Back to announcement
20240701_UNTR_Informasi Transaksi Afiliasi_31677779_lamp5.pdf
Asset transaction Needs review UNTRSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 70
Page 1
Page 2
DAFTAR ISI
• SURAT PENGANTAR YANG BERISIKAN RINGKASAN HASIL
PENDAPAT KEWAJARAN 1
• PERNYATAAN PENILAI 12
I. PENDAHULUAN 14
I.1 Dasar Penugasan 14
I.2 Identifikasi Status Penilai 14
I.3 Identifikasi Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan 15
I.4 Identifikasi Objek Penilaian 15
I.5 Jenis Mata Uang yang Digunakan 15
I.6 Alasan dan Latar Belakang Rencana Transaksi 15
I.7 Ringkasan Rencana Transaksi 16
I.8 Maksud dan Tujuan Penilaian 16
I.9 Benturan Kepentingan Rencana Transaksi 16
I.10 Tanggal Penilaian 16
I.11 Tingkat Kedalaman Investigasi 17
I.12 Sifat dan Sumber Informasi yang Dapat Diandalkan 17
I.13 Asumsi dan Kondisi Pembatas 18
I.14 Persyaratan Atas Persetujuan untuk Publikasi 20
I.15 Standar Penilaian 21
I.16 Metode dan Prosedur Penyusunan Pendapat Kewajaran 21
I.17 Kejadian-kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian
(Subsequent Events) 21
II. ANALISIS PENDAPAT KEWAJARAN 23
II.1 Analisis Rencana Transaksi 23
II.1.1 Pihak-pihak yang Bertransaksi 23
II.1.2 Susunan Pemegang Saham dan Susunan Manajemen 23
Pihak yang Bertransaksi
II.1.3 Hubungan antara Pihak-pihak yang Bertransaksi 25
II.1.4 Perjanjian dan Persyaratan Rencana Transaksi 25
Page 3
II.1.5 Manfaat dan Risiko Rencana Transaksi 25
II.2 Analisis Kualitatif atas Rencana Transaksi 26
II.2.1 Riwayat Singkat dan Sifat Kegiatan Usaha 26
II.2.2 Analisis Industri dan Lingkungan 28
II.2.3 Analisis Operasional dan Prospek Perseroan 30
II.2.4 Alasan dan Latar Belakang Rencana Transaksi 31
II.2.5 Keuntungan dan Kerugian atas Dilakukannya Rencana
Transaksi 32
II.3 Analisis Kuantitatif atas Rencana Transaksi 33
II.3.1 Penilaian Kinerja Historis 33
II.3.2 Analisis Keuangan Sebelum dan Sesudah Rencana Transaksi 37
II.3.3 Analisis Rasio Keuangan Sebelum dan Sesudah Rencana
Transaksi 39
II.3.4 Penilaian atas Proyeksi Keuangan 40
II.3.5 Analisis Inkremental 42
II.3.6 Analisis Sensitivitas 44
II.3.7 Analisis atas Kewajaran Nilai Rencana Transaksi 45
II.3.8 Analisis atas Faktor-faktor Lain yang Relevan 45
III. KESIMPULAN ANALISIS PENDAPAT KEWAJARAN 46
• INDEPENDESI PENILAI 49
• PENUTUP 49
LAMPIRAN
Lampiran 1 – Proyeksi Laba Rugi – Sebelum Rencana Transaksi
Lampiran 2 – Proyeksi Posisi Keuangan – Sebelum Rencana Transaksi
Lampiran 3 – Proyeksi Laba Rugi – Sesudah Rencana Transaksi
Lampiran 4 – Proyeksi Posisi Keuangan – Sesudah Rencana Transaksi
Lampiran 5 – Ringkas Penilaian atas 35% Ekuitas milik PT Harmoni
Mitra Utama
Page 4
Page 5
Page 6
Page 7
Page 8
Page 9
Page 10
Page 11
Page 12
Page 13
Page 14
Page 15
Page 16
12
PERNYATAAN PENILAI
Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai Penilai, kami yang bertanda
tangan di bawah ini menyatakan bahwa:
1. Laporan ini disusun untuk kepentingan Direksi Perseroan sehubungan dengan
rencana tersebut, dan tidak digunakan oleh pihak lain. Selanjutnya laporan ini
tidak dimaksudkan untuk memberikan rekomendasi kepada pemegang saham
Perseroan untuk menyetujui atau tidak menyetujui Rencana Transaksi tersebut
atau mengambil tindakan-tindakan tertentu atas Rencana Transaksi tersebut.
2. Perhitungan dan analisis dalam rangka pemberian kesimpulan nilai akhir telah
dilakukan dengan benar sesuai dengan pemahaman terbaik dari Penilai.
3. Analisis dan kesimpulan nilai akhir hanya dibatasi oleh asumsi-asumsi dan kondisi
pembatas yang diungkapkan di dalam laporan ini.
4. Penilai tidak mempunyai kepentingan terhadap hasil penilaian yang dibuat dan
tidak memiliki kepentingan pribadi maupun keberpihakan kepada pihak-pihak
lain yang memiliki kepentingan terhadap objek penilaian.
5. Imbalan jasa Penilai tidak berkaitan dengan hasil penilaian yang dilaporkan.
6. Kami telah melakukan penilaian dan menyusun laporan ini sesuai dengan POJK
No. 35/POJK.04/2020, SEOJK No. 17/SEOJK.04/2020, serta KEPI & SPI edisi VII-
2018, serta Peraturan Perundang-undangan yang berlaku.
7. Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan profesional yang ditentukan dan
diselenggarakan oleh Asosiasi Penilai yang diakui pemerintah (MAPPI).
8. Penilai memiliki pemahaman mengenai objek penilaian yang dibuat.
9. Data ekonomi dan industri dalam menyusun laporan ini diperoleh dari berbagai
sumber yang diyakini Penilai dapat dipertanggungjawabkan.
10. Tidak seorangpun, kecuali yang disebutkan dalam laporan ini, telah menyediakan
bantuan profesional dalam menyiapkan laporan.
11. Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam laporan
ini serta dipresentasikan dalam laporan ini adalah benar dan akurat sesuai
dengan pemahaman terbaik dari Penilai.
12. Kesimpulan nilai yang dihasilkan dalam penugasan penilaian profesional telah
disajikan sebagai kesimpulan nilai akhir.
13. Penilai bertanggung jawab atas laporan ini.
Page 17
Page 18
14
I. PENDAHULUAN
I.1 Dasar Penugasan
Berdasarkan permintaan dari PT United Tractors Tbk (”Perseroan”) untuk
melakukan penilaian atas Kewajaran Rencana Transaksi Penjualan 35%
Ekuitas PT Harmoni Mitra Utama yang Dimiliki oleh PT United Tractors Tbk
kepada PT Serasi Autoraya yang tertuang dalam:
• Surat Permohonan Penilaian No.LUT/024/9960/II/2024 tanggal 28
Februari 2024 dari PT United Tractors Tbk;
• Surat Penawaran No. 0145/NDR-SB/Prop/III/24 tanggal 1 Maret 2024 dari
KJPP Nirboyo Adiputro, Dewi Apriyanti & Rekan yang telah disetujui oleh
PT United Tractors Tbk;
• Surat Penunjukan No.LUT/025/9960/III/2024 tanggal 4 Maret 2024 dari PT
United Tractors Tbk;
• Surat Perjanjian Kerja No. 005/NDR-SB/SPK/III/24 tanggal 5 Maret 2024
antara KJPP Nirboyo Adiputro, Dewi Apriyanti & Rekan dengan PT United
Tractors Tbk.
Dengan ini kami menyatakan bahwa kami telah melakukan investigasi dan
penilaian atas kewajaran rencana transaksi di atas, serta menyampaikan
laporan ini untuk keperluan Pengguna Laporan.
I.2 Identifikasi Status Penilai
• Penilaian ini telah dilaksanakan oleh Penilai Publik Satya Bima Nugraha,
S.E., MAPPI (Cert.) yang merupakan Rekan pada KJPP Nirboyo Adiputro,
Dewi Apriyanti & Rekan (“KJPP NDR” / “Kami”) dengan Izin Penilai No.
B-1.23.00654 dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia;
• Penilai tersebut di atas terdaftar pada Otoritas Jasa Keuangan Republik
Indonesia Bidang Pasar Modal dengan No. STTD.PB-58/PM.021/2024;
• Penilai dalam posisi untuk memberikan penilaian objektif dan tidak
memihak;
• Penilai tidak mempunyai benturan kepentingan atau potensi benturan
kepentingan dengan subjek dan/atau objek penilaian;
• Penilai tidak memiliki keterlibatan material terkait dengan objek
penilaian;
• Penilai memiliki kompetensi untuk melakukan penilaian dan kami tidak
menggunakan bantuan tenaga ahli dari luar KJPP NDR dalam melaksanakan
penilaian ini.
Page 19
15
I.3 Identifikasi Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan
• Identitas Pemberi Tugas
Nama : PT United Tractors Tbk
Alamat : Jalan Raya Bekasi Km. 22, Jakarta
Bidang usaha : Perdagangan
Telepon/Faks : 021-24579999
Website : www.unitedtractors.com
E-mail : inget@unitedtractors.com
Contact Person : Ibu Inge Teja
Jabatan : Corporate Financial Planning Department Head
• Pengguna Laporan : PT United Tractors Tbk
I.4 Identifikasi Objek Penilaian
Objek penilaian adalah penyusunan Pendapat Kewajaran atas rencana
transaksi penjualan 35% ekuitas PT Harmoni Mitra Utama (“HMU”) yang
dimiliki oleh Perseroan kepada PT Serasi Autoraya (“SERA”) dengan nilai
rencana transaksi sebesar Rp15.000.000.000,- (Lima Belas Miliar Rupiah).
Selanjutnya dalam laporan ini transaksi di atas akan disebut sebagai
“Rencana Transaksi”.
I.5 Jenis Mata Uang yang Digunakan
Rencana Transaksi dilaksanakan dengan menggunakan mata uang Rupiah
(“Rp”).
I.6 Alasan dan Latar Belakang Rencana Transaksi
HMU adalah perusahaan yang bergerak di bidang jasa pengangkutan dan
pergudangan HMU sebagai perusahaan yang telah berdiri sejak tahun 2008.
HMU dalam menjalankan kegiatan usahanya telah memberikan jasanya salah
satunya kepada Perseroan untuk memenuhi kebutuhan logistik dari
Perseroan..
SERA sebagai pihak pembeli memiliki anak perusahaan yaitu PT Serasi
Logistics Indonesia (“SLI”) yang menjadi partner logistik bagi HMU dalam
jasa forwarding dan jasa trucking untuk mendukung kebutuhan logistik
Perseroan. HMU akan mempunyai fokus jasa pada bidang pergudangan dan
SLI akan mempunyai fokus di bidang transportasi dan pengantaran. Sehingga
diharapkan organisasi menjadi lebih efisien dalam rangka meningkat
keunggulan dan untuk meraih pangsa pasar yang lebih besar.
Dengan adanya Rencana Transaksi, maka Perseroan dapat lebih fokus kepada
core business perusahaan yaitu sebagai perusahaan distribusi alat berat.
Page 20
16
I.7 Ringkasan Rencana Transaksi
Dalam draft Perjanjian Jual Beli Saham antara Perseroan dengan SERA yang
diperoleh dari manajemen Perseroan, beberapa syarat dan ketentuan yang
disepakati oleh pihak penjual dan pembeli adalah sebagai berikut:
• Perseroan bermaksud untuk menjual kepemilikan seluruh sahamnya dalam
HMU sebanyak 7.875.000 lembar saham atau setara dengan 35,00% dan
mengalihkannya kepada SERA;
• Total nilai transaksi dari jual beli saham adalah sebesar
Rp15.000.000.000,-.
I.8 Maksud dan Tujuan Penilaian
Pelaksanaan penilaian ini dimaksudkan untuk memberikan pendapat
kewajaran (fairness opinion) atas Rencana Transaksi yang ditujukan dalam
rangka memenuhi ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
No. 42/POJK.04/2020 tanggal 1 Juli 2020 tentang Transaksi Afiliasi dan
Transaksi Benturan Kepentingan.
