Skip to content
Back to announcement

20240701_MYOR_Informasi Transaksi Afiliasi_31677879_lamp4.pdf

Asset transaction Needs review MYOR

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 56

Page 1
                 LAPORAN
  00787/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2024


     PENDAPAT KEWAJARAN
    ATAS RENCANA TRANSAKSI
       PEMBELIAN TANAH

                   OLEH
            PT MAYORA INDAH TBK




                        Oleh


KJPP FELIX SUTANDAR DAN REKAN
       Certified Business and Assets Appraisers
Page 2
Ref. No.: 00787/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2024                 Jakarta, 28 Juni 2024

Kepada Yth.
Direksi
PT MAYORA INDAH TBK.
Gedung Mayora
Jl. Daan Mogot Km. 18
Jakarta Barat


Perihal   : Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Pembelian Tanah

Dengan Hormat,

Menunjuk Proposal Penugasan No. 0241/FSR/Spn/FS/2904/2024 tanggal 29 April 2024
yang telah disetujui oleh PT Mayora Indah Tbk (“MI” atau “Perseroan”) pada tanggal
2 Mei 2024 perihal Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Pembelian Tanah,
(untuk selanjutnya disebut “Rencana Transaksi”), maka bersama ini kami sampaikan
laporan mengenai Pendapat Kewajaran tersebut (“Laporan”).


Status Penilai

Pendapat Kewajaran ini dilakukan oleh Penilai Independen yang merupakan Penilai
Publik dan salah satu rekan pada KJPP Felix Sutandar dan Rekan (“KJPP FSR” atau
“Penilai”) dengan kualifikasi sebagai berikut:
Kualifikasi    : Properti dan Bisnis
Ijin Penilai   : PB-1.08.00022
STTD           : STTD.PPB-31/PJ-1/PM.2/2023
MAPPI          : 81-S-00017
No. Register   : RMK-2017.00022

Dalam mempersiapkan Laporan Pendapat Kewajaran ini, Penilai menjunjung tinggi
integritas, bertindak secara objektif dan tidak memihak serta tidak mempunyai potensi
benturan kepentingan dengan pihak-pihak yang terlibat dengan Rencana Transaksi.
Penilai memiliki kompetensi dalam mempersiapkan Laporan Pendapat Kewajaran ini dan
menjaga kerahasiaan informasi yang diperoleh.


Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan

Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan dalam hal ini adalah:

Nama               : PT Mayora Indah Tbk
Bidang usaha       : Industri Makanan, Kembang Gula dan Biskuit
Alamat             : Gedung Mayora
                     Jl. Daan Mogot KM 18
                     Kalideres, Jakarta
Email              : corporatesecretary@mayora.co.id
Website            : www.mayoraindah.co.id
Telepon            : 021 - 8063 7700
Page 3
Proses Penugasan

Proses penugasan meliputi:
1. Identifikasi masalah,
2. Pengumpulan data dan wawancara sehubungan dengan Rencana Transaksi,
3. Analisis data dan informasi yang diperoleh,
4. Analisis kewajaran Rencana Transaksi,
5. Penulisan laporan.


Ruang Lingkup

Maksud dan Tujuan

Laporan ini dimaksudkan untuk memberikan Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion)
atas Rencana Transaksi. Sedangkan tujuan Pendapat Kewajaran sesuai dengan
penugasan yang diterima adalah untuk dipergunakan sebagai salah satu bahan dalam
rangka keterbukaan informasi sebagaimana diatur dengan POJK No. 42/POJK.04/2020
tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.


Asumsi dan Kondisi Pembatas

Tanpa mengurangi tanggung jawab kami sebagai Penilai, Pendapat Kewajaran ini
dibatasi oleh asumsi dan kondisi pembatas sebagai berikut:
   1. Pendapat Kewajaran ini bersifat non-disclaimer opinion.
   2. Penilai Bisnis telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang
      digunakan dalam proses penilaian.
   3. Data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya
      keakuratannya.
   4. Proyeksi keuangan yang digunakan telah disesuaikan dan mencerminkan
      kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan
      pencapaiannya.
   5. Penilai Bisnis bertanggung jawab atas pelaksanaan Penilaian dan kewajaran
      proyeksi keuangan.
   6. Laporan Pendapat Kewajaran ini terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi
      yang bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan.
   7. Penilai Bisnis bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran dan
      Kesimpulan Akhir.
   8. Penilai Bisnis telah memperoleh informasi atas status hukum Objek Pendapat
      Kewajaran dari Pemberi Tugas.


Alasan dan Latar Belakang Rencana Transaksi

PT Mayora Indah Tbk (“MI”) adalah sebuah perusahaan yang melakukan kegiatan usaha
di bidang industri makanan olahan, seperti biscuit, kembang gula, wafer dan coklat.
Selama ini, MI menyewa gudang untuk membantu menampung penyimpanan bahan
baku. Saat ini, kapasitas gudang yang disewa oleh MI sudah hampir maksimal. MI
berencana untuk membangun gudang bahan baku sendiri untuk mengurangi biaya sewa
dan meningkatkan kapasitas penyimpanan bahan baku sehingga dapat mendukung
pertumbuhan MI untuk jangka panjang.
Ref. No.: 00787/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2024                                   ii
Page 4
Dalam rangka pembangunan gudang tersebut, MI berencana untuk membeli tanah yang
berlokasi di Desa Pasir Muncang, Kecamatan Jayanti, Tangerang, Banten dengan total
luas keseluruhan 66.448 m2 yang dimiliki oleh pihak afiliasi yaitu PT Tejopratama
Mandirigemilang dan PT Lubuk Permata.


Objek Pendapat Kewajaran

Obyek Pendapat Kewajaran adalah Rencana Transaksi Pembelian Tanah di Desa Pasir
Muncang, Kecamatan Jayanti, Tangerang, Banten (“Tanah”) seluas 66.448 m2 dengan
rincian sebagai berikut:

 Pihak Penjual                                                      Luas Total (m2)
 PT Tejopratama Mandirigemilang                                             57.990
 PT Lubuk Permata                                                            8.458
   Luas Tanah                                                              66.448


Tanggal Pendapat Kewajaran

Tanggal (cut-off date) dari Pendapat Kewajaran ini adalah 31 Desember 2023
(“Tanggal Pendapat Kewajaran”). Tanggal Pendapat Kewajaran dipilih atas dasar
pertimbangan kepentingan dan ketersediaan data dalam rangka analisa kewajaran
Rencana Transaksi dimaksud.


Mata Uang yang Digunakan

Jenis mata uang yang digunakan dalam laporan Penilaian ini adalah Rupiah.


Tingkat Kedalaman Investigasi

Pemberian Pendapat Kewajaran dilakukan dengan investigasi yang meliputi inspeksi
serta pengumpulan data dan informasi dari pihak Manajemen Perseroan yang bertujuan
untuk memperoleh dokumen kelengkapan analisis yang dibutuhkan dan selanjutnya
diverifikasi dengan wawancara melalui telepon, dan/atau e-mail dengan Bapak Hendrik
Polisar selaku Direktur MI beserta tim untuk memperoleh informasi yang lebih dalam
terkait data, dokumen dan informasi yang dibutuhkan.

Penilai tidak melakukan kegiatan atau analisis sebagai berikut:
a. Analisis dampak pajak untuk para pihak terkait Rencana Transaksi;
b. Transaksi lain selain yang disebutkan dalam objek analisis kewajaran.


Sifat dan Sumber Informasi yang Dapat Diandalkan

Informasi yang diperoleh berupa:
- Data dan dokumen dari Manajemen Perseroan.
- Data dan keterangan yang diperoleh secara lisan maupun tulisan melalui komunikasi
    dengan manajemen.
- Berbagai data dan publikasi yang tersedia secara umum baik berdasarkan media
    cetak maupun elektronik, seperti website Damodaran, Kontan, Bank Indonesia,
    website Pemerintah maupun Asosiasi yang relevan dengan penugasan penilaian.



Ref. No.: 00787/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2024                                  iii
Page 5
Informasi, perkiraan dan pendapat yang kami peroleh dari berbagai sumber, kami
anggap merupakan informasi yang dapat dipercaya kebenarannya dan tidak
mengandung unsur-unsur yang dengan sengaja disembunyikan.


Persetujuan Publikasi

Laporan ini terbuka untuk publik, namun demikian publikasi atas sebagian atau
keseluruhan dari laporan harus mendapatkan persetujuan dari manajemen Perseroan
mengingat kemungkinan adanya informasi yang bersifat rahasia dan dapat
mempengaruhi kompetisi dan operasional Perseroan. Kami tidak bertanggung jawab
atas kerugian yang ditimbulkan atas publikasi tersebut.


Pedoman dan Standar Penilaian

Dasar pedoman pelaksanaan dan standar penilaian yang Penilai gunakan adalah:
1. Standar Penilaian Indonesia yang meliputi Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar
   Penilaian Indonesia Edisi VII Tahun 2018 (KEPI & SPI Edisi VII-2018) dan Edisi Revisi
   SPI 300, SPI 310, SPI 320, SPI 330 Tahun 2020 yang dikeluarkan oleh Masyarakat
   Profesi Penilai Indonesia (MAPPI);
2. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 35/POJK.04/2020 Tentang
   Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal;
3. Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (SEOJK) Nomor 17/SEOJK.04/2020 Tentang
   Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal.


Pendekatan dan Prosedur Penilaian

Dalam menganalisis kewajaran Rencana Transaksi, kami melakukan prosedur analisa
sebagai berikut:
1.   Analisis transaksi;
2.   Analisis kualitatif dan kuantitatif atas Rencana Transaksi;
3.   Analisis atas kewajaran nilai transaksi; dan
4.   Analisis atas faktor lain yang relevan.


Analisis Transaksi

Rencana Transaksi merupakan transaksi afiliasi sebagaimana dimaksud dalam
Peraturan POJK No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan
Kepentingan. Namun sesuai dengan Surat Pernyataan Manajemen Perseroan, Rencana
Transaksi dimaksud bukan merupakan transaksi yang mengandung benturan
kepentingan.


Identifikasi dan Hubungan antara Para Pihak yang Bertransaksi

Para pihak yang terlibat Rencana Transaksi adalah:
1. PT Mayora Indah Tbk (“MI”) adalah perusahaan publik yang berkedudukan di
   Tangerang, dengan alamat di Jl. Telesonik KM 7,8, Pasir Jaya, Jatiuwung, Tangerang,
   yang dalam Rencana Transaksi ini bertindak sebagai Pihak Pembeli.




Ref. No.: 00787/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2024                                      iv
Page 6
2. PT Tejopratama Mandirigemilang (“TMG”), adalah perusahaan yang berkedudukan
   di Gedung Mayora, Jl. Daan Mogot KM 18, Kalideres, Jakarta, yang dalam Rencana
   Transaksi ini bertindak sebagai Pihak Penjual.

3. PT Lubuk Permata (“LP”) adalah perusahaan yang berkedudukan di Gedung Mayora,
   Jl. Daan Mogot KM 18, Kalideres, Jakarta, yang dalam Rencana Transaksi ini
   bertindak sebagai Pihak Penjual.


Perjanjian yang Disepakati Dalam Transaksi

A. MI - TMG

Sesuai dengan Kesepakatan Awal Jual Beli Tanah tanggal 27 Juni 2024 antara MI
(“Pembeli”) dengan TMG (“Penjual”), pokok-pokok perjanjian adalah sebagai berikut:

Bahwa TMG adalah perusahaan yang memiliki lahan di Desa Pasir Muncang di
Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, Propinsi Banten seluas 57.990 m2 (lima
puluh tujuh ribu sembilan ratus sembilan puluh meter persegi), berikut dengan
pemberkasan kelengkapan dokumen tanah, dan pengurusan ijin dan segala hal yang
berhubungan dengan tanah tersebut sehingga sedemikian rupa, tanah-tanah tersebut
siap di lakukan pengalihan haknya.


Harga

Para Pihak menyetujui harga jual beli Tanah tersebut ditentukan sekarang ini, sehingga
untuk nantinya tidak mengalami perubahan lagi belum termasuk PPN, keseluruhan
sebesar Rp 78.253.280.000 (tujuh puluh delapan miliar dua ratus lima puluh tiga juta
dua ratus delapan puluh ribu Rupiah) dengan rincian sebagai berikut:

-     Untuk status kepemilikan SHGB di sepakati senilai Rp 1.460.000,- (satu juta empat
      ratus enam puluh ribu Rupiah) / per meter persegi sehingga total keseluruhan
      sebesar Rp 42.112.240.000 (empat puluh dua miliar seratus dua belas juta dua ratus
      empat puluh ribu Rupiah).
-     Untuk status kepemilikan Girik/Letter C Desa (SPH) di sepakati senilai
      Rp.1.240.000,- (satu juta dua ratus empat puluh ribu Rupiah) / per meter persegi
      sehingga total keseluruhan sebesar Rp 22.038.520.000 (dua puluh dua miliar tiga
      puluh delapan juta lima ratus dua puluh ribu Rupiah).
-     Untuk status kepemilikan SHM (PPJB) di sepakati senilai Rp 1.240.000,- (satu juta
      dua ratus empat puluh ribu Rupiah) / per meter persegi sehingga total keseluruhan
      sebesar Rp 9.576.520.000 (sembilan miliar lima ratus tujuh puluh enam juta lima
      ratus dua puluh ribu Rupiah).
-     Untuk status kepemilikan Girik/Leter C Desa (PPJB) di sepakati senilai
      Rp.1.240.000,- (satu juta dua ratus empat puluh ribu Rupiah) / per meter persegi
      sehingga total keseluruhan sebesar Rp 4.526.000.000 (empat miliar lima ratus dua
      puluh enam juta Rupiah).


Cara Pembayaran

Pembayaran atas pelaksanaan Perjanjian akan dibayar oleh MI kepada TMG           secara
bertahap yaitu:
    1. Pembayaran Pertama sebesar 20% dari nilai jual beli akan dibayarkan paling lambat
       7 (tujuh) hari setelah penandatanganan Kesepakatan ini

Ref. No.: 00787/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2024                                       v
Page 7
2. Pembayaran Kedua sebesar 20% dari nilai jual beli akan dibayarkan setelah proses
   pemberkasan dokumen telah selesai dan diterima oleh MI
3. Pembayaran Ketiga sebesar 20% dari nilai jual beli akan dibayarkan setelah
   ILOK/PKKPR atas nama MI telah selesai.
4. Pelunasan sebesar 40% dibayarkan setelah dilakukan penandatanganan Akta Jual
   Beli atau Kesepakatan Pengikatan Jual Beli dihadapan PPAT.


Penyerahan

TMG berjanji serta mengikatkan diri kepada MI sebagai berikut:
1.   TMG akan menyerahkan berkas - berkas Tanah tersebut dalam keadaan lengkap
     sehingga dapat di proses pengalihan hak nya ke atas nama MI di hadapan PPAT.
2.   TMG akan menyerahkan Fisik Tanah tersebut di atas dalam keadaan kosong kepada
     MI.


Biaya, Pajak, Iuran, dan Pungutan

1.   Semua beban-beban dan pajak-pajak yang terhutang atas Tanah dan turutannya
     tersebut, termasuk (namun tidak terbatas) Pajak Bumi dan Bangunan (PBB),
     pungutan-pungutan dan segala macam Iuran, rekening-rekening listrik dan air yang
     terhutang sampai tanggal berakhirnya Kesepakatan ini dan diserahkannya Tanah
     tersebut kepada MI tetap menjadi tanggungan dan harus dibayar oleh TMG, dan
     pada saat yang bersamaan MI diberikan pelunasan dan pembebasan terhadap
     segala tanggung jawab (acquit et de charge) oleh TMG sehubungan dengan
     kewajiban tersebut, sedang yang terhutang sesudahnya menjadi tanggungan dan
     harus dibayar oleh MI.
2.   Segala ongkos-ongkos, termasuk Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan
     (BPHTB), Akta Jual Beli dihadapan PPAT, dan biaya balik nama sertifikat ke atas
     nama Pembeli sepenuhnya menjadi tanggungan dan harus dibayar oleh MI.


B. MI - LP

Sesuai dengan Kesepakatan Awal Jual Beli Tanah tanggal 27 Juni 2024 antara MI
(“Pembeli”) dengan LP (“Penjual”), pokok-pokok perjanjian adalah sebagai berikut:

Bahwa LP adalah perusahaan yang telah memiliki lahan di Desa Pasir Muncang di
Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, Propinsi Banten seluas 8.458 m2 (delapan
ribu empat ratus lima puluh delapan meter persegi), berikut dengan pemberkasan
kelengkapan dokumen tanah, dan pengurusan ijin dan segala hal yang berhubungan
dengan tanah tersebut sehingga sedemikian rupa, tanah-tanah tersebut siap di lakukan
pengalihan haknya.


Harga

Para Pihak menyetujui harga jual beli Tanah tersebut ditentukan sekarang ini, sehingga
untuk nantinya tidak mengalami perubahan lagi belum termasuk PPN, keseluruhan
sebesar Rp. 10.487.920.000 (sepuluh miliar empat ratus delapan puluh tujuh juta
sembilan ratus dua puluh ribu rupiah).




Ref. No.: 00787/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2024                                    vi
Page 8
Cara Pembayaran

Pembayaran atas pelaksanaan Perjanjian akan dibayar oleh MI kepada LP         secara
bertahap yaitu:
1. Pembayaran Pertama sebesar 20% dari nilai jual beli akan dibayarkan paling lambat
   7 (tujuh) hari setelah penandatanganan Kesepakatan ini
2. Pembayaran Kedua sebesar 20% dari nilai jual beli akan dibayarkan setelah proses
   pemberkasan dokumen telah selesai dan diterima oleh MI
3. Pembayaran Ketiga sebesar 20% dari nilai jual beli akan dibayarkan setelah
   ILOK/PKKPR atas nama MI telah selesai.
4. Pelunasan sebesar 40% dibayarkan setelah dilakukan penandatanganan Akta Jual
   Beli atau Kesepakatan Pengikatan Jual Beli dihadapan PPAT.


Penyerahan

LP berjanji serta mengikatkan diri kepada MI sebagai berikut:
1.   LP akan menyerahkan berkas-berkas Tanah tersebut dalam keadaan lengkap
     sehingga dapat diproses pengalihan hak nya ke atas nama MI di hadapan PPAT.
2.   LP akan menyerahkan Fisik Tanah tersebut di atas dalam keadaan kosong kepada
     MI.


Biaya, Pajak, Iuran, dan Pungutan

1.   Semua beban-beban dan pajak-pajak yang terhutang atas Tanah dan turutannya
     tersebut, termasuk (namun tidak terbatas) Pajak Bumi dan Bangunan (PBB),
     pungutan-pungutan dan segala macam Iuran, rekening-rekening listrik dan air yang
     terhutang sampai tanggal berakhirnya Perjanjian ini dan diserahkannya Tanah
     tersebut kepada MI tetap menjadi tanggungan dan harus dibayar oleh LP, dan pada
     saat yang bersamaan MI diberikan pelunasan dan pembebasan terhadap segala
     tanggung jawab (acquit et de charge) oleh LP sehubungan dengan kewajiban
     tersebut, sedang yang terhutang sesudahnya menjadi tanggungan dan harus
     dibayar oleh MI.
2.   Segala ongkos-ongkos, termasuk Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan
     (BPHTB), Akta Jual Beli dihadapan PPAT, dan biaya balik nama sertifikat ke atas
     nama Pembeli sepenuhnya menjadi tanggungan dan harus dibayar oleh MI.


