Skip to content
Back to announcement

20240627_WIKA_Informasi Transaksi Afiliasi_31676444_lamp5.pdf

Asset transaction Needs review WIKA

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 93

Page 1
Laporan No. 00155/2.0118-00/BS/03/0596/1/V/2024
       File No. 047.3/IDR/DO.2/BFO/V/2024
         LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN
                RENCANA TRANSAKSI
SHARE SWAP SAHAM PT HOTEL INDONESIA PROPERTI
   YANG DIPEROLEH DARI DEBT TO ASSET SWAP
             PT WIJAYA KARYA REALTY
   YANG DIMILIKI PT HOTEL INDONESIA NATOUR
      OLEH PT WIJAYA KARYA (PERSERO) Tbk




         KJPP ISKANDAR DAN REKAN
                   2024
Page 2
        SURAT LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN ATAS RENCANA TRANSAKSI


Laporan No. 00155/2.0118-00/BS/03/0596/1/V/2024
File No. 047.3/IDR/DO.2/BFO/V/2024                                      Jakarta, 30 Mei 2024

Kepada Yth.
Direksi
PT WIJAYA KARYA (PERSERO) Tbk
WIKA Tower II
Jalan D.I. Panjaitan Kav. 9-10
Jakarta, 13340


Dengan hormat,

       Perihal : Laporan Pendapat Kewajaran Rencana Transaksi Share Swap Saham PT Hotel
                 Indonesia Properti yang diperoleh dari Debt To Asset Swap PT Wijaya Karya
                 Realty yang dimiliki PT Hotel Indonesia Natour oleh PT Wijaya Karya (Persero)
                 Tbk

Kantor Jasa Penilai Publik Iskandar dan Rekan (IDR atau Penilai atau Kami) telah memperoleh izin
usaha dari Menteri Keuangan berdasarkan surat keputusannya No. 772/KM.1/2013 tanggal 12
November 2013 dan telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berdasarkan Surat No. S-
774/PM.25/2013 tanggal 27 November 2013 dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar
Modal No. STTD.PPB-43/PJ-1/PM.02/2023 tanggal 6 Juli 2023 sebagai Penilai Properti/Aset dan Bisnis
di Pasar Modal.
Berdasarkan surat proposal/kontrak perjanjian kerja yang telah disepakati antara IDR dengan PT
Wijaya Karya (Persero) Tbk No. 015.6/IDR/DO.2/Pr-BFO/I/2024 tanggal 22 Januari 2024, PPJ No.
TP.01.03/A.FIN.00004.A/2024 tanggal 1 Maret 2024, dan addendum proposal No.
073.2/IDR/DO.2/ADD-BFO/V/2024 tanggal 2 Mei 2024, IDR telah melaksanakan Penilaian untuk
Pendapat Kewajaran Rencana Transaksi Share Swap Saham PT Hotel Indonesia Properti yang diperoleh
dari Debt to Asset Swap PT Wijaya Karya Realty yang dimiliki PT Hotel Indonesia Natour oleh PT Wijaya
Karya (Persero) Tbk seperti yang tertuang dalam laporan ini.
Latar Belakang
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (selanjutnya disebut Perseroan atau Perusahaan atau Pemberi Tugas
atau WIKA) merupakan perusahaan terbuka yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia (selanjutnya
disebut BEI). WIKA memiliki perusahaan terkendali yaitu PT Wijaya Karya Realty (selanjutnya disebut
WR) dengan kepemilikan 72,51% saham. WR memiliki perusahaan terkendali yaitu PT Hotel Indonesia
Properti (selanjutnya disebut HIPRO) dengan kepemilikan 99,99% saham.
WIKA memiliki piutang berupa pinjaman pemegang saham pada WR. WIKA dan WR bermaksud untuk
menyelesaikan sebagian piutang tersebut sebesar Rp 1.214.750.000.000,- melalui skema debt to asset
swap dengan mengalihkan 50,99% saham milik WR pada HIPRO kepada WIKA. Kemudian WIKA
berencana melakukan share swap dengan PT Hotel Indonesia Natour (selanjutnya disebut HIN). WIKA
akan melakukan share swap atas kepemilikan 50,99% saham miliknya pada HIPRO dengan 22,57%
saham milik HIN pada WR. Rencana transaksi share swap saham HIPRO yang diperoleh dari debt to
asset swap WR yang dimiliki HIN oleh WIKA selanjutnya disebut Rencana Transaksi.



                                                                                                    i
Page 3
Sebagai perusahaan terbuka, Perseroan wajib menaati Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk
melaksanakan transaksi tersebut, terutama Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi
Material dan Perubahan Kegiatan Usaha dan Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi
Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.
Sehubungan dengan Rencana Transaksi tersebut, Perseroan telah menunjuk serta menggunakan
pendapat dari Kantor Jasa Penilai Publik Iskandar dan Rekan (selanjutnya disebut IDR atau Penilai atau
Kami), selaku Penilai Independen yang memberikan pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi
tersebut.
IDR telah memperoleh izin usaha dari Menteri Keuangan berdasarkan surat keputusannya No.
772/KM.1/2013 tanggal 12 November 2013 dan telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (selanjutnya
disebut OJK) berdasarkan Surat No. S-774/PM.25/2013 tanggal 27 November 2013 dengan Surat
Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal No. STTD.PPB-43/PJ-1/PM.02/2023 tanggal 6 Juli
2023 sebagai Penilai Properti/Aset dan Bisnis di Pasar Modal.
Objek Penilaian
Objek penilaian adalah rencana transaksi share swap saham HIPRO yang diperoleh dari debt to asset
swap WR yang dimiliki HIN oleh WIKA.
Rencana transaksi tersebut merupakan satu rangkaian transaksi yang berkesinambungan antar
transaksi yang direncanakan, yaitu sebagai berikut:
1. Debt to Asset Swap, dalam hal ini dalam rangka kolaborasi perhotelan dan pariwisata, WIKA akan
   melakukan pengambilalihan/akuisisi sebesar 50,99% saham WR di HIPRO atau senilai
   Rp1.214.750.000.000 dengan skema pembayaran melalui Debt to Asset sebagai settlement
   pembayaran pinjaman WR kepada WIKA.
2. Share Swap, dalam hal ini HIN akan melakukan pengambilalihan/akuisisi saham HIPRO milik WIKA
   sebesar 50,99% dengan skema melakukan penukaran saham (share swap) milik HIN di WR sebesar
   22,57% kepada WIKA atau senilai Rp1.214.750.000.000 yang akan menambah kepemilikan saham
   WIKA di WR yang semula 72,51% menjadi 95,08%.
Pihak-Pihak Yang Bertransaksi
Pihak-pihak yang bertransaksi adalah WIKA, WR, dan HIN dimana WIKA sebagai pemilik piutang pada
WR yang akan dilakukan debt to asset swap dengan sebagian saham milik WR pada HIPRO, WR sebagai
pemilik saham HIPRO yang akan membayar sebagian utang yang dimilikinya kepada WIKA dengan
mengalihkan sebagian saham HIPRO miliknya dan HIN sebagai pemegang saham WR yang akan
menukar saham miliknya pada WR dengan saham WIKA pada HIRPO yang diperoleh dari debt to asset
swap.
Maksud dan Tujuan Penilaian
Maksud penugasan ini adalah untuk memberikan penilaian independen atas pendapat kewajaran
(Fairness Opinion) atas Rencana Transaksi dengan tujuan pelaksanaan transaksi.
Tanggal Penilaian
Tanggal penilaian 31 Desember 2023 ditetapkan berdasarkan laporan keuangan Perseroan yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Benny Andria dari
Kantor Akuntan Publik (KAP) Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan yang terdaftar di OJK.
Asumsi dan Kondisi Pembatas
• Laporan Penilaian ini bersifat non-disclaimer opinion.



Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk                             ii
Page 4
• Penilai melakukan penelaahan atas status hukum dokumen-dokumen yang digunakan dalam
   proses penilaian.
• Data dan informasi berasal dari sumber yang dapat dipercaya keakuratannya.
• Proyeksi keuangan yang digunakan adalah proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang
   mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan
   pencapaiannya (fiduciary duty), jika penilaian menggunakan proyeksi keuangan.
• Penilai bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi keuangan.
• Laporan Penilaian ini terbuka untuk publik kecuali informasi yang bersifat rahasia, yang dapat
   memengaruhi operasional perusahaan.
• Penilai bertanggung jawab atas laporan penilaian dan kesimpulan nilai akhir.
• Penilai memperoleh informasi atas status hukum Objek Penilaian dari Pemberi Tugas.
• Asumsi-asumsi dan Kondisi Pembatas lainnya diungkapkan dalam laporan.
Pendekatan dan Metode
Sesuai dengan ruang lingkup penilaian, pendekatan dan metode yang digunakan adalah:
a. Melakukan analisis transaksi.
b. Melakukan analisis kualitatif atas Rencana Transaksi.
c. Melakukan analisis kuantitatif atas Rencana Transaksi.
d. Melakukan analisis kewajaran nilai transaksi.
e. Melakukan analisis atas faktor lain yang relevan.
Kejadian Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Event)
WIKA dan lembaga keuangan telah melakukan penandatanganan perjanjian addendum dan
penyertaan kembali perjanjian kredit untuk tujuan restrukturisasi serta perjanjian addendum dan
penyertaan kembali perjanjian pembiayaan untuk tujuan restukturisasi, sehingga pinjaman ini
menjadi bagian jangka Panjang. Hal ini sebagaimana tertuang dalam Akta Nomor 9 tanggal 23 Januari
2024, dibuat di hadapan Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta dan Akta Nomor 10 tanggal 23 Januari
2024, dibuat di hadapan Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta. Total nilai pinjaman yang
direstrukturisasi secara keseluruhan adalah sejumlah Rp20.798.469.595.445,- dengan tingkat suku
bunga 4% per tahun.
Berdasarkan akta No. 7 tanggal 17 Januari 2024 tentang Perubahan Anggaran Dasar WIKA yang dibuat
di hadapan Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta, dan telah mendapatkan persetujuan dari Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia No. AHU-0003965.AH.01.02.TAHUN 2024 tanggal 18 Januari 2024,
telah terjadi penyusunan kembali seluruh Anggaran Dasar Perseroan.
Berdasarkan laporan kepemilikan saham Perseroan oleh susunan pengurus Perseroan per 2 Mei 2024
adalah sebagai berikut:
                           Jumlah Saham Yang Dimiliki
No.    Pemegang Saham
                                   (Lembar)
 1    Agung Budi Waskito                    1.434.200
 2    Hananto Aji                           1.269.036
 3    Harum Akhmad Zuhdi                    1.269.036
 4    Rudy Hartono                          1.522.843
 5    Ayu Widya Kiswari                       510.000
 6    Adityo Kusumo                           510.000
 7    Hadjar Seti Adji                        510.000
      Jumlah                                7.025.115

Berdasarkan Surat Keterangan Notaris Fathiah Helmi, S.H, No. 05/Ket/Not/V/2024 tanggal 15 Mei
2024, menerangkan bahwa:
Menyetujui perubahan susunan pengurus Perseroan, menjadi sebagai berikut:




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk                           iii
Page 5
Dewan Komisaris
Komisaris Utama                            : Jarot Widyoko
Komisaris Independen                       : Adityawarman
Komisaris Independen                       : Rusmanto
Komisaris Independen                       : Suryo Hapsoro Tri Utomo
Komisaris Independen                       : Harris Arthur Hedar
Komisaris                                  : Firdaus Ali
Direksi
Direktur Utama                             : Agung Budi Waskito
Direktur Keuangan                          : Adityo Kusumo
Direktur Operasi I                         : Hananto Aji
Direktur Operasi II                        : Harum Akhmad Zuhdi
Direktur Manajemen Sumber Daya Manusia     : Hadjar Seti Adji
Direktur Manajemen Risiko dan Legal        : Sumadi

Berdasarkan Akta Notaris Vita Cahyojati, S.H., M.Hum. No. 9 dan No. 10 pada tanggal 26 Februari 2024
terdapat perpanjangan atas Medium Terms Notes dan Obligasi WR dengan rincian sebagai berikut:
                                               Pokok                              Jatuh Tempo              Jatuh Tempo
          Keterangan              Rating               Tanggal Penerbitan
                                             (Rp.Juta)                      (sebelum diperpanjang)   (setelah diperpanjang)
MTN IX WIKA Realty Tahun 2019 idBB+           545.000 28 Agustus 2019           28 Agustus 2025          28 Agustus 2029
Obligasi dengan Opsi koversi I idBB+          950.000 20 Desember 2019         20 Desember 2024         20 Desember 2038


Berdasarkan Risalah Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Tahun Buku 2023 tanggal 22 Mei 2024,
terdapat perubahan susunan pengurus menjadi :
Dewan Komisaris
1. Andie Hermawan selaku Komisaris Utama
2. Edi Muliah selaku Komisaris
3. Endra Saleh Atmawidjaja selaku Komisaris
4. Eko Daniyanto selaku Komisaris Independen
5. Akhmad Yuslizar selaku Komisaris Independen
Direksi
1. Fery Safaria selaku President Director
2. Yoppi Priatmoko Kuswantoro selaku Director of Finance and Risk Management
3. Thory Prabawa selaku Director of Hospitality Business and Partnership Management
4. Adhi Priyanto Putro selaku Director of Development and Human Capital
5. Ronny Wuisan selaku Director of Marketing Property and Realty
Sejak tanggal penilaian hingga tanggal penerbitan laporan ini tidak terjadi perubahan yang
berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penilaian yang dapat
secara signifikan mempengaruhi hasil penilaian.




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk                                                       iv
Page 6
Pendapat Kewajaran Atas Transaksi
Hasil analisis atas nilai transaksi debt to asset swap adalah nilai transaksi lebih rendah dari Nilai
Pasarnya namun masih dalam kisaran Nilai Pasarnya memberikan kesimpulan bahwa nilai transaksi
adalah wajar.
Hasil analisis atas nilai transaksi share swap saham adalah nilai transaksi lebih tinggi dari Nilai Pasarnya
namun masih dalam kisaran Nilai Pasarnya memberikan kesimpulan bahwa nilai transaksi adalah
wajar.
Hasil analisis atas dampak keuangan dari transaksi yang akan dilakukan terhadap kepentingan
pemegang saham memberikan kesimpulan bahwa dengan dilakukannya transaksi akan menghemat
pajak bunga pinjaman pemegang saham dan meningkatkan likuiditas yang dapat memberikan nilai
tambah bagi Perseroan, dengan demikian sesuai dengan kepentingan pemegang saham.
Hasil analisis atas pertimbangan bisnis dari manajemen terkait dengan transaksi terhadap kepentingan
pemegang saham adalah WIKA dapat mendukung program akselerasi industri pariwisata dan
perhotelan Indonesia sehingga akan memberikan reputasi positif sebagai BUMN yang terus
berkembang dan memperbaiki rasio solvabilitas WR sebagai entitas anak Perseroan memberikan
kesimpulan bahwa pertimbangan bisnis dari manajemen tersebut sejalan dengan kepentingan
pemegang saham.
Berdasarkan kesimpulan dari hasil analisis tersebut diatas, maka Kami berpendapat bahwa transaksi
adalah wajar.




                         .1.Korn., S.H., M.M., MAPPI (Cert.)
Pernirnpin Rekan
Penilai Properti/ Aset dan Bisnis
MAPPI No.: 11-S-03079
RMK-2017.00547
NIPP Menkeu No. P -1.16.00463
NIPP Menkeu No. B -1.21.00596
STTD OJK No: STTD.PPB-43/PJ-1/PM.02/2023




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya {Persero} Tbk                                    v
Page 7
                                               PERNYATAAN PENILAI


1.   Bahwa penugasan penilaian Pendapat Kewajaran dilakukan atas Rencana Transaksi.
2.    Dalam mempersiapkan Laporan Pendapat Kewajaran ini Kami telah bertindak secara independen
      tanpa adanya konflik dan tidak terafiliasi dengan Perseroan, maupun pemegang saham
      Perseroan ataupun pihak-pihak yang terkait dengan Perseroan tersebut. Kami juga tidak
      mempunyai kepentingan ataupun keuntungan pribadi berkaitan dengan penugasan ini.
      Selanjutnya, laporan pendapat kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan
      atau kerugian pada pihak mana pun.
3.    Bahwa perhitungan dan analisis dalam pemberian pendapat kewajaran telah dilakukan
      dengan benar sebagaimana diungkapkan dalam laporan ini.
4.    Bahwa penugasan penilaian profesional telah dilaksanakan sesuai dengan peraturan
      perundang-undangan yang berlaku.
5.    Penilai menaati Kode Etik Penilai Indonesia dan penilaian dilakukan sesuai dengan Standar
      Penilaian Indonesia (KEPI & SPI VII-2018)
6.    Bahwa penilaian yang dihasilkan dalam penugasan penilaian professional telah disajikan sebagai
      kesimpulan.
7.    Bahwa lingkup pekerjaan dan data yang dianalisis telah diungkapkan.
8.    Bahwa kami bertanggung jawab atas laporan pendapat kewajaran.
9.    Bahwa kesimpulan penilaian telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi pembatas.
10. Bahwa data ekonomi dan industri dalam laporan ini diperoleh dari berbagai sumber yang diyakini
      penilai dapat dipertanggungjawabkan.

      Penilai Publik,
      Adhitya Anindito, S.I.Kom., S.H., M.M., MAPPI (Cert.)
     MAPPI No.: 11-5-03079
     RMK-2017.00547
     NIPP Menkeu No. P -1.16.00463
     NIPP Menkeu No. B -1.21.00596
     STTD OJK No: STTD.PPB-43/PJ-1/PM.02/2023


      Reviuer,
      Radithe Pramudito, SE., M.Ec.Dev., MAPPI (Cert.)
      MAPPI No.: 10-S-02670
      RMK-2017.00316

      Penilai,
      Sigit E. Purnomo, SE.
      MAPPI No.: 19-T-09657
      RMK-2020.03575



      Ryan Suradireja
      MAPPI No.: 19-P-09941
      RMK-2021.03692



      Syafika Firdausha, A.Md.Ak.
      MAPPI No.: 21-T-ll013
      RMK- 2022.04256




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk                           vi
Page 8
                                                                 DAFTAR ISI

SURAT LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN ATAS RENCANA TRANSAKSI .......................................... i
PERNYATAAN PENILAI ................................................................................................................. vi
DAFTAR ISI .................................................................................................................................. vi
BAB I PENDAHULUAN................................................................................................................. I-1
1.1. Latar Belakang ............................................................................................................................ I-1
1.2. Identitas Pemberi Tugas ............................................................................................................. I-1
1.3. Objek Penilaian ........................................................................................................................... I-2
1.4. Maksud dan Tujuan Penilaian..................................................................................................... I-2
1.5. Tanggal Penilaian ........................................................................................................................ I-2
1.6. Ruang Lingkup Penilaian ............................................................................................................. I-2
1.7. Pendekatan dan Metode ............................................................................................................ I-3
1.8. Pihak-Pihak Yang Bertransaksi .................................................................................................... I-3
1.9. Pernyataan Independensi dan Tidak Adanya Benturan Kepentingan ........................................ I-3
1.10. Uraian Mengenai Penilai Usaha Dan/Atau Penilai Properti Serta Hasil Penilaian Oleh ................
      Penilai Usaha Dan/Atau Penilai Properti Yang Menjadi Dasar Dalam Pemberian ........................
      Pendapat Kewajaran Atas Rencana Transaksi ............................................................................ I-3
1.11. Sumber Data ............................................................................................................................... I-4
1.12. Informasi Mengenai Identitas Dan Jabatan Pihak-Pihak Yang Telah Diwawancarai .....................
      Dan Hubungannya Dengan Objek Penilaian ............................................................................... I-5
1.13. Asumsi dan Kondisi Pembatas .................................................................................................... I-5
1.14. Kejadian Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Event) ............................................................ I-7
1.15. Definisi dan Istilah ...................................................................................................................... I-8
BAB II ANALISIS TRANSAKSI ....................................................................................................... II-1
2.1. Analisis Pengaruh Transaksi Terhadap Keuangan Perseroan .................................................... II-1
2.2. Analisis likuiditas Dari Transaksi ................................................................................................ II-1
2.3. Nilai Transaksi ............................................................................................................................ II-1
2.4. Materialitas Nilai Transaksi........................................................................................................ II-1
2.5. Hubungan Antara Pihak-Pihak Yang Bertransaksi ..................................................................... II-2
2.6. Analisis Perjanjian Dan Persyaratan Yang Telah Disepakati ...................................................... II-4
2.7. Analisis Manfaat Dan Risiko Dari Transaksi ............................................................................... II-4
BAB III ANALISIS KUALITATIF .................................................................................................... III-1
3.1. Riwayat Singkat Perusahaan Dan Kegiatan Usaha ................................................................... III-1
3.2. Analisis Industri dan Lingkungan .............................................................................................. III-5
3.3. Alasan Dilakukannya Transaksi ............................................................................................... III-12
3.4. Keuntungan Dan Kerugian Yang Bersifat Kualitatif Atas Transaksi Yang Akan Dilakukan ...... III-12
BAB IV ANALISIS KUANTITATIF ................................................................................................. IV-1
4.1. Penilaian Atas Potensi Pendapatan, Aset, Kewajiban dan Kondisi Keuangan ......................... IV-1
4.2. Analisis Inkremental .............................................................................................................. IV-25
BAB V ANALISIS KEWAJARAN NILAI TRANSAKSI ......................................................................... V-1
5.1. Hasil Penilaian Objek Transaksi ................................................................................................ V-1
5.2. Nilai Transaksi ........................................................................................................................... V-1
5.3. Analisis Kewajaran Nilai Transaksi ............................................................................................ V-1
5.4. Analisis Bahwa Nilai Transaksi Memberikan Nilai Tambah dari Transaksi Yang Dilakukan ..... V-1
BAB VI ANALISIS ATAS FAKTOR LAIN YANG RELEVAN ................................................................ VI-1
6.1. Analisis Ketidakpastian Rencana Pembiayaan Dalam Rencana Transaksi ............................... VI-1
6.2. Analisis Ketidakpastian Nilai Tukar Mata Uang ....................................................................... VI-1
6.3. Analisis Ketidakpastian Risiko Pasar ......................................................................................... VI-1



Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk                                                                           vii
Page 9
6.4.    Analisis Faktor Lain Yang Berpengaruh.................................................................................... VI-2

BAB VII KESIMPULAN PENDAPAT KEWAJARAN ATAS TRANSAKSI ............................................. VII-1
LAMPIRAN




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk                                                           viii
Page 10
                                                         BAB I
                                                     PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
     PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (selanjutnya disebut Perseroan atau Perusahaan atau Pemberi
     Tugas atau WIKA) merupakan perusahaan terbuka yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia
     (selanjutnya disebut BEI). WIKA memiliki perusahaan terkendali yaitu PT Wijaya Karya Realty
     (selanjutnya disebut WR) dengan kepemilikan 72,51% saham. WR memiliki perusahaan
     terkendali yaitu PT Hotel Indonesia Properti (selanjutnya disebut HIPRO) dengan kepemilikan
     99,99% saham.
       WIKA memiliki piutang berupa pinjaman pemegang saham pada WR. WIKA dan WR bermaksud
       untuk menyelesaikan sebagian piutang tersebut sebesar Rp 1.214.750.000.000,- melalui skema
       debt to asset swap dengan mengalihkan 50,99% saham milik WR pada HIPRO kepada WIKA.
       Kemudian WIKA berencana melakukan share swap dengan PT Hotel Indonesia Natour
       (selanjutnya disebut HIN). WIKA akan melakukan share swap atas kepemilikan 50,99% saham
       miliknya pada HIPRO dengan 22,57% saham milik HIN pada WR. Rencana transaksi share swap
       saham HIPRO yang diperoleh dari debt to asset swap WR yang dimiliki HIN oleh WIKA
       selanjutnya disebut Rencana Transaksi.
       Sebagai perusahaan terbuka, Perseroan wajib menaati Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
       untuk melaksanakan transaksi tersebut, terutama Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tentang
       Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha dan Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020
       tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.
       Sehubungan dengan Rencana Transaksi tersebut, Perseroan telah menunjuk serta
       menggunakan pendapat dari Kantor Jasa Penilai Publik Iskandar dan Rekan (selanjutnya disebut
       IDR atau Penilai atau Kami), selaku Penilai Independen yang memberikan pendapat kewajaran
       atas Rencana Transaksi tersebut.
       IDR telah memperoleh izin usaha dari Menteri Keuangan berdasarkan surat keputusannya No.
       772/KM.1/2013 tanggal 12 November 2013 dan telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan
       (selanjutnya disebut OJK) berdasarkan Surat No. S-774/PM.25/2013 tanggal 27 November 2013
       dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal No. STTD.PPB-43/PJ-
       1/PM.02/2023 tanggal 6 Juli 2023 sebagai Penilai Properti/Aset dan Bisnis di Pasar Modal.
1.2. Identitas Pemberi Tugas
     Nama Pemberi Tugas : PT Wijaya Karya (Persero) Tbk
     Bidang Usaha         : Industri konstruksi, industri pabrikasi, jasa penyewaan, jasa
                             keagenan, investasi, agro industri, industri energi, energi
                             terbarukan      dan      energi     konversi,     penyelenggaraan
                             perkeretaapian, penyelenggaraan pelabuhan, penyelenggaraan
                             kebandarudaraan,       logistik,     perdagangan,     engineering
                             procurement construction, pengembangan dan pengelolaan
                             kawasan, layanan peningkatan kemampuan dibidang jasa
                             konstruksi,   teknologi     informasi,   jasa   enjinering    dan
                             perencanaan, investasi dan pengelolaan usaha dibidang
                             prasarana dan sarana dasar (infrastruktur) untuk menghasilkan
                             barang dan/ atau jasa



Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk                         I-1
Page 11
       Alamat Kantor         :          WIKA Tower II Jalan D.I. Panjaitan Kav. 9-10 Jakarta, 13340
       No. Telepon/Faksimile :          021 – 8067 9200
       E-mail                :          adwijaya@wika.co.id
       Situs Web             :          www.wika.co.id
1.3. Objek Penilaian
     Objek penilaian adalah rencana transaksi share swap saham HIPRO yang diperoleh dari debt to
     asset swap WR yang dimiliki HIN oleh WIKA.
       Rencana transaksi tersebut merupakan satu rangkaian transaksi yang berkesinambungan antar
       transaksi yang direncanakan, yaitu sebagai berikut:
       1. Debt to Asset Swap, dalam hal ini dalam rangka kolaborasi perhotelan dan pariwisata, WIKA
          akan melakukan pengambilalihan/akuisisi sebesar 50,99% saham WR di HIPRO atau senilai
          Rp1.214.750.000.000 dengan skema pembayaran melalui Debt to Asset sebagai settlement
          pembayaran pinjaman WR kepada WIKA.
       2. Share Swap, dalam hal ini HIN akan melakukan pengambilalihan/akuisisi saham HIPRO milik
          WIKA sebesar 50,99% dengan skema melakukan penukaran saham (share swap) milik HIN di
          WR sebesar 22,57% kepada WIKA atau senilai Rp1.214.750.000.000 yang akan menambah
          kepemilikan saham WIKA di WR yang semula 72,51% menjadi 95,08%.
1.4. Maksud dan Tujuan Penilaian
     Maksud penugasan ini adalah untuk memberikan penilaian independen atas pendapat
     kewajaran (Fairness Opinion) atas Rencana Transaksi dengan tujuan pelaksanaan transaksi.
1.5. Tanggal Penilaian
     Tanggal penilaian 31 Desember 2023 ditetapkan berdasarkan laporan keuangan Perseroan yang
     berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Benny Andria
     dari Kantor Akuntan Publik (KAP) Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan yang terdaftar di
     OJK.
1.6. Ruang Lingkup Penilaian
     Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) merupakan suatu pernyataan yang diberikan oleh
     Penilai Usaha untuk menyatakan bahwa suatu transaksi yang akan dilakukan adalah wajar atau
     tidak wajar. Ruang lingkup penilaian, antara lain:
       a. Identifikasi masalah (identifikasi asumsi dan kondisi pembatas, tujuan dan objek penilaian,
           definisi penilaian dan tanggal penilaian),
       b. Pengumpulan data,
       c. Analisis data,
       d. Estimasi nilai sesuai dengan dasar nilai dan premis nilai yang digunakan dengan
           menggunakan pendekatan penilaian,
       e. Penulisan laporan.
       Sesuai dengan peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian
       dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, pemberian pendapat kewajaran setelah
       dilakukan analisis atas:
        a. Nilai dari objek yang ditransaksikan.
        b. Dampak keuangan dari transaksi yang akan dilakukan terhadap kepentingan pemegang
           saham.
        c. Pertimbangan bisnis yang digunakan oleh manajemen perusahaan terkait dengan Rencana
           Transaksi yang akan dilakukan terhadap kepentingan pemegang saham.


Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk                               I-2
Page 12
       Sifat Rencana Transaksi terkait dengan ada atau tidak adanya hubungan antara pihak-pihak yang
       bertransaksi diatur sesuai dengan Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi
       dan Transaksi Benturan Kepentingan dan nilai materialitas Rencana Transaksi diatur sesuai
       dengan Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan
       Kegiatan Usaha.
       Sehubungan dengan peraturan-peraturan tersebut berkaitan dengan penunjukan IDR untuk
       memberikan pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi, maka ruang lingkup pendapat
       kewajaran berdasarkan pada analisis atas kewajaran dari Rencana Transaksi tersebut.
1.7. Pendekatan dan Metode
     Sesuai dengan ruang lingkup penilaian, pendekatan dan metode yang digunakan adalah:
     a. Melakukan analisis transaksi.
     b. Melakukan analisis kualitatif atas Rencana Transaksi.
     c. Melakukan analisis kuantitatif atas Rencana Transaksi.
     d. Melakukan analisis kewajaran nilai transaksi.
     e. Melakukan analisis atas faktor lain yang relevan.
1.8. Pihak-Pihak Yang Bertransaksi
     Pihak-pihak yang bertransaksi adalah WIKA, WR, dan HIN dimana WIKA sebagai pemilik piutang
     pada WR yang akan dilakukan debt to asset swap dengan sebagian saham milik WR pada HIPRO,
     WR sebagai pemilik saham HIPRO yang akan membayar sebagian utang yang dimilikinya kepada
     WIKA dengan mengalihkan sebagian saham HIPRO miliknya dan HIN sebagai pemegang saham
     WR yang akan menukar saham miliknya pada WR dengan saham WIKA pada HIRPO yang
     diperoleh dari debt to asset swap.
1.9. Pernyataan Independensi dan Tidak Adanya Benturan Kepentingan
     1. Dalam mempersiapkan laporan pendapat kewajaran ini Kami tidak ada benturan
         kepentingan dengan Perseroan maupun pihak yang terafiliasi dengan Perseroan dan
         transaksi yang akan dilakukan Perseroan.
       2. Dalam mempersiapkan laporan pendapat kewajaran ini Kami telah bertindak secara
          independen tanpa adanya konflik dan tidak terafiliasi dengan Perseroan, maupun pemegang
          saham Perseroan ataupun pihak-pihak yang terkait dengan Perseroan tersebut. Kami juga
          tidak mempunyai kepentingan ataupun keuntungan pribadi berkaitan dengan penugasan
          ini. Selanjutnya, laporan pendapat kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan
          keuntungan atau kerugian pada pihak manapun.
       3. Tidak ada satupun dari pemilik ataupun pegawai Kami yang memiliki kepentingan dalam
          bentuk apapun yang dapat menghalangi Kami untuk melakukan penilaian secara
          independen terhadap pendapat kewajaran ini. Kompensasi dan honorarium Kami tidak
          bergantung kepada kejadian maupun kesimpulan yang diambil oleh Perseroan sebagai
          akibat dari laporan Kami ini.
1.10. Uraian Mengenai Penilai Usaha Dan/Atau Penilai Properti Serta Hasil Penilaian Oleh Penilai
      Usaha Dan/Atau Penilai Properti Yang Menjadi Dasar Dalam Pemberian Pendapat Kewajaran
      Atas Rencana Transaksi
      Dalam pendapat kewajaran ini Kami menggunakan hasil penilaian dari Penilai Usaha yang telah
      melakukan penilaian terhadap objek transaksi. Objek transaksi adalah saham HIPRO dan saham
      WR.


Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk                           I-3
Page 13
       Berdasarkan Laporan Penilaian Saham HIPRO No. 00061/2.0014-00/BS/03/0080/1/V/2024
       tanggal 20 Mei 2024 yang diterbitkan oleh KJPP Toha - Okky - Heru & Rekan, menyatakan bahwa
       Nilai Pasar 1.972.762 saham atau 100% saham HIPRO per 31 Desember 2023 adalah
       Rp 2.457.239.000.000,-.
       Berdasarkan Laporan Penilaian Saham milik HIN pada WR No. 00145/2.0118-
       00/BS/03/0596/1/V/2024 tanggal 13 Mei 2024 yang diterbitkan oleh KJPP Iskandar dan
       Rekan, menyatakan bahwa Nilai Pasar 16.566.614.132 saham atau 22,57% saham milik HIN
       pada WR per 31 Desember 2023 adalah Rp 1.130.000.000.000,- atau untuk setiap saham adalah
       Rp 68,-.
1.11. Sumber Data
      Dalam menyusun Pendapat Kewajaran ini, Kami telah menelaah, mempertimbangkan,
      mengacu, atau melaksanakan prosedur atas data dan informasi, antara lain sebagai berikut:
       a) Copy legalitas dan perizinan WIKA.
       b) Copy legalitas dan perizinan WR.
       c) Copy legalitas dan perizinan HIN.
       d) Laporan keuangan WIKA untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023
          yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Benny Andria dari KAP Amir Abadi Jusuf, Aryanto,
          Mawar & Rekan dengan opini wajar, dalam semua hal yang material.
       e) Laporan keuangan WIKA untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022
          yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Benny Andria dari KAP Amir Abadi Jusuf, Aryanto,
          Mawar & Rekan dengan opini wajar, dalam semua hal yang material.
       f) Laporan keuangan WIKA untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021
          yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Benny Andria dari KAP Amir Abadi Jusuf, Aryanto,
          Mawar & Rekan dengan opini wajar, dalam semua hal yang material.
       g) Laporan keuangan WIKA untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 yang
          yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Rudi Hartono Purba dari KAP Amir Abadi Jusuf,
          Aryanto, Mawar & Rekan dengan opini wajar, dalam semua hal yang material.
       h) Laporan keuangan WIKA untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 yang
          yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Rudi Hartono Purba dari KAP Amir Abadi Jusuf,
          Aryanto, Mawar & Rekan dengan opini wajar, dalam semua hal yang material.
       i) Laporan keuangan proforma WIKA per 31 Desember 2023 sebelum dan setelah transaksi
          dari manajemen Perseroan.
       j) Laporan Penilaian Saham HIPRO No. 00061/2.0014-00/BS/03/0080/1/V/2024 tanggal 20
          Mei 2024 yang diterbitkan oleh KJPP Toha - Okky - Heru & Rekan.
       k) Laporan Penilaian Saham WR No. 00145/2.0118-00/BS/03/0596/1/V/2024 tanggal 13
          Mei 2024 yang diterbitkan oleh KJPP Iskandar dan Rekan.
       l) Berita acara kesepakatan antara WIKA, HIN, WR dan PT Aviasi Pariwisata Indonesia
          (Persero) tanggal 29 Mei 2024.
       m) Proyeksi keuangan dari manajemen Perseroan.
       n) Hasil wawancara dengan pihak manajemen Perseroan mengenai alasan, latar belakang,
          dan hal-hal lain yang terkait dengan Transaksi.




