Skip to content
Back to announcement

FS PJAA Juni 2024 (TWII).pdf

Financial statement Text extracted PJAA

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 69

Page 1
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk
DAN ENTITAS ANAK

Laporan Keuangan Konsolidasian Interim
30 Juni 2024 (Tidak Diaudit) dan
31 Desember 2023 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir
pada Tanggal 30 Juni 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
Page 2
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk
DAN ENTITAS ANAK




Daftar Isi                                             Halaman



Surat Pernyataan Direksi

Laporan Keuangan Konsolidasian Interim
30 Juni 2024 (Tidak Diaudit) dan
31 Desember 2023 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir
pada Tanggal 30 Juni 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)

 Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Interim               1

 Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain         3
 Konsolidasian Interim

 Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian Interim             4

 Laporan Arus Kas Konsolidasian Interim                      5

 Catatan Atas Laporan Keuangan Konsolidasian Interim         6
Page 3
25
Page 4
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2024 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)


                                                                     Catatan     30 Juni 2024        31 Desember 2023
ASET
ASET LANCAR
Kas dan Setara Kas                                                   3, 39, 43           330.074                   411.446
Piutang Usaha
  Pihak Berelasi                                                     4, 39, 43              2.765                    9.531
  Pihak Ketiga                                                         4, 43               50.038                   52.706
Piutang Lain-lain                                                      5,43
  Pihak Berelasi                                                                                --                  17.781
  Pihak Ketiga                                                                              9.065                    8.296
Persediaan                                                              6                   6.302                    6.057
Uang Muka                                                               7                   2.282                    1.777
Pajak Dibayar di Muka                                                  8.a                 16.574                    4.518
Biaya Dibayar di Muka                                                  10                  15.691                    4.596
Aset Lain-lain                                                         19                   2.573                    2.573
Jumlah Aset Lancar                                                                       435.364                   519.281

ASET TIDAK LANCAR
Uang Muka                                                                                       --                 3.536
Aset Pajak Tangguhan                                                   8.d                    579                    579
Investasi pada Ventura Bersama                                          11                  5.616                  5.815
Investasi pada Entitas Asosiasi                                         12                 29.230                 29.596
Investasi Jangka Panjang Lainnya                                      13, 43              128.936                128.936
Aset Real Estat                                                         14                276.236                280.043
Properti Investasi                                                      15                202.594                206.274
Aset Tetap                                                              16              2.483.516              2.455.802
Aset Hak Guna                                                           17                 65.841                 78.963
Aset Takberwujud                                                        18                 21.153                 21.510
Aset Lain-lain                                                          19                 19.684                 13.085
Jumlah Aset Tidak Lancar                                                                3.233.385              3.224.139
JUMLAH ASET                                                                             3.668.749              3.743.420




Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari
laporan keuangan konsolidasian interim secara keseluruhan


d1/July 24, 2024                                                 1                                   paraf/sign:
Page 5
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 Juni 2024 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)


                                                                        Catatan     30 Juni 2024       31 Desember 2023
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang Usaha
   Pihak Berelasi                                                      19, 39, 43               840                      840
   Pihak Ketiga                                                            19                17.988                   11.327
Utang Lain-lain - Pihak Ketiga                                                               26.223                   15.422
Utang Pajak                                                               8.b                29.338                  141.705
Beban Akrual dan Provisi                                                 22, 43             249.970                  218.363
Liabilitas Jangka Panjang yang
   Jatuh Tempo dalam Satu Tahun
     Utang Bank                                                          23, 43             249.159                   40.919
     Liabilitas Sewa                                                       17                 2.478                    3.126
     Utang Obligasi                                                      24, 43                   --                 149.568
     Pendapatan Diterima di Muka dan Uang Muka Pelanggan                   25               157.608                  116.695
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                                             733.604                  697.965

LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas Jangka Panjang Setelah Dikurangi
   Bagian yang Jatuh Tempo dalam Satu Tahun
   Utang Bank                                                            23, 43             489.001                  617.196
   Utang Obligasi                                                        24, 43              65.282                   65.213
   Pendapatan Diterima di Muka dan Uang Muka Pelanggan                     25               298.823                  289.638
Liabilitas Sewa                                                            17                85.958                   97.079
Liabilitas Pajak Tangguhan                                                8.d               148.162                  145.863
Jaminan Pelanggan dan Deposit Lainnya                                      26                15.697                   13.397
Liabilitas Imbalan Kerja                                                   27               155.773                  148.829
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                                           1.258.696             1.377.215
JUMLAH LIABILITAS                                                                          1.992.300             2.075.180

EKUITAS
EKUITAS YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA
  PEMILIK ENTITAS INDUK
Modal Saham
  Modal Dasar sebesar 5.759.999.998
    saham terdiri dari 1 saham seri A, 1 saham seri B dengan nilai nominal
    masing-masing Rp500 (Rupiah penuh) per saham serta 5.759.999.996 saham
    seri C dengan nilai nominal Rp250 (Rupiah penuh) per saham
  Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh sebesar
    1.599.999.998 saham terdiri dari 1 saham seri A, 1 saham seri B
    dan 1.599.999.996 saham seri C                                         28               400.000                  400.000
Tambahan Modal Disetor                                                     29                40.404                   40.404
Saldo Laba
  Ditentukan Penggunaannya                                                                    44.810                42.458
  Belum Ditentukan Penggunaannya                                                           1.305.517             1.299.242
Penghasilan Komprehensif Lain                                              13              (137.371)             (137.371)
Komponen Ekuitas Lainnya                                                                       2.427                 2.427
Jumlah Ekuitas yang Dapat Diatribusikan
  kepada Pemilik Entitas Induk                                                             1.655.787             1.647.160
Kepentingan Nonpengendali                                                 30                 20.662                   21.080
JUMLAH EKUITAS                                                                             1.676.449             1.668.240
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                                              3.668.749             3.743.420




Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari
laporan keuangan konsolidasian interim secara keseluruhan


d1/July 24, 2024                                                 2                                     paraf/sign:
Page 6
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN INTERIM
Untuk Periode Enam Bulan Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2024 dan 2023 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)


                                                                                          30 Juni
                                                                 Catatan      2024                       2023

PENDAPATAN USAHA                                                     31, 39          567.954                    578.621

Beban Pokok Pendapatan                                                32          (19.856)                    (17.573)
Beban Langsung                                                        32         (273.412)                   (251.945)
Beban Pokok Pendapatan dan Beban Langsung                                        (293.268)                   (269.518)

LABA BRUTO                                                                           274.686                    309.103

Pendapatan Bunga                                                                     7.517                      10.479
Pendapatan Lainnya                                                    34             7.716                      20.149
Beban Umum dan Administrasi                                           33         (120.696)                   (104.758)
Beban Penjualan                                                       33          (15.337)                     (9.229)
Kerugian Selisih Kurs - Bersih                                                       (311)                          (2)
Beban Lain-lain                                                       35          (14.206)                     (9.631)
Jumlah Beban Usaha                                                               (135.317)                      (92.992)

LABA USAHA                                                                           139.369                    216.111

Bagian Laba (Rugi) Bersih Entitas Asosiasi                            12                (363)                        228
Bagian Rugi Bersih Investasi Ventura Bersama                          11                (199)                      (261)
Beban Keuangan                                                        36             (40.735)                   (48.804)
Beban Pajak Final                                                      9             (12.220)                    (6.771)
LABA SEBELUM PAJAK                                                                    85.852                    160.503

Beban Pajak Penghasilan                                               8.c            (26.443)                   (53.558)

LABA BERSIH PERIODE BERJALAN                                                          59.409                    106.945


PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN                                                              --                         --

JUMLAH LABA KOMPREHENSIF PERIODE BERJALAN                                             59.409                    106.945

LABA (RUGI) BERSIH PERIODE BERJALAN YANG DAPAT
  DIATRIBUSIKAN KEPADA:
  Pemilik Entitas Induk                                                               59.827                    107.747
  Kepentingan Nonpengendali                                           30               (418)                      (802)
JUMLAH                                                                                59.409                    106.945

LABA (RUGI) KOMPREHENSIF PERIODE BERJALAN
  YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA:
  Pemilik Entitas Induk                                                               59.827                    107.240
  Kepentingan Nonpengendali                                           30               (418)                      (295)
JUMLAH                                                                                59.409                    106.945

LABA PER SAHAM DASAR (Rupiah Penuh)                                   37                  37                         67




Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari
laporan keuangan konsolidasian interim secara keseluruhan


d1/July 24, 2024                                                 3                                  paraf/sign:
Page 7
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN INTERIM
Untuk Periode Enam Bulan Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2024 dan 2023 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)


                                                                                          Ekuitas yang Dapat Diatribusikan Kepada Pemilik Entitas Induk
                                                                     Tambahan Modal Disetor                          Saldo Laba
                                            Catatan   Modal          Agio           Selisih antara         Ditentukan         Belum Ditentukan    Penghasilan        Komponen        Jumlah         Kepentingan      Jumlah
                                                      Disetor        Saham        Aset dan Liabilitas     Penggunaannya       Penggunaannya *) Komprehensif Lain Ekuitas Lainnya                   Nonpengendali     Ekuitas

Saldo per 31 Desember 2022                               400.000        36.709                 3.695              40.916             1.144.401            (82.182)        2.427       1.545.966           14.963      1.560.929

Laba Bersih Periode Berjalan                                    --           --                      --                  --            107.747                  --              --     107.747             (802)        106.945
Saldo per 30 Juni 2023                                   400.000        36.709                 3.695              40.916             1.252.148            (82.182)        2.427       1.653.713           14.161      1.667.874

Pembentukan Cadangan Umum                     38                --           --                      --              1.542             (1.542)                  --              --           --                --             --
Dividen                                       38                --           --                      --                  --           (46.400)                  --              --     (46.400)                --       (46.400)
Laba Bersih Tahun Berjalan                                      --           --                      --                  --           235.173                   --              --     235.173             6.133        241.306
Kerugian Komprehensif Lain Tahun Berjalan                       --           --                      --                  --           (32.390)            (55.189)              --     (87.579)              (16)       (87.595)
Saldo per 31 Desember 2023                               400.000        36.709                 3.695              42.458             1.299.242           (137.371)        2.427       1.647.160           21.080      1.668.240

Pembentukan Cadangan Umum                     38                --           --                      --              2.352             (2.352)                  --              --            --              --               --
Dividen                                       38                --           --                      --                  --           (51.200)                  --              --     (51.200)               --        (51.200)
Laba Bersih Periode Berjalan                                    --           --                      --                  --             59.827                  --              --       59.827            (418)          59.409
Saldo per 30 Juni 2024                                   400.000        36.709                 3.695              44.810             1.305.517           (137.371)        2.427       1.655.787           20.662      1.676.449




Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari
laporan keuangan konsolidasian interim secara keseluruhan


d1/July 24, 2024                                                                                                 4                                                                                                  paraf/sign:
Page 8
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN INTERIM
Untuk Periode Enam Bulan Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2024 dan 2023 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)


                                                                                       30 Juni
                                                                 Catatan   2024                       2023
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
  Penerimaan dari Pelanggan                                                     600.236                     659.051
  Pembayaran kepada Pemasok dan Pihak Ketiga                                  (213.626)                   (249.530)
  Pembayaran kepada Karyawan                                                   (91.343)                    (81.351)
   Kas Dihasilkan dari Operasi                                                    295.267                    328.170
   Pendapatan Bunga                                                               7.517                        10.479
   Penerimaan Klaim Asuransi                                                      1.594                         5.906
   Pembayaran Pajak                                                           (126.713)                       (6.771)
   Pembayaran Beban Bunga dan Keuangan                                         (69.502)                      (44.675)
   Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Operasi                                    108.163                    293.109

ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
  Penerimaan Dividen dari Entitas Asosiasi                           12             17.785                         --
  Perolehan Aset Tetap                                               16           (68.944)                   (49.958)
  Perolehan Aset Takberwujud                                         18            (4.579)                    (6.807)
  Penempatan Dana Dibatasi Penggunaannya - Bersih                    19            (6.644)                         --
   Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi                                 (62.382)                   (56.765)

ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
  Pembayaran Liabilitas Sewa                                         17            (5.713)                     (4.875)
   Penerimaan Utang Bank                                             23           100.000                           --
   Pembayaran Utang Bank                                             23        (20.640)                            --
   Pembayaran Utang Obligasi                                         24       (149.600)                            --
   Pembayaran Dividen                                                38        (51.200)                      (46.400)
   Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Pendanaan                             (127.153)                      (51.275)

KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN SETARA KAS                                    (81.372)                   185.069

KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN                                                     411.446                    506.061

KAS DAN SETARA KAS AKHIR PERIODE                                                  330.074                    691.130




Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari
laporan Keuangan konsolidasian interim secara keseluruhan


d1/July 24, 2024                                                 5                               paraf/sign:
Page 9
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2024 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2024 dan 2023 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

1.   Umum

     1.a.   Pendirian Perusahaan
            PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (‘’Perusahaan’’) didirikan berdasarkan Akta No. 33 tanggal 10 Juli
            1992 yang dibuat dihadapan Notaris pengganti Achmad Abid, S.H., Notaris di Jakarta, yang kemudian
            telah diperbaharui dengan Akta No. 98 tanggal 22 Agustus 1992 dan Akta No. 134 tanggal
            8 September 1992 yang dibuat dihadapan Notaris Sutjipto, S.H., Notaris di Jakarta. Akta pendirian
            dan perubahan ini disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan surat keputusannya
            No. C2-7514.HT.01.01. TH.92 tanggal 11 September 1992, serta diumumkan dalam Berita Negara
            Republik Indonesia No. 95, tanggal 27 Nopember 1992, Tambahan No. 6071. Anggaran Dasar
            Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, yang terakhir dengan Akta Notaris No. 90
            tanggal 24 Agustus 2020 dibuat oleh Aulia Taufani, S.H.,Notaris di Jakarta, antara lain mengenai
            perubahan anggaran dasar Perusahaan. Perubahan anggaran dasar tersebut telah mendapatkan
            persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat Keputusan
            No.AHU-0158739.AH.01.11 Tahun 2020 tanggal 21 September 2020.

            Pada awalnya, dalam rangka pengembangan kawasan Ancol sebagai kawasan wisata terpadu, pada
            tahun 1966, Pemerintah Daerah Khusus Ibukota Jakarta (Pemda DKI) menunjuk PT Pembangunan
            Ibu Kota Jakarta Raya (PT Pembangunan Jaya) sebagai Badan Pelaksana Pembangunan Proyek
            Ancol (BPP Ancol) berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Kepala Daerah Khusus Ibukota Jakarta
            Raya No. 1b/3/1/26/1966 tanggal 19 Oktober 1966. Pada tahun 1966, Perusahaan memulai kegiatan
            operasinya secara komersial. Pada tanggal 10 Juli 1992, status BPP Ancol diubah menjadi suatu
            badan hukum, yaitu menjadi PT Pembangunan Jaya Ancol, dengan komposisi kepemilikan sahamnya
            adalah Pemda DKI sebesar 80% dan PT Pembangunan Jaya sebesar 20%.

            Sesuai dengan pasal 3 (tiga) Anggaran Dasar Perusahaan, maksud dan tujuan Perusahaan adalah
            berusaha dalam bidang pembangunan dan jasa. Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut,
            Perusahaan dapat melaksanakan kegiatan usaha sebagai berikut:
            • Menjalankan usaha-usaha di bidang pembangunan, antara lain dapat bertindak sebagai
               pengembang, pemborong pada umumnya, dan pengembang wilayah pemukiman;
            • Menjalankan usaha di bidang jasa, yaitu konsultasi bidang perencanaan dan pengawasan
               pembangunan.

            Pada saat ini Perusahaan dan Entitas Anak (“Grup”) berusaha dalam bidang:
            • Real estat, yaitu pembangunan, penjualan dan penyewaan bangunan dan penjualan tanah
              kaveling;
            • Pariwisata, termasuk mengelola taman bermain dan arena rekreasi, pasar seni dan dermaga.

            Perusahaan tergabung dalam Jaya Grup. PT Pembangunan Jaya merupakan pemegang saham
            dengan pengaruh signifikan atas Perusahaan dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta merupakan
            entitas induk utamanya.

            Perusahaan berdomisili di Jakarta dengan kantor pusat beralamat di Gedung Ecovention, Jl. Lodan
            Timur No. 7 Kel. Ancol Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara.

     1.b. Komisaris, Direksi dan Karyawan
          Berdasarkan Akta No. 36 tanggal 14 Desember 2023 dari Notaris Aulia Taufani S.H., susunan
          pengurus Perusahaan masing-masing pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023 adalah
          sebagai berikut:


                                                            30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023
            Komisaris Utama          :                              Sofyan A. Djalil *)
            Komisaris                :                           Yohannes Henky Wijaya
                                                                     Suhardi Alius
            *) Merangkap sebagai Komisaris Independen
                                                        6
Page 10
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2024 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2024 dan 2023 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

                                                                           30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023
          Direktur Utama                  :                                                 Winarto
          Direktur                        :                                       Cahyo Satriyo Prakoso
                                                                                    Daniel Nainggolan
                                                                                      Eddy Prastiyo


          Berdasarkan Surat Keputusan Dewan Komisaris Perusahaan nomor 001/KOM-PJA/III/2023, susunan
          Komite Audit Perusahaan pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:

                                                                           30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023

          Ketua                           :                                           Sofyan A. Djalil
          Anggota                         :                                          Teti Eko Pratiwi
                                                                                     Loso Judijanto

          Sekretaris Perusahaan pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:

                                                                           30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023

          Sekretaris Perusahaan           :                                          Agung Praptono


          Ketua Satuan Pengendalian Internal Perusahaan pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023
          adalah sebagai berikut:

                                                                           30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023
          Ketua                           :                                         Farida Kusuma R


          Jumlah karyawan per 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023 masing-masing adalah 582 dan 599
          karyawan (tidak diaudit).

   1.c.   Entitas Anak
          Dalam laporan keuangan konsolidasian ini, Perusahaan dan Entitas Anak secara bersama - sama
          disebut sebagai “Grup”.

          Perusahaan memiliki pengendalian atas entitas anak sebagai berikut:

                      Entitas         Domisili        Jenis Usaha       Tahun    Persentase        30 Jun 2024               31 Des 2023
                       Anak                                             Operasi Kepemilikan    Jumlah   Jumlah Laba      Jumlah   Jumlah Laba
                                                                       Komersial     %          Aset    (Rugi) Bersih     Aset    (Rugi) Bersih

          PT Taman Impian             Jakarta    Pariwisata                1972     99,99      3.142.155       86.202    3.177.022      388.880
           Jaya Ancol (PT TIJA)
          PT Seabreez                 Jakarta    Pariwisata,               1972     96,57        42.521         (634)      42.297           814
           Indonesia (PT SI)                     Perdagangan
                                                 dan Jasa
          PT Jaya Ancol (PT JA)       Jakarta    Pariwisata                2009      100         22.811            132     11.154            (4)
          PT Sarana Tirta Utama       Jakarta    Jasa, Penjernihan         2010     65,00        29.448        (1.405)     30.603        (3.539)
           (PT STU)                              dan Pengelolaan
                                                 air bersih, Limbah,
                                                 Penyaluran dan
                                                 pendistribusian
                                                 air bersih
          PT Jaya Ancol Pratama Tol   Jakarta    Pembangunan Tol           2011     60,00        29.374           189      29.201        18.354
           (PT JAPT)                             dan Jasa




                                                                       7
Page 11
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2024 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2024 dan 2023 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

                    Entitas    Domisili        Jenis Usaha    Tahun    Persentase       30 Jun 2024              31 Des 2023
                     Anak                                     Operasi Kepemilikan   Jumlah   Jumlah Laba     Jumlah   Jumlah Laba
                                                             Komersial     %         Aset    (Rugi) Bersih    Aset    (Rugi) Bersih
        PT Taman Impian (TI)
                               Jakarta    Pariwisata             2012     100         11.074          (26)     10.856          581
        PT Genggam Anugerah    Jakarta    Jasa Konsultan         2012     100           468           (18)       506           (45)
         Lumbung Kuliner


        Semua entitas anak berdomisili di Jakarta.

        PT TIJA mengelola pintu gerbang, taman dan pantai, dunia fantasi, kolam renang, pertunjukan
        binatang, penginapan wisata, dan penjualan merchandise.

        Berdasarkan Akta No. 53 tanggal 20 Agustus 2021 yang dibuat dihadapan Notaris Aulia Taufani, S.H.,
        Notaris di Jakarta Selatan, pemegang saham PT TIJA menyetujui untuk menerbitkan 1.179 lembar
        saham baru nilai nominal seluruhnya senilai Rp117.937, dan sehubungan dengan hal tersebut maka
        modal ditempatkan dan disetor akan berubah dari sebesar Rp5.721 menjadi Rp6.700. Akta
        perubahan ini telah disetujui oleh Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
        dalam Surat Keputusan No. AHUAH. 01.03-0440151 Tahun 2021 tanggal 24 Agustus 2021.

        Modal dasar PT TIJA sebesar Rp689.998 ditempatkan dan disetor penuh sebanyak 6.899 saham
        dengan nilai nominal sebesar Rp100 (Rupiah penuh) per saham, dengan komposisi sebagai berikut:
        - Perusahaan memiliki 99,9999976% atau sebanyak 6.899. saham dengan nilai sebesar
           Rp689.998.
        - PT Pembangunan Jaya memiliki 0,0000024% atau sebanyak 168 saham dengan nilai sebesar
           Rp16.800 (Rupiah penuh).

        PT SI mengelola penginapan wisata dan sarana transportasi di Kepulauan Seribu, restoran, dan
        penyewaan lahan.

        Berdasarkan Akta No. 28 tanggal 13 Januari 2022 dari Notaris Aulia Taufani, S.H., pemegang saham
        PT SI menyetujui peningkatan modal ditempatkan dan disetor dengan menerbitkan 844.214 lembar
        saham baru dengan nominal seluruhnya sebesar Rp21.105, yang diambil bagian oleh:
        - Perusahaan sebesar Rp20.846;
        - Tn. Slamet Budisukrisno sebesar Rp9;
        - PT TIJA sebesar Rp68; dan
        - Tn. Wardiman sebesar Rp182.

        Akta perubahan di atas telah diterima oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
        Indonesia melalui surat No. AHUAH. 01.03-0075810 tanggal 3 Februari 2022.

        Dengan demikian, persentase kepemilikan Perusahaan dan PT TIJA pada PT SI berubah menjadi
        masing-masing sebesar 97,81% dan 0,32%.

        PT JA bergerak di bidang pariwisata. Pada tahun 2011, PT JA bersama dengan PT Jaya Konstruksi
        Pratama Tol mendirikan PT Jaya Ancol Pratama Tol (JAPT) dengan persentase kepemilikan masing-
        masing sebesar 60% dan 40%.

        PT STU bergerak di bidang jasa pengelolaan air bersih, khususnya menyelenggarakan penjernihan
        dan pengelolaan air bersih dan limbah, pengadaan dan penyaluran dan pendistribusian air bersih.
        Perusahaan bersama dengan PT Jaya Teknik Indonesia (PT JTI) mendirikan PT STU dengan
        kepemilikan masing-masing sebesar 65% dan 35%.

        PT TI bergerak di bidang pariwisata. Pada tahun 2012, PT TIJA bersama dengan PT JA mendirikan
        PT Taman Impian (PT TI) dengan persentase kepemilikan masing-masing sebesar 99% dan 1%.

        Berdasarkan akta No.1 dari Aulia Taufani, S.H., notaris di Jakarta 1 April 2021, ruang lingkup
        kegiatan PT GALK adalah jasa konsultasi manajemen. Pada tahun 2014, PT TI mengakuisisi 70%
        kepemilikan di PT GALK, sebelumnya entitas asosiasi, dan PT JA menambah kepemilikan 5% di

                                                             8
Page 12
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2024 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2024 dan 2023 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

             PT GALK sehingga Perusahaan secara tidak langsung memiliki PT GALK 100%. Pada tahun 2021
             PT GALK berdasarkan Akta No. 21 tanggal 23 Februari 2021 dihadapan Notaris Aulia Taufani, S.H.,
             tentang perubahan anggaran dasar, menyetujui peningkatan modal dasar dari sebesar 3.000
             lembar saham dengan nilai nominal seluruhnya sebesar Rp3.000 menjadi 3.820 lembar saham
             dengan nilai nominal seluruhnya sebesar Rp3.820, yang diambil bagian oleh PT TI sebesar
             Rp3.629 dan PT JA sebesar Rp191. Perubahan anggaran dasar tersebut telah mendapatkan
             persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat
             Keputusan No. AHU-AH.01.03-0128568. tahun 2021 tanggal 26 Februari 2021.

     1.d. Penawaran Umum Saham Perusahaan
          Pada tanggal 22 Juni 2004, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Badan
          Pengawas Pasar Modal (Bapepam) dengan suratnya No. S-1915/PM/2004 untuk melakukan
          penawaran umum atas 800.000.000 saham Perusahaan kepada masyarakat. Pada tanggal 2 Juli
          2004 saham tersebut telah dicatatkan di Bursa Efek Jakarta (sekarang Bursa Efek Indonesia).

             Pada tanggal 30 Juni 2005, sejumlah saham Perusahaan seri C sejumlah 799.999.998 lembar
             saham telah dicatatkan di Bursa Efek Indonesia.

             Pada tanggal 13 April 2006 para pemegang saham memutuskan pemecahan nilai nominal setiap
             saham seri C dari Rp500 menjadi Rp250 per saham. Sehingga jumlah saham seri C berubah
             menjadi 1.599.999.996 lembar saham.

     1.e.    Penawaran Umum Obligasi Perusahaan
             Perusahaan juga telah menerbitkan obligasi dengan jumlah nilai masing-masing sebesar
             Rp731.000 pada tahun 2021, Rp269.000 pada tahun 2019 serta Rp1.000.000 pada tahun 2018 dan
             2016 yang dibagi atas 4 (empat) seri obligasi, dengan rincian sebagai berikut:

             No.              Obligasi                Jumlah     Tingkat   Pemeringkat Peringkat    Tenor      Tanggal     Tanggal         Status
                                                     (Rp Juta)   Bunga                                        Penerbitan Jatuh Tempo
              1     Obligasi Berkelanjutan I Jaya
                     Ancol Tahap I Tahun 2016
                      Seri A                          250.000    8,10%      PEFINDO      id AA-    3 Tahun    20-Sep-16    29-Sep-19    Lunas
                      Seri B                           50.000    8,20%      PEFINDO      id AA-    5 Tahun    20-Sep-16    29-Sep-21    Lunas

              2     Obligasi Berkelanjutan I Jaya
                     Ancol Tahap II Tahun 2018
                      Seri A                          350.000    6,30%      PEFINDO      id AA-    370 Hari   18-Mei-18    23-Mei-19    Lunas
                      Seri B                          350.000    7,60%      PEFINDO      id AA-    3 Tahun    18-Mei-18    18-Mei-21    Lunas

              3     Obligasi Berkelanjutan II Jaya
                     Ancol Tahap I Tahun 2019
                                                      269.000    7,85%      PEFINDO      id A+     370 Hari   02-Juli-19   12-Juli-20   Lunas

              4    Obligasi Berkelanjutan II Jaya
                    Ancol Tahap II Tahun 2021
                     Seri A                           516.000    7,25%      PEFINDO       id A     370 Hari   10-Feb-21    20-Feb-22    Lunas
                     Seri B                           149.600    8,90%      PEFINDO       id A     3 Tahun    10-Feb-21    10-Feb-24    Lunas
                     Seri C                            65.400    9,60%      PEFINDO       id A     5 Tahun    10-Feb-21    10-Feb-26    Belum Lunas


2.   Ikhtisar Kebijakan Akuntansi Signifikan

      2.a.   Kepatuhan Terhadap Standar Akuntansi Keuangan (SAK)
             Laporan keuangan konsolidasian Grup disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi
             Keuangan di Indonesia yang meliputi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan
             Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) yang diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi
             Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK – IAI), serta peraturan Pasar Modal yang berlaku
             antara lain Peraturan Otoritas Jasa Keuangan/Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga
             Keuangan (OJK/Bapepam-LK) No. VIII.G.7 tentang pedoman penyajian laporan keuangan,
             keputusan Ketua Bapepam-LK No. Kep-347/BL/2012 tentang penyajian dan pengungkapan
             laporan keuangan emiten atauperusahaan publik.




                                                                            9
Page 13
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2024 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2024 dan 2023 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

    2.b. Dasar Pengukuran dan Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian
         Laporan keuangan konsolidasian disusun dan disajikan berdasarkan asumsi kelangsungan usaha
         serta atas dasar akrual, kecuali laporan arus kas konsolidasian. Dasar pengukuran dalam
         penyusunan laporan keuangan konsolidasian ini adalah konsep biaya perolehan, kecuali
         beberapa akun tertentu yang didasarkan pengukuran lain sebagaimana dijelaskan dalam kebijakan
         akuntansi masing-masing akun tersebut. Biaya perolehan umumnya didasarkan pada nilai wajar
         imbalan yang diserahkan dalam pemerolehan aset.

           Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan menggunakan metode langsung (direct method)
           dengan mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan.

           Mata uang penyajian yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian ini
           adalah Rupiah, yang merupakan mata uang fungsional Grup.