Berdasarkan penjelasan dari manajemen Perseroan, Rencana Transaksi di
atas memenuhi ketentuan peraturan tentang transaksi afiliasi namun bukan
transaksi material karena nilai Rencana Transaksi di bawah 20% dari ekuitas
Perseroan per 31 Desember 2023.
Keterangan Jumlah
Nilai Rencana Transaksi (jutaan Rupiah) 15.000
Nilai buku ekuitas
84.035.563
per 31 Desember 2023 (jutaan Rupiah)
Persentase nilai Rencana Transaksi terhadap nilai
0,02%
buku ekuitas Perseroan per 31 Desember 2023
I.9 Benturan Kepentingan Rencana Transaksi
Berdasarkan penjelasan dari manajemen Perseroan, Rencana Transaksi di
atas tidak terdapat benturan kepentingan.
I.10 Tanggal Penilaian
• Tanggal Penilaian adalah per tanggal 31 Desember 2023
• Tanggal Laporan Penilaian adalah tanggal 24 Desember 2023
Page 21
17
I.11 Tingkat Kedalaman Investigasi
Dalam melaksanakan penilaian ini kami telah melakukan investigasi untuk
mengumpulkan data dan informasi dari manajemen Perseroan dengan cara
melakukan wawancara serta melakukan verifikasi, perhitungan dan analisis
dari data dan informasi yang diperoleh dari manajemen Perseroan maupun
sumber-sumber lainnya yang relevan dan dapat diandalkan.
Dalam proses penilaian ini kami melakukan wawancara dengan:
• Ibu Inge Teja sebagai Corporate Financial Planning Department Head di
Perseroan;
• Bpk. M. Ilham Gunawan sebagai Corporate Financial Planning Staff di
Perseroan;
• Bpk. Kemas Aldiandra F sebagai Corporate Financial Planning Staff di
Perseroan.
I.12 Sifat dan Sumber Informasi yang Dapat Diandalkan
Dalam mempersiapkan laporan ini, kami menggunakan data dan informasi
yang diperoleh dari manajemen Perseroan maupun sumber-sumber lainnya
yang relevan dan dapat diandalkan. Data dan informasi yang digunakan
adalah sebagai berikut:
1. Draft Perjanjian Jual Beli Saham antara Perseroan dengan SERA;
2. Laporan Penilaian atas 35% ekuitas HMU dengan nomor laporan No.
00345/2.0018-00/BS/05/0654/1/VI/2024 tanggal 21 Juni 2024 yang
dilakukan oleh Penilai Publik Satya Bima Nugraha, S.E., MAPPI (Cert.)
sebagai rekan di KJPP NDR. Penilai tersebut telah terdaftar pada Otoritas
Jasa Keuangan Republik Indonesia Bidang Pasar Modal dengan No.
STTD.PB-58/PM.021/2024;
3. Laporan Keuangan konsolidasi Perseroan per tanggal 31 Desember 2019
sampai dengan 31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan
Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan (PwC Indonesia) dengan
opini wajar dalam semua hal yang material;
4. Proyeksi keuangan Perseroan sebelum dan sesudah Rencana Transaksi
meliputi proyeksi laba rugi dan proyeksi posisi keuangan;
5. Proforma keuangan Perseroan dengan adanya Rencana Transaksi meliputi
proforma posisi keuangan dan profoma posisi keuangan untuk periode
31 Desember 2023;
6. Dokumen legal Perseroan, HMU dan SERA seperti Akta Pendirian dan Akta
Perubahannya, NIB, NPWP, Izin Lokasi serta dokumen-dokumen penting
lainnya;
Page 22
18
7. Analisis ekonomi berdasarkan data dan informasi yang diperoleh dari
Economist Intelligence Unit (EIU), Bank Indonesia (BI) serta data dan
informasi lainnya yang dipublikasikan secara umum;
8. Wawancara dengan manajemen Perseroan sehubungan dengan Rencana
Transaksi;
9. Berbagai sumber informasi, baik dari media cetak dan elektronik maupun
dari hasil analisis lainnya yang kami anggap relevan.
Kami berasumsi bahwa data dan informasi yang diberikan telah diungkapkan
sepenuhnya, sejujurnya, benar dan dapat dipertanggungjawabkan.
I.13 Asumsi dan Kondisi Pembatas
Asumsi:
1. Kami mengasumsikan bahwa Rencana Transaksi dijalankan seperti yang
telah dijelaskan oleh manajemen Pemberi Tugas dan sesuai dengan
kesepakatan serta kebenaran informasi mengenai Rencana Transaksi
yang diungkapkan oleh manajemen dalam draft Perjanjian Jual Beli
Saham antara Perseroan dengan SERA yang telah kami terima;
2. Kami mengasumsikan bahwa sejak tanggal penerbitan laporan penilaian
sampai dengan tanggal efektifnya Rencana Transaksi tidak terjadi
perubahan apapun yang berpengaruh secara material terhadap asumsi-
asumsi yang digunakan di dalam analisis penyusunan pendapat
kewajaran;
3. Kami mengasumsikan bahwa pihak yang bertransaksi merupakan
perusahaan yang berkelanjutan usahanya dimasa mendatang dan dikelola
oleh manajemen yang profesional dan kompeten (going concern);
4. Seluruh data dan informasi yang diterima dari Pemberi Tugas sehubungan
dengan penilaian ini adalah relevan, benar dan dapat dipercaya;
5. Seluruh pernyataan serta data dan informasi yang terdapat di dalam
laporan penilaian adalah relevan, benar dan dapat
dipertanggungjawabkan sesuai dengan prosedur penilaian yang berlaku
umum dan disampaikan dengan itikad baik;
6. Kami memperoleh informasi atas status hukum pihak yang bertransaksi,
namun kami tidak melakukan pengecekan terhadap keabsahannya;
7. Tidak ada perubahan yang material dan signifikan terhadap iklim politik,
ekonomi dan hukum di mana perusahaan melakukan kegiatan bisnisnya;
8. Tidak ada perubahan yang material dan signifikan terhadap susunan
pengurus perusahaan;
9. Tidak ada perubahan yang material dan signifikan terhadap peraturan
dan hukum yang berlaku yang mempengaruhi pendapatan perusahaan
didalam menjalankan bisnisnya;
Page 23
19
10. Tidak ada perubahan yang material dan signifikan terhadap biaya tenaga
kerja dan biaya lain-lain yang signifikan;
11. Tidak ada gangguan yang material dan signifikan terhadap hubungan
industrial atau asosiasi tenaga kerja;
12. Tidak ada perubahan yang material dan signifikan terhadap kebijakan
akuntansi yang digunakan oleh perusahaan;
13. Tidak ada perubahan yang material dan signifikan terhadap teknologi
industri dan kompetisi pasar di mana Perusahaan menjalankan bisnisnya.
Kondisi pembatas:
1. Laporan Penilaian bersifat non-disclaimer opinion;
2. Laporan Penilaian dilaksanakan sesuai dengan maksud dan tujuan
penilaian yang dinyatakan di dalam laporan, oleh karena itu tidak dapat
digunakan dan/atau dikutip untuk tujuan lain;
3. Laporan penilaian terbuka untuk publik, kecuali terdapat informasi yang
bersifat rahasia yang dapat mempengaruhi operasional Perusahaan;
4. Pendapat kewajaran yang dicantumkan dalam Laporan Penilaian serta
setiap hasil analisis dalam Laporan Penilaian yang merupakan bagian dari
objek yang dinilai, hanya berlaku sesuai dengan maksud dan tujuan
penilaian. Pendapat kewajaran dan hasil analisis yang digunakan dalam
Laporan Penilaian tidak boleh digunakan untuk tujuan penilaian lain yang
dapat mengakibatkan terjadinya kesalahan;
5. Informasi yang telah diberikan oleh Pemberi Tugas kepada kami, seperti
yang disebutkan di dalam Laporan Penilaian, dianggap layak dan dapat
dipercaya, tetapi kami tidak bertanggung jawab jika ternyata informasi
yang diberikan terbukti tidak sesuai dengan hal yang sesungguhnya.
Informasi yang dinyatakan tanpa menyebutkan sumbernya merupakan
hasil penelaahan kami terhadap data-data yang ada, pemeriksaan atas
dokumen, ataupun keterangan dari instansi pemerintah yang berwenang.
Tanggung jawab untuk memeriksa kembali kebenaran informasi tersebut
sepenuhnya berada di pihak Pemberi Tugas;
Page 24
20
6. Penilaian yang kami lakukan didasarkan pada data dan informasi yang
diberikan oleh Pemberi Tugas. Mengingat hasil dari penilaian kami sangat
tergantung dari kelengkapan, keakuratan dan penyajian data serta
asumsi-asumsi yang mendasarinya, perubahan pada data seperti adanya
informasi baru dari publik, informasi yang merupakan hasil penyelidikan
khusus ataupun dari sumber-sumber lainnya dapat mengubah hasil dari
penilaian kami. Oleh karena itu, kami sampaikan bahwa perubahan
terhadap data yang digunakan dapat berpengaruh terhadap hasil
penilaian dan bahwa perbedaan yang terjadi dapat bersifat material.
Walaupun isi dari Laporan Penilaian telah dilaksanakan dengan itikad
baik dan cara yang profesional, kami tidak bertanggung jawab atas
adanya kemungkinan yang terjadinya perbedaan kesimpulan yang
disebabkan oleh analisis tambahan ataupun adanya perubahan dalam
data yang dijadikan sebagai dasar penilaian;
7. Kami menggunakan Proyeksi Keuangan yang diperoleh dari Pemberi
Tugas dan kami telah melakukan penyesuaian yang mencerminkan
kewajaran proyeksi sesuai dengan kemampuan pencapaiannya (fiduciary
duty). Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan
kewajaran proyeksi keuangan yang telah disesuaikan;
8. Kami bertanggung jawab atas Laporan Penilaian dan opini kewajaran;
9. Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau
melengkapi penilaian ini akibat dari peristiwa-peristiwa yang terjadi
setelah tanggal Laporan Penilaian (subsequent events);
10. Laporan Penilaian dianggap sah apabila tertera cap (seal) KJPP Nirboyo
Adiputro, Dewi Apriyanti & Rekan pada lembar tanda tangan
penanggung jawab Laporan.
I.14 Persyaratan atas Persetujuan untuk Publikasi
Laporan ini dan/atau referensi yang melampirinya dilaksanakan sesuai
dengan maksud dan tujuan penilaian yang dinyatakan dalam laporan serta
laporan ini bersifat terbuka untuk publik, kecuali terdapat informasi yang
bersifat rahasia yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan.
I.15 Standar Penilaian
Kami telah melakukan penilaian dan menyusun laporan sesuai dengan
Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian
Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal (“POJK No. 35/POJK.04/2020”),
Surat Edaran OJK No. 17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan
Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal (“SEOJK No.
17/SEOJK.04/2020”), Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar Penilaian
Indonesia Edisi VII-2018 (“KEPI & SPI edisi VII-2018”), serta Peraturan
Perundang-undangan yang berlaku.
Page 25
21
I.16 Metode dan Prosedur Penyusunan Pendapat Kewajaran
Analisis pendapat kewajaran yang kami lakukan atas Rencana Transaksi
adalah:
• Analisis transaksi;
• Analisis kualitatif;
• Analisis kuantitatif;
• Analisis atas kewajaran nilai transaksi;
• Analisis atas faktor lain yang relevan.
I.17 Kejadian-kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent
Events)
Dalam penilaian atas kewajaran Rencana Transaksi per tanggal 31 Desember
2023, terdapat kejadian penting yang diketahui maupun yang patut diketahui
setelah tanggal penilaian sampai dengan tanggal laporan dikeluarkan yang
tidak mempengaruhi hasil penilaian yaitu:
• Per 24 April 2024, berdasarkan akta No.98 tanggal 24 April 2024 yang
dibuat dihadapan Jose Dimas Satria, S.H., M.Kn., notaris di Jakarta, yang
telah mendapat pemberitahuan penerimaan perubahan data Perseroan
dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sesuai
dengan suratnya tanggal 7 Mei 2024 No.AHU-AH.01.09-0187465 terdapat
perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan.
