Back to announcement
20240627_WIKA_Informasi Transaksi Afiliasi_31676444_lamp6.pdf
Asset transaction Needs review WIKASource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 93
Page 1
Laporan No. 00155/2.0118-00/BS/03/0596/1/V/2024
File No. 047.3/IDR/DO.2/BFO/V/2024
LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN
RENCANA TRANSAKSI
SHARE SWAP SAHAM PT HOTEL INDONESIA PROPERTI
YANG DIPEROLEH DARI DEBT TO ASSET SWAP
PT WIJAYA KARYA REALTY
YANG DIMILIKI PT HOTEL INDONESIA NATOUR
OLEH PT WIJAYA KARYA (PERSERO) Tbk
KJPP ISKANDAR DAN REKAN
2024
Page 2
SURAT LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN ATAS RENCANA TRANSAKSI
Laporan No. 00155/2.0118-00/BS/03/0596/1/V/2024
File No. 047.3/IDR/DO.2/BFO/V/2024 Jakarta, 30 Mei 2024
Kepada Yth.
Direksi
PT WIJAYA KARYA (PERSERO) Tbk
WIKA Tower II
Jalan D.I. Panjaitan Kav. 9-10
Jakarta, 13340
Dengan hormat,
Perihal : Laporan Pendapat Kewajaran Rencana Transaksi Share Swap Saham PT Hotel
Indonesia Properti yang diperoleh dari Debt To Asset Swap PT Wijaya Karya
Realty yang dimiliki PT Hotel Indonesia Natour oleh PT Wijaya Karya (Persero)
Tbk
Kantor Jasa Penilai Publik Iskandar dan Rekan (IDR atau Penilai atau Kami) telah memperoleh izin
usaha dari Menteri Keuangan berdasarkan surat keputusannya No. 772/KM.1/2013 tanggal 12
November 2013 dan telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berdasarkan Surat No. S-
774/PM.25/2013 tanggal 27 November 2013 dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar
Modal No. STTD.PPB-43/PJ-1/PM.02/2023 tanggal 6 Juli 2023 sebagai Penilai Properti/Aset dan Bisnis
di Pasar Modal.
Berdasarkan surat proposal/kontrak perjanjian kerja yang telah disepakati antara IDR dengan PT
Wijaya Karya (Persero) Tbk No. 015.6/IDR/DO.2/Pr-BFO/I/2024 tanggal 22 Januari 2024, PPJ No.
TP.01.03/A.FIN.00004.A/2024 tanggal 1 Maret 2024, dan addendum proposal No.
073.2/IDR/DO.2/ADD-BFO/V/2024 tanggal 2 Mei 2024, IDR telah melaksanakan Penilaian untuk
Pendapat Kewajaran Rencana Transaksi Share Swap Saham PT Hotel Indonesia Properti yang diperoleh
dari Debt to Asset Swap PT Wijaya Karya Realty yang dimiliki PT Hotel Indonesia Natour oleh PT Wijaya
Karya (Persero) Tbk seperti yang tertuang dalam laporan ini.
Latar Belakang
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (selanjutnya disebut Perseroan atau Perusahaan atau Pemberi Tugas
atau WIKA) merupakan perusahaan terbuka yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia (selanjutnya
disebut BEI). WIKA memiliki perusahaan terkendali yaitu PT Wijaya Karya Realty (selanjutnya disebut
WR) dengan kepemilikan 72,51% saham. WR memiliki perusahaan terkendali yaitu PT Hotel Indonesia
Properti (selanjutnya disebut HIPRO) dengan kepemilikan 99,99% saham.
WIKA memiliki piutang berupa pinjaman pemegang saham pada WR. WIKA dan WR bermaksud untuk
menyelesaikan sebagian piutang tersebut sebesar Rp 1.214.750.000.000,- melalui skema debt to asset
swap dengan mengalihkan 50,99% saham milik WR pada HIPRO kepada WIKA. Kemudian WIKA
berencana melakukan share swap dengan PT Hotel Indonesia Natour (selanjutnya disebut HIN). WIKA
akan melakukan share swap atas kepemilikan 50,99% saham miliknya pada HIPRO dengan 22,57%
saham milik HIN pada WR. Rencana transaksi share swap saham HIPRO yang diperoleh dari debt to
asset swap WR yang dimiliki HIN oleh WIKA selanjutnya disebut Rencana Transaksi.
i
Page 3
Sebagai perusahaan terbuka, Perseroan wajib menaati Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melaksanakan transaksi tersebut, terutama Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha dan Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan. Sehubungan dengan Rencana Transaksi tersebut, Perseroan telah menunjuk serta menggunakan pendapat dari Kantor Jasa Penilai Publik Iskandar dan Rekan (selanjutnya disebut IDR atau Penilai atau Kami), selaku Penilai Independen yang memberikan pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi tersebut. IDR telah memperoleh izin usaha dari Menteri Keuangan berdasarkan surat keputusannya No. 772/KM.1/2013 tanggal 12 November 2013 dan telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (selanjutnya disebut OJK) berdasarkan Surat No. S-774/PM.25/2013 tanggal 27 November 2013 dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal No. STTD.PPB-43/PJ-1/PM.02/2023 tanggal 6 Juli 2023 sebagai Penilai Properti/Aset dan Bisnis di Pasar Modal. Objek Penilaian Objek penilaian adalah rencana transaksi share swap saham HIPRO yang diperoleh dari debt to asset swap WR yang dimiliki HIN oleh WIKA. Rencana transaksi tersebut merupakan satu rangkaian transaksi yang berkesinambungan antar transaksi yang direncanakan, yaitu sebagai berikut: 1. Debt to Asset Swap, dalam hal ini dalam rangka kolaborasi perhotelan dan pariwisata, WIKA akan melakukan pengambilalihan/akuisisi sebesar 50,99% saham WR di HIPRO atau senilai Rp1.214.750.000.000 dengan skema pembayaran melalui Debt to Asset sebagai settlement pembayaran pinjaman WR kepada WIKA. 2. Share Swap, dalam hal ini HIN akan melakukan pengambilalihan/akuisisi saham HIPRO milik WIKA sebesar 50,99% dengan skema melakukan penukaran saham (share swap) milik HIN di WR sebesar 22,57% kepada WIKA atau senilai Rp1.214.750.000.000 yang akan menambah kepemilikan saham WIKA di WR yang semula 72,51% menjadi 95,08%. Pihak-Pihak Yang Bertransaksi Pihak-pihak yang bertransaksi adalah WIKA, WR, dan HIN dimana WIKA sebagai pemilik piutang pada WR yang akan dilakukan debt to asset swap dengan sebagian saham milik WR pada HIPRO, WR sebagai pemilik saham HIPRO yang akan membayar sebagian utang yang dimilikinya kepada WIKA dengan mengalihkan sebagian saham HIPRO miliknya dan HIN sebagai pemegang saham WR yang akan menukar saham miliknya pada WR dengan saham WIKA pada HIRPO yang diperoleh dari debt to asset swap. Maksud dan Tujuan Penilaian Maksud penugasan ini adalah untuk memberikan penilaian independen atas pendapat kewajaran (Fairness Opinion) atas Rencana Transaksi dengan tujuan pelaksanaan transaksi. Tanggal Penilaian Tanggal penilaian 31 Desember 2023 ditetapkan berdasarkan laporan keuangan Perseroan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Benny Andria dari Kantor Akuntan Publik (KAP) Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan yang terdaftar di OJK. Asumsi dan Kondisi Pembatas • Laporan Penilaian ini bersifat non-disclaimer opinion. Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk ii
Page 4
• Penilai melakukan penelaahan atas status hukum dokumen-dokumen yang digunakan dalam
proses penilaian.
• Data dan informasi berasal dari sumber yang dapat dipercaya keakuratannya.
• Proyeksi keuangan yang digunakan adalah proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang
mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan
pencapaiannya (fiduciary duty), jika penilaian menggunakan proyeksi keuangan.
• Penilai bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi keuangan.
• Laporan Penilaian ini terbuka untuk publik kecuali informasi yang bersifat rahasia, yang dapat
memengaruhi operasional perusahaan.
• Penilai bertanggung jawab atas laporan penilaian dan kesimpulan nilai akhir.
• Penilai memperoleh informasi atas status hukum Objek Penilaian dari Pemberi Tugas.
• Asumsi-asumsi dan Kondisi Pembatas lainnya diungkapkan dalam laporan.
Pendekatan dan Metode
Sesuai dengan ruang lingkup penilaian, pendekatan dan metode yang digunakan adalah:
a. Melakukan analisis transaksi.
b. Melakukan analisis kualitatif atas Rencana Transaksi.
c. Melakukan analisis kuantitatif atas Rencana Transaksi.
d. Melakukan analisis kewajaran nilai transaksi.
e. Melakukan analisis atas faktor lain yang relevan.
Kejadian Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Event)
WIKA dan lembaga keuangan telah melakukan penandatanganan perjanjian addendum dan
penyertaan kembali perjanjian kredit untuk tujuan restrukturisasi serta perjanjian addendum dan
penyertaan kembali perjanjian pembiayaan untuk tujuan restukturisasi, sehingga pinjaman ini
menjadi bagian jangka Panjang. Hal ini sebagaimana tertuang dalam Akta Nomor 9 tanggal 23 Januari
2024, dibuat di hadapan Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta dan Akta Nomor 10 tanggal 23 Januari
2024, dibuat di hadapan Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta. Total nilai pinjaman yang
direstrukturisasi secara keseluruhan adalah sejumlah Rp20.798.469.595.445,- dengan tingkat suku
bunga 4% per tahun.
Berdasarkan akta No. 7 tanggal 17 Januari 2024 tentang Perubahan Anggaran Dasar WIKA yang dibuat
di hadapan Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta, dan telah mendapatkan persetujuan dari Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia No. AHU-0003965.AH.01.02.TAHUN 2024 tanggal 18 Januari 2024,
telah terjadi penyusunan kembali seluruh Anggaran Dasar Perseroan.
Berdasarkan laporan kepemilikan saham Perseroan oleh susunan pengurus Perseroan per 2 Mei 2024
adalah sebagai berikut:
Jumlah Saham Yang Dimiliki
No. Pemegang Saham
(Lembar)
1 Agung Budi Waskito 1.434.200
2 Hananto Aji 1.269.036
3 Harum Akhmad Zuhdi 1.269.036
4 Rudy Hartono 1.522.843
5 Ayu Widya Kiswari 510.000
6 Adityo Kusumo 510.000
7 Hadjar Seti Adji 510.000
Jumlah 7.025.115
Berdasarkan Surat Keterangan Notaris Fathiah Helmi, S.H, No. 05/Ket/Not/V/2024 tanggal 15 Mei
2024, menerangkan bahwa:
Menyetujui perubahan susunan pengurus Perseroan, menjadi sebagai berikut:
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk iii
Page 5
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Jarot Widyoko
Komisaris Independen : Adityawarman
Komisaris Independen : Rusmanto
Komisaris Independen : Suryo Hapsoro Tri Utomo
Komisaris Independen : Harris Arthur Hedar
Komisaris : Firdaus Ali
Direksi
Direktur Utama : Agung Budi Waskito
Direktur Keuangan : Adityo Kusumo
Direktur Operasi I : Hananto Aji
Direktur Operasi II : Harum Akhmad Zuhdi
Direktur Manajemen Sumber Daya Manusia : Hadjar Seti Adji
Direktur Manajemen Risiko dan Legal : Sumadi
Berdasarkan Akta Notaris Vita Cahyojati, S.H., M.Hum. No. 9 dan No. 10 pada tanggal 26 Februari 2024
terdapat perpanjangan atas Medium Terms Notes dan Obligasi WR dengan rincian sebagai berikut:
Pokok Jatuh Tempo Jatuh Tempo
Keterangan Rating Tanggal Penerbitan
(Rp.Juta) (sebelum diperpanjang) (setelah diperpanjang)
MTN IX WIKA Realty Tahun 2019 idBB+ 545.000 28 Agustus 2019 28 Agustus 2025 28 Agustus 2029
Obligasi dengan Opsi koversi I idBB+ 950.000 20 Desember 2019 20 Desember 2024 20 Desember 2038
Berdasarkan Risalah Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Tahun Buku 2023 tanggal 22 Mei 2024,
terdapat perubahan susunan pengurus menjadi :
Dewan Komisaris
1. Andie Hermawan selaku Komisaris Utama
2. Edi Muliah selaku Komisaris
3. Endra Saleh Atmawidjaja selaku Komisaris
4. Eko Daniyanto selaku Komisaris Independen
5. Akhmad Yuslizar selaku Komisaris Independen
Direksi
1. Fery Safaria selaku President Director
2. Yoppi Priatmoko Kuswantoro selaku Director of Finance and Risk Management
3. Thory Prabawa selaku Director of Hospitality Business and Partnership Management
4. Adhi Priyanto Putro selaku Director of Development and Human Capital
5. Ronny Wuisan selaku Director of Marketing Property and Realty
Sejak tanggal penilaian hingga tanggal penerbitan laporan ini tidak terjadi perubahan yang
berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penilaian yang dapat
secara signifikan mempengaruhi hasil penilaian.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk iv
Page 6
Pendapat Kewajaran Atas Transaksi
Hasil analisis atas nilai transaksi debt to asset swap adalah nilai transaksi lebih rendah dari Nilai
Pasarnya namun masih dalam kisaran Nilai Pasarnya memberikan kesimpulan bahwa nilai transaksi
adalah wajar.
Hasil analisis atas nilai transaksi share swap saham adalah nilai transaksi lebih tinggi dari Nilai Pasarnya
namun masih dalam kisaran Nilai Pasarnya memberikan kesimpulan bahwa nilai transaksi adalah
wajar.
Hasil analisis atas dampak keuangan dari transaksi yang akan dilakukan terhadap kepentingan
pemegang saham memberikan kesimpulan bahwa dengan dilakukannya transaksi akan menghemat
pajak bunga pinjaman pemegang saham dan meningkatkan likuiditas yang dapat memberikan nilai
tambah bagi Perseroan, dengan demikian sesuai dengan kepentingan pemegang saham.
Hasil analisis atas pertimbangan bisnis dari manajemen terkait dengan transaksi terhadap kepentingan
pemegang saham adalah WIKA dapat mendukung program akselerasi industri pariwisata dan
perhotelan Indonesia sehingga akan memberikan reputasi positif sebagai BUMN yang terus
berkembang dan memperbaiki rasio solvabilitas WR sebagai entitas anak Perseroan memberikan
kesimpulan bahwa pertimbangan bisnis dari manajemen tersebut sejalan dengan kepentingan
pemegang saham.
Berdasarkan kesimpulan dari hasil analisis tersebut diatas, maka Kami berpendapat bahwa transaksi
adalah wajar.
.1.Korn., S.H., M.M., MAPPI (Cert.)
Pernirnpin Rekan
Penilai Properti/ Aset dan Bisnis
MAPPI No.: 11-S-03079
RMK-2017.00547
NIPP Menkeu No. P -1.16.00463
NIPP Menkeu No. B -1.21.00596
STTD OJK No: STTD.PPB-43/PJ-1/PM.02/2023
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya {Persero} Tbk v
Page 7
PERNYATAAN PENILAI
1. Bahwa penugasan penilaian Pendapat Kewajaran dilakukan atas Rencana Transaksi.
2. Dalam mempersiapkan Laporan Pendapat Kewajaran ini Kami telah bertindak secara independen
tanpa adanya konflik dan tidak terafiliasi dengan Perseroan, maupun pemegang saham
Perseroan ataupun pihak-pihak yang terkait dengan Perseroan tersebut. Kami juga tidak
mempunyai kepentingan ataupun keuntungan pribadi berkaitan dengan penugasan ini.
Selanjutnya, laporan pendapat kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan
atau kerugian pada pihak mana pun.
3. Bahwa perhitungan dan analisis dalam pemberian pendapat kewajaran telah dilakukan
dengan benar sebagaimana diungkapkan dalam laporan ini.
4. Bahwa penugasan penilaian profesional telah dilaksanakan sesuai dengan peraturan
perundang-undangan yang berlaku.
5. Penilai menaati Kode Etik Penilai Indonesia dan penilaian dilakukan sesuai dengan Standar
Penilaian Indonesia (KEPI & SPI VII-2018)
6. Bahwa penilaian yang dihasilkan dalam penugasan penilaian professional telah disajikan sebagai
kesimpulan.
7. Bahwa lingkup pekerjaan dan data yang dianalisis telah diungkapkan.
8. Bahwa kami bertanggung jawab atas laporan pendapat kewajaran.
9. Bahwa kesimpulan penilaian telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi pembatas.
10. Bahwa data ekonomi dan industri dalam laporan ini diperoleh dari berbagai sumber yang diyakini
penilai dapat dipertanggungjawabkan.
Penilai Publik,
Adhitya Anindito, S.I.Kom., S.H., M.M., MAPPI (Cert.)
MAPPI No.: 11-5-03079
RMK-2017.00547
NIPP Menkeu No. P -1.16.00463
NIPP Menkeu No. B -1.21.00596
STTD OJK No: STTD.PPB-43/PJ-1/PM.02/2023
Reviuer,
Radithe Pramudito, SE., M.Ec.Dev., MAPPI (Cert.)
MAPPI No.: 10-S-02670
RMK-2017.00316
Penilai,
Sigit E. Purnomo, SE.
MAPPI No.: 19-T-09657
RMK-2020.03575
Ryan Suradireja
MAPPI No.: 19-P-09941
RMK-2021.03692
Syafika Firdausha, A.Md.Ak.
MAPPI No.: 21-T-ll013
RMK- 2022.04256
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk vi
Page 8
DAFTAR ISI
SURAT LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN ATAS RENCANA TRANSAKSI .......................................... i
PERNYATAAN PENILAI ................................................................................................................. vi
DAFTAR ISI .................................................................................................................................. vi
BAB I PENDAHULUAN................................................................................................................. I-1
1.1. Latar Belakang ............................................................................................................................ I-1
1.2. Identitas Pemberi Tugas ............................................................................................................. I-1
1.3. Objek Penilaian ........................................................................................................................... I-2
1.4. Maksud dan Tujuan Penilaian..................................................................................................... I-2
1.5. Tanggal Penilaian ........................................................................................................................ I-2
1.6. Ruang Lingkup Penilaian ............................................................................................................. I-2
1.7. Pendekatan dan Metode ............................................................................................................ I-3
1.8. Pihak-Pihak Yang Bertransaksi .................................................................................................... I-3
1.9. Pernyataan Independensi dan Tidak Adanya Benturan Kepentingan ........................................ I-3
1.10. Uraian Mengenai Penilai Usaha Dan/Atau Penilai Properti Serta Hasil Penilaian Oleh ................
Penilai Usaha Dan/Atau Penilai Properti Yang Menjadi Dasar Dalam Pemberian ........................
Pendapat Kewajaran Atas Rencana Transaksi ............................................................................ I-3
1.11. Sumber Data ............................................................................................................................... I-4
1.12. Informasi Mengenai Identitas Dan Jabatan Pihak-Pihak Yang Telah Diwawancarai .....................
Dan Hubungannya Dengan Objek Penilaian ............................................................................... I-5
1.13. Asumsi dan Kondisi Pembatas .................................................................................................... I-5
1.14. Kejadian Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Event) ............................................................ I-7
1.15. Definisi dan Istilah ...................................................................................................................... I-8
BAB II ANALISIS TRANSAKSI ....................................................................................................... II-1
2.1. Analisis Pengaruh Transaksi Terhadap Keuangan Perseroan .................................................... II-1
2.2. Analisis likuiditas Dari Transaksi ................................................................................................ II-1
2.3. Nilai Transaksi ............................................................................................................................ II-1
2.4. Materialitas Nilai Transaksi........................................................................................................ II-1
2.5. Hubungan Antara Pihak-Pihak Yang Bertransaksi ..................................................................... II-2
2.6. Analisis Perjanjian Dan Persyaratan Yang Telah Disepakati ...................................................... II-4
2.7. Analisis Manfaat Dan Risiko Dari Transaksi ............................................................................... II-4
BAB III ANALISIS KUALITATIF .................................................................................................... III-1
3.1. Riwayat Singkat Perusahaan Dan Kegiatan Usaha ................................................................... III-1
3.2. Analisis Industri dan Lingkungan .............................................................................................. III-5
3.3. Alasan Dilakukannya Transaksi ............................................................................................... III-12
3.4. Keuntungan Dan Kerugian Yang Bersifat Kualitatif Atas Transaksi Yang Akan Dilakukan ...... III-12
BAB IV ANALISIS KUANTITATIF ................................................................................................. IV-1
4.1. Penilaian Atas Potensi Pendapatan, Aset, Kewajiban dan Kondisi Keuangan ......................... IV-1
4.2. Analisis Inkremental .............................................................................................................. IV-25
BAB V ANALISIS KEWAJARAN NILAI TRANSAKSI ......................................................................... V-1
5.1. Hasil Penilaian Objek Transaksi ................................................................................................ V-1
5.2. Nilai Transaksi ........................................................................................................................... V-1
5.3. Analisis Kewajaran Nilai Transaksi ............................................................................................ V-1
5.4. Analisis Bahwa Nilai Transaksi Memberikan Nilai Tambah dari Transaksi Yang Dilakukan ..... V-1
BAB VI ANALISIS ATAS FAKTOR LAIN YANG RELEVAN ................................................................ VI-1
6.1. Analisis Ketidakpastian Rencana Pembiayaan Dalam Rencana Transaksi ............................... VI-1
6.2. Analisis Ketidakpastian Nilai Tukar Mata Uang ....................................................................... VI-1
6.3. Analisis Ketidakpastian Risiko Pasar ......................................................................................... VI-1
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk vii
Page 9
6.4. Analisis Faktor Lain Yang Berpengaruh.................................................................................... VI-2 BAB VII KESIMPULAN PENDAPAT KEWAJARAN ATAS TRANSAKSI ............................................. VII-1 LAMPIRAN Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk viii
Page 10
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (selanjutnya disebut Perseroan atau Perusahaan atau Pemberi
Tugas atau WIKA) merupakan perusahaan terbuka yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia
(selanjutnya disebut BEI). WIKA memiliki perusahaan terkendali yaitu PT Wijaya Karya Realty
(selanjutnya disebut WR) dengan kepemilikan 72,51% saham. WR memiliki perusahaan
terkendali yaitu PT Hotel Indonesia Properti (selanjutnya disebut HIPRO) dengan kepemilikan
99,99% saham.
WIKA memiliki piutang berupa pinjaman pemegang saham pada WR. WIKA dan WR bermaksud
untuk menyelesaikan sebagian piutang tersebut sebesar Rp 1.214.750.000.000,- melalui skema
debt to asset swap dengan mengalihkan 50,99% saham milik WR pada HIPRO kepada WIKA.
Kemudian WIKA berencana melakukan share swap dengan PT Hotel Indonesia Natour
(selanjutnya disebut HIN). WIKA akan melakukan share swap atas kepemilikan 50,99% saham
miliknya pada HIPRO dengan 22,57% saham milik HIN pada WR. Rencana transaksi share swap
saham HIPRO yang diperoleh dari debt to asset swap WR yang dimiliki HIN oleh WIKA
selanjutnya disebut Rencana Transaksi.
Sebagai perusahaan terbuka, Perseroan wajib menaati Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
untuk melaksanakan transaksi tersebut, terutama Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tentang
Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha dan Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020
tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.
Sehubungan dengan Rencana Transaksi tersebut, Perseroan telah menunjuk serta
menggunakan pendapat dari Kantor Jasa Penilai Publik Iskandar dan Rekan (selanjutnya disebut
IDR atau Penilai atau Kami), selaku Penilai Independen yang memberikan pendapat kewajaran
atas Rencana Transaksi tersebut.
IDR telah memperoleh izin usaha dari Menteri Keuangan berdasarkan surat keputusannya No.
772/KM.1/2013 tanggal 12 November 2013 dan telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan
(selanjutnya disebut OJK) berdasarkan Surat No. S-774/PM.25/2013 tanggal 27 November 2013
dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal No. STTD.PPB-43/PJ-
1/PM.02/2023 tanggal 6 Juli 2023 sebagai Penilai Properti/Aset dan Bisnis di Pasar Modal.
1.2. Identitas Pemberi Tugas
Nama Pemberi Tugas : PT Wijaya Karya (Persero) Tbk
Bidang Usaha : Industri konstruksi, industri pabrikasi, jasa penyewaan, jasa
keagenan, investasi, agro industri, industri energi, energi
terbarukan dan energi konversi, penyelenggaraan
perkeretaapian, penyelenggaraan pelabuhan, penyelenggaraan
kebandarudaraan, logistik, perdagangan, engineering
procurement construction, pengembangan dan pengelolaan
kawasan, layanan peningkatan kemampuan dibidang jasa
konstruksi, teknologi informasi, jasa enjinering dan
perencanaan, investasi dan pengelolaan usaha dibidang
prasarana dan sarana dasar (infrastruktur) untuk menghasilkan
barang dan/ atau jasa
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk I-1
Page 11
Alamat Kantor : WIKA Tower II Jalan D.I. Panjaitan Kav. 9-10 Jakarta, 13340
No. Telepon/Faksimile : 021 – 8067 9200
E-mail : adwijaya@wika.co.id
Situs Web : www.wika.co.id
1.3. Objek Penilaian
Objek penilaian adalah rencana transaksi share swap saham HIPRO yang diperoleh dari debt to
asset swap WR yang dimiliki HIN oleh WIKA.
Rencana transaksi tersebut merupakan satu rangkaian transaksi yang berkesinambungan antar
transaksi yang direncanakan, yaitu sebagai berikut:
1. Debt to Asset Swap, dalam hal ini dalam rangka kolaborasi perhotelan dan pariwisata, WIKA
akan melakukan pengambilalihan/akuisisi sebesar 50,99% saham WR di HIPRO atau senilai
Rp1.214.750.000.000 dengan skema pembayaran melalui Debt to Asset sebagai settlement
pembayaran pinjaman WR kepada WIKA.
2. Share Swap, dalam hal ini HIN akan melakukan pengambilalihan/akuisisi saham HIPRO milik
WIKA sebesar 50,99% dengan skema melakukan penukaran saham (share swap) milik HIN di
WR sebesar 22,57% kepada WIKA atau senilai Rp1.214.750.000.000 yang akan menambah
kepemilikan saham WIKA di WR yang semula 72,51% menjadi 95,08%.
1.4. Maksud dan Tujuan Penilaian
Maksud penugasan ini adalah untuk memberikan penilaian independen atas pendapat
kewajaran (Fairness Opinion) atas Rencana Transaksi dengan tujuan pelaksanaan transaksi.
1.5. Tanggal Penilaian
Tanggal penilaian 31 Desember 2023 ditetapkan berdasarkan laporan keuangan Perseroan yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Benny Andria
dari Kantor Akuntan Publik (KAP) Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan yang terdaftar di
OJK.
1.6. Ruang Lingkup Penilaian
Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) merupakan suatu pernyataan yang diberikan oleh
Penilai Usaha untuk menyatakan bahwa suatu transaksi yang akan dilakukan adalah wajar atau
tidak wajar. Ruang lingkup penilaian, antara lain:
a. Identifikasi masalah (identifikasi asumsi dan kondisi pembatas, tujuan dan objek penilaian,
definisi penilaian dan tanggal penilaian),
b. Pengumpulan data,
c. Analisis data,
d. Estimasi nilai sesuai dengan dasar nilai dan premis nilai yang digunakan dengan
menggunakan pendekatan penilaian,
e. Penulisan laporan.
Sesuai dengan peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian
dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, pemberian pendapat kewajaran setelah
dilakukan analisis atas:
a. Nilai dari objek yang ditransaksikan.
b. Dampak keuangan dari transaksi yang akan dilakukan terhadap kepentingan pemegang
saham.
c. Pertimbangan bisnis yang digunakan oleh manajemen perusahaan terkait dengan Rencana
Transaksi yang akan dilakukan terhadap kepentingan pemegang saham.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk I-2
Page 12
Sifat Rencana Transaksi terkait dengan ada atau tidak adanya hubungan antara pihak-pihak yang
bertransaksi diatur sesuai dengan Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi
dan Transaksi Benturan Kepentingan dan nilai materialitas Rencana Transaksi diatur sesuai
dengan Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan
Kegiatan Usaha.
Sehubungan dengan peraturan-peraturan tersebut berkaitan dengan penunjukan IDR untuk
memberikan pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi, maka ruang lingkup pendapat
kewajaran berdasarkan pada analisis atas kewajaran dari Rencana Transaksi tersebut.
1.7. Pendekatan dan Metode
Sesuai dengan ruang lingkup penilaian, pendekatan dan metode yang digunakan adalah:
a. Melakukan analisis transaksi.
b. Melakukan analisis kualitatif atas Rencana Transaksi.
c. Melakukan analisis kuantitatif atas Rencana Transaksi.
d. Melakukan analisis kewajaran nilai transaksi.
e. Melakukan analisis atas faktor lain yang relevan.
1.8. Pihak-Pihak Yang Bertransaksi
Pihak-pihak yang bertransaksi adalah WIKA, WR, dan HIN dimana WIKA sebagai pemilik piutang
pada WR yang akan dilakukan debt to asset swap dengan sebagian saham milik WR pada HIPRO,
WR sebagai pemilik saham HIPRO yang akan membayar sebagian utang yang dimilikinya kepada
WIKA dengan mengalihkan sebagian saham HIPRO miliknya dan HIN sebagai pemegang saham
WR yang akan menukar saham miliknya pada WR dengan saham WIKA pada HIRPO yang
diperoleh dari debt to asset swap.
1.9. Pernyataan Independensi dan Tidak Adanya Benturan Kepentingan
1. Dalam mempersiapkan laporan pendapat kewajaran ini Kami tidak ada benturan
kepentingan dengan Perseroan maupun pihak yang terafiliasi dengan Perseroan dan
transaksi yang akan dilakukan Perseroan.
2. Dalam mempersiapkan laporan pendapat kewajaran ini Kami telah bertindak secara
independen tanpa adanya konflik dan tidak terafiliasi dengan Perseroan, maupun pemegang
saham Perseroan ataupun pihak-pihak yang terkait dengan Perseroan tersebut. Kami juga
tidak mempunyai kepentingan ataupun keuntungan pribadi berkaitan dengan penugasan
ini. Selanjutnya, laporan pendapat kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan
keuntungan atau kerugian pada pihak manapun.
3. Tidak ada satupun dari pemilik ataupun pegawai Kami yang memiliki kepentingan dalam
bentuk apapun yang dapat menghalangi Kami untuk melakukan penilaian secara
independen terhadap pendapat kewajaran ini. Kompensasi dan honorarium Kami tidak
bergantung kepada kejadian maupun kesimpulan yang diambil oleh Perseroan sebagai
akibat dari laporan Kami ini.
1.10. Uraian Mengenai Penilai Usaha Dan/Atau Penilai Properti Serta Hasil Penilaian Oleh Penilai
Usaha Dan/Atau Penilai Properti Yang Menjadi Dasar Dalam Pemberian Pendapat Kewajaran
Atas Rencana Transaksi
Dalam pendapat kewajaran ini Kami menggunakan hasil penilaian dari Penilai Usaha yang telah
melakukan penilaian terhadap objek transaksi. Objek transaksi adalah saham HIPRO dan saham
WR.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk I-3
Page 13
Berdasarkan Laporan Penilaian Saham HIPRO No. 00061/2.0014-00/BS/03/0080/1/V/2024
tanggal 20 Mei 2024 yang diterbitkan oleh KJPP Toha - Okky - Heru & Rekan, menyatakan bahwa
Nilai Pasar 1.972.762 saham atau 100% saham HIPRO per 31 Desember 2023 adalah
Rp 2.457.239.000.000,-.
Berdasarkan Laporan Penilaian Saham milik HIN pada WR No. 00145/2.0118-
00/BS/03/0596/1/V/2024 tanggal 13 Mei 2024 yang diterbitkan oleh KJPP Iskandar dan
Rekan, menyatakan bahwa Nilai Pasar 16.566.614.132 saham atau 22,57% saham milik HIN
pada WR per 31 Desember 2023 adalah Rp 1.130.000.000.000,- atau untuk setiap saham adalah
Rp 68,-.