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk                        I-4
Page 14
1.12. Informasi Mengenai Identitas Dan Jabatan Pihak-Pihak Yang Telah Diwawancarai Dan
      Hubungannya Dengan Objek Penilaian
      Kami telah melakukan diskusi dan wawancara dengan manajemen Perseroan pada tanggal 1
      Februari 2024 – 10 Mei 2024. Identitas yang Kami wawancarai adalah Bapak Ashuri sebagai
      representatif WIKA.
1.13. Asumsi dan Kondisi Pembatas
       a. Laporan Penilaian ini bersifat non-disclaimer opinion.
       b. Penilai melakukan penelaahan atas status hukum dokumen-dokumen yang digunakan
          dalam proses penilaian.
       c. Data dan informasi berasal dari sumber yang dapat dipercaya keakuratannya.
       d. Proyeksi keuangan yang digunakan adalah proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang
          mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan
          kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty), jika penilaian menggunakan proyeksi
          keuangan.
       e. Penilai bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi keuangan.
       f. Laporan Penilaian ini terbuka untuk publik kecuali informasi yang bersifat rahasia, yang
          dapat memengaruhi operasional perusahaan.
       g. Penilai bertanggung jawab atas laporan penilaian dan kesimpulan nilai akhir.
       h. Penilai memperoleh informasi atas status hukum Objek Penilaian dari Pemberi Tugas.
       i. IDR mengasumsikan bahwa dari tanggal penerbitan pendapat ini sampai dengan terjadinya
          Rencana Transaksi tidak terjadi perubahan apapun yang berpengaruh secara material
          terhadap Rencana Transaksi.
       j. Pendapat ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan bahwa penggunaan sebagian dari
          analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan informasi dan analisis dapat
          menyebabkan pandangan yang menyesatkan atas proses yang mendasari pendapat
          tersebut. Penyusunan pendapat ini merupakan suatu proses yang rumit dan mungkin tidak
          dapat dilakukan melalui analisis yang tidak lengkap.
       k. Pendapat Kewajaran tersebut disusun dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan
          perekonomian, kondisi umum bisnis dan keuangan, serta peraturan pemerintah pada
          tanggal Pendapat ini dikeluarkan. Penilaian Kewajaran ini hanya dilakukan terhadap
          Rencana Transaksi seperti yang diuraikan di atas.
       l. IDR tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi pendapatnya
          karena peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini.
       m. Pendapat Kewajaran ini disusun berdasarkan prinsip integritas informasi dan data. Dalam
          menyusun Pendapat Kewajaran ini, IDR melandaskan dan berdasarkan pada informasi dan
          data sebagaimana diberikan manajemen Perseroan yang mana berdasarkan hakikat
          kewajaran adalah benar, lengkap, dapat diandalkan, serta tidak menyesatkan. IDR tidak
          melakukan audit ataupun uji kepatuhan secara mendetail atas penjelasan maupun data-
          data yang diberikan oleh manajemen Perseroan, baik lisan maupun tulisan, dan dengan
          demikian IDR tidak dapat memberikan jaminan atau bertanggung-jawab terhadap
          kebenaran dan kelengkapan dari informasi atau penjelasan tersebut.
       n. Sebagai dasar bagi IDR untuk melakukan analisis dalam mempersiapkan Pendapat
          Kewajaran atas Rencana Transaksi, IDR menggunakan data-data sebagaimana tercantum
          pada Sumber Data pada laporan pendapat kewajaran sebagai bahan pertimbangan.



Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk                        I-5
Page 15
         o. Segala perubahan terhadap data-data tersebut di atas dapat memengaruhi hasil penilaian
            IDR secara material. Oleh karena itu, IDR tidak dapat menerima tanggung jawab atas
            kemungkinan terjadinya perbedaan kesimpulan yang disebabkan perubahan data
            tersebut.
         p. Pendapat Kewajaran ini disusun hanya dengan mempertimbangkan sudut pandang
            pemegang saham Perseroan dan tidak mempertimbangkan sudut pandang stakeholders
            lain serta aspek-aspek lainnya.
         q. IDR menganggap bahwa sejak tanggal penerbitan laporan pendapat kewajaran ini sampai
            dengan tanggal terjadinya Rencana Transaksi tidak terjadi perubahan yang sangat
            berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam laporan
            pendapat kewajaran.
         r. Dengan ini IDR menyatakan bahwa penugasan IDR tidak termasuk menganalisis transaksi-
            transaksi di luar Rencana Transaksi yang mungkin tersedia bagi Perseroan serta pengaruh
            dari transaksi-transaksi tersebut terhadap Rencana Transaksi.
         s. IDR tidak melakukan penelitian atas keabsahan Rencana Transaksi dari segi hukum dan
            implikasi aspek perpajakan dari Rencana Transaksi tersebut.
         t. Mengingat bahwa adanya kemungkinan terjadinya perbedaan waktu dari tanggal laporan
            ini dengan pelaksanaan Rencana Transaksi, maka kesimpulan di atas berlaku bila tidak ada
            perubahan yang memiliki dampak yang signifikan terhadap nilai dari Rencana Transaksi.
            Perubahan tersebut termasuk perubahan baik secara internal pada masing-masing
            perusahaan maupun secara eksternal meliputi: kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
            umum bisnis dan keuangan, serta peraturan pemerintah Indonesia setelah tanggal laporan
            ini dikeluarkan. Bilamana setelah tanggal laporan ini dikeluarkan terjadi perubahan
            tersebut di atas, maka pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi ini mungkin berbeda.
         u. Pendapat Kewajaran ini hanya dapat digunakan sehubungan dengan Rencana Transaksi
            dan tidak dapat dipergunakan untuk kepentingan lain maupun pihak lain.
         v. Pendapat Kewajaran ini juga tidak dimaksudkan untuk memberikan rekomendasi untuk
            menyetujui atau tidak menyetujui Rencana Transaksi atau mengambil tindakan tertentu
            atas Rencana Transaksi tersebut.
         w. IDR juga berpegang kepada surat pernyataan manajemen Perseroan (management
            representation letter) atas penugasan IDR untuk mempersiapkan laporan pendapat
            kewajaran, bahwa Perseroan telah menyampaikan seluruh informasi penting dan relevan
            berkenaan dengan Rencana Transaksi dan sepanjang pengetahuan manajemen Perseroan
            tidak ada faktor material yang belum diungkapkan dan dapat menyesatkan.
         x. Data dan informasi yang diterima Penilai dari Pemberi Tugas diasumsikan benar dan dapat
            dipertanggungjawabkan, antara lain termasuk penunjukan letak lokasi tempat, spesifikasi
            jenis dan jumlah aset objek penilaian dan apabila data dan informasi tersebut tidak benar
            maka Pemberi Tugas membebaskan Penilai dari tanggung jawab atas hasil penilaian yang
            tidak tepat dikarenakan kesalahan tersebut.
         y. Informasi yang telah diberikan pihak lain kepada Penilai seperti yang telah disebutkan
            dalam laporan penilaian dianggap layak dan dipercaya, tetapi Penilai tidak
            bertanggungjawab jika ternyata informasi yang diberikan itu terbukti tidak sesuai dengan
            hal yang sesungguhnya. Tanggung jawab untuk memeriksa kembali kebenaran informasi
            tersebut sepenuhnya menjadi tanggung jawab Pemberi Tugas.




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk                           I-6
Page 16
         z. Adalah bukan tugas Penilai untuk melakukan uji tuntas (due diligence) dari aspek hukum
             atas catatan publik serta catatan kepemilikan.
         aa. Asumsi-asumsi dan Kondisi Pembatas dari laporan penilaian yang dibuat terpisah sebagai
             satu kesatuan dari laporan ini akan dituangkan di dalam laporan penilaian yang dibuat
             terpisah tersebut.
         bb. Laporan ini tidak sah jika tidak dibubuhi tandatangan asli/basah Pemimpin Rekan/Rekan
             dan stempel/seal perusahaan KJPP Iskandar dan Rekan serta tidak dapat
             dipertanggungjawabkan bilamana Pemberi Tugas tidak melunasi imbalan jasa atas
             pekerjaan penilaian ini.
         cc. Asumsi-asumsi dan kondisi pembatas ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan
             (integral) dari laporan ini.
1.14. Kejadian Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Event)
      WIKA dan lembaga keuangan telah melakukan penandatanganan perjanjian addendum dan
      penyertaan kembali perjanjian kredit untuk tujuan restrukturisasi serta perjanjian addendum
      dan penyertaan kembali perjanjian pembiayaan untuk tujuan restukturisasi, sehingga pinjaman
      ini menjadi bagian jangka Panjang. Hal ini sebagaimana tertuang dalam Akta Nomor 9 tanggal
      23 Januari 2024, dibuat di hadapan Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta dan Akta Nomor 10
      tanggal 23 Januari 2024, dibuat di hadapan Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta. Total nilai
      pinjaman yang direstrukturisasi secara keseluruhan adalah sejumlah Rp20.798.469.595.445,-
      dengan tingkat suku bunga 4% per tahun.
       Berdasarkan akta No. 7 tanggal 17 Januari 2024 tentang Perubahan Anggaran Dasar WIKA yang
       dibuat di hadapan Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta, dan telah mendapatkan persetujuan
       dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia No. AHU-0003965.AH.01.02.TAHUN 2024 tanggal
       18 Januari 2024, telah terjadi penyusunan kembali seluruh Anggaran Dasar Perseroan.
       Berdasarkan laporan kepemilikan saham Perseroan oleh susunan pengurus Perseroan per 2 Mei
       2024 adalah sebagai berikut:
                                   Jumlah Saham Yang Dimiliki
        No.    Pemegang Saham
                                           (Lembar)
         1    Agung Budi Waskito                    1.434.200
         2    Hananto Aji                           1.269.036
         3    Harum Akhmad Zuhdi                    1.269.036
         4    Rudy Hartono                          1.522.843
         5    Ayu Widya Kiswari                       510.000
         6    Adityo Kusumo                           510.000
         7    Hadjar Seti Adji                        510.000
              Jumlah                                7.025.115

       Berdasarkan Surat Keterangan Notaris Fathiah Helmi, S.H, No. 05/Ket/Not/V/2024 tanggal 15
       Mei 2024, menerangkan bahwa:
       Menyetujui perubahan susunan pengurus Perseroan, menjadi sebagai berikut:
        Dewan Komisaris
        Komisaris Utama                          : Jarot Widyoko
        Komisaris Independen                     : Adityawarman
        Komisaris Independen                     : Rusmanto
        Komisaris Independen                     : Suryo Hapsoro Tri Utomo
        Komisaris Independen                     : Harris Arthur Hedar
        Komisaris                                : Firdaus Ali
        Direksi
        Direktur Utama                           : Agung Budi Waskito
        Direktur Keuangan                        : Adityo Kusumo
        Direktur Operasi I                       : Hananto Aji
        Direktur Operasi II                      : Harum Akhmad Zuhdi
        Direktur Manajemen Sumber Daya Manusia   : Hadjar Seti Adji
        Direktur Manajemen Risiko dan Legal      : Sumadi




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk                           I-7
Page 17
       Berdasarkan Akta Notaris Vita Cahyojati, S.H., M.Hum. No. 9 dan No. 10 pada tanggal 26 Februari
       2024 terdapat perpanjangan atas Medium Terms Notes dan Obligasi WR dengan rincian sebagai
       berikut:
                                                    Pokok                              Jatuh Tempo              Jatuh Tempo
                 Keterangan              Rating             Tanggal Penerbitan
                                                  (Rp.Juta)                      (sebelum diperpanjang)   (setelah diperpanjang)
        MTN IX WIKA Realty Tahun 2019 idBB+        545.000 28 Agustus 2019           28 Agustus 2025          28 Agustus 2029
        Obligasi dengan Opsi koversi I idBB+       950.000 20 Desember 2019         20 Desember 2024         20 Desember 2038


       Berdasarkan Risalah Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Tahun Buku 2023 tanggal 22 Mei
       2024, terdapat perubahan susunan pengurus menjadi :
       Dewan Komisaris
       1. Andie Hermawan selaku Komisaris Utama
       2. Edi Muliah selaku Komisaris
       3. Endra Saleh Atmawidjaja selaku Komisaris
       4. Eko Daniyanto selaku Komisaris Independen
       5. Akhmad Yuslizar selaku Komisaris Independen
       Direksi
       1. Fery Safaria selaku President Director
       2. Yoppi Priatmoko Kuswantoro selaku Director of Finance and Risk Management
       3. Thory Prabawa selaku Director of Hospitality Business and Partnership Management
       4. Adhi Priyanto Putro selaku Director of Development and Human Capital
       5. Ronny Wuisan selaku Director of Marketing Property and Realty
       Sejak tanggal penilaian hingga tanggal penerbitan laporan ini tidak terjadi perubahan yang
       berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penilaian yang
       dapat secara signifikan mempengaruhi hasil penilaian.

1.15. Definisi dan Istilah
      Penilaian Bisnis adalah proses pekerjaan untuk memberikan opini tertulis atas objek Penilaian
      Bisnis sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan mengenai Penilai yang
      melakukan kegiatan di pasar modal (Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 pasal 1 angka 5).
        Asumsi adalah sesuatu yang dianggap akan terjadi termasuk fakta, syarat, atau keadaan yang
        mungkin dapat mempengaruhi objek Penilaian atau pendekatan penilaian dan kewajarannya
        telah dianalisis oleh Penilai Bisnis sebagai bagian dari proses Penilaian (Peraturan OJK No.
        35/POJK.04/2020 pasal 1 angka 15).
        Laporan Penilaian Bisnis adalah laporan tertulis yang dibuat oleh Penilai Bisnis yang memuat
        pendapat Penilai Bisnis mengenai objek Penilaian serta menyajikan informasi tentang proses
        Penilaian (Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 pasal 1 angka 24).
        Pendapat Kewajaran adalah suatu pernyataan yang diberikan oleh Penilai Bisnis untuk
        menyatakan bahwa suatu transaksi yang akan dilakukan adalah wajar atau tidak wajar
        (Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 pasal 1 angka 38).
        Nilai Pasar adalah estimasi sejumlah uang yang dapat diperoleh dari hasil penukaran suatu aset
        atau liabilitas pada Tanggal Penilaian, antara pembeli yang berminat membeli dengan penjual
        yang berminat menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan
        secara layak, di mana kedua Pihak masing–masing bertindak atas dasar pemahaman yang




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk                                                            I-8
Page 18
        dimilikinya, kehati-hatian, dan tanpa paksaan (Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 pasal 1
        angka 14).
        Nilai Pasar didefinisikan sebagai estimasi sejumlah uang yang dapat diperoleh atau dibayar
        untuk penukaran suatu aset atau liabilitas pada tanggal penilaian, antara pembeli yang berminat
        membeli dengan penjual yang berminat menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang
        pemasarannya dilakukan secara layak, dimana kedua pihak masing-masing bertindak atas dasar
        pemahaman yang dimilikinya, kehati-hatian dan tanpa paksaan (SPI 101 Edisi VII-2018 angka
        3.1).




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk                             I-9
Page 19
                                                      BAB II
                                                ANALISIS TRANSAKSI


2.1. Analisis Pengaruh Transaksi Terhadap Keuangan Perseroan
     Berdasarkan proforma posisi keuangan dan proyeksi keuangan, dengan dilakukannya transaksi
     likuiditas Perseroan mengalami peningkatan dan solvabilitas Perseroan mengalami penurunan.

2.2. Analisis likuiditas Dari Transaksi
     Berdasarkan analisis proforma posisi keuangan dan proyeksi keuangan Perseroan dengan
     dilakukannya transaksi likuiditas Perseroan mengalami peningkatan.

2.3. Nilai Transaksi
     Berdasarkan Berita Acara Kesepakatan tanggal 29 Mei 2024 antara WIKA, PT Aviasi Pariwisata
     Indonesia (INJOURNEY), HIN dan WR, WIKA berencana melakukan share swap 50,99% saham
     HIPRO yang diperoleh dari debt to asset swap piutang WIKA sebesar Rp 1.214.750.000.000,-
     pada WR yang dimiliki HIN. Dengan demikian nilai transaksi sebesar Rp 1.214.750.000.000,-.

2.4. Materialitas Nilai Transaksi
     Berdasarkan Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan
     Kegiatan Usaha, suatu transaksi dikategorikan sebagai transaksi material apabila nilai transaksi
     sama dengan 20% (dua puluh persen) atau lebih dari ekuitas perusahaan terbuka.
       Dalam hal perusahaan terbuka memiliki ekuitas negatif transaksi dikategorikan sebagai
       transaksi material apabila nilai transaksi sama dengan 10% atau lebih dari total aset perusahaan
       terbuka.
       Perusahaan terbuka yang akan melakukan transaksi material wajib terlebih dahulu memperoleh
       persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dalam hal:
       1. Transaksi material lebih dari 50% terhadap ekuitas atau aset atau laba bersih atau
          pendapatan usaha Perseroan.
       2. Transaksi material lebih dari 25% terhadap aset Perseroan apabila ekuitas Perseroan
          negatif.
       3. Laporan Penilai menyatakan bahwa transaksi material yang akan dilakukan tidak wajar.
       Berdasarkan Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan
       Kegiatan Usaha, transaksi berupa perolehan dan pelepasan atas perusahaan atau segmen
       operasi dikategorikan sebagai transaksi material dalam hal:
       a. Nilai transaksi sama dengan 20% atau lebih dari ekuitas perusahaan terbuka;
       b. Total aset yang menjadi objek transaksi dibagi total aset perusahaan terbuka nilainya sama
          dengan atau lebih dari 20%;
       c. Laba bersih objek transaksi dibagi dengan laba bersih perusahaan terbuka nilainya sama
          dengan atau lebih dari 20%; atau
       d. Pendapatan usaha objek transaksi dibagi dengan pendapatan usaha perusahaan terbuka
          nilainya sama dengan atau lebih dari 20%.




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk                            II-1
Page 20
       Nilai transaksi Rencana Transaksi adalah sebesar Rp 1.214.750 juta dan ekuitas Perseroan
       berdasarkan laporan keuangan yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Benny Andria dari KAP
       Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan per 31 Desember 2023 adalah sebesar Rp 9.571.613
       juta, dengan demikian materialitas nilai transaksi 12,69% dari ekuitas Perseroan.
       Pendapatan HIPRO berdasarkan laporan keuangan yang telah Akuntan Publik Muhammad Rizal
       dari KAP Kanaka Puradiredja, Suhartono per 31 Desember 2023 adalah sebesar Rp 559.010 juta
       dan pendapatan Perseroan berdasarkan laporan keuangan yang telah diaudit oleh Akuntan
       Publik Benny Andria dari KAP Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan per 31 Desember 2023
       adalah sebesar Rp 22.530.356 juta, dengan demikian materialitas nilai transaksi 2,48% dari total
       aset Perseroan.
       Aset HIPRO berdasarkan laporan keuangan yang telah Akuntan Publik Muhammad Rizal dari KAP
       Kanaka Puradiredja, Suhartono per 31 Desember 2023 adalah sebesar Rp 2.721.064 juta dan
       total aset Perseroan berdasarkan laporan keuangan yang telah diaudit oleh Akuntan Publik
       Benny Andria dari KAP Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan per 31 Desember 2023 adalah
       sebesar Rp 65.981.236 juta, dengan demikian materialitas nilai transaksi 4,12% dari total aset
       Perseroan.
       Laba bersih HIPRO berdasarkan laporan keuangan yang telah Akuntan Publik Muhammad Rizal
       dari KAP Kanaka Puradiredja, Suhartono per 31 Desember 2023 adalah sebesar Rp 52.216 juta
       dan laba bersih Perseroan berdasarkan laporan keuangan yang telah diaudit oleh Akuntan Publik
       Benny Andria dari KAP Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan per 31 Desember 2023 adalah
       sebesar -Rp 7.824.539 juta, dengan demikian materialitas nilai transaksi -0,67% dari total aset
       Perseroan.
       Dari uraian tersebut diatas, Rencana Transaksi tidak termasuk transaksi material dan tidak
       memerlukan persetujuan RUPS sesuai dengan Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tentang
       Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha.

2.5. Hubungan Antara Pihak-Pihak Yang Bertransaksi
     Pihak-pihak yang bertransaksi adalah WIKA, WR, dan HIN dimana WIKA sebagai pemilik piutang
     pada WR yang akan dilakukan debt to asset swap dengan sebagian saham milik WR pada HIPRO,
     WR sebagai pemilik saham HIPRO yang akan membayar sebagian utang yang dimilikinya kepada
     WIKA dengan mengalihkan sebagian saham HIPRO miliknya dan HIN sebagai pemegang saham
     WR yang akan menukar saham miliknya pada WR dengan saham WIKA pada HIRPO yang
     diperoleh dari debt to asset swap.

       Hubungan Kepemilikan Saham




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk                            II-2
Page 21
        Keterangan
       NRI         : Negara Republik Indonesia
       INJOURNEY : PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero)
       HIN         : PT Hotel Indonesia Natour
       WIKA        : PT Wijaya Karya (Persero) Tbk
       WR          : PT Wijaya Karya Realty
       HIPRO       : PT Hotel Indonesia Properti

       Berdasarkan analisis hubungan kepemilikan saham, NRI adalah pemegang saham pengendali
       WIKA, WIKA adalah pemegang 72,51% saham WR, WR adalah pemegang 99,99% saham HIPRO
       sedangkan NRI juga adalah pemegang saham pengendali HIN melalui INJOURNEY, dimana HIN
       adalah pemegang 22,57% saham WR. Dengan demikian antara WIKA, HIN dan WR terdapat
       hubungan kepemilikan saham.
       Hubungan Kepengurusan
       Hubungan kepengurusan antara Perseroan, WR dan HIN adalah sebagai berikut:
                         Nama        Perseroan      WR          HIN
        Jarot Widyoko                    KU
        Firdaus Ali                      K
        Satya Bhakti Parikesit           K
        Harris Arthur Hedar              KI
        Adityawarman                     KI
        Suryo Hapsoro Tri Utomo          KI
        Rusmanto                         KI
        Agung Budi Waskito               DU
        Adityo Kusumo                    D
        Hananto Aji                      D
        Harum Akhmad Zuhdi               D
        Rudy Hartono                     D
        Ayu Widya Kiswari                D
        Hadjar Seti Adji                 D
        Puji Haryadi                                 KU
        Edi Mulia                                    K
        Endra Saleh Atmawidjaja                      K
        Akhmad Yuslizar                              K
        Eko Daniyanto                                KI
        Agus Haryoto Widodo                          DU
        Rendy Ardiansyah                             D
        Thory Prabawa                                D
        Prata Kadir                                  D
        Bonny Anang Dwijanto                                    KU
        Zulkarnaen Apriliantony                                  K
        Fendy Eventius Mugni                                     K
        Haryo Indratno                                           K
        Christine Hutabarat                                     DU
        Indomora Harahap                                         D
        Dwianto Eko Winaryo                                      D
        M. Ariadevi Aradean                                      D

       Keterangan:
       KU : Komisaris Utama
       K     : Komisaris
       KI    : Komisaris Independen
       DU : Direktur Utama
       D     : Direktur
       Berdasarkan analisis hubungan kepengurusan, tidak terdapat hubungan kepengurusan antara
       Perseroan, WR dan HIN. Dengan demikian tidak terdapat hubungan kepengurusan antara
       Perseroan WR dan HIN.
       Dengan demikian Rencana Transaksi termasuk transaksi afiliasi sebagaimana dimaksud dalam
       Peraturan OJK No. 42 /POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan
       Kepentingan.



Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk                    II-3
Page 22
       Uraian mengenai ada atau tidak adanya benturan kepentingan atas transaksi yang akan
       dilakukan Perseroan dinyatakan dalam Surat Pernyataan Direksi dan Dewan Komisaris
       Perseroan.
2.6. Analisis Perjanjian Dan Persyaratan Yang Telah Disepakati
     Berdasarkan dokumen Berita Acara Kesepakatan tanggal 29 Mei 2024 antara WIKA, INJOURNEY,
     HIN dan WR, WIKA, hal-hal pokok dalam dokumen tersebut adalah sebagai berikut:
       -     WR akan membayar sebagian utang yang dimilikinya kepada WIKA berdasarkan perjanjian
             pinjaman pemegang saham antara WIKA dengan WR sebesar Rp 1.214.750.000.000,-
             dengan mengalihkan 50,99% saham HIPRO milik WR kepada WIKA.
       -     WIKA dan HIN akan melakukan tukar menukar saham (shares swap) dimana 50,99% saham
             HIPRO yang dimiliki WIKA akan dialihkan oleh WIKA kepada HIN dan sebagai gantinya
       -     HIN akan mengalihkan 22,57% saham WR yang dimilikinya kepada WIKA.
       Berikut diagram kepemilikan saham sebelum dilakukan transaksi:




       Berikut diagram kepemilikan saham setelah dilakukan transaksi:




2.7. Analisis Manfaat Dan Risiko Dari Transaksi
     Manfaat transaksi adalah sebagai berikut:
      • Dengan dilakukannya transaksi, Perseroan akan memperoleh penghematan pajak bunga
          pinjaman pemegang saham dan peningkatkan likuiditas.
       Risiko transaksi adalah sebagai berikut:
        • Tidak tercapainya kinerja keuangan Perseroan seperti yang diproyeksikan, sehingga target
            yang direncanakan Perseroan tidak berjalan secara optimal sebagaimana yang
            direncanakan.




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk                       II-4
Page 23
                                                      BAB III
                                                ANALISIS KUALITATIF


  3.1. Riwayat Singkat Perusahaan Dan Kegiatan Usaha
       Perseroan
       a) Riwayat Singkat
          PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (Perseroan) didirikan pada tanggal 29 Maret 1961
          berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 64 tahun 1961, dari perusahaan asing bernama
          "Naamloze Vennotschap Technische Handel Maatschappij en Bouwbedijf Vis en Co.” yang
          dinasionalisasi Pemerintah Republik Indonesia.
            Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 40 tahun 1971, status Perusahaan berubah dari
            Perusahaan Negara menjadi Perusahaan (Persero). Selanjutnya, Perusahaan dinamakan PT
            Wijaya Karya (Persero) berdasarkan Akta Perusahaan Terbatas No. 110 tanggal 20 Desember
            1972 dari Dian Paramita Tamzil, pengganti Djojo Muljadi, S.H., Notaris di Jakarta, dan
            perubahan naskah pendirian Perseroan Terbatas dari Kartini Muljadi, S.H., Notaris di Jakarta
            berdasarkan Akta No. 106 tanggal 17 April 1973. Akta tersebut telah disahkan oleh Menteri
            Kehakiman Republik Indonesia pada tanggal 8 Mei 1973 dengan Surat Keputusan No.
            Y.A.5/165/14 serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 76 tanggal 21
            September 1973, tambahan Berita Negara No. 683.
            Anggaran Dasar telah mengalami beberapa kali perubahan dan terakhir kali diubah dengan
            Akta No. 4 tanggal 5 Agustus 2022 dibuat di hadapan Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta
            dan telah mendapat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan dari Menteri
            Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-AH.01.09-0042229 tahun 2022.
        b) Kegiatan Usaha
           Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, maksud dan tujuan Perusahaan adalah
           berusaha dalam industri konstruksi, industri pabrikasi, jasa penyewaan, jasa keagenan,
           investasi, agro industri, industri energi, energi terbarukan dan energi konversi,
           penyelenggaraan perkeretaapian, penyelenggaraan pelabuhan, penyelenggaraan
           kebandarudaraan, logistik, perdagangan, engineering procurement construction,
           pengembangan dan pengelolaan kawasan, layanan peningkatan kemampuan dibidang jasa
           konstruksi, teknologi informasi, jasa enjinering dan perencanaan, investasi dan pengelolaan
           usaha dibidang prasarana dan sarana dasar (infrastruktur) untuk menghasilkan barang dan/
           atau jasa.
        c) Susunan Pemegang Saham
           Susunan Pemegang saham Perseroan berdasarkan laporan keuangan audit tahun 2023
           adalah sebagai berikut:
                                                        Jumlah Saham          Persentase      Jumlah
             No.            Pemegang Saham
                                                           (Lembar)              (%)           (Rp)
                Saham Preferen (Seri A Dwiwarna)
              1                                                           1       0,000%               100
                Pemerintah Republik Indonesia
                Saham Biasa (Seri B)
              2                                          5.834.849.999           65,049%   583.484.999.900
                Pemerintah Republik Indonesia
              3 Agung Budi Waskito (Dirut)                      184.200           0,002%       18.420.000
              4 Masyarakat                               3.134.917.172           34,949%   313.491.717.200
                   Jumlah                                8.969.951.372           100,00%   896.995.137.200




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk                                      III-1
Page 24
        d) Susunan Pengurus
           Susunan pengurus Perseroan berdasarkan laporan keuangan audit tahun 2023 adalah
           sebagai berikut:
            Dewan Komisaris
            Komisaris Utama                        : Jarot Widyoko
            Komisaris                              : Firdaus Ali
            Komisaris                              : Satya Bhakti Parikesit
            Komisaris Independen                   : Harris Arthur Hedar
            Komisaris Independen                   : Adityawarman
            Komisaris Independen                   : Suryo Hapsoro Tri Utomo
            Komisaris Independen                   : Rusmanto
            Direksi
            Direktur Utama                         : Agung Budi Waskito
            Direktur Keuangan dan Manajemen
                                                   : Adityo Kusumo
            Risiko
            Direktur Operasi I                     : Hananto Aji
            Direktur Operasi II                    : Harum Akhmad Zuhdi
            Direktur Operasi III                   : Rudy Hartono
            Direktur Quality, Health, Safety and
                                                   : Ayu Widya Kiswari
            Environtment
            Direktur Human Capital dan
                                                   : Hadjar Seti Adji
            Pengembangan

       PT Wijaya Karya Realty
       a) Riwayat Singkat
          PT Wijaya Karya Realty (WR) didirikan tanggal 20 Januari 2000 berdasarkan Akta Notaris Imas
          Fatimah, S.H., No. 17, yang telah diubah dengan Akta No. 19 tanggal 20 April 2000 dari
          Notaris Noordjasmani Soeyasa Besar, S.H., pengganti Imas Fatimah, S.H., Notaris di Jakarta,
          yang telah memperoleh persetujuan Menteri Kehakiman Republik Indonesia berdasarkan
          Surat Keputusan No. C-20856 HT.01.01.TH.2000 tanggal 15 Desember 2000, yang telah
          didaftarkan dalam Daftar Perusahaan sesuai UU No. 3 tahun 1982 tentang Wajib Daftar
          Perusahaan dengan TDP. 09.04.1.68.15594 di Kantor Pendaftaran Perusahaan Kodya Jakarta
          Timur No. 986/BH.09.04/XII/2000 tanggal 20 Desember 2000, serta telah diumumkan dalam
          Tambahan No. 1682, Berita Negara Republik Indonesia No. 22 tanggal 16 Maret 2001.
            Berdasarkan Anggaran Dasar WR No. 93 tanggal 29 Desember 2022, Maksud dan Tujuan
            Perusahaan ialah berusaha dalam bidang:
            a. Realti;
            b. Properti;
            c. Jasa,kecuali jasa dalam bidang hukum dan pajak
            Anggaran Dasar Perusahaan telah beberapa kali mengalami perubahan yang terakhir dengan
            Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham Diluar Rapat PT Wijaya Karya Realty No. 83
            tanggal 27 Desember 2022 yang telah mendapatkan persetujuan perubahan Anggaran Dasar
            Perseroan Terbatas PT Wijaya Karya Realty dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
            Republik Indonesia dalam Surat Keputusan Nomor: AHU-0129961.AH.01.02. Tahun 2022
            Tanggal 28 Desember 2022, jo. Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham Diluar Rapat
            PT Wijaya Karya Realty No. 93 tanggal 29 Desember 2022 yang telah mendapatkan
            Penerimaan Pemberitahuan Anggaran Dasarnya telah diterima dan dicatat di dalam Sistem
            Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
            dengan surat Nomor: AHU AH.01.09-0038686 tanggal 26 Januari 2023, kedua akta tersebut
            dibuat di hadapan Ryan Bayu Chandra, S.H., M.Kn Notaris di Jakarta.



Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk                          III-2
Page 25
        b) Kegiatan Usaha
           Kegiatan Usaha WR berdasarkan Anggaran Dasar, pada pokoknya meliputi:
            a. Pengembang, pembangunan dan penjualan di bidang realti termasuk sarana dan
               prasarananya;
            b. Pengembang, pembangunan dan pemilikan di bidang properti termasuk penyewaan
               sarana dan prasarananya;
            c. Jasa pengelolaan bidang realti dan properti; dan
            d. Jasa perantara (brokerage) bidang realti dan properti.
        c) Susunan Pemegang Saham
           Susunan Pemegang saham WR periode 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:
                                                              Jumlah         Persentase         Jumlah
             No.            Pemegang Saham
                                                              Saham             (%)               (Rp)
              1    PT Wijaya Karya (Persero) Tbk           53.215.685.492         72,51%    5.321.568.549.200
              2    PT Hotel Indonesia Natour               16.566.614.132         22,57%    1.656.661.413.200
              3    Koperasi Karya Mitra Satya               2.013.658.609          2,74%      201.365.860.900
              4    PT Aero Wisata                           1.537.411.113          2,09%      153.741.111.300
              5    Yayasan Wijaya Karya                         54.022.524         0,07%        5.402.252.400
                   Jumlah                                  73.387.391.870        100,00%    7.338.739.187.000

        d) Susunan Pengurus
           Susunan pengurus WR periode 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:
            Dewan Komisaris
            Komisaris Utama                                                  : Puji Haryadi
            Komisaris                                                        : Edi Mulia
            Komisaris                                                        : Endra Saleh Atmawidjaja
            Komisaris                                                        : Akhmad Yuslizar
            Komisaris Independen                                             : Eko Daniyanto
            Direksi
            Direktur Utama                                                   : Agus Haryoto Widodo
            Direktur Keuangan, Human Capital , dan Manajemen Risiko          : Rendy Ardiansyah
            Direktur Bisnis Perhotelan dan Manajemen Kemtiraan               : Thory Prabawa
            Direktur Pemasaran dan Design                                    : Prata Kadir

       PT Hotel Indonesia Natour
       b) Riwayat Singkat
          PT Hotel Indonesia Natour (Persero) (HIN) merupakan perubahan nama dari PT (Persero)
          Hotel Indonesia Internasional setelah bergabungnya PT (Persero) National Hotel & Tourism
          (“PT Natour”) ke dalam PT Hotel Indonesia Natour (Persero). Kedua Perusahaan tersebut
          merupakan Perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak dalam bidang jasa
          kepariwisataan, khususnya hotel dan restoran. Penggabungan tersebut dilaksanakan
          berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 27 tahun 1998 tentang
          Penggabungan, Peleburan dan Pengambilalihan Perusahaan Terbatas serta Peraturan
          Pemerintah Republik Indonesia No.89 tahun 1999 tentang Penggabungan Perusahaan PT
          Natour (Persero) ke dalam Perusahaan PT Hotel Indonesia Internasional (Persero).
            Pada tahun 2021, anggaran dasar HIN mengalami perubahan berdasarkan Akta Penyesuaian
            Kegiatan Usaha KBLI PT Hotel Indonesia Natour, Notaris Lenny Faisyah, S.H.,M.Kn No. 69
            tanggal 25 Agustus 2021 yang berisikan penambahan jenis usaha dan perubahan pada pasal
            3.



Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk                                         III-3
Page 26
        b) Kegiatan Usaha
           Kegiatan Usaha HIN berdasarkan Anggaran Dasar, pada pokoknya meliputi:
            1. Konstruksi Gedung Hotel Penginapan
                Usaha pembangunan, pemeliharaan, dan atau pembangunan kembali bangunan yang
                dipakai untuk penginapan.
            2. Hotel Bintang
                Usaha penyediaan jasa pelayanan penginapan
            3. Vila
                Usaha penyediaan jasa pelayanan penginapan bagi umum yang merupakan rumah-
                rumah pribadi yang khusus di sewakan
            4. Apartemen Hotel
                Usaha penyediaan jasa pelayanan penginapan bagi umum yang mengelola dan
                menfungsikan apartemen sebagai hotel untuk tempat tinggal sementara
            5. Aktivitas Pengembangan Aplikasi Perdagangan Melalui Internet (E-Commerce)
                Kegiatan pengembangan aplikasi perdagangan melalui internet
            6. Portal Web dan/atau Platform Digital dengan Tujuan Komersial
                Pengoperasian situs web dengan tujuan komersial yang menggunakan mesin pencari
                untuk menghasilkan dan memelihara basis data
            7. Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa
                Usaha pembelian, penjualan, persewaan dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki
                sendiri maupun disewa. Termasuk penjualan tanah, pengembangan gedung untuk
                dioperasikan sendiri (penyewaan ruangan).
            8. Penyewaan venue penyelenggaraan aktivitas MICE dan Event Khusus
                Menyewakan tempat dan fasilitas untuk penyelenggaraan kegiatan pertemuan,
                perjalanan insentif, konvensi dan pameran, atau untuk penyelenggaraan event khusus.
            9. Kawasan Pariwisata
                Mencakup pengusahaan lahan dengan luas sekurang-kurangnya 100 hektar dengan
                menata dan membagi lebih lanjut menjadi satuan-satuan simpul atau lingkungan
                tertentu, membangun atau menyewakan satuan simpul untuk pembangunan usaha
                sarana dan prasarana.
            10. Menjalankan usaha-usaha penunjang perhotelan meliputi biro perjalanan, restoran,
                catering termasuk
                flight catering, fasilitas hiburan dan olahraga, aktivitas agen dan biro perjalanan wisata,
                aktivitas agen perjalanan ibadah umroh dan haji khusus, aktivitas biro perjalanan ibadah
                umroh dan haji khusus, serta penyewaan ruangan, jasa konsultasi, manajerial dan
                operasional, serta pendidikan dan pelatihan dibidang perhotelan dan pariwisata.
        c) Susunan Pemegang Saham
           Susunan Pemegang saham HIN per 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:
                                                                     Persentase
             No.                 Pemegang Saham
                                                                        (%)
              1 PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero)                  99,99%
              2 Pemerintah Indonesia                                       0,01%
                Jumlah                                                   100,00%




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk                               III-4
Page 27
        d) Susunan Pengurus
           Susunan pengurus HIN per 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:
            Dewan Komisaris
            Komisaris Utama                    : Bonny Anang Dwijanto
            Komisaris                          : Zulkarnaen Apriliantony
            Komisaris                          : Fendy Eventius Mugni
            Komisaris                          : Haryo Indratno
            Direksi
            Direktur Utama                     : Christine Hutabarat
            Direktur Keuangan, Manajemen
                                               : Indomora Harahap
            Risiko & SDM
            Direktur Pengembangan Usaha        : Dwianto Eko Winaryo
            Direktur Direktur Operasi dan
                                               : M. Ariadevi Aradean
            Portofolio Bisnis


3.2. Analisis Industri dan Lingkungan
3.2.1. Tinjauan Makro Ekonomi
       PDB Menurut Lapangan Usaha
       Pertumbuhan Ekonomi Tahun 2023 (c-to-c)
       Ekonomi Indonesia tahun 2023 tumbuh sebesar 5,05%. Pertumbuhan terjadi pada seluruh
       lapangan usaha. Lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah Transportasi
       dan Pergudangan sebesar 13,96%; diikuti Jasa Lainnya sebesar 10,52%; dan Penyediaan
       Akomodasi dan Makan Minum sebesar 10,01%. Sementara itu, Industri Pengolahan yang
       memiliki peran dominan tumbuh 4,64%. Sedangkan Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan serta
       Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor masing-masing tumbuh
       sebesar 1,30% dan 4,85%.




                                 Gambar 1. Pertumbuhan PDB Beberapa Lapangan Usaha (c-to-c) (%)
                                                 Sumber: Badan Pusat Statistik
        Struktur PDB Indonesia menurut lapangan usaha atas dasar harga berlaku tahun 2023 tidak
        menunjukkan perubahan berarti. Perekonomian Indonesia masih didominasi oleh Lapangan
        Usaha Industri Pengolahan sebesar 18,67%; diikuti oleh Perdagangan Besar dan Eceran;
        Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar 12,94%; Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan
        sebesar 12,53%; Pertambangan dan Penggalian sebesar 10,52%; serta Konstruksi sebesar
        9,92%. Peranan kelima lapangan usaha tersebut dalam perekonomian Indonesia mencapai
        64,58%.




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk                           III-5
Page 28
        Pertumbuhan Ekonomi Triwulan IV-2023 Terhadap Triwulan IV-2022 (y-on-y)
        Ekonomi Indonesia triwulan IV-2023 terhadap triwulan IV-2022 (y-on-y) tumbuh sebesar 5,04%.
        Pertumbuhan terjadi pada seluruh lapangan usaha. Lapangan usaha yang tumbuh signifikan
        adalah Transportasi dan Pergudangan sebesar 10,33%; diikuti Jasa Lainnya sebesar 10,15%; dan
        Pengadaan Listrik dan Gas sebesar 8,68%. Sebagai lapangan usaha yang memiliki peran
        dominan, Industri Pengolahan tumbuh sebesar 4,07%. Sedangkan Pertanian, Kehutanan, dan
        Perikanan serta Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor masing-
        masing tumbuh sebesar 1,12% dan 4,09%.




                                 Gambar 2. Pertumbuhan PDB Beberapa Lapangan Usaha (y-on-y) (%)
                                                  Sumber: Badan Pusat Statistik

        Pertumbuhan Ekonomi Triwulan IV-2023 Terhadap Triwulan III-2023 (q-to-q)
        Ekonomi Indonesia pada triwulan IV-2023 tumbuh sebesar 0,45% (q-to-q) dibanding triwulan
        III-2023. Hampir seluruh lapangan usaha tumbuh positif. Lapangan Usaha Administrasi
        Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib tumbuh signifikan sebesar 19,81%; diikuti
        Jasa Pendidikan sebesar 14,46%; serta Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial sebesar 8,66%.
        Industri Pengolahan yang memiliki peran dominan tumbuh 0,51%. Sementara untuk Pertanian,
        Kehutanan, dan Perikanan serta Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda
        Motor masing-masing mengalami kontraksi sebesar 17,70% dan 0,27%.




                                Gambar 3. Pertumbuhan PDB Beberapa Lapangan Usaha (q-to-q) (%)
                                                 Sumber: Badan Pusat Statistik



Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk                           III-6
Page 29
       PDB Menurut Pengeluaran
       Pertumbuhan Ekonomi Tahun 2023 (c-to-c)
       Ekonomi Indonesia tahun 2023 tumbuh sebesar 5,05%. Pertumbuhan terjadi pada semua
       Komponen Pengeluaran. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada Komponen PK-LNPRT sebesar
       9,83%; diikuti Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT) sebesar 4,82%;
       Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 4,40%; Komponen PK-P sebesar
       2,95%; dan Komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar 1,32%. Sementara itu, Komponen Impor
       Barang dan Jasa (yang merupakan faktor pengurang dalam PDB menurut Pengeluaran)
       terkontraksi sebesar 1,65%.




                             Gambar 4. Pertumbuhan PDB Beberapa Komponen Pengeluaran (c-to-c) (%)
                                                 Sumber: Badan Pusat Statistik

        Struktur PDB Indonesia menurut pengeluaran atas dasar harga berlaku tahun 2023 tidak
        menunjukkan perubahan yang berarti. Perekonomian Indonesia masih didominasi oleh
        Komponen PK-RT yang mencakup lebih dari separuh PDB Indonesia yaitu sebesar 53,18%;
        diikuti oleh komponen PMTB sebesar 29,33%; Komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar
        21,75%; Komponen PK-P sebesar 7,45%; Komponen PK-LNPRT sebesar 1,25%; dan Komponen
        Perubahan Inventori sebesar 1,19%. Sementara itu, Komponen Impor Barang dan Jasa memiliki
        peran sebesar 19,57%.
       Pertumbuhan Ekonomi Triwulan IV-2023 Terhadap Triwulan IV-2022 (y-on-y)
       Ekonomi Indonesia triwulan IV-2023 terhadap triwulan IV-2022 tumbuh sebesar 5,04% (y-on-y).
       Pertumbuhan tertinggi terjadi pada Komponen PK-LNPRT sebesar 18,11%; diikuti Komponen
       PMTB sebesar 5,02%; Komponen PK-RT sebesar 4,47%; Komponen PK-P sebesar 2,81%; serta
       Komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar 1,64%. Sementara itu, Komponen Impor Barang dan
       Jasa terkontraksi sebesar 0,15%.




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk                             III-7
Page 30
                             Gambar 5. Pertumbuhan PDB Beberapa Komponen Pengeluaran (y-on-y) (%)
                                                 Sumber: Badan Pusat Statistik

        Pertumbuhan Ekonomi Triwulan IV-2023 Terhadap Triwulan III-2023 (q-to-q)
        Ekonomi Indonesia pada triwulan IV-2023 dibanding triwulan III-2023 (q-to-q) tumbuh sebesar
        0,45%. Pertumbuhan terjadi pada semua Komponen Pengeluaran. Pertumbuhan tertinggi
        dicapai oleh Komponen PK-P sebesar 39,13%; diikuti oleh Komponen PK-LNPRT; Komponen
        Ekspor Barang dan Jasa; dan Komponen PMTB yang masing-masing tumbuh sebesar 11,75%;
        5,75%; dan 2,57%. Sementara itu, Komponen Impor Barang dan Jasa tumbuh sebesar 4,31%.




                             Gambar 6. Pertumbuhan PDB Beberapa Komponen Pengeluaran (q-to-q) (%)
                                                 Sumber: Badan Pusat Statistik




3.2.2. Perkembangan Industri
       Perkembangan Industri Konstruksi
       Pertumbuhan ekonomi nasional pada Triwulan IV-2023 mencapai 5,04% (year on year/yoy),
       atau lebih tinggi ketimbang Triwulan III-2023 sebesar 4,94% (yoy). Pembangunan infrastruktur
       merupakan mobil penggerak pembangunan nasional. Keberadaan infrastruktur yang memadai
       akan berkontribusi pada kelancaran produksi maupun distribusi barang dan jasa yang dapat
       meningkatkan pertumbuhan ekonomi negara dan meningkatkan pemerataan ekonomi di
       wilayah-wilayah. Pembangunan infrastruktur merupakan bagian integral dari pembangunan
       kelembagaan dan perekonomian yang bertumpu pada peningkatan produktivitas.




 Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk                            III-8
Page 31
       Saat ini, pemerintah berfokus pada meningkatkan investasi, baik investasi publik maupun
       swasta, guna menaikkan ekspansi ekonomi Indonesia. Khususnya investasi di bidang
       infrastruktur dalam rangka peningkatan konektivitas di seluruh Indonesia. Pembangunan
       infrastruktur di Indonesia menjadi salah satu faktor meningkatnya peran sektor konstruksi
       terhadap perekonomian Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari besarnya kontribusi sektor
       konstruksi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 9,86 % pada triwulan III/2023.
       Adapun sepanjang kuartal IV-2023, sektor konstruksi tumbuh kencang melampaui kinerja
       pertumbuhan pada periode yang sama tahun lalu. Di sisi lain, kinerja pertumbuhan real estat
       cenderung stagnan.
       Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan sektor konstruksi tumbuh 7,68%
       secara tahunan atau (year on year/yoy) pada kuartal IV-2023, dengan kontribusi terhadap total
       produk domestik bruto (PDB) 10,49%. Laju pertumbuhan sektor konstruksi tercatat jauh lebih
       kencang dibandingkan realisasi pada kuartal III-2023 yang hanya menapai 6,39% yoy.
       Kontribusinya terhadap PDB saat itu pun hanya sebesar 9,86%. Hal ini dipengaruhi oleh
       pembangunan infrastruktur seperti jalan, jembatan, dan kemudian pembangunan jalan tol, dan
       beberapa pembangunan rumah. Sementara itu, untuk real estat, tumbuhnya hanya 2,18%
       dengan sumbangannya terhadap PDB hanya 2,41% yoy pada kuartal IV-2023. Pada kuartal III-
       2023, sektor real estat mampu mencatatkan pertumbuhan 2,21% dengan kontribusi ke PDB
       2,40%. Sepanjang tahun 2023 atau secara kumulatif (cumulative to cumulative/ctc),
       pertumbuhan sektor konstruksi sebesar 4,91% dengan kontribusi sebesar 9,92% dalam struktur
       PDB menurut lapangan usaha. Sedangkan real estat tumbuh 1,43% dengan distribusi 2,42%.
       Indikator penting yang menunjukkan fluktuasi konstruksi di Indonesia adalah Indeks Nilai
       Konstruksi yang Diselesaikan. Indeks ini menggambarkan perkembangan realisasi fisik pekerjaan
       konstruksi yang diselesaikan dalam satu triwulan pada suatu wilayah. Indeks nilai konstruksi
       yang diselesaikan sebesar 154,60 pada triwulan IV tahun 2022 dan 168,22 pada triwulan IV
       tahun 2023. Hal ini menunjukkan bahwa nilai konstruksi yang diselesaikan pada triwulan IV
       tahun 2023 tumbuh sebesar 8,81% dibanding triwulan yang sama tahun 2022 (y-on-y). Jika
       dibandingkan dengan triwulan sebelumnya (q-to-q), nilai konstruksi yang diselesaikan
       meningkat sebesar 4,61%. Angka pertumbuhan ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan
       pertumbuhan q-to-q pada triwulan IV tahun 2022 yang hanya tumbuh sebesar 4,21%.




                     Gambar 1. Indeks dan Pertumbuhan (q-to-q) Nilai Konstruksi yang Diselesaikan Triwulanan
                                                Sumber: Badan Pusat Statistik




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk                                        III-9
Page 32
3.1.1. Analisis Operasional Dan Prospek Perusahaan
       Ditinjau dari segi kinerja keuangan tahun 2023, terjadi kenaikan pendapatan Perseroan sebesar
       4,89% dari semula pada tahun 2022 dan laba kotor mengalami penurunan -12,63% dan laba
       bersih mengalami penurunan -62.266,44%. Dari sisi aset dan ekuitas, Perseroan mengalami
       penurunan aset pada tahun 2023 sebesar -12,11%, dan ekuitas Perseroan juga menurun -
       45,28%.
       Tahun 2024 akan diwarnai oleh tantangan global yang signifikan. Proyeksi Dana Moneter
       Internasional (IMF) menyebutkan pertumbuhan ekonomi global akan melambat menjadi 2,9%,
       dipicu oleh perang di Ukraina, inflasi tinggi, dan kenaikan suku bunga. IMF memperkirakan inflasi
       global akan mencapai 6,5% pada tahun 2023, turun dari 8,8% pada tahun 2022. Namun, inflasi
       masih diperkirakan akan tetap tinggi pada tahun 2024, sebesar 4,1%. Selain itu, IMF
       memperkirakan suku bunga kebijakan global akan mencapai 5,2% pada tahun 2024, naik dari
       3,5% pada tahun 2022. Di sisi lain, menurut laporan Prospek Ekonomi Global (GEP) yang
       diterbitkan oleh Bank Dunia pada Januari 2024, ekonomi global diperkirakan akan mengalami
       perlambatan pertumbuhan dari 2,6% pada tahun 2023 menjadi 2,4% pada tahun 2024 yang
       merupakan perlambatan ketiga kalinya secara berturut-turut
       Terlepas dari tantangan global ini, pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksikan akan
       meningkat, memposisikan dirinya di antara negara-negara G20 dan ASEAN. Tahun 2024 memiliki
       arti khusus karena Pemilihan Legislatif dan Presiden Indonesia, yang diperkirakan akan
       berdampak pada pertumbuhan ekonomi. Tahun 2024, Pemerintah juga tetap memprioritaskan
       proyek infrastruktur mengingat proyek infrastruktur memainkan peran penting dan
       berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan
       pembangunan infrastruktur. Maka dari itu, arsitektur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara
       (APBN) 2024 juga diarahkan untuk mendukung hal tersebut. Belanja negara dalam APBN 2024
       tercatat Rp3.325,1 triliun. Sementara, alokasi anggaran infrastruktur dalam APBN 2024 sebesar
       Rp422,7 triliun. Nilai ini naik 5,8% dari proyeksi realisasi anggaran infrastruktur 2023 sebesar
       Rp399,6 triliun.
       Prospek pasar yang positif diharapkan dapat melukiskan gambaran optimis industri konstruksi
       Indonesia di tahun mendatang, menanamkan kepercayaan di antara para pemangku
       kepentingan pelaku industri dalam negeri. Untuk menyikapi agenda infrastruktur pada 2024
       yang moderat disambut Perseroan dengan strategi yang tepat untuk mempercepat pemulihan
       secara berkelanjutan.
       Pertumbuhan ekonomi global yang masih dalam tren perlambatan pada tahun 2023 akan sedikit
       membaik di tahun 2024. IMF memprediksi pertumbuhan ekonomi global melambat dari 3,5% di
       tahun 2022 menjadi 3,0% di tahun 2023, dan tetap stabil hingga tahun 2024. Sejalan dengan
       pertumbuhan ekonomi, pertumbuhan volume perdagangan global yang telah tumbuh sebesar
       5,2% (yoy) pada tahun 2022 akan melambat di tahun 2023 ke level 2,0% (yoy) dan rebound ke
       level 3,7% (yoy) di tahun 2024. Negara berkembang diharapkan menjadi penopang utama
       pemulihan ekonomi global tahun 2024 di tengah prospek ekonomi negara maju yang masih
       lemah. Sementara itu, inflasi global yang di tahun 2023 diproyeksikan menyentuh 6,8% akan
       mereda di tahun 2024 ke sekitar 5,2%.
       Tren moderasi inflasi dan berkurangnya agresivitas pengetatan moneter memberi ruang bagi
       pemulihan global di tahun 2024. Tekanan inflasi global yang sudah mereda sejak tahun 2023
       akan terus melanjutkan moderasi hingga tahun 2024. Namun demikian, inflasi yang persisten


Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk                           III-10
Page 33
       tinggi di atas target jangka menengah berpotensi masih terjadi di beberapa negara maju. Seiring
       dengan tekanan inflasi global yang terus mereda, agresivitas pengetatan moneter di tahun 2024
       akan mereda dan pelonggaran diperkirakan akan dilakukan oleh beberapa negara utama,
       termasuk AS. Dalam dot plot terkini The Fed (Juni 2023), terindikasi suku bunga acuan Fed Funds
       Rate (FFR) akan turun ke level 4,50% di akhir tahun 2024. Meskipun demikian, tingkat suku
       bunga acuan tersebut relatif masih tinggi dan akan bertahan tinggi (higher for longer) dalam
       beberapa periode ke depan akibat inflasi yang masih di atas target. Di sisi fiskal, berbagai negara
       utama terus berupaya untuk memberikan daya dukung bagi perekonomian. Kebijakan fiskal
       yang sangat akomodatif terus diimplementasikan Tiongkok khususnya untuk pemulihan sektor
       properti, sementara dukungan fiskal di negara AS dan Eropa cenderung lebih terbatas akibat
       menyempitnya ruang fiskal dan tekanan inflasi yang masih tinggi.
       Prospek perekonomian global masih dibayangi berbagai tantangan yang berat. Meskipun
       pandemi Covid-19 sudah mereda, namun scarring effect yang ditimbulkan belum sepenuhnya
       teratasi, termasuk tekanan inflasi yang masih tinggi akibat disrupsi rantai pasok dan juga konflik
       Rusia – Ukraina yang belum usai. Tingginya tekanan inflasi telah mendorong pengetatan
       kebijakan moneter di banyak negara, terutama di negara maju, yang berakibat pada ketatnya
       likuiditas dan meningkatnya volatilitas di sektor keuangan global. Berbagai tantangan
       menyebabkan semakin kompleksnya respons kebijakan yang harus dilakukan di banyak negara,
       yang berpotensi disruptif dan mengancam prospek pemulihan ekonomi global. Tantangan
       tersebut juga bisa berdampak negatif bagi arus investasi asing yang masuk ke Indonesia, tingkat
       harga dan suku bunga, serta kinerja ekonomi domestik.
       Dengan memperhatikan arah dan strategi kebijakan fiskal tahun 2024 yang didesain untuk
       mendorong reformasi struktural dalam rangka percepatan transformasi ekonomi yang inklusif
       dan berkelanjutan dengan tetap memperhatikan pembiayaan anggaran yang inovatif, prudent
       dan sustainable, defisit anggaran diperkirakan akan berada pada tingkat 2,29 persen terhadap
       PDB atau lebih rendah dari outlook 2023.
       Pada tahun 2024, anggaran infrastruktur difokuskan mendukung transformasi ekonomi untuk
       pemerataan pembangunan, dengan arah kebijakan yaitu:
        a.    Mempercepat pembangunan infrastruktur penggerak ekonomi (konektivitas dan
              transportasi, energi dan ketenagalistrikan, dan pangan);
        b.    Memprioritaskan penyediaan infrastruktur pelayanan dasar dan proyek-proyek.
        c.    Mendukung percepatan penyelesaian pembangunan Ibu Kota Nusantara (“IKN”) secara
              bertahap dan berkelanjutan;
        d.    Melakukan pemerataan dan penguatan akses Teknologi Informasi dan Komunikasi (“TIK”)
              yang mendukung transformasi digital; dan
        e.    Mendorong pemberdayaan partisipasi badan usaha melalui skema Kerja Sama Pemerintah
              dengan Badan Usaha (“KPBU”) dalam pembangunan infrastruktur.
        Berdasarkan hal tersebut diatas Perseroan masih berusaha dalam menjaga operasi bisnisnya
        sekalipun dihadapkan pada sejumlah tantangan sepanjang tahun 2023. Catatan itu didukung
        oleh penjualan Perseroan yang diperoleh sebesar Rp22,53 triliun yang mayoritasnya
        disumbangkan oleh proyek infrastruktur dan gedung. Kontribusi lainnya berasal dari proyek
        energi dan industrial plant, sektor industri, serta realty dan properti. Sampai dengan Desember
        2023, Perseroan mendapatkan kontrak baru sebesar Rp29,25 triliun sehingga total kontrak



Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk                             III-11
Page 34
        dihadapi sampai dengan Desember 2023 yaitu sebesar Rp73,90 triliun. Kontrak baru yang
        berhasil didapatkan di antaranya adalah LPG Refrigated Jawa Timur Tahap 2 sebesar Rp3,58
        triliun, Tol Japek Selatan Seksi II sebesar Rp1,62 triliun, Bendungan Cijurey sebesar Rp725 miliar
        dan proyek lainnya. Perseroan juga tengah fokus mengoptimalkan pemanfaatan teknologi
        digital. Saat ini, proses digitalisasi yang berlangsung di Perseroan telah mengubah secara
        signifikan cara kerja dari sisi perencanaan, proses pembangunan sampai pada monitoring dan
        evaluasi kinerja operasi dan keuangan proyek secara real time dan efektif.
        Untuk mengurangi tekanan utang berbunga yang membebani kinerja sekaligus memastikan
        kecukupan dana modal kerja operasi, di tahun 2023 Perseroan berinisiatif untuk melakukan
        restrukturisasi pinjaman perbankan di WIKA Induk. Skema penyelesaian utang melalui
        restrukturisasi telah disampaikan dan dikomunikasikan kepada kreditur yang terdiri dari Bank
        dan Institusi Keuangan, yaitu dengan mengajukan amandemen dan pemanjangan tenor utang
        yang direstrukturisasi serta penurunan tingkat suku bunga selama periode restrukturisasi.
       Dalam rangka mendukung pertumbuhan Perusahaan, WIKA memiliki beberapa strategi antara
       lain restrukturisasi keuangan, perbaikan tata kelola dan manajemen risiko, percepatan
       penagihan piutang bermasalah, asset recycling, perbaikan Portofolio Orderbook, penurunan
       operating expense, penurunan saldo pinjaman talangan supplier, serta penguatan struktur
       permodalan.

3.3. Alasan Dilakukannya Transaksi
     Alasan dilakukannya transaksi antara lain adalah:
     − Dengan dilakukannya transaksi, WIKA dapat mendukung program Kementerian Badan
         Usaha Milik Negara (BUMN) untuk akselerasi industri pariwisata dan perhotelan Indonesia
         dengan membentuk lndonesia Tourism Fund (ITF) untuk mengelola fasilitas pembiayaan
         dengan lebih fleksibel namun akuntabel, sehingga telah dilakukan pembentukan Tim
         Project Management Office (PMO) Percepatan Pendirian ITF sebagaimana termuat dalam
         Surat Keputusan Menteri BUMN No. SK-282/MBU11012023 tanggal 11 Oktober 2023,
         tentang Pembentukan Tim Percepatan Pendirian ITF yang telah dilakukan penyesuaian
         sebagaimana dimuat dalam Surat Keputusan Menteri BUMN No. SK-68/MBU 10312024
         tanggal 15 Maret 2024 tentang Pembentukan Tim Percepatan Pendirian ITF sehingga akan
         memberikan reputasi positif sebagai BUMN yang terus berkembang.
     − Dengan dilakukannya transaksi, Perseroan dapat mendukung WR sebagai entitas anak
         Perseroan untuk memperbaiki rasio solvabilitas WR.

3.4. Keuntungan Dan Kerugian Yang Bersifat Kualitatif Atas Transaksi Yang Akan Dilakukan
     Keuntungan Perseroan yang bersifat kualitatif adalah Perseroan dapat membantu ekosistem
     industri pariwisata dan perhotelan Indonesia sehingga Perseroan dapat memperoleh reputasi
     sebagai induk perusahaan yang profesional dalam mengelola group Perseroan.
       Kerugian Perseroan yang bersifat kualitatif atas transaksi yang dilakukan tidak ada.




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk                             III-12
Page 35
                                                      BAB IV
                                               ANALISIS KUANTITATIF

4.1. Penilaian Atas Potensi Pendapatan, Aset, Kewajiban dan Kondisi Keuangan
4.1.1. Penilaian Kinerja Historis
       Kinerja historis diperoleh dari laporan keuangan WIKA periode 31 Desember 2019 – 2023
       (audited) dan periode 31 Desember 2023 (audited) oleh KAP Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar
       & Rekan.
       Laporan Laba Rugi
        PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
        Laba Rugi (Rp.Juta)
                                                                                     Tahun
                            Uraian
                                                            2019         2020         2021         2022         2023
        PENDAPATAN BERSIH                                 27.212.914 16.536.382 17.809.718 21.480.792 22.530.356
        BEBAN POKOK PENDAPATAN                           (23.732.835) (15.011.596) (16.115.148) (19.278.402) (20.668.209)
        LABA KOTOR                                         3.480.079    1.524.785    1.694.570    2.202.390    1.862.146
        Beban usaha
          Umum dan administrasi                             (917.358)       (883.293)     (779.834)     (722.177)     (973.998)
          Penjualan                                          (13.185)        (11.276)       (8.579)       (4.762)      (10.271)
        LABA (RUGI) USAHA                                  2.549.536         630.216       906.156     1.475.451       877.878
        Pendapatan lain-lain                               1.182.571       3.067.647     1.471.688     1.557.288       697.835
        Beban lain-lain                                      (37.712)     (2.233.922)   (1.254.860)   (1.317.587)   (5.404.164)
        Beban keuangan                                      (884.252)     (1.221.502)   (1.157.284)   (1.371.878)   (3.206.109)
        Beban pajak penghasilan final                       (696.178)       (400.877)     (412.524)     (374.564)     (500.558)
        Bagian rugi entitas asosiasi                        (263.821)         (3.459)      (28.886)      (99.355)      (91.144)
        Bagian laba entitas ventura bersama                  939.112         472.172       672.373       306.726      (139.283)
        LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK                          2.789.256         310.276       196.664       176.081    (7.765.545)
        PAJAK                                               (168.241)         12.067        17.760      (163.494)      (58.994)
        LABA (RUGI) BERSIH                                 2.621.015         322.343       214.425        12.586    (7.824.539)
        Penghasilan Komprehensif Lain                        (93.096)        (20.775)       22.375         5.284       (74.396)
        LABA KOMPREHENSIF                                  2.527.919         301.567       236.800        17.871    (7.898.935)
                                         Rata-rata
        Rasio Profitabilitas
                                         2019-2023
        Margin Laba Kotor                     10,01%          12,79%          9,22%         9,51%        10,25%         8,27%
        Margin Laba Usaha                      5,81%           9,37%          3,81%         5,09%         6,87%         3,90%
        Margin Laba Sebelum Pajak             -4,08%          10,25%          1,88%         1,10%         0,82%       -34,47%
        Margin Laba Bersih                    -4,38%           9,63%          1,95%         1,20%         0,06%       -34,73%
       Sumber : Laporan Keuangan tahun 2019 – 2023 (audited)




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk                                                   IV-1
Page 36
       Laporan laba rugi yang telah disesuaikan pencatatannya yang meliputi EBITDA adalah sebagai
       berikut:
        PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
        Laba Rugi Penyesuaian (Rp.Juta)
                                                                                          Tahun
                            Uraian
                                                            2019         2020         2021         2022         2023
        PENDAPATAN BERSIH                                 27.212.914 16.536.382 17.809.718 21.480.792 22.530.356
        BEBAN POKOK PENDAPATAN                           (23.212.681) (14.496.897) (14.889.974) (18.787.282) (20.177.090)
        LABA KOTOR                                         4.000.233    2.039.485    2.919.744    2.693.509    2.353.266
        Beban usaha
          Umum dan administrasi                             (917.358)        (883.293)     (779.834)     (722.177)      (973.998)
          Penjualan                                          (13.185)         (11.276)       (8.579)       (4.762)       (10.271)
        EBITDA                                             3.069.690        1.144.916     2.131.331     1.966.570      1.368.997
        Depresiasi                                          (520.154)        (514.699)   (1.225.174)     (491.120)      (491.120)
        EBIT                                               2.549.536          630.216       906.156     1.475.451        877.878
        Pendapatan lain-lain                               1.182.571        3.067.647     1.471.688     1.557.288        697.835
        Beban lain-lain                                      (37.712)      (2.233.922)   (1.254.860)   (1.317.587)    (5.404.164)
        Beban keuangan                                      (884.252)      (1.221.502)   (1.157.284)   (1.371.878)    (3.206.109)
        Beban pajak penghasilan final                       (696.178)        (400.877)     (412.524)     (374.564)      (500.558)
        Bagian rugi entitas asosiasi                        (263.821)          (3.459)      (28.886)      (99.355)       (91.144)
        Bagian laba entitas ventura bersama                  939.112          472.172       672.373       306.726       (139.283)
        EBT                                                2.789.256          310.276       196.664       176.081     (7.765.545)
        PAJAK                                               (168.241)          12.067        17.760      (163.494)       (58.994)
        LABA BERSIH (EAT)                                  2.621.015          322.343       214.425        12.586     (7.824.539)
                                         Rata-rata
        Rasio Profitabilitas
                                         2019-2023
        EBITDA/Sales                           9,08%          11,28%           6,92%         11,97%        9,16%          6,08%
        EBIT/Sales                             5,81%           9,37%           3,81%          5,09%        6,87%          3,90%
        EBT/Sales                             -4,08%          10,25%           1,88%          1,10%        0,82%        -34,47%
        EAT/Sales                             -4,38%           9,63%           1,95%          1,20%        0,06%        -34,73%

       Analisis vertikal laporan laba rugi penyesuaian adalah sebagai berikut:
        Analisis Vertikal Laba Rugi Penyesuaian
                                                                                 Tahun
                                                                                                                      Rata-rata
                          Uraian
                                                       2019         2020          2021         2022        2023       2019-2023

        PENDAPATAN BERSIH                              100,00%       100,00%       100,00%     100,00%      100,00%      100,00%
        BEBAN POKOK PENDAPATAN                         -85,30%       -87,67%       -83,61%     -87,46%      -89,56%      -86,72%
        LABA KOTOR                                      14,70%        12,33%        16,39%      12,54%       10,44%       13,28%
        Beban usaha
          Umum dan administrasi                         -3,37%        -5,34%        -4,38%        -3,36%     -4,32%       -4,16%
          Penjualan                                     -0,05%        -0,07%        -0,05%        -0,02%     -0,05%       -0,05%
        EBITDA                                          11,28%         6,92%        11,97%         9,16%      6,08%        9,08%
        Depresiasi                                      -1,91%        -3,11%        -6,88%        -2,29%     -2,18%       -3,27%
        EBIT                                             9,37%         3,81%         5,09%         6,87%      3,90%        5,81%
        Pendapatan lain-lain                             4,35%        18,55%         8,26%         7,25%      3,10%        8,30%
        Beban lain-lain                                 -0,14%       -13,51%        -7,05%        -6,13%    -23,99%      -10,16%
        Beban keuangan                                  -3,25%        -7,39%        -6,50%        -6,39%    -14,23%       -7,55%
        Beban pajak penghasilan final                   -2,56%        -2,42%        -2,32%        -1,74%     -2,22%       -2,25%
        Bagian rugi entitas asosiasi                    -0,97%        -0,02%        -0,16%        -0,46%     -0,40%       -0,40%
        Bagian laba entitas ventura bersama              3,45%         2,86%         3,78%         1,43%     -0,62%        2,18%
        EBT                                             10,25%         1,88%         1,10%         0,82%    -34,47%       -4,08%
        PAJAK                                           -0,62%         0,07%         0,10%        -0,76%     -0,26%       -0,29%
        LABA BERSIH (EAT)                                9,63%         1,95%         1,20%         0,06%    -34,73%       -4,38%
        Penghasilan Komprehensif Lain                   -0,34%        -0,13%         0,13%         0,02%     -0,33%       -0,13%
        LABA KOMPREHENSIF                                9,29%         1,82%         1,33%         0,08%    -35,06%       -4,51%




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk                                                     IV-2
Page 37
       Analisis horizontal laba rugi penyesuaian adalah sebagai berikut:
        Analisis Horizontal Laba Rugi Penyesuaian
                                                                               Tahun                               Rata-rata
                          Uraian
                                                       2019         2020       2021        2022         2023       2019-2023

        PENDAPATAN BERSIH                                     n/a    -39,23%     7,70%      20,61%         4,89%       -1,51%
        BEBAN POKOK PENDAPATAN                                n/a    -37,55%     2,71%      26,17%         7,40%       -0,32%
        LABA KOTOR                                            n/a    -49,02%    43,16%      -7,75%       -12,63%       -6,56%
        Beban usaha
          Umum dan administrasi                               n/a     -3,71%    -11,71%      -7,39%       34,87%        3,01%
          Penjualan                                           n/a    -14,48%    -23,91%     -44,49%      115,67%        8,20%
        EBITDA                                                n/a    -62,70%     86,16%      -7,73%      -30,39%       -3,67%
        Depresiasi                                            n/a     -1,05%    138,04%     -59,91%        0,00%       19,27%
        EBIT                                                  n/a    -75,28%     43,78%      62,83%      -40,50%       -2,29%
        Pendapatan lain-lain                                  n/a    159,40%    -52,03%       5,82%      -55,19%       14,50%
        Beban lain-lain                                       n/a   5823,60%    -43,83%       5,00%      310,16%     1523,73%
        Beban keuangan                                        n/a     38,14%     -5,26%      18,54%      133,70%       46,28%
        Beban pajak penghasilan final                         n/a    -42,42%      2,91%      -9,20%       33,64%       -3,77%
        Bagian rugi entitas asosiasi                          n/a    -98,69%    735,10%     243,96%       -8,26%      218,03%
        Bagian laba entitas ventura bersama                   n/a    -49,72%     42,40%     -54,38%     -145,41%      -51,78%
        EBT                                                   n/a    -88,88%    -36,62%     -10,47%    -4510,21%    -1161,54%
        PAJAK                                                 n/a   -107,17%     47,18%   -1020,56%      -63,92%     -286,12%
        LABA BERSIH (EAT)                                     n/a    -87,70%    -33,48%     -94,13%   -62266,44%   -15620,44%
        Penghasilan Komprehensif Lain                         n/a    -77,68%   -207,70%     -76,38%    -1507,83%     -467,40%
        LABA KOMPREHENSIF                                     n/a    -88,07%    -21,48%     -92,45%   -44300,07%   -11125,52%

       Berdasarkan analisis horizontal laba rugi penyesuaian, pertumbuhan pendapatan bersih
       Perseroan selama tahun 2019 – 2023 cenderung fluktuatif dengan rata-rata pertumbuhan
       negatif sebesar -1,51%. Kemudian, berdasarkan analisis vertikal laba rugi penyesuaian, beban
       pokok pendapatan cenderung berfluktuasi dari 85,30% terhadap pendapatan di tahun 2019
       menjadi 89,56% pada tahun 2023.




