Skip to content
Back to announcement

20240702_UNTR_Informasi Transaksi Afiliasi_31678525_lamp2.pdf

Asset transaction Needs review UNTR

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 95

Page 1

          
Page 2
                                      DAFTAR ISI

• SURAT PENGANTAR YANG BERISIKAN RINGKASAN HASIL
  PENDAPAT KEWAJARAN                                         1
• PERNYATAAN PENILAI                                         20

I.     PENDAHULUAN                                           22
I.1    Dasar Penugasan                                       22
I.2    Identifikasi Status Penilai                           22
I.3    Identifikasi Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan       23
I.4    Identifikasi Objek Penilaian                          23
I.5    Jenis Mata Uang yang Digunakan                        24
I.6    Alasan dan Latar Belakang Rencana Transaksi           24
I.7    Ringkasan Rencana Transaksi                           25
I.8    Maksud dan Tujuan Penilaian                           29
I.9    Benturan Kepentingan Rencana Transaksi                29
I.10   Tanggal Penilaian                                     29
I.11   Tingkat Kedalaman Investigasi                         29
I.12   Sifat dan Sumber Informasi yang Dapat Diandalkan      30
I.13   Asumsi dan Kondisi Pembatas                           31
I.14   Persyaratan atas Persetujuan untuk Publikasi          33
I.15   Standar Penilaian                                     33
I.16   Metode dan Prosedur Penyusunan Pendapat Kewajaran     33
I.17   Kejadian-Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian
       (Subsequent Events)                                   34

II.    ANALISIS PENDAPAT KEWAJARAN                           35
II.1   Analisis Pengaruh Transaksi Pinjam Meminjam Dana
       Terhadap Keuangan Perseroan                           35
II.2   Pihak-Pihak yang Bertransaksi                         35
II.3   Susunan Pemegang Saham dan Susunan Manajemen          36
       Perseroan
II.4   Susunan Pemegang Saham dan Susunan Manajemen ASF      37
II.5   Hubungan antara Pihak-Pihak yang Bertransaksi         38
Page 3
II.6     Perjanjian dan Persyaratan Rencana Transaksi                 39
II.7     Analisis Likuiditas                                          42
II.8     Manfaat dan Risiko Rencana Transaksi                         42
II.9     Analisis Kualitatif atas Rencana Transaksi                   43
II.9.1   Riwayat Singkat dan Sifat Kegiatan Usaha                     43
II.9.2   Analisis Industri dan Lingkungan                             44
II.9.3   Analisis Operasional dan Prospek Perseroan                   47
II.9.4   Alasan dan Latar Belakang Rencana Transaksi                  48
II.9.5   Keuntungan dan Kerugian atas Dilakukannya Rencana
         Transaksi                                                    48
II.9.6   Analisis Dampak Leverage pada Keuangan                       49
II.9.7   Analisis Dampak Likuiditas                                   50
II.9.8   Analisis Dampak Keuangan jika Proyek yang Dibiayai
         Mengalami Kegagalan                                          50
II.10    Analisis Kuantitatif atas Rencana Transaksi                  51
II.10.1 Penilaian Kinerja Historis                                    51
II.10.2 Analisis Keuangan Sebelum dan Sesudah Rencana Transaksi       54
II.10.3 Analisis Rasio Keuangan Sebelum dan Sesudah Rencana
        Transaksi                                                     57
II.10.4 Penilaian atas Proyeksi Penjualan                             57
II.10.5 Analisis Kemampuan Penerima Pinjaman untuk Melunasi
        Rencana Transaksi                                             58
II.10.6 Analisis Cash Management dan Financial Covenant dari
        Rencana Transaksi                                             61
II.10.7 Analisis Inkremental                                          61
II.10.8 Analisis Sensitivitas                                         69
II.11    Analisis Kelayakan Rencana Penggunaan          Dana   atas
         Transaksi Pinjam Meminjam Dana                               76
II.11.1 Analisis Kelayakan Investasi                                  76
II.11.2 Analisis Kelayakan Pelunasan Utang                            76
II.11.3 Analisis atas Faktor-Faktor Lain yang Relevan                 76
II.12    Analisis atas Jaminan                                        77
Page 4
III.   KESIMPULAN ANALISIS PENDAPAT KEWAJARAN                     78
• INDEPENDESI PENILAI                                             85
• PENUTUP                                                         85
LAMPIRAN
Lampiran 1 – Data Pasar MTN
Lampiran 2 – Perhitungan Analisis Sensitivitas Terhadap Tingkat
Laba Penjualan
Lampiran 3 – Perhitungan Analisis Sensitivitas Terhadap Tingkat
Suku Bunga
Page 5

          
Page 6

          
Page 7

          
Page 8

          
Page 9

          
Page 10

          
Page 11

          
Page 12

          
Page 13

          
Page 14

          
Page 15

          
Page 16

          
Page 17

          
Page 18

          
Page 19

          
Page 20

          
Page 21

          
Page 22

          
Page 23

          
Page 24

          
Page 25

          
Page 26
                                                                              22




I.    PENDAHULUAN

I.1   Dasar Penugasan
      Berdasarkan permintaan dari PT United Tractors Tbk untuk memberikan
      pendapat atas Kewajaran atas Rencana Transaksi Perubahan Syarat dan
      Ketentuan dalam Perjanjian Pinjaman antara PT United Tractors Tbk dan
      PT Astra Sedaya Finance yang tertuang dalam:
      • Surat Permintaan Penawaran No. LUT/058/9960/III/2024 tanggal
        12 Maret 2024 dari PT United Tractors Tbk;
      • Surat Penawaran No. 0182/NDR-SB/Prop/III/24 tanggal 14 Maret 2024 dari
        KJPP Nirboyo Adiputro, Dewi Apriyanti & Rekan yang telah disetujui;
      • Surat Penunjukkan No. LUT/059/9960/III/2024 tanggal 15 Maret 2024 dari
        PT United Tractors Tbk;
      • Surat Perjanjian Kerja No. 008/NDR-SB/SPK/III/24 tanggal 18 Maret 2024
        antara KJPP Nirboyo Adiputro, Dewi Apriyanti & Rekan dengan
        PT United Tractors Tbk

      Dengan ini kami menyatakan bahwa kami telah melakukan investigasi dan
      penilaian atas kewajaran rencana transaksi di atas, serta menyampaikan
      laporan ini untuk keperluan Pengguna Laporan.

I.2   Identifikasi Status Penilai
      • Penilaian ini telah dilaksanakan oleh Penilai Publik Satya Bima Nugraha,
         S.E., MAPPI (Cert.) yang merupakan Rekan pada KJPP Nirboyo Adiputro,
         Dewi Apriyanti & Rekan (“KJPP NDR” / “kami”) dengan Izin Penilai
         No. B-1.23.00654 dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia;
      • Penilai tersebut di atas terdaftar pada Otoritas Jasa Keuangan Republik
         Indonesia Bidang Pasar Modal dengan No. STTD.PB-58/PM.021/2024;
      • Penilai dalam posisi untuk memberikan penilaian objektif dan tidak
         memihak;
      • Penilai tidak mempunyai benturan kepentingan atau potensi benturan
         kepentingan dengan subjek dan/atau objek penilaian;
      • Penilai tidak memiliki keterlibatan material terkait dengan objek
         penilaian;
      • Penilai memiliki kompetensi untuk melakukan penilaian dan kami tidak
         menggunakan bantuan tenaga ahli dari luar KJPP NDR dalam melaksanakan
         penilaian ini.
Page 27
                                                                              23




I.3   Identifikasi Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan
      • Identitas Pemberi Tugas
         Nama               : PT United Tractors Tbk
         Alamat             : Jalan Raya Bekasi Km. 22, Jakarta
         Bidang usaha       : Perdagangan
         Telepon/Faks       : 021-24579999
         Email              : ramandhika@unitedtractors.com
         Contact Person     : Bapak Ramandhika
         Jabatan            : Department Head Corporate Treasury
      • Pengguna Laporan : PT United Tractors Tbk

I.4   Identifikasi Objek Penilaian
      Objek penilaian adalah penyusunan Pendapat Kewajaran atas Rencana
      Transaksi perubahan syarat dan ketentuan dalam Perjanjian Pinjaman antara
      PT United Tractors Tbk (“Perseroan”) dan PT Astra Sedaya Finance (“ASF”)
      sebagaimana akan dicantumkan dalam Amandemen VI dari Perjanjian
      Pinjaman (“Amandemen VI”).

      Perseroan dan ASF telah menandatangani:
      • Perjanjian Pinjaman tanggal 29 Juni 2018;
      • Amandemen No. 01/UT-ASF/VI/2019 tanggal 25 Juni 2019;
      • Amandemen No. 02/UT-ASF/VI/2020 tanggal 29 Juni 2020;
      • Amandemen No. 03/UT-ASF/VI/2021 tanggal 2 Agustus 2021;
      • Amandemen No. 04/UT-ASF/VI/2022 tanggal 30 Juni 2022;
      • Amandemen No. 05/ UT/ASF/VI/2023 tanggal 27 Juni 2023;

      (seluruhnya disebut “Perjanjian Pinjaman”), sehubungan dengan pinjaman
      yang diberikan oleh Perseroan kepada ASF sebesar Rp300.000.000.000,- (tiga
      ratus miliar Rupiah).

      Perubahan yang tercantum dalam draft Amandemen VI yaitu:
      • Perubahan definisi periode ketersediaan. Periode ketersediaan berarti
        periode dari dan termasuk tanggal perjanjian ini ditandatangani sampai
        dengan tanggal 30 Juni 2025 atau periode lain yang disetujui oleh
        Pemberi Pinjaman;
      • Perubahan kalkulasi bunga , sebagai berikut:
        (i) Suku bunga atas setiap Pinjaman untuk setiap Periode Bunga adalah
            maksimal sebesar 6,75% (enam koma tujuh lima persen) per tahun
            (“Suku Bunga”);
Page 28
                                                                                24




        (ii) Ketentuan Suku Bunga sebagaimana diatur dalam poin (i) dapat
             dikecualikan berdasarkan pertimbangan Pemberi Pinjaman dan
             Pemberi Pinjaman atas diskresinya sendiri berhak untuk menentukan
             besaran nilai pengecualian Suku Bunga tersebut dengan nilai tidak
             kurang dari 5% (lima persen) per tahun. Penentuan besaran Suku Bunga
             pada masing-masing penarikan Pinjaman akan ditentukan oleh
             kebutuhan pasar dan juga cost of fund pada saat permohonan
             penarikan Pinjaman diberikan oleh Pemberi Pinjaman kepada
             Penerima Pinjaman. Suku Bunga yang akan diberlakukan akan
             diberitahukan oleh Pemberi Pinjaman dalam surat pemberitahuan
             terpisah dan akan terus berlaku hingga adanya pemberitahuan
             berikutnya. Untuk menghindari keragu-raguan, perhitungan bunga
             diatur dalam Pasal 9 (Periode-Periode Bunga) Perjanjian ini dan
             pembayaran bunga merujuk kepada Pasal 6.1 (Pembayaran Kembali
             Pinjaman-Pinjaman) Perjanjian ini.

      Selanjutnya dalam laporan ini rencana transaksi di atas akan disebut sebagai
      “Rencana Transaksi”.

I.5   Jenis Mata Uang yang Digunakan
      Rencana Transaksi dilaksanakan menggunakan mata uang Indonesia Rupiah
      (“Rp”).

I.6   Alasan dan Latar Belakang Rencana Transaksi
      Alasan dilakukannya transaksi pinjam meminjam dana antara Perseroan dan
      ASF adalah untuk mendukung kegiatan operasional Perseroan, di mana ASF
      sebagai penerima pinjaman akan menggunakan dana yang dipinjam untuk
      pembiayaan pembelian alat-alat berat dari konsumen Perseroan. Hal ini
      dilakukan agar pembiayaan atau program ini menarik bagi konsumen.
      Rencana Transaksi dilakukan untuk mendukung penjualan alat berat
      Perseroan pada tahun 2024 khususnya penjualan alat berat produk Komatsu
      tipe PC135, D85, PC200-M0, Bomag tipe BW212, UD Truck tipe CWE37064 dan
      Scania tipe P410.

      Dana yang diperoleh akan digunakan oleh ASF untuk membiayai penjualan
      alat berat Perseroan kepada konsumen dengan tingkat suku bunga yang
      kompetitif. Dengan pembiayaan ini diharapkan dapat meningkatkan dan
      mempertahankan pangsa pasar alat berat Perseroan di tengah kompetisi yang
      sangat ketat.
Page 29
                                                                               25




I.7   Ringkasan Rencana Transaksi
      Dalam Perjanjian Pinjaman awal antara Perseroan dan ASF yang dilakukan
      pada 29 Juni 2018, Perseroan dan ASF sepakat untuk melakukan transaksi
      pinjam meminjam dana dengan syarat dan ketentuan yang telah disetujui
      oleh kedua belah pihak. Beberapa syarat dan ketentuan yang diatur dalam
      Perjanjian Pinjaman antara Perseroan dan ASF antara lain sebagai berikut:
      • Jumlah fasilitas yang diberikan adalah sebesar Rp200.000.000.000,-
         (dua ratus miliar Rupiah);
      • Periode ketersediaan hingga 29 Juni 2019;
      • Tanggal pengakhiran perjanjian adalah maksimal 4 tahun sejak periode
         ketersediaan;
      • Setiap penarikan pinjaman beserta bunga akan dibayarkan dengan
         pembayaran angsuran selama 12 kali angsuran per pinjaman dengan
         jangka waktu 3 bulanan;
      • Suku bunga adalah 5% per tahun dengan periode bunga adalah 3 bulanan;
      • Penerima pinjaman wajib menyerahkan jaminan yang nilainya minimal
         setara dengan 50% dari besarnya pinjaman yang telah digunakan dan
         terutang.

      Selanjutnya pada 25 Juni 2019, para pihak sepakat untuk melakukan
      amandemen atas Perjanjian Pinjaman awal tersebut. Berdasarkan
      Amandemen No. 01/UT-ASF/VI/2019 telah dilakukan amandemen pertama
      terhadap Perjanjian Pinjaman antara Perseroan dan ASF (“Amandemen I”).
      Perubahan syarat dan ketentuan dalam Amandemen I antara lain sebagai
      berikut:
      • Periode ketersediaan hingga 30 Juni 2020;
      • Jumlah fasilitas yang diberikan menjadi sebesar Rp300.000.000.000,- (tiga
         ratus miliar Rupiah);
      • Fasilitas yang diberikan merupakan fasilitas tanpa komitmen dan bersifat
         berulang (revolving). Penerima pinjaman dapat meminjam kembali
         sebagian atau seluruh pinjaman yang telah dibayarkan atau dibayarkan
         kembali secara dipercepat selama periode ketersediaan selama jumlah
         pokok terutang yang belum dilunasi tidak melampaui Rp300.000.000.000,-
         (tiga ratus miliar Rupiah);
      • Menghapus ketentuan mengenai jaminan.

      Selanjutnya pada 29 Juni 2020, para pihak sepakat untuk melakukan
      amandemen atas Perjanjian Pinjaman awal tersebut. Berdasarkan
      Amandemen No. 02/UT-ASF/VI/2020 telah dilakukan amandemen kedua
      terhadap Perjanjian Pinjaman antara Perseroan dan ASF (“Amandemen II”).
Page 30
                                                                         26




Perubahan syarat dan ketentuan dalam Amandemen II adalah sebagai
berikut:
• Periode ketersediaan hingga 30 Juni 2021;
• Setiap penarikan pinjaman beserta bunga akan dibayarkan dengan
  pembayaran angsuran selama 16 kali angsuran per pinjaman dengan
  jangka waktu 3 bulanan.
Selanjutnya pada 2 Agustus 2021, para pihak sepakat untuk melakukan
amandemen atas Perjanjian Pinjaman awal tersebut. Berdasarkan
Amandemen No. 03/UT-ASF/VI/2021 tanggal telah dilakukan amandemen
ketiga terhadap Perjanjian Pinjaman antara Perseroan dan ASF
(“Amandemen III”). Perubahan syarat dan ketentuan dalam Amandemen III
adalah sebagai berikut:
• Periode ketersediaan berarti periode dari dan termasuk tanggal perjanjian
  ini ditandatangani sampai dengan tanggal 30 Juni 2022 atau periode lain
  yang disetujui oleh Pemberi Pinjaman;
• Suku bunga atas setiap pinjaman untuk setiap periode bunga pada
  penarikan pertama akan dibagi menjadi dua tranche yaitu:
   o Tranche A sebesar 5% (lima persen) efektif (effective) per tahun,
     berlaku untuk pembiayaan atas kendaraan (truk dan/atau bus)
     dan/atau alat berat yang akan disepakati di kemudian hari oleh kedua
     belah pihak dengan ketentuan bahwa pemberi pinjaman merupakan
     distributor atas tipe tersebut (“Suku Bunga A”);
   o Tranche B sebesar 6,5% (enam koma lima persen) efektif (effective) per
     tahun, berlaku untuk pembiayaan atas kendaraan (truk dan/atau bus)
     dan/atau alat berat yang akan disepakati di kemudian hari oleh kedua
     belah pihak dengan ketentuan bahwa pemberi pinjaman merupakan
     distributor atas tipe tersebut (“Suku Bunga B”).

  (Secara bersama-sama suku bunga A dan suku bunga B akan disebut dengan
  “Suku Bunga”)

  Suku Bunga untuk pinjaman pada penarikan berikutnya dapat berubah
  tergantung pada kondisi pasar uang yang akan diberitahukan sebelumnya
  oleh pemberi pinjaman dan disepakati oleh para pihak berdasarkan suatu
  kesepakatan tertulis. Perhitungan bunga diatur dalam pasal 9 perjanjian
  dan pembayaran merujuk kepada pasal 6.1 (pembayaran kembali
  pinjaman-pinjaman) perjanjian ini.

Selanjutnya pada 30 Juni 2022, Perseroan dan ASF sepakat untuk melakukan
Amandemen IV dengan No. 04/UT-ASF/VI/2022 (“Amandemen IV”).
Page 31
                                                                           27




Perubahan syarat dan ketentuan dalam Amandemen IV adalah sebagai
berikut:
• Periode ketersediaan berarti periode dari dan termasuk tanggal perjanjian
  ini ditandatangani sampai dengan tanggal 30 Juni 2023 atau periode lain
  yang disetujui oleh Pemberi Pinjaman.

Selanjutnya pada 27 Juni 2023, Perseroan ASF sepakat untuk melakukan
Amandemen V dengan No. 05/UT-ASF/VI/2023 (“Amandemen V”).
Perubahan syarat dan ketentuan dalam Amandemen V adalah sebagai
berikut:
• Periode ketersediaan berarti periode dari dan termasuk tanggal perjanjian
  ini ditandatangani sampai dengan tanggal 30 Juni 2024 atau periode lain
  yang disetujui oleh Pemberi Pinjaman.

