Back to announcement
20240702_UNTR_Informasi Transaksi Afiliasi_31678525_lamp2.pdf
Asset transaction Needs review UNTRSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 95
Page 1
Page 2
DAFTAR ISI
• SURAT PENGANTAR YANG BERISIKAN RINGKASAN HASIL
PENDAPAT KEWAJARAN 1
• PERNYATAAN PENILAI 20
I. PENDAHULUAN 22
I.1 Dasar Penugasan 22
I.2 Identifikasi Status Penilai 22
I.3 Identifikasi Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan 23
I.4 Identifikasi Objek Penilaian 23
I.5 Jenis Mata Uang yang Digunakan 24
I.6 Alasan dan Latar Belakang Rencana Transaksi 24
I.7 Ringkasan Rencana Transaksi 25
I.8 Maksud dan Tujuan Penilaian 29
I.9 Benturan Kepentingan Rencana Transaksi 29
I.10 Tanggal Penilaian 29
I.11 Tingkat Kedalaman Investigasi 29
I.12 Sifat dan Sumber Informasi yang Dapat Diandalkan 30
I.13 Asumsi dan Kondisi Pembatas 31
I.14 Persyaratan atas Persetujuan untuk Publikasi 33
I.15 Standar Penilaian 33
I.16 Metode dan Prosedur Penyusunan Pendapat Kewajaran 33
I.17 Kejadian-Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian
(Subsequent Events) 34
II. ANALISIS PENDAPAT KEWAJARAN 35
II.1 Analisis Pengaruh Transaksi Pinjam Meminjam Dana
Terhadap Keuangan Perseroan 35
II.2 Pihak-Pihak yang Bertransaksi 35
II.3 Susunan Pemegang Saham dan Susunan Manajemen 36
Perseroan
II.4 Susunan Pemegang Saham dan Susunan Manajemen ASF 37
II.5 Hubungan antara Pihak-Pihak yang Bertransaksi 38
Page 3
II.6 Perjanjian dan Persyaratan Rencana Transaksi 39
II.7 Analisis Likuiditas 42
II.8 Manfaat dan Risiko Rencana Transaksi 42
II.9 Analisis Kualitatif atas Rencana Transaksi 43
II.9.1 Riwayat Singkat dan Sifat Kegiatan Usaha 43
II.9.2 Analisis Industri dan Lingkungan 44
II.9.3 Analisis Operasional dan Prospek Perseroan 47
II.9.4 Alasan dan Latar Belakang Rencana Transaksi 48
II.9.5 Keuntungan dan Kerugian atas Dilakukannya Rencana
Transaksi 48
II.9.6 Analisis Dampak Leverage pada Keuangan 49
II.9.7 Analisis Dampak Likuiditas 50
II.9.8 Analisis Dampak Keuangan jika Proyek yang Dibiayai
Mengalami Kegagalan 50
II.10 Analisis Kuantitatif atas Rencana Transaksi 51
II.10.1 Penilaian Kinerja Historis 51
II.10.2 Analisis Keuangan Sebelum dan Sesudah Rencana Transaksi 54
II.10.3 Analisis Rasio Keuangan Sebelum dan Sesudah Rencana
Transaksi 57
II.10.4 Penilaian atas Proyeksi Penjualan 57
II.10.5 Analisis Kemampuan Penerima Pinjaman untuk Melunasi
Rencana Transaksi 58
II.10.6 Analisis Cash Management dan Financial Covenant dari
Rencana Transaksi 61
II.10.7 Analisis Inkremental 61
II.10.8 Analisis Sensitivitas 69
II.11 Analisis Kelayakan Rencana Penggunaan Dana atas
Transaksi Pinjam Meminjam Dana 76
II.11.1 Analisis Kelayakan Investasi 76
II.11.2 Analisis Kelayakan Pelunasan Utang 76
II.11.3 Analisis atas Faktor-Faktor Lain yang Relevan 76
II.12 Analisis atas Jaminan 77
Page 4
III. KESIMPULAN ANALISIS PENDAPAT KEWAJARAN 78 • INDEPENDESI PENILAI 85 • PENUTUP 85 LAMPIRAN Lampiran 1 – Data Pasar MTN Lampiran 2 – Perhitungan Analisis Sensitivitas Terhadap Tingkat Laba Penjualan Lampiran 3 – Perhitungan Analisis Sensitivitas Terhadap Tingkat Suku Bunga
Page 5
Page 6
Page 7
Page 8
Page 9
Page 10
Page 11
Page 12
Page 13
Page 14
Page 15
Page 16
Page 17
Page 18
Page 19
Page 20
Page 21
Page 22
Page 23
Page 24
Page 25
Page 26
22
I. PENDAHULUAN
I.1 Dasar Penugasan
Berdasarkan permintaan dari PT United Tractors Tbk untuk memberikan
pendapat atas Kewajaran atas Rencana Transaksi Perubahan Syarat dan
Ketentuan dalam Perjanjian Pinjaman antara PT United Tractors Tbk dan
PT Astra Sedaya Finance yang tertuang dalam:
• Surat Permintaan Penawaran No. LUT/058/9960/III/2024 tanggal
12 Maret 2024 dari PT United Tractors Tbk;
• Surat Penawaran No. 0182/NDR-SB/Prop/III/24 tanggal 14 Maret 2024 dari
KJPP Nirboyo Adiputro, Dewi Apriyanti & Rekan yang telah disetujui;
• Surat Penunjukkan No. LUT/059/9960/III/2024 tanggal 15 Maret 2024 dari
PT United Tractors Tbk;
• Surat Perjanjian Kerja No. 008/NDR-SB/SPK/III/24 tanggal 18 Maret 2024
antara KJPP Nirboyo Adiputro, Dewi Apriyanti & Rekan dengan
PT United Tractors Tbk
Dengan ini kami menyatakan bahwa kami telah melakukan investigasi dan
penilaian atas kewajaran rencana transaksi di atas, serta menyampaikan
laporan ini untuk keperluan Pengguna Laporan.
I.2 Identifikasi Status Penilai
• Penilaian ini telah dilaksanakan oleh Penilai Publik Satya Bima Nugraha,
S.E., MAPPI (Cert.) yang merupakan Rekan pada KJPP Nirboyo Adiputro,
Dewi Apriyanti & Rekan (“KJPP NDR” / “kami”) dengan Izin Penilai
No. B-1.23.00654 dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia;
• Penilai tersebut di atas terdaftar pada Otoritas Jasa Keuangan Republik
Indonesia Bidang Pasar Modal dengan No. STTD.PB-58/PM.021/2024;
• Penilai dalam posisi untuk memberikan penilaian objektif dan tidak
memihak;
• Penilai tidak mempunyai benturan kepentingan atau potensi benturan
kepentingan dengan subjek dan/atau objek penilaian;
• Penilai tidak memiliki keterlibatan material terkait dengan objek
penilaian;
• Penilai memiliki kompetensi untuk melakukan penilaian dan kami tidak
menggunakan bantuan tenaga ahli dari luar KJPP NDR dalam melaksanakan
penilaian ini.
Page 27
23
I.3 Identifikasi Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan
• Identitas Pemberi Tugas
Nama : PT United Tractors Tbk
Alamat : Jalan Raya Bekasi Km. 22, Jakarta
Bidang usaha : Perdagangan
Telepon/Faks : 021-24579999
Email : ramandhika@unitedtractors.com
Contact Person : Bapak Ramandhika
Jabatan : Department Head Corporate Treasury
• Pengguna Laporan : PT United Tractors Tbk
I.4 Identifikasi Objek Penilaian
Objek penilaian adalah penyusunan Pendapat Kewajaran atas Rencana
Transaksi perubahan syarat dan ketentuan dalam Perjanjian Pinjaman antara
PT United Tractors Tbk (“Perseroan”) dan PT Astra Sedaya Finance (“ASF”)
sebagaimana akan dicantumkan dalam Amandemen VI dari Perjanjian
Pinjaman (“Amandemen VI”).
Perseroan dan ASF telah menandatangani:
• Perjanjian Pinjaman tanggal 29 Juni 2018;
• Amandemen No. 01/UT-ASF/VI/2019 tanggal 25 Juni 2019;
• Amandemen No. 02/UT-ASF/VI/2020 tanggal 29 Juni 2020;
• Amandemen No. 03/UT-ASF/VI/2021 tanggal 2 Agustus 2021;
• Amandemen No. 04/UT-ASF/VI/2022 tanggal 30 Juni 2022;
• Amandemen No. 05/ UT/ASF/VI/2023 tanggal 27 Juni 2023;
(seluruhnya disebut “Perjanjian Pinjaman”), sehubungan dengan pinjaman
yang diberikan oleh Perseroan kepada ASF sebesar Rp300.000.000.000,- (tiga
ratus miliar Rupiah).
Perubahan yang tercantum dalam draft Amandemen VI yaitu:
• Perubahan definisi periode ketersediaan. Periode ketersediaan berarti
periode dari dan termasuk tanggal perjanjian ini ditandatangani sampai
dengan tanggal 30 Juni 2025 atau periode lain yang disetujui oleh
Pemberi Pinjaman;
• Perubahan kalkulasi bunga , sebagai berikut:
(i) Suku bunga atas setiap Pinjaman untuk setiap Periode Bunga adalah
maksimal sebesar 6,75% (enam koma tujuh lima persen) per tahun
(“Suku Bunga”);
Page 28
24
(ii) Ketentuan Suku Bunga sebagaimana diatur dalam poin (i) dapat
dikecualikan berdasarkan pertimbangan Pemberi Pinjaman dan
Pemberi Pinjaman atas diskresinya sendiri berhak untuk menentukan
besaran nilai pengecualian Suku Bunga tersebut dengan nilai tidak
kurang dari 5% (lima persen) per tahun. Penentuan besaran Suku Bunga
pada masing-masing penarikan Pinjaman akan ditentukan oleh
kebutuhan pasar dan juga cost of fund pada saat permohonan
penarikan Pinjaman diberikan oleh Pemberi Pinjaman kepada
Penerima Pinjaman. Suku Bunga yang akan diberlakukan akan
diberitahukan oleh Pemberi Pinjaman dalam surat pemberitahuan
terpisah dan akan terus berlaku hingga adanya pemberitahuan
berikutnya. Untuk menghindari keragu-raguan, perhitungan bunga
diatur dalam Pasal 9 (Periode-Periode Bunga) Perjanjian ini dan
pembayaran bunga merujuk kepada Pasal 6.1 (Pembayaran Kembali
Pinjaman-Pinjaman) Perjanjian ini.
Selanjutnya dalam laporan ini rencana transaksi di atas akan disebut sebagai
“Rencana Transaksi”.
I.5 Jenis Mata Uang yang Digunakan
Rencana Transaksi dilaksanakan menggunakan mata uang Indonesia Rupiah
(“Rp”).
I.6 Alasan dan Latar Belakang Rencana Transaksi
Alasan dilakukannya transaksi pinjam meminjam dana antara Perseroan dan
ASF adalah untuk mendukung kegiatan operasional Perseroan, di mana ASF
sebagai penerima pinjaman akan menggunakan dana yang dipinjam untuk
pembiayaan pembelian alat-alat berat dari konsumen Perseroan. Hal ini
dilakukan agar pembiayaan atau program ini menarik bagi konsumen.
Rencana Transaksi dilakukan untuk mendukung penjualan alat berat
Perseroan pada tahun 2024 khususnya penjualan alat berat produk Komatsu
tipe PC135, D85, PC200-M0, Bomag tipe BW212, UD Truck tipe CWE37064 dan
Scania tipe P410.
Dana yang diperoleh akan digunakan oleh ASF untuk membiayai penjualan
alat berat Perseroan kepada konsumen dengan tingkat suku bunga yang
kompetitif. Dengan pembiayaan ini diharapkan dapat meningkatkan dan
mempertahankan pangsa pasar alat berat Perseroan di tengah kompetisi yang
sangat ketat.
Page 29
25
I.7 Ringkasan Rencana Transaksi
Dalam Perjanjian Pinjaman awal antara Perseroan dan ASF yang dilakukan
pada 29 Juni 2018, Perseroan dan ASF sepakat untuk melakukan transaksi
pinjam meminjam dana dengan syarat dan ketentuan yang telah disetujui
oleh kedua belah pihak. Beberapa syarat dan ketentuan yang diatur dalam
Perjanjian Pinjaman antara Perseroan dan ASF antara lain sebagai berikut:
• Jumlah fasilitas yang diberikan adalah sebesar Rp200.000.000.000,-
(dua ratus miliar Rupiah);
• Periode ketersediaan hingga 29 Juni 2019;
• Tanggal pengakhiran perjanjian adalah maksimal 4 tahun sejak periode
ketersediaan;
• Setiap penarikan pinjaman beserta bunga akan dibayarkan dengan
pembayaran angsuran selama 12 kali angsuran per pinjaman dengan
jangka waktu 3 bulanan;
• Suku bunga adalah 5% per tahun dengan periode bunga adalah 3 bulanan;
• Penerima pinjaman wajib menyerahkan jaminan yang nilainya minimal
setara dengan 50% dari besarnya pinjaman yang telah digunakan dan
terutang.
Selanjutnya pada 25 Juni 2019, para pihak sepakat untuk melakukan
amandemen atas Perjanjian Pinjaman awal tersebut. Berdasarkan
Amandemen No. 01/UT-ASF/VI/2019 telah dilakukan amandemen pertama
terhadap Perjanjian Pinjaman antara Perseroan dan ASF (“Amandemen I”).
Perubahan syarat dan ketentuan dalam Amandemen I antara lain sebagai
berikut:
• Periode ketersediaan hingga 30 Juni 2020;
• Jumlah fasilitas yang diberikan menjadi sebesar Rp300.000.000.000,- (tiga
ratus miliar Rupiah);
• Fasilitas yang diberikan merupakan fasilitas tanpa komitmen dan bersifat
berulang (revolving). Penerima pinjaman dapat meminjam kembali
sebagian atau seluruh pinjaman yang telah dibayarkan atau dibayarkan
kembali secara dipercepat selama periode ketersediaan selama jumlah
pokok terutang yang belum dilunasi tidak melampaui Rp300.000.000.000,-
(tiga ratus miliar Rupiah);
• Menghapus ketentuan mengenai jaminan.
Selanjutnya pada 29 Juni 2020, para pihak sepakat untuk melakukan
amandemen atas Perjanjian Pinjaman awal tersebut. Berdasarkan
Amandemen No. 02/UT-ASF/VI/2020 telah dilakukan amandemen kedua
terhadap Perjanjian Pinjaman antara Perseroan dan ASF (“Amandemen II”).
Page 30
26
Perubahan syarat dan ketentuan dalam Amandemen II adalah sebagai
berikut:
• Periode ketersediaan hingga 30 Juni 2021;
• Setiap penarikan pinjaman beserta bunga akan dibayarkan dengan
pembayaran angsuran selama 16 kali angsuran per pinjaman dengan
jangka waktu 3 bulanan.
Selanjutnya pada 2 Agustus 2021, para pihak sepakat untuk melakukan
amandemen atas Perjanjian Pinjaman awal tersebut. Berdasarkan
Amandemen No. 03/UT-ASF/VI/2021 tanggal telah dilakukan amandemen
ketiga terhadap Perjanjian Pinjaman antara Perseroan dan ASF
(“Amandemen III”). Perubahan syarat dan ketentuan dalam Amandemen III
adalah sebagai berikut:
• Periode ketersediaan berarti periode dari dan termasuk tanggal perjanjian
ini ditandatangani sampai dengan tanggal 30 Juni 2022 atau periode lain
yang disetujui oleh Pemberi Pinjaman;
• Suku bunga atas setiap pinjaman untuk setiap periode bunga pada
penarikan pertama akan dibagi menjadi dua tranche yaitu:
o Tranche A sebesar 5% (lima persen) efektif (effective) per tahun,
berlaku untuk pembiayaan atas kendaraan (truk dan/atau bus)
dan/atau alat berat yang akan disepakati di kemudian hari oleh kedua
belah pihak dengan ketentuan bahwa pemberi pinjaman merupakan
distributor atas tipe tersebut (“Suku Bunga A”);
o Tranche B sebesar 6,5% (enam koma lima persen) efektif (effective) per
tahun, berlaku untuk pembiayaan atas kendaraan (truk dan/atau bus)
dan/atau alat berat yang akan disepakati di kemudian hari oleh kedua
belah pihak dengan ketentuan bahwa pemberi pinjaman merupakan
distributor atas tipe tersebut (“Suku Bunga B”).
(Secara bersama-sama suku bunga A dan suku bunga B akan disebut dengan
“Suku Bunga”)
Suku Bunga untuk pinjaman pada penarikan berikutnya dapat berubah
tergantung pada kondisi pasar uang yang akan diberitahukan sebelumnya
oleh pemberi pinjaman dan disepakati oleh para pihak berdasarkan suatu
kesepakatan tertulis. Perhitungan bunga diatur dalam pasal 9 perjanjian
dan pembayaran merujuk kepada pasal 6.1 (pembayaran kembali
pinjaman-pinjaman) perjanjian ini.
Selanjutnya pada 30 Juni 2022, Perseroan dan ASF sepakat untuk melakukan
Amandemen IV dengan No. 04/UT-ASF/VI/2022 (“Amandemen IV”).
Page 31
27
Perubahan syarat dan ketentuan dalam Amandemen IV adalah sebagai
berikut:
• Periode ketersediaan berarti periode dari dan termasuk tanggal perjanjian
ini ditandatangani sampai dengan tanggal 30 Juni 2023 atau periode lain
yang disetujui oleh Pemberi Pinjaman.
Selanjutnya pada 27 Juni 2023, Perseroan ASF sepakat untuk melakukan
Amandemen V dengan No. 05/UT-ASF/VI/2023 (“Amandemen V”).
Perubahan syarat dan ketentuan dalam Amandemen V adalah sebagai
berikut:
• Periode ketersediaan berarti periode dari dan termasuk tanggal perjanjian
ini ditandatangani sampai dengan tanggal 30 Juni 2024 atau periode lain
yang disetujui oleh Pemberi Pinjaman.
Rencana Transaksi merupakan Amandemen VI atas Perjanjian Pinjaman
antara Perseroan dan ASF. Berdasarkan draft Amandemen VI, perubahan
syarat dan ketentuan dalam Amandemen VI adalah bahwa:
• Periode ketersediaan berarti periode dari dan termasuk tanggal perjanjian
ini ditandatangani sampai dengan tanggal 30 Juni 2025 atau periode lain
yang disetujui oleh Pemberi Pinjaman;
• Perubahan kalkulasi bunga , sebagai berikut:
(i) Suku bunga atas setiap Pinjaman untuk setiap Periode Bunga adalah
maksimal sebesar 6,75% (enam koma tujuh lima persen) per tahun
(“Suku Bunga”);
(ii) Ketentuan Suku Bunga sebagaimana diatur dalam poin (i) dapat
dikecualikan berdasarkan pertimbangan Pemberi Pinjaman dan Pemberi
Pinjaman atas diskresinya sendiri berhak untuk menentukan besaran
nilai pengecualian Suku Bunga tersebut dengan nilai tidak kurang dari
5% (lima persen) per tahun. Penentuan besaran Suku Bunga pada
masing-masing penarikan Pinjaman akan ditentukan oleh kebutuhan
pasar dan juga cost of fund pada saat permohonan penarikan Pinjaman
diberikan oleh Pemberi Pinjaman kepada Penerima Pinjaman. Suku
Bunga yang akan diberlakukan akan diberitahukan oleh Pemberi
Pinjaman dalam surat pemberitahuan terpisah dan akan terus berlaku
hingga adanya pemberitahuan berikutnya. Untuk menghindari keragu-
raguan, perhitungan bunga diatur dalam Pasal 9 (Periode-Periode
Bunga) Perjanjian ini dan pembayaran bunga merujuk kepada Pasal 6.1
(Pembayaran Kembali Pinjaman-Pinjaman) Perjanjian ini.