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk                                                 IV-3
Page 38
       Laporan Posisi Keuangan
        PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
        Posisi Keuangan (Rp.Juta)
                                                                                             Tahun
                                Uraian
                                                                   2019         2020          2021          2022          2023
        ASET
        Aset Lancar
        Kas dan setara kas                                        10.346.734   14.951.761     6.983.870     5.669.693     3.233.071
        Piutang usaha                                              4.461.896    2.175.553     2.266.835     2.828.398     3.310.322
        Piutang retensi                                            1.747.515    1.649.588     1.256.818     1.264.153     1.572.096
        Tagihan bruto pemberi kerja                               11.043.029    8.356.967     4.067.667     4.537.979     2.463.049
        Persediaan                                                 6.854.730    9.813.054    10.934.221    12.012.496    11.411.412
        Piutang yang belum ditagih                                 2.155.277    2.301.754     2.214.485     1.316.134       754.219
        Piutang lain-lain - bag. lancar                            2.041.103    4.826.182     1.083.748     1.309.839       299.796
        Uang muka - bag. lancar                                      995.191      862.323       773.692     1.095.052       879.097
        Jaminan usaha                                                105.823       97.722       111.047       339.808       342.873
        Aset keuangan                                                    -            -             -             -             -
        Pajak dibayar dimuka                                       1.694.631    2.139.156     1.724.203     1.547.098     1.567.878
        Biaya dibayar dimuka                                         889.544      806.886       929.061     1.280.008       965.398
        Pekerjaan dalam proses                                           -            -       4.840.988     6.434.138     4.002.444
        Jumlah Aset Lancar                                        42.335.472   47.980.946    37.186.634    39.634.795    30.801.656
        Aset Tidak Lancar
        Aset tetap
           Nilai perolehan                                         7.213.672    7.727.439    12.614.919    12.579.010    12.821.067
           Akumulasi penyusutan                                    2.059.138    2.556.883     3.782.057     4.273.176     4.705.367
           Nilai buku                                              5.154.534    5.170.557     8.832.862     8.305.834     8.115.700
        Piutang usaha - bag. tidak lancar                                -            -             -             -             -
        Piutang lain-lain - bag. tidak lancar                      2.716.989          -             -             -             -
        Piutang belum ditagih - bag. tidak lancar                        -            -             -             -             -
        Uang muka - bag. tidak lancar                                280.000      280.000     3.885.355           -             -
        Aset real estat                                            1.181.772    1.215.038     2.033.627     2.081.813     2.103.448
        Investasi pada entitas asosiasi                            1.257.123    1.709.108     1.864.824     2.059.784     1.854.701
        Investasi pada ventura bersama                             3.761.023    4.622.540     6.371.991    11.636.485    12.022.212
        Properti investasi - neto                                  1.963.939    2.022.806     1.919.753     1.978.947     1.308.364
        Aset kerjasama operasi                                           -            -         422.499       920.306       267.839
        Goodwill                                                       4.847        4.847         4.847         4.847         4.847
        Investasi jangka panjang lainnya                             583.456      781.391     1.044.858     1.010.545     1.029.675
        Aset takberwujud                                           2.394.490    3.864.332     5.128.200     6.484.152     7.601.854
        Aset pajak tangguhan                                          38.149       63.689        90.880        68.072        32.193
        Aset lain-lain                                               439.054      393.931       599.463       884.027       838.747
        Jumlah Aset Tidak Lancar                                  19.775.375   20.128.239    32.199.160    35.434.810    35.179.580
        JUMLAH ASET                                               62.110.847   68.109.185    69.385.794    75.069.604    65.981.236
        LIABILITAS DAN EKUITAS
        Liabilitas Jangka Pendek
        Pinjaman jangka pendek                                     5.108.850   15.363.351    14.089.945    14.782.733    17.613.134
        Utang usaha                                               12.762.368   14.241.491    12.824.151    12.816.199     9.339.844
        Utang lain-lain                                               88.037      475.183     1.221.329     1.224.052       942.284
        Kewajiban bruto pemberi kerja                                    -            -             -             -             -
        Utang pajak                                                  404.838      329.076       409.939       367.499       757.471
        Uang muka dari pelanggan jangka pendek                       862.718    1.495.257       645.718       297.056       602.423
        Beban akrual                                               9.743.758    6.503.697     5.776.223     5.731.970     5.399.695
        Pendapatan diterima dimuka                                   300.036      111.220        93.115       196.106       294.179
        Bagian jangka pendek dari:
           Pinjaman jangka menengah                                  750.000    5.605.000     1.345.000       255.000     1.545.000
           Liabilitas sewa                                            78.850       44.194       100.152        73.170        44.130
           Pinjaman jangka panjang                                   250.000          -         463.998       391.546       189.334
           Obligasi                                                      -            -             -             -       1.066.000
           Sukuk mudharabah                                              -            -             -             -         643.800
        Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                           30.349.457   44.168.468    36.969.570    36.135.331    38.437.294
        Liabilitas Jangka Panjang
        Liabilitas imbalan paska kerja                               243.213      180.733       219.811       163.441       269.871
        Liabilitas pajak tangguhan                                   171.749       98.483        91.021       116.144        77.043
        Uang muka dari pelanggan jangka panjang                          -            -         317.844       448.831       239.959
        Uang muka proyek jangka panjang                            2.664.565    1.434.956     1.262.797     2.001.511     1.390.092
        Utang lain-lain                                              573.881      304.164       124.514       129.491       108.252
        Bagian jangka panjang dikurangi bagian
        jangka   pendek:
           Pinjaman    jangka menengah                             7.351.873    1.789.410       545.000     1.545.000       235.000
           Liabilitas sewa                                           166.955      116.620       248.981       178.933       110.643
           Pinjaman jangka panjang                                 1.373.421    1.367.695     4.186.190     4.730.088     5.723.225
        Utang ventura bersama                                            -            -         528.702       681.250        77.287
        Obligasi                                                         -      1.491.232     5.706.287     8.664.562     7.602.943
        Sukuk mudharabah                                                 -        500.000     1.750.000     2.781.815     2.138.015
        Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                          12.545.657    7.283.292    14.981.147    21.441.067    17.972.329
        JUMLAH LIABILITAS                                         42.895.114   51.451.760    51.950.717    57.576.398    56.409.623
        Ekuitas
        Modal saham                                                  896.995      896.995       896.995       896.995       896.995
        Modal saham diperoleh kembali                                    -           (110)         (110)         (110)         (110)
        Tambahan modal disetor                                     6.556.306    6.555.499     6.555.499     6.555.499     6.555.499
        Perubahan ekuitas entitas anak                             1.190.672    1.238.084     1.137.690     1.139.038     1.121.143
        Saldo (defisit) laba                                       7.261.130    4.390.063     4.457.009     4.372.391    (2.823.649)
        Surat berharga perpetual                                     597.600      597.600           -             -             -
        Kepentingan non pengendali                                 2.713.030    2.979.294     4.387.995     4.529.394     3.821.735
        Jumlah Ekuitas                                            19.215.733   16.657.425    17.435.078    17.493.206     9.571.613
        JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                             62.110.847   68.109.185    69.385.794    75.069.604    65.981.236
                                                    Rata-rata
        Rasio Likuiditas dan Solvabilitas
                                                    2019-2023
        Current Ratio                                  107,71%      139,49%      108,63%       100,59%       109,68%        80,13%
        Debt to Equity Ratio                           349,71%      223,23%      308,88%       297,97%       329,14%       589,34%
        Debt to Asset Ratio                              76,33%      69,06%       75,54%        74,87%        76,70%        85,49%

       Sumber : Laporan Keuangan tahun 2019 – 2023 (audited)



Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk                                                            IV-4
Page 39
       Laporan Arus Kas
        PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
        Laporan Arus Kas (Rp.Juta)
                                                                                                      Tahun
                                  Uraian
                                                                       2019           2020             2021           2022           2023
        ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
        Penerimaan kas dari pelanggan                                 25.418.730 19.238.418 13.865.691 22.163.558 23.763.968
        Pembayaran kepada pemasok                                    (21.756.257) (16.185.826) (15.610.594) (23.028.964) (24.598.626)
        Pembayaran kepada direksi dan karyawan                        (1.659.168) (1.804.821) (1.571.681) (1.754.577) (1.649.915)
        Penerimaan (pembayaran) pajak-pajak                             (501.990) (1.106.492)     (762.103)    (335.280)    (562.392)
        Penerimaan restitusi pajak                                           -            -        338.642       73.668      151.731
        Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) untuk Aktivitas Operasi       1.501.315      141.279   (3.740.044) (2.881.595) (2.895.234)
        ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
        Penambahan aset takberwujud                                   (1.680.166)   (2.369.202)     (1.266.288)     (1.236.338)    (1.221.363)
        Pengembalian (penambahan) jaminan usaha                             (722)        8.101         (13.325)       (228.761)         (3.066)
        Pembelian aset tetap                                          (1.058.279)     (652.239)       (596.714)       (176.469)      (164.644)
        Penjualan aset tetap                                                 -             -               -                -            2.098
        Penambahan properti investasi                                    (16.891)     (159.068)         (1.887)             -              -
        Penjualan aset kerjasama operasi                                     -             -               -                -         644.813
        Penambahan aset kerjasama operasi                                    -             -          (155.775)       (112.957)            -
        Penempatan saham pada entitas asosiasi                          (381.595)      (65.830)        (82.651)       (132.591)            -
        Penjualan saham pada entitas asosiasi                            872.465           -           100.480              -              -
        Penambahan pinjaman jangka panjang kepada entitas asosiasi      (635.951)     (922.524)        (18.798)       (280.596)         80.422
        Pengembalian setoran modal entitas asosiasi                          -             -               -                -           50.000
        Pengembalian (penambahan) investasi ventura bersama           (1.008.745)     (389.345)       (548.376)        278.854       (645.561)
        Penjualan saham pada investasi lainnya                               -             -               -           239.087             -
        Penambahan uang muka investasi                                   (97.222)     (111.190)            -        (1.503.624)        (10.000)
        Penjualan saham pada entitas anak                                                                              192.000             -
        Pengembalian (penambahan) aset lain-lain                       (300.709)        36.391          (26.351)         11.147        (11.936)
        Penambahan aset real estat                                     (949.989)      (154.293)             -               -              -
        Penambahan tanah untuk pengembangan                                  -             -          (813.745)         (91.202)       (74.669)
        Penambahan tanah yang sedang dikembangkan                      (200.908)      (292.546)       (329.368)       (124.738)            -
        Penerimaan bunga                                                216.028        173.807         107.023       1.310.226          34.360
        Penambahan investasi lainnya                                     (24.188)     (161.642)         (65.273)      (111.079)        (16.500)
        Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) untuk Aktivitas Investasi   (5.266.871)    (5.059.580)     (3.711.048)     (1.967.043)    (1.336.045)
        ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
        Pinjaman jangka pendek
          Penerimaan pinjaman                                         20.535.469 23.839.153                -          692.788      3.007.314
          Pembayaran pinjaman                                        (19.626.651) (13.584.652)      (1.273.405)           -              -
        Pinjaman jangka menengah
          Penerimaan pinjaman                                         2.000.000            -               -               -              -
          Pembayaran pinjaman                                          (250.000)      (750.000)     (5.599.410)        (90.000)       (20.000)
        Pinjaman Jangka panjang
          Penerimaan pinjaman                                          1.002.115       243.111       3.270.377         827.859        951.718
          Pembayaran pinjaman                                         (2.181.974)     (498.837)       (440.455)       (356.412)      (337.707)
        Pinjaman jangka panjang
          Penerimaan obligasi                                                -        1.500.000       4.250.000      2.954.880             -
          Pembayaran liabilitas sewa                                      (5.123)        (84.992)        (95.167)       (97.030)       (97.331)
        Pembayaran utang sewa pembiayaan                                     -               -               -              -              -
        Penerimaan sukuk mudharabah                                          -          500.000       1.250.000      1.031.815             -
        Pembayaran biaya emisi obligasi                                      -            (8.768)        (38.161)       (36.958)           -
        Pembayaran biaya sukuk mudharabah                                    -            (2.923)        (14.437)       (11.803)           -
        Penerimaan surat berharga perpetual                                  -               -         (600.000)            -              -
        Penjualan modal saham diperoleh kembali                           10.858             -               -              -              -
        Penambahan saham entitas anak                                     67.612        159.845              -              -              -
        Pembayaran dividen perusahaan                                  (346.052)       (457.008)             -              -              -
        Pembayaran dividen entitas anak                                (103.946)         (91.562)        (21.720)       (16.057)       (22.649)
        Pembayaran bunga perpetual                                       (63.000)        (63.000)        (63.000)           -              -
        Setoran modal dari entitas non pengendali                            -               -             8.600            -              -
        Modal saham diperoleh kembali                                        -              (918)            -              -              -
        Pembayaran bunga pinjaman                                      (884.252)     (1.221.502)     (1.157.284)    (1.371.878)    (1.675.221)
        Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) untuk Aktivitas Pendanaan      155.057       9.477.948        (524.062)     3.527.203      1.806.126
        KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS & SETARA KAS                 (3.610.499)      4.559.647     (7.975.154)     (1.321.435)    (2.425.153)
        KAS & SETARA KAS AWAL TAHUN                                  13.973.766     10.346.734      14.951.761       6.983.870      5.669.693
        Pengaruh perubahan kurs mata uang asing                          (16.533)         45.380           7.262          7.259        (11.469)
        KAS & SETARA KAS AKHIR TAHUN                                 10.346.734     14.951.761        6.983.870      5.669.693      3.233.071
       Sumber : Laporan Keuangan tahun 2019 – 2023 (audited)




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk                                                                  IV-5
Page 40
       Pendapatan
       Komposisi pendapatan berdasarkan segmen pendapatan dalam tahun 2019 – 2023 adalah
       sebagai berikut:
        PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
        Komposisi Pendapatan Berdasarkan Segmen Pendapatan
                                                                           Tahun                                 Rata-rata
                     Uraian
                                               2019          2020           2021         2022         2023       2019-2023
        Komposisi Pendapatan
        (%)
          Infrastruktur dan Gedung              64,62%        51,36%         52,95%       50,24%       52,63%       54,36%
          Industri Beton                        15,71%        30,61%         25,83%       26,49%       22,27%       24,18%
          Energi dan Industrial Plant           14,37%        14,81%         18,61%       18,04%       18,20%       16,81%
          Hotel                                  0,00%         0,00%          1,28%        3,30%        3,86%        1,69%
          Realty dan Properti                    5,29%         3,22%          1,29%        1,05%        2,66%        2,70%
          Investasi                              0,00%         0,00%          0,04%        0,89%        0,37%        0,26%
          Jumlah                               100,00%       100,00%        100,00%      100,00%      100,00%      100,00%
        (Rp.Juta)
          Infrastruktur dan Gedung         17.585.246      8.492.522       9.430.244   10.792.249   11.857.978
          Industri Beton                    4.276.293      5.061.921       4.601.080    5.689.399    5.017.322
          Energi dan Industrial Plant       3.911.782      2.448.889       3.313.902    3.875.611    4.101.581
          Hotel                                   -              -           228.179      708.176      869.199
          Realty dan Properti               1.439.594        533.049         229.717      224.896      600.410
          Investasi                               -              -             6.597      190.460       83.865
          Jumlah                           27.212.914     16.536.382      17.809.718   21.480.792   22.530.356

       Komposisi pendapatan Perseroan terdiri atas penjualan infrastruktur dan gedung, industri
       beton, energi dan industrial plant, hotel, realty dan properti dan investasi. Selama tahun 2019 –
       2023 komposisi pendapatan didominasi oleh pendapatan infrastruktur dan gedung dengan rata-
       rata terhadap seluruh pendapatan sebesar 54,36% diikuti oleh pendapatan industri beton
       dengan rata-rata sebesar 24,18%, pendapatan energi dan industrial plant dengan rata-rata
       sebesar 16,81%, pendapatan realty dan properti dengan rata-rata sebesar 2,70%, pendapatan
       hotel sebesar 1,69% dan pendapatan investasi dengan rata-rata sebesar 0,26%. Tahun 2022,
       komposisi pendapatan Perseroan terdiri dari pendapatan atas infrastruktur dan gedung dengan
       sebesar 50,24% diikuti oleh pendapatan industri beton sebesar 26,49%, pendapatan energi dan
       industrial plant sebesar 18,04%, pendapatan realty dan properti sebesar 1,05%, pendapatan
       hotel sebesar 3,30% dan pendapatan investasi sebesar 0,89%. Tahun 2023, komposisi
       pendapatan Perseroan terdiri dari pendapatan atas infrastruktur dan gedung dengan sebesar
       52,63% diikuti oleh pendapatan industri beton sebesar 22,27%, pendapatan energi dan
       industrial plant sebesar 18,20%, pendapatan realty dan properti sebesar 2,66%, pendapatan
       hotel sebesar 3,86% dan pendapatan investasi sebesar 0,37%.
       Pertumbuhan pendapatan berdasarkan segmen pendapatan dalam tahun 2019 – 2023 adalah
       sebagai berikut:
        Pertumbuhan Pendapatan Berdasarkan Segmen Pendapatan
                                                          Tahun                                                  Rata-rata
                     Uraian
                                      2019     2020        2021                          2022         2023       2019-2023
        (%)
          Infrastruktur dan Gedung         n/a  -51,71%      11,04%                       14,44%        9,87%       -4,09%
          Industri Beton                   n/a   18,37%      -9,10%                       23,65%      -11,81%        5,28%
          Energi dan Industrial Plant      n/a  -37,40%      35,32%                       16,95%        5,83%        5,18%
          Hotel                            n/a       n/a         n/a                     210,36%       22,74%      116,55%
          Realty dan Properti              n/a  -62,97%     -56,91%                       -2,10%      166,97%       11,25%
          Investasi                        n/a       n/a         n/a                    2787,16%      -55,97%     1365,60%
          Jumlah                           n/a  -39,23%       7,70%                       20,61%        4,89%       -1,51%



Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk                                                IV-6
Page 41
       Perseroan mencatatkan pendapatan tahun 2019 sebesar Rp 27.212.914 juta. Pada tahun 2020,
       pertumbuhan pendapatan Perseroan menurun -39,23% menjadi Rp 16.536.382 juta. Tahun
       2021, pertumbuhan pendapatan meningkat 7,70% sehingga total pendapatan menjadi Rp
       17.809.718 juta. Pada tahun 2022, pertumbuhan pendapatan kembali meningkat 20,61%
       menjadi Rp 21.480.792 juta. Pada tahun 2023, pertumbuhan pendapatan kembali mengalami
       peningkatan 4,89% menjadi Rp 22.530.356 juta.
       Aset
       Perkembangan komposisi aset perusahaan dalam tahun 2019 – 2023 adalah sebagai berikut:
        Komposisi Aset
                                                                           Tahun                                 Rata-rata
                     Uraian
                                               2019           2020          2021         2022         2023       2019-2023
        (%)
        Aset Lancar                             68,16%         70,45%        53,59%       52,80%       46,68%       58,34%
        Aset Tidak Lancar                       31,84%         29,55%        46,41%       47,20%       53,32%       41,66%
          Jumlah                               100,00%        100,00%       100,00%      100,00%      100,00%      100,00%
        (Rp.Juta)
        Aset Lancar                        42.335.472       47.980.946    37.186.634   39.634.795   30.801.656
        Aset Tidak Lancar                  19.775.375       20.128.239    32.199.160   35.434.810   35.179.580
          Jumlah                           62.110.847       68.109.185    69.385.794   75.069.604   65.981.236

       Pada tahun 2019 – 2023, mayoritas komposisi aset Perseroan berupa aset lancar dengan rata-
       rata proporsi terhadap total aset sebesar 58,34% aset tidak lancar dan 41,66% aset tidak lancar.
       Komposisi aset lancar terbesar berupa persediaan, sedangkan komposisi aset tidak lancar
       didominasi utamanya oleh investasi pada ventura bersama. Pada tahun 2022, komposisi aset
       Perseroan terdiri dari 52,80% aset lancar dan 47,20% aset tidak lancar. Di tahun 2023, komposisi
       aset Perseroan terdiri dari 46,68% aset lancar dan 53,32% aset tidak lancar.
       Selanjutnya, pertumbuhan aset perusahaan disajikan sebagai berikut:
        Pertumbuhan Aset
                                                                           Tahun                                 Rata-rata
                     Uraian
                                               2019           2020          2021         2022         2023       2019-2023
        (%)
        Aset Lancar                                   n/a      13,34%        -22,50%       6,58%       -22,29%      -6,22%
        Aset Tidak Lancar                             n/a       1,78%         59,97%      10,05%        -0,72%      17,77%
          Jumlah                                      n/a       9,66%          1,87%       8,19%       -12,11%       1,90%

       Selama tahun 2019 – 2023, pertumbuhan aset Perseroan cenderung fluktuatif dengan tingkat
       pertumbuhan rata-rata sebesar 1,90%. Di tahun 2019, Perseroan membukukan aset sebesar Rp
       62.110.847 juta yang terdiri Rp 42.335.472 juta aset lancar dan Rp 19.775.375 juta aset tidak
       lancar, hingga tahun 2023 aset Perseroan menjadi Rp 65.981.236 juta yang terdiri dari Rp
       30.801.656 juta aset lancar dan Rp 35.179.580 juta aset tidak lancar.
       Liabilitas
       Perkembangan komposisi liabilitas dalam tahun 2019 – 2023 adalah sebagai berikut:
        Komposisi Liabilitas
                                                                           Tahun                                 Rata-rata
                     Uraian
                                               2019           2020          2021         2022         2023       2019-2023
        (%)
        Liabilitas Jangka Pendek                70,75%         85,84%        71,16%       62,76%       68,14%       71,73%
        Liabilitas Jangka Panjang               29,25%         14,16%        28,84%       37,24%       31,86%       28,27%
           Jumlah                              100,00%        100,00%       100,00%      100,00%      100,00%      100,00%
        (Rp.Juta)
        Liabilitas Jangka Pendek           30.349.457       44.168.468    36.969.570   36.135.331   38.437.294
        Liabilitas Jangka Panjang          12.545.657        7.283.292    14.981.147   21.441.067   17.972.329
           Jumlah                          42.895.114       51.451.760    51.950.717   57.576.398   56.409.623



Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk                                                IV-7
Page 42
       Pada tahun 2019 – 2023, komposisi liabilitas Perseroan rata-rata didominasi oleh liabilitas
       jangka pendek dengan rata-rata proporsi terhadap total liabilitas sebesar 71,73% diikuti liabilitas
       jangka panjang sebesar 28,27%. Komposisi liabilitas jangka pendek didominasi utamanya oleh
       pinjaman jangka pendek, sedangkan komposisi liabilitas jangka panjang terbesar berupa
       obligasi. Pada tahun 2022, komposisi liabilitas Perseroan terdiri dari 62,76% liabilitas jangka
       pendek dan 37,24% liabilitas jangka panjang. Di tahun 2023, komposisi liabilitas Perseroan
       terdiri dari 68,14% liabilitas jangka pendek dan 31,86% liabilitas jangka panjang.
       Selanjutnya, pertumbuhan liabilitas Perseroan disajikan sebagai berikut:
        Pertumbuhan Liabilitas
                                                                          Tahun                         Rata-rata
                     Uraian
                                               2019          2020          2021     2022      2023      2019-2023
        (%)
        Liabilitas Jangka Pendek                      n/a      45,53%     -16,30%    -2,26%     6,37%       8,34%
        Liabilitas Jangka Panjang                     n/a     -41,95%     105,69%    43,12%   -16,18%      22,67%
           Jumlah                                     n/a      19,95%       0,97%    10,83%    -2,03%       7,43%

       Selama tahun 2019 – 2023, pertumbuhan liabilitas Perseroan cenderung fluktuatif dengan
       tingkat pertumbuhan liabilitas rata-rata sebesar 7,43%. Tahun 2019, Perseroan membukukan
       liabilitas sebesar Rp 42.895.114 juta. Tahun 2020, pertumbuhan liabilitas Perseroan meningkat
       sebesar 19,95% sehingga total liabilitas menjadi Rp 51.451.760 juta. Di tahun 2021,
       pertumbuhan liabilitas Perseroan kembali meningkat 0,97% menjadi Rp 51.950.717 juta. Tahun
       2022, pertumbuhan liabilitas Perseroan kembali mengalami peningkatan 10,83% sehingga total
       liabilitas menjadi Rp 57.576.398 juta. Di tahun 2023, pertumbuhan liabilitas Perseroan menurun
       -2,03% sehingga total liabilitas menjadi Rp 56.409.623 juta.
       Penilaian Arus Kas
       Di tahun 2019, Perseroan memperoleh kas dari aktivitas operasi sebesar Rp 1.501.315 juta yang
       utamanya berasal dari penerimaan kas dari pelanggan. Pada tahun 2020, Perseroan
       memperoleh kas dari aktivitas operasi sebesar Rp 141.279 juta yang utamanya berasal dari
       penerimaan kas dari pelanggan. Di tahun 2021, Perseroan menggunakan kas untuk aktivitas
       operasi sebesar Rp 3.740.044 juta yang utamanya disebabkan oleh pembayaran kepada
       pemasok. Pada tahun 2022, Perseroan menggunakan kas untuk aktivitas operasi sebesar Rp
       2.881.595 juta utamanya untuk pembayaran kepada pemasok. Tahun 2023, Perseroan
       menggunakan kas untuk aktivitas operasi sebesar Rp 2.895.234 juta utamanya untuk
       pembayaran kepada pemasok.
       Selanjutnya tahun 2019, Perseroan menggunakan kas untuk aktivitas investasi sebesar Rp
       5.266.871 juta utamanya untuk penambahan aset takberwujud. Pada tahun 2020, Perseroan
       menggunakan kas untuk aktivitas investasi sebesar Rp 5.059.580 juta utamanya untuk
       penambahan aset takberwujud. Pada tahun 2021, Perseroan menggunakan kas untuk aktivitas
       investasi sebesar Rp 3.711.048 juta utamanya untuk penambahan aset takberwujud. Di tahun
       2022, Perseroan menggunakan kas untuk aktivitas investasi sebesar Rp 1.967.043 juta utamanya
       untuk penambahan uang muka investasi. Tahun 2023, Perseroan menggunakan kas untuk
       aktivitas investasi sebesar Rp 1.336.045 juta utamanya untuk penambahan aset takberwujud.
       Tahun 2019, Perseroan memperoleh kas dari aktivitas pendanaan sebesar Rp 155.057 juta
       utamanya berasal dari penerimaan pinjaman jangka pendek. Pada tahun 2020, Perseroan
       memperoleh kas dari aktivitas pendanaan sebesar Rp 9.477.948 juta utamanya berasal dari
       penerimaan pinjaman jangka pendek. Di tahun 2021, Perseroan menggunakan kas untuk


Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk                                       IV-8
Page 43
       aktivitas pendanaan sebesar Rp 524.062 juta utamanya untuk pembayaran pinjaman jangka
       menengah. Tahun 2022, Perseroan memperoleh kas dari aktivitas pendanaan sebesar Rp
       3.527.203 juta utamanya berasal dari penerimaan obligasi pinjaman jangka panjang. Tahun
       2023, Perseroan memperoleh kas dari aktivitas pendanaan sebesar Rp 1.806.126 juta utamanya
       berasal dari penerimaan pinjaman jangka pendek.
       Kas Perseroan di tahun 2019 tercatat sebesar Rp 10.346.734 juta yang utamanya berasal dari
       kas awal tahun dan kas aktivitas operasi yang positif. Di tahun 2020 kas Perseroan meningkat
       44,51% menjadi Rp 14.951.761 juta yang disebabkan oleh perolehan kas dari aktivitas
       pendanaan. Tahun 2021 kas Perseroan mengalami penurunan -53,29% menjadi Rp 6.983.870
       juta yang utamanya karena kas aktivitas pendanaan yang negatif. Pada tahun 2022 kas
       Perseroan kembali menurun -18,82% menjadi Rp 5.669.693 juta yang utamanya karena kas
       aktivitas operasi yang negatif. Tahun 2023 kas Perseroan mengalami penurunan -42,98%
       menjadi Rp 3.233.071 juta yang utamanya disebabkan oleh arus kas aktivitas operasi negatif.
       Saldo kas pada setiap tahun selalu positif karena kebutuhan kas untuk operasi dan investasi
       disesuaikan dengan pendanaannya.
4.1.2. Analisis Rasio Keuangan
       Rasio keuangan disajikan sebagai berikut:
        PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
        Analisis Rasio
                                                                             Tahun                        Rata-rata
                        Uraian
                                                    2019          2020        2021      2022      2023    2019-2023
        Pertumbuhan Pendapatan                             n/a    -39,23%       7,70%    20,61%     4,89%    -1,51%
        Rasio Profitabilitas
        EBITDA/Sales                                 11,28%         6,92%     11,97%     9,16%      6,08%     9,08%
        EBIT/Sales                                    9,37%         3,81%      5,09%     6,87%      3,90%     5,81%
        EBT/Sales                                    10,25%         1,88%      1,10%     0,82%    -34,47%    -4,08%
        EAT/Sales                                     9,63%         1,95%      1,20%     0,06%    -34,73%    -4,38%
        ROE                                          13,64%         1,94%      1,23%     0,07%    -81,75%   -12,97%
        ROA                                           4,22%         0,47%      0,31%     0,02%    -11,86%    -1,37%
        Rasio Efektivitas
        Perputaran Piutang Usaha                      6,10 x        7,60 x     7,86 x    7,59 x    6,81 x     7,19 x
        Perputaran Persediaan                         3,39 x        1,48 x     1,36 x    1,56 x    1,77 x     1,91 x
        Perputaran Aset                               0,44 x        0,24 x     0,26 x    0,29 x    0,34 x     0,31 x
        Perputaran Utang Usaha                        1,82 x        1,02 x     1,16 x    1,47 x    2,16 x     1,52 x
        Rasio Likuiditas dan Solvabilitas
        Current Ratio                                 1,39 x        1,09 x     1,01 x    1,10 x    0,80 x     1,08 x
        Debt to Equity                                2,23 x        3,09 x     2,98 x    3,29 x    5,89 x     3,50 x
        Debt to Asset                                 0,69 x        0,76 x     0,75 x    0,77 x    0,85 x     0,76 x

       Rasio Profitabilitas
       Profitabilitas Perseroan selama tahun 2019 – 2023 cenderung berfluktuasi, yang ditunjukkan
       oleh EBITDA/Sales, EBIT/Sales, EBT/Sales, dan EAT/Sales dengan rata-rata masing-masing
       9,08%, 5,81%, -4,08% dan -4,38%, artinya Perseroan rata-rata memperoleh laba masing-masing
       Rp 0,0908 EBITDA, Rp 0,0581 EBIT, dan memperoleh rugi rata-rata masing-masing Rp 0,0408
       EBT, dan Rp 0,0438 EAT atas setiap Rp 1 pendapatan yang berhasil dilakukan. Pada tahun 2023,
       EBITDA/Sales, EBIT/Sales, EBT/Sales, dan EAT/Sales masing-masing sebesar 6,08%, 3,90%,
       -34,47% dan -34,73%.




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk                                        IV-9
Page 44
       Rasio Likuiditas dan Solvabilitas
       Likuiditas adalah kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendek yang
       harus dibayar dengan aset lancarnya maka dalam mengukur tingkat likuiditas perusahaan,
       digunakan Current Ratio (CR). Semakin tinggi CR maka semakin tinggi likuiditas perusahaan.
       Pada tahun 2019 – 2023, likuiditas perusahaan cenderung fluktuatif dengan Current Ratio tahun
       2023 sebesar 0,80x, artinya Perseroan memiliki Rp 0,80 aset lancar yang dapat digunakan untuk
       memenuhi setiap Rp 1 utang lancarnya.
       Solvabilitas menunjukkan kemampuan perusahaan untuk melunasi seluruh kewajibannya ketika
       dilikuidasi yang diukur dengan Debt to Equity Ratio (DER) dan Debt to Asset Ratio (DAR). Semakin
       tinggi DER dan DAR maka semakin rendah solvabilitas perusahaan. Semakin tinggi solvabilitas
       perusahaan, maka semakin rendah risiko kebangkrutan perusahaan. Solvabilitas Perseroan
       tahun 2019 – 2023 cenderung meningkat, dengan Debt to Equity dan Debt to Asset pada tahun
       2023 masing-masing adalah 5,89x dan 0,85x. Artinya, perusahaan memiliki utang Rp 5,89 untuk
       setiap Rp 1 ekuitas yang dimilikinya serta setiap Rp 1 aset perusahaan dibiayai oleh utang
       sebesar Rp 0,85.
4.1.3. Analisis Laporan Keuangan Sebelum Transaksi dan Proforma Laporan Keuangan Setelah
       Transaksi
       Analisis dilakukan mencakup analisis dampak Transaksi terhadap laporan keuangan Perseroan
       yang dilakukan berdasarkan informasi Keuangan Proforma Perseroan sebelum dan setelah
       Transaksi pada tanggal 31 Desember 2023 dari manajemen Perseroan. Tujuan Informasi
       Keuangan Proforma adalah untuk memperlihatkan dampak signifikan Transaksi yang terjadi
       atas informasi keuangan historis. Namun, Informasi Keuangan Proforma bukan merupakan
       petunjuk hasil usaha atau dampak yang berkaitan atas posisi keuangan sebagai akibat dari
       transaksi yang telah terjadi sebelumnya. Informasi keuangan proforma disusun dengan
       menggunakan asumsi-asumsi sebagai berikut:
         • Laporan posisi keuangan sebelum transaksi diambil dari laporan keuangan Perseroan untuk
           tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh Akuntan Publik
           Benny Andria dari KAP Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan.
         • Pelaksanaan transaksi telah berlaku efektif pada tanggal 31 Desember 2023.
         • Pelaksanaan transaksi telah efektif dan sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang
           berlaku.
       Informasi keuangan proforma tersebut adalah sebagai berikut:




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk                          IV-10
Page 45
        PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
        Laporan Posisi Keuangan Proforma (Rp.Juta)
                                                          Sebelum                       Setelah
                              Uraian                     Transaksi      Penyesuaian    Transaksi
                                                        31 Des 2023                   31 Des 2023
        ASET
        Aset Lancar
        Kas dan setara kas                                 3.233.071     (113.651)       3.119.420
        Piutang usaha                                      3.310.322      (10.873)       3.299.449
        Piutang retensi                                    1.572.096          -          1.572.096
        Tagihan bruto pemberi kerja                        2.463.049          -          2.463.049
        Persediaan                                        11.411.412       (6.313)      11.405.099
        Piutang yang belum ditagih                           754.219          -            754.219
        Piutang lain-lain - bag. lancar                      299.796       83.237          383.033
        Uang muka - bag. lancar                              879.097       (1.363)         877.734
        Jaminan usaha                                        342.873          -            342.873
        Aset keuangan                                            -            -                -
        Pajak dibayar dimuka                               1.567.878         (279)       1.567.599
        Biaya dibayar dimuka                                 965.398       (4.111)         961.287
        Pekerjaan dalam proses                             4.002.444          -          4.002.444
        Jumlah Aset Lancar                                30.801.656      (53.354)      30.748.302
        Aset Tidak Lancar
        Aset tetap                                         8.115.700    (2.369.988)      5.745.712
        Piutang usaha - bag. tidak lancar                        -             -               -
        Piutang lain-lain - bag. tidak lancar                    -             -               -
        Piutang belum ditagih - bag. tidak lancar                -             -               -
        Uang muka - bag. tidak lancar                            -             -               -
        Aset real estat                                    2.103.448           -         2.103.448
        Investasi pada entitas asosiasi                    1.854.701       757.862       2.612.563
        Investasi pada ventura bersama                    12.022.212           -        12.022.212
        Properti investasi - neto                          1.308.364           -         1.308.364
        Aset kerjasama operasi                               267.839           -           267.839
        Goodwill                                               4.847           -             4.847
        Investasi jangka panjang lainnya                   1.029.675           -         1.029.675
        Aset takberwujud                                   7.601.854          (574)      7.601.280
        Aset pajak tangguhan                                  32.193        (8.892)         23.301
        Aset lain-lain                                       838.747      (204.829)        633.918
        Jumlah Aset Tidak Lancar                          35.179.580    (1.826.421)     33.353.159
        JUMLAH ASET                                       65.981.236    (1.879.775)     64.101.461
        LIABILITAS DAN EKUITAS
        Liabilitas Jangka Pendek
        Pinjaman jangka pendek                            17.613.134          -         17.613.134
        Utang usaha                                        9.339.844      (49.123)       9.290.721
        Utang lain-lain                                      942.284       (3.916)         938.369
        Utang pajak                                          757.471      (10.250)         747.220
        Uang muka dari pelanggan jangka pendek               602.423      (23.576)         578.847
        Beban akrual                                       5.399.695      (91.946)       5.307.749
        Pendapatan diterima dimuka                           294.179       (5.016)         289.162
        Bagian jangka pendek dari:
          Pinjaman jangka menengah                         1.545.000          -          1.545.000
          Liabilitas sewa                                     44.130      (11.291)          32.839
          Pinjaman jangka panjang                            189.334      (60.138)         129.197
          Obligasi                                         1.066.000      (50.000)       1.016.000
          Sukuk mudharabah                                   643.800          -            643.800
        Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                   38.437.294     (305.257)      38.132.037
        Liabilitas Jangka Panjang
        Liabilitas imbalan paska kerja                       269.871      (26.534)         243.337
        Liabilitas pajak tangguhan                            77.043          -             77.043
        Uang muka dari pelanggan jangka panjang              239.959          -            239.959
        Uang muka proyek jangka panjang                    1.390.092          -          1.390.092
        Utang lain-lain                                      108.252          -            108.252
        Bagian jangka panjang dikurangi bagian jangka
        pendek:
           Pinjaman jangka menengah                          235.000          -            235.000
           Liabilitas sewa                                   110.643      (77.247)          33.396
           Pinjaman jangka panjang                         5.723.225     (336.433)       5.386.792
        Utang ventura bersama                                 77.287          -             77.287
        Obligasi                                           7.602.943          -          7.602.943
        Sukuk mudharabah                                   2.138.015          -          2.138.015
        Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                  17.972.329     (440.214)      17.532.115
        JUMLAH LIABILITAS                                 56.409.623     (745.471)      55.664.152
        Ekuitas
        Modal saham                                          896.995           -            896.995
        Modal saham diperoleh kembali                           (110)          -               (110)
        Tambahan modal disetor                             6.555.499           -          6.555.499
        Perubahan ekuitas entitas anak                     1.121.143           -          1.121.143
        Saldo (defisit) laba                              (2.823.649)       80.446       (2.743.203)
        Kepentingan non pengendali                         3.821.735    (1.214.750)       2.606.985
        Jumlah Ekuitas                                     9.571.613    (1.134.304)      8.437.309
        JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                     65.981.236    (1.879.775)     64.101.461
        Rasio Likuiditas dan Solvabilitas
        Current Ratio                                        80,13%                         80,64%
        Debt to Equity Ratio                                589,34%                        659,74%
        Debt to Asset Ratio                                  85,49%                         86,84%

        Sumber: Manajemen Perseroan



Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk                                IV-11
Page 46
       Berikut adalah analisis singkat atas informasi posisi keuangan proforma Perseroan per 31
       Desember 2023 atas transaksi:
        • Proforma aset lancar mengalami penurunan 0,17% dari Rp 30.801.656 juta menjadi Rp
            30.748.302 juta.
        • Proforma aset tidak lancar mengalami penurunan 5,19% dari Rp 35.179.580 juta menjadi
            Rp 33.353.159 juta.
        • Secara keseluruhan proforma aset Perseroan setelah dilakukannya Rencana Transaksi
            mengalami penurunan 2,85% dari Rp 65.981.236 juta menjadi Rp 64.101.461 juta.
        • Proforma liabilitas jangka pendek mengalami penurunan 0,79% dari Rp 38.437.294 juta
            menjadi Rp 38.132.037 juta.
        • Proforma liabilitas jangka panjang mengalami penurunan 2,45% dari Rp 17.972.329 juta
            menjadi Rp 17.532.115 juta.
        • Secara keseluruhan proforma liabilitas Perseroan mengalami penurunan 1,32% dari Rp
            56.409.623 juta menjadi Rp 55.664.152 juta.
        • Proforma ekuitas mengalami penurunan -11,85% dari Rp 9.571.613 juta menjadi Rp
            8.437.309 juta.
        • Proforma Current Ratio mengalami peningkatan dari 80,13% menjadi 80,64%.
        • Proforma Debt to Equity Ratio dan Debt to Asset Ratio mengalami peningkatan dari
            589,34% dan 85,49% menjadi 659,74% dan 86,84%.
                                                     Sebelum                       Setelah
                              Uraian                Transaksi       Penyesuaian   Transaksi
                                                    31 Des 2023                   31 Des 2023
        PENDAPATAN BERSIH                             22.530.356     (559.010)      21.971.346
        BEBAN POKOK PENDAPATAN                       (20.668.209)     442.068      (20.226.141)
        LABA KOTOR                                     1.862.146     (116.942)       1.745.205
        Beban usaha
          Umum dan administrasi                         (973.998)       7.147         (966.850)
          Penjualan                                      (10.271)         -            (10.271)
        LABA (RUGI) USAHA                                877.878     (109.794)         768.083
        Pendapatan lain-lain                             697.835          -            697.835
        Beban lain-lain                               (5.404.164)      10.426       (5.393.738)
        Beban dari pendanaan                          (3.206.109)      42.885       (3.163.224)
        Beban pajak penghasilan final                   (500.558)         332         (500.226)
        Bagian rugi entitas asosiasi                     (91.144)         -            (91.144)
        Bagian laba entitas ventura bersama             (139.283)         -           (139.283)
        Selisih nilai wajar properti investasi               -            -                -
        LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK                     (7.765.545)     (56.151)      (7.821.696)
        PAJAK                                            (58.994)       3.935          (55.059)
        LABA (RUGI) BERSIH                            (7.824.539)     (52.216)      (7.876.755)
        Rasio Profitabilitas
        Margin Laba Kotor                                  8,27%                         7,94%
        Margin Laba Usaha                                  3,90%                         3,50%
        Margin Laba Sebelum Pajak                        -34,47%                       -35,60%
        Margin Laba Bersih                               -34,73%                       -35,85%
       Sumber: Manajemen Perseroan

       Berikut adalah analisis singkat atas informasi laba rugi proforma Perseroan per 31 Desember
       2023 atas transaksi:

         •     Proforma pendapatan mengalami penurunan 2,48% dari Rp 22.530.356 juta menjadi Rp
               21.971.346 juta.
         •     Proforma laba kotor mengalami penurunan 6,28% dari Rp 1.862.146 juta menjadi Rp
               1.745.205 juta.
         •     Proforma laba (rugi) usaha mengalami penurunan 12,51% dari Rp 877.878 juta menjadi Rp
               768.083 juta.


Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk                           IV-12
Page 47
         •    Proforma laba sebelum pajak mengalami penurunan 0,72% dari negatif Rp 7.765.545 juta
              menjadi negatif Rp 7.821.696 juta.
         •    Proforma laba (rugi) bersih mengalami penurunan 0,67% dari negatif Rp 7.824.539 juta
              menjadi negatif Rp 7.876.755 juta.
         •    Proforma laba kotor, laba usaha, laba sebelum pajak, dan laba bersih terhadap pendapatan
              sebelum transaksi masing-masing sebesar 8,27%, 3,90%, -34,47% dan -34,73% dan setelah
              transaksi masing-masing sebesar 7,94%, 3,50%, -35,60% dan -35,85%.
       Berdasarkan uraian tersebut diatas dapat disimpulkan dengan dilakukannya transaksi kondisi
       likuiditas Perseroan mengalami peningkatan dan solvabilitas mengalami penurunan namun
       tidak signifikan. Profitabilitas margin laba kotor, margin laba usaha, margin laba sebelum pajak
       dan margin laba bersih mengalami penurunan namun tidak signifikan.
4.1.4. Penilaian Atas Proyeksi Keuangan yang Diperoleh dari Manajemen
       Kami telah menerima proyeksi keuangan tanpa dan dengan transaksi dari manajemen. Proyeksi
       keuangan tersebut telah Kami sesuaikan. Berdasarkan penilaian Kami, proyeksi keuangan
       tersebut yang telah disesuaikan telah mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat
       oleh manajemen dengan kemampuan pencapaiannya. Proyeksi keuangan yang digunakan
       adalah proyeksi keuangan yang telah disesuaikan.
       a. Proyeksi Keuangan Perseroan Tanpa Transaksi
          Proyeksi keuangan WIKA dari manajemen yang telah disesuaikan adalah sebagai berikut:
             Asumsi – Asumsi
             Jangka Waktu Proyeksi
             Periode proyeksi pendapatan ekonomis wajib dilakukan dalam jangka waktu paling singkat
             5 (lima) tahun ke depan. Proyeksi keuangan disajikan mulai dari 1 Januari 2024 – 31
             Desember 2028.
             Laporan Laba (Rugi)
             ▪ Pendapatan tahun 2024 diasumsikan meningkat 5,00% dari tahun sebelumnya dan
                selanjutnya meningkat 3,00% dari tahun sebelumnya.
             ▪ Beban pokok pendapatan diasumsikan sebesar 87,00% dari pendapatan.
             ▪ Beban umum dan administrasi diasumsikan sebesar 4,50% dari pendapatan.
             ▪ Beban penjualan sebesar 0,05% dari pendapatan.
             ▪ Perhitungan penyusutan dan amortisasi dengan metode garis lurus dengan sisa umur
                ekonomis yang wajar disajikan pada lampiran 1.
             ▪ Pendapatan lain-lain diasumsikan 8,25% dari pendapatan.
             ▪ Beban lain-lain diasumsikan 6,25% dari pendapatan.
             ▪ Perhitungan beban pendanaan dari pinjaman jangka pendek, pinjaman jangka
                menengah, liabilitas sewa, pinjaman jangka panjang, obligasi dan sukuk mudharabah
                disajikan pada lampiran 2.
             ▪ Perhitungan pajak penghasilan final disajikan pada lampiran 5.
             ▪ Bagian rugi entitas asosiasi diasumsikan -0,40% dari investasi pada entitas asosiasi.
             ▪ Bagian laba entitas ventura bersama diasumsikan 3,00% dari investasi pada ventura
                bersama.
             ▪ Tarif pajak diasumsikan sebesar 22,00% dari laba sebelum pajak dengan menerapkan tax
                loss carry forward.



Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk                          IV-13
Page 48
            Laporan Posisi Keuangan
             ▪ Aset lancar
                − Piutang usaha tahun 2024 diasumsikan 50 hari dari pendapatan, tahun 2025
                    diasumsikan 40 hari dari pendapatan dan tahun selanjutnya diasumsikan 30 hari
                    dari pendapatan.
                − Piutang retensi diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
                − Tagihan bruto pemberi kerja diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember
                    2023.
                − Persediaan tahun 2024 diasumsikan 200 hari dari beban pokok pendapatan, tahun
                    2025 diasumsikan 150 hari dari beban pokok pendapatan dan tahun selanjutnya
                    diasumsikan 100 hari dari pendapatan.
                − Piutang yang belum ditagih diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember
                    2023.
                − Piutang lain-lain bagian lancar diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember
                    2023.
                − Uang muka - bagian lancar diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
                − Jaminan usaha - bagian lancar diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember
                    2023.
                − Aset keuangan diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
                − Pajak dibayar dimuka diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
                − Biaya dibayar dimuka diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
                − Pekerjaan dalam proses dimuka diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember
                    2023.
             ▪    Aset tidak lancar
                  − Aset tetap
                      Nilai perolehan diasumsikan meningkat per tahun dari tahun sebelumnya sebagai
                      capex. Akumulasi penyusutan dihitung dengan menambahkan akumulasi
                      penyusutan tahun sebelumnya dengan penyusutan tahun berjalan disajikan pada
                      lampiran 1.
                  − Piutang usaha – bagian tidak lancar diasumsikan tetap, sama dengan per 31
                      Desember 2023.
                  − Piutang lain-lain – bagian tidak lancar diasumsikan tetap, sama dengan per 31
                      Desember 2023.
                  − Piutang belum ditagih – bagian tidak lancar diasumsikan tetap, sama dengan per 31
                      Desember 2023.
                  − Uang muka - bagian tidak lancar diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember
                      2023.
                  − Aset real estat diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
                  − Investasi pada entitas asosiasi penjumlahan antara bagian laba (rugi) entitas
                      asosiasi periode berjalan dengan saldo investasi pada entitas asosiasi periode
                      sebelumnya.
                  − Investasi pada ventura bersama penjumlahan antara bagian laba (rugi) entitas
                      ventura bersama periode berjalan dengan saldo investasi pada entitas ventura
                      bersama periode sebelumnya.


Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk                        IV-14
Page 49
                  −    Properti investasi – neto diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
                  −    Aset kerjasama operasi diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
                  −    Goodwill diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
                  −    Investasi jangka panjang lainnya diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember
                       2023.
                  −    Aset takberwujud diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023
                       dikurangi amortisasi aset takberwujud HIPRO.
                  −    Aset pajak tangguhan diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
                  −    Aset lain-lain diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023 dikurangi
                       amortisasi aset hak guna HIPRO.
             ▪    Liabilitas jangka pendek
                  − Perhitungan pinjaman jangka pendek disajikan pada lampiran 2.
                  − Utang usaha tahun 2024 diasumsikan 300 hari dari beban pokok pendapatan dan
                      tahun selanjutnya diasumsikan 250 hari dari beban pokok pendapatan.
                  − Utang lain-lain diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
                  − Kewajiban bruto pemberi kerja diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember
                      2023.
                  − Utang pajak diasumsikan tetap diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember
                      2023.
                  − Uang muka pelanggan diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
                  − Beban akrual diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
                  − Pendapatan diterima dimuka diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember
                      2023.
                  − Perhitungan bagian jangka pendek dari pinjaman jangka menengah, liabilitas sewa,
                      pinjaman jangka panjang, obligasi dan sukuk mudharabah disajikan pada lampiran
                      2.
             ▪    Liabilitas jangka panjang
                  − Liabilitas imbalan pasca kerja diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember
                      2023.
                  − Liabilitas pajak tangguhan diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
                  − Uang muka dari pelanggan jangka panjang diasumsikan tetap, sama dengan per 31
                      Desember 2023.
                  − Uang muka proyek jangka panjang diasumsikan tetap, sama dengan per 31
                      Desember 2023.
                  − Utang lain-lain jangka panjang diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember
                      2023.
                  − Perhitungan bagian jangka panjang dari pinjaman jangka menengah, liabilitas sewa,
                      pinjaman jangka panjang, obligasi dan sukuk mudharabah disajikan pada lampiran
                      2.
                  − Utang ventura bersama diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk                         IV-15
Page 50
             ▪    Ekuitas
                  − Modal saham diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
                  − Modal saham diperoleh kembali diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember
                      2023.
                  − Tambahan modal disetor diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
                  − Perubahan ekuitas entitas anak diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember
                      2023.
                  − Saldo (defisit) laba adalah penjumlahan antara laba (rugi) bersih periode berjalan
                      dengan saldo (rugi) laba periode sebelumnya.
                  − Surat berharga perpetual diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
                  − Kepentingan non pengendali diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember
                      2023.
            Asumsi – asumsi yang digunakan yang terkait langsung dengan kegiatan usaha dalam
            proyeksi posisi keuangan adalah wajar.
            Proyeksi Laba Rugi Tanpa Dilakukannya Transaksi
            PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
            Proyeksi Laba Rugi Tanpa Dilakukannya Transaksi (Rp.Juta)
                                                         Tahun                                Tahun Proyeksi
                               Uraian
                                                          2023         2024           2025           2026           2027           2028
            PENDAPATAN BERSIH                           22.530.356   23.656.874     24.366.580     25.097.577     25.850.504     26.626.020
            BEBAN POKOK PENDAPATAN                     (20.177.090) (20.581.480)   (21.198.924)   (21.834.892)   (22.489.939)   (23.164.637)
            LABA KOTOR                                   2.353.266    3.075.394      3.167.655      3.262.685      3.360.566      3.461.383
            Beban usaha                                   (984.269)  (1.076.388)    (1.108.679)    (1.141.940)    (1.176.198)    (1.211.484)
              Umum dan administrasi                       (973.998)  (1.064.559)    (1.096.496)    (1.129.391)    (1.163.273)    (1.198.171)
              Penjualan                                    (10.271)     (11.828)       (12.183)       (12.549)       (12.925)       (13.313)
            EBITDA                                       1.368.997    1.999.006      2.058.976      2.120.745      2.184.368      2.249.899
            Depresiasi                                    (491.120)    (530.153)      (512.904)      (566.071)      (619.441)      (672.956)
            EBIT                                           877.878    1.468.853      1.546.072      1.554.674      1.564.926      1.576.943
            Pendapatan lain-lain                           697.835    1.951.692      2.010.243      2.070.550      2.132.667      2.196.647
            Beban lain-lain                             (5.404.164)  (1.478.555)    (1.522.911)    (1.568.599)    (1.615.657)    (1.664.126)
            Beban keuangan                              (3.206.109)  (3.053.289)    (1.726.616)    (1.541.113)    (1.423.107)    (1.221.108)
            Beban pajak penghasilan final                 (500.558)    (677.155)      (695.139)      (713.661)      (732.740)      (752.391)
            Bagian rugi entitas asosiasi                   (91.144)      (7.389)        (7.360)        (7.330)        (7.301)        (7.272)
            Bagian laba entitas ventura bersama           (139.283)     371.821        383.321        395.176        407.398        419.998
            EBT                                         (7.765.545)  (1.424.023)       (12.391)       189.696        326.187        548.690
            PAJAK                                          (58.994)     (26.521)       (26.601)       (32.182)       (41.986)       (52.015)
            LABA BERSIH (EAT)                           (7.824.539)  (1.450.544)       (38.991)       157.514        284.201        496.674
                                            Rata-rata
            Rasio Profitabilitas
                                            2024-2028
            EBITDA/Sales                         8,45%       6,08%        8,45%          8,45%          8,45%          8,45%          8,45%
            EBIT/Sales                           6,14%       3,90%        6,21%          6,35%          6,19%          6,05%          5,92%
            EBT/Sales                           -0,40%     -34,47%       -6,02%         -0,05%          0,76%          1,26%          2,06%
            EAT/Sales                           -0,54%     -34,73%       -6,13%         -0,16%          0,63%          1,10%          1,87%




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk                                                 IV-16
Page 51
            Proyeksi Posisi Keuangan Tanpa Dilakukannya Transaksi
            PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
            Proyeksi Posisi Keuangan Tanpa Dilakukannya Transaksi (Rp.Juta)
                                                                 Tahun                                 Tahun Proyeksi
                                     Uraian
                                                                  2023        2024          2025           2026           2027          2028
            ASET
            Aset Lancar
            Kas dan setara kas                                   3.233.071   2.387.257       898.583       3.949.130     2.735.350     1.162.562
            Piutang usaha                                        3.310.322   3.240.668     2.670.310       2.062.815     2.124.699     2.188.440
            Piutang retensi                                      1.572.096   1.572.096     1.572.096       1.572.096     1.572.096     1.572.096
            Tagihan bruto pemberi kerja                          2.463.049   2.463.049     2.463.049       2.463.049     2.463.049     2.463.049
            Persediaan                                          11.411.412  11.277.523     8.711.887       5.982.162     6.161.627     6.346.476
            Piutang yang belum ditagih                             754.219     754.219       754.219         754.219       754.219       754.219
            Piutang lain-lain - bag. lancar                        299.796     299.796       299.796         299.796       299.796       299.796
            Uang muka - bag. lancar                                879.097     879.097       879.097         879.097       879.097       879.097
            Jaminan usaha                                          342.873     342.873       342.873         342.873       342.873       342.873
            Aset keuangan                                              -           -             -               -             -             -
            Pajak dibayar dimuka                                 1.567.878   1.567.878     1.567.878       1.567.878     1.567.878     1.567.878
            Biaya dibayar dimuka                                   965.398     965.398       965.398         965.398       965.398       965.398
            Pekerjaan dalam proses                               4.002.444   4.002.444     4.002.444       4.002.444     4.002.444     4.002.444
            Jumlah Aset Lancar                                  30.801.656  29.752.299    25.127.631      24.840.958    23.868.527    22.544.329
            Aset Tidak Lancar
            Aset tetap
               Nilai perolehan                                  12.821.067  13.293.773    13.559.610      13.826.684    14.094.808    14.364.098
               Akumulasi penyusutan                              4.705.367   5.208.510     5.694.404       6.233.465     6.825.941     7.472.042
               Nilai buku                                        8.115.700   8.085.263     7.865.207       7.593.219     7.268.867     6.892.056
            Piutang usaha - bag. tidak lancar                          -           -             -               -             -             -
            Piutang lain-lain - bag. tidak lancar                      -           -             -               -             -             -
            Piutang belum ditagih - bag. tidak lancar                  -           -             -               -             -             -
            Uang muka - bag. tidak lancar                              -           -             -               -             -             -
            Aset real estat                                      2.103.448   2.103.448     2.103.448       2.103.448     2.103.448     2.103.448
            Investasi pada entitas asosiasi                      1.854.701   1.847.312     1.839.952       1.832.622     1.825.320     1.818.048
            Investasi pada ventura bersama                      12.022.212  12.394.033    12.777.353      13.172.529    13.579.927    13.999.925
            Properti investasi - neto                            1.308.364   1.308.364     1.308.364       1.308.364     1.308.364     1.308.364
            Aset kerjasama operasi                                 267.839     267.839       267.839         267.839       267.839       267.839
            Goodwill                                                 4.847       4.847         4.847           4.847         4.847         4.847
            Investasi jangka panjang lainnya                     1.029.675   1.029.675     1.029.675       1.029.675     1.029.675     1.029.675
            Aset takberwujud                                     7.601.854   7.601.699     7.601.544       7.601.390     7.601.280     7.601.280
               Aset takberwujud                                  7.601.280   7.601.280     7.601.280       7.601.280     7.601.280     7.601.280
               Aset takberwujud Hipro
                  Nilai Perolehan                                      774         774          774             774           774           774
                  Akumulasi penyusutan                                 200         355          509             664           774           774
                  Nilai Buku                                           574         419          265             110           -             -
            Aset pajak tangguhan                                    32.193      32.193       32.193          32.193        32.193        32.193
            Aset lain-lain                                         838.747     811.892      785.037         758.182       731.326       704.471
               Aset lain-lain                                      662.907     662.907      662.907         662.907       662.907       662.907
               Aset Hak Guna Hipro
                  Nilai Perolehan                                  268.553     268.553       268.553         268.553       268.553       268.553
                  Akumulasi penyusutan                              92.712     119.567       146.423         173.278       200.133       226.989
                  Nilai Buku                                       175.840     148.985       122.130          95.275        68.419        41.564
            Jumlah Aset Tidak Lancar                            35.179.580  35.486.565    35.615.459      35.704.307    35.753.086    35.762.146
            JUMLAH ASET                                         65.981.236  65.238.864    60.743.090      60.545.264    59.621.613    58.306.475
            LIABILITAS DAN EKUITAS
            Liabilitas Jangka Pendek
            Pinjaman jangka pendek                              17.613.134         -             -               -             -             -
            Utang usaha                                          9.339.844  16.916.285    14.519.811      14.955.406    15.404.068    15.866.190
            Utang lain-lain                                        942.284     942.284       942.284         942.284       942.284       942.284
            Kewajiban bruto pemberi kerja                              -           -             -               -             -             -
            Utang pajak                                            757.471     757.471       757.471         757.471       757.471       757.471
            Uang muka dari pelanggan jangka pendek                 602.423     602.423       602.423         602.423       602.423       602.423
            Beban akrual                                         5.399.695   5.399.695     5.399.695       5.399.695     5.399.695     5.399.695
            Pendapatan diterima dimuka                             294.179     294.179       294.179         294.179       294.179       294.179
            Bagian jangka pendek dari:
               Pinjaman jangka menengah                          1.545.000     356.000       356.000         356.000       356.000           -
               Liabilitas sewa                                      44.130      44.130        44.130          44.130        44.130        44.130
               Pinjaman jangka panjang                             189.334     189.334       189.334         189.334       189.334       189.334
               Obligasi                                          1.066.000   1.833.750       942.500       1.746.130     2.241.500           -
               Sukuk mudharabah                                    643.800     681.225       303.100         365.050       487.100           -
            Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                     38.437.294  28.016.775    24.350.926      25.652.101    26.718.183    24.095.705
            Liabilitas Jangka Panjang
            Liabilitas imbalan paska kerja                         269.871     269.871       269.871         269.871       269.871       269.871
            Liabilitas pajak tangguhan                              77.043      77.043        77.043          77.043        77.043        77.043
            Uang muka dari pelanggan jangka panjang                239.959     239.959       239.959         239.959       239.959       239.959
            Uang muka proyek jangka panjang                      1.390.092   1.390.092     1.390.092       1.390.092     1.390.092     1.390.092
            Utang lain-lain                                        108.252     108.252       108.252         108.252       108.252       108.252
            Bagian jangka panjang dikurangi
            bagian   jangka
               Pinjaman      pendek:
                           jangka menengah                         235.000   1.068.000       712.000         356.000           -             -
               Liabilitas sewa                                     110.643     110.643       110.643         110.643       110.643       110.643
               Pinjaman jangka panjang                           5.723.225  18.533.890    19.344.556      20.155.221    20.965.887    21.776.552
            Utang ventura bersama                                   77.287      77.287        77.287          77.287        77.287        77.287
            Obligasi                                             7.602.943   5.769.193     4.826.693       3.080.563       839.063       839.063
            Sukuk mudharabah                                     2.138.015   1.456.790     1.153.690         788.640       301.540       301.540
            Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                    17.972.329  29.101.020    28.310.085      26.653.571    24.379.636    25.190.302
            JUMLAH LIABILITAS                                   56.409.623  57.117.795    52.661.012      52.305.672    51.097.819    49.286.007
            Ekuitas
            Modal saham                                            896.995     896.995       896.995         896.995       896.995       896.995
            Modal saham diperoleh kembali                             (110)       (110)         (110)           (110)         (110)         (110)
            Tambahan modal disetor                               6.555.499   6.555.499     6.555.499       6.555.499     6.555.499     6.555.499
            Perubahan ekuitas entitas anak                       1.121.143   1.121.143     1.121.143       1.121.143     1.121.143     1.121.143
            Saldo (defisit) laba                                (2.823.649) (4.274.192)   (4.313.183)     (4.155.669)   (3.871.468)   (3.374.794)
            Surat berharga perpetual                                   -           -             -               -             -             -
            Kepentingan non pengendali                           3.821.735   3.821.735     3.821.735       3.821.735     3.821.735     3.821.735
            Jumlah Ekuitas                                       9.571.613   8.121.070     8.082.078       8.239.593     8.523.794     9.020.468
            JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                       65.981.236  65.238.864    60.743.090      60.545.264    59.621.613    58.306.475
                                                     Rata-rata
            Rasio Likuiditas dan Solvabilitas
                                                    2024-2028
            Current Ratio                                97,82%     80,13%     106,19%      103,19%          96,84%        89,33%        93,56%
            Debt to Equity Ratio                        627,11%    589,34%     703,33%      651,58%         634,81%       599,47%       546,38%
            Debt to Asset Ratio                          86,17%     85,49%      87,55%       86,69%          86,39%        85,70%        84,53%




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk                                                                             IV-17
Page 52
            Proyeksi Arus Kas Tanpa Dilakukannya Transaksi
            PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
            Proyeksi Arus Kas Tanpa Dilakukannya Transaksi (Rp.Juta)
                                                                                                                Tahun Proyeksi
                                            Uraian
                                                                                       2024          2025           2026          2027          2028
            ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
            Laba Bersih                                                               (1.450.544)     (38.991)       157.514       284.201       496.674
            Depresiasi                                                                   530.153      512.904        566.071       619.441       672.956
            (-) Bagian Laba Rugi Ventura Bersama dan Entitas Asosiasi                   (364.432)    (375.961)      (387.845)     (400.097)     (412.726)
            (+) (Kenaikan) Penurunan Investasi Ventura Bersama dan Entitas Asosiasi      364.432      375.961        387.845       400.097       412.726
            Perubahan Modal Kerja :
            (Kenaikan) Penurunan Piutang usaha                                           69.654        570.357       607.496       (61.884)      (63.741)
            (Kenaikan) Penurunan Piutang retensi                                            -              -             -             -             -
            (Kenaikan) Penurunan Tagihan bruto pemberi kerja                                -              -             -             -             -
            (Kenaikan) Penurunan Persediaan                                             133.888      2.565.637     2.729.725      (179.465)     (184.849)
            (Kenaikan) Penurunan Piutang yang belum ditagih                                 -              -             -             -             -
            (Kenaikan) Penurunan Piutang lain-lain - bag. lancar                            -              -             -             -             -
            (Kenaikan) Penurunan Uang muka - bag. lancar                                    -              -             -             -             -
            (Kenaikan) Penurunan Jaminan usaha                                              -              -             -             -             -
            (Kenaikan) Penurunan Aset keuangan                                              -              -             -             -             -
            (Kenaikan) Penurunan Pajak dibayar dimuka                                       -              -             -             -             -
            (Kenaikan) Penurunan Biaya dibayar dimuka                                       -              -             -             -             -
            (Kenaikan) Penurunan Piutang usaha - bag. tidak lancar                          -              -             -             -             -
            (Kenaikan) Penurunan Piutang lain-lain - bag. tidak lancar                      -              -             -             -             -
            (Kenaikan) Penurunan Piutang belum ditagih - bag. tidak lancar                  -              -             -             -             -
            (Kenaikan) Penurunan Uang muka - bag. tidak lancar                              -              -             -             -             -
            (Kenaikan) Penurunan Aset pajak tangguhan                                       -              -             -             -             -
            (Kenaikan) Penurunan Aset lain-lain                                             -              -             -             -             -
            Kenaikan (Penurunan) Utang usaha                                          7.576.441     (2.396.474)      435.594       448.662       462.122
            Kenaikan (Penurunan) Utang lain-lain                                            -              -             -             -             -
            Kenaikan (Penurunan) Kewajiban bruto pemberi kerja                              -              -             -             -             -
            Kenaikan (Penurunan) Utang pajak                                                -              -             -             -             -
            Kenaikan (Penurunan) Uang muka dari pelanggan jangka pendek                     -              -             -             -             -
            Kenaikan (Penurunan) Beban akrual                                               -              -             -             -             -
            Kenaikan (Penurunan) Pendapatan diterima dimuka                                 -              -             -             -             -
            Kenaikan (Penurunan) Liabilitas imbalan paska kerja                             -              -             -             -             -
            Kenaikan (Penurunan) Liabilitas pajak tangguhan                                 -              -             -             -             -
            Kenaikan (Penurunan) Uang muka dari pelanggan jangka panjang                    -              -             -             -             -
            Kenaikan (Penurunan) Uang muka proyek jangka panjang                            -              -             -             -             -
            Kenaikan (Penurunan) Utang lain-lain                                            -              -             -             -             -
                                                          Perubahan Modal Kerja       7.779.983       739.520      3.772.814       207.313       213.532
                             Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) Aktivitas Operasi       6.859.593     1.213.433      4.496.400     1.110.955     1.383.163
            ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
            (Kenaikan) Penurunan Pekerjaan dalam proses                                 -                 -              -             -             -
            (Kenaikan) Penurunan Aset tetap                                        (472.706)         (265.837)      (267.073)     (268.124)     (269.291)
            (Kenaikan) Penurunan Aset real estat                                        -                 -              -             -             -
            (Kenaikan) Penurunan Investasi pada entitas asosiasi                      7.389             7.360          7.330         7.301         7.272
            (Kenaikan) Penurunan Investasi pada ventura bersama                    (371.821)         (383.321)      (395.176)     (407.398)     (419.998)
            (Kenaikan) Penurunan Properti investasi - neto                              -                 -              -             -             -
            (Kenaikan) Penurunan Aset kerjasama operasi                                 -                 -              -             -             -
            (Kenaikan) Penurunan Goodwill                                               -                 -              -             -             -
            (Kenaikan) Penurunan Investasi jangka panjang lainnya                       -                 -              -             -             -
            (Kenaikan) Penurunan Aset takberwujud                                       -                 -              -             -             -
                           Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) Aktivitas Investasi    (837.138)         (641.798)      (654.919)     (668.221)     (682.016)
            ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
            Kenaikan (Penurunan) Pinjaman jangka pendek                         (17.613.134)                -             -              -             -
            Kenaikan (Penurunan) Bagian jangka pendek dari:
                                 Pinjaman jangka menengah                        (1.189.000)              -              -             -         (356.000)
                                 Liabilitas sewa                                        -                 -              -             -              -
                                 Pinjaman jangka panjang                                -                 -              -             -              -
                                 Obligasi                                           767.750          (891.250)       803.630       495.370     (2.241.500)
                                 Sukuk mudharabah                                    37.425          (378.125)        61.950       122.050       (487.100)
            Kenaikan (Penurunan) Bagian jangka panjang dikurangi bagian jangka
                                 pendek:
                                 Pinjaman jangka menengah                           833.000          (356.000)       (356.000)     (356.000)         -
                                 Liabilitas sewa                                        -                 -               -             -            -
                                 Pinjaman jangka panjang                         12.810.666           810.666         810.666       810.666      810.666
            Kenaikan (Penurunan) Utang ventura bersama                                  -                 -               -             -            -
            Kenaikan (Penurunan) Obligasi                                        (1.833.750)         (942.500)     (1.746.130)   (2.241.500)         -
            Kenaikan (Penurunan) Sukuk mudharabah                                  (681.225)         (303.100)       (365.050)     (487.100)         -
            Kenaikan (Penurunan) Modal saham                                            -                 -               -             -            -
            Kenaikan (Penurunan) Modal saham diperoleh kembali                          -                 -               -             -            -
            Kenaikan (Penurunan) Tambahan modal disetor                                 -                 -               -             -            -
            Kenaikan (Penurunan) Perubahan ekuitas entitas anak                         -                 -               -             -            -
            Kenaikan (Penurunan) Surat berharga perpetual                               -                 -               -             -            -
            Kenaikan (Penurunan) Kepentingan non pengendali                             -                 -               -             -            -
            Penyesuaian
                         Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) Aktivitas Pendanaan         (6.868.269)   (2.060.309)     (790.934)    (1.656.514)   (2.273.934)
            KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN BANK                                   (845.814)    (1.488.674)    3.050.547     (1.213.780)   (1.572.788)
            KAS DAN BANK AWAL TAHUN                                                   3.233.071     2.387.257        898.583     3.949.130     2.735.350
            KAS DAN BANK AKHIR TAHUN                                                  2.387.257       898.583      3.949.130     2.735.350     1.162.562




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk                                                                          IV-18
Page 53
        b. Proyeksi Keuangan Perseroan Dengan Transaksi
           Proyeksi keuangan WIKA dari manajemen yang telah disesuaikan adalah sebagai berikut:
            Jangka Waktu Proyeksi
            Periode proyeksi pendapatan ekonomis wajib dilakukan dalam jangka waktu paling singkat
            5 (lima) tahun ke depan. Proyeksi keuangan disajikan mulai dari 1 Januari 2024 – 31
            Desember 2028.
            Laporan Laba (Rugi)
            ▪ Pendapatan tahun 2024 diasumsikan meningkat 5,00% dari proforma tahun 2023 dan
               selanjutnya meningkat 3,00% setiap tahun dikurangi pendapatan HIPRO.
            ▪ Beban pokok pendapatan diasumsikan sebesar 87,00% dari pendapatan setiap tahun
               dikurangi beban pokok pendapatan HIPRO.
            ▪ Beban umum dan administrasi diasumsikan sebesar 4,50% dari pendapatan setiap tahun
               dikurangi beban usaha HIPRO.
            ▪ Beban penjualan diasumsikan sama dengan tanpa transaksi.
            ▪ Perhitungan penyusutan dan amortisasi dengan metode garis lurus dengan sisa umur
               ekonomis yang wajar disajikan pada lampiran 1.
            ▪ Pendapatan lain-lain diasumsikan sama dengan tanpa transaksi.
            ▪ Beban lain-lain diasumsikan sama dengan tanpa transaksi dikurangi beban lain-laih
               HIPRO.
            ▪ Beban pendanaan diasumsikan sama dengan tanpa transaksi dikurangi beban
               pendanaan HIPRO.
            ▪ Perhitungan pajak penghasilan final disajikan pada lampiran 5.
            ▪ Bagian rugi entitas asosiasi diasumsikan sama dengan tanpa transaksi.
            ▪ Perhitungan bagian laba HIPRO diasumsikan dari laba bersih dengan dilakukan transaksi
               HIPRO atas porsi kepemilikan saham WR pada HIPRO disajikan pada lampiran 3.
            ▪ Bagian laba entitas ventura bersama diasumsikan sama dengan tanpa transaksi.
            ▪ Tarif pajak diasumsikan sebesar 22,00% dari laba sebelum pajak dengan menerapkan tax
               loss carry forward.
            Laporan Posisi Keuangan
             ▪ Aset lancar
                − Piutang usaha tahun 2024 diasumsikan 50 hari dari pendapatan, tahun 2025
                    diasumsikan 40 hari dari pendapatan dan tahun selanjutnya diasumsikan 30 hari
                    dari pendapatan setiap tahun dikurangi piutang HIPRO.
                − Piutang retensi diasumsikan tetap, sama dengan proforma per 31 Desember 2023.
                − Tagihan bruto pemberi kerja diasumsikan tetap, sama dengan proforma per 31
                    Desember 2023.
                − Persediaan tahun 2024 diasumsikan 200 hari dari beban pokok pendapatan, tahun
                    2025 diasumsikan 150 hari dari beban pokok pendapatan dan tahun selanjutnya
                    diasumsikan 100 hari dari pendapatan dikurangi persediaan HIPRO.
                − Piutang yang belum ditagih diasumsikan tetap, sama dengan proforma per 31
                    Desember 2023.
                − Piutang lain-lain bagian lancar diasumsikan tetap, sama dengan proforma per 31
                    Desember 2023.