Analisis Manfaat dan Risiko dari Rencana Transaksi yang Akan Dilakukan

Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa manfaat dari
Rencana Transaksi adalah:
1. MI dapat membangun gudang milik sendiri guna mengurangi biaya sewa dan
   meningkatkan kapasitas penyimpanan bahan baku sehingga dapat mendukung
   pertumbuhan MI untuk jangka panjang.
2. Efisiensi karena lokasi tanah yang dipilih berdekatan dengan pabrik MI.
3. Kepemilikan aset properti berupa Tanah merupakan suatu investasi yang baik bagi
   Perusahaan karena nilainya cenderung meningkat.

Sementara itu, juga terdapat risiko akibat dari Rencana Transaksi, yaitu timbulnya
beban Perseroan atas kepemilikan aset, seperti biaya pengalihan hak, biaya asuransi
dan pajak properti.
Ref. No.: 00787/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2024                                   vii
Page 9
Analisis Kualitatif atas Rencana Transaksi

PT Mayora Indah Tbk (“MI”) didirikan pada tahun 1977 dengan pabrik pertama berlokasi
di Tangerang dengan target market wilayah Jakarta dan sekitarnya. Setelah mampu
memenuhi pasar Indonesia, Perseroan melakukan Penawaran Umum Perdana dan
menjadi perusahaan publik pada tahun 1990 dengan target market konsumen Asean.
Kemudian melebarkan pangsa pasarnya ke negara-negara di Asia. Saat ini produk
Perseroan telah tersebar di 5 benua di dunia.

Selama ini, MI menyewa gudang untuk membantu menampung penyimpanan bahan
baku. Saat ini, kapasitas gudang yang disewa oleh MI sudah hampir maksimal. MI
berencana untuk membangun gudang bahan baku sendiri untuk mengurangi biaya sewa
dan meningkatkan kapasitas penyimpanan bahan baku sehingga dapat mendukung
pertumbuhan MI untuk jangka panjang.

Dengan dilakukannya Rencana Transaksi memberikan keuntungan terhadap Perseroan,
di mana setelah Tanah sudah menjadi milik Perseroan, maka Perseroan dapat
membangun gudang untuk penyimpanan bahan baku produksi yang lokasinya
bersebelahan dengan pabrik MI.


Analisis Operasional dan Prospek Usaha

MI dan entitas anak memproduksi dan secara umum mengklasifikasikan produk yang
dihasilkan kedalam 2 (dua) kategori yaitu makanan dan minuman olahan, yang meliputi
6 (enam) kategori yang masing masing menghasilkan produk berbeda namun
terintegrasi.


       Kategori                               Merek Dagang
 Biskuit              Roma, Royal Choice, Better, Slai O Lai, Sari Gandum, Coffeejoy
 Kembang Gula         Kopiko, KIS, Tamarin
 Wafer                Bengbeng, Astor, Roma
 Coklat               Choki-choki, Drink Bengbeng
 Kopi                 Torabika, Kopiko, Toracafe
 Makanan Kesehatan    Energen, Prima


Prospek Usaha Makanan Minuman di Indonesia

Sejumlah indikator perekonomian nasional disepanjang tahun 2023 semakin mengarah
pada perbaikan. Pemulihan ekonomi paska pandemi semakin terlihat, demikian pula
dengan kekhawatiran yang timbul akibat konflik politik antar negara yang berdampak
pada harga barang dan besarnya biaya hidup dapat diatasi dengan baik.

Melihat peran sektor industri makanan dan minuman yang memiliki kontribusi yang
konsisten dan signifikan terhadap ekonomi nasional serta komitmen dari pemerintah
untuk terus mendorong pertumbuhan industri di dalam negeri, industri makanan dan
minuman akan terus memiliki peluang yang sangat besar untuk bertumbuh
kedepannya.




Ref. No.: 00787/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2024                                 viii
Page 10
Analisis Kuantitatif / Inkremental atas Rencana Transaksi

Dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi akan memberikan kontribusi nilai tambah
terhadap Perseroan karena setelah dilakukannya Rencana Transaksi, Perseroan dapat
membangun gudang yang diproyeksikan akan dapat digunakan mulai tahun 2025
seperti yang dapat dilihat pada tabel berikut:

     Dalam jutaan Rupiah                           2024          2025         2026         2027         2028
    Beban Pokok Dengan Transaksi                 25.822.932    28.079.416   30.761.454   33.767.426   36.828.466
    Beban Pokok Tanpa Transaksi                  25.818.550    28.084.708   30.767.304   33.773.729   36.835.230
      Kontribusi Nilai Tambah atas Beban Pokok       (4.382)        5.292        5.850        6.303        6.764
    Laba Bersih Dengan Transaksi                  3.418.437     3.901.910    4.496.080    5.106.347    6.000.711
    Laba Bersih Tanpa Transaksi                   3.422.831     3.897.782    4.491.400    5.101.304    5.995.300
      Kontribusi Nilai Tambah atas Laba Bersih       (4.394)        4.128        4.680        5.043        5.412

Dari tabel di atas dapat disimpulkan bahwa Nilai Tambah Rencana Transaksi adalah
sebagai berikut:
•       Dengan dilakukannya Rencana Transaksi, Perseroan dapat membangun gudang
        baru yang diproyeksikan akan selesai pada akhir tahun 2024 dan dapat beroperasi
        mulai tahun 2025 sehingga dapat terjadi penurunan beban pokok mulai tahun 2025
        sebesar Rp 5,3 miliar hingga mencapai Rp 6,8 miliar pada tahun 2028.
•       Dengan Rencana Transaksi, laba bersih Perseroan akan meningkat mulai tahun
        2025 sebesar Rp 4,1 miliar dan mencapai Rp 5,4 miliar pada tahun 2028, meskipun
        terdapat penurunan pada tahun 2024 yang disebabkan adanya beban pajak atas
        pembelian tanah.


Prosedur Pengambilan Keputusan dengan Memperhatikan Alternatif Lain

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari Manajemen Perseroan, proses
pengambilan keputusan untuk melakukan pembelian Tanah telah dilakukan sesuai
dengan prosedur internal Perseroan yaitu dilakukan oleh Direksi dengan persetujuan
Komisaris Perseroan.

Alternatif lain yang dapat dilakukan Perseroan adalah membeli tanah dari pihak lain.
Namun Perseroan memutuskan untuk membeli aset Rencana Transaksi dengan
pertimbangan sebagai berikut:
-      Luas tanah yang ingin dibeli sudah sesuai dengan kebutuhan Perseroan.
-      Lokasi Tanah bersebelahan dengan pabrik MI yang sudah ada.

Perseroan telah menunjuk Kantor Jasa Penilai Publik Felix Sutandar dan Rekan sebagai
Penilai Independen untuk menentukan Nilai Pasar dari Rencana Transaksi.


Analisis Kewajaran Rencana Transaksi


a. Analisis Rencana Transaksi

Rencana Transaksi adalah rencana pembelian Tanah seluas 66.448 m2 di Desa Pasir
Muncang, Kecamatan Jayanti, Tangerang, Banten (“Tanah”).

Rencana Transaksi merupakan transaksi afiliasi sebagaimana dimaksud dalam POJK No.
42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.
Namun sesuai dengan Surat Pernyataan Manajemen Perseroan, Rencana Transaksi
dimaksud bukan merupakan transaksi yang mengandung benturan kepentingan.
Ref. No.: 00787/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2024                                                               ix
Page 11
Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa manfaat dari
Rencana Transaksi adalah (i) MI dapat membangun gudang sendiri guna mengurangi
biaya sewa dan meningkatkan kapasitas penyimpanan bahan baku sehingga dapat
mendukung pertumbuhan MI untuk jangka panjang, (ii) efisiensi karena lokasi tanah
yang dipilih berdekatan dengan pabrik MI, dan (iii) kepemilikan aset properti berupa
Tanah merupakan suatu investasi yang baik bagi Perusahaan karena nilainya cenderung
meningkat.

Sementara itu, juga terdapat risiko akibat dari Rencana Transaksi, yaitu timbulnya
beban Perseroan atas kepemilikan aset, seperti biaya pengalihan hak, biaya asuransi
dan pajak properti.



b. Analisis Kualitatif
Selama ini, MI menyewa gudang untuk membantu menampung penyimpanan bahan
baku. Saat ini, kapasitas gudang yang disewa oleh MI sudah hampir maksimal. MI
berencana untuk membangun gudang bahan baku sendiri untuk mengurangi biaya sewa
dan meningkatkan kapasitas penyimpanan bahan baku sehingga dapat mendukung
pertumbuhan MI untuk jangka panjang.

Dengan dilakukannya Rencana Transaksi memberikan keuntungan terhadap Perseroan,
di mana setelah Tanah sudah menjadi milik Perseroan, maka Perseroan dapat
membangun gudang untuk penyimpanan bahan baku produksi yang lokasinya
bersebelahan dengan pabrik MI.

Kerugian Perseroan atas Rencana Transaksi adalah Perseroan perlu mengeluarkan biaya
atas kepemilikan aset, seperti biaya asuransi dan pajak properti.


c. Analisis Kuantitatif
Dengan dilakukannya Rencana Transaksi, terdapat peningkatan terhadap Perseroan,
antara lain:
•   Setelah dilakukannya Rencana Transaksi, Perseroan dapat membangun gudang
    baru yang diproyeksikan akan selesai pada akhir tahun 2024 dan dapat beroperasi
    mulai tahun 2025 sehingga dapat terjadi penurunan beban pokok mulai tahun 2025
    sebesar Rp 5,3 miliar hingga mencapai Rp 6,8 miliar pada tahun 2028.
•   Atas Rencana Transaksi, laba bersih Perseroan akan meningkat mulai tahun 2025
    sebesar Rp 4,1 miliar dan mencapai Rp 5,4 miliar pada tahun 2028, meskipun
    terdapat penurunan pada tahun 2024 yang disebabkan adanya beban pajak atas
    pembelian tanah.


d. Analisis Kewajaran Nilai Transaksi
Berdasarkan hasil penilaian yang dilakukan oleh Penilai Properti KJPP Felix Sutandar dan
Rekan, Nilai Pasar Aset Rencana Transaksi adalah sebesar 88.741.200.000 sedangkan
harga Rencana Transaksi secara keseluruhan adalah sebesar Rp 88.741.200.000 atau
sama dengan Nilai Pasarnya, yang berarti batas atas dan batas bawah pada kisaran nilai
tidak melebihi 7,5% atau berada dalam kisaran nilai yang wajar.


e. Analisis atas Faktor Lain yang Relevan
Tanah yang akan dibeli terletak di sebelah pabrik MI yang sudah ada dan saling
terhubung sehingga memudahkan Perseroan untuk berintegrasi.
Ref. No.: 00787/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2024                                       x
Page 12
Ref. No.: 00787/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2024   xi
Page 13
 DAFTAR ISI


SURAT PENGANTAR ............................................................................................ i
DAFTAR ISI..................................................................................................... xii
DAFTAR TABEL ............................................................................................... xiv
DAFTAR GAMBAR ............................................................................................. xv
PERNYATAAN PROFESIONAL PENILAI ................................................................. xvi
1. PENDAHULUAN .............................................................................................. 1
       Identifikasi Status Penilai .......................................................................... 1
       Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan .......................................... 1
       Maksud dan Tujuan .................................................................................. 1
       Asumsi dan Kondisi Pembatas ................................................................... 1
       Alasan dan Latar Belakang Rencana Transaksi ............................................. 2
       Objek Pendapat Kewajaran ....................................................................... 2
       Tanggal Pendapat Kewajaran .................................................................... 2
       Mata Uang yang Digunakan....................................................................... 3
       Tingkat Kedalaman Investigasi .................................................................. 3
        Sifat dan Sumber Informasi yang Dapat Diandalkan ................................... 3
        Persetujuan Publikasi ............................................................................. 3
        Pedoman dan Standar Penilaian ............................................................... 3
        Keterangan Rencana Transaksi dan Benturan Kepentingan ......................... 4
        Dampak Keuangan ................................................................................. 4
        Sumber Data ......................................................................................... 4
        Pendekatan dan Prosedur Penilaian .......................................................... 5
2. PIHAK-PIHAK YANG TERKAIT DENGAN TRANSAKSI ............................................ 7
       PT Mayora Indah Tbk (“MI”) ...................................................................... 7
          Pendirian dan Informasi Umum.............................................................. 7
          Pemegang Saham ................................................................................ 7
          Susunan Manajemen ............................................................................ 8
          Kegiatan Usaha ................................................................................... 8
          Perijinan ............................................................................................. 8
       PT Tejopratama Mandirigemilang (“TMG”) ................................................... 8
          Pendirian ............................................................................................ 8
          Pemegang Saham ................................................................................ 9
          Susunan Manajemen ............................................................................ 9
          Gambaran Usaha ................................................................................. 9
          Perijinan ............................................................................................. 9
       PT Lubuk Permata (“LP”) ........................................................................ 10
          Pendirian .......................................................................................... 10
          Pemegang Saham .............................................................................. 10
          Susunan Manajemen .......................................................................... 10
          Gambaran Usaha ............................................................................... 10
          Perijinan ........................................................................................... 10
3. ANALISIS DAN PENDAPAT KEWAJARAN ........................................................... 11
       Analisis Transaksi .................................................................................. 11
          Transaksi Afiliasi ................................................................................ 11
          Transaksi Material .............................................................................. 12
          Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati Dalam Rencana Transaksi ..... 12
          Analisis Manfaat dan Risiko dari Rencana Transaksi yang Akan Dilakukan . 15
       Analisis Kualitatif atas Rencana Transaksi ................................................. 15
          Riwayat Perusahaan dan Sifat Kegiatan Usaha ....................................... 15
          Analisis Industri dan Lingkungan.......................................................... 16
          Analisis Operasional dan Prospek Usaha ............................................... 17
Ref. No.: 00787/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2024                                                                xii
Page 14
         Alasan dan Latar Belakang Dilakukannya Rencana Transaksi ................... 19
         Keuntungan dan Kerugian Kualitatif atas Rencana Transaksi ................... 19
      Analisis Kuantitatif atas Rencana Transaksi ............................................... 19
         Penilaian Kinerja Historis .................................................................... 19
         Rasio-rasio Keuangan ......................................................................... 24
         Analisis Keuangan Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi .................... 25
         Proyeksi Keuangan Dengan dan Tanpa Rencana Transaksi ...................... 27
         Analisis Inkremental atas Rencana Transaksi ......................................... 33
      Analisis Kewajaran Nilai Transaksi ............................................................ 33
      Analisis atas Faktor Lain yang Relevan ..................................................... 34
         Informasi Non Keuangan yang Relevan................................................. 34
         Prosedur Pengambilan Keputusan dengan Memperhatikan Alternatif Lain .. 34
      Analisis Kewajaran Rencana Transaksi ...................................................... 34
      Kesimpulan ........................................................................................... 36
4. LAMPIRAN ................................................................................................... 37




Ref. No.: 00787/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2024                                                              xiii
Page 15
 DAFTAR TABEL


Tabel   1 : Rincian Tanah Rencana Transaksi .......................................................... 2
Tabel   2 : Daftar Pemegang Saham MI ................................................................. 7
Tabel   3 : Daftar Pemegang Saham TMG .............................................................. 9
Tabel   4 : Daftar Pemegang Saham LUBUK .......................................................... 10
Tabel   5 : Hubungan Afiliasi MI dengan TMG dan LP .............................................. 11
Tabel   6 : Divisi dan Merek Dagang MI ................................................................ 17
Tabel   7 : Posisi Keuangan MI Tahun 2019 – 2023 ................................................ 20
Tabel   8 : Laporan Laba-Rugi MI Tahun 2019 - 2023 ............................................. 22
Tabel   9 : Laporan Arus Kas MI Tahun 2019 - 2023............................................... 23
Tabel   10 : Rasio Keuangan MI Tahun 2019 - 2023 ............................................... 24
Tabel   11 : Posisi Keuangan MI Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi *) ............. 25
Tabel   12 : Laba Rugi MI Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi.......................... 26
Tabel   13 : Asumsi Dasar Penyusunan Proyeksi .................................................... 27
Tabel   14 : Proyeksi Posisi Keuangan MI Dengan Rencana Transaksi ....................... 27
Tabel   15 : Proyeksi Laba Rugi MI Dengan Rencana Transaksi ................................ 28
Tabel   16 : Proyeksi Arus Kas MI Dengan Rencana Transaksi ................................. 28
Tabel   17 : Proyeksi Rasio MI Dengan Rencana Transaksi ...................................... 29
Tabel   18 : Proyeksi Posisi Keuangan MI Tanpa Rencana Transaksi ......................... 29
Tabel   19 : Proyeksi Laba Rugi MI Tanpa Rencana Transaksi .................................. 30
Tabel   20 : Proyeksi Arus Kas MI Tanpa Rencana Transaksi .................................... 30
Tabel   21 : Proyeksi Rasio MI Tanpa Rencana Transaksi ........................................ 31
Tabel   22 : Proyeksi Penjualan Dengan dan Tanpa Rencana Transaksi ..................... 32
Tabel   23 : Proyeksi Beban Pokok Penjualan Dengan dan Tanpa Rencana Transaksi .. 32
Tabel   24 : Proyeksi Laba Bersih Dengan dan Tanpa Rencana Transaksi .................. 32
Tabel   25 : Kontribusi Nilai Tambah atas Rencana Transaksi .................................. 33




Ref. No.: 00787/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2024                                                      xiv
Page 16
 DAFTAR GAMBAR


Gambar 1 : Hubungan Afiliasi MI dengan TMG dan LP ......................................... 11
Gambar 2 : Perilaku Konsumen Per Segmen ...................................................... 16




Ref. No.: 00787/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2024                                              xv
Page 17
 PERNYATAAN PROFESIONAL PENILAI


Dalam batas kemampuan kami dan keyakinan kami sebagai Penilai, kami yang
bertandatangan di bawah ini menyatakan bahwa :

1.   Dalam melakukan Penilaian Pendapat Kewajaran ini, Penilai telah bertindak secara
     independen, tidak mempunyai kepentingan baik sekarang atau di masa yang akan
     datang terhadap Perseroan.
2.   Perhitungan dan analisis dalam rangka pemberian Pendapat Kewajaran telah
     dilakukan dengan benar.
3.   Penilai bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran ini.




