Skip to content
Back to announcement

20240520_UCID_Informasi Transaksi Afiliasi_31641020_lamp1.pdf

Asset transaction Needs review UCID

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 67

Page 1
Laporan No. 00139/2.0118-00/BS/04/0596/1/V/2024
       File No. 042.1/IDR/DO.2/BFO/V/2024
         LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN
                RENCANA TRANSAKSI
PEMBELIAN KOMPONEN (ATTACHMENT) MESIN MC52
          MILIK UNICHARM CORPORATION
       OLEH PT UNI-CHARM INDONESIA Tbk




         KJPP ISKANDAR DAN REKAN
                   2024
Page 2
        SURAT LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN ATAS RENCANA TRANSAKSI



Laporan No. 00139/2.0118-00/BS/04/0596/1/V/2024
File No. 042.1/IDR/DO.2/BFO/V/2024                                            Jakarta, 10 Mei 2024

Kepada Yth.
Direksi
PT UNI-CHARM INDONESIA Tbk
Sinarmas MSIG Tower 42F
Jalan Jend. Sudirman Kav.21
Karet, Setiabudi
Jakarta Selatan 12920
Dengan hormat,

 Perihal :   Laporan Pendapat Kewajaran Rencana Transaksi Pembelian Komponen
             (Attachment) mesin MC52 milik Unicharm Corporation oleh PT Uni-Charm
             Indonesia Tbk

Kantor Jasa Penilai Publik Iskandar dan Rekan (IDR atau Penilai atau Kami) telah memperoleh izin
usaha dari Menteri Keuangan berdasarkan surat keputusannya No. 772/KM.1/2013 tanggal 12
November 2013 dan telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berdasarkan Surat No. S-
774/PM.25/2013 tanggal 27 November 2013 dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar
Modal yang telah dilakukan pendaftaran ulang dengan No. STTD.PPB-43/PJ-1/PM.02/2023 tanggal 6
Juli 2023 sebagai Penilai Properti/Aset dan Bisnis di Pasar Modal.
Berdasarkan surat proposal/kontrak perjanjian kerja yang telah disepakati antara IDR dengan PT Uni-
Charm Indonesia Tbk No. 008.2/IDR/DO.2/Pr-BFO/I/2024 tanggal 11 Januari 2024, IDR telah
melaksanakan Penilaian untuk Pendapat Kewajaran Rencana Transaksi Pembelian Komponen
(Attachment) mesin MC52 milik Unicharm Corporation oleh PT Uni-Charm Indonesia Tbk seperti yang
tertuang dalam laporan ini.
Latar Belakang
PT Uni-Charm Indonesia Tbk (selanjutnya disebut UCID atau Perseroan atau Perusahaan atau Pemberi
Tugas) merupakan perusahaan terbuka yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). UCID berencana
melakukan pembelian komponen (attachment) mesin MC52 milik Unicharm Corporation (selanjutnya
disebut UNCR). Rencana pembelian komponen (attachment) mesin MC52 milik UNCR oleh UCID
selanjutnya disebut Rencana Transaksi.
Sebagai perusahaan terbuka, Perseroan wajib menaati Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk
melaksanakan transaksi tersebut, terutama Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 dan No.
42/POJK.04/2020. Sehubungan dengan Rencana Transaksi tersebut, Perseroan telah menunjuk serta
menggunakan pendapat dari Kantor Jasa Penilai Publik Iskandar dan Rekan (selanjutnya disebut IDR
atau Penilai atau Kami), selaku Penilai Independen yang memberikan pendapat kewajaran atas
Rencana Transaksi tersebut.
IDR telah memperoleh izin usaha dari Menteri Keuangan berdasarkan surat keputusannya No.
772/KM.1/2013 tanggal 12 November 2013 dan telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
berdasarkan Surat No. S-774/PM.25/2013 tanggal 27 November 2013 dengan Surat Tanda Terdaftar


                                                                                                  i
Page 3
Profesi Penunjang Pasar Modal yang telah dilakukan pendaftaran ulang dengan No. STTD.PPB-43/PJ-
1/PM.02/2023 tanggal 6 Juli 2023 sebagai Penilai Properti/Aset dan Bisnis di Pasar Modal.
Objek Penilaian
Objek penilaian adalah rencana transaksi pembelian komponen (attachment) mesin MC52 milik UNCR
oleh UCID.
Pihak-Pihak Yang Bertransaksi
Pihak-pihak yang bertransaksi adalah UCID selaku pembeli dan UNCR sebagai penjual yang memiliki
komponen (attachment) mesin MC52.
Maksud dan Tujuan Penilaian
Maksud penugasan ini adalah untuk memberikan penilaian independen atas pendapat kewajaran
(Fairness Opinion) atas Rencana Transaksi dengan tujuan pelaksanaan transaksi.
Tanggal Penilaian
Tanggal penilaian 31 Desember 2023 ditetapkan berdasarkan laporan keuangan Perseroan yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP)
Siddharta Widjaja & Rekan dan ditandatangani oleh Akuntan Publik Harry Widjaja yang terdaftar di
OJK.
Asumsi dan Kondisi Pembatas
• Laporan Penilaian ini bersifat non-disclaimer opinion.
• Penilai melakukan penelaahan atas status hukum dokumen-dokumen yang digunakan dalam
   proses penilaian.
• Data dan informasi berasal dari sumber yang dapat dipercaya keakuratannya.
• Proyeksi keuangan yang digunakan adalah proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang
   mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan
   pencapaiannya (fiduciary duty), jika penilaian menggunakan proyeksi keuangan.
• Penilai bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi keuangan.
• Laporan Penilaian ini terbuka untuk publik kecuali informasi yang bersifat rahasia, yang dapat
   mempengaruhi operasional perusahaan.
• Penilai bertanggung jawab atas Laporan Penilaian dan kesimpulan nilai akhir.
• Penilai memperoleh informasi atas status hukum Objek Penilaian dari pemberi tugas.
• Asumsi-asumsi dan Kondisi Pembatas lainnya diungkapkan dalam laporan.

Pendekatan dan Metode
Sesuai dengan ruang lingkup penilaian, pendekatan dan metode yang digunakan adalah:
a. Melakukan analisis transaksi.
b. Melakukan analisis kualitatif atas Rencana Transaksi.
c. Melakukan analisis kuantitatif atas Rencana Transaksi.
d. Melakukan analisis kewajaran nilai transaksi.
e. Melakukan analisis atas faktor lain yang relevan.
Kejadian Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Event)
Sejak tanggal penilaian hingga tanggal penerbitan laporan ini tidak terjadi perubahan yang
berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penilaian yang dapat
secara signifikan mempengaruhi hasil penilaian.



Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Uni-Charm Indonesia Tbk                          ii
Page 4
Pendapat Kewajaran Atas Transaksi
Hasil analisis atas nilai transaksi pembelian komponen (attachment) mesin MC52 milik UNCR oleh UCID
adalah nilai transaksi lebih rendah dari Nilai Pasarnya namun masih dalam kisaran wajar memberikan
kesimpulan bahwa nilai transaksi adalah wajar.

Hasil analisis atas dampak keuangan dari transaksi yang akan dilakukan terhadap kepentingan
pemegang saham memberikan kesimpulan bahwa dengan dilakukannya transaksi akan meningkatkan
pendapatan dan laba yang dapat memberikan nilai tambah bagi Perseroan sejalan dengan kepentingan
pemegang saham.

HasH analisis atas pertimbangan bisnis dari manajemen terkait dengan transaksi terhadap kepentingan
pemegang saham adalah Perseroan dapat memproduksi produk popok yang tipis dengan tingkat
penyerapan tinggi dan memiliki harga juallebih tinggi sehingga dapat meningkatkan pendapatan dan
laba Perseroan sesuai dengan kepentingan pemegang saham.

Berdasarkan kesimpulan dari hasH analisis tersebut diatas, maka kami berpendapat bahwa rencana
transaksi adalah wajar.




Adhitya Anindi"to. S~I.l<om .• S.H .• M.M .• MAPPI (Cert.)
Pemimpin Rekan
Penilai Properti/ Aset dan Bisnis
MAPPI No.: 11-S-03079
RMK-2017.00547
NIPP Menkeu No. P -1.16.00463
NIPP Menkeu No. B -1.21.00596
STTO OJK No: STTO. PPB-43/PJ-1/PM. 02/2023




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Uni-Charm Indonesia Tbk                             iii
Page 5
                                               PERNVATAAN PENILAI


 l.   Bahwa penugasan penilaian Pendapat Kewajaran dilakukan atas Rencana Transaksi.
 2.   Dalam mempersiapkan Laporan Pendapat Kewajaran ini Kami telah bertindak secara independen
      tanpa adanya konflik dan tidak terafiliasi dengan Perseroan, maupun pemegang saham
      Perseroan ataupun pihak-pihak yang terkait dengan Perseroan tersebut. Kami juga tidak
      mempunyai kepentingan ataupun keuntungan pribadi berkaitan dengan penugasan ini.
      Selanjutnya, laporan pendapat kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan
      atau kerugian pada pihak mana pun.
 3.   Bahwa perhitungan dan analisis dalam pemberian pendapat kewajaran telah dilakukan
      dengan benar sebagaimana diungkapkan dalam laporan ini.
 4.   Bahwa penugasan penilaian profesional telah dilaksanakan sesuai dengan peraturan
      perundang-undangan yang berlaku.
 5.   Penilai menaati Kode Etik Penilai Indonesia dan penilaian dilakukan sesuai dengan Standar
      Penilaian Indonesia (KEPI & SPI VII-2018)
 6.   Bahwa penilaian yang dihasilkan dalam penugasan penilaian professional telah disajikan sebagai
      kesimpulan.
 7.   Bahwa lingkup pekerjaan dan data yang dianalisis telah diungkapkan.
 8.   Bahwa kami bertanggung jawab atas laporan pendapat kewajaran.
 9.   Bahwa kesimpulan penilaian telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi pembatas.
 10. Bahwa data ekonomi dan industri dalam laporan ini diperoleh dari berbagai sumber yang diyakini
      penilai dapat dipertanggungjawabkan.

      Penilai Publik,
      Adhitya Anindito, S.I.Kom., S.H., M.M., MAPPI (Cert.)
      MAPPI No.: 11-S-03079
      RMK-2017.00547
      NIPP Menkeu No. P -1.16.00463
      NIPP Menkeu No. B -1.21.00596
      STTO OJK No: STTO. PPB-43/PJ-1/PM. 02/2023


      Reviuer,
      Radithe Pramudito, SE., M.Ec.Dev., MAPPI (Cert.)
      MAPPI No.: 10-S-02670
      RMK-2017.00316


      Penilai,
      Sigit E. Purnomo, SE.
      MAPPI No.: 19-T-09657
      RMK-2020.03575




      Ryan Suradireja
      MAPPI No.: 19-P-09941
      RMK-2021.03692




      Syafika Firdausha, A.Md.Ak.
      MAPPI No.: 21-P-11013
      RMK- 2022.04256




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Uni-Charm Indonesia Tbk                              iv
Page 6
                                                                 DAFTAR ISI

SURAT LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN ATAS RENCANA TRANSAKSI .......................................... i
PERNYATAAN PENILAI ................................................................................................................. iv
DAFTAR ISI ................................................................................................................................... v

BAB I PENDAHULUAN................................................................................................................. I-1
1.1. Latar Belakang ............................................................................................................................ I-1
1.2. Identitas Pemberi Tugas ............................................................................................................. I-1
1.3. Objek Penilaian ........................................................................................................................... I-1
1.4. Maksud dan Tujuan Penilaian..................................................................................................... I-1
1.5. Tanggal Penilaian ........................................................................................................................ I-1
1.6. Ruang Lingkup Penilaian ............................................................................................................. I-2
1.7. Pendekatan dan Metode ............................................................................................................ I-2
1.8. Pihak-Pihak Yang Bertransaksi .................................................................................................... I-2
1.9. Pernyataan Independensi dan Tidak Adanya Benturan Kepentingan ........................................ I-2
1.10. Uraian Mengenai Penilai Usaha Dan/Atau Penilai Properti Serta Hasil Penilaian Oleh ................
      Penilai Usaha Dan/Atau Penilai Properti Yang Menjadi Dasar Dalam Pemberian ........................
      Pendapat Kewajaran Atas Rencana Transaksi ............................................................................ I-3
1.11. Sumber Data ............................................................................................................................... I-3
1.12. Informasi Mengenai Identitas Dan Jabatan Pihak-Pihak Yang Telah Diwawancarai .....................
      Dan Hubungannya Dengan Objek Penilaian ............................................................................... I-4
1.13. Asumsi dan Kondisi Pembatas .................................................................................................... I-4
1.14. Kejadian Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Event) ............................................................ I-6
1.15. Definisi dan Istilah ...................................................................................................................... I-6

BAB II ANALISIS TRANSAKSI ....................................................................................................... II-1
2.1. Analisis Pengaruh Transaksi Terhadap Keuangan Perseroan .................................................... II-1
2.2. Analisis likuiditas Dari Transaksi ................................................................................................ II-1
2.3. Nilai Transaksi ............................................................................................................................ II-1
2.4. Materialitas Nilai Transaksi........................................................................................................ II-1
2.5. Hubungan Antara Pihak-Pihak Yang Bertransaksi ..................................................................... II-2
2.6. Analisis Perjanjian Dan Persyaratan Yang Telah Disepakati ...................................................... II-3
2.7. Analisis Manfaat Dan Risiko Dari Transaksi ............................................................................... II-3

BAB III ANALISIS KUALITATIF .................................................................................................... III-1
3.1. Riwayat Singkat Perusahaan Dan Kegiatan Usaha ................................................................... III-1
3.2. Analisis Industri dan Lingkungan .............................................................................................. III-3
3.3. Alasan Dilakukannya Transaksi ................................................................................................. III-9
3.4. Keuntungan Dan Kerugian Yang Bersifat Kualitatif Atas Transaksi Yang Akan Dilakukan ........ III-9

BAB IV ANALISIS KUANTITATIF ................................................................................................. IV-1
4.1. Penilaian Atas Potensi Pendapatan, Aset, Kewajiban dan Kondisi Keuangan ......................... IV-1
4.2. Analisis Inkremental .............................................................................................................. IV-21

BAB V ANALISIS KEWAJARAN NILAI TRANSAKSI ......................................................................... V-1
5.1. Hasil Penilaian Objek Transaksi ................................................................................................ V-1
5.2. Nilai Transaksi ........................................................................................................................... V-1
5.3. Analisis Kewajaran Nilai Transaksi ............................................................................................ V-1
5.4. Analisis Bahwa Nilai Transaksi Memberikan Nilai Tambah dari Transaksi Yang Dilakukan ..... V-1




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Uni-Charm Indonesia Tbk                                                                                v
Page 7
BAB VI ANALISIS ATAS FAKTOR LAIN YANG RELEVAN ................................................................ VI-1
6.1. Analisis Ketidakpastian Rencana Pembiayaan Dalam Rencana Transaksi ............................... VI-1
6.2. Analisis Ketidakpastian Nilai Tukar Mata Uang ....................................................................... VI-1
6.3. Analisis Ketidakpastian Risiko Pasar ........................................................................................ VI-1
6.4. Analisis Faktor Lain Yang Berpengaruh.................................................................................... VI-1

BAB VII KESIMPULAN PENDAPAT KEWAJARAN ATAS TRANSAKSI ............................................. VII-1

LAMPIRAN




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Uni-Charm Indonesia Tbk                                                                vi
Page 8
                                                        BAB I
                                                    PENDAHULUAN


1.1.   Latar Belakang
       PT Uni-Charm Indonesia Tbk (selanjutnya disebut UCID atau Perseroan atau Perusahaan atau
       Pemberi Tugas) merupakan perusahaan terbuka yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI).
       UCID berencana melakukan pembelian komponen (attachment) mesin MC52 milik Unicharm
       Corporation (selanjutnya disebut UNCR). Rencana pembelian komponen (attachment) mesin
       MC52 milik UNCR oleh UCID selanjutnya disebut Rencana Transaksi.
        Sebagai perusahaan terbuka, Perseroan wajib menaati Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
        untuk melaksanakan transaksi tersebut, terutama Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 dan No.
        42/POJK.04/2020. Sehubungan dengan Rencana Transaksi tersebut, Perseroan telah menunjuk
        serta menggunakan pendapat dari Kantor Jasa Penilai Publik Iskandar dan Rekan (selanjutnya
        disebut IDR atau Penilai atau Kami), selaku Penilai Independen yang memberikan pendapat
        kewajaran atas Rencana Transaksi tersebut.
        IDR telah memperoleh izin usaha dari Menteri Keuangan berdasarkan surat keputusannya No.
        772/KM.1/2013 tanggal 12 November 2013 dan telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
        berdasarkan Surat No. S-774/PM.25/2013 tanggal 27 November 2013 dengan Surat Tanda
        Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal yang telah dilakukan pendaftaran ulang dengan No.
        STTD.PPB-43/PJ-1/PM.02/2023 tanggal 6 Juli 2023 sebagai Penilai Properti/Aset dan Bisnis di
        Pasar Modal.

1.2.   Identitas Pemberi Tugas
       Nama Pemberi Tugas : PT Uni-Charm Indonesia Tbk
       Bidang Usaha         : Bergerak dalam bidang industri pembalut kesehatan, termasuk
                              memproduksi dan memasarkan pembalut kesehatan, pembalut wanita,
                              pelapis celana, popok bayi dan perawatan hewan peliharaan.
       Alamat Kantor        : Sinarmas MSIG Tower 42F Jalan Jend. Sudirman Kav.21 Karet, Setiabudi
                              Jakarta Selatan 12920
       No. Telepon/Fax      : +62 21 2918 9191
       Email                : corporate-secretary@unicharm.co.id
       Website              : www.unicharm.co.id

1.3.   Objek Penilaian
       Objek penilaian adalah rencana transaksi pembelian komponen (attachment) mesin MC52 milik
       UNCR oleh UCID.

1.4.   Maksud dan Tujuan Penilaian
       Maksud penugasan ini adalah untuk memberikan penilaian independen atas pendapat
       kewajaran (Fairness Opinion) atas Rencana Transaksi dengan tujuan pelaksanaan transaksi.

1.5.   Tanggal Penilaian
       Tanggal penilaian 31 Desember 2023 ditetapkan berdasarkan laporan keuangan Perseroan yang
       berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP)
       Siddharta Widjaja & Rekan dan ditandatangani oleh Akuntan Publik Harry Widjaja yang terdaftar
       di OJK.


Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Uni-Charm Indonesia Tbk                             I-1
Page 9
1.6.   Ruang Lingkup Penilaian
       Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) merupakan suatu pernyataan yang diberikan oleh
       Penilai Usaha untuk menyatakan bahwa suatu transaksi yang akan dilakukan adalah wajar atau
       tidak wajar. Ruang lingkup penilaian, antara lain:
        a. Identifikasi masalah (identifikasi asumsi dan kondisi pembatas, tujuan dan objek penilaian,
           definisi penilaian dan tanggal penilaian),
        b. Pengumpulan data,
        c. Analisis data,
        d. Estimasi nilai sesuai dengan dasar nilai dan premis nilai yang digunakan dengan
           menggunakan pendekatan penilaian,
        e. Penulisan laporan.
       Sesuai dengan peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian
       dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, pemberian pendapat kewajaran setelah
       dilakukan analisis atas:
        a. Nilai dari objek yang ditransaksikan.
        b. Dampak keuangan dari transaksi yang akan dilakukan terhadap kepentingan pemegang
           saham.
        c. Pertimbangan bisnis yang digunakan oleh manajemen perusahaan terkait dengan Rencana
           Transaksi yang akan dilakukan terhadap kepentingan pemegang saham.
       Sifat Rencana Transaksi terkait dengan ada atau tidak adanya hubungan antara pihak-pihak yang
       bertransaksi diatur sesuai dengan Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi
       dan Benturan Kepentingan dan nilai materialitas Rencana Transaksi diatur sesuai dengan
       Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha.
       Sehubungan dengan peraturan-peraturan tersebut berkaitan dengan penunjukkan IDR untuk
       memberikan pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi, maka ruang lingkup pendapat
       kewajaran berdasarkan pada analisis atas kewajaran dari Rencana Transaksi tersebut.

1.7.   Pendekatan dan Metode
       Sesuai dengan ruang lingkup penilaian, pendekatan dan metode yang digunakan adalah:
       a. Melakukan analisis transaksi.
       b. Melakukan analisis kualitatif atas Rencana Transaksi.
       c. Melakukan analisis kuantitatif atas Rencana Transaksi.
       d. Melakukan analisis kewajaran nilai transaksi.
       e. Melakukan analisis atas faktor lain yang relevan.

1.8.   Pihak-Pihak Yang Bertransaksi
       Pihak-pihak yang bertransaksi adalah UCID selaku pembeli dan UNCR sebagai penjual yang
       memiliki komponen (attachment) mesin MC52.

1.9.   Pernyataan Independensi dan Tidak Adanya Benturan Kepentingan
        1. Dalam mempersiapkan Laporan Pendapat Kewajaran ini kami tidak ada benturan
           kepentingan dengan Perseroan maupun pihak yang terafiliasi dengan Perseroan dan
           transaksi yang akan dilakukan Perseroan.



Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Uni-Charm Indonesia Tbk                               I-2
Page 10
         2. Dalam mempersiapkan Laporan Pendapat Kewajaran ini kami telah bertindak secara
            independen tanpa adanya konflik dan tidak terafiliasi dengan Perseroan, maupun
            pemegang saham Perseroan ataupun pihak-pihak yang terkait dengan Perseroan tersebut.
            Kami juga tidak mempunyai kepentingan ataupun keuntungan pribadi berkaitan dengan
            penugasan ini. Selanjutnya, laporan pendapat kewajaran ini tidak dilakukan untuk
            memberikan keuntungan atau kerugian pada pihak manapun.
         3. Tidak ada satupun dari pemilik ataupun pegawai kami yang memiliki kepentingan dalam
            bentuk apapun yang dapat menghalangi kami untuk melakukan penilaian secara
            independen terhadap pendapat kewajaran ini. Kompensasi dan honorarium kami tidak
            bergantung kepada kejadian maupun kesimpulan yang diambil oleh Perseroan sebagai
            akibat dari laporan kami ini.