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk                      IV-19
Page 54
                  −    Uang muka - bagian lancar diasumsikan tetap, sama dengan proforma per 31
                       Desember 2023.
                  −    Jaminan usaha - bagian lancar diasumsikan tetap, sama dengan proforma per 31
                       Desember 2023.
                  −    Aset keuangan diasumsikan tetap, sama dengan proforma per 31 Desember 2023.
                  −    Pajak dibayar dimuka diasumsikan tetap, sama dengan proforma per 31 Desember
                       2023.
                  −    Biaya dibayar dimuka diasumsikan tetap, sama dengan proforma per 31 Desember
                       2023.
                  −    Pekerjaan dalam proses dimuka diasumsikan tetap, sama dengan proforma per 31
                       Desember 2023.
             ▪    Aset tidak lancar
                  − Aset tetap
                      Nilai perolehan diasumsikan meningkat per tahun dari tahun sebelumnya sebagai
                      capex. Akumulasi penyusutan dihitung dengan menambahkan akumulasi
                      penyusutan tahun sebelumnya dengan penyusutan tahun berjalan disajikan pada
                      lampiran 1.
                  − Piutang usaha – bagian tidak lancar diasumsikan tetap, sama dengan proforma per
                      31 Desember 2023.
                  − Piutang lain-lain – bagian tidak lancar diasumsikan tetap, sama dengan proforma
                      per 31 Desember 2023.
                  − Piutang belum ditagih – bagian tidak lancar diasumsikan tetap, sama dengan
                      proforma per 31 Desember 2023.
                  − Uang muka - bagian tidak lancar diasumsikan tetap, sama dengan proforma per 31
                      Desember 2023.
                  − Aset real estat diasumsikan tetap, sama dengan proforma per 31 Desember 2023.
                  − Investasi pada entitas asosiasi penjumlahan antara bagian laba (rugi) entitas
                      asosiasi periode berjalan dengan saldo investasi pada entitas asosiasi periode
                      sebelumnya.
                  − Investasi pada ventura bersama penjumlahan antara bagian laba (rugi) entitas
                      ventura bersama periode berjalan dengan saldo investasi pada entitas ventura
                      bersama periode sebelumnya.
                  − Properti investasi – neto diasumsikan tetap, sama dengan proforma per 31
                      Desember 2023.
                  − Aset kerjasama operasi diasumsikan tetap, sama dengan proforma per 31
                      Desember 2023.
                  − Goodwill diasumsikan tetap, sama dengan proforma per 31 Desember 2023.
                  − Investasi jangka panjang lainnya diasumsikan tetap, sama dengan proforma per 31
                      Desember 2023.
                  − Aset takberwujud diasumsikan tetap, sama dengan proforma per 31 Desember
                      2023.
                  − Aset pajak tangguhan diasumsikan tetap, sama dengan proforma per 31 Desember
                      2023.
                  − Aset lain-lain diasumsikan tetap, sama dengan proforma per 31 Desember 2023.


Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk                       IV-20
Page 55
             ▪    Liabilitas jangka pendek
                  − Perhitungan pinjaman jangka pendek disajikan pada lampiran 2.
                  − Utang usaha tahun 2024 diasumsikan 300 hari dari beban pokok pendapatan dan
                      tahun selanjutnya diasumsikan 250 hari dari beban pokok pendapatan dikurangi
                      utang usaha HIPRO.
                  − Utang lain-lain diasumsikan tetap, sama dengan proforma per 31 Desember 2023.
                  − Kewajiban bruto pemberi kerja diasumsikan tetap, sama dengan proforma per 31
                      Desember 2023.
                  − Utang pajak diasumsikan tetap diasumsikan tetap, sama dengan proforma per 31
                      Desember 2023.
                  − Uang muka pelanggan diasumsikan tetap, sama dengan proforma per 31 Desember
                      2023.
                  − Beban akrual diasumsikan tetap, sama dengan proforma per 31 Desember 2023.
                  − Pendapatan diterima dimuka diasumsikan tetap, sama dengan proforma per 31
                      Desember 2023.
                  − Perhitungan bagian jangka pendek dari pinjaman jangka menengah, liabilitas sewa,
                      pinjaman jangka panjang, obligasi dan sukuk mudharabah disajikan pada lampiran
                      2.
             ▪    Liabilitas jangka panjang
                  − Liabilitas imbalan pasca kerja diasumsikan tetap, sama dengan proforma per 31
                      Desember 2023.
                  − Liabilitas pajak tangguhan diasumsikan tetap, sama dengan proforma per 31
                      Desember 2023.
                  − Uang muka dari pelanggan jangka panjang diasumsikan tetap, sama dengan
                      proforma per 31 Desember 2023.
                  − Uang muka proyek jangka panjang diasumsikan tetap, sama dengan proforma per
                      31 Desember 2023.
                  − Utang lain-lain jangka panjang diasumsikan tetap, sama dengan proforma per 31
                      Desember 2023.
                  − Perhitungan bagian jangka panjang dari pinjaman jangka menengah, liabilitas sewa,
                      pinjaman jangka panjang, obligasi dan sukuk mudharabah disajikan pada lampiran
                      2.
                  − Utang ventura bersama diasumsikan tetap, sama dengan proforma per 31
                      Desember 2023.
             ▪    Ekuitas
                  − Modal saham diasumsikan tetap, sama dengan proforma per 31 Desember 2023.
                  − Modal saham diperoleh kembali diasumsikan tetap, sama dengan proforma per 31
                      Desember 2023.
                  − Tambahan modal disetor diasumsikan tetap, sama dengan proforma per 31
                      Desember 2023.
                  − Perubahan ekuitas entitas anak diasumsikan tetap, sama dengan proforma per 31
                      Desember 2023.
                  − Saldo (defisit) laba adalah penjumlahan antara laba (rugi) bersih periode berjalan
                      dengan saldo (rugi) laba periode sebelumnya.



Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk                         IV-21
Page 56
                  −      Surat berharga perpetual diasumsikan tetap, sama dengan proforma per 31
                         Desember 2023.
                  −      Kepentingan non pengendali diasumsikan tetap, sama dengan proforma per 31
                         Desember 2023.
            Asumsi – asumsi yang digunakan yang terkait langsung dengan kegiatan usaha dalam
            proyeksi posisi keuangan adalah wajar.
            Proyeksi Laba Rugi Dengan Dilakukannya Transaksi
            PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
            Proyeksi Laba Rugi Dengan Dilakukannya Transaksi (Rp.Juta)
                                                     Tahun        Proforma                                      Tahun Proyeksi
                            Uraian
                                                      2023          2023                2024           2025           2026           2027           2028

            PENDAPATAN BERSIH                            22.530.356     21.971.346     23.007.957     23.575.577     24.257.128     24.968.032     25.696.885
            BEBAN POKOK PENDAPATAN                      (20.177.090)   (19.735.328)   (20.165.430)   (20.699.747)   (21.295.962)   (21.934.058)   (22.579.363)
            LABA KOTOR                                    2.353.266      2.236.018      2.842.527      2.875.830      2.961.166      3.033.975      3.117.523
            Beban usaha                                    (984.269)      (977.122)    (1.069.156)    (1.101.231)    (1.134.268)    (1.168.296)    (1.203.345)
              Umum dan administrasi                       (973.998)      (966.850)     (1.057.328)    (1.089.048)    (1.121.719)    (1.155.371)    (1.190.032)
              Penjualan                                    (10.271)       (10.271)        (11.828)       (12.183)       (12.549)       (12.925)       (13.313)
            EBITDA                                       1.368.997      1.258.896       1.773.371      1.774.599      1.826.898      1.865.679      1.914.178
            Depresiasi                                    (491.120)      (490.813)      (495.247)      (423.597)      (489.344)      (538.557)      (587.769)
            EBIT                                           877.878        768.083      1.278.124      1.351.002      1.337.554      1.327.122      1.326.409
            Pendapatan lain-lain                            697.835        697.835      1.951.692      2.010.243      2.070.550      2.132.667      2.196.647
            Beban lain-lain                              (5.404.164)    (5.393.738)    (1.460.385)    (1.500.763)    (1.545.066)    (1.590.947)    (1.638.110)
            Beban keuangan                               (3.206.109)    (3.163.224)    (3.001.279)    (1.674.606)    (1.493.807)    (1.385.211)    (1.195.445)
            Beban pajak penghasilan final                  (500.558)      (500.226)      (661.467)      (679.450)      (697.973)      (717.051)      (736.702)
            Bagian rugi entitas asosiasi                    (91.144)       (91.144)        (7.389)        (7.360)        (7.330)        (7.301)        (7.272)
            Bagian laba entitas asosiasi HIPRO                                             46.070         46.209         55.905         66.956         75.997
            Bagian laba entitas ventura bersama            (139.283)      (139.283)       371.821        383.321        395.176        407.398        419.998
            EBT                                          (7.765.545)    (7.821.696)    (1.482.813)       (71.405)       115.008        233.632        441.520
            PAJAK                                           (58.994)       (55.059)           -              -             -           (3.442)        (8.267)
            LABA BERSIH (EAT)                            (7.824.539)    (7.876.755)    (1.482.813)       (71.405)      115.008        230.190        433.252
                                            Rata-rata
                Rasio Profitabilitas
                                            2024-2028
            EBITDA/Sales                        7,54%         6,08%          5,73%          7,71%          7,53%          7,53%          7,47%          7,45%
            EBIT/Sales                          5,46%         3,90%          3,50%          5,56%          5,73%          5,51%          5,32%          5,16%
            EBT/Sales                          -0,72%       -34,47%        -35,60%         -6,44%         -0,30%          0,47%          0,94%          1,72%
            EAT/Sales                          -0,73%       -34,73%        -35,85%         -6,44%         -0,30%          0,47%          0,92%          1,69%




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk                                                                 IV-22
Page 57
            Proyeksi Posisi Keuangan Dengan Dilakukannya Transaksi
            PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
            Proyeksi Posisi Keuangan Dengan Dilakukannya Transaksi (Rp.Juta)
                                                            Tahun       Proforma                                  Tahun Proyeksi
                                     Uraian
                                                             2023          2023          2024          2025           2026           2027          2028
            ASET
            Aset Lancar
            Kas dan setara kas                              3.233.071     3.119.420     2.431.111       845.074       3.796.807     2.461.719       744.318
            Piutang usaha                                   3.310.322     3.299.449     3.228.223     2.655.140       2.046.696     2.107.775     2.170.621
            Piutang retensi                                 1.572.096     1.572.096     1.572.096     1.572.096       1.572.096     1.572.096     1.572.096
            Tagihan bruto pemberi kerja                     2.463.049     2.463.049     2.463.049     2.463.049       2.463.049     2.463.049     2.463.049
            Persediaan                                     11.411.412   11.405.099     11.269.544     8.702.313       5.971.827     6.150.966     6.335.251
            Piutang yang belum ditagih                        754.219       754.219       754.219       754.219         754.219       754.219       754.219
            Piutang lain-lain - bag. lancar                   299.796       383.033       383.033       383.033         383.033       383.033       383.033
            Uang muka - bag. lancar                           879.097       877.734       877.734       877.734         877.734       877.734       877.734
            Jaminan usaha                                     342.873       342.873       342.873       342.873         342.873       342.873       342.873
            Aset keuangan                                         -             -             -             -               -             -             -
            Pajak dibayar dimuka                            1.567.878     1.567.599     1.567.599     1.567.599       1.567.599     1.567.599     1.567.599
            Biaya dibayar dimuka                              965.398       961.287       961.287       961.287         961.287       961.287       961.287
            Pekerjaan dalam proses                          4.002.444     4.002.444     4.002.444     4.002.444       4.002.444     4.002.444     4.002.444
            Jumlah Aset Lancar                             30.801.656   30.748.302     29.853.213    25.126.862      24.739.664    23.644.795    22.174.525
            Aset Tidak Lancar
            Aset tetap
               Nilai perolehan                             12.821.067     9.473.988     9.720.051     9.966.113      10.212.175    10.458.237    10.704.300
               Akumulasi penyusutan                         4.705.367     3.728.276     4.223.523     4.647.121       5.136.465     5.675.022     6.262.791
               Nilai buku                                   8.115.700     5.745.712     5.496.527     5.318.992       5.075.710     4.783.216     4.441.509
            Piutang usaha - bag. tidak lancar                     -             -             -             -               -             -             -
            Piutang lain-lain - bag. tidak lancar                 -             -             -             -               -             -             -
            Piutang belum ditagih - bag. tidak lancar             -             -             -             -               -             -             -
            Uang muka - bag. tidak lancar                         -             -             -             -               -             -             -
            Aset real estat                                 2.103.448     2.103.448     2.103.448     2.103.448       2.103.448     2.103.448     2.103.448
            Investasi pada entitas asosiasi                 1.854.701     2.612.563     2.651.244     2.690.093       2.738.668     2.798.323     2.867.047
            Investasi pada ventura bersama                 12.022.212   12.022.212     12.394.033    12.777.353      13.172.529    13.579.927    13.999.925
            Properti investasi - neto                       1.308.364     1.308.364     1.308.364     1.308.364       1.308.364     1.308.364     1.308.364
            Aset kerjasama operasi                            267.839       267.839       267.839       267.839         267.839       267.839       267.839
            Goodwill                                            4.847         4.847         4.847         4.847           4.847         4.847         4.847
            Investasi jangka panjang lainnya                1.029.675     1.029.675     1.029.675     1.029.675       1.029.675     1.029.675     1.029.675
            Aset takberwujud                                7.601.854     7.601.280     7.601.280     7.601.280       7.601.280     7.601.280     7.601.280
            Aset pajak tangguhan                               32.193        23.301        23.301        23.301          23.301        23.301        23.301
            Aset lain-lain                                    838.747       633.918       633.918       633.918         633.918       633.918       633.918
               Aset lain-lain                                 662.907       633.918       633.918       633.918         633.918       633.918       633.918
               Aset Hak Guna Hipro
                  Nilai Perolehan                             268.553           -             -             -               -             -             -
                  Akumulasi penyusutan                         92.712           -             -             -               -             -             -
                  Nilai Buku                                  175.840           -             -             -               -             -             -
            Jumlah Aset Tidak Lancar                       35.179.580   33.353.159     33.514.476    33.759.111      33.959.579    34.134.138    34.281.153
            JUMLAH ASET                                    65.981.236   64.101.461     63.367.689    58.885.973      58.699.244    57.778.932    56.455.678
            LIABILITAS DAN EKUITAS
            Liabilitas Jangka Pendek
            Pinjaman jangka pendek                         17.613.134   17.613.134            -             -               -             -             -
            Utang usaha                                     9.339.844     9.290.721    16.847.893    14.437.755      14.866.814    15.312.690    15.769.980
            Utang lain-lain                                   942.284       938.369       938.369       938.369         938.369       938.369       938.369
            Kewajiban bruto pemberi kerja                         -             -             -             -               -             -             -
            Utang pajak                                       757.471       747.220       747.220       747.220         747.220       747.220       747.220
            Uang muka dari pelanggan jangka pendek            602.423       578.847       578.847       578.847         578.847       578.847       578.847
            Beban akrual                                    5.399.695     5.307.749     5.307.749     5.307.749       5.307.749     5.307.749     5.307.749
            Pendapatan diterima dimuka                        294.179       289.162       289.162       289.162         289.162       289.162       289.162
            Bagian jangka pendek dari:
               Pinjaman jangka menengah                     1.545.000     1.545.000       356.000       356.000         356.000       356.000           -
               Liabilitas sewa                                 44.130        32.839        32.839        32.839          32.839        32.839        32.839
               Pinjaman jangka panjang                        189.334       129.197       129.197       129.197         129.197       129.197       129.197
               Obligasi                                     1.066.000     1.016.000     1.833.750       942.500       1.746.130     2.241.500           -
               Sukuk mudharabah                               643.800       643.800       681.225       303.100         365.050       487.100           -
            Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                38.437.294   38.132.037     27.742.250    24.062.736      25.357.376    26.420.672    23.793.362
            Liabilitas Jangka Panjang
            Liabilitas imbalan paska kerja                    269.871       243.337       243.337       243.337         243.337       243.337       243.337
            Liabilitas pajak tangguhan                         77.043        77.043        77.043        77.043          77.043        77.043        77.043
            Uang muka dari pelanggan jangka panjang           239.959       239.959       239.959       239.959         239.959       239.959       239.959
            Uang muka proyek jangka panjang                 1.390.092     1.390.092     1.390.092     1.390.092       1.390.092     1.390.092     1.390.092
            Utang pihak berelasi
            Utang lain-lain                                   108.252       108.252      108.252       108.252         108.252       108.252       108.252
            Bagian jangka panjang dikurangi bagian jangka
            pendek:
               Pinjaman jangka menengah                       235.000       235.000     1.068.000       712.000         356.000           -             -
               Liabilitas sewa                                110.643        33.396        33.396        33.396          33.396        33.396        33.396
               Pinjaman jangka panjang                      5.723.225     5.386.792    18.257.595    19.128.398      19.999.201    20.870.004    21.740.807
            Utang ventura bersama                              77.287        77.287        77.287        77.287          77.287        77.287        77.287
            Obligasi                                        7.602.943     7.602.943     5.719.193     4.776.693       3.030.563       789.063       789.063
            Sukuk mudharabah                                2.138.015     2.138.015     1.456.790     1.153.690         788.640       301.540       301.540
            Jumlah Liabilitas Jangka Panjang               17.972.329   17.532.115     28.670.943    27.940.146      26.343.769    24.129.972    25.000.775
            JUMLAH LIABILITAS                              56.409.623   55.664.152     56.413.193    52.002.883      51.701.145    50.550.644    48.794.137
            Ekuitas
            Modal saham                                       896.995       896.995       896.995       896.995         896.995       896.995       896.995
            Modal saham diperoleh kembali                        (110)         (110)         (110)         (110)           (110)         (110)         (110)
            Tambahan modal disetor                          6.555.499     6.555.499     6.555.499     6.555.499       6.555.499     6.555.499     6.555.499
            Perubahan ekuitas entitas anak                  1.121.143     1.121.143     1.121.143     1.121.143       1.121.143     1.121.143     1.121.143
            Saldo (defisit) laba                           (2.823.649)   (2.743.203)   (4.226.016)   (4.297.421)     (4.182.413)   (3.952.223)   (3.518.971)
            Surat berharga perpetual                              -             -             -             -               -             -             -
            Kepentingan non pengendali                      3.821.735     2.606.985     2.606.985     2.606.985       2.606.985     2.606.985     2.606.985
            Jumlah Ekuitas                                  9.571.613     8.437.309     6.954.496     6.883.091       6.998.098     7.228.288     7.661.541
            JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                  65.981.236   64.101.461     63.367.689    58.885.973      58.699.244    57.778.932    56.455.678
                                                Rata-rata
            Rasio Likuiditas dan Solvabilitas
                                                2024-2028
            Current Ratio                            98,46%     80,13%       80,64%      107,61%       104,42%          97,56%        89,49%        93,20%
            Debt to Equity Ratio                   728,34%     589,34%      659,74%      811,18%       755,52%         738,79%       699,34%       636,87%
            Debt to Asset Ratio                      87,87%     85,49%       86,84%       89,03%        88,31%          88,08%        87,49%        86,43%




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk                                                                                   IV-23
Page 58
            Proyeksi Arus Kas Dengan Dilakukannya Transaksi
            PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
            Proyeksi Arus Kas Dengan Dilakukannya Transaksi (Rp.Juta)
                                                                                                                Tahun Proyeksi
                                            Uraian
                                                                                       2024          2025           2026          2027          2028
            ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
            Laba Bersih                                                               (1.482.813)     (71.405)       115.008       230.190       433.252
            Depresiasi dan Amortisasi                                                    495.247      423.597        489.344       538.557       587.769
            (-) Bagian Laba Rugi Ventura Bersama dan Entitas Asosiasi                   (410.502)    (422.170)      (443.750)     (467.053)     (488.722)
            (+) (Kenaikan) Penurunan Investasi Ventura Bersama dan Entitas Asosiasi      410.502      422.170        443.750       467.053       488.722
            Perubahan Modal Kerja :
            (Kenaikan) Penurunan Piutang usaha                                           71.226        573.082       608.444       (61.079)      (62.846)
            (Kenaikan) Penurunan Piutang retensi                                            -              -             -             -             -
            (Kenaikan) Penurunan Tagihan bruto pemberi kerja                                -              -             -             -             -
            (Kenaikan) Penurunan Persediaan                                             135.555      2.567.231     2.730.487      (179.140)     (184.285)
            (Kenaikan) Penurunan Piutang yang belum ditagih                                 -              -             -             -             -
            (Kenaikan) Penurunan Piutang lain-lain - bag. lancar                            -              -             -             -             -
            (Kenaikan) Penurunan Uang muka - bag. lancar                                    -              -             -             -             -
            (Kenaikan) Penurunan Jaminan usaha                                              -              -             -             -             -
            (Kenaikan) Penurunan Aset keuangan                                              -              -             -             -             -
            (Kenaikan) Penurunan Pajak dibayar dimuka                                       -              -             -             -             -
            (Kenaikan) Penurunan Biaya dibayar dimuka                                       -              -             -             -             -
            (Kenaikan) Penurunan Piutang usaha - bag. tidak lancar                          -              -             -             -             -
            (Kenaikan) Penurunan Piutang lain-lain - bag. tidak lancar                      -              -             -             -             -
            (Kenaikan) Penurunan Piutang belum ditagih - bag. tidak lancar                  -              -             -             -             -
            (Kenaikan) Penurunan Uang muka - bag. tidak lancar                              -              -             -             -             -
            (Kenaikan) Penurunan Aset pajak tangguhan                                       -              -             -             -             -
            (Kenaikan) Penurunan Aset lain-lain                                             -              -             -             -             -
            Kenaikan (Penurunan) Utang usaha                                          7.557.172     (2.410.139)      429.060       445.876       457.290
            Kenaikan (Penurunan) Utang lain-lain                                            -              -             -             -             -
            Kenaikan (Penurunan) Kewajiban bruto pemberi kerja                              -              -             -             -             -
            Kenaikan (Penurunan) Utang pajak                                                -              -             -             -             -
            Kenaikan (Penurunan) Uang muka dari pelanggan jangka pendek                     -              -             -             -             -
            Kenaikan (Penurunan) Beban akrual                                               -              -             -             -             -
            Kenaikan (Penurunan) Pendapatan diterima dimuka                                 -              -             -             -             -
            Kenaikan (Penurunan) Liabilitas imbalan paska kerja                             -              -             -             -             -
            Kenaikan (Penurunan) Liabilitas pajak tangguhan                                 -              -             -             -             -
            Kenaikan (Penurunan) Uang muka dari pelanggan jangka panjang                    -              -             -             -             -
            Kenaikan (Penurunan) Uang muka proyek jangka panjang                            -              -             -             -             -
            Kenaikan (Penurunan) Utang lain-lain                                            -              -             -             -             -
                                                           Perubahan Modal Kerja      7.763.953       730.175      3.767.990       205.657       210.159
                             Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) Aktivitas Operasi       6.776.387     1.082.367      4.372.342       974.404     1.231.181
            ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
            (Kenaikan) Penurunan Pekerjaan dalam proses                                     -             -              -             -             -
            (Kenaikan) Penurunan Aset tetap                                            (246.062)     (246.062)      (246.062)     (246.062)     (246.062)
            (Kenaikan) Penurunan Aset real estat                                            -             -              -             -             -
            (Kenaikan) Penurunan Investasi pada entitas asosiasi                        (38.681)      (38.849)       (48.574)      (59.655)      (68.725)
            (Kenaikan) Penurunan Investasi pada ventura bersama                        (371.821)     (383.321)      (395.176)     (407.398)     (419.998)
            (Kenaikan) Penurunan Properti investasi - neto                                  -             -              -             -             -
            (Kenaikan) Penurunan Aset kerjasama operasi                                     -             -              -             -             -
            (Kenaikan) Penurunan Goodwill                                                   -             -              -             -             -
            (Kenaikan) Penurunan Investasi jangka panjang lainnya                           -             -              -             -             -
            (Kenaikan) Penurunan Aset takberwujud                                           -             -              -             -             -
                            Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) Aktivitas Investasi       (656.564)     (668.232)      (689.812)     (713.115)     (734.785)
            ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
            Kenaikan (Penurunan) Pinjaman jangka pendek                        (17.613.134)                 -             -              -             -
            Kenaikan (Penurunan) Bagian jangka pendek dari:
                                 Pinjaman jangka menengah                       (1.189.000)               -              -             -         (356.000)
                                 Liabilitas sewa                                       -                  -              -             -              -
                                 Pinjaman jangka panjang                               -                  -              -             -              -
                                 Obligasi                                          817.750           (891.250)       803.630       495.370     (2.241.500)
                                 Sukuk mudharabah                                   37.425           (378.125)        61.950       122.050       (487.100)
            Kenaikan (Penurunan) Utang pihak berelasi                                                     -              -             -              -
            Kenaikan (Penurunan) Bagian jangka panjang dikurangi bagian jangka
                                 pendek:
                                 Pinjaman jangka menengah                          833.000            (356.000)      (356.000)     (356.000)          -
                                 Liabilitas sewa                                       -                   -              -             -             -
                                 Pinjaman jangka panjang                        12.870.803             870.803        870.803       870.803       870.803
            Kenaikan (Penurunan) Utang ventura bersama                                 -                   -              -             -             -
            Kenaikan (Penurunan) Obligasi                                       (1.883.750)           (942.500)    (1.746.130)   (2.241.500)          -
            Kenaikan (Penurunan) Sukuk mudharabah                                 (681.225)           (303.100)      (365.050)     (487.100)          -
            Kenaikan (Penurunan) Modal saham                                           -                   -              -             -             -
            Kenaikan (Penurunan) Modal saham diperoleh kembali                         -                   -              -             -             -
            Kenaikan (Penurunan) Tambahan modal disetor                                -                   -              -             -             -
            Kenaikan (Penurunan) Perubahan ekuitas entitas anak                        -                   -              -             -             -
            Kenaikan (Penurunan) Surat berharga perpetual                              -                   -              -             -             -
            Kenaikan (Penurunan) Kepentingan non pengendali                            -                   -              -             -             -
            Penyesuaian                                                                -                   -              -             -             -
                         Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) Aktivitas Pendanaan (6.808.131)           (2.000.172)      (730.797)   (1.596.377)   (2.213.797)
            KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN BANK                              (688.309)         (1.586.037)     2.951.733    (1.335.088)   (1.717.401)
            KAS DAN BANK AWAL TAHUN                                                   3.119.420     2.431.111        845.074     3.796.807     2.461.719
            KAS DAN BANK AKHIR TAHUN                                                  2.431.111       845.074      3.796.807     2.461.719       744.318




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk                                                                          IV-24
Page 59
            Tanpa dilakukannya transaksi rata-rata EBITDA/Sales, EBIT/Sales, EBT/Sales dan EAT/Sales
            Perseroan masing-masing sebesar 8,45%, 6,14%, -0,40% dan -0,54%. Sedangkan dengan
            dilakukannya transaksi rata-rata EBITDA/Sales, EBIT/Sales, EBT/Sales dan EAT/Sales
            Perseroan setiap tahun masing-masing sebesar 7,54%, 5,46%, -0,72% dan -0,73%. Dengan
            demikian dengan dilakukannya transaksi profitabilitas Perseroan mengalami penurunan.
            Tanpa dilakukannya transaksi likuiditas Perseroan yang diukur dengan rata-rata Current
            Ratio (CR) sebesar 97,82% sedangkan dengan dilakukannya transaksi CR Perseroan sebesar
            98,46%.
            Tanpa dilakukannya transaksi solvabilitas Perseroan yang diukur dengan rata-rata Debt to
            Equity Ratio (DER) dan Debt to Assets Ratio (DAR) masing-masing 627,11% dan 86,17%
            sedangkan dengan dilakukannya transaksi DER dan DAR Perseroan masing-masing 728,34%
            dan 87,87%.
            Dengan transaksi, proyeksi posisi keuangan Perseroan menunjukan bahwa likuiditas
            Perseroan mengalami peningkatan dan solvabilitas Perseroan mengalami penurunan.
            Selain itu tanpa transaksi dan dengan transaksi proyeksi arus kas Perseroan tidak
            menunjukkan adanya cash deficiency.

4.2.   Analisis Inkremental
       Analisis inkremental untuk mengukur nilai tambah dari transaksi dengan mempertimbangkan:
       − Konstribusi nilai tambah terhadap perusahaan sebagai akibat dari transaksi dan dampaknya
           terhadap proyeksi keuangan.
       − Biaya dan pendapatan yang relevan.
       − Informasi non keuangan yang relevan.
       − Prosedur pengambilan keputusan oleh perusahaan dalam menentukan rencana dan nilai
           transaksi dengan memperhatikan alternatif lain.
       − Hal-hal material lain.
4.2.1. Konstribusi Nilai Tambah
       Konstribusi nilai tambah dari rencana transaksi dapat diukur dari penghematan pajak bunga
       pinjaman pemegang saham dan peningkatan likuiditas keuangan.
       Berdasarkan proyeksi laba rugi, perhitungan konstribusi nilai tambah terhadap penghematan
       pajak bunga pinjaman pemegang saham Perseroan adalah sebagai berikut:
        Perhitungan Penghematan Pajak Bunga Pinjaman Pemegang Saham WIKA - WR (Rp.Juta)
                                                                Tahun
                     Uraian                                                                       Jumlah
                                         2024        2025        2026       2027        2028
        Pajak bunga tanpa transaksi (a)   77.713      77.713      77.713     77.713      77.713   388.565
        Pajak bunga dengan transaksi (b)  62.024      62.024      62.024     62.024      62.024   310.122
        Penghematan pajak bunga (a-b)     15.688      15.688      15.688     15.688      15.688    78.442

       Berdasarkan hasil perhitungan, terlihat bahwa dengan dilakukannya transaksi memberikan
       konstribusi nilai tambah terhadap penghematan pajak bunga pinjaman pemegang saham.
       Dengan dilakukannya transaksi, kontribusi nilai tambah selama tahun 2024 – 2028 terhadap
       penghematan pajak bunga pinjaman pemegang saham sebesar Rp 78.442 juta.




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk                                     IV-25
Page 60
       Analisis kontribusi nilai tambah terhadap likuiditas Perseroan dapat dihitung sebagai berikut:
        Konstribusi Nilai Tambah Terhadap Likuiditas Perseroan
                                                                          Tahun Proyeksi                       Rata-rata
                     Uraian
                                                    2024          2025        2026         2027      2028      2024-2028
        Dengan Transaksi (1)
        Current Ratio                                107,61%       104,42%      97,56%      89,49%    93,20%       98,46%
        Tanpa Transaksi (2)
        Current Ratio                                106,19%       103,19%      96,84%      89,33%    93,56%       97,82%
        Konstribusi Nilai Tambah (1-2)
        Current Ratio                                  1,33%         1,19%       0,75%       0,18%     0,39%        0,65%

       Berdasarkan hasil perhitungan, terlihat bahwa dengan dilakukannya transaksi memberikan
       konstribusi nilai tambah terhadap peningkatan likuiditas Perseroan. Dengan dilakukannya
       transaksi, kontribusi nilai tambah tahun 2024 – 2028 terhadap likuiditas current ratio sebesar
       0,65%.
       Berdasarkan analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa dengan dilakukannya transaksi,
       Perseroan akan memperoleh nilai tambah berupa penghematan pajak bunga pinjaman
       pemegang saham dan peningkatan likuiditas yang akan menguntungkan Perseroan secara
       konsolidasi.
4.2.2. Biaya dan Pendapatan yang Relevan
       Perseroan akan memperhatikan biaya dan pendapatan yang relevan sesuai dengan keadaan
       industri dan margin laba yang diharapkan. Apabila pendapatan berkurang Perseroan akan
       menurunkan biaya secara proporsional hingga margin laba yang diharapkan dapat tercapai.
       Dengan demikian transaksi yang dilakukan memberikan nilai tambah bagi Perseroan.
4.2.3. Informasi Non Keuangan yang Relevan
       Informasi non keuangan yang relevan adalah dengan dilakukannya transaksi, dapat
       meningkatkan reputasi Perseroan sebagai induk perusahaan yang profesional dengan terus
       mendukung kelancaran operasional group Perseroan.
4.2.4. Prosedur Pengambilan Keputusan Oleh Perseroan Dalam Menentukan Rencana Transaksi dan
       Nilai Transaksi dengan Memperhatikan Alternatif lain
       Prosedur pengambilan keputusan oleh Perseroan dalam menentukan rencana transaksi dan
       nilai transaksi adalah dilakukan oleh Direksi dengan pengawasan Komisaris Perseroan. Rencana
       transaksi dan nilai transaksi dengan persyaratan yang mudah, transparan dan akuntabel yang
       dapat dipenuhi Perseroan sesuai dengan Peraturan perundang-undangan yang berlaku.
       Alternatif lain dari rencana transaksi, apabila dilakukan dengan pihak lain, tidak ada dan
       Perseroan tidak mengenal pihak lain tersebut, sehingga rencana transaksi tidak dapat
       dilaksanakan.
4.2.5. Hal-Hal Material Lainnya
       Hal-hal material lainnya terkait dengan analisis inkremental dari rencana transaksi tidak ada.
       Dengan analisis inkremental yang telah dilakukan, Penilai meyakini bahwa rencana transaksi
       adalah wajar dan memberikan nilai tambah bagi Perseroan.




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk                                           IV-26
Page 61
                                               BAB V
                                 ANALISIS KEWAJARAN NILAI TRANSAKSI

Analisis kewajaran nilai transaksi meliputi :
a. Perbandingan antara nilai transaksi dengan hasil penilaian atas transaksi yang dilakukan.
b. Analisis untuk memastikan bahwa nilai transaksi memberikan nilai tambah dari transaksi yang
    dilakukan.
Kewajaran nilai transaksi berdasarkan Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 tentang Pedoman
Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Usaha di Pasar Modal, menyatakan bahwa batas atas dan
batas bawah pada kisaran nilai tidak melebihi 7,50% dari nilai hasil penilaian.
5.1. Hasil Penilaian Objek Transaksi
     Berdasarkan Laporan Penilaian Saham HIPRO No. 00061/2.0014-00/BS/03/0080/1/V/2024
     tanggal 20 Mei 2024 yang diterbitkan oleh KJPP Toha - Okky - Heru & Rekan, menyatakan bahwa
     Nilai Pasar 1.972.762 saham atau 100% saham HIPRO per 31 Desember 2023 adalah
     Rp 2.457.239.000.000,-.
       Berdasarkan Laporan Penilaian Saham milik HIN pada WR No. 00145/2.0118-
       00/BS/03/0596/1/V/2024 tanggal 13 Mei 2024 yang diterbitkan oleh KJPP Iskandar dan
       Rekan, menyatakan bahwa Nilai Pasar 16.566.614.132 saham atau 22,57% saham milik HIN
       pada WR per 31 Desember 2023 adalah Rp 1.130.000.000.000,- atau untuk setiap saham adalah
       Rp 68,-.
5.2. Nilai Transaksi
     Berdasarkan Berita Acara Kesepakatan tanggal 29 Mei 2024, WIKA berencana melakukan share
     swap 50,99% saham HIPRO yang diperoleh dari debt to asset swap piutang WIKA sebesar
     Rp 1.214.750.000.000,- pada WR yang dimiliki HIN. Dengan demikian nilai transaksi sebesar Rp
     1.214.750.000.000,-.
5.3. Analisis Kewajaran Nilai Transaksi
     Nilai Pasar 100% saham HIPRO adalah Rp 2.457.239.000.000,-, sehingga Nilai Pasar 50,99%
     saham HIPRO adalah Rp 1.252.946.166.100,-. Dengan nilai transaksi debt to asset sebesar Rp
     1.214.750.000.000,- dan Nilai Pasar saham 50,99% HIPRO adalah Rp 1.252.946.166.100,-, maka
     nilai transaksi lebih rendah 3,05% dari Nilai Pasarnya namun masih dalam kisaran Nilai Pasarnya.
       Dengan nilai transaksi share swap sebesar Rp 1.214.750.000.000,- dan Nilai Pasar saham milik
       HIN pada WR adalah Rp 1.130.000.000.000,-, maka nilai transaksi lebih tinggi 7,50% dari Nilai
       Pasarnya dan tidak melebihi batas kisaran Nilai Pasarnya.
5.4. Analisis Bahwa Nilai Transaksi Memberikan Nilai Tambah dari Transaksi Yang Dilakukan
     Berdasarkan hasil analisis dapat dipastikan bahwa nilai transaksi memberikan nilai tambah
     sebagai berikut:
       •     Dengan dilakukannya transaksi, kontribusi nilai tambah selama tahun 2024 – 2028 terhadap
             penghematan pajak bunga pinjaman pemegang saham sebesar Rp 78.442 juta.
       •     Dengan dilakukannya transaksi, kontribusi nilai tambah tahun 2024 – 2028 terhadap
             likuiditas current ratio sebesar 0,65%.
  Berdasarkan analisis tersebut, Kami berpendapat bahwa nilai transaksi adalah wajar.




