Back to announcement
20240702_UNTR_Informasi Transaksi Afiliasi_31678542_lamp3.pdf
Asset transaction Needs review UNTRSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 101
Page 1
Page 2
i
DAFTAR ISI
• SURAT PENGANTAR YANG BERISIKAN RINGKASAN HASIL
PENDAPAT KEWAJARAN 1
• PERNYATAAN PENILAI 21
I. PENDAHULUAN 23
I.1 Dasar Penugasan 23
I.2 Identifikasi Status Penilai 23
I.3 Identifikasi Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan 24
I.4 Identifikasi Objek Penilaian 24
I.5 Jenis Mata Uang yang Digunakan 25
I.6 Alasan dan Latar Belakang Rencana Transaksi 25
I.7 Ringkasan Rencana Transaksi 26
I.8 Maksud dan Tujuan Penilaian 32
I.9 Benturan Kepentingan Rencana Transaksi 32
I.10 Tanggal Penilaian 32
I.11 Tingkat Kedalaman Investigasi 32
I.12 Sifat dan Sumber Informasi Yang Dapat Diandalkan 33
I.13 Asumsi dan Kondisi Pembatas 34
I.14 Persyaratan atas Persetujuan untuk Publikasi 36
I.15 Standar Penilaian 36
I.16 Metode dan Prosedur Penyusunan Pendapat Kewajaran 37
I.17 Kejadian-Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian
(Subsequent Events) 37
II. ANALISIS PENDAPAT KEWAJARAN 39
II.1 Analisis Pengaruh Transaksi Pinjam Meminjam Dana
Terhadap Keuangan Perseroan 39
II.2 Pihak-Pihak yang Bertransaksi 39
II.3 Susunan Pemegang Saham dan Susunan Manajemen 40
Perseroan
II.4 Susunan Pemegang Saham dan Susunan Manajemen SANF 41
II.5 Hubungan antara Pihak-Pihak yang Bertransaksi 42
Page 3
ii
II.6 Perjanjian dan Persyaratan Rencana Transaksi 43
II.7 Analisis Likuiditas 47
II.8 Manfaat dan Risiko Rencana Transaksi 47
II.9 Analisis Kualitatif atas Rencana Transaksi 48
II.9.1 Riwayat Singkat dan Sifat Kegiatan Usaha 48
II.9.2 Analisis Industri dan Lingkungan 50
II.9.3 Analisis Operasional dan Prospek Perusahaan 52
II.9.4 Alasan dan Latar Belakang Rencana Transaksi 53
II.9.5 Keuntungan dan Kerugian atas Dilakukannya Rencana
Transaksi 54
II.9.6 Analisis Dampak Leverage pada Keuangan 54
II.9.7 Analisis Dampak Likuiditas 55
II.9.8 Analisis Dampak Keuangan jika Proyek yang Dibiayai
Mengalami Kegagalan 56
II.10 Analisis Kuantitatif atas Rencana Transaksi 57
II.10.1 Penilaian Kinerja Historis 57
II.10.2 Analisis Keuangan Sebelum dan Sesudah Rencana Transaksi 60
II.10.3 Analisis Rasio Keuangan Sebelum dan Sesudah Rencana
Transaksi 64
II.10.4 Penilaian atas Proyeksi Penjualan 64
II.10.5 Analisis Kemampuan Penerima Pinjaman untuk Melunasi
Rencana Transaksi 65
II.10.6 Analisis Cash Management dan Financial Covenant dari
Rencana Transaksi 68
II.10.7 Analisis Inkremental 68
II.10.8 Analisis Sensitivitas 76
II.11 Analisis Kelayakan Rencana Penggunaan Dana atas
Transaksi Pinjam Meminjam Dana 83
II.11.1 Analisis Kelayakan Investasi 83
II.11.2 Analisis Kelayakan Pelunasan Utang 83
II.11.3 Analisis atas Faktor-Faktor Lain yang Relevan 83
II.12 Analisis atas Jaminan 83
Page 4
iii III. KESIMPULAN ANALISIS PENDAPAT KEWAJARAN 85 • INDEPENDESI PENILAI 91 • PENUTUP 91 LAMPIRAN Lampiran 1 – Data Pasar MTN Lampiran 2 – Perhitungan Analisis Sensitivitas Terhadap Tingkat Penjualan Lampiran 3 – Perhitungan Analisis Sensitivitas Terhadap Tingkat Suku Bunga
Page 5
Page 6
Page 7
Page 8
Page 9
Page 10
Page 11
Page 12
Page 13
Page 14
Page 15
Page 16
Page 17
Page 18
Page 19
Page 20
Page 21
Page 22
Page 23
Page 24
Page 25
Page 26
Page 27
23
I. PENDAHULUAN
I.1 Dasar Penugasan
Berdasarkan permintaan dari PT United Tractors Tbk (“Perseroan”) untuk
memberikan pendapat atas Kewajaran atas Rencana Transaksi Perubahan
Syarat dan Ketentuan dalam Perjanjian Pinjaman antara
PT United Tractors Tbk dan PT Surya Artha Nusantara Finance (“SANF”)
yang tertuang dalam:
• Surat Permintaan Penawaran No. LUT/179/9960/III/2024 tanggal
12 Maret 2024 dari PT United Tractors Tbk;
• Surat Penawaran No. 0180/NDR-SB/Prop/III/24 tanggal 14 Maret 2024 dari
KJPP Nirboyo Adiputro, Dewi Apriyanti & Rekan yang telah disetujui;
• Surat Penunjukkan No. LUT/180/9960/III/2024 tanggal 15 Maret 2024 dari
PT United Tractors Tbk;
• Surat Perjanjian Kerja No. 006/NDR-SB/SPK/III/24 tanggal 18 Maret 2024
antara KJPP Nirboyo Adiputro, Dewi Apriyanti & Rekan dengan
PT United Tractors Tbk.
Dengan ini kami menyatakan bahwa kami telah melakukan investigasi dan
penilaian atas kewajaran rencana transaksi di atas, serta menyampaikan
laporan ini untuk keperluan Pengguna Laporan.
I.2 Identifikasi Status Penilai
• Penilaian ini telah dilaksanakan oleh Penilai Publik Satya Bima Nugraha,
S.E., MAPPI (Cert.) yang merupakan Rekan pada KJPP Nirboyo Adiputro,
Dewi Apriyanti & Rekan (“KJPP NDR” / “kami”) dengan Izin Penilai No.
B-1.23.00654 dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia;
• Penilai tersebut di atas terdaftar pada Otoritas Jasa Keuangan Republik
Indonesia Bidang Pasar Modal dengan No. STTD.PB-58/PM.021/2024;
• Penilai dalam posisi untuk memberikan penilaian objektif dan tidak
memihak;
• Penilai tidak mempunyai benturan kepentingan atau potensi benturan
kepentingan dengan subjek dan/atau objek penilaian;
• Penilai tidak memiliki keterlibatan material terkait dengan objek
penilaian;
• Penilai memiliki kompetensi untuk melakukan penilaian dan kami tidak
menggunakan bantuan tenaga ahli dari luar KJPP NDR dalam melaksanakan
penilaian ini.
Page 28
24
I.3 Identifikasi Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan
• Identitas Pemberi Tugas
Nama : PT United Tractors Tbk
Alamat : Jalan Raya Bekasi Km. 22, Jakarta
Bidang usaha : Perdagangan
Telepon/Faks : 021-24579999
Email : ramandhika@unitedtractors.com
Contact Person : Bapak Ramandhika
Jabatan : Department Head Corporate Treasury
• Pengguna Laporan : PT United Tractors Tbk
I.4 Identifikasi Objek Penilaian
Objek penilaian adalah penyusunan Pendapat Kewajaran atas Rencana
Transaksi perubahan syarat dan ketentuan dalam Perjanjian Pinjaman antara
PT United Tractors Tbk (“Perseroan”) dan PT Surya Artha Nusantara Finance
(“SANF”) sebagaimana akan dicantumkan dalam Amandemen IX dari
Perjanjian Pinjaman (“Amandemen IX”).
Perseroan dan SANF telah menandatangani:
• Perjanjian Pinjaman tanggal 18 Mei 2016;
• Amandemen No. 01/UT-SANF/V/2017 tanggal 24 Mei 2017;
• Amandemen No. 02/UT-SANF/V/2018 tanggal 25 Mei 2018;
• Amandemen No. 03/UT-SANF/VI/2019 tanggal 14 Juni 2019;
• Amandemen No. 04/UT-SANF/V/2020 tanggal 19 Mei 2020;
• Amandemen No. 05/UT-SANF/VIII/2020 tanggal 31 Agustus 2020;
• Amandemen No. 06/UT-SANF/VI/2021 tanggal 11 Juni 2021;
• Amandemen No. 07/UT-SANF/VI/2022 tanggal 24 Juni 2022; dan
• Amandemen No. 08/UT-SANF/VI/2023 tanggal 26 Juni 2023;
(seluruhnya disebut “Perjanjian Pinjaman”), sehubungan dengan pinjaman
yang diberikan oleh Perseroan kepada SANF sebesar Rp1.800.000.000.000,-
(Satu Triliun Delapan Ratus Miliar Rupiah).
Perubahan yang tercantum dalam draft Amandemen IX yaitu:
• Periode ketersediaan berarti periode dari dan termasuk tanggal perjanjian
ini ditandatangani sampai dengan tanggal 30 Juni 2025 atau periode lain
yang disetujui oleh pemberi pinjaman;
• Perubahan kalkulasi bunga, sebagai berikut:
i. Suku bunga atas setiap pinjaman untuk setiap periode bunga adalah
maksimal sebesar 6,75% (enam koma tujuh lima persen) per tahun
(“Suku Bunga”);
Page 29
25
ii. Ketentuan suku bunga sebagaimana diatur dalam poin (i) dapat
dikecualikan berdasarkan pertimbangan pemberi pinjaman dan pemberi
pinjaman atas diskresinya sendiri berhak untuk menentukan besaran
nilai pengecualian suku bunga tersebut dengan nilai tidak kurang dari
5% (lima persen) per tahun. Penentuan besaran suku bunga pada
masing-masing penarikan pinjaman akan ditentukan oleh kebutuhan
pasar dan juga cost of fund pada saat permohonan penarikan pinjaman
diberikan oleh pemberi pinjaman kepada penerima pinjaman. Suku
bunga yang akan diberlakukan akan diberitahukan oleh pemberi
pinjaman dalam surat pemberitahuan terpisah dan akan terus berlaku
hingga adanya pemberitahuan berikutnya. Perhitungan bunga diatur
dalam pasal 9 perjanjian ini dan pembayaran merujuk kepada pasal 6.1
(pembayaran kembali pinjaman-pinjaman) perjanjian ini.
Selanjutnya dalam laporan ini Rencana Transaksi di atas akan disebut sebagai
“Rencana Transaksi”.
I.5 Jenis Mata Uang yang Digunakan
Rencana Transaksi dilaksanakan menggunakan mata uang Indonesia Rupiah
(“Rp”).
I.6 Alasan dan Latar Belakang Rencana Transaksi
Alasan dilakukannya transaksi pinjam meminjam dana antara Perseroan dan
SANF adalah untuk mendukung kegiatan operasional Perseroan, di mana SANF
sebagai penerima pinjaman akan menggunakan dana yang dipinjam untuk
pembiayaan pembelian alat-alat berat dari konsumen Perseroan. Hal ini
dilakukan agar pembiayaan atau program ini menarik bagi konsumen.
Rencana Transaksi dilakukan untuk mendukung penjualan alat berat
Perseroan pada tahun 2024 khususnya penjualan alat berat produk Komatsu
tipe PC135, PC200, D85, Bomag tipe BW212, UD Truck tipe CWE370, Scania
tipe P410 dan P360.
Dana yang diperoleh akan digunakan oleh SANF untuk membiayai penjualan
alat berat Perseroan kepada konsumen dengan tingkat suku bunga yang
kompetitif. Dengan pembiayaan ini diharapkan dapat meningkatkan dan
mempertahankan pangsa pasar alat berat Perseroan di tengah kompetisi yang
sangat ketat.
Page 30
26
I.7 Ringkasan Rencana Transaksi
Dalam Perjanjian Pinjaman antara Perseroan dan SANF yang dilakukan pada
18 Mei 2016, Perseroan dan SANF sepakat untuk melakukan transaksi pinjam
meminjam dana dengan syarat dan ketentuan yang telah disetujui oleh kedua
belah pihak. Beberapa syarat dan ketentuan yang diatur dalam Perjanjian
Pinjaman antara Perseroan dan SANF antara lain sebagai berikut:
• Jumlah fasilitas yang diberikan adalah sebesar Rp1.000.000.000.000,-
(Satu Triliun Rupiah);
• Periode ketersediaan hingga 31 Desember 2016;
• Tanggal pengakhiran perjanjian adalah maksimal 3 tahun sejak periode
ketersediaan;
• Setiap penarikan pinjaman beserta bunga akan dibayarkan dengan
pembayaran angsuran selama 12 kali angsuran per pinjaman dengan
jangka waktu 3 bulanan;
• Suku bunga adalah 6% per tahun dengan periode bunga adalah 3 bulanan;
• Penerima pinjaman wajib menyerahkan jaminan yang nilainya minimal
setara dengan 60% dari besarnya pinjaman yang telah digunakan dan
terutang.
Selanjutnya pada 24 Mei 2017, Perseroan dan SANF sepakat untuk melakukan
amandemen atas Perjanjian Pinjaman. Berdasarkan Amandemen
No. 01/UT-SANF/V/2017 telah dilakukan amandemen pertama terhadap
Perjanjian Pinjaman antara Perseroan dan SANF (“Amandemen I”).
Perubahan syarat dan ketentuan dalam Amandemen I antara lain sebagai
berikut:
• Periode ketersediaan hingga 24 Mei 2018;
• Tanggal pengakhiran pinjaman adalah maksimal 4 tahun sejak tanggal
penggunaan pinjaman terakhir yang masih dalam periode ketersediaan;
• Setiap penarikan pinjaman beserta bunga akan dibayarkan dengan
pembayaran angsuran selama 16 kali angsuran per pinjaman dengan
jangka waktu 3 bulanan;
• Suku bunga adalah 5% per tahun dengan periode bunga adalah 3 bulanan.
Selanjutnya pada 25 Mei 2018, Perseroan dan SANF sepakat untuk melakukan
amandemen atas Perjanjian Pinjaman. Berdasarkan Amandemen
No. 02/UT-SANF/V/2018 telah dilakukan amandemen kedua terhadap
Perjanjian Pinjaman antara Perseroan dan SANF (“Amandemen II”).
Perubahan syarat dan ketentuan dalam Amandemen II adalah sebagai berikut:
• Periode ketersediaan hingga 31 Mei 2019;
• Jumlah fasilitas yang diberikan adalah sebesar Rp1.750.000.000.000,-
(Satu Triliun Tujuh Ratus Lima Puluh Miliar Rupiah).
Page 31
27
Selanjutnya pada 14 Juni 2019, Perseroan dan SANF sepakat untuk melakukan
amandemen atas Perjanjian Pinjaman. Berdasarkan Amandemen
No. 03/UT-SANF/VI/2019 telah dilakukan amandemen ketiga terhadap
Perjanjian Pinjaman antara Perseroan dan SANF (“Amandemen III”).
Perubahan syarat dan ketentuan dalam Amandemen III adalah sebagai
berikut:
• Periode ketersediaan hingga 30 Juni 2020;
• Jumlah fasilitas yang diberikan adalah sebesar Rp1.800.000.000.000,-
(Satu Triliun Delapan Ratus Miliar Rupiah);
• Fasilitas yang diberikan merupakan fasilitas tanpa komitmen dan bersifat
berulang (revolving). Penerima pinjaman dapat meminjam kembali
sebagian atau seluruh pinjaman yang telah dibayarkan atau dibayarkan
kembali secara dipercepat selama periode ketersediaan selama jumlah
pokok terutang yang belum dilunasi tidak melampaui
Rp1.800.000.000.000,-;
• Menghapus ketentuan mengenai jaminan.
Selanjutnya pada 19 Mei 2020, Perseroan dan SANF sepakat untuk melakukan
amandemen atas Perjanjian Pinjaman. Berdasarkan Amandemen
No. 04/UT-SANF/V/2020 telah dilakukan amandemen keempat terhadap
Perjanjian Pinjaman antara Perseroan dan SANF (“Amandemen IV”).
Perubahan syarat dan ketentuan dalam Amandemen IV adalah sebagai
berikut:
• Periode ketersediaan hingga 30 Juni 2021.
Selanjutnya pada 31 Agustus 2020, Perseroan dan SANF sepakat untuk
melakukan amandemen atas Perjanjian Pinjaman. Berdasarkan Amandemen
No. 05/UT-SANF/VIII/2020 telah dilakukan amandemen kelima terhadap
Perjanjian Pinjaman antara Perseroan dan SANF (“Amandemen V”).
Perubahan syarat dan ketentuan dalam Amandemen V adalah sebagai
berikut:
• Suku bunga atas setiap pinjaman untuk setiap periode bunga pada
penarikan pertama akan dibagi menjadi dua tranche yaitu:
o Tranche A sebesar 5% per tahun, yang berlaku untuk pembiayaan atas
kendaraan (truk dan/atau bus) dan/atau alat berat yang akan
disepakati oleh Perseroan dan SANF dengan ketentuan bahwa pemberi
pinjaman merupakan distributor atas tipe tersebut;
Page 32
28
o Tranche B sebesar 6,5% per tahun, yang berlaku untuk pembiayaan atas
alat berat excavator merek Komatsu tipe PC200-M1 atau tipe lainnya
yang akan disepakati dikemudian hari oleh Perseroan dan SANF dengan
ketentuan bahwa pemberi pinjaman merupakan distributor atas tipe
tersebut.
• Suku bunga untuk pinjaman pada penarikan berikutnya dapat berubah
tergantung pada kondisi pasar uang yang akan diberitahukan sebelumnya
oleh pemberi pinjaman dan disepakati oleh Perseroan dan SANF
berdasarkan suatu kesepakatan tertulis.
Selanjutnya pada 11 Juni 2021, Perseroan dan SANF sepakat untuk melakukan
amandemen atas Perjanjian Pinjaman. Berdasarkan Amandemen
No. 06/UT-SANF/VI/2021 telah dilakukan amandemen keenam terhadap
Perjanjian Pinjaman antara Perseroan dan SANF (“Amandemen VI”).
Perubahan syarat dan ketentuan dalam Amandemen VI adalah sebagai
berikut:
• Periode ketersediaan berarti periode dari dan termasuk tanggal
perjanjian ini ditandatangani sampai dengan tanggal 31 Agustus 2022 atau
periode lain yang disetujui oleh pemberi pinjaman;
• Tanggal pengakhiran berarti tanggal pengakhiran pinjaman yaitu
maksimal 5 tahun sejak tanggal penggunaan pinjaman terakhir yang masih
dalam periode ketersediaan (kecuali bahwa jika tanggal pengakhiran yang
secara lain jatuh pada hari bukan hari kerja, sebagai gantinya adalah pada
hari kerja segera sebelumnya) dan seluruh hak dan kewajiban Perseroan
dan SANF berdasarkan perjanjian ini telah terpenuhi;
• Suku bunga atas setiap pinjaman untuk setiap periode bunga pada
penarikan pertama akan dibagi menjadi dua tranche yaitu:
o Tranche A sebesar 5% (lima persen) efektif (effective) per tahun,
berlaku untuk pembiayaan atas kendaraan (truk dan/atau bus)
dan/atau alat berat yang akan disepakati dikemudian hari oleh kedua
belah pihak dengan ketentuan bahwa pemberi pinjaman merupakan
distributor atas tipe tersebut (“Suku Bunga A”);
o Tranche B sebesar 6,5% (enam koma lima persen) efektif (effective) per
tahun, berlaku untuk pembiayaan atas kendaraan (truk dan/atau bus)
dan/atau alat berat yang akan disepakati dikemudian hari oleh kedua
belah pihak dengan ketentuan bahwa pemberi pinjaman merupakan
distributor atas tipe tersebut (“Suku Bunga B”).
(Secara bersama-sama suku bunga A dan suku bunga B akan disebut
dengan suku bunga).