Page 32
28
Berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan, jumlah penjualan alat
berat selama Periode Ketersediaan adalah sebagai berikut:
Rata-rata
Produk Unit Harga Penjualan Suku bunga
tertimbang
Suku bunga 5%
BW212 0 1.164 0 5,00%
D85 0 3.780 0 5,00%
PC135 4 1.360 5.441 5,00%
PC200 - M0 0 1.543 0 5,00%
CWE37064 0 1.776 0 5,00%
P410 0 2.806 0 5,00%
Total 4 5.441 5,00% 0,18%
Suku bunga 5,5%
BW212 0 1.164 0 5,50%
D85 0 3.780 0 5,50%
PC135 5 1.360 6.802 5,50%
PC200 - M0 0 1.543 0 5,50%
CWE37064 0 1.776 0 5,50%
P410 0 2.806 0 5,50%
Total 5 6.802 5,50% 0,25%
Suku bunga 6,0%
BW212 0 1.164 0 6,00%
D85 0 3.780 0 6,00%
PC135 6 1.360 8.162 6,00%
PC200 - M0 3 1.543 4.630 6,00%
CWE37064 0 1.776 0 6,00%
P410 0 2.806 0 6,00%
Total 9 12.792 6,00% 0,51%
Suku bunga 6,5%
BW212 0 1.164 0 6,50%
D85 0 3.780 0 6,50%
PC135 7 1.360 9.522 6,50%
PC200 - M0 5 1.543 7.717 6,50%
CWE37064 0 1.776 0 6,50%
P410 0 2.806 0 6,50%
Total 12 17.239 6,50% 0,74%
Suku bunga 6,75%
BW212 1 1.164 1.164 6,75%
D85 3 3.780 11.341 6,75%
PC135 12 1.360 16.324 6,75%
PC200 - M0 25 1.543 38.585 6,75%
CWE37064 1 1.776 1.776 6,75%
P410 14 2.806 39.278 6,75%
Total 56 108.468 6,75% 4,86%
Total keseluruhan 86 150.743 6,54%
Page 33
29
I.8 Maksud dan Tujuan Penilaian
Pelaksanaan penilaian ini dimaksudkan untuk memberikan pendapat
kewajaran (fairness opinion) atas Rencana Transaksi yang ditujukan dalam
rangka memenuhi ketentuan Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020 tanggal
1 Juli 2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.
Berdasarkan penjelasan dari manajemen Perseroan, Rencana Transaksi di
atas memenuhi ketentuan peraturan tentang transaksi afiliasi namun bukan
transaksi material karena nilai Rencana Transaksi di bawah 20% dari ekuitas
Perseroan per 31 Desember 2023.
Disajikan dalam jutaan Rupiah
Keterangan Total
Jumlah pinjaman 300.000
Nilai buku ekuitas UT per 31 Desember 2023 84.035.563
% Nilai transaksi terhadap Nilai buku UT 0,36%
I.9 Benturan Kepentingan Rencana Transaksi
Berdasarkan penjelasan dari manajemen Perseroan, rencana transaksi di atas
tidak terdapat benturan kepentingan.
I.10 Tanggal Penilaian
• Tanggal penilaian adalah per 31 Desember 2023.
• Tanggal laporan penilaian adalah 27 Juni 2024.
I.11 Tingkat Kedalaman Investigasi
Dalam melaksanakan penilaian ini kami telah melakukan investigasi untuk
mengumpulkan data dan informasi dari manajemen Perseroan dengan cara
melakukan wawancara serta melakukan verifikasi, perhitungan dan analisis
dari data dan informasi yang diperoleh dari manajemen Perseroan maupun
sumber-sumber lainnya yang relevan dan dapat diandalkan.
Dalam proses penilaian ini kami melakukan wawancara dengan:
• Bapak Ramandhika sebagai Department Head Corporate Treasury
Perseroan;
• Bapak Rendih sebagai Team Member Corporate Treasury Perseroan;
• Ibu Raci sebagai Team Member Corporate Treasury Perseroan.
Page 34
30
I.12 Sifat dan Sumber Informasi yang Dapat Diandalkan
Dalam mempersiapkan laporan ini, kami menggunakan data dan informasi
yang diperoleh dari manajemen Perseroan maupun sumber-sumber lainnya
yang relevan dan dapat diandalkan. Data dan informasi yang digunakan
adalah sebagai berikut:
1. Draft Amandemen VI Perjanjian Pinjaman antara Perseroan dan ASF;
2. Amandemen No. 05/UT-ASF/VI/2023 Perjanjian Pinjaman antara
Perseroan dan ASF;
3. Amandemen No. 04/UT-ASF/VI/2022 Perjanjian Pinjaman antara
Perseroan dan ASF;
4. Amandemen No. 03/UT-ASF/VI/2021 Perjanjian Pinjaman antara
Perseroan dan ASF;
5. Amandemen No. 02/UT-ASF/VI/2020 Perjanjian Pinjaman antara
Perseroan dan ASF;
6. Amandemen No. 01/UT-ASF/VI/2019 Perjanjian Pinjaman antara
Perseroan dan ASF;
7. Perjanjian Pinjaman antara Perseroan dan ASF;
8. Laporan Keuangan Perseroan per tanggal 31 Desember 2019 sampai
dengan 31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik
Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan (PwC) dengan opini wajar dalam
semua hal yang material;
9. Laporan Keuangan ASF per tanggal 31 Desember 2019 sampai dengan
31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik
Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan (PwC) dengan opini wajar dalam
semua hal yang material;
10. Proyeksi tambahan penjualan alat berat yang diperoleh dari manajemen
Perseroan;
11. Proforma keuangan Perseroan dengan adanya Rencana Transaksi yang
diperoleh dari manajemen Perseroan;
12. Dokumen legal Perseroan dan ASF antara lain Akta Pendirian dan Akta
Perubahannya, NPWP, NIB serta dokumen-dokumen penting lainnya;
13. Data dan informasi keuangan yang diperoleh dari Damodaran tanggal
1 Januari 2024 dan 5 Januari 2024;
14. Data dan informasi mengenai tingkat suku bunga obligasi Pemerintah
Republik Indonesia dari PT Penilai Harga Efek Indonesia (“PHEI”) per
29 Desember 2023;
15. Data dan informasi mengenai tingkat bunga pinjaman dari SEKI Bank
Indonesia per Desember 2023;
Page 35
31
16. Analisis ekonomi berdasarkan data dan informasi yang diperoleh dari
Economist Intelligence Unit (“EIU”), Bank Indonesia serta data dan
informasi lainnya yang dipublikasikan secara umum;
17. Wawancara dengan manajemen Perseroan sehubungan dengan Rencana
Transaksi;
18. Berbagai sumber informasi, baik dari media cetak dan elektronik maupun
dari hasil analisis lainnya yang kami anggap relevan.
Kami berasumsi bahwa data dan informasi yang diberikan telah diungkapkan
sepenuhnya, sejujurnya, benar dan dapat dipertanggungjawabkan.
I.13 Asumsi dan Kondisi Pembatas
Asumsi:
1. Kami mengasumsikan bahwa Rencana Transaksi dijalankan seperti yang
telah dijelaskan oleh manajemen Perseroan dan sesuai dengan
kesepakatan serta kebenaran informasi mengenai Rencana Transaksi yang
diungkapkan oleh manajemen dalam draft Amandemen VI Perjanjian
Pinjaman antara Perseroan dan ASF yang telah kami terima;
2. Kami mengasumsikan bahwa sejak tanggal penerbitan laporan ini sampai
dengan tanggal efektifnya Rencana Transaksi tidak terjadi perubahan
apapun yang berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang
digunakan di dalam analisis penyusunan pendapat kewajaran;
3. Kami mengasumsikan bahwa pihak yang bertransaksi merupakan
perusahaan yang berkelanjutan usahanya di masa mendatang dan dikelola
oleh manajemen yang profesional dan kompeten (going concern);
4. Seluruh data dan informasi yang diterima dari Perseroan sehubungan
dengan penilaian ini adalah relevan, benar dan dapat dipercaya;
5. Seluruh pernyataan serta data dan informasi yang terdapat di dalam
laporan ini adalah relevan, benar dan dapat dipertanggungjawabkan
sesuai dengan prosedur penilaian yang berlaku umum dan disampaikan
dengan itikad baik;
6. Kami memperoleh informasi atas status hukum pihak yang bertransaksi,
namun kami tidak melakukan pengecekan terhadap keabsahannya;
7. Tidak ada perubahan yang material dan signifikan terhadap iklim politik,
ekonomi dan hukum di mana Perseroan melakukan kegiatan bisnisnya;
8. Tidak ada perubahan yang material dan signifikan terhadap susunan
pengurus Perseroan;
9. Tidak ada perubahan yang material dan signifikan terhadap peraturan dan
hukum yang berlaku yang mempengaruhi pendapatan Perseroan di dalam
menjalankan bisnisnya;
Page 36
32
10. Tidak ada perubahan yang material dan signifikan terhadap biaya tenaga
kerja dan biaya lain-lain yang signifikan;
11. Tidak ada gangguan yang material dan signifikan terhadap hubungan
industrial atau asosiasi tenaga kerja;
12. Tidak ada perubahan yang material dan signifikan terhadap kebijakan
akuntansi yang digunakan oleh Perseroan;
13. Tidak ada perubahan yang material dan signifikan terhadap teknologi
industri dan kompetisi pasar di mana Perseroan menjalankan bisnisnya.
Kondisi pembatas:
1. Laporan ini bersifat non-disclaimer opinion;
2. Laporan ini dilaksanakan sesuai dengan maksud dan tujuan penilaian yang
dinyatakan di dalam laporan, oleh karena itu tidak dapat digunakan
dan/atau dikutip untuk tujuan lain;
3. Laporan ini terbuka untuk publik, kecuali terdapat informasi yang bersifat
rahasia yang dapat mempengaruhi operasional Perseroan;
4. Informasi yang telah diberikan oleh Perseroan kepada kami, seperti yang
disebutkan di dalam laporan ini, dianggap layak dan dapat dipercaya,
tetapi kami tidak bertanggung jawab jika ternyata informasi yang
diberikan terbukti tidak sesuai dengan hal yang sesungguhnya. Informasi
yang dinyatakan tanpa menyebutkan sumbernya merupakan hasil
penelaahan kami terhadap data-data yang ada, pemeriksaan atas
dokumen, ataupun keterangan dari instansi pemerintah yang berwenang.
Tanggung jawab untuk memeriksa kembali kebenaran informasi tersebut
sepenuhnya berada di pihak Perseroan;
5. Penilaian yang kami lakukan didasarkan pada data dan informasi yang
diberikan oleh Perseroan. Mengingat hasil dari penilaian kami sangat
tergantung dari kelengkapan, keakuratan dan penyajian data serta
asumsi-asumsi yang mendasarinya, perubahan pada data seperti adanya
informasi baru dari publik, informasi yang merupakan hasil penyelidikan
khusus ataupun dari sumber-sumber lainnya dapat merubah hasil dari
penilaian kami. Oleh karena itu, kami sampaikan bahwa perubahan
terhadap data yang digunakan dapat berpengaruh terhadap hasil penilaian
dan bahwa perbedaan yang terjadi dapat bersifat material. Walaupun isi
dari laporan ini telah dilaksanakan dengan itikad baik dan cara yang
profesional, kami tidak bertanggung jawab atas adanya kemungkinan yang
terjadinya perbedaan kesimpulan yang disebabkan oleh analisis tambahan
ataupun adanya perubahan dalam data yang dijadikan sebagai dasar
penilaian;
Page 37
33
6. Kami menggunakan proyeksi penjualan alat berat yang diperoleh dari
Perseroan dan kami telah melakukan penyesuaian yang mencerminkan
kewajaran proyeksi sesuai dengan kemampuan pencapaiannya (fiduciary
duty). Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran
proyeksi keuangan yang telah disesuaikan;
7. Kami bertanggung jawab atas laporan ini dan opini kewajaran;
8. Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau
melengkapi penilaian ini akibat dari peristiwa-peristiwa yang terjadi
setelah tanggal Laporan Penilaian (subsequent events);
9. Laporan ini dianggap sah apabila tertera cap (seal) KJPP Nirboyo
Adiputro, Dewi Apriyanti & Rekan, pada lembar tanda tangan
penanggung jawab Laporan.
I.14 Persyaratan atas Persetujuan untuk Publikasi
Laporan ini dan/atau referensi yang melampirinya dilaksanakan sesuai
dengan maksud dan tujuan penilaian yang dinyatakan dalam laporan serta
laporan ini bersifat terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang
bersifat rahasia, yang dapat memengaruhi operasional Perseroan.
I.15 Standar Penilaian
Kami telah melakukan penyusunan laporan pendapat kewajaran ini sesuai
dengan Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian
Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, Surat Edaran OJK
No. 17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan
Penilaian Bisnis di Pasar Modal, Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar
Penilaian Indonesia Edisi VII-2018 (KEPI & SPI edisi VII-2018), serta peraturan
perundangan yang berlaku.
I.16 Metode dan Prosedur Penyusunan Pendapat Kewajaran
Analisis pendapat kewajaran yang kami lakukan atas Rencana Transaksi
adalah:
• Analisis pengaruh transaksi pinjam meminjam dana terhadap keuangan
perusahaan;
• Identifikasi dan hubungan antara pihak-pihak;
• Analisis perjanjian dan persyaratan yang disepakati oleh pihak;
• Analisis likuiditas;
• Analisis manfaat dan risiko;
• Analisis kualitatif;
• Analisis kuantitatif;
• Analisis kelayakan rencana penggunaan dana;
• Analisis atas jaminan.
Page 38
34
I.17 Kejadian-kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent
Events)
Dalam penilaian atas kewajaran Rencana Transaksi per tanggal
31 Desember 2023, terdapat kejadian penting yang diketahui maupun yang
patut diketahui setelah tanggal penilaian sampai dengan tanggal laporan
dikeluarkan yang tidak mempengaruhi hasil penilaian yaitu:
• Per 24 April 2024, berdasarkan Akta No. 98 tanggal 24 April 2024 dari
Notaris Jose Dima Satria S.H., M.Kn terdapat perubahan susunan Dewan
Komisaris dan Direksi Perseroan yaitu terdapat pengunduran diri dari
Bapak Gidion Hasan sebagai Wakil Presiden Komisaris Perseroan dan
pengangkatan Bapak Rudy sebagai Wakil Presiden Komisaris Perseroan,
Bapak Chiew Sin Cheok sebagai Komisaris Perseroan, Bapak Bruce Malcom
Cox sebagai Komisaris Independen Perseroan, dan Ibu Vilihati Surya
sebagai Direktur Perseroan. Sehingga susunan anggota Direksi dan Dewan
Komisaris Perseroan menjadi sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Presiden Komisaris : Djony Bunarto Tjondro
Wakil Presiden Komisaris : Rudy
Komisaris : Chiew Sin Cheok
Komisaris : Djoko Pranoto Santoso
Komisaris : Benjamin Herrenden Birks
Komisaris Independen : Paulus Bambang Widjanarko
Komisaris Independen : Nanan Soekarna
Komisaris Independen : Bruce Malcolm Cox
Direksi
Presiden Direktur : Franciscus Xaverius Laksana Kesuma
Direktur : Loudy Irwanto Ellias
Direktur : Idot Supriadi
Direktur : Iwan Hadiantoro
Direktur : Edhie Sarwono
Direktur : Widjaja Kartika
Direktur : Vilihati Surya
Page 39
35
II ANALISIS PENDAPAT KEWAJARAN
II.1 Analisis Pengaruh Transaksi Pinjam Meminjam Dana Terhadap Keuangan
Analisis pengaruh transaksi pinjam meminjam dana terhadap keuangan
Perseroan menunjukkan bahwa terdapat perbedaan dalam rasio likuiditas
antara sebelum dan sesudah transaksi. Berdasarkan proforma posisi
keuangan per 31 Desember 2023 yang diperoleh dari manajemen Perseroan,
perbedaan ini muncul akibat dari sumber dana yang digunakan Perseroan
untuk membiayai transaksi pinjam meminjam dana merupakan dana internal
Perseroan.
Analisis rasio Sebelum Sesudah Selisih
Rasio likuditas
Rasio lancar 1,46 1,45 -0,24%
Rasio cepat 1,06 1,05 -0,33%
Rasio kas 0,43 0,43 -0,81%
Rasio solvabilitas
Debt to equity ratio 0,22 0,22 0,00%
Long term debt to equity ratio 0,21 0,21 0,00%
Debt to total assets ratio 0,12 0,12 0,00%
Rasio profitabilitas
Gross profit margin 27,83% 27,83% 0,00%
Net profit margin 16,03% 16,03% 0,00%
Dengan membandingkan analisis rasio keuangan antara Laporan Keuangan
Perseroan per 31 Desember 2023 dengan proforma keuangan Perseroan per
31 Desember 2023, diperoleh bahwa rasio likuiditas mengalami perubahan
dengan jumlah yang tidak signifikan. Sedangkan rasio solvabilitas dan rasio
profitabilitas tidak mengalami perubahan.
II.2 Pihak-pihak yang Bertransaksi
Berdasarkan Perjanjian Pinjaman antara Perseroan dan ASF, pihak-pihak
yang terlibat dalam transaksi adalah:
• Perseroan sebagai pihak pemberi pinjaman;
• ASF sebagai pihak penerima pinjaman.
Page 40
36
II.3 Susunan Pemegang Saham dan Susunan Manajemen Perseroan
Perseroan adalah perusahaan yang dikendalikan oleh induk perusahaannya
yaitu PT Astra International Tbk, perusahaan yang didirikan di Indonesia.
Susunan pemegang saham Perseroan per 31 Desember 2023 adalah sebagai
berikut:
Persentase
Pemegang saham Jumlah saham Jumlah
Kepemilikan
PT Astra International Tbk 2.219.317.358 59,50% 554.829
Fransiscus Xaverius Laksana Kesuma 200.000 0,01% 50
Iwan Hadiantoro 166.400 0,00% 42
Loudy Irwanto Ellias 34.515 0,00% 9
Edjie Sarwono 18.100 0,00% 5
Widjaja Kartika 2.000 0,00% 1
Masyarakat selain Direksi
(masing-masing kepemilikan dibawah 5%) 1.412.070.763 37,86% 353.016
Jumlah saham beredar 3.631.809.136 97,36% 907.952
Saham treasuri 98.326.000 2,64% 24.582
Jumlah 3.730.135.136 100,00% 932.534
Susunan manajemen Perseroan per 31 Desember 2023 adalah sebagai
berikut:
Dewan Komisaris
Presiden Komisaris : Djony Bunarto Tjondro
Wakil Presiden Komisaris : Gidion Hasan
Komisaris : Djoko Pranoto Santoso
Komisaris : Benjamin Herrenden Birks
Komisaris Independen : Paulus Bambang Widjanarko
Komisaris Independen : Nanan Soekarna
Direksi
Presiden Direktur : Franciscus Xaverius Laksana Kesuma
Direktur : Loudy Irwanto Ellias
Direktur : Iwan Hadiantoro
Direktur : Idot Supriadi
Direktur : Edhie Sarwono
Direktur : Widjaja Kartika
Pada saat laporan ini dikeluarkan terdapat perubahan pada susunan Dewan
Komisaris dan Direksi Perseroan. Susunan Dewan Komisaris dan Direksi
Perseroan saat laporan ini dikeluarkan seperti yang dinyatakan dalam bab
I.17.