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk                          V-1
Page 62
                                               BAB VI
                              ANALISIS ATAS FAKTOR LAIN YANG RELEVAN


6.1.   Analisis Ketidakpastian Rencana Pembiayaan Dalam Rencana Transaksi
       Rencana Transaksi merupakan share swap saham HIPRO yang diperoleh dari debt to asset swap
       WR yang dimiliki HIN oleh WIKA sehingga tidak diperlukan ketersediaan kas untuk melakukan
       Rencana Transaksi.
6.2. Analisis Ketidakpastian Nilai Tukar Mata Uang
     Laporan keuangan Perseroan dan jasa yang diperdagangkan dalam mata uang Rupiah.
       Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 20-21 Desember 2023 memutuskan untuk
       mempertahankan BI-Rate sebesar 6,00%, suku bunga Deposit Facility sebesar 5,25%, dan suku
       bunga Lending Facility sebesar 6,75%. Terhitung mulai 21 Desember 2023, Bank Indonesia
       menggunakan nama BI-Rate sebagai suku bunga kebijakan menggantikan BI 7-Day (Reverse)
       Repo Rate untuk memperkuat komunikasi kebijakan moneter. Penggantian nama ini tidak
       mengubah makna dan tujuan BI-Rate sebagai stance kebijakan moneter Bank Indonesia, serta
       operasionalisasinya tetap mengacu pada transaksi reverse repo Bank Indonesia tenor 7 (tujuh)
       hari.
       Keputusan mempertahankan BI-Rate pada level 6,00% tetap konsisten dengan fokus kebijakan
       moneter yang pro-stability yaitu untuk penguatan stabilisasi nilai tukar Rupiah serta langkah
       pre-emptive dan forward looking untuk memastikan inflasi tetap terkendali dalam sasaran
       2,5±1% pada 2024. Sementara itu, kebijakan makroprudensial dan sistem pembayaran tetap
       pro-growth untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Kebijakan
       makroprudensial longgar terus ditempuh untuk mendorong kredit/pembiayaan perbankan
       kepada dunia usaha dan rumah tangga. Akselerasi digitalisasi sistem pembayaran juga terus
       didorong untuk meningkatkan volume transaksi dan memperluas inklusi ekonomi-keuangan
       digital, termasuk digitalisasi transaksi keuangan Pemerintah Pusat dan Daerah.

6.3.   Analisis Ketidakpastian Risiko Pasar
       Ketidakpastian risiko pasar dalam industri konstruksi dapat berasal dari berbagai faktor dan
       faktor-faktor ini dapat sangat beragam. Berikut adalah beberapa faktor utama yang dapat
       menyebabkan ketidakpastian risiko pasar dalam industri konstruksi:
       1. Perubahan Ekonomi Makro: Fluktuasi dalam ekonomi makro, seperti resesi atau
           pertumbuhan ekonomi yang lambat, dapat mengurangi permintaan untuk proyek
           konstruksi. Kondisi ekonomi yang buruk dapat mengakibatkan penurunan investasi di sektor
           ini.
       2. Inflasi: Kenaikan biaya bahan bangunan dan tenaga kerja akibat inflasi dapat mengurangi
           margin keuntungan proyek konstruksi. Biaya yang meningkat tanpa disertai peningkatan
           harga kontrak dapat menyebabkan kerugian finansial.
       3. Suku Bunga: Kenaikan suku bunga dapat meningkatkan biaya pembiayaan proyek konstruksi,
           sehingga mengurangi profitabilitas dan mempengaruhi kemampuan perusahaan untuk
           mendapatkan pembiayaan.




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk                         VI-1
Page 63
        4. Keterlambatan Pembayaran: Keterlambatan dalam pembayaran oleh klien atau kontraktor
           utama dapat menyebabkan masalah likuiditas bagi perusahaan konstruksi. Aliran kas yang
           tidak stabil dapat menghambat kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban
           finansialnya.
        5. Manajemen Proyek: Kesalahan dalam manajemen proyek, termasuk estimasi biaya yang
           tidak akurat dan penjadwalan yang buruk, dapat menyebabkan pembengkakan biaya dan
           penundaan yang merugikan secara finansial.

6.4.   Analisis Faktor Lain Yang Berpengaruh
       Pendapat kewajaran ini disusun berdasarkan asumsi bahwa transaksi yang akan dilakukan oleh
       manajemen Perseroan sesuai dengan Rencana Transaksi.




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk                      VI-2
Page 64
                                        BAB VII
                     KESIMPULAN PENDAPAT KEWAJARAN ATAS TRANSAKSI


        Hasil analisis atas nilai transaksi debt to asset swap adalah nilai transaksi lebih rendah dari Nilai
        Pasarnya namun masih dalam kisaran Nilai Pasarnya memberikan kesimpulan bahwa nilai
        transaksi adalah wajar.
        Hasil analisis atas nilai transaksi share swap saham adalah nilai transaksi lebih tinggi dari Nilai
        Pasarnya namun masih dalam kisaran Nilai Pasarnya memberikan kesimpulan bahwa nilai
        transaksi adalah wajar.
        Hasil analisis atas dampak keuangan dari transaksi yang akan dilakukan terhadap kepentingan
        pemegang saham memberikan kesimpulan bahwa dengan dilakukannya transaksi akan
        menghemat pajak bunga pinjaman pemegang saham dan meningkatkan likuiditas yang dapat
        memberikan nilai tambah bagi Perseroan, dengan demikian sesuai dengan kepentingan
        pemegang saham.
        Hasil analisis atas pertimbangan bisnis dari manajemen terkait dengan transaksi terhadap
        kepentingan pemegang saham adalah WIKA dapat mendukung program akselerasi industri
        pariwisata dan perhotelan Indonesia sehingga akan memberikan reputasi positif sebagai BUMN
        yang terus berkembang dan memperbaiki rasio solvabilitas WR sebagai entitas anak Perseroan
        memberikan kesimpulan bahwa pertimbangan bisnis dari manajemen tersebut sejalan dengan
        kepentingan pemegang saham.
        Berdasarkan kesimpulan dari hasil analisis tersebut diatas, maka Kami berpendapat bahwa
        transaksi adalah wajar.




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk                                 VII-1
Page 65
                                                        LAMPIRAN




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   VII-1
Page 66
Lampiran 1
PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
Perhitungan Nilai Perolehan, Penyusutan dan Akumulasi Penyusutan Aset Tetap (Rp.Juta) (Tanpa Transaksi)
                                             Umur       Tahun                           Tahun Proyeksi
                    Uraian
                                          Ekonomis       2023       2024        2025         2026         2027        2028
NILAI PEROLEHAN
Aset Tetap
  Hak atas tanah                                       4.486.233  4.486.233   4.486.233    4.486.233    4.486.233    4.486.233
  Lahan tambang                                           60.330     60.330      60.330       60.330       60.330       60.330
  Bangunan                                             2.644.084  2.644.084   2.644.084    2.644.084    2.644.084    2.644.084
  Prasarana                                              563.451    563.451     563.451      563.451      563.451      563.451
  Perlengkapan kantor                                    402.703    402.703     402.703      402.703      402.703      402.703
  Peralatan pabrik dan proyek                          4.519.512  4.519.512   4.519.512    4.519.512    4.519.512    4.519.512
  Kendaraan                                               11.994     11.994      11.994       11.994       11.994       11.994
Aset dalam penyelesaian
  Aset dalam penyelesaian                                132.759    343.181     343.181      343.181      343.181      343.181
Capex 2024                        262.285                           262.285     262.285      262.285      262.285      262.285
Capex 2025                        265.837                                       265.837      265.837      265.837      265.837
Capex 2026                        267.073                                                    267.073      267.073      267.073
Capex 2027                        268.124                                                                 268.124      268.124
Capex 2028                        269.291                                                                              269.291
Jumlah Nilai Perolehan                                12.821.067 13.293.773 13.559.610 13.826.684 14.094.808        14.364.098
PENYUSUTAN
Aset Tetap
  Lahan tambang                    60.330     20                      3.016       3.016        3.016        3.016       3.016
  Bangunan                      2.644.084     15                    176.272     176.272      176.272      176.272     176.272
  Prasarana                       563.451     20                     28.173      28.173       28.173       28.173      28.173
  Perlengkapan kantor             402.703      4                     68.109          -           -            -           -
  Peralatan pabrik dan proyek   4.519.512     20                    225.976     225.976      225.976      225.976     225.976
  Kendaraan                        11.994      5                      1.597          -           -            -           -
Capex 2024                        262.285      5                                 52.457       52.457       52.457      52.457
Capex 2025                        265.837      5                                              53.167       53.167      53.167
Capex 2026                        267.073      5                                                           53.415      53.415
Capex 2027                        268.124      5                                                                       53.625
Capex 2028                        269.291      5
Jumlah Penyusutan Aset Tetap                                        503.143     485.894      539.061      592.476     646.101
AKUMULASI PENYUSUTAN
Aset Tetap
  Lahan tambang                                           12.551     15.567      18.584       21.600       24.617       27.633
  Bangunan                                               967.108  1.143.380   1.319.653    1.495.925    1.672.197    1.848.469
  Prasarana                                              300.675    328.848     357.021      385.193      413.366      441.538
  Perlengkapan kantor                                    334.593    402.703     402.703      402.703      402.703      402.703
  Peralatan pabrik dan proyek                          3.080.041  3.306.017   3.531.993    3.757.968    3.983.944    4.209.920
  Kendaraan                                               10.398     11.994      11.994       11.994       11.994       11.994
Capex 2024                                                              -        52.457      104.914      157.371      209.828
Capex 2025                                                              -            -        53.167      106.335      159.502
Capex 2026                                                              -            -           -         53.415      106.829
Capex 2027                                                              -            -           -            -         53.625
Capex 2028                                                              -            -           -            -            -
Jumlah Akumulasi Penyusutan                            4.705.367  5.208.510   5.694.404    6.233.465    6.825.941    7.472.042
NILAI BUKU
Aset Tetap
  Hak atas tanah                                       4.486.233  4.486.233   4.486.233    4.486.233    4.486.233    4.486.233
  Lahan tambang                                           47.779     44.762      41.746       38.729       35.713       32.696
  Bangunan                                             1.676.976  1.500.703   1.324.431    1.148.159      971.887      795.614
  Prasarana                                              262.775    234.603     206.430      178.258      150.085      121.913
  Perlengkapan kantor                                     68.109        -            -           -            -            -
  Peralatan pabrik dan proyek                          1.439.471  1.213.495     987.520      761.544      535.569      309.593
  Kendaraan                                                1.597        -            -           -            -            -
Aset dalam penyelesaian
  Aset dalam penyelesaian                                132.759    343.181     343.181      343.181      343.181      343.181
Capex 2024                                                   -      262.285     209.828      157.371      104.914       52.457
Capex 2025                                                   -          -       265.837      212.670      159.502      106.335
Capex 2026                                                   -          -            -       267.073      213.659      160.244
Capex 2027                                                   -          -            -           -        268.124      214.499
Capex 2028                                                   -          -            -           -            -        269.291
Jumlah Nilai Buku                                      8.115.700  8.085.263   7.865.207    7.593.219    7.268.867    6.892.056




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk                                                  VII-1
Page 67
Lampiran 1 (lanjutan)
PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
Perhitungan Nilai Perolehan, Penyusutan dan Akumulasi Penyusutan Aset Tetap (Rp.Juta) (Dengan Transaksi)
                                             Umur      Tahun                            Tahun Proyeksi
                  Uraian
                                          Ekonomis      2023       2024         2025        2026         2027                  2028
NILAI PEROLEHAN
Aset Tetap
  Hak atas tanah                                         2.703.176    2.703.176     2.703.176     2.703.176     2.703.176     2.703.176
  Lahan tambang                                             60.330       60.330        60.330        60.330        60.330        60.330
  Bangunan                                               1.739.737    1.739.737     1.739.737     1.739.737     1.739.737     1.739.737
  Prasarana                                                524.807      524.807       524.807       524.807       524.807       524.807
  Perlengkapan kantor                                      171.446      171.446       171.446       171.446       171.446       171.446
  Peralatan pabrik dan proyek                            4.188.814    4.188.814     4.188.814     4.188.814     4.188.814     4.188.814
  Kendaraan                                                 11.994       11.994        11.994        11.994        11.994        11.994
Aset dalam penyelesaian
  Aset dalam penyelesaian                                   73.684         73.684     73.684        73.684        73.684         73.684
Capex 2024                         246.062                                246.062    246.062       246.062       246.062        246.062
Capex 2025                         246.062                                           246.062       246.062       246.062        246.062
Capex 2026                         246.062                                                         246.062       246.062        246.062
Capex 2027                         246.062                                                                       246.062        246.062
Capex 2028                         246.062                                                                                      246.062
Jumlah Nilai Perolehan                                   9.473.988    9.720.051     9.966.113    10.212.175    10.458.237    10.704.300
PENYUSUTAN
Aset Tetap
  Lahan tambang                                                             3.016      3.016         3.016         3.016         3.016
  Bangunan                                                                159.894    133.755       133.755       133.755       133.755
  Prasarana                                                                18.614     27.749        28.173        28.173        28.173
  Perlengkapan kantor                                                      68.109        -             -             -             -
  Peralatan pabrik dan proyek                                             244.017    209.865       225.976       225.976       225.976
  Kendaraan                                                                 1.597        -             -             -             -
Capex 2024                                                                    -       49.212        49.212        49.212        49.212
Capex 2025                                                                    -          -          49.212        49.212        49.212
Capex 2026                                                                    -          -             -          49.212        49.212
Capex 2027                                                                    -          -             -             -          49.212
Capex 2028                                                                    -          -             -             -             -
Jumlah Penyusutan Aset Tetap                                              495.247    423.597       489.344       538.557       587.769
AKUMULASI PENYUSUTAN
Aset Tetap
  Lahan tambang                                             12.551       15.567        18.584        21.600        24.617        27.633
  Bangunan                                                 548.639      708.533       842.288       976.043     1.109.797     1.243.552
  Prasarana                                                272.998      291.612       319.361       347.533       375.706       403.878
  Perlengkapan kantor                                      104.174      172.283       172.283       172.283       172.283       172.283
  Peralatan pabrik dan proyek                            2.779.517    3.023.533     3.233.398     3.459.374     3.685.349     3.911.325
  Kendaraan                                                 10.398       11.994        11.994        11.994        11.994        11.994
Capex 2024                                                                  -          49.212        98.425       147.637       196.850
Capex 2025                                                                  -             -          49.212        98.425       147.637
Capex 2026                                                                  -             -             -          49.212        98.425
Capex 2027                                                                  -             -             -             -          49.212
Capex 2028                                                                  -             -             -             -             -
Jumlah Akumulasi Penyusutan                              3.728.276    4.223.523     4.647.121     5.136.465     5.675.022     6.262.791
NILAI BUKU
Aset Tetap
  Hak atas tanah                                         2.703.176    2.703.176     2.703.176     2.703.176     2.703.176     2.703.176
  Lahan tambang                                             47.779       44.762        41.746        38.729        35.713        32.696
  Bangunan                                               1.191.098    1.031.203       897.449       763.694       629.939       496.185
  Prasarana                                                251.809      233.195       205.446       177.274       149.101       120.929
  Perlengkapan kantor                                       67.272         (837)         (837)         (837)         (837)         (837)
  Peralatan pabrik dan proyek                            1.409.298    1.165.281       955.416       729.441       503.465       277.489
  Kendaraan                                                  1.597          -             -             -             -             -
Aset dalam penyelesaian
  Aset dalam penyelesaian                                   73.684       73.684        73.684        73.684        73.684        73.684
Capex 2024                                                     -        246.062       196.850       147.637        98.425        49.212
Capex 2025                                                     -            -         246.062       196.850       147.637        98.425
Capex 2026                                                     -            -             -         246.062       196.850       147.637
Capex 2027                                                     -            -             -             -         246.062       196.850
Capex 2028                                                     -            -             -             -             -         246.062
Jumlah Nilai Buku                                        5.745.712    5.496.527     5.318.992     5.075.710     4.783.216     4.441.509




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk                                                           VII-2
Page 68
Lampiran 1 (lanjutan)
PT HOTEL INDONESIA PROPERTI                                            12.993        15.686      17.015     17.948     19.209
Perhitungan Nilai Perolehan, Penyusutan dan Akumulasi Penyusutan Aset Tetap (Rp. Juta)
                                               Umur       Tahun                             Tahun Proyeksi
                    Uraian
                                             Ekonomis     2023        2024          2025        2026       2027        2028
ASET TETAP
Nilai Perolehan
  Tanah                                                 1.783.057 1.144.488 1.144.488 1.144.488 1.144.488            1.144.488
  Prasarana                                                38.644      37.660        37.660      37.660     37.660      37.660
  Bangunan                                                904.347     850.352      850.352      850.352    850.352     850.352
  Inventaris dan perlengkapan                             231.256     218.470      218.470      218.470    218.470     218.470
  Mesin, kendaraan dan instalasi                          330.698     310.544      310.544      310.544    310.544     310.544
  Aset yang akan dijual                                               726.489      726.489      726.489    726.489     726.489
  Aset dalam penyelesaian
    Bangunan (renovasi)                                    59.075     269.496      269.496      269.496    269.496     269.496
Capex                                                                  16.223        19.775      21.011     22.062      23.228
Akumulasi Capex                                                        16.223        35.998      57.009     79.071     102.299
Jumlah Nilai Perolehan                                  3.347.078 3.573.722 3.593.497 3.614.509 3.636.570            3.659.799
Penyusutan
  Prasarana                         37.660      20                      9.982           423          -         -          -
  Bangunan                         904.347      20                     42.518        42.518      42.518     42.518     42.518
  Inventaris dan perlengkapan      231.256       4                        837        16.111          -         -          -
  Mesin, kendaraan dan instalasi   330.698       8                     10.020           -            -         -          -
Capex                                   -        5                                    3.245       7.200     11.402     15.814
Jumlah Penyusutan                                                      63.357        62.297      49.717     53.919     58.332
Akumulasi Penyusutan
  Prasarana                                                27.677      37.236        37.660      37.660     37.660      37.660
  Bangunan                                                418.469     434.847      477.365      519.882    562.400     604.918
  Inventaris dan perlengkapan                             230.419     202.359      218.470      218.470    218.470     218.470
  Mesin, kendaraan dan instalasi                          300.525     310.544      310.544      310.544    310.544     310.544
Capex                                                         -           -           3.245      10.444     21.846      37.660
Jumlah Akumulasi Penyusutan                               977.091     984.986 1.047.283 1.097.000 1.150.920          1.209.252
Nilai Buku
  Tanah                                                 1.783.057 1.144.488 1.144.488 1.144.488 1.144.488            1.144.488
  Prasarana                                                10.966         423           -            -         -           -
  Bangunan                                                485.878     415.505      372.988      330.470    287.952     245.435
  Inventaris dan perlengkapan                                 837      16.111           -            -         -           -
  Mesin, kendaraan dan instalasi                           30.174         -             -            -         -           -
  Aset yang akan dijual                                       -       726.489      726.489      726.489    726.489     726.489
  Aset dalam penyelesaian
    Bangunan (renovasi)                                    59.075     269.496      269.496      269.496    269.496     269.496
Capex                                                         -        16.223        32.753      46.565     57.225      64.639
Jumlah Nilai Buku                                       2.369.988 2.588.736 2.546.214 2.517.508 2.485.651            2.450.547




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk                                                  VII-3
Page 69
Lampiran 2
PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
Perhitungan Pembayaran Utang Jangka Pendek (Rp. Juta)
                                 Tahun
            Uraian
                                  2023           2024              2025          2026          2027          2028
Penarikan kredit                                      -                   -             -             -             -
Jumlah Utang                                   17.613.134                 -             -             -             -
Bunga                  8,93%                    1.572.853                 -             -             -             -
Angsuran Pokok                                 17.613.134                 -             -             -             -
Saldo                           17.613.134            -                   -             -             -             -
Catatan :
Suku bunga berdasarkan suku bunga rata-rata untuk pembiayaan modal kerja dari Bank Pemerintah (sumber :
www.bi.go.id).

PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
Perhitungan Pembayaran Pinjaman Jangka Menengah (Rp. Juta)
                                 Tahun                                          Tahun
            Uraian
                                  2023          2024        2025                 2026          2027          2028
Penarikan kredit                                     -           -                    -             -             -
Jumlah Utang                                   1.780.000   1.424.000            1.068.000       712.000       356.000
Bunga                  9,41%                     167.498     133.998              100.499        66.999        33.500
Angsuran Pokok                                   356.000     356.000              356.000       356.000       356.000
Saldo                            1.780.000     1.424.000   1.068.000              712.000       356.000           -
Catatan :
Suku bunga berdasarkan suku bunga rata-rata untuk pembiayaan investasi dari Bank Pemerintah (sumber : www.bi.go.id).

PT
PT WIJAYA
   WIJAYA KARYA
            KARYA(Persero)
                    (Persero)Tbk
                              Tbkdan
                                  danEntitas
                                       EntitasAnak
                                               Anak
Perhitungan
Perhitungan Pembayaran
              PembayaranPokok
                            Pokokdan
                                   danBunga
                                       BungaPinjaman
                                               PinjamanJangka Panjang
                                                         Jangka       (Rp.
                                                                Panjang     Juta) Transaksi) (Rp. Juta)
                                                                         (Tanpa
                                     Tahun                                      Tahun
                                                                                Tahun
             Uraian                    Tahun
              Uraian                  2023           2024          2025           2026          2027        2028
                                        2023          2024         2025           2026          2027        2028
Penarikan kredit                                   11.000.000    2.000.000      1.000.000      1.000.000   1.000.000
Penarikan kredit                                   11.000.000    2.000.000     1.000.000      1.000.000   1.000.000
Jumlah Utang                                       16.912.559 18.723.225 19.723.225 20.723.225 21.723.225
Jumlah Utang                                       16.912.559 18.723.225 19.533.890 20.344.556 21.155.221
Bunga                     4,00%                       236.502      668.929        748.929        788.929     828.929
Bunga                        4,00%                    236.502      668.929        741.356       773.782     806.209
Angsuran Pokok                                        189.334             -              -              -          -
Angsuran Pokok                                        189.334      189.334        189.334       189.334     189.334
Saldo                               5.912.559      16.723.225 18.723.225 19.723.225 20.723.225 21.723.225
Saldo                                 5.912.559 16.723.225 18.533.890 19.344.556 20.155.221 20.965.887
Catatan :
Catatan :
Suku bunga berdasarkan suku bunga restrukturisasi pinjaman WIKA (sumber : www.bi.go.id).
Suku bunga berdasarkan suku bunga restrukturisasi pinjaman WIKA (sumber : www.bi.go.id).
PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
Perhitungan Pembayaran Pokok Bunga Obligasi (Rp. Juta)
Perhitungan Pembayaran Pokok dan Bunga Pinjaman Jangka Panjang (Dengan Transaksi) (Rp. Juta)
                                   Tahun                                     Tahun
            Uraian                   Tahun                                   Tahun
             Uraian                 2023            2024         2025         2026          2027        2028
                                      2023           2024        2025         2026          2027        2028
Penarikan kredit                                           -           -              -            -           -
Penarikan kredit                                 11.000.000   2.000.000     1.000.000     1.000.000   1.000.000
Jumlah Utang                                       8.668.943   7.602.943    5.769.193      4.826.693   3.080.563
Jumlah Utang
Bunga
                                                 16.515.989
                                                     787.559
                                                             18.386.792
                                                                 698.548
                                                                           19.257.595
                                                                               542.513
                                                                                         20.128.398
                                                                                             457.405
                                                                                                     20.999.201
                                                                                                         295.438
Bunga
Angsuran Pokok             4,00%                     220.640
                                                   1.066.000     655.472
                                                               1.833.750      730.304
                                                                               942.500      765.136
                                                                                           1.746.130    799.968
                                                                                                       2.241.500
Angsuran Pokok
Saldo                              8.668.943         129.197
                                                   7.602.943     129.197
                                                               5.769.193      129.197
                                                                            4.826.693       129.197
                                                                                           3.080.563    129.197
                                                                                                         839.063
Saldo :
Catatan                             5.515.989 16.386.792 18.257.595 19.128.398 19.999.201 20.870.004
Catatan
Suku    : obligasi berdasarkan suku bunga obligasi WIKA
     bunga
Suku bunga berdasarkan suku bunga restrukturisasi pinjaman WIKA (sumber : www.bi.go.id).

PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
Perhitungan Pembayaran Pokok Bunga Obligasi (Tanpa Transaksi) (Rp. Juta)
                                  Tahun                                   Tahun
             Uraian
                                   2023          2024      2025            2026                2027          2028
Penarikan kredit                                       -            -            -                   -             -
Jumlah Utang                                   8.668.943 7.602.943       5.769.193           4.826.693     3.080.563
Bunga                                            787.559   698.548         542.513             457.405       295.438
Angsuran Pokok                                 1.066.000 1.833.750         942.500           1.746.130     2.241.500
Saldo                            8.668.943     7.602.943 5.769.193       4.826.693           3.080.563       839.063
Catatan :
Suku bunga obligasi berdasarkan suku bunga obligasi WIKA




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk                                                 VII-4
Page 70
Lampiran 2 (lanjutan)
PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
Perhitungan Pembayaran Pokok Bunga Obligasi (Dengan Transaksi) (Rp. Juta)
                                  Tahun                                  Tahun
             Uraian
                                   2023          2024      2025           2026            2027        2028
Penarikan kredit                                       -          -             -                -           -
Jumlah Utang                                   8.618.943 7.552.943      5.719.193        4.776.693   3.030.563
Bunga                                            787.559   698.548        542.513          457.405     295.438
Angsuran Pokok                                 1.066.000 1.833.750        942.500        1.746.130   2.241.500
Saldo                            8.618.943     7.552.943 5.719.193      4.776.693        3.030.563     789.063
Catatan :
Suku bunga obligasi berdasarkan suku bunga obligasi WIKA

PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
Perhitungan Pembayaran Pokok Bunga Sukuk Mudharabah(Rp. Juta)
                                  Tahun                                      Tahun
             Uraian
                                   2023          2024      2025               2026        2027        2028
Penarikan kredit                                       -         -                   -           -          -
Jumlah Utang                                   2.781.815 2.138.015           1.456.790   1.153.690    788.640
Imbal Hasil                                      288.877   225.141             156.746     124.920     85.962
Angsuran Pokok                                   643.800   681.225             303.100     365.050    487.100
Saldo                            2.781.815     2.138.015 1.456.790           1.153.690     788.640    301.540
Catatan :
Suku bunga berdasarkan tingkat rata-rata imbal hasil sukuk mudharabah WIKA




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk                                          VII-5
Page 71
Lampiran 2 (lanjutan)
PT HOTEL INDONESIA PROPERTI
Perhitungan Pembayaran Bunga dan Angsuran Pokok Utang Bank (Rp. Juta)
                        Tahun                             Tahun Proyeksi
        Uraian
                        2023        2024         2025         2026                        2027           2028
Penarikan kredit                           -            -             -                         -              -
Jumlah utang                        396.570      396.570      346.570                     296.570        216.570
Bunga            9,41%               37.317       37.317        32.612                     27.907         20.379
Angsuran pokok                             -      50.000        50.000                     80.000        100.000
Saldo                  396.570      396.570      346.570      296.570                     216.570        116.570
Catatan :
Suku bunga berdasarkan suku bunga bank pemerintah untuk pinjaman investasi per Desember 2023 (sumber: bi.go.id)


PT HOTEL INDONESIA PROPERTI
Perhitungan Pembayaran Bunga dan Angsuran Pokok Surat Utang Jangka Menengah (Rp. Juta)
                        Tahun                              Tahun Proyeksi
        Uraian
                        2023        2024         2025          2026       2027                           2028
Penarikan kredit                           -             -            -            -                            -
Jumlah utang                         50.000       50.000        50.000       50.000                        50.000
Bunga            9,41%                4.705         4.705         4.705       4.705                         4.705
Angsuran pokok                             -             -            -            -                       50.000
Saldo                    50.000      50.000       50.000        50.000       50.000                             -
Catatan :
Suku bunga berdasarkan suku bunga bank pemerintah untuk pinjaman investasi per Desember 2023 (sumber: bi.go.id)

PT HOTEL INDONESIA PROPERTI
Perhitungan Pembayaran Bunga dan Angsuran Pokok Utang Lain-Lain Pihak Berelasi (Rp. Juta)
                        Tahun                             Tahun Proyeksi
        Uraian
                        2023        2024         2025          2026           2027                       2028
Penarikan kredit                           -            -              -               -                        -
Jumlah utang                        106.143      106.143        106.143         56.143                      6.143
Bunga            9,41%                9.988        9.988          9.988          5.283                        578
Angsuran pokok                             -            -        50.000         50.000                      6.143
Saldo                  106.143      106.143      106.143         56.143          6.143                          -
Catatan :
Suku bunga berdasarkan suku bunga bank pemerintah untuk pinjaman investasi per Desember 2023 (sumber: bi.go.id)




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk                                             VII-6
Page 72
Lampiran 3
Asumsi proyeksi keuangan HIPRO adalah sebagai berikut:
Jangka Waktu Proyeksi
Proyeksi keuangan disajikan mulai dari 1 Januari 2024 – 31 Desember 2048.
Laporan Laba (Rugi)
▪ Perhitungan penjualan disajikan pada lampiran 4.
▪ Perhitungan beban pokok pendapatan terdiri dari harga pokok pendapatan, beban pegawai,
   beban lainnya, beban usaha departemen dan administrasi umum, pemasaran dan promosi
   publikasi dan POMEC. Perhitungan disajikan pada lampiran 4.
▪ Beban usaha diasumsikan meningkat 3,00% dari tahun sebelumnya.
▪ Perhitungan depresiasi dan amortisasi disajikan pada lampiran 1.
▪ Pendapatan lain-lain diasumsikan nol atau tidak ada.
▪ Beban keuangan disajikan pada lampiran 2.
▪ Perhitungan jasa manajemen disajikan pada lampiran 4.
▪ Tarif pajak diasumsikan sebesar 22,00% dari laba sebelum pajak dengan menerapkan tax loss carry
   forward.
Laporan Posisi Keuangan
▪ Aset lancar
   − Piutang usaha diasumsikan 7 hari dari pendapatan setiap tahun.
   − Piutang lain-lain diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
   − Persediaan diasumsikan 7 hari dari beban pokok pendapatan setiap tahun.
   − Uang muka diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
   − Biaya dibayar dimuka diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
   − Biaya dibayar dimuka diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
▪ Aset tidak lancar
   − Perhitungan aset tetap disajikan pada lampiran 1.
   − Perhitungan aset hak guna disajikan pada lampiran 1.
   − Peralatan dan perlengkapan operasi diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
   − Perhitungan aset tak berwujud disajikan pada lampiran 1.
   − Aset pajak tangguhan diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
   − Aset tidak lancar lain-lain diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
▪ Liabilitas jangka pendek
   − Utang usaha diasumsikan 60 hari dari beban pokok pendapatan setiap tahun.
   − Utang lain-lain diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
   − Utang pajak diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
   − Beban akrual diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
   − Uang muka dari pelanggan diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
   − Perhitungan utang bank disajikan pada lampiran 3.
   − Perhitungan surat utang jangka menengah disajikan pada lampiran 3.
   − Liabilitas hak guna diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk                     VII-7
Page 73
Lampiran 3 (lanjutan)
▪ Liabilitas jangka panjang
   − Perhitungan utang bank disajikan pada lampiran 3.
   − Perhitungan surat utang jangka menengah disajikan pada lampiran 3.
   − Liabilitas hak guna diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
   − Utang kontraktor diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
   − Pendapatan diterima dimuka diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
   − Liabilitas imbalan pasca kerja diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
   − Utang lain-lain pihak berelasi diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
▪ Ekuitas
   − Modal saham diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
   − Tambahan modal disetor diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
   − Saldo (rugi) laba adalah penjumlahan antara laba (rugi) bersih periode berjalan dengan saldo
       (rugi) laba periode sebelumnya.