    2.c.   Pernyataan dan Interpretasi Standar Akuntansi Baru dan Revisi yang Berlaku Efektif pada
           Periode Berjalan
           Pada tanggal 1 Januari 2024, Grup menerapkan pernyataan standar akuntansi keuangan dan
           interpretasi standar akuntansi keuangan baru dan revisi yang efekti sejak tanggal tersebut.
           Penyesuaian kebijakan akuntansi Grup telah dibuat seperti yang disyaratkan, sesuai dengan
           ketentuan transisi dalam masing-masing standar dan interpretasi. Penerapan standar dan
           interpretasi yang baru dan revisi tidak menghasilkan perubahan besar tehadap kebijakan akuntansi
           Grup dan tidak memiliki dampak material pada jumlah yang dilaporkan untuk tahun berjalan atau
           tahun sebelumnya:
           i. PSAK 201: Penyajian Laporan
           ii. PSAK 116: Sewa
           iii. PSAK 207: Laporan Arus Kas dan PSAK 107 Instrumen Keuangan: Pengungkapan

           Implementasi standar-standar tersebut tidak memiliki dampak yang signifikan terhadap jumlah yang
           dilaporkan di periode berjalan atau tahun sebelumnya.

    2.d. Prinsip-prinsip Konsolidasi
         Laporan keuangan konsolidasian mencakup laporan keuangan Perusahaan dan entitas-entitas
         anak seperti disebutkan pada (Catatan 1.c).

           Entitas anak adalah entitas yang dikendalikan oleh Perusahaan, yakni Perusahaan terekspos, atau
           memiliki hak, atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan entitas dan memiliki
           kemampuan untuk mempengaruhi imbal hasil tersebut melalui kemampuan kini untuk
           mengarahkan aktivitas relevan dari entitas (kekuasaan atas investee).

           Keberadaan dan dampak dari hak suara potensial dimana Grup memiliki kemampuan praktis untuk
           melaksanakan (yakni hak substantif) dipertimbangkan saat menilai apakah Grup mengendalikan
           entitas lain.

           Laporan keuangan konsolidasian Grup mencakup hasil usaha, arus kas, aset dan liabilitas dari
           Perusahaan dan seluruh entitas anak yang, secara langsung dan tidak langsung, dikendalikan oleh
           Perusahaan. Entitas anak dikonsolidasikan sejak tanggal efektif akuisisi, yaitu tanggal dimana
           Grup secara efektif memperoleh pengendalian atas bisnis yang diakuisisi, sampai tanggal
           pengendalian berakhir.

           Entitas induk menyusun laporan keuangan konsolidasian dengan menggunakan kebijakan
           akuntansi yang sama untuk transaksi dan peristiwa lain dalam keadaan yang serupa. Seluruh
           transaksi, saldo, laba, beban, dan arus kas dalam intra kelompok usaha terkait dengan transaksi
           antar entitas dalam Grup dieliminasi secara penuh.

           Grup mengatribusikan laba rugi dan setiap komponen dari penghasilan komprehensif lain kepada
           pemilik entitas induk dan kepentingan nonpengendali meskipun hal tersebut mengakibatkan
           kepentingan nonpengendali memiliki saldo defisit. Grup menyajikan kepentingan nonpengendali di
           ekuitas dalam laporan posisi keuangan konsolidasian, terpisah dari ekuitas pemilik entitas induk.

                                                    10
Page 14
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2024 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2024 dan 2023 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

           Perubahan dalam bagian kepemilikan entitas induk pada entitas anak yang tidak mengakibatkan
           hilangnya pengendalian adalah transaksi ekuitas (yaitu transaksi dengan pemilik dalam
           kapasitasnya sebagai pemilik). Ketika proporsi ekuitas yang dimiliki oleh kepentingan
           nonpengendali berubah, Grup menyesuaikan jumlah tercatat kepentingan pengendali dan
           kepentingan nonpengendali untuk mencerminkan perubahan kepemilikan relatifnya dalam entitas
           anak. Selisih antara jumlah dimana kepentingan nonpengendali disesuaikan dan nilai wajar dari
           jumlah yang diterima atau dibayarkan diakui langsung dalam ekuitas dan diatribusikan pada
           pemilik dari entitas induk.

           Jika Grup kehilangan pengendalian, maka Grup:
           (a) Menghentikan pengakuan aset (termasuk goodwill) dan liabilitas entitas anak pada jumlah
               tercatatnya ketika pengendalian hilang;
           (b) Menghentikan pengakuan jumlah tercatat setiap kepentingan nonpengendali pada entitas anak
               terdahulu ketika pengendalian hilang (termasuk setiap komponen penghasilan komprehensif
               lain yang diatribusikan pada kepentingan nonpengendali);
           (c) Mengakui nilai wajar pembayaran yang diterima (jika ada) dari transaksi, peristiwa, atau
               keadaan yang mengakibatkan hilangnya pengendalian;
           (d) Mengakui sisa investasi pada entitas anak terdahulu pada nilai wajarnya pada tanggal
               hilangnya pengendalian
           (e) Mereklasifikasi ke laba rugi, atau mengalihkan secara langsung ke saldo laba jika disyaratkan
               oleh SAK lain, jumlah yang diakui dalam penghasilan komprehensif lain dalam kaitan dengan
               entitas anak;
           (f) Mengakui perbedaan apapun yang dihasilkan sebagai keuntungan atau kerugian dalam laba
               rugi yang diatribusikan kepada entitas induk.

    2.e.   Transaksi dan Saldo dengan Pihak Berelasi
           Pihak berelasi adalah orang atau entitas yang terkait dengan entitas pelapor:
           a) Orang atau anggota keluarga dekatnya mempunyai relasi dengan entitas pelapor jika orang
              tersebut:
               i. memiliki pengendalian atau pengendalian bersama atas entitas pelapor;
               ii. memiliki pengaruh signifikan atas entitas pelapor; atau
               iii. merupakan personil manajemen kunci entitas pelapor atau entitas induk dari entitas
                    pelapor.

           b) Suatu entitas berelasi dengan entitas pelapor jika memenuhi salah satu hal berikut:
              i. Entitas dan entitas pelapor adalah anggota dari kelompok usaha yang sama (artinya
                    entitas induk, entitas anak, dan entitas anak berikutnya saling berelasi dengan entitas lain);
              ii. Satu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama dari entitas lain (atau entitas
                    asosiasi atau ventura bersama yang merupakan anggota suatu kelompok usaha, yang
                    mana entitas lain tersebut adalah anggotanya);
              iii. Kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama;
              iv. Satu entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain adalah
                    entitas asosiasi dari entitas ketiga;
              v. Entitas tersebut adalah suatu program imbalan pasca kerja untuk imbalan kerja dari salah
                    satu entitas pelapor atau entitas yang terkait dengan entitas pelapor. Jika entitas pelapor
                    adalah entitas yang menyelenggarakan program tersebut, maka entitas sponsor juga
                    berelasi dengan entitas pelapor;
              vi. Entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifikasi dalam
                    huruf (a); atau
              vii. Orang yang diidentifikasi dalam huruf (a) (ii) memiliki pengaruh signifikan atas entitas atau
                    merupakan personil manajemen kunci entitas (atau entitas induk dari entitas).
              viii. Entitas, atau anggota dari kelompok yang mana entitas merupakan bagian dari kelompok
                    tersebut, menyediakan jasa personil manajemen kunci kepada entitas palapor atau kepada
                    entitas induk dari entitas pelapor.




                                                      11
Page 15
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2024 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2024 dan 2023 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

            Entitas yang berelasi dengan Pemerintah dapat berupa entitas yang dikendalikan atau dipengaruhi
            secara signifikan oleh Pemerintah Daerah yang merupakan Pemegang Saham entitas, atau entitas
            yang dikendalikan oleh Pemerintah Daerah DKI Jakarta sebagai entitas induk utama.

            Seluruh transaksi dan saldo yang signifikan dengan pihak berelasi diungkapkan dalam Catatan
            yang relevan.

    2.f.    Instrumen Keuangan
            Pengakuan dan Pengukuran Awal
            Grup mengakui aset keuangan atau liabilitas keuangan dalam laporan posisi keuangan
            konsolidasian, jika dan hanya jika, Grup menjadi salah satu pihak dalam ketentuan pada kontrak
            instrumen tersebut. Pada saat pengakuan awal aset keuangan atau liabilitas keuangan, Grup
            mengukur pada nilai wajarnya. Dalam hal aset keuangan atau liabilitas keuangan tidak diukur pada
            nilai wajar melalui laba rugi, nilai wajar tersebut ditambah atau dikurang dengan biaya transaksi
            yang dapat diatribusikan secara langsung dengan perolehan atau penerbitan aset keuangan atau
            liabilitas keuangan tersebut. Biaya transaksi yang dikeluarkan sehubungan dengan perolehan aset
            keuangan dan penerbitan liabilitas keuangan yang diklasifikasikan pada nilai wajar melalui laba
            rugi dibebankan segera.

            Pengukuran Selanjutnya Aset Keuangan
            Aset keuangan Grup diklasifikasikan sebagai berikut: aset keuangan yang diukur pada biaya
            perolehan yang diamortisasi, aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan
            komprehensif lain, aset keuanganyang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi dengan
            menggunakan dua dasar yaitu: model bisnis Grup dalam mengelola aset keuangan dan
            karakteristik arus kas kontraktual dari asset keuangan.

           (i)    Aset Keuangan yang Diukur pada Biaya Perolehan Diamortisasi
                  Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi ketika kedua kondisi berikut
                  terpenuhi:
                  (1) Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset keuangan
                      dalam rangka mendapatkan arus kas kontraktual saja; dan
                  (2) Persyaratan kontraktual dari aset keuangan tersebut memberikan hak pada tanggal
                      tertentu atas arus kas yang semata dari pembayaran pokok dan bunga (solely payments of
                      principal and interest - SPPI) dari jumlah pokok terutang.

                  Aset keuangan ini diukur pada jumlah yang diakui pada awal pengakuan dikurangi dengan
                  pembayaran pokok, kemudian dikurangi atau ditambah dengan jumlah amortisasi kumulatif
                  atas perbedaan jumlah pengakuan awal dengan jumlah pada saat jatuh tempo, dan penurunan
                  nilainya.

                  Pendapatan bunga dihitung dengan menggunakan metode suku bunga efektif dan diakui di
                  laba rugi. Perubahan pada nilai wajar diakui di laba rugi ketika asset dihentikan atau
                  direklasifikasi.

                  Aset keuangan yang diklasifikasikan menjadi aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan
                  diamortisasi dapat dijual ketika terdapat peningkatan risiko kredit. Penghentian untuk alasan
                  lain diperbolehkan namun jumlah penjualan tersebut harus tidak signifikan jumlahnya atau
                  tidak sering.

           (ii)   Aset Keuangan yang Diukur pada Nilai Wajar Melalui Penghasilan Komprehensif Lain
                  (”FVTOCI”)

                  Aset keuangan diukur pada FVTOCI ketika kedua kondisi berikut terpenuhi:
                  (1) Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset keuangan
                      dalam rangka mendapatkan arus kas kontraktual saja; dan



                                                       12
Page 16
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2024 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2024 dan 2023 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

            (2) Persyaratan kontraktual dari aset keuangan tersebut memberikan hak pada tanggal
                tertentu atas arus kas yang semata dari pembayaran pokok dan bunga (solely payments of
                principal and interest - SPPI) dari jumlah pokok terutang.

                 Aset keuangan tersebut diukur sebesar nilai wajar, dimana keuntungan atau kerugian
                 diakui dalam penghasilan komprehensif lain, kecuali untuk kerugian akibat penurunan nilai
                 dan keuntungan atau kerugian akibat perubahan kurs, diakui pada laba rugi. Ketika aset
                 keuangan tersebut dihentikan pengakuannya atau direklasifikasi, keuntungan atau
                 kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui dalam penghasilan komprehensif lain
                 direklasifikasi dari ekuitas ke laba rugi sebagai penyesuaian reklasifikasi.

        (iii) Aset Keuangan yang Diukur pada Nilai Wajar Melalui Laba Rugi (“FVTPL”)
              Aset keuangan yang diukur pada FVTPL adalah aset keuangan yang tidak memenuhi kriteria
              untuk diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau untuk diukur FVTOCI.

            Setelah pengakuan awal, aset keuangan yang diukur pada FVTPL diukur pada nilai wajarnya.
            Keuntungan atau kerugian yang timbul dari perubahan nilai wajar asset keuangan diakui dalam
            laba rugi.

            Aset keuangan berupa derivatif dan investasi pada instrumen ekuitas tidak memenuhi kriteria
            untuk diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau kriteria untuk diukur pada FVTOCI,
            sehingga diukur pada FVTPL. Namun demikian, Grup dapat menetapkan pilihan yang tidak
            dapat dibatalkan saat pengakuan awal atas investasi pada instrumen ekuitas yang bukan untuk
            diperjualbelikan dalam waktu dekat (held for trading) untuk diukur pada FVTOCI. Penetapan ini
            menyebabkan semua keuntungan atau kerugian disajikan di penghasilan komprehensif lain,
            kecuali pendapatan dividen tetap diakui di laba rugi. Keuntungan atau kerugian kumulatif yang
            sebelumnya diakui dalam penghasilan komprehensif lain direklasifikasi ke saldo laba tidak
            melalui laba rugi.

        Pengukuran Selanjutnya Liabilitas Keuangan
        Grup mengklasifikasikan seluruh liabilitas keuangan sehingga setelah pengakuan awal liabilitas
        keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi, kecuali:
        (a) Liabilitas keuangan pada nilai wajar melalui laba rugi. Liabilitas dimaksud, termasuk derivatif
            yang merupakan liabilitas, selanjutnya akan diukur pada nilai wajar.
        (b) Liabilitas keuangan yang timbul ketika pengalihan aset keuangan yang tidak memenuhi
            kualifikasi penghentian pengakuan atau ketika pendekatan keterlibatan berkelanjutan
            diterapkan.
        (c) Kontrak jaminan keuangan dan komitmen untuk menyediakan pinjaman dengan suku bunga
            dibawah pasar. Setelah pengakuan awal, penerbit kontrak dan penerbit komitmen selanjutnya
            mengukur kontrak tersebut sebesar jumlah yang lebih tinggi antara:
            (i) Jumlah penyisihan kerugian dan
            (ii) Jumlah yang pertama kali diakui dikurangi dengan, jika sesuai, jumlah kumulatif dari
                 penghasilan yang diakui sesuai dengan prinsip PSAK 115.
        (d) Imbalan kontijensi yang diakui oleh pihak pengakusisi dalam kombinasi bisnis ketika PSAK 103
            diterapkan. Imbalan kontijensi selanjutnya diukur pada nilai wajar dan selisihnya dalam laba
            rugi.

        Saat pengakuan awal Grup dapat membuat penetapan yang takterbatalkan untuk mengukur
        liabilitas keuangan pada nilai wajar melalui laba rugi, jika diizinkan oleh standar atau jika penetapan
        akan menghasilkan informasi yang lebih relevan, karena:
          (a) Mengeliminasi atau mengurangi secara signifikan inkosistensi pengukuran atau pengakuan
               (kadang disebut sebagai “accounting mismatch”) yang dapat timbul dari pengukuran aset atau
               liabilitas atau pengakuan keuntungan dan kerugian atas aset atau liabilitas dengan dasar yang
               berbeda beda; atau
          (b) Sekelompok liabilitas keuangan atau aset keuangan dan liabilitas keuangan dikelola dan
               kinerjanya dievaluasi berdasarkan nilai wajar, sesuai manajemen risiko atau strategi investasi

                                                    13
Page 17
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2024 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2024 dan 2023 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

            yang terdokumentasi, dan informasi dengan dasar nilai wajar dimaksud atas kelompok
            tersebut disediakan secara internal untuk personil manajemen kunci Grup.

        Penghentian Pengakuan Aset dan Liabilitas Keuangan
        Grup menghentikan pengakuan aset keuangan, jika dan hanya jika hak kontraktual atas arus kas
        yang berasal dari aset keuangan berakhir atau Grup mengalihkan hak kontraktual untuk menerima
        kas yang berasal dari aset keuangan atau tetap memiliki hak kontraktual untuk menerima kas
        tetapi juga menanggung kewajiban kontraktual untuk membayar arus kas yang diterima tersebut
        kepada satu atau lebih pihak penerima melalui suatu kesepakatan. Jika Grup secara substansial
        mengalihkan seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan, maka Grup
        menghentikan pengakuan aset keuangan dan mengakui secara terpisah sebagai aset atau
        liabilitas untuk setiap hak dan kewajiban yang timbul atau yang masih dimiliki dalam pengalihan
        tersebut. Jika Grup secara substansial tidak mengalihkan dan tidak memiliki seluruh risiko dan
        manfaat atas kepemilikan aset keuangan tersebut dan masih memiliki pengendalian, maka Grup
        mengakui aset keuangan sebesar keterlibatan berkelanjutan dengan aset keuangan tersebut. Jika
        Grup secara substansial masih memiliki seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset
        keuangan, maka Grup tetap mengakui aset keuangan tersebut.

        Grup menghentikan pengakuan liabilitas keuangan, jika dan hanya jika, liabilitas keuangan
        tersebut berakhir, yaitu ketika kewajiban yang ditetapkan dalam kontrak dilepaskan atau dibatalkan
        atau kadaluwarsa.

        Penurunan Nilai Aset Keuangan
        Grup mengakui kerugian kredit ekspektasian untuk aset keuangan yang diukur pada biaya
        perolehan diamortisasi dan aset keuangan yang diukur pada FVTOCI.

        Pada setiap tanggal pelaporan, Grup mengukur penyisihan kerugian instrument keuangan
        sejumlah kerugian kredit ekspektasian sepanjang umurnya jika risiko kredit atas instrumen
        keuangan tersebut telah meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal. Namun, jika risiko
        kredit instrumen keuangan tersebut tidak meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal, maka
        mengakui sejumlah kerugian kredit ekspektasian 12 bulan.

        Grup menerapkan metode yang disederhanakan untuk mengukur kerugian kredit ekspektasian
        tersebut terhadap piutang usaha dan aset kontrak tanpa komponen pendanaan yang signifikan.

        Grup menganggap aset keuangan gagal bayar ketika pihak ketiga tidak mampu membayar
        kewajiban kreditnya kepada Grup secara penuh. Periode maksimum yang dipertimbangkan ketika
        memperkirakan kerugian kredit ekspektasian adalah periode maksimum kontrak dimana Grup
        terekspos terhadap risiko kredit.

        Penyisihan kerugian diakui sebagai pengurang jumlah tercatat aset keuangan kecuali untuk aset
        keuangan yang diukur pada FVTOCI yang penyisihan kerugiannya diakui dalam penghasilan
        komprehensif lain. Sedangkan jumlah kerugian kredit ekspektasian (atau pemulihan kerugian
        kredit) diakui dalam laba rugi, sebagai keuntungan atau kerugian penurunan nilai.

        Pengukuran kerugian kredit ekspektasian dari instrumen keuangan dilakukan dengan suatu cara
        yang mencerminkan:
        (i)   Jumlah yang tidak bias dan rata-rata probabilitas tertimbang yang ditentukan dengan
              mengevaluasi serangkaian kemungkinan yang dapat terjadi;
        (ii)  Nilai waktu uang; dan
        (iii) Informasi yang wajar dan terdukung yang tersedia tanpa biaya atau upaya berlebihan pada
              tanggal pelaporan mengenai peristiwa masa lalu, kondisi kini, dan perkiraan kondisi
              ekonomi masa depan.




                                                 14
Page 18
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2024 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2024 dan 2023 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

        Aset keuangan dapat dianggap tidak mengalami peningkatan risiko kredit secara signifikan sejak
        pengakuan awal jika aset keuangan memiliki risiko kredit yang rendah pada tanggal pelaporan.
        Risiko kredit pada instrument keuangan dianggap rendah ketika asset keuangan tersebut memiliki
        risiko gagal bayar yang rendah, peminjam memiliki kapasitas yang kuat untuk memenuhi
        kewajiban arus kas kontraktualnya dalam jangka waktu dekat dan memburuknya kondisi ekonomik
        dan bisnis dalam jangka waktu panjang mungkin, namun tidak selalu, menurunkan kemampuan
        peminjam untuk memenuhi kewajiban arus kas kontraktualnya. Untuk menentukan apakah aset
        keuangan memiliki risiko kredit rendah, Grup dapat menggunakan peringkat risiko kredit internal
        atau penilaian eksternal. Misal, asset keuangan dengan peringkat “investment grade” berdasarkan
        penilaian eksternal merupakan instrumen yang memiliki risiko kredit yang rendah, sehingga tidak
        mengalami peningkatan risiko kredit secara signifikan sejak pengakuan awal.

        Grup menggunakan metode roll rate untuk mengukur penurunan nilai piutang usaha.

        Metode Suku Bunga Efektif
        Metode suku bunga efektif adalah metode yang digunakan untuk menghitung biaya perolehan
        diamortisasi dari aset atau liabilitas keuangan (atau kelompok aset atau liabilitas keuangan) dan
        metode untuk mengalokasikan pendapatan bunga atau beban bunga selama periode yang
        relevan. Suku bunga efektif adalah suku bunga yang secara tepat mendiskontokan estimasi
        pembayaran atau penerimaan kas masa depan selama perkiraan umur dari instrumen keuangan,
        atau jika lebih tepat, digunakan periode yang lebih singkat untuk memperoleh jumlah tercatat neto
        dari aset keuangan atau liabilitas keuangan. Pada saat menghitung suku bunga efektif, Grup
        mengestimasi arus kas dengan mempertimbangkan seluruh persyaratan kontraktual dalam
        instrumen keuangan tersebut, seperti pelunasan dipercepat, opsi beli dan opsi serupa lain, tetapi
        tidak mempertimbangkan kerugian kredit masa depan. Perhitungan ini mencakup seluruh komisi
        dan bentuk lain yang dibayarkan atau diterima oleh pihak-pihak dalam kontrak yang merupakan
        bagian tak terpisahkan dari suku bunga efektif, biaya transaksi, dan seluruh premium atau diskonto
        lain.

        Reklasifikasi
        Grup mereklasifikasi aset keuangan ketika Grup mengubah tujuan model bisnis untuk pengelolaan
        aset keuangan sehingga penilaian sebelumnya menjadi tidak dapat diterapkan.

        Jika Grup mereklasifikasi aset keuangan, maka diperlukan untuk menerapkan reklasifikasi secara
        prospektif sejak tanggal reklasifikasi. Keuntungan, kerugian (termasuk keuntungan atau kerugian
        penurunan nilai) atau bunga yang sebelumnya diakui tidak disajikan kembali.

        Ketika Grup mereklasifikasi aset keuangan dari biaya perolehan diamortisasi menjadi FVTPL,
        maka nilai wajarnya diukur pada tanggal reklasifikasi. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari
        perbedaan antara biaya perolehan diamortisasi sebelumnya dan nilai wajarnya diakui dalam
        laporan laba rugi. Sebaliknya, jika Grup mereklasifikasi aset keuangannya dari FVTPL menjadi
        biaya perolehan diamortisasi, maka nilai wajarnya pada tanggal reklasifikasi menjadi nilai tercatat
        bruto baru.

        Ketika Grup mereklasifikasi aset keuangan dari biaya perolehan diamortisasi menjadi FVTOCI,
        nilai wajarnya diukur pada tanggal reklasifikasi. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari selisih
        antara biaya perolehan diamortisasi sebelumnya dan nilai wajar diakui pada penghasilan
        komprehensif lain. Tingkat suku bunga efektif dan pengukuran kerugian kredit yang diharapkan
        tidak disesuaikan sebagai hasil dari reklasifikasi. Sebaliknya, ketika Grup mereklasifikasi aset
        keuangannya dari FVTOCI menjadi biaya perolehan diamortisasi, asset keuangan tersebut
        direklasifikasi ke nilai wajarnya pada tanggal reklasifikasi. Namun, keuntungan atau kerugian
        kumulatif yang sebelumnya diakui dalam penghasilan komprehensif lain dihilangkan dari ekuitas
        dan disesuaikan dengan nilai wajar aset keuangan pada tanggal reklasifikasi. Akibatnya, pada
        tanggal reklasifikasi, aset keuangan diukur dengan cara yang sama seperti biaya perolehan
        diamortisasi.


                                                  15
Page 19
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2024 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2024 dan 2023 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

         Penyesuaian ini memengaruhi penghasilan komprehensif lain tetapi tidak memengaruhi laba rugi,
         dan karenanya bukan merupakan penyesuaian reklasifikasi. Suku bunga efektif dan pengukuran
         kerugian kredit ekspektasian tidak disesuaikan sebagai akibat dari reklasifikasi.

         Pada saat Grup mereklasifikasi aset keuangan keluar dari kategori pengukuran FVTPL menjadi
         kategori pengukuran FVTOCI, aset keuangan tetap diukur pada nilai wajarnya. Sama halnya,
         ketika Grup mereklasifikasi aset keuangan keluar dari kategori FVTOCI menjadi kategori
         pengukuran FVTPL, aset keuangan tetap diukur pada nilai wajarnya. Keuntungan atau kerugian
         kumulatif yang sebelumnya diakui di penghasilan komprehensif lain direklasifikasi dari ekuitas ke
         laba rugi sebagai penyesuaian reklasifikasi pada tanggal reklasifikasi.

         Saling Hapus Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan
         Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling dihapuskan, jika dan hanya jika, Grup saat ini
         memiliki hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah
         yang telah diakui tersebut; dan berintensi untuk menyelesaikan secara neto atau untuk
         merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara simultan.

         Pengukuran Nilai Wajar
         Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan
         dibayar untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada
         tanggal pengukuran.

         Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan diestimasi untuk keperluan pengakuan dan pengukuran
         atau untuk keperluan pengungkapan.

         Nilai wajar dikategorikan dalam level yang berbeda dalam suatu hirarki nilai wajar berdasarkan
         pada apakah input suatu pengukuran dapat diobservasi dan signifikansi input terhadap
         keseluruhan pengukuran nilai wajar:
         (i) Harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik yang
               dapat diakses pada tanggal pengukuran (Level 1).
         (ii) Input selain harga kuotasian yang termasuk dalam Level 1 yang dapat diobservasi untuk aset
               atau liabilitas, baik secara langsung maupun tidak langsung (Level 2).
         (iii) Input yang tidak dapat diobservasi untuk aset atau liabilitas (Level 3).

         Dalam mengukur nilai wajar aset atau liabilitas, Grup sebisa mungkin menggunakan data pasar
         yang dapat diobservasi. Apabila nilai wajar aset atau liabilitas tidak dapat diobservasi secara
         langsung, Grup menggunakan teknik penilaian yang sesuai dengan keadaannya dan
         memaksimalkan penggunaan input yang dapat diobservasi yang relevan dan meminimalkan
         penggunaan input yang tidak dapat diobservasi.

         Perpindahan antara level hirarki wajar diakui oleh Grup pada akhir tahun pelaporan dimana
         perpindahan terjadi.

    2.g. Investasi pada Entitas Asosiasi
         Entitas asosiasi adalah entitas dimana Grup memiliki kekuasaan untuk berpartisipasi dalam
         keputusan kebijakan keuangan dan operasional investee, tetapi tidak mengendalikan atau
         mengendalikan bersama atas kebijakan tersebut (pengaruh signifikan).

         Investasi pada entitas asosiasi dicatat dengan menggunakan metode ekuitas. Dalam metode
         ekuitas, pengakuan awal investasi diakui sebesar biaya perolehan, dan jumlah tercatat ditambah
         atau dikurang untuk mengakui bagian atas laba rugi investee setelah tanggal perolehan. Bagian
         atas laba rugi investee diakui dalam laba rugi. Penerimaan distribusi dari investee mengurangi nilai
         tercatat investasi. Penyesuaian terhadap jumlah tercatat tersebut juga mungkin dibutuhkan untuk
         perubahan dalam proporsi bagian investor atas investee yang timbul dari penghasilan
         komprehensif lain, termasuk perubahan yang timbul dari revaluasi aset tetap dan selisih
         penjabaran valuta asing. Bagian investor atas perubahan tersebut diakui dalam penghasilan
         komprehensif lain.

                                                   16
Page 20
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2024 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2024 dan 2023 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

           Grup menghentikan penggunaan metode ekuitas sejak tanggal ketika investasinya berhenti
           menjadi investasi pada entitas asosiasi sebagai berikut:
           (a) jika investasi menjadi entitas anak.

           (b) jika sisa kepentingan dalam entitas asosiasi merupakan aset keuangan, maka Grup mengukur
               sisa kepentingan tersebut pada nilai wajar.
           (c) ketika Grup menghentikan penggunaan metode ekuitas, Grup mencatat seluruh jumlah yang
               sebelumnya telah diakui dalam penghasilan komprehensif lain yang terkait dengan investasi
               tersebut menggunakan dasar perlakuan yang sama dengan yang disyaratkan jika investee
               telah melepaskan secara langsung aset dan liabilitas terkait.

    2.h. Kas dan Setara Kas
         Kas dan setara kas termasuk kas tunai, kas di bank (rekening giro), dan deposito berjangka yang
         jatuh tempo dalam jangka waktu tiga bulan atau kurang pada saat penempatan yang tidak
         digunakan sebagai jaminan atau tidak dibatasi penggunaannya.

    2.i.   Biaya Dibayar di Muka
           Biaya dibayar di muka merupakan biaya yang telah dibayar namun pembebanannya sebagian
           akan dilakukan pada periode yang akan datang, seperti premi asuransi dibayar di muka, bunga
           dibayar di muka, dan sewa dibayar di muka. Biaya dibayar di muka diamortisasi sesuai dengan
           masa manfaatnya dengan menggunakan metode garis Iurus (straight-line method).