Dewan Komisaris
Presiden Komisaris : Djony Bunarto Tjondro
Wakil Presiden Komisaris : Rudy
Komisaris : Chiew Sin Cheok
Komisaris : Djoko Pranoto Santoso
Komisaris : Benjamin Herrenden Birks
Komisaris Independen : Paulus Bambang Widjarnako
Komisaris Independen : Nanan Soekarna
Komisaris Independen : Bruce Malcolm Cox
Direksi
Presiden Direktur : Franciscus Xaverius Laksana Kesuma
Direktur : Widjaja Kartika
Direktur : Loudy Irwanto Ellias
Direktur : Idot Supriadi
Direktur : Iwan Hadiantoro
Direktur : Edhie Sarwono
Direktur : Vilihati Surya
Page 26
22 • Per 1 Mei 2024, berdasarkan akta No. 20 tanggal 29 April 2024 dari Notaris Ivan Gelium Lantu, S.H., M.Kn terdapat perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi SERA. Dewan Komisaris Presiden Komisaris : Gidion Hasan Komisaris : Henry Tanoto Direksi Presiden Direktur : Mohammad Farauk Direktur : Hadi Winarto Direktur : Yudas Tadeus Go Wie Lien
Page 27
23
II ANALISIS PENDAPAT KEWAJARAN
II.1 Analisis Rencana Transaksi
II.1.1 Pihak-Pihak yang Bertransaksi
Berdasarkan draft Perjanjian Jual Beli Saham antara Perseroan dengan SERA
terkait Rencana Transaksi antara Perseroan dengan SERA, pihak-pihak yang
terlibat dalam Rencana Transaksi adalah:
• Perseroan, sebagai pihak penjual;
• SERA, sebagai pihak pembeli.
II.1.2 Susunan Pemegang Saham dan Susunan Manajemen Pihak yang
Bertransaksi
Uraian Singkat PT United Tractors Tbk
Perseroan adalah perusahaan yang dikendalikan oleh induk perusahaannya
yaitu PT Astra International Tbk, perusahaan yang didirikan di Indonesia.
Susunan pemegang saham Perseroan per 31 Desember 2023 adalah sebagai
berikut:
Disajikan dalam jutaan Rupiah
Persentase
Jumlah Saham Nilai
Kepemilikan
PT Astra International Tbk 2.219.317.358 554.829 59,497%
Masyarakat 1.412.491.778 353.123 37,867%
Jumlah saham beredar 3.631.809.136 907.952 97,364%
Saham treasuri 98.326.000 24.582 2,636%
Jumlah 3.730.135.136 932.534 100,000%
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan per 31 Desember 2023 adalah
sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Presiden Komisaris : Djony Bunarto Tjondro
Wakil Presiden Komisaris : Gidion Hasan
Komisaris : Djoko Pranoto Santoso
Komisaris : Benjamin Herrenden Birks
Komisaris Independen : Paulus Bambang Widjanarko
Komisaris Independen : Nanan Soekarna
Page 28
24
Direksi
Presiden Direktur : Franciscus Xaverius Laksana Kesuma
Direktur : Loudy Irwanto Ellias
Direktur : Iwan Hadiantoro
Direktur : Idot Supriadi
Direktur : Edhie Sarwono
Direktur : Widjaja Kartika
Pada saat laporan ini dikeluarkan terdapat perubahan pada susunan Dewan
Komisaris dan Direksi Perseroan. Susunan Dewan Komisaris dan Direksi
Perseroan saat laporan ini dikeluarkan seperti yang dinyatakan dalam bab
I.17.
Uraian Singkat PT Serasi Autoraya
Susunan pemegang saham SERA per 31 Desember 2023 adalah sebagai
berikut:
Disajikan dalam jutaan Rupiah
Nama Perusahaan Jumlah Saham Kepemilikan Jumlah
PT Astra International Tbk 784.999.000 99,9999% 784.999
PT Arya Kharisma 1.000 0,0001% 1
Jumlah 785.000.000 100,0000% 785.000
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi SERA per 31 Desember 2023 adalah
sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Presiden Komisaris : Gidion Hasan
Komisaris : Henry Tanoto
Komisaris Independen : Juliani Eliza Syaftari
Direksi
Presiden Direktur : Henry Christian Wong
Direktur : Naga Sujady
Direktur : Hadi Winarto
Direktur : Yudas Tadeus Go Wie Lien
Pada saat laporan ini dikeluarkan terdapat perubahan pada susunan Dewan
Komisaris dan Direksi SERA. Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan
saat laporan ini dikeluarkan seperti yang dinyatakan dalam bab I.17.
Page 29
25
II.1.3 Hubungan antara Pihak-Pihak yang Bertransaksi
Berdasarkan analisis terhadap dokumen korporasi Perseroan dan SERA serta
informasi yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pihak-pihak yang
terlibat dalam Rencana Transaksi memiliki hubungan afiliasi yang disebabkan
oleh:
• Perseroan dan SERA dikendalikan oleh PT Astra International Tbk;
• Bpk. Gidion Hasan menjabat sebagai Wakil Presiden Komisaris di Perseroan
per 31 Desember 2023 sampai dengan ditutupnya rapat umum pemegang
saham tahunan Perseroan tahun 2023 yang telah dilaksanakan pada 24
April 2024 serta menjabat sebagai Presiden Komisaris di SERA per 31
Desember 2023. Namun pPada saat laporan ini dikeluarkan Bpk. Gidion
Hasan sudah tidak menjabat Wakil Presiden Komisaris di Perseroan.
II.1.4 Perjanjian dan Persyaratan Rencana Transaksi
Dalam draft Perjanjian Jual Beli Saham antara Perseroan dengan SERA yang
diperoleh dari manajemen Perseroan, beberapa syarat dan ketentuan yang
disepakati oleh pihak penjual dan pembeli adalah sebagai berikut:
• Perseroan bermaksud untuk menjual kepemilikan seluruh sahamnya dalam
HMU sebanyak 7.875.000 lembar saham atau setara dengan 35,00% dan
mengalihkannya kepada SERA;
• Total nilai transaksi dari jual beli saham adalah sebesar
Rp15.000.000.000,-.
II.1.5 Manfaat dan Risiko Rencana Transaksi
Manfaat Rencana Transaksi adalah:
• Perseroan memperoleh tambahan kas dan setara kas sebesar
Rp15.000.000.000,- yang dapat digunakan Perseroan untuk diinvestasikan
dan berpotensi memperoleh tambahan pendapatan bunga;
• Manajemen Perseroan dapat lebih fokus kepada core business perusahaan
yaitu sebagai perusahaan distribusi alat berat.
Risiko Rencana Transaksi adalah:
• Perseroan kehilangan potensi keuntungan dari asosiasi (equity income)
dari entitas asosiasi. Namun berdasarkan laporan keuangan historis HMU,
selama 4 (empat) tahun terakhir HMU mengalami kerugian.
Page 30
26
II.2 Analisis Kualitatif atas Rencana Transaksi
II.2.1 Riwayat Singkat dan Sifat Kegiatan Usaha
PT United Tractors Tbk
Perseroan didirikan di Indonesia pada tanggal 13 Oktober 1972 dengan nama
PT Inter Astra Motor Works, berdasarkan Akta Pendirian No. 69 di hadapan
Djojo Muljadi, S.H. Terdapat perubahan nomor 101 atas akta pendirian yang
disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan
No. Y.A.5/34/8 tanggal 6 Februari 1973 dan diumumkan dalam Lembaran
Berita Negara No. 31, Tambahan No. 281 tanggal 17 April 1973 yang
mengubah nama Perseroan menjadi PT United Tractors. Anggaran Dasar
Perseroan telah mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Perseroan sejak
19 September 1989 telah menjadi perusahaan publik dengan mencatatkan
sahamnya di Bursa Efek Indonesia.
Perubahan Anggaran Dasar terakhir dan perubahan pasal 3 Anggaran Dasar
mengenai maksud dan tujuan serta kegiatan usaha Perseroan sebagaimana
dituangkan dalam akta No. 79 tanggal 8 April 2022 yang dibuat di hadapan
Jose Dima Satria, S.H., M.Kn, notaris di Jakarta, yang telah mendapat
mendapat pemberitahuan penerimaan pemberitahuan perubahan Anggaran
Dasar dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sesuai
dengan suratnya tanggal 19 April 2022 No. AHU-0028206.AH.01.02.
tahun 2022.
Selain itu, Perseroan telah melakukan perubahan susunan Direksi
sebagaimana dituangkan dalam Akta No.51 tanggal 12 April 2023 yang dibuat
dihadapan Jose Dimas Satria, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta, yang telah
mendapat pemberitahuan penerimaan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia sesuai dengan suratnya tanggal 4 Mei 2023
No.AHU-AH.01.09-0114064.
Ruang lingkup kegiatan utama Perseroan dan entitas anak (bersama-sama
disebut “Grup”) meliputi penjualan dan penyewaan alat berat (“mesin
konstruksi”) beserta pelayanan purna jual; penambangan dan kontraktor
penambangan; rekayasa, perencanaan, perakitan dan pembuatan komponen
mesin, alat, peralatan dan alat berat; pembuatan kapal serta jasa
perbaikannya; penyewaan kapal dan angkutan pelayaran; industri konstruksi;
pembangkit listrik; dan energi.
Perseroan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1973. Perseroan
berkedudukan di Jakarta, Indonesia.
Page 31
27 Perseroan dikendalikan oleh induk perusahaannya yaitu PT Astra International Tbk, perusahaan yang didirikan di Indonesia. Pemegang saham terbesar PT Astra International Tbk adalah Jardine Cycle & Carriage Ltd, perusahaan yang didirikan di Singapura. Jardine Cycle & Carriage Ltd. adalah anak perusahaan dari Jardine Matheson Hodings Ltd., perusahaan yang didirikan di Bermuda. PT Serasi Autoraya SERA didirikan berdasarkan Akta Notaris Ny. Rukmasanti Hardjasatya, S.H., No. 54 tanggal 22 Maret 1990, sebagaimana telah diubah berdasarkan Akta Notaris Ny. Rukmasanti Hardjasatya, SH., No. 31 tanggal 13 Juni 1991. Akta pendirian ini telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam surat keputusan No. C2 2558.HT.01.01.Th 91 tanggal 26 Juni 1991 serta diumumkan dalam Berita Negara No. 67 tanggal 20 Agustus 1991, Tambahan No. 2594. Untuk memenuhi ketentuan Peraturan Pemerintah No. 24 Tahun 2018 tentang Pelayanan Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik, Anggaran Dasar SERA telah dilakukan penyesuaian. Penyesuaian tersebut dinyatakan dalam Akta Notaris Aulia Taufani, S.H., No. 39 tanggal 31 Januari 2020 sehubungan dengan perubahan maksud dan tujuan serta kegiatan usaha. Perubahan ini telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam surat keputusan No. AHU 0027154.AH.01.11 Th 2020 tanggal 10 Februari 2020. Anggaran Dasar SERA telah mengalami beberapa kali perubahan. Perubahan terakhir dilakukan melalui Akta Notaris Ivan Gelium Lantu, S.H., M.Kn., No. 2 tanggal 16 Juni 2022 sehubungan dengan peningkatan modal ditempatkan perusahaan. Perubahan ini telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam surat keputusan No. AHU AH.01.03- 0251727 tanggal 17 Juni 2022. Ruang lingkup kegiatan SERA seperti yang tertuang dalam Anggaran Dasarnya adalah penyewaan, ketenagakerjaan dan agen perjalanan; pengangkutan dan pergudangan; industri pengolahan; perdagangan besar dan eceran; reparasi dan perawatan; pertambangan dan penggalian; konstruksi; aktivitas profesional ilmiah dan teknis; informasi dan komunikasi. Pada saat ini kegiatan usaha utama perusahaan adalah di bidang jasa penyewaan kendaraan. SERA berkedudukan di Jakarta dan memiliki cabang di kota kota besar Indonesia. Perseroan memulai kegiatan komersialnya pada tahun 1990.