1.11. Sumber Data
Dalam menyusun Pendapat Kewajaran ini, Kami telah menelaah, mempertimbangkan,
mengacu, atau melaksanakan prosedur atas data dan informasi, antara lain sebagai berikut:
a) Copy legalitas dan perizinan WIKA.
b) Copy legalitas dan perizinan WR.
c) Copy legalitas dan perizinan HIN.
d) Laporan keuangan WIKA untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023
yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Benny Andria dari KAP Amir Abadi Jusuf, Aryanto,
Mawar & Rekan dengan opini wajar, dalam semua hal yang material.
e) Laporan keuangan WIKA untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022
yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Benny Andria dari KAP Amir Abadi Jusuf, Aryanto,
Mawar & Rekan dengan opini wajar, dalam semua hal yang material.
f) Laporan keuangan WIKA untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021
yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Benny Andria dari KAP Amir Abadi Jusuf, Aryanto,
Mawar & Rekan dengan opini wajar, dalam semua hal yang material.
g) Laporan keuangan WIKA untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 yang
yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Rudi Hartono Purba dari KAP Amir Abadi Jusuf,
Aryanto, Mawar & Rekan dengan opini wajar, dalam semua hal yang material.
h) Laporan keuangan WIKA untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 yang
yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Rudi Hartono Purba dari KAP Amir Abadi Jusuf,
Aryanto, Mawar & Rekan dengan opini wajar, dalam semua hal yang material.
i) Laporan keuangan proforma WIKA per 31 Desember 2023 sebelum dan setelah transaksi
dari manajemen Perseroan.
j) Laporan Penilaian Saham HIPRO No. 00061/2.0014-00/BS/03/0080/1/V/2024 tanggal 20
Mei 2024 yang diterbitkan oleh KJPP Toha - Okky - Heru & Rekan.
k) Laporan Penilaian Saham WR No. 00145/2.0118-00/BS/03/0596/1/V/2024 tanggal 13
Mei 2024 yang diterbitkan oleh KJPP Iskandar dan Rekan.
l) Berita acara kesepakatan antara WIKA, HIN, WR dan PT Aviasi Pariwisata Indonesia
(Persero) tanggal 29 Mei 2024.
m) Proyeksi keuangan dari manajemen Perseroan.
n) Hasil wawancara dengan pihak manajemen Perseroan mengenai alasan, latar belakang,
dan hal-hal lain yang terkait dengan Transaksi.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk I-4
Page 14
1.12. Informasi Mengenai Identitas Dan Jabatan Pihak-Pihak Yang Telah Diwawancarai Dan
Hubungannya Dengan Objek Penilaian
Kami telah melakukan diskusi dan wawancara dengan manajemen Perseroan pada tanggal 1
Februari 2024 – 10 Mei 2024. Identitas yang Kami wawancarai adalah Bapak Ashuri sebagai
representatif WIKA.
1.13. Asumsi dan Kondisi Pembatas
a. Laporan Penilaian ini bersifat non-disclaimer opinion.
b. Penilai melakukan penelaahan atas status hukum dokumen-dokumen yang digunakan
dalam proses penilaian.
c. Data dan informasi berasal dari sumber yang dapat dipercaya keakuratannya.
d. Proyeksi keuangan yang digunakan adalah proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang
mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan
kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty), jika penilaian menggunakan proyeksi
keuangan.
e. Penilai bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi keuangan.
f. Laporan Penilaian ini terbuka untuk publik kecuali informasi yang bersifat rahasia, yang
dapat memengaruhi operasional perusahaan.
g. Penilai bertanggung jawab atas laporan penilaian dan kesimpulan nilai akhir.
h. Penilai memperoleh informasi atas status hukum Objek Penilaian dari Pemberi Tugas.
i. IDR mengasumsikan bahwa dari tanggal penerbitan pendapat ini sampai dengan terjadinya
Rencana Transaksi tidak terjadi perubahan apapun yang berpengaruh secara material
terhadap Rencana Transaksi.
j. Pendapat ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan bahwa penggunaan sebagian dari
analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan informasi dan analisis dapat
menyebabkan pandangan yang menyesatkan atas proses yang mendasari pendapat
tersebut. Penyusunan pendapat ini merupakan suatu proses yang rumit dan mungkin tidak
dapat dilakukan melalui analisis yang tidak lengkap.
k. Pendapat Kewajaran tersebut disusun dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan
perekonomian, kondisi umum bisnis dan keuangan, serta peraturan pemerintah pada
tanggal Pendapat ini dikeluarkan. Penilaian Kewajaran ini hanya dilakukan terhadap
Rencana Transaksi seperti yang diuraikan di atas.
l. IDR tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi pendapatnya
karena peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini.
m. Pendapat Kewajaran ini disusun berdasarkan prinsip integritas informasi dan data. Dalam
menyusun Pendapat Kewajaran ini, IDR melandaskan dan berdasarkan pada informasi dan
data sebagaimana diberikan manajemen Perseroan yang mana berdasarkan hakikat
kewajaran adalah benar, lengkap, dapat diandalkan, serta tidak menyesatkan. IDR tidak
melakukan audit ataupun uji kepatuhan secara mendetail atas penjelasan maupun data-
data yang diberikan oleh manajemen Perseroan, baik lisan maupun tulisan, dan dengan
demikian IDR tidak dapat memberikan jaminan atau bertanggung-jawab terhadap
kebenaran dan kelengkapan dari informasi atau penjelasan tersebut.
n. Sebagai dasar bagi IDR untuk melakukan analisis dalam mempersiapkan Pendapat
Kewajaran atas Rencana Transaksi, IDR menggunakan data-data sebagaimana tercantum
pada Sumber Data pada laporan pendapat kewajaran sebagai bahan pertimbangan.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk I-5
Page 15
o. Segala perubahan terhadap data-data tersebut di atas dapat memengaruhi hasil penilaian
IDR secara material. Oleh karena itu, IDR tidak dapat menerima tanggung jawab atas
kemungkinan terjadinya perbedaan kesimpulan yang disebabkan perubahan data
tersebut.
p. Pendapat Kewajaran ini disusun hanya dengan mempertimbangkan sudut pandang
pemegang saham Perseroan dan tidak mempertimbangkan sudut pandang stakeholders
lain serta aspek-aspek lainnya.
q. IDR menganggap bahwa sejak tanggal penerbitan laporan pendapat kewajaran ini sampai
dengan tanggal terjadinya Rencana Transaksi tidak terjadi perubahan yang sangat
berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam laporan
pendapat kewajaran.
r. Dengan ini IDR menyatakan bahwa penugasan IDR tidak termasuk menganalisis transaksi-
transaksi di luar Rencana Transaksi yang mungkin tersedia bagi Perseroan serta pengaruh
dari transaksi-transaksi tersebut terhadap Rencana Transaksi.
s. IDR tidak melakukan penelitian atas keabsahan Rencana Transaksi dari segi hukum dan
implikasi aspek perpajakan dari Rencana Transaksi tersebut.
t. Mengingat bahwa adanya kemungkinan terjadinya perbedaan waktu dari tanggal laporan
ini dengan pelaksanaan Rencana Transaksi, maka kesimpulan di atas berlaku bila tidak ada
perubahan yang memiliki dampak yang signifikan terhadap nilai dari Rencana Transaksi.
Perubahan tersebut termasuk perubahan baik secara internal pada masing-masing
perusahaan maupun secara eksternal meliputi: kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
umum bisnis dan keuangan, serta peraturan pemerintah Indonesia setelah tanggal laporan
ini dikeluarkan. Bilamana setelah tanggal laporan ini dikeluarkan terjadi perubahan
tersebut di atas, maka pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi ini mungkin berbeda.
u. Pendapat Kewajaran ini hanya dapat digunakan sehubungan dengan Rencana Transaksi
dan tidak dapat dipergunakan untuk kepentingan lain maupun pihak lain.
v. Pendapat Kewajaran ini juga tidak dimaksudkan untuk memberikan rekomendasi untuk
menyetujui atau tidak menyetujui Rencana Transaksi atau mengambil tindakan tertentu
atas Rencana Transaksi tersebut.
w. IDR juga berpegang kepada surat pernyataan manajemen Perseroan (management
representation letter) atas penugasan IDR untuk mempersiapkan laporan pendapat
kewajaran, bahwa Perseroan telah menyampaikan seluruh informasi penting dan relevan
berkenaan dengan Rencana Transaksi dan sepanjang pengetahuan manajemen Perseroan
tidak ada faktor material yang belum diungkapkan dan dapat menyesatkan.
x. Data dan informasi yang diterima Penilai dari Pemberi Tugas diasumsikan benar dan dapat
dipertanggungjawabkan, antara lain termasuk penunjukan letak lokasi tempat, spesifikasi
jenis dan jumlah aset objek penilaian dan apabila data dan informasi tersebut tidak benar
maka Pemberi Tugas membebaskan Penilai dari tanggung jawab atas hasil penilaian yang
tidak tepat dikarenakan kesalahan tersebut.
y. Informasi yang telah diberikan pihak lain kepada Penilai seperti yang telah disebutkan
dalam laporan penilaian dianggap layak dan dipercaya, tetapi Penilai tidak
bertanggungjawab jika ternyata informasi yang diberikan itu terbukti tidak sesuai dengan
hal yang sesungguhnya. Tanggung jawab untuk memeriksa kembali kebenaran informasi
tersebut sepenuhnya menjadi tanggung jawab Pemberi Tugas.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk I-6
Page 16
z. Adalah bukan tugas Penilai untuk melakukan uji tuntas (due diligence) dari aspek hukum
atas catatan publik serta catatan kepemilikan.
aa. Asumsi-asumsi dan Kondisi Pembatas dari laporan penilaian yang dibuat terpisah sebagai
satu kesatuan dari laporan ini akan dituangkan di dalam laporan penilaian yang dibuat
terpisah tersebut.
bb. Laporan ini tidak sah jika tidak dibubuhi tandatangan asli/basah Pemimpin Rekan/Rekan
dan stempel/seal perusahaan KJPP Iskandar dan Rekan serta tidak dapat
dipertanggungjawabkan bilamana Pemberi Tugas tidak melunasi imbalan jasa atas
pekerjaan penilaian ini.
cc. Asumsi-asumsi dan kondisi pembatas ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan
(integral) dari laporan ini.
1.14. Kejadian Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Event)
WIKA dan lembaga keuangan telah melakukan penandatanganan perjanjian addendum dan
penyertaan kembali perjanjian kredit untuk tujuan restrukturisasi serta perjanjian addendum
dan penyertaan kembali perjanjian pembiayaan untuk tujuan restukturisasi, sehingga pinjaman
ini menjadi bagian jangka Panjang. Hal ini sebagaimana tertuang dalam Akta Nomor 9 tanggal
23 Januari 2024, dibuat di hadapan Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta dan Akta Nomor 10
tanggal 23 Januari 2024, dibuat di hadapan Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta. Total nilai
pinjaman yang direstrukturisasi secara keseluruhan adalah sejumlah Rp20.798.469.595.445,-
dengan tingkat suku bunga 4% per tahun.
Berdasarkan akta No. 7 tanggal 17 Januari 2024 tentang Perubahan Anggaran Dasar WIKA yang
dibuat di hadapan Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta, dan telah mendapatkan persetujuan
dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia No. AHU-0003965.AH.01.02.TAHUN 2024 tanggal
18 Januari 2024, telah terjadi penyusunan kembali seluruh Anggaran Dasar Perseroan.
Berdasarkan laporan kepemilikan saham Perseroan oleh susunan pengurus Perseroan per 2 Mei
2024 adalah sebagai berikut:
Jumlah Saham Yang Dimiliki
No. Pemegang Saham
(Lembar)
1 Agung Budi Waskito 1.434.200
2 Hananto Aji 1.269.036
3 Harum Akhmad Zuhdi 1.269.036
4 Rudy Hartono 1.522.843
5 Ayu Widya Kiswari 510.000
6 Adityo Kusumo 510.000
7 Hadjar Seti Adji 510.000
Jumlah 7.025.115
Berdasarkan Surat Keterangan Notaris Fathiah Helmi, S.H, No. 05/Ket/Not/V/2024 tanggal 15
Mei 2024, menerangkan bahwa:
Menyetujui perubahan susunan pengurus Perseroan, menjadi sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Jarot Widyoko
Komisaris Independen : Adityawarman
Komisaris Independen : Rusmanto
Komisaris Independen : Suryo Hapsoro Tri Utomo
Komisaris Independen : Harris Arthur Hedar
Komisaris : Firdaus Ali
Direksi
Direktur Utama : Agung Budi Waskito
Direktur Keuangan : Adityo Kusumo
Direktur Operasi I : Hananto Aji
Direktur Operasi II : Harum Akhmad Zuhdi
Direktur Manajemen Sumber Daya Manusia : Hadjar Seti Adji
Direktur Manajemen Risiko dan Legal : Sumadi
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk I-7
Page 17
Berdasarkan Akta Notaris Vita Cahyojati, S.H., M.Hum. No. 9 dan No. 10 pada tanggal 26 Februari
2024 terdapat perpanjangan atas Medium Terms Notes dan Obligasi WR dengan rincian sebagai
berikut:
Pokok Jatuh Tempo Jatuh Tempo
Keterangan Rating Tanggal Penerbitan
(Rp.Juta) (sebelum diperpanjang) (setelah diperpanjang)
MTN IX WIKA Realty Tahun 2019 idBB+ 545.000 28 Agustus 2019 28 Agustus 2025 28 Agustus 2029
Obligasi dengan Opsi koversi I idBB+ 950.000 20 Desember 2019 20 Desember 2024 20 Desember 2038
Berdasarkan Risalah Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Tahun Buku 2023 tanggal 22 Mei
2024, terdapat perubahan susunan pengurus menjadi :
Dewan Komisaris
1. Andie Hermawan selaku Komisaris Utama
2. Edi Muliah selaku Komisaris
3. Endra Saleh Atmawidjaja selaku Komisaris
4. Eko Daniyanto selaku Komisaris Independen
5. Akhmad Yuslizar selaku Komisaris Independen
Direksi
1. Fery Safaria selaku President Director
2. Yoppi Priatmoko Kuswantoro selaku Director of Finance and Risk Management
3. Thory Prabawa selaku Director of Hospitality Business and Partnership Management
4. Adhi Priyanto Putro selaku Director of Development and Human Capital
5. Ronny Wuisan selaku Director of Marketing Property and Realty
Sejak tanggal penilaian hingga tanggal penerbitan laporan ini tidak terjadi perubahan yang
berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penilaian yang
dapat secara signifikan mempengaruhi hasil penilaian.
1.15. Definisi dan Istilah
Penilaian Bisnis adalah proses pekerjaan untuk memberikan opini tertulis atas objek Penilaian
Bisnis sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan mengenai Penilai yang
melakukan kegiatan di pasar modal (Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 pasal 1 angka 5).
Asumsi adalah sesuatu yang dianggap akan terjadi termasuk fakta, syarat, atau keadaan yang
mungkin dapat mempengaruhi objek Penilaian atau pendekatan penilaian dan kewajarannya
telah dianalisis oleh Penilai Bisnis sebagai bagian dari proses Penilaian (Peraturan OJK No.
35/POJK.04/2020 pasal 1 angka 15).
Laporan Penilaian Bisnis adalah laporan tertulis yang dibuat oleh Penilai Bisnis yang memuat
pendapat Penilai Bisnis mengenai objek Penilaian serta menyajikan informasi tentang proses
Penilaian (Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 pasal 1 angka 24).
Pendapat Kewajaran adalah suatu pernyataan yang diberikan oleh Penilai Bisnis untuk
menyatakan bahwa suatu transaksi yang akan dilakukan adalah wajar atau tidak wajar
(Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 pasal 1 angka 38).
Nilai Pasar adalah estimasi sejumlah uang yang dapat diperoleh dari hasil penukaran suatu aset
atau liabilitas pada Tanggal Penilaian, antara pembeli yang berminat membeli dengan penjual
yang berminat menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan
secara layak, di mana kedua Pihak masing–masing bertindak atas dasar pemahaman yang
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk I-8
Page 18
dimilikinya, kehati-hatian, dan tanpa paksaan (Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 pasal 1
angka 14).
Nilai Pasar didefinisikan sebagai estimasi sejumlah uang yang dapat diperoleh atau dibayar
untuk penukaran suatu aset atau liabilitas pada tanggal penilaian, antara pembeli yang berminat
membeli dengan penjual yang berminat menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang
pemasarannya dilakukan secara layak, dimana kedua pihak masing-masing bertindak atas dasar
pemahaman yang dimilikinya, kehati-hatian dan tanpa paksaan (SPI 101 Edisi VII-2018 angka
3.1).
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk I-9
Page 19
BAB II
ANALISIS TRANSAKSI
2.1. Analisis Pengaruh Transaksi Terhadap Keuangan Perseroan
Berdasarkan proforma posisi keuangan dan proyeksi keuangan, dengan dilakukannya transaksi
likuiditas Perseroan mengalami peningkatan dan solvabilitas Perseroan mengalami penurunan.
2.2. Analisis likuiditas Dari Transaksi
Berdasarkan analisis proforma posisi keuangan dan proyeksi keuangan Perseroan dengan
dilakukannya transaksi likuiditas Perseroan mengalami peningkatan.
2.3. Nilai Transaksi
Berdasarkan Berita Acara Kesepakatan tanggal 29 Mei 2024 antara WIKA, PT Aviasi Pariwisata
Indonesia (INJOURNEY), HIN dan WR, WIKA berencana melakukan share swap 50,99% saham
HIPRO yang diperoleh dari debt to asset swap piutang WIKA sebesar Rp 1.214.750.000.000,-
pada WR yang dimiliki HIN. Dengan demikian nilai transaksi sebesar Rp 1.214.750.000.000,-.
2.4. Materialitas Nilai Transaksi
Berdasarkan Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan
Kegiatan Usaha, suatu transaksi dikategorikan sebagai transaksi material apabila nilai transaksi
sama dengan 20% (dua puluh persen) atau lebih dari ekuitas perusahaan terbuka.
Dalam hal perusahaan terbuka memiliki ekuitas negatif transaksi dikategorikan sebagai
transaksi material apabila nilai transaksi sama dengan 10% atau lebih dari total aset perusahaan
terbuka.
Perusahaan terbuka yang akan melakukan transaksi material wajib terlebih dahulu memperoleh
persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dalam hal:
1. Transaksi material lebih dari 50% terhadap ekuitas atau aset atau laba bersih atau
pendapatan usaha Perseroan.
2. Transaksi material lebih dari 25% terhadap aset Perseroan apabila ekuitas Perseroan
negatif.
3. Laporan Penilai menyatakan bahwa transaksi material yang akan dilakukan tidak wajar.
Berdasarkan Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan
Kegiatan Usaha, transaksi berupa perolehan dan pelepasan atas perusahaan atau segmen
operasi dikategorikan sebagai transaksi material dalam hal:
a. Nilai transaksi sama dengan 20% atau lebih dari ekuitas perusahaan terbuka;
b. Total aset yang menjadi objek transaksi dibagi total aset perusahaan terbuka nilainya sama
dengan atau lebih dari 20%;
c. Laba bersih objek transaksi dibagi dengan laba bersih perusahaan terbuka nilainya sama
dengan atau lebih dari 20%; atau
d. Pendapatan usaha objek transaksi dibagi dengan pendapatan usaha perusahaan terbuka
nilainya sama dengan atau lebih dari 20%.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk II-1
Page 20
Nilai transaksi Rencana Transaksi adalah sebesar Rp 1.214.750 juta dan ekuitas Perseroan
berdasarkan laporan keuangan yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Benny Andria dari KAP
Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan per 31 Desember 2023 adalah sebesar Rp 9.571.613
juta, dengan demikian materialitas nilai transaksi 12,69% dari ekuitas Perseroan.
Pendapatan HIPRO berdasarkan laporan keuangan yang telah Akuntan Publik Muhammad Rizal
dari KAP Kanaka Puradiredja, Suhartono per 31 Desember 2023 adalah sebesar Rp 559.010 juta
dan pendapatan Perseroan berdasarkan laporan keuangan yang telah diaudit oleh Akuntan
Publik Benny Andria dari KAP Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan per 31 Desember 2023
adalah sebesar Rp 22.530.356 juta, dengan demikian materialitas nilai transaksi 2,48% dari total
aset Perseroan.
Aset HIPRO berdasarkan laporan keuangan yang telah Akuntan Publik Muhammad Rizal dari KAP
Kanaka Puradiredja, Suhartono per 31 Desember 2023 adalah sebesar Rp 2.721.064 juta dan
total aset Perseroan berdasarkan laporan keuangan yang telah diaudit oleh Akuntan Publik
Benny Andria dari KAP Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan per 31 Desember 2023 adalah
sebesar Rp 65.981.236 juta, dengan demikian materialitas nilai transaksi 4,12% dari total aset
Perseroan.
Laba bersih HIPRO berdasarkan laporan keuangan yang telah Akuntan Publik Muhammad Rizal
dari KAP Kanaka Puradiredja, Suhartono per 31 Desember 2023 adalah sebesar Rp 52.216 juta
dan laba bersih Perseroan berdasarkan laporan keuangan yang telah diaudit oleh Akuntan Publik
Benny Andria dari KAP Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan per 31 Desember 2023 adalah
sebesar -Rp 7.824.539 juta, dengan demikian materialitas nilai transaksi -0,67% dari total aset
Perseroan.
Dari uraian tersebut diatas, Rencana Transaksi tidak termasuk transaksi material dan tidak
memerlukan persetujuan RUPS sesuai dengan Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tentang
Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha.
2.5. Hubungan Antara Pihak-Pihak Yang Bertransaksi
Pihak-pihak yang bertransaksi adalah WIKA, WR, dan HIN dimana WIKA sebagai pemilik piutang
pada WR yang akan dilakukan debt to asset swap dengan sebagian saham milik WR pada HIPRO,
WR sebagai pemilik saham HIPRO yang akan membayar sebagian utang yang dimilikinya kepada
WIKA dengan mengalihkan sebagian saham HIPRO miliknya dan HIN sebagai pemegang saham
WR yang akan menukar saham miliknya pada WR dengan saham WIKA pada HIRPO yang
diperoleh dari debt to asset swap.
Hubungan Kepemilikan Saham
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk II-2
Page 21
Keterangan
NRI : Negara Republik Indonesia
INJOURNEY : PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero)
HIN : PT Hotel Indonesia Natour
WIKA : PT Wijaya Karya (Persero) Tbk
WR : PT Wijaya Karya Realty
HIPRO : PT Hotel Indonesia Properti
Berdasarkan analisis hubungan kepemilikan saham, NRI adalah pemegang saham pengendali
WIKA, WIKA adalah pemegang 72,51% saham WR, WR adalah pemegang 99,99% saham HIPRO
sedangkan NRI juga adalah pemegang saham pengendali HIN melalui INJOURNEY, dimana HIN
adalah pemegang 22,57% saham WR. Dengan demikian antara WIKA, HIN dan WR terdapat
hubungan kepemilikan saham.
Hubungan Kepengurusan
Hubungan kepengurusan antara Perseroan, WR dan HIN adalah sebagai berikut:
Nama Perseroan WR HIN
Jarot Widyoko KU
Firdaus Ali K
Satya Bhakti Parikesit K
Harris Arthur Hedar KI
Adityawarman KI
Suryo Hapsoro Tri Utomo KI
Rusmanto KI
Agung Budi Waskito DU
Adityo Kusumo D
Hananto Aji D
Harum Akhmad Zuhdi D
Rudy Hartono D
Ayu Widya Kiswari D
Hadjar Seti Adji D
Puji Haryadi KU
Edi Mulia K
Endra Saleh Atmawidjaja K
Akhmad Yuslizar K
Eko Daniyanto KI
Agus Haryoto Widodo DU
Rendy Ardiansyah D
Thory Prabawa D
Prata Kadir D
Bonny Anang Dwijanto KU
Zulkarnaen Apriliantony K
Fendy Eventius Mugni K
Haryo Indratno K
Christine Hutabarat DU
Indomora Harahap D
Dwianto Eko Winaryo D
M. Ariadevi Aradean D
Keterangan:
KU : Komisaris Utama
K : Komisaris
KI : Komisaris Independen
DU : Direktur Utama
D : Direktur
Berdasarkan analisis hubungan kepengurusan, tidak terdapat hubungan kepengurusan antara
Perseroan, WR dan HIN. Dengan demikian tidak terdapat hubungan kepengurusan antara
Perseroan WR dan HIN.
Dengan demikian Rencana Transaksi termasuk transaksi afiliasi sebagaimana dimaksud dalam
Peraturan OJK No. 42 /POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan
Kepentingan.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk II-3
Page 22
Uraian mengenai ada atau tidak adanya benturan kepentingan atas transaksi yang akan
dilakukan Perseroan dinyatakan dalam Surat Pernyataan Direksi dan Dewan Komisaris
Perseroan.
2.6. Analisis Perjanjian Dan Persyaratan Yang Telah Disepakati
Berdasarkan dokumen Berita Acara Kesepakatan tanggal 29 Mei 2024 antara WIKA, INJOURNEY,
HIN dan WR, WIKA, hal-hal pokok dalam dokumen tersebut adalah sebagai berikut:
- WR akan membayar sebagian utang yang dimilikinya kepada WIKA berdasarkan perjanjian
pinjaman pemegang saham antara WIKA dengan WR sebesar Rp 1.214.750.000.000,-
dengan mengalihkan 50,99% saham HIPRO milik WR kepada WIKA.
- WIKA dan HIN akan melakukan tukar menukar saham (shares swap) dimana 50,99% saham
HIPRO yang dimiliki WIKA akan dialihkan oleh WIKA kepada HIN dan sebagai gantinya
- HIN akan mengalihkan 22,57% saham WR yang dimilikinya kepada WIKA.
Berikut diagram kepemilikan saham sebelum dilakukan transaksi:
Berikut diagram kepemilikan saham setelah dilakukan transaksi:
2.7. Analisis Manfaat Dan Risiko Dari Transaksi
Manfaat transaksi adalah sebagai berikut:
• Dengan dilakukannya transaksi, Perseroan akan memperoleh penghematan pajak bunga
pinjaman pemegang saham dan peningkatkan likuiditas.
Risiko transaksi adalah sebagai berikut:
• Tidak tercapainya kinerja keuangan Perseroan seperti yang diproyeksikan, sehingga target
yang direncanakan Perseroan tidak berjalan secara optimal sebagaimana yang
direncanakan.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk II-4
Page 23
BAB III
ANALISIS KUALITATIF
3.1. Riwayat Singkat Perusahaan Dan Kegiatan Usaha
Perseroan
a) Riwayat Singkat
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (Perseroan) didirikan pada tanggal 29 Maret 1961
berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 64 tahun 1961, dari perusahaan asing bernama
"Naamloze Vennotschap Technische Handel Maatschappij en Bouwbedijf Vis en Co.” yang
dinasionalisasi Pemerintah Republik Indonesia.
Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 40 tahun 1971, status Perusahaan berubah dari
Perusahaan Negara menjadi Perusahaan (Persero). Selanjutnya, Perusahaan dinamakan PT
Wijaya Karya (Persero) berdasarkan Akta Perusahaan Terbatas No. 110 tanggal 20 Desember
1972 dari Dian Paramita Tamzil, pengganti Djojo Muljadi, S.H., Notaris di Jakarta, dan
perubahan naskah pendirian Perseroan Terbatas dari Kartini Muljadi, S.H., Notaris di Jakarta
berdasarkan Akta No. 106 tanggal 17 April 1973. Akta tersebut telah disahkan oleh Menteri
Kehakiman Republik Indonesia pada tanggal 8 Mei 1973 dengan Surat Keputusan No.
Y.A.5/165/14 serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 76 tanggal 21
September 1973, tambahan Berita Negara No. 683.
Anggaran Dasar telah mengalami beberapa kali perubahan dan terakhir kali diubah dengan
Akta No. 4 tanggal 5 Agustus 2022 dibuat di hadapan Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta
dan telah mendapat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan dari Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-AH.01.09-0042229 tahun 2022.
b) Kegiatan Usaha
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, maksud dan tujuan Perusahaan adalah
berusaha dalam industri konstruksi, industri pabrikasi, jasa penyewaan, jasa keagenan,
investasi, agro industri, industri energi, energi terbarukan dan energi konversi,
penyelenggaraan perkeretaapian, penyelenggaraan pelabuhan, penyelenggaraan
kebandarudaraan, logistik, perdagangan, engineering procurement construction,
pengembangan dan pengelolaan kawasan, layanan peningkatan kemampuan dibidang jasa
konstruksi, teknologi informasi, jasa enjinering dan perencanaan, investasi dan pengelolaan
usaha dibidang prasarana dan sarana dasar (infrastruktur) untuk menghasilkan barang dan/
atau jasa.
c) Susunan Pemegang Saham
Susunan Pemegang saham Perseroan berdasarkan laporan keuangan audit tahun 2023
adalah sebagai berikut:
Jumlah Saham Persentase Jumlah
No. Pemegang Saham
(Lembar) (%) (Rp)
Saham Preferen (Seri A Dwiwarna)
1 1 0,000% 100
Pemerintah Republik Indonesia
Saham Biasa (Seri B)
2 5.834.849.999 65,049% 583.484.999.900
Pemerintah Republik Indonesia
3 Agung Budi Waskito (Dirut) 184.200 0,002% 18.420.000
4 Masyarakat 3.134.917.172 34,949% 313.491.717.200
Jumlah 8.969.951.372 100,00% 896.995.137.200
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk III-1
Page 24
d) Susunan Pengurus
Susunan pengurus Perseroan berdasarkan laporan keuangan audit tahun 2023 adalah
sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Jarot Widyoko
Komisaris : Firdaus Ali
Komisaris : Satya Bhakti Parikesit
Komisaris Independen : Harris Arthur Hedar
Komisaris Independen : Adityawarman
Komisaris Independen : Suryo Hapsoro Tri Utomo
Komisaris Independen : Rusmanto
Direksi
Direktur Utama : Agung Budi Waskito
Direktur Keuangan dan Manajemen
: Adityo Kusumo
Risiko
Direktur Operasi I : Hananto Aji
Direktur Operasi II : Harum Akhmad Zuhdi
Direktur Operasi III : Rudy Hartono
Direktur Quality, Health, Safety and
: Ayu Widya Kiswari
Environtment
Direktur Human Capital dan
: Hadjar Seti Adji
Pengembangan
PT Wijaya Karya Realty
a) Riwayat Singkat
PT Wijaya Karya Realty (WR) didirikan tanggal 20 Januari 2000 berdasarkan Akta Notaris Imas
Fatimah, S.H., No. 17, yang telah diubah dengan Akta No. 19 tanggal 20 April 2000 dari
Notaris Noordjasmani Soeyasa Besar, S.H., pengganti Imas Fatimah, S.H., Notaris di Jakarta,
yang telah memperoleh persetujuan Menteri Kehakiman Republik Indonesia berdasarkan
Surat Keputusan No. C-20856 HT.01.01.TH.2000 tanggal 15 Desember 2000, yang telah
didaftarkan dalam Daftar Perusahaan sesuai UU No. 3 tahun 1982 tentang Wajib Daftar
Perusahaan dengan TDP. 09.04.1.68.15594 di Kantor Pendaftaran Perusahaan Kodya Jakarta
Timur No. 986/BH.09.04/XII/2000 tanggal 20 Desember 2000, serta telah diumumkan dalam
Tambahan No. 1682, Berita Negara Republik Indonesia No. 22 tanggal 16 Maret 2001.
Berdasarkan Anggaran Dasar WR No. 93 tanggal 29 Desember 2022, Maksud dan Tujuan
Perusahaan ialah berusaha dalam bidang:
a. Realti;
b. Properti;
c. Jasa,kecuali jasa dalam bidang hukum dan pajak
Anggaran Dasar Perusahaan telah beberapa kali mengalami perubahan yang terakhir dengan
Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham Diluar Rapat PT Wijaya Karya Realty No. 83
tanggal 27 Desember 2022 yang telah mendapatkan persetujuan perubahan Anggaran Dasar
Perseroan Terbatas PT Wijaya Karya Realty dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia dalam Surat Keputusan Nomor: AHU-0129961.AH.01.02. Tahun 2022
Tanggal 28 Desember 2022, jo. Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham Diluar Rapat
PT Wijaya Karya Realty No. 93 tanggal 29 Desember 2022 yang telah mendapatkan
Penerimaan Pemberitahuan Anggaran Dasarnya telah diterima dan dicatat di dalam Sistem
Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
dengan surat Nomor: AHU AH.01.09-0038686 tanggal 26 Januari 2023, kedua akta tersebut
dibuat di hadapan Ryan Bayu Chandra, S.H., M.Kn Notaris di Jakarta.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk III-2
Page 25
b) Kegiatan Usaha
Kegiatan Usaha WR berdasarkan Anggaran Dasar, pada pokoknya meliputi:
a. Pengembang, pembangunan dan penjualan di bidang realti termasuk sarana dan
prasarananya;
b. Pengembang, pembangunan dan pemilikan di bidang properti termasuk penyewaan
sarana dan prasarananya;
c. Jasa pengelolaan bidang realti dan properti; dan
d. Jasa perantara (brokerage) bidang realti dan properti.
c) Susunan Pemegang Saham
Susunan Pemegang saham WR periode 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:
Jumlah Persentase Jumlah
No. Pemegang Saham
Saham (%) (Rp)
1 PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 53.215.685.492 72,51% 5.321.568.549.200
2 PT Hotel Indonesia Natour 16.566.614.132 22,57% 1.656.661.413.200
3 Koperasi Karya Mitra Satya 2.013.658.609 2,74% 201.365.860.900
4 PT Aero Wisata 1.537.411.113 2,09% 153.741.111.300
5 Yayasan Wijaya Karya 54.022.524 0,07% 5.402.252.400
Jumlah 73.387.391.870 100,00% 7.338.739.187.000
d) Susunan Pengurus
Susunan pengurus WR periode 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Puji Haryadi
Komisaris : Edi Mulia
Komisaris : Endra Saleh Atmawidjaja
Komisaris : Akhmad Yuslizar
Komisaris Independen : Eko Daniyanto
Direksi
Direktur Utama : Agus Haryoto Widodo
Direktur Keuangan, Human Capital , dan Manajemen Risiko : Rendy Ardiansyah
Direktur Bisnis Perhotelan dan Manajemen Kemtiraan : Thory Prabawa
Direktur Pemasaran dan Design : Prata Kadir
PT Hotel Indonesia Natour
b) Riwayat Singkat
PT Hotel Indonesia Natour (Persero) (HIN) merupakan perubahan nama dari PT (Persero)
Hotel Indonesia Internasional setelah bergabungnya PT (Persero) National Hotel & Tourism
(“PT Natour”) ke dalam PT Hotel Indonesia Natour (Persero). Kedua Perusahaan tersebut
merupakan Perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak dalam bidang jasa
kepariwisataan, khususnya hotel dan restoran. Penggabungan tersebut dilaksanakan
berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 27 tahun 1998 tentang
Penggabungan, Peleburan dan Pengambilalihan Perusahaan Terbatas serta Peraturan
Pemerintah Republik Indonesia No.89 tahun 1999 tentang Penggabungan Perusahaan PT
Natour (Persero) ke dalam Perusahaan PT Hotel Indonesia Internasional (Persero).