    2.j.   Aset Real Estat
           Aset real estat berupa tanah kosong, tanah hasil pengembangan, tanah reklamasi, rumah tinggal,
           rumah kantor, rumah toko dan apartemen dinilai berdasarkan biaya perolehan. Biaya perolehan
           ditentukan dengan metode rata-rata. Biaya perolehan rumah tinggal dan rumah tinggal dalam
           penyelesaian meliputi seluruh biaya konstruksi bangunan, diluar biaya perolehan tanah. Biaya
           perolehan tanah meliputi biaya pembelian tanah mentah, pematangan dan pengembangan tanah,
           perijinan dan jasa konsultasi. Biaya pinjaman atas pinjaman yang digunakan untuk membiayai
           perolehan aset dikapitalisasi dalam harga perolehan aset real estat selama masa konstruksi.

           Biaya yang tidak terhubung secara langsung dengan suatu proyek real estat, seperti biaya umum
           dan administrasi diakui sebagai beban pada saat terjadinya.

           Biaya yang telah dikapitalisasi ke proyek pengembangan real estat dialokasi ke setiap unit real
           estat dengan menggunakan metode identifikasi khusus yang diterapkan secara konsisten.

           Biaya pinjaman yang berhubungan dengan kegiatan pengembangan dikapitalisasi ke proyek
           pengembangan. Kapitalisasi dihentikan pada proyek pengembangan tersebut apabila secara
           substantial telah siap untuk digunakan sesuai dengan tujuannya atau aktivitas pembangunan
           ditunda atau ditangguhkan dalam suatu periode yang cukup lama.

    2.k.   Properti Investasi
           Properti investasi adalah properti (tanah atau bangunan atau bagian dari suatu bangunan atau
           kedua-duanya) yang dikuasai oleh pemilik atau penyewa melalui sewa pembiayaan untuk
           menghasilkan sewa atau untuk kenaikan nilai atau kedua-duanya, dan tidak untuk digunakan
           dalam produksi atau penyediaan barang atau jasa atau untuk tujuan administratif; atau dijual dalam
           kegiatan usaha sehari-hari.

           Properti investasi diakui sebagai aset jika dan hanya jika besar kemungkinan manfaat ekonomik
           masa depan yang terkait dengan properti investasi akan mengalir ke entitas; dan biaya perolehan
           properti investasi dapat diukur dengan andal.

           Properti investasi pada awalnya diukur sebesar biaya perolehan, meliputi harga harga pembelian
           dan setiap pengeluaran yang dapat diatribusikan secara langsung (biaya jasa hukum, pajak
           pengalihan properti, dan biaya transaksi lain). Biaya transaksi termasuk dalam pengukuran awal
           tersebut.


                                                    17
Page 21
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2024 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2024 dan 2023 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

           Setelah pengakuan awal, Grup memilih menggunakan model biaya dan mengukur properti
           investasi sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi penurunan
           nilai aset. Hak atas tanah tidak disusutkan dan disajikan sebesar biaya perolehan. Bangunan serta
           sarana dan prasarana disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran
           umur manfaat aset Properti Investasi.

                                                                                              Tahun
           Bangunan                                                                           20-50
           Sarana dan Prasarana                                                                5-30

           Pengalihan dari properti investasi dilakukan jika, dan hanya jika terdapat perubahan penggunaan
           yang ditunjukkan dengan berakhirnya pemakaian oleh pemilik, dimulainya sewa operasi ke pihak
           lain.

           Pengalihan dari properti investasi dilakukan jika, dan hanya jika terdapat perubahan penggunaan
           yang ditunjukkan dengan dimulainya penggunaan oleh pemilik atau dimulainya pengembangan
           untuk dijual.

           Properti investasi dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau ketika tidak digunakan lagi
           secara permanen dan tidak memiliki manfaat ekonomi masa depan yang diperkirakan dari
           pelepasannya. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari penghentian atau pelepasan ditentukan
           dari selisih antara hasil neto pelepasan dan jumlah tercatat aset, dan diakui dalam laba rugi pada
           periode terjadinya penghentian atau pelepasan.

    2.l.   Aset Tetap
           Aset tetap pada awalnya diakui sebesar biaya perolehan yang meliputi harga perolehannya dan
           setiap biaya yang dapat diatribusikan langsung untuk membawa aset ke kondisi dan lokasi yang
           diinginkan agar aset siap digunakan sesuai intensi manajemen.

           Apabila relevan, biaya perolehan juga dapat mencakup estimasi awal biaya pembongkaran dan
           pemindahan aset tetap dan restorasi lokasi aset tetap, kewajiban tersebut timbul ketika aset tetap
           diperoleh atau sebagai konsekuensi penggunaan aset tetap selama periode tertentu untuk tujuan
           selain untuk memproduksi persediaan selama periode tersebut.

           Setelah pengakuan awal aset tetap kecuali tanah dinyatakan sebesar biaya perolehan setelah
           dikurangi akumulasi penyusutan dan estimasi kerugian penurunan nilai. Tanah diakui sebesar
           harga perolehannya dan tidak disusutkan.

           Penyusutan aset tetap dimulai pada saat aset tersebut siap untuk digunakan sesuai maksud
           penggunaannya dan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan estimasi
           umur manfaat aset tetap, sebagai berikut:

                                                                             Tahun
           Kepemilikan Langsung
            Bangunan                                                         20 - 50
            Sarana dan Prasarana                                             5 - 30
            Mesin dan Peralatan                                              5 - 40
            Perabotan dan Perlengkapan Kantor                                   5
            Alat Transportasi (Kendaraan)                                       5
            Kapal                                                               8
            Binatang                                                          5-25
           Aset Hak-Guna                                                      5-21

           Pada tahun 2018, Grup menelaah estimasi masa manfaat ekonomis untuk bangunan, sarana dan
           prasarana, dan mesin dan perlengkapan yang umurnya dapat diestimasi secara andal, yakni
           berdasarkan kegunaan yang diperkirakan oleh Grup.


                                                    18
Page 22
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2024 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2024 dan 2023 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

         Penelaahan atas estimasi masa manfaat ekonomis Grup dilaksanakan oleh Kantor Jasa Penilai
         Publik Asrori & Rekan, Penilai Publik Independen, yang telah terdaftar di Kementrian Keuangan
         No. 2.15.00126 dengan laporannya No. 00251/FR-AS/TIJA/Studi/IX/2018.

         Perubahan ini diterapkan secara prospektif sesuai dengan PSAK 208 (Revisi 2024).

         Aset dalam penyelesaian dinyatakan sebesar biaya perolehannya. Semua biaya, termasuk biaya
         pinjaman, yang terjadi sehubungan dengan konstruksi aset tersebut dikapitalisasi sebagai bagian
         dari biaya perolehan aset tetap dalam konstruksi. Biaya perolehan aset tetap dalam konstruksi
         tidak termasuk setiap laba internal, jumlah tidak normal dari biaya pemborosan yang terjadi dalam
         pemakaian bahan baku, tenaga kerja atau sumber daya lain.

         Akumulasi biaya perolehan yang akan dipindahkan ke masing-masing pos aset tetap yang sesuai
         pada saat aset tersebut selesai dikerjakan atau siap digunakan dan disusutkan sejak beroperasi.

         Nilai tercatat dari suatu aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat pelepasan atau ketika tidak
         terdapat lagi manfaat ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya.
         Keuntungan atau kerugian yang timbul dari penghentian pengakuan tersebut (yang ditentukan
         sebesar selisih antara jumlah hasil pelepasan neto, jika ada, dan jumlah tercatatnya) dimasukkan
         dalam laba rugi pada saat penghentian pengakuan tersebut dilakukan.

         Pada akhir tahun pelaporan, Grup melakukan penelaahan berkala atas masa manfaat ekonomis,
         nilai residu dan metode penyusutan berdasarkan kondisi teknis dan pengaruh dari setiap perubahan
         estimasi tersebut berlaku prospektif.

    2.m. Aset Lain-lain
         Akun-akun yang tidak dapat digolongkan dalam aset lancar, investasi, maupun aset takberwujud
         disajikan dalam aset lain-lain.

    2.n. Aset Takberwujud
         Aset takberwujud diukur sebesar nilai perolehan pada pengakuan awal. Setelah pengakuan awal,
         aset takberwujud dicatat pada biaya perolehan dikurangi akumulasi amortisasi dan akumulasi rugi
         penurunan nilai. Umur manfaat aset takberwujud dinilai apakah terbatas atau tidak terbatas.

         Aset takberwujud dengan umur manfaat terbatas
         Aset takberwujud dengan umur manfaat terbatas diamortisasi selama umur manfaat ekonomi
         dengan metode garis lurus. Amortisasi dihitung sebagai penghapusan biaya perolehan aset,
         dikurangi nilai residunya, atas umur ekonomisnya sebagai berikut:

                                                                      Tahun
         Perangkat Lunak Komputer                                        5
         Lisensi                                                       1-5
         Hak Atas Tanah                                                 20

         Periode amortisasi dan metode amortisasi untuk aset takberwujud dengan umur manfaat terbatas
         ditelaah setidaknya setiap akhir tahun buku.

         Aset takberwujud dengan umur manfaat tidak terbatas
         Aset takberwujud dengan umur manfaat tidak terbatas tidak diamortisasi. Masa manfaat aset
         takberwujud dengan umur tak terbatas ditelaah setiap tahun untuk menentukan apakah peristiwa
         dan kedaan dapat terus mendukung penilaian bahwa umur manfaat tetap tidak terbatas. Jika tidak,
         perubahan masa manfaat dari tidak terbatas menjadi terbatas diterapkan secara prospektif.

         Aset takberwujud dengan umur tidak terbatas diuji untuk penurunan nilai setiap tahun dan
         kapanpun terdapat suatu indikasi bahwa aset takberwujud mungkin mengalami penurunan nilai.


                                                  19
Page 23
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2024 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2024 dan 2023 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

    2.o. Penurunan Nilai Aset Nonkeuangan
         Pada setiap akhir tahun pelaporan, Grup menilai apakah terdapat indikasi aset mengalami
         penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut, Grup mengestimasi jumlah terpulihkan aset
         tersebut. Jumlah terpulihkan ditentukan atas suatu aset individual, dan jika tidak memungkinkan,
         Grup menentukan jumlah terpulihkan dari unit penghasil kas dari aset tersebut.

         Jumlah terpulihkan adalah jumlah yang lebih tinggi antara nilai wajar dikurangi biaya pelepasan
         dengan nilai pakainya. Nilai pakai adalah nilai kini dari arus kas yang diharapkan akan diterima dari
         aset atau unit penghasil kas. Nilai kini dihitung dengan menggunakan tingkat diskonto sebelum
         pajak yang mencerminkan nilai waktu uang dan risiko spesifik atas aset atau unit yang penurunan
         nilainya diukur.

         Jika, dan hanya jika, jumlah terpulihkan aset lebih kecil dari jumlah tercatatnya, maka jumlah
         tercatat aset diturunkan menjadi sebesar jumlah terpulihkan. Penurunan tersebut adalah rugi
         penurunan nilai dan segera diakui dalam laba rugi.

         Rugi penurunan nilai yang telah diakui dalam periode sebelumnya untuk aset selain goodwill
         dibalik jika, dan hanya jika, terdapat perubahan estimasi yang digunakan untuk menentukan jumlah
         terpulihkan aset tersebut sejak rugi penurunan nilai terakhir diakui. Jika demikian, jumlah tercatat
         aset dinaikan ke jumlah terpulihkannya. Kenaikan ini merupakan suatu pembalikan rugi penurunan
         nilai.

    2.p. Pengaturan Bersama
         Pengaturan bersama adalah pengaturan yang dua atau lebih pihak memiliki pengendalian
         bersama, yaitu persetujuan kontraktual untuk berbagi pengendalian atas suatu pengaturan, yang
         ada hanya ketika keputusan mengenai aktivitas relevan mensyaratkan persetujuan dengan suara
         bulat dari seluruh pihak yang berbagi pengendalian.

         Grup mengklasifikasikan pengaturan bersama sebagai:
         1) Operasi Bersama
            Merupakan pengaturan bersama yang mengatur bahwa para pihak yang memiliki
            pengendalian bersama atas pengaturan memiliki hak atas aset dan kewajiban terhadap
            liabilitas, terkait dengan pengaturan tersebut. Para pihak tersebut disebut operator bersama.

             Operator bersama mengakui hal berikut terkait dengan kepentingannya dalam operasi
             bersama:
             (a) Aset, mencakup bagiannya atas setiap aset yang dimiliki bersama;
             (b) Liabilitas, mencakup bagiannya atas liabilitas yang terjadi bersama;
             (c) Pendapatan dari penjualan bagiannya atas output yang dihasilkan dari operasi bersama;
             (d) Bagiannya atas pendapatan dari penjualan output oleh operasi bersama; dan
             (e) Beban, mencakup bagiannya atas setiap beban yang terjadi secara bersama-sama.

         2) Ventura Bersama
            Grup mengklasifikasikan pengaturan bersama sebagai ventura bersama yang mengatur
            bahwa para pihak yang memiliki pengendalian bersama atas pengaturan memiliki hak atas
            aset neto pengaturan tersebut. Para pihak tersebut disebut sebagai venturer bersama.

             Venturer bersama mengakui kepentingannya dalam ventura bersama sebagai investasi dan
             mencatat investasi tersebut dengan menggunakan metode ekuitas.

    2.q. Pengakuan Pendapatan dan Beban
         Dalam menentukan pengakuan pendapatan, Grup melakukan analisa transaksi melalui lima
         langkah analisa berikut:
         1. Kontrak telah disetujui oleh pihak-pihak terkait dalam kontrak
             - Perusahaan bisa mengidentifikasi hak dari pihak-pihak terkait dan jangka waktu
                pembayaran dari barang atau jasa yang akan dialihkan;
             - Kontrak memiliki substansi komersial;

                                                    20
Page 24
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2024 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2024 dan 2023 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

              - Besar kemungkinan entitas akan menerima imbalan atas barang atau jasa yang dialihkan.
           2. Mengidentifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak, untuk menyerahkan barang atau jasa
              yang memiliki karakteristik yang berbeda ke pelanggan.
           3. Menentukan harga transaksi, setelah dikurangi diskon, retur, insentif penjualan, pajak
              penjualan barang mewah, pajak pertambahan nilai dan pungutan ekspor, yang berhak
              diperoleh suatu entitas sebagai kompensasi atas diserahkannya barang atau jasa yang
              dijanjikan ke pelanggan.
           4. Mengalokasikan harga transaksi kepada setiap kewajiban pelaksanaan dengan menggunakan
              dasar harga jual dari setiap barang atau jasa yang dijanjikan di kontrak.
           5. Mengakui pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi (sepanjang waktu atau
              pada suatu waktu tertentu).

           Kewajiban pelaksanaan dapat dipenuhi dengan cara sebagai berikut:
           - Suatu waktu tertentu (umumnya janji untuk menyerahkan barang ke pelanggan); atau
           - Sepanjang waktu (umumnya janji untuk menyerahkan jasa ke pelanggan). Untuk kewajiban
              pelaksanaan yang dipenuhi sepanjang waktu, Grup memilih ukuran penyelesaian yang sesuai
              untuk penentuan jumlah pendapatan yang dapat diakui jumlah pendapatan yang dapat diakui
              pelaksanaan.

           Suatu kewajiban pelaksanaan dipenuhi pada suatu waktu tertentu kecuali jika memenuhi salah
           satu kriteria berikut, dalam hal ini dipenuhi sepanjang waktu:
           - Pelanggan secara bersamaan menerima dan menggunakan manfaat yang diberikan oleh
               pelaksanaan Grup sebagaimana yang dilakukan Grup;

           -   Pelaksanaan Grup menciptakan atau meningkatkan aset yang dikendalikan pelanggan saat
               aset itu dibuat atau ditingkatkan; dan
           -   Pelaksanaan Grup tidak menciptakan asset dengan penggunaan alternatif untuk Grup dan
               Grup memiliki hak yang dapat diberlakukan atas pembayaran untuk pelaksanaan yang
               diselesaikan hingga saat ini.

           Pengakuan Beban
           Beban diakui pada saat terjadinya (metode akrual), kecuali merupakan aset yang terkait dengan
           aktivitas kontrak masa depan.

           Biaya yang secara langsung berhubungan dengan kontrak, menghasilkan sumber daya untuk
           memenuhi kontrak ("biaya untuk memenuhi") atau penambahan untuk mendapatkan kontrak
           ("biaya untuk memperoleh") dan diharapkan dapat dipulihkan. Beban tersebut dengan demikian
           memenuhi syarat kapitalisasi berdasarkan PSAK 115: Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan
           dan dicatat sebagai aset lancar lainnya. Beban tersebut diamortisasi dengan cara sistematis
           sejalan dengan penyerahan barang atau jasa yang terkait dengan aset tersebut.

    2.r.   Imbalan Kerja
           Imbalan Kerja Jangka Pendek
           Imbalan kerja jangka pendek diakui ketika pekerja telah memberikan jasanya dalam suatu periode
           akuntansi, sebesar jumlah tidak terdiskonto dari imbalan kerja jangka pendek yang diharapkan
           akan dibayar sebagai imbalan atas jasa tersebut.

           Imbalan kerja jangka pendek mencakup antara lain upah, gaji, bonus dan insentif.

           Imbalan Pascakerja
           Imbalan pascakerja seperti pensiun, uang pisah dan uang penghargaan masa kerja dihitung
           berdasarkan Undang-Undang Ketenagakerjaan No.13/2003 (”UU 13/2003”).




                                                    21
Page 25
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2024 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2024 dan 2023 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

           Grup mengakui jumlah liabilitas imbalan pasti neto sebesar nilai kini kewajiban imbalan pasti pada
           akhir tahun pelaporan dikurangi nilai wajar aset program yang dihitung oleh aktuaris independen
           dengan menggunakan metode Projected Unit Credit. Nilai kini kewajiban imbalan pasti ditentukan
           dengan mendiskontokan imbalan tersebut.

           Grup mencatat tidak hanya kewajiban hukum berdasarkan persyaratan formal program imbalan
           pasti, tetapi juga kewajiban konstruktif yang timbul dari praktik informal entitas.

           Biaya jasa kini, biaya jasa lalu dan keuntungan atau kerugian atas penyelesaian, serta bunga neto
           atas liabilitas (aset) imbalan pasti neto diakui dalam laba rugi.

           Pengukuran kembali atas liabilitas (aset) imbalan pasti neto yang terdiri dari keuntungan dan
           kerugian aktuarial, imbal hasil atas aset program dan setiap perubahan dampak batas atas aset
           diakui sebagai penghasilan komprehensif lain.

           Pesangon
           Grup mengakui pesangon sebagai liabilitas dan beban pada tanggal yang lebih awal di antara:
           a) Ketika Grup tidak dapat lagi menarik tawaran atas imbalan tersebut; dan
           b) Ketika Grup mengakui biaya untuk restrukturisasi yang berada dalam ruang lingkup PSAK
              No. 57 dan melibatkan pembayaran pesangon.

           Grup mengukur pesangon pada saat pengakuan awal, dan mengukur dan mengakui perubahan
           selanjutnya, sesuai dengan sifat imbalan kerja.

    2.s.   Pajak Penghasilan
           Beban pajak adalah jumlah gabungan pajak kini dan pajak tangguhan yang diperhitungkan dalam
           menentukan laba rugi pada suatu periode. Pajak kini dan pajak tangguhan diakui dalam laba rugi,
           kecuali pajak penghasilan yang timbul dari transaksi atau peristiwa yang diakui dalam penghasilan
           komprehensif lain atau secara langsung di ekuitas. Dalam hal ini, pajak tersebut masing-masing
           diakui dalam penghasilan komprehensif lain atau ekuitas.

           Manfaat terkait dengan rugi pajak yang dapat ditarik untuk memulihkan pajak kini dari periode
           sebelumnya diakui sebagai aset. Aset pajak tangguhan diakui untuk akumulasi rugi pajak belum
           dikompensasi dan kredit pajak belum dimanfaatkan sepanjang kemungkinan besar laba kena pajak
           masa depan akan tersedia untuk dimanfaatkan dengan rugi pajak belum dikompensasi dan kredit
           pajak belum dimanfaatkan.

           Seluruh perbedaan temporer kena pajak diakui sebagai liabilitas pajak tangguhan, kecuali
           perbedaan temporer kena pajak yang berasal dari:
           a) pengakuan awal goodwill; atau
           b) pengakuan awal aset atau liabilitas dari transaksi yang bukan kombinasi bisnis dan pada saat
               transaksi tidak mempengaruhi laba akuntansi atau laba kena pajak (rugi pajak).

           Aset pajak tangguhan diakui untuk seluruh perbedaan temporer dapat dikurangkan sepanjang
           kemungkinan besar laba kena pajak akan tersedia sehingga perbedaan temporer dapat
           dimanfaatkan untuk mengurangi laba dimaksud, kecuali jika aset pajak tangguhan timbul dari
           pengakuan awal aset atau pengakuan awal liabilitas dalam transaksi yang bukan kombinasi bisnis
           dan pada saat transaksi tidak mempengaruhi laba akuntansi atau laba kena pajak (rugi pajak).

           Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang diharapkan
           berlaku ketika aset dipulihkan atau liabilitas diselesaikan, berdasarkan tarif pajak (dan peraturan
           pajak) yang telah berlaku atau secara substantif telah berlaku pada akhir tahun pelaporan.
           Pengukuran aset dan liabilitas pajak tangguhan mencerminkan konsekuensi pajak yang sesuai
           dengan cara Grup memperkirakan, pada akhir tahun pelaporan, untuk memulihkan atau
           menyelesaikan jumlah tercatat aset dan liabilitasnya.




                                                    22
Page 26
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2024 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2024 dan 2023 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

           Jumlah tercatat aset pajak tangguhan ditelaah ulang pada akhir tahun pelaporan. Grup
           mengurangi jumlah tercatat aset pajak tangguhan jika kemungkinan besar laba kena pajak tidak
           lagi tersedia dalam jumlah yang memadai untuk mengkompensasikan sebagian atau seluruh aset
           pajak tangguhan tersebut. Setiap pengurangan tersebut dilakukan pembalikan atas aset pajak
           tangguhan hingga kemungkinan besar laba kena pajak yang tersedia jumlahnya memadai.

           Grup melakukan saling hapus aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan jika dan hanya
           jika:
           a) Grup memiliki hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus aset
               pajak kini terhadap liabilitas pajak kini; dan
           b) Aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan terkait dengan pajak penghasilan yang
               dikenakan oleh otoritas perpajakan yang sama atas:
               i. entitas kena pajak yang sama; atau
               ii. entitas kena pajak yang berbeda yang bermaksud untuk memulihkan aset dan liabilitas
                   pajak kini dengan dasar neto, atau merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara
                   bersamaan, pada setiap periode masa depan dimana jumlah signifikan atas aset atau
                   liabilitas pajak tangguhan diperkirakan untuk diselesaikan atau dipulihkan.

           Grup melakukan saling hapus atas aset pajak kini dan liabilitas pajak kini jika dan hanya jika:
           a) memiliki hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah
              yang diakui; dan
           b) bermaksud untuk menyelesaikan dengan dasar neto atau merealisasikan aset dan
              menyelesaikan liabilitas secara bersamaan.

    2.t.   Sewa
           Grup Sebagai Penyewa (Lessee)
           Pada tanggal insepsi suatu kontrak, Grup menilai apakah suatu kontrak merupakan, atau
           mengandung, sewa. Suatu kontrak merupakan, atau mengandung sewa jika kontrak tersebut
           memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan suatu aset identifikasian selama suatu jangka
           waktu untuk dipertukarkan dengan imbalan. Untuk menilai apakah suatu kontrak memberikan hak
           untuk mengendalikan suatu aset identifikasian, Grup menilai apakah:
           (a) Kontrak melibatkan penggunaan suatu aset identifikasian – ini dapat ditentukan secara
               eksplisit atau implisit dan secara fisik dapat dibedakan atau mewakili secara substantial
               seluruh kapasitas aset yang secara fisik dapat dibedakan. Jika pemasok memiliki hak
               substitusi substantif, maka aset tersebut tidak teridentifikasi;
           (b) Grup memiliki hak untuk memperoleh secara substansial seluruh manfaat ekonomik dari
               penggunaan aset selama periode penggunaan; dan
           (c) Grup memiliki hak untuk mengarahkan penggunaan aset identifikasian. Grup memiliki hak ini
               ketika hak pengambilan keputusan yang paling relevan untuk mengubah bagaimana dan untuk
               tujuan apa aset tersebut digunakan. Dalam kondisi tertentu di mana semua keputusan tentang
               bagaimana dan untuk tujuan apa aset digunakan telah ditentukan aset digunakan telah
               ditentukan mengarahkan penggunaan aset tersebut jika:
               - Grup memiliki hak untuk mengoperasikan aset; atau
               - Grup mendesain aset dengan cara menetapkan sebelumnya bagaimana dan untuk tujuan
                   apa aset akan digunakan.

           Pada tanggal insepsi atau pada saat penilaian kembali suatu kontrak yang mengandung suatu
           komponen sewa, Grup mengalokasikan imbalan dalam kontrak ke masing-masing komponen
           sewa berdasarkan harga tersendiri relatif dari komponen sewa.
           Pembayaran sewa yang termasuk dalam indeks utang sewa meliputi: pembayaran sewa tetap,
           sewa variabel yang bergantung pada indeks, jumlah yang akan dibayarkan dalam jaminan nilai
           residu dan harga eksekusi opsi beli, opsi perpanjangan atau penalty penghentikan jika Grup cukup
           pasti akan mengeksekusi opsi tersebut.
           Grup mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa pada tanggal dimulainya sewa. Aset hak-guna
           awalnya diukur pada biaya perolehan, yang terdiri dari jumlah pengukuran awal dari liabilitas sewa
           disesuaikan dengan pembayaran sewa yang dilakukan pada atau sebelum tanggal permulaan,
           ditambah dengan biaya langsung awal yang dikeluarkan, dan estimasi biaya untuk membongkar

                                                    23
Page 27
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2024 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2024 dan 2023 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

          dan memindahkan aset pendasar atau untuk merestorasi aset pendasar atau tempat di mana aset
          berada, dikurangi insentif sewa yang diterima.
          Setelah tanggal permulaan, Grup mengukur aset hak-guna dengan model biaya, yaitu biaya
          perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi kerugian penurunan nilai, serta
          disesuaikan dengan pengukuran kembali liabilitas sewa. Aset hakguna disusutkan dengan
          menggunakan metode garis lurus.
          Jika sewa mengalihkan kepemilikan asset pendasar pada akhir masa sewa atau jika biaya
          perolehan aset hak-guna merefleksikan penyewa akan mengeksekusi opsi beli, maka penyewa
          menyusutkan aset hak-guna dari tanggal permulaan hingga akhir umur manfaat aset pendasar,
          yang mengacu pada ketentuan masa manfaat aset tetap. Jika tidak, maka aset hak-guna
          disusutkan dari tanggal permulaan hingga tanggal yang lebih awal antara akhir umur manfaat aset
          hak-guna atau akhir masa sewa.
          Liabilitas sewa awalnya diukur pada nilai kini atas pembayaran sewa yang belum dibayar pada
          tanggal permulaan, didiskontokan menggunakan suku bunga implisit dalam sewa atau, jika suku
          bunga tersebut tidak dapat ditentukan, digunakan suku bunga pinjaman inkremental Perusahaan.
          Umumnya, Perusahaan menggunakan suku bunga pinjaman inkremental sebagai suku bunga
          diskonto.
          Setelah tanggal permulaan, Perusahaan mengukur liablitas sewa dengan:
          (a) Meningkatkan jumlah tercatat untuk merefleksikan bunga atas liabilitas sewa;
          (b) Mengurangi jumlah tercatat untuk merefleksikan sewa yang telah dibayar;
          (c) Mengukur kembali jumlah tercatat untuk merefleksikan penilaian kembali atau modifikasi sewa
              atau untuk merefleksikan pembayaran sewa tetap secara substansi revision.

          Liabilitas sewa diukur kembali ketika ada perubahan pembayaran sewa masa depan yang timbul
          dari perubahan indeks atau suku bunga, jika ada perubahan estimasi Perusahaan atas jumlah
          yang diperkirakan akan dibayar dalam jaminan nilai residual, atau jika Perusahaan mengubah
          penilaiannya apakah akan mengeksekusi opsi beli, perpanjangan atau penghentian.

          Ketika liabilitas sewa diukur kembali dengan cara ini, penyesuaian terkait dilakukan terhadap
          jumlah tercatat aset hak-guna, atau dicatat dalam laba rugi jika jumlah tercatat aset hak-guna
          telah berkurang menjadi nol.

          Selanjutnya, pembayaran atas kontrak yang termasuk ke dalam pengecualian, yakni pembayaran
          atas sewa jangka pendek dan sewa aset bernilai rendah diakui pada metode garis lurus dan
          dibebankan pada laba rugi. Pembayaran sewa terkait dengan sewa yang dikecualikan tersebut
          diakui sebagai beban dengan menggunakan metode garis lurus selama masa sewa.

          Grup Sebagai Lessor
          Grup mengakui asset berupa piutang sewa pembiayaan di laporan keuangan sebesar jumlah yang
          sama dengan investasi sewa neto. Penerimaan piutang sewa diperlakukan sebagai pembayaran
          pokok dan pendapatan keuangan. Pengakuan pendapatan keuangan didasarkan pada suatu pola
          yang mencerminkan suatu tingkat pengembalian periodic yang konstan atas investasi neto Grup
          sebagai lessor dalam sewa pembiayaan.