Page 41
37
II.4 Susunan Pemegang Saham dan Susunan Manajemen ASF
Susunan pemegang saham ASF per 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:
Persentase
Pemegang saham Jumlah saham Jumlah
kepemilikan
PT Astra International Tbk 445.518.730 46,87% 445.000
PT Garda Era Sedaya 267.311.238 28,12% 267.000
PT Sedaya Multi Investama 237.609.990 25,00% 238.000
Jumlah 950.439.958 100,00% 950.000
Susunan manajemen ASF per 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Presiden Komisaris : Rudy
Komisaris : Gidion Hasan
Komisaris Independen : Aridono Sukmanto
Komisaris Independen : Leonard W.S.Siregar
Direksi
Presiden Direktur : Siswadi
Direktur : Dharmawan Phie
Direktur : Tan Chian Hok
Direktur : Devy Santoso Jayadi
Direktur : Matilda Esther Rotinsulu
Direktur : Mohammad Farauk
Pada saat laporan ini dikeluarkan, tidak terdapat perubahan pemegang
saham serta susunan anggota Direksi dan Dewan Komisaris ASF.
Page 42
38
II.5 Hubungan Antara Pihak-pihak yang Bertransaksi
Berdasarkan analisis terhadap dokumen korporasi Perseroan dan ASF serta
informasi yang diperoleh dari manajemen Perseroan, hubungan kepemilikan
dan hubungan kepengurusan antara pihak-pihak yang bertransaksi adalah
sebagai berikut:
Hubungan Kepemilikan
Perseroan dan ASF memiliki hubungan afiliasi karena kedua perusahaan ini
tergabung dalam PT Astra International Tbk (“Grup ASTRA”).
PT Astra International Tbk memiliki 59,50% saham Perseroan dan 46,87%
saham ASF.
PT Astra International Tbk
PT United Tractors Tbk PT Astra Sedaya Finance
59,50% 46,87%
Hubungan Kepengurusan
Susunan manajemen UT 31 Desember 2023 UT 24 April 2024 ASF 31 Desember 2023
Dewan Komisaris
Presiden Komisaris Djony Bunarto Tjondro Djony Bunarto Tjondro Rudy
Wakil Presiden Komisaris Gidion Hasan Rudy -
Komisaris Djoko Pranoto Santoso Djoko Pranoto Santoso Gidion Hasan
Komisaris Benjamin Herrenden Birks Benjamin Herrenden Birks -
Komisaris - Chiew Sin Cheok -
Komisaris independen Paulus Bambang Widjanarko Paulus Bambang Widjanarko Aridono Sukmanto
Komisaris independen Nanan Soekarna Nanan Soekarna Leonard W.S. Siregar
Komisaris independen - Bruce Malcolm Cox -
Direksi
Presiden Direktur Franciscus Xaverius Laksana Kesuma Franciscus Xaverius Laksana Kesuma Siswadi
Direktur Loudy Irwanto Ellias Loudy Irwanto Ellias Dharmawan Phie
Direktur Iwan Hadiantoro Iwan Hadiantoro Tan Chian Hok
Direktur Idot Supriadi Idot Supriadi Devy Santoso Jayadi
Direktur Edhie Sarwono Edhie Sarwono Matilda Esther Rotinsulu
Direktur Widjaja Kartika Widjaja Kartika Mohammad Farauk
Direktur - Vilihati Surya -
• Bapak Gidion Hasan menjabat sebagai Wakil Presiden Komisaris di
Perseroan dan juga menjabat sebagai Komisaris di ASF per
31 Desember 2023, namun pada saat laporan ini diterbitkan Bapak Gidion
Hasan sudah tidak menjabat sebagai Wakil Presiden Komisaris di
Perseroan;
Page 43
39
• Bapak Rudy menjabat sebagai Wakil Presiden Komisaris di Perseroan dan
juga menjabat sebagai Presiden Komisaris di ASF per 24 April 2024 hingga
tanggal laporan ini diterbitkan.
II.6 Perjanjian dan Persyaratan Rencana Transaksi
Dalam Perjanjian Pinjaman awal antara Perseroan dan ASF yang dilakukan
pada 29 Juni 2018, Perseroan dan ASF sepakat untuk melakukan transaksi
pinjam meminjam dana dengan syarat dan ketentuan yang telah disetujui
oleh kedua belah pihak. Beberapa syarat dan ketentuan yang diatur dalam
Perjanjian Pinjaman antara Perseroan dan ASF antara lain sebagai berikut:
• Jumlah fasilitas yang diberikan adalah sebesar Rp200.000.000.000,-
(dua ratus miliar Rupiah);
• Periode ketersediaan hingga 29 Juni 2019;
• Tanggal pengakhiran perjanjian adalah maksimal 4 tahun sejak periode
ketersediaan;
• Setiap penarikan pinjaman beserta bunga akan dibayarkan dengan
pembayaran angsuran selama 12 kali angsuran per pinjaman dengan
jangka waktu 3 bulanan;
• Suku bunga adalah 5% per tahun dengan periode bunga adalah 3 bulanan;
• Penerima pinjaman wajib menyerahkan jaminan yang nilainya minimal
setara dengan 50% dari besarnya pinjaman yang telah digunakan dan
terutang.
Selanjutnya pada 25 Juni 2019, para pihak sepakat untuk melakukan
amandemen atas Perjanjian Pinjaman awal tersebut. Berdasarkan
Amandemen No. 01/UT-ASF/VI/2019 telah dilakukan amandemen pertama
terhadap Perjanjian Pinjaman antara Perseroan dan ASF (“Amandemen I”).
Perubahan syarat dan ketentuan dalam Amandemen I antara lain sebagai
berikut:
• Periode ketersediaan hingga 30 Juni 2020;
• Jumlah fasilitas yang diberikan menjadi sebesar Rp300.000.000.000,- (tiga
ratus miliar Rupiah);
• Fasilitas yang diberikan merupakan fasilitas tanpa komitmen dan bersifat
berulang (revolving). Penerima pinjaman dapat meminjam kembali
sebagian atau seluruh pinjaman yang telah dibayarkan atau dibayarkan
kembali secara dipercepat selama periode ketersediaan selama jumlah
pokok terutang yang belum dilunasi tidak melampaui Rp300.000.000.000,-
(tiga ratus miliar Rupiah);
• Menghapus ketentuan mengenai jaminan.
Page 44
40
Selanjutnya pada 29 Juni 2020, para pihak sepakat untuk melakukan
amandemen atas Perjanjian Pinjaman awal tersebut. Berdasarkan
Amandemen No. 02/UT-ASF/VI/2020 telah dilakukan amandemen kedua
terhadap Perjanjian Pinjaman antara Perseroan dan ASF (“Amandemen II”).
Perubahan syarat dan ketentuan dalam Amandemen II adalah sebagai
berikut:
• Periode ketersediaan hingga 30 Juni 2021;
• Setiap penarikan pinjaman beserta bunga akan dibayarkan dengan
pembayaran angsuran selama 16 kali angsuran per pinjaman dengan
jangka waktu 3 bulanan.
Selanjutnya pada 2 Agustus 2021, para pihak sepakat untuk melakukan
amandemen atas Perjanjian Pinjaman awal tersebut. Berdasarkan
Amandemen No. 03/UT-ASF/VI/2021 tanggal telah dilakukan amandemen
ketiga terhadap Perjanjian Pinjaman antara Perseroan dan ASF
(“Amandemen III”). Perubahan syarat dan ketentuan dalam Amandemen III
adalah sebagai berikut:
• Periode ketersediaan berarti periode dari dan termasuk tanggal perjanjian
ini ditandatangani sampai dengan tanggal 30 Juni 2022 atau periode lain
yang disetujui oleh Pemberi Pinjaman;
• Suku bunga atas setiap pinjaman untuk setiap periode bunga pada
penarikan pertama akan dibagi menjadi dua tranche yaitu:
o Tranche A sebesar 5% (lima persen) efektif (effective) per tahun,
berlaku untuk pembiayaan atas kendaraan (truk dan/atau bus)
dan/atau alat berat yang akan disepakati di kemudian hari oleh kedua
belah pihak dengan ketentuan bahwa pemberi pinjaman merupakan
distributor atas tipe tersebut (“Suku Bunga A”);
o Tranche B sebesar 6,5% (enam koma lima persen) efektif (effective) per
tahun, berlaku untuk pembiayaan atas kendaraan (truk dan/atau bus)
dan/atau alat berat yang akan disepakati di kemudian hari oleh kedua
belah pihak dengan ketentuan bahwa pemberi pinjaman merupakan
distributor atas tipe tersebut (“Suku Bunga B”).
(Secara bersama-sama suku bunga A dan suku bunga B akan disebut dengan
“Suku Bunga”)
Suku Bunga untuk pinjaman pada penarikan berikutnya dapat berubah
tergantung pada kondisi pasar uang yang akan diberitahukan sebelumnya
oleh pemberi pinjaman dan disepakati oleh para pihak berdasarkan suatu
kesepakatan tertulis.
Page 45
41
Perhitungan bunga diatur dalam pasal 9 perjanjian dan pembayaran
merujuk kepada pasal 6.1 (pembayaran kembali pinjaman-pinjaman)
perjanjian ini.
Selanjutnya pada 30 Juni 2022, Perseroan dan ASF sepakat untuk melakukan
Amandemen IV dengan No. 04/UT-ASF/VI/2022 (“Amandemen IV”).
Perubahan syarat dan ketentuan dalam Amandemen IV adalah sebagai
berikut:
• Periode ketersediaan berarti periode dari dan termasuk tanggal perjanjian
ini ditandatangani sampai dengan tanggal 30 Juni 2023 atau periode lain
yang disetujui oleh Pemberi Pinjaman;
Selanjutnya pada 27 Juni 2023, Perseroan ASF sepakat untuk melakukan
Amandemen V dengan No. 05/UT-ASF/VI/2023 (“Amandemen V”).
Perubahan syarat dan ketentuan dalam Amandemen V adalah sebagai
berikut:
• Periode ketersediaan berarti periode dari dan termasuk tanggal perjanjian
ini ditandatangani sampai dengan tanggal 30 Juni 2024 atau periode lain
yang disetujui oleh Pemberi Pinjaman.
Rencana Transaksi merupakan Amandemen VI atas Perjanjian Pinjaman
antara Perseroan dan ASF. Berdasarkan draft Amandemen VI, perubahan
syarat dan ketentuan dalam Amandemen VI adalah bahwa:
• Periode ketersediaan berarti periode dari dan termasuk tanggal perjanjian
ini ditandatangani sampai dengan tanggal 30 Juni 2025 atau periode lain
yang disetujui oleh Pemberi Pinjaman;
• Perubahan kalkulasi bunga , sebagai berikut:
(i) Suku bunga atas setiap Pinjaman untuk setiap Periode Bunga adalah
maksimal sebesar 6,75% (enam koma tujuh lima persen) per tahun
(“Suku Bunga”);
(ii) Ketentuan Suku Bunga sebagaimana diatur dalam poin (i) dapat
dikecualikan berdasarkan pertimbangan Pemberi Pinjaman dan
Pemberi Pinjaman atas diskresinya sendiri berhak untuk menentukan
besaran nilai pengecualian Suku Bunga tersebut dengan nilai tidak
kurang dari 5% (lima persen) per tahun. Penentuan besaran Suku Bunga
pada masing-masing penarikan Pinjaman akan ditentukan oleh
kebutuhan pasar dan juga cost of fund pada saat permohonan
penarikan Pinjaman diberikan oleh Pemberi Pinjaman kepada
Penerima Pinjaman.
Page 46
42
Suku Bunga yang akan diberlakukan akan diberitahukan oleh Pemberi
Pinjaman dalam surat pemberitahuan terpisah dan akan terus berlaku
hingga adanya pemberitahuan berikutnya. Untuk menghindari keragu-
raguan, perhitungan bunga diatur dalam Pasal 9 (Periode-Periode
Bunga) Perjanjian ini dan pembayaran bunga merujuk kepada Pasal
6.1 (Pembayaran Kembali Pinjaman-Pinjaman) Perjanjian ini.
II.7 Analisis Likuiditas
Dengan membandingkan analisis rasio keuangan antara Laporan Keuangan
Perseroan per 31 Desember 2023 dengan proforma keuangan Perseroan per
31 Desember 2023, diperoleh bahwa rasio likuiditas mengalami perubahan
dengan jumlah yang tidak signifikan.
Analisis rasio Sebelum Sesudah Selisih
Rasio likuditas
Rasio lancar 1,46 1,45 -0,24%
Rasio cepat 1,06 1,05 -0,33%
Rasio kas 0,43 0,43 -0,81%
II.8 Manfaat dan Risiko Rencana Transaksi
Manfaat Rencana Transaksi adalah:
• Perseroan akan mendapatkan pendapatan bunga dari ASF dan tambahan
penjualan alat berat.
Risiko Rencana Transaksi adalah:
• Risiko tidak tercapainya target penjualan alat-alat berat Perseroan;
• Risiko bila terjadi gagal bayar dari konsumen ASF.
Page 47
43
II.9 Analisis Kualitatif atas Rencana Transaksi
II.9.1 Riwayat Singkat dan Sifat Kegiatan Usaha
PT United Tractors Tbk
Perseroan didirikan di Indonesia pada tanggal 13 Oktober 1972 dengan nama
PT Inter Astra Motor Works, berdasarkan Akta Pendirian No. 69 di hadapan
Djojo Muljadi, S.H. Terdapat perubahan nomor 101 atas akta pendirian yang
disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan
No. Y.A.5/34/8 tanggal 6 Februari 1973 dan diumumkan dalam Lembaran
Berita Negara No. 31, Tambahan No. 281 tanggal 17 April 1973 yang
mengubah nama Perseroan menjadi PT United Tractors. Anggaran Dasar
Perseroan telah mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Perseroan sejak
19 September 1989 telah menjadi perusahaan publik dengan mencatatkan
sahamnya di Bursa Efek Indonesia. Perubahan Anggaran Dasar terakhir dan
perubahan pasal 3 Anggaran Dasar mengenai maksud dan tujuan serta
kegiatan usaha Perseroan sebagaimana dituangkan dalam akta No. 79 tanggal
8 April 2022 yang dibuat di hadapan Jose Dima Satria, S.H., M.Kn, notaris di
Jakarta, yang telah mendapat mendapat pemberitahuan penerimaan
pemberitahuan perubahan Anggaran Dasar dari Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia sesuai dengan suratnya tanggal 19 April 2022 No.
AHU-0028206.AH.01.02.tahun 2022.
Selain itu, Perseroan telah melakukan perubahan susunan Direksi
sebagaimana dituangkan dalam Akta No.51 tanggal 12 April 2023 yang dibuat
dihadapan Jose Dimas Satria, S.H., M.Kn., notaris di Jakarta, yang telah
mendapat pemberitahuan penerimaan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia sesuai dengan suratnya tanggal 4 Mei 2023
No.AHU-AH.01.09-0114064.
Ruang lingkup kegiatan utama Perseroan dan entitas anak (bersama-sama
disebut “Grup”) meliputi penjualan dan penyewaan alat berat (“mesin
konstruksi”) beserta pelayanan purna jual; penambangan dan kontraktor
penambangan; rekayasa, perencanaan, perakitan dan pembuatan komponen
mesin, alat, peralatan dan alat berat; pembuatan kapal serta jasa
perbaikannya; penyewaan kapal dan angkutan pelayaran; industri konstruksi;
pembangkit listrik; dan energi.
Perseroan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1973. Perseroan
berkedudukan di Jakarta, Indonesia.
Perseroan dikendalikan oleh induk perusahaannya yaitu PT Astra
International Tbk, perusahaan yang didirikan di Indonesia. Pemegang saham
terbesar PT Astra International Tbk adalah Jardine Cycle & Carriage Ltd,
perusahaan yang didirikan di Singapura. Jardine Cycle & Carriage Ltd. adalah
anak perusahaan dari Jardine Matheson Hodings Ltd., perusahaan yang
didirikan di Bermuda.
Page 48
44
PT Astra Sedaya Finance
PT Astra Sedaya Finance (“ASF”) didirikan dengan nama
PT Raharja Sedaya pada tanggal 15 Juli 1982 berdasarkan Akta Notaris
Rukmasanti Hardjasatya, S.H., No. 50. Akta Pendirian disahkan oleh Menteri
Kehakiman Republik Indonesia pada tanggal 20 Januari 1983 dalam Surat
Keputusan No. C2-474.HT.01.01.TH.83 dan telah diumumkan dalam Berita
Negara Republik Indonesia No. 13 tanggal 15 Februari 1983, Tambahan No.
231. Sejak pendiriannya, Anggaran Dasar ASF telah mengalami beberapa kali
perubahan, yang terakhir berdasarkan dengan Akta Notaris Wiwik Condro,
S.H., No. 127 tanggal 29 Desember 2021, sehubungan dengan perubahan
maksud dan tujuan serta kegiatan usaha. Perubahan tersebut telah
mendapatkan persetujuan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU0001743.AH.01.02.
Tahun 2022 tanggal 10 Januari 2022 dan telah terdaftar dalam Daftar
Perseroan No. AHU-0004944.AH.01.11.TAHUN 2022 tanggal 10 Januari 2022.
ASF memperoleh Izin Usaha dalam bidang usaha lembaga pembiayaan dari
Menteri Keuangan Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No.
1093/KMK.013/1989 tanggal 26 September 1989 dan Surat Menteri Keuangan
Republik Indonesia No. S-1216/MK.10/2012 tanggal 18 September 2012.
ASF bergerak di bidang pembiayaan konsumen, anjak piutang, sewa
pembiayaan untuk mobil dan motor serta kegiatan usaha berdasarkan prinsip
Syariah. ASF telah bergerak secara komersial sejak pertengahan tahun 1983.
Entitas induk langsung ASF adalah PT Astra International Tbk, perusahaan
yang berdomisili di Indonesia. Pemegang saham terbesar PT Astra
International Tbk adalah Jardine Cycle & Carriage Ld, perusahaan yang
didirikan di Singapura. Jardine Cycle & Carriage Ltd adalah entitas anak dari
Jardine Matheson Holdings Ltd, perusahaan yang didirikan di Bermuda.
II.9.2 Analisis Industri dan Lingkungan
Kinerja Ekonomi Indonesia
Perekonomian dunia melambat dengan ketidakpastian pasar keuangan yang
mulai mereda. Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan ekonomi global
tahun 2023 sebesar 3,0% dan melambat menjadi 2,8% pada tahun 2024.
Pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) dan India tahun 2023 lebih baik
dari prakiraan awal ditopang oleh konsumsi rumah tangga dan ekspansi
pemerintah. Sementara itu, ekonomi Tiongkok melemah seiring dengan
konsumsi rumah tangga dan investasi yang tumbuh terbatas. Inflasi di negara
maju, termasuk di AS, dalam kecenderungan menurun tetapi tingkatnya
masih di atas sasaran.
Page 49
45 Suku bunga kebijakan moneter, termasuk Fed Funds Rate (FFR), diprakirakan telah mencapai puncaknya namun masih akan bertahan tinggi dalam waktu yang lama (high for longer). Demikian pula yield obligasi Pemerintah negara maju, termasuk US Treasury, diprakirakan dalam kecenderungan menurun tetapi tingkatnya masih akan tinggi sejalan dengan premi risiko jangka panjang (term-premia) terkait besarnya pembiayaan fiskal dan utang pemerintah. Kejelasan arah kebijakan moneter di negara maju tersebut mendorong mulai meredanya ketidakpastian pasar keuangan global. Sehubungan dengan itu, aliran modal sejauh ini mulai kembali masuk dan menurunkan tekanan pelemahan nilai tukar di negara emerging market, termasuk Indonesia. Ke depan, sejumlah risiko dapat kembali meningkatkan ketidakpastian perekonomian dunia, di antaranya masih berlanjutnya ketegangan geopolitik, pelemahan ekonomi di sejumlah negara termasuk Tiongkok, serta masih tingginya suku bunga kebijakan moneter dan yield obligasi di negara maju. Perekonomian Indonesia tetap tumbuh baik didukung oleh permintaan domestik. Konsumsi rumah tangga dan investasi tetap tumbuh sejalan dengan keyakinan masyarakat dan berlanjutnya penyelesaian Proyek Strategis Nasional (PSN). Perkembangan ini dikonfirmasi oleh sejumlah indikator utama hingga bulan Desember 2023, seperti keyakinan konsumen, penjualan eceran, dan Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur. Sementara itu, kinerja ekspor cenderung lebih baik, seiring dengan peningkatan permintaan beberapa mitra dagang utama, seperti AS dan India. Berdasarkan Lapangan Usaha (LU), kinerja perekonomian terutama didorong oleh Perdagangan Besar dan Eceran, Industri Pengolahan, serta Konstruksi. Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan ekonomi tahun 2023 berada dalam kisaran 4,5- 5,3%. Pada tahun 2024, kinerja konsumsi, baik swasta maupun Pemerintah, dan investasi diprakirakan terus meningkat sejalan dengan keyakinan konsumsi masyarakat yang tetap kuat, dampak positif pelaksanaan Pemilu, serta keberlanjutan pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN). Dengan perkembangan tersebut, pertumbuhan ekonomi tahun 2024 diprakirakan meningkat dalam kisaran 4,7-5,5%. Ke depan, Bank Indonesia akan terus memperkuat sinergi stimulus fiskal Pemerintah dengan stimulus makroprudensial Bank Indonesia untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya dari sisi permintaan.
Page 50
46
Inflasi tetap terjaga dalam kisaran sasaran. Inflasi IHK bulan November 2023
terkendali pada 2,86% (yoy) sehingga diprakirakan inflasi IHK tahun 2023 akan
berada dalam kisaran 3,0±1%. Perkembangan ini dipengaruhi oleh inflasi inti
yang tetap rendah sebesar 1,87% (yoy) sejalan dengan konsistensi kebijakan
suku bunga dan stabilisasi nilai tukar Rupiah oleh Bank Indonesia. Inflasi
administered prices juga rendah sebesar 2,07% (yoy). Sementara itu, inflasi
kelompok volatile food naik menjadi 7,59% (yoy) dipengaruhi oleh faktor
musiman yang memengaruhi produksi beberapa komoditas hortikultura. Bank
Indonesia akan terus mencermati sejumlah risiko yang dapat mengganggu
terkendalinya inflasi, terutama yang bersumber dari harga pangan. Untuk
itu, Bank Indonesia tetap memperkuat bauran kebijakan moneter dan
mempererat sinergi dengan Pemerintah (Pusat dan Daerah) dalam TPIP dan
TPID melalui penguatan GNPIP di berbagai daerah untuk memastikan inflasi
terkendali dalam kisaran 2,5±1% pada tahun 2024.
Berdasarkan data Economist Intelligence Unit yang dikeluarkan 15 Desember
2023, berikut merupakan estimasi tingkat pertumbuhan domestik bruto (PDB)
dan tingkat inflasi di Indonesia sejak 2023 sampai dengan 2028.
2023 2024 2025 2026 2027 2028
GDP 4,90% 5,10% 5,20% 5,10% 5,00% 5,20%
Consumer price (av) 3,70% 2,80% 2,70% 3,20% 3,20% 3,10%
Sumber: EIU 9 Januari 2024
Prospek Industri Alat Berat
Industri alat berat sedang berada di dalam tekanan seiring rendahnya harga
komoditas pertambangan. Berdasarkan data Himpunan Industri Alat Berat
Indonesia (Hinabi), produksi alat berat nasional sepanjang 2023 tercatat
sebanyak 8.066 unit. Angka ini lebih rendah 8,61% year on year (YoY)
dibandingkan produksi alat berat nasional pada 2022 yakni 8.826 unit.
Pelemahan harga komoditas pertambangan seperti batubara dan nikel cukup
mempengaruhi realisasi produksi alat berat di Indonesia. Sebab, banyak
pelaku usaha tambang mengurangi pembelian alat berat baru ketika harga
komoditas kurang bersahabat bagi kelangsungan bisnisnya. Tahun 2024 akan
menjadi tantangan bagi industri alat berat Indonesia. Di sektor
pertambangan, melandainya harga komoditas batu bara dan nikel membuat
konsumen memilih bersikap wait and see menunggu perkembangan harga
komoditas ke depan.Risiko penurunan harga komoditas yang dibarengi
perlambatan ekonomi masih menjadi ancaman bagi para produsen alat berat.
Sektor pertambangan diperkirakan masih menjadi kontributor utama
penjualan alat berat nasional.
Page 51
47
Terlepas dari turunnya harga komoditas, aktivitas produksi pada dasarnya
tetap berjalan. Alhasil, kebutuhan terhadap alat berat baru di sektor
tambang tetap ada, kendati belum tentu setinggi periode sebelumnya.
Persaingan di pasar alat berat juga diyakini akan semakin ketat seiring
kehadiran pemain-pemain baru di industri tersebut.
II.9.3 Analisis Operasional dan Prospek Perseroan
Perseroan mengantisipasi volatilitas harga batu bara dengan terus menjaga
dan meningkatkan keunggulan operasional dan efisiensi berkelanjutan.
Walaupun kondisi bisnis tidak sebaik tahun 2022 dengan indeks harga acuan
batu bara yang turun signifikan, Perseroan dapat mempertahankan
pencapaian kinerja yang positif. Perseroan membukukan pendapatan
konsolidasian pada tahun 2023 sebesar Rp128,6 triliun atau naik 4% dari
Rp123,6 triliun pada tahun 2022.
Beban pokok pendapatan pada tahun 2023 sebesar Rp92,8 triliun atau naik
4% dari Rp88,8 triliun dan menghasilkan laba bruto sebesar Rp35,8 triliun,
naik 3% dari Rp34,8 triliun pada tahun 2022. Perseroan memperoleh laba
tahun berjalan tercatat pada tahun 2023 sebesar Rp22,1 triliun, sedikit turun
sebesar 4% dari Rp23,0 triliun pada tahun 2022. Laba tahun berjalan yang
diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp20,6 triliun, sedikit
turun sebesar 2% dari Rp21,0 triliun pada tahun 2022 dikarenakan adanya
kenaikan biaya keuangan dan kerugian nilai tukar mata uang asing.
Tren penurunan harga komoditas menyebabkan pasar alat berat menyusut
akibat pelanggan menunda atau bahkan membatalkan investasi pembelian
alat berat untuk menjaga profitabilitas dan keberlangsungan usaha.
Di tengah desakan isu ESG, Perseroan mencermati dan mempelajari arah
perubahan teknologi.
Perseroan bersama mitra principal alat berat terus berkolaborasi
mengembangkan produk-produk inovatif berteknologi ramah lingkungan
untuk ikut andil dalam gerakan bersama mengurangi emisi gas rumah kaca
dan menciptakan ekosistem yang positif bagi masyarakat Indonesia.
Page 52
48
Tabel di bawah menunjukkan posisi penjualan alat berat Perseroan dalam
pasar.
31-Dec-19 31-Dec-20 31-Dec-21 31-Dec-22 31-Dec-23
Penjualan alat berat UT 2.926 1.564 3.088 5.753 5.270
Total pasar peralatan berat Indonesia 9.754 5.393 14.705 20.546 18.123
Market share 30,00% 29,00% 21,00% 28,00% 29,08%
Berdasarkan data manajemen di atas, selama rata-rata 5 tahun kontribusi
Perseroan pada total penjualan alat berat di Indonesia sebesar 27,42%.
II.9.4 Alasan dan Latar Belakang Rencana Transaksi
Alasan dilakukannya transaksi pinjam meminjam dana antara Perseroan dan
ASF adalah untuk mendukung kegiatan operasional Perseroan, di mana ASF
sebagai penerima pinjaman akan menggunakan dana yang dipinjam untuk
pembiayaan pembelian alat-alat berat dari konsumen Perseroan. Hal ini
dilakukan agar pembiayaan atau program ini menarik bagi konsumen.
Rencana Transaksi dilakukan untuk mendukung penjualan alat berat
Perseroan pada tahun 2024 khususnya penjualan alat berat produk Komatsu
tipe PC135, D85, PC200-M0, Bomag tipe BW212, UD Truck tipe CWE37064 dan
Scania tipe P410.
Dana yang diperoleh akan digunakan oleh ASF untuk membiayai penjualan
alat berat Perseroan kepada konsumen dengan tingkat suku bunga yang
kompetitif. Dengan pembiayaan ini diharapkan dapat meningkatkan dan
mempertahankan pangsa pasar alat berat Perseroan di tengah kompetisi yang
sangat ketat.
II.9.5 Keuntungan dan Kerugian atas Dilakukannya Rencana Transaksi
Keuntungan Rencana Transaksi adalah:
• Untuk mengantisipasi peningkatan kompetisi karena banyaknya supply
alat berat dari pasar global, sekaligus mengubah strategi penjualan.
Melalui Rencana Transaksi, Perseroan bekerjasama dengan ASF untuk
menyediakan kemudahan dalam pembiayaan alat berat dengan tingkat
bunga yang lebih kompetitif. Hal ini perlu dilakukan karena hampir
sebagian besar dari penjualan alat berat didanai oleh perbankan atau
lembaga pembiayaan (leasing).
Dengan tingkat suku bunga yang kompetitif, akan memberikan kemudahan
pembiayaan bagi pelanggan Perseroan dalam pembelian alat berat
sehingga diharapkan dapat meningkatkan pangsa pasar serta penjualan
alat berat produk Komatsu tipe PC135, D85, PC200-M0, Bomag tipe BW212,
UD Truck tipe CWE37064 dan Scania tipe P410.
Page 53
49
• Melalui program fasilitas pembiayaan yang kompetitif yang dapat
ditawarkan oleh ASF karena adanya Rencana Transaksi dan dikombinasikan
dengan program pemasaran lainnya diharapkan Perseroan akan mampu
mempertahankan pangsa pasar dan diharapkan akan mengalami
peningkatan kedepannya.
Kerugian Rencana Transaksi adalah:
• Saldo kas Perseroan akan mengalami penurunan;
• Likuiditas Perseroan akan mengalami penurunan walaupun tidak
signifikan.
II.9.6 Analisis Dampak Leverage pada Keuangan
Dengan membandingkan analisis rasio keuangan antara Laporan Keuangan
Perseroan per 31 Desember 2023 dengan proforma keuangan Perseroan per
31 Desember 2023, diperoleh bahwa tidak terdapat dampak pada leverage
Perseroan dalam Rencana Transaksi ini. Hal ini disebabkan oleh dana yang
digunakan Perseroan untuk memberikan pinjaman merupakan dana internal
Perseroan, bukan melalui pinjaman.
Analisis rasio Sebelum Sesudah Selisih
Rasio solvabilitas
Debt to equity ratio 0,22 0,22 0,00%
Long term debt to equity ratio 0,21 0,21 0,00%
Debt to total assets ratio 0,12 0,12 0,00%
Rasio utang terhadap ekuitas Perseroan selama 5 tahun terakhir
dibandingkan dengan rasio utang terhadap ekuitas metals & mining selama 5
tahun terakhir yang diperoleh dari data Damodaran. Hasil analisis adalah
sebagai berikut:
Debt to equity ratio
Periode
Industri UT
2019 58,64% 23,06%
2020 45,93% 19,77%
2021 29,91% 12,79%
2022 33,93% 3,35%
2023 35,00% 22,46%
Minimum 29,91% 3,35%
Maksimum 58,64% 23,06%
Median 35,00% 19,77%
Rata-rata 40,68% 16,29%
Page 54
50
Dari tabel di atas diperoleh rata-rata debt to equity ratio Perseroan selama
5 tahun terakhir adalah sebesar 16,29% dan per 31 Desember 2023 adalah
sebesar 22,46%. Berdasarkan data Damodaran untuk industri logam dan
tambang untuk negara berkembang rata-rata rasio utang terhadap ekuitas
selama 5 tahun terakhir adalah sebesar 40,68% dan per 31 Desember 2023
adalah sebesar 35,00%.
Maka dapat disimpulkan bahwa dalam 5 tahun terakhir dan per
31 Desember 2023, posisi leverage Perseroan masih lebih baik dibandingkan
industri. Selain itu Rencana Transaksi tidak mempengaruhi leverage
Perseroan karena dana yang digunakan merupakan dana internal Perseroan.
II.9.7 Analisis Dampak Likuiditas
Penyaluran dana pinjaman oleh Perseroan dilakukan apabila terdapat
transaksi penjualan alat berat Perseroan yang membutuhkan fasilitas
pembiayaan dari ASF. Sehingga jika tidak terjadi penjualan alat berat maka
dana pinjaman tidak disalurkan oleh Pemberi Pinjaman.
II.9.8 Analisis Dampak Keuangan jika Projek yang Dibiayai Mengalami Kegagalan
Penyaluran dana dalam transaksi pinjam meminjam dana antara Perseroan
dan ASF disesuaikan dengan pencapaian target penjualan. Sehingga jika
mengalami kegagalan, atau dalam kasus ini tidak terjadi penjualan alat
berat, maka dana pinjaman tidak disalurkan oleh pemberi pinjaman.
Sementara untuk dana yang telah disalurkan namun konsumen mengalami
gagal bayar, maka Perseroan akan memperoleh dukungan dari ASF untuk
melakukan penagihannya. Dengan demikian risiko kegagalan ini dapat
diminimalisasi.
Page 55
51
II.10 Analisis Kuantitatif atas Rencana Transaksi
II.10.1 Penilaian Kinerja Historis
Berdasarkan data Laporan Keuangan Auditan Perseroan per
31 Desember 2019 sampai dengan per 31 Desember 2023 yang kami peroleh
dari manajemen Perseroan, kondisi keuangan Perseroan adalah sebagai
berikut:
Laporan Posisi Keuangan
Dinyatakan dalam jutaan Rupiah
Audit Audit Audit Audit Audit
Keterangan
31-Dec-19 31-Dec-20 31-Dec-21 31-Dec-22 31-Dec-23
Aset
Aset lancar
Jumlah aset lancar 50.826.955 44.195.782 60.604.068 78.930.048 62.667.105
Aset tidak lancar
Jumlah aset tidak lancar 60.886.420 55.605.181 51.957.288 61.548.172 91.361.143
Jumlah aset 111.713.375 99.800.963 112.561.356 140.478.220 154.028.248
Liabilitas
Liabilitas jangka pendek
Jumlah liabilitas jangka pendek 32.585.529 20.943.824 30.489.218 42.037.402 43.038.299
Liabilitas jangka panjang
Jumlah liabilitas jangka panjang 18.017.772 15.709.999 10.249.381 8.926.993 26.954.386
Jumlah liabilitas 50.603.301 36.653.823 40.738.599 50.964.395 69.992.685
Ekuitas
Jumlah ekuitas 61.110.074 63.147.140 71.822.757 89.513.825 84.035.563
Jumlah liabilitas & ekuitas 111.713.375 99.800.963 112.561.356 140.478.220 154.028.248
Jumlah aset Perseroan sejak tahun 2019 sampai dengan tahun 2023
mengalami peningkatan rata-rata tahunan Compound Annual Growth Rate
(“CAGR”) sebesar 8,36%.
Jumlah liabilitas Perseroan sejak tahun 2019 sampai dengan tahun 2023
mengalami penurunan rata-rata tahunan CAGR sebesar 8,45%.
Jumlah ekuitas Perseroan sejak tahun 2019 sampai dengan tahun 2023
mengalami peningkatan rata-rata tahunan CAGR sebesar 8,29%.
Page 56
52
Laporan Laba Rugi
Dinyatakan dalam jutaan Rupiah
Audit Audit Audit Audit Audit
Keterangan
31-Dec-19 31-Dec-20 31-Dec-21 31-Dec-22 31-Dec-23
Pendapatan bersih 84.430.478 60.346.784 79.460.503 123.607.460 128.583.264
Beban pokok pendapatan (63.199.825) (47.357.491) (59.795.542) (88.848.772) (92.797.027)
Laba bruto 21.230.653 12.989.293 19.664.961 34.758.688 35.786.237
Beban penjualan (1.039.971) (1.342.063) (1.125.733) (1.064.580) (1.321.419)
Beban umum & administrasi (3.585.671) (3.353.253) (3.663.613) (4.561.392) (4.741.675)
Penghasilan lain-lain 501.446 560.219 0 0 0
Beban lain-lain (312.886) (1.384.254) (980.291) (560.803) (885.424)
Penghasilan keuangan 616.712 758.513 871.973 998.148 1.126.994
Biaya keuangan (2.333.765) (1.539.907) (754.155) (759.935) (1.879.411)
Bagian atas laba bersih entitas
asosiasi & ventura bersama 400.367 322.638 449.108 635.915 635.038
Laba sebelum pajak penghasilan 15.476.885 7.011.186 14.462.250 29.446.041 28.720.340
Beban pajak penghasilan (4.342.244) (1.378.761) (3.853.983) (6.452.368) (6.590.244)
Laba tahun berjalan 11.134.641 5.632.425 10.608.267 22.993.673 22.130.096
Jumlah pendapatan Perseroan sejak tahun 2019 sampai dengan tahun 2023
mengalami peningkatan rata-rata tahunan CAGR sebesar 11,09%.
Jumlah laba bruto Perseroan sejak tahun 2019 sampai dengan tahun 2023
mengalami peningkatan rata-rata tahunan CAGR sebesar 13,94%.
Jumlah laba tahun berjalan Perseroan sejak tahun 2019 sampai dengan tahun
2023 mengalami peningkatan rata-rata tahunan CAGR sebesar 18,73%.
