetap ditentukan sebesar perbedaan antara
penerimaan hasil pelepasan dan jumlah tercatat aset tersebut dan diakui dalam akun “(Beban)/penghasilan lain-
lain, bersih” di laba rugi.
Aset Tetap dalam Pembangunan
Aset tetap dalam pembangunan dinyatakan sebesar biaya perolehan dan disajikan sebagai bagian dari aset
tetap. Akumulasi biaya perolehan akan direklasifikasi ke masing-masing aset tetap pada saat aset tersebut
selesai dikerjakan dan siap digunakan, dan penyusutan mulai dibebankan pada saat itu.
Grup menerapkan PSAK 71, yang mensyaratkan pengaturan instrumen keuangan terkait klasifikasi dan
pengukuran, penurunan nilai atas instrumen aset keuangan dan akuntansi lindung nilai.
Klasifikasi dan pengukuran aset keuangan ditentukan berdasarkan jenis aset. Untuk aset keuangan berupa
instrumen utang, pengklasifikasiannya harus didasarkan pada model bisnis dan arus kas kontraktual -
apakah semata dari pembayaran pokok dan bunga.
Aset keuangan diklasifikasikan dalam dua kategori sebagai berikut:
a) Aset keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi; dan
b) Aset keuangan yang diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi atau melalui penghasilan
komprehensif lain.
Klasifikasi ini tergantung pada model bisnis Grup dan persyaratan kontraktual arus kas - apakah penentuan
arus kasnya semata dari pembayaran pokok dan bunga.
Grup menentukan klasifikasi aset keuangan tersebut pada pengakuan awal.
17
Page 19
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2024 DAN 31 DESEMBER 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
l. Aset keuangan
(i) Klasifikasi, pengakuan dan pengukuran
Grup melakukan reklasifikasi instrumen utang jika dan hanya jika terdapat perubahan model bisnis atas
aset keuangan tersebut.
Untuk investasi pada instrumen ekuitas yang bukan termasuk dimiliki untuk diperdagangkan, tergantung
apakah Grup telah melakukan pemilihan yang tidak dapat dibatalkan pada saat pengakuan awal untuk
instrumen ekuitas yang diukur dengan nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain.
Grup melakukan reklasifikasi instrumen utang jika dan hanya jika terdapat perubahan model bisnis atas
aset keuangan tersebut.
Pembelian dan penjualan aset keuangan diakui pada saat tanggal perdagangan dimana, Grup
berkomitmen untuk membeli atau menjual aset keuangan. Aset keuangan dihentikan pengakuannya ketika
hak untuk menerima arus kas dari aset keuangan tersebut telah kedaluwarsa atau dialihkan dan Grup telah
mengalihkan secara substansial risiko dan manfaat atas kepemilikan.
Saat pengakuan awal, Grup mengukur aset keuangan pada nilai wajar ditambah dengan, dalam hal aset
keuangan diukur dengan nilai wajar tidak melalui laba rugi, biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara
langsung pada akuisisi aset keuangan. Biaya transaksi atas aset keuangan pada nilai wajar melalui laba
rugi dibebankan pada laba rugi.
Instrumen utang
Pengukuran selanjutnya atas instrumen utang bergantung kepada model bisnis Grup dalam mengelola
aset dan karakteristik dari arus kas. Berikut adalah kategori pengukuran dalam mengklasifikan instrumen
utang:
• Biaya perolehan diamortisasi: Aset yang dimiliki untuk pengumpulan arus kas kontraktual, dimana arus
kas tersebut merupakan pembayaran pokok dan bunga, diukur dengan biaya perolehan diamortisasi.
Penghasilan bunga dari aset keuangan ini termasuk dalam penghasilan keuangan menggunakan
metode suku bunga efektif. Laba atau rugi yang timbul dari penghentian pengakuan diakui secara
langsung dalam laba rugi dan disajikan dalam keuntungan/ (kerugian) lainnya bersama dengan
keuntungan dan kerugian selisih kurs. Penurunan nilai aset keuangan disajikan terpisah dalam laba rugi.
• Nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain: Aset yang dimiliki untuk pengumpulan arus kas
kontraktual dan untuk penjualan keuangan aset, dimana arus kas aset merupakan pembayaran pokok
dan bunga diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain. Mutasi dalam jumlah tercatat
dilakukan melalui penghasilan komprehensif lain, kecuali untuk pengakuan keuntungan atau kerugian
penurunan nilai, pendapatan bunga dan keuntungan dan kerugian selisih kurs, yang diakui dalam laba
rugi. Ketika aset keuangan dihentikan pengakuannya, akumulasi keuntungan atau kerugian yang
sebelumnya diakui dalam penghasilan komprehensif lain direklasifikasi dari ekuitas ke laba rugi pada
pendapatan/(beban) lain-lain. Pendapatan bunga dari aset keuangan ini termasuk dalam penghasilan
keuangan menggunakan metode suku bunga efektif. Keuntungan dan kerugian selisih kurs disajikan
pada pendapatan/(beban) lain-lain, dan penurunan nilai disajikan pada bagian terpisah dalam laba rugi.
18
Page 20
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2024 DAN 31 DESEMBER 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
l. Aset keuangan (lanjutan)
(i) Klasifikasi, pengakuan dan pengukuran (lanjutan)
Instrumen ekuitas
Grup selanjutnya mengukur semua investasi ekuitas pada nilai wajar. Dimana manajemen Grup telah
memilih untuk menyajikan keuntungan dan kerugian nilai wajar dari investasi ekuitas pada penghasilan
komprehensif lain. Tidak ada reklasifikasi selanjutnya atas keuntungan dan kerugian dari nilai wajar ke laba
rugi setelah penghentian pengakuan investasi. Dividen dari investasi tersebut terus diakui dalam laba rugi
sebagai penghasilan lainnya ketika hak Grup untuk menerima pembayaran ditetapkan. Kerugian
penurunan nilai pada investasi ekuitas yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain
tidak dilaporkan secara terpisah dari perubahan nilai wajarnya.
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
l. Aset keuangan (lanjutan)
(i) Klasifikasi, pengakuan dan pengukuran (lanjutan)
Pada 30 Juni 2024 dan Desember 2023, Grup telah memilih untuk mengukur seluruh aset keuangan
instrumen ekuitas pada nilai wajar melalui laporan laba rugi komprehensif. Perubahan nilai wajar aset
keuangan tersebut dicatat pada akun penghasilan komprehensif lain di bagian ekuitas pada neraca dan
tidak akan direklasifikasi ke laba rugi pada saat dihentikan pengakuannya.
(ii) Penghentian pengakuan
Aset keuangan dihentikan pengakuannya ketika hak untuk menerima arus kas dari investasi tersebut telah
jatuh tempo atau telah ditransfer dan Grup telah mentransfer secara substansial seluruh risiko dan manfaat
atas kepemilikan aset.
Ketika aset keuangan instrumen ekuitas yang diklasifikasikan sebagai aset keuangan pada nilai wajar
melalui penghasilan komprehensif lain dihentikan pengakuannya, akumulasi penyesuaian nilai wajar yang
diakui pada ekuitas tidak akan direklasifikasi ke laba rugi.
(iii) Saling hapus antar instrumen
Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus dan nilai bersihnya disajikan dalam laporan posisi
keuangan konsolidasian jika terdapat hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling
hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut dan terdapat maksud untuk menyelesaikan secara bersih
atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara bersamaan.
Hak saling hapus tidak kontinjen atas peristiwa di masa depan dan dapat dipaksakan secara hukum dalam
situasi bisnis yang normal dan dalam peristiwa gagal bayar, atau peristiwa kepailitan atau kebangkrutan
Grup atau pihak lawan.
m. Penurunan nilai dari aset keuangan
Grup menerapkan pendekatan yang disederhanakan untuk mengukur Kerugian Kredit Ekspektasian (“KKE”)
yang menggunakan cadangan KKE seumur hidup berdasarkan basis forward-looking untuk seluruh saldo
piutang usaha. Selain untuk piutang usaha, Grup menerapkan pendekatan umum untuk mengukur KKE.
Grup menilai berdasarkan basis forward-looking untuk mengukur kerugian kredit ekspektasian terhadap
instrumen utang yang diukur dengan nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain. Metode penurunan nilai
dilakukan dengan mempertimbangkan apakah risiko kredit telah meningkat secara signifikan.
19
Page 21
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2024 DAN 31 DESEMBER 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
n. Utang usaha
Utang usaha adalah kewajiban untuk membayar barang atau jasa yang telah diperoleh dari pemasok dalam
kegiatan usaha normal. Utang usaha dikelompokkan sebagai liabilitas jangka pendek apabila pembayaran jatuh
tempo dalam waktu satu tahun atau kurang. Jika tidak, utang usaha tersebut disajikan sebagai liabilitas jangka
panjang.
Utang usaha pada awalnya diukur sebesar nilai wajar dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi
dengan menggunakan metode bunga efektif.
o. Kombinasi Bisnis
Kombinasi bisnis dicatat dengan menggunakan metode Akuisisi. Biaya perolehan dari sebuah akuisisi diukur
pada nilai agregat imbalan yang dialihkan, diukur pada nilai wajar pada tanggal akuisisi dan jumlah setiap KNP
pada pihak yang diakuisisi. Untuk setiap kombinasi bisnis, pihak pengakuisisi mengukur KNP pada entitas yang
diakuisisi baik pada nilai wajar atau pun pada proporsi kepemilikan KNP atas aset neto yang teridentifikasi dari
entitas yang diakuisisi. Biaya-biaya akuisisi yang timbul dibebankan langsung pada tahun berjalan.
Pada tanggal akuisisi, selisih lebih antara penjumlahan imbalan yang dialihkan dan jumlah yang diakui untuk
KNP dengan aset teridentifikasi dan liabilitas yang diambil-alih (aset neto) dicatat sebagai goodwill. Jika imbalan
lebih rendah dari nilai wajar aset neto dari Perusahaan yang diakuisisi maka selisihnya diakui dalam Laporan
Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian.
Transaksi yang dilakukan dengan entitas sepengendali diterapkan metode Penyatuan Kepemilikan. Transaksi
kombinasi bisnis antara entitas sepengendali berupa pengalihan bisnis yang dilakukan dalam rangka
reorganisasi entitas-entitas yang berada dalam suatu kelompok usaha yang sama, bukan perubahan pemilikan
dalam arti substansi ekonomi, sehingga transaksi demikian tidak menimbulkan laba rugi bagi seluruh kelompok
usaha atau bagi entitas individual dalam kelompok usaha tersebut. Selisih antara harga pengalihan dengan
jumlah tercatat dari setiap transaksi kombinasi bisnis antara entitas sepengendali pada tanggal pengalihan
dicatat sebagai “Tambahan Modal Disetor”.
p. Pendapatan dan beban
Pendapatan
Pengakuan pendapatan harus memenuhi 5 langkah penilaian:
a) Identifikasi kontrak dengan pelanggan.
b) Identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak. Kewajiban pelaksanaan adalah janji dalam kontrak
untuk mentransfer barang atau jasa yang berbeda kepada pelanggan.
c) Tentukan harga transaksi. Harga transaksi adalah jumlah imbalan yang diharapkan menjadi hak entitas
sebagai imbalan untuk mentransfer barang atau jasa yang dijanjikan kepada pelanggan. Jika pertimbangan
yang dijanjikan dalam kontrak mencakup jumlah variabel, Grup memperkirakan jumlah imbalan yang
diharapkan berhak sebagai imbalan atas pengalihan barang atau jasa yang dijanjikan kepada pelanggan
dikurangi perkiraan jumlah jaminan tingkat layanan yang akan dibayarkan selama masa kontrak.
20
Page 22
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2024 DAN 31 DESEMBER 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
p. Pendapatan dan beban (lanjutan)
Pendapatan (lanjutan)
d) Alokasikan harga transaksi untuk setiap kewajiban pelaksanaan atas dasar harga jual berdiri sendiri relatif
dari setiap barang atau jasa berbeda yang dijanjikan dalam kontrak. Jika hal ini tidak dapat diamati secara
langsung, harga jual berdiri sendiri relatif diestimasi berdasarkan biaya ekspektasian ditambah margin.
e) Mengakui pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan dipenuhi dengan mentransfer barang atau jasa yang
dijanjikan kepada pelanggan (yaitu ketika pelanggan memperoleh kendali atas barang atau jasa tersebut).
Kewajiban pelaksanaan dapat dipenuhi dalam kondisi sebagai berikut:
a) Pada waktu tertentu (biasanya untuk janji dalam memindahkan barang ke pelanggan); atau
b) Sepanjang waktu (biasanya untuk janji dalam memberikan pelayanan pada pelanggan). Untuk kewajiban
pelaksanaan yang dipenuhi sepanjang waktu, Grup memilih ukuran kemajuan yang sesuai untuk
menentukan jumlah pendapatan yang harus diakui ketika kewajiban pelaksanaan dipenuhi.
Pendapatan Sewa
Pendapatan sewa dari sewa operasi diakui sebagai pendapatan dengan dasar garis lurus selama masa sewa.
Biaya langsung awal yang terjadi dalam proses negosiasi dan pengaturan sewa tambahan ke jumlah tercatat
dari aset sewaan dan diakui dengan dasar Garis Lurus selama masa sewa.
Uang muka sewa yang diterima dari penyewa dicatat ke dalam akun pendapatan yang diterima dimuka dan
akan diakui sebagai pendapatan secara berkala sesuai dengan kontrak sewa yang berlaku.
Pendapatan Hotel
Pendapatan sewa hotel dan pendapatan hotel lainnya diakui pada saat jasa diberikan atau barang diserahkan.
Pendapatan Spa
Pendapatan dari spa diakui pada saat jasa diberikan kepada pelanggan.
Beban
Beban diakui pada saat terjadi berdasarkan konsep akrual.
Pendapatan bunga dan beban bunga diakui dalam Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
Konsolidasian secara akrual menggunakan metode Suku Bunga Efektif.
q. Pajak penghasilan kini dan tangguhan
Beban pajak penghasilan terdiri dari pajak kini dan pajak tangguhan. Pajak tersebut diakui dalam laba rugi,
kecuali jika pajak tersebut terkait dengan transaksi atau kejadian yang langsung diakui dalam ekuitas atau
dalam penghasilan komprehensif lain. Dalam hal ini, pajak tersebut masing-masing diakui dalam ekuitas atau
penghasilan komprehensif lain.
Pajak penghasilan kini dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang telah diberlakukan pada tanggal posisi
keuangan.
21
Page 23
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2024 DAN 31 DESEMBER 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
q. Pajak penghasilan kini dan tangguhan
Pajak penghasilan tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer antara dasar pengenaan pajak atas aset
dan liabilitas dengan nilai tercatatnya. Pajak penghasilan tangguhan diukur menggunakan tarif pajak yang telah
berlaku atau secara substantif berlaku pada tanggal pelaporan dan yang diharapkan akan diterapkan pada saat
aset pajak tangguhan yang bersangkutan direalisasi atau pada saat liabilitas pajak tangguhan diselesaikan.
Aset pajak penghasilan tangguhan diakui apabila besar kemungkinan bahwa laba kena pajak pada masa
mendatang akan memadai untuk mengkompensasi perbedaan temporer yang menimbulkan aset pajak
tangguhan tersebut.