Page 33
29
Suku bunga untuk pinjaman pada penarikan berikutnya dapat berubah
tergantung pada kondisi pasar uang yang akan diberitahukan sebelumnya
oleh pemberi pinjaman dan disepakati oleh Perseroan dan SANF
berdasarkan suatu kesepakatan tertulis. Perhitungan bunga diatur dalam
pasal 9 perjanjian dan pembayaran merujuk kepada pasal 6.1
(pembayaran kembali pinjaman-pinjaman) perjanjian ini.
Selanjutnya pada 24 Juni 2022, Perseroan dan SANF sepakat untuk melakukan
amandemen atas Perjanjian Pinjaman. Berdasarkan Amandemen
No. 07/UT-SANF/VI/2022 telah dilakukan amandemen ketujuh terhadap
Perjanjian Pinjaman antara Perseroan dan SANF (“Amandemen VII”).
Perubahan syarat dan ketentuan dalam Amandemen VII adalah sebagai
berikut:
• Periode ketersediaan berarti periode dari dan termasuk tanggal
perjanjian ini ditandatangani sampai dengan tanggal 30 Juni 2023 atau
periode lain yang disetujui oleh pemberi pinjaman.
Selanjutnya pada 26 Juni 2023, Perseroan dan SANF sepakat untuk melakukan
amandemen atas Perjanjian Pinjaman. Berdasarkan Amandemen
No. 08/UT-SANF/VI/2023 telah dilakukan amandemen ketujuh terhadap
Perjanjian Pinjaman antara Perseroan dan SANF (“Amandemen VIII”).
Perubahan syarat dan ketentuan dalam Amandemen VIII adalah sebagai
berikut:
• Periode ketersediaan berarti periode dari dan termasuk tanggal perjanjian
ini ditandatangani sampai dengan tanggal 30 Juni 2024 atau periode lain
yang disetujui oleh pemberi pinjaman.
Rencana Transaksi merupakan amandemen kesembilan atas Perjanjian
Pinjaman antara Perseroan dan SANF (“Amandemen IX”). Berdasarkan draft
Amandemen IX, perubahan syarat dan ketentuan dalam Amandemen IX
adalah bahwa:
• Periode ketersediaan berarti periode dari dan termasuk tanggal perjanjian
ini ditandatangani sampai dengan tanggal 30 Juni 2025 atau periode lain
yang disetujui oleh pemberi pinjaman;
• Perubahan kalkulasi bunga, sebagai berikut:
i. Suku bunga atas setiap pinjaman untuk setiap periode bunga adalah
maksimal sebesar 6,75% (enam koma tujuh lima persen) per tahun
(“Suku Bunga”);
Page 34
30
ii. Ketentuan suku bunga sebagaimana diatur dalam poin (i) dapat
dikecualikan berdasarkan pertimbangan pemberi pinjaman dan pemberi
pinjaman atas diskresinya sendiri berhak untuk menentukan besaran
nilai pengecualian suku bunga tersebut dengan nilai tidak kurang dari
5% (lima persen) per tahun. Penentuan besaran suku bunga pada
masing-masing penarikan pinjaman akan ditentukan oleh kebutuhan
pasar dan juga cost of fund pada saat permohonan penarikan pinjaman
diberikan oleh pemberi pinjaman kepada penerima pinjaman. Suku
bunga yang akan diberlakukan akan diberitahukan oleh pemberi
pinjaman dalam surat pemberitahuan terpisah dan akan terus berlaku
hingga adanya pemberitahuan berikutnya. Perhitungan bunga diatur
dalam pasal 9 perjanjian ini dan pembayaran merujuk kepada pasal 6.1
(pembayaran kembali pinjaman-pinjaman) perjanjian ini.
Page 35
31
Berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan, jumlah penjualan alat
berat selama Periode Ketersediaan adalah sebagai berikut:
Rata-rata
Produk Unit Harga Penjualan Suku Bunga
Tertimbang
Suku bunga 5%
PC 135 30 1.360 40.810 5,00%
PC 200 0 1.543 0 5,00%
D85 0 3.780 0 5,00%
BW212 0 1.164 0 5,00%
CWE370 0 1.776 0 5,00%
P410 0 2.805 0 5,00%
P360 0 2.300 0 5,00%
Total 30 40.810 5,00% 0,31%
Suku bunga 5,5%
PC 135 10 1.360 13.603 5,50%
PC 200 0 1.543 0 5,50%
D85 0 3.780 0 5,50%
BW212 0 1.164 0 5,50%
CWE370 0 1.776 0 5,50%
P410 0 2.805 0 5,50%
P360 0 2.300 0 5,50%
Total 10 13.603 5,50% 0,11%
Suku bunga 6%
PC 135 13 1.360 17.684 6,00%
PC 200 22 1.543 33.955 6,00%
D85 1 3.780 3.780 6,00%
BW212 4 1.164 4.657 6,00%
CWE370 4 1.776 7.104 6,00%
P410 0 2.805 0 6,00%
P360 0 2.300 0 6,00%
Total 44 67.181 6,00% 0,62%
Suku bunga 6,5%
PC 135 14 1.360 19.045 6,50%
PC 200 30 1.543 46.302 6,50%
D85 8 3.780 30.242 6,50%
BW212 2 1.164 2.329 6,50%
CWE370 5 1.776 8.880 6,50%
P410 12 2.805 33.660 6,50%
P360 0 2.300 0 6,50%
Total 71 140.457 6,50% 1,39%
Suku bunga 6,75%
PC 135 50 1.360 68.017 6,75%
PC 200 89 1.543 137.362 6,75%
D85 24 3.780 90.726 6,75%
BW212 15 1.164 17.465 6,75%
CWE370 13 1.776 23.088 6,75%
P410 15 2.805 42.075 6,75%
P360 6 2.300 13.800 6,75%
Total 212 392.534 6,75% 4,05%
Total Pendapatan 367 654.585 6,48%
Page 36
32
I.8 Maksud dan Tujuan Penilaian
Pelaksanaan penilaian ini dimaksudkan untuk memberikan pendapat
kewajaran (fairness opinion) atas Rencana Transaksi yang ditujukan dalam
rangka memenuhi ketentuan Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020 tanggal
1 Juli 2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.
Berdasarkan penjelasan dari manajemen Perseroan, Rencana Transaksi di
atas memenuhi ketentuan peraturan tentang transaksi afiliasi namun bukan
transaksi material karena nilai Rencana Transaksi di bawah 20% dari ekuitas
Perseroan per 31 Desember 2022.
Disajikan dalam jutaan Rupiah
Total
Jumlah pinjaman 1.800.000
Nilai buku ekuitas UT per 31 Desember 2023 84.035.563
% nilai transaksi terhadap nilai buku UT 2,14%
I.9 Benturan Kepentingan Rencana Transaksi
Berdasarkan penjelasan dari manajemen Perseroan, Rencana Transaksi di
atas tidak terdapat benturan kepentingan.
I.10 Tanggal Penilaian
• Tanggal penilaian adalah per 31 Desember 2023
• Tanggal laporan penilaian adalah 27 Juni 2024
I.11 Tingkat Kedalaman Investigasi
Dalam melaksanakan penilaian ini kami telah melakukan investigasi untuk
mengumpulkan data dan informasi dari manajemen Perseroan dengan cara
melakukan wawancara serta melakukan verifikasi, perhitungan dan analisis
dari data dan informasi yang diperoleh dari manajemen Perseroan maupun
sumber-sumber lainnya yang relevan dan dapat diandalkan.
Dalam proses penilaian ini kami melakukan wawancara dengan:
• Bapak Ramandhika sebagai Department Head Corporate Treasury
Perseroan;
• Bapak Rendih sebagai Team Member Corporate Treasury Perseroan.
Page 37
33
I.12 Sifat dan Sumber Informasi yang Dapat Diandalkan
Dalam mempersiapkan laporan ini, kami menggunakan data dan informasi
yang diperoleh dari manajemen Perseroan maupun sumber-sumber lainnya
yang relevan dan dapat diandalkan. Data dan informasi yang digunakan
adalah sebagai berikut:
1. Draft Amandemen IX Perjanjian Pinjaman antara Perseroan dan SANF;
2. Amandemen No. 08/UT-SANF/VI/2023 Perjanjian Pinjaman antara
Perseroan dan SANF;
3. Amandemen No. 07/UT-SANF/VI/2022 Perjanjian Pinjaman antara
Perseroan dan SANF;
4. Amandemen No. 06/UT-SANF/VI/2021 Perjanjian Pinjaman antara
Perseroan dan SANF;
5. Amandemen No. 05/UT-SANF/VIII/2020 Perjanjian Pinjaman antara
Perseroan dan SANF;
6. Amandemen No. 04/UT-SANF/V/2020 Perjanjian Pinjaman antara
Perseroan dan SANF;
7. Amandemen No. 03/UT-SANF/VI/2019 Perjanjian Pinjaman antara
Perseroan dan SANF;
8. Amandemen No. 02/UT-SANF/V/2018 Perjanjian Pinjaman antara
Perseroan dan SANF;
9. Amandemen No. 01/UT-SANF/V/2017 Perjanjian Pinjaman antara
Perseroan dan SANF;
10. Perjanjian Pinjaman antara Perseroan dan SANF;
11. Laporan Keuangan Perseroan per tanggal 31 Desember 2019 sampai
dengan 31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik
Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan (PwC) dengan opini wajar dalam
semua hal yang material;
12. Laporan Keuangan SANF per tanggal 31 Desember 2019 sampai dengan
31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik
Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan (PwC) dengan opini wajar dalam
semua hal yang material;
13. Proyeksi tambahan penjualan alat berat yang diperoleh dari manajemen
Perseroan;
14. Proforma keuangan Perseroan dengan adanya Rencana Transaksi yang
diperoleh dari manajemen Perseroan;
15. Dokumen legal Perseroan dan SANF antara lain Akta Pendirian dan Akta
Perubahannya, SIUP, TDP, NPWP, SKDP serta dokumen-dokumen penting
lainnya;
16. Data dan informasi keuangan yang diperoleh dari Damodaran tanggal
1 Januari 2024 dan 5 Januari 2024;
Page 38
34
17. Data dan informasi mengenai tingkat suku bunga obligasi Pemerintah
Republik Indonesia dari Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI) per
29 Desember 2023;
18. Data dan informasi mengenai tingkat bunga pinjaman dari SEKI Bank
Indonesia per Desember 2023;
19. Analisis ekonomi berdasarkan data dan informasi yang diperoleh dari
Economist Intelligence Unit (EIU), Bank Indonesia serta data dan
informasi lainnya yang dipublikasikan secara umum;
20. Wawancara dengan manajemen Perseroan sehubungan dengan Rencana
Transaksi;
21. Berbagai sumber informasi, baik dari media cetak dan elektronik maupun
dari hasil analisis lainnya yang kami anggap relevan.
Kami berasumsi bahwa data dan informasi yang diberikan telah diungkapkan
sepenuhnya, sejujurnya, benar dan dapat dipertanggungjawabkan.
I.13 Asumsi dan Kondisi Pembatas
Asumsi:
1. Kami mengasumsikan bahwa Rencana Transaksi dijalankan seperti yang
telah dijelaskan oleh manajemen Perseroan dan sesuai dengan
kesepakatan serta kebenaran informasi mengenai Rencana Transaksi
yang diungkapkan oleh manajemen dalam draft Amandemen IX
Perjanjian Pinjaman antara Perseroan dan SANF yang telah kami terima;
2. Kami mengasumsikan bahwa sejak tanggal penerbitan laporan ini sampai
dengan tanggal efektifnya Rencana Transaksi tidak terjadi perubahan
apapun yang berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang
digunakan di dalam analisis penyusunan pendapat kewajaran;
3. Kami mengasumsikan bahwa pihak yang bertransaksi merupakan
perusahaan yang berkelanjutan usahanya di masa mendatang dan
dikelola oleh manajemen yang profesional dan kompeten (going
concern);
4. Seluruh data dan informasi yang diterima dari Perseroan sehubungan
dengan penilaian ini adalah relevan, benar dan dapat dipercaya;
5. Seluruh pernyataan serta data dan informasi yang terdapat di dalam
laporan ini adalah relevan, benar dan dapat dipertanggungjawabkan
sesuai dengan prosedur penilaian yang berlaku umum dan disampaikan
dengan itikad baik;
6. Kami memperoleh informasi atas status hukum pihak yang bertransaksi,
namun kami tidak melakukan pengecekan terhadap keabsahannya;
7. Tidak ada perubahan yang material dan signifikan terhadap iklim politik,
ekonomi dan hukum di mana Perseroan melakukan kegiatan bisnisnya;
Page 39
35
8. Tidak ada perubahan yang material dan signifikan terhadap susunan
pengurus Perseroan;
9. Tidak ada perubahan yang material dan signifikan terhadap peraturan
dan hukum yang berlaku yang mempengaruhi pendapatan Perseroan di
dalam menjalankan bisnisnya;
10. Tidak ada perubahan yang material dan signifikan terhadap biaya tenaga
kerja dan biaya lain-lain yang signifikan;
11. Tidak ada gangguan yang material dan signifikan terhadap hubungan
industrial atau asosiasi tenaga kerja;
12. Tidak ada perubahan yang material dan signifikan terhadap kebijakan
akuntansi yang digunakan oleh Perseroan;
13. Tidak ada perubahan yang material dan signifikan terhadap teknologi
industri dan kompetisi pasar di mana Perseroan menjalankan bisnisnya.
Kondisi pembatas:
1. Laporan ini bersifat non-disclaimer opinion;
2. Laporan ini dilaksanakan sesuai dengan tujuan penilaian yang dinyatakan
dalam laporan, oleh karena itu tidak dapat digunakan dan/atau dikutip
untuk tujuan lain;
3. Laporan ini terbuka untuk publik, kecuali terdapat informasi yang
bersifat rahasia yang dapat mempengaruhi operasional Perseroan;
4. Informasi yang telah diberikan oleh Perseroan kepada kami, seperti yang
disebutkan di dalam laporan ini, dianggap layak dan dapat dipercaya,
tetapi kami tidak bertanggung jawab jika ternyata informasi yang
diberikan terbukti tidak sesuai dengan hal yang sesungguhnya. Informasi
yang dinyatakan tanpa menyebutkan sumbernya merupakan hasil
penelaahan kami terhadap data-data yang ada, pemeriksaan atas
dokumen, ataupun keterangan dari instansi pemerintah yang berwenang.
Tanggung jawab untuk memeriksa kembali kebenaran informasi tersebut
sepenuhnya berada di pihak Perseroan;
Page 40
36
5. Penilaian yang kami lakukan didasarkan pada data dan informasi yang
diberikan oleh Perseroan. Mengingat hasil dari penilaian kami sangat
tergantung dari kelengkapan, keakuratan dan penyajian data serta
asumsi-asumsi yang mendasarinya, perubahan pada data seperti adanya
informasi baru dari publik, informasi yang merupakan hasil penyelidikan
khusus ataupun dari sumber-sumber lainnya dapat merubah hasil dari
penilaian kami. Oleh karena itu, kami sampaikan bahwa perubahan
terhadap data yang digunakan dapat berpengaruh terhadap hasil
penilaian dan bahwa perbedaan yang terjadi dapat bersifat material.
Walaupun isi dari laporan ini telah dilaksanakan dengan itikad baik dan
cara yang profesional, kami tidak bertanggung jawab atas adanya
kemungkinan yang terjadinya perbedaan kesimpulan yang disebabkan
oleh analisis tambahan ataupun adanya perubahan dalam data yang
dijadikan sebagai dasar penilaian;
6. Kami menggunakan proyeksi penjualan alat berat yang diperoleh dari
Perseroan dan kami telah melakukan penyesuaian yang mencerminkan
kewajaran proyeksi sesuai dengan kemampuan pencapaiannya (fiduciary
duty). Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan
kewajaran proyeksi keuangan yang telah disesuaikan;
7. Kami bertanggung jawab atas laporan ini dan opini kewajaran;
8. Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau
melengkapi penilaian ini akibat dari peristiwa-peristiwa yang terjadi
setelah tanggal Laporan Penilaian (subsequent events);
9. Laporan ini dianggap sah apabila tertera cap (seal) KJPP Nirboyo
Adiputro, Dewi Apriyanti & Rekan, pada lembar tanda tangan
penanggung jawab Laporan.
I.14 Persyaratan atas Persetujuan untuk Publikasi
Laporan ini dan/atau referensi yang melampirinya dilaksanakan sesuai
dengan maksud dan tujuan penilaian yang dinyatakan dalam laporan serta
laporan ini bersifat terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang
bersifat rahasia, yang dapat memengaruhi operasional Perseroan.
I.15 Standar Penilaian
Kami telah melakukan penyusunan laporan pendapat kewajaran ini sesuai
dengan Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian
Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, Surat Edaran OJK No.
17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan
Penilaian Bisnis di Pasar Modal, Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar
Penilaian Indonesia Edisi VII-2018 (KEPI & SPI edisi VII-2018), serta peraturan
perundangan yang berlaku.
Page 41
37
I.16 Metode dan Prosedur Penyusunan Pendapat Kewajaran
Analisis pendapat kewajaran yang kami lakukan atas Rencana Transaksi
adalah:
• Analisis pengaruh transaksi pinjam meminjam dana terhadap keuangan
Perseroan;
• Identifikasi dan hubungan antara pihak-pihak;
• Analisis perjanjian dan persyaratan yang disepakati oleh pihak;
• Analisis likuiditas;
• Analisis manfaat dan risiko;
• Analisis kualitatif;
• Analisis kuantitatif;
• Analisis kelayakan rencana penggunaan dana;
• Analisis atas jaminan.
I.17 Kejadian-Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent
Events)
Dalam penilaian atas kewajaran Rencana Transaksi per tanggal
31 Desember 2023, terdapat kejadian penting yang diketahui maupun yang
patut diketahui setelah tanggal penilaian sampai dengan tanggal laporan
dikeluarkan yang tidak mempengaruhi hasil penilaian yaitu:
• Per 24 April 2024, berdasarkan Akta No. 98 tanggal 24 April 2024 dari
Notaris Jose Dima Satria S.H., M.Kn terdapat perubahan susunan Dewan
Komisaris dan Direksi Perseroan yaitu terdapat pengunduran diri dari
Bapak Gidion Hasan sebagai Wakil Presiden Komisaris Perseroan dan
pengangkatan Bapak Rudy sebagai Wakil Presiden Komisaris Perseroan,
Bapak Chiew Sin Cheok sebagai Komisaris Perseroan, Bapak Bruce Malcom
Cox sebagai Komisaris Independen Perseroan, serta Ibu Vilihati Surya
sebagai Direktur Perseroan. Sehingga susunan anggota Direksi dan Dewan
Komisaris Perseroan menjadi sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Presiden Komisaris : Djony Bunarto Tjondro
Wakil Presiden Komisaris : Rudy
Komisaris : Chiew Sin Cheok
Komisaris : Djoko Pranoto Santoso
Komisaris : Benjamin Herrenden Birks
Komisaris Independen : Paulus Bambang Widjarnako
Komisaris Independen : Nanan Soekarna
Komisaris Independen : Bruce Malcolm Cox
Page 42
38 Direksi Presiden Direktur : Franciscus Xaverius Laksana Kesuma Direktur : Widjaja Kartika Direktur : Loudy Irwanto Ellias Direktur : Idot Supriadi Direktur : Iwan Hadiantoro Direktur : Edhie Sarwono Direktur : Vilihati Surya
Page 43
39
II ANALISIS PENDAPAT KEWAJARAN
II.1 Analisis Pengaruh Transaksi Pinjam Meminjam Dana Terhadap
Keuangan Perseroan
Analisis pengaruh transaksi pinjam meminjam dana terhadap keuangan
Perseroan menunjukkan bahwa terdapat perbedaan dalam rasio likuiditas
antara sebelum dan sesudah transaksi. Berdasarkan proforma posisi
keuangan per 31 Desember 2023 yang diperoleh dari manajemen Perseroan,
perbedaan ini muncul akibat dari sumber dana yang digunakan Perseroan
untuk membiayai transaksi pinjam meminjam dana merupakan dana internal
Perseroan.