Pada tahun 2021, anggaran dasar HIN mengalami perubahan berdasarkan Akta Penyesuaian
Kegiatan Usaha KBLI PT Hotel Indonesia Natour, Notaris Lenny Faisyah, S.H.,M.Kn No. 69
tanggal 25 Agustus 2021 yang berisikan penambahan jenis usaha dan perubahan pada pasal
3.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk III-3
Page 26
b) Kegiatan Usaha
Kegiatan Usaha HIN berdasarkan Anggaran Dasar, pada pokoknya meliputi:
1. Konstruksi Gedung Hotel Penginapan
Usaha pembangunan, pemeliharaan, dan atau pembangunan kembali bangunan yang
dipakai untuk penginapan.
2. Hotel Bintang
Usaha penyediaan jasa pelayanan penginapan
3. Vila
Usaha penyediaan jasa pelayanan penginapan bagi umum yang merupakan rumah-
rumah pribadi yang khusus di sewakan
4. Apartemen Hotel
Usaha penyediaan jasa pelayanan penginapan bagi umum yang mengelola dan
menfungsikan apartemen sebagai hotel untuk tempat tinggal sementara
5. Aktivitas Pengembangan Aplikasi Perdagangan Melalui Internet (E-Commerce)
Kegiatan pengembangan aplikasi perdagangan melalui internet
6. Portal Web dan/atau Platform Digital dengan Tujuan Komersial
Pengoperasian situs web dengan tujuan komersial yang menggunakan mesin pencari
untuk menghasilkan dan memelihara basis data
7. Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa
Usaha pembelian, penjualan, persewaan dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki
sendiri maupun disewa. Termasuk penjualan tanah, pengembangan gedung untuk
dioperasikan sendiri (penyewaan ruangan).
8. Penyewaan venue penyelenggaraan aktivitas MICE dan Event Khusus
Menyewakan tempat dan fasilitas untuk penyelenggaraan kegiatan pertemuan,
perjalanan insentif, konvensi dan pameran, atau untuk penyelenggaraan event khusus.
9. Kawasan Pariwisata
Mencakup pengusahaan lahan dengan luas sekurang-kurangnya 100 hektar dengan
menata dan membagi lebih lanjut menjadi satuan-satuan simpul atau lingkungan
tertentu, membangun atau menyewakan satuan simpul untuk pembangunan usaha
sarana dan prasarana.
10. Menjalankan usaha-usaha penunjang perhotelan meliputi biro perjalanan, restoran,
catering termasuk
flight catering, fasilitas hiburan dan olahraga, aktivitas agen dan biro perjalanan wisata,
aktivitas agen perjalanan ibadah umroh dan haji khusus, aktivitas biro perjalanan ibadah
umroh dan haji khusus, serta penyewaan ruangan, jasa konsultasi, manajerial dan
operasional, serta pendidikan dan pelatihan dibidang perhotelan dan pariwisata.
c) Susunan Pemegang Saham
Susunan Pemegang saham HIN per 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:
Persentase
No. Pemegang Saham
(%)
1 PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) 99,99%
2 Pemerintah Indonesia 0,01%
Jumlah 100,00%
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk III-4
Page 27
d) Susunan Pengurus
Susunan pengurus HIN per 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Bonny Anang Dwijanto
Komisaris : Zulkarnaen Apriliantony
Komisaris : Fendy Eventius Mugni
Komisaris : Haryo Indratno
Direksi
Direktur Utama : Christine Hutabarat
Direktur Keuangan, Manajemen
: Indomora Harahap
Risiko & SDM
Direktur Pengembangan Usaha : Dwianto Eko Winaryo
Direktur Direktur Operasi dan
: M. Ariadevi Aradean
Portofolio Bisnis
3.2. Analisis Industri dan Lingkungan
3.2.1. Tinjauan Makro Ekonomi
PDB Menurut Lapangan Usaha
Pertumbuhan Ekonomi Tahun 2023 (c-to-c)
Ekonomi Indonesia tahun 2023 tumbuh sebesar 5,05%. Pertumbuhan terjadi pada seluruh
lapangan usaha. Lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah Transportasi
dan Pergudangan sebesar 13,96%; diikuti Jasa Lainnya sebesar 10,52%; dan Penyediaan
Akomodasi dan Makan Minum sebesar 10,01%. Sementara itu, Industri Pengolahan yang
memiliki peran dominan tumbuh 4,64%. Sedangkan Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan serta
Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor masing-masing tumbuh
sebesar 1,30% dan 4,85%.
Gambar 1. Pertumbuhan PDB Beberapa Lapangan Usaha (c-to-c) (%)
Sumber: Badan Pusat Statistik
Struktur PDB Indonesia menurut lapangan usaha atas dasar harga berlaku tahun 2023 tidak
menunjukkan perubahan berarti. Perekonomian Indonesia masih didominasi oleh Lapangan
Usaha Industri Pengolahan sebesar 18,67%; diikuti oleh Perdagangan Besar dan Eceran;
Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar 12,94%; Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan
sebesar 12,53%; Pertambangan dan Penggalian sebesar 10,52%; serta Konstruksi sebesar
9,92%. Peranan kelima lapangan usaha tersebut dalam perekonomian Indonesia mencapai
64,58%.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk III-5
Page 28
Pertumbuhan Ekonomi Triwulan IV-2023 Terhadap Triwulan IV-2022 (y-on-y)
Ekonomi Indonesia triwulan IV-2023 terhadap triwulan IV-2022 (y-on-y) tumbuh sebesar 5,04%.
Pertumbuhan terjadi pada seluruh lapangan usaha. Lapangan usaha yang tumbuh signifikan
adalah Transportasi dan Pergudangan sebesar 10,33%; diikuti Jasa Lainnya sebesar 10,15%; dan
Pengadaan Listrik dan Gas sebesar 8,68%. Sebagai lapangan usaha yang memiliki peran
dominan, Industri Pengolahan tumbuh sebesar 4,07%. Sedangkan Pertanian, Kehutanan, dan
Perikanan serta Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor masing-
masing tumbuh sebesar 1,12% dan 4,09%.
Gambar 2. Pertumbuhan PDB Beberapa Lapangan Usaha (y-on-y) (%)
Sumber: Badan Pusat Statistik
Pertumbuhan Ekonomi Triwulan IV-2023 Terhadap Triwulan III-2023 (q-to-q)
Ekonomi Indonesia pada triwulan IV-2023 tumbuh sebesar 0,45% (q-to-q) dibanding triwulan
III-2023. Hampir seluruh lapangan usaha tumbuh positif. Lapangan Usaha Administrasi
Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib tumbuh signifikan sebesar 19,81%; diikuti
Jasa Pendidikan sebesar 14,46%; serta Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial sebesar 8,66%.
Industri Pengolahan yang memiliki peran dominan tumbuh 0,51%. Sementara untuk Pertanian,
Kehutanan, dan Perikanan serta Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda
Motor masing-masing mengalami kontraksi sebesar 17,70% dan 0,27%.
Gambar 3. Pertumbuhan PDB Beberapa Lapangan Usaha (q-to-q) (%)
Sumber: Badan Pusat Statistik
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk III-6
Page 29
PDB Menurut Pengeluaran
Pertumbuhan Ekonomi Tahun 2023 (c-to-c)
Ekonomi Indonesia tahun 2023 tumbuh sebesar 5,05%. Pertumbuhan terjadi pada semua
Komponen Pengeluaran. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada Komponen PK-LNPRT sebesar
9,83%; diikuti Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT) sebesar 4,82%;
Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 4,40%; Komponen PK-P sebesar
2,95%; dan Komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar 1,32%. Sementara itu, Komponen Impor
Barang dan Jasa (yang merupakan faktor pengurang dalam PDB menurut Pengeluaran)
terkontraksi sebesar 1,65%.
Gambar 4. Pertumbuhan PDB Beberapa Komponen Pengeluaran (c-to-c) (%)
Sumber: Badan Pusat Statistik
Struktur PDB Indonesia menurut pengeluaran atas dasar harga berlaku tahun 2023 tidak
menunjukkan perubahan yang berarti. Perekonomian Indonesia masih didominasi oleh
Komponen PK-RT yang mencakup lebih dari separuh PDB Indonesia yaitu sebesar 53,18%;
diikuti oleh komponen PMTB sebesar 29,33%; Komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar
21,75%; Komponen PK-P sebesar 7,45%; Komponen PK-LNPRT sebesar 1,25%; dan Komponen
Perubahan Inventori sebesar 1,19%. Sementara itu, Komponen Impor Barang dan Jasa memiliki
peran sebesar 19,57%.
Pertumbuhan Ekonomi Triwulan IV-2023 Terhadap Triwulan IV-2022 (y-on-y)
Ekonomi Indonesia triwulan IV-2023 terhadap triwulan IV-2022 tumbuh sebesar 5,04% (y-on-y).
Pertumbuhan tertinggi terjadi pada Komponen PK-LNPRT sebesar 18,11%; diikuti Komponen
PMTB sebesar 5,02%; Komponen PK-RT sebesar 4,47%; Komponen PK-P sebesar 2,81%; serta
Komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar 1,64%. Sementara itu, Komponen Impor Barang dan
Jasa terkontraksi sebesar 0,15%.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk III-7
Page 30
Gambar 5. Pertumbuhan PDB Beberapa Komponen Pengeluaran (y-on-y) (%)
Sumber: Badan Pusat Statistik
Pertumbuhan Ekonomi Triwulan IV-2023 Terhadap Triwulan III-2023 (q-to-q)
Ekonomi Indonesia pada triwulan IV-2023 dibanding triwulan III-2023 (q-to-q) tumbuh sebesar
0,45%. Pertumbuhan terjadi pada semua Komponen Pengeluaran. Pertumbuhan tertinggi
dicapai oleh Komponen PK-P sebesar 39,13%; diikuti oleh Komponen PK-LNPRT; Komponen
Ekspor Barang dan Jasa; dan Komponen PMTB yang masing-masing tumbuh sebesar 11,75%;
5,75%; dan 2,57%. Sementara itu, Komponen Impor Barang dan Jasa tumbuh sebesar 4,31%.
Gambar 6. Pertumbuhan PDB Beberapa Komponen Pengeluaran (q-to-q) (%)
Sumber: Badan Pusat Statistik
3.2.2. Perkembangan Industri
Perkembangan Industri Konstruksi
Pertumbuhan ekonomi nasional pada Triwulan IV-2023 mencapai 5,04% (year on year/yoy),
atau lebih tinggi ketimbang Triwulan III-2023 sebesar 4,94% (yoy). Pembangunan infrastruktur
merupakan mobil penggerak pembangunan nasional. Keberadaan infrastruktur yang memadai
akan berkontribusi pada kelancaran produksi maupun distribusi barang dan jasa yang dapat
meningkatkan pertumbuhan ekonomi negara dan meningkatkan pemerataan ekonomi di
wilayah-wilayah. Pembangunan infrastruktur merupakan bagian integral dari pembangunan
kelembagaan dan perekonomian yang bertumpu pada peningkatan produktivitas.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk III-8
Page 31
Saat ini, pemerintah berfokus pada meningkatkan investasi, baik investasi publik maupun
swasta, guna menaikkan ekspansi ekonomi Indonesia. Khususnya investasi di bidang
infrastruktur dalam rangka peningkatan konektivitas di seluruh Indonesia. Pembangunan
infrastruktur di Indonesia menjadi salah satu faktor meningkatnya peran sektor konstruksi
terhadap perekonomian Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari besarnya kontribusi sektor
konstruksi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 9,86 % pada triwulan III/2023.
Adapun sepanjang kuartal IV-2023, sektor konstruksi tumbuh kencang melampaui kinerja
pertumbuhan pada periode yang sama tahun lalu. Di sisi lain, kinerja pertumbuhan real estat
cenderung stagnan.
Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan sektor konstruksi tumbuh 7,68%
secara tahunan atau (year on year/yoy) pada kuartal IV-2023, dengan kontribusi terhadap total
produk domestik bruto (PDB) 10,49%. Laju pertumbuhan sektor konstruksi tercatat jauh lebih
kencang dibandingkan realisasi pada kuartal III-2023 yang hanya menapai 6,39% yoy.
Kontribusinya terhadap PDB saat itu pun hanya sebesar 9,86%. Hal ini dipengaruhi oleh
pembangunan infrastruktur seperti jalan, jembatan, dan kemudian pembangunan jalan tol, dan
beberapa pembangunan rumah. Sementara itu, untuk real estat, tumbuhnya hanya 2,18%
dengan sumbangannya terhadap PDB hanya 2,41% yoy pada kuartal IV-2023. Pada kuartal III-
2023, sektor real estat mampu mencatatkan pertumbuhan 2,21% dengan kontribusi ke PDB
2,40%. Sepanjang tahun 2023 atau secara kumulatif (cumulative to cumulative/ctc),
pertumbuhan sektor konstruksi sebesar 4,91% dengan kontribusi sebesar 9,92% dalam struktur
PDB menurut lapangan usaha. Sedangkan real estat tumbuh 1,43% dengan distribusi 2,42%.
Indikator penting yang menunjukkan fluktuasi konstruksi di Indonesia adalah Indeks Nilai
Konstruksi yang Diselesaikan. Indeks ini menggambarkan perkembangan realisasi fisik pekerjaan
konstruksi yang diselesaikan dalam satu triwulan pada suatu wilayah. Indeks nilai konstruksi
yang diselesaikan sebesar 154,60 pada triwulan IV tahun 2022 dan 168,22 pada triwulan IV
tahun 2023. Hal ini menunjukkan bahwa nilai konstruksi yang diselesaikan pada triwulan IV
tahun 2023 tumbuh sebesar 8,81% dibanding triwulan yang sama tahun 2022 (y-on-y). Jika
dibandingkan dengan triwulan sebelumnya (q-to-q), nilai konstruksi yang diselesaikan
meningkat sebesar 4,61%. Angka pertumbuhan ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan
pertumbuhan q-to-q pada triwulan IV tahun 2022 yang hanya tumbuh sebesar 4,21%.
Gambar 1. Indeks dan Pertumbuhan (q-to-q) Nilai Konstruksi yang Diselesaikan Triwulanan
Sumber: Badan Pusat Statistik
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk III-9
Page 32
3.1.1. Analisis Operasional Dan Prospek Perusahaan
Ditinjau dari segi kinerja keuangan tahun 2023, terjadi kenaikan pendapatan Perseroan sebesar
4,89% dari semula pada tahun 2022 dan laba kotor mengalami penurunan -12,63% dan laba
bersih mengalami penurunan -62.266,44%. Dari sisi aset dan ekuitas, Perseroan mengalami
penurunan aset pada tahun 2023 sebesar -12,11%, dan ekuitas Perseroan juga menurun -
45,28%.
Tahun 2024 akan diwarnai oleh tantangan global yang signifikan. Proyeksi Dana Moneter
Internasional (IMF) menyebutkan pertumbuhan ekonomi global akan melambat menjadi 2,9%,
dipicu oleh perang di Ukraina, inflasi tinggi, dan kenaikan suku bunga. IMF memperkirakan inflasi
global akan mencapai 6,5% pada tahun 2023, turun dari 8,8% pada tahun 2022. Namun, inflasi
masih diperkirakan akan tetap tinggi pada tahun 2024, sebesar 4,1%. Selain itu, IMF
memperkirakan suku bunga kebijakan global akan mencapai 5,2% pada tahun 2024, naik dari
3,5% pada tahun 2022. Di sisi lain, menurut laporan Prospek Ekonomi Global (GEP) yang
diterbitkan oleh Bank Dunia pada Januari 2024, ekonomi global diperkirakan akan mengalami
perlambatan pertumbuhan dari 2,6% pada tahun 2023 menjadi 2,4% pada tahun 2024 yang
merupakan perlambatan ketiga kalinya secara berturut-turut
Terlepas dari tantangan global ini, pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksikan akan
meningkat, memposisikan dirinya di antara negara-negara G20 dan ASEAN. Tahun 2024 memiliki
arti khusus karena Pemilihan Legislatif dan Presiden Indonesia, yang diperkirakan akan
berdampak pada pertumbuhan ekonomi. Tahun 2024, Pemerintah juga tetap memprioritaskan
proyek infrastruktur mengingat proyek infrastruktur memainkan peran penting dan
berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan
pembangunan infrastruktur. Maka dari itu, arsitektur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara
(APBN) 2024 juga diarahkan untuk mendukung hal tersebut. Belanja negara dalam APBN 2024
tercatat Rp3.325,1 triliun. Sementara, alokasi anggaran infrastruktur dalam APBN 2024 sebesar
Rp422,7 triliun. Nilai ini naik 5,8% dari proyeksi realisasi anggaran infrastruktur 2023 sebesar
Rp399,6 triliun.
Prospek pasar yang positif diharapkan dapat melukiskan gambaran optimis industri konstruksi
Indonesia di tahun mendatang, menanamkan kepercayaan di antara para pemangku
kepentingan pelaku industri dalam negeri. Untuk menyikapi agenda infrastruktur pada 2024
yang moderat disambut Perseroan dengan strategi yang tepat untuk mempercepat pemulihan
secara berkelanjutan.
Pertumbuhan ekonomi global yang masih dalam tren perlambatan pada tahun 2023 akan sedikit
membaik di tahun 2024. IMF memprediksi pertumbuhan ekonomi global melambat dari 3,5% di
tahun 2022 menjadi 3,0% di tahun 2023, dan tetap stabil hingga tahun 2024. Sejalan dengan
pertumbuhan ekonomi, pertumbuhan volume perdagangan global yang telah tumbuh sebesar
5,2% (yoy) pada tahun 2022 akan melambat di tahun 2023 ke level 2,0% (yoy) dan rebound ke
level 3,7% (yoy) di tahun 2024. Negara berkembang diharapkan menjadi penopang utama
pemulihan ekonomi global tahun 2024 di tengah prospek ekonomi negara maju yang masih
lemah. Sementara itu, inflasi global yang di tahun 2023 diproyeksikan menyentuh 6,8% akan
mereda di tahun 2024 ke sekitar 5,2%.
Tren moderasi inflasi dan berkurangnya agresivitas pengetatan moneter memberi ruang bagi
pemulihan global di tahun 2024. Tekanan inflasi global yang sudah mereda sejak tahun 2023
akan terus melanjutkan moderasi hingga tahun 2024. Namun demikian, inflasi yang persisten
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk III-10
Page 33
tinggi di atas target jangka menengah berpotensi masih terjadi di beberapa negara maju. Seiring
dengan tekanan inflasi global yang terus mereda, agresivitas pengetatan moneter di tahun 2024
akan mereda dan pelonggaran diperkirakan akan dilakukan oleh beberapa negara utama,
termasuk AS. Dalam dot plot terkini The Fed (Juni 2023), terindikasi suku bunga acuan Fed Funds
Rate (FFR) akan turun ke level 4,50% di akhir tahun 2024. Meskipun demikian, tingkat suku
bunga acuan tersebut relatif masih tinggi dan akan bertahan tinggi (higher for longer) dalam
beberapa periode ke depan akibat inflasi yang masih di atas target. Di sisi fiskal, berbagai negara
utama terus berupaya untuk memberikan daya dukung bagi perekonomian. Kebijakan fiskal
yang sangat akomodatif terus diimplementasikan Tiongkok khususnya untuk pemulihan sektor
properti, sementara dukungan fiskal di negara AS dan Eropa cenderung lebih terbatas akibat
menyempitnya ruang fiskal dan tekanan inflasi yang masih tinggi.
Prospek perekonomian global masih dibayangi berbagai tantangan yang berat. Meskipun
pandemi Covid-19 sudah mereda, namun scarring effect yang ditimbulkan belum sepenuhnya
teratasi, termasuk tekanan inflasi yang masih tinggi akibat disrupsi rantai pasok dan juga konflik
Rusia – Ukraina yang belum usai. Tingginya tekanan inflasi telah mendorong pengetatan
kebijakan moneter di banyak negara, terutama di negara maju, yang berakibat pada ketatnya
likuiditas dan meningkatnya volatilitas di sektor keuangan global. Berbagai tantangan
menyebabkan semakin kompleksnya respons kebijakan yang harus dilakukan di banyak negara,
yang berpotensi disruptif dan mengancam prospek pemulihan ekonomi global. Tantangan
tersebut juga bisa berdampak negatif bagi arus investasi asing yang masuk ke Indonesia, tingkat
harga dan suku bunga, serta kinerja ekonomi domestik.
Dengan memperhatikan arah dan strategi kebijakan fiskal tahun 2024 yang didesain untuk
mendorong reformasi struktural dalam rangka percepatan transformasi ekonomi yang inklusif
dan berkelanjutan dengan tetap memperhatikan pembiayaan anggaran yang inovatif, prudent
dan sustainable, defisit anggaran diperkirakan akan berada pada tingkat 2,29 persen terhadap
PDB atau lebih rendah dari outlook 2023.
Pada tahun 2024, anggaran infrastruktur difokuskan mendukung transformasi ekonomi untuk
pemerataan pembangunan, dengan arah kebijakan yaitu:
a. Mempercepat pembangunan infrastruktur penggerak ekonomi (konektivitas dan
transportasi, energi dan ketenagalistrikan, dan pangan);
b. Memprioritaskan penyediaan infrastruktur pelayanan dasar dan proyek-proyek.
c. Mendukung percepatan penyelesaian pembangunan Ibu Kota Nusantara (“IKN”) secara
bertahap dan berkelanjutan;
d. Melakukan pemerataan dan penguatan akses Teknologi Informasi dan Komunikasi (“TIK”)
yang mendukung transformasi digital; dan
e. Mendorong pemberdayaan partisipasi badan usaha melalui skema Kerja Sama Pemerintah
dengan Badan Usaha (“KPBU”) dalam pembangunan infrastruktur.
Berdasarkan hal tersebut diatas Perseroan masih berusaha dalam menjaga operasi bisnisnya
sekalipun dihadapkan pada sejumlah tantangan sepanjang tahun 2023. Catatan itu didukung
oleh penjualan Perseroan yang diperoleh sebesar Rp22,53 triliun yang mayoritasnya
disumbangkan oleh proyek infrastruktur dan gedung. Kontribusi lainnya berasal dari proyek
energi dan industrial plant, sektor industri, serta realty dan properti. Sampai dengan Desember
2023, Perseroan mendapatkan kontrak baru sebesar Rp29,25 triliun sehingga total kontrak
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk III-11
Page 34
dihadapi sampai dengan Desember 2023 yaitu sebesar Rp73,90 triliun. Kontrak baru yang
berhasil didapatkan di antaranya adalah LPG Refrigated Jawa Timur Tahap 2 sebesar Rp3,58
triliun, Tol Japek Selatan Seksi II sebesar Rp1,62 triliun, Bendungan Cijurey sebesar Rp725 miliar
dan proyek lainnya. Perseroan juga tengah fokus mengoptimalkan pemanfaatan teknologi
digital. Saat ini, proses digitalisasi yang berlangsung di Perseroan telah mengubah secara
signifikan cara kerja dari sisi perencanaan, proses pembangunan sampai pada monitoring dan
evaluasi kinerja operasi dan keuangan proyek secara real time dan efektif.
Untuk mengurangi tekanan utang berbunga yang membebani kinerja sekaligus memastikan
kecukupan dana modal kerja operasi, di tahun 2023 Perseroan berinisiatif untuk melakukan
restrukturisasi pinjaman perbankan di WIKA Induk. Skema penyelesaian utang melalui
restrukturisasi telah disampaikan dan dikomunikasikan kepada kreditur yang terdiri dari Bank
dan Institusi Keuangan, yaitu dengan mengajukan amandemen dan pemanjangan tenor utang
yang direstrukturisasi serta penurunan tingkat suku bunga selama periode restrukturisasi.
Dalam rangka mendukung pertumbuhan Perusahaan, WIKA memiliki beberapa strategi antara
lain restrukturisasi keuangan, perbaikan tata kelola dan manajemen risiko, percepatan
penagihan piutang bermasalah, asset recycling, perbaikan Portofolio Orderbook, penurunan
operating expense, penurunan saldo pinjaman talangan supplier, serta penguatan struktur
permodalan.
3.3. Alasan Dilakukannya Transaksi
Alasan dilakukannya transaksi antara lain adalah:
− Dengan dilakukannya transaksi, WIKA dapat mendukung program Kementerian Badan
Usaha Milik Negara (BUMN) untuk akselerasi industri pariwisata dan perhotelan Indonesia
dengan membentuk lndonesia Tourism Fund (ITF) untuk mengelola fasilitas pembiayaan
dengan lebih fleksibel namun akuntabel, sehingga telah dilakukan pembentukan Tim
Project Management Office (PMO) Percepatan Pendirian ITF sebagaimana termuat dalam
Surat Keputusan Menteri BUMN No. SK-282/MBU11012023 tanggal 11 Oktober 2023,
tentang Pembentukan Tim Percepatan Pendirian ITF yang telah dilakukan penyesuaian
sebagaimana dimuat dalam Surat Keputusan Menteri BUMN No. SK-68/MBU 10312024
tanggal 15 Maret 2024 tentang Pembentukan Tim Percepatan Pendirian ITF sehingga akan
memberikan reputasi positif sebagai BUMN yang terus berkembang.
− Dengan dilakukannya transaksi, Perseroan dapat mendukung WR sebagai entitas anak
Perseroan untuk memperbaiki rasio solvabilitas WR.
3.4. Keuntungan Dan Kerugian Yang Bersifat Kualitatif Atas Transaksi Yang Akan Dilakukan
Keuntungan Perseroan yang bersifat kualitatif adalah Perseroan dapat membantu ekosistem
industri pariwisata dan perhotelan Indonesia sehingga Perseroan dapat memperoleh reputasi
sebagai induk perusahaan yang profesional dalam mengelola group Perseroan.
Kerugian Perseroan yang bersifat kualitatif atas transaksi yang dilakukan tidak ada.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk III-12
Page 35
BAB IV
ANALISIS KUANTITATIF
4.1. Penilaian Atas Potensi Pendapatan, Aset, Kewajiban dan Kondisi Keuangan
4.1.1. Penilaian Kinerja Historis
Kinerja historis diperoleh dari laporan keuangan WIKA periode 31 Desember 2019 – 2023
(audited) dan periode 31 Desember 2023 (audited) oleh KAP Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar
& Rekan.