Ref. No.: 00787/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2024                                  xvi
Page 18
Ref. No.: 00787/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2024   xvii
Page 19
1. PENDAHULUAN


     Identifikasi Status Penilai

Pendapat Kewajaran ini disusun oleh Tim Penilai Independen dari KJPP Felix Sutandar
dan Rekan. Buku Laporan Pendapat Kewajaran ini di tanda tangani oleh:
-   Felix Sutandar, MSc (No. MAPPI 81-S-00017; PB-1.08.00022; STTD.PPB-31/PJ-
    1/PM.2/2023; No. Register RMK-2017.00022) sebagai Penilai Berizin.
-   Natalia Goysal (No. MAPPI 10-S-02509; P.1-12.00347; No. Register RMK-
    2017.00307) sebagai Reviewer.
-   Grace Martana (No. MAPPI 16-S-07048; No. Register RMK-2019.03051) sebagai
    Pelaksana Penilai.
Dalam mempersiapkan Laporan Pendapat Kewajaran ini, Penilai menjunjung tinggi
integritas, bertindak secara objektif dan tidak memihak serta tidak mempunyai potensi
benturan kepentingan dengan pihak-pihak yang terlibat dengan Rencana Transaksi.
Penilai memiliki kompetensi dalam mempersiapkan Laporan Pendapat Kewajaran ini dan
menjaga kerahasiaan informasi yang diperoleh.


     Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan

Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan dalam hal ini adalah:

Nama               : PT Mayora Indah Tbk
Bidang usaha       : Industri Makanan, Kembang Gula dan Biskuit
Alamat             : Gedung Mayora
                     Jl. Daan Mogot KM 18
                     Kalideres, Jakarta
Email              : corporatesecretary@mayora.co.id
Website            : www.mayoraindah.co.id
Telepon            : 021 - 8063 7700


     Maksud dan Tujuan

Laporan ini dimaksudkan untuk memberikan Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion)
atas Rencana Transaksi. Sedangkan tujuan Pendapat Kewajaran sesuai dengan
penugasan yang diterima adalah untuk dipergunakan sebagai salah satu bahan dalam
rangka keterbukaan informasi sebagaimana diatur dengan POJK No. 42/POJK.04/2020
tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.


     Asumsi dan Kondisi Pembatas

Tanpa mengurangi tanggung jawab kami sebagai Penilai, Pendapat Kewajaran ini
dibatasi oleh asumsi dan kondisi pembatas sebagai berikut:
1. Pendapat Kewajaran ini bersifat non-disclaimer opinion.
2. Penilai Bisnis telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan
   dalam proses penilaian.
3. Data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya
   keakuratannya.
4. Proyeksi keuangan yang digunakan telah disesuaikan dan mencerminkan kewajaran
   proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan
   pencapaiannya.
Ref. No.: 00787/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2024                                    1
Page 20
5. Penilai Bisnis bertanggung jawab atas pelaksanaan Penilaian dan kewajaran proyeksi
   keuangan.
6. Laporan Pendapat Kewajaran ini terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi
   yang bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan.
7. Penilai Bisnis bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran dan Kesimpulan
   Akhir.
8. Penilai Bisnis telah memperoleh informasi atas status hukum Objek Pendapat
   Kewajaran dari Pemberi Tugas.


     Alasan dan Latar Belakang Rencana Transaksi

PT Mayora Indah Tbk (“MI”) adalah sebuah perusahaan yang melakukan kegiatan usaha
di bidang industri makanan olahan, seperti biscuit, kembang gula, wafer dan coklat.
Selama ini, MI menyewa gudang untuk membantu menampung penyimpanan bahan
baku. Saat ini, kapasitas gudang yang disewa oleh MI sudah hampir maksimal. MI
berencana untuk membangun gudang bahan baku sendiri untuk mengurangi biaya sewa
dan meningkatkan kapasitas penyimpanan bahan baku sehingga dapat mendukung
pertumbuhan MI untuk jangka panjang.

Dalam rangka pembangunan gudang tersebut, MI berencana untuk membeli tanah yang
berlokasi di Desa Pasir Muncang, Kecamatan Jayanti, Tangerang, Banten dengan total
luas keseluruhan 66.448 m2 yang dimiliki oleh pihak afiliasi yaitu PT Tejopratama
Mandirigemilang dan PT Lubuk Permata.

KJPP Felix Sutandar dan Rekan sebagai Penilai Independen telah diminta oleh Perseroan,
sebagaimana tertuang dalam Surat Penugasan No. 0241/FSR/Spn/FS/2904/2024
tanggal 29 April 2024 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan, untuk
memberikan Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion, untuk selanjutnya disebut
“Pendapat Kewajaran”) atas Rencana Transaksi dimaksud.


     Objek Pendapat Kewajaran

Objek Pendapat Kewajaran

Obyek Pendapat Kewajaran adalah Rencana Transaksi Pembelian Tanah di Desa Pasir
Muncang, Kecamatan Jayanti, Tangerang, Banten (“Tanah”) seluas 66.448 m2 dengan
rincian sebagai berikut:

                     Tabel 1 : Rincian Tanah Rencana Transaksi

 Pihak Penjual                                                       Luas Total (m2)
 PT Tejopratama Mandirigemilang                                              57.990
 PT Lubuk Permata                                                             8.458
   Luas Tanah                                                               66.448


     Tanggal Pendapat Kewajaran

Tanggal (cut-off date) Pendapat Kewajaran ini adalah 31 Desember 2023 (“Tanggal
Pendapat Kewajaran”). Tanggal Pendapat Kewajaran dipilih atas dasar pertimbangan
kepentingan dan ketersediaan data dalam rangka analisa kewajaran Rencana Transaksi
dimaksud.



Ref. No.: 00787/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2024                                     2
Page 21
      Mata Uang yang Digunakan

Jenis mata uang yang digunakan dalam laporan Penilaian ini adalah Rupiah.


      Tingkat Kedalaman Investigasi

Pemberian Pendapat Kewajaran dilakukan dengan investigasi yang meliputi inspeksi
serta pengumpulan data dan informasi dari pihak Manajemen Perseroan yang bertujuan
untuk memperoleh dokumen kelengkapan analisis yang dibutuhkan dan selanjutnya
diverifikasi dengan wawancara melalui telepon, dan/atau e-mail dengan Bapak Hendrik
Polisar selaku Direktur MI beserta tim untuk memperoleh informasi yang lebih dalam
terkait data, dokumen dan informasi yang dibutuhkan.

Penilai tidak melakukan kegiatan atau analisis sebagai berikut:
a. Analisis dampak pajak untuk para pihak terkait Rencana Transaksi;
b. Transaksi lain selain yang disebutkan dalam objek analisis kewajaran.


      Sifat dan Sumber Informasi yang Dapat Diandalkan

Informasi yang diperoleh berupa:
- Data dan dokumen dari Manajemen Perseroan.
- Data dan keterangan yang diperoleh secara lisan maupun tulisan melalui komunikasi
    dengan manajemen.
- Berbagai data dan publikasi yang tersedia secara umum baik berdasarkan media
    cetak maupun elektronik, seperti website Damodaran, Kontan, Bank Indonesia,
    website Pemerintah maupun Asosiasi yang relevan dengan penugasan penilaian.

Informasi, perkiraan dan pendapat yang kami peroleh dari berbagai sumber, kami
anggap merupakan informasi yang dapat dipercaya kebenarannya dan tidak
mengandung unsur-unsur yang dengan sengaja disembunyikan.


      Persetujuan Publikasi

Laporan ini terbuka untuk publik, namun demikian publikasi atas sebagian atau
keseluruhan dari laporan harus mendapatkan persetujuan dari manajemen Perseroan,
mengingat kemungkinan terdapat informasi yang bersifat rahasia dan dapat
mempengaruhi operasional Perseroan.


      Pedoman dan Standar Penilaian

Dasar pedoman pelaksanaan dan standar penilaian yang Penilai gunakan adalah:

1.   Standar Penilaian Indonesia yang meliputi Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar
     Penilaian Indonesia Edisi VII Tahun 2018 (KEPI & SPI Edisi VII-2018) dan Edisi
     Revisi SPI 300, SPI 310, SPI 320, SPI 330 Tahun 2020 yang dikeluarkan oleh
     Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI);
2.   Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 35/POJK.04/2020 Tentang
     Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal;
3.   Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (SEOJK) Nomor 17/SEOJK.04/2020 Tentang
     Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal.



Ref. No.: 00787/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2024                                     3
Page 22
      Keterangan Rencana Transaksi dan Benturan Kepentingan

Rencana Transaksi merupakan transaksi afiliasi sebagaimana dimaksud dalam POJK No.
42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.
Namun sesuai dengan Surat Pernyataan Manajemen Perseroan, Rencana Transaksi
dimaksud bukan merupakan transaksi yang mengandung benturan kepentingan.


      Dampak Keuangan

Dengan dilakukannya Rencana Transaksi, dampak keuangan adalah sebagai berikut:
1)   Pembelian Tanah dari pihak terafiliasi akan meningkatkan aset tetap sebesar
     Rp.88,7 miliar.
2)   Atas pembelian tersebut maka timbul Pajak Pertambahan Nilai 11% yaitu sebesar
     Rp 9,8 miliar dan BPHTB sebesar Rp 4,4 miliar.
3)   Terdapat penurunan kas dan bank sebesar Rp 102,9 miliar sebagai pembayaran
     atas pembelian Tanah beserta pajaknya.


      Sumber Data

Dalam memberikan Pendapat Kewajaran ini kami telah melaksanakan prosedur yang
mencakup pengkategorian, pengkorelasian, pengecekan validitas dan penelaahan data
dan informasi berikut:
1. Laporan Keuangan MI untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023
   yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Ahmad Syakir dari Kantor Akuntan Publik
   Mirawati Sensi Idris yang tertuang dalam laporannya No. 00035/2.1090/AU.1/04/
   0153-2/1/II/2024 tanggal 28 Februari 2024 dengan opini wajar dalam semua hal
   yang material;
2. Laporan Keuangan MI untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022
   yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Ahmad Syakir dari Kantor Akuntan Publik
   Mirawati Sensi Idris yang tertuang dalam laporannya No. 00378/2.1090/AU.1/04/
   0153-1/1/III/2023 tanggal 29 Maret 2023 dengan opini wajar dalam semua hal yang
   material;
3. Laporan Keuangan MI untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021
   yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Jacinta Mirawati dari Kantor Akuntan Publik
   Mirawati Sensi Idris yang tertuang dalam laporannya No. 00197/2.1090/AU.1/04/
   0154-3/1/III/2022 tanggal 30 Maret 2022 dengan opini wajar dalam semua hal yang
   material;
4. Laporan Keuangan MI untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020
   yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Jacinta Mirawati dari Kantor Akuntan Publik
   Mirawati Sensi Idris yang tertuang dalam laporannya No. 00189/2.1090/AU.1/04/
   0154-2/1/III/2021 tanggal 30 Maret 2021 dengan opini wajar dalam semua hal yang
   material;
5. Laporan Keuangan MI untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019
   yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Jacinta Mirawati dari Kantor Akuntan Publik
   Mirawati Sensi Idris yang tertuang dalam laporannya No. 00197/2.109/AU.1/04/
   0154-1/1/III/2020 tanggal 30 Maret 2020 dengan opini wajar dalam semua hal yang
   material;
6. Laporan Keuangan Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi yang disiapkan oleh
   Manajemen Perseroan.


Ref. No.: 00787/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2024                                    4
Page 23
7. Proyeksi keuangan MI untuk periode 5 tahun ke depan yaitu tahun 2021 sampai
   dengan tahun 2025 Dengan dan Tanpa dilakukannya Rencana Transaksi yang
   disiapkan oleh Manajemen Perseroan.
8. Laporan Penilaian Aset Tanah yang telah dinilai oleh Penilai Publik Felix Sutandar
   dari Kantor Jasa Penilai Publik Felix Sutandar dan Rekan dengan Nomor
   00643/2.0072-00/PI/04/0022/1/VI/2024 tanggal 3 Juni 2024.
9. Salinan Akta pendirian, perubahan dan perizinan yang terkait MI.
10. Salinan Surat Perjanjian Pengikatan Jual Beli antara MI dan TMG tanggal 27 Juni
    2024.
11. Salinan Surat Perjanjian Pengikatan Jual Beli antara MI dan LP atas Tanah Jayanti
    tanggal 27 Juni 2024.
12. Hasil wawancara dengan pihak manajemen Perseroan yang diwakilkan oleh Bapak
    Hendrik Polisar selaku Direktur Perseroan beserta tim mengenai alasan, latar
    belakang dan hal-hal lainnya terkait dengan Rencana Transaksi.
13. Informasi lain Informasi lain dari pihak manajemen Perseroan dan pihak-pihak lain
    yang relevan dalam rangka penugasan ini.


     Pendekatan dan Prosedur Penilaian

Dalam menganalisis kewajaran Rencana Transaksi, kami melakukan prosedur analisa
sebagai berikut:
1. Analisis Transaksi yang meliputi:
   a. Identifikasi dan hubungan antara pihak yang bertansaksi,
   b. Perjanjian dan persyaratan yang disepakati dalam transaksi,
   c. Penilaian atas risiko dan manfaat dari transaksi yang akan dilakukan.

2. Analisis kualitatif dan kuantitatif atas Rencana Transaksi yang meliputi:
   a. Analisis kualitatif:
      ▪ Riwayat perusahaan dan sifat kegiatan usaha,
      ▪ Analisis industri dan lingkungan,
      ▪ Analisis operasional dan prospek perusahaan,
      ▪ Alasan dilakukannya transaksi,
      ▪ Keuntungan dan kerugian yang bersifat kualitatif atas transaksi yang akan
           dilakukan.

   b. Analisis kuantitatif:
      ▪ Penilaian atas potensi pendapatan, aset, liabilitas dan kondisi keuangan
         perusahaan termasuk penilaian kinerja historis, penilaian arus kas, penilaian
         atas proyeksi keuangan yang diperoleh dari pihak manajemen pemberi tugas,
         analisis rasio keuangan dan analisis laporan keuangan sebelum transaksi dan
         proforma laporan keuangan setelah transaksi dilakukan;
      ▪ Melakukan analisis inkremental untuk mengukur nilai tambah dari transaksi
         dengan mempertimbangkan kontribusi nilai tambah terhadap perusahaan
         sebagai akibat dari transaksi yang akan dilakukan termasuk dampaknya
         terhadap proyeksi keuangan, biaya atau pendapatan yang relevan.

3. Analisis atas kewajaran nilai Transaksi
   a. Membandingkan antara rencana nilai transaksi dengan hasil Penilaian atas
      transaksi yang akan dilakukan;
   b. Analisis untuk memastikan bahwa rencana nilai transaksi memberikan nilai
      tambah dari transaksi yang akan dilakukan; dan

Ref. No.: 00787/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2024                                     5
Page 24
   c. Analisis atas kewajaran nilai transaksi dilakukan untuk meyakini bahwa rencana
      nilai transaksi berada dalam kisaran Nilai yang didapatkan dari hasil Penilaian

4. Analisis atas faktor lain yang relevan.
   a. Informasi non keuangan yang relevan,
   b. Prosedur pengambilan keputusan oleh perusahaan dalam menentukan rencana
      dan nilai transaksi dengan memperhatikan alternatif lain.




Ref. No.: 00787/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2024                                    6
Page 25
  2. PIHAK-PIHAK YANG TERKAIT DENGAN TRANSAKSI


Para pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi adalah:
1. PT Mayora Indah Tbk adalah perusahaan publik yang berkedudukan di Tangerang,
   dengan alamat di Jl. Telesonik KM 7,8, Pasir Jaya, Jatiuwung, Tangerang, yang
   dalam Rencana Transaksi ini bertindak sebagai Pihak Pembeli.
2. PT Tejopratama Mandirigemilang, adalah perusahaan yang berkedudukan di Gedung
   Mayora, Jl. Daan Mogot KM 18, Kalideres, Jakarta, yang dalam Rencana Transaksi
   ini bertindak sebagai Pihak Penjual.
3. PT Lubuk Permata adalah perusahaan yang berkedudukan di Gedung Mayora, Jl.
   Daan Mogot KM 18, Kalideres, Jakarta, yang dalam Rencana Transaksi ini bertindak
   sebagai Pihak Penjual.


      PT Mayora Indah Tbk (“MI”)

       Pendirian dan Informasi Umum

MI didirikan berdasarkan Akta No. 204 tanggal 17 Februari 1977 di hadapan Poppy
Savitri Parmanto, S.H., pengganti dari Ridwan Suselo, S.H., Notaris di Jakarta. Akta
pendirian ini telah mendapat pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia
dengan Surat Keputusan No. Y.A.5/5/14 pada tanggal 3 Januari 1978. Akta pendirian
Perusahaan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 39,
tertanggal 15 Mei 1990, Tambahan Berita Negara No. 1716.

Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan
Akta No. 16 tanggal 28 Juni 2022 dari Periasman Effendi, S.H., M.H., notaris di
Tangerang, mengenai perubahan direksi dan komisaris. Akta perubahan ini telah
mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
melalui Surat Persetujuan No. AHU-AH.01.09-0030021 tanggal 6 Juli 2022.


       Pemegang Saham

Per 31 Desember 2023, susunan pemegang saham MI adalah sebagai berikut:

                               Tabel 2 : Daftar Pemegang Saham MI

                   Nama                      Jumlah                   Jumlah
 No                                                         %
            Pemegang Saham                   Saham                     (Rp)
  1   PT Unita Branindo                     7.363.121.900    32,93    147.262.438.000
  2   PT Mayora Dhana Utama                 5.844.349.525    26,14    116.886.990.500
  3   Jogi Hendra Atmadja                   5.643.777.700    25,24    112.875.554.000
  4   Andre Sukendra Atmadja                   2.117.800      0,01        42.356.000
  5   Hendrik Polisar                            253.000      0,00          5.060.000
  6   Ricky Afrianto Gunardi                     178.300      0,00          3.566.000
  7   Masyarakat lainnya                    3.504.901.500    15,68     70.098.030.000
                Jumlah                    22.358.699.725    100,00   447.173.994.500




Ref. No.: 00787/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2024                                     7
Page 26
       Susunan Manajemen

Pada 31 Desember 2023, susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan adalah
sebagai berikut:

Dewan Komisaris
  Komisaris Utama                   :   Jogi Hendra Atmadja
  Komisaris                         :   Hermawan Lesmana
  Komisaris                         :   Gunawan Atmadja
  Komisaris                         :   Suryanto Gunawan
  Komisaris                         :   Anton Hartono

Direksi
   Direktur Utama                   :   Andre Sukendra Atmadja
   Direktur                         :   Hendarta Atmadja
   Direktur                         :   Wardhana Atmadja
   Direktur                         :   Hendrik Polisar
   Direktur                         :   Muljono Nurlimo
   Direktur                         :   Ricky Afrianto Gunadi


       Kegiatan Usaha

Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan
adalah menjalankan usaha dalam bidang industri makanan, perdagangan besar, real
estat dan aktivitas konsultasi manajemen. Saat ini Perusahaan menjalankan bidang
usaha industri makanan, kembang gula dan biskuit.


       Perijinan

Perijinan yang telah dimiliki Perseroan antara lain adalah sebagai berikut:
1. Nomor Induk Berusaha (“NIB”) dengan No. 8120101762141 yang diterbitkan oleh
   Lembaga Pengelola dan Penyelenggara Online Single Submission (OSS) Pemerintah
   Republik Indonesia tanggal 24 Juli 2018 dengan perubahan ke-10 tanggal 14
   November 2018.
2. Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) yang diterbitkan oleh Lembaga Pengelola dan
   Penyelenggara Online Single Submission (OSS) Pemerintah Republik Indonesia
   dengan NIB No. 8120101762141 yang diterbitkan tanggal 23 Desember 2019.
3. Nomor Pokok Wajib Pajak No. 01.146.631.5-054.000.


