Back to announcement
20240626_FPNI_Laporan Informasi dan Fakta Material_31675739_lamp4.pdf
Other Text extracted FPNISource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 92
Page 1
Kusnanto & rekan Independent Business Appraisers License : 2.19.0162 Indonesia
Page 2
No. : 00079/2.0162-00/BS/05/0153/1/VI/2024 12 Juni 2024 Kepada Yth. PT LOTTE CHEMICAL TITAN Tbk Mangkuluhur City Tower 1, Lt. 32 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 1 – 3 Karet Semanggi, Setiabudi Jakarta Selatan 12930 U.p. : Direksi Hal : Studi Kelayakan atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha Dengan hormat, PT Lotte Chemical Titan Nusantara (selanjutnya disebut “LCTN”), entitas anak yang dimiliki oleh PT Lotte Chemical Titan Tbk (selanjutnya disebut “Perseroan”) dengan kepemilikan sebesar 99,85%, merencanakan untuk melakukan penambahan kegiatan usaha dalam bidang pengadaan uap panas, bidang perdagangan besar bahan dan barang kimia, serta bidang pergudangan dan penyimpanan lainnya (selanjutnya disebut “Rencana Penambahan Kegiatan Usaha”). Sehubungan dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha tersebut, manajemen Perseroan telah menunjuk Kantor Jasa Penilai Publik (selanjutnya disebut “KJPP”) Kusnanto & rekan (selanjutnya disebut “KR” atau “kami”) untuk memberikan pendapat sebagai penilai independen atas kelayakan dari Rencana Penambahan Kegiatan Usaha sesuai dengan surat penawaran kami No. KR/240419-001 tanggal 19 April 2024 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan. Selanjutnya, kami sebagai KJPP resmi berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 2.19.0162 tanggal 15 Juli 2019 dan terdaftar sebagai kantor jasa profesi penunjang pasar modal di Otoritas Jasa Keuangan (selanjutnya disebut “OJK”) dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal dari OJK No. STTD.PB-01/PJ- 1/PM.223/2023 (penilai bisnis), menyampaikan kelayakan atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha.
Page 3
Sebelumnya, kami telah menyusun dan menerbitkan laporan studi kelayakan atas Rencana
Penambahan Kegiatan Usaha dengan No. 00062/2.0162-00/BS/05/0153/1/V/2024 tanggal
20 Mei 2024. Namun demikian, sehubungan dengan adanya pengungkapan yang masih perlu
ditambahkan ke dalam laporan studi kelayakan atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha,
maka dengan ini, kami menerbitkan kembali laporan studi kelayakan atas Rencana
Penambahan Kegiatan Usaha. Perubahan-perubahan tersebut antara lain adalah sebagai
berikut:
• Penambahan pengungkapan pada alasan dan latar belakang Rencana Penambahan
Kegiatan Usaha;
• Penambahan pengungkapan pada tujuan dan maksud penugasan;
• Penambahan pengungkapan pada data dan informasi yang digunakan;
• Penambahan pengungkapan pada ringkasan eksekutif;
• Penambahan pengungkapan pada aspek hukum;
• Penambahan pengungkapan pada aspek kelayakan pasar;
• Penambahan pengungkapan pada aspek kelayakan teknis;
• Penambahan pengungkapan pada aspek kelayakan pola bisnis; dan
• Penambahan pengungkapan pada aspek kelayakan keuangan.
Perubahan-perubahan tersebut tidak mengubah kesimpulan laporan studi kelayakan atas
Rencana Penambahan Kegiatan Usaha.
ii
Page 4
ALASAN DAN LATAR BELAKANG RENCANA PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA
Perseroan merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka (publicly-held
company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang lingkup
kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak di bidang perdagangan besar karet dan plastik
dalam bentuk dasar, sebagai distributor utama dan importir. Perseroan mulai beroperasi
secara komersial pada tahun 1990. Perseroan berdomisili di Mangkuluhur City Tower One,
Lantai 32, Jalan Jenderal Gatot Subroto Kavling 1 – 3, Karet Semanggi, Setiabudi, Jakarta
Selatan 12930, dengan nomor telepon: (021) 2788 3355, nomor faksimile: (021) 2788 3366,
dan website: www.lottechem.co.id.
LCTN merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup (privately-held
company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang lingkup
kegiatan LCTN terutama meliputi bidang industri polyethylene, perdagangan besar (distributor
utama dan importir) dan real estat. LCTN mulai berproduksi secara komersial sejak bulan
Februari 1993.