Laporan Laba Rugi
PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
Laba Rugi (Rp.Juta)
Tahun
Uraian
2019 2020 2021 2022 2023
PENDAPATAN BERSIH 27.212.914 16.536.382 17.809.718 21.480.792 22.530.356
BEBAN POKOK PENDAPATAN (23.732.835) (15.011.596) (16.115.148) (19.278.402) (20.668.209)
LABA KOTOR 3.480.079 1.524.785 1.694.570 2.202.390 1.862.146
Beban usaha
Umum dan administrasi (917.358) (883.293) (779.834) (722.177) (973.998)
Penjualan (13.185) (11.276) (8.579) (4.762) (10.271)
LABA (RUGI) USAHA 2.549.536 630.216 906.156 1.475.451 877.878
Pendapatan lain-lain 1.182.571 3.067.647 1.471.688 1.557.288 697.835
Beban lain-lain (37.712) (2.233.922) (1.254.860) (1.317.587) (5.404.164)
Beban keuangan (884.252) (1.221.502) (1.157.284) (1.371.878) (3.206.109)
Beban pajak penghasilan final (696.178) (400.877) (412.524) (374.564) (500.558)
Bagian rugi entitas asosiasi (263.821) (3.459) (28.886) (99.355) (91.144)
Bagian laba entitas ventura bersama 939.112 472.172 672.373 306.726 (139.283)
LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK 2.789.256 310.276 196.664 176.081 (7.765.545)
PAJAK (168.241) 12.067 17.760 (163.494) (58.994)
LABA (RUGI) BERSIH 2.621.015 322.343 214.425 12.586 (7.824.539)
Penghasilan Komprehensif Lain (93.096) (20.775) 22.375 5.284 (74.396)
LABA KOMPREHENSIF 2.527.919 301.567 236.800 17.871 (7.898.935)
Rata-rata
Rasio Profitabilitas
2019-2023
Margin Laba Kotor 10,01% 12,79% 9,22% 9,51% 10,25% 8,27%
Margin Laba Usaha 5,81% 9,37% 3,81% 5,09% 6,87% 3,90%
Margin Laba Sebelum Pajak -4,08% 10,25% 1,88% 1,10% 0,82% -34,47%
Margin Laba Bersih -4,38% 9,63% 1,95% 1,20% 0,06% -34,73%
Sumber : Laporan Keuangan tahun 2019 – 2023 (audited)
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk IV-1
Page 36
Laporan laba rugi yang telah disesuaikan pencatatannya yang meliputi EBITDA adalah sebagai
berikut:
PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
Laba Rugi Penyesuaian (Rp.Juta)
Tahun
Uraian
2019 2020 2021 2022 2023
PENDAPATAN BERSIH 27.212.914 16.536.382 17.809.718 21.480.792 22.530.356
BEBAN POKOK PENDAPATAN (23.212.681) (14.496.897) (14.889.974) (18.787.282) (20.177.090)
LABA KOTOR 4.000.233 2.039.485 2.919.744 2.693.509 2.353.266
Beban usaha
Umum dan administrasi (917.358) (883.293) (779.834) (722.177) (973.998)
Penjualan (13.185) (11.276) (8.579) (4.762) (10.271)
EBITDA 3.069.690 1.144.916 2.131.331 1.966.570 1.368.997
Depresiasi (520.154) (514.699) (1.225.174) (491.120) (491.120)
EBIT 2.549.536 630.216 906.156 1.475.451 877.878
Pendapatan lain-lain 1.182.571 3.067.647 1.471.688 1.557.288 697.835
Beban lain-lain (37.712) (2.233.922) (1.254.860) (1.317.587) (5.404.164)
Beban keuangan (884.252) (1.221.502) (1.157.284) (1.371.878) (3.206.109)
Beban pajak penghasilan final (696.178) (400.877) (412.524) (374.564) (500.558)
Bagian rugi entitas asosiasi (263.821) (3.459) (28.886) (99.355) (91.144)
Bagian laba entitas ventura bersama 939.112 472.172 672.373 306.726 (139.283)
EBT 2.789.256 310.276 196.664 176.081 (7.765.545)
PAJAK (168.241) 12.067 17.760 (163.494) (58.994)
LABA BERSIH (EAT) 2.621.015 322.343 214.425 12.586 (7.824.539)
Rata-rata
Rasio Profitabilitas
2019-2023
EBITDA/Sales 9,08% 11,28% 6,92% 11,97% 9,16% 6,08%
EBIT/Sales 5,81% 9,37% 3,81% 5,09% 6,87% 3,90%
EBT/Sales -4,08% 10,25% 1,88% 1,10% 0,82% -34,47%
EAT/Sales -4,38% 9,63% 1,95% 1,20% 0,06% -34,73%
Analisis vertikal laporan laba rugi penyesuaian adalah sebagai berikut:
Analisis Vertikal Laba Rugi Penyesuaian
Tahun
Rata-rata
Uraian
2019 2020 2021 2022 2023 2019-2023
PENDAPATAN BERSIH 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
BEBAN POKOK PENDAPATAN -85,30% -87,67% -83,61% -87,46% -89,56% -86,72%
LABA KOTOR 14,70% 12,33% 16,39% 12,54% 10,44% 13,28%
Beban usaha
Umum dan administrasi -3,37% -5,34% -4,38% -3,36% -4,32% -4,16%
Penjualan -0,05% -0,07% -0,05% -0,02% -0,05% -0,05%
EBITDA 11,28% 6,92% 11,97% 9,16% 6,08% 9,08%
Depresiasi -1,91% -3,11% -6,88% -2,29% -2,18% -3,27%
EBIT 9,37% 3,81% 5,09% 6,87% 3,90% 5,81%
Pendapatan lain-lain 4,35% 18,55% 8,26% 7,25% 3,10% 8,30%
Beban lain-lain -0,14% -13,51% -7,05% -6,13% -23,99% -10,16%
Beban keuangan -3,25% -7,39% -6,50% -6,39% -14,23% -7,55%
Beban pajak penghasilan final -2,56% -2,42% -2,32% -1,74% -2,22% -2,25%
Bagian rugi entitas asosiasi -0,97% -0,02% -0,16% -0,46% -0,40% -0,40%
Bagian laba entitas ventura bersama 3,45% 2,86% 3,78% 1,43% -0,62% 2,18%
EBT 10,25% 1,88% 1,10% 0,82% -34,47% -4,08%
PAJAK -0,62% 0,07% 0,10% -0,76% -0,26% -0,29%
LABA BERSIH (EAT) 9,63% 1,95% 1,20% 0,06% -34,73% -4,38%
Penghasilan Komprehensif Lain -0,34% -0,13% 0,13% 0,02% -0,33% -0,13%
LABA KOMPREHENSIF 9,29% 1,82% 1,33% 0,08% -35,06% -4,51%
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk IV-2
Page 37
Analisis horizontal laba rugi penyesuaian adalah sebagai berikut:
Analisis Horizontal Laba Rugi Penyesuaian
Tahun Rata-rata
Uraian
2019 2020 2021 2022 2023 2019-2023
PENDAPATAN BERSIH n/a -39,23% 7,70% 20,61% 4,89% -1,51%
BEBAN POKOK PENDAPATAN n/a -37,55% 2,71% 26,17% 7,40% -0,32%
LABA KOTOR n/a -49,02% 43,16% -7,75% -12,63% -6,56%
Beban usaha
Umum dan administrasi n/a -3,71% -11,71% -7,39% 34,87% 3,01%
Penjualan n/a -14,48% -23,91% -44,49% 115,67% 8,20%
EBITDA n/a -62,70% 86,16% -7,73% -30,39% -3,67%
Depresiasi n/a -1,05% 138,04% -59,91% 0,00% 19,27%
EBIT n/a -75,28% 43,78% 62,83% -40,50% -2,29%
Pendapatan lain-lain n/a 159,40% -52,03% 5,82% -55,19% 14,50%
Beban lain-lain n/a 5823,60% -43,83% 5,00% 310,16% 1523,73%
Beban keuangan n/a 38,14% -5,26% 18,54% 133,70% 46,28%
Beban pajak penghasilan final n/a -42,42% 2,91% -9,20% 33,64% -3,77%
Bagian rugi entitas asosiasi n/a -98,69% 735,10% 243,96% -8,26% 218,03%
Bagian laba entitas ventura bersama n/a -49,72% 42,40% -54,38% -145,41% -51,78%
EBT n/a -88,88% -36,62% -10,47% -4510,21% -1161,54%
PAJAK n/a -107,17% 47,18% -1020,56% -63,92% -286,12%
LABA BERSIH (EAT) n/a -87,70% -33,48% -94,13% -62266,44% -15620,44%
Penghasilan Komprehensif Lain n/a -77,68% -207,70% -76,38% -1507,83% -467,40%
LABA KOMPREHENSIF n/a -88,07% -21,48% -92,45% -44300,07% -11125,52%
Berdasarkan analisis horizontal laba rugi penyesuaian, pertumbuhan pendapatan bersih
Perseroan selama tahun 2019 – 2023 cenderung fluktuatif dengan rata-rata pertumbuhan
negatif sebesar -1,51%. Kemudian, berdasarkan analisis vertikal laba rugi penyesuaian, beban
pokok pendapatan cenderung berfluktuasi dari 85,30% terhadap pendapatan di tahun 2019
menjadi 89,56% pada tahun 2023.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk IV-3
Page 38
Laporan Posisi Keuangan
PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
Posisi Keuangan (Rp.Juta)
Tahun
Uraian
2019 2020 2021 2022 2023
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas 10.346.734 14.951.761 6.983.870 5.669.693 3.233.071
Piutang usaha 4.461.896 2.175.553 2.266.835 2.828.398 3.310.322
Piutang retensi 1.747.515 1.649.588 1.256.818 1.264.153 1.572.096
Tagihan bruto pemberi kerja 11.043.029 8.356.967 4.067.667 4.537.979 2.463.049
Persediaan 6.854.730 9.813.054 10.934.221 12.012.496 11.411.412
Piutang yang belum ditagih 2.155.277 2.301.754 2.214.485 1.316.134 754.219
Piutang lain-lain - bag. lancar 2.041.103 4.826.182 1.083.748 1.309.839 299.796
Uang muka - bag. lancar 995.191 862.323 773.692 1.095.052 879.097
Jaminan usaha 105.823 97.722 111.047 339.808 342.873
Aset keuangan - - - - -
Pajak dibayar dimuka 1.694.631 2.139.156 1.724.203 1.547.098 1.567.878
Biaya dibayar dimuka 889.544 806.886 929.061 1.280.008 965.398
Pekerjaan dalam proses - - 4.840.988 6.434.138 4.002.444
Jumlah Aset Lancar 42.335.472 47.980.946 37.186.634 39.634.795 30.801.656
Aset Tidak Lancar
Aset tetap
Nilai perolehan 7.213.672 7.727.439 12.614.919 12.579.010 12.821.067
Akumulasi penyusutan 2.059.138 2.556.883 3.782.057 4.273.176 4.705.367
Nilai buku 5.154.534 5.170.557 8.832.862 8.305.834 8.115.700
Piutang usaha - bag. tidak lancar - - - - -
Piutang lain-lain - bag. tidak lancar 2.716.989 - - - -
Piutang belum ditagih - bag. tidak lancar - - - - -
Uang muka - bag. tidak lancar 280.000 280.000 3.885.355 - -
Aset real estat 1.181.772 1.215.038 2.033.627 2.081.813 2.103.448
Investasi pada entitas asosiasi 1.257.123 1.709.108 1.864.824 2.059.784 1.854.701
Investasi pada ventura bersama 3.761.023 4.622.540 6.371.991 11.636.485 12.022.212
Properti investasi - neto 1.963.939 2.022.806 1.919.753 1.978.947 1.308.364
Aset kerjasama operasi - - 422.499 920.306 267.839
Goodwill 4.847 4.847 4.847 4.847 4.847
Investasi jangka panjang lainnya 583.456 781.391 1.044.858 1.010.545 1.029.675
Aset takberwujud 2.394.490 3.864.332 5.128.200 6.484.152 7.601.854
Aset pajak tangguhan 38.149 63.689 90.880 68.072 32.193
Aset lain-lain 439.054 393.931 599.463 884.027 838.747
Jumlah Aset Tidak Lancar 19.775.375 20.128.239 32.199.160 35.434.810 35.179.580
JUMLAH ASET 62.110.847 68.109.185 69.385.794 75.069.604 65.981.236
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas Jangka Pendek
Pinjaman jangka pendek 5.108.850 15.363.351 14.089.945 14.782.733 17.613.134
Utang usaha 12.762.368 14.241.491 12.824.151 12.816.199 9.339.844
Utang lain-lain 88.037 475.183 1.221.329 1.224.052 942.284
Kewajiban bruto pemberi kerja - - - - -
Utang pajak 404.838 329.076 409.939 367.499 757.471
Uang muka dari pelanggan jangka pendek 862.718 1.495.257 645.718 297.056 602.423
Beban akrual 9.743.758 6.503.697 5.776.223 5.731.970 5.399.695
Pendapatan diterima dimuka 300.036 111.220 93.115 196.106 294.179
Bagian jangka pendek dari:
Pinjaman jangka menengah 750.000 5.605.000 1.345.000 255.000 1.545.000
Liabilitas sewa 78.850 44.194 100.152 73.170 44.130
Pinjaman jangka panjang 250.000 - 463.998 391.546 189.334
Obligasi - - - - 1.066.000
Sukuk mudharabah - - - - 643.800
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 30.349.457 44.168.468 36.969.570 36.135.331 38.437.294
Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas imbalan paska kerja 243.213 180.733 219.811 163.441 269.871
Liabilitas pajak tangguhan 171.749 98.483 91.021 116.144 77.043
Uang muka dari pelanggan jangka panjang - - 317.844 448.831 239.959
Uang muka proyek jangka panjang 2.664.565 1.434.956 1.262.797 2.001.511 1.390.092
Utang lain-lain 573.881 304.164 124.514 129.491 108.252
Bagian jangka panjang dikurangi bagian
jangka pendek:
Pinjaman jangka menengah 7.351.873 1.789.410 545.000 1.545.000 235.000
Liabilitas sewa 166.955 116.620 248.981 178.933 110.643
Pinjaman jangka panjang 1.373.421 1.367.695 4.186.190 4.730.088 5.723.225
Utang ventura bersama - - 528.702 681.250 77.287
Obligasi - 1.491.232 5.706.287 8.664.562 7.602.943
Sukuk mudharabah - 500.000 1.750.000 2.781.815 2.138.015
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 12.545.657 7.283.292 14.981.147 21.441.067 17.972.329
JUMLAH LIABILITAS 42.895.114 51.451.760 51.950.717 57.576.398 56.409.623
Ekuitas
Modal saham 896.995 896.995 896.995 896.995 896.995
Modal saham diperoleh kembali - (110) (110) (110) (110)
Tambahan modal disetor 6.556.306 6.555.499 6.555.499 6.555.499 6.555.499
Perubahan ekuitas entitas anak 1.190.672 1.238.084 1.137.690 1.139.038 1.121.143
Saldo (defisit) laba 7.261.130 4.390.063 4.457.009 4.372.391 (2.823.649)
Surat berharga perpetual 597.600 597.600 - - -
Kepentingan non pengendali 2.713.030 2.979.294 4.387.995 4.529.394 3.821.735
Jumlah Ekuitas 19.215.733 16.657.425 17.435.078 17.493.206 9.571.613
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 62.110.847 68.109.185 69.385.794 75.069.604 65.981.236
Rata-rata
Rasio Likuiditas dan Solvabilitas
2019-2023
Current Ratio 107,71% 139,49% 108,63% 100,59% 109,68% 80,13%
Debt to Equity Ratio 349,71% 223,23% 308,88% 297,97% 329,14% 589,34%
Debt to Asset Ratio 76,33% 69,06% 75,54% 74,87% 76,70% 85,49%
Sumber : Laporan Keuangan tahun 2019 – 2023 (audited)
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk IV-4
Page 39
Laporan Arus Kas
PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
Laporan Arus Kas (Rp.Juta)
Tahun
Uraian
2019 2020 2021 2022 2023
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan kas dari pelanggan 25.418.730 19.238.418 13.865.691 22.163.558 23.763.968
Pembayaran kepada pemasok (21.756.257) (16.185.826) (15.610.594) (23.028.964) (24.598.626)
Pembayaran kepada direksi dan karyawan (1.659.168) (1.804.821) (1.571.681) (1.754.577) (1.649.915)
Penerimaan (pembayaran) pajak-pajak (501.990) (1.106.492) (762.103) (335.280) (562.392)
Penerimaan restitusi pajak - - 338.642 73.668 151.731
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) untuk Aktivitas Operasi 1.501.315 141.279 (3.740.044) (2.881.595) (2.895.234)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Penambahan aset takberwujud (1.680.166) (2.369.202) (1.266.288) (1.236.338) (1.221.363)
Pengembalian (penambahan) jaminan usaha (722) 8.101 (13.325) (228.761) (3.066)
Pembelian aset tetap (1.058.279) (652.239) (596.714) (176.469) (164.644)
Penjualan aset tetap - - - - 2.098
Penambahan properti investasi (16.891) (159.068) (1.887) - -
Penjualan aset kerjasama operasi - - - - 644.813
Penambahan aset kerjasama operasi - - (155.775) (112.957) -
Penempatan saham pada entitas asosiasi (381.595) (65.830) (82.651) (132.591) -
Penjualan saham pada entitas asosiasi 872.465 - 100.480 - -
Penambahan pinjaman jangka panjang kepada entitas asosiasi (635.951) (922.524) (18.798) (280.596) 80.422
Pengembalian setoran modal entitas asosiasi - - - - 50.000
Pengembalian (penambahan) investasi ventura bersama (1.008.745) (389.345) (548.376) 278.854 (645.561)
Penjualan saham pada investasi lainnya - - - 239.087 -
Penambahan uang muka investasi (97.222) (111.190) - (1.503.624) (10.000)
Penjualan saham pada entitas anak 192.000 -
Pengembalian (penambahan) aset lain-lain (300.709) 36.391 (26.351) 11.147 (11.936)
Penambahan aset real estat (949.989) (154.293) - - -
Penambahan tanah untuk pengembangan - - (813.745) (91.202) (74.669)
Penambahan tanah yang sedang dikembangkan (200.908) (292.546) (329.368) (124.738) -
Penerimaan bunga 216.028 173.807 107.023 1.310.226 34.360
Penambahan investasi lainnya (24.188) (161.642) (65.273) (111.079) (16.500)
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) untuk Aktivitas Investasi (5.266.871) (5.059.580) (3.711.048) (1.967.043) (1.336.045)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Pinjaman jangka pendek
Penerimaan pinjaman 20.535.469 23.839.153 - 692.788 3.007.314
Pembayaran pinjaman (19.626.651) (13.584.652) (1.273.405) - -
Pinjaman jangka menengah
Penerimaan pinjaman 2.000.000 - - - -
Pembayaran pinjaman (250.000) (750.000) (5.599.410) (90.000) (20.000)
Pinjaman Jangka panjang
Penerimaan pinjaman 1.002.115 243.111 3.270.377 827.859 951.718
Pembayaran pinjaman (2.181.974) (498.837) (440.455) (356.412) (337.707)
Pinjaman jangka panjang
Penerimaan obligasi - 1.500.000 4.250.000 2.954.880 -
Pembayaran liabilitas sewa (5.123) (84.992) (95.167) (97.030) (97.331)
Pembayaran utang sewa pembiayaan - - - - -
Penerimaan sukuk mudharabah - 500.000 1.250.000 1.031.815 -
Pembayaran biaya emisi obligasi - (8.768) (38.161) (36.958) -
Pembayaran biaya sukuk mudharabah - (2.923) (14.437) (11.803) -
Penerimaan surat berharga perpetual - - (600.000) - -
Penjualan modal saham diperoleh kembali 10.858 - - - -
Penambahan saham entitas anak 67.612 159.845 - - -
Pembayaran dividen perusahaan (346.052) (457.008) - - -
Pembayaran dividen entitas anak (103.946) (91.562) (21.720) (16.057) (22.649)
Pembayaran bunga perpetual (63.000) (63.000) (63.000) - -
Setoran modal dari entitas non pengendali - - 8.600 - -
Modal saham diperoleh kembali - (918) - - -
Pembayaran bunga pinjaman (884.252) (1.221.502) (1.157.284) (1.371.878) (1.675.221)
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) untuk Aktivitas Pendanaan 155.057 9.477.948 (524.062) 3.527.203 1.806.126
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS & SETARA KAS (3.610.499) 4.559.647 (7.975.154) (1.321.435) (2.425.153)
KAS & SETARA KAS AWAL TAHUN 13.973.766 10.346.734 14.951.761 6.983.870 5.669.693
Pengaruh perubahan kurs mata uang asing (16.533) 45.380 7.262 7.259 (11.469)
KAS & SETARA KAS AKHIR TAHUN 10.346.734 14.951.761 6.983.870 5.669.693 3.233.071
Sumber : Laporan Keuangan tahun 2019 – 2023 (audited)
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk IV-5
Page 40
Pendapatan
Komposisi pendapatan berdasarkan segmen pendapatan dalam tahun 2019 – 2023 adalah
sebagai berikut:
PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
Komposisi Pendapatan Berdasarkan Segmen Pendapatan
Tahun Rata-rata
Uraian
2019 2020 2021 2022 2023 2019-2023
Komposisi Pendapatan
(%)
Infrastruktur dan Gedung 64,62% 51,36% 52,95% 50,24% 52,63% 54,36%
Industri Beton 15,71% 30,61% 25,83% 26,49% 22,27% 24,18%
Energi dan Industrial Plant 14,37% 14,81% 18,61% 18,04% 18,20% 16,81%
Hotel 0,00% 0,00% 1,28% 3,30% 3,86% 1,69%
Realty dan Properti 5,29% 3,22% 1,29% 1,05% 2,66% 2,70%
Investasi 0,00% 0,00% 0,04% 0,89% 0,37% 0,26%
Jumlah 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
(Rp.Juta)
Infrastruktur dan Gedung 17.585.246 8.492.522 9.430.244 10.792.249 11.857.978
Industri Beton 4.276.293 5.061.921 4.601.080 5.689.399 5.017.322
Energi dan Industrial Plant 3.911.782 2.448.889 3.313.902 3.875.611 4.101.581
Hotel - - 228.179 708.176 869.199
Realty dan Properti 1.439.594 533.049 229.717 224.896 600.410
Investasi - - 6.597 190.460 83.865
Jumlah 27.212.914 16.536.382 17.809.718 21.480.792 22.530.356
Komposisi pendapatan Perseroan terdiri atas penjualan infrastruktur dan gedung, industri
beton, energi dan industrial plant, hotel, realty dan properti dan investasi. Selama tahun 2019 –
2023 komposisi pendapatan didominasi oleh pendapatan infrastruktur dan gedung dengan rata-
rata terhadap seluruh pendapatan sebesar 54,36% diikuti oleh pendapatan industri beton
dengan rata-rata sebesar 24,18%, pendapatan energi dan industrial plant dengan rata-rata
sebesar 16,81%, pendapatan realty dan properti dengan rata-rata sebesar 2,70%, pendapatan
hotel sebesar 1,69% dan pendapatan investasi dengan rata-rata sebesar 0,26%. Tahun 2022,
komposisi pendapatan Perseroan terdiri dari pendapatan atas infrastruktur dan gedung dengan
sebesar 50,24% diikuti oleh pendapatan industri beton sebesar 26,49%, pendapatan energi dan
industrial plant sebesar 18,04%, pendapatan realty dan properti sebesar 1,05%, pendapatan
hotel sebesar 3,30% dan pendapatan investasi sebesar 0,89%. Tahun 2023, komposisi
pendapatan Perseroan terdiri dari pendapatan atas infrastruktur dan gedung dengan sebesar
52,63% diikuti oleh pendapatan industri beton sebesar 22,27%, pendapatan energi dan
industrial plant sebesar 18,20%, pendapatan realty dan properti sebesar 2,66%, pendapatan
hotel sebesar 3,86% dan pendapatan investasi sebesar 0,37%.
Pertumbuhan pendapatan berdasarkan segmen pendapatan dalam tahun 2019 – 2023 adalah
sebagai berikut:
Pertumbuhan Pendapatan Berdasarkan Segmen Pendapatan
Tahun Rata-rata
Uraian
2019 2020 2021 2022 2023 2019-2023
(%)
Infrastruktur dan Gedung n/a -51,71% 11,04% 14,44% 9,87% -4,09%
Industri Beton n/a 18,37% -9,10% 23,65% -11,81% 5,28%
Energi dan Industrial Plant n/a -37,40% 35,32% 16,95% 5,83% 5,18%
Hotel n/a n/a n/a 210,36% 22,74% 116,55%
Realty dan Properti n/a -62,97% -56,91% -2,10% 166,97% 11,25%
Investasi n/a n/a n/a 2787,16% -55,97% 1365,60%
Jumlah n/a -39,23% 7,70% 20,61% 4,89% -1,51%
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk IV-6
Page 41
Perseroan mencatatkan pendapatan tahun 2019 sebesar Rp 27.212.914 juta. Pada tahun 2020,
pertumbuhan pendapatan Perseroan menurun -39,23% menjadi Rp 16.536.382 juta. Tahun
2021, pertumbuhan pendapatan meningkat 7,70% sehingga total pendapatan menjadi Rp
17.809.718 juta. Pada tahun 2022, pertumbuhan pendapatan kembali meningkat 20,61%
menjadi Rp 21.480.792 juta. Pada tahun 2023, pertumbuhan pendapatan kembali mengalami
peningkatan 4,89% menjadi Rp 22.530.356 juta.
Aset
Perkembangan komposisi aset perusahaan dalam tahun 2019 – 2023 adalah sebagai berikut:
Komposisi Aset
Tahun Rata-rata
Uraian
2019 2020 2021 2022 2023 2019-2023
(%)
Aset Lancar 68,16% 70,45% 53,59% 52,80% 46,68% 58,34%
Aset Tidak Lancar 31,84% 29,55% 46,41% 47,20% 53,32% 41,66%
Jumlah 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
(Rp.Juta)
Aset Lancar 42.335.472 47.980.946 37.186.634 39.634.795 30.801.656
Aset Tidak Lancar 19.775.375 20.128.239 32.199.160 35.434.810 35.179.580
Jumlah 62.110.847 68.109.185 69.385.794 75.069.604 65.981.236
Pada tahun 2019 – 2023, mayoritas komposisi aset Perseroan berupa aset lancar dengan rata-
rata proporsi terhadap total aset sebesar 58,34% aset tidak lancar dan 41,66% aset tidak lancar.
Komposisi aset lancar terbesar berupa persediaan, sedangkan komposisi aset tidak lancar
didominasi utamanya oleh investasi pada ventura bersama. Pada tahun 2022, komposisi aset
Perseroan terdiri dari 52,80% aset lancar dan 47,20% aset tidak lancar. Di tahun 2023, komposisi
aset Perseroan terdiri dari 46,68% aset lancar dan 53,32% aset tidak lancar.
Selanjutnya, pertumbuhan aset perusahaan disajikan sebagai berikut:
Pertumbuhan Aset
Tahun Rata-rata
Uraian
2019 2020 2021 2022 2023 2019-2023
(%)
Aset Lancar n/a 13,34% -22,50% 6,58% -22,29% -6,22%
Aset Tidak Lancar n/a 1,78% 59,97% 10,05% -0,72% 17,77%
Jumlah n/a 9,66% 1,87% 8,19% -12,11% 1,90%
Selama tahun 2019 – 2023, pertumbuhan aset Perseroan cenderung fluktuatif dengan tingkat
pertumbuhan rata-rata sebesar 1,90%. Di tahun 2019, Perseroan membukukan aset sebesar Rp
62.110.847 juta yang terdiri Rp 42.335.472 juta aset lancar dan Rp 19.775.375 juta aset tidak
lancar, hingga tahun 2023 aset Perseroan menjadi Rp 65.981.236 juta yang terdiri dari Rp
30.801.656 juta aset lancar dan Rp 35.179.580 juta aset tidak lancar.
Liabilitas
Perkembangan komposisi liabilitas dalam tahun 2019 – 2023 adalah sebagai berikut:
Komposisi Liabilitas
Tahun Rata-rata
Uraian
2019 2020 2021 2022 2023 2019-2023
(%)
Liabilitas Jangka Pendek 70,75% 85,84% 71,16% 62,76% 68,14% 71,73%
Liabilitas Jangka Panjang 29,25% 14,16% 28,84% 37,24% 31,86% 28,27%
Jumlah 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
(Rp.Juta)
Liabilitas Jangka Pendek 30.349.457 44.168.468 36.969.570 36.135.331 38.437.294
Liabilitas Jangka Panjang 12.545.657 7.283.292 14.981.147 21.441.067 17.972.329
Jumlah 42.895.114 51.451.760 51.950.717 57.576.398 56.409.623
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk IV-7
Page 42
Pada tahun 2019 – 2023, komposisi liabilitas Perseroan rata-rata didominasi oleh liabilitas
jangka pendek dengan rata-rata proporsi terhadap total liabilitas sebesar 71,73% diikuti liabilitas
jangka panjang sebesar 28,27%. Komposisi liabilitas jangka pendek didominasi utamanya oleh
pinjaman jangka pendek, sedangkan komposisi liabilitas jangka panjang terbesar berupa
obligasi. Pada tahun 2022, komposisi liabilitas Perseroan terdiri dari 62,76% liabilitas jangka
pendek dan 37,24% liabilitas jangka panjang. Di tahun 2023, komposisi liabilitas Perseroan
terdiri dari 68,14% liabilitas jangka pendek dan 31,86% liabilitas jangka panjang.
Selanjutnya, pertumbuhan liabilitas Perseroan disajikan sebagai berikut:
Pertumbuhan Liabilitas
Tahun Rata-rata
Uraian
2019 2020 2021 2022 2023 2019-2023
(%)
Liabilitas Jangka Pendek n/a 45,53% -16,30% -2,26% 6,37% 8,34%
Liabilitas Jangka Panjang n/a -41,95% 105,69% 43,12% -16,18% 22,67%
Jumlah n/a 19,95% 0,97% 10,83% -2,03% 7,43%
Selama tahun 2019 – 2023, pertumbuhan liabilitas Perseroan cenderung fluktuatif dengan
tingkat pertumbuhan liabilitas rata-rata sebesar 7,43%. Tahun 2019, Perseroan membukukan
liabilitas sebesar Rp 42.895.114 juta. Tahun 2020, pertumbuhan liabilitas Perseroan meningkat
sebesar 19,95% sehingga total liabilitas menjadi Rp 51.451.760 juta. Di tahun 2021,
pertumbuhan liabilitas Perseroan kembali meningkat 0,97% menjadi Rp 51.950.717 juta. Tahun
2022, pertumbuhan liabilitas Perseroan kembali mengalami peningkatan 10,83% sehingga total
liabilitas menjadi Rp 57.576.398 juta. Di tahun 2023, pertumbuhan liabilitas Perseroan menurun
-2,03% sehingga total liabilitas menjadi Rp 56.409.623 juta.
Penilaian Arus Kas
Di tahun 2019, Perseroan memperoleh kas dari aktivitas operasi sebesar Rp 1.501.315 juta yang
utamanya berasal dari penerimaan kas dari pelanggan. Pada tahun 2020, Perseroan
memperoleh kas dari aktivitas operasi sebesar Rp 141.279 juta yang utamanya berasal dari
penerimaan kas dari pelanggan. Di tahun 2021, Perseroan menggunakan kas untuk aktivitas
operasi sebesar Rp 3.740.044 juta yang utamanya disebabkan oleh pembayaran kepada
pemasok. Pada tahun 2022, Perseroan menggunakan kas untuk aktivitas operasi sebesar Rp
2.881.595 juta utamanya untuk pembayaran kepada pemasok. Tahun 2023, Perseroan
menggunakan kas untuk aktivitas operasi sebesar Rp 2.895.234 juta utamanya untuk
pembayaran kepada pemasok.
Selanjutnya tahun 2019, Perseroan menggunakan kas untuk aktivitas investasi sebesar Rp
5.266.871 juta utamanya untuk penambahan aset takberwujud. Pada tahun 2020, Perseroan
menggunakan kas untuk aktivitas investasi sebesar Rp 5.059.580 juta utamanya untuk
penambahan aset takberwujud. Pada tahun 2021, Perseroan menggunakan kas untuk aktivitas
investasi sebesar Rp 3.711.048 juta utamanya untuk penambahan aset takberwujud. Di tahun
2022, Perseroan menggunakan kas untuk aktivitas investasi sebesar Rp 1.967.043 juta utamanya
untuk penambahan uang muka investasi. Tahun 2023, Perseroan menggunakan kas untuk
aktivitas investasi sebesar Rp 1.336.045 juta utamanya untuk penambahan aset takberwujud.
Tahun 2019, Perseroan memperoleh kas dari aktivitas pendanaan sebesar Rp 155.057 juta
utamanya berasal dari penerimaan pinjaman jangka pendek. Pada tahun 2020, Perseroan
memperoleh kas dari aktivitas pendanaan sebesar Rp 9.477.948 juta utamanya berasal dari
penerimaan pinjaman jangka pendek. Di tahun 2021, Perseroan menggunakan kas untuk
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk IV-8
Page 43
aktivitas pendanaan sebesar Rp 524.062 juta utamanya untuk pembayaran pinjaman jangka
menengah. Tahun 2022, Perseroan memperoleh kas dari aktivitas pendanaan sebesar Rp
3.527.203 juta utamanya berasal dari penerimaan obligasi pinjaman jangka panjang. Tahun
2023, Perseroan memperoleh kas dari aktivitas pendanaan sebesar Rp 1.806.126 juta utamanya
berasal dari penerimaan pinjaman jangka pendek.
Kas Perseroan di tahun 2019 tercatat sebesar Rp 10.346.734 juta yang utamanya berasal dari
kas awal tahun dan kas aktivitas operasi yang positif. Di tahun 2020 kas Perseroan meningkat
44,51% menjadi Rp 14.951.761 juta yang disebabkan oleh perolehan kas dari aktivitas
pendanaan. Tahun 2021 kas Perseroan mengalami penurunan -53,29% menjadi Rp 6.983.870
juta yang utamanya karena kas aktivitas pendanaan yang negatif. Pada tahun 2022 kas
Perseroan kembali menurun -18,82% menjadi Rp 5.669.693 juta yang utamanya karena kas
aktivitas operasi yang negatif. Tahun 2023 kas Perseroan mengalami penurunan -42,98%
menjadi Rp 3.233.071 juta yang utamanya disebabkan oleh arus kas aktivitas operasi negatif.
Saldo kas pada setiap tahun selalu positif karena kebutuhan kas untuk operasi dan investasi
disesuaikan dengan pendanaannya.
4.1.2. Analisis Rasio Keuangan
Rasio keuangan disajikan sebagai berikut:
PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
Analisis Rasio
Tahun Rata-rata
Uraian
2019 2020 2021 2022 2023 2019-2023
Pertumbuhan Pendapatan n/a -39,23% 7,70% 20,61% 4,89% -1,51%
Rasio Profitabilitas
EBITDA/Sales 11,28% 6,92% 11,97% 9,16% 6,08% 9,08%
EBIT/Sales 9,37% 3,81% 5,09% 6,87% 3,90% 5,81%
EBT/Sales 10,25% 1,88% 1,10% 0,82% -34,47% -4,08%
EAT/Sales 9,63% 1,95% 1,20% 0,06% -34,73% -4,38%
ROE 13,64% 1,94% 1,23% 0,07% -81,75% -12,97%
ROA 4,22% 0,47% 0,31% 0,02% -11,86% -1,37%
Rasio Efektivitas
Perputaran Piutang Usaha 6,10 x 7,60 x 7,86 x 7,59 x 6,81 x 7,19 x
Perputaran Persediaan 3,39 x 1,48 x 1,36 x 1,56 x 1,77 x 1,91 x
Perputaran Aset 0,44 x 0,24 x 0,26 x 0,29 x 0,34 x 0,31 x
Perputaran Utang Usaha 1,82 x 1,02 x 1,16 x 1,47 x 2,16 x 1,52 x
Rasio Likuiditas dan Solvabilitas
Current Ratio 1,39 x 1,09 x 1,01 x 1,10 x 0,80 x 1,08 x
Debt to Equity 2,23 x 3,09 x 2,98 x 3,29 x 5,89 x 3,50 x
Debt to Asset 0,69 x 0,76 x 0,75 x 0,77 x 0,85 x 0,76 x
Rasio Profitabilitas
Profitabilitas Perseroan selama tahun 2019 – 2023 cenderung berfluktuasi, yang ditunjukkan
oleh EBITDA/Sales, EBIT/Sales, EBT/Sales, dan EAT/Sales dengan rata-rata masing-masing
9,08%, 5,81%, -4,08% dan -4,38%, artinya Perseroan rata-rata memperoleh laba masing-masing
Rp 0,0908 EBITDA, Rp 0,0581 EBIT, dan memperoleh rugi rata-rata masing-masing Rp 0,0408
EBT, dan Rp 0,0438 EAT atas setiap Rp 1 pendapatan yang berhasil dilakukan. Pada tahun 2023,
EBITDA/Sales, EBIT/Sales, EBT/Sales, dan EAT/Sales masing-masing sebesar 6,08%, 3,90%,
-34,47% dan -34,73%.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk IV-9
Page 44
Rasio Likuiditas dan Solvabilitas
Likuiditas adalah kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendek yang
harus dibayar dengan aset lancarnya maka dalam mengukur tingkat likuiditas perusahaan,
digunakan Current Ratio (CR). Semakin tinggi CR maka semakin tinggi likuiditas perusahaan.
Pada tahun 2019 – 2023, likuiditas perusahaan cenderung fluktuatif dengan Current Ratio tahun
2023 sebesar 0,80x, artinya Perseroan memiliki Rp 0,80 aset lancar yang dapat digunakan untuk
memenuhi setiap Rp 1 utang lancarnya.
Solvabilitas menunjukkan kemampuan perusahaan untuk melunasi seluruh kewajibannya ketika
dilikuidasi yang diukur dengan Debt to Equity Ratio (DER) dan Debt to Asset Ratio (DAR). Semakin
tinggi DER dan DAR maka semakin rendah solvabilitas perusahaan. Semakin tinggi solvabilitas
perusahaan, maka semakin rendah risiko kebangkrutan perusahaan. Solvabilitas Perseroan
tahun 2019 – 2023 cenderung meningkat, dengan Debt to Equity dan Debt to Asset pada tahun
2023 masing-masing adalah 5,89x dan 0,85x. Artinya, perusahaan memiliki utang Rp 5,89 untuk
setiap Rp 1 ekuitas yang dimilikinya serta setiap Rp 1 aset perusahaan dibiayai oleh utang
sebesar Rp 0,85.
