Back to announcement
Laporan Keuangan Konsolidasi Juni 2024-final.pdf
Financial statement Text extracted APAISource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 198
Page 1
Page 2
PT Angkasa Pura I dan entitas anaknya/and its subsidiaries Laporan keuangan konsolidasian tanggal 30 Juni 2024 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut/ Consolidated financial statements as of June 30, 2024 and for the year then ended
Page 3
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
TANGGAL 30 JUNI 2024 AS OF JUNE 30, 2024
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA AND FOR THE YEAR THEN ENDED
TANGGAL TERSEBUT
Halaman/
Page
Daftar Isi Table of Contents
Surat Pernyataan Direksi Directors’ statement
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian 1-2 Consolidated Statement of Financial Position
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Consolidated Statement of Profit or Loss
Komprehensif Lain Konsolidasian 3-4 and Other Comprehensive Income
Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian 5 Consolidated Statement of Changes in Equity
Laporan Arus Kas Konsolidasian 6 Consolidated Statement of Cash Flows
Catatan Atas Laporan Keuangan Konsolidasian 7-110 Notes to the Consolidated Financial Statements
Informasi Keuangan Entitas Induk Financial Information of the Parent Entity
Laporan Posisi Keuangan 1-3 Statement of Financial Position
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Statement of Profit or Loss
Komprehensif Lain 4-5 and Other Comprehensive Income
Laporan Perubahan Ekuitas 6 Statement of Changes in Equity
Laporan Arus Kas 7 Statement of Cash Flows
Catatan atas Laporan Keuangan 8-9 Notes to the Financial Statements
************************
Page 4
Page 5
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN CONSOLIDATED STATEMENT OF FINANCIAL POSITION
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2024 For the Period Ended June 30, 2024
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
30 Juni/ 31 Desember/
June 30 Catatan/ December 31
2024 Notes 2023
ASET ASSETS
ASET LANCAR CURRENT ASSETS
Kas dan setara kas 5.492.842.447 2e,2f,2g,2h,4,42 5.244.395.233 Cash and cash equivalents
Kas yang dibatasi penggunaannya - bagian lancar 385.214.552 5 265.765.757 Restricted cash - current portion
Investasi jangka pendek 47.948.954 2e,2f,2h,6,42 84.071.858 Short-term investment
Piutang usaha, bersih Trade receivables, net
Pihak berelasi 268.565.239 2d,2e,2h,7,42 137.965.104 Related parties
Pihak ketiga 343.290.334 2e,2h,7 369.452.521 Third parties
Piutang lain-lain, bersih 28.032.564 2h,8,42 26.321.988 Other receivables, net
Persediaan 11.373.511 2i,9 22.491.676 Inventories
Uang muka dan beban dibayar di muka 94.984.954 2j,10 45.141.187 Advances and prepaid expense
Pendapatan yang masih harus diterima 244.749.391 2h,11 306.909.021 Accrued revenues
Pajak dibayar di muka 215.173.608 2t,12 27.892.303 Prepaid taxes
Aset lancar lainnya 22.992.468 13 64.087.895 Other current assets
TOTAL ASET LANCAR 7.155.168.022 6.594.494.543 TOTAL CURRENT ASSETS
ASET TIDAK LANCAR NON-CURRENT ASSETS
Piutang pihak berelasi, neto 2e,2f,2h,7,42 Due from related parties, net
Pihak berelasi 39.777.301 54.624.237 Related parties
Pihak ketiga 9.066.402 9.012.945 Third parties
Estimasi tagihan pajak 194.266.542 2s,12 220.182.805 Estimated claims for refundable tax
Aset pajak tangguhan 1.235.643.676 2s,12 1.462.898.130 Deferred tax assets
Uang muka dan biaya dibayar di muka Non-current advances and
jangka panjang 2i,10 prepaid expense
Investasi jangka panjang 1.014.565.050 2h,2k,14 330.778.819 Long-term investments
Properti investasi, bersih 89.940.275 2l, 15 113.568.848 Investment property, net
Aset tetap, bersih 33.514.559.098 2m,2o,16 34.367.571.256 Fixed assets, net
Aset takberwujud, bersih 19.561.880 2n,17 32.956.661 Intangible assets, net
Aset hak guna 165.589.448 2s,18 157.269.790 Right of use assets
Kas yang dibatasi penggunaannya - bagian tidak lancar - 5 385.214.552 Restricted cash - non current portion
Aset tidak lancar lainnya 5.391.671 13.244.683 Other non-current assets
TOTAL ASET TIDAK LANCAR 36.288.361.343 37.147.322.726 TOTAL NON-CURRENT ASSETS
TOTAL ASET 43.443.529.365 43.741.817.269 TOTAL ASSETS
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir The accompanying notes to the consolidated financial statements form
merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan an integral part of these consolidated financial statements
keuangan konsolidasian ini secara keseluruhan taken as a whole
Page 6
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN CONSOLIDATED STATEMENT OF FINANCIAL POSITION
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2024 For the Period Ended June 30, 2024
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
30 Juni/ 31 Desember/
June 30 Catatan/ December 31
2024 Notes 2023
LIABILITAS DAN EKUITAS LIABILITIES AND EQUITY
LIABILITAS LIABILITIES
LIABILITAS JANGKA PENDEK CURRENT LIABILITIES
Utang usaha 2h, 2f Trade payables
Pihak berelasi 92.075.291 2e,2h,20,42 43.900.452 Related parties
Pihak ketiga 292.154.659 2h,20 251.696.511 Third parties
Utang lain-lain 630.157.694 2h,22,42 807.199.316 Other payables
Pendapatan diterima di muka 206.637.409 2q,21 101.326.785 Unearned revenues
Beban akrual 1.140.510.806 2h,2p,19 1.032.789.241 Accrued expenses
Utang pajak 219.622.101 2t,12 106.628.431 Tax payables
Utang bank jangka pendek 81.736.842 2h,23 95.551.607 Short-term bank loans
Liabiltas imbalan kerja karyawan Short-term employee
Jangka pendek - 2h,2r,26 28.850.944 benefit liabilities
Bagian jangka pendek pinjaman Current maturities of long-term loans :
jangka panjang :
Liabilitas sewa jangka pendek 61.309.513 2h,2s,18 20.572.765 Short-term lease liabilities
Utang bank 6.450.660 2e,2h,2o,23,42 42.359.712 Bank loans
Utang obligasi dan sukuk 487.500.000 2e,2h,2o,24 487.500.000 Bonds payable and sukuk
TOTAL LIABILITAS
JANGKA PENDEK 3.218.154.975 3.018.375.764 TOTAL CURRENT LIABILITIES
LIABILITAS JANGKA PANJANG NON-CURRENT LIABILITIES
Pinjaman jangka panjang Long-term loans
Utang bank jangka panjang 23.129.906.926 2h,23 23.216.954.500 Long-term bank loans
Utang obligasi dan sukuk ijarah 3.779.232.688 2h,24 4.241.984.332 Bonds payable and sukuk ijarah
Utang jangka panjang lainnya 2.143.462.015 25 2.195.592.953 Other long-term liabilities
Liabilitas imbalan kerja karyawan 598.101.658 2r,26 719.608.840 Employee benefits liabilities
Liabilitas sewa jangka panjang 179.962.307 2s,18 181.046.600 Long-term lease liabilities
TOTAL LIABILITAS
JANGKA PANJANG 29.830.665.594 30.555.187.225 TOTAL NON-CURRENT LIABILITIES
TOTAL LIABILITAS 33.048.820.569 33.573.562.989 TOTAL LIABILITIES
EKUITAS EQUITY
Ekuitas yang dapat diatribusikan Equity attributable to the owner of
kepada pemilik entitas induk the parent entity
Modal saham 6.414.412.000 27 6.414.412.000 Shares capital
Modal dasar 12.000.000 saham Authorized capital 12,000,000 shares
terbagi atas 1 saham Seri A Dwiwarna divided into 1 Series A Dwiwarna share
dan 11.999.999 saham Seri B and 11,999,999 Series B Shares
dengan nilai nominal Rp1.000.000 with par value of Rp1,000,000
(angka penuh) per saham (full amount) per share
Modal ditempatkan disetor Issued and fully paid-
penuh - 6.414.412 saham 6,414,412 shares
terbagi atas 1 saham Seri A Dwiwarna divided into 1 Series A Dwiwarna share
dan 6.414.411 saham Seri B and 6,414,411 Series B Shares
Tambahan Modal Disetor (229.115.494) 27 16.424.662 Additional Paid in Capital
Penyertaan modal negara 22.963.207 28 22.963.207 Government capital investment
Book value of fixed assets
Nilai buku aset tetap kenavigasian on navigation from government
dari penyertaan modal negara (37.004.793) 29 (37.004.793) capital investment
Accumulated depreciation of
Akumulasi penyusutan aset tetap navigation fixed assets
kenavigasian dari BPYBDS 408.393.524 29 408.393.524 from BPYBDS
Saldo laba Retained earnings
Dicadangkan 10.147.613.109 30 9.225.382.339 Approriated
Belum dicadangkan (5.928.289.270) 30 (5.462.342.727) Unappropriated
Penghasilan komprehensif lain (404.503.850) (424.286.889) Other compherensive income
Ekuitas yang dapat diatribusikan Equity attributable to owner of
kepada pemilik entitas induk 10.394.468.433 10.163.941.323 the parent entity
Kepentingan nonpengendali 240.363 31 4.312.957 Non-controlling interests
TOTAL EKUITAS 10.394.708.796 10.168.254.280 TOTAL EQUITY
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 43.443.529.365 43.741.817.269 TOTAL LIABILITIES AND EQUITY
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir The accompanying notes to the consolidated financial statements form
merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan an integral part of these consolidated financial statements
keuangan konsolidasian ini secara keseluruhan taken as a whole
Page 7
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
LAPORAN LABA RUGI DAN KOMPREHENSIF LAIN CONSOLIDATED STATEMENT OF
KONSOLIDASIAN COMPREHENSIVE INCOME
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2024 For the Period Ended June 30, 2024
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
Tahun yang berakhir pada Tanggal 30 Juni/
Year ended June 30,
Catatan/
2024 Notes 2023
PENDAPATAN USAHA OPERATING REVENUES
Pendapatan aeronautika 2.919.495.300 2u, 32 2.522.266.920 Aeronautical revenues
Pendapatan non-aeronautika 1.614.478.588 2u, 32 1.234.471.171 Non-aeronautical revenues
TOTAL 4.533.973.888 3.756.738.091 TOTAL
BEBAN USAHA OPERATING EXPENSES
Beban operasional bandara (1.771.192.755) 2u, 33 (1.221.520.353) Airport operation expenses
Beban pegawai (876.841.869) 2u, 34 (685.319.557) Employee expenses
Beban umum dan administrasi (430.726.643) 2u, 35 (417.334.639) General and administrative expenses
Beban pemasaran (11.815.931) (11.339.939) Marketing expenses
Penghasilan lain-lain 25.583.536 2u, 36 73.831.202 Other income
Beban lain-lain (6.463.083) 2u, 37 (8.233.883) Other expenses
LABA (RUGI) USAHA 1.462.517.143 1.486.820.923 OPERATING PROFIT (LOSS)
Penghasilan keuangan 97.957.160 38 28.213.771 Finance income
Beban keuangan (960.614.033) 39 (815.148.953) Finance costs
Bagian laba entitas asosiasi 68.477.874 2k,14 14.590.188 Equity income of associate entities
LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK FINAL PROFIT (LOSS) BEFORE FINAL TAX
DAN PAJAK PENGHASILAN AND CORPORATE
BADAN 668.338.144 714.475.929 INCOME TAX
Beban pajak final (72.472.646) 2t (40.956.734) Final tax expense
LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK PROFIT (LOSS) BEFORE
PENGHASILAN BADAN 595.865.498 673.519.195 CORPORATE INCOME TAX
MANFAAT PAJAK CORPORATE
PENGHASILAN BADAN, BERSIH (139.572.966) 2t, 12 - INCOME TAX BENEFIT, NET
LABA NETO DARI OPERASI NET PROFIT FROM
YANG DILANJUTKAN 456.292.532 673.519.195 CONTINUING OPERATIONS
RUGI NETO DARI OPERASI NET LOSS FROM
YANG DIHENTIKAN - (333.709.683) DISCONTINUED OPERATIONS
LABA (RUGI) TAHUN BERJALAN 456.292.532 339.809.512 PROFIT (LOSS) FOR THE YEAR
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir The accompanying notes to the consolidated financial statements form
merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan an integral part of these consolidated financial statements
keuangan konsolidasian ini secara keseluruhan taken as a whole
Page 8
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
LAPORAN LABA RUGI DAN KOMPREHENSIF LAIN CONSOLIDATED STATEMENT OF
KONSOLIDASIAN COMPREHENSIVE INCOME
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2024 For the Period Ended June 30, 2024
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
Tahun yang berakhir pada Tanggal 30 Juni/
Year ended June 30,
Catatan/
2024 Notes 2023
LABA (RUGI) OTHER COMPREHENSIVE
KOMPREHENSIF LAIN PROFIT (LOSS)
Pos yang akan Item that will be
direklasifikasi ke laba rugi reclassified to profit or loss
Perubahan nilai wajar aset keuangan Changes in fair value of available-
tersedia untuk dijual (1.218.825) 6d 588.085 for-sale financial assets
Pos-pos yang tidak akan Items that will not be
direklasifikasi ke laba rugi reclassified to profit or loss
Rugi komprehensif Comprehensive loss
entitas asosiasi - - of associate entities
Laba (rugi) aktuarial imbalan Actuarial gain (loss) on
kerja 21.001.864 530.053 employee benefits
PENGHASILAN (RUGI) OTHER COMPREHENSIVE
KOMPREHENSIF LAIN INCOME (LOSS)
TAHUN BERJALAN FOR THE YEAR
SETELAH PAJAK 19.783.039 1.118.138 AFTER TAX
TOTAL LABA (RUGI) KOMPREHENSIF TOTAL COMPREHENSIVE
TAHUN BERJALAN 476.075.571 340.927.650 PROFIT (LOSS) FOR THE YEAR
Laba(rugi) tahun berjalan yang dapat Profit (loss) for the year
diatribusikan kepada: attributable to:
Pemilik entitas induk 456.284.227 339.828.437 The owner of parent entity
Kepentingan nonpengendali 8.305 (18.925) Non-controlling interest
Total 456.292.532 339.809.512 Total
Total laba (rugi) komprehensif Total comprehensive
tahun berjalan yang profit (loss) for the year
dapat diatribusikan kepada: attributable to:
Pemilik entitas induk 476.067.266 340.946.575 The owner of parent entity
Kepentingan nonpengendali 8.305 (18.925) Non-controlling interest
Total 476.075.571 340.927.650 Total
Laba per saham dasar Basic earnings per share
(angka penuh) 71.136 2x 52.976 (full amount)
Laba per saham dilusian Diluted earnings per share
(angka penuh) 70.882 2x 52.787 (full amount)
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir The accompanying notes to the consolidated financial statements form
merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan an integral part of these consolidated financial statements
keuangan konsolidasian ini secara keseluruhan taken as a whole
Page 9
PT ANGKASA PURA I DAN ENTITAS ANAK PT ANGKASA PURA I AND ITS SUBSIDIARIES
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN CONSOLIDATED STATEMENTS OF CHANGES IN SHAREHOLDERS EQUITY
Untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2024 dan 2023 For the period ended June 31, 2024 and 2023
(Dinyatakan dalam ribuan rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in thousands rupiah, unless otherwise stated)
Ekuitas yang Dapat Diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk / Equity Attributable to The Owner of Parent Entity
Pengaruh Pengalihan Aset Kenavigation / Saldo Laba / Retained Earnings
Akumulasi Kepentingan
Modal Saham - Penyertaan
Nilai Buku Aset Penyusutan Aset Penghasilan Non-
Ditempatkan dan Tambahan Modal
Catatan / Tetap Tetap Kenavigasian Komprehensif Lain Pengendali / Jumlah Ekuitas /
Disetor Penuh / Modal Disetor / Pemerintah / Belum
Notes Kenavigasian / dari BPYBDS/ Dicadangkan / Jumlah / / Other Jumlah / Total Non- Total Equity
Shares Capital - Additional Paid- Government Dicadangkan /
Book Value of Accumulated Appropriated Total Compherensive controlling
Issued and Fully in Capital Capital Un-appropriated
Navigation Fixed Depreciation of Fixed Income interests
Paid Investment
Assets Assets on navigation
from BPYBDS
Saldo per 31 Desember 2022 6.414.412.000 16.424.662 22.963.207 (37.004.793) 408.393.524 9.225.382.339 (6.384.573.496) 2.840.808.843 (306.845.986) 9.359.151.457 3.911.582 9.363.063.039 Balance as of December 31, 2022
Pembagian deviden - - - - - - - - - - - - Dividend declared
Cadangan - - - - - - - - - - - - General reserves
Laba komprehensif entitas asosiasi - - - - - - - - - - - - Comprehensive gain of associated
Laba aktuarial imbalan kerja karyawan - - - - - - - - 530.053 530.053 - 530.053 Actuarial gain on employee benefits
Perubahan nilai wajar aset keuangan Change in fair value of available-for-sale
tersedia untuk dijual - - - - - - - - 588.085 588.085 - 588.085 financial assets
Rugi tahun berjalan - - - - - - 339.828.437 339.828.437 - 339.828.437 (18.925) 339.809.512 Loss for the year
Transaksi Ekuitas Lainnya - - - - - - - - - - (31.408) (31.408) Other
Saldo per 30 Juni 2023 6.414.412.000 16.424.662 22.963.207 (37.004.793) 408.393.524 9.225.382.339 (6.044.745.059) 3.180.637.280 (305.727.848) 9.700.098.032 3.861.249 9.703.959.281 Balance as of June 30, 2023
Saldo per 31 Desember 2023 6.414.412.000 16.424.662 22.963.207 (37.004.793) 408.393.524 9.225.382.339 (5.462.342.727) 3.763.039.612 (424.286.889) 10.163.941.323 4.312.957 10.168.254.280 Balance as of December 31, 2023
Pembagian deviden - - - - - Dividend declared
Cadangan - - - - - 922.230.770 (922.230.770) - - - - - General reserves
Rugi komprehensif entitas asosiasi - - - - - - - - - - - - Comprehensive loss of associated
Rugi aktuarial imbalan kerja karyawan - - - - - - - - 21.001.864 21.001.864 - 21.001.864 Actuarial loss on employee benefits
Perubahan nilai wajar aset keuangan Change in fair value of available-for-sale
tersedia untuk dijual - - - - - - - - (1.218.825) (1.218.825) - (1.218.825) financial assets
Laba tahun berjalan - - - - - - 456.284.227 456.284.227 - 456.284.227 8.305 456.292.532 Profit for the year
Kenaikan ekuitas melalui transaksi Increase in equity through transactions
dengan pemilik ekuitas - (245.540.156) - - - - - (245.540.156) - (245.540.156) - (245.540.156) with equity owners
Transaksi Ekuitas Lainnya - - - - - - - - - - (4.080.899) (4.080.899) Other
Saldo per 30 Juni 2024 6.414.412.000 (229.115.494) 22.963.207 (37.004.793) 408.393.524 10.147.613.109 (5.928.289.270) 3.973.783.683 (404.503.850) 10.394.468.433 240.363 10.394.708.796 Balance as of June 30, 2024
- - - - - - - - - -
-
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian yang The accompanying notes to the consolidated financial statements
tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan. form an integral part of these consolidated financial statements.
Page 10
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN CONSOLIDATED STATEMENT OF CASH FLOW
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2024 For the Period Ended June 30, 2024
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
Tahun yang berakhir pada Tanggal 30 Juni/
Year ended June 30,
Catatan/
2024 Notes 2023
ARUS KAS DARI CASH FLOWS FROM
AKTIVITAS OPERASI OPERATING ACTIVITIES
Penerimaan dari pelanggan 4.484.614.838 4.331.547.395 Cash received from customers
Pembayaran kas kepada pemasok, Cash payment to suppliers,
kontraktor, pihak ketiga lainnya contractor, other third parties
dan karyawan (2.025.891.957) (2.449.572.762) and employees
Pembayaran beban bunga (852.659.945) (412.209.446) Payment of interest expense
Penerimaan bunga deposito dan jasa giro 94.796.052 39.348.134 Interest receipt of deposit and current account
Penerimaan (pembayaran) pajak (389.258.765) (200.096.149) Tax (receipt) payment
Kas bersih yang diperoleh dari Net cash provided by
aktivitas operasi 1.311.600.223 1.309.017.172 operating activities
ARUS KAS DARI CASH FLOWS FROM
AKTIVITAS INVESTASI INVESTING ACTIVITIES
Pengeluaran / penerimaan untuk Payment / receive for
Investasi jangka pendek 81.736.842 28.230.075 short-term investments
Pengeluaran untuk investasi 224.551 Payment for long-term
jangka panjang - 1.299.599 investments
Penempatan kas yang dibatasi penggunaannya - (299.875.579) Placement of restricted cash
Penambahan aset tetap (408.903.063) - Increase of fixed assets
Penerimaan atas penjualan aset tetap - Proceed from sales of fixed assets
Kas bersih yang digunakan untuk Net cash used in
aktivitas investasi (326.941.670) (270.345.905) investing activities
ARUS KAS DARI CASH FLOWS FROM
AKTIVITAS PENDANAAN FINANCING ACTIVITIES
Penerimaan pinjaman bank - 2.000.000 Proceed on bank loan
Penerbitan obligasi dan sukuk ijarah - - Proceed from bonds payable and sukuk ijarah
Pembayaran pinjaman bank, obligasi dan sukuk (470.450.660) (16.829.898) Payment on bank loan, bond payable and sukuk
Pembayaran dividen kepada entitas non-pengendali - Dividend payment to non-controlling interest entity
Pembayaran liabilitas sewa (42.658.739) (5.764.411) Lease liabilities payment
Kas bersih yang diperoleh dari Net cash provided (used) by
(digunakan) aktivitas pendanaan (513.109.399) (20.594.309) financing activities
Dampak bersih perubahan nilai tukar Net effect of exchange rate changes
atas kas dan setara kas 9.963.304 (7.450.208) on cash and cash equivalents
Kas dan setara kas dari entitas anak
yang didekonsolidasikan (233.065.243) - Cash and cash equivalent
PENURUNAN BERSIH NET DECREASE IN
KAS DAN SETARA KAS 248.447.214 1.010.626.750 CASH AND CASH EQUIVALENTS
KAS DAN SETARA KAS CASH AND CASH EQUIVALENTS
AWAL TAHUN 5.244.395.233 4 2.220.931.962 AT BEGINNING OF YEAR
KAS DAN SETARA KAS CASH AND CASH EQUIVALENTS
AKHIR TAHUN 5.492.842.447 4 3.231.558.712 AT END OF YEAR
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir The accompanying notes to the consolidated financial statements form
merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan an integral part of these consolidated financial statements
keuangan konsolidasian ini secara keseluruhan taken as a whole
Page 11
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2024 For the Period Ended June 30, 2024
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
1. UMUM 1. GENERAL
a. Pendirian Perusahaan a. The Company's Establishment
PT Angkasa Pura I ("Perusahaan") pertama kali didirikan dalam bentuk Perusahaan Negara PT Angkasa Pura I ("the Company") was first established as a State Company by the name
dengan nama Perusahaan Negara (PN) Angkasa Pura Kemayoran berdasarkan Peraturan of the State Enterprise (PN) Angkasa Pura Kemayoran by the Indonesian Government
Pemerintah Republik Indonesia (PP) No. 33 Tahun 1962 tentang Pendirian Perusahaan Negara Regulation (PP) No. 33 Year 1962 on the Establishment of the State Enterprise (PN)
(PN) Angkasa Pura Kemayoran. Berdasarkan PP No. 21 Tahun 1965 tentang Perubahan dan Angkasa Pura Kemayoran. Based on the PP No. 21 Year 1965 on the Amendment and
Tambahan PP No. 33 Tahun 1962, PN Angkasa Pura Kemayoran berubah nama menjadi PN Supplement to Government Regulation No. 33 Year 1962, PN Angkasa Pura Kemayoran
Angkasa Pura. Selanjutnya, berdasarkan PP No. 37 Tahun 1974 tentang Perusahaan Umum changed its name to PN Angkasa Pura. Furthermore, based on the PP No. 37 Year 1974 on
Angkasa Pura, PN Angkasa Pura dilanjutkan berdirinya dan ditetapkan bentuk usahanya menjadi Public Company Angkasa Pura, PN Angkasa Pura continues its establishment and set its
Perusahaan Umum (Perum) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (2) Undang-undang No. business form into Public Corporation (Perum) as defined in Article 2 paragraph (2) of Law
9 Tahun 1969, dengan nama Perusahaan Umum (Perum) “Angkasa Pura”. No. 9 Year 1969, under the name Public Corporation (Perum) "Angkasa Pura".
Dalam rangka pembagian wilayah pengelolaan bandar udara, Perum Angkasa Pura In the framework of the division of management of airports, Perum Angkasa Pura as
sebagaimana dimaksud dalam PP No. 3 Tahun 1985 diubah namanya menjadi Perum Angkasa stipulated in PP No. 3 Year 1985 was renamed to the Perum Angkasa Pura I based on the
Pura berdasarkan PP No. 25 Tahun 1986. Selanjutnya berdasarkan PP No. 5 Tahun 1992 PP No. 25 Year 1986. Furthermore, based on PP No. 5 Year 1992 on the Conversion of
tentang Pengalihan Bentuk Perum Angkasa Pura I menjadi Perusahaan Perseroan (Persero) Perum Angkasa Pura I into a Limited Company (Persero) ("PP No. 5/1992"), the legal entity
(“PP No.5/1992”), bentuk badan hukum Perum Angkasa Pura I diubah menjadi Perseroan of Perum Angkasa Pura I is converted into a Limited Company (PT). With the conversion of
Terbatas (PT). Dengan dialihkannya bentuk Perum Angkasa Pura I menjadi Perusahaan Perum Angkasa Pura I into a Limited Company (Persero), Perum Angkasa Pura I is
Perseroan (Persero), Perum Angkasa Pura I dinyatakan bubar pada saat pendirian Perusahaan liquidated at the time of the establishment of the Company (Persero) with the provision that
Perseroan (Persero) tersebut dengan ketentuan bahwa segala hak dan kewajiban, kekayaan all rights and obligations, property and employees of General Company (Perum) Angkasa
serta pegawai Perum Angkasa Pura I yang ada pada saat pembubarannya beralih kepada Pura I, which existed at the time of its liquidation are transferred to the Company (Persero).
Perusahaan Perseroan (Persero) yang bersangkutan.
Berdasarkan PP No. 104 Tahun 2021 tanggal 6 Oktober 2021 tentang Penambahan Penyertaan Based on PP No. 104 year 2021 dated October 6, 2021 regarding Additional State Capital
Modal Negara Republik Indonesia ke dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT Injection of the Republic of Indonesia to Perusahaan Perseroan (Persero) PT Aviasi
Aviasi Pariwisata Indonesia, seluruh saham Seri B miliki Negara Republik Indonesia pada Pariwisata Indonesia, all B series shares of the Company owned by the State Republic of
Perusahaan sebanyak 6.414.411 saham dialihkan ke PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero). Indonesia of 6,414,411 shares were transferred to PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero).
Pengalihan saham tersebut menyebabkan status Perusahaan Perseroan (Persero) PT Angkasa Such transfer change the status of Perusahaan Perseroan (Persero) PT Angkasa Pura I into
Pura I berubah menjadi Perseroan Terbatas. Limited Company.
Induk Perusahaan adalah PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) dan induk terakhir The Company's parent is PT Aviasi Pariwista Indonesia (Persero and the Company;s
Perusahaan adalah Pemerintah Republik Indonesia. ultimate parent is the Government of the Republic of Indonesia.
Perusahaan mulai beroperasi sejak dialihkannya status hukum dari Perum menjadi bentuk usaha The Company started operating since the transfer of legal status from Perum to the Limited
Perseroan Terbatas (PT) tahun 1993. Liability Company (LC) in 1993.
Dalam rangka pelaksanaan PP No. 5/1992 ditandatangani Akta Pendirian Perseroan Terbatas In the implementation of PP No. 5/1992 the Deed of Establishment of a Limited Liability
Angkasa Pura I (Persero) No. 1 tanggal 2 Januari 1993, sebagaimana diperbaiki dengan Akta Company Angkasa Pura I (Persero) No. 1 dated January 2, 1993 was signed, as corrected
Pembetulan No. 95 tanggal 19 Maret 1993 keduanya dibuat di hadapan Muhani Salim S.H., by Deed of Rectification No.95 dated March 19, 1993, both made by Muhani Salim S.H,
Notaris di Jakarta, yang telah memperoleh pengesahan Menteri Kehakiman berdasarkan Notary in Jakarta, which has been approved by the Ministry of Justice by Decree No. C2-
Keputusan No. C2-2470.HT.01.01. th.93 tanggal 24 April 1993 dan telah didaftarkan pada 2470.HT.01.01. th.93 dated April 24, 1993 and was registered at the Central Jakarta District
Kepaniteraan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat No. 1370/1993 tanggal 19 Mei 1993 dan telah Court No. 1370/1993 dated May 19, 1993 and was published in the State Gazette of the
diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 52 tanggal 29 Juni 1993, Tambahan Republic of Indonesia No.52 dated September 29, 1993, the Official Gazette of the Republic
Berita Negara Republik Indonesia No. 2914. of Indonesia No. 2914.
Anggaran Dasar Perusahaan beberapa kali mengalami perubahan, terakhir berdasarkan Akta The Company's Article of Association has been amended several times, lastly based on
Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham Perusahaan No. 66 tanggal 15 Desember 2021 Deed of The Company's Shareholders Decision No. 66 dated December 15, 2021 regarding
mengenai perubahan nama Perusahaan dan struktur pemegang saham Perusahaan. Perubahan change of the Company's name and the Company's shareholder structure. Such
Anggaran Dasar tersebut telah disetujui oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Amendment of Association has been approved by the Ministry of Law and Human Right
tanggal 13 Januari 2022. dated January 13, 2022.
Berdasarkan pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, kegiatan utama Perusahaan adalah Based on article 3 of the Company’s Articles of Association, its main activities are conducting
menyelenggarakan usaha jasa kebandarudaraan dan pelayanan jasa terkait bandar udara dan airport service business and other related businesses in conformity with business principles
usaha-usaha lainnya yang mempunyai hubungan dengan usaha tersebut sesuai dengan prinsip- of a Limited Company.
prinsip Perseroan Terbatas.
Perusahaan dapat pula mendirikan atau menjalankan perusahaan lainnya yang mempunyai The Company may also establish other entities or undertake other ventures related to those
hubungan dengan usaha tersebut di atas baik sendiri-sendiri maupun bersama-sama dengan business activities either individually or in partnership with other parties provided that those
badan lain sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku are permissible under the prevailing laws and regulations and the Company's articles of
dan sesuai dengan ketentuan dalam anggaran dasar Perusahan. association.
Berdasarkan PP No. 77 Tahun 2012 Tentang Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Based on PP No. 77 Year 2012 Regarding Perum of Lembaga Penyelenggara Pelayanan
Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI), jasa pelayanan penerbangan tidak dikelola oleh Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI), aviation services are not managed by the
Perusahaan sejak tanggal 16 Januari 2013. Company since January 16, 2013.
Page 12
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2024 For the Period Ended June 30, 2024
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued)
a. Pendirian Perusahaan (lanjutan) a. The Company's Establishment (continued)
Perusahaan berkantor pusat di Kemayoran, Jakarta. Pada tahun 2023, bandara yang dikelola The Company is headquartered in Kemayoran, Jakarta. In 2023, airports managed by the
oleh Perusahaan sebanyak 16 sesuai Keputusan Menteri Perhubungan No. KM 192 Tahun 2023 Company are as many as 16 according to Decree of the Minister of Communication No. KM
dan KM 193 Tahun 2023 tanggal 20 November 2023 tentang Perusahaan sebagai Badan Usaha 192 Year 2023 and KM 193 Year 2023 dated November 20, 2023 regarding the Company
Bandar Udara (BUBU) yaitu: as Airport Business Entity (BUBU) which consists of:
1) Bandara/Airport I Gusti Ngurah Rai (DPS) - Bali
2) Bandara/Airport Juanda (SUB) - Surabaya
3) Bandara/Airport Sultan Hasanuddin (UPG) - Makassar
4) Bandara/Airport Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan (BPN) - Balikpapan
5) Bandara/Airport Frans Kaisiepo (BIK) - Biak
6) Bandara/Airport Sam Ratulangi (MDC) - Manado
7) Bandara/Airport Adi Sutjipto (JOG) - Yogyakarta
8) Bandara/Airport Adi Soemarmo (SOC) - Surakarta
9) Bandara/Airport Syamsudin Noor (BDJ) - Banjarmasin
10) Bandara/Airport Pattimura (AMQ) - Ambon
11) Bandara/Airport Jenderal Ahmad Yani (SRG) - Semarang
12) Bandara/Airport Zainuddin Abdul Madjid (LOP) – Praya
13) Bandara/Airport El Tari (KOE) – Kupang
14) Bandara/Airport Yogyakarta (YIA) – Kulonprogo
15) Bandara/Airport Sentani (DJJ) - Jayapura*)
16) Bandara/Airport Dhoho (DHX) - Kediri**)
*) Berdasarkan Perjanjian Kerja Sama Pemanfaatan (KSP) Barang Milik Negara Pada Unit *) Based on the Cooperation Agreement on Utilization of State Property at the Sentani
Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Sentani tanggal 13 Oktober 2019, Perusahaan akan Airport Operational Unit dated October 13, 2019, the Company will manage and develop
mengelola dan melakukan pengembangan atas Bandar Udara Sentani sejak 1 Januari 2020 the Sentani Airport from 1 January 2020 to 31 December 2049 (Note 44h).
sampai dengan 31 Desember 2049 (Catatan 44h).
**) Based on the Agreement of Cooperation Operation (KSO) on the Implementation of
**) Berdasarkan Perjanjian Kerja Sama Operasi (KSO) Penyelenggaraan Pelayanan Jasa Airport Services at Kediri Airport with PT Surya Dhoho Investama which was last amended
Kebandarudaraan di Bandar Udara Kediri dengan PT Surya Dhoho Investama yang terakhir and reaffirmed through the Deed of Reaffirmation of Amendment to the Agreement of
diamandemen dan ditegaskan kembali melalui Akta Penegasan Kembali Amandemen Perjanjian Cooperation Operation (KSO) on the Implementation of Airport Services at Kediri Airport
Kerja Sama Operasi (KSO) tentang Penyelenggaran Pelayanan Jasa Kebandarudaraan di Number 177 dated March 29, 2023 made before Notary Jimmy Tanal S.H., M.Kn. (Note
Bandar Udara Kediri Nomor 177 tanggal 29 Maret 2023 yang dibuat di hadapan Notaris Jimmy 44g).
Tanal S.H., M.Kn. (Catatan 44g).
In addition, the Company's business expansion is done by establishing subsidiaries (Note
Selain itu, ekspansi usaha Perusahaan dilakukan dengan pembentukan entitas anak (Catatan 1c).
1c).
b. Dewan Komisaris dan Direksi, Komite Audit, dan Karyawan b. Board of Commissioners and Directors, Audit Committee and Employees
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 The compositions of the Company’s Board of Commissioners and Directors as of June
Desember 2023 adalah sebagai berikut: 30, 2024 and December 31, 2023 are as follows:
30 Juni 2024/ 31 Desember 2023/
June 30, 2024 December 31, 2023
Dewan Komisaris Board of Commissioners
Komisaris Utama Erwan Agus Purwanto Erwan Agus Purwanto President Commissioner
Komisaris Independen Irfan Wahid Irfan Wahid Independent Commissioner
Direksi Directors
Direktur Utama MMA. Indah Preastuty MMA. Indah Preastuty President Director
Direktur Operasi Wahyudi Wahyudi Operation Director
Berdasarkan Akta Notaris Jose Dima Satria,S.H., M.Kn., No. 279 tanggal 28 Desember 2023, Based on Notarial Deed Jose Dima Satria, S.H., M.Kn.,No. 279 dated December 28, 2023,
mengenai Pemberhentian, Perubahan Nomenklatur Jabatan, Pengalihan Tugas, dan regarding The Dismissal, The Changes to The Nomenclature of Governance, The
Pengangkatan Anggota Direksi PT Angkasa Pura I, Perusahaan memberhentikan Tuan Faik Transference of Responsibility, and The Appointment of Members of the Directors PT
Fahmi sebagai Direktur Utama, Tuan Israwadi sebagai Direktur Human Capital, Tuan Yanindya Angkasa Pura I, The Company dismissed Mr. Faik Fahmi as President Director, Mr.
Bayu Wirawan sebagai Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko, Tuan Dendi T. Danianto Israwadi as Director of Human Capital, Mr. Yanindya Bayu Wirawan as Director of Finance
sebagai Direktur Komersial dan Pelayanan, dan Tuan Lukman F. Laisa sebagai Direktur Teknik. and Risk Management, Mr. Dendi T. Danianto as Director of Commercial and Services, and
Selain itu, akta tersebut menetapkan perubahan nomenklatur jabatan anggota Direksi dengan Mr. Lukman F. Laisa as Technical Director. In addition, the deed establishes changes in the
meniadakan jabatan Direktur Human Capital, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko, Direktur nomenclature of positions for members of the Board of Directors by eliminating the positions
Komersial dan Pelayanan, dan Direktur Teknik, serta menetapkan pengalihan tugas Nyonya of Director of Human Capital, Director of Finance and Risk Management, Director of
MMA Indah Preastuty semula sebagai Direktur Operasi menjadi Direktur Utama dan menetapkan Commercial and Services, and Technical Director, as well as appointing the transfer of
pengangkatan Tuan Wahyudi sebagai Direktur Operasi. Akta notaris tersebut telah diberitahukan duties to Mrs. MMA Indah Preastuty, who was originally the Director of Operations and is
kepada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dan memperoleh surat now appointed as the President Director and appoints Mr. Wahyudi as the Director of
penerimaan pemberitahuan No. AHU-AH.01.09-0022831tanggal 17 Januari 2024. Operations. The deed has been reported to Ministry of Law and Human Rights of the
Republic of Indonesia and has been acknowledged through its letter of knowledgement No.
AHU-AH.01.09-0022831 dated January 17, 2024.
Berdasarkan Akta Notaris Nanda Fauz Iwan, S.H., M.Kn., No. 01 tanggal 4 September 2023, Based on Notarial Deed Nanda Fauz Iwan,S.H., M.Kn., No. 01 dated September 4, 2023,
mengenai Pemberhentian dan Pengangkatan Anggota Dewan Komisaris PT Angkasa Pura I, regarding Dismissal and Appointment of Members of the Board of Commissioner of PT
Perusahaan mengangkat Tuan Novie Riyanto sebagai Komisaris Utama PT Angkasa Pura I Angkasa Pura I, The Company appointed Mr. Novie Riyanto as The President
menggantikan Tuan Djoko Sasono. Akta notaris tersebut telah diberitahukan kepada Commissioner of PT Angkasa Pura I, replacing Mr. Djoko Sasono. The deed has been
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dan memperoleh surat reported to Ministry of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia and has been
penerimaan pemberitahuan No. AHU AH.01.09-0158827 tanggal 4 September 2023. acknowledged through its letter of knowledgement No. AHU-AH.01.09-0158827 dated
September 4, 2023.
Berdasarkan Akta Notaris Jose Dima Satria, S.H., M.Kn., No. 304 tanggal 29 Desember 2023,
mengenai Pemberhentian dan Pengangkatan Anggota Dewan Komisaris PT Angkasa Pura I, Based on Notarial Deed Jose Dima Satria, S.H., M.Kn.,No. 304 dated December 29, 2023,
Perusahaan menetapkan pemberhentian Tuan Novie Riyanto sebagai Komisaris Utama, Tuan regarding Dismissal and Appointment of Members of the Board of Commissioner PT
Hidayat Amir, Tuan Danang Parikesit, Tuan Elen Setiadi sebagai Komisaris, dan Tuan Erwan Angkasa Pura I, The Company determined the dismissal of Mr. Novie Riyanto as the
Agus Purwanto sebagai Komisaris Independen. Keputusan tersebut juga menetapkan President Commissioner, Mr. Hidayat Amir, Mr. Danang Parikesit, Mr. Elen Setiadi as
pengangkatan Tuan Erwan Agus Purwanto sebagai Komisaris Utama. Akta notaris tersebut telah Commissioners, and Mr. Erwan Agus Purwanto as an Independent Commissioner. The
diberitahukan kepada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dan decision also appointed Mr. Erwan Agus Purwanto as the President Commissioner. The
memperoleh surat penerimaan pemberitahuan No. AHU AH.01.09-0023086 tanggal 17 Januari deed has been reported to Ministry of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia
2024. and has been acknowledged through its letter of knowledgement No. AHU-AH.01.09-
0023086 dated January 17, 2024.
Page 13
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2024 For the Period Ended June 30, 2024
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued)
b. Dewan Komisaris dan Direksi, Komite Audit, dan Karyawan (lanjutan) b. Board of Commissioners and Directors, Audit Committee and Employees (continued)
Susunan Komite Audit Perusahaan pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023 adalah The compositions of the Company’s Audit Committee as of June 30, 2024 and
sebagai berikut: December 31, 2023 are as follows:
30 Juni 2024/ 31 Desember 2023/
June 30, 2024 December 31, 2023
Ketua Irfan Wahid Erwan Agus Purwanto Chairman
Wakil Ketua/Anggota - - Vice Chairman
Anggota Marta Kurniawan Marta Kurniawan Member
Anggota Warlan Warlan Member
Berdasarkan Keputusan Dewan Komisaris No. KEP.06/DK.AP.I/2024 tanggal 7 Mei 2024 tentang Based on the Decision of the Board of Commissioners No. KEP.06/DK.AP.I/2024 dated
Pemberhentian dan Pengalihan Tugas Ketua Komite Audit PT Angkasa Pura I, Perusahaan May 7, 2024, regarding the Termination and Appointment of members of the Audit
mengangkat Tuan Irfan Wahid sebagai Ketua Komite Audit PT Angkasa Pura I menggantikan Committee of PT Angkasa Pura I, the Company appoints Mr. Irfan Wahid as a head of
Tuan Erwan Agus Purwanto. the Audit Committee of PT Angkasa Pura I, replacing Mr. Erwan Agus Purwanto.
On June 30, 2024 and December 31, 2023, the number of permanent employees of
Pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023, jumlah karyawan tetap Kelompok Usaha the Group are 3,168 and 9,627 respectively (unaudited).
masing-masing sebanyak 3.168 dan 9.627 orang (tidak diaudit).
The consolidated financial statements of PT Angkasa Pura I and its subsidiaries as of
Laporan keuangan konsolidasian PT Angkasa Pura I dan entitas anaknya tanggal 30 Juni 2024 June 30, 2024 and for period ended are completed and authorized for issuance on July
dan periode yang berakhir pada tanggal tersebut diselesaikan dan diotorisasi untuk terbit oleh 30, 2024 by the Company’s Directors. The Company’s Directors who signed the
Direksi Perusahaan pada tanggal 30 Juli 2024. Direksi Perusahaan yang menandatangani Surat Directors’ statement are responsible for the fair preparation and presentation of such
Pernyataan Direksi bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian wajar laporan keuangan consolidated financial statements.
konsolidasian tersebut.
c. Entitas anak c. Subsidiaries
Laporan keuangan konsolidasian mencakup akun-akun Perusahaan dan Entitas Anak The consolidated financial statements include the accounts of the Company and its
(selanjutnya disebut “Kelompok Usaha”) berikut ini, dimana Perusahaan mempunyai Subsidiaries (collectively referred to hereafter as “the Group”), over which the
pengendalian: Company has control:
Pendirian dan
Beroperasi
Kegiatan Komersial/Year of
Nama entitas anak/ Usaha/ Establishment Kepemilikan/ Total Aset sebelum Eliminasi/
Name of Principal Domisili/ & Commercial Percentage of Total Asset before Elimination
subsidiaries Activity Domicile Operation Ownership 2024 2023
PT Angkasa Pura Hotel Hotel Jakarta 2012 99,99% 981.438.576 872.319.306
PT Angkasa Pura Properti Properti Jakarta 2012 99,96% 551.507.150 341.120.452
Page 14
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2024 For the Period Ended June 30, 2024
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued)
c. Entitas anak (lanjutan) c. Subsidiaries (continued)
PT Angkasa Pura Hotel (“APH”) PT Angkasa Pura Hotel (“APH”)
APH didirikan berdasarkan Akta Notaris Nanda Fauz lwan SH, M.Kn No. 03 tanggal 6 Januari APH was established based on Notarial Deed of Nanda Fauz lwan SH, M.Kn No. 03
2012 dan telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui dated January 6, 2012 and has been approved by the Ministry of Law and Human
Surat Keputusan No. AHU- 03688.AH.01.01.Tahun 2012 tanggal 20 Februari 2012. Rights of the Republic of Indonesia through Decision Letter No. AHU-03688.AH.01.01.
Year 2012 dated February 20, 2012.
Anggaran Dasar APH telah beberapa kali mengalami perubahan dan terakhir diubah dengan The Articles of Association of APH have been amended several times and recently
Akta nomor 9 tanggal 20 September 2023. Akta notaris tersebut telah mendapat pengesahan amended by Deed number 9 dated September 20, 2023. The deed has been reported
Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-0057172.AH.01.02 to Ministry of Law and Human Rights of Republic of Indonesia and has been
tanggal 21 September 2023. acknowledged through its letter of knowledgement No. AHU-0057172.AH.01.02 dated
September 21, 2023.
Berdasarkan Akta Notaris Nanda Fauz Iwan, SH., M.Kn., No. 16 tanggal 17 Februari 2017, para
pemegang saham APH menyetujui penambahan modal dasar APH menjadi Rp2.000.000.000 Based on Notarial Deed Nanda Fauz Iwan, SH., M.Kn., No. 16 dated February 17,
yang terbagi dalam 2.000.000 saham (angka penuh) dengan nilai nominal per sahamnya 2017. APH shareholders approved the addition of APH’s authorized capital to
sebesar Rp1.000.000 (angka penuh) modal ditempatkan dan disetor sebesar Rp649.904.789. Rp2,000,000,000 which is divided into 2,000,000 shares (full amount) with a nominal
Akta notaris tersebut telah mendapat pengesahan Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia value per share of Rp1,000,000 (full amount) and issued and paid-up capital of
Republik Indonesia No. AHU-0005993.AH.01.02 tanggal 10 Maret 2017. Rp649,904,789. The deed has been reported to Ministry of Law and Human Rights of
Republic of indonesia and has been acknowledged through its letter of knowledgement
Berdasarkan keputusan RUPS nomor: RUPS.APH.01/KB.03.08/2024 tanggal 22 Januari 2024, No. AHU-0005993.AH.01.02 dated March 10, 2017.
APH melakukan pengurangan modal disetor yang semula Rp649.904.000 menjadi sebesar
Rp603.654.000 dengan cara penarikan kembali saham APH sebesar Rp46.250.000 yang telah Based on GMS decision number: RUPS.APH.01/KB.03.08/2024 dated January 22
dilakukan pembelian kembali saham APH sebagai akibat dari pengambilalihan kepemilikan 2024, APH reduced its paid-in capital from IDR 649,904,000 to IDR 603,654,000 by
saham APH di APR oleh AP1, sehingga menyebabkan perubahan komposisi kepemilkan saham withdrawing APH shares amounting to IDR 46,250,000 which had been purchased
AP1 pada APH menjadi sebesar Rp603.614.000 yang terbagi dalam 603.614 lembar saham atau return of APH shares as a result of the takeover of APH's share ownership in APR by
ekuivalen dengan jumlah sebesar 99,99%. AP1, thereby causing a change in the composition of AP1's share ownership in APH to
Rp. 603,614,000 which is divided into 603,614 shares or the equivalent of 99.99%.
Kegiatan utama APH berdasarkan Anggaran Dasarnya meliputi penyediaan kamar menginap, The main business of APH based on its Articles of Association consist of the provision
airport hotel, lounge, food and beverage, travel agent, jasa boga makanan dan minuman of stay rooms, airport hotels, lounges, food and beverage, travel agents, food and
termasuk penyediaan makanan dan minuman di dalam pesawat terbang. beverage catering services including the provision of food and beverage on airplanes.
The details of the shareholders and their share ownerships of APH as of June 30, 2024
Susunan pemegang saham dan kepemilikan saham APH pada tanggal 30 Juni 2024 adalah are as follows:
sebagai berikut:
Saham Ditempatkan Persentase
Total Saham dan Disetor/ Kepemilikan/
Pemegang Total Shares Share Issued Percentage
saham (Lembar/Shares ) and Fully Paid of Ownership (%) Shareholders
PT Angkasa Pura I 603.615 603.614.789 99,99 PT Angkasa Pura I
Pusat Koperasi Karyawan Pusat Koperasi Karyawan
Angkasa Pura I Angkasa Pura I
(Puskokapura) 40 40.000 0,01 (Puskokapura)
Total 603.655 603.654.789 100,00 Total
Page 15
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2024 For the Period Ended June 30, 2024
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
PT Angkasa Pura Properti (“APP”) PT Angkasa Pura Properti (“APP”)
APP didirikan berdasarkan Akta Notaris Nanda Fauz lwan SH, M.Kn., No. 02 tanggal 6 Januari APP was established based on Notarial Deed of Nanda Fauz lwan SH, M.Kn., No. 02
2012 dan telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui dated January 6, 2012 and has been approved by the Ministry of Law and Human
Surat Keputusan No. AHU- 03704.AH.01.01 Tahun 2012 tanggal 20 Januari 2012. Anggaran Rights through its Decision Letter No. AHU- 03704.AH.01.01 Year 2012 dated January
Dasar APP telah beberapa kali diubah terakhir berdasarkan Akta Notaris Nanda Fauz lwan SH, 20, 2012. APP’s Article of Association has been amended several times, recently
M.Kn No. 18 tanggal 07 Januari 2022 tentang Perubahan Anggaran Dasar Mengenai Maksud through Notarial Deed of Nanda Fauz Iwan SH, M.Kn, No. 18 dated January 07, 2022
dan Tujuan Serta Kegiatan Usaha PT Angkasa Pura Properti, dan telah disahkan oleh regarding Purpose and Objectives and Business Activities of PT Angkasa Pura
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No. Properti, and which have been approved by the Ministry of Law and Human Rights of
AHU-00056232.AH.01.02 tahun 2023 tanggal 18 September 2023. the Republic of Indonesia through its Decision Letter No.AHU-00056232.AH.01.02.
Year 2023 dated September 18, 2023.
Kegiatan utama APP berdasarkan Anggaran Dasarnya meliputi jasa pekerjaan konstruksi The main business of APP based on its Articles of Association is comprised of
gedung, pekerjaan sipil, pengelolaan limbah dan sampah, real estate, perdagangan logam, construction services, civil works, waste and garbage management, real estate, metal
aktivitas arsitektur dan jasa periklanan. trading, architectural activities, and advertising services.
APP memiliki modal dasar sebesar Rp169.930.000.000 (nilai penuh) terbagi dalam 169.930 APP has authorized capital of Rp169,930,000,000 (full amount) divided into 169,930
saham (nilai penuh) dengan nilai nominal saham sebesar Rp1.000.000 (nilai penuh) dan modal shares (full amount) with par value of Rp1,000,000 (full amount) per share issued and
ditempatkan dan disetor sebesar Rp169.930.000.000 (nilai penuh). fully paid-up capital of Rp169,930,000,000 (full amount).
Berdasarkan Keputusan Sirkuler para Pemegang Saham APP nomor: Based on the Circular Resolution of the APP Shareholders with number:
RUPS.APP.11/KB.03.08/2023 tanggal 21 Desember 2023, menyetujui peningkatan modal dasar RUPS.APP.11/KB.03.08/2023 dated December 21, 2023 it was agreed to approve an
yang semula Rp168.000.000.000 (nilai penuh) menjadi sebesar Rp680.000.000.000 (nilai penuh) increase in the authorized capital from the original amount of Rp168,000,000,000 (full
dan peningkatan modal disetor yang semula Rp168.000.000.000 (nilai penuh) menjadi sebesar amount) to Rp680,000,000,000 (full amount), and an increase in the paid-up capital
Rp170.000.000.000 (nilai penuh). from the original amount of Rp168,000,000,000 (full amount) to Rp170,000,000,000
(full amount).
Susunan pemegang saham dan kepemilikan saham APP pada tanggal 30 Juni 2024 adalah
sebagai berikut: The details of the shareholders and their share ownerships of APP as of June 30, 2024
are as follows:
Total Saham Saham Ditempatkan dan Disetor/ Persentase Kepemilikan/
Pemegang Total Shares Share Issued Percentage
saham (Lembar/Shares ) and Fully Paid of Ownership (%) Shareholders
PT Angkasa Pura I 169.930 169.930.000 99,96% PT Angkasa Pura I
Pusat Koperasi Karyawan Pusat Koperasi Karyawan
Angkasa Pura I Angkasa Pura I
(Puskokapura) 70 70.000 0,04% (Puskokapura)
Total 170.000 170.000.000 100,00 Total
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES
Laporan keuangan konsolidasian telah disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di The consolidated financial statements have been prepared in accordance with Indonesian
Indonesia (“SAK”), yang mencakup Pernyataan dan Interpretasi yang dikeluarkan oleh Dewan Financial Accounting Standards (“SAK”), which comprise the Statements and
Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK IAI) dan Peraturan-Peraturan Interpretations issued by the Board of Financial Accounting Standards of the Indonesian
serta Pedoman Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan yang diterbitkan oleh Otoritas Institute of Accountants (Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia
Jasa Keuangan (“OJK”). or DSAK IAI) and the Regulations and Guidelines on Financial Statement Presentation
and Disclosures issued by Financial Services Authority (Otoritas Jasa Keuangan” or “
Kebijakan ini telah diterapkan secara konsisten terhadap seluruh periode yang disajikan, kecuali OJK”).
jika dinyatakan lain.
These policies have been consistently applied to all periods presented, unless otherwise
stated.
a. Dasar penyajian laporan keuangan konsolidasian a. Basis of preparation of the consolidated financial statements
Laporan keuangan konsolidasian disusun berdasarkan konsep akrual, kecuali laporan arus kas The consolidated financial statements have been prepared on the accrual basis, except for
konsolidasian, dengan menggunakan konsep biaya historis, kecuali seperti yang disebutkan the consolidated statement of cash flows, using the historical cost concept of accounting,
dalam Catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang relevan. except as disclosed in the relevant Notes to the consolidated financial statements herein.
Laporan arus kas konsolidasian disajikan dengan menggunakan metode langsung yang The consolidated statement of cash flows is presented using the direct method by
mengelompokkan penerimaan dan pengeluaran kas dan setara kas ke dalam aktivitas operasi, classifying the receipts and disbursements of cash and cash equivalents into operating,
investasi dan pendanaan. Untuk tujuan penyajian laporan arus kas konsolidasian, kas dan setara investing and financing activities. For the purpose of the consolidated statement of cash
kas terdiri dari kas dan bank, simpanan yang sewaktu-waktu bisa dicairkan dan investasi lancar flows, cash and cash equivalents include cash on hand and in banks, deposits held at call
jangka pendek lainnya yang jatuh tempo dalam waktu 3 (tiga) bulan atau kurang, dikurangi with banks and other short-term highly liquid investments with original maturities of 3 (three)
dengan cerukan. months or less, net of bank overdrafts.
Kebijakan akuntansi yang diterapkan oleh Kelompok Usaha adalah selaras bagi tahun yang The accounting policies adopted by the Group are consistently applied for the years
dicakup oleh laporan keuangan konsolidasian, kecuali untuk standar akuntansi baru dan revisi covered by the consolidated financial statements, except for new and revised accounting
seperti diungkapkan pada Catatan 2b dibawah ini. standards as disclosed in the following Note 2b.
Kelompok Usaha telah menyusun laporan keuangan konsolidasian dengan dasar bahwa The Group has prepared the consolidated financial statements on the basis that it will
Kelompok Usaha akan terus beroperasi secara berkesinambungan. continue to operate as a going concern.
Seluruh angka dalam laporan keuangan konsolidasian ini, dibulatkan dan disajikan dalam ribuan All figures in the consolidated financial statements are rounded and expressed in thousands
Rupiah (“Rp”), kecuali dinyatakan lain. of Rupiah (“Rp”), unless otherwise stated.
b. Perubahan kebijakan akuntansi b. Changes in accounting principles
Kelompok Usaha menerapkan pertama kali seluruh standar baru dan/atau yang direvisi yang The Group made first time adoption of all the new and/or revised standards effective for the
berlaku efektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2023, termasuk standar periods beginning on or after January 1, 2023, including the following revised standards that
yang direvisi berikut ini yang mempengaruhi laporan keuangan konsolidasian Kelompok Usaha: have affected the consolidated financial statements of the Group:
Page 16
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2024 For the Period Ended June 30, 2024
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
Amandemen PSAK 1: Penyajian laporan keuangan - Pengungkapan Kebijakan Akuntansi Amendment of PSAK 1: Presentation of financial statement - Disclosure of
Accounting Policies
Amandemen ini memberikan panduan untuk membantu entitas menerapkan pertimbangan These amendments provide guidance to help entities apply materiality judgements to
materialitas dalam pengungkapan kebijakan akuntansi. Amandemen tersebut bertujuan untuk accounting policy disclosures. The amendments aim to help entities provide accounting
membantu entitas menyediakan pengungkapan kebijakan akuntansi yang lebih berguna dengan policy disclosures that are more useful by replacing the requirement for entities to disclose
mengganti persyaratan dalam mengungkapkan kebijakan akuntansi 'signifikan' entitas menjadi their ‘significant’ accounting policies with a requirement to disclose their ‘material’
persyaratan untuk mengungkapkan kebijakan akuntansi 'material' entitas dan menambahkan accounting policies and adding guidance on how entities apply the concept of materiality in
panduan tentang bagaimana entitas menerapkan konsep materialitas dalam membuat keputusan making decisions about accounting policy disclosures.
tentang pengungkapan kebijakan akuntansi.
Amandemen tersebut berdampak pada pengungkapan kebijakan akuntansi Kelompok
Usaha, namun tidak berdampak pada pengukuran, pengakuan atau penyajian item apapun The amendments have had an impact on the Group’s disclosures of accounting policies, but
dalam laporan keuangan Kelompok Usaha. not on the measurement, recognition or presentation of any items in the Group’s financial
statements.
Amendemen PSAK 16: Aset Tetap - Hasil sebelum Penggunaan yang Diintensikan Amendment of PSAK 16: Fixed Assets - Proceeds before Intended Use
Amandemen ini tidak memperbolehkan entitas untuk mengurangi suatu hasil penjualan item yang These amendments prohibit entities from deducting from the cost of an item of fixed
diproduksi saat membawa aset tersebut ke lokasi dan kondisi yang diperlukan supaya aset dapat assets, any proceeds from selling items produced while bringing that asset to the location
beroperasi sesuai dengan intensi manajemen dari biaya perolehan suatu aset tetap. Sebaliknya, and condition necessary for it to be capable of operating in the manner intended by
entitas mengakui hasil dari penjualan item-item tersebut, dan biaya untuk memproduksi item-item management. Instead, an entity recognizes the proceeds from selling such items, and the
tersebut, dalam laba rugi. costs of producing those items, in profit or loss.
Kelompok Usaha menerapkan amandemen tersebut secara retrospektif hanya untuk aset tetap The Group applies the amendments retrospectively only to items of fixed assets made
yang dibuat supaya aset siap digunakan pada atau setelah awal periode penyajian paling awal available for use on or after the beginning of the earliest period presented when the entity
ketika entitas pertama kali menerapkan amandemen tersebut. first applies the amendments.
Amandemen ini tidak berdampak pada laporan keuangan konsolidasian Kelompok Usaha karena These amendments had no impact on the consolidated financial statements of the Group as
tidak ada penjualan atas item-item yang dihasilkan aset tetap yang menjadi tersedia untuk there were no sales of such items produced by fixed assets made available for use on or
digunakan pada atau setelah awal periode sajian paling awal. after the beginning of the earliest period presented.
Amandemen PSAK 25: Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi, dan Amendment of PSAK 25: Accounting Policies, Changes in Accounting Estimates
Kesalahan terkait Definisi Estimasi Akuntansi and Errors - Definition of Accounting Estimates
Amandemen PSAK 25 memperjelas perbedaan antara perubahan estimasi akuntansi, The amendments to PSAK 25 clarify the distinction between changes in accounting
perubahan kebijakan akuntansi dan koreksi kesalahan. Amandemen juga mengklarifikasi estimates, changes in accounting policies and the correction of errors. They also clarify how
bagaimana entitas menggunakan teknik pengukuran dan input untuk mengembangkan estimasi entities use measurement techniques and inputs to develop accounting estimates.
akuntansi.
Amandemen ini tidak mempunyai dampak terhadap laporan keuangan konsolidasian Kelompok These amendments had no impact on the Group’s consolidated financial statements.
Usaha.
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
b. Perubahan kebijakan akuntansi (lanjutan) b. Changes in accounting principles (continued)
Amandemen PSAK 46: Pajak Penghasilan - Pajak Tangguhan Terkait Aset dan Liabilitas Amendment of PSAK 46: Income Taxes - Deferred Tax related to Assets and
Yang Timbul dari Transaksi Tunggal Liabilities arising from a Single Transaction
Amandemen PSAK 46 Pajak Penghasilan mempersempit ruang lingkup pengecualian The amendments to PSAK 46 Income Taxes narrow the scope of the initial recognition
pengakuan awal, sehingga tidak lagi berlaku pada transaksi yang menimbulkan perbedaan exception, so that it no longer applies to transactions that give rise to equal taxable and
temporer dapat dikurangkan dalam jumlah yang sama dan perbedaan temporer kena pajak dan deductible temporary differences such as leases and decommissioning liabilities.
seperti sewa dan liabilitas decommissioning.
These amendments had no impact on the Group’s consolidated financial statements.
Amandemen ini tidak mempunyai dampak terhadap laporan keuangan konsolidasian
Kelompok Usaha.
Amandemen PSAK 46: Pajak Penghasilan - Reformasi Pajak Internasional - Ketentuan Amendment of PSAK 46: Income Taxes - Deferred Tax related to Assets and
Model Pilar Dua Liabilities arising from a Single Transaction
Amandemen PSAK 46 ini diperkenalkan sebagai tanggapan terhadap aturan Model Pilar Dua The amendments to PSAK 46 have been introduced in response to the Pillar Two Rules,
yang diterbitkan oleh Organisasi Kerjasama dan Pengembangan Ekonomi atau Organization for issued by Organization for Economic Cooperation and Development (OECD), and include:
Economic Co-operation and Development (OECD), dan mencakup:
- An exception to the recognition and disclosure of deferred taxes related to the Pillar Two
- Pengecualian atas pengakuan dan pengungkapan informasi mengenai aset dan liabilitas pajak income taxes; and
tangguhan terkait dengan pajak penghasilan Pilar Dua; dan - Disclosure requirements for affected entities to help users of the financial statements
- Persyaratan pengungkapan bagi entitas yang terkena dampak untuk membantu pengguna better understand an entity’s exposure to Pillar Two income taxes arising from that
laporan keuangan lebih memahami eksposur entitas terhadap pajak penghasilan Pilar Dua yang legislation, particularly before its effective date.
timbul dari undang-undang tersebut, terutama sebelum tanggal berlakunya undang-undang
tersebut.
Pengecualian tersebut - yang penggunaannya harus diungkapkan - segera berlaku saat The exception - the use of which is required to be disclosed - applies immediately upon the
penerbitan amandemen ini. Persyaratan pengungkapan lainnya berlaku untuk periode issue of these amendments. The remaining disclosure requirements apply for annual
pelaporan tahunan yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2023, namun tidak untuk periode reporting periods beginning on or after January 1, 2023, but not for any interim periods
interim yang berakhir pada atau sebelum 31 Desember 2023. ending on or before December 31, 2023.
Pada tanggal 31 Desember 2023, Perundang-undangan terkait pajak penghasilan Pilar Dua As of December 31, 2023, the Pillar Two income taxes legislation has not yet been
belum diberlakukan atau secara substantif belum diberlakukan di Indonesia tempat Kelompok enacted or has not yet substantively enacted in Indonesia where the Group operates.
Usaha beroperasi. Oleh karena itu, Kelompok Usaha masih dalam proses melakukan penilaian Therefore, the Group is still in the process of assessing the potential exposure to Pillar Two
atas potensi eksposur pajak penghasilan Pilar Dua. Potensi eksposur pajak penghasilan Pilar income taxes. The potential exposure, if any, to Pillar Two income taxes is currently not
Dua, jika ada, saat ini tidak diketahui atau dapat diperkirakan secara wajar. known or reasonably estimable.
Amandemen tersebut tidak berdampak pada laporan keuangan konsolidasian Kelompok The amendments had no impact on the Group’s consolidated financial statements as
Usaha karena tidak termasuk dalam cakupan aturan model Pilar Dua karena pendapatan the Group is not in scope of the Pillar Two model rules as its consolidated revenue is less
konsolidasiannya kurang dari EUR750 juta/tahun. than EUR750 million/year.
Page 17
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2024 For the Period Ended June 30, 2024
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
c. Prinsip-prinsip konsolidasi c. Principles of consolidation
Laporan keuangan konsolidasian meliputi laporan keuangan Perusahaan dan entitas anaknya The consolidated financial statements include the financial statements of the Company and
seperti yang diungkapkan dalam Catatan 1c. its subsidiaries as disclosed in Note 1c.
Entitas anak merupakan semua entitas dimana Perusahaan terekspos atau memiliki hak atas Subsidiaries are all entities over which the Company is exposed, or has rights, to variable
imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan entitas tersebut dan memiliki kemampuan untuk returns from its involvement with the entities and has the ability to affect those returns
mempengaruhi imbal hasil tersebut melalui kekuasaannya atas entitas tersebut. Dengan through its power over the entities. Thus, an entity is considered a subsidiary if and only if
demikian, suatu entitas dianggap sebagai entitas anak jika dan hanya jika Perusahaan memiliki the Company has power over the entity, exposure or rights to variable returns from its
kekuasaan atas entitas tersebut, eksposur atau hak atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya involvement with the entity and the ability to use its power over the investee to affect the
dengan entitas tersebut dan kemampuan untuk menggunakan kekuasaannya atas entitas amount of the Company’s returns.
tersebut untuk mempengaruhi jumlah imbal hasil Perusahaan.
Semua saldo dan transaksi antar entitas yang material, termasuk keuntungan atau kerugian yang All material intercompany accounts and transactions, including unrealized gains or losses, if
belum direalisasi, jika ada, dieliminasi untuk mencerminkan posisi keuangan dan hasil operasi any, are eliminated to reflect the financial position and the results of operations of the Group
Kelompok Usaha sebagai satu kesatuan usaha. Kebijakan akuntansi di entitas anak telah diubah as a single business entity. Accounting policies of subsidiaries have been changed where
seperlunya agar konsisten dengan kebijakan akuntansi yang diterapkan oleh Kelompok Usaha. necessary to ensure consistency with the policies adopted by the Group.
Entitas anak dikonsolidasikan mulai dari tanggal pengendalian beralih kepada Perusahaan dan Subsidiaries are fully consolidated from the date on which control is transferred to the
tidak lagi dikonsolidasikan dari tanggal hilangnya pengendalian. Company. They are deconsolidated from the date on which that control ceases.
Kendali diperoleh bila Kelompok Usaha terekspos atau memiliki hak atas imbal hasil variabel dari Control is achieved when the Group is exposed, or has rights, to variable returns from its
keterlibatannya dengan investee dan memiliki kemampuan untuk mempengaruhi imbal hasil involvement with the investee and the ability to affect those returns through its power over
tersebut melalui kekuasaannya atas investee. Dengan demikian, investor mengendalikan the investee. Thus, the Group controls an investee if and only if the Group has the following:
investee jika dan hanya jika investor memiliki seluruh hal berikut ini:
i) Kekuasaan atas investee, yaitu hak yang ada saat ini yang memberi investor kemampuan i) Power over the investee, that is existing rights that give the Group current ability to direct
kini untuk mengarahkan aktivitas relevan dari investee, the relevant activities of the investee,
ii) Eksposur atau hak atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee, dan ii) Exposure, or rights, to variable returns from its involvement with the investee, and
iii) Kemampuan untuk menggunakan kekuasaannya atas investee untuk mempengaruhi jumlah iii) The ability to use its power over the investee to affect its returns.
imbal hasil.
Bila Kelompok Usaha tidak memiliki hak suara atau hak serupa secara mayoritas atas suatu When the Group has less than a majority of the voting or similar rights of an investee, the
investee, Kelompok Usaha mempertimbangkan semua fakta dan keadaan yang relevan dalam Group considers all relevant facts and circumstances in assessing whether it has power
mengevaluasi apakah mereka memiliki kekuasaan atas investee, termasuk: over an investee, including:
i) Pengaturan kontraktual dengan pemilik hak suara lainnya dari investee, i) The contractual arrangement with the other vote holders of the investee,
ii) Hak yang timbul atas pengaturan kontraktual lain, dan ii) Rights arising from other contractual arrangements, and
iii) Hak suara dan hak suara potensial yang dimiliki Kelompok Usaha. iii) The Group's voting rights and potential voting rights.
Page 18
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2024 For the Period Ended June 30, 2024
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
Hak suara dan hak suara potensial yang dimiliki Kelompok Usaha. The Group's voting rights and potential voting rights.
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
c. Prinsip-prinsip konsolidasi (lanjutan) c. Principles of consolidation (continued)
Kelompok Usaha menilai kembali apakah mereka mengendalikan investee bila fakta dan The Group re-assesses whether it controls an investee if facts and circumstances indicate
keadaan mengindikasikan adanya perubahan terhadap satu atau lebih dari ketiga elemen dari that there are changes to one or more of the three elements of control. Consolidation of a
pengendalian. Konsolidasi atas entitas-entitas anak dimulai sejak Kelompok Usaha memperoleh subsidiary begins when the Group obtains control over the subsidiary and ceases when the
pengendalian atas entitas anak dan berakhir pada saat Kelompok Usaha kehilangan Group loses control of the subsidiary. Assets, liabilities, income and expenses of a
pengendalian atas entitas anak. Aset, liabilitas, penghasilan dan beban dari entitas anak yang subsidiary acquired during the year are included in the consolidated financial statements
diakuisisi pada tahun tertentu disertakan dalam laporan keuangan konsolidasian sejak tanggal from the date the Group gains control until the date the Group ceases to control the
Kelompok Usaha memperoleh kendali sampai tanggal Kelompok usaha tidak lagi mengendalikan subsidiary.
entitas anak tersebut.
Seluruh laba rugi dan setiap komponen penghasilan komprehensif lain (“PKL”) diatribusikan pada Profit or loss and each component of other comprehensive income (“OCI”) are attributed to
pemilik entitas induk dan pada kepentingan nonpengendali (“KNP”), walaupun hal ini akan the equity holders of the parent of the Group and to the non-controlling interests (“NCI”),
menyebabkan saldo KNP yang defisit. Bila dipandang perlu, penyesuaian dilakukan terhadap even if this results in the NCI having a deficit balance. When necessary, adjustments are
laporan keuangan entitas anak untuk diselaraskan dengan kebijakan akuntansi Kelompok made to the financial statements of subsidiaries to bring their accounting policies into line
Usaha. with the Group’s accounting policies.
Seluruh aset dan liabilitas, ekuitas, penghasilan dan beban dan arus kas atas transaksi antar All intra-group assets and liabilities, equity, income, expenses and cash flows in relation to
anggota Kelompok Usaha dieliminasi sepenuhnya pada saat konsolidasi. transactions between members of the Group are eliminated in full on consolidation.
Perubahan dalam bagian kepemilikan entitas induk pada entitas anak yang tidak mengakibatkan A change in the parent’s ownership interest in a subsidiary, without a loss of control, is
hilangnya pengendalian, dicatat sebagai transaksi ekuitas. Bila kehilangan pengendalian atas accounted for as an equity transaction. If the Group loses control over a subsidiary, it
suatu entitas anak, maka Kelompok Usaha menghentikan pengakuan atas aset (termasuk derecognizes the related assets (including goodwill), liabilities, NCI and other components
goodwill), liabilitas dan komponen lain dari ekuitas terkait, dan selisihnya diakui pada laba rugi. of equity, while the difference is recognized in the profit or loss. Any investment retained is
Bagian dari investasi yang tersisa diakui pada nilai wajar. recognized at fair value.
d. Standar akuntansi yang telah disahkan namun belum berlaku efektif d. Accounting standards issued but not yet effective
Standar akuntansi yang telah diterbitkan sampatanggal penerbitan laporan keuangan The accounting standards that have been issued up to the date of issuance of the Group’s
konsolidasian Kelompok Usaha namun belum berlaku efektif diungkapkan berikut ini Manajemen consolidated financial statements, but not yet effective are disclosed below. The
bermaksud untuk menerapkan standar-standar tersebut yang dipertimbangkan relevan terhadap management intends to adopt these standards that are considered relevant to the Group
Kelompok Usaha pada saaefektif, dan dampaknya terhadap posisi dan kinerja keuangan when they become effective, and the impact to the consolidated financial position and
konsolidasian Kelompok Usaha masih diestimasi pada tanggal 31 Desember 2023: performance of the Group is still being estimated as of December 31, 2023:
Mulai efektif pada atau setelah tanggal 1 Januari 2024 Effective beginning on or after January 1, 2024
Pilar Standar Akuntansi Keuangan Financial Accounting Standards Pillars
Standar ini memberikan persyaratan dan pedoman bagi entitas untuk menerapkan standar These standards provide requirements and guidelines for entities to apply the correct
akuntansi keuangan yang benar dalam menyusun laporan keuangan bertujuan umum. Akan ada financial accounting standards in preparing general purpose financial statements. There will
4 (empat) standar akuntansi keuangan yang saat ini diterapkan di Indonesia, yaitu: be 4 (four) financial accounting standards that are currently applied in Indonesia, namely:
1. Pilar 1 Standar Akuntansi Keuangan Internasional, 1. Pillar 1 International Financial Accounting Standards,
2. Pilar 2 Standar Akuntansi Keuangan Indonesia (PSAK), 2. Pillar 2 Indonesian Financial Accounting Standards (PSAK),
3. Pilar 3 Standar Akuntansi Keuangan Indonesia untuk Entitas Swasta/Standar Akuntansi 3. Pillar 3 Indonesian Financial Accounting Standards for Private Entities/Indonesian
Keuangan Indonesia untuk Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik, dan Financial Accounting Standards for Entities without Public Accountability, and
4. Pilar 4 Standar Akuntansi Keuangan Indonesia untuk Entitas Mikro Kecil dan Menengah. 4. Pillar 4 Indonesian Financial Accounting Standards for Micro Small and Medium
Entities.
Standar Akuntansi Keuangan Internasional International Financial Accounting Standard
Standar ini merupakan adopsi penuh dari International Financial Reporting Standards This standard is a full adoption of International Financial Reporting Standards (“IFRS”)
(“IFRS”) yang diterjemahkan kata demi kata dan tidak ada modifikasi dari Standar IFRS, which is translated in a word-for-word basis and there are no modifications from IFRS
termasuk tanggal efektifnya. Entitas yang memenuhi persyaratan dapat menerapkan standar ini, Standards, including the effective date. Entities that meet the requirements can apply this
sejak tanggal efektif. standard, from the effective date.
Nomenklatur Standar Akuntansi Keuangan Financial Accounting Standards Nomenclature
Standar ini mengatur penomoran baru untuk standar akuntansi keuangan yang berlaku di This standard regulates the new numbering for financial accounting standards applicable in
Indonesia yang diterbitkan oleh DSAK IAI. Indonesia issued by DSAK IAI.
Amandemen PSAK 1: Liabilitas Jangka Panjang dengan Kovenan Amendment of PSAK 1: Non-current Liabilities with Covenants
Amandemen ini menentukan persyaratan untuk mengklasifikasikan suatu liabilitas sebagai The amendments specify the requirements for classifying liabilities as current or non-current
jangka pendek atau jangka panjang dan menjelaskan: and clarify:
- hal yang dimaksud sebagai hak untuk menangguhkan pelunasan, - what is meant by a right to defer settlement,
- hak untuk menangguhkan pelunasan harus ada pada akhir periode pelaporan, - the right to defer must exist at the end of the reporting period,
- klasifikasi tersebut tidak dipengaruhi oleh kemungkinan entitas akan menggunakan haknya - classification is not affected by the likelihood that an entity will exercise its deferral right,
untuk menangguhkan liabilitas, dan and
- hanya jika derivatif melekat pada liabilitas konversi tersebut adalah suatu instrumen ekuitas, - only if an embedded derivative in a convertible liability is an equity instrument would the
maka syarat dan ketentuan dari suatu liabilitas konversi tidak akan berdampak pada terms and conditions of a liability will not impact its classification.
klasifikasinya.
Selain itu, persyaratan telah diperkenalkan untuk mewajibkan pengungkapan ketika suatu In addition, a requirement has been introduced to require disclosure when a liability arising
kewajiban timbul dari pinjaman perjanjian diklasifikasikan sebagai tidak lancar dan hak entitas from a loan agreement is classified as non-current and the entity’s right to defer settlement
untuk menunda penyelesaian bergantung pada kepatuhan terhadap persyaratan di masa depan is contingent on compliance with future covenants within twelve months.
dalam waktu dua belas bulan.
Amendemen tersebut berlaku efektif untuk periode pelaporan tahunan yang dimulai pada atau The amendments are effective for annual reporting periods beginning on or after January 1,
setelah 1 Januari 2024 secara retrospektif dengan penerapan dini diperkenankan. 2024 retrospectively with early adoption permitted.
Kelompok Usaha saat ini sedang menilai dampak dari amandemen tersebut untuk menentukan The Group is currently assessing the impact of the amendment to determine the impact they
dampaknya terhadap pelaporan keuangan Kelompok Usaha. will have on the Group’s financial reporting.
Page 19
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2024 For the Period Ended June 30, 2024
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
d. Standar akuntansi yang telah disahkan namun belum berlaku efektif (lanjutan) d. Accounting standards issued but not yet effective (continued)
Mulai efektif pada atau setelah tanggal 1 Januari 2024 (lanjutan) Effective beginning on or after January 1, 2024 (continued)
Amandemen PSAK 73: Liabilitas Sewa dalam Jual Beli dan Sewa-balik Amendment of PSAK 73: Lease liability in a Sale and Leaseback
Amandemen PSAK 73 Sewa menetapkan persyaratan yang digunakan penjual-penyewa The amendment to PSAK 73 Leases specifies the requirements that a seller-lessee uses in
dalam mengukur kewajiban sewa yang timbul dalam transaksi jual beli dan sewa-balik, untuk measuring the lease liability arising in a sale and leaseback transaction, to ensure the seller
memastikan penjual-penyewa tidak mengakui jumlah setiap keuntungan atau kerugian yang lessee does not recognise any amount of the gain or loss that relates to the right of use it
terkait dengan hak guna yang dipertahankan. retains.
Amandemen berlaku secara retrospektif untuk periode pelaporan tahunan yang dimulai pada The amendment to PSAK 73 Leases specifies the requirements that a seller-lessee uses in
atau setelah 1 Januari 2024. Penerapan dini diperkenankan. Kelompok Usaha saat ini sedang measuring the lease liability arising in a sale and leaseback transaction, to ensure the seller
menilai dampak dari amandemen tersebut untuk menentukan dampaknya terhadap pelaporan lessee does not recognise any amount of the gain or loss that relates to the right of use it
keuangan Kelompok Usaha. retains.
Amandemen PSAK 2 dan PSAK 60: Pengaturan Pembiayaan Pemasok Amendment of PSAK 2 and PSAK 60: Supplier Finance Arrangements
Amandemen PSAK 2 dan PSAK 60 mengklarifikasi karakteristik pengaturan pembiayaan The amendments to PSAK 2 and PSAK 60 clarify the characteristics of supplier finance
pemasok dan mensyaratkan pengungkapan tambahan atas pengaturan pembiayaan pemasok arrangements and require additional disclosure of such arrangements. The disclosure
tersebut. Persyaratan pengungkapan dalam amandemen ini dimaksudkan untuk membantu requirements in these amendments are intended to assist users of financial statements in
pengguna laporan keuangan dalam memahami dampak pengaturan pembiayaan pemasok understanding the effects of supplier finance arrangements on an entity’s liabilities, cash
terhadap liabilitas, arus kas, dan eksposur terhadap risiko likuiditas suatu entitas. flows and exposure to liquidity risk.
Amandemen ini akan berlaku efektif untuk periode pelaporan tahunan yang dimulai pada atau The amendments will be effective for annual reporting periods beginning on or after January
setelah 1 Januari 2024. Penerapan dini diperkenankan, namun perlu diungkapkan. Amandemen 1, 2024. Early adoption is permitted, but will need to be disclosed.The amendments are not
tersebut diperkirakan tidak mempunyai dampak material terhadap laporan keuangan Kelompok expected to have a material impact on the Group’s financial statements.
Usaha.
e. Transaksi dengan pihak-pihak berelasi e. Transactions with related parties
Perusahaan dan entitas anaknya melakukan transaksi dengan pihak berelasi sesuai dengan The Company and subsidiaries have transactions with related parties as defined in PSAK 7.
definisi yang diuraikan pada PSAK 7.
Transaksi ini dilakukan berdasarkan persyaratan yang disetujui oleh kedua belah pihak, yang The transactions are made based on terms agreed by the parties, which may not be the
mungkin tidak sama dengan transaksi lain yang dilakukan dengan pihak-pihak yang tidak same as those made with unrelated parties
berelasi.
Seluruh transaksi dan saldo yang signifikan dengan pihak-pihak berelasi telah diungkapkan All significant transactions and balances with related parties are disclosed in Note 42.
dalam Catatan 42.
Kecuali diungkapkan khusus sebagai pihak berelasi, maka pihak-pihak lain yang disebutkan Unless specifically identified as related parties, the parties disclosed in the Notes to the
dalam Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan pihak tidak berelasi. consolidated financial statements are unrelated parties.
Page 20
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2024 For the Period Ended June 30, 2024
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
f. Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing f. Foreign Currency Transactions and Balances
Laporan keuangan konsolidasian disajikan dalam Rupiah, yang merupakan mata uang The consolidated financial statements are presented in Rupiah, which is the Company’s
fungsional Perusahaan dan mata uang penyajian Kelompok Usaha. Transaksi dalam mata uang functional currency and the Group’s presentation currency. Transactions involving foreign
asing dicatat dalam mata uang Rupiah berdasarkan kurs yang berlaku pada saat transaksi currencies are recorded in Rupiah at the rates of exchange prevailing at the time the
dilakukan. Pada akhir periode pelaporan, aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing transactions are made. At the end of the reporting period, monetary assets and liabilities
dijabarkan ke dalam rupiah berdasarkan rata-rata kurs jual dan beli yang diterbitkan oleh Bank denominated in foreign currencies are adjusted to reflect the average buying and selling
Indonesia pada tanggal terakhir transaksi perbankan pada tahun yang bersangkutan. Laba atau rates of exchange quoted by Bank Indonesia at the closing of the last banking day of the
rugi selisih kurs yang timbul dikreditkan atau dibebankan pada operasi tahun berjalan. year. The resulting gains or losses are credited or charged to current operations.
Kurs yang digunakan pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut: The exchange rates used as of June 30, 2024 and December 31, 2023 were as follows:
30 Juni 2024/ 31 Desember 2023/
June 30, 2024 December 31, 2023
Dolar AS 16.355 15.416 US Dollar
Dolar Singapura 12.096 11.712 Singapore Dollar
Selanjutnya, untuk pungutan dan penyetoran pajak-pajak (PPN dan PPh) berkenaan dengan Furthermore, for the collection and remittance of taxes (VAT and income tax) related to
tagihan dan kewajiban dalam mata uang asing dibayarkan dengan rupiah dan dicatat sesuai claims and liabilities in foreign currency is payable in dollar and recorded based on the
dengan 'kurs pajak mingguan' yang berlaku pada tanggal diterbitkannya faktur pajak yang 'weekly tax rate' prevailing at the date of issuance of tax invoice.
bersangkutan.
Keuntungan atau kerugian dari selisih kurs, yang sudah terealisasi maupun yang belum, baik Realized or unrealized foreign exchange gains or losses arising from transactions in foreign
yang berasal dari transaksi dalam mata uang asing maupun penjabaran aset dan liabilitas currency and from the translation of foreign currency monetary assets and liabilities are
moneter dibebankan dalam laba rugi, kecuali jika ditangguhkan dalam penghasilan komprehensif recognized in profit or loss, except when deferred in other comprehensive income as
lain sebagai lindung nilai arus kas dan lindung nilai investasi neto yang memenuhi syarat. qualifying cash flow hedges and qualifying net investment hedges.
g. Kas dan setara kas g. Cash and cash equivalents
Kas dan setara kas terdiri dari kas, bank dan deposito berjangka yang jatuh tempo dalam 3 (tiga) Cash and cash equivalents are cash on hand, cash in banks and time deposits with maturity
bulan atau kurang dari tanggal penempatannya dan tidak digunakan sebagai jaminan atau periods of 3 (three) months or less at the time of placement and which are not used as
dibatasi penggunaannya. collateral or not restricted.
Deposito berjangka dengan jangka waktu lebih dari 3 (tiga) bulan tapi tidak melebihi 1 (satu) Time deposits with maturities of more than 3 (three) months but not exceeding 1 (one) year
tahun dari tanggal penempatannya disajikan sebagai bagian dari “investasi jangka pendek”. at the time of placement are presented as part of “short-term investment”.
Kas dan setara kas yang dibatasi penggunaannya disajikan sebagai “kas yang dibatasi Cash and cash equivalents which are restricted are included within “restricted cash”.
penggunaannya”.
h. Instrumen keuangan h. Financial instruments
Instrumen keuangan adalah setiap kontrak yang memberikan aset keuangan bagi satu entitas A financial instrument is any contract that gives rise to a financial asset of one entity and a
dan liabilitas keuangan atau ekuitas bagi entitas lain. financial liability or equity instrument of another entity.
h.1 Aset keuangan h.1. Financial assets
Pengakuan dan pengukuran awal Initial recognition and measurement
Pada pengakuan awal, Kelompok Usaha mengukur aset keuangan pada nilai wajarnya At initial recognition, the Group measures a financial asset at its fair value plus
ditambah biaya transaksi, dalam hal aset keuangan tidak diukur pada nilai wajar melalui transaction costs, in the case of a financial asset not measured at fair value
laba rugi (“NWLR”). Piutang usaha yang tidak mengandung komponen pembiayaan through profit or loss (“FVTPL”). Trade receivables that do not contain a significant
yang signifikan, dimana Kelompok Usaha telah menerapkan cara praktis, diukur pada financing component, for which the Group has applied the practical expedient are
harga transaksi yang ditentukan sesuai PSAK 72. measured at the transaction price determined under PSAK 72.
Agar aset keuangan diklasifikasikan dan diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau Agar aset keuangan diklasifikasikan dan diukur pada biaya perolehan diamortisasi
nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain (“NWPKL”), aset keuangan harus atau nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain (“NWPKL”), aset keuangan
menghasilkan arus kas yang semata dari pembayaran pokok dan bunga (“SPPB”) dari harus menghasilkan arus kas yang semata dari pembayaran pokok dan bunga
jumlah pokok terutang. Penilaian ini disebut sebagai uji SPPB dan dilakukan pada (“SPPB”) dari jumlah pokok terutang. Penilaian ini disebut sebagai uji SPPB dan
tingkat instrumen. dilakukan pada tingkat instrumen.
Model bisnis Kelompok Usaha untuk mengelola aset keuangan mengacu pada The Group’s business model for managing financial assets refers to how it
bagaimana mereka mengelola aset keuangannya untuk menghasilkan arus kas. Model manages its financial assets in order to generate cash flows. The business model
bisnis menentukan apakah arus kas akan dihasilkan dari penerimaan arus kas determines whether cash flows will result from collecting contractual cash flows,
kontraktual, penjualan aset keuangan, atau keduanya. selling the financial assets, or both.
Page 21
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2024 For the Period Ended June 30, 2024
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
h. Instrumen keuangan (lanjutan) h. Financial instruments (continued)
h.1 Aset keuangan h.1. Financial assets
Pengukuran selanjutnya Subsequent measurement
Untuk tujuan pengukuran selanjutnya, aset keuangan diklasifikasikan dalam empat For purposes of subsequent measurement, financial assets are classified in four
kategori: categories:
- Aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi (instrumen utang), - Financial assets at amortized cost (debt instruments),
- Aset keuangan pada NWPKL dengan reklasifikasi ke keuntungan dan kerugian - Financial assets at FVOCI with reclassification of cumulative gains
kumulatif (instrumen utang), and losses (debt instruments),
- Aset keuangan pada NWPKL tanpa reklasifikasi ke keuntungan dan kerugian - Financial assets designated at FVOCI with no reclassification of
kumulatif atas pelepasan (instrumen ekuitas), dan cumulative gains and losses upon derecognition (equity instruments), and
- NWLR. - FVTPL
Kelompok Usaha mengukur aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi jika The Group measures financial assets at amortized cost if both of the following
kedua kondisi berikut ini terpenuhi: conditions are met:
i. Aset keuangan dimiliki dalam model bisnis dengan tujuan untuk memiliki aset i. The financial asset is held within a business model with the objective
keuangan dalam rangka mendapatkan arus kas kontraktual, dan to hold financial assets in order to collect contractual cash flows, and
ii. Persyaratan kontraktual dari aset menghasilkan arus kas pada tanggal tertentu yang ii. The contractual terms of the financial asset give rise on specified
merupakan SPPB dari jumlah pokok terutang. dates to cash flows that are SPPI on the principal amount outstanding.
Aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi selanjutnya diukur Financial assets at amortized cost are subsequently measured using the effective
dengan menggunakan metode suku bunga efektif (“SBE”) dan menjadi subjek interest rate (“EIR”) method and are subject to impairment. Gains and losses are
penurunan nilai. Keuntungan dan kerugian diakui dalam laba rugi pada saat aset recognized in profit or loss when the asset is derecognized, modified or impaired.
dihentikan pengakuannya, dimodifikasi atau diturunkan nilainya.
