Back to announcement
20240702_UNTR_Informasi Transaksi Afiliasi_31678476_lamp3.pdf
Asset transaction Needs review UNTRSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 64
Page 1
Page 2
DAFTAR ISI
• SURAT PENGANTAR YANG BERISIKAN RINGKASAN HASIL
PENDAPAT KEWAJARAN 1
• PERNYATAAN PENILAI 14
I. PENDAHULUAN 16
I.1 Dasar Penugasan 16
I.2 Identifikasi Status Penilai 16
I.3 Identifikasi Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan 17
I.4 Identifikasi Objek Penilaian 17
I.5 Jenis Mata Uang yang Digunakan 17
I.6 Alasan dan Latar Belakang Rencana Transaksi 17
I.7 Ringkasan Rencana Transaksi 18
I.8 Maksud dan Tujuan Penilaian 18
I.9 Benturan Kepentingan Rencana Transaksi 19
I.10 Tanggal Penilaian 19
I.11 Tingkat Kedalaman Investigasi 19
I.12 Sifat dan Sumber Informasi yang Dapat Diandalkan 19
I.13 Asumsi dan Kondisi Pembatas 20
I.14 Persyaratan atas Persetujuan untuk Publikasi 23
I.15 Standar Penilaian 23
I.16 Metode dan Prosedur Penyusunan Pendapat Kewajaran 23
I.17 Kejadian-Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian
(Subsequent Events) 24
II. ANALISIS PENDAPAT KEWAJARAN 25
II.1 Analisis Pengaruh Transaksi Pinjam Meminjam Dana
Terhadap Keuangan Perseroan 25
II.2 Pihak-Pihak yang Bertransaksi 25
II.3 Susunan Pemegang Saham dan Susunan Manajemen 25
Perseroan
II.4 Susunan Pemegang Saham dan Susunan Manajemen ARKO 26
II.5 Hubungan antara Pihak-Pihak yang Bertransaksi 27
Page 3
II.6 Perjanjian dan Persyaratan Rencana Transaksi 27
II.7 Analisis Likuiditas 28
II.8 Manfaat dan Risiko Rencana Transaksi 28
II.9 Analisis Kualitatif atas Rencana Transaksi 29
II.9.1 Riwayat Singkat dan Sifat Kegiatan Usaha 29
II.9.2 Analisis Industri dan Lingkungan 30
II.9.3 Analisis Operasional dan Prospek Perseroan 33
II.9.4 Alasan dan Latar Belakang Rencana Transaksi 33
II.9.5 Keuntungan dan Kerugian atas Dilakukannya Rencana
Transaksi 33
II.9.6 Analisis Dampak Leverage pada Keuangan 34
II.9.7 Analisis Dampak Likuiditas 35
II.9.8 Analisis Dampak Keuangan jika Proyek yang Dibiayai
Mengalami Kegagalan 35
II.10 Analisis Kuantitatif atas Rencana Transaksi 35
II.10.1 Penilaian Kinerja Historis 35
II.10.2 Analisis Keuangan Sebelum dan Sesudah Rencana Transaksi 38
II.10.3 Analisis Rasio Keuangan Sebelum dan Sesudah Rencana
Transaksi 40
II.10.4 Penilaian atas Proyeksi Penjualan 41
II.10.5 Analisis Kemampuan Penerima Pinjaman untuk Melunasi
Rencana Transaksi 44
II.10.6 Analisis Cash Management dan Financial Covenant dari
Rencana Transaksi 47
II.10.7 Analisis Yield Pinjaman Rencana Transaksi 47
II.10.8 Analisis Inkremental 47
II.10.9 Analisis Sensitivitas 49
II.11 Analisis Kelayakan Rencana Penggunaan Dana atas
Transaksi Pinjam Meminjam Dana 50
II.11.1 Analisis Kelayakan Investasi 50
II.11.2 Analisis Kelayakan Pelunasan Utang 50
II.11.3 Analisis atas Faktor-Faktor Lain yang Relevan 50
II.12 Analisis atas Jaminan 50
Page 4
III. KESIMPULAN ANALISIS PENDAPAT KEWAJARAN 51 • INDEPENDESI PENILAI 55 • PENUTUP 55 LAMPIRAN
Page 5
Page 6
Page 7
Page 8
Page 9
Page 10
Page 11
Page 12
Page 13
Page 14
Page 15
Page 16
Page 17
Page 18
14
PERNYATAAN PENILAI
Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai Penilai, kami yang bertanda
tangan di bawah ini menyatakan bahwa:
1. Laporan ini disusun untuk kepentingan Direksi UNTR sehubungan dengan rencana
tersebut, dan tidak digunakan oleh pihak lain. Selanjutnya laporan ini tidak
dimaksudkan untuk memberikan rekomendasi kepada pemegang saham UNTR
untuk menyetujui atau tidak menyetujui Rencana Transaksi tersebut atau
mengambil tindakan-tindakan tertentu atas Rencana Transaksi tersebut.
2. Perhitungan dan analisis dalam rangka pemberian kesimpulan nilai akhir telah
dilakukan dengan benar sesuai dengan pemahaman terbaik dari penilai.
3. Analisis dan kesimpulan nilai akhir hanya dibatasi oleh asumsi-asumsi dan kondisi
pembatas yang diungkapkan di dalam laporan ini.
4. Penilai tidak mempunyai kepentingan terhadap hasil penilaian yang dibuat dan
tidak memiliki kepentingan pribadi maupun keberpihakan kepada pihak-pihak
lain yang memiliki kepentingan terhadap objek penilaian.
5. Imbalan jasa Penilai tidak berkaitan dengan hasil penilaian yang dilaporkan.
6. Kami telah melakukan penilaian dan menyusun laporan ini sesuai dengan
Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan
Penilaian Bisnis di Pasar Modal, Surat Edaran OJK No. 17/SEOJK.04/2020 tentang
Pedoman Penilaain dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, Kode
Etik Penilai Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia Edisi VII-2018 (KEPI & SPI
edisi VII-2018), serta peraturan perundangan yang berlaku.
7. Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan profesional yang ditentukan dan
diselenggarakan oleh Asosiasi Penilai yang diakui pemerintah (MAPPI).
8. Penilai memiliki pemahaman mengenai objek penilaian yang dibuat.
9. Data ekonomi dan industri dalam menyusun laporan ini diperoleh dari berbagai
sumber yang diyakini Penilai dapat dipertanggungjawabkan.
10. Tidak seorangpun, kecuali yang disebutkan dalam laporan ini, telah menyediakan
bantuan profesional dalam menyiapkan laporan.
11. Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam laporan
ini serta dipresentasikan dalam laporan ini adalah benar dan akurat sesuai
dengan pemahaman terbaik dari penilai.
12. Kesimpulan nilai yang dihasilkan dalam penugasan penilaian profesional telah
disajikan sebagai kesimpulan nilai akhir.
13. Penilai bertanggung jawab atas laporan ini.
Page 19
Page 20
16
I. PENDAHULUAN
I.1 Dasar Penugasan
Berdasarkan permintaan dari PT United Tractors Tbk untuk memberikan
Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) atas Rencana Transaksi
Perjanjian Pinjaman Pemegang Saham antara PT United Tractors Tbk
dengan PT Arkora Hydro Tbk yang tertuang dalam:
• Surat Permohonan Penilaian No. LUT/068/9960/IV/2024 tanggal 30 April
2024 dari PT United Tractors Tbk;
• Surat Penawaran No. 0280/NDR-SB/Prop/V/24 tanggal dari KJPP Nirboyo
Adiputro, Dewi Apriyanti & Rekan yang telah disetujui oleh PT United
Tractors Tbk;
• Surat Penunjukan No. LUT/069/9960/V/2024 tanggal 3 Mei 2024 dari
PT United Tractors Tbk;
• Surat Perjanjian Kerja No. 014/NDR-SB/SPK/V/24 tanggal 10 Mei 2024
antara PT United Tractors Tbk dengan KJPP Nirboyo Adiputro, Dewi
Apriyanti & Rekan.
Dengan ini kami menyatakan bahwa kami telah melakukan investigasi dan
penilaian atas kewajaran rencana transaksi di atas, serta menyampaikan
laporan ini untuk keperluan pengguna laporan.
I.2 Identifikasi Status Penilai
• Penilaian ini telah dilaksanakan oleh Penilai Publik Satya Bima Nugraha,
S.E., MAPPI (Cert.) yang merupakan Rekan di KJPP Nirboyo Adiputro, Dewi
Apriyanti & Rekan (“KJPP NDR”) dengan Izin Penilai No. B-1.23.00654 dari
Kementerian Keuangan Republik Indonesia;
• Penilai tersebut di atas terdaftar pada Otoritas Jasa Keuangan Bidang
Pasar Modal Republik Indonesia dengan No. STTD.PB-58/PM.021/2024;
• Penilai dalam posisi untuk memberikan penilaian yang objektif dan tidak
memihak;
• Penilai tidak mempunyai benturan kepentingan dan/atau potensi
benturan kepentingan dengan subjek dan/atau objek penilaian;
• Penilai tidak memiliki keterlibatan material terkait dengan objek
penilaian;
• Penilai memiliki kompetensi untuk melakukan penilaian dan kami tidak
menggunakan bantuan tenaga ahli dari luar KJPP NDR dalam melaksanakan
penilaian ini.
Page 21
17
I.3 Identifikasi Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan
• Identitas Pemberi Tugas
Nama : PT United Tractors Tbk
Alamat : Jalan Raya Bekasi Km. 22, Jakarta
Bidang usaha : Perdagangan
Telepon/Faks : 021-24579999
Email : ramandhika@unitedtractors.com
Contact person : Bapak Ramandhika
Jabatan : Departement Head
• Pengguna Laporan : PT United Tractors Tbk
I.4 Identifikasi Objek Penilaian
Objek penilaian adalah penyusunan Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion)
atas rencana transaksi Rencana Transaksi Perjanjian Pinjaman Pemegang
Saham antara PT United Tractors Tbk (“UNTR”) dengan PT Arkora Hydro Tbk
(“ARKO”)
Tujuan pinjaman pemegang saham antara UNTR dan ARKO adalah mendukung
kegiatan operasional ARKO, dimana ARKO sebagai peminjam akan
menggunakan dana yang dipinjam untuk kegiatan konstruksi project PLTA
Pongmbembe di Sulawesi Selatan dengan kapasitas sebesar 3x6,66 MW (20
MW). Jumlah pinjaman yang diberikan dari UT kepada ARKORA merupakan
porsi ekuitas untuk pengerjaan project PLTA tersebut:
Selanjutnya dalam laporan ini, rencana transaksi di atas akan disebut sebagai
“Rencana Transaksi”.
I.5 Jenis Mata Uang yang Digunakan
Rencana Transaksi dilaksanakan dengan menggunakan mata uang Indonesia
Rupiah (“Rp”).
I.6 Alasan dan Latar Belakang Rencana Transaksi
Alasan dilakukan Rencana Transaksi adalah untuk mendukung kegiatan
operasional ARKO, dimana ARKO sebagai peminjam akan menggunakan dana
yang dipinjam untuk kegiatan konstruksi project PLTA Pongmbembe di
Sulawesi Selatan dengan kapasitas sebesar 3x6,66 MW (20 MW). Jumlah
pinjaman yang diberikan dari UNTR kepada ARKO merupakan porsi ekuitas
untuk pengerjaan project PLTA tersebut.
Page 22
18
I.7 Ringkasan Rencana Transaksi
Dalam draft Perjanjian Pinjaman Pemegang Saham antara UNTR dan ARKO,
(“Perjanjian Pinjaman Pemegang Saham”) yang diperoleh dari manajemen
UNTR, beberapa syarat dan ketentuan yang disepakati antara lain:
• Nilai fasilitas maksimum sebesar Rp150.000.000.000 (Seratus Lima Puluh
Miliar Rupiah) yang telah disetujui oleh Kreditur dalam bentuk fasilitas
pinjaman berulang (revolving loan);
• Jatuh Tempo Pinjaman adalah paling lambat 7 (tujuh) tahun sejak Tanggal
Penarikan, pembayaran 30% Pinjaman dilakukan secara angsuran dengan
periode 3 (tiga) bulanan, dan 70% dari Pinjaman akan dibayarkan dengan
Milestone Payment pada tahun ke-4 (empat) , tahun ke-5,5 (lima koma
lima), dan tahun ke-7 (tujuh) atau yang disepakati oleh Para Pihak;
• Periode Pembayaran Suku Bunga Pinjaman adalah periode 3 (tiga) bulan
atau yang disepakati oleh Para Pihak.
Periode Pembayaran Bunga selanjutnya adalah periode yang diberitahukan
oleh Debitur kepada Kreditur, pemberitahuan diberikan satu hari sebelum
berakhirnya Periode Pembayaran Bunga. Apabila Debitur tidak
memberikan pemberitahuan sebelumnya, maka Periode Pembayaran
Bunga selanjutnya adalah sama dengan Periode pembayaran Bunga
sebelumnya.
Periode Pembayaran Bunga yang berakhir bukan pada Hari Kerja adalah
periode yang berakhir pada Hari Kerja berikutnya dan Periode Pembayaran
Bunga yang berakhir setelah Tanggal Pembayaran akan berakhir pada
Tanggal Pembayaran.