1.10. Uraian Mengenai Penilai Usaha Dan/Atau Penilai Properti Serta Hasil Penilaian Oleh Penilai
      Usaha Dan/Atau Penilai Properti Yang Menjadi Dasar Dalam Pemberian Pendapat Kewajaran
      Atas Rencana Transaksi
      Dalam pendapat kewajaran ini kami menggunakan hasil penilaian dari Penilai Properti yang
      telah melakukan penilaian terhadap objek transaksi.
       Berdasarkan Laporan Penilaian Properti No. 00133/2.0118-00/PP/04/0463/1/V/2024 tanggal 2
       Mei 2024 yang diterbitkan oleh KJPP Iskandar dan Rekan, menyatakan bahwa Nilai Pasar
       Komponen (Attachment) Mesin Manufaktur Popok MC 52 per 31 Desember 2023 adalah
       sejumlah Rp 28.291.000.000,- (Dua Puluh Delapan Miliar Dua Ratus Sembilan Puluh Satu Juta
       Rupiah).

1.11. Sumber Data
      Dalam menyusun Pendapat Kewajaran ini, kami telah menelaah, mempertimbangkan,
      mengacu, atau melaksanakan prosedur atas data dan informasi, antara lain sebagai berikut:
      a) Copy legalitas dan perizinan UCID.
      b) Copy legalitas dan perizinan UNCR.
      c) Laporan keuangan UCID untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 yang
         telah diaudit oleh KAP Siddharta Widjaja & Rekan dan telah ditandatangani oleh Harry
         Widjaja dengan opini wajar, dalam semua hal yang material.
      d) Laporan keuangan UCID untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 yang
         telah diaudit oleh KAP Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan dan telah ditandatangani oleh
         Andry Danil Atmadja dengan opini wajar, dalam semua hal yang material.
      e) Laporan keuangan UCID untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 yang
         telah diaudit oleh KAP Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan dan telah ditandatangani oleh
         Ade Setiawan Elimin dengan opini wajar, dalam semua hal yang material.
      f) Laporan keuangan UCID untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 yang
         telah diaudit oleh KAP Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan dan telah ditandatangani oleh
         Ade Setiawan Elimin dengan opini wajar, dalam semua hal yang material.
      g) Laporan keuangan UCID untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 yang
         telah diaudit oleh KAP Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan dan telah ditandatangani oleh
         Nita Skolastika Ruslim dengan opini wajar, dalam semua hal yang material.
      h) Laporan keuangan proforma UCID per 31 Desember 2023 sebelum dan setelah transaksi dari
         manajemen Perseroan.


Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Uni-Charm Indonesia Tbk                            I-3
Page 11
        i) Draft Individual Contract of Master Sales Agreement for Machinery (Machine 52) antara
           UCID dan UNCR.
        j) Proyeksi keuangan dari manajemen Perseroan.
        k) Laporan Penilaian Properti Komponen (Attachment) Mesin Manufaktur Popok MC 52 per 31
           Desember 2023 No. 00133/2.0118-00/PP/04/0463/1/V/2024 tanggal 2 Mei 2024.
        l) Hasil wawancara dengan pihak manajemen Perseroan mengenai alasan, latar belakang, dan
           hal-hal lain yang terkait dengan Transaksi.

1.12. Informasi Mengenai Identitas Dan Jabatan Pihak-Pihak Yang Telah Diwawancarai Dan
      Hubungannya Dengan Objek Penilaian
      Kami telah melakukan diskusi dan wawancara dengan manajemen Perseroan pada tanggal 1
      Februari 2024 – 30 April 2024. Identitas yang kami wawancarai adalah Bapak Johan Silaen
      sebagai representatif UCID.

1.13. Asumsi dan Kondisi Pembatas
       a) Laporan Penilaian ini bersifat non-disclaimer opinion.
       b) Penilai melakukan penelaahan atas status hukum dokumen-dokumen yang digunakan
          dalam proses penilaian.
       c) Data dan informasi berasal dari sumber yang dapat dipercaya keakuratannya.
       d) Proyeksi keuangan yang digunakan adalah proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang
          mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan
          kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty), jika penilaian menggunakan proyeksi
          keuangan.
       e) Penilai bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi keuangan.
       f) Laporan Penilaian ini terbuka untuk publik kecuali informasi yang bersifat rahasia, yang
          dapat mempengaruhi operasional perusahaan.
       g) Penilai bertanggung jawab atas Laporan Penilaian dan kesimpulan nilai akhir.
       h) Penilai memperoleh informasi atas status hukum Objek Penilaian dari pemberi tugas.
       i) IDR mengasumsikan bahwa dari tanggal penerbitan pendapat ini sampai dengan terjadinya
          Transaksi tidak terjadi perubahan apapun yang berpengaruh secara material terhadap
          Transaksi.
       j) Pendapat ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan bahwa penggunaan sebagian dari
          analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan informasi dan analisis dapat
          menyebabkan pandangan yang menyesatkan atas proses yang mendasari pendapat
          tersebut. Penyusunan pendapat ini merupakan suatu proses yang rumit dan mungkin tidak
          dapat dilakukan melalui analisis yang tidak lengkap.
       k) Pendapat Kewajaran tersebut disusun dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan
          perekonomian, kondisi umum bisnis dan keuangan, serta peraturan pemerintah pada
          tanggal Pendapat ini dikeluarkan. Penilaian Kewajaran ini hanya dilakukan terhadap
          Transaksi seperti yang diuraikan diatas.
       l) IDR tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi pendapatnya
          karena peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini.
       m) Pendapat Kewajaran ini disusun berdasarkan prinsip integritas informasi dan data. Dalam
          menyusun Pendapat Kewajaran ini, IDR melandaskan dan berdasarkan pada informasi dan
          data sebagaimana diberikan manajemen Perseroan yang mana berdasarkan hakekat



Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Uni-Charm Indonesia Tbk                           I-4
Page 12
           kewajaran adalah benar, lengkap, dapat diandalkan, serta tidak menyesatkan. IDR tidak
           melakukan audit ataupun uji kepatuhan secara mendetail atas penjelasan maupun data-
           data yang diberikan oleh manajemen Perseroan, baik lisan maupun tulisan, dan dengan
           demikian IDR tidak dapat memberikan jaminan atau bertanggung-jawab terhadap
           kebenaran dan kelengkapan dari informasi atau penjelasan tersebut.
        n) Sebagai dasar bagi IDR untuk melakukan analisis dalam mempersiapkan Pendapat
           Kewajaran atas Transaksi, IDR menggunakan data-data sebagaimana tercantum pada
           Sumber Data pada laporan pendapat kewajaran sebagai bahan pertimbangan.
        o) Segala perubahan terhadap data-data tersebut di atas dapat mempengaruhi hasil penilaian
           IDR secara material. Oleh karena itu, IDR tidak dapat menerima tanggung jawab atas
           kemungkinan terjadinya perbedaan kesimpulan yang disebabkan perubahan data
           tersebut.
        p) Pendapat Kewajaran ini disusun hanya dengan mempertimbangkan sudut pandang
           pemegang saham Perseroan dan tidak mempertimbangkan sudut pandang stakeholders
           lain serta aspek-aspek lainnya.
        q) IDR menganggap bahwa sejak tanggal penerbitan Laporan Pendapat Kewajaran ini sampai
           dengan tanggal terjadinya Transaksi tidak terjadi perubahan yang sangat berpengaruh
           secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam Laporan Pendapat
           Kewajaran.
        r) Dengan ini IDR menyatakan bahwa penugasan IDR tidak termasuk menganalisis transaksi-
           transaksi di luar Transaksi yang mungkin tersedia bagi Perseroan serta pengaruh dari
           transaksi-transaksi tersebut terhadap Transaksi.
        s) IDR tidak melakukan penelitian atas keabsahan Transaksi dari segi hukum dan implikasi
           aspek perpajakan dari Transaksi tersebut.
        t) Mengingat bahwa adanya kemungkinan terjadinya perbedaan waktu dari tanggal laporan
           ini dengan pelaksanaan Transaksi, maka kesimpulan di atas berlaku bila tidak ada
           perubahan yang memiliki dampak yang signifikan terhadap nilai dari Transaksi. Perubahan
           tersebut termasuk perubahan baik secara internal pada masing-masing perusahaan
           maupun secara eksternal meliputi: kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis
           dan keuangan, serta peraturan pemerintah Indonesia setelah tanggal laporan ini
           dikeluarkan. Bilamana setelah tanggal laporan ini dikeluarkan terjadi perubahan tersebut
           di atas, maka pendapat kewajaran atas Transaksi ini mungkin berbeda.
        u) Pendapat Kewajaran ini hanya dapat digunakan sehubungan dengan Transaksi dan tidak
           dapat dipergunakan untuk kepentingan lain maupun pihak lain.
        v) Pendapat Kewajaran ini juga tidak dimaksudkan untuk memberikan rekomendasi untuk
           menyetujui atau tidak menyetujui Transaksi atau mengambil tindakan tertentu atas
           Transaksi tersebut.
        w) IDR juga berpegang kepada surat pernyataan manajemen Perseroan (management
           representation letter) atas penugasan IDR untuk mempersiapkan Laporan Pendapat
           Kewajaran, bahwa perseroan telah menyampaikan seluruh informasi penting dan relevan
           berkenaan dengan Transaksi dan sepanjang pengetahuan manajemen Perseroan tidak ada
           faktor material yang belum diungkapkan dan dapat menyesatkan.
        x) Data dan informasi yang diterima Penilai dari Pemberi Tugas diasumsikan benar dan dapat
           dipertanggungjawabkan, antara lain termasuk penunjukan letak lokasi tempat, spesifikasi
           jenis dan jumlah asset objek penilaian dan apabila data dan informasi tersebut tidak benar


Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Uni-Charm Indonesia Tbk                              I-5
Page 13
            maka Pemberi Tugas membebaskan Penilai dari tanggung jawab atas hasil penilaian yang
            tidak tepat dikarenakan kesalahan tersebut.
        y) Informasi yang telah diberikan pihak lain kepada Penilai seperti yang telah disebutkan
            dalam laporan penilaian dianggap layak dan dipercaya, tetapi Penilai tidak
            bertanggungjawab jika ternyata informasi yang diberikan itu terbukti tidak sesuai dengan
            hal yang sesungguhnya. Tanggung jawab untuk memeriksa kembali kebenaran informasi
            tersebut sepenuhnya menjadi tanggung jawab Pemberi Tugas.
        z) Adalah bukan tugas Penilai untuk melakukan uji tuntas (due diligence) dari aspek hukum
            atas catatan publik serta catatan kepemilikan.
        aa) Asumsi-asumsi dan Kondisi Pembatas dari laporan penilaian yang dibuat terpisah sebagai
            satu kesatuan dari laporan ini akan dituangkan didalam laporan penilaian yang dibuat
            terpisah tersebut.
        bb) Laporan ini tidak sah jika tidak dibubuhi tanda tangan asli/basah Pemimpin Rekan/Rekan
            dan stempel/seal perusahaan KJPP Iskandar dan Rekan serta tidak dapat
            dipertanggungjawabkan bilamana Pemberi Tugas tidak melunasi imbalan jasa atas
            pekerjaan penilaian ini.
        cc) Asumsi-asumsi dan kondisi pembatas ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan
            (integral) dari laporan ini.

1.14. Kejadian Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Event)
      Sejak tanggal penilaian hingga tanggal penerbitan laporan ini tidak terjadi perubahan yang
      berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penilaian yang
      dapat secara signifikan mempengaruhi hasil penilaian.

1.15. Definisi dan Istilah
      Penilaian Bisnis adalah proses pekerjaan untuk memberikan opini tertulis atas objek Penilaian
      Bisnis sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan mengenai Penilai yang
      melakukan kegiatan di pasar modal (Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 pasal 1 angka 5).
       Asumsi adalah sesuatu yang dianggap akan terjadi termasuk fakta, syarat, atau keadaan yang
       mungkin dapat mempengaruhi objek Penilaian atau pendekatan penilaian dan kewajarannya
       telah dianalisis oleh Penilai Bisnis sebagai bagian dari proses Penilaian (Peraturan OJK No.
       35/POJK.04/2020 pasal 1 angka 15).
       Pendapat Kewajaran adalah suatu pernyataan yang diberikan oleh Penilai Bisnis untuk
       menyatakan bahwa suatu transaksi yang akan dilakukan adalah wajar atau tidak wajar
       (Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 pasal 1 angka 38).
       Nilai Pasar adalah estimasi sejumlah uang yang dapat diperoleh dari hasil penukaran suatu aset
       atau liabilitas pada Tanggal Penilaian, antara pembeli yang berminat membeli dengan penjual
       yang berminat menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan
       secara layak, di mana kedua Pihak masing–masing bertindak atas dasar pemahaman yang
       dimilikinya, kehati-hatian, dan tanpa paksaan (Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 pasal 1
       angka 14).




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Uni-Charm Indonesia Tbk                              I-6
Page 14
       Nilai Pasar didefinisikan sebagai estimasi sejumlah uang yang dapat diperoleh atau dibayar
       untuk penukaran suatu aset atau liabilitas pada tanggal penilaian, antara pembeli yang berminat
       membeli dengan penjual yang berminat menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang
       pemasarannya dilakukan secara layak, dimana kedua pihak masing-masing bertindak atas dasar
       pemahaman yang dimilikinya, kehati-hatian dan tanpa paksaan (SPI 101 Edisi VII-2018 angka
       3.1).




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Uni-Charm Indonesia Tbk                               I-7
Page 15
                                                      BAB II
                                                ANALISIS TRANSAKSI
2.1. Analisis Pengaruh Transaksi Terhadap Keuangan Perseroan
     Dengan transaksi pembelian komponen (attachment) mesin MC52 milik UNCR oleh UCID
     berdasarkan proforma posisi keuangan likuiditas dan solvabilitas Perseroan mengalami
     peningkatan Berdasarkan proyeksi posisi keuangan likuiditas dan solvabilitas Perseroan
     mengalami peningkatan.

2.2. Analisis likuiditas Dari Transaksi
     Berdasarkan analisis proforma dan proyeksi posisi keuangan dengan dilakukannya transaksi
     likuiditas Perseroan mengalami peningkatan.

2.3. Nilai Transaksi
     Berdasarkan Draft Individual Contract of Master Sales Agreement for Machinery (Machine 52)
     harga pembelian komponen (attachment) mesin MC52 milik UNCR oleh UCID sebesar Rp
     28.154.457.543,-. Dengan demikian nilai transaksi sebesar Rp 28.154.457.543,-.

2.4. Materialitas Nilai Transaksi
     Berdasarkan Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan
     Kegiatan Usaha, suatu transaksi dikategorikan sebagai Transaksi Material apabila nilai transaksi
     sama dengan 20% (dua puluh persen) atau lebih dari ekuitas Perusahaan Terbuka.
       Dalam hal perusahaan terbuka memiliki ekuitas negatif transaksi dikategorikan sebagai
       Transaksi Material apabila nilai transaksi sama dengan 10% atau lebih dari total aset Perusahaan
       Terbuka.
       Perusahaan Terbuka yang akan melakukan Transaksi Material wajib terlebih dahulu
       memperoleh persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dalam hal:
       1. Transaksi Material lebih dari 50% terhadap ekuitas atau aset atau laba bersih atau
          pendapatan usaha Perseroan.
       2. Transaksi Material lebih dari 25% terhadap aset Perseroan apabila ekuitas Perseroan
          negatif.
       3. Laporan Penilai menyatakan bahwa Transaksi Material yang akan dilakukan tidak wajar.
       Berdasarkan Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan
       Kegiatan Usaha, transaksi berupa perolehan dan pelepasan atas perusahaan atau segmen
       operasi dikategorikan sebagai Transaksi Material dalam hal:
       a. Nilai transaksi sama dengan 20% atau lebih dari ekuitas Perusahaan Terbuka;
       b. Total aset yang menjadi objek transaksi dibagi total aset Perusahaan Terbuka nilainya sama
          dengan atau lebih dari 20%;
       c. Laba bersih objek transaksi dibagi dengan laba bersih Perusahaan Terbuka nilainya sama
          dengan atau lebih dari 20%; atau
       d. Pendapatan usaha objek transaksi dibagi dengan pendapatan usaha Perusahaan Terbuka
          nilainya sama dengan atau lebih dari 20%.
       Nilai transaksi sebesar Rp 28.154.457.543,- dan ekuitas Perseroan berdasarkan laporan
       keuangan yang telah diaudit KAP Siddharta Widjaja & Rekan per 31 Desember 2023 adalah



Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Uni-Charm Indonesia Tbk                               II-1
Page 16
       sebesar Rp 5.563.650.000.000,-, dengan demikian materialitas nilai transaksi 0,51% dari ekuitas
       Perseroan.
       Dari uraian tersebut diatas, Rencana Transaksi tidak termasuk transaksi material dan tidak
       memerlukan persetujuan RUPS sesuai dengan Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tentang
       Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha.

2.5. Hubungan Antara Pihak-Pihak Yang Bertransaksi
     Pihak-pihak yang bertransaksi adalah UCID selaku pembeli dan UNCR sebagai penjual yang
     memiliki komponen (attachment) mesin MC52.
       Hubungan Kepemilikan Saham




       Keterangan
       UNCR       : Unicharm Corporation
       UCID       : PT Uni-Charm Indonesia Tbk

       Berdasarkan analisis hubungan kepemilikan saham, UNCR merupakan pemegang 59,20% saham
       UCID. Dengan demikian antara UNCR dengan UCID terdapat hubungan kepemilikan saham.
       Hubungan Kepengurusan
       Hubungan kepengurusan antara Perseroan dan UNCR adalah sebagai berikut:
        No.          Nama                  Perseroan       UC
         1 Takashi Kan                         PK
         2 Kohei Yoshida                       K
         3 Hendra Jaya Kosasih                 K
         4 Ubaidillah Nugraha                  KI
         5 Suryamin Halim                      KI
         6 Takumi Terakawa                    PD
         7 Kazuhide Ikeya                      D
         8 Sri Haryani                         D
         9 Kurniawan Yuwono                    D
        10 Takahisa Takahara                               DU
        11 Toshifumi Hikosaka                               D
        12 Kenji Takaku                                     D
        13 Hiroaki Sugita                                   D
        14 Noriko Rzonca                                    D
        15 Shigeru Asada                                    D
       Keterangan
       PK : Presiden Komisaris
       KI    : Komisaris Independen
       K     : Komisaris
       PD : Presiden Direktur
       D     : Direktur

       Berdasarkan analisis hubungan kepengurusan, tidak terdapat hubungan kepengurusan antara
       Perseroan dan UNCR.




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Uni-Charm Indonesia Tbk                              II-2
Page 17
       Dengan demikian Rencana Transaksi termasuk Transaksi Afiliasi sebagaimana dimaksud dalam
       Peraturan OJK No. 42 /POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan.
       Uraian mengenai ada atau tidak adanya benturan kepentingan atas transaksi yang akan
       dilakukan Perseroan dinyatakan dalam Surat Pernyataan Direksi dan Dewan Komisaris
       Perseroan.

2.6. Analisis Perjanjian Dan Persyaratan Yang Telah Disepakati
     Berdasarkan Draft Individual Contract of Master Sales Agreement for Machinery (Machine 52)
     antara UCID dan UNCR, hal-hal penting dalam perjanjian tersebut adalah sebagai berikut:
        - Pihak-pihak yang bertransaksi adalah UCID selaku pembeli dan UNCR sebagai penjual yang
          memiliki komponen (attachment) mesin MC52.
        - UCID dan UNCR setuju untuk melakukan jual beli komponen (attachment) mesin MC52
          dengan harga sebesar Rp 28.154.457.543,-, dengan kondisi mesin terpasang ditempat
          pembeli dan dapat beroperasi normal.
        - Transaksi tersebut dapat dilaksanakan apabila telah dikeluarkan pendapat kewajaran oleh
          penilai independen yang menilai kewajaran transaksi pembelian mesin berdasarkan
          Perjanjian ini sebagaimana disyaratkan dalam peraturan Otoritas Jasa Keuangan yang
          berlaku di bidang pasar modal, sepanjang hasil pendapat kewajaran tersebut wajar.
        Dokumen transaksi yang ada masih berupa draft, pihak-pihak yang bertransaksi belum memiliki
        perjanjian dan persyaratan tertulis yang telah disepakati dan mengikat.

2.7. Analisis Manfaat Dan Risiko Dari Transaksi
     Manfaat transaksi adalah sebagai berikut:
     • Dengan dilakukannya transaksi akan meningkatkan pendapatan dan laba Perseroan, yang
       pada akhirnya dapat menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham.
       Risiko transaksi adalah sebagai berikut:
       • Risiko tidak tercapainya kinerja Perseroan seperti yang diharapkan akibat UCID tidak dapat
          mengoptimalkan aset yang telah dibeli sehingga penggunaan aset tersebut menjadi tidak
          efisien, hal ini dapat diminimalisir dengan manajemen yang berpengalaman dibidangnya.