Aset keuangan Kelompok Usaha yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi The Group’s financial assets at amortized cost includes cash and cash equivalent,
termasuk kas dan setara kas, investasi jangka pendek, piutang usaha, piutang lain-lain, short-term investment, trade receivables, other receivables, accrued revenues,
pendapatan yang masih harus diterima, dan investasi jangka panjang. and long-term investment.
Untuk instrumen keuangan yang diukur pada NWPKL, pendapatan bunga, revaluasi For financial instruments at FVOCI, interest income, foreign exchange revaluation
mata uang asing dan kerugian penurunan nilai atau pembalikan diakui dalam laporan and impairment losses or reclassification are recognized in the statement of profit
laba rugi dan dihitung dengan cara yang sama seperti untuk aset keuangan yang diukur or loss and computed in the same manner as for financial assets measured at
pada biaya perolehan diamortisasi. Perubahan nilai wajar yang tersisa diakui di PKL. amortized cost. The remaining fair value changes are recognized in OCI. Upon
Pada saat penghentian pengakuan, perubahan nilai wajar kumulatif yang diakui di PKL derecognition, the cumulative fair value change recognized in OCI is reclassified to
direklasifikasi ke laba rugi. profit or loss.
Aset keuangan Kelompok Usaha yang diukur pada NWPKL termasuk investasi pada The Group’s financial assets at FVOCI includes investments in shares.
saham.
Penghentian Pengakuan Derecognition
Aset keuangan (atau, sesuai dengan kondisinya, bagian dari aset keuangan atau bagian A financial asset (or, where applicable, a part of a financial asset or part of a group
dari kelompok aset keuangan serupa) terutama dihentikan pengakuannya (yaitu, of similar financial assets) is primarily derecognized (i.e., removed from the Group’s
dihapuskan dari laporan posisi keuangan Kelompok Usaha) ketika: statement of financial position) when:
- Hak untuk menerima arus kas dari aset telah berakhir, atau - The rights to receive cash flows from the asset have expired, or
- Kelompok Usaha telah mengalihkan haknya untuk menerima arus kas dari aset atau - The Group has transferred its rights to receive cash flows from the asset or has
menanggung kewajiban untuk membayar arus kas yang diterima tersebut secara assumed an obligation to pay the received cash flows in full without material delay
penuh tanpa penundaan yang material kepada pihak ketiga berdasarkan to a third party under a ‘pass-through’ arrangement; and either (a) the Group has
kesepakatan ‘pass-through’, dan salah satu dari (a) Kelompok Usaha telah transferred substantially all the risks and rewards of the asset, or (b) the Group
mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat atas aset, atau (b) has neither transferred nor retained substantially all the risks and rewards of the
Kelompok Usaha tidak mengalihkan maupun tidak memiliki secara substansial atas asset, but has transferred control of the asset.
seluruh risiko dan manfaat atas aset, tetapi telah mengalihkan kendali atas aset.
Ketika Kelompok Usaha telah mengalihkan haknya untuk menerima arus kas dari suatu When the Group has transferred its rights to receive cash flows from an asset or
aset atau telah menandatangani kesepakatan ‘pass-through’, Kelompok Usaha has entered into a pass-through arrangement, it evaluates if, and to what extent, it
mengevaluasi jika, dan sejauh mana, Kelompok Usaha masih mempertahankan risiko has retained the risks and rewards of ownership. When it has neither transferred
dan manfaat atas kepemilikan aset. Ketika Kelompok Usaha tidak mengalihkan maupun nor retained substantially all of the risks and rewards of the asset, nor transferred
seluruh risiko dan manfaat atas aset dipertahankan secara substansial, maupun tidak control of the asset, the Group continues to recognize the transferred asset to the
mengalihkan kendali atas aset, Kelompok Usaha tetap mengakui aset yang dialihkan extent of its continuing involvement. In that case, the Group also recognizes an
sebesar keterlibatan berkelanjutannya. Dalam kasus tersebut, Kelompok Usaha juga associated liability. The transferred asset and the associated liability are measured
mengakui liabilitas terkait. Aset yang dialihkan dan liabilitas terkait diukur dengan basis on a basis that reflects the rights and obligations that the Group has retained.
yang mencerminkan hak dan kewajiban yang masih dipertahankan oleh Kelompok
Usaha.
Keterlibatan berkelanjutan dalam bentuk jaminan atas aset yang ditransfer, diukur pada Continuing involvement that takes the form of a guarantee over the transferred
nilai yang lebih rendah antara jumlah tercatat awal aset dan jumlah maksimum imbalan asset is measured at the lower of the original carrying amount of the asset and the
yang dibutuhkan oleh Kelompok Usaha untuk membayar kembali. maximum amount of consideration that the Group could be required to repay.
Page 22
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2024 For the Period Ended June 30, 2024
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
h. Instrumen keuangan (lanjutan) h. Financial instruments (continued)
h.1 Aset keuangan h.1. Financial assets
Penurunan nilai aset keuangan Impairment of financial assets
Kelompok Usaha mengakui penyisihan Kerugian Kredit Ekspektasian (“KKE”) untuk The Group recognizes an allowance for Expected Credit Loss (“ECL”) for all debt
semua instrumen utang yang bukan diukur pada NWLR dan kontrak jaminan keuangan. instruments not held at FVTPL and financial guarantee contracts. ECLs are based
KKE ditentukan atas perbedaan antara arus kas kontraktual menurut kontrak dan on the difference between the contractual cash flows due in accordance with the
semua arus kas yang diharapkan akan diterima oleh Kelompok Usaha, yang contract and all the cash flows that the Group expects to receive, discounted at an
didiskontokan dengan perkiraan SBE orisinal. Arus kas yang diharapkan mencakup approximation of the original EIR. The expected cash flows include any cash flows
setiap arus kas dari penjualan agunan yang dimiliki atau perbaikan kredit lainnya yang from the sale of collateral held or other credit enhancements that are integral to the
merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam ketentuan kontrak. contractual terms.
KKE diakui dalam dua tahap. Bila belum terdapat peningkatan risiko kredit signifikan ECLs are recognized in two stages. When there have not been significant
sejak pengakuan awal, KKE diakui untuk kerugian kredit yang dihasilkan dari peristiwa increases in credit risks since initial recognition, ECLs are provided for credit
gagal bayar yang mungkin terjadi dalam jangka waktu 12 bulan ke depan (KKE 12 losses that result from default events that are possible within the next 12-months (a
bulan). Namun, bila telah terdapat peningkatan signifikan risiko kredit sejak pengakuan 12-month ECL). However, when there have been significant increases in credit
awal, penyisihan kerugian diakui untuk kerugian kredit yang diperkirakan selama sisa risks since initial recognition, a loss of allowance is recognized for credit losses
umur aset, tanpa mempertimbangkan waktu gagal bayar (KKE sepanjang umurnya). expected over the remaining life of the asset, irrespective of timing of the default (a
lifetime ECL).
Karena piutang usaha tidak memiliki komponen pembiayaan signifikan, Kelompok Because its trade receivables do not contain significant financing component, the
Usaha menerapkan pendekatan yang disederhanakan dalam perhitungan KKE. Oleh Group applies a simplified approach in calculating ECL. Therefore, the Group does
karena itu, Kelompok Usaha tidak menelusuri perubahan dalam risiko kredit, namun not track changes in credit risk, but instead recognizes a loss of allowance based
justru mengakui penyisihan kerugian berdasarkan KKE sepanjang umurnya pada setiap on lifetime ECL at each reporting date. The Group established a provision matrix
tanggal pelaporan. Kelompok Usaha membentuk matriks provisi berdasarkan that is based on its historical credit loss experience, adjusted for forward-looking
pengalaman kerugian kredit masa lampau, disesuaikan dengan perkiraan masa depan factors specific to the debtors and the economic environment.
(forward-looking) atas faktor yang spesifik untuk debitur dan lingkungan ekonomi.
Untuk aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi, jumlah kerugian For financial assets carried at amortised cost, the amount of the impairment loss is
penurunan nilai merupakan selisih antara jumlah tercatat aset keuangan dengan nilai measured as the difference between the asset’s carrying amount and the present
kini dari estimasi arus kas masa depan yang didiskontokan menggunakan suku bunga value of estimated future cash flows, discounted at the financial asset’s original
efektif awal dari aset keuangan. effective interest rate.
Jumlah tercatat aset keuangan tersebut dikurangi dengan kerugian penurunan nilai The carrying amount of the financial asset is reduced by the impairment loss
secara langsung atas seluruh aset keuangan, kecuali piutang yang jumlah tercatatnya directly for all financial assets with the exception of receivables, where the carrying
dikurangi melalui penggunaan akun cadangan piutang. Jika piutang tidak tertagih, amount is reduced through the use of an allowance account. When a receivable is
piutang tersebut dihapuskan melalui akun cadangan piutang. considered uncollectible, it is written off against the allowance account.
Pemulihan kemudian dari jumlah yang sebelumnya telah dihapuskan dikreditkan Subsequent recoveries of amounts previously written off are credited against the
terhadap akun cadangan. Perubahan jumlah tercatat akun cadangan piutang diakui allowance account. Changes in the carrying amount of the allowance account are
dalam laba rugi. recognized in profit or loss.
h.2 Liabilitas keuangan h.2. Financial liabilities
Pengakuan dan pengukuran awal Initial recognition and measurement
Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada nilai Financial liabilities are classified as financial liabilities at fair value through profit or
wajar melalui laba rugi atau liabilitas keuangan pada biaya perolehan diamortisasi. loss or financial liabilities at amortized cost. The Group determines the
Kelompok Usaha menentukan klasifikasi liabilitas keuangan mereka pada saat classification of its financial liabilities at initial recognition.
pengakuan awal.
Liabilitas keuangan awalnya diukur sebesar nilai wajarnya. Biaya transaksi yang dapat Financial liabilities are initially measured at fair value. Transaction costs that are
diatribusikan secara langsung dengan perolehan liabilitas keuangan (selain liabilitas directly attributable to the acquisition of financial liabilities (other than financial
keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi) ditambahkan atau dikurangkan liabilities at fair value through profit or loss) are added to or deducted from the fair
dari nilai wajar liabilitas keuangan, yang sesuai, pada pengakuan awal. Biaya transaksi value of the financial liabilities, as appropriate, on initial recognition. Transaction
yang dapat diatribusikan secara langsung dengan perolehan liabilitas keuangan yang costs directly attributable to the acquisition of financial liabilities at fair value
diukur pada nilai wajar melalui laba rugi langsung diakui dalam laba rugi. through profit or loss are recognized immediately in profit or loss.
Liabilitas keuangan Kelompok Usaha terdiri dari utang usaha, utang lain-lain, utang bank The Group’s financial liabilities consist of trade payables, other payables, short-
jangka pendek, liabilitas imbalan kerja jangka pendek, beban akrual, utang obligasi dan term bank loans, short-term employee benefits liability, accrued expenses, bonds
sukuk ijarah, utang bank jangka panjang dan liabilitas sewa diklasifikasikan sebagai payable and sukuk ijarah, long-term bank loans and lease liabilities classified as
liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi. Kelompok Usaha tidak financial liabilities at amortized cost. The Group has no financial liabilities
memiliki liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi. measured at fair value through profit or loss.
Biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung dengan perolehan liabilitas Transaction costs directly attributable to the acquisition of financial liabilities at fair
keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi langsung diakui dalam laba rugi. value through profit or loss are recognized immediately in profit or loss.
Page 23
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2024 For the Period Ended June 30, 2024
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
h. Instrumen keuangan (lanjutan) h. Financial instruments (continued)
h.2 Liabilitas keuangan (lanjutan) h.2. Financial liabilities (continued)
Pengukuran Selanjutnya Subsequent Measurement
Setelah pengakuan awal, liabilitas keuangan yang dikenakan bunga diukur pada biaya After initial recognition, interest-bearing financial liabilities are subsequently
perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode SBE. measured at amortized cost using the EIR method.
Pada tanggal pelaporan, beban bunga akrual dicatat secara terpisah dari pokok At the reporting dates, accrued interest expenses is recorded separately from the
pinjaman terkait dalam bagian liabilitas jangka pendek. Keuntungan atau kerugian harus associated borrowings within the current liabilities section. Gains and losses are
diakui dalam laba rugi ketika liabilitas tersebut dihentikan pengakuannya serta melalui recognized in profit or loss when the liabilities are derecognized as well as through
proses amortisasi SBE. the EIR amortization process.
Biaya perolehan diamortisasi dihitung dengan mempertimbangkan diskonto atau At the reporting dates, accrued interest expenses is recorded separately from the
premium atas perolehan dan komisi atau biaya yang merupakan bagian tidak associated borrowings within the current liabilities section. Gains and losses are
terpisahkan dari SBE. Amortisasi SBE dicatat sebagai “Beban Keuangan” dalam laba recognized in profit or loss when the liabilities are derecognized as well as through
rugi. the EIR amortization process.
Penghentian Pengakuan Derecognition
Suatu liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya pada saat kewajiban yang A financial liability is derecognized when it is extinguished, that is when the
ditetapkan dalam kontrak dihentikan atau dibatalkan atau kadaluwarsa. obligation specified in the contract is discharged or cancelled or expired.
Ketika sebuah liabilitas keuangan ditukar dengan liabilitas keuangan lain dari pemberi When an existing financial liability is replaced by another from the same lender on
pinjaman yang sama atas persyaratan yang secara substansial berbeda, atau bila substantially different terms, or the terms of an existing financial liability are
persyaratan dari liabilitas keuangan tersebut secara substansial dimodifikasi, pertukaran substantially modified, such an exchange or modification is treated as
atau modifikasi persyaratan tersebut dicatat sebagai penghentian pengakuan liabilitas derecognition of the original financial liability and recognition of a new financial
keuangan awal dan pengakuan liabilitas keuangan baru, dan selisih antara nilai tercatat liability, and the difference in the respective carrying amounts is recognized in the
masing-masing liabilitas keuangan tersebut diakui pada laba rugi. profit or loss.
h.3 Reklasifikasi instrumen keuangan h.3. Reclassification of financial instruments
Kelompok Usaha diperkenankan untuk melakukan reklasifikasi atas aset keuangan yang The Group is allowed to reclassify the financial assets owned if the Group changes
dimiliki jika Kelompok Usaha mengubah model bisnis untuk pengelolaan aset keuangan the business model for the management of financial assets and the Group is not
dan Kelompok Usaha tidak diperkenankan untuk melakukan reklasifikasi atas liabilitas allowed to reclassify the financial liabilities.
keuangan.
Perubahan model bisnis sifatnya harus berdampak secara signifikan terhadap kegiatan Changes in the business model should significantly impact the Group's operational
operasional Kelompok Usaha seperti memperoleh, melepaskan, atau mengakhiri suatu activities such as acquiring, releasing or ending a line of business. In addition, the
lini bisnis. Selain itu, Kelompok Usaha perlu membuktikan adanya perubahan tersebut Group needs to prove the change to external parties.
kepada pihak eksternal.
Yang bukan merupakan perubahan model bisnis adalah: (a) perubahan intensi The following are not considered as change in business model: (a) the change of
berkaitan dengan aset keuangan tertentu (bahkan dalam situasi perubahan signifikan intention relates to certain financial assets (even in situations of significant
dalam kondisi pasar), (b) hilangnya sementara pasar tertentu untuk aset keuangan, dan changes in market conditions), (b) temporary loss of certain markets for financial
(c) pengalihan aset keuangan antara bagian dari Kelompok Usaha dengan model bisnis assets, and (c) the transfer of financial assets between parts of the Group and
berbeda. different business models.
h.4 Saling hapus instrumen keuangan h.4. Offsetting of financial instruments
Aset keuangan dan liabilitas keuangan disalinghapuskan dan nilai netonya disajikan Financial assets and financial liabilities are offset and the net amount presented in
dalam laporan posisi keuangan konsolidasian jika Kelompok Usaha memiliki hak yang the consolidated statement of financial position when the Group has a legally
dapat dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah enforceable right to set off the recognized amounts; and intends either to settle on
diakui; dan berintensi untuk menyelesaikan secara neto atau untuk merealisasikan aset a net basis, or to realise the asset and settle the liability simultaneously. A right to
dan menyelesaikan liabilitasnya secara simultan. Hak saling hapus harus ada pada saat offset must be available today rather than being contingent on a future event and
ini daripada bersifat kontinjen atas terjadinya suatu peristiwa di masa depan dan harus must be exercisable by any of the counterparties, both in the normal course of
dieksekusi oleh pihak lawan, baik dalam situasi bisnis normal dan dalam peristiwa gagal business and in the event of default, insolvency, or bankruptcy.
bayar, peristiwa kepailitan, atau kebangkrutan.
h.5 Pengukuran nilai wajar h.5. Fair value measurement
Kelompok Usaha mengukur pada pengakuan awal instrumen keuangan pada nilai The Group initially measures financial instruments at fair value, and assets and
wajar, dan aset dan liabilitas yang diakuisisi pada kombinasi bisnis. Kelompok Usaha liabilities of the acquirees upon business combinations. It also measures certain
juga mengukur jumlah terpulihkan dari UPK tertentu berdasarkan nilai wajar dikurangi recoverable amounts of the CGU using fair value less cost of disposal (“FVLCD”).
biaya pelepasan (“FVLCD”).
Nilai wajar adalah harga yang akan diterima dari menjual suatu aset atau harga yang Fair value is the price that would be received to sell an asset or paid to transfer a
akan dibayar untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku liability in an orderly transaction between market participants at the measurement
pasar pada tanggal pengukuran. Pengukuran nilai wajar mengasumsikan bahwa date. The fair value measurement is based on the presumption that the transaction
transaksi untuk menjual aset atau mengalihkan liabilitas terjadi: to sell the asset or transfer the liability takes place either:
- di pasar utama untuk aset atau liabilitas tersebut, atau - in the principal market for the asset or liability, or
- jika tidak terdapat pasar utama, di pasar yang paling menguntungkan untuk aset - in the absence of a principal market, in the most advantageous
atau liabilitas tersebut. market for the asset or liability.
Pasar utama atau pasar yang paling menguntungkan tersebut harus dapat diakses oleh The principal or the most advantageous market must be accessible to by the
Kelompok Usaha. Group.
Page 24
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2024 For the Period Ended June 30, 2024
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
i. Persediaan i. Inventories
Persediaan dinyatakan sebesar nilai terendah antara biaya perolehan atau nilai realisasi neto. Inventories are stated at the lower of cost or net realizable value. Cost is determined using
Biaya perolehan ditentukan dengan metode rata-rata tertimbang dan termasuk semua the weighted average cost method and includes expenditure incurred in acquiring the
pengeluaran untuk memperoleh persediaan, biaya produksi atau konversi, dan biaya lainnya inventories, production or conversion costs and other costs incurred in bringing the
yang timbul untuk membawa persediaan ke tempat dan kondisi saat ini. Biaya tersebut tidak inventory to its existing location and condition. It excludes borrowing costs. Net realizable
termasuk biaya pinjaman. Nilai realisasi neto adalah estimasi harga penjualan dalam kegiatan value is the estimated sales amount in the ordinary course of business less the costs of
usaha normal dikurangi dengan biaya penyelesaian dan penjualannya. completion and selling expenses.
Penyisihan persediaan usang dibentuk untuk mengurangi jumlah tercatat persediaan ke nilai Allowance for inventory obsolescence is provided to reduce the carrying amount of
realisasi netonya yang ditentukan melalui pengujian berkala atas estimasi penggunaan atau inventories to their net realizable value based on the periodic review of the estimated future
penjualan masing-masing jenis persediaan di masa yang akan datang. usage or sale of individual inventory items.
j. Beban dibayar di muka j. Prepaid expenses
Biaya dibayar dimuka diamortisasi selama masa manfaat masing-masing biaya dengan metode Prepaid expenses are amortized over their beneficial periods using the straight-line method
garis lurus dan disajikan sebagai aset lancar atau aset tidak lancar sesuai dengan sifatnya and are presented as current assets or non-current asset based on their respective nature.
masing-masing.
k. Investasi pada entitas asosiasi k. Investments in associates
Entitas asosiasi adalah entitas yang terhadapnya Kelompok Usaha memiliki pengaruh signifikan. An associate is an entity over which the Group has significant influence. Significant
Pengaruh signifikan adalah kekuasaan untuk berpartisipasi dalam keputusan kebijakan influence is the power to participate in the financial and policy decisions of the investee, but
keuangan dan operasional investee, tetapi tidak mengendalikan atau mengendalikan bersama is not control or joint control over those policies.
atas kebijakan tersebut.
Pertimbangan yang dibuat dalam menentukan pengaruh signifikan adalah serupa dengan hal-hal The considerations made in determining significant influence are similar to those necessary
yang diperlukan dalam menentukan kendali atas entitas anak. to determine control over subsidiaries.
Investasi Kelompok Usaha pada entitas asosiasi dicatat dengan menggunakan metode ekuitas. The Group’s investment in its associate is accounted for using the equity method. Under the
Dalam metode ekuitas, investasi awalnya diakui pada harga perolehan. Nilai tercatat investasi equity method, the investment in an associate is initially recognized at cost. The carrying
disesuaikan untuk mengakui perubahan bagian Kelompok Usaha atas aset neto entitas asosiasi amount of the investment is adjusted to recognize changes in the Group’s share of net
sejak tanggal perolehan. Goodwill yang terkait dengan entitas asosiasi termasuk dalam jumlah assets of the associate since the acquisition date. Goodwill relating to the associate is
tercatat investasi dan tidak diamortisasi maupun diuji secara individual untuk penurunan nilai. included in the carrying amount of the investment and is neither amortized nor tested for
impairment individually.
Laba rugi konsolidasian mencerminkan bagian dari Kelompok Usaha atas hasil operasi dari The consolidated profit or loss reflects the Group’s share of the results of operations of the
entitas asosiasi. Perubahan PKL dari entitas asosiasi disajikan sebagai bagian dari PKL associate. Any change in OCI of the associate is presented as part of the Group’s OCI. In
Kelompok Usaha. Selain itu, bila terdapat perubahan yang diakui langsung pada ekuitas entitas addition, when there has been a change recognized directly in the equity of the associate,
asosiasi, Kelompok Usaha mengakui bagiannya atas perubahan, jika sesuai, dalam laporan the Group recognizes its share of any changes, when applicable, in the consolidated
perubahan ekuitas konsolidasian. Laba atau rugi yang belum direalisasi sebagai hasil dari statement of changes in equity. Unrealized gains and losses resulting from transactions
transaksi-transaksi antara Kelompok Usaha dengan entitas asosiasi dieliminasi sesuai dengan between the Group and the associate are eliminated to the extent of the interest in the
kepentingan dalam entitas asosiasi. associate.
Gabungan bagian Kelompok Usaha atas laba rugi entitas asosiasi disajikan pada muka laporan The aggregate of the Group’s share of profit or loss of an associate is shown on the face of
laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian (sebagai laba atau rugi) di luar laba the consolidated statement of profit or loss and other comprehensive income (as profit or
usaha dan mencerminkan laba atau rugi setelah pajak dan kepentingan nonpengendali pada loss) outside operating profit and represents profit or loss after tax and NCI in the
entitas anak dari entitas asosiasi. subsidiaries of the associate.
Laporan keuangan entitas asosiasi disusun atas periode pelaporan yang sama dengan The financial statements of the associate are prepared for the same reporting period of the
Kelompok Usaha. Group.
Setelah penerapan metode ekuitas, Kelompok Usaha menentukan apakah diperlukan untuk After application of the equity method, the Group determines whether it is necessary to
mengakui tambahan rugi penurunan nilai atas investasi Kelompok Usaha dalam entitas asosiasi. recognize an additional impairment loss on the Group’s investment in its associate. The
Kelompok Usaha menentukan pada setiap tanggal pelaporan apakah terdapat bukti yang Group determines at each reporting date whether there is any objective evidence that the
obyektif yang mengindikasikan bahwa investasi dalam entitas asosiasi mengalami penurunan investment in the associate is impaired. If this is the case, the Group calculates the amount
nilai. Dalam hal ini, Kelompok Usaha menghitung jumlah penurunan nilai berdasarkan selisih of impairment as the difference between the recoverable amount of the investment in
antara jumlah terpulihkan atas investasi dalam entitas asosiasi dan nilai tercatatnya dan associate and it’s carrying value, and recognizes the amount in profit or loss.
mengakuinya dalam laba rugi.
Pada saat kehilangan pengaruh signifikan atas entitas asosiasi, Kelompok Usaha mengukur dan Upon loss of significant influence over the associate, the Group measures and recognizes
mengakui bagian investasi tersisa pada nilai wajar. Selisih antara nilai tercatat entitas asosiasi any retained investment at its fair value. Any difference between the carrying amount of the
dan nilai wajar investasi yang tersisa dan penerimaan dari pelepasan investasi diakui pada laba associate and the fair value of the retained investment and proceeds from disposal is
rugi. recognized in profit or loss.
l. Properti investasi l. Investment properties
Properti investasi merupakan properti (tanah atau bangunan atau bagian dari suatu bangunan Investment properties represents properties (land or building - or part of a building - or both)
atau keduanya) yang dikuasai Kelompok Usaha untuk menghasilkan rental atau untuk kenaikan held by the Group to earn rental or for capital appreciation or both, rather than for use in the
nilai atau kedua-duanya dan tidak untuk digunakan dalam produksi atau penyediaan barang atau production or supply of goods or services or for administrative purposes or sale in the
jasa untuk tujuan administratif atau dijual dalam kegiatan usaha. ordinary course of business.
Page 25
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2024 For the Period Ended June 30, 2024
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
l. Properti investasi (lanjutan) l. Investment properties (continued)
Properti investasi dinyatakan sebesar biaya perolehan termasuk biaya transaksi dikurangi Investment properties are stated at cost including transaction cost less accumulated
akumulasi penyusutan dan penurunan nilai, jika ada. Jumlah tercatat termasuk bagian biaya depreciation and any impairment in value, if any. The carrying amount includes the cost of
penggantian dari properti investasi yang ada pada saat terjadinya biaya, jika kriteria pengakuan replacement of an existing investment property in the year such costs are incurred, if the
terpenuhi dan tidak termasuk biaya harian penggunaan properti investasi tersebut. recognition criteria are met and does not include the cost of daily use of the investment
property.
Kelompok Usaha telah memilih model biaya untuk mencatat properti investasinya. The Group has chosen the cost model to record for its investment properties.
Penyusutan bangunan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus selama estimasi umur Depreciation of buildings are calculated using the straight-line method based on the
manfaat aset 20 (dua puluh) tahun. estimated useful lifes of the assets 20 (twenty) years.
Properti investasi dihentikan pengakuannya pada saat pelepasan atau ketika properti investasi Investment properties are derecognized when either it has been disposed of or when it is
tersebut tidak digunakan lagi secara permanen dan tidak memiliki manfaat ekonomis di masa permanently withdrawn from use and no future benefit is expected from its disposal. Any
depan yang dapat diharapkan pada saat pelepasannya. Keuntungan atau kerugian yang timbul gains or losses on the retirement or disposal of investment properties are recognized in the
dari penghentian atau pelepasan properti investasi diakui dalam laporan laba rugi dan consolidated statements of profit or loss and other comprehensive income in the period of
penghasilan komprehensif lain konsolidasian dalam periode terjadinya penghentian atau retirement or disposal.
pelepasan tersebut.
Transfer ke properti investasi dilakukan jika, dan hanya jika, terdapat perubahan penggunaan Transfers to investment property are made when, and only when, there is a change in use,
yang ditunjukkan dengan berakhirnya pemakaian oleh pemilik, dimulainya sewa operasi ke pihak evidenced by the end of owner occupation, commencement of an operating lease to
lain atau selesainya pembangunan atau pengembangan. Transfer dari properti investasi another party or completion of construction or development. Transfers from investment
dilakukan jika dan hanya jika terdapat perubahan penggunaan yang ditunjukkan dengan property are made when, and only when, there is a change in use, evidenced by
dimulainya penggunaan oleh pemilik atau dimulainya pengembangan yang bertujuan untuk dijual. commencement of owner occupation or commencement of development with a view to sale.
Untuk transfer dari properti investasi ke aset yang digunakan dalam operasi, Kelompok Usaha For a transfer from investment property to an asset used in operations, the Group uses the
menggunakan metode biaya pada tanggal perubahan penggunaan. Jika aset yang digunakan cost method at the date of change in use. If the asset used by the Group becomes an
Kelompok Usaha menjadi properti investasi, Kelompok Usaha mencatat aset tersebut sesuai investment property, the Group accounts for the asset in accordance with the policy stated
dengan kebijakan aset tetap sampai dengan tanggal terakhir perubahan penggunaannya. under fixed assets up to the date of change in use.
m. Aset tetap m. Fixed assets
Aset tetap, kecuali hak atas tanah, dinyatakan sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi Fixed assets, except landrights, are stated at cost less accumulated depreciation and
penyusutan dan rugi penurunan nilai, jika ada. Biaya perolehan termasuk biaya penggantian impairment loss, if any. Such cost includes the cost of replacing part of the fixed assets
bagian aset tetap saat biaya tersebut terjadi, jika memenuhi kriteria pengakuan. when that cost is incurred, if the recognition criteria are met. .
Selanjutnya, pada saat inspeksi yang signifikan dilakukan, biaya inspeksi itu diakui ke dalam
jumlah tercatat (carrying amount) aset tetap sebagai suatu penggantian jika memenuhi kriteria Likewise, when a major inspection is performed, its cost is recognized in the carrying
pengakuan. Apabila terdapat kewajiban untuk membongkar dan memindahkan aset tetap maka amount of the fixed assets as a replacement if the recognition criteria are met. In the case of
beban yang terkait akan ditambahkan ke biaya perolehan aset tetap yang bersangkutan dan mandatory dismantling and asset removals, the related costs are added to the cost of the
kewajiban atas biaya terkait tersebut diakui. relevant assets and obligations related to the cost are recognized to cover the costs.
Semua biaya pemeliharaan dan perbaikan yang tidak memenuhi kriteria pengakuan diakui dalam All other repairs and maintenance costs that do not meet the recognition criteria are
laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian pada saat terjadinya. Aset recognized in consolidated statement of profit or loss and other comprehensive income as
tetap, kecuali hak atas tanah, disusutkan dengan metode garis lurus berdasarkan estimasi masa incurred. Depreciation of fixed assets, except for landrights, is computed using the straight-
manfaat masing-masing aset tetap sebagai berikut: line method over the estimated useful lives of the assets as follows:
Umur Ekonomi/
Useful Life
Golongan Aset (Tahun/years) Group of Assets
Bangunan (lapangan) 20 - 60 Structure (fields)
Gedung-gedung 20 - 50 Buildings
Alat perhubungan udara 10 - 15 Aviation equipment
Kendaraan 5 - 10 Vehicle
Instalasi 5 - 20 Instalation
Peralatan 5 - 15 Equipment
Efektif 1 Januari 2022, Perusahaan merubah umur manfaat atas aset tetap tertentu Effective 1 January 2022, the Company change the useful lives of certain fixed assets (Note
(Catatan 16). 16).
Biaya pengurusan untuk memperpanjang atau memperbaharui hak atas tanah diakui sebagai The legal cost of landrights to extend or renew the landrights are recognized as intangible
aset takberwujud dan diamortisasi sepanjang umur hukum hak atau umur ekonomis tanah, mana assets and is amortized over the shorter of the rights’ legal life or the land’s economic life.
yang lebih pendek.
Biaya pemeliharaan dan perbaikan diakui sebagai beban pada saat terjadinya. Pengeluaran yang Maintenance and repair costs are recognized as an expense as incurred. Expenditures that
memperpanjang masa manfaat aset tetap dikapitalisasi dan disusutkan sesuai dengan tarif extend the useful lives of fixed assets are capitalized and depreciated in accordance with
penyusutan yang sesuai. the applicable depreciation rates.
Page 26
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2024 For the Period Ended June 30, 2024
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
m. Aset tetap m. Fixed assets
Aset dalam penyelesaian dinyatakan sebesar biaya perolehan yang ditentukan berdasarkan Construction in progress is stated at cost based on accrual bases and progress on
basis akrual dan kemajuan fisik pekerjaan serta disajikan sebagai bagian dari aset tetap. Biaya costructions and presented as part of fixed assets. Cost includes capitalized interest
perolehan termasuk kapitalisasi beban bunga dan laba/rugi selisih kurs, jika ada, atas pinjaman charges and gain/losses on foreign exchange, if any, incurred on borrowings and other
dan biaya lainnya yang terjadi sehubungan dengan pembiayaan aset dalam penyelesaian costs incurred to finance the said asset construction (Note 2o, “Capitalization of Borrowing
tersebut (Catatan 2o, “Kapitalisasi Biaya Pinjaman”). Akrual sehubungan dengan perolehan aset Costs”). Accrual of acquisition of fixed assets is presented as part of other payables
tetap disajikan sebagai bagian dari akun utang lain-lain. account.
Akumulasi biayanya akan dipindahkan ke dalam kelompok aset tetap yang bersangkutan ketika The accumulated cost will be reclassified to the relevant fixed assets account when the
aset secara substansial selesai dikerjakan dan siap untuk digunakan. construction is substantially completed and the constructed asset is ready for its intended
use.
Biaya pemeliharaan dan perbaikan diakui sebagai beban pada saat terjadinya; biaya perbaikan The cost of normal maintenance and repair work is charged to operations as incurred; the
yang signifikan dikapitalisasi sebagai penggantian apabila memenuhi kriteria pengakuan. Nilai cost of significant improvements or betterments is capitalized as replacements if the
kini dari perkiraan biaya pembongkaran aset setelah aset digunakan termasuk dalam nilai recognition criteria are satisfied. The present value of the expected cost for the
perolehan aset tersebut jika kriteria pengakuan untuk penetapannya terpenuhi. decommissioning of the asset after its use is included in the cost of the asset if the
recognition criterias are met.
Ketika bagian-bagian penting dari aset tetap perlu untuk diganti, Kelompok Usaha mencatat When significant parts of fixed assets are required to be replaced at intervals, the Group
bagian-bagian tersebut sebagai aset individual dengan masa manfaat dan penyusutan yang recognizes such parts as individual assets with specific useful lives and depreciation.
spesifik.
Aset tetap tidak diakui lagi pada saat dilepaskan atau tidak ada manfaat keekonomisan masa Fixed assets are derecognized upon disposal or when no future economic benefits are
yang akan datang yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Laba atau rugi yang expected from its use or disposal. Any gain or loss on derecognition of the asset is
timbul dari penghentian pengakuan aset tetap, diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan recognized in the consolidated statement of profit or loss and other comprehensive income
komprehensif lain konsolidasian pada periode penghentian pengakuan aset, yang merupakan in the period the asset is derecognized, which represents the difference between the net
selisih antara hasil pelepasan bersih dan jumlah tercatat aset. disposal proceeds and the carrying amount of the asset.
Nilai sisa, masa manfaat dan metode penyusutan aset tetap ditelaah dan disesuaikan secara The residual values, useful lives and methods of depreciation of fixed assets are reviewed
prospektif, jika perlu, pada setiap akhir tahun buku. and adjusted prospectively, if appropriate, at the end of each financial year.
Aset tetap dalam penyelesaian dicatat sebesar biaya perolehan, yang mencakup kapitalisasi Assets under construction are stated at cost, including capitalized borrowing costs and other
beban pinjaman dan biaya-biaya lainnya yang terjadi sehubungan dengan pendanaan aset tetap charges incurred in connection with the financing of the said asset constructions. The
dalam penyelesaian tersebut. Akumulasi biaya perolehan akan direklasifikasi ke akun “Aset accumulated costs will be reclassified to the appropriate “Fixed Assets” account when the
Tetap” yang bersangkutan pada saat aset tetap tersebut telah selesai dikerjakan dan siap untuk construction is completed. Assets under construction are not depreciated until they fulfill
digunakan. Aset tetap dalam penyelesaian tidak disusutkan sampai memenuhi syarat criteria for recognition as fixed assets as disclosed above.
pengakuan sebagai aset tetap seperti diungkapkan di atas.
n. Aset takberwujud n. Intangible assets
Aset takberwujud diukur sebesar nilai perolehan pada pengakuan awal. Setelah pengakuan awal, An intangible asset is measured on initial recognition at cost. Following initial recognition,
aset takberwujud dicatat pada nilai perolehan dikurangi akumulasi amortisasi dan akumulasi rugi the intangible asset is carried at cost less any accumulated amortization and any
penurunan nilai. Umur manfaat aset takberwujud dinilai apakah terbatas atau tidak terbatas. Aset accumulated impairment loss. The useful life of the intangible asset is assessed to be either
takberwujud dengan umur terbatas diamortisasi selama umur manfaat ekonomi aset dan finite or indefinite. An intangible asset with finite life is amortized over the asset’s useful
dievaluasi apabila terdapat indikator adanya penurunan nilai untuk aset takberwujud. Periode dan economic life and assessed for impairment whenever there is an indication that the
metode amortisasi untuk aset takberwujud dengan umur terbatas ditelaah setidaknya setiap akhir intangible asset may be impaired. The amortization period and the amortization method for
tahun tutup buku. an intangible asset with a finite useful life are reviewed at least at each financial year end.
Aset takberwujud dihentikan pengakuannya pada saat: An intangible asset is derecognized when:
i. dijual; atau i. on disposed; or
ii. ketika tidak ada manfaat ekonomis di masa depan yang dapat diharapkan dari penggunaan ii. when no future economic benefits are expected from its use or disposal.
atau penjualan aset tersebut.
Aset takberwujud Perusahaan berupa perangkat lunak. The Company’s intangible assets are in form of software.
o. Kapitalisasi biaya pinjaman o. Capitalization of borrowing costs
Biaya pinjaman yang dapat diatribusikan langsung dengan perolehan, konstruksi atau Borrowing costs that are directly attributable to the acquisition, construction or production of
pembuatan aset kualifikasian dikapitalisasi sebagai bagian biaya perolehan aset tersebut. Biaya a qualifying asset are capitalized as part of the cost of the related asset. Other borrowing
pinjaman lainnya diakui sebagai beban pada periode terjadinya. Biaya pinjaman dapat meliputi costs are recognized as expenses in the period in which they are incurred. Borrowing costs
beban bunga, beban keuangan dalam sewa pembiayaan yang diakui sesuai dengan PSAK No. may include interest, finance charges in respect of finance leases recognized in accordance
26 (Revisi 2014) dan selisih kurs yang berasal dari pinjaman dalam mata uang asing sepanjang with PSAK No. 26 (Revised 2014) and foreign exchange differences arising from foreign
selisih kurs tersebut diperlakukan sebagai penyesuaian atas biaya bunga. currency borrowings to the extent that they are regarded as adjustments to interest costs.
Kapitalisasi biaya pinjaman dimulai pada saat dimulainya aktivitas yang diperlukan untuk Capitalization of borrowing costs commences when the activities to prepare the qualifying
mempersiapkan aset kualifikasian agar dapat digunakan sesuai dengan maksudnya dan asset for its intended use have started and the expenditures for the qualifying asset and the
pengeluaran untuk aset dan biaya pinjamannya telah terjadi. Kapitalisasi biaya pinjaman borrowing costs have been incurred. Capitalization of borrowing costs ceases when all the
dihentikan pada saat selesainya secara substansial seluruh aktivitas yang diperlukan untuk activities necessary to prepare the qualifying asset for its intended use are substantially
mempersiapkan aset kualifikasian agar dapat digunakan sesuai dengan maksudnya. completed.
Page 27
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2024 For the Period Ended June 30, 2024
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
p. Beban akrual p. Accrued expenses
Beban akrual diakui jika Kelompok Usaha memiliki kewajiban kini (baik hukum maupun Accrued expense is recognized when the Group has a present obligation (legal and
konstruktif) sebagai akibat peristiwa masa lalu, besar kemungkinannya penyelesaian kewajiban constructive), as a result of a past event, it is probable that an outflow of resources
tersebut mengakibatkan arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi dan embodying economic benefits will be required to settle the obligation and a reliable estimate
estimasi yang andal mengenai jumlah kewajiban tersebut dapat dibuat. can be made of the amount of the obligation.
Beban akrual ditelaah pada setiap tanggal pelaporan dan disesuaikan untuk mencerminkan Accrued expense are reviewed at each reporting date and adjusted to reflect the current
estimasi terbaik yang paling kini. Jika arus keluar sumber daya untuk menyelesaikan kewajiban best estimate. If it is no longer probable that an outflow of resources embodying economic
kemungkinan besar tidak terjadi maka provisi dibatalkan. benefits will be required to settle the obligations, the provisions are reversed.
q. Pendapatan diterima di muka q. Unearned revenues
Pendapatan yang diterima di muka adalah penerimaan uang dari pihak lain sehubungan dengan Unearned revenues are cash received from other parties in connection with the services
jasa yang akan dilakukan oleh Kelompok Usaha di masa depan tetapi jasa tersebut belum that will be performed by the Group in the future but the services not yet delivered to that
diserahkan kepada pihak tersebut. parties.
r. Liabilitas imbalan kerja r. Employee benefits liabilities
Imbalan kerja jangka pendek Short-term employee benefits
Kelompok Usaha mengakui liabilitas imbalan kerja jangka pendek ketika jasa diberikan oleh The Group recognizes short-term employee benefits liability when services are rendered
karyawan dan imbalan atas jasa tersebut akan dibayarkan dalam waktu dua belas bulan setelah and the compensation for such services are to be paid within twelve months after such
jasa tersebut diberikan. services are rendered.
Imbalan pensiun dan imbalan pasca kerja lainnya Pension benefits and other post employment benefits
Biaya untuk penyediaan manfaat dibawah program pensiun imbalan pasti ditentukan dengan The cost of providing benefits under the defined benefit plan is determined using the
menggunakan metode projected-unit-credit. projected-unit-credit method.
Pengukuran kembali atas liabilitas (aset) imbalan pasti bersih, yang disebut sebagai penghasilan Remeasurement on net deferred benefit liabilitas (asset), which recognized as other
komprehesif lain, terdiri dari: comprehensive income, consist of:
i. Keuntungan atau kerugian aktuarial; i. Actuarial gain or losses;
ii. Imbalan hasil atas aset program, tidak termasuk jumlah yang dimasukkan dalam bunga ii. Return on program aset, is not consists of amount included in liabilitas (asset) net
bersih atas liabilitas (aset); interest;
iii. Setiap perubahan dampak batas aset, tidak termasuk jumlah yang dimasukkan dalam bunga iii. Every changes in asset ceiling, is not consists of amount included in liabilities (asset)
bersih atas liablitas (aset). net interest.
Pengukuran kembali atas liabilitas (aset) imbalan pasti bersih, yang diakui sebagai penghasilan Remeasurement on net defined benefit liabilities (asset) which is recognized as part of other
komprehensif lain tidak direklasifikasi ke laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain comprehensive income will not be reclassified to consolidated statement of profit or loss and
konsolidasian pada periode berikutnya. other comprehensive income in the next period.
Biaya jasa lalu yang timbul dari amendemen atau kurtailmen program diakui sebagai beban Past service cost arising from amendment or curtailment programs are recognized as
dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian pada saat terjadinya. expense in consolidated statement of profit or loss and other comprehensive income when
incurred.
Kurtailmen terjadi apabila Kelompok Usaha mengurangi secara signifikan jumlah pekerja yang
ditanggung oleh program, terminasi atau penghentian program. A curtailment occurs when the Group either significantly reduce the number of employees
covered by a plan, termination or suspension of the program.
Perusahaan memiliki progam dana pensiun manfaat pasti dan program tunjangan hari tua. Selain The Company has pension defined benefit funds program and annuities program.
itu, Perusahaan memberikan tunjangan kepada pegawai yang telah memenuhi persyaratan Moreover, the company provides benefits to employees who have fulfilled the requirements
ketentuan yaitu tunjangan perumahan, penghargaan pengabdian, masa persiapan pensiun dan of the provisions, which are housing allowance, loyaty reward, retirement preparation, and
jaminan kesehatan kepada pensiunan. health insurance to pensioners.
Pada tanggal 15 November 1999, Perusahaan memperoleh persetujuan dari Menteri Keuangan On November 15, 1999, the Company obtained approval from the Minister of Finance
(No.KEP-39/KM.17/1999) untuk membentuk Lembaga terpisah yang mengelola dana pensiun (No.KEP-39/KM.17/1999) to establish a separate Institution that manages pension funds in
dalam bentuk Program Dana Pensiun Manfaat Pasti (PPMP) dan Program Pensiun Iuran Pasti the form of a Defined Benefit Pension Plan (PPMP) and a Definite Contribution Pension
(PPIP) bernama Dana Pensiun Angkasa Pura I (DPAP I), untuk mengelola atas nama para Program (Rencana Pensiun Iuran Pasti PPIP) named Dana Angkasa Pura I (DPAP I), to
anggota, semua kekayaan agar dapat memenuhi kewajiban pensiun dari Perusahaan. manage on behalf of the members, all of the wealth in order to fulfill the obligation to retire
from the Company.
Jumlah kontribusi PPMP terdiri dari kontribusi karyawan dan Perusahaan yang masing-masing
dihitung sebesar 5% dan 20,76% dari penghasilan dasar pensiun, sedangkan jumlah kontribusi The amount of contribution of PPMP consists of employees and the Company’s
PPIP terdiri dari kontribusi karyawan dan Perusahaan yang masing-masing dihitung sebesar 5% contributions which are calculated as 5% and 20.76%, respectively, from the basic pension
dan maksimal 25% dari paket gaji peserta. income, while the amount of contribution of PPIP consists of employees and the Company’s
contributions, which are calculated at 5% and a maximum of 25% of the participant's salary
package.
Pada tanggal 6 Mei 2003, penyelenggaraan program tunjangan hari tua dikelola oleh Yayasan On May 6, 2003, the provision of retirement benefit program is managed by Yayasan
Kesejahteraan Karyawan Angkasa Pura I (YAKKAP I) berdasarkan Keputusan Bersama Direksi Kesejahteraan Karyawan Angkasa Pura I (YAKKAP I) based on Joint Decree of the
Perum Angkasa Pura I dan Perum Angkasa Pura II No. KEP.305/ P.30.7.1/1988 dan Directors of Perum Angkasa Pura I and Perum Angkasa Pura II Number
KEP.165A/PAP.I/X/1988 tanggal 1 Oktober 1988 jo Perjanjian Kerja Bersama Periode 2003-2005 KEP.305/KP.30.7.1/1988 and KEP.165A/PAP.I/X/1988 dated October 1, 1988 jo Joint
antara PT Angkasa Pura I dengan Serikat Pekerja Angkasa Pura I No.SP.06/HK.10/2003-DU, Working Agreement for the period 2003-2005 between PT Angkasa Pura I and Labor Union
No.SP.AP.I.01/PKB/2003. of PT Angkasa Pura I. SP.06/HK.10/2003-DU, No.SP.AP.I.01/PKB/2003.
Page 28
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN
Pada tanggal 6 Mei 2003, ATAS LAPORAN
penyelenggaraan KEUANGAN
program tunjangan hari tua dikelola oleh Yayasan
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
On May 6, 2003, the provision of retirement benefit program is managed by Yayasan
KONSOLIDASIAN
Kesejahteraan Karyawan Angkasa Pura I (YAKKAP I) berdasarkan Keputusan Bersama Direksi Kesejahteraan Karyawan Angkasa Pura STATEMENTS
I (YAKKAP I) based on Joint Decree of the
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal
Perum Angkasa Pura I dan Perum Angkasa Pura II No. KEP.305/ 30 Juni 2024 P.30.7.1/1988 dan Directors of Perum Angkasa PeriodI Ended
For thePura June 30,
and Perum 2024
Angkasa Pura II Number
KEP.165A/PAP.I/X/1988 tanggal 1 Oktober
(Disajikan 1988ribuan
dalam jo Perjanjian Kerja Bersama Periode 2003-2005
Rupiah, KEP.305/KP.30.7.1/1988 and KEP.165A/PAP.I/X/1988
(Expressed in thousands ofdated October 1, 1988 jo Joint
Rupiah,
antara PT Angkasa Pura I dengan Serikat Pekerja Angkasa
kecuali dinyatakan lain) Pura I No.SP.06/HK.10/2003-DU, Working Agreement for the period unless
2003-2005 between PT Angkasa
otherwise stated) Pura I and Labor Union
No.SP.AP.I.01/PKB/2003. of PT Angkasa Pura I. SP.06/HK.10/2003-DU, No.SP.AP.I.01/PKB/2003.
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
r. Liabilitas imbalan kerja (lanjutan) r. Employee benefits liabilities (continued)
Imbalan pensiun dan imbalan pasca kerja lainnya (lanjutan) Pension benefits and other post employment benefits (continued)
Program THT menyediakan manfaat pembayaran sekaligus dengan ketentuan nilai iuran adalah The THT program provides payment benefits at the same time with the terms of the
sebesar 5% (beban pegawai Perusahaan), 3% (beban pegawai diperbantukan), 1% (beban contribution fee of 5% (Company employee expense), 3% (assigned employee expense),
pegawai ditugaskan) dari nilai Penghasilan Dasar Tunjangan Hari Tua (PhDTHT) dan iuran 1% (assigned charges) of the Basic Income Retirement Fees (PhDTHT) and the Company’s
Perusahaan yang telah mendapat persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang contributions that have been approved by the General Meeting of Shareholders (GMS)
dibayarkan secara sekaligus pada awal tahun berjalan. which is fully paid at the beginning of the current year.
Perusahaan juga memberikan imbalan pasca kerja lainnya, seperti tanda penghargaan dan cuti The Company also provides other post-employment benefits, such as rewards and long-
jangka panjang. Imbalan berupa uang penghargaan diberikan apabila karyawan bekerja hingga term leave. Rewards in the form of award money are given when employees work until they
mencapai usia pensiun. reach retirement age.
Kelompok Usaha harus menyediakan imbalan pensiun dengan jumlah minimal sesuai dengan The Group is required to provide a minimum amount of pension benefits in accordance with
Undang-Undang (“UU”) Ketenagakerjaan No. 13/2003 dan Perjanjian Kerja Bersama (“PKB”), Labour Law No. 13/2003 and the Group’s Collective Labour Agreement (“CLA”), whichever
mana yang lebih tinggi. Karena UU Ketenagakerjaan atau PKB menentukan rumus tertentu untuk is higher. Since the Labour Law and the CLA set the formula for determining the minimum
menghitung jumlah minimal imbalan pensiun, pada dasarnya program pensiun berdasarkan UU amount of benefits, in substance pension plans under the Labour Law or the CLA represent
Ketenagakerjaan atau PKB adalah program pensiun imbalan pasti. defined benefit plans.
Liabilitas imbalan pensiun merupakan nilai kini liabilitas imbalan pasti pada akhir periode The pension benefit obligation is the present value of the defined benefit obligation at end
pelaporan dikurangi dengan nilai wajar aset program. Liabilitas imbalan pasti dihitung setiap reporting period less the fair value of plan assets. The defined benefit obligation is
tahun oleh aktuaris independen dengan menggunakan metode Projected-Unit-Credit. calculated by an independent actuary using the Projected-Unit-Credit method.
Nilai kini liabilitas manfaat pasti ditentukan dengan mendiskontokan estimasi arus kas masa The present value of the defined benefit obligation is determined by discounting the
depan dengan menggunakan tingkat bunga obligasi pemerintah jangka panjang pada akhir estimated future cash outflows using the yield at the end of the reporting period of long-term
periode pelaporan dalam mata uang rupiah sesuai dengan mata uang dimana imbalan tersebut government bonds denominated in rupiah in which the benefits will be paid and that have
akan dibayarkan dan yang memiliki jangka waktu yang sama dengan liabilitas manfaat pensiun terms to maturity similar to the related pension obligation.
yang bersangkutan.
Imbalan berupa uang penghargaan diberikan apabila karyawan bekerja hingga mencapai usia The reward is given when the employees reach their retirement age. Death allowance is
pensiun. Santunan kematian diberikan bila pegawai dan anggota keluarga tertentu meninggal paid when the employee or the qualified family members pass away. Benefit given is based
dunia. Nilai imbalan yang diberikan didasari pada peraturan Perusahaan. Sedangkan imbalan on the Company’s regulation. The separation reward benefit is paid to employees in the
berupa uang pisah, dibayarkan kepada karyawan yang mengundurkan diri secara sukarela, event of voluntary resignation, subject to a minimum number of years of service. These
setelah memenuhi minimal masa kerja tertentu. Imbalan ini dihitung dengan menggunakan benefits have been accounted for using the same methodology as for the defined benefit
metodologi yang sama dengan metodologi yang digunakan dalam perhitungan program pensiun pension plan.
imbalan pasti.
Perusahaan menyediakan imbalan kesehatan pasca kerja untuk pensiunan. Hak atas imbalan ini The Company provides post-employment medical benefits to their retirees. The entitlement
pada umumnya diberikan apabila karyawan bekerja sampai usia pensiun dan memenuhi masa to these benefits is given if said employee has worked until his/her retirement age and the
kerja minimum tertentu. completes the minimum service period.
Prakiraan biaya imbalan ini diakru sepanjang masa kerja karyawan, dengan menggunakan The expected costs of these benefits are accrued over the period of employment, using an
metode akuntansi yang sama, namun disederhanakan, dengan metode yang digunakan dalam accounting methodology similar but simplified to that for defined benefit pension plans.
perhitungan program pensiun imbalan pasti. Kewajiban ini dinilai setiap tahun oleh aktuaris These obligations are valued annually by qualified independent actuaries.
independen yang memenuhi kualifikasi.
Kelompok Usaha juga mencatat penyisihan manfaat tambahan untuk memenuhi dan menutup The Group also provides additional provisions in order to meet and cover the minimum
imbalan minimum yang harus dibayar kepada karyawan-karyawan sesuai dengan Perjanjian benefits required to be paid to the qualified employees under Collective Labor Agreement
Kerja Bersama dan Undang-undang Penciptaan Lapangan Kerja No. 11/2020 (“UU Cipta Kerja”, and Job Creation Law No. 11/2020 (the “Cipta Kerja Law”, (UUCK)). The said additional
(UUCK)). Penyisihan tambahan tersebut diestimasi dengan menggunakan perhitungan aktuarial provisions are estimated using actuarial calculations using the “Projected Unit Credit”
metode “Projected Unit Credit”. method.
Page 29
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN
Kelompok Usaha juga mencatat ATAS LAPORAN
penyisihan KEUANGAN
manfaat tambahan untuk memenuhi dan menutup
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
The Group also provides additional provisions in order to meet and cover the minimum
imbalan minimum yang harus dibayar KONSOLIDASIAN
kepada karyawan-karyawan sesuai dengan Perjanjian STATEMENTS
benefits required to be paid to the qualified employees under Collective Labor Agreement
Untuk Berakhir pada Tanggal 30
Kerja Bersama dan Undang-undang Penciptaan Lapangan Kerja No.Juni
Periode yang 2024(“UU Cipta Kerja”,
11/2020 and Job Creation Law No. For 11/2020 (the “Cipta
the Period Ended Law”,
June
Kerja 2024 The said additional
30,(UUCK)).
(UUCK)). Penyisihan tambahan tersebutdalam
(Disajikan diestimasi dengan
ribuan menggunakan perhitungan aktuarial
Rupiah, provisions are estimated using actuarialin calculations
(Expressed thousands using the “Projected Unit Credit”
of Rupiah,
metode “Projected Unit Credit”. kecuali dinyatakan lain) method. unless otherwise stated)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
s. Sewa s. Leases
Kelompok Usaha menilai pada saat insepsi kontrak apabila kontrak tersebut adalah, atau The Group assesses at contract inception whether a contract is, or contains, a lease. That
mengandung, sewa. Yaitu, bila kontrak tersebut memberikan hak untuk mengendalikan is, if the contract conveys the right to control the use of an identified asset for a period of
penggunaan aset identifikasian selama suatu jangka waktu untuk dipertukarkan dengan imbalan. time in exchange for consideration.
Kelompok Usaha sebagai penyewa The Group as a lessee
Kelompok Usaha menerapkan pendekatan pengakuan dan pengukuran tunggal untuk semua The Group applies a single recognition and measurement approach for all leases, except
sewa, kecuali untuk sewa jangka-pendek dan sewa yang aset pendasarnya bernilai-rendah. for short-term leases and leases of low-value assets. The Group recognizes lease liabilities
Kelompok usaha mengakui liabilitas sewa untuk melakukan pembayaran sewa dan aset hak- to make lease payments and right-of-use assets representing the right to use the underlying
guna yang mewakili hak untuk menggunakan aset pendasar. assets.
Aset hak-guna Right-of-use assets
Kelompok usaha mengakui aset hak-guna pada tanggal permulaan sewa (yaitu tanggal aset The Group recognizes right-of-use assets at the commencement date of the lease (i.e., the
pendasar tersedia untuk digunakan). Aset hak-guna diukur pada harga perolehan, dikurangi date the underlying asset is available for use). Right-of-use assets are measured at cost,
akumulasi penyusutan dan penurunan nilai, serta disesuaikan dengan pengukuran kembali less any accumulated depreciation and impairment losses, and adjusted for any
liabilitas sewa. remeasurement of lease liabilities.
Biaya perolehan aset hak-guna mencakup jumlah liabilitas sewa yang diakui, biaya langsung The cost of right-of-use assets includes the amount of lease liabilities recognized, initial
awal yang terjadi, dan pembayaran sewa yang dilakukan pada atau sebelum tanggal permulaan direct costs incurred, and lease payments made at or before the commencement date less
dikurangi setiap insentif sewa yang diterima. Aset hak-guna disusutkan dengan metode garis any lease incentives received. Right-of-use assets are depreciated on a straight-line basis
lurus selama masa sewa. over the lease term.
Jika kepemilikan aset pendasar sewa beralih ke Kelompok Usaha pada akhir masa sewa atau If ownership of the leased asset transfers to the Group at the end of the lease term or the
biaya perolehan aset hak-guna merefleksikan Kelompok Usaha akan mengeksekusi opsi beli, cost reflects the exercise of a purchase option, depreciation is calculated using the
maka penyusutan aset hak-guna dihitung menggunakan estimasi masa manfaat aset. Aset hak- estimated useful life of the asset. The right-of-use assets are also assessed for impairment
guna juga dievaluasi untuk penurunan nilai.
Liabilitas Sewa Lease liabilities
Pada tanggal permulaan sewa, Kelompok Usaha mengakui liabilitas sewa yang diukur pada nilai At the commencement date of the lease, the Group recognizes lease liabilities measured at
kini pembayaran sewa yang harus dilakukan selama masa sewa. the present value of lease payments to be made over the lease term.
Pembayaran sewa juga mencakup harga pelaksanaan dari opsi beli yang secara wajar pasti The lease payments also include the exercise price of a purchase option reasonably certain
dilaksanakan oleh Kelompok Usaha dan pembayaran peprnalti untuk mengakhiri sewa, jika masa to be exercised by the Group and payments of penalties for terminating the lease, if the
sewa merefleksikan adanya opsi dapat mengakhiri sewa. Pembayaran sewa variabel yang tidak lease term reflects the option to terminate the lease. Variable lease payments that do not
bergantung pada indeks atau tarif diakui sebagai beban pada periode terjadinya peristiwa atau depend on an index or a rate are recognized as expenses in the period in which the event
kondisi yang memicu terjadinya pembayaran tersebut. or condition that triggers the payment occurs.
Dalam menghitung nilai kini pembayaran sewa, Kelompok Usaha menggunakan Suku Bunga In calculating the present value of lease payments, the Group uses its Incremental
Pinjaman Inkremental (“SBPI”) pada tanggal permulaan sewa karena suku bunga implisit dalam Borrowing Rate (“IBR”) at the lease commencement date because the interest rate implicit
sewa tidak dapat langsung ditentukan. Setelah tanggal permulaan, jumlah kewajiban sewa in the lease is not readily determinable. After the commencement date, the amount of lease
ditingkatkan untuk mencerminkan akresi bunga (atas efek diskonto) dan dikurangi untuk liabilities is increased to reflect the accretion of interest and the reduction for the lease
pembayaran sewa yang dilakukan. payments made.
Selain itu, nilai tercatat liabilitas sewa diukur kembali jika terdapat modifikasi, perubahan masa In addition, the carrying amount of lease liabilities is remeasured if there is a modification, a
sewa, perubahan pembayaran sewa, atau perubahan penilaian atas opsi untuk membeli aset change in the lease term, a change in the lease payments or a change in the assessment of
pendasar. an option to purchase the underlying asset.
Sewa jangka pendek dan sewa dengan aset bernilai rendah. Short-term leases and leases of low-value assets.
Kelompok Usaha menerapkan pengecualian pengakuan sewa jangka pendek untuk sewa yang The Group applies the short-term lease recognition exemption to its short-term leases (i.e.,
jangka waktu sewanya pendek (yaitu, sewa yang memiliki jangka waktu sewa 12 bulan atau those leases that have a lease term of 12 months or less from the commencement date and
kurang dari tanggal permulaan dan tidak memiliki opsi beli). Kelompok Usaha juga menerapkan do not contain a purchase option). The Group also applies the lease of low-value assets
pengecualian pengakuan sewa dengan aset bernilai rendah untuk sewa yang aset pendasarnya recognition exemption to leases that are considered to be low value. Lease payments on
dianggap bernilai rendah. Pembayaran sewa untuk sewa jangka pendek dan sewa dari aset short-term leases and leases of low-value underlying assets are recognized as expense on
bernilai rendah diakui sebagai beban dengan metode garis lurus selama masa sewa. a straight-line basis over the lease term.
Page 30
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2024 For the Period Ended June 30, 2024
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
s. Sewa s. Leases
Kelompok Usaha sebagai pesewa The Group as a lessor
Sewa yang dalam pengaturannya Kelompok Usaha tidak mengalihkan secara substansial Leases in which the Group does not transfer substantially all the risks and rewards
seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan suatu aset diklasifikasikan sebagai incidental to ownership of an asset are classified as operating leases. Lease income arising
sewa operasi. Pendapatan sewa yang timbul dicatat dengan metode garis lurus selama masa is accounted for on a straight-line basis over the lease terms and is included in other
sewa dan diakui sebagai bagian dari pendapatan usaha pada laba rugi karena sifatnya. Biaya operating income in the profit or loss due to its operating nature. Initial direct costs incurred
langsung awal yang terjadi dalam negosiasi dan pengaturan sewa operasi ditambahkan ke in negotiating and arranging an operating lease are added to the carrying amount of the
jumlah tercatat dari aset sewaan dan diakui selama masa sewa atas dasar yang sama dengan leased asset and recognized over the lease term on the same basis as lease income.
pendapatan sewa. Sewa kontijensi diakui sebagai pendapatan pada periode dimana sewa Contingent rent are recognized as revenue in the period in which they are earned.
kontijensi tersebut diperoleh.
t. Perpajakan t. Taxation
Pajak final Final tax
Peraturan perpajakan di Indonesia mengatur beberapa jenis penghasilan dikenakan pajak yang Tax regulation in Indonesia determined that certain taxable income is subject to final tax.
bersifat final. Pajak final yang dikenakan atas nilai bruto transaksi tetap dikenakan walaupun atas Final tax applied to the gross value of transactions is applied even when the parties carrying
transaksi tersebut pelaku transaksi mengalami kerugian. the transaction recognizing losses.
Mengacu pada revisi PSAK No. 46 yang disebutkan di atas, pajak final tersebut tidak termasuk Referring to revised PSAK No. 46 as mentioned above, final tax is no longer governed by
dalam lingkup yang diatur oleh PSAK No. 46. Oleh karena itu, Kelompok Usaha memutuskan PSAK No. 46. Therefore, the Group has decided to present all of the final tax arising from
untuk menyajikan beban pajak final sehubungan dengan penjualan tanah, pendapatan sewa sales of land, land rent revenue and engineering and construction services as a separate
tanah dan jasa rekayasa dan konstruksi sebagai pos tersendiri. line item.
Perbedaan antara nilai tercatat dari aset revaluasi dan dasar pengenaan pajak merupakan
perbedaan temporer sehingga menimbulkan liabilitas atau aset pajak tangguhan, kecuali untuk The difference between the carrying amount of a revalued asset and its tax base is a
aset tertentu seperti tanah yang pada saat realisasinya dikenakan pajak final yang dikenakan temporary difference and gives rise to a deferred tax liability or asset, except for certain
atas nilai bruto transaksi. asset such as land, which upon realization is taxed with final tax on gross value of
transaction.
Pajak kini Current tax
Aset dan liabilitas pajak kini untuk tahun berjalan diukur sebesar jumlah yang diharapkan dapat Current income tax assets and liabilities for the current period are measured at the amount
direstitusi dari atau dibayarkan kepada otoritas perpajakan. expected to be recovered from or paid to the taxation authority.
Beban pajak kini ditentukan berdasarkan laba kena pajak tahun berjalan yang dihitung Current tax expense is determined based on the taxable profit for the year computed using
berdasarkan tarif pajak yang berlaku. the prevailing tax rates.
Kekurangan/kelebihan pembayaran pajak penghasilan dicatat sebagai bagian dari “Beban Pajak Underpayment/overpayment of income tax are presented as part of “Tax Expense - Current”
Kini” dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian. Kelompok Usaha in the consolidated statements of profit or loss and other comprehensive income. The Group
juga menyajikan bunga atau denda, jika ada, sebagai bagian dari “Beban Pajak Kini”. also presented interest or penalty, if any, as part of “Current Tax Expense”.
Koreksi terhadap liabilitas perpajakan diakui pada saat surat ketetapan pajak diterima atau, jika Amendments to tax liabilities are recorded when a tax assessment letter is received or, if
diajukan keberatan, pada saat keputusan atas keberatan ditetapkan. appealed against, when the result of the appeal is determined.
Pajak tangguhan Deferred tax
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diakui menggunakan metode liabilitas atas konsekuensi pajak Deferred tax assets and liabilities are recognized using the liability method for the future tax
pada masa mendatang yang timbul dari perbedaan jumlah tercatat aset dan liabilitas menurut consequences attributable to differences between the carrying amounts of existing assets
laporan keuangan dengan dasar pengenaan pajak aset dan liabilitas pada setiap tanggal and liabilities in the financial statements and their respective tax basis at each reporting
pelaporan. date.
Liabilitas pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer kena pajak dan aset pajak Deferred tax liabilities are recognized for all taxable temporary differences and deferred tax
tangguhan diakui untuk perbedaan temporer yang boleh dikurangkan dan akumulasi rugi fiskal, assets are recognized for deductible temporary differences and accumulated fiscal losses to
sepanjang besar kemungkinan perbedaan temporer yang boleh dikurangkan dan akumulasi rugi the extent that it is probable that taxable profit will be available in future years against which
fiskal tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengurangi laba kena pajak pada masa depan. the deductible temporary differences and accumulated fiscal losses can be utilized.
Jumlah tercatat aset pajak tangguhan ditelaah ulang pada akhir setiap periode pelaporan dan The carrying amount of a deferred tax asset is reviewed at the end of each reporting period
diturunkan apabila laba fiskal mungkin tidak memadai untuk mengkompensasi sebagian atau and reduced to the extent that it is no longer probable that sufficient taxable profit will be
semua manfaat aset pajak tangguhan tersebut. Pada akhir setiap periode pelaporan, Kelompok available to allow the benefit of part or all of that deferred tax asset to be utilized. At the end
Usaha menilai kembali aset pajak tangguhan yang tidak diakui. Kelompok Usaha mengakui aset of each reporting period, the Group reassesses unrecognized deferred tax assets. The
pajak tangguhan yang sebelumnya tidak diakui apabila besar kemungkinan bahwa laba fiskal Group recognizes previously unrecognized deferred tax assets to the extent that it has
pada masa depan akan tersedia untuk pemulihannya. become probable that future taxable profit will allow the deferred tax assets to be recovered.
Pajak tangguhan dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku atau secara substansial Deferred tax is calculated using regulated tax rates or substantively enacted at the reporting
telah berlaku pada tanggal pelaporan. Perubahan nilai tercatat aset dan liabilitas pajak date. Changes in the carrying amount of deferred tax assets and liabilities due to a change
tangguhan yang disebabkan oleh perubahan tarif pajak dibebankan pada usaha periode in tax rates are charged to current period operations, except to the extent that they relate to
berjalan, kecuali untuk transaksi-transaksi yang sebelumnya telah langsung dibebankan atau items previously charged or credited to equity.
dikreditkan ke ekuitas.
Deferred tax assets and liabilities are offset in the consolidated statements of financial
Aset dan liabilitas pajak tangguhan disajikan secara saling hapus dalam laporan posisi keuangan position, except if they are for different legal entities, consistent with the presentation of
konsolidasian, kecuali aset dan liabilitas pajak tangguhan untuk entitas yang berbeda, sesuai current tax assets and liabilities.
dengan penyajian aset dan liabilitas pajak kini.
Page 31
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2024 For the Period Ended June 30, 2024
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
u. Pendapatan dan beban u. Revenue and expense
Kelompok Usaha menerapkan PSAK 72, “Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan”, yang The Group has adopted PSAK 72, “Revenue from Contracts with Customers”, which
mensyaratkan pengakuan pendapatan untuk memenuhi 5 (lima) langkah analisis sebagai berikut: requires revenue recognition to fulfill 5 (five) steps of assessment as follows:
1. Identifikasi kontrak dengan pelanggan 1. Identify contract(s) with a customer
2. Identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak. Kewajiban pelaksanaan merupakan janji- 2. Identify the performance obligations in the contract. Performance obligations are
janji dalam kontrak untuk menyerahkan barang atau jasa yang memiliki karakteristik berbeda promises in a contract to transfer to a customer goods or services that are distinct.
ke pelanggan.
3. Penetapan harga transaksi. Harga transaksi merupakan jumlah imbalan yang berhak 3. Determine the transaction price.Transaction price is the amount of consideration to
diperoleh suatu entitas sebagai kompensasi atas diserahkannya barang atau jasa yang which an entity expects to be entitled in exchange for transferring promised goods
dijanjikan ke pelanggan. Jika imbalan yang dijanjikan di kontrak mengandung suatu jumlah or services to a customer. If the consideration promised in a contract includes a
yang bersifat variabel, maka Kelompok Usaha membuat estimasi jumlah imbalan tersebut variable amount, the Group estimates the amount of consideration to which it
sebesar jumlah yang diharapkan berhak diterima atas diserahkannya barang atau jasa yang expects to be entitled in exchange for transferring the promised goods or services
dijanjikan ke pelanggan dikurangi dengan estimasi jumlah jaminan kinerja jasa yang akan to a customer less the estimated amount of service level guarantee which will be
dibayarkan selama periode kontrak. paid during the contract period.
4. Alokasi harga transaksi ke setiap kewajiban pelaksanaan dengan menggunakan dasar harga 4. Allocate the transaction price to each performance obligation on the basis of the
jual berdiri sendiri relatif dari setiap barang atau jasa berbeda yang dijanjikan di kontrak. relative stand-alone selling prices of each distinct goods or services promised in
Ketika tidak dapat diamati secara langsung, harga jual berdiri sendiri relatif diperkirakan the contract. Where these are notdirectly observable, the relative standalone
berdasarkan biaya yang diharapkan ditambah marjin. selling price are estimated based on expected cost plus margin.
5. Pengakuan pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi dengan menyerahkan 5. Recognize revenue when performance obligation is satisfied by transferring a
barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan (ketika pelanggan telah memiliki kendali atas promised goods or services to a customer (which is when the customer obtains
barang atau jasa tersebut). control of that goods or services).
Kewajiban pelaksanaan dapat dipenuhi dengan 2 cara, yakni: A performance obligation may be satisfied at the following:
1. Suatu titik waktu (umumnya janji untuk menyerahkan barang ke pelanggan); atau 1. A point in time (typically for promises to transfer goods to a customer); or
2. Suatu periode waktu (umumnya janji untuk menyerahkan jasa ke (pelanggan). Untuk 2. Over time (typically for promises to transfer services to a customer). For a
kewajiban pelaksanaan yang dipenuhi dalam suatu periode waktu, Kelompok Usaha memilih performance obligation satisfied over time, the Group selects an appropriate
ukuran penyelesaian yang sesuai untuk penentuan jumlah pendapatan yang harus diakui measure of progress to determine the amount of revenue that should be
karena telah terpenuhinya kewajiban pelaksanaan. recognized as the performance obligation is satisfied.
Pembayaran harga transaksi berbeda untuk setiap kontrak. Aset kontrak diakui ketika jumlah Payment of the transaction price is differ for each contracts. A contract asset is
penerimaan dari pelanggan kurang dari saldo kewajiban pelaksanaan yang telah dipenuhi. recognized once the consideration paid by customer is less than the balance of
Kewajiban kontrak diakui ketika jumlah penerimaan dari pelanggan lebih dari saldo kewajiban performance obligation which has been satisfied. A contract liability is recognized once
pelaksanaan yang telah dipenuhi. Aset kontrak disajikan dalam "Piutang usaha" dan liabilitas the consideration paid by customer is more than the balance of performance obligation
kontrak disajikan dalam "Pendapatan diterima di muka". which has been satisfied. Contract assets are presented under "Trade receivables" and
contract liabilities are presented under "Unearned revenue".
Pengakuan beban Expenses recognition
Beban diakui pada saat terjadinya (asas akrual). Expenses are recognized when its incurred (accrual basis).
v. Penurunan nilai aset non-keuangan v. Impairment of non-financial assets
Pada setiap akhir periode pelaporan, Kelompok Usaha menilai apakah terdapat indikasi suatu The Group assesses at the end of each reporting period whether there is an indication
aset mengalami penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut, maka jumlah terpulihkan that an asset may be impaired. If such indication exists, recoverable amount is
diestimasi untuk aset individual. Jika tidak mungkin untuk mengestimasi jumlah terpulihkan aset estimated for the individual asset. If it is not possible to estimate the recoverable
individual, maka Kelompok Usaha menentukan nilai terpulihkan dari Unit Penghasil Kas (UPK) amount of the individual asset, the Group determines the recoverable amount of the
yang mana aset tercakup (aset dari UPK). Cash-Generating Unit (CGU) to which the asset belongs (the asset’s CGU).
Jumlah terpulihkan dari suatu aset (baik aset individual maupun UPK) adalah jumlah yang lebih An asset’s (either individual asset or CGU) recoverable amount is the higher of the
tinggi antara nilai wajarnya dikurangi biaya untuk menjual dengan nilai pakainya. Jika nilai tercatat asset’s fair value less costs to sell and its value in use. Where the carrying amount of
aset lebih besar daripada nilai terpulihkannya, maka aset tersebut dianggap mengalami the asset exceeds its recoverable amount, the asset is considered impaired and is
penurunan nilai dan nilai tercatat aset diturunkan menjadi sebesar nilai terpulihkannya. Rugi written down to its recoverable amount. Impairment loss are recognized in consolidated
penurunan nilai diakui pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian statement of profit or loss and other comprehensive income as “impairment loss”.
sebagai “rugi penurunan nilai”.
Dalam menghitung nilai pakai, estimasi arus kas masa depan neto didiskontokan ke nilai kini In assessing the value in use, the estimated net future cash flows are discounted to
dengan menggunakan tingkat diskonto sebelum pajak yang menggambarkan penilaian pasar kini their present value using a pre-tax discount rate that reflects current market
dari nilai waktu uang dan risiko spesifik atas aset. assessments of the time value of money and the risks specific to the asset.
Dalam menentukan nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual, digunakan harga transaksi pasar In determining fair value less costs to sell, recent market transactions are taken into
terakhir, jika tersedia. Jika tidak terdapat transaksi tersebut, Kelompok Usaha menggunakan account, if available. If no such transactions can be identified, an appropriate valuation
model penilaian yang sesuai untuk menentukan nilai wajar aset. Perhitungan-perhitungan ini model is used to determine the fair value of the asset. These calculations are
dikuatkan oleh penilaian berganda atau indikator nilai wajar lain yang tersedia. corroborated by valuation multiples or other available fair value indicators.
Kerugian penurunan nilai, jika ada, diakui pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif Impairment loss, if any, are recognized in consolidated statement of profit or loss and
lain konsolidasian sesuai dengan kategori biaya yang konsisten dengan fungsi dari aset yang other comprehensive income under expense categories that are consistent with the
diturunkan nilainya. functions of the impaired assets.
Page 32
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2024 For the Period Ended June 30, 2024
(Disajikan
Kerugian penurunan nilai, jika ada, diakuidalam ribuan laba
pada laporan Rupiah,
rugi dan penghasilan komprehensif Impairment loss, if any,(Expressed in thousands
are recognized of Rupiah,
in consolidated statement of profit or loss and
lain konsolidasian sesuai dengankecuali
kategoridinyatakan
biaya yang lain)
konsisten dengan fungsi dari aset yang other comprehensive incomeunless
under expense
otherwise categories
stated) that are consistent with the
diturunkan nilainya. functions of the impaired assets.
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
v. Penurunan nilai aset non-keuangan (lanjutan) v. Impairment of non-financial assets (continued)
Penilaian dilakukan pada setiap akhir periode pelaporan apakah terdapat indikasi bahwa rugi An assessment is made at the end of each reporting period as to whether there is any
penurunan nilai yang telah diakui dalam periode sebelumnya untuk suatu aset mungkin tidak ada indication that previously recognized impairment losses for an asset may no longer
lagi atau mungkin telah menurun. Jika indikasi tersebut ada, maka entitas mengestimasi jumlah exist or may have decreased. If such indication exists, the recoverable amount is
terpulihkan aset tersebut. estimated.
Kerugian penurunan nilai yang telah diakui dalam periode sebelumnya untuk suatu aset dibalik A previously recognized impairment loss for an asset is reversed only if there has been
hanya jika terdapat perubahan asumsi-asumsi yang digunakan untuk menentukan jumlah a change in the assumptions used to determine the asset’s recoverable amount since
terpulihkan aset tersebut sejak rugi penurunan nilai terakhir diakui. the last impairment loss was recognized.
Pembalikan tersebut dibatasi sehingga jumlah tercatat aset tidak melebihi jumlah terpulihkannya The reversal is limited so that the carrying amount of the asset does not exceed its
maupun jumlah tercatat, bersih setelah penyusutan, seandainya tidak ada rugi yang telah diakui recoverable amount, nor exceeds the carrying amount that would have been
untuk aset tersebut pada periode sebelumnya. Pembalikan rugi penurunan nilai diakui dalam determined, net of depreciation, had no impairment loss been recognized for the asset
laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian. Setelah pembalikan tersebut in prior periods. Reversal of an impairment loss is recognized in consolidated statement
diakui sebagai laba rugi, penyusutan aset tersebut disesuaikan di periode mendatang untuk of profit or loss and other comprehensive income. After such a reversal is recognized in
mengalokasikan jumlah tercatat aset yang direvisi, dikurangi nilai sisanya, dengan dasar yang profit or loss, the depreciation charge on the said asset is adjusted in future periods to
sistematis selama sisa umur manfaatnya. allocate the asset’s revised carrying amount, less any residual value, on a systematic
basis over its remaining useful life.
w. Pelaporan segmen w. Segment reporting
Segmen operasi adalah suatu komponen dari entitas: (1) yang terlibat dalam aktivitas bisnis yang An operating segment is a component of an entity: (1) which engages in business
mana memperoleh pendapatan dan menimbulkan beban; (2) hasil operasinya dikaji ulang secara activities from which it may earn revenues and incur expenses; (2) whose operating
reguler oleh pengambil keputusan operasional untuk membuat keputusan tentang sumber daya results are regularly reviewed by the entity's operating decision maker to decide about
yang dialokasikan pada segmen tersebut dan menilai kinerjanya; dan (3) tersedia informasi resources to be allocated to the segment and value its performance; and (3) for which
keuangan yang dapat dipisahkan. discrete financial information is available.
Kelompok Usaha mengidentifikasikan segmen operasi berdasarkan pelaporan internal yang The Group identifies its operating segments on the basis of internal reports that are
direviu secara regular oleh pengambil keputusan operasional dalam mengalokasikan sumber regularly reviewed by the Group's chief operating decision-maker in order to allocate
daya dan menilai kinerja segmen operasi Kelompok Usaha. resources to the segment and assess its performance.
Pengungkapan tambahan pada masing-masing segmen terdapat dalam Catatan 42, termasuk Additional disclosures on each of these segments are shown in Note 42, including the
faktor yang digunakan untuk mengidentifikasi segmen yang dilaporkan dan dasar pengukuran factors used to identify the reported segments and the measurement basis of segment
informasi segmen. information.
Segmen ditentukan sebelum saldo dan transaksi antar Perusahaan dan Entitas Anak dieliminasi Segments are determined before intra-group balances and intra-group transactions are
sebagai bagian dari proses konsolidasi. eliminated as part of consolidation process.
x. Laba per saham x. Earnings per share
Laba per saham dihitung dengan membagi total laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan Earnings per share is calculated by dividing the total profit for the year attributable to
kepada pemilik entitas induk dengan jumlah rata-rata tertimbang saham biasa yang beredar pada owners of the parent by the weighted average number of ordinary shares outstanding
tahun yang bersangkutan. during the year.
Laba per saham dilusian dihitung dengan membagi total laba tahun berjalan yang dapat Diluted earning per share is calculated by dividing profit for the year attributable to
diatribusikan kepada pemilik entitas induk dengan jumlah rata-rata tertimbang saham biasa yang owners of the parent by the weighted average number of ordinary shares outstanding
beredar pada periode pelaporan, yang disesuaikan untuk mengasumsikan konversi efek during the reporting period, adjusted to assume conversion of all potential dilutive
berpotensi saham biasa yang sifatnya dilutif. ordinary shares.
y. Pengukuran nilai wajar y. Fair value measurement
Kelompok Usaha telah menerapkan PSAK No. 68, “Pengukuran Nilai Wajar”. PSAK ini, antara The Group has adopted PSAK No. 68, “Fair Value Measurement”. This PSAK, among
lain, memberikan panduan tentang bagaimana pengukuran nilai wajar ketika nilai wajar others, provides guidance on how to measure fair value when fair value is required or
disyaratkan atau diizinkan. Penerapan PSAK ini tidak berpengaruh signifikan terhadap laporan permitted. The adoption of this PSAK has no significant impact on the consolidated
keuangan konsolidasian. Kelompok Usaha mengukur instrumen keuangan pada nilai wajar setiap financial statements. The Group measures financial instruments at fair value at each
tanggal pelaporan. Pengungkapan nilai wajar instrumen keuangan disajikan dalam Catatan 47. reporting date. Fair value disclosure for financial instruments are disclosed in Note 47.
Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan Fair value is the price that would be received to sell an asset or paid to transfer a
dibayar untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada liability in an orderly transaction between market participants at the measurements
tanggal pengukuran. Pengukuran nilai wajar berdasarkan asumsi bahwa transaksi untuk menjual date. The fair value measurement is based on the presumption that the transaction on
aset atau mengalihkan liabilitas terjadi di: selling assets or transfer the liabilities takes place whenever:
- Pasar utama untuk aset dan liabilitas tersebut, atau - In the principal market for the assets or liabilities, or
- Jika tidak terdapat pasar utama, di pasar yang paling menguntungkan untuk aset atau - In the absence of a principal market, in the most advantageous market for the
liabilitas tersebut. assets or liabilities.
Kelompok Usaha harus memiliki akses ke pasar utama atau pasar yang paling menguntungkan. The principal or the most advantageous market must be accessible by the Group.
Nilai wajar dari aset atau liabilitas diukur menggunakan asumsi yang akan digunakan oleh pelaku The fair value of an asset or a liability is measured using the assumptions that market
pasar pada saat melakukan penilaian aset atau liabilitas, dengan asumsi bahwa pelaku pasar participants would use when pricing the asset or liabilities, assuming that market
akan bertindak atas kepentingan ekonomi terbaik mereka. participants act in their economic best interest.
Page 33
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2024 For the Period Ended June 30, 2024
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
y. Pengukuran nilai wajar (lanjutan) y. Fair value measurement (continued)
Kelompok Usaha mengunakan teknik penilaian yang sesuai dengan kondisi Perusahaan dan The Group uses valuation techniques that are appropriate in the circumstances and for
dimana terdapat ketersediaan data yang cukup untuk mengukur nilai wajar, memaksimalkan which sufficient data are available to measure fair value, maximizing the use of relevant
penggunaan data masukan yang dapat diobservasi yang relevan dan meminimalkan observable inputs and minimizing the use of unobservable inputs.
penggunakan data masukan yang tidak dapat diobservasi.
Semua aset dan liabilitas yang diukur dengan nilai wajar atau diungkapkan dalam laporan All assets and liabilities for which fair value is measured or disclosed in the financial
keuangan dikategorikan dalam hirarki nilai wajar berdasarkan tingkat masukan paling rendah statements are categorized within the fair value hierarchy, described as follows, based
yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar secara keseluruhan: on the lowest level input that is significant to the fair value measurement as a whole:
- Tingkat 1 - Harga kuotasian (tidak disesuaikan) di pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang - Level 1 - Quoted (unadjusted) market prices in active markets for identical assets
identik; or liabilities;
- Tingkat 2 - Teknik-teknik lain atas semua input yang memiliki efek signifikan terhadap nilai - Level 2 - Valuation techniques for which the lowest level input that is significant to
wajar yang tercatat dapat diobservasi, baik secara langsung maupun tidak langsung; the fair value measurement is directly or indirectly observable;
- Tingkat 3 - Teknik yang menggunakan input yang memiliki pengaruh signifikan terhadap nilai - Level 3 - Valuation techniques for which the lowest level input that is significant to
wajar yang tercatat yang tidak berdasarkan data pasar yang dapat diobservasi. the fair value measurement is unobservable.
Untuk aset dan liabilitas yang diakui dalam laporan keuangan dalam basis yang berulang, For assets and liabilities that are recognized in the financial statements on a recurring
Kelompok Usaha menentukan apakah transfer telah terjadi antara tingkat dalam hirarki dengan basis, the Group determines whether transfers have occurred between levels in the
menilai ulang kategori (berdasarkan tingkat masukan paling rendah yang signifikan terhadap hierarchy by reassessing categorization (based on the lowest level input that is
pengukuran nilai wajar secara keseluruhan) pada setiap akhir periode pelaporan. significant to the fair value measurement as a whole) at the end of each reporting
period.
z. Kombinasi bisnis z. Business combinations
Kombinasi bisnis dicatat dengan menggunakan metode akuisisi. Biaya perolehan dari suatu Business combinations are accounted for using the acquisition method. The cost of an
akuisisi diukur dari nilai agregat imbalan yang dialihkan, diukur pada nilai wajar pada tanggal acquisition is measured as the aggregate of the consideration transferred, measured at
akuisisi dan jumlah setiap KNP pada pihak yang diakuisisi. Untuk setiap kombinasi bisnis, pihak acquisition date fair value and the amount of any NCI in the acquiree. For each
pengakuisisi mengukur KNP pada entitas yang diakuisisi pada nilai wajar atau pada proporsi business combination, the acquirer measures the NCI in the acquiree either at fair
kepemilikan KNP atas aset neto yang teridentifikasi dari entitas yang diakuisisi. Biaya-biaya value or at the proportionate share of the acquiree’s identifiable net assets. Transaction
akuisisi yang timbul dibebankan langsung dan dicatat dalam “Beban umum dan administrasi”. costs incurred are directly expensed and included in “General and administrative
expenses”.
Ketika melakukan akuisisi atas sebuah bisnis, Kelompok Usaha mengklasifikasikan dan When the Group acquires a business, it assesses the financial assets acquired and
menentukan aset keuangan yang diperoleh dan liabilitas keuangan yang diambil alih liabilities assumed for appropriate classification and designation in accordance with the
berdasarkan pada persyaratan kontraktual, kondisi ekonomi dan kondisi terkait lain yang ada contractual terms, economic circumstances and pertinent conditions as at the
pada tanggal akuisisi. Hal ini termasuk pemisahan derivatif melekat dalam kontrak utama oleh acquisition date. This includes the separation of embedded derivatives in host contracts
pihak yang diakuisisi. by the acquiree.
Dalam suatu kombinasi bisnis yang dilakukan secara bertahap, pihak pengakuisisi mengukur If the business combination is achieved in stages, the acquisition date fair value of the
kembali kepemilikan atas ekuitas yang dimiliki sebelumnya pada pihak yang diakuisisi acquirer’s previously held equity interest in the acquiree is remeasured to fair value at
berdasarkan nilai wajar pada tanggal akuisisi dan mengakui keuntungan atau kerugian yang the acquisition date and any resulting gain or loss is recognized in profit or loss.
terjadi dalam laba rugi.
Imbalan kontinjensi yang akan dibayarkan oleh pihak pengakuisisi diakui pada nilai wajar pada Any contingent consideration to be transferred by the acquirer will be recognized at fair
tanggal akuisisi. Perubahan nilai wajar atas imbalan kontinjensi setelah tanggal akuisisi yang value at the acquisition date. Subsequent changes to the fair value of the contingent
diklasifikasikan sebagai aset atau liabilitas, akan diakui dalam laporan laba rugi atau sebagai consideration which is deemed to be an asset or liability will be recognized either in
pendapatan komprehensif lain. Jika diklasifikasikan sebagai ekuitas, imbalan kontinjensinya tidak profit or loss or as other comprehensive income. If the contingent consideration is
diukur kembali sampai penyelesaian terakhir dalam ekuitas. classified as equity, it should not be remeasured until it is finally settled within equity.
Pada tanggal akuisisi, pertama kali goodwill diukur pada harga perolehan yang merupakan selisih At acquisition date, goodwill is initially measured at cost being the excess of the
lebih nilai agregat dari imbalan yang dibayarkan dan jumlah yang diakui untuk KNP dibandingkan aggregate of the consideration transferred and the amount recognized for NCI over the
dengan jumlah dari aset teridentifikasi dan liabilitas yang diperoleh. Jikaimbalan tersebut kurang net identifiable assets acquired and liabilities assumed. If this consideration is lower
dari nilai wajar asetneto Entitas Anak yang diakuisisi, selisihtersebut diakui dalam laporan laba than the fair value of the net assets of the Subsidiary acquired, the difference is
rugi. recognized in profit or loss.