• Tingkat suku bunga Margin 2.3% + JIBOR 3 Months per annum
I.8 Maksud dan Tujuan Penilaian
Pelaksanaan penilaian ini dimaksudkan untuk memberikan pendapat
kewajaran (fairness opinion) atas Rencana Transaksi yang ditujukan dalam
rangka memenuhi ketentuan Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020 tanggal
1 Juli 2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.
Page 23
19
Berdasarkan penjelasan dari manajemen UNTR, Rencana Transaksi
memenuhi ketentuan peraturan tentang transaksi afiliasi namun bukan
termasuk transaksi material karena nilai Rencana Transaksi besarannya di
bawah 20% dari ekuitas UNTR per 31 Desember 2023.
Dalam Juta Rupiah
Total
Jumlah pinjaman 150.000
Nilai buku ekuitas UT per 31 Desember 2023 84.035.563
% Nilai transaksi terhadap Nilai buku UT 0,18%
I.9 Benturan Kepentingan Rencana Transaksi
Berdasarkan penjelasan dari manajemen UNTR, Rencana Transaksi tidak
terdapat benturan kepentingan.
I.10 Tanggal Penilaian
• Tanggal penilaian adalah per tanggal 31 Desember 2023.
• Tanggal laporan penilaian adalah tanggal 27 Juni 2024.
I.11 Tingkat Kedalaman Investigasi
Dalam melaksanakan penilaian ini kami telah melakukan investigasi untuk
mengumpulkan data dengan cara melakukan wawancara dengan manajemen
UNTR serta melakukan penelaahan, perhitungan dan analisis dari data dan
informasi yang diperoleh dari manajemen UNTR maupun sumber-sumber
lainnya yang relevan dan dapat diandalkan.
Dalam proses penilaian ini kami melakukan wawancara dengan:
• Ibu. Inge Teja sebagai Corporate Financial Planning Department Head
UNTR;
• Bpk. Rendih sebagai Team Member Corporate Treasury UNTR.
I.12 Sifat dan Sumber Informasi yang Dapat Diandalkan
Dalam mempersiapkan laporan ini, kami menggunakan data dan informasi
yang diperoleh dari manajemen UNTR maupun sumber-sumber lainnya yang
relevan dan dapat diandalkan. Data dan informasi yang digunakan adalah
sebagai berikut:
1. Draft Perjanjian Pinjaman Pemegang Saham antara UNTR dan ARKO;
2. Laporan Keuangan UNTR per tanggal 31 Desember 2018 sampai dengan
31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik
Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan (PwC) dengan opini wajar dalam
semua hal yang material;
Page 24
20
3. Laporan Keuangan ARKO per tanggal 31 Desember 2019 sampai dengan
31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Imelda &
Rekan (Deloitte) dengan opini wajar dalam semua hal yang material;
4. Proyeksi Keuangan UNTR sebelum dan sesudah Rencana Transaksi
diperoleh dari manajemen UNTR;
5. Proforma keuangan UNTR dengan adanya Rencana Transaksi yang
diperoleh dari manajemen UNTR;
6. Dokumen legal UNTR dan ARKO seperti Akta Pendirian dan Akta
Perubahannya, SIUP, TDP, NPWP, SKDP serta dokumen-dokumen penting
lainnya;
7. Data dan informasi keuangan yang diperoleh dari Damodaran tanggal 1
Januari 2024 dan 5 Januari 2024;
8. Data dan informasi mengenai obligasi Pemerintah Republik Indonesia
dalam Rupiah yang diperoleh dari PHEI 30 Desember 2023;
9. Data dan informasi mengenai tingkat suku bunga rata-rata kredit Bank
Umum kepada pihak bukan bank dalam Rupiah untuk bulan Desember
2023 yang diperoleh dari Statistik Perbankan Indonesia Otoritas Jasa
Keuangan;
10. Data dan infomrasi mengenai tingkat suku bunga pinjaman Bank Persero
dalam Rupiah untuk bulan Desember 2023 yang diperoleh dari Bank
Indonesia;
11. Analisis ekonomi berdasarkan data dan informasi yang diperoleh dari
Economic Intelligence Unit (EIU), Bank Indonesia serta data dan
informasi lainnya yang dipublikasikan secara umum;
12. Wawancara dengan manajemen UNTR sehubungan dengan Rencana
Transaksi;
13. Berbagai sumber informasi, baik dari media cetak dan elektronik maupun
dari hasil analisis lainnya yang kami anggap relevan.
Kami berasumsi bahwa data dan informasi yang diberikan telah diungkapkan
sepenuhnya, sejujurnya, benar dan dapat dipertanggungjawabkan.
I.13 ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS
Asumsi:
1. Kami mengasumsikan bahwa UNTR merupakan perusahaan yang
berkelanjutan usahanya di masa mendatang (going concern) dan dikelola
oleh manajemen yang profesional dan kompeten.
2. Kami mengasumsikan bahwa Rencana Transaksi tersebut di jalankan
seperti yang telah dijelaskan oleh manajemen UNTR dan sesuai dengan
kesepakatan serta kebenaran informasi mengenai Rencana Transaksi
tersebut yang diungkap oleh pihak UNTR dalam draft Perjanjian Pinjaman
Pemegang Saham yang telah kami terima.
Page 25
21
3. Kami mengasumsikan bahwa sejak tanggal penerbitan laporan ini sampai
dengan tanggal efektifnya Rencana Transaksi tidak terjadi perubahan
apapun yang berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang
digunakan dalam penyusunan pendapat kewajaran ini.
4. Seluruh data dan informasi yang diberikan telah diungkapkan sepenuhnya,
sejujurnya, benar dan dapat dipertanggungjawabkan.
5. Seluruh pernyataan dan data yang terdapat di dalam laporan ini adalah
relevan, benar dan dapat dipertanggungjawabkan sesuai dengan prosedur
penilaian yang umum berlaku dan disampaikan dengan itikad baik.
6. Kami menggunakan proyeksi tambahan penjualan alat berat yang
diperoleh dari manajemen UNTR dan kami telah melakukan penyesuaian
yang mencerminkan kewajaran proyeksi dengan kemampuan
pencapaiannya (fiduciary duty).
7. Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran
proyeksi tambahan penjualan alat berat.
8. Seluruh asumsi penilaian yang digunakan di dalam proses penelaahan
proyeksi tambahan penjualan alat berat didasarkan kepada dokumen
pendukung yang diterima dari manajemen UNTR.
9. Kami telah menelaah informasi atas status hukum objek penilaian dari
pemberi tugas.
10. Tidak ada perubahan yang material dan signifikan atas tarif perpajakan
atau tingkat suku bunga yang didapat dari proyeksi tambahan penjualan
alat berat yang telah diberikan kepada kami.
11. Tidak ada perubahan yang material dan signifikan terhadap iklim politik,
ekonomi dan hukum di mana UNTR melakukan bisnisnya.
12. Tidak ada perubahan yang material dan signifikan terhadap susunan
manajemen UNTR maupun ARKO.
13. Tidak ada perubahan yang material dan signifikan terhadap peraturan dan
hukum yang berlaku di dalam negara di mana UNTR mempunyai bisnis
usaha yang mempengaruhi pendapatan UNTR.
14. Tidak ada perubahan yang material dan signifikan terhadap tenaga kerja
dan biaya lain-lain yang signifikan.
15. Tidak ada gangguan yang material dan signifikan terhadap hubungan
industrial atau asosiasi tenaga kerja.
16. Tidak ada perubahan yang material dan signifikan terhadap kebijakan
akuntansi yang digunakan oleh manajemen UNTR.
17. Tidak ada perubahan yang material dan signifikan terhadap teknologi
industri dan kompetisi pasar di negara di mana UNTR menjalankan
bisnisnya.
18. Kami bertanggung jawab atas laporan ini dan kesimpulan nilai akhir.
Page 26
22 Kondisi pembatas: 1. Laporan ini bersifat non-disclaimer opinion. 2. Laporan ini dilaksanakan sesuai dengan tujuan penilaian yang dinyatakan dalam laporan, oleh karena itu tidak dapat digunakan dan atau dikutip untuk tujuan lain tanpa adanya ijin tertulis dari KJPP NDR. 3. Informasi yang telah diberikan oleh Pemberi Tugas kepada Penilai, seperti yang disebutkan dalam laporan ini, dianggap layak dan dapat dipercaya, tetapi Penilai tidak bertanggung jawab jika ternyata informasi yang diberikan itu terbukti tidak sesuai dengan hal yang sesungguhnya. Informasi yang dinyatakan tanpa menyebutkan sumbernya merupakan hasil penelaahan KJPP NDR terhadap datadata yang ada, pemeriksaan atas dokumen, ataupun keterangan dari Instansi pemerintah yang berwenang. Tanggung jawab untuk memeriksa kembali kebenaran informasi tersebut sepenuhnya berada di pihak Pemberi Tugas; 4. Laporan ini terbuka untuk publik, kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan. 5. Penilaian yang KJPP NDR lakukan didasarkan pada data dan informasi yang diberikan oleh manajemen. Mengingat hasil dari penilaian KJPP NDR sangat tergantung dari kelengkapan, keakuratan dan penyajian data serta asumsi-asumsi yang mendasarinya, perubahan pada data seperti adanya informasi baru dari publik, informasi yang merupakan hasil penyelidikan khusus ataupun dari sumber-sumber lainnya dapat memberikan hasil yang berbeda dari hasil penilaian KJPP NDR. Oleh karena itu, KJPP NDR sampaikan bahwa perubahan terhadap data yang digunakan dapat berpengaruh terhadap hasil penilaian dan bahwa perbedaan yang terjadi dapat bersifat material. Walaupun isi dari laporan ini telah dilaksanakan dengan itikad baik dan cara yang profesional, namun KJPP NDR tidak bertanggung jawab atas adanya kemungkinan terjadi perbedaan kesimpulan yang disebabkan oleh analisis tambahan ataupun adanya perubahan dalam data yang dijadikan sebagai dasar penilaian. 6. Nilai yang dicantumkan dalam laporan ini serta setiap nilai lain dalam laporan yang merupakan bagian dari objek yang dinilai, hanya berlaku sesuai dengan maksud dan tujuan penilaian. Nilai yang digunakan dalam laporan ini tidak boleh digunakan untuk tujuan penilaian lain yang dapat mengakibatkan terjadinya kesalahan. 7. Laporan ini disusun berdasarkan pertimbangan perekonomian, kondisi umum bisnis dan kondisi keuangan serta kondisi usaha UNTR. Analisis, pendapat serta kesimpulan yang kami buat dalam laporan ini telah sesuai Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, Surat Edaran OJK No. 17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaain dan Penyajian Laporan
Page 27
23
Penilaian Bisnis di Pasar Modal, Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar
Penilaian Indonesia Edisi VII-2018 (KEPI & SPI edisi VII-2018), serta
peraturan perundangan yang berlaku.
8. Perubahan material atas kondisi-kondisi tertentu bisa memberikan
dampak yang tidak dapat diprediksi dan dapat berpengaruh terhadap
pendapat kewajaran ini.
9. Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau
melengkapi penilaian ini akibat dari peristiwa-peristiwa yang terjadi
setelah tanggal laporan (subsequent events).
10. KJPP Nirboyo Adiputro, Dewi Apriyanti & Rekan maupun para Penilai dan
karyawan lainnya sama sekali tidak mempunyai kepentingan finansial
terhadap nilai yang diperoleh.
11. Laporan ini dianggap sah apabila tertera cap (seal) KJPP Nirboyo
Adiputro, Dewi Apriyanti & Rekan, pada lembar tanda tangan
penanggung jawab laporan.
I.13 Persyaratan atas Persetujuan untuk Publikasi
Laporan ini dan/atau referensi yang melampirinya dilaksanakan sesuai
dengan maksud dan tujuan penilaian yang dinyatakan dalam laporan serta
laporan ini bersifat terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang
bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan.
I.14 Standar Penilaian
Kami menyusun laporan ini sesuai dengan Peraturan OJK No.
35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis
di Pasar Modal, Surat Edaran OJK No. 17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman
Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, Kode Etik
Penilai Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia Edisi VII-2018 (KEPI & SPI
edisi VII-2018), serta Peraturan Perundangan yang berlaku.
I.15 Metode dan Prosedur Penyusunan Pendapat Kewajaran
Analisis pendapat kewajaran yang kami lakukan atas Rencana Transaksi
adalah:
• Analisis pengaruh transaksi pinjam meminjam dana terhadap keuangan
perusahaan;
• Identifikasi dan hubungan antara pihak-pihak;
• Analisis perjanjian dan persyaratan yang disepakati;
• Analisis likuiditas;
• Analisis manfaat dan risiko;
• Analisis kualitatif;
• Analisis kuantitatif;
Page 28
24
• Analisis kelayakan rencana penggunaan dana;
• Analisis atas jaminan.
I.16 Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Events)
Terdapat kejadian penting yang patut diketahui setelah Tanggal Penilaian
yang tidak mempengaruhi hasil penilaian sebagai berikut:
• Berdasarkan Akta No. 98 tanggal 24 April 2024 dari Notaris Jose Dima
Satria, S.H., M.Kn. mengenai perubahan susunan Dewan Komisaris dan
Direksi UNTR. Akta perubahan sudah mendapatkan persetujuan dari
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan
nomor AHU-AH.01.09-0187465 tanggal 7 Mei 2024.