Aset dan liabilitas pajak penghasilan tangguhan dapat saling hapus apabila terdapat hak yang berkekuatan
hukum untuk melakukan saling hapus antara aset pajak kini dengan liabilitas pajak kini dan apabila aset dan
liabilitas pajak penghasilan tangguhan dikenakan oleh otoritas perpajakan yang sama, baik atas entitas kena
pajak yang sama ataupun berbeda dan adanya niat untuk melakukan penyelesaian saldo-saldo tersebut secara
neto.
r. Sewa
Suatu kontrak mengandung sewa jika kontrak tersebut memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan aset
selama jangka waktu tertentu yang dipertukarkan dengan imbalan. Entitas menyewa aset tetap tertentu dengan
mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa.
Aset hak-guna diakui sebesar biaya perolehan, dikurangi dengan akumulasi penyusutan dan penurunan nilai.
Aset hak guna disusutkan selama jangka waktu yang lebih pendek antara umur manfaat aset hak-guna atau
masa sewa.
Liabilitas sewa diukur pada nilai kini pembayaran sewa yang belum dibayar. Setiap pembayaran sewa
dialokasikan antara porsi pelunasan liabilitas dan biaya keuangan. Liabilitas sewa, disajikan sebagai liabilitas
jangka panjang kecuali untuk bagian yang jatuh tempo dalam waktu 12 bulan atau kurang yang disajikan
sebagai liabilitas jangka pendek. Unsur bunga dalam biaya keuangan dibebankan ke laba rugi selama masa
sewa yang menghasilkan tingkat suku bunga konstan atas sisa saldo liabilitas.
Grup tidak mengakui aset hak guna dan liabilitas sewa untuk:
- Sewa jangka-pendek yang memiliki masa sewa dua belas (12) bulan atau kurang; atau
- Sewa yang asetnya bernilai rendah. Pembayaran yang dilakukan untuk sewa tersebut dibebankan ke laba
rugi dengan dasar garis lurus selama masa sewa.
22
Page 24
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2024 DAN 31 DESEMBER 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
s. Liabilitas manfaat karyawan
Entitas mengakui liabilitas atas imbalan kerja karyawan berdasarkan Undang-Undang Cipta Kerja atau
Perjanjian Kerja Bersama. Nilai kini liabilitas imbalan pasti, beban jasa kini dan beban jasa lalu ditentukan
dengan menggunakan metode penilaian “Projected Unit Credit” .
Nilai kini liabilitas imbalan pasti ditentukan dengan mendiskontokan estimasi arus kas di masa depan dengan
menggunakan tingkat bunga obligasi pemerintah jangka panjang pada akhir periode pelaporan dalam mata
uang Rupiah sesuai dengan mata uang di mana imbalan tersebut akan dibayarkan dan yang memiliki jangka
waktu yang sesuai dengan liabilitas imbalan pensiunan yang bersangkutan.
Pengukuran kembali yang timbul dari penyesuaian dan perubahan dalam asumsi-asumsi aktuarial langsung
diakui seluruhnya melalui penghasilan komprehensif lainnya.
Biaya jasa lalu yang timbul dari amendemen atau kurtailmen program diakui sebagai beban dalam laba rugi
pada saat terjadinya.
t. Aset dan liabilitas pengampunan pajak
Grup telah menerapkan PSAK 70 mengenai "Akuntansi Aset dan Liabilitas Pengampunan Pajak". PSAK ini
mengatur mengenai perlakuan akuntansi atas aset dan liabilitas pengampunan pajak sesuai dengan Undang-
Undang No. 11 Tahun 2016 tentang Pengampunan Pajak.
Aset pengampunan pajak diukur sebesar biaya perolehan. Biaya perolehan aset pengampunan pajak
merupakan deemed cost dan menjadi dasar bagi Grup dalam melakukan pengukuran setelah pengakuan awal.
Liabilitas pengampunan pajak diukur sebesar kewajiban kontraktual untuk menyerahkan kas atau setara kas
untuk menyelesaikan kewajiban yang berkaitan langsung dengan perolehan aset pengampunan pajak.
Selisih antara aset pengampunan pajak dan liabilitas pengampunan pajak diakui di ekuitas dalam pos tambahan
modal disetor. Grup mengakui uang tebusan yang dibayarkan pada laba rugi pada periode Surat Keterangan
disampaikan.
u. Provisi
Provisi diakui ketika Perusahaan dan Entitas Anak memiliki kewajiban kini (baik bersifat hukum maupun
konstruktif) sebagai akibat peristiwa masa lalu, kemungkinan besar Perusahaan dan Entitas Anak diharuskan
menyelesaikan kewajiban dan estimasi andal mengenai jumlah kewajiban tersebut dapat dibuat.
Jumlah yang diakui sebagai provisi adalah hasil estimasi terbaik pengeluaran yang diperlukan untuk
menyelesaikan kewajiban kini pada akhir periode pelaporan, dengan mempertimbangkan risiko dan
ketidakpastian yang meliputi kewajibannya. Apabila suatu provisi diukur menggunakan arus kas yang
diperkirakan untuk menyelesaikan kewajiban kini, maka nilai tercatatnya adalah nilai kini dari arus kas.
23
Page 25
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2024 DAN 31 DESEMBER 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
v. Laba Per Saham Dasar
Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba tahun berjalan dengan jumlah rata-rata tertimbang
saham biasa yang beredar pada tahun yang bersangkutan.
Untuk tujuan perhitungan laba per saham dilusian, Perusahaan menyesuaikan laba atau rugi yang dapat
diatribusikan kepada pemegang saham biasa entitas induk dan jumlah rata-rata tertimbang saham yang
beredar, atas dampak dari seluruh instrumen berpotensi saham biasa yang bersifat dilutif.
3. ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI YANG PENTING
Asumsi kelangsungan usaha
Manajemen Perusahaan berkeyakinan bahwa Perusahaan tetap dapat melangsungkan usahanya. laporan keuangan
konsolidasian ini tidak mencakup penyesuaian-penyesuaian yang mungkin timbul sebagai dampak dari
ketidakpastian tersebut.
Estimasi dan asumsi ini memiliki risiko dan ketidakpastian; sehingga ada kemungkinan bahwa perubahan situasi
akan mengubah proyeksi ini, yang selanjutnya dapat mempengaruhi kelangsungan usaha Perusahaan. Dalam
keadaan seperti itu, asumsi kelangsungan usaha Perusahaan dapat berubah.
Perusahaan telah mengidentifikasi hal-hal berikut dimana diperlukan pertimbangan, estimasi, dan asumsi dan
dimana hasil aktual dapat berbeda dari estimasi tersebut jika menggunakan asumsi dan kondisi yang berbeda dan
dapat mempengaruhi secara material hasil keuangan atau posisi keuangan Perusahaan yang dilaporkan dalam
periode mendatang.
Rugi penurunan nilai piutang
Perusahaan menilai penurunan nilai piutang pada setiap tanggal pelaporan. Dalam menentukan apakah rugi
penurunan nilai harus dicatat dalam laba rugi, manajemen membuat penilaian, apakah terdapat bukti objektif bahwa
kerugian telah terjadi. Manajemen juga membuat penilaian atas metodologi dan asumsi untuk memperkirakan jumlah
dan waktu arus kas masa depan yang direviu secara berkala untuk mengurangi perbedaan antara estimasi kerugian
dan kerugian aktualnya.
Pajak penghasilan dan pajak lainnya
Pertimbangan dan asumsi diperlukan dalam menentukan besaran fasilitas pengurang pajak dan investasi (capital
allowance) dan pengurangan beban tertentu untuk tujuan fiskal selama proses estimasi atas perhitungan beban
pajak penghasilan Perusahaan. Secara khusus, perhitungan beban pajak penghasilan Perusahaan melibatkan
penafsiran terhadap peraturan perpajakan dan peraturan lainnya. Banyaknya transaksi dan perhitungan yang dapat
menyebabkan ketidakpastian di dalam penentuan kewajiban pajak selama bisnis normal.
Semua pertimbangan dan estimasi yang dibuat manajemen seperti yang diungkapkan di atas dapat dipertanyakan
oleh Direktorat Jenderal Pajak (“DJP”) atau Auditor Pemerintah. Sebagai akibatnya, terjadi ketidakpastian dalam
penentuan kewajiban pajak. Resolusi posisi pajak yang diambil oleh Perusahaan, dapat berlangsung bertahun-tahun
dan sangat sulit untuk memprediksi hasil akhirnya. Apabila terdapat perbedaan perhitungan pajak dengan jumlah
yang telah dicatat, perbedaan tersebut akan berdampak pada pajak penghasilan dan pajak tangguhan dalam tahun
dimana penentuan pajak tersebut dibuat.
24
Page 26
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2024 DAN 31 DESEMBER 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)
Pajak penghasilan dan pajak lainnya (lanjutan)
Aset pajak tangguhan, termasuk yang timbul dari rugi fiskal, besaran capital allowance, dan perbedaan temporer
lainnya, diakui hanya apabila dianggap lebih mungkin daripada tidak bahwa mereka dapat diterima kembali, dimana
hal ini tergantung pada kecukupan pembentukan laba kena pajak di masa depan. Sama seperti “penurunan nilai aset
non-keuangan” asumsi atas laba kena pajak masa depan yang dapat dihasilkan sangat dipengaruhi oleh estimasi
dan asumsi manajemen atas volume penjualan, harga komoditas, dan lain-lain; yang mana terpapar risiko dan
ketidakpastian, sehingga terdapat kemungkinan perubahan keadaan akan mengubah proyeksi laba kena pajak di
masa mendatang.
Kewajiban imbalan pascakerja
Nilai kini kewajiban imbalan pascakerja tergantung pada beberapa faktor yang ditentukan dengan dasar aktuarial
berdasarkan beberapa asumsi. Asumsi yang digunakan untuk menentukan biaya/(penghasilan) pensiun neto
mencakup tingkat diskonto dan kenaikan gaji di masa datang. Adanya perubahan pada asumsi ini akan
mempengaruhi jumlah tercatat kewajiban imbalan pascakerja.
Perusahaan menentukan tingkat diskonto dan kenaikan gaji masa datang yang sesuai pada akhir tahun pelaporan.
Tingkat diskonto adalah tingkat suku bunga yang harus digunakan untuk menentukan nilai kini atas estimasi arus kas
keluar masa depan yang diharapkan untuk menyelesaikan kewajiban imbalan pascakerja. Dalam menentukan tingkat
suku bunga yang sesuai, Perusahaan mempertimbangkan tingkat suku bunga obligasi pemerintah yang
didenominasikan dalam mata uang imbalan akan dibayar dan memiliki jangka waktu yang serupa dengan jangka
waktu kewajiban imbalan pascakerja yang terkait.
Untuk tingkat kenaikan gaji masa datang, Perusahaan mengumpulkan data historis mengenai perubahan gaji dasar
pekerja dan menyesuaikannya dengan perencanaan bisnis masa datang.
Penurunan nilai aset nonkeuangan dan aset tetap
Jumlah nilai yang dapat dipulihkan kembali dari sebuah aset atau kelompok aset penghasil kas diukur berdasarkan
nilai yang lebih tinggi antara nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual atau nilai pakai. Penentuan nilai wajar dikurangi
biaya untuk menjual atau nilai pakai mewajibkan manajemen untuk membuat estimasi dan asumsi atas tingkat
produksi yang diharapkan dan volume penjualan, harga komoditas (mempertimbangkan harga saat ini dan harga
masa lalu, tren harga dan faktor-faktor terkait), cadangan (lihat ‘Estimasi Cadangan’), biaya operasi, biaya penutupan
dan rehabilitasi serta belanja modal di masa depan. Estimasi dan asumsi ini terpapar risiko dan ketidakpastian;
sehingga terdapat kemungkinan perubahan situasi yang dapat mengubah proyeksi ini, sehingga dapat
mempengaruhi nilai aset yang dapat dipulihkan kembali. Dalam keadaan seperti itu, sebagian atau seluruh nilai
tercatat aset mungkin akan mengalami penurunan nilai lebih lanjut atau terjadi pengurangan rugi penurunan nilai
yang dampaknya akan dicatat dalam laba rugi.
Revaluasi Aset Tetap
Grup mengukur tanah dan bangunan pada nilai revaluasian, dan perubahan nilai wajar aset tersebut diakui dalam
penghasilan komprehensif lain. Nilai revaluasian aset tersebut pada 31 Desember 2023 berdasarkan laporan penilai
independen dari KJPP Pung's Zulkarnain dan Rekan tanggal 28 Juni 2024. Asumsi asumsi utama yang digunakan
untuk menentukan nilai wajar tanah dan bangunan diungkapkan dalam Catatan 10.
25
Page 27
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2024 DAN 31 DESEMBER 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)
Penyusutan Aset Tetap
Biaya perolehan aset tetap disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat
ekonomisnya. Manajemen mengestimasi masa manfaat ekonomis aset tetap antara 4 sampai dengan 20 tahun. Ini
adalah umur secara umum diharapkan dalam industri dimana Grup menjalankan bisnisnya. Perubahan tingkat
pemakaian dan perkembangan teknologi dapat mempengaruhi masa manfaat ekonomis dan nilai sisa aset, dan
karenanya biaya penyusutan masa depan mungkin direvisi. Nilai tercatat bersih aset tetap Grup pada tanggal 30 Juni
2024 dan 31 Desember 2023 adalah sebesar Rp406.276.588.179. Rp 409.326.964.514. Penjelasan lebih rinci
diungkapkan dalam Catatan 10.
4. KAS DAN SETARA KAS
Rincian kas dan setara kas pada 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:
30 Juni 2024 31 Desember 2023
Kas 120.314.413 1.191.185.291
Kas di bank
Pihak ketiga
Rupiah
PT Bank Central Asia Tbk 2.305.209.306 3.286.422.236
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 1.666.934.147 1.345.086.215
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 264.659.976 367.256.876
PT Bank CIMB Niaga Tbk 174.295.996 105.026.388
PT Bank Pan Indonesia Tbk 16.499.045 16.629.744
PT Bank Bukopin Tbk 250.293.826 15.983.088
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk - 350.790.134
Subtotal Kas di Bank 4.677.892.296 5.487.194.681
Deposito Berjangka
Pihak ketiga
Rupiah
PT Bank CIMB Niaga Tbk 3.130.000.000 3.130.000.000
PT Bank Capital 1.610.365.334 2.079.525.548
Subtotal Deposito 4.740.365.334 5.209.525.548
Jumlah 9.538.572.043 11.887.905.520
Deposito berjangka mempunyai jangka waktu 1 bulan dan memiliki tingkat bunga berkisar antara 5,25%-7,25% per
tahun pada 30 Juni 2024 dan 4,25% - 4,85% per tahun pada 31 Desember 2023.
Pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023 tidak terdapat bank yang dibatasi penggunaannya dan seluruh
bank ditempatkan pada pihak ketiga.