Setelah pengakuan awal, goodwill diukur pada jumlah tercatat dikurangi akumulasi kerugian After initial recognition, goodwill is measured at cost less any accumulated impairment
penurunan nilai, jika ada. Untuk tujuan uji penurunan nilai, goodwill yang diperoleh dari suatu losses. For the purpose of impairment testing, goodwill acquired in a business
kombinasi bisnis dialokasikan sejak tanggal akuisisi kepada setiap unit penghasil kas (“UPK”) dari combination is allocated from the acquisition date to each of the Group’s cash-
Kelompok Usaha yang diharapkan akan memperoleh manfaat dari kombinasi tersebut, terlepas generating units (“CGU”) that are expected to benefit from the combination, irrespective
dari apakah aset atau liabilitas lain dari pihak yang mengakuisisi dialokasikan kepada UPK of whether other assets or liabilities of the acquirer are assigned to those CGUs.
tersebut.
Jika goodwill telah dialokasikan pada suatu UPK dan operasi tertentu dalam UPK tersebut Where goodwill forms part of a CGU and part of the operation within that CGU is
dilepas, maka goodwill yang terasosiasi dengan operasi yang dilepas tersebut dimasukkan dalam disposed of, the goodwill associated with the operation disposed of is included in the
jumlah tercatat operasi tersebut ketika menentukan keuntungan atau kerugian dari pelepasan carrying amount of the operation when determining the gain or loss on disposal of the
operasi. Goodwill yang dilepaskan tersebut diukur berdasarkan nilai relatif operasi yang dilepas operation. Goodwill disposed of in this circumstance is measured based on the relative
dan porsi UPK yang ditahan. values of the operation disposed of and the portion of the CGU retained.
Sesuai dengan ketentuan dalam PSAK 22, apabila proses akuntansi awal untuk kombinasi bisnis In accordance with the provision of PSAK 22, if the initial accounting for a business
belum selesai pada akhir periode pelaporan pada saat kombinasi terjadi, Kelompok Usaha combination is incomplete by the end of the reporting period in which the combination
melaporkan jumlah sementara untuk pos-pos yang proses akuntansinya belum selesai dalam occurs, the Group shall report in its consolidated financial statements provisional
laporan keuangan konsolidasian. Selama periode amounts for the items for which the accounting is incomplete. During the measurement
pengukuran, Kelompok Usaha menyesuaikan secara retrospektif jumlah sementara yang diakui period, the Group shall retrospectively adjust the provisional amounts recognized at the
pada tanggal akuisisi untuk mencerminkan informasi baru yang diperoleh tentang fakta dan acquisition date to reflect new information obtained about facts and circumstances that
keadaan yang ada pada tanggal akuisisi dan, jika diketahui telah berdampak pada pengukuran existed as of the acquisition date and, if known, would have affected the measurement
jumlah yang diakui pada tanggal tersebut. of the amounts recognized as of that date.
Page 34
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2024 For the Period Ended June 30, 2024
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
aa. Peristiwa setelah periode pelaporan aa. Events after the reporting period
Peristiwa setelah periode pelaporan yang memberikan informasi tambahan mengenai posisi Post period-end events that provide additional information about the Group’s financial
keuangan Kelompok Usaha pada tanggal pelaporan (“peristiwa penyesuaian”), jika ada, position at the reporting date (“adjusting events”), if any, are reflected in the
dicerminkan dalam laporan keuangan konsolidasian. Peristiwa setelah periode pelaporan yang consolidated financial statements. Post period-end events that are not adjusting events
bukan peristiwa penyesuai diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan konsolidasian jika are disclosed in the notes to the consolidated financial statements when material.
material.
ab. Klasifikasi lancar dan tak lancar ab. Current and non-current classification
Kelompok Usaha menyajikan aset dan liabilitas dalam laporan posisi keuangan konsolidasian The Group presents assets and liabilities in the statement of financial position based on
berdasarkan klasifikasi lancar/tak lancar. Suatu aset disajikan lancar bila: current/non-current classification. An asset is current when it is:
1) akan direalisasi, dijual atau dikonsumsi dalam siklus operasi normal, 1) expected to be realized or intended to be sold or consumed in the normal
operating cycle,
2) untuk diperdagangkan 2) held primarily for the purpose of trading,
3) akan direalisasi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan, atau 3) expected to be realized within 12 months after the reporting period, or
4) kas atau setara kas kecuali yang dibatasi penggunaannya atau akan digunakan untuk 4) cash or cash equivalent unless restricted from being exchanged or used to settle a
melunasi suatu liabilitas dalam kurun waktu 12 bulan setelah tanggal pelaporan. liability for at least 12 months after the reporting period.
Seluruh aset lain diklasifikasikan sebagai tidak lancar. All other assets are classified as non-current.
Suatu liabilitas disajikan lancar bila: A liability is current when it is:
1) akan dilunasi dalam siklus operasi normal, 1) expected to be settled in the normal operating cycle,
2) untuk diperdagangkan, 2) held primarily for the purpose of trading,
3) akan dilunasi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan, atau 3) due to be settled within twelve months after the reporting period, or
4) tidak ada hak tanpa syarat untuk menangguhkan pelunasannya dalam kurun waktu 12 4) there is no unconditional right to defer the settlement of the liability for at least
bulan setelah tanggal pelaporan. twelve months after the reporting period.
Seluruh liabilitas lain diklasifikasikan sebagai tidak lancar. All other liabilities are classified as non-current.
Aset dan kewajiban pajak tangguhan diklasifikasikan sebagai aset tidak lancar dan kewajiban Deferred tax assets and liabilities are classified as non-current assets and liabilities.
jangka panjang.
3. PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI AKUNTANSI SIGNIFIKAN 3. SIGNIFICANT ACCOUNTING JUDGMENTS ESTIMATES AND ASSUMPTIONS
Penyusunan laporan keuangan konsolidasian sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di The preparation of consolidated financial statements, in conformity with Indonesian
Indonesia mewajibkan manajemen untuk membuat estimasi dan asumsi yang mempengaruhi Financial Accounting Standards, requires management to make judgments of estimations
jumlah-jumlah yang dilaporkan dari pendapatan, beban, aset dan liabilitas, dan pengungkapan and assumptions that affect the amounts reported on income, expenses, assets and
liabilitas kontinjensi pada tanggal pelaporan. Ketidakpastian mengenai asumsi dan estimasi liabilities and disclosures of contigent liabilities at the reporting date. The uncertainty of
tersebut dapat mengakibatkan penyesuaian nilai tercatat aset dan liabilitas dalam periode assumption and estimation may cause adjustment to the carrying amounts of assets and
pelaporan berikutnya. liabilities within the next reporting period.
Manajemen berkeyakinan bahwa pengungkapan berikut telah mencakup ikhtisar pertimbangan, Management believes that the following represent a summary of the significant judgements,
estimasi dan asumsi signifikan yang dibuat oleh manajemen, yang berpengaruh terhadap jumlah- estimates and assumptions made that affected certain reported amounts and disclosures in
jumlah yang dilaporkan serta pengungkapan dalam laporan keuangan konsolidasian. the consolidated financial statements.
Pertimbangan Judgments
Penyusunan laporan keuangan konsolidasian Kelompok Usaha mensyaratkan manajemen untuk The preparation of the Group’s consolidated financial statements requires management to
membuat pertimbangan, estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah yang dilaporkan atas make judgments, estimates and assumptions that affect the reported amounts of revenues,
pendapatan, beban, aset dan liabilitas, serta pengungkapan laporan keuangan konsolidasi, pada expenses, assets and liabilities, and the disclosures to the consolidate financial statements,
akhir periode pelaporan. Namun, ketidakpastian asumsi dan estimasi ini dapat menyebabkan at the end of the reporting period. However, uncertainty about these assumptions and
hasil yang memerlukan penyesuaian material atas nilai tercatat aset atau liabilitas yang estimates could result in outcomes that require a material adjustment to the carrying amount
berdampak pada masa mendatang. of the assets or liabilities affected in future years.
Penentuan mata uang fungsional Determination of functional currency
Mata uang fungsional dari setiap entitas dalam Kelompok Usaha adalah mata uang dari The functional currency of each entity in the Group is the currency of the primary economic
lingkungan ekonomi utama di mana entitas tersebut beroperasi. Mata uang tersebut adalah mata environment where such entity operates. Those currencies are the currencies that influence
uang yang mempengaruhi pendapatan dan biaya masing-masing entitas. Penentuan mata uang the revenues and costs of each of the respective entities. The determination of functional
fungsional bisa membutuhkan pertimbangan karena berbagai kompleksitas, antara lain, suatu currency may require judgment due to various complexity, among others, the entity may
entitas dapat bertransaksi dalam lebih dari satu mata uang dalam aktivitas usahanya sehari-hari. transact in more than one currency in its daily business activities.
Klasifikasi aset keuangan dan liabilitas keuangan Classification of financial assets and liabilties
Kelompok Usaha menetapkan klasifikasi atas aset dan liabilitas tertentu sebagai aset keuangan The Group determines the classifications of certain assets and liabilities as financial assets
dan liabilitas keuangan dengan mempertimbangkan apakah definisi yang ditetapkan PSAK No. and financial liabilities by complying the definition set in PSAK No.71. Accordingly, the
71 dipenuhi. Dengan demikian, aset keuangan dan liabilitas keuangan diakui sesuai dengan financial assets and financial liabilities are accounted for in accordance with the Group's
kebijakan akuntansi Kelompok Usaha seperti diungkapkan pada 2h. accounting policies disclosed in Note 2h.
Page 35
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN
Kelompok Usaha menetapkan klasifikasi atas aset dan liabilitas tertentu sebagai aset keuangan The Group determines the classifications STATEMENTS
of certain assets and liabilities as financial assets
Untuk Periode
dan liabilitas keuangan denganyang Berakhir padaapakah
mempertimbangkan Tanggal 30 Juni
definisi yang2024
ditetapkan PSAK No. For the Period
and financial liabilities by complying Ended June
the efinition set in 30, 2024
PSAK No.71. Accordingly, the
71 dipenuhi. Dengan demikian, aset keuangan dan liabilitas
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, keuangan diakui sesuai dengan (Expressed
financial assets and financial in thousands
liabilities are accounted forofinRupiah,
accordance with the Group's
kebijakan akuntansi Kelompok Usaha seperti diungkapkan
kecuali dinyatakan lain) pada 2h. accounting policies disclosed in Note 2h.
unless otherwise stated)
3. PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan) 3. SIGNIFICANT ACCOUNTING JUDGMENTS ESTIMATES AND
ASSUMPTIONS (continued)
Tagihan restitusi pajak dan keberatan atas hasil pemeriksaan pajak Claims for tax refund and tax assessments under appeal
Berdasarkan peraturan perpajakan yang berlaku saat ini, manajemen mempertimbangkan Based on tax regulations currently enacted, the management judges if the amounts of
apakah jumlah tagihan restitusi pajak yang dicatat dalam akun pajak dibayar di muka dapat claims for tax refund recorded under prepaid taxes account are recoverable from and
dipulihkan dan direstitusi oleh Kantor Pajak. refundable by the Tax Office.
Sewa Leases
Sewa Operasi Operating Leases
Kelompok Usaha menerapkan PSAK 73 yang mensyaratkan pengakuan liabilitas sewa The Group has adopted PSAK 73, which sets the requirement for recognition of lease
sehubungan dengan sewa yang sebelumnya diklasifikasikan sebagai sewa operasi. liabilities in relation to leases which had previously been classified as operating leases.
Pada tanggal permulaan kontrak, Kelompok Usaha menilai apakah kontrak merupakan, atau At the inception of a contract, the Group assesses whether the contract is, or contains, a
mengandung, sewa. Suatu kontrak merupakan atau mengandung sewa jika kontrak tersebut lease. A contract is or contains a lease if the contract conveys the right to control the use of
memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan aset identifikasian selama suatu jangka an identified asset for a period of time in exchange for consideration.
waktu untuk dipertukarkan dengan imbalan.
Estimasi dan asumsi Estimates and assumptions
Asumsi utama mengenai masa depan dan sumber kunci lainnya untuk estimasi ketidakpastian The key assumptions concerning the future and other key sources of estimation uncertainty
pada akhir periode pelaporan yang memiliki risiko signifikan yang menyebabkan penyesuaian at the end of the reporting period that have a significant risk of causing a material
material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas dalam tahun pelaporan berikutnya dijabarkan adjustment to the carrying amounts of assets and liabilities within the next financial year are
sebagai berikut: discussed below:
Provisi kerugian kredit ekspektasian atas piutang usaha Provision for expected credit losses of trade receivables
Kelompok Usaha menggunakan matriks provisi untuk menghitung KKE untuk piutang usaha. The Group uses a provision matrix to calculate ECLs for trade receivables. The provision
Tingkat provisi didasarkan pada hari lewat jatuh tempo untuk pengelompokan berbagai segmen rates are based on days past due for groupings of various customer segments that have
pelanggan yang memiliki pola kerugian yang serupa. Matriks provisi pada awalnya didasarkan similar loss patterns. The provision matrix is initially based on the Group’s historical
pada tingkat gagal bayar Kelompok Usaha yang diamati secara historis. observed default rates.
Kelompok Usaha akan mengkalibrasi matriks untuk menyesuaikan pengalaman kerugian kredit The Group will calibrate the matrix to adjust the historical credit loss experience with forward-
historis dengan informasi yang bersifat perkiraan masa depan (forward-looking). Misalnya, jika looking information. For instance, if forecast economic conditions (i.e., gross domestic
perkiraan kondisi ekonomi (yaitu, produk domestik bruto) diekspektasikan akan memburuk pada product) are expected to deteriorate over the next year which can lead to an increased
tahun berikutnya yang dapat menyebabkan peningkatan jumlah gagal bayar di sektor number of defaults in the manufacturing sector, the historical default rates are adjusted. At
manufaktur, tingkat gagal bayar historis disesuaikan. Pada setiap tanggal pelaporan, tingkat every reporting date, the historical observed default rates are updated and changes in the
gagal bayar yang diamati secara historis diperbarui dan perubahan dalam estimasi perkiraan forward-looking estimates are analyzed.
masa depan dianalisis.
Penilaian korelasi antara tingkat default yang diamati secara historis, prakiraan kondisi ekonomi, The assessment of the correlation between historical observed default rates, forecast
dan KKE adalah estimasi yang signifikan. Jumlah KKE sensitif terhadap perubahan keadaan dan economic conditions and ECLs is a significant estimate. The amount of ECLs is sensitive to
prakiraan kondisi ekonomi. Pengalaman kerugian kredit historis Kelompok Usaha dan perkiraan changes in circumstances and of forecast economic conditions. The Groups’s historical
kondisi ekonomi mungkin juga tidak mewakili gagal bayar pelanggan yang sebenarnya di masa credit loss experience and forecast of economic conditions may also not be representative
depan. Informasi tentang KKE pada piutang usaha Perusahaan diungkapkan dalam Catatan 7. of customer’s actual default in the future. The information about the ECLs on the Company’s
trade receivables is disclosed in Note 7.
Estimasi masa manfaat atas aset tetap Estimated useful lives of fixed assets
Kelompok Usaha mengestimasi masa manfaat dari aset tetap berdasarkan utilisasi dari aset The Group estimates the useful lives of its fixed assets based on expected asset utilization
yang diharapkan dapat didukung dengan rencana dan strategi usaha yang juga as anchored on business plans and strategies that also consider expected future
mempertimbangkan perkembangan teknologi di masa depan dan perilaku pasar. Estimasi dari technological developments and market behavior. The estimation of the useful lives of fixed
masa manfaat aset tetap adalah berdasarkan penelaahan Kelompok Usaha secara kolektif asset is based on the Group’s collective assessment of industry practice, internal technical
terhadap praktek industri, evaluasi teknis internal dan pengalaman untuk aset yang setara. evaluation and experience with similar assets.
Estimasi masa manfaat direviu paling sedikit setiap akhir tahun pelaporan dan diperbarui jika The estimated useful lives are reviewed at least at each financial year end and are updated
ekspektasi berbeda dari estimasi sebelumnya dikarenakan pemakaian dan kerusakan fisik, if expectations differ from previous estimates due to physical wear and tear, technical or
keusangan secara teknis atau komersial dan hukum atau pembatasan lain atas penggunaan dari commercial obsolescence and legal or other limitations on the use of the assets. It is
aset. Tetapi, adalah mungkin, hasil di masa depan dari operasi dapat dipengaruhi secara material possible, however, that future results of operations could be materially affected by changes
oleh perubahan-perubahan dalam estimasi yang diakibatkan oleh perubahan faktor-faktor yang in the estimates brought about by changes in the factors mentioned above.
disebutkan di atas.
Penyusutan aset hak-guna Depreciation of right-of-use assets
Biaya perolehan aset hak-guna disusutkan dengan metode garis lurus berdasarkan taksiran The costs of right-of-use assets are depreciated on a straight-line basis over their estimated
masa manfaat ekonomisnya. Manajemen mengestimasi masa manfaat ekonomis aset hak-guna useful lives. Management estimates the useful lives of these leased assets to be within 2
antara 2 (dua) sampai dengan 30 (tiga puluh) tahun, yang merupakan umur yang secara umum (two) to 30 (thirty) years. These are common life expectancies applied in the industries
diharapkan dalam industri dimana Kelompok usaha menjalankan bisnisnya. Perubahan tingkat where the Group conducts its businesses. Changes in the expected level of usage could
pemakaian dan perkembangan teknologi dapat mempengaruhi masa manfaat ekonomis dan nilai impact the economic useful lives and the residual values of these assets, and therefore
sisa aset, dan karenanya biaya penyusutan masa depan mungkin direvisi. future depreciation charges could be revised.
Page 36
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
Biaya perolehan aset hak-guna disusutkan dengan metode garis lurus berdasarkan taksiran The costs of right-of-use assets are depreciated on a straight-line basis over their estimated
CATATAN
masa manfaat ekonomisnya. ATASmengestimasi
Manajemen LAPORAN KEUANGAN
masa manfaat ekonomis aset hak-guna NOTES
useful lives. Management TO THE
estimates the CONSOLIDATED
useful lives of theseFINANCIAL
leased assets to be within 2
antara 2 (dua) sampai dengan 30 (tigaKONSOLIDASIAN
puluh) tahun, yang merupakan umur yang secara umum STATEMENTS
(two) to 30 (thirty) years. These are common life expectancies applied in the industries
Untuk
diharapkan dalam Periode
industri yang
dimana Berakhir
Kelompok padamenjalankan
usaha Tanggal 30bisnisnya.
Juni 2024Perubahan tingkat where the Group conducts For the PeriodChanges
its businesses. in the30,
Ended June 2024 level of usage could
expected
pemakaian dan perkembangan teknologidalam
(Disajikan dapat mempengaruhi masa manfaat ekonomis dan nilai
ribuan Rupiah, impact the economic useful(Expressed
lives and thein residual
thousandsvalues of these assets, and therefore
of Rupiah,
sisa aset, dan karenanya biaya penyusutan masa depanlain)
kecuali dinyatakan mungkin direvisi. future depreciation charges could be revised.
unless otherwise stated)
3. PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan) 3. SIGNIFICANT ACCOUNTING JUDGMENTS ESTIMATES AND
ASSUMPTIONS (continued)
Estimasi dan asumsi (lanjutan) Estimates and assumptions (continued
Liabilitas imbalan kerja karyawan Employee benefits liabilities
Beban dari program pensiun manfaat pasti dan nilai kini dari kewajiban pensiun ditentukan oleh The cost of defined benefit plan and present value of the pension obligation are determined
penilaian aktuaris dengan menggunakan beberapa asumsi diantaranya tingkat diskonto, tingkat based actuarial valuation which makes use of various assumptions such as discount rates,
pengembalian dana yang diharapkan, tingkat kenaikan kompensasi dan tingkat kematian, expected rates of return on plan assets, rates of compensation increases and mortality
kewajiban manfaat pasti sangat sensitif terhadap perubahan asumsi. Nilai tercatat liabilitas telah rates. The defined benefit obligation is highly sensitive to changes in the assumptions. The
diungkapkan dalam Catatan 25. carrying amount of the obligation is disclosed in Note 25.
Ketidakpastian kewajiban perpajakan Uncertain tax exposure
Dalam situasi tertentu, Kelompok Usaha tidak dapat menentukan secara pasti jumlah liabilitas Income taxes In certain circumstances, the Group may not be able to determine the exact
pajak mereka pada saat ini atau masa depan karena proses pemeriksaan, atau negosiasi amount of its current or future tax liabilities due to ongoing investigations by, or negotiations
dengan otoritas perpajakan. Ketidakpastian timbul terkait dengan intepretasi dari peraturan with, the taxation authority. Uncertainties exist with respect to the interpretation of complex
perpajakan yang kompleks dan jumlah dan waklu dari pendapatan kena pajak di masa depan. tax regulations and the amount and timing of future taxable income. In determining the
Dalam menentukan jumlah yang harus diakui terkait dengan liabilitas pajak yang tidak pasti, amount to be recognized in respect of an uncertain tax liability, the Group applies similar
Kelompok Usaha menerapkan pertimbangan yang sama yang akan mereka gunakan dalam considerations as it would use in determining the amount of a provision to be recognized in
menentukan jumlah cadangan yang harus diakui sesuai dengan PSAK No. 57, "Provisi, Liabilitas accordance with PSAK No. 57, "Provisions, Contingent Liabilities and Contingent Asset.
Kontijensi dan Aset Kontijensi". Pajak penghasilan telah diungkapkan dalam Catatan 11. Income tax is disclosed in Note 11.
Realisasi dari aset pajak tangguhan Realizability of deferred tax assets
Kelompok Usaha melakukan reviu atas nilai tercatat aset pajak tangguhan pada setiap akhir The Group reviews the carrying amounts of deferred tax assets at the end of each reporting
periode pelaporan dan mengurangi nilai tersebut sampai sebesar kemungkinan aset tersebut period and reduces these to the extent that it is no longer probable that sufficient taxable
tidak dapat direalisasikan, dimana penghasilan kena pajak yang tersedia memungkinkan untuk income will be available to allow all or part of the deferred tax assets to be utilized.
penggunaan seluruh atau sebagian dari aset pajak tangguhan tersebut.
Penelaahan Kelompok Usaha atas pengakuan aset pajak tangguhan untuk perbedaan temporer The Group’s assessment on the recognition of deferred tax assets on deductible temporary
yang dapat dikurangkan didasarkan atas tingkat dan waktu dari penghasilan kena pajak yang differences is based on the level and timing of forecasted taxable income of the subsequent
ditaksirkan untuk periode pelaporan berikutnya. Taksiran ini berdasarkan hasil pencapaian reporting periods. This forecast is based on the Group’s past results and future expectations
Kelompok Usaha di masa lalu dan ekspektasi di masa depan terhadap pendapatan dan beban, on revenues and expenses as well as future tax planning strategies. However, there is no
sebagaimana juga dengan strategi perencanaan perpajakan di masa depan. Tetapi tidak assurance that the Group will generate sufficient taxable income to allow all or part of the
terdapat kepastian bahwa Kelompok Usaha dapat menghasilkan penghasilan kena pajak yang deferred tax assets to be utilized.
cukup untuk memungkinkan penggunaan sebagian atau seluruh bagian dari aset pajak
tangguhan tersebut.
Aset (liabilitas) pajak tangguhan diungkapkan dalam Catatan 12f. Deferred tax assets (liabilities) are disclosed in Note 12f.
Beban pajak kini Current tax expense
Kelompok Usaha mengakui beban pajak kini berdasarkan estimasi penghasilan kena pajak The Group recognizes current tax expense based on the estimated taxable income for the
periode berjalan yang dihitung berdasarkan tarif pajak yang berlaku. period computed using the prevailing tax rates.
Page 37
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2024 For the Period Ended June 30, 2024
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
4. KAS DAN SETARA KAS 4. CASH AND CASH EQUIVALENTS
30 Juni 2024/ 31 Desember 2023/
June 30, 2024/ December 31, 2023/
Kas 821.527 1.097.728 Cash
Bank 5.437.020.920 4.109.297.505 Bank
Deposito 55.000.000 1.134.000.000 Time deposit
Total 5.492.842.447 5.244.395.233 Total
Kas Cash
Rupiah 819.216 1.095.479 Rupiah
Dolar AS 2.311 2.249 US Dollar
Dolar Singapura - - Singapore Dollar
Total 821.527 1.097.728 Total
ank
B Bank
Rupiah Rupiah
Pihak Berelasi (Catatan 42) 4.451.786.005 3.226.570.904 Related Parties (Notes 42)
Subtotal Pihak Berelasi 4.451.786.005 3.226.570.904 Subtotal Related Parties
Pihak Ketiga Third Parties
PT Bank Danamon 507.025.023 491.580.949 PT Bank Danamon
PT Bank Pembangunan Daerah PT Bank Pembangunan Daerah
Khusus Ibukota Jakarta 159.789.490 121.327.477 Khusus Ibukota Jakarta
PT Bank Central Asia Tbk 122.254.587 81.740.216 PT Bank Central Asia Tbk
PT Bank CIMB Niaga Tbk 12.219.005 11.202.377 PT Bank CIMB Niaga Tbk
PT Bank Pembangunan Daerah PT Bank Pembangunan Daerah
Jawa Timur Tbk 2.524.743 2.540.635 Jawa Timur Tbk
PT Bank Mega Tbk 818.776 818.289 PT Bank Mega Tbk
PT Bank Pembangunan Daerah PT Bank Pembangunan Daerah
Jabar dan Banten Tbk 3.919.305 1.729.316 Jabar dan Banten Tbk
PT Bank Pembangunan Daerah PT Bank Pembangunan Daerah
Kalimantan Timur 435.730 330.815 Kalimantan Timur
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk 66.103 66.203 PT Bank Muamalat Indonesia Tbk
PT Bank Bukopin Tbk 28.972 31.703 PT Bank Bukopin Tbk
PT Bank Pembangunan Daerah Bali 3.747 3.749 PT Bank Pembangunan Daerah Bali
Subtotal Pihak Ketiga 809.085.480 711.371.729 Subtotal Third Parties
Total Bank Rupiah 5.260.871.485 3.937.942.633 Total Bank Rupiah
Bank Bank
Dolar AS US Dollar
Pihak Berelasi (Catatan 42) 173.322.481 170.596.926 Related Parties (Notes 42)
Subtotal Pihak Berelasi 173.322.481 170.596.926 Subtotal Related Parties
Page 38
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2024 For the Period Ended June 30, 2024
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
4. KAS DAN SETARA KAS (lanjutan) 4. CASH AND CASH EQUIVALENTS (continued)
30 Juni 2024/ 31 Desember 2023/
June 30, 2024/ December 31, 2023/
Pihak Ketiga Third Parties
PT Bank Central Asia Tbk - 250.317 PT Bank Central Asia Tbk
PT Bank Permata Tbk - - PT Bank Permata Tbk
Subtotal Pihak Ketiga - 250.317 Subtotal Third Parties
Total Bank Dolar AS 173.322.481 170.847.243 Total Bank US Dollar
Dolar Singapura Singapore Dollar
Pihak Berelasi (Catatan 42) 2.826.954 507.629 Related Parties (Notes 42)
Total Bank Dolar Singapura 2.826.954 507.629 Total Bank Singapore Dollar
Total Bank 5.437.020.920 4.109.297.505 Total Bank
Deposito Berjangka Time Deposit
Rupiah Rupiahs
Pihak Berelasi 55.000.000 1.129.000.000 Related Parties
Subtotal Pihak Berelasi 55.000.000 1.129.000.000 Subtotal Related Parties
Pihak Ketiga Third Parties
PT Bank Pembangunan Daerah PT Bank Pembangunan Daerah
Jabar dan Banten Tbk Jabar dan Banten Tbk
PT Bank BJB - 5.000.000 PT Bank BJB
Subtotal Pihak Ketiga - 5.000.000 Subtotal Third Parties
Total Deposito Rupiah 55.000.000 1.134.000.000 Total Time Deposits Rupiah
Dolar AS US Dollar
Pihak Berelasi Related Parties
PT Bank Negara Indonesia PT Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk - - (Persero) Tbk
Subtotal Pihak Berelasi - Subtotal Related Parties
Total Deposito Dolar AS - - Total Time Deposits US Dollar
Total Deposito 55.000.000 1.134.000.000 Total Time Deposits
Total Kas dan Setara Kas 5.492.842.447 5.244.395.233 Total Cash and Cash Equivalents
Rupiah Rupiah
Deposito Berjangka 5.10% - 6.05% 3.00% - 5.75% Time Deposit
Pendapatan bunga yang berasal dari kas di bank dan deposito berjangka disajikan sebagai Interest income from cash in banks and time deposits is presented as part of
bagian dari “Penghasilan Keuangan” pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain “Finance Income” in the consolidated statement of profit or loss and other
konsolidasian comprehensive income.
5. KAS YANG DIBATASI PENGGUNAANNYA 4. CASH AND CASH EQUIVALENTS
30 Juni 2024/ 31 Desember 2023/
June 30, 2024/ December 31, 2023/
Lancar Current
Rupiah Rupiah
Pihak berelasi 385.214.552 265.765.757 Related Party
Tidak Lancar Non Current
Rupiah Rupiah
Pihak berelasi - 385.214.552 Related Party
Total 385.214.552 650.980.309 Total
Kas yang dibatasi penggunaannya merupakan dana yang ditempatkan sebagai jaminan atas The restricted cash are funds that are placed as collateral for the issuance facility
fasilitas penerbitan Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri (SKBDN) berdasarkan perjanjian of Domestic Documented Credit Letter (SKBDN) based on the non-cash credit
kredit nontunai antara PT Bank Tabungan Negara (Persero), Tbk. dengan PT Angkasa Pura I agreement between PT Bank Tabungan Negara (Persero), Tbk. and PT Angkasa
No.01/PK/CSTD/CB2/II/2023 dan No.SP.DK.0013/KU.11/2023 untuk pembayaran kepada PT Pura I No.01/PK/CSTD/CB2/II/2023 and No.SP.DK.0013/KU.11/2023 for payment
Wijaya Karya (Persero) Tbk atas pekerjaan jasa konstruksi gedung terminal dan fasilitas to PT Wijaya Karya (Persero) Tbk for construction services of terminal buildings
penunjang Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar sebesar Rp265.765.757 and supporting facilities of Sultan Hasanuddin International Airport, Makassar
(Catatan 22) yang telah jatuh tempo pada 27 Mei 2024 dan tagihan pembangunan infrastruktur di amounting to Rp265,765,757 (Note 22) due on May 27, 2024, and the
Bandara Internasional Yogyakarta, Kulon Progo kepada PP KSO sebesar Rp385.214.552 yang infrastructure development bill at Yogyakarta International Airport, Kulon Progo to
akan jatuh tempo pada 24 Februari 2025 (Catatan 25). Dalam hal ini, Vendor dimungkinkan PP KSO amounting to Rp385,214,552 due on February 24, 2025 (Note 25). In this
untuk mengajukan fasilitas pembayaran lebih cepat dari Bank atas utang Perusahaan. case, Vendors can apply for a earlier payment from the Bank for the Company’s
payable.
Page 39
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2024 For the Period Ended June 30, 2024
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
6. INVESTASI JANGKA PENDEK 6. SHORT-TERM INVESTMENTS
a. Investasi jangka pendek terdiri dari: a. Short-term investments consist of:
30 Juni 2024/ 31 Desember 2023/
June 30, 2024/ December 31, 2023/
Deposito berjangka > 3 bulan - - Time Deposit > 3 months
Obligasi - tersedia untuk dijual 10.015.000 10.167.500 Bonds - available for sale
Reksadana 37.933.954 38.904.358 Mutual fund
Deposito berjangka yang
dibatasi penggunaannya - 35.000.000 Restricted time deposits
Total 47.948.954 84.071.858 Total
a. Investasi jangka pendek terdiri dari: a. Short-term investments consist of:
1) Deposito diatas 3 bulan s.d. 1 tahun 1) Deposit above 3 months up to 1 year
30 Juni/ June 30, 2024 31 Desember/ December 31, 2023
Nilai nominal/ Nilai tercatat/ Nilai Nominal/ Nilai tercatat/
Nominal value Carrying value Nominal value Carrying value
Pihak Ketiga Third Parties
PT BPD Jabar Banten - - - - PT BPD Jabar Banten
Total Deposito Berjangka - - - - Total Time Deposits
2) Obligasi - diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain 2) Bonds - fair value through other comprehensive income
30 Juni/ June 30, 2024 31 Desember/ December 31, 2023
Nilai nominal/ Nilai tercatat/ Nilai Nominal/ Nilai tercatat/
Nominal value Carrying value Nominal value Carrying value
Rupiah Rupiah
Pihak Berelasi Related Parties
TINS Seri A2019 (IDR) - - - - TINS Seri A2019 (IDR)
ORI, FR0082 (IDR) 5.000.000 5.015.000 5.167.500 5.167.500 ORI, FR0082 (IDR)
Subtotal Rupiah 5.000.000 5.015.000 5.167.500 5.167.500 Subtotal Rupiah
Rupiah Rupiah
Pihak Ketiga Related Parties
BEXI04BCN7 5.000.000 5.000.000 5.000.000 5.000.000 ORI, FR0082 (IDR)
Subtotal Rupiah 5.000.000 5.000.000 5.000.000 5.000.000 Subtotal Rupiah
Total Obligasi 10.000.000 10.015.000 10.167.500 10.167.500 Total bonds
3) Reksadana - Nilai wajar diukur melalui Laba Rugi 3) Mutual fund - Fair value through profit or loss
30 Juni/ June 30, 2024 31 Desember/ December 31, 2023
Nilai nominal/ Nilai tercatat/ Nilai Nominal/ Nilai tercatat/
Nominal value Carrying value Nominal value Carrying value
Rupiah Rupiah
Pihak Ketiga Third Parties
HPAM Flexi Plus 10.000.000 8.044.853 10.013.471 7.965.158 HPAM Flexi Plus
SAM Indonesian Equity 30.000.000 29.889.101 31.621.703 30.939.200 SAM Indonesian Equity
Panin Infrastruktur - - - - Panin Infrastruktur
Sub-total Rupiah 40.000.000 37.933.954 41.635.174 38.904.358 Subtotal Rupiah
Total Reksadana 40.000.000 37.933.954 41.635.174 38.904.358 Total Mutual fund
Page 40
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2024 For the Period Ended June 30, 2024
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
6. INVESTASI JANGKA PENDEK (lanjutan) 6. SHORT-TERM INVESTMENTS (continued)
a. Investasi jangka pendek terdiri dari: a. Short-term investments consist of:
5) Deposito yang dibatasi penggunaannya 5) Restricted time deposit
30 Juni 2024/ 31 Desember 2023/
June 30, 2024/ December 31, 2023/
Rupiah Rupiah
Pihak Berelasi (Catatan 42) - 35.000.000 Related Party (Note 41)
Total - 35.000.000 Total
b. Berdasarkan jatuh tempo b. Based on maturity
30 Juni 2024/ 31 Desember 2023/
June 30, 2024/ December 31, 2023/
Kurang dari 1 tahun 37.933.954 78.904.358 less than 1 year
1-5 tahun 10.015.000 5.167.500 1-5 years
Total 47.948.954 84.071.858 Total
c. Tingkat suku bunga c. Interest rate
30 Juni 2024/ 31 Desember 2023/
June 30, 2024/ December 31, 2023/
Rupiah Rupiah
Deposito 2,25% - 2,50% 2,25% - 2,50% Deposito
Obligasi 7,00% - 8,10% 7,00% - 8,10% Obligasi
Dollar AS US Dollar
Obligasi - 2,60% - 3,6% Obligasi
d. Keuntungan yang belum direalisasi dari aset keuangan d. Unrealised gains from financial assets measured at
diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain fair value through other comprehensive income
30 Juni 2024/ 31 Desember 2023/
June 30, 2024/ December 31, 2023/
Nilai wajar pada awal periode 10.167.500 5.065.000 Fair value at beginning
Penambahan nilai investasi - 102.500 Additional investements
Pengurangan nilai investasi (152.500) - Disposal investments
Reklasifikasi atas klasifikasi dan pengukuran Reclassification for classification and
dari tersedia untuk dijual menjadi nilai wajar measurement from available for sale to
diukur melalui laba rugi - 5.000.000 fair value through profit or loss
Tersedia untuk dijual 10.015.000 10.167.500 Available for sale
Nilai wajar pada akhir periode 10.015.000 10.167.500 Fair value end year
Diakui sebagai laba (rugi) Recognized as gain (loss)
tahun berjalan - - for the year
Keuntungan belum direalisasi Unrealized gain are
yang diakui sebagai penghasilan recognized as other
komprehensif lain (1.218.825) 102.500 comprehensive income
Nilai wajar seluruh aset keuangan tersedia untuk dijual berdasarkan harga penawaran yang The fair value of all available-for-sale financial assets is based on the current bid
berlaku dalam pasar yang aktif dan input selain harga pasar yang dapat diobservasi. Untuk price in active markets and observable inputs other than quoted prices. For further
informasi lebih lanjut mengenai metode dan asumsi yang digunakan dalam menentukan nilai information about the methods used and assumptions applied in determining fair
wajar pada Catatan 2y. value in Note 2y.
Page 41
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2024 For the Period Ended June 30, 2024
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
7. PIUTANG USAHA 7. TRADE RECEIVABLES
30 Juni 2024/ 31 Desember 2023/
June 30, 2024 December 31, 2023
Piutang Usaha - Lancar Trade Receivable - Current
Sub-total pihak berelasi 451.557.880 280.365.998 Subtotal related parties
Penyisihan kerugian penurunan nilai (182.992.641) (142.400.894) Allowance for impairment loss
Total pihak berelasi 268.565.239 137.965.104 Total related parties
Pihak Ketiga Third Parties
Perusahaan swasta 443.298.614 580.537.154 Private companies
Airlines luar negeri 84.830.861 99.069.580 Foreign airlines
Airlines dalam negeri 84.328.315 93.976.383 Domestic airlines
Sub-total Pihak Ketiga 612.457.790 773.583.117 Subtotal Third Parties
Penyisihan kerugian penurunan nilai (269.167.456) (404.130.596) Allowance for impairment loss
Total pihak ketiga 343.290.334 369.452.521 Total third parties
Total piutang usaha 1.064.015.670 1.053.949.115 Total trade receivables
Penyisihan kerugian penurunan nilai (452.160.097) (546.531.490) Allowance for impairment loss
Total piutang usaha - lancar 611.855.573 507.417.625 Total trade receivables, net
Piutang Usaha - Tidak Lancar Non -Current portion
Pihak Berelasi 176.077.789 216.112.973 Related parties (Note 42)
Pihak Ketiga 18.554.818 20.396.550 Third parties
Penyisihan kerugian penurunan nilai (145.788.904) (172.872.341) Allowance for impairment loss
Total Piutang Usaha - Tidak Lancar 48.843.703 63.637.182 Total trade receivables - non-current, net
Rincian piutang usaha sesuai denominasi mata uangnya sebagai berikut: The details of trade receivables denominated in their currencies are as follows:
30 Juni 2024/ 31 Desember 2023/
June 30, 2024 December 31, 2023
Rupiah 624.571.081 537.001.257 Rupiah
Dolar AS 36.128.195 34.053.550 US Dollar
Total 660.699.276 571.054.807 Total
Mutasi penyisihan kerugian penurunan nilai adalah sebagai berikut: The movements in the allowance for impairment loss are as follows:
30 Juni 2024/ 31 Desember 2023/
June 30, 2024 December 31, 2023
Saldo awal 638.625.767 638.625.767 Beginning balance
Penyisihan tahun berjalan 47.225.115 150.609.337 Allowance during current year
Pemulihan tahun berjalan (87.901.882) (69.831.273) Repayments during the year
Saldo akhir tahun 597.949.001 719.403.831 Balance at the end of the year
Rincian piutang usaha berdasarkan umur piutang: The details of trade receivables based on aging schedule:
30 Juni 2024/ 31 Desember 2023/
June 30, 2024 December 31, 2023
0 - 90 hari 530.813.553 488.917.820 0 - 90 days
91 - 180 hari 157.210.995 27.129.810 91 - 180 days
181 - 360 hari 17.637.760 29.352.782 181 - 360 days
> 360 hari 552.985.968 745.058.226 > 360 days
Penyisihan kerugian penurunan nilai (597.949.001) (719.403.831) Allowance for impairment loss
Total 660.699.275 571.054.807 Total
Piutang kepada PT Merpati Nusantara Airlines sebesar Rp51.475.833 telah dinyatakan Receivables from PT Merpati Nusantara Airlines amounting to Rp51,475,833, has
macet dan atas semua saldo piutang tersebut telah dilakukan cadangan penurunan nilai. PT been declared to be uncollectible and all outstanding balances of receivables have
Merpati Nusantara Airline telah mengajukan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang been impaired. PT Merpati Nusantara Airlines has filed Penundaan Kewajiban
(PKPU) yang telah disetujui oleh Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Surabaya Pembayaran Utang (PKPU) that has been agreed by Business Court on
tanggal 14 November 2018. Dalam keputusan tersebut, disebutkan bahwa saldo piutang November 14, 2018. According to the sentence, the balance of the Company’s
Perusahaan kepada PT Merpati Nusantara Airline sebesar Rp50.796.430.126 (angka receivables from PT Merpati Nusantara Airline amounting to Rp50,796,430,126
penuh). Saldo tersebut berdasarkan kurs tanggal (full amount). The amount is based on exchange rate on February 6, 2018.
6 Februari 2018.
The receivable owed to PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk., in the amount of
Piutang kepada PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk., sebesar Rp156.689.027 telah Rp156,689,027 has been declared uncollectible, and as a result, the outstanding
dinyatakan macet dan atas saldo piutang tersebut telah dilakukan reklasifikasi ke akun balance has been reclassified to the non-current trade receivables account. PT
piutang usaha tidak lancar. PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk., telah mengajukan Garuda Indonesia (Persero) Tbk., has filed for a Suspension of Debt Payment
Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) yang telah disetujui oleh Pengadilan Obligation (PKPU) which has been approved by the Commercial Court at the
Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat tanggal 20 Juni 2022. Per 30 Juni 2024 Central Jakarta District Court on June 20, 2022. However, as of June 30, 2024,
terdapat saldo piutang usaha sebesar Rp41.891.986.304 yang merupakan piutang usaha there is still a remaining balance of trade receivables in the amount of
lancar. Rp41,891,986,304 which is considered as current.
Piutang kepada PT Aerofood Indonesia sebesar Rp44.909.972 sudah dinyatakan macet dan The receivable owed to PT Aerofood Indonesia in the amount of Rp44,909,972
atas saldo piutang tersebut telah dilakukan reklasifikasi ke akun piutang usaha tidak lancar. has been declared uncollectible, and as a result, the outstanding balance has
PT Aerofood Indonesia telah mengajukan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang been reclassified to the non-current trade receivables account. PT Aerofood
(PKPU) yang telah disetujui oleh Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Indonesia has filed for a Suspension of Debt Payment Obligation (PKPU) which
tanggal 20 Juli 2022. Per 30 Juni 2024 masih terdapat saldo piutang usaha sebesar has been approved by the Commercial Court at the Central Jakarta District Court
Rp4.754.126.730 yang merupakan piutang usaha lancar. on July 20, 2022. However, as of June 30, 2024, there is still a remaining balance
of Trade Receivables in the amount of Rp4,754,126,730 which is considered as
current.
Page 42
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2024 For the Period Ended June 30, 2024
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
8. PIUTANG LAIN-LAIN 8. OTHER RECEIVABLES
Piutang lain-lain terdiri dari: Other receivables consist of:
30 Juni 2024/ 31 Desember 2023/
June 30, 2024 December 31, 2023
Pihak ketiga 18.893.600 4.505.115 Third parties
Pihak berelasi 26.385.537 31.798.682 Related Party
Penyisihan kerugian penurunan nilai (17.246.573) (9.981.809) Allowance for Impairment loss
Total piutang lain-lain 28.032.564 26.321.988 Total other receivables
Piutang lain-lain pihak ketiga terutama merupakan piutang yang timbul dari pembayaran Other receivables third parties mainly represents receivables arise from payment to
pada pegawai, jaminan dan talangan. employee, deposits and temporary loan.
Mutasi penyisihan kerugian penurunan piutang adalah sebagai berikut: The movements in the allowance for impairment loss are as follows:
30 Juni 2024/ 31 Desember 2023/
June 30, 2024 December 31, 2023
Saldo awal 9.981.809 3.698.759 Beginning balance
Penyisihan tahun berjalan 7.264.764 6.295.430 Allowance during the year
Pemulihan tahun berjalan - (12.380) Recovery during the year
Saldo akhir tahun 17.246.573 9.981.809 Balance at the end of the year
30 Juni 2024/ 31 Desember 2023/
June 30, 2024 December 31, 2023
Belum jatuh tempo 12.746.440 - Not yet due
0 - 1 tahun 7.119.068 20.984.898 0 - 1 year
diatas 1 tahun 25.413.629 15.318.899 above 1 years
Saldo akhir tahun 45.279.137 36.303.797 Balance at the end of the year
Penyisihan kerugian penurunan nilai (17.246.573) (9.981.809) Allowance for impairment loss
Total 28.032.564 26.321.988 Total
Berdasarkan hasil penelaahan kolektibilitas akun piutang lain-lain per 30 Juni 2024, manajemen Based on the review of the collectibility of the other receivables as of June 30,
berkeyakinan bahwa penyisihan kerugian penurunan nilai piutang lain-lain di atas adalah cukup. 2024, the management believes that the above allowance for impairment loss of
other receivables is sufficient.
9. PERSEDIAAN 9. INVENTORIES
Persediaan terdiri dari: Inventories consist of:
30 Juni 2024/ 31 Desember 2023/
June 30, 2024 December 31, 2023
Persediaan alat kantor dan percetakan 5.514.511 8.371.591 Office supplies and equipment
Persediaan bahan bakar 4.780.512 4.389.052 Fuel supplies
Suku cadang pemeliharaan 146.432 399.668 Maintenance spare-part
Persedian hotel dan lounge 932.056 1.453.145 Hotel and lounge supplies
Persediaan barang dagang - 8.230.888 Merchandise inventory
Total 11.373.511 22.844.344 Total
Penyisihan penurunan nilai - (352.668) Allowance for impairment loss
Total 11.373.511 22.491.676 Total
Pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023 cadangan penyisihan kerugian penurunan As of June 30, 2024 and December 31, 2023 allowance for impairment loss of
nilai persediaan dengan kondisi barang rusak sebesar Rp0,- dan Rp352.668. inventories with the condition of damaged goods amounted to Rp0,- and
Rp352,668.
Kelompok Usaha berkeyakinan bahwa nilai tercatat persediaannya tidak melebihi nilai realisasi
netonya pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023. The Group believes that the carrying values of its inventories do not exceed their
net realizables values as of As of June 30, 2024 and December 31, 2023.
Berdasarkan hasil penelaahan pada akhir tahun, manajemen berkeyakinan bahwa penyisihan
penurunan nilai persediaan di atas cukup. Based on the review at the end of the year, the management believes that the
above allowance for impairment loss of inventories is sufficient.
Pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023, tidak terdapat persediaan yang dijaminkan
sehubungan dengan liabilitas apapun dan tidak terdapat persediaan yang diasuransikan. As of June 30, 2024 and December 31, 2023, there are no guaranteed inventory in
respect of any liability and no insured inventory.
Page 43
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2024 For the Period Ended June 30, 2024
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
10. UANG MUKA DAN BEBAN DIBAYAR DI MUKA 10. ADVANCES AND PREPAID EXPENSES
Uang muka dan beban dibayar di muka terdiri dari: Advances and prepaid expenses consist of:
30 Juni 2024/ 31 Desember 2023/
June 30, 2024 December 31, 2023
Umum 74.084.798 3.287.646 General
Pembelian persediaan - 15.115.780 Inventories purchase
suransi
A 14.620.052 20.292.023 Insurance
Biaya karyawan dibayar di muka 5.431.062 719.809 Employees paid in advanced
Pajak dibayar dimuka 7.308 - Prepaid Taxes
Lain-lain 841.734 5.725.929 Miscellaneous
Total 94.984.954 45.141.187 Total
Pembelian persediaan merupakan biaya dibayar dimuka sehubungan dengan pembelian Inventory purchase represents prepaid expenses of inventory and working
persediaan barang dagang dan pembelian persediaan penunjang kerja. equipment
Asuransi merupakan asuransi dibayar di muka atas aset tetap Perusahaan. Insurance represents prepaid expenses insurance for fixed assets of the
Company.
Beban Umum dibayar dimuka terdiri dari biaya pemeliharaan, utilitas serta pembelian Low Value
Assets. General purpose of prepaid expenses are consist of maintenance expenses, utility
and the purchase of Low Value Assets.
Uang muka dan beban dibayar di muka lain-lain terutama sehubungan dengan pemakaian
persediaan dan sewa. Miscellaneous advances and prepaid expenses are mainly consist of the use of
supplies and rent.
11. PENDAPATAN YANG MASIH HARUS DITERIMA 11. ACCRUED REVENUES
30 Juni 2024/ 31 Desember 2023/
June 30, 2024 December 31, 2023
Aeronautika 288.628.500 116.565.510 Aeronautical
Non Aeronautika 19.047.725 252.713.472 Non-Aeronautical
Lainnya 2.368.224 3.048.750 Others
Total 310.044.449 372.327.732
Penyisihan kerugian penurunan nilai (65.295.058) (65.418.711) Allowance for impairment loss
Total pendapatan yang masih harus diterima, neto 244.749.391 306.909.021 Total accrued revenue, net
Pendapatan yang masih harus diterima untuk aeronautika mencakup pendapatan-pendapatan Accrued revenues of aeronautical consist of Aircraft Landing, Placing and Storing
atas Jasa Pendaratan, Penempatan dan Penyimpanan Pesawat Udara (PJP4U), Jasa Service (PJP4U), Passenger Service Charge (PJP2U), Cargo and Post Services
Penumpang Pesawat Udara (PJP2U), Jasa Kargo dan Pos Pesawat Udara (PJKP2U), jasa (PJKP2U), aviobridge services and extended fee.
aviobridge dan extended fee.
Pendapatan yang masih harus diterima untuk non-aeronautika mencakup pendapatan- Accrued revenues of non-aeronautical consist of revenues for space rental
pendapatan atas jasa sewa ruang, pemakaian jasa gudang, sewa tanah, konsesi, parkir, services, use of warehouse, land rental, concessions, parking,
pemakaian listrik/telepon/air, pemakaian premium lounge dan jasa lainnya. electricity/telephone/ water, the use of premium lounges and other services.
Pendapatan yang masih harus diterima lainnya merupakan akrual atas pendapatan bunga Other accrued revenues consist of accruals on interest income on deposits and
deposito dan pendapatan non-usaha. non-operating income.
Page 44
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2024 For the Period Ended June 30, 2024
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
12. PERPAJAKAN 12. TAXATION
a. Pajak dibayar di muka a. Prepaid taxes
30 Juni 2024/ 31 Desember 2023/
June 30, 2024 December 31, 2023
Perusahaan The Company
PPN masukan 45.370.811 - VAT in
PPh pasal 22 1.689 - Income tax article 22
PPh pasal 23 126.965.640 - Income tax article 23
PPh pasal 21 - - Income tax article 21
PPh pasal 25 - - Income tax article 25
Pajak Lainnya 23.862.522 21.671.275 Other Tax
Entitas anak Subsidiaries
PPN masukan 18.062.128 6.221.028 VAT in
PPh pasal 22 17.940 - Income tax article 22
PPh pasal 23 892.878 - Income tax article 23
PPh pasal 4 ayat 2 - - Income tax article 4(2)
PPh pasal 28 A - - Income tax article 28A
PPh pasal 25 - - Income tax article 25
Tagihan Restitusi Estimasi Pajak - - Estimated tax refund
Pajak Lainnya - - Other tax
Total 215.173.608 27.892.303 Total
b. Estimasi Tagihan pajak b. Estimated Claims for Refundable Tax
30 Juni 2024/ 31 Desember 2023/
June 30, 2024 December 31, 2023
Perusahaan The Company
PPH 181.237.947 181.237.947 income Tax
Entitas anak Subsidiaries
PPH - 25.916.263 Income Tax
PPN 13.028.595 13.028.595 VAT
194.266.542 220.182.805
c. Utang pajak c. Tax payables
30 Juni 2024/ 31 Desember 2023/
June 30, 2024 December 31, 2023
Perusahaan The Company
PPN masukan 12.994.602 3.762.000 VAT in
PPN keluaran 149.931.462 46.866.683 VAT out
PPh pasal 4 (2) 1.091.840 584.534 Income tax article 4 (2)
PPh pasal 21 33.650.467 15.887.054 Income tax article 21
PPh pasal 29 - - Income tax article 29
PPh pasal 25 - - Income tax article 25
PPh pasal 23 2.388.442 2.658.218 Income tax article 23
PPh pasal 22 228.942 68.481 Income tax article 22
PPh pasal 26 - Income tax article 26
Entitas anak Subsidiaries
PPN keluaran 13.506.860 20.528.277 Value added tax
PPh pasal 25 - - Income tax article 25
PPh pasal 29 - 9.110.082 Income tax article 29
PPh pasal 21 453.224 3.052.680 Income tax article 21
PPh pasal 22 - - Income tax article 22
PPh pasal 4 (2) 1.588.176 697.716 Income tax article 4 (2)
PPh pasal 23 879.433 656.777 Income tax article 23
Pajak lainnya 2.908.653 2.755.929 Other taxes
Total 219.622.101 106.628.431 Total
Page 45
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2024 For the Period Ended June 30, 2024
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
12. PERPAJAKAN (lanjutan) 12. TAXATION (continued)
d. Beban pajak penghasilan badan d. Corporate Income tax expense
30 Juni 2024/ 31 Desember 2023/
June 30, 2024 December 31, 2023
Pajak kini Current tax
Perusahaan The Company
Tahun berjalan - - Current year
Hasil ketetapan pajak - - Tax assessment letter
Entitas anak - (18.830.374) Subsidiaries
Total - (18.830.374) total
Pajak Tangguhan Deffered tax
Perusahaan (139.572.966) (205.346.760) The Company
Entitas anak - (2.411.980) Subsidiaries
Subtotal (139.572.966) (207.758.740) Subtotal
Total (139.572.966) (226.589.114) total
e. Taksiran pajak penghasilan e. Estimated Income tax
Rekonsiliasi antara laba sebelum pajak penghasilan badan, seperti yang disajikan dalam laporan The reconciliation between profit before corporate income tax, as shown in the
laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian, dan taksiran pendapatan kena pajak consolidated statement profit or loss and comprehensive income, and estimated
Perusahaan adalah sebagai berikut: taxable income of the Company is as follows:
30 Juni 2024/ 31 Desember 2023/
June 30, 2024 December 31, 2023
Laba sebelum pajak penghasilan Profit before corporate income tax
badan menurut laporan laba rugi in consolidated statement
dan penghasilan komprehensif lain of profit or loss and
konsolidasian 668.338.142 1.148.741.159 other comprehensive income
Dikurangi: Deducted:
Laba entitas anak sebelum beban Profit of subsidiaries before
pajak penghasilan badan corporate income tax expense
dan efek eliminasi 52.477.518 (208.994.171) and elimination effect
Laba Perusahaan sebelum Profit before corporate income tax
pajak penghasilan badan 615.860.624 1.357.735.330 attributable to the Company
Penghasilan dikenakan pajak final (471.504.187) (795.595.477) Income subject to final tax
Laba Perusahaan sebelum Profit before corporate income tax
pajak penghasilan badan after expenses (revenues)
setelah beban (penghasilan) subjected to final tax
yang pajaknya bersifat final 144.356.437 562.139.853 attributable to the Company
Page 46
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2024 For the Period Ended June 30, 2024
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
12. PERPAJAKAN (lanjutan) 12. TAXATION (continued)
e. Taksiran pajak penghasilan (lanjutan) e. Estimated Income tax (continued)
Ditambah (dikurangi): Add (deduct):
Beda tetap: Permanent difference:
Beban tidak dapat dikurangkan 336.467.283 242.460.697 Non-deductible expenses
Beda waktu: Temporary difference:
Penyisihan penurunan nilai 61.284.292 (35.476.763) Allowance for impairment losses
Penyusutan (199.531.087) (327.978.220) Depreciation
Imbalan kerja karyawan (116.854.167) (266.175.912) Employee benefits
Realisasi pembayaran sewa 7.926.689 33.263.782 Actual Lease Payment
Sub-total 89.293.010 (353.906.416) Subtotal
Taksiran penghasilan kena Estimated taxable income
pajak Perusahaan 233.649.447 208.233.437 of the Company
Kompensasi Rugi Fiskal 2020-2022 (7.715.344.485) Fiscal Loss Compensation 2020-2022
Sisa Rugi Fiskal s.d Desember 2023 (7.378.308.217) Remaining Fiscal Loss until March 2023
Beban pajak penghasilan - - Income tax expense
Dikurangi: Deducted:
Pajak dibayar di muka Prepaid tax
PPh pasal 22 - 3.026 Income tax article 22
PPh pasal 23 - 181.234.921 Income tax article 23
PPh pasal 25 - - Income tax article 25
Total - 181.237.947 Total
Taksiran utang pajak
penghasilan 51.402.878 181.237.947 Estimated income tax payable
Perhitungan taksiran pajak penghasilan kena pajak pada akhir tahun menjadi dasar dalam The calculation of estimated taxable income at the end of the year is used as a
pengisian Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan Badan. Berdasarkan undang- basis in filling the annual corporate income tax return. Based on the taxation laws
undang perpajakan yang berlaku di Indonesia, entitas-entitas di dalam group menghitung dan of Indonesia, entities within the group culculate and pay tax on the basis of self
membayar sendiri besarnya jumlah pajak yang terutang. Direktorat Jenderal Pajak dapat assesment. The Directorate General of Tax may asess or amend tax liabilities
menetapkan atau mengubah liabilitas pajak dalam batas waktu 5 (lima) tahun sejak saat within 5 (five) years of the time the tax becomes due. The reconciliation between
terutangnya pajak. Rekonsiliasi antara hasil perkalian laba akuntansi sebelum pajak penghasilan the result of the multiplication of accounting income before corporate income tax
badan dengan tarif pajak yang berlaku dan beban pajak penghasilan sebagai berikut: with the current tax rate and income tax expense is as follows:
30 Juni 2024/ 31 Desember 2023/
June 30, 2024 December 31, 2023
Laba sebelum pajak penghasilan Profit before corporate income tax
badan menurut laporan laba rugi in consolidated statement
dan penghasilan komprehensif lain of profit or loss and
konsolidasian 668.338.142 1.148.741.159 other comprehensive income
Dikurangi: Less:
Laba (rugi) entitas anak sebelum Profit (loss) of subsudiaries before
beban pajak penghasilan badan corporate income tax expense
dan efek eliminasi 33.915.567 (208.994.171) and elimination effect
Laba perusahaan sebelum Profit before corporate income tax
pajak penghasilan badan 634.422.575 1.357.735.330 attributable to the company
Beban pajak penghasilan
berdasarkan tarif pajak Income tax expense based on
yang berlaku 139.572.967 298.701.773 applicable tax rate
Beban tidak dapat dikurangkan - 53.341.360 Non-deductible expenses
Hasil ketetapan pajak - - Tax assessment letter
Pendapatan Yang Dikenakan Pajak Final - (175.031.005) Income subject to final tax
Penyesuaian (entitas anak) - 28.334.632 Adjustment (subsidiaries)
Beban (manfaat) pajak penghasilan 139.572.967 205.346.760 Income tax expense
Beban pajak penghasilan
Entitas anak, neto - 21.242.354 Income tax expense Subssudiaries, net
Total Manfaat pajak penghasilan 139.572.967 226.589.114 Total Income tax benefit
f. Aset/liabilitas pajak tangguhan f. Deferred tax assets/liabilities
30 Juni 2024/ 31 Desember 2023/
June 30, 2024 December 31, 2023
Aset pajak tangguhan: Deferred tax assets:
Perusahaan 1.201.929.400 1.326.000.464 The Company
Entitas anak 33.714.276 136.897.666 Subsidiaries
Total 1.235.643.676 1.462.898.130 Total
Liabilitas pajak tangguhan: - Deferred tax liabilities:
Perusahaan - - The Company
Entitas anak - - Subsidiaries
Total - - Total
Page 47
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2024 For the Period Ended June 30, 2024
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
12. PERPAJAKAN (lanjutan) 12. TAXATION (continued)
f. Aset/liabilitas pajak tangguhan (lanjutan) f. Deferred tax assets/liabilities (continued)
Perhitungan beban (manfaat) dan aset pajak tangguhan sebagai berikut : The calculation of deferred tax expense (benefit) and deferred tax assets is as
follows :
30 Juni / June 30, 2024
Saldo Awal Beban (Manfaat) Dikreditkan ke Koreksi / Saldo Akhir /
1 Januari 2022 / Pajak Tangguhan / Ekuitas / Reklasifikasi 30 Juni 2024 /
Beginning Balance Gain and Loss Credited to Adjusment / Ending Balance
January 01, 2022 / Deffered Tax Equity Reclassification June 30, 2024
Aset Pajak tangguhan Deferred Tax Assets
Entitas Anak 136.897.666 - - (103.183.391) 33.714.275 Subsidiaries
Aset (Liabilitas) Pajak Deferred Tax Assets
Tangguhan (Liabilities) :
Perusahaan: The company
Penyisihan penurunan Allowance for impairment value
nilai piutang usaha 131.943.859 - - - 131.943.859 of trade receivables
Penyisihan penurunan Allowance for impairment value
nilai piutang non-usaha 2.776.524 - - - 2.776.524 of other receivables
Akumulasi penyusutan dan Accumulated depreciation and
amortisasi aset tetap, properti amortization of fixed assets,
investasi dan aset takberwujud (591.913.066) - - - (591.913.066) prop.inv. & intangible assets
Imbalan kerja karyawan 140.670.693 - - - 140.670.693 Employee benefits
Rugi Fiskal 1.623.229.792 (124.071.063) 1.499.158.729 Fiscal loss
Dampak PSAK 73 19.292.662 19.292.662 Effect of PSAK 73
Subtotal 1.326.000.464 - - - 1.201.929.401 Subtotal
Liabilitas Pajak tangguhan Deferred Tax Assets
Entitas Anak - - - - - Subsidiaries
Total 1.462.898.130 - - (103.183.391) 1.235.643.676 Total
31 Desember / December 31, 2023
Saldo Awal Beban (Manfaat) Dikreditkan ke Koreksi / Saldo Akhir /
1 Januari 2021 / Pajak Tangguhan / Ekuitas / Reklasifikasi 31 Desember 2023 /
Beginning Balance Gain and Loss Credited to Adjusment / Ending Balance
January 01, 2021 / Deffered Tax Equity Reclassification December 31, 2023 /
Aset Pajak tangguhan Deferred Tax Assets
Entitas Anak 137.988.686 613.575 1.320.959 (3.025.554) 136.897.666 Subsidiaries
Aset (Liabilitas) Pajak Deferred Tax Assets
Tangguhan (Liabilities) :
Perusahaan: The company
Penyisihan penurunan Allowance for impairment value
nilai piutang usaha 141.147.204 (9.203.345) - - 131.943.859 of trade receivables
Penyisihan penurunan Allowance for impairment value
nilai piutang non-usaha 1.378.067 1.398.457 - - 2.776.524 of other receivables
Akumulasi penyusutan dan Accumulated depreciation and
amortisasi aset tetap, properti amortization of fixed assets,
investasi dan aset tak berwujud (519.757.858) (72.155.208) - - (591.913.066) prop.inv. & intangible assets
Imbalan kerja karyawan 167.114.626 (58.558.701) 32.114.768 - 140.670.693 Employee benefits
Rugi Fiskal 1.697.375.787 (45.811.363) (28.334.632) 1.623.229.792 Fiscal loss
Dampak PSAK 73 11.974.630 7.318.032 - 19.292.662 Effect of PSAK 73
Subtotal 1.499.232.456 (177.012.128) 32.114.768 (28.334.632) 1.326.000.464 Subtotal
Total 1.637.221.142 (176.398.553) 33.435.727 (31.360.186) 1.462.898.130 Total
13. ASET LANCAR LAINNYA 13. OTHER CURRENT ASSETS
Akun ini terutama merupakan uang muka proyek. This account mainly represents advance for project.
Page 48
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2024 For the Period Ended June 30, 2024
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
14. INVESTASI JANGKA PANJANG 14. LONG TERM INVESTMENTS
30 Juni / June 30 2024 31 Desember/ December 31, 2023
Nilai nominal/ Nilai tercatat/ Nilai Nominal/ Nilai tercatat/
Nominal value Carrying value Nominal value Carrying value
Obligasi: Bonds:
RI0148 15.206.000 14.061.211 15.206.000 14.344.280 RI0148
BEXI04CCN7 - - - - BEXI04CCN7
Sub-total 15.206.000 14.061.211 15.206.000 14.344.280 Sub-total
Penyertaan saham pada Investment in shares of
entitas asosiasi: associates:
PT Bandara Internasional PT Bandara Internasional
Batam 296.523.690 302.589.510 296.523.690 292.775.786 Batam
PT Integrasi Aviasi Solusi 1.070.610.875 694.634.120 - - PT Integrasi Aviasi Solusi
PT Gapura Angkasa - 21.504.000 17.070.416 PT Gapura Angkasa
PT Jasamarga Bali Tol 59.635.000 3.280.209 59.635.000 6.588.337 PT Jasamarga Bali Tol
Sub-total 1.426.769.565 1.000.503.839 377.662.690 316.434.539 Sub-total
Total 1.441.975.565 1.014.565.050 392.868.690 330.778.819 Total
a. Penyertaan saham pada entitas asosiasi a. Investment in shares of associates
PT Gapura Angkasa (“Gapura”) PT Gapura Angkasa (“Gapura”)
Gapura bergerak dalam bidang jasa penunjang pengangkutan udara (ground handling) dan Gapura is engaged in ground handling of air freight and freight transport services.
pengangkutan barang.
Perusahaan memiliki kepemilikan saham di Gapura sebanyak 215.040 saham atau sebesar The Company has investment in shares of stock in Gapura amounted to 215,040
7,76% kepemilikan pada tahun 2023, masing-masing dicatat dengan menggunakan metode shares or 7.76% ownership in 2023, recorded using equity method due to
ekuitas karena adanya pengaruh signifikan di investee sesuai PSAK 15 Paragraf 6 dan 16. significant influence over investee in accordance with PSAK 15 paragraphs 6 and
16.
Pada tahun 2024, kepemilikan saham Gapura sebanyak 215.040 lembar saham atau sebesar
7,76% kepemilikan saham dialihkan ke PT Integrasi Aviasi Solusi (IAS) sebagai pengambilbagian In 2024, Gapura's share ownership of 215,040 shares or 7.76% share ownership
saham IAS oleh Perusahaan sebanyak 22.122 lembar saham. will be transferred to PT Integration Aviasi Solusi (IAS) as the Company acquires
22,122 shares of IAS shares.
30 Juni 2024/ 31 Desember 2023/
June 30, 2024 December 31, 2023
Biaya perolehan 21.504.000 21.504.000 Carrying value
Akumulasi bagian laba (8.472.707) (23.174.414) Cummulative share of profit
Penghasilan komprehensif lain (2.581.053) 1.162.386 Other comprehensive income
Selisih transaksi kombinasi bisnis
entitas sepengendali 11.053.760 Difference in the value of business
Perubahan kepemilikan (21.504.000) 8.588.878 combination under common control
Total - 8.080.850 Total
PT Jasamarga Bali Tol ("JMBT") PT Jasamarga Bali Tol ("JMBT")
JMBT bergerak dalam bidang pengusahaan jalan tol Nusa Dua - Ngurah Rai - Benoa. Investasi JMBT is engaged in the operation of Nusa Dua - Ngurah Rai - Benoa toll road.
dalam saham pada JMBT merupakan konsorsium investasi pembangunan jalan tol Nusa Dua - Investments in shares in JMBT is an investment consortium highway construction
Ngurah Rai - Benoa di daerah Bali oleh beberapa Perusahaan BUMN. Nusa Dua - Ngurah Rai - Benoa in Bali by several state-owned companies.
Perusahaan memiliki 59.635 saham atau sebesar Rp59.635.000.000 (dalam nilai penuh) dan The Company has 59,635 shares or Rp59,635,000,000 (in full amount) and
tambahan modal disetor lainnya sebesar Rp14.908.400.000 (dalam nilai penuh) dengan jumlah additional paid-in capital amounting to Rp14,908,400,000 (in full amount) with
kepemilikan sebesar 8%. ownership of 8%.
Investasi saham pada JMBT tersebut dicatat pada pembukuan Perusahaan dengan Investments in shares in JMBT the Company recorded by the equity method due to
menggunakan metode ekuitas karena pengaruh signifikan di investee sesuai PSAK 15 paragraph investee significant influence in accordance with PSAK 15, paragraphs 6 and 16.
6 dan 16. Rinciannya adalah sebagai berikut : The details are as follows:
30 Juni 2024/ 31 Desember 2023/
June 30, 2024 December 31, 2023
Biaya perolehan 59.635.000 59.635.000 Carrying value
Akumulasi bagian laba (64.171.489) (60.863.361) Cummulative share of profit
Penghasilan komprehensif lain (19.086) (19.086) Other comprehensive income
Selisih transaksi kombinasi bisnis Difference in the value of business
entitas sepengendali 7.835.784 7.835.784 combination under common control
Total 3.280.209 6.588.337 Total
Berdasarkan Akta Keputusan Rapat Nomor 46 Tanggal 22 Oktober 2020 yang dibuat dihadapan Based on the Deed of Meeting Resolutions Number 46 dated 22 October 2020
Leolin Jayayanti, S.H. Notaris di Jakarta. Dalam RUPSLB Perseroan sepakat melakukan made up front Leolin Jayayanti, S.H. Notary in Jakarta. In the EGMS, the Company
peningkatan Modal dasar dari Semula Rp745.434.000.000 menjadi Rp 1.440.434.000.000 agreed to increase the authorized capital from Rp745,434,000,000 to Rp
(dalam nilai penuh). Berdasarkan Akta Keputusan Rapat Nomor 24 Tanggal 12 November 2020 1,440,434,000,000 (in full amount). Based on the Deed of Meeting Resolutions
yang dibuat dihadapan Leolin Jayayanti,S.H. Notaris di Jakarta PT Jasa Marga (Persero) Tbk dan Number 24 dated 12 November 2020 made up front Leolin Jayayanti, S.H. Notary
PT Wijaya Karya (Persero) melakukan Tambahan Modal disetor sebesar Rp 200.000.000.000, in Jakarta, PT Jasa Marga (Persero) Tbk and PT Wijaya Karya (Persero) made
sehingga membuat presentase kepemilikan Perusahaan di PT Jasamarga Bali Tol terdilusi dari additional paid-in capital of IDR 200,000,000,000, which made the percentage of
8,00% menjadi 6,31%. the Company's ownership in PT Jasamarga Bali Tol diluted from 8.00% to 6.31%.
Page 49
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2024 For the Period Ended June 30, 2024
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
14. INVESTASI JANGKA PANJANG (lanjutan) 14. LONG TERM INVESTMENTS (continued)
a. Penyertaan saham pada entitas asosiasi (lanjutan) a. Investment in shares of associates (continued)
PT Bandara Internasional Batam ("BIB") PT Bandara Internasional Batam ("BIB")
BIB didirikan untuk mengelola kegiatan aktivitas bisnis seperti pengembangan, operasidan BIB was estabilished to manage business activites such as the development,
pengelolaan kegiatan bandara yang didalamnya termasuk layanan pesawat dan penumpang, operating and managing airport activities including aircraft and passenger service,
kegiatan atau bisnis dan kegiatan layanan terkait atau bisnis untuk mendukung kegiatan layanan activites or businesses and related service activities or businesses to support
operasi pesawat di Bandara Internasional Hang Nadim, Batam. aircraft operation service activites at Hang Nadim International Airport, Batam.
Investasi di BIB merupakan penyertaan saham pada perusahaan ventura bersama yang dibentuk Investment in BIB is an investment in shares in a joint venture company by a
oleh konsorsium PT Angkasa Pura I, Incheon Internasional Airport Corporation, PT Wijaya Karya consortium of PT Angkasa Pura I, Incheon Internasional Airport Corporation, PT
(Persero), Tbk (“Konsorsium AP1-IIAC-WIKA”) dalam Proyek Kerja Sama Pemerintah dengan Wijaya Karya (Persero), Tbk (“AP1-IIAC-WIKA Consortium”) in a Cooperation
Badan Usaha (KPBU) Bandar Udara Hang Nadim. Perusahaan memiliki 296.523.690 saham Project between Government with Business Entities (KPBU) Hang Nadim Airport.
atau sebesar Rp 296.523.690.000 (nilai penuh) dengan jumlah kepemilikan sebesar 51%. The Company has 296,523,690 shares or Rp 296,523,690,000 (full amount) and
Perusahaan mencatat investasi saham pada BIB menggunakan metode ekuitas karena with ownership of 51%. Investment in shares in BIB the company recorded using
pengaruh signifikan di investee sesuai PSAK 15 paragraf 6 dan 16. equity method due to significant influence over investee in accordance with PSAK
15, paragraphs 6 and 16.
30 Juni 2024/ 31 Desember 2023/
June 30, 2024 December 31, 2023
Biaya perolehan 296.523.690 296.523.690 Carrying value
Akumulasi bagian rugi 6.147.236 (3.666.488) Cummulative share of loss
Rugi komprehensif lain (81.416) (81.416) Other comprehensive loss
Total 302.589.510 292.775.786 Total
PT Integrasi Aviasi Solusi ("IAS") PT Integrasi Aviasi Solusi ("IAS")
IAS terbentuk dari konsolidasi sembilan anak usaha di bawah PT Angkasa Pura I dan PT IAS was formed from the consolidation of nine subsidiaries under PT Angkasa
Angkasa Pura II pada Januari 2024. IAS memiliki 4 portfolio bisnis dengan 12 layanan bisnis. Pura I and PT Angkasa Pura II in January 2024. IAS has 4 business portfolios with
Empat portfolio bisnis IAS yaitu Ground Handling & Cargo Terminal, Logistics, Hospitality dan 12 business services. IAS's four business portfolios are Ground Handling & Cargo
Operation Support. Terminal, Logistics, Hospitality and Operation Support.
Perusahaan mengalihkan kepemilikan saham di anak perusahaan APS, APL, dan APR dan The company transferred share ownership in the subsidiaries APS, APL, and APR
entitas asosiasi Gapura Angkasa melalui mekanisme Inbreng untuk menerima pembayaran and the associated entity Gapura Angkasa through the Inbreng mechanism to
berupa kepemilikan saham baru di IAS. Perusahaan memiliki 634.054 saham atau sebesar receive payment in the form of new share ownership in IAS. The company owns
Rp634.054.000.000 (nilai penuh) dengan jumlah kepemilikan sebesar 45,2606%. Perusahaan 634,054 shares or IDR 634,054,000,000 (full value) with total ownership of
mencatat investasi saham pada IAS menggunakan metode ekuitas karena pengaruh signifikan di 45.2606%. The company accounts for share investments in IAS using the equity
investee sesuai PSAK 15 paragraf 6 dan 16. method due to significant influence in the investee in accordance with PSAK 15
paragraphs 6 and 16.
30 Juni 2024/ 31 Desember 2023/
June 30, 2024 December 31, 2023
Biaya perolehan 634.054.000 - Carrying value
Akumulasi Bagian Laba (Rugi) 60.580.120 - Cummulative share of gain (loss)
Rugi komprehensif lain - - Other comprehensive loss
Total 694.634.120 - Total
Informasi tambahan pada tanggal 30 Juni 2024 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal Additional information as of June 30, 2024 and for the year ended related to
tersebut sehubungan dengan entitas asosiasi adalah sebagai berikut: associate entities are as follows:
Total Aset/ Total Liabilitas/ Total Pendapatan Laba (Rugi)/
Total Asset Total Liabilities Total Revenue Net Income (Loss)
PT Integrasi Aviasi Solusi 5.203.711.635 3.152.976.524 2.564.031.834 133.847.364 PT Integrasi Aviasi Solusi
PT Jasa Marga Bali Tol 1.909.318.284 1.762.673.860 71.137.925 7.955.367 PT Jasa Marga Bali Tol
PT Bandara Internasional PT Bandara Internasional
Batam 656.342.279 70.500.321 104.134.345 11.771.788 Batam
Page 50
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2024 For the Period Ended June 30, 2024
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
15. PROPERTI INVESTASI 15. INVESTMENT PROPERTIES
Properti investasi terdiri dari: Investment properties are consisted of:
Tahun yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2024/
Year ended June 30, 2024
Saldo Awal / Penambahan / Pengurangan / Reklasifikasi / Saldo Akhir /
Beginning Addition Deduction Reclassification Ending Balance
Biaya perolehan Acquisitions cost
Tanah 25.923.058 - - - 25.923.058 Lands
Bangunan/lapangan 170.522.425 - (28.313.844) - 142.208.581 Buildings/fields
Total 196.445.483 - (28.313.844) - 168.131.639 Total
Akumulasi penyusutan Accumulated depreciation
Bangunan/lapangan 59.869.174 1.415.462 (6.100.733) - 55.183.903 Buildings / fields
Penurunan nilai Impairment value
Bangunan/lapangan 23.007.461 - - - 23.007.461 Buildings / fields
Nilai buku 113.568.848 89.940.275 Book value
Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023/
Year ended December 31, 2023
Saldo Awal / Penambahan / Pengurangan / Reklasifikasi / Saldo Akhir /
Beginning Addition Deduction Reclassification Ending Balance
Biaya perolehan Acquisitions cost
Tanah 25.923.058 - - - 25.923.058 Lands
Bangunan/lapangan 171.358.631 60.774 (896.980) - 170.522.425 Buildings/fields
Total 197.281.689 60.774 (896.980) - 196.445.483 Total
Akumulasi penyusutan Accumulated depreciation
Bangunan/lapangan 56.312.056 4.454.098 (896.980) - 59.869.174 Buildings / fields
Penurunan nilai Impairment value
Bangunan/lapangan 23.007.461 - - - 23.007.461 Buildings / fields
Nilai buku 117.962.172 113.568.848 Book value
Nilai wajar dari properti investasi pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023 sebesar The fair value of the investment properties as of June 30, 2024 and December 31,
Rp1.419.774.185 dan Rp1.475.094.889 yang ditentukan berdasarkan Nilai Jual Objek Pajak 2023 amounted to Rp1,419,774,185 and Rp1,475.094.889 respectively, which
(NJOP) atas properti investasi. were determined based on Sales Value of Tax Object (NJOP) of the investment
properties.
Manajemen berkeyakinan bahwa NJOP telah mendekati nilai wajarnya. Management believes that NJOP approximates its fair value.
Properti investasi dicatat berdasarkan biaya perolehan. Properti investasi tanah tidak disusutkan. Investments properties are recorded at acqusition cost. Investment property of
Untuk 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023, beban penyusutan masing-masing sebesar land is not depreciated. In June 30, 2024 and December 31, 2023, depreciation
Rp1.415.463 dan Rp4.454.098 seluruhnya dibebankan pada “Beban operasional bandara”. expenses amounting to Rp1,415,463 and Rp4,454,098 espectively, were entirely
charged to “Airport operation expenses”.
Penghasilan sewa dari properti investasi untuk tahun yang berakhir paada tanggal 30 Juni 2024
dan 31 Desember 2023 masing-masing sebesar Rp6.141.339 dan Rp24.504.235. Rental income from investment properties for the years ended June 30, 2024 and
December 31, 2023 amounted to Rp6,141,339 and Rp24,505,235.
Page 51
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2024 For the Period Ended June 30, 2024
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
16. ASET TETAP 16. FIXED ASSETS
Tahun yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2024/
Year ended June 30, 2024
Saldo Awal / Penambahan / Pengurangan / Reklasifikasi / Saldo Akhir /
Beginning Addition Deduction Reclasification Ending Balance
Biaya perolehan/Cost of acquisitions
Pemilikan langsung/Direct acquisitions :
Tanah/Lands 7.881.562.716 - (17.846.693) - 7.863.716.023
Bangunan (lapangan)/Structure (fields) 13.238.548.979 - (2.351.710) 51.406.727 13.287.603.996
Gedung-gedung/Buildings 12.981.739.133 2.877.986 (171.232.037) 3.626.222 12.817.011.304
Alat perhubungan udara/Aviation equipment 16.544.205 - - - 16.544.205
Peralatan/Equipments 8.645.741.975 1.524.031 (948.606.527) 15.529.858 7.714.189.337
Kendaraan/Vehicle 806.529.400 - (112.691.179) 442.568 694.280.789
Instalasi/Instalations 2.914.934.845 2.536.538 (131.889) 2.537.024 2.919.876.518
Aset dalam konstruksi/Assets under 2.150.193.938 356.304.631 (59.277.416) (74.053.943) 2.373.167.210
Construction
Total 48.635.795.191 363.243.186 (1.312.137.451) (511.544) 47.686.389.382
Akumulasi penyusutan dan
penurunan nilai/Accumulated
depreciation and impairment value
Pemilikan langsung/Direct acquisitions :
Bangunan (lapangan)/Structure (fields) 4.002.601.711 201.600.871 (66.949) - 4.204.135.633
Gedung-gedung/buildings 2.486.890.984 163.322.086 (58.163.164) - 2.592.049.906
Alat perhubungan udara/Aviation Equipment 16.463.663 10.508 - - 16.474.171
Peralatan/Equipments 5.361.967.035 230.297.070 (686.332.034) - 4.905.932.071
Kendaraan/Vehicle 554.520.042 21.850.041 (95.543.668) - 480.826.415
Instalasi/Instalations 1.740.377.363 126.730.485 (98.897) - 1.867.008.951
Total 14.162.820.798 743.811.061 (840.204.712) - 14.066.427.147
Cadangan penurunan nilai/
Allowance for impairment 105.403.137 - 105.403.137
Nilai buku/Book value 34.367.571.256 33.514.559.098
Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023/
Year ended December 31, 2023
Saldo Awal / Penambahan / Pengurangan / Reklasifikasi / Saldo Akhir /
Beginning Addition Deduction Reclasification Ending Balance
Biaya perolehan/Cost of acquisitions
Pemilikan langsung/Direct acquisitions :
Tanah/Lands 7.881.249.373 313.343 - - 7.881.562.716
Bangunan (lapangan)/Structure (fields) 13.019.426.300 - (5.556.317) 224.678.996 13.238.548.979
Gedung-gedung/Buildings 12.919.762.447 2.567.892 (17.477.676) 76.886.470 12.981.739.133
Alat perhubungan udara/Aviation equipment 16.544.205 - - - 16.544.205
Peralatan/Equipments 8.523.432.670 18.488.645 (41.510.615) 145.331.275 8.645.741.975
Kendaraan/Vehicle 829.820.211 - (28.813.639) 5.522.828 806.529.400
Instalasi/Instalations 2.891.451.799 - - 23.483.046 2.914.934.845
Aset dalam konstruksi/Assets under 2.028.449.935 651.111.199 (53.464.581) (475.902.615) 2.150.193.938
Construction
Total 48.110.136.940 672.481.079 (146.822.828) - 48.635.795.191
Akumulasi penyusutan dan
penurunan nilai/Accumulated
depreciation and impairment value
Pemilikan langsung/Direct acquisitions :
Bangunan (lapangan)/Structure (fields) 3.595.276.577 410.654.346 (3.329.212) - 4.002.601.711
Gedung-gedung/buildings 2.110.493.848 380.364.181 (3.967.045) - 2.486.890.984
Alat perhubungan udara/Aviation Equipment 16.441.610 22.053 - - 16.463.663
Peralatan/Equipments 4.800.380.024 597.419.505 (35.832.494) - 5.361.967.035
Kendaraan/Vehicle 527.888.835 52.007.120 (25.375.913) - 554.520.042
Instalasi/Instalations 1.461.811.450 278.565.913 - - 1.740.377.363
Total 12.512.292.344 1.719.033.118 (68.504.664) - 14.162.820.798
Cadangan penurunan nilai/
Allowance for impairment 121.741.892 5.187.496 (21.526.251) - 105.403.137
Nilai buku/Book value 35.476.102.704 34.367.571.256
Page 52
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2024 For the Period Ended June 30, 2024
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
16. ASET TETAP (lanjutan) 16. FIXED ASSETS (continued)
Efektif 1 Januari 2022, Perusahaan melakukan perubahan umur ekonomis manfaat 20-60 untuk Effective January 1, 2022, the Company changed the useful life of 20-60 for field
bangunan lapangan dan 20-50 untuk gedung untuk mencerminkan umur ekonomis pada saat ini. buildings and 20-50 for buildings to reflect the current economic life. The impact of
Dampak dari perubahan tersebut adalah beban penyusutan untuk tahun yang berakhir pada such changes is a reduction of depreciation expense by Rp126,326,456 for the
tanggal 31 Desember 2022 adalah sebear Rp126.326.456. year ended December 31, 2022
Pada tahun 2022, beberapa aset bangunan, gedung, kendaraan, instalasi, peralatan, dan aset In 2022, several assets such as buildings, vihicle, installations, equipments and
dalam konstruksi dilepas oleh perusahaan terutama disebabkan aset tetap tidak produktif dan assets under constructions were disposed by the company mainly due to
pembongkaran untuk pekerjaan terminal VVIP Bandara I Gusti Ngurah Rai (DPS) - Bali unproductivity of the fixed assets and demolition for VVIP terminal I Gusti Ngurah
Rai Airports (DPS) - Bali
Pada tahun 2023, aset tetap berupa gedung terminal penumpang, gedung operasional, fasilitas In 2023, fixed assets in the form of passenger terminal building, operational
terminal penumpang dan gedung operasi dan aset lainnya diasuransikan pada PT BRI Insurance building, passenger terminal facility and operational building and other assets are
dengan nilai pertanggungan all risk, gempa bumi, marchinery breakdown dan electronic insured to PT BRI Insurance with an all risk coverage, earthquake, marchinery
equipment masing-masing sebesar Rp15.278.140.935, Rp4.878.407.969, Rp700.171.135, breakdown and electronic equipment amounting to Rp15,278,140,935,
dan Rp804.472.210. Rp4,878,407,969, Rp700,171,135, and Rp804,472,210 respectively.
Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut memadai untuk menutup kerugian The management believes that the insurance coverage is adequate to cover
atas aset yang dipertanggungkan. possible losses on the fixed assets insured.
Manajemen berkeyakinan bahwa cadangan penurunan nilai pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Management believes that the allowance for impairment as of June 30, 2024 and
Desember 2023 adalah cukup. December 31, 2023 is adequate.
Beban penyusutan atas aset tetap sampai dengan 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023 Depreciation expenses of fixed assets as of June 30, 2024 and December 31,
seluruhnya dibebankan kepada “Beban operasional bandara”. 2023 were entirely charged to “Airport operation expenses”.
Beberapa aset tetap milik entitas anak berupa tanah, gedung, peralatan dan kendaraan Certain fixed assets owned a subsidiary such as lands, buildings, equipments and
digunakan sebagai jaminan atas pinjaman bank dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, vehicles are used as collateral for loan obtained from PT Bank Negara Indonesia
PT Bank Syariah Indonesia dan PT Bank Muamalat Indonesia Tbk (Catatan 21). (Persero) Tbk, PT Bank Syariah Indonesia and PT Bank Muamalat Indonesia Tbk
(Note 21).
Aset dalam konstruksi merupakan proyek yang masih belum selesai pada tanggal laporan posisi
keuangan konsolidasian dengan rincian sebagai berikut: Assets under construction represents projects that have not been completed at the
date of the consolidated statements of financial position with the details as follows:
Perkiraan % Nilai Tahun perkiraan
penyelesaian / tercatat / penyelesaian /
Estimated % Carrying Estimated years
30 Juni 2024 of completion value of completion June 30, 2024
Landasan, apron 64,09% 56.891.852 2024-2025 Buildings
Lapangan, jalan dan pagar 72,36% 87.189.281 2024-2025 Land
Bangunan 72,93% 2.032.674.123 2024-2025 Runways, apron
Peralatan Elektronika dan Mekanikal 28,14% 163.732.897 2024-2025 Electronical and Mechanical equipment
Tanah 98,02% 17.210.035 2024-2025 Computer assisted data
Sistem pengolahan data processing system
berbantuan computer 100,00% 2.765.716 2024-2025 Field, roads, fences
Aset Tidak Berwujud 100,00% 12.703.306 2024-2025 Intangible Assets
Aset dalam konstruksi 2.373.167.210 Assets under construction
Perkiraan % Nilai Tahun perkiraan
penyelesaian / tercatat / penyelesaian /
Estimated % Carrying Estimated years
31 Desember 2023 of completion value of completion December 31, 2023
Landasan, apron 69,84% 53.218.257 2024-2025 Runways, apron
Lapangan, jalan dan pagar 85,62% 36.419.360 2024-2025 Field, roads, fences
Bangunan 87,49% 2.003.287.979 2024-2025 Buildings
Peralatan mekanik 33,14% 36.428.224 2024-2025 Mechanical equipment
Tanah 98,02% 17.210.035 2024-2025 Land
Sistem pengolahan data Computer assisted data
berbantuan computer 67,25% 3.630.083 2024-2025 processing system
Aset dalam konstruksi 2.150.193.938 Assets under construction
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023 Perusahaan For the years then ended June 30, 2024 and December 31, 2023, the Company
mengkapitalisasi biaya bunga pinjaman sebagai bagian dari biaya perolehan aset dalam capitalized borrowing costs as part of the acquisition cost of assets under
konstruksi masing-masing sebesar Rp0,- dan Rp73.944 Perusahaan mengkapitalisasi biaya construction amounting to Rp0,- and Rp73,944 respectively. The Company
pinjaman sesuai dengan ketentuan di PSAK No. 26, “Kapitalisasi Biaya Pinjaman”. capitalized borrowing costs, in accordance with PSAK No. 26, “Capitalization of
Borrowing Costs”.
Page 53
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2024 For the Period Ended June 30, 2024
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
16. ASET TETAP (lanjutan) 16. FIXED ASSETS (continued)
Pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023, tidak terdapat aset tetap yang tidak dipakai As of June 30, 2024 and December 31, 2023, there are no fixed assets temporarily
sementara. not in use.
Pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023, jumlah tercatat bruto aset tetap yang telah As of June 30, 2024 and December 31, 2023 , the gross carrying amounts of fixed
disusutkan penuh dan masih digunakan masing-masing sebesar Rp3.946.913.437 dan assets which have been fully depreciated and are still in use amounted to
Rp3.946.913.437. Rp3.946.913.437 and Rp3.946.913.437 respectively.
Pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023, tidak terdapat aset tetap yang As of June 30, 2024 and December 31, 2023 , there are no fixed assets classified
diklasifikasikan sebagai tersedia untuk dijual atau yang dihentikan dari penggunaan aktif. as held for sale or terminated from active use.
Pada tahun 2022, Perusahaan melakukan pengakuan penurunan nilai atas aset Rapid Exit In 2022, the Company recognized an impairment loss on the Rapid Exit Taxiway N5
Taxiway N5 di Bandara Udara Juanda Surabaya karena terjadi penurunan tanah yang asset at juanda Surabaya Airport due to subsidence of land rendering the asset
menyebabkan aset yang tidak dapat digunakan (unserviceable) sebesar Rp14.394.212. unserviceable amounting to Rp14,394,212.
Pada tahun 2023, telah dilaksanakan pekerjaan perbaikan perkerasan runway dan overlay In 2023, repair work on runway pavement and overlay of runway 10-28 were
runway 10-28, sehingga Taxiway N5 dapat berfungsi kembali. Perusahaan melakukan carried out, enabling taxiway N5 to be operational again on November 18,2023.
pemulihan nilai aset tersebut sebesar Rp.14.332.781. Consequently, the Company recovery on the asset amounting to Rp14,332,781.
17. ASET TAKBERWUJUD 17. INTANGIBLE ASSETS
Akun ini terdiri dari: This account consists of the following:
30 Juni 2024/ 31 Desember 2023/
June 30, 2024 December 31, 2023
Biaya perolehan Acquisition cost
Perangkat lunak Software
Perusahaan 163.598.362 162.131.356 The Company
Entitas anak 4.910.126 19.981.810 Subsidiaries
Sub-total 168.508.488 182.113.166 Subtotal
Aset takberwujud dalam Software
Penyelesaian - 4.983.406 The Company
Sub-total 168.508.488 187.096.572 Subtotal
Akumulasi amortisasi dan Accummulation of amortization and
penurunan nilai impartment value
Perangkat lunak Software
Perusahaan 145.159.974 138.763.196 The Company
Entitas anak 3.786.634 15.376.715 Subsidiaries
Sub-total 148.946.608 154.139.911 Subtotal
Total aset takberwujud, bersih 19.561.880 32.956.661 Total intangible assets, net
Aset takberwujud - perangkat lunak terutama merupakan biaya instalasi, implementasi dan jasa Intangible assets - software mainly represents the cost of installation,
konsultasi pendukung perangkat lunak ERP. implementation and consultation support service of ERP software.
Beban amortisasi atas aset takberwujud pada 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023 seluruhnya Amortization expenses of intangible assets as of June 30, 2024 and December 31,
dibebankan kepada “Beban operasional bandara”. 2023, were entirely charged to “Airport operation expenses”.
Page 54
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2024 For the Period Ended June 30, 2024
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
18. ASET HAK-GUNA DAN LIABILITAS SEWA 18. RIGHT-OF-USE ASSETS AND LEASE LIABILITIES
Rekonsiliasi aset hak-guna adalah sebagai berikut : The reconciliation of right-of-use assets and lease liabilities by major classifiactions
was as follows :
Tahun yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2024/
Year ended June 30, 2024
Saldo Awal / Penambahan / Pengurangan / Reklasifikasi / Saldo Akhir /
Beginning Addition Deduction Reclasification Ending Balance
Biaya perolehan/Cost of acquisitions
Tanah/Lands 160.432.180 - - - 160.432.180
Bangunan (lapangan)/Structure (fields) 23.617.266 - (20.733.191) - 2.884.075
Kendaraan/Vehicle 7.639.508 1.437.967 - - 9.077.475
Peralatan/Equipments 22.348.505 207.435.787 (5.058.604) - 224.725.688
Total 214.037.459 208.873.754 (25.791.795) - 397.119.418
Akumulasi penyusutan/depreciation
Tanah/Lands 22.995.195 2.434.924 - - 25.430.119
Bangunan (lapangan)/Structure (fields) 18.422.754 3.805.448 (20.381.183) - 1.847.019
Kendaraan/Vehicle 3.366.271 1.242.366 - - 4.608.637
Peralatan/Equipments 11.983.449 192.719.350 (5.058.604) - 199.644.195
Total 56.767.669 200.202.088 (25.439.787) - 231.529.970
Nilai buku/Book value 157.269.790 165.589.448
Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023/
Year ended December 31, 2023
Saldo Awal / Penambahan / Pengurangan / Reklasifikasi / Saldo Akhir /
Beginning Addition Deduction Reclasification Ending Balance
Biaya perolehan/Cost of acquisitions
Tanah/Lands 168.345.108 - (7.912.928) - 160.432.180
Bangunan (lapangan)/Structure (fields) 21.886.565 6.736.195 (5.005.494) - 23.617.266
Kendaraan/Vehicle 5.800.945 5.567.444 (3.728.881) - 7.639.508
Peralatan/Equipments 23.891.777 99.784 (1.643.056) - 22.348.505
Total 219.924.395 12.403.423 (18.290.359) - 214.037.459
Akumulasi penyusutan/ depreciation
Tanah/Lands 17.246.396 5.748.799 - - 22.995.195
Bangunan (lapangan)/Structure (fields) 14.926.641 9.740.998 (6.244.885) - 18.422.754
Kendaraan/Vehicle 3.758.153 3.309.265 (3.701.147) - 3.366.271
Peralatan/Equipments 9.517.695 2.999.194 (533.440) - 11.983.449
Total 45.448.885 21.798.256 (10.479.472) - 56.767.669
Nilai buku/Book value 174.475.510 157.269.790
Page 55
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2024 For the Period Ended June 30, 2024
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
18. ASET HAK-GUNA DAN LIABILITAS SEWA (LANJUTAN) 18. RIGHT-OF-USE ASSETS AND LEASE LIABILITIES (CONTINUED)
Rekonsiliasi liabilitas sewa adalah sebagai berikut :
30 Juni 2024/ 31 Desember 2023/
June 30, 2024 December 31, 2023
Liabilitas Sewa Lease Liabilities
Jangka Pendek 61.309.517 20.572.765 Current portion
Jangka Panjang 179.962.303 181.046.600 Non-current potion
Total 241.271.820 201.619.365 Total
Jumlah yang diakui dalam Laba Rugi sebagai berikut :
30 Juni 2024/ 31 Desember 2023/
June 30, 2024 December 31, 2023
Jumlah Diakui di Laba (rugi) Amount recognised in profit and loss
Bunga atas liabilitas sewa 8.949.843 17.248.306 Interest on lease liabilities
Beban Amortisasi Hak Guna 27.520.928 21.251.183 Depreciation of right-of-use assets
Total 36.470.771 38.499.489 Total
Jumlah yang diakui dalam arus kas sebagai berikut :
30 Juni 2024/ 31 Desember 2023/
June 30, 2024 December 31, 2023
Jumlah Kas Keluar Untuk Amount recognised in profit and loss
Pembayaran Liabilitas Sewa 42.658.739 22.997.423 Payments of lease liabilities
Total 42.658.739 22.997.423 Total
Beberapa transaksi sewa mengandung opsi perpanjangan yang dapat diambil oleh Kelompok Some leases contain extension options exercisable by the Group before the end of
Usaha sebelum masa berakhirnya kontrak yang tidak dapat dibatalkan. Opsi perpanjangan yang the non-cancellable contract period. The extention options held are exercisable
dimiliki hanya dapat diambil oleh Kelompok Usaha. Kelompok Usaha mengevaluasi pada awal only by the Group. The Group assesses at lease commencement whether it is
dimulainya masa sewa apakah besar kemungkinan akan diambilnya opsi perpanjangan. reasonably certain to exercise the extention options. The Group reassesses this
Kelompok Usaha mengevaluasi kembali penentuan ini apabila ada peristiwa signifikan di dalam assessment if there ia a significant event or significant change in circumstances
kendali Kelompok Usaha. within its control.
19. BEBAN AKRUAL 19. ACCRUED EXPENSES
30 Juni 2024/ 31 Desember 2023/
June 30, 2024 December 31, 2023
Beban Konsesi kepada DJPU 433.200.237 405.211.431 Consession Fee DJPU
Pelayanan bandara 115.906.079 169.812.046 Passenger service
Umum 98.316.619 89.771.554 General
Bunga 77.028.422 35.303.510 Interest
Pajak 62.634.928 22.929.131 Tax
Pegawai 95.774.030 127.081.900 Employee
Persediaan 3.855.645 9.690.372 Inventory
Utilitas 31.860.220 35.301.917 Utilities
Pemeliharaan 76.401.723 67.764.095 Maintenance
Sewa 46.278.961 23.536.088 Rental
Asuransi 1.800 - Insurance
Lain-lain 99.252.142 46.387.197 Others
Total 1.140.510.806 1.032.789.241 Total
Beban akrual - pegawai mencakup beban manfaat pegawai diantaranya beban bonus, beban Accrued expenses - employee consist of employee benefits expenses including
cuti, beban kelebihan jam kerja, beban uang makan harian yang akan dibayarkan Perusahaan bonus expenses, leave expenses, overtime expenses, daily meal allowances
kepada pegawai. wich will be paid by the Company to employees.
Accrued expenses - airport services mainly represents of concession charge to
Beban akrual - pelayanan bandara terutama merupakan biaya konsesi kepada Direktorat the Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (DJPU). On December 15, 2015, the
Jenderal Perhubungan Udara (DJPU). Pada tanggal 15 Desember 2015, Perusahaan Company entered into Agreement with DJPU regarding the concession provided to
mengadakan Perjanjian dengan DJPU mengenai pemberian konsesi untuk melakukan kegiatan the Company to conduct airport services as stated in agreement No.
pelayanan jasa kebandarudaraan sebagaimana yang dituangkan dalam perjanjian No. HK.201/2/8/DRJU.kum 2015 and SP.333/HK.06.03/2015/DU. Based on that
HK.201/2/8/DRJU.kum 2015 dan SP.333/HK.06.03/2015/DU. Berdasarkan perjanjian tersebut, agreement, the Company is charged with concession fees (Note 43a).
Perusahaan dikenakan biaya konsesi (Catatan 43a).
General accrued expenses consist of management fee on collaborative tenants
Beban akrual umum terutama merupakan management fee atas kerjasama pengelolaan tenant management with PT GVK Services Indonesia (Note 43g), x-ray providing
dengan PT GVK Services Indonesia (Catatan 43g), beban penyediaan x-ray, jaringan expense, telecommunication network and outsourcing services.
telekomunikasi dan jasa tenaga kerja.
19. BEBAN AKRUAL (lanjutan) 19. ACCRUED EXPENSES (continued)
Terkait dengan akrual management fee, Perusahaan mengadakan Perjanjian Jasa Management In reltion to mangement fee accruals, the Company entered into a Management
untuk Pengembangan Komersial dan operasional pada Bandar Udara International Ngurah Rai Services Agreement for Commercial and Operational Development at Ngurah Rai
dengan PT GVK Service Indonesia per tanggal 1 November 2012, dengan amandemen pada International Airport with PT GVK Services Indonesia as of November 1, 2012, with
tanggal 2 Juli 2013. Sehubungan dengan hal tersebut, Perusahaan telah mencadangkan amandements on July 2, 2013. In this regard, the Company has reserved liabilities
kewajiban sebesar USD14.259.917 (dalam angka penuh) dan telah membayarkan Offshore of USD 14,259,917 (full amount) and has paid Offshore Marketing & Business
Marketing & Business Development (OMBD) sebesar USD6.886.926. Pada tahun 2022, Development Payment Settlement Agreementand Legal Memorandum Regarding
perusahaan mengkaji kembali nilai pencadangan GVK sesuai dengan Berita Acara nomor: Release of Provision Funds in Financial Statementsin 2022. Based on this, the
BA.452/HK.01/2019-DU tanggal 16 Juli 2019 terkait Kesepakatan Penyelesaian Pembayaran Company released some of its reserves so that remaining GVK reserves
Offshore Marketing & Business Development dan Memorandum Hukum Perihal Pelepasan Dana amounted to USD1,424,724 (consisting of OMBD fees, Capacity Study fees and
Provisi dalam Laporan Keuangan tahun 2022. Berdasarkan hal tersebut, Perusahaan melepas interest expenses)
sebagian cadangan sehingga sisa cadangan GVK adalah sebesar USD1.424.724 (terdiri dari
biaya OMBD, biaya Capacity Study dan biaya bunga)
Page 56
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2024 For the Period Ended June 30, 2024
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
20. UTANG USAHA 20. TRADE PAYABLES
Rincian utang usaha berdasarkan pemasok adalah sebagai berikut: This account consists of the following:
30 Juni 2024/ 31 Desember 2023/
June 30, 2024 December 31, 2023
Pihak ketiga Third parties
Rupiah 258.683.350 220.189.691 Rupiah
US Dollar 33.471.309 31.506.820 US Dollar
Sub-total 292.154.659 251.696.511 Sub-total
Pihak berelasi (Catatan 42) Related parties (Note 41)
Rupiah 92.051.683 43.878.199
US Dollar 23.608 22.253
Sub-total 92.075.291 43.900.452 Sub-total
Total 384.229.950 295.596.963 Total
Rincian utang usaha berdasarkan umur adalah sebagai berikut: The details of trade payables based on aging are as follows:
30 Juni 2024/ 31 Desember 2023/
June 30, 2024 December 31, 2023
0 - 1 tahun 347.746.699 226.862.362 0 - 1 years
1 - 2 tahun 216.021 36.089.559 1 - 2 years
2 - 3 tahun 202.696 915.412 2 - 3 years
>3 tahun 36.064.534 31.729.630 >3 years
Total 384.229.950 295.596.963 Total
21. PENDAPATAN DITERIMA DI MUKA 21. UNEARNED REVENUES
Akun ini terdiri dari: This account consists of the following:
30 Juni 2024/ 31 Desember 2023/
June 30, 2024 December 31, 2023
Pendapatan domestik 206.637.409 101.326.785 Domestic revenue
Pendapatan internasional - - International revenue
Total 206.637.409 101.326.785 Total
Pendapatan diterima di muka terdiri dari penerimaan uang dari pelanggan sehubungan dengan Unearned revenue consist of cash received from customers in related to land
sewa tanah, sewa ruang, tempat reklame dan lainnya, akan tetapi jasa tersebut belum diberikan rental income, space rental, billboards and others, but the services have not yet
ke pelanggan. delivered to that customers.
22. UTANG LAIN-LAIN 22. OTHER PAYABLES
30 Juni 2024/ 31 Desember 2023/
June 30, 2024 December 31, 2023
Akun ini terdiri dari: This account consists of the following:
Perolehan aset tetap Acquisition of fixed assets
Total pihak berelasi (catatan 42) 172.587.479 188.186.903 Total related parties (Note 42)
Total pihak ketiga 213.774.725 81.925.890 Total third parties
Total perolehan aset tetap 386.362.204 270.112.793 Total acquisitions of fixed assets
Utang SKBDN - 265.765.757 SKBDN Debt
Utang iuran 12.796.411 16.988.242 Contribution
Titipan Pembayaran 65.950.748 100.609.006 Payment Deposit
Titipan BMKG dan DJU 14.746.287 13.936.996 BMKG and DJU deposit
Titipan pengelola 319.605 1.688.744 Management deposit
Jaminan pelanggan 140.239.384 134.360.421 Customer deposit
Jaminan vendor 4.844.660 3.737.357 Vendor deposit
Lain lain 4.898.395 - Others
Total Utang lain-lain 630.157.694 807.199.316 Total other payables
Perolehan aset tetap merupakan utang kepada kontraktor sehubungan proyek-proyek aset tetap Acquisition of fixed assets represents payable to the contractors in relation with the
Perusahaan yang dibangun oleh kontraktor. Company’s fixed asset projects which are constructed by the contractors
Jaminan pelanggan merupakan uang jaminan yang diberikan oleh pelanggan sehubungan Customer deposit represents cash deposit given by customers that consists of
dengan sewa ruangan, tanah, listrik, air dan telepon di awal perjanjian. deposits for space rental, land rental, electrical, water, and telephone installation at
the beginning of the contract.
Titipan pembayaran terutama merupakan selisih lebih/kelebihan penerimaan sejumlah uang/kas Payment deposit mainly represents the excess or surplus of cash received from
dari customer atau entitas lain yang belum dapat di identifikasi penggunaannya. customers or other entities whose usage has not yet been identified.
Titipan pengelola merupakan utang kepada pihak ketiga atas kerja sama pengelolaan lounge dan Management deposits represent payables from third parties for cooperation of
jasa terkait kargo. lounge management and cargo related services.
Page 57
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2024 For the Period Ended June 30, 2024
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
23. UTANG BANK 23. BANK LOAN
a. Utang bank jangka pendek a. Short-term bank loans
Utang bank jangka pendek terdiri dari: Short-term bank loans consist of:
30 Juni 2024/ 31 Desember 2023/
June 30, 2024 December 31, 2023
Entitas Anak Subsidiaries
Pihak berelasi (Catatan 42) - 93.446.344 Related parties (Note 42)
Pihak ketiga 81.736.842 2.105.263 Third Parties
Total 81.736.842 95.551.607 Total
Jumlah Batas Pinjaman
Maksimum/
Total Maximum Batas Jangka Waktu Fasilitas/ Jumlah/ Amount
Kreditor/ Creditors Credit Limit End of Availability Period 2024 2023
PT Bank Negara Indonesia Desember 2022 dan 2023/
(Persero) Tbk 52.650.000 December 2022 and 2023 - 38.946.344
PT Bank Syariah Juni 2021 dan Desember 2023/
Indonesia 39.560.000 September 2021 and December 2023 - 20.000.000
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 120.000.000 Januari 2024/ January 2024 - 34.500.000
PT Bank Jabar Banten 100.000.000 Oktober 2024/ October 2024 81.736.842 2.105.263
Total 81.736.842 95.551.607
Tujuan dari pinjaman-pinjaman di atas adalah untuk modal kerja Perusahaan dan entitas anak The purpose of the above loans is for working capitals of the Company and
terkait. subsidiaries.
Seluruh fasilitas pinjaman pada PT Bank Syariah Indonesia, Tbk yang diperoleh pada tahun 2023 All loan facilities at PT Bank Syariah Indonesia, Tbk obtained in 2023 and 2022 are
dan 2022 dijamin dengan piutang usaha senilai Rp50.000.000. secured by trade receivable amounting to Rp50,000,000.
Fasilitas pinjaman dalam mata uang Rupiah dikenakan tingkat suku bunga tahunan masing- The credit facilities denominated in Rupiah bear interest at annual rates ranging from
masing berkisar antara 3% sampai dengan 9,25% untuk tahun yang berakhir pada tanggal 30 3% to 9.25% for the year ended June 30, 2024 and December 31, 2023.
Juni 2024 dan 31 Desember 2023.
b. Utang bank jangka panjang b. Long-term bank loans
Utang bank jangka panjang terdiri dari: Long-term bank loans consist of:
30 Juni 2024/ 31 Desember 2023/
June 30, 2024 December 31, 2023
Perusahaan The Company
Pihak berelasi (Catatan 42) 15.906.289.716 15.910.673.301 Related parties
Pihak ketiga Third party
PT Bank Central Asia Tbk ("BCA") 2.756.424.906 2.757.184.544 PT Bank Central Asia Tbk ("BCA")
PT Bank Pembangunan Daerah PT Bank Pembangunan Daerah
Khusus Ibukota ("Bank DKI") 1.697.914.355 1.698.382.280 Khusus Ibukota ("Bank DKI")
PT Bank Danamon 1.248.466.438 1.248.810.500 PT Bank Danamon
PT Bank Pembangunan Daerah PT Bank Pembangunan Daerah
Jawa Timur ("Bank Jatim") 998.773.150 999.048.400 Jawa Timur ("Bank Jatim")
PT Bank Papua ("Bank Papua') 499.386.575 499.524.200 PT Bank Papua ("Bank Papua")
PT Bank Pembangunan Daerah PT Bank Pembangunan Daerah
Istimewa Yogyakarta ("Bank DIY") 199.754.630 199.809.680 Istimewa Yogyakarta ("Bank DIY")
PT Bank Pembangunan Daerah Bali PT Bank Pembangunan Daerah Bali
("Bank Bali") 99.877.316 99.904.840 ("Bank Bali")
Sub-total 7.500.597.370 7.502.664.444 Subtotal
Total 23.406.887.086 23.413.337.745 Total
Entitas anak Subsidiaries
Pihak berelasi (Catatan 42) - 139.906.321 Related parties
Sub-total - 139.906.321 Subtotal
Total 23.406.887.086 23.553.244.066 Total
Biaya pinjaman yang belum
diamortisasi (270.529.500) (293.929.854) Unamortized cost of loans
Total 23.136.357.586 23.259.314.212 Total
Dikurangi : bagian jangka pendek
Utang bank jangka panjang (6.450.660) (42.359.712) Less : Current portion long-term bank loan
Bagian jangka panjang 23.129.906.926 23.216.954.500 Long-term portion
Page 58
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2024 For the Period Ended June 30, 2024
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
23. UTANG BANK (lanjutan) 23. BANK LOAN (continued)
b. Utang bank jangka panjang b. Long-term bank loans
Perusahaan The Company
Restrukturisasi pinjaman Loan restructuring
Sehubungan dengan kondisi operasi dan keuangan Perusahaan, pada tanggal 30 September In connection with the Company’s operational and financial condition, on September
2022, Perusahaan telah menandatangani Perjanjian Restrukturisasi Induk dengan Bank Mandiri, 30, 2022, the Company signed an Agreement for Restructuring with Bank Mandiri, BNI,
BNI, BSI, BTN, BPD Jawa Timur, DKI, BPD Papua, BPD DIY, BPD Bali, Danamon, untuk seluruh BSI, BTN, BPD Jawa Timur, DKI, BPD Papua, BPD DIY, BPD Bali, and Danamon, for
saldo pinjaman yang masih terutang. Pada tanggal 15 Juli 2022, BCA, IIF, dan SMI telah all its existing outstanding loans. In July 15, 2022, BCA, IIF, BRI and SMI have signed
menandatangani dokumen aksesi yangmenyatakan penundukan diri terhadap perjanjian accession document which acts as a proof of submission to the above loan
restrukturisasi pinjaman tersebut di atas. restructuring agreement.
Perjanjian restrukturisasi pinjaman ini mengubah beberapa ketentuan-ketentuan dari perjanjian This loan restructuring agreement has changed several terms from previous loan
pinjaman sebelumnya dari masing masing kreditur yaitu perubahan jangka waktu pinjaman, suku agreements with its creditors such as changes in maturity date of loans, interest rates
bunga dan jadwal pembayaran pokok pinjaman dan bunga. Dalam perjanjian ini, Bank Mandiri and payment schedules of loan principal and interests. Under this agreement, Bank
bertindak sebagai agen fasilitas, agen jaminan dan agen penampungan. Mandiri acts as a facility agent, guarantee agent and collecting agent.
Berdasarkan perjanjian restrukturisasi pinjaman ini, seluruh pinjaman dikenakan suku bunga dan Based on this loan restructuring agreement, all loans bear interest at 5% for 2022 -
indikasi bagi hasil sebesar 5% untuk tahun 2022 - 2023, LPS + margin 2% untuk tahun 2024 - 2023, LPS + 2% margin for 2024 - 2028, and LPS + 2.5% margin for 2029 - 2031.
2028, dan LPS + margin 2,5% untuk tahun 2029 - 2031. Tingkat suku bunga yang dibayarkan Interest rate paid during 2022 and 2023 is 2%, of which the remaining will be deferred
selama tahun 2022 dan 2023 adalah sebesar 2%, dimana sisanya akan ditangguhkan dan and paid in 2025 – 2026 (Note 25).
dibayarkan pada tahun 2025-2026 (Catatan 24).
Selain itu, apabila selama tahun 2022 dan 2023 terdapat kenaikan tingkat suku bunga LPS dari
tingkat suku bunga LPS yang berlaku pada 1 Juni 2022, maka Perusahaan akan membayarkan In addition, if during 2022 and 2023 there is an increase in interest rate from the LPS
selisih tingkat suku bunga tersebut setelah seluruh bunga yang tertunggak telah dilunasi atau interest rate applicable on September 1, 2022, the Company will pay the difference in
paling lambat pada 2027 dan 2028. interest rates after all outstanding interest has been paid or in 2027 and 2028 at the
latest.
Setelah tanggal efektif, Perusahaan wajib untuk membayar angsuran pokok pinjaman secara After the effective date, the Company is required to pay the principal installments on a
triwulanan dengan tanggal jatuh tempo terakhir adalah pada tanggal 23 Desember 2031. quarterly basis with the latest due date on December 23, 2031.
Terkait dengan perjanjian di atas, Perusahaan juga telah menandatangani perjanjian gadai Related to the above agreement, the Company has also signed an account pawn
rekening dan pengelolaan rekening dengan Bank Mandiri. Rekening ini digunakan untuk agreement and account management with Bank Mandiri. These accounts will be used
pembayaran pinjaman dan dikelola penuh oleh Bank Mandiri. to pay the loans and are fully managed by Bank Mandiri.
Pinjaman ini dijamin dengan setiap Rekening Pembayaran Utang, Rekening Cadangan This loan is guaranteed by each Debt Payment Account, Debt Payment Reserve
Pembayaran Utang dan Rekening Penerimaan Program Deleveraging kepada Para Pemberi Account and Deleveraging Program Receipt Account to the Facility Providers.
Fasilitas. Khusus sehubungan dengan gadai atas Rekening Penerimaan Program Deleveraging, According to the pledge of the Deleveraging Program Receipt Account, the collateral
jaminan gadai tersebut akan dilepaskan setelah Nasabah telah menggunakan dana Hasil will be released after the Customer has used the Deleveraging Program proceeds up
Program Deleveraging tersebut sampai dengan jumlah kumulatif sebesar Rp10,5 (sepuluh koma to a cumulative amount of Rp10.5 (ten point five) trillion for early repayment and capital
lima) triliun untuk pelunasan dipercepat dan belanja modal sesuai ketentuan perjanjian expenditures in accordance with the provisions of the agreement.
Tabel di bawah ini menunjukkan pinjaman bank Perusahaan yang direstrukturisasi : The table below shows the restructured Company's bank loans:
Jumlah utang yang Saldo pinjaman per
direstrukturisasi/ 31 Desember 2022 /
Amount of debt Outstanding balance
restructured as of 31 December 2022
Sindikasi 2019 - BCA Mandiri 4.000.000.000 3.998.190.800 Sindikasi 2019 - BCA Mandiri
Bilateral 2016 - BMRI, BRI, BCA, SMI, IIF 3.799.053.899 3.797.335.586 Bilateral 2016 - BMRI, BRI, BCA, SMI, IIF
Bilateral 2019 - Mandiri 3.000.000.000 2.998.643.100 Bilateral 2019 - Mandiri
Sindikasi 2019 - BPD 2.500.000.000 2.498.869.250 Sindikasi 2019 - BPD
Bilateral 2018 - SMI 2.000.000.000 1.999.095.400 Bilateral 2018 - SMI
Bilateral 2018 - BTN 2.000.000.000 1.999.095.400 Bilateral 2018 - BTN
Bilateral 2020 - Danamon 1.250.000.000 1.249.434.625 Bilateral 2020 - Danamon
Bilateral 2020 - DKI (KMK) 1.000.000.000 999.547.700 Bilateral 2020 - DKI (KMK)
Bilateral 2019 - BTN 1.000.000.000 999.547.700 Bilateral 2019 - BTN
Bilateral 2019 - BSI 1.000.000.000 999.547.500 Bilateral 2019 - BSI
Bilateral 2018 - BSI 1.000.000.000 999.547.500 Bilateral 2018 - BSI
Bilateral 2021 - BNI 886.585.000 886.183.998 Bilateral 2021 - BNI
BRI
23.435.638.899 23.425.038.559 Total
Selama tahun 2024, Perusahaan membayar pinjaman pokok utang bank jangka panjang sebesar During 2024, the Company made loan principal payment of long-term bank loans
Rp6.450.660 (2023: Rp11.700.815). totaling Rp6,450,660 (2023: Rp11,700,815).
Perusahaan diwajibkan untuk mempertahankan rasio-rasio keuangan tertentu selama periode The Company is required to maintain certain financial ratios during the period of loan
perjanjian pinjaman sebagai berikut: agreement as follows:
- Debt Service Coverage Ratio (DSCR) minimal sebesar 1 kali sejak tahun 2023; - Debt Service Coverage Ratio (DSCR) minimum of 1 time since 2023 and after
- Debt to Equity Ratio (DER) maksimum sebesar 5 kali untuk tahun 2022-2024 dan maksimum - Debt Equity Ratio (DER) maximum of 5 times for the year 2022-2024 and
- Current Ratio minimal sebesar 1 kali berlaku sejak tahun 2024. - Current Ratio minimum of 1 time since 2024 and after
Pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023, Perusahaan telah memenuhi seluruh As of June 30, 2024 and December 31, 2023, the Company has complied with all of
persyaratan pinjaman tersebut di atas seperti disebutkan dalam perjanjian kredit. the covenants of the above-mentioned as stipulated in the respective loan agreements.
Page 59
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2024 For the Period Ended June 30, 2024
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
23. UTANG BANK (lanjutan) 23. BANK LOAN (continued)
b. Utang bank jangka panjang (lanjutan) b. Long-term bank loans (continued)
Entitas Anak Subsidiaries
Kreditur/ Fasilitas/ Tanggal efektif pinjaman/ Jadwal pelunasan/ Jaminan/ Tingkat bunga/
Lenders Facility Effective loan date Repayment schedule Security Interest rate
PT Bank Negara Indonesia Pinjaman kredit fasilitas Credit Term Loan 11 Desember 2014/ 28 Mei 2024/ Beberapa aset tetap berupa 10% per tahun/
(Persero) Tbk ("BNI") sebesar Rp185.000.000/ December 11, 2014 May 28, 2024 peralatan/ 10% per annum
Credit term loan amounting to Rp185.000.000 Secured by assets
PT Bank Syariah Indonesia Pembiayaan musyarakah / 7 November 2014/ 20 November 2024/ Seluruh fasilitas pembiayaan 7,5% - 13% per
(Persero) Tbk ("BSI") Musyarakah financing November 7, 2014 November 20, 2024 ini dijamin dengan seluruh tahun
objek investasi yang dibiayai 7,5% - 13% per
bank dan piutang usaha APS annum
sebesar Rp50.000.000/
This facility is secured by all
objected financing investment
and account receivable APS
amounted Rp50,000,000.
Kreditur/ Persyaratan rasio keuangan/ Status per 31 Desember 2023/
Lenders Financial ratio covenant Status as of December 31, 2023
PT Bank Negara Indonesia - Rasio lancar minimal sebesar 1 kali/ current ratio minimum of 1 time Perusahaan telah memenuhi seluruh kewajiban yang
(Persero) Tbk ("BNI") - Debt Service Coverage Ratio minimal 1 kali dihitung mulai 1 Januari 2022/ Debt Service tercantum dalam seluruh perjanjian utang bank jangka
Coverage Ratio at minimum 1 times applies from January 1, 2022 panjangnya/ the Company has complied with all
- Debt to Equity Ratio maksimal 2,5 kali/ Debt to Equity ratio maximum 2.5 times. covenant stated in all of its long-term bank loan
agreements
PT Bank Syariah Indonesia - Rasio lancar minimal sebesar 1 kali/ current ratio minimum of 1 time Perusahaan telah memenuhi seluruh kewajiban yang
(Persero) Tbk ("BSI") - Debt Service Coverage Ratio minimal 1 kali dihitung mulai 1 Januari 2022/ Debt Service tercantum dalam seluruh perjanjian utang bank jangka
Coverage Ratio at minimum 1 times applies from January 1, 2022 panjangnya/ the Company has complied with all
- Debt to Equity Ratio maksimal 3 kali/ Debt to Equity ratio maximum 3 times. covenant stated in all of its long-term bank loan
agreements
Tujuan dari pinjaman-pinjaman di atas adalah untuk modal kerja Perusahaan dan entitas anak The purpose of the above loans is for working capitals of the Company and
terkait. subsidiaries.
Page 60
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2024 For the Period Ended June 30, 2024
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
23. UTANG BANK (lanjutan) 23. BANK LOAN (continued)
b. Utang bank jangka panjang (lanjutan) b. Long-term bank loans (continued)
Entitas Anak (lanjutan) Subsidiaries (continued)
BSI BSI
Jumlah Batas Pinjaman Jadwal Pembayaran
Maksimum/ pelunasan/ tahun berjalan/
Total Maximum Schedule of Repayments for Jumlah/ Amount
Kreditor/ Creditors Credit Limit Repayments the current year 2024 2023
Fasilias pembiayaan Murabahah/
Financing facility of the Murabahah
BSI I 3.575.200 November 2024/ - - 550.755
November 2024
BSI II 3.650.000 November 2025/ - - 1.071.208
November 2025
BSI III 1.800.000 Agustus 2026/ - - 694.594
August 2026
BSI IV 112.512.000 Mei 2024/ - - 51.858.501
May 2024
BSI V 15.949.000 Mei 2024/ - - 10.700.532
May 2024
BSI VI 7.762.000 Mei 2024/ - - 283.760
May 2024
Fasilias pembiayaan Musyarakah Mutanaqishah
Financing facility of the Musyarakah Mutanaqishah
BSI VII 2.109.000 Mei 2024/ - - 506.843
May 2024
BSI VIII 3.708.000 Juli 2024/ - - 2.552.191
July 2024
BSI X 22.551.000 Juli 2024/ - - 16.423.787
July 2024
BSI XI 5.283.000 Oktober 2024/ - - 2.885.299
October 2024
BSI XII 8.944.000 Januari 2025/ - - (0)
January 2025
BSI XIV 27.807.000 Juli 2024/ - - 19.307.331
July 2024
BSI XV 1.115.000 April 2023/ - - 39.520
April 2023
BSI XVI 2.775.000 Januari 2025/ - - 1.646.653
January 2025
BSI XVII 19.267.000 Februari 2025/ - - 11.742.239
February 2025
BSI XVIII 14.602.000 April 2025/ - - 9.366.436
April 2025
BSI XIX 9.775.000 Oktober 2024/ - - 6.384.257
October 2024
BSI XX 1.358.000 April 2025/ - - 933.379
April 2025
BSI XXI 2.152.000 Februari 2025/ - - 1.456.785
February 2025
BSI XXII 2.361.000 Juni 2024/ - - 1.502.249
September 2024
Seluruh fasilitas pembiayaan ini dijamin dengan seluruh obyek investasi yang dibiayai bank dan This facility is secured by all objected financing investment and account receivables
piutang usaha APS kepada Bank sebesar Rp50.000.000. APS to the Bank amounted Rp50,000,000.
Page 61
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2024 For the Period Ended June 30, 2024
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
24. UTANG OBLIGASI DAN SUKUK IJARAH 24. BONDS PAYABLE AND SUKUK IJARAH
Akun ini terdiri dari: This account consists of the following:
30 Juni 2024/ 31 Desember 2023/
June 30, 2024 December 31, 2023
Utang obligasi 2.140.900.000 2.604.900.000 Bonds payable
Utang sukuk ijarah 2.133.000.000 2.133.000.000 Sukuk ijarah payable
Biaya pinjaman yang belum diamortisasi (7.167.312) (8.415.668) Unamortized cost of loans
Total 4.266.732.688 4.729.484.332 Total
Liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo Current maturities of long-term
dalam waktu satu tahun liabilities
Utang Obligasi 272.500.000 272.500.000 Bonds payable
Utang sukuk ijarah 215.000.000 215.000.000 Sukuk ijarah payable
487.500.000 487.500.000
Liabilitas jangka panjang setelah dikurangi Long term liabilities - net of
bagian jatuh tempo dalam waktu satu tahun 3.779.232.688 4.241.984.332 current maturities
Total 4.266.732.688 4.729.484.332 Total
Mutasi biaya pinjaman yang belum The movements in the unamortized
diamortisasi cost of loans
Saldo awal 8.415.668 7.276.987 Beginning balance
Penambahan - 3.122.504 Additions
Biaya amortisasi tahun berjalan Amortized cost current year
Obligasi (624.654) (1.354.722) Bond liabilities
Sukuk ijarah (623.702) (629.101) Sukuk ijarah
Saldo akhir 7.167.312 8.415.668 Ending balance
a. Obligasi dan Sukuk Ijarah 2016 a. Bonds Payable and Sukuk Ijarah 2016
Pada tanggal 10 November 2016, Perusahaan telah mendapatkan pernyataan efektif dari On November 10, 2016, the Company has obtained an effective statement from
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atas penerbitan Obligasi I Angkasa Pura I Tahun 2016 dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) on the issuance of Bonds I Angkasa Pura I Year
rincian sebagai berikut: 2016 with detail as follows:
Obligasi/Bonds
Bunga per
Tahun/
Interest per Jangka Waktu/
Nominal Annum Periods
Seri B 389.000.000 8,40% 7 tahun/years Seri B
Seri C 1.489.000.000 8,55% 10 tahun/years Seri C
Total 1.878.000.000 Total
Sukuk ijarah/Sukuk ijarah
Bunga per
Tahun/
Interest per Jangka Waktu/
Nominal Annum Periods
Seri B 55.000.000 4.620.000 7 tahun/years Seri B
Seri C 177.000.000 15.133.500 10 tahun/years Seri C
Total 232.000.000 19.753.500 Total
Berdasarkan perjanjian dengan PT Bank Mega Tbk selaku Wali Amanat utang obligasi dan utang Based on the agreement with PT Bank Mega Tbk as Trustee for bonds payable
sukuk ijarah, 75% dana dari dana yang diperoleh akan digunakan untuk pengembangan 5 (lima) and sukuk ijara, 75% of fund received will be used for the development of 5 (five)
bandara yaitu bandara baru Yogyakarta, Ahmad Yani Semarang, Syamsudin Noor Banjarmasin, airports there are the new airport in Yogyakarta, Ahmad Yani Semarang,
Juanda Surabaya dan Sultan Hasanudin Makasar. Banjarmasin Syamsudin Noor, Juanda Surabaya and Makassar Sultan
Hasanuddin.
Page 62
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2024 For the Period Ended June 30, 2024
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
24. UTANG OBLIGASI DAN SUKUK IJARAH (lanjutan) 24. BONDS PAYABLE AND SUKUK IJARAH (lanjutan)
a. Obligasi dan Sukuk Ijarah 2016 (lanjutan) a. Bonds Payable and Sukuk Ijarah 2016 (continued)
Obligasi dan sukuk ijarah ini tidak dijamin dengan jaminan khusus, tetapi baik langsung maupun Bonds and sukuk ijarah are not secured by specific collateral, but either directly or
tidak langsung dijamin dengan seluruh harta kekayaan Perusahaan, baik barang bergerak indirectly secured by all assets of the Company wealth, goods moveable or
maupun barang tidak bergerak, baik yang telah ada maupun yang akan ada di kemudian hari. immovable, either existing or that will exist in the future.
Perusahaan juga diwajibkan untuk mempertahankan rasio-rasio keuangan tertentu selama The Company is also required to maintain certain financial ratios during the bonds
periode utang obligasi sebagai berikut: payable ratio as follows:
a) Perbandingan aset lancar terhadap kewajiban lancar tidak kurang dari 1 kali. a) Ratio of current assets to current liabilities not less than 1 time.
b) Perbandingan total pinjaman terhadap total ekuitas tidak lebih dari 3 kali. b) Ratio of total debt to total equity not more than 3 times.
c) Perbandingan laba sebelum beban bunga, pajak, penyusutan dan amortisasi terhadap beban c) Ratio of earnings before interest, income tax, depreciation and amortization to
bunga pinjaman tidak kurang dari 1 kali. interest expenses not less than 1 time.
Perusahaan tidak dapat memenuhi persyaratan tersebut pada tanggal 31 Desember 2022 dan The Company was unable to meet these requirements on December 31, 2022 and
31 Desember 2021. Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Obligasi dan Rapat Umum December 31, 2021. Based on the General Meeting of Bondholders and General
Pemegang Sukuk Ijarah pada tanggal 29 November 2022, seluruh pemegang obligasi dan sukuk Meeting of Sukuk Ijarah on November 29, 2022, all bond and sukuk ijarah holders
ijarah menyetujui pengesampingan pemenuhan kewajiban keuangan pada poin (a) dan (c) untuk agreed to waive the fulfilment of the financial covenants in 2022 and 2023 for point
periode tahun 2022 dan 2023, serta poin (b) untuk periode tahun 2022, 2023, dan 2024. (a) and (c), and in 2022 until 2024 for point (b).
Pada tanggal 31 Desember 2023, Perusahaan telah memenuhi seluruh persyaratan pinjaman As of December 31, 2023, the Company has complied with all of the covenants of
tersebut di atas seperti disebutkan dalam perjanjian kredit. the above mentioned as stipulated in the respective loan agreements.
Pada tanggal 20 November 2023, Perusahaan melakukan pembayaran obligasi dan sukuk seri On November 20, 2023, the Company has paid the bonds and sukuk series B of
B, masing-masing sebesar Rp389.000.000 dan Rp55.000.000. Rp389,000,000 and Rp55,000,000, respectively.
Pada tanggal 20 Maret 2023, peringkat obligasi Perusahaan yang diberikan oleh PT Pemeringkat On March 20, 2023, the Company’s bond rating by PT Pemeringkat Efek Indonesia
Efek Indonesia (Pefindo) adalah idAA+ untuk Obligasi dan idAA+(sy) untuk Sukuk Ijarah. (Pefindo) is idAA+ for Bond Payable and idAA+(sy) for Sukuk Ijarah.
Pada tanggal 12 – 21 Juni 2024 perusahaan melakukan penawaran pembelian kembali kepada From June 12 to 21, 2024, the company presented a buyback offer to 2016 series
pemegang obligasi seri C tahun 2016, dimana pada tanggal 28 Juni 2024 nilai seluruh obligasi C bond holders, and on June 28, 2024 the total value of all bonds purchased was
yang dibeli sebesar Rp. 464.000.000.000 atau setara dengan 31,16% dari keseluruhan nilai Rp464,000,000,000, or 31.16% of the total principal value of the bonds. For this
pokok obligasi. Atas pembelian tersebut, perusahaan mengeluarkan nilai insentif sebesar 4,5% acquisition, the company had to pay an incentive value of 4.5% or Rp.
atau senilai Rp. 20.880.000.000 dan membayar bunga akrual sebesar Rp. 3.967.200.000. 20,880,000,000 and pay the accrued interest of Rp. 3,967,200,000.
b. Obligasi dan Sukuk Ijarah 2021 b. Bonds Payable and Sukuk Ijarah 2021
Pada tanggal 8 September 2021, Perusahaan telah mendapatkan pernyataan efektif dari On September 8, 2021, the Company has obtained an effective statement from
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atas penerbitan Obligasi I Angkasa Pura I Tahun 2021 dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) on the issuance of Bonds I Angkasa Pura I Year
rincian sebagai berikut: 2021 with detail as follows:
Obligasi/Bonds
Bunga per
Tahun/
Interest per Jangka Waktu/
Nominal Annum Periods
Seri A 272.500.000 6,70% 3 tahun/years Seri A
Seri B 66.000.000 7,10% 5 tahun/years Seri B
Seri C 280.400.000 8,00% 7 tahun/years Seri C
Seri D 497.000.000 8,60% 10 tahun/years Seri D
Total 1.115.900.000 Total
Sukuk ijarah/Sukuk ijarah
Bunga per
Tahun/
Interest per Jangka Waktu/
Nominal Annum Periods
Seri A 215.000.000 14.405.000 3 tahun/years Seri A
Seri B 215.000.000 15.265.000 5 tahun/years Seri B
Seri C 52.000.000 4.160.000 7 tahun/years Seri C
Seri D 14.000.000 1.204.000 10 tahun/years Seri D
Total 496.000.000 35.034.000 Total
Berdasarkan perjanjian dengan PT Bank Mega Tbk selaku Wali Amanat utang obligasi dan sukuk Based on the agreement with PT Bank Mega Tbk as Trustee for bonds payable
ijarah, bahwa dana sebesar Rp622.000.000 dan Rp199.900.205 akan digunakan untuk melunasi and sukuk ijarah, Rp622,000,000 and Rp199,900,205 of funds will be used to pay
surat utang Obligasi Seri A 2016, dana sisa hasil penawaran umum obligasi sebanyak 73% akan off the 2016 Series A Bonds, the remaining 73% proceeds from the public offering
digunakan untuk investasi antara lain overlay landasan pacu, penggantian peralatan, renovasi of bonds will be used for investments including runway overlay, equipment
terminal beserta fasilitas penunjang, dan lain-lain. Sedangkan sebanyak 27% digunakan untuk replacement, terminal renovation and supporting facilities, and others. Meanwhile,
modal kerja. 27% is used for working capital.
Page 63
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2024 For the Period Ended June 30, 2024
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
24. UTANG OBLIGASI DAN SUKUK IJARAH (lanjutan) 24. BONDS PAYABLE AND SUKUK IJARAH (lanjutan)
b. Obligasi dan Sukuk Ijarah 2021 (lanjutan) b. Bonds Payable and Sukuk Ijarah 2021 (continued)
Berdasarkan perjanjian dengan PT Bank Mega Tbk selaku Wali Amanat utang obligasi dana Based on the agreement with PT Bank Mega Tbk as Trustee for bonds payable,
sebesar Rp199.950.205 akan digunakan untuk melunasi sebagian pokok utang Pinjaman Kredit Rp199,950,205 of funds will be used to pay off part of the principal debt of the
Sindikasi 2016. 2016 Syndicated Credit Loans.facilities, airport utilities, and others.
Obligasi dan sukuk ijarah ini tidak dijamin dengan jaminan khusus, tetapi baik langsung maupun Bonds and sukuk ijarah are not secured by specific collateral, but either directly or
tidak langsung dijamin dengan seluruh harta kekayaan Perusahaan, baik barang bergerak indirectly secured by all assets of the Company wealth, goods moveable or
maupun barang tidak bergerak, baik yang telah ada maupun yang akan ada di kemudian hari. immovable, either existing or that will exist in the future.
Perusahaan juga diwajibkan untuk mempertahankan rasio-rasio keuangan tertentu selama The Company is also required to maintain certain financial ratios during the bonds
periode utang obligasi sebagai berikut: payable ratio as follows:
a) Perbandingan total pinjaman terhadap total ekuitas tidak lebih dari 5 kali. a) Ratio of total debt to total equity not more than 5 times.
b) Perbandingan laba sebelum beban bunga, pajak penghasilan, penyusutan dan amortisasi b) Ratio of earnings before interest, income tax, depreciation and amortization to
terhadap beban bunga pinjaman tidak kurang dari 1 kali yang dimulai pada tahun 2022. interest expenses not less than 1 time starting from 2022.
Perusahaan tidak dapat memenuhi persyaratan poin (b) pada tanggal 31 Desember 2022. The Company was unable to meet requirement for point (b) on December 31, 2022
Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Obligasi dan Rapat Umum Pemegang Sukuk Ijarah pada and December 31, 2021. Based on the General Meeting of Bondholders and
tanggal 29 November 2022, seluruh pemegang obligasi dan sukuk ijarah menyetujui General Meeting of Sukuk Ijarah on November 29, 2022, all bond and sukuk ijarah
pengesampingan pemenuhan kewajiban keuangan pada poin (b) untuk periode tahun 2022 dan holders agreed to waive the fulfilment of the financial covenants in 2022 and 2023
2023. for point (b).
Pada tanggal 31 Desember 2023, Perusahaan telah memenuhi seluruh persyaratan pinjaman As of December 31, 2023, the Company has complied with all of the covenants of
tersebut di atas seperti disebutkan dalam perjanjian kredit. the above mentioned as stipulated in the respective loan agreements.
Pada tanggal 20 Maret 2023, peringkat obligasi Perusahaan yang diberikan oleh PT Pemeringkat On March 20, 2023, The Company’s bond rating by PT Pemeringkat Efek
Efek Indonesia (Pefindo) adalah idAA+ untuk Obligasi dan idAA+(sy) untuk Sukuk Ijarah. Indonesia (Pefindo) is idAA+ for Bond Payable and idAA+(sy) for Sukuk Ijarah.
c. Sukuk Wakalah 2023 c. Sukuk Wakalah 2023
Pada tanggal 27 Desember 2023, Perusahaan telah melakukan Penandatanganan Perjanjian On December 27, 2023, the Company has signed a Long-Term Wakalah Bi Al-
Penerbitan dan Agen Pemantau Sukuk Wakalah Bi Al-Istitsmar Jangka Panjang yang dilakukan Istitsmar Sukuk Issuance and Monitoring Agent Agreement, carried out without
tanpa melalui Penawaran Umum Angkasa Pura I Tahun 2023 dengan Dana Modal Investasi going through the Public Offering of Angkasa Pura I in 2023, with an Investment
Sukuk Wakalah sebesar Rp1.460.000.000 (berjangka waktu 9 tahun 10 bulan sejak tanggal Capital Sukuk Wakalah amounting to Rp1,460,000,000 (with a maturity period of 9
penerbitan. years and 10 months from the issuance date).
Pembayaran kembali Dana Modal Investasi Sukuk Wakalah dan Imbal Hasil Wakalah Terakhir The repayment of the Investment Capital of the Wakalah Sukuk and the final
akan dilakukan pada tanggal pembayaran kembali Dana Modal Investasi Sukuk Wakalah, Wakalah Profit Share will be made on the date of the Investment Capital
sedangkan pembayaran Imbal Hasil Wakalah akan dibayarkan setiap tahunnya sampai dengan repayment of the Wakalah Sukuk, while the Wakalah Profit Share will be paid
tanggal jatuh tempo. annually until the maturity date.
Pemegang sukuk wakalah yang diwakili oleh Agen Pemantau memberikan kuasa dan menunjuk The Wakalah Sukuk holders, represented by the Monitoring Agent, authorize and
Perusahaan sebagai kuasa dari Pemegang Sukuk Wakalah untuk mengelola dana yang appoint the Company as the agent of the Wakalah Sukuk holders to manage the
diperoleh dari hasil penerbitan sukuk wakalah dengan melakukan kegiatan investasi yang akan funds obtained from the issuance of the Wakalah Sukuk through engaging in
dilakukan dengan akad Ijarah. investment activities conducted under the Ijarah contract.
Perusahaan juga diwajibkan untuk mempertahankan rasio-rasio keuangan tertentu selama The Company is also required to maintain certain financial ratios during the bonds
periode utang obligasi sebagai berikut: payable ratio as follows:
a) Perbandingan total pinjaman terhadap total ekuitas tidak lebih dari 5 kali. a) Ratio of total debt to total equity not more than 5 times.
b) Perbandingan penghasilan sebelum beban pajak penghasilan, penyusutan dan amortisasi b) Ratio of earnings before income tax, depreciation and amortization to interest
terhadap beban bunga pinjaman tidak kurang dari 1 kali yang dimulai pada tahun 2023. expenses not less than 1 time starting from 2023.
Pada tanggal 31 Desember 2023, Perusahaan telah memenuhi seluruh persyaratan pinjaman As of December 31, 2023, the Company has complied with all of the covenants of
tersebut di atas seperti disebutkan dalam perjanjian kredit. the above mentioned as stipulated in the respective loan agreements.
Page 64
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2024 For the Period Ended June 30, 2024
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
25. UTANG JANGKA PANJANG LAINNYA 25. OTHER LONG TERM LIABILITIES
30 Juni 2024/ 31 Desember 2023/
June 30, 2024 December 31, 2023
Utang jangka panjang lainnya : Other long-term liabilities:
Utang bunga ditangguhkan 1.361.420.961 1.361.420.961 Deferred interest
Utang SKBDN 385.214.552 385.214.552 Construction Debt
Jaminan pelanggan 277.906.236 316.519.743 Customer deposit
Pendapatan diterima di muka 117.582.052 131.463.397 Unearned revenue
Jaminan usaha pemasok 1.319.285 974.300 Vendor deposit
Lainnya 18.929 - Others
Total 2.143.462.015 2.195.592.953 Total
Utang jaminan pelanggan terutama merupakan jaminan yang diterima Perusahaan dari para Customer deposit mainly represents deposit received from the tenant on the
penyewa atas fasilitas pendukung bandara. Utang jaminan tersebut akan dibayar kembali kepada airport support facilities. Customer deposit will be paid back to the tenant when the
penyewa apabila hubungan sewa menyewa dan pemakaian fasilitas berakhir. lease relationship and the use of the facility expires.
Utang jangka panjang lainnya - pendapatan diterima di muka merupakan pendapatan yang Other long-term liabilities - unearned revenue represent unearned revenue of the
diterima di muka Perusahaan dari PT Duta Paramindo Sejahtera (DPS) atas penyerahan Company from PT Duta Paramindo Sejahtera (DPS) due to handover of land with
penggunaan tanah dengan hak pengelolaan seluas 129.216 m² milik Perusahaan yang terletak di use management rights of 129,216m2 owned by the Company located on Jalan
Jalan Pramukasari, Kelurahan Rawasari, Kecamatan Cempaka Putih - Jakarta Pusat. Tanah Pramukasari, Rawasari Village, Cempaka Putih District - Central Jakarta. The land
tersebut akan digunakan untuk pembangunan rumah susun sederhana milik (rusunami) will be used for the construction of simple flats belonging (rusunami) based on the
berdasarkan perjanjian antara Perusahaan dan DPS tanggal 21 Oktober 2009 dengan jangka agreement between the Company and DPS on October 21, 2009 with term of the
waktu perjanjian 30 tahun dan dapat diperpanjang untuk jangka waktu tambahan selama 20 agreement is 30 years and can be extended for an additional period of 20 years.
tahun. Atas penyerahan penggunaan tanah dengan hak pengelolaan tersebut, Perusahaan For the handover of land with use management rights, the Company received
menerima uang penggantian dari DPS sebesar Rp173.407.872 (termasuk PPN). compensation from DPS amounting to Rp 173,407,872 (including VAT).
Page 65
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2024 For the Period Ended June 30, 2024
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
26. LIABILITAS IMBALAN KERJA KARYAWAN 26. EMPLOYEE BENEFITS LIABILITIES
Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Pendek Short-Term Employee Benefit Liabilities
Rincian liabilitas imbalan kerja jangka pendek terdiri dari: The detail of short-term employee benefit liabilities consist of:
30 Juni 2024/ 31 Desember 2023/
June 30, 2024 December 31, 2023
Entitas anak Subsidiaries
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek (PP35/2021) - 28.850.944 Short term employee benefits liability (PP35/2021)
Total - 28.850.944 Total
Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Panjang Long-Term Employee Benefit Liabilities
Perusahaan menunjuk aktuaris independen, untuk melakukan perhitungan aktuarial liabilitas The Company has appointed an independent actuary, to conduct the actuarial
imbalan kerja karyawan yang terdiri dari program tunjangan hari tua, tunjangan perumahan, calculation of employee benefits liabilities consist of retirement allowance, housing
penghargaan pengabdian, kesehatan pensiun, dana pensiun, masa persiapan pensiun, dan allowance, employee appreciation, retirement health, pension fund, retirement
uang pesangon. preparation and severance pay.
Liabilitas imbalan kerja karyawan pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023 dihitung The employee benefits liabilities as of June 30, 2024 and December 31, 2023
dengan menggunakan metode projected-unit-credit oleh aktuaris independen masing masing were calculated using the projected unit-credit method by each independent
Kantor Konsultan PT Milliman Indonesia dan Enny Diah Awal, berdasarkan laporannya masing- actuaries PT Milliman Indonesia and Enny Diah Awal, based on its reports dated
masing pada tanggal 22 Maret 2024 dan 29 Maret 2023. March 22, 2024 and March 29, 2023, respectively.
30 Juni 2024/ 31 Desember 2023/
June 30, 2024 December 31, 2023
Perusahaan The Company
Dana pensiun 272.999.377 334.881.145 Pension fund
Tunjangan hari tua 156.122.061 149.947.816 Retirement allowance
Penghargaan pengabdian 66.919.870 63.304.647 Employee appreciation
Uang pesangon 59.132.611 55.526.524 Severance pay
Tunjangan perumahan 34.644.029 32.726.339 Housing allowance
Masa persiapan pensiun 3.203.315 3.025.766 Retirement preparation
Kesehatan pensiun - - Retirement health
Sub-total 593.021.262 639.412.237 Subtotal
Entitas anak 5.080.395 80.196.603 Subsidiaries
Total 598.101.658 719.608.840 Total
a. Tunjangan hari tua a. Retirement allowance
Tunjangan hari tua diberikan kepada karyawan yang diberhentikan dan janda/duda dari karyawan Retirement allowance are given to employees who are dismissed and to
yang meninggal dunia. Program tunjangan hari tua ini dikelola oleh Yayasan Kesejahteraan widows/widowers of employees who die. Retirement allowance is managed by the
karyawan Angkasa Pura I (YAKKAP I). Angkasa Pura I Employee Welfare Foundation (YAKKAP I).
Asumsi aktuaria yang digunakan dalam menentukan beban dan liabilitas tunjangan hari tua The actuarial assumptions used to determine retirement allowance expenses and
adalah sebagai berikut: liabilities are as follows:
30 Juni 2024/ 31 Desember 2023/
June 30, 2024 December 31, 2023
Tingkat diskonto 6,60% 6,60% Discount rate
Tingkat kenaikan Penghasilan Dasar Basic Income Retirement Allowance
Tunjangan Hari Tua (PhDTHT) 3,00% 3,00% (PhdDTHT) increase
Tingkat mortalita TMI IV 2019 TMI IV 2019 Mortality rate
Tingkat cacat 10,00% 10,00% Disability rate
Umur pensiun 56 tahun/years 56 tahun/years Retirement age
Tingkat mengundurkan diri 5% pada usia 25 tahun dan menurun linear sampai dengan 0% Resignation rate
pada usia 56 tahun/
5% at 25 years and will linearly decrease at 0% until 56 years
Nilai kini liabilitas dan nilai wajar aset program pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023 The present value of liabilities and fair value of plan assets as of June 30, 2024
adalah: and December 31, 2023 are as follows:
30 Juni 2024/ 31 Desember 2023/
June 30, 2024 December 31, 2023
Nilai kini liabilitas 628.054.662 614.385.659 Present value of liabilities
Nilai wajar aset program (471.932.600) (464.437.843) Fair value of plan assets
Defisit (surplus) 156.122.062 149.947.816 Deficit (surplus)
Dampak batas aset - - Effect of asset ceiling
Liabilitas yang diakui 156.122.062 149.947.816 Recognized liabilities
Page 66
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2024 For the Period Ended June 30, 2024
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
26. LIABILITAS IMBALAN KERJA KARYAWAN (lanjutan) 26. EMPLOYEE BENEFITS LIABILITIES (continued)
a. Tunjangan hari tua (lanjutan) a. Retirement allowance (continued)
Rekonsiliasi saldo awal dan akhir dari nilai kini liabilitas adalah sebagai berikut: The reconciliation of beginning and ending balance of present value of liabilities is
as follows:
30 Juni 2024/ 31 Desember 2023/
June 30, 2024 December 31, 2023
Nilai kini liabilitas awal tahun 614.385.659 575.379.801 Present value of liabilities beginning of year
Biaya jasa kini 21.184.163 34.378.889 Current service cost
Biaya bunga 19.052.172 38.285.006 Interest cost
Keuntungan aktuarial - 46.736.031 Actuarial gain
Iuran peserta program - 7.214.866 Plan participant's contribution
Pembayaran imbalan (26.567.332) (87.608.934) Benefit paid
Nilai kini liabilitas akhir tahun 628.054.662 614.385.659 Present value of liabilities end of year
Rekonsiliasi saldo awal dan akhir dari nilai kini liabilitas adalah sebagai berikut: The reconciliation of beginning and ending balance of present value of liabilities is
as follows:
30 Juni 2024/ 31 Desember 2023/
June 30, 2024 December 31, 2023
Nilai wajar aset program awal tahun 464.437.843 439.656.444 Fair value of plan assets beginning of year
Iuran pemberi kerja 19.612.362 82.384.217 Employer's contribution
Imbal hasil aset program 14.449.727 31.726.909 Return on plan assets
Iuran peserta program - 7.214.866 Plan participant's contributions
Keuntungan aktuarial - (8.935.659) Actuarial gain
Pembayaran imbalan (26.567.332) (87.608.934) Benefit paid
Nilai wajar aset program akhir tahun 471.932.600 464.437.843 Fair value of plan assets end of year
Rincian beban yang diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain The details of expenses recognized in the consolidated statements of profit or loss
konsolidasian adalah sebagai berikut: and other comprehensive income are as follows:
30 Juni 2024/ 31 Desember 2023/
June 30, 2024 December 31, 2023
Biaya jasa kini 21.184.163 34.378.889 Current service cost
Biaya bunga 19.052.172 38.285.006 Interest cost
Ekspektasi hasil program (14.449.727) (31.726.909) Expectations plan assets
Total 25.786.608 40.936.986 Total
Rekonsiliasi saldo pengukuran kembali pada laporan posisi keuangan konsolidasian adalah The reconciliation of re-measurement in the consolidated statements of financial
sebagai berikut: position are as follows:
30 Juni 2024/ 31 Desember 2023/
June 30, 2024 December 31, 2023
Jumlah pengukuran kembali awal tahun 86.771.604 31.099.914 Re-measuring amount beginning of year
Kerugian (keuntungan) aktuarial - 55.671.690 Actuarial loss (gains)
Akumulasi jumlah Accumulated amount of
pengukuran kembali 86.771.604 86.771.604 re-measurements
Page 67
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2024 For the Period Ended June 30, 2024
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
26. LIABILITAS IMBALAN KERJA KARYAWAN (lanjutan) 26. EMPLOYEE BENEFITS LIABILITIES (continued)
a. Tunjangan hari tua (lanjutan) a. Retirement allowance (continued)
The movements of the liabilities in the consolidated statement of financial position
Mutasi liabilitas yang diakui di laporan posisi keuangan konsolidasian adalah sebagai berikut: are as follows:
30 Juni 2024/ 31 Desember 2023/
June 30, 2024 December 31, 2023
Liabilitas awal tahun 149.947.816 135.723.357 Liabilities beginning of year
Beban yang diakui dalam laba rugi 25.786.608 40.936.986 Expense recognized in profit or loss
Beban yang diakui dalam penghasilan Expense (income) recognized in
komprehensif lain - 55.671.690 the other comprehensive income
Pembayaran (19.612.362) (82.384.217) Contribution
Liabilitas akhir tahun 156.122.062 149.947.816 Liabilities end of year
Nilai kini liabilitas akhir setelah efek analisa sensitivitas pada tanggal 31 Desember 2023 adalah The present values of liabilities after the effect of sensitivity analysis on December
sebagai berikut: 31, 2023 are as follows:
Analisis sensitivitas Sensitivity analysis
Nilai kini kewajiban imbalan pasti PV defined benefits obligations
Asumsi Tingkat Diskonto Discount Rate Assumptions
+ 1,00% 569.457.906 + 1.00%
- 1,00% 665.964.615 - 1.00%
Asumsi Tingkat Kenaikan Gaji Salary Increment Assumptions
+ 1,00% 675.726.484 + 1.00%
- 1,00% 560.321.626 - 1.00%
Komposisi pengelolaan dana atas aset ditempatkan adalah pada deposito berjangka, piutang The composition of management of planned asset are on time deposits, loan
pinjaman, reksadana, obligasi dan aset lainnya. receivables, mutual funds, bonds and other assets.
Pembayaran kontribusi yang diharapkan dari kewajiban imbalan kerja pada tahun mendatang The following payments are expected contributions to the benefit obligation in
adalah sebagai berikut: future years:
30 Juni 2024/ 31 Desember 2023/
June 30, 2024 December 31, 2023
Dalam 12 bulan mendatang 54.812.451 Within the next 12 months
Antara 1-2 tahun - 40.269.529 Between 1-2 years
Antara 2-5 tahun - 171.498.048 Between 2-5 years
Diatas 5 tahun - 2.451.430.822 Beyond 5 years
Total - 2.718.010.850 Total
b. Tunjangan perumahan b. Housing allowance
Sesuai ketentuan Perusahaan, karyawan yang telah bekerja secara terus menerus di Based on the Company’s provisions, employees who have worked continuously
Perusahaan selama 20 tahun diberikan tunjangan perumahan. for 20 years are given a housing allowance.
Asumsi aktuaria yang digunakan dalam menentukan beban dan liabilitas tunjangan perumahan The actuarial assumptions used to determine housing allowance expenses and
adalah sebagai berikut: liabilities are as follows:
30 Juni 2024/ 31 Desember 2023/
June 30, 2024 December 31, 2023
Tingkat diskonto 6,50% 6,50% Discount rate
Tingkat mortalita TMI IV 2019 TMI IV 2019 Mortality rate
Tingkat cacat 10,00% 10,00% Disability rate
Umur pensiun 56 tahun/56 years 56 tahun/56 years Retirement age
Tingkat mengundurkan diri 5% pada usia 25 tahun dan menurun linear sampai dengan 0% Resignation rate
pada usia 56 tahun/
5% at 25 years and decreasing linearly at 0% until 56 years
Nilai kini liabilitas pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023 adalah: The present value of liabilities as of June 30, 2024 and December 31, 2023 are as
follows:
30 Juni 2024/ 31 Desember 2023/
June 30, 2024 December 31, 2023
Nilai kini liabilitas 34.644.030 32.726.339 Present value of liabilities
Liabilitas yang diakui 34.644.030 32.726.339 Recognized liabilities
Page 68
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2024 For the Period Ended June 30, 2024
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
26. LIABILITAS IMBALAN KERJA KARYAWAN (lanjutan) 26. EMPLOYEE BENEFITS LIABILITIES (continued)
b. Tunjangan perumahan (lanjutan) b. Housing allowance (continued)
Nilai kini liabilitas pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023 adalah: The present value of liabilities as of June 30, 2024 and December 31, 2023 are as
follows:
30 Juni 2024/ 31 Desember 2023/
June 30, 2024 December 31, 2023
Nilai kini liabilitas awal tahun 32.726.339 30.923.321 Present value of liabilities beginning of year
Biaya jasa kini 1.852.933 3.686.567 Current service cost
Biaya bunga 1.019.758 2.148.332 Interest cost
Pembayaran imbalan (955.000) (7.452.650) Benefits paid
Kerugian aktuarial - 3.420.769 Actuarial loss
Nilai kini liabilitas akhir tahun 34.644.030 32.726.339 Present value of liabilities end of year
Rincian beban yang diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain The details of expenses recognized in the consolidated statements of profit or loss
konsolidasian adalah sebagai berikut: and other comprehensive income are as follows:
30 Juni 2024/ 31 Desember 2023/
June 30, 2024 December 31, 2023
Biaya jasa kini 1.852.933 3.686.567 Current service cost
Biaya bunga 1.019.758 2.148.332 Interest cost
Kerugian aktuarial - 3.420.769 Acturial loss
Total 2.872.691 9.255.668 Total
Mutasi liabilitas yang diakui di laporan posisi keuangan konsolidasian adalah sebagai berikut: The movements of the liabilities in the consolidated statement of financial position
are as follows:
30 Juni 2024/ 31 Desember 2023/
June 30, 2024 December 31, 2023
Liabilitas awal tahun 32.726.339 30.923.321 Liabilities beginning of year
Beban yang diakui dalam laba rugi 2.872.691 9.255.668 Expense recognized in profit or loss
Beban yang diakui dalam Expense recognized in
penghasilan komprehensif lain - - the other comprehensive income
Pembayaran (955.000) (7.452.650) Contribution
Liabilitas akhir tahun 34.644.030 32.726.339 Liabilities end of year
Nilai kini liabilitas akhir setelah efek analisa sensitivitas pada tanggal 31 Desember 2023 adalah The present values of liabilities after the effect of sensitivity analysis on December
sebagai berikut: 31, 2023 are as follows:
Analisis sensitivitas Sensitivity analysis
Nilai kini kewajiban imbalan pasti PV defined benefits obligations
Asumsi Tingkat Diskonto Discount Rate Assumptions
+ 1,00% 31.465.397 + 1.00%
- 1,00% 34.070.991 - 1.00%
Asumsi Tingkat Kenaikan Gaji Salary Increment Assumptions
+ 1,00% - + 1.00%
- 1,00% - - 1.00%
Pembayaran kontribusi yang diharapkan dari kewajiban imbalan kerja pada tahun mendatang The following payments are expected contributions to the benefit obligation in
adalah sebagai berikut: future years:
30 Juni 2024/ 31 Desember 2023/
June 30, 2024 December 31, 2023
Dalam 12 bulan mendatang - 2.698.373 Within the next 12 months
Antara 1-2 tahun - 2.497.537 Between 1-2 years
Antara 2-5 tahun - 21.324.392 Between 2-5 years
Diatas 5 tahun - 43.765.559 Beyond 5 years
Total - 70.285.861 Total
Page 69
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2024 For the Period Ended June 30, 2024
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
26. LIABILITAS IMBALAN KERJA KARYAWAN (lanjutan) 26. EMPLOYEE BENEFITS LIABILITIES (continued)
c. Penghargaan pengabdian c. Employee appreciation
Penghargaan pengabdian diberikan kepada pegawai yang mengabdi terus menerus selama Employee appreciation are given to employees who serve continuously for at least
sekurang-kurangnya 25 tahun di Perusahaan termasuk masa kerja pada masa penugasan di luar 25 years in the Company including the service period during outside assignments
Perusahaan yang diakui sebagai bagian dari pola karir serta pegawai yang mengakhiri masa that are recognized as part of the career pattern and employees who end their
tugas dan diberhentikan dengan hormat karena mencapai batas usia pensiun normal atau term of service and are honorably terminated because they reach the normal
meninggal dunia. retirement age or die.
Asumsi aktuaria yang digunakan dalam menentukan beban dan liabilitas penghargaan The actuarial assumptions used to determine employee appreciation expenses
pengabdian adalah sebagai berikut: and liabilities are as follows:
30 Juni 2024/ 31 Desember 2023/
June 30, 2024 December 31, 2023
Tingkat diskonto 6,60% 6,60% Discount rate
Tingkat kenaikan gaji 8,00% 8,00% Salary increase rate
Tingkat mortalita TMI IV 2019 TMI IV 2019 Mortality rate
Tingkat cacat 10,00% 10,00% Disability rate
Umur pensiun 56 tahun/56 years 56 tahun/56 years Retirement age
Tingkat mengundurkan diri 5% pada usia 25 tahun dan menurun linear sampai dengan 0% Resignation rate
pada usia 56 tahun/
5% at 25 years and decreasing linearly at 0% until 56 years
Nilai kini liabilitas pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023 adalah: The present value of liabilities as of June 30, 2024 and December 31, 2023 are as
follows:
30 Juni 2024/ 31 Desember 2023/
June 30, 2024 December 31, 2023
Nilai kini liabilitas 66.919.869 63.304.647 Present value of liabilities
Liabilitas yang diakui 66.919.869 63.304.647 Recognized liabilities
Rekonsiliasi saldo awal dan akhir dari nilai kini liabilitas adalah sebagai berikut: The reconciliation of beginning and ending balance of present value of liabilities is
as follows:
30 Juni 2024/ 31 Desember 2023/
June 30, 2024 December 31, 2023
Nilai kini liabilitas awal tahun 63.304.647 56.107.104 Present value of liabilities beginning of year
Biaya jasa kini 2.360.972 5.663.280 Current service cost
Biaya bunga 1.371.976 4.881.858 Interest cost
Pembayaran imbalan (117.726) (2.481.870) Benefits paid
Kerugian (keuntungan) aktuarial - (865.725) Actuarial loss (gains)
Nilai kini liabilitas akhir tahun 66.919.869 63.304.647 Present value of liabilities end of year
Page 70
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2024 For the Period Ended June 30, 2024
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
26. LIABILITAS IMBALAN KERJA KARYAWAN (lanjutan) 26. EMPLOYEE BENEFITS LIABILITIES (continued)
c. Penghargaan pengabdian (lanjutan) c. Employee appreciation (continued)
Rincian beban yang diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain The details of expenses recognized in the consolidated statements of profit or loss
konsolidasian adalah sebagai berikut: and other comprehensive income are as follows:
30 Juni 2024/ 31 Desember 2023/
June 30, 2024 December 31, 2023
Biaya jasa kini 2.360.972 5.663.279 Current service cost
Biaya jasa lalu - 3.492.175 Past service cost
Biaya bunga 1.371.976 4.881.858 Interest cost
Pengukuran kembali awal liabilitas (aset) - (4.357.899) Remeasurement liability (asset)
Total 3.732.948 9.679.413 Total
Mutasi liabilitas yang diakui di laporan posisi keuangan konsolidasian adalah sebagai berikut: The movements of the liabilities in the consolidated statement of financial position
are as follows:
30 Juni 2024/ 31 Desember 2023/
June 30, 2024 December 31, 2023
Liabilitas awal tahun 63.304.647 56.107.104 Liabilities beginning of year
Beban yang diakui dalam laba rugi 3.732.948 14.037.312 Expense recognized in profit or loss
Beban (penghasilan) yang diakui dalam Expense (income) recognized in the other
penghasilan komprehensif lain - (4.357.899) comprehensive income
Pembayaran (117.726) (2.481.870) Contribution
Liabilitas akhir tahun 66.919.869 63.304.647 Liabilities end of year
Nilai kini liabilitas akhir setelah efek analisa sensitivitas pada tanggal 31 Desember 2023 adalah The present values of liabilities after the effect of sensitivity analysis on December
sebagai berikut: 31, 2023 are as follows:
Analisis sensitivitas Sensitivity analysis
Nilai kini kewajiban imbalan pasti PV defined benefits obligations
Asumsi Tingkat Diskonto Discount Rate Assumptions
+ 1,00% 57.464.833 + 1.00%
- 1,00% 70.105.826 - 1.00%
Asumsi Tingkat Kenaikan Gaji Salary Increment Assumptions
+ 1,00% 70.400.349 + 1.00%
- 1,00% 57.085.519 - 1.00%
d. Kesehatan pensiun d. Pension health
Kesehatan pensiun diberikan kepada pegawai pada masa pensiun meliputi pegawai yang Pension health is given to employees in retirement including the employee
bersangkutan bersama istri/suami dan anak yang sah yang tercantum dalam Surat Keputusan concerned with his/her wife/husband and legitimate children listed in the Pension
Pensiun. Manfaat yang diterima peserta berupa premi BPJS dan bantuan penggantian rawat inap Decree. The benefits received by participants were in the form of BPJS premiums
dalam jumlah tertentu. Program kesehatan pensiun ini dikelola oleh Yayasan Kesejahteraan and assistance in reimbursing hospitalization at certain amount. This pension
karyawan Angkasa Pura I (YAKKAP I). health program is managed by the Angkasa Pura I Employee Welfare Foundation
(YAKKAP I).
Asumsi aktuaria yang digunakan dalam menentukan beban dan liabilitas kesehatan pensiun The actuarial assumptions used to determine pension health expenses and
adalah sebagai berikut: liabilities are as follows:
Page 71
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2024 For the Period Ended June 30, 2024
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
26. LIABILITAS IMBALAN KERJA KARYAWAN (lanjutan) 26. EMPLOYEE BENEFITS LIABILITIES (continued)
d. Kesehatan pensiun (lanjutan) d. Pension health (continued)
30 Juni 2024/ 31 Desember 2023/
June 30, 2024 December 31, 2023
Tingkat diskonto 6,80% 6,80% Discount rate
Tingkat mortalita TMI IV 2019 TMI IV 2019 Mortality rate
Tingkat cacat 10,00% 10,00% Disability rate
Umur pensiun 56 tahun/56 years 56 tahun/56 years Retirement age
Tingkat mengundurkan diri 5% pada usia 25 tahun dan menurun linear sampai dengan 0% Resignation rate
pada usia 56 tahun/
5% at 25 years and decreasing linearly at 0% until 56 years
Nilai kini liabilitas pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023 adalah: The present value of liabilities as of June 30, 2024 and December 31, 2023 are as
follows:
30 Juni 2024/ 31 Desember 2023/
June 30, 2024 December 31, 2023
Nilai kini liabilitas 381.968.439 374.967.404 Present value of liabilities
Nilai wajar aset program (421.295.724) (412.010.927) Fair value of plan assets
Defisit (surplus) (39.327.285) (37.043.523) Deficit (surplus)
Dampak batas aset 39.327.285 37.043.523 Effect of asset ceiling
Liabilitas yang diakui - - Recognized liabilities
Rekonsiliasi saldo awal dan akhir dari nilai kini liabilitas adalah sebagai berikut: The reconciliation of beginning and ending balance of present value of liabilities is
as follows:
30 Juni 2024/ 31 Desember 2023/
June 30, 2024 December 31, 2023
Nilai kini liabilitas awal tahun 374.967.404 345.635.844 Present value of liabilities beginning of year
Biaya jasa kini 5.305.098 8.603.404 Current service cost
Biaya bunga 6.264.191 25.278.690 Interest cost
Iuran peserta program 1.917.316 3.583.768 Plan participant's contribution
Pembayaran imbalan (6.485.570) (8.063.856) Benefits paid
Dampak perubahan manfaat - The impact of change of benefit
Kerugian (keuntungan) aktuarial (70.446) Actuarial loss (gains)
Nilai kini liabilitas akhir tahun 381.968.439 374.967.404 Present value of liabilities end of year
Rekonsiliasi saldo awal dan akhir dari nilai wajar aset program adalah sebagai berikut: The reconciliation of beginning and ending balance of fair value of plan assets is
as follows:
30 Juni 2024/ 31 Desember 2023/
June 30, 2024 December 31, 2023
Nilai wajar aset program awal tahun 412.010.927 392.205.561 Fair value of plan assets beginning of year
Iuran peserta program 1.917.316 3.583.768 Plan participant’s contributions
Imbal hasil aset program 13.853.051 28.857.448 Return on plan assets
Pembayaran imbalan (6.485.570) (8.063.856) Benefit paid
Kerugian (keuntungan) aktuarial - (4.571.994) Actuarial loss (gain)
Nilai wajar aset program Fair value of plan assets
akhir tahun 421.295.724 412.010.927 end of year
Page 72
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2024 For the Period Ended June 30, 2024
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
26. LIABILITAS IMBALAN KERJA KARYAWAN (lanjutan) 26. EMPLOYEE BENEFITS LIABILITIES (continued)
d. Kesehatan pensiun (lanjutan) d. Pension health (continued)
Rincian beban yang diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain The details of expenses recognized in the consolidated statements of profit or loss
konsolidasian adalah sebagai berikut: and other comprehensive income are as follows:
30 Juni 2024/ 31 Desember 2023/
June 30, 2024 December 31, 2023
Biaya jasa kini 5.305.098 8.603.404 Current service cost
Biaya bunga 6.264.191 25.278.690 Interest cost
Bunga atas dampak batas aset 2.283.762 3.446.159 The impact of asset ceiling
Ekspektasi hasil program (13.853.051) (28.857.448) Expectations plan assets
Total - 8.470.805 Total
Rekonsiliasi saldo pengukuran kembali pada laporan posisi keuangan konsolidasian adalah The reconciliation of re-measurement in the consolidated statements of financial
sebagai berikut: position are as follows:
30 Juni 2024/ 31 Desember 2023/
June 30, 2024 December 31, 2023
Jumlah pengukuran Re-measurement amount
kembali awal tahun (82.421.215) (73.950.410) beginning of year
Kerugian (keuntungan) Aktuarial - (8.470.805) Actuarial loss (gains)
Akumulasi jumlah Accumulated amount of
pengukuran kembali (82.421.215) (82.421.215) re-measurements
Mutasi liabilitas yang diakui di laporan posisi keuangan konsolidasian adalah sebagai berikut: The movements of the liabilities in the consolidated statement of financial position
are as follows:
30 Juni 2024/ 31 Desember 2023/
June 30, 2024 December 31, 2023
Liabilitas awal tahun - - Liabilities beginning of year
Beban yang diakui dalam laba rugi - 8.470.805 Expense recognized in profit or loss
Beban (penghasilan) yang diakui
dalam penghasilan komprehensif Expense (income) recognized in
lain - (8.470.805) the other comprehensive income
Liabilitas akhir tahun - - Liabilities end of year
Nilai kini liabilitas akhir setelah efek analisa sensitivitas pada tanggal 31 Desember 2023 adalah The present values of liabilities after the effect of sensitivity analysis on December
sebagai berikut: 31, 2023 are as follows:
Analisis sensitivitas Sensitivity analysis
Nilai kini kewajiban imbalan pasti PV defined benefits obligations
Asumsi Tingkat Diskonto Discount Rate Assumptions
+ 1,00% 316.577.350 + 1.00%
- 1,00% 452.484.261 - 1.00%
Asumsi Tingkat Kenaikan Gaji Salary Increment Assumptions
+ 1,00% 395.548.427 + 1.00%
- 1,00% 357.330.665 - 1.00%
Komposisi pengelolaan dana atas aset ditempatkan adalah pada deposito berjangka, piutang The composition of management of planned asset are on time deposits, receivable
pinjaman, reksadana, obligasi, properti dan saham. loans, mutual funds, bonds, property and stocks.
Page 73
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2024 For the Period Ended June 30, 2024
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
26. LIABILITAS IMBALAN KERJA KARYAWAN (lanjutan) 26. EMPLOYEE BENEFITS LIABILITIES (continued)
e. Program dana pensiun e. Pension fund program
Program dana pensiun ini dikelola oleh Dana Pensiun Angkasa Pura I. Asumsi aktuaria yang The pension fund program is managed by Dana Pensiun Angkasa Pura I. The
digunakan dalam menentukan beban dan liabilitas dana pensiun adalah sebagai berikut: actuarial assumptions used to determine pension fund expenses and liabilities are
as follows:
30 Juni 2024/ 31 Desember 2023/
June 30, 2024 December 31, 2023
Tingkat diskonto 6,60% 6,60% Discount rate
Tingkat Kenaikan Penghasilan Dasar Basic Income Pension Allowance (PhDP)
Pensiun (PhDP) 3,00% 3,00% Increase
Tingkat mortalita TMI IV 2019 TMI IV 2019 Mortality rate
Tingkat cacat 10,00% 10,00% Disability rate
Umur pensiun 56 tahun/56 years 56 tahun/56 years Retirement age
Tingkat mengundurkan diri 5% pada usia 25 tahun dan menurun linear sampai dengan 0% Resignation rate
pada usia 56 tahun/
5% at 25 years and decreasing linearly at 0% until 56 years
Nilai kini liabilitas pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023 adalah: The present value of liabilities as of June 30, 2024 and December 31, 2023 are as
follows:
30 Juni 2024/ 31 Desember 2023/
June 30, 2024 December 31, 2023
Nilai kini liabilitas 1.513.721.880 1.505.530.117 Present value of liabilities
Nilai wajar aset program (1.240.722.503) (1.170.648.972) Fair value of plan assets
Liabilitas yang diakui 272.999.377 334.881.145 Recognized liabilities
Rekonsiliasi saldo awal dan akhir dari nilai kini liabilitas adalah sebagai berikut: The reconciliation of beginning and ending balance of present value of liabilities is
as follows:
30 Juni 2024/ 31 Desember 2023/
June 30, 2024 December 31, 2023
Nilai kini liabilitas awal tahun 1.505.530.117 1.409.870.234 Present value of liabilities beginning of year
Biaya jasa kini 6.608.469 11.485.496 Current service cost
Biaya bunga 55.020.311 97.641.417 Interest cost
Iuran peserta program 1.072.177 2.009.704 Plan participant's contribution
Pembayaran imbalan (54.509.194) (107.478.879) Benefits paid
Kerugian (keuntungan) aktuarial - 92.002.145 Actuarial loss (gains)
Nilai kini liabilitas akhir tahun 1.513.721.880 1.505.530.117 Present value of liabilities end of year
Rekonsiliasi saldo awal dan akhir dari nilai wajar aset program adalah sebagai berikut: The reconciliation of beginning and ending balance of fair value of plan assets is
as follows:
30 Juni 2024/ 31 Desember 2023/
June 30, 2024 December 31, 2023
Nilai wajar aset program awal tahun 1.170.648.972 970.043.737 Fair value of plan assets beginning of year
Iuran peserta program 1.072.177 2.009.704 Plan participant’s contributions
Iuran pemberi kerja 82.653.095 257.364.399 Employer’s contributions
Imbal hasil aset program 40.857.453 75.311.377 Return on plan assets
Pembayaran imbalan (54.509.194) (107.478.879) Benefit paid
Kerugian (keuntungan) aktuarial - (26.601.366) Actuarial loss (gain)
Nilai wajar aset program Fair value of plan assets
akhir tahun 1.240.722.503 1.170.648.972 end of year
Page 74
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2024 For the Period Ended June 30, 2024
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
26. LIABILITAS IMBALAN KERJA KARYAWAN (lanjutan) 26. EMPLOYEE BENEFITS LIABILITIES (continued)
e. Program dana pensiun (lanjutan) e. Pension fund program (continued)
Rincian beban yang diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain The details of expenses recognized in the consolidated statements of profit or loss
konsolidasian adalah sebagai berikut: and other comprehensive income are as follows:
30 Juni 2024/ 31 Desember 2023/
June 30, 2024 December 31, 2023
Biaya jasa kini 6.608.469 11.485.496 Current service cost
Biaya bunga 55.020.311 97.641.417 Interest cost
Ekspektasi hasil program (40.857.453) (75.311.377) Expectations plan assets
Total 20.771.327 33.815.536 Total
Rincian beban yang diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain The details of expenses recognized in the consolidated statements of profit or loss
konsolidasian adalah sebagai berikut: and other comprehensive income are as follows:
30 Juni 2024/ 31 Desember 2023/
June 30, 2024 December 31, 2023
Jumlah pengukuran Re-measurement amount
kembali awal tahun 726.805.851 608.202.340 beginning of year
Kerugian (keuntungan) Aktuarial - 118.603.511 Actuarial loss (gains)
Akumulasi jumlah Accumulated amount of
pengukuran kembali 726.805.851 726.805.851 re-measurements
Mutasi liabilitas yang diakui di laporan posisi keuangan konsolidasian adalah sebagai berikut: The movements of the liabilities in the consolidated statement of financial position
are as follows:
30 Juni 2024/ 31 Desember 2023/
June 30, 2024 December 31, 2023
Liabilitas awal tahun 334.881.145 439.826.497 Liabilities beginning of year
Beban yang diakui dalam laba rugi 20.771.327 33.815.536 Expense recognized in profit or loss
Beban (penghasilan) yang diakui
dalam penghasilan komprehensif Expense (income) recognized in
lain - 118.603.511 the other comprehensive income
Iuran pemberi kerja (82.653.095) (257.364.399) Employer's contribution
Liabilitas akhir tahun 272.999.377 334.881.145 Liabilities end of year
Nilai kini liabilitas akhir setelah efek analisa sensitivitas pada tanggal 31 Desember 2023 adalah The present values of liabilities after the effect of sensitivity analysis on December
sebagai berikut: 31, 2023 are as follows:
Analisis sensitivitas Sensitivity analysis
Nilai kini kewajiban imbalan pasti PV defined benefits obligations
Asumsi Tingkat Diskonto Discount Rate Assumptions
+ 1,00% 1.366.730.932 + 1.00%
- 1,00% 1.671.707.287 - 1.00%
Asumsi Tingkat Kenaikan PhDP PhDP Increment Assumptions
+ 1,00% 1.531.045.310 + 1.00%
- 1,00% 1.479.272.739 - 1.00%
Komposisi pengelolaan dana atas aset ditempatkan adalah pada surat berharga negara, The composition of management of planned asset are on Government bond, time
deposito berjangka, saham, reksadana, obligasi dan aset lainnya. deposits, stocks, mutual funds, bonds and other assets.