     PT Tejopratama Mandirigemilang (“TMG”)

       Pendirian

PT Tejopratama Mandirigemilang didirikan berdasarkan Akta No. 30 tanggal 17
November 1988 di hadapan Hobropoerwanto, Notaris di Jakarta. Akta pendirian ini telah
mendapat pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat
Keputusan No C2-4272.HT.01.01.th.89 pada tanggal 6 Mei 1989.

Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami perubahan, terakhir dengan Akta No. 2
tanggal 5 September 2023 yang dibuat oleh Mirjam Budisrijanti, S.H., Notaris di Jakarta
Barat mengenai pengangkatan kembali Direksi dan Komisaris. Akta ini telah diterima

Ref. No.: 00787/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2024                                      8
Page 27
oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan
No AHU-AH.01.09-0162196 pada tanggal 12 September 2023.


       Pemegang Saham

Pada 31 Desember 2023, susunan pemegang saham TMG adalah sebagai berikut:

                         Tabel 3 : Daftar Pemegang Saham TMG

                     Nama                    Jumlah                     Jumlah
  No                                                       %
               Pemegang Saham                Saham                        (Rp)


  1    PT. Prima Internasional Indonesia        30.000     50,00       15.000.000.000
  2    PT. Danapati Inti Utama                  30.000     50,00       15.000.000.000

                  Jumlah                       60.000    100,00      30.000.000.000



       Susunan Manajemen

Pada 31 Desember 2023, susunan pengurus TMG adalah sebagai berikut:

Dewan Komisaris
   Komisaris                          : Irwan Setiawan

Direksi
    Direktur Utama                    : Roman Soentadjaja
    Direktur                          : Oey Him Tjay/Oey Kim Say


       Gambaran Usaha

Sesuai dengan anggaran dasarnya, maksud dan tujuan Perusahaan adalah berusaha di
bidang industri pembangunan, perdagangan, perindustrian, jasa, percetakan dan
pengangkutan darat.

       Perijinan

Perijinan yang telah dimiliki Perseroan antara lain adalah sebagai berikut:
4. Nomor Induk Berusaha (“NIB”) dengan No. 9120207201359 yang diterbitkan oleh
   Lembaga Pengelola dan Penyelenggara Online Single Submission (OSS) Pemerintah
   Republik Indonesia tanggal 15 Februari 2019 dengan perubahan ke-4 tanggal 15
   Oktober 2020.
5. Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) yang diterbitkan oleh Lembaga Pengelola dan
   Penyelenggara Online Single Submission (OSS) Pemerintah Republik Indonesia
   dengan NIB No. 9120207201359 yang diterbitkan tanggal 12 November 2020
   dengan perubahan ke 17 tanggal 14 Januari 2021.
6. Nomor Pokok Wajib Pajak No. 01.340.625.1-085.000.




Ref. No.: 00787/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2024                                      9
Page 28
      PT Lubuk Permata (“LP”)

       Pendirian

PT Lubuk Permata (“LP”) didirikan berdasarkan Akta No. 241 tanggal 11 November 1990
di hadapan Benny Kristianto, S.H., Notaris di Jakarta. Akta pendirian ini telah mendapat
pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No
C2-2439.HT.01.01.th.90 pada tanggal 24 April 1990.

Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami perubahan, terakhir dengan Akta No. 3
tanggal 27 Januari 2021 yang dibuat oleh Mirjam Budisrijanti, S.H., Notaris di Jakarta
Barat mengenai perubahan direksi dan komisaris. Akta ini telah mendapat persetujuan
dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Surat No. AHU-
AH.01.03-0079123 pada tanggal 8 Februari 2021.


       Pemegang Saham

Pada 31 Desember 2023, susunan pemegang saham LUBUK adalah sebagai berikut:

                      Tabel 4 : Daftar Pemegang Saham LUBUK

                       Nama                   Jumlah                    Jumlah
 No                                                          %
                Pemegang Saham                Saham                   Modal Disetor
  1    PT Victoria Permata Development            4.925     98,50       4.925.000.000
  2    Jogi Hendra Atmadja                           75      1,50          75.000.000

  Jumlah                                          5.000   100,00        5.000.000.000

       Susunan Manajemen

Pada 31 Desember 2023, susunan pengurus LUBUK adalah sebagai berikut:

Dewan Komisaris
   Komisaris                        : Oey Him Tjay

Direksi
    Direktur Utama                  : Benianto Nugraha
    Direktur                        : Roman Soentadjaja


       Gambaran Usaha

Sesuai dengan anggaran dasarnya, maksud dan tujuan Perusahaan adalah berusaha di
bidang real estate, kontraktor, pengangkutan dan jasa.


       Perijinan

Perijinan yang telah dimiliki Perseroan antara lain adalah sebagai berikut:
b. Nomor Induk Berusaha (“NIB”) dengan No. 9120503771387 yang diterbitkan oleh
   Lembaga Pengelola dan Penyelenggara Online Single Submission (OSS) Pemerintah
   Republik Indonesia tanggal 18 Juli 2019.
c. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) No. 01.573.828.9-085.000.

Ref. No.: 00787/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2024                                     10
Page 29
     3. ANALISIS DAN PENDAPAT KEWAJARAN


          Analisis Transaksi

            Transaksi Afiliasi

Berdasarkan POJK No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi
Benturan Kepentingan;
-     Transaksi Afiliasi adalah setiap aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan oleh
      perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali dengan Afiliasi dari perusahaan
      terbuka atau Afiliasi dari anggota direksi, anggota dewan komisaris, pemegang
      saham utama, atau Pengendali, termasuk setiap aktivitas dan/atau transaksi yang
      dilakukan oleh perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali untuk kepentingan
      Afiliasi dari perusahaan terbuka atau Afiliasi dari anggota direksi, anggota dewan
      komisaris, pemegang saham utama, atau Pengendali.
-     Transaksi Benturan Kepentingan adalah transaksi yang dilakukan oleh perusahaan
      terbuka atau perusahaan terkendali dengan setiap pihak, baik dengan Afiliasi maupun
      pihak selain Afiliasi yang mengandung benturan kepentingan.

Transaksi pembelian Tanah oleh Perseroan akan dilakukan dengan pihak afiliasi dengan
hubungan afiliasi sebagai berikut:

                         Gambar 1 : Hubungan Afiliasi MI dengan TMG dan LP

                                                     Jogi Hendra
                                                    Atmadja (JHA)



           70,20%                   69,40%                                     72,04%                    72,04%
                                      PT Mayora                           PT Prima
       PT Unita                                                                                          PT Danapati Inti
                                     Dhana Utama                        Internasional
    Branindo (UB)                                                                                         Utama (DIU)
                                        (MDU)                          Indonesia (PII)

                    32,93% 26,14%                   1,50%                                50,00% 50,00%
                                    25,14%
                       MYOR                               LP                                 TMG




                           Tabel 5 : Hubungan Afiliasi MI dengan TMG dan LP

              Nama                           MI                     TMG                           LP
                                    Komisaris Utama dan        Pemegang 72,04%               Pemegang 1,5%
    Jogi Hendra Atmadja               Pemegang 66,4%           Saham melalui PII                Saham
                                     Saham melalui UB              dan DIU
                                         dan MDU


Dari gambar di atas terlihat bahwa MI, TMG, dan LP memiliki hubungan afiliasi melalui
Bapak Jogi Hendra Atmadja selaku Komisaris Utama dan pemegang 66,4% saham MI,
pemegang 72,04% saham TMG dan pemegang 1,5% saham LP.


Ref. No.: 00787/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2024                                                                     11
Page 30
Dengan demikian Rencana Transaksi antara Perseroan dengan TMG merupakan
Transaksi Afiliasi sesuai dengan POJK No. 42/POJK.04/2020. Berdasarkan Surat
Pernyataan Manajemen Perseroan, Rencana Transaksi bukan merupakan Transaksi
Benturan Kepentingan.


       Transaksi Material

Berdasarkan POJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan
Kegiatan Usaha, Transaksi Material adalah setiap transaksi yang dilakukan oleh
perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali yang memenuhi batasan nilai:
1. suatu transaksi dikategorikan sebagai Transaksi Material apabila nilai transaksi sama
   dengan 20% atau lebih dari ekuitas Perusahaan Terbuka.
2. Transaksi berupa perolehan dan pelepasan atas perusahaan atau segmen operasi
   dikategorikan sebagai Transaksi Material dalam hal:
   a) Nilai transaksi sama dengan 20% atau lebih dari ekuitas Perusahaan Terbuka;
   b) Total aset yang menjadi objek transaksi dibagi total aset Perusahaan Terbuka
      nilainya sama dengan atau lebih dari 20%;
   c) Laba bersih objek transaksi dibagi dengan laba bersih Perusahaan Terbuka
      nilainya sama dengan atau lebih dari 20% (dua puluh persen); atau
   d) Pendapatan usaha objek transaksi dibagi dengan pendapatan usaha Perusahaan
      Terbuka nilainya sama dengan atau lebih dari 20%.
3. Dalam hal transaksi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) dilakukan
   oleh Perusahaan Terbuka yang mempunyai ekuitas negatif, transaksi dikategorikan
   sebagai Transaksi Material apabila nilai transaksi sama dengan 10% atau lebih dari
   total aset Perusahaan Terbuka.
Dalam hal Rencana Transaksi lebih dari 50%, maka Perusahaan Terbuka yang akan
melakukan Transaksi Material wajib terlebih dahulu memperoleh persetujuan RUPS.

Jumlah ekuitas MI berdasarkan laporan keuangan pada tanggal 31 Desember 2023
tercatat sebesar Rp 15.282.089.186.736 sedangkan Nilai Rencana Transaksi adalah
sebesar Rp 88.741.200.000 atau 0,58% dari ekuitas MI. Dengan demikian Rencana
Transaksi tidak termasuk Transaksi Material sebagaimana dimaksud dalam POJK No.
17/POJK.04/2020.


       Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati Dalam Rencana Transaksi

        MI - TMG

Sesuai dengan Kesepakatan Awal Jual Beli Tanah tanggal 27 Juni 2024 antara MI
(“Pembeli”) dengan TMG (“Penjual”), pokok-pokok perjanjian adalah sebagai berikut:

Bahwa TMG adalah perusahaan yang telah memiliki lahan di Desa Pasir Muncang di
Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, Propinsi Banten seluas 57.990 m2 (lima
puluh tujuh ribu sembilan ratus sembilan puluh meter persegi), berikut dengan
pemberkasan kelengkapan dokumen tanah, dan pengurusan ijin dan segala hal yang
berhubungan dengan tanah tersebut sehingga sedemikian rupa, tanah-tanah tersebut
siap di lakukan pengalihan haknya.




Ref. No.: 00787/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2024                                     12
Page 31
Harga

Para Pihak menyetujui harga jual beli Tanah tersebut ditentukan sekarang ini, sehingga
untuk nantinya tidak mengalami perubahan lagi belum termasuk PPN, keseluruhan
sebesar Rp 78.253.280.000 (tujuh puluh delapan miliar dua ratus lima puluh tiga juta
dua ratus delapan puluh ribu Rupiah) dengan rincian sebagai berikut:

-     Untuk status kepemilikan SHGB di sepakati senilai Rp 1.460.000,- (satu juta empat
      ratus enam puluh ribu Rupiah) / per meter persegi sehingga total keseluruhan
      sebesar Rp 42.112.240.000 (empat puluh dua miliar seratus dua belas juta dua ratus
      empat puluh ribu Rupiah).
-     Untuk status kepemilikan Girik/Letter C Desa (SPH) di sepakati senilai Rp
      1.240.000,- (satu juta dua ratus empat puluh ribu Rupiah) / per meter persegi
      sehingga total keseluruhan sebesar Rp 22.038.520.000 (dua puluh dua miliar tiga
      puluh delapan juta lima ratus dua puluh ribu Rupiah).
-     Untuk status kepemilikan SHM (PPJB) di sepakati senilai Rp 1.240.000,- (satu juta
      dua ratus empat puluh ribu Rupiah) / per meter persegi sehingga total keseluruhan
      sebesar Rp 9.576.520.000 (sembilan miliar lima ratus tujuh puluh enam juta lima
      ratus dua puluh ribu Rupiah).
-     Untuk status kepemilikan Girik/Leter C Desa (PPJB) di sepakati senilai
      Rp.1.240.000,- (satu juta dua ratus empat puluh ribu Rupiah) / per meter persegi
      sehingga total keseluruhan sebesar Rp 4.526.000.000 (empat miliar lima ratus dua
      puluh enam juta Rupiah).


Cara Pembayaran

Pembayaran atas pelaksanaan Perjanjian akan dibayar oleh MI kepada TMG           secara
bertahap yaitu:
    1. Pembayaran Pertama sebesar 20% dari nilai jual beli akan dibayarkan paling lambat
       7 (tujuh) hari setelah penandatanganan Kesepakatan ini
    2. Pembayaran Kedua sebesar 20% dari nilai jual beli akan dibayarkan setelah proses
       pemberkasan dokumen telah selesai dan diterima oleh MI
    3. Pembayaran Ketiga sebesar 20% dari nilai jual beli akan dibayarkan setelah
       ILOK/PKKPR atas nama MI telah selesai.
    4. Pelunasan sebesar 40% dibayarkan setelah dilakukan penandatanganan Akta Jual
       Beli atau Kesepakatan Pengikatan Jual Beli dihadapan PPAT.


Penyerahan

TMG berjanji serta mengikatkan diri kepada MI sebagai berikut:
1.     TMG akan menyerahkan berkas - berkas Tanah tersebut dalam keadaan lengkap
       sehingga dapat di proses pengalihan hak nya ke atas nama MI di hadapan PPAT.
2.     TMG akan menyerahkan Fisik Tanah tersebut di atas dalam keadaan kosong kepada
       MI.


Biaya, Pajak, Iuran, dan Pungutan

1.     Semua beban-beban dan pajak-pajak yang terhutang atas Tanah dan turutannya
       tersebut, termasuk (namun tidak terbatas) Pajak Bumi dan Bangunan (PBB),
       pungutan-pungutan dan segala macam Iuran, rekening-rekening listrik dan air yang
       terhutang sampai tanggal berakhirnya Kesepakatan ini dan diserahkannya Tanah
       tersebut kepada MI tetap menjadi tanggungan dan harus dibayar oleh TMG, dan
Ref. No.: 00787/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2024                                      13
Page 32
     pada saat yang bersamaan MI diberikan pelunasan dan pembebasan terhadap
     segala tanggung jawab (acquit et de charge) oleh TMG sehubungan dengan
     kewajiban tersebut, sedang yang terhutang sesudahnya menjadi tanggungan dan
     harus dibayar oleh MI.
2.   Segala ongkos-ongkos, termasuk Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan
     (BPHTB), Akta Jual Beli dihadapan PPAT, dan biaya balik nama sertifikat ke atas
     nama Pembeli sepenuhnya menjadi tanggungan dan harus dibayar oleh MI.


         MI - LP

Sesuai dengan Kesepakatan Awal Jual Beli Tanah tanggal 27 Juni 2024 antara MI
(“Pembeli”) dengan LP (“Penjual”), pokok-pokok perjanjian adalah sebagai berikut:

Bahwa LP adalah perusahaan yang telah memiliki lahan di Desa Pasir Muncang di
Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, Propinsi Banten seluas 8.458 m2 (delapan
ribu empat ratus lima puluh delapan meter persegi), berikut dengan pemberkasan
kelengkapan dokumen tanah, dan pengurusan ijin dan segala hal yang berhubungan
dengan tanah tersebut sehingga sedemikian rupa, tanah-tanah tersebut siap di lakukan
pengalihan haknya.


Harga

Para Pihak menyetujui harga jual beli Tanah tersebut ditentukan sekarang ini, sehingga
untuk nantinya tidak mengalami perubahan lagi belum termasuk PPN, keseluruhan
sebesar Rp. 10.487.920.000 (sepuluh miliar empat ratus delapan puluh tujuh juta
sembilan ratus dua puluh ribu rupiah).


Cara Pembayaran

Pembayaran atas pelaksanaan Perjanjian akan dibayar oleh MI kepada LP          secara
bertahap yaitu:
1. Pembayaran Pertama sebesar 20% dari nilai jual beli akan dibayarkan paling lambat
   7 (tujuh) hari setelah penandatanganan Kesepakatan ini
2. Pembayaran Kedua sebesar 20% dari nilai jual beli akan dibayarkan setelah proses
   pemberkasan dokumen telah selesai dan diterima oleh MI
3. Pembayaran Ketiga sebesar 20% dari nilai jual beli akan dibayarkan setelah
   ILOK/PKKPR atas nama MI telah selesai.
4. Pelunasan sebesar 40% dibayarkan setelah dilakukan penandatanganan Akta Jual
   Beli atau Kesepakatan Pengikatan Jual Beli dihadapan PPAT.


Penyerahan

LP berjanji serta mengikatkan diri kepada MI sebagai berikut:
1.   LP akan menyerahkan berkas-berkas Tanah tersebut dalam keadaan lengkap
     sehingga dapat di proses pengalihan hak nya ke atas nama MI di hadapan PPAT.
2.   LP akan menyerahkan Fisik Tanah tersebut di atas dalam keadaan kosong kepada
     MI.




Ref. No.: 00787/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2024                                    14
Page 33
Biaya, Pajak, Iuran, dan Pungutan

1.   Semua beban-beban dan pajak-pajak yang terhutang atas Tanah dan turutannya
     tersebut, termasuk (namun tidak terbatas) Pajak Bumi dan Bangunan (PBB),
     pungutan-pungutan dan segala macam Iuran, rekening-rekening listrik dan air yang
     terhutang sampai tanggal berakhirnya Perjanjian ini dan diserahkannya Tanah
     tersebut kepada MI tetap menjadi tanggungan dan harus dibayar oleh LP, dan pada
     saat yang bersamaan MI diberikan pelunasan dan pembebasan terhadap segala
     tanggung jawab (acquit et de charge) oleh LP sehubungan dengan kewajiban
     tersebut, sedang yang terhutang sesudahnya menjadi tanggungan dan harus
     dibayar oleh MI.
2.   Segala ongkos-ongkos, termasuk Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan
     (BPHTB), Akta Jual Beli dihadapan PPAT, dan biaya balik nama sertifikat ke atas
     nama Pembeli sepenuhnya menjadi tanggungan dan harus dibayar oleh MI.


       Analisis Manfaat dan Risiko dari Rencana Transaksi yang Akan Dilakukan

Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa manfaat dari
Rencana Transaksi adalah:
1. MI dapat membangun gudang milik sendiri guna mengurangi biaya sewa dan
   meningkatkan kapasitas penyimpanan bahan baku sehingga dapat mendukung
   pertumbuhan MI untuk jangka panjang
2. Efisiensi karena lokasi tanah yang dipilih berdekatan dengan pabrik MI.
3. Kepemilikan aset properti berupa Tanah merupakan suatu investasi yang baik bagi
   Perusahaan karena nilainya cenderung meningkat.