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Uni-Charm Indonesia Tbk                           II-3
Page 18
                                                     BAB III
                                               ANALISIS KUALITATIF


3.1.   Riwayat Singkat Perusahaan Dan Kegiatan Usaha
       Perseroan
       a) Riwayat Singkat Perseroan
          PT Uni-Charm Indonesia Tbk didirikan berdasarkan Akta Notaris No. 37 tanggal 5 Juni 1997
          oleh Linda Herawati S.H. Akta Pendirian Perusahaan telah mendapat pengesahan dari
          Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. C2- 9632.HT.01.01.Th.97
          tanggal 18 September 1997 dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia
          No. 56 tanggal 14 Juli 1998, Tambahan No. 3838.
            Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan. Perubahan terakhir
            dibuat melalui Akta Notaris No. 185 tanggal 27 Agustus 2020 oleh Christina Dwi Utami, S.H.,
            M. Hum., M.Kn., dalam rangka penyesuaian dengan ketentuan dalam Peraturan Otoritas
            Jasa Keuangan 15/2020. Akta ini telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
            Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-AH.01.03-0377538 tanggal 31
            Agustus 2020.
            Kantor dan fasilitas manufaktur utama Perusahaan berlokasi di Kawasan Industri KIIC,
            Karawang, Jawa Barat, Indonesia. Perusahaan juga memiliki fasilitas manufaktur di Taman
            Industri Ngoro, Mojokerto, Jawa Timur, Indonesia dan kantor yang beralamat di Sinarmas
            MSIG Tower, lantai 42, Jalan Jendral Sudirman Kav. 21, Jakarta, Indonesia.
        b) Kegiatan Usaha
           Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, maksud dan tujuan Perusahaan meliputi
           bidang industri pembalut kesehatan, termasuk memproduksi dan memasarkan pembalut
           kesehatan, pembalut wanita, pelapis celana, popok bayi dan perawatan hewan peliharaan.
        c) Susunan Pemegang Saham
           Berdasarkan laporan keuangan (audit) Perseroan per 31 Desember 2023, susunan pemegang
           saham Perseroan adalah sebagai berikut:
                                                                       Jumlah Saham Persentase    Jumlah
            No.                 Pemegang Saham
                                                                          (Lembar)     (%)       (Rp.Juta)
              1    Unicharm Corporation                                 2.460.690.846   59,20%     246.070
              2    PT Purinusa Ekapersada                                 864.567.054   20,80%      86.456
              3    Masyarakat (masing-masing dibawah 5%)                  818.054.400   19,68%      81.805
              4    Saham tresuri                                            13.260.000   0,32%        1.326
                  Jumlah                                                4.156.572.300  100,00%     415.657

        d) Susunan Dewan Komisaris dan Direksi
           Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan berdasarkan laporan keuangan (audit) per
           31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Uni-Charm Indonesia Tbk                                          III-1
Page 19
            Dewan Komisaris
            Presiden Komisaris      : Takashi Kan
            Komisaris               : Kohei Yoshida
            Komisaris               : Hendra Jaya Kosasih
            Komisaris Independen    : Ubaidillah Nugraha
            Komisaris Independen    : Suryamin Halim
            Direksi
            Presiden Direktur       : Takumi Terakawa
            Direktur                : Kazuhide Ikeya
            Direktur                : Sri Haryani
            Direktur                : Kurniawan Yuwono

        Unicharm Corporation (UNCR)
        a) Riwayat Singkat
           UNCR adalah suatu badan hukum yang didirikan berdasarkan hukum negara Jepang pada
           tanggal 10 Februari 1961, berkedudukan di 182 Shimobun, Kinsei-cho, Shikokuchuo-City,
           Ehime, Jepang.
        b) Kegiatan Usaha
           UNCR bergerak dalam bidang manufaktur dan penjualan Popok bayi, Popok dewasa,
           Pembalut wanita, Produk kecantikan, Perawatan hewan, dan lainnya.
        c) Susunan Pemegang Saham
           Susunan Pemegang saham UNCR adalah sebagai berikut:
                                                Persentase
            No.      Pemegang Saham
                                                    (%)
              1    Individuals                        5,80%
              2    Financial institution             25,40%
              3    Domestic corporations             32,30%
              4    Foreign investor                  30,80%
              5    Securities companies               1,30%
              6    Treasury stock                     4,40%
                  Jumlah                           100,00%

        d) Susunan Dewan Komisaris dan Direksi
           Susunan pemegang dewan komisaris dan direksi UNCR adalah sebagai berikut:
            Direksi
            Direktur Utama            : Takahisa Takahara
            Direktur                  : Toshifumi Hikosaka
            Direktur                  : Kenji Takaku
            Direktur                  : Hiroaki Sugita
            Direktur                  : Noriko Rzonca
            Direktur                  : Shigeru Asada




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Uni-Charm Indonesia Tbk                        III-2
Page 20
3.2. Analisis Industri dan Lingkungan
3.2.1. Tinjauan Makro Ekonomi
       PDB Menurut Lapangan Usaha
       Pertumbuhan Ekonomi Tahun 2023 (c-to-c)
       Ekonomi Indonesia tahun 2023 tumbuh sebesar 5,05%. Pertumbuhan terjadi pada seluruh
       lapangan usaha. Lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah Transportasi
       dan Pergudangan sebesar 13,96%; diikuti Jasa Lainnya sebesar 10,52%; dan Penyediaan
       Akomodasi dan Makan Minum sebesar 10,01%. Sementara itu, Industri Pengolahan yang
       memiliki peran dominan tumbuh 4,64%. Sedangkan Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan serta
       Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor masing-masing tumbuh
       sebesar 1,30% dan 4,85%.




                                Gambar 1. Pertumbuhan PDB Beberapa Lapangan Usaha (c-to-c) (%)
                                                Sumber: Badan Pusat Statistik
        Struktur PDB Indonesia menurut lapangan usaha atas dasar harga berlaku tahun 2023 tidak
        menunjukkan perubahan berarti. Perekonomian Indonesia masih didominasi oleh Lapangan
        Usaha Industri Pengolahan sebesar 18,67%; diikuti oleh Perdagangan Besar dan Eceran;
        Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar 12,94%; Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan
        sebesar 12,53%; Pertambangan dan Penggalian sebesar 10,52%; serta Konstruksi sebesar
        9,92%. Peranan kelima lapangan usaha tersebut dalam perekonomian Indonesia mencapai
        64,58%.
       Pertumbuhan Ekonomi Triwulan IV-2023 Terhadap Triwulan IV-2022 (y-on-y)
       Ekonomi Indonesia triwulan IV-2023 terhadap triwulan IV-2022 (y-on-y) tumbuh sebesar 5,04%.
       Pertumbuhan terjadi pada seluruh lapangan usaha. Lapangan usaha yang tumbuh signifikan
       adalah Transportasi dan Pergudangan sebesar 10,33%; diikuti Jasa Lainnya sebesar 10,15%; dan
       Pengadaan Listrik dan Gas sebesar 8,68%. Sebagai lapangan usaha yang memiliki peran
       dominan, Industri Pengolahan tumbuh sebesar 4,07%. Sedangkan Pertanian, Kehutanan, dan
       Perikanan serta Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor masing-
       masing tumbuh sebesar 1,12% dan 4,09%.




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Uni-Charm Indonesia Tbk                             III-3
Page 21
                                Gambar 2. Pertumbuhan PDB Beberapa Lapangan Usaha (y-on-y) (%)
                                                 Sumber: Badan Pusat Statistik

       Pertumbuhan Ekonomi Triwulan IV-2023 Terhadap Triwulan III-2023 (q-to-q)
       Ekonomi Indonesia pada triwulan IV-2023 tumbuh sebesar 0,45% (q-to-q) dibanding triwulan
       III-2023. Hampir seluruh lapangan usaha tumbuh positif. Lapangan Usaha Administrasi
       Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib tumbuh signifikan sebesar 19,81%; diikuti
       Jasa Pendidikan sebesar 14,46%; serta Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial sebesar 8,66%.
       Industri Pengolahan yang memiliki peran dominan tumbuh 0,51%. Sementara untuk Pertanian,
       Kehutanan, dan Perikanan serta Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda
       Motor masing-masing mengalami kontraksi sebesar 17,70% dan 0,27%.




                                Gambar 3. Pertumbuhan PDB Beberapa Lapangan Usaha (q-to-q) (%)
                                                 Sumber: Badan Pusat Statistik




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Uni-Charm Indonesia Tbk                             III-4
Page 22
       PDB Menurut Pengeluaran
       Pertumbuhan Ekonomi Tahun 2023 (c-to-c)
       Ekonomi Indonesia tahun 2023 tumbuh sebesar 5,05%. Pertumbuhan terjadi pada semua
       Komponen Pengeluaran. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada Komponen PK-LNPRT sebesar
       9,83%; diikuti Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT) sebesar 4,82%;
       Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 4,40%; Komponen PK-P sebesar
       2,95%; dan Komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar 1,32%. Sementara itu, Komponen Impor
       Barang dan Jasa (yang merupakan faktor pengurang dalam PDB menurut Pengeluaran)
       terkontraksi sebesar 1,65%.




                            Gambar 4. Pertumbuhan PDB Beberapa Komponen Pengeluaran (c-to-c) (%)
                                                Sumber: Badan Pusat Statistik

        Struktur PDB Indonesia menurut pengeluaran atas dasar harga berlaku tahun 2023 tidak
        menunjukkan perubahan yang berarti. Perekonomian Indonesia masih didominasi oleh
        Komponen PK-RT yang mencakup lebih dari separuh PDB Indonesia yaitu sebesar 53,18%;
        diikuti oleh komponen PMTB sebesar 29,33%; Komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar
        21,75%; Komponen PK-P sebesar 7,45%; Komponen PK-LNPRT sebesar 1,25%; dan Komponen
        Perubahan Inventori sebesar 1,19%. Sementara itu, Komponen Impor Barang dan Jasa memiliki
        peran sebesar 19,57%.
       Pertumbuhan Ekonomi Triwulan IV-2023 Terhadap Triwulan IV-2022 (y-on-y)
       Ekonomi Indonesia triwulan IV-2023 terhadap triwulan IV-2022 tumbuh sebesar 5,04% (y-on-y).
       Pertumbuhan tertinggi terjadi pada Komponen PK-LNPRT sebesar 18,11%; diikuti Komponen
       PMTB sebesar 5,02%; Komponen PK-RT sebesar 4,47%; Komponen PK-P sebesar 2,81%; serta
       Komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar 1,64%. Sementara itu, Komponen Impor Barang dan
       Jasa terkontraksi sebesar 0,15%.




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Uni-Charm Indonesia Tbk                               III-5
Page 23
                            Gambar 5. Pertumbuhan PDB Beberapa Komponen Pengeluaran (y-on-y) (%)
                                                Sumber: Badan Pusat Statistik

       Pertumbuhan Ekonomi Triwulan IV-2023 Terhadap Triwulan III-2023 (q-to-q)
       Ekonomi Indonesia pada triwulan IV-2023 dibanding triwulan III-2023 (q-to-q) tumbuh sebesar
       0,45%. Pertumbuhan terjadi pada semua Komponen Pengeluaran. Pertumbuhan tertinggi
       dicapai oleh Komponen PK-P sebesar 39,13%; diikuti oleh Komponen PK-LNPRT; Komponen
       Ekspor Barang dan Jasa; dan Komponen PMTB yang masing-masing tumbuh sebesar 11,75%;
       5,75%; dan 2,57%. Sementara itu, Komponen Impor Barang dan Jasa tumbuh sebesar 4,31%.




                            Gambar 6. Pertumbuhan PDB Beberapa Komponen Pengeluaran (q-to-q) (%)
                                                Sumber: Badan Pusat Statistik

3.2.2. Perkembangan Industri
       Perkembangan Industri Popok dan Pembalut di Indonesia
       Menurut survei yang dilakukan Kurious-Katadata Insight Center (KIC), mayoritas atau 43%
       responden menyatakan mereka mengganti popok bayi sebanyak tiga kali per harinya. Adapun
       responden yang menggantikan popok bayi dua kali per hari, yaitu sebanyak 20,6%. Lalu terdapat
       14,4% responden yang mengganti popok bayi lebih dari 4 kali sehari. Selain itu, ada pula 3,2%
       responden yang menyatakan anaknya sudah tidak menggunakan popok lagi. Kurious-KIC
       melakukan survei terhadap 599 responden dengan proporsi 54,8% responden laki-laki dan
       45,2% responden perempuan.




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Uni-Charm Indonesia Tbk                               III-6
Page 24
       Namun, untuk survei terkait frekuensi mengganti popok per harinya melibatkan 277 responden
       yang memiliki anak dengan usia di bawah 5 tahun. Mayoritas responden berasal dari Pulau Jawa
       selain Jakarta, yaitu sebanyak 64,6%. Diikuti responden dari DKI Jakarta (15,9%), dan Pulau
       Sumatra (11,2%). Sementara proporsi responden yang berasal dari Kalimantan, Sulawesi, Bali-
       Nusa, dan Maluku-Papua berada di rentang 3,3%-0,2%. Sebagian besar responden berusia
       antara 35-44 tahun (35,2%), diikuti kelompok usia 25-34 tahun (29,5%), dan kelompok usia 45-
       54 tahun (21%). Survei dilakukan pada 18-26 Juli 2023 menggunakan metode computer-assisted
       web interviewing (CAWI) dengan toleransi kesalahan (margin of error) sekitar 4% dan tingkat
       kepercayaan 95%.
       Penggunaan popok biasanya berlangsung mulai 0 bulan atau new born hingga 2 tahun. Oleh
       karena itu, pertumbuhan produk popok bayi di Indonesia mampu menembus angka belasan
       hingga puluhan triliun rupiah per tahun dengan tren pasar pertumbuhan popok bayi di Indonesia
       mencapai 18-20% per tahun.




                                 Grafik 1. Nilai Penjualan Ritel Popok Bayi di Indonesia (2015-2023*)
                                                 Sumber: databoks.katadata.co.id, 2023

       Euromonitor International memproyeksikan penjualan popok bayi biasa dan disposable pants di
       Indonesia akan terus naik dengan CAGR 10,8% per tahun selama periode 2018-2023, hingga
       nilainya mencapai Rp33,5 triliun pada 2023 seperti terlihat pada grafik. Kendati demikian,
       menurut Euromonitor International tingkat penggunaan popok di Indonesia masih tergolong
       rendah dibanding sejumlah negara tetangga. Data dari Future Market Insights tahun 2023
       memprediksi market popok bayi bernilai US$70 miliar di tahun 2023 dan akan mencapai angka
       US$120 miliar di tahun 2033. Persentase pertumbuhannya selama periode forecasting tersebut
       sebesar 5,5%. Pada tahun 2019 Euromonitor International memproyeksikan penjualan popok
       bayi biasa dan disposable pants akan terus meningkat dengan persentase tingkat pertumbuhan
       10,8% per tahun selama periode 2018-2023. Dan pada tahun 2023 proyeksi nilai mencapai
       Rp33,5 triliun.
       Pada 2018 anak berusia 0-4 tahun di Indonesia rata-rata menggunakan 282 popok/disposable
       pants per tahun. Sedangkan di Thailand dan Malaysia tingkat penggunaannya rata-rata
       mencapai 430 popok/disposable pants per tahun, dan Jepang 1.735 popok/disposable pants per
       tahun pada periode sama. Hal ini menunjukkan ruang yang signifikan untuk penggunaan dan
       pemakaian yang lebih besar di Indonesia, jika dibandingkan dengan pasar Asia Tenggara lainnya
       serta ekonomi yang sudah maju seperti Jepang. Keluarga di daerah perdesaan kadang
       menggunakan popok kain yang bisa dicuci daripada popok sekali pakai karena pertimbangan
       biaya. Namun, pemakaian terus meningkat seiring dengan jumlah orang tua di Indonesia yang



Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Uni-Charm Indonesia Tbk                                    III-7
Page 25
       menghargai kenyamanan dengan menggunakan popok sekali pakai. Dengan tingkat pendapatan
       yang terus meningkat, permintaan terhadap produk-produk premium juga meningkat.
       Tak hanya bayi, orang dewasa, khususnya lansia, kadang perlu menggunakan popok. Sejak 2015,
       populasi masyarakat dengan usia di atas 60 tahun meningkat hampir 2 kali lipat dari 12%
       menjadi 22%. Sebagian besar dari jumlah tersebut berada di negara berkembang seperti
       Indonesia. Meski jumlahnya banyak, masih sedikit sekali lansia yang memiliki kualitas atau
       tingkat kesehatan yang baik. Seperti popok bayi, popok dewasa juga harus rutin diganti agar
       kesehatan lansia tetap terjaga. Popok dewasa diganti minimal 3 kali dalam sehari. Saat siang
       ganti 2 kali, sedangkan malam ganti 1 kali. Dengan mengganti popok dewasa secara teratur
       setiap hari, lansia akan terhindar dari iritasi kulit dan masalah kesehatan lainnya. Pasar popok
       dewasa diperkirakan bertumbuh sebesar 15 persen per tahunnya dengan ukuran pasar sekitar
       Rp 1 triliun per tahun.
       Sementara itu, persaingan pasar industri pembalut wanita mengalami kemajuan yang pesat
       seiring dengan meningkatnya jumlah wanita usia subur dari tahun ke tahun. Berdasarkan data
       proyeksi pertumbuhan penduduk Indonesia yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik,
       proyeksi jumlah perempuan yang dikategorikan berdasarkan kelompok umur pada tahun 2040–
       2050 terus meningkat. Wanita mengalami menstruasi saat menginjak remaja dan biasanya
       berakhir saat wanita memasuki usia 45 hingga 55 tahun. Pada tahun 2040, jumlah wanita
       dengan kategori usia 15 sampai 54 tahun diproyeksikan sebanyak 85.5 juta atau setara dengan
       53,91% dari total proyeksi jumlah wanita pada tahun tersebut. Hal inilah yang menyebabkan
       kaum wanita menjadi salah satu target peluang bisnis yang sangat potensial bagi industri
       pembalut kedepannya.
3.2.3. Analisis Operasional Dan Prospek Perusahaan
       UCID mencatatkan pendapatan pada tahun 2023 sebesar Rp 10.245.160 juta dan mencatatkan
       laba bersih sebesar Rp 434.532 juta. Berdasarkan analisis vertikal laba rugi penyesuaian tahun
       2023 tercatat proporsi beban pokok pendapatan terhadap pendapatan sebesar 76,27%,
       proporsi laba kotor Perseroan sebesar 23,73%.
       Belakangan, kampanye penggunaan barang-barang ramah lingkungan kian digalakkan. Mulai
       dari sedotan plastik, gerakan membawa botol minum, hingga kantung plastik berbayar.
       Gerakan-gerakan ini mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjadi agen perubahan demi
       bumi yang lestari. Hal ini menciptakan peluang bisnis dengan memproduksi bahan organik
       menjadi terbuka. Kebutuhan konsumen datang dari fakta bahwa produk yang terbuat dari
       bahan organik dianggap sehat, aman untuk kulit dan bebas bahan kimia. Bagi orang tua,
       kesehatan kulit bayi tentunya menjadi perhatian utama, sehingga produk yang aman untuk kulit
       bayi menjadi poin penting yang dicari oleh konsumen. Studi menemukan bahwa sebanyak 48%
       Ibu menggunakan produk organik, mulai dari makanan Ibu, makanan bayi, skincare, dan
       pakaian. Produk organik diminati karena dianggap baik untuk kesehatan (50%), aman untuk kulit
       (24%), serta tidak mengandung bahan kimia (16%).
       Kebutuhan akan popok tidak hanya lembut namun aman yang terbuat dari bahan organik
       meningkat. Beberapa poin peluang yang harus diperhatikan oleh para brand-brand popok bayi
       adalah meningkatnya permintaan produk popok bayi yang sifatnya premium dan eco-friendly,
       adanya peningkatan angka kelahiran di negara-negara berkembang mendorong pertumbuhan




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Uni-Charm Indonesia Tbk                               III-8
Page 26
       pasar popok bayi, dan berkembangnya teknologi lebih canggih di bahan pembuatan popok dan
       desain membuka peluang baru untuk inovasi baru.
       Di Indonesia terdapat sekitar 18 juta jiwa lansia. Jumlah ini merupakan 7,8% dari total populasi
       penduduk dan sebanyak 25% lansia menderita penyakit degeneratif dan hidup tergantung pada
       orang lain. Salah satu dari penyakit ini adalah inkontinensia urin. Inkontinensia urin pada lansia
       adalah kondisi hilangnya kendali kandungan kemih yang menyebabkan seseorang buang air kecil
       atau besar tanpa memperhitungkan ketepatan waktu dan tempat. Jumlah pasien dengan
       kondisi medis kronis ini atau yang berada di panti jompo bisa mencapai 70%. Inkontinensia urin
       dapat memengaruhi kualitas hidup karena dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, hubungan
       interpersonal, kesehatan psikologis, dan juga interaksi sosial.
       Pada tahun 2025, jumlah lansia di pasar domestik diprediksikan akan berada pada kisaran 36
       juta. Artinya, potensi bisnis popok dewasa, terutama untuk segmen lansia memang sangat
       menjanjikan. Berdasarkan hal tersebut, kebutuhan penggunaan popok merupakan salah satu
       bentuk pemenuhan perawatan pada lansia. Popok dewasa tidak hanya digunakan oleh para
       lansia, tetapi juga untuk orang-orang yang memiliki kebutuhan khusus. Penggunaan popok
       dewasa akan memungkinkan penggunanya melakukan aktivitas sehari-hari tanpa rasa khawatir,
       menjaga kebersihan dan mencegah infeksi, serta tidak perlu repot berulang kali ke toilet,
       termasuk mencegah ruam dan luka baring.
       Bisnis Perseroan masih berpusat pada Baby Care, namun Perseroan akan lebih mengembangkan
       Feminine Care dan Wellness Care yang pertumbuhannya lebih tinggi dari Baby Care. Selain itu,
       Perseroan juga telah memasuki kategori bisnis baru yaitu Pet Care. Perseroan akan terus
       mengembangkan kategori-kategori ini sehingga nantinya bisa menjadi pilar bisnis lain selain
       Baby Care. Untuk meningkatkan kinerja, manajemen Perseroan berupaya mendorong akselerasi
       produk premium yang dianggap punya potensi profitabilitas lebih baik dibandingkan produk
       lainnya Perseroan juga akan meningkatkan penetrasi pasar melalui peluncuran produk baru
       yang dibarengi oleh perbaikan kualitas produk yang telah ada.
3.3.   Alasan Dilakukannya Transaksi
       Alasan dilakukannya transaksi antara lain adalah:
       − Perseroan dapat memproduksi produk popok yang tipis dengan tingkat penyerapan tinggi
           dan memiliki harga jual yang lebih tinggi sehingga dapat meningkatkan pendapatan dan
           laba Perseroan.
3.4.   Keuntungan Dan Kerugian Yang Bersifat Kualitatif Atas Transaksi Yang Akan Dilakukan
       Keuntungan yang bersifat kualitatif adalah dengan membeli mesin untuk mendukung kebutuhan
       operasional, maka Perseroan dapat memperoleh reputasi baik dari shareholder sebagai
       perusahaan yang terus berinovasi.
       Kerugian yang bersifat kualitatif diperkirakan tidak ada.