Analisis rasio Sebelum Sesudah Selisih
Rasio likuditas
Rasio lancar 1,46 1,44 -1,04%
Rasio cepat 1,06 1,04 -1,44%
Rasio kas 0,43 0,42 -3,52%
Rasio solvabilitas
Debt to equity ratio 0,22 0,22 0,00%
Long term debt to equity ratio 0,21 0,21 0,00%
Debt to total assets ratio 0,12 0,12 0,00%
Rasio profitabilitas
Gross profit margin 27,83% 27,83% 0,00%
Net profit margin 16,03% 16,03% 0,00%
Dengan membandingkan analisis rasio keuangan antara Laporan Keuangan
Perseroan per 31 Desember 2023 dengan proforma keuangan Perseroan per
31 Desember 2023, diperoleh bahwa rasio likuiditas mengalami perubahan
dengan jumlah yang tidak signifikan. Sedangkan rasio solvabilitas dan rasio
profitabilitas tidak mengalami perubahan.
II.2 Pihak-Pihak yang Bertransaksi
Berdasarkan Perjanjian Pinjaman antara Perseroan dan SANF, pihak-pihak
yang terlibat dalam transaksi adalah:
• Perseroan sebagai pihak pemberi pinjaman;
• SANF sebagai pihak penerima pinjaman.
Page 44
40
II.3 Susunan Pemegang Saham dan Susunan Manajemen Perseroan
Perseroan adalah perusahaan yang dikendalikan oleh induk perusahaannya
yaitu PT Astra International Tbk, perusahaan yang didirikan di Indonesia.
Susunan pemegang saham Perseroan per 31 Desember 2023 adalah sebagai
berikut:
Persentase
Pemegang saham Jumlah saham Jumlah
Kepemilikan
PT Astra International Tbk 2.219.317.358 59,50% 554.829
Fransiscus Xaverius Laksana
200.000 0,01% 50
Kesuma (Presiden Direktur)
Iwan Hadiantoro (Direktur) 166.400 0,00% 42
Loudy Irwanto Ellias (Direktur) 34.515 0,00% 9
Edjie Sarwono (Direktur) 18.100 0,00% 5
Widjaja Kartika (Direktur) 2.000 0,00% 1
Masyarakat selain Direksi
(masing-masing kepemilikan di
1.412.070.763 37,86% 353.016
bawah 5%)
Jumlah saham beredar 3.631.809.136 97,36% 907.952
Saham treasuri 98.326.000 2,64% 24.582
Jumlah 3.730.135.136 100,00% 932.534
Susunan manajemen Perseroan per 31 Desember 2023 adalah sebagai
berikut:
Dewan Komisaris
Presiden Komisaris : Djony Bunarto Tjondro
Wakil Presiden Komisaris : Gidion Hasan
Komisaris : Djoko Pranoto Santoso
Komisaris : Benjamin Herrenden Birks
Komisaris Independen : Paulus Bambang Widjarnako
Komisaris Independen : Nanan Soekarna
Direksi
Presiden Direktur : Franciscus Xaverius Laksana Kesuma
Direktur : Loudy Irwanto Ellias
Direktur : Iwan Hadiantoro
Direktur : Idot Supriadi
Direktur : Edhie Sarwono
Direktur : Widjaja Kartika
Page 45
41
Pada saat laporan ini dikeluarkan terdapat perubahan pada susunan Dewan
Komisaris dan Direksi Perseroan. Susunan Dewan Komisaris dan Direksi
Perseroan saat laporan ini dikeluarkan seperti yang dinyatakan dalam bab
I.17.
II.4 Susunan Pemegang Saham dan Susunan Manajemen SANF
Susunan pemegang saham SANF per 31 Desember 2023 adalah sebagai
berikut:
Persentase
Pemegang saham Jumlah saham Jumlah
Kepemilikan
PT Sedaya Multi Investama 344.931.040 60,00% 344.931
Marubeni Corporation, Japan 201.209.774 35,00% 201.210
PT Marubeni Indonesia 28.744.253 5,00% 28.744
Jumlah 574.885.067 100,00% 574.885
Susunan manajemen SANF per 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Presiden Komisaris : Franciscus Xaverius Laksana Kesuma
Komisaris : Arietta Adrianti
Komisaris : Masamichi Takeda
Komisaris Independen : Buntoro Muljono
Komisaris Independen : Hardi Montana
Direksi
Presiden Direktur : Wempy Kunto Wiambodo
Direktur : Handy Hartono
Direktur : Handri Susanto
Direktur : Kiyoshi Kuribara
Pada saat laporan ini dikeluarkan, tidak terdapat perubahan pemegang
saham serta susunan anggota Direksi dan Dewan Komisaris SANF.
Page 46
42
II.5 Hubungan antara Pihak-Pihak yang Bertransaksi
Berdasarkan analisis terhadap dokumen korporasi Perseroan dan SANF serta
informasi yang diperoleh dari manajemen Perseroan, hubungan kepemilikan
dan hubungan kepengurusan antara pihak-pihak yang bertransaksi adalah
sebagai berikut:
Hubungan Kepemilikan
Perseroan dan SANF memiliki hubungan afiliasi karena kedua perusahaan ini
tergabung dalam Grup dari PT Astra International Tbk “Group ASTRA”.
59,50% saham Perseroan dimiliki oleh PT Astra International Tbk, sedangkan
60,00% saham SANF dimiliki oleh PT Sedaya Multi Investama yang 99,99%
sahamnya dimiliki oleh PT Astra International Tbk.
Hubungan Kepengurusan
Per 31 Desember 2023
Susunan Manajemen UT 31 Desember 2023 UT 24 April 2024 SANF 31 Desember 2023
Dewan Komisaris
Presiden Komisaris Djony Bunarto Tjondro Djony Bunarto Tjondro Franciscus Xaverius Laksana Kesuma
Wakil Presiden Komisaris Gidion Hasan Rudy -
Komisaris Djoko Pranoto Djoko Pranoto Santoso Arietta Adrianti
Komisaris Benjamin Herrenden Birks Benjamin Herrenden Birks Masamichi Takeda
Komisaris - Chiew Sin Cheok -
Komisaris independen Paulus Bambang Widjarnako Paulus Bambang Widjanarko Buntoro Muljono
Komisaris independen Nanan Soekarna Nanan Soekarna Handoko Pranoto
Komisaris independen - Bruce Malcolm Cox -
Direksi
Presiden Direktur Franciscus Xaverius Laksana Kesuma Franciscus Xaverius Laksana Kesuma Wempy Kunto Wiambodo
Direktur Loudy Irwanto Ellias Loudy Irwanto Ellias Handy Hartono
Direktur Iwan Hadiantoro Iwan Hadiantoro Handri Susanto
Direktur Idot Supriadi Idot Supriadi Kiyoshi Kuribara
Direktur Edhie Sarwono Edhie Sarwono -
Direktur Widjaja Kartika Widjaja Kartika -
Direktur - Vilihati Surya -
• Bapak Franciscus Xaverius Laksana Kesuma menjabat sebagai Presiden
Direktur di Perseroan dan juga menjabat sebagai Presiden Komisaris di
SANF per 31 Desember 2023 hingga tanggal laporan ini diterbitkan.
Page 47
43
II.6 Perjanjian dan Persyaratan Rencana Transaksi
Dalam Perjanjian Pinjaman antara Perseroan dan SANF yang dilakukan pada
18 Mei 2016, Perseroan dan SANF sepakat untuk melakukan transaksi pinjam
meminjam dana dengan syarat dan ketentuan yang telah disetujui oleh kedua
belah pihak. Beberapa syarat dan ketentuan yang diatur dalam Perjanjian
Pinjaman antara Perseroan dan SANF antara lain sebagai berikut:
• Jumlah fasilitas yang diberikan adalah sebesar Rp1.000.000.000.000,-
(Satu Triliun Rupiah);
• Periode ketersediaan hingga 31 Desember 2016;
• Tanggal pengakhiran perjanjian adalah maksimal 3 tahun sejak periode
ketersediaan;
• Setiap penarikan pinjaman beserta bunga akan dibayarkan dengan
pembayaran angsuran selama 12 kali angsuran per pinjaman dengan jangka
waktu 3 bulanan;
• Suku bunga adalah 6% per tahun dengan periode bunga adalah 3 bulanan;
• Penerima pinjaman wajib menyerahkan jaminan yang nilainya minimal
setara dengan 60% dari besarnya pinjaman yang telah digunakan dan
terutang.
Selanjutnya pada 24 Mei 2017, Perseroan dan SANF sepakat untuk melakukan
amandemen atas Perjanjian Pinjaman. Berdasarkan Amandemen
No. 01/UT-SANF/V/2017 telah dilakukan amandemen pertama terhadap
Perjanjian Pinjaman antara Perseroan dan SANF (“Amandemen I”).
Perubahan syarat dan ketentuan dalam Amandemen I antara lain sebagai
berikut:
• Periode ketersediaan hingga 24 Mei 2018;
• Tanggal pengakhiran pinjaman adalah maksimal 4 tahun sejak tanggal
penggunaan pinjaman terakhir yang masih dalam periode ketersediaan;
• Setiap penarikan pinjaman beserta bunga akan dibayarkan dengan
pembayaran angsuran selama 16 kali angsuran per pinjaman dengan jangka
waktu 3 bulanan;
• Suku bunga adalah 5% per tahun dengan periode bunga adalah 3 bulanan.
Page 48
44 Selanjutnya pada 25 Mei 2018, Perseroan dan SANF sepakat untuk melakukan amandemen atas Perjanjian Pinjaman. Berdasarkan Amandemen No. 02/UT-SANF/V/2018 telah dilakukan amandemen kedua terhadap Perjanjian Pinjaman antara Perseroan dan SANF (“Amandemen II”). Perubahan syarat dan ketentuan dalam Amandemen II adalah sebagai berikut: • Periode ketersediaan hingga 31 Mei 2019; • Jumlah fasilitas yang diberikan adalah sebesar Rp1.750.000.000.000,- (Satu Triliun Tujuh Ratus Lima Puluh Miliar Rupiah). Selanjutnya pada 14 Juni 2019, Perseroan dan SANF sepakat untuk melakukan amandemen atas Perjanjian Pinjaman. Berdasarkan Amandemen No. 03/UT-SANF/VI/2019 telah dilakukan amandemen ketiga terhadap Perjanjian Pinjaman antara Perseroan dan SANF (“Amandemen III”). Perubahan syarat dan ketentuan dalam Amandemen III adalah sebagai berikut: • Periode ketersediaan hingga 30 Juni 2020; • Jumlah fasilitas yang diberikan adalah sebesar Rp1.800.000.000.000,- (Satu Triliun Delapan Ratus Miliar Rupiah); • Fasilitas yang diberikan merupakan fasilitas tanpa komitmen dan bersifat berulang (revolving). Penerima pinjaman dapat meminjam kembali sebagian atau seluruh pinjaman yang telah dibayarkan atau dibayarkan kembali secara dipercepat selama periode ketersediaan selama jumlah pokok terutang yang belum dilunasi tidak melampaui Rp1.800.000.000.000,-; • Menghapus ketentuan mengenai jaminan. Selanjutnya pada 19 Mei 2020, Perseroan dan SANF sepakat untuk melakukan amandemen atas Perjanjian Pinjaman. Berdasarkan Amandemen No. 04/UT-SANF/V/2020 telah dilakukan amandemen keempat terhadap Perjanjian Pinjaman antara Perseroan dan SANF (“Amandemen IV”). Perubahan syarat dan ketentuan dalam Amandemen IV adalah sebagai berikut: • Periode ketersediaan hingga 30 Juni 2021.
Page 49
45
Selanjutnya pada 31 Agustus 2020, Perseroan dan SANF sepakat untuk
melakukan amandemen atas Perjanjian Pinjaman. Berdasarkan Amandemen
No. 05/UT-SANF/VIII/2020 telah dilakukan amandemen kelima terhadap
Perjanjian Pinjaman antara Perseroan dan SANF (“Amandemen V”).
Perubahan syarat dan ketentuan dalam Amandemen V adalah sebagai
berikut:
• Suku bunga atas setiap pinjaman untuk setiap periode bunga pada
penarikan pertama akan dibagi menjadi dua tranche yaitu:
o Tranche A sebesar 5% per tahun, yang berlaku untuk pembiayaan atas
kendaraan (truk dan/atau bus) dan/atau alat berat yang akan disepakati
oleh Perseroan dan SANF dengan ketentuan bahwa pemberi pinjaman
merupakan distributor atas tipe tersebut;
o Tranche B sebesar 6,5% per tahun, yang berlaku untuk pembiayaan atas
alat berat excavator merek Komatsu tipe PC200-M1 atau tipe lainnya
yang akan disepakati dikemudian hari oleh Perseroan dan SANF dengan
ketentuan bahwa pemberi pinjaman merupakan distributor atas tipe
tersebut.
• Suku bunga untuk pinjaman pada penarikan berikutnya dapat berubah
tergantung pada kondisi pasar uang yang akan diberitahukan sebelumnya
oleh pemberi pinjaman dan disepakati oleh Perseroan dan SANF
berdasarkan suatu kesepakatan tertulis.
Selanjutnya pada 11 Juni 2021, Perseroan dan SANF sepakat untuk melakukan
amandemen atas Perjanjian Pinjaman. Berdasarkan Amandemen
No. 06/UT-SANF/VI/2021 telah dilakukan amandemen keenam terhadap
Perjanjian Pinjaman antara Perseroan dan SANF (“Amandemen VI”).
Perubahan syarat dan ketentuan dalam Amandemen VI adalah sebagai
berikut:
• Periode ketersediaan berarti periode dari dan termasuk tanggal perjanjian
ini ditandatangani sampai dengan tanggal 31 Agustus 2022 atau periode
lain yang disetujui oleh pemberi pinjaman.
• Tanggal pengakhiran berarti tanggal pengakhiran pinjaman yaitu maksimal
5 tahun sejak tanggal penggunaan pinjaman terakhir yang masih dalam
periode ketersediaan (kecuali bahwa jika tanggal pengakhiran yang secara
lain jatuh pada hari bukan hari kerja, sebagai gantinya adalah pada hari
kerja segera sebelumnya) dan seluruh hak dan kewajiban Perseroan dan
SANF berdasarkan perjanjian ini telah terpenuhi;
Page 50
46
• Suku bunga atas setiap pinjaman untuk setiap periode bunga pada
penarikan pertama akan dibagi menjadi dua tranche yaitu:
o Tranche A sebesar 5% (lima persen) efektif (effective) per tahun,
berlaku untuk pembiayaan atas kendaraan (truk dan/atau bus) dan/atau
alat berat yang akan disepakati dikemudian hari oleh kedua belah pihak
dengan ketentuan bahwa pemberi pinjaman merupakan distributor atas
tipe tersebut (“Suku Bunga A”);
o Tranche B sebesar 6,5% (enam koma lima persen) efektif (effective) per
tahun, berlaku untuk pembiayaan atas kendaraan (truk dan/atau bus)
dan/atau alat berat yang akan disepakati dikemudian hari oleh kedua
belah pihak dengan ketentuan bahwa pemberi pinjaman merupakan
distributor atas tipe tersebut (“Suku Bunga B”).
(Secara bersama-sama suku bunga A dan suku bunga B akan disebut dengan
suku bunga).
Suku bunga untuk pinjaman pada penarikan berikutnya dapat berubah
tergantung pada kondisi pasar uang yang akan diberitahukan sebelumnya
oleh pemberi pinjaman dan disepakati oleh Perseroan dan SANF
berdasarkan suatu kesepakatan tertulis. Perhitungan bunga diatur dalam
pasal 9 perjanjian dan pembayaran merujuk kepada pasal 6.1 (pembayaran
kembali pinjaman-pinjaman) perjanjian ini.
Selanjutnya pada 24 Juni 2022, Perseroan dan SANF sepakat untuk melakukan
amandemen atas Perjanjian Pinjaman. Berdasarkan Amandemen
No. 07/UT-SANF/VI/2022 telah dilakukan amandemen ketujuh terhadap
Perjanjian Pinjaman antara Perseroan dan SANF (“Amandemen VII”).
Perubahan syarat dan ketentuan dalam Amandemen VII adalah sebagai
berikut:
• Periode ketersediaan berarti periode dari dan termasuk tanggal
perjanjian ini ditandatangani sampai dengan tanggal 30 Juni 2023 atau
periode lain yang disetujui oleh pemberi pinjaman.
Selanjutnya pada 26 Juni 2023, Perseroan dan SANF sepakat untuk melakukan
amandemen atas Perjanjian Pinjaman. Berdasarkan Amandemen
No. 08/UT-SANF/VI/2023 telah dilakukan amandemen ketujuh terhadap
Perjanjian Pinjaman antara Perseroan dan SANF (“Amandemen VIII”).
Perubahan syarat dan ketentuan dalam Amandemen VIII adalah sebagai
berikut:
• Periode ketersediaan berarti periode dari dan termasuk tanggal
perjanjian ini ditandatangani sampai dengan tanggal 30 Juni 2024 atau
periode lain yang disetujui oleh pemberi pinjaman.
Page 51
47
Rencana Transaksi merupakan amandemen kesembilan atas Perjanjian
Pinjaman antara Perseroan dan SANF (“Amandemen IX”). Berdasarkan draft
Amandemen IX, perubahan syarat dan ketentuan dalam Amandemen IX
adalah bahwa:
• Periode ketersediaan berarti periode dari dan termasuk tanggal
perjanjian ini ditandatangani sampai dengan tanggal 30 Juni 2025 atau
periode lain yang disetujui oleh pemberi pinjaman;
• Perubahan kalkulasi bunga, sebagai berikut:
i. Suku bunga atas setiap pinjaman untuk setiap periode bunga adalah
maksimal sebesar 6,75% (enam koma tujuh lima persen) per tahun
(“Suku Bunga”);
ii. Ketentuan suku bunga sebagaimana diatur dalam poin (i) dapat
dikecualikan berdasarkan pertimbangan pemberi pinjaman dan
pemberi pinjaman atas diskresinya sendiri berhak untuk menentukan
besaran nilai pengecualian suku bunga tersebut dengan nilai tidak
kurang dari 5% (lima persen) per tahun. Penentuan besaran suku bunga
pada masing-masing penarikan pinjaman akan ditentukan oleh
kebutuhan pasar dan juga cost of fund pada saat permohonan
penarikan pinjaman diberikan oleh pemberi pinjaman kepada
penerima pinjaman. Suku bunga yang akan diberlakukan akan
diberitahukan oleh pemberi pinjaman dalam surat pemberitahuan
terpisah dan akan terus berlaku hingga adanya pemberitahuan
berikutnya. Perhitungan bunga diatur dalam pasal 9 perjanjian ini dan
pembayaran merujuk kepada pasal 6.1 (pembayaran kembali
pinjaman-pinjaman) perjanjian ini.
II.7 Analisis Likuiditas
Dengan membandingkan analisis rasio keuangan antara Laporan Keuangan
Perseroan per 31 Desember 2023 dengan proforma keuangan Perseroan per
31 Desember 2023, diperoleh bahwa rasio likuiditas mengalami perubahan
dengan jumlah yang tidak signifikan.
Analisis rasio Sebelum Sesudah Selisih
Rasio likuditas
Rasio lancar 1,46 1,44 -1,04%
Rasio cepat 1,06 1,04 -1,44%
Rasio kas 0,43 0,42 -3,52%
II.8 Manfaat dan Risiko Rencana Transaksi
Manfaat Rencana Transaksi adalah:
• Perseroan akan mendapatkan pendapatan bunga dari SANF dan tambahan
penjualan alat berat.
Page 52
48
Risiko Rencana Transaksi adalah:
• Risiko tidak tercapainya target penjualan alat-alat berat Perseroan;
• Risiko bila terjadi gagal bayar dari konsumen SANF.
II.9 Analisis Kualitatif atas Rencana Transaksi
II.9.1 Riwayat Singkat dan Sifat Kegiatan Usaha
PT United Tractors Tbk
Perseroan didirikan di Indonesia pada tanggal 13 Oktober 1972 dengan nama
PT Inter Astra Motor Works, berdasarkan Akta Pendirian No. 69 di hadapan
Djojo Muljadi, S.H. Terdapat perubahan nomor 101 atas akta pendirian yang
disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan
No. Y.A.5/34/8 tanggal 6 Februari 1973 dan diumumkan dalam Lembaran
Berita Negara No. 31, Tambahan No. 281 tanggal 17 April 1973 yang
mengubah nama Perseroan menjadi PT United Tractors. Anggaran Dasar
Perseroan telah mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Perseroan sejak
19 September 1989 telah menjadi perusahaan publik dengan mencatatkan
sahamnya di Bursa Efek Indonesia. Perubahan Anggaran Dasar terakhir dan
perubahan pasal 3 Anggaran Dasar mengenai maksud dan tujuan serta
kegiatan usaha Perseroan sebagaimana dituangkan dalam akta No. 79 tanggal
8 April 2022 yang dibuat di hadapan Jose Dima Satria, S.H., M.Kn, notaris di
Jakarta, yang telah mendapat mendapat pemberitahuan penerimaan
pemberitahuan perubahan Anggaran Dasar dari Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia sesuai dengan suratnya tanggal 19 April 2022 No.
