Skip to content
Back to announcement

20240717_PTBA_Laporan Informasi dan Fakta Material_31684921_lamp1.pdf

Other Text extracted PTBA

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 3

Page 1 OCR 0.949
(8) BukitAsam £

Siaran Pers

Pertama di Dunia, Bukit Asam dan BRIN Mulai Kembangkan Batu Bara
untuk Bahan Baku Baterai Li-ion

Muara Enim, 15 Juli 2024 - PT Bukit Asam Tbk (PTBA), anggota Grup MIND
ID, bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memulai
pilot project konversi batu bara menjadi Artificial Graphite dan Anode Sheet
untuk bahan baku baterai Lithium-ion (Li-ion). Konversi batu bara menjadi
Artificial Graphite dan Anode Sheet ini merupakan yang pertama di dunia.

Artificial Graphite merupakan bahan utama untuk pembuatan anoda. Adapun
Anode Sheet adalah elektroda tempat terjadinya reaksi oksidasi (kutub
positif), salah satu komponen penting untuk baterai Li-ion.

Hadir dalam kegiatan peluncuran perdana (soft launching) pilot project dari
Artificial Graphite dan Anode Sheet di Kawasan Industri Tanjung Enim, Senin
(15/7/2024), antara lain Direktur Portofolio & Pengembangan Usaha MIND ID,
Dilo Seno Widagdo, Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk (PTBA), Arsal Ismail
beserta jajaran Direksi PTBA, dan Direktur Pemanfaatan Riset & Inovasi pada
Industri BRIN, Mulyadi Sinung Harjono.

Dalam sambutannya, Dilo Seno Widagdo menyampaikan bahwa seluruh
perusahaan dibawah Grup MIND ID senantiasa berkomitmen dalam
mengoptimalkan nilai tambah sumber daya mineral dan batu bara Indonesia,
melalui mandat untuk mengelola sumber daya dan cadangan strategis,
melakukan hilirisasi, dan kepemimpinan pasar guna menjadi perusahaan kelas
dunia.

Pilot project ini diharapkan dapat terus berlanjut hingga ke tahap komersial.
Dia menekankan, keberlanjutan proyek ini sangat memerlukan dukungan dan
kajian mendalam dari aspek keekonomiannya.

“MIND ID memiliki fokus mendukung ekosistem baterai kendaraan listrik.
Karena itu, potensi ini harus didukung sepenuhnya oleh seluruh Grup MIND ID.
Proyek ini merupakan langkah strategis yang tidak hanya mendukung
diversifikasi usaha PTBA, tetapi juga memperkuat posisi kita dalam rantai
pasok baterai kendaraan listrik di masa mendatang,” kata Dilo.

Sementara Arsal Ismail mengatakan, pengembangan batu bara menjadi
Artificial Graphite dan Anode Sheet merupakan wujud komitmen PTBA dalam
mendukung kebijakan Pemerintah untuk mendorong hilirisasi batu bara serta
menjaga ketahanan energi nasional.

"Bukit Asam ingin menghadirkan energi tanpa henti untuk negeri. Salah satu
upaya yang kami lakukan yakni dengan mewujudkan industri batu bara
dengan clean technology di Indonesia. Implementasi Anode Sheet berbahan
Page 2 OCR 0.951
(8) BukitAsam £

baku batu bara ini merupakan yang pertama di dunia, sehingga dapat menjadi
salah satu terobosan penting dalam hilirisasi batu bara. Pengembangan batu
bara menjadi Artificial Graphite dan Anode Sheet juga akan mendukung
kemajuan industri kendaraan listrik di dalam negeri," ujar Arsal.

Kebutuhan Artificial Graphite dan Anode Sheet akan semakin meningkat di
masa mendatang, seiring dengan pertumbuhan industri kendaraan listrik. Tak
hanya untuk industri kendaraan listrik, Artificial Graphite dan Anode Sheet
juga dibutuhkan industri-industri lain seperti industri penyimpanan energi,
elektronik hingga peralatan medis.