Page 32
28
SERA dan entitas anak dikendalikan oleh PT Astra International Tbk, entitas
induk langsung, yang berdomisili di Indonesia. Pemegang saham terbesar
PT Astra International Tbk adalah Jardine Cycle & Carriage Ltd, perusahaan
yang didirikan di Singapura. Jardine Cycle & Carriage Ltd. adalah anak
perusahaan dari Jardine Matheson Hodings Ltd., perusahaan yang didirikan
di Bermuda.
II.2.2 Analisis Industri dan Lingkungan
Kinerja Ekonomi Indonesia
Perekonomian dunia melambat dengan ketidakpastian pasar keuangan yang
mulai mereda. Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan ekonomi global
tahun 2023 sebesar 3,0% dan melambat menjadi 2,8% pada tahun 2024.
Pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) dan India tahun 2023 lebih baik
dari prakiraan awal ditopang oleh konsumsi rumah tangga dan ekspansi
pemerintah. Sementara itu, ekonomi Tiongkok melemah seiring dengan
konsumsi rumah tangga dan investasi yang tumbuh terbatas. Inflasi di negara
maju, termasuk di AS, dalam kecenderungan menurun tetapi tingkatnya
masih di atas sasaran. Suku bunga kebijakan moneter, termasuk Fed Funds
Rate (FFR), diprakirakan telah mencapai puncaknya namun masih akan
bertahan tinggi dalam waktu yang lama (high for longer). Demikian pula yield
obligasi Pemerintah negara maju, termasuk US Treasury, diprakirakan dalam
kecenderungan menurun tetapi tingkatnya masih akan tinggi sejalan dengan
premi risiko jangka panjang (term-premia) terkait besarnya pembiayaan
fiskal dan utang pemerintah. Kejelasan arah kebijakan moneter di negara
maju tersebut mendorong mulai meredanya ketidakpastian pasar keuangan
global. Sehubungan dengan itu, aliran modal sejauh ini mulai kembali masuk
dan menurunkan tekanan pelemahan nilai tukar di negara emerging market,
termasuk Indonesia. Ke depan, sejumlah risiko dapat kembali meningkatkan
ketidakpastian perekonomian dunia, di antaranya masih berlanjutnya
ketegangan geopolitik, pelemahan ekonomi di sejumlah negara termasuk
Tiongkok, serta masih tingginya suku bunga kebijakan moneter dan yield
obligasi di negara maju.
Page 33
29 Perekonomian Indonesia tetap tumbuh baik didukung oleh permintaan domestik. Konsumsi rumah tangga dan investasi tetap tumbuh sejalan dengan keyakinan masyarakat dan berlanjutnya penyelesaian Proyek Strategis Nasional (PSN). Perkembangan ini dikonfirmasi oleh sejumlah indikator utama hingga bulan Desember 2023, seperti keyakinan konsumen, penjualan eceran, dan Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur. Sementara itu, kinerja ekspor cenderung lebih baik, seiring dengan peningkatan permintaan beberapa mitra dagang utama, seperti AS dan India. Berdasarkan Lapangan Usaha (LU), kinerja perekonomian terutama didorong oleh Perdagangan Besar dan Eceran, Industri Pengolahan, serta Konstruksi. Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan ekonomi tahun 2023 berada dalam kisaran 4,5-5,3%. Pada tahun 2024, kinerja konsumsi, baik swasta maupun Pemerintah, dan investasi diprakirakan terus meningkat sejalan dengan keyakinan konsumsi masyarakat yang tetap kuat, dampak positif pelaksanaan Pemilu, serta keberlanjutan pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN). Dengan perkembangan tersebut, pertumbuhan ekonomi tahun 2024 diprakirakan meningkat dalam kisaran 4,7-5,5%. Ke depan, Bank Indonesia akan terus memperkuat sinergi stimulus fiskal Pemerintah dengan stimulus makroprudensial Bank Indonesia untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya dari sisi permintaan. Inflasi tetap terjaga dalam kisaran sasaran. Inflasi IHK bulan November 2023 terkendali pada 2,86% (yoy) sehingga diprakirakan inflasi IHK tahun 2023 akan berada dalam kisaran 3,0±1%. Perkembangan ini dipengaruhi oleh inflasi inti yang tetap rendah sebesar 1,87% (yoy) sejalan dengan konsistensi kebijakan suku bunga dan stabilisasi nilai tukar Rupiah oleh Bank Indonesia. Inflasi administered prices juga rendah sebesar 2,07% (yoy). Sementara itu, inflasi kelompok volatile food naik menjadi 7,59% (yoy) dipengaruhi oleh faktor musiman yang memengaruhi produksi beberapa komoditas hortikultura. Bank Indonesia akan terus mencermati sejumlah risiko yang dapat mengganggu terkendalinya inflasi, terutama yang bersumber dari harga pangan. Untuk itu, Bank Indonesia tetap memperkuat bauran kebijakan moneter dan mempererat sinergi dengan Pemerintah (Pusat dan Daerah) dalam TPIP dan TPID melalui penguatan GNPIP di berbagai daerah untuk memastikan inflasi terkendali dalam kisaran 2,5±1% pada tahun 2024.
Page 34
30
Berdasarkan data Economist Intelligence Unit yang dikeluarkan 9 Januari
2024, berikut merupakan estimasi tingkat pertumbuhan domestik bruto (PDB)
dan tingkat inflasi di Indonesia sejak 2023 sampai dengan 2028.
Keterangan 2024 2025 2026 2027 2028
GDP 5,10% 5,20% 5,10% 5,00% 5,20%
Inflasi 2,80% 2,70% 3,20% 3,20% 3,10%
Prospek Industri Alat Berat
Industri alat berat sedang berada di dalam tekanan seiring rendahnya harga
komoditas pertambangan. Berdasarkan data Himpunan Industri Alat Berat
Indonesia (Hinabi), produksi alat berat nasional sepanjang 2023 tercatat
sebanyak 8.066 unit. Angka ini lebih rendah 8,61% year on year (YoY)
dibandingkan produksi alat berat nasional pada 2022 yakni 8.826 unit.
Pelemahan harga komoditas pertambangan seperti batubara dan nikel cukup
mempengaruhi realisasi produksi alat berat di Indonesia. Sebab, banyak
pelaku usaha tambang mengurangi pembelian alat berat baru ketika harga
komoditas kurang bersahabat bagi kelangsungan bisnisnya.
Tahun 2024 akan menjadi tantangan bagi industri alat berat Indonesia. Di
sektor pertambangan, melandainya harga komoditas batu bara dan nikel
membuat konsumen memilih bersikap wait and see menunggu perkembangan
harga komoditas ke depan.
Risiko penurunan harga komoditas yang dibarengi perlambatan ekonomi
masih menjadi ancaman bagi para produsen alat berat. Sektor pertambangan
diperkirakan masih menjadi kontributor utama penjualan alat berat nasional.
Terlepas dari turunnya harga komoditas, aktivitas produksi pada dasarnya
tetap berjalan. Alhasil, kebutuhan terhadap alat berat baru di sektor
tambang tetap ada, kendati belum tentu setinggi periode sebelumnya.
Persaingan di pasar alat berat juga diyakini akan semakin ketat seiring
kehadiran pemain-pemain baru di industri tersebut.
II.2.3 Analisis Operasional dan Prospek Perseroan
Perseroan mengantisipasi volatilitas harga batu bara dengan terus menjaga
dan meningkatkan keunggulan operasional dan efisiensi berkelanjutan.
Walaupun kondisi bisnis tidak sebaik tahun 2022 dengan indeks harga acuan
batu bara yang turun signifikan, Perseroan dapat mempertahankan
pencapaian kinerja yang positif. Perseroan membukukan pendapatan
konsolidasian sebesar Rp128,6 triliun, naik 4% dari Rp123,6 triliun pada tahun
2022.
Page 35
31
Beban pokok pendapatan sebesar Rp92,8 triliun, naik 4% dari Rp88,8 triliun
dan menghasilkan laba bruto sebesar Rp35,8 triliun, naik 3% dari Rp34,8
triliun pada tahun 2022. Perseroan memperoleh laba tahun berjalan tercatat
sebesar Rp22,1 triliun, sedikit turun sebesar 4% dari Rp23,0 triliun. Laba
tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar
Rp20,6 triliun, sedikit turun sebesar 2% dari Rp21,0 triliun pada tahun 2022
dikarenakan adanya kenaikan biaya keuangan dan kerugian nilai tukar mata
uang asing.
Tren penurunan harga komoditas menyebabkan pasar alat berat menyusut
akibat pelanggan menunda atau bahkan membatalkan investasi pembelian
alat berat untuk menjaga provitabilitas dan keberlangsungan usaha.
Di tengah desakan isu ESG, Perseroan mencermati dan mempelajari arah
perubahan teknologi.
Perseroan bersama mitra principal alat berat terus berkolaborasi
mengembangkan produk-produk inovatif berteknologi ramah lingkungan
untuk ikut andil dalam gerakan bersama mengurangi emisi gas rumah kaca
dan menciptakan ekosistem yang positif bagi masyarakat Indonesia.
II.2.4 Alasan dan Latar Belakang Rencana Transaksi
HMU adalah perusahaan yang bergerak di bidang jasa pengangkutan dan
pergudangan HMU sebagai perusahaan yang telah berdiri sejak tahun 2008.
HMU dalam menjalankan kegiatan usahanya telah memberikan jasanya salah
satunya kepada Perseroan untuk memenuhi kebutuhan logistik dari
Perseroan.
SERA sebagai pihak pembeli memiliki anak perusahaan yaitu SLI yang menjadi
partner logistik bagi HMU dalam jasa forwarding dan jasa trucking untuk
mendukung kebutuhan logistik Perseroan. HMU akan mempunyai fokus jasa
pada bidang pergudangan dan SLI akan mempunyai fokus di bidang
transportasi dan pengantaran. Sehingga diharapkan organisasi menjadi lebih
efisien dalam rangka meningkat keunggulan dan untuk meraih pangsa pasar
yang lebih besar.
Dengan adanya Rencana Transaksi, maka Perseroan dapat lebih fokus kepada
core business perusahaan yaitu sebagai perusahaan distribusi alat berat.
Page 36
32
II.2.5 Keuntungan dan Kerugian atas Dilakukannya Rencana Transaksi
Keuntungan Rencana Transaksi adalah:
• Perseroan mendapat tambahan dana sebesar Rp15.000.000.000,- dari
Rencana Transaksi.
Kerugian Rencana Transaksi adalah:
• Berkurangnya kesempatan manpower/karyawan Perseroan untuk
mengembangkan potensi dan kompetensi sebagai salah satu jajaran
manajemen di HMU.
Page 37
33
II.3 Analisis Kuantitatif atas Rencana Transaksi
II.3.1 Penilaian Kinerja Historis
Berdasarkan data Laporan Keuangan konsolidasi Perseroan per 31 Desember
2019 sampai dengan per 31 Desember 2023 yang telah di audit yang kami
peroleh dari manajemen Perseroan, kondisi keuangan Perseroan adalah
sebagai berikut:
Laporan Posisi Keuangan
Dinyatakan dalam jutaan Rupiah
Audit Audit Audit Audit Audit
Keterangan
31-Dec-19 31-Dec-20 31-Dec-21 31-Dec-22 31-Dec-23
Aset
Aset lancar
Jumlah aset lancar 50.826.955 44.195.782 60.604.068 78.930.048 62.667.105
Aset tidak lancar
Jumlah aset tidak lancar 60.886.420 55.605.181 51.957.288 61.548.172 91.361.143
Jumlah aset 111.713.375 99.800.963 112.561.356 140.478.220 154.028.248
Liabilitas
Liabilitas jangka pendek
Jumlah liabilitas jangka pendek 32.585.529 20.943.824 30.489.218 42.037.402 43.038.299
Liabilitas jangka panjang
Jumlah liabilitas jangka panjang 18.017.772 15.709.999 10.249.381 8.926.993 26.954.386
Jumlah liabilitas 50.603.301 36.653.823 40.738.599 50.964.395 69.992.685
Ekuitas
Jumlah ekuitas 61.110.074 63.147.140 71.822.757 89.513.825 84.035.563
Jumlah liabilitas & ekuitas 111.713.375 99.800.963 112.561.356 140.478.220 154.028.248
Jumlah aset Perseroan sejak tahun 2019 sampai dengan tahun 2023
mengalami peningkatan rata-rata tahunan Compound Annual Growth Rate
(“CAGR”) sebesar 8,36%.