4.1.3. Analisis Laporan Keuangan Sebelum Transaksi dan Proforma Laporan Keuangan Setelah
Transaksi
Analisis dilakukan mencakup analisis dampak Transaksi terhadap laporan keuangan Perseroan
yang dilakukan berdasarkan informasi Keuangan Proforma Perseroan sebelum dan setelah
Transaksi pada tanggal 31 Desember 2023 dari manajemen Perseroan. Tujuan Informasi
Keuangan Proforma adalah untuk memperlihatkan dampak signifikan Transaksi yang terjadi
atas informasi keuangan historis. Namun, Informasi Keuangan Proforma bukan merupakan
petunjuk hasil usaha atau dampak yang berkaitan atas posisi keuangan sebagai akibat dari
transaksi yang telah terjadi sebelumnya. Informasi keuangan proforma disusun dengan
menggunakan asumsi-asumsi sebagai berikut:
• Laporan posisi keuangan sebelum transaksi diambil dari laporan keuangan Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh Akuntan Publik
Benny Andria dari KAP Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan.
• Pelaksanaan transaksi telah berlaku efektif pada tanggal 31 Desember 2023.
• Pelaksanaan transaksi telah efektif dan sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang
berlaku.
Informasi keuangan proforma tersebut adalah sebagai berikut:
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk IV-10
Page 45
PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
Laporan Posisi Keuangan Proforma (Rp.Juta)
Sebelum Setelah
Uraian Transaksi Penyesuaian Transaksi
31 Des 2023 31 Des 2023
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas 3.233.071 (113.651) 3.119.420
Piutang usaha 3.310.322 (10.873) 3.299.449
Piutang retensi 1.572.096 - 1.572.096
Tagihan bruto pemberi kerja 2.463.049 - 2.463.049
Persediaan 11.411.412 (6.313) 11.405.099
Piutang yang belum ditagih 754.219 - 754.219
Piutang lain-lain - bag. lancar 299.796 83.237 383.033
Uang muka - bag. lancar 879.097 (1.363) 877.734
Jaminan usaha 342.873 - 342.873
Aset keuangan - - -
Pajak dibayar dimuka 1.567.878 (279) 1.567.599
Biaya dibayar dimuka 965.398 (4.111) 961.287
Pekerjaan dalam proses 4.002.444 - 4.002.444
Jumlah Aset Lancar 30.801.656 (53.354) 30.748.302
Aset Tidak Lancar
Aset tetap 8.115.700 (2.369.988) 5.745.712
Piutang usaha - bag. tidak lancar - - -
Piutang lain-lain - bag. tidak lancar - - -
Piutang belum ditagih - bag. tidak lancar - - -
Uang muka - bag. tidak lancar - - -
Aset real estat 2.103.448 - 2.103.448
Investasi pada entitas asosiasi 1.854.701 757.862 2.612.563
Investasi pada ventura bersama 12.022.212 - 12.022.212
Properti investasi - neto 1.308.364 - 1.308.364
Aset kerjasama operasi 267.839 - 267.839
Goodwill 4.847 - 4.847
Investasi jangka panjang lainnya 1.029.675 - 1.029.675
Aset takberwujud 7.601.854 (574) 7.601.280
Aset pajak tangguhan 32.193 (8.892) 23.301
Aset lain-lain 838.747 (204.829) 633.918
Jumlah Aset Tidak Lancar 35.179.580 (1.826.421) 33.353.159
JUMLAH ASET 65.981.236 (1.879.775) 64.101.461
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas Jangka Pendek
Pinjaman jangka pendek 17.613.134 - 17.613.134
Utang usaha 9.339.844 (49.123) 9.290.721
Utang lain-lain 942.284 (3.916) 938.369
Utang pajak 757.471 (10.250) 747.220
Uang muka dari pelanggan jangka pendek 602.423 (23.576) 578.847
Beban akrual 5.399.695 (91.946) 5.307.749
Pendapatan diterima dimuka 294.179 (5.016) 289.162
Bagian jangka pendek dari:
Pinjaman jangka menengah 1.545.000 - 1.545.000
Liabilitas sewa 44.130 (11.291) 32.839
Pinjaman jangka panjang 189.334 (60.138) 129.197
Obligasi 1.066.000 (50.000) 1.016.000
Sukuk mudharabah 643.800 - 643.800
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 38.437.294 (305.257) 38.132.037
Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas imbalan paska kerja 269.871 (26.534) 243.337
Liabilitas pajak tangguhan 77.043 - 77.043
Uang muka dari pelanggan jangka panjang 239.959 - 239.959
Uang muka proyek jangka panjang 1.390.092 - 1.390.092
Utang lain-lain 108.252 - 108.252
Bagian jangka panjang dikurangi bagian jangka
pendek:
Pinjaman jangka menengah 235.000 - 235.000
Liabilitas sewa 110.643 (77.247) 33.396
Pinjaman jangka panjang 5.723.225 (336.433) 5.386.792
Utang ventura bersama 77.287 - 77.287
Obligasi 7.602.943 - 7.602.943
Sukuk mudharabah 2.138.015 - 2.138.015
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 17.972.329 (440.214) 17.532.115
JUMLAH LIABILITAS 56.409.623 (745.471) 55.664.152
Ekuitas
Modal saham 896.995 - 896.995
Modal saham diperoleh kembali (110) - (110)
Tambahan modal disetor 6.555.499 - 6.555.499
Perubahan ekuitas entitas anak 1.121.143 - 1.121.143
Saldo (defisit) laba (2.823.649) 80.446 (2.743.203)
Kepentingan non pengendali 3.821.735 (1.214.750) 2.606.985
Jumlah Ekuitas 9.571.613 (1.134.304) 8.437.309
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 65.981.236 (1.879.775) 64.101.461
Rasio Likuiditas dan Solvabilitas
Current Ratio 80,13% 80,64%
Debt to Equity Ratio 589,34% 659,74%
Debt to Asset Ratio 85,49% 86,84%
Sumber: Manajemen Perseroan
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk IV-11
Page 46
Berikut adalah analisis singkat atas informasi posisi keuangan proforma Perseroan per 31
Desember 2023 atas transaksi:
• Proforma aset lancar mengalami penurunan 0,17% dari Rp 30.801.656 juta menjadi Rp
30.748.302 juta.
• Proforma aset tidak lancar mengalami penurunan 5,19% dari Rp 35.179.580 juta menjadi
Rp 33.353.159 juta.
• Secara keseluruhan proforma aset Perseroan setelah dilakukannya Rencana Transaksi
mengalami penurunan 2,85% dari Rp 65.981.236 juta menjadi Rp 64.101.461 juta.
• Proforma liabilitas jangka pendek mengalami penurunan 0,79% dari Rp 38.437.294 juta
menjadi Rp 38.132.037 juta.
• Proforma liabilitas jangka panjang mengalami penurunan 2,45% dari Rp 17.972.329 juta
menjadi Rp 17.532.115 juta.
• Secara keseluruhan proforma liabilitas Perseroan mengalami penurunan 1,32% dari Rp
56.409.623 juta menjadi Rp 55.664.152 juta.
• Proforma ekuitas mengalami penurunan -11,85% dari Rp 9.571.613 juta menjadi Rp
8.437.309 juta.
• Proforma Current Ratio mengalami peningkatan dari 80,13% menjadi 80,64%.
• Proforma Debt to Equity Ratio dan Debt to Asset Ratio mengalami peningkatan dari
589,34% dan 85,49% menjadi 659,74% dan 86,84%.
Sebelum Setelah
Uraian Transaksi Penyesuaian Transaksi
31 Des 2023 31 Des 2023
PENDAPATAN BERSIH 22.530.356 (559.010) 21.971.346
BEBAN POKOK PENDAPATAN (20.668.209) 442.068 (20.226.141)
LABA KOTOR 1.862.146 (116.942) 1.745.205
Beban usaha
Umum dan administrasi (973.998) 7.147 (966.850)
Penjualan (10.271) - (10.271)
LABA (RUGI) USAHA 877.878 (109.794) 768.083
Pendapatan lain-lain 697.835 - 697.835
Beban lain-lain (5.404.164) 10.426 (5.393.738)
Beban dari pendanaan (3.206.109) 42.885 (3.163.224)
Beban pajak penghasilan final (500.558) 332 (500.226)
Bagian rugi entitas asosiasi (91.144) - (91.144)
Bagian laba entitas ventura bersama (139.283) - (139.283)
Selisih nilai wajar properti investasi - - -
LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK (7.765.545) (56.151) (7.821.696)
PAJAK (58.994) 3.935 (55.059)
LABA (RUGI) BERSIH (7.824.539) (52.216) (7.876.755)
Rasio Profitabilitas
Margin Laba Kotor 8,27% 7,94%
Margin Laba Usaha 3,90% 3,50%
Margin Laba Sebelum Pajak -34,47% -35,60%
Margin Laba Bersih -34,73% -35,85%
Sumber: Manajemen Perseroan
Berikut adalah analisis singkat atas informasi laba rugi proforma Perseroan per 31 Desember
2023 atas transaksi:
• Proforma pendapatan mengalami penurunan 2,48% dari Rp 22.530.356 juta menjadi Rp
21.971.346 juta.
• Proforma laba kotor mengalami penurunan 6,28% dari Rp 1.862.146 juta menjadi Rp
1.745.205 juta.
• Proforma laba (rugi) usaha mengalami penurunan 12,51% dari Rp 877.878 juta menjadi Rp
768.083 juta.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk IV-12
Page 47
• Proforma laba sebelum pajak mengalami penurunan 0,72% dari negatif Rp 7.765.545 juta
menjadi negatif Rp 7.821.696 juta.
• Proforma laba (rugi) bersih mengalami penurunan 0,67% dari negatif Rp 7.824.539 juta
menjadi negatif Rp 7.876.755 juta.
• Proforma laba kotor, laba usaha, laba sebelum pajak, dan laba bersih terhadap pendapatan
sebelum transaksi masing-masing sebesar 8,27%, 3,90%, -34,47% dan -34,73% dan setelah
transaksi masing-masing sebesar 7,94%, 3,50%, -35,60% dan -35,85%.
Berdasarkan uraian tersebut diatas dapat disimpulkan dengan dilakukannya transaksi kondisi
likuiditas Perseroan mengalami peningkatan dan solvabilitas mengalami penurunan namun
tidak signifikan. Profitabilitas margin laba kotor, margin laba usaha, margin laba sebelum pajak
dan margin laba bersih mengalami penurunan namun tidak signifikan.
4.1.4. Penilaian Atas Proyeksi Keuangan yang Diperoleh dari Manajemen
Kami telah menerima proyeksi keuangan tanpa dan dengan transaksi dari manajemen. Proyeksi
keuangan tersebut telah Kami sesuaikan. Berdasarkan penilaian Kami, proyeksi keuangan
tersebut yang telah disesuaikan telah mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat
oleh manajemen dengan kemampuan pencapaiannya. Proyeksi keuangan yang digunakan
adalah proyeksi keuangan yang telah disesuaikan.
a. Proyeksi Keuangan Perseroan Tanpa Transaksi
Proyeksi keuangan WIKA dari manajemen yang telah disesuaikan adalah sebagai berikut:
Asumsi – Asumsi
Jangka Waktu Proyeksi
Periode proyeksi pendapatan ekonomis wajib dilakukan dalam jangka waktu paling singkat
5 (lima) tahun ke depan. Proyeksi keuangan disajikan mulai dari 1 Januari 2024 – 31
Desember 2028.
Laporan Laba (Rugi)
▪ Pendapatan tahun 2024 diasumsikan meningkat 5,00% dari tahun sebelumnya dan
selanjutnya meningkat 3,00% dari tahun sebelumnya.
▪ Beban pokok pendapatan diasumsikan sebesar 87,00% dari pendapatan.
▪ Beban umum dan administrasi diasumsikan sebesar 4,50% dari pendapatan.
▪ Beban penjualan sebesar 0,05% dari pendapatan.
▪ Perhitungan penyusutan dan amortisasi dengan metode garis lurus dengan sisa umur
ekonomis yang wajar disajikan pada lampiran 1.
▪ Pendapatan lain-lain diasumsikan 8,25% dari pendapatan.
▪ Beban lain-lain diasumsikan 6,25% dari pendapatan.
▪ Perhitungan beban pendanaan dari pinjaman jangka pendek, pinjaman jangka
menengah, liabilitas sewa, pinjaman jangka panjang, obligasi dan sukuk mudharabah
disajikan pada lampiran 2.
▪ Perhitungan pajak penghasilan final disajikan pada lampiran 5.
▪ Bagian rugi entitas asosiasi diasumsikan -0,40% dari investasi pada entitas asosiasi.
▪ Bagian laba entitas ventura bersama diasumsikan 3,00% dari investasi pada ventura
bersama.
▪ Tarif pajak diasumsikan sebesar 22,00% dari laba sebelum pajak dengan menerapkan tax
loss carry forward.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk IV-13
Page 48
Laporan Posisi Keuangan
▪ Aset lancar
− Piutang usaha tahun 2024 diasumsikan 50 hari dari pendapatan, tahun 2025
diasumsikan 40 hari dari pendapatan dan tahun selanjutnya diasumsikan 30 hari
dari pendapatan.
− Piutang retensi diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Tagihan bruto pemberi kerja diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember
2023.
− Persediaan tahun 2024 diasumsikan 200 hari dari beban pokok pendapatan, tahun
2025 diasumsikan 150 hari dari beban pokok pendapatan dan tahun selanjutnya
diasumsikan 100 hari dari pendapatan.
− Piutang yang belum ditagih diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember
2023.
− Piutang lain-lain bagian lancar diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember
2023.
− Uang muka - bagian lancar diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Jaminan usaha - bagian lancar diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember
2023.
− Aset keuangan diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Pajak dibayar dimuka diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Biaya dibayar dimuka diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Pekerjaan dalam proses dimuka diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember
2023.
▪ Aset tidak lancar
− Aset tetap
Nilai perolehan diasumsikan meningkat per tahun dari tahun sebelumnya sebagai
capex. Akumulasi penyusutan dihitung dengan menambahkan akumulasi
penyusutan tahun sebelumnya dengan penyusutan tahun berjalan disajikan pada
lampiran 1.
− Piutang usaha – bagian tidak lancar diasumsikan tetap, sama dengan per 31
Desember 2023.
− Piutang lain-lain – bagian tidak lancar diasumsikan tetap, sama dengan per 31
Desember 2023.
− Piutang belum ditagih – bagian tidak lancar diasumsikan tetap, sama dengan per 31
Desember 2023.
− Uang muka - bagian tidak lancar diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember
2023.
− Aset real estat diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Investasi pada entitas asosiasi penjumlahan antara bagian laba (rugi) entitas
asosiasi periode berjalan dengan saldo investasi pada entitas asosiasi periode
sebelumnya.
− Investasi pada ventura bersama penjumlahan antara bagian laba (rugi) entitas
ventura bersama periode berjalan dengan saldo investasi pada entitas ventura
bersama periode sebelumnya.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk IV-14
Page 49
− Properti investasi – neto diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Aset kerjasama operasi diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Goodwill diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Investasi jangka panjang lainnya diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember
2023.
− Aset takberwujud diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023
dikurangi amortisasi aset takberwujud HIPRO.
− Aset pajak tangguhan diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Aset lain-lain diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023 dikurangi
amortisasi aset hak guna HIPRO.
▪ Liabilitas jangka pendek
− Perhitungan pinjaman jangka pendek disajikan pada lampiran 2.
− Utang usaha tahun 2024 diasumsikan 300 hari dari beban pokok pendapatan dan
tahun selanjutnya diasumsikan 250 hari dari beban pokok pendapatan.
− Utang lain-lain diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Kewajiban bruto pemberi kerja diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember
2023.
− Utang pajak diasumsikan tetap diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember
2023.
− Uang muka pelanggan diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Beban akrual diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Pendapatan diterima dimuka diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember
2023.
− Perhitungan bagian jangka pendek dari pinjaman jangka menengah, liabilitas sewa,
pinjaman jangka panjang, obligasi dan sukuk mudharabah disajikan pada lampiran
2.
▪ Liabilitas jangka panjang
− Liabilitas imbalan pasca kerja diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember
2023.
− Liabilitas pajak tangguhan diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Uang muka dari pelanggan jangka panjang diasumsikan tetap, sama dengan per 31
Desember 2023.
− Uang muka proyek jangka panjang diasumsikan tetap, sama dengan per 31
Desember 2023.
− Utang lain-lain jangka panjang diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember
2023.
− Perhitungan bagian jangka panjang dari pinjaman jangka menengah, liabilitas sewa,
pinjaman jangka panjang, obligasi dan sukuk mudharabah disajikan pada lampiran
2.
− Utang ventura bersama diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk IV-15
Page 50
▪ Ekuitas
− Modal saham diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Modal saham diperoleh kembali diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember
2023.
− Tambahan modal disetor diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Perubahan ekuitas entitas anak diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember
2023.
− Saldo (defisit) laba adalah penjumlahan antara laba (rugi) bersih periode berjalan
dengan saldo (rugi) laba periode sebelumnya.
− Surat berharga perpetual diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Kepentingan non pengendali diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember
2023.
Asumsi – asumsi yang digunakan yang terkait langsung dengan kegiatan usaha dalam
proyeksi posisi keuangan adalah wajar.
Proyeksi Laba Rugi Tanpa Dilakukannya Transaksi
PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
Proyeksi Laba Rugi Tanpa Dilakukannya Transaksi (Rp.Juta)
Tahun Tahun Proyeksi
Uraian
2023 2024 2025 2026 2027 2028
PENDAPATAN BERSIH 22.530.356 23.656.874 24.366.580 25.097.577 25.850.504 26.626.020
BEBAN POKOK PENDAPATAN (20.177.090) (20.581.480) (21.198.924) (21.834.892) (22.489.939) (23.164.637)
LABA KOTOR 2.353.266 3.075.394 3.167.655 3.262.685 3.360.566 3.461.383
Beban usaha (984.269) (1.076.388) (1.108.679) (1.141.940) (1.176.198) (1.211.484)
Umum dan administrasi (973.998) (1.064.559) (1.096.496) (1.129.391) (1.163.273) (1.198.171)
Penjualan (10.271) (11.828) (12.183) (12.549) (12.925) (13.313)
EBITDA 1.368.997 1.999.006 2.058.976 2.120.745 2.184.368 2.249.899
Depresiasi (491.120) (530.153) (512.904) (566.071) (619.441) (672.956)
EBIT 877.878 1.468.853 1.546.072 1.554.674 1.564.926 1.576.943
Pendapatan lain-lain 697.835 1.951.692 2.010.243 2.070.550 2.132.667 2.196.647
Beban lain-lain (5.404.164) (1.478.555) (1.522.911) (1.568.599) (1.615.657) (1.664.126)
Beban keuangan (3.206.109) (3.053.289) (1.726.616) (1.541.113) (1.423.107) (1.221.108)
Beban pajak penghasilan final (500.558) (677.155) (695.139) (713.661) (732.740) (752.391)
Bagian rugi entitas asosiasi (91.144) (7.389) (7.360) (7.330) (7.301) (7.272)
Bagian laba entitas ventura bersama (139.283) 371.821 383.321 395.176 407.398 419.998
EBT (7.765.545) (1.424.023) (12.391) 189.696 326.187 548.690
PAJAK (58.994) (26.521) (26.601) (32.182) (41.986) (52.015)
LABA BERSIH (EAT) (7.824.539) (1.450.544) (38.991) 157.514 284.201 496.674
Rata-rata
Rasio Profitabilitas
2024-2028
EBITDA/Sales 8,45% 6,08% 8,45% 8,45% 8,45% 8,45% 8,45%
EBIT/Sales 6,14% 3,90% 6,21% 6,35% 6,19% 6,05% 5,92%
EBT/Sales -0,40% -34,47% -6,02% -0,05% 0,76% 1,26% 2,06%
EAT/Sales -0,54% -34,73% -6,13% -0,16% 0,63% 1,10% 1,87%
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk IV-16
Page 51
Proyeksi Posisi Keuangan Tanpa Dilakukannya Transaksi
PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
Proyeksi Posisi Keuangan Tanpa Dilakukannya Transaksi (Rp.Juta)
Tahun Tahun Proyeksi
Uraian
2023 2024 2025 2026 2027 2028
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas 3.233.071 2.387.257 898.583 3.949.130 2.735.350 1.162.562
Piutang usaha 3.310.322 3.240.668 2.670.310 2.062.815 2.124.699 2.188.440
Piutang retensi 1.572.096 1.572.096 1.572.096 1.572.096 1.572.096 1.572.096
Tagihan bruto pemberi kerja 2.463.049 2.463.049 2.463.049 2.463.049 2.463.049 2.463.049
Persediaan 11.411.412 11.277.523 8.711.887 5.982.162 6.161.627 6.346.476
Piutang yang belum ditagih 754.219 754.219 754.219 754.219 754.219 754.219
Piutang lain-lain - bag. lancar 299.796 299.796 299.796 299.796 299.796 299.796
Uang muka - bag. lancar 879.097 879.097 879.097 879.097 879.097 879.097
Jaminan usaha 342.873 342.873 342.873 342.873 342.873 342.873
Aset keuangan - - - - - -
Pajak dibayar dimuka 1.567.878 1.567.878 1.567.878 1.567.878 1.567.878 1.567.878
Biaya dibayar dimuka 965.398 965.398 965.398 965.398 965.398 965.398
Pekerjaan dalam proses 4.002.444 4.002.444 4.002.444 4.002.444 4.002.444 4.002.444
Jumlah Aset Lancar 30.801.656 29.752.299 25.127.631 24.840.958 23.868.527 22.544.329
Aset Tidak Lancar
Aset tetap
Nilai perolehan 12.821.067 13.293.773 13.559.610 13.826.684 14.094.808 14.364.098
Akumulasi penyusutan 4.705.367 5.208.510 5.694.404 6.233.465 6.825.941 7.472.042
Nilai buku 8.115.700 8.085.263 7.865.207 7.593.219 7.268.867 6.892.056
Piutang usaha - bag. tidak lancar - - - - - -
Piutang lain-lain - bag. tidak lancar - - - - - -
Piutang belum ditagih - bag. tidak lancar - - - - - -
Uang muka - bag. tidak lancar - - - - - -
Aset real estat 2.103.448 2.103.448 2.103.448 2.103.448 2.103.448 2.103.448
Investasi pada entitas asosiasi 1.854.701 1.847.312 1.839.952 1.832.622 1.825.320 1.818.048
Investasi pada ventura bersama 12.022.212 12.394.033 12.777.353 13.172.529 13.579.927 13.999.925
Properti investasi - neto 1.308.364 1.308.364 1.308.364 1.308.364 1.308.364 1.308.364
Aset kerjasama operasi 267.839 267.839 267.839 267.839 267.839 267.839
Goodwill 4.847 4.847 4.847 4.847 4.847 4.847
Investasi jangka panjang lainnya 1.029.675 1.029.675 1.029.675 1.029.675 1.029.675 1.029.675
Aset takberwujud 7.601.854 7.601.699 7.601.544 7.601.390 7.601.280 7.601.280
Aset takberwujud 7.601.280 7.601.280 7.601.280 7.601.280 7.601.280 7.601.280
Aset takberwujud Hipro
Nilai Perolehan 774 774 774 774 774 774
Akumulasi penyusutan 200 355 509 664 774 774
Nilai Buku 574 419 265 110 - -
Aset pajak tangguhan 32.193 32.193 32.193 32.193 32.193 32.193
Aset lain-lain 838.747 811.892 785.037 758.182 731.326 704.471
Aset lain-lain 662.907 662.907 662.907 662.907 662.907 662.907
Aset Hak Guna Hipro
Nilai Perolehan 268.553 268.553 268.553 268.553 268.553 268.553
Akumulasi penyusutan 92.712 119.567 146.423 173.278 200.133 226.989
Nilai Buku 175.840 148.985 122.130 95.275 68.419 41.564
Jumlah Aset Tidak Lancar 35.179.580 35.486.565 35.615.459 35.704.307 35.753.086 35.762.146
JUMLAH ASET 65.981.236 65.238.864 60.743.090 60.545.264 59.621.613 58.306.475
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas Jangka Pendek
Pinjaman jangka pendek 17.613.134 - - - - -
Utang usaha 9.339.844 16.916.285 14.519.811 14.955.406 15.404.068 15.866.190
Utang lain-lain 942.284 942.284 942.284 942.284 942.284 942.284
Kewajiban bruto pemberi kerja - - - - - -
Utang pajak 757.471 757.471 757.471 757.471 757.471 757.471
Uang muka dari pelanggan jangka pendek 602.423 602.423 602.423 602.423 602.423 602.423
Beban akrual 5.399.695 5.399.695 5.399.695 5.399.695 5.399.695 5.399.695
Pendapatan diterima dimuka 294.179 294.179 294.179 294.179 294.179 294.179
Bagian jangka pendek dari:
Pinjaman jangka menengah 1.545.000 356.000 356.000 356.000 356.000 -
Liabilitas sewa 44.130 44.130 44.130 44.130 44.130 44.130
Pinjaman jangka panjang 189.334 189.334 189.334 189.334 189.334 189.334
Obligasi 1.066.000 1.833.750 942.500 1.746.130 2.241.500 -
Sukuk mudharabah 643.800 681.225 303.100 365.050 487.100 -
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 38.437.294 28.016.775 24.350.926 25.652.101 26.718.183 24.095.705
Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas imbalan paska kerja 269.871 269.871 269.871 269.871 269.871 269.871
Liabilitas pajak tangguhan 77.043 77.043 77.043 77.043 77.043 77.043
Uang muka dari pelanggan jangka panjang 239.959 239.959 239.959 239.959 239.959 239.959
Uang muka proyek jangka panjang 1.390.092 1.390.092 1.390.092 1.390.092 1.390.092 1.390.092
Utang lain-lain 108.252 108.252 108.252 108.252 108.252 108.252
Bagian jangka panjang dikurangi
bagian jangka
Pinjaman pendek:
jangka menengah 235.000 1.068.000 712.000 356.000 - -
Liabilitas sewa 110.643 110.643 110.643 110.643 110.643 110.643
Pinjaman jangka panjang 5.723.225 18.533.890 19.344.556 20.155.221 20.965.887 21.776.552
Utang ventura bersama 77.287 77.287 77.287 77.287 77.287 77.287
Obligasi 7.602.943 5.769.193 4.826.693 3.080.563 839.063 839.063
Sukuk mudharabah 2.138.015 1.456.790 1.153.690 788.640 301.540 301.540
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 17.972.329 29.101.020 28.310.085 26.653.571 24.379.636 25.190.302
JUMLAH LIABILITAS 56.409.623 57.117.795 52.661.012 52.305.672 51.097.819 49.286.007
Ekuitas
Modal saham 896.995 896.995 896.995 896.995 896.995 896.995
Modal saham diperoleh kembali (110) (110) (110) (110) (110) (110)
Tambahan modal disetor 6.555.499 6.555.499 6.555.499 6.555.499 6.555.499 6.555.499
Perubahan ekuitas entitas anak 1.121.143 1.121.143 1.121.143 1.121.143 1.121.143 1.121.143
Saldo (defisit) laba (2.823.649) (4.274.192) (4.313.183) (4.155.669) (3.871.468) (3.374.794)
Surat berharga perpetual - - - - - -
Kepentingan non pengendali 3.821.735 3.821.735 3.821.735 3.821.735 3.821.735 3.821.735
Jumlah Ekuitas 9.571.613 8.121.070 8.082.078 8.239.593 8.523.794 9.020.468
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 65.981.236 65.238.864 60.743.090 60.545.264 59.621.613 58.306.475
Rata-rata
Rasio Likuiditas dan Solvabilitas
2024-2028
Current Ratio 97,82% 80,13% 106,19% 103,19% 96,84% 89,33% 93,56%
Debt to Equity Ratio 627,11% 589,34% 703,33% 651,58% 634,81% 599,47% 546,38%
Debt to Asset Ratio 86,17% 85,49% 87,55% 86,69% 86,39% 85,70% 84,53%
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk IV-17
Page 52
Proyeksi Arus Kas Tanpa Dilakukannya Transaksi
PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
Proyeksi Arus Kas Tanpa Dilakukannya Transaksi (Rp.Juta)
Tahun Proyeksi
Uraian
2024 2025 2026 2027 2028
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Laba Bersih (1.450.544) (38.991) 157.514 284.201 496.674
Depresiasi 530.153 512.904 566.071 619.441 672.956
(-) Bagian Laba Rugi Ventura Bersama dan Entitas Asosiasi (364.432) (375.961) (387.845) (400.097) (412.726)
(+) (Kenaikan) Penurunan Investasi Ventura Bersama dan Entitas Asosiasi 364.432 375.961 387.845 400.097 412.726
Perubahan Modal Kerja :
(Kenaikan) Penurunan Piutang usaha 69.654 570.357 607.496 (61.884) (63.741)
(Kenaikan) Penurunan Piutang retensi - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Tagihan bruto pemberi kerja - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Persediaan 133.888 2.565.637 2.729.725 (179.465) (184.849)
(Kenaikan) Penurunan Piutang yang belum ditagih - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Piutang lain-lain - bag. lancar - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Uang muka - bag. lancar - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Jaminan usaha - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Aset keuangan - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Pajak dibayar dimuka - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Biaya dibayar dimuka - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Piutang usaha - bag. tidak lancar - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Piutang lain-lain - bag. tidak lancar - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Piutang belum ditagih - bag. tidak lancar - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Uang muka - bag. tidak lancar - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Aset pajak tangguhan - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Aset lain-lain - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Utang usaha 7.576.441 (2.396.474) 435.594 448.662 462.122
Kenaikan (Penurunan) Utang lain-lain - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Kewajiban bruto pemberi kerja - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Utang pajak - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Uang muka dari pelanggan jangka pendek - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Beban akrual - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Pendapatan diterima dimuka - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Liabilitas imbalan paska kerja - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Liabilitas pajak tangguhan - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Uang muka dari pelanggan jangka panjang - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Uang muka proyek jangka panjang - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Utang lain-lain - - - - -
Perubahan Modal Kerja 7.779.983 739.520 3.772.814 207.313 213.532
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) Aktivitas Operasi 6.859.593 1.213.433 4.496.400 1.110.955 1.383.163
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
(Kenaikan) Penurunan Pekerjaan dalam proses - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Aset tetap (472.706) (265.837) (267.073) (268.124) (269.291)
(Kenaikan) Penurunan Aset real estat - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Investasi pada entitas asosiasi 7.389 7.360 7.330 7.301 7.272
(Kenaikan) Penurunan Investasi pada ventura bersama (371.821) (383.321) (395.176) (407.398) (419.998)
(Kenaikan) Penurunan Properti investasi - neto - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Aset kerjasama operasi - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Goodwill - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Investasi jangka panjang lainnya - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Aset takberwujud - - - - -
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) Aktivitas Investasi (837.138) (641.798) (654.919) (668.221) (682.016)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Kenaikan (Penurunan) Pinjaman jangka pendek (17.613.134) - - - -
Kenaikan (Penurunan) Bagian jangka pendek dari:
Pinjaman jangka menengah (1.189.000) - - - (356.000)
Liabilitas sewa - - - - -
Pinjaman jangka panjang - - - - -
Obligasi 767.750 (891.250) 803.630 495.370 (2.241.500)
Sukuk mudharabah 37.425 (378.125) 61.950 122.050 (487.100)
Kenaikan (Penurunan) Bagian jangka panjang dikurangi bagian jangka
pendek:
Pinjaman jangka menengah 833.000 (356.000) (356.000) (356.000) -
Liabilitas sewa - - - - -
Pinjaman jangka panjang 12.810.666 810.666 810.666 810.666 810.666
Kenaikan (Penurunan) Utang ventura bersama - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Obligasi (1.833.750) (942.500) (1.746.130) (2.241.500) -
Kenaikan (Penurunan) Sukuk mudharabah (681.225) (303.100) (365.050) (487.100) -
Kenaikan (Penurunan) Modal saham - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Modal saham diperoleh kembali - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Tambahan modal disetor - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Perubahan ekuitas entitas anak - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Surat berharga perpetual - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Kepentingan non pengendali - - - - -
Penyesuaian
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) Aktivitas Pendanaan (6.868.269) (2.060.309) (790.934) (1.656.514) (2.273.934)
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN BANK (845.814) (1.488.674) 3.050.547 (1.213.780) (1.572.788)
KAS DAN BANK AWAL TAHUN 3.233.071 2.387.257 898.583 3.949.130 2.735.350
KAS DAN BANK AKHIR TAHUN 2.387.257 898.583 3.949.130 2.735.350 1.162.562
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk IV-18
Page 53
b. Proyeksi Keuangan Perseroan Dengan Transaksi
Proyeksi keuangan WIKA dari manajemen yang telah disesuaikan adalah sebagai berikut:
Jangka Waktu Proyeksi
Periode proyeksi pendapatan ekonomis wajib dilakukan dalam jangka waktu paling singkat
5 (lima) tahun ke depan. Proyeksi keuangan disajikan mulai dari 1 Januari 2024 – 31
Desember 2028.