26
Page 28
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2024 DAN 31 DESEMBER 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
5. PIUTANG USAHA
Akun ini merupakan piutang atas jasa penyewaan kamar hotel dan spa, berikut fasilitas dan penunjang lainnya
dengan rincian per 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:
a. Berdasarkan pelanggan
30 Juni 2024 31 Desember 2023
Pelanggan yang telah check out:
MG Bedbank 99.670.000 -
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan 82.150.000 51.053.945
Bank Bukopin 81.400.000 -
PT Mitra Global Holiday 50.750.000 85.850.000
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 26.878.000 10.500.000
Online Travel Agent 24.034.800 4.423.704
Bank Syariah Indonesia Tbk 12.100.000 -
Lain-lain (Saldo di bawah Rp 10.000.000) 24.830.824 149.796.986
Sub jumlah pelanggan yang telah check out 401.813.624 301.624.635
Pelanggan yang belum check out 27.909.453 80.305.175
Kartu Kredit 670.000 15.801.790
Kartu Debit 27.491.941 3.849.550
Sub jumlah 457.885.018 401.581.150
Provisi atas penurunan nilai (5.317.921) (5.317.921)
Jumlah 452.567.097 396.263.229
b. Berdasarkan umur
Rincian piutang berdasarkan umur piutang per 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:
Kategori Umur 30 Juni 2024 31 Desember 2023
0 - 30 hari 398.811.982 323.935.750
31 - 60 hari 58.103.036 62.246.682
61 - 90 hari - 15.398.718
> 90 hari 970.000 -
Total 457.885.018 401.581.150
Kolektibilitas piutang usaha pada tanggal 30 Juni 2024 dan 2023 adalah sebagai berikut:
30 Juni 2024 30 Juni 2023
Rata-rata Piutang usaha - Bersih 424.415.163 318.989.009
Penjualan 9.739.522.314 9.831.814.009
Kolektibilitas Piutang 7,93 hari 5,90 hari
Seluruh piutang usaha kepada pihak ketiga merupakan piutang kepada pelanggan dalam mata uang Rupiah serta
tidak dikenakan jaminan dan bunga serta tidak digunakan sebagai jaminan kredit.
Mutasi provisi penurunan nilai piutang lain-lain adalah sebagai berikut:
30 Juni 2024 31 Desember 2023
Saldo awal 5.317.921 212.052.810
Penambahan (pemulihan) Penyisihan - (206.734.889)
Saldo akhir 5.317.921 5.317.921
Manajemen berpendapat bahwa provisi penurunan nilai piutang lain-lain tersebut cukup untuk menutupi kerugian dari
tidak tertagihnya piutang.
27
Page 29
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2024 DAN 31 DESEMBER 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
6. PIUTANG LAIN-LAIN
Rincian piutang lain-lain per 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut :
30 Juni 2024 31 Desember 2023
Pihak ketiga
Karyawan 33.125.000 57.278.243
Piutang Bunga 6.316.481 1.106.144
Lain - lain - -
Sub Jumlah 39.441.481 58.384.387
Pihak berelasi (Catatan 12b) 2.008.239.877 2.008.239.877
Jumlah 2.047.681.358 2.066.624.264
Provisi atas penurunan nilai - -
Jumlah piutang lain-lain 2.047.681.358 2.066.624.264
Bagian lancar 39.441.481 58.384.387
Bagian tidak lancar 2.008.239.877 2.008.239.877
Jumlah 2.047.681.358 2.066.624.264
Seluruh piutang lain-lain merupakan piutang kepada pelanggan dalam mata uang Rupiah serta tidak dikenakan
jaminan dan bunga.
Manajemen berkeyakinan bahwa seluruh piutang lain-lain dapat tertagih sehingga tidak perlu dilakukan cadangan
kerugian penurunan nilai.
7. PERSEDIAAN
Rincian persediaan Perseroan pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut :
30 Juni 2024 31 Desember 2023
Makanan 82.536.934 61.929.424
Minuman 57.511.400 60.102.109
Lain-lain 276.029.229 263.841.930
Jumlah 416.077.563 385.873.463
Jumlah persediaan yang diakui sebagai beban masing-masing sebesar Rp714.207.710 dan Rp816.531.971 untuk
tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2024 dan 2023.
Berdasarkan hasil penelaahan terhadap kondisi fisik dari persediaan, Manajemen berkeyakinan bahwa tidak perlu
dilakukan penyisihan atas keusangan persediaan karena Manajemen berkeyakinan bahwa seluruh persediaan dapat
dijual atau digunakan sesuai dengan periode peruntukannya.
Pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023, persediaan tidak diasuransikan atas resiko kerugian, kebakaran
dan bencana alam. Manajemen memahami adanya risiko yang terkait sehubungan dengan persediaan yang tidak
diasuransikan.
28
Page 30
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2024 DAN 31 DESEMBER 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
8. PERLENGKAPAN
Rincian perlengkapan Perseroan pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut :
30 Juni 2024 31 Desember 2023
Linen 1.121.418.436 1.134.506.918
Barang Pecah Belah 148.493.212 147.643.147
Perkakas, Alat, Bahan bakar dan supply 149.710.560 144.093.657
Perangkat Makan Perak 28.806.704 28.806.704
Seragam 9.185.043 9.350.919
Lain-lain 53.723.552 53.723.552
Jumlah 1.511.337.507 1.518.124.897
9. UANG MUKA DAN BIAYA DIBAYAR DIMUKA
Rincian uang muka dan biaya dibayar dimuka Perseroan pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023 adalah
sebagai berikut :
30 Juni 2024 31 Desember 2023
Uang muka:
Uang muka pembelian 262.361.592 186.100.989
Uang muka karyawan 8.000.000 31.000.000
Lain-lain - 9.656.300
Jumlah uang muka 270.361.592 226.757.289
Biaya dibayar dimuka
Perijinan 390.152.731 115.313.596
Beban Tangguhan 420.244.981 -
Asuransi 102.717.546 204.631.658
Kontrak Service 51.941.721 48.294.102
Sewa 36.300.000 71.362.820
Lain-lain - 16.079.017
Jumlah biaya dibayar dimuka 1.001.356.979 455.681.193
Jumlah 1.271.718.571 682.438.482
Bagian lancar 1.264.898.188 670.735.530
Bagian tidak lancar 6.820.383 11.702.952
Jumlah 1.271.718.571 682.438.482
Beban tangguhan adalah biaya THR, dan biaya-biaya operasional lainnya yang diamortisasi selama satu tahun.
29
Page 31
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2024 DAN 31 DESEMBER 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
10. ASET TETAP
Rincian Aset tetap per 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut :
30 Juni 2024
Saldo Akhir Sebelum Revaluasi
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Revaluasi (Penurunan Nilai) Saldo Akhir
Biaya Perolehan:
Pemilikan Langsung
Tanah 332.483.700.000 - - - 332.483.700.000 - 332.483.700.000
Bangunan 73.789.700.000 - - - 73.789.700.000 - 73.789.700.000
Kendaraan 8.373.340.022 - - - 8.373.340.022 - 8.373.340.022
Perabot dan peralatan 15.056.488.374 64.258.150 62.500.000 525.207.136 15.583.453.660 - 15.583.453.660
Jumlah Pemilikan Langsung 429.703.228.396 64.258.150 62.500.000 525.207.136 430.230.193.682 - 430.230.193.682
Aset Hak Guna
Kendaraan 282.600.000 - - - 282.600.000 - 282.600.000
Jumlah Aset Hak Guna 282.600.000 - - - 282.600.000 - 282.600.000
Aset Tetap dalam
Pembangunan 427.207.136 429.101.000 297.381.000 (525.207.136) 33.720.000 - 33.720.000
Jumlah 430.413.035.532 493.359.150 359.881.000 - 430.546.513.682 - 430.546.513.682
Akumulasi Penyusutan:
Pemilikan Langsung
Bangunan - 2.776.323.460 - - 2.776.323.460 - 2.776.323.460
Kendaraan 7.842.390.639 119.085.336 - - 7.961.475.975 - 7.961.475.975
Perabot dan peralatan 13.220.130.379 333.283.189 62.500.000 - 13.490.913.568 - 13.490.913.568
Jumlah Pemilikan Langsung 21.062.521.018 3.228.691.985 62.500.000 - 24.228.713.003 - 24.228.713.003
Aset Hak Guna
Kendaraan 23.550.000 17.662.500 - - 41.212.500 - 41.212.500
Jumlah Aset Hak Guna 23.550.000 17.662.500 - - 41.212.500 - 41.212.500
Nilai buku - bersih 409.326.964.514 406.276.588.179
31 Desember 2023
Saldo Akhir Sebelum Revaluasi (Penurunan
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Revaluasi Nilai) Saldo Akhir
Biaya Perolehan:
Pemilikan Langsung
Tanah 307.798.580.933 - - - 307.798.580.933 24.685.119.067 332.483.700.000
Bangunan 84.623.631.725 - - - 84.623.631.725 (10.833.931.725) 73.789.700.000
Kendaraan 8.535.840.022 - 162.500.000 - 8.373.340.022 - 8.373.340.022
Perabot dan peralatan 13.666.533.232 1.108.403.308 91.500.000 373.051.834 15.056.488.374 - 15.056.488.374
Jumlah Pemilikan Langsung 414.624.585.912 1.108.403.308 254.000.000 373.051.834 415.852.041.054 13.851.187.342 429.703.228.396
Aset Hak Guna
Bangunan 4.503.363.000 - 4.503.363.000 - - - -
Kendaraan - 282.600.000 - - 282.600.000 - 282.600.000
Jumlah Aset Hak Guna 4.503.363.000 282.600.000 4.503.363.000 - 282.600.000 - 282.600.000
Aset Tetap dalam
Pembangunan 373.051.834 427.207.136 - (373.051.834) 427.207.136 - 427.207.136
Jumlah 419.501.000.746 1.818.210.444 4.757.363.000 - 416.561.848.190 13.851.187.342 430.413.035.532
30
Page 32
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2024 DAN 31 DESEMBER 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
10. ASET TETAP (lanjutan)
31 Desember 2023
Akumulasi Penyusutan:
Pemilikan Langsung
Bangunan 19.638.025.715 4.624.929.000 - - 24.262.954.715 (24.262.954.715) -
Kendaraan 7.766.719.969 238.170.670 162.500.000 - 7.842.390.639 - 7.842.390.639
Perabot dan peralatan 12.800.615.025 511.015.354 91.500.000 - 13.220.130.379 - 13.220.130.379
Jumlah Pemilikan Langsung 40.205.360.709 5.374.115.024 254.000.000 - 45.325.475.733 (24.262.954.715) 21.062.521.018
Aset Hak Guna
Bangunan 4.503.363.000 - 4.503.363.000 - - - -
Kendaraan - 23.550.000 - - 23.550.000 - 23.550.000
Jumlah Aset Hak Guna 4.503.363.000 23.550.000 4.503.363.000 - 23.550.000 - 23.550.000
Nilai buku - bersih 374.792.277.037 409.326.964.514
Tanah milik Perusahaan dan Entitas Anak merupakan tanah yang berlokasi di Jakarta Pusat (Pejompongan), Jakarta
Selatan (Falatehan dan Pondok Pinang), Kepulauan Seribu, NTT (Tanjung Karoso) dan Bali (Canggu) dengan total
area seluas masing-masing seluas 1.175.063m2 pada 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023.
Atas tanah di Kepulauan Seribu, Perusahaan menandatangani Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) tertanggal 8
Mei 2015 dengan PT Setia utama Island atas pembelian sebuah villa dengan total area seluas 1.500 m2 yang
berlokasi di Pulau Tengah, Kepulauan Seribu dengan harga beli sebesar Rp15.800.000.000. Aset tersebut telah
diserah terima dengan baik oleh Perusahaan melalui berita acara serah terima dengan PT Setia utama Island.
Sampai saat ini, akta jual beli masih dalam proses karena harus menunggu proses pemecahan sertifikat induk oleh
penjual.
Tanah, bangunan dan perabotan dan peralatan yang berlokasi di Jalan Falatehan I No.21-22, Melawai, Jakarta
Selatan (Sotis Falatehan) dan di Jalan Raya Kayu Tulang, Desa Canggu (Sotis Villa Canggu) digunakan oleh PT
Dwimukti Mitra Wisata (Entitas Anak) untuk menjalankan kegiatan usaha perhotelan. Pada tahun 30 Juni 2024 dan
31 Desember 2023, tanah dan bangunan di Jalan Falatehan tersebut dijadikan sebagai jaminan sehubungan dengan
pinjaman bank yang diperoleh Entitas Anak dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (Catatan 17).
Aset dalam penyelesaian merupakan proyek pembangunan fasilitas pendukung hotel yang masih dalam tahap
penyelesaian.
Alokasi beban penyusutan adalah sebagai berikut:
30 Juni 2024 31 Desember 2023
Beban umum dan administrasi (Catatan 27) 3.246.354.485 5.397.665.026
Jumlah 3.246.354.485 5.397.665.026
Selain tanah dan bangunan, tidak ada perbedaan yang signifikan antara nilai wajar aset tetap dengan nilai
tercatatnya.
Biaya perolehan aset tetap yang telah disusutkan penuh dan masih digunakan sebesar Rp18.647.077.706 dan
Rp18.257.669.006 masing-masing pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023.
Aset tetap tidak termasuk tanah telah diasuransikan terhadap risiko akibat kerusakan, bencana alam, kebakaran dan
risiko lainnya pada PT Asuransi Central Asia dengan nilai pertanggungan sebesar Rp75.608.702.676 pada per 30
Juni 2024 dan 31 Desember 2023. Manajemen akan meningkatkan nilai pertanggungan tersebut untuk menutupi
kerugian yang mungkin terjadi.
31
Page 33
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2024 DAN 31 DESEMBER 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
10. ASET TETAP (lanjutan)
Analisis laba (rugi) terkait yang timbul dari penjualan aset tetap adalah sebagai berikut:
30 Juni 2024 31 Desember 2023
Harga jual (Exclude PPN) 3.693.694 113.120.000
Nilai buku - -
Laba atas penjualan aset tetap 3.693.694 113.120.000
Perusahaan telah melakukan penilaian kembali aset tetap pada tahun 2023 dengan Laporan No. 00068/2.0004-
14/PI/03/0595/1/VI/2024 tanggal 28 Juni 2024 oleh KJPP Pung's Zulkarnain dan Rekan yang ditandatangani oleh Ir.
Aguson Rosano. MAPPI (Cert.) Laporan penilaian tersebut dilakukan sesuai dengan Standar Penilaian Indonesia
(SPI) yang ditentukan berdasarkan transaksi terkini dalam ketentuan yang wajar dan Peraturan Bapepam-LK
No.VIII.C.4 tentang pedoman penilaian dan penyajian laporan penilaian properti di pasar modal. Penilaian kembali
aset tetap untuk tanah pada tanggal 31 Desember 2023 hanya untuk tujuan akuntansi sesuai dengan PSAK No.16
tentang “Aset Tetap” dan tidak ditujukan untuk tujuan pajak. Penentuan nilai wajar dilakukan dengan metode
pendekatan biaya dan pendapatan.