AHU-0028206.AH.01.02.tahun 2022.
Selain itu, Perseroan telah melakukan perubahan susunan Direksi
sebagaimana dituangkan dalam Akta No.51 tanggal 12 April 2023 yang dibuat
dihadapan Jose Dimas Satria, S.H., M.Kn., notaris di Jakarta, yang telah
mendapat pemberitahuan penerimaan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia sesuai dengan suratnya tanggal 4 Mei 2023
No.AHU-AH.01.09-0114064.
Ruang lingkup kegiatan utama Perseroan dan entitas anak (bersama-sama
disebut “Grup”) meliputi penjualan dan penyewaan alat berat (“mesin
konstruksi”) beserta pelayanan purna jual; penambangan dan kontraktor
penambangan; rekayasa, perencanaan, perakitan dan pembuatan komponen
mesin, alat, peralatan dan alat berat; pembuatan kapal serta jasa
perbaikannya; penyewaan kapal dan angkutan pelayaran; industri konstruksi;
pembangkit listrik; dan energi.
Perseroan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1973. Perseroan
berkedudukan di Jakarta, Indonesia.
Perseroan dikendalikan oleh induk perusahaannya yaitu PT Astra
International Tbk, perusahaan yang didirikan di Indonesia. Pemegang saham
Page 53
49 terbesar PT Astra International Tbk adalah Jardine Cycle & Carriage Ltd, perusahaan yang didirikan di Singapura. Jardine Cycle & Carriage Ltd. adalah anak perusahaan dari Jardine Matheson Hodings Ltd., perusahaan yang didirikan di Bermuda. Perseroan dikendalikan oleh induk perusahaannya yaitu PT Astra International Tbk, perusahaan yang didirikan di Indonesia. Pemegang saham terbesar PT Astra International Tbk adalah Jardine Cycle & Carriage Ltd, perusahaan yang didirikan di Singapura. Jardine Cycle & Carriage Ltd. adalah anak perusahaan dari Jardine Matheson Hodings Ltd., perusahaan yang didirikan di Bermuda. PT Surya Artha Nusantara Finance PT Surya Artha Nusantara Finance (“SANF”) didirikan dengan nama PT Sangga Loka Subur berdasarkan Akta Notaris Nyonya Rukmasanti Hardjasatya, S.H., No. 58 tanggal 25 Agustus 1983. Akta Pendirian ini telah disetujui oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia pada tanggal 19 Januari 1984 melalui Surat Keputusan No. C2-423 HT01.01-Th84, dan didaftarkan dalam Buku Register di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat No. 697/1984 tanggal 6 Maret 1984 serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 38 tanggal 15 Mei 1984, Tambahan Berita Negara Republik Indonesia No. 484. Anggaran Dasar SANF telah mengalami beberapa kali perubahan dan yang terakhir berdasarkan Akta Notaris Wiwik Condro, S.H., No. 53 tanggal 14 September 2022 mengenai penyesuaian maksud dan tujuan serta kegiatan usaha Perseroan terhadap Pasal 2 ayat 2 Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Usaha Perusahaan Pembiayaan. Perubahan ini telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat Keputusannya No. AHU-0066835.AH.01.02 Tahun 2022 tanggal 16 September 2022, dan didaftarkan dalam Daftar Perseroan No. AHU- 0184479.AH.01.11 Tahun 2022 tanggal 16 September 2022. SANF memperoleh Izin Usaha dalam bidang usaha lembaga pembiayaan dari Menteri Keuangan Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. 1660/KMK.013/1990 tanggal 31 Desember 1990. SANF mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1985. SANF bergerak di bidang pembiayaan investasi dengan cara sewa pembiayaan, jual dan sewa balik, anjak piutang dengan pemberian jaminan dari penjual piutang, pembelian dengan pembayaran secara angsuran, serta pembiayaan modal kerja dengan cara jual dan sewa balik, anjak piutang dengan pemberian jaminan dari penjual piutang, anjak piutang tanpa pemberian jaminan dari penjual piutang dan fasilitas modal usaha.
Page 54
50
II.9.2 Analisis Industri dan Lingkungan
Kinerja Ekonomi Indonesia
Perekonomian dunia melambat dengan ketidakpastian pasar keuangan yang
mulai mereda. Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan ekonomi global
tahun 2023 sebesar 3,0% dan melambat menjadi 2,8% pada 2024.
Pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) dan India tahun 2023 lebih baik
dari prakiraan awal ditopang oleh konsumsi rumah tangga dan ekspansi
pemerintah. Sementara itu, ekonomi Tiongkok melemah seiring dengan
konsumsi rumah tangga dan investasi yang tumbuh terbatas. Inflasi di negara
maju, termasuk di AS, dalam kecenderungan menurun tetapi tingkatnya
masih di atas sasaran. Suku bunga kebijakan moneter, termasuk Fed Funds
Rate (FFR), diprakirakan telah mencapai puncaknya namun masih akan
bertahan tinggi dalam waktu yang lama (high for longer). Demikian pula yield
obligasi Pemerintah negara maju, termasuk US Treasury, diprakirakan dalam
kecenderungan menurun tetapi tingkatnya masih akan tinggi sejalan dengan
premi risiko jangka panjang (term-premia) terkait besarnya pembiayaan
fiskal dan utang pemerintah. Kejelasan arah kebijakan moneter di negara
maju tersebut mendorong mulai meredanya ketidakpastian pasar keuangan
global. Sehubungan dengan itu, aliran modal sejauh ini mulai kembali masuk
dan menurunkan tekanan pelemahan nilai tukar di negara emerging market,
termasuk Indonesia. Ke depan, sejumlah risiko dapat kembali meningkatkan
ketidakpastian perekonomian dunia, di antaranya masih berlanjutnya
ketegangan geopolitik, pelemahan ekonomi di sejumlah negara termasuk
Tiongkok, serta masih tingginya suku bunga kebijakan moneter dan yield
obligasi di negara maju.
Perekonomian Indonesia tetap tumbuh baik didukung oleh permintaan
domestik. Konsumsi rumah tangga dan investasi tetap tumbuh sejalan dengan
keyakinan masyarakat dan berlanjutnya penyelesaian Proyek Strategis
Nasional (PSN). Perkembangan ini dikonfirmasi oleh sejumlah indikator
utama hingga bulan Desember 2023, seperti keyakinan konsumen, penjualan
eceran, dan Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur. Sementara itu,
kinerja ekspor cenderung lebih baik, seiring dengan peningkatan permintaan
beberapa mitra dagang utama, seperti AS dan India. Berdasarkan Lapangan
Usaha (LU), kinerja perekonomian terutama didorong oleh Perdagangan
Besar dan Eceran, Industri Pengolahan, serta Konstruksi.
Page 55
51
Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan ekonomi 2023 berada dalam
kisaran 4,5-5,3%. Pada 2024, kinerja konsumsi, baik swasta maupun
Pemerintah, dan investasi diprakirakan terus meningkat sejalan dengan
keyakinan konsumsi masyarakat yang tetap kuat, dampak positif pelaksanaan
Pemilu, serta keberlanjutan pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN).
Dengan perkembangan tersebut, pertumbuhan ekonomi 2024 diprakirakan
meningkat dalam kisaran 4,7-5,5%. Ke depan, Bank Indonesia akan terus
memperkuat sinergi stimulus fiskal Pemerintah dengan stimulus
makroprudensial Bank Indonesia untuk mendorong pertumbuhan ekonomi,
khususnya dari sisi permintaan.
Inflasi tetap terjaga dalam kisaran sasaran. Inflasi IHK November 2023
terkendali pada 2,86% (yoy) sehingga diprakirakan inflasi IHK tahun 2023 akan
berada dalam kisaran 3,0±1%. Perkembangan ini dipengaruhi oleh inflasi inti
yang tetap rendah sebesar 1,87% (yoy) sejalan dengan konsistensi kebijakan
suku bunga dan stabilisasi nilai tukar Rupiah oleh Bank Indonesia. Inflasi
administered prices juga rendah sebesar 2,07% (yoy). Sementara itu, inflasi
kelompok volatile food naik menjadi 7,59% (yoy) dipengaruhi oleh faktor
musiman yang memengaruhi produksi beberapa komoditas hortikultura. Bank
Indonesia akan terus mencermati sejumlah risiko yang dapat mengganggu
terkendalinya inflasi, terutama yang bersumber dari harga pangan. Untuk
itu, Bank Indonesia tetap memperkuat bauran kebijakan moneter dan
mempererat sinergi dengan Pemerintah (Pusat dan Daerah) dalam TPIP dan
TPID melalui penguatan GNPIP di berbagai daerah untuk memastikan inflasi
terkendali dalam kisaran 2,5±1% pada 2024.
Berdasarkan data Economist Intelligence Unit yang dikeluarkan
15 Desember 2023, berikut merupakan estimasi tingkat pertumbuhan
domestik bruto (PDB) dan tingkat inflasi di Indonesia sejak 2023 sampai
dengan 2028.
2023 2024 2025 2026 2027 2028
GDP 4,90% 5,10% 5,20% 5,10% 5,00% 5,20%
Consumer price (av) 3,70% 2,80% 2,70% 3,20% 3,20% 3,10%
Sumber: EIU 9 Januari 2024
Prospek Industri Alat Berat
Industri alat berat sedang berada di dalam tekanan seiring rendahnya harga
komoditas pertambangan. Berdasarkan data Himpunan Industri Alat Berat
Indonesia (Hinabi), produksi alat berat nasional sepanjang 2023 tercatat
sebanyak 8.066 unit. Angka ini lebih rendah 8,61% year on year (YoY)
dibandingkan produksi alat berat nasional pada 2022 yakni 8.826 unit.
Page 56
52
Pelemahan harga komoditas pertambangan seperti batubara dan nikel cukup
mempengaruhi realisasi produksi alat berat di Indonesia. Sebab, banyak
pelaku usaha tambang mengurangi pembelian alat berat baru ketika harga
komoditas kurang bersahabat bagi kelangsungan bisnisnya.
Tahun 2024 akan menjadi tantangan bagi industri alat berat Indonesia. Di
sektor pertambangan, melandainya harga komoditas batu bara dan nikel
membuat konsumen memilih bersikap wait and see menunggu perkembangan
harga komoditas ke depan.
Risiko penurunan harga komoditas yang dibarengi perlambatan ekonomi
masih menjadi ancaman bagi para produsen alat berat. Sektor pertambangan
diperkirakan masih menjadi kontributor utama penjualan alat berat nasional.
Terlepas dari turunnya harga komoditas, aktivitas produksi pada dasarnya
tetap berjalan. Alhasil, kebutuhan terhadap alat berat baru di sektor
tambang tetap ada, kendati belum tentu setinggi periode sebelumnya.
Persaingan di pasar alat berat juga diyakini akan semakin ketat seiring
kehadiran pemain-pemain baru di industri tersebut.
II.9.3 Analisis Operasional dan Prospek Perseroan
Perseroan mengantisipasi volatilitas harga batu bara dengan terus menjaga
dan meningkatkan keunggulan operasional dan efisiensi berkelanjutan.
Walaupun kondisi bisnis tidak sebaik tahun 2022 dengan indeks harga acuan
batu bara yang turun signifikan, Perseroan dapat mempertahankan
pencapaian kinerja yang positif. Perseroan membukukan pendapatan
konsolidasian pada tahun 2023 sebesar Rp128,6 triliun atau naik 4% dari
Rp123,6 triliun pada tahun 2022.
Beban pokok pendapatan pada tahun 2023 sebesar Rp92,8 triliun atau naik
4% dari Rp88,8 triliun dan menghasilkan laba bruto sebesar Rp35,8 triliun,
naik 3% dari Rp34,8 triliun pada tahun 2022. Perseroan memperoleh laba
tahun berjalan tercatat pada tahun 2023 sebesar Rp22,1 triliun, sedikit turun
sebesar 4% dari Rp23,0 triliun pada tahun 2022. Laba tahun berjalan yang
diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp20,6 triliun, sedikit
turun sebesar 2% dari Rp21,0 triliun pada tahun 2022 dikarenakan adanya
kenaikan biaya keuangan dan kerugian nilai tukar mata uang asing.
Tren penurunan harga komoditas menyebabkan pasar alat berat menyusut
akibat pelanggan menunda atau bahkan membatalkan investasi pembelian
alat berat untuk menjaga profitabilitas dan keberlangsungan usaha.
Di tengah desakan isu ESG, Perseroan mencermati dan mempelajari arah
perubahan teknologi.
Page 57
53
Perseroan bersama mitra principal alat berat terus berkolaborasi
mengembangkan produk-produk inovatif berteknologi ramah lingkungan
untuk ikut andil dalam gerakan bersama mengurangi emisi gas rumah kaca
dan menciptakan ekosistem yang positif bagi masyarakat Indonesia.
Tabel di bawah menunjukkan posisi penjualan alat berat Perseroan dalam
pasar.
31-Dec-19 31-Dec-20 31-Dec-21 31-Dec-22 31-Dec-23
Penjualan alat berat UT 2.926 1.564 3.088 5.753 5.270
Total pasar peralatan berat Indonesia 9.754 5.393 14.705 20.546 18.123
Market share 30,00% 29,00% 21,00% 28,00% 29,08%
Berdasarkan data manajemen di atas, selama rata-rata 5 tahun kontribusi
Perseroan pada total penjualan alat berat di Indonesia sebesar 27,42%.
II.9.4 Alasan dan Latar Belakang Rencana Transaksi
Alasan dilakukannya transaksi pinjam meminjam dana antara Perseroan dan
SANF adalah untuk mendukung kegiatan operasional Perseroan, di mana SANF
sebagai penerima pinjaman akan menggunakan dana yang dipinjam untuk
pembiayaan pembelian alat-alat berat dari konsumen Perseroan. Hal ini
dilakukan agar pembiayaan atau program ini menarik bagi konsumen.
Rencana Transaksi dilakukan untuk mendukung penjualan alat berat
Perseroan pada tahun 2024 khususnya penjualan alat berat produk Komatsu
tipe PC135, PC200, D85, Bomag tipe BW212, UD Truck tipe CWE370, Scania
tipe P410 dan P360.
Dana yang diperoleh akan digunakan oleh SANF untuk membiayai penjualan
alat berat Perseroan kepada konsumen dengan tingkat suku bunga yang
kompetitif. Dengan pembiayaan ini diharapkan dapat meningkatkan dan
mempertahankan pangsa pasar alat berat Perseroan di tengah kompetisi yang
sangat ketat.
Page 58
54
II.9.5 Keuntungan dan Kerugian atas Dilakukannya Rencana Transaksi
Keuntungan Rencana Transaksi adalah:
• Untuk mengantisipasi peningkatan kompetisi karena banyaknya supply
alat berat dari pasar global, sekaligus mengubah strategi penjualan.
Melalui Rencana Transaksi, Perseroan bekerja sama dengan SANF untuk
menyediakan kemudahan dalam pembiayaan alat berat dengan tingkat
bunga yang lebih kompetitif. Hal ini perlu dilakukan karena hampir
sebagian besar dari penjualan alat berat didanai oleh perbankan atau
lembaga pembiayaan (leasing).
Dengan tingkat suku bunga yang kompetitif, akan memberikan kemudahan
pembiayaan bagi pelanggan Perseroan dalam pembelian alat berat
sehingga diharapkan dapat meningkatkan pangsa pasar serta penjualan
alat berat produk Komatsu tipe PC135, PC200, D85, Bomag tipe BW212,
UD Truck tipe CWE370, Scania tipe P410 dan P360;
• Melalui program fasilitas pembiayaan yang kompetitif yang dapat
ditawarkan oleh SANF karena adanya Rencana Transaksi dan
dikombinasikan dengan program pemasaran lainnya diharapkan Perseroan
akan mampu mempertahankan pangsa pasar dan diharapkan akan
mengalami peningkatan kedepannya.
Kerugian Rencana Transaksi adalah:
• Saldo kas Perseroan akan mengalami penurunan;
• Likuiditas Perseroan akan mengalami penurunan walaupun tidak
signifikan.
II.9.6 Analisis Dampak Leverage pada Keuangan
Dengan membandingkan analisis rasio keuangan antara Laporan Keuangan
Perseroan per 31 Desember 2023 dengan proforma keuangan Perseroan per
31 Desember 2023, diperoleh bahwa tidak terdapat dampak pada leverage
Perseroan dalam Rencana Transaksi ini. Hal ini disebabkan oleh dana yang
digunakan Perseroan untuk memberikan pinjaman merupakan dana internal
Perseroan, bukan melalui pinjaman.
Analisis rasio Sebelum Sesudah Selisih
Rasio solvabilitas
Debt to equity ratio 0,22 0,22 0,00%
Long term debt to equity ratio 0,21 0,21 0,00%
Debt to total assets ratio 0,12 0,12 0,00%
Page 59
55
Rasio utang terhadap ekuitas Perseroan selama 5 tahun terakhir
dibandingkan dengan rasio utang terhadap ekuitas industri metals & mining
selama 5 tahun terakhir yang diperoleh dari data Damodaran. Hasil analisis
adalah sebagai berikut:
Debt to equity ratio
Periode
Industri UT
2019 58,64% 23,06%
2020 45,93% 19,77%
2021 29,91% 12,79%
2022 33,93% 3,35%
2023 35,00% 22,46%
Minimum 29,91% 3,35%
Maksimum 58,64% 23,06%
Median 35,00% 19,77%
Rata-rata 40,68% 16,29%
Dari tabel di atas diperoleh rata-rata debt to equity ratio Perseroan selama
5 tahun terakhir adalah sebesar 16,29% dan per 31 Desember 2023 adalah
sebesar 22,46%. Berdasarkan data Damodaran untuk industri metals & mining
untuk negara berkembang rata-rata rasio utang terhadap ekuitas selama 5
tahun terakhir adalah sebesar 40,68% dan per 31 Desember 2023 adalah
sebesar 35,00%.
Maka dapat disimpulkan bahwa dalam 5 tahun terakhir dan per
31 Desember 2023, posisi leverage Perseroan masih lebih baik dibandingkan
industri. Selain itu Rencana Transaksi tidak mempengaruhi leverage
Perseroan karena dana yang digunakan merupakan dana internal Perseroan.
II.9.7 Analisis Dampak Likuiditas
Penyaluran dana pinjaman oleh Perseroan dilakukan apabila terdapat
transaksi penjualan alat berat Perseroan yang membutuhkan fasilitas
pembiayaan dari SANF. Sehingga jika terjadi penjualan alat berat maka dana
pinjaman tidak disalurkan oleh Pemberi Pinjaman.
Page 60
56
II.9.8 Analisis Dampak Keuangan jika Proyek yang Dibiayai Mengalami
Kegagalan
Penyaluran dana dalam transaksi pinjam meminjam dana antara Perseroan
dan SANF disesuaikan dengan pencapaian target penjualan. Sehingga jika
mengalami kegagalan, atau dalam kasus ini tidak terjadi penjualan alat
berat, maka dana pinjaman tidak disalurkan oleh pemberi pinjaman.
Sementara untuk dana yang telah disalurkan namun konsumen mengalami
gagal bayar, maka Perseroan akan memperoleh dukungan dari SANF untuk
melakukan penagihannya. Dengan demikian risiko kegagalan ini dapat
diminimalisir.