Laporan Laba (Rugi)
▪ Pendapatan tahun 2024 diasumsikan meningkat 5,00% dari proforma tahun 2023 dan
selanjutnya meningkat 3,00% setiap tahun dikurangi pendapatan HIPRO.
▪ Beban pokok pendapatan diasumsikan sebesar 87,00% dari pendapatan setiap tahun
dikurangi beban pokok pendapatan HIPRO.
▪ Beban umum dan administrasi diasumsikan sebesar 4,50% dari pendapatan setiap tahun
dikurangi beban usaha HIPRO.
▪ Beban penjualan diasumsikan sama dengan tanpa transaksi.
▪ Perhitungan penyusutan dan amortisasi dengan metode garis lurus dengan sisa umur
ekonomis yang wajar disajikan pada lampiran 1.
▪ Pendapatan lain-lain diasumsikan sama dengan tanpa transaksi.
▪ Beban lain-lain diasumsikan sama dengan tanpa transaksi dikurangi beban lain-laih
HIPRO.
▪ Beban pendanaan diasumsikan sama dengan tanpa transaksi dikurangi beban
pendanaan HIPRO.
▪ Perhitungan pajak penghasilan final disajikan pada lampiran 5.
▪ Bagian rugi entitas asosiasi diasumsikan sama dengan tanpa transaksi.
▪ Perhitungan bagian laba HIPRO diasumsikan dari laba bersih dengan dilakukan transaksi
HIPRO atas porsi kepemilikan saham WR pada HIPRO disajikan pada lampiran 3.
▪ Bagian laba entitas ventura bersama diasumsikan sama dengan tanpa transaksi.
▪ Tarif pajak diasumsikan sebesar 22,00% dari laba sebelum pajak dengan menerapkan tax
loss carry forward.
Laporan Posisi Keuangan
▪ Aset lancar
− Piutang usaha tahun 2024 diasumsikan 50 hari dari pendapatan, tahun 2025
diasumsikan 40 hari dari pendapatan dan tahun selanjutnya diasumsikan 30 hari
dari pendapatan setiap tahun dikurangi piutang HIPRO.
− Piutang retensi diasumsikan tetap, sama dengan proforma per 31 Desember 2023.
− Tagihan bruto pemberi kerja diasumsikan tetap, sama dengan proforma per 31
Desember 2023.
− Persediaan tahun 2024 diasumsikan 200 hari dari beban pokok pendapatan, tahun
2025 diasumsikan 150 hari dari beban pokok pendapatan dan tahun selanjutnya
diasumsikan 100 hari dari pendapatan dikurangi persediaan HIPRO.
− Piutang yang belum ditagih diasumsikan tetap, sama dengan proforma per 31
Desember 2023.
− Piutang lain-lain bagian lancar diasumsikan tetap, sama dengan proforma per 31
Desember 2023.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk IV-19
Page 54
− Uang muka - bagian lancar diasumsikan tetap, sama dengan proforma per 31
Desember 2023.
− Jaminan usaha - bagian lancar diasumsikan tetap, sama dengan proforma per 31
Desember 2023.
− Aset keuangan diasumsikan tetap, sama dengan proforma per 31 Desember 2023.
− Pajak dibayar dimuka diasumsikan tetap, sama dengan proforma per 31 Desember
2023.
− Biaya dibayar dimuka diasumsikan tetap, sama dengan proforma per 31 Desember
2023.
− Pekerjaan dalam proses dimuka diasumsikan tetap, sama dengan proforma per 31
Desember 2023.
▪ Aset tidak lancar
− Aset tetap
Nilai perolehan diasumsikan meningkat per tahun dari tahun sebelumnya sebagai
capex. Akumulasi penyusutan dihitung dengan menambahkan akumulasi
penyusutan tahun sebelumnya dengan penyusutan tahun berjalan disajikan pada
lampiran 1.
− Piutang usaha – bagian tidak lancar diasumsikan tetap, sama dengan proforma per
31 Desember 2023.
− Piutang lain-lain – bagian tidak lancar diasumsikan tetap, sama dengan proforma
per 31 Desember 2023.
− Piutang belum ditagih – bagian tidak lancar diasumsikan tetap, sama dengan
proforma per 31 Desember 2023.
− Uang muka - bagian tidak lancar diasumsikan tetap, sama dengan proforma per 31
Desember 2023.
− Aset real estat diasumsikan tetap, sama dengan proforma per 31 Desember 2023.
− Investasi pada entitas asosiasi penjumlahan antara bagian laba (rugi) entitas
asosiasi periode berjalan dengan saldo investasi pada entitas asosiasi periode
sebelumnya.
− Investasi pada ventura bersama penjumlahan antara bagian laba (rugi) entitas
ventura bersama periode berjalan dengan saldo investasi pada entitas ventura
bersama periode sebelumnya.
− Properti investasi – neto diasumsikan tetap, sama dengan proforma per 31
Desember 2023.
− Aset kerjasama operasi diasumsikan tetap, sama dengan proforma per 31
Desember 2023.
− Goodwill diasumsikan tetap, sama dengan proforma per 31 Desember 2023.
− Investasi jangka panjang lainnya diasumsikan tetap, sama dengan proforma per 31
Desember 2023.
− Aset takberwujud diasumsikan tetap, sama dengan proforma per 31 Desember
2023.
− Aset pajak tangguhan diasumsikan tetap, sama dengan proforma per 31 Desember
2023.
− Aset lain-lain diasumsikan tetap, sama dengan proforma per 31 Desember 2023.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk IV-20
Page 55
▪ Liabilitas jangka pendek
− Perhitungan pinjaman jangka pendek disajikan pada lampiran 2.
− Utang usaha tahun 2024 diasumsikan 300 hari dari beban pokok pendapatan dan
tahun selanjutnya diasumsikan 250 hari dari beban pokok pendapatan dikurangi
utang usaha HIPRO.
− Utang lain-lain diasumsikan tetap, sama dengan proforma per 31 Desember 2023.
− Kewajiban bruto pemberi kerja diasumsikan tetap, sama dengan proforma per 31
Desember 2023.
− Utang pajak diasumsikan tetap diasumsikan tetap, sama dengan proforma per 31
Desember 2023.
− Uang muka pelanggan diasumsikan tetap, sama dengan proforma per 31 Desember
2023.
− Beban akrual diasumsikan tetap, sama dengan proforma per 31 Desember 2023.
− Pendapatan diterima dimuka diasumsikan tetap, sama dengan proforma per 31
Desember 2023.
− Perhitungan bagian jangka pendek dari pinjaman jangka menengah, liabilitas sewa,
pinjaman jangka panjang, obligasi dan sukuk mudharabah disajikan pada lampiran
2.
▪ Liabilitas jangka panjang
− Liabilitas imbalan pasca kerja diasumsikan tetap, sama dengan proforma per 31
Desember 2023.
− Liabilitas pajak tangguhan diasumsikan tetap, sama dengan proforma per 31
Desember 2023.
− Uang muka dari pelanggan jangka panjang diasumsikan tetap, sama dengan
proforma per 31 Desember 2023.
− Uang muka proyek jangka panjang diasumsikan tetap, sama dengan proforma per
31 Desember 2023.
− Utang lain-lain jangka panjang diasumsikan tetap, sama dengan proforma per 31
Desember 2023.
− Perhitungan bagian jangka panjang dari pinjaman jangka menengah, liabilitas sewa,
pinjaman jangka panjang, obligasi dan sukuk mudharabah disajikan pada lampiran
2.
− Utang ventura bersama diasumsikan tetap, sama dengan proforma per 31
Desember 2023.
▪ Ekuitas
− Modal saham diasumsikan tetap, sama dengan proforma per 31 Desember 2023.
− Modal saham diperoleh kembali diasumsikan tetap, sama dengan proforma per 31
Desember 2023.
− Tambahan modal disetor diasumsikan tetap, sama dengan proforma per 31
Desember 2023.
− Perubahan ekuitas entitas anak diasumsikan tetap, sama dengan proforma per 31
Desember 2023.
− Saldo (defisit) laba adalah penjumlahan antara laba (rugi) bersih periode berjalan
dengan saldo (rugi) laba periode sebelumnya.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk IV-21
Page 56
− Surat berharga perpetual diasumsikan tetap, sama dengan proforma per 31
Desember 2023.
− Kepentingan non pengendali diasumsikan tetap, sama dengan proforma per 31
Desember 2023.
Asumsi – asumsi yang digunakan yang terkait langsung dengan kegiatan usaha dalam
proyeksi posisi keuangan adalah wajar.
Proyeksi Laba Rugi Dengan Dilakukannya Transaksi
PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
Proyeksi Laba Rugi Dengan Dilakukannya Transaksi (Rp.Juta)
Tahun Proforma Tahun Proyeksi
Uraian
2023 2023 2024 2025 2026 2027 2028
PENDAPATAN BERSIH 22.530.356 21.971.346 23.007.957 23.575.577 24.257.128 24.968.032 25.696.885
BEBAN POKOK PENDAPATAN (20.177.090) (19.735.328) (20.165.430) (20.699.747) (21.295.962) (21.934.058) (22.579.363)
LABA KOTOR 2.353.266 2.236.018 2.842.527 2.875.830 2.961.166 3.033.975 3.117.523
Beban usaha (984.269) (977.122) (1.069.156) (1.101.231) (1.134.268) (1.168.296) (1.203.345)
Umum dan administrasi (973.998) (966.850) (1.057.328) (1.089.048) (1.121.719) (1.155.371) (1.190.032)
Penjualan (10.271) (10.271) (11.828) (12.183) (12.549) (12.925) (13.313)
EBITDA 1.368.997 1.258.896 1.773.371 1.774.599 1.826.898 1.865.679 1.914.178
Depresiasi (491.120) (490.813) (495.247) (423.597) (489.344) (538.557) (587.769)
EBIT 877.878 768.083 1.278.124 1.351.002 1.337.554 1.327.122 1.326.409
Pendapatan lain-lain 697.835 697.835 1.951.692 2.010.243 2.070.550 2.132.667 2.196.647
Beban lain-lain (5.404.164) (5.393.738) (1.460.385) (1.500.763) (1.545.066) (1.590.947) (1.638.110)
Beban keuangan (3.206.109) (3.163.224) (3.001.279) (1.674.606) (1.493.807) (1.385.211) (1.195.445)
Beban pajak penghasilan final (500.558) (500.226) (661.467) (679.450) (697.973) (717.051) (736.702)
Bagian rugi entitas asosiasi (91.144) (91.144) (7.389) (7.360) (7.330) (7.301) (7.272)
Bagian laba entitas asosiasi HIPRO 46.070 46.209 55.905 66.956 75.997
Bagian laba entitas ventura bersama (139.283) (139.283) 371.821 383.321 395.176 407.398 419.998
EBT (7.765.545) (7.821.696) (1.482.813) (71.405) 115.008 233.632 441.520
PAJAK (58.994) (55.059) - - - (3.442) (8.267)
LABA BERSIH (EAT) (7.824.539) (7.876.755) (1.482.813) (71.405) 115.008 230.190 433.252
Rata-rata
Rasio Profitabilitas
2024-2028
EBITDA/Sales 7,54% 6,08% 5,73% 7,71% 7,53% 7,53% 7,47% 7,45%
EBIT/Sales 5,46% 3,90% 3,50% 5,56% 5,73% 5,51% 5,32% 5,16%
EBT/Sales -0,72% -34,47% -35,60% -6,44% -0,30% 0,47% 0,94% 1,72%
EAT/Sales -0,73% -34,73% -35,85% -6,44% -0,30% 0,47% 0,92% 1,69%
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk IV-22
Page 57
Proyeksi Posisi Keuangan Dengan Dilakukannya Transaksi
PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
Proyeksi Posisi Keuangan Dengan Dilakukannya Transaksi (Rp.Juta)
Tahun Proforma Tahun Proyeksi
Uraian
2023 2023 2024 2025 2026 2027 2028
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas 3.233.071 3.119.420 2.431.111 845.074 3.796.807 2.461.719 744.318
Piutang usaha 3.310.322 3.299.449 3.228.223 2.655.140 2.046.696 2.107.775 2.170.621
Piutang retensi 1.572.096 1.572.096 1.572.096 1.572.096 1.572.096 1.572.096 1.572.096
Tagihan bruto pemberi kerja 2.463.049 2.463.049 2.463.049 2.463.049 2.463.049 2.463.049 2.463.049
Persediaan 11.411.412 11.405.099 11.269.544 8.702.313 5.971.827 6.150.966 6.335.251
Piutang yang belum ditagih 754.219 754.219 754.219 754.219 754.219 754.219 754.219
Piutang lain-lain - bag. lancar 299.796 383.033 383.033 383.033 383.033 383.033 383.033
Uang muka - bag. lancar 879.097 877.734 877.734 877.734 877.734 877.734 877.734
Jaminan usaha 342.873 342.873 342.873 342.873 342.873 342.873 342.873
Aset keuangan - - - - - - -
Pajak dibayar dimuka 1.567.878 1.567.599 1.567.599 1.567.599 1.567.599 1.567.599 1.567.599
Biaya dibayar dimuka 965.398 961.287 961.287 961.287 961.287 961.287 961.287
Pekerjaan dalam proses 4.002.444 4.002.444 4.002.444 4.002.444 4.002.444 4.002.444 4.002.444
Jumlah Aset Lancar 30.801.656 30.748.302 29.853.213 25.126.862 24.739.664 23.644.795 22.174.525
Aset Tidak Lancar
Aset tetap
Nilai perolehan 12.821.067 9.473.988 9.720.051 9.966.113 10.212.175 10.458.237 10.704.300
Akumulasi penyusutan 4.705.367 3.728.276 4.223.523 4.647.121 5.136.465 5.675.022 6.262.791
Nilai buku 8.115.700 5.745.712 5.496.527 5.318.992 5.075.710 4.783.216 4.441.509
Piutang usaha - bag. tidak lancar - - - - - - -
Piutang lain-lain - bag. tidak lancar - - - - - - -
Piutang belum ditagih - bag. tidak lancar - - - - - - -
Uang muka - bag. tidak lancar - - - - - - -
Aset real estat 2.103.448 2.103.448 2.103.448 2.103.448 2.103.448 2.103.448 2.103.448
Investasi pada entitas asosiasi 1.854.701 2.612.563 2.651.244 2.690.093 2.738.668 2.798.323 2.867.047
Investasi pada ventura bersama 12.022.212 12.022.212 12.394.033 12.777.353 13.172.529 13.579.927 13.999.925
Properti investasi - neto 1.308.364 1.308.364 1.308.364 1.308.364 1.308.364 1.308.364 1.308.364
Aset kerjasama operasi 267.839 267.839 267.839 267.839 267.839 267.839 267.839
Goodwill 4.847 4.847 4.847 4.847 4.847 4.847 4.847
Investasi jangka panjang lainnya 1.029.675 1.029.675 1.029.675 1.029.675 1.029.675 1.029.675 1.029.675
Aset takberwujud 7.601.854 7.601.280 7.601.280 7.601.280 7.601.280 7.601.280 7.601.280
Aset pajak tangguhan 32.193 23.301 23.301 23.301 23.301 23.301 23.301
Aset lain-lain 838.747 633.918 633.918 633.918 633.918 633.918 633.918
Aset lain-lain 662.907 633.918 633.918 633.918 633.918 633.918 633.918
Aset Hak Guna Hipro
Nilai Perolehan 268.553 - - - - - -
Akumulasi penyusutan 92.712 - - - - - -
Nilai Buku 175.840 - - - - - -
Jumlah Aset Tidak Lancar 35.179.580 33.353.159 33.514.476 33.759.111 33.959.579 34.134.138 34.281.153
JUMLAH ASET 65.981.236 64.101.461 63.367.689 58.885.973 58.699.244 57.778.932 56.455.678
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas Jangka Pendek
Pinjaman jangka pendek 17.613.134 17.613.134 - - - - -
Utang usaha 9.339.844 9.290.721 16.847.893 14.437.755 14.866.814 15.312.690 15.769.980
Utang lain-lain 942.284 938.369 938.369 938.369 938.369 938.369 938.369
Kewajiban bruto pemberi kerja - - - - - - -
Utang pajak 757.471 747.220 747.220 747.220 747.220 747.220 747.220
Uang muka dari pelanggan jangka pendek 602.423 578.847 578.847 578.847 578.847 578.847 578.847
Beban akrual 5.399.695 5.307.749 5.307.749 5.307.749 5.307.749 5.307.749 5.307.749
Pendapatan diterima dimuka 294.179 289.162 289.162 289.162 289.162 289.162 289.162
Bagian jangka pendek dari:
Pinjaman jangka menengah 1.545.000 1.545.000 356.000 356.000 356.000 356.000 -
Liabilitas sewa 44.130 32.839 32.839 32.839 32.839 32.839 32.839
Pinjaman jangka panjang 189.334 129.197 129.197 129.197 129.197 129.197 129.197
Obligasi 1.066.000 1.016.000 1.833.750 942.500 1.746.130 2.241.500 -
Sukuk mudharabah 643.800 643.800 681.225 303.100 365.050 487.100 -
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 38.437.294 38.132.037 27.742.250 24.062.736 25.357.376 26.420.672 23.793.362
Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas imbalan paska kerja 269.871 243.337 243.337 243.337 243.337 243.337 243.337
Liabilitas pajak tangguhan 77.043 77.043 77.043 77.043 77.043 77.043 77.043
Uang muka dari pelanggan jangka panjang 239.959 239.959 239.959 239.959 239.959 239.959 239.959
Uang muka proyek jangka panjang 1.390.092 1.390.092 1.390.092 1.390.092 1.390.092 1.390.092 1.390.092
Utang pihak berelasi
Utang lain-lain 108.252 108.252 108.252 108.252 108.252 108.252 108.252
Bagian jangka panjang dikurangi bagian jangka
pendek:
Pinjaman jangka menengah 235.000 235.000 1.068.000 712.000 356.000 - -
Liabilitas sewa 110.643 33.396 33.396 33.396 33.396 33.396 33.396
Pinjaman jangka panjang 5.723.225 5.386.792 18.257.595 19.128.398 19.999.201 20.870.004 21.740.807
Utang ventura bersama 77.287 77.287 77.287 77.287 77.287 77.287 77.287
Obligasi 7.602.943 7.602.943 5.719.193 4.776.693 3.030.563 789.063 789.063
Sukuk mudharabah 2.138.015 2.138.015 1.456.790 1.153.690 788.640 301.540 301.540
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 17.972.329 17.532.115 28.670.943 27.940.146 26.343.769 24.129.972 25.000.775
JUMLAH LIABILITAS 56.409.623 55.664.152 56.413.193 52.002.883 51.701.145 50.550.644 48.794.137
Ekuitas
Modal saham 896.995 896.995 896.995 896.995 896.995 896.995 896.995
Modal saham diperoleh kembali (110) (110) (110) (110) (110) (110) (110)
Tambahan modal disetor 6.555.499 6.555.499 6.555.499 6.555.499 6.555.499 6.555.499 6.555.499
Perubahan ekuitas entitas anak 1.121.143 1.121.143 1.121.143 1.121.143 1.121.143 1.121.143 1.121.143
Saldo (defisit) laba (2.823.649) (2.743.203) (4.226.016) (4.297.421) (4.182.413) (3.952.223) (3.518.971)
Surat berharga perpetual - - - - - - -
Kepentingan non pengendali 3.821.735 2.606.985 2.606.985 2.606.985 2.606.985 2.606.985 2.606.985
Jumlah Ekuitas 9.571.613 8.437.309 6.954.496 6.883.091 6.998.098 7.228.288 7.661.541
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 65.981.236 64.101.461 63.367.689 58.885.973 58.699.244 57.778.932 56.455.678
Rata-rata
Rasio Likuiditas dan Solvabilitas
2024-2028
Current Ratio 98,46% 80,13% 80,64% 107,61% 104,42% 97,56% 89,49% 93,20%
Debt to Equity Ratio 728,34% 589,34% 659,74% 811,18% 755,52% 738,79% 699,34% 636,87%
Debt to Asset Ratio 87,87% 85,49% 86,84% 89,03% 88,31% 88,08% 87,49% 86,43%
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk IV-23
Page 58
Proyeksi Arus Kas Dengan Dilakukannya Transaksi
PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
Proyeksi Arus Kas Dengan Dilakukannya Transaksi (Rp.Juta)
Tahun Proyeksi
Uraian
2024 2025 2026 2027 2028
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Laba Bersih (1.482.813) (71.405) 115.008 230.190 433.252
Depresiasi dan Amortisasi 495.247 423.597 489.344 538.557 587.769
(-) Bagian Laba Rugi Ventura Bersama dan Entitas Asosiasi (410.502) (422.170) (443.750) (467.053) (488.722)
(+) (Kenaikan) Penurunan Investasi Ventura Bersama dan Entitas Asosiasi 410.502 422.170 443.750 467.053 488.722
Perubahan Modal Kerja :
(Kenaikan) Penurunan Piutang usaha 71.226 573.082 608.444 (61.079) (62.846)
(Kenaikan) Penurunan Piutang retensi - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Tagihan bruto pemberi kerja - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Persediaan 135.555 2.567.231 2.730.487 (179.140) (184.285)
(Kenaikan) Penurunan Piutang yang belum ditagih - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Piutang lain-lain - bag. lancar - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Uang muka - bag. lancar - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Jaminan usaha - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Aset keuangan - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Pajak dibayar dimuka - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Biaya dibayar dimuka - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Piutang usaha - bag. tidak lancar - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Piutang lain-lain - bag. tidak lancar - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Piutang belum ditagih - bag. tidak lancar - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Uang muka - bag. tidak lancar - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Aset pajak tangguhan - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Aset lain-lain - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Utang usaha 7.557.172 (2.410.139) 429.060 445.876 457.290
Kenaikan (Penurunan) Utang lain-lain - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Kewajiban bruto pemberi kerja - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Utang pajak - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Uang muka dari pelanggan jangka pendek - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Beban akrual - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Pendapatan diterima dimuka - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Liabilitas imbalan paska kerja - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Liabilitas pajak tangguhan - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Uang muka dari pelanggan jangka panjang - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Uang muka proyek jangka panjang - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Utang lain-lain - - - - -
Perubahan Modal Kerja 7.763.953 730.175 3.767.990 205.657 210.159
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) Aktivitas Operasi 6.776.387 1.082.367 4.372.342 974.404 1.231.181
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
(Kenaikan) Penurunan Pekerjaan dalam proses - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Aset tetap (246.062) (246.062) (246.062) (246.062) (246.062)
(Kenaikan) Penurunan Aset real estat - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Investasi pada entitas asosiasi (38.681) (38.849) (48.574) (59.655) (68.725)
(Kenaikan) Penurunan Investasi pada ventura bersama (371.821) (383.321) (395.176) (407.398) (419.998)
(Kenaikan) Penurunan Properti investasi - neto - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Aset kerjasama operasi - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Goodwill - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Investasi jangka panjang lainnya - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Aset takberwujud - - - - -
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) Aktivitas Investasi (656.564) (668.232) (689.812) (713.115) (734.785)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Kenaikan (Penurunan) Pinjaman jangka pendek (17.613.134) - - - -
Kenaikan (Penurunan) Bagian jangka pendek dari:
Pinjaman jangka menengah (1.189.000) - - - (356.000)
Liabilitas sewa - - - - -
Pinjaman jangka panjang - - - - -
Obligasi 817.750 (891.250) 803.630 495.370 (2.241.500)
Sukuk mudharabah 37.425 (378.125) 61.950 122.050 (487.100)
Kenaikan (Penurunan) Utang pihak berelasi - - - -
Kenaikan (Penurunan) Bagian jangka panjang dikurangi bagian jangka
pendek:
Pinjaman jangka menengah 833.000 (356.000) (356.000) (356.000) -
Liabilitas sewa - - - - -
Pinjaman jangka panjang 12.870.803 870.803 870.803 870.803 870.803
Kenaikan (Penurunan) Utang ventura bersama - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Obligasi (1.883.750) (942.500) (1.746.130) (2.241.500) -
Kenaikan (Penurunan) Sukuk mudharabah (681.225) (303.100) (365.050) (487.100) -
Kenaikan (Penurunan) Modal saham - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Modal saham diperoleh kembali - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Tambahan modal disetor - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Perubahan ekuitas entitas anak - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Surat berharga perpetual - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Kepentingan non pengendali - - - - -
Penyesuaian - - - - -
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) Aktivitas Pendanaan (6.808.131) (2.000.172) (730.797) (1.596.377) (2.213.797)
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN BANK (688.309) (1.586.037) 2.951.733 (1.335.088) (1.717.401)
KAS DAN BANK AWAL TAHUN 3.119.420 2.431.111 845.074 3.796.807 2.461.719
KAS DAN BANK AKHIR TAHUN 2.431.111 845.074 3.796.807 2.461.719 744.318
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk IV-24
Page 59
Tanpa dilakukannya transaksi rata-rata EBITDA/Sales, EBIT/Sales, EBT/Sales dan EAT/Sales
Perseroan masing-masing sebesar 8,45%, 6,14%, -0,40% dan -0,54%. Sedangkan dengan
dilakukannya transaksi rata-rata EBITDA/Sales, EBIT/Sales, EBT/Sales dan EAT/Sales
Perseroan setiap tahun masing-masing sebesar 7,54%, 5,46%, -0,72% dan -0,73%. Dengan
demikian dengan dilakukannya transaksi profitabilitas Perseroan mengalami penurunan.
Tanpa dilakukannya transaksi likuiditas Perseroan yang diukur dengan rata-rata Current
Ratio (CR) sebesar 97,82% sedangkan dengan dilakukannya transaksi CR Perseroan sebesar
98,46%.
Tanpa dilakukannya transaksi solvabilitas Perseroan yang diukur dengan rata-rata Debt to
Equity Ratio (DER) dan Debt to Assets Ratio (DAR) masing-masing 627,11% dan 86,17%
sedangkan dengan dilakukannya transaksi DER dan DAR Perseroan masing-masing 728,34%
dan 87,87%.
Dengan transaksi, proyeksi posisi keuangan Perseroan menunjukan bahwa likuiditas
Perseroan mengalami peningkatan dan solvabilitas Perseroan mengalami penurunan.
Selain itu tanpa transaksi dan dengan transaksi proyeksi arus kas Perseroan tidak
menunjukkan adanya cash deficiency.
4.2. Analisis Inkremental
Analisis inkremental untuk mengukur nilai tambah dari transaksi dengan mempertimbangkan:
− Konstribusi nilai tambah terhadap perusahaan sebagai akibat dari transaksi dan dampaknya
terhadap proyeksi keuangan.
− Biaya dan pendapatan yang relevan.
− Informasi non keuangan yang relevan.
− Prosedur pengambilan keputusan oleh perusahaan dalam menentukan rencana dan nilai
transaksi dengan memperhatikan alternatif lain.
− Hal-hal material lain.
4.2.1. Konstribusi Nilai Tambah
Konstribusi nilai tambah dari rencana transaksi dapat diukur dari penghematan pajak bunga
pinjaman pemegang saham dan peningkatan likuiditas keuangan.
Berdasarkan proyeksi laba rugi, perhitungan konstribusi nilai tambah terhadap penghematan
pajak bunga pinjaman pemegang saham Perseroan adalah sebagai berikut:
Perhitungan Penghematan Pajak Bunga Pinjaman Pemegang Saham WIKA - WR (Rp.Juta)
Tahun
Uraian Jumlah
2024 2025 2026 2027 2028
Pajak bunga tanpa transaksi (a) 77.713 77.713 77.713 77.713 77.713 388.565
Pajak bunga dengan transaksi (b) 62.024 62.024 62.024 62.024 62.024 310.122
Penghematan pajak bunga (a-b) 15.688 15.688 15.688 15.688 15.688 78.442
Berdasarkan hasil perhitungan, terlihat bahwa dengan dilakukannya transaksi memberikan
konstribusi nilai tambah terhadap penghematan pajak bunga pinjaman pemegang saham.
Dengan dilakukannya transaksi, kontribusi nilai tambah selama tahun 2024 – 2028 terhadap
penghematan pajak bunga pinjaman pemegang saham sebesar Rp 78.442 juta.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk IV-25
Page 60
Analisis kontribusi nilai tambah terhadap likuiditas Perseroan dapat dihitung sebagai berikut:
Konstribusi Nilai Tambah Terhadap Likuiditas Perseroan
Tahun Proyeksi Rata-rata
Uraian
2024 2025 2026 2027 2028 2024-2028
Dengan Transaksi (1)
Current Ratio 107,61% 104,42% 97,56% 89,49% 93,20% 98,46%
Tanpa Transaksi (2)
Current Ratio 106,19% 103,19% 96,84% 89,33% 93,56% 97,82%
Konstribusi Nilai Tambah (1-2)
Current Ratio 1,33% 1,19% 0,75% 0,18% 0,39% 0,65%
Berdasarkan hasil perhitungan, terlihat bahwa dengan dilakukannya transaksi memberikan
konstribusi nilai tambah terhadap peningkatan likuiditas Perseroan. Dengan dilakukannya
transaksi, kontribusi nilai tambah tahun 2024 – 2028 terhadap likuiditas current ratio sebesar
0,65%.
Berdasarkan analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa dengan dilakukannya transaksi,
Perseroan akan memperoleh nilai tambah berupa penghematan pajak bunga pinjaman
pemegang saham dan peningkatan likuiditas yang akan menguntungkan Perseroan secara
konsolidasi.
4.2.2. Biaya dan Pendapatan yang Relevan
Perseroan akan memperhatikan biaya dan pendapatan yang relevan sesuai dengan keadaan
industri dan margin laba yang diharapkan. Apabila pendapatan berkurang Perseroan akan
menurunkan biaya secara proporsional hingga margin laba yang diharapkan dapat tercapai.
Dengan demikian transaksi yang dilakukan memberikan nilai tambah bagi Perseroan.
4.2.3. Informasi Non Keuangan yang Relevan
Informasi non keuangan yang relevan adalah dengan dilakukannya transaksi, dapat
meningkatkan reputasi Perseroan sebagai induk perusahaan yang profesional dengan terus
mendukung kelancaran operasional group Perseroan.
4.2.4. Prosedur Pengambilan Keputusan Oleh Perseroan Dalam Menentukan Rencana Transaksi dan
Nilai Transaksi dengan Memperhatikan Alternatif lain
Prosedur pengambilan keputusan oleh Perseroan dalam menentukan rencana transaksi dan
nilai transaksi adalah dilakukan oleh Direksi dengan pengawasan Komisaris Perseroan. Rencana
transaksi dan nilai transaksi dengan persyaratan yang mudah, transparan dan akuntabel yang
dapat dipenuhi Perseroan sesuai dengan Peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Alternatif lain dari rencana transaksi, apabila dilakukan dengan pihak lain, tidak ada dan
Perseroan tidak mengenal pihak lain tersebut, sehingga rencana transaksi tidak dapat
dilaksanakan.
4.2.5. Hal-Hal Material Lainnya
Hal-hal material lainnya terkait dengan analisis inkremental dari rencana transaksi tidak ada.
Dengan analisis inkremental yang telah dilakukan, Penilai meyakini bahwa rencana transaksi
adalah wajar dan memberikan nilai tambah bagi Perseroan.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk IV-26
Page 61
BAB V
ANALISIS KEWAJARAN NILAI TRANSAKSI
Analisis kewajaran nilai transaksi meliputi :
a. Perbandingan antara nilai transaksi dengan hasil penilaian atas transaksi yang dilakukan.
b. Analisis untuk memastikan bahwa nilai transaksi memberikan nilai tambah dari transaksi yang
dilakukan.
Kewajaran nilai transaksi berdasarkan Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 tentang Pedoman
Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Usaha di Pasar Modal, menyatakan bahwa batas atas dan
batas bawah pada kisaran nilai tidak melebihi 7,50% dari nilai hasil penilaian.
5.1. Hasil Penilaian Objek Transaksi
Berdasarkan Laporan Penilaian Saham HIPRO No. 00061/2.0014-00/BS/03/0080/1/V/2024
tanggal 20 Mei 2024 yang diterbitkan oleh KJPP Toha - Okky - Heru & Rekan, menyatakan bahwa
Nilai Pasar 1.972.762 saham atau 100% saham HIPRO per 31 Desember 2023 adalah
Rp 2.457.239.000.000,-.
Berdasarkan Laporan Penilaian Saham milik HIN pada WR No. 00145/2.0118-
00/BS/03/0596/1/V/2024 tanggal 13 Mei 2024 yang diterbitkan oleh KJPP Iskandar dan
Rekan, menyatakan bahwa Nilai Pasar 16.566.614.132 saham atau 22,57% saham milik HIN
pada WR per 31 Desember 2023 adalah Rp 1.130.000.000.000,- atau untuk setiap saham adalah
Rp 68,-.