31 Desember 2023
No. Lokasi Alamat Aset Jenis Aset Nilai Wajar Metode Pendekatan
1. Jakarta Jl. Falatehan I No. 21-22 Tanah (523 m2) 36.262.200.000 Pendekatan Biaya
Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan Bangunan (3.020 m2) 21.744.000.000 dan Pendapatan
2. Jakarta Jl. Penjernihan Bendungan Tanah (501 m2) 29.904.700.000 Pendekatan Biaya
Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat Bangunan (2.974 m2) 19.925.800.000 dan Pendapatan
3. Jakarta Jl. Pinang Kuningan I No.25 Kel. Pondok Pinang Tanah (3.027 m2) 60.181.200.000 Pendekatan Pasar
Kec. Kebayoran Lama Jakarta Selatan
4. Jakarta Lexington Apartement L : 26-06, Jl. Deplu Raya No. Bangunan - Apartemen 2.020.600.000 Pendekatan Pasar
12, Bintaro Pesanggrahan Jakarta Selatan Lexington (68 m2)
Lexington Apartement L : 26-08, Jl. Deplu Raya No. Bangunan - Apartemen 2.279.400.000 Pendekatan Pasar
12, Bintaro Pesanggrahan Jakarta Selatan Lexington (76 m2)
5. Jakarta Pulau Tengah Kav. 51, Pulau Pari, Pulau Seribu Tanah (1.500 m2) 18.761.600.000 Pendekatan Biaya dan
Selatan, Kep. Seribu Pendapatan
Bangunan (1.677 m2) 17.608.500.000
6. Sumba Barat Desa Tanjung Karoso, Kec. Kodi, Kab. Sumba Barat Tanah (1.162.282 m2) 135.615.700.000 Pendekatan Pendapatan
Daya, Nusa Nusa Tenggara Timur
7. Tenggara
Canggu, Bali Jalan Raya Kayutulang, Tanah (7.230 m2) 51.758.300.000 Pendekatan Biaya
Desa Canggu, Kec. Kuta Utara, Kab. Badung, Bali Bangunan (1.674 m2) 10.211.400.000 dan Pendapatan
Jumlah 406.273.400.000
Surplus revaluasi aset tetap diikhtisarkan sebagai berikut:
Nilai Buku Sebelum
Jenis Nilai Wajar Revaluasi Surplus Revaluasi
Tanah 332.483.700.000 307.798.580.933 24.685.119.067
Bangunan 73.789.700.000 60.360.677.009 13.429.022.991
Jumlah 406.273.400.000 368.159.257.942 38.114.142.058
32
Page 34
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2024 DAN 31 DESEMBER 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
10. ASET TETAP (lanjutan)
Mutasi surplus revaluasi aset tetap untuk 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:
30 Juni 2024 31 Desember 2023 31 Desember 2022
Saldo awal 183.875.074.658 154.855.264.313 154.855.264.313
Surplus revaluasi pada 31 Desember 2023 - 38.114.142.058 -
Kepentingan Non-Pengendali (709.220.460) -
183.875.074.658 192.260.185.911 154.855.264.313
(Beban) Manfaat Pajak Penghasilan Terkait - (8.385.111.253) -
Jumlah 183.875.074.658 183.875.074.658 154.855.264.313
Manajemen berkeyakinan bahwa tidak ada indikasi penurunan nilai aset tetap pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31
Desember 2023, berdasarkan evaluasi atas kondisi aset pada tanggal-tanggal tersebut.
11. ASET LAIN-LAIN
Rincian aset lain-lain per 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:
30 Juni 2024 31 Desember 2023
Kas yang dibatasi penggunaannya 1.200.000.000 1.200.000.000
Jumlah 1.200.000.000 1.200.000.000
Kas yang di batasi penggunaannya adalah uang jaminan sehubungan dengan pinjaman kredit investasi BNI, yang
dapat digunakan ketika utang bank sudah lunas.
12. TRANSAKSI DAN SALDO PIHAK BERELASI
a. Sifat hubungan dengan pihak berelasi
Dalam kegiatan usaha normal, Perusahaan dan Entitas Anak melakukan transaksi keuangan dengan pihak-pihak
berelasi.
Sifat Pihak Berelasi
Hubungan dan jenis akun atau transaksi dengan pihak berelasi adalah sebagai berikut:
No. Pihak Berelasi Hubungan Sifat Saldo Akun/Transaksi
1. Herman Herry Adranacus Pemegang Saham dan Utang lain-lain
Komisaris Utama di Entitas
Anak
2. Vonny Kristiani Pemegang Saham Piutang lain-lain
Perusahaan dan Entitas Anak
serta Komisaris Entitas Anak
3. Cindy Angelina Adranacus Pemegang Saham Piutang lain-lain; Utang lain-lain
Perusahaan
4. PT Dwimukti Graha Elektrindo Di bawah pengendali yang Piutang lain-lain; Utang lain-lain
sama dengan Perusahaan dan
Entitas Anak
5. PT Dwimukti Inti Boga Di bawah pengendali yang Piutang lain-lain; Utang lain-lain
sama dengan Perusahaan dan
Entitas Anak
6. PT Sotis Hotel Manajemen Di bawah pengendali yang Piutang lain-lain; Utang lain-lain
sama dengan Perusahaan dan
Entitas Anak
7. PT Sungai Mas Propertindo Di bawah pengendali yang Piutang lain-lain
sama dengan Perusahaan dan
Entitas Anak
8. Stevano Rizki Adranacus Komisaris Utama Perusahaan Utang lain-lain
33
Page 35
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2024 DAN 31 DESEMBER 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12. TRANSAKSI DAN SALDO PIHAK BERELASI (lanjutan)
b. Piutang lain-lain
Rincian piutang lain-lain kepada pihak berelasi per 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut :
Nama Entitas 30 Juni 2024 31 Desember 2023
PT Sungai Mas Propertindo 1.595.447.266 1.595.447.266
PT Dwimukti Inti Boga 230.046.000 230.046.000
Vonny Kristiani 182.746.611 182.746.611
Jumlah piutang lain-lain Pihak Berelasi 2.008.239.877 2.008.239.877
Provisi atas penurunan nilai - -
Jumlah 2.008.239.877 2.008.239.877
30 Juni 2024 31 Desember 2023
Bagian lancar - -
Bagian tidak lancar 2.008.239.877 2.008.239.877
Jumlah 2.008.239.877 2.008.239.877
Persentase terhadap jumlah aset 0,47% 0,46%
c. Utang lain-lain
Rincian utang lain-lain kepada pihak berelasi per 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut :
Nama Entitas 30 Juni 2024 31 Desember 2023
PT Dwimukti Graha Elektrindo 93.275.846.466 88.269.800.685
Herman Herry Adranacus 5.627.698.483 5.627.698.483
Stevano Rizki Adranacus 1.380.000.000 1.380.000.000
PT Sotis Hotel Manajemen 1.288.031.000 935.707.000
PT Dwimukti Inti Boga 3.692.167.750 804.750.000
Jumlah 105.263.743.699 97.017.956.168
Bagian lancar 4.980.198.750 1.740.457.000
Bagian tidak lancar 100.283.544.949 95.277.499.168
Jumlah 105.263.743.699 97.017.956.168
Persentase terhadap jumlah liabilitas 46,64% 43,58%
Transaksi signifikan dengan pihak berelasi adalah sebagai berikut:
PT Dwimukti Graha Elektrindo ("DGE")
Pada tahun 2024, Perusahaan dan Entitas Anak memperoleh tambahan dana dari DGE untuk operasional
sehingga saldo utang per 30 Juni 2024 menjadi sebesar Rp93.275.846.466 terdiri dari saldo utang PT SMK
sebesar Rp9.884.295.360, PT DMW sebesar Rp81.807.419.658 dan saldo utang PT TKP sebesar
Rp1.584.131.448.
Pada tahun 2023, Perusahaan dan Entitas Anak memperoleh tambahan dana dari DGE untuk operasional
sehingga saldo utang per 31 Desember 2023 menjadi sebesar Rp88.269.800.685 terdiri dari saldo utang PT
SMK sebesar Rp10.441.864.479, PT DMW sebesar Rp75.717.419.658 dan saldo utang PT TKP sebesar Rp
2.110.516.548.
34
Page 36
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2024 DAN 31 DESEMBER 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12. TRANSAKSI DAN SALDO PIHAK BERELASI (lanjutan)
PT Dwimukti Graha Elektrindo ("DGE") (lanjutan)
a. SMK
Berdasarkan perjanjian utang piutang Nomor 042/PHP/I/2015 tertanggal 5 Januari 2015 yang telah
mengalami beberapa kali perubahan dan terakhir diubah berdasarkan Perubahan ke empat Perjanjian
Hutang Piutang Nomor 060/PPHP-IV/XII/2018 tanggal 28 Desember 2018, Perusahaan mengakui menerima
pinjaman dari DGE sebesar Rp16.072.774.169 sebagai tambahan modal/modal kerja dan/atau keperluan
operasional Perusahaan. Pinjaman tersebut tidak dikenakan bunga dan tanpa jangka waktu pengembalian
yang pasti. Berdasarkan perjanjian, Perusahaan akan membayar pinjaman tersebut secara bertahap setiap
bulannya dengan nominal yang disesuaikan dengan arus kas Perusahaan. Pada tanggal 29 Desember
2017, Perusahaan, DGE dan PT Dwimukti Mitra Wisata (DMW) menandatangani perjanjian novasi (Catatan
11b) untuk mengalihkan saldo utang lain-lain Perusahaan kepada DGE sebesar Rp12.527.470.050 menjadi
bagian dari saldo utang lain-lain Perusahaan kepada DMW. Setelah novasi tersebut, sisa saldo pinjaman
Perusahaan kepada DGE adalah sebesar Rp3.545.304.119 per 31 Desember 2017.
Pada tanggal 31 Mei 2018 dan 28 Desember 2018, Perusahaan dan DGE menandatangani Perubahan
Keempat Perjanjian Utang Piutang No.082/PPHP-III/V/2018 dan No.153/PPHPIV/XII/2018 dimana
Perusahaan mengakui dan menerima pinjaman dari DGE per tanggal perjanjian masing-masing sebesar
Rp4.153.781.850 dan Rp32.894.177.830. Pada tanggal 31 Desember 2018, Perusahaan, DGE dan DMW
menandatangani perjanjian novasi untuk mengalihkan saldo utang lain-lain Perusahaan kepada DGE
sebesar Rp28.740.395.980 menjadi bagian dari saldo utang lain-lain Perusahaan kepada DMW. Setelah
saldo tersebut, sisa saldo pinjaman Perusahaan kepada DGE adalah sebesar Rp4.153.781.850 per 31
Desember 2018.
Perusahaan menerima pinjaman dari waktu ke waktu dari DGE dan telah melaksanakan pembayaran atas
pinjaman tersebut kepada DGE. Pada tanggal 31 Desember 2023 sisa saldo pinjaman Perusahaan kepada
DGE adalah sebesar Rp10.441.864.479. Atas saldo sisa hutang tersebut telah dinyatakan dalam Addendum
Perjanjian Utang Piutang No.289/PHP/XII/2022 tertanggal 30 Desember 2022. Pinjaman tersebut diberikan
dengan bunga 0% (nol persen) per tahun dengan tanpa biaya tambahan lainnya. Pembayaran pinjaman
dilaksanakan secara bertahap setiap bulannya dengan nominal yang disesuaikan dengan cash flow
Perusahaan.
Pada 30 Juni 224, Perusahaan melakukan pembayaran atas pinjaman tersebut sehingga sisa pinjaman
Perusahaan kepada DGE adalah Rp9.884.295.360.
b. DMW
Berdasarkan Perjanjian Utang Piutang No.147/PHP/XII/2016 antara DMW (Entitas Anak) dengan DGE
tanggal 28 Desember 2016, DGE setuju untuk memberikan pinjaman kepada DMW sebagai tambahan
modal/modal kerja dan atau keperluan operasional DMW dengan nilai sebanyak-banyaknya sebesar
Rp11.000.000.000 yang dapat diterima secara sekaligus ataupun secara bertahap. Atas pinjaman tersebut,
tidak dikenakan bunga dan dibayarkan kembali secara bertahap setiap bulannya dengan nominal yang
disesuaikan dengan keuangan DMW.
Perjanjian ini telah mengalami perubahan melalui Penegasan Perjanjian Utang Piutang
No.149/PPHP/XII/2017 tanggal 27 Desember 2017, dimana DMW mengakui utang kepada DGE sebesar
Rp10.825.825.978.
35
Page 37
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2024 DAN 31 DESEMBER 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12. TRANSAKSI DAN SALDO PIHAK BERELASI (lanjutan)
PT Dwimukti Graha Elektrindo ("DGE") (lanjutan)
b. DMW (lanjutan)
Berdasarkan Perjanjian Utang Piutang No.150/PHP/XII/2017 antara DMW dengan DGE tanggal 28
Desember 2017, DMW setuju untuk memberikan pinjaman kepada DGE sebagai tambahan modal/modal
kerja dan atau keperluan operasional DGE sebesar Rp66.693.458.803. Atas pinjaman tersebut, tidak
dikenakan bunga dan dibayarkan kembali secara bertahap setiap bulannya dengan nominal yang
disesuaikan dengan keuangan DGE.
Atas kedua Perjanjian Utang Piutang di atas (No.149/PPHP/XII/2017 dan No.150/PHP/XII/2017), DMW dan
DGE membuat Perjanjian Perjumpaan Utang (Kompensasi) pada tanggal 28 Desember 2017, dimana
kedua belah pihak setuju untuk melakukan perjumpaan utang/kompensasi antara saldo utang DGE kepada
DMW sebesar Rp66.693.458.803 dengan saldo utang DMW kepada DGE sebesar Rp10.825.825.978
sehingga saldo akhir utang DGE kepada DMW menjadi sebesar Rp55.867.632.824.
Sehubungan dengan Perjanjian Pembaharuan Utang (Novasi) antara Perusahaan, DMW dan DGE, dimana
DGE bermaksud melunasi sebagian utangnya kepada DMW dengan jalan Perusahaan menyatakan
mengakui utang kepada DMW sejumlah Rp12.527.470.050 maka atas novasi tersebut, saldo utang DGE
kepada DMW yang sebelumnya sebesar Rp55.867.632.824 setelah dikurangi nilai utang di dalam novasi
sebesar Rp12.527.470.050 maka akan menjadi sebesar Rp43.340.162.774.
Berdasarkan Nota Kesepahaman tanggal 29 Desember 2017 antara DMW dengan DGE, dimana atas nilai
sisa utang DGE kepada DMW sebesar Rp43.340.162.774 (“Sisa Utang”) akan dilunasi oleh DGE dengan
cara menjual kepada DMW sebidang tanah yang terletak di daerah Propinsi DKI Jakarta, Kota Administrasi
Jakarta Selatan, Kecamatan Kebayoran Lama, Kelurahan Pondok Pinang yang dikenal sebagai Jalan
Pinang Kuningan I sebagaimana diuraikan dalam Sertifikat Hak Guna Bangunan No.09017/Pondok Pinang
tertanggal 21 November 2017 seluas 3.239m2 yang terdaftar atas nama DGE. Harga Jual Beli yang
disepakati adalah sebesar Rp54.122.438.057 yang pembayarannya dilakukan secara bertahap oleh DMW
dengan cara sebagai berikut:
1. Sejumlah sisa utang diakui sebagai pembayaran uang muka oleh DMW kepada DGE atas pembelian
tanah pada saat tanggal penandatanganan Nota Kesepahaman.
2. Sebesar Rp10.782.275.282 akan dibayarkan selambat-lambatnya pada tanggal 29 Desember 2018
yang akan diikuti dengan penandatanganan Akta Jual Beli.
Atas nota kesepahaman di atas, DMW mencatat saldo masing-masing sebesar Rp43.340.162.774 sebagai
Uang Muka Pembelian Tanah pada Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian per 31 Desember 2017.
Pada tahun 2018, DMW memperoleh pinjaman dari DGE dengan total sebesar Rp11.733.332.653 per 31
Desember 2018 yang tertuang di dalam perubahan kedua Perjanjian Utang Piutang No. 166/PPHP-
II/XII/2018 tanggal 28 Desember 2018.