Sementara itu, juga terdapat risiko akibat dari Rencana Transaksi, yaitu timbulnya
beban Perseroan atas kepemilikan aset, seperti biaya pengalihan hak, biaya asuransi
dan pajak properti.


      Analisis Kualitatif atas Rencana Transaksi

       Riwayat Perusahaan dan Sifat Kegiatan Usaha

PT Mayora Indah Tbk didirikan pada tahun 1977 dengan pabrik pertama berlokasi di
Tangerang dengan target market wilayah Jakarta dan sekitarnya. Setelah mampu
memenuhi pasar Indonesia, Perseroan melakukan Penawaran Umum Perdana dan
menjadi perusahaan publik pada tahun 1990 dengan target market; konsumen Asean.
Kemudian melebarkan pangsa pasarnya ke negara negara di Asia. Saat ini produk
Perseroan telah tersebar di 5 benua di dunia.

Sebagai salah satu Fast Moving Consumer Goods Companies, PT Mayora Indah Tbk telah
membuktikan dirinya sebagai salah satu produsen makanan berkualitas tinggi dan telah
mendapatkan banyak penghargaan, diantaranya adalah “Top Five Best Managed
Companies in Indonesia” dari Asia Money, “Top 100 Exporter Companies in Indonesia”
dari majalah Swa, “Top 100 public listed companies” dari majalah Investor Indonesia,
“Best Manufacturer of Halal Products” dari Majelis Ulama Indonesia, Best Listed
Company dari Berita Satu, “Indonesia's Corporate Secretary Award, Top 5 Good
Corporate Governance Issues in Consumer Goods Sector, dari Warta Ekonomi dan
banyak lagi penghargaan lainnya.



Ref. No.: 00787/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2024                                   15
Page 34
        Analisis Industri dan Lingkungan

industri makanan dan minuman (mamin) merupakan sektor strategis dalam menopang
pertumbuhan perekonomian Indonesia. pada tahun 2023 industri makanan dan
minuman berkontribusi 39,10 persen terhadap pendapatan domestik bruto (PDB)
industri nonmigas dan 6,55 persen terhadap PDB nasional.

pada tahun 2023 industri makanan dan minuman berkontribusi 39,10 persen terhadap
pendapatan domestik bruto (PDB) industri nonmigas dan 6,55 persen terhadap PDB
nasional. Meski sempat mengalami pukulan akibat pandemi COVID-19, sektor industri
makanan dan minuman kembali bangkit dengan pertumbuhan 4,47 persen pada tahun
2023 (y-o-y)

sektor tersebut juga mencatatkan neraca dagang positif sebesar 25,21 miliar dolar AS
dengan nilai ekspor di tahun 2023 mencapai 41,70 miliar dolar AS dan impor sebesar
16,49 miliar dolar AS. Investasi sektor industri makanan dan minuman juga terus
tumbuh dengan perkembangan realisasi investasi mencapai Rp85,10 triliun pada tahun
2023

Kementerian Perindustrian berupaya meningkatkan kesiapan industri makanan dan
minuman agar bertransformasi menuju industri 4.0 sehingga memiliki daya saing
melalui penerapan teknologi digital dan inovasi baik produksi, distribusi, dan pemasaran
produknya.

Di sisi performa FMCG, pertumbuhan masih didorong oleh peningkatan harga dan
pemulihan pertumbuhan volume penjualan yang terlihat pada akhir tahun. Hal ini
tercermin dari frekuensi yang mengalami sedikit peningkatan tetapi pembeli tetap
mempertahankan pengeluaran secara keseluruhan. Namun, sebagian pembeli akan
beralih ke produk alternatif yang lebih murah.

                       Gambar 2 : Perilaku Konsumen Per Segmen




Sumber: Kantar, Worldpanel FMCG, Indonesia Q4 2023



Selain dari ritel konvensional, perdagangan secara digital terus berkembang, terutama
di sektor kecantikan dan perawatan pribada. Oleh karena itu pelaku bisnis perlu untuk
meningkatkan strategi pemasarannya untuk menjangkau lebih banyak pembeli.

Sumber:
   •  https://www.antaranews.com/berita/3992028/kemenperin-industri-makanan-minuman-
      penopang-ekonomi-indonesia
   •  Kantar, Worldpanel FMCG, Indonesia Q4 2023



Ref. No.: 00787/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2024                                     16
Page 35
       Analisis Operasional dan Prospek Usaha

        Kegiatan Usaha Operasional

Saat ini, PT Mayora Indah Tbk dan entitas anak memproduksi dan secara umum
mengklasifikasikan produk yang dihasilkannya kedalam 2 (dua) kategori yaitu makanan
dan minuman olahan, yang meliputi 6 (enam) divisi yang masing masing menghasilkan
produk berbeda namun terintegrasi.

                       Tabel 6 : Divisi dan Merek Dagang MI

   Divisi                                Merek Dagang

   Biskuit        Roma Marie Susu, Roma Marie Susu Gold, Roma Kelapa, Roma
                Kelapa Cream, Roma Sandwich, Roma Malkist, Roma Malkist Abon,
                Roma Malkist Coklat, Roma Malkist Krim Keju Manis, Roma Malkist
                Krim Tiramisu, Roma Cream Creakers, Royal Choice, Better, Slai O
                 Lai, Sari Gandum, Sari Gandum Sandwich, Roma Cookies, Roma
                                           Arden, dll
  Kembang             Kopiko, Kopiko Cappuccino, KIS, Tamarin, dan lain-lain
    Gula
   Wafer       Beng Beng, Beng Beng Maxx, Beng Beng Share It, Astor, Roma Wafer
                    Coklat, Roma Zuperrr Keju, Roma Choco Blast dan lain-lain
    Coklat                        Choki-choki, Drink Beng Beng
     Kopi         Torabika Duo, Torabika Duo Susu Full Cream, Torabika 3 in 1,
                Torabika Moka, Torabika Cappuccino, Torabika Jahe Susu, Torabika
                 Creamy Latte, Torabika Kopi Susu Espreso, Kopiko Brown Coffee,
                Toracafe Volcano Chocomelt, Toracafe Caramelove, Torabika Milky
                                       Latte, dan lain-lain.
   Makanan               Energen Cereal, Energen Oatmilk, Prima Cereal.
  Kesehatan


Di Indonesia, Perseroan tidak hanya dikenal sebagai perusahaan yang memproduksi
makanan dan minuman olahan, tetapi juga dikenal sebagai market leader yang sukses
menghasilkan produk produk yang menjadi pelopor pada kategorinya masing masing.

Produk-produk hasil inovasi Perseroan tersebut di antaranya:
• Permen Kopiko, pelopor permen kopi
• Astor, pelopor wafer stick
• beng beng, pelopor wafer caramel berlapis coklat
• Choki-choki, pelopor coklat pasta
• Energen, pelopor minuman cereal
• Kopi Torabika Duo dan Duo Susu, pelopor coffee mix
• Kopiko Brown Coffee, pelopor racikan kopi dengan gula aren
• Torabika Creamy Latte, pelopor kopi Latte dengan sajian gula terpisah

Hingga saat ini, Perseroan dan entitas anak tetap konsisten pada kegiatan utamanya,
yaitu dibidang pengolahan makanan dan minuman. Sesuai dengan tujuannya,
Perseroan bertekad akan terus menerus berupaya meningkatkan segala cara dan upaya
untuk mencapai hasil yang terbaik untuk kepentingan seluruh pekerja, mitra usaha,
pemegang saham, dan para konsumennya.




Ref. No.: 00787/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2024                                 17
Page 36
         Persaingan Usaha

Saat ini Perseroan menjalankan kegiatan usaha di bidang perindustrian dan
perdagangan makanan ringan. Perseroan bersaing dengan perusahaan-perusahaan
yang bergerak di bidang yang sejenis di Indonesia, antara lain adalah:

−   PT Kino Indonesia, Tbk
−   PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk
−   PT Tiga Pilar Sejahtera Food
−   PT Siantar Top
−   PT Artha Boga Cemerlang


         Prospek Usaha

Sejumlah indikator perekonomian nasional disepanjang tahun 2023 semakin mengarah
pada perbaikan. Pemulihan ekonomi paska pandemi semakin terlihat, demikian pula
dengan kekhawatiran yang timbul akibat konflik politik antar negara yang berdampak
pada harga barang dan besarnya biaya hidup dapat diatasi dengan baik.

Berbagai data ekonomi dari dalam negeri yang bagus, memberikan harapan dan
optimisme bahwa tahun 2024 akan lebih baik meskipun krisis pangan akibat perubahan
iklim masih membayangi.

Melihat peran sektor industri makanan dan minuman yang memiliki kontribusi yang
konsisten dan signifikan terhadap ekonomi nasional serta komitmen dari pemerintah
untuk terus mendorong pertumbuhan industri di dalam negeri, industri makanan dan
minuman akan terus memiliki peluang yang sangat besar untuk bertumbuh
kedepannya.


         Analisis SWOT

Berikut adalah analisis SWOT MI:

Kekuatan

•   Perseroan merupakan salah satu perusahaan industri makanan dan minuman yang
    terbesar di Indonesia dan produk-produknya bahkan juga dijual di mancanegara.
•   Perseroan memiliki brand image yang kuat sehingga dapat mempertahankan
    loyalitas konsumen.
•   Produk perseroan yang beraneka ragam sehingga dapat bersaing di pasar baik dari
    segi harga maupun rasa.
•   Perseroan setelah memiliki standar operasional prosedur yang didukung oleh adanya
    sistem teknologi informasi yang terstandarisasi sehingga dapat meminimalisasi
    terjadinya kesalahan yang dibuat oleh pekerja baik sengaja maupun tidak disengaja.

Kelemahan

•   Adanya bahan baku produksi yang diimpor atau mengikuti harga pasar internasional,
    sehingga ketidakstabilan nilai tukar mata uang asing terhadap mata uang Rupiah
    dapat memberikan dampak ketidakpastian terhadap biaya produksi dan dalam
    penetapan harga jual produk.




Ref. No.: 00787/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2024                                    18
Page 37
Peluang

•   Pangsa pasar yang besar baik dalam negeri maupun luar negeri.
•   Pengembangan dan inovasi-inovasi baru dari produk yang telah ada.

Ancaman

•   Persaingan yang semakin ketat, baik itu antar perusahaan maupun persaingan
    dengan industri rumahan.
•   Bencana alam, gagal panen, terganggunya jalur transportasi dan kejadian
    sejenisnya yang menyebabkan terganggunya pasokan bahan baku yang dapat
    menyebabkan pemanfaatan kapasitas produksi untuk mendapatkan efisiensi
    maksimal tidak tercapai.
•   Ketidakstabilan kondisi ekonomi, sosial, politik dan keamanan di Indonesia.
•   Perubahan ketentuan negara lain atau peraturan internasional.


       Alasan dan Latar Belakang Dilakukannya Rencana Transaksi

Selama ini, MI menyewa gudang untuk membantu menampung penyimpanan bahan
baku. Saat ini, kapasitas gudang yang disewa oleh MI sudah hampir maksimal. MI
berencana untuk membangun gudang bahan baku sendiri untuk mengurangi biaya sewa
dan meningkatkan kapasitas penyimpanan bahan baku sehingga dapat mendukung
pertumbuhan MI untuk jangka panjang.


       Keuntungan dan Kerugian Kualitatif atas Rencana Transaksi

Dengan dilakukannya Rencana Transaksi memberikan keuntungan terhadap Perseroan,
di mana setelah Tanah sudah menjadi milik Perseroan, maka Perseroan dapat
membangun gudang untuk penyimpanan bahan baku produksi yang lokasinya
bersebelahan dengan pabrik MI.

Kerugian Perseroan atas Rencana Transaksi adalah Perseroan perlu mengeluarkan biaya
atas kepemilikan aset, seperti biaya asuransi dan pajak properti.


      Analisis Kuantitatif atas Rencana Transaksi

       Penilaian Kinerja Historis

          Posisi Keuangan

Posisi keuangan Perseroan untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2019 hingga
31 Desember 2023 adalah seperti terlihat berikut ini.




Ref. No.: 00787/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2024                                 19
Page 38
PT MAYORA INDAH Tbk                                                                 2,3%         -42,3%          62,7%          64,7%
                               Tabel 7 : Posisi Keuangan MI Tahun 2019 – 2023
LAPORAN POSISI KEUANGAN 2019 - 2023
(dalam jutaan Rupiah)

Dalam jutaan Rp                                                 2019           2020           2021           2022           2023
ASET
ASET LANCAR
  Kas dan setara kas                                            2.982.005      3.777.791      3.009.380      3.262.075      4.156.739
  Investasi surat berharga                                            -              -              -           75.799            -
  Piutang Usaha                                                 5.901.994      5.463.985      5.911.804      6.489.405      6.098.433
     Pihak berelasi                                             4.745.854      5.333.380      5.552.851      6.135.529      5.848.244
     Pihak ketiga                                               1.156.140        130.604        358.952        353.877        250.189
  Piutang lain-lain - pihak ketiga                                500.975        168.238        167.565        115.364         98.528
  Persediaan                                                    2.790.634      2.805.112      3.034.214      3.870.496      3.556.864
  Uang muka pembelian                                             101.544        106.661        176.080        302.131        314.375
  Pajak dibayar dimuka                                            461.144        484.846        641.949        634.976        482.036
  Biaya dibayar dimuka                                             37.807         32.096         28.791         22.378         31.947
 Jumlah Aset Lancar                                           12.776.103     12.838.729     12.969.784     14.772.624     14.738.922

ASET TIDAK LANCAR
  Aset pajak tangguhan                                             96.055        104.876         50.346         32.707         51.556
  Aset tetap                                                    4.674.964      6.043.202      6.376.789      6.644.507      8.159.842
  Aset hak guna                                                       -          228.563        160.223         80.787          4.627
  Uang muka pembelian aset tetap                                1.459.859        521.484        318.471        704.296        872.161
  Uang jaminan                                                     30.938         40.646         42.041         41.239         43.297
 Jumlah Aset Tidak Lancar                                      6.261.816      6.938.771      6.947.869      7.503.537      9.131.483

JUMLAH ASET                                                   19.037.919     19.777.501     19.917.653     22.276.161     23.870.405

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
  Utang bank jangka pendek                                      1.000.000        50.000        795.000       1.028.751        85.000
  Utang usaha
     Pihak berelasi                                                73.028         89.729         97.816         82.371        109.415
     Pihak ketiga                                               1.239.154      1.502.068      1.680.128      1.576.148      1.785.245
  Utang lain-lain - pihak ketiga                                  100.230        314.132        231.203        357.016        168.251
  Utang pajak                                                     184.860        147.124         26.615        217.422        465.943
  Beban akrual                                                    695.163        411.853        325.828        685.327        750.269
  Bagian liabilitas jangka panjang jatuh tempo satu tahun:
   Utang bank                                                     421.924        804.081      1.273.205      1.092.802        644.390
   Liabilitas sewa                                                    -              -           91.430         88.899          4.688
   Utang obligasi                                                     -          156.337      1.049.548        507.890            -
 Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                               3.714.360      3.475.324      5.570.773      5.636.627      4.013.201

LIABILITAS JANGKA PANJANG
  Liabilitas pajak tangguhan                                      11.181         15.261         28.105         33.751         30.365
  Liabilitas jangka panjang - dikurangi bagian jatuh tempo:
   Utang bank                                                   2.839.708      1.725.336      1.004.213        983.145      1.703.883
   Liabilitas sewa                                                    -          236.191         79.536            -              -
   Utang obligasi                                               1.546.672      1.888.883        841.002      1.827.690      1.829.449
  Liabilitas imbalan kerja jangka panjang                       1.014.058      1.165.038      1.033.992        960.253      1.011.417
 Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                              5.411.619      5.030.709      2.986.848      3.804.839      4.575.115

JUMLAH LIABILITAS                                              9.125.979      8.506.032      8.557.622      9.441.467      8.588.316

EKUITAS
  Modal saham                                                    447.174        447.174        447.174        447.174        447.174
  Tambahan modal disetor                                             330            330            330            330            330
  Saldo Laba
    Ditentukan penggunaannya                                       45.000         47.000         49.000         51.000         53.000
    Belum ditentukan penggunaannya                              9.185.876     10.524.378     10.634.917     12.136.013     14.552.038
  Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan                  (3.966)        (7.812)       (12.714)        (6.116)       (13.054)
Jumlah                                                          9.674.414     11.011.070     11.118.707     12.628.401     15.039.488
  Kepentingan non pengendali                                      237.527        260.398        241.324        206.293        242.602
Jumlah Ekuitas                                                  9.911.940     11.271.468     11.360.031     12.834.694     15.282.089

JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                 19.037.919     19.777.501     19.917.653     22.276.161     23.870.405



a. Aset

Secara keseluruhan aset MI rata-rata mengalami peningkatan sebesar 5,82% per tahun
selama periode 2019-2023, yaitu dari Rp 19,04 triliun pada tahun 2019 dan mencapai
Rp 23,87 triliun pada 31 Desember 2023.




Ref. No.: 00787/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2024                                                                                  20
Page 39
Aset Lancar

Pada tahun 2019, aset lancar MI tercatat sebesar Rp 12,78 triliun, kemudian meningkat
menjadi Rp 12,84 triliun pada tahun 2020. Pada tahun 2021, aset lancar MI meningkat
menjadi Rp 13,00 triliun yang terutama disebabkan adanya peningkatan piutang usaha
dan persediaan.

Pada tahun 2022, aset lancar MI meningkat menjadi Rp 14,77 triliun yang terutama
disebabkan karena peningkatan piutang usaha dan persediaan. Pada tahun 2023, aset
lancar MI mengalami sedikit penurunan menjadi Rp 14,74 triliun yang terutama
disebabkan penurunan piutang usaha dan persediaan.

Aset Tidak Lancar

Pada tahun 2019, aset tidak lancar MI adalah sebesar Rp 6,26 triliun, kemudian
meningkat menjadi Rp 6,94 triliun pada tahun 2020 yang disebabkan pembelian aset
tetap. Pada tahun 2021, aset tidak lancar MI kembali meningkat menjadi Rp 6,95 triliun
karena adanya peningkatan aset tetap.

Pada tahun 2022, aset tidak lancar MI kembali meningkat menjadi Rp.7,50 triliun
terutama karena pembelian aset tetap dan peningkatan uang muka pembelian aset
tetap. Pada tahun 2023, aset lancar MI kembali meningkat menjadi Rp 9,13 triliun yang
terutama disebabkan peningkatan aset tetap dan uang muka pembelian aset tetap.


b. Liabilitas

Jumlah liabilitas Perseroan secara keseluruhan mengalami penurunan sebesar 1,51%
per tahun selama periode 2019 – 2023, yaitu dari Rp 9,13 triliun pada tahun 2019 dan
turun menjadi Rp 8,59 triliun pada 31 Desember 2023.