Page 61
57
II.10 Analisis Kuantitatif atas Rencana Transaksi
II.10.1 Penilaian Kinerja Historis
Berdasarkan data Laporan Keuangan Auditan Perseroan per
31 Desember 2019 sampai dengan per 31 Desember 2023 yang kami peroleh
dari manajemen Perseroan, kondisi keuangan Perseroan adalah sebagai
berikut:
Laporan Posisi Keuangan
Dinyatakan dalam jutaan Rupiah
Audit Audit Audit Audit Audit
Keterangan
31-Dec-19 31-Dec-20 31-Dec-21 31-Dec-22 31-Dec-23
Aset
Aset lancar
Jumlah aset lancar 50.826.955 44.195.782 60.604.068 78.930.048 62.667.105
Aset tidak lancar
Jumlah aset tidak lancar 60.886.420 55.605.181 51.957.288 61.548.172 91.361.143
Jumlah aset 111.713.375 99.800.963 112.561.356 140.478.220 154.028.248
Liabilitas
Liabilitas jangka pendek
Jumlah liabilitas jangka pendek 32.585.529 20.943.824 30.489.218 42.037.402 43.038.299
Liabilitas jangka panjang
Jumlah liabilitas jangka panjang 18.017.772 15.709.999 10.249.381 8.926.993 26.954.386
Jumlah liabilitas 50.603.301 36.653.823 40.738.599 50.964.395 69.992.685
Ekuitas
Jumlah ekuitas 61.110.074 63.147.140 71.822.757 89.513.825 84.035.563
Jumlah liabilitas & ekuitas 111.713.375 99.800.963 112.561.356 140.478.220 154.028.248
Jumlah aset Perseroan sejak tahun 2019 sampai dengan tahun 2023
mengalami peningkatan rata-rata tahunan Compound Annual Growth Rate
(“CAGR”) sebesar 8,36%.
Jumlah liabilitas Perseroan sejak tahun 2019 sampai dengan tahun 2023
mengalami peningkatan rata-rata tahunan CAGR sebesar 8,45%.
Jumlah ekuitas Perseroan sejak tahun 2019 sampai dengan tahun 2023
mengalami peningkatan rata-rata tahunan CAGR sebesar 8,29%.
Page 62
58
Laporan Laba Rugi
Dinyatakan dalam jutaan Rupiah
Audit Audit Audit Audit Audit
Keterangan
31-Dec-19 31-Dec-20 31-Dec-21 31-Dec-22 31-Dec-23
Pendapatan bersih 84.430.478 60.346.784 79.460.503 123.607.460 128.583.264
Beban pokok pendapatan (63.199.825) (47.357.491) (59.795.542) (88.848.772) (92.797.027)
Laba/(rugi) bruto 21.230.653 12.989.293 19.664.961 34.758.688 35.786.237
Beban penjualan (1.039.971) (1.342.063) (1.125.733) (1.064.580) (1.321.419)
Beban umum & administrasi (3.585.671) (3.353.253) (3.663.613) (4.561.392) (4.741.675)
Kerugian penurunan nilai
properti pertambangan
Penghasilan lain-lain 501.446 560.219 0 0 0
Beban lain-lain (312.886) (1.384.254) (980.291) (560.803) (885.424)
Penghasilan keuangan 616.712 758.513 871.973 998.148 1.126.994
Biaya keuangan (2.333.765) (1.539.907) (754.155) (759.935) (1.879.411)
Bagian atas laba bersih entitas
asosiasi & ventura bersama 400.367 322.638 449.108 635.915 635.038
Laba sebelum pajak penghasilan 15.476.885 7.011.186 14.462.250 29.446.041 28.720.340
Beban pajak penghasilan (4.342.244) (1.378.761) (3.853.983) (6.452.368) (6.590.244)
Laba tahun berjalan 11.134.641 5.632.425 10.608.267 22.993.673 22.130.096
Laba setelah pajak yg diatribusikan
kepada:
Pemilik entitas induk 11.312.071 6.003.200 10.279.683 21.005.105 20.611.775
Kepentingan non pengendali (177.430) (370.775) 328.584 1.988.568 1.518.321
11.134.641 5.632.425 10.608.267 22.993.673 22.130.096
Jumlah pendapatan Perseroan sejak tahun 2019 sampai dengan tahun 2023
mengalami peningkatan rata-rata tahunan CAGR sebesar 11,09%.
Jumlah laba bruto Perseroan sejak tahun 2019 sampai dengan tahun 2023
mengalami peningkatan rata-rata tahunan CAGR sebesar 13,94%.
Jumlah laba tahun berjalan Perseroan sejak tahun 2019 sampai dengan tahun
2023 mengalami peningkatan rata-rata tahunan CAGR sebesar 18,73%.
Page 63
59
Laporan Arus Kas
Dinyatakan dalam jutaan Rupiah
Audit Audit Audit Audit Audit
Keterangan
31-Dec-19 31-Dec-20 31-Dec-21 31-Dec-22 31-Dec-23
Arus kas dari aktivitas operasi
Kas bersih diperoleh dari
aktivitas operasi 9.435.985 18.557.088 23.284.854 32.891.585 26.346.848
Arus kas dari aktivitas investasi
Kas bersih yang digunakan untuk
aktivitas investasi (9.757.541) (2.594.328) (3.158.997) (10.401.292) (33.439.773)
Arus kas dari aktivitas pendanaan
Kas bersih yang digunakan untuk
aktivitas pendanaan (830.690) (7.834.254) (7.419.838) (18.653.279) (12.230.036)
Kenaikan / (penurunan) bersih
kas & setara kas (1.152.246) 8.128.506 12.706.019 3.837.014 (19.322.961)
Kas dan setara kas pada awal tahun 13.438.175 12.090.661 20.498.574 33.321.741 38.281.513
Dampak perubahan selisih kurs
terhadap kas dan setara kas (195.268) 279.407 117.148 1.122.758 (361.943)
Kas dan setara kas pada akhir tahun 12.090.661 20.498.574 33.321.741 38.281.513 18.596.609
Sejak tahun 2019 sampai dengan tahun 2023 aktivitas operasi Perseroan
secara keseluruhan mampu untuk memenuhi kebutuhan kegiatan investasi
dan memenuhi pembayaran pinjaman dalam kegiatan pendanaan.
Analisis Rasio
Analisis rasio 31-Dec-19 31-Dec-20 31-Dec-21 31-Dec-22 31-Dec-23
Rasio likuditas
Rasio lancar 1,56 2,11 1,99 1,88 1,46
Rasio cepat 1,22 1,73 1,68 1,51 1,06
Rasio kas 0,37 0,98 1,09 0,91 0,43
Rasio solvabilitas
Debt to equity ratio 0,23 0,20 0,13 0,03 0,22
Long term debt to equity ratio 0,17 0,13 0,04 0,01 0,21
Debt to total assets ratio 0,13 0,13 0,08 0,02 0,12
Rasio profitabilitas
Gross profit margin 25,15% 21,52% 24,75% 28,12% 27,83%
Net profit margin 13,40% 9,95% 12,94% 16,99% 16,03%
Rasio Likuiditas
Sejak 31 Desember 2019 sampai dengan 31 Desember 2023, rasio lancar
berada di kisaran 1,46x sampai dengan 2,11x. Rasio cepat berada di kisaran
1,06x sampai dengan 1,73x. Rasio kas berada di kisaran 0,37x sampai dengan
1,09x.
Page 64
60
Secara keseluruhan, aset lancar Perseroan mampu memenuhi kewajiban
jangka pendeknya, karena rasio likuiditas secara keseluruhan berada
di atas 1.
Rasio Solvabilitas
Debt to equity ratio mengalami penurunan dari 0,23 pada tahun 2019
menjadi 0,22 pada tahun 2023. Long term debt to equity ratio mengalami
peningkatan dari 0,17 pada tahun 2019 menjadi 0,21 pada tahun 2023.
Debt to total assets ratio mengalami peningkatan dari 0,13 pada tahun 2019
menjadi 0,12 pada tahun 2023.
Rasio Profitabilitas
Gross profit margin mengalami peningkatan dari 25,15% pada tahun 2019
menjadi 27,83% pada tahun 2023. Net profit margin mengalami peningkatan
dari 13,40% pada tahun 2019 menjadi 16,03% pada tahun 2023.
II.10.2 Analisis Keuangan Sebelum dan Sesudah Rencana Transaksi
Asumsi yang digunakan dalam perhitungan pengaruh Rencana Transaksi
adalah sebagai berikut:
• Rencana Transaksi akan dilaksanakan sebelum 30 Juni 2024;
• Sumber dana Perseroan untuk memberikan pinjaman adalah dana internal;
• Jumlah fasilitas pinjaman yang akan digunakan adalah sebesar
Rp654.585.000.000,-;
• Akun kas dan setara kas akan disesuaikan sehubungan dengan
Rencana Transaksi;
• Akun piutang non usaha akan disesuaikan sehubungan dengan
Rencana Transaksi.
Page 65
61
Pengaruh Rencana Transaksi terhadap posisi keuangan dan kinerja Perseroan
adalah sebagai berikut:
Proforma Posisi Keuangan
Dinyatakan dalam jutaan Rupiah
Keterangan Sebelum Penyesuaian Sesudah
Aset
Aset lancar
Kas & setara kas 18.596.609 (654.585) 17.942.024
Jumlah aset lancar 62.667.105 (654.585) 62.012.520
Aset tidak lancar
Pihak ketiga 311.702 311.702
Pihak berelasi 2.867.712 654.585 3.522.297
Piutang non usaha 3.179.414 654.585 3.833.999
Jumlah aset tidak lancar 91.361.143 654.585 92.015.728
Jumlah aset 154.028.248 0 154.028.248
Liabilitas
Liabilitas jangka pendek
Jumlah liabilitas jangka pendek 43.038.299 0 43.038.299
Liabilitas jangka panjang
Jumlah liabilitas jangka panjang 26.954.386 0 26.954.386
Jumlah liabilitas 69.992.685 0 69.992.685
Ekuitas
Jumlah ekuitas 84.035.563 0 84.035.563
Jumlah liabilitas & ekuitas 154.028.248 0 154.028.248
Proforma posisi keuangan mengenai pengaruh Rencana Transaksi
menunjukkan adanya perbedaan antara sebelum dan sesudah Rencana
Transaksi pada tanggal 31 Desember 2023 yang disebabkan oleh:
• Proforma jumlah aset lancar Perseroan berkurang sebesar
Rp654.585.000.000,- yang berasal dari pengurangan akun kas dan setara
kas sebagai akibat dari Rencana Transaksi;
• Proforma jumlah aset tidak lancar Perseroan bertambah sebesar
Rp654.585.000.000,- yang berasal dari penambahan akun piutang non
usaha pihak berelasi sebagai akibat dari Rencana Transaksi.
Page 66
62
Proforma Laba Rugi
Dinyatakan dalam jutaan Rupiah
Keterangan Sebelum Penyesuaian Sesudah
Pendapatan bersih 128.583.264 128.583.264
Beban pokok pendapatan (92.797.027) (92.797.027)
Laba/(rugi) bruto 35.786.237 0 35.786.237
Beban penjualan (1.321.419) (1.321.419)
Beban umum & administrasi (4.741.675) (4.741.675)
Kerugian penurunan nilai
properti pertambangan
Penghasilan lain-lain 0 0
Beban lain-lain (885.424) (885.424)
Penghasilan keuangan 1.126.994 1.126.994
Biaya keuangan (1.879.411) (1.879.411)
Bagian atas laba bersih entitas
asosiasi & ventura bersama 635.038 635.038
Laba sebelum pajak penghasilan 28.720.340 0 28.720.340
Beban pajak penghasilan (6.590.244) (6.590.244)
Laba tahun berjalan 22.130.096 0 22.130.096
Laba setelah pajak yg diatribusikan
kepada:
Pemilik entitas induk 20.611.775 20.611.775
Kepentingan non pengendali 1.518.321 1.518.321
Proforma laba rugi mengenai pengaruh Rencana Transaksi menunjukkan
tidak terdapat perbedaan antara sebelum dan sesudah Rencana Transaksi
pada tanggal 31 Desember 2023.
Page 67
63
Proforma Arus Kas
Dinyatakan dalam jutaan Rupiah
Keterangan Sebelum Penyesuaian Sesudah
Arus kas dari aktivitas operasi
Arus kas bersih diperoleh dari
(digunakan untuk)
aktivitas operasi 26.346.848 0 26.346.848
Arus kas dari aktivitas investasi
Penambahan pinjaman kepada
pihak ketiga (430.109) (654.585) (1.084.694)
Arus kas bersih diperoleh dari /
(digunakan untuk)
aktivitas investasi (33.439.773) (654.585) (34.094.358)
Arus kas dari aktivitas pendanaan
Arus kas bersih diperoleh dari /
(digunakan untuk)
aktivitas pendanaan (12.230.036) 0 (12.230.036)
Kenaikan / (penurunan) bersih
kas & setara kas (19.322.961) (654.585) (19.977.546)
Kas dan setara kas pada awal tahun 38.281.513 38.281.513
Dampak perubahan selisih kurs
terhadap kas dan setara kas (361.943) (361.943)
Kas dan setara kas pada akhir tahun 18.596.609 (654.585) 17.942.024
Proforma arus kas mengenai pengaruh Rencana Transaksi menunjukkan
adanya perbedaan antara sebelum dan sesudah Rencana Transaksi pada
tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp654.585.000.000,- yang berasal dari
pengurangan akun kas dan setara kas sebagai akibat dari Rencana Transaksi.
Page 68
64
II.10.3 Analisis Rasio Keuangan Sebelum dan Sesudah Rencana Transaksi
Analisis rasio Sebelum Sesudah Selisih
Rasio likuditas
Rasio lancar 1,46 1,44 -1,04%
Rasio cepat 1,06 1,04 -1,44%
Rasio kas 0,43 0,42 -3,52%
Rasio solvabilitas
Debt to equity ratio 0,22 0,22 0,00%
Long term debt to equity ratio 0,21 0,21 0,00%
Debt to total assets ratio 0,12 0,12 0,00%
Rasio profitabilitas
Gross profit margin 27,83% 27,83% 0,00%
Net profit margin 16,03% 16,03% 0,00%
Analisis pengaruh transaksi pinjam meminjam dana terhadap keuangan
Perseroan menunjukkan bahwa terdapat perbedaan dalam rasio likuiditas
antara sebelum dan sesudah transaksi. Berdasarkan proforma posisi
keuangan per 31 Desember 2023 yang diperoleh dari manajemen Perseroan,
perbedaan ini muncul akibat dari sumber dana yang digunakan Perseroan
untuk membiayai transaksi pinjam meminjam dana merupakan dana internal
Perseroan.
Dengan membandingkan analisis rasio keuangan antara Laporan Keuangan
Perseroan per 31 Desember 2023 dengan proforma keuangan Perseroan
per 31 Desember 2023, diperoleh bahwa rasio likuiditas mengalami
perubahan dengan jumlah yang tidak signifikan. Sedangkan rasio solvabilitas
dan rasio profitabilitas tidak mengalami perubahan.
II.10.4 Penilaian atas Proyeksi Penjualan
Dalam memberikan pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi, Penilai
tidak menggunakan data proyeksi keuangan dari manajemen Perseroan,
namun data yang digunakan adalah proyeksi tambahan penjualan alat berat
dari penyaluran pinjaman yang diperoleh dari manajemen Perseroan. Kami
telah melakukan penelaahan atas kewajaran pencapaian target penjualan
dan tingkat keuntungan yang wajar.
Selama 5 tahun terakhir rata-rata net profit margin Perseroan adalah sebesar
13,86%. Tambahan penjualan alat berat sebesar Rp654.585.000.000,-
diasumsikan Perseroan akan mendapat tambahan laba tahun berjalan
sebesar 10%.
Page 69
65
II.10.5 Analisis Kemampuan Penerima Pinjaman untuk Melunasi Rencana
Transaksi
Performa Keuangan SANF selama lima tahun terakhir secara CAGR
menunjukkan bahwa SANF dalam kondisi keuangan yang sedang mengalami
peningkatan. Performa keuangan SANF tahun 2019 sedang menunjukkan
penguatan yang disebabkan oleh momentum pemulihan komoditas batu bara
sejak tahun 2016 dan masih menunjukkan pergerakan harga yang dinamis
walaupun tetap bertahan di tren positif serta masifnya proyek pembangunan
infrastruktur oleh pemerintah akan mempengaruhi industri alat berat.
Namun pada 2020 SANF mengalami penurunan performa keuangan yang
disebabkan oleh pandemi Covid-19. Pada tahun 2021 performa SANF mulai
menunjukkan pemulihan. Pada tahun 2022 dan 2023 performa SANF sudah
melebihi performa sebelum pandemi terjadi serta diharapkan pembayaran
pinjaman pada saat jatuh tempo dapat dipenuhi.
Berdasarkan data Laporan Keuangan Auditan, kondisi keuangan SANF adalah
sebagai berikut:
Laporan Posisi Keuangan
Dinyatakan dalam jutaan Rupiah
Audit Audit Audit Audit Audit
31-Dec-19 31-Dec-20 31-Dec-21 31-Dec-22 31-Dec-23
Aset
Jumlah aset 3.604.338 2.813.958 3.485.018 5.029.020 6.110.482
Liabilitas
Jumlah liabilitas 2.857.553 2.060.694 2.679.607 4.114.849 5.027.987
Ekuitas
Jumlah ekuitas 746.785 753.264 805.411 914.171 1.082.495
Jumlah liabilitas & ekuitas 3.604.338 2.813.958 3.485.018 5.029.020 6.110.482
Jumlah aset SANF sejak tahun 2019 sampai dengan tahun 2023 mengalami
peningkatan rata-rata tahunan CAGR sebesar 14,11%.
Jumlah liabilitas SANF sejak tahun 2019 sampai dengan tahun 2023
mengalami peningkatan rata-rata tahunan CAGR sebesar 15,17%.
Jumlah ekuitas SANF sejak tahun 2019 sampai dengan tahun 2023 mengalami
peningkatan rata-rata tahunan CAGR sebesar 9,73%.
Page 70
66
Laporan Laba Rugi
Dinyatakan dalam jutaan Rupiah
Audit Audit Audit Audit Audit
31-Dec-19 31-Dec-20 31-Dec-21 31-Dec-22 31-Dec-23
Pendapatan
Sewa pembiayaan 252.604 252.786 251.592 417.885 608.642
Pembiayaan konsumen 69.412 30.072 104.468 69.813 67.299
Pembiayaan modal usaha 13.703 4.036 198 19 0
Anjak piutang 11.151 8.610 6.425 10.081 15.001
Pendapatan bunga & lain-lain 70.265 47.101 21.986 13.450 23.561
417.135 342.605 384.669 511.248 714.503
Beban
Beban bunga & keuangan (219.721) (138.974) (125.529) (191.305) (313.901)
Beban usaha (87.819) (84.649) (89.957) (107.234) (132.006)
Penyisihan kerugian penurunan nilai (32.485) (98.267) (101.912) (78.482) (53.643)
Beban pajak final (9.069) (4.342) (526) (1.275) (3.263)
(349.094) (326.232) (317.924) (378.296) (502.813)
Laba sebelum pajak penghasilan 68.041 16.373 66.745 132.952 211.690
Beban pajak penghasilan (16.246) (3.663) (14.704) (29.326) (46.266)
Laba bersih tahun berjalan 51.795 12.710 52.041 103.626 165.424
Jumlah pendapatan SANF sejak tahun 2019 sampai dengan tahun 2023
mengalami peningkatan rata-rata tahunan CAGR sebesar 14,40%.
Jumlah laba tahun berjalan SANF sejak tahun 2019 sampai dengan tahun 2023
mengalami peningkatan rata-rata tahunan CAGR sebesar 33,68%.
Page 71
67
Laporan Arus Kas
Dinyatakan dalam jutaan Rupiah
Audit Audit Audit Audit Audit
31-Dec-19 31-Dec-20 31-Dec-21 31-Dec-22 31-Dec-23
Arus kas dari aktivitas operasi
Arus kas bersih diperoleh dari
(digunakan untuk)
aktivitas operasi 886.510 92.435 (619.886) (1.309.560) (873.868)
Arus kas dari aktivitas investasi
Arus kas bersih diperoleh dari /
(digunakan untuk)
aktivitas investasi (408) (1.012) (3.425) (4.592) (11.814)
Arus kas dari aktivitas pendanaan
Arus kas bersih diperoleh dari /
(digunakan untuk)
aktivitas pendanaan (689.722) (872.964) 557.912 1.614.669 855.329
Kenaikan/(penurunan) bersih
kas & setara kas 196.380 (781.541) (65.399) 300.517 (77.829)
Penyesuaian selisih kurs (150) (1.187) (42) 612 316
Kas & setara kas awal tahun 772.616 968.846 186.118 120.677 421.806
Kas & setara kas akhir tahun 968.846 186.118 120.677 421.806 344.293
Sejak tahun 2019 sampai dengan tahun 2023 aktivitas operasi SANF secara
keseluruhan tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan kegiatan investasi dan
memenuhi pembayaran pinjaman dalam kegiatan pendanaan.