36
Page 38
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2024 DAN 31 DESEMBER 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12. TRANSAKSI DAN SALDO PIHAK BERELASI (lanjutan)
PT Dwimukti Graha Elektrindo ("DGE") (lanjutan)
b. DMW (lanjutan)
Pada tanggal 31 Desember 2018, sesuai dengan Perjanjian Pembaharuan Utang (Novasi) antara DGE,
DMW dan Perusahaan, bahwa Perusahaan bermaksud mengalihkan sebagian utangnya dengan DGE
menjadi utang kepada DMW dan DMW ingin melunasi sebagian utangnya kepada DGE dengan
memperhitungkan uang muka pembelian tanah Pondok Pinang sehingga jumlah pinjaman adalah sebagai
berikut:
1. Saldo utang Perusahaan kepada DGE sebesar Rp28.740.395.980 telah dialihkan menjadi utang
kepada DMW. Saldo utang Perusahaan kepada DMW per 31 Desember 2018 adalah sebesar
Rp68.832.147.811 dan saldo utang Perusahaan kepada DGE per 31 Desember 2018 adalah sebesar
Rp4.153.781.850.
2. Saldo uang muka pembelian tanah Pondok Pinang sebesar Rp43.340.162.774 diperhitungkan dengan
utang DMW kepada DGE sebesar Rp11.733.332.653 dan pengalihan atas utang Perusahaan kepada
DGE yang diterima oleh DMW yaitu sebesar Rp28.740.395.980 sehingga saldo uang muka pembelian
tanah Pondok Pinang per 31 Desember 2018 yaitu sebesar Rp2.866.434.141.
Pada tanggal 30 Desember 2022 dibuat Penegasan Nota Kesepahaman antara DMW dengan DGE untuk
melakukan Addendum II atas Nota Kesepahaman dimana para pihak sepakat untuk mengubah ketentuan
dan menegaskan kembali pasal 2 pada MOU, sebagai berikut:
1. Sisa utang sebesar Rp2.866.434.141 diakui oleh DGE sebagai pembayaran uang muka oleh DMW
kepada DGE atas pembelian tanah Pondok Pinang.
2. Sisa pembayaran sebesar Rp51.224.865.859 akan dibayarkan selambat-lambatnya pada tanggal 30
Desember 2024 yang diikuti dengan penandatanganan Akta Jual Beli.
3. Semua syarat dan ketentuan hutang piutang sebagaimana dinyatakan dan ditetapkan dalam Perjanjian
terdahulu yang telah ada, selama tidak dinyatakan berubah dalam Penegasan Perjanjian, tetap berlaku
sebagaimana adanya.
Pada tahun 2023, uang muka yang diberikan oleh DMW senilai Rp2.866.434.141 sesuai dengan adendum
nota kesepahaman tahun 2022 dikompensasikan menjadi pembayaran utang DMW kepada DGE. Yang
berarti DMW tidak menjadi membeli tanah Pondok Pinang dan tidak terdapat sisa pembayaran yang harus
dibayar oleh DMW.
DMW menerima pinjaman dari waktu ke waktu dari DGE dan telah melaksanakan pembayaran atas
pinjaman tersebut kepada DGE. Pada tanggal 31 Desember 2023 sisa saldo pinjaman Perusahaan kepada
DGE adalah sebesar Rp75.717.419.658. Atas saldo sisa hutang tersebut telah dinyatakan dalam Addendum
II Perjanjian Utang Piutang No.284/DGE-DMW/PHP/XII/2023 tertanggal 29 Desember 2023. Pinjaman
tersebut diberikan dengan bunga 0% (nol persen) per tahun dengan tanpa biaya tambahan lainnya.
Pembayaran pinjaman dilaksanakan secara bertahap setiap bulannya dengan nominal yang disesuaikan
dengan cash flow DMW.
Saldo piutang lain-lain DGE per 31 Desember 2023 dan 2022 masing-masing sebesar Rp0 dan Rp6.033.100
merupakan sisa saldo piutang atas transaksi penjualan kendaraan Perusahaan kepada DGE. Atas saldo sisa
piutang tersebut telah dinyatakan dalam 284/DGE-DMW/PHP/XII/2023 tanggal 29 Desember 2023. Piutang
tersebut diberikan dengan bunga 0% (nol persen) per tahun dengan tanpa biaya tambahan lainnya. Pembayaran
dilaksanakan secara bertahap setiap bulannya dengan nominal yang disesuaikan dengan cash flow DGE.
37
Page 39
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2024 DAN 31 DESEMBER 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12. TRANSAKSI DAN SALDO PIHAK BERELASI (lanjutan)
PT Dwimukti Graha Elektrindo ("DGE") (lanjutan)
c. TKP
Berdasarkan Addendum Perjanjian Hutang Piutang No.284/PHP/XII/2022 tertanggal 30 Desember 2022
TKP (Entitas Anak) mengakui dan menerima pinjaman dari DGE sebesar Rp2.110.516.548. Pinjaman
tersebut diberikan dengan bunga 0% (nol persen) per tahun dengan tanpa biaya tambahan lainnya.
Pembayaran pinjaman dilaksanakan secara bertahap setiap bulannya dengan nominal yang disesuaikan
dengan cash flow TKP.
Pada tahun 2024, TKP melakukan pembayaran dari waktu ke waktu sehingga saldo utang TKP kepada
DGE per 30 Juni 2024 adalah Rp1.584.131.448
Vonny Kristiani ("VK")
a. SMK
Saldo piutang lain-lain VK per 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023 adalah masing-masing sebesar
Rp182.746.611. Merupakan sisa saldo piutang atas transaksi pinjaman yang diberikan dari waktu ke waktu.
Atas saldo sisa pinjaman tersebut telah dinyatakan dalam Perjanjian Pembaharuan Utang (Novasi)
No.280/SMK-VK/PHP/XII/2023 tertanggal 29 Desember 2023. Piutang tersebut diberikan dengan bunga 0%
(nol persen) per tahun dengan tanpa biaya tambahan lainnya. Pembayaran dilaksanakan secara bertahap
setiap bulannya dengan nominal yang disesuaikan dengan cash flow pihak peminjam.
Herman Herry Adranacus ("HHA")
a. DMW
Saldo utang lain-lain Perseroan dan entitas anak kepada HHA per 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023
adalah Rp5.627.698.483.
Berdasarkan Perjanjian Pinjaman Pemegang Saham No.041/PPS/I/2015 tanggal5 Januari 2015 antara
DMW dengan HHA (Pihak pertama) ,dimana pihak pertama setuju untuk memberikan pinjaman sebanyak-
banyaknya Rp4.000.000.000 yang dapat diterima sekaligus ataupun secara bertahap. Atas pinjaman
tersebut tidak dikenakan bunga dan dibayarkan kembali setiap bulannya dengan nominal yang disesuaikan
dengan keuangan DMW. Saldo utang DMW per 31 Desember 2015 adalah sebesar Rp 3.712.180.219.
Perjanjian tersebut telah diubah beberapa kali yaitu sebagai berikut:
1. Penegasan Pertama No.046/PPPS/I/2016 tanggal 5 Januari 2016, dimana DMW mengakui utang
kepada pihak pertama sebesar Rp3.712.180.219. Saldo utang DMW per 31 Desember 2016 adalah
sebesar Rp 3.712.180.219.
2. Penegasan Kedua No.046/PPPS/I/2017 tanggal 5 Januari 2017, dimana DMW mengakui utang kepada
pihak pertama sebesar Rp3.712.180.219. Saldo utang DMW per 31 Desember 2017 adalah sebesar
Rp 3.712.180.219.
3. Perubahan Perjanjian Utang Piutang No.071B/PPHP/XII/2018 tanggal 31 Mei 2018, dimana DMW
mengakui utang kepada pihak pertama sebesar Rp6.627.698.483. Saldo utang DMW per 31 Mei 2018
sebesar Rp 6.627.698.483.
4. Penegasan Perjanjian Utang Piutang No.128/PPPS/XII/2018 tanggal 31 Desember 2018, dimana DMW
mengakui utang kepada pihak pertama sebesar Rp6.627.698.483. Saldo utang DMW per 31 Desember
2018 sebesar Rp 6.627.698.483.
5. Penegasan Perjanjian Utang Piutang No.185A/PPPS/XII/2021 tanggal 31 Desember 2021, dimana
DMW mengakui utang kepada pihak pertama sebesar Rp6.627.698.483. Saldo utang DMW per 31
Desember 2021 sebesar Rp 6.627.698.483.
38
Page 40
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2024 DAN 31 DESEMBER 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12. TRANSAKSI DAN SALDO PIHAK BERELASI (lanjutan)
Herman Herry Adranacus ("HHA") (lanjutan)
a. DMW (lanjutan)
6. Penegasan Perjanjian Utang Piutang No.285/PHP/XII/2022 tanggal 30 Desember 2022, dimana DMW
mengakui utang kepada pihak pertama sebesar Rp6.627.698.483. Saldo utang DMW per 31 Desember
2022 sebesar Rp 6.627.698.483.
7. Perjanjian Pembaharuan Utang (Novasi) No.279/HH-DMW/PHP/XII/2023 tanggal 29 Desember 2023,
dimana DMW mengakui utang kepada pihak pertama sebesar Rp5.627.698.483. Saldo utang DMW
per 31 Desember 2023 sebesar Rp5.627.698.483.
Atas pinjaman tersebut tidak dikenakan bunga dan dibayarkan kembali setiap bulannya dengan nominal
yang disesuaikan dengan keuangan DMW.
PT Sotis Hotel Manajemen ("SHM")
Saldo piutang lain-lain per 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023 adalah Rp 0. Sementara saldo utang lain-lain
Perseroan dan entitas anak kepada SHM adalah senilai Rp1.288.031.000 dan Rp935.707.000
a. DMW
Berdasarkan Perjanjian Hutang Piutang No.193a/PHP/XII/2012 tertanggal 31 Desember 2021 SHM
mengakui dan menerima pinjaman dari DMW. Pinjaman tersebut diberikan untuk keperluan operasional
SHM dengan bunga 0% (nol persen) per tahun dengan tanpa biaya tambahan lainnya. Pembayaran
pinjaman dilaksanakan secara bertahap setiap bulannya dengan nominal yang disesuaikan dengan cash
flow pihak peminjam.
Sisa piutang per 31 Desember 2022 adalah sebesar Rp9.017.457 yang dicatat sebagai bagian dari piutang
lain-lain.
Berdasarkan Addendum III Perjanjian Hutang Piutang No.281/SHM-DMW/PHP/XII/2023 tertanggal 29
Desember 2023 DMW telah menerima pinjaman dari SHM dari waktu ke waktu dan saat perjanjian pada
saat perjanjian ditandatangani total pinjaman adalah sebesar Rp935.707.000.
Adapun perincian jumlah pinjaman tersebut sebagai berikut:
1. Pinjaman untuk dana operasional sebesar Rp 385.707.000.
2. Biaya Jasa Manajemen (Management Fee) yang belum dibayar atas pengoperasian Sotis Hotel
sebesar Rp550.057.000. Terhadap biaya Jasa Manajemen (Management Fee) ini tidak dikenakan
biaya tambahan berupa denda dan/atau bunga atas keterlambatan pembayaran yang belum dilakukan
oleh DMW.
39
Page 41
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2024 DAN 31 DESEMBER 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12. TRANSAKSI DAN SALDO PIHAK BERELASI (lanjutan)
PT Sotis Hotel Manajemen ("SHM") (lanjutan)
Berdasarkan Perjanjian Manajemen Hotel No.0012/CTR/SHM/VIII/2018 tanggal 1 Agustus 2018 antara
Entitas Anak (PT Dwimukti Mitra Wisata) dengan PT Sotis Hotel Manajemen (SHM), bahwa Entitas Anak
bermaksud menggunakan merk Sotis, sistem manajemen serta jasa pengelolaan hotel dari SHM. Jangka
waktu perjanjian ini adalah selama periode 2 tahun mulai dari tanggal 1 Agustus 2018 sampai dengan 31
Juli 2020. Atas perjanjian ini, Entitas Anak membayar biaya pelaksanaan pekerjaan yang terdiri dari
incentive management fee sebesar Rp70.000.000 setiap bulan untuk masing-masing hotel. Selain itu,
Entitas Anak wajib mencadangkan 3% dari GOP (Gross Operating Profit) hotel setiap bulannya sebagai
cadangan untuk penggantian, penambahan dan penyempurnaan alat terpasang dan perlengkapan hotel.
Pada tahun yang berakhir tgl 30 Juni 2024 dan 2023, Entitas Anak membayar jasa manajemen kepada
SHM masing-masing sebesar Rp450.000.000 yang dicatat sebagai “Jasa Manajemen” sebagai bagian dari
Beban Umum dan Administrasi (Catatan 27).
Stevano Rizki Adranacus ("SRA")
Per 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023, saldo piutang Perusahaan dan entitas anak kepada SRA sebesar
Rp1.380.000.000.
Berdasarkan Perjanjian Hutang Piutang No.194a/PHP/XII/2021 tertanggal 31 Desember 2021 DMW mengakui
dan menerima pinjaman dari SRA sebesar Rp1.380.000.000. Pinjaman tersebut diberikan untuk keperluan
operasional DMW dengan bunga 0% (nol persen) per tahun dengan tanpa biaya tambahan lainnya. Pembayaran
pinjaman dilaksanakan secara bertahap setiap bulannya dengan nominal yang disesuaikan dengan cash flow
pihak peminjam.
PT Dwimukti Inti Boga ("DIB")
Per 30 Juni 2024, saldo utang Perusahaan dan entitas anak kepada DIB sebesar Rp3.692.167.750 terdiri dari
saldo utang SMK Rp910.317.750, DMW sebesar Rp1.980.750.000, dan TKP sebesar Rp801.100.000.
Per 31 Desember 2023, saldo utang Perusahaan dan entitas anak kepada DIB sebesar Rp935.707.000 terdiri
dari saldo utang SMK Rp299.032.000, DMW sebesar Rp186.750.000 dan TKP sebesar Rp618.000.000.
a. SMK
Per 30 Juni 2024, SMK mengakui menerima pinjaman dari DIB sebesar Rp910.317.750 sementara pada 31
Desember 2023 SMK mengakui menerima pinjaman dari DIB sebesar Rp299.032.000. Pinjaman tersebut
diberikan untuk keperluan operasional SMK dengan bunga 0% (nol persen) per tahun dengan tanpa biaya
tambahan lainnya. Pembayaran pinjaman dilaksanakan secara bertahap setiap bulannya dengan nominal
yang disesuaikan dengan cash flow pihak peminjam.
b. DMW
Berdasarkan Addendum II Perjanjian Hutang Piutang No.282/DIB-DMW/PHP/XII/2023 tertanggal 29
Desember 2023 DMW mengakui dan menerima pinjaman dari DIB sebesar Rp186.750.000. Pinjaman
tersebut diberikan untuk keperluan operasional DMW dengan bunga 0% (nol persen) per tahun dengan
tanpa biaya tambahan lainnya. Pembayaran pinjaman dilaksanakan secara bertahap setiap bulannya
dengan nominal yang disesuaikan dengan cash flow pihak peminjam.
Pada tahun 2024 DMW menerima pinjaman sehingga saldo utang DMW ke DIB per 30 Juni 2024 adalah
Rp1.980.750.000.