Dalam rangka menjalankan strategi bisnisnya, Perseroan melalui LCTN memiliki fasilitas
produksi petrokimia yang berlokasi di Kota Cilegon, Provinsi Banten, dengan hasil produk
berupa polyethylene. Sehubungan dengan proses produksi yang dilakukan oleh LCTN atas
polyethylene, LCTN menggunakan boiler untuk menghasilkan uap panas (steam) sebagai
bahan baku pendukung yang menunjang kegiatan operasional produksi. Saat ini, hasil
(output) dari uap panas (steam) tersebut mengalami kelebihan (excess) sebagai bahan baku
pendukung, dimana hal tersebut memiliki potensi untuk dilakukan pengalihan steam bagi PT
Lotte Chemical Indonesia (selanjutnya disebut “LCI”), pihak yang terafiliasi dengan
Perseroan, sehingga pengalihan tersebut akan menjadi sumber pendapatan baru bagi LCTN
yang pada akhirnya akan memberikan nilai tambah bagi Perseroan dan entitas anak
Perseroan serta seluruh pemegang saham Perseroan pada masa yang akan datang.
Selanjutnya, LCTN merencanakan untuk mengalihkan hidrogen kepada LCI yang akan
diperoleh dari PT Air Liquide Indonesia (selanjutnya disebut “ALI”), dimana dalam proses
penyaluran dilakukan secara langsung tanpa adanya tambahan proses, baik purifikasi
maupun proses lainnya. Penyaluran hidrogen menuju LCI dilakukan melalui pipa interkoneksi
yang dilengkapi oleh flowmeter yang digunakan untuk menghitung jumlah pengiriman
hidrogen kepada LCI sebagai potensi tambahan pendapatan dari aktivitas operasional baru
bagi LCTN.
Sehubungan dengan kebutuhan ethylene LCTN dimasa yang akan datang dipasok oleh
perusahaan yang berada disekitar pabrik LCTN melalui saluran pipa, maka tangki ethylene
beserta sarana pendukungnya (selanjutnya disebut “Tangki Ethylene”) yang saat ini
menerima ethylene impor akan tidak digunakan. Oleh karena itu, LCTN berencana untuk
memaksimalkan potensi Tangki Ethylene yang akan menjadi aset non-operasional tersebut
dengan menyewakan kepada LCI guna meningkatkan pendapatan LCTN. Hal ini merupakan
salah satu mitigasi risiko atas potensi aset non-operasional, sehingga dapat dijadikan
penghasilan arus kas bagi LCTN pada masa yang akan datang.
iii
Page 5
Rencana Penambahan Kegiatan Usaha merupakan salah satu upaya Perseroan untuk dapat
memaksimalkan sumber daya berlebih dan aset yang dapat digunakan oleh LCI sebagai pihak
yang terafiliasi dengan Perseroan yang diyakini dapat menciptakan sinergi dalam aktivitas
kegiatan operasional yang berkesinambungan. Hal ini juga akan memberikan kemudahan dan
keuntungan bagi LCTN yang akan memperoleh offtaker yang merupakan entitas yang
terafiliasi dengan Perseroan atas kelebihan steam dari hasil proses produksi yang dilakukan
oleh LCTN, pengalihan hidrogen dan penyewaan Tangki Ethylene bagi LCI.
Alasan dilakukannya Rencana Penambahan Kegiatan Usaha adalah sebagai berikut:
• Dalam rangka menjalankan strategi bisnisnya, Perseroan melalui LCTN memiliki fasilitas
produksi petrokimia yang berlokasi di Kota Cilegon, Provinsi Banten, dengan hasil produk
berupa polyethylene. Sehubungan dengan proses produksi yang dilakukan oleh LCTN
atas polyethylene, LCTN menggunakan boiler untuk menghasilkan uap panas (steam)
sebagai bahan baku pendukung yang menunjang kegiatan operasional produksi. Saat ini,
hasil (output) dari uap panas (steam) tersebut mengalami kelebihan (excess) sebagai
bahan baku pendukung, dimana hal tersebut memiliki potensi untuk dilakukan pengalihan
steam bagi LCI, pihak yang terafiliasi dengan Perseroan, sehingga pengalihan tersebut
akan menjadi sumber pendapatan baru bagi LCTN yang pada akhirnya akan memberikan
nilai tambah bagi Perseroan dan entitas anak Perseroan serta seluruh pemegang saham
Perseroan pada masa yang akan datang.
• LCTN merencanakan untuk mengalihkan hidrogen kepada LCI yang akan diperoleh dari
ALI, dimana dalam proses penyaluran dilakukan secara langsung tanpa adanya tambahan
proses, baik purifikasi maupun proses lainnya. Penyaluran hidrogen menuju LCI dilakukan
melalui pipa interkoneksi yang dilengkapi oleh flowmeter yang digunakan untuk
menghitung jumlah pengiriman hidrogen kepada LCI sebagai potensi tambahan
pendapatan dari aktivitas operasional baru bagi LCTN.
• Sehubungan dengan kebutuhan ethylene LCTN dimasa yang akan datang dipasok oleh
perusahaan yang berada disekitar pabrik LCTN melalui saluran pipa, maka Tangki
Ethylene yang saat ini menerima ethylene impor akan tidak digunakan. Oleh karena itu,
LCTN berencana untuk memaksimalkan potensi Tangki Ethylene yang akan menjadi aset
non-operasional tersebut dengan menyewakan kepada LCI guna meningkatkan
pendapatan LCTN. Hal ini merupakan salah satu mitigasi risiko atas potensi aset non-
operasional, sehingga dapat dijadikan penghasilan arus kas bagi LCTN pada masa yang
akan datang.