 Rencana Transaksi merupakan Amandemen VI atas Perjanjian Pinjaman
 antara Perseroan dan ASF. Berdasarkan draft Amandemen VI, perubahan
 syarat dan ketentuan dalam Amandemen VI adalah bahwa:
 • Periode ketersediaan berarti periode dari dan termasuk tanggal perjanjian
    ini ditandatangani sampai dengan tanggal 30 Juni 2025 atau periode lain
    yang disetujui oleh Pemberi Pinjaman;
• Perubahan kalkulasi bunga , sebagai berikut:
   (i) Suku bunga atas setiap Pinjaman untuk setiap Periode Bunga adalah
        maksimal sebesar 6,75% (enam koma tujuh lima persen) per tahun
        (“Suku Bunga”);
   (ii) Ketentuan Suku Bunga sebagaimana diatur dalam poin (i) dapat
        dikecualikan berdasarkan pertimbangan Pemberi Pinjaman dan Pemberi
        Pinjaman atas diskresinya sendiri berhak untuk menentukan besaran
        nilai pengecualian Suku Bunga tersebut dengan nilai tidak kurang dari
        5% (lima persen) per tahun. Penentuan besaran Suku Bunga pada
        masing-masing penarikan Pinjaman akan ditentukan oleh kebutuhan
        pasar dan juga cost of fund pada saat permohonan penarikan Pinjaman
        diberikan oleh Pemberi Pinjaman kepada Penerima Pinjaman. Suku
        Bunga yang akan diberlakukan akan diberitahukan oleh Pemberi
        Pinjaman dalam surat pemberitahuan terpisah dan akan terus berlaku
        hingga adanya pemberitahuan berikutnya. Untuk menghindari keragu-
        raguan, perhitungan bunga diatur dalam Pasal 9 (Periode-Periode
        Bunga) Perjanjian ini dan pembayaran bunga merujuk kepada Pasal 6.1
        (Pembayaran Kembali Pinjaman-Pinjaman) Perjanjian ini.
Page 32
                                                                         28




Berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan, jumlah penjualan alat
berat selama Periode Ketersediaan adalah sebagai berikut:
                                                                 Rata-rata
     Produk          Unit      Harga   Penjualan   Suku bunga
                                                                tertimbang
Suku bunga 5%
BW212                  0       1.164          0        5,00%
D85                    0       3.780          0        5,00%
PC135                  4       1.360      5.441        5,00%
PC200 - M0             0       1.543          0        5,00%
CWE37064               0       1.776          0        5,00%
P410                   0       2.806          0        5,00%
Total                  4                  5.441        5,00%         0,18%
Suku bunga 5,5%
BW212                  0       1.164          0        5,50%
D85                    0       3.780          0        5,50%
PC135                  5       1.360      6.802        5,50%
PC200 - M0             0       1.543          0        5,50%
CWE37064               0       1.776          0        5,50%
P410                   0       2.806          0        5,50%
Total                  5                  6.802        5,50%         0,25%
Suku bunga 6,0%
BW212                  0       1.164         0         6,00%
D85                    0       3.780         0         6,00%
PC135                  6       1.360     8.162         6,00%
PC200 - M0             3       1.543     4.630         6,00%
CWE37064               0       1.776         0         6,00%
P410                   0       2.806         0         6,00%
Total                  9                12.792         6,00%         0,51%
Suku bunga 6,5%
BW212                  0       1.164         0         6,50%
D85                    0       3.780         0         6,50%
PC135                  7       1.360     9.522         6,50%
PC200 - M0             5       1.543     7.717         6,50%
CWE37064               0       1.776         0         6,50%
P410                   0       2.806         0         6,50%
Total                 12                17.239         6,50%         0,74%
Suku bunga 6,75%
BW212                  1       1.164     1.164         6,75%
D85                    3       3.780    11.341         6,75%
PC135                 12       1.360    16.324         6,75%
PC200 - M0            25       1.543    38.585         6,75%
CWE37064               1       1.776     1.776         6,75%
P410                  14       2.806    39.278         6,75%
Total                 56               108.468         6,75%         4,86%
Total keseluruhan     86               150.743                       6,54%
Page 33
                                                                                29




I.8    Maksud dan Tujuan Penilaian
       Pelaksanaan penilaian ini dimaksudkan untuk memberikan pendapat
       kewajaran (fairness opinion) atas Rencana Transaksi yang ditujukan dalam
       rangka memenuhi ketentuan Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020 tanggal
       1 Juli 2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.

       Berdasarkan penjelasan dari manajemen Perseroan, Rencana Transaksi di
       atas memenuhi ketentuan peraturan tentang transaksi afiliasi namun bukan
       transaksi material karena nilai Rencana Transaksi di bawah 20% dari ekuitas
       Perseroan per 31 Desember 2023.
       Disajikan dalam jutaan Rupiah
                      Keterangan                     Total

       Jumlah pinjaman                                300.000

       Nilai buku ekuitas UT per 31 Desember 2023   84.035.563

       % Nilai transaksi terhadap Nilai buku UT         0,36%


I.9    Benturan Kepentingan Rencana Transaksi
       Berdasarkan penjelasan dari manajemen Perseroan, rencana transaksi di atas
       tidak terdapat benturan kepentingan.

I.10   Tanggal Penilaian
       • Tanggal penilaian adalah per 31 Desember 2023.
       • Tanggal laporan penilaian adalah 27 Juni 2024.

I.11   Tingkat Kedalaman Investigasi
       Dalam melaksanakan penilaian ini kami telah melakukan investigasi untuk
       mengumpulkan data dan informasi dari manajemen Perseroan dengan cara
       melakukan wawancara serta melakukan verifikasi, perhitungan dan analisis
       dari data dan informasi yang diperoleh dari manajemen Perseroan maupun
       sumber-sumber lainnya yang relevan dan dapat diandalkan.
       Dalam proses penilaian ini kami melakukan wawancara dengan:
       • Bapak Ramandhika sebagai Department Head Corporate Treasury
         Perseroan;
       • Bapak Rendih sebagai Team Member Corporate Treasury Perseroan;
       • Ibu Raci sebagai Team Member Corporate Treasury Perseroan.
Page 34
                                                                              30




I.12   Sifat dan Sumber Informasi yang Dapat Diandalkan
       Dalam mempersiapkan laporan ini, kami menggunakan data dan informasi
       yang diperoleh dari manajemen Perseroan maupun sumber-sumber lainnya
       yang relevan dan dapat diandalkan. Data dan informasi yang digunakan
       adalah sebagai berikut:
       1. Draft Amandemen VI Perjanjian Pinjaman antara Perseroan dan ASF;
       2. Amandemen No. 05/UT-ASF/VI/2023 Perjanjian Pinjaman antara
           Perseroan dan ASF;
       3. Amandemen No. 04/UT-ASF/VI/2022 Perjanjian Pinjaman antara
           Perseroan dan ASF;
       4. Amandemen No. 03/UT-ASF/VI/2021 Perjanjian Pinjaman antara
           Perseroan dan ASF;
       5. Amandemen No. 02/UT-ASF/VI/2020 Perjanjian Pinjaman antara
           Perseroan dan ASF;
       6. Amandemen No. 01/UT-ASF/VI/2019 Perjanjian Pinjaman antara
           Perseroan dan ASF;
       7. Perjanjian Pinjaman antara Perseroan dan ASF;
       8. Laporan Keuangan Perseroan per tanggal 31 Desember 2019 sampai
           dengan 31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik
           Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan (PwC) dengan opini wajar dalam
           semua hal yang material;
       9. Laporan Keuangan ASF per tanggal 31 Desember 2019 sampai dengan
           31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik
           Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan (PwC) dengan opini wajar dalam
           semua hal yang material;
       10. Proyeksi tambahan penjualan alat berat yang diperoleh dari manajemen
           Perseroan;
       11. Proforma keuangan Perseroan dengan adanya Rencana Transaksi yang
           diperoleh dari manajemen Perseroan;
       12. Dokumen legal Perseroan dan ASF antara lain Akta Pendirian dan Akta
           Perubahannya, NPWP, NIB serta dokumen-dokumen penting lainnya;
       13. Data dan informasi keuangan yang diperoleh dari Damodaran tanggal
           1 Januari 2024 dan 5 Januari 2024;
       14. Data dan informasi mengenai tingkat suku bunga obligasi Pemerintah
           Republik Indonesia dari PT Penilai Harga Efek Indonesia (“PHEI”) per
           29 Desember 2023;
       15. Data dan informasi mengenai tingkat bunga pinjaman dari SEKI Bank
           Indonesia per Desember 2023;
Page 35
                                                                                31




        16. Analisis ekonomi berdasarkan data dan informasi yang diperoleh dari
            Economist Intelligence Unit (“EIU”), Bank Indonesia serta data dan
            informasi lainnya yang dipublikasikan secara umum;
        17. Wawancara dengan manajemen Perseroan sehubungan dengan Rencana
            Transaksi;
        18. Berbagai sumber informasi, baik dari media cetak dan elektronik maupun
            dari hasil analisis lainnya yang kami anggap relevan.
        Kami berasumsi bahwa data dan informasi yang diberikan telah diungkapkan
        sepenuhnya, sejujurnya, benar dan dapat dipertanggungjawabkan.

I.13   Asumsi dan Kondisi Pembatas
       Asumsi:
       1. Kami mengasumsikan bahwa Rencana Transaksi dijalankan seperti yang
          telah dijelaskan oleh manajemen Perseroan dan sesuai dengan
          kesepakatan serta kebenaran informasi mengenai Rencana Transaksi yang
          diungkapkan oleh manajemen dalam draft Amandemen VI Perjanjian
          Pinjaman antara Perseroan dan ASF yang telah kami terima;
       2. Kami mengasumsikan bahwa sejak tanggal penerbitan laporan ini sampai
          dengan tanggal efektifnya Rencana Transaksi tidak terjadi perubahan
          apapun yang berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang
          digunakan di dalam analisis penyusunan pendapat kewajaran;
       3. Kami mengasumsikan bahwa pihak yang bertransaksi merupakan
          perusahaan yang berkelanjutan usahanya di masa mendatang dan dikelola
          oleh manajemen yang profesional dan kompeten (going concern);
       4. Seluruh data dan informasi yang diterima dari Perseroan sehubungan
          dengan penilaian ini adalah relevan, benar dan dapat dipercaya;
       5. Seluruh pernyataan serta data dan informasi yang terdapat di dalam
          laporan ini adalah relevan, benar dan dapat dipertanggungjawabkan
          sesuai dengan prosedur penilaian yang berlaku umum dan disampaikan
          dengan itikad baik;
       6. Kami memperoleh informasi atas status hukum pihak yang bertransaksi,
          namun kami tidak melakukan pengecekan terhadap keabsahannya;
       7. Tidak ada perubahan yang material dan signifikan terhadap iklim politik,
          ekonomi dan hukum di mana Perseroan melakukan kegiatan bisnisnya;
       8. Tidak ada perubahan yang material dan signifikan terhadap susunan
          pengurus Perseroan;
       9. Tidak ada perubahan yang material dan signifikan terhadap peraturan dan
          hukum yang berlaku yang mempengaruhi pendapatan Perseroan di dalam
          menjalankan bisnisnya;
Page 36
                                                                            32




10. Tidak ada perubahan yang material dan signifikan terhadap biaya tenaga
    kerja dan biaya lain-lain yang signifikan;
11. Tidak ada gangguan yang material dan signifikan terhadap hubungan
    industrial atau asosiasi tenaga kerja;
12. Tidak ada perubahan yang material dan signifikan terhadap kebijakan
    akuntansi yang digunakan oleh Perseroan;
13. Tidak ada perubahan yang material dan signifikan terhadap teknologi
    industri dan kompetisi pasar di mana Perseroan menjalankan bisnisnya.

Kondisi pembatas:
 1. Laporan ini bersifat non-disclaimer opinion;
 2. Laporan ini dilaksanakan sesuai dengan maksud dan tujuan penilaian yang
    dinyatakan di dalam laporan, oleh karena itu tidak dapat digunakan
    dan/atau dikutip untuk tujuan lain;
 3. Laporan ini terbuka untuk publik, kecuali terdapat informasi yang bersifat
    rahasia yang dapat mempengaruhi operasional Perseroan;
 4. Informasi yang telah diberikan oleh Perseroan kepada kami, seperti yang
    disebutkan di dalam laporan ini, dianggap layak dan dapat dipercaya,
    tetapi kami tidak bertanggung jawab jika ternyata informasi yang
    diberikan terbukti tidak sesuai dengan hal yang sesungguhnya. Informasi
    yang dinyatakan tanpa menyebutkan sumbernya merupakan hasil
    penelaahan kami terhadap data-data yang ada, pemeriksaan atas
    dokumen, ataupun keterangan dari instansi pemerintah yang berwenang.
    Tanggung jawab untuk memeriksa kembali kebenaran informasi tersebut
    sepenuhnya berada di pihak Perseroan;
 5. Penilaian yang kami lakukan didasarkan pada data dan informasi yang
    diberikan oleh Perseroan. Mengingat hasil dari penilaian kami sangat
    tergantung dari kelengkapan, keakuratan dan penyajian data serta
    asumsi-asumsi yang mendasarinya, perubahan pada data seperti adanya
    informasi baru dari publik, informasi yang merupakan hasil penyelidikan
    khusus ataupun dari sumber-sumber lainnya dapat merubah hasil dari
    penilaian kami. Oleh karena itu, kami sampaikan bahwa perubahan
    terhadap data yang digunakan dapat berpengaruh terhadap hasil penilaian
    dan bahwa perbedaan yang terjadi dapat bersifat material. Walaupun isi
    dari laporan ini telah dilaksanakan dengan itikad baik dan cara yang
    profesional, kami tidak bertanggung jawab atas adanya kemungkinan yang
    terjadinya perbedaan kesimpulan yang disebabkan oleh analisis tambahan
    ataupun adanya perubahan dalam data yang dijadikan sebagai dasar
    penilaian;
Page 37
                                                                                    33




        6. Kami menggunakan proyeksi penjualan alat berat yang diperoleh dari
           Perseroan dan kami telah melakukan penyesuaian yang mencerminkan
           kewajaran proyeksi sesuai dengan kemampuan pencapaiannya (fiduciary
           duty). Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran
           proyeksi keuangan yang telah disesuaikan;
        7. Kami bertanggung jawab atas laporan ini dan opini kewajaran;
        8. Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau
           melengkapi penilaian ini akibat dari peristiwa-peristiwa yang terjadi
           setelah tanggal Laporan Penilaian (subsequent events);
       9. Laporan ini dianggap sah apabila tertera cap (seal) KJPP Nirboyo
           Adiputro, Dewi Apriyanti & Rekan, pada lembar tanda tangan
           penanggung jawab Laporan.

I.14    Persyaratan atas Persetujuan untuk Publikasi
        Laporan ini dan/atau referensi yang melampirinya dilaksanakan sesuai
        dengan maksud dan tujuan penilaian yang dinyatakan dalam laporan serta
        laporan ini bersifat terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang
        bersifat rahasia, yang dapat memengaruhi operasional Perseroan.

I.15    Standar Penilaian
        Kami telah melakukan penyusunan laporan pendapat kewajaran ini sesuai
        dengan Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian
        Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, Surat Edaran OJK
        No. 17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan
        Penilaian Bisnis di Pasar Modal, Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar
        Penilaian Indonesia Edisi VII-2018 (KEPI & SPI edisi VII-2018), serta peraturan
        perundangan yang berlaku.

I.16    Metode dan Prosedur Penyusunan Pendapat Kewajaran
        Analisis pendapat kewajaran yang kami lakukan atas Rencana Transaksi
        adalah:
        • Analisis pengaruh transaksi pinjam meminjam dana terhadap keuangan
          perusahaan;
        • Identifikasi dan hubungan antara pihak-pihak;
        • Analisis perjanjian dan persyaratan yang disepakati oleh pihak;
        • Analisis likuiditas;
        • Analisis manfaat dan risiko;
        • Analisis kualitatif;
        • Analisis kuantitatif;
        • Analisis kelayakan rencana penggunaan dana;
        • Analisis atas jaminan.
Page 38
                                                                              34




I.17   Kejadian-kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent
       Events)
       Dalam penilaian atas kewajaran Rencana Transaksi per tanggal
       31 Desember 2023, terdapat kejadian penting yang diketahui maupun yang
       patut diketahui setelah tanggal penilaian sampai dengan tanggal laporan
       dikeluarkan yang tidak mempengaruhi hasil penilaian yaitu:
       • Per 24 April 2024, berdasarkan Akta No. 98 tanggal 24 April 2024 dari
          Notaris Jose Dima Satria S.H., M.Kn terdapat perubahan susunan Dewan
          Komisaris dan Direksi Perseroan yaitu terdapat pengunduran diri dari
          Bapak Gidion Hasan sebagai Wakil Presiden Komisaris Perseroan dan
          pengangkatan Bapak Rudy sebagai Wakil Presiden Komisaris Perseroan,
          Bapak Chiew Sin Cheok sebagai Komisaris Perseroan, Bapak Bruce Malcom
          Cox sebagai Komisaris Independen Perseroan, dan Ibu Vilihati Surya
          sebagai Direktur Perseroan. Sehingga susunan anggota Direksi dan Dewan
          Komisaris Perseroan menjadi sebagai berikut:
          Dewan Komisaris
          Presiden Komisaris       : Djony Bunarto Tjondro
          Wakil Presiden Komisaris : Rudy
          Komisaris                : Chiew Sin Cheok
          Komisaris                : Djoko Pranoto Santoso
          Komisaris                : Benjamin Herrenden Birks
          Komisaris Independen     : Paulus Bambang Widjanarko
          Komisaris Independen     : Nanan Soekarna
          Komisaris Independen     : Bruce Malcolm Cox
          Direksi
          Presiden Direktur        : Franciscus Xaverius Laksana Kesuma
          Direktur                 : Loudy Irwanto Ellias
          Direktur                 : Idot Supriadi
          Direktur                 : Iwan Hadiantoro
          Direktur                 : Edhie Sarwono
          Direktur                 : Widjaja Kartika
          Direktur                 : Vilihati Surya
Page 39
                                                                                 35




II     ANALISIS PENDAPAT KEWAJARAN

II.1   Analisis Pengaruh Transaksi Pinjam Meminjam Dana Terhadap Keuangan
       Analisis pengaruh transaksi pinjam meminjam dana terhadap keuangan
       Perseroan menunjukkan bahwa terdapat perbedaan dalam rasio likuiditas
       antara sebelum dan sesudah transaksi. Berdasarkan proforma posisi
       keuangan per 31 Desember 2023 yang diperoleh dari manajemen Perseroan,
       perbedaan ini muncul akibat dari sumber dana yang digunakan Perseroan
       untuk membiayai transaksi pinjam meminjam dana merupakan dana internal
       Perseroan.
                Analisis rasio             Sebelum      Sesudah        Selisih

       Rasio likuditas
          Rasio lancar                           1,46         1,45          -0,24%
          Rasio cepat                            1,06         1,05          -0,33%
          Rasio kas                              0,43         0,43          -0,81%
       Rasio solvabilitas
          Debt to equity ratio                   0,22         0,22           0,00%
          Long term debt to equity ratio         0,21         0,21           0,00%
          Debt to total assets ratio             0,12         0,12           0,00%
       Rasio profitabilitas
          Gross profit margin                  27,83%       27,83%           0,00%
          Net profit margin                    16,03%       16,03%           0,00%

       Dengan membandingkan analisis rasio keuangan antara Laporan Keuangan
       Perseroan per 31 Desember 2023 dengan proforma keuangan Perseroan per
       31 Desember 2023, diperoleh bahwa rasio likuiditas mengalami perubahan
       dengan jumlah yang tidak signifikan. Sedangkan rasio solvabilitas dan rasio
       profitabilitas tidak mengalami perubahan.

II.2   Pihak-pihak yang Bertransaksi
       Berdasarkan Perjanjian Pinjaman antara Perseroan dan ASF, pihak-pihak
       yang terlibat dalam transaksi adalah:
       • Perseroan sebagai pihak pemberi pinjaman;
       • ASF sebagai pihak penerima pinjaman.
Page 40
                                                                                           36




II.3   Susunan Pemegang Saham dan Susunan Manajemen Perseroan
       Perseroan adalah perusahaan yang dikendalikan oleh induk perusahaannya
       yaitu PT Astra International Tbk, perusahaan yang didirikan di Indonesia.

