Skip to content
Back to announcement

20240701_MYOR_Informasi Transaksi Afiliasi_31677891_lamp2.pdf

Asset transaction Needs review MYOR

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 55

Page 1
                 LAPORAN
  00786/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2024


     PENDAPAT KEWAJARAN
    ATAS RENCANA TRANSAKSI
       PENJUALAN TANAH

                   OLEH
            PT MAYORA INDAH TBK




                        Oleh


KJPP FELIX SUTANDAR DAN REKAN
       Certified Business and Assets Appraisers
Page 2
Ref. No.: 00786/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2024                 Jakarta, 28 Juni 2024

Kepada Yth.
Direksi
PT MAYORA INDAH TBK.
Gedung Mayora
Jl. Daan Mogot Km. 18
Jakarta Barat


Perihal   : Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Penjualan Tanah

Dengan Hormat,

Menunjuk Proposal Penugasan No. 0325/FSR/Spn/FS/2005/2024 tanggal 20 Mei 2024
yang telah disetujui oleh PT Mayora Indah Tbk (“MI” atau “Perseroan”) pada tanggal
22 Mei 2024 perihal Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Penjualan Tanah,
(untuk selanjutnya disebut “Rencana Transaksi”), maka bersama ini kami sampaikan
laporan mengenai Pendapat Kewajaran tersebut (“Laporan”).


Status Penilai

Pendapat Kewajaran ini dilakukan oleh Penilai Independen yang merupakan Penilai
Publik dan salah satu rekan pada KJPP Felix Sutandar dan Rekan (“KJPP FSR” atau
“Penilai”) dengan kualifikasi sebagai berikut:
Kualifikasi    : Properti dan Bisnis
Ijin Penilai   : PB-1.08.00022
STTD           : STTD.PPB-31/PJ-1/PM.2/2023
MAPPI          : 81-S-00017
No. Register   : RMK-2017.00022

Dalam mempersiapkan Laporan Pendapat Kewajaran ini, Penilai menjunjung tinggi
integritas, bertindak secara objektif dan tidak memihak serta tidak mempunyai potensi
benturan kepentingan dengan pihak-pihak yang terlibat dengan Rencana Transaksi.
Penilai memiliki kompetensi dalam mempersiapkan Laporan Pendapat Kewajaran ini dan
menjaga kerahasiaan informasi yang diperoleh.


Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan

Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan dalam hal ini adalah:

Nama               : PT Mayora Indah Tbk
Bidang usaha       : Industri Makanan, Kembang Gula dan Biskuit
Alamat             : Gedung Mayora
                     Jl. Daan Mogot KM 18
                     Kalideres, Jakarta
Email              : corporatesecretary@mayora.co.id
Website            : www.mayoraindah.co.id
Telepon            : 021 - 8063 7700
Page 3
Proses Penugasan

Proses penugasan meliputi:
1. Identifikasi masalah,
2. Pengumpulan data dan wawancara sehubungan dengan Rencana Transaksi,
3. Analisis data dan informasi yang diperoleh,
4. Analisis kewajaran Rencana Transaksi,
5. Penulisan laporan.


Ruang Lingkup

Maksud dan Tujuan

Laporan ini dimaksudkan untuk memberikan Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion)
atas Rencana Transaksi. Sedangkan tujuan Pendapat Kewajaran sesuai dengan
penugasan yang diterima adalah untuk dipergunakan sebagai salah satu bahan dalam
rangka keterbukaan informasi sebagaimana diatur dengan POJK No. 42/POJK.04/2020
tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.


Asumsi dan Kondisi Pembatas

Tanpa mengurangi tanggung jawab kami sebagai Penilai, Pendapat Kewajaran ini
dibatasi oleh asumsi dan kondisi pembatas sebagai berikut:
   1. Pendapat Kewajaran ini bersifat non-disclaimer opinion.
   2. Penilai Bisnis telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang
      digunakan dalam proses penilaian.
   3. Data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya
      keakuratannya.
   4. Proyeksi keuangan yang digunakan telah disesuaikan dan mencerminkan
      kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan
      pencapaiannya.
   5. Penilai Bisnis bertanggung jawab atas pelaksanaan Penilaian dan kewajaran
      proyeksi keuangan.
   6. Laporan Pendapat Kewajaran ini terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi
      yang bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan.
   7. Penilai Bisnis bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran dan
      Kesimpulan Akhir.
   8. Penilai Bisnis telah memperoleh informasi atas status hukum Objek Pendapat
      Kewajaran dari Pemberi Tugas.


Alasan dan Latar Belakang Rencana Transaksi

PT Mayora Indah Tbk (“MI”) adalah sebuah perusahaan yang melakukan kegiatan usaha
di bidang industri makanan olahan, seperti biscuit, kembang gula, wafer dan coklat. MI
memiliki beberapa Entitas Anak, salah satunya adalah PT Torabika Eka Semesta (“TES”).
Saat ini, MI dan TES memilki aset nonoperasional berupa tanah di daerah Desa Pasir
Muncang, Kecamatan Jayanti dan Desa Gembong, Kecamatan Balaraja, Tangerang,
Banten dengan luas keseluruhan 15.920 m2 dan tidak ada rencana untuk digunakan
karena posisinya berada di blok yang berbeda dengan pabrik MI dan TES saat ini. Oleh
Ref. No.: 00786/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2024                                     ii
Page 4
karena itu, MI dan TES berencana untuk menjual tanah tersebut kepada pihak afiliasi
yaitu PT.Pascal Corpindo Semesta.


Objek Pendapat Kewajaran

Obyek Pendapat Kewajaran adalah Rencana Transaksi Penjualan Tanah di Desa Pasir
Muncang, Kecamatan Jayanti dan Desa Gembong, Kecamatan Balaraja, Tangerang,
Banten (“Tanah”) seluas 15.920 m2 dengan rincian sebagai berikut:

 Pihak Penjual                                                      Luas Total (m2)
 Tanah milik MI                                                              2.444
 Tanah milik TES                                                            13.476
   Luas Tanah                                                              15.920


Tanggal Pendapat Kewajaran

Tanggal (cut-off date) dari Pendapat Kewajaran ini adalah 31 Desember 2023
(“Tanggal Pendapat Kewajaran”). Tanggal Pendapat Kewajaran dipilih atas dasar
pertimbangan kepentingan dan ketersediaan data dalam rangka analisa kewajaran
Rencana Transaksi dimaksud.


Mata Uang yang Digunakan

Jenis mata uang yang digunakan dalam laporan Penilaian ini adalah Rupiah.


Tingkat Kedalaman Investigasi

Pemberian Pendapat Kewajaran dilakukan dengan investigasi yang meliputi inspeksi
serta pengumpulan data dan informasi dari pihak Manajemen Perseroan yang bertujuan
untuk memperoleh dokumen kelengkapan analisis yang dibutuhkan dan selanjutnya
diverifikasi dengan wawancara melalui telepon, dan/atau e-mail dengan Bapak Hendrik
Polisar selaku Direktur MI beserta tim untuk memperoleh informasi yang lebih dalam
terkait data, dokumen dan informasi yang dibutuhkan.

Penilai tidak melakukan kegiatan atau analisis sebagai berikut:
a. Analisis dampak pajak untuk para pihak terkait Rencana Transaksi;
b. Transaksi lain selain yang disebutkan dalam objek analisis kewajaran.


Sifat dan Sumber Informasi yang Dapat Diandalkan

Informasi yang diperoleh berupa:
- Data dan dokumen dari Manajemen Perseroan.
- Data dan keterangan yang diperoleh secara lisan maupun tulisan melalui komunikasi
    dengan manajemen.
- Berbagai data dan publikasi yang tersedia secara umum baik berdasarkan media
    cetak maupun elektronik, seperti website Damodaran, Kontan, Bank Indonesia,
    website Pemerintah maupun Asosiasi yang relevan dengan penugasan penilaian.

Informasi, perkiraan dan pendapat yang kami peroleh dari berbagai sumber, kami
anggap merupakan informasi yang dapat dipercaya kebenarannya dan tidak
mengandung unsur-unsur yang dengan sengaja disembunyikan.
Ref. No.: 00786/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2024                                  iii
Page 5
Persetujuan Publikasi

Laporan ini terbuka untuk publik, namun demikian publikasi atas sebagian atau
keseluruhan dari laporan harus mendapatkan persetujuan dari manajemen Perseroan
mengingat kemungkinan adanya informasi yang bersifat rahasia dan dapat
mempengaruhi kompetisi dan operasional Perseroan. Kami tidak bertanggung jawab
atas kerugian yang ditimbulkan atas publikasi tersebut.


Pedoman dan Standar Penilaian

Dasar pedoman pelaksanaan dan standar penilaian yang Penilai gunakan adalah:
1. Standar Penilaian Indonesia yang meliputi Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar
   Penilaian Indonesia Edisi VII Tahun 2018 (KEPI & SPI Edisi VII-2018) dan Edisi Revisi
   SPI 300, SPI 310, SPI 320, SPI 330 Tahun 2020 yang dikeluarkan oleh Masyarakat
   Profesi Penilai Indonesia (MAPPI);
2. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 35/POJK.04/2020 Tentang
   Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal;
3. Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (SEOJK) Nomor 17/SEOJK.04/2020 Tentang
   Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal.


Pendekatan dan Prosedur Penilaian

Dalam menganalisis kewajaran Rencana Transaksi, kami melakukan prosedur analisa
sebagai berikut:
1.   Analisis transaksi;
2.   Analisis kualitatif dan kuantitatif atas Rencana Transaksi;
3.   Analisis atas kewajaran nilai transaksi; dan
4.   Analisis atas faktor lain yang relevan.


Analisis Transaksi

Rencana Transaksi merupakan transaksi afiliasi sebagaimana dimaksud dalam
Peraturan POJK No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan
Kepentingan. Namun sesuai dengan Surat Pernyataan Manajemen Perseroan, Rencana
Transaksi dimaksud bukan merupakan transaksi yang mengandung benturan
kepentingan.


Identifikasi dan Hubungan antara Para Pihak yang Bertransaksi

Para pihak yang terlibat Rencana Transaksi adalah:
1. PT Mayora Indah Tbk (“MI”) adalah perusahaan publik yang berkedudukan di
   Tangerang, dengan alamat di Jl. Telesonik KM 7,8, Pasir Jaya, Jatiuwung, Tangerang,
   yang dalam Rencana Transaksi ini bertindak sebagai Pihak Penjual.

2. PT Torabika Eka Semesta (“TES”), adalah perusahaan yang berkedudukan di Gedung
   Mayora, Jl. Daan Mogot KM 18, Kalideres, Jakarta, yang dalam Rencana Transaksi
   ini bertindak sebagai Pihak Penjual.

3. PT Pascal Corpindo Semesta (“PCS”), adalah perusahaan yang berkedudukan di
   Gedung Mayora, Jl. Daan Mogot KM 18, Kalideres, Jakarta, yang dalam Rencana
   Transaksi ini bertindak sebagai Pihak Pembeli.
Ref. No.: 00786/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2024                                      iv
Page 6
Perjanjian yang Disepakati Dalam Transaksi

A. MI - PCS

Sesuai dengan Kesepakatan Awal Jual Beli Tanah tanggal 27 Juni 2024 antara MI
(“Penjual”) dengan PCS (“Pembeli”), pokok-pokok perjanjian adalah sebagai berikut:

Bahwa MI adalah perusahaan yang telah memiliki lahan di Desa Pasir Muncang di
Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, Propinsi Banten seluas 2.444 m2 (dua ribu
empat ratus empat puluh empat meter persegi), berikut dengan pemberkasan
kelengkapan dokumen tanah, dan pengurusan ijin dan segala hal yang berhubungan
dengan tanah tersebut sehingga sedemikian rupa, tanah-tanah tersebut siap di lakukan
pengalihan haknya.

Harga

Para Pihak menyetujui harga jual beli Tanah tersebut ditentukan sekarang ini, sehingga
untuk nantinya tidak mengalami perubahan lagi belum termasuk PPN, keseluruhan
sebesar Rp. 3.568.240.000 (tiga miliar lima ratus enam puluh delapan juta dua ratus
empat puluh ribu rupiah).

Cara Pembayaran

Pembayaran atas pelaksanaan Perjanjian akan dibayar oleh PCS kepada MI secara
bertahap yaitu:
1. Pembayaran Pertama sebesar 20% dari nilai jual beli akan dibayarkan paling lambat
   7 (tujuh) hari setelah penandatanganan Kesepakatan ini
2. Pembayaran Kedua sebesar 20% dari nilai jual beli akan dibayarkan setelah proses
   pemberkasan dokumen telah selesai dan diterima oleh PCS
3. Pembayaran Ketiga sebesar 20% dari nilai jual beli akan dibayarkan setelah
   ILOK/PKKPR atas nama PCS telah selesai.
4. Pelunasan sebesar 40% dibayarkan setelah dilakukan penandatanganan Akta Jual
   Beli atau Kesepakatan Pengikatan Jual Beli dihadapan PPAT.


Penyerahan

MI berjanji serta mengikatkan diri kepada PCS sebagai berikut:
1.   MI akan menyerahkan berkas-berkas Tanah tersebut dalam keadaan lengkap
     sehingga dapat di proses pengalihan hak nya ke atas nama PCS di hadapan PPAT.
2.   MI akan menyerahkan Fisik Tanah tersebut di atas dalam keadaan kosong kepada
     PCS.

Biaya, Pajak, Iuran, dan Pungutan

1.   Semua beban-beban dan pajak-pajak yang terhutang atas Tanah dan turutannya
     tersebut, termasuk (namun tidak terbatas) Pajak Bumi dan Bangunan (PBB),
     pungutan-pungutan dan segala macam Iuran, rekening-rekening listrik dan air yang
     terhutang sampai tanggal berakhirnya Perjanjian ini dan diserahkannya Tanah
     tersebut kepada PCS tetap menjadi tanggungan dan harus dibayar oleh MI, dan
     pada saat yang bersamaan PCS diberikan pelunasan dan pembebasan terhadap
     segala tanggung jawab (acquit et de charge) oleh MI sehubungan dengan kewajiban
     tersebut, sedang yang terhutang sesudahnya menjadi tanggungan dan harus
     dibayar oleh PCS.
Ref. No.: 00786/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2024                                     v
Page 7
2.   Segala ongkos-ongkos, termasuk Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan
     (BPHTB), Akta Jual Beli dihadapan PPAT, dan biaya balik nama sertifikat ke atas
     nama Pembeli sepenuhnya menjadi tanggungan dan harus dibayar oleh PCS.


B. TES - PCS

Sesuai dengan Kesepakatan Awal Jual Beli Tanah tanggal 27 Juni 2024 antara TES
(“Penjual”) dengan PCS (“Pembeli”), pokok-pokok perjanjian adalah sebagai berikut:

Bahwa TES adalah perusahaan yang telah memiliki lahan di Desa Gembong, Kecamatan
Balaraja, Kabupaten Tangerang, Propinsi Banten seluas 13.476 m2 (tiga belas ribu
empat ratus tujuh puluh enam meter persegi), berikut dengan pemberkasan
kelengkapan dokumen tanah, dan pengurusan ijin dan segala hal yang berhubungan
dengan tanah tersebut sehingga sedemikian rupa, tanah-tanah tersebut siap dilakukan
pengalihan haknya.

Harga

Para Pihak menyetujui harga jual beli Tanah tersebut ditentukan sekarang ini, sehingga
untuk nantinya tidak mengalami perubahan lagi belum termasuk PPN, keseluruhan
sebesar Rp. 19.674.960.000 (sembilan belas miliar enam ratus tujuh puluh empat juta
sembilan ratus enam puluh ribu rupiah).

Cara Pembayaran

Pembayaran atas pelaksanaan Perjanjian akan dibayar oleh MI kepada LP          secara
bertahap yaitu:
1. Pembayaran Pertama sebesar 20% dari nilai jual beli akan dibayarkan paling lambat
   7 (tujuh) hari setelah penandatanganan Kesepakatan ini
2. Pembayaran Kedua sebesar 20% dari nilai jual beli akan dibayarkan setelah proses
   pemberkasan dokumen telah selesai dan diterima oleh PCS
3. Pembayaran Ketiga sebesar 20% dari nilai jual beli akan dibayarkan setelah
   ILOK/PKKPR atas nama PCS telah selesai.
4. Pelunasan sebesar 40% dibayarkan setelah dilakukan penandatanganan Akta Jual
   Beli atau Kesepakatan Pengikatan Jual Beli dihadapan PPAT.


Penyerahan

TES berjanji serta mengikatkan diri kepada MI sebagai berikut:
1.   TES akan menyerahkan berkas-berkas Tanah tersebut dalam keadaan lengkap
     sehingga dapat di proses pengalihan hak nya ke atas nama PCS di hadapan PPAT.
2.   TES akan menyerahkan Fisik Tanah tersebut di atas dalam keadaan kosong kepada
     PCS.


Biaya, Pajak, Iuran, dan Pungutan

1.   Semua beban-beban dan pajak-pajak yang terhutang atas Tanah dan turutannya
     tersebut, termasuk (namun tidak terbatas) Pajak Bumi dan Bangunan (PBB),
     pungutan-pungutan dan segala macam Iuran, rekening-rekening listrik dan air yang
     terhutang sampai tanggal berakhirnya Perjanjian ini dan diserahkannya Tanah
     tersebut kepada MI tetap menjadi tanggungan dan harus dibayar oleh LP, dan pada
Ref. No.: 00786/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2024                                    vi
Page 8
     saat yang bersamaan MI diberikan pelunasan dan pembebasan terhadap segala
     tanggung jawab (acquit et de charge) oleh LP sehubungan dengan kewajiban
     tersebut, sedang yang terhutang sesudahnya menjadi tanggungan dan harus
     dibayar oleh MI.
2.   Segala ongkos-ongkos, termasuk Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan
     (BPHTB), Akta Jual Beli dihadapan PPAT, dan biaya balik nama sertifikat ke atas
     nama Pembeli sepenuhnya menjadi tanggungan dan harus dibayar oleh MI.


Analisis Manfaat dan Risiko dari Rencana Transaksi yang Akan Dilakukan

Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa manfaat dari
Rencana Transaksi adalah:
1. Memperoleh aset yang lebih likuid untuk digunakan dalam operasional Perseroan.
2. Penghematan beban pajak atas kepemilikan properti.