Analisis Rasio
Analisis rasio 31-Dec-19 31-Dec-20 31-Dec-21 31-Dec-22 31-Dec-23
Rasio solvabilitas
Debt to equity ratio 3,83 2,74 3,33 4,50 4,64
Debt to total assets ratio 0,79 0,73 0,77 0,82 0,82
Rasio profitabilitas
Net profit margin 12,42% 3,71% 13,53% 20,27% 23,15%
Rasio Solvabilitas
Debt to equity ratio mengalami peningkatan dari 3,83 pada tahun 2019
menjadi 4,64 pada tahun 2023. Debt to total assets ratio mengalami
peningkatan dari 0,79 pada tahun 2019 menjadi 0,82 pada tahun 2023.
Selama tahun 2019 sampai 2023, porsi utang secara keseluruhan mengalami
peningkatan.
Rasio Profitabilitas
Net profit margin mengalami peningkatan dari 12,42% pada tahun 2019
menjadi 23,15% pada tahun 2023.
Page 72
68
II.10.6 Analisis Cash Management dan Financial Covenant dari Rencana
Transaksi
Jumlah fasilitas pinjaman yang akan digunakan dalam Rencana Transaksi
adalah sebesar Rp654.585.000.000,-. Untuk memenuhi pinjaman tersebut
Perseroan akan menggunakan dana internalnya. Saldo kas yang tersedia di
Perseroan per 31 Desember 2023 adalah sebesar Rp18.596.609.000.000,-.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa keuangan Perseroan tidak akan terganggu
karena jika mengacu kepada rasio likuiditas yang terdapat pada tabel bab
II.10.3, perbedaan yang muncul tidaklah signifikan.
Dalam Perjanjian Pinjaman Pasal 17.1 diatur mengenai financial covenant
yang harus dipenuhi SANF kepada Perseroan yaitu SANF sebagai penerima
pinjaman wajib untuk menyerahkan laporan keuangan kepada Perseroan
sebagai pemberi pinjaman.
II.10.7 Analisis Inkremental
Alasan dilakukannya transaksi pinjam meminjam dana antara Perseroan dan
SANF adalah untuk mendukung kegiatan operasional Perseroan, di mana SANF
sebagai penerima pinjaman akan menggunakan dana yang dipinjam untuk
pembiayaan pembelian alat-alat berat dari konsumen Perseroan. Hal ini
dilakukan agar pembiayaan atau program ini menarik bagi konsumen.
Berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan, target penjualan alat
berat sebagai berikut:
Periode Produk Kuantitas Harga/unit Penjualan Target net profit
Jul-24 PC 130 8 1.360 10.883 1.088
PC 200 12 1.543 18.521 1.852
D85 3 3.780 11.341 1.134
BW211 1 1.164 1.164 116
CWE370 0 1.776 0 0
P410 0 2.805 0 0
P360 0 2.300 0 0
Jumlah 24 41.909 4.191
Aug-24 PC 130 7 1.360 9.522 952
PC 200 11 1.543 16.977 1.698
D85 4 3.780 15.121 1.512
BW211 4 1.164 4.657 466
CWE370 2 1.776 3.552 355
P410 0 2.805 0 0
P360 0 2.300 0 0
Jumlah 28 49.830 4.983
Page 73
69
Periode Produk Kuantitas Harga/unit Penjualan Target net profit
Sep-24 PC 130 11 1.360 14.964 1.496
PC 200 11 1.543 16.977 1.698
D85 3 3.780 11.341 1.134
BW211 0 1.164 0 0
CWE370 4 1.776 7.104 710
P410 3 2.805 8.415 842
P360 0 2.300 0 0
Jumlah 32 58.801 5.880
Oct-24 PC 130 12 1.360 16.324 1.632
PC 200 7 1.543 10.804 1.080
D85 6 3.780 22.682 2.268
BW211 2 1.164 2.329 233
CWE370 2 1.776 3.552 355
P410 2 2.805 5.610 561
P360 0 2.300 0 0
Jumlah 31 61.300 6.130
Nov-24 PC 130 12 1.360 16.324 1.632
PC 200 10 1.543 15.434 1.543
D85 7 3.780 26.462 2.646
BW211 3 1.164 3.493 349
CWE370 0 1.776 0 0
P410 4 2.805 11.220 1.122
P360 1 2.300 2.300 230
Jumlah 37 75.233 7.523
Dec-24 PC 130 12 1.360 16.324 1.632
PC 200 16 1.543 24.694 2.469
D85 6 3.780 22.682 2.268
BW211 2 1.164 2.329 233
CWE370 2 1.776 3.552 355
P410 2 2.805 5.610 561
P360 1 2.300 2.300 230
Jumlah 41 77.491 7.749
Jan-25 PC 130 11 1.360 14.964 1.496
PC 200 14 1.543 21.608 2.161
D85 0 3.780 0 0
BW211 4 1.164 4.657 466
CWE370 3 1.776 5.328 533
P410 6 2.805 16.830 1.683
P360 1 2.300 2.300 230
Jumlah 39 65.687 6.569
Page 74
70
Periode Produk Kuantitas Harga/unit Penjualan Target net profit
Feb-25 PC 130 11 1.360 14.964 1.496
PC 200 19 1.543 29.325 2.932
D85 4 3.780 15.121 1.512
BW211 5 1.164 5.822 582
CWE370 4 1.776 7.104 710
P410 4 2.805 11.220 1.122
P360 1 2.300 2.300 230
Jumlah 48 85.855 8.586
Mar-25 PC 130 7 1.360 9.522 952
PC 200 20 1.543 30.868 3.087
D85 0 3.780 0 0
BW211 0 1.164 0 0
CWE370 3 1.776 5.328 533
P410 2 2.805 5.610 561
P360 1 2.300 2.300 230
Jumlah 33 53.628 5.363
Apr-25 PC 130 7 1.360 9.522 952
PC 200 3 1.543 4.630 463
D85 0 3.780 0 0
BW211 0 1.164 0 0
CWE370 2 1.776 3.552 355
P410 2 2.805 5.610 561
P360 0 2.300 0 0
Jumlah 14 23.315 2.331
May-25 PC 130 11 1.360 14.964 1.496
PC 200 12 1.543 18.521 1.852
D85 0 3.780 0 0
BW211 0 1.164 0 0
CWE370 0 1.776 0 0
P410 2 2.805 5.610 561
P360 1 2.300 2.300 230
Jumlah 26 41.394 4.139
Jun-25 PC 130 8 1.360 10.883 1.088
PC 200 6 1.543 9.260 926
D85 0 3.780 0 0
BW211 0 1.164 0 0
CWE370 0 1.776 0 0
P410 0 2.805 0 0
P360 0 2.300 0 0
Jumlah 14 20.143 2.014
Jumlah 367 654.585 65.459
Page 75
71 Untuk produk Komatsu tipe PC135, PC200, D85, Bomag tipe BW212, UD Truck tipe CWE370, Scania tipe P410 dan P360 diasumsikan Perseroan akan mendapat tambahan laba tahun berjalan sebesar 10% dan mendapatkan tambahan pendapatan bunga dari Rencana Transaksi dengan tingkat suku bunga sebesar 5% sampai dengan 6,75% per tahun yang akan dibayarkan setiap 3 bulanan. Berdasarkan hasil analisis, rata-rata tertimbang suku bunga Rencana Transaksi adalah sebesar 6,48%. Analisis inkremental dilakukan dengan cara membandingkan jumlah pendapatan yang diperoleh dari transaksi pinjam meminjam dana antara Perseroan dan SANF, di mana Perseroan akan mendapatkan pendapatan bunga serta tambahan laba dari penjualan alat berat, dengan jumlah pendapatan yang diperoleh apabila Perseroan tidak melakukan transaksi pinjam meminjam dengan SANF. Apabila Perseroan tidak menyalurkan fasilitas dana kepada SANF untuk kebutuhan Rencana Transaksi, maka diasumsikan: • Perseroan dapat menyalurkan fasilitas dana untuk memperoleh pendapatan bunga dengan membeli MTN yang menggunakan tingkat suku bunga pasar; • Perseroan dapat menyalurkan fasilitas dana dengan tingkat suku bunga modal kerja Bank Indonesia sehingga dapat memperoleh pendapatan bunga. Akibat besaran suku bunga mengikuti tingkat suku bunga pasar sehingga penerima pinjaman tidak ada keharusan untuk menggunakan dana yang diterima untuk membeli produk dari Perseroan. Sehingga tidak ada penambahan dari penjualan alat berat. Hasil analisis adalah sebagai berikut: • Transaksi pinjam meminjam dana antara Perseroan dan SANF Dalam transaksi pinjam meminjam dana antara Perseroan dan SANF, selain pendapatan bunga Perseroan juga akan memperoleh tambahan laba dari penjualan alat beratnya. Hasil dari tambahan laba tahun berjalan akan didiskontokan untuk mendapatkan nilai kini. Tingkat diskonto yang digunakan adalah sebesar 12,24% yang diperoleh dengan menggunakan Metode Weighted Average Cost of Capital (WACC) dengan perhitungan sebagai berikut:
Page 76
72
Perhitungan Tingkat Diskonto
Weighted Average Cost of Capital (WACC)
Per 31 Desember 2023
Indikator Jumlah Sumber
Beta Unlevered beta 1,00 Damodaran Januari 2024
Debt to equity ratio 35,00% Damodaran Januari 2024
Pajak 22,00%
Levered beta 1,28
Cost of equity (Ke) Levered beta 1,28 Damodaran Januari 2024
Risk free rates 6,60% PHEI 29 Desember 2023 - SUN 10 th
Risk premium 7,38% Damodaran Januari 2024
Default spread 2,07% Damodaran Januari 2024
Biaya Ekuitas (Ke) 13,95%
Cost of debt (Kd) Pinjaman investasi 9,41% SEKI Bank Indonesia Desember 2023
Pajak 22,00%
Biaya Hutang (Kd) 7,34%
Tingkat diskonto Biaya ekuitas (Ke) 13,95%
Porsi ekuitas (We) 74,07%
Biaya hutang (Kd) 7,34%
Porsi utang (Wd) 25,93%
WACC 12,24% WACC = (Ke x We) + (Kd x Wd)
Perhitungan nilai kini dari tambahan penjualan adalah sebagai berikut:
Dinyatakan dalam jutaan Rupiah
Perhitungan present value pendapatan laba, penjualan sesuai dengan target yang ditentukan
Tingkat Diskon Diskon Present
Periode Penjualan Laba bersih
diskonto periode faktor value
31-Dec-23
Jul-24 41.909 4.191 12,24% 2,33 0,93 3.906
Aug-24 49.830 4.983 12,24% 2,67 0,92 4.598
Sep-24 58.801 5.880 12,24% 3,00 0,91 5.372
Oct-24 61.300 6.130 12,24% 3,33 0,90 5.544
Nov-24 75.233 7.523 12,24% 3,67 0,90 6.736
Dec-24 77.491 7.749 12,24% 4,00 0,89 6.869
Jan-25 65.687 6.569 12,24% 4,33 0,88 5.765
Feb-25 85.855 8.586 12,24% 4,67 0,87 7.459
Mar-25 53.628 5.363 12,24% 5,00 0,86 4.613
Apr-25 23.315 2.331 12,24% 5,33 0,85 1.985
May-25 41.394 4.139 12,24% 5,67 0,84 3.490
Jun-25 20.143 2.014 12,24% 6,00 0,83 1.681
Jumlah 654.585 65.459 58.020
Nilai kini dari tambahan laba tahun berjalan adalah sebesar
Rp58.020.000.000,-.
Page 77
73
Pendapatan bunga yang diperoleh dari transaksi pinjam meminjam dana
antara Perseroan dan SANF adalah sebagai berikut:
Dinyatakan dalam jutaan Rupiah
Pendapatan bunga
Periode
Rencana Transaksi
Jul-24 5.075
Aug-24 6.084
Sep-24 7.194
Oct-24 7.413
Nov-24 9.083
Dec-24 9.248
Jan-25 7.718
Feb-25 10.064
Mar-25 6.197
Apr-25 2.616
May-25 4.668
Jun-25 2.265
Jumlah pendapatan bunga 77.625
Jumlah Pendapatan bunga adalah sebesar Rp77.625.000.000,-.
Jumlah pendapatan yang diperoleh Perseroan dari transaksi pinjam
meminjam dana antara Perseroan dan SANF adalah sebagai berikut:
Dinyatakan dalam jutaan Rupiah
Pendapatan bunga
Periode
Rencana Transaksi
Jul-24 5.075
Aug-24 6.084
Sep-24 7.194
Oct-24 7.413
Nov-24 9.083
Dec-24 9.248
Jan-25 7.718
Feb-25 10.064
Mar-25 6.197
Apr-25 2.616
May-25 4.668
Jun-25 2.265
Jumlah pendapatan bunga 77.625
Nilai kini dari tambahan penjualan
alat berat 58.020
Jumlah pendapatan bunga dan
tambahan penjualan alat berat 135.645
Jumlah pendapatan adalah sebesar Rp135.645.000.000,-.
Page 78
74
• Pendapatan bunga dengan tingkat suku bunga pasar
Berdasarkan penelitian terbatas yang kami lakukan terhadap tingkat suku
bunga MTN yang diterbitkan pada tahun 2022 dan 2023 dengan tenor
4 sampai dengan 5 tahun dengan pembayaran bunga setiap 3 bulanan,
diperoleh bahwa tingkat suku bunga MTN adalah minimal 6,95%, maksimal
11,65%, median 10,13% dan rata-rata 10,02%. Kami menyimpulkan bahwa
rata-rata tingkat suku bunga MTN sebagai tingkat suku bunga pasar. Hasil
perhitungan pendapatan bunga dengan tingkat suku bunga pasar adalah
sebagai berikut:
Dinyatakan dalam jutaan Rupiah
Pendapatan bunga
Periode
Suku Bunga Pasar
Jul-24 8.158
Aug-24 9.629
Sep-24 11.279
Oct-24 11.673
Nov-24 14.221
Dec-24 14.540
Jan-25 12.235
Feb-25 15.874
Mar-25 9.843
Apr-25 4.248
May-25 7.486
Jun-25 3.616
Jumlah pendapatan bunga 122.803
Jumlah pendapatan adalah sebesar Rp122.803.000.000,-.
Page 79
75
• Pendapatan bunga dengan tingkat suku bunga pinjaman modal kerja
Bank Indonesia
Hasil perhitungan pendapatan bunga dengan tingkat suku bunga pinjaman
modal kerja Bank Indonesia sebesar 8,93% adalah sebagai berikut:
Dinyatakan dalam jutaan Rupiah
Pendapatan bunga
Periode
SEKI BI
Jul-24 7.217
Aug-24 8.518
Sep-24 9.978
Oct-24 10.326
Nov-24 12.580
Dec-24 12.863
Jan-25 10.823
Feb-25 14.043
Mar-25 8.707
Apr-25 3.758
May-25 6.623
Jun-25 3.199
Jumlah pendapatan bunga 108.636
Jumlah pendapatan adalah sebesar Rp108.636.000.000,-.
Page 80
76
Perbandingan antara ketiga jumlah pendapatan di atas adalah sebagai
berikut:
Pendapatan bunga
Periode
Rencana Transaksi Suku Bunga Pasar SEKI BI
Jul-24 5.075 8.158 7.217
Aug-24 6.084 9.629 8.518
Sep-24 7.194 11.279 9.978
Oct-24 7.413 11.673 10.326
Nov-24 9.083 14.221 12.580
Dec-24 9.248 14.540 12.863
Jan-25 7.718 12.235 10.823
Feb-25 10.064 15.874 14.043
Mar-25 6.197 9.843 8.707
Apr-25 2.616 4.248 3.758
May-25 4.668 7.486 6.623
Jun-25 2.265 3.616 3.199
Jumlah pendapatan bunga 77.625 122.803 108.636
Nilai kini dari tambahan penjualan
alat berat 58.020 0 0
Jumlah pendapatan bunga dan
tambahan penjualan alat berat 135.645 122.803 108.636
Selisih 12.842 27.009
% selisih 10,46% 24,86%
Hasil analisis inkremental di atas menunjukkan bahwa jumlah pendapatan
yang diperoleh dari transaksi pinjam meminjam dana antara Perseroan dan
SANF lebih menguntungkan dibandingkan dengan jumlah pendapatan bunga
yang diperoleh dari membeli MTN dengan memperoleh pendapatan bunga
dengan menggunakan tingkat suku bunga pasar dan dari pendapatan bunga
yang diperoleh dari memberikan pinjaman dengan menggunakan tingkat suku
bunga modal kerja Bank Indonesia.
II.10.8 Analisis Sensitivitas
Sensitivitas Terhadap Tingkat Suku Bunga Pasar dan Tingkat Suku Bunga
Modal Kerja Bank Indonesia
Analisis sensitivitas terhadap tingkat suku bunga pasar dan tingkat suku
bunga modal kerja Bank Indonesia dilakukan dengan cara melihat pengaruh
dari perubahan tingkat suku bunga pasar dan tingkat suku bunga modal kerja
Bank Indonesia terhadap selisih antara jumlah pendapatan yang diperoleh
dari transaksi pinjam meminjam dana antara Perseroan dan SANF dengan
pendapatan bunga pasar dan pendapatan bunga modal kerja Bank Indonesia.
Page 81
77
Dalam analisis ini kami asumsikan bahwa tingkat suku bunga pasar dan
tingkat suku bunga pinjaman modal kerja Bank Indonesia mengalami
kenaikan dan penurunan sebesar 10% dan 20%. Hasil analisis adalah sebagai
berikut:
Perhitungan analisis sensitivitas dengan tingkat suku bunga pasar
Dinyatakan dalam jutaan Rupiah
Sensitivitas tingkat bunga pasar
Pendapatan bunga
Periode Rencana Suku Bunga
Naik 10% Naik 20% Turun 10% Turun 20%
Transaksi Pasar
Jumlah pendapatan bunga 77.625 122.803 135.963 149.277 109.799 96.953
Nilai kini dari tambahan penjualan
alat berat 58.020 0 0 0 0 0
Jumlah pendapatan bunga dan
tambahan penjualan alat berat 135.645 122.803 135.963 149.277 109.799 96.953
Selisih 12.842 (318) (13.632) 25.846 38.692
% selisih -102,47% -206,15% 101,26% 201,30%
Hasil analisis menunjukkan:
• Hasil perhitungan analisis sensitivitas dengan tingkat suku bunga pasar:
o Jika tingkat suku bunga pasar naik 10% maka selisih jumlah pendapatan
menjadi negatif Rp318.000.000,- atau lebih rendah 102,47%
dibandingkan selisih awal dengan jumlah pendapatan transaksi pinjam
meminjam dana antara Perseroan dan SANF;
o Jika tingkat suku bunga pasar naik 20% maka selisih jumlah pendapatan
menjadi negatif Rp13.632.000.000,- atau lebih rendah 206,15%
dibandingkan selisih awal dengan jumlah pendapatan transaksi pinjam
meminjam dana antara Perseroan dan SANF;
o Jika tingkat suku bunga pasar turun 10% maka selisih jumlah
pendapatan menjadi Rp25.846.000.000,- atau lebih tinggi 101,26%
dibandingkan selisih awal dengan jumlah pendapatan transaksi pinjam
meminjam dana antara Perseroan dan SANF;
o Jika tingkat suku bunga pasar turun 20% maka selisih jumlah
pendapatan menjadi Rp38.692.000.000,- atau lebih tinggi 201,30%
dibandingkan selisih awal dengan jumlah pendapatan transaksi pinjam
meminjam dana antara Perseroan dan SANF.