          Grup menyajikan aset sebagai sewa operasi di laporan posisi keuangan sesuai sifat asset
          tersebut. Biaya langsung awal sehubungan proses negosiasi dan pengaturan sewa operasi
          ditambahkan dalam jumlah tercatat dari asset sewaan dan diakui sebagai beban selama masa
          sewa dengan dasar yang sama dengan pendapatan sewa. Sewa kontinjen, apabila ada, diakui
          sebagai pendapatan pada periode terjadinya. Pendapatan sewa operasi diakui sebagai
          pendapatan atas dasar garis lurus selama masa sewa.

    2.u. Sumber Ketidakpastian Estimasi dan Pertimbangan Akuntansi yang Penting
         Grup membuat estimasi dan asumsi mengenai masa depan. Estimasi dan pertimbangan yang
         digunakan dalam penyusunan laporan keuangan terus dievaluasi berdasarkan pengalaman
         historis dan faktor lainnya, termasuk ekspektasi dari peristiwa masa depan yang diyakini wajar.

                                                  24
Page 28
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2024 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2024 dan 2023 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

        Walaupun estimasi ini dibuat berdasarkan pengetahuan terbaik manajemen atas kejadian dan
        tindakan saat ini, hasil yang timbul mungkin berbeda dengan jumlah yang diestimasi semula.
        Asumsi dan pertimbangan yang memiliki pengaruh signifikan terhadap jumlah tercatat aset dan
        liabilitas diungkapkan di bawah ini.

        Estimasi Umur Manfaat
        Grup melakukan penelaahan atas masa manfaat ekonomis aset tetap dan properti investasi
        berdasarkan faktor-faktor seperti kondisi teknis dan perkembangan teknologi di masa depan. Hasil
        operasi di masa depan akan dipengaruhi atas perubahan estimasi yang diakibatkan oleh perubahan
        faktor tersebut (lihat Catatan 15 untuk nilai tercatat Properti Investasi dan Catatan 16 untuk nilai
        tercatat aset tetap).

        Imbalan Pascakerja
        Nilai kini liabilitas imbalan pascakerja tergantung pada beberapa faktor yang ditentukan dengan
        dasar aktuarial berdasarkan beberapa asumsi. Asumsi yang digunakan untuk menentukan biaya
        (penghasilan) pensiun neto mencakup tingkat diskonto. Perubahan asumsi ini akan mempengaruhi
        jumlah tercatat imbalan pascakerja. Grup menentukan tingkat diskonto yang sesuai pada akhir
        pelaporan, dengan mempertimbangkan tingkat suku bunga obligasi pemerintah yang didenominasi
        dalam mata uang imbalan yang akan dibayar dan memiliki jangka waktu yang serupa dengan
        jangka waktu liabilitas yang terkait.

        Cadangan Kerugian Penurunan Nilai Piutang Usaha
        Grup menilai penurunan nilai pada asset keuangan dengan biaya perolehan yang diamortisasi
        pada setiap tanggal pelaporan. Dalam menentukan apakah rugi penurunan nilai harus dicatat
        dalam laba rugi, manajemen harus mempertimbangkan informasi yang wajar dan terdukung yang
        tersedia tanpa biaya atau upaya berlebihan pada tanggal pelaporan mengenai peristiwa masa lalu,
        kondisi kini, dan perkiraan kondisi ekonomi masa depan. Grup menerapkan pendekatan yang
        disederhanakan untuk mengukur kerugian kredit ekspektasian yang menggunakan roll rate dan
        discounted cash flow untuk menilai kas dan setara kas, dana yang dibatasi penggunaannya,
        piutang usaha dan piutang lain-lain. Nilai tercatat aset keuangan telah diungkapkan dalam Catatan
        3, 4, dan 5.

        Pajak Penghasilan
        Menentukan provisi atas pajak penghasilan badan mewajibkan pertimbangan signifikan oleh
        manajemen. Terdapat transaksi dan perhitungan tertentu yang penentuan pajak akhirnya adalah
        tidak pasti sepanjang kegiatan usaha normal. Grup mengakui liabilitas atas pajak penghasilan
        badan berdasarkan estimasi apakah akan terdapat tambahan pajak penghasilan badan
        (Catatan 8).

        Provisi dan Kontinjensi
        Provisi diakui bila Grup memiliki kewajiban kini (baik bersifat hukum maupun konstruktif) sebagai
        akibat peristiwa masa lalu dan besar kemungkinan Grup diharuskan menyelesaikan kewajiban
        serta jumlah kewajiban tersebut dapat diestimasi secara andal.

        Jumlah diakui sebagai provisi merupakan taksiran terbaik yang diharuskan menyelesaikan
        kewajiban kini pada akhir periode pelaporan, dengan memperhatikan unsur risiko dan
        ketidakpastian yang melekat pada kewajiban tersebut. Provisi diukur menggunakan estimasi arus
        kas untuk menyelesaikan kewajiban kini dengan jumlah tercatatnya sebesar nilai kini dari arus kas
        tersebut.

        Bila beberapa atau keseluruhan dari manfaat ekonomis mengharuskan penyelesaian provisi
        diharapkan dapat dipulihkan dari pihak ketiga, piutang diakui sebagai aset apabila terdapat
        kepastian tagihan dapat diterima dan jumlah piutang dapat diukur secara andal.




                                                  25
Page 29
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2024 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2024 dan 2023 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

    2.v.   Laba per Saham
           Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba bersih diatribusikan kepada pemegang
           saham biasa entitas induk dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar dalam satu
           tahun.

           Untuk tujuan penghitungan laba per saham dilusian, Grup menyesuaikan laba atau rugi yang dapat
           diatribusikan kepada pemegang saham biasa entitas induk dan jumlah rata-rata tertimbang saham
           yang beredar, atas dampak dari seluruh instrumen berpotensi saham biasa yang bersifat dilutif.

           Jumlah rata-rata tertimbang saham beredar untuk perhitungan laba per saham dasar adalah
           sebesar 1.599.999.998 untuk tahun 30 Juni 2022 dan 31 Desember 2021.

    2.w. Informasi Segmen
         Sebuah segmen operasi adalah suatu komponen dari entitas:
           yang terlibat dalam aktivitas bisnis yang memperoleh pendapatan dan menimbulkan beban
             (termasuk pendapatan dan beban yang terkait dengan transaksi dengan komponen lain dari
             entitas yang sama);
           hasil operasinya dikaji ulang secara berkala oleh kepala operasional untuk pembuatan
             keputusan tentang sumber daya yang dialokasikan pada segmen tersebut dan menilai
             kinerjanya; dan
           tersedia informasi keuangan yang dapat dipisahkan.

           Grup menyajikan segmen operasi berdasarkan informasi keuangan yang digunakan oleh
           pengambil keputusan operasional dalam mengevaluasi kinerja segmen dan menentukan alokasi
           sumber daya yang dimilikinya. Segmentasi berdasarkan aktivitas dari setiap kegiatan operasi
           entitas di dalam Grup.




                                                   26
Page 30
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2024 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2024 dan 2023 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

3.   Kas dan Setara Kas

                                                         30 Juni 2024         31 Desember 2023
     Kas                                                                945                    935
     Bank
      Rupiah
                Berelasi (Catatan 39)
              Bank
          Pihak                                                     14.688                 10.143
        Pihak Ketiga
          PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk                      7.048                17.982
          PT Bank Mandiri (Persero) Tbk                               7.599                10.839
          PT Bank Central Asia Tbk                                    4.494                 3.537
          PT Bank Permata Tbk                                         1.107                 1.135
          PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk                      4.584                   766
          PT Bank Maybank Indonesia Tbk                                 209                   209
                                                                    39.729                 44.611
     Deposito Berjangka
      Rupiah
          Pihak Berelasi (Catatan 39)                              150.500                355.000
        Pihak Ketiga
          PT Bank Mandiri Taspen                                   128.000                       --
          PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk                     9.900                   9.900
          PT Bank Permata Tbk                                        1.000                   1.000
                                                                   289.400                365.900
     Jumlah Kas dan Setara Kas                                     330.074                411.446

     Tingkat Suku Bunga Kontraktual
       Deposito Berjangka Per Tahun (%)                  2,25% - 7,00%          2,25% - 6,55%
     Jangka Waktu                                       1 bulan - 3 Bulan      1 bulan - 3 Bulan


4.   Piutang Usaha

                                                         30 Juni 2024         31 Desember 2023

     Pihak Berelasi (Catatan 39)                                     2.765                  9.531
     Pihak Ketiga                                                  122.531                113.789
     Dikurangi:
       Cadangan Kerugian Penurunan Nilai                           (72.493)               (61.083)
     Jumlah Pihak Ketiga - Bersih                                   50.038                 52.706
     Jumlah Bersih                                                  52.803                 62.237




                                                   27
Page 31
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2024 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2024 dan 2023 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

     Jumlah piutang usaha berdasarkan umur (hari) adalah sebagai berikut:

                                                                        30 Juni 2024         31 Desember 2023
     Belum Jatuh Tempo                                                             19.244               12.581
     Sudah Jatuh Tempo
      1 - 30 hari                                                                  12.353               15.372
      31 - 60 hari                                                                  7.132                3.579
      61 - 90 hari                                                                  2.537                3.189
      > 90 hari                                                                    84.030               88.599
     Jumlah                                                                       125.296              123.320

     Dikurangi:
      Cadangan Kerugian Penurunan Nilai                                           (72.493)             (61.083)
     Jumlah Bersih                                                                 52.803               62.237

     Manajemen telah membentuk penyisihan kerugian penurunan nilai berdasarkan penilaian secara kelompok
     atas masing-masing debitur.

     Mutasi penyisihan kerugian penurunan nilai piutang adalah sebagai berikut:

                                                                       30 Juni 2024          31 Desember 2023
     Saldo Awal                                                                    61.083                47.853
     Penambahan (Catatan 35)                                                       11.720                25.050
     Pemulihan (Catatan 34)                                                         (310)              (11.820)
     Saldo Akhir                                                                   72.493               61.083

     Manajemen berpendapat bahwa penyisihan kerugian penurunan nilai diatas cukup untuk menutupi kerugian
     yang mungkin timbul dari tidak tertagihnya piutang tersebut.

     Manajemen juga berpendapat bahwa tidak terdapat risiko yang terkonsentrasi secara signifikan atas piutang
     kepada pihak ketiga.


5.   Piutang Lain-lain

     Pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023 masing-masing sebesar Nil dan Rp17.781, piutang
     lain-lain pihak berelasi merupakan piutang pembagian dividen PT Jakarta Akses Tol Priok (Catatan 12).

     Saldo piutang lain-lain pihak ketiga pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023 masing-masing
     sebesar Rp9.065 dan Rp8.296.

     Piutang lain-lain pihak ketiga merupakan piutang sponsor dan tenant yang belum ditagihkan dan akrual
     pendapatan bunga.

     Manajemen berkeyakinan bahwa seluruh piutang lain-lain dapat tertagih, sehingga manajemen tidak
     mencadangkan penurunan nilai piutang lain-lain pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023.

     Manajemen juga berpendapat bahwa tidak terdapat risiko yang terkonsentrasi secara signifikan atas piutang
     lain-lain.




                                                      28
Page 32
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2024 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2024 dan 2023 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

6.   Persediaan

                                                                   30 Juni 2024          31 Desember 2023
     Suku Cadang                                                              3.749                  3.762
     Makanan dan Minuman                                                      1.198                  1.249
     Barang Dagangan                                                          1.302                  1.026
     House Keeping                                                              417                    399
     Minyak Pelumas                                                              76                     61
     Sub Jumlah                                                               6.742                  6.497
     Dikurangi: Penyisihan Penurunan Nilai Persediaan                         (440)                  (440)
     Jumlah                                                                   6.302                  6.057


     Persediaan Grup terdiri dari persediaan dengan tingkat perputaran cepat (fast moving), antara lain
     persediaan makanan dan minuman, barang dagangan, House Keeping serta minyak pelumas.

     Manajemen berkeyakinan bahwa penyisihan kerugian penurunan nilai persediaan cukup untuk menutup
     kemungkinan kerugian akibat penurunan nilai persediaan.

7.   Uang Muka

     Saldo uang muka pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023 masing-masing sebesar Rp2.282 dan
     Rp1.777.

     Uang muka terdiri dari uang muka operasional atas pelaksanaan proyek dan kegiatan usaha atau acara-
     acara yang diselenggarakan.

8.   Perpajakan

     a.   Pajak Dibayar di Muka

                                                                    30 Juni 2024         31 Desember 2023
          Perusahaan
           Pajak Pertambahan Nilai                                                 526                      --
           Pajak Penghasilan
             Pasal 4 (2)                                                      7.381                  1.290
          Entitas Anak
           Pajak Hiburan                                                      3.217                  3.227
           Pajak Penghasilan
             Pasal 4 (2)                                                         65                         1
             Pasal 28A                                                        5.385                         --
          Jumlah                                                             16.574                  4.518


     b.   Utang Pajak

                                                                   30 Juni 2024          31 Desember 2023

          Perusahaan
           Pajak Pertambahan Nilai                                                  --                 654
           Pajak Penghasilan
             Pasal 4 (2)                                                      1.260                  3.202
             Pasal 21                                                           885                  9.223
             Pasal 23                                                            45                    181
           Sub Jumlah                                                         2.190                 13.260


                                                        29
Page 33
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2024 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2024 dan 2023 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

                                                                30 Juni 2024          31 Desember 2023
        Entitas Anak
         Pajak Hiburan                                                       8.019                 12.478
         Pajak Pertambahan Nilai                                             4.799                  5.165
         Pajak Pembangunan                                                   1.049                  1.402
         Pajak Penghasilan
           Pasal 4 (2)                                                       3.934                  7.718
           Pasal 21                                                            307                  4.395
           Pasal 23                                                            260                    457
           Pasal 25                                                          8.780                 96.830
         Sub Jumlah                                                        27.148               128.445
        Jumlah                                                             29.338               141.705


   c.   Pajak Kini

                                                                                30 Juni
                                                                    2024                    2023
        Perusahaan
         Pajak Kini                                                              --                      --
         Pajak Tangguhan                                                         --                      --
          Jumlah                                                                 --                      --
        Entitas Anak
         Pajak Kini                                                        (24.144)                (47.983)
         Pajak Tangguhan                                                    (2.299)                 (5.575)
          Jumlah                                                           (26.443)                (53.558)

        Konsolidasian
         Pajak Kini                                                        (24.144)                (47.983)
         Pajak Tangguhan                                                    (2.299)                 (5.575)
        Jumlah                                                             (26.443)                (53.558)


        Rekonsiliasi antara laba sebelum pajak penghasilan menurut laporan laba rugi dan penghasilan
        komprehensif Iain konsolidasian dengan laba kena pajak adalah sebagai berikut:

                                                                                30 Juni
                                                                    2024                    2023
        Laba Sebelum Pajak Menurut Laporan Laba Rugi
          dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian                   85.852                 160.503
        Bagian Laba (Rugi) Bersih Entitas Anak,
          Asosiasi dan Ventura Bersama                                      (115)                    263
        Eliminasi dan Penyesuaian                                       (133.117)              (249.582)
        Rugi Sebelum Pajak Entitas Induk                                   (47.380)                (88.816)
        Bagian Laba (Rugi) dan Beban yang telah
         Dikenakan Pajak yang Bersifat Final                                (2.118)                 18.596
        Rugi Sebelum Pajak                                                 (49.498)                (70.220)
        Koreksi Fiskal
         Beban Penyusutan dan Amortisasi                                    (7.119)                 (5.943)
         Manfaat Karyawan                                                     3.887                   4.603




                                                     30
Page 34
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2024 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2024 dan 2023 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

                                                                                    30 Juni
                                                                        2024                  2023
         Bonus dan Tantiem                                                        7.156                 5.060
         Jamuan Tamu dan Sumbangan                                                3.275                 3.083
         Penghargaan Karyawan                                                     1.091                   197
         Penghasilan Bunga                                                      (1.140)               (2.777)
         Lain-lain                                                              37.997                50.107
       Jumlah Koreksi Fiskal                                                    45.147                54.330
       Rugi Fiskal                                                              (4.351)              (15.890)

       Pajak Kini
        Perusahaan                                                                   --                    --
        Entitas Anak                                                           (24.144)              (47.983)
       Jumlah Beban Pajak Kini                                                 (24.144)              (47.983)
       Dikurangi: Pajak Dibayar di Muka
        Entitas Anak
          PPh Pasal 22                                                              38                    26
          PPh Pasal 23                                                             293                   171
          PPh Pasal 25                                                          29.197                 1.905
         Jumlah                                                                 29.528                 2.102
       Jumlah Bersih Lebih (Kurang) Bayar                                        5.385               (45.881)
       Terdiri dari:
        Perusahaan                                                                   --                    --
        Entitas Anak                                                             5.385               (45.881)
       Jumlah Bersih                                                             5.385               (45.881)


       Penghasilan kena pajak hasil rekonsiliasi menjadi dasar dalam pengisian SPT Tahunan PPh Badan.

       Rekonsiliasi antara beban pajak dan hasil perkalian laba akuntansi sebelum pajak dengan tarif pajak
       yang berlaku adalah sebagai berikut:


                                                                                    30 Juni
                                                                        2024                  2023
       Laba Sebelum Pajak Menurut Laporan Laba Rugi
         dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian                      85.852               160.503
       Eliminasi dan Penyesuaian                                           (133.117)             (249.582)
       Bagian Laba (Rugi) dan Beban yang telah
         Dikenakan Pajak yang Bersifat Final                                    (2.118)               18.596
       Rugi Sebelum Pajak Perusahaan                                           (49.383)              (70.483)
       Tarif Pajak 22%                                                         (10.864)              (15.506)
       Koreksi Fiskal                                                             9.907                12.010
       Rugi Fiskal Tidak Dimanfaatkan                                               957                 3.496
       Beban Pajak Kini Perusahaan                                                   --                    --




                                                    31
Page 35
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2024 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2024 dan 2023 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)


      d. Pajak Tangguhan
         Rincian dari aset (liabilitas) pajak tangguhan adalah sebagai berikut:

                                              31 Des 2023       Dibebankan         Dibebankan ke            30 Jun 24
                                                               ke Laba Rugi         Pendapatan
                                                                                   Komprehensif
                                                                                        Lain

          Aset Pajak Tangguhan
           PT SI                                        579                   --                  --                     579
          Jumlah Aset
           Pajak Tangguhan                              579                   --                  --                     579

          Liabilitas Pajak Tangguhan
           PT TIJA                                 (143.736)          (2.299)                     --             (146.035)
           PT STU                                    (2.127)               --                     --               (2.127)
          Jumlah Liabilitas
           Pajak Tangguhan                         (145.863)          (2.299)                    --              (148.162)


                                              31 Des 2022       Dibebankan         Dikreditkan ke          31 Des 2023
                                                               ke Laba Rugi         Penghasilan
                                                                                   Komprehensif
                                                                                        Lain

          Aset Pajak Tangguhan
           PT SI                                        568             (230)                  241                       579
          Jumlah Aset
           Pajak Tangguhan                              568             (230)                  241                       579

          Liabilitas Pajak Tangguhan
           PT TIJA                                 (137.827)         (10.257)                4.348               (143.736)
           PT STU                                    (2.694)              567                    --                (2.127)
          Jumlah Liabilitas
           Pajak Tangguhan                         (140.521)          (9.690)                4.348               (145.863)


          Berdasarkan penilaian yang dibuat oleh manajemen, Perusahaan tidak mengakui pajak tangguhan
          yang timbul dari perbedaan temporer antara pajak dan komersial karena sebagian besar penghasilan
          Perusahaan telah dikenakan pajak final sehingga dampak pajak tangguhannya dipertimbangkan
          tidak material.

9.   Pajak Final

     Jumlah beban pajak final untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2024 dan 2023 masing-masing
     adalah sebesar Rp12.220 dan Rp6.771 yang dihitung dari pendapatan yang dikenakan pajak final masing-
     masing sebesar Rp134.384 dan Rp69.493.

10. Biaya Dibayar di Muka

                                                                         30 Juni 2024                  31 Desember 2023
     Asuransi                                                                            3.825                      4.580
     Lain-lain                                                                          11.866                         16
     Jumlah                                                                             15.691                      4.596




                                                      32
Page 36
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2024 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2024 dan 2023 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

11. Investasi pada Ventura Bersama
                                                                                 30 Juni 2024
                                    Domisili   Persentase       Saldo               Pengembalian        Bagian Laba (Rugi)   Saldo
                                               Kepemilikan      Awal                  Investasi           Neto Periode       Akhir
                                                                                                             Berjalan
                                                   %                Rp                  Rp                     Rp             Rp

    KSO Pembangunan Jaya Property   Jakarta            65,00             3.795                     --               (199)            3.596
    KSO Ancol Batavia               Jakarta            50,00             2.020                     --                  --            2.020
    Jumlah                                                               5.815                     --               (199)            5.616



                                                                            31 Desember 2023
                                    Domisili   Persentase       Saldo            Pengembalian           Bagian Laba (Rugi)   Saldo
                                               Kepemilikan      Awal               Investasi              Neto Periode       Akhir
                                                                                                             Berjalan
                                                   %                Rp                  Rp                     Rp             Rp

    KSO Pembangunan Jaya Property   Jakarta            65,00             4.569                     --               (774)            3.795
    KSO Ancol Batavia               Jakarta            50,00             2.009                     --                  11            2.020
    Jumlah                                                               6.578                     --               (763)            5.815



    KSO Pembangunan Jaya Property
    Tanggal 21 Desember 2011 Perusahaan dan PT Jaya Real Property Tbk mengadakan Perjanjian Kerjasama
    Operasi (KSO) pembangunan apartemen double decker dan kondominium di kawasan Ancol Barat beserta
    sarana dan prasarananya, dengan komposisi bagi hasil Perusahaan dan PT Jaya Real Property Tbk
    masing-masing sebesar 65% dan 35%.

    Berdasarkan addendum II Perjanjian Kerjasama Operasi (KSO) tanggal 15 Desember 2014 para pihak
    sepakat untuk tidak melanjutkan kerjasama pada proyek kondominium di atas tanah seluas 12.162 m ,                                    2


    atas addendum ini proyek yang dijalankan hanya pembangunan apartemen Double Decker seluas 2.650
    m.
     2




    Berdasarkan Berita Acara Perhitungan Pembagian Keuntungan dan Pengembalian Sebagian Investasi KSO
    Pembangunan Jaya Property tanggal 20 April 2020, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk menerima sebesar
    Rp5.216 atas pembagian keuntungan sebesar 65% dari nilai laba bersih sampai dengan tahun 2019, dan
    PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk berhak menerima sebesar 65% dari total pengembalian sebagian
    investasi senilai Rp7.800.

    Berdasarkan Berita Acara Kesepakatan antara Perusahaan dengan PT Jaya Real Property Tbk No. PJA :
    001/DIR-PJA/VII/2020 No.JRP: 004/BAK/ JRP-PJA/VII/2020 tentang pengakhiran Perjanjian Kerjasama
    Operasi (KSO) Dalam Rangka Pembangunan Hunian dan Komersial di Kawasan Ancol Barat Beserta
    Dengan Sarana dan Prasarananya memutuskan bahwa Kedua belah pihak sepakat dan setuju untuk
    mengakiri Perjanjian Kerjasama yang akan dituangkan dalam Akta Notaris pengakhiran perjanjian yang
    ditunjuk dan/atau disepakati oleh kedua belah pihak. Sampai dengan tanggal laporan keuangan terbit,
    belum terdapat pengakhiran perjanjian tersebut.

    KSO Ancol Batavia
    Pada tanggal 20 April 2022 PT JA dan PT Batavia Pictures mengadakan Perjanjian Kerjasama Operasi
    (KSO) pembuatan dan pengembangan Intellectual Property (IP) dengan porsi kontribusi berupa penyertaan
    modal ke dalam KSO dengan komposisi PT JA dan PT Batavia Pictures masing-masing sebesar 50%.




                                                               33
Page 37
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2024 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2024 dan 2023 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

12. Investasi pada Entitas Asosiasi

    Perusahaan memiliki penyertaan saham pada entitas asosiasi yang dipertanggungjawabkan dengan metode
    ekuitas sebagai berikut:

                                                                                                     30 Juni 2024            31 Desember 2023
     PT Fauna Land Ancol (PT FLA)                                                                               15.012                        15.420
     PT Philindo Sporting Amusement
      and Tourism Corporation (PT PSATC)                                                                             6.269                     5.955
     PT Jakarta Akses Tol Priok (PT JATP)                                                                            4.760                     4.948
     PT Jaya Kuliner Lestari (PT JKL)                                                                                2.110                     2.195
     PT Kawasan Ekonomi Khusus Marunda Jakarta (PT KEKMJ)                                                            1.079                     1.078
     Jumlah                                                                                                     29.230                        29.596


    Rincian dan mutasi investasi pada entitas asosiasi pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023
    adalah sebagai berikut:

                                                                                          30 Juni 2024
                                       Domisili   Persentase        Nilai          Penambahan      Penerimaan            Bagian Laba          Saldo
                                                  Kepemilikan      Tercatat        (Pelepasan)       Dividen             (Rugi) Neto          Akhir
                                                                  Awal Tahun        Investasi                           Tahun Berjalan
                                                      %              Rp                Rp               Rp                   Rp                Rp

    PT Fauna Land Ancol (FLA)          Jakarta            35,00       15.420                    --              --                  (409)       15.011
    PT Philindo Sporting Amusement
     and Tourism Corporation (PSATC)   Jakarta            50,00         5.955                   --              --                     314       6.269
    PT Jakarta Akses Tol
     Priok (JATP)                      Jakarta            50,00         4.948                   --              --                  (183)        4.765
    PT Jaya Kuliner Lestari (JKL)      Jakarta            25,00         2.195                   --              --                   (86)        2.109
    PT Kawasan Ekonomi Khusus
     Marunda Jakarta (KEKMJ)           Jakarta            25,00         1.078                   --              --                       --      1.078
    Jumlah                                                              8.221                   --              --                  (363)       29.230


                                                                                        31 Desember 2023
                                       Domisili   Persentase        Nilai          Penambahan     Penerimaan             Bagian Laba          Saldo
                                                  Kepemilikan      Tercatat        (Pelepasan)       Dividen             (Rugi) Neto          Akhir
                                                                  Awal Tahun        Investasi                           Tahun Berjalan
                                                      %              Rp                Rp               Rp                   Rp                Rp

    PT Fauna Land Ancol (FLA)          Jakarta            35,00       16.212                    --              --                  (792)       15.420
    PT Philindo Sporting Amusement
     and Tourism Corporation (PSATC)   Jakarta            50,00               --                --              --                  5.955        5.955
    PT Jakarta Akses Tol
     Priok (JATP)                      Jakarta            50,00         6.429                   --        (19.781)                 18.300        4.948
    PT Jaya Kuliner Lestari (JKL)      Jakarta            25,00         2.660                   --         (1.000)                    535        2.195
    PT Kawasan Ekonomi Khusus
     Marunda Jakarta (KEKMJ)           Jakarta            25,00         1.060                   --              --                       18      1.078
    Jumlah                                                            26.361                    --        (20.781)                 24.016       29.596


    PT PSATC
    Perusahaan telah melakukan absorb rugi penuh atas investasi ini pada tahun 2022. Bagian kerugian yang
    tidak diakui sampai dengan 31 Desember 2022 sebesar Rp152. Pada 31 Desember 2023 Perusahaan
    mendapatkan porsi laba sebesar Rp6.107 dan melakukan absorb laba bersih sebesar Rp5.955.

    PT JATP
    Berdasarkan Akta No. 32 tanggal 17 Februari 2023 dari Notaris Pratiwi Handayani S.H., dan Surat
    keputusan Dewan Komisaris dan Direksi tentang Pembagian Dividen Interim tahun 2023 No.
    02/JAPT/Kpts/XII/2023 tanggal 28 Desember 2023, Komisaris, Direksi, dan pemegang saham PT JATP
    menyetujui pembagian dividen sebesar Rp19.781 kepada PT JAPT.



                                                                       34
Page 38
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2024 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2024 dan 2023 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

    PT JKL
    Pada tahun 2023, PT JKL melakukan pembagian dividen sebesar Rp1.000 kepada PT TI.
    Pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023, manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat
    pembatasan dan risiko signifikan yang terkait dengan investasi pada entitas asosiasi.
    Berikut adalah informasi keuangan entitas asosiasi per 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023:

                                                                          30 Juni 2024         31 Desember 2023
    Jumlah Agregat Aset                                                            81.443                125.544
    Jumlah Agregat Liabilitas                                                       3.625                 46.557
    Jumlah Agregat Pendapatan                                                       3.091                 48.126
    Jumlah Agregat Laba Komprehensif                                                (606)                 48.766

13. Investasi Jangka Panjang Lainnya

                                                                               30 Juni 2024

                             Tempat                                            Perubahan
                            Kedudukan          %           Saldo Awal          Nilai Wajar          Saldo Akhir

    PT Jakarta Tollroad
     Development (JTD)        Jakarta         5,89%             128.298                        --        128.298
    PT Jaya Bowling
     Indonesia (JBI)          Jakarta        16,75%                 638                        --            638
    Jumlah                                                      128.936                        --        128.936

                                                                            31 Desember 2023

                             Tempat                                            Perubahan
                            Kedudukan          %           Saldo Awal          Nilai Wajar          Saldo Akhir

    PT Jakarta Tollroad
     Development (JTD)        Jakarta        5,89%             183.487                   (55.189)        128.298
    PT Jaya Bowling
     Indonesia (JBI)          Jakarta        16,75%                638                         --            638
    Jumlah                                                     184.125                   (55.189)        128.936


    PT JTD
    Pada tanggal 2 Juni 2022, Perusahaan melakukan reklasifikasi investasi pada JTD yang sebelumnya
    diklasifikasikan sebagai investasi pada entitas asosiasi menjadi aset keuangan yang diukur pada nilai wajar
    melalui penghasilan komprehensif lain. Pengakuan awal investasi diukur pada nilai wajar sebesar
    Rp265.669 berdasarkan perhitungan Kantor Jasa Penilai Publik Asrori dan Rekan, penilai independen,
    dalam laporannya No. 00047/2.0126-00/BS/05/0338/1/III/2023 tanggal 24 Maret 2023. Selisih antara nilai
    tercatat dengan nilai wajar diakui di laba rugi.