Sementara itu, Rencana Transaksi tidak menimbulkan risiko terhadap Perseroan karena
aset Rencana Transaksi merupakan aset non operasional.


Analisis Kualitatif atas Rencana Transaksi

PT Mayora Indah Tbk didirikan pada tahun 1977 dengan pabrik pertama berlokasi di
Tangerang dengan target market wilayah Jakarta dan sekitarnya. Setelah mampu
memenuhi pasar Indonesia, Perseroan melakukan Penawaran Umum Perdana dan
menjadi perusahaan publik pada tahun 1990 dengan target market; konsumen Asean.
Kemudian melebarkan pangsa pasarnya ke negara negara di Asia. Saat ini produk
Perseroan telah tersebar di 5 benua di dunia.

Saat ini, MI dan TES memiliki aset nonoperasional berupa tanah di daerah Desa Pasir
Muncang, Kecamatan Jayanti dan Desa Gembong, Kecamatan Balaraja, Tangerang,
Banten dengan luas keseluruhan 15.920 m 2 dan tidak ada rencana untuk digunakan
karena posisinya berada di blok yang berbeda dengan pabrik MI dan TES saat ini.

Dengan dilakukannya Rencana Transaksi memberikan keuntungan terhadap Perseroan
yaitu perolehan aset yang lebih likuid serta pengurangan biaya pajak atas kepemilikan
tanah. Tidak ada kerugian atas Rencana Transaksi karena aset yang dijual adalah aset
nonoperasional.

Analisis Operasional dan Prospek Usaha

MI dan entitas anak memproduksi dan secara umum mengklasifikasikan produk yang
dihasilkan kedalam 2 (dua) kategori yaitu makanan dan minuman olahan, yang meliputi
6 (enam) kategori yang masing masing menghasilkan produk berbeda namun
terintegrasi.

       Kategori                                Merek Dagang
 Biskuit               Roma, Royal Choice, Better, Slai O Lai, Sari Gandum, Coffeejoy
 Kembang Gula          Kopiko, KIS, Tamarin
 Wafer                 Bengbeng, Astor, Roma
 Coklat                Choki-choki, Drink Bengbeng
 Kopi                  Torabika, Kopiko, Toracafe
 Makanan Kesehatan     Energen, Prima


Ref. No.: 00786/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2024                                   vii
Page 9
Prospek Usaha Makanan Minuman di Indonesia

Sejumlah indikator perekonomian nasional disepanjang tahun 2023 semakin mengarah
pada perbaikan. Pemulihan ekonomi paska pandemi semakin terlihat, demikian pula
dengan kekhawatiran yang timbul akibat konflik politik antar negara yang berdampak
pada harga barang dan besarnya biaya hidup dapat diatasi dengan baik.

Melihat peran sektor industri makanan dan minuman yang memiliki kontribusi yang
konsisten dan signifikan terhadap ekonomi nasional serta komitmen dari pemerintah
untuk terus mendorong pertumbuhan industri di dalam negeri, industri makanan dan
minuman akan terus memiliki peluang yang sangat besar untuk bertumbuh
kedepannya.


Analisis Kuantitatif / Inkremental atas Rencana Transaksi

Dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi akan memberikan kontribusi nilai tambah
terhadap Perseroan seperti yang dapat dilihat pada tabel berikut:

                                                            2024        2025        2026        2027        2028
    Rasio Lancar Dengan Transaksi                               4,20        5,06        5,48        5,97        6,66
    Rasio Lancar Tanpa Transaksi                                4,20        5,05        5,47        5,96        6,65
      Kontribusi Nilai Tambah atas Penjualan (%)               0,09%       0,12%       0,09%       0,09%       0,07%
    Laba Bersih Dengan Transaksi (juta Rp)                 3.420.403   3.901.920   4.496.089   5.106.357   6.000.721
    Laba Bersih Tanpa Transaksi (juta Rp)                  3.418.437   3.901.910   4.496.080   5.106.347   6.000.711
      Kontribusi Nilai Tambah atas Laba Bersih (juta Rp)       1.966           9           9           9           9



Dari tabel di atas dapat disimpulkan bahwa Nilai Tambah Rencana Transaksi adalah
sebagai berikut:
•       Dengan dilakukannya Rencana Transaksi, rasio lancar Perseroan meningkat
        berkisar 0,07% hingga 0,12% pada tahun 2024 - 2028.
•       Dengan Rencana Transaksi, laba bersih Perseroan meningkat tahun 2024 karena
        adanya keuntungan penjualan aset tetap dan mulai tahun 2025 meningkat sebesar
        Rp 9 juta per tahun karena penurunan beban pajak atas kepemilikan tanah.


Prosedur Pengambilan Keputusan dengan Memperhatikan Alternatif Lain

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari Manajemen Perseroan, proses
pengambilan keputusan untuk melakukan Penjualan Tanah telah dilakukan sesuai
dengan prosedur internal Perseroan yaitu dilakukan oleh Direksi dengan persetujuan
Komisaris Perseroan.

Penjualan ini dilakukan dengan pertimbangan bahwa pihak terafiliasi sebagai pihak
pembeli bersedia membeli tanah yang dijual dengan harga yang wajar sesuai dengan
hasil Penilaian dari Penilai Independen dan bersedia melakukan pembayaran dalam
waktu yang sesingkat-singkatnya.

Alternatif lain adalah menjual ke pihak lain namun alternatif ini tidak dipilih karena
dibutuhkan waktu yang lebih lama untuk mencari pembeli yang cocok.

Perseroan telah menunjuk Kantor Jasa Penilai Publik Felix Sutandar dan Rekan sebagai
Penilai Independen untuk menentukan Nilai Pasar dari Rencana Transaksi.



Ref. No.: 00786/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2024                                                                 viii
Page 10
Analisis Kewajaran Rencana Transaksi

a. Analisis Rencana Transaksi

Rencana Transaksi adalah rencana Penjualan Tanah seluas 15.920 m2 di Desa Pasir
Muncang, Kecamatan Jayanti dan Desa Gembong, Kecamatan Balaraja, Tangerang,
Banten.

Rencana Transaksi merupakan transaksi afiliasi sebagaimana dimaksud dalam POJK No.
42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.
Namun sesuai dengan Surat Pernyataan Manajemen Perseroan, Rencana Transaksi
dimaksud bukan merupakan transaksi yang mengandung benturan kepentingan.

Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa manfaat dari
Rencana Transaksi adalah MI dapat memperoleh aset yang lebih likuid untuk digunakan
dalam operasional Perseroan serta penghematan beban pajak atas kepemilikan properti.

Sementara itu, Rencana Transaksi tidak menimbulkan risiko terhadap Perseroan karena
aset Rencana Transaksi merupakan aset non operasional.



b. Analisis Kualitatif


Saat ini, MI dan TES memiliki aset nonoperasional berupa tanah di daerah Desa Pasir
Muncang, Kecamatan Jayanti dan Desa Gembong, Kecamatan Balaraja, Tangerang,
Banten dengan luas keseluruhan 15.920 m 2 dan tidak ada rencana untuk digunakan
karena posisinya berada di blok yang berbeda dengan pabrik MI dan TES saat ini.

Dengan dilakukannya Rencana Transaksi memberikan keuntungan terhadap Perseroan
yaitu perolehan aset yang lebih likuid serta pengurangan biaya pajak atas kepemilikan
tanah. Tidak ada kerugian atas Rencana Transaksi karena aset yang dijual adalah aset
nonoperasional.


c. Analisis Kuantitatif
Dengan dilakukannya Rencana Transaksi, terdapat peningkatan terhadap Perseroan,
antara lain:
•   Dengan dilakukannya Rencana Transaksi, rasio lancar Perseroan meningkat
    berkisar 0,07% hingga 0,12% pada tahun 2024 - 2028.
•   Dengan Rencana Transaksi, laba bersih Perseroan meningkat tahun 2024 karena
    adanya keuntungan penjualan aset tetap dan mulai tahun 2025 meningkat sebesar
    Rp 9 juta per tahun karena penurunan beban pajak atas kepemilikan tanah.


d. Analisis Kewajaran Nilai Transaksi
Berdasarkan hasil penilaian yang dilakukan oleh Penilai Properti KJPP Felix Sutandar dan
Rekan, Nilai Pasar atas Tanah adalah Rp 23.243.200.000 sedangkan harga Rencana
Transaksi secara keseluruhan adalah sebesar Rp 23.243.200.000 atau sama dengan
Nilai Pasarnya, yang berarti batas atas dan batas bawah pada kisaran nilai tidak melebihi
7,5% atau berada dalam kisaran nilai yang wajar.




Ref. No.: 00786/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2024                                       ix
Page 11
Ref. No.: 00786/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2024   x
Page 12
 DAFTAR ISI


SURAT PENGANTAR ............................................................................................ i
DAFTAR ISI...................................................................................................... xi
DAFTAR TABEL ............................................................................................... xiii
DAFTAR GAMBAR ............................................................................................ xiv
PERNYATAAN PROFESIONAL PENILAI .................................................................. xv
1. PENDAHULUAN .............................................................................................. 1
       Identifikasi Status Penilai .......................................................................... 1
       Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan .......................................... 1
       Maksud dan Tujuan .................................................................................. 1
       Asumsi dan Kondisi Pembatas ................................................................... 1
       Alasan dan Latar Belakang Rencana Transaksi ............................................. 2
       Objek Pendapat Kewajaran ....................................................................... 2
       Tanggal Pendapat Kewajaran .................................................................... 2
       Mata Uang yang Digunakan....................................................................... 3
       Tingkat Kedalaman Investigasi .................................................................. 3
        Sifat dan Sumber Informasi yang Dapat Diandalkan ................................... 3
        Persetujuan Publikasi ............................................................................. 3
        Pedoman dan Standar Penilaian ............................................................... 3
        Keterangan Rencana Transaksi dan Benturan Kepentingan ......................... 4
        Dampak Keuangan ................................................................................. 4
        Sumber Data ......................................................................................... 4
        Pendekatan dan Prosedur Penilaian .......................................................... 5
2. PIHAK-PIHAK YANG TERKAIT DENGAN TRANSAKSI ............................................ 7
       PT Mayora Indah Tbk (“MI”) ...................................................................... 7
          Pendirian dan Informasi Umum.............................................................. 7
          Pemegang Saham ................................................................................ 7
          Susunan Manajemen ............................................................................ 8
          Kegiatan Usaha ................................................................................... 8
          Perijinan ............................................................................................. 8
       PT Torabika Eka Semesta (“TES”) .............................................................. 8
          Pendirian ............................................................................................ 8
          Pemegang Saham ................................................................................ 9
          Susunan Manajemen ............................................................................ 9
          Gambaran Usaha ................................................................................. 9
          Perijinan ............................................................................................. 9
       PT Pascal Corpindo Semesta (“PCS”) ........................................................ 10
          Pendirian .......................................................................................... 10
          Pemegang Saham .............................................................................. 10
          Susunan Manajemen .......................................................................... 10
          Gambaran Usaha ............................................................................... 10
          Perijinan ........................................................................................... 11
3. ANALISIS DAN PENDAPAT KEWAJARAN ........................................................... 12
       Analisis Transaksi .................................................................................. 12
          Transaksi Afiliasi ................................................................................ 12
          Transaksi Material .............................................................................. 13
          Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati Dalam Rencana Transaksi ..... 13
          Analisis Manfaat dan Risiko dari Rencana Transaksi yang Akan Dilakukan . 15
       Analisis Kualitatif atas Rencana Transaksi ................................................. 16
          Riwayat Perusahaan dan Sifat Kegiatan Usaha ....................................... 16
          Analisis Industri dan Lingkungan.......................................................... 16
          Analisis Operasional dan Prospek Usaha ............................................... 17
Ref. No.: 00786/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2024                                                                xi
Page 13
         Alasan dan Latar Belakang Dilakukannya Rencana Transaksi ................... 19
         Keuntungan dan Kerugian Kualitatif atas Rencana Transaksi ................... 19
      Analisis Kuantitatif atas Rencana Transaksi ............................................... 20
         Penilaian Kinerja Historis .................................................................... 20
         Rasio-rasio Keuangan ......................................................................... 24
         Analisis Keuangan Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi .................... 25
         Proyeksi Keuangan Dengan dan Tanpa Rencana Transaksi ...................... 28
         Analisis Inkremental atas Rencana Transaksi ......................................... 33
      Analisis Kewajaran Nilai Transaksi ............................................................ 34
      Analisis atas Faktor Lain yang Relevan ..................................................... 34
         Informasi Non Keuangan yang Relevan................................................. 34
         Prosedur Pengambilan Keputusan dengan Memperhatikan Alternatif Lain .. 34
      Analisis Kewajaran Rencana Transaksi ...................................................... 35
      Kesimpulan ........................................................................................... 36
4. LAMPIRAN ................................................................................................... 37




Ref. No.: 00786/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2024                                                               xii
Page 14
 DAFTAR TABEL


Tabel   1 : Rincian Tanah Rencana Transaksi .......................................................... 2
Tabel   2 : Daftar Pemegang Saham MI ................................................................. 7
Tabel   3 : Daftar Pemegang Saham TES ............................................................... 9
Tabel   4 : Daftar Pemegang Saham PCS .............................................................. 10
Tabel   5 : Hubungan Afiliasi MI dengan TES dan PCS ............................................ 12
Tabel   6 : Divisi dan Merek Dagang MI ................................................................ 17
Tabel   7 : Posisi Keuangan MI Tahun 2019 – 2023 ................................................ 20
Tabel   8 : Laporan Laba-Rugi MI Tahun 2019 - 2023 ............................................. 22
Tabel   9 : Laporan Arus Kas MI Tahun 2019 - 2023............................................... 23
Tabel   10 : Rasio Keuangan MI Tahun 2019 - 2023 ............................................... 24
Tabel   11 : Posisi Keuangan MI Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi ................. 26
Tabel   12 : Laba Rugi MI Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi.......................... 27
Tabel   13 : Asumsi Dasar Penyusunan Proyeksi .................................................... 28
Tabel   14 : Proyeksi Posisi Keuangan MI Dengan Rencana Transaksi ....................... 28
Tabel   15 : Proyeksi Laba Rugi MI Dengan Rencana Transaksi ................................ 29
Tabel   16 : Proyeksi Arus Kas MI Dengan Rencana Transaksi ................................. 29
Tabel   17 : Proyeksi Rasio MI Dengan Rencana Transaksi ...................................... 30
Tabel   18 : Proyeksi Posisi Keuangan MI Tanpa Rencana Transaksi ......................... 30
Tabel   19 : Proyeksi Laba Rugi MI Tanpa Rencana Transaksi .................................. 31
Tabel   20 : Proyeksi Arus Kas MI Tanpa Rencana Transaksi .................................... 31
Tabel   21 : Proyeksi Rasio MI Tanpa Rencana Transaksi ........................................ 32
Tabel   22 : Proyeksi Penjualan Dengan dan Tanpa Rencana Transaksi ..................... 32
Tabel   23 : Proyeksi Laba Bersih Dengan dan Tanpa Rencana Transaksi .................. 33
Tabel   24 : Kontribusi Nilai Tambah atas Rencana Transaksi .................................. 33




Ref. No.: 00786/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2024                                                      xiii
Page 15
 DAFTAR GAMBAR


Gambar 1 : Hubungan Afiliasi MI dan TES dengan PCS ........................................ 12
Gambar 2 : Perilaku Konsumen Per Segmen ...................................................... 17




Ref. No.: 00786/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2024                                              xiv
Page 16
 PERNYATAAN PROFESIONAL PENILAI


Dalam batas kemampuan kami dan keyakinan kami sebagai Penilai, kami yang
bertandatangan di bawah ini menyatakan bahwa :

1.   Dalam melakukan Penilaian Pendapat Kewajaran ini, Penilai telah bertindak secara
     independen, tidak mempunyai kepentingan baik sekarang atau di masa yang akan
     datang terhadap Perseroan.
2.   Perhitungan dan analisis dalam rangka pemberian Pendapat Kewajaran telah
     dilakukan dengan benar.
3.   Penilai bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran ini.




Ref. No.: 00786/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2024                                   xv
Page 17
Ref. No.: 00786/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2024   xvi
Page 18
1. PENDAHULUAN


     Identifikasi Status Penilai

Pendapat Kewajaran ini disusun oleh Tim Penilai Independen dari KJPP Felix Sutandar
dan Rekan. Buku Laporan Pendapat Kewajaran ini di tanda tangani oleh:
-   Felix Sutandar, MSc (No. MAPPI 81-S-00017; PB-1.08.00022; STTD.PPB-31/PJ-
    1/PM.2/2023, No. Register RMK-2017.00022) sebagai Penilai Berizin.
-   Natalia Goysal (No. MAPPI 10-S-02509; P.1-12.00347; No. Register RMK-
    2017.00307) sebagai Reviewer.
-   Grace Martana (No. MAPPI 16-S-07048; No. Register RMK-2019.03051) sebagai
    Pelaksana Penilai.
Dalam mempersiapkan Laporan Pendapat Kewajaran ini, Penilai menjunjung tinggi
integritas, bertindak secara objektif dan tidak memihak serta tidak mempunyai potensi
benturan kepentingan dengan pihak-pihak yang terlibat dengan Rencana Transaksi.
Penilai memiliki kompetensi dalam mempersiapkan Laporan Pendapat Kewajaran ini dan
menjaga kerahasiaan informasi yang diperoleh.


     Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan

Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan dalam hal ini adalah:

Nama               : PT Mayora Indah Tbk
Bidang usaha       : Industri Makanan, Kembang Gula dan Biskuit
Alamat             : Gedung Mayora
                     Jl. Daan Mogot KM 18
                     Kalideres, Jakarta
Email              : corporatesecretary@mayora.co.id
Website            : www.mayoraindah.co.id
Telepon            : 021 - 8063 7700


     Maksud dan Tujuan

Laporan ini dimaksudkan untuk memberikan Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion)
atas Rencana Transaksi. Sedangkan tujuan Pendapat Kewajaran sesuai dengan
penugasan yang diterima adalah untuk dipergunakan sebagai salah satu bahan dalam
rangka keterbukaan informasi sebagaimana diatur dengan POJK No. 42/POJK.04/2020
tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.