Page 75
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2024 For the Period Ended June 30, 2024
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
26. LIABILITAS IMBALAN KERJA KARYAWAN (lanjutan) 26. EMPLOYEE BENEFITS LIABILITIES (continued)
f. Program persiapan masa pensiun f. Retirement preparation pension program
Asumsi aktuaria yang digunakan dalam menentukan beban dan liabilitas imbalan pasca kerja The actuarial assumptions used to determine other post employee benefit
lainnya adalah sebagai berikut: expenses and liabilities are as follows:
30 Juni 2024/ 31 Desember 2023/
June 30, 2024 December 31, 2023
Tingkat diskonto 6,60% 6,60% Discount rate
Tingkat kenaikan gaji dasar 3,00% 3,00% Salary increase rate
Tingkat mortalita TMI IV 2019 TMI IV 2019 Mortality rate
Tingkat cacat 10,00% 10,00% Disability rate
Umur pensiun 56 tahun/56 years 56 tahun/56 years Retirement age
Tingkat mengundurkan diri 5% pada usia 25 tahun dan menurun linear sampai dengan 0% Resignation rate
pada usia 56 tahun/
5% at 25 years and decreasing linearly at 0% until 56 years
Nilai kini liabilitas pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023 adalah: The present value of liabilities as of June 30, 2024 and December 31, 2023 are as
follows:
30 Juni 2024/ 31 Desember 2023/
June 30, 2024 December 31, 2023
Nilai kini liabilitas 3.203.315 3.025.766 Present value of liabilities
Liabilitas yang diakui 3.203.315 3.025.766 Recognized liabilities
Rekonsiliasi saldo awal dan akhir dari nilai kini liabilitas adalah sebagai berikut: The reconciliation of beginning and ending balance of present value of liabilities is
as follows:
30 Juni 2024/ 31 Desember 2023/
June 30, 2024 December 31, 2023
Nilai kini liabilitas awal tahun 3.025.766 1.155.252 Present value of liabilities beginning of year
Biaya jasa kini 82.390 71.056 Current service cost
Biaya bunga 95.159 81.977 Interest cost
Biaya jasa lalu - 1.862.520 Past service cost
Pembayaran imbalan - - Benefits paid
Dampak perubahan manfaat - The impact of change of benefit
Keuntungan/kerugian aktuarial (145.039) Actuarial gain/loss
Nilai kini liabilitas akhir tahun 3.203.315 3.025.766 Present value of liabilities end of year
Rincian beban yang diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain The details of expenses recognized in the consolidated statements of profit or loss
konsolidasian adalah sebagai berikut: and other comprehensive income are as follows:
30 Juni 2024/ 31 Desember 2023/
June 30, 2024 December 31, 2023
Biaya jasa kini 82.390 71.056 Current service cost
Biaya bunga 95.159 81.977 Interest cost
Keuntungan/kerugian aktuarial - 1.862.520 Actuarial gain/loss
Total 177.549 2.015.553 Total
Mutasi liabilitas yang diakui di laporan posisi keuangan konsolidasian adalah sebagai berikut: The movements of the liabilities in the consolidated statement of financial position
are as follows:
30 Juni 2024/ 31 Desember 2023/
June 30, 2024 December 31, 2023
Liabilitas awal tahun 3.025.766 1.155.252 Liabilities beginning of year
Beban yang diakui dalam laba rugi 177.549 2.015.553 Expense recognized in profit or loss
Beban (penghasilan) yang diakui
dalam penghasilan komprehensif Expense (income) recognized in
lain - - the other comprehensive income
Pembayaran - (145.039) Contribution
Liabilitas akhir tahun 3.203.315 3.025.766 Liabilities end of year
Nilai kini liabilitas akhir setelah efek analisa sensitivitas pada tanggal 31 Desember 2023 adalah The present values of liabilities after the effect of sensitivity analysis on December
sebagai berikut: 31, 2023 are as follows:
Analisis sensitivitas Sensitivity analysis
Nilai kini kewajiban imbalan pasti PV defined benefits obligations
Asumsi Tingkat Diskonto Discount Rate Assumptions
+ 1,00% 2.800.771 + 1.00%
- 1,00% 3.284.922 - 1.00%
Asumsi Tingkat Kenaikan Gaji Salary Increment Assumptions
+ 1,00% 3.202.265 + 1.00%
- 1,00% 2.874.618 - 1.00%
Page 76
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2024 For the Period Ended June 30, 2024
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
26. LIABILITAS IMBALAN KERJA KARYAWAN (lanjutan) 26. EMPLOYEE BENEFITS LIABILITIES (continued)
g. Program uang pesangon g. Severance pay program
Perusahaan membukukan liabilitas imbalan pasca kerja yang terdiri dari manfaat untuk The Company recorded liabilities for post-employment benefit program which
pengunduran diri secara sukarela, manfaat meninggal dunia, manfaat cacat dan manfaat comprises of benefit for voluntary resignation, benefit for death, benefit for
pensiun. disability and benefit for pension.
Asumsi aktuaria yang digunakan dalam menentukan beban dan liabilitas imbalan pasca kerja The actuarial assumptions used to determine other post employee benefit
lainnya adalah sebagai berikut: expenses and liabilities are as follows:
30 Juni 2024/ 31 Desember 2023/
June 30, 2024 December 31, 2023
Tingkat diskonto 6,60% 6,60% Discount rate
Tingkat kenaikan Penghasilan Dasar Pensiun (PhDP) 8,00% 8,00% Basic Income Pension Allowance (PhDP)
Tingkat mortalita TMI IV 2019 TMI IV 2019 Mortality rate
Tingkat cacat 10,00% 10,00% Disability rate
Umur pensiun 56 tahun/56 years 56 tahun/56 years Retirement age
Tingkat mengundurkan diri 5% pada usia 25 tahun dan menurun linear sampai dengan 0% Resignation rate
pada usia 56 tahun/
5% at 25 years and decreasing linearly at 0% until 56 years
Nilai kini liabilitas pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023 adalah: The present value of liabilities as of June 30, 2024 and December 31, 2023 are as
follows:
30 Juni 2024/ 31 Desember 2023/
June 30, 2024 December 31, 2023
Nilai kini liabilitas 59.132.612 55.526.524 Present value of liabilities
Liabilitas yang diakui 59.132.612 55.526.524 Recognized liabilities
Rekonsiliasi saldo awal dan akhir dari nilai kini liabilitas adalah sebagai berikut: The reconciliation of beginning and ending balance of present value of liabilities is
as follows:
30 Juni 2024/ 31 Desember 2023/
June 30, 2024 December 31, 2023
Nilai kini liabilitas awal tahun 55.526.524 95.876.398 Present value of liabilities beginning of year
Penyesuaian - (37.849.053) Adjustment
Biaya jasa kini 2.723.403 4.850.378 Current service cost
Biaya bunga 882.685 3.627.122 Interest cost
Pembayaran imbalan - (44.551) Benefits paid
Biaya lalu - (27.232) Experience cost
Keuntungan/kerugian aktuarial - (10.906.538) Actuarial gain/loss
Nilai kini liabilitas akhir tahun 59.132.612 55.526.524 Present value of liabilities end of year
Rincian beban yang diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain The details of expenses recognized in the consolidated statements of profit or loss
konsolidasian adalah sebagai berikut: and other comprehensive income are as follows:
30 Juni 2024/ 31 Desember 2023/
June 30, 2024 December 31, 2023
Biaya jasa kini 2.723.403 4.850.378 Current service cost
Biaya bunga 882.685 3.627.122 Interest cost
Biaya lalu (27.232) Experience cost
Keuntungan/kerugian aktuarial - (37.849.053) Actuarial gain/loss
Total 3.606.088 (29.398.785) Total
Rincian beban yang diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain The details of expenses recognized in the consolidated statements of profit or loss
konsolidasian adalah sebagai berikut: and other comprehensive income are as follows:
30 Juni 2024/ 31 Desember 2023/
June 30, 2024 December 31, 2023
Jumlah pengukuran Re-measurement amount
kembali awal tahun (28.357.930) (17.451.392) beginning of year
Kerugian (keuntungan) Aktuarial - (10.906.538) Actuarial loss (gains)
Akumulasi jumlah Accumulated amount of
pengukuran kembali (28.357.930) (28.357.930) re-measurements
Mutasi liabilitas yang diakui di laporan posisi keuangan konsolidasian adalah sebagai berikut: The movements of the liabilities in the consolidated statement of financial position
are as follows:
30 Juni 2024/ 31 Desember 2023/
June 30, 2024 December 31, 2023
Liabilitas awal tahun 55.526.524 95.876.398 Liabilities beginning of year
Beban yang diakui dalam laba rugi 3.606.088 (29.398.785) Expense recognized in profit or loss
Beban (penghasilan) yang diakui Expense (income) recognized in
dalam penghasilan komprehensif lain - (10.906.538) the other comprehensive income
Pembayaran - (44.551) Contribution
Liabilitas akhir tahun 59.132.612 55.526.524 Liabilities end of year
Nilai kini liabilitas akhir setelah efek analisa sensitivitas pada tanggal 31 Desember 2023 adalah The present values of liabilities after the effect of sensitivity analysis on December
sebagai berikut: 31, 2023 are as follows:
Analisis sensitivitas Sensitivity analysis
Nilai kini kewajiban imbalan pasti PV defined benefits obligations
Asumsi Tingkat Diskonto Discount Rate Assumptions
+ 1,00% 51.264.266 + 1.00%
- 1,00% 60.353.150 - 1.00%
Asumsi Tingkat Kenaikan Gaji Salary Increment Assumptions
+ 1,00% 75.749.342 + 1.00%
- 1,00% 40.218.927 - 1.00%
Page 77
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2024 For the Period Ended June 30, 2024
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
27. MODAL SAHAM 27. SHARES CAPITAL
Jumlah saham ditempatkan dan
Pemegang saham / disetor penuh /Number of share Jenis Saham / % Pemilikan /
Shareholder issued and fully paid Type of Share ownership Total
Pemerintah Indonesia / 1 Seri A Dwiwarna 1% 1.000
PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) 3.271.350 Seri B 51% 3.271.350.000
PT Angkasa Pura Indonesia 3.143.061 Seri B 49% 3.143.061.000
6.414.412 100% 6.414.412.000
Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham Perusahaan No. 16 tanggal 2 Based on the Shareholders' Resolution Deed of the Company No. 16 dated February 2,
Februari 2024 dari Jimmy Tanal, S.H., M.Kn, para pemegang saham Perusahaan diantaranya 2024, by Jimmy Tanal, S.H., M.Kn., the company's shareholders agreed to transfer the
menyetujui pemindahan hak atas saham seri B Perusahaan milik Injourney kepada API dengan rights to the Company's Series B shares owned by Injourney to API through an inbreng
cara dilakukannya inbreng dari Injourney kepada API sebanyak 3.143.061 (nilai penuh) lembar mechanism. This involves the contribution of assets (in this case, shares) by Injourney to
saham atau seluruhnya sebesar Rp3.143.061.000. API amounting to 3,143,061 shares with a total value of IDR 3,143,061,000.
Akta tersebut di atas telah diterima dan dicatat dalam sistem administrasi Badan Hukum The aforementioned deed has been received and recorded in the legal administration
Kementerian Hukum dan hak Asasi Manusia Republik Indonesia tanggal 16 Februari 2024. system of the Ministry of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia on February
16, 2024.
Modal dasar Perusahaan sebesar Rp12.000.000.000 terbagi menjadi sebagai berikut:
The Company capital of Rp12,000,000,000 divided into:
a. 1 Saham Seri A Dwiwarna dengan nominal sebesar Rp1.000.000 (nilai penuh). a 1 Seri A Dwiwarna shares with a nominal value of Rp1,000,000 (full amount).
b. 11.999.999 Saham Seri B masing-masing dengan nominal sebesar Rp1.000.000 (nilai b 11,999,999 Seri B shares with nominal value each Rp1,000,000 (full amount) or full
penuh) atau seluruh nya dengan nilai saham Rp11.999.999.000. value off share Rp11,999,999,000
Page 78
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2024 For the Period Ended June 30, 2024
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
28. PENYERTAAN MODAL NEGARA 28. GOVERNMENT CAPITAL INVESTMENT
30 Juni 2024/ 31 Desember 2023/
June 30, 2024 December 31, 2023
Saldo awal 22.963.207 22.963.207 Beginning balance
Pengurangan - - Deduction
Total 22.963.207 22.963.207 Total
Penambahan penyertaan pada tahun 2016 sebesar Rp255.096.706 adalah Penambahan Additional investment in 2016 amounted to Rp255,096,706 is the addition of the
Penyertaan Modal Negara yang berasal dari BPYBDS sesuai Peraturan Pemerintah No.25 Government Capital Participation derived from BPYBDS as the Government Regulation
Tahun 2016 tanggal 27 Juni 2016. No.25 Tahun 2016 dated September 27, 2016.
Berdasarkan Peraturan Pemerintah (“PP”) No. 46 Tahun 2018 tanggal 27 September 2018, Based on the Government Regulation (“PP”) No. 46 Tahun 2018 dated September 27,
Perusahaan menerima pengurangan Penyertaan Modal Negara (PMN) Republik Indonesia 2018, the Company received deduction in capital investment from the Republic of Indonesia
dengan nilai buku sebesar Rp232.133.499 untuk dijadikan penambahan Penyertaan Modal amounting to Rp232,133,499 to be made into addition of capital investment to LPPNPI
Negara (PMN) Republik Indonesia kedalam modal Perusahaan Umum LPPNPI (catatan 28). (notes 28).
29. PENGALIHAN ASET TETAP KENAVIGASIAN 29. THE TRANSFER OF NAVIGATION FIXED ASSETS
30 Juni 2024/ 31 Desember 2023/
June 30, 2024 December 31, 2023
Nilau buku aset tetap kenavigasian (37.004.793) (37.004.793) Book value of navigation fixed assets
Koreksi penyerahan aset - - Corrections
(37.004.793) (37.004.793)
Akumulasi penyusutan
aset tetap kenavigasian 408.393.524 408.393.524 Liabilities end of year
Pengurangan modal Pemerintah melalui pengalihan aset kenavigasian ke LPPNPI berdasarkan Deduction of Government capital by transfer of navigation fixed assets to LPPNPI based on
surat dari Menteri BUMN No. S-46/MBU/2014 tanggal 30 Januari 2014 tentang persetujuan a letter from the Minister of BUMN No. S-46/MBU/2014 dated January 30, 2014 regarding
pengalihan aset tetap kenavigasian kepada Perum LPPNPI dengan nilai buku sebesar the approval of the transfer of navigation fixed assets to Perum LPPNPI with the book value
Rp270.831.524. of Rp270,831,524.
Pengaruh atas pengalihan aset tetap kenavigasian kepada Perum LPPNPI, sebagai berikut: The effect of the transfer of fixed assets to the Perum LPPNPI as follows:
Page 79
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2024 For the Period Ended June 30, 2024
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
29. PENGALIHAN ASET TETAP KENAVIGASIAN (lanjutan) 29. THE TRANSFER OF NAVIGATION FIXED ASSETS (continued)
a. Aset tetap kenavigasian yang telah dijadikan PMN pada perusahaan diserahkan kembali a Navigation fixed assets that have been used as PMN in the company submitted
sebesar nilai bukunya yaitu Rp270.831.524, sesuai dengan surat Perusahaan back at book value of Rp270,831,524, in accordance with the Company's letter
No.AP.1.6724/PL.07/2013/PD-B tanggal 26 November 2013 perihal revisi usulan pengalihan No.AP.1.6724/PL.07/2013/PD-B dated November 26, 2013 regarding the proposed
aset tetap kenavigasian kepada Perum LPPNPI, serta berdasarkan Berita Acara Perubahan revisions to the transfer of navigation fixed assets to Perum LPPNPI, and based on
Nilai Aset yang Diserahterimakan No.BA. 656/KU.21/2013/PDB tanggal 30 Desember 2013. the Minutes of the Asset Value Change No.BA. 656/KU.21/2013/PD-B dated
December 30, 2013.
b. BPYBDS berupa aset tetap kenavigasian yang diserahkan kembali kepada pemerintah b BPYBDS in the form of navigation fixed assets that are handed back to the
adalah sebesar nilai perolehan Rp731.261.272 yang terdiri dari Bandara Juanda Surabaya govemment is at cost of Rp731,261,272 consisting of Juanda Airport in Surabaya
sebesar Rp69.306.329, Bandara Hasanuddin Makassar Rp26.009.312, Bandara Adi Sutjipto Rp69,306,329, Hasanuddin Airport Makassar Rp26,009,312, Adi Sutjipto Airport
Yogya Rp17.826 dan MATSC Makassar Rp635.947.805 dengan akumulasi penyusutan Yogya Rp17,826 and MATSC Makassar Rp635,947,805 with accumulated
sebesar Rp408.393.524. depreciation of Rp408,393,524.
c. Penyesuaian atas aset kenavigasian yang diserahkan adalah hasil rapat klarifikasi terkait c Adjustments for assets transferred kenavigasian is the result of a clarification
daftar aset hasil penilaian Direktorat Jenderal Kekayaan Negara yang diselenggarakan pada meeting related assets assessment results list Directorate General of State Assets
tanggal 17 Oktober 2014. Adapun aset yang dikoreksi dari daftar penyerahan adalah Tanah held on October 17, 2014. The assets of the list submission is corrected in
di Surabaya sebesar Rp93.955, tanah di Kupang Rp377.625 dan MATSC Makassar sebesar Surabaya Land of Rp93,955, land in Kupang Rp377,625 and Makassar MATSC of
Rp1.221.652. Rp1,221,652.
30. PENGGUNAAN SALDO LABA 30. USAGE OF RETAINED EARNINGS
Berdasarkan Risalah Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Nomor: Based on the Minutes of the General Meeting of Shareholders (GMS) Number:
AP.I.3688/RT.01/2024/DU-B tanggal 20 Juni 2024, pemegang saham Perusahaan menetapkan AP.I.3688/RT.01/2024/DU-B dated 20 June 2024, the Company's shareholders determined
penggunaan laba bersih konsolidasian yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tahun the use of consolidated net profit attributable to owners of the parent entity for the 2023
buku 2023 sebesar Rp922.230.769,- sebagai laba ditahan untuk mendukung kegiatan financial year of IDR 922 ,230,769,- as retained earnings to support the company's
operasional dan pengembangan usaha perseroan. operational activities and business development.
Berdasarkan Risalah Rapat Umum Pemegang Saham Nomor: AP.I.3694/RT.01/2022/DU-B Based on the Minutes of the General Meeting of Shareholders Number:
tanggal 29 Juni 2022, pemegang saham Perusahaan setuju untuk tidak membagikan dividen. AP.I.3694/RT.01/2022/DU-B dated June 29, 2022, the shareholders of the Company's
shareholders agreed to not declare any dividend.
'Berdasarkan Risalah Rapat Umum Pemegang Saham Nomor: AP.1.3894/RT.02/2023/PGS.DU-
B tanggal 23 Juni 2023, pemegang saham Perusahaan setuju untuk tidak membagikan dividen. 'Based on minutes of General Meeting of shareholders No. AP.I.3894/RT.02/2023/PGS.DU-
B dated June 23, 2023, The Company's shareholders agreed to not declare any dividend.
31. KEPENTINGAN NON-PENGENDALI 31. NON-CONTROLLING INTEREST
Nilai Tercatat /Carrying Amounts
Kepemilikan / 30 Juni 2024/ 31 Desember 2023/
Ownership (%) June 30, 2024 December 31, 2023
PT Angkasa Pura Logistik 0,00 - 2.096.660 PT Angkasa Pura Logistik
PT Angkasa Pura Suport 0,00 - 1.902.942 PT Angkasa Pura Suport
PT Angkasa Pura Properti 0,04 192.290 232.455 PT Angkasa Pura Properti
PT Angkasa Pura Hotel 0,01 48.073 80.900 PT Angkasa Pura Hotel
PT Angkasa Pura Retail 0,00 - - PT Angkasa Pura Retail
Saldo Akhir 240.363 4.312.957 Ending balance
Pada Desember 2023 Perusahaan mempunyai 5 (lima) entitas anak yang dikonsolidasi. Seluruh In December 2023, the Company had 5 (five) consolidated subsidiary entities. All subsidiary
entitas anak berkedudukan di Jakarta sebagai kantor pusatnya. entities are headquartered in Jakarta.
Sementara pada Juni 2024, Perusahaan mempunyai 2 (dua) entitas anak yang dikonsolidasi. Meanwhile, in June 2024, the Company had 2 (two) consolidated subsidiary entities. All
Seluruh entitas anak berkedudukan di Jakarta sebagai kantor pusatnya. subsidiary entities are headquartered in Jakarta
Page 80
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2024 For the Period Ended June 30, 2024
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
32. PENDAPATAN USAHA 32. OPERATING REVENUES
Rincian pendapatan usaha adalah sebagai berikut: The details of operating revenues are as follows:
Untuk Periode yang berakhir pada tanggal
30 Juni /
For Period ended June 30,
2024 2023
Aeronautika Aeronautical
PJP4U (Pelayanan Jasa Pendaratan PJP4U (Aircraft Landing,
Penempatan dan Penyimpanan Placing and Storing
Pesawat Udara) Services)
Domestik 86.440.564 83.113.354 Domestic
Internasional 451.114.889 336.641.485 International
Sub-total 537.555.453 419.754.840 Subtotal
PJP2U (Pelayanan Jasa PJP2U (Passenger
Penumpang Pesawat Udara) Service Charge)
Domestik 1.158.037.525 1.135.053.465 Domestic
Internasional 884.720.233 701.566.296 International
Sub-total 2.042.757.757 1.836.619.761 Subtotal
Aviobridge Aviobridge
Domestik 53.254.028 52.431.759 Domestic
Internasional 74.091.064 56.053.393 International
Sub-total 127.345.091 108.485.151 Subtotal
Pemakaian counter dan conveyor Use of counters and conveyor
Domestik 51.316.233 50.357.044 Domestic
Internasional 49.067.092 36.563.434 International
Sub-total 100.383.325 86.920.478 Subtotal
PJKP2U (Pelayanan Jasa Kargo dan PJKP2U (Cargo Services
Pos Pesawat Udara) and Aircraft Postal Services)
Domestik 86.142.491 56.915.636 Domestic
Internasional 25.311.181 13.571.054 International
Sub-total 111.453.672 70.486.690 Subtotal
Total pendapatan aeronautika 2.919.495.300 2.522.266.920 Total aeronautical revenue
Non-aeronautika Non-aeronautical
Pemakaian sarana non-aeronautika Use of non-aeronautical facilities
Parkir kendaraan 187.982.428 169.909.755 Parkir lots
Listrik 40.364.057 27.566.136 Electricity
Pas bandara 4.251.417 3.184.644 Airport pass
Reklame 10.169.250 5.906.134 Advertising
Layanan data 4.233.588 3.258.384 Data services
Telepon 926.172 847.476 Telephone
Air 3.162.522 2.776.503 Water
Sub-total 251.089.436 213.449.033 Subtotal
Page 81
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2024 For the Period Ended June 30, 2024
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
32. PENDAPATAN USAHA (lanjutan) 32. OPERATING REVENUES (continued)
Akun ini terdiri dari: This account consists of the following
Untuk Periode yang berakhir pada tanggal
30 Juni /
For Period ended June 30,
2024 2023
Pendapatan sewa Rentals revenues
Sewa ruang 305.690.755 245.650.808 Rent rooms
Sewa peralatan - - Rent equipments
Sewa tanah 36.472.958 39.070.188 Rent lands
Sewa kendaraan - - Rent vehicles
Sewa penggunaan hak atas tanah 2.908.009 2.713.918 Rent use of land rights
Sewa antena 1.116.881 934.321 Rent antena
Sewa tempat 8.327.240 208.812 Rent spaces
Lain-lain 1.134.088 1.558.263 Others
Sub-total 355.649.931 290.136.309 Subtotal
Pergudangan & logistik Warehousing & logistics
Domestik 13.381.964 2.226.040 Domestic
Internasional 27.389.552 8.580.466 International
Jasa logistik - - Logistic services
Jasa agen regulasi - - Regulatory agent services
Sub-total 40.771.516 10.806.506 Subtotal
Pemakaian Ruang Tunggu 80.290.798 135.398.866 Use of Lounge
Pendapatan konsesi 808.277.641 543.669.124 Consessions revenues
Event dan promosi 10.304.438 14.910.223 Event and promotion
Jasa pemeliharaan dan perbaikan 51.496.227 13.443.785 Maintenance and services
Jasa Pengelolaan Bandar Udara 16.416.943 - Upfront fee (Notes 44)
Jasa penjualan komoditas - - Commodities trading
Jasa lainnya 181.659 12.657.325 Other services
Total pendapatan non-aeronautika 1.614.478.588 1.234.471.171 Total non-aeronautical revenues
Total 4.533.973.888 3.756.738.091 Total
Jumlah pendapatan usaha yang berasal dari pihak berelasi dan pihak ketiga sebagai berikut: The amounts of operating revenues with details above which come from related parties and
third parties as follows:
30 Juni 2024/ 30 Juni 2023/
June 30, 2024 June 30, 2023
Pihak Berelasi 873.862.222 667.492.687 Related Parties
Pihak Ketiga 3.660.111.666 3.089.245.404 Third Parties
Total 4.533.973.888 3.756.738.091 Total
Rincian penjualan kepada pelanggan dengan jumlah lebih besar dari 10% pendapatan adalah Details of sales to customers that make up more than 10% revenues are as follows:
sebagai berikut:
Untuk Periode yang berakhir pada tanggal
30 Juni /
For Period ended June 30,
Persentase dari total
pendapatan/Percentage of total revenue
Pendapatan/Revenue
2024 2023 2024 2023
PT Batik Air Indonesia 454.220.810 410.204.290 10,02% 10,92% PT Batik Air Indonesia
Page 82
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2024 For the Period Ended June 30, 2024
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
33. BEBAN PEGAWAI 33. EMPLOYEE EXPENSES
Akun ini terdiri dari: This account consists of the following
Untuk Periode yang berakhir pada tanggal
30 Juni /
For Period ended June 30,
2024 2023
Tunjangan operasional 692.297.868 522.005.623 Operational allowance
Gaji dan upah 83.905.554 85.437.925 Wages & salaries
Pengobatan 45.000.644 35.421.098 Medicals and doctors
Kelebihan Jam Kerja 5.852.006 5.384.247 Overtime
Pakaian Seragam 20.450.280 2.292.649 Employee uniform
Lain-lain 29.335.517 34.778.014 Others
Sub-total 876.841.869 685.319.557 Subtotal
34. BEBAN OPERASIONAL BANDARA 34. AIRPORT OPERATION EXPENSES
Akun ini terdiri dari: This account consists of the following
Untuk Periode yang berakhir pada tanggal
30 Juni /
For Period ended June 30,
2024 2023
Penyusutan dan amortisasi 808.671.888 827.722.629 Depreciation and amortization
Jasa alih daya 162.063.377 786.984 Outsourcing
Utilitas 183.074.973 162.911.719 Utilities
emeliharaan
P 141.929.435 69.032.861 Maintenance
Jasa kebersihan bandara 64.680.542 4.924.120 Airport cleaning services
Pembelian tiket dan hotel 15.517.547 7.934.526 Puchase of ticket and hotel
Sewa 103.171.493 27.962.585 Rent
Jasa pelayanan penumpang 154.895.264 27.792.059 Passenger services
Penerimaan Negara Bukan Pajak 67.545.604 64.020.168 Non-Tax State Revenue
Pembelian dan pemakaian persediaan 29.633.577 21.647.396 Purchase and usage of supplies
Konstruksi 26.155.572 1.286.542 Construction
Lainnya 13.853.483 5.498.763 Others
Total 1.771.192.755 1.221.520.353 Total
35. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI 35. GENERAL ADMINISTRATIVE EXPENSES
Akun ini terdiri dari: This account consists of the following
Untuk Periode yang berakhir pada tanggal
30 Juni /
For Period ended June 30,
2024 2023
Pajak 119.114.053 149.346.548 Taxes
Penurunan nilai piutang 71.968.690 81.103.132 Impairment of receivable
Imbalan kerja karyawan 61.136.858 57.319.714 Post employee benefits
Pejabat non pegawai 28.386.378 41.940.725 Non-employee officer expense
Jasa profesional dan konsultan 3.333.089 4.574.196 Professional service and consultant
Makanan dan minuman 26.652.592 18.581.756 Food and beverage
Pemakaian persediaan 11.039.344 9.578.960 Usage of inventories
Asuransi 10.162.818 11.105.829 Insurance
Perjalanan dinas 2.591.138 4.008.764 Business travel
Pendidikan dan pelatihan 7.462.321 848.110 Education and training
Aset dibiayakan 10.009.687 1.914.982 Low Value Asset
Tenaga pendukung administrasi 9.347.768 20.274 Outsourcing administration
Rapat dinas 818.467 1.218.839 Meeting expense
Olahraga 403.107 171.885 Sport
Konsultan 52.625.214 11.635.299 Consultant
Lainnya 15.675.119 23.965.627 Others
Total 430.726.643 417.334.639 Total
Page 83
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2024 For the Period Ended June 30, 2024
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
36. PENGHASILAN LAIN-LAIN 36. OTHER INCOME
Akun ini terdiri dari: This account consists of the following
Untuk Periode yang berakhir pada tanggal
30 Juni /
For Period ended June 30,
2024 2023
Pembalikan beban akrual 50.789 2.550.249 Reversal of accrue expense
Pengembalian Pajak 29.969.827 Tax Return
Keuntungan dari aset tetap 111.134 - Gain on fixed assets
Denda 17.178 4.279.238 Penalty
Lelang 1.067.390 457.915 Auction
Rumah peristirahatan 50.600 57.695 Rest house
Laba selisih kurs, neto (2.758.070) 2.110.609 Gain on foreign exchange, net
penurunan nilai aset keuangan 15.612.839 1.026.602 impairmet financial assets
Pembalikan akrual PKWT 4.349.879 - Reversal of accrual PKWT
Lainnya 7.081.797 33.379.067 Others
Subtotal 25.583.536 73.831.202 Total
37. BEBAN LAIN-LAIN 37. OTHER EXPENSE
Akun ini terdiri dari: This account consists of the following
Untuk Periode yang berakhir pada tanggal
30 Juni /
For Period ended June 30,
2024 2023
Beban PKBL 4.342.416 3.713.082 PKBL expenses
Sumbangan 161.268 115.203 Donation
Lelang 18.849 27.913 Auction
Lain-lain 1.940.552 4.377.685 Resort house
Total 6.463.084 8.233.883 Total
38. PENGHASILAN KEUANGAN 38. FINANCE INCOME
Akun ini terdiri dari: This account consists of the following
Untuk Periode yang berakhir pada tanggal
30 Juni /
For Period ended June 30,
2024 2023
Jasa giro 65.545.060 25.299.509 Current account
Bunga deposito 31.681.131 578.347 Deposit interest
Bunga obligasi dan reksadana 730.968 2.335.915 Bond interest
Total 97.957.160 28.213.771 Total
Page 84
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2024 For the Period Ended June 30, 2024
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
39. BEBAN KEUANGAN 39. FINANCE COSTS
Akun ini terdiri dari: This account consists of the following
Untuk Periode yang berakhir pada tanggal
30 Juni /
For Period ended June 30,
2024 2023
Bunga pinjaman bank dan obligasi 919.629.103 777.872.587 Bank loans interest
Beban pendanaan 29.638.789 27.307.082 Financing expenses
Beban bunga sewa 8.949.843 8.308.893 Lease interest expense
Beban administrasi bank 2.396.299 1.660.391 Bank administration charges
Total 960.614.033 815.148.953 Total
40. ASET KEUANGAN DALAM MATA UANG ASING 40. FINANCIAL ASSETS DENOMINATED IN FOREIGN CURRENCY
30 Juni / June 30 2024
Mata uang asing/ Mata uang asing/ Setara dalam
foreign currency foreign currency rupiah/
USD SGD in rupiah Rp
ASET ASSETS
Kas dan setara kas 10.598 234 176.149.435 Cash and Cash Equivalents
Piutang usaha 2.209 - 36.128.195 Account Receivable
Total 12.807 234 212.277.630 Total
LIABILITAS LIABILITIES
Utang usaha 2.048 - 33.494.917 Trade Payables
Aset moneter bersih 14.855 234 245.772.547 Net Financial Assets
31 Desember / December 31 2023
Mata uang asing/ Mata uang asing/ Setara dalam
foreign currency foreign currency rupiah/
USD SGD in rupiah Rp
ASET ASSETS
Kas dan setara kas 11.083 43 171.357.121 Cash and Cash Equivalents
Piutang usaha 2.209 - 34.053.550 Account Receivable
Total 13.292 43 205.410.671 Total
LIABILITAS LIABILITIES
Utang usaha 2.045 - 31.529.073 Trade Payables
Aset moneter bersih 15.337 43 236.939.744 Net Financial Assets
Page 85
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2024 For the Period Ended June 30, 2024
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
41. TRANSAKSI NON-KAS 41. NON-CASH TRANSACTIONS
Informasi pendukung laporan arus kas konsolidasian sehubungan dengan aktivitas non-kas Supplementary information to the consolidated statements of cash flow relating to non-cash
sebagai berikut: activities is as follows:
30 Juni 2024/ 31 Desember 2023/
June 30, 2024 December 31, 2023
Penambahan aset hak-guna Addition of right of use asset
melalui liabilitas sewa 1.437.967 12.403.423 through lease liabillites
Kapitalisasi biaya pinjaman Capitalization of
ke aset tetap - 73.944 borrowing costs
Perubahan pada liabilitas yang timbul dari aktivitas pendanaan pada laporan arus kas Movement of liabilities arising from financing activities in the consolidated statement of cash
konsolidasian adalah sebagai berikut : flows are as follows:
Non-arus kas/Non-cash flow
Amortisasi Biaya Pinjaman
1 Januari 2024 / Arus kas / /Amortization Lainnya / 30 Juni 2024 /
January 01, 2024 Cash Flow Cost of Loan Other June 30, 2024
Pinjaman bank jangka panjang 23.259.314.212 (6.450.660) (270.529.500) 147.572.873 23.129.906.925 Bank Loans
Pinjaman bank jangka pendek 95.551.607 - - (13.814.765) 81.736.842 Short-term bank loans
Obligasi dan sukuk ijarah 4.729.484.332 (464.000.000) 1.248.356 - 4.266.732.688 Bonds payable and sukuk ijarah
Liabilitas Sewa 201.619.365 (42.658.739) - 82.311.194 241.271.820 Bonds payable and sukuk ijarah
Total 28.285.969.516 (513.109.399) (269.281.144) 216.069.302 27.719.648.275 Total
Non-arus kas/Non-cash flow
Amortisasi Biaya Pinjaman
1 Januari 2023 / Arus kas / /Amortization Lainnya / 31 Desember 2023 /
January 01, 2023 Cash Flow Cost of Loan Other December 31, 2023
Pinjaman bank jangka panjang 23.254.056.765 (41.543.260) 46.800.707 - 23.259.314.212 Bank Loans
Pinjaman bank jangka pendek 107.285.344 (11.733.737) - - 95.551.607 Short-term bank loans
Obligasi dan sukuk ijarah 3.714.623.013 1.016.000.000 (1.138.681) - 4.729.484.332 Bonds payable and sukuk ijarah
Liabilitas Sewa 202.905.881 (22.997.423) - 21.710.907 201.619.365 Bonds payable and sukuk ijarah
Total 27.278.871.003 939.725.580 45.662.026 21.710.907 28.285.969.516 Total
Page 86
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2024 For the Period Ended June 30, 2024
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
42. TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI 42. TRANSACTION WITH RELATED PARTIES
Sifat hubungan dan jenis transaksi dengan pihak berelasi adalah sebagai berikut: The nature of relationships and transactions with related parties are as follows:
a. Sifat relasi/ Nama pihak berelasi/ Jenis transaksi/
Nature of relationship Name of related party Nature of transaction
Pemegang Saham/Shareholder - Pemerintah Republik Indonesia/ Setoran saham/ Share capital
The Government of The Dividen/Dividend
Republic of Indonesia Jasa konsesi/Concession service
- PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) Setoran saham/ Share capital
- PT Angkasa Pura Indonesia Jasa Kebandarudaraan/Airport Services
Entitas yang berelasi dengan Pemerintah/ PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Jasa perbankan/Banking services
Government related entities PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Jasa perbankan/Banking services
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Jasa perbankan/Banking services
PT Bank Tabungan Negara Tbk Jasa perbankan/Banking services
PT Bank Syariah Indonesia Jasa perbankan/Banking services
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Penjualan jasa/Sales
PT Pertamina (Persero) Penjualan jasa/Sales
PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Penjualan jasa/Sales
PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk Penjualan jasa/Sales
PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) Penjualan jasa/Sales
PT Perusahaan Umum (Perum) Lembaga Penjualan jasa/Sales
Penyelenggara Pelayanan Navigasi
Penerbangan Indonesia (LPPNPI)
Perusahaan Badan Usaha Milik Negara Penjualan jasa dan jasa pembangunan/
(BUMN) lainnya / Other Stated Owners Sales and construction services
Enterprise (BUMN)
Entitas Asosiasi/Associated entities PT Integrasi Aviasi Solusi Penjualan jasa/Sales
PT Jasa Marga Bali Tol Penjualan jasa/Sales
PT Bandara Internasional Batam Penjualan jasa/Sales
Imbalan kerja/Employee benefit plan Dana Pensiun Angkasa Pura Jasa pensiun/Pension services
Entitas Anak/Subsidiaries PT Angkasa Pura Hotel (APH) Penjualan jasa/Sales
PT Angkasa Pura Properti (APP) Penjualan jasa dan jasa pembangunan/
Sales and construction services
Page 87
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2024 For the Period Ended June 30, 2024
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
42. TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI (lanjutan) 42. TRANSACTION WITH RELATED PARTIES (continued)
b. Transaksi dengan Pihak Berelasi b. Transaction with Related Parties
Dalam kegiatan usahanya, Perusahaan dan entitas anak melakukan transaksi tertentu dengan In the normal course of business, the Company and its subsidiaries entered transactions
pihak berelasi. with related parties.
Rincian akun signifikan dengan pihak-pihak berelasi (pemerintah, entitas pemerintah atau Details of significant accounts with related parties (government, owned entities unless
dinyatakan lain) sebagai berikut: otherwise stated) are as follows:
Persentase dari total aset/
Total/ Total
Percentage of total assets
2024 2023 2024 2023
Aset Assets
Kas dan setara kas Cash and cash equivalent
(Catatan 4) (Note 4)
Bank Bank
Rupiah Rupiah
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 1.913.832.836 1.457.416.947 4,41% 3,33% PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
PT Bank Tabungan Negara PT Bank Tabungan Negara
(Persero) Tbk 706.120.232 1.328.744.148 1,63% 3,04% (Persero) Tbk
PT Bank Syariah Indonesia Tbk 1.338.515.336 26.453.133 3,08% 0,06% PT Bank Syariah Indonesia Tbk
PT Bank Negara Indonesia PT Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk 246.432.552 203.067.120 0,57% 0,46% (Persero) Tbk
PT Bank Rakyat Indonesia PT Bank Rakyat Indonesia
(Persero) Tbk 246.885.049 210.889.556 0,57% 0,48% (Persero) Tbk
Sub-total 4.451.786.005 3.226.570.904 10,25% 7,38% Sub-total
Dollar AS US Dollar
PT Bank Negara Indonesia PT Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk 152.852.249 151.303.705 0,35% 0,35% (Persero) Tbk
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 19.559.245 18.433.202 0,05% 0,04% PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
PT Bank Tabungan Negara PT Bank Tabungan Negara
(Persero) Tbk - - 0,00% 0,00% (Persero) Tbk
PT Bank Rakyat Indonesia PT Bank Rakyat Indonesia
(Persero) Tbk 910.987 860.019 0,00% 0,00% (Persero) Tbk
PT Bank Syariah Indonesia Tbk - PT Bank Syariah Indonesia Tbk
Sub-total 173.322.481 170.596.926 0,40% 0,04% Sub-total
Dollar Singapura Rupiah
PT Bank Negara Indonesia PT Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk 2.826.954 507.629 0,01% 0,00% (Persero) Tbk
Sub-total 2.826.954 507.629 0,00% 0,00% Sub-total
Total bank 4.627.935.440 3.397.675.459 10,65% 7,42% Total bank
Deposito Time deposit
Rupiah Rupiah
PT Bank Negara Indonesia PT Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk - 12.000.000 0,00% 0,03% (Persero) Tbk
PT Bank Rakyat Indonesia PT Bank Rakyat Indonesia
(Persero) Tbk 10.000.000 260.000.000 0,02% 0,59% (Persero) Tbk
PT Bank Syariah Indonesia Tbk 35.000.000 62.000.000 0,08% 0,14% PT Bank Syariah Indonesia Tbk
PT Bank Tabungan Negara PT Bank Tabungan Negara
(Persero) Tbk - 795.000.000 - 1,82% (Persero) Tbk
PT Bank Pembangunan Daerah PT Bank Pembangunan Daerah
Jawa Barat dan Banten Tbk 10.000.000 - 0,02% 0,00% Jawa Barat dan Banten Tbk
Sub-total 55.000.000 1.129.000.000 - 2,58% Sub-total
Total Kas Setara Kas 4.682.935.440 4.526.675.459 10,65% 10,00% Total bank
Kas yang dibatasi
Penggunaannya Restricted cash
Lancar Curent
Rupiah Rupiah
PT Bank Tabungan Negara PT Bank Tabungan Negara
(Persero) Tbk 385.214.552 265.765.757 0,89% 0,61% (Persero) Tbk
Sub-total 385.214.552 265.765.757 0,00% 0,61% Sub-total
Kas yang dibatasi
Penggunaannya Restricted cash
Lancar Non Current
Rupiah Rupiah
PT Bank Tabungan Negara PT Bank Tabungan Negara
(Persero) Tbk - 385.214.552 0,00% 0,88% (Persero) Tbk
Sub-total - 385.214.552 0,00% 0,88% Sub-total
Total 385.214.552 650.980.309 0,00% 1,49% Total
Page 88
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2024 For the Period Ended June 30, 2024
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
Investasi Jangka Pendek Short-term investment
(Catatan 5) (Note 5)
Obligasi Bonds
Rupiah Rupiah
Obligasi Negara Tahun Government Bond Year
2005 Seri FR0028 5.015.000 5.167.500 0,01% 0,01% 2005 Series FR0028
Obligasi Berkelanjutan Continuous Bond
Indonesia Eximbank IV Indonesia Eximbank IV
Tahap VII Tahun 2019 Phase VII Year 2019
Seri C 5.000.000 5.000.000 0,01% 0,01% Seri C
Sub-total 10.015.000 10.167.500 0,01% 0,01% Sub-total
Deposito Time deposit
Rupiah Rupiah
PT Bank Negara Indonesia PT Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk - - (Persero) Tbk
PT Bank Syariah Indonesia Tbk - - PT Bank Syariah Indonesia Tbk
PT Bank Rakyat Indonesia PT Bank Rakyat Indonesia
(Persero) Tbk - - 0,00% 0,00% (Persero) Tbk
Sub-total - - 0,00% 0,00% Sub-total
Deposito yang dibatasi
penggunaannya Restricted time deposit
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk - 35.000.000 0,00% 0,08% PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
PT Bank Negara Indonesia PT Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk - (Persero) Tbk
Sub-total - 35.000.000 0,00% 0,08% Sub-total
Total 10.015.000 45.167.500 0,01% 0,09% Total
Page 89
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2024 For the Period Ended June 30, 2024
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
42. TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI (lanjutan) 42. TRANSACTION WITH RELATED PARTIES (continued)
b. Transaksi dengan Pihak Berelasi b. Transaction with Related Parties
Rincian akun signifikan dengan pihak-pihak berelasi (pemerintah, entitas pemerintah atau Details of significant accounts with related parties (government, owned entities unless
dinyatakan lain) sebagai berikut: (lanjutan) otherwise stated) are as follows: (continued)
Persentase dari total aset/
Total/ Total
Percentage of total assets
2024 2023 2024 2023
Piutang usaha Trade receivables
(Catatan 6) (Note 6)
Lancar Currents
PT Gapura Angkasa 94.625.582 79.510.846 0,22% 0,18% PT Gapura Angkasa
IAS Hospitality Indonesia 54.893.178 - 0,13% 0,00% IAS Hospitality Indonesia
PT Merpati Nusantara Airlines 47.974.632 51.301.783 0,11% 0,12% PT Merpati Nusantara Airlines
Angkasa Pura Logistik 45.043.267 - 0,10% 0,00% Angkasa Pura Logistik
PT Aerofood Indonesia 4.754.127 6.838.769 0,01% 0,02% PT Aerofood Indonesia
PT Garuda Indonesia PT Garuda Indonesia
(Persero) Tbk 41.891.986 11.408.827 0,10% 0,03% (Persero) Tbk
PT Pertamina Patra Niaga 40.664.694 19.614.707 0,09% 0,04% PT Pertamina Patra Niaga
Angkasa Pura Indonesia 37.209.882 - 0,09% 0,00% Angkasa Pura Indonesia
PT Garuda Maintenance PT Garuda Maintenance
Facility Aero Asia Tbk 10.470.898 14.494.911 0,02% 0,03% Facility Aero Asia Tbk
PT Citilink Indonesia 12.277.943 8.266.484 0,03% 0,03% PT Citilink Indonesia
PT Telekomunikasi Selular 317.805 1.390.218 0,00% 0,00% PT Telekomunikasi Selular
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 9.388.585 4.430.575 0,02% 0,01% PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
PT BRI (Persero) Tbk 5.968.313 4.086.797 0,01% 0,01% PT BRI (Persero) Tbk
PT BNI (Persero) Tbk 5.218.830 3.480.334 0,01% 0,01% PT BNI (Persero) Tbk
PT Merpati Maintenance PT Merpati Maintenance
Facility - 5.882.570 0,00% 0,01% Facility
Pelita Air Service 3.826.532 2.276.118 0,01% 0,01% Pelita Air Service
PP KSO - 1.763.657 0,00% 0,00% PP KSO
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 1.462.381 3.367.336 0,00% 0,01% PT Wijaya Karya (Persero) Tbk
Lain-lain (dibawah Rp3 miliar) 35.569.245 62.252.066 0,08% 0,14% Others (below Rp3 billion)
Sub-total 451.557.880 280.365.998 1,04% 0,65% Sub-total
Piutang usaha Trade receivables
(Catatan 6) (Note 6)
Tidak lancar Non-currents
PT Garuda Indonesia PT Garuda Indonesia
(Persero) Tbk 131.728.889 156.674.120 0,30% 0,38% (Persero) Tbk
PT Aerofood Indonesia 44.348.900 44.910.278 0,10% 0,11% PT Aerofood Indonesia
PT Barata Indonesia PT Barata Indonesia
(Persero) Tbk - 14.528.575 0,00% 0,03% (Persero) Tbk
Sub-total 176.077.789 216.112.973 0,41% 0,52% Sub-total
Total 627.635.669 496.478.971 1,44% 1,17% Total
Piutang lain-lain Other receivables
(Catatan 7) (Note 7)
Lancar Currents
PT Aviasi Pariwisata PT Aviasi Pariwisata
Indonesia 10.066.723 9.864.012 0,02% 0,02% Indonesia
PT Pembangunan PT Pembangunan
Perumahan 532.218 532.219 0,00% 0,00% Perumahan
Airnav Indonesia 14.306.439 14.306.439 0,03% 0,00% Airnav Indonesia
PT Wijaya Karya Bangunan PT Wijaya Karya Bangunan
Gedung Tbk - 6.344.858 0,00% 0,00% Gedung Tbk
PT Hutama Karya PT Hutama Karya
(Persero) 158.102 158.103 0,00% 0,00% (Persero)
PT Bandara Internasional PT Bandara Internasional
Batam 126.944 126.944 0,00% 0,00% Batam
PT Angkasa Pura II 65.896 65.896 0,00% 0,00% PT Angkasa Pura II
Lainnya 1.129.215 400.211
Sub-total 26.385.537 31.798.682 0,06% 0,03% Sub-total
Page 90
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2024 For the Period Ended June 30, 2024
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
42. TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI (lanjutan) 42. TRANSACTION WITH RELATED PARTIES (continued)
b. Transaksi dengan Pihak Berelasi (lanjutan) b. Transaction with Related Parties (continued)
Rincian akun signifikan dengan pihak-pihak berelasi (pemerintah, entitas pemerintah atau Details of significant accounts with related parties (government, owned entities unless
dinyatakan lain) sebagai berikut: (lanjutan) otherwise stated) are as follows: (continued)
Persentase dari total liabilitas/
Total/ Total
Percentage of total liabilities
2024 2023 2024 2023
Utang usaha (catatan 19) Trade payables (Note 19)
PT angkasa Pura Support 80.999.219 - 0,25% 0,00% PT angkadsa Pura Support
PT Amarta Karya 4.538.322 - 0,01% 0,00% PT Amarta Karya
PT Angkasa Pura Logistik 1.097.958 - 0,00% 0,00% PT Angkasa Pura Logistik
PT Waskita Karya PT Waskita Karya
(Persero) Tbk 1.283.000 12.830.000 0,00% 0,04% (Persero) Tbk
PT Mandiri Sekuritas - 8.295.000 0,00% 0,02% PT Mandiri Sekuritas
PT Telekomunikasi PT Telekomunikasi
Indonesia Indonesia
(Persero) Tbk 1.860.139 4.634.430 0,01% 0,01% (Persero) Tbk
PT Bahana Sekuritas - 3.860.483 0,00% 0,01% PT Bahana Sekuritas
PT Varuna Tirta PT Varuna Tirta
Prakasya (Persero) - 1.741.899 0,00% 0,01% Prakasya (Persero)
PT Pembangunan PT Pembangunan
Perumahan (Persero) Tbk - 17.144 0,00% 0,00% Perumahan (Persero) Tbk
Lain-lain (dibawah Rp3 miliar) 2.296.653 12.521.496 0,01% 0,04% Others (below Rp3 billion)
Total 92.075.291 43.900.452 0,28% 0,13% Total
Utang lain-lain Other payables
(Catatan 21) (Note 21)
PT Wijaya Karya PT Wijaya Karya
(Persero) Tbk 119.569.897 146.460.439 0,36% 0,44% (Persero) Tbk
PT Mandiri Sekuritas 11.907.490 - 0,04% 0,00% PT Mandiri Sekuritas
PT Pembangunan PT Pembangunan
Perumahan (Persero) Tbk 10.026.613 10.026.613 0,03% 0,03% Perumahan (Persero) Tbk
PT Nindya Karya (Persero) 10.583.528 11.639.577 0,03% 0,03% PT Nindya Karya (Persero)
PT Waskita Karya PT Waskita Karya
(Persero) Tbk 8.786.994 9.942.849 0,03% 0,03% (Persero) Tbk
PT Amarta Karya PT Amarta Karya
(Persero) Tbk - 4.031.129 0,00% 0,01% (Persero) Tbk
PT Telekomunikasi Indonesia PT Telekomunikasi Indonesia
(Persero) Tbk 3.987.547 - 0,01% 0,00% (Persero) Tbk
PT Istaka Karya (Persero) Tbk 3.534.388 3.534.388 0,01% 0,01% PT Istaka Karya (Persero) Tbk
PT Aneka tambang 1.476.649 - 0,00% 0,00% PT Aneka tambang
PT Bina Karya 769.504 - 0,00% 0,00% PT Bina Karya
PT Virama Karya 755.815 PT Virama Karya
PT Hutama Karya PT Hutama Karya
(Persero) Tbk 61.429 1.318.905 0,00% 0,00% (Persero) Tbk
PT Adhi Karya (Persero) Tbk 5.667 5.667 0,00% 0,00% PT Adhi Karya (Persero) Tbk
Lain-lain (dibawah Rp3 miliar) 1.121.958 1.227.336 0,00% 0,00% Others (below Rp3 billion)
Total 172.587.479 188.186.903 0,52% 0,56% Total
Utang bank jangka pendek Long-term bank loans
(Catatan 22) (Note 22)
PT Bank Negara Indonesia 0,00% 0,00% PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
(Persero) Tbk - 38.946.344 PT Sarana Multi Infrastruktur
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk - 34.500.000 0,00% 0,10% PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
PT Bank Syariah Indonesia Tbk PT Bank Syariah Indonesia Tbk
(Persero) Tbk - 20.000.000 0,00% 0,06% (Persero) Tbk
Total - 93.446.344 0,00% 0,16% Total
Utang bank jangka panjang Long-term bank loans
(Catatan 22) (Note 22)
Perusahaan The Company
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 5.942.464.007 5.944.101.680 17,98% 17,70% PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
PT Sarana Multi Infrastruktur PT Sarana Multi Infrastruktur
(Persero) 3.278.153.947 3.279.057.368 9,92% 9,77% (Persero)
PT Bank Tabungan Negara PT Bank Tabungan Negara
(Persero) 2.996.319.450 2.997.145.200 9,07% 8,93% (Persero)
PT Bank Syariah Indonesia Tbk PT Bank Syariah Indonesia Tbk
(Persero) Tbk 1.997.546.500 1.998.097.000 6,04% 5,95% (Persero) Tbk
PT Bank Negara Indonesia PT Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk 885.497.293 885.741.326 2,68% 2,64% (Persero) Tbk
PT Indonesia Infrastructure PT Indonesia Instructure
Finance 474.299.129 474.429.840 1,44% 1,41% Finance
PT Bank Rakyat Indonesia PT Bank Rakyat Indonesia
(Persero) Tbk 332.009.390 332.100.887 1,00% 0,99% (Persero) Tbk
Total 15.906.289.716 15.910.673.301 48,13% 47,39% Total
Page 91
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2024 For the Period Ended June 30, 2024
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
42. TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI (lanjutan) 42. TRANSACTION WITH RELATED PARTIES (continued)
Utang bank jangka panjang Long-term bank loans
(Catatan 22) (Note 22)
Entitas Anak Subsidiaries
PT Bank Syariah Indonesia Tbk PT Bank Syariah Indonesia Tbk
(Persero) Tbk - 139.906.321 0,00% 0,42% (Persero) Tbk
PT Bank Negara Indonesia PT Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk - - 0,00% 0,00% (Persero) Tbk
Total - 139.906.321 0,00% 0,42% Total
b. Transaksi dengan Pihak Berelasi b. Transaction with Related Parties
Rincian akun signifikan dengan pihak-pihak berelasi (pemerintah, entitas pemerintah atau Details of significant accounts with related parties (government, owned entities unless
dinyatakan lain) sebagai berikut: (lanjutan) otherwise stated) are as follows: (continued)
Persentase dari total pendapatan/
Total/ Total
Percentage of total revenues
2024 2023 2024 2023
PT Garuda Indonesia PT Garuda Indonesia
(Persero) Tbk 261.003.530 164.558.705 5,76% 4,38% (Persero) Tbk
PT Citilink Indonesia 230.948.012 157.620.901 5,09% 4,20% PT Citilink Indonesia
PT Angkasa Pura Logistik 80.025.237 92.577.224 1,77% 2,46% PT Angkasa Pura Logistik
PT Pertamina Patra Niaga 69.094.685 51.780.563 1,52% 1,38% PT Pertamina Patra Niaga
PT Pelita Air Service 40.480.446 23.384.291 0,89% 0,62% PT Pelita Air Service
PT IAS Hospitality Indonesia 39.165.671 - 0,86% 0,00% PT IAS Hospitality Indonesia
PT Gapura Angkasa 38.216.286 31.421.759 0,84% 0,84% PT Gapura Angkasa
PT Bank Rakyat Indonesia PT Bank Rakyat Indonesia
(Persero) Tbk 25.773.006 22.420.533 0,57% 0,60% (Persero) Tbk
PT Bank Negara Indonesia PT Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk 22.817.721 22.707.366 0,50% 0,60% (Persero) Tbk
PT Angkasa Pura Suport 20.704.423 34.218.851 0,46% 0,91% PT Angkasa Pura Suport
PT Bank Mandiri 20.077.403 23.155.452 0,44% 0,62% PT Bank Mandiri
Lain-lain (dibawah Rp10 miliar) 25.555.802 43.647.042 0,56% 1,16% Others (below Rp10 billion)
Total 873.862.222 667.492.687 19,27% 17,77% Total
Kompensasi personil manajemen kunci Key management personnel compensation
Total manfaat yang dibayarkan oleh Kelompok Usaha untuk Dewan Komisaris dan Direksi Total benefits paid by the Group for the Board of Commisioners and Directors amounted to
sebesar Rp25.289.430 dan Rp130.452.645 masing-masing untuk tahun yang berakhir pada Rp25,289,430 and Rp130,452,645 for the year ended June 30, 2024 and December 31,
tanggal 30 June 2024 dan 31 Desember 2023. 2023, respectively.
Page 92
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2024 For the Period Ended June 30, 2024
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
42. INFORMASI SEGMEN OPERASI 42. OPERATION SEGMENT INFORMATION
Informasi segmen operasi sebagai berikut: Operation segment information is as follows
30 Juni / June 30, 2024
Aeronautika / Non-aeronautika / Jumlah / Eliminasi / Konsolidasian /
Aeronautica Non-aeronautica total Elimination Consolidated
PENDAPATAN USAHA OPERATING REVENUES
Kantor Pusat - 26.210.866 26.210.866 (1.492.442) 24.718.424 Head Office
Bandara Adi Sucipto 2.556.475 1.506.758 4.063.233 (231.360) 3.831.873 Adi Sucipto Airport
Bandara Adi Soemarmo 40.401.816 12.268.720 52.670.536 (2.999.051) 49.671.485 Adi Soemarmo Airport
Bandara Jenderal Ahmad Yani 66.159.290 29.987.118 96.146.408 (5.474.560) 90.671.848 Jenderal Ahmad Yani Airport
Bandara Juanda 551.351.459 152.333.688 703.685.147 (40.067.714) 663.617.433 Juanda Airport
Bandara Int. Yogyakarta 156.813.740 55.867.814 212.681.554 (12.110.052) 200.571.502 Yogyakarta Int. Airport
Bandara Sultan Aji M. Sulaiman 165.354.747 63.390.499 228.745.246 (13.024.716) 215.720.530 Sultan Aji M. Sulaiman Airport
Bandara Syamsudin Noor 101.270.278 32.640.326 133.910.604 (7.624.847) 126.285.757 Syamsudin Noor Airport
Bandara Sultan Hasanuddin 235.171.612 82.858.099 318.029.711 (18.108.558) 299.921.153 Sultan Hasanuddin Airport
Bandara Sam Ratulangi 56.866.281 28.245.801 85.112.082 (4.846.268) 80.265.814 Sam Ratulangi Airport
Bandara I Gusti Ngurah Rai 1.389.375.692 916.725.997 2.306.101.689 (131.309.043) 2.174.792.646 I Gusti Ngurah Rai Airport
Bandara Zainuddin Abdul Madjid 71.707.992 25.226.249 96.934.241 (5.519.419) 91.414.822 Zainuddin Abdul Madjid Airport
Bandara El Tari 22.950.404 9.496.788 32.447.192 (1.847.538) 30.599.654 El Tari Airport
Bandara Pattimura 15.263.441 8.174.667 23.438.108 (1.334.562) 22.103.546 Pattimura Airport
Bandara Frans Kaisiepo 4.329.620 2.767.227 7.096.847 (404.093) 6.692.754 Frans Kaisiepo Airport
Bandara Sentani 39.922.452 20.916.289 60.838.741 (3.464.148) 57.374.593 Sentani Airport
Bandara Dhoho - 16.416.943 16.416.943 (934.778) 15.482.165 Dhoho Airport
Anak Perusahaan : Subsidiaries :
Angkasa Pura Logistic - - - - - Angkasa Pura Logistic
Angkasa Pura Property - 231.646.615 231.646.615 (13.189.919) 218.456.696 Angkasa Pura Property
Angkasa Pura Hotel - 198.677.386 198.677.386 (11.312.657) 187.364.729 Angkasa Pura Hotel
Angkasa Pura Suport - - - - - Angkasa Pura Suport
Angkasa Pura Retail - - - - - Angkasa Pura Retail Retail
Total pendapatan usaha 2.919.495.299 1.915.357.850 4.834.853.149 (275.295.725) 4.559.557.424 Total operating revenue
BEBAN USAHA
Kantor Pusat - 544.893.591 544.893.591 (28.037.765) 516.855.826 Head Office
Bandara Adi Sucipto 22.360.832 2.674.249 25.035.081 (1.288.192) 23.746.889 Adi Sucipto Airport
Bandara Adi Soemarmo 50.076.552 14.313.229 64.389.781 (3.313.208) 61.076.573 Adi Soemarmo Airport
Bandara Jenderal Ahmad Yani 93.294.441 31.020.649 124.315.090 (6.396.694) 117.918.396 Jenderal Ahmad Yani Airport
Bandara Juanda 313.716.958 41.198.931 354.915.889 (18.262.370) 336.653.519 Juanda Airport
Bandara Int. Yogyakarta 256.699.295 57.789.817 314.489.112 (16.182.191) 298.306.921 Yogyakarta Int. Airport
Bandara Sultan Aji M. Sulaiman 131.667.152 47.155.767 178.822.919 (9.201.421) 169.621.498 Sultan Aji M. Sulaiman Airport
Bandara Syamsudin Noor 119.954.781 18.861.309 138.816.090 (7.142.850) 131.673.240 Syamsudin Noor Airport
Bandara Sultan Hasanuddin 141.831.809 32.275.723 174.107.532 (8.958.788) 165.148.744 Sultan Hasanuddin Airport
Bandara Sam Ratulangi 67.128.587 21.378.402 88.506.989 (4.554.170) 83.952.819 Sam Ratulangi Airport
Bandara I Gusti Ngurah Rai 471.758.461 139.722.107 611.480.568 (31.464.031) 580.016.537 I Gusti Ngurah Rai Airport
Bandara Zainuddin Abdul Madjid 86.374.545 23.000.949 109.375.494 (5.627.969) 103.747.525 Zainuddin Abdul Madjid Airport
Bandara El Tari 38.642.488 11.110.141 49.752.629 (2.560.046) 47.192.583 El Tari Airport
Bandara Pattimura 39.792.888 10.472.548 50.265.436 (2.586.433) 47.679.003 Pattimura Airport
Bandara Frans Kaisiepo 17.977.877 8.235.949 26.213.826 (1.348.845) 24.864.981 Frans Kaisiepo Airport
Bandara Sentani 41.395.314 10.268.664 51.663.978 (2.658.395) 49.005.583 Sentani Airport
Bandara Dhoho - 18.624.466 18.624.466 (958.331) 17.666.135 Dhoho Airport
Anak Perusahaan : Subsidiaries :
Angkasa Pura Logistic - - - - - Angkasa Pura Logistic
Angkasa Pura Property - 213.196.250 213.196.250 (10.970.117) 202.226.133 Angkasa Pura Property
Angkasa Pura Hotel - 126.180.031 126.180.031 (6.492.655) 119.687.376 Angkasa Pura Hotel
Angkasa Pura Suport - - - - - Angkasa Pura Suport
Angkasa Pura Retail - - - - - Angkasa Pura Retail Retail
Total beban usaha 1.892.671.980 1.372.372.772 3.265.044.752 (168.004.471) 3.097.040.281 Total operating expenses
LABA USAHA 1.026.823.319 542.985.078 1.569.808.397 (107.291.254) 1.462.517.143 OPERATING INCOME
Page 93
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2024 For the Period Ended June 30, 2024
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
42. INFORMASI SEGMEN OPERASI (lanjutan) 42. OPERATION SEGMENT INFORMATION (continued)
30 Juni / June 30, 2024
Aeronautika / Non-aeronautika / Jumlah / Eliminasi / Konsolidasian /
Aeronautica Non-aeronautica total Elimination Consolidated
PENDAPATAN (BEBAN) NON OPERATING REVENUE
NON USAHA (EXPENSE)
Kantor Pusat - (12.900.217) (12.900.217) 38.838 (12.861.379) Head Office
Bandara Adi Sucipto - (3.226.214) (3.226.214) 9.713 (3.216.501) Adi Sucipto Airport
Bandara Adi Soemarmo - (13.263.359) (13.263.359) 39.931 (13.223.428) Adi Soemarmo Airport
Bandara Jenderal Ahmad Yani - (56.722.005) (56.722.005) 170.769 (56.551.236) Jenderal Ahmad Yani Airport
Bandara Juanda - (37.509.044) (37.509.044) 112.926 (37.396.118) Juanda Airport
Bandara Int. Yogyakarta - (335.345.249) (335.345.249) 1.009.600 (334.335.649) Yogyakarta Int. Airport
Bandara Sultan Aji M. Sulaiman - (11.267.940) (11.267.940) 33.924 (11.234.016) Sultan Aji M. Sulaiman Airport
Bandara Syamsudin Noor - (67.931.103) (67.931.103) 204.515 (67.726.588) Syamsudin Noor Airport
Bandara Sultan Hasanuddin - (70.397.764) (70.397.764) 211.941 (70.185.823) Sultan Hasanuddin Airport
Bandara Sam Ratulangi - (16.469.117) (16.469.117) 49.582 (16.419.535) Sam Ratulangi Airport
Bandara I Gusti Ngurah Rai - (101.427.759) (101.427.759) 305.361 (101.122.398) I Gusti Ngurah Rai Airport
Bandara Zainuddin Abdul Madjid - (32.193.334) (32.193.334) 96.922 (32.096.412) Zainuddin Abdul Madjid Airport
Bandara El Tari - (12.299.631) (12.299.631) 37.030 (12.262.601) El Tari Airport
Bandara Pattimura - (8.219.655) (8.219.655) 24.746 (8.194.909) Pattimura Airport
Bandara Frans Kaisiepo - (7.834.368) (7.834.368) 23.586 (7.810.782) Frans Kaisiepo Airport
Bandara Sentani - (8.110.703) (8.110.703) 24.418 (8.086.285) Sentani Airport
Bandara Dhoho - - - - - Dhoho Airport
Anak Perusahaan : Subsidiaries :
Angkasa Pura Logistic - - - - - Angkasa Pura Logistic
Angkasa Pura Property - (1.889.518) (1.889.518) 5.689 (1.883.829) Angkasa Pura Property
Angkasa Pura Hotel - 429.784 429.784 (1.294) 428.490 Angkasa Pura Hotel
Angkasa Pura Suport - - - - - Angkasa Pura Suport
Angkasa Pura Retail - - - - - Angkasa Pura Retail Retail
Total pendapatan Total non operating
(beban) non usaha - (796.577.196) (796.577.196) 2.398.197 (794.178.999) revenue (expense)
Laba rugi entitas asosiasi - - - - Income (loss) associates
Laba sebelum pajak 1.026.823.319 (253.592.118) 773.231.201 (104.893.057) 668.338.144 Income before tax
Pajak penghasilan badan - (139.572.966) (139.572.966) - (139.572.966) Final tax expense
Pajak final - (72.472.646) (72.472.646) - (72.472.646) Corporate income taxes
Laba tahun berjalan 1.026.823.319 (465.637.730) 561.185.589 (104.893.057) 456.292.532 Profit for the year
Laba diatribusikan kepada: Income attributable to:
Pemilik entitas induk 765.133.429 The owner of parent entity
Kepentingan non pengendali (240.363.014) Non controlling interest
TOTAL LABA TOTAL PROFIT
TAHUN BERJALAN 1.026.823.319 (465.637.730) 561.185.589 (104.893.057) 456.292.532 FOR THE YEAR
Page 94
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2024 For the Period Ended June 30, 2024
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
43. INFORMASI SEGMEN OPERASI 43. OPERATION SEGMENT INFORMATION (continued)
30 Juni / June 30, 2023
Aeronautika / Non-aeronautika / Jumlah / Eliminasi / Konsolidasian /
Aeronautica Non-aeronautica total Elimination Consolidated
PENDAPATAN USAHA OPERATING REVENUES
Kantor Pusat - 3.584.239 3.584.239 (517.569) 3.066.670 Head Office
Bandara Adi Sucipto 2.875.368 2.309.079 5.184.447 (748.641) 4.435.806 Adi Sucipto Airport
Bandara Adi Soemarmo 29.156.929 14.119.382 43.276.311 (6.249.158) 37.027.153 Adi Soemarmo Airport
Bandara Jenderal Ahmad Yani 62.130.686 35.936.447 98.067.133 (14.161.028) 83.906.105 Jenderal Ahmad Yani Airport
Bandara Juanda 517.596.391 188.790.112 706.386.503 (102.003.176) 604.383.327 Juanda Airport
Bandara Int. Yogyakarta 145.704.544 65.665.466 211.370.010 (30.522.118) 180.847.892 Yogyakarta International Airport
Bandara Sultan Aji M. Sulaiman 147.108.865 72.617.063 219.725.928 (31.728.724) 187.997.204 Sultan Aji M. Sulaiman Airport
Bandara Syamsudin Noor 89.224.049 42.006.870 131.230.919 (18.949.924) 112.280.995 Syamsudin Noor Airport
Bandara Sultan Hasanuddin 239.162.279 80.898.542 320.060.821 (46.217.220) 273.843.601 Sultan Hasanuddin Airport
Bandara Sam Ratulangi 52.401.247 32.628.285 85.029.532 (12.278.381) 72.751.151 Sam Ratulangi Airport
Bandara I Gusti Ngurah Rai 1.113.239.311 967.627.494 2.080.866.805 (300.480.010) 1.780.386.795 I Gusti Ngurah Rai Airport
Bandara Zainuddin Abdul Madjid 66.357.639 31.732.854 98.090.493 (14.164.401) 83.926.092 Zainuddin Abdul Madjid Airport
Bandara El Tari 24.115.756 12.154.691 36.270.447 (5.237.502) 31.032.945 El Tari Airport
Bandara Pattimura 14.480.885 8.914.986 23.395.871 (3.378.396) 20.017.475 Pattimura Airport
Bandara Frans Kaisiepo 5.117.368 3.046.641 8.164.009 (1.178.894) 6.985.115 Frans Kaisiepo Airport
Bandara Sentani 36.497.305 24.292.980 60.790.285 (8.778.200) 52.012.085 Sentani Airport
Bandara Dhoho - - - - - Dhoho Airport
Anak Perusahaan : Subsidiaries :
Angkasa Pura Logistic - - - - - Angkasa Pura Logistic
Angkasa Pura Property - 44.891.799 44.891.799 (6.482.437) 38.409.362 Angkasa Pura Property
Angkasa Pura Hotel - 300.677.808 300.677.808 (43.418.286) 257.259.522 Angkasa Pura Hotel
Angkasa Pura Suport - - - - - Angkasa Pura Suport
Angkasa Pura Retail - - - - - Angkasa Pura Retail Retail
Total pendapatan usaha 2.545.168.622 1.931.894.738 4.477.063.360 (646.494.065) 3.830.569.295 Total operating revenue
BEBAN USAHA OPERATING EXPENSES
Kantor Pusat - 438.661.393 438.661.393 (89.496.355) 349.165.038 Head Office
Bandara Adi Sucipto 20.689.746 5.106.862 25.796.608 (5.263.063) 20.533.545 Adi Sucipto Airport
Bandara Adi Soemarmo 51.265.677 4.396.595 55.662.272 (11.356.300) 44.305.972 Adi Soemarmo Airport
Bandara Jenderal Ahmad Yani 107.430.217 18.616.658 126.046.875 (25.716.272) 100.330.603 Jenderal Ahmad Yani Airport
Bandara Juanda 291.253.267 27.708.553 318.961.820 (65.075.068) 253.886.752 Juanda Airport
Bandara Int. Yogyakarta 265.677.513 47.679.661 313.357.174 (63.931.600) 249.425.574 Yogyakarta International Airport
Bandara Sultan Aji M. Sulaiman 133.330.791 38.045.972 171.376.763 (34.964.544) 136.412.219 Sultan Aji M. Sulaiman Airport
Bandara Syamsudin Noor 124.804.843 10.608.157 135.413.000 (27.627.163) 107.785.837 Syamsudin Noor Airport
Bandara Sultan Hasanuddin 141.633.460 18.144.054 159.777.514 (32.598.048) 127.179.466 Sultan Hasanuddin Airport
Bandara Sam Ratulangi 76.907.083 12.132.456 89.039.539 (18.165.980) 70.873.559 Sam Ratulangi Airport
Bandara I Gusti Ngurah Rai 513.842.826 90.082.386 603.925.212 (123.213.727) 480.711.485 I Gusti Ngurah Rai Airport
Bandara Zainuddin Abdul Madjid 86.248.080 11.836.199 98.084.279 (20.011.302) 78.072.977 Zainuddin Abdul Madjid Airport
Bandara El Tari 41.263.100 2.469.688 43.732.788 (8.922.429) 34.810.359 El Tari Airport
Bandara Pattimura 41.767.170 3.320.554 45.087.724 (9.198.865) 35.888.859 Pattimura Airport
Bandara Frans Kaisiepo 24.360.569 920.000 25.280.569 (5.157.780) 20.122.789 Frans Kaisiepo Airport
Bandara Sentani 40.036.206 5.274.705 45.310.911 (9.244.400) 36.066.511 Sentani Airport
Bandara Dhoho - - - - - Dhoho Airport
Anak Perusahaan : - Subsidiaries :
Angkasa Pura Logistic - - - - - Angkasa Pura Logistic
Angkasa Pura Property - 47.803.792 47.803.792 (9.753.001) 38.050.791 Angkasa Pura Property
Angkasa Pura Hotel - 201.168.781 201.168.781 (41.042.756) 160.126.025 Angkasa Pura Hotel
Angkasa Pura Suport - - - - - Angkasa Pura Suport
Angkasa Pura Retail - - - - - Angkasa Pura Retail Retail
Total beban usaha 1.960.510.548 983.976.466 2.944.487.014 (600.738.653) 2.343.748.361 Total operating expenses
LABA USAHA 584.658.074 947.918.272 1.532.576.346 (45.755.412) 1.486.820.934 OPERATING INCOME
Page 95
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2024 For the Period Ended June 30, 2024
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
43. INFORMASI SEGMEN OPERASI (lanjutan) 43. OPERATION SEGMENT INFORMATION (continued)
30 Juni / June 30, 2023
Aeronautika / Non-aeronautika / Jumlah / Eliminasi / Konsolidasian /
Aeronautica Non-aeronautica total Elimination Consolidated
PENDAPATAN (BEBAN) NON OPERATING REVENUE
NON USAHA (EXPENSE)
Kantor Pusat - (86.229.586) (86.229.586) (405.965,00) (85.823.621) Head Office
Bandara Adi Sucipto - (3.511.247) (3.511.247) (16.531,00) (3.494.716) Adi Sucipto Airport
Bandara Adi Soemarmo - (11.176.444) (11.176.444) (52.618,00) (11.123.826) Adi Soemarmo Airport
Bandara Jenderal Ahmad Yani - (54.643.118) (54.643.118) (257.257,00) (54.385.861) Jenderal Ahmad Yani Airport
Bandara Juanda - (31.960.743) (31.960.743) (150.470,00) (31.810.273) Juanda Airport
Bandara Int. Yogyakarta - (302.973.233) (302.973.233) (1.426.383,00) (301.546.850) Yogyakarta Int. Airport
Bandara Sultan Aji M. Sulaiman - (9.454.535) (9.454.535) (44.511,00) (9.410.024) Sultan Aji M. Sulaiman Airport
Bandara Syamsudin Noor - (57.229.309) (57.229.309) (269.433,00) (56.959.876) Syamsudin Noor Airport
Bandara Sultan Hasanuddin - (59.453.340) (59.453.340) (279.903,00) (59.173.437) Sultan Hasanuddin Airport
Bandara Sam Ratulangi - (13.919.718) (13.919.718) (65.533,00) (13.854.185) Sam Ratulangi Airport
Bandara I Gusti Ngurah Rai - (84.265.864) (84.265.864) (396.720,00) (83.869.144) I Gusti Ngurah Rai Airport
Bandara Zainuddin Abdul Madjid - (28.466.504) (28.466.504) (134.019,00) (28.332.485) Zainuddin Abdul Madjid Airport
Bandara El Tari - (10.416.033) (10.416.033) (49.038,00) (10.366.995) El Tari Airport
Bandara Pattimura - (7.007.259) (7.007.259) (32.990,00) (6.974.269) Pattimura Airport
Bandara Frans Kaisiepo - (6.570.114) (6.570.114) (30.932,00) (6.539.182) Frans Kaisiepo Airport
Bandara Sentani - (9.057.364) (9.057.364) (42.642,00) (9.014.722) Sentani Airport
Bandara Dhoho - - - - - Dhoho Airport
Anak Perusahaan : - Subsidiaries :
Angkasa Pura Logistic - - - - - Angkasa Pura Logistic
Angkasa Pura Property - 1.132.595 1.132.595 5.332,00 1.127.263 Angkasa Pura Property
Angkasa Pura Hotel - (796.552) (796.552) (3.750,00) (792.802) Angkasa Pura Hotel
Angkasa Pura Suport - - - - - Angkasa Pura Suport
Angkasa Pura Retail - - - - - Angkasa Pura Retail Retail
- -
Total pendapatan Total non operating
(beban) non usaha - (775.998.368) (775.998.368) (3.653.363) (772.345.005) revenue (expense)
Laba rugi entitas asosiasi - - - - - Income (loss) associates
Laba sebelum pajak 584.658.074 171.919.904 756.577.978 (42.102.049) 714.475.929 Income before tax
Pajak penghasilan badan - - - - - Final tax expense
Pajak final - (40.956.734) (40.956.734) - (40.956.734) Corporate income taxes
Laba tahun berjalan 584.658.074 130.963.170 715.621.244 (42.102.049) 673.519.195 Profit for the year
Rugi Neto dari Operasi yang Nett loss from
dihentikan Laba tahun berjalan - - - - (333.709.683) discontinued operation
Laba diatribusikan kepada: Income attributable to:
Pemilik entitas induk - - - - 339.809.512 The owner of parent entity
Kepentingan non pengendali - - - - (18.925) Non controlling interest
TOTAL LABA TOTAL PROFIT
TAHUN BERJALAN 584.658.074 130.963.170 715.621.244 (42.102.049) 339.809.512 FOR THE YEAR
Page 96
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2024 For the Period Ended June 30, 2024
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
42. INFORMASI SEGMEN OPERASI (lanjutan) 42. OPERATION SEGMENT INFORMATION (continued)
30 Juni / June 30, 2024
Aeronautika / Non-aeronautika / Jumlah / Eliminasi / Konsolidasian /
Aeronautica Non-aeronautica total Elimination Consolidated
ASET ASSET
Kantor Pusat - 9.136.757.775 9.136.757.775 (306.846.626) 8.829.911.149 Head Office
Bandara Adi Sucipto 155.754.487 91.942.290 247.696.777 (8.318.588) 239.378.189 Adi Sucipto Airport
Bandara Adi Soemarmo 406.066.977 114.761.361 520.828.338 (17.491.371) 503.336.967 Adi Soemarmo Airport
Bandara Jenderal Ahmad Yani 1.309.120.729 583.095.403 1.892.216.132 (63.547.721) 1.828.668.411 Jenderal Ahmad Yani Airport
Bandara Juanda 2.085.460.754 562.279.131 2.647.739.885 (88.921.045) 2.558.818.840 Juanda Airport
Bandara Internasional Yogyakarta 8.918.051.434 2.607.458.916 11.525.510.350 (387.069.905) 11.138.440.445 Yogyakarta International Airport
Bandara Sultan Aji M. Sulaiman 1.199.538.689 449.898.211 1.649.436.900 (55.394.283) 1.594.042.617 Sultan Aji M. Sulaiman Airport
Bandara Syamsudin Noor 1.777.850.212 534.534.433 2.312.384.645 (77.658.557) 2.234.726.088 Syamsudin Noor Airport
Bandara Sultan Hasanuddin 3.075.945.224 1.076.308.716 4.152.253.940 (139.448.275) 4.012.805.665 Sultan Hasanuddin Airport
Bandara Sam Ratulangi 594.553.950 265.943.135 860.497.085 (28.898.722) 831.598.363 Sam Ratulangi Airport
Bandara I Gusti Ngurah Rai 3.267.550.707 2.146.932.118 5.414.482.825 (181.838.659) 5.232.644.166 I Gusti Ngurah Rai Airport
Bandara Zainuddin Abdul Madjid 1.294.856.079 392.117.559 1.686.973.638 (56.654.908) 1.630.318.730 Zainuddin Abdul Madjid Airport
Bandara El Tari 333.094.247 115.935.528 449.029.775 (15.080.106) 433.949.669 El Tari Airport
Bandara Pattimura 262.658.932 128.574.992 391.233.924 (13.139.104) 378.094.820 Pattimura Airport
Bandara Frans Kaisiepo 158.599.106 87.754.592 246.353.698 (8.273.482) 238.080.216 Frans Kaisiepo Airport
Bandara Sentani 185.976.064 86.963.135 272.939.199 (9.166.323) 263.772.876 Sentani Airport
Bandara Dhoho 9.503.170 4.443.719 13.946.889 (468.389) 13.478.500 Dhoho Airport
Anak Perusahaan : Subsidiaries :
Angkasa Pura Logistic - - - - - Angkasa Pura Logistic
Angkasa Pura Property - 551.507.150 551.507.150 (18.521.680) 532.985.470 Angkasa Pura Property
Angkasa Pura Hotel - 981.438.576 981.438.576 (32.960.392) 948.478.184 Angkasa Pura Hotel
Angkasa Pura Suport - - - - - Angkasa Pura Suport
Angkasa Pura Retail - - - - - Angkasa Pura Retail
Total Aset 25.034.580.761 19.918.646.740 44.953.227.501 (1.509.698.136) 43.443.529.365 Total Asset
LIABILITAS LIABILITY
Kantor Pusat - 30.944.297.932 30.944.297.932 (401.523.335) 30.542.774.597 Head Office
Bandara Adi Sucipto 5.840.995 3.447.955 9.288.950 (120.530) 9.168.420 Adi Sucipto Airport
Bandara Adi Soemarmo 24.893.740 7.035.390 31.929.130 (414.302) 31.514.828 Adi Soemarmo Airport
Bandara Jenderal Ahmad Yani 45.904.224 20.446.198 66.350.422 (860.942) 65.489.480 Jenderal Ahmad Yani Airport
Bandara Juanda 212.648.796 57.334.083 269.982.879 (3.503.212) 266.479.667 Juanda Airport
Bandara Internasional Yogyakarta 81.641.771 23.870.412 105.512.183 (1.369.092) 104.143.091 Yogyakarta International Airport
Bandara Sultan Aji M. Sulaiman 52.765.842 19.790.323 72.556.165 (941.466) 71.614.699 Sultan Aji M. Sulaiman Airport
Bandara Syamsudin Noor 30.392.450 9.137.896 39.530.346 (512.933) 39.017.413 Syamsudin Noor Airport
Bandara Sultan Hasanuddin 170.848.642 59.781.910 230.630.552 (2.992.588) 227.637.964 Sultan Hasanuddin Airport
Bandara Sam Ratulangi 25.544.357 11.425.955 36.970.312 (479.715) 36.490.597 Sam Ratulangi Airport
Bandara I Gusti Ngurah Rai 531.850.769 349.450.582 881.301.351 (11.435.485) 869.865.866 I Gusti Ngurah Rai Airport
Bandara Zainuddin Abdul Madjid 38.418.327 11.634.112 50.052.439 (649.464) 49.402.975 Zainuddin Abdul Madjid Airport
Bandara El Tari 14.118.767 4.914.125 19.032.892 (246.965) 18.785.927 El Tari Airport
Bandara Pattimura 16.368.924 8.012.803 24.381.727 (316.370) 24.065.357 Pattimura Airport
Bandara Frans Kaisiepo 4.526.608 2.504.621 7.031.229 (91.235) 6.939.994 Frans Kaisiepo Airport
Bandara Sentani 34.865.961 16.303.460 51.169.421 (663.958) 50.505.463 Sentani Airport
Bandara Dhoho 110.150.719 51.506.908 161.657.627 (2.097.618) 159.560.009 Dhoho Airport
Anak Perusahaan : Subsidiaries :
Angkasa Pura Logistic - - - - - Angkasa Pura Logistic
Angkasa Pura Property - 348.764.059 348.764.059 (4.525.451) 344.238.608 Angkasa Pura Property
Angkasa Pura Hotel - 132.849.426 132.849.426 (1.723.812) 131.125.614 Angkasa Pura Hotel
Angkasa Pura Suport - - - - - Angkasa Pura Suport
Angkasa Pura Retail - - - - - Angkasa Pura Retail
Total Liabilitas 1.400.780.892 32.082.508.150 33.483.289.042 (434.468.473) 33.048.820.569 Total Liabilities
Page 97
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2024 For the Period Ended June 30, 2024
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
43. INFORMASI SEGMEN OPERASI (lanjutan) 43. OPERATION SEGMENT INFORMATION (continued)
31 Desember / December 31, 2023
Aeronautika / Non-aeronautika / Jumlah / Eliminasi / Konsolidasian /
Aeronautica Non-aeronautica total Elimination Consolidated
ASET ASSET
Kantor Pusat - 9.028.518.373 9.028.518.373 (516.317.434) 8.512.200.939 Head Office
Bandara Adi Sucipto 172.093.462 82.664.468 254.757.930 (14.568.942) 240.188.988 Adi Sucipto Airport
Bandara Adi Soemarmo 359.184.046 172.532.748 531.716.794 (30.407.498) 501.309.296 Adi Soemarmo Airport
Bandara Ahmad Yani 1.306.462.315 627.554.414 1.934.016.729 (110.601.376) 1.823.415.353 Jenderal Ahmad Yani Airport
Bandara Juanda 1.831.155.879 879.589.056 2.710.744.935 (155.020.438) 2.555.724.497 Juanda Airport
Bandara Syamsudin Noor 1.605.817.567 771.348.619 2.377.166.186 (135.943.938) 2.241.222.248 Syamsudin Noor Airport
Bandara Sultan Aji M. Sulaiman 1.127.086.114 541.391.709 1.668.477.823 (95.415.898) 1.573.061.925 Sultan Aji M. Sulaiman Airport
Bandara I Gusti Ngurah Rai 3.660.409.704 1.758.264.468 5.418.674.172 (309.879.853) 5.108.794.319 I Gusti Ngurah Rai Airport
Bandara Praya 1.169.152.886 561.598.330 1.730.751.216 (98.977.151) 1.631.774.065 Praya Airport
Bandara El Tari 310.679.153 149.233.599 459.912.752 (26.301.212) 433.611.540 El Tari Airport
Bandara Sultan Hassanudin 2.711.700.688 1.302.555.548 4.014.256.236 (229.564.852) 3.784.691.384 Sultan Hasanuddin Airport
Bandara Sam Ratulangi 598.581.451 287.526.420 886.107.871 (50.674.200) 835.433.671 Sam Ratulangi Airport
Bandara Pattimura 273.010.421 131.139.561 404.149.982 (23.112.284) 381.037.698 Pattimura Airport
Bandara Frans Kaisiepo 172.309.249 82.768.120 255.077.369 (14.587.210) 240.490.159 Frans Kaisiepo Airport
Bandara Internasional Yogyakarta 7.918.742.225 3.803.738.983 11.722.481.208 (670.378.147) 11.052.103.061 Yogyakarta International Airport
Bandara Sentani 181.737.802 87.297.091 269.034.893 (15.385.404) 253.649.489 Sentani Airport
Bandara Dhoho - - - - - Dhoho Airport
Entitas anak Subsidiaries :
Angkasa Pura Logistik - 491.946.193 491.946.193 (28.133.121) 463.813.072 Angkasa Pura Logistik
Angkasa Pura Properti - 341.120.452 341.120.452 (19.507.790) 321.612.662 Angkasa Pura Properti
Angkasa Pura Hotel - 872.319.306 872.319.306 (49.885.668) 822.433.638 Angkasa Pura Hotel
Angkasa Pura Suport - 993.345.680 993.345.680 (56.806.850) 936.538.830 Angkasa Pura Suport
Angkasa Pura Retail - 30.451.900 30.451.900 (1.741.465) 28.710.435 Angkasa Pura Retail
Total Aset 23.398.122.962 22.996.905.038 46.395.028.000 (2.653.210.731) 43.741.817.269 Total Asset
LIABILITAS LIABILITY
Kantor Pusat - 1.088.738.429 1.088.738.429 (31.257.252) 1.057.481.177 Head Office
Bandara Adi Sucipto 203.235.547 97.623.455 300.859.002 (8.637.543) 292.221.459 Adi Sucipto Airport
Bandara Adi Soemarmo 384.600.556 184.741.476 569.342.032 (16.345.585) 552.996.447 Adi Soemarmo Airport
Bandara Jenderal Ahmad Yani 1.413.868.659 679.146.660 2.093.015.319 (60.089.645) 2.032.925.674 Jenderal Ahmad Yani Airport
Bandara Juanda 1.377.526.941 661.690.048 2.039.216.989 (58.545.117) 1.980.671.872 Juanda Airport
Bandara Internasional Yogyakarta 1.689.980.177 811.775.822 2.501.755.999 (71.824.429) 2.429.931.570 Yogyakarta International Airport
Bandara Sultan Aji M. Sulaiman 1.075.812.633 516.762.679 1.592.575.312 (45.722.210) 1.546.853.102 Sultan Aji M. Sulaiman Airport
Bandara Syamsudin Noor 1.725.413.972 828.796.316 2.554.210.288 (73.330.371) 2.480.879.917 Syamsudin Noor Airport
Bandara Sultan Hasanuddin 1.210.032.669 581.234.785 1.791.267.454 (51.426.583) 1.739.840.871 Sultan Hasanuddin Airport
Bandara Sam Ratulangi 339.830.961 163.236.564 503.067.525 (14.442.871) 488.624.654 Sam Ratulangi Airport
Bandara I Gusti Ngurah Rai 2.590.553.974 1.244.363.165 3.834.917.139 (110.098.961) 3.724.818.178 I Gusti Ngurah Rai Airport
Bandara Zainuddin Abdul Madjid 622.368.549 298.952.465 921.321.014 (26.450.763) 894.870.251 Zainuddin Abdul Madjid Airport
Bandara El Tari 315.571.709 151.583.721 467.155.430 (13.411.848) 453.743.582 El Tari Airport
Bandara Pattimura 206.154.630 99.025.626 305.180.256 (8.761.605) 296.418.651 Pattimura Airport
Bandara Frans Kaisiepo 8.429.566.750 4.049.111.683 12.478.678.433 (358.257.943) 12.120.420.490 Frans Kaisiepo Airport
Bandara Sentani 180.991.800 86.938.752 267.930.552 (7.692.181) 260.238.371 Sentani Airport
Bandara Dhoho - - - - - Dhoho Airport
Entitas anak Subsidiaries :
Angkasa Pura Logistik - 220.001.954 220.001.954 (6.316.169) 213.685.785 Angkasa Pura Logistik
Angkasa Pura Properti - 162.153.110 162.153.110 (4.655.352) 157.497.758 Angkasa Pura Properti
Angkasa Pura Hotel - 208.589.117 208.589.117 (5.988.511) 202.600.606 Angkasa Pura Hotel
Angkasa Pura Suport - 520.700.310 520.700.310 (14.949.101) 505.751.209 Angkasa Pura Suport
Angkasa Pura Retail - 145.261.773 145.261.773 (4.170.408) 141.091.365 Angkasa Pura Retail
Total Liabilitas 21.765.509.527 12.800.427.910 34.565.937.437 (992.374.448) 33.573.562.989 Total Liabilities
a. Perjanjian Konsesi - Direktorat Jenderal Perhubungan Udara a. Concession Agreement - Directorate General of Civil Aviation
Pada tanggal 15 Desember 2015, Perusahaan mengadakan Perjanjian dengan Direktorat On December 15, 2015, the Company entered into Agreement with the Directorate General
Jenderal Perhubungan Udara (DJPU) mengenai pemberian konsesi untuk melakukan kegiatan of Civil Aviation (DJPU) regarding the concession provided to the Company to conduct
pelayanan jasa kebandarudaraan sebagaimana yang dituangkan dalam perjanjian No. airport services as stated in agreement No. HK.201/2/8/DRJU.kum-2015 and No.
HK.201/2/8/DRJU.kum-2015 dan No. SP.333/HK.06.03/2015/DU (Perjanjian Konsesi). SP.333/HK.06.03/2015/DU (Concession Agreement).