Laporan Arus Kas
Dinyatakan dalam jutaan Rupiah
Audit Audit Audit Audit Audit
Keterangan
31-Dec-19 31-Dec-20 31-Dec-21 31-Dec-22 31-Dec-23
Arus kas dari aktivitas operasi
Kas bersih diperoleh dari
aktivitas operasi 9.435.985 18.557.088 23.284.854 32.891.585 26.346.848
Arus kas dari aktivitas investasi
Kas bersih yang digunakan untuk
aktivitas investasi (9.757.541) (2.594.328) (3.158.997) (10.401.292) (33.439.773)
Arus kas dari aktivitas pendanaan
Kas bersih yang digunakan untuk
aktivitas pendanaan (830.690) (7.834.254) (7.419.838) (18.653.279) (12.230.036)
Kenaikan / (penurunan) bersih
kas & setara kas (1.152.246) 8.128.506 12.706.019 3.837.014 (19.322.961)
Kas dan setara kas pada awal tahun 13.438.175 12.090.661 20.498.574 33.321.741 38.281.513
Dampak perubahan selisih kurs
terhadap kas dan setara kas (195.268) 279.407 117.148 1.122.758 (361.943)
Kas dan setara kas pada akhir tahun 12.090.661 20.498.574 33.321.741 38.281.513 18.596.609
Sejak tahun 2019 sampai dengan tahun 2023 aktivitas operasi Perseroan
secara keseluruhan mampu untuk memenuhi kebutuhan kegiatan investasi
dan memenuhi pembayaran pinjaman dalam kegiatan pendanaan.
Page 57
53
Analisis Rasio
Analisis rasio 31-Dec-19 31-Dec-20 31-Dec-21 31-Dec-22 31-Dec-23
Rasio likuditas
Rasio lancar 1,56 2,11 1,99 1,88 1,46
Rasio cepat 1,22 1,73 1,68 1,51 1,06
Rasio kas 0,37 0,98 1,09 0,91 0,43
Rasio solvabilitas
Debt to equity ratio 0,23 0,20 0,13 0,03 0,22
Long term debt to equity ratio 0,17 0,13 0,04 0,01 0,21
Debt to total assets ratio 0,13 0,13 0,08 0,02 0,12
Rasio profitabilitas
Gross profit margin 25,15% 21,52% 24,75% 28,12% 27,83%
Net profit margin 13,40% 9,95% 12,94% 16,99% 16,03%
Rasio Likuiditas
Sejak 31 Desember 2019 sampai dengan 31 Desember 2023, rasio lancar
berada di kisaran 1,46x sampai dengan 2,11x. Rasio cepat berada di kisaran
1,06x sampai dengan 1,73x. Rasio kas berada di kisaran 0,37x sampai dengan
1,09x.
Secara keseluruhan, aset lancar Perseroan mampu memenuhi kewajiban
jangka pendeknya, karena rasio likuiditas secara keseluruhan berada
di atas 1.
Rasio Solvabilitas
Debt to equity ratio mengalami penurunan dari 0,23 pada tahun 2019
menjadi 0,22 pada tahun 2023. Long term debt to equity ratio mengalami
peningkatan dari 0,17 pada tahun 2019 menjadi 0,21 pada tahun 2023.
Debt to total assets ratio mengalami penurunan dari 0,13 pada tahun 2019
menjadi 0,12 pada tahun 2023.
Rasio Profitabilitas
Gross profit margin mengalami peningkatan dari 25,15% pada tahun 2019
menjadi 27,83% pada tahun 2023. Net profit margin mengalami peningkatan
dari 13,40% pada tahun 2019 menjadi 16,03% pada tahun 2023.
II.10.2 Analisis Keuangan Sebelum dan Sesudah Rencana Transaksi
Asumsi yang digunakan dalam perhitungan pengaruh Rencana Transaksi
adalah sebagai berikut:
• Rencana Transaksi akan dilaksanakan sebelum 30 Juni 2024;
• Sumber dana Perseroan untuk memberikan pinjaman adalah dana internal;
• Jumlah fasilitas pinjaman yang akan digunakan adalah sebesar
Rp150.743.000.000,-;
Page 58
54
• Akun kas dan setara kas akan disesuaikan sehubungan dengan Rencana
Transaksi;
• Akun piutang non usaha akan disesuaikan sehubungan dengan Rencana
Transaksi.
Pengaruh Rencana Transaksi terhadap posisi keuangan dan kinerja Perseroan
adalah sebagai berikut:
Proforma Posisi Keuangan
Dinyatakan dalam jutaan Rupiah
Keterangan Sebelum Penyesuaian Sesudah
Aset
Aset lancar
Kas & setara kas 18.596.609 (150.743) 18.445.866
Jumlah aset lancar 62.667.105 (150.743) 62.516.362
Aset tidak lancar
Piutang non usaha 3.179.414 150.743 3.330.157
Pihak ketiga 311.702 311.702
Pihak berelasi 2.867.712 150.743 3.018.455
Jumlah aset tidak lancar 91.361.143 150.743 91.511.886
Jumlah aset 154.028.248 0 154.028.248
Liabilitas
Liabilitas jangka pendek
Jumlah liabilitas jangka pendek 43.038.299 0 43.038.299
Liabilitas jangka panjang
Jumlah liabilitas jangka panjang 26.954.386 0 26.954.386
Jumlah liabilitas 69.992.685 0 69.992.685
Ekuitas
Jumlah ekuitas 84.035.563 0 84.035.563
Jumlah liabilitas & ekuitas 154.028.248 0 154.028.248
Page 59
55
Proforma posisi keuangan mengenai pengaruh Rencana Transaksi
menunjukkan adanya perbedaan antara sebelum dan sesudah Rencana
Transaksi pada tanggal 31 Desember 2023 yang disebabkan oleh:
• Proforma jumlah aset lancar Perseroan berkurang sebesar
Rp150.743.000.000,- yang berasal dari pengurangan akun kas dan setara
kas sebagai akibat dari Rencana Transaksi;
• Proforma jumlah aset tidak lancar Perseroan bertambah sebesar
Rp150.743.000.000,- yang berasal dari penambahan akun piutang non
usaha pihak berelasi sebagai akibat dari Rencana Transaksi.
Proforma Laba Rugi
Dinyatakan dalam jutaan Rupiah
Keterangan Sebelum Penyesuaian Sesudah
Pendapatan bersih 128.583.264 128.583.264
Beban pokok pendapatan (92.797.027) (92.797.027)
Laba bruto 35.786.237 0 35.786.237
Beban penjualan (1.321.419) (1.321.419)
Beban umum & administrasi (4.741.675) (4.741.675)
Kerugian penurunan nilai
properti pertambangan 0
Penghasilan lain-lain 0 0
Beban lain-lain (885.424) (885.424)
Penghasilan keuangan 1.126.994 1.126.994
Biaya keuangan (1.879.411) (1.879.411)
Bagian atas laba bersih entitas
asosiasi & ventura bersama 635.038 635.038
Laba sebelum pajak penghasilan 28.720.340 0 28.720.340
Beban pajak penghasilan (6.590.244) (6.590.244)
Laba tahun berjalan 22.130.096 0 22.130.096
Laba setelah pajak yang
di atribusikan kepada:
Pemilik entitas induk 20.611.775 20.611.775
Kepentingan non pengendali 1.518.321 1.518.321
Proforma laba rugi mengenai pengaruh Rencana Transaksi menunjukkan
tidak terdapat perbedaan antara sebelum dan sesudah Rencana Transaksi
pada tanggal 31 Desember 2023.
Page 60
56
Proforma Arus Kas
Dinyatakan dalam jutaan Rupiah
Keterangan Sebelum Penyesuaian Sesudah
Arus kas dari aktivitas operasi
Kas bersih yang diperoleh
dari aktivitas operasi 26.346.848 0 26.346.848
Arus kas dari aktivitas investasi
Penambahan pinjaman kepada
pihak ketiga (430.109) (150.743) (580.852)
Kas bersih yang digunakan
untuk aktivitas investasi (33.439.773) (150.743) (33.590.516)
Arus kas dari aktivitas pendanaan
Kas bersih yang digunakan
untuk aktivitas pendanaan (12.230.036) 0 (12.230.036)
Kenaikan / (penurunan) bersih
kas & setara kas (19.322.961) (150.743) (19.473.704)
Kas dan setara kas pada awal tahun 38.281.513 38.281.513
Dampak perubahan selisih kurs
terhadap kas dan setara kas (361.943) (361.943)
Kas dan setara kas pada akhir tahun 18.596.609 (150.743) 18.445.866
Proforma arus kas mengenai pengaruh Rencana Transaksi menunjukkan
adanya perbedaan antara sebelum dan sesudah Rencana Transaksi pada
tanggal 31 Desember 2023 yang disebabkan oleh Rp150.743.000.000,- yang
berasal dari pengurangan akun kas dan setara kas sebagai akibat dari
Rencana Transaksi.
Page 61
57
II.10.3 Analisis Rasio Keuangan Sebelum dan Sesudah Rencana Transaksi
Analisis rasio Sebelum Sesudah Selisih
Rasio likuditas
Rasio lancar 1,46 1,45 -0,24%
Rasio cepat 1,06 1,05 -0,33%
Rasio kas 0,43 0,43 -0,81%
Rasio solvabilitas
Debt to equity ratio 0,22 0,22 0,00%
Long term debt to equity ratio 0,21 0,21 0,00%
Debt to total assets ratio 0,12 0,12 0,00%
Rasio profitabilitas
Gross profit margin 27,83% 27,83% 0,00%
Net profit margin 16,03% 16,03% 0,00%
Analisis pengaruh transaksi pinjam meminjam dana terhadap keuangan
Perseroan menunjukkan bahwa terdapat perbedaan dalam rasio likuiditas
antara sebelum dan sesudah transaksi. Berdasarkan proforma posisi
keuangan per 31 Desember 2023 yang diperoleh dari manajemen Perseroan,
perbedaan ini muncul akibat dari sumber dana yang digunakan Perseroan
untuk membiayai transaksi pinjam meminjam dana merupakan dana internal
Perseroan.
Dengan membandingkan analisis rasio keuangan antara Laporan Keuangan
Perseroan per 31 Desember 2023 dengan proforma keuangan Perseroan per
31 Desember 2023, diperoleh bahwa rasio likuiditas mengalami perubahan
dengan jumlah yang tidak signifikan. Sedangkan rasio solvabilitas dan rasio
profitabilitas tidak mengalami perubahan.
II.10.4 Penilaian atas Proyeksi Penjualan
Dalam memberikan pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi, Penilai
tidak menggunakan data proyeksi keuangan dari manajemen Perseroan,
namun data yang digunakan adalah proyeksi tambahan penjualan alat berat
dari penyaluran pinjaman yang diperoleh dari manajemen Perseroan. Kami
telah melakukan penelaahan atas kewajaran pencapaian target penjualan
dan tingkat keuntungan yang wajar.
Selama 5 tahun terakhir rata-rata net profit margin Perseroan adalah sebesar
13,86%. Tambahan penjualan alat berat sebesar Rp150.743.000.000,-
diasumsikan Perseroan akan mendapat tambahan laba tahun berjalan
sebesar 10%.
Page 62
58
II.10.5 Analisis Kemampuan Penerima Pinjaman untuk Melunasi Rencana
Transaksi
Performa keuangan ASF selama lima tahun terakhir secara CAGR
menunjukkan bahwa ASF dalam kondisi keuangan yang sedang mengalami
peningkatan. Performa keuangan ASF tahun 2019 sedang menunjukkan
penguatan yang disebabkan oleh momentum pemulihan komoditas batu bara
sejak tahun 2016 dan masih menunjukkan pergerakan harga yang dinamis
walaupun tetap bertahan di tren positif serta masifnya proyek pembangunan
infrastruktur oleh pemerintah akan mempengaruhi industri alat berat.
Namun pada 2020 ASF mengalami penurunan performa keuangan yang
disebabkan oleh pandemi Covid-19. Pada tahun 2021 performa ASF mulai
menunjukkan pemulihan hingga tahun 2023 performa ASF sudah melebihi
performa sebelum pandemi terjadi serta diharapkan pembayaran pinjaman
pada saat jatuh tempo dapat dipenuhi.
Berdasarkan data Laporan Keuangan Auditan, kondisi keuangan ASF adalah
sebagai berikut:
Laporan Posisi Keuangan
Dinyatakan dalam jutaan Rupiah
Audit Audit Audit Audit Audit
Keterangan
31-Dec-19 31-Dec-20 31-Dec-21 31-Dec-22 31-Dec-23
Aset
Jumlah aset 31.985.000 31.436.000 32.620.000 37.336.000 39.851.000
Liabilitas
Jumlah liabilitas 24.959.000 24.535.000 24.857.000 28.684.000 30.478.000
Ekuitas
Jumlah ekuitas 7.026.000 6.901.000 7.763.000 8.652.000 9.373.000
Jumlah liabilitas & ekuitas 31.985.000 31.436.000 32.620.000 37.336.000 39.851.000
Jumlah aset ASF sejak tahun 2019 sampai dengan tahun 2023 mengalami
peningkatan rata-rata tahunan CAGR sebesar 5,65%.
Jumlah liabilitas ASF sejak tahun 2019 sampai dengan tahun 2023 mengalami
peningkatan rata-rata tahunan CAGR sebesar 5,40%.
Jumlah ekuitas ASF sejak tahun 2019 sampai dengan tahun 2023 mengalami
peningkatan rata-rata tahunan CAGR sebesar 7,47%.
Page 63
59
Laporan Laba Rugi
Dinyatakan dalam jutaan Rupiah
Audit Audit Audit Audit Audit
Keterangan
31-Dec-19 31-Dec-20 31-Dec-21 31-Dec-22 31-Dec-23
Pendapatan
Pembiayaan konsumen 4.300.000 4.597.000 4.498.000 4.944.000 5.487.000
Marjin murabahah 504.000 415.000 335.000 251.000 201.000
Sewa pembiayaan 387.000 314.000 293.000 402.000 508.000
Pembiayaan anjak piutang 1.000 3.000 8.000 17.000 57.000
Bagi hasil musyarakah 0 3.000 7.000 3.000 2.000
Bunga bank 17.000 25.000 15.000 15.000 17.000
Lain-lain 420.000 387.000 399.000 399.000 364.000
Jumlah pendapatan - bersih 5.629.000 5.744.000 5.555.000 6.031.000 6.636.000
Beban
Beban bunga dan keuangan (1.955.000) (1.891.000) (1.601.000) (1.533.000) (1.845.000)
Beban usaha (1.089.000) (1.027.000) (1.031.000) (1.083.000) (1.274.000)
Beban pajak final (3.000) (5.000) (3.000) (3.000) (3.000)
Penyisihan/(pemulihan) kerugian
penurunan nilai (896.000) (1.873.000) (1.471.000) (1.545.000) (1.128.000)
Penyisihan/(pemulihan) kerugian
penurunan nilai lainnya (24.000) (41.000) (46.000) 16.000 (30.000)
Jumlah beban (3.967.000) (4.837.000) (4.152.000) (4.148.000) (4.280.000)
Laba sebelum bagian laba bersih
entitas asosiasi & pajak penghasilan 1.662.000 907.000 1.403.000 1.883.000 2.356.000
Bagian laba bersih entitas asosiasi 38.000 29.000 37.000 40.000 40.000
Laba sebelum pajak penghasilan 1.700.000 936.000 1.440.000 1.923.000 2.396.000
Beban pajak penghasilan (414.000) (218.000) (319.000) (423.000) (530.000)
Laba bersih tahun berjalan 1.286.000 718.000 1.121.000 1.500.000 1.866.000
Jumlah pendapatan ASF sejak tahun 2019 sampai dengan tahun 2023
mengalami peningkatan rata-rata tahunan CAGR sebesar 4,20%.
Jumlah laba tahun berjalan ASF sejak tahun 2019 sampai dengan tahun 2023
mengalami peningkatan rata-rata tahunan CAGR sebesar 9,75%.
Page 64
60
Laporan Arus Kas
Dinyatakan dalam jutaan Rupiah
Audit Audit Audit Audit Audit
Keterangan
31-Dec-19 31-Dec-20 31-Dec-21 31-Dec-22 31-Dec-23
Arus kas dari aktivitas operasi
Arus kas bersih yang digunakan
untuk aktivitas operasi 1.727.000 1.422.000 (146.000) (2.619.000) (1.817.000)
Arus kas dari aktivitas investasi
Arus kas bersih yang digunakan
untuk aktivitas investasi (44.000) (47.000) (53.000) (59.000) (82.000)
Arus kas dari aktivitas pendanaan
Arus kas bersih yang diperoleh
dari aktivitas pendanaan (1.303.000) (1.160.000) 235.000 2.615.000 2.074.000
Kenaikan/(penurunan) bersih
kas & setara kas 380.000 215.000 36.000 (63.000) 175.000
Kas & setara kas awal tahun 147.000 527.000 742.000 778.000 715.000
Kas & setara kas akhir tahun 527.000 742.000 778.000 715.000 890.000
Sejak tahun 2019 sampai dengan tahun 2023 aktivitas operasi ASF secara
keseluruhan tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan kegiatan investasi dan
memenuhi pembayaran pinjaman dalam kegiatan pendanaan.
Analisis Rasio
Analisis rasio 31-Dec-19 31-Dec-20 31-Dec-21 31-Dec-22 31-Dec-23
Rasio solvabilitas
Debt to equity ratio 3,55 3,56 3,20 3,32 3,25
Debt to total assets ratio 0,78 0,78 0,76 0,77 0,76
Rasio profitabilitas
Net profit margin 22,85% 12,50% 20,18% 24,87% 28,12%
Rasio Solvabilitas
Debt to equity ratio mengalami penurunan dari 3,55 pada tahun 2019
menjadi 3,25 pada tahun 2023. Debt to total assets ratio mengalami
penurunan dari 0,78 pada tahun 2019 menjadi 0,76 pada tahun 2023.
Selama tahun 2019 sampai 2023, porsi utang secara keseluruhan mengalami
penurunan.
Rasio Profitabilitas
Net profit margin mengalami peningkatan dari 22,85% pada tahun 2019
menjadi 28,12% pada tahun 2023.
Page 65
61
II.10.6 Analisis Cash Management dan Financial Covenant dari Rencana Transaksi
Jumlah fasilitas pinjaman yang akan digunakan dalam Rencana Transaksi
adalah sebesar Rp150.743.000.000,-. Untuk memenuhi pinjaman tersebut
Perseroan akan menggunakan dana internalnya. Saldo kas yang tersedia di
Perseroan per 31 Desember 2023 adalah sebesar Rp18.596.609.000.000,-.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa keuangan Perseroan tidak akan terganggu
karena jika mengacu kepada rasio likuiditas yang terdapat pada tabel bab
II.10.3, perbedaan yang muncul tidaklah signifikan.
Dalam Perjanjian Pinjaman Pasal 17.1 diatur mengenai financial covenant
yang harus dipenuhi ASF kepada Perseroan yaitu ASF sebagai penerima
pinjaman wajib untuk menyerahkan laporan keuangan kepada Perseroan
sebagai pemberi pinjaman.
II.10.7 Analisis Inkremental
Alasan dilakukannya transaksi pinjam meminjam dana antara Perseroan dan
ASF adalah untuk mendukung kegiatan operasional Perseroan, dimana ASF
sebagai penerima pinjaman akan menggunakan dana yang dipinjam untuk
pembiayaan pembelian alat-alat berat dari konsumen Perseroan. Hal ini
dilakukan agar pembiayaan atau program ini menarik bagi konsumen.
Berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan, target penjualan alat
berat sebagai berikut:
Periode Produk Kuantitas Harga/unit Penjualan Target net profit
Jul-24 BW212 0 1.164 0 0
D85 0 3.780 0 0
PC135 1 1.360 1.360 136
PC200 - M0 1 1.543 1.543 154
CWE37064 0 1.776 0 0
P410 0 2.806 0 0
Jumlah 2 2.904 290
Aug-24 BW212 0 1.164 0 0
D85 0 3.780 0 0
PC135 1 1.360 1.360 136
PC200 - M0 3 1.543 4.630 463
CWE37064 0 1.776 0 0
P410 1 2.806 2.806 281
Jumlah 5 8.796 880
Page 66
62
Periode Produk Kuantitas Harga/unit Penjualan Target net profit
Sep-24 BW212 0 1.164 0 0
D85 0 3.780 0 0
PC135 0 1.360 0 0
PC200 - M0 1 1.543 1.543 154
CWE37064 0 1.776 0 0
P410 1 2.806 2.806 281
Jumlah 2 4.349 435
Oct-24 BW212 0 1.164 0 0
D85 0 3.780 0 0
PC135 0 1.360 0 0
PC200 - M0 2 1.543 3.087 309
CWE37064 0 1.776 0 0
P410 1 2.806 2.806 281
Jumlah 3 5.892 589
Nov-24 BW212 0 1.164 0 0
D85 0 3.780 0 0
PC135 3 1.360 4.081 408
PC200 - M0 5 1.543 7.717 772
CWE37064 0 1.776 0 0
P410 1 2.806 2.806 281
Jumlah 9 14.604 1.460
Dec-24 BW212 0 1.164 0 0
D85 0 3.780 0 0
PC135 2 1.360 2.721 272
PC200 - M0 3 1.543 4.630 463
CWE37064 1 1.776 1.776 178
P410 1 2.806 2.806 281
Jumlah 7 11.932 1.193
Jan-25 BW212 0 1.164 0 0
D85 0 3.780 0 0
PC135 2 1.360 2.721 272
PC200 - M0 2 1.543 3.087 309
CWE37064 0 1.776 0 0
P410 1 2.806 2.806 281
Jumlah 5 8.613 861
Page 67
63
Periode Produk Kuantitas Harga/unit Penjualan Target net profit
Feb-25 BW212 0 1.164 0 0
D85 0 3.780 0 0
PC135 5 1.360 6.802 680
PC200 - M0 3 1.543 4.630 463
CWE37064 0 1.776 0 0
P410 1 2.806 2.806 281
Jumlah 9 14.237 1.424
Mar-25 BW212 0 1.164 0 0
D85 0 3.780 0 0
PC135 4 1.360 5.441 544
PC200 - M0 3 1.543 4.630 463
CWE37064 0 1.776 0 0
P410 1 2.806 2.806 281
Jumlah 8 12.877 1.288
Apr-25 BW212 0 1.164 0 0
D85 1 3.780 3.780 378
PC135 8 1.360 10.883 1.088
PC200 - M0 4 1.543 6.174 617
CWE37064 0 1.776 0 0
P410 2 2.806 5.611 561
Jumlah 15 26.448 2.645
May-25 BW212 0 1.164 0 0
D85 1 3.780 3.780 378
PC135 3 1.360 4.081 408
PC200 - M0 3 1.543 4.630 463
CWE37064 0 1.776 0 0
P410 2 2.806 5.611 561
Jumlah 9 18.103 1.810
Jun-25 BW212 1 1.164 1.164 116
D85 1 3.780 3.780 378
PC135 5 1.360 6.802 680
PC200 - M0 3 1.543 4.630 463
CWE37064 0 1.776 0 0
P410 2 2.806 5.611 561
Jumlah 12 21.988 2.199
Jumlah 86 150.743 15.074
Page 68
64 Untuk produk Komatus tipe PC135, tipe D85, PC200-M0, Bomag tipe BW212, UD Truck tipe CWE37064 dan Scania tipe P410 diasumsikan Perseroan akan mendapat tambahan laba tahun berjalan sebesar 10% dan mendapatkan tambahan pendapatan bunga dari Rencana Transaksi dengan tingkat suku bunga sebesar 5% sampai dengan 6,75% per tahun yang akan dibayarkan setiap 3 bulanan. Berdasarkan hasil analisis, rata-rata tertimbang suku bunga Rencana Transaksi adalah sebesar 6,54%. Analisis inkremental dilakukan dengan cara membandingkan jumlah pendapatan yang diperoleh dari transaksi pinjam meminjam dana antara Perseroan dan ASF, dimana Perseroan akan mendapatkan pendapatan bunga serta tambahan laba dari penjualan alat berat, dengan jumlah pendapatan yang diperoleh apabila tidak melakukan transaksi pinjam meminjam dengan ASF. Apabila Perseroan tidak menyalurkan fasilitas dana kepada ASF untuk kebutuhan Rencana Transaksi, maka diasumsikan: • Perseroan dapat menyalurkan fasilitas dana untuk memperoleh pendapatan bunga dengan membeli MTN yang menggunakan tingkat suku bunga pasar; • Perseroan dapat menyalurkan fasilitas dana dengan tingkat suku bunga modal kerja Bank Indonesia sehingga dapat memperoleh pendapatan bunga. Akibat besaran suku bunga mengikuti tingkat suku bunga pasar sehingga penerima pinjaman tidak ada keharusan untuk menggunakan dana yang diterima untuk membeli produk dari Perseroan. Sehingga tidak ada penambahan dari penjualan alat berat. Hasil analisis adalah sebagai berikut: • Transaksi pinjam meminjam dana antara Perseroan dan ASF Dalam transaksi pinjam meminjam dana antara Perseroan dan ASF, selain pendapatan bunga Perseroan juga akan memperoleh tambahan laba dari penjualan alat beratnya. Hasil dari tambahan laba tahun berjalan akan didiskontokan untuk mendapatkan nilai kini. Tingkat diskonto yang digunakan adalah sebesar 12,24% yang diperoleh dengan menggunakan Metode Weighted Average Cost of Capital (WACC) dengan perhitungan sebagai berikut:
Page 69
65
Perhitungan Tingkat Diskonto
Weighted Average Cost of Capital (WACC)
Per 31 Desember 2023
Indikator Jumlah Sumber
Beta Unlevered beta 1,00 Damodaran Januari 2024
Debt to equity ratio 35,00% Damodaran Januari 2024
Pajak 22,00%
Levered beta 1,28
Biaya Ekuitas (Ke) Levered beta 1,28 Damodaran Januari 2024
Risk free rates 6,60% PHEI 29 Desember 2023 - SUN 10 th
Risk premium 7,38% Damodaran Januari 2024
Default spread 2,07% Damodaran Januari 2024
Biaya Ekuitas (Ke) 13,95%
Biaya Pinjaman (Kd) Pinjaman investasi 9,41% SEKI Bank Indonesia Desember 2023
Pajak 22,00%
Biaya Hutang (Kd) 7,34%
Tingkat diskonto Biaya ekuitas (Ke) 13,95%
Porsi ekuitas (We) 74,07%
Biaya hutang (Kd) 7,34%
Porsi utang (Wd) 25,93%
Tingkat Diskonto 12,24% (Ke x We) + (Kd x Wd)
Perhitungan nilai kini dari tambahan penjualan adalah sebagai berikut:
Dinyatakan dalam jutaan Rupiah
Perhitungan present value pendapatan laba, penjualan sesuai dengan target yg ditentukan
Tingkat Diskon Diskon Present
Periode Penjualan Laba bersih
diskonto periode faktor value
31-Dec-23
Jul-24 2.904 290 12,24% 2,33 0,93 271
Aug-24 8.796 880 12,24% 2,67 0,92 812
Sep-24 4.349 435 12,24% 3,00 0,91 397
Oct-24 5.892 589 12,24% 3,33 0,90 533
Nov-24 14.604 1.460 12,24% 3,67 0,90 1.308
Dec-24 11.932 1.193 12,24% 4,00 0,89 1.058
Jan-25 8.613 861 12,24% 4,33 0,88 756
Feb-25 14.237 1.424 12,24% 4,67 0,87 1.237
Mar-25 12.877 1.288 12,24% 5,00 0,86 1.108
Apr-25 26.448 2.645 12,24% 5,33 0,85 2.252
May-25 18.103 1.810 12,24% 5,67 0,84 1.526
Jun-25 21.988 2.199 12,24% 6,00 0,83 1.835
Jumlah 150.743 15.074 13.092
Nilai kini dari tambahan laba tahun berjalan adalah sebesar
Rp13.092.000.000,-.
Page 70
66
Pendapatan bunga yang diperoleh dari transaksi pinjam meminjam dana
antara Perseroan dan ASF adalah sebagai berikut:
Dinyatakan dalam jutaan Rupiah
Pendapatan bunga
Periode
Rencana Transaksi
Jul-24 307
Aug-24 905
Sep-24 453
Oct-24 603
Nov-24 1.430
Dec-24 1.184
Jan-25 866
Feb-25 1.383
Mar-25 1.210
Apr-25 2.498
May-25 1.753
Jun-25 2.058
Jumlah pendapatan bunga 14.650
Jumlah pendapatan bunga adalah sebesar Rp14.650.000.000,-.
Jumlah pendapatan yang diperoleh Perseroan dari transaksi pinjam
meminjam dana antara Perseroan dan ASF adalah sebagai berikut:
Dinyatakan dalam jutaan Rupiah
Pendapatan bunga
Periode
Rencana Transaksi
Jul-24 307
Aug-24 905
Sep-24 453
Oct-24 603
Nov-24 1.430
Dec-24 1.184
Jan-25 866
Feb-25 1.383
Mar-25 1.210
Apr-25 2.498
May-25 1.753
Jun-25 2.058
Jumlah pendapatan bunga 14.650
Nilai kini dari tambahan penjualan
alat berat 13.092
Jumlah pendapatan bunga dan
tambahan penjualan alat berat 27.742
Jumlah pendapatan adalah sebesar Rp27.742.000.000,-.
Page 71
67
• Pendapatan bunga dengan tingkat suku bunga pasar
Berdasarkan penelitian terbatas yang kami lakukan terhadap tingkat suku
bunga MTN yang diterbitkan pada tahun 2022 dan 2023 dengan tenor
4 sampai dengan 5 tahun dengan pembayaran bunga setiap 3 bulanan,
diperoleh bahwa tingkat suku bunga MTN adalah minimal 6,95%, maksimal
11,65%, median 10,13% dan rata-rata 10,02%. Kami menyimpulkan bahwa
rata-rata tingkat suku bunga MTN sebagai tingkat suku bunga pasar. Hasil
perhitungan pendapatan bunga dengan tingkat suku bunga pasar adalah
sebagai berikut:
Dinyatakan dalam jutaan Rupiah
Pendapatan bunga
Periode
Suku Bunga Pasar
Jul-24 464
Aug-24 1.396
Sep-24 685
Oct-24 921
Nov-24 2.267
Dec-24 1.839
Jan-25 1.317
Feb-25 2.162
Mar-25 1.941
Apr-25 3.957
May-25 2.688
Jun-25 3.241
Jumlah pendapatan bunga 22.878
Jumlah pendapatan adalah sebesar Rp22.878.000.000,-.
Page 72
68
• Pendapatan bunga dengan tingkat suku bunga pinjaman modal kerja
Bank Indonesia
Hasil perhitungan pendapatan bunga dengan tingkat suku bunga pinjaman
modal kerja Bank Indonesia sebesar 8,93% adalah sebagai berikut:
Dinyatakan dalam jutaan Rupiah
Pendapatan bunga
Periode
SEKI BI
Jul-24 411
Aug-24 1.236
Sep-24 607
Oct-24 816
Nov-24 2.008
Dec-24 1.629
Jan-25 1.167
Feb-25 1.915
Mar-25 1.719
Apr-25 3.505
May-25 2.381
Jun-25 2.871
Jumlah pendapatan bunga 20.265
Jumlah pendapatan adalah sebesar Rp20.265.000.000,-.
Page 73
69
Perbandingan antara ketiga jumlah pendapatan di atas adalah sebagai
berikut:
Dinyatakan dalam jutaan Rupiah
Pendapatan bunga
Periode
Rencana Transaksi Suku Bunga Pasar SEKI BI
Jul-24 307 464 411
Aug-24 905 1.396 1.236
Sep-24 453 685 607
Oct-24 603 921 816
Nov-24 1.430 2.267 2.008
Dec-24 1.184 1.839 1.629
Jan-25 866 1.317 1.167
Feb-25 1.383 2.162 1.915
Mar-25 1.210 1.941 1.719
Apr-25 2.498 3.957 3.505
May-25 1.753 2.688 2.381
Jun-25 2.058 3.241 2.871
Jumlah pendapatan bunga 14.650 22.878 20.265
Nilai kini dari tambahan penjualan
alat berat 13.092 0 0
Jumlah pendapatan bunga dan
tambahan penjualan alat berat 27.742 22.878 20.265
Selisih 4.864 7.477
% selisih 21,26% 36,89%
Hasil analisis inkremental di atas menunjukkan bahwa jumlah pendapatan
yang diperoleh dari transaksi pinjam meminjam dana antara Perseroan dan
ASF lebih menguntungkan dibandingkan dengan jumlah pendapatan bunga
yang diperoleh dari membeli MTN dengan memperoleh pendapatan bunga
dengan menggunakan tingkat suku bunga pasar dan dari pendapatan bunga
yang diperoleh dari memberikan pinjaman dengan menggunakan tingkat suku
bunga modal kerja Bank Indonesia.
II.10.8 Analisis Sensitivitas
Sensitivitas Terhadap Tingkat Suku Bunga Pasar dan Tingkat Suku Bunga
Modal Kerja Bank Indonesia
Analisis sensitivitas terhadap tingkat suku bunga pasar dan tingkat suku
bunga modal kerja Bank Indonesia dilakukan dengan cara melihat pengaruh
dari perubahan tingkat suku bunga pasar dan tingkat suku bunga modal kerja
Bank Indonesia terhadap selisih antara jumlah pendapatan yang diperoleh
dari transaksi pinjam meminjam dana antara Perseroan dan ASF dengan
pendapatan bunga pasar dan pendapatan bunga modal kerja Bank Indonesia.
Page 74
70
Dalam analisis ini kami asumsikan bahwa tingkat suku bunga pasar dan
tingkat suku bunga modal kerja Bank Indonesia mengalami kenaikan dan
penurunan sebesar 10% dan 20%. Hasil analisis adalah sebagai berikut:
Perhitungan analisis sensitivitas dengan tingkat suku bunga pasar
Dinyatakan dalam jutaan Rupiah
Sensitivitas tingkat bunga pasar
Pendapatan bunga
Periode Rencana Suku Bunga
Naik 10% Naik 20% Turun 10% Turun 20%
Transaksi Pasar
Jumlah pendapatan bunga 14.650 22.878 25.300 27.745 20.480 18.106
Nilai kini dari tambahan penjualan
alat berat 13.092 0 0 0 0 0
Jumlah pendapatan bunga dan
tambahan penjualan alat berat 27.742 22.878 25.300 27.745 20.480 18.106
Selisih 4.864 2.442 (3) 7.262 9.636
% selisih -49,79% -100,07% 49,30% 98,11%
Hasil analisis menunjukkan:
• Hasil perhitungan analisis sensitivitas dengan tingkat suku bunga pasar:
o Jika tingkat suku bunga pasar naik 10% maka selisih jumlah pendapatan
menjadi Rp2.442.000.000,- atau lebih rendah 49,79% dibandingkan
selisih awal dengan jumlah pendapatan transaksi pinjam meminjam
dana antara Perseroan dan ASF;
o Jika tingkat suku bunga pasar naik 20% maka selisih jumlah pendapatan
menjadi negatif Rp3.000.000,- atau lebih rendah 100,07% dibandingkan
selisih awal dengan jumlah pendapatan transaksi pinjam meminjam
dana antara Perseroan dan ASF;
o Jika tingkat suku bunga pasar turun 10% maka selisih jumlah
pendapatan menjadi Rp7.262.000.000,- atau lebih tinggi 49,30%
dibandingkan selisih awal dengan jumlah pendapatan transaksi pinjam
meminjam dana antara Perseroan dan ASF;
o Jika tingkat suku bunga pasar turun 20% maka selisih jumlah
pendapatan menjadi Rp9.636.000.000,- atau lebih tinggi 98,11%
dibandingkan selisih awal dengan jumlah pendapatan transaksi pinjam
meminjam dana antara Perseroan dan ASF.
Page 75
71
Perhitungan analisis sensitivitas dengan tingkat suku bunga modal kerja
Bank Indonesia
Dinyatakan dalam jutaan Rupiah
Sensitivitas tingkat bunga kredit modal kerja SEKI BI
Pendapatan bunga
Periode Rencana
SEKI BI Naik 10% Naik 20% Turun 10% Turun 20%
Transaksi
Jumlah pendapatan bunga 14.650 20.265 22.399 24.551 18.151 16.056
Nilai kini dari tambahan penjualan
alat berat 13.092 0 0 0 0 0
Jumlah pendapatan bunga dan
tambahan penjualan alat berat 27.742 20.265 22.399 24.551 18.151 16.056
Selisih 7.477 5.343 3.191 9.591 11.686
% selisih -28,54% -57,32% 28,28% 56,30%
• Hasil perhitungan analisis sensitivitas dengan tingkat suku bunga modal
kerja Bank Indonesia:
o Jika tingkat suku bunga modal kerja Bank Indonesia naik 10% maka
selisih jumlah pendapatan menjadi Rp5.343.000.000,- atau lebih
rendah 28,54% dibandingkan selisih awal dengan jumlah pendapatan
transaksi pinjam meminjam dana antara Perseroan dan ASF;
o Jika tingkat suku bunga modal kerja Bank Indonesia naik 20% maka
selisih jumlah pendapatan menjadi Rp3.191.000.000,- atau lebih
rendah 57,32% dibandingkan selisih awal dengan jumlah pendapatan
transaksi pinjam meminjam dana antara Perseroan dan ASF;
o Jika tingkat suku bunga modal kerja Bank Indonesia turun 10% maka
selisih jumlah pendapatan menjadi Rp9.591.000.000,- atau lebih tinggi
28,28% dibandingkan selisih awal dengan jumlah pendapatan transaksi
pinjam meminjam dana antara Perseroan dan ASF;
o Jika tingkat suku bunga modal kerja Bank Indonesia turun 20% maka
selisih jumlah pendapatan menjadi Rp11.686.000.000,- atau lebih tinggi
56,30% dibandingkan selisih awal dengan jumlah pendapatan transaksi
pinjam meminjam dana antara Perseroan dan ASF.
Maka dapat disimpulkan bahwa jumlah pendapatan transaksi pinjam
meminjam dana antara Perseroan dan ASF sensitif terhadap tingkat suku
bunga pasar dan tingkat suku bunga pinjaman modal kerja Bank Indonesia.