     Asumsi dan Kondisi Pembatas

Tanpa mengurangi tanggung jawab kami sebagai Penilai, Pendapat Kewajaran ini
dibatasi oleh asumsi dan kondisi pembatas sebagai berikut:
1. Pendapat Kewajaran ini bersifat non-disclaimer opinion.
2. Penilai Bisnis telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan
   dalam proses penilaian.
3. Data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya
   keakuratannya.




Ref. No.: 00786/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2024                                    1
Page 19
4. Proyeksi keuangan yang digunakan telah disesuaikan dan mencerminkan kewajaran
   proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan
   pencapaiannya.
5. Penilai Bisnis bertanggung jawab atas pelaksanaan Penilaian dan kewajaran proyeksi
   keuangan.
6. Laporan Pendapat Kewajaran ini terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi
   yang bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan.
7. Penilai Bisnis bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran dan Kesimpulan
   Akhir.
8. Penilai Bisnis telah memperoleh informasi atas status hukum Objek Pendapat
   Kewajaran dari Pemberi Tugas.


     Alasan dan Latar Belakang Rencana Transaksi

PT Mayora Indah Tbk (“MI”) adalah sebuah perusahaan yang melakukan kegiatan usaha
di bidang industri makanan olahan, seperti biscuit, kembang gula, wafer dan coklat. MI
memiliki beberapa Entitas Anak, salah satunya adalah PT Torabika Eka Semesta (“TES”).
Saat ini, MI dan TES memilki aset nonoperasional berupa tanah di daerah Desa Pasir
Muncang, Kecamatan Jayanti dan Desa Gembong, Kecamatan Balaraja, Tangerang,
Banten dengan luas keseluruhan 15.920 m 2 dan tidak ada rencana untuk digunakan
karena posisinya berada di blok yang berbeda dengan pabrik MI dan TES saat ini. Oleh
karena itu, MI dan TES berencana untuk menjual tanah tersebut kepada pihak afiliasi
yaitu PT.Pascal Corpindo Semesta.

KJPP Felix Sutandar dan Rekan sebagai Penilai Independen telah diminta oleh Perseroan,
sebagaimana tertuang dalam Surat Penugasan No. 0325/FSR/Spn/FS/2005/2024
tanggal 20 Mei 2024 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan, untuk
memberikan Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion, untuk selanjutnya disebut
“Pendapat Kewajaran”) atas Rencana Transaksi dimaksud.


     Objek Pendapat Kewajaran

Obyek Pendapat Kewajaran adalah Rencana Transaksi Penjualan Tanah di Desa Pasir
Muncang Kecamatan Jayanti, dan Desa Gembong, Kecamatan Balaraja, Tangerang,
Banten (“Tanah”) seluas 15.920 m2 dengan rincian sebagai berikut:

                     Tabel 1 : Rincian Tanah Rencana Transaksi

 Pihak Penjual                                                       Luas Total (m2)
 Tanah milik MI                                                               2.444
 Tanah milik TES                                                             13.476
 Luas Tanah                                                                 15.920


     Tanggal Pendapat Kewajaran

Tanggal (cut-off date) Pendapat Kewajaran ini adalah 31 Desember 2023 (“Tanggal
Pendapat Kewajaran”). Tanggal Pendapat Kewajaran dipilih atas dasar pertimbangan
kepentingan dan ketersediaan data dalam rangka analisa kewajaran Rencana Transaksi
dimaksud.




Ref. No.: 00786/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2024                                     2
Page 20
      Mata Uang yang Digunakan

Jenis mata uang yang digunakan dalam laporan Penilaian ini adalah Rupiah.

      Tingkat Kedalaman Investigasi

Pemberian Pendapat Kewajaran dilakukan dengan investigasi yang meliputi inspeksi
serta pengumpulan data dan informasi dari pihak Manajemen Perseroan yang bertujuan
untuk memperoleh dokumen kelengkapan analisis yang dibutuhkan dan selanjutnya
diverifikasi dengan wawancara melalui telepon, dan/atau e-mail dengan Bapak Hendrik
Polisar selaku Direktur MI beserta tim untuk memperoleh informasi yang lebih dalam
terkait data, dokumen dan informasi yang dibutuhkan.

Penilai tidak melakukan kegiatan atau analisis sebagai berikut:
a. Analisis dampak pajak untuk para pihak terkait Rencana Transaksi;
b. Transaksi lain selain yang disebutkan dalam objek analisis kewajaran.


      Sifat dan Sumber Informasi yang Dapat Diandalkan

Informasi yang diperoleh berupa:
- Data dan dokumen dari Manajemen Perseroan.
- Data dan keterangan yang diperoleh secara lisan maupun tulisan melalui komunikasi
    dengan manajemen.
- Berbagai data dan publikasi yang tersedia secara umum baik berdasarkan media
    cetak maupun elektronik, seperti website Damodaran, Kontan, Bank Indonesia,
    website Pemerintah maupun Asosiasi yang relevan dengan penugasan penilaian.

Informasi, perkiraan dan pendapat yang kami peroleh dari berbagai sumber, kami
anggap merupakan informasi yang dapat dipercaya kebenarannya dan tidak
mengandung unsur-unsur yang dengan sengaja disembunyikan.


      Persetujuan Publikasi

Laporan ini terbuka untuk publik, namun demikian publikasi atas sebagian atau
keseluruhan dari laporan harus mendapatkan persetujuan dari manajemen Perseroan,
mengingat kemungkinan terdapat informasi yang bersifat rahasia dan dapat
mempengaruhi operasional Perseroan.


      Pedoman dan Standar Penilaian

Dasar pedoman pelaksanaan dan standar penilaian yang Penilai gunakan adalah:
1.   Standar Penilaian Indonesia yang meliputi Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar
     Penilaian Indonesia Edisi VII Tahun 2018 (KEPI & SPI Edisi VII-2018) dan Edisi
     Revisi SPI 300, SPI 310, SPI 320, SPI 330 Tahun 2020 yang dikeluarkan oleh
     Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI);
2.   Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 35/POJK.04/2020 Tentang
     Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal;
3.   Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (SEOJK) Nomor 17/SEOJK.04/2020 Tentang
     Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal.




Ref. No.: 00786/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2024                                     3
Page 21
      Keterangan Rencana Transaksi dan Benturan Kepentingan

Rencana Transaksi merupakan transaksi afiliasi sebagaimana dimaksud dalam POJK No.
42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.
Namun sesuai dengan Surat Pernyataan Manajemen Perseroan, Rencana Transaksi
dimaksud bukan merupakan transaksi yang mengandung benturan kepentingan.


      Dampak Keuangan

Dengan dilakukannya Rencana Transaksi, dampak keuangan adalah sebagai berikut:
1)   Penjualan Tanah kepada pihak terafiliasi akan mengurangi aset tetap sebesar
     Rp.20,7 miliar dan atas penjualan tanah tersebut terdapat keuntungan atas
     peningkatan nilai tanah sebesar Rp 2,55 miliar.
2)   Atas penjualan tersebut Perseroan memungut PPN sebesar Rp 2,56 miliar.
3)   Terdapat penurunan kas dan bank sebesar Rp 581,1 miliar untuk pembayaran PPh
     Final atas penjualan tanah.


      Sumber Data

Dalam memberikan Pendapat Kewajaran ini kami telah melaksanakan prosedur yang
mencakup pengkategorian, pengkorelasian, pengecekan validitas dan penelaahan data
dan informasi berikut:
1. Laporan Keuangan MI untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023
   yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Ahmad Syakir dari Kantor Akuntan Publik
   Mirawati Sensi Idris yang tertuang dalam laporannya No. 00035/2.1090/AU.1/04/
   0153-2/1/II/2024 tanggal 28 Februari 2024 dengan opini wajar dalam semua hal
   yang material;
2. Laporan Keuangan MI untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022
   yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Ahmad Syakir dari Kantor Akuntan Publik
   Mirawati Sensi Idris yang tertuang dalam laporannya No. 00378/2.1090/AU.1/04/
   0153-1/1/III/2023 tanggal 29 Maret 2023 dengan opini wajar dalam semua hal yang
   material;
3. Laporan Keuangan MI untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021
   yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Jacinta Mirawati dari Kantor Akuntan Publik
   Mirawati Sensi Idris yang tertuang dalam laporannya No. 00197/2.1090/AU.1/04/
   0154-3/1/III/2022 tanggal 30 Maret 2022 dengan opini wajar dalam semua hal yang
   material;
4. Laporan Keuangan MI untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020
   yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Jacinta Mirawati dari Kantor Akuntan Publik
   Mirawati Sensi Idris yang tertuang dalam laporannya No. 00189/2.1090/AU.1/04/
   0154-2/1/III/2021 tanggal 30 Maret 2021 dengan opini wajar dalam semua hal yang
   material;
5. Laporan Keuangan MI untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019
   yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Jacinta Mirawati dari Kantor Akuntan Publik
   Mirawati Sensi Idris yang tertuang dalam laporannya No. 00197/2.109/AU.1/04/
   0154-1/1/III/2020 tanggal 30 Maret 2020 dengan opini wajar dalam semua hal yang
   material;
6. Laporan Keuangan Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi yang disiapkan oleh
   Manajemen Perseroan.


Ref. No.: 00786/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2024                                    4
Page 22
7. Proyeksi keuangan MI untuk periode 5 tahun ke depan yaitu tahun 2024 sampai
   dengan tahun 2028 Dengan dan Tanpa dilakukannya Rencana Transaksi yang
   disiapkan oleh Manajemen Perseroan.
8. Laporan Penilaian Aset Tanah yang telah dinilai oleh Penilai Publik Felix Sutandar
   dari Kantor Jasa Penilai Publik Felix Sutandar dan Rekan dengan Nomor
   00765/2.0072-00/PI/04/0022/1/VI/2024 tanggal 26 Juni 2024.
9. Salinan Akta pendirian, perubahan dan perizinan yang terkait MI.
10. Salinan Surat Perjanjian Pengikatan Jual Beli antara MI dan PCS tanggal 27 Juni
    2024.
11. Salinan Surat Perjanjian Pengikatan Jual Beli antara TES dan PCS atas Tanah Jayanti
    tanggal 27 Juni 2024.
12. Hasil wawancara dengan pihak manajemen Perseroan yang diwakilkan oleh Bapak
    Hendrik Polisar selaku Direktur Perseroan beserta tim mengenai alasan, latar
    belakang dan hal-hal lainnya terkait dengan Rencana Transaksi.
13. Informasi lain Informasi lain dari pihak manajemen Perseroan dan pihak-pihak lain
    yang relevan dalam rangka penugasan ini.



     Pendekatan dan Prosedur Penilaian

Dalam menganalisis kewajaran Rencana Transaksi, kami melakukan prosedur analisa
sebagai berikut:
1. Analisis Transaksi yang meliputi:
   a. Identifikasi dan hubungan antara pihak yang bertansaksi,
   b. Perjanjian dan persyaratan yang disepakati dalam transaksi,
   c. Penilaian atas risiko dan manfaat dari transaksi yang akan dilakukan.

2. Analisis kualitatif dan kuantitatif atas Rencana Transaksi yang meliputi:
   a. Analisis kualitatif:
      ▪ Riwayat perusahaan dan sifat kegiatan usaha,
      ▪ Analisis industri dan lingkungan,
      ▪ Analisis operasional dan prospek perusahaan,
      ▪ Alasan dilakukannya transaksi,
      ▪ Keuntungan dan kerugian yang bersifat kualitatif atas transaksi yang akan
           dilakukan.

   b. Analisis kuantitatif:
      ▪ Penilaian atas potensi pendapatan, aset, liabilitas dan kondisi keuangan
         perusahaan termasuk penilaian kinerja historis, penilaian arus kas, penilaian
         atas proyeksi keuangan yang diperoleh dari pihak manajemen pemberi tugas,
         analisis rasio keuangan dan analisis laporan keuangan sebelum transaksi dan
         proforma laporan keuangan setelah transaksi dilakukan;
      ▪ Melakukan analisis inkremental untuk mengukur nilai tambah dari transaksi
         dengan mempertimbangkan kontribusi nilai tambah terhadap perusahaan
         sebagai akibat dari transaksi yang akan dilakukan termasuk dampaknya
         terhadap proyeksi keuangan, biaya atau pendapatan yang relevan,

3. Analisis atas kewajaran nilai Transaksi
   a. Membandingkan antara rencana nilai transaksi dengan hasil Penilaian atas
      transaksi yang akan dilakukan;
   b. Analisis untuk memastikan bahwa rencana nilai transaksi memberikan nilai
      tambah dari transaksi yang akan dilakukan; dan
Ref. No.: 00786/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2024                                      5
Page 23
   c. Analisis atas kewajaran nilai transaksi dilakukan untuk meyakini bahwa rencana
      nilai transaksi berada dalam kisaran Nilai yang didapatkan dari hasil Penilaian

4. Analisis atas faktor lain yang relevan.
   a. Informasi non keuangan yang relevan,
   b. Prosedur pengambilan keputusan oleh perusahaan dalam menentukan rencana
      dan nilai transaksi dengan memperhatikan alternatif lain.




Ref. No.: 00786/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2024                                    6
Page 24
  2. PIHAK-PIHAK YANG TERKAIT DENGAN TRANSAKSI


Para pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi adalah:
1. PT Mayora Indah Tbk adalah perusahaan publik yang berkedudukan di Tangerang,
   dengan alamat di Jl. Telesonik KM 7,8, Pasir Jaya, Jatiuwung, Tangerang, yang
   dalam Rencana Transaksi ini bertindak sebagai Pihak Penjual.

2. PT Torabika Eka Semesta, adalah perusahaan yang berkedudukan di Gedung
   Mayora, Jl. Daan Mogot KM 18, Kalideres, Jakarta, yang dalam Rencana Transaksi
   ini bertindak sebagai Pihak Penjual.

3. PT Pascal Corpindo Semesta adalah perusahaan yang berkedudukan di Gedung
   Mayora, Jl. Daan Mogot KM 18, Kalideres, Jakarta, yang dalam Rencana Transaksi
   ini bertindak sebagai Pihak Pembeli.


      PT Mayora Indah Tbk (“MI”)

       Pendirian dan Informasi Umum

MI didirikan berdasarkan Akta No. 204 tanggal 17 Februari 1977 di hadapan Poppy
Savitri Parmanto, S.H., pengganti dari Ridwan Suselo, S.H., Notaris di Jakarta. Akta
pendirian ini telah mendapat pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia
dengan Surat Keputusan No. Y.A.5/5/14 pada tanggal 3 Januari 1978. Akta pendirian
Perusahaan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 39,
tertanggal 15 Mei 1990, Tambahan Berita Negara No. 1716.

Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan
Akta No. 16 tanggal 28 Juni 2022 dari Periasman Effendi, S.H., M.H., notaris di
Tangerang, mengenai perubahan direksi dan komisaris. Akta perubahan ini telah
mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
melalui Surat Persetujuan No. AHU-AH.01.09-0030021 tanggal 6 Juli 2022.


       Pemegang Saham

Per 31 Desember 2023, susunan pemegang saham MI adalah sebagai berikut:

                               Tabel 2 : Daftar Pemegang Saham MI

                   Nama                      Jumlah                   Jumlah
 No                                                         %
            Pemegang Saham                   Saham                     (Rp)
  1   PT Unita Branindo                     7.363.121.900    32,93    147.262.438.000
  2   PT Mayora Dhana Utama                 5.844.349.525    26,14    116.886.990.500
  3   Jogi Hendra Atmadja                   5.643.777.700    25,24    112.875.554.000
  4   Andre Sukendra Atmadja                   2.117.800      0,01        42.356.000
  5   Hendrik Polisar                            253.000      0,00          5.060.000
  6   Ricky Afrianto Gunardi                     178.300      0,00          3.566.000
  7   Masyarakat lainnya                    3.504.901.500    15,68     70.098.030.000
                Jumlah                    22.358.699.725    100,00   447.173.994.500




Ref. No.: 00786/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2024                                     7
Page 25
       Susunan Manajemen

Pada 31 Desember 2023, susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan adalah
sebagai berikut:

Dewan Komisaris
  Komisaris Utama                   :   Jogi Hendra Atmadja
  Komisaris                         :   Hermawan Lesmana
  Komisaris                         :   Gunawan Atmadja
  Komisaris                         :   Suryanto Gunawan
  Komisaris                         :   Anton Hartono

Direksi
   Direktur Utama                   :   Andre Sukendra Atmadja
   Direktur                         :   Hendarta Atmadja
   Direktur                         :   Wardhana Atmadja
   Direktur                         :   Hendrik Polisar
   Direktur                         :   Muljono Nurlimo
   Direktur                         :   Ricky Afrianto Gunadi


       Kegiatan Usaha

Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan
adalah menjalankan usaha dalam bidang industri makanan, perdagangan besar, real
estat dan aktivitas konsultasi manajemen. Saat ini Perusahaan menjalankan bidang
usaha industri makanan, kembang gula dan biskuit.


       Perijinan

Perijinan yang telah dimiliki Perseroan antara lain adalah sebagai berikut:
1. Nomor Induk Berusaha (“NIB”) dengan No. 8120101762141 yang diterbitkan oleh
   Lembaga Pengelola dan Penyelenggara Online Single Submission (OSS) Pemerintah
   Republik Indonesia tanggal 24 Juli 2018 dengan perubahan ke-10 tanggal 14
   November 2018.
2. Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) yang diterbitkan oleh Lembaga Pengelola dan
   Penyelenggara Online Single Submission (OSS) Pemerintah Republik Indonesia
   dengan NIB No. 8120101762141 yang diterbitkan tanggal 23 Desember 2019.
3. Nomor Pokok Wajib Pajak No. 01.146.631.5-054.000.


     PT Torabika Eka Semesta (“TES”)

       Pendirian

PT Torabika Eka Semesta didirikan berdasarkan Akta No. 23 tanggal 22 Maret 1989 di
hadapan Hobropoerwanto, Notaris di Jakarta. Akta pendirian ini telah mendapat
pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No
C2-8848.HT.01.01.th.89 pada tanggal 19 September 1989.

Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami perubahan, terakhir dengan Akta No. 4
tanggal 16 Februari 2023 yang dibuat oleh Mirjam Budisrijanti, S.H., Notaris di Jakarta
Barat mengenai perubahan Pasal 3. Akta ini telah diterima oleh Menteri Hukum dan Hak

Ref. No.: 00786/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2024                                      8
Page 26
Asasi Manusia    Republik Indonesia   dengan    Surat   Keputusan        No    AHU-
0011373.AH.01.02.TAHUN 2023 pada tanggal 20 Februari 2023.


        Pemegang Saham

Pada 31 Desember 2023, susunan pemegang saham TES adalah sebagai berikut:

                       Tabel 3 : Daftar Pemegang Saham TES

                 Nama                   Jumlah                        Jumlah
  No.                                                     %
             Pemegang Saham             Saham                          (Rp)

   1.    PT Mayora Indah Tbk              31.273.800       96,23    31.273.800.000
   2.    Jogi Hendra Atmadja               1.150.400        3,54     1.150.400.000
   3.    Hendrawan Atmadja                    25.267        0,08        25.267.000
   4.    Gunawan Atmadja                      25.267        0,08        25.267.000
   5.    Dharmawan Atmadja                    25.266        0,07        25.266.000

              Jumlah                     32.500.000       100,00   32.500.000.000



        Susunan Manajemen

Pada 31 Desember 2023, susunan manajemen TES adalah sebagai berikut:

Dewan Komisaris
   Komisaris Utama                : Jogi Hendra Atmadja
   Komisaris                      : Gunawan Atmadja
   Komisaris                      : Wardhana Atmadja

Direksi
    Direktur Utama                :   Hendrawan Atmadja
    Direktur                      :   Andre Sukendra Atmadja
    Direktur                      :   Hendarta Atmadja
    Direktur                      :   Roman Sooentadjaja


        Gambaran Usaha

Sesuai dengan pasal 3 anggaran dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan TES adalah
berusaha dalam bidang industri makanan, minuman, industri kayu, barang dari kayu,
gabus (tidak termasuk furnitur) dan barang anyaman dari bambu, rotan dan sejenisnya,
perdagangan besar bukan mobil dan sepeda motor serta aktivitas penyediaan jasa
untuk gedung dan pertamanan. Saat ini Perusahaan menjalankan usaha industri
pengolahan kopi dengan memproduksi kopi bubuk dan kopi instan. Perusahaan mulai
beroperasi secara komersial pada bulan Mei 1990.


        Perijinan

Perijinan yang telah dimiliki Perseroan antara lain adalah sebagai berikut:
a. Nomor Induk Berusaha (NIB) 8120103752243 yang dikeluarkan oleh Lembaga
    Pengelola Penyelenggara OSS Pemerintah Republik Indonesia pada tanggal 24 Juli
    2018 dengan perubahan ke-17 tanggal 23 Desember 2022.

Ref. No.: 00786/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2024                                   9
Page 27
b. Nomor Pokok Wajib Pajak dengan Nomor: 01.333.792-8-038.000.


      PT Pascal Corpindo Semesta (“PCS”)

       Pendirian

PCS didirikan berdasarkan Akta No. 10 tanggal 12 Desember 2019 dari Dian Andiani,
S.H., M.Kn., Notaris di Tangerang. Akta Pendirian ini telah disahkan oleh Menteri Hukum
dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-
0067124.AH.01.01.TAHUN 2019 tanggal 17 Desember 2019.

Akta Perusahaan telah mengalami perubahan, terakhir dengan akta No. 14 tanggal 21
Desember 2023 yang dibuat dihadapan Dian Andiani, S.H., M.Kn., sehubungan dengan
peningkatan modal ditempatkan/disetor. Perubahan ini telah mendapat persetujuan dan
diterima oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan surat
No. AHU-AH.01.03-0160874 tanggal 22 Desember 2023.


       Pemegang Saham

Pada 31 Desember 2023, susunan pemegang saham PCS adalah sebagai berikut:

                       Tabel 4 : Daftar Pemegang Saham PCS

                    Nama                   Jumlah                       Jumlah
 No                                                        %
              Pemegang Saham               Saham                     Modal Disetor
  1   PT Inbisco Niagatama Semesta           5.215.000     99,98      521.500.000.000
  2   PT Danapati Inti Utama                    85.000      0,02        8.500.000.000

  Jumlah                                    5.300.000    100,00        5.300.000.000



       Susunan Manajemen

Pada 31 Desember 2023, susunan pengurus PCS adalah sebagai berikut:

Dewan Komisaris
   Komisaris Utama            : Jogi Hendra Atmadja
   Komisaris                  : Gunawan Atmadja
   Komisaris                  : Wardhana Atmadja

Direksi
   Direktur Utama             : Andre Sukendra Atmadja
    Direktur                  : Hendarta Atmadja
    Direktur                  : Hendrawan Atmadja
    Direktur                  : Roman Soentadjaja


       Gambaran Usaha

Sesuai dengan anggaran dasar, maksud dan tujuan PCS adalah berusaha dalam bidang
industri bahan kimia dan barang dari bahan kimia, industri karet dan barang dari karet
dan plastik, dan aktivitas kantor pusat dan konsultasi manajemen. Saat ini Perusahaan


Ref. No.: 00786/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2024                                    10
Page 28
beraktivitas di bidang industri pengolahan sabun/deterjen cair. Perusahaan memiliki
pabrik yang berlokasi di Desa Cijantra, Pagedangan, Tangerang, Banten.


       Perijinan

Perijinan yang telah dimiliki Perseroan antara lain adalah sebagai berikut:

 Nomor Induk Berusaha (NIB) 0220101110877 yang dikeluarkan oleh Lembaga
  Pengelola Penyelenggara OSS Pemerintah Republik Indonesia pada tanggal 7 Januari
  2020 dengan perubahan ke-1 tanggal 5 November 2021.
 Nomor Pokok Wajib Pajak dengan Nomor: 93.784.361.3-085.000.




Ref. No.: 00786/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2024                                 11
Page 29
     3. ANALISIS DAN PENDAPAT KEWAJARAN


        Analisis Transaksi

          Transaksi Afiliasi

Berdasarkan POJK No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi
Benturan Kepentingan;
-    Transaksi Afiliasi adalah setiap aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan oleh
     perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali dengan Afiliasi dari perusahaan
     terbuka atau Afiliasi dari anggota direksi, anggota dewan komisaris, pemegang
     saham utama, atau Pengendali, termasuk setiap aktivitas dan/atau transaksi yang
     dilakukan oleh perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali untuk kepentingan
     Afiliasi dari perusahaan terbuka atau Afiliasi dari anggota direksi, anggota dewan
     komisaris, pemegang saham utama, atau Pengendali.
-    Transaksi Benturan Kepentingan adalah transaksi yang dilakukan oleh perusahaan
     terbuka atau perusahaan terkendali dengan setiap pihak, baik dengan Afiliasi maupun
     pihak selain Afiliasi yang mengandung benturan kepentingan.

Transaksi Penjualan Tanah oleh Perseroan akan dilakukan dengan pihak afiliasi dengan
hubungan afiliasi sebagai berikut:

                      Gambar 1 : Hubungan Afiliasi MI dan TES dengan PCS


                                              Jogi Hendra Atmadja
                                                      (JHA)



            70,20%                   69,40%                          72,04%                           72,04%
                                       PT Mayora                PT Prima
        PT Unita                                                                                      PT Danapati Inti
                                      Dhana Utama             Internasional
     Branindo (UB)                                                                                     Utama (DIU)
                                         (MDU)               Indonesia (PII)

                     32,93% 26,14%                                               51,59% 48,41%
                                     25,14%                                    PT Inbisco Niagatama
                        MYOR
                                                                                   Semesta (IBN)
                     96,23%                                                      98,27%
             3,54%                                                                                    1,73%
                          TES                                                          PCS




                        Tabel 5 : Hubungan Afiliasi MI dengan TES dan PCS

           Nama                          MI                       TES                             PCS
                                Komisaris Utama dan       Komisaris Utama dan             Komisaris Utama dan
    Jogi Hendra Atmadja           Pemegang 66,4%           Pemegang 67,43%                 Pemegang 72,53%
                                 Saham melalui UB          Saham melalui MI                Saham melalui PII,
                                     dan MDU                dan kepemilikan                   DIU dan IBN
                                                               langsung

Ref. No.: 00786/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2024                                                                   12
Page 30
Dari gambar diatas terlihat bahwa MI, TES dan PCS memiliki hubungan afiliasi melalui
Bapak Jogi Hendra Atmadja.

Dengan demikian Rencana Transaksi antara Perseroan dengan TMG merupakan
Transaksi Afiliasi sesuai dengan POJK No. 42/POJK.04/2020. Berdasarkan Surat
Pernyataan Manajemen Perseroan, Rencana Transaksi bukan merupakan Transaksi
Benturan Kepentingan.


       Transaksi Material

Berdasarkan POJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan
Kegiatan Usaha, Transaksi Material adalah setiap transaksi yang dilakukan oleh
perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali yang memenuhi batasan nilai:
1. suatu transaksi dikategorikan sebagai Transaksi Material apabila nilai transaksi sama
   dengan 20% atau lebih dari ekuitas Perusahaan Terbuka.
2. Transaksi berupa perolehan dan pelepasan atas perusahaan atau segmen operasi
   dikategorikan sebagai Transaksi Material dalam hal:
   a) Nilai transaksi sama dengan 20% atau lebih dari ekuitas Perusahaan Terbuka;
   b) Total aset yang menjadi objek transaksi dibagi total aset Perusahaan Terbuka
      nilainya sama dengan atau lebih dari 20%;
   c) Laba bersih objek transaksi dibagi dengan laba bersih Perusahaan Terbuka
      nilainya sama dengan atau lebih dari 20% (dua puluh persen); atau
   d) Pendapatan usaha objek transaksi dibagi dengan pendapatan usaha Perusahaan
      Terbuka nilainya sama dengan atau lebih dari 20%.
3. Dalam hal transaksi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) dilakukan
   oleh Perusahaan Terbuka yang mempunyai ekuitas negatif, transaksi dikategorikan
   sebagai Transaksi Material apabila nilai transaksi sama dengan 10% atau lebih dari
   total aset Perusahaan Terbuka.
Dalam hal Rencana Transaksi lebih dari 50%, maka Perusahaan Terbuka yang akan
melakukan Transaksi Material wajib terlebih dahulu memperoleh persetujuan RUPS.

Jumlah ekuitas MI berdasarkan laporan keuangan pada tanggal 31 Desember 2023
tercatat sebesar Rp 15.282.089.186.736 sedangkan Nilai Rencana Transaksi adalah
sebesar Rp 23.243.200.000 atau 0,15% dari ekuitas MI. Dengan demikian Rencana
Transaksi tidak termasuk Transaksi Material sebagaimana dimaksud dalam POJK No.
17/POJK.04/2020.


       Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati Dalam Rencana Transaksi

        MI - PCS

Sesuai dengan Kesepakatan Awal Jual Beli Tanah tanggal 27 Juni 2024 antara MI
(“Penjual”) dengan PCS (“Pembeli”), pokok-pokok perjanjian adalah sebagai berikut:

Bahwa MI adalah perusahaan yang telah memiliki lahan di Desa Pasir Muncang di
Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, Propinsi Banten seluas 2.444 m2 (dua ribu
empat ratus empat puluh empat meter persegi), berikut dengan pemberkasan
kelengkapan dokumen tanah, dan pengurusan ijin dan segala hal yang berhubungan
dengan tanah tersebut sehingga sedemikian rupa, tanah-tanah tersebut siap di lakukan
pengalihan haknya.



Ref. No.: 00786/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2024                                     13
Page 31
Para Pihak menyetujui harga jual beli Tanah tersebut ditentukan sekarang ini, sehingga
untuk nantinya tidak mengalami perubahan lagi belum termasuk PPN, keseluruhan
sebesar Rp. 3.568.240.000 (tiga miliar lima ratus enam puluh delapan juta dua ratus
empat puluh ribu rupiah).

Cara Pembayaran

Pembayaran atas pelaksanaan Perjanjian akan dibayar oleh PCS kepada MI secara
bertahap yaitu:
1. Pembayaran Pertama sebesar 20% dari nilai jual beli akan dibayarkan paling lambat
   7 (tujuh) hari setelah penandatanganan Kesepakatan ini
2. Pembayaran Kedua sebesar 20% dari nilai jual beli akan dibayarkan setelah proses
   pemberkasan dokumen telah selesai dan diterima oleh PCS
3. Pembayaran Ketiga sebesar 20% dari nilai jual beli akan dibayarkan setelah
   ILOK/PKKPR atas nama PCS telah selesai.
4. Pelunasan sebesar 40% dibayarkan setelah dilakukan penandatanganan Akta Jual
   Beli atau Kesepakatan Pengikatan Jual Beli dihadapan PPAT.


Penyerahan

MI berjanji serta mengikatkan diri kepada PCS sebagai berikut:
1.   MI akan menyerahkan berkas-berkas Tanah tersebut dalam keadaan lengkap
     sehingga dapat di proses pengalihan hak nya ke atas nama PCS di hadapan PPAT.
2.   MI akan menyerahkan Fisik Tanah tersebut di atas dalam keadaan kosong kepada
     PCS.

Biaya, Pajak, Iuran, dan Pungutan

1.   Semua beban-beban dan pajak-pajak yang terhutang atas Tanah dan turutannya
     tersebut, termasuk (namun tidak terbatas) Pajak Bumi dan Bangunan (PBB),
     pungutan-pungutan dan segala macam Iuran, rekening-rekening listrik dan air yang
     terhutang sampai tanggal berakhirnya Perjanjian ini dan diserahkannya Tanah
     tersebut kepada PCS tetap menjadi tanggungan dan harus dibayar oleh MI, dan
     pada saat yang bersamaan PCS diberikan pelunasan dan pembebasan terhadap
     segala tanggung jawab (acquit et de charge) oleh MI sehubungan dengan kewajiban
     tersebut, sedang yang terhutang sesudahnya menjadi tanggungan dan harus
     dibayar oleh PCS.
2.   Segala ongkos-ongkos, termasuk Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan
     (BPHTB), Akta Jual Beli dihadapan PPAT, dan biaya balik nama sertifikat ke atas
     nama Pembeli sepenuhnya menjadi tanggungan dan harus dibayar oleh PCS.


         TES – PCS

Sesuai dengan Kesepakatan Awal Jual Beli Tanah tanggal 27 Juni 2024 antara TES
(“Penjual”) dengan PCS (“Pembeli”), pokok-pokok perjanjian adalah sebagai berikut:

Bahwa TES adalah perusahaan yang telah memiliki lahan di Desa Gembong, Kecamatan
Balaraja, Kabupaten Tangerang, Propinsi Banten seluas 13.476 m2 (tiga belas ribu
empat ratus tujuh puluh enam meter persegi), berikut dengan pemberkasan
kelengkapan dokumen tanah, dan pengurusan ijin dan segala hal yang berhubungan


Ref. No.: 00786/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2024                                    14
Page 32
dengan tanah tersebut sehingga sedemikian rupa, tanah-tanah tersebut siap dilakukan
pengalihan haknya.

Harga

Para Pihak menyetujui harga jual beli Tanah tersebut ditentukan sekarang ini, sehingga
untuk nantinya tidak mengalami perubahan lagi belum termasuk PPN, keseluruhan
sebesar Rp. 19.674.960.000 (sembilan belas miliar enam ratus tujuh puluh empat juta
sembilan ratus enam puluh ribu rupiah).

Cara Pembayaran

Pembayaran atas pelaksanaan Perjanjian akan dibayar oleh MI kepada LP          secara
bertahap yaitu:
1. Pembayaran Pertama sebesar 20% dari nilai jual beli akan dibayarkan paling lambat
   7 (tujuh) hari setelah penandatanganan Kesepakatan ini
2. Pembayaran Kedua sebesar 20% dari nilai jual beli akan dibayarkan setelah proses
   pemberkasan dokumen telah selesai dan diterima oleh PCS
3. Pembayaran Ketiga sebesar 20% dari nilai jual beli akan dibayarkan setelah
   ILOK/PKKPR atas nama PCS telah selesai.
4. Pelunasan sebesar 40% dibayarkan setelah dilakukan penandatanganan Akta Jual
   Beli atau Kesepakatan Pengikatan Jual Beli dihadapan PPAT.

Penyerahan

TES berjanji serta mengikatkan diri kepada MI sebagai berikut:
1.   TES akan menyerahkan berkas-berkas Tanah tersebut dalam keadaan lengkap
     sehingga dapat di proses pengalihan hak nya ke atas nama PCS di hadapan PPAT.
2.   TES akan menyerahkan Fisik Tanah tersebut di atas dalam keadaan kosong kepada
     PCS.

Biaya, Pajak, Iuran, dan Pungutan

1.   Semua beban-beban dan pajak-pajak yang terhutang atas Tanah dan turutannya
     tersebut, termasuk (namun tidak terbatas) Pajak Bumi dan Bangunan (PBB),
     pungutan-pungutan dan segala macam Iuran, rekening-rekening listrik dan air yang
     terhutang sampai tanggal berakhirnya Perjanjian ini dan diserahkannya Tanah
     tersebut kepada MI tetap menjadi tanggungan dan harus dibayar oleh LP, dan pada
     saat yang bersamaan MI diberikan pelunasan dan pembebasan terhadap segala
     tanggung jawab (acquit et de charge) oleh LP sehubungan dengan kewajiban
     tersebut, sedang yang terhutang sesudahnya menjadi tanggungan dan harus
     dibayar oleh MI.
2.   Segala ongkos-ongkos, termasuk Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan
     (BPHTB), Akta Jual Beli dihadapan PPAT, dan biaya balik nama sertifikat ke atas
     nama Pembeli sepenuhnya menjadi tanggungan dan harus dibayar oleh MI.


        Analisis Manfaat dan Risiko dari Rencana Transaksi yang Akan Dilakukan

Analisis Manfaat dan Risiko dari Rencana Transaksi yang Akan Dilakukan

Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa manfaat dari
Rencana Transaksi adalah:

Ref. No.: 00786/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2024                                   15
Page 33
1. Memperoleh aset yang lebih likuid untuk digunakan dalam operasional Perseroan.
2. Penghematan beban pajak atas kepemilikan properti.