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi UNTR per 24 April 2024 adalah
sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Presiden Komisaris : Djony Bunarto Tjondro
Wakil Presiden Komisaris : Rudy
Komisaris : Djoko Pranoto Santoso
Komisaris : Benjamin Herrenden Birks
Komisaris Independen : Paulus Bambang Widjarnako
Komisaris Independen : Nanan Soekarna
Komisaris Independen : Bruce Malcolm Cox
Direksi
Presiden Direktur : Franciscus Xaverius Laksana Kesuma
Direktur : Loudy Irwanto Ellias
Direktur : Iwan Hadiantoro
Direktur : Idot Supriadi
Direktur : Edhie Sarwono
Direktur : Widjaja Kartika
Direktur : Vilihati Surya
Page 29
25
II ANALISIS PENDAPAT KEWAJARAN
II.1 Analisis Pengaruh Transaksi Pinjam Meminjam Dana Terhadap
Keuangan
Berdasarkan proforma keuangan per 31 Desember 2023 yang diperoleh dari
manajemen UNTR, kami melakukan perbandingan analisis rasio keuangan
antara sebelum dan sesudah Rencana Transaksi dilakukan. Hasil analisis
menunjukkan bahwa rasio likuiditas mengalami perubahan namun tidak
signifikan. Sedangkan rasio solvabilitas dan rasio profitabilitas tidak
mengalami perubahan.
II.2 Pihak-Pihak yang Bertransaksi
Berdasarkan draft Perjanjian Pinjaman Pemegang Saham, pihak-pihak yang
terlibat dalam transaksi adalah:
• UNTR sebagai pihak pemilik piutang;
• ARKO sebagai pihak yang berhutang.
II.3 Susunan Pemegang Saham serta Susunan Dewan Komisaris dan Direksi
dari Pihak yang Bertransaksi
Uraian Singkat PT United Tractors Tbk
Susunan pemegang saham UNTR per 31 Desember 2023 adalah sebagai
berikut:
Nilai (Jutaan Persentase
Nama Perusahaan Jumlah Saham
Rupiah) Kepemilikan
PT Astra International Tbk 2.219.317.358 554.829 59,50%
Masyrakat 1.412.491.778 353.123 37,86%
Jumal saham beredar 3.631.809.136 907.952 97,36%
Saham tresuri 98.326.000 24.582 2,64%
Total 3.730.135.136 932.534 100,00%
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi UNTR per 31 Desember 2023 adalah
sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Presiden Komisaris : Djony Bunarto Tjondro
Wakil Presiden Komisaris : Gidion Hasan
Komisaris : Djoko Pranoto Santoso
Komisaris : Benjamin Herrenden Birks
Komisaris Independen : Paulus Bambang Widjarnako
Komisaris Independen : Nanan Soekarna
Page 30
26
Direksi
Presiden Direktur : Franciscus Xaverius Laksana Kesuma
Direktur : Loudy Irwanto Ellias
Direktur : Idot Supriadi
Direktur : Iwan Hadiantoro
Direktur : Edhie Sarwono
Direktur : Widjaja Kartika
Pada saat laporan ini dikeluarkan tidak terdapat perubahan pada susunan
pemegang saham namun terdapat perubahan susunan Dewan Komisaris dan
Direksi UNTR sebagaimana disebutkan dalam I.16.
II.4 Uraian Singkat PT Arkora Hydro Tbk
Susunan pemegang saham ARKO per 31 Desember 2023 adalah sebagai
berikut:
Persentase
Pemegang saham Jumlah Saham Jumlah
Kepemilikan
PT Arkora Bakti Indonesia 1.391.760.000 47,52% 34.794
PT Energia Prima Nusantara 777.487.893 26,55% 19.437
ACEI Singapore Holdings Private Ltd 295.038.107 10,07% 7.376
Aldo Henry Artoko (Direktur Utama) 3.000.000 0,10% 75
Masyarakat (masing-masing kepemilikan dibawah 5%) 461.209.000 15,75% 11.530
Jumlah 2.928.495.000 100,00% 73.212
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi ARKO per 31 Desember 2023 adalah
sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Arya Pradana Setiadharma
Komisaris : Iwan Hadiantoro
Komisaris Independen : Drs. Indarto S.H.
Direksi
Direktur Utama : Aldo Henry Artoko
Direktur : Ismu Nugroho
Direktur : Ricky Hartono
Direktur : Boy Gemino Kalauserang
Pada saat laporan ini dikeluarkan tidak terdapat perubahan pada susunan
pemegang saham serta susunan Dewan Komisaris dan Direksi ARKO.
Page 31
27
II.5 Hubungan antara Pihak-Pihak yang Bertransaksi
Berdasarkan analisis terhadap dokumen korporasi atas pihak yang
bertransaksi serta berdasarkan informasi yang diperoleh dari manajemen
UNTR, terdapat hubungan afiliasi antara pihak yang bertransaksi berupa
hubungan kepemilikan yang disebabkan oleh:
• UNTR dan EPN memiliki hubungan afiliasi karena EPN merupakan
perusahaan yang 51,01% sahamnya dimiliki oleh UT dan 48,99% sahamnya
dimiliki oleh PAMA.
• UNTR dan PT Bina Pertiwi Energi (BPE) memiliki hubungan afiliasi karena
BPE merupakan perusahaan yang 99,995% sahamnya dimiliki oleh UNTR
dan 0,005% sahamnya dimiliki oleh PT United Tractors Pandu Engineering.
• ARKO merupakan perusahaan yang dimiliki oleh EPN baik secara langsung
maupun tidak langsung sebanyak 31,49% dimana 26,55 % sahamnya dimiliki
oleh EPN dan 4,94% sahamnya dimiliki secara tidak langsung oleh EPN
melalui BPE;
• Bpk. Iwan Hadiantoro menjabat sebagai Direktur di UNTR dan juga
menjabat sebagai Komisaris di EPN, Presiden Komisaris di BPE dan
Komisaris di ARKO per 31 Desember 2023 hingga tanggal laporan ini
diterbitkan.
II.6 Perjanjian dan Persyaratan Rencana Transaksi
Dalam draft Perjanjian Pinjaman Pemegang Saham yang diperoleh dari
manajemen UNTR, beberapa syarat dan ketentuan yang disepakati antara
lain:
• Nilai fasilitas maksimum sebesar Rp150.000.000.000 (seratus lima puluh
miliar Rupiah) yang telah disetujui oleh Kreditur dalam bentuk fasilitas
pinjaman berulang (revolving loan);
• Jatuh Tempo Pinjaman adalah paling lambat 7 (tujuh) tahun sejak Tanggal
Penarikan, pembayaran 30% Pinjaman dilakukan secara angsuran dengan
periode 3 (tiga) bulanan, dan 70% dari Pinjaman akan dibayarkan dengan
Milestone Payment pada tahun ke-4 (empat) , tahun ke-5,5 (lima koma
lima), dan tahun ke-7 (tujuh) atau yang disepakati oleh Para Pihak;
• Periode Pembayaran Suku Bunga Pinjaman adalah periode 3 (tiga) bulan
atau yang disepakati oleh Para Pihak.
Periode Pembayaran Bunga selanjutnya adalah periode yang diberitahukan
oleh Debitur kepada Kreditur, pemberitahuan diberikan 1 (satu) hari
sebelum berakhirnya Periode Pembayaran Bunga. Apabila Debitur tidak
memberikan pemberitahuan sebelumnya, maka Periode Pembayaran
Bunga selanjutnya adalah sama dengan Periode pembayaran Bunga
sebelumnya.
Page 32
28
Periode Pembayaran Bunga yang berakhir bukan pada Hari Kerja adalah
periode yang berakhir pada Hari Kerja berikutnya dan Periode Pembayaran
Bunga yang berakhir setelah Tanggal Pembayaran akan berakhir pada
Tanggal Pembayaran.
• Tingkat suku bunga Margin 2.3% + JIBOR 3 Months per annum
II.7 Analisis Likuiditas
Dengan dilakukannya Rencana Transaksi, rasio likuiditas UNTR akan
mengalami perubahan karena sumber dana yang digunakan oleh UNTR
merupakan dana internal perusahaan namun perubahannya tidak signifikan.
Dengan penurunan jumlah kas dan setara kas maka berikut merupakan hasil
perbandingan rasio likuiditas antara sebelum dan sesudah Rencana Transaksi:
Sebelum Rencana Sesudah Rencana
Analisis Rasio Transaksi Transaksi Penyesuaian
31-Dec-23 31-Dec-23
Rasio likuditas
Rasio lancar 1,46 1,46 0,00%
Rasio cepat 1,06 1,06 0,00%
Rasio kas 0,43 0,43 -0,81%
Rasio solvabilitas
Debt to equity ratio 0,22 0,22 0,00%
Long term debt to equity ratio 0,21 0,21 0,00%
Debt to total assets ratio 0,12 0,12 0,00%
Rasio profitabilitas
Gross profit margin 0,28 0,28 0,00%
Net profit margin 0,16 0,16 0,00%
II.8 Manfaat dan Risiko Rencana Transaksi
Manfaat Rencana Transaksi adalah:
• Bagi UNTR, dengan Rencana Transaksi berpotensi mendapatkan tambahan
pendapatan bunga dengan tingkat suku bunga yang lebih tinggi dari suku
bunga pasar, suku bunga OJK dan suku bunga modal kerja Bank Indonesia.
Tingkat suku bunga pasar berdasarkan yield obligasi Pemerintah Republik
Indonesia dalam Rupiah per 31 Desember 2023 untuk jangka waktu 8 tahun
adalah sebesar 6,55%, suku bunga OJK adalah sebesar 8,15% dan suku
bunga modal kerja Bank Indonesia per Desember 2023 adalah sebesar
8,93%;
Risiko Rencana Transaksi adalah:
• Dengan Rencana Transaksi ini, UNTR akan menanggung risiko gagal bayar
dari ARKO.
Page 33
29
II.9 Analisis Kualitatif atas Rencana Transaksi
II.9.1 Riwayat Singkat dan Sifat Kegiatan Usaha
PT United Tractors Tbk
Perseroan didirikan di Indonesia pada tanggal 13 Oktober 1972 dengan nama
PT Inter Astra Motor Works, berdasarkan Akta Pendirian No. 69 di hadapan
Djojo Muljadi, S.H. Terdapat perubahan nomor 101 atas akta pendirian yang
disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan
No. Y.A.5/34/8 tanggal 6 Februari 1973 dan diumumkan dalam Lembaran
Berita Negara No. 31, Tambahan No. 281 tanggal 17 April 1973 yang
mengubah nama Perseroan menjadi PT United Tractors. Anggaran Dasar
Perseroan telah mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Perseroan sejak
19 September 1989 telah menjadi perusahaan publik dengan mencatatkan
sahamnya di Bursa Efek Indonesia.
Perubahan Anggaran Dasar terakhir dan perubahan pasal 3 Anggaran Dasar
mengenai maksud dan tujuan serta kegiatan usaha Perseroan sebagaimana
dituangkan dalam akta No. 79 tanggal 8 April 2022 yang dibuat di hadapan
Jose Dima Satria, S.H., M.Kn, notaris di Jakarta, yang telah mendapat
mendapat pemberitahuan penerimaan pemberitahuan perubahan Anggaran
Dasar dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sesuai
dengan suratnya tanggal 19 April 2022 No. AHU-0028206.AH.01.02.
tahun 2022.
Selain itu, Perseroan telah melakukan perubahan susunan Direksi
sebagaimana dituangkan dalam Akta No.51 tanggal 12 April 2023 yang dibuat
dihadapan Jose Dimas Satria, S.H., M.Kn., notaris di Jakarta, yang telah
mendapat pemberitahuan penerimaan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia sesuai dengan suratnya tanggal 4 Mei 2023
No.AHU-AH.01.09-0114064.
Ruang lingkup kegiatan utama Perseroan dan entitas anak (bersama-sama
disebut “Grup”) meliputi penjualan dan penyewaan alat berat (“mesin
konstruksi”) beserta pelayanan purna jual; penambangan dan kontraktor
penambangan; rekayasa, perencanaan, perakitan dan pembuatan komponen
mesin, alat, peralatan dan alat berat; pembuatan kapal serta jasa
perbaikannya; penyewaan kapal dan angkutan pelayaran; industri konstruksi;
pembangkit listrik; dan energi.
Perseroan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1973. Perseroan
berkedudukan di Jakarta, Indonesia.
Page 34
30
Perseroan dikendalikan oleh induk perusahaannya yaitu PT Astra
International Tbk, perusahaan yang didirikan di Indonesia. Pemegang saham
terbesar PT Astra International Tbk adalah Jardine Cycle & Carriage Ltd,
perusahaan yang didirikan di Singapura. Jardine Cycle & Carriage Ltd. adalah
anak perusahaan dari Jardine Matheson Hodings Ltd., perusahaan yang
didirikan di Bermuda.
PT Arkora Hydro Tbk
PT. Arkora Hydro Tbk ("Perusahaan") didirikan berdasarkan Akta Notaris No.
15 tanggal 5 Agustus 2010 dari Darmawan Tjoa, S.H., S.E., notaris di Jakarta.