40
Page 42
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2024 DAN 31 DESEMBER 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12. TRANSAKSI DAN SALDO PIHAK BERELASI (lanjutan)
PT Dwimukti Inti Boga ("DIB")
c. TKP
Berdasarkan Perjanjian Hutang Pemegang Saham No. 291/DIB-TKP/PHP/XII/2023 tertanggal 29 Desember
2023 Perusahaan mengakui dan menerima pinjaman dari DIB sebesar Rp618.000.000. Pinjaman tersebut
tidak dikenakan bunga dan tanpa biaya tambahan lainnya. Pembayaran pinjaman dilaksanakan secara
bertahap setiap bulannya dengan nominal yang disesuaikan dengan cash flow pihak peminjam. Pinjaman
berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 dan atau ketika hutang tersebut dilunasi.
Pada tahun 2024 TKP meerima pinjaman sehingga saldo utang TKP ke DIB per 30 Juni 2024 adalah
Rp801.100.000.
PT Sungai Mas Propertindo ("SMP")
Per 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023, saldo piutang Perusahaan dan entitas anak kepada SMP sebesar
Rp1.595.447.266.
Berdasarkan Perjanjian Hutang Piutang No.191a/PHP/XII/2021 tertanggal 31 Desember 2021 SMP mengakui
dan menerima pinjaman dari DMW sebesar Rp1.100.000.000. Pinjaman tersebut diberikan untuk keperluan
operasional SMP dengan bunga 0% (nol persen) per tahun dengan tanpa biaya tambahan lainnya. Pembayaran
pinjaman dilaksanakan secara bertahap setiap bulannya dengan nominal yang disesuaikan dengan cash flow
pihak peminjam.
Berdasarkan Addendum Perjanjian Hutang Piutang No.287/PHP/XII/2023 tertanggal 30 Desember 2022 SMP
mengakui dan menerima pinjaman dari DMW sebesar Rp1.595.447.266. Pinjaman tersebut diberikan untuk
keperluan operasional SMP dengan bunga 0% (nol persen) per tahun dengan tanpa biaya tambahan lainnya.
Pembayaran pinjaman dilaksanakan secara bertahap setiap bulannya dengan nominal yang disesuaikan dengan
cash flow pihak peminjam.
13. UTANG USAHA
a. Berdasarkan nama Entitas
Rincian utang usaha berdasarkan nama pemasok per 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut :
30 Juni 2024 31 Desember 2023
Pihak ketiga
Rupiah
Sari Alam Supplier 182.139.805 115.621.350
CV Jasa Boga Niaga 25.872.100 13.516.500
CV Maju Bersama Meat Shop 23.786.675 14.064.450
PT Sentral Sari Prima Sentosa 18.082.275 18.130.000
Makmur Stand Buah 15.423.000 21.442.500
Jayasegar Berkat Mandiri 12.128.000 -
Jeng Rince Kitchen 11.998.000 14.016.500
PT Supra Primatama Nusantara 10.666.000 -
PT Sahih Mitra Sinergi 10.488.625 -
Sukanda Djaya 10.354.087 9.562.100
Mpo Muhayah 10.208.500 -
Pratama Laundry & Dry Cleaning 10.104.500 11.603.300
PT Rumah Duta Pangan 9.989.150 21.100.195
PT Fitra Food International 8.662.385 13.140.070
PT Sari Tirta Indonesia 1.800.000 13.000.000
Lain-lain (Saldo dibawah Rp10.000.000) 236.003.824 226.991.118
Jumlah 597.706.926 492.188.083
41
Page 43
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2024 DAN 31 DESEMBER 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
13. UTANG USAHA (lanjutan)
b. Berdasarkan umur
Rincian utang usaha dikategorikan berdasarkan tanggal tertagih adalah sebagai berikut :
30 Juni 2024 31 Desember 2023
0 - 30 hari 251.467.932 268.274.983
31 - 60 hari 162.910.685 111.783.123
61 - 90 hari 46.812.582 30.654.100
> 90 hari 136.515.727 81.475.877
Jumlah 597.706.926 492.188.083
Seluruh utang usaha kepada pihak ketiga merupakan utang kepada pemasok dalam mata uang Rupiah per 30 Juni
2024 dan 31 Desember 2023. Seluruh utang usaha berjangka waktu 30 sampai dengan 120 hari dan tanpa jaminan.
14. UTANG LAIN-LAIN
Rincian utang lain-lain per 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut :
30 Juni 2024 31 Desember 2023
Pihak ketiga
PT Asuransi Central Asia - 155.418.514
Lainnya 4.810.012 2.208.498
Sub Jumlah 4.810.012 157.627.012
Pihak berelasi (catatan 12d) 105.263.743.699 97.017.956.168
Jumlah 105.268.553.711 97.175.583.180
Bagian lancar 4.985.008.762 1.898.084.012
Bagian tidak lancar 100.283.544.949 95.277.499.168
Jumlah 105.268.553.711 97.175.583.180
Seluruh utang lain-lain kepada pihak berelasi dilakukan tanpa dikenakan bunga, tanpa jaminan dan jatuh tempo
sewaktu-waktu.
15. BEBAN AKRUAL
Rincian beban akrual per 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut :
30 Juni 2024 31 Desember 2023
Jasa Pelayanan 565.451.111 561.280.204
Kerusakan dan Penggantian 310.524.977 281.892.500
Komisi 117.285.312 88.930.114
Gaji dan Tunjangan 91.065.149 282.652.632
Listrik & Air 55.631.307 86.743.442
Kontrak Service 40.849.186 39.391.621
Cadangan Penggantian Perlengkapan Inventaris Hotel 88.758.787 -
Jasa Profesional - 95.000.000
Lain-lain 297.999.937 408.496.114
Jumlah 1.567.565.766 1.844.386.627
42
Page 44
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2024 DAN 31 DESEMBER 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
16. PERPAJAKAN
a. Pajak dibayar dimuka
Rincian pajak dibayar dimuka per 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:
30 Juni 2024 31 Desember 2023
Perusahaan
PPN 4.755.406.785 4.776.330.887
Entitas anak
Pasal 21 986.652 986.652
Pasal 23 1.643.637 510.000
Jumlah 4.758.037.074 4.777.827.539
b. Utang pajak
Rincian utang pajak per 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:
30 Juni 2024 31 Desember 2023
Perusahaan
Pasal 21 37.440.387 120.757.674
Pasal 23 2.767.120 823.524
Pasal 4 (2) - 140.024
Denda - 200.000
Entitas anak
Pasal 29 - 551.751.481
Pajak pembangunan 1 200.130.871 237.802.028
Pasal 21 4.281.909 19.386.222
Pasal 23 3.549.454 4.632.482
Pasal 4(2) 66.000.000 -
Jumlah 314.169.741 935.493.435
Rugi fiskal Perusahaan dapat dikompensasikan dengan laba kena pajak untuk periode lima tahun mendatang
sejak kerugian fiskal terjadi. Namun, Manajemen berpendapat bahwa Perusahaan tidak akan memiliki laba kena
pajak yang mengakibatkan akumulasi rugi fiskal tersebut dapat digunakan sebelum tanggal kadaluarsanya,
sehingga aset pajak tangguhan atas rugi fiskal tersebut tidak diakui.
Rekonsiliasi antara rugi sebelum pajak final dan pajak penghasilan konsolidasian dengan taksiran rugi fiskal
Perusahaan diatas menjadi dasar dalam pengisian SPT Tahunan PPh Badan.
c. Pengampunan Pajak
Pada tahun 2017 dan 2016, Perusahaan dan Entitas Anak ikut berpartisipasi dalam program pengampunan
pajak. Perusahaan dan Entitas Anak telah melaporkan Surat Pernyataan Harta untuk Pengampunan Pajak
(SPHPP) kepada Direktorat Jenderal Pajak antara tanggal 28 September 2016 sampai dengan 31 Maret 2017.
Aset dan liabilitas pengampunan pajak yang dideklarasikan oleh Perusahaan dan Entitas Anak adalah sebagai
berikut:
Jenis Aset/Liabilitas Jumlah
Kas 22.205.650.000
Bank 16.857.636
Investasi dalam saham 2.500.000.000
Investasi dalam Saham yang Dikelompokkan dalam Aset Lepasan 4.950.000.000
Tanah 41.899.430.000
Bangunan 4.176.000.000
Kendaraan 1.798.600.000
Utang Bank (516.930.801)
Utang Lain-lain (11.850.000.000)
Liabilitas Sewa Pembiayaan (80.846.577)
Jumlah 65.098.760.258
43
Page 45
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2024 DAN 31 DESEMBER 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
16. PERPAJAKAN (lanjutan)
c. Pengampunan Pajak (lanjutan)
Seluruh aset dan liabilitas terkait dengan pengampunan pajak yang dideklarasikan oleh Perusahaan dan Entitas
Anak telah diakui, diukur dan dibukukan sesuai dengan kriteria yang ditentukan dalam Pernyataan Standar
Akuntansi Keuangan (PSAK) umum.
Perusahaan dan Entitas Anak membayar uang tebusan sebesar Rp197.500.000 pada tahun 2017 dan dicatat
sebagai bagian dari Beban Pajak dalam akun Penghasilan (Beban) Lain-lain.
d. Ketetapan Pajak
Pada 31 Desember 2023, Perusahaan menerima Surat Ketetapan Pajak (”STP”) untuk berbagai jenis pajak
tahun fiskal 2019 dan 2020 yang menyatakan sanksi administrasi atas keterlambatan pelaporan sebesar
Rp3.000.000. Perusahaan telah menyetujui tagihan pajak tersebut dan dicatat sebagai beban pajak pada laba
atau rugi tahun 2023.
e. Administrasi
Undang-undang perpajakan yang berlaku di Indonesia mengatur bahwa Perusahaan menghitung, menetapkan
dan membayar sendiri besarnya jumlah pajak yang terutang secara individu. Berdasarkan peraturan perundang-
undangan yang berlaku, DJP dapat menetapkan atau mengubah jumlah pajak terutang dalam jangka waktu 5
(lima) tahun.
Pemerintah mengurangi tarif Pajak Penghasilan Badan menjadi 22% untuk tahun 2020-2021 dan 20% untuk
tahun 2022 dan seterusnya, sesuai dengan Pasal 5 bagian 1 dari Perppu No. 1 tahun 2020. Kebijakan ini mulai
berlaku sejak 31 Maret 2020, setelah dikeluarkannya Peraturan sebagai Pengganti Undang-Undang tentang
Kebijakan Stabilitas Sistem Keuangan dan Kebijakan Sistem Keuangan sehubungan dengan Wabah Virus
Corona 2019 (“COVID-19”) dan/atau untuk mengantisipasi ancaman yang akan membahayakan Ekonomi
Nasional dan/atau Stabilitas Sistem Keuangan Negara. Perppu tersebut telah diundangkan dalam Undang-
undang No. 2 Tahun 2020 yang berlaku efektif 18 Mei 2020.
Pada tanggal 29 Oktober 2021, Pemerintah menerbitkan Undang-Undang Republik Indonesia No. 7 Tahun 2021
tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (“UU HPP”). Aturan tersebut menetapkan tarif pajak penghasilan
badan menjadi sebesar 22% yang mulai berlaku pada tahun pajak 2022 dan seterusnya.
17. UTANG BANK
Rincian utang bank per 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut :
30 Juni 2024 31 Desember 2023
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 62.800.000.000 66.700.000.000
Dikurangi:
Biaya Transaksi Utang Bank yang Belum
Diamortisasi (362.673.384) (413.980.891)
Bagian yang Jatuh Tempo dalam Waktu Satu Tahun (8.301.973.872) (7.698.700.925)
Bagian yang Jatuh Tempo Lebih dari Satu Tahun 54.135.352.744 58.587.318.184
Entitas Anak
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Berdasarkan Perjanjian Kredit No.240/JRM/PK-KI/2017 tanggal 15 Desember 2017 antara PT Dwimukti Mitra Wisata
(Entitas Anak) dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, Entitas Anak mendapatkan Fasilitas Kredit Investasi
dengan maksimum kredit sebesar Rp100.000.000.000 untuk keperluan refinancing pembiayaan Hotel Sotis
Falatehan dan Sotis Residence Penjernihan berikut sarana prasarana, mesin dan perlengkapan.
Jangka waktu kredit diberikan selama 144 bulan terhitung sejak tanggal 15 Desember 2017 sampai dengan 14
Desember 2029. Pinjaman ini dikenakan bunga mengambang dan memiliki jadwal pembayaran atas angsuran pokok
setiap bulannya yang berkisar antara Rp300.000.000-Rp1.300.000.000 per bulan selama jangka waktu kredit.
Tingkat suku bunga yang dikenakan atas pinjaman di tahun 2023 dan 2022 adalah sebesar 12% per tahun.
44
Page 46
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2024 DAN 31 DESEMBER 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
17. UTANG BANK (lanjutan)
Jaminan yang diberikan atas fasilitas kredit tersebut adalah:
- Sertifikat Hak Guna Bangunan No.1458/melawai seluas 523 m2 di Jalan Falatehan I No.21 dan 22, Jakarta
Selatan yang terdaftar atas nama PT Satria Mega Kencana (Perusahaan).
- Sertifikat Hak Guna Bangunan No.1256/bendungan hilir seluas 567 m2 di Jalan Penjernihan I No.10B, Jakarta
Pusat yang terdaftar atas nama PT Dwimukti Graha Elektrindo.
- Jaminan perusahaan oleh PT Satria Mega Kencana (Perusahaan) dan PT Dwimukti Graha Elektrindo.
- Jaminan perorangan oleh Vonny Kristiani.
Jumlah pembayaran pokok pinjaman atas fasilitas tersebut sebesar Rp3.900.000.000 dan Rp3.600.000.000 untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2024 dan 2023.
Saldo utang pinjaman per 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023 masing-masing sebesar Rp54.135.352.744 dan
Rp58.587.318.184.
Atas fasilitas tersebut, terdapat beberapa batasan yang tidak diperkenankan untuk dilakukan oleh Entitas Anak yaitu:
a. Mengubah bentuk atau status hukum Entitas Anak, anggaran dasar, memindah tangankan saham Entitas Anak
yang mengakibatkan perubahan pemegang saham dominan;
b. Mengubah susunan pengurus, direksi, komisaris dan kepemilikan saham Entitas Anak;
c. Mengadakan merger dan/atau konsolidasi;
d. Melakukan akuisisi/pengambilalihan aset milik pihak ketiga;
e. Mengijinkan pihak lain menggunakan Entitas Anak untuk kegiatan pihak lain;
f. Melunasi seluruh atau sebagian utang ke pemegang saham atau perusahaan afiliasi;
g. Menjual atau menyewakan harta kekayaan atau barang-barang agunan;
h. Melakukan interfinancing dengan perusahaan afiliasi, induk, entitas anak tanpa underlying transaction;
i. Mengalihkan seluruh atau sebagian hak dan kewajiban berdasarkan perjanjian kredit kepada pihak lain;
j. Menggunakan dana Entitas Anak untuk tujuan diluar usaha yang dibiayai dengan fasilitas kredit;
k. Menerima fasilitas kredit baru dari bank lain;
l. Mengikatkan diri sebagai penjamin dan menjaminkan harta kekayaan yang telah dijaminkan kepada pihak lain;
m. Membayar dividen;
n. Melakukan likuidasi;
o. Melakukan investasi yang melebihi proceed Entitas Anak;
p. Membuka usaha baru yang tidak terkait dengan usaha yang telah ada;
q. Membuat perjanjian dan transaksi tidak wajar, namun tidak terbatas pada:
- Mengadakan atau membatalkan kontrak yang dapat mempengaruhi kelancaran usaha.