Sementara itu, Rencana Transaksi tidak menimbulkan risiko terhadap Perseroan karena
aset Rencana Transaksi merupakan aset non operasional.


     Analisis Kualitatif atas Rencana Transaksi

       Riwayat Perusahaan dan Sifat Kegiatan Usaha

PT Mayora Indah Tbk didirikan pada tahun 1977 dengan pabrik pertama berlokasi di
Tangerang dengan target market wilayah Jakarta dan sekitarnya. Setelah mampu
memenuhi pasar Indonesia, Perseroan melakukan Penawaran Umum Perdana dan
menjadi perusahaan publik pada tahun 1990 dengan target market; konsumen Asean.
Kemudian melebarkan pangsa pasarnya ke negara negara di Asia. Saat ini produk
Perseroan telah tersebar di 5 benua di dunia.

Sebagai salah satu Fast Moving Consumer Goods Companies, PT Mayora Indah Tbk telah
membuktikan dirinya sebagai salah satu produsen makanan berkualitas tinggi dan telah
mendapatkan banyak penghargaan, diantaranya adalah “Top Five Best Managed
Companies in Indonesia” dari Asia Money, “Top 100 Exporter Companies in Indonesia”
dari majalah Swa, “Top 100 public listed companies” dari majalah Investor Indonesia,
“Best Manufacturer of Halal Products” dari Majelis Ulama Indonesia, Best Listed
Company dari Berita Satu, “Indonesia's Corporate Secretary Award, Top 5 Good
Corporate Governance Issues in Consumer Goods Sector, dari Warta Ekonomi dan
banyak lagi penghargaan lainnya.


       Analisis Industri dan Lingkungan

Industri makanan dan minuman (mamin) merupakan sektor strategis dalam menopang
pertumbuhan perekonomian Indonesia. pada tahun 2023 industri makanan dan
minuman berkontribusi 39,10 persen terhadap pendapatan domestik bruto (PDB)
industri nonmigas dan 6,55 persen terhadap PDB nasional.

Pada tahun 2023 industri makanan dan minuman berkontribusi 39,10 persen terhadap
pendapatan domestik bruto (PDB) industri nonmigas dan 6,55 persen terhadap PDB
nasional. Meski sempat mengalami pukulan akibat pandemi COVID-19, sektor industri
makanan dan minuman kembali bangkit dengan pertumbuhan 4,47 persen pada tahun
2023 (y-o-y)

Sektor tersebut juga mencatatkan neraca dagang positif sebesar 25,21 miliar dolar AS
dengan nilai ekspor di tahun 2023 mencapai 41,70 miliar dolar AS dan impor sebesar
16,49 miliar dolar AS. Investasi sektor industri makanan dan minuman juga terus
tumbuh dengan perkembangan realisasi investasi mencapai Rp85,10 triliun pada tahun
2023

Kementerian Perindustrian berupaya meningkatkan kesiapan industri makanan dan
minuman agar bertransformasi menuju industri 4.0 sehingga memiliki daya saing
melalui penerapan teknologi digital dan inovasi baik produksi, distribusi, dan pemasaran
produknya.

Di sisi performa FMCG, pertumbuhan masih didorong oleh peningkatan harga dan
pemulihan pertumbuhan volume penjualan yang terlihat pada akhir tahun. Hal ini

Ref. No.: 00786/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2024                                     16
Page 34
tercermin dari frekuensi yang mengalami sedikit peningkatan tetapi pembeli tetap
mempertahankan pengeluaran secara keseluruhan. Namun, sebagian pembeli akan
beralih ke produk alternatif yang lebih murah.

                       Gambar 2 : Perilaku Konsumen Per Segmen




Sumber: Kantar, Worldpanel FMCG, Indonesia Q4 2023

Selain dari ritel konvensional, perdagangan secara digital terus berkembang, terutama
di sektor kecantikan dan perawatan pribada. Oleh karena itu pelaku bisnis perlu untuk
meningkatkan strategi pemasarannya untuk menjangkau lebih banyak pembeli.

Sumber:
   •  https://www.antaranews.com/berita/3992028/kemenperin-industri-makanan-minuman-
      penopang-ekonomi-indonesia
   •  Kantar, Worldpanel FMCG, Indonesia Q4 2023



        Analisis Operasional dan Prospek Usaha

         Kegiatan Usaha Operasional

Saat ini, PT Mayora Indah Tbk dan entitas anak memproduksi dan secara umum
mengklasifikasikan produk yang dihasilkannya kedalam 2 (dua) kategori yaitu makanan
dan minuman olahan, yang meliputi 6 (enam) divisi yang masing masing menghasilkan
produk berbeda namun terintegrasi.

                           Tabel 6 : Divisi dan Merek Dagang MI

    Divisi                                     Merek Dagang

    Biskuit          Roma Marie Susu, Roma Marie Susu Gold, Roma Kelapa, Roma
                   Kelapa Cream, Roma Sandwich, Roma Malkist, Roma Malkist Abon,
                   Roma Malkist Coklat, Roma Malkist Krim Keju Manis, Roma Malkist
                   Krim Tiramisu, Roma Cream Creakers, Royal Choice, Better, Slai O
                    Lai, Sari Gandum, Sari Gandum Sandwich, Roma Cookies, Roma
                                              Arden, dll
  Kembang                Kopiko, Kopiko Cappuccino, KIS, Tamarin, dan lain-lain
    Gula
   Wafer         Beng Beng, Beng Beng Maxx, Beng Beng Share It, Astor, Roma Wafer
                      Coklat, Roma Zuperrr Keju, Roma Choco Blast dan lain-lain
    Coklat                          Choki-choki, Drink Beng Beng
     Kopi           Torabika Duo, Torabika Duo Susu Full Cream, Torabika 3 in 1,
                  Torabika Moka, Torabika Cappuccino, Torabika Jahe Susu, Torabika
                   Creamy Latte, Torabika Kopi Susu Espreso, Kopiko Brown Coffee,
Ref. No.: 00786/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2024                                   17
Page 35
     Divisi                              Merek Dagang
                 Toracafe Volcano Chocomelt, Toracafe Caramelove, Torabika Milky
                                       Latte, dan lain-lain.
     Makanan              Energen Cereal, Energen Oatmilk, Prima Cereal.
    Kesehatan


Di Indonesia, Perseroan tidak hanya dikenal sebagai perusahaan yang memproduksi
makanan dan minuman olahan, tetapi juga dikenal sebagai market leader yang sukses
menghasilkan produk produk yang menjadi pelopor pada kategorinya masing masing.

Produk-produk hasil inovasi Perseroan tersebut di antaranya:
• Permen Kopiko, pelopor permen kopi
• Astor, pelopor wafer stick
• beng beng, pelopor wafer caramel berlapis coklat
• Choki-choki, pelopor coklat pasta
• Energen, pelopor minuman cereal
• Kopi Torabika Duo dan Duo Susu, pelopor coffee mix
• Kopiko Brown Coffee, pelopor racikan kopi dengan gula aren
• Torabika Creamy Latte, pelopor kopi Latte dengan sajian gula terpisah

Hingga saat ini, Perseroan dan entitas anak tetap konsisten pada kegiatan utamanya,
yaitu dibidang pengolahan makanan dan minuman. Sesuai dengan tujuannya,
Perseroan bertekad akan terus menerus berupaya meningkatkan segala cara dan upaya
untuk mencapai hasil yang terbaik untuk kepentingan seluruh pekerja, mitra usaha,
pemegang saham, dan para konsumennya.


         Persaingan Usaha

Saat ini Perseroan menjalankan kegiatan usaha di bidang perindustrian dan
perdagangan makanan ringan. Perseroan bersaing dengan perusahaan-perusahaan
yang bergerak di bidang yang sejenis di Indonesia, antara lain adalah:

−   PT Kino Indonesia, Tbk
−   PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk
−   PT Tiga Pilar Sejahtera Food
−   PT Siantar Top
−   PT Artha Boga Cemerlang


         Prospek Usaha

Sejumlah indikator perekonomian nasional disepanjang tahun 2023 semakin mengarah
pada perbaikan. Pemulihan ekonomi paska pandemi semakin terlihat, demikian pula
dengan kekhawatiran yang timbul akibat konflik politik antar negara yang berdampak
pada harga barang dan besarnya biaya hidup dapat diatasi dengan baik.

Berbagai data ekonomi dari dalam negeri yang bagus, memberikan harapan dan
optimisme bahwa tahun 2024 akan lebih baik meskipun krisis pangan akibat perubahan
iklim masih membayangi.

Melihat peran sektor industri makanan dan minuman yang memiliki kontribusi yang
konsisten dan signifikan terhadap ekonomi nasional serta komitmen dari pemerintah
untuk terus mendorong pertumbuhan industri di dalam negeri, industri makanan dan

Ref. No.: 00786/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2024                                 18
Page 36
minuman akan      terus   memiliki   peluang   yang   sangat   besar   untuk   bertumbuh
kedepannya.


          Analisis SWOT

Berikut adalah analisis SWOT MI:

Kekuatan

•   Perseroan merupakan salah satu perusahaan industri makanan dan minuman yang
    terbesar di Indonesia dan produk-produknya bahkan juga dijual di mancanegara.
•   Perseroan memiliki brand image yang kuat sehingga dapat mempertahankan
    loyalitas konsumen.
•   Produk perseroan yang beraneka ragam sehingga dapat bersaing di pasar baik dari
    segi harga maupun rasa.
•   Perseroan setelah memiliki standar operasional prosedur yang didukung oleh adanya
    sistem teknologi informasi yang terstandarisasi sehingga dapat meminimalisasi
    terjadinya kesalahan yang dibuat oleh pekerja baik sengaja maupun tidak disengaja.

Kelemahan

•   Adanya bahan baku produksi yang diimpor atau mengikuti harga pasar internasional,
    sehingga ketidakstabilan nilai tukar mata uang asing terhadap mata uang Rupiah
    dapat memberikan dampak ketidakpastian terhadap biaya produksi dan dalam
    penetapan harga jual produk.

Peluang

•   Pangsa pasar yang besar baik dalam negeri maupun luar negeri.
•   Pengembangan dan inovasi-inovasi baru dari produk yang telah ada.

Ancaman

•   Persaingan yang semakin ketat, baik itu antar perusahaan maupun persaingan
    dengan industri rumahan.
•   Bencana alam, gagal panen, terganggunya jalur transportasi dan kejadian
    sejenisnya yang menyebabkan terganggunya pasokan bahan baku yang dapat
    menyebabkan pemanfaatan kapasitas produksi untuk mendapatkan efisiensi
    maksimal tidak tercapai.
•   Ketidakstabilan kondisi ekonomi, sosial, politik dan keamanan di Indonesia.
•   Perubahan ketentuan negara lain atau peraturan internasional.


       Alasan dan Latar Belakang Dilakukannya Rencana Transaksi

Saat ini, MI dan TES memiliki aset nonoperasional berupa tanah di daerah Desa Pasir
Muncang, Kecamatan Jayanti dan Desa Gembong, Kecamatan Balaraja, Tangerang,
Banten dengan luas keseluruhan 15.920 m 2 dan tidak ada rencana untuk digunakan
karena posisinya berada di blok yang berbeda dengan pabrik MI dan TES saat ini.


       Keuntungan dan Kerugian Kualitatif atas Rencana Transaksi

Dengan dilakukannya Rencana Transaksi memberikan keuntungan terhadap Perseroan
yaitu perolehan aset yang lebih likuid serta pengurangan biaya pajak atas kepemilikan
Ref. No.: 00786/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2024                                      19
Page 37
tanah. Tidak ada kerugian atas Rencana Transaksi karena aset yang dijual adalah aset
nonoperasional.


         Analisis Kuantitatif atas Rencana Transaksi

           Penilaian Kinerja Historis

              Posisi Keuangan

Posisi keuangan Perseroan untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2019 hingga
31 Desember 2023 adalah seperti terlihat berikut ini.
PT MAYORA INDAH Tbk                                                                  2,3%         -42,3%          62,7%          64,7%

(dalam jutaan Rupiah)
                                Tabel 7 : Posisi Keuangan MI Tahun 2019 – 2023
LAPORAN POSISI KEUANGAN 2019 - 2023



 Dalam jutaan Rp                                                 2019           2020           2021           2022           2023
 ASET
 ASET LANCAR
   Kas dan setara kas                                            2.982.005      3.777.791      3.009.380      3.262.075      4.156.739
   Investasi surat berharga                                            -              -              -           75.799            -
   Piutang Usaha                                                 5.901.994      5.463.985      5.911.804      6.489.405      6.098.433
      Pihak berelasi                                             4.745.854      5.333.380      5.552.851      6.135.529      5.848.244
      Pihak ketiga                                               1.156.140        130.604        358.952        353.877        250.189
   Piutang lain-lain - pihak ketiga                                500.975        168.238        167.565        115.364         98.528
   Persediaan                                                    2.790.634      2.805.112      3.034.214      3.870.496      3.556.864
   Uang muka pembelian                                             101.544        106.661        176.080        302.131        314.375
   Pajak dibayar dimuka                                            461.144        484.846        641.949        634.976        482.036
   Biaya dibayar dimuka                                             37.807         32.096         28.791         22.378         31.947
  Jumlah Aset Lancar                                           12.776.103     12.838.729     12.969.784     14.772.624     14.738.922

 ASET TIDAK LANCAR
   Aset pajak tangguhan                                             96.055        104.876         50.346         32.707         51.556
   Aset tetap                                                    4.674.964      6.043.202      6.376.789      6.644.507      8.159.842
   Aset hak guna                                                       -          228.563        160.223         80.787          4.627
   Uang muka pembelian aset tetap                                1.459.859        521.484        318.471        704.296        872.161
   Uang jaminan                                                     30.938         40.646         42.041         41.239         43.297
  Jumlah Aset Tidak Lancar                                      6.261.816      6.938.771      6.947.869      7.503.537      9.131.483

 JUMLAH ASET                                                   19.037.919     19.777.501     19.917.653     22.276.161     23.870.405

 LIABILITAS DAN EKUITAS
 LIABILITAS JANGKA PENDEK
   Utang bank jangka pendek                                      1.000.000        50.000        795.000       1.028.751        85.000
   Utang usaha
      Pihak berelasi                                                73.028         89.729         97.816         82.371        109.415
      Pihak ketiga                                               1.239.154      1.502.068      1.680.128      1.576.148      1.785.245
   Utang lain-lain - pihak ketiga                                  100.230        314.132        231.203        357.016        168.251
   Utang pajak                                                     184.860        147.124         26.615        217.422        465.943
   Beban akrual                                                    695.163        411.853        325.828        685.327        750.269
   Bagian liabilitas jangka panjang jatuh tempo satu tahun:
    Utang bank                                                     421.924        804.081      1.273.205      1.092.802        644.390
    Liabilitas sewa                                                    -              -           91.430         88.899          4.688
    Utang obligasi                                                     -          156.337      1.049.548        507.890            -
  Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                               3.714.360      3.475.324      5.570.773      5.636.627      4.013.201

 LIABILITAS JANGKA PANJANG
   Liabilitas pajak tangguhan                                      11.181         15.261         28.105         33.751         30.365
   Liabilitas jangka panjang - dikurangi bagian jatuh tempo:
    Utang bank                                                   2.839.708      1.725.336      1.004.213        983.145      1.703.883
    Liabilitas sewa                                                    -          236.191         79.536            -              -
    Utang obligasi                                               1.546.672      1.888.883        841.002      1.827.690      1.829.449
   Liabilitas imbalan kerja jangka panjang                       1.014.058      1.165.038      1.033.992        960.253      1.011.417
  Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                              5.411.619      5.030.709      2.986.848      3.804.839      4.575.115

 JUMLAH LIABILITAS                                              9.125.979      8.506.032      8.557.622      9.441.467      8.588.316

 EKUITAS
   Modal saham                                                    447.174        447.174        447.174        447.174        447.174
   Tambahan modal disetor                                             330            330            330            330            330
   Saldo Laba
     Ditentukan penggunaannya                                       45.000         47.000         49.000         51.000         53.000
     Belum ditentukan penggunaannya                              9.185.876     10.524.378     10.634.917     12.136.013     14.552.038
   Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan                  (3.966)        (7.812)       (12.714)        (6.116)       (13.054)
 Jumlah                                                          9.674.414     11.011.070     11.118.707     12.628.401     15.039.488
   Kepentingan non pengendali                                      237.527        260.398        241.324        206.293        242.602
 Jumlah Ekuitas                                                  9.911.940     11.271.468     11.360.031     12.834.694     15.282.089

 JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                 19.037.919     19.777.501     19.917.653     22.276.161     23.870.405


Ref. No.: 00786/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2024                                                                                   20
Page 38
a. Aset

Secara keseluruhan aset MI rata-rata mengalami peningkatan sebesar 5,82% per tahun
selama periode 2019-2023, yaitu dari Rp 19,04 triliun pada tahun 2019 dan mencapai
Rp 23,87 triliun pada 31 Desember 2023.

Aset Lancar

Pada tahun 2019, aset lancar MI tercatat sebesar Rp 12,78 triliun, kemudian meningkat
menjadi Rp 12,84 triliun pada tahun 2020. Pada tahun 2021, aset lancar MI meningkat
menjadi Rp 13,00 triliun yang terutama disebabkan adanya peningkatan piutang usaha
dan persediaan.

Pada tahun 2022, aset lancar MI meningkat menjadi Rp 14,77 triliun yang terutama
disebabkan karena peningkatan piutang usaha dan persediaan. Pada tahun 2023, aset
lancar MI mengalami sedikit penurunan menjadi Rp 14,74 triliun yang terutama
disebabkan penurunan piutang usaha dan persediaan.

Aset Tidak Lancar

Pada tahun 2019, aset tidak lancar MI adalah sebesar Rp 6,26 triliun, kemudian
meningkat menjadi Rp 6,94 triliun pada tahun 2020 yang disebabkan pembelian aset
tetap. Pada tahun 2021, aset tidak lancar MI kembali meningkat menjadi Rp 6,95 triliun
karena adanya peningkatan aset tetap.