5.2. Nilai Transaksi
Berdasarkan Berita Acara Kesepakatan tanggal 29 Mei 2024, WIKA berencana melakukan share
swap 50,99% saham HIPRO yang diperoleh dari debt to asset swap piutang WIKA sebesar
Rp 1.214.750.000.000,- pada WR yang dimiliki HIN. Dengan demikian nilai transaksi sebesar Rp
1.214.750.000.000,-.
5.3. Analisis Kewajaran Nilai Transaksi
Nilai Pasar 100% saham HIPRO adalah Rp 2.457.239.000.000,-, sehingga Nilai Pasar 50,99%
saham HIPRO adalah Rp 1.252.946.166.100,-. Dengan nilai transaksi debt to asset sebesar Rp
1.214.750.000.000,- dan Nilai Pasar saham 50,99% HIPRO adalah Rp 1.252.946.166.100,-, maka
nilai transaksi lebih rendah 3,05% dari Nilai Pasarnya namun masih dalam kisaran Nilai Pasarnya.
Dengan nilai transaksi share swap sebesar Rp 1.214.750.000.000,- dan Nilai Pasar saham milik
HIN pada WR adalah Rp 1.130.000.000.000,-, maka nilai transaksi lebih tinggi 7,50% dari Nilai
Pasarnya dan tidak melebihi batas kisaran Nilai Pasarnya.
5.4. Analisis Bahwa Nilai Transaksi Memberikan Nilai Tambah dari Transaksi Yang Dilakukan
Berdasarkan hasil analisis dapat dipastikan bahwa nilai transaksi memberikan nilai tambah
sebagai berikut:
• Dengan dilakukannya transaksi, kontribusi nilai tambah selama tahun 2024 – 2028 terhadap
penghematan pajak bunga pinjaman pemegang saham sebesar Rp 78.442 juta.
• Dengan dilakukannya transaksi, kontribusi nilai tambah tahun 2024 – 2028 terhadap
likuiditas current ratio sebesar 0,65%.
Berdasarkan analisis tersebut, Kami berpendapat bahwa nilai transaksi adalah wajar.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk V-1
Page 62
BAB VI
ANALISIS ATAS FAKTOR LAIN YANG RELEVAN
6.1. Analisis Ketidakpastian Rencana Pembiayaan Dalam Rencana Transaksi
Rencana Transaksi merupakan share swap saham HIPRO yang diperoleh dari debt to asset swap
WR yang dimiliki HIN oleh WIKA sehingga tidak diperlukan ketersediaan kas untuk melakukan
Rencana Transaksi.
6.2. Analisis Ketidakpastian Nilai Tukar Mata Uang
Laporan keuangan Perseroan dan jasa yang diperdagangkan dalam mata uang Rupiah.
Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 20-21 Desember 2023 memutuskan untuk
mempertahankan BI-Rate sebesar 6,00%, suku bunga Deposit Facility sebesar 5,25%, dan suku
bunga Lending Facility sebesar 6,75%. Terhitung mulai 21 Desember 2023, Bank Indonesia
menggunakan nama BI-Rate sebagai suku bunga kebijakan menggantikan BI 7-Day (Reverse)
Repo Rate untuk memperkuat komunikasi kebijakan moneter. Penggantian nama ini tidak
mengubah makna dan tujuan BI-Rate sebagai stance kebijakan moneter Bank Indonesia, serta
operasionalisasinya tetap mengacu pada transaksi reverse repo Bank Indonesia tenor 7 (tujuh)
hari.
Keputusan mempertahankan BI-Rate pada level 6,00% tetap konsisten dengan fokus kebijakan
moneter yang pro-stability yaitu untuk penguatan stabilisasi nilai tukar Rupiah serta langkah
pre-emptive dan forward looking untuk memastikan inflasi tetap terkendali dalam sasaran
2,5±1% pada 2024. Sementara itu, kebijakan makroprudensial dan sistem pembayaran tetap
pro-growth untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Kebijakan
makroprudensial longgar terus ditempuh untuk mendorong kredit/pembiayaan perbankan
kepada dunia usaha dan rumah tangga. Akselerasi digitalisasi sistem pembayaran juga terus
didorong untuk meningkatkan volume transaksi dan memperluas inklusi ekonomi-keuangan
digital, termasuk digitalisasi transaksi keuangan Pemerintah Pusat dan Daerah.
6.3. Analisis Ketidakpastian Risiko Pasar
Ketidakpastian risiko pasar dalam industri konstruksi dapat berasal dari berbagai faktor dan
faktor-faktor ini dapat sangat beragam. Berikut adalah beberapa faktor utama yang dapat
menyebabkan ketidakpastian risiko pasar dalam industri konstruksi:
1. Perubahan Ekonomi Makro: Fluktuasi dalam ekonomi makro, seperti resesi atau
pertumbuhan ekonomi yang lambat, dapat mengurangi permintaan untuk proyek
konstruksi. Kondisi ekonomi yang buruk dapat mengakibatkan penurunan investasi di sektor
ini.
2. Inflasi: Kenaikan biaya bahan bangunan dan tenaga kerja akibat inflasi dapat mengurangi
margin keuntungan proyek konstruksi. Biaya yang meningkat tanpa disertai peningkatan
harga kontrak dapat menyebabkan kerugian finansial.
3. Suku Bunga: Kenaikan suku bunga dapat meningkatkan biaya pembiayaan proyek konstruksi,
sehingga mengurangi profitabilitas dan mempengaruhi kemampuan perusahaan untuk
mendapatkan pembiayaan.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk VI-1
Page 63
4. Keterlambatan Pembayaran: Keterlambatan dalam pembayaran oleh klien atau kontraktor
utama dapat menyebabkan masalah likuiditas bagi perusahaan konstruksi. Aliran kas yang
tidak stabil dapat menghambat kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban
finansialnya.
5. Manajemen Proyek: Kesalahan dalam manajemen proyek, termasuk estimasi biaya yang
tidak akurat dan penjadwalan yang buruk, dapat menyebabkan pembengkakan biaya dan
penundaan yang merugikan secara finansial.
6.4. Analisis Faktor Lain Yang Berpengaruh
Pendapat kewajaran ini disusun berdasarkan asumsi bahwa transaksi yang akan dilakukan oleh
manajemen Perseroan sesuai dengan Rencana Transaksi.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk VI-2
Page 64
BAB VII
KESIMPULAN PENDAPAT KEWAJARAN ATAS TRANSAKSI
Hasil analisis atas nilai transaksi debt to asset swap adalah nilai transaksi lebih rendah dari Nilai
Pasarnya namun masih dalam kisaran Nilai Pasarnya memberikan kesimpulan bahwa nilai
transaksi adalah wajar.
Hasil analisis atas nilai transaksi share swap saham adalah nilai transaksi lebih tinggi dari Nilai
Pasarnya namun masih dalam kisaran Nilai Pasarnya memberikan kesimpulan bahwa nilai
transaksi adalah wajar.
Hasil analisis atas dampak keuangan dari transaksi yang akan dilakukan terhadap kepentingan
pemegang saham memberikan kesimpulan bahwa dengan dilakukannya transaksi akan
menghemat pajak bunga pinjaman pemegang saham dan meningkatkan likuiditas yang dapat
memberikan nilai tambah bagi Perseroan, dengan demikian sesuai dengan kepentingan
pemegang saham.
Hasil analisis atas pertimbangan bisnis dari manajemen terkait dengan transaksi terhadap
kepentingan pemegang saham adalah WIKA dapat mendukung program akselerasi industri
pariwisata dan perhotelan Indonesia sehingga akan memberikan reputasi positif sebagai BUMN
yang terus berkembang dan memperbaiki rasio solvabilitas WR sebagai entitas anak Perseroan
memberikan kesimpulan bahwa pertimbangan bisnis dari manajemen tersebut sejalan dengan
kepentingan pemegang saham.
Berdasarkan kesimpulan dari hasil analisis tersebut diatas, maka Kami berpendapat bahwa
transaksi adalah wajar.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk VII-1
Page 65
LAMPIRAN Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk VII-1
Page 66
Lampiran 1
PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
Perhitungan Nilai Perolehan, Penyusutan dan Akumulasi Penyusutan Aset Tetap (Rp.Juta) (Tanpa Transaksi)
Umur Tahun Tahun Proyeksi
Uraian
Ekonomis 2023 2024 2025 2026 2027 2028
NILAI PEROLEHAN
Aset Tetap
Hak atas tanah 4.486.233 4.486.233 4.486.233 4.486.233 4.486.233 4.486.233
Lahan tambang 60.330 60.330 60.330 60.330 60.330 60.330
Bangunan 2.644.084 2.644.084 2.644.084 2.644.084 2.644.084 2.644.084
Prasarana 563.451 563.451 563.451 563.451 563.451 563.451
Perlengkapan kantor 402.703 402.703 402.703 402.703 402.703 402.703
Peralatan pabrik dan proyek 4.519.512 4.519.512 4.519.512 4.519.512 4.519.512 4.519.512
Kendaraan 11.994 11.994 11.994 11.994 11.994 11.994
Aset dalam penyelesaian
Aset dalam penyelesaian 132.759 343.181 343.181 343.181 343.181 343.181
Capex 2024 262.285 262.285 262.285 262.285 262.285 262.285
Capex 2025 265.837 265.837 265.837 265.837 265.837
Capex 2026 267.073 267.073 267.073 267.073
Capex 2027 268.124 268.124 268.124
Capex 2028 269.291 269.291
Jumlah Nilai Perolehan 12.821.067 13.293.773 13.559.610 13.826.684 14.094.808 14.364.098
PENYUSUTAN
Aset Tetap
Lahan tambang 60.330 20 3.016 3.016 3.016 3.016 3.016
Bangunan 2.644.084 15 176.272 176.272 176.272 176.272 176.272
Prasarana 563.451 20 28.173 28.173 28.173 28.173 28.173
Perlengkapan kantor 402.703 4 68.109 - - - -
Peralatan pabrik dan proyek 4.519.512 20 225.976 225.976 225.976 225.976 225.976
Kendaraan 11.994 5 1.597 - - - -
Capex 2024 262.285 5 52.457 52.457 52.457 52.457
Capex 2025 265.837 5 53.167 53.167 53.167
Capex 2026 267.073 5 53.415 53.415
Capex 2027 268.124 5 53.625
Capex 2028 269.291 5
Jumlah Penyusutan Aset Tetap 503.143 485.894 539.061 592.476 646.101
AKUMULASI PENYUSUTAN
Aset Tetap
Lahan tambang 12.551 15.567 18.584 21.600 24.617 27.633
Bangunan 967.108 1.143.380 1.319.653 1.495.925 1.672.197 1.848.469
Prasarana 300.675 328.848 357.021 385.193 413.366 441.538
Perlengkapan kantor 334.593 402.703 402.703 402.703 402.703 402.703
Peralatan pabrik dan proyek 3.080.041 3.306.017 3.531.993 3.757.968 3.983.944 4.209.920
Kendaraan 10.398 11.994 11.994 11.994 11.994 11.994
Capex 2024 - 52.457 104.914 157.371 209.828
Capex 2025 - - 53.167 106.335 159.502
Capex 2026 - - - 53.415 106.829
Capex 2027 - - - - 53.625
Capex 2028 - - - - -
Jumlah Akumulasi Penyusutan 4.705.367 5.208.510 5.694.404 6.233.465 6.825.941 7.472.042
NILAI BUKU
Aset Tetap
Hak atas tanah 4.486.233 4.486.233 4.486.233 4.486.233 4.486.233 4.486.233
Lahan tambang 47.779 44.762 41.746 38.729 35.713 32.696
Bangunan 1.676.976 1.500.703 1.324.431 1.148.159 971.887 795.614
Prasarana 262.775 234.603 206.430 178.258 150.085 121.913
Perlengkapan kantor 68.109 - - - - -
Peralatan pabrik dan proyek 1.439.471 1.213.495 987.520 761.544 535.569 309.593
Kendaraan 1.597 - - - - -
Aset dalam penyelesaian
Aset dalam penyelesaian 132.759 343.181 343.181 343.181 343.181 343.181
Capex 2024 - 262.285 209.828 157.371 104.914 52.457
Capex 2025 - - 265.837 212.670 159.502 106.335
Capex 2026 - - - 267.073 213.659 160.244
Capex 2027 - - - - 268.124 214.499
Capex 2028 - - - - - 269.291
Jumlah Nilai Buku 8.115.700 8.085.263 7.865.207 7.593.219 7.268.867 6.892.056
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk VII-1
Page 67
Lampiran 1 (lanjutan)
PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
Perhitungan Nilai Perolehan, Penyusutan dan Akumulasi Penyusutan Aset Tetap (Rp.Juta) (Dengan Transaksi)
Umur Tahun Tahun Proyeksi
Uraian
Ekonomis 2023 2024 2025 2026 2027 2028
NILAI PEROLEHAN
Aset Tetap
Hak atas tanah 2.703.176 2.703.176 2.703.176 2.703.176 2.703.176 2.703.176
Lahan tambang 60.330 60.330 60.330 60.330 60.330 60.330
Bangunan 1.739.737 1.739.737 1.739.737 1.739.737 1.739.737 1.739.737
Prasarana 524.807 524.807 524.807 524.807 524.807 524.807
Perlengkapan kantor 171.446 171.446 171.446 171.446 171.446 171.446
Peralatan pabrik dan proyek 4.188.814 4.188.814 4.188.814 4.188.814 4.188.814 4.188.814
Kendaraan 11.994 11.994 11.994 11.994 11.994 11.994
Aset dalam penyelesaian
Aset dalam penyelesaian 73.684 73.684 73.684 73.684 73.684 73.684
Capex 2024 246.062 246.062 246.062 246.062 246.062 246.062
Capex 2025 246.062 246.062 246.062 246.062 246.062
Capex 2026 246.062 246.062 246.062 246.062
Capex 2027 246.062 246.062 246.062
Capex 2028 246.062 246.062
Jumlah Nilai Perolehan 9.473.988 9.720.051 9.966.113 10.212.175 10.458.237 10.704.300
PENYUSUTAN
Aset Tetap
Lahan tambang 3.016 3.016 3.016 3.016 3.016
Bangunan 159.894 133.755 133.755 133.755 133.755
Prasarana 18.614 27.749 28.173 28.173 28.173
Perlengkapan kantor 68.109 - - - -
Peralatan pabrik dan proyek 244.017 209.865 225.976 225.976 225.976
Kendaraan 1.597 - - - -
Capex 2024 - 49.212 49.212 49.212 49.212
Capex 2025 - - 49.212 49.212 49.212
Capex 2026 - - - 49.212 49.212
Capex 2027 - - - - 49.212
Capex 2028 - - - - -
Jumlah Penyusutan Aset Tetap 495.247 423.597 489.344 538.557 587.769
AKUMULASI PENYUSUTAN
Aset Tetap
Lahan tambang 12.551 15.567 18.584 21.600 24.617 27.633
Bangunan 548.639 708.533 842.288 976.043 1.109.797 1.243.552
Prasarana 272.998 291.612 319.361 347.533 375.706 403.878
Perlengkapan kantor 104.174 172.283 172.283 172.283 172.283 172.283
Peralatan pabrik dan proyek 2.779.517 3.023.533 3.233.398 3.459.374 3.685.349 3.911.325
Kendaraan 10.398 11.994 11.994 11.994 11.994 11.994
Capex 2024 - 49.212 98.425 147.637 196.850
Capex 2025 - - 49.212 98.425 147.637
Capex 2026 - - - 49.212 98.425
Capex 2027 - - - - 49.212
Capex 2028 - - - - -
Jumlah Akumulasi Penyusutan 3.728.276 4.223.523 4.647.121 5.136.465 5.675.022 6.262.791
NILAI BUKU
Aset Tetap
Hak atas tanah 2.703.176 2.703.176 2.703.176 2.703.176 2.703.176 2.703.176
Lahan tambang 47.779 44.762 41.746 38.729 35.713 32.696
Bangunan 1.191.098 1.031.203 897.449 763.694 629.939 496.185
Prasarana 251.809 233.195 205.446 177.274 149.101 120.929
Perlengkapan kantor 67.272 (837) (837) (837) (837) (837)
Peralatan pabrik dan proyek 1.409.298 1.165.281 955.416 729.441 503.465 277.489
Kendaraan 1.597 - - - - -
Aset dalam penyelesaian
Aset dalam penyelesaian 73.684 73.684 73.684 73.684 73.684 73.684
Capex 2024 - 246.062 196.850 147.637 98.425 49.212
Capex 2025 - - 246.062 196.850 147.637 98.425
Capex 2026 - - - 246.062 196.850 147.637
Capex 2027 - - - - 246.062 196.850
Capex 2028 - - - - - 246.062
Jumlah Nilai Buku 5.745.712 5.496.527 5.318.992 5.075.710 4.783.216 4.441.509
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk VII-2
Page 68
Lampiran 1 (lanjutan)
PT HOTEL INDONESIA PROPERTI 12.993 15.686 17.015 17.948 19.209
Perhitungan Nilai Perolehan, Penyusutan dan Akumulasi Penyusutan Aset Tetap (Rp. Juta)
Umur Tahun Tahun Proyeksi
Uraian
Ekonomis 2023 2024 2025 2026 2027 2028
ASET TETAP
Nilai Perolehan
Tanah 1.783.057 1.144.488 1.144.488 1.144.488 1.144.488 1.144.488
Prasarana 38.644 37.660 37.660 37.660 37.660 37.660
Bangunan 904.347 850.352 850.352 850.352 850.352 850.352
Inventaris dan perlengkapan 231.256 218.470 218.470 218.470 218.470 218.470
Mesin, kendaraan dan instalasi 330.698 310.544 310.544 310.544 310.544 310.544
Aset yang akan dijual 726.489 726.489 726.489 726.489 726.489
Aset dalam penyelesaian
Bangunan (renovasi) 59.075 269.496 269.496 269.496 269.496 269.496
Capex 16.223 19.775 21.011 22.062 23.228
Akumulasi Capex 16.223 35.998 57.009 79.071 102.299
Jumlah Nilai Perolehan 3.347.078 3.573.722 3.593.497 3.614.509 3.636.570 3.659.799
Penyusutan
Prasarana 37.660 20 9.982 423 - - -
Bangunan 904.347 20 42.518 42.518 42.518 42.518 42.518
Inventaris dan perlengkapan 231.256 4 837 16.111 - - -
Mesin, kendaraan dan instalasi 330.698 8 10.020 - - - -
Capex - 5 3.245 7.200 11.402 15.814
Jumlah Penyusutan 63.357 62.297 49.717 53.919 58.332
Akumulasi Penyusutan
Prasarana 27.677 37.236 37.660 37.660 37.660 37.660
Bangunan 418.469 434.847 477.365 519.882 562.400 604.918
Inventaris dan perlengkapan 230.419 202.359 218.470 218.470 218.470 218.470
Mesin, kendaraan dan instalasi 300.525 310.544 310.544 310.544 310.544 310.544
Capex - - 3.245 10.444 21.846 37.660
Jumlah Akumulasi Penyusutan 977.091 984.986 1.047.283 1.097.000 1.150.920 1.209.252
Nilai Buku
Tanah 1.783.057 1.144.488 1.144.488 1.144.488 1.144.488 1.144.488
Prasarana 10.966 423 - - - -
Bangunan 485.878 415.505 372.988 330.470 287.952 245.435
Inventaris dan perlengkapan 837 16.111 - - - -
Mesin, kendaraan dan instalasi 30.174 - - - - -
Aset yang akan dijual - 726.489 726.489 726.489 726.489 726.489
Aset dalam penyelesaian
Bangunan (renovasi) 59.075 269.496 269.496 269.496 269.496 269.496
Capex - 16.223 32.753 46.565 57.225 64.639
Jumlah Nilai Buku 2.369.988 2.588.736 2.546.214 2.517.508 2.485.651 2.450.547
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk VII-3
Page 69
Lampiran 2
PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
Perhitungan Pembayaran Utang Jangka Pendek (Rp. Juta)
Tahun
Uraian
2023 2024 2025 2026 2027 2028
Penarikan kredit - - - - -
Jumlah Utang 17.613.134 - - - -
Bunga 8,93% 1.572.853 - - - -
Angsuran Pokok 17.613.134 - - - -
Saldo 17.613.134 - - - - -
Catatan :
Suku bunga berdasarkan suku bunga rata-rata untuk pembiayaan modal kerja dari Bank Pemerintah (sumber :
www.bi.go.id).
PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
Perhitungan Pembayaran Pinjaman Jangka Menengah (Rp. Juta)
Tahun Tahun
Uraian
2023 2024 2025 2026 2027 2028
Penarikan kredit - - - - -
Jumlah Utang 1.780.000 1.424.000 1.068.000 712.000 356.000
Bunga 9,41% 167.498 133.998 100.499 66.999 33.500
Angsuran Pokok 356.000 356.000 356.000 356.000 356.000
Saldo 1.780.000 1.424.000 1.068.000 712.000 356.000 -
Catatan :
Suku bunga berdasarkan suku bunga rata-rata untuk pembiayaan investasi dari Bank Pemerintah (sumber : www.bi.go.id).
PT
PT WIJAYA
WIJAYA KARYA
KARYA(Persero)
(Persero)Tbk
Tbkdan
danEntitas
EntitasAnak
Anak
Perhitungan
Perhitungan Pembayaran
PembayaranPokok
Pokokdan
danBunga
BungaPinjaman
PinjamanJangka Panjang
Jangka (Rp.
Panjang Juta) Transaksi) (Rp. Juta)
(Tanpa
Tahun Tahun
Tahun
Uraian Tahun
Uraian 2023 2024 2025 2026 2027 2028
2023 2024 2025 2026 2027 2028
Penarikan kredit 11.000.000 2.000.000 1.000.000 1.000.000 1.000.000
Penarikan kredit 11.000.000 2.000.000 1.000.000 1.000.000 1.000.000
Jumlah Utang 16.912.559 18.723.225 19.723.225 20.723.225 21.723.225
Jumlah Utang 16.912.559 18.723.225 19.533.890 20.344.556 21.155.221
Bunga 4,00% 236.502 668.929 748.929 788.929 828.929
Bunga 4,00% 236.502 668.929 741.356 773.782 806.209
Angsuran Pokok 189.334 - - - -
Angsuran Pokok 189.334 189.334 189.334 189.334 189.334
Saldo 5.912.559 16.723.225 18.723.225 19.723.225 20.723.225 21.723.225
Saldo 5.912.559 16.723.225 18.533.890 19.344.556 20.155.221 20.965.887
Catatan :
Catatan :
Suku bunga berdasarkan suku bunga restrukturisasi pinjaman WIKA (sumber : www.bi.go.id).
Suku bunga berdasarkan suku bunga restrukturisasi pinjaman WIKA (sumber : www.bi.go.id).
PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
Perhitungan Pembayaran Pokok Bunga Obligasi (Rp. Juta)
Perhitungan Pembayaran Pokok dan Bunga Pinjaman Jangka Panjang (Dengan Transaksi) (Rp. Juta)
Tahun Tahun
Uraian Tahun Tahun
Uraian 2023 2024 2025 2026 2027 2028
2023 2024 2025 2026 2027 2028
Penarikan kredit - - - - -
Penarikan kredit 11.000.000 2.000.000 1.000.000 1.000.000 1.000.000
Jumlah Utang 8.668.943 7.602.943 5.769.193 4.826.693 3.080.563
Jumlah Utang
Bunga
16.515.989
787.559
18.386.792
698.548
19.257.595
542.513
20.128.398
457.405
20.999.201
295.438
Bunga
Angsuran Pokok 4,00% 220.640
1.066.000 655.472
1.833.750 730.304
942.500 765.136
1.746.130 799.968
2.241.500
Angsuran Pokok
Saldo 8.668.943 129.197
7.602.943 129.197
5.769.193 129.197
4.826.693 129.197
3.080.563 129.197
839.063
Saldo :
Catatan 5.515.989 16.386.792 18.257.595 19.128.398 19.999.201 20.870.004
Catatan
Suku : obligasi berdasarkan suku bunga obligasi WIKA
bunga
Suku bunga berdasarkan suku bunga restrukturisasi pinjaman WIKA (sumber : www.bi.go.id).
PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
Perhitungan Pembayaran Pokok Bunga Obligasi (Tanpa Transaksi) (Rp. Juta)
Tahun Tahun
Uraian
2023 2024 2025 2026 2027 2028
Penarikan kredit - - - - -
Jumlah Utang 8.668.943 7.602.943 5.769.193 4.826.693 3.080.563
Bunga 787.559 698.548 542.513 457.405 295.438
Angsuran Pokok 1.066.000 1.833.750 942.500 1.746.130 2.241.500
Saldo 8.668.943 7.602.943 5.769.193 4.826.693 3.080.563 839.063
Catatan :
Suku bunga obligasi berdasarkan suku bunga obligasi WIKA
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk VII-4
Page 70
Lampiran 2 (lanjutan)
PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
Perhitungan Pembayaran Pokok Bunga Obligasi (Dengan Transaksi) (Rp. Juta)
Tahun Tahun
Uraian
2023 2024 2025 2026 2027 2028
Penarikan kredit - - - - -
Jumlah Utang 8.618.943 7.552.943 5.719.193 4.776.693 3.030.563
Bunga 787.559 698.548 542.513 457.405 295.438
Angsuran Pokok 1.066.000 1.833.750 942.500 1.746.130 2.241.500
Saldo 8.618.943 7.552.943 5.719.193 4.776.693 3.030.563 789.063
Catatan :
Suku bunga obligasi berdasarkan suku bunga obligasi WIKA
PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
Perhitungan Pembayaran Pokok Bunga Sukuk Mudharabah(Rp. Juta)
Tahun Tahun
Uraian
2023 2024 2025 2026 2027 2028
Penarikan kredit - - - - -
Jumlah Utang 2.781.815 2.138.015 1.456.790 1.153.690 788.640
Imbal Hasil 288.877 225.141 156.746 124.920 85.962
Angsuran Pokok 643.800 681.225 303.100 365.050 487.100
Saldo 2.781.815 2.138.015 1.456.790 1.153.690 788.640 301.540
Catatan :
Suku bunga berdasarkan tingkat rata-rata imbal hasil sukuk mudharabah WIKA
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk VII-5
Page 71
Lampiran 2 (lanjutan)
PT HOTEL INDONESIA PROPERTI
Perhitungan Pembayaran Bunga dan Angsuran Pokok Utang Bank (Rp. Juta)
Tahun Tahun Proyeksi
Uraian
2023 2024 2025 2026 2027 2028
Penarikan kredit - - - - -
Jumlah utang 396.570 396.570 346.570 296.570 216.570
Bunga 9,41% 37.317 37.317 32.612 27.907 20.379
Angsuran pokok - 50.000 50.000 80.000 100.000
Saldo 396.570 396.570 346.570 296.570 216.570 116.570
Catatan :
Suku bunga berdasarkan suku bunga bank pemerintah untuk pinjaman investasi per Desember 2023 (sumber: bi.go.id)
PT HOTEL INDONESIA PROPERTI
Perhitungan Pembayaran Bunga dan Angsuran Pokok Surat Utang Jangka Menengah (Rp. Juta)
Tahun Tahun Proyeksi
Uraian
2023 2024 2025 2026 2027 2028
Penarikan kredit - - - - -
Jumlah utang 50.000 50.000 50.000 50.000 50.000
Bunga 9,41% 4.705 4.705 4.705 4.705 4.705
Angsuran pokok - - - - 50.000
Saldo 50.000 50.000 50.000 50.000 50.000 -
Catatan :
Suku bunga berdasarkan suku bunga bank pemerintah untuk pinjaman investasi per Desember 2023 (sumber: bi.go.id)
PT HOTEL INDONESIA PROPERTI
Perhitungan Pembayaran Bunga dan Angsuran Pokok Utang Lain-Lain Pihak Berelasi (Rp. Juta)
Tahun Tahun Proyeksi
Uraian
2023 2024 2025 2026 2027 2028
Penarikan kredit - - - - -
Jumlah utang 106.143 106.143 106.143 56.143 6.143
Bunga 9,41% 9.988 9.988 9.988 5.283 578
Angsuran pokok - - 50.000 50.000 6.143
Saldo 106.143 106.143 106.143 56.143 6.143 -
Catatan :
Suku bunga berdasarkan suku bunga bank pemerintah untuk pinjaman investasi per Desember 2023 (sumber: bi.go.id)
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk VII-6
Page 72
Lampiran 3 Asumsi proyeksi keuangan HIPRO adalah sebagai berikut: Jangka Waktu Proyeksi Proyeksi keuangan disajikan mulai dari 1 Januari 2024 – 31 Desember 2048. Laporan Laba (Rugi) ▪ Perhitungan penjualan disajikan pada lampiran 4. ▪ Perhitungan beban pokok pendapatan terdiri dari harga pokok pendapatan, beban pegawai, beban lainnya, beban usaha departemen dan administrasi umum, pemasaran dan promosi publikasi dan POMEC. Perhitungan disajikan pada lampiran 4. ▪ Beban usaha diasumsikan meningkat 3,00% dari tahun sebelumnya. ▪ Perhitungan depresiasi dan amortisasi disajikan pada lampiran 1. ▪ Pendapatan lain-lain diasumsikan nol atau tidak ada. ▪ Beban keuangan disajikan pada lampiran 2. ▪ Perhitungan jasa manajemen disajikan pada lampiran 4. ▪ Tarif pajak diasumsikan sebesar 22,00% dari laba sebelum pajak dengan menerapkan tax loss carry forward. Laporan Posisi Keuangan ▪ Aset lancar − Piutang usaha diasumsikan 7 hari dari pendapatan setiap tahun. − Piutang lain-lain diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023. − Persediaan diasumsikan 7 hari dari beban pokok pendapatan setiap tahun. − Uang muka diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023. − Biaya dibayar dimuka diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023. − Biaya dibayar dimuka diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023. ▪ Aset tidak lancar − Perhitungan aset tetap disajikan pada lampiran 1. − Perhitungan aset hak guna disajikan pada lampiran 1. − Peralatan dan perlengkapan operasi diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023. − Perhitungan aset tak berwujud disajikan pada lampiran 1. − Aset pajak tangguhan diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023. − Aset tidak lancar lain-lain diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023. ▪ Liabilitas jangka pendek − Utang usaha diasumsikan 60 hari dari beban pokok pendapatan setiap tahun. − Utang lain-lain diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023. − Utang pajak diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023. − Beban akrual diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023. − Uang muka dari pelanggan diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023. − Perhitungan utang bank disajikan pada lampiran 3. − Perhitungan surat utang jangka menengah disajikan pada lampiran 3. − Liabilitas hak guna diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023. Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk VII-7
Page 73
Lampiran 3 (lanjutan)
▪ Liabilitas jangka panjang
− Perhitungan utang bank disajikan pada lampiran 3.
− Perhitungan surat utang jangka menengah disajikan pada lampiran 3.
− Liabilitas hak guna diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Utang kontraktor diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Pendapatan diterima dimuka diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Liabilitas imbalan pasca kerja diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Utang lain-lain pihak berelasi diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
▪ Ekuitas
− Modal saham diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Tambahan modal disetor diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Saldo (rugi) laba adalah penjumlahan antara laba (rugi) bersih periode berjalan dengan saldo
(rugi) laba periode sebelumnya.