Akta Pendirian Perusahaan telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia melalui Surat Keputusannya No. AHU-
40544.AH.01.01. Tahun 2010 tanggal 18 Agustus 2010 dan telah diumumkan
pada Tambahan Berita Negara Republik Indonesia No. 28601 pada Berita
Negara Republik Indonesia No. 73, tanggal 13 September 2011. Anggaran
dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan
Akta Notaris No. 58 tanggal 16 September 2022 dari Dr. Sugih Haryati, S.H.,
M.Kn., notaris di Jakarta terkait peningkatan modal ditempatkan dan disetor
Perusahaan melalui Penawaran Umum. Akta perubahan ini telah memperoleh
persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
dengan Surat Keputusannya No. AHU-0184868.AH.01.11 Tahun 2022 tanggal
16 September 2022.
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, maksud dan tujuan
kegiatan Perusahaan bergerak dalam bidang pembangkit tenaga listrik dan
melakukan penyertaan modal pada entitas lain. Perusahaan mulai beroperasi
secara komersial pada tahun 2017. Perusahaan mulai beroperasi secara
komersial pada tahun 2017.
Kantor pusat Perusahaan beralamat di Treasury Tower Lt. 9 Unit G-H District
8, Jalan Jenderal Sudirman Kav. Senayan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
II.9.2 Analisis Industri dan Lingkungan
Kinerja Ekonomi Indonesia
Perekonomian dunia melambat dengan ketidakpastian pasar keuangan yang
mulai mereda. Bank Indonesia (BI) memprakirakan pertumbuhan ekonomi
global tahun 2023 sebesar 3,0% dan melambat menjadi 2,8% pada 2024.
Pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) dan India tahun 2023 lebih baik
dari prakiraan awal ditopang oleh konsumsi rumah tangga dan ekspansi
pemerintah. Sementara itu, ekonomi Tiongkok melemah seiring dengan
konsumsi rumah tangga dan investasi yang tumbuh terbatas. Inflasi di negara
maju, termasuk di AS, dalam kecenderungan menurun tetapi tingkatnya
masih di atas sasaran. Suku bunga kebijakan moneter, termasuk Fed Funds
Page 35
31 Rate (FFR), diprakirakan telah mencapai puncaknya namun masih akan bertahan tinggi dalam waktu yang lama (high for longer). Demikian pula yield obligasi Pemerintah negara maju, termasuk US Treasury, diprakirakan dalam kecenderungan menurun tetapi tingkatnya masih akan tinggi sejalan dengan premi risiko jangka panjang (term-premia) terkait besarnya pembiayaan fiskal dan utang pemerintah. Kejelasan arah kebijakan moneter di negara maju tersebut mendorong mulai meredanya ketidakpastian pasar keuangan global. Sehubungan dengan itu, aliran modal sejauh ini mulai kembali masuk dan menurunkan tekanan pelemahan nilai tukar di negara emerging market, termasuk Indonesia. Ke depan, sejumlah risiko dapat kembali meningkatkan ketidakpastian perekonomian dunia, di antaranya masih berlanjutnya ketegangan geopolitik, pelemahan ekonomi di sejumlah negara termasuk Tiongkok, serta masih tingginya suku bunga kebijakan moneter dan yield obligasi di negara maju. Perekonomian Indonesia tetap tumbuh baik didukung oleh permintaan domestik. Konsumsi rumah tangga dan investasi tetap tumbuh sejalan dengan keyakinan masyarakat dan berlanjutnya penyelesaian Proyek Strategis Nasional (PSN). Perkembangan ini dikonfirmasi oleh sejumlah indikator utama hingga bulan Desember 2023, seperti keyakinan konsumen, penjualan eceran, dan Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur. Sementara itu, kinerja ekspor cenderung lebih baik, seiring dengan peningkatan permintaan beberapa mitra dagang utama, seperti AS dan India. Berdasarkan Lapangan Usaha (LU), kinerja perekonomian terutama didorong oleh Perdagangan Besar dan Eceran, Industri Pengolahan, serta Konstruksi. BI memprakirakan pertumbuhan ekonomi 2023 berada dalam kisaran 4,5-5,3%. Pada 2024, kinerja konsumsi, baik swasta maupun Pemerintah, dan investasi diprakirakan terus meningkat sejalan dengan keyakinan konsumsi masyarakat yang tetap kuat, dampak positif pelaksanaan Pemilu, serta keberlanjutan pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN). Dengan perkembangan tersebut, pertumbuhan ekonomi 2024 diprakirakan meningkat dalam kisaran 4,7-5,5%. Ke depan, BI akan terus memperkuat sinergi stimulus fiskal Pemerintah dengan stimulus makroprudensial BI untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya dari sisi permintaan. Inflasi tetap terjaga dalam kisaran sasaran. Inflasi IHK November 2023 terkendali pada 2,86% (yoy) sehingga diprakirakan inflasi IHK tahun 2023 akan berada dalam kisaran 3,0±1%. Perkembangan ini dipengaruhi oleh inflasi inti yang tetap rendah sebesar 1,87% (yoy) sejalan dengan konsistensi kebijakan suku bunga dan stabilisasi nilai tukar Rupiah oleh BI. Inflasi administered prices juga rendah sebesar 2,07% (yoy). Sementara itu, inflasi kelompok volatile food naik menjadi 7,59% (yoy) dipengaruhi oleh faktor musiman yang
Page 36
32
memengaruhi produksi beberapa komoditas hortikultura. BI akan terus
mencermati sejumlah risiko yang dapat mengganggu terkendalinya inflasi,
terutama yang bersumber dari harga pangan. Untuk itu, BI tetap memperkuat
bauran kebijakan moneter dan mempererat sinergi dengan Pemerintah
(Pusat dan Daerah) dalam TPIP dan TPID melalui penguatan GNPIP di berbagai
daerah untuk memastikan inflasi terkendali dalam kisaran 2,5±1% pada 2024.
Outlook Indonesia berdasarkan EIU per 9 Januari 2024 adalah:
Keterangan 2024 2025 2026 2027 2028
GDP 5,10% 5,20% 5,10% 5,00% 5,20%
Inflasi 2,80% 2,70% 3,20% 3,20% 3,10%
Industri Alat Berat
Industri alat berat saat ini menghadapi tekanan akibat penurunan harga
komoditas pertambangan. Pelaku industri ini telah menetapkan target
kinerja yang realistis untuk tahun 2024. Produksi alat berat nasional pada
tahun 2023 mencapai 8.066 mengalami penurunan signifikan sebesar 8,61%
dibandingkan tahun sebelumnya unit dari total produksi pada tahun 2022
adalah 8.826. Penurunan ini disebabkan oleh pelemahan harga komoditas
pertambangan.
Sektor pertambangan diperkirakan masih menjadi kontributor utama
penjualan alat berat nasional. Terlepas dari turunnya harga komoditas,
aktivitas produksi pada dasarnya tetap berjalan. Kebutuhan terhadap alat
berat baru di sektor tambang tetap ada, meski belum tentu setinggi periode
sebelumnya.
Himpunan Industri Alat Berat Indonesia (Hinabi) menargetkan produksi tahun
2024 sebanyak 8.000 unit. Sektor pertambangan masih diprediksi akan
menjadi kontributor utama penjualan alat berat di tingkat nasional.
Meskipun harga komoditas turun, produksi masih berlanjut, karena
kebutuhan akan alat berat baru tetap ada, meskipun mungkin tidak sebesar
periode sebelumnya. Salah satu masalah di industri alat berat adalah
keterbatasan unit yang di produksi sehingga banyak pembeli alat berat harus
menuggu (Indent).
Di lain sisi tren pergeseran teknologi dari bahan bakar fosil menjadi energi
yang dapat di perbarui (renewable energy) pada industri alat berat masih
dalam proses penelitian dan belum dirasakan layaknya industri mobil saat
ini. Penggunaan alat berat berteknologi ramah lingkungan di harapkan akan
semakin meningkat di masa mendatang.
Page 37
33
Secara keseluruhan industri alat berat masih prospektif di masa depan
dengan salah satu tantangannya adalah pergantian dari alat berat energi fosil
menjadi energi terbarukan yang masih dalam tahap penelitian. Perusahaan
yang memiliki keunggulan kompetitif pada mesin yang berbasis Internal
Combustion Engine (ICE) masih menjadi andalan sebelum perubahan itu
datang.
II.9.3 Analisis Operasional dan Prospek Perusahaan
Pendapatan UNTR sejak tahun 2019 sampai dengan 2023 mengalami
pertumbuhan rata-rata tahunan CAGR sebesar 11,09%. Walaupun pendapatan
sempat mengalami penurunan di tahun 2020 dan 2021 yang disebabkan oleh
pandemi Covid-19, namun di tahun 2022 dengan adanya peningkatan harga
jual batubara, pendapatan UNTR dapat mengalami pertumbuhan yang cukup
signifikan.
Panas bumi mempunyai peluang yang baik untuk dikembangkan di Indonesia
karena sesuai dengan kebutuhan pasar Indonesia. Tenaga panas bumi
memberikan kombinasi atribut yang menarik dibandingkan dengan jenis
teknologi pembangkit listrik lainnya karena rendah karbon, hemat biaya, dan
dapat diandalkan. Dibandingkan dengan energi terbarukan yang bersifat
intermiten seperti tenaga angin dan matahari, energi ini dapat menyediakan
daya beban dasar yang stabil dan memerlukan penggunaan yang lebih kecil.
Dikombinasikan dengan potensi sumber daya yang besar di Indonesia,
pertumbuhan permintaan listrik yang pesat dan dukungan kebijakan
terhadap energi terbarukan, panas bumi mempunyai keunggulan
dibandingkan pilihan pembangkit listrik lainnya.
II.9.4 Alasan dan Latar Belakang Rencana Transaksi
Alasan dilakukannya Rencana Transaksi adalah untuk mendukung kegiatan
operasional ARKO, dimana ARKO sebagai peminjam akan menggunakan dana
yang dipinjam untuk kegiatan konstruksi project PLTA Pongbembe di
Sulawesi Selatan dengan kapasitas sebesar 3x6,66 MW (20 MW). Jumlah
pinjaman yang diberikan oleh UNTR kepada ARKO merupakan porsi ekuitas
untuk pengerjaan project PLTA tersebut.
II.9.5 Keuntungan dan Kerugian atas Dilakukannya Rencana Transaksi
Keuntungan Rencana Transaksi adalah:
• Melalui rencana transaksi Shareholder loan ini, ARKO berpeluang untuk
berkembang dan melakukan ekspansi lagi di bidang bisnis Pembangkit
Listrik Tenaga Air / Mini Hidro, yang dimana nantinya akan mempengaruhi
juga laporan keuangan UNTR secara konsolidasi jika ARKO sudah
melakukan berbagai ekspansi dan juga dapat menghemat biaya beban
Page 38
34
bunga dikarenakan rate yang UNTR berikan lebih murah dibandingkan
dengan Pemberi Pinjaman lain nya.
Kerugian Rencana Transaksi adalah:
• Risiko adanya kegagalan ekspansi bisnis ataupun pengelolaan shareholder
loan yang UNTR berikan dengan kurang baik pada ARKO yang menyebabkan
performance keuangan ARKO menjadi buruk.
II.9.6 Analisis Dampak Leverage pada Keuangan
Dengan dilakukannya Rencana Transaksi, rasio solvabilitas tidak akan
mengalami perubahan karena sumber dana yang digunakan UNTR untuk
melakukan Rencana Transaksi merupakan dana internal perusahaan.
Sebelum Rencana Sesudah Rencana
Analisis Rasio Transaksi Transaksi Penyesuaian
31-Dec-23 31-Dec-23
Rasio solvabilitas
Debt to equity ratio 0,22 0,22 0,00%
Long term debt to equity ratio 0,21 0,21 0,00%
Debt to total assets ratio 0,12 0,12 0,00%
Kami juga melakukan perbandingan debt to equity ratio UNTR dengan debt
to equity ratio industri berdasarkan data Damodaran selama 5 tahun
terakhir. Hasil perbandingan adalah sebagai berikut:
Debt to equity ratio
Periode
Industri UT
2019 53.52% 23.06%
2020 57.71% 19.77%
2021 44.55% 12.79%
2022 26.08% 3.35%
2023 21.80% 22.46%
Minimum 21.80% 3.35%
Maksimum 57.71% 23.06%
Median 44.55% 19.77%
Mean 40.73% 16.29%
Dari tabel di atas diperoleh rata-rata debt to equity ratio UNTR selama
5 tahun terakhir adalah sebesar 16,29% dan per 31 Desember 2023 adalah
sebesar 22,46%. Berdasarkan data Damodaran untuk Coal & Related Energy
untuk negara berkembang rata-rata rasio utang terhadap ekuitas selama 5
tahun terakhir adalah sebesar 40,73% dan per 31 Desember 2022 adalah
sebesar 21,80%.
Maka dapat disimpulkan bahwa dalam 5 tahun terakhir dan per
31 Desember 2023, posisi leverage UNTR masih lebih baik dibandingkan
industri. Selain itu Rencana Transaksi tidak mempengaruhi leverage UNTR
karena dana yang digunakan merupakan dana internal UNTR.
Page 39
35
II.9.7 Analisis Dampak Likuiditas
Seperti yang ditunjukkan dalam tabel dalam bab II.7 bahwa dengan
dilakukannya Rencana Transaksi rasio likuiditas UNTR akan mengalami
perubahan yang disebabkan oleh sumber dana yang digunakan oleh UNTR
untuk melakukan Rencana Transaksi merupakan dana internal perusahaan
namun perubahannya tidak signifikan.