Pada tahun 2022, aset tidak lancar MI kembali meningkat menjadi Rp.7,50 triliun
terutama karena pembelian aset tetap dan peningkatan uang muka pembelian aset
tetap. Pada tahun 2023, aset lancar MI kembali meningkat menjadi Rp 9,13 triliun yang
terutama disebabkan peningkatan aset tetap dan uang muka pembelian aset tetap.


b. Liabilitas

Jumlah liabilitas Perseroan secara keseluruhan mengalami penurunan sebesar 1,51%
per tahun selama periode 2019 – 2023, yaitu dari Rp 9,13 triliun pada tahun 2019 dan
turun menjadi Rp 8,59 triliun pada 31 Desember 2023.

Liabilitas Jangka Pendek

Pada tahun 2019, liabilitas jangka pendek MI tercatat sebesar Rp 3,71 triliun, kemudian
turun menjadi Rp 3,48 triliun pada tahun 2020 terutama disebabkan karena pelunasan
utang bank jangka pendek. Pada tahun 2021, liabilitas jangka pendek MI meningkat
menjadi Rp 5,57 triliun yang disebabkan karena adanya peningkatan utang bank jangka
pendek dan utang obligasi.

Pada tahun 2022, liabilitas jangka pendek MI meningkat menjadi Rp 5,64 triliun yang
disebabkan karena peningkatan utang bank jangka pendek, meskipun sebagian dari
utang obligasi telah dibayar. Pada tahun 2023, liabilitas jangka pendek MI kembali turun
menjadi Rp 4,01 triliun yang terutama disebabkan pelunasan utang bank jangka pendek
dan utang obligasi.

Liabilitas Jangka Panjang

Pada tahun 2019, liabilitas jangka panjang MI tercatat sebesar Rp 5,4 triliun, kemudian
turun menjadi Rp 5,0 triliun pada tahun 2020 terutama disebabkan karena adanya
penurunan utang bank jangka panjang. Pada tahun 2021, liabilitas jangka panjang MI
Ref. No.: 00786/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2024                                     21
Page 39
turun menjadi Rp 2,99 triliun yang disebabkan karena penurunan utang bank dan utang
obligasi.

Pada tahun 2022, liabilitas jangka panjang MI kembali meningkat menjadi Rp 3,80
triliun yang disebabkan adanya peningkatan utang obligasi. Pada tahun 2023, liabilitas
jangka panjang MI mengalami peningkatan menjadi Rp 4,58 triliun yang terutama
disebabkan peningkatan utang bank.


c. Ekuitas

Ekuitas MI pada periode 2019 - 31 Desember 2023 secara keseluruhan terus mengalami
peningkatan dengan rata-rata peningkatan sebesar 11,43% per tahun. Pada tahun 2019
jumlah ekuitas tercatat sebesar Rp 9,91 triliun, kemudian terus meningkat pada tahun
2020, 2021, 2022, dan 2023 menjadi berturut-turut sebesar Rp 11,27 triliun, Rp 11,36
triliun, Rp 12,83 triliun dan Rp 15,28 triliun.


               Laba Rugi

Secara ringkas Laba Rugi Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tahun 2019 hingga
2023 adalah seperti disajikan di bawah ini.

                               Tabel 8 : Laporan Laba-Rugi MI Tahun 2019 - 2023

 Dalam jutaan Rp                                                  2019          2020          2021          2022          2023


Penjualan                                                         25.026.739    24.476.954    27.904.558    30.669.406    31.485.008
Beban pokok penjualan                                             17.109.499    17.177.831    20.981.575    23.829.983    23.077.230


 LABA BRUTO                                                       7.917.241     7.299.123     6.922.984     6.839.423     8.407.778


Beban Usaha
  Beban Penjualan                                                  4.027.987     3.769.235     4.539.447     3.708.573     3.357.801
   Beban Umum & Administrasi                                        716.990       698.960       611.221       697.735       750.502
Jumlah beban usaha                                                 4.744.976     4.468.195     5.150.668     4.406.309     4.108.302


 LABA USAHA                                                       3.172.265     2.830.928     1.772.316     2.433.115     4.299.475


  Penghasilan Lain-Lain
    Penghasilan bunga                                                52.353        51.405        23.187        30.708        84.751
    Keuntungan penjualan aset tetap                                    2.388         1.965         2.475         2.071         7.905
    Beban bunga                                                     (355.075)     (353.822)     (320.535)     (389.183)     (302.577)
    Keuntungan (kerugian) selisih kurs mata uang asing - bersih     (206.362)     116.987        46.626       360.307       (147.036)
    Lain-lain - bersih                                               38.898        36.427        25.580        69.039       151.197
   Jumlah Penghasilan (Beban)Lain-Lain                              (467.798)     (147.038)     (222.667)      72.943       (205.760)



 LABA SEBELUM PAJAK                                               2.704.467     2.683.890     1.549.649     2.506.058     4.093.716


   Beban pajak penghasilan                                          (653.062)     (585.722)     (338.596)     (535.993)     (848.844)


 LABA TAHUN BERJALAN                                              2.051.404     2.098.169     1.211.053     1.970.065     3.244.872




a. Penjualan

Penjualan MI mengalami peningkatan rata-rata sebesar 5,91% tiap tahun pada periode
2019 - 2023. Pada tahun 2019 jumlah penjualan tercatat sebesar Rp 25,03 triliun,
kemudian mengalami sedikit penurunan menjadi Rp 24,48 triliun yang disebabkan
karena terjadinya pandemi Covid-19 yang mempengaruhi seluruh sektor industri di
Indonesia. Penjualan MI meningkat berturut-turut menjadi Rp 27,9 triliun pada tahun
2021, Rp 30,67 triliun pada tahun 2022 dan Rp 31,49 triliun pada tahun 2023.


Ref. No.: 00786/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2024                                                                                22
Page 40
b. Beban Pokok Penjualan

Beban pokok penjualan MI mengalami peningkatan sebesar 7,77% tiap tahun pada
periode 2019 - 2023. Pada tahun 2019, beban pokok penjualan tercatat sebesar
Rp.17,11 triliun, kemudian meningkat berturut-turut menjadi Rp 17,18 triliun pada
tahun 2020, Rp 20,98 triliun pada tahun 2021, dan Rp 23,83 triliun pada tahun 2022.
Per 31 Desember 2023, beban pokok penjualan MI tercatat turun menjadi sebesar
Rp.23,08 triliun.

c. Laba

Laba MI secara rata-rata mengalami peningkatan sebesar 12,15% tiap tahun pada
periode 2019 - 2023. Pada tahun 2019 laba bersih MI tercatat sebesar Rp 2,05 triliun,
kemudian meningkat pada tahun 2020 menjadi sebesar Rp 2,10 triliun. Pada tahun 2021
laba MI mengalami penurunan menjadi Rp 1,21 triliun yang disebabkan karena
peningkatan beban pokok penjualan dan beban usaha yang lebih tinggi dibandingkan
peningkatan pendapatannya. Pada tahun 2022 laba MI tercatat meningkat menjadi Rp
1,97 triliun. Per 31 Desember 2023 laba bersih Perseroan tercatat meningkat sebesar
64,7% menjadi Rp 3,24 triliun.


            Arus Kas

Gambaran arus kas MI untuk tahun yang berakhir pada tanggal 2019 - 2023 adalah
seperti disajikan di bawah ini.

                           Tabel 9 : Laporan Arus Kas MI Tahun 2019 - 2023

Dalam jutaan Rp                                                    2019           2020           2021           2022           2023

 Arus Kas dari Aktivitas Operasi
   Penerimaan kas dari pelanggan dan lain-lain                    24.458.208     24.952.078     27.065.541     29.519.520     31.896.214
   Pembayaran kepada pemasok, kontraktor, karyawan               (20.967.320)   (20.475.882)   (25.598.403)   (27.675.688)   (26.142.799)
   Kas bersih yang dihasilkan dari operasi                         3.490.888      4.476.195      1.467.138      1.843.832      5.753.415
   Penerimaan restitusi pajak                                        770.888        295.622        391.875        624.486        474.266
   Pembayaran pajak penghasilan                                     (547.269)      (614.759)      (406.976)      (382.068)      (590.728)
   Pembayaran bunga                                                 (364.396)      (377.798)      (340.692)      (396.062)      (310.805)
   Pembayaran imbalan kerja jangka panjang                           (45.030)       (61.711)       (69.152)       (70.218)       (66.566)
   Pembayaran pajak final                                             (1.216)        (1.717)          (238)          (400)          (400)
   Arus Kas Dari Aktivitas Operasi                                3.303.864      3.715.832      1.041.955      1.619.571      5.259.182

 Arus Kas dari Aktivitas Investasi
   Perolehan aset tetap                                             (438.477)      (634.119)     (658.965)       (804.919)    (1.653.568)
   Penerimaan (pembayaran) penempatan investasi surat berharga             -              -             -         (75.852)        72.402
   Pembayaran uang muka pembelian aset tetap                      (1.459.859)      (521.484)     (318.471)       (704.296)      (872.161)
   Penurunan (kenaikan) uang jaminan                                  (2.276)        (9.708)       (1.395)            802         (2.057)
   Penerimaan bunga                                                   52.353         51.405        23.187          30.708         84.751
   Hasil penjualan aset tetap                                          2.942          2.890         8.029           6.993         11.176
   Arus Kas dari Aktivitas Investasi                             (1.845.317)    (1.111.015)     (947.615)     (1.546.563)    (2.359.457)

 Arus kas neto aktivitas pendanaan
   Penerimaan:
    Utang bank jangka pendek                                      2.300.000      1.750.000      1.815.000      3.868.751      1.350.000
    Pinjaman bank jangka panjang                                  2.210.000        350.000      1.175.000      1.826.251      1.570.086
    Penerbitan obligasi                                                   -        500.000              -      1.500.000              -
   Pembayaran:
    Utang bank jangka pendek                                      (2.800.000)    (2.650.000)    (1.070.000)    (3.635.000)    (2.293.751)
    Pinjaman bank jangka panjang                                  (1.162.795)    (1.130.835)    (1.426.932)    (2.026.125)    (1.297.055)
    Utang obligasi                                                  (750.000)           -              -              -              -
    Dividen
     Perusahaan                                                    (648.402)       (670.761)    (1.162.652)      (469.533)      (782.554)
     Entitas anak                                                   (14.253)        (14.253)       (44.109)       (63.569)       (14.703)
    Pelunasan obligasi                                                    -               -       (157.000)    (1.050.000)      (508.000)
   Arus kas neto aktivitas pendanaan                              (865.450)     (1.865.848)      (870.694)       (49.224)    (1.975.978)

 Kenaikan (Penurunan) Kas dan Setara Kas Bersih                     593.097        738.969       (776.353)        23.783        923.746
 Kas dan Setara Kas Awal Tahun                                    2.495.655      2.982.005      3.777.791      3.009.380      3.262.075
 Pengaruh perubahan kurs mata uang asing                            (106.747)        56.818         7.942         228.911        (29.083)
 Kas dan Setara Kas Akhir Tahun                                   2.982.005      3.777.791      3.009.380      3.262.075      4.156.739




Ref. No.: 00786/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2024                                                                                     23
Page 41
a. Aktivitas Operasi

Selama periode 2019 - 2023, arus kas operasi Perseroan berada pada posisi positif dan
mencapai yang tertinggi pada tahun 2023 yaitu sebesar Rp 5,26 triliun yang terutama
disebabkan penerimaan dari pelanggan lebih tinggi dibandingkan pengeluaran-
pengeluaran untuk operasional Perseroan.


b. Aktivitas Investasi

Selama periode 2019 - 2023, Perseroan mencatat adanya kas yang digunakan untuk
aktivitas investasi terutama untuk perolehan aset tetap dan pembayaran uang muka
pembelian aset tetap. Pengeluaran tertinggi tercatat pada tahun 2023 yaitu sebesar
Rp.2,36 triliun yang terutama digunakan untuk perolehan aset tetap.


c. Aktivitas Pendanaan

Selama periode 2019 - 2023, Perseroan mencatat adanya pengeluaran kas dari aktivitas
pendanaan. Penerimaan kas dari utang bank jangka pendek, pinjaman bank jangka
panjang dan utang obligasi. Sementara pengeluaran kas terutama untuk pelunasan
utang bank jangka pendek, pinjaman bank jangka panjang, utang obligasi, serta
pembayaran dividen.


       Rasio-rasio Keuangan

Gambaran rasio keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31
Desember 2019 hingga 31 Desember 2023 adalah seperti disajikan berikut ini.

                      Tabel 10 : Rasio Keuangan MI Tahun 2019 - 2023

  ANALISA RASIO                 2019        2020        2021        2022        2023

  PROFITABILITAS
    GPM                           31,6%      29,8%       24,8%       22,3%       26,7%
    OPM                           12,7%      11,6%        6,4%        7,9%       13,7%
    NPM                            8,2%       8,6%        4,3%        6,4%       10,3%
    ROA                           10,8%      10,6%        6,1%        8,8%       13,6%
    ROE                           20,7%      18,6%       10,7%       15,3%       21,2%
  LIKUIDITAS
    Current Ratio                  3,44        3,69        2,33        2,62        3,67
    Quick Ratio                    2,69        2,89        1,78        1,93        2,79
    Cash Ratio                     0,80        1,09        0,54        0,58        1,04
  AKTIVITAS
    Hari Piutang                       86          81          77          77          71
    Hari Persediaan                    60          60          53          59          56
    Hari Utang                         28          34          31          25          30
  SOLVABILITAS
    DER                           92,1%      75,5%       75,3%       73,6%       56,2%
    DAR                           47,9%      43,0%       43,0%       42,4%       36,0%




Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa:
❖ Berdasarkan rasio profitabilitas, kemampuan Perseroan dalam memperoleh laba
   baik, dimana dari marjin laba bersih berkisar antara 4,3% hingga 10,3% dan tingkat
   pengembalian terhadap ekuitas (ROE) berkisar antara 10,7% hingga 21,2% selama
   2019 hingga 2023.

Ref. No.: 00786/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2024                                     24
Page 42
❖ Berdasarkan rasio likuiditas, kemampuan Perseroan untuk memenuhi kewajiban
  yang harus dibayar dengan harta lancarnya baik, dimana berdasarkan rasio lancar
  berada diatas 1 kali.
❖ Komposisi struktur perusahaan yang digambarkan dengan debt equity ratio (DER)
  dan debt to asset ratio (DAR) menunjukkan bahwa pendanaan Perseroan yang
  berasal dari utang mengalami penurunan, dimana pada tahun 2019 DER sebesar
  92,1% dan DAR sebesar 47,9% sementara pada tahun 2023 DER sebesar 56,2%
  dan DAR sebesar 36,0%.


      Analisis Keuangan Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi

Posisi Keuangan dan Laba Rugi sebelum Rencana Transaksi diperoleh dari laporan
keuangan per tanggal 31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik
Mirawati Sensi Idris, sedangkan Posisi Keuangan dan Laba Rugi setelah Rencana
Transaksi merupakan perkiraan yang didasarkan atas kemungkinan perubahan pada
akun-akun yang terkait dengan Rencana Transaksi yang diberikan oleh Manajemen.

Untuk memberikan gambaran secara lebih jelas, berikut ini disajikan tabel Posisi
Keuangan dan Laba Rugi sebelum dan setelah Rencana Transaksi.




Ref. No.: 00786/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2024                                 25
Page 43
            Posisi Keuangan Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi

          Tabel 11 : Posisi Keuangan MI Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi

                                                                             31-Des-23
 Dalam jutaan Rupiah
                                                     Sebelum Transaksi      Penyesuaian           Setelah Transaksi
 ASET
 Aset Lancar
   Kas dan setara kas                                          4.156.739              25.219                4.181.958
   Piutang Usaha                                               6.098.433                   -                6.098.433
   Piutang lain-lain                                              98.528                   -                   98.528
   Persediaan                                                  3.556.864                   -                3.556.864
   Uang muka pembelian                                           314.375                   -                  314.375
   Pajak dibayar dimuka                                          482.036                   -                  482.036
   Biaya dibayar dimuka                                           31.947                   -                   31.947
 Jumlah Aset Lancar                                           14.738.922              25.219               14.764.141

 Aset Tidak Lancar
   Aset pajak tangguhan                                           51.556                   -                   51.556
   Aset tetap                                                  8.159.842             (20.696)               8.139.146
   Aset hak guna                                                   4.627                   -                    4.627
   Uang muka pembelian aset tetap                                872.161                   -                  872.161
   Uang jaminan                                                   43.297                   -                   43.297
 Jumlah Aset Tidak Lancar                                      9.131.483             (20.696)               9.110.787

 JUMLAH ASET                                                  23.870.405                  4.523            23.874.928

 LIABILITAS DAN EKUITAS
 Liabilitas Jangka Pendek
   Utang bank jangka pendek                                       85.000                      -                85.000
   Utang usaha
     Pihak berelasi                                              109.415                      -               109.415
     Pihak ketiga                                              1.785.245                      -             1.785.245
   Utang lain-lain - pihak ketiga                                168.251                      -               168.251
   Utang Pajak                                                   465.943                  2.557               468.499
   Beban akrual                                                  750.269                      -               750.269
   Bagian pinjaman bank jangka panjang                           644.390                      -               644.390
 Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                               4.013.201                  2.557             4.015.757

 Liabilitas Jangka Panjang
   Liabilitas pajak tangguhan                                     30.365                      -                30.365
   Liabilitas imbalan kerja jangka panjang                     1.011.417                      -             1.011.417
   Pinjaman bank jangka panjang                                1.703.883                      -             1.703.883
   Utang obligasi                                              1.829.449                      -             1.829.449
 Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                              4.575.115                      -             4.575.115

 Jumlah Liabilitas                                             8.588.316                  2.557             8.590.873

 Ekuitas
   Modal saham                                                   447.174                      -               447.174
   Tambahan modal disetor                                            330                      -                   330
   Saldo Laba
     Ditentukan penggunaannya                                     53.000                      -                53.000
     Belum ditentukan penggunaannya                           14.552.038                  1.966            14.554.004
   Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan               (13.054)                     -               (13.054)
   Kepentingan nonpengendali                                     242.602                      -               242.602
 Jumlah Ekuitas                                               15.282.089                  1.966            15.284.055

 JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                23.870.405                  4.523            23.874.928


Dari tabel posisi keuangan di atas terlihat bahwa transaksi Penjualan Tanah akan
meningkatkan kas sebesar Rp 25,2 miliar yang terdiri dari hasil penjualan tanah sebesar
Rp 23,2 miliar ditambah dengan PPN sebesar Rp 2,6 miliar lalu dikurangi dengan pajak

Ref. No.: 00786/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2024                                                                   26
Page 44
penghasilan final atas penjualan tanah sebesar Rp 581 juta. Atas penjualan tersebut
Perseroan membukukan laba atas penjualan aset sebesar Rp.2,5 miliar.