Page 82
78
Perhitungan analisis sensitivitas dengan tingkat suku bunga modal kerja
Bank Indonesia
Dinyatakan dalam jutaan Rupiah
Sensitivitas tingkat bunga kredit modal kerja SEKI BI
Pendapatan bunga
Periode Rencana
SEKI BI Naik 10% Naik 20% Turun 10% Turun 20%
Transaksi
Jumlah pendapatan bunga 77.625 108.636 120.202 131.892 97.195 85.880
Nilai kini dari tambahan penjualan
alat berat 58.020 0 0 0 0 0
Jumlah pendapatan bunga dan
tambahan penjualan alat berat 135.645 108.636 120.202 131.892 97.195 85.880
Selisih 27.009 15.443 3.753 38.450 49.765
% selisih -42,82% -86,11% 42,36% 84,25%
Hasil analisis menunjukkan:
• Hasil perhitungan analisis sensitivitas dengan tingkat suku bunga modal
kerja Bank Indonesia:
o Jika tingkat suku bunga modal kerja Bank Indonesia naik 10% maka
selisih jumlah pendapatan menjadi Rp15.443.000.000,- atau lebih
rendah 42,82% dibandingkan selisih awal dengan jumlah pendapatan
transaksi pinjam meminjam dana antara Perseroan dan SANF;
o Jika tingkat suku bunga modal kerja Bank Indonesia naik 20% maka
selisih jumlah pendapatan menjadi Rp3.753.000.000,- atau lebih
rendah 86,11% dibandingkan selisih awal dengan jumlah pendapatan
transaksi pinjam meminjam dana antara Perseroan dan SANF;
o Jika tingkat suku bunga modal kerja Bank Indonesia turun 10% maka
selisih jumlah pendapatan menjadi Rp38.450.000.000,- atau lebih tinggi
42,36% dibandingkan selisih awal dengan jumlah pendapatan transaksi
pinjam meminjam dana antara Perseroan dan SANF;
o Jika tingkat suku bunga modal kerja Bank Indonesia turun 20% maka
selisih jumlah pendapatan menjadi Rp49.765.000.000,- atau lebih tinggi
84,25% dibandingkan selisih awal dengan jumlah pendapatan transaksi
pinjam meminjam dana antara Perseroan dan SANF.
Maka dapat disimpulkan bahwa jumlah pendapatan transaksi pinjam
meminjam dana antara Perseroan dan SANF sensitif terhadap tingkat suku
bunga pasar dan tingkat suku bunga pinjaman modal kerja Bank Indonesia.
Page 83
79
Sensitivitas Terhadap Tingkat Laba Penjualan
Analisis sensitivitas terhadap tingkat laba penjualan dilakukan dengan cara
melihat pengaruh dari perubahan tingkat laba penjualan terhadap selisih
antara jumlah pendapatan diperoleh dari transaksi pinjam meminjam dana
antara Perseroan dan SANF dengan pendapatan bunga pasar dan pendapatan
bunga modal kerja.
Dalam analisis ini kami asumsikan bahwa tingkat laba penjualan mengalami
penurunan sebesar 5% dan 10%. Hasil analisis adalah sebagai berikut:
Dinyatakan dalam jutaan Rupiah
Penjualan 100% Turun 5% Turun 10%
Jumlah pendapatan dengan tingkat
bunga perjanjian pinjaman 77.625 77.625 77.625
Nilai kini dari tambahan penjualan
alat berat 58.020 55.119 52.218
Jumlah pendapatan bunga dan
tambahan penjualan alat berat 135.645 132.744 129.843
Jumlah pendapatan dengan tingkat
suku bunga MTN 122.803
Selisih 12.842 9.941 7.040
% selisih -22,59% -45,18%
Jumlah pendapatan dengan tingkat
suku bunga SEKI BI 108.636
Selisih 27.009 24.108 21.207
% selisih -10,74% -21,48%
Hasil analisis menunjukkan:
• Hasil perhitungan analisis sensitivitas dengan tingkat suku bunga pasar:
o Jika tingkat penjualan turun 5% maka selisih jumlah pendapatan
menjadi Rp9.941.000.000,- atau lebih rendah 22,59% dibandingkan
selisih awal dengan jumlah pendapatan transaksi pinjam meminjam
dana antara Perseroan dan SANF;
o Jika tingkat penjualan turun 10% maka selisih jumlah pendapatan
menjadi negatif Rp7.040.000.000,- atau lebih rendah 45,18%
dibandingkan selisih awal dengan jumlah pendapatan transaksi pinjam
meminjam dana antara Perseroan dan SANF.
Page 84
80
• Hasil perhitungan analisis sensitivitas dengan tingkat suku bunga modal
kerja Bank Indonesia:
o Jika tingkat penjualan turun 5% maka selisih jumlah pendapatan
menjadi Rp24.108.000.000,- atau lebih rendah 10,74% dibandingkan
selisih awal dengan jumlah pendapatan transaksi pinjam meminjam
dana antara Perseroan dan SANF;
o Jika tingkat penjualan turun 10% maka selisih jumlah pendapatan
menjadi Rp21.207.000.000,- atau lebih rendah 21,48% dibandingkan
selisih awal dengan jumlah pendapatan transaksi pinjam meminjam
dana antara Perseroan dan SANF.
Maka dapat disimpulkan bahwa jumlah pendapatan transaksi pinjam
meminjam dana antara Perseroan dan SANF sensitif terhadap tingkat laba
penjualan.
Sensitivitas Terhadap Perubahan Suku Bunga Rencana Transaksi
Analisis sensitivitas terhadap tingkat suku bunga Rencana Transaksi dilakukan
dengan cara melihat pengaruh dari perubahan tingkat suku bunga Rencana
Transaksi terhadap selisih antara jumlah pendapatan yang diperoleh dari
transaksi pinjam meminjam dana antara Perseroan dan SANF dengan
pendapatan bunga pasar dan pendapatan bunga modal kerja Bank Indonesia.
Page 85
81
Dalam analisis ini kami asumsikan bahwa tingkat suku bunga Rencana
Transaksi menjadi 5,00% (turun 22,89%) dan 6,75% (naik 4,10%) yang
merupakan batas bawah dan batas atas suku bunga yang disepakati. Hasil
analisis adalah sebagai berikut:
Perhitungan analisis sensitivitas dengan tingkat suku bunga pasar
Dinyatakan dalam jutaan Rupiah
Pendapatan bunga
Periode
Suku Bunga Pasar Rencana Transaksi Suku bunga 5% Suku bunga 6,75%
Jul-24 8.158 5.075 3.935 5.376
Aug-24 9.629 6.084 4.645 6.346
Sep-24 11.279 7.194 5.441 7.433
Oct-24 11.673 7.413 5.630 7.692
Nov-24 14.221 9.083 6.859 9.371
Dec-24 14.540 9.248 7.013 9.582
Jan-25 12.235 7.718 5.901 8.063
Feb-25 15.874 10.064 7.657 10.461
Mar-25 9.843 6.197 4.748 6.486
Apr-25 4.248 2.616 2.049 2.799
May-25 7.486 4.668 3.611 4.934
Jun-25 3.616 2.265 1.744 2.383
Jumlah pendapatan bunga 122.803 77.625 59.233 80.928
Nilai kini dari tambahan penjualan
alat berat 0 58.020 58.020 58.020
Jumlah pendapatan bunga dan
tambahan penjualan alat berat 122.803 135.645 117.253 138.947
Selisih 12.842 (5.550) 16.144
% selisih 9,47% -4,73% 11,62%
% perubahan selisih -143,22% 25,71%
Hasil analisis menunjukkan:
• Hasil perhitungan analisis sensitivitas dengan tingkat suku bunga pasar:
o Jika tingkat suku bunga Rencana Transaksi sebesar 5% untuk semua
produk maka selisih jumlah pendapatan menjadi negatif
Rp5.550.000.000,- atau lebih rendah 143,22% dibandingkan selisih awal
dengan jumlah pendapatan dengan tingkat suku bunga pasar;
o Jika tingkat suku bunga Rencana Transaksi sebesar 6,75% untuk semua
produk maka selisih jumlah pendapatan menjadi Rp16.144.000.000,-
atau lebih tinggi 25,71% dibandingkan selisih awal dengan jumlah
pendapatan dengan tingkat suku bunga pasar.
Page 86
82
Perhitungan analisis sensitivitas dengan tingkat suku bunga modal kerja
Bank Indonesia
Dinyatakan dalam jutaan Rupiah
Pendapatan bunga
Periode
SEKI BI Rencana Transaksi Suku bunga 5% Suku bunga 6,75%
Jul-24 7.217 5.075 3.935 5.376
Aug-24 8.518 6.084 4.645 6.346
Sep-24 9.978 7.194 5.441 7.433
Oct-24 10.326 7.413 5.630 7.692
Nov-24 12.580 9.083 6.859 9.371
Dec-24 12.863 9.248 7.013 9.582
Jan-25 10.823 7.718 5.901 8.063
Feb-25 14.043 10.064 7.657 10.461
Mar-25 8.707 6.197 4.748 6.486
Apr-25 3.758 2.616 2.049 2.799
May-25 6.623 4.668 3.611 4.934
Jun-25 3.199 2.265 1.744 2.383
Jumlah pendapatan bunga 108.636 77.625 59.233 80.928
Nilai kini dari tambahan penjualan
alat berat 0 58.020 58.020 58.020
Jumlah pendapatan bunga dan
tambahan penjualan alat berat 108.636 135.645 117.253 138.947
Selisih 27.009 8.617 30.311
% selisih 19,91% 7,35% 21,81%
% perubahan selisih -68,10% 12,23%
Hasil analisis menunjukkan:
• Hasil perhitungan analisis sensitivitas dengan tingkat suku bunga modal
kerja Bank Indonesia:
o Jika tingkat suku bunga Rencana Transaksi sebesar 5% untuk semua
produk maka selisih jumlah pendapatan menjadi Rp8.617.000.000,-
atau lebih rendah 68,10% dibandingkan selisih awal dengan jumlah
pendapatan dengan tingkat suku bunga modal kerja Bank Indonesia;
o Jika tingkat suku bunga Rencana Transaksi sebesar 6,75% untuk semua
produk maka selisih jumlah pendapatan menjadi Rp30.311.000.000,-
atau lebih tinggi 12,23% dibandingkan selisih awal dengan jumlah
pendapatan dengan tingkat suku bunga modal kerja Bank Indonesia.
Maka dapat disimpulkan bahwa jumlah pendapatan transaksi pinjam
meminjam dana antara Perseroan dan SANF sensitif terhadap perubahan suku
bunga Rencana Transaksi.
Page 87
83
II.11 Analisis Kelayakan Rencana Penggunaan Dana atas Transaksi Pinjam
Meminjam Dana
II.11.1 Analisis Kelayakan Investasi
Penyaluran dana dalam transaksi pinjam meminjam dana antara Perseroan
dan SANF akan digunakan untuk mendukung penjualan alat berat sesuai
dengan target penjualan. Dalam proyeksi tambahan penjualan alat berat
sebesar Rp654.585.000.000,- diasumsikan Perseroan akan mendapat
tambahan laba tahun berjalan sebesar 10%. Selama 5 tahun terakhir
rata-rata net profit margin Perseroan adalah sebesar 13,86%.
II.11.2 Analisis Kelayakan Pelunasan Utang
Penyaluran dana dalam transaksi pinjam meminjam dana antara Perseroan
dan SANF akan digunakan untuk mendukung penjualan alat berat sesuai
dengan target penjualan. Sehingga pinjaman dari Perseroan baru akan
disalurkan jika terjadi penjualan oleh SANF kepada konsumen.
Performa Keuangan SANF selama lima tahun terakhir secara CAGR
menunjukkan bahwa SANF dalam kondisi keuangan yang sedang mengalami
peningkatan. Performa keuangan SANF tahun 2019 sedang menunjukkan
penguatan yang disebabkan oleh momentum pemulihan komoditas batu bara
sejak tahun 2016 dan masih menunjukkan pergerakan harga yang dinamis
walaupun tetap bertahan di tren positif serta masifnya proyek pembangunan
infrastruktur oleh pemerintah akan mempengaruhi industri alat berat.
Namun pada 2020 SANF mengalami penurunan performa keuangan yang
disebabkan oleh pandemi Covid-19. Pada tahun 2021 performa SANF mulai
menunjukkan pemulihan. Pada tahun 2022 dan 2023 performa SANF sudah
melebihi performa sebelum pandemi terjadi serta diharapkan pembayaran
pinjaman pada saat jatuh tempo dapat dipenuhi.
II.11.3 Analisis atas Faktor-Faktor Lain yang Relevan
Dengan mempertimbangkan bahwa penyaluran dana untuk mendukung
penjualan alat berat sesuai dengan target penjualan, maka kami
berkesimpulan tidak terdapat faktor-faktor lain yang relevan.
II.12 Analisis atas Jaminan
Dalam Perjanjian Pinjaman beserta amandemen yang telah dan akan
dilakukan atas Perjanjian Pinjaman, tidak diatur ketentuan mengenai
jaminan. Namun di dalam Perjanjian Pinjaman diatur mengenai mekanisme
peristiwa wanprestasi sebagai suatu jaminan hak-hak dan kewajiban
Perseroan dan SANF dalam melaksanakan Perjanjian Pinjaman.
Page 88
84 Jaminan juga diperoleh secara langsung maupun tidak langsung karena kedudukan Perseroan dan SANF dikendalikan oleh kelompok usaha yang sama yaitu Grup ASTRA. Dengan berada dalam satu kelompok usaha yang sama, diharapkan bahwa pelunasan pinjaman pada saat jatuh tempo lebih dapat dikendalikan sehingga mengurangi risiko tidak tertagih. Di samping itu SANF dan Perseroan sepakat dana pinjaman tersebut akan digunakan hanya untuk membiayai pembelian alat berat oleh pelanggan Perseroan dan Perseroan dapat ikut terlibat dalam proses penilaian dan seleksi pelanggan sehingga mengurangi risiko. Performa Keuangan SANF selama lima tahun terakhir secara CAGR menunjukkan bahwa SANF dalam kondisi keuangan yang sedang mengalami peningkatan. Performa keuangan SANF tahun 2019 sedang menunjukkan penguatan yang disebabkan oleh momentum pemulihan komoditas batu bara sejak tahun 2016 dan masih menunjukkan pergerakan harga yang dinamis walaupun tetap bertahan di tren positif serta masifnya proyek pembangunan infrastruktur oleh pemerintah akan mempengaruhi industri alat berat. Namun pada 2020 SANF mengalami penurunan performa keuangan yang disebabkan oleh pandemi Covid-19. Pada tahun 2021 performa SANF mulai menunjukkan pemulihan. Pada tahun 2022 dan 2023 performa SANF sudah melebihi performa sebelum pandemi terjadi serta diharapkan pembayaran pinjaman pada saat jatuh tempo dapat dipenuhi. Berdasarkan analisis tersebut di atas, dapat disimpulkan bahwa risiko tidak tertagih dan terbayarnya pinjaman dapat diminimalisasi.
Page 89
85
III KESIMPULAN ANALISIS PENDAPAT KEWAJARAN
Hasil analisis pendapat kewajaran yang kami lakukan atas Rencana Transaksi
adalah sebagai berikut:
• Analisis pengaruh transaksi pinjam meminjam dana terhadap keuangan
Perseroan:
a. Alasan dilakukannya transaksi pinjam meminjam dana antara
Perseroan dan SANF adalah untuk mendukung kegiatan operasional
Perseroan, di mana SANF sebagai penerima pinjaman akan
menggunakan dana yang dipinjam untuk pembiayaan pembelian alat-
alat berat dari konsumen Perseroan. Hal ini dilakukan agar
pembiayaan atau program ini menarik bagi konsumen. Rencana
Transaksi dilakukan untuk mendukung penjualan alat berat Perseroan
pada tahun 2024 khususnya penjualan alat berat produk Komatsu tipe
PC135, PC200, D85, Bomag tipe BW212, UD Truck tipe CWE370, Scania
tipe P410 dan P360;
b. Analisis pengaruh transaksi pinjam meminjam dana terhadap
keuangan Perseroan menunjukkan bahwa terdapat perbedaan dalam
rasio likuiditas antara sebelum dan sesudah transaksi. Berdasarkan
proforma posisi keuangan per 31 Desember 2023 yang diperoleh dari
manajemen Perseroan, perbedaan ini muncul akibat dari sumber dana
yang digunakan Perseroan untuk membiayai transaksi pinjam
meminjam dana merupakan dana internal Perseroan.
Analisis rasio Sebelum Sesudah Selisih
Rasio likuditas
Rasio lancar 1,46 1,44 -1,04%
Rasio cepat 1,06 1,04 -1,44%
Rasio kas 0,43 0,42 -3,52%
Rasio solvabilitas
Debt to equity ratio 0,22 0,22 0,00%
Long term debt to equity ratio 0,21 0,21 0,00%
Debt to total assets ratio 0,12 0,12 0,00%
Rasio profitabilitas
Gross profit margin 27,83% 27,83% 0,00%
Net profit margin 16,03% 16,03% 0,00%
Dengan membandingkan analisis rasio keuangan antara Laporan
Keuangan Perseroan per 31 Desember 2023 dengan proforma keuangan
Perseroan per 31 Desember 2023, diperoleh bahwa rasio likuiditas
mengalami perubahan dengan jumlah yang tidak signifikan. Sedangkan
rasio solvabilitas dan rasio profitabilitas tidak mengalami perubahan.
Page 90
86
• Identifikasi dan hubungan antara pihak-pihak:
a. Berdasarkan Perjanjian Pinjaman antara Perseroan dan SANF, pihak-
pihak yang terlibat dalam transaksi adalah:
• Perseroan sebagai pihak pemberi pinjaman;
• SANF sebagai pihak penerima pinjaman.
b. Berdasarkan analisis terhadap dokumen korporasi Perseroan dan SANF
serta informasi yang diperoleh dari manajemen Perseroan, hubungan
afiliasi antara pihak-pihak yang bertransaksi adalah sebagai berikut:
• Perseroan dan SANF memiliki hubungan afiliasi karena kedua
perusahaan ini tergabung dalam Group ASTRA. 59,50% saham
Perseroan dimiliki oleh PT Astra International Tbk, sedangkan
60,00% saham SANF dimiliki oleh PT Sedaya Multi Investama yang
99,99% sahamnya dimiliki oleh PT Astra International Tbk;
• Bapak Franciscus Xaverius Laksana Kesuma menjabat sebagai
Presiden Direktur di Perseroan dan juga menjabat sebagai Presiden
Komisaris di SANF per 31 Desember 2022 hingga tanggal laporan ini
diterbitkan.
• Analisis perjanjian dan persyaratan yang disepakati:
a. Rencana Transaksi merupakan Amandemen IX atas Perjanjian
Pinjaman antara Perseroan dan SANF. Berdasarkan draft Amandemen
IX, perubahan syarat dan ketentuan dalam Amandemen IX adalah
bahwa:
• Periode ketersediaan berarti periode dari dan termasuk tanggal
perjanjian ini ditandatangani sampai dengan tanggal 30 Juni 2025
atau periode lain yang disetujui oleh pemberi pinjaman
• Perubahan kalkulasi bunga, sebagai berikut:
i. Suku bunga atas setiap pinjaman untuk setiap periode bunga
adalah maksimal sebesar 6,75% (enam koma tujuh lima persen)
per tahun (“Suku Bunga”);
ii. Ketentuan suku bunga sebagaimana diatur dalam poin (i) dapat
dikecualikan berdasarkan pertimbangan pemberi pinjaman dan
pemberi pinjaman atas diskresinya sendiri berhak untuk
menentukan besaran nilai pengecualian suku bunga tersebut
dengan nilai tidak kurang dari 5% (lima persen) per tahun.
Penentuan besaran suku bunga pada masing-masing penarikan
pinjaman akan ditentukan oleh kebutuhan pasar dan juga cost of
fund pada saat permohonan penarikan pinjaman diberikan oleh
pemberi pinjaman kepada penerima pinjaman.
Page 91
87
Suku bunga yang akan diberlakukan akan diberitahukan oleh
pemberi pinjaman dalam surat pemberitahuan terpisah dan akan
terus berlaku hingga adanya pemberitahuan berikutnya.
Perhitungan bunga diatur dalam pasal 9 perjanjian ini dan
pembayaran merujuk kepada pasal 6.1 (pembayaran kembali
pinjaman-pinjaman) perjanjian ini.
b. Berkaitan dengan transaksi pinjam meminjam dana antara Perseroan
dan SANF, para pihak sepakat untuk produk yang ditransaksikan yaitu
produk Komatsu tipe PC135, PC200, D85, Bomag tipe BW212, UD Truck
tipe CWE370, Scania tipe P410 dan P360 dengan tingkat suku bunga
maksimal 6,75% per tahun dapat dikecualikan berdasarkan
pertimbangan pemberi pinjaman dan pemberi pinjaman atas
diskresinya sendiri berhak untuk menentukan besaran nilai
pengecualian suku bunga tersebut dengan nilai tidak kurang dari 5%
per tahun. Penentuan besaran suku bunga pada masing-masing
penarikan pinjaman akan ditentukan oleh kebutuhan pasar dan juga
cost of fund pada saat permohonan penarikan pinjaman diberikan oleh
pemberi pinjaman kepada penerima pinjaman.