       Susunan pemegang saham Perseroan per 31 Desember 2023 adalah sebagai
       berikut:
                                                                   Persentase
                   Pemegang saham                 Jumlah saham                   Jumlah
                                                                   Kepemilikan

       PT Astra International Tbk                  2.219.317.358        59,50%     554.829
       Fransiscus Xaverius Laksana Kesuma               200.000          0,01%            50
       Iwan Hadiantoro                                  166.400          0,00%            42
       Loudy Irwanto Ellias                              34.515          0,00%            9
       Edjie Sarwono                                     18.100          0,00%            5
       Widjaja Kartika                                    2.000          0,00%            1
       Masyarakat selain Direksi
         (masing-masing kepemilikan dibawah 5%)    1.412.070.763        37,86%     353.016
       Jumlah saham beredar                        3.631.809.136        97,36%     907.952
       Saham treasuri                                98.326.000          2,64%      24.582

       Jumlah                                     3.730.135.136       100,00%      932.534

       Susunan manajemen Perseroan per 31 Desember 2023 adalah sebagai
       berikut:
       Dewan Komisaris
       Presiden Komisaris       : Djony Bunarto Tjondro
       Wakil Presiden Komisaris : Gidion Hasan
       Komisaris                : Djoko Pranoto Santoso
       Komisaris                : Benjamin Herrenden Birks
       Komisaris Independen     : Paulus Bambang Widjanarko
       Komisaris Independen     : Nanan Soekarna
       Direksi
       Presiden Direktur        : Franciscus Xaverius Laksana Kesuma
       Direktur                 : Loudy Irwanto Ellias
       Direktur                 : Iwan Hadiantoro
       Direktur                 : Idot Supriadi
       Direktur                 : Edhie Sarwono
       Direktur                 : Widjaja Kartika

       Pada saat laporan ini dikeluarkan terdapat perubahan pada susunan Dewan
       Komisaris dan Direksi Perseroan. Susunan Dewan Komisaris dan Direksi
       Perseroan saat laporan ini dikeluarkan seperti yang dinyatakan dalam bab
       I.17.
Page 41
                                                                                     37




II.4   Susunan Pemegang Saham dan Susunan Manajemen ASF
       Susunan pemegang saham ASF per 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:
                                                              Persentase
                 Pemegang saham             Jumlah saham                    Jumlah
                                                             kepemilikan

       PT Astra International Tbk              445.518.730         46,87%     445.000
       PT Garda Era Sedaya                     267.311.238         28,12%     267.000
       PT Sedaya Multi Investama               237.609.990         25,00%     238.000

       Jumlah                                 950.439.958       100,00%       950.000

       Susunan manajemen ASF per 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:
       Dewan Komisaris
       Presiden Komisaris      : Rudy
       Komisaris               : Gidion Hasan
       Komisaris Independen    : Aridono Sukmanto
       Komisaris Independen    : Leonard W.S.Siregar

       Direksi
       Presiden Direktur            :   Siswadi
       Direktur                     :   Dharmawan Phie
       Direktur                     :   Tan Chian Hok
       Direktur                     :   Devy Santoso Jayadi
       Direktur                     :   Matilda Esther Rotinsulu
       Direktur                     :   Mohammad Farauk

       Pada saat laporan ini dikeluarkan, tidak terdapat perubahan pemegang
       saham serta susunan anggota Direksi dan Dewan Komisaris ASF.
Page 42
                                                                                                                                         38




II.5   Hubungan Antara Pihak-pihak yang Bertransaksi
       Berdasarkan analisis terhadap dokumen korporasi Perseroan dan ASF serta
       informasi yang diperoleh dari manajemen Perseroan, hubungan kepemilikan
       dan hubungan kepengurusan antara pihak-pihak yang bertransaksi adalah
       sebagai berikut:

       Hubungan Kepemilikan
       Perseroan dan ASF memiliki hubungan afiliasi karena kedua perusahaan ini
       tergabung dalam PT Astra International Tbk (“Grup ASTRA”).
       PT Astra International Tbk memiliki 59,50% saham Perseroan dan 46,87%
       saham ASF.



                                                      PT Astra International Tbk




                            PT United Tractors Tbk                                 PT Astra Sedaya Finance
                                   59,50%                                                   46,87%




       Hubungan Kepengurusan
            Susunan manajemen               UT 31 Desember 2023                     UT 24 April 2024              ASF 31 Desember 2023

       Dewan Komisaris
       Presiden Komisaris           Djony Bunarto Tjondro                Djony Bunarto Tjondro                Rudy
       Wakil Presiden Komisaris     Gidion Hasan                         Rudy                                 -
       Komisaris                    Djoko Pranoto Santoso                Djoko Pranoto Santoso                Gidion Hasan
       Komisaris                    Benjamin Herrenden Birks             Benjamin Herrenden Birks             -
       Komisaris                    -                                    Chiew Sin Cheok                      -
       Komisaris independen         Paulus Bambang Widjanarko            Paulus Bambang Widjanarko            Aridono Sukmanto
       Komisaris independen         Nanan Soekarna                       Nanan Soekarna                       Leonard W.S. Siregar
       Komisaris independen         -                                    Bruce Malcolm Cox                    -

       Direksi
       Presiden Direktur            Franciscus Xaverius Laksana Kesuma   Franciscus Xaverius Laksana Kesuma   Siswadi
       Direktur                     Loudy Irwanto Ellias                 Loudy Irwanto Ellias                 Dharmawan Phie
       Direktur                     Iwan Hadiantoro                      Iwan Hadiantoro                      Tan Chian Hok
       Direktur                     Idot Supriadi                        Idot Supriadi                        Devy Santoso Jayadi
       Direktur                     Edhie Sarwono                        Edhie Sarwono                        Matilda Esther Rotinsulu
       Direktur                     Widjaja Kartika                      Widjaja Kartika                      Mohammad Farauk
       Direktur                     -                                    Vilihati Surya                       -



       • Bapak Gidion Hasan menjabat sebagai Wakil Presiden Komisaris di
         Perseroan dan juga menjabat sebagai Komisaris di ASF per
         31 Desember 2023, namun pada saat laporan ini diterbitkan Bapak Gidion
         Hasan sudah tidak menjabat sebagai Wakil Presiden Komisaris di
         Perseroan;
Page 43
                                                                                39




       • Bapak Rudy menjabat sebagai Wakil Presiden Komisaris di Perseroan dan
         juga menjabat sebagai Presiden Komisaris di ASF per 24 April 2024 hingga
         tanggal laporan ini diterbitkan.

II.6   Perjanjian dan Persyaratan Rencana Transaksi
       Dalam Perjanjian Pinjaman awal antara Perseroan dan ASF yang dilakukan
       pada 29 Juni 2018, Perseroan dan ASF sepakat untuk melakukan transaksi
       pinjam meminjam dana dengan syarat dan ketentuan yang telah disetujui
       oleh kedua belah pihak. Beberapa syarat dan ketentuan yang diatur dalam
       Perjanjian Pinjaman antara Perseroan dan ASF antara lain sebagai berikut:
       • Jumlah fasilitas yang diberikan adalah sebesar Rp200.000.000.000,-
          (dua ratus miliar Rupiah);
       • Periode ketersediaan hingga 29 Juni 2019;
       • Tanggal pengakhiran perjanjian adalah maksimal 4 tahun sejak periode
          ketersediaan;
       • Setiap penarikan pinjaman beserta bunga akan dibayarkan dengan
          pembayaran angsuran selama 12 kali angsuran per pinjaman dengan
          jangka waktu 3 bulanan;
       • Suku bunga adalah 5% per tahun dengan periode bunga adalah 3 bulanan;
       • Penerima pinjaman wajib menyerahkan jaminan yang nilainya minimal
          setara dengan 50% dari besarnya pinjaman yang telah digunakan dan
          terutang.

       Selanjutnya pada 25 Juni 2019, para pihak sepakat untuk melakukan
       amandemen atas Perjanjian Pinjaman awal tersebut. Berdasarkan
       Amandemen No. 01/UT-ASF/VI/2019 telah dilakukan amandemen pertama
       terhadap Perjanjian Pinjaman antara Perseroan dan ASF (“Amandemen I”).
       Perubahan syarat dan ketentuan dalam Amandemen I antara lain sebagai
       berikut:
       • Periode ketersediaan hingga 30 Juni 2020;
       • Jumlah fasilitas yang diberikan menjadi sebesar Rp300.000.000.000,- (tiga
          ratus miliar Rupiah);
       • Fasilitas yang diberikan merupakan fasilitas tanpa komitmen dan bersifat
          berulang (revolving). Penerima pinjaman dapat meminjam kembali
          sebagian atau seluruh pinjaman yang telah dibayarkan atau dibayarkan
          kembali secara dipercepat selama periode ketersediaan selama jumlah
          pokok terutang yang belum dilunasi tidak melampaui Rp300.000.000.000,-
          (tiga ratus miliar Rupiah);
       • Menghapus ketentuan mengenai jaminan.
Page 44
                                                                         40




Selanjutnya pada 29 Juni 2020, para pihak sepakat untuk melakukan
amandemen atas Perjanjian Pinjaman awal tersebut. Berdasarkan
Amandemen No. 02/UT-ASF/VI/2020 telah dilakukan amandemen kedua
terhadap Perjanjian Pinjaman antara Perseroan dan ASF (“Amandemen II”).
Perubahan syarat dan ketentuan dalam Amandemen II adalah sebagai
berikut:
• Periode ketersediaan hingga 30 Juni 2021;
• Setiap penarikan pinjaman beserta bunga akan dibayarkan dengan
   pembayaran angsuran selama 16 kali angsuran per pinjaman dengan
   jangka waktu 3 bulanan.

Selanjutnya pada 2 Agustus 2021, para pihak sepakat untuk melakukan
amandemen atas Perjanjian Pinjaman awal tersebut. Berdasarkan
Amandemen No. 03/UT-ASF/VI/2021 tanggal telah dilakukan amandemen
ketiga terhadap Perjanjian Pinjaman antara Perseroan dan ASF
(“Amandemen III”). Perubahan syarat dan ketentuan dalam Amandemen III
adalah sebagai berikut:
• Periode ketersediaan berarti periode dari dan termasuk tanggal perjanjian
  ini ditandatangani sampai dengan tanggal 30 Juni 2022 atau periode lain
  yang disetujui oleh Pemberi Pinjaman;
• Suku bunga atas setiap pinjaman untuk setiap periode bunga pada
  penarikan pertama akan dibagi menjadi dua tranche yaitu:
   o Tranche A sebesar 5% (lima persen) efektif (effective) per tahun,
     berlaku untuk pembiayaan atas kendaraan (truk dan/atau bus)
     dan/atau alat berat yang akan disepakati di kemudian hari oleh kedua
     belah pihak dengan ketentuan bahwa pemberi pinjaman merupakan
     distributor atas tipe tersebut (“Suku Bunga A”);
   o Tranche B sebesar 6,5% (enam koma lima persen) efektif (effective) per
     tahun, berlaku untuk pembiayaan atas kendaraan (truk dan/atau bus)
     dan/atau alat berat yang akan disepakati di kemudian hari oleh kedua
     belah pihak dengan ketentuan bahwa pemberi pinjaman merupakan
     distributor atas tipe tersebut (“Suku Bunga B”).

  (Secara bersama-sama suku bunga A dan suku bunga B akan disebut dengan
  “Suku Bunga”)

  Suku Bunga untuk pinjaman pada penarikan berikutnya dapat berubah
  tergantung pada kondisi pasar uang yang akan diberitahukan sebelumnya
  oleh pemberi pinjaman dan disepakati oleh para pihak berdasarkan suatu
  kesepakatan tertulis.
Page 45
                                                                          41




   Perhitungan bunga diatur dalam pasal 9 perjanjian dan pembayaran
   merujuk kepada pasal 6.1 (pembayaran kembali pinjaman-pinjaman)
   perjanjian ini.

Selanjutnya pada 30 Juni 2022, Perseroan dan ASF sepakat untuk melakukan
Amandemen IV dengan No. 04/UT-ASF/VI/2022 (“Amandemen IV”).
Perubahan syarat dan ketentuan dalam Amandemen IV adalah sebagai
berikut:
• Periode ketersediaan berarti periode dari dan termasuk tanggal perjanjian
  ini ditandatangani sampai dengan tanggal 30 Juni 2023 atau periode lain
  yang disetujui oleh Pemberi Pinjaman;

 Selanjutnya pada 27 Juni 2023, Perseroan ASF sepakat untuk melakukan
 Amandemen V dengan No. 05/UT-ASF/VI/2023 (“Amandemen V”).
 Perubahan syarat dan ketentuan dalam Amandemen V adalah sebagai
 berikut:
• Periode ketersediaan berarti periode dari dan termasuk tanggal perjanjian
   ini ditandatangani sampai dengan tanggal 30 Juni 2024 atau periode lain
   yang disetujui oleh Pemberi Pinjaman.

Rencana Transaksi merupakan Amandemen VI atas Perjanjian Pinjaman
antara Perseroan dan ASF. Berdasarkan draft Amandemen VI, perubahan
syarat dan ketentuan dalam Amandemen VI adalah bahwa:
• Periode ketersediaan berarti periode dari dan termasuk tanggal perjanjian
   ini ditandatangani sampai dengan tanggal 30 Juni 2025 atau periode lain
   yang disetujui oleh Pemberi Pinjaman;
• Perubahan kalkulasi bunga , sebagai berikut:
    (i) Suku bunga atas setiap Pinjaman untuk setiap Periode Bunga adalah
        maksimal sebesar 6,75% (enam koma tujuh lima persen) per tahun
        (“Suku Bunga”);
   (ii) Ketentuan Suku Bunga sebagaimana diatur dalam poin (i) dapat
        dikecualikan berdasarkan pertimbangan Pemberi Pinjaman dan
        Pemberi Pinjaman atas diskresinya sendiri berhak untuk menentukan
        besaran nilai pengecualian Suku Bunga tersebut dengan nilai tidak
        kurang dari 5% (lima persen) per tahun. Penentuan besaran Suku Bunga
        pada masing-masing penarikan Pinjaman akan ditentukan oleh
        kebutuhan pasar dan juga cost of fund pada saat permohonan
        penarikan Pinjaman diberikan oleh Pemberi Pinjaman kepada
        Penerima Pinjaman.
Page 46
                                                                                 42




              Suku Bunga yang akan diberlakukan akan diberitahukan oleh Pemberi
              Pinjaman dalam surat pemberitahuan terpisah dan akan terus berlaku
              hingga adanya pemberitahuan berikutnya. Untuk menghindari keragu-
              raguan, perhitungan bunga diatur dalam Pasal 9 (Periode-Periode
              Bunga) Perjanjian ini dan pembayaran bunga merujuk kepada Pasal
              6.1 (Pembayaran Kembali Pinjaman-Pinjaman) Perjanjian ini.

II.7   Analisis Likuiditas
       Dengan membandingkan analisis rasio keuangan antara Laporan Keuangan
       Perseroan per 31 Desember 2023 dengan proforma keuangan Perseroan per
       31 Desember 2023, diperoleh bahwa rasio likuiditas mengalami perubahan
       dengan jumlah yang tidak signifikan.
                 Analisis rasio         Sebelum        Sesudah         Selisih

       Rasio likuditas
          Rasio lancar                         1,46           1,45          -0,24%
          Rasio cepat                          1,06           1,05          -0,33%
          Rasio kas                            0,43           0,43          -0,81%

II.8   Manfaat dan Risiko Rencana Transaksi
       Manfaat Rencana Transaksi adalah:
       • Perseroan akan mendapatkan pendapatan bunga dari ASF dan tambahan
         penjualan alat berat.
       Risiko Rencana Transaksi adalah:
       • Risiko tidak tercapainya target penjualan alat-alat berat Perseroan;
       • Risiko bila terjadi gagal bayar dari konsumen ASF.
Page 47
                                                                                   43




II.9     Analisis Kualitatif atas Rencana Transaksi

II.9.1   Riwayat Singkat dan Sifat Kegiatan Usaha
         PT United Tractors Tbk
         Perseroan didirikan di Indonesia pada tanggal 13 Oktober 1972 dengan nama
         PT Inter Astra Motor Works, berdasarkan Akta Pendirian No. 69 di hadapan
         Djojo Muljadi, S.H. Terdapat perubahan nomor 101 atas akta pendirian yang
         disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan
         No. Y.A.5/34/8 tanggal 6 Februari 1973 dan diumumkan dalam Lembaran
         Berita Negara No. 31, Tambahan No. 281 tanggal 17 April 1973 yang
         mengubah nama Perseroan menjadi PT United Tractors. Anggaran Dasar
         Perseroan telah mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Perseroan sejak
         19 September 1989 telah menjadi perusahaan publik dengan mencatatkan
         sahamnya di Bursa Efek Indonesia. Perubahan Anggaran Dasar terakhir dan
         perubahan pasal 3 Anggaran Dasar mengenai maksud dan tujuan serta
         kegiatan usaha Perseroan sebagaimana dituangkan dalam akta No. 79 tanggal
         8 April 2022 yang dibuat di hadapan Jose Dima Satria, S.H., M.Kn, notaris di
         Jakarta, yang telah mendapat mendapat pemberitahuan penerimaan
         pemberitahuan perubahan Anggaran Dasar dari Menteri Hukum dan Hak Asasi
         Manusia Republik Indonesia sesuai dengan suratnya tanggal 19 April 2022 No.
         AHU-0028206.AH.01.02.tahun 2022.
         Selain itu, Perseroan telah melakukan perubahan susunan Direksi
         sebagaimana dituangkan dalam Akta No.51 tanggal 12 April 2023 yang dibuat
         dihadapan Jose Dimas Satria, S.H., M.Kn., notaris di Jakarta, yang telah
         mendapat pemberitahuan penerimaan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi
         Manusia Republik Indonesia sesuai dengan suratnya tanggal 4 Mei 2023
         No.AHU-AH.01.09-0114064.
         Ruang lingkup kegiatan utama Perseroan dan entitas anak (bersama-sama
         disebut “Grup”) meliputi penjualan dan penyewaan alat berat (“mesin
         konstruksi”) beserta pelayanan purna jual; penambangan dan kontraktor
         penambangan; rekayasa, perencanaan, perakitan dan pembuatan komponen
         mesin, alat, peralatan dan alat berat; pembuatan kapal serta jasa
         perbaikannya; penyewaan kapal dan angkutan pelayaran; industri konstruksi;
         pembangkit listrik; dan energi.
         Perseroan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1973. Perseroan
         berkedudukan di Jakarta, Indonesia.
         Perseroan dikendalikan oleh induk perusahaannya yaitu PT Astra
         International Tbk, perusahaan yang didirikan di Indonesia. Pemegang saham
         terbesar PT Astra International Tbk adalah Jardine Cycle & Carriage Ltd,
         perusahaan yang didirikan di Singapura. Jardine Cycle & Carriage Ltd. adalah
         anak perusahaan dari Jardine Matheson Hodings Ltd., perusahaan yang
         didirikan di Bermuda.
Page 48
                                                                                    44




         PT Astra Sedaya Finance
         PT    Astra   Sedaya     Finance   (“ASF”)     didirikan   dengan    nama
         PT Raharja Sedaya pada tanggal 15 Juli 1982 berdasarkan Akta Notaris
         Rukmasanti Hardjasatya, S.H., No. 50. Akta Pendirian disahkan oleh Menteri
         Kehakiman Republik Indonesia pada tanggal 20 Januari 1983 dalam Surat
         Keputusan No. C2-474.HT.01.01.TH.83 dan telah diumumkan dalam Berita
         Negara Republik Indonesia No. 13 tanggal 15 Februari 1983, Tambahan No.
         231. Sejak pendiriannya, Anggaran Dasar ASF telah mengalami beberapa kali
         perubahan, yang terakhir berdasarkan dengan Akta Notaris Wiwik Condro,
         S.H., No. 127 tanggal 29 Desember 2021, sehubungan dengan perubahan
         maksud dan tujuan serta kegiatan usaha. Perubahan tersebut telah
         mendapatkan persetujuan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
         Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU0001743.AH.01.02.
         Tahun 2022 tanggal 10 Januari 2022 dan telah terdaftar dalam Daftar
         Perseroan No. AHU-0004944.AH.01.11.TAHUN 2022 tanggal 10 Januari 2022.

         ASF memperoleh Izin Usaha dalam bidang usaha lembaga pembiayaan dari
         Menteri Keuangan Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No.
         1093/KMK.013/1989 tanggal 26 September 1989 dan Surat Menteri Keuangan
         Republik Indonesia No. S-1216/MK.10/2012 tanggal 18 September 2012.
         ASF bergerak di bidang pembiayaan konsumen, anjak piutang, sewa
         pembiayaan untuk mobil dan motor serta kegiatan usaha berdasarkan prinsip
         Syariah. ASF telah bergerak secara komersial sejak pertengahan tahun 1983.

         Entitas induk langsung ASF adalah PT Astra International Tbk, perusahaan
         yang berdomisili di Indonesia. Pemegang saham terbesar PT Astra
         International Tbk adalah Jardine Cycle & Carriage Ld, perusahaan yang
         didirikan di Singapura. Jardine Cycle & Carriage Ltd adalah entitas anak dari
         Jardine Matheson Holdings Ltd, perusahaan yang didirikan di Bermuda.

II.9.2   Analisis Industri dan Lingkungan
         Kinerja Ekonomi Indonesia
         Perekonomian dunia melambat dengan ketidakpastian pasar keuangan yang
         mulai mereda. Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan ekonomi global
         tahun 2023 sebesar 3,0% dan melambat menjadi 2,8% pada tahun 2024.
         Pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) dan India tahun 2023 lebih baik
         dari prakiraan awal ditopang oleh konsumsi rumah tangga dan ekspansi
         pemerintah. Sementara itu, ekonomi Tiongkok melemah seiring dengan
         konsumsi rumah tangga dan investasi yang tumbuh terbatas. Inflasi di negara
         maju, termasuk di AS, dalam kecenderungan menurun tetapi tingkatnya
         masih di atas sasaran.
Page 49
                                                                         45




Suku bunga kebijakan moneter, termasuk Fed Funds Rate (FFR), diprakirakan
telah mencapai puncaknya namun masih akan bertahan tinggi dalam waktu
yang lama (high for longer). Demikian pula yield obligasi Pemerintah negara
maju, termasuk US Treasury, diprakirakan dalam kecenderungan menurun
tetapi tingkatnya masih akan tinggi sejalan dengan premi risiko jangka
panjang (term-premia) terkait besarnya pembiayaan fiskal dan utang
pemerintah. Kejelasan arah kebijakan moneter di negara maju tersebut
mendorong mulai meredanya ketidakpastian pasar keuangan global.
Sehubungan dengan itu, aliran modal sejauh ini mulai kembali masuk dan
menurunkan tekanan pelemahan nilai tukar di negara emerging market,
termasuk Indonesia. Ke depan, sejumlah risiko dapat kembali meningkatkan
ketidakpastian perekonomian dunia, di antaranya masih berlanjutnya
ketegangan geopolitik, pelemahan ekonomi di sejumlah negara termasuk
Tiongkok, serta masih tingginya suku bunga kebijakan moneter dan yield
obligasi di negara maju.