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Uni-Charm Indonesia Tbk                                III-9
Page 27
                                                      BAB IV
                                               ANALISIS KUANTITATIF


4.1. Penilaian Atas Potensi Pendapatan, Aset, Kewajiban dan Kondisi Keuangan
4.1.1. Penilaian Kinerja Historis
       Kinerja historis diperoleh dari laporan keuangan UCID periode 31 Desember 2019 – 2022
       (audited) oleh KAP Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan dan periode 31 Desember 2023
       (audited) oleh KAP Siddharta Widjaja & Rekan.
       Laporan Laba Rugi
        PT UNI-CHARM INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
        Laba Rugi (Rp. Juta)
                                                                                  Tahun
                        Uraian
                                                     2019           2020           2021           2022           2023
       PENDAPATAN                                   8.519.760      8.433.933      9.116.592     10.317.193     10.245.160
       BEBAN POKOK PENDAPATAN                      (6.372.253)    (6.707.984)    (7.255.344)    (8.425.728)    (8.221.202)
       LABA KOTOR                                   2.147.507      1.725.949      1.861.248      1.891.465      2.023.958
       BEBAN USAHA
       Beban penjualan                            (1.304.190)       (956.720)      (970.624)    (1.172.943)    (1.223.093)
       Beban umum dan administrasi                  (254.875)       (201.913)      (283.922)      (237.785)      (261.680)
       Jumlah                                     (1.559.065)     (1.158.633)    (1.254.546)    (1.410.728)    (1.484.773)
       LABA (RUGI) USAHA                             588.442         567.316        606.702        480.737        539.185
       Biaya keuangan                                 (44.012)        (47.653)       (29.748)       (23.491)       (20.345)
       Penghasilan keuangan                            29.566          54.506         28.355         25.354         32.646
       (Kerugian)/keuntungan selisih kurs              40.758       (105.422)         21.785         (8.722)        11.358
       Beban pajak                                    (70.792)         (7.544)       (15.761)       (19.131)        (3.721)
       Lain-lain                                         5.412          6.852          7.129        (23.664)        15.092
       LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK                     549.374         468.055        618.462        431.083        574.215
       Pajak                                        (150.670)       (156.373)      (138.402)      (117.435)      (139.683)
       LABA (RUGI) BERSIH                            398.704         311.682        480.060        313.648        434.532
       Penghasilan komprehensif lain                    (9.131)         6.664          4.592          4.491         28.095
       LABA KOMPREHENSIF                             389.573         318.346        484.652        318.139        462.627
                                      Rata-rata
       Rasio Profitabilitas
                                      2019-2023
       Margin Laba Kotor                  20,83%       25,21%          20,46%        20,42%         18,33%         19,76%
       Margin Laba Usaha                   6,04%         6,91%          6,73%         6,65%          4,66%          5,26%
       Margin Laba Sebelum Pajak           5,71%         6,45%          5,55%         6,78%          4,18%          5,60%
       Margin Laba Bersih                  4,18%         4,68%          3,70%         5,27%          3,04%          4,24%
       Sumber : Laporan keuangan tahun 2019 - 2023 (audited)

       Laporan laba rugi yang telah disesuaikan pencatatannya yang meliputi EBITDA adalah sebagai
       berikut:




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Uni-Charm Indonesia Tbk                                                          IV-1
Page 28
        PT UNI-CHARM INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
        Laba Rugi Penyesuaian (Rp.Juta)
                                                                                      Tahun
                            Uraian
                                                         2019          2020               2021          2022           2023
        PENDAPATAN                                      8.519.760      8.433.933      9.116.592     10.317.193       10.245.160
        BEBAN POKOK PENDAPATAN                         (6.025.574)    (6.354.047)    (6.872.032)    (8.012.079)      (7.814.377)
        LABA KOTOR                                      2.494.186      2.079.886      2.244.560       2.305.114        2.430.783
        Beban penjualan                                (1.304.190)      (893.120)      (905.402)     (1.115.407)      (1.156.696)
        Beban umum dan administrasi                      (250.376)      (183.731)      (265.874)       (223.282)        (248.909)
        EBITDA                                            939.620      1.003.035      1.073.284         966.425        1.025.178
        Depresiasi dan amortisasi                        (351.178)      (435.719)      (466.582)       (485.688)        (485.993)
        EBIT                                              588.442        567.316        606.702         480.737          539.185
        Biaya keuangan                                     (44.012)       (47.653)       (29.748)        (23.491)         (20.345)
        Penghasilan keuangan                                29.566         54.506         28.355          25.354           32.646
        (Kerugian)/keuntungan selisih kurs                  40.758      (105.422)         21.785          (8.722)          11.358
        Beban pajak                                        (70.792)        (7.544)       (15.761)        (19.131)          (3.721)
        Lain-lain                                            5.412          6.852          7.129         (23.664)          15.092
        EBT                                               549.374        468.055        618.462         431.083          574.215
        Pajak                                            (150.670)      (156.373)      (138.402)       (117.435)        (139.683)
        LABA BERSIH (EAT)                                 398.704        311.682        480.060         313.648          434.532
        Penghasilan komprehensif lain                       (9.131)         6.664          4.592           4.491           28.095
        LABA KOMPREHENSIF                                 389.573        318.346        484.652         318.139          462.627
                                       Rata-rata
        Rasio Profitabilitas
                                       2019-2023
        EBITDA/Sales                       10,81%          11,03%           11,89%         11,77%         9,37%           10,01%
        EBIT/Sales                          6,04%           6,91%            6,73%          6,65%         4,66%            5,26%
        EBT/Sales                           5,71%           6,45%            5,55%          6,78%         4,18%            5,60%
        EAT/Sales                           4,18%           4,68%            3,70%          5,27%         3,04%            4,24%

       Analisis vertikal laporan laba rugi penyesuaian adalah sebagai berikut:
        Analisis Vertikal Laba Rugi Penyesuaian
                                                                              Tahun                                   Rata-rata
                          Uraian
                                                    2019         2020          2021          2022         2023        2019-2023
        PENDAPATAN                                   100,00%      100,00%       100,00%       100,00%      100,00%       100,00%
        BEBAN POKOK PENDAPATAN                       -70,72%      -75,34%       -75,38%       -77,66%      -76,27%        -75,07%
        LABA KOTOR                                    29,28%       24,66%        24,62%        22,34%       23,73%         24,93%
        Beban penjualan                              -15,31%      -10,59%        -9,93%       -10,81%      -11,29%        -11,59%
        Beban umum dan administrasi                   -2,94%       -2,18%        -2,92%        -2,16%       -2,43%         -2,53%
        EBITDA                                        11,03%       11,89%        11,77%         9,37%       10,01%         10,81%
        Depresiasi                                    -4,12%       -5,17%        -5,12%        -4,71%       -4,74%         -4,77%
        EBIT                                           6,91%        6,73%         6,65%         4,66%        5,26%          6,04%
        Biaya keuangan                                -0,52%       -0,57%        -0,33%        -0,23%       -0,20%         -0,37%
        Penghasilan keuangan                           0,35%        0,65%         0,31%         0,25%        0,32%          0,37%
        (Kerugian)/keuntungan selisih kurs             0,48%       -1,25%         0,24%        -0,08%        0,11%         -0,10%
        Beban pajak                                   -0,83%       -0,09%        -0,17%        -0,19%       -0,04%         -0,26%
        Lain-lain                                      0,06%        0,08%         0,08%        -0,23%        0,15%          0,03%
        EBT                                            6,45%        5,55%         6,78%         4,18%        5,60%          5,71%
        Pajak                                         -1,77%       -1,85%        -1,52%        -1,14%       -1,36%         -1,53%
        LABA BERSIH (EAT)                              4,68%        3,70%         5,27%         3,04%        4,24%          4,18%
        Penghasilan komprehensif lain                 -0,11%        0,08%         0,05%         0,04%        0,27%          0,07%
        LABA KOMPREHENSIF                              4,57%        3,77%         5,32%         3,08%        4,52%          4,25%




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Uni-Charm Indonesia Tbk                                                                 IV-2
Page 29
       Analisis horizontal laba rugi penyesuaian adalah sebagai berikut:
        Analisis Horizontal Laba Rugi Penyesuaian
                                                                            Tahun                             Rata-rata
                          Uraian
                                                    2019         2020        2021       2022       2023       2019-2023
        PENDAPATAN                                         n/a     -1,01%       8,09%     13,17%     -0,70%         4,89%
        BEBAN POKOK PENDAPATAN                             n/a      5,45%       8,15%     16,59%     -2,47%         6,93%
        LABA KOTOR                                         n/a    -16,61%       7,92%      2,70%      5,45%        -0,14%
        Beban penjualan                                    n/a    -31,52%       1,38%     23,19%      3,70%        -0,81%
        Beban umum dan administrasi                        n/a    -26,62%      44,71%    -16,02%     11,48%         3,39%
        EBITDA                                             n/a      6,75%       7,00%     -9,96%      6,08%         2,47%
        Depresiasi                                         n/a     24,07%       7,08%      4,09%      0,06%         8,83%
        EBIT                                               n/a     -3,59%       6,94%    -20,76%     12,16%        -1,31%
        Biaya keuangan                                     n/a      8,27%     -37,57%    -21,03%    -13,39%       -15,93%
        Penghasilan keuangan                               n/a     84,35%     -47,98%    -10,58%     28,76%        13,64%
        (Kerugian)/keuntungan selisih kurs                 n/a   -358,65%    -120,66%   -140,04%   -230,22%      -212,39%
        Beban pajak                                        n/a    -89,34%     108,92%     21,38%    -80,55%        -9,90%
        Lain-lain                                          n/a     26,61%       4,04%   -431,94%   -163,78%      -141,27%
        EBT                                                n/a    -14,80%      32,13%    -30,30%     33,20%         5,06%
        Pajak                                              n/a      3,79%     -11,49%    -15,15%     18,94%        -0,98%
        LABA BERSIH (EAT)                                  n/a    -21,83%      54,02%    -34,66%     38,54%         9,02%
        Penghasilan komprehensif lain                      n/a   -172,98%     -31,09%     -2,20%    525,58%        79,83%
        LABA KOMPREHENSIF                                  n/a    -18,28%      52,24%    -34,36%     45,42%        11,25%


       Berdasarkan analisis vertikal laba rugi penyesuaian, beban pokok pendapatan terhadap
       pendapatan 76,27% pada tahun 2023. Beban umum dan administrasi dan beban penjualan
       terhadap pendapatan masing-masing sebesar 2,43% dan 11,29% pada tahun 2023. Berdasarkan
       analisis horizontal laba rugi penyesuaian, rata-rata pertumbuhan pendapatan Perseroan pada
       periode 2019-2023 sebesar 4,89%. EBITDA Perseroan tercatat positif Rp 1.025.178 juta pada
       tahun 2023, EBIT pada tahun 2023 tercatat positif Rp 539.185 juta dan, EBT pada tahun 2023
       tercatat positif Rp 574.215 juta dan EAT pada tahun 2023 tercatat positif Rp 434.532 juta.




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Uni-Charm Indonesia Tbk                                                        IV-3
Page 30
       Laporan Posisi Keuangan
        PT UNI-CHARM INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
        Posisi Keuangan (Rp.Juta)
                                                                                      Tahun
                            Uraian
                                                            2019         2020          2021          2022          2023
        ASET
        Aset Lancar
        Kas dan setara kas                                 1.986.649   1.428.189     1.499.252     1.372.156     1.852.974
        Deposito berjangka                                     1.088       1.104         1.117         1.231           -
        Piutang usaha                                      2.367.986   2.044.812     2.159.509     2.610.014     2.375.398
        Piutang lain-lain                                     20.035      40.234        21.437        38.251        21.097
        Persediaan                                           638.942     591.966       964.332     1.311.922     1.214.485
        Piutang derivatif                                        -           -             -             493           -
        Klaim pengembalian pajak dan pajak lainnya           497.816     442.181       144.449       365.856        50.549
        Biaya dibayar di muka - lancar                        49.125      11.662        25.894        88.470        91.987
        Jumlah Aset Lancar                                 5.561.641   4.560.148     4.815.990     5.788.393     5.606.490
        Aset Tidak Lancar
        Aset tetap
          Nilai perolehan                                  5.273.022   5.569.022     5.820.845     5.891.739     6.122.430
          Akumulasi penyusutan                             2.635.727   2.965.840     3.315.621     3.702.819     4.042.827
          Nilai buku                                       2.637.295   2.603.182     2.505.224     2.188.920     2.079.603
        Uang muka aset tetap                                     -         1.447           -             -             -
        Aset hak guna
          Nilai perolehan                                        -       743.794       723.964       689.646       775.479
          Akumulasi amortisasi                                   -       371.853       415.232       450.003       512.223
          Nilai buku                                             -       371.941       308.732       239.643       263.256
        Aset pajak tangguhan                                 114.188      98.178       141.647       160.188       183.899
        Klaim pengembalian pajak                                 -           -             -             -         346.627
        Deposit yang dapat dikembalikan                        2.929       2.878         2.515         2.642         4.473
        Biaya dibayar di muka - tidak lancar                     -           -           3.779         2.752         3.506
        Jumlah Aset Tidak Lancar                           2.754.412   3.077.626     2.961.897     2.594.145     2.881.364
        JUMLAH ASET                                        8.316.053   7.637.774     7.777.887     8.382.538     8.487.854
        LIABILITAS DAN EKUITAS
        Liabilitas Jangka Pendek
        Utang usaha                                          839.494     808.273     1.016.787     1.256.707     1.031.581
        Utang lain-lain                                       49.622     148.460       208.082       151.926       163.358
        Akrual                                             1.154.361   1.118.328     1.000.737     1.184.639     1.203.936
        Utang derivatif                                        2.514       2.089           487           -             879
        Pendapatan tangguhan                                     -         6.682         9.260         6.389         1.272
        Utang pajak                                           91.140      67.319        32.381       146.467        40.769
        Pinjaman bank                                        140.899         -             -             -             -
        Liabilitas sewa - jangka pendek                          -        83.268        91.935        92.802        99.052
        Pinjaman pihak berelasi - jangka                      36.849     354.629        27.632           -             -
        Liabilitas imbalan kerja - jangka pendek                 -         1.589         2.765         5.515         2.215
        Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                    2.314.879   2.590.637     2.390.066     2.844.445     2.543.062
        Liabilitas Jangka Panjang
        Liabilitas sewa - jangka panjang                         -       359.906       286.750       209.817       215.815
        Pinjaman pihak berelasi - jangka                   1.520.460      44.554        17.440           -             -
        Liabilitas imbalan kerja - jangka panjang            139.105     124.362       143.000       164.523       165.327
        Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                   1.659.565     528.822       447.190       374.340       381.142
        JUMLAH LIABILITAS                                  3.974.444   3.119.459     2.837.256     3.218.785     2.924.204
        Ekuitas
        Modal saham                                          415.657     415.657       415.657       415.657       415.657
        Saham tresuri                                            -        (19.997)      (19.997)      (19.997)      (19.997)
        Selisih kurs atas modal disetor                       11.503       11.503        11.503        11.503        11.503
        Tambahan modal disetor                             1.061.876   1.064.255     1.064.255     1.064.255     1.064.255
        Cadangan alokasi saham karyawan                          476          -             -             -             -
        Saldo laba (rugi)                                  2.851.831   3.046.405     3.468.396     3.691.329     4.091.268
        Kepentingan non-pengendali                               266          492           817         1.006           964
        Jumlah Ekuitas                                     4.341.609   4.518.315     4.940.631     5.163.753     5.563.650
        JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                      8.316.053   7.637.774     7.777.887     8.382.538     8.487.854
                                             Rata-rata
        Rasio Likuiditas dan Solvabilitas
                                             2019-2023
        Current Ratio                           208,35%      240,26%     176,02%       201,50%       203,50%       220,46%
        Debt to Equity Ratio                      66,58%      91,54%      69,04%        57,43%        62,33%        52,56%
        Debt to Asset Ratio                       39,59%      47,79%      40,84%        36,48%        38,40%        34,45%
       Sumber : Laporan keuangan tahun 2019 - 2023 (audited)



Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Uni-Charm Indonesia Tbk                                                           IV-4
Page 31
       Laporan Arus Kas
        PT UNI-CHARM INDONESIA Tbk
        Arus Kas (Rp. Juta)
                                                                                                         Tahun
                                  Uraian
                                                                         2019             2020            2021           2022           2023
        ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
        Penerimaan dari pelanggan                                        9.367.819      10.636.298      11.120.331      12.026.749     12.668.402
        Pembayaran kepada pemasok dan pihak lain                        (8.539.917)     (8.710.616)     (9.978.850)    (11.107.872)   (11.113.671)
        Pembayaran kepada karyawan                                        (396.086)       (439.271)       (458.658)       (474.222)      (515.828)
        Penerimaan dari aktivitas operasi lainnya                           21.709           16.583         49.757           7.743         55.871
        Pembayaran untuk aktivitas operasi lainnya                         (18.601)         (26.215)       (23.977)        (20.542)       (18.779)
        Pembayaran pajak penghasilan badan                                (310.736)       (172.916)       (215.917)       (278.815)      (202.314)
        Penerimaan dari hasil surat ketetapan pajak                          2.086           30.537        304.213         118.536         31.732
        Penerimaan penghasilan keuangan                                     29.566           54.506         28.355          25.354         36.330
        Pembayaran biaya keuangan                                          (44.578)         (48.269)       (29.831)        (23.570)       (21.537)
        Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) untuk Aktivitas Operasi           111.262       1.340.637         795.423         273.361        920.206
        ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
        Pembelian aset tetap                                               (49.697)       (296.062)       (233.834)      (167.374)      (275.111)
        Hasil dari penjualan aset tetap                                         45             263             -              246            433
        Hasil dari penjualan aset dimiliki untuk dijual                     51.828             -               -              -              -
        Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) untuk Aktivitas Investasi           2.176        (295.799)       (233.834)      (167.128)      (274.678)
        ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
        Pembayaran pinjaman pihak berelasi                               (308.632)      (1.267.465)       (339.892)        (47.259)           -
        Pembayaran atas porsi pokok liabilitas sewa                            -            (81.519)        (88.805)       (92.157)       (98.704)
        Pembayaran dividen kas                                                 -            (79.744)        (62.336)       (95.017)       (62.730)
        Penerimaan pinjaman bank                                          182.474            91.222             -              -              -
        Pembayaran pinjaman bank                                         (293.878)         (246.802)            -              -              -
        Pembelian kembali saham                                                -            (19.997)            -              -              -
        Penerimaan dari penerbitan saham baru                           1.246.971               -               -              -              -
        Pembayaran biaya emisi saham                                       (93.115)             -               -              -              -
        Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) untuk Aktivitas Pendanaan        733.820       (1.604.305)       (491.033)      (234.433)      (161.434)
        KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS & SETARA KAS                      847.258         (559.467)          70.556      (128.200)       484.094
        KAS & SETARA KAS AWAL TAHUN                                     1.140.083        1.986.649       1.428.189      1.499.252      1.372.156
        Dampak selisih kurs terhadap kas dan setara kas                       (692)           1.007             507          1.104         (3.276)
        KAS & SETARA KAS AKHIR TAHUN                                    1.986.649        1.428.189       1.499.252      1.372.156      1.852.974
       Sumber : Laporan keuangan tahun 2019 - 2023 (audited)

       Pendapatan
       Pertumbuhan pendapatan tahun 2019 – 2023 adalah sebagai berikut:
        Pertumbuhan Pendapatan
                                                                      Tahun                                        Rata-rata
                 Uraian
                                       2019          2020            2021         2022                 2023       2019-2023
        (%)
        Total pertumbuhan                  2,03%      -1,01%           8,09%           13,17%            -0,70%         4,32%
        (Rp.Juta)
        Total pendapatan            8.519.760      8.433.933    9.116.592       10.317.193        10.245.160

       Tahun 2019 Perseroan mencatatkan total pendapatan sebesar Rp 8.519.760 juta dan menurun
       -1,01% ditahun 2020 menjadi Rp 8.433.933 juta. Tahun 2021 pertumbuhan pendapatan
       Perseroan meningkat 8,09% menjadi Rp 9.116.592 juta. Tahun 2022 pertumbuhan pendapatan
       Perseroan meningkat 13,17% menjadi Rp 10.317.193 juta. Tahun 2023 pertumbuhan
       pendapatan Perseroan menurun -0,70% menjadi Rp 10.245.160 juta.
       Aset
       Komposisi aset Perseroan pada tahun 2019 – 2023 adalah sebagai berikut:
        Komposisi Aset
                                                                      Tahun                                        Rata-rata
                 Uraian
                                       2019          2020            2021             2022             2023       2019-2023
        (%)
        Aset Lancar                     66,88%        59,71%          61,92%           69,05%           66,05%          64,72%
        Aset Tidak Lancar               33,12%        40,29%          38,08%           30,95%           33,95%          35,28%
          Jumlah                       100,00%       100,00%         100,00%          100,00%          100,00%         100,00%
        (Rp.Juta)
        Aset Lancar                 5.561.641      4.560.148    4.815.990        5.788.393         5.606.490
        Aset Tidak Lancar           2.754.412      3.077.626    2.961.897        2.594.145         2.881.364
          Jumlah                    8.316.053      7.637.774    7.777.887        8.382.538         8.487.854