DJPU memberikan hak kepada Perusahaan melakukan kegiatan pelayanan jasa
kebandarudaraan termasuk meliputi pelayanan sehubungan dengan jasa pesawat udara, DJPU granted the right to the Company to conduct the airport service activities including
penumpang, barang, dan pos. Layanan tersebut mencakup penyediaan dan/atau aircraft, passenger, freight and postal related services. Such services encompass for the
pengembangan: provision and / or development of:
- Fasilitas kegiatan pelayanan pendaratan, lepas landas, manuver, parkir, dan penyimpanan - Facilities for service activities for landing, takeoff, maneuvering, parking and storage of
pesawat udara; aircraft;
- Fasilitas terminal untuk pelayanan angkutan penumpang, kargo, dan pos; - Terminal facilities for passenger transport services, cargo, and mail;
Page 98
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2024 For the Period Ended June 30, 2024
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
44. PERJANJIAN-PERJANJIAN PENTING (lanjutan) 44. SIGNIFICANT AGREEMENTS (continued)
a. Perjanjian Konsesi - Direktorat Jenderal Perhubungan Udara a. Concession Agreement - Directorate General of Civil Aviation
(lanjutan) (continued)
- Fasilitas elektronika, listrik, air, dan instalasi limbah buangan; dan - Electronic facilities, electricity, water, and waste disposal installations; and
- Lahan untuk bangunan, lapangan, dan industri serta gedung atau bangunan yang digunakan - Areas for the building, grounds, and industry as well as buildings provided to support
untuk mendukung transportasi udara. air transportation.
Ketentuan-ketentuan penting dalam Perjanjian Konsesi adalah sebagai berikut, antara lain: Important conditions in the Concession Agreement, among others, are as follows:
- Perusahaan diwajibkan untuk membayar pendapatan konsesi dari pelayanan jasa - The Company is required to pay concession revenue of airport service activities
kebandarudaraan sebesar 2,5% dari pendapatan pelayanan jasa kebandarudaraan per amounting to 2.5% from revenue of airport service activities per year, which will be
tahun, yang akan dievaluasi setiap 5 (lima) tahun evaluated every 5 (five) years.
- Perjanjian Konsesi berlaku selama 2 (dua) tahun, terhitung sejak ditandatanganinya - The Concession Agreement is valid for 2 (two) years, starting from date the
perjanjian, dan diperpanjang selama 30 tahun sesuai kesepakatan DJPU dan Perusahaan, Concession Agreement is signed, and extended for 30 years as agreed by DJPU and
setelah Perusahaan mendapat persetujuan rapat umum pemegang saham. the Company, after the Company received approval from shareholders general
meeting.
DJPU memiliki kewenangan untuk melakukan pengawasan dan pengendalian terhadap DJPU has the authority to supervise and control the implementation of the Concession
pelaksanaan Konsesi berdasarkan Perjanjian Konsesi sesuai dengan kewenangannya yang based on Concession Agreement in accordance with its authority regulated by the Law.
diatur oleh Undang-Undang.
The Company is in the process of discussing with DJPU to extend the concession
Perusahaan sedang dalam proses pembahasan dengan DJPU untuk perpanjangan konsesi. agreement. On November 8, 2022, the Company has submitted a business plan and draft
Pada tanggal 8 November 2022, Perusahaan telah mengirimkan rencana usaha (business plan) of concession agreement to Directorate General of Civil Aviation (DJPU) of the Ministry of
dan konsep perjanjian konsesi jasa kebandarudaraan kepada Direktorat Jendral Perhubungan Transportation. As of the completion date of the consolidated financial statements, the
Udara (DJPU) Kemenhub. Sampai dengan tanggal penyelesaian laporan keuangan extension of the agreement and approval of the proposal is still in process.
konsolidasian, perpanjangan perjanjian dan persetujuan proposal tersebut masih dalam proses.
As of June 30, 2024, the Company records the estimated calculation of the concession fee
Per 30 Juni 2024, Perusahaan mencatat estimasi perhitungan akrual beban konsesi kepada to DJPU for 2018, 2019, 2020, and January-May 2021 by 2.5%, and for June, December
DJPU untuk tahun 2018, 2019, 2020 dan Januari-Mei 2021 sebesar 2,5% serta untuk Juni- 2021, 2022, 2023 by 1% of aeronautics, based on new information received in 2024. As a
Desember 2021, 2022 dan 2023 sebesar 1% dari pendapatan aeronautika berdasarkan result, the accrued expenses balance as of December 31, 2023, and Juni, 30, 2024 for
informasi baru yang diterima pada tahun 2024. Berdasarkan hal tersebut, saldo beban akrual per PNBP was Rp405,211,431 and Rp433,200,237, respectively (Note 19).
31 Desember 2023 dan 30 Juni 2024 untuk PNBP adalah Rp405.211.431 dan Rp433.200.237
(Catatan 19). On May 13, 2022, the Company received a bill for the 2017 concession and a penalty for
the 2016 concession amounting to Rp110,709 and Rp33,586, respectively.
Pada tanggal 13 Mei 2022, Perusahaan telah menerima surat tagihan konsesi tahun 2017 dan
denda atas tagihan konsesi tahun 2016 masing-masing sebesar Rp110.709 dan Rp33.586. On July 1, 2022, the Company has paid Rp144,295 in accordance with the invoice.
Pada tanggal 1 Juli 2022, Perusahaan telah melakukan pelunasan sebesar Rp144.295 sesuai
tagihan.
Pada tanggal 15 Agustus 2023, DJPU mengirimkan tagihan denda atas keterlambatan On August 15, 2023, DJPU sent a bill for late payment of 2017 concession amounting to
pembayaran konsesi tahun 2017 sebesar Rp52.096.095 untuk Perusahaan, sebagai tindak lanjut Rp52,096,095 to the Company, as a follow-up to the findings of BPK RI. The bill is due on
atas temuan BPK RI. Tagihan tersebut jatuh tempo tanggal 22 Agustus 2023. August 22, 2023.
Pada tanggal 12 September 2023, Perusahaan juga mengajukan permohonan koreksi surat On September 12, 2023, the Company also submitted a request for correction of the 2017
tagihan denda PNBP 2017 tersebut karena Perusahaan telah melakukan pembayaran segera PNBP penalty invoice because the Company had made immediate payment upon receipt of
pada saat menerima surat tagihan konsesi tahun 2017. the 2017 concession invoice.
DJPU mengirimkan kembali tagihan kedua atas denda keterlambatan pembayaran konsesi tahun DJPU sent a second invoice for late payment of concession fees in 2017 to the Company
2017 kepada Perusahaan pada tanggal 2 Oktober 2023. on October 2, 2023.
DJPU mengirimkan kembali tagihan ketiga atas denda keterlambatan pembayaran konsesi tahun The DJPU sent the third invoice for late payment penalty of 2017 concession to the
2017 kepada Perusahaan pada tanggal 4 Desember 2023. Pada tanggal 4 Maret 2024, Company on December 4, 2023. On March 4, 2024, the Company has paid the fine
Perusahaan telah melakukan pembayaran denda sebesar Rp52.096.095 tersebut dan mencatat amounting to Rp52,096,095 and has recorded as advance in 2024.
pembayaran tersebut sebagai uang muka pada tahun 2024.
b. Perjanjian kerja sama pemanfaatan tanah milik Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat b. Cooperation agreements utilization of land owned by Indonesian Army (TNI AD) in
(TNI AD) di Bandara Ahmad Yani Ahmad Yani Airport
Pada tanggal 17 Juni 2014, Perusahaan dan TNI AD menandatangani perjanjian kerjasama On June 17, 2014 the Company and TNI AD signed into cooperation agreement utilization
pemanfaatan sebagian tanah Milik TNI AD di Bandara International Ahmad Yani Semarang of some of the land owned by TNI AD in Ahmad Yani International Airport for period of 30
dengan jangka waktu selama 30 (tiga puluh) tahun terhitung sejak ditandatanganinya perjanjian. (thirty) years from the signing of the agreement. This cooperation agreement has the sole
Perjanjian kerja sama ini mempunyai maksud dan tujuan melaksanakan pengembangan sarana purpose to enable the development of facilities and infrastructure Ahmad Yani International
dan prasarana Bandar Udara International Ahmad Yani Semarang untuk penerbangan sipil dan Airport in Semarang for civil aviation and military aviation with the principles of the
penerbangan militer dengan prinsip prinsip korporasi. corporation.
Ruang lingkup kerjasama adalah : The scope of cooperation are :
1. Pemanfaatan tanah milik TNI AD seluas 885.500 m2 dimana tanah seluas 676.089 m2 akan 1 The utilization of land owned by TNI AD area of 885,500 m2 where the land of 676,089
digunakan untuk areal pengembangan bandar udara dan tanah seluas 208.411 m2 akan m2 will be used for airport development area and the land of 208,411 m2 will be used
digunakan untuk areal resapan pada sisi utara areal pengembangan bandar udara. for recharge areas on the north side of the airport development area.
2. Pembayaran kontribusi kepada negara oleh Perusahaan berupa kontribusi tetap dan 2 Payment of contributions to the country by the Company is in the form of fixed
pembagian keuntungan atas pemanfaatan lahan. contributions and profit sharing on land use.
3. Aset yang diperoleh dari kerja sama pemanfaatan ini akan diserahkan oleh Perusahaan 3 Assets obtained from this utilization cooperation will be handed over by the Company to
kepada TNI AD setelah perjanjian berakhir yang dituangkan dalam berita acara serah terima. TNI AD after the agreement ends which is stated in the minutes of handover.
Page 99
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2024 For the Period Ended June 30, 2024
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
44. PERJANJIAN-PERJANJIAN PENTING (lanjutan) 44. SIGNIFICANT AGREEMENTS (continued)
Sarana dan prasarana yang telah ada sebelumnya maupun dibangun oleh Perusahaan akan Facilities and infrastructure that have been previously established or built by the Company
diserahkan kepada TNI AD. will be handed over to TNI AD.
Perusahaan dikenakan kontribusi tetap kepada negara atas pemanfaatan tanah milik TNI AD The Company is subject to a fixed contribution for the utilization of the land owned by the
tersebut yakni sebesar 0,6% dari nilai wajar tanah yang menjadi objek kerjasama pemanfaatan TNI AD, which is 0.6% of the fair value of the land which is the object of the joint utilization
atau sebesar 0,6% x Rp219.471.288 yakni Rp1.316.827. Dimana diasumsikan kenaikan nilai or 0.6% x Rp219,471,288, which is equal to Rp1,316,827. It is assumed that the increase in
tanah yang menjadi objek KSP sebesar 4,14% setiap tahun. Selain itu juga terdapat pembagian the value of land which is the object of the KSP is 4.14% every year. In addition, there is
keuntungan sebesar 12,29% dari arus kas bersih dari aktivitas operasi dan investasi per tahun. also a profit sharing of 12.29% of net cash flow from operating and investing activities per
Untuk periode tahun buku 2022, nilai arus kas bersih dari aktivitas operasi dan investasi Bandara year. For the fiscal year 2022, the net cash flow value from operating and investing activities
Internasional Ahmad Yani Semarang adalah arus kas negatif sebesar Rp55.660.844. of Ahmad Yani International Airport in Semarang is negative cash flow of Rp55,660,844.
Sesuai Surat Menteri Keuangan No. S-831/MK.6/2023 tentang Perubahan atas Persetujuan According to the Letter from the Minister of Finance No. S-831/MK.6/2023 regarding
Kembali dan Keringanan Pembayaran Kontribusi Tetap Kerjasama Pemanfaatan Barang Milik Amendments to the Renewal Approval and Relief of Payment of Fixed Contribution for the
Negara pada Kementrian Pertahanan c.q TNI AD Kodam IV/Diponegoro bahwa disampaikan Utilization of State Property Cooperation at the Ministry of Defense through TNI AD and
keringanan pembayaran kontribusi tetap dengan faktor penyesuai sebesar 50% dari kewajiban Kodam IV/Diponegoro, it is stated that a relief of 50% from the obligation of the fixed
pembayaran kontribusi tetap tahun 2024 dan 2025. Besaran Kontribusi tetap yang dibayarkan contribution payment for the years 2024 and 2025 will be provided with adjustment factors.
untuk masa 31 Maret 2023 sampai 30 Maret 2024 senilai Rp696.125.933 dan untuk masa 31 The amount of fixed contribution paid for the period March 31, 2023, to March 30, 2024, is
Maret 2024 sampai dengan 30 Maret 2025 senilai Rp717.452.986. Selain itu juga terdapat Rp696,125,933, and for the period March 31, 2024, to March 30, 2025, is Rp717,452,986.
pembagian keuntungan sebesar 2,48% dari laba bersih per tahun. Untuk periode tahun buku In addition, there is also a profit sharing of 2.48% from net income. For the fiscal year
2023, rugi bersih Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang adalah rugi sebesar 2023, the net loss of Ahmad Yani International Airport in Semarang is net loss of
Rp158.998.590. Rp158,998,590.
c. Perjanjian kerja sama pemanfaatan tanah milik Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut c. Cooperation agreements utilization of land owned by Indonesian Navy (TNI AL)
(TNI AL) di Bandar Udara Internasional Juanda Surabaya Juanda International Airport in Surabaya
Pada tanggal 13 Februari 2014, Perusahaan dan TNI AL menandatangani perjanjian kerjasama On February 13, 2014, the Company and TNI AL signed into cooperation agreement
pemanfaatan tanah dan fasilitas milik TNI AL di Bandar Udara Internasional Juanda Surabaya utilization of and facilities owned by TNI AL in International Airport Juanda Surabaya for
dengan jangka waktu selama 30 (tiga puluh) tahun terhitung sejak ditandatanganinya perjanjian. period of 30 (thirty) years from the signing of the agreement. This cooperation agreement
Perjanjian kerjasama ini bertujuan untuk melaksanakan pengembangan Bandar Udara intended to carry out the development of Juanda International Airport for the benefit of civil
Internasional Juanda Surabaya untuk kepentingan penerbangan sipil maupun penerbangan TNI aviation and aviation Indonesian Navy.
AL.
Objek perjanjian kerjasama ini adalah tanah seluas 3.143.352 m2 beserta fasilitas di atasnya The object of this cooperation agreement is an area of 3,143,352 m2 and the facilities on it
milik TNI AL yang akan dimanfaatkan oleh Perusahaan. owned by TNI AL which will be utilized by the Company.
Sarana dan prasarana yang telah ada sebelumnya maupun dibangun oleh Perusahaan akan Facilities and infrastructure that have been previously established or built by the Company
diserahkan kepada TNI AL. Perusahaan diwajibkan melaksanakan pembayaran kontribusi tetap will be handed over to TNI AL. The company is required to pay fixed contribution and profit
dan pembagian keuntungan atas pemanfaatan tanah beserta fasilitasnya dari hasil sharing from land use and its facilities from the results of the construction and development
pembangunan dan pengembangan Terminal 2. of Airport Terminal 2.
d. Perjanjian jasa kontruksi gedung terminal dan fasilitas penunjang Bandara Internasional d. Construction service agreements of terminal building and supporting facilities at
Sultan Hasanuddin Makassar. Sultan Hasanuddin International Airport Makassar.
Pada tanggal 19 Maret 2019, Perusahaan dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. menandatangani On March 19, 2019, the Company and PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. signed service
perjanjian pengadaan jasa No. PJKP-19003608 untuk melakukan konstruksi dan pengembangan procurement agreement No. PJKP-19003608 for the construction and development of
gedung terminal dan fasilitas penunjangnya di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar dengan terminal buildings and supporting facilities at Sultan Hasanuddin Airport in Makassar with a
nilai kontrak sebesar Rp2.666.418.700 (nilai termasuk PPN). Jangka waktu perjanjian terhitung contract value of Rp2,666,418,700 (including VAT). The agreement period is from
sejak 27 Februari 2019 sampai dengan 11 Mei 2021 dan diperpanjang hingga tanggal 24 February 27, 2019, to May 11, 2021, and extended until October 24, 2022. On May 30,
Oktober 2022. Pada tanggal 30 Mei 2023 terdapat Berita Acara Perubahan Pekerjaan meliputi 2023, there was a Change Order comprising changes in the price of remaining work,
perubahan harga atas sisa pekerjaan, perubahan tata cara pembayaran dan changes in payment procedures, and an extension of the work period until December 24,
perubahan jangka waktu pekerjaan menjadi diperpanjang sampai dengan tanggal 24 Desember 2024. As of June 30, 2024, the completion percentage of the construction work has reached
2024. Pada tanggal 30 Juni 2024, presentase penyelesaian atas pengerjaan konstruksi tersebut 71,33% of the total work.
telah mencapai 71,33% dari keseluruhan pekerjaan.
Page 100
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2024 For the Period Ended June 30, 2024
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
44. PERJANJIAN-PERJANJIAN PENTING (lanjutan) 44. SIGNIFICANT AGREEMENTS (continued)
e. Perjanjian dengan APP e. Agreements with APP
1. Perjanjian kerjasama tentang bangun guna serah (BOT) atas tanah seluas 12.000 m² di 1. Cooperation agreement on build operation transfer (BOT) on land covering an area of
Sunset Road Bali antara Perusahaan dengan APP. 12,000 m² in Sunset Road Bali between the Company and APP.
Pada tanggal 19 September 2012, Perusahaan dan APP menandatangani perjanjian On September 19, 2012, the Company and APP signed into cooperation agreement
kerjasama No.SP/96.HK.06.03/ 2012/DU dan No. APP.001/PKS/2012/DU tentang bangun No.SP/96.HK.06.03/2012/DU and No. APP.001/PKS/2012/DU regarding the use of
serah guna (BOT) atas tanah seluas 12.000 m2 di Sunset Road Bali dimana tanah milik building (BOT) on land of 12,000 m2 on Sunset Road Bali where the Company's land
Perusahaan akan diserahkan kepada APP untuk dibangun kondotel dan fasilitas penunjang will be handed over to APP to build condotels and supporting facilities which managed
yang selanjutnya dikelola dan diusahakan oleh APP. Jangka waktu perjanjian kerjasama by APP. The period of the cooperation agreement is 32 (thirty two) years with 6 (six)
adalah 32 (tiga puluh dua) tahun dengan 6 (enam) bulan persiapan dengan kompensasi months of preparation with the compensation to be received by the Company
yang akan diterima Perusahaan adalah sebesar Rp39.168.000. amounting to Rp39,168,000.
2. Perjanjian kerjasama tentang bangun guna serah (BOT) atas tanah seluas 16.386 m² di 2. Cooperation agreement on build operation transfer (BOT) on land covering an area of
Sunset Road Bali antara Perusahaan dan APP. 16,368 m² in Sunset Road Bali between the Company and APP.
Pada tanggal 4 Agustus 2014, Perusahaan dan APP menandatangani perjanjian kerjasama On August 4, 2014, the Company and APP signed into cooperation agreement No.
No. SP.187/KB.03.02/2014/PD dan No. APP. 001/PKS/2014/DU tentang bangun serah guna SP.187/KB.03.02/ 2014/PD and No. APP. 001/PKS/2014/DU regarding the use of
(BOT) atas tanah seluas 16.386 m2 di Sunset Road Bali dimana tanah milik Perusahaan building (BOT) on area of 16,386 m2 on Sunset Road Bali where the Company's land
akan diserahkan kepada APP untuk dibangun kondotel, vilatel, area komersial dan fasilitas will be handed over to APP to build condotel, vilatel, commercial areas and supporting
penunjang yang selanjutnya dikelola dan diusahakan oleh APP. facilities which are managed by APP.
Jangka waktu perjanjian kerjasama adalah 32 (tiga puluh) tahun dengan 6 (enam) bulan
persiapan sejak tanggal 4 Agustus 2014. Kompensasi yang akan diterima Perusahaan The term of this agreement is 32 (thirty) years with six (6) months from the date of
adalah sebesar Rp54.000.000. preparation of August 4, 2014. Compensation for the Company amounted
Rp54,000,000.
f. Perjanjian Kerjasama Pemanfaatan Bandara Sentani f. Cooperation Agreement of Utilization of Sentani Airport
Pada tanggal 13 Oktober 2019, Perusahaan dan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara On October 13, 2019, the Company and Directorate General of Civil Aviation Ministry of
Kementerian Perhubungan Republik Indonesia (Dephub) menandatangani Perjanjian Kerja Transportation Republic Indonesia (Dephub) signed Cooperation Agreement of State
Sama Pemanfaatan (KSP) Barang Milik Negara Pada Bandar Udara Kelas I Utama Sentani Property Utilization of Main Class I Sentani Airport Jayapura No. HK.201/0027
Jayapura No. HK.201/0027/KUM/BRJU/X/2019 dan SP.314/HK.09.01/2019/DU. Perjanjian ini /KUM/BRJU/X/2019 and SP.314/HK.09.01/2019/DU. This agreement is effective for 30
berlaku selama 30 tahun sejak ditandatanganinya perjanjian. years from signing date of the agreement.
Ruang lingkup kerjasama tersebut adalah sebagai berikut: The scope of the cooperation is as follows:
- Mengelola dan melakukan optimalisasi penyediaan dan pengembangan Bandar Udara - Manage and optimize the supply and development of Jayapura Sentani Airport,
Sentani Jayapura sehingga meningkatkan perannya dalam mendukung kegiatan thereby increasing its role in supporting economic activities.
perekonomian.
- Memberikan kontribusi tetap dan pembagian keuntungan atas pengelolaan Bandar Udara - Provide permanent contribution and profit sharing for management of Sentani
Sentani Jayapura sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Airport Jayapura as non-tax state revenue (PNBP).
- Penyerahan hasil pengembangan, pembangunan dan penambahan fasilitas Bandar Udara - Hand over of the result of the development, construction and addition facilities of
Sentani Jayapura dari Perusahaan kepada Dephub. Sentani Airport Jayapura from the Company
to Dephub.
Page 101
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2024 For the Period Ended June 30, 2024
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
44. PERJANJIAN-PERJANJIAN PENTING (lanjutan) 44. SIGNIFICANT AGREEMENTS (continued)
f. Perjanjian Kerjasama Pemanfaatan Bandara Sentani (lanjutan) f. Cooperation Agreement of Utilization of Sentani Airport (continued)
Perusahaan dikenakan kontribusi tetap tahun pertama sebesar Rp10.206.694.000 (nilai penuh) The company is subject to a fixed contribution in first year amounted Rp10,206,694,000 (full
dengan kenaikan sebesar 3,60% setiap tahun serta pembagian keuntungan sebesar 7,43% dari amount) with an annual increase of 3.60% as well as a profit sharing of 7.43% of annual
pendapatan per tahun apabila BMN yang menjadi objek KSP telah menghasilkan keuntungan. revenue if BMN as the KSP object has made a profit.
Pada tanggal 28 Juli 2021, Perusahaan menerima Surat Menteri Keuangan Nomor On July 28, 2021, the Company received a letter from the Minister of Finance, No. S-
S-307/MK.6/2021 yang menyetujui permohonan untuk pemberian keringanan biaya kontribusi 307/MK.6/2021, approving the request for a reduction on the contribution fees that the
yang harus dibagikan Perusahaan atas KSP bandara Sentani - Jayapura sebesar 50% untuk Company must distribute for the Sentani Airport - Jayapura for 50% for the years 2022 and
tahun 2022 dan 2023. 2023.
Pada tanggal 30 Maret 2023 dan 18 Maret 2024, Perusahaan telah melakukan pembayaran On March 30, 2023 and March 18, 2022, the Company has paid the third and second year
kontribusi tetap tahun ketiga dan kedua masing-masing sebesar Rp5.675.283 dan fixed contribution amounting to Rp5,675,283 and Rp5,477,848, respectively.
Rp11.759.665.000.
g. Perjanjian Kerjasama Pemberian Dukungan dan Pengelolaan pada Proyek Kerjasama g, Cooperation Agreement of Support and Operation of Government and Business
Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) Bandar Udara Kediri Entity Cooperation Project (KPBU) Kediri Airport
Pada tanggal 26 Oktober 2020, Perusahaan dan PT Gudang Garam Tbk (Gudang Garam) On October 26, 2020, the Company and PT Gudang Garam Tbk (Gudang Garam) signed a
menandatangani Perjanjian Induk tentang Perjanjian Kerjasama Pemberian Dukungan dan Master Agreement regarding the Cooperation Agreement for Providing Support and
Pengelolaan pada Proyek KPBU Bandar Udara Kediri dimana kerjasama akan dilakukan dalam 2 Operation of Kediri Airport KPBU Project, whereas the cooperation will be carried out in 2
(dua) tahap: (two) stages:
- Tahap penetapan badan usaha pemrakarsa dan pengadaan Badan Usaha Pelaksana - The appointment stage of the initiating business entity and the procurement of the
(BUP); Implementation Business Entity (BUP);
- Tahap pembangunan dan pengelolaan bandar udara Kediri. - The construction and operation stage of Kediri airport.
Atas kerjasama tersebut, Gudang Garam akan membayarkan kompensasi kepada Perusahaan For the cooperation, Gudang Garam will pay compensation to the Company as follows:
sebagai berikut:
- Upfront fee/Technical Expertise Fee atas advis yang diberikan oleh Perusahaan pada - Upfront fee/Technical Expertise Fee for the advice given by the Company on the
proses pengadaan BUP dan technical know-how dalam pembangunan dan pengelolaan di BUP procurement process and technical know-how in the development and
bidang kebandarudaraan; operation of the airport sector;
- Management fee atas biaya pengelolaan bandar udara Kediri; - Management fee for the operation fee of Kediri airport;
- Variable Incentives , yaitu bagi hasil atas pendapatan kegiatan pengelolaan bandar udara - Variable Incentives, which is revenue sharing from the operation of Kediri airport.
Kediri.
Perjanjian ini berlaku sejak ditandatanganinya perjanjian sampai dengan Perjanjian Kerjasama This Agreement is valid from the signing of the agreement until the Kediri Airport Operation
Pengelolaan Bandar Udara Kediri berlaku efektif dan mengikat para pihak. Cooperation Agreement becomes effective and binding on the parties.
Pada tanggal 11 Februari 2021, Perusahaan telah menerima 25% pembayaran Upfront On February 11, 2021, the Company has received 25% of the Upfront Fee/Technical
Fee/Technical Expertise Fee sebesar Rp22.028.500. Expertise Fee amounted to Rp22,028,500.
Sehubungan dengan telah keluarnya Surat Pengumuman Hasil Pengadaan Badan Usaha In connection with the issuance of the Letter of Announcement on the Procurement of
Pelaksana Proyek Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) Bandar Udara Baru di Business Entities Implementing the Public Private Partnership Project (PPP) for the New
Kabupaten Kediri Nomor: PL.104/02/07/Panpel-Kediri-2022 tanggal 29 Juli 2022 yang Airport in Kediri Regency No: PL.104/02/07/Panpel-Kediri-2022 dated July 29, 2022 stating
menyatakan bahwa PT Gudang Garam sebagai pemenang lelang, maka pada tanggal 16 that Gudang Garam as the winner of the auction, on August 16, 2022, the Company has
Agustus 2022, Perusahaan telah menerima sisa 75% pembayaran Upfront Fee/Technical received the remaining 75% payment of the Upfront Fee/Technical Expertise Fee of
Expertise Fee sebesar Rp66.085.500. Rp66,085,500.
Pada tanggal 26 Januari 2021, Perusahaan dan Gudang Garam menandatangani Perjanjian On January 26, 2021, the Company and Gudang Garam signed Joint Operation Agreement
Kerja Sama Operasi (KSO) Penyelenggaraan Jasa Kebandarudaraan di Bandar Udara Kediri of Operating Airport Services at Kediri Airport whereas Gudang Garam handover the
dimana Gudang Garam menyerahkan pengoperasian bandar udara Kediri kepada Perusahaan. operation of Kediri airport to the Company. For the operational activities, the Company will
Atas kegiatan pengoperasian tersebut, Perusahaan memperoleh management fee dan variable obtain management fee and variable incentives as explained above. The period of the
incentives sebagaimana dijelaskan di atas. Jangka waktu perjanjian ini akan ditetapkan kemudian agreement will be determined later based on KPBU agreement between Gudang Garam
berdasarkan perjanjian KPBU antara Gudang Garam dengan Penanggung Jawab Proyek and the Representation of of the Project Cooperation, which is DJPU.
Kerjasama, yaitu DJPU.
Pada tanggal 27 Maret 2023, Perusahaan dan PT Surya Dhoho Investama (SDHI) On March 27, 2023, the Company and PT Surya Dhoho Investama (SDHI) signed an
menandatangani Amandemen Perjanjian Kerjasama Operasi (“KSO”) tentang Penyelenggaraan Amendment to the Cooperation Agreement Operation ("KSO") regarding the Provision of
Pelayanan Jasa Kebandarudaraan di Bandar Udara Kediri. Jangka waktu perjanjian ini berlaku Airport Services at Kediri Airport. The term of this agreement is effective from the date of
efektif sejak tanggal penandatangan perjanjian selama 50 tahun atau sampai berakhirnya signing the agreement for 50 years or until the end of the Kediri Airport KPBU Agreement.
Perjanjian KPBU Bandar Udara Kediri.
Page 102
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2024 For the Period Ended June 30, 2024
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
44. PERJANJIAN-PERJANJIAN PENTING (lanjutan) 44. SIGNIFICANT AGREEMENTS (continued)
h. Perjanjian Penyelesaian Pembayaran Progres Termin VI atas Pekerjaan Design & Build h. Settlement Agreement for Payment Term VI Progress for project related the Design &
Pengembangan Bandar Udara Sultan Hasanuddin Makassar, Sulawesi Selatan Tahap 1 – Build the Development of Sultan Hasanuddin Airport Makassar, South Sulawesi
Stage I – Paket 1 Phase 1 – Stage I – Package 1.
Pada tanggal 30 Desember 2022, Perusahaan dan PT Wijaya Karya (Persero), Tbk. (“WIKA“) On December 30, 2022, the Company and PT Wijaya Karya (Persero), Tbk. ("WIKA")
mentandatangani perjanjian Penyelesaian Pembayaran atas tagihan progress termin VI untuk signed Settlement Agreement for payment term VI progress for project related the Design &
pekerjaan Design & Build Pengembangan Bandar Udara Sultan Hasanuddin Makassar, Sulawesi Build the Development of Sultan Hasanuddin Airport Makassar, South Sulawesi Phase 1 -
Selatan Tahap I - Stage I - Paket 1 No.SP.DK.0359/KU.11/2022 dan Stage I - Package 1, Number SP.DK.0359/KU.11/2022 and KU.09.09/A.DIR.11019/2022
KU.09.09/A.DIR.11019/2022 dimana disepakati untuk pembayaran kewajiban oleh Perusahaan where it was agreed that the payment of obligations by the Company to WIKA would be
kepada WIKA akan dilakukan melalui penggunaan SKBDN atau instrumen lainnya yang carried out through the use of banking instruments/facilities by the Company which would
diterbitkan oleh Bank yang akan jatuh tempo setelah 15 (lima belas) bulan. Adapun nilai due after 15 (fifteen) months. The value of the sixth stage payment is Rp265,765,757 with
pembayaran termin VI senilai Rp265.765.757 dengan biaya yang timbul atas penerbitan SKBDN the expenses incurred for the issuance of the SKBDN becoming the responsibility of the
tersebut menjadi tanggungan Perusahaan. Company.
i. Perjanjian dengan PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) ("Injourney") i. Agreement with PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) (“Injourney”)
Pada tanggal 10 Januari 2022, Perusahaan dan Injourney menandatangani perjanjian Nomor: On January 10, 2022, the Company and Injourney signed an agreement with the number
Perjj.01/AVIATA-AP1/01/2022 tentang Layanan Manajemen Holding BUMN Pariwisata dan Perjj.01/AVIATA-AP1/01/2022 regarding the Holding Company for State-Owned Tourism
Pendukung. Jangka waktu perjanjian ini selama 12 bulan sejak 1 Januari 2022. Dalam perjanjian and Supporting Management Services. The term of this agreement is 12 months starting
ini, Perusahaan berkewajiban untuk: from January 1st, 2022. Under this agreement, the Company is obligated to:
- Melaksanakan seluruh kewajibannya berdasarkan Perjanjian ini untuk memastikan bahwa - Fulfill all obligations under this Agreement to ensure that the Management
pelaksanaan Layanan Manajemen dilakukan sesuai dengan syarat dan ketentuan perjanjian Services are carried out in accordance with the terms and conditions of this
ini. agreement.
- Menyiapkan dan memberikan data serta informasi yang diperlukan oleh Injourney - Prepare and provide the necessary data and information to Injourney for the
untuk pelaksanaan pekerjaan atas layanan manajemen yang akan diberikan oleh implementation of the work on the management services that will be provided by
Injourney kepada Perusahaan. Injourney to the Company.
- Melakukan pembayaran atas jasa layanan manajemen kepada Injourney sebesar nilai bersih - Make payment for management service fees to Injourney in the amount of net
0,5% yang dihitung berdasarkan pendapatan usaha terkonsolidasi dengan mengacu kepada value of 0.5% calculated based on consolidated business revenue referring to the
RKAP tahunan Perusahaan termasuk perubahaannya. Apabila biaya jasa layanan Company's annual RKAP including changes. If the management service fee paid
manajemen yang dibayarkan berdasarkan poin tersebut menjadi kurang atau lebih dari biaya based on this point becomes less or more than the amount that should be paid,
yang seharusnya dibayarkan, maka selisih kurang atau lebih dari biaya jasa layanan then the difference of less or more than the management service fee will be
manajemen akan direkonsiliasi dan dibuat berita acara untuk diperhitungkan sesuai dengan reconciled and made into a report to be calculated in accordance with the
laporan keuangan auditan Perusahaan. Company's audited financial statements.
Pada tanggal 30 Desember 2022, Perusahaan dan Injourney menandatangani perjanjian Nomor: On December 30, 2022, the Company and Injourney signed an agreement with the number
PJJ.INJ.05.03/23/12/2022/A.0118 tentang Layanan Manajemen Holding BUMN Pariwisata dan PJJ.INJ.05.03/23/12/2022/A.0118 regarding the Holding Company for State-Owned
Pendukung. Jangka waktu perjanjian ini selama 12 bulan sejak 1 Januari 2023. Dalam perjanjian Tourism and Supporting Management Services. The term of this agreement is 12 months
ini, Perusahaan berkewajiban untuk: starting from January 1, 2023. Under this agreement, the
Company is obligated to:
- Melaksanakan seluruh kewajibannya berdasarkan Perjanjian ini untuk memastikan bahwa - Fulfill all obligations under this Agreement to ensure that the Management
pelaksanaan Layanan Manajemen dilakukan sesuai dengan syarat dan ketentuan perjanjian Services are carried out in accordance with the terms and conditions of this
ini. agreement.
- Menyiapkan dan memberikan data serta informasi yang diperlukan oleh Injourney - Prepare and provide the necessary data and information to Injourney for the
untuk pelaksanaan pekerjaan atas layanan manajemen yang akan diberikan oleh implementation of the work on the management services that will be provided by
Injourney kepada Perusahaan. Injourney to the Company.
- Melakukan pembayaran atas jasa layanan manajemen kepada Injourney sebesar nilai bersih - Make payment for management service fees to Injourney in the amount of net
0,75% yang dihitung berdasarkan pendapatan usaha terkonsolidasi dengan mengacu value of 0.75% calculated based on consolidated business revenue referring to
kepada RKAP tahunan Perusahaan termasuk perubahaannya. Apabila biaya jasa layanan the Company's annual RKAP including changes. If the management service fee
manajemen yang dibayarkan berdasarkan poin tersebut menjadi kurang atau lebih dari biaya paid based on this point becomes less or more than the amount that should be
yang seharusnya dibayarkan, maka selisih kurang atau lebih dari biaya jasa layanan paid, then the difference of less or more than the management service fee will be
manajemen akan direkonsiliasi dan dibuat berita acara untuk diperhitungkan sesuai dengan reconciled and made into a report to be calculated in accordance with the
laporan keuangan auditan Perusahaan. Company's audited financial statements.
Pada tanggal 29 Desember 2023, Perusahaan,Injourney dan PT Angkasa Pura Indonesia On December 30, 2022, the Company, Injourney and PT Angkasa Pura Indoensia signed
menandatangani perjanjian Nomor: PJJ.INJ.05.03/23/12/2023/A.0170 tentang Layanan an agreement with the number PJJ.INJ.05.03/23/12/2023/A.0170 regarding the Holding
Manajemen Holding BUMN Pariwisata dan Pendukung. Jangka waktu perjanjian ini selama 12 Company for State-Owned Tourism and Supporting Management Services. The term of this
bulan sejak 1 Januari 2024. Dalam perjanjian ini, Perusahaan berkewajiban untuk: agreement is 12 months starting from January 1, 2024. Under this agreement, the
Company is obligated to:
- Melaksanakan seluruh kewajibannya berdasarkan Perjanjian ini untuk memastikan bahwa - Fulfill all obligations under this Agreement to ensure that the Management
pelaksanaan Layanan Manajemen dilakukan sesuai dengan syarat dan ketentuan perjanjian Services are carried out in accordance with the terms and conditions of this
ini. agreement.
- Menyiapkan dan memberikan data serta informasi yang diperlukan oleh Injourney dan PT - Prepare and provide the necessary data and information to Injourney for the
Angkasa Pura Indonesia untuk pelaksanaan pekerjaan atas layanan manajemen yang akan implementation of the work on the management services that will be provided by
diberikan oleh Injourney dan PT Angkasa Pura Indoensia kepada Perusahaan. Injourney to the Company.
- Melakukan pembayaran atas jasa manajemen sebesar nilai bersih (net) 1% dengan - To make payment for management services amounting to net 1% with the details
rincian sebagai berikut : as follows:
1. Sebesar nilai bersih (net) 0,75% dari pendapatan usaha konsolidasi mengacu pada RKAP 1. An amount of net 0.75% of consolidated business revenue based on the
Tahunan Perusahaan termasuk perubahan atau nilai yang disepakati sesuai dengan Company's Annual RKAP, including agreed changes or values according to the
performa dan kemampuan Perusahaan di Tahun 2024 kepada Injourney. Company's performance and capabilities in 2024, to Injourney.
2. Sebesar nilai bersih (net) 0,25% dari pendapatan usaha konsolidasi mengacu pada 2. An amount of net 0.25% of consolidated business revenue based on the
RKAP Tahunan Perusahaan termasuk perubahan atau nilai yang disepakati sesuai Company's Annual RKAP, including agreed changes or values according to the
dengan performa dan kemampuan Perusahaan di Tahun 2024 kepada PT Angkasa Company's performance and capabilities in 2024, to PT Angkasa Pura Indonesia.
Pura Indonesia.
Page 103
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2024 For the Period Ended June 30, 2024
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
45. KONTINJENSI 45. CONTINGENCIES
Gugatan Paulus Wuwungan Paulus Wuwungan's lawsuit
Perusahaan menerima gugatan perdata dari Paulus Wuwungan melalui Pengadilan Negeri The Company received a civil lawsuit from Paulus Wuwungan through the Manado District
Manado tanggal 28 Mei 2019 sehubungan dengan dua bidang tanah di Douna Sekolah, Manado Court on May 28, 2019 in connection with two parcels of land at Douna Sekolah, Manado
dengan total luas tanah 33.500 m2 dan nilai gugatan sebesar Rp10.000 per m2 atau sebesar with a total land area of 33,500 m2 and a claim value of Rp10,000 per m2 or
Rp335.000.000. Adapun sebagai tergugat lainnya adalah Menteri Perhubungan Republik Rp335,000,000. The other defendants are the Minister of Transportation of the Republic of
Indonesia dan Menteri BUMN Republik Indonesia. Indonesia and the Minister of State-Owned Entities of the Republic of Indonesia.
Berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Manado tanggal 29 Juni 2020, gugatan dikabulkan dan Based on the decision of the Manado District Court dated June 29, 2020, the lawsuit was
Perusahaan serta Menteri BUMN Republik Indonesia diharuskan melakukan pembayaran secara granted and the Company and the Minister of State-Owned Entities of the Republic of
tanggung renteng ganti kerugian atas tanah sebesar Rp1.000 per m2 atau sebesar Indonesia are required to jointly pay compensation for land amounting to Rp1,000 per m2 or
Rp33.500.000. Rp33,500,000.
Pada tanggal 13 Agustus 2020, Perusahaan mengajukan permohonan banding kepada On August 13, 2020, the Company submitted an appeal to the Manado High Court. On July
Pengadilan Tinggi Manado. Pada tanggal 2 Juli 2021, telah ada Putusan Banding 2, 2021, there has been an Appeal Decision 49/PDT/2021/PT.MND which made the first-
49/PDT/2021/PT.MND yang membatalkan putusan tingkat pertama. degree decision.
Per 31 Desember 2022, perkara tengah diperiksa pada tingkat Kasasi dan Perusahaan On February 23, 2022, Paulus Wuwungan made an extraordinary legal effort in the form of
menunggu Putusan. a judicial review. The company has also filed a counter-memory of judicial review on April
11, 2022.
Pada tanggal 1 Maret 2023 telah terbit putusan Peninjauan Kembali Mahkamah Agung yang
menolak Peninjauan Kembali yang dimohonkan dahulu Penggugat, dengan demikian perkara As of December 31, 2022, the case is being examined at the Cassation level and the
telah Berkekuatan Hukum Tetap tanpa upaya hukum lanjutan. Dalam hal ini Perusahaan Company is waiting for a verdict.
dibebaskan dari hukuman membayar ganti
kerugian sebesar Rp33.500.000.
Gugatan Maria Nellie Awuy Maria Nellie Awuy’s lawsuit
Perusahaan menerima gugatan perdata dari Maria Nellie Awuy Sumakul melalui Pengadilan The Company received a civil lawsuit from Maria Nellie Awuy Sumakul through the Manado
Negeri Manado tanggal 18 November 2016 sehubungan dengan tanah seluas 26.880 m2 yang District Court on November 18, 2016 in connection with a land area of 26,880 m2 located in
terletak di Desa Mapanget Barat, Manado dengan nilai gugatan sebesar Rp64.123.200. Adapun Mapanget Barat Village, Manado with a claim value of Rp64,123,200. The other defendants
sebagai tergugat lainnya adalah Menteri Perhubungan Republik Indonesia dan turut tergugat are the Minister of Transportation of the Republic of Indonesia and also the codefendants
adalah Menteri Keuangan Republik Indonesia dan Menteri BUMN Republik Indonesia. are the Minister of Finance of the Republic of Indonesia and the Minister of State-Owned
Entities of the Republic of Indonesia.
Berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Manado tanggal 31 Juli 2018, sebagian gugatan
dikabulkan dan Perusahaan diharuskan melakukan pembayaran ganti kerugian atas tanah Based on the decision of the Manado District Court dated July 31, 2018, part of the lawsuit
sebesar Rp17.203.200 dan uang paksa sebesar Rp1.000 per hari jika lalai melaksanakan was granted and the Company was required to pay compensation for land amounting to
putusan. Rp17,203,200 and subject money of Rp1,000 per day if fail to implement the decision.
Pada tanggal 19 Oktober 2018, Perusahaan mengajukan permohonan banding kepada On October 19, 2018, the Company submitted an appeal to the Manado High Court. On
Pengadilan Tinggi Manado. Pada tanggal 17 Desember 2019, putusan Pengadilan Tinggi December 17, 2019, the Manado High Court decision strengthened the Manado District
Manado menguatkan putusan Pengadilan Negeri Manado tanggal 31 Juli 2018. Court decision on July 31, 2018.
Pada tanggal 12 Februari 2020, Perusahaan mengajukan permohonan kasasi kepada On February 12, 2020, the Company submitted an appeal for cassation to the Supreme
Mahkamah Agung Republik Indonesia. Pada tanggal 21 Maret 2022 telah diterbitkan Putusan Court of the Republic of Indonesia. On March 21, 2022, the Supreme Court's Cassation
Kasasi Mahkamah Agung yang mengabulkan Permohonan Kasasi Perusahaan, dimana Decision was issued which granted the Company's Cassation Application, whereby the
Perusahaan dibebaskan dari hukuman membayar ganti kerugian sebesar Rp17.203.200. Company was released from the penalty of paying compensation amounting to
Rp17,203,200.
Page 104
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2024 For the Period Ended June 30, 2024
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
Gugatan Sylvana Yunita, Dkk Sylvana Yunita's lawsuit
Perusahaan menerima gugatan perdata dari Silvana Yunita dkk atas sebidang tanah Pasini The company received a civil lawsuit from Silvana Yunita et al for a piece of land Pasini
(Individual Bezit) seluas 19.300 m2 yang terletak di tempat yang terdahulu bernawa Koyawas, di (Individual Bezit) covering an area of 19,300 m2 which was located in a place previously
desa Mapanget Barat, Kecamatan Dimembe, Minahasa (saat ini masuk wilayah Manado) dengan called Koyawas, in Mapanget Barat village, Dimembe sub-district, Minahasa (currently
nilai gugatan sebesar Rp11.850.200. included in Manado area) with a claim value of Rp11,850,200.
Pada tanggal 7 Januari 2021 telah disampaikan Putusan pengadilan negeri Manado yang On January 7, 2021, the Manado District Court Decision has been delivered which states
menyatakan Gugatan Penggugat tidak dapat diterima. Selanjutnya pada tanggal 14 Januari that the Plaintiff's Claim cannot be accepted. Furthermore, on January 14, 2021, the Plaintiff
2021, Penggugat mengajukan upaya hukum banding. Pada tanggal 24 Maret 2021, Perusahaan filed an appeal. On March 24, 2021, the Company filed a counter memorandum of appeal.
mengajukan kontra memori banding. Pada tanggal 21 September 2021, telah ada Putusan On September 21, 2021, there has been an Appeals Decision which affirms the Court's
Banding yang menguatkan Putusan Pengadilan tingkat pertama.Pada tanggal 22 Oktober 2021, Decision of the first instance.
Sylvana Yunita mengajukan permohonan kasasi. Adapun saat ini, Perusahaan sedang
menunggu Putusan Kasasi. On October 22, 2021, Sylvana Yunita filed an appeal. As for now, the Company is waiting
for the Cassation Decision. On November 10 2021, the Company submitted its Counter
Pada Tanggal 10 November 2021 Perusahaan telah menyampaikan Kontra Memori Kasasi Memorandum of Cassation to the Manado District Court Registrar. On May 23 2023, the
kepada Panitera Pengadilan negeri Manado. Pada Tanggal 23 Mei 2023 telah terbit putusan Supreme Court issued a cassation decision which rejected the plaintiff's cassation request.
Kasasi oleh Mahkamah Agung yang menolak permohonan Kasasi oleh Penggugat. Dalam hal ini In this case, the Company is exempted from paying damages amounting to Rp11,850,200.
Perusahaan dibebaskan dari membayar ganti kerugian sebesar Rp11.850.200.
Sengketa Pajak PBB Bandara Yogyakarta - Kulonprogo (“YIA”) Dispute on Yogyakarta – Kulonprogo Airport (“YIA”) Property Tax
Pada tanggal 30 September 2021, Perusahaan menerima tagihan PPB YIA Tahun 2021 sebesar On September 30, 2021, the Company received a YIA Property Tax bill for the year 2021
Rp28.087.680 Terdapat kenaikan NJOP Bumi sebesar 626% yang semula Rp702 menjadi amounting to Rp28,087,680. There was an increase in the Land NJOP by 626% from
Rp5.095. Rp702 to Rp5,095.
Pada tanggal 27 Desember 2021, Perusahaan telah mengajukan keberatan atas SPPT PBB On December 27, 2021, the Company filed an objection to the 2021 Property Tax Bill with
Tahun 2021 kepada Bupati Kulon Progo dan mengusulkan jumlah pajak terutang menurut wajib the Regent of Kulon Progo and proposed that the amount of tax owed by the taxpayer was
pajak adalah sebesar Rp7.864.554 untuk tahun 2021. Rp7,864,554 for the year 2021.
Pada tanggal 17 Mei 2022, Bupati Kulon Progo telah menerbitkan Surat Penolakan Keberatan. On May 17, 2022, the Regent of Kulon Progo issued a Letter of Rejection of Objection.
Oleh karenanya Perusahaan telah mengajukan surat Permohonan Banding Pajak kepada Ketua Therefore, the Company has filed a Tax Appeal Letter to the Chairman of the Tax Court and
Pengadilan Pajak dan telah mendapatkan nomor sengketa pajak : 008873.26/2022/PP Bahwa has obtained a tax dispute number: 008873.26/2022/PP.That the last hearing was held on
telah dilaksanakan sidang terakhir pada tanggal 15 Juni 2023 di Pengadilan Pajak yang June 15, 2023, at the Tax Court located in the State Finance Building, Yogyakarta, faceto-
bertempat di Gedung Keuangan Negara Yogyakarta secara tatap muka dengan agenda face, with the agenda of Submission of Conclusions by the Parties.
Penyerahan Kesimpulan oleh Para Pihak.
Pada tanggal 14 September 2023, telahdilakukan pengucapan putusan Majelis Hakim yang pada On September 14, 2023, the Panel of Judges pronounced a verdict essentially granting the
pokoknya mengabulkanpermohonan Banding Pemohon Banding sehingga pajak yang harus appeal of the Appellant, thus reducing the Company’s tax liability to Rp7,864,554 from the
dibayar Perusahaanmenjadi Rp7.864.554 dari sebelumnya sesuai SPPT sebesar Rp28.087.680. previous amount according to the SPPT of Rp28,087,680.
Bahwa pada tanggal 21 Desember 2023 diterima relaas permohonan Peninjauan Kembali dari On December 21, 2023, the review application for Reconsideration was received from the
Panitera Pengadilan Pajak, dengan pemohon Peninjauan Kembali Pemerintah Kabupaten Kulon Clerk of the Tax Court, with the applicant for Reconsideration being the Kulon Progo
Progo. Regency Government.
Per 31 Desember 2023, Perusahaan telah menyampaikan Kontra Memori Peninjauan Kembali As of December 31, 2023, the Company has submitted the Counter-Memorandum for
kepada Pengadilan Pajak dan menunggu Putusan. Review to the Tax Court and is awaiting the verdict.
Gugatan Hj. Hasniah Lawsuit by Hj. Hasniah
Perusahaan menerima Gugatan Perdata No: 51/pdt.G/2023/PN.Jkt.Pst atas klaim tanah seluas The Company received Civil Lawsuit No: 51/pdt.G/2023/PN.Jkt.Pst regarding a claim for
10,7 Ha di Kampung Baddo-Baddo dan Kampung Pao Pao, Desa Baji Mangangai, Kec. Mandai, land measuring 10.7 Ha in Kampung BaddoBaddo and Kampung Pao Pao, Baji Mangangai
Kab. Maros, dimana Penggugat meminta ganti Kerugian atas tanah dengan nilai sebesar Village, Mandai Sub-district, Maros Regency, where the Plaintiff demanded compensation
Rp110.700.000. Adapun yang menjadi petitum dari Penggugat yaitu: Menghukum Tergugat for the land with a value of Rp110,700,000. The petitum from the Plaintiff is: To sentence
membayar Kerugian Materiil sebesar Rp100.700.000 dan kerugian Immateriil Rp10.000.000. the Defendant to pay Material Losses amounting to Rp100,700,000 and immaterial losses
of Rp10,000,000.
Bahwa atas perkara dimaksud telah dilakukan proses Mediasi pada tanggal 27 Maret 2023, Mediation proceedings were conducted on March 27, 2023, regarding the aforementioned
namun Mediasi dinyatakan gagal. Adapun sidang dilanjutkan melalui E-Court dan pada tanggal case, but mediation was declared unsuccessful. The trial proceeded through ECourt, and
20 Juni 2023, Tergugat I dan Tergugat II telah mengajukan Jawaban Gugatan pada tanggal 20 on June 20, 2023, Defendant I and Defendant II filed their Answers to the Lawsuit on June
Juni 2023. 20, 2023.
Majelas Hakim mengucapkan putusan sela secara elektronik atas Eksepsi tergugat pada hari The Panel of Judges issued an interim decision electronically on the Defendant's
Kamis, 24 Agustus 2023, yang memutus sebagai berikut: Exceptions on Thursday, August 24, 2023, which ruled as follows:
1. Menerima Eksepsi Para Tergugat; 1. Accepting the Exceptions of the Defendants;
2. Menyatakan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat tidak berwenang mengadili perkara ini; 2. Declaring that the Central Jakarta District Court is not authorized to adjudicate this
case;
3. Menghukum Penggugat untuk membayar biaya perkara sebesar Rp1.230, sehingga dalam 3. Sentencing the Plaintiff to pay the court costs amounting to Rp1,230, therefore, in
hal ini, Perusahaan dibebaskan membayar ganti kerugian sebesar Rp110.700.000. this case, the Company is exempted from paying compensation of Rp110,700,000.
Page 105
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2024 For the Period Ended June 30, 2024
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
Gugatan dari Dettie Massie Lawsuit by Dettie Massie
Pada tanggal 19 Desember 2022 seorang penumpang atas nama Jonas Massie meninggal On December 19, 2022, a passenger named Jonas Massie passed away after being found
dunia setelah sebelumnya ditemukan terjatuh secara mendadak dari kursi prioritas penumpang suddenly fallen from a priority seat and unconscious in the Departure Lounge area of Sam
(priority seat) dan tidak sadarkan diri di area Ruang Tunggu Keberangkatan Bandara Sam Ratulangi Airport in Manado. The lawsuit filed by Dettie Massie, who is the child of Jonas
Ratulangi Manado. Gugatan yang diajukan oleh Dettie Massie yang merupakan anak dari Jonas Massie, as stated in the letter registered through the Clerk of the Manado District Court with
Massie sebagaimana surat yang didaftarkan melalui Kepaniteraan Pengadilan Negeri Manado Case Number 523/Pdt.G/2023/P n.Mnd dated August 15, 2023. The Plaintiff demands the
dengan Nomor Perkara 523/Pdt.G/2023/P n.Mnd tanggal 15 Agustus 2023. Penggugat menuntut Defendant to immediately pay compensation to the Plaintiff as the heir of the deceased
Tergugat untuk segera membayar ganti rugi kepada Penggugat selaku ahli waris dari passenger of Batik Air, Jonas Massie, in the amount of Rp500,000, and compensation for
penumpang pesawat Batik Air almarhum Jonas Massie sebesar Rp500.000, dan ganti rugi uang the funeral expenses of the deceased Jonas Massie to the Plaintiff in the amount of
pengurusan pemakaman almarhum Jonas Massie kepada Penggugat sejumlah Rp20.000. Rp20,000.
Bahwa atas perkara dimaksud telah dilakukan proses mediasi, namun pada tanggal 11 Oktober
2023 mediasi dinyatakan gagal. Adapun sidang dilanjutkan melalui E-Court dan pada tanggal 25
Oktober 2023, Tergugat III telah mengajukan Jawaban Gugatan dan Eksepsi pada tanggal 08 Mediation proceedings were conducted for the aforementioned case, however, on October
November 2023. Majelis Hakim mengucapkan putusan sela secara elektronik atas Eksepsi 11, 2023, mediation was declared unsuccessful. The trial proceeded through E-Court, and
tergugat pada hari Rabu, 13 Desember 2023, yang memutus sebagai berikut: on October 25, 2023, Defendant III submitted their Answer to the Lawsuit and Exceptions
on November 8, 2023. The Panel of Judges issued an interim decision electronically on the
1. Menolak Eksepsi Para Tergugat; Defendant's Exceptions on Wednesday, December 13, 2023, ruling as follows:
2. Adapun sidang selanjutnya akan dilaksanakan pada tanggal 11 Januari 2024.
1. Rejecting the Exceptions of the Defendants;
2. The next hearing will be held on January 11, 2024.
Gugatan Ramlah Binti Arfah Daeng Gading dkk Lawsuit by Ramlah Binti Arfah Daeng Gading et al.
Gugatan Perdata dengan Nomor: 34/Pdt.G/2018/PN.Mrs jo. 438/Pdt.G/2/2019/PT.Mks Klaim Civil Lawsuit Number: 34/Pdt.G/2018/PN.Mrs jo. 438/Pdt.G/2/2019/PT.Mks Claim for land
atas tanah seluas 85.562 m2 di Dusun Baddo-Baddo Desa Baji Mangangai, Kec. Mandai, Kab. measuring 85,562 m2 in Baddo-Baddo Hamlet, Baji Mangangai Village, Mandai Sub-district,
Maros, dimana sebagian tanah yang diklaim tersebut dikuasai oleh AP1 seluas 7,4 Ha. Maros Regency, where a portion of the claimed land is occupied by AP1 covering an area
of 7.4 hectares.
Kemudian pada tanggal 29 Maret 2023, Perseroan menerima Risalah Pemberitahuan Putusan
Mahkamah Agung RI Nomor 40/K/Pdt/2023 yang amarnya pada pokoknya berbunyi “menolak Then, on March 29, 2023, the Company received a Notice of Decision from the Supreme
permohonan kasasi para pemohon kasasi”. Dalam hal ini Perusahaan dibebaskan membayar Court of the Republic of Indonesia Number 40/K/Pdt/2023, the operative part of which
ganti kerugian sebesar Rp42.770.000. essentially reads "rejecting the cassation appeal of the cassation applicants". In this case,
the Company is exempted from paying compensation amounting to Rp42,770,000.
Gugatan PT Aneka Glass Abadi Lawsuit by PT Aneka Glass Abadi
Bahwa dalam perkara gugatan Perbuatan Melawan Hukum yang diajukan PT Aneka In the case of a lawsuit for Unlawful Acts filed by PT Aneka Glass Abadi against PT
Glass Abadi melawan PT Makassar Indah Graha Sarana (“MIGS”) dan Perusahaan, telah Makassar Indah Graha Sarana (“MIGS”) and the Company, there have been judgments
terdapat putusan Tingkat I hingga PK yang pada pokoknya menyatakan: from Level I to PK which essentially state:
1. Perusahaan telah melakukan perbuatan melawan hukum; 1. The company has committed an unlawful
2. Menghukum Perusahaan dan MIGS secara tanggung renteng untuk membayar uang 2. Sentencing the Company and MIGS jointly and severally to pay a sum of
sejumlah Rp773.686 kepada Penggugat ditambah dengan ganti rugi/denda sebesar 6% per Rp773,686 to the Plaintiff plus compensation/fine of 6% per year from the value of
tahun dari nilai Rp773.686 yang harus dibayarkan seketika dan sekaligus sejak didaftarkan Rp773,686 which must be paid immediately and simultaneously since the case
perkara ini pada PN Jakarta Pusat; was registered at the Central Jakarta District Court;
3. Menghukum para tergugat secara tanggung renteng untuk membayar kerugian imateriil 3. Sentencing the defendants jointly and severally to pay immaterial damages to the
kepada Penggugat sebesar Rp100.000. Plaintiff amounting to Rp100,000.
Namun sejak putusan perkara No352/PDT.G/2010/PN.JKT.PST Jo.No. 385/PDT/2011/PT.DKI However, since the issuance of the verdict in case No. 352/PDT.G/2010/PN.JKT.PST Jo.
Jo.No.2764 K/PDT/2012 Jo.no.564 PK/PDT/2016 tersebut diterbitkan hingga tahun 2022 MIGS No.385/PDT/2011/PT.DKI Jo. No. 2764 K/PDT/2012 Jo.No. 564 PK/PDT/2016 until 2022,
dan Perusahaan belum melaksanakan putusan pengadilan, sehingga dikeluarkan penetapan sita MIGS and the Company have not implemented the court's decision, therefore, an execution
eksekusi. seizure determination was issued.
Bahwa telah dilakukan pembayaran kewajiban Perusahaan atas pelaksanaan perkara a quo The Company has paid its obligations for the implementation of the aforementioned case
sebesar Rp1.245.056 kepada PT Aneka Glass Abadi. Selanjutnya, berdasarkan surat amounting to Rp1,245,056 to PT Aneka Glass Abadi. Furthermore, based on the agreement
kesepakatan antara Perusahaan dan PT Aneka Glass Abadi tanggal 27 April 2023, PT Aneka letter between the Company and PT Aneka Glass Abadi dated April 27, 2023, PT Aneka
Glass Abadi telah menghentikan atau mengangkat penetapan eksekusi perkara a quo. Glass Abadi has ceased or lifted the execution seizure determination of the aforementioned
case.
PT Aneka Glass Abadi telah mengajukan pembatalan sita eksekusi kepada PN Jakpus dengan
nomor PER.PCBT/03.V/2023 tanggal 28 April 2023 perihal Pencabutan Sita Eksekusi/Blokir PT Aneka Glass Abadi has filed for the cancellation of the execution seizure to the Central
Rekening dan menunggu penetapan pengadilan atas permohonan dimaksud. Jakarta District Court with registration number PER.PCBT/03.V/2023 dated April 28, 2023,
regarding the Revocation of Execution Seizure/Account Block and is awaiting the court's
Telah dikeluarkan Penetapan Pengangkatan Sita Eksekusi No. 66/Pdt.Eks/2021 jo. No. 564 decision on the said request.
PK/Pdt.2018 Jo. No.2764 K/Pdt/2012 Jo. No. 385/PDT/2011/PT.DKI Jo. No
352/Pdt.G/2010/PN.Jkt.Pst. tanggal 07 Juni 2023. An Execution Seizure Lifting Determination No. 66/Pdt.Eks/2021 jo. No. 564 PK/Pdt.2018
Jo. No.2764 K/Pdt/2012 Jo. No. 385/PDT/2011/PT.DKI Jo.No 352/Pdt.G/2010/PN.Jkt.Pst.
was issued on June 7, 2023.
46. INFORMASI PENTING LAINNYA 45. OTHER IMPORTANT INFORMATION
PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara Juanda - Surabaya mencatat aset tanah sesuai dengan PT Angkasa Pura I (Persero) Airport Juanda - Surabaya noted land assets in accordance
Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Pertahanan Keamanan/Panglima Angkatan Bersenjata, with the Joint Decree (SKB) The Minister of Defence Security / Commander of the Armed
Menteri Perhubungan dan Menteri Keuangan No.: KEP- Forces, Minister of Transportation and Minister of Finance No.KEP-23 / X / 1981; 661 /
23/X/1981;661/KMK.011/1981;KM.217/AU.106/Pbb. 81 tanggal 28 Oktober 1981 tentang KMK.011 / 1981; KM.217 / AU.106 / Pbb.81 dated October 28, 1981 regarding the Transfer
Pengalihan Pengelolaan Penerbangan Sipil di Pangkalan Udara TNI Angkatan Laut Juanda dari of Management of Civil Aviation in the Navy Air Base Juanda from the Department of
Departemen Pertahanan dan Keamanan kepada Departemen Perhubungan dan Peraturan Defense and Security to the Department of Transportation and Government Regulation
Pemerintah No. 30 Tahun 1984 tanggal 19 September 1984 dimana kekayaan negara pada No.30 of 1984 dated September 19, 1984 in which the wealth of the country in Juanda
Bandara Internasional Juanda telah dipisahkan dan menjadi tambahan modal pemerintah pada International Airport has been separated and become additional government capital in the
Perusahaan Umum Angkasa Pura I. Tanah pada areal Bandara Juanda yang dikuasai oleh PT Public Company Angkasa Pura I.
Angkasa Pura I (Persero) Cabang Juanda Surabaya tersebut juga diklaim oleh TNI Angkatan Land at the Juanda Airport area controlled by PT Angkasa Pura I (Persero) Juanda Branch
Laut RI sebagai tanah miliknya. Surabaya also claimed by Indonesian National Army-Navy as their land.
Upaya proses penyelesaian kepemilikan tanah tersebut di atas antara PT Angkasa Pura I The effort of settlement process of land ownership between PT Angkasa Pura I (Pesero)
(Persero) dan TNI Angkatan Laut telah beberapa kali dilakukan namun belum terdapat and the Indonesian National Army - Navy was arranged several times, however there is no
kesepakatan penyelesaian sampai dengan tanggal penyelesaian laporan keuangan agreement to resolve until the date of completion of the consolidated financial statements.
konsolidasian.
Page 106
INFORMASI TAMBAHAN
ADDITIONAL INFORMATION
Laporan Keuangan Tersendiri (Entitas Induk)
Individual Financial Statements (Parent Entity)
Page 107
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
LAPORAN POSISI KEUANGAN STATEMENT OF FINANCIAL POSITION
INDUK SAJA PARENT ENTITY ONLY
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2024 For the Period Ended June 30, 2024
dan 31 Desember 2023 and December 31, 2023
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
30 Juni/ 31 Desember/
June 30 December 31
2024 2023
ASET ASSETS
ASET LANCAR CURRENT ASSETS
Kas dan setara kas 5.106.479.562 4.777.661.606 Cash and cash equivalents
Kas yang dibatasi penggunaannya - bagian lancar 385.214.552 265.765.757 Restricted cash - current portion
Investasi jangka pendek 47.948.954 49.071.858 Short-term investment
Piutang usaha, bersih Trade receivables, net
Pihak berelasi 243.850.600 293.399.838 Related parties
Pihak ketiga 319.940.279 249.028.580 Third parties
Piutang lain-lain, bersih 12.720.908 25.920.470 Other receivables, net
Persediaan 10.058.543 9.666.942 Inventories
Uang muka dan beban dibayar di muka 88.131.037 22.163.902 Advances and prepaid expense
Pendapatan yang masih harus diterima 155.483.631 129.312.168 Accrued revenues
Pajak dibayar di muka 196.200.660 21.671.275 Prepaid taxes
Aset lancar lainnya 31.540.979 5.275.112 Other current assets
TOTAL ASET LANCAR 6.597.569.705 5.848.937.508 TOTAL CURRENT ASSETS
ASET TIDAK LANCAR NON-CURRENT ASSETS
Piutang Jangka Panjang, neto Trade receivable, net
Pihak berelasi 39.777.301 40.338.679
Pihak ketiga 9.066.402 9.012.946
Estimasi tagihan pajak 181.237.947 181.237.947 Estimated claims for refundable tax
Investasi jangka panjang 1.788.109.839 1.841.593.607 Long-term investments
Aset pajak tangguhan 1.201.929.400 1.326.000.464 Deferred tax assets
Properti investasi, bersih 79.545.716 80.973.000 Investment property, net
Aset tetap, bersih 33.339.781.507 33.738.859.308 Fixed assets, net
Aset takberwujud, bersih 18.478.927 23.802.260 Intangible assets, net
Aset hak guna 163.689.064 188.798.479 Right of use assets
Kas yang dibatasi penggunaannya Restricted cash
bagian tidak lancar - 385.214.552 non current portion
Aset tidak lancar lainnya 1.095.965 1.075.715 Other non-current assets
TOTAL ASET TIDAK LANCAR 36.822.712.068 37.816.906.957 TOTAL NON-CURRENT ASSETS
TOTAL ASET 43.420.281.773 43.665.844.465 TOTAL ASSETS
Page 108
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
LAPORAN POSISI KEUANGAN STATEMENT OF FINANCIAL POSITION
INDUK SAJA PARENT ENTITY ONLY
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2024 For the Period Ended June 30, 2024
dan 31 Desember 2023 and December 31, 2023
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
30 Juni/ 31 Desember/
June 30 December 31
2024 2023
LIABILITAS DAN EKUITAS LIABILITIES AND EQUITY
LIABILITAS LIABILITIES
LIABILITAS JANGKA PENDEK CURRENT LIABILITIES
Utang usaha Trade payables
Pihak berelasi 232.075.085 138.651.981 Related parties
Pihak ketiga 208.545.629 236.660.962 Third parties
Utang lain-lain 230.800.317 790.491.781 Other payables
Pendapatan diterima di muka 194.827.324 58.505.341 Unearned revenues
Beban akrual 1.528.280.225 1.027.147.790 Accrued expenses
Utang pajak 200.285.755 69.826.970 Tax payables
Bagian jangka pendek pinjaman Current maturities of long-term loans :
jangka panjang :
Liabilitas sewa jangka pendek 55.156.866 88.593.270 Short-term lease liabilities
Utang bank 6.450.660 12.901.319 Bank loans
Utang obligasi dan sukuk 487.500.000 487.500.000 Bonds payable and sukuk
TOTAL LIABILITAS
JANGKA PENDEK 3.143.921.861 2.910.279.414 TOTAL CURRENT LIABILITIES
LIABILITAS JANGKA PANJANG NON-CURRENT LIABILITIES
Pinjaman jangka panjang Long-term loans
Utang bank jangka panjang 23.129.906.926 23.106.506.573 Long-term bank loans
Utang obligasi dan sukuk ijarah 3.779.232.688 4.241.984.332 Bonds payable and sukuk ijarah
Utang jangka panjang lainnya 2.175.630.513 2.223.149.516 Other long-term liabilities
Liabilitas imbalan kerja karyawan 593.021.262 639.412.237 Employee benefits liabilities
Liabilitas sewa jangka panjang 179.962.307 187.899.130 Long-term lease liabilities
TOTAL LIABILITAS
JANGKA PANJANG 29.857.753.696 30.398.951.788 TOTAL NON-CURRENT LIABILITIES
TOTAL LIABILITAS 33.001.675.557 33.309.231.202 TOTAL LIABILITIES
EKUITAS EQUITY
Ekuitas yang dapat diatribusikan Equity attributable to the owner of
kepada pemilik entitas induk the parent entity
Modal saham 6.414.412.000 - 6.414.412.000 Shares capital
Modal dasar 12.000.000 saham Authorized capital 12,000,000 shares
terbagi atas 1 saham Seri A Dwiwarna divided into 1 Series A Dwiwarna share
dan 11.999.999 saham Seri B and 11,999,999 Series B Shares
dengan nilai nominal Rp1.000.000 with par value of Rp1,000,000
(angka penuh) per saham (full amount) per share
Modal ditempatkan disetor Issued and fully paid-
penuh - 6.414.412 saham 6,414,412 shares
terbagi atas 1 saham Seri A Dwiwarna divided into 1 Series A Dwiwarna share
dan 6.414.411 saham Seri B and 6,414,411 Series B Shares
Tambahan Modal Disetor (415.698.628) 16.424.662 Additional Paid in Capital
Penyertaan modal negara 22.963.207 22.963.207 Government capital investment
Book value of fixed assets
Nilai buku aset tetap kenavigasian on navigation from government
dari penyertaan modal negara (37.004.793) (37.004.793) capital investment
Akumulasi penyusutan aset tetap Accumulated depreciation of
kenavigasian dari BPYBDS 408.393.524 408.393.524 navigation fixed assets from BPYBDS
Saldo laba Retained earnings
Dicadangkan 10.153.067.866 9.230.837.096 Approriated
Belum dicadangkan (5.721.185.263) (5.278.788.326) Unappropriated
Penghasilan komprehensif lain (406.341.697) (420.624.107) Other compherensive income
Ekuitas yang dapat diatribusikan Equity attributable to owner of
kepada pemilik entitas induk 10.418.606.216 10.356.613.263 the parent entity
Kepentingan nonpengendali - - Non-controlling interests
TOTAL EKUITAS 10.418.606.216 10.356.613.263 TOTAL EQUITY
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 43.420.281.773 43.665.844.465 TOTAL LIABILITIES AND EQUITY
Page 109
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
LAPORAN LABA RUGI DAN KOMPREHENSIF LAIN STATEMENT OF COMPREHENSIVE INCOME
INDUK SAJA PARENT ENTITY ONLY
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2024 dan 2023 For the Period Ended June 30, 2024 and 2022
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
Tahun yang berakhir pada Tanggal 30 Juni/
Year ended June 30,
2024 2023
PENDAPATAN USAHA OPERATING REVENUES
Pendapatan aeronautika 2.919.495.300 2.545.168.622 Aeronautical revenues
Pendapatan non-aeronautika 1.462.116.702 1.173.301.586 Non-aeronautical revenues
TOTAL 4.381.612.002 3.718.470.208 TOTAL
BEBAN USAHA OPERATING EXPENSES
Beban operasional bandara (1.681.473.758) (1.565.991.732) Airport operation expenses
Beban pegawai (846.998.193) (588.542.054) Employee expenses
Beban umum dan administrasi (387.121.570) (427.869.612) General and administrative expenses
Beban pemasaran (3.549.833) (3.620.102) Marketing expenses
Penghasilan lain-lain 22.917.145 67.804.350 Other income
Beban lain-lain (6.525.115) (8.309.869) Other expenses
TOTAL (2.902.751.324) (2.526.529.019) TOTAL
LABA (RUGI) USAHA 1.478.860.678 1.191.941.189 OPERATING PROFIT (LOSS)
Penghasilan keuangan 95.038.325 26.788.445 Finance income
Beban keuangan (957.241.503) (817.586.967) Finance costs
Bagian laba entitas asosiasi 67.085.716 13.425.338 Equity income of associate entities
LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK FINAL PROFIT (LOSS) BEFORE FINAL TAX
DAN PAJAK PENGHASILAN AND CORPORATE
BADAN 683.743.216 414.568.005 INCOME TAX
Beban pajak final (64.337.115) (40.760.445) Final tax expense
LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK PROFIT (LOSS) BEFORE
PENGHASILAN BADAN 619.406.101 373.807.560 CORPORATE INCOMETAX
BEBAN PAJAK CORPORATE
PENGHASILAN BADAN, BERSIH (139.572.966) - INCOME TAX EXPENSE, NET
LABA (RUGI) TAHUN BERJALAN 479.833.135 373.807.560 PROFIT (LOSS) FOR THE YEAR
LABA (RUGI) OTHER COMPREHENSIVE
KOMPREHENSIF LAIN INCOME (LOSS)
Pos yang akan Item that will be
direklasifikasi ke laba rugi reclassified to profit or loss
Perubahan nilai wajar aset keuangan Changes in fair value of available-
tersedia untuk dijual (1.218.825) 588.085 for-sale financial assets
Pos-pos yang tidak akan Items that will not be
direklasifikasi ke laba rugi reclassified to profit or loss
Rugi komprehensif Comprehensive loss
entitas asosiasi - - of associate entities
Laba (rugi) aktuarial imbalan Actuarial gain (loss) on
kerja 15.501.902 - employee benefits
PENGHASILAN (RUGI) OTHER COMPREHENSIVE
KOMPREHENSIF LAIN INCOME (LOSS)
TAHUN BERJALAN FOR THE YEAR
SETELAH PAJAK 14.283.077 588.085 AFTER TAX
TOTAL LABA (RUGI) KOMPREHENSIF TOTAL COMPREHENSIVE
TAHUN BERJALAN 494.116.212 374.395.645 PROFIT (LOSS) FOR THE YEAR
Page 110
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS STATEMENTS OF CHANGES IN SHAREHOLDERS EQUITY
Untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2024 dan 2023 For the period ended March 31, 2023 and 2022
(Dinyatakan dalam ribuan rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in thousands rupiah, unless otherwise stated)
Ekuitas yang Dapat Diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk / Equity Attributable to The Owner of Parent Entity
Pengaruh Pengalihan Aset Kenavigation Saldo Laba / Retained Earnings
Modal Saham - Penyertaan Akumulasi
Nilai Buku Aset Penghasilan
Ditempatkan dan Modal Tambahan Penyusutan Aset Tetap
Tetap Yang Telah Yang belum Komprehensif Lain
Disetor Penuh / Pemerintah / Modal Disetor / Kenavigasian dari Jumlah Ekuitas /
Kenavigasian / Ditentukan Ditentukan Jumlah / / Other
Shares Capital - Government Additional Paid- BPYBDS/Accumulated Total Equity
Book Value of Penggunaan-nya / Penggunaan-nya / Total Compherensive
Issued and Fully Capital in Capital Depreciation of Fixed
Navigation Appropriated Un-appropriated Income
Paid Investment Assets on navigation
Fixed Assets
from BPYBDS
Saldo per 31 Desember 2022 6.414.412.000 22.963.207 16.424.662 (37.004.793) 408.393.524 9.230.837.096 (6.431.176.896) 2.799.660.200 (307.084.285) 9.317.764.485 Balance as of December 31, 2022
Cadangan - - - - - - - - - - General reserves
Laba (rugi) komprehensif asosiasi - - - - - - - - - - Comprehensive gain (loss) of associated
Laba (rugi) aktuaria - - - - - - - - - - Actuarial gain (loss)
Perubahan nilai wajar aset keuangan Changes in fair value of available for sales
tersedia untuk dijual - - - - - - - - 588.085 588.085 financial assets
Laba bersih tahun berjalan - - - - - - 373.807.561 373.807.561 - 373.807.561 Net income of current year
Dampak Perubahan Kebijakan Akuntansi - - - - - - - - - - Effect of changes of accounting policies
Saldo per 30 Juni 2023 6.414.412.000 22.963.207 16.424.662 (37.004.793) 408.393.524 9.230.837.096 (6.057.369.335) 3.173.467.761 (306.496.200) 9.692.160.161 Balance as of June 30, 2023
Saldo per 31 Desember 2023 6.414.412.000 22.963.207 16.424.662 (37.004.793) 408.393.524 9.230.837.096 (5.278.788.326) 3.173.467.761 (420.624.107) 10.356.613.263 Balance as of December 31, 2023
Laba (rugi) komprehensif asosiasi - - - - - - - - - - Comprehensive gain (loss) of associated
Laba (rugi) aktuaria - - - - - - - - 15.501.902 15.501.902 Actuarial gain (loss)
Perubahan nilai wajar aset keuangan Changes in fair value of available for sales
tersedia untuk dijual - - - - - - - - (1.218.825) (1.218.825) financial assets
Cadangan - - - - - 922.230.770 (922.230.770) - - - General reserves
Laba bersih tahun berjalan - - - - - - 479.833.135 479.833.135 479.833.135 Net income of current year
Kenaikan ekuitas melalui transaksi Increase in equity through transactions
dengan pemilik ekuitas - - (432.123.290) - - - - (432.123.290) - (432.123.290) with equity owners
Saldo per 30 Juni 2024 6.414.412.000 22.963.207 (415.698.628) (37.004.793) 408.393.524 10.153.067.866 (5.721.185.961) 3.221.177.606 (406.341.030) 10.418.606.185 Balance as of June 30, 2024
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian yang The accompanying notes to the consolidated financial statements
tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan. form an integral part of these consolidated financial statements taken as a whole.
Page 111
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
LAPORAN ARUS KAS STATEMENT OF CASH FLOW
INDUK SAJA PARENT ENTITY ONLY
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2024 dan 2023 For the Period Ended June 30, 2024 and 2023
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
Tahun yang berakhir pada Tanggal 30 Juni/
Year ended June 30,
2024 2023
ARUS KAS DARI CASH FLOWS FROM
AKTIVITAS OPERASI OPERATING ACTIVITIES
Penerimaan dari pelanggan 4.067.100.323 3.314.955.246 Cash received from customers
Pembayaran kas kepada pemasok, Cash payment to suppliers,
kontraktor, pihak ketiga lainnya contractor, other third parties
dan karyawan (1.270.887.071) (1.292.708.949) and employees
Pembayaran beban bunga (852.659.945) (404.013.870) Payment of interest expense
Pendapatan bunga 94.796.052 24.475.607 Interest income
Penerimaan (Pembayaran) pajak (364.428.039) (252.414.382) Tax (receipt) payment
Kas bersih yang diperoleh dari Net cash provided by
aktivitas operasi 1.673.921.320 1.390.293.652 operating activities
ARUS KAS DARI CASH FLOWS FROM
AKTIVITAS INVESTASI INVESTING ACTIVITIES
Pengeluaran / penerimaan untuk Payment / Receive for
Investasi jangka pendek - (1.769.925) short-term investments
Penerimaan dari (pengeluaran untuk) investasi Received from (payment for) long-term
jangka panjang 224.551 134.750 Investments
Penempatan kas yang dibatasi penggunaannya - Placement of restricted cash
Penambahan aset tetap (466.443.940) (344.060.480) Increase of fixed assets
Kas bersih yang digunakan untuk Net cash used in
aktivitas investasi (466.219.389) (345.695.655) investing activities
ARUS KAS DARI CASH FLOWS FROM
AKTIVITAS PENDANAAN FINANCING ACTIVITIES
Penerimaan pinjaman bank - - Proceed on bank loan
Penerimaan obligasi dan sukuk ijarah - - Proceed from bonds payable and sukuk ijarah
Pembayaran pinjaman bank, obligasi dan sukuk (470.450.660) (5.850.407) Payment on bank loan, bond payable and sukuk
Penerimaan dividen - - Dividend received
Pembayaran liabilitas sewa (33.199.351) (61.104.697) Payment on lease liability
Kas bersih yang diperoleh dari Net cash provided (used) by
(digunakan) aktivitas pendanaan (503.650.011) (66.955.104) financing activities
Dampak bersih perubahan nilai tukar Net effect of exchange rate changes
atas kas dan setara kas 9.890.588 (7.419.527) on cash and cash equivalents
PENURUNAN BERSIH NET DECREASE IN
KAS DAN SETARA KAS 713.942.508 970.223.366 CASH AND CASH EQUIVALENTS
KAS DAN SETARA KAS CASH AND CASH EQUIVALENTS
AWAL TAHUN 4.777.751.606 1.929.492.538 AT BEGINNING OF YEAR
KAS DAN SETARA KAS CASH AND CASH EQUIVALENTS
AKHIR TAHUN 5.491.694.114 2.899.715.904 AT END OF YEAR
Page 112
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
INDUK SAJA PARENT ENTITY ONLY
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2024 For the Period Ended June 30, 2024
dan 31 Desember 2023 and December 31, 2023
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
1. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING 1. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES
a.Dasar penyusunan laporan keuangan tersendiri entitas induk a. Basis of preparation of the separate financial statements of the parent
entity
Laporan keuangan tersendiri Entitas Induk disusun sesuai dengan Pernyataan The separate financial statements of the Parent Entity are prepared in
Standar Akuntansi Keuangan (“PSAK”) No. 4, “Laporan Keuangan accordance with the Statement of Financial Accounting Standards (“PSAK”)
Tersendiri”. No. 4, “Separate Financial Statements”.
PSAK No. 4 menyatakan bahwa ketita sebuah entitas induk memilih untuk PSAK No.4 provides that when a parent entity chose to present the separate
menyajikan laporan keuangan terpisah, laporan keuangan tersebut seharusnya financial statements, such financial statements should only be presented as
hanya disajikan sebagai informasi tambahan pada laporan keuangan supplementary information to the consolidated financial statements. Separate
konsolidasi. Laporan keuangan tersendiri yang disajikan oleh entitas induk, di financial statements are those presented by a parent, in which the investments
mana investasi dalam entitas anak, entitas asosiasi dan entitas dikendalikan in the subsidiary, associate entity and jointly controlled entity are accounted for
bersama dicatat berdasarkan kepemilikan langsung dan bukan berdasarkan on the basis of the direct equity interest rather than on the basis of the
hasil yang dilaporkan dan aset neto entitas investasi. reported results and net assets of the investees.
Accounting policies adopted in the preparation of the parent entity separate
Kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan informasi keuangan financial statements are the same as the accounting policies adopted in the
entitas induk adalah sama dengan kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam preparation of the consolidated financial statements as disclosed in Note 2 to
penyusunan laporan keuangan konsolidasian sebagaimana diungkapkan the consolidated financial statements, except for investments in subsidiaries
dalam Catatan 2 atas laporan keuangan konsolidasian, kecuali untuk and associates.
penyertaan pada entitas anak dan entitas asosiasi.
Penyertaan saham pada entitas anak dicatat pada biaya perolehan. Entitas Investments in shares of stock of subsidiaries are accounted for at acquisition
induk mengakui dividen dari entitas anak pada perkiraan laba rugi dalam cost. The parent entity recognizes dividends from subsidiaries in profit or loss
laporan keuangan tersendiri ketika hak menerima dividen ditetapkan. in its separate financial statements when its right to receive the dividends was
established.
2. INVESTASI JANGKA PANJANG 2. LONG-TERM INVESTMENTS
Investasi jangka panjang Entitas induk terdiri dari penyertaan saham dan The Parent Entity’s long term investments consist of investments in shares and
obligasi dengan rincian sebagai berikut : bond with details are as follow :
30 Juni 2024/ 31 Desember 2023/
June 30, 2024 December 31, 2023
Penyertaan saham 1.774.048.628 1.827.249.327 Investment In shares
Obligasi 14.061.211 14.344.280 Bond
Total 1.788.109.839 1.841.593.607 Total
a. Penyertaan saham a. Investment in shares
Informasi mengenai entitas anak dan asosiasi yang dimiliki Kelompok Information pertaining to subsidiaries and associates owned by the Group is
Usaha diungkapkan dalam Catatan 1c dan 13 atas Laporan Keuangan disclosed in Notes 1c and 13 to the Consolidated Financial Statements.
Konsolidasian.
As of June 30, 2024 and December 31, 2023, the Parent Entity has investment
Pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023, Entitas Induk memiliki in shares as follow :
penyetaan saham sebagai berikut:
Page 113
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
INDUK SAJA PARENT ENTITY ONLY
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2024 For the Period Ended June 30, 2024
dan 31 Desember 2023 and December 31, 2023
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
2. INVESTASI JANGKA PANJANG (lanjutan) 2. LONG-TERM INVESTMENTS (continued)
a. Penyertaan saham (lanjutan) a. Investment in shares (continued)
Persentase Biaya perolehan Persentase Biaya Perolehan
Kepemilikan/ 30 Juni 2024/ Kepemilikan 31 Desember 2023/
Percentage of Acquisition cost Percentage of/ Acquisition cost
Ownership June 30, 2024 Ownership December 31, 2023
Entitas Anak/ Subsidiaries
PT Angkasa Pura Logistik 0,00% - 98,00% 263.520.000
PT Angkasa Pura Properti 99,96% 169.930.000 99,96% 169.930.000
PT Angkasa Pura Hotel 99,99% 603.614.789 99,99% 649.864.789
PT Angkasa Pura Support 0,00% - 99,81% 378.750.000
PT Angkasa Pura Retail 0,00% - 97,50% 48.750.000
Entitas Asosiasi/ Associates
PT Bandara Internasional Batam 51,00% 296.523.690 51,00% 296.523.690
PT Integrasi Aviasi Solusi 40,40% 634.054.000 7,76% -
PT Gapura Angkasa 0,00% - 7,76% 21.504.000
PT Jasa Marga Bali Tol 6,31% 59.635.000 6,31% 59.635.000
Total 1.763.757.479 1.888.477.479
b. Obligasi b. Bonds
Pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023, Entitas Induk memiliki As of June 30, 2024 and December 31, 2023, the Parent Entity has bond as
obligasi sebagai berikut: follow :
30 Juni / June 2024 31 Desember / December 2023
Nilai nominal/ Nilai tercatat/ Nilai nominal/ Nilai tercatat/
Nominal value Carrying value Nominal value carrying value
RI0148 15.206.000 14.061.211 15.206.000 14.344.280 RI0148
BEXI04BCN7 - - - - BEXI04BCN7
Total 15.206.000 14.061.211 15.206.000 14.344.280 Total
Page 114
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
INDUK SAJA PARENT ENTITY ONLY
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2024 For the Period Ended June 30, 2024
dan 31 Desember 2023 and December 31, 2023
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
3. AKTIVITAS NON-KAS 3. NON-CASH TRANSACTIONS
Informasi pendukung laporan arus kas konsolidasian sehubungan dengan Supplementary information to the consolidated statements of cash flow relating to
aktivitas non-kas sebagai berikut: non-cash activities is as follows:
30 Juni 2024/ 31 Desember 2023/
June 30, 2024 December 31, 2023
Penambahan aset hak-guna Addition of right of use asset
melalui liabilitas sewa (8.173.876) 25.883.654 through lease liabillites
Kapitalisasi biaya pinjaman Capitalization of
ke aset tetap - 12.212.640 borrowing costs
Perubahan pada liabilitas yang timbul dari aktivitas pendanaan pada laporan Movement of liabilities arising from financing activities in the consolidated
arus kas konsolidasian adalah sebagai berikut : statement of cash flows are as follows:
Non-arus kas/Non-cash flow
Selisih kurs /
1 Januari 2024 / Arus kas / Foreign exchage Lainnya / 30 Juni 2024 /
January 1, 2024 Cash Flow difference Other June 30, 2024
Pinjaman bank jangka panjang 23.119.407.892 (6.450.660) - 23.400.354 23.136.357.586 Long-term bank loans
Obligasi dan sukuk ijarah 4.729.484.332 (464.000.000) 1.248.356 4.266.732.688 Bonds payable and
Liabiltas sewa 276.492.400 (33.199.351) (8.173.876) 235.119.173 sukuk ijarah
Total 28.125.384.624 (503.650.011) - 16.474.834 27.638.209.447 Total
Non-arus kas/Non-cash flow
Selisih kurs /
1 Januari 2023 / Arus kas / Foreign exchage Lainnya / 31 Desember 2023 /
January 1, 2023 Cash Flow difference Other December 31, 2023
Pinjaman bank jangka panjang 23.084.308.000 (11.700.815) - 46.800.707 23.119.407.892 Bank Loans
Obligasi dan sukuk ijarah 3.714.623.013 1.016.000.000 (1.138.681) 4.729.484.332 Bonds payable and
Liabiltas sewa 310.214.576 (54.896.804) - 21.174.628 276.492.400 sukuk ijarah
Total 27.109.145.589 949.402.381 - 66.836.654 28.125.384.624 Total
Page 115
Page 1 of 83
CHECKLIST PENGUNGKAPAN LAPORAN KEUANGAN
UNTUK SELURUH INDUSTRI DI PASAR MODAL DI INDONESIA
Petunjuk Pengisian Checklist:
1. Seluruh Emiten dan Perusahaan Publik harus menggunakan Checklist Pengungkapan Laporan Keuangan ini, kecuali Emiten dan Perusahaan Publik
yang merupakan Perusahaan Efek. Setiap Perusahaan Efek harus menggunakan Pedoman Akuntansi Perusahaan Efek (Peraturan No. VIII.G.17).
2. Tanda (√) diisi pada kolom ”Ada‟ apabila Emiten/Perusahaan Publik telah memenuhi persyaratan pengungkapan yang diharuskan dan selanjutnya
pada kolom “Keterangan‟ ditambahkan cross reference ke nomor catatan atas laporan keuangan.
3. Apabila Emiten/Perusahaan Publik tidak memenuhi persyaratan pengungkapan yang diharuskan maka tanda (√) diisi pada Kolom, ”Tidak Ada‟
4. dengan menambahkan keterangan alasannya pada kolom keterangan.