Perekonomian Indonesia tetap tumbuh baik didukung oleh permintaan
domestik. Konsumsi rumah tangga dan investasi tetap tumbuh sejalan dengan
keyakinan masyarakat dan berlanjutnya penyelesaian Proyek Strategis
Nasional (PSN). Perkembangan ini dikonfirmasi oleh sejumlah indikator
utama hingga bulan Desember 2023, seperti keyakinan konsumen, penjualan
eceran, dan Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur. Sementara itu,
kinerja ekspor cenderung lebih baik, seiring dengan peningkatan permintaan
beberapa mitra dagang utama, seperti AS dan India. Berdasarkan Lapangan
Usaha (LU), kinerja perekonomian terutama didorong oleh Perdagangan
Besar dan Eceran, Industri Pengolahan, serta Konstruksi. Bank Indonesia
memprakirakan pertumbuhan ekonomi tahun 2023 berada dalam kisaran 4,5-
5,3%. Pada tahun 2024, kinerja konsumsi, baik swasta maupun Pemerintah,
dan investasi diprakirakan terus meningkat sejalan dengan keyakinan
konsumsi masyarakat yang tetap kuat, dampak positif pelaksanaan Pemilu,
serta keberlanjutan pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN). Dengan
perkembangan tersebut, pertumbuhan ekonomi tahun 2024 diprakirakan
meningkat dalam kisaran 4,7-5,5%. Ke depan, Bank Indonesia akan terus
memperkuat sinergi stimulus fiskal Pemerintah dengan stimulus
makroprudensial Bank Indonesia untuk mendorong pertumbuhan ekonomi,
khususnya dari sisi permintaan.
Page 50
                                                                                      46




Inflasi tetap terjaga dalam kisaran sasaran. Inflasi IHK bulan November 2023
terkendali pada 2,86% (yoy) sehingga diprakirakan inflasi IHK tahun 2023 akan
berada dalam kisaran 3,0±1%. Perkembangan ini dipengaruhi oleh inflasi inti
yang tetap rendah sebesar 1,87% (yoy) sejalan dengan konsistensi kebijakan
suku bunga dan stabilisasi nilai tukar Rupiah oleh Bank Indonesia. Inflasi
administered prices juga rendah sebesar 2,07% (yoy). Sementara itu, inflasi
kelompok volatile food naik menjadi 7,59% (yoy) dipengaruhi oleh faktor
musiman yang memengaruhi produksi beberapa komoditas hortikultura. Bank
Indonesia akan terus mencermati sejumlah risiko yang dapat mengganggu
terkendalinya inflasi, terutama yang bersumber dari harga pangan. Untuk
itu, Bank Indonesia tetap memperkuat bauran kebijakan moneter dan
mempererat sinergi dengan Pemerintah (Pusat dan Daerah) dalam TPIP dan
TPID melalui penguatan GNPIP di berbagai daerah untuk memastikan inflasi
terkendali dalam kisaran 2,5±1% pada tahun 2024.

Berdasarkan data Economist Intelligence Unit yang dikeluarkan 15 Desember
2023, berikut merupakan estimasi tingkat pertumbuhan domestik bruto (PDB)
dan tingkat inflasi di Indonesia sejak 2023 sampai dengan 2028.
                             2023      2024      2025      2026      2027      2028

GDP                            4,90%     5,10%     5,20%     5,10%     5,00%     5,20%
Consumer price (av)            3,70%     2,80%     2,70%     3,20%     3,20%     3,10%
Sumber: EIU 9 Januari 2024

Prospek Industri Alat Berat
Industri alat berat sedang berada di dalam tekanan seiring rendahnya harga
komoditas pertambangan. Berdasarkan data Himpunan Industri Alat Berat
Indonesia (Hinabi), produksi alat berat nasional sepanjang 2023 tercatat
sebanyak 8.066 unit. Angka ini lebih rendah 8,61% year on year (YoY)
dibandingkan produksi alat berat nasional pada 2022 yakni 8.826 unit.

Pelemahan harga komoditas pertambangan seperti batubara dan nikel cukup
mempengaruhi realisasi produksi alat berat di Indonesia. Sebab, banyak
pelaku usaha tambang mengurangi pembelian alat berat baru ketika harga
komoditas kurang bersahabat bagi kelangsungan bisnisnya. Tahun 2024 akan
menjadi tantangan bagi industri alat berat Indonesia. Di sektor
pertambangan, melandainya harga komoditas batu bara dan nikel membuat
konsumen memilih bersikap wait and see menunggu perkembangan harga
komoditas ke depan.Risiko penurunan harga komoditas yang dibarengi
perlambatan ekonomi masih menjadi ancaman bagi para produsen alat berat.
Sektor pertambangan diperkirakan masih menjadi kontributor utama
penjualan alat berat nasional.
Page 51
                                                                                    47




         Terlepas dari turunnya harga komoditas, aktivitas produksi pada dasarnya
         tetap berjalan. Alhasil, kebutuhan terhadap alat berat baru di sektor
         tambang tetap ada, kendati belum tentu setinggi periode sebelumnya.
         Persaingan di pasar alat berat juga diyakini akan semakin ketat seiring
         kehadiran pemain-pemain baru di industri tersebut.

II.9.3   Analisis Operasional dan Prospek Perseroan
         Perseroan mengantisipasi volatilitas harga batu bara dengan terus menjaga
         dan meningkatkan keunggulan operasional dan efisiensi berkelanjutan.
         Walaupun kondisi bisnis tidak sebaik tahun 2022 dengan indeks harga acuan
         batu bara yang turun signifikan, Perseroan dapat mempertahankan
         pencapaian kinerja yang positif. Perseroan membukukan pendapatan
         konsolidasian pada tahun 2023 sebesar Rp128,6 triliun atau naik 4% dari
         Rp123,6 triliun pada tahun 2022.

         Beban pokok pendapatan pada tahun 2023 sebesar Rp92,8 triliun atau naik
         4% dari Rp88,8 triliun dan menghasilkan laba bruto sebesar Rp35,8 triliun,
         naik 3% dari Rp34,8 triliun pada tahun 2022. Perseroan memperoleh laba
         tahun berjalan tercatat pada tahun 2023 sebesar Rp22,1 triliun, sedikit turun
         sebesar 4% dari Rp23,0 triliun pada tahun 2022. Laba tahun berjalan yang
         diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp20,6 triliun, sedikit
         turun sebesar 2% dari Rp21,0 triliun pada tahun 2022 dikarenakan adanya
         kenaikan biaya keuangan dan kerugian nilai tukar mata uang asing.

         Tren penurunan harga komoditas menyebabkan pasar alat berat menyusut
         akibat pelanggan menunda atau bahkan membatalkan investasi pembelian
         alat berat untuk menjaga profitabilitas dan keberlangsungan usaha.
         Di tengah desakan isu ESG, Perseroan mencermati dan mempelajari arah
         perubahan teknologi.

         Perseroan bersama mitra principal alat berat terus berkolaborasi
         mengembangkan produk-produk inovatif berteknologi ramah lingkungan
         untuk ikut andil dalam gerakan bersama mengurangi emisi gas rumah kaca
         dan menciptakan ekosistem yang positif bagi masyarakat Indonesia.
Page 52
                                                                                                                     48




         Tabel di bawah menunjukkan posisi penjualan alat berat Perseroan dalam
         pasar.
                                                 31-Dec-19     31-Dec-20     31-Dec-21     31-Dec-22     31-Dec-23
         Penjualan alat berat UT                       2.926         1.564         3.088         5.753         5.270
         Total pasar peralatan berat Indonesia         9.754         5.393        14.705        20.546        18.123
         Market share                                 30,00%        29,00%        21,00%        28,00%        29,08%

         Berdasarkan data manajemen di atas, selama rata-rata 5 tahun kontribusi
         Perseroan pada total penjualan alat berat di Indonesia sebesar 27,42%.

II.9.4   Alasan dan Latar Belakang Rencana Transaksi
         Alasan dilakukannya transaksi pinjam meminjam dana antara Perseroan dan
         ASF adalah untuk mendukung kegiatan operasional Perseroan, di mana ASF
         sebagai penerima pinjaman akan menggunakan dana yang dipinjam untuk
         pembiayaan pembelian alat-alat berat dari konsumen Perseroan. Hal ini
         dilakukan agar pembiayaan atau program ini menarik bagi konsumen.
         Rencana Transaksi dilakukan untuk mendukung penjualan alat berat
         Perseroan pada tahun 2024 khususnya penjualan alat berat produk Komatsu
         tipe PC135, D85, PC200-M0, Bomag tipe BW212, UD Truck tipe CWE37064 dan
         Scania tipe P410.

         Dana yang diperoleh akan digunakan oleh ASF untuk membiayai penjualan
         alat berat Perseroan kepada konsumen dengan tingkat suku bunga yang
         kompetitif. Dengan pembiayaan ini diharapkan dapat meningkatkan dan
         mempertahankan pangsa pasar alat berat Perseroan di tengah kompetisi yang
         sangat ketat.

II.9.5   Keuntungan dan Kerugian atas Dilakukannya Rencana Transaksi
         Keuntungan Rencana Transaksi adalah:
         • Untuk mengantisipasi peningkatan kompetisi karena banyaknya supply
           alat berat dari pasar global, sekaligus mengubah strategi penjualan.
           Melalui Rencana Transaksi, Perseroan bekerjasama dengan ASF untuk
           menyediakan kemudahan dalam pembiayaan alat berat dengan tingkat
           bunga yang lebih kompetitif. Hal ini perlu dilakukan karena hampir
           sebagian besar dari penjualan alat berat didanai oleh perbankan atau
           lembaga pembiayaan (leasing).
             Dengan tingkat suku bunga yang kompetitif, akan memberikan kemudahan
             pembiayaan bagi pelanggan Perseroan dalam pembelian alat berat
             sehingga diharapkan dapat meningkatkan pangsa pasar serta penjualan
             alat berat produk Komatsu tipe PC135, D85, PC200-M0, Bomag tipe BW212,
             UD Truck tipe CWE37064 dan Scania tipe P410.
Page 53
                                                                                               49




         • Melalui program fasilitas pembiayaan yang kompetitif yang dapat
           ditawarkan oleh ASF karena adanya Rencana Transaksi dan dikombinasikan
           dengan program pemasaran lainnya diharapkan Perseroan akan mampu
           mempertahankan pangsa pasar dan diharapkan akan mengalami
           peningkatan kedepannya.

         Kerugian Rencana Transaksi adalah:
         • Saldo kas Perseroan akan mengalami penurunan;
         • Likuiditas Perseroan akan mengalami penurunan                        walaupun   tidak
           signifikan.

II.9.6   Analisis Dampak Leverage pada Keuangan
         Dengan membandingkan analisis rasio keuangan antara Laporan Keuangan
         Perseroan per 31 Desember 2023 dengan proforma keuangan Perseroan per
         31 Desember 2023, diperoleh bahwa tidak terdapat dampak pada leverage
         Perseroan dalam Rencana Transaksi ini. Hal ini disebabkan oleh dana yang
         digunakan Perseroan untuk memberikan pinjaman merupakan dana internal
         Perseroan, bukan melalui pinjaman.
                     Analisis rasio                 Sebelum           Sesudah        Selisih

         Rasio solvabilitas
            Debt to equity ratio                            0,22            0,22           0,00%
            Long term debt to equity ratio                  0,21            0,21           0,00%
            Debt to total assets ratio                      0,12            0,12           0,00%

         Rasio utang terhadap ekuitas Perseroan selama 5 tahun terakhir
         dibandingkan dengan rasio utang terhadap ekuitas metals & mining selama 5
         tahun terakhir yang diperoleh dari data Damodaran. Hasil analisis adalah
         sebagai berikut:
                                       Debt to equity ratio
               Periode
                                      Industri         UT

                  2019                     58,64%           23,06%
                  2020                     45,93%           19,77%
                  2021                     29,91%           12,79%
                  2022                     33,93%            3,35%
                  2023                     35,00%           22,46%
         Minimum                          29,91%              3,35%
         Maksimum                         58,64%          23,06%
         Median                           35,00%          19,77%
         Rata-rata                        40,68%          16,29%
Page 54
                                                                                   50




         Dari tabel di atas diperoleh rata-rata debt to equity ratio Perseroan selama
         5 tahun terakhir adalah sebesar 16,29% dan per 31 Desember 2023 adalah
         sebesar 22,46%. Berdasarkan data Damodaran untuk industri logam dan
         tambang untuk negara berkembang rata-rata rasio utang terhadap ekuitas
         selama 5 tahun terakhir adalah sebesar 40,68% dan per 31 Desember 2023
         adalah sebesar 35,00%.

         Maka dapat disimpulkan bahwa dalam 5 tahun terakhir dan per
         31 Desember 2023, posisi leverage Perseroan masih lebih baik dibandingkan
         industri. Selain itu Rencana Transaksi tidak mempengaruhi leverage
         Perseroan karena dana yang digunakan merupakan dana internal Perseroan.

II.9.7   Analisis Dampak Likuiditas
         Penyaluran dana pinjaman oleh Perseroan dilakukan apabila terdapat
         transaksi penjualan alat berat Perseroan yang membutuhkan fasilitas
         pembiayaan dari ASF. Sehingga jika tidak terjadi penjualan alat berat maka
         dana pinjaman tidak disalurkan oleh Pemberi Pinjaman.

II.9.8   Analisis Dampak Keuangan jika Projek yang Dibiayai Mengalami Kegagalan
         Penyaluran dana dalam transaksi pinjam meminjam dana antara Perseroan
         dan ASF disesuaikan dengan pencapaian target penjualan. Sehingga jika
         mengalami kegagalan, atau dalam kasus ini tidak terjadi penjualan alat
         berat, maka dana pinjaman tidak disalurkan oleh pemberi pinjaman.
         Sementara untuk dana yang telah disalurkan namun konsumen mengalami
         gagal bayar, maka Perseroan akan memperoleh dukungan dari ASF untuk
         melakukan penagihannya. Dengan demikian risiko kegagalan ini dapat
         diminimalisasi.
Page 55
                                                                                                          51




II.10   Analisis Kuantitatif atas Rencana Transaksi

II.10.1 Penilaian Kinerja Historis
        Berdasarkan    data    Laporan Keuangan    Auditan    Perseroan   per
        31 Desember 2019 sampai dengan per 31 Desember 2023 yang kami peroleh
        dari manajemen Perseroan, kondisi keuangan Perseroan adalah sebagai
        berikut:

        Laporan Posisi Keuangan
        Dinyatakan dalam jutaan Rupiah
                                             Audit         Audit        Audit         Audit         Audit
                       Keterangan
                                           31-Dec-19     31-Dec-20    31-Dec-21     31-Dec-22     31-Dec-23

        Aset
        Aset lancar

        Jumlah aset lancar                  50.826.955   44.195.782    60.604.068    78.930.048    62.667.105
        Aset tidak lancar
        Jumlah aset tidak lancar            60.886.420   55.605.181    51.957.288    61.548.172    91.361.143
        Jumlah aset                        111.713.375   99.800.963   112.561.356   140.478.220   154.028.248

        Liabilitas
        Liabilitas jangka pendek

        Jumlah liabilitas jangka pendek     32.585.529   20.943.824    30.489.218    42.037.402    43.038.299
        Liabilitas jangka panjang
        Jumlah liabilitas jangka panjang    18.017.772   15.709.999    10.249.381     8.926.993    26.954.386
        Jumlah liabilitas                   50.603.301   36.653.823    40.738.599    50.964.395    69.992.685

        Ekuitas
        Jumlah ekuitas                      61.110.074   63.147.140    71.822.757    89.513.825    84.035.563
        Jumlah liabilitas & ekuitas        111.713.375   99.800.963   112.561.356   140.478.220   154.028.248


        Jumlah aset Perseroan sejak tahun 2019 sampai dengan tahun 2023
        mengalami peningkatan rata-rata tahunan Compound Annual Growth Rate
        (“CAGR”) sebesar 8,36%.

        Jumlah liabilitas Perseroan sejak tahun 2019 sampai dengan tahun 2023
        mengalami penurunan rata-rata tahunan CAGR sebesar 8,45%.

        Jumlah ekuitas Perseroan sejak tahun 2019 sampai dengan tahun 2023
        mengalami peningkatan rata-rata tahunan CAGR sebesar 8,29%.
Page 56
                                                                                                                    52




Laporan Laba Rugi
Dinyatakan dalam jutaan Rupiah
                                        Audit              Audit            Audit           Audit           Audit
               Keterangan
                                      31-Dec-19          31-Dec-20        31-Dec-21       31-Dec-22       31-Dec-23
Pendapatan bersih                       84.430.478         60.346.784       79.460.503    123.607.460     128.583.264
Beban pokok pendapatan                 (63.199.825)       (47.357.491)     (59.795.542)   (88.848.772)    (92.797.027)
Laba bruto                            21.230.653         12.989.293       19.664.961      34.758.688      35.786.237

Beban penjualan                         (1.039.971)        (1.342.063)      (1.125.733)     (1.064.580)     (1.321.419)
Beban umum & administrasi               (3.585.671)        (3.353.253)      (3.663.613)     (4.561.392)     (4.741.675)
Penghasilan lain-lain                      501.446            560.219                0               0               0
Beban lain-lain                           (312.886)        (1.384.254)        (980.291)      (560.803)       (885.424)
Penghasilan keuangan                       616.712            758.513          871.973        998.148       1.126.994
Biaya keuangan                          (2.333.765)        (1.539.907)        (754.155)      (759.935)      (1.879.411)
Bagian atas laba bersih entitas
  asosiasi & ventura bersama              400.367            322.638          449.108         635.915         635.038
Laba sebelum pajak penghasilan        15.476.885          7.011.186       14.462.250      29.446.041      28.720.340
Beban pajak penghasilan                 (4.342.244)        (1.378.761)      (3.853.983)     (6.452.368)     (6.590.244)

Laba tahun berjalan                   11.134.641          5.632.425       10.608.267      22.993.673      22.130.096


Jumlah pendapatan Perseroan sejak tahun 2019 sampai dengan tahun 2023
mengalami peningkatan rata-rata tahunan CAGR sebesar 11,09%.

Jumlah laba bruto Perseroan sejak tahun 2019 sampai dengan tahun 2023
mengalami peningkatan rata-rata tahunan CAGR sebesar 13,94%.

Jumlah laba tahun berjalan Perseroan sejak tahun 2019 sampai dengan tahun
2023 mengalami peningkatan rata-rata tahunan CAGR sebesar 18,73%.