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Uni-Charm Indonesia Tbk                                                                                 IV-5
Page 32
       Selama tahun 2019 – 2023 komposisi aset Perseroan didominasi oleh aset lancar dengan rata-
       rata proporsi terhadap total aset sebesar 64,72%, diikuti oleh aset tidak lancar sebesar 35,28%.
       Komposisi aset lancar terbesar adalah piutang usaha serta kas dan setara kas, sedangkan
       komposisi aset tidak lancar didominasi utamanya oleh aset tetap. Tahun 2022, komposisi aset
       Perseroan terdiri dari 69,05% aset lancar dan 30,95% aset tidak lancar. Pada tahun 2023,
       komposisi aset Perseroan terdiri dari 66,05% aset lancar dan 33,95% aset tidak lancar.
       Selanjutnya, pertumbuhan aset Perseroan disajikan sebagai berikut:
        Pertumbuhan Aset
                                                                Tahun                              Rata-rata
                 Uraian
                                     2019          2020        2021       2022        2023        2019-2023
        (%)
        Aset Lancar                         n/a    -18,01%       5,61%      20,19%     -3,14%          1,16%
        Aset Tidak Lancar                   n/a     11,73%      -3,76%     -12,42%     11,07%          1,66%
          Jumlah                            n/a     -8,16%       1,83%       7,77%      1,26%          0,68%

       Dalam tahun 2019 – 2023 pertumbuhan aset Perseroan cenderung meningkat dengan tingkat
       pertumbuhan aset rata-rata sebesar 0,68%. Tahun 2019, Perseroan membukukan total aset
       sebesar Rp 8.316.053 juta yang didominasi oleh aset tetap. Di tahun 2020, pertumbuhan aset
       Perseroan menurun 8,16% sehingga total aset Perseroan menjadi Rp 7.637.774 juta yang terdiri
       dari Rp 4.560.148 juta aset lancar dan Rp 3.077.626 juta aset tidak lancar. Pada tahun 2021,
       pertumbuhan aset Perseroan meningkat sebesar 1,83% sehingga aset Perseroan menjadi Rp
       7.777.887 juta yang terdiri dari aset lancar sebesar Rp 4.815.990 juta dan aset tidak lancar Rp
       2.961.897 juta. Di tahun 2022, pertumbuhan aset Perseroan meningkat 7,77% sehingga total
       aset Perseroan menjadi Rp 8.382.538 juta yang terdiri dari Rp 5.788.393 juta aset lancar dan Rp
       2.594.145 juta aset tidak lancar. Pada tahun 2023, pertumbuhan aset Perseroan meningkat
       1,26% sehingga total aset Perseroan menjadi Rp 8.487.854 juta yang terdiri dari Rp 5.606.490
       juta aset lancar dan Rp 2.881.364 juta aset tidak lancar.
       Liabilitas
       Berdasarkan laporan posisi keuangan tahun 2019 – 2023, berikut disajikan komposisi liabilitas
       perusahaan:
        Komposisi Liabilitas
                                                                 Tahun                              Rata-rata
                 Uraian
                                      2019          2020        2021       2022        2023        2019-2023
        (%)
        Liabilitas Jangka Pendek       58,24%        83,05%      84,24%      88,37%      86,97%        80,17%
        Liabilitas Jangka Panjang      41,76%        16,95%      15,76%      11,63%      13,03%        19,83%
           Jumlah                     100,00%       100,00%     100,00%     100,00%     100,00%       100,00%
        (Rp.Juta)
        Liabilitas Jangka Pendek    2.314.879     2.590.637   2.390.066   2.844.445   2.543.062
        Liabilitas Jangka Panjang   1.659.565       528.822     447.190     374.340     381.142
           Jumlah                   3.974.444     3.119.459   2.837.256   3.218.785   2.924.204

       Pada tahun 2019 – 2023 komposisi liabilitas Perseroan didominasi oleh liabilitas jangka pendek
       dengan proporsi terhadap total liabilitas sebesar 80,17% diikuti oleh liabilitas jangka panjang
       sebesar 19,83%. Komposisi liabilitas jangka pendek terbesar utamanya berasal dari akrual dan
       provisi sedangkan komposisi liabilitas jangka panjang didominasi oleh pinjaman pihak berelasi
       dan liabilitas sewa. Di tahun 2022, komposisi liabilitas Perseroan sebesar 88,37% liabilitas jangka
       pendek dan 11,63% liabilitas jangka panjang. Pada tahun 2023, komposisi liabilitas Perseroan
       sebesar 86,97% liabilitas jangka pendek dan 13,03% liabilitas jangka panjang.




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Uni-Charm Indonesia Tbk                                            IV-6
Page 33
       Selanjutnya, pertumbuhan liabilitas perusahaan disajikan sebagai berikut:
        Pertumbuhan Liabilitas
                                                            Tahun                             Rata-rata
                 Uraian
                                    2019         2020      2021        2022       2023       2019-2023
        (%)
        Liabilitas Jangka Pendek           n/a    11,91%    -7,74%       19,01%    -10,60%        3,15%
        Liabilitas Jangka Panjang          n/a   -68,13%   -15,44%      -16,29%      1,82%      -24,51%
           Jumlah                          n/a   -21,51%    -9,05%       13,45%     -9,15%       -6,57%

       Dalam tahun 2019 – 2023, pertumbuhan liabilitas Perseroan cenderung fluktuatif dengan
       tingkat pertumbuhan liabilitas rata-rata sebesar -6,57%. Pada tahun 2019, Perseroan
       mencatatkan total liabilitas sebesar Rp 3.974.444 juta yang terdiri dari Rp 2.314.879 juta
       liabilitas Jangka Pendek dan Rp 1.659.565 juta liabilitas Jangka Panjang. Tahun 2020,
       pertumbuhan liabilitas Perseroan menurun -21,51% sehingga total liabilitas menjadi Rp
       3.119.459 juta. Tahun 2021, pertumbuhan liabilitas Perseroan kembali menurun -9,05%
       sehingga total liabilitas menjadi Rp 2.837.256 juta. Pada tahun 2022, pertumbuhan liabilitas
       Perseroan meningkat 13,45% sehingga total liabilitas menjadi Rp 3.218.785 juta. Di tahun 2023,
       pertumbuhan liabilitas Perseroan menurun -9,15% sehingga total liabilitas menjadi Rp
       2.924.204 juta.
       Penilaian Arus Kas
       Pada tahun 2019, arus kas operasi Perseroan tercatat positif sebesar Rp 111.262 juta yang
       utamanya berasal dari Penerimaan dari pelanggan. Di tahun 2020, Perseroan memperoleh kas
       dari aktivitas operasi sebesar Rp 1.340.637 juta yang utamanya berasal dari Penerimaan dari
       pelanggan. Pada tahun 2021, Perseroan tercatat memperoleh kas dari aktivitas operasi sebesar
       Rp 795.423 juta yang utamanya berasal dari penerimaan dari pelanggan. Pada tahun 2022,
       Perseroan tercatat memperoleh kas dari aktivitas operasi sebesar Rp 273.361 juta yang
       utamanya berasal dari penerimaan dari pelanggan. Di tahun 2023, Perseroan tercatat
       memperoleh kas dari aktivitas operasi sebesar Rp 920.206 juta yang utamanya berasal dari
       penerimaan dari pelanggan.
       Selanjutnya tahun 2019, Perseroan tercatat memperoleh kas dari aktivitas investasi sebesar Rp
       2.176 juta utamanya dari hasil dari penjualan aset dimiliki untuk dijual. Di tahun 2020, Perseroan
       tercatat menggunakan kas untuk aktivitas investasi sebesar Rp 295.799 juta yang utamanya
       untuk Pembelian aset tetap. Di tahun 2021, Perseroan tercatat menggunakan kas untuk aktivitas
       investasi sebesar Rp 233.834 juta yang seluruhnya untuk pembelian aset tetap. Di tahun 2022,
       Perseroan tercatat menggunakan kas untuk aktivitas investasi sebesar Rp 167.128 juta yang
       utamanya untuk pembelian aset tetap. Pada tahun 2023, Perseroan tercatat menggunakan kas
       untuk aktivitas investasi sebesar Rp 274.678 juta yang utamanya untuk pembelian aset tetap.
       Pada tahun 2019, Perseroan memperoleh kas dari aktivitas pendanaan sebesar Rp 733.820 juta
       yang utamanya dari penerimaan dari penerbitan saham baru. Di tahun 2020, arus kas dari
       aktivitas pendanaan tercatat negatif sebesar Rp 1.604.305 juta yang utamanya untuk
       pembayaran pinjaman pihak berelasi. Pada tahun 2021, arus kas dari aktivitas pendanaan
       tercatat negatif sebesar Rp 491.033 juta yang utamanya untuk pembayaran pinjaman pihak
       berelasi. Tahun 2022, arus kas dari aktivitas pendanaan tercatat negatif sebesar Rp 234.433 juta
       yang utamanya untuk pembayaran dividen kas dan pembayaran atas porsi pokok liabilitas sewa.
       Di tahun 2023, arus kas dari aktivitas pendanaan tercatat negatif sebesar Rp 161.434 juta yang
       utamanya untuk pembayaran dividen kas dan pembayaran atas porsi pokok liabilitas sewa.



Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Uni-Charm Indonesia Tbk                                      IV-7
Page 34
       Kas Perseroan di tahun 2019 tercatat sebesar Rp 1.986.649 juta dan menurun -28,11% dari
       tahun sebelumnya menjadi Rp 1.428.189 juta yang utamanya dari penggunaan kas aktivitas
       pendanaan. Di tahun 2021 kas Perseroan meningkat 4,98% menjadi Rp 1.499.252 juta yang
       utamanya berasal dari kas aktivitas operasi positif. Di tahun 2022 kas Perseroan menurun -8,48%
       menjadi Rp 1.372.156 juta yang utamanya berasal dari kas aktivitas investasi dan kas aktivitas
       pendanaan. Pada tahun 2023 kas Perseroan meningkat 35,04% menjadi Rp 1.852.974 juta yang
       utamanya berasal dari kas aktivitas operasi.
       Saldo kas pada setiap tahun selalu positif karena kebutuhan kas untuk operasi dan investasi
       disesuaikan dengan pendanaannya.
4.1.2. Analisis Rasio Keuangan
       Rasio keuangan disajikan sebagai berikut:
        PT UNI-CHARM INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
        Analisis Rasio
                                                                Tahun                         Rata-rata
                     Uraian
                                            2019      2020       2021      2022      2023    2019-2023
        Pertumbuhan Pendapatan                2,03%    -1,01%      8,09%    13,17%    -0,70%      4,32%
        Rasio Profitabilitas
        EBITDA/Sales                        11,03%    11,89%     11,77%     9,37%    10,01%     10,81%
        EBIT/Sales                           6,91%     6,73%      6,65%     4,66%     5,26%      6,04%
        EBT/Sales                            6,45%     5,55%      6,78%     4,18%     5,60%      5,71%
        EAT/Sales                            4,68%     3,70%      5,27%     3,04%     4,24%      4,18%
        ROE                                  9,18%     6,90%      9,72%     6,07%     7,81%      7,94%
        ROA                                  4,79%     4,08%      6,17%     3,74%     5,12%      4,78%
        Rasio Efektivitas
        Perputaran Piutang Usaha              3,60x     4,12x      4,22x     3,95x     4,31x      4,04x
        Perputaran Persediaan                 9,43x    10,73x      7,13x     6,11x     6,43x      7,97x
        Perputaran Aset                       1,02x     1,10x      1,17x     1,23x     1,21x      1,15x
        Perputaran Utang Usaha                7,18x     7,86x      6,76x     6,38x     7,58x      7,15x
        Rasio Likuiditas dan Solvabilitas
        Current Ratio                         2,40x     1,76x      2,02x     2,03x     2,20x      2,08x
        Debt to Equity                        0,92x     0,69x      0,57x     0,62x     0,53x      0,67x
        Debt to Asset                         0,48x     0,41x      0,36x     0,38x     0,34x      0,40x

       Profitabilitas merupakan kemampuan perusahaan untuk memperoleh laba selama periode
       tertentu dari kegiatan bisnis yang dilakukannya. Selama tahun 2019 – 2023, rasio profitabilitas
       Perseroan terus meningkat. Rata-rata profitabilitas Perseroan yang diukur menggunakan
       EBITDA/Sales, EBIT/Sales, EBT/Sales, dan EAT/Sales berturut-turut adalah 10,81%, 6,04%, 5,71%
       dan 4,18%. Pada tahun 2023, EBITDA/Sales, EBIT/Sales, EBT/Sales, dan EAT/Sales masing-
       masing sebesar 10,01%, 5,26%, 5,60% dan 4,24%.
       Sedangkan profitabilitas Perseroan yang dikaitkan dengan pengembalian terhadap perusahaan
       dan pemegang saham yang diukur dengan Return on Equity (ROE) dan Return on Asset (ROA).
       Rata-rata ROE dan ROA Perseroan dalam tahun 2019 – 2023 masing-masing 7,94% dan 4,78%.
       Pada tahun 2023 tercatat ROE dan ROA Perseroan masing-masing sebesar 7,81% dan 5,12%.
       Rasio Likuiditas dan Solvabilitas
       Likuiditas adalah kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendek yang
       harus dibayar dengan aset lancarnya. Dalam mengukur tingkat likuiditas perusahaan, digunakan
       Current Ratio (CR). Semakin tinggi CR maka semakin tinggi likuiditas suatu perusahaan. Pada
       tahun 2019 – 2023, pertumbuhan likuiditas perusahaan cenderung fluktuatif dengan Current
       Ratio tahun 2023 sebesar 2,20x, artinya Perseroan memiliki Rp 2,20 aset lancar yang dapat
       digunakan untuk memenuhi setiap Rp 1 utang lancarnya.




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Uni-Charm Indonesia Tbk                                      IV-8
Page 35
       Solvabilitas menunjukkan kemampuan perusahaan untuk melunasi seluruh kewajibannya ketika
       dilikuidasi yang diukur dengan Debt to Equity Ratio (DER) dan Debt to Asset Ratio (DAR). Semakin
       rendah DER dan DAR maka semakin tinggi solvabilitas perusahaan. Solvabilitas Perseroan tahun
       2019 – 2023 cenderung berfluktuasi, dengan DER dan DAR tahun 2023 masing-masing adalah
       0,53x dan 0,34x. Artinya, perusahaan memiliki utang Rp 0,53 untuk setiap Rp 1 ekuitas yang
       dimilikinya serta setiap Rp 1 aset perusahaan dibiayai oleh utang sebesar Rp 0,34.
       Rasio Efektivitas
       Efektivitas adalah kemampuan perusahaan dalam memanfaatkan seluruh sumber daya yang
       dimilikinya. Efektivitas dapat diukur dengan rasio perputaran piutang usaha, perputaran
       persediaan, perputaran aset dan perputaran utang usaha.
       Rasio perputaran piutang usaha tahun 2019 – 2023 cenderung berfluktuasi dari 3,60x pada
       tahun 2019 menjadi 4,31x pada tahun 2023 atau selama tahun tersebut rata-rata sebesar 4,04x.
       Pada tahun 2023 tingkat perputaran piutang usaha sebesar 4,31x, artinya dalam satu tahun
       Perseroan dapat menagih piutang usahanya selama ±85 hari.
       Rasio perputaran persediaan tahun 2019 – 2023 cenderung berfluktuasi dari 9,43x pada tahun
       2019 menjadi 6,43x pada tahun 2023 atau selama tahun tersebut rata-rata sebesar 7,97x. Pada
       tahun 2023 tingkat perputaran persediaan sebesar 6,43x, artinya dalam satu tahun Perseroan
       dapat menghabiskan persediaannya selama ±57 hari.
       Rasio perputaran aset dalam tahun 2019 – 2023 cenderung berfluktuasi dari 1,02x pada tahun
       2019 menjadi 1,21x pada tahun 2023 atau selama tahun tersebut rata-rata sebesar 1,15x. Pada
       tahun 2023 tingkat perputaran aset Perseroan sebesar 1,21x, artinya Perseroan
       menginvestasikan asetnya selama ±302 hari untuk memperoleh pendapatan.
       Rasio perputaran utang usaha dalam tahun 2019 – 2023 cenderung fluktuatif dari 7,18x pada
       tahun 2019 menjadi 7,58x pada tahun 2023 atau selama tahun tersebut rata-rata sebesar 7,15x.
       Pada tahun 2023 tingkat perputaran utang usaha sebesar 7,58x, artinya Perseroan dapat
       melunasi utang usahanya dalam waktu ±48 hari.
4.1.3. Analisis Laporan Keuangan Sebelum Transaksi dan Proforma Laporan Keuangan Setelah
       Transaksi
       Analisis dilakukan mencakup analisis dampak transaksi terhadap laporan keuangan Perseroan
       yang dilakukan berdasarkan informasi keuangan proforma Perseroan sebelum dan setelah
       transaksi pada tanggal 31 Desember 2023 dari manajemen Perseroan.
        Tujuan informasi keuangan Proforma adalah untuk memperlihatkan dampak signifikan
        transaksi yang terjadi atas informasi keuangan historis. Namun, Informasi keuangan proforma
        bukan merupakan petunjuk hasil usaha atau dampak yang berkaitan atas posisi keuangan
        sebagai akibat dari transaksi yang telah terjadi sebelumnya. Informasi keuangan proforma
        disusun dengan menggunakan asumsi-asumsi sebagai berikut:
        • Laporan posisi keuangan sebelum transaksi diambil dari laporan keuangan Perseroan untuk
          tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh Akuntan Publik
          Harry Widjaja dari KAP Siddharta Widjaja & Rekan.
        • Pelaksanaan transaksi telah berlaku efektif pada tanggal 31 Desember 2023.
        • Pelaksanaan transaksi telah efektif dan sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang
          berlaku.


Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Uni-Charm Indonesia Tbk                              IV-9
Page 36
       Informasi keuangan proforma tersebut adalah sebagai berikut:
        PT UNI-CHARM INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
        Posisi Keuangan Proforma (Rp.Juta)
                                                    Sebelum                       Setelah
                              Uraian                Transaksi     Penyesuaian    Transaksi
                                                   31 Des 2023                  31 Des 2023
        ASET
        Aset Lancar
        Kas dan setara kas                            1.852.974    (28.154)       1.824.820
        Deposito berjangka                                   -         -                -
        Piutang usaha                                 2.375.398        -          2.375.398
        Piutang lain-lain                                 21.097       -             21.097
        Persediaan                                    1.214.485        -          1.214.485
        Piutang derivatif                                    -         -                -
        Klaim pengembalian pajak dan pajak lainnya        50.549       -             50.549
        Biaya dibayar di muka - lancar                    91.987       -             91.987
        Jumlah Aset Lancar                            5.606.490    (28.154)       5.578.336
        Aset Tidak Lancar
        Aset tetap                                    2.079.603      5.231        2.084.834
           Aset tetap                                 2.049.614     28.154        2.077.768
           Aset dalam pembangunan                         29.989   (22.923)           7.066
        Uang muka aset tetap                                 -         -                -
        Aset hak guna                                   263.256        -            263.256
        Aset pajak tangguhan                            183.899        -            183.899
        Klaim pengembalian pajak                        346.627        -            346.627
        Deposit yang dapat dikembalikan                    4.473       -              4.473
        Biaya dibayar di muka - tidak lancar               3.506       -              3.506
        Jumlah Aset Tidak Lancar                      2.881.364      5.231        2.886.595
        JUMLAH ASET                                   8.487.854    (22.923)       8.464.931
        LIABILITAS DAN EKUITAS
        Liabilitas Jangka Pendek
        Utang usaha                                   1.031.581        -          1.031.581
        Utang lain-lain                                 163.358    (22.923)         140.435
        Akrual                                        1.203.936        -          1.203.936
        Utang derivatif                                      879       -                879
        Pendapatan tangguhan                               1.272       -              1.272
        Utang pajak                                       40.769       -             40.769
        Pinjaman bank                                        -         -                -
        Liabilitas sewa - jangka pendek                   99.052       -             99.052
        Pinjaman pihak berelasi - jangka pendek              -         -                -
        Liabilitas imbalan kerja - jangka pendek           2.215       -              2.215
        Jumlah Liabilitas Jangka Pendek               2.543.062    (22.923)       2.520.139
        Liabilitas Jangka Panjang
        Liabilitas sewa - jangka panjang                215.815        -            215.815
        Pinjaman pihak berelasi - jangka panjang             -         -                -
        Liabilitas imbalan kerja - jangka panjang       165.327        -            165.327
        Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                381.142        -            381.142
        JUMLAH LIABILITAS                             2.924.204    (22.923)       2.901.281
        Ekuitas
        Modal saham                                     415.657        -            415.657
        Saham tresuri                                    (19.997)      -             (19.997)
        Selisih kurs atas modal disetor                   11.503       -              11.503
        Tambahan modal disetor                        1.064.255        -          1.064.255
        Saldo laba (rugi)                             4.091.268        -          4.091.268
        Kepentingan non-pengendali                           964       -                 964
        Jumlah Ekuitas                                5.563.650        -          5.563.650
        JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                 8.487.854    (22.923)       8.464.931
        Rasio Likuiditas dan Solvabilitas
        Current Ratio                                   220,46%                     221,35%
        Debt to Equity Ratio                              52,56%                     52,15%
        Debt to Asset Ratio                               34,45%                     34,27%
       Sumber: Manajemen Perseroan




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Uni-Charm Indonesia Tbk                            IV-10
Page 37
       Berikut adalah analisis singkat atas informasi posisi keuangan proforma Perseroan per 31
       Desember 2023 atas transaksi:
        • Proforma aset lancar mengalami penurunan 0,50% dari Rp 5.606.490 juta menjadi
            Rp 5.578.336 juta.
        • Proforma aset tidak lancar mengalami peningkatan 0,18% dari Rp 2.881.364 juta menjadi
            Rp 2.886.595 juta.
        • Secara keseluruhan proforma aset Perseroan setelah dilakukannya Rencana Transaksi
            mengalami penurunan 0,27% dari Rp 8.487.854 juta menjadi Rp 8.464.931 juta.
        • Proforma liabilitas jangka pendek mengalami penurunan 0,90% dari Rp 2.543.062 juta
            menjadi Rp 2.520.139 juta.
        • Proforma liabilitas jangka panjang tidak mengalami perubahan.
        • Secara keseluruhan proforma liabilitas Perseroan mengalami penurunan 0,78% dari Rp
            2.924.204 juta menjadi Rp 2.901.281 juta.
        • Proforma ekuitas tidak mengalami perubahan.
        • Proforma Current Ratio mengalami peningkatan dari 220,46% menjadi 221,35%.
        • Proforma Debt to Equity Ratio dan Debt to Asset Ratio mengalami penurunan dari masing-
            masing sebesar 52,56% dan 34,45% menjadi 52,15% dan 34,27%.
       Berdasarkan uraian tersebut diatas dapat disimpulkan dengan dilakukannya transaksi kondisi
       likuiditas dan solvabilitas Perseroan mengalami peningkatan.
4.1.4. Penilaian Atas Proyeksi Keuangan yang Diperoleh dari Manajemen
       Kami telah menerima proyeksi keuangan tanpa dan dengan transaksi dari manajemen. Proyeksi
       keuangan tersebut telah kami sesuaikan. Berdasarkan penilaian kami, proyeksi keuangan
       tersebut yang telah disesuaikan telah mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat
       oleh manajemen dengan kemampuan pencapaiannya. Proyeksi keuangan yang digunakan
       adalah proyeksi keuangan yang telah disesuaikan.
        a. Proyeksi Keuangan Perseroan Tanpa Transaksi
           Asumsi – Asumsi
           Jangka Waktu Proyeksi
           Proyeksi keuangan disajikan mulai dari 1 Januari 2024 – 31 Desember 2028.
            Laporan Laba (Rugi)
            ▪ Pendapatan diasumsikan meningkat 5,00% setiap tahun.
            ▪ Beban pokok pendapatan diasumsikan sebesar 76,50% dari pendapatan setiap tahun.
            ▪ Beban penjualan diasumsikan sebesar 11,50% dari pendapatan setiap tahun.
            ▪ Beban umum dan administrasi diasumsikan sebesar 2,50% dari pendapatan setiap
               tahun.
            ▪ Perhitungan penyusutan dan amortisasi dengan metode garis lurus dengan sisa umur
               ekonomis yang wajar disajikan pada lampiran 1.
            ▪ Tarif pajak diasumsikan sebesar 22,00% dari laba sebelum pajak dengan menerapkan tax
               loss carry forward.