• Analisis likuiditas:
Dengan membandingkan analisis rasio keuangan antara Laporan Keuangan
Perseroan per 31 Desember 2023 dengan proforma keuangan Perseroan
per 31 Desember 2023, diperoleh bahwa rasio likuiditas mengalami
perubahan dengan jumlah yang tidak signifikan.
• Analisis manfaat dan risiko:
a. Manfaat Rencana Transaksi adalah
• Perseroan akan mendapatkan pendapatan bunga dari SANF dan
tambahan penjualan alat berat.
b. Risiko Rencana Transaksi adalah:
• Risiko tidak tercapainya target penjualan alat-alat berat Perseroan;
• Risiko bila terjadi gagal bayar dari konsumen SANF.
• Analisis kualitatif:
a. Perseroan mengantisipasi volatilitas harga batu bara dengan terus
menjaga dan meningkatkan keunggulan operasional dan efisiensi
berkelanjutan. Walaupun kondisi bisnis tidak sebaik tahun 2022
dengan indeks harga acuan batu bara yang turun signifikan, Perseroan
dapat mempertahankan pencapaian kinerja yang positif. Perseroan
membukukan pendapatan konsolidasian pada tahun 2023 sebesar
Rp128,6 triliun atau naik 4% dari Rp123,6 triliun pada tahun 2022.
Page 92
88
Beban pokok pendapatan pada tahun 2023 sebesar Rp92,8 triliun atau
naik 4% dari Rp88,8 triliun dan menghasilkan laba bruto sebesar Rp35,8
triliun, naik 3% dari Rp34,8 triliun pada tahun 2022. Perseroan
memperoleh laba tahun berjalan tercatat pada tahun 2023 sebesar
Rp22,1 triliun, sedikit turun sebesar 4% dari Rp23,0 triliun pada tahun
2022. Laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas
induk sebesar Rp20,6 triliun, sedikit turun sebesar 2% dari Rp21,0
triliun pada tahun 2022 dikarenakan adanya kenaikan biaya keuangan
dan kerugian nilai tukar mata uang asing.
Tren penurunan harga komoditas menyebabkan pasar alat berat
menyusut akibat pelanggan menunda atau bahkan membatalkan
investasi pembelian alat berat untuk menjaga profitabilitas dan
keberlangsungan usaha. Di tengah desakan isu ESG, Perseroan
mencermati dan mempelajari arah perubahan teknologi.
b. Keuntungan Rencana Transaksi adalah:
• Untuk mengantisipasi peningkatan kompetisi karena banyaknya
supply alat berat dari pasar global, sekaligus mengubah strategi
penjualan. Melalui Rencana Transaksi, Perseroan bekerja sama
dengan SANF untuk menyediakan kemudahan dalam pembiayaan
alat berat dengan tingkat bunga yang lebih kompetitif. Hal ini perlu
dilakukan karena hampir sebagian besar dari penjualan alat berat
didanai oleh perbankan atau lembaga pembiayaan (leasing).
Dengan tingkat suku bunga yang kompetitif, akan memberikan
kemudahan pembiayaan bagi pelanggan Perseroan dalam
pembelian alat berat sehingga diharapkan dapat meningkatkan
pangsa pasar serta penjualan alat berat produk Komatsu tipe
PC135, PC200, D85, Bomag tipe BW212, UD Truck tipe CWE370,
Scania tipe P410 dan P360;
• Melalui program fasilitas pembiayaan yang kompetitif yang dapat
ditawarkan oleh SANF karena adanya Rencana Transaksi dan
dikombinasikan dengan program pemasaran lainnya diharapkan
Perseroan akan mampu mempertahankan pangsa pasar dan
diharapkan akan mengalami peningkatan kedepannya.
Kerugian Rencana Transaksi adalah:
• Saldo kas Perseroan akan mengalami penurunan;
• Likuiditas Perseroan akan mengalami penurunan walaupun tidak
signifikan.
Page 93
89
c. Penyaluran dana dalam transaksi pinjam meminjam dana antara
Perseroan dan SANF disesuaikan dengan pencapaian target penjualan.
Sehingga jika mengalami kegagalan, atau dalam kasus ini tidak terjadi
penjualan alat berat, maka dana pinjaman tidak disalurkan oleh
pemberi pinjaman. Sementara untuk dana yang telah disalurkan
namun konsumen mengalami gagal bayar, maka Perseroan akan
memperoleh dukungan dari SANF untuk melakukan penagihannya.
Dengan demikian risiko kegagalan ini dapat diminimalisir.
• Analisis kuantitatif:
a. Hasil analisis inkremental menunjukkan bahwa jumlah pendapatan
yang diperoleh dari transaksi pinjam meminjam dana antara Perseroan
dan SANF lebih menguntungkan dibandingkan dengan jumlah
pendapatan bunga yang diperoleh dari membeli MTN dengan
memperoleh pendapatan bunga dengan menggunakan tingkat suku
bunga pasar dan dari pendapatan bunga yang diperoleh dari
memberikan pinjaman dengan menggunakan tingkat suku bunga modal
kerja Bank Indonesia;
b. Dengan Rencana Transaksi dengan tingkat suku bunga sebesar 5%
sampai dengan 6,75% per tahun akan diperoleh pendapatan sebesar
Rp135.645.000.000,-. Dengan membeli MTN dengan tingkat suku
bunga pasar akan diperoleh pendapatan sebesar Rp122.803.000.000,-
atau lebih rendah 10,46% dari pendapatan yang diperoleh dari
Rencana Transaksi. Dengan memberikan pinjaman dengan
menggunakan tingkat suku bunga modal kerja Bank Indonesia akan
diperoleh pendapatan sebesar Rp108.636.000.000,- atau lebih rendah
24,86% dari pendapatan yang diperoleh dari Rencana Transaksi;
c. Analisis sensitivitas menunjukkan bahwa jumlah pendapatan transaksi
pinjam meminjam dana antara Perseroan dan SANF sensitif terhadap
tingkat suku bunga pasar dan tingkat suku bunga pinjaman modal kerja
Bank Indonesia, dan sensitif terhadap tingkat laba penjualan serta
sensitif terhadap perubahan suku bunga Rencana Transaksi.
• Analisis kelayakan rencana penggunaan dana:
Penyaluran dana dalam transaksi pinjam meminjam dana antara Perseroan
dan SANF akan digunakan untuk mendukung penjualan alat berat sesuai
dengan target penjualan. Dalam proyeksi tambahan penjualan alat berat
sebesar Rp654.585.000.000,- diasumsikan Perseroan akan mendapat
tambahan laba tahun berjalan sebesar 10%. Selama 5 tahun terakhir rata-
rata net profit margin Perseroan adalah sebesar 13,86%.
Page 94
90 • Analisis atas jaminan: Dalam Perjanjian Pinjaman beserta amandemen yang telah dan akan dilakukan atas Perjanjian Pinjaman, tidak diatur ketentuan mengenai jaminan. Namun di dalam Perjanjian Pinjaman diatur mengenai mekanisme peristiwa wanprestasi sebagai suatu jaminan hak-hak dan kewajiban Perseroan dan SANF dalam melaksanakan Perjanjian Pinjaman. Jaminan juga diperoleh secara langsung maupun tidak langsung karena kedudukan Perseroan dan SANF dikendalikan oleh kelompok usaha yang sama yaitu Grup ASTRA. Dengan berada dalam satu kelompok usaha yang sama, diharapkan bahwa pelunasan pinjaman pada saat jatuh tempo lebih dapat dikendalikan sehingga mengurangi risiko tidak tertagih. Di samping itu SANF dan Perseroan sepakat dana pinjaman tersebut akan digunakan hanya untuk membiayai pembelian alat berat oleh pelanggan Perseroan dan Perseroan dapat ikut terlibat dalam proses penilaian dan seleksi pelanggan sehingga mengurangi risiko. Performa Keuangan SANF selama lima tahun terakhir secara CAGR menunjukkan bahwa SANF dalam kondisi keuangan yang sedang mengalami peningkatan. Performa keuangan SANF tahun 2019 sedang menunjukkan penguatan yang disebabkan oleh momentum pemulihan komoditas batu bara sejak tahun 2016 dan masih menunjukkan pergerakan harga yang dinamis walaupun tetap bertahan di tren positif serta masifnya proyek pembangunan infrastruktur oleh pemerintah akan mempengaruhi industri alat berat. Namun pada 2020 SANF mengalami penurunan performa keuangan yang disebabkan oleh pandemi Covid-19. Pada tahun 2021 performa SANF mulai menunjukkan pemulihan. Pada tahun 2022 dan 2023 performa SANF sudah melebihi performa sebelum pandemi terjadi serta diharapkan pembayaran pinjaman pada saat jatuh tempo dapat dipenuhi. Berdasarkan analisis tersebut di atas, dapat disimpulkan bahwa risiko tidak tertagih dan terbayarnya pinjaman dapat diminimalisasi. Kesimpulan Berdasarkan analisis pendapat kewajaran yang kami lakukan atas Rencana Transaksi, maka kami berkesimpulan bahwa Rencana Transaksi Perubahan Syarat dan Ketentuan dalam Perjanjian Pinjaman antara PT United Tractors Tbk dan PT Surya Artha Nusantara Finance per tanggal 31 Desember 2023 adalah Wajar.
Page 95
Page 96
Lampiran 1
PT UNITED TRACTORS Tbk
Dinyatakan dalam jutaan Rupiah
Medium Term Note (Sorted )
NO Nama Surat Berharga Penerbit Mata uang Nominal Jatuh tempo Kupon Pembayaran Status
1 MTN ASIAN BULK LOGISTICS I TAHUN ASIAN BULK LOGISTICS, PT Jutaan Rupiah 1.000.000 21-Jun-2027 9,00% 3 bulanan Aktif
2022
2 MTN SUBORDINASI II PT BANK MANDIRI Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Jutaan Rupiah 100.000 23-Jun-2028 6,95% 3 bulanan Aktif
(PERSERO) Tbk TAHUN 2023
3 MTN WAHANA INTERFOOD NUSANTARA WAHANA INTERFOOD NUSANTARA Jutaan Rupiah 150.000 18-Apr-2028 11,25% 3 bulanan Aktif
TBK I TAHUN 2023 TAHAP II Tbk, PT
4 MTN PT DWI GUNA LAKSANA TBK TAHUN DWI GUNA LAKSANA Tbk, PT Jutaan Rupiah 200.000 13-Jul-2027 10,00% 3 bulanan Aktif
2022
5 MTN INKA MULTI SOLUSI II TAHUN 2023 Inka Multi Solusi, PT Jutaan Rupiah 500.000 22-Nov-2028 11,58% 3 bulanan Aktif
6 MTN I PT LEN INDUSTRI (PERSERO) Len Industri (Persero),PT Jutaan Rupiah 200.000 22-Jun-2027 11,65% 3 bulanan Aktif
TAHUN 2023 TAHAP I SERI B
7 MTN PAN PACIFIC INVESTAMA I TAHUN Pan Pacific Investama, PT Jutaan Rupiah 300.000 14-Feb-2027 9,50% 3 bulanan Aktif
2022
8 MTN III PT PNM VENTURE CAPITAL Permodalan Nasional Madani Jutaan Rupiah 200.000 25-Jan-2026 10,25% 3 bulanan Aktif
TAHUN 2022 SERI A Venture Capital, PT
Minimum 6,95%
Maksimum 11,65%
Median 10,13%
Mean 10,02%
Page 97
Lampiran 2
PT UNITED TRACTORS Tbk
Dinyatakan dalam jutaan Rupiah
Perhitungan present value pendapatan laba, penjualan sesuai dengan target yang ditentukan
Tingkat
Periode Penjualan Laba bersih Diskon periode Diskon faktor Present value
diskonto
31-Dec-23
Jul-24 41.909 4.191 12,24% 2,33 0,93 3.906
Aug-24 49.830 4.983 12,24% 2,67 0,92 4.598
Sep-24 58.801 5.880 12,24% 3,00 0,91 5.372
Oct-24 61.300 6.130 12,24% 3,33 0,90 5.544
Nov-24 75.233 7.523 12,24% 3,67 0,90 6.736
Dec-24 77.491 7.749 12,24% 4,00 0,89 6.869
Jan-25 65.687 6.569 12,24% 4,33 0,88 5.765
Feb-25 85.855 8.586 12,24% 4,67 0,87 7.459
Mar-25 53.628 5.363 12,24% 5,00 0,86 4.613
Apr-25 23.315 2.331 12,24% 5,33 0,85 1.985
May-25 41.394 4.139 12,24% 5,67 0,84 3.490
Jun-25 20.143 2.014 12,24% 6,00 0,83 1.681
Jumlah 654.585 65.459 58.020
Page 98
Lampiran 2-1
PT UNITED TRACTORS Tbk
Dinyatakan dalam jutaan Rupiah
Perhitungan present value pendapatan laba, penjualan turun 5% dari target yang ditentukan
Tingkat
Periode Penjualan Laba bersih Diskon periode Diskon faktor Present value
diskonto
31-Dec-23
Jul-24 39.813 3.981 12,24% 2,33 0,93 3.711
Aug-24 47.339 4.734 12,24% 2,67 0,92 4.368
Sep-24 55.861 5.586 12,24% 3,00 0,91 5.103
Oct-24 58.235 5.824 12,24% 3,33 0,90 5.267
Nov-24 71.471 7.147 12,24% 3,67 0,90 6.400
Dec-24 73.616 7.362 12,24% 4,00 0,89 6.526
Jan-25 62.402 6.240 12,24% 4,33 0,88 5.476
Feb-25 81.562 8.156 12,24% 4,67 0,87 7.086
Mar-25 50.947 5.095 12,24% 5,00 0,86 4.382
Apr-25 22.149 2.215 12,24% 5,33 0,85 1.886
May-25 39.325 3.932 12,24% 5,67 0,84 3.315
Jun-25 19.136 1.914 12,24% 6,00 0,83 1.597
Jumlah 621.856 62.186 55.119
Page 99
Lampiran 2-2
PT UNITED TRACTORS Tbk
Dinyatakan dalam jutaan Rupiah
Perhitungan present value pendapatan laba, penjualan turun 10% dari target yang ditentukan
Tingkat
Periode Penjualan Laba bersih Diskon periode Diskon faktor Present value
diskonto
31-Dec-23
Jul-24 37.718 3.772 12,24% 2,33 0,93 3.516
Aug-24 44.847 4.485 12,24% 2,67 0,92 4.138
Sep-24 52.921 5.292 12,24% 3,00 0,91 4.835
Oct-24 55.170 5.517 12,24% 3,33 0,90 4.990
Nov-24 67.710 6.771 12,24% 3,67 0,90 6.063
Dec-24 69.742 6.974 12,24% 4,00 0,89 6.182
Jan-25 59.118 5.912 12,24% 4,33 0,88 5.188
Feb-25 77.270 7.727 12,24% 4,67 0,87 6.713
Mar-25 48.265 4.827 12,24% 5,00 0,86 4.152
Apr-25 20.983 2.098 12,24% 5,33 0,85 1.787
May-25 37.255 3.726 12,24% 5,67 0,84 3.141
Jun-25 18.129 1.813 12,24% 6,00 0,83 1.513
Jumlah 589.127 58.913 52.218
Page 100
Lampiran 3
PT UNITED TRACTORS Tbk
Dinyatakan dalam jutaan Rupiah
Perhitungan pendapatan bunga MTN, apabila mengalami kenaikan 10% dan 20% serta penurunan sebesar 10% dan 20%
Pendapatan bunga MTN
Periode
Naik 10% Naik 20% Turun 10% Turun 20%
Jul-24 9.033 9.917 7.294 6.441
Aug-24 10.661 11.705 8.610 7.602
Sep-24 12.488 13.711 10.085 8.905
Oct-24 12.924 14.189 10.437 9.216
Nov-24 15.745 17.286 12.715 11.227
Dec-24 16.098 17.675 13.000 11.479
Jan-25 13.546 14.872 10.939 9.659
Feb-25 17.575 19.296 14.193 12.533
Mar-25 10.898 11.965 8.801 7.771
Apr-25 4.703 5.163 3.798 3.354
May-25 8.289 9.100 6.694 5.911
Jun-25 4.004 4.396 3.233 2.855
Jumlah 135.963 149.277 109.799 96.953
Page 101
Lampiran 3-1
PT UNITED TRACTORS Tbk
Dinyatakan dalam jutaan Rupiah
Perhitungan pendapatan bunga kredit modal kerja SEKI BI, apabila mengalami kenaikan 10% dan 20% serta penurunan sebesar 10% dan 20%
Pendapatan bunga SEKI BI
Periode
Naik 10% Naik 20% Turun 10% Turun 20%
Jul-24 7.986 8.762 6.457 5.705
Aug-24 9.425 10.342 7.621 6.734
Sep-24 11.041 12.114 8.927 7.888
Oct-24 11.425 12.537 9.239 8.163
Nov-24 13.920 15.273 11.255 9.945
Dec-24 14.232 15.616 11.508 10.168
Jan-25 11.976 13.140 9.683 8.556
Feb-25 15.538 17.049 12.564 11.101
Mar-25 9.634 10.571 7.790 6.883
Apr-25 4.158 4.562 3.362 2.971
May-25 7.328 8.041 5.925 5.236
Jun-25 3.540 3.884 2.862 2.529
Jumlah 120.202 131.892 97.195 85.880
Names mentioned 74 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
KJPP Nirboyo Adiputro
p.27 ×4
unresolved
org
Dewi Apriyanti & Rekan
p.27 ×4
unresolved
person
Penilai Publik Satya Bima Nugraha
p.27
unresolved
org
KJPP NDR
p.27 ×2
unresolved
org
Kementerian Keuangan Republik Indonesia
p.27
unresolved
org
Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
p.27
unresolved
—
Telepon/Faks
p.28
unresolved
person
Ramandhika
p.28 ×2
unresolved
person
Rendih
p.36
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Tanudiredja
p.37 ×2
unresolved
org
Rintis & Rekan
p.37 ×2
unresolved
org
Bank Indonesia
p.38 ×35
unresolved
person
Jose Dima Satria S.H.
p.41 ×2
unresolved
person
Bruce Malcom Cox
· Komisaris Independen
p.41
unresolved
—
Loudy Irwanto Elli
· Direktur
p.42 ×2
unresolved
org
PT Sedaya Multi Investama
p.45 ×3
unresolved
org
Marubeni Corporation
p.45
unresolved
org
PT Marubeni Indonesia
p.45
unresolved
person
Benjamin Herrenden Birks
· Komisaris
p.46 ×5
unresolved
person
Edhie Sarwono
· Direktur
p.46
unresolved
person
Franciscus Xaverius Laksana Kesuma
· Presiden Direktur
p.46 ×12
unresolved
org
PT Inter Astra Motor Works
p.52
unresolved
person
Djojo Muljadi
p.52
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik Indonesia
p.52 ×2
unresolved
org
PT United Tractors. Anggaran Dasar
p.52
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.52 ×2
unresolved
person
Jose Dimas Satria
p.52
unresolved
org
Carriage Ltd
p.53 ×4
unresolved
org
Jardine Matheson Hodings Ltd.
p.53 ×2
unresolved
org
PT Sangga Loka Subur
p.53
unresolved
person
Akta Notaris Nyonya Rukmasanti Hardjasatya
p.53 ×2
unresolved
org
Pengadilan Negeri Jakarta Pusat
p.53
unresolved
person
Akta Notaris Wiwik Condro
p.53
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
p.53
unresolved
org
Menteri Keuangan Republik Indonesia
p.53
unresolved
org
Bank Indonesia. Inflasi
p.55
unresolved
org
Bank Indonesia. II.
p.80
unresolved
org
Aktif (PERSERO) Tbk
p.96 ×2
unresolved
org
TAHUN DWI GUNA LAKSANA Tbk
p.96
unresolved
org
PT LEN INDUSTRI (PERSERO)
p.96
unresolved
org
PT PNM VENTURE CAPITAL
p.96
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.182
9093 ms
12 Sep 2026 23:01
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'CONFLICT',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': '',
'object_truncated': False,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': None,
'value': '2.14'}