Hasil Proyeksi Keuangan
Hasil proyeksi keuangan yang telah disesuaikan disajikan pada tabel berikut:

PT HOTEL INDONESIA PROPERTI               1,12%       7.268         8.859             9.413        9.884       10.406
Proyeksi Laba Rugi (Rp. Juta)                        16.223        19.775            21.011       22.062       23.228
                                       Tahun                                   Tahun Proyeksi
              Uraian
                                        2023       2024          2025              2026         2027         2028
PENDAPATAN                            559.010       648.916       791.003           840.450      882.472      929.134
BEBAN POKOK PENDAPATAN               (352.117)     (416.050)     (499.178)         (538.930)    (555.881)    (585.275)
LABA KOTOR                            206.893       232.866       291.825           301.519      326.591      343.860
Beban usaha                              (7.021)       (7.232)       (7.448)          (7.672)      (7.902)      (8.139)
EBITDA                                199.872       225.635       284.377           293.847      318.689      335.721
Depresiasi dan amortisasi              (90.078)      (34.906)      (89.307)          (76.727)     (80.885)     (85.187)
EBIT                                  109.794       190.729       195.070           217.120      237.804      250.533
Pendapatan (beban) lainnya             (10.426)           -             -                -            -            -
Beban keuangan                         (42.885)      (52.010)      (52.010)          (47.305)     (37.895)     (25.662)
Jasa manajemen                              -        (18.170)      (22.148)          (23.533)     (24.709)     (26.016)
Pajak final                                (332)          -             -                -            -            -
EBT                                     56.151      120.549       120.912           146.282      175.200      198.855
Pajak                                    (3.935)     (26.521)      (26.601)          (32.182)     (38.544)     (43.748)
LABA BERSIH (EAT)                       52.216        94.028        94.311          114.100      136.656      155.107
                           Rata-rata
   Rasio Profitabilitas
                          2024-2028
Laba Kotor/Sales             36,53%     37,01%       35,89%        36,89%            35,88%       37,01%       37,01%
EBITDA/Sales                 35,59%     35,75%       34,77%        35,95%            34,96%       36,11%       36,13%
EBIT/Sales                   26,76%     19,64%       29,39%        24,66%            25,83%       26,95%       26,96%
EBT/Sales                    18,50%     10,04%       18,58%        15,29%            17,41%       19,85%       21,40%
EAT/Sales                    14,43%       9,34%      14,49%        11,92%            13,58%       15,49%       16,69%




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk                                                   VII-8
Page 74
Lampiran 3 (lanjutan)
PT HOTEL INDONESIA PROPERTI
Proyeksi Posisi Keuangan (Rp. Juta)
                                                         Tahun                              Tahun Proyeksi
                       Uraian
                                                         2023         2024        2025         2026            2027          2028
 ASET
 ASET LANCAR
 Kas dan setara kas                                      113.651      56.807     179.995       254.635        321.769       386.065
 Piutang usaha                                            10.873      12.445      15.170        16.118         16.924        17.819
 Piutang lain-lain                                           190         190         190           190            190           190
 Persediaan                                                6.313       7.979       9.573        10.336         10.661        11.224
 Uang muka                                                 1.363       1.363       1.363         1.363          1.363         1.363
 Biaya dibayar dimuka                                      4.111       4.111       4.111         4.111          4.111         4.111
 Pajak dibayar dimuka                                        279         279         279           279            279           279
 Jumlah Aset Lancar                                      136.782      83.175     210.683       287.034        355.298       421.053
 ASET TIDAK LANCAR
 Aset tetap
   Nilai perolehan                                      3.347.078   3.573.722   3.593.497    3.614.509       3.636.570     3.659.799
   Akumulasi penyusutan                                   977.091     984.986   1.047.283    1.097.000       1.150.920     1.209.252
   Nilai buku                                           2.369.988   2.588.736   2.546.214    2.517.508       2.485.651     2.450.547
 Aset hak-guna
   Nilai perolehan                                       268.553     268.553     268.553       268.553         268.553       268.553
   Akumulasi penyusutan                                   92.712     119.567     146.423       173.278         200.133       226.989
   Nilai buku                                            175.840     148.985     122.130        95.275          68.419        41.564
 Peralatan dan perlengkapan operasi                       25.966      25.966      25.966        25.966          25.966        25.966
 Aset tak berwujud
   Nilai perolehan                                            774         774         774          774             774           774
   Akumulasi penyusutan                                       200         355         509          664             774           774
   Nilai buku                                                 574         419         265          110             -             -
 Aset pajak tangguhan                                       8.892       8.892       8.892        8.892           8.892         8.892
 Aset tidak lancar lain-lain                                3.022       3.022       3.022        3.022           3.022         3.022
 Jumlah Aset Tidak Lancar                               2.584.283   2.776.021   2.706.489    2.650.773       2.591.951     2.529.992
 JUMLAH ASET                                            2.721.064   2.859.196   2.917.172    2.937.807       2.947.249     2.951.045
 LIABILITAS DAN EKUITAS
 LIABILITAS JANGKA PENDEK
 Utang usaha                                              24.288      68.392      82.057        88.591          91.378        96.210
 Utang lain-lain                                           3.916       3.916       3.916         3.916           3.916         3.916
 Utang pajak                                              10.250      10.250      10.250        10.250          10.250        10.250
 Beban akrual                                             91.946      91.946      91.946        91.946          91.946        91.946
 Uang muka dari pelanggan                                 23.576      23.576      23.576        23.576          23.576        23.576
 Bagian jangka pendek dari utang jangka panjang:
   Utang bank                                             60.138      50.000      50.000        80.000        100.000       116.570
   Surat utang jangka menengah                            50.000         -           -             -           50.000           -
   Liabilitas hak guna                                    11.291      11.291      11.291        11.291         11.291        11.291
 Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                         275.405     259.371     273.036       309.571        382.357       353.759
 LIABILITAS JANGKA PANJANG
 Utang jangka panjang - setelah dikurangi bagian
jangka pendek:
   Utang bank                                            336.433     346.570     296.570       216.570        116.570           -
   Surat utang jangka menengah                               -        50.000      50.000        50.000            -             -
   Liabilitas hak guna                                    77.247      77.247      77.247        77.247         77.247        77.247
 Utang kontraktor                                         24.835      24.835      24.835        24.835         24.835        24.835
 Pendapatan diterima dimuka                                5.016       5.016       5.016         5.016          5.016         5.016
 Liabilitas imbalan pasca kerja                           26.534      26.534      26.534        26.534         26.534        26.534
 Utang lain-lain pihak berelasi                          106.143     106.143     106.143        56.143          6.143           -
 Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                        576.209     636.346     586.346       456.346        256.346       133.633
 JUMLAH LIABILITAS                                       851.614     895.717     859.382       765.917        638.703       487.392
 EKUITAS
 Modal saham                                            1.972.762 1.972.762 1.972.762        1.972.762       1.972.762     1.972.762
 Tambahan modal disetor                                    (98.181)  (98.181)  (98.181)         (98.181)        (98.181)      (98.181)
 Saldo laba (rugi)                                          (5.131)   88.897  183.208          297.309         433.964       589.071
 Jumlah Ekuitas                                         1.869.451 1.963.479 2.057.790        2.171.890       2.308.546     2.463.653
 JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                          2.721.064 2.859.196 2.917.172        2.937.807       2.947.249     2.951.045
                                            Rata-rata
 Rasio Likuiditas dan Solvabilitas
                                           2024-2028
 Current Ratio                                 82,78%      49,67%      32,07%      77,16%        92,72%         92,92%       119,02%
 Debt to Equity Ratio                          34,02%      45,55%      45,62%      41,76%        35,26%         27,67%        19,78%
 Debt to Asset Ratio                           25,01%      31,30%      31,33%      29,46%        26,07%         21,67%        16,52%




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk                                                                  VII-9
Page 75
Lampiran 3 (lanjutan)
PT HOTEL INDONESIA PROPERTI
Proyeksi Arus Kas (Rp. Juta)
                                                                                    Tahun Proyeksi
                             Uraian
                                                                 2024       2025        2026       2027      2028
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Laba bersih                                                       94.028    94.311     114.100    136.656    155.107
Depresiasi                                                        34.906    89.307      76.727     80.885     85.187
Perubahan Modal Kerja :
(Kenaikan) Penurunan Piutang usaha                                (1.572) (2.725)         (948)      (806)      (895)
(Kenaikan) Penurunan Piutang lain-lain                               -       -             -          -          -
(Kenaikan) Penurunan Persediaan                                   (1.666) (1.594)         (762)      (325)      (564)
(Kenaikan) Penurunan Uang muka                                       -       -             -          -          -
(Kenaikan) Penurunan Biaya dibayar dimuka                            -       -             -          -          -
(Kenaikan) Penurunan Pajak dibayar dimuka                            -       -             -          -          -
(Kenaikan) Penurunan Aset pajak tangguhan                            -       -             -          -          -
(Kenaikan) Penurunan Aset tidak lancar lain-lain                     -       -             -          -          -
Kenaikan (Penurunan) Utang usaha                                 44.104   13.665         6.535      2.786      4.832
Kenaikan (Penurunan) Utang lain-lain                                 -       -             -          -          -
Kenaikan (Penurunan) Utang pajak                                     -       -             -          -          -
Kenaikan (Penurunan) Beban akrual                                    -       -             -          -          -
Kenaikan (Penurunan) Uang muka dari pelanggan                        -       -             -          -          -
Kenaikan (Penurunan) Utang kontraktor                                -       -             -          -          -
Kenaikan (Penurunan) Pendapatan diterima dimuka                      -       -             -          -          -
Kenaikan (Penurunan) Liabilitas imbalan pasca kerja                  -       -             -          -          -
                     Perubahan Modal Kerja                       40.866    9.346         4.824      1.655      3.373
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) untuk Aktivitas Operasi        169.800 192.963        195.651    219.196    243.667
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
(Kenaikan) Penurunan Aset tetap                                 (226.644)   (19.775)   (21.011)   (22.062)   (23.228)
(Kenaikan) Penurunan Aset hak-guna                                   -          -          -          -          -
(Kenaikan) Penurunan Peralatan dan perlengkapan operasi              -          -          -          -          -
(Kenaikan) Penurunan Aset tak berwujud                               -          -          -          -          -
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) untuk Aktivitas Investasi      (226.644)   (19.775)   (21.011)   (22.062)   (23.228)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Kenaikan (Penurunan) Bagian jangka pendek dari utang jangka
                      panjang:
                      Utang bank                                 (10.138)       -       30.000     20.000     16.570
                      Surat utang jangka menengah                (50.000)       -          -       50.000    (50.000)
                      Liabilitas hak guna                            -          -          -          -          -
Kenaikan (Penurunan) Utang jangka panjang - setelah dikurangi
                      bagian jangka pendek:
                      Utang bank                                 10.138 (50.000) (80.000) (100.000) (116.570)
                      Surat utang jangka menengah                50.000      -          -     (50.000)      -
                      Liabilitas hak guna                           -        -          -         -         -
Kenaikan (Penurunan) Utang lain-lain pihak berelasi                 -        -      (50.000) (50.000)    (6.143)
Kenaikan (Penurunan) Modal saham                                    -        -          -         -         -
Kenaikan (Penurunan) Tambahan modal disetor                         -        -          -         -         -
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) untuk Aktivitas Pendanaan          -    (50.000) (100.000) (130.000) (156.143)
Penyesuaian                                                         -        -          -         -         -
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS & SETARA KAS                    (56.845) 123.188     74.640    67.134   64.296
KAS & SETARA KAS AWAL TAHUN                                     113.651   56.807 179.995 254.635 321.769
KAS & SETARA KAS AKHIR TAHUN                                     56.807 179.995 254.635 321.769 386.065




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk                                                 VII-10
Page 76
Lampiran 4
(Rp.000)                                                                        1,0000           2,0000           3,0000          4,0000           5,0000
                                                                                                          Tahun Proyeksi
                                Uraian
                                                                           31-Dec-24        31-Dec-25       31-Dec-26        31-Dec-27        31-Dec-28
PENDAPATAN                                                                 648.916.299      791.003.011     840.449.536      882.472.013      929.134.232
Kamar                                                                      412.494.261      499.362.678     530.143.660      556.650.843      586.084.710
Makanan dan Minuman                                                        222.778.581      273.571.972     290.927.197      305.473.557      321.625.995
Lain-Lain                                                                    13.643.457       18.068.361      19.378.679       20.347.613       21.423.528
HARGA POKOK PENDAPATAN                                                     (69.587.321)     (85.083.428) (90.435.465)        (94.957.238)     (99.978.265)
Makanan dan Minuman                                                         (68.236.305)     (83.552.269)    (88.823.679)     (93.264.863)     (98.196.402)
Lain-Lain                                                                    (1.351.015)      (1.531.159)     (1.611.786)      (1.692.376)      (1.781.863)
BEBAN PEGAWAI                                                              (76.885.287)     (93.956.305) (99.863.774)       (104.856.963)    (110.401.455)
Kamar                                                                       (28.543.010)     (35.631.149)    (37.964.927)     (39.863.174)     (41.971.007)
Makanan dan Minuman                                                         (41.873.572)     (50.638.598)    (53.758.788)     (56.446.727)     (59.431.445)
Lain-Lain                                                                    (6.468.705)      (7.686.558)     (8.140.059)      (8.547.062)      (8.999.003)
BEBAN LAINNYA                                                              (82.563.457)     (97.755.193) (103.506.669)      (108.682.002)    (114.428.749)
Kamar                                                                       (62.754.250)     (73.121.856)    (77.272.041)     (81.135.643)     (85.425.829)
Makanan dan Minuman                                                         (18.668.124)     (23.219.760)    (24.730.027)     (25.966.528)     (27.339.553)
Lain-Lain                                                                    (1.141.083)      (1.413.577)     (1.504.601)      (1.579.831)      (1.663.367)
BEBAN USAHA DEPARTEMEN ADMINISTRASI DAN UMUM                               (93.973.095)    (109.254.731) (124.954.359)      (121.206.702)    (127.615.714)
Beban Pegawai                                                               (29.967.607)     (36.375.266)    (38.639.366)     (40.571.334)     (42.716.613)
Pajak Bumi dan Bangunan                                                      (5.760.449)      (7.465.588)     (7.987.313)      (8.386.678)      (8.830.138)
Insurance                                                                    (4.763.969)      (5.639.638)     (5.971.102)      (6.269.657)      (6.601.176)
Sewa                                                                        (29.103.896)     (32.207.266)    (33.817.630)     (35.508.511)     (37.386.084)
Kompensasi Dasar per Allowable Room                                                 -                -        (9.519.405)             -                -
Kompensasi Persentase                                                        (9.427.263)     (10.452.262)    (10.974.875)     (11.523.619)     (12.132.950)
Beban Lain-Lain                                                             (14.949.911)     (17.114.710)    (18.044.669)     (18.946.902)     (19.948.752)
PEMASARAN & PROMOSI PUBLIKASI                                              (18.707.191)     (22.883.039) (24.324.082)        (25.540.286)     (26.890.772)
Beban Pegawai                                                               (10.217.632)     (12.751.554)    (13.587.059)     (14.266.412)     (15.020.773)
Beban Lain-Lain                                                              (8.489.559)     (10.131.485)    (10.737.023)     (11.273.874)     (11.869.999)
POMEC                                                                      (74.333.711)     (90.245.039) (95.845.893)       (100.638.187)    (105.959.604)
Beban Pegawai                                                               (12.327.859)     (15.073.458)    (16.025.059)     (16.826.311)     (17.716.031)
Beban POM                                                                   (26.993.634)     (31.715.212)    (33.548.381)     (35.225.801)     (37.088.425)
Energy Cost                                                                 (35.012.217)     (43.456.370)    (46.272.453)     (48.586.075)     (51.155.147)
GROSS OPERATING PROFIT                                                     232.866.237      291.825.276     301.519.294      326.590.634      343.859.673
Management Fee                                                              (18.169.656)     (22.148.084)    (23.532.587)     (24.709.216)     (26.015.758)
Reserve for replacement                                                     (16.222.907)     (19.775.075)    (21.011.238)     (22.061.800)     (23.228.356)
NET OPERATING INCOME                                                       198.473.673      249.902.117     256.975.469      279.819.617      294.615.559
Resale Value Inna Kuta                                                              -                -               -                -                -
Renovasi Inna Malioboro                                                   (210.421.219)              -               -                -                -




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk                                                                          VII-11
Page 77
Lampiran 5
PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
Proyeksi Pendapatan (Rp.Juta)
                                                                                                               Tahun Proyeksi
                                Uraian                                   Satuan
                                                                                    2024           2025             2026         2027         2028
  Pertumbuhan pendapatan Infrastruktur dan Gedung                         (%)           5,00%          3,00%            3,00%        3,00%        3,00%
  Pendapatan Infrastruktur dan Gedung                                    Rp.Juta   12.450.877     12.824.403       13.209.135   13.605.410   14.013.572
  Pertumbuhan Pendapatan Industri Beton                                    (%)          5,00%          3,00%            3,00%        3,00%        3,00%
  Pendapatan Industri Beton                                              Rp.Juta    5.268.189      5.426.234        5.589.021    5.756.692    5.929.393
  Pertumbuhan Pendapatan Energi dan Industrial Plant                       (%)          5,00%          3,00%            3,00%        3,00%        3,00%
  Pendapatan Energi dan Industrial Plant                                 Rp.Juta    4.306.660      4.435.860        4.568.936    4.706.004    4.847.184
  Pertumbuhan Pendapatan Hotel                                             (%)          5,00%          3,00%            3,00%        3,00%        3,00%
  Pendapatan Hotel                                                       Rp.Juta      912.659        940.039          968.240      997.287    1.027.206
  Pertumbuhan Penjualan Realty dan Properti                                (%)          5,00%          3,00%            3,00%        3,00%        3,00%
  Penjualan Realty dan Properti                                          Rp.Juta      630.430        649.343          668.823      688.888      709.555
  Pertumbuhan Pendapatan Investasi                                         (%)          5,00%          3,00%            3,00%        3,00%        3,00%
  Pendapatan Investasi                                                   Rp.Juta       88.058         90.700           93.421       96.223       99.110
  Jumlah                                                                 Rp.Juta   23.656.874     24.366.580       25.097.577   25.850.504   26.626.020



PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
Perhitungan Beban Pajak Penghasilan Final (Rp.Juta)
                                                                                                               Tahun Proyeksi
                                Uraian                                   Satuan
                                                                                   2024            2025            2026         2027         2028
  Tarif Pajak Final Pendapatan Infrastruktur dan Gedung                   (%)          2,65%           2,65%           2,65%        2,65%        2,65%
  Beban Pajak Penghasilan Final Pendapatan Infrastruktur dan Gedung      Rp.Juta     329.948         339.847         350.042      360.543      371.360
  Tarif Pajak Final Pendapatan Industri Beton                              (%)         2,65%           2,65%           2,65%        2,65%        2,65%
  Beban Pajak Penghasilan Final Pendapatan Industri Beton                Rp.Juta     139.607         143.795         148.109      152.552      157.129
  Tarif Pajak Final Pendapatan Energi dan Industrial Plant                 (%)         2,65%           2,65%           2,65%        2,65%        2,65%
  Beban Pajak Penghasilan Final Pendapatan Energi dan Industrial Plant   Rp.Juta     114.127         117.550         121.077      124.709      128.450
  Tarif Pajak Final Penjualan Realty dan Properti                          (%)         2,50%           2,50%           2,50%        2,50%        2,50%
  Beban Pajak Penghasilan Final Penjualan Realty dan Properti            Rp.Juta      15.761          16.234          16.721       17.222       17.739
  Jumlah                                                                 Rp.Juta     599.442         617.426         635.949      655.027      674.678

PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
Perhitungan Pajak Bunga Pinjaman Pemegang Saham WIKA - WR (Tanpa Transaksi) (Rp.Juta)
                                  Tahun                              Tahun
             Uraian
                                   2023          2024      2025       2026         2027           2028
Jumlah Piutang                                 6.017.262 6.017.262  6.017.262    6.017.262      6.017.262
Bunga                    8,61%                   518.086   518.086    518.086      518.086        518.086
Pajak bunga             15,00%                    77.713    77.713     77.713       77.713         77.713
Saldo                            6.017.262     6.017.262 6.017.262  6.017.262    6.017.262      6.017.262
Catatan :
Suku bunga berdasarkan perjanjian pinjaman pemegang saham antara WIKA dan WR

PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
Perhitungan Pajak Bunga Pinjaman Pemegang Saham WIKA - WR (Dengan Transaksi) (Rp.Juta)
                                  Tahun                             Tahun
             Uraian
                                   2023          2024      2025      2026          2027           2028
Jumlah Piutang                                 4.802.512 4.802.512 4.802.512     4.802.512      4.802.512
Bunga                    8,61%                   413.496   413.496   413.496       413.496        413.496
Pajak bunga             15,00%                    62.024    62.024    62.024        62.024         62.024
Saldo                            4.802.512     4.802.512 4.802.512 4.802.512     4.802.512      4.802.512
Catatan :
Suku bunga berdasarkan perjanjian pinjaman pemegang saham antara WIKA dan WR

Perhitungan Penghematan Pajak Bunga Pinjaman Pemegang Saham WIKA - WR (Rp.Juta)
                                                        Tahun
             Uraian                                                                             Jumlah
                                 2024        2025        2026       2027        2028
Pajak bunga tanpa transaksi (a)   77.713      77.713      77.713     77.713      77.713         388.565
Pajak bunga dengan transaksi (b)  62.024      62.024      62.024     62.024      62.024         310.122
Penghematan pajak bunga (a-b)     15.688      15.688      15.688     15.688      15.688          78.442




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk                                                                       VII-12
Page 78
                                   SURAT PENGANTAR
Laporan No. 00145/2.0118-00/BS/03/0596/1/V/2024
File No. 044.5/IDR/DO.2/BS/V/2024                                      Jakarta, 13 Mei 2024


Kepada Yth.
PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk
WIKA Tower II
Jalan D.I. Panjaitan Kav. 9-10
Jakarta Timur 13340

Dengan Hormat,
     Perihal: Laporan Penilaian Saham PT Wijaya Karya Realty per 31 Desember 2023
Kantor Jasa Penilai Publik Iskandar dan Rekan (IDR atau Penilai atau Kami) telah memperoleh
izin usaha dari Menteri Keuangan berdasarkan surat keputusannya No. 772/KM.1/2013
tanggal 12 November 2013 dan telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berdasarkan
Surat No. S-774/PM.25/2013 tanggal 27 November 2013 dengan Surat Tanda Terdaftar
Profesi Penunjang Pasar Modal yang telah dilakukan pendaftaran ulang dengan No.
STTD.PPB-43/PJ-1/PM.02/2023 tanggal 6 Juli 2023 sebagai Penilai Properti/Aset dan Bisnis di
Pasar Modal.
Berdasarkan surat proposal/kontrak perjanjian kerja yang telah disepakati antara IDR dengan
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk No. 015.6/IDR/DO.2/Pr-BFO/I/2024 tanggal 22 Januari 2024,
PPJ No. TP.01.03/A.FIN.00004.A/2024 tanggal 1 Maret 2024, dan addendum proposal No.
073.2/IDR/DO.2/ADD-BFO/V/2024 tanggal 2 Mei 2024, IDR telah melaksanakan Penilaian
Saham PT Wijaya Karya Realty per 31 Desember 2023, seperti yang tertuang dalam laporan
ini.
Latar Belakang
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (selanjutnya disebut WIKA atau Pemberi Tugas) adalah
pemegang saham pengendali PT Wijaya Karya Realty (selanjutnya disebut WR atau Objek
Penilaian atau Perusahaan atau Perseroan). WIKA berencana melakukan share swap saham
PT Hotel Indonesia Properti (selanjutnya disebut HIPRO) yang didapatkan atas pelaksanaan
Debt to Asset Swap WIKA dengan WR yang dimiliki oleh PT Hotel Indonesia Natour
(selanjutnya disebut HIN). Oleh sebab itu diperlukan penilaian dari Penilai Independen. WR
merupakan holding company yang memiliki entitas anak yaitu PT Kurnia Realty Jaya
(selanjutnya disebut KRJ) dengan tingkat kepemilikan 56,73% saham yang mempunyai entitas
anak yaitu PT Indo Benhil Karunia Jaya (selanjutnya disebut IBKJ) dengan tingkat kepemilikan
30,00% saham, PT Makassar Coastal City (selanjutnya disebut MCC) dengan tingkat
kepemilikan 99,00% saham, PT Senggigi Pratama Internasional (selanjutnya disebut SPI)
dengan tingkat kepemilikan 99,90% saham, dan PT Hotel Indonesia Properti (selanjutnya
disebut HIPRO) dengan tingkat kepemilikan 99,99% saham serta WR mempunyai entitas
asosiasi yaitu PT Jakarta River City (selanjutnya disebut JRC) dengan tingkat kepemilikan
48,99% saham, PT Wika Realty Minor Development (selanjutnya disebut WRMD) dengan
tingkat kepemilikan 50,00% saham, PT Patra Wijaya Realtindo (selanjutnya disebut PWR)
dengan tingkat kepemilikan 30,00% saham, PT Hotel Karya Indonesia (selanjutnya disebut
HKI) dengan tingkat kepemilikan 25,00% saham, PT Wijaya Karunia Realtindo (selanjutnya
Page 79
   disebut WKR) dengan tingkat kepemilikan 50,00% saham dan PT Hotel Indonesia Group
   (selanjutnya disebut HIG) dengan tingkat kepemilikan 49,00% saham.
   Objek Penilaian
   Objek penilaian adalah 16.566.614.132 saham atau 22,574% saham milik HIN pada WR per
   31 Desember 2023.
   Maksud dan Tujuan Penilaian
   Maksud penilaian adalah untuk memberikan penilaian independen atas Nilai Pasar objek
   penilaian per 31 Desember 2023 berdasarkan laporan keuangan perusahaan (audited) yang
   dinyatakan dalam mata uang sesuai dengan laporan keuangan, untuk tujuan transaksi jual -
   beli (transfer of ownership).
   Pendekatan dan Metode Penilaian
   WR merupakan Operating Holding Company yang memiliki Entitas Anak dan Entitas Asosiasi
   yang dapat digambarkan pada diagram sebagai berikut:

                                                                          WR

            56,73%        99,00%         99,90%       99,99%     48,99%            50,00%           30,00%      25,00%            50,00%          49,00%

         KRJ           MCC          SPI            HIPRO       JRC              WRMD            PWR           HKI            WKR                HIG
            30,00%

         IBKJ

   Keterangan:
   1. WR               : PT Wijaya Karya Realty
   2. KRJ              : PT Kurnia Realty Jaya
   3. MCC              : PT Makassar Coastal City
   4. SPI              : PT Senggigi Pratama Internasional
   5. HIPRO            : PT Hotel Indonesia Properti
   6. JRC              : PT Jakarta River City
   7. WRMD             : PT Wika Realty Minor Development
   8. PWR              : PT Patra Wijaya Realtindo
   9. HKI              : PT Hotel Karya Indonesia
   10. WKR             : PT Wijaya Karunia Realtindo
   11. HIG             : PT Hotel Indonesia Group
   12. IBKJ            : PT Indo Benhil Karunia Jaya

   Merujuk peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) No. 35/POJK.04/2020, dalam penilaian
   Holding Company, wajib dilakukan penilaian terhadap seluruh penyertaan atau kepemilikan
   pada entitas lain. Pemilihan pendekatan dan metode penilaian yang digunakan serta
   alasannya untuk setiap perusahaan yang dinilai adalah sebagai berikut:

    No.              Nama Perusahaan              Pendekatan                   Metode                                    Alasan

     1          PT Wijaya Karya Realty            Pendapatan    Discounted        cash      flow      Perusahaan telah beroperasi secara
                                                                (DCF)                                 komersial dan pendapatannya dimasa
                                                                                                      mendatang dapat diperkirakan.

                                                  Aset          Adjusted  Net               Asset     Perusahaan memiliki/menguasai aset
                                                                Method (ANAM)                         berwujud dalam jumlah yang signifikan

     2          PT Kurnia Realty Jaya             Aset          Adjusted  Net               Asset     Perusahaan         belum             beroperasi
                                                                Method (ANAM)                         komersial.

                                                  Pasar         Guideline Publicly Trade              Data pasar perusahaan untuk industri
                                                                Company Method                        yang sejenis cukup tersedia.




Penilaian saham PT Wijaya Karya Realty                                                                                                                ii
Page 80
     3    PT Makassar Coastal City      Aset         Adjusted  Net       Asset   Perusahaan      belum     beroperasi
                                                     Method (ANAM)               komersial.

                                        Pasar        Guideline Publicly Trade    Data pasar perusahaan untuk industri
                                                     Company Method              yang sejenis cukup tersedia.

     4    PT Senggigi Pratama           Pendapatan   Discounted   cash   flow    Perusahaan telah beroperasi secara
          Internasional                              (DCF)                       komersial dan pendapatannya dimasa
                                                                                 mendatang dapat diperkirakan.

                                        Aset         Adjusted  Net       Asset   Perusahaan memiliki/menguasai aset
                                                     Method (ANAM)               berwujud dalam jumlah yang signifikan

     5    PT Hotel Indonesia Properti   Pendapatan   Discounted   cash   flow    Perusahaan telah beroperasi secara
                                                     (DCF)                       komersial dan pendapatannya dimasa
                                                                                 mendatang dapat diperkirakan.

                                        Aset         Adjusted  Net       Asset   Perusahaan memiliki/menguasai aset
                                                     Method (ANAM)               berwujud dalam jumlah yang signifikan

     6    PT Jakarta River City         Aset         Adjusted  Net       Asset   Perusahaan      belum     beroperasi
                                                     Method (ANAM)               komersial.

                                        Pasar        Guideline Publicly Trade    Data pasar perusahaan untuk industri
                                                     Company Method              yang sejenis cukup tersedia.

     7    PT Wika Realty Minor          Pendapatan   Discounted   cash    flow   Perusahaan telah beroperasi secara
          Development                                (DCF)                       komersial dan pendapatannya dimasa
                                                                                 mendatang dapat diperkirakan.

                                        Pasar        Guideline Publicly Trade    Data pasar perusahaan untuk industri
                                                     Company Method              yang sejenis cukup tersedia.

     8    PT Patra Wijaya Realtindo     Aset         Adjusted  Net       Asset   Perusahaan      belum     beroperasi
                                                     Method (ANAM)               komersial.

                                        Pasar        Guideline Publicly Trade    Data pasar perusahaan untuk industri
                                                     Company Method              yang sejenis cukup tersedia.

     9    PT Hotel Karya Indonesia      Aset         Adjusted  Net       Asset   Perusahaan      belum     beroperasi
                                                     Method (ANAM)               komersial.

                                        Pasar        Guideline Publicly Trade    Data pasar perusahaan untuk industri
                                                     Company Method              yang sejenis cukup tersedia.

     10   PT Hotel Indonesia Group      Pendapatan   Discounted   cash   flow    Perusahaan telah beroperasi secara
                                                     (DCF)                       komersial dan pendapatannya dimasa
                                                                                 mendatang dapat diperkirakan.

                                        Pasar        Guideline Publicly Trade    Data pasar perusahaan untuk industri
                                                     Company Method              yang sejenis cukup tersedia.


   Untuk entitas asosiasi yaitu WKR dan IBKJ, Pemberi Tugas tidak memiliki data yang lengkap
   terkait laporan keuangan, daftar aset dan/atau proyeksi keuangan atas entitas tersebut
   sehingga diasumsikan nilai buku investasi pada entitas asosiasi tersebut telah mencerminkan
   Nilai Pasarnya.
   Pendekatan dan metode penilaian diatas adalah yang kami anggap paling sesuai untuk
   diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh pihak manajemen Objek
   Penilaian dan Pemberi Tugas.




Penilaian saham PT Wijaya Karya Realty                                                                             iii
Page 81
   Selanjutnya nilai-nilai yang diperoleh dari tiap-tiap metode tersebut direkonsiliasi dengan
   melakukan pembobotan untuk menghasilkan kesimpulan nilai .
   Independensi Penilai
   • Dalam mempersiapkan laporan ini kami tidak ada benturan kepentingan dengan
      Perseroan maupun pihak yang terafiliasi dengan Perseroan dan transaksi yang akan
      dilakukan Perseroan.
   • Dalam mempersiapkan laporan ini kami telah bertindak secara independen tanpa adanya
      konflik dan tidak terafiliasi dengan Perseroan, maupun pemegang saham Perseroan
      ataupun pihak-pihak yang terkait dengan Perseroan tersebut. Kami juga tidak mempunyai
      kepentingan ataupun keuntungan pribadi berkaitan dengan penugasan ini. Selanjutnya,
      laporan ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau kerugian pada pihak
      manapun.
   • Tidak ada satupun dari pemilik ataupun pegawai kami yang memiliki kepentingan dalam
      bentuk apapun yang dapat menghalangi kami untuk melakukan penilaian secara
      independen. Kompensasi dan honorarium kami tidak bergantung kepada kejadian
      maupun kesimpulan yang diambil oleh perseroan sebagai akibat dari laporan kami ini.

   Kejadian Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Event)
   Sejak tanggal penilaian hingga tanggal penerbitan laporan ini tidak terjadi perubahan yang
   berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penilaian yang
   dapat secara signifikan mempengaruhi hasil penilaian.




Penilaian saham PT Wijaya Karya Realty                                                     iv
Page 82
   Kesimpulan Nilai
   Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami terima dan dengan
   mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang mempengaruhi penilaian, maka
   menurut pendapat kami Nilai Pasar 16.566.614.132 saham atau 22,574% saham milik HIN
   pada WR per 31 Desember 2023 adalah:

                                             Rp 1.130.000.000.000,-
                           (SATU TRILIUN SERATUS TIGA PULUH MIllAR RUPIAH)

   atau untuk setiap saham adalah:
                                                    Rp 68,-
                                         (ENAM PULUH DELAPAN RUPIAH)


   Demikian kami sampaikan, atas kepercayaan yang diberikan, kami ucapkan terima kasih.




   Pemimpin Rekan
   Penilai Properti/ Aset dan Bisnis
   MAPPI No .: 11-5-03079
   RMK-2017.00547
   NIPP Menkeu No. P-1.16 .00463
   NIPP Menkeu No . 8-1 .21 .00596
   STTD OJK No : STTD. PP8-43/ PJ-1/PM 02/ 2023




Penilaian saham PT Wijaya Karya Realty                                                      v
Page 83

          
Page 84

          
Page 85

          
Page 86

          
Page 87

          
Page 88

          
Page 89

          
Page 90

          
Page 91

          
Page 92

          
Page 93

          

File

File Open PDF
Source IDX
Size14.17 MB
Published27 Jun 2024
Pages93
Characters338,962
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 99 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org WIJAYA KARYA REALTY p.1 ×37
linked org PT Hotel Indonesia Natour p.2 ×10
linked person Amir Abadi Jusuf p.3 ×23
linked person Agung Budi Waskito p.4 ×7
linked person Hananto Aji p.4 ×6
linked person Harum Akhmad Zuhdi p.4 ×6
linked person Rudy Hartono p.4 ×4
linked person Ayu Widya Kiswari p.4 ×4
linked person Adityo Kusumo p.4 ×6
linked person Suryo Hapsoro Tri Utomo p.5 ×4
linked person Harris Arthur Hedar p.5 ×4
linked person Firdaus Ali p.5 ×4
linked person Satya Bhakti Parikesit p.21 ×2
linked person Fendy Eventius Mugni p.21 ×2
linked org PT Aero Wisata p.25
possible org WIJAYA KARYA (PERSERO) Tbk p.1 ×347
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.2 ×9
possible org Bursa Efek Indonesia p.2 ×2
possible person Hadjar Seti Adji p.4 ×6
possible person Jarot Widyoko p.5 ×4
possible org KJPP Iskandar p.13 ×4
possible person Ashuri p.14
possible — : Adityawarman p.16
possible — : Rusmanto p.16
possible — : Sumadi p.16
possible org Kanaka Puradiredja p.20 ×5
possible org Negara Republik Indonesia p.21 ×3
possible org Pemerintah Republik Indonesia p.23 ×5
possible person Dian Paramita p.23
unresolved org PT WIJAYA KARYA REALTY YANG DIMILIKI p.1
unresolved org PT HOTEL INDONESIA NATOUR OLEH p.1
unresolved org KJPP ISKANDAR DAN REKAN p.1 ×5
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Iskandar p.2 ×4
unresolved org Menteri Keuangan p.2 ×4
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Iskandar dan Rekan p.3 ×3
unresolved org Mawar & Rekan p.3 ×13
unresolved person Fathiah Helmi · Notaris p.4 ×15
unresolved person Sumadi Berdasarkan Akta Notaris Vita Cahyojati p.5 ×2
unresolved — Andie Hermawan · Komisaris Utama p.5 ×2
unresolved — Edi Muliah · Komisaris p.5 ×2
unresolved — Endra Saleh Atmawidjaja · Komisaris p.5 ×2
unresolved — Eko Daniyanto · Komisaris Independen p.5 ×2
unresolved person Akhmad Yuslizar · Komisaris Independen p.5 ×2
unresolved — Fery Safaria · President Director p.5 ×2
unresolved — Yoppi Priatmoko Kuswantoro · Director p.5 ×2
unresolved — Thory Prabawa · Director p.5 ×2
unresolved — Adhi Priyanto Putro · Director p.5 ×2
unresolved — Ronny Wuisan · Director p.5 ×2
unresolved person Radithe Pramudito p.7
unresolved person Sigit E. Purnomo p.7
unresolved org KJPP Toha p.13 ×3
unresolved org Heru & Rekan p.13 ×3
unresolved org PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) p.13 ×4
unresolved org PT Hotel Indonesia Natour WIKA p.21
unresolved org PT Wijaya Karya Realty HIPRO p.21
unresolved person Djojo Muljadi p.23
unresolved person Kartini Muljadi p.23
unresolved org Menteri Kehakiman Republik Indonesia p.23 ×2
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-AH. p.23
unresolved — III-1 p.23
unresolved person Akta Notaris Imas Fatimah p.24 ×2
unresolved person Noordjasmani Soeyasa Besar p.24
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.24
unresolved org Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.24
unresolved person Ryan Bayu Chandra · Notaris p.24
unresolved org Koperasi Karya Mitra Satya p.25
unresolved org Yayasan Wijaya Karya p.25
unresolved — : Puji Haryadi p.25
unresolved — : Edi Mulia p.25
unresolved — : Agus Haryoto Widodo p.25
unresolved — : Rendy Ardiansyah p.25
unresolved — : Prata Kadir p.25
unresolved org PT Natour p.25 ×2
unresolved org Milik Negara p.25
unresolved org PT Hotel Indonesia Internasional (Persero) p.25
unresolved person Lenny Faisyah p.25
unresolved — III-3 p.25
unresolved — III-4 p.26
unresolved org Pusat Statistik Struktur PDB Indonesia p.27 ×2
unresolved org Pusat Statistik Pertumbuhan Ekonomi Triwulan IV- p.28 ×2
unresolved org Pusat Statistik Pendapat Kewajaran p.28 ×2
unresolved org Pusat Statistik p.30 ×2
unresolved org Kota Nusantara p.33
unresolved org Kementerian Badan Usaha Milik Negara p.34
unresolved org Menteri BUMN No. SK- p.34 ×2
unresolved org Bank Indonesia p.62 ×4
unresolved org PT Kurnia Realty Jaya p.78 ×3
unresolved org PT Indo Benhil Karunia Jaya p.78
unresolved org PT Makassar Coastal City p.78 ×3
unresolved org PT Senggigi Pratama Internasional p.78 ×2
unresolved org PT Jakarta River City p.78 ×3
unresolved org PT Wika Realty Minor Development p.78 ×2
unresolved org PT Patra Wijaya Realtindo p.78 ×3
unresolved org PT Hotel Karya Indonesia p.78 ×3
unresolved org PT Wijaya Karunia Realtindo p.78 ×2
unresolved org PT Indo Benhil Karunia Jaya Merujuk p.79
unresolved org PT Senggigi Pratama p.80
unresolved org PT Wika Realty Minor p.80

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.364 16456 ms 12 Sep 2026 23:02
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [{'area_sqm': None,
             'category': 'OTHER',
             'description': '................................................................................................ '
                            'V-1'}],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'MATERIAL_FACT',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': '................................................................................................ '
                'V-1',
 'object_truncated': True,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': None}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result