    Berdasarkan Akta No. 71 tanggal 28 Desember 2022 dari Notaris Aulia Taufani S.H., mengenai pernyataan
    keputusan para pemegang saham terkait dengan peningkatan modal dasar melalui penerbitan 294.026
    lembar saham seri B dengan nilai Rp1.000.000. Perusahaan tidak mengambil bagian atas penerbitan saham
    sehingga kepemilikan investasi Perusahaan di PT JTD menjadi sebesar 6,66%.

    Nilai wajar investasi saham PT JTD pada tanggal 30 November 2023 dan 31 Desember 2022 sebesar
    Rp133.575 dan Rp183.487 didasarkan pada perhitungan penilai publik oleh Kantor Jasa Penilai Publik
    Rengganis, Hamid dan Rekan serta Asrori dan Rekan, penilai independen, dalam laporannya tanggal 26
    Januari 2024 dan 24 Maret 2023. Perubahan nilai wajar masing-masing sebesar Rp55.189 dan Rp82.182
    diakui pada penghasilan komprehensif lain.

                                                      35
Page 39
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2024 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2024 dan 2023 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

    Berdasarkan Akta No. 50 tanggal 18 Desember 2023 dari Notaris Aulia Taufani S.H., mengenai
    pernyataan keputusan para pemegang saham terkait dengan peningkatan modal ditempatkan/disetor
    menjadi 751.035 lembar saham dengan nilai Rp1.000.000 (Rupiah Penuh). Perusahaan tidak mengambil
    bagian atas penerbitan saham sehingga kepemilikan investasi Perusahaan di PT JTD menjadi sebesar
    5,89%.

    Berdasarkan perubahan kepemilikan Perusahaan di PT JTD tersebut, maka manajemen melakukan
    penyesuaian atas nilai wajar sebesar Rp5.277 yang diakui pada penghasilan komprehensif lain. Nilai
    wajar investasi saham atas kepemilikan 5,89% Perusahaan di JTD pada tanggal 31 Desember 2023
    sebesar Rp128.298.

    Pengukuran nilai wajar menggunakan pendekatan aset dengan metode penyesuaian nilai buku aset.
    (Tingkat 3).

14. Aset Real Estat

                                                                        30 Juni 2024          31 Desember 2023
    Tanah                                                                         202.654               204.568
    Rumah dan Apartemen                                                            73.582                75.475
    Jumlah                                                                        276.236               280.043


    a. Mutasi tanah :

              Tahun             Saldo Awal          Penambahan               Penjualan           Saldo Akhir

        30 Juni 2024                   204.568                     --               (1.914)            202.654
        31 Desember 2023               204.021                   547                     --            204.568

       Lokasi, luas dan nilai perolehan atas tanah adalah sebagai berikut:

                                         30 Juni 2024                            31 Desember 2023
             Lokasi             Luas Tanah        Nilai Perolehan        Luas Tanah        Nilai Perolehan
                                      2                                        2
                                    m                    Rp                  m                    Rp

       Ancol Timur                     282.468              162.583                282.628             164.497
       Ancol Barat                       5.436               20.548                  5.436              20.548
       Marunda                          26.957               18.447                 26.957              18.447
       Tugu Permai                       3.855                  929                  3.855                 929
       Sunter                            1.585                  147                  1.585                 147
       Jumlah                          320.301              202.654                320.461             204.568

       Tanah Perusahaan di Kelurahan Sunter Agung, Jakarta Utara dengan HGB No. 649 luas sebesar
       1.585 m2 dan nilai perolehan sebesar Rp147 masing-masing pada 30 Juni 2024 dan 31 Desember
       2023, tercatat atas nama PT Regional Engineering dan Alumunium Manufacturing & Co.

    b. Mutasi rumah dan apartemen :

              Tahun             Saldo Awal          Penambahan               Penjualan          Saldo Akhir

        30 Juni 2024                    75.475                    --                (1.893)             73.582
        31 Desember 2023                75.351                  124                      --             75.475




                                                     36
Page 40
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2024 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2024 dan 2023 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

       Lokasi, jumlah dan nilai perolehan atas rumah dan apartemen adalah sebagai berikut:

                                           30 Juni 2024                         31 Desember 2023
              Lokasi             Jumlah             Nilai Perolehan         Jumlah        Nilai Perolehan
                                  Unit                     Rp                Unit                Rp

        Ancol Timur                          20                  59.888                 22              61.781
        Pademangan                           21                  12.335                 21              12.335
        Ancol Barat                           6                   1.359                  6               1.359
        Jumlah                               47                  73.582                 49              75.475


       Pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023 Perusahaan telah mengasuransikan aset real estat
       kepada pihak ketiga yang tergabung dalam suatu polis asuransi gabungan bersama aset tetap
       (Catatan 16).


15. Properti Investasi

                                                                     2024
                               1 Januari       Penambahan         Pengurangan     Reklasifikasi      30 Juni
     Biaya Perolehan:
      Tanah                          4.523                  --               --               --          4.523
      Bangunan                     280.028                  --               --               --        280.028
      Sarana dan Prasarana          25.318                  --               --               --         25.318
     Jumlah                        309.869                 --               --                --        309.869
     Akumulasi Penyusutan:
      Bangunan                      84.052              3.312                --               --         87.364
      Sarana dan Prasarana          19.543                368                --               --         19.911
     Jumlah                        103.595              3.680                --               --        107.275
     Nilai Tercatat                206.274                                                              202.594


                                                                     2023
                               1 Januari       Penambahan         Pengurangan     Reklasifikasi    31 Desember
     Biaya Perolehan:
      Tanah                          4.523                  --               --               --          4.523
      Bangunan                     280.028                  --               --               --        280.028
      Sarana dan Prasarana          25.318                  --               --               --         25.318
     Jumlah                        309.869                  --               --               --        309.869
     Akumulasi Penyusutan:
      Bangunan                      77.424              6.628                --               --         84.052
      Sarana dan Prasarana          18.807                736                --               --         19.543
     Jumlah                         96.231              7.364                --               --        103.595
     Nilai Tercatat                213.638                                                              206.274



    Pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023, Perusahaan telah mengasuransikan properti investasi
    kepada pihak ketiga yang tergabung dalam suatu polis asuransi gabungan bersama aset tetap (Catatan
    16).

    Pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023 tidak terdapat properti investasi milik Perusahaan
    yang digunakan sebagai jaminan atas pinjaman kepada pihak ketiga.


                                                      37
Page 41
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2024 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2024 dan 2023 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

    Pendapatan sewa yang diterima Perusahaan dari properti investasi untuk periode enam bulan yang
    berakhir 30 Juni 2024 dan 2023 masing-masing sebesar Rp526 dan Rp655 (Catatan 32).

    Beban penyusutan untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2024 dan 2023 dicatat
    sebagai bagian dari beban langsung masing-masing sebesar Rp3.680 dan Rp7.364 (Catatan 33).

    Beban operasi yang dikeluarkan untuk melakukan pemeliharaan properti investasi untuk periode enam
    bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2024 dan 2023 sebesar Rp59 dan Rp41 (Catatan 32).


16. Aset Tetap

                                                                        2024
                                    1 Januari      Penambahan        Pengurangan        Reklasifikasi        30 Juni
    Biaya Perolehan:
     Tanah                                15.297                --                 --           29.249            44.546
     Bangunan                          1.166.997                --                 --            9.488         1.176.485
     Sarana dan Prasarana              1.173.341                --                 --           28.014         1.201.355
     Mesin dan Perlengkapan            1.191.779                --                 --              808         1.192.587
     Peralatan                            67.839                --                 --              518            68.357
     Kendaraan                             4.846                --                 --                --            4.846
     Kapal                                 5.110                --                 --            1.149             6.259
     Binatang                             12.438                --                 --                --           12.438
    Sub Jumlah                         3.637.647                --                 --           69.226         3.706.873
    Aset Dalam Pembangunan               768.907           79.745                  --         (69.226)           779.426
    Jumlah Biaya Perolehan             4.406.554           79.745                  --                   --     4.486.299
    Akumulasi Penyusutan:
     Bangunan                            455.981           15.404                  --                   --       471.385
     Sarana dan Prasarana                628.198           12.496                  --                   --       640.694
     Mesin dan Perlengkapan              662.956           22.524                  --                   --       685.480
     Peralatan                            63.969              878                  --                   --        64.847
     Kendaraan                             4.580              102                  --                   --         4.682
     Kapal                                 4.743               59                  --                   --         4.802
     Binatang                              7.329              568                  --                   --         7.897
     Jumlah                            1.827.756           52.031                  --                   --     1.879.787
    Beban Penurunan:
     Nilai Aset Tetap                        322                --                 --                   --           322
     Nilai Aset dalam Pembangunan        122.674                --                 --                   --       122.674
    Nilai Tercatat                     2.455.802                                                               2.483.516




                                                      38
Page 42
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2024 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2024 dan 2023 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

                                                                      2023
                                 1 Januari       Penambahan        Pengurangan        Reklasifikasi        31 Desember
   Biaya Perolehan
    Tanah                              15.297                 --              --                    --            15.297
    Bangunan                        1.141.600                 --         (1.619)               27.016          1.166.997
    Sarana dan Prasarana            1.156.676                 --         (1.810)               18.475          1.173.341
    Mesin dan Perlengkapan          1.151.645                 --            (67)               40.201          1.191.779
    Peralatan                          66.922                 --             (9)                  926             67.839
    Kendaraan                           4.654                 --              --                  192              4.846
    Kapal                               5.110                 --              --                    --             5.110
    Binatang                           12.239                 --              --                  199             12.438
    Sub Jumlah                      3.554.143                 --         (3.505)               87.009          3.637.647
   Aset Dalam Pembangunan             747.438         108.478                    --         (87.009)              768.907
   Jumlah                           4.301.581         108.478            (3.505)                      --       4.406.554
   Akumulasi Penyusutan
    Bangunan                          427.705            29.895          (1.619)                      --          455.981
    Sarana dan Prasarana              605.068            24.940          (1.810)                      --          628.198
    Mesin dan Perlengkapan            623.175            39.848             (67)                      --          662.956
    Peralatan                          62.181             1.797              (9)                      --           63.969
    Kendaraan                           4.433               147               --                      --            4.580
    Kapal                               4.614               129               --                      --            4.743
    Binatang                            6.356               973               --                      --            7.329
   Jumlah                           1.733.532            97.729          (3.505)                      --       1.827.756
   Beban Penurunan Nilai
    Aset Tetap                            322                 --                 --                   --              322
    Aset dalam Pembangunan             58.289            64.385                  --                   --          122.674
   Nilai Tercatat                   2.509.439                                                                  2.455.802


   Beban penyusutan dialokasi sebagai berikut:
                                                                                          30 Juni
                                                                             2024                          2023
   Beban Langsung (Catatan 32)                                                        49.383                      41.442
   Beban Umum dan Administrasi (Catatan 33)                                            2.648                       2.930
   Jumlah                                                                             52.031                      44.372


   Perusahaan memiliki tanah yang terletak di Jakarta Utara, dengan hak legal berupa Hak Pengelolaan
   Lahan (HPL) atas nama Pemda DKI, seluas 4.779.120 m2, juga memiliki beberapa bidang tanah yang
   terletak di Jakarta Utara dengan hak legal berupa Hak Guna Bangunan (HGB) yang berjangka waktu
   20 (dua puluh) tahun yang berakhir di tahun 2027. Untuk HPL, selama tanah tersebut dipergunakan untuk
   industri, perumahan dan rekreasi, Perusahaan akan tetap mempunyai hak untuk mengelolanya.

   Penambahan aset tetap untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2024 berasal dari
   Inovasi Cottage Putri Duyung Ancol, Renovasi Dunia Fantasi, Ocean Dream Samudera, dan Area Taman
   Impian. Penambahan aset tetap pada tahun 2023 berasal dari Penggantian Sistem ERP SAP dan HCMS,
   Renovasi Dunia Fantasi, Ocean Dream Samudera, Atlantis Water Adventure, Seaword Ancol dan Area
   Taman Impian.

   Aset dalam penyelesaian per 30 Juni 2024 sebesar Rp79.745 dengan kenaikan bersih sebesar Rp10.519
   pada tahun berjalan sebagian besar atas Renovasi Dunia Fantasi, Ocean Dream Samudera dan Area
   Taman Impian.

   Aset dalam penyelesaian untuk proyek perluasan kawasan pada tanggal 30 Juni 2024 sebesar Rp526.933
   dan 31 Desember 2023 sebesar Rp521.923. Pada tanggal 24 Februari 2020, Gubernur DKI Jakarta
   secara resmi mengumumkan izin perluasan pengembangan kawasan seluas 155 hektare. Izin tersebut

                                                    39
Page 43
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2024 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2024 dan 2023 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

    dalam bentuk Surat Keputusan Gubernur DKI Jakarta No. 237 tahun 2020 tentang Izin Pelaksanaan
    Perluasan Kawasan Rekreasi Dunia Fantasi seluas ± 35 Hektare Dan Kawasan Rekreasi Taman Impian
    Ancol Timur Seluas ± 120 Hektar (Catatan 41.c).

    Penambahan aset tetap yang berasal dari penambahan utang lain-lain pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31
    Desember 2023 masing-masing sebesar Rp10.801 dan Rp6.278 (Catatan 45).

    Nilai wajar aset dalam penyelesaian untuk proyek perluasan kawasan pada tanggal 31 Desember 2022
    adalah sebesar Rp1.187.469 didasarkan pada perhitungan penilai publik oleh Kantor Jasa Penilai Publik
    Asrori dan Rekan, penilai independen, dalam laporannya No. 00046/2.0126-00/PI/05/0338/1/III/2023
    tanggal 24 Maret 2023.

    Pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023 seluruh properti investasi dan aset tetap kecuali tanah
    telah diasuransikan kepada PT Great Eastern General Insurance Indonesia, PT Sompo Insurance
    Indonesia, PT Asuransi MSIG Indonesia, PT Asuransi Central Asia, PT Sunday Insurance Indonesia,
    PT Mandiri Axa General Insurance, PT Asuransi Astra Buana, PT Tugu Pratama Indonesia, PT Asuransi
    FPG Indonesia, PT Asuransi Umum Mega, PT Asuransi Mitra Pelindung Mustika, PT Asuransi Multi Artha
    Guna, PT Tokio Marine Indonesia, PT Asuransi Umum BCA, PT. Asuransi FPG Indonesia dan PT. Avrist
    General Insurance pihak ketiga, terhadap risiko gempa bumi, kebakaran, pencurian dan risiko Iainnya
    dengan jumlah pertanggungan pada tanggal 30 Juni 2024 dan 2023 masing-masing sebesar
    Rp6.035.723.

    Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan
    kerugian atas aset yang dipertanggungkan.

17. Aset Hak Guna dan Liabilitas Sewa

                                                                 2024

                                 1 Januari        Penambahan            Modifikasi Sewa          30 Juni

    Biaya Perolehan
     Tanah                             106.118                   --               (9.378)              96.740
     Bangunan                            3.027                   --                    --               3.027
     Jumlah                            109.145                   --               (9.378)              99.767

    Akumulasi Penyusutan
     Tanah                              27.912               4.875                (1.434)              31.353
     Bangunan                            2.270                 303                     --               2.573
     Jumlah                             30.182               5.178                (1.434)              33.926

    Nilai Tercatat                      78.963                                                         65.841


                                                                 2023

                                 1 Januari        Penambahan            Modifikasi Sewa        31 Desember

    Biaya Perolehan
     Tanah                             106.118                   --                       --          106.118
     Bangunan                                --              3.027                        --            3.027
     Jumlah                            106.118               3.027                        --          109.145

    Akumulasi Penyusutan
     Tanah                              20.802               7.110                        --           27.912
     Bangunan                                --              2.270                        --            2.270
     Jumlah                             20.802               9.380                        --           30.182

    Nilai Tercatat                      85.316                                                         78.963


                                                   40
Page 44
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2024 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2024 dan 2023 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

   Pada tanggal 22 Agustus 2023, berdasarkan Akta No. 45 tentang Perjanjian Kerjasama Pemerintah
   Daerah Khusus Ibukota Jakarta dengan Perusahaan tentang Pemanfaatan dan Pendayagunaan Barang
   Milik Daerah yang berlokasi di Kawasan Taman Impian Jaya Ancol, Jalan Lodan Timur, Kelurahan Ancol,
   Kecamatan Pademangan, Kota Administrasi Jakarta Utara, yang tercatat pada Daftar Barang Milik Daerah
   Badan Pengelolaan Aset Daerah Provinsi Daerah Khusus Ibukota dengan nilai sebesar Rp3.500 dengan
   jangka waktu sewa selama 5 tahun terhitung sejak tanggal 5 April 2020 dan berakhir pada tanggal 4 April
   2025.

   Beban penyusutan seluruhnya dialokasikan pada Beban Langsung (Catatan 32) pada 30 Juni 2024 dan
   2023 masing-masing sebesar Rp5.178 dan Rp3.555.

   Berikut ini ringkasan komponen liabilitas sewa berdasarkan jangka waktu:

                                                                              30 Juni 2024         31 Desember 2023

    Liabilitas Sewa
      Jatuh tempo dalam satu tahun                                                        6.257                  10.451
      Jatuh tempo dalam lebih dari satu tahun                                           120.416                 141.974
    Jumlah                                                                              126.673                 152.425
    Dikurangi bagian bunga                                                              (38.237)                (52.220)
    Nilai kini Pembayaran Sewa                                                           88.436                 100.205
      Dikurangi: bagian jatuh tempo satu tahun                                           (2.478)                 (3.126)
    Bagian Jangka Panjang                                                                85.958                  97.079


   Berikut ini ringkasan komponen perubahan liabilitas yang timbul dari sewa:

                                                                              30 Juni 2024         31 Desember 2023

    Saldo Awal                                                                          100.205                 101.654
    Arus Kas                                                                             (5.713)                (12.376)
    Penambahan                                                                                --                   3.027
    Perubahan Nonkas
     Penambahan Bunga                                                                      3.322                   7.900
     Modifikasi Sewa                                                                     (9.378)                       --
    Saldo Akhir                                                                          88.436                 100.205


18. Aset Takberwujud

                                                                              2024
                                         1 Januari        Penambahan     Pengurangan     Reklasifikasi        30 Juni
    Biaya Perolehan
     Hak Atas Tanah                              13.067             --             --                    --       13.067
     Lisensi dan Royalti                         41.903         2.358              --                    --       44.261
     Perangkat Lunak Komputer                    15.314           923              --                    --       16.237
     Hak Kekayaan Intelektual                     3.621           248              --                    --        3.869
     Penelitian dan Pengembangan                  5.924         1.050              --                    --        6.974
     Jumlah                                      79.829         4.579              --                    --       84.408
    Akumulasi
     Penyusutan
     Hak Atas Tanah                               7.159            27              --                    --        7.186
     Lisensi dan Royalti                         35.018         3.843              --                    --       38.861
     Perangkat Lunak Komputer                    13.027           391              --                    --       13.418
     Hak Kekayaan Intelektual                       203           185              --                    --          388
     Penelitian dan Pengembangan                  2.912           490              --                    --        3.402
     Jumlah                                      58.319         4.936              --                             63.255
    Nilai Tercatat                               21.510                                                           21.153


                                                           41
Page 45
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2024 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2024 dan 2023 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

                                                                             2023
                                        1 Januari       Penambahan      Pengurangan     Reklasifikasi        31 Desember
   Biaya Perolehan:
    Hak Atas Tanah                            13.067               --             --                    --          13.067
    Lisensi dan Royalti                       25.987          15.916              --                    --          41.903
    Perangkat Lunak Komputer                  12.925           2.389              --                    --          15.314
    Hak Kekayaan Intelektual                       --          3.621              --                    --           3.621
    Penelitian dan Pengembangan                3.225           2.699              --                    --           5.924
    Jumlah                                    55.204          24.625              --                    --          79.829
   Akumulasi
    Penyusutan
    Hak Atas Tanah                             5.779           1.380              --                    --           7.159
    Lisensi dan Royalti                       27.376           7.642              --                    --          35.018
    Perangkat Lunak Komputer                  11.886           1.141              --                    --          13.027
    Hak Kekayaan Intelektual                       --            203              --                    --             203
    Penelitian dan Pengembangan                2.279             633              --                    --           2.912
    Jumlah                                    47.320          10.999              --                                58.319
   Nilai Tercatat                              7.884                                                                21.510


   Beban amortisasi dialokasi sebagai berikut:

                                                                                            30 Juni
                                                                                 2024                        2023


   Beban Langsung (Catatan 32)                                                             682                      2.126
   Beban Umum dan Administrasi (Catatan 33)                                                770                          7

   Jumlah                                                                                1.452                      2.133


   Pada tahun 1994, PT SBI memperoleh Hak Pengelolaan atas pulau Bidadari di Kepulauan Seribu seluas
   38.220 m2 dari Pemerintah Daerah Khusus Ibukota (Pemda DKI) Jakarta, sebagaimana tersebut dalam
   Surat Izin Penunjukan Penggunaan Tanah (SIPPT) No. 3280/1.711.5 tanggal 12 Oktober 1994, dengan
   jangka waktu 20 tahun. Pada tahun 2003, telah terjadi peningkatan status SIPPT tersebut menjadi Hak
   Guna Bangunan (HGB) dan Hak Pakai sebagaimana tersebut dalam HGB No. 255 tanggal 31 Juli 2003
   dan Hak Pakai No. 19tanggal 25 September 2003. Biaya-biaya yang dikeluarkan sehubungan dengan
   pengurusan legal hak atas tanah ditangguhkan dan diamortisasi selama umur Hak Guna Bangunan/HGB.
   Sampai dengan laporan ini diterbitkan Grup masih dalam proses pengurusan perjanjangan Hak Guna
   Bangunan ini.

   Lisensi dan Royalti merupakan lisensi atas music dan wahana yang terdapat pada Kawasan Taman
   Impian Jaya Ancol.

   Perangkat lunak komputer merupakan biaya atas pembelian piranti lunak yang bersifat spesifik
   berdasarkan proses bisnis Grup.

   Penambahan aset takberwujud untuk tahun 2023 berasal dari lisensi ice age, penyusunan feasibility study
   cable car, sistem enterprise resource planning (ERP), dan penyusunan dokumen rencana jangka panjang
   Perusahan.

   Penambahan aset takberwujud untuk tahun 2024 berasal dari lisensi Music Ancol, Riset dan
   Pengembangan Tol Ancol Harbour, Riset dan Pengembangan Hotel Ancol.

   Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2024 dan 2023, Grup mencatat beban amortisasi
   masing-masing sebesar Rp1.452 dan Rp2.133 yang dialokasikan ke beban pokok pendapatan dan beban
   langsung serta beban umum dan administrasi.




                                                         42
Page 46
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2024 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2024 dan 2023 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

19. Aset Lain-lain

a. Aset Lain-lain Lancar

                                                                  30 Juni 2024          31 Desember 2023
    Aset Lain-lain Lancar
     Deposito Berjangka
       Pihak Berelasi (Catatan 39)                                           2.500                  2.500
       Pihak Ketiga
         PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk                                   73                   73
    Jumlah                                                                   2.573                  2.573

b. Aset Lain-lain Tidak Lancar

                                                                  30 Juni 2024          31 Desember 2023
    Aset Lain-lain Tidak Lancar
     Dana Dibatasi penggunaannya
       Pihak Berelasi (Catatan 39)                                          13.976                  7.332
       Pihak Ketiga
         PT Bank Negara Indonesia
         (Persero) Tbk                                                            349                 349
         PT Bank Maybank Indonesia Tbk                                            243                 243
    Sub Jumlah                                                              14.568                  7.924
    Lain-lain                                                                5.116                  5.161
    Jumlah                                                                  19.684                 13.085

    Deposito berjangka pada PT Bank DKI dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk memiliki tingkat
    suku bunga per tahun sebesar 5,25% untuk PT Bank DKI, dan 3,25% untuk PT Bank Negara Indonesia
    (Persero) Tbk. Tipe dari deposito ini adalah Automatic Roll Over (ARO) dengan jangka waktu 1 tahun.

20. Utang Usaha


                                                                   30 Juni 2024         31 Desember 2023
     Pihak Berelasi (Catatan 39)                                                  840                 840
     Pihak Ketiga
      PT Bumi Daya Plaza                                                     1.314                  3.599
      PT Careguard Jasa Indonesia                                            1.267                    256
      PT Media Prima Solutions                                               1.059                  1.059
      PT Sigma Cipta Caraka                                                  1.050                    895
      PT Kreasi Antar Rupa                                                     970                      --
      PT Mitra Iswara & Rorimpandey                                            814                      --
      Koperasi Karyawan Jaya Ancol                                             669                    235
      PT Rich Creations Indonesia                                              598                      --
      PT Global Integrasi Telematika                                           576                    576
      PT Sukses Sata Mandiri                                                   504                      --
      Lain-lain (Masing-masing dibawah Rp500 Juta)                           9.167                  4.707
      Sub Jumlah                                                            17.988                 11.327
     Jumlah                                                                 18.828                 12.167




                                                     43
Page 47
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2024 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2024 dan 2023 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

    Jumlah utang usaha berdasarkan umur (hari) adalah sebagai berikut:

                                                                    30 Juni 2024       31 Desember 2023
    Belum Jatuh Tempo                                                         7.371                5.371
    Sudah Jatuh Tempo
     1-30 hari                                                                   54                   74
     31-60 hari                                                                 890                  671
     61-90 hari                                                               3.977                1.106
     >90 hari                                                                 6.536                4.945
    Jumlah                                                                   18.828               12.167


21. Utang Lain-lain

                                                                    30 Juni 2024       31 Desember 2023

    Pihak Ketiga
     PT Pratama Bumi Sentosa                                                   2.149                   --
     PT A.T. Kearney                                                           2.025                   --
     PT Chanos Integrasi Solusi                                                1.739                   --
     PT Deka Buana Swastamas                                                   1.462                 941
     CV Istana Timur Tehnik                                                    1.398               1.731
     PT Semangart Giri Putra                                                   1.335                  41
     PT Putra Anugerah Mandiri                                                 1.072                 979
     Lain-lain (masing-masing di bawah Rp1 miliar)                            15.043              11.730
      Sub Jumlah                                                              26.223              15.422
    Jumlah                                                                    26.223              15.422


22. Beban Akrual dan Provisi

                                                                    30 Juni 2024       31 Desember 2023
    Bonus dan Tantiem                                                        53.129               43.318
    Pajak Bumi dan Bangunan                                                  33.072                    --
    Alih Daya                                                                25.400               20.290
    Logistik                                                                 10.057                5.876
    Operasional                                                              16.500               44.211
    Gaji                                                                      3.991               10.775
    Lisensi Wahana                                                            2.312                2.312
    Pemeliharaan                                                              2.160                2.168
    Bunga                                                                     1.490                3.265
    Iklan                                                                     1.402                1.402
    Lain-lain                                                                16.321                  611
    Jumlah Beban Akrual                                                     165.835              134.228
    Provisi                                                                  84.135               84.135
    Jumlah                                                                  249.970              218.363



    Beban akrual operasional adalah utang kepada pihak ketiga dan pihak berelasi sehubungan dengan
    kegiatan operasional Perusahaan dan PT TIJA meliputi kegiatan penjualan, pemasaran, iklan, perbaikan,
    penyewaan, pemeliharaan dan beban utilitas.

    Pada tanggal 31 Desember 2020, Perusahaan membentuk provisi sehubungan dengan kewajiban
    Perusahaan atas pemenuhan Surat Ijin Penunjukan Penggunaan Tanah (SIPPT).



                                                     44
Page 48
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2024 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2024 dan 2023 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

23. Utang Bank

                                                                   30 Juni 2024        31 Desember 2023
    Pihak Berelasi (Catatan 39)                                             745.360              666.000
    Biaya Provisi                                                            (7.200)              (7.885)
    Jumlah                                                                  738.160              658.115
    Dikurangi:Bagian Jatuh
      Tempo Dalam Satu Tahun                                               (249.159)             (40.919)
    Bagian Jangka Panjang                                                   489.001              617.196


   PT Bank DKI
   Berdasarkan Surat Pemberitahuan Persetujuan Kredit (SPPK) No.1489/SPPK/925/IX/2023 tanggal
   19 September 2023, tentang perpanjangan jangka waktu fasilitas Kredit Modal Kerja Pinjaman Tetap
   Berjangka (KMK PTB) dan perubahan syarat dan ketentuan fasilitas Kredit Investasi refinancing,
   Perusahaan memperoleh perpanjangan fasilitas Kredit Modal Kerja dengan limit Rp389.000 dengan
   jangka waktu 24 bulan sejak jatuh tempo fasilitas kredit atau sampai dengan 20 September 2025.
   Pinjaman ini dikenakan suku bunga sebesar 6,75% per tahun.