Page 76
72
Sensitivitas Terhadap Tingkat Laba Penjualan
Analisis sensitivitas terhadap tingkat laba penjualan dilakukan dengan cara
melihat pengaruh dari perubahan tingkat laba penjualan terhadap selisih
antara jumlah pendapatan diperoleh dari transaksi pinjam meminjam dana
antara Perseroan dan ASF dengan pendapatan bunga pasar dan pendapatan
bunga modal kerja.
Dalam analisis ini kami asumsikan bahwa tingkat laba penjualan mengalami
penurunan sebesar 5% dan 10%. Hasil analisis adalah sebagai berikut:
Dinyatakan dalam jutaan Rupiah
Penjualan 100% Turun 5% Turun 10%
Jumlah pendapatan dengan tingkat
bunga perjanjian pinjaman 14.650 14.650 14.650
Nilai kini dari tambahan penjualan
alat berat 13.092 12.437 11.206
Jumlah pendapatan bunga dan
tambahan penjualan alat berat 27.742 27.087 25.856
Jumlah pendapatan dengan tingkat
suku bunga MTN 22.878
Selisih 4.864 4.209 2.978
% selisih -13,46% -38,78%
Jumlah pendapatan dengan tingkat
suku bunga SEKI BI 20.265
Selisih 7.477 6.822 5.591
% selisih -8,76% -25,23%
Hasil analisis menunjukkan:
• Hasil perhitungan analisis sensitivitas dengan tingkat suku bunga pasar:
o Jika tingkat penjualan turun 5% maka selisih jumlah pendapatan
menjadi Rp4.209.000.000,- atau lebih rendah 13,46% dibandingkan
selisih awal dengan jumlah pendapatan transaksi pinjam meminjam
dana antara Perseroan dan ASF;
o Jika tingkat penjualan turun 10% maka selisih jumlah pendapatan
menjadi Rp2.978.000.000,- atau lebih rendah 38,78% dibandingkan
selisih awal dengan jumlah pendapatan transaksi pinjam meminjam
dana antara Perseroan dan ASF.
Page 77
73
• Hasil perhitungan analisis sensitivitas dengan tingkat suku bunga modal
kerja Bank Indonesia:
o Jika tingkat penjualan turun 5% maka selisih jumlah pendapatan
menjadi Rp6.822.000.000,- atau lebih rendah 8,76% dibandingkan
selisih awal dengan jumlah pendapatan transaksi pinjam meminjam
dana antara Perseroan dan ASF;
o Jika tingkat penjualan turun 10% maka selisih jumlah pendapatan
menjadi Rp5.591.000.000,- atau lebih rendah 25,23% dibandingkan
selisih awal dengan jumlah pendapatan transaksi pinjam meminjam
dana antara Perseroan dan ASF.
Maka dapat disimpulkan bahwa jumlah pendapatan transaksi pinjam
meminjam dana antara Perseroan dan ASF sensitif terhadap tingkat laba
penjualan.
Sensitivitas Terhadap Perubahan Suku Bunga Rencana Transaksi
Analisis sensitivitas terhadap perubahan suku bunga Rencana Transaksi
dilakukan dengan cara melihat pengaruh dari perubahan tingkat suku bunga
Rencana Transaksi terhadap selisih antara jumlah pendapatan yang diperoleh
dari transaksi pinjam meminjam dana antara Perseroan dan ASF dengan
pendapatan bunga pasar dan pendapatan bunga modal kerja Bank Indonesia.
Page 78
74
Dalam analisis ini kami asumsikan bahwa tingkat suku bunga Rencana
Transaksi menjadi 5,00% (turun 23,53%) dan 6,75% (naik 3,24%) yang
merupakan batas bawah dan batas atas suku bunga yang disepakati. Hasil
analisis adalah sebagai berikut:
Perhitungan analisis sensitivitas dengan tingkat suku bunga pasar
Dinyatakan dalam jutaan Rupiah
Pendapatan bunga
Periode
Suku Bunga Pasar Rencana Transaksi Suku bunga 5% Suku bunga 6,75%
Jul-24 464 307 225 307
Aug-24 1.396 905 678 924
Sep-24 685 453 333 453
Oct-24 921 603 447 610
Nov-24 2.267 1.430 1.100 1.500
Dec-24 1.839 1.184 892 1.216
Jan-25 1.317 866 639 872
Feb-25 2.162 1.383 1.049 1.430
Mar-25 1.941 1.210 942 1.284
Apr-25 3.957 2.498 1.921 2.618
May-25 2.688 1.753 1.305 1.779
Jun-25 3.241 2.058 1.573 2.145
Jumlah pendapatan bunga 22.878 14.650 11.105 15.138
Nilai kini dari tambahan penjualan
alat berat 0 13.092 13.092 13.092
Jumlah pendapatan bunga dan
tambahan penjualan alat berat 22.878 27.742 24.197 28.229
Selisih 4.864 1.319 5.351
% selisih 17,53% 5,45% 18,96%
% perubahan selisih -72,89% 10,02%
Hasil analisis menunjukkan:
• Hasil perhitungan analisis sensitivitas dengan tingkat suku bunga pasar:
o Jika tingkat suku bunga Rencana Transaksi sebesar 5% untuk semua
produk, maka selisih jumlah pendapatan menjadi Rp1.319.000.000,-
atau lebih rendah 72,89% dibandingkan selisih awal dengan pendapatan
tingkat suku bunga pasar;
o Jika tingkat suku bunga Rencana Transaksi sebesar 6,75% untuk semua
produk, maka selisih jumlah pendapatan menjadi Rp5.351.000.000,-
atau lebih tinggi 10,02% dibandingkan selisih awal dengan pendapatan
tingkat suku bunga pasar.
Page 79
75
Perhitungan analisis sensitivitas dengan tingkat suku bunga modal kerja
Bank Indonesia
Dinyatakan dalam jutaan Rupiah
Pendapatan bunga
Periode
SEKI BI Rencana Transaksi Suku bunga 5% Suku bunga 6,75%
Jul-24 411 307 225 307
Aug-24 1.236 905 678 924
Sep-24 607 453 333 453
Oct-24 816 603 447 610
Nov-24 2.008 1.430 1.100 1.500
Dec-24 1.629 1.184 892 1.216
Jan-25 1.167 866 639 872
Feb-25 1.915 1.383 1.049 1.430
Mar-25 1.719 1.210 942 1.284
Apr-25 3.505 2.498 1.921 2.618
May-25 2.381 1.753 1.305 1.779
Jun-25 2.871 2.058 1.573 2.145
Jumlah pendapatan bunga 20.265 14.650 11.105 15.138
Nilai kini dari tambahan penjualan
alat berat 0 13.092 13.092 13.092
Jumlah pendapatan bunga dan
tambahan penjualan alat berat 20.265 27.742 24.197 28.229
Selisih 7.477 3.931 7.964
% selisih 26,95% 16,25% 28,21%
% perubahan selisih -47,42% 6,52%
• Hasil perhitungan analisis sensitivitas dengan tingkat suku bunga modal
kerja Bank Indonesia:
o Jika tingkat suku bunga suku bunga Rencana Transaksi sebesar 5% untuk
semua produk, maka selisih jumlah pendapatan menjadi
Rp3.931.000.000,- atau lebih rendah 47,42% dibandingkan selisih awal
dengan pendapatan tingkat suku bunga modal kerja Bank Indonesia;
o Jika tingkat suku bunga Rencana Transaksi sebesar 6,75% untuk semua
produk, maka selisih jumlah pendapatan menjadi Rp7.964.000.000,-
atau lebih tinggi 6,52% dibandingkan selisih awal dengan pendapatan
tingkat modal kerja Bank Indonesia.
Maka dapat disimpulkan bahwa jumlah pendapatan transaksi pinjam
meminjam dana antara Perseroan dan ASF sensitif terhadap perubahan suku
bunga Rencana Transaksi.
Page 80
76
II.11 Analisis Kelayakan Rencana Penggunaan Dana atas Transaksi Pinjam
Meminjam Dana
II.11.1 Analisis Kelayakan Investasi
Penyaluran dana dalam transaksi pinjam meminjam dana antara Perseroan
dan ASF akan digunakan untuk mendukung penjualan alat berat sesuai
dengan target penjualan. Dalam proyeksi tambahan penjualan alat berat
sebesar Rp150.743.000.000,- diasumsikan Perseroan akan mendapat
tambahan laba tahun berjalan sebesar 10%. Selama 5 tahun terakhir rata-
rata net profit margin Perseroan adalah sebesar 13,86%.
II.11.2 Analisis Kelayakan Pelunasan Utang
Penyaluran dana dalam transaksi pinjam meminjam dana antara Perseroan
dan ASF akan digunakan untuk mendukung penjualan alat berat sesuai
dengan target penjualan. Sehingga pinjaman dari Perseroan baru akan
disalurkan jika terjadi penjualan oleh ASF kepada konsumen.
Performa keuangan ASF selama lima tahun terakhir secara CAGR
menunjukkan bahwa ASF dalam kondisi keuangan yang sedang mengalami
peningkatan. Performa keuangan ASF tahun 2019 sedang menunjukkan
penguatan yang disebabkan oleh momentum pemulihan komoditas batu bara
sejak tahun 2016 dan masih menunjukkan pergerakan harga yang dinamis
walaupun tetap bertahan di tren positif serta masifnya proyek pembangunan
infrastruktur oleh pemerintah akan mempengaruhi industri alat berat.
Namun pada 2020 ASF mengalami penurunan performa keuangan yang
disebabkan oleh pandemi Covid-19. Pada tahun 2021 performa ASF mulai
menunjukkan pemulihan hingga tahun 2023 performa ASF sudah melebihi
performa sebelum pandemi terjadi serta diharapkan pembayaran pinjaman
pada saat jatuh tempo dapat dipenuhi.
II.11.3 Analisis atas Faktor-faktor Lain yang Relevan
Dengan mempertimbangkan bahwa penyaluran dana untuk mendukung
penjualan alat berat sesuai dengan target penjualan, maka kami
berkesimpulan tidak terdapat faktor-faktor lain yang relevan.
Page 81
77
II.12 Analisis atas Jaminan
Dalam Perjanjian Pinjaman beserta amandemen yang telah dan akan
dilakukan atas Perjanjian Pinjaman, tidak diatur ketentuan mengenai
jaminan. Namun di dalam Perjanjian Pinjaman diatur mengenai mekanisme
peristiwa wanprestasi sebagai suatu jaminan hak-hak dan kewajiban para
pihak dalam melaksanakan Perjanjian Pinjaman.
Jaminan diperoleh secara langsung maupun tidak langsung karena kedudukan
Perseroan dan ASF dikendalikan oleh kelompok usaha yang sama yaitu Grup
ASTRA. Dengan berada dalam satu kelompok usaha yang sama, diharapkan
bahwa pelunasan pinjaman pada saat jatuh tempo lebih dapat dikendalikan
sehingga mengurangi risiko tidak tertagih.
Disamping itu ASF dan Perseroan sepakat dana pinjaman tersebut akan
digunakan hanya untuk membiayai pembelian alat berat oleh pelanggan
Perseroan dan dapat ikut terlibat dalam proses penilaian dan seleksi
pelanggan sehingga mengurangi risiko.
Performa keuangan ASF selama lima tahun terakhir secara CAGR
menunjukkan bahwa ASF dalam kondisi keuangan yang sedang mengalami
peningkatan. Performa keuangan ASF tahun 2019 sedang menunjukkan
penguatan yang disebabkan oleh momentum pemulihan komoditas batu bara
sejak tahun 2016 dan masih menunjukkan pergerakan harga yang dinamis
walaupun tetap bertahan di tren positif serta masifnya proyek pembangunan
infrastruktur oleh pemerintah akan mempengaruhi industri alat berat.
Namun pada 2020 ASF mengalami penurunan performa keuangan yang
disebabkan oleh pandemi Covid-19. Pada tahun 2021 performa ASF mulai
menunjukkan pemulihan, hingga tahun 2023 performa ASF sudah melebihi
performa sebelum pandemi terjadi serta diharapkan pembayaran pinjaman
pada saat jatuh tempo dapat dipenuhi.
Berdasarkan analisis tersebut diatas, dapat disimpulkan bahwa risiko tidak
tertagih dan terbayarnya pinjaman dapat diminimalisasi.
Page 82
78
III KESIMPULAN ANALISIS PENDAPAT KEWAJARAN
Hasil analisis pendapat kewajaran yang kami lakukan atas Rencana Transaksi
adalah sebagai berikut:
• Analisis pengaruh transaksi pinjam meminjam dana terhadap
keuangan:
a. Alasan dilakukannya transaksi pinjam meminjam dana antara
Perseroan dan ASF adalah untuk mendukung kegiatan operasional
Perseroan, dimana ASF sebagai penerima pinjaman akan menggunakan
dana yang dipinjam untuk pembiayaan pembelian alat-alat berat dari
konsumen Perseroan. Hal ini dilakukan agar pembiayaan atau program
ini menarik bagi konsumen. Rencana Transaksi dilakukan untuk
mendukung penjualan alat berat Perseroan pada tahun 2024
khususnya penjualan alat berat produk Komatsu tipe PC135, D85,
PC200-M0, Bomag tipe BW212, UD Truck tipe CWE37064 dan Scania
tipe P410;
b. Analisis pengaruh transaksi pinjam meminjam dana terhadap
keuangan Perseroan menunjukkan bahwa terdapat perbedaan dalam
rasio likuiditas antara sebelum dan sesudah transaksi. Berdasarkan
proforma posisi keuangan per 31 Desember 2023 yang diperoleh dari
manajemen Perseroan, perbedaan ini muncul akibat dari sumber dana
yang digunakan Perseroan untuk membiayai transaksi pinjam
meminjam dana merupakan dana internal Perseroan.
Analisis rasio Sebelum Sesudah Selisih
Rasio likuditas
Rasio lancar 1,46 1,45 -0,24%
Rasio cepat 1,06 1,05 -0,33%
Rasio kas 0,43 0,43 -0,81%
Rasio solvabilitas
Debt to equity ratio 0,22 0,22 0,00%
Long term debt to equity ratio 0,21 0,21 0,00%
Debt to total assets ratio 0,12 0,12 0,00%
Rasio profitabilitas
Gross profit margin 27,83% 27,83% 0,00%
Net profit margin 16,03% 16,03% 0,00%
Dengan membandingkan analisis rasio keuangan antara Laporan
Keuangan Perseroan per 31 Desember 2023 dengan proforma keuangan
Perseroan per 31 Desember 2023, diperoleh bahwa rasio likuiditas
mengalami perubahan dengan jumlah yang tidak signifikan. Sedangkan
rasio solvabilitas dan rasio profitabilitas tidak mengalami perubahan.
Page 83
79
• Identifikasi dan hubungan antara pihak-pihak:
a. Berdasarkan Perjanjian Pinjaman antara Perseroan dan ASF, pihak-
pihak yang terlibat dalam transaksi adalah:
• Perseroan sebagai pihak pemberi pinjaman;
• ASF sebagai pihak penerima pinjaman.
b. Berdasarkan analisis terhadap dokumen korporasi Perseroan dan ASF
serta informasi yang diperoleh dari manajemen Perseroan, hubungan
afiliasi antara pihak-pihak yang bertransaksi adalah sebagai berikut:
• Perseroan dan ASF memiliki hubungan afiliasi karena kedua
perusahaan ini tergabung dalam PT Astra International Tbk
(“Grup ASTRA”). PT Astra International Tbk memiliki 59,50% saham
Perseroan dan 46,87% saham ASF;
• Bapak Gidion Hasan menjabat sebagai Wakil Presiden Komisaris di
Perseroan dan juga menjabat sebagai Komisaris di ASF per
31 Desember 2023, namun pada saat laporan ini diterbitkan Bapak
Gidion Hasan sudah tidak menjabat sebagai Wakil Presiden
Komisaris di Perseroan;
• Bapak Rudy menjabat sebagai Wakil Presiden Komisaris di
Perseroan dan juga menjabat sebagai Presiden Komisaris di ASF per
24 April 2024 hingga tanggal laporan ini diterbitkan.
• Analisis perjanjian dan persyaratan yang disepakati:
a. Berdasarkan draft Amandemen VI, perubahan syarat dan ketentuan
dalam Amandemen VI adalah bahwa:
• Periode ketersediaan berarti periode dari dan termasuk tanggal
perjanjian ini ditandatangani sampai dengan tanggal 30 Juni 2025
atau periode lain yang disetujui oleh Pemberi Pinjaman;
• Perubahan kalkulasi bunga, sebagai berikut:
(i) Suku bunga atas setiap Pinjaman untuk setiap Periode Bunga
adalah maksimal sebesar 6,75% (enam koma tujuh lima persen)
per tahun (“Suku Bunga”);
(ii) Ketentuan Suku Bunga sebagaimana diatur dalam poin (i) dapat
dikecualikan berdasarkan pertimbangan Pemberi Pinjaman dan
Pemberi Pinjaman atas diskresinya sendiri berhak untuk
menentukan besaran nilai pengecualian Suku Bunga tersebut
dengan nilai tidak kurang dari 5% (lima persen) per tahun.
Penentuan besaran Suku Bunga pada masing-masing penarikan
Pinjaman akan ditentukan oleh kebutuhan pasar dan juga cost of
fund pada saat permohonan penarikan Pinjaman diberikan oleh
Pemberi Pinjaman kepada Penerima Pinjaman.
Page 84
80
Suku Bunga yang akan diberlakukan akan diberitahukan oleh
Pemberi Pinjaman dalam surat pemberitahuan terpisah dan akan
terus berlaku hingga adanya pemberitahuan berikutnya. Untuk
menghindari keragu-raguan, perhitungan bunga diatur dalam
Pasal 9 (Periode-Periode Bunga) Perjanjian ini dan pembayaran
bunga merujuk kepada Pasal 6.1 (Pembayaran Kembali
Pinjaman-Pinjaman) Perjanjian ini.
b. Berkaitan dengan transaksi pinjam meminjam dana antara
Perseroan dan ASF, para pihak sepakat untuk produk yang
ditransaksikan yaitu produk Komatsu tipe PC135, D85, PC200-M0,
Bomag tipe BW212, UD Truck tipe CWE37064 dan Scania tipe P410
dengan tingkat suku bunga maksimal 6,75% per tahun dapat
dikecualikan berdasarkan pertimbangan Pemberi Pinjaman dan
Pemberi Pinjaman atas diskresinya sendiri berhak untuk
menentukan besaran nilai pengecualian Suku Bunga tersebut
dengan nilai tidak kurang dari 5% per tahun. Penentuan besaran
Suku Bunga pada masing-masing penarikan Pinjaman akan
ditentukan oleh kebutuhan pasar dan juga cost of fund pada saat
permohonan penarikan Pinjaman diberikan oleh Pemberi Pinjaman
kepada Penerima Pinjaman.
• Analisis likuiditas:
Dengan membandingkan analisis rasio keuangan antara Laporan Keuangan
Perseroan per 31 Desember 2023 dengan proforma keuangan Perseroan
per 31 Desember 2023, diperoleh bahwa rasio likuiditas mengalami
perubahan dengan jumlah yang tidak signifikan.
• Analisis manfaat dan risiko:
a. Manfaat Rencana Transaksi adalah
• Perseroan akan mendapatkan pendapatan bunga dari ASF dan
tambahan penjualan alat berat.
b. Risiko Rencana Transaksi adalah:
• Risiko tidak tercapainya target penjualan alat-alat berat Perseroan;
• Risiko bila terjadi gagal bayar dari konsumen ASF.