II.9.8 Analisis Dampak Keuangan jika Proyek yang Dibiayai Mengalami
Kegagalan
Berdasarkan analisis rasio keuangan sesudah Rencana Transaksi menunjukkan
bahwa rasio likuiditas UNTR tidak mengalami perubahan yang signifikan.
Sehingga apabila ARKO mengalami gagal bayar untuk mengembalikan
kewajibannya kepada UNTR, maka UNTR tetap dapat memenuhi kewajiban
jangka pendeknya.
II.10 Analisis Kuantitatif atas Rencana Transaksi
II.10.1 Penilaian Kinerja Historis
Berdasarkan data Laporan Keuangan Auditan UNTR per 31 Desember 2019
sampai dengan per 31 Desember 2023 yang kami peroleh dari manajemen
UNTR, kondisi keuangan UNTR adalah sebagai berikut:
Laporan Posisi Keuangan
Disajikan dalam jutaan Rupiah
Audit Audit Audit Audit Audit
31-Dec-19 31-Dec-20 31-Dec-21 31-Dec-22 31-Dec-23
Aset
Aset lancar
Jumlah aset lancar 50.826.955 44.195.782 60.604.068 78.930.048 62.667.105
Aset tidak lancar
Jumlah aset tidak lancar 60.886.420 55.605.181 51.957.288 61.548.172 91.361.143
Jumlah aset 111.713.375 99.800.963 112.561.356 140.478.220 154.028.248
Liabilitas
Liabilitas jangka pendek
Jumlah liabilitas jangka pendek 32.585.529 20.943.824 30.489.218 42.037.402 43.038.299
Liabilitas jangka panjang
Jumlah liabilitas jangka panjang 18.017.772 15.709.999 10.249.381 8.926.993 26.954.386
Jumlah liabilitas 50.603.301 36.653.823 40.738.599 50.964.395 69.992.685
Ekuitas
Jumlah ekuitas 61.110.074 63.147.140 71.822.757 89.513.825 84.035.563
Jumlah liabilitas & ekuitas 111.713.375 99.800.963 112.561.356 140.478.220 154.028.248
Page 40
36
Jumlah aset UNTR sejak tahun 2019 sampai dengan tahun 2023 mengalami
peningkatan rata-rata tahunan Compound Annual Growth Rate (“CAGR”)
sebesar 8,36%.
Jumlah liabilitas UNTR sejak tahun 2019 sampai dengan tahun 2023
mengalami peningkatan rata-rata tahunan CAGR sebesar 8,45%.
Jumlah ekuitas UNTR sejak tahun 2019 sampai dengan tahun 2023 mengalami
peningkatan rata-rata tahunan CAGR sebesar 8,29%.
Laporan Laba Rugi
Disajikan dalam jutaan Rupiah
Audit Audit Audit Audit Audit
31-Dec-19 31-Dec-20 31-Dec-21 31-Dec-22 31-Dec-23
Pendapatan bersih 84.430.478 60.346.784 79.460.503 123.607.460 128.583.264
Beban pokok pendapatan (63.199.825) (47.357.491) (59.795.542) (88.848.772) (92.797.027)
Laba/(rugi) bruto 21.230.653 12.989.293 19.664.961 34.758.688 35.786.237
Beban penjualan (1.039.971) (1.342.063) (1.125.733) (1.064.580) (1.321.419)
Beban umum & administrasi (3.585.671) (3.353.253) (3.663.613) (4.561.392) (4.741.675)
Kerugian penurunan nilai
properti pertambangan
Beban lain-lain - bersih 188.560 (824.035) (980.291) (560.803) (885.424)
Penghasilan keuangan 616.712 758.513 871.973 998.148 1.126.994
Biaya keuangan (2.333.765) (1.539.907) (754.155) (759.935) (1.879.411)
Bagian atas laba bersih entitas
asosiasi & ventura bersama 400.367 322.638 449.108 635.915 635.038
Laba sebelum pajak penghasilan 15.476.885 7.011.186 14.462.250 29.446.041 28.720.340
Beban pajak penghasilan (4.342.244) (1.378.761) (3.853.983) (6.452.368) (6.590.244)
Laba tahun berjalan 11.134.641 5.632.425 10.608.267 22.993.673 22.130.096
Jumlah pendapatan UNTR sejak tahun 2019 sampai dengan tahun 2023
mengalami peningkatan rata-rata tahunan CAGR sebesar 11,09%.
Jumlah laba bruto UNTR sejak tahun 2019 sampai dengan tahun 2023
mengalami peningkatan rata-rata tahunan CAGR sebesar 13,94%.
Jumlah laba tahun berjalan UNTR sejak tahun 2019 sampai dengan tahun
2023 mengalami peningkatan rata-rata tahunan CAGR sebesar 18,73%.
Performa UNTR secara keseluruhan mengalami peningkatan namun pada
tahun 2020 mengalami penurunan akibat pandemi Covid-19. Pada tahun 2021
sudah mulai menunjukkan pemulihan dari Covid-19 bahkan pada 2022 UNTR
sudah melebihi kinerja sebelum terjadinya pandemi Covid-19.
Page 41
37
Laporan Arus Kas
Disajikan dalam jutaan Rupiah
Audit Audit Audit Audit Audit
31-Dec-19 31-Dec-20 31-Dec-21 31-Dec-22 31-Dec-23
Arus kas dari aktivitas operasi
Arus kas bersih diperoleh dari
(digunakan untuk)
aktivitas operasi 9.435.985 18.557.088 23.284.854 32.891.585 26.346.848
Arus kas dari aktivitas investasi
Arus kas bersih diperoleh dari /
(digunakan untuk)
aktivitas investasi (9.757.541) (2.594.328) (3.158.997) (10.401.292) (33.439.773)
Arus kas dari aktivitas pendanaan
Arus kas bersih diperoleh dari /
(digunakan untuk)
aktivitas pendanaan (830.690) (7.834.254) (7.419.838) (18.653.279) (12.230.036)
Kenaikan / (penurunan) bersih
kas & setara kas (1.152.246) 8.128.506 12.706.019 3.837.014 (19.322.961)
Kas dan setara kas pada awal tahun 13.438.175 12.090.661 20.498.574 33.321.741 38.281.513
Dampak perubahan selisih kurs
terhadap kas dan setara kas (195.268) 279.407 117.148 1.122.758 (361.943)
Kas dan setara kas pada akhir tahun 12.090.661 20.498.574 33.321.741 38.281.513 18.596.609
Sejak tahun 2019 sampai dengan tahun 2023 aktivitas operasi UNTR secara
keseluruhan mampu untuk memenuhi kebutuhan kegiatan investasi dan
memenuhi dalam kegiatan pendanaan, pada tahun 2023 UNTR banyak
melakukan perolehan aset tetap berupa alat berat.
Analisis Rasio
Analisis rasio 31-Dec-19 31-Dec-20 31-Dec-21 31-Dec-22 31-Dec-23
Rasio likuditas
Rasio lancar 1.56 2.11 1.99 1.88 1.46
Rasio cepat 1.22 1.73 1.68 1.51 1.06
Rasio kas 0.37 0.98 1.09 0.91 0.43
Rasio solvabilitas
Debt to equity ratio 0.23 0.20 0.13 0.03 0.22
Long term debt to equity ratio 0.17 0.13 0.04 0.01 0.21
Debt to total assets ratio 0.03 0.04 0.06 0.01 0.01
Rasio profitabilitas
Gross profit margin 25.15% 21.52% 24.75% 28.12% 27.83%
Net profit margin 13.40% 9.95% 12.94% 16.99% 16.03%
Rasio Likuiditas
Rasio lancar mengalami penurunan dari 1,56 pada tahun 2019 menjadi 1,46
pada tahun 2023. Rasio cepat mengalami penurunan dari 1,22 pada tahun
2019 menjadi 1,06 pada tahun 2023. Rasio kas mengalami peningkatan dari
0,37 pada tahun 2019 menjadi 0,43 pada tahun 2023.
Page 42
38
Sejak tahun 2019 sampai 2023 aset lancar secara keseluruhan UNTR mampu
memenuhi kewajiban jangka pendeknya, karena rasio likuiditas secara
keseluruhan berada di atas 1.
Rasio Solvabilitas
Debt to equity ratio mengalami penurunan dari 0,23 pada tahun 2018
menjadi 0,22 pada tahun 2023. Long term debt to equity ratio mengalami
peningkatan dari 0,17 pada tahun 2019 menjadi 0,21 pada tahun 2023.
Debt to total assets ratio mengalami penurunan dari 0,13 pada tahun 2018
menjadi 0,12 pada tahun 2023.
Mulai dari tahun 2020, UNTR secara bertahap mengurangi jumlah utang yang
dimilikinya, terutama pada tahun 2021. Keputusan ini diambil karena UNTR
memiliki posisi kas yang mencukupi. Pada tahun 2023 menambah utang bank
jangka panjang karena merupakan salah satu cara pendanaan untuk
melakukan kegiatan investasi terutama kegiatan akusisi dan kebutuhan
modal kerja.
Rasio Profitabilitas
Gross profit margin mengalami peningkatan dari 25,15% pada tahun 2019
menjadi 27,83% pada tahun 2023. Net profit margin mengalami peningkatan
dari 13,40% pada tahun 2019 menjadi 16,03% pada tahun 2023.
II.10.2 Analisis Keuangan Sebelum dan Sesudah Rencana Transaksi
Berdasarkan proforma keuangan yang diberikan oleh manajemen UNTR,
dengan asumsi:
• Dana yang digunakan dalam Rencana Transaksi adalah dana internal
perusahaan;
• Nilai Rencana Transaksi adalah sebesar Rp150.000.000.000.-
maka pengaruh Rencana Transaksi terhadap posisi keuangan dan kinerja
UNTR adalah sebagai berikut:
Page 43
39
Proforma Posisi Keuangan
Disajikan dalam Jutaan Rupiah
Sebelum Rencana Sesudah Rencana
Penyesuaian
Transaksi Transaksi
31-Dec-23 31-Dec-23
Aset
Aset lancar
Kas & setara kas 18.596.609 (150.000) 18.446.609
Piutang non usaha 2.040.719 150.000 2.190.719
Jumlah aset lancar 62.667.105 - 62.667.105
Aset tidak lancar
Pihak ketiga 311.702 311.702
Pihak berelasi 2.867.712 2.867.712
Piutang non usaha 3.179.414 3.179.414
Investasi pada entitas asosiasi
& ventura bersama 14.853.244 14.853.244
Jumlah aset tidak lancar 91.361.143 - 91.361.143
Jumlah aset 154.028.248 - 154.028.248
Liabilitas
Liabilitas jangka pendek
Jumlah liabilitas jangka pendek 43.038.299 - 43.038.299
Liabilitas jangka panjang
Jumlah liabilitas jangka panjang 26.954.386 - 26.954.386
Jumlah liabilitas 69.992.685 - 69.992.685
Ekuitas
Jumlah ekuitas 84.035.563 - 84.035.563
Jumlah liabilitas & ekuitas 154.028.248 - 154.028.248
Proforma posisi keuangan mengenai pengaruh Rencana Transaksi
menunjukkan perbedaan antara sebelum dan sesudah Rencana Transaksi
pada tanggal 31 Desember 2023 yang disebabkan oleh:
• Jumlah kas & setara kas berkurang sebesar Rp150.000 Juta yang
disebabkan untuk Rencana Transaksi pinjaman kepada ARKO;
• Jumlah piutang non usaha bertambah sebesar Rp150.000 Juta yang
disebabkan pencatatan piutang pemegang saham ARKO;
Page 44
40
Proforma Laba Rugi
Disajikan dalam Jutaan Rupiah
Sebelum Rencana Sesudah Rencana
Penyesuaian
Transaksi Transaksi
31-Dec-23 31-Dec-23
Pendapatan bersih 128.583.264 128.583.264
Beban pokok pendapatan (92.797.027) (92.797.027)
Laba/(rugi) bruto 35.786.237 - 35.786.237
Beban penjualan (1.321.419) (1.321.419)
Beban umum & administrasi (4.741.675) (4.741.675)
Kerugian penurunan nilai
properti pertambangan
Penghasilan lain-lain - -
Beban lain-lain (885.424) (885.424)
Penghasilan keuangan 1.126.994 1.126.994
Biaya keuangan (1.879.411) (1.879.411)
Bagian atas laba bersih entitas
asosiasi & ventura bersama 635.038 635.038
Laba sebelum pajak penghasilan 28.720.340 - 28.720.340
Beban pajak penghasilan (6.590.244) (6.590.244)
Laba tahun berjalan 22.130.096 - 22.130.096
Proforma laba rugi mengenai pengaruh Rencana Transaksi menunjukkan
tidak adanya perbedaan antara sebelum dan sesudah Rencana Transaksi pada
tanggal 31 Desember 2023.