5. Apabila Emiten/Perusahaan Publik tidak memiliki pos-pos tertentu sehingga tidak wajib memenuhi persyaratan pengungkapan yang ada maka
tanda (√) diisi pada kolom “N/A‟.
6. Checklist ini wajib ditandatangani oleh Direktur yang membawahi akuntansi dan keuangan dan Akuntan (untuk laporan keuangan audited).
Data Umum
Nama Emiten/Perusahaan Publik PT Angkasa Pura I
Bidang Usaha Pelayanan Jasa Kebandarudaraan
Jenis penawaran Umum Obligasi Umum dan Ijarah Sukuk Syariah
Tahun 2024 Tahun 2023
Nama Kantor Akuntan Publik N/A Purwantono, Sungkoro & Surja
Nama Partner N/A Moch. Dadang Syachruna
Opini Akuntan N/A Wajar dalam semua hal yang
material
Catatan tentang Opini (jika ada) N/A N/A
Page 116
Page 2 of 83
Ya Tidak
Pemenuhan Peraturan No.VIII.G.11 Tentang √
“Tanggung
Jawab Direksi Atas Laporan Keuangan”
Pemenuhan Peraturan No.VIII.A.2 tentang
“Independensi √
Akuntan Yang Memberikan Jasa Audit di Pasar Modal”
Data Keuangan Penting (Dalam ribuan rupiah)
Periode laporan keuangan 30 Jun 2024 31 Des 2023
Laba Rugi Komprehensif
Pendapatan usaha 4.533.973.888 9.338.014.721
Laba (rugi) usaha/operasional 1.462.517.142 2.752.677.191
EBITDA 2.287.028.767 4.549.025.850
Laba (rugi) Bersih periode 456.292.531 922.152.045
berjalan
Laba (rugi) komprehensif 476.075.569 804.701.241
Laba Per saham (dasar) 71.136 143.775
Laba Per saham (dilusian) 70.882 143.262
Laporan Posisi keuangan 30 Jun 2024 31 Des 2023
Jumlah Aset 43.443.529.365 43.741.817.269
Jumlah Aset Lancar 7.155.168.022 6.594.494.543
Jumlah Aset Tidak Lancar 36.288.361.022 37.147.322.726
Jumlah Liabilitas 33.048.820.569 33.573.562.989
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 3.218.154.975 3.018.375.764
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 29.830.665.594 30.555.187.225
Jumlah Ekuitas 10.394.708.796 10.168.254.280
Page 117
Page 3 of 83
Rasio Keuangan* 30 Jun 2024 31 Des 2023
Rasio Lancar (%) 222% 218%
ROA 0,0105 0,0211
ROE 0,0439 0,0907
Ebitda terhadap total pendapatan (%) 50,44% 48,72%
*dapat disesuaikan berdasarkan industrinya
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
Laporan Keuangan Terdiri dari:
1 Laporan posisi keuangan pada akhir periode √
2 Laporan laba rugi komprehensif selama periode √
3 Laporan perubahan ekuitas selama periode √
4 Laporan arus kas selama periode √
5 Laporan posisi keuangan pada awal periode komparatif yang disajikan saat Perusahaan
menerapkan suatu kebijakan akuntansi secara retrospektif atau membuat penyajian kembali
pos-pos laporan keuangan atau ketika Perusahaan mereklasifikasi pos-pos dalam laporan √
keuangannya.
6 Catatan atas Laporan Keuangan √
Ketentuan Umum
Page 118
Page 4 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
1. Perusahaan wajib menyajikan catatan atas laporan keuangan dengan urutan sebagai
berikut:
a. gambaran umum Perusahaan; √ Catatan 1
b. dasar penyusunan laporan keuangan dan ikhtisar kebijakan akuntansi signifikan yang Catatan 2 dan 3
√
diterapkan;
c. informasi tambahan untuk pos-pos yang disajikan dalam laporan posisi keuangan, Catatan 4 – 48
laporan laba rugi komprehensif, laporan perubahan ekuitas dan laporan arus kas, √
sesuai dengan urutan penyajian laporan dan penyajian masing-masing pos; dan
d. pengungkapan lainnya yang antara lain meliputi:
1) informasi yang dipersyaratkan oleh SAK yang tidak disajikan di bagian manapun
dalam laporan keuangan; dan √
2) informasi yang tidak disajikan di bagian manapun dalam laporan keuangan, tetapi √
informasi tersebut relevan untuk memahami laporan keuangan.
. 2. Perusahaan wajib menyatakan dalam bentuk nilai atau persentase untuk menjelaskan
adanya bagian dari suatu jumlah, tidak menggunakan kata “sebagian”. √
Perusahaan wajib mengungkapkan dalam penjelasan masing-masing pos mengenai Aset
3. √
yang dijaminkan, nama pihak yang menerima jaminan, dan alasan dijaminkan.
Dalam hal Aset Perusahaan diasuransikan, wajib diungkapkan jenis dan nilai aset yang
4. diasuransikan, nilai pertanggungan asuransi, dan risiko yang ditutup serta pendapat
manajemen atas kecukupan pertanggungan asuransi, apabila tidak diasuransikan wajib Catatan 16
√
diungkapkan alasannya.
Unsur-unsur Catatan Atas Laporan Keuangan
1. Gambaran Umum Perusahaan
Hal-hal yang harus diungkapkan, antara lain:
a. Pendirian perusahaan
1) Riwayat ringkas perusahaan; √ Catatan 1a
2) Nomor dan tanggal akta pendirian serta perubahan terakhir, pengesahan dari instansi √ Catatan 1a
yang berwenang, dan nomor serta tanggal Berita Negara;
3) Kegiatan usaha sesuai anggaran dasar Perusahaan dan yang sedang dijalankan pada Catatan 1a
periode pelaporan; √
4) Tempat kedudukan perusahaan dan lokasi utama kegiatan usaha; √ Catatan 1a
5) Tanggal mulai beroperasinya perusahaan secara komersial. Dalam hal perusahaan
Catatan 1a
melakukan ekspansi atau perampingan usaha secara signifikan pada periode laporan √
yang disajikan, wajib disebutkan saat dimulainya operasi komersial dari ekspansi atau
Page 119
Page 5 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
perampingan usaha dan kapasitas produksinya; dan
6) Nama entitas induk dan nama entitas induk terakhir dalam kelompok usaha (ultimate
Catatan 1a
parent of the group). Dalam hal tidak dapat diungkapkan, wajib disebutkan √
alasannya.
7) Khusus Industri Media
Penjelasan rinci tentang Perizinan yang dimiliki. √
8) Khusus Industri Jalan Tol
Peraturan perundangan atau keputusan pemerintah yang mendasari penyelenggaraan
jalan tol tersebut. √
9) Khusus untuk Asuransi dan Pembiayaan
Izin bidang usaha dari Menteri Keuangan atau Otoritas yang berwenang. √
10) Khusus untuk Industri Perbankan
Izin usaha sebagai bank umum, sebagai bank devisa (jika ada), serta izin
untuk menjalankan kegiatan berdasarkan prinsip syariah (jika ada). √
Page 120
Page 6 of 83
11) Khusus Industri Minyak dan Gas Bumi dan Pertambangan Umum
Area Eksplorasi dan Eksploitasi/Pengembangan.
Penjelasan mengenai area eksplorasi dan eksploitasi Perseroan meliputi:
a) Area Eksplorasi, meliputi:
Nama lokasi; √
Nama pemilik izin lokasi; √
Tanggal perolehan izin ekplorasi serta tanggal jatuh temponya; √
Persentasi kepemilikan saham Perseroan pada perusahaan pemilik izin lokasi; dan √
Jumlah biaya eksplorasi yang telah dibukukan sebagai Aset Minyak dan Gas Bumi √
per tanggal Laporan Posisi Keuangan;
b) Area Eksploitasi/Pengembangan meliputi:
Nama lokasi;
Nama pemilik ijin lokasi;
√
Tanggal perolehan ijin eksploitasi serta tanggal jatuh temponya;
√
√
Persentasi kepemilikan saham Perseroan pada perusahaan pemilik ijin lokasi;
Jumlah Cadangan Terbukti (P1), keterangan tentang pihak yang melakukan √
sertifikasi, dan tanggal sertifikasi; √
Jumlah produksi pada tahun berjalan; dan
Akumulasi jumlah produksi sejak awal kegiatan eksploitasi/pengembangan oleh √
Perseroan hingga tanggal laporan posisi keuangan.
√
Page 121
Page 7 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
12) Khusus Industri Kehutanan
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) pelaksanaan kegiatan pengusahaan hutan;
b) rincian luas areal sisa hutan yang belum dikelola selama masa sisa manfaat HPH; dan √
c) sisa umur HPH. √
√
b. Penawaran Umum Efek, yang harus diungkapkan antara lain:
1) Tanggal dan/atau nomor surat efektif penawaran umum, termasuk penawaran Efek √
yang diterbitkan di luar Indonesia;
2) Jenis dan jumlah Efek yang ditawarkan; √
3) Bursa tempat Efek dicatatkan; dan √
4) Tindakan perusahaan yang dapat mempengaruhi jumlah Efek yang diterbitkan √
(corporate action) sejak penawaran umum perdana sampai dengan periode pelaporan
terakhir.
c. Struktur Perusahaan, entitas anak, dan Entitas Bertujuan Khusus (EBK)
Yang harus diungkapkan antara lain:
1) Nama entitas anak dan/atau EBK yang dikendalikan baik secara langsung maupun √ Catatan 1c
tidak langsung;
2) Tempat kedudukan; √ Catatan 1c
3) Jenis usaha; √ Catatan 1c
4) Tahun beroperasi secara komersial; √ Catatan 1c
5) Persentase kepemilikan dan proporsi hak suara (jika berbeda); √ Catatan 1c
6) Total Aset; dan √ Catatan 1c
7) Informasi penting lainnya antara lain:
a) sifat hubungan antara entitas induk dan entitas anak, apabila entitas induk tidak
memiliki baik langsung maupun tidak langsung melalui entitas anak, lebih dari √ Catatan 42
50% (lima puluh perseratus) hak suara yang sah;
b) alasan mengapa kepemilikan baik langsung maupun tidak langsung lebih dari 50% (lima √
puluh perseratus) hak suara atau hak suara potensial atas investee tidak diikuti dengan
pengendalian;
c) akhir periode pelaporan dari laporan keuangan entitas anak apabila laporan keuangan
Page 122
Page 8 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
tersebut digunakan untuk menyusun laporan keuangan konsolidasian dan tanggal atau √
periode berbeda dari tanggal laporan keuangan entitas induk, dan alasan
menggunakan tanggal atau periode yang berbeda;
d) sifat dan luas setiap restriksi signifikan dalam kemampuan entitas anak untuk
mentransfer dana ke entitas induk dalam bentuk dividen tunai, atau pembayaran √
kembali pinjaman atau uang muka;
e) suatu rincian yang menunjukkan dampak setiap perubahan bagian kepemilikan entitas
induk pada entitas anak yang tidak mengakibatkan hilangnya Pengendalian atas √
ekuitas yang dapat diatribusikan pada pemilik entitas induk; dan
f) dalam hal hilangnya Pengendalian atas entitas anak, maka entitas induk harus
mengungkapkan: √
(1) keuntungan atau kerugian (jika ada) yang diakui dari hilangnya Pengendalian, dan
porsi dari keuntungan atau kerugian yang dapat diatribusikan pada pengakuan
sisa investasi pada entitas anak terdahulu dengan Nilai Wajar pada tanggal
hilangnya Pengendalian;
√
(2) jumlah persentase kepemilikan yang dilepaskan;
(3) jumlah harga yang diterima;
(4) bagian dari harga yang merupakan Kas dan Setara Kas; √
√
(5) jumlah Kas dan Setara Kas pada entitas anak atau bisnis lainnya dimana
Pengendalian dilepaskan; dan
√
(6) jumlah Aset dan Liabilitas selain Kas dan Setara Kas pada entitas anak atau bisnis
lainnya dimana Pengendalian dilepaskan, yang diikhtisarkan berdasarkan kategori
√
utamanya.
√
d. Karyawan, direksi, komisaris, dan komite audit
Yang harus diungkapkan antara lain:
1) Nama dan jabatan untuk masing-masing anggota direksi, dewan komisaris, dan komite √ Catatan 1b
audit;
2) Cakupan manajemen kunci; dan √ Catatan 1b
3) Jumlah karyawan tetap pada masing-masing akhir periode atau rata-rata jumlah karyawan √ Catatan 1b
tetap selama periode yang bersangkutan, secara konsolidasi untuk Perusahaan dan entitas
anak.
e. Penerbitan Laporan Keuangan
1) Tanggal laporan keuangan diotorisasi untuk terbit; dan √ Catatan 1b
Page 123
Page 9 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
2) Pihak yang bertanggung jawab mengotorisasi laporan keuangan. √ Catatan 1b
2. Ikhtisar Kebijakan Akuntansi Signifikan
Dalam bagian ini harus diungkapkan hal-hal sebagai berikut:
a. Pernyataan kepatuhan terhadap SAK
Catatan 2
Pernyataan ini merupakan pernyataan bahwa laporan keuangan telah disusun dan √
disajikan sesuai dengan SAK.
b. Dasar pengukuran dan penyusunan laporan keuangan
1) Dasar pengukuran laporan keuangan yaitu berdasarkan biaya historis (historical cost),
Catatan 2a
biaya perolehan kini (current cost), nilai realisasi neto (net realizable value), Nilai Wajar √
(fair value) atau jumlah yang dapat dipulihkan berdasarkan SAK yang berlaku.
2) Dasar penyusunan laporan keuangan, yaitu dasar akrual, kecuali untuk laporan arus kas. √ Catatan 2a
3) Mata uang fungsional dan mata uang penyajian yang digunakan, meliputi:
Catatan 2a
a) mata uang fungsional Perusahaan dan entitas anak; √
b) fakta dan alasan perubahan, apabila terdapat perubahan mata uang fungsional √
Perusahaan maupun kegiatan usaha asing yang signifikan; dan
c) alasan perubahan mata uang penyajian (jika ada). √
4) Alasan perubahan periode pelaporan (jika ada). √
c. Penggunaan Pertimbangan, Estimasi, dan Asumsi Signifikan oleh Manajemen
1) Perusahaan harus mengungkapkan dalam ikhtisar kebijakan akuntansi signifikan
atau bagian lain dari catatan atas laporan keuangan, pertimbangan yang telah dibuat
Catatan 3
manajemen dalam proses penerapan kebijakan akuntansi dan memiliki dampak yang √
paling signifikan terhadap jumlah yang diakui dalam laporan keuangan;
2) Perusahaan harus mengungkapkan informasi tentang asumsi yang dibuat mengenai masa
depan, dan sumber utama dari estimasi ketidakpastian lain pada akhir periode pelaporan,
Catatan 3
yang memiliki risiko signifikan yang mengakibatkan penyesuaian material terhadap √
jumlah tercatat Aset dan Liabilitas dalam periode pelaporan berikutnya; dan
3) Berkaitan dengan Aset dan Liabilitas sebagaimana dimaksud dalam angka 2), catatan atas
Catatan 3
laporan keuangan memasukkan rincian atas sifat dan jumlah tercatat pada akhir periode √
pelaporan.
d. Kebijakan Akuntansi Tertentu
Page 124
Page 10 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
Kebijakan akuntansi tertentu merupakan kebijakan akuntansi lainnya yang diterapkan dan
relevan untuk memahami laporan keuangan. Kebijakan akuntansi tertentu meliputi, tetapi
tidak terbatas pada hal-hal sebagai berikut:
1) Prinsip-prinsip konsolidasi
Yang harus dijelaskan antara lain:
√ Catatan 2c
a) ruang lingkup Laporan Keuangan Konsolidasian, yang meliputi pos-pos entitas induk
dan entitas anak;
b) dasar dan kapan suatu entitas anak dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan √
entitas induk;
c) kebijakan akuntansi sehubungan dengan perubahan kepemilikan tanpa kehilangan √
Pengendalian atas entitas anak;
d) kebijakan akuntansi sehubungan dengan kehilangan Pengendalian atas entitas anak;
e) kebijakan akuntansi sehubungan dengan pencatatan dan penyajian kepentingan √
nonpengendali; dan
f) pernyataan bahwa saldo pos dan transaksi material antar entitas yang dikonsolidasi √
telah dieliminasi.
√
2) Kombinasi bisnis
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) metode yang digunakan dalam kombinasi bisnis, termasuk metode yang digunakan √
untuk mengukur kepentingan nonpengendali;
b) pengakuan awal untuk goodwill; √
c) pengukuran setelah pengakuan awal untuk goodwill; dan √ Catatan 2z
d) kebijakan lainnya yang relevan terkait dengan kombinasi bisnis yang ada di
Perusahaan, antara lain:
(1) pembelian dengan diskon; √
(2) akuisisi secara bertahap; dan √
(3) imbalan kontinjensi. √
3) Kas dan setara kas;
Yang harus dijelaskan antara lain kebijakan dalam menentukan komponen kas dan Catatan 2g
setara kas. √
4) Instrumen Keuangan
a) Instrumen Keuangan selain Sukuk
Page 125
Page 11 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
Yang harus dijelaskan antara lain:
Catatan 2h
(1) pengakuan awal instrumen keuangan setiap kategori, termasuk perlakuan atas √
biaya transaksi;
(2) pengukuran setelah pengakuan awal instrumen keuangan setiap kategori; √
(3) ketentuan saling hapus dari instrumen keuangan; √
(4) metode yang digunakan untuk menentukan Nilai Wajar instrumen keuangan;
√
(5) metode perhitungan yang digunakan untuk menentukan penurunan nilai dari aset
√
keuangan;
(6) ketentuan penghentian pengakuan instrumen keuangan; √
(7) khusus instrumen keuangan derivatif dan akuntansi lindung nilai, selain √
penjelasan sebagaimana dimaksud dalam angka (1), angka (2), angka (3), angka
(4), angka (5), dan angka (6), wajib ditambahkan penjelasan mengenai;
(a) ketentuan pemenuhan kriteria akuntansi lindung nilai;
(b) klasifikasi lindung nilai untuk tujuan akuntansi lindung nilai atas instrumen
keuangan derivatif; dan
(c) perlakuan akuntansi lindung nilai untuk tujuan akuntansi lindung nilai.
b) Investasi pada Sukuk
Yang harus dijelaskan antara lain:
(1) klasifikasi dan reklasifikasi investasi pada Sukuk;
√
(2) pengakuan awal Sukuk;
√
(3) pengukuran setelah pengakuan awal Sukuk;
√
(4) Penyajian pendapatan sukuk; dan √
(5) penyajian amortisasi biaya transaksi. √
c) Sukuk yang diterbitkan
Yang harus dijelaskan antara lain:
(1) pengakuan awal Sukuk; √ Catatan 2h.2
(2) pengukuran setelah pengakuan awal Sukuk;
√
(3) biaya transaksi penerbitan Sukuk;
√
(4) posisi penyajian Sukuk; dan
√
(5) akad syariah yang digunakan.
√
5) Khusus Industri Perbankan
a) Giro Wajib Minimum √
Page 126
Page 12 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
Yang harus dijelaskan antara lain ketentuan mengenai jumlah giro wajib minimum. √
b) Giro pada Bank Indonesia dan Bank Lain
Yang harus dijelaskan antara lain dasar penyajian Giro pada Bank Indonesia dan Bank
Lain. √
c) Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank Lain
Yang harus dijelaskan antara lain dasar penyajian Penempatan pada Bank
Indonesia dan Bank Lain. √
6) Piutang Reverse Repo
Yang harus dijelaskan antara lain unsur-unsur Piutang Reverse Repo, metode √
pencatatan dan pengukurannya.
7) Khusus Industri Perbankan
Obligasi Rekapitalisasi Pemerintah
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Kelompok obligasi rekapitalisasi yang dimiliki; √
b) Pengakuan nilai pada investasi untuk setiap kelompok Obligasi Rekapitalisasi √
Pemerintah;dan
c) Dasar penyajian efek-efek dalam laporan keuangan.
√
8) Khusus Industri Perbankan
a) Kredit
Yang harus dijelaskan antara lain:
(1) Penjelasan atas masing-masing jenis kredit yang √
diberikan; (2) Dasar penyajian atas kredit; √
(3) Kebijakan manajemen dan pelaksanaan pengendalian risiko portofolio kredit; √
(4) Perlakuan akuntansi untuk kredit yang dibeli dari BPPN (jika ada); dan √
(5) Kebijakan bank akan agunan kredit.
√
b) Tagihan/Kewajiban Akseptasi
Yang harus dijelaskan antara lain dasar penyajian atas tagihan/kewajiban akseptasi.
√
c) Agunan yang Diambil Alih
Yang harus dijelaskan antara lain:
(1) Dasar penilaian dan penyajian; √
(2) Perlakuan akuntansi atas nilai realisasi piutang/pembiayaan yang diberikan
dengan
saldo piutang/pembiayaan yang tidak dapat ditagih; dan √
(3) Perlakuan akuntansi atas keuntungan (kerugian) dari realisasi penjualan agunan.
√
Page 127
Page 13 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
9) Khusus untuk Industri Pembiayaan
Piutang Pembiayaan Konsumen
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Dasar penyajian piutang pembiayaan konsumen; dan √
b) Dasar penilaian aset jika perusahaan menarik kembali aset pembiayaan konsumen dari √
konsumennya.
10) Anjak Piutang
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Jenis transaksi anjak piutang (dengan recourse atau tanpa recourse);
√
b) Penyajian transaksi anjak piutang;
√
c) Perlakuan akuntansi atas perbedaan antara harga pengalihan dan jumlah √
bersih piutang dialihkan; dan
√
d) Perlakuan terhadap kegagalan atas tagihan anjak piutang(ditagihkan kembali ke klien
atau ditanggung oleh perusahaan).
11) Sewa
Yang harus dijelaskan antara lain:
√ Catatan 2s
a) kebijakan penentuan suatu perjanjian mengandung suatu sewa;
b) kebijakan penentuan suatu sewa merupakan sewa pembiayaan atau sewa operasi; dan √
c) kebijakan akuntansi apabila Perusahaan bertindak sebagai lessee dan/atau lessor. √
12) Persediaan:
yang harus dijelaskan antara lain mengenai kebijakan akuntansi yang digunakan dan Catatan 2i
rumusan biaya yang digunakan. √
a) Khusus Industri Kehutanan
HTI Dalam Pengembangan
Yang harus dijelaskan antara lain:
Beban-beban yang dikapitalisasi, antara lain: kewajiban kepada negara, pemeliharaan √
sarana dan pra-sarana.
HTI Siap Panen
Yang harus dijelaskan antara lain:
Biaya perolehan, mutasi pembebanan ke biaya produksi. √
Page 128
Page 14 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
b) Khusus Industri Perkebunan
Tanaman Perkebunan
Yang harus dijelaskan antara lain:
(1) Dasar klasifikasi untuk jenis tanaman sebagai persediaan, tanaman belum √
menghasilkan, atau tanaman telah menghasilkan;
(2) Dasar penilaian dan pengukuran; √
(3) Kebijakan akuntansi reklasifikasi tanaman belum menghasilkan ke tanaman telah √
menghasilkan;
(4) Metode penyusutan dan masa manfaat tanaman yang disusutkan; dan
√
(5) Kebijakan akuntansi biaya pinjaman. √
c) Khusus Industri Peternakan
Hewan Ternak
Yang harus dijelaskan antara lain:
(1) Hewan ternak telah menghasilkan:
(a) Metode penilaian; √
(b) Metode amortisasi (deplesi); dan √
(c) Cadangan kematian atau metode penghapusan langsung, jika ada. √
(2) Hewan ternak dalam pertumbuhan (belum menghasilkan):
(a) Metode penilaian; dan √
(b) Perkiraan waktu yang dibutuhkan untuk dapat berpindah menjadi hewan √
ternak telah menghasilkan.
13) Aset Tetap:
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) pengakuan awal Aset Tetap;
b) pengukuran setelah pengakuan awal Aset Tetap; √
c) pengelompokan Aset Tetap; √
d) metode penyusutan yang digunakan; √ Catatan 2m
e) kapitalisasi biaya yang terkait dengan Aset Tetap; √
f) estimasi umur manfaat dan tarif penyusutan;
√
g) penghentian pengakuan;
√
h) nilai residu; dan
i) pernyataan bahwa manajemen telah mengkaji ulang atas estimasi umur ekonomis,
√
metode penyusutan, dan nilai residu pada setiap akhir periode pelaporan. √
Page 129
Page 15 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
14) Investasi pada Entitas Asosiasi
√ Catatan 2k
Yang harus dijelaskan antara lain metode yang digunakan untuk mencatat investasi pada
asosiasi.
15) Bagian partisipasi dalam Ventura Bersama
√
Yang harus dijelaskan antara lain metode yang digunakan untuk mencatat bagian
partisipasi dalam Ventura Bersama.
16) Pola Kerjasama
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Kriteria dari bentuk kerjasama;
b) Kebijakan akuntansi untuk setiap jenis aset dan liabilitas yang timbul; dan √
c) Sistem pembagian hasil, jika ada. √
√
17) Aset Tak Berwujud
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) pengakuan awal Aset Tak berwujud;
b) pengukuran setelah pengakuan awal Aset Takberwujud; √ Catatan 2n
c) umur manfaat tidak terbatas atau terbatas, dan apabila umur manfaat terbatas, √
diungkapkan tarif amortisasi yang digunakan dan umur manfaatnya; √
d) sumber terjadinya Aset Takberwujud; √
e) metode amortisasi yang digunakan;
√
f) penghentian pengakuan Aset Takberwujud; dan
√
g) riset dan pengembangan (jika ada). √
18) Aset tidak lancar atau kelompok Lepasan yang dimiliki untuk dijual
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) kebijakan tentang peristiwa dan kondisi suatu aset tidak lancar diklasifikasikan
sebagai aset yang dimiliki untuk dijual; dan √
b) pengukuran aset tidak lancar atau kelompok lepasan yang dimiliki untuk dijual. √
19) Properti Investasi:
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) pengakuan awal Properti Investasi; √
Catatan 2l
b) pengukuran setelah pengakuan awal Properti Investasi; √
c) metode penyusutan yang digunakan, khusus untuk model biaya; √
d) estimasi umur manfaat dan/atau tarif penyusutan untuk model biaya; dan √
e) penghentian pengakuan Properti Investasi. √
Page 130
Page 16 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
20) Khusus Industri Gas dan Minyak Bumi
Aset Minyak dan Gas Bumi
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Dasar pengukuran yang digunakan untuk menentukan jumlah tercatat bruto; √
b) Kriteria kapitalisasi biaya, penurunan nilai (impairment) dan penilaian kembali aset √
(revaluasi);
c) Metode penyusutan dan amortisasi yang digunakan; √
d) Masa manfaat atau tarif penyusutan dan amortisasi yang digunakan; dan √
e) Pertanggungan Asuransi. √
21) Penurunan Nilai Aset Nonkeuangan
Yang harus dijelaskan antara lain: √ Catatan 2v
a) ketentuan peristiwa dan kondisi yang mengindikasikan kemungkinan
terjadinya penurunan nilai; dan √
b) kebijakan akuntansi pengakuan penurunan nilai aset non keuangan dan pembalikannya.
22) Khusus Industri Perbankan
Liabilitas Segera
Yang harus dijelaskan antara lain dasar penyajian liabilitas segera.
Simpanan Nasabah
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Penjelasan atas simpanan; dan √
b) Dasar penyajian dari masing-masing kategori simpanan. √
Simpanan dari bank lain
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Penjelasan atas simpanan dari bank lain; dan
b) Dasar penyajian simpanan dari bank lain.
√
√
Surat Berharga yang Diterbitkan
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Kriteria dan jenis-jenis surat berharga yang diterbitkan; dan
b) Perlakuan akuntansi atas premi atau diskonto. √
√
23) Provisi
Yang harus dijelaskan antara lain: √ Catatan 2p
a) kondisi provisi yang harus diakui; dan
Page 131
Page 17 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
b) dasar penentuan nilai provisi. √
24) Utang Repo
Yang harus dijelaskan antara lain unsur-unsur Utang Repo, metode pencatatan dan √
pengukurannya.
25) Khusus Industri Gas dan Minyak Bumi
Biaya Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup Tangguhan/ Penyisihan
Liabilitas Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup Tangguhan.
Yang harus dijelaskan antara lain: √
a) Perlakuan akuntansi atas pembebanan biaya PLH; √
b) Metode amortisasi atas biaya PLH yang ditangguhkan; √
c) Metode penyusutan prasarana PLH; dan
d) Tabel yang memuat penjelasan tentang:
(1) Lokasi penambangan; √
(2) Saldo awal untuk masing-masing lokasi; √
(3) Penambahan dan Pengurangan untuk masing-masing lokasi penambangan; dan √
(4) Saldo akhir untuk masing-masing lokasi penambangan.
26) Khusus Industri Pertambangan Umum
Biaya Eksplorasi dan Pengembangan Tangguhan
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Biaya Eksplorasi yang Ditangguhkan atas kegiatan eksplorasi yang masih berjalan √
dengan penjelasan mengenai jangka waktu kontrak untuk Area of Interest yang
bersangkutan;
b) Biaya Eksplorasi yang Ditangguhkan atas kegiatan eksplorasi yang sudah menemukan
adanya Cadangan Terbukti dengan penjelasan bahwa amortisasinya baru akan √
dilaksanakan pada saat dimulainya produksi;
c) Dasar penentuan ditangguhkannya biaya pengembangan dan kapitalisasi
biaya pekerjaan konstruksi dan prasarana; dan
√
d) Metode amortisasi dan penyusutan yang dipergunakan dengan penjelasan jangka
waktu perizinan penambangan, taksiran umur ekonomis tambang dan dasar
perhitungan amortisasi.
√
Biaya Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup Tangguhan/ Penyisihan
Liabilitas Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup Tangguhan
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Perlakuan akuntansi atas pembebanan biaya PLH;
b) Metode amortisasi atas biaya PLH yang ditangguhkan; dan √
√
Page 132
Page 18 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
c) Metode penyusutan prasarana PLH. √
27) Pengakuan Pendapatan
a) Yang harus dijelaskan antara lain:
(1) kondisi dan metode pengakuan pendapatan serta dasar pengukuran yang √ Catatan 2u
digunakan berdasarkan jenis pendapatan yang ada; dan
(2) dalam hal terdapat transaksi hubungan keagenan, kebijakan pengakuan
pendapatan dan penjualan dari hubungan keagenan serta beban terkait. √
b) Pengakuan pendapatan dan Beban dengan menggunakan metode persentase
penyelesaian √
Catatan 2u
Yang harus dijelaskan antara lain metode yang diterapkan untuk menentukan tahap
penyelesaian suatu kontrak.
c) Khusus Industri Asuransi
(1) Pengakuan pendapatan premi
Penjelasan yang harus ditambahkan antara lain:
(a) Tarif yang digunakan dalam perhitungan premi yang belum merupakan √
pendapatan;
√
(b) Kebijakan akuntansi untuk transaksi reasuransi prospektif dan retroaktif; dan √
(c) Penyajian pendapatan premi dalam laporan laba rugi.
(2) Beban Klaim
Penjelasan yang harus ditambahkan antara lain:
(a) Kelompok beban klaim dalam bentuk: klaim yang disetujui, klaim dalam √
proses penyelesaian, klaim yang terjadi namun belum dilaporkan dan beban
penyelesaian klaim; dan
(b) Penyajian beban klaim dalam laporan laba rugi.
√
d) Khusus Industri Real Estate
Kapitalisasi dan metode alokasi biaya proyek pengembangan Real Estat
Yang harus dijelaskan antara lain:
(1) Unsur biaya yang dikapitalisasi ke proyek pengembangan Real estat; √
(2) Unsur biaya yang dialokasikan sebagai beban proyek; √
(3) Penyisihan atas realisasi pendapatan pada masa mendatang lebih rendah dari nilai √
tercatat proyek;
(4) Metode alokasi biaya yang telah dikapitalisasi ke setiap unit Real Estate; √
(5) Biaya yang direvisi dan direalokasi akibat perubahan mendasar pada estimasi kini; √
dan
(6) Unsur biaya yang diakui sebagai beban pada saat terjadinya. √
Page 133
Page 19 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
28) Program Loyalitas Pelanggan
Yang harus dijelaskan antara lain kebijakan terkait program loyalitas pelanggan √
29) Transaksi dan Saldo dalam mata uang asing
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) ketentuan dalam penjabaran transaksi dan saldo dalam mata uang asing; √ Catatan 2f
b) perlakuan akuntansi selisih kurs yang timbul dari penjabaran aset dan liabilitas √
moneter; dan
c) referensi dan kurs yang digunakan untuk menjabarkan transaksi dan saldo dalam √
mata uang asing.
30) Transaksi dengan Pihak-pihak Berelasi
Yang harus dijelaskan antara lain: Catatan 2e
a) Dasar penetapan Pihak-pihak berelasi; √
b) Pengungkapan Pihak-pihak berelasi dalam Laporan Keuangan; dan
√
31) Hibah Pemerintah
Yang harus dijelaskan antara lain kebijakan akuntansi tentang metode penyajian √
dalam laporan keuangan.
32) Pajak Penghasilan
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) dasar penentuan tarif pajak untuk mengukur pajak kini dan pajak tangguhan; √ Catatan 2t
b) ketentuan mengenai saling hapus; √
c) pengakuan dan pengukuran aset pajak tangguhan; dan √
d) metode yang digunakan dalam menilai aset (liabilitas) pajak tangguhan. √
33) Imbalan Kerja
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) jenis imbalan kerja yang diberikan kepada karyawan; Catatan 2r
b) deskripsi umum mengenai jenis program imbalan pascakerja yang diselenggarakan √
oleh Perusahaan; √
c) kebijakan akuntansi Perusahaan dalam mengakui keuntungan dan kerugian aktuarial; √
dan
d) pengakuan keuntungan dan kerugian untuk curtailment dan penyelesaian.
√
34) Saham Treasuri
Yang harus dijelaskan antara lain metode pengakuan dan pengukuran atas √
pembelian, penjualan, atau pembatalan saham treasuri.
Page 134
Page 20 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
35) Pembayaran Berbasis Saham
Yang harus dijelaskan antara lain kebijakan akuntansi untuk transaksi pembayaran
berbasis saham yang diselesaikan melalui instrumen ekuitas dan/atau diselesaikan melalui √
Kas, termasuk pengukurannya.
36) Kuasi-Reorganisasi
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Dasar dilakukannya kuasi-reorganisasi;
b) Dasar penentuan nilai wajar Aset dan Liabilitas; dan √
c) Perlakuan akuntansi untuk selisih hasil revaluasi Aset dan Liabilitas.
√
√
Catatan: Berlaku untuk kuasi reorganisasi sebelum 1 Januari 2013.
37) Biaya Pinjaman
Yang harus dijelaskan antara lain kondisi yang mengharuskan biaya pinjaman Catatan 2o
dikapitalisasikan sebagai bagian dari biaya perolehan aset kualifikasian. √
38) Segmen Operasi
Yang harus dijelaskan antara lain dasar yang digunakan oleh manajemen Catatan 2w
untuk mengidentifikasikan Segmen Operasi. √
39) Laba (Rugi) per saham
Yang harus dijelaskan antara lain dasar perhitungan laba (rugi) per saham dasar dan laba Catatan 2x
(rugi) per saham dilusian. √
3. Pengungkapan atas Pos-Pos Laporan Keuangan
a. Aset
1) Kas dan Setara Kas
Yang harus diungkapkan antara lain:
√
a) unsur Kas dan Setara Kas pada pihak berelasi dan pihak ketiga;
√ Catatan 4
b) rincian jumlah penempatan di bank berdasarkan nama bank serta jenis mata uang
asing;
c) kisaran suku bunga kontraktual dari Setara Kas selama periode pelaporan; dan √
d) jumlah saldo Kas dan Setara Kas yang signifikan yang tidak dapat digunakan oleh
kelompok usaha disertai pendapat manajemen. √ Catatan 5
Page 135
Page 21 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
2) Khusus Industri Perbankan
a) Kas
Yang harus diungkapkan adalah rincian jumlah kas berdasarkan jenis mata uang.
√
b) Giro pada Bank Indonesia
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Rincian jumlah Giro pada Bank Indonesia berdasarkan jenis mata uang (nilai
dalam mata uang original); dan √
(2) Ketentuan Giro Wajib Minimum (GWM) menurut BI dan posisi GWM bank pada
saat periode pelaporan.
√
c) Giro pada Bank Lain
Yang harus diungkapkan antara lain:
Rincian jumlah Giro pada Bank Lain berdasarkan jenis mata uang;
(1) Jumlah penyisihan penurunan nilai; √
(2) Perubahan penyisihan selama periode berjalan untuk masing-masing giro;
√
(3) Rincian jumlah Giro pada Bank Lain berdasarkan pihak yang mempunyai
hubungan istimewa dan pihak ketiga;
√
(4) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun; dan
√
(5) Pendapat manajemen akan kecukupan jumlah penyisihan penurunan nilai. √
d) Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank Lain
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Rincian jumlah penempatan berdasarkan jenis dan mata uang;
√
(2) Rincian penempatan berdasarkan yang mengalami penurunan nilai (impaired) √
dan tidak mengalami penurunan nilai (unimpaired);
(3) Jangka waktu (rata-rata atau per kelompok);
(4) Jumlah penyisihan penurunan nilai dan mutasi selama periode berjalan; √
(5) Rincian jumlah penempatan berdasarkan pihak yang mempunyai hubungan √
istimewa dan pihak ketiga; √
(6) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun;
(7) Jumlah dana yang diblokir dan alasannya;
√
√
Page 136
Page 22 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(8) Jumlah dana yang tidak dapat dicairkan pada bank bermasalah, bank beku √
operasi atau likuidasi termasuk tingkat kemungkinan diterimanya kembali dana
tersebut berdasarkan informasi dari otoritas yang berwenang; dan
(9) Pendapat manajemen akan kecukupan jumlah penyisihan penurunan nilai.
√
3) Piutang Usaha
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) jumlah piutang yang dipisahkan antara pihak ketiga dan pihak berelasi;
b) jumlah piutang menurut debitur; √
c) jumlah piutang menurut mata uang; √
d) alasan dan dasar pembentukan cadangan kerugian penurunan nilai; √
e) jumlah cadangan kerugian penurunan nilai, beban cadangan kerugian penurunan Catatan 7
√
nilai secara individual dan kolektif, dan penghapusan piutang;
f) pendapat manajemen akan kecukupan jumlah cadangan atau keyakinan manajemen
atas ketertagihan piutang apabila tidak dibentuk cadangan; √
g) piutang yang dijaminkan, nama pihak yang menerima jaminan, dan alasan dijaminkan;
√
√
h) jumlah diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif; dan √
i) informasi keterlibatan berkelanjutan atas piutang yang ditransfer,
meliputi:
(1) jumlah yang ditransfer, beban bunga, retensi, jatuh tempo, dan ikatan penting √
lain yang diatur dalam perjanjian; dan
(2) jaminan yang diberikan (bila ada). √
4) Khusus Industri Asuransi
a) Piutang Premi
Tambahan pengungkapan mengenai antara lain:
(1) Jumlah piutang berdasarkan tertanggung dan asuradur;
(2) Jumlah piutang berdasarkan jenis asuransi; dan √
√
(3) Jumlah piutang premi yang diperkenankan dalam perhitungan solvabilitas.
√
b) Piutang Koasuransi
Tambahan pengungkapan mengenai antara lain: √
(1) Jumlah berdasarkan ko-asuradur;
(2) Jumlah menurut jenis asuransi; dan √
√
(3) Jumlah piutang koasuransi yang diperkenankan dalam perhitungan solvabilitas.
√
Page 137
Page 23 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
c) Piutang Reasuransi
Tambahan pengungkapan mengenai antara lain:
(1) Jumlah piutang berdasarkan reasuradur; √
(2) Jumlah piutang atau utang reasuransi yang disalinghapuskan; dan √
(3) Jumlah piutang reasuransi yang diperkenankan dalam perhitungan solvabilitas. √
d) Piutang Hasil Investasi
Tambahan pengungkapan mengenai antara lain:
(1) Pemisahan antara piutang kepada pihak berelasi dan pihak ketiga;
(2) Jumlah piutang menurut jenis investasi; √
√
(3) Jumlah piutang menurut mata uang; dan
√
(4) Jumlah piutang yang diperkenankan dalam perhitungan solvabilitas. √
5) Khusus Industri Pembiayaan
a) Piutang Pembiayaan Konsumen
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Jumlah piutang menurut dan jenis objek pembiayaan (contoh: kendaraan √
bermotor, elektronik, rumah, dan lain-lain);
(2) Rincian umur dari angsuran pembiayaan konsumen;
√
(3) Bagian pinjaman yang dibiayai bank-bank sehubungan dengan transaksi kerja
√
(4) sama pembiayaan bersama, penunjukan selaku pengelola piutang, penerusan
pinjaman dan pengambilalihan piutang apabila perusahaan membagi risiko √
tidak tertagihnya piutang tersebut dengan bank-bank dalam rangka transaksi di
atas;
√
(5) Pendapatan pembiayaan konsumen yang belum diakui;
(6) Nilai dan jenis jaminan yang diserahkan oleh pelanggan atas piutang
pembiayaan konsumen yang diberikan berdasarkan objek pembiayaan;
√
(7) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun; dan
√
(8) Piutang pembiayaan konsumen yang dialihkan dan atau digunakan sebagai
jaminan atas utang.
√
b) Tagihan Anjak Piutang
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Jumlah tagihan anjak piutang tanpa recourse dan dengan recourse, beserta
jumlah utang retensi anjak piutang dan pendapatan anjak piutang (tanpa
√
Page 138
Page 24 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
recourse) serta pendapatan anjak piutang tangguhan (dengan recourse); dan
(2) Pengungkapan mengenai tingkat bunga, jatuh tempo dan jumlah piutang yang
diperoleh serta ikatan penting yang diatur dalam perjanjian anjak piutang. √
c) Piutang Sewa Pembiayaan
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Rincian jumlah berdasarkan pihak berelasi dan pihak ketiga;
(2) rekonsiliasi antara investasi sewa bruto dan nilai kini piutang pembayaran sewa √
minimum pada akhir periode pelaporan. Di samping itu, lessor mengungkapkan
investasi sewa bruto dan nilai kini piutang pembayaran sewa minimum pada
akhir periode pelaporan, untuk setiap periode berikut:
(a) kurang dari satu tahun
(b) lebih dari satu tahun sampai lima tahun √
(c) lebih dari lima tahun
√
(3) pendapatan keuangan yang belum diterima;
(4) nilai residu yang tidak dijamin yang diakru sebagai manfaat lessor;
√
(5) akumulasi penyisihan piutang tidak tertagih atas pembayaran sewa minimum;
√
(6) rental kontinjen yang diakui sebagai pendapatan dalam periode; dan √
(7) penjelasan umum isi perjanjian sewa lessor yang material. √
√
√
d) Piutang Sewa Operasi
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) jumlah agregat pembayaran sewa minimum masa depan dalam sewa operasi
yang tidak dapat dibatalkan untuk setiap periode berikut;
(a) kurang dari satu tahun
(b) lebih dari satu tahun sampai lima tahun √
(c) lebih dari lima tahun √
(2) total rental kontinjen yang diakui sebagai pendapatan pada periode; dan √
(3) penjelasan umum isi perjanjian sewa lessor. √
√
Page 139
Page 25 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
6) Khusus Kontrak Konstruksi
Piutang Retensi
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Jumlah piutang dari masing-masing kontrak konstruksi; dan √
b) Pendapat manajemen akan kemungkinan tertagihnya piutang retensi. √
7) Tagihan Bruto kepada Pelanggan
Yang harus diungkapkan dalam pos ini antara lain tagihan bruto dari setiap
kontrak konstruksi.
Dalam penjelasan tagihan tersebut, juga harus dirinci dalam bentuk tabel yaitu:
a) biaya kontrak yang terjadi;
√
b) laba yang diakui;
√
c) kerugian yang terjadi; dan
d) pekerjaan yang sudah ditagih (termin). √
√
8) Piutang Reverse Repo
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Rincian mengenai jenis dan jumlah Efek yang ditransaksikan;
b) Tanggal dan harga dilakukannya pembelian dan penjualan kembali Efek; √
c) Nama pihak/counterparty; √
d) Lokasi Efek jaminan;
√
e) Tingkat bunga piutang reverse repo;
√
f) Cadangan kerugian penurunan nilai (jika ada); dan
√
g) Mutasi cadangan kerugian penurunan nilai (jika ada). √
√
9) Agunan Yang Diambil Alih
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Nilai realisasi bersih pada saat diambil alih;
b) Selisih antara nilai realisasi bersih atas agunan yang diambil alih dengan saldo √
piutang yang tidak tertagih; dan √
c) Laba atau rugi yang timbul, termasuk biaya-biaya yang timbul setelah
pengambilalihan agunan tersebut.
√
Page 140
Page 26 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
10) Piutang Dividen dan Bunga
Yang harus diungkapkan antara lain rincian jenis dan jumlah tagihan dividen, bunga,
dan denda kepada pihak lain. √
11) Piutang Lain-Lain
Yang harus diungkapkan antara lain:
Catatan 8
a) Rincian jenis dan jumlah piutang;
b) Jumlah Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN); dan √
c) Pendapat manajemen atas kecukupan jumlah penyisihan. √
√
12) Aset Keuangan Lainnya
Pengungkapan ini telah diterapkan untuk aset keuangan lainnya yang bersifat
lancar maupun tidak lancar.
a) Pengelompokkan aset keuangan lainnya sesuai klasifikasi yang dipisahkan antara pihak Catatan 6
ketiga dan pihak berelasi. √
b) Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) nilai tercatat aset keuangan untuk setiap kelompok dan rincian investasinya;
(2) laba atau rugi neto pada setiap kelompok aset keuangan berdasarkan klasifikasi, √
baik yang disajikan pada pos pendapatan komprehensif lainnya maupun yang √
diakui sebagai laba atau rugi periode berjalan;
(3) total pendapatan bunga yang dihitung menggunakan metode suku bunga efektif
untuk aset keuangan selain yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi;
(4) biaya perolehan termasuk jumlah premium dan diskonto yang belum diamortisasi,
untuk Efek dimiliki hingga jatuh tempo; √
√
(5) peringkat Efek utang berikut nama pemeringkat (jika ada). √
(6) uraian tentang alasan diambilnya keputusan menjual untuk aset keuangan yang
diklasifikasikan dimiliki hingga jatuh tempo; √
(7) jika terdapat reklasifikasi aset keuangan, maka wajib diungkapkan:
(a) jumlah yang direklasifikasi ke dan dari setiap kategori; √
(b) alasan reklasifikasi; dan
√
(c) sisa investasi dalam kelompok dimiliki hingga jatuh tempo yang telah
direklasifikasi dalam kelompok tersedia untuk dijual.
√
Page 141
Page 27 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(8) jumlah tercatat aset keuangan yang dijaminkan sebagai agunan untuk Liabilitas √
atau liabilitas kontinjensi serta syarat dan kondisi yang terkait dengan
penjaminan tersebut;
(9) jumlah penurunan nilai atas aset keuangan (jika ada), termasuk mutasinya,
dipisahkan antara aset keuangan yang mengalami penurunan nilai dan aset √
keuangan yang tidak mengalami penurunan nilai, serta dipisahkan antara
penurunan nilai yang dihitung secara kolektif dan individual, termasuk beban
penurunan nilai yang diakui dalam laba rugi; dan
(10) jumlah amortisasi keuntungan (kerugian) yang belum direalisasi atas investasi
yang tersedia untuk dijual yang direklasifikasi menjadi dimiliki hingga jatuh
tempo.
√ Catatan 6d
13) Khusus Deposito
Tambahan pengungkapan mengenai antara lain:
a) nama bank, dipisahkan antara pihak ketiga dan pihak berelasi; Catatan 4 dan 6
b) kisaran suku bunga kontraktual selama periode pelaporan; √
c) jenis dan jumlah deposito dalam mata uang asing; dan √
d) hal-hal lain yang dapat mempengaruhi kualitas pencairan deposito tersebut. √
√
14) Khusus Investasi pada Sukuk
Tambahan pengungkapan mengenai antara lain:
a) rincian Sukuk berdasarkan nama penerbit dan akad syariah;
b) tujuan model usaha yang digunakan; √
c) jumlah investasi yang direklasifikasikan, jika ada, dan penyebabnya; dan √
d) Nilai Wajar untuk investasi yang diukur pada biaya perolehan. √
√
15) Khusus Obligasi Rekapitalisasi Pemerintah
Tambahan pengungkapan mengenai antara lain:
a) Rincian jumlah nominal dan nilai pasar efek berdasarkan jenis; √
b) Tanggal jatuh tempo dan frekuensi pembayaran bunga; √
c) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun; dan √
d) Informasi penting lainnya. √
16) Khusus Unit Penyertaan Reksadana
Tambahan pengungkapan mengenai antara lain: √
Page 142
Page 28 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
a) Rincian unit penyertaan reksadana dan Nilai Aset Bersih; dan √
Catatan 6
b) laba atau rugi neto berdasarkan klasifikasi, baik yang disajikan pada pos pendapatan
komprehensif lainnya maupun yang diakui sebagai laba atau rugi periode berjalan √
17) Khusus Wesel Tagih
Tambahan pengungkapan mengenaiantara lain, pihak penerbit, kisaran tingkat bunga,
jatuh tempo, jenis mata uang, dan uraian tentang sifat dan asal terjadinya (dari √
transaksi usaha atau lainnya).
18) Khusus Industri Asuransi
Tambahan pengungkapan mengenai aset-aset yang menjadi dana jaminan. √
19) Pinjaman Polis
Yang harus diungkapkan antaralain rincian berdasarkan:
a) Saldo pinjaman polis menurut jenis mata uang;
b) Tingkat suku bunga. √
√
20) Khusus Industri Perbankan
Kredit
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Rincian jumlah kredit berdasarkan jenis, mata uang, sektor ekonomi dan jangka
waktu serta kolektibilitas; √
b) Jumlah cadangan kerugian penurunan nilai dan mutasi selama periode berjalan;
c) Rincian jumlah kredit berdasarkan pihak berelasi dan pihak ketiga; √
d) Rasio kredit usaha kecil terhadap jumlah kredit yang diberikan; √
√
e) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun;
√
f) Rincian kredit bermasalah berdasarkan sektor dan jumlah cadangan penghapusan
√
menurut ketentuan Bank Indonesia;
√
g) Rasio kredit bermasalah terhadap jumlah Aset keuangan dan rasio jumlah
cadangan kerugian penurunan nilai Aset keuangan yang telah dibentuk terhadap
jumlah minimum cadangankerugian penurunan nilai Aset keuangan sesuai
ketentuan Bank Indonesia; √
h) Jumlah kredit yang direstrukturisasi berdasarkan jenis dan kolektibilitas;
i) Jumlah dan persentase bagian bank atas kredit sindikasi baik selaku
pimpinan, agen, atau anggota sindikasi;
√
√
Page 143
Page 29 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
j) Ikhtisar pembelian kredit dari BPPN berdasarkan periode pembelian, jika ada; √
k) Pendapat manajemen akan ketaatan bank terhadap Batas Maksimum Pemberian
Kredit (BMPK) yang ditetapkan oleh Bank Indonesia; √
l) Pendapat manajemen akan kecukupan jumlah cadangan kerugian penurunan nilai.
√
21) Tagihan dan Liabilitas Akseptasi
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Rincian jumlah tagihan dan liabilitas berdasarkan pihak, mata uang, dan jatuh tempo;
√
b) Untuk tagihan akseptasi diungkapkan kolektibilitas, jumlah cadangan penghapusan
dan mutasi selama periode berjalan; √
c) Rincian jumlah tagihan dan liabilitas berdasarkan pihak berelasi dan pihak ketiga;
d) Pendapat manajemen akan kecukupan jumlah cadangan kerugian penurunan nilai
tagihan akseptasi √
√
22) Persediaan
a) Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) total jumlah tercatat persediaan dan jumlah nilai tercatat menurut klasifikasi
Catatan 9
yang sesuai bagi Perusahaan; √
(2) jumlah tercatat persediaan yang dicatat dengan Nilai Wajar dikurangi biaya
untuk menjual; √
(3) jumlah persediaan yang diakui sebagai beban selama periode berjalan;
√ Catatan 34
(4) jumlah setiap penurunan nilai yang diakui sebagai pengurang jumlah persediaan
yang diakui sebagai beban dalam periode berjalan;
(5) jumlah dari setiap pemulihan dari setiap penurunan nilai yang diakui sebagai
√ Catatan 9
pengurang jumlah persediaan yang diakui sebagai beban dalam periode
berjalan;
√
(6) kondisi atau peristiwa penyebab terjadinya pemulihan nilai persediaan yang
diturunkan;
(7) dalam hal terdapat kapitalisasi biaya pinjaman untuk persediaan yang
√
memenuhi kriteria aset kualifikasian, maka diungkapkan:
(i) jumlah biaya pinjaman yang dikapitalisasi selama periode berjalan; dan
(ii) tarif kapitalisasi yang digunakan untuk menentukan jumlah biaya pinjaman
yang layak dikapitalisasi.
(8) persediaan yang dijaminkan, nama pihak yang menerima jaminan, dan alasan √
√
√
Page 144
Page 30 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
dijaminkan; dan
(9) jenis dan nilai persediaan yang diasuransikan, nilai pertanggungan asuransi, dan
Catatan 9
risiko yang ditutup serta pendapat manajemen atas kecukupan pertanggungan √
asuransi, apabila tidak diasuransikan wajib diungkapkan alasannya.
b) Khusus Industri Perhotelan
Tambahan pengungkapan nilai tercatat persediaan menurut klasifikasi yang harus
diungkapkan antara lain:
(1) Makanan dan minuman;
√
(2) Perlengkapan; dan √
(3) Barang Dagangan. √
c) Khusus Industri Real Estat
Tambahan pengungkapan antara lain:
(1) Pengungkapan nilai tercatat persediaan menurut klasifikasi:
(a) Tanah Matang;
(b) Unit Bangunan; dan √
(c) Unit Bangunan dalam Penyelesaian. √
(2) Jumlah biaya perolehan aset Real Estat yang pengikatan jual belinya telah √
berlaku namun penjualannya belum diakui, termasuk jumlah utang terkait yang
akan dialihkan, bila ada. √
d) Tanah untuk Pengembangan
Tambahan pengungkapan antara lain:
Catatan 16
(1) Lokasi, luas tanah, proses perizinan;
√
(2) Jumlah biaya bunga dan rugi kurs yang dikapitalisasi ke tanah untuk
pengembangan; dan √
(3) Proporsi tanah yang dijadikan jaminan utang. √
e) Khusus Industri Media
Tambahan pengungkapan antara lain:
(1) Materi program: lokal, impor (media televisi);
(2) Buku, kertas koran, barang pra cetak (media cetak);
√
√
Page 145
Page 31 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(3) Barang promosi dan barter (media cetak); dan √
(4) Bahan persediaan lain yang sesuai dengan industrinya.
√
f) Khusus Industri Rumah Sakit
Tambahan pengungkapan antara lain:
(1) Obat-obatan;
√
(2) Perlengkapan medis (disposable); dan
√
(3) Persediaan lainnya
√
g) Khusus Industri Peternakan
(1) Pengungkapan jumlah tercatat dan nilai tercatat menurut klasifikasi tertentu,
seperti hewan ternak menjadi:
(a) Hewan Ternak Tersedia untuk Dijual; dan
√
(b) Hewan Ternak dalam Pertumbuhan. √
(2) Hewan Ternak Produksi - Berumur Pendek
Yang harus diungkapkan antara lain:
(a) Total jumlah tercatat dan nilai tercatat menurut klasifikasi hewan ternak
telah menghasilkan dan hewan ternak belum menghasilkan; √
(b) Rekonsiliasi saldo awal dan akhir hewan ternak tiap kelompok selama paling
tidak 2 tahun terakhir;
(c) Nilai amortisasi (deplesi) atas hewan ternak telah menghasilkan;
√
(d) Pendapat manajemen atas kecukupan jumlah penyisihan atau penghapusan
√
persediaan yang mati atau hilang;
√
(e) Nilai hewan ternak yang diasuransikan, nilai pertanggungan asuransi dan √
risiko yang ditutup;
(f) Jika tak ada asuransi untuk wabah penyakit, perlu dibuat cadangan kematian √
atau metode penghapusan langsung;
(g) Pendapat manajemen atas kecukupan nilai pertanggungan asuransi; dan √
(h) Nilai hewan ternak yang dijaminkan dan nama pihak yang menerima
jaminan.
√
Page 146
Page 32 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
23) Pajak Dibayar Di muka
Yang harus diungkapkan antara lain:
Catatan 12a
a) rincian menurut jenis dan jumlah masing-masing pajaknya; dan √ Catatan 12b
b) uraian mengenai jumlah restitusi pajak yang diajukan dan statusnya. √
24) Biaya Dibayar Dimuka
Catatan 10
Yang harus diungkapkan antara lain rincian menurut jenis dan jumlah. √
25) Aset tidak lancar atau kelompok lepasan yang Dimiliki untuk Dijual
Yang harus diungkapkanantara lain:
(1) uraian dari aset yang dimiliki untuk dijual atau kelompok lepasan;
(2) uraian fakta dan keadaan dari penjualan, atau yang mengarah kepada pelepasan √
yang diharapkan, serta cara dan waktu pelepasan; √
(3) kerugian penurunan nilai atau keuntungan pemulihan penurunan nilai;
(4) dalam hal aset yang dimiliki untuk dijual belum dapat direalisasikan dalam satu
√
tahun, diungkapkan peristiwa atau keadaan yang dapat memperpanjang
periode penyelesaian penjualan menjadi lebih dari satu tahun;
√
(5) dalam hal dapat diterapkan, segmen yang dilaporkan dari aset yang dimiliki untuk
dijual dan kelompok lepasan disajikan sesuai dengan SAK yang berlaku; dan
(6) dalam hal aset yang diklasifikasikan sebagai aset yang dimiliki untuk dijual atau
kelompok lepasan dihentikan pengklasifikasiannya, diungkapkan:
√
(a) nilai dari aset tersebut, yaitu nilai yang lebih rendah antara:
i. jumlah tercatat aset tersebut sebelum aset atau kelompok lepasan √
diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk dijual, disesuaikan dengan
penyusutan, amortisasi atau penilaian kembali yang telah diakui apabila
aset atau kelompok lepasan tersebut tidak diklasifikasikan sebagai dimiliki
untuk dijual; dan
ii. jumlah terpulihkan pada saat tanggal keputusan untuk tidak menjual;
(b) uraian fakta dan keadaan yang mengarah kepada keputusan tersebut; dan
(c) dampaknya terhadap hasil operasi untuk periode tersebut dan periode sajian
sebelumnya.
26) Piutang Pihak Berelasi Non-Usaha
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) rincian jenis, nama pihak berelasi, dan jumlah piutang; √
b) alasan dan dasar pembentukan cadangan kerugian penurunan nilai serta penjelasan √
terjadinya piutang pihak berelasi tersebut;
c) jumlah cadangan kerugian penurunan nilai, beban cadangan kerugian penurunan nilai
√
Page 147
Page 33 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
secara individual dan kolektif, dan penghapusan piutang;
d) pendapat manajemen akan kecukupan jumlah cadangan kerugian penurunan nilai; √
dan
e) dalam hal piutang berelasi non usaha disajikan dalam aset lancar, hal tersebut harus
dibuktikan serta diungkapkan alasannya. √
27) Investasi pada Entitas Asosiasi
Yang harus diungkapkan antaralain: √
a) nama entitas asosiasi;
b) persentase kepemilikan dan penjelasan adanya pengaruh signifikan, beserta alasannya; √ Catatan 14
c) nilai tercatat dan Nilai Wajar investasi dalam entitas asosiasi yang kuotasi √
harganya tersedia;
d) ringkasan informasi keuangan entitas asosiasi termasuk jumlah agregat Aset,
Liabilitas, pendapatan, dan laba atau rugi; √
e) alasan tidak adanya pengaruh signifikan walaupun Perusahaan memiliki lebih dari
20% (dua puluh perseratus) hak suara atau hak suara potensial investee secara
√
langsung atau tidak langsung;
f) akhir periode pelaporan dari laporan keuangan entitas asosiasi, ketika laporan
keuangan tersebut digunakan dalam menerapkan metode ekuitas dan tanggal
atau periode yang berbeda dengan Perusahaan, dan alasan menggunakan tanggal √
atau periode yang berbeda;
g) sifat dan tingkatan setiap pembatasan signifikan atas kemampuan entitas asosiasi
untuk mentransfer dana kepada Perusahaan;
h) bagian rugi entitas asosiasi yang tidak diakui dan alasannya, apabila Perusahaan √
menghentikan pengakuan bagiannya atas rugi entitas asosiasi, baik untuk
periode terjadinya kerugian tersebut maupun secara kumulatif; √
i) bagian atas liabilitas kontinjensi entitas asosiasi yang terjadi bersama-sama dengan
investor lain;
j) liabilitas kontinjensi yang terjadi karena investor berkewajiban bersama-sama untuk
semua atau sebagian Liabilitas entitas asosiasi; dan √
k) ringkasan informasi keuangan entitas asosiasi, secara individual atau dalam
kelompok, yang tidak dicatat dengan menggunakan metode ekuitas termasuk √
total Aset, total Liabilitas, Pendapatan, dan laba atau rugi.
√
28) Khusus Industri Konstruksi
Jaminan
Yang harus diungkapkan antara lain rincian jaminan yang diberikan dan jumlah
jaminan tersebut serta kontrak konstruksi yang mensyaratkan adanya jaminan √
tersebut.
Page 148
Page 34 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
29) Khusus Industri Kehutanan
HTI dan HTI dalam pengembangan
Berupabiaya yang ditangguhkan dalam pelaksanaan pembangunan HTI, yang
disajikan sebagai berikut:
√
a) Saldo awal;
√
b) Penyisihan periode berjalan;
√
c) Realisasi yang dilakukan selama periode berjalan; dan
√
d) Saldo akhir.
30) Khusus Industri Jalan Tol
Hak Bagi Hasil Tol
Investor tanpa kuasa hak penyelenggaraan harus mengungkapkan hal-hal berikut:
(a) Dasar pengukuran hak bagi hasil tol; √
(b) Masa hak bagi hasil tol dan amortisasinya; √
(c) Perubahan hak bagi hasil tol selama periode berjalan; dan √
(d) Reklasifikasi proyek kerjasama operasi dalam pelaksanaan ke hak bagi hasil tol. √
31) Khusus Industri Perkebunan
Tanaman Perkebunan
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Untuk tanaman telah menghasilkan
(1) Rincian nilai tercatat dan akumulasi penyusutan menurut jenis tanaman; √
(2) Rekonsiliasi nilai tercatat awal tahun dan akhir tahun tanaman untuk setiap √
kelompok selama paling sedikit 2 tahun terakhir;
(3) Status tanah yang digunakan untuk menanam; √
(4) Nilai tanaman telah menghasilkan berdasarkan area/lokasi penanaman; √
(5) Perbandingan saldo tanaman belum menghasilkan selama paling sedikit 2 tahun; √
dan
(6) Tanaman yang dijaminkan.
√
b) Untuk tanaman belum menghasilkan
(1) Mutasi tanaman belum menghasilkan sebagai berikut:
(a) Saldo awal
i. Tambahan tahun berjalan
√
ii. Biaya langsung
(b) Jumlah kapitalisasi biaya pinjaman, dan rugi kurs dalam hal terjadi
depresiasi luar biasa
√
Page 149
Page 35 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
i. Pengurangan tahun berjalan √
ii. Jumlah yang direklasifikasi ke tanaman telah menghasilkan √
(c) Pengurangan lainnya √
(d) Saldo akhir; √
(2) Nilai tanaman dalam Perkebunan Inti Rakyat / Perkebunan Inti Plasma yang
menjadi milik perusahaan (inti) dan tanaman yang bukan milik perusahaan √
(perkebunan rakyat/perkebunan plasma); dan
(3) Cadangan kerugian yang mungkin timbul pada plasma.
√
32) Khusus Industri Peternakan
Hewan Ternak Produksi – Berumur Panjang
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Pengelompokan hewan ternak dalam pertumbuhan (belum menghasilkan) dan hewan √
ternak telah menghasilkan;
b) Rekonsiliasi saldo awal dan akhir hewan ternak tiap kelompok selama paling tidak 2
√
tahun terakhir;
c) Nilai amortisasi (deplesi) atas hewan ternak telah menghasilkan;
√
d) Nilai hewan ternak tiap kelompok berdasarkan lokasi/area peternakan;
√
e) Kondisi hewan ternak;
√
f) Persentase kematian selama tiga tahun terakhir;
√
g) Nilai hewan ternak yang diasuransikan, nilai pertanggungan asuransi dan risiko
yang ditutup;
√
h) Jika tak ada asuransi untuk wabah penyakit, perlu dibuat cadangan kematian atau
metode penghapusan langsung; √
i) Nilai cadangan kematian atau metode penghapusan langsung, jika ada;
j) Pendapat manajemen atas kecukupan nilai cadangan kematian, jika ada; dan √
k) Nilai hewan ternak yang dijaminkan dan nama pihak yang menerima jaminan. √
√
33) Properti Investasi
a) Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) model pengukuran setelah pengakuan awal yang digunakan, model Nilai Wajar √ Catatan 15
atau model biaya;
(2) metode dan asumsi signifikan yang diterapkan dalam menentukan Nilai Wajar √
dari Properti Investasi;
(3) pernyataan bahwa penentuan Nilai Wajar didukung oleh bukti pasar atau
lebih banyak berdasarkan faktor lain karena sifat properti tersebut dan
√
keterbatasan data pasar yang dapat diperbandingkan;
(4) nama Penilai, tanggal penilaian, dan tanggal laporan penilaian terakhir; √
(5) jumlah yang diakui dalam laba rugi untuk: √
Page 150
Page 36 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(a) penghasilan sewa dari Properti Investasi; √ Catatan 15
(b) beban operasi langsung yang terjadi baik dari Properti Investasi yang √
menghasilkan maupun yang tidak menghasilkan penghasilan sewa selama Catatan 15
periode tersebut; dan
(c) perubahan kumulatif dalam Nilai Wajar yang diakui dalam laba rugi atas √
penjualan Properti Investasi dari sekelompok aset yang menggunakan
model biaya ke kelompok aset yang menggunakan model Nilai Wajar;
(6) keberadaan dan jumlah pembatasan atas realisasi dari Properti Investasi atau
pembayaran penghasilan dan hasil pelepasan; dan √
(7) kewajiban kontraktual untuk membeli, membangun atau mengembangkan
Properti Investasi atau untuk perbaikan, pemeliharaan atau peningkatan. √
b) Khusus untuk Properti Investasi yang menggunakan model Nilai Wajar, selain
pengungkapan sebagaimana dimaksud dalam huruf (a) ditambahkan
pengungkapan antara lain:
(1) rekonsiliasi antara jumlah tercatat Properti Investasi pada awal dan akhir
periode dengan menunjukkan penambahan, pengurangan, dan √
reklasifikasi;
(2) saat suatu penilaian terhadap Properti Investasi disesuaikan secara signifikan
untuk tujuan pelaporan keuangan, maka Perusahaan harus mengungkapkan
rekonsiliasi antara penilaian tersebut dan penilaian yang telah disesuaikan
yang dilaporkan dalam laporan keuangan, dengan menunjukkan secara
terpisah: √
(a) jumlah agregat dari pengakuan kewajiban sewa yang telah ditambahkan
kembali; dan √
(b) penyesuaian signifikan lain.
c) Khusus untuk Properti Investasi yang menggunakan model biaya, selain
pengungkapan sebagaimana dimaksud dalam huruf a) ditambahkan
pengungkapan antara lain:
(1) umur manfaat;
√ Catatan 15
(2) rekonsiliasi jumlah tercatat bruto dan akumulasi penyusutan Properti Investasi
pada awal dan akhir periode dengan menunjukkan penambahan, pengurangan, √
dan reklasifikasi;
(3) jumlah penyusutan untuk masing-masing periode penyajian dan alokasi beban √
penyusutan;
(4) jumlah rugi penurunan nilai yang diakui, dan jumlah pemulihan rugi penurunan
√
nilai, selama satu periode sesuai SAK yang berlaku;
(5) transfer ke dan dari persediaan dan properti yang digunakan sendiri; dan √
(6) Nilai Wajar Properti Investasi. √
d) Khusus untuk Properti Investasi dalam proses pembangunan dan pengembangan,
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) rincian Properti Investasi dalam proses pembangunan dan pengembangan;
√
(2) persentase jumlah tercatat terhadap nilai kontrak; √
Page 151
Page 37 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(3) estimasi saat penyelesaian; √
(4) hambatan kelanjutan penyelesaian; √
(5) jumlah pengeluaran yang diakui dalam jumlah tercatat Properti Investasi √
dalam proses pembangunan dan pengembangan; dan
(6) dalam hal terdapat kapitalisasi biaya pinjaman untuk properti investasi yang
memenuhi kriteria aset kualifikasian, maka wajib diungkapkan:
(a) jumlah biaya pinjaman yang dikapitalisasi selama periode berjalan; dan √
(b) tarif kapitalisasi yang digunakan untuk menentukan jumlah biaya pinjaman √
yang layak dikapitalisasi.
34) Aset Tetap
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) setiap kelompok Aset Tetap wajib diungkapkan secara terpisah berdasarkan √
kepemilikan aset yaitu aset pemilikan langsung dan/atau aset sewa pembiayaan; Catatan 16
b) rekonsiliasi jumlah tercatat bruto dan akumulasi penyusutan Aset Tetap pada awal
dan akhir periode dengan menunjukkan penambahan, pengurangan, dan √
reklasifikasi;
c) jumlah penyusutan untuk masing-masing periode penyajian dan alokasi √
beban penyusutan;
d) rugi penurunan nilai dan jumlah yang dijurnal balik yang diakui dalam laba rugi dan
ekuitas (jika ada); √
e) jumlah komitmen kontraktual dalam perolehan Aset Tetap;
√
√
f) jumlah kompensasi dari pihak ketiga untuk Aset Tetap yang mengalami penurunan
nilai, hilang, atau dihentikan yang dimasukkan dalam laba rugi, apabila tidak
diungkapkan secara terpisah pada laporan laba rugi komprehensif;
g) Dalam hal Aset Tetap disajikan pada jumlah revaluasian, yang harus diungkapkan:
(1) tanggal efektif revaluasi (Tanggal Penilaian);
√
√
(2) tanggal efektif persetujuan dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP) apabila Aset
Tetap untuk perhitungan pajak menggunakan jumlah revaluasian;
(3) nama Penilai dan tanggal laporan penilaian terakhir; √
(4) metode dan asumsi signifikan yang digunakan dalam mengestimasi Nilai √
Wajar aset;
(5) jumlah tercatat untuk setiap Aset Tetap seandainya aset tersebut dicatat √
dengan model biaya; dan
(6) surplus revaluasi atau rugi penurunan nilai, yang menunjukkan prubahan √
selama periode dan pembatasan-pembatasan distribusi saldo surplus kepada
para pemegang saham.
h) Khusus untuk Aset Tetap dalam proses pembangunan, yang harus diungkapkan antara
lain:
(1) rincian Aset Tetap yang sedang dalam pembangunan; √ Catatan 16
Page 152
Page 38 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(2) persentase jumlah tercatat terhadap nilai √
kontrak; (3) estimasi saat penyelesaian; √
(4) hambatan kelanjutan penyelesaian (jika ada); √
(5) jumlah pengeluaran yang diakui dalam jumlah tercatat aset tetap √
dalam pembangunan; dan
(6) dalam hal terdapat kapitalisasi biaya pinjaman untuk aset yang memenuhi
kriteria aset kualifikasian, maka wajib diungkapkan:
(a) jumlah biaya pinjaman yang dikapitalisasi selama periode berjalan; dan √
(b) tarif kapitalisasi yang digunakan untuk menentukan jumlah biaya √
pinjaman yang layak dikapitalisasi.
i) Pengungkapan lainnya antara lain:
(1) jumlah tercatat Aset Tetap yang tidak dipakai sementara; √
(2) jumlah tercatat bruto dari setiap Aset Tetap yang telah disusutkan penuh
dan masih digunakan; √ Catatan 16
(3) jumlah tercatat Aset Tetap yang dihentikan dari penggunaan aktif dan tidak √
diklasifikasikan sebagai tersedia untuk dijual;
(4) dalam hal model biaya digunakan, Nilai Wajar Aset Tetap apabila berbeda secara √
material dari jumlah tercatat;
(5) nilai buku, hasil penjualan neto, keuntungan (kerugian) dari Aset Tetap
Catatan 16 dan 34
yang dihentikan pengakuannya;
√
(6) dalam hal terdapat Aset Tetap yang berasal dari hibah, agar diungkapkan jenis √
Aset, nilai tercatat, dan tanggal perolehan;
(7) perubahan estimasi masa guna dan/atau metode penyusutan menurut jenis Aset √
Tetap;
(8) Kondisi atau peristiwa yang menyebabkan terjadinya penurunan nilai √
atau pemulihan penurunan nilai;
(9) Jumlah aset tetap yang dijadikan jaminan, nama pihak yang menerima jaminan
dan alasan penjaminan; dan
(10) Jenis dan nilai aset tetap yang diasuransikan, nilai pertanggungan asuransi, √
dan risiko yang ditutup, serta pendapat manajemen atas kecukupan
pertanggungan asuransi, apabila tidak diasuransikan agar diungkapkan
√
alasannya.
35) Khusus Industri Minyak dan Gas Bumi
Aset Minyak dan Gas Bumi
(khusus untuk perusahaan yang memiliki kegiatan hulu minyak dan gas
bumi) Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Rincian aset menurut jenisnya, seperti; operated acreage, unoperated acreage, sumur √
dan peralatan serta fasilitas yang berhubungan, peralatan kantor, kendaraan, sumur
dan peralatan serta fasilitas dalam pengerjaan;
Page 153
Page 39 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(2) Tabel yang memuat penjelasan tentang :
(a) Lokasi penambangan; √
(b) Saldo awal untuk masing-masing lokasi; √
(c) Penambahan dan Pengurangan untuk masing-masing lokasi penambangan; dan √
(d) Saldo akhir untuk masing-masing lokasi penambangan √
(3) Dalam hal saldo aset Minyak dan Gas Bumi tersebut mengandung hak tagih kepada
Regulator terkait, perlu penjelasan kolektabilitas tagihan tersebut dalam bentuk
√
tabel analisa umur tagihan.
36) Aset Tak Berwujud
Yang harus diungkapkan untuk setiap jenis Aset Takberwujud antara lain:
Catatan 17
a) jumlah tercatat bruto dan akumulasi amortisasi; √
b) alokasi jumlah amortisasi Aset Takberwujud ke dalam pos laporan laba rugi √
komprehensif;
c) rekonsiliasi jumlah tercatat bruto dan akumulasi amortisasi Aset Takberwujud pada
awal dan akhir periode dengan menunjukkan penambahan, pengurangan, dan √
reklasifikasi;
d) dalam hal terdapat kapitalisasi biaya pinjaman untuk aset yang memenuhi kriteria aset
kualifikasian, maka harus diungkapkan: √
(1) jumlah biaya pinjaman yang dikapitalisasi selama periode berjalan; dan
(2) tarif kapitalisasi yang digunakan untuk menentukan jumlah biaya pinjaman yang
layak dikapitalisasi;
e) jumlah tercatat Aset dan faktor signifikan yang mendukung penentuan dan
penilaiannya untuk Aset Tak berwujud yang dinilai dengan umur manfaat tidak
terbatas; √
f) penjelasan atas jumlah tercatat dan sisa periode amortisasi dari setiap Aset
Tak berwujud yang material terhadap laporan keuangan Perusahaan; √
g) Aset Takberwujud yang diperoleh melalui Hibah Pemerintah dan awalnya diakui pada
Nilai Wajar sesuai SAK yang berlaku, diungkapkan:
√
(1) Nilai Wajar pada pengakuan awal atas aset-aset tersebut;
(2) jumlah tercatatnya; dan
(3) Aset tersebut diukur setelah pengakuan awal dengan model biaya atau model
revaluasi;
h) keberadaan dan jumlah tercatat Aset Tak berwujud yang kepemilikannya dibatasi dan
jumlah tercatat Aset Takberwujud yang menjadi jaminan untuk Liabilitas;
√
i) nilai komitmen kontraktual untuk akuisisi Aset Tak berwujud;
j) Aset Takberwujud disajikan pada jumlah revaluasian,
√
diungkapkan: (1) tanggal efektif revaluasi (Tanggal Penilaian);
√
(2) nama Penilai dan tanggal laporan penilaian terakhir;
√
Page 154
Page 40 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(3) jumlah tercatat Aset Tak berwujud yang direvaluasi; √
(4) metode dan asumsi signifikan yang digunakan dalam mengestimasi Nilai Wajar √
aset;
(5) jumlah tercatat untuk setiap Aset Takberwujud seandainya Aset tersebut dicatat
dengan model biaya; dan
√
(6) surplus revaluasi atau rugi penurunan nilai, yang menunjukkan perubahan selama
periode dan pembatasan-pembatasan distribusi saldo surplus kepada para √
pemegang saham.
37) Khusus Industri Gas dan Minyak Bumi dan Pertambangan umum
a) Biaya Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup Tangguhan/Penyisihan
Liabilitas Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup Tangguhan
Yang harus diungkapkan antara lain tabel yang memuat penjelasan tentang :
(1) Saldo awal; √
(2) Penambahan dan pengurangan;
√
(3) Saldo akhir. √
b) Aset Eksplorasi dan Evaluasi
Yang harus diungkapkanantara lain:
(1) rincian biaya perolehan aset eksplorasi dan evaluasi per area of interest yang √
mencakup saldo awal, penambahan dan pengurangan, dan saldo akhir; dan
(2) Jumlah aset, liabilitas, penghasilan dan beban, arus kas operasi, dan arus kas
investasi yang timbul dari eksplorasi dan evaluasi pertambangan. √
c) Bagian dari Biaya Eksplorasi Tangguhan: pengupasan tanah tambang.
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Kebijakan akuntansi sehubungan dengan:
(a) Metode pembebanan biaya pengupasan tanah, dan √
(b) Metode perhitungan Rasio Rata-Rata Tanah Penutup. √
(2) Jumlah Biaya Pengupasan Tanah yang Ditangguhkan yang terdiri dari (1) biaya
pengupasan awal, (2) biaya pengupasan lanjutan dengan penjelasan mengenai
perbedaan antara rasio aktual tanah menutup terhadap rasio rata-ratanya;
√
(3) Perubahan atas Rasio Rata-Rata Tanah Penutup (bila ada);
√
(4) Biaya Pengupasan Tanah yang Ditangguhkan dimana terjadi penundaan masa
produksi, meliputi penjelasan :
(a) Alasan terjadinya penundaan; √
(b) Amortisasi belum diperhitungkan karena belum dimulainya produksi, dan √
(c) Jumlah penurunan (write down) akibat dilakukannya evaluasi (jika ada), √
terhadap biaya yang ditangguhkan tersebut, serta metode dan asumsi
Page 155
Page 41 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
utama yang dipergunakan dalam menghitung penurunan nilai tersebut.
d) Biaya Pengembangan Tangguhan
Yang harus diungkapkan antara lain :
(1) Mutasi Biaya Eksplorasi dan Pengembangan Tangguhan selama tahun
berjalan dengan menunjukkan:
(a) Lokasi eksplorasi dan pengembangan;
√
(b) Saldo awal; √
(c) Penambahan/pengurangan;
√
(d) Amortisasi, dan
√
(e) Saldo akhir.
√
(2) Biaya pengembangan yang ditangguhkan atas kegiatan pengembangan √
yang masih berjalan;
(3) Penjelasan apabila terjadi penghapusan biaya eksplorasi dan
pengembangan tangguhan yang menurut penelaahan manajemen tidak √
dapat dipulihkan;
(4) Jumlah biaya eksplorasi dan pengembangan yang ditangguhkan dimana
terjadi penundaan masa produksi, meliputi penjelasan:
(a) Alasan terjadinya penundaan;
√
(b) Amortisasi belum diperhitungkan karena belum dinilainya produksi; dan √
(c) Jumlah penurunan (write down) akibat dilakukannya evaluasi bila ada, √
terhadap biaya yang ditangguhkan tersebut, serta metode dan asumsi utama
yang dipergunakan dalam menghitung penurunan nilai tersebut.
(5) Apabila terdapat lebih dari satu Area of Interest, maka harus diungkapkan
rincian dari Biaya Eksplorasi yang Ditangguhkan untuk tiap-tiap Area of Interest. √
b. Liabilitas
1) Utang Usaha
Yang harus diungkapkan antara lain:
Catatan 20
a) jumlah utang usaha yang dipisahkan antara pihak ketiga dan pihak berelasi; √
b) jumlah utang usaha menurut mata uang; dan √
c) jaminan yang diberikan oleh Perusahaan dengan menunjuk pos-pos yang berhubungan. √
2) Provisi
a) Pengungkapan untuk provisi berlaku untuk provisi jangka pendek dan provisi
jangka panjang.
b) Yang harus diungkapkan antara lain:
√
(1) nilai tercatat pada awal dan akhir periode;
√
(2) provisi tambahan dalam periode bersangkutan;
Page 156
Page 42 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(3) jumlah yang terjadi dan dibebankan pada provisi selama periode bersangkutan; √
(4) jumlah yang dibatalkan selama periode bersangkutan atas jumlah yang belum √
digunakan;
(5) peningkatan selama periode yang bersangkutan, dalam nilai kini, yang terjadi
karena berlalunya waktu dan dampak dari setiap perubahan tingkat diskonto; √
(6) uraian mengenai karakteristik kewajiban dan perkiraan saat terjadinya arus
keluar sumber daya ekonomi; √
(7) indikasi ketidakpastian waktu atau jumlah arus keluar sebagaimana dimaksud
dalam angka(6). Dalam hal diperlukan, Perusahaan mengungkapkan asumsi
utama yang mendasari prakiraan peristiwa masa depan; dan √
(8) jumlah estimasi penggantian yang akan diterima dengan menyebutkan jumlah
Aset yang telah diakui untuk estimasi penggantian tersebut. √
3) Beban akrual
Yang wajib diungkapkan antara lain jenis dan jumlah dari unsur utama beban yang belum √ Catatan 19
jatuh tempo.
4) Khusus Industri Perbankan
Liabilitas Segera
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Rincian berdasarkan jenis dan mata uang; dan √
b) Uraian mengenai sifat masing-masing kewajiban. √
5) Utang Repo
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Rincian mengenai jenis dan jumlah Efek yang dijual Perusahaan pada transaksi repo;
b) Tanggal dan harga dilakukannya pembelian dan penjualan kembali Efek. √
√
6) Khusus Kontrak Konstruksi
Utang Bruto kepada Pelanggan
Yang harus diungkapkan dalam pos ini antara lain liabilitas bruto dari setiap kontrak
konstruksi. Dalam penjelasan tagihan tersebut, juga harus dirinci dalam bentuk
tabel
yaitu : √
a) biaya kontrak yang terjadi; √
b) laba yang diakui; √
c) kerugian yang dialami; dan √
d) pekerjaan yang sudah ditagih (termin).
Page 157
Page 43 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
7) Khusus Industri Perbankan
a) Simpanan Nasabah
Yang harus diungkapkan antara lain rincian tiap jenis simpanan yang
mengungkapkan: (1) Rincian berdasarkan mata uang, dan jangka waktu; √
(2) Rincian jumlah simpanan berdasarkan pihak berelasi dan pihak ketiga; √
(3) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun; √
(4) Jumlah amortisasi pada tahun berjalan untuk sertifikat deposito; √
(5) Rincian simpanan bermasalah berdasarkan statusnya, misalnya diblokir atau √
dijaminkan; dan
(6) Pemberian fasilitas istimewa kepada pemilik rekening giro.
√
b) Simpanan dari Bank Lain
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Rincian berdasarkan jenis, mata uang, dan jangka waktu;
√
(2) Rincian jumlah simpanan berdasarkan pihak berelasi dan pihak ketiga;
√
(3) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun;
√
(4) Jumlah amortisasi pada tahun berjalan untuk sertifikat deposito; dan
√
(5) Rincian simpanan bermasalah berdasarkan jenis dan statusnya, misalnya diblokir
atau dijaminkan. √
8) Khusus Industri Asuransi Kerugian dan Jiwa
a) Kewajiban Manfaat Polis Masa Depan
Yang harus diungkapkan antara lain :
(1) Rincian berdasarkan program asuransi; √
(2) Rincian berdasarkan jenis pertanggungan; √
(3) Rincian berdasarkan mata uang; √
(4) Dasar perhitungan dan asumsi aktuaris; dan √
(5) Rekonsiliasi jumlah pada awal dan akhir periode yang memperlihatkan √
penambahan dan pengurangan.
b) Utang Klaim
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Pemisahan antara utang klaim kepada pihak berelasi dan pihak ketiga; √
(2) Jumlah utang klaim berdasarkan tertanggung; √
(3) Jumlah utang klaim menurut jenis asuransi; dan √
(4) Jumlah utang menurut mata uang. √
Page 158
Page 44 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
c) Estimasi Klaim Retensi Sendiri
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Jumlah menurut jenis asuransi; √
(2) Jumlah menurut tertanggung; √
(3) Jumlah menurut mata uang; dan √
(4) Jumlah estimasi klaim yang sudah terjadi namun belum dilaporkan. √
d) Premi yang belum merupakan Pendapatan
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Jumlah menurut program asuransi;
(2) Jumlah menurut jenis pertanggungan; √
(3) Pemisahan antara premi yang belum merupakan pendapatan kepada pihak √
berelasi dan pihak ketiga; √
(4) Metode perhitungan yang digunakan; dan
(5) Rekonsiliasi jumlah pada awal dan akhir periode yang memperlihatkan √
penambahan dan pengurangan. √
e) Utang Koasuransi (rewrite)
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Pemisahan antara utang klaim kepada pihak berelasi dan pihak ketiga; √
(2) Jumlah berdasarkan ko-asuradur; √
(3) Jumlah menurut jenis mata uang; dan √
(4) Jumlah menurut umur utang. √
f) Utang Reasuransi
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Pemisahan antara utang klaim kepada pihak berelasi dan pihak ketiga;
(2) Jumlah berdasarkan reasuradur; √
(3) Jumlah menurut jenis mata uang; √
(4) Jumlah menurut umur utang; dan √
(5) Jumlah utang atau piutang reasuransi yang disalinghapuskan. √
√
g) Utang Komisi
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Jumlah berdasarkan tertanggung dan asuradur;
(2) Jumlah menurut jenis mata uang; dan √
(3) Jumlah menurut jenis asuransi. √
√
Page 159
Page 45 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
h) Titipan Premi
Yang harus diungkapkan antara lain rincian menurut jenis asuransi. √
i) Hak Laba Pemegang Polis Yang Belum Dibagikan
Yang harus diungkapkan:
(1) Tanggal dan hasil keputusan rapat pemegang saham;
(2) Dasar perhitungan; dan √
(3) Saldo menurut usia. √
√
9) Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Pendek
Catatan 23
Yang harus diungkapkan antara lain jenis dan jumlahnya. √
10) Utang Pajak
Yang harus diungkapkan antara lain: Catatan 12c
a) jenis dan jumlahnya; dan √
b) informasi mengenai ketetapan pajak. √
11) Khusus Industri Pembiayaan
Kewajiban Anjak Piutang
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Jumlah liabilitas anjak piutang dalam rangka anjak piutang dengan recourse; dan √
b) Jumlah beban tangguhan, piutang retensi anjak piutang, dan jatuh tempo serta ikatan √
penting lainnya yang diatur dalam perjanjian anjak piutang.
12) Khusus Kontrak Konstruksi
Uang Muka Kontrak
Yang harus diungkapkan antara lain jumlah uang muka kontrak yang diterima. √
13) Bagian Lancar atas Liabilitas Jangka Panjang
Yang harus diungkapkan antara lain bagian lancar atas liabilitas jangka panjang sesuai Catatan 23
dengan pengungkapan utang bank dan lembaga keuangan jangka panjang √
sebagaimana diatur dalam Checklist ini.
14) Liabilitas Keuangan Lainnya
a) Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Pengungkapan untuk liabilitas keuangan lainnya berlaku untuk liabilitas √
keuangan lainnya yang bersifat jangka pendek dan jangka panjang;
(2) Perusahaan wajib mengelompokkan sesuai klasifikasi yang dipisahkan antara √
pihak ketiga dan pihak berelasi;
√
(3) Yang harus diungkapkan antara lain:
Page 160
Page 46 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(a) nilai tercatat liabilitas keuangan untuk setiap kategori; √
(b) laba atau rugi neto pada setiap liabilitas keuangan; dan √
(c) kejadian penting lainnya antara lain kepatuhan Perusahaan dalam
memenuhi persyaratan dan kondisi utang (misalnya restrukturisasi utang
dan kondisi default).
√
b) Dalam hal terdapat restrukturisasi Utang
Yang harus diungkapkan antara lain :
(1) Penjelasan tentang pokok-pokok perubahan persyaratan dan penyelesaian
utang; √
(2) Jumlah keuntungan atas restrukturisasi utang dan dampak pajak penghasilan
yang terkait; √
(3) Jumlah keuntungan atau kerugian bersih atas pengalihan aset yang diakui
selama periode tersebut; dan
√
(4) Jumlah utang kontinjen yang dimasukkan dalam nilai tercatat utang yang telah
direstrukturisasi.
√
15) Khusus Industri Gas dan Minyak Bumi
Bagian Liabilitas Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup yang Jatuh
Tempo dalam Satu Tahun
Yang harus diungkapkan antara lain rincian jenis dan jumlahnya. √
16) Khusus Industri Pertambangan Umum
Bagian Penyisihan untuk Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup yang
Jatuh Tempo dalam Satu Tahun
Yang harus diungkapkan antara lain rincian jenis dan jumlahnya. √
17) Liabilitas terkait aset atau kelompok lepasan yang dimiliki untuk dijual.