Page 85
81
• Analisis kualitatif:
a. Perseroan mengantisipasi volatilitas harga batu bara dengan terus
menjaga dan meningkatkan keunggulan operasional dan efisiensi
berkelanjutan. Walaupun kondisi bisnis tidak sebaik tahun 2022
dengan indeks harga acuan batu bara yang turun signifikan, Perseroan
dapat mempertahankan pencapaian kinerja yang positif. Perseroan
membukukan pendapatan konsolidasian pada tahun 2023 sebesar
Rp128,6 triliun atau naik 4% dari Rp123,6 triliun pada tahun 2022.
Beban pokok pendapatan pada tahun 2023 sebesar Rp92,8 triliun atau
naik 4% dari Rp88,8 triliun dan menghasilkan laba bruto sebesar Rp35,8
triliun, naik 3% dari Rp34,8 triliun pada tahun 2022. Perseroan
memperoleh laba tahun berjalan tercatat pada tahun 2023 sebesar
Rp22,1 triliun, sedikit turun sebesar 4% dari Rp23,0 triliun pada tahun
2022. Laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas
induk sebesar Rp20,6 triliun pada tahun 2023 sedikit turun sebesar 2%
dari Rp21,0 triliun pada tahun 2022 dikarenakan adanya kenaikan
biaya keuangan dan kerugian nilai tukar mata uang asing.
Tren penurunan harga komoditas menyebabkan pasar alat berat
menyusut akibat pelanggan menunda atau bahkan membatalkan
investasi pembelian alat berat untuk menjaga provitabilitas dan
keberlangsungan usaha. Di tengah desakan isu ESG, Perseroan
mencermati dan mempelajari arah perubahan teknologi.
b. Keuntungan Rencana Transaksi adalah:
• Untuk mengantisipasi peningkatan kompetisi karena banyaknya
supply alat berat dari pasar global, sekaligus mengubah strategi
penjualan. Melalui Rencana Transaksi, Perseroan melakukan kerja
sama dengan ASF untuk menyediakan kemudahan dalam
pembiayaan alat berat dengan tingkat bunga yang lebih kompetitif.
Hal ini perlu dilakukan karena hampir sebagian besar dari penjualan
alat berat didanai oleh perbankan atau lembaga pembiayaan
(leasing).
Dengan tingkat suku bunga yang kompetitif, akan memberikan
kemudahan pembiayaan bagi pelanggan Perseroan dalam
pembelian alat berat sehingga diharapkan dapat meningkatkan
pangsa pasar serta penjualan alat berat produk Komatsu tipe
PC135, D85, PC200-M0, Bomag tipe BW212, UD Truck tipe
CWE37064 dan Scania tipe P410;
Page 86
82
• Melalui program fasilitas pembiayaan yang kompetitif yang dapat
ditawarkan oleh ASF karena adanya Rencana Transaksi dan
dikombinasikan dengan program pemasaran lainnya diharapkan
Perseroan akan mampu mempertahankan pangsa pasar dan
diharapkan akan mengalami peningkatan kedepannya.
Kerugian Rencana Transaksi adalah:
• Saldo kas Perseroan akan mengalami penurunan;
• Likuiditas Perseroan akan mengalami penurunan walaupun tidak
signifikan.
c. Penyaluran dana dalam transaksi pinjam meminjam dana antara
Perseroan dan ASF disesuaikan dengan pencapaian target penjualan.
Sehingga jika mengalami kegagalan, atau dalam kasus ini tidak terjadi
penjualan alat berat, maka dana pinjaman tidak disalurkan oleh
pemberi pinjaman. Sementara untuk dana yang telah disalurkan
namun konsumen mengalami gagal bayar, maka Perseroan akan
memperoleh dukungan dari ASF untuk melakukan penagihannya.
Dengan demikian risiko kegagalan ini dapat diminimalisasi.
• Analisis kuantitatif:
a. Hasil analisis inkremental menunjukkan bahwa jumlah pendapatan
yang diperoleh dari transaksi pinjam meminjam dana antara Perseroan
dan ASF lebih menguntungkan dibandingkan dengan jumlah
pendapatan bunga yang diperoleh dari membeli MTN dengan
memperoleh pendapatan bunga dengan menggunakan tingkat suku
bunga pasar dan dari pendapatan bunga yang diperoleh dari
memberikan pinjaman dengan menggunakan tingkat suku bunga modal
kerja Bank Indonesia;
b. Dengan Rencana Transaksi dengan tingkat suku bunga sebesar 5%
sampai dengan 6,75% akan diperoleh pendapatan sebesar
Rp27.742.000.000,-. Dengan membeli MTN dengan tingkat suku bunga
pasar akan diperoleh pendapatan sebesar Rp22.878.000.000,- atau
lebih rendah 21,26% dari pendapatan yang diperoleh dari Rencana
Transaksi. Dengan memberikan pinjaman dengan menggunakan
tingkat suku bunga modal kerja Bank Indonesia akan diperoleh
pendapatan sebesar Rp20.265.000.000,- atau lebih rendah 36,89%
dari pendapatan yang diperoleh dari Rencana Transaksi;
Page 87
83
c. Analisis sensitivitas menunjukkan bahwa jumlah pendapatan transaksi
pinjam meminjam dana antara Perseroan dan ASF sensitif terhadap
tingkat suku bunga pasar dan tingkat suku bunga pinjaman modal kerja
Bank Indonesia, dan sensitif terhadap tingkat laba penjualan, serta
sensitif terhadap perubahan tingkat suku bunga Rencana Transaksi.
• Analisis kelayakan rencana penggunaan dana:
Penyaluran dana dalam transaksi pinjam meminjam dana antara Perseroan
dan ASF akan digunakan untuk mendukung penjualan alat berat sesuai
dengan target penjualan. Dalam proyeksi tambahan penjualan alat berat
sebesar Rp150.743.000.000,- diasumsikan Perseroan akan mendapat
tambahan laba tahun berjalan sebesar 10%. Selama 5 tahun terakhir rata-
rata net profit margin Perseroan adalah sebesar 13,86%.
• Analisis atas jaminan:
Dalam Perjanjian Pinjaman beserta amandemen yang telah dan akan
dilakukan dilakukan atas Perjanjian Pinjaman, syarat dan ketentuan
mengenai jaminan telah dihapus. Namun di dalam Perjanjian Pinjaman
diatur mengenai mekanisme peristiwa wanprestasi sebagai suatu jaminan
hak-hak dan kewajiban para pihak dalam melaksanakan Perjanjian
Pinjaman.
Jaminan diperoleh secara langsung maupun tidak langsung karena
kedudukan Perseroan dan ASF dikendalikan oleh kelompok usaha yang
sama yaitu Grup ASTRA. Dengan berada dalam satu kelompok usaha yang
sama, diharapkan bahwa pelunasan pinjaman pada saat jatuh tempo lebih
dapat dikendalikan sehingga mengurangi risiko tidak tertagih.
Disamping itu ASF dan Perseroan sepakat dana pinjaman tersebut akan
digunakan hanya untuk membiayai pembelian alat berat oleh pelanggan
Perseroan dan dapat ikut terlibat dalam proses penilaian dan seleksi
pelanggan sehingga mengurangi risiko.
Page 88
84 Performa keuangan ASF selama lima tahun terakhir secara CAGR menunjukkan bahwa ASF dalam kondisi keuangan yang sedang mengalami peningkatan. Performa keuangan ASF tahun 2019 sedang menunjukkan penguatan yang disebabkan oleh momentum pemulihan komoditas batu bara sejak tahun 2016 dan masih menunjukkan pergerakan harga yang dinamis walaupun tetap bertahan di tren positif serta masifnya proyek pembangunan infrastruktur oleh pemerintah akan mempengaruhi industri alat berat. Namun pada 2020 ASF mengalami penurunan performa keuangan yang disebabkan oleh pandemi Covid-19. Pada tahun 2021 performa ASF mulai menunjukkan pemulihan, hingga tahun 2023 performa ASF sudah melebihi performa sebelum pandemi terjadi serta diharapkan pembayaran pinjaman pada saat jatuh tempo dapat dipenuhi. Berdasarkan analisis tersebut diatas, dapat disimpulkan bahwa risiko tidak tertagih dan terbayarnya pinjaman dapat diminimalisasi. Kesimpulan Berdasarkan analisis pendapat kewajaran yang kami lakukan atas Rencana Transaksi, maka kami berkesimpulan bahwa Rencana Transaksi Perubahan Syarat dan Ketentuan dalam Perjanjian Pinjaman antara PT United Tractors Tbk dan PT Astra Sedaya Finance per tanggal 31 Desember 2023 adalah Wajar.
Page 89
Page 90
Lampiran 1
PT UNITED TRACTORS Tbk
Dinyatakan dalam jutaan Rupiah
Medium Term Note (Sorted )
NO Nama Surat Berharga Penerbit Mata uang Nominal Jatuh tempo Kupon Pembayaran Status
1 MTN ASIAN BULK LOGISTICS I TAHUN ASIAN BULK LOGISTICS, PT Jutaan Rupiah 1.000.000 21-Jun-2027 9,00% 3 bulanan Aktif
2022
2 MTN SUBORDINASI II PT BANK MANDIRI Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Jutaan Rupiah 100.000 23-Jun-2028 6,95% 3 bulanan Aktif
(PERSERO) Tbk TAHUN 2023
3 MTN WAHANA INTERFOOD NUSANTARA WAHANA INTERFOOD NUSANTARA Jutaan Rupiah 150.000 18-Apr-2028 11,25% 3 bulanan Aktif
TBK I TAHUN 2023 TAHAP II Tbk, PT
4 MTN PT DWI GUNA LAKSANA TBK TAHUN DWI GUNA LAKSANA Tbk, PT Jutaan Rupiah 200.000 13-Jul-2027 10,00% 3 bulanan Aktif
2022
5 MTN INKA MULTI SOLUSI II TAHUN 2023 Inka Multi Solusi, PT Jutaan Rupiah 500.000 22-Nov-2028 11,58% 3 bulanan Aktif
6 MTN I PT LEN INDUSTRI (PERSERO) Len Industri (Persero),PT Jutaan Rupiah 200.000 22-Jun-2027 11,65% 3 bulanan Aktif
TAHUN 2023 TAHAP I SERI B
7 MTN PAN PACIFIC INVESTAMA I TAHUN Pan Pacific Investama, PT Jutaan Rupiah 300.000 14-Feb-2027 9,50% 3 bulanan Aktif
2022
8 MTN III PT PNM VENTURE CAPITAL Permodalan Nasional Madani Jutaan Rupiah 200.000 25-Jan-2026 10,25% 3 bulanan Aktif
TAHUN 2022 SERI A Venture Capital, PT
Minimum 6,95%
Maksimum 11,65%
Median 10,13%
Mean 10,02%
Page 91
Lampiran 2
PT UNITED TRACTORS Tbk
Dinyatakan dalam jutaan Rupiah
Perhitungan present value pendapatan laba, penjualan sesuai dengan target yang ditentukan
Tingkat
Periode Penjualan Laba bersih Diskon periode Diskon faktor Present value
diskonto
31-Dec-23
Jul-24 2.904 290 12,24% 2,33 0,93 271
Aug-24 8.796 880 12,24% 2,67 0,92 812
Sep-24 4.349 435 12,24% 3,00 0,91 397
Oct-24 5.892 589 12,24% 3,33 0,90 533
Nov-24 14.604 1.460 12,24% 3,67 0,90 1.308
Dec-24 11.932 1.193 12,24% 4,00 0,89 1.058
Jan-25 8.613 861 12,24% 4,33 0,88 756
Feb-25 14.237 1.424 12,24% 4,67 0,87 1.237
Mar-25 12.877 1.288 12,24% 5,00 0,86 1.108
Apr-25 26.448 2.645 12,24% 5,33 0,85 2.252
May-25 18.103 1.810 12,24% 5,67 0,84 1.526
Jun-25 21.988 2.199 12,24% 6,00 0,83 1.835
Jumlah 150.743 15.074 13.092
Page 92
Lampiran 2-1
PT UNITED TRACTORS Tbk
Dinyatakan dalam jutaan Rupiah
Perhitungan present value pendapatan laba, penjualan turun 5% dari target yang ditentukan
Tingkat
Periode Penjualan Laba bersih Diskon periode Diskon faktor Present value
diskonto
31-Dec-23
Jul-24 2.759 276 12,24% 2,33 0,93 257
Aug-24 8.356 836 12,24% 2,67 0,92 771
Sep-24 4.132 413 12,24% 3,00 0,91 377
Oct-24 5.598 560 12,24% 3,33 0,90 506
Nov-24 13.873 1.387 12,24% 3,67 0,90 1.242
Dec-24 11.336 1.134 12,24% 4,00 0,89 1.005
Jan-25 8.182 818 12,24% 4,33 0,88 718
Feb-25 13.526 1.353 12,24% 4,67 0,87 1.175
Mar-25 12.233 1.223 12,24% 5,00 0,86 1.052
Apr-25 25.125 2.513 12,24% 5,33 0,85 2.140
May-25 17.197 1.720 12,24% 5,67 0,84 1.450
Jun-25 20.888 2.089 12,24% 6,00 0,83 1.743
Jumlah 143.205 14.321 12.437
Page 93
Lampiran 2-2
PT UNITED TRACTORS Tbk
Dinyatakan dalam jutaan Rupiah
Perhitungan present value pendapatan laba, penjualan turun 10% dari target yang ditentukan
Tingkat
Periode Penjualan Laba bersih Diskon periode Diskon faktor Present value
diskonto
31-Dec-23
Jul-24 2.613 261 12,24% 2,33 0,93 244
Aug-24 7.521 752 12,24% 2,67 0,92 694
Sep-24 3.718 372 12,24% 3,00 0,91 340
Oct-24 5.038 504 12,24% 3,33 0,90 456
Nov-24 12.486 1.249 12,24% 3,67 0,90 1.118
Dec-24 10.202 1.020 12,24% 4,00 0,89 904
Jan-25 7.364 736 12,24% 4,33 0,88 646
Feb-25 12.173 1.217 12,24% 4,67 0,87 1.058
Mar-25 11.010 1.101 12,24% 5,00 0,86 947
Apr-25 22.613 2.261 12,24% 5,33 0,85 1.926
May-25 15.478 1.548 12,24% 5,67 0,84 1.305
Jun-25 18.799 1.880 12,24% 6,00 0,83 1.569
Jumlah 129.016 12.902 11.206
Page 94
Lampiran 3
PT UNITED TRACTORS Tbk
Dinyatakan dalam jutaan Rupiah
Perhitungan pendapatan bunga MTN, apabila mengalami kenaikan 10% dan 20% serta penurunan sebesar 10% dan 20%
Pendapatan bunga MTN
Periode
Naik 10% Naik 20% Turun 10% Turun 20%
Jul-24 513 563 416 367
Aug-24 1.544 1.693 1.249 1.105
Sep-24 758 831 613 542
Oct-24 1.019 1.117 825 729
Nov-24 2.507 2.749 2.029 1.794
Dec-24 2.033 2.230 1.646 1.455
Jan-25 1.457 1.598 1.179 1.043
Feb-25 2.390 2.622 1.935 1.711
Mar-25 2.146 2.354 1.737 1.536
Apr-25 4.376 4.799 3.542 3.132
May-25 2.973 3.260 2.407 2.128
Jun-25 3.585 3.931 2.902 2.565
Jumlah 25.300 27.745 20.480 18.106
Page 95
Lampiran 3-1
PT UNITED TRACTORS Tbk
Dinyatakan dalam jutaan Rupiah
Perhitungan pendapatan bunga kredit modal kerja SEKI BI, apabila mengalami kenaikan 10% dan 20% serta penurunan sebesar 10% dan 20%
Pendapatan bunga SEKI BI
Periode
Naik 10% Naik 20% Turun 10% Turun 20%
Jul-24 454 498 368 326
Aug-24 1.367 1.498 1.107 980
Sep-24 671 735 543 481
Oct-24 902 989 731 647
Nov-24 2.219 2.433 1.798 1.591
Dec-24 1.800 1.973 1.459 1.290
Jan-25 1.290 1.414 1.045 925
Feb-25 2.116 2.320 1.715 1.517
Mar-25 1.900 2.083 1.540 1.362
Apr-25 3.874 4.246 3.139 2.777
May-25 2.632 2.885 2.133 1.887
Jun-25 3.174 3.479 2.572 2.275
Jumlah 22.399 24.551 18.151 16.056
Names mentioned 72 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
KJPP Nirboyo Adiputro
p.26 ×4
unresolved
org
Dewi Apriyanti & Rekan
p.26 ×4
unresolved
person
Penilai Publik Satya Bima Nugraha
p.26
unresolved
org
KJPP NDR
p.26 ×2
unresolved
org
Kementerian Keuangan Republik Indonesia
p.26
unresolved
org
Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
p.26
unresolved
—
Telepon/Faks
p.27
unresolved
person
Ramandhika
p.27 ×2
unresolved
person
Rendih
p.33
unresolved
person
Raci
p.33
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Tanudiredja
p.34 ×2
unresolved
org
Rintis & Rekan
p.34 ×2
unresolved
org
Bank Indonesia
p.34 ×35
unresolved
person
Jose Dima Satria S.H.
p.38 ×2
unresolved
person
Bruce Malcom Cox
· Komisaris Independen
p.38
unresolved
—
Loudy Irwanto Elli
· Direktur
p.38 ×2
unresolved
org
PT Garda Era Sedaya
p.41
unresolved
org
PT Sedaya Multi Investama
p.41
unresolved
person
Benjamin Herrenden Birks
· Komisaris
p.42 ×5
unresolved
person
Franciscus Xaverius Laksana Kesuma
· Presiden Direktur
p.42 ×6
unresolved
person
Edhie Sarwono
· Direktur
p.42
unresolved
org
PT Inter Astra Motor Works
p.47
unresolved
person
Djojo Muljadi
p.47
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik Indonesia
p.47 ×2
unresolved
org
PT United Tractors. Anggaran Dasar
p.47
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.47 ×2
unresolved
person
Jose Dimas Satria
p.47
unresolved
org
Carriage Ltd
p.47 ×3
unresolved
org
Jardine Matheson Hodings Ltd.
p.47
unresolved
org
PT Raharja Sedaya
p.48
unresolved
person
Akta Notaris Rukmasanti Hardjasatya
p.48
unresolved
person
Akta Notaris Wiwik Condro
p.48
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.48
unresolved
org
Menteri Keuangan Republik Indonesia
p.48
unresolved
org
Menteri Keuangan Republik Indonesia No. S-
p.48
unresolved
org
Jardine Matheson Holdings Ltd
p.48
unresolved
org
Bank Indonesia. Inflasi
p.50
unresolved
org
Bank Indonesia. II.
p.73
unresolved
org
Aktif (PERSERO) Tbk
p.90 ×2
unresolved
org
TAHUN DWI GUNA LAKSANA Tbk
p.90
unresolved
org
PT LEN INDUSTRI (PERSERO)
p.90
unresolved
org
PT PNM VENTURE CAPITAL
p.90
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.182
6037 ms
12 Sep 2026 23:01
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'CONFLICT',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': '',
'object_truncated': False,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': None,
'value': '0.36'}