Jumlah liabilitas Perseroan sejak tahun 2019 sampai dengan tahun 2023
mengalami penurunan rata-rata tahunan CAGR sebesar 8,45%.
Jumlah ekuitas Perseroan sejak tahun 2019 sampai dengan tahun 2023
mengalami peningkatan rata-rata tahunan CAGR sebesar 8,29%.
Page 38
34
Laporan Laba Rugi
Dinyatakan dalam jutaan Rupiah
Audit Audit Audit Audit Audit
Keterangan
31-Dec-19 31-Dec-20 31-Dec-21 31-Dec-22 31-Dec-23
Pendapatan bersih 84.430.478 60.346.784 79.460.503 123.607.460 128.583.264
Beban pokok pendapatan (63.199.825) (47.357.491) (59.795.542) (88.848.772) (92.797.027)
Laba bruto 21.230.653 12.989.293 19.664.961 34.758.688 35.786.237
Beban penjualan (1.039.971) (1.342.063) (1.125.733) (1.064.580) (1.321.419)
Beban umum & administrasi (3.585.671) (3.353.253) (3.663.613) (4.561.392) (4.741.675)
Penghasilan lain-lain 501.446 560.219 0 0 0
Beban lain-lain (312.886) (1.384.254) (980.291) (560.803) (885.424)
Penghasilan keuangan 616.712 758.513 871.973 998.148 1.126.994
Biaya keuangan (2.333.765) (1.539.907) (754.155) (759.935) (1.879.411)
Bagian atas laba bersih entitas
asosiasi & ventura bersama 400.367 322.638 449.108 635.915 635.038
Laba sebelum pajak penghasilan 15.476.885 7.011.186 14.462.250 29.446.041 28.720.340
Beban pajak penghasilan (4.342.244) (1.378.761) (3.853.983) (6.452.368) (6.590.244)
Laba tahun berjalan 11.134.641 5.632.425 10.608.267 22.993.673 22.130.096
Jumlah pendapatan Perseroan sejak tahun 2019 sampai dengan tahun 2023
mengalami peningkatan rata-rata tahunan CAGR sebesar 11,09%.
Jumlah laba bruto Perseroan sejak tahun 2019 sampai dengan tahun 2023
mengalami peningkatan rata-rata tahunan CAGR sebesar 13,94%.
Jumlah laba tahun berjalan Perseroan sejak tahun 2019 sampai dengan tahun
2023 mengalami peningkatan rata-rata tahunan CAGR sebesar 18,73%.
Performa Perseroan secara keseluruhan mengalami peningkatan namun pada
tahun 2020 mengalami penurunan akibat pandemi Covid-19. Pada tahun 2021
sudah mulai menunjukkan perbaikan bahkan pada tahun 2023 sudah kembali
meningkat melebihi kinerja sebelum terjadinya pandemi Covid-19.
Page 39
35
Laporan Arus Kas
Dinyatakan dalam jutaan Rupiah
Audit Audit Audit Audit Audit
Keterangan
31-Dec-19 31-Dec-20 31-Dec-21 31-Dec-22 31-Dec-23
Arus kas dari aktivitas operasi
Kas bersih diperoleh dari
aktivitas operasi 9.435.985 18.557.088 23.284.854 32.891.585 26.346.848
Arus kas dari aktivitas investasi
Kas bersih yang digunakan untuk
aktivitas investasi (9.757.541) (2.594.328) (3.158.997) (10.401.292) (33.439.773)
Arus kas dari aktivitas pendanaan
Kas bersih yang digunakan untuk
aktivitas pendanaan (830.690) (7.834.254) (7.419.838) (18.653.279) (12.230.036)
Kenaikan / (penurunan) bersih
kas & setara kas (1.152.246) 8.128.506 12.706.019 3.837.014 (19.322.961)
Kas dan setara kas pada awal tahun 13.438.175 12.090.661 20.498.574 33.321.741 38.281.513
Dampak perubahan selisih kurs
terhadap kas dan setara kas (195.268) 279.407 117.148 1.122.758 (361.943)
Kas dan setara kas pada akhir tahun 12.090.661 20.498.574 33.321.741 38.281.513 18.596.609
Sejak tahun 2019 sampai dengan tahun 2023 aktivitas operasi Perseroan
secara keseluruhan mampu untuk memenuhi kebutuhan kegiatan investasi
dan memenuhi pembayaran pinjaman dalam kegiatan pendanaan.
Analisis Rasio
Audit Audit Audit Audit Audit
Analisis Rasio
31-Dec-19 31-Dec-20 31-Dec-21 31-Dec-22 31-Dec-23
Rasio likuiditas
Rasio lancar 1,56 2,11 1,99 1,88 1,46
Rasio cepat 1,22 1,73 1,68 1,51 1,06
Rasio kas 0,37 0,98 1,09 0,91 0,43
Rasio solvabilitas
Debt to equity ratio 23,06% 19,77% 12,79% 3,35% 22,46%
Debt to total assets ratio 12,61% 12,51% 8,16% 2,14% 12,25%
Long term debt to equity ratio 17,37% 13,36% 4,15% 1,13% 20,92%
Rasio profitabilitas
Gross profit margin 25,15% 21,52% 24,75% 28,12% 27,83%
Net profit margin 13,19% 9,33% 13,35% 18,60% 17,21%
ROA 0,10 0,06 0,09 0,16 0,14
ROE 0,18 0,09 0,15 0,26 0,26
Rasio Likuiditas
Rasio lancar mengalami penurunan dari 1,56 pada tahun 2019 menjadi 1,46
pada tahun 2023. Rasio cepat mengalami penurunan dari 1,22 pada tahun
2019 menjadi 1,06 pada tahun 2023. Rasio kas mengalami peningkatan dari
0,37 pada tahun 2019 menjadi 0,43 pada tahun 2023.
Sejak tahun 2019 sampai 2023 aset lancar secara keseluruhan Perseroan
mampu memenuhi kewajiban jangka pendeknya, karena rasio likuiditas
secara keseluruhan berada di atas 1.
Page 40
36 Rasio Solvabilitas Debt to equity ratio mengalami penurunan dari 23,06% pada tahun 2019 menjadi 22,46% pada tahun 2023. Long term debt to equity ratio mengalami penurunan dari 12,61% pada tahun 2019 menjadi 12,25% pada tahun 2023. Debt to total assets ratio mengalami peningkatan dari 17,37% pada tahun 2019 menjadi 20,92% pada tahun 2023. Mulai dari tahun 2020, Perseroan secara bertahap mengurangi jumlah utang yang dimilikinya, terutama pada tahun 2021. Keputusan ini diambil karena Perseroan memiliki posisi kas yang mencukupi. Pada tahun 2023 menambah utang bank jangka panjang karena merupakan salah satu cara pendanaan untuk melakukan kegiatan investasi terutama kegiatan akusisi dan kebutuhan modal kerja. Rasio Profitabilitas Gross profit margin mengalami peningkatan dari 25,15% pada tahun 2019 menjadi 27,83% pada tahun 2023. Net profit margin mengalami peningkatan dari 13,40% pada tahun 2019 menjadi 16,03% pada tahun 2023.
Page 41
37
II.3.2 Analisis Keuangan Sebelum dan Sesudah Rencana Transaksi
Berdasarkan performa keuangan yang telah disusun oleh manajemn
Perseroan, dampak dari Rencana Transaksi terhadap performa keuangan
Perseroan per 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:
Proforma Posisi Keuangan
Disajikan dalam jutaan Rupiah
Sebelum Rencana Sesudah Rencana
Transaksi Penyesuaian Transaksi
31-Dec-23 31-Dec-23
Aset
Aset lancar
Kas & setara kas 18.596.609 15.000 18.611.609
Jumlah aset lancar 62.667.105 15.000 62.682.105
Aset tidak lancar
Investasi pada entitas asosiasi & ventura
14.853.244 (21.405) 14.831.839
bersama
Jumlah aset tidak lancar 91.361.143 (21.405) 91.339.738
Jumlah aset 154.028.248 (6.405) 154.021.843
Liabilitas
Liabilitas jangka pendek
Jumlah liabilitas jangka pendek 43.038.299 0 43.038.299
Liabilitas jangka panjang
Jumlah liabilitas jangka panjang 26.954.386 0 26.954.386
Jumlah liabilitas 69.992.685 0 69.992.685
Ekuitas
Tambahan modal disetor 9.703.937 (6.405) 9.697.532
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada
79.250.552 (6.405) 79.244.147
pemiliki entitas induk
Kepentingan nonpengendali 4.785.011 4.785.011
Jumlah ekuitas 84.035.563 (6.405) 84.029.158
Jumlah liabilitas & ekuitas 154.028.248 (6.405) 154.021.843
Proforma posisi keuangan Perseroan menunjukkan bahwa Rencana Transaksi
mempengaruhi:
• Kas & setara kas bertambah sebesar Rp15.000 juta sesuai dengan jumlah
nilai Rencana Transaksi;
• Investasi pada entitas asosiasi & ventura bersama berkurang sebesar
Rp21.405 juta yang merupakan nilai buku investasi Perseroan pada HMU;
Page 42
38
• Transaksi dengan kepentingan nonpengendali berkurang sebesar Rp6.405
juta merupakan selisih dari nilai buku investasi HMU dalam Perseroan
dengan nilai Rencana Transaksi-nya. Berdasarkan PSAK 338 yang mengatur
mengenai kombinasi bisnis entitas sepengendali, selisih antara jumlah
imbalan yang dialihkan dan jumlah tercatat dari setiap transaksi
kombinasi bisnis entitas sepengendali disajikan pada ekuitas pihak
pembeli maupun penjual.
Proforma Laba Rugi
Disajikan dalam jutaan Rupiah
Sebelum Rencana Sesudah Rencana
Transaksi Penyesuaian Transaksi
31-Dec-23 31-Dec-23
Pendapatan 128.583.264 128.583.264
Beban pokok pendapatan (92.797.027) (92.797.027)
Laba kotor 35.786.237 0 35.786.237
Beban penjualan (1.321.419) (1.321.419)
Beban umum & administrasi (4.741.675) (4.741.675)
Penghasilan lain-lain
Beban lain-lain (885.424) (885.424)
Penghasilan keuangan 1.126.994 1.126.994
Biaya keuangan (1.879.411) (1.879.411)
Bagian atas laba bersih entitas asosiasi &
635.038 635.038
ventura bersama
Laba sebelum pajak penghasilan 28.720.340 0 28.720.340
Beban pajak penghasilan (6.590.244) (6.590.244)
Laba tahun berjalan 22.130.096 0 22.130.096
Laba komprehensif lainnya (987.289) (987.289)
Jumlah laba komprehensif tahun
21.142.807 0 21.142.807
berjalan
Proforma laba rugi Perseroan menunjukkan bahwa Rencana Transaksi tidak
mempengaruhi laba rugi Perseroan karena berdasarkan PSAK 338 yang
mengatur mengenai kombinasi bisnis entitas sepengendali, selisih antara
jumlah imbalan yang dialihkan dan jumlah tercatat dari setiap transaksi
kombinasi bisnis entitas sepengendali disajikan pada ekuitas pihak pembeli
maupun penjual.