   Perjanjian kredit ini dijaminkan dengan hal-hal sebagai berikut:
   1. Tanah seluas 23.285 m2 yang terletak di Jl. R. E Martadinata kel. Ancol beserta bangunan Dunia
      Fantasi diatasnya sesuai dengan Sertifikat Hak Guna Bangunan;
   2. Izin Mendirikan Bangunan (IMB) atas Banguan Dunia Fantasi.

   Berdasarkan Surat Pemberitahuan Persetujuan Kredit (SPPK) No.2161/SPPK/910/IX/2021 tanggal
   16 September 2021, terdapat perubahan tingkat bunga semula 7,15% per tahun menjadi 7% per tahun.

   Berdasarkan Akta No. 56 tanggal 20 Desember 2021, tentang Perjanjian Kredit Investasi Refinancing,
   yang dibuat dihadapan Notaris Ashoya Ratam, S.H., Mkn, Perusahaan memperoleh fasilitas kredit
   investasi dengan nilai Rp516.000 dengan jangka waktu 24 bulan untuk grace period dan 84 bulan untuk
   masa setelah grace period sejak jatuh tempo fasilitas kredit atau total jangka waktu sampai dengan 14
   Desember 2030. Pinjaman ini dikenakan suku bunga sebesar Jibor 3 bulan + margin 1,75% (selama grace
   period) dan Jibor 3 bulan + margin 3% (setelah grace period).

    Perjanjian kredit ini dijaminkan dengan hal-hal sebagai berikut:
   1. Sebidang tanah yang terdaftar sebagai SHGB No 2943, seluas 23.285 m2 sebagaimana diuraikan
       dalam Surat Ukur tanggal 13-3-2007 No.01911/Ancol/2007 dengan No. Identifikasi Bidang (NIB)
       0905070101905;
   2. Izin mendirikan bangunan atas bangunan Dunia Fantasi Pengikatan Hak Tanggungan I sebesar
       Rp850.000.

   Adapun affirmative covenants yang dipersyaratkan adalah sebagai berikut:
   1. Menggunakan fasilitas kredit sesuai tujuan penggunaan kredit.
   2. Menyampaikan laporan keuangan audited yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) yang ditunjuk
      oleh PT Pembangunan Jaya ancol Tbk (Sesuai Akta Perseroan KAP ditunjuk oleh Komisaris
      PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk) paling lambat 180 hari kalender setelah akhir periode laporan.
   3. Menyampaikan laporan keuangan in-house setiap triwulan paling lambat 60 hari kalender setelah akhir
      laporan.
   4. Menyampaikan laporan realisasi jumlah pengunjung bulanan, dan relaisasi pendapatan bulanan paling
      lambat 30 hari kalender setelah bulan berjalan.
   5. Memelihara Debt to Equity Ratio maksimal sebesar 2,5 kali.
   6. Dalam rangka sinergi BUMD, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk bersedia menjadikan Bank DKI
      sebagai Bank Utama Debitur termasuk dan tidak terbatas pada:
      a. Bank penerima pembayaran yang berasal dari penerimaan tiket termasuk penjualan melalui website
         dan e-commerce.


                                                  45
Page 49
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2024 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2024 dan 2023 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

       b. Bank penerima pembayaran yang terkait dengan kegiatan usaha debitur yang tidak melalui Bank
           DKI wajib dipindahbukukan maksimal H+2 ke Rekening debitur di Bank DKI.
       c. Menyerahkan rekening koran bulanan debitur pada bank lain paling lambat setiap tanggal 15 bulan
           berikutnya.
       d. Memberikan akses inquiry untuk system payment gateway pada website ancol.
       e. Penempatan Dana Utama (Bank DKI minimal 90% dari total kas dan bank debitur)
       f. Penggunaan CMS.
       g. Pembayaran payroll karyawan.
       h. KMG Karyawan.
       i. Memprioritaskan Bank DKI sebagai mitra apabila menyelenggarakan program-program khusus
           kepada customer.
       j. Debitur bersedia melunasi pembayaran kewajiban kepada vendor/supplier sesuai dengan perjanjian
           yang berlaku.
    7. Memiliki ijin-ijin yang dipersyaratkan untuk menjalankan kegiatan usaha sebagaimana mestinyadan
       berkewajiban untuk memperpanjang atau meperbaharui ijin-ijin dalam hal telah habis masa belakunya
       serta menyerahkan copy perpanjangan ke Bank DKI.
    8. Memberitahukan secara tertulis kepada Bank DKI, selambat-lambatnya 1 bulan sejak tanggal kejadian
       jika terdapat perubahan Anggaran Dasar Perusahaan termasuk di dalamnya perubahan pemegang
       saham, direksi, komisaris, permodalan dan nilai nominal saham.
    9. Senantiasa selalu menjaga kualitas kredit atas nama Perusahaan dan Pengurus Perusahaan.

    Pembatasan Terhadap Tindakan Nasabah (Negative Covenants):
    Selama kredit belum lunas, Perusahaan wajib memberitahukan secara tertulis kepada Bank DKI,
    selambat-lambatnya 1 bulan sejak tanggal kejadian jika:
    1. Membayar/melunasi utang pemegang saham.
    2. Mengikatkan diri sebagai penjamin utang atau menjaminkan harta kekayaan Perusahaan yang sudah
       atau belum dijaminkan ke Bank DKI kepada pihak lain.
    3. Memperoleh fasilitas kredit atau pinjaman dari bank lain dan/atau lembaga lain.

    Saldo utang bank pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023 masing-masing sebesar Rp738.160
    dan Rp658.115.


24. Utang Obligasi

                                                                    30 Juni 2024        31 Desember 2023
    Obligasi Berkelanjutan II Jaya Ancol
      Tahap II Tahun 2021                                                    65.400               215.000
    Biaya Emisi Obligasi                                                      (371)                 (371)
    Akumulasi Amortisasi                                                        253                   152
    Jumlah                                                                   65.282               214.781
    Dikurangi: Bagian Jatuh
      Tempo Dalam Satu Tahun                                                       --            (149.568)
    Bagian Jangka Panjang                                                    65.282                65.213


    Obligasi Berkelanjutan II Jaya Ancol Tahap II Tahun 2021
    Pada tanggal 10 Februari 2021, Perusahaan telah mendapatkan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa
    Keuangan (OJK) atas penerbitan Obligasi Berkelanjutan II Jaya Ancol Tahap II Tahun 2021 yaitu:
    a. Seri A senilai Rp516.000 dengan suku bunga 7,25% per tahun, akan jatuh tempo tanggal
       20 Februari 2022.
    b. Seri B senilai Rp149.600 dengan suku bunga 8,90% per tahun, akan jatuh tempo tanggal
       10 Februari 2024.
    c. Seri C senilai Rp65.400 dengan suku bunga 9,60% per tahun, akan jatuh tempo tanggal
       10 Februari 2026.



                                                   46
Page 50
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2024 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2024 dan 2023 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

    Total dana yang diterima Perusahaan pada tanggal 10 Februari 2021, dari hasil penerbitan Obligasi
    Berkelanjutan II Jaya Ancol Tahap II Tahun 2021 adalah sebesar Rp731.000. Sesuai perjanjian dengan
    PT Bank Permata Tbk selaku Wali Amanat dan prospektus utang obligasi Perusahaan.

    Obligasi ditawarkan dengan nilai 100% dari jumlah pokok. Bunga obligasi dibayarkan setiap triwulan.
    Obligasi Berkelanjutan II Jaya Ancol Tahap II Tahun 2021 mendapatkan peringkat idA (Single A) untuk
    penerbitan obligasi dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO). Peringkat tersebut memiliki sedikit
    perbedaan dengan peringkat tertinggi yang diberikan dan kemampuan Obligor untuk memenuhi komitmen
    keuangan jangka panjang atas efek utang tersebut, dibandingkan dengan obligor lainnya di Indonesia
    adalah sangat kuat.
    a. Perbandingan Total Pinjaman terhadap Total Ekuitas tidak lebih dari 2:1.
    b. Perbandingan Profit sebelum Beban Pajak Penghasilan dan Penyusutan dan Amortisasi terhadap
       Beban Bunga Pinjaman tidak kurang dari 2:1.

    Pada tanggal 8 Februari 2022, Perusahaan telah melunasi Obligasi Berkelanjutan II Jaya Ancol Tahap II
    Tahun 2021 Seri A senilai Rp516.000 dan pada tanggal 10 Februari 2024, Perusahaan telah melunasi
    Obligasi Berkelanjutan II Jaya Ancol Tahap II Tahun 2021 Seri B senilai Rp149.600.


25. Pendapatan Diterima di Muka dan Uang Muka Pelanggan

                                                                    30 Juni 2024         31 Desember 2023
    Pendapatan Diterima di Muka
     Sewa                                                                   202.291                210.285
     Proyek Ancol Beach City                                                130.318                135.051
     Uang Muka E-Commerce                                                    83.525                 10.408
     Uang Titipan                                                            17.070                 29.922
     Uang Muka Rombongan                                                      8.528                  8.345
     Sponsor                                                                  8.307                  4.320
     Lain-lain                                                                6.033                  5.462
      Sub Jumlah                                                            456.072                403.793
    Uang Muka Pelanggan Penjualan Tanah dan Bangunan                               359               2.540
    Jumlah                                                                  456.431                406.333
    Dikurangi : Bagian Jatuh Tempo dalam Satu Tahun                        (157.608)              (116.695)
    Bagian Jangka Panjang                                                   298.823                289.638


    Pendapatan sewa diterima di muka terutama merupakan penyewaan lahan Perusahaan untuk
    pengembangan jaringan di pipa gas bumi milik PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PT PGN)
    (Catatan 41.d) dan jaringan di pipa gas bumi milik PT Pertamina Gas (PT Pertagas) (Catatan 41.d).

    Pendapatan diterima di muka atas proyek Ancol Beach City berdasarkan Berita Acara Serah Terima
    Pengoperasian Bangunan Music Stadium No. 021/DIRPJA/XII/2012 tanggal 20 Desember 2012 dan
    31 Juli 2013, Perusahaan sepakat dan setuju untuk menyerahkan bangunan tersebut untuk dioperasikan
    oleh PT Wahana Agung Indonesia Propertindo (WAIP) selama 25 (dua puluh lima) tahun.


26. Jaminan Pelanggan dan Deposit Lainnya

                                                                    30 Juni 2024         31 Desember 2023
    Jaminan Penyewa                                                          11.489                 11.721
    Jaminan Tiket                                                             4.208                  1.676
    Jumlah                                                                   15.697                 13.397

    Uang Jaminan yang diterima merupakan uang yang dibayarkan tenant kepada PT TIJA sebagai jaminan
    usaha di kawasan Ancol.

                                                      47
Page 51
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2024 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2024 dan 2023 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)


27. Liabilitas Imbalan Kerja

    Grup membukukan manfaat karyawan sesuai dengan peraturan Grup dan peraturan perundang-undangan
    yang berlaku. Jumlah karyawan yang berhak atas imbalan manfaat karyawan tersebut adalah masing-
    masing sebanyak 568 pada 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023. Liabilitas imbalan kerja karyawan terdiri
    dari liabilitas imbalan pascakerja sesuai undang-undang tenaga kerja dan liabilitas imbalan kerja lainnya
    berupa manfaat cuti besar dan penghargaan masa kerja.

    Program Imbalan Pasti
    Pada 31 Desember 2022, Perusahaan dan PT TIJA telah menempatkan dana sebesar Rp13.291 pada
    Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) AXA Mandiri untuk kompensasi pesangon pegawai.

    Imbalan Kerja Jangka Panjang Lainnya
    Imbalan kerja jangka panjang lainnya terdiri dari:
     Imbalan Penghargaan Masa Kerja dalam bentuk cincin pengabdian terbuat dari 10 (sepuluh) gram
       emas. Penghargaan diberikan kepada karyawan yang telah menjalani masa kerja 10 (sepuluh) tahun
       secara terus-menerus tanpa terputus sejak diangkat menjadi karyawan tetap;
     Imbalan Cuti Panjang berupa tunjangan cuti panjang sebesar 1 (satu) kali gaji bulanan diberikan
       kepada karyawan yang telah menjalani setiap kelipatan 5 (lima) tahun masa kerja.

    Total liabilitas imbalan pascakerja pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023 adalah sebagai
    berikut:

                                                                        30 Juni 2024        31 Desember 2023
    Nilai Kini Kewajiban Imbalan Pasti                                          155.773               157.308
    Nilai Wajar Aset Program                                                          --               (8.479)
    Liabilitas Imbalan Kerja                                                    155.773               148.829


    Mutasi liabilitas imbalan pascakerja bersih di laporan posisi keuangan adalah sebagai berikut:
                                                                        30 Juni 2024        31 Desember 2023
    Liabilitas Imbalan Pasti Neto Awal Periode                                  148.829                98.114
    Biaya yang diakui pada Laporan Laba/Rugi (Catatan 33)                        11.444                20.820
    Kontribusi Pemberi Kerja Periode Berjalan                                    (4.500)               (5.040)
    Pembayaran Imbalan oleh Perusahaan                                                --               (2.060)
    Pendapatan yang diakui pada
      Penghasilan Komprehensif Lain                                                    --              36.995
    Liabilitas Imbalan Pasti Neto Akhir Periode                                 155.773               148.829

    Mutasi Kerugian Komprehensif Lain adalah sebagai berikut:

                                                                        30 Juni 2024        31 Desember 2023
    Penghasilan Komprehensif Lain Awal Periode                                    92.699               38.988
    Penghasilan Komprehensif Lain Periode Berjalan                                     --              36.995
    Akumulasi Pajak Penghasilan Terkait                                                --              16.716
    Beban Komprehensif Lain Akhir Periode Setelah Pajak                           92.699               92.699




                                                       48
Page 52
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2024 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2024 dan 2023 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

   Saldo liabilitas imbalan kerja dan imbalan lainnya pada 31 Desember 2022 didasarkan pada perhitungan
   aktuaria oleh Kantor Konsultan Aktuaria Steven & Mourits, aktuaris independen, dalam laporannya
   tertanggal 8 Maret 2023 menggunakan asumsi sebagai berikut:

                                       30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023

    Tingkat Kematian                            Mengikuti Tabel Mortalita Indonesia VI Tahun 2019

    Umur Pensiun Normal                                             55 tahun

    Tingkat Cacat                                                 10% per tahun

    Kenaikan Gaji                                                6,7% per tahun

    Tingkat Diskonto                                          7,25%-7,30% per tahun

    Tingkat Pengunduran Diri      1% pada usia 20 tahun dan menurun secara linier sampai dengan usia 55 tahun


   Program liabilitas imbalan pasti memberikan eksposur Grup terhadap risiko aktuarial seperti risiko tingkat
   bunga, dan risiko gaji.

   Risiko Investasi
   Nilai kini kewajiban imbalan pasti pensiun kesehatan dihitung menggunakan tingkat diskonto yang
   ditetapkan dengan mengacu pada imbal hasil obligasi korporasi berkualitas tinggi; jika pengembalian aset
   program di bawah tingkat tersebut, hal itu akan mengakibatkan defisit program.

   Risiko Tingkat Bunga
   Nilai kini kewajiban imbalan pasti dihitung dengan menggunakan tingkat diskonto yang ditetapkan dengan
   mengacu pada imbal pasti hasil obligasi korporasi berkualitas tinggi. Penurunan suku bunga obligasi akan
   meningkatkan liabilitas program.

   Risiko Gaji
   Nilai kini kewajiban imbalan pasti dihitung dengan mengacu pada gaji masa depan peserta program.
   Dengan demikian, kenaikan gaji peserta program akan meningkatkan liabilitas program itu.

   Asumsi aktuarial yang signifikan untuk penentuan liabilitas imbalan pasti adalah tingkat diskonto dan
   kenaikan gaji yang diharapkan. Sensitivitas analisis dibawah ini ditentukan berdasarkan masing-masing
   perubahan asumsi yang mungkin terjadi pada akhir tahun pelaporan, dengan semua asumsi yang lain
   konstan.

28. Modal Saham

                                                                30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023
                                                           Jumlah          Persentase      Jumlah Modal
                Nama Pemegang Saham                        Saham           Pemillikan          Disetor
    Pemerintah DKI Jakarta
     Saham Seri A                                                     1         0,0000001%            0,00050
     Saham Seri C                                         1.151.999.998        71,9999999%            288.000
    Jumlah                                                1.151.999.999        72,0000000%            288.000
    PT Pembangunan Jaya
     Saham Seri B                                                    1          0,0000001%            0,00050
     Saham Seri C                                          288.099.998         18,0099999%             72.025
    Jumlah                                                 288.099.999         18,0100000%             72.025
    Masyarakat
     (masing-masing dibawah 5%, Saham Seri C)               159.900.000      9,9900000%                39.975
    Jumlah                                                1.599.999.998    100,0000000%               400.000




                                                     49
Page 53
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2024 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2024 dan 2023 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

   Perusahaan mengeluarkan saham Seri A, Seri B, dan Seri C dengan keterangan sebagai berikut:
   1. Saham Seri A
      Merupakan saham yang memberikan hak istimewa kepada Pemerintah DKI Jakarta untuk
      mencalonkan sebanyak-banyaknya 2 orang direktur dan 4 orang komisaris (termasuk 1 orang
      komisaris utama). Pencalonan tersebut mengikat Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
   2. Saham Seri B
      Merupakan saham yang memberikan hak istimewa kepada PT Pembangunan Jaya untuk
      mencalonkan direktur utama dan sebanyak-banyaknya 2 orang direktur serta 1 orang komisaris.
      Pencalonan tersebut mengikat RUPS.
   3. Saham Seri C
      Saham Seri C memiliki hak yang sama dengan hak yang dimiliki saham Seri A dan Seri B, kecuali hak-
      hak istimewa yang dimiliki saham Seri A dan Seri B sebagaimana dijelaskan.


29. Tambahan Modal Disetor

                                                                                         30 Juni 2024             31 Desember 2023
    Pengeluaran 80.000.000 Saham melalui Penawaran Umum
     Tahun 2004:
       Agio Saham                                                                                    42.000                           42.000
       Biaya Emisi Saham                                                                             (5.291)                          (5.291)
    Tambahan Modal Disetor dari Selisih antara Aset dan
     Liabilitas Pengampunan Pajak                                                                      3.695                            3.695
    Jumlah                                                                                           40.404                           40.404

   Pada tahun 2017 perusahaan telah melaporkan aset Pengampunan Pajak atas Perseroan sebesar
   Rp3.695 sesuai Surat Keterangan Pengampunan Pajak Nomor KET-643/PP/WPJ.07/2017 yang dicatat
   sebagai tambahan modal disetor.


30. Kepentingan Nonpengendali

   Akun ini merupakan kepentingan nonpengendali atas aset bersih dan laba bersih Entitas Anak sebagai
   berikut:

                                                                                 30 Juni 2024
                                Kepemilikan   Nilai Tercatat         Bagian Laba         Tambahan Setoran       Dampak           Nilai Tercatat
                                               Awal Tahun        (Rugi) Komprehensif        Modal pada       Dilusi Saham        Akhir Periode
                                                                   Periode Berjalan         Entitas Anak
                                     %              Rp                    Rp                     Rp               Rp                  Rp
    PT Jaya Ancol Pratama Tol      40,00%               11.541                     76                   --                  --           11.617
    PT Sarana Tirta Utama          35,00%                9.078                  (482)                   --                  --            8.596
    PT Seabreez Indonesia           1,87%                  461                   (12)                   --                  --              449
    Jumlah                                              21.080                  (418)                   --                  --           20.662



                                                                             31 Desember 2023
                                Kepemilikan   Nilai Tercatat         Bagian Laba      Tambahan Setoran          Dampak           Nilai Tercatat
                                               Awal Tahun        (Rugi) Komprehensif      Modal pada         Dilusi Saham        Akhir Tahun
                                                                   Periode Berjalan      Entitas Anak
                                    %              Rp                     Rp                  Rp                 Rp                   Rp
   PT Jaya Ancol Pratama Tol      40,00%               4.200                    7.341                  --               --              11.541
   PT Sarana Tirta Utama          35,00%              10.317                  (1.239)                  --               --               9.078
   PT Seabreez Indonesia           1,87%                 446                       15                  --               --                 461
   Jumlah                                             14.963                    6.117                  --               --              21.080




                                                                   50
Page 54
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2024 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2024 dan 2023 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

31. Pendapatan Usaha

                                                                            30 Juni
                                                                 2024                 2023
    Pendapatan Real Estat
     Tanah dan Bangunan                                                   5.676                    --
    Pendapatan Tiket
     Pintu Gerbang                                                      204.743              133.243
     Wahana Wisata                                                      197.091              279.473
     Sub Jumlah                                                         401.834              412.716
    Pendapatan Hotel dan Restoran
     Restoran                                                            21.593               25.493
     Kamar                                                               15.807               19.466
     Sub Jumlah                                                          37.400               44.959
    Pendapatan Usaha Lainnya
     Penyewaan Kios, Lahan, dan Gedung                                   65.253               61.257
     Pengelolaan Perumahan                                               13.672               18.218
     Sponsor                                                             13.607               12.271
     Barang Dagangan                                                     13.212               11.232
     Loker dan Permainan                                                  4.205                4.902
     Uang Sandar dan Iuran                                                4.132                3.138
     Bagi Hasil                                                           2.757                5.458
     Logistik Acara                                                       2.448                1.829
     Lain-lain (masing-masing dibawah Rp1 Miliar)                         4.512                3.718
     Sub Jumlah                                                         123.798              122.023
    Jumlah                                                              568.708              579.698
     Dikurangi: Potongan Penjualan                                        (754)              (1.077)
    Bersih                                                              567.954              578.621


32. Beban Pokok Pendapatan dan Beban Langsung

                                                                            30 Juni
                                                                 2024                 2023
    Beban Pokok Pendapatan
     Makanan dan Minuman                                                  9.135               10.537
     Barang Dagangan                                                      5.045                4.313
     Tanah dan Bangunan                                                   3.808                    --
     Logistik Acara                                                       1.868                2.723
     Sub Jumlah                                                          19.856               17.573
    Beban Langsung
     Penyusutan dan Amortisasi (Catatan 15, 16, 17, 18 dan 19)           58.439               52.739
     Alih Daya                                                           47.896               49.609
     Gaji dan Tunjangan                                                  46.416               37.949
     Pajak Hiburan                                                       40.772               40.611
     Telepon, Listrik dan Air                                            26.150               29.607
     Penyelenggaraan Pertunjukan                                         19.938               13.633
     Pemeliharaan                                                        17.594               12.421
     Alat Kerja dan Operasi                                               7.241                5.890
     Sewa                                                                 2.996                1.275
     Jasa Layanan Aplikasi                                                2.757                4.656
     Perjalanan dan Survei                                                2.068                2.328
     Lain-lain (masing-masing dibawah Rp1 Miliar)                         1.145                1.227
     Sub Jumlah                                                         273.412              251.945
    Jumlah                                                              293.268              269.518


                                                        51
Page 55
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2024 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2024 dan 2023 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)


33. Beban Penjualan dan Umum dan Administrasi

                                                                            30 Juni
                                                                 2024                 2023
    Beban Penjualan
     Promosi dan Penjualan                                               15.337                9.229
    Beban Umum dan Administrasi
     Gaji dan Tunjangan                                                  49.098               43.402
     Pajak Bumi dan Bangunan                                             33.862               32.053
     Imbalan Kerja (Catatan 27)                                          11.444                8.826
     Penyusutan dan Amortisasi (Catatan 15, 16, 17, 18 dan 19)            5.951                3.205
     Humas dan Jamuan Tamu                                                5.343                3.101
     Jasa Profesional                                                     3.611                2.836
     Asuransi                                                             3.041                2.740
     Telepon, Listrik dan Air                                             1.683                1.511
     Fasilitas Karyawan                                                   1.517                  974
     Pemeliharaan                                                         1.208                1.393
     Alih Daya                                                            1.167                2.442
     Lain-lain (masing-masing dibawah Rp1 Miliar)                         2.771                2.275
      Sub Jumlah                                                        120.696              104.758
    Jumlah                                                              136.033              113.987



34. Pendapatan Lainnya

                                                                            30 Juni
                                                                 2024                 2023
    Amortisasi Pendapatan Diterima
      di Muka Ancol Beach City (Catatan 41.b)                             4.733                4.733
    Klaim Asuransi                                                        1.594                5.906
    Pemulihan atas Cadangan Kerugian Penurunan Nilai                        310                2.383
    Lain-lain (Masing-masing di bawah Rp500 juta)                         1.079                7.127
    Jumlah                                                                7.716               20.149

35. Beban Lain - Lain

                                                                            30 Juni
                                                                 2024                 2023
    Penyisihan Kerugian Penurunan Nilai Piutang Usaha                    11.410                6.498
    Lain-lain (masing-masing dibawah Rp1 Miliar)                          2.796                3.133
    Jumlah                                                               14.206                9.631


36. Beban Keuangan

                                                                            30 Juni
                                                                 2024                 2023
    Bunga Bank                                                           32.035               28.953
    Bunga Obligasi                                                        4.693               15.794
    Bunga Liabilitas Sewa                                                 3.323                3.742
    Amortisasi Biaya Emisi                                                  684                  315
    Jumlah                                                               40.735               48.804




                                                        52
Page 56
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2024 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2024 dan 2023 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

37. Laba Per Saham

    Berikut ini adalah data yang digunakan untuk perhitungan laba per saham dasar:

                                                                                                    30 Juni
                                                                                         2024                        2023

    Laba yang Diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk                                        59.827                    107.747
    Rata-rata Tertimbang Jumlah Saham Biasa yang
     Beredar (Catatan 2.ab)                                                             1.599.999.996               1.599.999.996
    Laba per Saham Dasar (Rupiah Penuh)                                                            37                          67

    Perusahaan tidak memiliki efek berpotensi saham yang bersifat dilutif sehingga tidak ada dampak dilusian
    pada perhitungan laba per saham.

38. Dividen dan Cadangan Umum

    Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tanggal 23 Februari 2024 sebagaimana
    tercantum dalam Akta No. 23 tanggal 23 Februari 2024 dari Notaris Aulia Taufani, S.H., pemegang saham
    menyetujui pembagian dividen untuk tahun buku 2023 sebesar 21,77% dari laba bersih tahun buku 2023
    atau sebesar Rp32 (dalam rupiah penuh) per lembar saham atau seluruhnya sebesar Rp51.200 yang
    telah dibayarkan di tahun 2024 dan menetapkan tambahan cadangan umum sebesar Rp2.352.

39. Sifat Transaksi dan Hubungan dengan Pihak-pihak Berelasi

    Hubungan dengan Pihak-pihak Berelasi

          Pihak-pihak Berelasi                       Sifat Hubungan                                Jenis Transaksi
    PT Bank DKI (Bank DKI)                Entitas yang pemegang sahamnya sama           Penyimpanan Uang dan Pinjaman Bank
                                          dengan pemegang saham Perusahaan,
                                          yaitu Pemda DKI
    PT Jakarta Propertindo                Entitas yang pemegang sahamnya sama           Pemanfaatan Lahan
    (Perseroda)                           dengan pemegang saham Perusahaan,
                                          yaitu Pemda DKI
    PT Jaya Kuliner Lestari               Entitas Asosiasi                              Piutang Usaha
    PT Arkonin                            Entitas yang pemegang sahamnya sama           Penagihan Jasa Konstruksi
                                          dengan pemegang saham Perusahaan,
                                          yaitu PT Pembangunan Jaya
    Manajemen Kunci                       Pengendali Kegiatan Perusahaan                Tantiem dan Bonus


   Saldo dan transaksi dengan Pihak-pihak Berelasi adalah sebagai berikut :
                                                                                            Persentase Terhadap Jumlah Aset,
                                                                                            Liabilitas, Pendapatan dan Beban
                                                30 Juni 2024        31 Desember 2023        30 Juni 2024          31 Desember 2023
                                                     Rp                    Rp                    %                       %


    Kas dan Setara Kas (Catatan 3)
     Bank
      PT Bank DKI                                         14.688               10.143                      0,00                0,00
     Deposito Berjangka
      PT Bank DKI                                        150.500              355.000                      0,04                0,09
    Jumlah                                               165.188              365.143                      0,05                0,10

    Piutang Usaha (Catatan 4)
     PT Jakarta Propertindo (Perseroda)                    1.961                8.577                      0,00                0,00
     PT Bank DKI                                              68                  382                      0,00                0,00
     PT Jaya Kuliner Lestari                                 737                  572                      0,00                0,00
     Sub Jumlah                                            2.765                9.531                      0,00                0,00




                                                               53
Page 57
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2024 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2024 dan 2023 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

                                                                                                   Persentase Terhadap Jumlah Aset,
                                                                                                   Liabilitas, Pendapatan dan Beban
                                                   30 Juni 2024          31 Desember 2023          30 Juni 2024             31 Desember 2023
                                                        Rp                      Rp                      %                          %
    Aset Lain-lain (Catatan 19)
     Deposito Berjangka
      PT Bank DKI                                             2.500                    2.500                      0,00                     0,00
     Dana Dibatasi Penggunaannya
      PT Bank DKI                                            13.976                    7.332                      0,00                     0,00

    Utang Usaha (Catatan 20)
     PT Arkonin                                                   840                   840                       0,00                     0,00
    Jumlah                                                        840                   840                       0,00                     0,00

    Utang Bank (Catatan 23)
     PT Bank DKI                                            738.160                658.115                        0,20                     0,18
    Jumlah                                                  738.160                658.115                        0,20                     0,18
    Pendapatan (Catatan 31)
     PT Jakarta Propertindo (Perseroda)                             --                 6.814                         --                    0,00
     PT Bank DKI                                                  493                    719                      0,00                     0,00
    Jumlah                                                        493                  7.533                      0,00                     0,00

   Transaksi dengan pihak berelasi terutama merupakan pengadaan atau penyediaan jasa subkontraktor/
   supplier. Pengadaan ini diselenggarakan oleh Perusahaan dengan mengadakan tender yang pesertanya
   adalah pihak ketiga dan pihak berelasi yang terdaftar dalam daftar rekanan Perusahaan. Mekanisme
   pengadaan sesuai dengan standar pengadaan yang ditetapkan oleh Perusahaan.
   Jumlah remunerasi jangka pendek yang diterima oleh Dewan Komisaris pada periode 30 Juni 2024 dan
   2023, masing-masing sebesar Rp2.061 dan Rp2.054.
   Jumlah remunerasi jangka pendek yang diterima oleh Direksi pada periode 30 Juni 2024 dan 2023, masing-
   masing sebesar Rp5.560 dan Rp4.644.
   Seluruh transaksi dengan pihak berelasi telah diungkapkan dalam catatan ini.