Laporan Arus Kas
Dinyatakan dalam jutaan Rupiah
                                           Audit             Audit           Audit           Audit          Audit
                  Keterangan
                                        31-Dec-19          31-Dec-20       31-Dec-21      31-Dec-22       31-Dec-23
Arus kas dari aktivitas operasi
Kas bersih diperoleh dari
  aktivitas operasi                        9.435.985        18.557.088      23.284.854     32.891.585      26.346.848
Arus kas dari aktivitas investasi
Kas bersih yang digunakan untuk
  aktivitas investasi                     (9.757.541)       (2.594.328)     (3.158.997)    (10.401.292)   (33.439.773)
Arus kas dari aktivitas pendanaan
Kas bersih yang digunakan untuk
  aktivitas pendanaan                       (830.690)       (7.834.254)     (7.419.838)    (18.653.279)   (12.230.036)

Kenaikan / (penurunan) bersih
  kas & setara kas                         (1.152.246)        8.128.506      12.706.019      3.837.014     (19.322.961)
Kas dan setara kas pada awal tahun         13.438.175        12.090.661      20.498.574     33.321.741      38.281.513
Dampak perubahan selisih kurs
  terhadap kas dan setara kas               (195.268)           279.407         117.148      1.122.758        (361.943)
Kas dan setara kas pada akhir tahun      12.090.661         20.498.574      33.321.741     38.281.513      18.596.609



Sejak tahun 2019 sampai dengan tahun 2023 aktivitas operasi Perseroan
secara keseluruhan mampu untuk memenuhi kebutuhan kegiatan investasi
dan memenuhi pembayaran pinjaman dalam kegiatan pendanaan.
Page 57
                                                                                                          53




       Analisis Rasio
                 Analisis rasio           31-Dec-19     31-Dec-20     31-Dec-21     31-Dec-22     31-Dec-23

       Rasio likuditas
         Rasio lancar                            1,56          2,11          1,99          1,88          1,46
         Rasio cepat                             1,22          1,73          1,68          1,51          1,06
         Rasio kas                               0,37          0,98          1,09          0,91          0,43
       Rasio solvabilitas
         Debt to equity ratio                    0,23          0,20          0,13          0,03          0,22
         Long term debt to equity ratio          0,17          0,13          0,04          0,01          0,21
         Debt to total assets ratio              0,13          0,13          0,08          0,02          0,12
       Rasio profitabilitas
         Gross profit margin                   25,15%        21,52%        24,75%        28,12%        27,83%
         Net profit margin                     13,40%         9,95%        12,94%        16,99%        16,03%


       Rasio Likuiditas
       Sejak 31 Desember 2019 sampai dengan 31 Desember 2023, rasio lancar
       berada di kisaran 1,46x sampai dengan 2,11x. Rasio cepat berada di kisaran
       1,06x sampai dengan 1,73x. Rasio kas berada di kisaran 0,37x sampai dengan
       1,09x.

       Secara keseluruhan, aset lancar Perseroan mampu memenuhi kewajiban
       jangka pendeknya, karena rasio likuiditas secara keseluruhan berada
       di atas 1.

       Rasio Solvabilitas
       Debt to equity ratio mengalami penurunan dari 0,23 pada tahun 2019
       menjadi 0,22 pada tahun 2023. Long term debt to equity ratio mengalami
       peningkatan dari 0,17 pada tahun 2019 menjadi 0,21 pada tahun 2023.
       Debt to total assets ratio mengalami penurunan dari 0,13 pada tahun 2019
       menjadi 0,12 pada tahun 2023.

       Rasio Profitabilitas
       Gross profit margin mengalami peningkatan dari 25,15% pada tahun 2019
       menjadi 27,83% pada tahun 2023. Net profit margin mengalami peningkatan
       dari 13,40% pada tahun 2019 menjadi 16,03% pada tahun 2023.

II.10.2 Analisis Keuangan Sebelum dan Sesudah Rencana Transaksi
        Asumsi yang digunakan dalam perhitungan pengaruh Rencana Transaksi
        adalah sebagai berikut:
        • Rencana Transaksi akan dilaksanakan sebelum 30 Juni 2024;
        • Sumber dana Perseroan untuk memberikan pinjaman adalah dana internal;
        • Jumlah fasilitas pinjaman yang akan digunakan adalah sebesar
          Rp150.743.000.000,-;
Page 58
                                                                             54




• Akun kas dan setara kas akan disesuaikan sehubungan dengan Rencana
  Transaksi;
• Akun piutang non usaha akan disesuaikan sehubungan dengan Rencana
  Transaksi.

Pengaruh Rencana Transaksi terhadap posisi keuangan dan kinerja Perseroan
adalah sebagai berikut:

Proforma Posisi Keuangan
Dinyatakan dalam jutaan Rupiah

          Keterangan                Sebelum       Penyesuaian      Sesudah

Aset
Aset lancar
Kas & setara kas                     18.596.609       (150.743)     18.445.866
Jumlah aset lancar                  62.667.105       (150.743)     62.516.362
Aset tidak lancar
Piutang non usaha                     3.179.414        150.743       3.330.157
  Pihak ketiga                          311.702                        311.702
  Pihak berelasi                      2.867.712        150.743       3.018.455
Jumlah aset tidak lancar            91.361.143        150.743      91.511.886
Jumlah aset                        154.028.248              0     154.028.248
Liabilitas
Liabilitas jangka pendek

Jumlah liabilitas jangka pendek     43.038.299              0      43.038.299
Liabilitas jangka panjang

Jumlah liabilitas jangka panjang    26.954.386              0      26.954.386
Jumlah liabilitas                   69.992.685              0      69.992.685
Ekuitas

Jumlah ekuitas                      84.035.563              0      84.035.563
Jumlah liabilitas & ekuitas        154.028.248              0     154.028.248
Page 59
                                                                         55




Proforma posisi keuangan mengenai pengaruh Rencana Transaksi
menunjukkan adanya perbedaan antara sebelum dan sesudah Rencana
Transaksi pada tanggal 31 Desember 2023 yang disebabkan oleh:
• Proforma jumlah aset lancar Perseroan berkurang sebesar
  Rp150.743.000.000,- yang berasal dari pengurangan akun kas dan setara
  kas sebagai akibat dari Rencana Transaksi;
• Proforma jumlah aset tidak lancar Perseroan bertambah sebesar
  Rp150.743.000.000,- yang berasal dari penambahan akun piutang non
  usaha pihak berelasi sebagai akibat dari Rencana Transaksi.

Proforma Laba Rugi
Dinyatakan dalam jutaan Rupiah

             Keterangan           Sebelum        Penyesuaian   Sesudah

Pendapatan bersih                 128.583.264                  128.583.264
Beban pokok pendapatan            (92.797.027)                 (92.797.027)
Laba bruto                        35.786.237               0   35.786.237

Beban penjualan                    (1.321.419)                  (1.321.419)
Beban umum & administrasi          (4.741.675)                  (4.741.675)
Kerugian penurunan nilai
   properti pertambangan                    0
Penghasilan lain-lain                       0                            0
Beban lain-lain                      (885.424)                    (885.424)
Penghasilan keuangan                1.126.994                    1.126.994
Biaya keuangan                     (1.879.411)                  (1.879.411)
Bagian atas laba bersih entitas
   asosiasi & ventura bersama        635.038                      635.038

Laba sebelum pajak penghasilan    28.720.340               0   28.720.340
Beban pajak penghasilan            (6.590.244)                  (6.590.244)
Laba tahun berjalan               22.130.096               0   22.130.096
Laba setelah pajak yang
  di atribusikan kepada:
     Pemilik entitas induk         20.611.775                   20.611.775
     Kepentingan non pengendali     1.518.321                    1.518.321

Proforma laba rugi mengenai pengaruh Rencana Transaksi menunjukkan
tidak terdapat perbedaan antara sebelum dan sesudah Rencana Transaksi
pada tanggal 31 Desember 2023.
Page 60
                                                                                56




Proforma Arus Kas
Dinyatakan dalam jutaan Rupiah

                 Keterangan           Sebelum         Penyesuaian     Sesudah

Arus kas dari aktivitas operasi
Kas bersih yang diperoleh
   dari aktivitas operasi             26.346.848                0     26.346.848

Arus kas dari aktivitas investasi
Penambahan pinjaman kepada
  pihak ketiga                            (430.109)       (150.743)       (580.852)
Kas bersih yang digunakan
  untuk aktivitas investasi           (33.439.773)       (150.743)    (33.590.516)
Arus kas dari aktivitas pendanaan
Kas bersih yang digunakan
   untuk aktivitas pendanaan          (12.230.036)              0     (12.230.036)
Kenaikan / (penurunan) bersih
   kas & setara kas                    (19.322.961)       (150.743)    (19.473.704)
Kas dan setara kas pada awal tahun      38.281.513                      38.281.513
Dampak perubahan selisih kurs
   terhadap kas dan setara kas           (361.943)                       (361.943)
Kas dan setara kas pada akhir tahun    18.596.609         (150.743)    18.445.866

Proforma arus kas mengenai pengaruh Rencana Transaksi menunjukkan
adanya perbedaan antara sebelum dan sesudah Rencana Transaksi pada
tanggal 31 Desember 2023 yang disebabkan oleh Rp150.743.000.000,- yang
berasal dari pengurangan akun kas dan setara kas sebagai akibat dari
Rencana Transaksi.
Page 61
                                                                                  57




II.10.3 Analisis Rasio Keuangan Sebelum dan Sesudah Rencana Transaksi
                 Analisis rasio            Sebelum      Sesudah         Selisih

       Rasio likuditas
          Rasio lancar                           1,46         1,45           -0,24%
          Rasio cepat                            1,06         1,05           -0,33%
          Rasio kas                              0,43         0,43           -0,81%
       Rasio solvabilitas
          Debt to equity ratio                   0,22         0,22            0,00%
          Long term debt to equity ratio         0,21         0,21            0,00%
          Debt to total assets ratio             0,12         0,12            0,00%
       Rasio profitabilitas
          Gross profit margin                  27,83%        27,83%           0,00%
          Net profit margin                    16,03%        16,03%           0,00%

       Analisis pengaruh transaksi pinjam meminjam dana terhadap keuangan
       Perseroan menunjukkan bahwa terdapat perbedaan dalam rasio likuiditas
       antara sebelum dan sesudah transaksi. Berdasarkan proforma posisi
       keuangan per 31 Desember 2023 yang diperoleh dari manajemen Perseroan,
       perbedaan ini muncul akibat dari sumber dana yang digunakan Perseroan
       untuk membiayai transaksi pinjam meminjam dana merupakan dana internal
       Perseroan.

       Dengan membandingkan analisis rasio keuangan antara Laporan Keuangan
       Perseroan per 31 Desember 2023 dengan proforma keuangan Perseroan per
       31 Desember 2023, diperoleh bahwa rasio likuiditas mengalami perubahan
       dengan jumlah yang tidak signifikan. Sedangkan rasio solvabilitas dan rasio
       profitabilitas tidak mengalami perubahan.

II.10.4 Penilaian atas Proyeksi Penjualan
        Dalam memberikan pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi, Penilai
        tidak menggunakan data proyeksi keuangan dari manajemen Perseroan,
        namun data yang digunakan adalah proyeksi tambahan penjualan alat berat
        dari penyaluran pinjaman yang diperoleh dari manajemen Perseroan. Kami
        telah melakukan penelaahan atas kewajaran pencapaian target penjualan
        dan tingkat keuntungan yang wajar.

       Selama 5 tahun terakhir rata-rata net profit margin Perseroan adalah sebesar
       13,86%. Tambahan penjualan alat berat sebesar Rp150.743.000.000,-
       diasumsikan Perseroan akan mendapat tambahan laba tahun berjalan
       sebesar 10%.
Page 62
                                                                                                        58




II.10.5 Analisis Kemampuan Penerima Pinjaman untuk Melunasi Rencana
        Transaksi
        Performa keuangan ASF selama lima tahun terakhir secara CAGR
        menunjukkan bahwa ASF dalam kondisi keuangan yang sedang mengalami
        peningkatan. Performa keuangan ASF tahun 2019 sedang menunjukkan
        penguatan yang disebabkan oleh momentum pemulihan komoditas batu bara
        sejak tahun 2016 dan masih menunjukkan pergerakan harga yang dinamis
        walaupun tetap bertahan di tren positif serta masifnya proyek pembangunan
        infrastruktur oleh pemerintah akan mempengaruhi industri alat berat.
        Namun pada 2020 ASF mengalami penurunan performa keuangan yang
        disebabkan oleh pandemi Covid-19. Pada tahun 2021 performa ASF mulai
        menunjukkan pemulihan hingga tahun 2023 performa ASF sudah melebihi
        performa sebelum pandemi terjadi serta diharapkan pembayaran pinjaman
        pada saat jatuh tempo dapat dipenuhi.

       Berdasarkan data Laporan Keuangan Auditan, kondisi keuangan ASF adalah
       sebagai berikut:

       Laporan Posisi Keuangan
       Dinyatakan dalam jutaan Rupiah
                                          Audit        Audit        Audit        Audit        Audit
                    Keterangan
                                        31-Dec-19    31-Dec-20    31-Dec-21    31-Dec-22    31-Dec-23

       Aset
       Jumlah aset                      31.985.000   31.436.000   32.620.000   37.336.000   39.851.000
       Liabilitas
       Jumlah liabilitas                24.959.000   24.535.000   24.857.000   28.684.000   30.478.000
       Ekuitas

       Jumlah ekuitas                    7.026.000    6.901.000    7.763.000    8.652.000    9.373.000
       Jumlah liabilitas & ekuitas      31.985.000   31.436.000   32.620.000   37.336.000   39.851.000


       Jumlah aset ASF sejak tahun 2019 sampai dengan tahun 2023 mengalami
       peningkatan rata-rata tahunan CAGR sebesar 5,65%.

       Jumlah liabilitas ASF sejak tahun 2019 sampai dengan tahun 2023 mengalami
       peningkatan rata-rata tahunan CAGR sebesar 5,40%.

       Jumlah ekuitas ASF sejak tahun 2019 sampai dengan tahun 2023 mengalami
       peningkatan rata-rata tahunan CAGR sebesar 7,47%.
Page 63
                                                                                                                      59




Laporan Laba Rugi
Dinyatakan dalam jutaan Rupiah
                                            Audit           Audit           Audit           Audit           Audit
             Keterangan
                                          31-Dec-19       31-Dec-20       31-Dec-21       31-Dec-22       31-Dec-23
Pendapatan
Pembiayaan konsumen                         4.300.000       4.597.000       4.498.000       4.944.000       5.487.000
Marjin murabahah                              504.000         415.000         335.000         251.000         201.000
Sewa pembiayaan                               387.000         314.000         293.000         402.000         508.000
Pembiayaan anjak piutang                        1.000           3.000           8.000          17.000          57.000
Bagi hasil musyarakah                               0           3.000           7.000           3.000           2.000
Bunga bank                                     17.000          25.000          15.000          15.000          17.000
Lain-lain                                     420.000         387.000         399.000         399.000         364.000
Jumlah pendapatan - bersih                 5.629.000       5.744.000       5.555.000       6.031.000       6.636.000

Beban
Beban bunga dan keuangan                    (1.955.000)     (1.891.000)     (1.601.000)     (1.533.000)     (1.845.000)
Beban usaha                                 (1.089.000)     (1.027.000)     (1.031.000)     (1.083.000)     (1.274.000)
Beban pajak final                               (3.000)         (5.000)         (3.000)         (3.000)         (3.000)
Penyisihan/(pemulihan) kerugian
  penurunan nilai                            (896.000)      (1.873.000)     (1.471.000)     (1.545.000)     (1.128.000)
Penyisihan/(pemulihan) kerugian
  penurunan nilai lainnya                      (24.000)        (41.000)        (46.000)        16.000          (30.000)
Jumlah beban                               (3.967.000)     (4.837.000)     (4.152.000)     (4.148.000)     (4.280.000)
Laba sebelum bagian laba bersih
   entitas asosiasi & pajak penghasilan     1.662.000         907.000       1.403.000       1.883.000       2.356.000
  Bagian laba bersih entitas asosiasi          38.000          29.000          37.000          40.000          40.000

Laba sebelum pajak penghasilan             1.700.000         936.000       1.440.000       1.923.000       2.396.000
Beban pajak penghasilan                      (414.000)       (218.000)       (319.000)       (423.000)       (530.000)
Laba bersih tahun berjalan                 1.286.000         718.000       1.121.000       1.500.000       1.866.000


Jumlah pendapatan ASF sejak tahun 2019 sampai dengan tahun 2023
mengalami peningkatan rata-rata tahunan CAGR sebesar 4,20%.

Jumlah laba tahun berjalan ASF sejak tahun 2019 sampai dengan tahun 2023
mengalami peningkatan rata-rata tahunan CAGR sebesar 9,75%.
Page 64
                                                                                                                      60




Laporan Arus Kas
Dinyatakan dalam jutaan Rupiah
                                          Audit            Audit            Audit            Audit           Audit
             Keterangan
                                        31-Dec-19        31-Dec-20        31-Dec-21       31-Dec-22        31-Dec-23
Arus kas dari aktivitas operasi
Arus kas bersih yang digunakan
   untuk aktivitas operasi               1.727.000         1.422.000         (146.000)      (2.619.000)     (1.817.000)
Arus kas dari aktivitas investasi
Arus kas bersih yang digunakan
  untuk aktivitas investasi                 (44.000)         (47.000)         (53.000)         (59.000)        (82.000)
Arus kas dari aktivitas pendanaan
Arus kas bersih yang diperoleh
   dari aktivitas pendanaan              (1.303.000)      (1.160.000)         235.000       2.615.000        2.074.000
Kenaikan/(penurunan) bersih
   kas & setara kas                         380.000          215.000           36.000          (63.000)        175.000
Kas & setara kas awal tahun                 147.000          527.000          742.000          778.000         715.000
Kas & setara kas akhir tahun                527.000          742.000          778.000          715.000         890.000


Sejak tahun 2019 sampai dengan tahun 2023 aktivitas operasi ASF secara
keseluruhan tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan kegiatan investasi dan
memenuhi pembayaran pinjaman dalam kegiatan pendanaan.

Analisis Rasio
         Analisis rasio             31-Dec-19         31-Dec-20         31-Dec-21        31-Dec-22        31-Dec-23

Rasio solvabilitas
   Debt to equity ratio                    3,55              3,56              3,20             3,32             3,25
   Debt to total assets ratio              0,78              0,78              0,76             0,77             0,76
Rasio profitabilitas
   Net profit margin                     22,85%            12,50%            20,18%            24,87%           28,12%


Rasio Solvabilitas
Debt to equity ratio mengalami penurunan dari 3,55 pada tahun 2019
menjadi 3,25 pada tahun 2023. Debt to total assets ratio mengalami
penurunan dari 0,78 pada tahun 2019 menjadi 0,76 pada tahun 2023.

Selama tahun 2019 sampai 2023, porsi utang secara keseluruhan mengalami
penurunan.

Rasio Profitabilitas
Net profit margin mengalami peningkatan dari 22,85% pada tahun 2019
menjadi 28,12% pada tahun 2023.
Page 65
                                                                                                61




II.10.6 Analisis Cash Management dan Financial Covenant dari Rencana Transaksi
        Jumlah fasilitas pinjaman yang akan digunakan dalam Rencana Transaksi
        adalah sebesar Rp150.743.000.000,-. Untuk memenuhi pinjaman tersebut
        Perseroan akan menggunakan dana internalnya. Saldo kas yang tersedia di
        Perseroan per 31 Desember 2023 adalah sebesar Rp18.596.609.000.000,-.
        Sehingga dapat disimpulkan bahwa keuangan Perseroan tidak akan terganggu
        karena jika mengacu kepada rasio likuiditas yang terdapat pada tabel bab
        II.10.3, perbedaan yang muncul tidaklah signifikan.

       Dalam Perjanjian Pinjaman Pasal 17.1 diatur mengenai financial covenant
       yang harus dipenuhi ASF kepada Perseroan yaitu ASF sebagai penerima
       pinjaman wajib untuk menyerahkan laporan keuangan kepada Perseroan
       sebagai pemberi pinjaman.

II.10.7 Analisis Inkremental
        Alasan dilakukannya transaksi pinjam meminjam dana antara Perseroan dan
        ASF adalah untuk mendukung kegiatan operasional Perseroan, dimana ASF
        sebagai penerima pinjaman akan menggunakan dana yang dipinjam untuk
        pembiayaan pembelian alat-alat berat dari konsumen Perseroan. Hal ini
        dilakukan agar pembiayaan atau program ini menarik bagi konsumen.

       Berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan, target penjualan alat
       berat sebagai berikut:
          Periode      Produk     Kuantitas   Harga/unit    Penjualan       Target net profit

            Jul-24   BW212               0          1.164               0                       0
                     D85                 0          3.780               0                       0
                     PC135               1          1.360         1.360                    136
                     PC200 - M0          1          1.543         1.543                    154
                     CWE37064            0          1.776               0                       0
                     P410                0          2.806               0                       0

       Jumlah                            2                       2.904                    290

           Aug-24    BW212               0          1.164               0                       0
                     D85                 0          3.780               0                       0
                     PC135               1          1.360         1.360                    136
                     PC200 - M0          3          1.543         4.630                    463
                     CWE37064            0          1.776             0                      0
                     P410                1          2.806         2.806                    281

       Jumlah                            5                       8.796                    880
Page 66
                                                                                      62




  Periode      Produk     Kuantitas   Harga/unit    Penjualan     Target net profit

   Sep-24    BW212               0          1.164             0                    0
             D85                 0          3.780             0                    0
             PC135               0          1.360             0                    0
             PC200 - M0          1          1.543         1.543                  154
             CWE37064            0          1.776             0                    0
             P410                1          2.806         2.806                  281

Jumlah                           2                       4.349                  435

    Oct-24   BW212               0          1.164             0                    0
             D85                 0          3.780             0                    0
             PC135               0          1.360             0                    0
             PC200 - M0          2          1.543         3.087                  309
             CWE37064            0          1.776             0                    0
             P410                1          2.806         2.806                  281

Jumlah                           3                       5.892                  589

   Nov-24    BW212               0          1.164             0                    0
             D85                 0          3.780             0                    0
             PC135               3          1.360         4.081                  408
             PC200 - M0          5          1.543         7.717                  772
             CWE37064            0          1.776             0                    0
             P410                1          2.806         2.806                  281
Jumlah                           9                      14.604                1.460
   Dec-24    BW212               0          1.164             0                    0
             D85                 0          3.780             0                    0
             PC135               2          1.360         2.721                  272
             PC200 - M0          3          1.543         4.630                  463
             CWE37064            1          1.776         1.776                  178
             P410                1          2.806         2.806                  281
Jumlah                           7                      11.932                1.193
    Jan-25   BW212               0          1.164             0                    0
             D85                 0          3.780             0                    0
             PC135               2          1.360         2.721                  272
             PC200 - M0          2          1.543         3.087                  309
             CWE37064            0          1.776             0                    0
             P410                1          2.806         2.806                  281
Jumlah                           5                       8.613                  861
Page 67
                                                                                        63




  Periode      Produk     Kuantitas   Harga/unit    Penjualan       Target net profit


   Feb-25    BW212               0          1.164               0                       0
             D85                 0          3.780               0                       0
             PC135               5          1.360         6.802                    680
             PC200 - M0          3          1.543         4.630                    463
             CWE37064            0          1.776               0                       0
             P410                1          2.806         2.806                    281

Jumlah                           9                      14.237                  1.424

    Mar-25   BW212               0          1.164               0                       0
             D85                 0          3.780               0                       0
             PC135               4          1.360         5.441                    544
             PC200 - M0          3          1.543         4.630                    463
             CWE37064            0          1.776             0                      0
             P410                1          2.806         2.806                    281

Jumlah                           8                      12.877                  1.288

    Apr-25   BW212               0          1.164               0                       0
             D85                 1          3.780         3.780                    378
             PC135               8          1.360        10.883                  1.088
             PC200 - M0          4          1.543         6.174                    617
             CWE37064            0          1.776               0                       0
             P410                2          2.806         5.611                    561

Jumlah                          15                      26.448                  2.645

   May-25    BW212               0          1.164             0                      0
             D85                 1          3.780         3.780                    378
             PC135               3          1.360         4.081                    408
             PC200 - M0          3          1.543         4.630                    463
             CWE37064            0          1.776             0                      0
             P410                2          2.806         5.611                    561

Jumlah                           9                      18.103                  1.810

    Jun-25   BW212               1          1.164         1.164                    116
             D85                 1          3.780         3.780                    378
             PC135               5          1.360         6.802                    680
             PC200 - M0          3          1.543         4.630                    463
             CWE37064            0          1.776             0                      0
             P410                2          2.806         5.611                    561

Jumlah                          12                      21.988                  2.199

Jumlah                          86                     150.743                 15.074
Page 68
                                                                           64




Untuk produk Komatus tipe PC135, tipe D85, PC200-M0, Bomag tipe BW212,
UD Truck tipe CWE37064 dan Scania tipe P410 diasumsikan Perseroan akan
mendapat tambahan laba tahun berjalan sebesar 10% dan mendapatkan
tambahan pendapatan bunga dari Rencana Transaksi dengan tingkat suku
bunga sebesar 5% sampai dengan 6,75% per tahun yang akan dibayarkan
setiap 3 bulanan. Berdasarkan hasil analisis, rata-rata tertimbang suku bunga
Rencana Transaksi adalah sebesar 6,54%.

Analisis inkremental dilakukan dengan cara membandingkan jumlah
pendapatan yang diperoleh dari transaksi pinjam meminjam dana antara
Perseroan dan ASF, dimana Perseroan akan mendapatkan pendapatan bunga
serta tambahan laba dari penjualan alat berat, dengan jumlah pendapatan
yang diperoleh apabila tidak melakukan transaksi pinjam meminjam
dengan ASF.

Apabila Perseroan tidak menyalurkan fasilitas dana kepada ASF untuk
kebutuhan Rencana Transaksi, maka diasumsikan:
• Perseroan dapat menyalurkan fasilitas dana untuk memperoleh
  pendapatan bunga dengan membeli MTN yang menggunakan tingkat suku
  bunga pasar;
• Perseroan dapat menyalurkan fasilitas dana dengan tingkat suku bunga
  modal kerja Bank Indonesia sehingga dapat memperoleh pendapatan
  bunga. Akibat besaran suku bunga mengikuti tingkat suku bunga pasar
  sehingga penerima pinjaman tidak ada keharusan untuk menggunakan
  dana yang diterima untuk membeli produk dari Perseroan. Sehingga tidak
  ada penambahan dari penjualan alat berat.

Hasil analisis adalah sebagai berikut:
• Transaksi pinjam meminjam dana antara Perseroan dan ASF
  Dalam transaksi pinjam meminjam dana antara Perseroan dan ASF, selain
  pendapatan bunga Perseroan juga akan memperoleh tambahan laba dari
  penjualan alat beratnya.

  Hasil dari tambahan laba tahun berjalan akan didiskontokan untuk
  mendapatkan nilai kini. Tingkat diskonto yang digunakan adalah sebesar
  12,24% yang diperoleh dengan menggunakan Metode Weighted Average
  Cost of Capital (WACC) dengan perhitungan sebagai berikut:
Page 69
                                                                                                     65




Perhitungan Tingkat Diskonto
Weighted Average Cost of Capital (WACC)
Per 31 Desember 2023

                    Indikator                      Jumlah                     Sumber

Beta                   Unlevered beta                     1,00    Damodaran Januari 2024
                       Debt to equity ratio           35,00% Damodaran Januari 2024
                       Pajak                          22,00%
                       Levered beta                    1,28
Biaya Ekuitas (Ke)     Levered beta                       1,28    Damodaran Januari 2024
                       Risk free rates                 6,60% PHEI 29 Desember 2023 - SUN 10 th
                       Risk premium                    7,38% Damodaran Januari 2024
                       Default spread                  2,07% Damodaran Januari 2024
                       Biaya Ekuitas (Ke)            13,95%
Biaya Pinjaman (Kd) Pinjaman investasi                 9,41% SEKI Bank Indonesia Desember 2023
                       Pajak                          22,00%
                       Biaya Hutang (Kd)              7,34%

Tingkat diskonto       Biaya ekuitas (Ke)             13,95%
                       Porsi ekuitas (We)             74,07%
                       Biaya hutang (Kd)               7,34%
                       Porsi utang (Wd)               25,93%
                       Tingkat Diskonto              12,24% (Ke x We) + (Kd x Wd)


Perhitungan nilai kini dari tambahan penjualan adalah sebagai berikut:
Dinyatakan dalam jutaan Rupiah

Perhitungan present value pendapatan laba, penjualan sesuai dengan target yg ditentukan
                                               Tingkat           Diskon      Diskon        Present
   Periode          Penjualan    Laba bersih
                                               diskonto          periode     faktor        value

       31-Dec-23
           Jul-24        2.904           290        12,24%           2,33        0,93           271
          Aug-24         8.796           880        12,24%           2,67        0,92           812
          Sep-24         4.349           435        12,24%           3,00        0,91           397
          Oct-24         5.892           589        12,24%           3,33        0,90           533
         Nov-24         14.604         1.460        12,24%           3,67        0,90          1.308
         Dec-24         11.932         1.193        12,24%           4,00        0,89          1.058
          Jan-25         8.613           861        12,24%           4,33        0,88           756
          Feb-25        14.237         1.424        12,24%           4,67        0,87          1.237
          Mar-25        12.877         1.288        12,24%           5,00        0,86          1.108
          Apr-25        26.448         2.645        12,24%           5,33        0,85          2.252
          May-25        18.103         1.810        12,24%           5,67        0,84          1.526
          Jun-25        21.988         2.199        12,24%           6,00        0,83          1.835

Jumlah                150.743        15.074                                                  13.092


Nilai kini dari tambahan                    laba    tahun         berjalan     adalah       sebesar
Rp13.092.000.000,-.
Page 70
                                                                 66




Pendapatan bunga yang diperoleh dari transaksi pinjam meminjam dana
antara Perseroan dan ASF adalah sebagai berikut:

Dinyatakan dalam jutaan Rupiah
                             Pendapatan bunga
          Periode
                             Rencana Transaksi
           Jul-24                         307
           Aug-24                         905
           Sep-24                         453
           Oct-24                         603
           Nov-24                       1.430
           Dec-24                       1.184
           Jan-25                         866
           Feb-25                       1.383
           Mar-25                       1.210
           Apr-25                       2.498
           May-25                       1.753
           Jun-25                       2.058
Jumlah pendapatan bunga                14.650

Jumlah pendapatan bunga adalah sebesar Rp14.650.000.000,-.

Jumlah pendapatan yang diperoleh Perseroan dari transaksi pinjam
meminjam dana antara Perseroan dan ASF adalah sebagai berikut:
Dinyatakan dalam jutaan Rupiah
                             Pendapatan bunga
          Periode
                             Rencana Transaksi
           Jul-24                         307
           Aug-24                         905
           Sep-24                         453
           Oct-24                         603
           Nov-24                       1.430
           Dec-24                       1.184
           Jan-25                         866
           Feb-25                       1.383
           Mar-25                       1.210
           Apr-25                       2.498
           May-25                       1.753
           Jun-25                       2.058
Jumlah pendapatan bunga                14.650
Nilai kini dari tambahan penjualan
   alat berat                          13.092
Jumlah pendapatan bunga dan
  tambahan penjualan alat berat        27.742

Jumlah pendapatan adalah sebesar Rp27.742.000.000,-.
Page 71
                                                                        67




• Pendapatan bunga dengan tingkat suku bunga pasar
  Berdasarkan penelitian terbatas yang kami lakukan terhadap tingkat suku
  bunga MTN yang diterbitkan pada tahun 2022 dan 2023 dengan tenor
  4 sampai dengan 5 tahun dengan pembayaran bunga setiap 3 bulanan,
  diperoleh bahwa tingkat suku bunga MTN adalah minimal 6,95%, maksimal
  11,65%, median 10,13% dan rata-rata 10,02%. Kami menyimpulkan bahwa
  rata-rata tingkat suku bunga MTN sebagai tingkat suku bunga pasar. Hasil
  perhitungan pendapatan bunga dengan tingkat suku bunga pasar adalah
  sebagai berikut:
   Dinyatakan dalam jutaan Rupiah
                                 Pendapatan bunga
             Periode
                                 Suku Bunga Pasar
               Jul-24                            464
               Aug-24                          1.396
               Sep-24                            685
               Oct-24                            921
               Nov-24                          2.267
               Dec-24                          1.839
               Jan-25                          1.317
               Feb-25                          2.162
               Mar-25                          1.941
               Apr-25                          3.957
               May-25                          2.688
               Jun-25                          3.241
   Jumlah pendapatan bunga                   22.878

  Jumlah pendapatan adalah sebesar Rp22.878.000.000,-.
Page 72
                                                                     68




• Pendapatan bunga dengan tingkat suku bunga pinjaman modal kerja
  Bank Indonesia
  Hasil perhitungan pendapatan bunga dengan tingkat suku bunga pinjaman
  modal kerja Bank Indonesia sebesar 8,93% adalah sebagai berikut:
  Dinyatakan dalam jutaan Rupiah
                                Pendapatan bunga
             Periode
                                     SEKI BI
              Jul-24                           411
              Aug-24                         1.236
              Sep-24                           607
              Oct-24                           816
              Nov-24                         2.008
              Dec-24                         1.629
              Jan-25                         1.167
              Feb-25                         1.915
              Mar-25                         1.719
              Apr-25                         3.505
              May-25                         2.381
              Jun-25                         2.871
  Jumlah pendapatan bunga                  20.265

  Jumlah pendapatan adalah sebesar Rp20.265.000.000,-.
Page 73
                                                                                            69




       Perbandingan antara ketiga jumlah pendapatan di atas adalah sebagai
       berikut:
        Dinyatakan dalam jutaan Rupiah
                                                            Pendapatan bunga
                     Periode
                                             Rencana Transaksi Suku Bunga Pasar   SEKI BI
                      Jul-24                              307               464         411
                      Aug-24                              905             1.396       1.236
                      Sep-24                              453               685         607
                      Oct-24                              603               921         816
                      Nov-24                            1.430             2.267       2.008
                      Dec-24                            1.184             1.839       1.629
                      Jan-25                              866             1.317       1.167
                      Feb-25                            1.383             2.162       1.915
                      Mar-25                            1.210             1.941       1.719
                      Apr-25                            2.498             3.957       3.505
                      May-25                            1.753             2.688       2.381
                      Jun-25                            2.058             3.241       2.871
        Jumlah pendapatan bunga                       14.650            22.878      20.265
        Nilai kini dari tambahan penjualan
           alat berat                                  13.092                 0             0
        Jumlah pendapatan bunga dan
          tambahan penjualan alat berat               27.742            22.878      20.265
        Selisih                                                          4.864       7.477
        % selisih                                                        21,26%      36,89%

       Hasil analisis inkremental di atas menunjukkan bahwa jumlah pendapatan
       yang diperoleh dari transaksi pinjam meminjam dana antara Perseroan dan
       ASF lebih menguntungkan dibandingkan dengan jumlah pendapatan bunga
       yang diperoleh dari membeli MTN dengan memperoleh pendapatan bunga
       dengan menggunakan tingkat suku bunga pasar dan dari pendapatan bunga
       yang diperoleh dari memberikan pinjaman dengan menggunakan tingkat suku
       bunga modal kerja Bank Indonesia.

II.10.8 Analisis Sensitivitas
        Sensitivitas Terhadap Tingkat Suku Bunga Pasar dan Tingkat Suku Bunga
        Modal Kerja Bank Indonesia
        Analisis sensitivitas terhadap tingkat suku bunga pasar dan tingkat suku
        bunga modal kerja Bank Indonesia dilakukan dengan cara melihat pengaruh
        dari perubahan tingkat suku bunga pasar dan tingkat suku bunga modal kerja
        Bank Indonesia terhadap selisih antara jumlah pendapatan yang diperoleh
        dari transaksi pinjam meminjam dana antara Perseroan dan ASF dengan
        pendapatan bunga pasar dan pendapatan bunga modal kerja Bank Indonesia.
Page 74
                                                                                                                   70




Dalam analisis ini kami asumsikan bahwa tingkat suku bunga pasar dan
tingkat suku bunga modal kerja Bank Indonesia mengalami kenaikan dan
penurunan sebesar 10% dan 20%. Hasil analisis adalah sebagai berikut:

Perhitungan analisis sensitivitas dengan tingkat suku bunga pasar
Dinyatakan dalam jutaan Rupiah

Sensitivitas tingkat bunga pasar
                                                                 Pendapatan bunga
                Periode              Rencana      Suku Bunga
                                                                Naik 10%       Naik 20%       Turun 10%    Turun 20%
                                     Transaksi      Pasar

Jumlah pendapatan bunga                  14.650       22.878       25.300         27.745          20.480       18.106
Nilai kini dari tambahan penjualan
   alat berat                            13.092             0              0              0           0            0

Jumlah pendapatan bunga dan
   tambahan penjualan alat berat        27.742       22.878       25.300         27.745          20.480       18.106

Selisih                                                4.864        2.442             (3)          7.262        9.636
% selisih                                                          -49,79%       -100,07%         49,30%       98,11%


Hasil analisis menunjukkan:
• Hasil perhitungan analisis sensitivitas dengan tingkat suku bunga pasar:
  o Jika tingkat suku bunga pasar naik 10% maka selisih jumlah pendapatan
      menjadi Rp2.442.000.000,- atau lebih rendah 49,79% dibandingkan
      selisih awal dengan jumlah pendapatan transaksi pinjam meminjam
      dana antara Perseroan dan ASF;
  o Jika tingkat suku bunga pasar naik 20% maka selisih jumlah pendapatan
      menjadi negatif Rp3.000.000,- atau lebih rendah 100,07% dibandingkan
      selisih awal dengan jumlah pendapatan transaksi pinjam meminjam
      dana antara Perseroan dan ASF;
  o Jika tingkat suku bunga pasar turun 10% maka selisih jumlah
      pendapatan menjadi Rp7.262.000.000,- atau lebih tinggi 49,30%
      dibandingkan selisih awal dengan jumlah pendapatan transaksi pinjam
      meminjam dana antara Perseroan dan ASF;
  o Jika tingkat suku bunga pasar turun 20% maka selisih jumlah
      pendapatan menjadi Rp9.636.000.000,- atau lebih tinggi 98,11%
      dibandingkan selisih awal dengan jumlah pendapatan transaksi pinjam
      meminjam dana antara Perseroan dan ASF.
Page 75
                                                                                                                     71




Perhitungan analisis sensitivitas dengan tingkat suku bunga modal kerja
Bank Indonesia
Dinyatakan dalam jutaan Rupiah

Sensitivitas tingkat bunga kredit modal kerja SEKI BI
                                                                   Pendapatan bunga
                Periode              Rencana
                                                    SEKI BI       Naik 10%       Naik 20%       Turun 10%    Turun 20%
                                     Transaksi

Jumlah pendapatan bunga                  14.650         20.265       22.399         24.551          18.151       16.056
Nilai kini dari tambahan penjualan
   alat berat                            13.092               0              0              0           0            0

Jumlah pendapatan bunga dan
   tambahan penjualan alat berat        27.742          20.265      22.399         24.551          18.151       16.056

Selisih                                                  7.477        5.343          3.191           9.591       11.686
% selisih                                                            -28,54%        -57,32%         28,28%       56,30%


• Hasil perhitungan analisis sensitivitas dengan tingkat suku bunga modal
  kerja Bank Indonesia:
  o Jika tingkat suku bunga modal kerja Bank Indonesia naik 10% maka
    selisih jumlah pendapatan menjadi Rp5.343.000.000,- atau lebih
    rendah 28,54% dibandingkan selisih awal dengan jumlah pendapatan
    transaksi pinjam meminjam dana antara Perseroan dan ASF;
  o Jika tingkat suku bunga modal kerja Bank Indonesia naik 20% maka
    selisih jumlah pendapatan menjadi Rp3.191.000.000,- atau lebih
    rendah 57,32% dibandingkan selisih awal dengan jumlah pendapatan
    transaksi pinjam meminjam dana antara Perseroan dan ASF;
  o Jika tingkat suku bunga modal kerja Bank Indonesia turun 10% maka
    selisih jumlah pendapatan menjadi Rp9.591.000.000,- atau lebih tinggi
    28,28% dibandingkan selisih awal dengan jumlah pendapatan transaksi
    pinjam meminjam dana antara Perseroan dan ASF;
  o Jika tingkat suku bunga modal kerja Bank Indonesia turun 20% maka
    selisih jumlah pendapatan menjadi Rp11.686.000.000,- atau lebih tinggi
    56,30% dibandingkan selisih awal dengan jumlah pendapatan transaksi
    pinjam meminjam dana antara Perseroan dan ASF.

Maka dapat disimpulkan bahwa jumlah pendapatan transaksi pinjam
meminjam dana antara Perseroan dan ASF sensitif terhadap tingkat suku
bunga pasar dan tingkat suku bunga pinjaman modal kerja Bank Indonesia.
Page 76
                                                                         72




Sensitivitas Terhadap Tingkat Laba Penjualan
Analisis sensitivitas terhadap tingkat laba penjualan dilakukan dengan cara
melihat pengaruh dari perubahan tingkat laba penjualan terhadap selisih
antara jumlah pendapatan diperoleh dari transaksi pinjam meminjam dana
antara Perseroan dan ASF dengan pendapatan bunga pasar dan pendapatan
bunga modal kerja.