Page 43
39
II.3.3 Analisis Rasio Keuangan Sebelum dan Sesudah Rencana Transaksi
Sebelum Rencana Sesudah Rencana
Analisis Rasio Transaksi Transaksi Selisih
31-Dec-23 31-Dec-23
Rasio likuiditas
Rasio lancar 1,46 1,46 0,02%
Rasio cepat 1,06 1,06 0,03%
Rasio kas 0,43 0,43 0,08%
Rasio solvabilitas
Debt to equity ratio 22,46% 22,46% 0,01%
Debt to total assets ratio 12,25% 12,25% 0,00%
Long term debt to equity ratio 20,92% 20,92% 0,01%
Rasio profitabilitas
Gross profit margin 27,83% 27,83% 0,00%
Net profit margin 17,21% 17,21% 0,00%
ROA 0,14 0,14 0,00%
ROE 0,26 0,26 0,01%
Analisis rasio atas proforma keuangan Perseroan menunjukkan bahwa
Rencana Transaksi mempengaruhi:
• Rasio likuiditas karena adanya tambahan kas yang disebabkan Rencana
Transaksi;
• Rasio solvabilitas karena penurunan jumlah ekuitas yang disebabkan
mengakui selisih antara nilai Rencana Transaksi dengan nilai buku
tercatat;
• Rasio profitabilitas, secara khusus untuk rasio return on equity penurunan
jumlah ekuitas yang disebabkan mengakui selisih antara nilai Rencana
Transaksi dengan nilai buku tercatat.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa Rencana Transaksi dapat mempengaruhi
performa keuangan Perseroan per 31 Desember 2023 namun perubahannya
tidak signifikan.
Page 44
40
II.3.4 Penilaian atas Proyeksi Keuangan
Dalam Menyusun proyeksi keuangan, asumsi utama yang digunakan oleh
manajemen Perseroan adalah sebagai berikut:
• Dalam proyeksi keuangan sebelum Rencana Transaksi, rencana penjualan
35% ekuitas HMU yang dimiliki oleh Perseroan tidak dilakukan sehingga
Perseroan mengakui potensi keuntungan atau kerugian dari HMU selama
periode proyeksi;
• Dalam proyeksi keuangan sesudah Rencana Transaksi, rencana penjualan
35% ekuitas HMU yang dimiliki oleh Perseroan dilakukan sehingga
Perseroan tidak mengakui potensi keuntungan atau kerugian dari HMU
selama periode proyeksi serta dana yang diterima ditempatkan pada
investasi deposito dengan tingkat pengembalian 6%.
Atas proyeksi keuangan Perseroan yang kami terima, kami melakukan
penyesuaian proyeksi keuangan dengan melihat kepada tingkat kewajaran
atas profitabilitas Perseroan selama periode proyeksi berdasarkan data
historis dan asumsi-asumsi yang disampaikan oleh manajemen.
Perbandingan antara proyeksi keuangan sebelum dan sesudah Rencana
Transaksi adalah sebagai berikut:
Analisis Proyeksi Laba Rugi
Disajikan dalam jutaan Rupiah
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
31-Dec-24 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28
Pendapatan
Sesudah Rencana Transaksi 123.271.796 122.484.073 124.247.210 127.444.970 130.725.031
Sebelum Rencana Transaksi 123.271.796 122.484.073 124.247.210 127.444.970 130.725.031
Selisih 0 0 0 0 0
% selisih 0,000% 0,000% 0,000% 0,000% 0,000%
Laba Kotor
Sesudah Rencana Transaksi 29.430.583 26.907.040 28.111.469 28.834.976 29.577.104
Sebelum Rencana Transaksi 29.430.583 26.907.040 28.111.469 28.834.976 29.577.104
Selisih 0 0 0 0 0
% selisih 0,000% 0,000% 0,000% 0,000% 0,000%
EBIT
Sesudah Rencana Transaksi 22.925.012 20.344.629 21.280.906 21.828.614 22.390.419
Sebelum Rencana Transaksi 22.925.012 20.344.629 21.280.906 21.828.614 22.390.419
Selisih 0 0 0 0 0
% selisih 0,000% 0,000% 0,000% 0,000% 0,000%
Laba Sebelum Pajak Penghasilan
Sesudah Rencana Transaksi 21.221.110 18.740.797 20.049.099 20.572.653 21.084.306
Sebelum Rencana Transaksi 21.220.253 18.739.957 20.048.229 20.571.794 21.083.504
Selisih 857 840 870 859 802
% selisih 0,004% 0,004% 0,004% 0,004% 0,004%
Laba Tahun Berjalan
Sesudah Rencana Transaksi 16.556.781 14.648.453 15.711.262 16.126.952 16.527.858
Sebelum Rencana Transaksi 16.555.924 14.647.613 15.710.392 16.126.094 16.527.056
Selisih 857 840 870 859 802
% selisih 0,005% 0,006% 0,006% 0,005% 0,005%
Page 45
41
Dari perbandingan proyeksi laba rugi sebelum dan sesudah Rencana Transaksi
di atas menunjukkan bahwa dengan Rencana Transaksi, Perseroan akan
mengalami peningkatan profitabilitas yang disebabkan oleh manajemen
Perseroan mengasumsikan HMU masih mengalami kerugian dalam periode
proyeksi serta Perseroan mendapatkan tambahan pendapatan bunga dari
penggunaan dana yang diterima dari Rencana Transaksi.
Analisis Proyeksi Posisi Keuangan
Disajikan dalam jutaan Rupiah
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
31-Dec-24 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28
Aset Lancar
Sesudah Rencana Transaksi 61.701.825 64.680.658 70.560.174 72.622.053 74.674.781
Sebelum Rencana Transaksi 61.686.105 64.664.184 70.542.909 72.603.959 74.655.818
Selisih 15.720 16.475 17.265 18.094 18.963
% selisih 0,025% 0,025% 0,024% 0,025% 0,025%
Aset Tidak Lancar
Sesudah Rencana Transaksi 104.254.425 106.911.383 103.964.596 106.608.488 109.368.489
Sebelum Rencana Transaksi 104.275.693 106.932.566 103.985.700 106.629.562 109.389.629
Selisih (21.268) (21.183) (21.104) (21.074) (21.140)
% selisih -0,020% -0,020% -0,020% -0,020% -0,019%
Liabilitas Jangka Pendek
Sesudah Rencana Transaksi 39.185.163 45.935.700 45.343.461 46.510.110 47.706.786
Sebelum Rencana Transaksi 39.185.163 45.935.700 45.343.461 46.510.110 47.706.786
Selisih 0 0 0 0 0
% selisih 0,000% 0,000% 0,000% 0,000% 0,000%
Liabilitas Jangka Panjang
Sesudah Rencana Transaksi 31.214.306 25.304.164 18.561.218 19.038.929 19.528.935
Sebelum Rencana Transaksi 31.214.306 25.304.164 18.561.218 19.038.929 19.528.935
Selisih 0 0 0 0 0
% selisih 0,000% 0,000% 0,000% 0,000% 0,000%
Ekuitas
Sesudah Rencana Transaksi 95.556.781 100.352.177 110.620.092 113.681.501 116.807.548
Sebelum Rencana Transaksi 95.562.329 100.356.886 110.623.930 113.684.481 116.809.725
Selisih (5.548) (4.708) (3.838) (2.980) (2.178)
% selisih -0,006% -0,005% -0,003% -0,003% -0,002%
Dari perbandingan proyeksi keuangan sebelum dan sesudah Rencana
Transaksi di atas menunjukkan bahwa dengan Rencana Transaksi:
• Aset lancar Perseroan mengalami peningkatan dari tambahan kas & setara
kas dari penjualan saham HMU yang digunakan untuk berinvestasi jangka
pendek yang menghasilkan pendapatan bunga;
• Aset tidak lancar Perseroan mengalami penurunan akibat menghapus
pencatatan investasi pada HMU;
• Ekuitas Perseroan mengalami penurunan akibat selisih dari nilai buku
investasi HMU dalam Perseroan dengan nilai Rencana Transaksi-nya. Selain
itu perbedaan sebelum dan sesudah Rencana Transaksi juga muncul dari
perbedaan dari tidak mengakui kerugian HMU.
Page 46
42
Sehingga dapat disimpulkan bahwa Rencana Transaksi dapat mempengaruhi
performa Perseroan di masa mendatang karena karena dalam periode
proyeksi, Perseroan berpotensi akan mendapatkan keuntungan yang lebih
besar dari interest income jika dibandingkan dengan equity loss HMU.
II.3.5 Analisis Inkremental
Analisis inkremental dilakukan dengan cara:
• Melihat kontribusi nilai tambah terhadap Perseroan sebagai akibat dari
Rencana Transaksi;
• Biaya atau pendapatan yang relevan;
• Informasi non keuangan yang relevan;
• Prosedur pengambilan keputusan oleh Perseroan dalam menentukan
rencana dan nilai dari Rencana Transaksi;
• Hal material lainnya.
Hasil analisis adalah sebagai berikut:
Kontribusi Nilai Tambah
Dalam analisis ini, nilai Rencana Transaksi kami bandingkan dengan Nilai
Pasar-nya.
Disajikan dalam jutaan Rupiah
Nilai Rencana Transaksi 15.000
Nilai Pasar
Nilai 35% ekuitas HMU 14.744
Selisih 256
Selisih % 1,74%
Tabel di atas menunjukkan bahwa Rencana Transaksi memberikan
keuntungan bagi Perseroan karena nilai Rencana Transaksi lebih tinggi 1,74%
dibandingkan Nilai Pasar-nya.
Page 47
43
Biaya atau Pendapatan yang Relevan
Dalam analisis ini kami membandingkan proyeksi laba per saham yang akan
diterima oleh pemegang saham sesudah Rencana Transaksi dan sebelum
Rencana Transaksi.
Disajikan dalam jutaan Rupiah
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
31-Dec-24 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28
Laba Tahun Berjalan
Sesudah Rencana Transaksi 16.556.781 14.648.453 15.711.262 16.126.952 16.527.858
Sebelum Rencana Transaksi 16.555.924 14.647.613 15.710.392 16.126.094 16.527.056
Lembar saham 3.730.135.136
Laba Per Saham (Rupiah)
Sesudah Rencana Transaksi 4.438,65 3.927,06 4.211,98 4.323,42 4.430,90
Sebelum Rencana Transaksi 4.438,42 3.926,83 4.211,75 4.323,19 4.430,69
Selisih 0,23 0,23 0,23 0,23 0,22
% selisih 0,005% 0,006% 0,006% 0,005% 0,005%
Tabel di atas menunjukkan bahwa dengan Rencana Transaksi dapat
mempengaruhi performa Perseroan di masa mendatang karena karena dalam
periode proyeksi, Perseroan berpotensi akan mendapatkan keuntungan yang
lebih besar dari interest income jika dibandingkan dengan equity loss HMU.
Informasi Non Keuangan yang Relevan
Dengan adanya Rencana Transaksi, maka Perseroan dapat lebih fokus kepada
core business perusahaan yaitu sebagai perusahaan distribusi alat berat.
Prosedur Pengambilan Keputusan oleh Perseroan dalam Menentukan
Rencana dan Nilai Rencana Transaksi
Berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan, dalam menentukan nilai
transaksi, masing-masing manajemen dari pihak yang bertransaksi valuasi
internal terhadap HMU berdasarkan proyeksi bisnis yang diberikan oleh
manajemen HMU yang digunakan oleh kedua belah pihak untuk bernegoisasi
nilai transaksi.
Informasi Material Lainnya
Rencana Transaksi akan dilaksanakan sesuai dengan syarat dan ketentuan
yang sudah disepakati di dalam draft Perjanjian Jual Beli Saham antara
Perseroan dengan SERA dan berdasarkan informasi dari manajemen
Perseroan hal-hal yang sudah disepakati di dalam draft Perjanjian Jual Beli
Saham yang diberikan kepada kami tidak akan mengalami perubahan hingga
pelaksanaan Rencana Transaksi.