Liabilitas Jangka Pendek

Pada tahun 2019, liabilitas jangka pendek MI tercatat sebesar Rp 3,71 triliun, kemudian
turun menjadi Rp 3,48 triliun pada tahun 2020 terutama disebabkan karena pelunasan
utang bank jangka pendek. Pada tahun 2021, liabilitas jangka pendek MI meningkat
menjadi Rp 5,57 triliun yang disebabkan karena adanya peningkatan utang bank jangka
pendek dan utang obligasi.

Pada tahun 2022, liabilitas jangka pendek MI meningkat menjadi Rp 5,64 triliun yang
disebabkan karena peningkatan utang bank jangka pendek, meskipun sebagian dari
utang obligasi telah dibayar. Pada tahun 2023, liabilitas jangka pendek MI kembali turun
menjadi Rp 4,01 triliun yang terutama disebabkan pelunasan utang bank jangka pendek
dan utang obligasi.

Liabilitas Jangka Panjang

Pada tahun 2019, liabilitas jangka panjang MI tercatat sebesar Rp 5,4 triliun, kemudian
turun menjadi Rp 5,0 triliun pada tahun 2020 terutama disebabkan karena adanya
penurunan utang bank jangka panjang. Pada tahun 2021, liabilitas jangka panjang MI
turun menjadi Rp 2,99 triliun yang disebabkan karena penurunan utang bank dan utang
obligasi.

Pada tahun 2022, liabilitas jangka panjang MI kembali meningkat menjadi Rp 3,80
triliun yang disebabkan adanya peningkatan utang obligasi. Pada tahun 2023, liabilitas


Ref. No.: 00787/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2024                                     21
Page 40
jangka panjang MI mengalami peningkatan menjadi Rp 4,58 triliun yang terutama
disebabkan peningkatan utang bank.


c. Ekuitas

Ekuitas MI pada periode 2019 - 31 Desember 2023 secara keseluruhan terus mengalami
peningkatan dengan rata-rata peningkatan sebesar 11,43% per tahun. Pada tahun 2019
jumlah ekuitas tercatat sebesar Rp 9,91 triliun, kemudian terus meningkat pada tahun
2020, 2021, 2022, dan 2023 menjadi berturut-turut sebesar Rp 11,27 triliun, Rp 11,36
triliun, Rp 12,83 triliun dan Rp 15,28 triliun.


               Laba Rugi

Secara ringkas Laba Rugi Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tahun 2019 hingga
2023 adalah seperti disajikan di bawah ini.

                               Tabel 8 : Laporan Laba-Rugi MI Tahun 2019 - 2023

 Dalam jutaan Rp                                                  2019          2020          2021          2022          2023


Penjualan                                                         25.026.739    24.476.954    27.904.558    30.669.406    31.485.008
Beban pokok penjualan                                             17.109.499    17.177.831    20.981.575    23.829.983    23.077.230


 LABA BRUTO                                                       7.917.241     7.299.123     6.922.984     6.839.423     8.407.778


Beban Usaha
  Beban Penjualan                                                  4.027.987     3.769.235     4.539.447     3.708.573     3.357.801
   Beban Umum & Administrasi                                        716.990       698.960       611.221       697.735       750.502
Jumlah beban usaha                                                 4.744.976     4.468.195     5.150.668     4.406.309     4.108.302


 LABA USAHA                                                       3.172.265     2.830.928     1.772.316     2.433.115     4.299.475


  Penghasilan Lain-Lain
    Penghasilan bunga                                                52.353        51.405        23.187        30.708        84.751
    Keuntungan penjualan aset tetap                                    2.388         1.965         2.475         2.071         7.905
    Beban bunga                                                     (355.075)     (353.822)     (320.535)     (389.183)     (302.577)
    Keuntungan (kerugian) selisih kurs mata uang asing - bersih     (206.362)     116.987        46.626       360.307       (147.036)
    Lain-lain - bersih                                               38.898        36.427        25.580        69.039       151.197
   Jumlah Penghasilan (Beban)Lain-Lain                              (467.798)     (147.038)     (222.667)      72.943       (205.760)



 LABA SEBELUM PAJAK                                               2.704.467     2.683.890     1.549.649     2.506.058     4.093.716


   Beban pajak penghasilan                                          (653.062)     (585.722)     (338.596)     (535.993)     (848.844)


 LABA TAHUN BERJALAN                                              2.051.404     2.098.169     1.211.053     1.970.065     3.244.872




a. Penjualan

Penjualan MI mengalami peningkatan rata-rata sebesar 5,91% tiap tahun pada periode
2019 - 2023. Pada tahun 2019 jumlah penjualan tercatat sebesar Rp 25,03 triliun,
kemudian mengalami sedikit penurunan menjadi Rp 24,48 triliun yang disebabkan
karena terjadinya pandemi Covid-19 yang mempengaruhi seluruh sektor industri di
Indonesia. Penjualan MI meningkat berturut-turut menjadi Rp 27,9 triliun pada tahun
2021, Rp 30,67 triliun pada tahun 2022 dan Rp 31,49 triliun pada tahun 2023.

b. Beban Pokok Penjualan

Beban pokok penjualan MI mengalami peningkatan sebesar 7,77% tiap tahun pada
periode 2019 - 2023. Pada tahun 2019, beban pokok penjualan tercatat sebesar
Rp.17,11 triliun, kemudian meningkat berturut-turut menjadi Rp 17,18 triliun pada
tahun 2020, Rp 20,98 triliun pada tahun 2021, dan Rp 23,83 triliun pada tahun 2022.
Ref. No.: 00787/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2024                                                                                22
Page 41
Per 31 Desember 2023, beban pokok penjualan MI tercatat turun menjadi sebesar
Rp.23,08 triliun.

c. Laba

Laba MI secara rata-rata mengalami peningkatan sebesar 12,15% tiap tahun pada
periode 2019 - 2023. Pada tahun 2019 laba bersih MI tercatat sebesar Rp 2,05 triliun,
kemudian meningkat pada tahun 2020 menjadi sebesar Rp 2,10 triliun. Pada tahun 2021
laba MI mengalami penurunan menjadi Rp 1,21 triliun yang disebabkan karena
peningkatan beban pokok penjualan dan beban usaha yang lebih tinggi dibandingkan
peningkatan pendapatannya. Pada tahun 2022 laba MI tercatat meningkat menjadi Rp
1,97 triliun. Per 31 Desember 2023 laba bersih Perseroan tercatat meningkat sebesar
64,7% menjadi Rp 3,24 triliun.


            Arus Kas

Gambaran arus kas MI untuk tahun yang berakhir pada tanggal 2019 - 2023 adalah
seperti disajikan di bawah ini.

                           Tabel 9 : Laporan Arus Kas MI Tahun 2019 - 2023

Dalam jutaan Rp                                                    2019           2020           2021           2022           2023

 Arus Kas dari Aktivitas Operasi
   Penerimaan kas dari pelanggan dan lain-lain                    24.458.208     24.952.078     27.065.541     29.519.520     31.896.214
   Pembayaran kepada pemasok, kontraktor, karyawan               (20.967.320)   (20.475.882)   (25.598.403)   (27.675.688)   (26.142.799)
   Kas bersih yang dihasilkan dari operasi                         3.490.888      4.476.195      1.467.138      1.843.832      5.753.415
   Penerimaan restitusi pajak                                        770.888        295.622        391.875        624.486        474.266
   Pembayaran pajak penghasilan                                     (547.269)      (614.759)      (406.976)      (382.068)      (590.728)
   Pembayaran bunga                                                 (364.396)      (377.798)      (340.692)      (396.062)      (310.805)
   Pembayaran imbalan kerja jangka panjang                           (45.030)       (61.711)       (69.152)       (70.218)       (66.566)
   Pembayaran pajak final                                             (1.216)        (1.717)          (238)          (400)          (400)
   Arus Kas Dari Aktivitas Operasi                                3.303.864      3.715.832      1.041.955      1.619.571      5.259.182

 Arus Kas dari Aktivitas Investasi
   Perolehan aset tetap                                             (438.477)      (634.119)     (658.965)       (804.919)    (1.653.568)
   Penerimaan (pembayaran) penempatan investasi surat berharga             -              -             -         (75.852)        72.402
   Pembayaran uang muka pembelian aset tetap                      (1.459.859)      (521.484)     (318.471)       (704.296)      (872.161)
   Penurunan (kenaikan) uang jaminan                                  (2.276)        (9.708)       (1.395)            802         (2.057)
   Penerimaan bunga                                                   52.353         51.405        23.187          30.708         84.751
   Hasil penjualan aset tetap                                          2.942          2.890         8.029           6.993         11.176
   Arus Kas dari Aktivitas Investasi                             (1.845.317)    (1.111.015)     (947.615)     (1.546.563)    (2.359.457)

 Arus kas neto aktivitas pendanaan
   Penerimaan:
    Utang bank jangka pendek                                      2.300.000      1.750.000      1.815.000      3.868.751      1.350.000
    Pinjaman bank jangka panjang                                  2.210.000        350.000      1.175.000      1.826.251      1.570.086
    Penerbitan obligasi                                                   -        500.000              -      1.500.000              -
   Pembayaran:
    Utang bank jangka pendek                                      (2.800.000)    (2.650.000)    (1.070.000)    (3.635.000)    (2.293.751)
    Pinjaman bank jangka panjang                                  (1.162.795)    (1.130.835)    (1.426.932)    (2.026.125)    (1.297.055)
    Utang obligasi                                                  (750.000)           -              -              -              -
    Dividen
     Perusahaan                                                    (648.402)       (670.761)    (1.162.652)      (469.533)      (782.554)
     Entitas anak                                                   (14.253)        (14.253)       (44.109)       (63.569)       (14.703)
    Pelunasan obligasi                                                    -               -       (157.000)    (1.050.000)      (508.000)
   Arus kas neto aktivitas pendanaan                              (865.450)     (1.865.848)      (870.694)       (49.224)    (1.975.978)

 Kenaikan (Penurunan) Kas dan Setara Kas Bersih                     593.097        738.969       (776.353)        23.783        923.746
 Kas dan Setara Kas Awal Tahun                                    2.495.655      2.982.005      3.777.791      3.009.380      3.262.075
 Pengaruh perubahan kurs mata uang asing                            (106.747)        56.818         7.942         228.911        (29.083)
 Kas dan Setara Kas Akhir Tahun                                   2.982.005      3.777.791      3.009.380      3.262.075      4.156.739




a. Aktivitas Operasi

Selama periode 2019 - 2023, arus kas operasi Perseroan berada pada posisi positif dan
mencapai yang tertinggi pada tahun 2023 yaitu sebesar Rp 5,26 triliun yang terutama
disebabkan penerimaan dari pelanggan lebih tinggi dibandingkan pengeluaran-
pengeluaran untuk operasional Perseroan.
Ref. No.: 00787/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2024                                   23
Page 42
b. Aktivitas Investasi

Selama periode 2019 - 2023, Perseroan mencatat adanya kas yang digunakan untuk
aktivitas investasi terutama untuk perolehan aset tetap dan pembayaran uang muka
pembelian aset tetap. Pengeluaran tertinggi tercatat pada tahun 2023 yaitu sebesar
Rp.2,36 triliun yang terutama digunakan untuk perolehan aset tetap.


c. Aktivitas Pendanaan

Selama periode 2019 - 2023, Perseroan mencatat adanya pengeluaran kas dari aktivitas
pendanaan. Penerimaan kas dari utang bank jangka pendek, pinjaman bank jangka
panjang dan utang obligasi. Sementara pengeluaran kas terutama untuk pelunasan
utang bank jangka pendek, pinjaman bank jangka panjang, utang obligasi, serta
pembayaran dividen.


       Rasio-rasio Keuangan

Gambaran rasio keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31
Desember 2019 hingga 31 Desember 2023 adalah seperti disajikan berikut ini.

                      Tabel 10 : Rasio Keuangan MI Tahun 2019 - 2023

  ANALISA RASIO                 2019        2020        2021        2022        2023

  PROFITABILITAS
    GPM                           31,6%      29,8%       24,8%       22,3%       26,7%
    OPM                           12,7%      11,6%        6,4%        7,9%       13,7%
    NPM                            8,2%       8,6%        4,3%        6,4%       10,3%
    ROA                           10,8%      10,6%        6,1%        8,8%       13,6%
    ROE                           20,7%      18,6%       10,7%       15,3%       21,2%
  LIKUIDITAS
    Current Ratio                  3,44        3,69        2,33        2,62        3,67
    Quick Ratio                    2,69        2,89        1,78        1,93        2,79
    Cash Ratio                     0,80        1,09        0,54        0,58        1,04
  AKTIVITAS
    Hari Piutang                       86          81          77          77          71
    Hari Persediaan                    60          60          53          59          56
    Hari Utang                         28          34          31          25          30
  SOLVABILITAS
    DER                           92,1%      75,5%       75,3%       73,6%       56,2%
    DAR                           47,9%      43,0%       43,0%       42,4%       36,0%




Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa:
❖ Berdasarkan rasio profitabilitas, kemampuan Perseroan dalam memperoleh laba
  baik, dimana dari marjin laba bersih berkisar antara 4,3% hingga 10,3% dan tingkat
  pengembalian terhadap ekuitas (ROE) berkisar antara 10,7% hingga 21,2% selama
  2019 hingga 2023.
❖ Berdasarkan rasio likuiditas, kemampuan Perseroan untuk memenuhi kewajiban
  yang harus dibayar dengan harta lancarnya baik, dimana berdasarkan rasio lancar
  berada diatas 1 kali.
❖ Komposisi struktur perusahaan yang digambarkan dengan debt equity ratio (DER)
  dan debt to asset ratio (DAR) menunjukkan bahwa pendanaan Perseroan yang
  berasal dari utang mengalami penurunan, dimana pada tahun 2019 DER sebesar
  92,1% dan DAR sebesar 47,9% sementara pada tahun 2023 DER sebesar 56,2%
  dan DAR sebesar 36,0%.
Ref. No.: 00787/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2024                                     24
Page 43
         Analisis Keuangan Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi

Posisi Keuangan dan Laba Rugi sebelum Rencana Transaksi diperoleh dari laporan
keuangan per tanggal 31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik
Mirawati Sensi Idris, sedangkan Posisi Keuangan dan Laba Rugi setelah Rencana
Transaksi merupakan perkiraan yang didasarkan atas kemungkinan perubahan pada
akun-akun yang terkait dengan Rencana Transaksi yang diberikan oleh Manajemen.

Untuk memberikan gambaran secara lebih jelas, berikut ini disajikan tabel Posisi
Keuangan dan Laba Rugi sebelum dan setelah Rencana Transaksi.


           Posisi Keuangan Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi

       Tabel 11 : Posisi Keuangan MI Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi *)

                                                                             31-Des-23
 Dalam jutaan Rupiah
                                                     Sebelum Transaksi      Penyesuaian         Setelah Transaksi
 ASET
 Aset Lancar
   Kas dan setara kas                                          4.156.739            (102.940)             4.053.799
   Piutang Usaha                                               6.098.433                   -              6.098.433
   Piutang lain-lain                                              98.528                   -                 98.528
   Persediaan                                                  3.556.864                   -              3.556.864
   Uang muka pembelian                                           314.375                   -                314.375
   Pajak dibayar dimuka                                          482.036               9.762                491.798
   Biaya dibayar dimuka                                           31.947                   -                 31.947
 Jumlah Aset Lancar                                           14.738.922             (93.178)            14.645.744

 Aset Tidak Lancar
   Aset pajak tangguhan                                           51.556                   -                 51.556
   Aset tetap                                                  8.159.842              88.741              8.248.583
   Aset hak guna                                                   4.627                   -                  4.627
   Uang muka pembelian aset tetap                                872.161                   -                872.161
   Uang jaminan                                                   43.297                   -                 43.297
 Jumlah Aset Tidak Lancar                                      9.131.483              88.741              9.220.224

 JUMLAH ASET                                                  23.870.405              (4.437)            23.865.968

 LIABILITAS DAN EKUITAS
 Liabilitas Jangka Pendek
   Utang bank jangka pendek                                       85.000                   -                 85.000
   Utang usaha
     Pihak berelasi                                              109.415                   -                109.415
     Pihak ketiga                                              1.785.245                   -              1.785.245
   Utang lain-lain - pihak ketiga                                168.251                   -                168.251
   Utang Pajak                                                   465.943                   -                465.943
   Beban akrual                                                  750.269                   -                750.269
   Bagian pinjaman bank jangka panjang                           644.390                   -                644.390
 Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                               4.013.201                   -              4.013.201

 Liabilitas Jangka Panjang
   Liabilitas pajak tangguhan                                     30.365                   -                 30.365
   Liabilitas imbalan kerja jangka panjang                     1.011.417                   -              1.011.417
   Pinjaman bank jangka panjang                                1.703.883                   -              1.703.883
   Utang obligasi                                              1.829.449                   -              1.829.449
 Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                              4.575.115                   -              4.575.115

 Jumlah Liabilitas                                             8.588.316                   -              8.588.316

 Ekuitas
   Modal saham                                                   447.174                   -                447.174
   Tambahan modal disetor                                            330                   -                    330
   Saldo Laba
     Ditentukan penggunaannya                                     53.000                   -                 53.000
     Belum ditentukan penggunaannya                           14.552.038              (4.437)            14.547.601
   Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan               (13.054)                  -                (13.054)
   Kepentingan nonpengendali                                     242.602                   -                242.602
 Jumlah Ekuitas                                               15.282.089              (4.437)            15.277.652

 JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                23.870.405              (4.437)            23.865.968

Ref. No.: 00787/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2024                                                                 25
Page 44
Dari tabel posisi keuangan di atas terlihat bahwa transaksi pembelian tanah akan
meningkatkan aset tetap sebesar Rp 88,74 miliar dan menimbulkan PPN 11% (PPN
Masukan) untuk nantinya dapat dikreditkan serta Bea Perolehan Hak atas Tanah dan
Bangunan (BPHTB) sebesar 5% dari harga perolehan tanah. Transaksi tersebut didanai
oleh kas Perseroan sehingga kas Perseroan berkurang sebesar Rp 102,94 miliar.

Penyesuaian laporan keuangan Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi dilakukan
adalah sebagai berikut:

Aset Tetap
Penambahan atas pembelian Tanah sebesar Rp.88.741.200.000.

Pajak Dibayar Dimuka
Penambahan PPN Masukan                           yaitu   11%      dari       harga     perolehan           Tanah      sebesar
Rp.9.761.532.000.

Saldo Laba
Saldo laba berkurang dikarenakan adanya BPHTB atas perolehan tanah sebesar
Rp.4.437.060.000.

Kas dan Setara Kas
Pengurangan kas sebesar Rp 102.939.792.000.