II.10.3 Analisis Rasio Keuangan Sebelum dan Sesudah Rencana Transaksi
Sebelum Rencana Sesudah Rencana
Analisis Rasio Transaksi Transaksi Penyesuaian
31-Dec-23 31-Dec-23
Rasio likuditas
Rasio lancar 1,46 1,46 0,00%
Rasio cepat 1,06 1,06 0,00%
Rasio kas 0,43 0,43 -0,81%
Rasio solvabilitas
Debt to equity ratio 0,22 0,22 0,00%
Long term debt to equity ratio 0,21 0,21 0,00%
Debt to total assets ratio 0,12 0,12 0,00%
Rasio profitabilitas
Gross profit margin 0,28 0,28 0,00%
Net profit margin 0,16 0,16 0,00%
Dari tabel di atas, dapat diperoleh informasi bahwa per 31 Desember 2023,
dengan dilakukannya Rencana Transaksi maka:
• Rasio likuiditas mengalami perubahan yang disebabkan oleh sumber dana
yang digunakan UNTR untuk melakukan Rencana Transaksi merupakan
dana internal perusahaan namun perubahannya tidak signifikan;
Page 45
41
• Rasio solvabilitas tidak mengalami perubahan karena sumber dana yang
digunakan UNTR untuk melakukan Rencana Transaksi merupakan dana
internal perusahaan;
• Rasio profitabilitas tidak mengalami perubahan karena Rencana Transaksi
tidak memengaruhi laba rugi UNTR pada 31 Desember 2023.
Dari hasil analisis atas proforma keuangan sebelum dan sesudah Rencana
Transaksi dapat disimpulkan bahwa Rencana Transaksi akan memengaruhi
rasio likuiditas UNTR, namun perubahannya tidak signifikan. Sedangkan
untuk rasio solvabilitas dan rasio profitabilitas tidak mengalami perubahan.
II.10.4 Penilaian atas Proyeksi Keuangan
Kami melakukan perbandingan atas proyeksi keuangan sebelum dan sesudah
Rencana Transaksi yang sudah disiapkan oleh manajemen UNTR. Asumsi
utama yang digunakan adalah bahwa:
• Dalam proyeksi keuangan sebelum Rencana Transaksi diasumsikan
Rencana Transaksi pinjaman kepada ARKO tidak dilakukan;
• Dalam proyeksi keuangan sesudah Rencana Transaksi, diasumsikan
Rencana Transaksi pinjaman kepada ARKO dilakukan;
Page 46
42
Hasil perbandingan adalah sebagai berikut:
Analisis Proyeksi Laba Rugi
Disajikan dalam jutaan Rupiah
Keterangan 2024 2025 2026 2027 2028
Pendapatan
Sebelum Rencana Transaksi 123.271.796 122.484.073 124.247.210 127.444.970 130.725.031
Sesudah Rencana Transaksi 123.271.796 122.484.073 124.247.210 127.444.970 130.725.031
Selisih - - - - -
Selisih % 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Laba Kotor
Sebelum Rencana Transaksi 29.430.583 26.907.040 28.111.469 28.834.976 29.577.104
Sesudah Rencana Transaksi 29.430.583 26.907.040 28.111.469 28.834.976 29.577.104
Selisih - - - - -
Selisih % 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Laba Operasi
Sebelum Rencana Transaksi 22.925.012 20.344.629 21.280.906 21.828.614 22.390.419
Sesudah Rencana Transaksi 22.925.012 20.344.629 21.280.906 21.828.614 22.390.419
Selisih - - - - -
Selisih % 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Laba/(Rugi) Sebelum Pajak
Sebelum Rencana Transaksi 21.142.544 18.894.244 20.211.780 20.729.943 21.248.598
Sesudah Rencana Transaksi 21.144.007 18.899.941 20.217.225 20.738.930 21.258.065
Selisih 1.463 5.696 5.445 8.987 9.467
Selisih % 0,01% 0,03% 0,03% 0,04% 0,04%
Laba/(Rugi) Tahun Berjalan
Sebelum Rencana Transaksi 16.488.757 14.798.356 15.866.703 16.273.036 16.676.983
Sesudah Rencana Transaksi 16.489.803 14.802.425 15.870.592 16.279.456 16.683.745
Selisih 1.045 4.069 3.890 6.420 6.762
Selisih % 0,01% 0,03% 0,02% 0,04% 0,04%
Dari perbandingan proyeksi laba rugi sebelum dan sesudah Rencana Transaksi
menunjukkan bahwa sesudah Rencana Transaksi profitabilitas UNTR akan
lebih tinggi dibandingkan sebelum Rencana Transaksi yang disebabkan oleh:
• Tambahan pendapatan bunga yang diterima oleh UNTR, serta equity
income /(loss) dari ARKO.
Page 47
43
Analisis Proyeksi Posisi Keuangan
Disajikan dalam jutaan Rupiah
Keterangan 2024 2025 2026 2027 2028
Aset
Sebelum Rencana Transaksi 165.880.696 171.360.845 174.074.763 178.591.820 183.210.260
Sesudah Rencana Transaksi 165.882.160 171.368.004 174.087.368 178.613.413 183.241.319
Selisih 1.463 7.159 12.605 21.592 31.059
Selisih % 0,00% 0,00% 0,01% 0,01% 0,02%
Liabilitas
Sebelum Rencana Transaksi 70.385.533 71.225.929 63.890.743 65.535.104 67.221.786
Sesudah Rencana Transaksi 70.385.951 71.227.974 63.894.343 65.541.272 67.230.658
Selisih 418 2.045 3.601 6.168 8.873
Selisih % 0,00% 0,00% 0,01% 0,01% 0,01%
Ekuitas
Sebelum Rencana Transaksi 95.495.163 100.134.916 110.184.020 113.056.717 115.988.475
Sesudah Rencana Transaksi 95.496.208 100.140.031 110.193.024 113.072.141 116.010.661
Selisih 1.045 5.114 9.004 15.424 22.186
Selisih % 0,00% 0,01% 0,01% 0,01% 0,02%
Dari perbandingan proyeksi posisi keuangan sebelum dan sesudah Rencana
Transaksi menunjukkan bahwa perbedaan muncul yang disebabkan oleh:
• Penurunan kas dan setara kas yang disebabkan oleh penarikan pinjaman
ARKO secara bertahap pada tahun 2024 sebesar Rp80 miliar, tahun 2026
sebesar Rp35 miliar, dan tahun 2027 sebesar Rp35 miliar;
• Peningkatan piutang usaha selaras dengan penarikan pinjaman oleh ARKO;
• Tambahan pendapatan bunga yang diterima oleh UNTR, serta equity
income /(loss) dari ARKO.
Page 48
44
II.10.5 Analisis Kemampuan Penerima Pinjaman untuk Melunasi Rencana
Transaksi
Berdasarkan data Laporan Keuangan Auditan ARKO per 31 Desember 2019
sampai dengan per 31 Desember 2023 yang kami peroleh dari manajemen
UNTR, kondisi keuangan ARKO adalah sebagai berikut:
Laporan Posisi Keuangan
Disajikan dalam Juta Rupiah
Audit Audit Audit Audit Audit
31-Dec-19 31-Dec-20 31-Dec-21 31-Dec-22 31-Dec-23
Aset
Aset Lancar
Jumlah Aset Lancar 19.881 49.791 53.835 182.778 153.640
Aset Tidak Lancar
Jumlah Aset Tidak Lancar 513.934 510.797 634.779 765.165 1.003.999
Jumlah Aset 533.815 560.588 688.614 947.943 1.157.639
Liabilitas dan Ekuitas
Liabilitas Jangka Pendek
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 42.168 18.123 167.048 160.822 70.225
Liabilitas Jangka Panjang
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 349.911 421.750 350.540 387.110 649.498
Jumlah Liabilitas 392.079 439.873 517.588 547.932 719.723
Ekuitas
Jumlah Ekuitas 141.736 120.715 171.026 400.011 437.916
Jumlah Liabilitas dan Ekuitas 533.815 560.588 688.614 947.943 1.157.639
Jumlah aset ARKO sejak tahun 2019 sampai dengan tahun 2023 mengalami
peningkatan rata-rata tahunan CAGR sebesar 21,35%.
Jumlah liabilitas ARKO sejak tahun 2019 sampai dengan tahun 2023
mengalami peningkatan rata-rata tahunan CAGR sebesar 16,40%.
Jumlah ekuitas ARKO sejak tahun 2019 sampai dengan tahun 2023 mengalami
peningkatan rata-rata tahunan CAGR sebesar 32,58%.
Page 49
45
Laporan Laba Rugi
Disajikan dalam Juta Rupiah
Audit Audit Audit Audit Audit
31-Dec-19 31-Dec-20 31-Dec-21 31-Dec-22 31-Dec-23
Pendapatan 145.119 52.094 198.393 247.884 178.790
Beban pokok pendapatan (95.435) (22.944) (89.276) (120.765) (104.822)
Laba kotor 49.684 29.150 109.117 127.119 73.968
Beban usaha
Beban umum dan administrasi (21.977) (32.775) (18.010) (31.075) (28.501)
Beban keuangan (36.739) (38.955) (52.055) (50.866) (47.753)
Beban penjualan (4)
Penghasilan keuangan 17.051 24.985 33.938 48.232 61.694
Kerugian atas selisih kurs, bersih 4.185 (8.236) (1.307) (15.475) (977)
(Kerugian) keuntungan lain-lain, bersih 214 (5) 3.788 1.858 (1.160)
Laba sebelum pajak 12.414 (25.835) 75.471 79.795 57.271
Beban pajak (21.032) 2.873 (25.741) (27.088) (18.163)
Laba bersih tahun berjalan (8.618) (22.962) 49.730 52.707 39.108
ARKO mulai beroperasi secara komersial pada Desember 2017 dan sejak
tahun 2019 sampai dengan 2020 masih mengalami rugi tahun berjalan.
Namun, pada tahun 2021 sampai dengan 2023 laba tahun berjalan ARKO
sudah mencatatkan laba tahun berjalan.
Page 50
46
Laporan Arus Kas
Disajikan dalam Juta Rupiah
Audit Audit Audit Audit Audit
31-Dec-19 31-Dec-20 31-Dec-21 31-Dec-22 31-Dec-23
Arus Kas dari Aktivitas Operasi
Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Operasional (67.205) 10.927 25.773 (41.122) (14.750)
Arus Kas dari Aktivitas Investasi
Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi (6.379) (9.752) (3.874) (14.761) (76.074)
Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan
Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Pendanaan 49.621 10.221 (31.047) 132.431 65.841
(Penurunan) kenaikan bersih kas dan setara kas (23.964) 11.397 (9.147) 76.548 (24.982)
Kas dan setara kas - awal tahun 37.883 13.919 25.315 16.168 92.717
Kas dan setara kas - akhir tahun 13.919 25.315 16.168 92.717 67.734
ARKO mulai beroperasi secara komersial pada tahun 2017. Sehingga untuk
memenuhi aktivitas operasinya sejak tahun 2019 sampai dengan 2023, ARKO
menggunakan pinjaman berjangka dan penerbitan obligasi.
Analisis Rasio
Analisis rasio 31-Dec-19 31-Dec-20 31-Dec-21 31-Dec-22 31-Dec-23
Rasio likuditas
Rasio lancar 0,47 2,75 0,32 1,14 2,19
Rasio cepat 0,47 2,75 0,32 1,14 2,19
Rasio kas 0,33 1,40 0,10 0,58 0,96
Rasio solvabilitas
Debt to equity ratio 2,44 3,36 2,51 1,13 1,30
Long term debt to equity ratio 2,22 3,24 1,74 0,77 1,27
Debt to total assets ratio 0,65 0,72 0,62 0,48 0,49
Rasio profitabilitas
Gross profit margin 34,24% 55,96% 55,00% 51,28% 41,37%
Net profit margin -5,94% -44,08% 25,07% 21,26% 21,87%
Rasio likuiditas
Secara keseluruhan rasio lancar dan rasio cepat ARKO pada tahun 2022 dan
2023 berada di atas 1 yang disebabkan oleh peningkatan kas di periode
tersebut.
Rasio Solvabilitas
Rasio Solvabilitas mengalami peningkatan karena untuk untuk memenuhi
kebutuhan pengembangan serta operasional dari tahun 2019 sampai dengan
2023.
Page 51
47
Rasio Profitabilitas
ARKO mulai beroperasi secara komersial pada Desember 2017 dan sejak
tahun 2021 sampai dengan 2023 masih mengalami rugi usaha. Namun, pada
tahun 2021 sampai dengan 2023 laba tahun berjalan ARKO sudah
mencatatkan laba tahun berjalan.
II.10.6 Analisis Cash Management dan Financial Covenant dari Rencana
Transaksi
Berdasarkan analisis rasio likuditas sesudah Rencana Transaksi menunjukkan
bahwa, rasio lancar UNTR tidak mengalami perubahan yang signifikan dan
berada di atas 1. Sehingga apabila ARKO sebagai pihak penerima pinjaman
mengalami gagal bayar untuk mengembalikan kewajibannya kepada UNTR,
maka UNTR tetap dapat memenuhi kewajiban jangka pendeknya.
II.10.7 Analisis Yield Pinjaman Rencana Transaksi
Sesuai dengan draft Perjanjian Pinjaman Pemegang Saham bahwa syarat dan
ketentuan yang diatur di dalam Perjanjian Pinjaman Pemegang Saham masih
tetap berlaku maka suku bunga Rencana Transaksi yang disepakati adalah
sebesar 2.3% + JIBOR 3 Months per annum dan pembayaran bunga akan
dibayarkan setiap 3 bulanan.