40. Segmen Operasi

   Untuk tujuan pelaporan manajemen, saat ini membagi segmen operasi sesuai dengan produk dan jasa
   kegiatan usahanya yaitu: pariwisata, real estat serta perdagangan dan jasa. Kelompok-kelompok tersebut
   menjadi dasar pelaporan segmen informasi.
   Kegiatan utama kelompok tersebut terdiri dari:
    Pariwisata                            :   Mengelola kawasan wisata, pertunjukan keliling dan penginapan wisata
    Real Estat                            :   Pembangunan, penjualan dan penyewaan properti
    Perdagangan dan Jasa                  :   Penjualan barang dagangan, jasa sarana transportasi laut dan
                                              pengelolaan restoran dan air bersih

    Berikut ini adalah informasi segmen berdasarkan segmen operasi:

                                                                                               30 Juni 2024
                                                            Pariwisata         Real Estat      Perdagangan    Eliminasi             Jumlah
                                                                                                 dan Jasa
                                                                  Rp              Rp               Rp                Rp               Rp
    Pendapatan dari
     Pelanggan Eksternal                                           420.462        104.516          110.164            (67.188)        567.954

    Hasil
     Hasil Segmen                                                 (246.251)        (26.330)        (60.469)               57.336     (275.714)
     Beban Langsung tidak
      dapat Dialokasikan                                                                                                              (17.554)
    Laba Bruto                                                                                                                        274.686



                                                                  54
Page 58
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2024 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2024 dan 2023 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)


                                                                          30 Juni 2024
                                             Pariwisata    Real Estat     Perdagangan    Eliminasi       Jumlah
                                                                            dan Jasa
                                                Rp            Rp              Rp            Rp              Rp
     Penghasilan Bunga                                                                                        7.517
     Penghasilan Lainnya                                                                                      7.716
     Beban Umum dan Administrasi                                                                          (120.696)
     Beban Penjualan                                                                                       (15.337)
     Kerugian Selisih Kurs                                                                                    (311)
     Beban Lain-lain                                                                                       (14.206)
     Jumlah Beban Usaha                                                                                   (135.317)
    Rugi Sebelum Pajak
     dan Beban Keuangan                                                                                     139.369
     Beban Pajak Final                                                                                     (12.220)
     Beban Keuangan                                                                                        (40.735)
     Bagian Laba Bersih
      Investasi Ventura Bersama                                                                               (199)
     Bagian Rugi Bersih
      Entitas Asosiasi                                                                                        (363)
    Rugi Sebelum Pajak                                                                                       85.852
     Beban Pajak Penghasilan                                                                               (26.443)
    Rugi Bersih Tahun Berjalan                                                                               59.409
     Penghasilan Komprehensif
      Lain Setelah Pajak                                                                                          --
    Jumlah Rugi Komprehensif
     Tahun Berjalan                                                                                          59.409

     Kepentingan Non-pengendali                                                                               (418)
    Aset
     Aset Segmen                              2.021.703      1.286.679        173.849     (2.505.641)       976.590
     Aset yang Tidak Dapat Dialokasi                                                                      2.692.159
    Total Aset                                                                                            3.668.749

    Liabilitas
     Liabilitas Segmen                          470.874       546.691          39.545       (483.597)       573.513
     Liabilitas yang Tidak Dapat Dialokasi                                                                1.418.787
    Total Liabilitas                                                                                      1.992.300

     Pengeluaran Modal                                                                                       79.745
     Penyusutan dan Amortisasi                                                                               62.151
     Beban Nonkas selain Penyusutan dan
      Amortisasi Tidak Dapat
      Dialokasikan                                                                                           11.444

                                                                        31 Desember 2023
                                             Pariwisata    Real Estat      Perdagangan   Eliminasi       Jumlah
                                                                             dan Jasa
                                                Rp            Rp               Rp           Rp              Rp
    Pendapatan dari
     Pelanggan Eksternal                       1.010.077      131.464         141.623         (9.330)     1.273.834

    Hasil
     Hasil Segmen                               499.952        46.520          49.598            8.818      604.889
     Beban Langsung tidak
      dapat Dialokasikan                                                                                 (1.181.772)
    Laba Bruto                                                                                              696.951




                                                55
Page 59
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2024 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2024 dan 2023 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

                                                                         31 Desember 2023
                                               Pariwisata   Real Estat      Perdagangan   Eliminasi      Jumlah
                                                                              dan Jasa
                                                  Rp           Rp               Rp           Rp           Rp
     Penghasilan Bunga                                                                                      23.775
     Penghasilan Lainnya                                                                                        33
     Kerugian Selisih Kurs - Bersih                                                                      (250.260)
     Beban Penjualan                                                                                      (28.331)
     Beban Umum dan Administrasi                                                                             (551)
     Beban Lain-lain                                                                                      (98.246)
     Jumlah Beban Usaha                                                                                  (249.739)
    Laba Sebelum Pajak
     dan Beban Keuangan                                                                                   447.212

     Beban Pajak Final                                                                                    (16.981)
     Beban Keuangan                                                                                       (96.369)
     Bagian Rugi Bersih
      Investasi Ventura Bersama                                                                              (763)
     Bagian Rugi Bersih
      Entitas Asosiasi                                                                                     24.016
    Laba Sebelum Pajak                                                                                     357.115
     Beban Pajak Penghasilan                                                                             (115.809)
    Laba Bersih Tahun Berjalan                                                                            241.306
     Kerugian Komprehensif
      Lain Setelah Pajak                                                                                  (87.595)
    Jumlah Laba Komprehensif
     Tahun Berjalan                                                                                       153.711

     Kepentingan Non-pengendali                                                                            (6.117)
    Aset
     Aset Segmen                                2.064.720     1.329.696        213.880     (2.508.554)   1.099.742
     Aset yang Tidak Dapat Dialokasi                                                                     2.643.678
    Total Aset                                                                                           3.743.420

    Liabilitas
     Liabilitas Segmen                            483.883      559.700          77.512       (397.132)    723.963
     Liabilitas yang Tidak Dapat Dialokasi                                                               1.351.217
    Total Liabilitas                                                                                     2.075.180

     Pengeluaran Modal                                                                                    199.889
     Penyusutan dan Amortisasi                                                                             92.306
     Beban Nonkas selain Penyusutan
      dan Amortisasi Tidak Dapat
      Dialokasikan                                                                                         18.726


    Grup tidak menyajikan segmen geografis karena seluruh usaha Grup terkonsentrasi pada satu lokasi di
    Ancol, Jakarta Utara.


41. Perjanjian dan Informasi Penting Lainnya

   a. Berdasarkan Ketetapan Walikotamadya Jakarta Utara selaku Ketua Panitia Pengadaan Tanah (P2T)
      Pelaksanaan Pembangunan untuk Kepentingan Umum Wilayah Kotamadya Jakarta Utara No.
      02/PPT/JU/111/95 tanggal 16 Maret 1995, tanah yang digunakan untuk jalan tol yang termasuk dalam
      HPL No. 1 milik Perusahaan adalah seluas 143.574 m2 dengan nilai ganti rugi sebesar Rp92.842.
      Selisih perhitungan nilai antara Ketetapan Walikotamadya Jakarta Utara tersebut dengan dana ganti
      rugi yang diterima Perusahaan yaitu sebesar Rp16.582 belum dicatat sebagai pendapatan
      Perusahaan, karena menurut manajemen Perusahaan:



                                                  56
Page 60
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2024 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2024 dan 2023 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

     1.   Secara yuridis formal, sisa tagihan belum dapat dikategorikan sebagai piutang Perusahaan karena
          penentuan jumlah nilai seluruh ganti rugi dilakukan secara sepihak oleh Panitia Pengadaan Tanah
          untuk Kepentingan Umum Jalan Tol Pluit - Cilincing (Harbour Road) Kotamadya Jakarta Utara.
          Tidak ada perjanjian kesepakatan jumlah ganti rugi yang melibatkan Perusahaan selaku entitas
          usaha berbadan hukum, sehingga secara validitas, tidak ada dasar bagi Perusahaan untuk
          mengakui sisa tagihan ganti rugi sebagai piutang maupun pendapatan;
     2.   Ditjen Binamarga dengan suratnya No. T.10.100.06.06/729 tanggal 22 September 1999 yang
          ditujukan kepada Gubernur DKI Jakarta, memohon untuk mempertimbangkan agar sisa
          kekurangan pembayaran ganti rugi dapat diselesaikan tanpa ganti rugi, mengingat hal-hal berikut:
               Kondisi keuangan negara saat ini dan ketersediaan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja
                Negara (APBN) yang cenderung semakin terbatas, dan
               Prasarana publik yang dibangun di atas tanah Perusahaan juga memberikan manfaat yang
                sangat besar terhadap pengembangan proyek Perusahaan.

     Berdasarkan surat Perusahaan No. 048/DIR-PJA/II/2002 tanggal 5 Februari 2002 kepada Menteri
     Pemukiman dan Prasarana Wilayah, Perusahaan telah meminta realisasi atas kekurangan ganti rugi
     yang belum diterima. Sampai dengan tanggal laporan ini, penyelesaian selisih tersebut masih dalam
     proses.

  b. Pada tanggal 10 Agustus 2004, Perusahaan mengadakan perjanjian kerja sama dengan PT Paramitha
     Bangun Cipta Sarana (PBCS) untuk membangun, mengalihkan serta mengelola hak atas sarana music
     stadium di area Perusahaan seluas 39.000 m². PBCS memiliki hak pengelolaan atas proyek tersebut
     selama 25 tahun. Setelah masa perjanjian berakhir, PBCS akan mengembalikan pengelolaan kepada
     Perusahaan. PBCS memiliki hak opsi untuk memperpanjang masa pengelolaan maksimal
     25 tahun atas persetujuan tertulis Perusahaan. Atas kerjasama tersebut, Perusahaan berhak
     mendapatkan imbalan sebesar 5% dari sewa jangka panjang dan 6% dari sewa jangka pendek yang
     merupakan bagian dari pendapatan kotor setiap tahunnya. Apabila PBCS terlambat melaksanakan
     penyerahan atas pembagian hasil transaksi penjualan maka dikenakan denda keterlambatan yang
     besarnya denda ditentukan berdasarkan rata-rata bunga deposito 1 (satu) tahun dari 3 (tiga) bank
     pemerintah terkemuka.

     Pada tanggal 26 April 2007, melalui Akta Notaris No. 208 dari Sutjipto S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta,
     Perusahaan telah memberikan persetujuan kepada PBCS untuk mengalihkan kerjasama kepada
     PT Wahana Agung Indonesia (WAI), sebagai perusahaan afiliasi PBCS, yang berlaku sejak tanggal
     ditandatanganinya perjanjian pengalihan.

     Pembagian pendapatan yang disetujui berdasarkan perjanjian adalah:
       Pendapatan yang bersumber dari sewa jangka panjang pihak ketiga yaitu sebesar 5% (lima
        persen) dari pendapatan bruto;
       Pendapatan yang bersumber dari sewa jangka pendek dari pihak ketiga yaitu 6% (enam persen)
        dari pendapatan bruto, dan
       WAI wajib melakukan pembayaran minimal ke Perusahaan sebesar Rp3.250 pada tahun pertama
        pengoperasian dan untuk tahun berikutnya dengan kenaikan minimal 5% (lima persen) per tahun,
        pembayaran tahun pertama sudah diterima.

     Sehubungan keterlambatan pembangunan fisik sehingga mundurnya pelaksanaan pengoperasian
     proyek secara keseluruhan, maka dengan itikad baik Perusahaan, WAI dan PT Wahana Agung
     Indonesia Propertindo (WAIP) sepakat membuat Perjanjian Pengalihan Kerjasama Pembangunan,
     Pengalihan dan Pengoperasian “Music Stadium“ dari WAI ke WAIP yang tertuang dalam perjanjian
     tertanggal 28 Agustus 2009, selanjutnya proyek tersebut akan dilakukan oleh WAIP dan dijadwalkan
     dapat diselesaikan tanggal 30 Nopember 2010 untuk proyek sisi utara dan 30 Juni 2011 untuk proyek
     sisi selatan. Pada tanggal 29 Agustus 2011 dilakukan addendum I (pertama) mengenai penyelesaian
     proyek di sisi Utara yang semula tanggal 30 Nopember 2010 menjadi 29 Agustus 2011 dan dari 30
     Juni 2011 menjadi 29 Desember 2011 untuk sisi selatan. Pada tanggal 18 Desember 2012 dilakukan
     addendum II (kedua) mengenai penyelesaian proyek dari 29 Agustus 2011 untuk sisi utara dan 28
     Desember 2011 untuk sisi selatan, menjadi 20 Desember 2012 untuk pengalihan proyek secara parsial
     dan 31 Juli 2013 untuk pengalihan proyek secara keseluruhan.

                                                   57
Page 61
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2024 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2024 dan 2023 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

       Kemudian Perusahaan melakukan berita acara serah terima secara parsial Pengalihan dan
       Pengoperasian Bangunan Music Stadium masing-masing melalui Berita Acara (BA) No.
       021/DIRPJA/XII/2012 - 001/BA/DIR-WAIP/ XII/2012 dan No. 020/DIR-PJA/XII/2012 - No.
       002/BA/DIRWAIP/XII/2012 tanggal 20 Desember 2012 dan secara keseluruhan Pengalihan dan
       Pengoperasian Bangunan Music Stadium masing-masing melalui Berita Acara (BA) No. 003/DIR-
       PJA/VII/2013 - No. 003/BA/DIR-WAIP/VII/2013 dan No. 004/DIR-PJA/VII/2013 - 004/BA/DIR-
       WAIP/VII/2013 tanggal 31 Juli 2013, dengan ini perusahaan sepakat dan setuju untuk menyerahkan
       bangunan tersebut untuk dioperasikan oleh WAIP selama 25 tahun.

  c.   Kelanjutan proyek reklamasi Pantai Utara Jakarta yang berada di kawasan Ancol mengalami
       penyesuaian dengan adanya perencanaan ulang penataan ruang kawasan reklamasi Pantai Utara
       Jakarta yang diatur melalui Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta No. 121 Tahun 2012 tentang
       Penataan Ruang Kawasan Reklamasi Pantai Utara Jakarta dan peraturan perundang-undangan terkait
       lainnya, sehingga kemudian dilakukan penyesuaian terhadap izin-izin reklamasi yang sebelumnya
       telah diterbitkan dan diperoleh Perusahaan. Izin-izin reklamasi baru yang diperoleh Perusahaan
       setelah dilakukan penyesuaian sebagaimana dimaksud di atas menjadi sebagai berikut:
         - Izin Prinsip Reklamasi Pulau I dengan Surat Gubernur Propinsi DKI Jakarta No. 1275/-1.794.2
           tanggal 21 September 2012 dengan luas 202,5 Ha, yang kemudian diperpanjang dengan Surat
           Gubernur Propinsi DKI Jakarta No. 994/-1/794.2 tanggal 7 September 2015.
         - Izin Prinsip Reklamasi Pulau J dengan Surat Gubernur Propinsi DKI Jakarta No. 1276/-1.794.2
           tanggal 21 September 2012 dengan luas 316 Ha, yang kemudian diperpanjang dengan Surat
           Gubernur Propinsi DKI Jakarta No. 995/-1.794.2 tanggal 7 September 2015.
         - Izin Prinsip Reklamasi Pulau K dengan Surat Gubernur Propinsi DKI Jakarta No. 1295/-1.794.2
           tanggal 21 September 2012 dengan luas 32 Ha, yang kemudian diperpanjang dengan Surat
           Gubernur Propinsi DKI Jakarta No. 540/-1.794.2 tanggal 10 Juni 2014. Bahwa kemudian terhadap
           izin prinsip Pulau K tersebut telah terbit Surat Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta No. 2485
           Tahun 2015 tentang Pemberian Izin Pelaksanaan Reklamasi Pulau K kepada Perusahaan pada
           tanggal 17 November 2015.
         - Izin Prinsip Reklamasi Pulau L dengan Surat Gubernur Provinsi DKI Jakarta No. 1296/-1.794.2
           tanggal 21 September 2012 dengan luas 481 Ha.

       Bahwa pada tanggal 26 September 2018 Gubernur Provinsi DKI Jakarta melalui jumpa pers di
       Balaikota Jakarta secara resmi mengumumkan pemberhentian proyek reklamasi Pantai Utara Jakarta,
       yang kemudian diikuti dengan pencabutan izin-izin reklamasi yang telah diterbitkan sebelumnya,
       termasuk izin-izin reklamasi yang diperoleh Perusahaan sebagaimana dimaksud di atas. Terhadap
       keputusan pemberhentian tersebut, kemudian Perusahaan menerima surat keputusan pencabutan
       terhadap izin-izin reklamasi yang dimiliki Perusahaan sebagai berikut:
       1. Surat Gubernur Provinsi DKI Jakarta No. 1041/-1.794.2 tanggal 6 September 2018 Perihal
          Pencabutan:
          a) Surat Gubernur Provinsi DKI Jakarta tanggal 21 September 2012 No. 1276/-1.794.2 (Pulau J);
          b) Surat Gubernur Provinsi DKI Jakarta tanggal 21 September 2012 No. 1296/-1.794.2 (Pulau L);
          c) Surat Gubernur Provinsi DKI Jakarta tanggal 21 September 2012 No. 1275/-1.794.2 (Pulau I).

       2. Surat Keputusan Gubernur DKI Jakarta No. 1410 Tahun 2018 Tentang Pencabutan Keputusan
          Gubernur No. 2485 Tahun 2015 Tentang Pemberian Izin Pelaksanaan Reklamasi Pulau K Kepada
          Perusahaan.

       Bahwa Perusahaan kemudian melakukan koordinasi intensif kepada Gubernur Provinsi DKI Jakarta
       dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk membahas
       rencana kerja Perusahaan kedepannya. Rencana kerja tersebut kemudian disampaikan oleh
       Perusahaan kepada Gubernur Provinsi DKI Jakarta melalui Surat No. 011/DIR-PJA/EXT/XI/2018
       tanggal 27 November 2018 tentang rencana pengembangan ikon Dunia Fantasi dengan melakukan
       perluasan kawasan rekreasi Dunia Fantasi melalui pembangunan wahana Ocean Fantasi yang
       terintegrasi dengan wahana Dunia Fantasi eksisting dan rencana perluasan kawasan rekreasi kawasan
       Taman Impian pada area Ancol Timur. Melalui surat yang sama, terhadap rencana kerja tersebut
       kemudian Perusahaan mengajukan permohonan kepada Gubernur Provinsi DKI Jakarta untuk dapat

                                                    58
Page 62
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2024 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2024 dan 2023 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

       menerbitkan izin prinsip perluasan kawasan rekreasi Dunia Fantasi seluas ± 35 Ha dan Kawasan
       Rekreasi Taman Impian pada area Ancol Timur seluas ± 120 Ha.

       Bahwa berdasarkan persetujuan prinsip perluasan kawasan rekreasi Dunia Fantasi (DUFAN) seluas ±
       35 Ha dan kawasan rekreasi Taman Impian Ancol Timur seluas ± 120 Ha berdasarkan surat Gubernur
       DKI Jakarta tanggal 24 Mei 2019 Nomor 462/-1.711.511 dan berdasarkan surat Perusahaan Nomor
       010/DIR-PJA/EXT/II/2020 tanggal 13 Februari 2020 perihal Permohonan Penerbitan Izin Pelaksanaan
       Perluasan Kawasan, pada tanggal 24 Februari 2020 diterbitkan Keputusan Gubernur DKI Jakarta
       Nomor 237 Tahun 2020 tentang Izin Pelaksanaan Perluasan Kawasan Rekreasi Dunia Fantasi
       (DUFAN) seluas ± 35 Ha dan Kawasan Rekreasi Taman Impian Ancol Timur seluas ± 120 Ha, yang
       pada intinya memberikan Izin Pelaksanaan Perluasan Kawasan Rekreasi Dunia Fantasi (DUFAN)
       seluas ± 35 Ha dan Kawasan Rekreasi Taman Impian Ancol Timur seluas ± 120 Ha kepada
       Perusahaan dengan ketentuan-ketentuan yang wajib dipenuhi oleh Perusahaan sebelum
       pelaksanaannya dan dilakukan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

       Bahwa kemudian sebagai tindak lanjut atas pengembangan kawasan ancol tersebut di atas dan
       dengan berdasarkan pada ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, pada tanggal 13
       September 2023 Perusahaan telah memperoleh Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan
       Ruang Laut Nomor 13092310513100010 seluas 202.95 Ha yang diterbitkan melalui sistem Perizinan
       Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik atau Online Single Submission yang ditandatangani secara
       elektronik oleh Menteri Investasi / Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal atas nama Menteri
       Kelautan dan Perikanan. Izin sebagaimana dimaksud menjadi dasar bagi Perusahaan untuk
       melanjutkan pengurusan izin pengembangan kawasan ancol selanjutnya sesuai ketentuan peraturan
       perundang-undangan yang berlaku.

  d. Berikut ini adalah pihak yang signifikan terkait dengan perjanjian sewa dan sponsorship:

       Entitas                   Pihak                    Periode Kontrak             Bagi Hasil              Nilai Kontrak   Pendapatan
                                                                                                                               Jun 2024
        PJA      PT Pertamina Gas                           2014 - 2039     Penyewaan Lahan                         76.977         1.540
        PJA      PT Pertamina Gas                           2016 - 2041     Penyewaan Lahan                         72.418         1.448
        PJA      PT Perusahaan Gas Negara                   2015 - 2040     Penyewaan Lahan                         72.418         1.448
        TIJA     PT Sinar Sosro                             2022 - 2025     Kerjasama Promosi dan Penjualan         46.468         7.740
        PJA      PT Inti Bangun Sejahtera Tbk               2018 - 2028     Penyewaan Lahan                         41.500         2.075
        PJA      PT Perusahaan Gas Negara                   2013 - 2038     Penyewaan Lahan                         40.325           806
        TIJA     PT Fauna Land Ancol                        2016 - 2035     Penyewaan Lahan                         24.500           645
        PJA      PT Indosat Tbk                             2020 - 2025     Penyewaan Lahan                         20.620         2.062
        PJA      PT Ketrosden Triasmitra                    2012 - 2032     Penyewaan Lahan                          6.665           166
        PJA      PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk     2021 - 2024     Penyewaan Lahan                          4.244           707
         PJA     PT Excelcomindo Pratama                    2005 - 2025     Penyewaan Lahan                          1.927           44




  e. Berikut ini adalah pihak yang signifikan terkait dengan perjanjian sewa berdasarkan persentase bagi
     hasil:

       Entitas                     Pihak                          Periode Kontrak               Presentase             Pendapatan
                                                                                                Bagi Hasil              Juni 2024

        TIJA     PT Djamanmas Pangan Nusa                            2014 - 2024                   6%                              4.713
        TIJA     PT Rekso Nasional Food                              2015 - 2025                   15%                             2.837
        TIJA     PT Arif Cipta Mandiri                               2019 - 2024                   20%                             2.426
        TIJA     PT Jimbaran Jaya                                    2003 - 2028                   20%                             2.210
        TIJA     CV Nusa Prima Pangan                                2022 - 2028                   15%                             2.068
        TIJA     PT Seribu Satu Rasa                                 2021 - 2027                   10%                             1.662
        TIJA     Kalaha Tan                                          2020 - 2025                   25%                             1.143
        TIJA     Simpang Raya                                        2023 - 2024                   11%                               484
        TIJA     PT Prima Usaha Era Mandiri                          2018 - 2024                   10%                               479

  f.   Perusahaan menandatangani Perjanjian Kerja Sama terkait pemanfaatan tanah/lahan di Kawasan
       Ancol untuk Penyelenggaraan Acara/Event dengan PT Jakarta Propertindo (Perseroda) Nomor X/DIR-
       PJA/XI/2021 pada tanggal 17 November 2021 dengan jangka waktu kerjasama penggunaan lahan


                                                                59
Page 63
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2024 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2024 dan 2023 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

      dalam perjanjian tersebut selama 3 tahun, adapun penggunaan area obyek pemanfaatan dalam jangka
      waktu tersebut mengikuti kalender acara penyelenggaraan event sesuai penggunaan PT Jakarta
      Propertindo (Perseroda) dalam jangka waktu tersebut.

42. Perkara Hukum

   a. Pada tanggal 25 Oktober 2022, PT Arkindo (selaku Penggugat) mengajukan gugatan perbuatan
      melawan hukum tertanggal 25 Oktober 2022 ke Pengadilan Negeri Jakarta Utara terhadap:
      1. PT Taman Impian Jaya Ancol (PT TIJA) (selaku Tergugat I);
      2. PT PJA (selaku Tergugat II);
      3. PT Bank DKI c.q. Bank DKI Kantor Layanan Pintu Besar Selatan (selaku Turut Tergugat I);
      4. PT Jamkrida Jakarta (selaku Turut Tergugat).

      Berdasarkan dokumen gugatan diperoleh informasi bahwa gugatan didasarkan pada kontrak Nomor:
      001/P/DIR-TIJA/PP/VIII/21 tanggal 16 Agustus 2021 tentang Masjid Apung Ancol (“Kontrak”) dimana
      PT Arkindo (Penggugat) sebagai kontraktor/penerima pekerjaan dan PT TIJA (Tergugat) sebagai
      pemilik proyek/pemberi pekerjaan dengan jenis Kontrak turnkey (putar kunci) yang merupakan kontrak
      mengenai pembangunan suatu proyek dalam hal kontraktor/penerima pekerjaan setuju untuk
      membangun proyek secara lengkap sampai selesai termasuk pemasangan semua perlengkapannya
      sehingga proyek siap dioperasikan. PT Arkindo (Penggugat) wajib melaksanakan dan menyelesaikan
      pekerjaan terhitung sejak tanggal 16 Agustus 2021 sampai dengan 15 Juni 2022.

      Dalam pelaksanaannya sampai dengan batas waktu penyelesaian dan penyerahan pekerjaan sesuai
      Kontrak, PT Arkindo (Penggugat) tidak dapat menyelesaikan pekerjaan Masjid Apung Ancol secara
      penuh dan tuntas sampai dengan pekerjaan mencapai prestasi 100% (seratus persen) sesuai dengan
      batas waktu penyelesaian dan penyerahan pekerjaan yang diatur di dalam Kontrak, yaitu pada tanggal
      15 Juni 2022, sehingga berdasarkan ketentuan yang diatur di dalam Kontrak PT TIJA melakukan
      pembatalan Kontrak terhadap PT Arkindo pada tanggal 15 Juni 2022 dengan segala konsekuensi
      akibat pembatalan Kontrak ditanggung oleh PT Arkindo sesuai ketentuan yang diatur di dalam Kontrak.

      Bahwa kemudian gugatan telah diterima oleh Pengadilan Negeri Jakarta Utara pada tanggal 25
      Oktober 2022 dan tercatat dengan nomor register perkara 709/Pdt.G/2022/PN.Jkt.Utr. panggilan
      sidang (relaas) diterima masing-masing oleh PT TIJA dan PT PJA dari Pengadilan Negeri Jakarta
      Utara Kelas I A Khusus pada tanggal 15 November 2022.

      Pada tanggal 4 Desember 2023, Pengadilan Negeri Jakarta Utara memutus perkara
      709/Pdt.G/2022/PN.Jkt.Utr. yang diucapkan dalam sidang terbuka yang dihadiri oleh kuasa hukum
      Penggugat (PT Arkindo), kuasa hukum Tergugat I (PT TIJA), kuasa hukum Tergugat II (Perusahaan),
      kuasa hukum Turut Tergugat I (PT Bank DKI c.q. Bank DKI Kantor Layanan Pintu Besar Selatan),
      kuasa hukum Turut Tergugat II (PT Jamkrida Jakarta), yang amar putusannya sebagai berikut:

      Dalam Konvensi.

      Dalam Eksepsi.
      Mengabulkan eksepsi Tergugat I dan Tergugat II.

      Dalam Pokok Perkara.
      a. Menyatakan gugatan Penggugat tidak dapat diterima. (Niet Ontvankelike Veerklaard).
      b. Menghukum Penggugat untuk membayar biaya timbul dalam perkara ini.