Dalam analisis ini kami asumsikan bahwa tingkat laba penjualan mengalami
penurunan sebesar 5% dan 10%. Hasil analisis adalah sebagai berikut:
Dinyatakan dalam jutaan Rupiah

             Penjualan               100%      Turun 5%     Turun 10%

Jumlah pendapatan dengan tingkat
   bunga perjanjian pinjaman          14.650      14.650        14.650
Nilai kini dari tambahan penjualan
   alat berat                         13.092      12.437        11.206

Jumlah pendapatan bunga dan
  tambahan penjualan alat berat      27.742      27.087        25.856

Jumlah pendapatan dengan tingkat
  suku bunga MTN                      22.878
Selisih                                4.864       4.209         2.978
% selisih                                         -13,46%      -38,78%
Jumlah pendapatan dengan tingkat
   suku bunga SEKI BI                 20.265
Selisih                                7.477       6.822         5.591
% selisih                                          -8,76%      -25,23%


Hasil analisis menunjukkan:
• Hasil perhitungan analisis sensitivitas dengan tingkat suku bunga pasar:
  o Jika tingkat penjualan turun 5% maka selisih jumlah pendapatan
      menjadi Rp4.209.000.000,- atau lebih rendah 13,46% dibandingkan
      selisih awal dengan jumlah pendapatan transaksi pinjam meminjam
      dana antara Perseroan dan ASF;
  o Jika tingkat penjualan turun 10% maka selisih jumlah pendapatan
      menjadi Rp2.978.000.000,- atau lebih rendah 38,78% dibandingkan
      selisih awal dengan jumlah pendapatan transaksi pinjam meminjam
      dana antara Perseroan dan ASF.
Page 77
                                                                        73




• Hasil perhitungan analisis sensitivitas dengan tingkat suku bunga modal
  kerja Bank Indonesia:
  o Jika tingkat penjualan turun 5% maka selisih jumlah pendapatan
    menjadi Rp6.822.000.000,- atau lebih rendah 8,76% dibandingkan
    selisih awal dengan jumlah pendapatan transaksi pinjam meminjam
    dana antara Perseroan dan ASF;
  o Jika tingkat penjualan turun 10% maka selisih jumlah pendapatan
    menjadi Rp5.591.000.000,- atau lebih rendah 25,23% dibandingkan
    selisih awal dengan jumlah pendapatan transaksi pinjam meminjam
    dana antara Perseroan dan ASF.

Maka dapat disimpulkan bahwa jumlah pendapatan transaksi pinjam
meminjam dana antara Perseroan dan ASF sensitif terhadap tingkat laba
penjualan.

Sensitivitas Terhadap Perubahan Suku Bunga Rencana Transaksi
Analisis sensitivitas terhadap perubahan suku bunga Rencana Transaksi
dilakukan dengan cara melihat pengaruh dari perubahan tingkat suku bunga
Rencana Transaksi terhadap selisih antara jumlah pendapatan yang diperoleh
dari transaksi pinjam meminjam dana antara Perseroan dan ASF dengan
pendapatan bunga pasar dan pendapatan bunga modal kerja Bank Indonesia.
Page 78
                                                                                                  74




Dalam analisis ini kami asumsikan bahwa tingkat suku bunga Rencana
Transaksi menjadi 5,00% (turun 23,53%) dan 6,75% (naik 3,24%) yang
merupakan batas bawah dan batas atas suku bunga yang disepakati. Hasil
analisis adalah sebagai berikut:

Perhitungan analisis sensitivitas dengan tingkat suku bunga pasar
Dinyatakan dalam jutaan Rupiah
                                                        Pendapatan bunga
          Periode
                              Suku Bunga Pasar Rencana Transaksi  Suku bunga 5%     Suku bunga 6,75%
           Jul-24                         464               307              225                 307
           Aug-24                       1.396               905              678                 924
           Sep-24                         685               453              333                 453
           Oct-24                         921               603              447                 610
           Nov-24                       2.267             1.430            1.100               1.500
           Dec-24                       1.839             1.184              892               1.216
           Jan-25                       1.317               866              639                 872
           Feb-25                       2.162             1.383            1.049               1.430
           Mar-25                       1.941             1.210              942               1.284
           Apr-25                       3.957             2.498            1.921               2.618
           May-25                       2.688             1.753            1.305               1.779
           Jun-25                       3.241             2.058            1.573               2.145
Jumlah pendapatan bunga                22.878           14.650            11.105             15.138
Nilai kini dari tambahan penjualan
   alat berat                               0            13.092           13.092              13.092
Jumlah pendapatan bunga dan
  tambahan penjualan alat berat        22.878           27.742            24.197             28.229
Selisih                                                  4.864             1.319              5.351
% selisih                                                17,53%             5,45%             18,96%
% perubahan selisih                                                       -72,89%             10,02%


Hasil analisis menunjukkan:
• Hasil perhitungan analisis sensitivitas dengan tingkat suku bunga pasar:
  o Jika tingkat suku bunga Rencana Transaksi sebesar 5% untuk semua
      produk, maka selisih jumlah pendapatan menjadi Rp1.319.000.000,-
      atau lebih rendah 72,89% dibandingkan selisih awal dengan pendapatan
      tingkat suku bunga pasar;
  o Jika tingkat suku bunga Rencana Transaksi sebesar 6,75% untuk semua
      produk, maka selisih jumlah pendapatan menjadi Rp5.351.000.000,-
      atau lebih tinggi 10,02% dibandingkan selisih awal dengan pendapatan
      tingkat suku bunga pasar.
Page 79
                                                                                                           75




Perhitungan analisis sensitivitas dengan tingkat suku bunga modal kerja
Bank Indonesia
Dinyatakan dalam jutaan Rupiah
                                                                Pendapatan bunga
          Periode
                                     SEKI BI           Rencana Transaksi   Suku bunga 5%     Suku bunga 6,75%

           Jul-24                                411                307               225                 307
           Aug-24                              1.236                905               678                 924
           Sep-24                                607                453               333                 453
           Oct-24                                816                603               447                 610
           Nov-24                              2.008              1.430             1.100               1.500
           Dec-24                              1.629              1.184               892               1.216
           Jan-25                              1.167                866               639                 872
           Feb-25                              1.915              1.383             1.049               1.430
           Mar-25                              1.719              1.210               942               1.284
           Apr-25                              3.505              2.498             1.921               2.618
           May-25                              2.381              1.753             1.305               1.779
           Jun-25                              2.871              2.058             1.573               2.145
Jumlah pendapatan bunga                   20.265                 14.650            11.105             15.138
Nilai kini dari tambahan penjualan
   alat berat                                     0              13.092            13.092              13.092
Jumlah pendapatan bunga dan
  tambahan penjualan alat berat           20.265                 27.742            24.197             28.229
Selisih                                                           7.477             3.931              7.964
% selisih                                                         26,95%            16,25%             28,21%
% perubahan selisih                                                                -47,42%              6,52%


• Hasil perhitungan analisis sensitivitas dengan tingkat suku bunga modal
  kerja Bank Indonesia:
  o Jika tingkat suku bunga suku bunga Rencana Transaksi sebesar 5% untuk
    semua produk, maka selisih jumlah pendapatan menjadi
    Rp3.931.000.000,- atau lebih rendah 47,42% dibandingkan selisih awal
    dengan pendapatan tingkat suku bunga modal kerja Bank Indonesia;
  o Jika tingkat suku bunga Rencana Transaksi sebesar 6,75% untuk semua
    produk, maka selisih jumlah pendapatan menjadi Rp7.964.000.000,-
    atau lebih tinggi 6,52% dibandingkan selisih awal dengan pendapatan
    tingkat modal kerja Bank Indonesia.

Maka dapat disimpulkan bahwa jumlah pendapatan transaksi pinjam
meminjam dana antara Perseroan dan ASF sensitif terhadap perubahan suku
bunga Rencana Transaksi.
Page 80
                                                                               76




II.11   Analisis Kelayakan Rencana Penggunaan Dana atas Transaksi Pinjam
        Meminjam Dana

II.11.1 Analisis Kelayakan Investasi
        Penyaluran dana dalam transaksi pinjam meminjam dana antara Perseroan
        dan ASF akan digunakan untuk mendukung penjualan alat berat sesuai
        dengan target penjualan. Dalam proyeksi tambahan penjualan alat berat
        sebesar Rp150.743.000.000,- diasumsikan Perseroan akan mendapat
        tambahan laba tahun berjalan sebesar 10%. Selama 5 tahun terakhir rata-
        rata net profit margin Perseroan adalah sebesar 13,86%.

II.11.2 Analisis Kelayakan Pelunasan Utang
        Penyaluran dana dalam transaksi pinjam meminjam dana antara Perseroan
        dan ASF akan digunakan untuk mendukung penjualan alat berat sesuai
        dengan target penjualan. Sehingga pinjaman dari Perseroan baru akan
        disalurkan jika terjadi penjualan oleh ASF kepada konsumen.

        Performa keuangan ASF selama lima tahun terakhir secara CAGR
        menunjukkan bahwa ASF dalam kondisi keuangan yang sedang mengalami
        peningkatan. Performa keuangan ASF tahun 2019 sedang menunjukkan
        penguatan yang disebabkan oleh momentum pemulihan komoditas batu bara
        sejak tahun 2016 dan masih menunjukkan pergerakan harga yang dinamis
        walaupun tetap bertahan di tren positif serta masifnya proyek pembangunan
        infrastruktur oleh pemerintah akan mempengaruhi industri alat berat.
        Namun pada 2020 ASF mengalami penurunan performa keuangan yang
        disebabkan oleh pandemi Covid-19. Pada tahun 2021 performa ASF mulai
        menunjukkan pemulihan hingga tahun 2023 performa ASF sudah melebihi
        performa sebelum pandemi terjadi serta diharapkan pembayaran pinjaman
        pada saat jatuh tempo dapat dipenuhi.

II.11.3 Analisis atas Faktor-faktor Lain yang Relevan
        Dengan mempertimbangkan bahwa penyaluran dana untuk mendukung
        penjualan alat berat sesuai dengan target penjualan, maka kami
        berkesimpulan tidak terdapat faktor-faktor lain yang relevan.
Page 81
                                                                                77




II.12   Analisis atas Jaminan
        Dalam Perjanjian Pinjaman beserta amandemen yang telah dan akan
        dilakukan atas Perjanjian Pinjaman, tidak diatur ketentuan mengenai
        jaminan. Namun di dalam Perjanjian Pinjaman diatur mengenai mekanisme
        peristiwa wanprestasi sebagai suatu jaminan hak-hak dan kewajiban para
        pihak dalam melaksanakan Perjanjian Pinjaman.

        Jaminan diperoleh secara langsung maupun tidak langsung karena kedudukan
        Perseroan dan ASF dikendalikan oleh kelompok usaha yang sama yaitu Grup
        ASTRA. Dengan berada dalam satu kelompok usaha yang sama, diharapkan
        bahwa pelunasan pinjaman pada saat jatuh tempo lebih dapat dikendalikan
        sehingga mengurangi risiko tidak tertagih.

        Disamping itu ASF dan Perseroan sepakat dana pinjaman tersebut akan
        digunakan hanya untuk membiayai pembelian alat berat oleh pelanggan
        Perseroan dan dapat ikut terlibat dalam proses penilaian dan seleksi
        pelanggan sehingga mengurangi risiko.

        Performa keuangan ASF selama lima tahun terakhir secara CAGR
        menunjukkan bahwa ASF dalam kondisi keuangan yang sedang mengalami
        peningkatan. Performa keuangan ASF tahun 2019 sedang menunjukkan
        penguatan yang disebabkan oleh momentum pemulihan komoditas batu bara
        sejak tahun 2016 dan masih menunjukkan pergerakan harga yang dinamis
        walaupun tetap bertahan di tren positif serta masifnya proyek pembangunan
        infrastruktur oleh pemerintah akan mempengaruhi industri alat berat.
        Namun pada 2020 ASF mengalami penurunan performa keuangan yang
        disebabkan oleh pandemi Covid-19. Pada tahun 2021 performa ASF mulai
        menunjukkan pemulihan, hingga tahun 2023 performa ASF sudah melebihi
        performa sebelum pandemi terjadi serta diharapkan pembayaran pinjaman
        pada saat jatuh tempo dapat dipenuhi.

        Berdasarkan analisis tersebut diatas, dapat disimpulkan bahwa risiko tidak
        tertagih dan terbayarnya pinjaman dapat diminimalisasi.
Page 82
                                                                                    78




III   KESIMPULAN ANALISIS PENDAPAT KEWAJARAN
      Hasil analisis pendapat kewajaran yang kami lakukan atas Rencana Transaksi
      adalah sebagai berikut:
      • Analisis pengaruh transaksi pinjam meminjam dana terhadap
        keuangan:
        a. Alasan dilakukannya transaksi pinjam meminjam dana antara
             Perseroan dan ASF adalah untuk mendukung kegiatan operasional
             Perseroan, dimana ASF sebagai penerima pinjaman akan menggunakan
             dana yang dipinjam untuk pembiayaan pembelian alat-alat berat dari
             konsumen Perseroan. Hal ini dilakukan agar pembiayaan atau program
             ini menarik bagi konsumen. Rencana Transaksi dilakukan untuk
             mendukung penjualan alat berat Perseroan pada tahun 2024
             khususnya penjualan alat berat produk Komatsu tipe PC135, D85,
             PC200-M0, Bomag tipe BW212, UD Truck tipe CWE37064 dan Scania
             tipe P410;
        b. Analisis pengaruh transaksi pinjam meminjam dana terhadap
             keuangan Perseroan menunjukkan bahwa terdapat perbedaan dalam
             rasio likuiditas antara sebelum dan sesudah transaksi. Berdasarkan
             proforma posisi keuangan per 31 Desember 2023 yang diperoleh dari
             manajemen Perseroan, perbedaan ini muncul akibat dari sumber dana
             yang digunakan Perseroan untuk membiayai transaksi pinjam
             meminjam dana merupakan dana internal Perseroan.
                     Analisis rasio             Sebelum      Sesudah      Selisih

            Rasio likuditas
               Rasio lancar                           1,46         1,45        -0,24%
               Rasio cepat                            1,06         1,05        -0,33%
               Rasio kas                              0,43         0,43        -0,81%
            Rasio solvabilitas
               Debt to equity ratio                   0,22         0,22         0,00%
               Long term debt to equity ratio         0,21         0,21         0,00%
               Debt to total assets ratio             0,12         0,12         0,00%
            Rasio profitabilitas
               Gross profit margin                  27,83%       27,83%         0,00%
               Net profit margin                    16,03%       16,03%         0,00%

            Dengan membandingkan analisis rasio keuangan antara Laporan
            Keuangan Perseroan per 31 Desember 2023 dengan proforma keuangan
            Perseroan per 31 Desember 2023, diperoleh bahwa rasio likuiditas
            mengalami perubahan dengan jumlah yang tidak signifikan. Sedangkan
            rasio solvabilitas dan rasio profitabilitas tidak mengalami perubahan.
Page 83
                                                                         79




• Identifikasi dan hubungan antara pihak-pihak:
  a. Berdasarkan Perjanjian Pinjaman antara Perseroan dan ASF, pihak-
      pihak yang terlibat dalam transaksi adalah:
      • Perseroan sebagai pihak pemberi pinjaman;
      • ASF sebagai pihak penerima pinjaman.
  b. Berdasarkan analisis terhadap dokumen korporasi Perseroan dan ASF
      serta informasi yang diperoleh dari manajemen Perseroan, hubungan
      afiliasi antara pihak-pihak yang bertransaksi adalah sebagai berikut:
      • Perseroan dan ASF memiliki hubungan afiliasi karena kedua
         perusahaan ini tergabung dalam PT Astra International Tbk
         (“Grup ASTRA”). PT Astra International Tbk memiliki 59,50% saham
         Perseroan dan 46,87% saham ASF;
      • Bapak Gidion Hasan menjabat sebagai Wakil Presiden Komisaris di
         Perseroan dan juga menjabat sebagai Komisaris di ASF per
         31 Desember 2023, namun pada saat laporan ini diterbitkan Bapak
         Gidion Hasan sudah tidak menjabat sebagai Wakil Presiden
         Komisaris di Perseroan;
      • Bapak Rudy menjabat sebagai Wakil Presiden Komisaris di
         Perseroan dan juga menjabat sebagai Presiden Komisaris di ASF per
         24 April 2024 hingga tanggal laporan ini diterbitkan.

• Analisis perjanjian dan persyaratan yang disepakati:
  a. Berdasarkan draft Amandemen VI, perubahan syarat dan ketentuan
     dalam Amandemen VI adalah bahwa:
     • Periode ketersediaan berarti periode dari dan termasuk tanggal
         perjanjian ini ditandatangani sampai dengan tanggal 30 Juni 2025
         atau periode lain yang disetujui oleh Pemberi Pinjaman;
     • Perubahan kalkulasi bunga, sebagai berikut:
        (i) Suku bunga atas setiap Pinjaman untuk setiap Periode Bunga
            adalah maksimal sebesar 6,75% (enam koma tujuh lima persen)
            per tahun (“Suku Bunga”);
       (ii) Ketentuan Suku Bunga sebagaimana diatur dalam poin (i) dapat
            dikecualikan berdasarkan pertimbangan Pemberi Pinjaman dan
            Pemberi Pinjaman atas diskresinya sendiri berhak untuk
            menentukan besaran nilai pengecualian Suku Bunga tersebut
            dengan nilai tidak kurang dari 5% (lima persen) per tahun.
            Penentuan besaran Suku Bunga pada masing-masing penarikan
            Pinjaman akan ditentukan oleh kebutuhan pasar dan juga cost of
            fund pada saat permohonan penarikan Pinjaman diberikan oleh
            Pemberi Pinjaman kepada Penerima Pinjaman.
Page 84
                                                                         80




           Suku Bunga yang akan diberlakukan akan diberitahukan oleh
           Pemberi Pinjaman dalam surat pemberitahuan terpisah dan akan
           terus berlaku hingga adanya pemberitahuan berikutnya. Untuk
           menghindari keragu-raguan, perhitungan bunga diatur dalam
           Pasal 9 (Periode-Periode Bunga) Perjanjian ini dan pembayaran
           bunga merujuk kepada Pasal 6.1 (Pembayaran Kembali
           Pinjaman-Pinjaman) Perjanjian ini.
     b. Berkaitan dengan transaksi pinjam meminjam dana antara
        Perseroan dan ASF, para pihak sepakat untuk produk yang
        ditransaksikan yaitu produk Komatsu tipe PC135, D85, PC200-M0,
        Bomag tipe BW212, UD Truck tipe CWE37064 dan Scania tipe P410
        dengan tingkat suku bunga maksimal 6,75% per tahun dapat
        dikecualikan berdasarkan pertimbangan Pemberi Pinjaman dan
        Pemberi Pinjaman atas diskresinya sendiri berhak untuk
        menentukan besaran nilai pengecualian Suku Bunga tersebut
        dengan nilai tidak kurang dari 5% per tahun. Penentuan besaran
        Suku Bunga pada masing-masing penarikan Pinjaman akan
        ditentukan oleh kebutuhan pasar dan juga cost of fund pada saat
        permohonan penarikan Pinjaman diberikan oleh Pemberi Pinjaman
        kepada Penerima Pinjaman.

• Analisis likuiditas:
  Dengan membandingkan analisis rasio keuangan antara Laporan Keuangan
  Perseroan per 31 Desember 2023 dengan proforma keuangan Perseroan
  per 31 Desember 2023, diperoleh bahwa rasio likuiditas mengalami
  perubahan dengan jumlah yang tidak signifikan.