Page 48
44
II.3.6 Analisis Sensitivitas
Analisis sensitivitas dilakukan dengan cara melihat pengaruh dari perubahan
nilai Rencana Transaksi terhadap Nilai Pasar-nya. Dalam analisis ini kami
menagasumsikan nilai Rencana Transaksi mengalami kenaikan dan penurunan
sebesar 10% dan 20%.
Disajikan dalam jutaan Rupiah
Nilai Rencana Transaksi
Awal Naik 10% Naik 20% Turun 10% Turun 20%
Nilai Rencana Transaksi 15.000 16.500 18.000 13.500 12.000
Nilai Pasar 35% ekuitas HMU 14.744 14.744 14.744 14.744 14.744
Selisih 256 1.756 3.256 (1.244) (2.744)
Selisih % 1,74% 11,91% 22,08% -8,44% -18,61%
Perubahan 585,94% 1171,88% -585,94% -1171,88%
Tabel di atas menunjukkan bahwa
• Apabila nilai Rencana Transaksi naik 10% maka selisih antara nilai Rencana
Transaksi terhadap Nilai Pasar-nya adalah 11,91%. Perubahan ini setara
dengan kenaikan 585,94% terhadap selisih awal Rencana Transaksi
terhadap Nilai Pasar-nya;
• Apabila nilai Rencana Transaksi naik 20% maka selisih antara nilai Rencana
Transaksi terhadap Nilai Pasar-nya adalah 22,08%. Perubahan ini setara
dengan kenaikan 1171,88% terhadap selisih awal Rencana Transaksi
terhadap Nilai Pasar-nya;
• Apabila nilai Rencana Transaksi turun 10% maka selisih antara nilai
Rencana Transaksi terhadap Nilai Pasar-nya adalah -8,44%. Perubahan ini
setara dengan penurunan 585,94% terhadap selisih awal Rencana Transaksi
terhadap Nilai Pasar-nya;
• Apabila nilai Rencana Transaksi turun 20% maka selisih antara nilai
Rencana Transaksi terhadap Nilai Pasar-nya adalah -18,61%. Perubahan ini
setara dengan penurunan 1171,88% terhadap selisih awal Rencana
Transaksi terhadap Nilai Pasar-nya.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa Rencana Transaksi sensitif terhadap
perubahan nilai Rencana Transaksi.
Page 49
45
II.3.7 Analisis atas Kewajaran Nilai Rencana Transaksi
Berdasarkan Laporan Penilaian atas 35% ekuitas HMU dengan nomor laporan
No. 00345/2.0018-00/BS/05/0654/1/VI/2024 tanggal 21 Juni 2024 yang
dilakukan oleh Penilai Publik Satya Bima Nugraha, S.E., MAPPI (Cert.) sebagai
rekan di KJPP NDR. Penilai tersebut telah terdaftar pada Otoritas Jasa
Keuangan Republik Indonesia Bidang Pasar Modal dengan No. STTD.PB-
58/PM.021/2024, diperoleh informasi bahwa Nilai Pasar atas 35% ekuitas
HMU yang dimiliki oleh Perseroan per 31 Desember 2023 adalah sebesar
Rp14.744.000.000,- (empat belas miliar tujuh ratus empat puluh empat juta
Rupiah).
Nilai Rencana Transaksi yang disepakati atas penjualan 35% ekuitas HMU
adalah sebesar Rp15.000.000.000,-.
Berdasarkan informasi di atas, perbandingan nilai Rencana Transaksi dengan
Nilai Pasar-nya adalah sebagai berikut:
Disajikan dalam jutaan Rupiah
Nilai Rencana Transaksi 15.000
Nilai Pasar
Nilai 35% ekuitas HMU 14.744
Selisih 256
Selisih % 1,74%
Dari perbandingan di atas menunjukkan bahwa nilai Rencana Transaksi lebih
tinggi Rp256 juta atau lebih tinggi 1,74% dibandingkan Nilai Pasar-nya.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa Rencana Transaksi sudah memenuhi
ketentuan POJK No. 35 Pasal 48.b., di mana diatur mengenai batas atas dan
batas bawah pada kisaran nilai tidak boleh melebihi 7,5% dari nilai yang
dijadikan acuan.
II.3.8 Analisis atas Faktor-Faktor Lain yang Relevan
Rencana Transaksi akan dilaksanakan sesuai dengan syarat dan ketentuan
yang sudah disepakati di dalam draft Perjanjian Jual Beli Saham antara
Perseroan dengan SERA dan berdasarkan informasi dari manajemen
Perseroan hal-hal yang sudah disepakati di dalam draft Perjanjian Jual Beli
Saham yang diberikan kepada kami tidak akan mengalami perubahan hingga
pelaksanaan Rencana Transaksi.
Page 50
46
III KESIMPULAN ANALISIS PENDAPAT KEWAJARAN
Hasil analisis pendapat kewajaran yang kami lakukan atas Rencana Transaksi
adalah sebagai berikut:
• Analisis Rencana Transaksi:
a. Berdasarkan draft Perjanjian Jual Beli Saham antara Perseroan dengan
SERA terkait Rencana Transaksi antara Perseroan dengan SERA, pihak-
pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi adalah:
• Perseroan, sebagai pihak penjual;
• SERA, sebagai pihak pembeli.
b. Berdasarkan analisis terhadap dokumen korporasi Perseroan dan SERA
serta informasi yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pihak-pihak
yang terlibat dalam Rencana Transaksi memiliki hubungan afiliasi yang
disebabkan oleh:
• Perseroan dan SERA dikendalikan oleh PT Astra International Tbk;
• Bpk. Gidion Hasan menjabat sebagai Wakil Presiden Komisaris di
Perseroan per 31 Desember 2023 sampai dengan ditutupnya rapat
umum pemegang saham tahunan Perseroan tahun 2023 yang telah
dilaksanakan pada 24 April 2024 serta menjabat sebagai Presiden
Komisaris di SERA per 31 Desember 2023. Pada saat laporan ini
dikeluarkan Bpk. Gidion Hasan sudah tidak menjabat Wakil Presiden
Komisaris di Perseroan.
c. Dalam draft Perjanjian Jual Beli Saham antara Perseroan dengan SERA
yang diperoleh dari manajemen Perseroan, beberapa syarat dan
ketentuan yang disepakati oleh pihak penjual dan pembeli adalah
sebagai berikut:
• Perseroan bermaksud untuk menjual kepemilikan seluruh sahamnya
dalam HMU sebanyak 7.875.000 lembar saham atau setara dengan
35,00% dan mengalihkannya kepada SERA;
• Total nilai transaksi dari jual beli saham adalah sebesar
Rp15.000.000.000,-.
d. Manfaat Rencana Transaksi adalah:
• Perseroan memperoleh tambahan kas dan setara kas sebesar
Rp15.000.000.000,- yang dapat digunakan Perseroan untuk
diinvestasikan dan berpotensi memperoleh tambahan pendapatan
bunga;
• Manajemen Perseroan dapat lebih fokus kepada core business
perusahaan yaitu sebagai perusahaan distribusi alat berat.
Page 51
47
e. Risiko Rencana Transaksi adalah:
• Perseroan kehilangan potensi keuntungan dari asosiasi (equity
income) dari entitas asosiasi. Namun berdasarkan laporan keuangan
historis HMU, selama 4 (empat) tahun terakhir HMU mengalami
kerugian.
• Analisis kualitatif:
a. HMU adalah perusahaan yang bergerak di bidang jasa pengangkutan dan
pergudangan HMU sebagai perusahaan yang telah berdiri sejak tahun
2008. HMU dalam menjalankan kegiatan usahanya telah memberikan
jasanya salah satunya kepada Perseroan untuk memenuhi kebutuhan
logistik dari Perseroan.
SERA sebagai pihak pembeli memiliki anak perusahaan yaitu SLI yang
menjadi partner logistik bagi HMU dalam jasa forwarding dan jasa
trucking untuk mendukung kebutuhan logistik Perseroan. HMU akan
mempunyai fokus jasa pada bidang pergudangan dan SLI akan
mempunyai fokus di bidang transportasi dan pengantaran. Sehingga
diharapkan organisasi menjadi lebih efisien dalam rangka meningkat
keunggulan dan untuk meraih pangsa pasar yang lebih besar.
Dengan adanya Rencana Transaksi, maka Perseroan dapat lebih fokus
kepada core business perusahaan yaitu sebagai perusahaan distribusi
alat berat.
b. Keuntungan Rencana Transaksi adalah:
• Perseroan mendapat tambahan dana sebesar Rp15.000.000.000,-
dari Rencana Transaksi.
c. Kerugian Rencana Transaksi adalah:
• Berkurangnya kesempatan manpower/karyawan Perseroan untuk
mengembangkan potensi dan kompetensi sebagai salah satu jajaran
manajemen di HMU.
• Analisis kuantitatif:
a. Rencana Transaksi dapat mempengaruhi performa keuangan Perseroan
per 31 Desember 2023 namun perubahannya tidak signifikan;
b. Rencana Transaksi dapat mempengaruhi performa Perseroan di masa
mendatang karena karena dalam periode proyeksi, Perseroan
berpotensi akan mendapatkan keuntungan yang lebih besar dari
interest income jika dibandingkan dengan equity loss HMU;
c. Rencana Transaksi memberikan keuntungan bagi Perseroan karena nilai
Rencana Transaksi lebih tinggi 2,67% dibandingkan Nilai Pasar-nya;
d. Rencana Transaksi sensitif terhadap perubahan nilai Rencana Transaksi.
Page 52
48
• Analisis atas kewajaran nilai Rencana Transaksi:
Nilai Rencana Transaksi 15.000
Nilai Pasar
Nilai 35% ekuitas HMU 14.744
Selisih 256
Selisih % 1,74%
Dari perbandingan di atas menunjukkan bahwa nilai Rencana Transaksi
lebih tinggi Rp256 juta atau lebih tinggi 1,74% dibandingkan Nilai Pasar-
nya. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Rencana Transaksi sudah
memenuhi ketentuan POJK No. 35 Pasal 48.b., di mana diatur mengenai
batas atas dan batas bawah pada kisaran nilai tidak boleh melebihi 7,5%
dari nilai yang dijadikan acuan.
• Analisis atas faktor lain yang relevan:
Rencana Transaksi akan dilaksanakan sesuai dengan syarat dan ketentuan
yang sudah disepakati di dalam draft Perjanjian Jual Beli Saham antara
Perseroan dengan SERA dan berdasarkan informasi dari manajemen
Perseroan hal-hal yang sudah disepakati di dalam draft Perjanjian Jual
Beli Saham yang diberikan kepada kami tidak akan mengalami perubahan
hingga pelaksanaan Rencana Transaksi.