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Uni-Charm Indonesia Tbk                         IV-11
Page 38
            Laporan Posisi Keuangan
             ▪ Aset lancar
                − Deposito berjangka diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
                − Piutang usaha diasumsikan sebesar 85 hari dari pendapatan.
                − Piutang lain-lain diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
                − Persediaan diasumsikan 60 hari dari beban pokok pendapatan.
                − Aset dimiliki untuk dijual diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
                − Piutang derivatif diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
                − Pajak dibayar di muka diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
                − Biaya dibayar di muka - lancar diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember
                    2023.
             ▪ Aset tidak lancar
                 − Aset tetap
                     Nilai perolehan diasumsikan meningkat per tahun dari tahun sebelumnya sebagai
                     capex. Akumulasi penyusutan dihitung dengan menambahkan akumulasi
                     penyusutan tahun sebelumnya dengan penyusutan tahun berjalan disajikan pada
                     lampiran 1.
                 − Uang muka aset tetap diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
                 − Aset hak guna
                     Nilai perolehan diasumsikan tetap. Akumulasi penyusutan dihitung dengan
                     menambahkan akumulasi penyusutan tahun sebelumnya dengan penyusutan
                     tahun berjalan disajikan pada lampiran 1.
                 − Aset pajak tangguhan diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
                 − Pajak dibayar dimuka tidak lancar diasumsikan tetap, sama dengan per 31
                     Desember 2023.
                 − Uang jaminan diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
                 − Biaya dibayar di muka - tidak lancar diasumsikan tetap, sama dengan per 31
                     Desember 2023.
             ▪ Liabilitas jangka pendek
                − Utang usaha diasumsikan sebesar 50 hari dari beban pokok pendapatan.
                − Utang lain-lain – pihak berelasi diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember
                    2023.
                − Akrual dan provisi diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
                − Utang derivatif diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
                − Pendapatan tangguhan diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
                − Utang pajak diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
                − Pinjaman bank diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
                − Liabilitas sewa - jangka pendek diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember
                    2023.
                − Pinjaman pihak berelasi - jangka pendek diasumsikan tetap, sama dengan per 31
                    Desember 2023.
                − Liabilitas imbalan kerja - jangka pendek diasumsikan tetap, sama dengan per 31
                    Desember 2023.




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Uni-Charm Indonesia Tbk                         IV-12
Page 39
             ▪    Liabilitas jangka panjang
                  − Liabilitas sewa - jangka panjang diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember
                      2023.
                  − Pinjaman pihak berelasi - jangka panjang diasumsikan tetap, sama dengan per 31
                      Desember 2023.
                  − Liabilitas imbalan kerja - jangka panjang diasumsikan tetap, sama dengan per 31
                      Desember 2023.
             ▪    Ekuitas
                  − Modal saham diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
                  − Saham tresuri diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
                  − Selisih kurs atas modal disetor diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember
                      2023.
                  − Tambahan modal disetor diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
                  − Cadangan alokasi saham karyawan diasumsikan tetap, sama dengan per 31
                      Desember 2023.
                  − Saldo laba (rugi) adalah penjumlahan antara laba (rugi) bersih periode berjalan
                      dengan saldo (rugi) laba periode sebelumnya.
                  − Kepentingan non-pengendali diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember
                      2023.
            Asumsi – asumsi yang digunakan yang terkait langsung dengan kegiatan usaha dalam
            proyeksi posisi keuangan adalah wajar.
            Proyeksi Laba Rugi Tanpa Dilakukannya Transaksi
            PT UNI-CHARM INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
            Proyeksi Laba Rugi Tanpa Dilakukannya Transaksi (Rp.Juta)
                                                       Tahun                                           Tahun
                            Uraian
                                                        2023              2024           2025           2026           2027          2028
            PENDAPATAN                                  10.245.160      10.757.418     11.295.289     11.860.053     12.453.056   13.075.709
            BEBAN POKOK PENDAPATAN                      (7.814.377)     (8.229.425)    (8.640.896)    (9.072.941)    (9.526.588) (10.002.917)
            LABA KOTOR                                    2.430.783       2.527.993      2.654.393      2.787.113      2.926.468    3.072.792
            Beban penjualan                              (1.156.696)     (1.237.103)    (1.298.958)    (1.363.906)    (1.432.101)  (1.503.707)
            Beban umum dan administrasi                    (248.909)       (268.935)      (282.382)      (296.501)      (311.326)    (326.893)
            EBITDA                                        1.025.178       1.021.955      1.073.052      1.126.705      1.183.040    1.242.192
            Depresiasi dan amortisasi                      (485.993)       (470.040)      (487.611)      (511.358)      (271.192)    (200.909)
            EBIT                                            539.185         551.914        585.442        615.347        911.849    1.041.284
            Biaya keuangan                                   (20.345)           -              -              -              -            -
            Penghasilan keuangan                              32.646            -              -              -              -            -
            (Kerugian)/keuntungan selisih kurs                11.358            -              -              -              -            -
            Beban pajak                                       (3.721)           -              -              -              -            -
            Lain-lain                                         15.092            -              -              -              -            -
            EBT                                             574.215         551.914        585.442        615.347        911.849    1.041.284
            Pajak                                          (139.683)       (121.421)      (128.797)      (135.376)      (200.607)    (229.082)
            LABA BERSIH (EAT)                               434.532         430.493        456.645        479.971        711.242      812.201
                                           Rata-rata
            Rasio Profitabilitas
                                           2024-2028
            EBITDA/Sales                        9,50%        10,01%          9,50%          9,50%          9,50%          9,50%         9,50%
            EBIT/Sales                          6,16%         5,26%          5,13%          5,18%          5,19%          7,32%         7,96%
            EBT/Sales                           6,16%         5,60%          5,13%          5,18%          5,19%          7,32%         7,96%
            EAT/Sales                           4,80%         4,24%          4,00%          4,04%          4,05%          5,71%         6,21%




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Uni-Charm Indonesia Tbk                                                                   IV-13
Page 40
            Proyeksi Posisi Keuangan Tanpa Dilakukannya Transaksi
            PT UNI-CHARM INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
            Proyeksi Posisi Keuangan Tanpa Dilakukannya Transaksi (Rp.Juta)
                                                              Tahun                              Tahun Proyeksi
                                  Uraian
                                                               2023      2024         2025           2026           2027         2028
            ASET
            Aset Lancar
            Kas dan setara kas                               1.852.974 2.462.457     3.151.444     3.880.679       4.593.850    5.330.172
            Deposito berjangka                                      -         -            -             -               -            -
            Piutang usaha                                    2.375.398 2.505.152     2.630.410     2.761.930       2.900.027    3.045.028
            Piutang lain-lain                                    21.097    21.097       21.097        21.097          21.097       21.097
            Persediaan                                       1.214.485 1.352.782     1.420.421     1.491.442       1.566.014    1.644.315
            Piutang derivatif                                       -         -            -             -               -            -
            Klaim pengembalian pajak dan pajak lainnya           50.549    50.549       50.549        50.549          50.549       50.549
            Biaya dibayar di muka - lancar                       91.987    91.987       91.987        91.987          91.987       91.987
            Jumlah Aset Lancar                               5.606.490 6.484.024     7.365.908     8.297.684       9.223.524   10.183.148
            Aset Tidak Lancar
            Aset tetap
              Nilai perolehan                                6.122.430 6.241.167     6.359.904     6.478.641       6.597.378    6.716.115
              Akumulasi penyusutan                           4.042.827 4.487.018     4.948.779     5.434.288       5.679.631    5.854.690
              Nilai buku                                     2.079.603 1.754.149     1.411.125     1.044.353         917.747      861.425
            Uang muka aset tetap                                    -         -            -             -               -            -
            Aset hak guna
              Nilai perolehan                                  775.479   775.479       775.479       775.479         775.479      775.479
              Akumulasi amortisasi                             512.223   538.072       563.922       589.771         615.620      641.470
              Nilai buku                                       263.256   237.407       211.557       185.708         159.859      134.010
            Aset pajak tangguhan                               183.899   183.899       183.899       183.899         183.899      183.899
            Klaim pengembalian pajak                           346.627   346.627       346.627       346.627         346.627      346.627
            Deposit yang dapat dikembalikan                       4.473     4.473        4.473         4.473           4.473        4.473
            Biaya dibayar di muka - tidak lancar                  3.506     3.506        3.506         3.506           3.506        3.506
            Jumlah Aset Tidak Lancar                         2.881.364 2.530.061     2.161.187     1.768.566       1.616.111    1.533.939
            JUMLAH ASET                                      8.487.854 9.014.085     9.527.095    10.066.250      10.839.635   11.717.087
            LIABILITAS DAN EKUITAS
            Liabilitas Jangka Pendek
            Utang usaha                                      1.031.581 1.127.318     1.183.684     1.242.869       1.305.012    1.370.263
            Utang lain-lain                                    163.358   163.358       163.358       163.358         163.358      163.358
            Akrual                                           1.203.936 1.203.936     1.203.936     1.203.936       1.203.936    1.203.936
            Utang derivatif                                         879       879          879           879             879          879
            Pendapatan tangguhan                                  1.272     1.272        1.272         1.272           1.272        1.272
            Utang pajak                                          40.769    40.769       40.769        40.769          40.769       40.769
            Pinjaman bank                                           -         -            -             -               -            -
            Liabilitas sewa - jangka pendek                      99.052    99.052       99.052        99.052          99.052       99.052
            Pinjaman pihak berelasi - jangka                        -         -            -             -               -            -
            Liabilitas imbalan kerja - jangka pendek              2.215     2.215        2.215         2.215           2.215        2.215
            Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                  2.543.062 2.638.799     2.695.165     2.754.350       2.816.493    2.881.744
            Liabilitas Jangka Panjang
            Liabilitas sewa - jangka panjang                   215.815   215.815       215.815       215.815         215.815      215.815
            Pinjaman pihak berelasi - jangka                        -         -            -             -               -            -
            Liabilitas imbalan kerja - jangka panjang          165.327   165.327       165.327       165.327         165.327      165.327
            Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                   381.142   381.142       381.142       381.142         381.142      381.142
            JUMLAH LIABILITAS                                2.924.204 3.019.941     3.076.307     3.135.492       3.197.635    3.262.886
            Ekuitas
            Modal saham                                        415.657   415.657       415.657     415.657     415.657     415.657
            Saham tresuri                                       (19.997)  (19.997)      (19.997)    (19.997)    (19.997)    (19.997)
            Selisih kurs atas modal disetor                      11.503    11.503        11.503      11.503      11.503      11.503
            Tambahan modal disetor                           1.064.255 1.064.255     1.064.255   1.064.255   1.064.255   1.064.255
            Cadangan alokasi saham karyawan                         -         -             -           -           -           -
            Saldo laba (rugi)                                4.091.268 4.521.761     4.978.406   5.458.377   6.169.618   6.981.820
            Kepentingan non-pengendali                              964       964           964         964         964         964
            Jumlah Ekuitas                                   5.563.650 5.994.143     6.450.788   6.930.759   7.642.000   8.454.202
            JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                    8.487.854 9.014.085     9.527.095 10.066.250 10.839.635 11.717.087
                                                 Rata-rata
            Rasio Likuiditas dan Solvabilitas
                                                 2024-2028
            Current Ratio                           300,23%    220,46%   245,72%       273,30%       301,26%         327,48%      353,37%
            Debt to Equity Ratio                      44,75%     52,56%    50,38%       47,69%        45,24%          41,84%       38,59%
            Debt to Asset Ratio                       30,86%     34,45%    33,50%       32,29%        31,15%          29,50%       27,85%




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Uni-Charm Indonesia Tbk                                                               IV-14
Page 41
            Proyeksi Arus Kas Tanpa Dilakukannya Transaksi
            PT UNI-CHARM INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
            Proyeksi Arus Kas Tanpa Dilakukannya Transaksi (Rp.Juta)
                                                                                                           Tahun Proyeksi
                                          Uraian
                                                                                    2024        2025           2026          2027         2028
            ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
            Laba Bersih                                                             430.493     456.645        479.971       711.242      812.201
            Depresiasi dan amortisasi                                               470.040     487.611        511.358       271.192      200.909
            Perubahan Modal Kerja :
            (Kenaikan) Penurunan Deposito berjangka                                     -            -              -             -            -
            (Kenaikan) Penurunan Piutang usaha                                     (129.754)   (125.258)      (131.520)     (138.097)    (145.001)
            (Kenaikan) Penurunan Piutang lain-lain                                      -            -              -             -            -
            (Kenaikan) Penurunan Persediaan                                        (138.297)     (67.639)       (71.021)      (74.572)     (78.301)
            (Kenaikan) Penurunan Piutang derivatif                                      -            -              -             -            -
            (Kenaikan) Penurunan Klaim pengembalian pajak dan pajak lainnya             -            -              -             -            -
            (Kenaikan) Penurunan Biaya dibayar di muka - lancar                         -            -              -             -            -
            (Kenaikan) Penurunan Uang muka aset tetap                                   -            -              -             -            -
            (Kenaikan) Penurunan Aset pajak tangguhan                                   -            -              -             -            -
            (Kenaikan) Penurunan Klaim pengembalian pajak                               -            -              -             -            -
            (Kenaikan) Penurunan Deposit yang dapat dikembalikan                        -            -              -             -            -
            (Kenaikan) Penurunan Biaya dibayar di muka - tidak lancar                   -            -              -             -            -
            Kenaikan (Penurunan) Utang usaha                                         95.737       56.366         59.184        62.143       65.251
            Kenaikan (Penurunan) Utang lain-lain                                        -            -              -             -            -
            Kenaikan (Penurunan) Akrual                                                 -            -              -             -            -
            Kenaikan (Penurunan) Pendapatan tangguhan                                   -            -              -             -            -
            Kenaikan (Penurunan) Utang pajak                                            -            -              -             -            -
            Kenaikan (Penurunan) Liabilitas imbalan kerja - jangka pendek               -            -              -             -            -
            Kenaikan (Penurunan) Liabilitas imbalan kerja - jangka panjang              -            -              -             -            -
                                                         Perubahan Modal Kerja     (172.314)   (136.531)      (143.357)     (150.525)    (158.051)
                             Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) Aktivitas Operasi     728.220     807.724        847.971       831.908      855.058
            ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
            (Kenaikan) Penurunan Aset tetap                                        (118.737)   (118.737)      (118.737)     (118.737)    (118.737)
            (Kenaikan) Penurunan Aset hak guna                                          -           -              -             -            -
                            Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) Aktivitas Investasi   (118.737)   (118.737)      (118.737)     (118.737)    (118.737)
            ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
            Kenaikan (Penurunan) Utang derivatif                                        -           -              -             -            -
            Kenaikan (Penurunan) Pinjaman bank                                          -           -              -             -            -
            Kenaikan (Penurunan) Liabilitas sewa - jangka pendek                        -           -              -             -            -
            Kenaikan (Penurunan) Pinjaman pihak berelasi - jangka pendek                -           -              -             -            -
            Kenaikan (Penurunan) Liabilitas sewa - jangka panjang                       -           -              -             -            -
            Kenaikan (Penurunan) Pinjaman pihak berelasi - jangka panjang               -           -              -             -            -
            Kenaikan (Penurunan) Modal saham                                            -           -              -             -            -
            Kenaikan (Penurunan) Saham tresuri                                          -           -              -             -            -
            Kenaikan (Penurunan) Selisih kurs atas modal disetor                        -           -              -             -            -
            Kenaikan (Penurunan) Tambahan modal disetor                                 -           -              -             -            -
            Kenaikan (Penurunan) Cadangan alokasi saham karyawan                        -           -              -             -            -
            Kenaikan (Penurunan) Kepentingan non-pengendali                             -           -              -             -            -
            Penyesuaian                                                                 -           -              -             -            -
                         Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) Aktivitas Pendanaan           -           -              -             -            -
            KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN BANK                                609.483     688.988        729.234       713.172      736.322
            KAS DAN BANK AWAL TAHUN                                                1.852.974   2.462.457      3.151.444     3.880.679    4.593.850
            KAS DAN BANK AKHIR TAHUN                                               2.462.457   3.151.444      3.880.679     4.593.850    5.330.172




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Uni-Charm Indonesia Tbk                                                                        IV-15
Page 42
        b. Proyeksi Keuangan Perseroan Dengan Transaksi
           Asumsi – Asumsi
           Jangka Waktu Proyeksi
           Proyeksi keuangan disajikan mulai dari 1 Januari 2024 – 31 Desember 2028.
            Laporan Laba (Rugi)
            ▪ Pendapatan tahun 2024 diasumsikan sebesar 5,00% dari tahun sebelumnya ditambah
               asumsi kontribusi produk popok baru sebesar 0,75% dan selanjutnya diasumsikan
               meningkat 5,00% setiap tahun.
            ▪ Beban pokok pendapatan diasumsikan sebesar 76,50% dari pendapatan ditambah
               asumsi kenaikan biaya sebesar 0,10% setiap tahun.
            ▪ Beban penjualan dengan dilakukannya transaksi diasumsikan sama dengan beban
               penjualan tanpa dilakukannya transaksi.
            ▪ Beban umum dan administrasi dengan dilakukannya transaksi diasumsikan sama dengan
               Beban umum dan administrasi tanpa dilakukannya transaksi.
            ▪ Perhitungan penyusutan dan amortisasi dengan metode garis lurus dengan sisa umur
               ekonomis yang wajar disajikan pada lampiran 1.
            ▪ Tarif pajak diasumsikan sebesar 22,00% dari laba sebelum pajak dengan menerapkan tax
               loss carry forward.
            Laporan Posisi Keuangan
             ▪ Aset lancar
                − Deposito berjangka diasumsikan tetap, sama dengan proforma per 31 Desember
                    2023.
                − Piutang usaha diasumsikan sebesar 85 hari dari pendapatan.
                − Piutang lain-lain diasumsikan tetap, sama dengan proforma per 31 Desember 2023.
                − Persediaan diasumsikan 60 hari dari beban pokok pendapatan.
                − Aset dimiliki untuk dijual diasumsikan tetap, sama dengan proforma per 31
                    Desember 2023.
                − Piutang derivatif diasumsikan tetap, sama dengan proforma per 31 Desember 2023.
                − Pajak dibayar di muka diasumsikan tetap, sama dengan proforma per 31 Desember
                    2023.
                − Biaya dibayar di muka - lancar diasumsikan tetap, sama dengan proforma per 31
                    Desember 2023.
             ▪ Aset tidak lancar
                 − Aset tetap
                     Nilai perolehan diasumsikan meningkat per tahun dari tahun sebelumnya sebagai
                     capex. Akumulasi penyusutan dihitung dengan menambahkan akumulasi
                     penyusutan tahun sebelumnya dengan penyusutan tahun berjalan disajikan pada
                     lampiran 1.
                 − Uang muka aset tetap diasumsikan tetap, sama dengan proforma per 31 Desember
                     2023.
                 − Aset hak guna
                     Nilai perolehan diasumsikan tetap. Akumulasi penyusutan dihitung dengan
                     menambahkan akumulasi penyusutan tahun sebelumnya dengan penyusutan
                     tahun berjalan disajikan pada lampiran 1.


Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Uni-Charm Indonesia Tbk                         IV-16
Page 43
                   −   Aset pajak tangguhan diasumsikan tetap, sama dengan proforma per 31 Desember
                       2023.
                   − Pajak dibayar dimuka tidak lancar diasumsikan tetap, sama dengan proforma per
                       31 Desember 2023.
                   − Uang jaminan diasumsikan tetap, sama dengan proforma per 31 Desember 2023.
                   − Biaya dibayar di muka - tidak lancar diasumsikan tetap, sama dengan proforma per
                       31 Desember 2023.
             ▪    Liabilitas jangka pendek
                  − Utang usaha diasumsikan sebesar 50 hari dari beban pokok pendapatan.
                  − Utang lain-lain – pihak berelasi diasumsikan tetap, sama dengan proforma per 31
                      Desember 2023.
                  − Akrual dan provisi diasumsikan tetap, sama dengan proforma per 31 Desember
                      2023.
                  − Utang derivatif diasumsikan tetap, sama dengan proforma per 31 Desember 2023.
                  − Pendapatan tangguhan diasumsikan tetap, sama dengan proforma per 31
                      Desember 2023.
                  − Utang pajak diasumsikan tetap, sama dengan proforma per 31 Desember 2023.
                  − Pinjaman bank diasumsikan tetap, sama dengan proforma per 31 Desember 2023.
                  − Liabilitas sewa - jangka pendek diasumsikan tetap, sama dengan proforma per 31
                      Desember 2023.
                  − Pinjaman pihak berelasi - jangka pendek diasumsikan tetap, sama dengan proforma
                      per 31 Desember 2023.
                  − Liabilitas imbalan kerja - jangka pendek diasumsikan tetap, sama dengan proforma
                      per 31 Desember 2023.
             ▪    Liabilitas jangka panjang
                  − Liabilitas sewa - jangka panjang diasumsikan tetap, sama dengan proforma per 31
                      Desember 2023.
                  − Pinjaman pihak berelasi - jangka panjang diasumsikan tetap, sama dengan proforma
                      per 31 Desember 2023.
                  − Liabilitas imbalan kerja - jangka panjang diasumsikan tetap, sama dengan proforma
                      per 31 Desember 2023.
             ▪    Ekuitas
                  − Modal saham diasumsikan tetap, sama dengan proforma per 31 Desember 2023.
                  − Saham tresuri diasumsikan tetap, sama dengan proforma per 31 Desember 2023.
                  − Selisih kurs atas modal disetor diasumsikan tetap, sama dengan proforma per 31
                      Desember 2023.
                  − Tambahan modal disetor diasumsikan tetap, sama dengan proforma per 31
                      Desember 2023.
                  − Cadangan alokasi saham karyawan diasumsikan tetap, sama dengan proforma per
                      31 Desember 2023.
                  − Saldo laba (rugi) adalah penjumlahan antara laba (rugi) bersih periode berjalan
                      dengan saldo (rugi) laba periode sebelumnya.
                  − Kepentingan non-pengendali diasumsikan tetap, sama dengan proforma per 31
                      Desember 2023.


Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Uni-Charm Indonesia Tbk                           IV-17
Page 44
            Asumsi – asumsi yang digunakan yang terkait langsung dengan kegiatan usaha dalam
            proyeksi posisi keuangan adalah wajar.
            Proyeksi Laba Rugi Dengan Dilakukannya Transaksi
            PT UNI-CHARM INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
            Proyeksi Laba Rugi Dengan Dilakukannya Transaksi (Rp.Juta)
                                                        Tahun                                      Tahun Proyeksi
                              Uraian
                                                         2023           2024           2025             2026         2027         2028
            PENDAPATAN                                10.245.160     10.834.257     11.375.970       11.944.768   12.542.006   13.169.107
            BEBAN POKOK PENDAPATAN                    (7.814.377)    (8.299.041)    (8.713.993)       (9.149.692) (9.607.177) (10.087.536)
            LABA KOTOR                                  2.430.783      2.535.216      2.661.977        2.795.076    2.934.830    3.081.571
            Beban penjualan                            (1.156.696)    (1.237.103)    (1.298.958)      (1.363.906)  (1.432.101)  (1.503.707)
            Beban umum dan administrasi                  (248.909)      (268.935)      (282.382)        (296.501)    (311.326)    (326.893)
            EBITDA                                      1.025.178      1.029.178      1.080.636        1.134.668    1.191.402    1.250.972
            Depresiasi dan amortisasi                    (485.993)      (470.040)      (489.957)        (513.817)    (273.763)    (203.593)
            EBIT                                          539.185        559.137        590.680          620.851      917.638    1.047.379
            Biaya keuangan                                 (20.345)          -              -                -            -            -
            Penghasilan keuangan                            32.646           -              -                -            -            -
            (Kerugian)/keuntungan selisih kurs              11.358           -              -                -            -            -
            Beban pajak                                     (3.721)          -              -                -            -            -
            Lain-lain                                       15.092           -              -                -            -            -
            EBT                                           574.215        559.137        590.680          620.851      917.638    1.047.379
            Pajak                                        (139.683)      (123.010)      (129.950)        (136.587)    (201.880)    (230.423)
            LABA BERSIH (EAT)                             434.532        436.127        460.730          484.264      715.758      816.956
                                           Rata-rata
                 Rasio Profitabilitas
                                           2024-2028
            EBITDA/Sales                        9,50%       10,01%         9,50%         9,50%            9,50%         9,50%        9,50%
            EBIT/Sales                          6,16%        5,26%         5,16%         5,19%            5,20%         7,32%        7,95%
            EBT/Sales                           6,16%        5,60%         5,16%         5,19%            5,20%         7,32%        7,95%
            EAT/Sales                           4,81%        4,24%         4,03%         4,05%            4,05%         5,71%        6,20%




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Uni-Charm Indonesia Tbk                                                                 IV-18
Page 45
            Proyeksi Posisi Keuangan Dengan Dilakukannya Transaksi
            PT UNI-CHARM INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
            Proyeksi Posisi Keuangan Dengan Dilakukannya Transaksi (Rp.Juta)
                                                          Tahun      Proforma                                 Tahun Proyeksi
                                  Uraian
                                                           2023         2023          2024         2025           2026           2027         2028
            ASET
            Aset Lancar
            Kas dan setara kas                           1.852.974 1.824.820        2.420.135     3.114.001     3.848.385       4.566.989    5.309.040
            Deposito berjangka                                  -            -            -             -             -               -            -
            Piutang usaha                                2.375.398 2.375.398        2.523.046     2.649.198     2.781.658       2.920.741    3.066.778
            Piutang lain-lain                                21.097       21.097       21.097        21.097        21.097          21.097       21.097
            Persediaan                                   1.214.485 1.214.485        1.364.226     1.432.437     1.504.059       1.579.262    1.658.225
            Piutang derivatif                                   -            -            -             -             -               -            -
            Klaim pengembalian pajak dan pajak lainnya       50.549       50.549       50.549        50.549        50.549          50.549       50.549
            Biaya dibayar di muka - lancar                   91.987       91.987       91.987        91.987        91.987          91.987       91.987
            Jumlah Aset Lancar                           5.606.490 5.578.336        6.471.040     7.359.269     8.297.735       9.230.626   10.197.676
            Aset Tidak Lancar
            Aset tetap
              Nilai perolehan                            6.122.430 6.127.661        6.246.398     6.365.698     6.484.998       6.604.298    6.723.598
              Akumulasi penyusutan                       4.042.827 4.042.827        4.487.018     4.951.126     5.439.093       5.687.007    5.864.750
              Nilai buku                                 2.079.603 2.084.834        1.759.380     1.414.573     1.045.905         917.291      858.848
            Uang muka aset tetap                                -            -            -             -             -               -            -
            Aset hak guna
              Nilai perolehan                              775.479      775.479       775.479       775.479       775.479         775.479      775.479
              Akumulasi amortisasi                         512.223      512.223       538.072       563.922       589.771         615.620      641.470
              Nilai buku                                   263.256      263.256       237.407       211.557       185.708         159.859      134.010
            Aset pajak tangguhan                           183.899      183.899       183.899       183.899       183.899         183.899      183.899
            Klaim pengembalian pajak                       346.627      346.627       346.627       346.627       346.627         346.627      346.627
            Deposit yang dapat dikembalikan                   4.473        4.473        4.473         4.473         4.473           4.473        4.473
            Biaya dibayar di muka - tidak lancar              3.506        3.506        3.506         3.506         3.506           3.506        3.506
            Jumlah Aset Tidak Lancar                     2.881.364 2.886.595        2.535.292     2.164.635     1.770.118       1.615.655    1.531.362
            JUMLAH ASET                                  8.487.854 8.464.931        9.006.332     9.523.905    10.067.854      10.846.281   11.729.039
            LIABILITAS DAN EKUITAS
            Liabilitas Jangka Pendek
            Utang usaha                                  1.031.581 1.031.581        1.136.855     1.193.698     1.253.383       1.316.052    1.381.854
            Utang lain-lain                                163.358      140.435       140.435       140.435       140.435         140.435      140.435
            Akrual                                       1.203.936 1.203.936        1.203.936     1.203.936     1.203.936       1.203.936    1.203.936
            Utang derivatif                                     879          879          879           879           879             879          879
            Pendapatan tangguhan                              1.272        1.272        1.272         1.272         1.272           1.272        1.272
            Utang pajak                                      40.769       40.769       40.769        40.769        40.769          40.769       40.769
            Pinjaman bank                                       -            -            -             -             -               -            -
            Liabilitas sewa - jangka pendek                  99.052       99.052       99.052        99.052        99.052          99.052       99.052
            Pinjaman pihak berelasi - jangka pendek             -            -            -             -             -               -            -
            Liabilitas imbalan kerja - jangka pendek          2.215        2.215        2.215         2.215         2.215           2.215        2.215
            Jumlah Liabilitas Jangka Pendek              2.543.062 2.520.139        2.625.413     2.682.255     2.741.940       2.804.609    2.870.412
            Liabilitas Jangka Panjang
            Liabilitas sewa - jangka panjang               215.815      215.815       215.815       215.815       215.815         215.815      215.815
            Pinjaman pihak berelasi - jangka panjang            -            -            -             -             -               -            -
            Liabilitas imbalan kerja - jangka panjang      165.327      165.327       165.327       165.327       165.327         165.327      165.327
            Jumlah Liabilitas Jangka Panjang               381.142      381.142       381.142       381.142       381.142         381.142      381.142
            JUMLAH LIABILITAS                            2.924.204 2.901.281        3.006.555     3.063.397     3.123.082       3.185.751    3.251.554
            Ekuitas
            Modal saham                                    415.657      415.657       415.657       415.657     415.657     415.657     415.657
            Saham tresuri                                   (19.997)     (19.997)      (19.997)      (19.997)    (19.997)    (19.997)    (19.997)
            Selisih kurs atas modal disetor                  11.503       11.503        11.503        11.503      11.503      11.503      11.503
            Tambahan modal disetor                       1.064.255 1.064.255        1.064.255     1.064.255   1.064.255   1.064.255   1.064.255
            Cadangan alokasi saham karyawan                     -            -             -             -           -           -           -
            Saldo laba (rugi)                            4.091.268 4.091.268        4.527.395     4.988.125   5.472.389   6.188.147   7.005.103
            Kepentingan non-pengendali                          964          964           964           964         964         964         964
            Jumlah Ekuitas                               5.563.650 5.563.650        5.999.777     6.460.507   6.944.771   7.660.529   8.477.485
            JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                8.487.854 8.464.931        9.006.332     9.523.905 10.067.854 10.846.281 11.729.039
                                                Rata-rata
            Rasio Likuiditas dan Solvabilitas
                                                2024-2028
            Current Ratio                          301,57%   220,46%     221,35%      246,48%       274,37%       302,62%         329,12%      355,27%
            Debt to Equity Ratio                    44,49%    52,56%      52,15%       50,11%        47,42%        44,97%          41,59%       38,36%
            Debt to Asset Ratio                     30,73%    34,45%      34,27%       33,38%        32,17%        31,02%          29,37%       27,72%




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Uni-Charm Indonesia Tbk                                                                            IV-19
Page 46
            Proyeksi Arus Kas Dengan Dilakukannya Transaksi
            PT UNI-CHARM INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
            Proyeksi Arus Kas Dengan Dilakukannya Transaksi (Rp.Juta)
                                                                                                            Tahun Proyeksi
                                          Uraian
                                                                                    2024         2025           2026          2027         2028
            ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
            Laba Bersih                                                             436.127      460.730        484.264       715.758      816.956
            Depresiasi dan amortisasi                                               470.040      489.957        513.817       273.763      203.593
            Perubahan Modal Kerja :
            (Kenaikan) Penurunan Deposito berjangka                                      -            -              -             -            -
            (Kenaikan) Penurunan Piutang usaha                                     (147.648)    (126.152)      (132.460)     (139.083)    (146.037)
            (Kenaikan) Penurunan Piutang lain-lain                                       -            -              -             -            -
            (Kenaikan) Penurunan Persediaan                                        (149.741)      (68.211)       (71.622)      (75.203)     (78.963)
            (Kenaikan) Penurunan Piutang derivatif                                       -            -              -             -            -
            (Kenaikan) Penurunan Klaim pengembalian pajak dan pajak lainnya              -            -              -             -            -
            (Kenaikan) Penurunan Biaya dibayar di muka - lancar                          -            -              -             -            -
            (Kenaikan) Penurunan Uang muka aset tetap                                    -            -              -             -            -
            (Kenaikan) Penurunan Aset pajak tangguhan                                    -            -              -             -            -
            (Kenaikan) Penurunan Klaim pengembalian pajak                                -            -              -             -            -
            (Kenaikan) Penurunan Deposit yang dapat dikembalikan                         -            -              -             -            -
            (Kenaikan) Penurunan Biaya dibayar di muka - tidak lancar                    -            -              -             -            -
            Kenaikan (Penurunan) Utang usaha                                        105.274        56.843         59.685        62.669       65.803
            Kenaikan (Penurunan) Utang lain-lain                                     (22.923)         -              -             -            -
            Kenaikan (Penurunan) Akrual                                                  -            -              -             -            -
            Kenaikan (Penurunan) Pendapatan tangguhan                                    -            -              -             -            -
            Kenaikan (Penurunan) Utang pajak                                             -            -              -             -            -
            Kenaikan (Penurunan) Liabilitas imbalan kerja - jangka pendek                -            -              -             -            -
            Kenaikan (Penurunan) Liabilitas imbalan kerja - jangka panjang               -            -              -             -            -
                                                         Perubahan Modal Kerja     (215.038)    (137.521)      (144.397)     (151.617)    (159.198)
                             Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) Aktivitas Operasi     691.129      813.166        853.684       837.904      861.351
            ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
            (Kenaikan) Penurunan Aset tetap                                        (123.968)    (119.300)      (119.300)     (119.300)    (119.300)
            (Kenaikan) Penurunan Aset hak guna                                          -            -              -             -            -
                            Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) Aktivitas Investasi   (123.968)    (119.300)      (119.300)     (119.300)    (119.300)
            ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
            Kenaikan (Penurunan) Utang derivatif                                         -            -              -             -            -
            Kenaikan (Penurunan) Pinjaman bank                                           -            -              -             -            -
            Kenaikan (Penurunan) Liabilitas sewa - jangka pendek                         -            -              -             -            -
            Kenaikan (Penurunan) Pinjaman pihak berelasi - jangka pendek                 -            -              -             -            -
            Kenaikan (Penurunan) Liabilitas sewa - jangka panjang                        -            -              -             -            -
            Kenaikan (Penurunan) Pinjaman pihak berelasi - jangka panjang                -            -              -             -            -
            Kenaikan (Penurunan) Modal saham                                             -            -              -             -            -
            Kenaikan (Penurunan) Saham tresuri                                           -            -              -             -            -
            Kenaikan (Penurunan) Selisih kurs atas modal disetor                         -            -              -             -            -
            Kenaikan (Penurunan) Tambahan modal disetor                                  -            -              -             -            -
            Kenaikan (Penurunan) Cadangan alokasi saham karyawan                         -            -              -             -            -
            Kenaikan (Penurunan) Kepentingan non-pengendali                              -            -              -             -            -
            Penyesuaian                                                                  -            -              -             -            -
                         Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) Aktivitas Pendanaan            -            -              -             -            -
            KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN BANK                                 567.161      693.866        734.384       718.604      742.051
            KAS DAN BANK AWAL TAHUN                                                1.852.974    2.420.135      3.114.001     3.848.385    4.566.989
            KAS DAN BANK AKHIR TAHUN                                               2.420.135    3.114.001      3.848.385     4.566.989    5.309.040

            Tanpa dilakukannya transaksi rata-rata EBITDA/Sales, EBIT/Sales, EBT/Sales dan EAT/Sales
            Perseroan masing-masing sebesar 9,50%, 6,16%, 6,16% dan 4,80%. Sedangkan dengan
            dilakukannya transaksi rata-rata EBITDA/Sales, EBIT/Sales, EBT/Sales dan EAT/Sales
            Perseroan setiap tahun masing-masing sebesar 9,50%, 6,16%, 6,16% dan 4,81%. Dengan
            demikian dengan dilakukannya transaksi profitabilitas Perseroan yang diukur dari EAT/Sales
            mengalami peningkatan.
            Tanpa dilakukannya transaksi likuiditas Perseroan yang diukur dengan rata-rata Current
            Ratio (CR) sebesar 300,23% sedangkan dengan dilakukannya transaksi CR Perseroan menjadi
            301,57%.




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Uni-Charm Indonesia Tbk                                                                        IV-20
Page 47
            Tanpa dilakukannya transaksi solvabilitas Perseroan yang diukur dengan rata-rata Debt to
            Equity Ratio (DER) dan Debt to Assets Ratio (DAR) masing-masing 44,75% dan 30,86%
            sedangkan dengan dilakukannya transaksi DER dan DAR Perseroan menjadi 44,49% dan
            30,73%.
            Dengan transaksi, proyeksi posisi keuangan Perseroan menunjukan bahwa likuiditas dan
            solvabilitas Perseroan mengalami peningkatan.
            Dengan dan tanpa transaksi proyeksi arus kas Perseroan menunjukkan tidak ada cash
            deficiency dan kelangsungan usaha Perseroan selama umur proyeksi terjamin.

4.2.   Analisis Inkremental
       Analisis inkremental untuk mengukur nilai tambah dari transaksi dengan mempertimbangkan:
       − Konstribusi nilai tambah terhadap perusahaan sebagai akibat dari transaksi dan dampaknya
           terhadap proyeksi keuangan.
       − Biaya dan pendapatan yang relevan.
       − Informasi non keuangan yang relevan.
       − Prosedur pengambilan keputusan oleh perusahaan dalam menentukan rencana dan nilai
           transaksi dengan memperhatikan alternatif lain.
       − Hal-hal material lain.
4.2.1. Konstribusi Nilai Tambah
       Berdasarkan proyeksi keuangan dampak dilakukannya transaksi akan meningkatkan
       pendapatan dan laba Perseroan yang memberikan nilai tambah bagi Perseroan.
       Analisis kontribusi nilai tambah terhadap pendapatan dan laba Perseroan dapat dihitung
       sebagai berikut:
        Konstribusi Nilai Tambah Terhadap Pendapatan dan Laba Perseroan (Rp.Juta)
                                                                               Tahun
                           Uraian                                                                                      Jumlah
                                                    2024          2025          2026          2027         2028
        Dengan Transaksi (1)
        Pendapatan                                10.834.257   11.375.970     11.944.768    12.542.006   13.169.107   59.866.107
        EBITDA                                     1.029.178     1.080.636     1.134.668     1.191.402    1.250.972    5.686.856
        EBIT                                         559.137       590.680        620.851      917.638    1.047.379    3.735.686
        EBT                                          559.137       590.680        620.851      917.638    1.047.379    3.735.686
        EAT                                          436.127       460.730        484.264      715.758      816.956    2.913.835
        Tanpa Transaksi (2)
        Pendapatan                                10.757.418   11.295.289     11.860.053    12.453.056   13.075.709   59.441.525
        EBITDA                                     1.021.955     1.073.052     1.126.705     1.183.040    1.242.192    5.646.945
        EBIT                                         551.914       585.442        615.347      911.849    1.041.284    3.705.836
        EBT                                          551.914       585.442        615.347      911.849    1.041.284    3.705.836
        EAT                                          430.493       456.645        479.971      711.242      812.201    2.890.552
        Konstribusi Nilai Tambah (1-2)
        Pendapatan                                    76.839        80.681         84.715      88.950       93.398      424.582
        EBITDA                                         7.223         7.584          7.963       8.361        8.779       39.911
        EBIT                                           7.223         5.238          5.504       5.790        6.095       29.850
        EBT                                            7.223         5.238          5.504       5.790        6.095       29.850
        EAT                                            5.634         4.085          4.293       4.516        4.754       23.283

       Berdasarkan hasil perhitungan, terlihat bahwa dengan dilakukannya transaksi memberikan
       konstribusi nilai tambah terhadap pendapatan dan laba Perseroan. Dengan dilakukannya
       transaksi, peningkatan kontribusi nilai tambah pada periode 1 Januari 2024 – 31 Desember 2028
       terhadap pendapatan sebesar Rp 424.582 juta dan laba EBITDA, EBIT, EBT serta EAT masing-
       masing sebesar Rp 39.911 juta, Rp 29.850 juta, Rp 29.850 juta dan Rp 23.283 juta.