Penyesuaian laporan keuangan Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi dilakukan
adalah sebagai berikut:

Kas dan Setara Kas
Penambahan kas sebesar Rp 25.218.872.000.

Aset Tetap
Pengurangan nilai buku aset tetap sebesar Rp.20.696.000.000.

Utang Pajak
PPN yaitu 11% dari harga penjualan Tanah sebesar Rp.2.556.752.000.

Saldo Laba
Peningkatan saldo laba sebesar Rp 1.996.120.000 dikarenakan adanya keuntungan atas
penjualan aset tetap sebesar Rp 2.547.200.000 dikurangi dengan pajak penghasilan
final atas penjualan tanah sebesar Rp 581.080.000.000.


            Laba Rugi Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi

               Tabel 12 : Laba Rugi MI Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi

                                                                               31-Des-23
Dalam jutaan Rupiah
                                                       Sebelum Transaksi      Penyesuaian            Setelah Transaksi

 PENJUALAN BERSIH                                               31.485.008                      -             31.485.008
 BEBAN POKOK PENJUALAN                                          23.077.230                      -             23.077.230

 LABA BRUTO                                                      8.407.778                      -              8.407.778

 BEBAN USAHA
   Beban Penjualan                                               3.357.801                      -              3.357.801
   Beban Umum & Administrasi                                       750.502                      -                750.502

 LABA USAHA                                                      4.299.475                      -              4.299.475

 PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN
   Penghasilan bunga                                                84.751                      -                 84.751
   Keuntungan penjualan aset tetap                                   7.905                  2.547                 10.452
   Beban bunga                                                    (302.577)                     -               (302.577)
   Laba (rugi) selisih kurs mata uang asing - bersih              (147.036)                     -               (147.036)
   Lain-lain - bersih                                              151.197                   (581)               150.616

 LABA SEBELUM PAJAK                                              4.093.716                  1.966              4.095.682

    Beban Pajak                                                   (848.844)                     -               (848.844)

 LABA BERSIH                                                     3.244.872                  1.966              3.246.838



Dari gambaran laba rugi di atas terlihat bahwa Dengan Transaksi, laba bersih Perseroan
bertambah sebesar Rp 1.996.120.000 dikarenakan adanya keuntungan atas penjualan
aset tetap sebesar Rp 2.547.200.000 dikurangi dengan pajak penghasilan final atas
penjualan tanah sebesar Rp 581.080.000.000.



Ref. No.: 00786/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2024                                                                      27
Page 45
          Proyeksi Keuangan Dengan dan Tanpa Rencana Transaksi

Proyeksi laporan keuangan telah dipersiapkan oleh manajemen Perseroan dengan
asumsi-asumsi yang menurut Penilai cukup wajar dengan asumsi sebagai berikut:

                                Tabel 13 : Asumsi Dasar Penyusunan Proyeksi

No.                   Dengan Transaksi                                        Tanpa Transaksi
1.         Terdapat Penjualan Tanah                               Tidak ada Penjualan Tanah
2.         Ada penghematan biaya kepemilikan tanah                Ada pembayaran PBB atas kepemilikan
           (PBB)                                                  tanah



Dengan demikian proyeksi keuangan Perseroan Dengan dan Tanpa Transaksi adalah
sebagai berikut:

               Tabel 14 : Proyeksi Posisi Keuangan MI Dengan Rencana Transaksi

                                                                           DENGAN TRANSAKSI
 Dalam jutaan Rp
                                                      2024          2025         2026           2027          2028

 ASET
 CUREENT
 ASET LANCAR
           ASSETS
  Kas dan setara kas                                  5.087.839     6.852.756    11.554.389    10.633.961    14.916.040
  Piutang usaha                                       6.746.855     7.440.553     8.202.649     8.983.761     9.838.608
  Piutang lain-lain                                      98.528        98.528        98.528        98.528        98.528
  Persediaan                                          3.637.953     3.852.387     4.106.956     4.375.024     4.656.836
  Uang muka pembelian                                   314.375       314.375       314.375       314.375       314.375
  Pajak dibayar dimuka                                  528.648       482.036       482.036       482.036       482.036
  Beban dibayar dimuka                                   41.584        41.584        41.584        41.584        41.584
  Jumlah Aset Lancar                                16.455.781    19.082.220    24.800.517    24.929.269    30.348.007

 ASET TIDAK LANCAR
  Aset tetap - bersih                                 9.075.613     8.598.246     8.057.491     9.826.735     8.972.240
  Aset pajak tangguhan                                   51.556        51.556        51.556        51.556        51.556
  Aset lainnya                                          915.458       915.458       915.458       915.458       915.458
  Jumlah Aset Tidak Lancar                          10.042.628     9.565.261     9.024.505    10.793.749     9.939.254

 JUMLAH ASET                                        26.498.409    28.647.480    33.825.023    35.723.018    40.287.262

 LIABILITAS DAN EKUITAS
 LIABILITAS JANGKA PENDEK
   Utang usaha                                        2.010.614     1.807.459     1.955.561     2.104.992     2.261.761
   Utang lain-lain                                      277.666       277.666       277.666       277.666       277.666
   Beban akrual                                         750.269       750.269       750.269       750.269       750.269
   Utang pajak                                          596.540       729.099       752.580       905.147     1.128.738
   Liabilitas pajak tangguhan                             4.688         4.688         4.688         4.688         4.688
   Bagian pinjaman bank jangka panjang                  274.986       205.114       788.187       132.958       133.914
   Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                   3.914.764     3.774.296     4.528.952     4.175.720     4.557.036

 LIABILITAS JANGKA PANJANG
   Pinjaman bank jangka panjang                       1.551.290     1.332.477       516.892       356.537       195.225
   Liabilitas pajak tangguhan                            30.365        30.365        30.365        30.365        30.365
   Obligasi                                           2.335.000     2.040.000     4.040.000     2.800.000     2.800.000
   Liabilitas imbalan kerja jangka panjang            1.100.714     1.198.941     1.306.991     1.425.846     1.556.586
   Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                  5.017.370     4.601.784     5.894.249     4.612.748     4.582.176

 JUMLAH LIABILITAS                                   8.932.133     8.376.080    10.423.201     8.788.468     9.139.212

 EKUITAS
  Modal saham                                           447.174       447.174       447.174       447.174       447.174
  Tambahan modal disetor                                    330           330           330           330           330
  Saldo Laba
    Ditentukan penggunaannya                            55.000        57.000        59.000        61.000        63.000
    Belum ditentukan penggunaannya                  16.781.532    19.407.670    22.460.986    25.911.958    30.033.347
  Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan      (13.054)            -             -             -             -
  Kepentingan non pengendali                           295.294       359.227       434.331       514.088       604.198
 EKUITAS
  Jumlah Ekuitas                                    17.566.276    20.271.401    23.401.822    26.934.550    31.148.049

 JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                      26.498.409    28.647.480    33.825.023    35.723.018    40.287.262




Ref. No.: 00786/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2024                                                                    28
Page 46
                   Tabel 15 : Proyeksi Laba Rugi MI Dengan Rencana Transaksi

                                                                            DENGAN TRANSAKSI
 Dalam jutaan Rp
                                                     2024            2025         2026             2027           2028

Penjualan                                            34.641.750     38.116.138     41.930.266     46.126.346     50.756.278
Beban pokok penjualan
  Beban penyusutan                                    1.257.174      1.327.367      1.390.756      1.630.756      1.704.495
  Beban pokok penjualan lainnya                      24.565.758     26.752.049     29.370.698     32.136.670     35.123.971

 LABA BRUTO                                         8.818.818      10.036.722     11.168.812     12.358.920     13.927.812

 BEBAN USAHA
  Beban Penjualan                                    3.398.539       3.952.960      4.353.078      4.794.670      5.282.965
  Beban Administrasi dan Umum                          780.929         854.238        918.317        987.422      1.062.768
 Jumlah Beban Usaha                                 4.179.469       4.807.199      5.271.395      5.782.092      6.345.734

 LABA USAHA                                         4.639.349       5.229.523      5.897.418      6.576.828      7.582.079

  Beban Bunga                                          (344.864)      (323.529)      (386.437)      (302.503)      (230.177)
  Lainnya                                                91.925         96.467       109.132        108.621        148.999

 LABA SEBELUM PAJAK                                 4.386.410       5.002.461      5.620.112      6.382.946      7.500.901

  Pajak Penghasilan                                    966.007       1.100.541      1.124.023      1.276.589      1.500.180

 LABA SETELAH PAJAK                                 3.420.403       3.901.920      4.496.089      5.106.357      6.000.721




                      Tabel 16 : Proyeksi Arus Kas MI Dengan Rencana Transaksi

                                                                            DENGAN TRANSAKSI
 Dalam jutaan Rp
                                                     2024            2025         2026             2027           2028

 ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
 Penerimaan
  Penerimaan Kas
              kas dari pelanggan dan lain-lain       35.000.084     38.165.407     42.288.713     46.067.355     51.212.064
  Pembayaran kepada pemasok, kontraktor, karyawan   (29.828.910)   (32.804.586)   (36.038.361)   (38.834.550)   (42.855.822)
  Kas bersih yang dihasilkan dari operasi             5.171.174      5.360.822      6.250.352      7.232.805      8.356.243
  Pembayaran pajak penghasilan                         (837.385)      (965.426)    (1.100.539)    (1.124.020)    (1.276.587)
 Arus Kas Dari Aktivitas Operasi                     4.333.789      4.395.396      5.149.813      6.108.785      7.079.656

 ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
  Perolehan aset tetap                               (2.173.741)     (850.000)      (850.000)     (3.400.000)     (850.000)
  Penjualan aset tetap                                   23.243           -              -               -             -
 Arus Kas dari Aktivitas Investasi                  (2.150.498)     (850.000)      (850.000)     (3.400.000)     (850.000)

 ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
  Pembayaran pinjaman bank - Jk. Panjang               (531.486)      (288.685)      (232.512)      (815.585)      (160.356)
  Pembayaran pinjaman bank - Jk. Pendek                 (85.000)           -              -              -              -
  Penerimaan pinjaman bank - Jk. Panjang                    -              -              -              -              -
  Penerbitan obligasi                                   500.000            -        2.000.000            -              -
  Pembayaran obligasi                                       -         (295.000)           -       (1.240.000)           -
  Dividen                                            (1.135.705)    (1.196.795)    (1.365.669)    (1.573.628)    (1.787.222)
 Arus kas neto aktivitas pendanaan                  (1.252.191)    (1.780.479)       401.820     (3.629.213)    (1.947.577)

 KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS                      931.100       1.764.917      4.701.633       (920.428)     4.282.079
 KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN                      4.156.739       5.087.839      6.852.756     11.554.389     10.633.961
 KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN                     5.087.839       6.852.756     11.554.389     10.633.961     14.916.040




Ref. No.: 00786/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2024                                                                        29
Page 47
                       Tabel 17 : Proyeksi Rasio MI Dengan Rencana Transaksi

                                                                            DENGAN TRANSAKSI
 ANALISIS RASIO
                                                      2024           2025         2026           2027          2028
 RASIO PROFITABILITAS
  Marjin Laba Kotor                                      25,5%         26,3%          26,6%         26,8%         27,4%
  Marjin Laba Operasi                                    13,4%         13,7%          14,1%         14,3%         14,9%
  Marjin Laba Bersih                                      9,9%         10,2%          10,7%         11,1%         11,8%
  Perputaran Aset                                        76,5%         75,2%          80,7%         77,4%         79,4%
  Perputaran Ekuitas                                     50,7%         53,2%          55,8%         58,4%         61,4%
 RASIO LIKUIDITAS
  Rasio Lancar                                             4,20          5,06           5,48         5,97          6,66
  Rasio Cepat                                              3,27          4,04           4,57         4,92          5,64
  Rasio Kas                                                1,30          1,82           2,55         2,55          3,27
 RASIO AKTIVITAS
  Hari Piutang                                               71             71            71            71            71
  Hari Persediaan                                            51             50            49            47            46
  Hari Utang                                                 28             23            23            23            22
 RASIO SOLVABILITAS
  DER                                                    15,7%         12,5%          15,8%          9,2%          7,8%
  DAR                                                    23,7%         17,6%          22,8%         12,2%         10,0%




                Tabel 18 : Proyeksi Posisi Keuangan MI Tanpa Rencana Transaksi

                                                                             TANPA TRANSAKSI
 Dalam jutaan Rp
                                                      2024          2025           2026          2027          2028

 ASET
 CUREENT
 ASET LANCAR
           ASSETS
  Kas dan setara kas                                  5.062.620     6.830.082     11.531.705    10.611.268    14.893.337
  Piutang usaha                                       6.746.855     7.440.553      8.202.649     8.983.761     9.838.608
  Piutang lain-lain                                      98.528        98.528         98.528        98.528        98.528
  Persediaan                                          3.637.953     3.852.387      4.106.956     4.375.024     4.656.836
  Uang muka pembelian                                   314.375       314.375        314.375       314.375       314.375
  Pajak dibayar dimuka                                  528.648       482.036        482.036       482.036       482.036
  Beban dibayar dimuka                                   41.584        41.584         41.584        41.584        41.584
  Jumlah Aset Lancar                                16.430.562    19.059.546     24.777.834    24.906.576    30.325.305

 ASET TIDAK LANCAR
  Aset tetap - bersih                                 9.096.309     8.618.942      8.078.187     9.847.431     8.992.936
  Aset pajak tangguhan                                   51.556        51.556         51.556        51.556        51.556
  Aset lainnya                                          915.458       915.458        915.458       915.458       915.458
  Jumlah Aset Tidak Lancar                          10.063.324     9.585.957      9.045.201    10.814.445     9.959.950

 JUMLAH ASET                                        26.493.886    28.645.502     33.823.035    35.721.021    40.285.255

 LIABILITAS DAN EKUITAS
 LIABILITAS JANGKA PENDEK
   Utang usaha                                        2.010.614     1.807.459      1.955.561     2.104.992     2.261.761
   Utang lain-lain                                      277.666       277.666        277.666       277.666       277.666
   Beban akrual                                         750.269       750.269        750.269       750.269       750.269
   Utang pajak                                          593.983       729.096        752.578       905.144     1.128.735
   Liabilitas pajak tangguhan                             4.688         4.688          4.688         4.688         4.688
   Bagian pinjaman bank jangka panjang                  274.986       205.114        788.187       132.958       133.914
   Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                   3.912.207     3.774.293      4.528.950     4.175.717     4.557.033

 LIABILITAS JANGKA PANJANG
   Pinjaman bank jangka panjang                       1.551.290     1.332.477        516.892       356.537       195.225
   Liabilitas pajak tangguhan                            30.365        30.365         30.365        30.365        30.365
   Obligasi                                           2.335.000     2.040.000      4.040.000     2.800.000     2.800.000
   Liabilitas imbalan kerja jangka panjang            1.100.714     1.198.941      1.306.991     1.425.846     1.556.586
   Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                  5.017.370     4.601.784      5.894.249     4.612.748     4.582.176

 JUMLAH LIABILITAS                                   8.929.576     8.376.077     10.423.198     8.788.465     9.139.210

 EKUITAS
  Modal saham                                           447.174       447.174        447.174       447.174       447.174
  Tambahan modal disetor                                    330           330            330           330           330
  Saldo Laba
    Ditentukan penggunaannya                            55.000        57.000         59.000        61.000        63.000
    Belum ditentukan penggunaannya                  16.779.566    19.405.694     22.459.002    25.909.964    30.031.343
  Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan      (13.054)            -              -             -             -
  Kepentingan non pengendali                           295.294       359.227        434.331       514.088       604.198
 EKUITAS
  Jumlah Ekuitas                                    17.564.310    20.269.425     23.399.837    26.932.556    31.146.046

 JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                      26.493.886    28.645.502     33.823.035    35.721.021    40.285.255




Ref. No.: 00786/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2024                                                                     30
Page 48
                      Tabel 19 : Proyeksi Laba Rugi MI Tanpa Rencana Transaksi

                                                                             TANPA TRANSAKSI
 Dalam jutaan Rp
                                                      2024           2025         2026             2027           2028

 Penjualan                                           34.641.750     38.116.138     41.930.266     46.126.346     50.756.278
 Beban pokok penjualan
   Beban penyusutan                                   1.257.174      1.327.367      1.390.756      1.630.756      1.704.495
   Beban pokok penjualan lainnya                     24.565.758     26.752.049     29.370.698     32.136.670     35.123.971

 LABA BRUTO                                         8.818.818      10.036.722     11.168.812     12.358.920     13.927.812

 BEBAN USAHA
  Beban Penjualan                                    3.398.539       3.952.960      4.353.078      4.794.670      5.282.965
  Beban Administrasi dan Umum                          780.929         854.250        918.329        987.434      1.062.780
 Jumlah Beban Usaha                                 4.179.469       4.807.211      5.271.407      5.782.104      6.345.746

 LABA USAHA                                         4.639.349       5.229.511      5.897.406      6.576.816      7.582.067

  Beban Bunga                                          (344.864)      (323.529)      (386.437)      (302.503)      (230.177)
  Lainnya                                                89.378         96.467       109.132        108.621        148.999

 LABA SEBELUM PAJAK                                 4.383.863       5.002.449      5.620.100      6.382.934      7.500.889

  Pajak Penghasilan                                    965.426       1.100.539      1.124.020      1.276.587      1.500.178

 LABA SETELAH PAJAK                                 3.418.437       3.901.910      4.496.080      5.106.347      6.000.711




                      Tabel 20 : Proyeksi Arus Kas MI Tanpa Rencana Transaksi

                                                                             TANPA TRANSAKSI
 Dalam jutaan Rp
                                                      2024           2025         2026             2027           2028

 ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
 Penerimaan
  Penerimaan Kas
              kas dari pelanggan dan lain-lain       35.000.084     38.165.407     42.288.713     46.067.355     51.212.064
  Pembayaran kepada pemasok, kontraktor, karyawan   (29.830.886)   (32.802.041)   (36.038.370)   (38.834.560)   (42.855.831)
  Kas bersih yang dihasilkan dari operasi             5.169.199      5.363.367      6.250.342      7.232.796      8.356.233
  Pembayaran pajak penghasilan                         (837.385)      (965.426)    (1.100.539)    (1.124.020)    (1.276.587)
 Arus Kas Dari Aktivitas Operasi                     4.331.814      4.397.941      5.149.803      6.108.776      7.079.646

 ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
  Perolehan aset tetap                               (2.173.741)     (850.000)      (850.000)     (3.400.000)     (850.000)
  Penjualan aset tetap                                      -             -              -               -             -
 Arus Kas dari Aktivitas Investasi                  (2.173.741)     (850.000)      (850.000)     (3.400.000)     (850.000)

 ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
  Pembayaran pinjaman bank - Jk. Panjang               (531.486)      (288.685)      (232.512)      (815.585)      (160.356)
  Pembayaran pinjaman bank - Jk. Pendek                 (85.000)           -              -              -              -
  Penerimaan pinjaman bank - Jk. Panjang                    -              -              -              -              -
  Penerbitan obligasi                                   500.000            -        2.000.000            -              -
  Pembayaran obligasi                                       -         (295.000)           -       (1.240.000)           -
  Dividen                                            (1.135.705)    (1.196.795)    (1.365.669)    (1.573.628)    (1.787.222)
 Arus kas neto aktivitas pendanaan                  (1.252.191)    (1.780.479)       401.820     (3.629.213)    (1.947.577)

 KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS                      905.881       1.767.462      4.701.623       (920.437)     4.282.069
 KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN                      4.156.739       5.062.620      6.830.082     11.531.705     10.611.268
 KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN                     5.062.620       6.830.082     11.531.705     10.611.268     14.893.337




Ref. No.: 00786/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2024                                                                        31
Page 49
                   Tabel 21 : Proyeksi Rasio MI Tanpa Rencana Transaksi

                                                              TANPA TRANSAKSI
 ANALISIS RASIO
                                         2024         2025         2026           2027          2028
 RASIO PROFITABILITAS
  Marjin Laba Kotor                        25,5%        26,3%         26,6%         26,8%         27,4%
  Marjin Laba Operasi                      13,4%        13,7%         14,1%         14,3%         14,9%
  Marjin Laba Bersih                        9,9%        10,2%         10,7%         11,1%         11,8%
  Perputaran Aset                          76,5%        75,2%         80,7%         77,4%         79,4%
  Perputaran Ekuitas                       50,7%        53,2%         55,8%         58,4%         61,4%
 RASIO LIKUIDITAS
  Rasio Lancar                               4,20         5,05         5,47          5,96           6,65
  Rasio Cepat                                3,27         4,03         4,56          4,92           5,63
  Rasio Kas                                  1,29         1,81         2,55          2,54           3,27
 RASIO AKTIVITAS
  Hari Piutang                                  71           71          71              71            71
  Hari Persediaan                               51           50          49              47            46
  Hari Utang                                    28           23          23              23            22
 RASIO SOLVABILITAS
  DER                                      15,7%        12,5%         15,8%          9,2%          7,8%
  DAR                                      23,7%        17,7%         22,8%         12,2%         10,0%




Perbedaan Dengan dan Tanpa Transaksi dapat dijelaskan sebagai berikut:

Posisi Keuangan:

❖ Kas dan Setara Kas
  Perbedaan pada akun kas dan bank karena adanya Penjualan Tanah termasuk
  pungutan PPN dan pembayaran pajak penghasilan final atas penjualan tanah.

❖ Aset tetap
  Perbedaan pada aset tetap karena adanya Penjualan Tanah.

❖ Utang pajak
  Perbedaan pada utang pajak karena adanya PPN atas transaksi pada tahun 2024
  dan perbedaan pajak penghasilan atas peningkatan perolehan laba Perseroan mulai
  tahun 2024.

❖ Saldo laba
  Perbedaan pada saldo laba karena adanya peningkatan laba atas keuntungan
  penjualan aset pada tahun 2024 serta peningkatan laba karena berkurangnya biaya
  pajak atas kepemilikan tanah.


Laba Rugi:

❖ Penjualan
  Dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, tidak ada perbedaan pada penjualan
  Perseroan karena Rencana Transaksi tidak berpengaruh pada operasional
  Perseroan.

             Tabel 22 : Proyeksi Penjualan Dengan dan Tanpa Rencana Transaksi

      Dalam jutaan Rupiah                 2024         2025         2026          2027          2028
      DENGAN TRANSAKSI                  34.641.750   38.116.138   41.930.266    46.126.346    50.756.278
      TANPA TRANSAKSI                   34.641.750   38.116.138   41.930.266    46.126.346    50.756.278
       PERBEDAAN (Rp)                            -            -            -             -             -
       PERBEDAAN (%)                         0,00%        0,00%        0,00%         0,00%         0,00%




Ref. No.: 00786/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2024                                                     32
Page 50
❖ Beban Usaha
  Dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, beban usaha Perseroan mengalami
  sedikit penurunan mulai tahun 2025 yang merupakan beban pajak atas kepemilikan
  tanah.

      Dalam jutaan Rupiah                               2024           2025           2026          2027         2028
      DENGAN TRANSAKSI                                 4.179.469      4.807.199      5.271.395     5.782.092    6.345.734
      TANPA TRANSAKSI                                  4.179.469      4.807.211      5.271.407     5.782.104    6.345.746
       PERBEDAAN (Rp)                                          -            (12)           (12)          (12)         (12)
       PERBEDAAN (%)                                       0,00%          0,00%          0,00%         0,00%        0,00%



❖ Laba bersih
  Dengan Transaksi, laba bersih Perseroan akan mengalami peningkatan pada tahun
  2024 karena adanya keuntungan atas penjualan tanah dan mulai tahun 2025 laba
  Perseroan meningkat seiring dengan berkurangnya beban PBB Perseroan.

             Tabel 23 : Proyeksi Laba Bersih Dengan dan Tanpa Rencana Transaksi

       Dalam jutaan Rupiah                                 2024           2025          2026         2027         2028
      DENGAN TRANSAKSI                                    3.420.403      3.901.920     4.496.089    5.106.357    6.000.721
      TANPA TRANKSAKSI                                    3.418.437      3.901.910     4.496.080    5.106.347    6.000.711
        PERBEDAAN (Rp)                                        1.966              9             9            9            9
        PERBEDAAN (%)                                         0,06%          0,00%         0,00%        0,00%        0,00%



Arus Kas:

❖ Aktivitas Operasi
  Perbedaan pada arus kas aktivitas operasi terkait perubahan utang pajak karena
  adanya PPN Keluaran pada tahun 2024, serta penurunan biaya mulai tahun 2025
  yang juga mempengaruhi pembayaran pajak penghasilan Perseroan.

❖ Aktivitas Investasi
  Perbedaan pada penjualan aset tetap pada tahun 2024 sebesar Rp 23,2 miliar.

❖ Aktivitas Pendanaan
  Tidak ada perbedaan pada arus kas untuk aktivitas pendanaan.


         Analisis Inkremental atas Rencana Transaksi

Dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi akan memberikan kontribusi nilai tambah
terhadap Perseroan seperti yang dapat dilihat pada tabel berikut:

                  Tabel 24 : Kontribusi Nilai Tambah atas Rencana Transaksi

                                                        2024           2025           2026          2027         2028
Rasio Lancar Dengan Transaksi                               4,20           5,06           5,48          5,97         6,66
Rasio Lancar Tanpa Transaksi                                4,20           5,05           5,47          5,96         6,65
  Kontribusi Nilai Tambah atas Penjualan (%)               0,09%          0,12%          0,09%         0,09%        0,07%
Laba Bersih Dengan Transaksi (juta Rp)                 3.420.403      3.901.920      4.496.089     5.106.357    6.000.721
Laba Bersih Tanpa Transaksi (juta Rp)                  3.418.437      3.901.910      4.496.080     5.106.347    6.000.711
  Kontribusi Nilai Tambah atas Laba Bersih (juta Rp)       1.966              9              9             9            9

Dari tabel di atas dapat disimpulkan bahwa Nilai Tambah Rencana Transaksi adalah
sebagai berikut:
Ref. No.: 00786/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2024                                                                       33
Page 51
•    Dengan dilakukannya Rencana Transaksi, rasio lancar Perseroan meningkat
     berkisar 0,07% hingga 0,12% pada tahun 2024 - 2028.
•    Dengan Rencana Transaksi, laba bersih Perseroan meningkat tahun 2024 karena
     adanya keuntungan penjualan aset tetap dan mulai tahun 2025 meningkat sebesar
     Rp 9 juta per tahun karena penurunan beban pajak atas kepemilikan tanah.


       Analisis Kewajaran Nilai Transaksi

Terkait dengan Rencana Transaksi, MI telah menugaskan kepada KJPP Felix Sutandar
dan Rekan untuk melakukan penilaian atas aset yang menjadi objek Rencana Transaksi,
yang secara ringkas dapat digambarkan sebagai berikut:

    No Laporan             :   00765/2.0072-00/PI/04/0022/1/VI/2024
    Tanggal Laporan        :   26 Juni 2024
    Objek Penilaian        :   Tanah
    Tanggal Penilaian      :   31 Desember 2023
    Tujuan Penilaian       :   Transaksi Penjualan
    Dasar Penilaian        :   Nilai Pasar
    Pendekatan Penilaian   :   Pendekatan Pasar
    Kesimpulan Nilai       :   Rp 23.243.200.000

Berdasarkan hasil penilaian yang dilakukan oleh Penilai Properti KJPP Felix Sutandar dan
Rekan, Nilai Pasar atas Tanah adalah Rp 23.243.200.000 sedangkan harga Rencana
Transaksi secara keseluruhan adalah sebesar Rp 23.243.200.000 atau sama dengan
Nilai Pasarnya, yang berarti batas atas dan batas bawah pada kisaran nilai tidak melebihi
7,5% atau berada dalam kisaran nilai yang wajar.


       Analisis atas Faktor Lain yang Relevan

        Informasi Non Keuangan yang Relevan

Seluruh informasi yang relevan terkait Rencana Transaksi telah dijelaskan pada laporan
ini.


         Prosedur Pengambilan Keputusan dengan Memperhatikan Alternatif
         Lain

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari Manajemen Perseroan, proses
pengambilan keputusan untuk melakukan Penjualan Tanah telah dilakukan sesuai
dengan prosedur internal Perseroan yaitu dilakukan oleh Direksi dengan persetujuan
Komisaris Perseroan.

Penjualan ini dilakukan dengan pertimbangan bahwa pihak terafiliasi sebagai pihak
pembeli bersedia membeli tanah yang dijual dengan harga yang wajar sesuai dengan
hasil Penilaian dari Penilai Independen dan bersedia melakukan pembayaran dalam
waktu yang sesingkat-singkatnya.

Alternatif lain adalah menjual ke pihak lain namun alternatif ini tidak dipilih karena
dibutuhkan waktu yang lebih lama untuk mencari pembeli yang cocok.

Perseroan telah menunjuk Kantor Jasa Penilai Publik Felix Sutandar dan Rekan sebagai
Penilai Independen untuk menentukan Nilai Pasar dari Rencana Transaksi.

Ref. No.: 00786/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2024                                      34
Page 52
      Analisis Kewajaran Rencana Transaksi


a.   Analisis Rencana Transaksi

Rencana Transaksi adalah rencana Penjualan Tanah seluas 15.920 m2 di Desa Pasir
Muncang, Kecamatan Jayanti dan Desa Gembong, Kecamatan Balaraja, Tangerang,
Banten.

Rencana Transaksi merupakan transaksi afiliasi sebagaimana dimaksud dalam POJK No.
42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.
Namun sesuai dengan Surat Pernyataan Manajemen Perseroan, Rencana Transaksi
dimaksud bukan merupakan transaksi yang mengandung benturan kepentingan.

Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa manfaat dari
Rencana Transaksi adalah MI dapat memperoleh aset yang lebih likuid untuk digunakan
dalam operasional Perseroan serta penghematan beban pajak atas kepemilikan properti.

Sementara itu, Rencana Transaksi tidak menimbulkan risiko terhadap Perseroan karena
aset Rencana Transaksi merupakan aset non operasional.


b. Analisis Kualitatif

Saat ini, MI dan TES memiliki aset nonoperasional berupa tanah di daerah Desa Pasir
Muncang, Kecamatan Jayanti dan Desa Gembong, Kecamatan Balaraja, Tangerang,
Banten dengan luas keseluruhan 15.920 m 2 dan tidak ada rencana untuk digunakan
karena posisinya berada di blok yang berbeda dengan pabrik MI dan TES saat ini.

Dengan dilakukannya Rencana Transaksi memberikan keuntungan terhadap Perseroan
yaitu perolehan aset yang lebih likuid serta pengurangan biaya pajak atas kepemilikan
tanah. Tidak ada kerugian atas Rencana Transaksi karena aset yang dijual adalah aset
nonoperasional.


c. Analisis Kuantitatif

Dengan dilakukannya Rencana Transaksi, terdapat peningkatan terhadap Perseroan,
antara lain:
•    Dengan dilakukannya Rencana Transaksi, rasio lancar Perseroan meningkat
     berkisar 0,07% hingga 0,12% pada tahun 2024 - 2028.
•    Dengan Rencana Transaksi, laba bersih Perseroan meningkat tahun 2024 karena
     adanya keuntungan penjualan aset tetap dan mulai tahun 2025 meningkat sebesar
     Rp 9 juta per tahun karena penurunan beban pajak atas kepemilikan tanah.


d. Analisis Kewajaran Nilai Transaksi
Berdasarkan hasil penilaian yang dilakukan oleh Penilai Properti KJPP Felix Sutandar dan
Rekan, Nilai Pasar atas Tanah adalah Rp 23.243.200.000 sedangkan harga Rencana
Transaksi secara keseluruhan adalah sebesar Rp 23.243.200.000 atau sama dengan
Nilai Pasarnya, yang berarti batas atas dan batas bawah pada kisaran nilai tidak melebihi
7,5% atau berada dalam kisaran nilai yang wajar.




Ref. No.: 00786/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2024                                      35
Page 53
e. Analisis atas Faktor Lain yang Relevan

Seluruh informasi yang relevan terkait Rencana Transaksi telah dijelaskan pada laporan
ini.


     Kesimpulan

Berdasarkan analisis kewajaran Rencana Transaksi sebagaimana diuraikan dalam
laporan ini, kami berpendapat bahwa Rencana Transaksi Penjualan Tanah yang
dilakukan oleh PT Mayora Indah Tbk dan PT Torabika Eka Semesta adalah
wajar.




Ref. No.: 00786/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2024                                    36
Page 54
4. LAMPIRAN


Lampiran :     1.   Surat Pernyataan Tidak Ada Benturan Kepentingan




Ref. No.: 00786/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2024                        37
Page 55
                                                 Lampiran 1




Ref. No.: 00786/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2024         38

File

File Open PDF
Source IDX
Size2.05 MB
Published1 Jul 2024
Pages55
Characters148,025
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 48 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org MAYORA INDAH TBK p.1 ×53
linked org Pascal Corpindo Semesta. p.4 ×9
linked person Hendrik Polisar · Direktur p.4 ×9
linked org PT Unita Branindo p.24
linked — Mayora Dhana p.24
linked person Andre Sukendra p.24 ×4
linked person Ricky Afrianto p.24 ×2
linked org PT Kino Indonesia p.35
linked org Indofood CBP Sukses Makmur Tbk p.35 ×2
linked org Tiga Pilar Sejahtera p.35
linked org PT Siantar Top p.35
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.5 ×4
possible org Negara Republik Indonesia p.24
possible org Pemerintah Republik Indonesia p.25 ×4
unresolved org KJPP Felix Sutandar dan Rekan p.2 ×3
unresolved org KJPP Felix Sutandar p.2 ×7
unresolved org KJPP FSR p.2
unresolved org PT Torabika Eka Semesta p.3 ×8
unresolved — Luas Total (m2) · Pihak Penjual p.4 ×2
unresolved org Bank Indonesia p.4 ×2
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Felix Sutandar dan Rekan p.9 ×3
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Felix Sutandar p.9 ×3
unresolved org Rekan · Penilai p.9 ×3
unresolved org Penilai Properti KJPP Felix Sutandar dan Rekan p.10 ×3
unresolved — Ref. No.: 00786/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2024 p.18
unresolved org Pascal Corpindo Semesta. KJPP Felix Sutandar dan Rekan p.19
unresolved org Kantor Akuntan Publik Mirawati Sensi Idris p.21 ×6
unresolved person Poppy Savitri Parmanto p.24
unresolved person Ridwan Suselo p.24
unresolved org Menteri Kehakiman Republik Indonesia p.24 ×2
unresolved person Periasman Effendi p.24
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.24 ×3
unresolved org PT Mayora Dhana Utama p.24
unresolved person Hobropoerwanto · Notaris p.25
unresolved person Mirjam Budisrijanti · Notaris p.25
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Ref. p.25
unresolved person Dian Andiani p.27 ×2
unresolved org PT Inbisco Niagatama Semesta p.27
unresolved org PT Danapati Inti Utama p.27
unresolved org PT Mayora p.29
unresolved org PT Prima p.29
unresolved org PT Unita p.29
unresolved org PT Danapati Inti Dhana Utama p.29
unresolved org PT Inbisco Niagatama MYOR Semesta p.29
unresolved person Jogi Hendra Atmadja p.29 ×9
unresolved org Kementerian Perindustrian p.33
unresolved org PT Tiga Pilar Sejahtera Food p.35
unresolved org PT Artha Boga Cemerlang Prospek Usaha Sejumlah p.35

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.364 10762 ms 12 Sep 2026 23:01
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [{'area_sqm': None,
             'category': 'OTHER',
             'description': 'dibagi total aset Perusahaan Terbuka'}],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'CONFLICT',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': 'dibagi total aset Perusahaan Terbuka',
 'object_truncated': False,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': '2023-12-31',
 'value': None}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result