      Dalam Rekonvensi.
      Menyatakan gugatan Penggugat Rekonvensi/Tergugat Konvensi tidak             dapat diterima (Niet
      Ontvankelike Veerklaard).




                                                  60
Page 64
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2024 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2024 dan 2023 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

      Dalam Konvensi dan Rekonvensi
      Menghukum Penggugat Konvensi / Tergugat Rekonvensi untuk membayar biaya yang timbul dalam
      perkara ini hingga kini ditaksir sebesar Rp1.153.000 (dalam rupiah penuh);

      Bahwa pada tanggal 18 Desember 2023, secara daring melalui e-court, PT Arkindo selaku
      Pembanding (d/h Penggugat) telah mengajukan permohonan pernyataan banding atas putusan
      Pengadilan Negeri Jakarta Utara No.709/Pdt.G/2021/PN.JKT.Utr tersebut di atas, yang kemudian
      diberitahukan kepada PT Taman Impian Jaya Ancol selaku Terbanding I (d/h Tergugat I) dan
      Perusahaan selaku Terbanding II (d/h Tergugat II) pada tanggal 20 Desember 2023 dan kemudian
      tercatat dengan nomor register perkara No. 245/PDT/2024/PT DKI.

      Pada tanggal 21 Maret 2024, kuasa hukum Perusahaan telah menerima Putusan Pengadilan Tinggi
      DKI Jakarta nomor No. 245/PDT/2024/PT DKI tanggal 19 Maret 2024 melalui e-court yang pada
      pokoknya menginformasikan bahwa Pengadilan Tinggi DKI Jakarta telah memutus perkara nomor No.
      245/PDT/2024/PT DKI yang amar putusannya sebagai berikut:

     1. Menerima permohonan banding dari Pembanding semula Penggugat;
     2. Menguatkan putusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara Nomor 709/Pdt.G/2022/PN Jkt.Utr tanggal
        4 Desember 2023 yang dimohonkan banding;
     3. Menghukum Pembanding semula Penggugat untuk membayar biaya perkara dalam kedua tingkat
        pengadilan, yang untuk tingkat banding ditetapkan sejumlah Rp150.000 (dalam rupiah penuh);

      Bahwa berdasarkan informasi yang diperoleh dari Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP)
      Pengadilan Negeri Jakarta Utara diperoleh informasi bahwa PT Arkindo telah mengajukan pernyataan
      permohonan upaya hukum kasasi terhadap putusan nomor 245/PDT/2024/PT DKI juncto nomor
      709/Pdt.G/2022/PN Jkt.Utr pada tanggal 4 April 2024.

      Sampai dengan laporan ini disampaikan, perkara ini masih dalam tahap proses kasasi.

   b. Pada tanggal 5 April 2023, PT Mata Elang Internasional Stadium (PT MEIS) (selaku Penggugat)
      mengajukan gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) ke Pengadilan Negeri Jakarta Utara terhadap
      PT Wahana Agung Indonesia Propertindo (PT WAIP) (selaku Tergugat) dan Perusahaan (selaku Turut
      Tergugat). Berdasarkan dokumen gugatan diperoleh informasi bahwa gugatan didasarkan pada
      perjanjian sewa menyewa antara PT WAIP (pihak menyewakan) dan PT MEIS (pihak penyewa)
      sebagaimana yang dinyatakan dalam akta Notaris Edison Jingga, SH. No. 78 tanggal 21 Maret 2012
      tentang Perjanjian Sewa Menyewa yang telah dibatalkan melalui putusan Pengadilan Negeri Jakarta
      Selatan nomor 297/Pdt.G/2014/PN.Jkt.Utr. tanggal 18 Agustus 2015 juncto putusan Pengadilan Tinggi
      DKI Jakarta nomor 629/PDT/2016/PT.DKI tanggal 16 Desember 2016 juncto Putusan Mahkamah
      Agung Republik Indonesia nomor 2430 K/Pdt/2018 tanggal 30 Oktober 2018 juncto Putusan
      Peninjauan Kembali nomor 547 PK/Pdt/2018 tanggal 24 Agustus 2020.

     Bahwa kedudukan Perusahaan dalam gugatan ini adalah karena adanya perjanjian Build Transfer
     Operate (BTO) antara Perusahaan dengan PT WAIP, dimana setelah selesai masa pembangunan
     proyek BTO, PT WAIP memiliki hak mengoperasikan proyek BTO tersebut, termasuk menyewakan
     kepada pihak ketiga, dalam perkara ini pihak ketiga dimaksud adalah PT MEIS.

     Bahwa kemudian gugatan telah diterima oleh Pengadilan Negeri Jakarta Utara pada tanggal 6 April
     2023 dan tercatat dengan nomor register perkara 225/Pdt.G/2023/PN.Jkt.Utr. Relaas panggilan sidang
     diterima oleh Perusahaan dari Pengadilan Negeri Jakarta Utara Kelas I A Khusus tanggal 13 April
     2023.

     Pada tanggal 20 September 2023, Pengadilan Negeri Jakarta Utara memutus perkara
     225/Pdt.G/2023/PN.Jkt.Utr. yang diucapkan dalam sidang terbuka yang amar putusannya sebagai
     berikut:



                                                  61
Page 65
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2024 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2024 dan 2023 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

      Dalam Eksepsi
      Menolak eksepsi Tergugat dan Turut untuk seluruhnya.

      Dalam Pokok Perkara
      1. Mengabulkan gugatan Penggugat untuk sebagaian;
      2. Menyatakan segala bentuk perbuatan Tergugat yang dilakukan terhadap Penggugat sehingga
         Penggugat mengalami kerugian materiel dalam perkara aquo adalah merupakan perbuatan
         melawan hukum;
      3. Menghukum Tergugat untuk membayar dan mengembalikan kerugian materiel dengan cara tunai
         dan sekaligus kepada Penggugat sebesar Rp45.000.000.000 (dalam rupiah penuh);
      4. Menghukum Turut Tergugat untuk tunduk pada putusan atas perkara ini;
      5. Menghukum Tergugat untuk membayar biaya perkara ini sebesar Rp595.000 (lima ratus sembilan
         puluh lima ribu rupiah);
      6. Menolak gugatan Penggugat untuk selain dan selebihnya;

      Pada tanggal 29 September 2023, berdasarkan informasi yang diperoleh dari Sistem Infomasi
      Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Negeri Jakarta, PT WAIP telah mengajukan pernyataan
      permohonan upaya hukum banding terhadap putusan perkara 225/Pdt.G/2023/PN.Jkt.Utr. tanggal 20
      September 2023 kepada Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Bahwa kemudian pada tanggal 18 Oktober
      2023, melalui e-court, kuasa hukum Perusahaan telah menerima scan putusan perkara nomor
      225/Pdt.G/2023/PN.Jkt.Utr. tanggal 20 September 2023 yang kemudian diikuti dengan pemberitahuan
      memori banding dan berkas memori banding yang diajukan oleh PT WAIP selaku Pembanding (d/h
      Tergugat I) pada tanggal 19 Oktober 2023 yang kemudian telah ditindaklanjuti dengan penyerahan
      kontra memori banding oleh Perusahaan selaku Turut Terbanding (d/h Turut Tergugat) pada tanggal
      26 Oktober 2023. Bahwa terhadap upaya hukum banding tersebut kemudian tercatat dengan nomor
      register 1195/PDT/2023/PT DKI.

      Pada tanggal 4 Januari 2023, kuasa hukum Perusahaan telah menerima Putusan Pengadilan Tinggi
      DKI Jakarta nomor 1195/PDT/2023/PT DKI tanggal 20 Desember 2023 melalui e-court yang pada
      pokoknya menginformasikan bahwa Pengadilan Tinggi DKI Jakarta telah memutus perkara nomor
      1195/PDT/2023/PT DKI yang amar putusannya sebagai berikut:

       Menerima permohonan banding dari Pembanding semula Tergugat;
       Menguatkan Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara Nomor 225/Pdt.G/2023/PN.Jkt.Utr. tanggal
        20 September 2023;
       Menghukum Pembanding semula Tergugat untuk membayar biaya perkara dalam kedua tingkat
        pengadilan, yang dalam tingkat banding ditetapkan sejumlah Rp. 150.000 (dalam rupiah penuh);

      Bahwa kemudian berdasarkan informasi yang diperoleh dari Sistem Informasi Penelusuran Perkara
      (SIPP) Pengadilan Negeri Jakarta Utara diperoleh informasi bahwa PT WAIP telah mengajukan
      pernyataan permohonan upaya hukum kasasi terhadap putusan nomor 225/Pdt.G/2023/PN.Jkt.Utr.
      juncto nomor 1195/PDT/2023/PT DKI pada tanggal 10 Januari 2023.

      Sampai dengan laporan ini disampaikan, perkara ini masih dalam tahap proses kasasi.

43. Instrumen Keuangan dan Manajemen Risiko Keuangan

   Manajemen risiko Perusahaan adalah suatu proses yang dilaksanakan oleh personil Perusahaan sebagai
   salah satu dasar dalam penentuan strategi, dirancang untuk mengidentifikasi peristiwa atau keadaan yang
   berpotensi negatif terhadap pencapaian tujuan korporasi dan mengelola risiko tersebut agar masuk dalam
   risk appetite (risiko yang dapat diterima) Perusahaan untuk menjamin secara rasional pencapaian tujuan
   Perusahaan.

    Dalam melaksanakan manajemen risiko, Perusahaan melakukan identifikasi, penaksiran, respon,
    pengendalian, informasi dan komunikasi serta pemantauan atas risiko Perusahaan.


                                                   62
Page 66
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2024 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2024 dan 2023 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

   1. Risiko keuangan utama yang harus dikelola adalah risiko kredit, risiko likuiditas dan risiko pasar yang
      terdiri dari risiko suku bunga dan risiko mata uang asing.

      i. Risiko Kredit
         Risiko kredit adalah kerugian yang timbul dari kegagalan pelanggan memenuhi kewajiban
         kontraktual mereka. Instrumen keuangan Perusahaan yang mempunyai potensi atas risiko kredit
         terdiri dari kas dan setara kas, piutang usaha dan piutang lain-lain. Jumlah eksposur risiko kredit
         maksimum sama dengan nilai tercatat atas akun-akun tersebut (rincian umur piutang usaha). Pada
         tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023 piutang usaha Perusahaan tidak terkonsentrasi pada
         pelanggan tertentu.

         Perusahaan mengelola risiko kredit dengan cara melakukan seleksi pelanggan, bank dan institusi
         keuangan serta penetapan kebijakan cara pembayaran penjualan dan pengalihan risiko dengan
         penutupan asuransi, mengusahakan penyandang dana untuk pelanggan.

         Tabel berikut menyajikan eksposur maksimum risiko kredit Perusahaan atas instrumen keuangan
         pada laporan posisi keuangan konsolidasian:

                                                        30 Juni 2024                           31 Desember 2023
                                            Nilai Tercatat        Exposure Maksimum   Nilai Tercatat     Exposure Maksimum
         Aset Keuangan
         Kas dan Setara Kas                           330.074               330.074            411.446             411.446
         Piutang Usaha                                 52.803                39.843             62.237              62.237
         Investasi Jangka Panjang Lainnya             128.936               128.936            128.936             128.936
         Jumlah Aset Keuangan                         511.813               498.853            602.619             602.619



         Grup mengelola risiko kredit yang terkait dengan rekening bank dan piutang dengan memonitor
         reputasi, peringkat kredit, dan membatasi risiko agregat dari masing-masing pihak dalam kontrak.

         Kualitas kredit dari aset keuangan baik yang belum jatuh tempo atau tidak mengalami penurunan
         nilai dapat dinilai dengan mengacu pada peringkat kredit eksternal (jika tersedia) atau mengacu
         pada informasi historis mengenai tingkat gagal bayar debitur.

         Grup telah mencatat penyisihan penurunan nilai atas penurunan piutang usaha yang telah jatuh
         tempo (Catatan 4).

         Aset keuangan yang belum jatuh tempo yang terindikasi risiko kredit terutama dari kas dan setara
         kas dan piutang usaha.

         Manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat risiko kredit yang signifikan atas penempatan dana
         di bank, karena penempatan dana hanya ditempatkan pada bank-bank yang berpredikat baik.

         Manajemen berpendapat bahwa piutang usaha yang belum jatuh tempo tidak memiliki risiko kredit
         yang signifikan, karena piutang usaha atas penjualan unit properti, dijamin dengan properti yang
         sama, dimana jumlah eksposure risikonya lebih rendah dari nilai jaminannya, sedangkan piutang
         usaha nonproperti berasal dari pelanggan-pelanggan yang memiliki rekam jejak yang baik.

     ii. Risiko Likuiditas
         Risiko likuiditas adalah risiko dimana perusahaan tidak bisa memenuhi liabilitas pada saat jatuh
         tempo.

         Eksposur risiko likuiditas berupa kesulitan Perusahaan dalam memenuhi liabilitas keuangan yang
         harus dibayar dengan kas atau aset keuangan lainnya. Perusahaan diharapkan dapat membayar
         seluruh liabilitasnya sesuai dengan jatuh tempo kontraktual. Agar dapat memenuhi liabilitas
         tersebut, Perusahaan harus menghasilkan arus kas masuk yang cukup.



                                                             63
Page 67
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2024 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2024 dan 2023 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

         Grup mengelola risiko likuiditas dengan mempertahankan kas dan setara kas yang mencukupi
         dalam memenuhi komitmen Perusahaan untuk operasi normal dan secara rutin mengevaluasi
         proyeksi arus kas dan arus kas aktual, serta jadwal tanggal jatuh tempo aset dan kewajiban
         keuangan.

         Tabel berikut merangkum liabilitas keuangan Perusahaan per 30 Juni 2024 dan
         31 Desember 2023 pada saat jatuh tempo berdasarkan kontrak pembayaran yang tidak
         didiskontokan:

                                                                                 30 Juni 2024
         Liabilitas                    Tidak ditentukan         < 1 Tahun         > 1 - 5 tahun    Biaya Emisi     Nilai Tercatat

           Utang Usaha dan Lain-lain                  --             45.051                   --              --           45.051
           Beban Akrual                         249.970                     --                --              --          249.970
           Utang Bank                                 --            250.000             495.360          (7.200)          738.160
           Utang Obligasi                             --                    --           65.400           (118)            65.282
           Jaminan Pelanggan
             dan Deposit lainnya                 15.697                     --                --              --           15.697
           Liabilitas Sewa                            --              2.478              85.958               --           88.436

         Jumlah                                 265.667             297.529             646.718          (7.318)        1.202.596



                                                                            31 Desember 2023
         Liabilitas                    Tidak ditentukan         < 1 Tahun       > 1 - 5 tahun      Biaya Emisi     Nilai Tercatat

           Utang Usaha dan Lain-lain                  --             27.589                   --              --           27.589
           Beban Akrual                         218.363                     --                --              --          218.363
           Utang Bank                                 --             41.280             624.720          (7.885)          658.115
           Utang Obligasi                             --             65.432             149.568           (219)           214.781
           Jaminan Pelanggan
             dan Deposit lainnya                 13.397                     --                --              --           13.397
           Liabilitas Sewa                            --              3.126              97.079               --          100.205

         Jumlah                                 231.760             137.427             871.367          (8.104)        1.232.450



     iii. Risiko nilai tukar mata uang asing
          Risiko nilai tukar mata uang asing didefinisikan sebagai penurunan nilai aset/pendapatan atau
          peningkatan nilai liabilitas/pengeluaran yang disebabkan fluktuasi nilai tukar mata uang asing
          tersebut.

  2. Risiko Perubahan Kebijakan Pemerintah, Kondisi Ekonomi dan Sosial Politik.
     Kebijakan Pemerintah baik yang menyangkut ekonomi dan moneter, serta kondisi sosial dan politik
     yang kurang kondusif akan berakibat menurunnya investasi dan pembangunan. Hal ini dapat
     mengakibatkan tertundanya proyek-proyek yang telah maupun akan diperoleh Grup. Risiko ini
     merupakan risiko yang bersifat sistemik (systematic risk) dimana bila risiko ini terjadi maka akan
     mempengaruhi secara negatif seluruh variable yang terlibat, sehingga membuat kinerja menurun,
     bahkan diversifikasipun belum mampu menghilangkan risiko ini.

  3. Nilai Wajar
     Tabel di bawah ini menggambarkan nilai tercatat dan nilai wajar dari aset dan liabilitas keuangan:




                                                           64
Page 68
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2024 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2024 dan 2023 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

                                                       30 Juni 2024                      31 Desember 2022
                                              Nilai Tercatat    Nilai Wajar       Nilai Tercatat   Nilai Wajar
       Aset Keuangan
        Kas dan Bank                                 330.074           330.074           411.446        411.446
        Piutang Usaha                                 52.803            39.843            62.237         62.237
        Aset Lain-lain                                19.684            19.684            11.131         11.131
       Total                                         402.561           389.601           484.814        484.814

       Liabilitas Keuangan
         Utang Usaha dan Lain-lain                    45.051            45.051            27.589         27.589
         Utang Bank                                  738.160           738.160           658.115        658.115
         Beban Akrual                                249.833           249.833           218.363        218.363
       Total                                       1.033.044          1.033.044          904.067        904.067

       Manajemen berpendapat bahwa nilai buku dari aset dan liabilitas keuangannya mendekati nilai wajar
       dari aset dan liabilitas keuangan tersebut pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023, karena
       dampak pendiskontoan yang tidak signifikan.

44. Manajemen Permodalan

   Tujuan dari Perusahaan dalam mengelola permodalan adalah untuk melindungi kemampuan entitas
   dalam mempertahankan kelangsungan usaha, sehingga entitas dapat tetap memberikan hasil bagi
   pemegang saham dan manfaat bagi pemangku kepentingan lainnya, dan untuk memberikan imbal hasil
   yang memadai kepada pemegang saham dengan menentukan harga produk dan jasa yang sepadan
   dengan tingkat risiko.

   Grup menetapkan sejumlah modal sesuai proporsi terhadap risiko. Perusahaan mengelola struktur modal
   dan membuat penyesuaian dengan memperhatikan perubahan kondisi ekonomi dan karakteristik risiko
   aset yang mendasari. Konsisten dengan perusahaan lain dalam industri, Perusahaan memonitor modal
   dengan dasar rasio utang terhadap modal yang disesuaikan. Rasio ini dihitung sebagai berikut: Liabilitas
   neto dibagi modal yang disesuaikan. Liabilitas neto merupakan total liabilitas (sebagaimana jumlah dalam
   laporan posisi keuangan) dikurangi kas dan setara kas. Modal yang disesuaikan terdiri dari seluruh
   komponen ekuitas (meliputi modal saham dan saldo laba).

   Rasio liabilitas terhadap modal yang disesuaikan pada 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023 adalah
   sebagai berikut:

                                                                          30 Juni 2024        31 Desember 2022
    Jumlah Liabilitas                                                             1.992.163            2.075.180
    Dikurangi Kas dan Setara Kas                                                  (330.074)            (411.446)
    Liabilitas Bersih                                                             1.662.089            1.663.734
    Jumlah Ekuitas yang Dapat Diatribusikan
      kepada Pemilik Entitas Induk                                                1.655.924            1.647.160
    Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas                                             100,37%              101,01%




                                                      65
Page 69
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2024 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2024 dan 2023 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

45. Informasi Tambahan untuk Arus Kas

    Perusahaan memiliki transaksi non kas untuk 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023 sebagai berikut:

                                                                        30 Juni 2024         31 Desember 2023
    Penambahan Aset Tetap Melalui Utang Lain-lain                                10.801                  9.454
    Penambahan Investasi Jangka
     Panjang Lainnya Melalui Reklasifikasi
     Investasi pada Entitas Asosiasi                                                    --             265.669
    Jumlah                                                                       10.801                275.123


    Tabel dibawah ini menunjukan rekonsiliasi liabilitas yang timbul dari aktivitas pendanaan untuk periode
    yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023, sebagai berikut:

                                                                     30 Juni 2024
                                           Saldo Awal         Arus Kas         Perubahan         Saldo Akhir
                                                                                Non Kas

    Utang Bank                                      658.115         79.360                 685         738.160
    Utang Obligasi                                  214.781      (149.600)                 101          65.282
    Liabilitas Sewa                                 100.205        (5.713)             (6.056)          88.436


                                                                  31 Desember 2023
                                           Saldo Awal         Arus Kas       Perubahan           Saldo Akhir
                                                                               Non Kas
    Utang Bank                                      901.704      (242.870)              (719)          658.115
    Utang Obligasi                                  214.543             --                238          214.781
    Liabilitas Sewa                                 101.654       (12.376)             10.927          100.205



46. Tanggung Jawab Manajemen atas Laporan Keuangan Konsolidasian Interim

    Manajemen Perusahaan bertanggung jawab terhadap penyusunan dan penyajian laporan keuangan
    konsolidasian interim. Laporan keuangan konsolidasian interim telah diotorisasi untuk terbit oleh Direksi
    pada tanggal 25 Juli 2024.




                                                        66

File

File Open PDF
Source IDX
Size1.35 MB
Published25 Jul 2024
Pages69
Characters288,847
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 159 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk p.1 ×220
linked org Pemerintah Provinsi p.9 ×2
linked person Sofyan A. Djalil p.9 ×2
linked person Yohannes Henky Wijaya p.9
linked person Suhardi Alius p.9
linked person Cahyo Satriyo Prakoso p.10
linked person Daniel Nainggolan p.10
linked person Eddy Prastiyo p.10
linked person Teti Eko Pratiwi p.10
linked person Loso Judijanto p.10
linked org Pemerintah Daerah DKI p.15
linked org Bank Mandiri (Persero) Tbk p.30 ×3
linked org Bank Central Asia Tbk p.30 ×2
linked org Bank Permata Tbk p.30 ×8
linked org Bank Maybank Indonesia Tbk p.30 ×4
linked org Jaya Real Property Tbk p.36 ×8
linked org PT Jakarta Tollroad Development p.38 ×3
linked org PT Asuransi Central Asia p.43
linked org PT Asuransi Umum Mega p.43
linked org Dana Pensiun p.51
linked org Inti Bangun Sejahtera Tbk p.62 ×2
linked org PT Ketrosden Triasmitra p.62
possible org Negara Republik Indonesia p.9
possible — Pemda DKI p.9 ×6
possible person Wardiman p.11
possible org Bursa Efek Indonesia p.12 ×2
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.12 ×2
possible org Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk p.30 ×12
possible org Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk p.30 ×2
possible org Indosat Tbk p.62 ×2
unresolved person Achmad Abid p.9
unresolved person Sutjipto · Notaris p.9 ×2
unresolved org Menteri Kehakiman Republik Indonesia p.9
unresolved person Aulia Taufani · Notaris p.9 ×6
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.9 ×3
unresolved org PT Pembangunan Ibu Kota Jakarta Raya p.9
unresolved org PT Pembangunan Jaya p.9 ×6
unresolved org Pelaksana Pembangunan Proyek Ancol p.9
unresolved org Pemerintah Provinsi DKI p.9 ×2
unresolved org PT TIJA p.10 ×17
unresolved org PT Seabreez p.10
unresolved org PT SI p.10 ×6
unresolved org PT Jaya Ancol p.10
unresolved org PT JA p.10 ×8
unresolved org PT Sarana Tirta Utama p.10 ×3
unresolved org PT STU p.10 ×5
unresolved org PT Jaya Ancol Pratama Tol p.10 ×4
unresolved org PT JAPT p.10 ×2
unresolved org PT Genggam Anugerah p.11
unresolved person Slamet Budisukrisno p.11
unresolved org PT Jaya Konstruksi Pratama Tol p.11
unresolved org PT Jaya Teknik Indonesia p.11
unresolved org PT JTI p.11
unresolved org PT TI p.11 ×5
unresolved org PT GALK p.11 ×5
unresolved org Pengawas Pasar Modal p.12
unresolved org Bapepam p.12 ×2
unresolved org Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan p.12
unresolved org Bapepam-LK p.12 ×4
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Asrori & Rekan p.22
unresolved org PT Bank Mandiri Taspen p.30
unresolved org PT Jakarta Akses Tol Priok p.31 ×4
unresolved org PT Batavia Pictures p.36 ×2
unresolved org PT Fauna Land Ancol p.37 ×4
unresolved org PT FLA p.37
unresolved org PT Philindo Sporting Amusement p.37 ×3
unresolved org Tourism Corporation p.37 ×3
unresolved org PT PSATC p.37
unresolved org PT JATP p.37 ×2
unresolved org PT Jaya Kuliner Lestari p.37 ×5
unresolved org PT JKL p.37 ×3
unresolved org PT Kawasan Ekonomi Khusus Marunda p.37 ×3
unresolved org PT KEKMJ p.37
unresolved org PT PSATC Perusahaan p.37
unresolved org PT JATP Berdasarkan Akta p.37
unresolved org PT Jaya Bowling Indonesia p.38 ×2
unresolved org PT JTD p.38 ×5
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Asrori dan Rekan p.38 ×2
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Asrori p.38 ×2
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Rengganis p.38
unresolved org Hamid dan Rekan p.38
unresolved org Asrori dan Rekan p.38
unresolved org PT Great Eastern General Insurance Indonesia p.43
unresolved org PT Sompo Insurance Indonesia p.43
unresolved org PT Asuransi MSIG Indonesia p.43
unresolved org PT Sunday Insurance Indonesia p.43
unresolved org PT Mandiri Axa General Insurance p.43
unresolved org PT Asuransi Astra Buana p.43
unresolved org PT Tugu Pratama Indonesia p.43
unresolved org PT Asuransi FPG Indonesia p.43 ×2
unresolved org PT Asuransi Mitra Pelindung Mustika p.43
unresolved org PT Tokio Marine Indonesia p.43
unresolved org PT Asuransi Umum BCA p.43
unresolved org PT. Avrist General Insurance p.43
unresolved org Pengelolaan Aset Daerah Provinsi Daerah Khusus Ibukota p.44
unresolved org PT SBI p.45
unresolved org PT Bank DKI p.46 ×22
unresolved org PT Careguard Jasa Indonesia p.46
unresolved org PT Media Prima Solutions p.46
unresolved org PT Sigma Cipta Caraka p.46
unresolved org PT Kreasi Antar Rupa p.46
unresolved org PT Mitra Iswara p.46
unresolved org Koperasi Karyawan Jaya Ancol p.46
unresolved org PT Rich Creations Indonesia p.46
unresolved org PT Global Integrasi Telematika p.46
unresolved org PT Sukses Sata Mandiri p.46
unresolved org PT Pratama Bumi Sentosa p.47
unresolved org PT A.T. Kearney p.47
unresolved org PT Chanos Integrasi Solusi p.47
unresolved org PT Deka Buana Swastamas p.47
unresolved org PT Semangart Giri Putra p.47
unresolved org PT Putra Anugerah Mandiri p.47
unresolved org PT Bank DKI Berdasarkan Surat Pemberitahuan Persetujuan Kredit p.48
unresolved person Ashoya Ratam p.48
unresolved org Bank Utama Debitur p.48
unresolved org PT Pemeringkat Efek Indonesia p.50
unresolved org PT PGN p.50
unresolved org PT Pertamina Gas p.50 ×3
unresolved org PT Pertagas p.50
unresolved org PT Wahana Agung Indonesia Propertindo p.50 ×3
unresolved org Dana Pensiun Lembaga Keuangan p.51
unresolved org PT Pembangunan Jaya Saham Seri B p.52
unresolved person (masing-masing dibawah 5%, Saham Seri C) p.52
unresolved org PT Seabreez Indonesia p.53 ×2
unresolved org PT Jakarta Propertindo p.56 ×5
unresolved org PT Arkonin p.56 ×2
unresolved org PT Pembangunan Jaya Manajemen Kunci p.56
unresolved — Ketetapan Walikotamadya Jakarta Utara · Ketua p.59
unresolved org Menteri Pemukiman dan Prasarana Wilayah p.60
unresolved org PT Paramitha Bangun Cipta Sarana p.60
unresolved org PT Wahana Agung Indonesia p.60
unresolved org Menteri Investasi p.62
unresolved org Koordinasi Penanaman Modal p.62
unresolved org Menteri Kelautan dan Perikanan. Izin p.62
unresolved org PT Sinar Sosro p.62
unresolved org PT Excelcomindo Pratama p.62
unresolved org PT Djamanmas Pangan Nusa p.62
unresolved org PT Rekso Nasional Food p.62
unresolved org PT Arif Cipta Mandiri p.62
unresolved org PT Jimbaran Jaya p.62
unresolved org PT Seribu Satu Rasa p.62
unresolved org PT Prima Usaha Era Mandiri p.62
unresolved org PT Arkindo p.63 ×9
unresolved org Pengadilan Negeri Jakarta Utara p.63 ×11
unresolved org PT PJA p.63 ×2
unresolved org Bank DKI Kantor Layanan Pintu Besar Selatan p.63 ×2
unresolved org PT Jamkrida p.63 ×2
unresolved org PT DKI. p.64 ×8
unresolved org PT Mata Elang Internasional Stadium p.64
unresolved org PT MEIS p.64 ×2
unresolved org PT WAIP p.64 ×7
unresolved person Edison Jingga p.64
unresolved org Pengadilan Negeri Jakarta Selatan p.64
unresolved org Mahkamah Agung Republik Indonesia p.64
unresolved org PT MEIS. Bahwa p.64
unresolved org Pengadilan Negeri p.65
unresolved org Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Bahwa p.65

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

Other files in this announcement 6

inlineXBRL.zip done
FinancialStatement-2024-II-PJAA.xlsx done
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result