- Mengadakan kerjasama yang mengancam keberlangsungan usaha.
- Mengadakan transaksi dengan pihak lain dengan cara-cara yang berada di luar kebiasaan yang wajar.
Disamping itu, terdapat juga rasio-rasio keuangan yang harus dipenuhi oleh Entitas Anak yaitu:
a. Current Ratio (Rasio Lancar) minimal 1 kali;
b. Debt to Equity Ratio maksimal 2,5 kali;
c. Debt Service Coverage minimal 100%.
45
Page 47
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2024 DAN 31 DESEMBER 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
17. UTANG BANK (lanjutan)
Per tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023, rasio-rasio keuangan DMW (Entitas Anak) sebagai berikut:
30 Juni 2024 31 Desember 2023
Current Ratio 1,80 kali 1,09 kali
Debt to Equity Ratio -2,42 kali -2,45 kali
Debt Service Coverage 13,69% 23,23%
Per tanggal 30 Juni 2024, Entitas Anak DMW masih belum dapat memenuhi batasan Debt Debt to Equity Ratio
(DER) 2,5 kali, dan Debt Service Coverage (DSCR) 100%.
Pada tanggal 17 Juli 2018, Entitas Anak mendapatkan surat tertulis dari BNI No.JRM/1/365/R terkait batasan yang
tidak diperkenankan untuk dilakukan oleh Entitas Anak, yaitu membayar dividen. Berdasarkan surat tersebut, Entitas
Anak dapat membagi dividen tanpa persetujuan BNI selama Entitas Anak masih memenuhi financial convenant yang
ditetapkan oleh BNI. Pemberitahuan wajib dilakukan 7 hari kerja sebelum tanggal efektif pembayaran dividen.
18. LIABILITAS SEWA PEMBIAYAAN
Rincian liabilitas sewa pembiayaan per 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut :
30 Juni 2024 31 Desember 2023
Jumlah utang sewa guna usaha 197.820.000 197.820.000
Pembayaran (76.930.000) (43.960.000)
Sub Jumlah 120.890.000 153.860.000
Dikurangi:
Bagian jangka pendek 60.445.000 60.445.000
Bagian jangka panjang 60.445.000 93.415.000
Liabilitas sewa pembiayaan merupakan sewa pembiayaan kepada Bank Central Asia yang dilakukan oleh entitas
anak DMW pada unit Sotis Falatehan untuk kendaraan operasional. Jangka waktu nya adalah 3 tahun dengan bunga
2,66% setiap tahunnya
46
Page 48
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2024 DAN 31 DESEMBER 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
19. LIABILITAS IMBALAN PASCA KERJA
Perusahaan dan Entitas Anak mencatat liabilitas imbalan pasca kerja sesuai UU CIPTAKERJA No.11/2020
berdasarkan perhitungan aktuaris independen, Kantor Konsultan Aktuaria Arya Bagiastra yang dalam laporannya
tertanggal 29 Februari 2024 untuk perhitungan per 31 Desember 2023 dengan menggunakan metode Proyeksi
Kredit Unit. Sementara untuk periode 30 Juni 2024 Perseroan tidak menghitung liabilitas imbalan masa kerja. Berikut
adalah asumsi dari Aktuaria :
30 Juni 2024 31 Desember 2023
Usia pensiun normal - 55 tahun
Tingkat bunga diskonto (per tahun) - 6,47% - 6,73%
Tingkat kenaikan gaji (per tahun) - 10,00%
Tingkat kematian - TMI IV
Tingkat cacat dari tingkat kematian - 10% dari TMI IV
Beban imbalan pasca kerja karyawan untuk tahun 2024 dan 2023 adalah sebagai berikut:
30 Juni 2024 31 Desember 2023
Biaya jasa lalu - -
Biaya jasa kini - 171.793.467
Biaya bunga liabilitas manfaat pasti, neto - 91.304.607
Biaya terminasi - (88.963.126)
Jumlah - 174.134.948
Mutasi liabilitas manfaat karyawan adalah sebagai berikut:
30 Juni 2024 31 Desember 2023
Saldo awal 1.515.385.440 1.440.231.155
Beban yang diakui di laporan laba rugi - 174.134.948
Pembayaran tahun berjalan - (178.125.000)
Penyesuaian liabilitas atas pengakuan masa kerja lalu - 79.144.337
Jumlah 1.515.385.440 1.515.385.440
Jumlah tercantum pada laporan posisi keuangan yang timbul dari liabilitas Entitas dalam rangka liabilitas imbalan
pasca kerja adalah sebagai berikut:
30 Juni 2024 31 Desember 2023
Nilai kini liabilitas imbalan pasti 1.515.385.440 1.515.385.440
Jumlah 1.515.385.440 1.515.385.440
47
Page 49
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2024 DAN 31 DESEMBER 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
19. LIABILITAS IMBALAN PASCA KERJA (lanjutan)
Analisa sensitivitas kuantitatif untuk asumsi-asumsi yang signifikan pada tanggal 31 Desember 2023 adalah sebagai
berikut:
Pengaruh atas nilai kini liabilitas
Pemegang saham Persentase imbalan pasca kerja
Tingkat diskonto
Kenaikan 1,00% 1.419.495.039
Penurunan 1,00% 1.622.788.431
Kenaikan gaji di masa depan
Kenaikan 1,00% 1.612.606.735
Penurunan 1,00% 1.426.470.897
Perseroan tidak melakukan perhitungan nilai liabilitas imbalan masa kerja per 30 Juni 2024, perhitungan hanya
dilakukan secara tahunan menggunakan jasa aktuaris.
20. JAMINAN PELANGGAN
Rincian jaminan pelanggan per 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut :
30 Juni 2024 31 Desember 2023
Pihak ketiga 367.318.562 702.173.759
Jumlah 367.318.562 702.173.759
Jaminan Pelanggan merupakan uang muka atau deposit yang diberikan terlebih dahulu oleh pelanggan sebelum
menggunakan jasa hotel.
21. MODAL SAHAM
Berdasarkan Akta Notaris Christina Dwi Utami, SH, M.Hum, M.Kn No.12 tertanggal 4 Mei 2018, para pemegang
saham Perusahaan telah menyetujui untuk:
- Meningkatkan modal dasar Perusahaan dari semula sebesar Rp 10.000.000.000 menjadi sebesar
Rp240.000.000.000.
- Meningkatkan modal ditempatkan dan modal disetor Perusahaan dari semula sebesar Rp10.000.000.000 yang
terbagi atas 10.000 saham menjadi sebesar Rp60.000.000.000 yang terbagi atas 60.000 saham. Peningkatan
modal ditempatkan dan disetor Perusahaan dilakukan dengan menerbitkan saham baru dalam simpanan yaitu
sebanyak 50.000 saham dengan nilai nominal sebesar Rp1.000.000, seluruhnya diambil bagian dan disetor oleh
Herman Herry Adranacus.
Perubahan anggaran dasar Perusahaan tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No.AHU-0010228.AH.01.02. Tahun 2018 tanggal 8 Mei 2018.
Berdasarkan Akta Notaris Christina Dwi Utami, SH, M.Hum, M.Kn No.27 tertanggal 9 Mei 2018, para pemegang
saham Perusahaan telah menyetujui untuk merubah nilai nominal saham Perusahaan dari semula sebesar Rp
1.000.000 per saham menjadi sebesar Rp 100 per saham.
48
Page 50
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2024 DAN 31 DESEMBER 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
21. MODAL SAHAM (lanjutan)
Perubahan anggaran dasar Perusahaan tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No.AHU-0010551.AH.01.02. Tahun 2018 tanggal 14 Mei 2018.
Berdasarkan Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang diaktakan dalam Akta Notaris Christina
Dwi Utami, SH, M.Hum, M.Kn No.49 tertanggal 25 Juli 2018, para pemegang saham Perusahaan telah menyetujui
untuk:
1. Merubah jumlah saham yang dikeluarkan dalam simpanan/portepel Perusahaan yang akan ditawarkan/dijual ke
masyarakat melalui Penawaran Umum dari semula sebanyak-banyaknya 150.000.000 saham baru menjadi
sebanyak-banyaknya 400.000.000 saham baru dengan nilai nominal masing-masing saham sebesar Rp100,
dengan memperhatikan peraturan perundang-undangan yang berlaku termasuk peraturan Pasar Modal dan
Peraturan Bursa Efek di Indonesia yang berlaku.
2. Menerbitkan Waran Seri I sebanyak-banyaknya 200.000.000 yang diberikan secara cuma-cuma kepada
masyarakat yang membeli saham baru dalam Penawaran Umum, dan waran ini dapat dialihkan dan/atau
diperjualbelikan secara terpisah dari saham baru tersebut, dengan memperhatikan peraturan perundang-
undangan yang berlaku termasuk peraturan Pasar Modal dan Peraturan Bursa Efek di Indonesia yang berlaku.
3. Mencatatkan Waran Seri I dan saham-saham hasil pelaksanaan Waran Seri I pada Bursa Efek Indonesia serta
mendaftarkan saham-saham Perusahaan dalam Penitipan Kolektif sesuai dengan Peraturan Kustodian Sentral
Efek Indonesia.
Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham No.59 tanggal 21 September 2018 dan Akta Hibah
Saham No.60 tanggal 22 September 2018 dari Notaris Christina Dwi Utami, SH, M.Hum, M.Kn., para pemegang
saham Perusahaan menyetujui pengalihan saham dalam Perusahaan yang dimiliki oleh Herman Herry Adranacus
kepada Stevano Rizki Adranacus sebanyak 240.000.000.
Pernyataan Keputusan Pemegang Saham Perusahaan tersebut telah diterima oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data Perusahaan No. AHU-
AH.01.03-0245655 tanggal 24 September 2018.
Berdasarkan Laporan dari Biro Administrasi Efek PT Adimitra Jasa Korpora, susunan pemegang saham per 30 Juni
2024 dan 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:
Jumlah saham 30 Juni 2024
Persentase
Pemegang saham ditempatkan dan kepemilikan Jumlah
Herman Herry Adranacus 260.000.000 26,00 26.000.000.000
Stevano Rizki Adranacus 247.967.600 24,80 24.796.760.000
Indjun 143.471.000 14,35 14.347.100.000
Vonny Kristiani 99.000.000 9,90 9.900.000.000
Cindy Angelina Adranacus 1.000.000 0,10 100.000.000
Masyarakat 248.565.379 24,85 24.856.537.900
Jumlah 1.000.003.979 100,00 100.000.397.900
Jumlah saham 31 Desember 2023
Persentase
Pemegang saham ditempatkan dan kepemilikan Jumlah
Herman Herry Adranacus 260.000.000 26,00 26.000.000.000
Stevano Rizki Adranacus 247.967.600 24,80 24.796.760.000
Indjun 143.375.700 14,34 14.337.570.000
Vonny Kristiani 99.000.000 9,90 9.900.000.000
Cindy Angelina Adranacus 1.000.000 0,10 100.000.000
Masyarakat 248.660.679 24,86 24.866.067.900
Jumlah 1.000.003.979 100,00 100.000.397.900
49
Page 51
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2024 DAN 31 DESEMBER 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
21. MODAL SAHAM (lanjutan)
Sesuai dengan Daftar Pemegang Saham per tanggal 30 Juni 2024, jumlah saham yang telah dikeluarkan oleh
Perseroan dalam rangka pelaksanaan Waran sampai dengan tanggal 30 Juni 2024, adalah sebanyak 3.979 (tiga ribu
sembilan ratus tujuh puluh sembilan) saham dengan nilai nominal seluruhnya sebesar Rp397.900 (tiga ratus
sembilan puluh tujuh ribu sembilan ratus rupiah), sehingga jumlah seluruh saham yang telah dikeluarkan oleh
Perseroan adalah sebanyak 1.000.003.979 (satu milyar tiga ribu sembilan ratus tujuh puluh sembilan) saham,
dengan nilai nominal seluruhnya sebesar Rp100.000.397.900 (seratus milyar tiga ratus sembilan puluh tujuh ribu
sembilan ratus rupiah).
22. TAMBAHAN MODAL DISETOR
Rincian tambahan modal disetor per 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut :
30 Juni 2024 31 Desember 2023
Agio Saham - Penawaran Umum Perdana 26.000.000.000 26.000.000.000
Biaya Emisi Saham - Penawaran Umum Perdana (4.700.865.166) (4.700.865.166)
Sub Jumlah 21.299.134.834 21.299.134.834
Agio Saham - Saham Waran 1.989.500 1.989.500
Selisih Nilai Transaksi Rekstrukturisasi Entitas
Sepengendali (6.809.670.464) (6.809.670.464)
Bagian yang Jatuh Tempo Lebih dari Satu Tahun 14.491.453.870 14.491.453.870
Selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali merupakan tambahan modal disetor atas peningkatan
modal saham Perusahaan di Entitas Anak (PT Dwimukti Mitra Wisata (DMW)). Peningkatan dilakukan melalui
pembelian saham DMW dari Herman Herry Adranacus dan Vonny Kristiani masing-masing sebesar 1.250 lembar
saham dan 1.200 lembar saham dengan harga beli seluruhnya sebesar Rp2.450.000.000. Atas pembelian ini, timbul
selisih antara harga pengalihan dengan proporsi nilai liabilitas bersih entitas anak pada saat pembelian sebesar
Rp6.809.670.464 yang dicatat sebagai Selisih Nilai Transaksi Restrukturisasi Entitas Sepengendali.
23. KEPENTINGAN NON PENGENDALI
Kepentingan non pengendali atas aset bersih entitas anak per 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023 adalah sebagai
berikut:
30 Juni 2024 31 Desember 2023
Vonny Kristiani 9.957.488.478 10.007.115.249
Jumlah 9.957.488.478 10.007.115.249
Kepentingan non pengendali atas rugi bersih entitas anak:
30 Juni 2024 30 Juni 2023
Vonny Kristiani (49.626.771) (31.836.612)
Jumlah (49.626.771) (31.836.612)
Mutasi kepentingan non pengendali adalah:
30 Juni 2024 31 Desember 2023
Saldo awal 10.007.115.249 9.359.409.005
Penyesuaian
Rugi Tahun Berjalan (49.626.771) (61.514.216)
Surplus Revaluasi Aset Tetap - 709.220.460
Penghasilan Komprehensif Lain : - -
Pengukuran Kembali Liabilitas Imbalan Masa Kerja - -
Jumlah 9.957.488.478 10.007.115.249
50
Page 52
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2024 DAN 31 DESEMBER 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
24. PENDAPATAN USAHA
Rincian penjualan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2024 dan 2023 adalah sebagai berikut:
30 Juni 2024 30 Juni 2023
Pendapatan Hotel
Kamar 6.616.733.140 6.756.038.403
Makanan dan Minuman 3.021.472.467 2.968.901.341
Lain-lain 46.315.054 40.650.298
Sub Jumlah 9.684.520.661 9.765.590.042
Pendapatan Spa 55.001.653 66.223.967
Jumlah 9.739.522.314 9.831.814.009
Pendapatan kamar merupakan pendapatan atas penggunaan kamar hotel Sotis Falatehan, hotel Sotis Penjernihan
dan Sotis Villa Canggu.
Pendapatan makanan dan minuman merupakan pendapatan atas penjualan dari restoran dan bar hotel Sotis
Falatehan, hotel Sotis Penjernihan dan Sotis Villa Canggu.