            Laba Rugi Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi

               Tabel 12 : Laba Rugi MI Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi

                                                                                      31-Des-23
Dalam jutaan Rupiah
                                                         Sebelum Transaksi           Penyesuaian            Setelah Transaksi

 PENJUALAN BERSIH                                                 31.485.008                           -             31.485.008
 BEBAN POKOK PENJUALAN                                            23.077.230                       4.437             23.081.667

 LABA BRUTO                                                        8.407.778                   (4.437)                8.403.341

 BEBAN USAHA
   Beban Penjualan                                                 3.357.801                           -              3.357.801
   Beban Umum & Administrasi                                         750.502                           -                750.502

 LABA USAHA                                                        4.299.475                   (4.437)                4.295.038

 PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN
   Penghasilan bunga                                                  84.751                           -                 84.751
   Keuntungan penjualan aset tetap                                     7.905                           -                  7.905
   Beban bunga                                                      (302.577)                          -               (302.577)
   Laba (rugi) selisih kurs mata uang asing - bersih                (147.036)                          -               (147.036)
   Lain-lain - bersih                                                151.197                           -                151.197

 LABA SEBELUM PAJAK                                                4.093.716                   (4.437)                4.089.279

    Beban Pajak                                                     (848.844)                          -               (848.844)

 LABA BERSIH                                                       3.244.872                   (4.437)                3.240.435


Dari gambaran laba rugi di atas terlihat bahwa Dengan Transaksi, laba bersih Perseroan
berkurang karena timbulnya BPHTB atas perolehan tanah sebesar Rp 4.437.060.000.




Ref. No.: 00787/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2024                                                                             26
Page 45
          Proyeksi Keuangan Dengan dan Tanpa Rencana Transaksi

Proyeksi laporan keuangan telah dipersiapkan oleh manajemen Perseroan dengan
asumsi-asumsi yang menurut Penilai cukup wajar dengan asumsi sebagai berikut:

                                Tabel 13 : Asumsi Dasar Penyusunan Proyeksi

No.                    Dengan Transaksi                                        Tanpa Transaksi
1.         Terdapat pembelian tanah                               Tidak ada pembelian tanah
1.         Ada Pembangunan gudang yang akan                       Tidak ada pembangunan gudang dan
           selesai pada tahun 2024 sehingga:                      Perseroan tetap akan sewa ke pihak ketiga
           - Terdapat pengurangan biaya sewa
           setelah gudang selesai dibangun
           - Terdapat penambahan biaya penyusutan
           atas bangunan gudang




Dengan demikian proyeksi keuangan Perseroan Dengan dan Tanpa Transaksi adalah
sebagai berikut:

              Tabel 14 : Proyeksi Posisi Keuangan MI Dengan Rencana Transaksi

                                                                           DENGAN TRANSAKSI
 Dalam jutaan Rp
                                                      2024          2025         2026           2027          2028

 ASET
 CUREENT
 ASET LANCAR
           ASSETS
  Kas dan setara kas                                  5.062.620     6.830.082    11.531.705    10.611.268    14.893.337
  Piutang usaha                                       6.746.855     7.440.553     8.202.649     8.983.761     9.838.608
  Piutang lain-lain                                      98.528        98.528        98.528        98.528        98.528
  Persediaan                                          3.637.953     3.852.387     4.106.956     4.375.024     4.656.836
  Uang muka pembelian                                   314.375       314.375       314.375       314.375       314.375
  Pajak dibayar dimuka                                  528.648       482.036       482.036       482.036       482.036
  Beban dibayar dimuka                                   41.584        41.584        41.584        41.584        41.584
  Jumlah Aset Lancar                                16.430.562    19.059.546    24.777.834    24.906.576    30.325.305

 ASET TIDAK LANCAR
  Aset tetap - bersih                                 9.096.309     8.618.942     8.078.187     9.847.431     8.992.936
  Aset pajak tangguhan                                   51.556        51.556        51.556        51.556        51.556
  Aset lainnya                                          915.458       915.458       915.458       915.458       915.458
  Jumlah Aset Tidak Lancar                          10.063.324     9.585.957     9.045.201    10.814.445     9.959.950

 JUMLAH ASET                                        26.493.886    28.645.502    33.823.035    35.721.021    40.285.255

 LIABILITAS DAN EKUITAS
 LIABILITAS JANGKA PENDEK
   Utang usaha                                        2.010.614     1.807.459     1.955.561     2.104.992     2.261.761
   Utang lain-lain                                      277.666       277.666       277.666       277.666       277.666
   Beban akrual                                         750.269       750.269       750.269       750.269       750.269
   Utang pajak                                          593.983       729.096       752.578       905.144     1.128.735
   Liabilitas pajak tangguhan                             4.688         4.688         4.688         4.688         4.688
   Bagian pinjaman bank jangka panjang                  274.986       205.114       788.187       132.958       133.914
   Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                   3.912.207     3.774.293     4.528.950     4.175.717     4.557.033

 LIABILITAS JANGKA PANJANG
   Pinjaman bank jangka panjang                       1.551.290     1.332.477       516.892       356.537       195.225
   Liabilitas pajak tangguhan                            30.365        30.365        30.365        30.365        30.365
   Obligasi                                           2.335.000     2.040.000     4.040.000     2.800.000     2.800.000
   Liabilitas imbalan kerja jangka panjang            1.100.714     1.198.941     1.306.991     1.425.846     1.556.586
   Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                  5.017.370     4.601.784     5.894.249     4.612.748     4.582.176

 JUMLAH LIABILITAS                                   8.929.576     8.376.077    10.423.198     8.788.465     9.139.210

 EKUITAS
  Modal saham                                           447.174       447.174       447.174       447.174       447.174
  Tambahan modal disetor                                    330           330           330           330           330
  Saldo Laba
    Ditentukan penggunaannya                            55.000        57.000        59.000        61.000        63.000
    Belum ditentukan penggunaannya                  16.779.566    19.405.694    22.459.002    25.909.964    30.031.343
  Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan      (13.054)            -             -             -             -
  Kepentingan non pengendali                           295.294       359.227       434.331       514.088       604.198
 EKUITAS
  Jumlah Ekuitas                                    17.564.310    20.269.425    23.399.837    26.932.556    31.146.046

 JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                      26.493.886    28.645.502    33.823.035    35.721.021    40.285.255


Ref. No.: 00787/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2024                                                                     27
Page 46
                   Tabel 15 : Proyeksi Laba Rugi MI Dengan Rencana Transaksi

                                                                            DENGAN TRANSAKSI
 Dalam jutaan Rp
                                                     2024            2025         2026             2027           2028

 Penjualan                                           34.641.750     38.116.138     41.930.266     46.126.346     50.756.278
 Beban pokok penjualan
   Beban penyusutan                                   1.257.174      1.327.367      1.390.756      1.630.756      1.704.495
   Beban pokok penjualan lainnya                     24.565.758     26.752.049     29.370.698     32.136.670     35.123.971

 LABA BRUTO                                         8.818.818      10.036.722     11.168.812     12.358.920     13.927.812

 BEBAN USAHA
  Beban Penjualan                                     3.398.539      3.952.960      4.353.078      4.794.670      5.282.965
  Beban Administrasi dan Umum
    Beban penyusutan                                       -               -              -              -              -
    Beban administrasi dan umum lainnya                780.929         854.250        918.329        987.434      1.062.780
 Jumlah Beban Usaha                                 4.179.469       4.807.211      5.271.407      5.782.104      6.345.746

 LABA USAHA                                         4.639.349       5.229.511      5.897.406      6.576.816      7.582.067

  Beban Bunga                                          (344.864)      (323.529)      (386.437)      (302.503)      (230.177)
  Lainnya                                                89.378         96.467       109.132        108.621        148.999

 LABA SEBELUM PAJAK                                 4.383.863       5.002.449      5.620.100      6.382.934      7.500.889

  Pajak Penghasilan                                    965.426       1.100.539      1.124.020      1.276.587      1.500.178

 LABA SETELAH PAJAK                                 3.418.437       3.901.910      4.496.080      5.106.347      6.000.711



                   Tabel 16 : Proyeksi Arus Kas MI Dengan Rencana Transaksi

                                                                            DENGAN TRANSAKSI
 Dalam jutaan Rp
                                                     2024            2025         2026             2027           2028

 ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
 Penerimaan
  Penerimaan Kas
              kas dari pelanggan dan lain-lain       35.000.084     38.165.407     42.288.713     46.067.355     51.212.064
  Pembayaran kepada pemasok, kontraktor, karyawan   (29.830.886)   (32.802.041)   (36.038.370)   (38.834.560)   (42.855.831)
  Kas bersih yang dihasilkan dari operasi             5.169.199      5.363.367      6.250.342      7.232.796      8.356.233
  Pembayaran pajak penghasilan                         (837.385)      (965.426)    (1.100.539)    (1.124.020)    (1.276.587)
 Arus Kas Dari Aktivitas Operasi                     4.331.814      4.397.941      5.149.803      6.108.776      7.079.646

 ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
  Perolehan aset tetap                               (2.173.741)     (850.000)      (850.000)     (3.400.000)     (850.000)
  Aset dalam penyelesaian                                   -             -              -               -             -
 Arus Kas dari Aktivitas Investasi                  (2.173.741)     (850.000)      (850.000)     (3.400.000)     (850.000)

 ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
  Pembayaran pinjaman bank - Jk. Panjang               (531.486)      (288.685)      (232.512)      (815.585)      (160.356)
  Pembayaran pinjaman bank - Jk. Pendek                 (85.000)           -              -              -              -
  Penerimaan pinjaman bank - Jk. Panjang                    -              -              -              -              -
  Penerbitan obligasi                                   500.000            -        2.000.000            -              -
  Pembayaran obligasi                                       -         (295.000)           -       (1.240.000)           -
  Dividen                                            (1.135.705)    (1.196.795)    (1.365.669)    (1.573.628)    (1.787.222)
 Arus kas neto aktivitas pendanaan                  (1.252.191)    (1.780.479)       401.820     (3.629.213)    (1.947.577)

 KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS                      905.881       1.767.462      4.701.623       (920.437)     4.282.069
 KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN                      4.156.739       5.062.620      6.830.082     11.531.705     10.611.268
 KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN                     5.062.620       6.830.082     11.531.705     10.611.268     14.893.337




Ref. No.: 00787/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2024                                                                         28
Page 47
                       Tabel 17 : Proyeksi Rasio MI Dengan Rencana Transaksi

                                                                           DENGAN TRANSAKSI
 ANALISIS RASIO
                                                      2024          2025         2026           2027          2028
 RASIO PROFITABILITAS
  Marjin Laba Kotor                                      25,5%         26,3%         26,6%         26,8%         27,4%
  Marjin Laba Operasi                                    13,4%         13,7%         14,1%         14,3%         14,9%
  Marjin Laba Bersih                                      9,9%         10,2%         10,7%         11,1%         11,8%
  Perputaran Aset                                        76,5%         75,2%         80,7%         77,4%         79,4%
  Perputaran Ekuitas                                     50,7%         53,2%         55,8%         58,4%         61,4%
 RASIO LIKUIDITAS
  Rasio Lancar                                            4,20           5,05         5,47          5,96          6,65
  Rasio Cepat                                             3,27           4,03         4,56          4,92          5,63
  Rasio Kas                                               1,29           1,81         2,55          2,54          3,27
 RASIO AKTIVITAS
  Hari Piutang                                               71            71            71            71            71
  Hari Persediaan                                            51            50            49            47            46
  Hari Utang                                                 28            23            23            23            22
 RASIO SOLVABILITAS
  DER                                                    15,7%         12,5%         15,8%          9,2%          7,8%
  DAR                                                    23,7%         17,7%         22,8%         12,2%         10,0%




               Tabel 18 : Proyeksi Posisi Keuangan MI Tanpa Rencana Transaksi

                                                                            TANPA TRANSAKSI
 Dalam jutaan Rp
                                                      2024          2025          2026          2027          2028

 ASET
 CUREENT
 ASET LANCAR
           ASSETS
  Kas dan setara kas                                  5.537.410     7.234.912    11.916.537    10.975.849    15.237.423
  Piutang usaha                                       6.746.855     7.440.553     8.202.649     8.983.761     9.838.608
  Piutang lain-lain                                      98.528        98.528        98.528        98.528        98.528
  Persediaan                                          3.637.898     3.852.454     4.107.030     4.375.104     4.656.922
  Uang muka pembelian                                   314.375       314.375       314.375       314.375       314.375
  Pajak dibayar dimuka                                  482.036       482.036       482.036       482.036       482.036
  Beban dibayar dimuka                                   41.584        41.584        41.584        41.584        41.584
  Jumlah Aset Lancar                                16.858.686    19.464.442    25.162.740    25.271.236    30.669.477

 ASET TIDAK LANCAR
  Aset tetap - bersih                                 8.672.568     8.211.951     7.687.946     9.473.940     8.636.195
  Aset pajak tangguhan                                   51.556        51.556        51.556        51.556        51.556
  Aset lainnya                                          915.458       915.458       915.458       915.458       915.458
  Jumlah Aset Tidak Lancar                           9.639.582     9.178.965     8.654.960    10.440.954     9.603.209

 JUMLAH ASET                                        26.498.268    28.643.408    33.817.700    35.712.190    40.272.686

 LIABILITAS DAN EKUITAS
 LIABILITAS JANGKA PENDEK
   Utang usaha                                        2.010.614     1.807.459     1.955.561     2.104.992     2.261.761
   Utang lain-lain                                      277.666       277.666       277.666       277.666       277.666
   Beban akrual                                         750.269       750.269       750.269       750.269       750.269
   Utang pajak                                          593.971       727.932       751.408       903.884     1.127.382
   Liabilitas pajak tangguhan                             4.688         4.688         4.688         4.688         4.688
   Bagian pinjaman bank jangka panjang                  274.986       205.114       788.187       132.958       133.914
   Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                   3.912.195     3.773.129     4.527.780     4.174.457     4.555.681

 LIABILITAS JANGKA PANJANG
   Pinjaman bank jangka panjang                       1.551.290     1.332.477       516.892       356.537       195.225
   Liabilitas pajak tangguhan                            30.365        30.365        30.365        30.365        30.365
   Obligasi                                           2.335.000     2.040.000     4.040.000     2.800.000     2.800.000
   Liabilitas imbalan kerja jangka panjang            1.100.714     1.198.941     1.306.991     1.425.846     1.556.586
   Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                  5.017.370     4.601.784     5.894.249     4.612.748     4.582.176

 JUMLAH LIABILITAS                                   8.929.564     8.374.913    10.422.028     8.787.204     9.137.857

 EKUITAS
  Modal saham                                           447.174       447.174       447.174       447.174       447.174
  Tambahan modal disetor                                    330           330           330           330           330
  Saldo Laba
    Ditentukan penggunaannya                            55.000        57.000        59.000        61.000        63.000
    Belum ditentukan penggunaannya                  16.783.960    19.404.764    22.454.836    25.902.394    30.020.127
  Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan      (13.054)            -             -             -             -
  Kepentingan non pengendali                           295.294       359.227       434.331       514.088       604.198
 EKUITAS
  Jumlah Ekuitas                                    17.568.704    20.268.495    23.395.671    26.924.986    31.134.829

 JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                      26.498.268    28.643.408    33.817.700    35.712.190    40.272.686




Ref. No.: 00787/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2024                                                                    29
Page 48
                      Tabel 19 : Proyeksi Laba Rugi MI Tanpa Rencana Transaksi

                                                                             TANPA TRANSAKSI
 Dalam jutaan Rp
                                                      2024           2025         2026             2027           2028

 Penjualan                                           34.641.750     38.116.138     41.930.266     46.126.346     50.756.278
 Beban pokok penjualan
   Beban penyusutan                                   1.257.174      1.310.617      1.374.006      1.614.006      1.687.745
   Beban pokok penjualan lainnya                     24.561.376     26.774.091     29.393.298     32.159.724     35.147.486

 LABA BRUTO                                         8.823.200      10.031.430     11.162.962     12.352.617     13.921.048

 BEBAN USAHA
  Beban Penjualan                                     3.398.539      3.952.960      4.353.078      4.794.670      5.282.965
  Beban Administrasi dan Umum
    Beban penyusutan                                       -               -              -              -              -
    Beban administrasi dan umum lainnya                780.929         854.250        918.329        987.434      1.062.780
 Jumlah Beban Usaha                                 4.179.469       4.807.211      5.271.407      5.782.104      6.345.746

 LABA USAHA                                         4.643.731       5.224.219      5.891.556      6.570.513      7.575.302

  Beban Bunga                                          (344.864)      (323.529)      (386.437)      (302.503)      (230.177)
  Lainnya                                               89.378          96.467       109.132        108.621         148.999

 LABA SEBELUM PAJAK                                 4.388.245       4.997.157      5.614.250      6.376.631      7.494.125

  Pajak Penghasilan                                    965.414       1.099.375      1.122.850      1.275.326      1.498.825

 LABA SETELAH PAJAK                                 3.422.831       3.897.782      4.491.400      5.101.304      5.995.300




                      Tabel 20 : Proyeksi Arus Kas MI Tanpa Rencana Transaksi

                                                                             TANPA TRANSAKSI
 Dalam jutaan Rp
                                                      2024           2025         2026             2027           2028

 ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
 Penerimaan
  Penerimaan Kas
              kas dari pelanggan dan lain-lain       35.000.084     38.165.407     42.288.713     46.067.355     51.212.064
  Pembayaran kepada pemasok, kontraktor, karyawan   (29.779.837)   (32.870.816)   (36.060.978)   (38.857.619)   (42.879.352)
  Kas bersih yang dihasilkan dari operasi             5.220.247      5.294.591      6.227.735      7.209.736      8.332.713
  Pembayaran pajak penghasilan                         (837.385)      (965.414)    (1.099.375)    (1.122.850)    (1.275.326)
 Arus Kas Dari Aktivitas Operasi                     4.382.862      4.329.177      5.128.361      6.086.886      7.057.387

 ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
  Perolehan aset tetap                               (1.750.000)     (850.000)      (850.000)     (3.400.000)     (850.000)
  Aset dalam penyelesaian                                   -             -              -               -             -
 Arus Kas dari Aktivitas Investasi                  (1.750.000)     (850.000)      (850.000)     (3.400.000)     (850.000)

 ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
  Pembayaran pinjaman bank - Jk. Panjang               (531.486)      (288.685)      (232.512)      (815.585)      (160.356)
  Pembayaran pinjaman bank - Jk. Pendek                 (85.000)           -              -              -              -
  Penerimaan pinjaman bank - Jk. Panjang                    -              -              -              -              -
  Penerbitan obligasi                                   500.000            -        2.000.000            -              -
  Pembayaran obligasi                                       -         (295.000)           -       (1.240.000)           -
  Dividen                                            (1.135.705)    (1.197.991)    (1.364.224)    (1.571.990)    (1.785.457)
 Arus kas neto aktivitas pendanaan                  (1.252.191)    (1.781.675)       403.265     (3.627.575)    (1.945.812)

 KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS                    1.380.671       1.697.502      4.681.625       (940.688)     4.261.574
 KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN                      4.156.739       5.537.410      7.234.912     11.916.537     10.975.849
 KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN                     5.537.410       7.234.912     11.916.537     10.975.849     15.237.423




Ref. No.: 00787/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2024                                                                         30
Page 49
                   Tabel 21 : Proyeksi Rasio MI Tanpa Rencana Transaksi

                                                            TANPA TRANSAKSI
 ANALISIS RASIO
                                        2024        2025         2026         2027        2028
 RASIO PROFITABILITAS
  Marjin Laba Kotor                       25,5%      26,3%         26,6%       26,8%       27,4%
  Marjin Laba Operasi                     13,4%      13,7%         14,1%       14,2%       14,9%
  Marjin Laba Bersih                       9,9%      10,2%         10,7%       11,1%       11,8%
  Perputaran Aset                         76,5%      75,1%         80,7%       77,4%       79,3%
  Perputaran Ekuitas                      50,7%      53,2%         55,8%       58,4%       61,3%
 RASIO LIKUIDITAS
  Rasio Lancar                             4,31        5,16          5,56        6,05        6,73
  Rasio Cepat                              3,38        4,14          4,65        5,01        5,71
  Rasio Kas                                1,42        1,92          2,63        2,63        3,34
 RASIO AKTIVITAS
  Hari Piutang                                 71          71          71            71          71
  Hari Persediaan                              51          50          49            47          46
  Hari Utang                                   28          23          23            23          22
 RASIO SOLVABILITAS
  DER                                     15,7%      12,5%         15,8%        9,2%        7,8%
  DAR                                     23,7%      17,7%         22,8%       12,2%       10,1%




Setelah dilakukan pembelian Tanah, Perseroan berencana akan mengeluarkan belanja
modal untuk membangun gudang yang diasumsikan sebesar Rp 335 miliar pada tahun
2025 sehingga Perseroan tidak lagi mengeluarkan biaya sewa atas gudang.