Kesimpulan
Berdasarkan analisis pendapat kewajaran yang kami lakukan, kami
berkesimpulan bahwa Rencana Transaksi Penjualan 35% Ekuitas
PT Harmoni Mitra Utama yang Dimiliki oleh PT United Tractors Tbk kepada
PT Serasi Autoraya dengan Nilai Rencana Transaksi Sebesar
Rp15.000.000.000,- (Lima Belas Miliar Rupiah) per Tanggal
31 Desember 2023 Adalah Wajar.
Page 53
Page 54
Lampiran 1
PT United Tractors Tbk
Proyeksi Laba Rugi – Sebelum Rencana Transaksi
Dalam jutaan Rupiah
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
31-Dec-24 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28
Pendapatan 123.271.796 122.484.073 124.247.210 127.444.970 130.725.031
Beban pokok pendapatan (93.841.213) (95.577.033) (96.135.741) (98.609.994) (101.147.927)
Laba kotor 29.430.583 26.907.040 28.111.469 28.834.976 29.577.104
Beban operasi (6.505.571) (6.562.411) (6.830.564) (7.006.362) (7.186.686)
EBIT 22.925.012 20.344.629 21.280.906 21.828.614 22.390.419
Keuntungan/(kerugian) nilai tukar 0 0 0 0 0
Penghasilan/(beban) keuangan (1.971.984) (2.314.430) (2.017.992) (2.087.111) (2.157.517)
Penghasilan/(beban) lain-lain 267.225 709.759 785.316 830.291 850.602
Laba sebelum pajak penghasilan 21.220.253 18.739.957 20.048.229 20.571.794 21.083.504
Beban pajak penghasilan (4.664.329) (4.092.344) (4.337.837) (4.445.700) (4.556.448)
Laba tahun berjalan 16.555.924 14.647.613 15.710.392 16.126.094 16.527.056
Page 55
Lampiran 2
PT United Tractors Tbk
Proyeksi Posisi Keuangan – Sebelum Rencana Transaksi
Dalam jutaan Rupiah
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Keterangan
31-Dec-24 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28
Aset
Aset lancar
Kas & setara kas 15.956.329 18.368.130 20.431.447 21.348.271 22.228.934
Piutang usaha 20.353.851 20.145.133 20.991.689 21.369.477 21.757.020
Persediaan 17.184.258 19.612.429 22.084.765 22.653.162 23.236.188
Uang muka 1.918.782 1.257.202 1.240.147 1.272.065 1.304.804
Biaya dibayar di muka 0 0 0 0 0
Aset lancar lain-lain 6.272.885 5.281.290 5.794.861 5.960.983 6.128.872
Jumlah aset lancar 61.686.105 64.664.184 70.542.909 72.603.959 74.655.818
Aset tidak lancar
Piutang dari pemegang saham 1.567.609 1.361.830 1.223.674 1.094.055 962.216
Investasi pada entitas asosiasi & ventura
21.285.280 21.221.200 22.177.543 22.877.015 23.641.533
bersama
Aset tetap 66.597.643 70.935.833 67.476.526 69.213.175 70.994.520
Properti pertambangan 0 0 0 0 0
Aset pajak tangguhan 3.509.155 3.341.900 3.403.926 3.491.533 3.581.395
Beban eksplorasi & pengembangan tangguhan 7.165.135 5.506.482 5.150.273 5.282.826 5.418.791
Goodwill 2.392.764 2.393.696 2.393.696 2.455.302 2.518.495
Aset tidak lancar lain-lain 1.758.107 2.171.625 2.160.062 2.215.655 2.272.680
Jumlah aset tidak lancar 104.275.693 106.932.566 103.985.700 106.629.562 109.389.629
Jumlah aset 165.961.798 171.596.750 174.528.609 179.233.521 184.045.447
Page 56
Lampiran 2-1
PT United Tractors Tbk
Proyeksi Posisi Keuangan – Sebelum Rencana Transaksi (Lanjutan)
Dalam jutaan Rupiah
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Keterangan
31-Dec-24 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28
Liabilitas
Liabilitas jangka pendek
Utang usaha 23.234.614 22.577.769 23.360.837 23.962.076 24.578.790
Akrual 6.862.237 10.401.596 10.694.395 10.969.637 11.251.964
Utang pajak 2.514.364 1.787.951 1.739.782 1.784.200 1.829.762
Liabilitas jangka pendek lain-lain 6.573.948 11.168.383 9.548.447 9.794.196 10.046.270
Jumlah liabilitas jangka pendek 39.185.163 45.935.700 45.343.461 46.510.110 47.706.786
Liabilitas jangka panjang
Liabilitas pajak tangguhan 4.575.553 3.351.206 3.071.085 3.150.126 3.231.201
Pinjaman bank jangka panjang 20.757.307 14.989.407 8.619.907 8.841.758 9.069.319
Liabilitas imbalan kerja 5.057.487 6.157.108 6.200.986 6.360.581 6.524.284
Liabilitas jangka panjang lain-lain 823.958 806.443 669.239 686.463 704.131
Jumlah liabilitas jangka panjang 31.214.306 25.304.164 18.561.218 19.038.929 19.528.935
Jumlah liabilitas 70.399.469 71.239.864 63.904.678 65.549.039 67.235.721
Ekuitas
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada
90.455.460 95.806.609 105.844.691 108.782.238 111.781.312
pemiliki entitas induk
Kepentingan nonpengendali 5.106.869 4.550.277 4.779.240 4.902.243 5.028.413
Jumlah ekuitas 95.562.329 100.356.886 110.623.930 113.684.481 116.809.725
Jumlah liabilitas & ekuitas 165.961.798 171.596.750 174.528.609 179.233.521 184.045.447
Page 57
Lampiran 3
PT United Tractors Tbk
Proyeksi Laba Rugi – Sesudah Rencana Transaksi
Dalam jutaan Rupiah
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
31-Dec-24 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28
Pendapatan 123.271.796 122.484.073 124.247.210 127.444.970 130.725.031
Beban pokok pendapatan (93.841.213) (95.577.033) (96.135.741) (98.609.994) (101.147.927)
Laba kotor 29.430.583 26.907.040 28.111.469 28.834.976 29.577.104
Beban operasi (6.505.571) (6.562.411) (6.830.564) (7.006.362) (7.186.686)
EBIT 22.925.012 20.344.629 21.280.906 21.828.614 22.390.419
Keuntungan/(kerugian) nilai tukar 0 0 0 0 0
Penghasilan/(beban) keuangan (1.971.084) (2.313.487) (2.017.004) (2.086.075) (2.156.431)
Penghasilan/(beban) lain-lain 267.182 709.655 785.197 830.113 850.319
Laba sebelum pajak penghasilan 21.221.110 18.740.797 20.049.099 20.572.653 21.084.306
Beban pajak penghasilan (4.664.329) (4.092.344) (4.337.837) (4.445.700) (4.556.448)
Laba tahun berjalan 16.556.781 14.648.453 15.711.262 16.126.952 16.527.858
Page 58
Lampiran 4
PT United Tractors Tbk
Proyeksi Posisi Keuangan – Sesudah Rencana Transaksi
Dalam jutaan Rupiah
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Keterangan
31-Dec-24 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28
Aset
Aset lancar
Kas & setara kas 15.972.049 18.384.605 20.448.712 21.366.365 22.247.896
Piutang usaha 20.353.851 20.145.133 20.991.689 21.369.477 21.757.020
Persediaan 17.184.258 19.612.429 22.084.765 22.653.162 23.236.188
Uang muka 1.918.782 1.257.202 1.240.147 1.272.065 1.304.804
Biaya dibayar di muka 0 0 0 0 0
Aset lancar lain-lain 6.272.885 5.281.290 5.794.861 5.960.983 6.128.872
Jumlah aset lancar 61.701.825 64.680.658 70.560.174 72.622.053 74.674.781
Aset tidak lancar
Piutang dari pemegang saham 1.567.609 1.361.830 1.223.674 1.094.055 962.216
Investasi pada entitas asosiasi & ventura
21.264.012 21.200.017 22.156.440 22.855.941 23.620.393
bersama
Aset tetap 66.597.643 70.935.833 67.476.526 69.213.175 70.994.520
Properti pertambangan 0 0 0 0 0
Aset pajak tangguhan 3.509.155 3.341.900 3.403.926 3.491.533 3.581.395
Beban eksplorasi & pengembangan tangguhan 7.165.135 5.506.482 5.150.273 5.282.826 5.418.791
Goodwill 2.392.764 2.393.696 2.393.696 2.455.302 2.518.495
Aset tidak lancar lain-lain 1.758.107 2.171.625 2.160.062 2.215.655 2.272.680
Jumlah aset tidak lancar 104.254.425 106.911.383 103.964.596 106.608.488 109.368.489
Jumlah aset 165.956.250 171.592.042 174.524.770 179.230.541 184.043.269
Page 59
Lampiran 4-1
PT United Tractors Tbk
Proyeksi Posisi Keuangan – Sesudah Rencana Transaksi (Lanjutan)
Dalam jutaan Rupiah
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Keterangan
31-Dec-24 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28
Liabilitas
Liabilitas jangka pendek
Utang usaha 23.234.614 22.577.769 23.360.837 23.962.076 24.578.790
Akrual 6.862.237 10.401.596 10.694.395 10.969.637 11.251.964
Utang pajak 2.514.364 1.787.951 1.739.782 1.784.200 1.829.762
Liabilitas jangka pendek lain-lain 6.573.948 11.168.383 9.548.447 9.794.196 10.046.270
Jumlah liabilitas jangka pendek 39.185.163 45.935.700 45.343.461 46.510.110 47.706.786
Liabilitas jangka panjang
Liabilitas pajak tangguhan 4.575.553 3.351.206 3.071.085 3.150.126 3.231.201
Pinjaman bank jangka panjang 20.757.307 14.989.407 8.619.907 8.841.758 9.069.319
Liabilitas imbalan kerja 5.057.487 6.157.108 6.200.986 6.360.581 6.524.284
Liabilitas jangka panjang lain-lain 823.958 806.443 669.239 686.463 704.131
Jumlah liabilitas jangka panjang 31.214.306 25.304.164 18.561.218 19.038.929 19.528.935
Jumlah liabilitas 70.399.469 71.239.864 63.904.678 65.549.039 67.235.721
Ekuitas
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada
90.449.912 95.801.900 105.840.852 108.779.258 111.779.135
pemiliki entitas induk
Kepentingan nonpengendali 5.106.869 4.550.277 4.779.240 4.902.243 5.028.413
Jumlah ekuitas 95.556.781 100.352.177 110.620.092 113.681.501 116.807.548
Jumlah liabilitas & ekuitas 165.956.250 171.592.042 174.524.770 179.230.541 184.043.269
Page 60
Lampiran 5 PT United Tractors Tbk Laporan Ringkas Penilaian atas 35% Ekutitas PT Harmoni Mitra Utama milik PT United Tractors Tbk
Page 61
Page 62
Page 63
Page 64
Page 65
Page 66
Page 67
Page 68
Page 69
Page 70
Names mentioned 55 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
—
Ringk
· Penilai
p.3
unresolved
org
PT Harmoni Mitra Utama
p.3 ×5
unresolved
org
KJPP Nirboyo Adiputro
p.18 ×4
unresolved
org
Dewi Apriyanti & Rekan
p.18 ×4
unresolved
person
Penilai Publik Satya Bima Nugraha
p.18 ×3
unresolved
org
KJPP NDR
p.18 ×2
unresolved
org
Kementerian Keuangan Republik Indonesia
p.18
unresolved
org
Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
p.18 ×3
unresolved
—
Telepon/Faks
p.19
unresolved
person
Inge Teja
p.19 ×2
unresolved
org
PT Serasi Logistics Indonesia
p.19
unresolved
person
M. Ilham Gunawan
p.21
unresolved
person
Kemas Aldiandra F
p.21
unresolved
org
KJPP NDR. Penilai
p.21 ×2
unresolved
org
Rintis & Rekan
p.21
unresolved
org
Bank Indonesia
p.22 ×8
unresolved
person
Jose Dimas Satria
· Notaris
p.25 ×2
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.25 ×5
unresolved
—
Loudy Irwanto Elli
· Direktur
p.25 ×2
unresolved
org
PT Serasi Autoraya Susunan
p.28
unresolved
org
PT Arya Kharisma
p.28
unresolved
org
PT Inter Astra Motor Works
p.30
unresolved
person
Djojo Muljadi
p.30
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik Indonesia
p.30 ×2
unresolved
org
PT United Tractors. Anggaran Dasar
p.30
unresolved
person
Jose Dima Satria
p.30
unresolved
org
Carriage Ltd
p.31 ×4
unresolved
org
Jardine Matheson Hodings Ltd.
p.31 ×2
unresolved
org
PT Serasi Autoraya SERA
p.31
unresolved
person
Akta Notaris Ny. Rukmasanti Hardjasatya
p.31 ×4
unresolved
person
Akta Notaris Aulia Taufani
p.31
unresolved
person
Akta Notaris Ivan Gelium Lantu
p.31 ×2
unresolved
org
Bank Indonesia. Inflasi
p.33
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.091
2276 ms
12 Sep 2026 23:01
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'CONFLICT',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': '',
'object_truncated': False,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': None,
'value': None}