Kami melakukan analisis dengan membandingkan tingkat suku bunga Rencana
Transaksi dengan tingkat suku bunga pasar, tingkat suku bunga OJK dan
tingkat suku bunga modal kerja. Tingkat suku bunga pasar berdasarkan yield
obligasi Pemerintah Republik Indonesia dalam Rupiah per 31 Desember 2023
untuk jangka waktu 7 tahun adalah sebesar 6,53%, suku bunga OJK adalah
sebesar 8,15% dan tingkat suku bunga modal kerja Bank Indonesia per
31 Desember 2023 adalah sebesar 8,93%.
Dari analisis perbandingan antara tingkat suku bunga Rencana Transaksi
dengan tingkat suku bunga pasar dan tingkat suku bunga MTN dapat
disimpulkan bahwa tingkat suku bunga dalam Rencana Transaksi lebih tinggi
dibandingkan tingkat suku bunga pasar, tingkat suku bunga OJK dan tingkat
suku bunga modal kerja.
II.10.8 Analisis Inkremental
Kontribusi Nilai Tambah
Dalam analisis ini kami melakukan membandingkan pendapatan bunga yang
akan diperoleh dari suku bunga Rencana Transaksi dengan pendapatan bunga
yang akan diperoleh apabila UNTR menempatkan dana yang tersedia di
obligasi Pemerintah Republik Indonesia dalam Rupiah per 31 Desember 2023.
Page 52
48
Berikut merupakan analisis perbandingan pendapatan bunga selama periode
pinjaman yang diperoleh dengan suku bunga Rencana Transaksi dan tingkat
suku bunga pasar:
Disajikan dalam Juta Rupiah
Pendapatan Bunga
Suku Bunga
Suku Bunga Pasar
Rencana Transaksi
Jumlah pinjaman (Juta Rupiah) 150.000 150.000
Suku bunga 9,25% 6,53%
Suku bunga 2,30%
Suku bunga JIBOR 3M 6,95%
Pembayaran bunga 3 Bulanan 3 Bulanan
Periode pinjaman (tahun) 7 7
Total pendapatan bunga selama
57.094 39.257
periode pinjaman
Selisih 17.837
% Selisih 31,24%
Dari analisis kontribusi nilai tambah diperoleh informasi bahwa total
pendapatan bunga selama periode pinjaman yang diperoleh dengan tingkat
suku bunga Rencana Transaksi lebih tinggi 31,24% dibandingkan total
pendapatan bunga dengan tingkat suku bunga pasar;
Sehingga dapat disimpulkan bahwa Rencana Transaksi lebih menguntungkan
dibandingkan apabila UNTR menempatkan dana yang tersedia di obligasi
Pemerintah Republik Indonesia dalam Rupiah.
Biaya Atau Pendapatan Yang Relevan
Disajikan dalam jutaan Rupiah
Keterangan 2024 2025 2026 2027 2028
Laba/(Rugi) Tahun Berjalan
Sebelum Rencana Transaksi 16.488.757 14.798.356 15.866.703 16.273.036 16.676.983
Sesudah Rencana Transaksi 16.489.803 14.802.425 15.870.592 16.279.456 16.683.745
Lembar saham 3.698.414.000
EPS (dalam rupiah penuh)
Sebelum Rencana Transaksi 4.458 4.001 4.290 4.400 4.509
Sesudah Rencana Transaksi 4.459 4.002 4.291 4.402 4.511
Selisih 0 1 1 2 2
Selisih % 0,01% 0,03% 0,02% 0,04% 0,04%
Berdasarkan proyeksi keuangan sebelum dan sesudah Rencana Transaksi yang
diperolah dari manajemen UNTR menunjukkan bahwa laba per saham
sesudah Rencana Transaksi akan lebih tinggi dibandingkan sebelum Rencana
Transaksi yang disebabkan oleh Tambahan pendapatan bunga yang diterima
oleh UNTR, serta equity income /(loss) dari ARKO.
Page 53
49
Informasi Non Keuangan Yang Relevan
Berdasarkan data yang diperoleh dari manajemen UNTR, kami tidak
menemukan adanya informasi non keuangan material lainnya yang relevan
atas Rencana Transaksi selain dari informasi yang sudah kami sampaikan
dalam laporan ini.
II.10.9 Analisis Sensitivitas
Analisis sensitivitas dilakukan dengan melihat pengaruh perubahan tingkat
suku bunga pasar terhadap selisih antara total pendapatan bunga selama
periode pinjaman dengan tingkat suku bunga Rencana Transaksi dengan total
pendapatan bunga selama periode pinjaman dengan tingkat suku bunga
pasar. Dalam analisis ini kami mengasumsikan bahwa tingkat suku bunga
pasar akan mengalami kenaikan dan penurunan sebesar 10% dan 20%. Hasil
analisis adalah sebagai berikut:
Disajikan dalam Juta Rupiah
Pendapatan Bunga
Suku Bunga Suku Bunga Pasar Suku Bunga Pasar Suku Bunga Pasar Suku Bunga Pasar
Suku Bunga Pasar
Rencana Transaksi Naik 10% Naik 20% Turun 10% Turun 20%
Jumlah pinjaman (Rp) 150.000 150.000 150.000 150.000 150.000 150.000
Suku bunga 9,25% 6,53% 7,18% 7,83% 5,87% 5,22%
Pembayaran bunga 3 Bulanan 3 Bulanan 3 Bulanan 3 Bulanan 3 Bulanan 3 Bulanan
Periode pinjaman (tahun) 7 7 7 7 7 7
Total pendapatan bunga selama
57.094 39.257 43.456 47.703 35.107 31.006
periode pinjaman
Selisih dengan pendapatan bunga
(17.837) (13.638) (9.392) (21.987) (26.089)
Rencana Transaksi
% Selisih -31,24% -23,89% -16,45% -38,51% -45,69%
% Selisih terhadap selisih awal -23,54% -47,35% 23,27% 46,26%
Dari analisis di atas diperoleh informasi bahwa:
• Apabila tingkat suku bunga pasar mengalami kenaikan 10% maka
pendapatan bunga selama periode pinjaman yang diperoleh lebih rendah
23,89% dibandingkan pendapatan bunga dengan tingkat suku bunga
Rencana Transaksi. Perubahan ini setara dengan peningkatan sebesar
23,54% dibandingkan dari selisih awal pendapatan bunga;
• Apabila tingkat suku bunga pasar mengalami kenaikan 20% maka
pendapatan bunga selama periode pinjaman yang diperoleh lebih rendah
16,45% dibandingkan pendapatan bunga dengan tingkat suku bunga
Rencana Transaksi. Perubahan ini setara dengan peningkatan sebesar
47,35% dibandingkan dari selisih awal pendapatan bunga;
• Apabila tingkat suku bunga pasar mengalami penurunan 10% maka
pendapatan bunga selama periode pinjaman yang diperoleh lebih rendah
38,51% dibandingkan pendapatan bunga dengan tingkat suku bunga
Rencana Transaksi. Perubahan ini setara dengan penurunan sebesar
23,27% dibandingkan dari selisih awal pendapatan bunga;
Page 54
50
• Apabila tingkat suku bunga pasar mengalami penurunan 20% maka
pendapatan bunga selama periode pinjaman yang diperoleh lebih rendah
45,69% dibandingkan pendapatan bunga dengan tingkat suku bunga
Rencana Transaksi. Perubahan ini setara dengan penurunan sebesar
46,26% dibandingkan dari selisih awal pendapatan bunga.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa Rencana Transaksi sensitif terhadap
perubahan tingkat suku bunga pasar.
II.11 Analisis Kelayakan Rencana Penggunaan Dana atas Transaksi Pinjam
Meminjam Dana
II.11.1 Analisis Kelayakan Investasi
Bagi UNTR, dapat mendapatkan tingkat suku bunga yang lebih tinggi
dibandingkan tingkat suku bunga pasar, tingkat suku bunga OJK dan tingkat
suku bunga modal kerja.
II.11.2 Analisis Kelayakan Pelunasan Utang
Secara historikal, rasio lancar ARKO berada di atas 1 yang dimana aset lancar
ARKO dari tahun 2022 dan tahun 2023 mampu untuk mengembalikan
kewajibannya. Selain itu, berdasarkan informasi yang diperoleh dari
manajemen UNTR, secara konsolidasi akan ada 1 project company dari ARKO
yang beroperasi pada tahun 2024, diharapkan dari project company tersebut
dapat menghasilkan kas ARKO secara konsolidasi, sehingga ARKO mampu
membayar pinjaman ini.
II.11.3 Analisis atas Faktor-Faktor Lain yang Relevan
Dengan pertimbangan bahwa Rencana Transaksi akan dilakukan seperti yang
dijelaskan oleh manajemen UNTR dan tidak ada lagi perubahan dari draft
Perjanjian Pinjaman Pemegang Saham sampai dengan tanggal efektifnya
Rencana Transaksi, maka kami berkesimpulan tidak terdapat faktor-faktor
lain yang relevan.
II.12 Analisis atas Jaminan
Dalam Perjanjian Pinjaman Pemegang Saham tidak diatur mengenai jaminan.
Namun untuk meminimalisasi risiko gagal bayar, berdasarkan penjelasan
manajemen UNTR apabila ARKO sebagai pihak penerima pinjaman
mengalami gagal bayar untuk mengembalikan kewajibannya kepada UNTR,
maka UNTR tetap dapat memenuhi kewajiban jangka pendeknya.
Page 55
51
III KESIMPULAN ANALISIS PENDAPAT KEWAJARAN
Hasil analisis pendapat kewajaran yang kami lakukan atas Rencana Transaksi
adalah sebagai berikut:
• Analisis pengaruh transaksi pinjam meminjam dana terhadap keuangan
perusahaan:
Berdasarkan proforma keuangan per 31 Desember 2023 yang diperoleh dari
manajemen UNTR, kami melakukan perbandingan analisis rasio keuangan
antara sebelum dan sesudah Rencana Transaksi dilakukan. Hasil analisis
menunjukkan bahwa rasio likuiditas mengalami perubahan namun tidak
signifikan. Sedangkan rasio solvabilitas dan rasio profitabilitas tidak
mengalami perubahan.
• Identifikasi dan hubungan antara pihak-pihak:
a. Berdasarkan draft Perjanjian Pinjaman Pemegang Saham, pihak-pihak
yang terlibat dalam transaksi adalah:
• UNTR sebagai pihak pemilik piutang;
• ARKO sebagai pihak yang berhutang.
b. Berdasarkan analisis terhadap dokumen korporasi atas pihak yang
bertransaksi serta berdasarkan informasi yang diperoleh dari
manajemen UNTR, terdapat hubungan afiliasi antara pihak yang
bertransaksi berupa hubungan kepemilikan yang disebabkan oleh:
• UNTR dan EPN memiliki hubungan afiliasi karena EPN merupakan
perusahaan yang 51,01% sahamnya dimiliki oleh UNTR dan 48,99%
sahamnya dimiliki oleh PAMA.
• UNTR dan PT Bina Pertiwi Energi (BPE) memiliki hubungan afiliasi
karena BPE merupakan perusahaan yang 99,995% sahamnya dimiliki
oleh UT dan 0,005% sahamnya dimiliki oleh PT United Tractors
Pandu Engineering.
• ARKO merupakan perusahaan yang dimiliki oleh EPN baik secara
langsung maupun tidak langsung sebanyak 31,49% dimana 26,55%
sahamnya dimiliki oleh EPN dan 4,94% sahamnya dimiliki secara
tidak langsung oleh EPN melalui BPE;
• Bpk. Iwan Hadiantoro menjabat sebagai Direktur di UNTR dan juga
menjabat sebagai Komisaris di EPN, Presiden Komisaris di BPE dan
Komisaris di ARKO per 31 Desember 2023 hingga tanggal laporan ini
diterbitkan;
Page 56
52
• Analisis perjanjian dan persyaratan yang disepakati:
Dalam draft Perjanjian Pinjaman Pemegang Saham yang diperoleh dari
manajemen UNTR, beberapa syarat dan ketentuan yang disepakati antara
lain:
- Nilai fasilitas maksimum sebesar Rp150.000.000.000 (seratus lima puluh
miliar Rupiah) yang telah disetujui oleh Kreditur dalam bentuk fasilitas
pinjaman berulang (revolving loan);
- Jatuh Tempo Pinjaman adalah paling lambat 7 (tujuh) tahun sejak
Tanggal Penarikan, pembayaran 30% Pinjaman dilakukan secara
angsuran dengan periode 3 (tiga) bulanan, dan 70% dari Pinjaman akan
dibayarkan dengan Milestone Payment pada tahun ke-4 (empat) , tahun
ke-5,5 (lima koma lima), dan tahun ke-7 (tujuh) atau yang disepakati
oleh Para Pihak;
- Periode Pembayaran Suku Bunga Pinjaman adalah periode 3 (tiga) bulan
atau yang disepakati oleh Para Pihak.
Periode Pembayaran Bunga selanjutnya adalah periode yang
diberitahukan oleh Debitur kepada Kreditur, pemberitahuan diberikan
1 (satu) hari sebelum berakhirnya Periode Pembayaran Bunga. Apabila
Debitur tidak memberikan pemberitahuan sebelumnya, maka Periode
Pembayaran Bunga selanjutnya adalah sama dengan Periode
pembayaran Bunga sebelumnya.