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Uni-Charm Indonesia Tbk                                                      IV-21
Page 48
       Berdasarkan analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa dengan dilakukannya transaksi,
       Perseroan akan memperoleh nilai tambah berupa peningkatan pendapatan dan laba yang akan
       menguntungkan Perseroan.
4.2.2. Biaya dan Pendapatan yang Relevan
       Perseroan akan memperhatikan biaya dan pendapatan yang relevan sesuai dengan keadaan
       industri dan margin laba yang diharapkan. Apabila pendapatan berkurang Perseroan akan
       menurunkan biaya secara proporsional hingga margin laba yang diharapkan dapat tercapai.
       Dengan demikian transaksi yang dilakukan memberikan nilai tambah bagi Perseroan.
4.2.3. Informasi Non Keuangan yang Relevan
       Informasi non keuangan yang relevan adalah dengan modifikasi komponen (attachment) mesin
       MC52 Perseroan dapat memproduksi varian produk baru yang lebih premium sehingga dapat
       memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat.
4.2.4. Prosedur Pengambilan Keputusan Oleh Perseroan Dalam Menentukan Rencana Transaksi dan
       Nilai Transaksi dengan Memperhatikan Alternatif lain
       Prosedur pengambilan keputusan oleh Perseroan dalam menentukan Rencana Transaksi dan
       nilai transaksi adalah dilakukan oleh Direksi dengan persetujuan Komisaris Perseroan. Rencana
       Transaksi dan nilai transaksi dengan persyaratan yang mudah, transparan dan akuntabel yang
       dapat dipenuhi Perseroan sesuai dengan Peraturan perundang-undangan yang berlaku.
       Alternatif lain dari Rencana Transaksi apabila dilakukan dengan pihak lain tidak ada dan
       Perseroan tidak mengenal pihak lain tersebut, sehingga Rencana Transaksi tidak dapat
       dilaksanakan.
4.2.5. Hal-Hal Material Lainnya
       Hal-hal material lainnya terkait dengan analisis inkremental dari Rencana Transaksi tidak ada.
       Dengan analisis inkremental yang telah dilakukan, Penilai meyakini bahwa Rencana Transaksi
       adalah wajar dan memberikan nilai tambah bagi Perseroan.




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Uni-Charm Indonesia Tbk                           IV-22
Page 49
                                               BAB V
                                 ANALISIS KEWAJARAN NILAI TRANSAKSI

Analisis kewajaran nilai transaksi meliputi :
a. Perbandingan antara nilai transaksi dengan hasil penilaian atas transaksi yang dilakukan.
b. Analisis untuk memastikan bahwa nilai transaksi memberikan nilai tambah dari transaksi yang
    dilakukan.
Kewajaran nilai transaksi berdasarkan Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 tentang Pedoman
Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, menyatakan bahwa batas atas dan
batas bawah pada kisaran nilai tidak melebihi 7,50% dari nilai hasil penilaian.
5.1.   Hasil Penilaian Objek Transaksi
       Berdasarkan Laporan Penilaian Properti No. 00133/2.0118-00/PP/04/0463/1/V/2024 tanggal 2
       Mei 2024 yang diterbitkan oleh KJPP Iskandar dan Rekan, menyatakan bahwa Nilai Pasar
       Komponen (attachment) Mesin Manufaktur Popok MC 52 per 31 Desember 2023 adalah
       sejumlah Rp 28.291.000.000,- (Dua Puluh Delapan Miliar Dua Ratus Sembilan Puluh Satu Juta
       Rupiah).
5.2.   Nilai Transaksi
       Berdasarkan Draft Individual Contract of Master Sales Agreement for Machinery (Machine 52)
       harga pembelian komponen (attachment) mesin MC52 milik UNCR oleh UCID sebesar Rp
       28.154.457.543,-. Dengan demikian nilai transaksi sebesar Rp 28.154.457.543,-.
5.3.   Analisis Kewajaran Nilai Transaksi
       Nilai transaksi pembelian komponen (attachment) mesin MC52 adalah sebesar Rp
       28.154.457.543,- dan Nilai Pasarnya adalah Rp 28.291.000.000,- maka nilai transaksi lebih
       rendah 0,48% dari Nilai Pasarnya namun masih dalam kisaran wajar. Dengan demikian kami
       berpendapat bahwa nilai transaksi adalah wajar.
5.4.   Analisis Bahwa Nilai Transaksi Memberikan Nilai Tambah dari Transaksi Yang Dilakukan
       Berdasarkan hasil analisis dapat dipastikan bahwa nilai transaksi memberikan nilai tambah
       sebagai berikut:
       • Dengan dilakukannya transaksi, peningkatan kontribusi nilai tambah pada periode 1 Januari
          2024 – 31 Desember 2028 terhadap pendapatan sebesar Rp 424.582 juta dan laba EBITDA,
          EBIT, EBT serta EAT masing-masing sebesar Rp 39.911 juta, Rp 29.850 juta, Rp 29.850 juta
          dan Rp 23.283 juta.
Berdasarkan analisis tersebut, kami berpendapat bahwa nilai transaksi adalah wajar.




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Uni-Charm Indonesia Tbk                          V-1
Page 50
                                              BAB VI
                             ANALISIS ATAS FAKTOR LAIN YANG RELEVAN


6.1.   Analisis Ketidakpastian Rencana Pembiayaan Dalam Rencana Transaksi
       Rencana transaksi merupakan pembelian komponen (attachment) mesin MC52 milik UNCR oleh
       UCID yang seluruhnya bersumber dari dana kas Perseroan, berdasarkan laporan keuangan
       Perseroan periode 31 Desember 2023 kas dan setara kas yang dimiliki oleh Perseroan sebesar
       Rp 1.852.974 juta, sehingga Perseroan memiliki kas yang cukup untuk melakukan transaksi.

6.2.   Analisis Ketidakpastian Nilai Tukar Mata Uang
       Laporan keuangan Perseroan dan komoditas yang diperdagangkan dalam mata uang Rupiah.
       Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 20-21 Desember 2023 memutuskan untuk
       mempertahankan BI-Rate sebesar 6,00%, suku bunga Deposit Facility sebesar 5,25%, dan suku
       bunga Lending Facility sebesar 6,75%. Terhitung mulai 21 Desember 2023, Bank Indonesia
       menggunakan nama BI-Rate sebagai suku bunga kebijakan menggantikan BI 7-Day (Reverse)
       Repo Rate untuk memperkuat komunikasi kebijakan moneter. Penggantian nama ini tidak
       mengubah makna dan tujuan BI-Rate sebagai stance kebijakan moneter Bank Indonesia, serta
       operasionalisasinya tetap mengacu pada transaksi reverse repo Bank Indonesia tenor 7 (tujuh)
       hari.
       Keputusan mempertahankan BI-Rate pada level 6,00% tetap konsisten dengan fokus kebijakan
       moneter yang pro-stability yaitu untuk penguatan stabilisasi nilai tukar Rupiah serta langkah
       pre-emptive dan forward looking untuk memastikan inflasi tetap terkendali dalam sasaran
       2,5±1% pada 2024. Sementara itu, kebijakan makroprudensial dan sistem pembayaran tetap
       pro-growth untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Kebijakan
       makroprudensial longgar terus ditempuh untuk mendorong kredit/pembiayaan perbankan
       kepada dunia usaha dan rumah tangga. Akselerasi digitalisasi sistem pembayaran juga terus
       didorong untuk meningkatkan volume transaksi dan memperluas inklusi ekonomi-keuangan
       digital, termasuk digitalisasi transaksi keuangan Pemerintah Pusat dan Daerah.

6.3.   Analisis Ketidakpastian Risiko Pasar
       Berikut beberapa faktor utama yang dapat menyebabkan ketidakpastian risiko pasar dalam
       industri popok dan pembalut:
       1. Inovasi produk: desain produk, bahan ramah lingkungan dan harga dapat mempengaruhi
           pilihan konsumen.
       2. Harga bahan baku: fluktuasi harga bahan baku, seperti kapas dan bahan kimia, dapat
           mempengaruhi biaya produksi.
       3. Lingkungan: perusahaan perlu menyiapkan strategi untuk memenuhi tuntutan pasar akan
           dampak lingkungan dari limbah yang dihasilkan.

6.4.   Analisis Faktor Lain Yang Berpengaruh
       Pendapat kewajaran ini disusun berdasarkan asumsi bahwa Transaksi yang akan dilakukan oleh
       manajemen Perseroan sesuai dengan Rencana Transaksi.




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Uni-Charm Indonesia Tbk                            VI-1
Page 51
                                        BAB VII
                     KESIMPULAN PENDAPAT KEWAJARAN ATAS TRANSAKSI


        Hasil analisis atas nilai transaksi pembelian komponen (attachment) mesin MC52 milik UNCR
        oleh UCID adalah nilai transaksi lebih rendah dari Nilai Pasarnya namun masih dalam kisaran
        wajar memberikan kesimpulan bahwa nilai transaksi adalah wajar.
        Hasil analisis atas dampak keuangan dari transaksi yang akan dilakukan terhadap kepentingan
        pemegang saham memberikan kesimpulan bahwa dengan dilakukannya transaksi akan
        meningkatkan pendapatan dan laba yang dapat memberikan nilai tambah bagi Perseroan
        sejalan dengan kepentingan pemegang saham.
        Hasil analisis atas pertimbangan bisnis dari manajemen terkait dengan transaksi terhadap
        kepentingan pemegang saham adalah Perseroan dapat memproduksi produk popok yang tipis
        dengan tingkat penyerapan tinggi dan memiliki harga jual lebih tinggi sehingga dapat
        meningkatkan pendapatan dan laba Perseroan sesuai dengan kepentingan pemegang saham.
        Berdasarkan kesimpulan dari hasil analisis tersebut diatas, maka kami berpendapat bahwa
        rencana transaksi adalah wajar.




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Uni-Charm Indonesia Tbk                          VII-1
Page 52
                                                       LAMPIRAN




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Uni-Charm Indonesia Tbk   VII-1
Page 53
Lampiran 1
PT UNI-CHARM INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Perhitungan Nilai Perolehan, Penyusutan dan Akumulasi Penyusutan Aset Tetap (Rp.Juta) (Tanpa Dilakukannya Transaksi)
                                      Umur      Tahun                                  Tahun Proyeksi
                Uraian
                                    Ekonomis     2023        2024        2025         2026        2027       2028        2029
ASET TETAP
A. Nilai Perolehan
  Tanah                                          155.594    155.594      155.594      155.594     155.594    155.594     155.594
  Bangunan                                     1.601.396 1.601.396 1.601.396 1.601.396 1.601.396 1.601.396             1.601.396
  Mesin dan peralatan                          4.295.330 4.295.330 4.295.330 4.295.330 4.295.330 4.295.330             4.295.330
  Peralatan pabrik                                31.233      31.233      31.233       31.233      31.233     31.233      31.233
  Kendaraan bermotor                               2.157       2.157       2.157        2.157       2.157      2.157       2.157
  Peralatan kantor                                 6.731       6.731       6.731        6.731       6.731      6.731       6.731
  Aset dalam pembangunan                          29.989      29.989      29.989       29.989      29.989     29.989      29.989
Capex                                                       118.737      118.737      118.737     118.737    118.737     118.737
Akumulasi Capex                                             118.737      237.474      356.211     474.948    593.685     712.422
Jumlah Nilai Perolehan                         6.122.430 6.241.167 6.359.904 6.478.641 6.597.378 6.716.115             6.834.852
B. Penyusutan Aset Tetap
  Bangunan                              20                    80.070      80.070       80.070      80.070     80.070     80.070
  Mesin dan peralatan                   12                  357.944      357.944      357.944      94.031        -          -
  Peralatan pabrik                       4                     5.957          -           -           -          -          -
  Kendaraan bermotor                     8                         48         -           -           -          -          -
  Peralatan kantor                       4                       172          -           -           -          -          -
Capex                                    5                       -        23.747       47.495      71.242     94.990    118.737
Jumlah Penyusutan Aset Tetap                          -     444.191      461.761     485.509      245.342    175.059    198.807
C. Akumulasi Penyusutan
  Bangunan                                       881.416    961.486 1.041.556 1.121.625 1.201.695 1.281.765            1.361.835
  Mesin dan peralatan                          3.127.467 3.485.411 3.843.355 4.201.300 4.295.330 4.295.330             4.295.330
  Peralatan pabrik                                25.276      31.233      31.233       31.233      31.233     31.233      31.233
  Kendaraan bermotor                               2.109       2.157       2.157        2.157       2.157      2.157       2.157
  Peralatan kantor                                 6.559       6.731       6.731        6.731       6.731      6.731       6.731
Capex                                                            -        23.747       71.242     142.484    237.474     356.211
Jumlah Akumulasi Penyusutan                    4.042.827 4.487.018 4.948.779 5.434.288 5.679.631 5.854.690             6.053.497
D. Nilai Buku
  Tanah                                          155.594    155.594      155.594      155.594     155.594    155.594    155.594
  Bangunan                                       719.980    639.910      559.840      479.771     399.701    319.631    239.561
  Mesin dan peralatan                          1.167.863    809.919      451.975       94.031         -          -          -
  Peralatan pabrik                                 5.957         -            -           -           -          -          -
  Kendaraan bermotor                                    48       -            -           -           -          -          -
  Peralatan kantor                                   172         -            -           -           -          -          -
  Aset dalam pembangunan                          29.989      29.989      29.989       29.989      29.989     29.989     29.989
Capex                                                 -     118.737      213.726      284.969     332.463    356.211    356.211
Jumlah Nilai Buku                              2.079.603 1.754.149 1.411.125 1.044.353            917.747    861.425    781.355




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Uni-Charm Indonesia Tbk                                                       VII-1
Page 54
Lampiran 1 (Lanjutan)

PT UNI-CHARM INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Perhitungan Nilai Perolehan, Penyusutan dan Akumulasi Penyusutan Aset Tetap (Rp.Juta) (Dengan Dilakukannya Transaksi)
                                          Umur      Tahun                                  Tahun Proyeksi
                  Uraian
                                        Ekonomis     2023        2024        2025         2026       2027        2028        2029
ASET TETAP
A. Nilai Perolehan
  Tanah                                              155.594    155.594      155.594     155.594     155.594    155.594      155.594
  Bangunan                                         1.601.396 1.601.396 1.601.396 1.601.396 1.601.396 1.601.396             1.601.396
  Mesin dan peralatan                              4.295.330 4.295.330 4.295.330 4.295.330 4.295.330 4.295.330             4.295.330
  Komponen mesin MC52                                    -        28.154      28.154       28.154     28.154      28.154      28.154
  Peralatan pabrik                                    31.233      31.233      31.233       31.233     31.233      31.233      31.233
  Peralatan kantor                                     2.157       2.157       2.157        2.157      2.157       2.157       2.157
  Kendaraan bermotor                                   6.731       6.731       6.731        6.731      6.731       6.731       6.731
  Aset dalam pembangunan                              29.989       7.066       7.066        7.066      7.066       7.066       7.066
Capex                                                           118.737      119.300     119.300     119.300    119.300      119.300
Akumulasi Capex                                                 118.737      238.037     357.337     476.637    595.937      715.237
Jumlah Nilai Perolehan                             6.122.430 6.246.398 6.365.698 6.484.998 6.604.298 6.723.598             6.842.898
B. Penyusutan Aset Tetap
  Bangunan                                  20                    80.070      80.070       80.070     80.070      80.070     80.070
  Mesin dan peralatan                       12                  357.944      357.944     357.944      94.031          -         -
  Komponen mesin MC52                       12                       -         2.346        2.346      2.346       2.346      2.346
  Peralatan pabrik                          8                      5.957         -            -           -           -         -
  Peralatan kantor                          4                          48        -            -           -           -         -
  Kendaraan bermotor                        5                        172         -            -           -           -         -
Capex                                       5                        -        23.747       47.607     71.467      95.327    119.187
Jumlah Penyusutan Aset Tetap                             -      444.191      464.108     487.968     247.914    177.743     201.603
C. Akumulasi Penyusutan
  Bangunan                                           881.416    961.486 1.041.556 1.121.625 1.201.695 1.281.765            1.361.835
  Mesin dan peralatan                              3.127.467 3.485.411 3.843.355 4.201.300 4.295.330 4.295.330             4.295.330
  Komponen mesin MC52                                                -         2.346        4.692      7.039       9.385      11.731
  Peralatan pabrik                                    25.276      31.233      31.233       31.233     31.233      31.233      31.233
  Peralatan kantor                                     2.109       2.157       2.157        2.157      2.157       2.157       2.157
  Kendaraan bermotor                                   6.559       6.731       6.731        6.731      6.731       6.731       6.731
Capex                                                                -        23.747       71.355    142.822    238.150      357.337
Jumlah Akumulasi Penyusutan                        4.042.827 4.487.018 4.951.126 5.439.093 5.687.007 5.864.750             6.066.354
D. Nilai Buku
  Tanah                                              155.594    155.594      155.594     155.594     155.594    155.594     155.594
  Bangunan                                           719.980    639.910      559.840     479.771     399.701    319.631     239.561
  Mesin dan peralatan                              1.167.863    809.919      451.975       94.031         -           -         -
  Komponen mesin MC52                                    -        28.154      25.808       23.462     21.116      18.770     16.423
  Peralatan pabrik                                     5.957         -           -            -           -           -         -
  Peralatan kantor                                         48        -           -            -           -           -         -
  Kendaraan bermotor                                     172         -           -            -           -           -         -
  Aset dalam pembangunan                              29.989       7.066       7.066        7.066      7.066       7.066      7.066
Capex                                                    -      118.737      214.290     285.982     333.815    357.787     357.900
Jumlah Nilai Buku                                  2.079.603 1.759.380 1.414.573 1.045.905           917.291    858.848     776.545




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Uni-Charm Indonesia Tbk                                                           VII-2
Page 55
Lampiran 1 (Lanjutan)

PT UNI-CHARM INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Perhitungan Nilai Perolehan, Amortisasi dan Akumulasi Amortisasi Aset Hak Guna (Rp.Juta)
                                           Umur       Tahun                                 Tahun Proyeksi
                Uraian
                                         Ekonomis      2023         2024        2025       2026       2027     2028      2029
ASET HAK GUNA
Nilai Perolehan
  Aset hak guna                                       775.479      775.479      775.479    775.479   775.479   775.479   775.479
Jumlah Nilai Perolehan                                775.479      775.479      775.479    775.479   775.479   775.479   775.479
Amortisasi
  Aset hak guna                             30                       25.849      25.849     25.849    25.849    25.849    25.849
Jumlah Amortisasi                                                    25.849      25.849     25.849    25.849    25.849    25.849
Akumulasi Amortisasi
  Aset hak guna                                       512.223      538.072      563.922    589.771   615.620   641.470   667.319
Jumlah Akumulasi Amortisasi                           512.223      538.072      563.922    589.771   615.620   641.470   667.319
Nilai Buku
  Aset hak guna                                        263.256     237.407      211.557    185.708   159.859   134.010   108.160
Jumlah Nilai Buku                                     263.256      237.407      211.557    185.708   159.859   134.010   108.160




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Uni-Charm Indonesia Tbk                                                       VII-3
Page 56

          
Page 57

          
Page 58

          
Page 59

          
Page 60

          
Page 61

          
Page 62

          
Page 63

          
Page 64

          
Page 65

          
Page 66

          
Page 67

          

File

File Open PDF
Source IDX
Size10.24 MB
Published27 Jun 2024
Pages67
Characters194,503
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 49 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org UNICHARM CORPORATION p.1 ×13
linked org UNI-CHARM INDONESIA Tbk p.1 ×156
linked person Nita Skolastika Ruslim p.10
linked person Takashi Kan p.16 ×2
linked person Kohei Yoshida p.16 ×2
linked person Hendra Jaya Kosasih p.16 ×2
linked person Ubaidillah Nugraha p.16 ×2
linked person Suryamin Halim p.16 ×2
linked person Takumi Terakawa p.16 ×2
linked person Kazuhide Ikeya p.16 ×2
linked person Sri Haryani p.16 ×2
linked person Kurniawan Yuwono p.16 ×2
linked person Kenji Takaku p.16 ×2
linked org PT Purinusa Ekapersada p.18
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.2 ×9
possible org Bursa Efek Indonesia p.2 ×2
possible org KJPP Iskandar p.10 ×3
possible person Ade Setiawan p.10 ×2
possible org Negara Republik Indonesia p.18
unresolved org Indonesia Tbk p.2
unresolved org Menteri Keuangan p.2 ×3
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Iskandar dan Rekan p.2 ×2
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Iskandar p.2 ×2
unresolved org Siddharta Widjaja & Rekan p.3 ×6
unresolved person Radithe Pramudito p.5
unresolved person Sigit E. Purnomo p.5
unresolved org KJPP Iskandar dan Rekan p.10 ×3
unresolved org Siddharta Widjaja p.10 ×4
unresolved org Tanudiredja p.10 ×5
unresolved org Rintis & Rekan p.10 ×5
unresolved person Johan Silaen p.11
unresolved person H. Akta Pendirian p.18
unresolved org Menteri Kehakiman Republik Indonesia p.18
unresolved person Christina Dwi Utami p.18
unresolved person M. Hum. p.18
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.18
unresolved — III-1 p.18
unresolved org Kurniawan Yuwono Unicharm Corporation p.19
unresolved — : Takahisa Takahara p.19
unresolved — : Toshifumi Hikosaka p.19
unresolved — : Hiroaki Sugita p.19
unresolved — : Noriko Rzonca p.19
unresolved — : Shigeru Asada p.19
unresolved — III-2 p.19
unresolved org Pusat Statistik Struktur PDB Indonesia p.20 ×2
unresolved org Pusat Statistik Pertumbuhan Ekonomi Triwulan IV- p.21 ×2
unresolved org Pusat Statistik Pendapat Kewajaran p.21
unresolved org Pusat Statistik p.23 ×2
unresolved org Bank Indonesia p.50 ×4

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.455 3364 ms 12 Sep 2026 23:01
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [{'area_sqm': None,
             'category': 'OTHER',
             'description': '................................................................................................ '
                            'V-1'}],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'MATERIAL_FACT',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': '................................................................................................ '
                'V-1',
 'object_truncated': True,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': '52'}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result