Hasil Proyeksi Keuangan
Hasil proyeksi keuangan yang telah disesuaikan disajikan pada tabel berikut:
PT HOTEL INDONESIA PROPERTI 1,12% 7.268 8.859 9.413 9.884 10.406
Proyeksi Laba Rugi (Rp. Juta) 16.223 19.775 21.011 22.062 23.228
Tahun Tahun Proyeksi
Uraian
2023 2024 2025 2026 2027 2028
PENDAPATAN 559.010 648.916 791.003 840.450 882.472 929.134
BEBAN POKOK PENDAPATAN (352.117) (416.050) (499.178) (538.930) (555.881) (585.275)
LABA KOTOR 206.893 232.866 291.825 301.519 326.591 343.860
Beban usaha (7.021) (7.232) (7.448) (7.672) (7.902) (8.139)
EBITDA 199.872 225.635 284.377 293.847 318.689 335.721
Depresiasi dan amortisasi (90.078) (34.906) (89.307) (76.727) (80.885) (85.187)
EBIT 109.794 190.729 195.070 217.120 237.804 250.533
Pendapatan (beban) lainnya (10.426) - - - - -
Beban keuangan (42.885) (52.010) (52.010) (47.305) (37.895) (25.662)
Jasa manajemen - (18.170) (22.148) (23.533) (24.709) (26.016)
Pajak final (332) - - - - -
EBT 56.151 120.549 120.912 146.282 175.200 198.855
Pajak (3.935) (26.521) (26.601) (32.182) (38.544) (43.748)
LABA BERSIH (EAT) 52.216 94.028 94.311 114.100 136.656 155.107
Rata-rata
Rasio Profitabilitas
2024-2028
Laba Kotor/Sales 36,53% 37,01% 35,89% 36,89% 35,88% 37,01% 37,01%
EBITDA/Sales 35,59% 35,75% 34,77% 35,95% 34,96% 36,11% 36,13%
EBIT/Sales 26,76% 19,64% 29,39% 24,66% 25,83% 26,95% 26,96%
EBT/Sales 18,50% 10,04% 18,58% 15,29% 17,41% 19,85% 21,40%
EAT/Sales 14,43% 9,34% 14,49% 11,92% 13,58% 15,49% 16,69%
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk VII-8
Page 74
Lampiran 3 (lanjutan)
PT HOTEL INDONESIA PROPERTI
Proyeksi Posisi Keuangan (Rp. Juta)
Tahun Tahun Proyeksi
Uraian
2023 2024 2025 2026 2027 2028
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 113.651 56.807 179.995 254.635 321.769 386.065
Piutang usaha 10.873 12.445 15.170 16.118 16.924 17.819
Piutang lain-lain 190 190 190 190 190 190
Persediaan 6.313 7.979 9.573 10.336 10.661 11.224
Uang muka 1.363 1.363 1.363 1.363 1.363 1.363
Biaya dibayar dimuka 4.111 4.111 4.111 4.111 4.111 4.111
Pajak dibayar dimuka 279 279 279 279 279 279
Jumlah Aset Lancar 136.782 83.175 210.683 287.034 355.298 421.053
ASET TIDAK LANCAR
Aset tetap
Nilai perolehan 3.347.078 3.573.722 3.593.497 3.614.509 3.636.570 3.659.799
Akumulasi penyusutan 977.091 984.986 1.047.283 1.097.000 1.150.920 1.209.252
Nilai buku 2.369.988 2.588.736 2.546.214 2.517.508 2.485.651 2.450.547
Aset hak-guna
Nilai perolehan 268.553 268.553 268.553 268.553 268.553 268.553
Akumulasi penyusutan 92.712 119.567 146.423 173.278 200.133 226.989
Nilai buku 175.840 148.985 122.130 95.275 68.419 41.564
Peralatan dan perlengkapan operasi 25.966 25.966 25.966 25.966 25.966 25.966
Aset tak berwujud
Nilai perolehan 774 774 774 774 774 774
Akumulasi penyusutan 200 355 509 664 774 774
Nilai buku 574 419 265 110 - -
Aset pajak tangguhan 8.892 8.892 8.892 8.892 8.892 8.892
Aset tidak lancar lain-lain 3.022 3.022 3.022 3.022 3.022 3.022
Jumlah Aset Tidak Lancar 2.584.283 2.776.021 2.706.489 2.650.773 2.591.951 2.529.992
JUMLAH ASET 2.721.064 2.859.196 2.917.172 2.937.807 2.947.249 2.951.045
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha 24.288 68.392 82.057 88.591 91.378 96.210
Utang lain-lain 3.916 3.916 3.916 3.916 3.916 3.916
Utang pajak 10.250 10.250 10.250 10.250 10.250 10.250
Beban akrual 91.946 91.946 91.946 91.946 91.946 91.946
Uang muka dari pelanggan 23.576 23.576 23.576 23.576 23.576 23.576
Bagian jangka pendek dari utang jangka panjang:
Utang bank 60.138 50.000 50.000 80.000 100.000 116.570
Surat utang jangka menengah 50.000 - - - 50.000 -
Liabilitas hak guna 11.291 11.291 11.291 11.291 11.291 11.291
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 275.405 259.371 273.036 309.571 382.357 353.759
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang jangka panjang - setelah dikurangi bagian
jangka pendek:
Utang bank 336.433 346.570 296.570 216.570 116.570 -
Surat utang jangka menengah - 50.000 50.000 50.000 - -
Liabilitas hak guna 77.247 77.247 77.247 77.247 77.247 77.247
Utang kontraktor 24.835 24.835 24.835 24.835 24.835 24.835
Pendapatan diterima dimuka 5.016 5.016 5.016 5.016 5.016 5.016
Liabilitas imbalan pasca kerja 26.534 26.534 26.534 26.534 26.534 26.534
Utang lain-lain pihak berelasi 106.143 106.143 106.143 56.143 6.143 -
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 576.209 636.346 586.346 456.346 256.346 133.633
JUMLAH LIABILITAS 851.614 895.717 859.382 765.917 638.703 487.392
EKUITAS
Modal saham 1.972.762 1.972.762 1.972.762 1.972.762 1.972.762 1.972.762
Tambahan modal disetor (98.181) (98.181) (98.181) (98.181) (98.181) (98.181)
Saldo laba (rugi) (5.131) 88.897 183.208 297.309 433.964 589.071
Jumlah Ekuitas 1.869.451 1.963.479 2.057.790 2.171.890 2.308.546 2.463.653
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 2.721.064 2.859.196 2.917.172 2.937.807 2.947.249 2.951.045
Rata-rata
Rasio Likuiditas dan Solvabilitas
2024-2028
Current Ratio 82,78% 49,67% 32,07% 77,16% 92,72% 92,92% 119,02%
Debt to Equity Ratio 34,02% 45,55% 45,62% 41,76% 35,26% 27,67% 19,78%
Debt to Asset Ratio 25,01% 31,30% 31,33% 29,46% 26,07% 21,67% 16,52%
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk VII-9
Page 75
Lampiran 3 (lanjutan)
PT HOTEL INDONESIA PROPERTI
Proyeksi Arus Kas (Rp. Juta)
Tahun Proyeksi
Uraian
2024 2025 2026 2027 2028
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Laba bersih 94.028 94.311 114.100 136.656 155.107
Depresiasi 34.906 89.307 76.727 80.885 85.187
Perubahan Modal Kerja :
(Kenaikan) Penurunan Piutang usaha (1.572) (2.725) (948) (806) (895)
(Kenaikan) Penurunan Piutang lain-lain - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Persediaan (1.666) (1.594) (762) (325) (564)
(Kenaikan) Penurunan Uang muka - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Biaya dibayar dimuka - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Pajak dibayar dimuka - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Aset pajak tangguhan - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Aset tidak lancar lain-lain - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Utang usaha 44.104 13.665 6.535 2.786 4.832
Kenaikan (Penurunan) Utang lain-lain - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Utang pajak - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Beban akrual - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Uang muka dari pelanggan - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Utang kontraktor - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Pendapatan diterima dimuka - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Liabilitas imbalan pasca kerja - - - - -
Perubahan Modal Kerja 40.866 9.346 4.824 1.655 3.373
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) untuk Aktivitas Operasi 169.800 192.963 195.651 219.196 243.667
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
(Kenaikan) Penurunan Aset tetap (226.644) (19.775) (21.011) (22.062) (23.228)
(Kenaikan) Penurunan Aset hak-guna - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Peralatan dan perlengkapan operasi - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Aset tak berwujud - - - - -
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) untuk Aktivitas Investasi (226.644) (19.775) (21.011) (22.062) (23.228)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Kenaikan (Penurunan) Bagian jangka pendek dari utang jangka
panjang:
Utang bank (10.138) - 30.000 20.000 16.570
Surat utang jangka menengah (50.000) - - 50.000 (50.000)
Liabilitas hak guna - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Utang jangka panjang - setelah dikurangi
bagian jangka pendek:
Utang bank 10.138 (50.000) (80.000) (100.000) (116.570)
Surat utang jangka menengah 50.000 - - (50.000) -
Liabilitas hak guna - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Utang lain-lain pihak berelasi - - (50.000) (50.000) (6.143)
Kenaikan (Penurunan) Modal saham - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Tambahan modal disetor - - - - -
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) untuk Aktivitas Pendanaan - (50.000) (100.000) (130.000) (156.143)
Penyesuaian - - - - -
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS & SETARA KAS (56.845) 123.188 74.640 67.134 64.296
KAS & SETARA KAS AWAL TAHUN 113.651 56.807 179.995 254.635 321.769
KAS & SETARA KAS AKHIR TAHUN 56.807 179.995 254.635 321.769 386.065
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk VII-10
Page 76
Lampiran 4
(Rp.000) 1,0000 2,0000 3,0000 4,0000 5,0000
Tahun Proyeksi
Uraian
31-Dec-24 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28
PENDAPATAN 648.916.299 791.003.011 840.449.536 882.472.013 929.134.232
Kamar 412.494.261 499.362.678 530.143.660 556.650.843 586.084.710
Makanan dan Minuman 222.778.581 273.571.972 290.927.197 305.473.557 321.625.995
Lain-Lain 13.643.457 18.068.361 19.378.679 20.347.613 21.423.528
HARGA POKOK PENDAPATAN (69.587.321) (85.083.428) (90.435.465) (94.957.238) (99.978.265)
Makanan dan Minuman (68.236.305) (83.552.269) (88.823.679) (93.264.863) (98.196.402)
Lain-Lain (1.351.015) (1.531.159) (1.611.786) (1.692.376) (1.781.863)
BEBAN PEGAWAI (76.885.287) (93.956.305) (99.863.774) (104.856.963) (110.401.455)
Kamar (28.543.010) (35.631.149) (37.964.927) (39.863.174) (41.971.007)
Makanan dan Minuman (41.873.572) (50.638.598) (53.758.788) (56.446.727) (59.431.445)
Lain-Lain (6.468.705) (7.686.558) (8.140.059) (8.547.062) (8.999.003)
BEBAN LAINNYA (82.563.457) (97.755.193) (103.506.669) (108.682.002) (114.428.749)
Kamar (62.754.250) (73.121.856) (77.272.041) (81.135.643) (85.425.829)
Makanan dan Minuman (18.668.124) (23.219.760) (24.730.027) (25.966.528) (27.339.553)
Lain-Lain (1.141.083) (1.413.577) (1.504.601) (1.579.831) (1.663.367)
BEBAN USAHA DEPARTEMEN ADMINISTRASI DAN UMUM (93.973.095) (109.254.731) (124.954.359) (121.206.702) (127.615.714)
Beban Pegawai (29.967.607) (36.375.266) (38.639.366) (40.571.334) (42.716.613)
Pajak Bumi dan Bangunan (5.760.449) (7.465.588) (7.987.313) (8.386.678) (8.830.138)
Insurance (4.763.969) (5.639.638) (5.971.102) (6.269.657) (6.601.176)
Sewa (29.103.896) (32.207.266) (33.817.630) (35.508.511) (37.386.084)
Kompensasi Dasar per Allowable Room - - (9.519.405) - -
Kompensasi Persentase (9.427.263) (10.452.262) (10.974.875) (11.523.619) (12.132.950)
Beban Lain-Lain (14.949.911) (17.114.710) (18.044.669) (18.946.902) (19.948.752)
PEMASARAN & PROMOSI PUBLIKASI (18.707.191) (22.883.039) (24.324.082) (25.540.286) (26.890.772)
Beban Pegawai (10.217.632) (12.751.554) (13.587.059) (14.266.412) (15.020.773)
Beban Lain-Lain (8.489.559) (10.131.485) (10.737.023) (11.273.874) (11.869.999)
POMEC (74.333.711) (90.245.039) (95.845.893) (100.638.187) (105.959.604)
Beban Pegawai (12.327.859) (15.073.458) (16.025.059) (16.826.311) (17.716.031)
Beban POM (26.993.634) (31.715.212) (33.548.381) (35.225.801) (37.088.425)
Energy Cost (35.012.217) (43.456.370) (46.272.453) (48.586.075) (51.155.147)
GROSS OPERATING PROFIT 232.866.237 291.825.276 301.519.294 326.590.634 343.859.673
Management Fee (18.169.656) (22.148.084) (23.532.587) (24.709.216) (26.015.758)
Reserve for replacement (16.222.907) (19.775.075) (21.011.238) (22.061.800) (23.228.356)
NET OPERATING INCOME 198.473.673 249.902.117 256.975.469 279.819.617 294.615.559
Resale Value Inna Kuta - - - - -
Renovasi Inna Malioboro (210.421.219) - - - -
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk VII-11
Page 77
Lampiran 5
PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
Proyeksi Pendapatan (Rp.Juta)
Tahun Proyeksi
Uraian Satuan
2024 2025 2026 2027 2028
Pertumbuhan pendapatan Infrastruktur dan Gedung (%) 5,00% 3,00% 3,00% 3,00% 3,00%
Pendapatan Infrastruktur dan Gedung Rp.Juta 12.450.877 12.824.403 13.209.135 13.605.410 14.013.572
Pertumbuhan Pendapatan Industri Beton (%) 5,00% 3,00% 3,00% 3,00% 3,00%
Pendapatan Industri Beton Rp.Juta 5.268.189 5.426.234 5.589.021 5.756.692 5.929.393
Pertumbuhan Pendapatan Energi dan Industrial Plant (%) 5,00% 3,00% 3,00% 3,00% 3,00%
Pendapatan Energi dan Industrial Plant Rp.Juta 4.306.660 4.435.860 4.568.936 4.706.004 4.847.184
Pertumbuhan Pendapatan Hotel (%) 5,00% 3,00% 3,00% 3,00% 3,00%
Pendapatan Hotel Rp.Juta 912.659 940.039 968.240 997.287 1.027.206
Pertumbuhan Penjualan Realty dan Properti (%) 5,00% 3,00% 3,00% 3,00% 3,00%
Penjualan Realty dan Properti Rp.Juta 630.430 649.343 668.823 688.888 709.555
Pertumbuhan Pendapatan Investasi (%) 5,00% 3,00% 3,00% 3,00% 3,00%
Pendapatan Investasi Rp.Juta 88.058 90.700 93.421 96.223 99.110
Jumlah Rp.Juta 23.656.874 24.366.580 25.097.577 25.850.504 26.626.020
PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
Perhitungan Beban Pajak Penghasilan Final (Rp.Juta)
Tahun Proyeksi
Uraian Satuan
2024 2025 2026 2027 2028
Tarif Pajak Final Pendapatan Infrastruktur dan Gedung (%) 2,65% 2,65% 2,65% 2,65% 2,65%
Beban Pajak Penghasilan Final Pendapatan Infrastruktur dan Gedung Rp.Juta 329.948 339.847 350.042 360.543 371.360
Tarif Pajak Final Pendapatan Industri Beton (%) 2,65% 2,65% 2,65% 2,65% 2,65%
Beban Pajak Penghasilan Final Pendapatan Industri Beton Rp.Juta 139.607 143.795 148.109 152.552 157.129
Tarif Pajak Final Pendapatan Energi dan Industrial Plant (%) 2,65% 2,65% 2,65% 2,65% 2,65%
Beban Pajak Penghasilan Final Pendapatan Energi dan Industrial Plant Rp.Juta 114.127 117.550 121.077 124.709 128.450
Tarif Pajak Final Penjualan Realty dan Properti (%) 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50%
Beban Pajak Penghasilan Final Penjualan Realty dan Properti Rp.Juta 15.761 16.234 16.721 17.222 17.739
Jumlah Rp.Juta 599.442 617.426 635.949 655.027 674.678
PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
Perhitungan Pajak Bunga Pinjaman Pemegang Saham WIKA - WR (Tanpa Transaksi) (Rp.Juta)
Tahun Tahun
Uraian
2023 2024 2025 2026 2027 2028
Jumlah Piutang 6.017.262 6.017.262 6.017.262 6.017.262 6.017.262
Bunga 8,61% 518.086 518.086 518.086 518.086 518.086
Pajak bunga 15,00% 77.713 77.713 77.713 77.713 77.713
Saldo 6.017.262 6.017.262 6.017.262 6.017.262 6.017.262 6.017.262
Catatan :
Suku bunga berdasarkan perjanjian pinjaman pemegang saham antara WIKA dan WR
PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
Perhitungan Pajak Bunga Pinjaman Pemegang Saham WIKA - WR (Dengan Transaksi) (Rp.Juta)
Tahun Tahun
Uraian
2023 2024 2025 2026 2027 2028
Jumlah Piutang 4.802.512 4.802.512 4.802.512 4.802.512 4.802.512
Bunga 8,61% 413.496 413.496 413.496 413.496 413.496
Pajak bunga 15,00% 62.024 62.024 62.024 62.024 62.024
Saldo 4.802.512 4.802.512 4.802.512 4.802.512 4.802.512 4.802.512
Catatan :
Suku bunga berdasarkan perjanjian pinjaman pemegang saham antara WIKA dan WR
Perhitungan Penghematan Pajak Bunga Pinjaman Pemegang Saham WIKA - WR (Rp.Juta)
Tahun
Uraian Jumlah
2024 2025 2026 2027 2028
Pajak bunga tanpa transaksi (a) 77.713 77.713 77.713 77.713 77.713 388.565
Pajak bunga dengan transaksi (b) 62.024 62.024 62.024 62.024 62.024 310.122
Penghematan pajak bunga (a-b) 15.688 15.688 15.688 15.688 15.688 78.442
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk VII-12
Page 78
SURAT PENGANTAR
Laporan No. 00145/2.0118-00/BS/03/0596/1/V/2024
File No. 044.5/IDR/DO.2/BS/V/2024 Jakarta, 13 Mei 2024
Kepada Yth.
PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk
WIKA Tower II
Jalan D.I. Panjaitan Kav. 9-10
Jakarta Timur 13340
Dengan Hormat,
Perihal: Laporan Penilaian Saham PT Wijaya Karya Realty per 31 Desember 2023
Kantor Jasa Penilai Publik Iskandar dan Rekan (IDR atau Penilai atau Kami) telah memperoleh
izin usaha dari Menteri Keuangan berdasarkan surat keputusannya No. 772/KM.1/2013
tanggal 12 November 2013 dan telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berdasarkan
Surat No. S-774/PM.25/2013 tanggal 27 November 2013 dengan Surat Tanda Terdaftar
Profesi Penunjang Pasar Modal yang telah dilakukan pendaftaran ulang dengan No.
STTD.PPB-43/PJ-1/PM.02/2023 tanggal 6 Juli 2023 sebagai Penilai Properti/Aset dan Bisnis di
Pasar Modal.
Berdasarkan surat proposal/kontrak perjanjian kerja yang telah disepakati antara IDR dengan
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk No. 015.6/IDR/DO.2/Pr-BFO/I/2024 tanggal 22 Januari 2024,
PPJ No. TP.01.03/A.FIN.00004.A/2024 tanggal 1 Maret 2024, dan addendum proposal No.
073.2/IDR/DO.2/ADD-BFO/V/2024 tanggal 2 Mei 2024, IDR telah melaksanakan Penilaian
Saham PT Wijaya Karya Realty per 31 Desember 2023, seperti yang tertuang dalam laporan
ini.
Latar Belakang
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (selanjutnya disebut WIKA atau Pemberi Tugas) adalah
pemegang saham pengendali PT Wijaya Karya Realty (selanjutnya disebut WR atau Objek
Penilaian atau Perusahaan atau Perseroan). WIKA berencana melakukan share swap saham
PT Hotel Indonesia Properti (selanjutnya disebut HIPRO) yang didapatkan atas pelaksanaan
Debt to Asset Swap WIKA dengan WR yang dimiliki oleh PT Hotel Indonesia Natour
(selanjutnya disebut HIN). Oleh sebab itu diperlukan penilaian dari Penilai Independen. WR
merupakan holding company yang memiliki entitas anak yaitu PT Kurnia Realty Jaya
(selanjutnya disebut KRJ) dengan tingkat kepemilikan 56,73% saham yang mempunyai entitas
anak yaitu PT Indo Benhil Karunia Jaya (selanjutnya disebut IBKJ) dengan tingkat kepemilikan
30,00% saham, PT Makassar Coastal City (selanjutnya disebut MCC) dengan tingkat
kepemilikan 99,00% saham, PT Senggigi Pratama Internasional (selanjutnya disebut SPI)
dengan tingkat kepemilikan 99,90% saham, dan PT Hotel Indonesia Properti (selanjutnya
disebut HIPRO) dengan tingkat kepemilikan 99,99% saham serta WR mempunyai entitas
asosiasi yaitu PT Jakarta River City (selanjutnya disebut JRC) dengan tingkat kepemilikan
48,99% saham, PT Wika Realty Minor Development (selanjutnya disebut WRMD) dengan
tingkat kepemilikan 50,00% saham, PT Patra Wijaya Realtindo (selanjutnya disebut PWR)
dengan tingkat kepemilikan 30,00% saham, PT Hotel Karya Indonesia (selanjutnya disebut
HKI) dengan tingkat kepemilikan 25,00% saham, PT Wijaya Karunia Realtindo (selanjutnya
Page 79
disebut WKR) dengan tingkat kepemilikan 50,00% saham dan PT Hotel Indonesia Group
(selanjutnya disebut HIG) dengan tingkat kepemilikan 49,00% saham.
Objek Penilaian
Objek penilaian adalah 16.566.614.132 saham atau 22,574% saham milik HIN pada WR per
31 Desember 2023.
Maksud dan Tujuan Penilaian
Maksud penilaian adalah untuk memberikan penilaian independen atas Nilai Pasar objek
penilaian per 31 Desember 2023 berdasarkan laporan keuangan perusahaan (audited) yang
dinyatakan dalam mata uang sesuai dengan laporan keuangan, untuk tujuan transaksi jual -
beli (transfer of ownership).
Pendekatan dan Metode Penilaian
WR merupakan Operating Holding Company yang memiliki Entitas Anak dan Entitas Asosiasi
yang dapat digambarkan pada diagram sebagai berikut:
WR
56,73% 99,00% 99,90% 99,99% 48,99% 50,00% 30,00% 25,00% 50,00% 49,00%
KRJ MCC SPI HIPRO JRC WRMD PWR HKI WKR HIG
30,00%
IBKJ
Keterangan:
1. WR : PT Wijaya Karya Realty
2. KRJ : PT Kurnia Realty Jaya
3. MCC : PT Makassar Coastal City
4. SPI : PT Senggigi Pratama Internasional
5. HIPRO : PT Hotel Indonesia Properti
6. JRC : PT Jakarta River City
7. WRMD : PT Wika Realty Minor Development
8. PWR : PT Patra Wijaya Realtindo
9. HKI : PT Hotel Karya Indonesia
10. WKR : PT Wijaya Karunia Realtindo
11. HIG : PT Hotel Indonesia Group
12. IBKJ : PT Indo Benhil Karunia Jaya
Merujuk peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) No. 35/POJK.04/2020, dalam penilaian
Holding Company, wajib dilakukan penilaian terhadap seluruh penyertaan atau kepemilikan
pada entitas lain. Pemilihan pendekatan dan metode penilaian yang digunakan serta
alasannya untuk setiap perusahaan yang dinilai adalah sebagai berikut:
No. Nama Perusahaan Pendekatan Metode Alasan
1 PT Wijaya Karya Realty Pendapatan Discounted cash flow Perusahaan telah beroperasi secara
(DCF) komersial dan pendapatannya dimasa
mendatang dapat diperkirakan.
Aset Adjusted Net Asset Perusahaan memiliki/menguasai aset
Method (ANAM) berwujud dalam jumlah yang signifikan
2 PT Kurnia Realty Jaya Aset Adjusted Net Asset Perusahaan belum beroperasi
Method (ANAM) komersial.
Pasar Guideline Publicly Trade Data pasar perusahaan untuk industri
Company Method yang sejenis cukup tersedia.
Penilaian saham PT Wijaya Karya Realty ii
Page 80
3 PT Makassar Coastal City Aset Adjusted Net Asset Perusahaan belum beroperasi
Method (ANAM) komersial.
Pasar Guideline Publicly Trade Data pasar perusahaan untuk industri
Company Method yang sejenis cukup tersedia.
4 PT Senggigi Pratama Pendapatan Discounted cash flow Perusahaan telah beroperasi secara
Internasional (DCF) komersial dan pendapatannya dimasa
mendatang dapat diperkirakan.
Aset Adjusted Net Asset Perusahaan memiliki/menguasai aset
Method (ANAM) berwujud dalam jumlah yang signifikan
5 PT Hotel Indonesia Properti Pendapatan Discounted cash flow Perusahaan telah beroperasi secara
(DCF) komersial dan pendapatannya dimasa
mendatang dapat diperkirakan.
Aset Adjusted Net Asset Perusahaan memiliki/menguasai aset
Method (ANAM) berwujud dalam jumlah yang signifikan
6 PT Jakarta River City Aset Adjusted Net Asset Perusahaan belum beroperasi
Method (ANAM) komersial.
Pasar Guideline Publicly Trade Data pasar perusahaan untuk industri
Company Method yang sejenis cukup tersedia.
7 PT Wika Realty Minor Pendapatan Discounted cash flow Perusahaan telah beroperasi secara
Development (DCF) komersial dan pendapatannya dimasa
mendatang dapat diperkirakan.
Pasar Guideline Publicly Trade Data pasar perusahaan untuk industri
Company Method yang sejenis cukup tersedia.
8 PT Patra Wijaya Realtindo Aset Adjusted Net Asset Perusahaan belum beroperasi
Method (ANAM) komersial.
Pasar Guideline Publicly Trade Data pasar perusahaan untuk industri
Company Method yang sejenis cukup tersedia.
9 PT Hotel Karya Indonesia Aset Adjusted Net Asset Perusahaan belum beroperasi
Method (ANAM) komersial.
Pasar Guideline Publicly Trade Data pasar perusahaan untuk industri
Company Method yang sejenis cukup tersedia.
10 PT Hotel Indonesia Group Pendapatan Discounted cash flow Perusahaan telah beroperasi secara
(DCF) komersial dan pendapatannya dimasa
mendatang dapat diperkirakan.
Pasar Guideline Publicly Trade Data pasar perusahaan untuk industri
Company Method yang sejenis cukup tersedia.
Untuk entitas asosiasi yaitu WKR dan IBKJ, Pemberi Tugas tidak memiliki data yang lengkap
terkait laporan keuangan, daftar aset dan/atau proyeksi keuangan atas entitas tersebut
sehingga diasumsikan nilai buku investasi pada entitas asosiasi tersebut telah mencerminkan
Nilai Pasarnya.
Pendekatan dan metode penilaian diatas adalah yang kami anggap paling sesuai untuk
diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh pihak manajemen Objek
Penilaian dan Pemberi Tugas.
Penilaian saham PT Wijaya Karya Realty iii
Page 81
Selanjutnya nilai-nilai yang diperoleh dari tiap-tiap metode tersebut direkonsiliasi dengan
melakukan pembobotan untuk menghasilkan kesimpulan nilai .
Independensi Penilai
• Dalam mempersiapkan laporan ini kami tidak ada benturan kepentingan dengan
Perseroan maupun pihak yang terafiliasi dengan Perseroan dan transaksi yang akan
dilakukan Perseroan.
• Dalam mempersiapkan laporan ini kami telah bertindak secara independen tanpa adanya
konflik dan tidak terafiliasi dengan Perseroan, maupun pemegang saham Perseroan
ataupun pihak-pihak yang terkait dengan Perseroan tersebut. Kami juga tidak mempunyai
kepentingan ataupun keuntungan pribadi berkaitan dengan penugasan ini. Selanjutnya,
laporan ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau kerugian pada pihak
manapun.
• Tidak ada satupun dari pemilik ataupun pegawai kami yang memiliki kepentingan dalam
bentuk apapun yang dapat menghalangi kami untuk melakukan penilaian secara
independen. Kompensasi dan honorarium kami tidak bergantung kepada kejadian
maupun kesimpulan yang diambil oleh perseroan sebagai akibat dari laporan kami ini.
Kejadian Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Event)
Sejak tanggal penilaian hingga tanggal penerbitan laporan ini tidak terjadi perubahan yang
berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penilaian yang
dapat secara signifikan mempengaruhi hasil penilaian.
Penilaian saham PT Wijaya Karya Realty iv
Page 82
Kesimpulan Nilai
Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami terima dan dengan
mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang mempengaruhi penilaian, maka
menurut pendapat kami Nilai Pasar 16.566.614.132 saham atau 22,574% saham milik HIN
pada WR per 31 Desember 2023 adalah:
Rp 1.130.000.000.000,-
(SATU TRILIUN SERATUS TIGA PULUH MIllAR RUPIAH)
atau untuk setiap saham adalah:
Rp 68,-
(ENAM PULUH DELAPAN RUPIAH)
Demikian kami sampaikan, atas kepercayaan yang diberikan, kami ucapkan terima kasih.
Pemimpin Rekan
Penilai Properti/ Aset dan Bisnis
MAPPI No .: 11-5-03079
RMK-2017.00547
NIPP Menkeu No. P-1.16 .00463
NIPP Menkeu No . 8-1 .21 .00596
STTD OJK No : STTD. PP8-43/ PJ-1/PM 02/ 2023
Penilaian saham PT Wijaya Karya Realty v
Page 83
Page 84
Page 85
Page 86
Page 87
Page 88
Page 89
Page 90
Page 91
Page 92
Page 93
Names mentioned 99 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT WIJAYA KARYA REALTY YANG DIMILIKI
p.1
unresolved
org
PT HOTEL INDONESIA NATOUR OLEH
p.1
unresolved
org
KJPP ISKANDAR DAN REKAN
p.1 ×5
unresolved
org
Kantor Jasa Penilai Publik Iskandar
p.2 ×4
unresolved
org
Menteri Keuangan
p.2 ×4
unresolved
org
Kantor Jasa Penilai Publik Iskandar dan Rekan
p.3 ×3
unresolved
org
Mawar & Rekan
p.3 ×13
unresolved
person
Fathiah Helmi
· Notaris
p.4 ×15
unresolved
person
Sumadi Berdasarkan Akta Notaris Vita Cahyojati
p.5 ×2
unresolved
—
Andie Hermawan
· Komisaris Utama
p.5 ×2
unresolved
—
Edi Muliah
· Komisaris
p.5 ×2
unresolved
—
Endra Saleh Atmawidjaja
· Komisaris
p.5 ×2
unresolved
—
Eko Daniyanto
· Komisaris Independen
p.5 ×2
unresolved
person
Akhmad Yuslizar
· Komisaris Independen
p.5 ×2
unresolved
—
Fery Safaria
· President Director
p.5 ×2
unresolved
—
Yoppi Priatmoko Kuswantoro
· Director
p.5 ×2
unresolved
—
Thory Prabawa
· Director
p.5 ×2
unresolved
—
Adhi Priyanto Putro
· Director
p.5 ×2
unresolved
—
Ronny Wuisan
· Director
p.5 ×2
unresolved
person
Radithe Pramudito
p.7
unresolved
person
Sigit E. Purnomo
p.7
unresolved
org
KJPP Toha
p.13 ×3
unresolved
org
Heru & Rekan
p.13 ×3
unresolved
org
PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero)
p.13 ×4
unresolved
org
PT Hotel Indonesia Natour WIKA
p.21
unresolved
org
PT Wijaya Karya Realty HIPRO
p.21
unresolved
person
Djojo Muljadi
p.23
unresolved
person
Kartini Muljadi
p.23
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik Indonesia
p.23 ×2
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-AH.
p.23
unresolved
—
III-1
p.23
unresolved
person
Akta Notaris Imas Fatimah
p.24 ×2
unresolved
person
Noordjasmani Soeyasa Besar
p.24
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.24
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.24
unresolved
person
Ryan Bayu Chandra
· Notaris
p.24
unresolved
org
Koperasi Karya Mitra Satya
p.25
unresolved
org
Yayasan Wijaya Karya
p.25
unresolved
—
: Puji Haryadi
p.25
unresolved
—
: Edi Mulia
p.25
unresolved
—
: Agus Haryoto Widodo
p.25
unresolved
—
: Rendy Ardiansyah
p.25
unresolved
—
: Prata Kadir
p.25
unresolved
org
PT Natour
p.25 ×2
unresolved
org
Milik Negara
p.25
unresolved
org
PT Hotel Indonesia Internasional (Persero)
p.25
unresolved
person
Lenny Faisyah
p.25
unresolved
—
III-3
p.25
unresolved
—
III-4
p.26
unresolved
org
Pusat Statistik Struktur PDB Indonesia
p.27 ×2
unresolved
org
Pusat Statistik Pertumbuhan Ekonomi Triwulan IV-
p.28 ×2
unresolved
org
Pusat Statistik Pendapat Kewajaran
p.28 ×2
unresolved
org
Pusat Statistik
p.30 ×2
unresolved
org
Kota Nusantara
p.33
unresolved
org
Kementerian Badan Usaha Milik Negara
p.34
unresolved
org
Menteri BUMN No. SK-
p.34 ×2
unresolved
org
Bank Indonesia
p.62 ×4
unresolved
org
PT Kurnia Realty Jaya
p.78 ×3
unresolved
org
PT Indo Benhil Karunia Jaya
p.78
unresolved
org
PT Makassar Coastal City
p.78 ×3
unresolved
org
PT Senggigi Pratama Internasional
p.78 ×2
unresolved
org
PT Jakarta River City
p.78 ×3
unresolved
org
PT Wika Realty Minor Development
p.78 ×2
unresolved
org
PT Patra Wijaya Realtindo
p.78 ×3
unresolved
org
PT Hotel Karya Indonesia
p.78 ×3
unresolved
org
PT Wijaya Karunia Realtindo
p.78 ×2
unresolved
org
PT Indo Benhil Karunia Jaya Merujuk
p.79
unresolved
org
PT Senggigi Pratama
p.80
unresolved
org
PT Wika Realty Minor
p.80
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.364
15434 ms
12 Sep 2026 23:02
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [{'area_sqm': None,
'category': 'OTHER',
'description': '................................................................................................ '
'V-1'}],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'MATERIAL_FACT',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': '................................................................................................ '
'V-1',
'object_truncated': True,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': None,
'value': None}