Pendapatan lain-lain merupakan pendapatan dari telepon, laundry, business center, listrik dan parkir.
Tidak terdapat pendapatan dari pihak berelasi maupun pelanggan dengan transaksi lebih dari 10% total nilai
pendapatan konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2024 dan 2023.
25. BEBAN POKOK PENDAPATAN
Rincian beban pokok pendapatan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2024 dan 2023 adalah sebagai
berikut:
30 Juni 2024 30 Juni 2023
Gaji dan Tunjangan 1.728.333.456 1.634.651.175
Makanan dan Minuman 932.291.425 912.701.427
Perlengkapan Kantor dan Rumah 264.198.272 311.377.458
Pemeliharaan 173.415.656 141.676.350
Internet dan TV Kabel 156.051.543 158.116.111
Reservasi 127.776.104 110.113.501
Bahan Bakar 67.118.600 65.757.300
Kerusakan Perlengkapan dan Alat 29.869.613 33.865.432
Transportasi dan Perjalanan Dinas 3.845.350 20.648.250
Lain-lain 39.133.146 64.339.366
Sub Jumlah 3.522.033.165 3.453.246.370
Beban Operasional Spa 31.812.072 39.829.397
Jumlah 3.553.845.237 3.493.075.767
Sampai dengan tahun yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2024 dan 2023, tidak terdapat transaksi dengan pihak
berelasi maupun transaksi dengan pemasok yang berjumlah lebih dari 10% dari jumlah beban konsolidasian.
51
Page 53
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2024 DAN 31 DESEMBER 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
26. BEBAN PENJUALAN
Rincian beban penjualan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2024 dan 2023 adalah sebagai berikut:
30 Juni 2024 30 Juni 2023
Gaji dan tunjangan 256.158.889 256.792.115
Komisi 95.185.500 -
Transportasi dan Perjalanan Dinas 31.330.917 20.214.997
Iklan dan Promosi 14.520.780 23.832.703
Sumbangan dan Hadiah 11.100.600 29.927.810
Lain-lain 17.740.862 16.159.844
Jumlah 426.037.548 346.927.469
27. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI
Rincian beban penjualan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2024 dan 2023 adalah sebagai berikut:
30 Juni 2024 30 Juni 2023
Gaji dan Tunjangan 3.716.831.565 3.513.891.333
Penyusutan dan Amortisasi (catatan 10) 3.246.354.485 2.664.137.722
Jasa Manajemen 900.000.000 900.000.000
Listrik, Air dan Telekomunikasi 685.493.547 689.123.192
Perbaikan dan Pemeliharaan 441.334.139 649.458.361
Perijinan dan Legalitas 331.544.905 267.707.058
Transportasi dan Perjalanan Dinas 167.734.990 67.938.896
Jasa Profesional 142.010.000 138.430.000
Asuransi 118.255.165 111.736.134
Keamanan 107.828.400 109.424.000
Perlengkapan Kantor dan Rumah 83.971.345 83.071.738
Administrasi Bank 36.041.468 30.964.547
Komisi - 165.500.000
Lain-lain 279.898.037 281.651.212
Jumlah 10.257.298.046 9.673.034.193
28. BEBAN KEUANGAN
Rincian beban keuangan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2024 dan 2023 adalah sebagai berikut:
30 Juni 2024 30 Juni 2023
Beban Bunga Pinjaman Bank 3.442.078.688 4.007.177.606
Beban Bunga dari Liabilitas Sewa Pembiayaan 2.631.600 -
Biaya Administrasi Bank 1.786.744 3.567.751
Jumlah 3.446.497.032 4.010.745.357
52
Page 54
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2024 DAN 31 DESEMBER 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
29. NILAI WAJAR DARI INSTRUMEN KEUANGAN
Instrumen keuangan yang disajikan di dalam laporan posisi keuangan dicatat sebesar nilai wajar, atau disajikan
dalam jumlah tercatat apabila jumlah tersebut adalah kurang lebih sebesar nilai wajarnya atau karena nilai wajarnya
tidak dapat diukur secara handal.
Manajemen menetapkan bahwa nilai tercatat kas dan setara kas, saldo bank yang dibatasi penggunaannya, piutang
usaha, piutang lain-lain, uang muka pembelian, utang usaha, utang lain-lain, beban yang masih harus dibayar, utang
pembelian aset tetap dan liabilitas sewa kurang lebih sebesar nilai wajarnya karena instrumen keuangan tersebut
sebagian besar berjangka pendek.
Tabel berikut menyajikan aset dan liabilitas keuangan Entitas pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023
30 Juni 2024 31 Desember 2023
Nilai Tercatat Nilai Wajar Nilai Tercatat Nilai Wajar
Aset Keuangan
Kas dan Setara Kas 9.538.572.043 9.538.572.043 11.887.905.520 11.887.905.520
Piutang usaha 452.567.097 452.567.097 396.263.229 396.263.229
Piutang lain-lain 2.047.681.358 2.047.681.358 2.066.624.264 2.066.624.264
Aset lain-lain 1.200.000.000 1.200.000.000 1.200.000.000 1.200.000.000
Jumlah 13.238.820.498 13.238.820.498 15.550.793.013 15.550.793.013
Liabilitas Keuangan
Utang Usaha 597.706.926 597.706.926 492.188.083 492.188.083
Utang lain-lain 105.268.553.711 105.268.553.711 97.175.583.180 97.175.583.180
Beban akrual 1.567.565.766 1.567.565.766 1.844.386.627 1.844.386.627
Jaminan pelanggan 367.318.562 367.318.562 702.173.759 702.173.759
Pinjaman bank 62.800.000.000 62.437.326.616 66.700.000.000 66.286.019.109
Liabilitas sewa 120.890.000 120.890.000 153.860.000 153.860.000
Jumlah 167.068.191.649 166.654.210.758 167.068.191.649 166.654.210.758
Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar untuk
mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada tanggal pengukuran. Pengukuran nilai
wajar mengasumsikan bahwa transaksi untuk menjual aset atau mengalihkan liabilitas terjadi:
a. Di pasar utama untuk aset dan liabilitas tersebut, atau
b. Jika tidak terdapat pasar utama, di pasar yang paling menguntungkan untuk aset atau liabilitas tersebut.
53
Page 55
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2024 DAN 31 DESEMBER 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
29. NILAI WAJAR DARI INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan)
Grup harus memiliki akses ke pasar utama.
Nilai wajar aset atau liabilitas diukur menggunakan asumsi yang akan digunakan pelaku pasar ketika menentukan
harga aset atau liabilitas tersebut, dengan asumsi bahwa pelaku pasar bertindak dalam kepentingan ekonomi
terbaiknya.
Pengukuran nilai wajar atas aset non-keuangan mempertimbangkan kemampuan pelaku pasar dalam menghasilkan
keuntungan ekonomi dengan penggunaan aset pada kemampuan tertinggi dan terbaik aset atau dengan menjualnya
ke pelaku pasar yang lain yang akan menggunakan aset di kemampuan tertinggi dan terbaik.
Grup menggunakan teknik penilaian yang tepat sesuai keadaan dan di mana tersedia kecukupan data untuk
mengukur nilai wajar, memaksimalkan penggunaan input yang dapat diobservasi yang relevan dan meminimalisir
penggunaan input yang tidak dapat diobservasi.
PSAK 60, "Instrumen Keuangan: Pengungkapan", mensyaratkan pengungkapan atas pengukuran nilai wajar dengan
tingkat hirarki nilai wajar sebagai berikut:
(i) Harga kuotasian (tidak disesuaikan) dalam pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik (tingkat 1);
(ii) Input selain harga kuotasian yang termasuk dalam tingkat 1 yang dapat diobservasi untuk aset atau liabilitas,
baik secara langsung (misalnya harga) atau secara tidak langsung (misalnya deviasi dari harga) (tingkat 2),
dan;
(iii) Input untuk aset atau liabilitas yang bukan berdasarkan data pasar yang dapat diobservasi (input yang tidak
dapat diobservasi) (tingkat 3).
Nilai wajar untuk instrumen keuangan yang diperdagangkan di pasar aktif ditentukan berdasarkan kuotasi nilai pasar
pada tanggal pelaporan. Instrumen keuangan ini termasuk dalam tingkat 1.
Nilai wajar instrumen keuangan yang tidak diperdagangkan di pasar aktif ditentukan dengan menggunakan teknik
penilaian tertentu. Teknik tersebut menggunakan data pasar yang dapat diobservasi sepanjang tersedia, dan
seminimal mungkin mengacu pada estimasi. Apabila seluruh input signifikan atas nilai wajar dapat diobservasi,
instrumen keuangan ini termasuk dalam tingkat 2.
Jika satu atau lebih input yang signifikan tidak berdasarkan data pasar yang dapat diobservasi, maka instrumen
tersebut masuk ke dalam tingkat 3.
Entitas tidak mempunyai aset dan liabilitas keuangan yang diukur dan diakui pada nilai wajar (tingkat 1 dan 2).
Berikut ini adalah metode dan asumsi yang digunakan dalam mengestimasi nilai wajar dari setiap golongan
instrumen keuangan Entitas:
1. Kas dan setara kas, saldo bank yang dibatasi pengguaannya, piutang usaha, dan piutang lain-lain. Untuk aset
keuangan yang akan jatuh tempo dalam waktu 12 bulan, nilai tercatat aset keuangan tersebut dianggap telah
mencerminkan nilai wajar dari aset keuangan tersebut.
2. Utang usaha, utang lain-lain dan beban yang masih harus dibayar.
Seluruh liabilitas keuangan di atas merupakan liabilitas yang akan jatuh tempo dalam waktu 12 bulan sehingga
nilai tercatat liabilitas keuangan tersebut telah mencerminkan nilai wajar.
3. Liabilitas sewa dan utang pembelian aset tetap
Liabilitas keuangan di atas memiliki suku bunga variabel yang disesuaikan dengan pergerakan suku bunga pasar
sehingga jumlah terutang liabilitas keuangan tersebut telah mendekati nilai wajar.
54
Page 56
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2024 DAN 31 DESEMBER 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30. PENGELOLAAN MODAL
Tujuan utama pengelolaan modal Grup adalah untuk memastikan pemeliharaan rasio modal yang sehat untuk
mendukung usaha dan memaksimalkan imbalan bagi pemegang saham.
Grup dipersyaratkan oleh Undang-Undang No.40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, efektif sejak 2007, untuk
mengalokasikan sampai dengan 20% dari modal saham diterbitkan dan dibayar penuh ke dalam dana cadangan
yang tidak boleh didistribusikan. Persyaratan permodalan eksternal tersebut telah dipertimbangkan oleh Grup bahwa
pembentukan dana cadangan belum bisa dilakukan.
Grup mengelola struktur permodalan dan melakukan penyesuaian, bila diperlukan, berdasarkan perubahan kondisi
ekonomi. Untuk memelihara dan menyesuaikan struktur permodalan, Grup dapat mengusahakan pendanaan melalui
pinjaman. Tidak ada perubahan atas tujuan, kebijakan maupun proses selama tahun yang berakhir pada tanggal-
tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023.
Grup mengawasi modal dengan menggunakan rasio pengungkit, dengan membagi jumlah utang yang berdampak
bunga dengan jumlah ekuitas. Kebijakan Grup adalah menjaga rasio pengungkit dalam kisaran dari perusahaan
terkemuka di Indonesia untuk mengamankan akses terhadap pendanaan pada biaya yang rasional. Termasuk dalam
total pinjaman berdampak bunga adalah liabilitas sewa dan utang pembelian aset tetap.
Rasio pengungkit pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:
30 Juni 2024 31 Desember 2023
Utang bank 62.437.326.616 66.286.019.109
Liabilitas sewa 120.890.000 153.860.000
Dikurangi: Kas dan setara kas (9.538.572.043) (11.887.905.520)
Utang Bersih 53.019.644.573 54.551.973.589
Jumlah Ekuitas 203.678.759.964 228.034.843.175
Rasio pengungkit 26,03% 23,92%
31. RUGI PER SAHAM DASAR
30 Juni 2024 30 Juni 2023
Rugi untuk perhitungan Rugi Bersih per saham (7.803.642.874) (7.859.180.636)
Jumlah Lembar Saham
Jumlah Rata-rata Tertimbang Saham Biasa yang Beredar
untuk perhitungan Rugi Bersih per saham Dasar 1.000.000.000 1.000.000.000
Pengaruh Efek Berpotensi Saham Biasa yang Dilutif -
Waran 199.996.021 199.999.925
Jumlah Rata-rata Tertimbang Saham Biasa untuk
Perhitungan Rugi Bersih per Saham Dilusian 800.003.979 800.000.075
Rugi per saham:
- Dasar (7,80) (7,86)
- Dilusian (9,75) (9,82)
32. KEJADIAN SETELAH TANGGAL LAPORAN POSISI KEUANGAN
Tidak ada kejadian penting setelah tanggal Laporan Posisi Keuangan
33. LIABILITAS BERSYARAT
Perusahaan dan Entitas Anak tidak memiliki liabilitas bersyarat pada tanggal-tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember
2023.
55
Names mentioned 53 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
Akta Notaris Ilmiawan Dekrit Supatmo
p.9
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.9 ×6
unresolved
org
PT Tanjung Karoso Permai
p.10 ×2
unresolved
org
PT Dwimukti Mitra Wisata
p.10 ×7
unresolved
person
Floreta Tane
· Direktur
p.11 ×2
unresolved
person
Martinelly
· Direktur Utama
p.11 ×2
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.11
unresolved
person
Maskanah
· Anggota
p.11
unresolved
person
Yovita
· Sekretaris Perusahaan
p.11 ×2
unresolved
org
Bank Indonesia
p.15 ×3
unresolved
org
Direktorat Jenderal Pajak
p.25 ×2
unresolved
org
KJPP Pung's Zulkarnain dan Rekan
p.26 ×2
unresolved
org
KJPP Pung's Zulkarnain
p.26 ×2
unresolved
org
Bank Bukopin Tbk
p.27 ×3
unresolved
org
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan
p.28
unresolved
org
PT Mitra Global Holiday
p.28
unresolved
org
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
p.28
unresolved
org
PT Setia
p.32 ×2
unresolved
person
Ir. Aguson Rosano. MAPPI
p.33
unresolved
org
Bapepam-LK
p.33 ×2
unresolved
org
PT Dwimukti Graha Elektrindo
p.34 ×9
unresolved
org
PT Dwimukti Inti Boga
p.34 ×5
unresolved
org
PT Sotis Hotel Manajemen
p.34 ×5
unresolved
org
PT Sungai Mas Propertindo
p.34 ×3
unresolved
org
PT SMK
p.35 ×2
unresolved
org
PT DMW
p.35 ×2
unresolved
org
PT TKP
p.35 ×2
unresolved
org
PT Sentral Sari Prima Sentosa
p.42
unresolved
org
PT Supra Primatama Nusantara
p.42
unresolved
org
PT Sahih Mitra Sinergi
p.42
unresolved
org
PT Rumah Duta Pangan
p.42
unresolved
org
PT Fitra Food International
p.42
unresolved
org
PT Sari Tirta Indonesia
p.42
unresolved
person
Akta Notaris Christina Dwi Utami
p.49 ×6
unresolved
org
Sentral Efek Indonesia
p.50
unresolved
org
PT Adimitra Jasa Korpora
p.50
unresolved
—
Cindy Angelina Adranacus
p.50 ×2
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.