Perbedaan Dengan dan Tanpa Transaksi dapat dijelaskan sebagai berikut:

Posisi Keuangan:

❖ Kas dan Setara Kas
  Perbedaan pada akun kas dan bank karena adanya pembelian tanah termasuk
  pembayaran PPN keluaran dan BPHTB dan pembangunan gudang pada tahun 2024
  serta pengurangan biaya sewa mulai tahun 2024. Dengan adanya peningkatan laba
  akibat pengurangan biaya sewa, pembagian dividen Perseroan diasumsikan akan
  meningkat mulai tahun 2026.

❖ Persediaan
  Perbedaan pada akun persediaan karena penambahan beban atas BPHTB pada
  tahun 2024 dan pengurangan biaya sewa mulai tahun 2025 yang menyebabkan
  pengurangan harga pokok dari hasil produksi MI.

❖ Pajak dibayar dimuka
  Perbedaan pada akun pajak dibayar dimuka karena adanya PPN Masukan pada
  tahun 2024 yang dapat dikreditkan.

❖ Aset tetap
  Perbedaan pada aset tetap karena adanya pembelian tanah dan asumsi
  pembangunan gudang yang diasumsikan selesai pada akhir tahun 2024 dan mulai
  digunakan pada awal tahun 2025. Beban penyusutan atas pabrik baru
  diperhitungkan mulai tahun 2025.

❖ Utang pajak
  Perbedaan pada utang pajak karena adanya perbedaan pajak penghasilan atas
  peningkatan perolehan laba Perseroan.

❖ Saldo laba
  Perbedaan pada saldo laba karena adanya penurunan laba bersih pada tahun 2024
  yang dikarenakan adanya BPHTB atas pembelian tanah, namun mulai tahun 2025
  terdapat peningkatan perolehan laba bersih Dengan Transaksi dibandingkan Tanpa
  Transaksi karena berkurangnya biaya sewa.

Ref. No.: 00787/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2024                                               31
Page 50
Laba Rugi:

❖ Penjualan
  Dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, tidak ada perbedaan pada penjualan
  Perseroan karena Rencana Transaksi tidak secara langsung berpengaruh pada
  produksi Perseroan.

             Tabel 22 : Proyeksi Penjualan Dengan dan Tanpa Rencana Transaksi

     Dalam jutaan Rupiah                2024          2025           2026           2027            2028
     DENGAN TRANSAKSI                 34.641.750    38.116.138     41.930.266     46.126.346      50.756.278
     TANPA TRANSAKSI                  34.641.750    38.116.138     41.930.266     46.126.346      50.756.278
      PERBEDAAN (Rp)                           -             -              -              -               -
      PERBEDAAN (%)                        0,00%         0,00%          0,00%          0,00%           0,00%



❖ Beban Pokok Penjualan
  Dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, beban pokok penjualan Perseroan
  mengalami peningkatan pada tahun 2024 karena timbulnya BPHTB atas pembelian
  tanah, namun mulai tahun 2025 mengalami pengurangan karena berkurangnya
  biaya sewa, meskipun beban penyusutan Perseroan juga akan meningkat karena
  adanya penyusutan atas bangunan gudang.

    Tabel 23 : Proyeksi Beban Pokok Penjualan Dengan dan Tanpa Rencana Transaksi

     Dalam jutaan Rupiah                2024           2025           2026            2027            2028
     DENGAN TRANSAKSI                 25.822.932     28.079.416     30.761.454      33.767.426      36.828.466
     TANPA TRANSAKSI                  25.818.550     28.084.708     30.767.304      33.773.729      36.835.230
      PERBEDAAN (Rp)                       4.382         (5.292)        (5.850)         (6.303)         (6.764)
      PERBEDAAN (%)                        0,02%         -0,02%         -0,02%          -0,02%          -0,02%


❖ Beban Usaha
  Dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, beban usaha Perseroan mengalami
  sedikit peningkatan mulai tahun 2021 yang merupakan beban pajak bumi dan
  bangunan atas kepemilikan tanah. Mulai tahun 2023, beban usaha Perseroan akan
  meningkat seiring dengan peningkatan produksi, penjualan dan penyusutan
  Perseroan.

❖ Laba bersih
  Dengan Transaksi, laba bersih Perseroan akan mengalami peningkatan mulai tahun
  2025 seiring dengan berkurangnya biaya sewa Perseroan, meskipun pada tahun
  2024 penurunan yang disebabkan adanya beban pajak atas pembelian tanah.

          Tabel 24 : Proyeksi Laba Bersih Dengan dan Tanpa Rencana Transaksi

     Dalam jutaan Rupiah                2024           2025           2026            2027            2028
    DENGAN TRANSAKSI                   3.418.437      3.901.910      4.496.080       5.106.347       6.000.711
    TANPA TRANKSAKSI                   3.422.831      3.897.782      4.491.400       5.101.304       5.995.300
      PERBEDAAN (Rp)                      (4.394)         4.128          4.680           5.043           5.412
      PERBEDAAN (%)                       -0,13%          0,11%          0,10%           0,10%           0,09%




Ref. No.: 00787/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2024                                                           32
Page 51
Arus Kas:

❖ Aktivitas Operasi
  Perbedaan pada arus kas aktivitas operasi terkait perubahan pajak dibayar dimuka
  pada tahun 2024 dan 2025, serta penurunan biaya mulai tahun 2025 yang juga
  mempengaruhi pembayaran pajak penghasilan Perseroan.

❖ Aktivitas Investasi
  Perbedaan pada penambahan aset tetap pada tahun 2024, dimana Dengan
  dilakukan transaksi, Perseroan akan membeli tanah sebesar Rp 88,7 miliar dan di
  atasnya akan dibangun pabrik dengan estimasi biaya sebesar Rp 335 miliar.

❖ Aktivitas Pendanaan
  Perbedaan pada arus kas aktivitas pendanaan adalah atas pembayaran dividen,
  dimana mulai tahun 2026 terjadi peningkatan pembayaran dividen seiring dengan
  meningkatnya laba bersih Perseroan.


      Analisis Inkremental atas Rencana Transaksi

Dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi akan memberikan kontribusi nilai tambah
terhadap Perseroan karena setelah dilakukannya Rencana Transaksi, Perseroan dapat
membangun gudang yang diproyeksikan akan dapat digunakan mulai tahun 2025
seperti yang dapat dilihat pada tabel berikut:

             Tabel 25 : Kontribusi Nilai Tambah atas Rencana Transaksi




Dari tabel di atas dapat disimpulkan bahwa Nilai Tambah Rencana Transaksi adalah
sebagai berikut:
•   Dengan dilakukannya Rencana Transaksi, Perseroan dapat membangun gudang
    baru yang diproyeksikan akan selesai pada akhir tahun 2024 dan dapat beroperasi
    mulai tahun 2025 sehingga dapat terjadi penurunan beban pokok mulai tahun 2025
    sebesar Rp 5,3 miliar hingga mencapai Rp 6,8 miliar pada tahun 2028.
•   Dengan Rencana Transaksi, laba bersih Perseroan akan meningkat mulai tahun
    2025 sebesar Rp 4,1 miliar dan mencapai Rp 5,4 miliar pada tahun 2028, meskipun
    terdapat penurunan pada tahun 2024 yang disebabkan adanya beban pajak atas
    pembelian tanah.


     Analisis Kewajaran Nilai Transaksi

Terkait dengan Rencana Transaksi, MI telah menugaskan kepada KJPP Felix Sutandar
dan Rekan untuk melakukan penilaian atas aset yang menjadi objek Rencana Transaksi,
yang secara ringkas dapat digambarkan sebagai berikut:




Ref. No.: 00787/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2024                                 33
Page 52
    No Laporan             :   00643/2.0072-00/PI/04/0022/1/VI/2024
    Tanggal Laporan        :   3 Juni 2024
    Objek Penilaian        :   Tanah
    Tanggal Penilaian      :   31 Desember 2023
    Tujuan Penilaian       :   Transaksi Pembelian
    Dasar Penilaian        :   Nilai Pasar
    Pendekatan Penilaian   :   Pendekatan Pasar
    Kesimpulan Nilai       :   Rp 88.741.200.000

Berdasarkan hasil penilaian yang dilakukan oleh Penilai Properti KJPP Felix Sutandar dan
Rekan, Nilai Pasar atas Tanah adalah Rp 88.741.200.000 sedangkan harga Rencana
Transaksi secara keseluruhan adalah sebesar Rp 88.741.200.000 atau sama dengan
Nilai Pasarnya, yang berarti batas atas dan batas bawah pada kisaran nilai tidak melebihi
7,5% atau berada dalam kisaran nilai yang wajar.


       Analisis atas Faktor Lain yang Relevan

        Informasi Non Keuangan yang Relevan

Informasi non keuangan yang relevan terkait Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:

•    Tanah yang akan dibeli terletak di sebelah pabrik MI yang sudah ada dan saling
     terhubung sehingga memudahkan Perseroan untuk berintegrasi.


         Prosedur Pengambilan Keputusan dengan Memperhatikan Alternatif
         Lain

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari Manajemen Perseroan, proses
pengambilan keputusan untuk melakukan pembelian Tanah telah dilakukan sesuai
dengan prosedur internal Perseroan yaitu dilakukan oleh Direksi dengan persetujuan
Komisaris Perseroan.

Alternatif lain yang dapat dilakukan Perseroan adalah membeli tanah dari pihak lain.
Namun Perseroan memutuskan untuk membeli aset Rencana Transaksi dengan
pertimbangan sebagai berikut:

-    Luas tanah yang ingin dibeli sudah sesuai dengan kebutuhan Perseroan
-    Lokasi Tanah bersebelahan dengan pabrik MI yang sudah ada

Perseroan telah menunjuk Kantor Jasa Penilai Publik Felix Sutandar dan Rekan sebagai
Penilai Independen untuk menentukan Nilai Pasar dari Rencana Transaksi.


       Analisis Kewajaran Rencana Transaksi


Berdasarkan kajian-kajian yang telah diungkapkan di atas, berikut adalah analisis atas
kewajaran Rencana Transaksi:

a. Analisis Rencana Transaksi

Rencana Transaksi adalah rencana pembelian Tanah seluas 66.448 m2 di Desa Pasir
Muncang, Kecamatan Jayanti, Tangerang, Banten (“Tanah”).


Ref. No.: 00787/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2024                                      34
Page 53
Rencana Transaksi merupakan transaksi afiliasi sebagaimana dimaksud dalam POJK No.
42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.
Namun sesuai dengan Surat Pernyataan Manajemen Perseroan, Rencana Transaksi
dimaksud bukan merupakan transaksi yang mengandung benturan kepentingan.

Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa manfaat dari
Rencana Transaksi adalah (i) MI dapat membangun gudang sendiri guna mengurangi
biaya sewa dan meningkatkan kapasitas penyimpanan bahan baku sehingga dapat
mendukung pertumbuhan MI untuk jangka panjang, (ii) efisiensi karena lokasi tanah
yang dipilih berdekatan dengan pabrik MI, dan (iii) kepemilikan aset properti berupa
Tanah merupakan suatu investasi yang baik bagi Perusahaan karena nilainya cenderung
meningkat.

Sementara itu, juga terdapat risiko akibat dari Rencana Transaksi, yaitu timbulnya
beban Perseroan atas kepemilikan aset, seperti biaya pengalihan hak, biaya asuransi
dan pajak properti.


b.   Analisis Kualitatif
Selama ini, MI menyewa gudang untuk membantu menampung penyimpanan bahan
baku. Saat ini, kapasitas gudang yang disewa oleh MI sudah hampir maksimal. MI
berencana untuk membangun gudang bahan baku sendiri untuk mengurangi biaya sewa
dan meningkatkan kapasitas penyimpanan bahan baku sehingga dapat mendukung
pertumbuhan MI untuk jangka panjang.

Dengan dilakukannya Rencana Transaksi memberikan keuntungan terhadap Perseroan,
di mana setelah Tanah sudah menjadi milik Perseroan, maka Perseroan dapat
membangun gudang untuk penyimpanan bahan baku produksi yang lokasinya
bersebelahan dengan pabrik MI.

Kerugian Perseroan atas Rencana Transaksi adalah Perseroan perlu mengeluarkan biaya
atas kepemilikan aset, seperti biaya asuransi dan pajak properti.


c. Analisis Kuantitatif
Dengan dilakukannya Rencana Transaksi, terdapat peningkatan terhadap Perseroan,
antara lain:
•    Setelah dilakukannya Rencana Transaksi, Perseroan dapat membangun gudang
     baru yang diproyeksikan akan selesai pada akhir tahun 2024 dan dapat beroperasi
     mulai tahun 2025 sehingga dapat terjadi penurunan beban pokok mulai tahun 2025
     sebesar Rp 5,3 miliar hingga mencapai Rp 6,8 miliar pada tahun 2028.
•    Atas Rencana Transaksi, laba bersih Perseroan akan meningkat mulai tahun 2025
     sebesar Rp 4,1 miliar dan mencapai Rp 5,4 miliar pada tahun 2028, meskipun
     terdapat penurunan pada tahun 2024 yang disebabkan adanya beban pajak atas
     pembelian tanah.


d. Analisis Kewajaran Nilai Transaksi
Berdasarkan hasil penilaian yang dilakukan oleh Penilai Properti KJPP Felix Sutandar dan
Rekan, Nilai Pasar Aset Rencana Transaksi adalah sebesar 88.741.200.000 sedangkan
harga Rencana Transaksi secara keseluruhan adalah sebesar Rp 88.741.200.000 atau
sama dengan Nilai Pasarnya, yang berarti batas atas dan batas bawah pada kisaran nilai
tidak melebihi 7,5% atau berada dalam kisaran nilai yang wajar.

Ref. No.: 00787/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2024                                     35
Page 54
e. Analisis atas Faktor Lain yang Relevan
Tanah yang akan dibeli terletak di sebelah pabrik MI yang sudah ada dan saling
terhubung sehingga memudahkan Perseroan untuk berintegrasi.



     Kesimpulan

Berdasarkan analisis kewajaran Rencana Transaksi sebagaimana diuraikan dalam
laporan ini, kami berpendapat bahwa Rencana Transaksi Pembelian Tanah yang
dilakukan oleh PT Mayora Indah Tbk adalah wajar.




Ref. No.: 00787/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2024                            36
Page 55
4. LAMPIRAN


Lampiran :     1.   Surat Pernyataan Tidak Ada Benturan Kepentingan




Ref. No.: 00787/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2024                        37
Page 56
                                                 Lampiran 1




Ref. No.: 00787/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2024         38

File

File Open PDF
Source IDX
Size2.04 MB
Published1 Jul 2024
Pages56
Characters153,352
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 50 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org MAYORA INDAH TBK p.1 ×50
linked org PT Lubuk Permata p.4 ×15
linked person Hendrik Polisar · Direktur p.4 ×9
linked org PT Unita Branindo p.25
linked — Mayora Dhana p.25
linked person Andre Sukendra p.25 ×2
linked person Ricky Afrianto p.25 ×2
linked org PT Kino Indonesia p.36
linked org Indofood CBP Sukses Makmur Tbk p.36 ×2
linked org Tiga Pilar Sejahtera p.36
linked org PT Siantar Top p.36
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.5 ×4
possible org Negara Republik Indonesia p.25
possible org Pemerintah Republik Indonesia p.26 ×5
unresolved org KJPP Felix Sutandar dan Rekan p.2 ×3
unresolved org KJPP Felix Sutandar p.2 ×6
unresolved org KJPP FSR p.2
unresolved org PT Tejopratama Mandirigemilang p.4 ×9
unresolved org PT Lubuk Permata. Objek Pendapat Kewajaran Obyek Pendapat p.4
unresolved — Luas Total (m2) · Pihak Penjual p.4 ×2
unresolved org Bank Indonesia p.4 ×2
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Felix Sutandar dan Rekan p.10 ×3
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Felix Sutandar p.10 ×3
unresolved org Rekan · Penilai p.10 ×3
unresolved org Penilai Properti KJPP Felix Sutandar dan Rekan p.11 ×3
unresolved — Ref. No.: 00787/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2024 p.19
unresolved org PT Lubuk Permata. KJPP Felix Sutandar dan Rekan p.20
unresolved org PT Lubuk Permata. KJPP Felix Sutandar p.20
unresolved org Kantor Akuntan Publik Mirawati Sensi Idris p.22 ×6
unresolved person Poppy Savitri Parmanto p.25
unresolved person Ridwan Suselo p.25
unresolved org Menteri Kehakiman Republik Indonesia p.25 ×3
unresolved person Periasman Effendi p.25
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.25 ×2
unresolved org PT Mayora Dhana Utama p.25
unresolved person Hobropoerwanto · Notaris p.26
unresolved person Mirjam Budisrijanti · Notaris p.26 ×3
unresolved org PT. Prima Internasional Indonesia p.27
unresolved org PT. Danapati Inti Utama p.27
unresolved person Benny Kristianto · Notaris p.28
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Surat No. AHU- AH. p.28
unresolved org PT Victoria Permata Development p.28
unresolved org PT Mayora p.29
unresolved org PT Prima p.29
unresolved org PT Unita p.29
unresolved org PT Danapati Inti Dhana Utama p.29
unresolved person Jogi Hendra Atmadja · Komisaris Utama p.29 ×7
unresolved org Kementerian Perindustrian p.34
unresolved org PT Tiga Pilar Sejahtera Food p.36
unresolved org PT Artha Boga Cemerlang Prospek Usaha Sejumlah p.36

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.364 14472 ms 12 Sep 2026 23:01
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [{'area_sqm': None,
             'category': 'OTHER',
             'description': 'dibagi total aset Perusahaan Terbuka'}],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'CONFLICT',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': 'dibagi total aset Perusahaan Terbuka',
 'object_truncated': False,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': '2023-12-31',
 'value': None}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result