Periode Pembayaran Bunga yang berakhir bukan pada Hari Kerja adalah
periode yang berakhir pada Hari Kerja berikutnya dan Periode
Pembayaran Bunga yang berakhir setelah Tanggal Pembayaran akan
berakhir pada Tanggal Pembayaran.
- Tingkat suku bunga sebesar Margin 2.3% + JIBOR 3 Months per annum.
• Analisis likuiditas:
Dengan dilakukannya Rencana Transaksi, rasio likuiditas UNTR akan
mengalami perubahan karena sumber dana yang digunakan oleh UNTR dan
ARKO merupakan dana internal perusahaan namun perubahannya tidak
signifikan.
• Analisis manfaat dan risiko:
a. Manfaat Rencana Transaksi adalah:
• Bagi UNTR, dengan Rencana Transaksi berpotensi mendapatkan
tambahan pendapatan bunga dengan tingkat suku bunga yang lebih
tinggi dari suku bunga pasar, suku bunga OJK dan suku bunga modal
kerja Bank Indonesia.
Page 57
53
Tingkat suku bunga pasar berdasarkan yield obligasi Pemerintah
Republik Indonesia dalam Rupiah per 31 Desember 2023 untuk
jangka waktu 7 tahun adalah sebesar 6,53%, suku bunga OJK adalah
sebesar 8,15% dan suku bunga modal kerja Bank Indonesia per
Desember 2023 adalah sebesar 8,93%;
b. Risiko Rencana Transaksi adalah:
• Dengan Rencana Transaksi ini, UNTR akan menanggung risiko gagal
bayar dari ARKO.
• Analisis kualitatif:
a. Keuntungan Rencana Transaksi adalah:
• Melalui rencana transaksi Shareholder loan ini, ARKO berpeluang
untuk berkembang dan melakukan ekspansi lagi di bidang bisnis
Pembangkit Listrik Tenaga Air / Mini Hidro, yang dimana nantinya
akan mempengaruhi juga laporan keuangan UNTR secara konsolidasi
jika ARKO sudah melakukan berbagai ekspansi dan juga dapat
menghemat biaya beban bunga dikarenakan rate yang UNTR berikan
lebih murah dibandingkan dengan Pemberi Pinjaman lain nya.
b. Kerugian Rencana Transaksi adalah:
• Risiko adanya kegagalan ekspansi bisnis ataupun pengelolaan
shareholder loan yang UNTR berikan dengan kurang baik pada ARKO
yang menyebabkan performance keuangan ARKO menjadi buruk.
• Analisis kuantitatif:
a. Dari hasil analisis atas proforma keuangan sebelum dan sesudah
Rencana Transaksi dapat disimpulkan bahwa Rencana Transaksi akan
memengaruhi rasio likuiditas UNTR, namun perubahannya tidak
signifikan. Sedangkan untuk rasio solvabilitas dan rasio profitabilitas
tidak mengalami perubahan;
b. Dari perbandingan proyeksi laba rugi sebelum dan sesudah Rencana
Transaksi menunjukkan bahwa sesudah Rencana Transaksi
profitabilitas UNTR akan lebih tinggi dibandingkan sebelum Rencana
Transaksi yang disebabkan oleh:
• Tambahan pendapatan bunga yang diterima oleh UNTR, serta
equity income /(loss) dari ARKO.
c. Dari analisis perbandingan antara tingkat suku bunga Rencana
Transaksi dengan tingkat suku bunga pasar, suku bunga OJK dan
tingkat suku bunga modal kerja dapat disimpulkan bahwa tingkat suku
bunga dalam Rencana Transaksi lebih tinggi dibandingkan tingkat suku
bunga pasar, suku bunga OJK dan tingkat suku bunga modal kerja;
Page 58
54
d. Dari analisis kontribusi nilai tambah diperoleh informasi bahwa total
pendapatan bunga selama periode pinjaman yang diperoleh dengan
tingkat suku bunga Rencana Transaksi lebih tinggi 31,24%
dibandingkan total pendapatan bunga dengan tingkat suku bunga
pasar. Apabila dibandingkan dengan tingkat suku bunga OJK,
pendapatan bunga lebih tinggi 12,79% dan jika dibandingkan dengan
tingkat suku bunga modal kerja, pendapatan bunga lebih tinggi 3,75%.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa Rencana Transaksi lebih
menguntungkan dibandingkan apabila UNTR menempatkan dana yang
tersedia di obligasi Pemerintah Republik Indonesia dalam Rupiah, suku
bunga OJK dan suku bunga modal kerja Bank Indonesia.
• Analisis kelayakan rencana penggunaan dana:
a. Bagi UNTR, dapat mendapatkan tingkat suku bunga yang lebih tinggi
dibandingkan tingkat suku bunga obligasi Pemerintah Republik
Indonesia dalam Rupiah, suku bunga OJK dan suku bunga modal kerja
Bank Indonesia.
b. Penyaluran dana pinjaman kepada ARKO untuk mendukung kegiatan
operasional dan konstruksi project PLTA Pongmbembe di Sulawesi
Selatan dengan kapasitas sebesar 3x6,66 MW (20 MW).
• Analisis atas jaminan:
Dalam Perjanjian Pinjaman Pemegang Saham tidak diatur mengenai
jaminan. Namun untuk meminimalisasi risiko gagal bayar, berdasarkan
penjelasan manajemen UNTR apabila ARKO sebagai pihak penerima
pinjaman mengalami gagal bayar untuk mengembalikan kewajibannya
kepada UNTR, maka UNTR tetap dapat memenuhi kewajiban jangka
pendeknya.
Kesimpulan
Berdasarkan analisis pendapat kewajaran yang kami lakukan atas Rencana
Transaksi, maka kami berkesimpulan bahwa Rencana Transaksi Perjanjian
Pinjaman Pemegang Saham antara PT United Tractors Tbk (“UNTR”)
dengan PT Arkora Hydro Tbk (“ARKO”) dengan jumlah pinjaman sebesar
Rp150.000.000.000,- (Seratus Lima Puluh Miliar Rupiah) per 31 Desember
2023 adalah Wajar.
Page 59
Page 60
Lampiran 1
PT UNITED TRACTORS Tbk
Analisis Sensitivitas
Disajikan dalam Juta Rupiah
Pendapatan Bunga
Suku Bunga Suku Bunga Pasar Suku Bunga Pasar Suku Bunga Pasar Suku Bunga Pasar
Suku Bunga Pasar
Rencana Transaksi Naik 10% Naik 20% Turun 10% Turun 20%
Jumlah pinjaman (Rp) 150.000 150.000 150.000 150.000 150.000 150.000
Suku bunga 9,25% 6,53% 7,18% 7,83% 5,87% 5,22%
Pembayaran bunga 3 Bulanan 3 Bulanan 3 Bulanan 3 Bulanan 3 Bulanan 3 Bulanan
Periode pinjaman (tahun) 7 7 7 7 7 7
Total pendapatan bunga selama
57.094 39.257 43.456 47.703 35.107 31.006
periode pinjaman
Selisih dengan pendapatan bunga
(17.837) (13.638) (9.392) (21.987) (26.089)
Rencana Transaksi
% Selisih -31,24% -23,89% -16,45% -38,51% -45,69%
% Selisih terhadap selisih awal -23,54% -47,35% 23,27% 46,26%
Page 61
Lampiran 2
PT UNITED TRACTORS Tbk
Perhitungan Pendapatan Bunga dengan Suku Bunga Rencana Transaksi
Dalam Juta Rupiah
Penarikan pinjaman 150.000
Tingkat bunga 9,25%
Pembayaran pinjaman 3 Bulanan
Tenor 7 Tahun
Pendapatan
Pinjaman Angsuran Pokok
bunga
31-Dec-23
01-Jan-24 150.000
1 142.145 14.792 7.855 6.938
2 133.927 14.792 8.218 6.574
3 125.328 14.792 8.598 6.194
4 116.332 14.792 8.996 5.796
5 106.920 14.792 9.412 5.380
6 97.073 14.792 9.847 4.945
7 86.770 14.792 10.303 4.490
8 75.991 14.792 10.779 4.013
9 64.713 14.792 11.278 3.515
10 52.913 14.792 11.799 2.993
11 40.568 14.792 12.345 2.447
12 27.652 14.792 12.916 1.876
13 14.139 14.792 13.514 1.279
14 0 14.792 14.139 654
207.094 150.000 57.094
Page 62
Lampiran 2-1
PT UNITED TRACTORS Tbk
Perhitungan Pendapatan Bunga dengan Suku Bunga Yield Obligasi Pemerintah Republik Indonesia
Dalam Juta Rupiah
Penarikan pinjaman 150.000
Tingkat bunga 6,53%
Pembayaran pinjaman 3 Bulanan
Tenor 7 Tahun
Pendapatan
Pinjaman Angsuran Pokok
bunga
31-Dec-23
01-Jan-24 150.000
1 141.377 13.518 8.623 4.895
2 132.472 13.518 8.905 4.613
3 123.276 13.518 9.195 4.323
4 113.781 13.518 9.496 4.023
5 103.975 13.518 9.805 3.713
6 93.850 13.518 10.125 3.393
7 83.394 13.518 10.456 3.063
8 72.597 13.518 10.797 2.721
9 61.448 13.518 11.149 2.369
10 49.934 13.518 11.513 2.005
11 38.045 13.518 11.889 1.629
12 25.769 13.518 12.277 1.242
13 13.091 13.518 12.677 841
14 0 13.518 13.091 427
189.257 150.000 39.257
Page 63
Lampiran 2-2
PT UNITED TRACTORS Tbk
Perhitungan Pendapatan Bunga dengan Suku Bunga OJK
Dalam Juta Rupiah
Penarikan pinjaman 150.000
Tingkat bunga 8,15%
Pembayaran pinjaman 3 Bulanan
Tenor 7 Tahun
Pendapatan
Pinjaman Angsuran Pokok
bunga
31-Dec-23
01-Jan-24 150.000
1 141.842 14.271 8.158 6.112
2 133.351 14.271 8.491 5.780
3 124.514 14.271 8.837 5.434
4 115.318 14.271 9.197 5.074
5 105.746 14.271 9.572 4.699
6 95.784 14.271 9.962 4.309
7 85.417 14.271 10.368 3.903
8 74.627 14.271 10.790 3.481
9 63.397 14.271 11.230 3.041
10 51.710 14.271 11.687 2.583
11 39.546 14.271 12.164 2.107
12 26.887 14.271 12.659 1.611
13 13.712 14.271 13.175 1.096
14 0 14.271 13.712 559
199.790 150.000 49.790
Page 64
Lampiran 3
PT UNITED TRACTORS Tbk
Perhitungan Pendapatan Bunga dengan Suku Bunga Modal Kerja Bank Indonesia
Dalam Juta Rupiah
Penarikan pinjaman 150.000
Tingkat bunga 8,93%
Pembayaran pinjaman 3 Bulanan
Tenor 7 Tahun
Pendapatan
Pinjaman Angsuran Pokok
bunga
31-Dec-23
01-Jan-24 150.000
1 142.058 14.640 7.942 6.698
2 133.761 14.640 8.297 6.343
3 125.094 14.640 8.667 5.972
4 116.039 14.640 9.054 5.585
5 106.581 14.640 9.459 5.181
6 96.700 14.640 9.881 4.759
7 86.378 14.640 10.322 4.318
8 75.595 14.640 10.783 3.857
9 64.331 14.640 11.264 3.375
10 52.563 14.640 11.767 2.872
11 40.271 14.640 12.293 2.347
12 27.429 14.640 12.842 1.798
13 14.014 14.640 13.415 1.225
14 0 14.640 14.014 626
204.956 150.000 54.956
Names mentioned 58 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
KJPP Nirboyo Adiputro
p.20 ×5
unresolved
org
Dewi Apriyanti & Rekan
p.20 ×5
unresolved
person
Penilai Publik Satya Bima Nugraha
p.20
unresolved
org
KJPP NDR
p.20 ×8
unresolved
org
Kementerian Keuangan Republik Indonesia
p.20
unresolved
—
Telepon/Faks
p.21
unresolved
person
Ramandhika
p.21
unresolved
person
Rendih
p.23
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Tanudiredja
p.23
unresolved
org
Rintis & Rekan
p.23
unresolved
org
Kantor Akuntan Imelda & Rekan
p.24
unresolved
org
Bank Indonesia
p.24 ×11
unresolved
org
KJPP NDR. Oleh
p.26
unresolved
person
Jose Dima Satria
p.28 ×2
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.28
unresolved
—
Loudy Irwanto Elli
· Direktur
p.28 ×2
unresolved
org
ACEI Singapore Holdings Private Ltd
p.30
unresolved
org
PT Inter Astra Motor Works
p.33
unresolved
person
Djojo Muljadi
p.33
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik Indonesia
p.33
unresolved
org
PT United Tractors. Anggaran Dasar
p.33
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.33 ×4
unresolved
person
Jose Dimas Satria
p.33
unresolved
org
Carriage Ltd
p.34 ×2
unresolved
org
Jardine Matheson Hodings Ltd.
p.34
unresolved
person
Darmawan Tjoa
p.34
unresolved
person
Dr. Sugih Haryati
p.34 ×2
unresolved
org
Bank Indonesia Dalam Juta Rupiah Penarikan
p.64
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.182
5764 ms
12 Sep 2026 23:01
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'CONFLICT',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': '',
'object_truncated': False,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': None,
'value': '0.18'}