Yang harus diungkapkan antara lain liabilitas terkait aset atau kelompok lepasan yang
dimiliki untuk dijual sesuai dengan dan dapat digabung dengan pengungkapan aset tidak √
lancar atau kelompok lepasan yang diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk dijual.
Liabilitas Jangka Panjang
18) Utang Pihak Berelasi Non-Usaha
Yang Harus diungkapkan antara lain :
a) rincian nama pihak berelasi, jenis, dan jumlah utang; √ Catatan 22
b) jumlah utang menurut mata uang; dan √
c) jaminan yang diberikan dengan menunjuk pos-pos yang berhubungan. √
Page 161
Page 47 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
19) Utang Bank dan Lembaga Keuangan Jangka Panjang
Yang Harus diungkapkan antara lain:
a) rincian jumlah utang berdasarkan nama bank/lembaga keuangan dan jenis mata √
uang; Catatan 23
b) kisaran suku bunga kontraktual selama periode pelaporan;
√
c) tanggal jatuh tempo;
√
d) jumlah bagian yang akan jatuh tempo dalam waktu 12 (dua belas) bulan; √
e) penjelasan tentang fasilitas pinjaman yang diperoleh, termasuk jumlah dan tujuan √
perolehannya;
f) pembayaran yang dilakukan pada periode berjalan untuk masing-masing fasilitas
pinjaman; √
g) kejadian penting lainnya antara lain kepatuhan Perusahaan dalam memenuhi
persyaratan dan kondisi utang (misalnya restrukturisasi utang dan kondisi √
default);
h) jaminan yang diberikan dengan menunjuk pos-pos yang berhubungan;
√
i) persyaratan lain yang penting, seperti adanya pembatasan pembagian dividen,
pembatasan rasio tertentu, dan/atau pembatasan perolehan utang baru; dan √
j) pengungkapan informasi sehubungan dengan liabilitas berbunga jangka panjang yang
akan jatuh tempo dalam jangka waktu 12 (dua belas) bulan sejak tanggal laporan √
posisi keuangan tetapi tetap diklasifikasikan sebagai liabilitas jangka panjang, antara
lain adalah:
√
(1) nama bank/lembaga keuangan dan jumlahnya; dan
(2) ringkasan perjanjian lama dan baru, yang meliputi tanggal kesepakatan,
jangka waktu pinjaman, tanggal jatuh tempo, dan persyaratan penting.
20) Utang Sewa Pembiayaan
Yang harus diungkapkan antara lain :
√ Catatan 18
a) jumlah neto nilai tercatat untuk setiap kelompok aset dan pemberi sewa (lessor)
pada tanggal laporan posisi keuangan;
b) rekonsiliasi antara total pembayaran sewa minimum di masa depan pada tanggal √
laporan posisi keuangan, dengan nilai kininya. Selain itu wajib mengungkapkan total
pembayaran sewa minimum di masa depan pada tanggal laporan posisi keuangan,
dan nilai kininya, untuk setiap periode berikut:
(1) sampai dengan satu tahun; √
(2) lebih dari satu tahun sampai 5 (lima) tahun; dan
(3) lebih dari 5 (lima)tahun.
c) pembayaran sewa kontinjen yang diakui sebagai beban pada periode tersebut;
d) total pembayaran minimum sewa-lanjut (sublease) masa depan yang diperkirakan
√
akan diterima dari kontrak sewa-lanjut yang tidak dapat dibatalkan (non-cancellable √
sublease) pada tanggal laporan posisi keuangan;
Page 162
Page 48 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
e) keuntungan atau kerugian yang ditangguhkan beserta amortisasinya sehubungan √
dengan transaksi penjualan dan penyewaan kembali (sale and leaseback); dan
f) penjelasan umum isi perjanjian sewa yang material, antara lain:
√
(1) dasar penentuan utang sewa kontinjen;
√
(2) ada tidaknya klausul-klausul yang berkaitan dengan opsi perpanjangan atau
√
pembelian dan eskalasi beserta syarat-syaratnya; dan
(3) pembatasan-pembatasan yang ditetapkan dalam perjanjian sewa.
21) Khusus Industri Perbankan
a) Surat Berharga yang Diterbitkan
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Rincian berdasarkan jenis, mata uang, dan jangka waktu; √
(2) Rincian jumlah berdasarkan pihak berelasi dan pihak ketiga; √
(3) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun; √
(4) Rincian berdasarkan peringkat efek dan perusahaan pemeringkat; √
(5) Jumlah amortisasi pada tahun berjalan; √
(6) Ringkasan perjanjian yang meliputi tanggal kesepakatan, jangka waktu √
perjanjian, tanggal jatuh tempo, kewajiban yang harus dipenuhi, dan
persyaratan penting lainnya (Debt Covenance);
(7) Pendapat manajemen tentang pemenuhan Debt Covenanceatas surat berharga
yang diterbitkan. √
b) Pinjaman Diterima
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Rincian berdasarkan pihak, jenis, dan mata uang;
(2) Rincian jumlah berdasarkan pihak berelasi dan pihak ketiga; √
(3) Ringkasan perjanjian yang meliputi tanggal kesepakatan, jangka waktu √
perjanjian, tingkat bunga, tanggal jatuh tempo, nilai Aset bank yang √
dijaminkan, dan persyaratan penting lainnya(debt covenance);
(4) Pendapat manajemen terkait pemenuhan debt covenance;
(5) Apabila bank menerima dana atau fasilitas pinjaman dari pemerintah atau pihak
lain dengan tingkat imbalan yang lebih rendah dari tingkat bunga pasar maka √
manajemen mengungkapkan mengenai fasilitas tersebut dan dampaknya √
terhadap laba bersih.
c) Estimasi Kerugian Komitmen dan Kontinjensi
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Rincian berdasarkan jenis, mata uang, dan kolektibilitas;
√
Page 163
Page 49 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(2) Rincian jumlah berdasarkan pihak berelasi dan pihak ketiga; √
(3) Jumlah penyisihan penurunan nilai dan mutasi selama periode berjalan; √
(4) Ketentuan minimum penyisihan penurunan nilai komitmen dan kontinjensi
menurut BI dan posisi penyisihan penghapusan bank pada saat periode √
pelaporan; dan
(5) Pendapat manajemen akan kecukupan jumlah penyisihan penurunan nilai
komitmen dan kontinjensi.
√
22) Khusus Industri Gas dan Minyak Bumi
Liabilitas Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup Tangguhan
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) Mutasi taksiran provisi PLH selama tahun berjalan dengan menunjukkan:
(1) Saldo awal; √
(2) Penyisihan yang dibentuk; √
(3) Pengeluaran yang terjadi; dan √
(4) Saldo akhir. √
b) Kegiatan PLH yang telah dilaksanakan dan yang sedang berjalan; √
c) Liabilitas bersyarat sehubungan dengan PLH dan liabilitas bersyarat √
lainnya sebagaimana diatur dalam standar akuntansi keuangan;
d) Apabila dalam pos ini terdapat komponen biaya yang sifatnya material, misalnya beban √
penutupan tambang, maka perusahaan dapat menyajikannya dalam pos yang
terpisah;
e) Tabel yang memuat penjelasan
tentang: (1) Saldo awal;
(2) Penambahan dan Pengurangan ; √
(3) Saldo akhir.
√
√
23) Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Panjang
a) Imbalan Pasti
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) gambaran umum mengenai jenis program. Catatan 26
√
(2) rekonsiliasi saldo awal dan akhir dari nilai kini kewajiban imbalan pasti yang √
menunjukkan secara terpisah, pengaruhnya selama periode berjalan yang dapat
diatribusikan ke dalam:
(a) biaya jasa kini;
(b) biaya bunga;
(c) iuran oleh peserta program;
(d) keuntungan dan kerugian aktuarial;
Page 164
Page 50 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(e) perubahan kurs mata uang asing pada program yang diukur dengan mata
uang yang berbeda dengan mata uang penyajian;
(f) imbalan yang dibayarkan;
(g) biaya jasa lalu;
(h) kombinasi bisnis;
(i) curtailment; dan
(j) penyelesaian.
(3) analisis kewajiban imbalan pasti terhadap jumlah yang dihasilkan dari program
yang seluruhnya tidak didanai dan jumlah yang dihasilkan dari program yang √ Catatan 26
seluruhnya atau sebagian didanai;
(4) rekonsiliasi saldo awal dan akhir dari Nilai Wajar aset program serta saldo awal
dan akhir dari setiap hak penggantian yang diakui sebagai Aset sesuai dengan
SAK menunjukkan secara terpisah, dampak selama periode yang dapat √
diatribusikan pada setiap:
(a) hasil yang diharapkan dari aset program;
(b) keuntungan dan kerugian aktuarial;
(c) perubahan kurs mata uang asing pada program yang diukur dengan mata
uang yang berbeda dengan mata uang penyajian;
(d) iuran oleh pemberi pekerja;
(e) iuran oleh peserta program;
(f) imbalan yang dibayarkan;
(g) kombinasi bisnis; dan
(h) penyelesaian;
(5) rekonsiliasi nilai kini kewajiban imbalan pasti sebagaimana dimaksud dalam butir
(2) dan Nilai Wajar aset program sebagaimana dimaksud dalam butir (4) atas √
Aset dan Liabilitas yang diakui dalam laporan posisi keuangan, paling kurang
mengungkapkan:
(a) keuntungan dan kerugian aktuarial neto yang tidak diakui dalam laporan
posisi keuangan;
(b) biaya jasa lalu yang tidak diakui dalam laporan posisi keuangan;
(c) setiap jumlah yang tidak diakui sebagai Aset, dikarenakan oleh batasan
dalam SAK;
(d) Nilai Wajar pada akhir periode pelaporan dari setiap hak penggantian yang
diakui sebagai Aset sesuai dengan SAK; dan
(e) jumlah lainnya yang diakui dalam laporan posisi keuangan;
(6) total beban yang diakui di laba rugi untuk setiap hal-hal berikut dan nama pos
dimana hal tersebut termasuk: √
(a) biaya jasa kini;
Page 165
Page 51 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(b) biaya bunga;
(c) hasil yang diharapkan dari aset program;
(d) hasil yang diharapkan dari setiap hak penggantian yang diakui sebagai Aset
sesuai dengan SAK;
(e) keuntungan dan kerugian aktuarial, jika Perusahaan memilih metode koridor
10% (sepuluh per seratus);
(f) biaya jasa lalu;
(g) dampak dari curtailment terutama terkait dengan penyelesaiannya; dan
(h) dampak dari batasan dalam SAK;
(7) jumlah total yang diakui dalam pendapatan komprehensif lain yang akan diakui Catatan 26
segera dalam saldo laba, meliputi:
√
(a) keuntungan dan kerugian aktuarial; dan
(b) dampak dari batasan dalam SAK;
(8) jumlah kumulatif dari keuntungan dan kerugian aktuarial yang diakui pada
pendapatan komprehensif lain, dalam hal Perusahaan mengakui keuntungan
dan kerugian dalam pendapatan komprehensif lain sesuai dengan SAK; √
(9) persentase atau jumlah setiap kategori utama yang merupakan Nilai Wajar total
aset program, untuk setiap kategori utama dari aset program, yang mencakup,
namun tidak terbatas pada, instrumen ekuitas, instrumen utang, properti, dan √
seluruh aset lain;
(10) jumlah yang mencakup Nilai Wajar aset program untuk:
√
(a) setiap kategori instrumen keuangan milik Perusahaan; dan
(b) setiap properti atau Aset lain yang digunakan oleh Perusahaan;
(11) penjelasan atas dasar yang digunakan untuk menentukan tingkat pengembalian
yang diharapkan atas Aset secara keseluruhan, termasuk dampak kategori √
utama dari aset program;
(12) imbal hasil aktual atas aset program, serta imbal hasil aktual atas setiap hak
penggantian yang diakui sebagai Aset; √
(13) Asumsi aktuarial utama yang digunakan sampai pada akhir periode pelaporan
dan diungkapkan dalam ukuran yang absolut dan tidak hanya sebagai marjin
antara persentase dan variabel lainnya, termasuk:
(a) tingkat diskonto;
(b) tingkat imbal hasil yang diharapkan atas setiap aset program untuk periode √
yang disajikan dalam laporan keuangan;
(c) tingkat imbal hasil yang diharapkan untuk periode yang disajikan dalam
laporan keuangan pada setiap hak penggantian yang diakui sebagai
Aset;
(d) tingkat kenaikan gaji yang diharapkan (dan perubahan dalam indeks atau
variabel tertentu lainnya dalam masa program formal atau konstruktif
sebagai dasar untuk kenaikan imbalan masa depan);
Page 166
Page 52 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(e) tingkat tren biaya kesehatan; dan
(f) asumsi material lain yang digunakan dalam aktuaria;
Catatan 26
(14) dampak kenaikan atau penurunan satu angka persentase dalam tingkat tren
biaya kesehatan yang diasumsikan pada:
√
(a) biaya jasa kini agregat dan komponen biaya bunga dari biaya kesehatan
pascakerja periodik neto; dan
√
(b) akumulasi kewajiban imbalan pascakerja untuk biaya kesehatan.
(c) Dalam hal program dioperasikan dalam lingkungan inflasi yang tinggi, wajib
diungkapkan dampak persentase kenaikan atau penurunan tingkat tren √
biaya kesehatan yang diasumsikan dari makna yang serupa dengan satu
angka persentase dalam lingkungan inflasi yang rendah.
(15) Jumlah periode tahunan saat ini dan periode empat tahun sebelumnya dari:
(a) nilai kini kewajiban imbalan pasti, Nilai Wajar aset program dan surplus atau
defisit pada program; dan √
(b) penyesuaian yang timbul pada:
(i) liabilitas program dinyatakan sebagai jumlah atau persentase dari √
liabilitas program pada akhir periode pelaporan; dan
(ii) aset program dinyatakan sebagai jumlah atau persentase dari aset
program pada akhir periode pelaporan; √ Catatan 26
(16) estimasi terbaik pemberi kerja, segera setelah dapat ditentukan secara andal, dari
iuran yang diharapkan akan dibayar dalam program selama periode tahunan
dimulai setelah periode pelaporan; √
(17) khusus untuk program imbalan pasti yang membagi risiko antar entitas
sepengendali, wajib diungkapkan sebagai berikut:
(a) perjanjian kontraktual atau kebijakan tertulis untuk pembebanan biaya
imbalan pasti neto atau bukti bahwa tidak ada kebijakan seperti itu;
√
(b) dalam hal Perusahaan mencatat alokasi biaya imbalan pasti neto sesuai SAK,
maka Perusahaan mengungkapkan:
(i) informasi yang memungkinkan pengguna laporan keuangan untuk
mengevaluasi sifat program imbalan pasti dan dampak keuangan
√
atas perubahan program selama periode tersebut;
(ii) pengungkapan gambaran umum jenis program sesuai dengan huruf a)
butir (1) mencakup penjelasan praktik informal yang menimbulkan
kewajiban konstruktif termasuk dalam pengukuran kewajiban imbalan
√
pasti; dan
(iii)jika Perusahaan mencatat iuran yang terutang untuk periode sesuai SAK
informasi tentang program secara keseluruhan disyaratkan sesuai dengan
butir (1), butir (2), butir (3), butir (4), butir (9), butir (13), butir (14),
√
dan butir (16) serta butir ii.
Page 167
Page 53 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
b) Iuran Pasti √ Catatan 35
Perusahaan yang menyelenggarakan program iuran pasti harus
mengungkapkan jumlah yang diakui sebagai beban untuk program iuran pasti.
c) Imbalan Kerja Jangka Panjang Lainnya
Yang harus diungkapkan paling kurang jenis dan jumlah imbalan kerja jangka √ Catatan 26
panjang lainnya.
d) Pesangon Pemutusan Kontrak Kerja
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) iuran program dan jumlah pesangon pemutusan kontrak kerja; dan √
(2) penjelasan mengenai liabilitas kontinjen (jika ada). √
24) Utang Obligasi
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) rincian mengenai jenis, nilai nominal dan nilai tercatat dalam rupiah dan mata uang
asing, tanggal jatuh tempo, jadwal pembayaran bunga, suku bunga, bursa tempat √
obligasi dicatatkan, dan tujuan penerbitannya;
b) peringkat dan nama Perusahaan Pemeringkat Efek; √
c) jumlah bagian yang akan jatuh tempo dalam waktu 12 (dua belas) bulan; √
d) nama Wali Amanat dan keterkaitan usaha dengan Perusahaan; √
Catatan 24
e) jaminan serta pembentukan dana untuk pelunasan utang pokok obligasi dengan
menunjuk pos-pos yang berhubungan, jika ada; √
f) pembatasan yang dipersyaratkan dalam Kontrak Perwaliamanatan; √
g) kejadian penting lainnya antara lain kepatuhan Perusahaan dalam memenuhi
persyaratan dan kondisi utang (misalnya restrukturisasi utang dan kondisi √
default); dan
h) persyaratan penting lainnya.
√
25) Sukuk
a) Perusahaan wajib mengelompokkan Sukuk berdasarkan akad syariah yang digunakan. √
Catatan 24
b) Perusahaan harus mengungkapkan antara lain:
(1) uraian tentang persyaratan utama dalam penerbitan Sukuk, termasuk:
(a) ringkasan akad syariah dan skema transaksi syariah yang √
digunakan; (b) Aset, manfaat, atau aktivitas yang mendasari; √
(c) nilai nominal; √
(d) besaran imbalan (untuk Sukuk ijarah); √
(e) prinsip pembagian hasil usaha, dasar bagi hasil, dan besaran nisbah bagi √
Page 168
Page 54 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
hasil (untuk Sukuk mudharabah);
(f) rencana jadwal dan tata cara pembagian dan/atau pembayaran imbalan √
atau bagi hasil;
(g) jangka waktu; √
(h) tujuan penerbitannya; dan √
(i) persyaratan penting lain; √
(2) peringkat dan nama Perusahaan PemeringkatEfek; √ Catatan 24
(3) bursa tempat Sukuk dicatatkan; √
(4) jumlah bagian yang akan jatuh tempo dalam waktu 12 (dua belas) bulan; √
(5) nama Wali Amanat dan keterkaitan usaha dengan Perusahaan; √
(6) jaminan dengan menunjuk pos-pos yang berhubungan (jika ada); √
(7) pembatasan yang dipersyaratkan dalam Kontrak Perwaliamanatan; dan √
(8) kejadian penting lainnya antara lain kepatuhan Emiten atau Perusahaan Publik
dalam memenuhi persyaratan dan kondisi Sukuk (misalnya restrukturisasi Sukuk √
dan kondisi default).
26) Utang Subordinasi
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) nama kreditur, sifat ikatan, jangka waktu, jenis mata uang, dan kisaran suku bunga √
kontraktual selama periode pelaporan
b) tujuan perolehannya; √
c) persyaratan terkait dengan pelunasan utang subordinasi; √
d) kejadian penting lainnya antara lain kepatuhan Perusahaan dalam memenuhi √
persyaratan dan kondisi utang (misalnya restrukturisasi utang dan kondisi
default);
e) pembatasan yang dipersyaratkan dalam Kontrak Perwaliamanatan; dan
√
f) persyaratan penting lainnya. √
27) Obligasi Konversi
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) rincian mengenai jenis, nilai nominal dan nilai tercatat, tanggal jatuh tempo, jadwal
pembayaran bunga, suku bunga, bursa tempat obligasi konversi dicatatkan, dan √
tujuan penerbitannya;
b) periode konversi dan persyaratan konversi, antara lain meliputi rasio konversi, harga √
pelaksanaan, hak konversi sebelum jatuh tempo serta persyaratannya, dan penalti;
c) dampak dilusi apabila seluruh obligasi dikonversikan, dengan memperhatikan
tingkat konversi atau harga pelaksanaan (exercise price) yang paling menguntungkan
dari sudut pandang pemegang obligasi konversi; √
d) jumlah obligasi yang telah dikonversikan dan dampak dilusinya;
√
Page 169
Page 55 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
e) peringkat dan nama Perusahaan Pemeringkat Efek; √
f) jumlah bagian yang akan jatuh tempo dalam waktu 12 (dua belas) bulan; √
g) nama Wali Amanat dan keterkaitan usaha dengan Perusahaan; √
h) jaminan serta pembentukan dana untuk pelunasan utang pokok obligasi dengan √
menunjuk pos-pos yang berhubungan (jika ada);
i) kejadian penting lainnya antara lain kepatuhan Perusahaan dalam memenuhi √
persyaratan dan kondisi utang (misalnya restrukturisasi utang dan kondisi
default);
j) dalam hal Perusahaan menerbitkan obligasi konversi tanpa melalui penawaran umum,
√
wajib diungkapkan tujuan penerbitan dan nama pembeli;
k) komponen Liabilitas dari obligasi konversi; √
l) keberadaan fitur derivatif melekat; dan √
m) persyaratan penting lainnya √
c. Ekuitas
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk
1) Modal Saham
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) Bagi setiap jenis saham, antara lain:
(1) Rekonsiliasi jumlah saham beredar pada awal dan akhir periode; √
(2) Hak, keistimewaan, dan pembatasan yang melekat pada setiap jenis saham, √
termasuk pembatasan atas dividen dan pembayaran kembali atas modal; dan
(3) Saham yang dicadangkan untuk penerbitan dengan hak opsi dan kontrak √
penjualan saham, termasuk jumlah dan persyaratan;
b) Penjelasan mengenai sifat dan tujuan setiap pos cadangan dalam ekuitas; √
c) Susunan pemegang saham dengan mengungkapkan jumlah lembar saham dan Catatan 27
persentase kepemilikan, yaitu:
(1) Pemegang saham yang memiliki 5% (lima perseratus) atau lebih; √
(2) Nama direktur dan komisaris yang memiliki saham; dan
√
(3) Pemegang saham lainnya;
√
d) Dalam hal terjadi perubahan modal saham dalam periode berjalan:
(1) Keputusan yang berhubungan dengan perubahan modal saham tersebut,
seperti pengesahan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, persetujuan √
dan/atau pemberitahuan Menteri terkait, dan keputusan Rapat Umum
Pemegang Saham (RUPS);
(2) Sumber peningkatan modal saham, antara lain dari kapitalisasi agio, saldo laba, √
penerbitan saham baru dari Penawaran Umum dengan dan/atau tanpa Hak
Page 170
Page 56 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
Memesan Efek Terlebih Dahulu (right issue dan private placement), pelaksanaan
waran, serta konversi obligasi; dan
(3) Tujuan perubahan modal saham, antara lain dalam rangka ekspansi,
√
penyelesaian pinjaman, atau pemenuhan kecukupan modal;
e) Dalam hal hanya sebagian saham Perusahaan yang dicatatkan di Bursa Efek, agar √
disebutkan jumlah saham yang dicatatkan dan yang tidak dicatatkan pada Bursa
Efek.
2) Tambahan Modal Disetor (Additional Paid-in Capital)
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Rincian jumlah tambahan modal disetor; √
b) Uraian sumber agio saham; √
c) Rincian biaya emisi Efek ekuitas berdasarkan penerbitan Efek ekuitas; √
d) Uraian mengenai sifat dan asal selisih kurs atas modal disetor; √
e) Uraian mengenai sifat dan asal tambahan modal disetor lainnya; Catatan 28
√
f) Pengungkapan untuk selisih nilai transaksi dengan entitas sepengendali, antara lain:
(1) Nama dan penjelasan tentang entitas atau bisnis yang berkombinasi; √
(2) Penjelasan mengenai hubungan sepengendali dari entitas-entitas yang
bertransaksi dan bahwa hubungan tersebut tidak bersifat sementara;
(3) Tanggal efektif transaksi; √
(4) Operasi atau kegiatan bisnis yang telah diputuskan untuk dijual atau dihentikan
√
akibat kombinasi bisnis tersebut; √
(5) Kepemilikan entitas atau bisnis yang dialihkan serta jenis dan jumlah imbalan
yang terjadi; √
(6) Nilai tercatat bisnis yang dikombinasikan atau dialihkan serta selisih antara nilai
tercatat tersebut dengan jumlah imbalan yang diserahkan atau diterima; dan √
(7) Penyajian kembali laporan keuangan yang memberikan informasi antara lain:
(a) Ikhtisar angka-angka laporan keuangan yang telah dilaporkan sebelumnya
untuk periode yang disajikan kembali;
(b) Ikhtisar jumlah tercatat Aset dan Liabilitas entitas atau bisnis yang √
dikombinasikan;
√
(c) Dampak penyesuaian kebijakan akuntansi; dan
(d) Ikhtisar angka-angka laporan keuangan setelah disajikan kembali.
√
√
3) Selisih Transaksi dengan Pihak Nonpengendali
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) Uraian transaksi perubahan kepemilikan tanpa hilangnya Pengendalian yang meliputi:
(1) Jenis transaksi dan perubahan persentase kepemilikan; √
Page 171
Page 57 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(2) Nama entitas anak; dan √
(3) Nama pihak yang bertransaksi; √
b) Perhitungan selisih transaksi perubahan kepemilikan tanpa hilangnya Pengendalian; √
dan
c) Jumlah yang direalisasi ke laba rugi atas pelepasan investasi pada saat hilangnya √
Pengendalian.
4) Saham Treasuri
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Latar belakang pembelian kembali saham, pelepasan, atau pengurangan modal
disetor; √
b) Tanggal atau periode perolehan serta jumlah lembar dan nilai saham treasuri yang √
diperoleh;
c) Tanggal dan jumlah saham treasuri yang digunakan sebagai pengurangan modal √
disetor;
d) Tanggal dan jumlah saham treasuri yang dilepaskan kembali serta selisih antara
harga perolehan dengan harga pelepasan saham treasuri; dan √
e) Akumulasi jumlah lembar dan nilai saham treasuri.
√
5) Saldo Laba
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Alasan dan jumlah penyesuaian periode yang lalu (jika ada); √ Catatan 30
b) Perubahan saldo laba pada periode bersangkutan dan persetujuan RUPS yang terkait; √
dan
c) Saldo laba yang ditentukan penggunaannya, sifat, dan tujuan setiap pos cadangan. √
6) Waran
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) jenis waran dan harga pelaksanaan dari masing-masing waran;
b) dasar penentuan Nilai Wajar waran; √
c) nilai waran yang belum dan tidak dilaksanakan (kadaluwarsa);
√
√
d) jumlah waran yang diterbitkan dan beredar serta dampak dilusinya; dan
√
e) ikatan-ikatan yang terkait dengan penerbitan waran. √
7) Pendapatan Komprehensif Lainnya
Yang harus diungkapkan antara lain keterangan mengenai perubahan masing- Laporan perubahan ekuitas
masing komponen pendapatan komprehensif lainnya. √
Page 172
Page 58 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
8) Kepentingan Nonpengendali
Catatan 31
Yang harus diungkapkan antara lain rincian bagian pemegang saham nonpengendali atas √
ekuitas masing-masing entitas anak yang tidak dapat diatribusikan secara langsung atau
tidak langsung pada entitas induk.
d. Laba Rugi Komprehensif
1) Pendapatan
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) Jumlah setiap kategori signifikan dari pendapatan yang diakui selama periode,
termasuk pendapatan yang berasal dari:
(1) Penjualan barang;
√
(2) Penjualan jasa;
(3) Bunga;
(4) Royalti; dan/atau
(5) Dividen;
diungkapkan secara terpisah berdasarkan pihak berelasi dan pihak ketiga;
√
b) Rincian jumlah dari kelompok produk/jasa utama;
Catatan 32, 36, dan 38
c) Nama pihak pembeli dan jumlah nilai penjualan yang melebihi 10% √
(sepuluh perseratus) dari pendapatan;
d) Jumlah pendapatan yang berasal dari pertukaran barang atau jasa yang tercakup
dalam setiap kategori signifikan dari pendapatan (jika ada), yang diungkapkan √
terpisah berdasarkan pihak berelasi dan pihak ketiga;
e) Khusus untuk kontrak konstruksi, diungkapkan antara lain:
(1) Pendapatan kontrak konstruksi:
(a) Jumlah pendapatan kontrak yang diakui sebagai pendapatan dalam periode
berjalan;
√
(b) Metode yang digunakan untuk menentukan pendapatan kontrak yang diakui
dalam periode berjalan; dan
(c) Metode yang digunakan untuk menentukan tahap penyelesaian kontrak;
(2) Pekerjaan dalam proses penyelesaian pada tanggal akhir periode pelaporan:
(a) Jumlah agregat biaya yang terjadi dan laba/rugi yang diakui sampai tanggal
pelaporan; √
(b) Jumlah uang muka yang diterima; dan
(c) Jumlah retensi;
(3) Jumlah tagihan dan utang bruto kepada pemberi kerja, masing-masing sebagai
Aset dan Liabilitas;
√
Page 173
Page 59 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
f) Dalam hal Perusahaan memiliki transaksi hubungan keagenan, diungkapkan secara
terpisah, antara lain:
(1) Penjualan biasa dan penjualan dari hubungan keagenan; √
(2) Pendapatan komisi yang diperoleh Perusahaan sebagai agen dari √
transaksi keagenan dengan pendapatan lainnya; dan
(3) Perincian dari komponen pendapatan neto yang diperoleh Perusahaan sebagai
prinsipal dari transaksi keagenan, yang antara lain terdiri dari:
√
(a) Pendapatan bruto;
(b) Retur/rabat/diskon terkait; dan
(c) Total pendapatan neto.
2) Khusus Industri yang Tarifnya Diatur oleh Regulator
Ketentuan Tarif
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Dasar ketentuan tarif; √
b) Objek atau aktivitas yang dikenakan tarif; √
c) Masa berlaku tarif; √
d) Besaran tarif; dan √
e) Perjanjian lain yang terkait. √
3) Khusus Industri pembiayaan
Rincian jumlah berdasarkan kelompok produk/jasa utama antara lain:
a) Pendapatan pembiayaan konsumen;
b) Pendapatan anjak piutang; dan √
c) Pendapatan sewa. √
√
4) Khusus Industri Rumah Sakit
Terdiri dari:
Jasa pelayanan medis, jasa penunjang lainnya, jasa dokter, rawat inap, rawat jalan
dan penunjang medis,
Rincian pengurang pendapatan, antara lain:
a) Restitusi; √
b) Subsidi tidak mampu; dan √
c) Selisih perhitungan klaim.
√
5) Khusus Industri Transportasi
Rincian jumlah dari kelompok produk/jasa utama antara lain: √
Page 174
Page 60 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
a) Rincian pendapatan bersih jasa transportasi; √
b) Rincian pendapatan usaha dari jasa penyewaan alat transportasi; √
c) Rincian pendapatan usaha dari jasa ekspedisi; √
d) Rincian pendapatan usaha dari keagenan; dan √
e) Rincian pendapatan dipisahkan sesuai dengan jenisnya armada (bus, taksi, feri,
tanker dan pesawat udara) dengan ketentuan memisahkan atas dasar kepemilikan √
armada tersebut.
6) Khusus Industri Telekomunikasi
Rincian pendapatan usaha antara lain pendapatan usaha jasa interkoneksi, jasa
telekomunikasi sendiri, jasa telekomunikasi yang dilaksanakan melalui kerjasama √
dengan pihak lain.
7) Khusus Industri Asuransi:
Pendapatan Premi
Yang harus diungkapkan antara lain rincian dan jumlah berdasarkan kelompok premi bruto,
premi reasuransi, dan penurunan (kenaikan) premi yang belum merupakan
√
pendapatan untuk setiap jenis asuransi.
Catatan: menyesuaikan dengan PSAK yang berlaku (PSAK 36 dan 62)
8) Khusus Industri Jalan Tol:
Pendapatan
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Penjualan meliputi rincian pendapatan jasa tol sendiri, rincian pendapatan jasa lain, √
dan rincian pendapatan kerjasama operasi;
b) Jika perusahaan memiliki hak penyelenggaraan sejumlah ruas jalan tol, maka √
pendapatan usaha untuk setiap ruas jalan tol tersebut harus diungkapkan.
9) Khusus Industri Perbankan
Pendapatan Bunga
Yang harus diungkapkan antara lain:
Pendapatan bunga, yang dapat terdiri dari dan tidak terbatas pada :
a) Obligasi Pemerintah; √
b) Kredit, dengan pengungkapan tambahan untuk provisi dan komisi yang diakui; √
c) Efek-efek; dan √
d) Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank lain. √
Page 175
Page 61 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
10) Beban Pokok Penjualan
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Untuk perusahaan manufaktur, diungkapkan beban pokok produksi yang dirinci: √
(1) Biaya bahan baku; √
(2) Biaya tenaga kerja; dan √
(3) Biaya overhead
ditambah dan dikurangi saldo awal dan akhir persediaan;
b) Nama pihak penjual dan nilai pembelian yang melebihi 10% (sepuluh perseratus) dari √
pendapatan; dan
Catatan 33,34, dan 35
c) Untuk industri jasa, diungkapkan beban pokok berdasarkan pada jasa yang dijual. √
11) Khusus Industri Rumah Sakit
Beban Departementalisasi/Beban Operasional
Yang harus diungkapkan antara lain, rincian beban departementalisasi:
a) Beban bahan; √
b) Beban jasa pelayanan; √
c) Beban pegawai; √
d) Beban penyusutan sarana medis; √
e) Beban pemeliharaan sarana; √
f) Beban asuransi; √
g) Beban langganan daya dan jasa; √
h) Beban depresiasi. √
12) Khusus Industri Asuransi:
a) Beban Klaim Asuransi Kerugian
Yang harus diungkapkan antara lain rincian dan jumlah berdasarkan kelompok klaim √
bruto, klaim reasuransi, dan kenaikan (penurunan) estimasi klaim retensi sendiri
untuk setiap jenis asuransi.
b) Beban Klaim Asuransi Jiwa
Yang harus diungkapkan antara lain:
Rincian dan jumlah beban menurut jenis klaim dan manfaat, diantaranya : klaim
jatuh tempo, klaim nilai tunai, dan klaim kematian. √
c) Komisi Neto
Yang harus diungkapkan antara lain rincian dan jumlah berdasarkan
kelompok pendapatan komisi dan beban komisi untuk setiap jenis asuransi.
√
Page 176
Page 62 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
d) Hasil Investasi
Yang harus diungkapkan antara lain rincian dan jumlah menurut jenis investasi. √
13) Khusus Industri Perhotelan
Beban Departementalisasi
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Rincian jumlah unsur-unsur beban departementalisasi; √
b) Gaji dan beban pegawai lainnya; dan √
c) Rincian jumlah unsur-unsur beban departemen lainnya. √
14) Beban Usaha
Yang harus diungkapkan rincian sifat beban berdasarkan kategori fungsinya, yaitu antara
lain:
√ Catatan 33-35
a) Beban penjualan;
√
b) Beban distribusi; dan
c) Beban umum dan administrasi. √
15) Khusus Industri Perbankan
a) Beban Bunga
Yang harus diungkapkan antara lain rincian jumlah beban bunga berdasarkan
kelompok produk/jasa utama. √
b) Beban Provisi dan Komisi
Yang harus diungkapkan antara lain rincian jumlah beban beban provisi dan komisi
berdasarkan kelompok produk/jasa utama.
√
16) Khusus Industri Pembiayaan
BebanKerugian Penurunan Nilai
Yang harus diungkapkan antara lain jumlah beban kerugian penurunan nilai untuk
masing- masing akun Piutang Pembiayaan Konsumen, Tagihan Anjak Piutang, dan Piutang √
Sewa Pembiayaan.
17) Pendapatan dan Beban Lainnya
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) rincian dan jumlah Pendapatan lainnya. Catatan 36 dan 37
b) rincian dan jumlah Beban lainnya. √
c) Untuk Biaya Keuangan, meliputi : √
(1) biaya pinjaman meliputi:
Page 177
Page 63 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(a) beban keuangan yang dihitung dengan menggunakan metode suku bunga √
efektif;
(b) beban keuangan dalam sewa pembiayaan yang diakui sesuai SAK yang
√
berlaku; dan Catatan 38 dan 39
(c) selisih kurs yang berasal dari pinjaman dalam mata uang asing sepanjang
selisih kurs tersebut diperlakukan sebagai penyesuaian terhadap bunga; √
(2) biaya keuangan lainnya yang terjadi dari transaksi instrumen keuangan meliputi:
(a) rugi penurunan nilai dari kuotasi atas investasi tersedia untuk dijual; √
(b) rugi neto dari instrumen keuangan yang diakui pada Nilai Wajar melalui laba √
rugi; dan
(c) amortisasi premi/diskonto kontrak berjangka yang bertujuan untuk lindung √
nilai.
Catatan 14
d) Untuk Bagian Laba Rugi dari Entitas Asosiasi dan/atau Ventura Bersama meliputi :
(1) bagian laba rugi dari masing-masing entitas asosiasi dan/atau Ventura Bersama
yang dicatat dengan menggunakan metode ekuitas; dan √
(2) bagian laba rugi dari entitas asosiasi dari operasi yang dihentikan, yang
diungkapkan secara terpisah. √
18) Khusus Industri Perbankan
a) Beban Penyisihan Penurunan Nilai atas Aset Keuangan
Yang harus diungkapkan antara lain rincian jumlah berdasarkan jenis aset keuangan.
b) Keuntungan (Kerugian) dari kenaikan (penurunan) nilai surat-surat berharga √
dan Obligasi Rekapitalisasi Pemerintah
Yang harus diungkapkan antara lain rincian jumlah berdasarkan jenis.
c) Keuntungan (Kerugian) Penjualan Surat-surat Berharga dan Obligasi √
Rekapitalisasi
Pemerintah
Yang harus diungkapkan antara lain rincian jumlah berdasarkan jenis.
√
19) Pendapatan Komprehensif Lain
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) perubahan dalam surplus revaluasi Aset Tetap maupun Aset Takberwujud; √ Laporan perubahan ekuitas
b) keuntungan dan kerugian aktuarial atas program manfaat pasti; √
c) selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan;
d) keuntungan (kerugian) dari aset keuangan tersedia untuk dijual; √ √
e) bagian efektif dari keuntungan dan kerugian instrumen lindung nilai dalam
rangka lindung nilai arus kas; dan
bagian pendapatan komprehensif lain dari entitas asosiasi dan/atau Ventura Bersama. √
Page 178
Page 64 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
20) Pajak Penghasilan
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) komponen beban (penghasilan) pajak yang terdiri dari:
√
(1) beban (penghasilan) pajak kini;
√
(2) penyesuaian yang diakui pada periode atas pajak kini yang berasal dari periode
lalu;
(3) jumlah beban (penghasilan) pajak tangguhan yang berasal dari perbedaan √
temporer dan pembalikannya;
(4) jumlah beban (penghasilan) pajak tangguhan terkait dengan perubahan √
tarif pajak atau penerapan peraturan perpajakan yang baru;
√
(5) jumlah manfaat yang berasal dari rugi pajak yang tidak diakui sebelumnya
atau perbedaan temporer suatu periode lalu yang digunakan untuk mengurangi
beban pajak kini dan beban pajak tangguhan;
(6) beban pajak tangguhan yang disebabkan oleh penurunan atau pembalikan √ Catatan 12
penurunan sebelumnya atas aset pajak tangguhan; dan
(7) jumlah beban (penghasilan) terkait dengan perubahan kebijakan akuntansi dan √
kesalahan yang diperhitungkan dalam laporan laba rugi komprehensif,
dikarenakan tidak dapat diperlakukan secara retrospektif;
b) agregat pajak kini dan pajak tangguhan terkait dengan transaksi yang dibebankan √
atau dikreditkan langsung ke ekuitas;
c) jumlah pajak penghasilan terkait dengan setiap komponen pendapatan komprehensif √
lain, kecuali untuk bagian pendapatan komprehensif lain dari entitas asosiasi
dan/atau Ventura Bersama;
d) penjelasan hubungan antara beban (penghasilan) pajak dan laba akuntansi dalam
satu atau kedua bentuk berikut ini:
(1) rekonsiliasi antara beban (penghasilan) pajak dan hasil perkalian laba akuntansi √
dengan tarif pajak yang berlaku, dengan mengungkapkan dasar perhitungan
tarif pajak yang berlaku; atau
(2) rekonsiliasi antara tarif pajak efektif rata-rata dan tarif pajak yang berlaku,
dengan mengungkapkan dasar perhitungan tarif pajak yang berlaku;
√
e) penjelasan mengenai perubahan tarif pajak yang berlaku dan perbandingan dengan
tarif pajak yang berlaku pada periode akuntansi sebelumnya;
f) jumlah (dan batas waktu penggunaan, jika ada) perbedaan temporer yang dapat √
dikurangkan dan rugi pajak belum dikompensasi yang tidak diakui sebagai aset √
pajak tangguhan dalam laporan keuangan;
Page 179
Page 65 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
g) jumlah agregat perbedaan temporer yang terkait dengan investasi pada entitas anak,
cabang, entitas asosiasi, dan bagian partisipasi dalam Ventura Bersama atas liabilitas √
pajak tangguhan yang belum diakui;
h) rekonsiliasi fiskal dan perhitungan beban pajak kini dengan cara sebagai berikut:
(1) laba sebelum pajak menurut akuntansi; √
(2) ditambah/dikurangi koreksi positif atau negatif (dirinci); dan √
(3) laba kena pajak; √
i) perhitungan beban dan liabilitas pajak kini dengan menerapkan tarif pajak sesuai
dengan ketentuan perundang-undangan pajak yang berlaku; √
j) pernyataan bahwa laba kena pajak hasil rekonsiliasi menjadi dasar dalam pengisian
SPT Tahunan PPh Badan; √
k) setiap jenis perbedaan temporer dan setiap jenis rugi pajak yang belum
dikompensasi: Catatan 12
(1) jumlah aset dan liabilitas pajak tangguhan yang diakui pada laporan posisi
keuangan untuk periode sajian; dan
√
(2) jumlah beban (penghasilan) pajak tangguhan yang diakui dalam laba rugi,
apabila jumlah tersebut tidak terlihat dari perubahan jumlah aset atau √
liabilitas pajak tangguhan yang diakui dalam laporan posisi keuangan;
l) beban pajak terkait dengan operasi yang dihentikan:
(1) keuntungan atau kerugian atas penghentian; dan √
(2) laba rugi dari kegiatan normal atas operasi yang dihentikan selama periode, √
bersama dengan jumlah terkait untuk setiap periode sajian;
m) jumlah konsekuensi pajak penghasilan atas dividen kepada pemegang saham
Perusahaan yang diusulkan atau diumumkan sebelum Laporan Keuangan Diotorisasi √
untuk Terbit namun tidak diakui sebagai Liabilitas dalam laporan keuangan;
n) uraian jumlah perubahan pada jumlah pengakuan untuk aset pajak tangguhan
praakuisisi apabila Perusahaan adalah pihak pengakuisisi dalam suatu kombinasi √
bisnis;
o) peristiwa atau perubahan keadaan yang menyebabkan manfaat pajak tangguhan
wajib diakui apabila manfaat pajak tangguhan yang diperoleh dari kombinasi bisnis
√
tidak diakui pada tanggal akuisisi tetapi diakui setelah tanggal akuisisi; dan
p) jumlah aset pajak tangguhan dan alasan atau bukti yang mendukung pengakuan atas
aset pajak tangguhan, apabila:
(1) penggunaan aset pajak tangguhan bergantung pada kondisi laba kena pajak
mendatang lebih besar dari laba pembalikan perbedaan temporer kena pajak √
yang telah ada; dan
(2) entitas mengalami kerugian pada periode kini atau periode sebelumnya yang √
Page 180
Page 66 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
mengakibatkan diakuinya aset pajak tangguhan terkait.
21) Laba (Rugi) per Saham Dasar dan Dilusian
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) jumlah yang digunakan sebagai pembilang dalam penghitungan laba per saham dasar
dan dilusian, dan rekonsiliasi jumlah tersebut terhadap laba atau rugi yang dapat √ Catatan 2x
diatribusikan kepada entitas induk untuk periode tersebut. Rekonsiliasi tersebut
mencakup dampak individual dari setiap jenis instrumen yang mempengaruhi laba
per saham;
b) jumlah rata-rata tertimbang saham biasa yang digunakan sebagai penyebut dalam
penghitungan laba per saham dasar dan dilusian, dan rekonsiliasi penyebut √
tersebut. Rekonsiliasi tersebut mencakup dampak individual dari setiap jenis
instrumen yang mempengaruhi laba per saham;
c) instrumen (termasuk saham yang dapat diterbitkan secara kontinjen) yang berpotensi
mendilusi laba per saham dasar di masa depan, namun tidak dimasukkan dalam √
penghitungan laba per saham dilusian karena instrumen tersebut bersifat antidilutif
untuk periode sajian;
d) penjelasan transaksi saham biasa atau transaksi instrumen berpotensi saham biasa,
selain yang dihitung sesuai dengan SAK yang berlaku, yang terjadi setelah periode
pelaporan dan akan secara signifikan mengubah jumlah saham biasa atau instrumen
√
berpotensi saham biasa yang beredar pada akhir periode tersebut seandainya
transaksi dimaksud terjadi sebelum akhir periode pelaporan; dan
e) laba per saham dasar dan dilusian untuk operasi yang dihentikan.
√
22) Transaksi Pihak Berelasi
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Pengungkapan mengenai transaksi atau saldo dengan pihak berelasi, yang
jumlahnya:
√
(1) lebih dari Rp 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) untuk transaksi dengan
orang atau anggota keluarga terdekat; dan/atau Catatan 42
√
(2) lebih dari 0,5% (nol koma lima perseratus) dari modal disetor untuk transaksi
dengan entitas berelasi.
b) terkait dengan transaksi dengan orang atau anggota keluarga terdekat meliputi
nama, sifat dan hubungan dengan pihak berelasi serta informasi tentang √
transaksi dan saldo dengan pihak dimaksud;
c) terkait dengan transaksi dengan entitas berelasi meliputi sifat dan hubungan dengan
pihak-pihak berelasi serta informasi mengenai transaksi dan saldo, termasuk
komitmen, yang diperlukan untuk memahami potensi dampak hubungan tersebut
Page 181
Page 67 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
dalam laporan keuangan, paling kurang:
(1) jumlah transaksi beserta persentasenya terhadap total pendapatan dan beban √ Catatan 42
terkait;
(2) jumlah saldo beserta persentasenya terhadap total Aset atau Liabilitas, √
termasuk komitmen, dan:
(a) persyaratan dan ketentuannya, termasuk apakah terdapat jaminan, dan
sifat imbalan yang akan diberikan, untuk penyelesaian; dan
(b) rincian garansi yang diberikan atau diterima;
(3) jumlah cadangan kerugian penurunan nilai, beban cadangan kerugian
penurunan nilai secara individual dan kolektif, dan penghapusan piutang √
terkait dengan jumlah saldo piutang usaha dan piutang pihak berelasi non-
usaha; dan √
(4) alasan dan dasar pembentukan cadangan kerugian penurunan nilai, jika
dilakukan pembentukan;
d) pengungkapan yang disyaratkan sebagaimana dimaksud dalam huruf a) dan b)
√
dilakukan secara terpisah untuk masing-masing kategori berikut:
Catatan 42 & Catatan 50
(1) entitas induk;
(2) entitas dengan pengendalian bersama atau Pengaruh Signifikan terhadap
entitas;
(3) entitas anak;
(4) entitas asosiasi;
(5) Ventura Bersama dimana entitas merupakan venturer;
(6) personil manajemen kunci dari entitas pelapor atau entitas induknya; dan
(7) pihak-pihak berelasi lainnya. √ Catatan 42
e) seluruh kompensasi yang diberikan kepada masing-masing anggota atau kelompok
direksi, komisaris, pemegang saham utama yang juga sebagai karyawan, dan
manajemen kunci lainnya untuk masing-masing kategori berikut:
(1) imbalan kerja jangka pendek;
(2) imbalan pascakerja;
(3) imbalan kerja jangka panjang lainnya;
(4) pesangon pemutusan kontrak kerja; dan
(5) pembayaran berbasis saham.
√ Catatan 42
f) untuk entitas berelasi dengan pemerintah :
(1) nama entitas berelasi dengan pemerintah dan sifat hubungannya dengan
Perusahaan;
Page 182
Page 68 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(2) sifat dan jumlah setiap transaksi yang secara individual signifikan; dan √
(3) untuk transaksi lainnya yang secara kolektif, tetapi tidak secara individual, √
signifikan, indikasi secara kuantitatif atau kualitatif atas luasnya transaksi
tersebut.
23) Aset dan Liabilitas dalam Mata Uang Asing
a) Mata uang asing yang dimaksud adalah mata uang selain mata uang fungsional. √
b) Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) rincian aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing serta ekuivalennya Catatan 40
√
dalam mata uang fungsional;
(2) posisi neto dari aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing;
(3) rincian kontrak valuta berjangka dan ekuivalen dalam mata uang fungsional;
√
(4) jumlah selisih kurs yang diakui dalam laba rugi, kecuali untuk selisih kurs √
yang
timbul pada instrumen keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi;
dan √
(5) selisih kurs neto diakui dalam pendapatan komprehensif lain dan diakumulasikan
dalam komponen ekuitas yang terpisah, serta rekonsiliasi selisih kurs tersebut
√
pada awal dan akhir periode.
24) Penurunan Nilai Aset Nonkeuangan
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) untuk setiap rugi penurunan nilai yang diakui atau dibalik selama periode tertentu
untuk suatu aset individual, termasuk goodwill atau suatu unit penghasil kas:
(1) peristiwa dan kondisi yang mengindikasikan pengakuan atau pembalikan rugi
√
penurunan nilai;
(2) jumlah rugi penurunan nilai yang diakui dalam laba rugi selama periode tersebut
dan unsur laporan laba rugi komprehensif yang didalamnya tercakup rugi Catatan 9,15,16, 36 dan 37
√
penurunan nilai;
(3) jumlah pembalikan rugi penurunan nilai yang diakui dalam laba rugi selama
√
periode tersebut dan unsur laporan laba rugi komprehensif yang di dalamnya
tercakup rugi penurunan nilai yang dibalik;
(4) goodwill yang telah diakui rugi penurunan nilainya;
√
(5) jumlah rugi penurunan nilai atas aset revaluasian yang diakui dalam pendapatan
komprehensif lain selama periode tersebut; dan √
(6) jumlah pembalikan rugi penurunan nilai atas aset revaluasian yang diakui dalam
pendapatan komprehensif lain selama periode tersebut. √
b) Pengungkapan sebagaimana dimaksud dalam angka (1) dilakukan untuk setiap √
kelompok aset.
Page 183
Page 69 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
25) Perubahan Estimasi Akuntansi, Perubahan Kebijakan Akuntansi, dan Kesalahan
Periode Lalu
a) Perubahan Estimasi Akuntansi
Yang harus diungkapkan antara lain :
(1) sifat dan alasan perubahan estimasi akuntansi; √ Catatan 3
(2) jumlah perubahan estimasi yang berdampak pada periode berjalan; dan √
(3) perkiraan dampak estimasi pada periode mendatang. Dalam hal jumlah
dampak pada periode mendatang tidak praktis, fakta tersebut harus
√
diungkapkan.
b) Perubahan Kebijakan Akuntansi
Yang harus diungkapkan antara lain :
(1) sifat dari perubahan kebijakan akuntansi; √
(2) alasan penerapan kebijakan akuntansi baru memberikan informasi yang andal √
dan relevan; Catatan 2b
(3) jumlah penyesuaian untuk periode berjalan dan setiap periode lalu sajian:
(a) setiap pos laporan keuangan yang terpengaruh; dan
(b) laba per saham dasar dan dilusian; √
(4) jumlah penyesuaian yang terkait dengan periode-periode sebelum periode yang √
disajikan. Dalam hal tidak praktis dilakukan, maka diungkapkan alasannya;
dan √
(5) keadaan yang membuat penerapan retrospektif tidak praktis untuk suatu
periode tertentu atau untuk periode-periode sebelum periode-periode tersebut
disajikan dan tanggal dimulainya perubahan kebijakan akuntansi. √
c) Kesalahan Periode Lalu √
Yang harus diungkapkan antara lain :
(1) sifat dari kesalahan periode lalu; √
(2) jumlah koreksi untuk setiap periode sajian:
(a) bagi setiap pos laporan keuangan; dan
(b) laba per saham dasar dan dilusian;
(3) jumlah koreksi pada awal periode sajian paling awal; dan √
(4) keadaan yang membuat penerapan retrospketif tidak praktis dilakukan dan
penjelasan mengenai cara dan waktu dilakukannya koreksi apabila penyajian √
kembali retrospektif tidak praktis.
Page 184
Page 70 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
26) Kombinasi Bisnis
a) Perusahaan harus mengungkapkan hal-hal sebagai berikut untuk setiap kombinasi
bisnis yang terjadi selama periode pelaporan, yaitu:
(1) nama dan penjelasan tentang pihak yang diakuisisi; √
(2) tanggal akuisisi; √
(3) biaya terkait akuisisi, di luar biaya penerbitan Efek utang dan Efek ekuitas, √
periode berjalan, dan akumulasinya untuk masing-masing kombinasi bisnis;
(4) persentase kepentingan ekuitas berhak suara yang diperoleh; √
(5) alasan utama untuk kombinasi bisnis dan penjelasan tentang cara pihak √
pengakuisisi memperoleh Pengendalian atas pihak yang diakuisisi;
(6) penjelasan kualitatif tentang faktor yang membentuk goodwill yang diakui; √
(7) Nilai Wajar pada saat tanggal akuisisi atas total imbalan yang dialihkan dan Nilai
Wajar tanggal akuisisi untuk setiap kelompok utama imbalan; √
(8) kesepakatan imbalan kontinjensi dan aset indemnifikasi:
(a) jumlah yang diakui pada tanggal akuisisi;
√
(b) penjelasan tentang kesepakatan dan dasar penentuan jumlah pembayaran;
dan
√
(c) estimasi kisaran hasil (tidak didiskonto) atau, jika apabila kisaran tidak
dapat diestimasikan maka fakta dan alasan mengapa kisaran tersebut
tidak dapat diestimasikan. Dalam hal jumlah maksimum pembayaran tidak √
terbatas, maka pihak pengakuisisi mengungkapkan fakta tersebut;
(9) Perusahaan harus mengungkapkan piutang yang diperoleh berdasarkan
kelompok utama piutang, misalnya pinjaman yang diberikan, sewa pembiayaan
langsung, dan kelompok piutang lain, yaitu sebagai berikut:
(a) Nilai Wajar piutang;
(b) jumlah piutang bruto kontraktual; dan √
(c) estimasi terbaik pada tanggal akuisisi atas jumlah arus kas kontraktual √
yang diperkirakan tidak tertagih; √
(10) jumlah yang diakui pada tanggal akuisisi untuk setiap kelompok utama Aset
yang diperoleh dan Liabilitas yang diambil alih; √
(11) setiap liabilitas kontinjensi yang diakui pada Nilai Wajar:
(a) uraian mengenai karakteristik kewajiban dan perkiraan saat arus keluar
sumber daya ekonomi terjadi; √
(b) indikasi ketidakpastian saat atau jumlah arus keluar tersebut. Dalam hal
√
Page 185
Page 71 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
diperlukan, Perusahaan harus mengungkapkan asumsi utama yang
mendasari prakiraan peristiwa masa depan; dan
(c) jumlah estimasi penggantian yang akan diterima dengan menyebutkan √
jumlah Aset yang telah diakui untuk estimasi penggantian tersebut;
(12) dalam hal liabilitas kontinjensi tidak diakui karena Nilai Wajarnya tidak dapat
diukur secara andal, maka pihak pengakuisisi mengungkapkan:
(a) informasi sebagaimana dimaksud dalam angka 33 huruf b) angka (4)
√
terkait perikatan dan kontijensi; dan
(b) alasan Liabilitas tidak dapat diukur secara andal;
√
(13) dalam hal pembelian dengan diskon:
(a) jumlah keuntungan yang diakui dan pos dalam laporan laba rugi
komprehensif dimana keuntungan tersebut diakui; dan
√
(b) penjelasan tentang alasan transaksi tersebut menghasilkan keuntungan;
(14) setiap kombinasi bisnis dimana pihak pengakuisisi memiliki kurang dari 100% √
(seratus perseratus) dari kepentingan ekuitas pihak yang diakuisisi pada
tanggal akuisisi:
(a) jumlah dari kepentingan nonpengendali pada pihak yang diakuisisi, yang
diakui pada tanggal akuisisi dan dasar pengukurannya; dan
(b) teknik penilaian dan input model utama yang digunakan dalam penentuan √
nilai tersebut, untuk setiap kepentingan nonpengendali pada pihak yang
diakuisisi yang diukur pada Nilai Wajar; √
(15) dalam hal suatu kombinasi bisnis yang dilakukan secara bertahap:
(a) Nilai Wajar pada tanggal akuisisi atas kepentingan ekuitas pihak yang
diakuisisi yang dimiliki oleh pihak pengakuisisi segera sebelum tanggal
akuisisi; dan √
(b) jumlah keuntungan atau kerugian yang diakui sebagai hasil dari
pengukuran kembali Nilai Wajar dari kepentingan ekuitas pada pihak
yang diakuisisi yang dimiliki oleh pihak pengakuisisi sebelum kombinasi
√
bisnis dan pos dalam laporan laba rugi komprehensif untuk mengakui
keuntungan atau kerugian tersebut;
(16) Informasi sebagai berikut:
(a) jumlah pendapatan dan laba atau rugi dari pihak yang diakuisisi sejak
tanggal akuisisi yang dimasukkan dalam laporan laba rugi
komprehensif pada periode pelaporan; dan
(b) pendapatan dan laba atau rugi dari entitas hasil penggabungan untuk √
periode pelaporan berjalan seolah-olah tanggal akuisisi untuk semua
√
Page 186
Page 72 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
kombinasi bisnis yang terjadi selama tahun berjalan telah diperhitungkan
sejak awal periode pelaporan.
b) Terhadap kombinasi bisnis yang terjadi pada periode sekarang dan periode
sebelumnya, Perusahaan yang menjadi pihak pengakuisisi wajib mengungkapkan
informasi berikut untuk setiap kombinasi bisnis yang material atau secara kolektif
material:
(1) dalam hal akuntansi awal untuk kombinasi bisnis belum selesai untuk Aset,
Liabilitas, kepentingan nonpengendali tertentu atau jenis imbalan dan jumlah
yang diakui dalam laporan keuangan kombinasi bisnis sehingga ditentukan
hanya bersifat penyisihan, maka diungkapkan:
(a) alasan akuntansi awal untuk kombinasi bisnis belum selesai;
√
(b) Aset, Liabilitas, kepentingan ekuitas atau jenis imbalan yang akuntansi
√
awalnya belum selesai; dan
(c) sifat dan jumlah dari setiap penyesuaian periode pengukuran yang diakui
√
selama periode pelaporan
(2) setiap periode pelaporan setelah tanggal akuisisi sampai dengan Perusahaan
mendapatkan, menjual atau kehilangan hak atas aset imbalan kontinjensi,
atau sampai dengan Perusahaan menyelesaikan liabilitas imbalan kontinjensi
atau liabilitas tersebut dibatalkan atau lewat waktu, maka diungkapkan:
(a) setiap perubahan dalam jumlah yang diakui, termasuk setiap perbedaan √
yang timbul selama penyelesaian;
(b) setiap perubahan dalam kisaran hasil (tidak didiskonto) dan alasan √
perubahan tersebut; dan
(c) teknik penilaian dan input model utama yang digunakan untuk mengukur √
imbalan kontinjensi;
(3) liabilitas kontinjensi yang diakui dalam kombinasi bisnis, jika ada;
(4) rekonsiliasi atas nilai tercatat goodwill pada awal dan akhir periode pelaporan; √
(5) jumlah dan penjelasan dari setiap keuntungan atau kerugianyang diakui pada
√
periode pelaporan yang:
(a) terkait dengan aset teridentifikasi yang diperoleh atau liabilitas yang
diambil-alih dalam kombinasi bisnis pada periode pelaporan berjalan
atau periode pelaporan sebelumnya; dan √
(b) ukuran, sifat, atau kejadian relevan yang diungkapkan untuk memahami
laporan keuangan Perusahaan hasil penggabungan;
c) pernyataan kesesuaian dengan peraturan Bapepam dan LK dalam √
pelaksanaan transaksi kombinasi bisnis; dan
√
Page 187
Page 73 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
d) Perusahaan harus mengungkapkan hal-hal berikut secara keseluruhan, sehubungan
dengan perolehan atas entitas anak dan unit bisnis lainnya selama suatu periode:
(1) jumlah harga yang dibayarkan; √
(2) bagian dari harga yang merupakan Kas dan Setara Kas; √
(3) jumlah Kas dan Setara Kas pada entitas anak atau bisnis lainnya apabila √
Pengendalian diperoleh; dan
(4) jumlah aset dan liabilitas selain Kas dan Setara Kas pada entitas anak atau
bisnis lainnya apabila Pengendalian diperoleh, diikhtisarkan berdasarkan √
kategori utamanya.
27) Segmen Operasi
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) pengungkapan pada level segmen;
(1) informasi umum, yang terdiri dari:
(a) faktor-faktor yang digunakan oleh manajemen untuk mengidentifikasi √
segmen dilaporkan; dan
(b) jenis produk dan jasa yang menghasilkan pendapatan dari setiap segmen √
dilaporkan;
(2) informasi mengenai laba atau rugi segmen, termasuk pendapatan dan beban
tertentu, aset segmen, dan liabilitas segmen dari segmen dilaporkan, serta √
dasar pengukurannya; Catatan 43
(3) rekonsiliasi dari total pendapatan segmen, ukuran laba atau rugi segmen
dilaporkan, aset segmen, liabilitas segmen, dan unsur segmen material
√
lainnya terhadap jumlah yang terkait dalam laporan keuangan Perusahaan;
b) pengungkapan pada level entitas
(1) Informasi produk dan jasa
Pendapatan dari pelanggan eksternal untuk setiap produk dan jasa atau √
setiap kelompok produk dan jasa yang serupa.
(2) Informasi wilayah geografis
(a) Pendapatan dari pelanggan eksternal yang diatribusikan kepada: √
i. negara domisili Perusahaan; dan
ii. semua negara asing secara total dimana Perusahaan memperoleh
pendapatan. Dalam hal pendapatan dari suatu negara asing secara
individual jumlahnya material, pendapatan tersebut diungkapkan secara
terpisah, termasuk dasar pengatribusian pendapatannya kepada negara
Page 188
Page 74 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
tersebut secara individual.
(b) Aset tidak lancar selain instrumen keuangan, aset pajak yang ditangguhkan,
aset imbalan pascakerja, dan hak yang terjadi akibat kontrak asuransi yang √
berlokasi di:
i. negara domisili Perusahaan; dan
ii. semua negara asing secara total dimana Perusahaan memiliki aset.
Dalam hal aset dari suatu negara asing secara individual jumlahnya
material, maka aset tersebut diungkapkan secara terpisah.
(3) Informasi pelanggan utama
Dalam hal pendapatan dari transaksi dengan pelanggan eksternal tunggal
mencapai 10% (sepuluh perseratus) atau lebih dari pendapatan konsolidasi,
√
Perusahaan harus mengungkapkan:
(a) fakta;
(b) total pendapatan dari setiap pelanggan; dan
(c) identitas segmen yang melaporkan pendapatan tersebut.
28) Operasi yang Dihentikan
a) Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) uraian tentang alasan operasi dihentikan;
(2) uraian fakta dan keadaan dari penjualan, atau yang mengarah kepada √
pelepasan yang diharapkan, cara, dan waktu pelepasan dari aset dan liabilitas √
operasi
yang dihentikan; dan
√
(3) pengaruh dari operasi yang dihentikan terhadap segmen yang dilaporkan dari
aset tidak lancar atau kelompok lepasan disajikan sesuai SAK yang berlaku.
b) Yang harus diungkapkan atas informasi terkait dengan laba (rugi) operasi yang
dihentikan, antara lain:
(1) analisa atas jumlah tunggal yang disajikan dalam laporan laba rugi
komprehensif meliputi:
(a) pendapatan, beban, dan laba atau rugi sebelum pajak dari operasi yang √
dihentikan dan beban pajak penghasilan yang terkait; dan
(b) laba atau rugi yang diakui dalam pengukuran ke Nilai Wajar setelah
dikurangi biaya untuk menjual atau pelepasan aset atau kelompok lepasan √
yang terkait dengan operasi yang dihentikan dan beban pajak
penghasilan yang terkait;
(2) arus kas neto yang dapat diatribusikan pada aktivitas operasi, investasi dan
pendanaan dari operasi yang dihentikan; dan √
(3) jumlah penghasilan dari operasi yang dilanjutkan dan operasi yang
dihentikan yang dapat diatribusikan pada pemilik entitas induk. √
Page 189
Page 74 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
29) Instrumen Derivatif selain Derivatif Melekat
a) Perusahaan wajib mengelompokkan instrumen derivatif sesuai dengan tujuannya,
yaitu untuk lindung nilai atau tujuan lainnya (non lindung nilai), seperti untuk tujuan √
spekulasi;
b) Perusahaan yang memiliki atau menerbitkan instrumen derivatif wajib
mengungkapkan untuk setiap kontrak instrumen derivatif dalam kelompok klasifikasi
lindung nilai dan kelompok non lindung nilai:
(1) hakikat dan sifat dari transaksi, berupa transaksi berjangka dalam bentuk
√
valuta, bunga, komoditas atau lain-lain;
(2) pihak lawan transaksi (counterparties);
√
(3) tanggal jatuh tempo;
(4) nilai keseluruhan kontrak dan Nilai Wajar pada tanggal laporan posisi
keuangan; √
(5) beban atau Pendapatan pada periode pelaporan; √
(6) pos Aset dan/atau Liabilitas yang dilindung nilai; dan
(7) persyaratan penting lainnya.
√
c) Yang harus diungkapkan antara lain:
√
√
(1) Hal-hal yang diperlukan untuk memahami tujuan transaksi derivatif dan strategi
untuk mencapai tujuan tersebut;
(2) Kebijakan manajemen risiko untuk setiap klasifikasi lindung nilai, termasuk √
penjelasan mengenai Aset dan/atau Liabilitas dan jenis transaksi yang
dilindung nilai; dan √
(3) Bagi instrumen yang tidak dimaksudkan sebagai suatu lindung nilai, disebutkan
tujuannya.
√
30) Nilai Wajar Instrumen Keuangan
Yang harus diungkapkan untuk setiap kelompok aset keuangan dan liabilitas
keuangan antara lain:
Catatan 47
a) Nilai Wajar setiap kelompok Aset dan Liabilitas tersebut dengan cara yang
memungkinkan untuk dapat diperbandingkan dengan nilai tercatat dalam laporan √
posisi keuangan; dan
b) hierarki, metode, dan asumsi signifikan yang digunakan dalam menentukan Nilai Wajar
aset keuangan dan liabilitas keuangan. √
31) Dividen
Yang harus diungkapkan antara lain: Catatan 30
a) jumlah dividen dan dividen per saham yang telah dideklarasikan dan √
dibayarkan sebagai distribusi kepada pemilik pada periode pelaporan;
b) jumlah utang dividen untuk: √
Page 190
Page PAGE
75 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(1) periode pelaporan, dan
(2) periode sebelumnya;
c) jumlah dividen dan dividen per saham yang diusulkan atau dideklarasikan setelah
periode pelaporan tetapi sebelum tanggal penyelesaian laporan keuangan dan tidak √
diakui sebagai Liabilitas kepada pemilik pada akhir periode pelaporan; dan
d) jumlah dividen preferen kumulatif yang tidak diakui.
√
32) Bagian Partisipasi dalam Ventura Bersama
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) jumlah agregat dari liabilitas kontinjensi dengan jumlah liabilitas kontinjensi lainnya
secara terpisah; √
b) jumlah agregat dari komitmen modal terkait dengan bagian partisipasinya dalam
Ventura Bersama secara terpisah dari komitmen lainnya; √
c) daftar dan penjelasan bagian partisipasi dalam Ventura Bersama yang signifikan
dan bagian partisipasi kepemilikan dalam pengendalian bersama entitas; dan √
d) dalam hal Ventura Bersama diakui dalam pengendalian bersama entitas, agar
ditambahkan pengungkapan tambahan tentang:
(1) metode yang digunakan untuk mengakui bagian partisipasinya; dan
(2) jumlah agregat setiap aset lancar, aset tidak lancar, liabilitas jangka pendek, √
liabilitas jangka panjang, penghasilan dan beban yang terkait dengan bagian
partisipasinya dalam Ventura Bersama. √
33) Perikatan dan Kontinjensi
a) Perikatan
Yang harus diungkapkan antara lain :
(1) perikatan yang meliputi:
(a) perjanjian sewa, keagenan dan distribusi, bantuan manajemen dan teknis,
royalti, dan lisensi, diungkapkan:
i. pihak-pihak yang terkait dalam perjanjian; √
ii. periode berlakunya perikatan; √
iii. dasar penentuan kompensasi dan denda; √
√
iv. jumlah beban atau pendapatan pada periode pelaporan; dan
√
v. pembatasan-pembatasan lainnya;
(b) kontrak atau perjanjian yang memerlukan penggunaan dana di masa yang
√ Catatan 44
akan datang, seperti: pembangunan pabrik, perjanjian pembelian, ikatan
untuk investasi, diungkapkan:
Page 191
Page PAGE
75 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
i. pihak-pihak yang terkait dalam perjanjian; √
ii. periode berlakunya perikatan; √
iii. nilai keseluruhan, mata uang, dan bagian yang telah direalisasi; dan √
Catatan 44
iv. sanksi-sanksi;
√
(2) pemberian jaminan atau garansi, diungkapkan:
(a) pihak-pihak yang dijamin dan yang menerima jaminan, yang dipisahkan
antara pihak berelasi dan pihak ketiga untuk pihak yang dijamin; √
(b) latar belakang dikeluarkannya jaminan
√
(c) periode berlakunya jaminan; dan Catatan 23
√
(d) nilai jaminan; √
(3) fasilitas kredit yang belum digunakan, misalnya fasilitas L/C, cerukan bank; dan √
(4) uraian mengenai sifat, jenis, jumlah dan batasan-batasannya √
b) Kontinjensi
Yang harus diungkapkan antara lain :
(1) perkara atau sengketa hukum,
diungkapkan:
(a) pihak-pihak yang terkait; √
(b) jumlah yang diperkarakan; √ Catatan 45
(c) latar belakang, isi dan status perkaradan pendapat hukum (legal opinion);
dan √
(d) dampak keuangan;
(2) Peraturan Pemerintah yang berdampak terhadap Perusahaan, misalnya masalah √
lingkungan hidup, diungkapkan uraian singkat tentang peraturan dan estimasi
dampak keuangannya;
(3) kemungkinan liabilitas pajak tambahan:
(a) jenis ketetapan atau tagihan pajak, jenis pajak, tahun pajak serta jumlah √
pokok dan denda atau bunganya; dan
(b) sikap Perusahaan terhadap ketetapan atau tagihan pajak (keberatan atau √
banding);
(4) peristiwa kontinjensi lainnya, yang diungkapkan antara lain:
(a) karakteristik aset atau liabilitas kontinjensi; √
(b) estimasi dari dampak keuangannya; √ Catatan 45
(c) indikasi tentang ketidakpastian yang terkait dengan jumlah atau waktu arus √
Page 192
Page PAGE
75 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
keluar sumber daya; dan
(d) kemungkinan penggantian oleh pihak ketiga. √
34) Khusus Industri Perkebunan
Perkebunan Inti Rakyat dan Plasma
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Isi perjanjian kerjasama IR/Plasma; √
b) Pihak-pihak yang terkait dalam kerjasama; √
c) Lokasi aset dan jangka waktu pengelolaan; √
d) Hak dan liabilitas dari masing-masing pihak dalam kerjasama; √
e) Ketentuan tentang perbahan perjanjian kerjasama; √
dan f) Isi perubahan perjanjian, jika ada. √
35) Manajemen Risiko Keuangan
a) Perusahaan harus mengungkapkan informasi yang memungkinkan para pengguna
laporan keuangan untuk mengevaluasi sifat dan luas risiko yang timbul dari
instrumen keuangan, serta kebijakan dalam pengelolaan risiko, termasuk, namun
tidak terbatas pada risiko sebagai berikut:
(1) risiko kredit, antara lain ikhtisar analisis umur aset keuangan yang belum jatuh
tempo atau tidak mengalami penurunan nilai dan yang lewat jatuh tempo pada √ Catatan 46
akhir periode pelaporan tetapi tidak mengalami penurunan nilai;
(2) risiko likuiditas, antara lain:
√
(a) analisis jatuh tempo untuk liabilitas keuangan derivatif dan nonderivatif yang
menunjukkan sisa jatuh tempo kontraktual yang bertujuan untuk
pemahaman terhadap periode arus kas; dan
(b) deskripsi mengenai cara Perusahaan mengelola risiko likuiditas;
(3) risiko pasar, antara lain analisis sensitivitas untuk setiap jenis risiko pasar dimana √
entitas terdampak pada akhir periode pelaporan, yang menunjukkan dampak
perubahan pada variabel risiko yang relevan pada tanggal tersebut terhadap laba
rugi dan ekuitas; dan
√
(4) risiko lainnya yang dimiliki oleh Perusahaan.
b) Pengungkapan sebagaimana dimaksud dalam huruf a) terdiri dari pengungkapan
kualitatif dan pengungkapan kuantitatif untuk setiap jenis risiko yang timbul dari √
instrumen keuangan.
36) Khusus Industri Perbankan
a) Rasio Kecukupan Modal (Capital Adequacy Ratio)
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Rincian perhitungan dan jumlah rasio kecukupan modal pada tanggal laporan √
Page 193
Page PAGE
75 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
posisi keuangan;
(2) Posisi CAR minimum berdasarkan peraturan Bank Indonesia; dan √
(3) Aspek khusus yang mendasari perhitungan CAR. √
b) Posisi Devisa Neto
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Rincian perhitungan dan posisi devisa neto menurut jenis mata uang pada tanggal
laporan posisi keuangan; √
(2) Posisi devisa neto maksimum berdasarkan peraturan Bank Indonesia;
(3) Aspek khusus yang mendasari perhitungan posisi devisa neto. √
√
c) Jaminan Pemerintah terhadap Liabilitas Pembayaran Bank Umum
Yang harus diungkapkan antara lain dasar hukum yang melandasi jaminan atas
dana pihak ketiga di bank.
√
d) Aktivitas Fiduciary
Yang harus diungkapkan antara lain uraian masing-masing aktivitas fiduciaryyang
meliputi jasa kustodian, wali amanat, pengelolaan investasi dan reksadana.
√
37) Kuasi-Reorganisasi
Yang harus diungkapkan antara lain uraian mengenai kegiatan kuasi-reorganisasi
yang meliputi:
a) Jumlah saldo negatif yang dieliminasi dalam laporan posisi keuangan dan jumlah
tersebut disajikan selama tiga tahun berurutan sejak kuasi-reorganisasi; √
b) Status going concern perusahaan dan rencana manajemen dan pemegang saham
setelah kuasi-reorganisasi yang menggambarkan prospek usaha di masa mendatang; √
c) Penyajian laporan posisi keuangan sebelum, pada saat dan sesudah
kuasi- reorganisasi; √
d) Rincian dari jumlah yang membentuk akun selisih penilaian Aset dan liabilitas sebelum
digunakan untuk mengeliminasi defisit; dan √
e) Keterangan tentang tanggal terjadinya kuasi-reorganisasi pada akun saldo laba
dalam laporan posisi keuangan untuk jangka waktu 10 tahun ke depan sejak kuasi- √
reorganisasi.
38) Pengelolaan Modal
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) informasi kualitatif tentang tujuan, kebijakan, dan proses Perusahaan dalam mengelola √
Page 194
Page PAGE
75 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
permodalannya, termasuk:
(1) deskripsi tentang bagian yang dikelola sebagai modal; √
(2) sifat persyaratan dan implementasinya dalam hal Perusahaan diharuskan √
untuk memenuhi persyaratan permodalan yang disyaratkan oleh pihak
eksternal; dan √
(3) cara Perusahaan memenuhi tujuannya dalam mengelola permodalannya;
b) ringkasan data kuantitatif tentang bagian yang dikelola sebagai modal; √
c) setiap perubahan pada angka a) dan angka b) dari periode sebelumnya; √
d) pernyataan atas kepatuhan terhadap setiap persyaratan permodalan dari pihak
√
eksternal (jika ada); dan
e) konsekuensi dari ketidakpatuhan persyaratan permodalan dari pihak eksternal,
√
apabila terjadi ketidakpatuhan.
39) Transaksi Nonkas
Yang harus diungkapkan antara lain :
Transaksi pada aktivitas investasi dan pendanaan yang tidak memerlukan penggunaan
Catatan 41
Kas dan Setara Kas yang tidak termasuk dalam laporan arus kas. √
Transaksi tersebut antara lain berupa perolehan Aset secara kredit atau sewa
pembiayaan, akuisisi melalui penerbitan saham, dan konversi utang menjadi modal. √
40) Pembayaran Berbasis Saham
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) rincian jumlah Liabilitas atas pembayaran berbasis saham baik untuk jangka pendek
ataupun jangka panjang; √
b) penjelasan mengenai setiap jenis perjanjian pembayaran berbasis saham yang ada
pada suatu periode, termasuk syarat dan ketentuan umum setiap perjanjian,
seperti kondisi vesting, jangka waktu maksimum atas opsi yang diberikan, dan √
metode penyelesaian;
c) jumlah dan rata-rata tertimbang harga eksekusi opsi saham untuk setiap kelompok
opsi saham;
√
d) untuk opsi saham yang dieksekusi selama periode, rata-rata tertimbang harga saham
pada tanggal eksekusi atau selama periode pelaporan;
√
e) kisaran harga eksekusi dan rata-rata tertimbang sisa umur kontrak untuk opsi saham
yang beredar pada akhir periode;
√
f) penentuan Nilai Wajar dengan mengungkapkan paling kurang hal-hal sebagai
berikut:
(1) opsi yang diberikan selama suatu periode, rata-rata tertimbang Nilai Wajar
√
Page 195
Page PAGE
75 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
opsi tersebut pada tanggal pengukuran dan informasi tentang bagaimana Nilai
Wajar tersebut diukur; dan
(2) jumlah dan rata-rata tertimbang nilai wajar instrumen ekuitas tersebut pada
tanggal pengukuran, dan informasi tentang pengukuran Nilai Wajar tersebut √
untuk instrumen ekuitas lain yang diberikan selama suatu periode (yaitu selain
opsi saham);
g) dampak transaksi pembayaran berbasis saham terhadap laba rugi Perusahaan dalam √
suatu periode dan terhadap posisi keuangannya.
41) Khusus Industri Asuransi:
a) Analisis kekayaan dan Perhitungan Batas Tingkat Solvabilitas
Yang harus diungkapkan antara lain :
(1) Analisis Kekayaan;
(2) Perhitungan batas tingkat solvabilitas; √
√
(3) Batas tingkat solvabilitas yang harus dipenuhi;
√
(4) Tingkat solvabilitas yang dicapai perusahaan per tanggal pelaporan; dan
√
(5) Jumlah investasi yang diperkenankan dalam perhitungan solvabilitas. √
42) Aset Liabilitas dan Hasil Usaha Program Asuransi Syariah
Hal-hal yang harus diungkapkan:
a) Ijin Menteri Keuangan atas pendirian unit Asuransi Syariah; √
b) Jenis Akad Asuransi Syariah; √
c) Rincian Aset, Liabilitas, Pendapatan, Beban, dan Laba Usaha Unit Asuransi Syariah;
dan √
d) Zakat. √
43) Informasi Penting Lainnya
Yang harus diungkapkan antara lain sifat, jenis, jumlah dan dampak dari:
a) Kontrak reasuransi;
b) Perjanjian penting dan ikatan lainnya; √
c) Rasio keuangan penting;
√
√
d) Pendapatan, beban dan hasil underwriting; dan
√
e) Peristiwa atau keadaan yang mempengaruhi kinerja atau kelangsungan
hidup perusahaan.
44) Khusus Industri Kehutanan :
a) Rincian volume penjualan kayu bulat (jenis kayu); √
Page 196
Page PAGE
75 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
b) Pemenuhan liabilitas terhadap negara seperti DR, IHH, BPPHH, IHPH dan iuran wajib √
lainnya;
c) Realisasi kegiatan dan biaya yang berhubungan dengan pelaksanaan penanaman √
kembali hutan alam (TPTI, pembinaan dan perlindungan hutan, penanaman
tanah kosong dan usaha lainnya untuk kelestarian alam);
d) Realisasi jenis kegiatan sehubungan pelaksanaan Bina desa hutan dan biayanya;
√
e) Khusus HTI, diungkapkan realisasi anggaran dan penanaman pada periode √
berjalan dan akumulasinya; dan
f) Sehubungan dengan pembangunan sarana dan prasarana :
(1) Realisasi pembangunan jalan dan jembatan serta pemeliharaannya; dan
(2) Jenis jalan yang dibangun pada periode berjalan dan akumulasinya. √
√
45) Peristiwa Setelah Periode Pelaporan
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) dalam hal Perusahaan menerima informasi setelah periode pelaporan tentang kondisi
yang ada pada akhir periode pelaporan, maka Perusahaan memutakhirkan
pengungkapan kondisi tersebut sesuai dengan informasi terkini; dan √
contoh peristiwa setelah periode pelaporan yang mensyaratkan entitas untuk
menyesuaikan jumlah yang diakui dalam laporan keuangannya, atau untuk
Catatan 48
mengakui peristiwa yang sebelumnya tidak diakui:
b) dalam hal terdapat peristiwa nonpenyesuai yang material setelah periode pelaporan,
maka Perusahaan mengungkapkan uraian peristiwa, misalnya:
(1) tanggal terjadinya;
√
(2) sifat peristiwa; dan
(3) estimasi atas dampak keuangan, atau pernyataan dan alasan bahwa estimasi
tersebut tidak dapat dibuat.
46) Perkembangan Terakhir Standar Akuntansi Keuangan dan Peraturan yang
Terkait dengan Aktivitas Perusahaan
Dalam hal Perusahaan belum menerapkan suatu SAK dan/atau peraturan yang terkait
dengan aktivitas Perusahaan, yang telah diterbitkan tetapi belum efektif berlaku, Yang
harus diungkapkan antara lain:
Catatan 2b
a) judul SAK dan jenis peraturan baru tersebut;
√
b) sifat dari perubahan yang belum berlaku efektif atau perubahan kebijakan akuntansi;
√
c) tanggal penerapan SAK dan peraturan baru tersebut disyaratkan; dan √
d) pembahasan mengenai dampak penerapan awal SAK dan peraturan baru atas laporan √
Page 197
Page PAGE
75 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
keuangan atau pernyataan manajemen bahwa dampak tersebut tidak dapat
diketahui atau diestimasi secara wajar.
47) Reklasifikasi
a) Dalam hal Perusahaan mengubah penyajian atau pengklasifikasian pos-pos dalam
laporan keuangan, maka Perusahaan harus mengungkapkan antara lain:
(1) sifat reklasifikasi; √
(2) jumlah masing-masing pos atau gabungan beberapa pos yang direklasifikasi;
dan √
(3) alasan reklasifikasi.
√
b) Dalam hal reklasifikasi jumlah komparatif tidak praktis untuk dilakukan, maka
Perusahaan harus mengungkapkan:
(1) alasan tidak mereklasifikasi jumlah tersebut; dan
(2) sifat penyesuaian yang akan dilakukan jika jumlah tersebut direklasifikasi.
√
√
48) Hibah Pemerintah
Setiap Hibah Pemerintah yang diterima, Perusahaan harus mengungkapkan hal-hal
sebagai berikut:
Catatan 28
a) sifat dan luas Hibah Pemerintah yang diakui dalam laporan keuangan dan
√
indikasi bentuk lain dari bantuan pemerintah; dan
b) kondisi yang belum terpenuhi dan kontinjensi lain yang melekat atas bantuan
√
pemerintah yang telah diakui.
49) Rekonsiliasi antara SAK dengan Standar Akuntansi di Negara Lain
a) Ketentuan ini berlaku bagi Perusahaan yang menyusun laporan keuangan dengan √
menggunakan standar akuntansi selain SAK untuk memenuhi persyaratan
otoritas pasar modal di negara lain atau dalam rangka penawaran Efek di negara
lain.
b) Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) ringkasan perbedaan SAK dengan standar akuntansi di negara lain;
√
(2) rekonsiliasi pos-pos yang berbeda untuk laporan posisi keuangan beserta √
penjelasannya; dan
(3) rekonsiliasi pos-pos yang berbeda untuk laporan laba rugi komprehensif
√
beserta penjelasannya.
c) Dalam hal Perusahaan dipersyaratkan oleh otoritas pasar modal di negara lain untuk
√
melakukan pengungkapan tambahan mengikuti ketentuan yang berlaku di negara
Page 198
Names mentioned 117 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT ANGKASA PURA I DAN ENTITAS ANAKNYA
p.3 ×39
unresolved
org
PT ANGKASA PURA I DAN ENTITAS ANAK
p.9
unresolved
org
PT ANGKASA PURA I AND ITS SUBSIDIARIES
p.9
unresolved
org
Public Corporation
p.11 ×2
unresolved
org
PT Aviasi Aviasi Pariwisata Indonesia
p.11
unresolved
org
PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero)
p.11 ×3
unresolved
org
PT Angkasa
p.11 ×3
unresolved
org
PT Aviasi Pariwista Indonesia
p.11
unresolved
org
Government of the Republic of Indonesia
p.11
unresolved
org
Menteri Kehakiman
p.11
unresolved
org
Ministry of Justice
p.11
unresolved
org
Pengadilan Negeri Jakarta Pusat
p.11 ×3
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
p.11
unresolved
org
Ministry of Law and Human Right
p.11
unresolved
org
Menteri Perhubungan No. KM
p.12
unresolved
org
Minister of Communication No. KM dan KM
p.12
unresolved
org
PT Surya Dhoho Investama
p.12 ×2
unresolved
person
Notary Jimmy Tanal S.H.
p.12
unresolved
person
Tanal S.H.
p.12
unresolved
person
Akta Notaris Jose Dima Satria
p.12 ×2
unresolved
person
Notarial Deed Jose Dima Satria
p.12 ×2
unresolved
person
Faik
p.12
unresolved
org
PT Fahmi
· Direktur Utama
p.12
unresolved
person
Israwadi
· Direktur
p.12 ×2
unresolved
person
Yanindya
p.12
unresolved
person
Dendi T. Danianto
· Director
p.12 ×2
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.12 ×4
unresolved
org
Ministry of Law and Human Rights
p.12 ×5
unresolved
person
Akta Notaris Nanda Fauz Iwan
p.12 ×3
unresolved
person
Notarial Deed Nanda Fauz Iwan
p.12 ×2
unresolved
person
Djoko Sasono. Akta
p.12 ×3
unresolved
person
Danang Parikesit
p.12 ×2
unresolved
person
Erwan
p.12
unresolved
—
Pengalihan Tug
· Ketua Komite Audit
p.13
unresolved
person
Erwan Agus Purwanto. On
· Komisaris Utama
p.13 ×14
unresolved
org
PT Angkasa Pura Hotel
p.13 ×3
unresolved
org
PT Angkasa Pura Properti
p.13 ×4
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.14 ×2
unresolved
org
Ministry of Law and Human Rights of Republic of Indonesia
p.14
unresolved
org
PT Angkasa Pura I Pusat Koperasi Karyawan
p.14 ×2
unresolved
org
Koperasi Karyawan Angkasa Pura I
p.14 ×2
unresolved
—
(Puskokapura)
p.14 ×2
unresolved
org
PT Angkasa Pura Kementerian
p.15
unresolved
org
Financial Services Authority
p.15
unresolved
org
Bank Indonesia
p.20
unresolved
org
Menteri Keuangan
p.27
unresolved
org
Minister of Finance
p.27
unresolved
org
Dana Pensiun Manfaat Pasti
p.27
unresolved
org
Dana Pensiun Angkasa Pura I
p.27
unresolved
org
Yayasan Kesejahteraan Karyawan Angkasa Pura I
p.27
unresolved
org
Yayasan NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL On
p.28
unresolved
org
Yayasan KONSOLIDASIAN Kesejahteraan Karyawan Angkasa Pura
p.28
unresolved
org
Bank Deposito
p.37
unresolved
org
PT Bank Pembangunan Daerah Khusus Ibukota
p.37
unresolved
org
Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk
p.37 ×2
unresolved
org
Jawa Timur Tbk
p.37
unresolved
org
PT Bank Pembangunan Daerah Jabar
p.37 ×2
unresolved
org
Banten Tbk
p.37 ×4
unresolved
org
PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Timur
p.37
unresolved
org
Bank Muamalat Indonesia Tbk
p.37 ×4
unresolved
org
Bank Bukopin Tbk
p.37 ×4
unresolved
org
PT Bank Pembangunan Daerah Bali
p.37
unresolved
org
PT Bank Pembangunan Daerah Bali Subtotal Pihak
p.37
unresolved
org
Bank Dolar AS
p.38
unresolved
org
Bank US Dollar Dolar Singapura
p.38
unresolved
org
Bank Dolar Singapura
p.38
unresolved
org
Bank Singapore Dollar Total Bank
p.38
unresolved
org
Bank Deposito Berjangka
p.38
unresolved
org
PT Bank BJB Subtotal Pihak
p.38
unresolved
org
PT BPD Jabar Banten
p.39
unresolved
org
PT BPD Jabar Banten Total Deposito Berjangka
p.39
unresolved
org
PT Merpati Nusantara Airlines
p.41 ×3
unresolved
org
Pengadilan Negeri Surabaya
p.41
unresolved
org
PT Merpati Nusantara Airline
p.41 ×2
unresolved
org
Central Jakarta District Court
p.41 ×2
unresolved
org
PT Aerofood Indonesia
p.41 ×3
unresolved
org
PT Aerofood
p.41
unresolved
org
PT Citilink Indonesia
p.91 ×2
unresolved
org
PT Angkasa Pura Logistik
p.91 ×2
unresolved
org
PT Pelita Air Service
p.91 ×2
unresolved
org
PT IAS Hospitality Indonesia
p.91 ×2
unresolved
org
PT Gapura Angkasa
p.91 ×2
unresolved
org
PT Angkasa Pura Suport
p.91 ×2
unresolved
org
PT Bank Mandiri Lain-lain
p.91
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.