• Analisis manfaat dan risiko:
  a. Manfaat Rencana Transaksi adalah
     • Perseroan akan mendapatkan pendapatan bunga dari ASF dan
         tambahan penjualan alat berat.
  b. Risiko Rencana Transaksi adalah:
     • Risiko tidak tercapainya target penjualan alat-alat berat Perseroan;
     • Risiko bila terjadi gagal bayar dari konsumen ASF.
Page 85
                                                                          81




• Analisis kualitatif:
  a. Perseroan mengantisipasi volatilitas harga batu bara dengan terus
     menjaga dan meningkatkan keunggulan operasional dan efisiensi
     berkelanjutan. Walaupun kondisi bisnis tidak sebaik tahun 2022
     dengan indeks harga acuan batu bara yang turun signifikan, Perseroan
     dapat mempertahankan pencapaian kinerja yang positif. Perseroan
     membukukan pendapatan konsolidasian pada tahun 2023 sebesar
     Rp128,6 triliun atau naik 4% dari Rp123,6 triliun pada tahun 2022.
      Beban pokok pendapatan pada tahun 2023 sebesar Rp92,8 triliun atau
      naik 4% dari Rp88,8 triliun dan menghasilkan laba bruto sebesar Rp35,8
      triliun, naik 3% dari Rp34,8 triliun pada tahun 2022. Perseroan
      memperoleh laba tahun berjalan tercatat pada tahun 2023 sebesar
      Rp22,1 triliun, sedikit turun sebesar 4% dari Rp23,0 triliun pada tahun
      2022. Laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas
      induk sebesar Rp20,6 triliun pada tahun 2023 sedikit turun sebesar 2%
      dari Rp21,0 triliun pada tahun 2022 dikarenakan adanya kenaikan
      biaya keuangan dan kerugian nilai tukar mata uang asing.
      Tren penurunan harga komoditas menyebabkan pasar alat berat
      menyusut akibat pelanggan menunda atau bahkan membatalkan
      investasi pembelian alat berat untuk menjaga provitabilitas dan
      keberlangsungan usaha. Di tengah desakan isu ESG, Perseroan
      mencermati dan mempelajari arah perubahan teknologi.
  b. Keuntungan Rencana Transaksi adalah:
     • Untuk mengantisipasi peningkatan kompetisi karena banyaknya
       supply alat berat dari pasar global, sekaligus mengubah strategi
       penjualan. Melalui Rencana Transaksi, Perseroan melakukan kerja
       sama dengan ASF untuk menyediakan kemudahan dalam
       pembiayaan alat berat dengan tingkat bunga yang lebih kompetitif.
       Hal ini perlu dilakukan karena hampir sebagian besar dari penjualan
       alat berat didanai oleh perbankan atau lembaga pembiayaan
       (leasing).
        Dengan tingkat suku bunga yang kompetitif, akan memberikan
        kemudahan pembiayaan bagi pelanggan Perseroan dalam
        pembelian alat berat sehingga diharapkan dapat meningkatkan
        pangsa pasar serta penjualan alat berat produk Komatsu tipe
        PC135, D85, PC200-M0, Bomag tipe BW212, UD Truck tipe
        CWE37064 dan Scania tipe P410;
Page 86
                                                                        82




      • Melalui program fasilitas pembiayaan yang kompetitif yang dapat
        ditawarkan oleh ASF karena adanya Rencana Transaksi dan
        dikombinasikan dengan program pemasaran lainnya diharapkan
        Perseroan akan mampu mempertahankan pangsa pasar dan
        diharapkan akan mengalami peningkatan kedepannya.
      Kerugian Rencana Transaksi adalah:
      • Saldo kas Perseroan akan mengalami penurunan;
      • Likuiditas Perseroan akan mengalami penurunan walaupun tidak
        signifikan.
  c. Penyaluran dana dalam transaksi pinjam meminjam dana antara
     Perseroan dan ASF disesuaikan dengan pencapaian target penjualan.
     Sehingga jika mengalami kegagalan, atau dalam kasus ini tidak terjadi
     penjualan alat berat, maka dana pinjaman tidak disalurkan oleh
     pemberi pinjaman. Sementara untuk dana yang telah disalurkan
     namun konsumen mengalami gagal bayar, maka Perseroan akan
     memperoleh dukungan dari ASF untuk melakukan penagihannya.
     Dengan demikian risiko kegagalan ini dapat diminimalisasi.

• Analisis kuantitatif:
  a. Hasil analisis inkremental menunjukkan bahwa jumlah pendapatan
     yang diperoleh dari transaksi pinjam meminjam dana antara Perseroan
     dan ASF lebih menguntungkan dibandingkan dengan jumlah
     pendapatan bunga yang diperoleh dari membeli MTN dengan
     memperoleh pendapatan bunga dengan menggunakan tingkat suku
     bunga pasar dan dari pendapatan bunga yang diperoleh dari
     memberikan pinjaman dengan menggunakan tingkat suku bunga modal
     kerja Bank Indonesia;
  b. Dengan Rencana Transaksi dengan tingkat suku bunga sebesar 5%
     sampai dengan 6,75% akan diperoleh pendapatan sebesar
     Rp27.742.000.000,-. Dengan membeli MTN dengan tingkat suku bunga
     pasar akan diperoleh pendapatan sebesar Rp22.878.000.000,- atau
     lebih rendah 21,26% dari pendapatan yang diperoleh dari Rencana
     Transaksi. Dengan memberikan pinjaman dengan menggunakan
     tingkat suku bunga modal kerja Bank Indonesia akan diperoleh
     pendapatan sebesar Rp20.265.000.000,- atau lebih rendah 36,89%
     dari pendapatan yang diperoleh dari Rencana Transaksi;
Page 87
                                                                       83




  c. Analisis sensitivitas menunjukkan bahwa jumlah pendapatan transaksi
     pinjam meminjam dana antara Perseroan dan ASF sensitif terhadap
     tingkat suku bunga pasar dan tingkat suku bunga pinjaman modal kerja
     Bank Indonesia, dan sensitif terhadap tingkat laba penjualan, serta
     sensitif terhadap perubahan tingkat suku bunga Rencana Transaksi.

• Analisis kelayakan rencana penggunaan dana:
  Penyaluran dana dalam transaksi pinjam meminjam dana antara Perseroan
  dan ASF akan digunakan untuk mendukung penjualan alat berat sesuai
  dengan target penjualan. Dalam proyeksi tambahan penjualan alat berat
  sebesar Rp150.743.000.000,- diasumsikan Perseroan akan mendapat
  tambahan laba tahun berjalan sebesar 10%. Selama 5 tahun terakhir rata-
  rata net profit margin Perseroan adalah sebesar 13,86%.

• Analisis atas jaminan:
  Dalam Perjanjian Pinjaman beserta amandemen yang telah dan akan
  dilakukan dilakukan atas Perjanjian Pinjaman, syarat dan ketentuan
  mengenai jaminan telah dihapus. Namun di dalam Perjanjian Pinjaman
  diatur mengenai mekanisme peristiwa wanprestasi sebagai suatu jaminan
  hak-hak dan kewajiban para pihak dalam melaksanakan Perjanjian
  Pinjaman.

  Jaminan diperoleh secara langsung maupun tidak langsung karena
  kedudukan Perseroan dan ASF dikendalikan oleh kelompok usaha yang
  sama yaitu Grup ASTRA. Dengan berada dalam satu kelompok usaha yang
  sama, diharapkan bahwa pelunasan pinjaman pada saat jatuh tempo lebih
  dapat dikendalikan sehingga mengurangi risiko tidak tertagih.

  Disamping itu ASF dan Perseroan sepakat dana pinjaman tersebut akan
  digunakan hanya untuk membiayai pembelian alat berat oleh pelanggan
  Perseroan dan dapat ikut terlibat dalam proses penilaian dan seleksi
  pelanggan sehingga mengurangi risiko.
Page 88
                                                                          84




  Performa keuangan ASF selama lima tahun terakhir secara CAGR
  menunjukkan bahwa ASF dalam kondisi keuangan yang sedang mengalami
  peningkatan. Performa keuangan ASF tahun 2019 sedang menunjukkan
  penguatan yang disebabkan oleh momentum pemulihan komoditas batu
  bara sejak tahun 2016 dan masih menunjukkan pergerakan harga yang
  dinamis walaupun tetap bertahan di tren positif serta masifnya proyek
  pembangunan infrastruktur oleh pemerintah akan mempengaruhi industri
  alat berat. Namun pada 2020 ASF mengalami penurunan performa
  keuangan yang disebabkan oleh pandemi Covid-19. Pada tahun 2021
  performa ASF mulai menunjukkan pemulihan, hingga tahun 2023 performa
  ASF sudah melebihi performa sebelum pandemi terjadi serta diharapkan
  pembayaran pinjaman pada saat jatuh tempo dapat dipenuhi.

  Berdasarkan analisis tersebut diatas, dapat disimpulkan bahwa risiko tidak
  tertagih dan terbayarnya pinjaman dapat diminimalisasi.

Kesimpulan
Berdasarkan analisis pendapat kewajaran yang kami lakukan atas Rencana
Transaksi, maka kami berkesimpulan bahwa Rencana Transaksi Perubahan
Syarat    dan    Ketentuan    dalam    Perjanjian   Pinjaman    antara
PT United Tractors Tbk dan PT Astra Sedaya Finance per tanggal
31 Desember 2023 adalah Wajar.
Page 89

          
Page 90
                                                                                                                                                 Lampiran 1
PT UNITED TRACTORS Tbk
Dinyatakan dalam jutaan Rupiah
Medium Term Note (Sorted )

 NO           Nama Surat Berharga                       Penerbit              Mata uang      Nominal     Jatuh tempo     Kupon      Pembayaran      Status
 1    MTN ASIAN BULK LOGISTICS I TAHUN      ASIAN BULK LOGISTICS, PT         Jutaan Rupiah   1.000.000    21-Jun-2027       9,00%    3 bulanan      Aktif
      2022
 2    MTN SUBORDINASI II PT BANK MANDIRI    Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT   Jutaan Rupiah     100.000    23-Jun-2028       6,95%    3 bulanan      Aktif
      (PERSERO) Tbk TAHUN 2023
 3    MTN WAHANA INTERFOOD NUSANTARA        WAHANA INTERFOOD NUSANTARA       Jutaan Rupiah     150.000    18-Apr-2028      11,25%    3 bulanan      Aktif
      TBK I TAHUN 2023 TAHAP II             Tbk, PT
 4    MTN PT DWI GUNA LAKSANA TBK TAHUN DWI GUNA LAKSANA Tbk, PT             Jutaan Rupiah     200.000     13-Jul-2027     10,00%    3 bulanan      Aktif
      2022
 5    MTN INKA MULTI SOLUSI II TAHUN 2023 Inka Multi Solusi, PT              Jutaan Rupiah     500.000    22-Nov-2028      11,58%    3 bulanan      Aktif

 6    MTN I PT LEN INDUSTRI (PERSERO)       Len Industri (Persero),PT        Jutaan Rupiah     200.000    22-Jun-2027      11,65%    3 bulanan      Aktif
      TAHUN 2023 TAHAP I SERI B
 7    MTN PAN PACIFIC INVESTAMA I TAHUN     Pan Pacific Investama, PT        Jutaan Rupiah     300.000    14-Feb-2027       9,50%    3 bulanan      Aktif
      2022
 8    MTN III PT PNM VENTURE CAPITAL        Permodalan Nasional Madani       Jutaan Rupiah     200.000    25-Jan-2026      10,25%    3 bulanan      Aktif
      TAHUN 2022 SERI A                     Venture Capital, PT
                                                                                                         Minimum            6,95%
                                                                                                         Maksimum          11,65%
                                                                                                         Median            10,13%
                                                                                                         Mean              10,02%
Page 91
                                                                                                              Lampiran 2


PT UNITED TRACTORS Tbk
Dinyatakan dalam jutaan Rupiah
Perhitungan present value pendapatan laba, penjualan sesuai dengan target yang ditentukan
                                                   Tingkat
   Periode        Penjualan     Laba bersih                      Diskon periode    Diskon faktor   Present value
                                                  diskonto

      31-Dec-23
          Jul-24          2.904           290           12,24%              2,33            0,93             271
         Aug-24           8.796           880           12,24%              2,67            0,92             812
         Sep-24           4.349           435           12,24%              3,00            0,91             397
         Oct-24           5.892            589          12,24%              3,33            0,90             533
         Nov-24          14.604          1.460          12,24%              3,67            0,90           1.308
         Dec-24          11.932          1.193          12,24%              4,00            0,89           1.058
         Jan-25           8.613            861          12,24%              4,33            0,88             756
         Feb-25          14.237          1.424          12,24%              4,67            0,87           1.237
         Mar-25          12.877          1.288          12,24%              5,00            0,86           1.108
         Apr-25          26.448          2.645          12,24%              5,33            0,85           2.252
         May-25          18.103          1.810          12,24%              5,67            0,84           1.526
         Jun-25          21.988          2.199          12,24%              6,00            0,83           1.835

Jumlah                 150.743         15.074                                                            13.092
Page 92
                                                                                                                    Lampiran 2-1



PT UNITED TRACTORS Tbk
Dinyatakan dalam jutaan Rupiah
Perhitungan present value pendapatan laba, penjualan turun 5% dari target yang ditentukan
                                                   Tingkat
   Periode        Penjualan     Laba bersih                     Diskon periode      Diskon faktor   Present value
                                                  diskonto

      31-Dec-23
          Jul-24          2.759            276           12,24%              2,33            0,93             257
         Aug-24           8.356            836           12,24%              2,67            0,92             771
         Sep-24           4.132            413           12,24%              3,00            0,91             377
         Oct-24           5.598            560           12,24%              3,33            0,90             506
         Nov-24          13.873          1.387           12,24%              3,67            0,90           1.242
         Dec-24          11.336          1.134           12,24%              4,00            0,89           1.005
         Jan-25           8.182            818           12,24%              4,33            0,88             718
         Feb-25          13.526          1.353           12,24%              4,67            0,87           1.175
         Mar-25          12.233          1.223           12,24%              5,00            0,86           1.052
         Apr-25          25.125          2.513           12,24%              5,33            0,85           2.140
         May-25          17.197          1.720           12,24%              5,67            0,84           1.450
         Jun-25          20.888          2.089           12,24%              6,00            0,83           1.743

Jumlah                 143.205         14.321                                                             12.437
Page 93
                                                                                                             Lampiran 2-2


PT UNITED TRACTORS Tbk
Dinyatakan dalam jutaan Rupiah
Perhitungan present value pendapatan laba, penjualan turun 10% dari target yang ditentukan
                                                   Tingkat
   Periode        Penjualan     Laba bersih                     Diskon periode      Diskon faktor   Present value
                                                  diskonto
      31-Dec-23
          Jul-24          2.613            261           12,24%              2,33            0,93             244
         Aug-24           7.521            752           12,24%              2,67            0,92             694
         Sep-24           3.718            372           12,24%              3,00            0,91             340
         Oct-24           5.038            504           12,24%              3,33            0,90             456
         Nov-24          12.486          1.249           12,24%              3,67            0,90           1.118
         Dec-24          10.202          1.020           12,24%              4,00            0,89             904
         Jan-25           7.364            736           12,24%              4,33            0,88             646
         Feb-25          12.173          1.217           12,24%              4,67            0,87           1.058
         Mar-25          11.010          1.101           12,24%              5,00            0,86             947
         Apr-25          22.613          2.261           12,24%              5,33            0,85           1.926
         May-25          15.478          1.548           12,24%              5,67            0,84           1.305
         Jun-25          18.799          1.880           12,24%              6,00            0,83           1.569

Jumlah                 129.016         12.902                                                             11.206
Page 94
                                                                                                          Lampiran 3


PT UNITED TRACTORS Tbk
Dinyatakan dalam jutaan Rupiah
Perhitungan pendapatan bunga MTN, apabila mengalami kenaikan 10% dan 20% serta penurunan sebesar 10% dan 20%
                                           Pendapatan bunga MTN
     Periode
                      Naik 10%           Naik 20%         Turun 10%          Turun 20%

             Jul-24                 513          563                416               367
            Aug-24                1.544         1.693             1.249             1.105
            Sep-24                  758           831               613               542
            Oct-24                1.019         1.117               825               729
            Nov-24                2.507         2.749             2.029             1.794
            Dec-24                2.033         2.230             1.646             1.455
            Jan-25                1.457         1.598             1.179             1.043
            Feb-25                2.390         2.622             1.935             1.711
            Mar-25                2.146         2.354             1.737             1.536
            Apr-25                4.376         4.799             3.542             3.132
            May-25                2.973         3.260             2.407             2.128
            Jun-25                3.585         3.931             2.902             2.565
Jumlah                           25.300       27.745            20.480             18.106
Page 95
                                                                                                                        Lampiran 3-1

PT UNITED TRACTORS Tbk
Dinyatakan dalam jutaan Rupiah
Perhitungan pendapatan bunga kredit modal kerja SEKI BI, apabila mengalami kenaikan 10% dan 20% serta penurunan sebesar 10% dan 20%
                                           Pendapatan bunga SEKI BI
     Periode
                      Naik 10%           Naik 20%            Turun 10%         Turun 20%

             Jul-24                 454            498               368                326
            Aug-24                1.367          1.498              1.107               980
            Sep-24                  671            735                543               481
            Oct-24                  902            989                731               647
            Nov-24                2.219          2.433              1.798             1.591
            Dec-24                1.800          1.973              1.459             1.290
            Jan-25                1.290          1.414              1.045               925
            Feb-25                2.116          2.320              1.715             1.517
            Mar-25                1.900          2.083              1.540             1.362
            Apr-25                3.874          4.246              3.139             2.777
            May-25                2.632          2.885              2.133             1.887
            Jun-25                3.174          3.479              2.572             2.275
Jumlah                           22.399        24.551             18.151             16.056

File

File Open PDF
Source IDX
Size12.43 MB
Published2 Jul 2024
Pages95
Characters167,996
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 72 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org United Tractors Tbk p.26 ×51
linked org PT Astra Sedaya Finance p.26 ×10
linked person Chiew Sin Cheok · Komisaris p.38 ×3
linked person Vilihati Surya · Direktur p.38 ×3
linked person Djony Bunarto Tjondro · Presiden Komisaris p.38 ×5
linked person Djoko Pranoto Santoso · Komisaris p.38 ×4
linked person Paulus Bambang Widjanarko p.38 ×4
linked person Bruce Malcolm Cox p.38 ×2
linked person Loudy Irwanto Ellias · Direktur p.38 ×5
linked person Idot Supriadi · Direktur p.38 ×4
linked person Iwan Hadiantoro · Direktur p.38 ×5
linked person Widjaja Kartika · Direktur p.38 ×5
linked org Astra International Tbk p.40 ×35
linked person Aridono Sukmanto p.41 ×2
linked person Tan Chian Hok p.41 ×2
linked person Devy Santoso Jayadi p.41 ×2
linked person Matilda Esther Rotinsulu p.41 ×2
linked org II PT BANK MANDIRI p.90
linked org Bank Mandiri (Persero) Tbk p.90 ×3
linked org WAHANA INTERFOOD NUSANTARA p.90 ×2
linked org DWI GUNA LAKSANA TBK p.90 ×3
linked org PAN PACIFIC INVESTAMA p.90 ×2
linked org Permodalan Nasional Madani p.90
possible org Pemerintah Republik Indonesia p.34
possible person Gidion Hasan · Presiden Komisaris p.38 ×16
possible person Rudy · Presiden Komisaris p.38 ×4
possible person Dharmawan Phie p.41 ×2
possible org Bursa Efek Indonesia p.47
possible — Jardine Cycle & Carriage p.47 ×4
possible org Negara Republik Indonesia p.48
unresolved org KJPP Nirboyo Adiputro p.26 ×4
unresolved org Dewi Apriyanti & Rekan p.26 ×4
unresolved person Penilai Publik Satya Bima Nugraha p.26
unresolved org KJPP NDR p.26 ×2
unresolved org Kementerian Keuangan Republik Indonesia p.26
unresolved org Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia p.26
unresolved — Telepon/Faks p.27
unresolved person Ramandhika p.27 ×2
unresolved person Rendih p.33
unresolved person Raci p.33
unresolved org Kantor Akuntan Publik Tanudiredja p.34 ×2
unresolved org Rintis & Rekan p.34 ×2
unresolved org Bank Indonesia p.34 ×35
unresolved person Jose Dima Satria S.H. p.38 ×2
unresolved person Bruce Malcom Cox · Komisaris Independen p.38
unresolved — Loudy Irwanto Elli · Direktur p.38 ×2
unresolved org PT Garda Era Sedaya p.41
unresolved org PT Sedaya Multi Investama p.41
unresolved person Benjamin Herrenden Birks · Komisaris p.42 ×5
unresolved person Franciscus Xaverius Laksana Kesuma · Presiden Direktur p.42 ×6
unresolved person Edhie Sarwono · Direktur p.42
unresolved org PT Inter Astra Motor Works p.47
unresolved person Djojo Muljadi p.47
unresolved org Menteri Kehakiman Republik Indonesia p.47 ×2
unresolved org PT United Tractors. Anggaran Dasar p.47
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.47 ×2
unresolved person Jose Dimas Satria p.47
unresolved org Carriage Ltd p.47 ×3
unresolved org Jardine Matheson Hodings Ltd. p.47
unresolved org PT Raharja Sedaya p.48
unresolved person Akta Notaris Rukmasanti Hardjasatya p.48
unresolved person Akta Notaris Wiwik Condro p.48
unresolved org Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.48
unresolved org Menteri Keuangan Republik Indonesia p.48
unresolved org Menteri Keuangan Republik Indonesia No. S- p.48
unresolved org Jardine Matheson Holdings Ltd p.48
unresolved org Bank Indonesia. Inflasi p.50
unresolved org Bank Indonesia. II. p.73
unresolved org Aktif (PERSERO) Tbk p.90 ×2
unresolved org TAHUN DWI GUNA LAKSANA Tbk p.90
unresolved org PT LEN INDUSTRI (PERSERO) p.90
unresolved org PT PNM VENTURE CAPITAL p.90

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.182 6037 ms 12 Sep 2026 23:01
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'CONFLICT',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': '',
 'object_truncated': False,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': '0.36'}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result