Hilirisasi tersebut sejalan dengan visi PTBA menjadi perusahaan energi kelas
dunia yang peduli lingkungan, serta mendukung pencapaian target Net Zero
Emission (karbon netral) pada 2060 atau sebelumnya.

Pada kesempatan yang sama, Mulyadi Sinung Harjono menyampaikan
harapannya agar pilot project konversi batu bara menjadi Artificial Graphite
dan Anode Sheet dapat membawa manfaat untuk memperkuat posisi
Indonesia dalam industri bahan baku strategis.

“Kami berharap kerja sama dengan PTBA terus berlanjut, menghasilkan
penelitian yang bermanfaat, serta pilot project konversi batu bara menjadi
Artificial Graphite dan Anode Sheet ini berjalan sesuai dengan yang telah
direncanakan,” ucapnya.

Sekilas Informasi Terkait Konversi Batu Bara Menjadi Artificial Graphite dan
Anoda Sheet:

Konversi batu bara menjadi Artificial Graphite dan Anode Sheet dilakukan
melalui beberapa tahapan. Tahapan pertama yaitu proses karbonisasi batu
bara menjadi batu bara semikokas atau Coalite.

Kemudian Coalite dihaluskan menjadi serbuk, lalu melalui proses perendaman,
pemanasan, pencucian, pengeringan dan penghalusan hingga menjadi
Artificial Graphite yang merupakan bahan utama Anode Sheet.

Pembuatan Anode Sheet dimulai dari pencampuran Artificial Graphite dengan
bahan-bahan lain. Campuran tersebut dipanaskan, lalu dilakukan pencetakan
sehingga membentuk lembaran di atas kertas tembaga. Tahap terakhir adalah
pengeringan sehingga terbentuk Anode Sheet.

Untuk Informasi lebih lanjut silakan menghubungi:

Niko Chandra

Corporate Secretary

PT Bukit Asam Tbk
nchandra@bukitasam.co.id
www.ptba.co.id
Page 3 OCR 0.949
Cc

sa BukitAsam S

Sekilas tentang PT Bukit Asam Tbk

PT Bukit Asam Tbk (PTBA), adalah perusahaan pertambangan terkemuka milik negara Indonesia (BUMN) yang juga
merupakan grup dari MIND ID. PTBA berdiri sejak 1981. Inti bisnis perusahaan berfokus pada pertambangan,
pengolahan, dan perdagangan batu bara. PTBA mengoperasikan beberapa tambang batu bara di Sumatera,
menghasilkan berbagai jenis batu bara, termasuk batu bara sub-bituminus dan bituminus berkualitas tinggi yang
masih langka. Pada tahun 2002, PTBA menjadi perusahaan terbuka dan tercatat di Bursa Efek Indonesia. Dengan
komitmen terhadap praktik-praktik berkelanjutan dan tanggung jawab lingkungan, PTBA mengembangkan
portofolio energi dengan investasi dalam sumber energi terbarukan. Perusahaan ini memainkan peran penting dalam
menjaga kestabilan ketahanan energi nasional dalam hal penyediaan batu bara baik untuk pembangkit listrik dalam
negeri maupun pasar ekspor, yang berkontribusi secara signifikan pada sektor energi dan perekonomian Indonesia.
PTBA juga menjadi pelopor standar etika dengan menjadi perusahaan milik negara pertama dalam sektor energi
yang menerapkan Manajemen Anti Penyuapan ISO 37001:2016.

File

File Open PDF
Source IDX
Size1.02 MB
Published17 Jul 2024
Pages3
Characters5,887
Text sourceOCR
OCR confidence0.950

Names mentioned 6 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Bukit Asam Tbk p.1 ×16
linked person Dilo Seno Widagdo p.1 ×2
linked person Arsal Ismail p.1 ×2
linked person Niko Chandra p.2
possible org Bursa Efek Indonesia p.3
unresolved org Riset dan Inovasi Nasional p.1

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result