• Rencana Penambahan Kegiatan Usaha merupakan salah satu upaya Perseroan untuk
dapat memaksimalkan sumber daya berlebih dan aset yang dapat digunakan oleh LCI
sebagai pihak yang terafiliasi dengan Perseroan yang diyakini dapat menciptakan sinergi
dalam aktivitas kegiatan operasional yang berkesinambungan. Hal ini juga akan
memberikan kemudahan dan keuntungan bagi LCTN yang akan memperoleh offtaker
yang merupakan entitas yang terafiliasi dengan Perseroan atas kelebihan steam dari hasil
proses produksi yang dilakukan oleh LCTN, pengalihan hidrogen dan penyewaan Tangki
Ethylene bagi LCI.
iv
Page 6
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana Penambahan
Kegiatan Usaha bukan merupakan transaksi afiliasi sebagaimana diatur dalam Peraturan OJK
No. 42/POJK.04/2020 tanggal 1 Juli 2020 tentang “Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan
Kepentingan”.
Selanjutnya, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana
Penambahan Kegiatan Usaha tersebut bukan merupakan transaksi material, sebagaimana
diatur dalam Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tanggal 20 April 2020 tentang “Transaksi
Material dan Perubahan Kegiatan Usaha” (selanjutnya disebut “POJK 17/2020”). Namun
demikian, Rencana Penambahan Kegiatan Usaha merupakan penambahan kegiatan usaha
sebagaimana diatur dalam POJK 17/2020.
Untuk penambahan kegiatan usaha, POJK 17/2020 mensyaratkan adanya laporan studi
kelayakan atas transaksi tersebut, yang disiapkan oleh penilai independen.
Analisis studi kelayakan atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha dilaksanakan untuk
memenuhi persyaratan berdasarkan ketentuan POJK 17/2020, antara lain untuk melakukan
Keterbukaan Informasi kepada pemegang saham dan memperoleh persetujuan Rapat Umum
Pemegang Saham Tahunan dalam rangka Rencana Penambahan Kegiatan Usaha LCTN
(penambahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indoensia).
Terkait dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha LCTN, transaksi yang akan dilakukan
hanya antara LCTN dan LCI yang merupakan pihak terafiliasi, dimana transaksi tersebut saat
ini belum dilakukan.
Mengingat bahwa Rencana Penambahan Kegiatan Usaha belum dilaksanakan, maka dalam
hal Rencana Penambahan Kegiatan Usaha menjadi efektif, Perseroan akan merencanakan
untuk melakukan asesmen terhadap kewajiban pemenuhan ketentuan transaksi material dan
transaksi afiliasi sebagaimana diatur dalam POJK 17/2020 dan POJK 42/2020.
Dengan demikian, dalam rangka pelaksanaan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
tersebut, maka Perseroan menunjuk penilai independen, KR untuk memberikan pendapat
atas kelayakan usaha (selanjutnya disebut “Laporan Studi Kelayakan”) atas Rencana
Penambahan Kegiatan Usaha.
Selanjutnya, Laporan Studi Kelayakan ini hanya dapat digunakan sehubungan dengan
Rencana Penambahan Kegiatan Usaha dan tidak dapat dipergunakan untuk kepentingan
lainnya. Laporan Studi Kelayakan ini juga tidak dimaksudkan untuk memberikan rekomendasi
untuk menyetujui atau tidak menyetujui Rencana Penambahan Kegiatan Usaha atau
mengambil tindakan tertentu atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha.
v
Page 7
TUJUAN DAN MAKSUD PENUGASAN
Laporan Studi Kelayakan ini bertujuan untuk mengkaji prospek usaha Perseroan (selanjutnya
disebut “Objek Penilaian”) sehubungan dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha di
masa mendatang ditinjau dari berbagai aspek, meliputi:
• Aspek kelayakan pasar
Analisis kelayakan pasar dilakukan dengan melakukan tinjauan atas industri plastik yang
akan memberikan gambaran umum mengenai perkembangan kinerja industri plastik di
dunia dan di Indonesia.
• Aspek kelayakan teknis
Analisis kelayakan teknis dilakukan dengan melakukan analisis atas gambaran umum
wilayah operasional LCTN, proses kegiatan operasional LCTN, ketersediaan dan kualitas
sumber daya LCTN, serta kapasitas LCTN sehubungan dengan Rencana Penambahan
Kegiatan Usaha.
• Aspek kelayakan pola bisnis
Analisis kelayakan pola bisnis dilakukan dengan melakukan analisis atas keunggulan
kompetitif yang dimiliki oleh LCTN, risiko bisnis LCTN, aktivitas Perseroan dan LCTN
setelah pelaksanaan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha, kemampuan pesaing LCTN
untuk meniru produk, dan kemampuan menciptakan nilai bagi Perseroan dan LCTN
sehubungan dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha.
• Aspek kelayakan model manajemen
Analisis kelayakan model manajemen dilakukan dengan melakukan analisis atas struktur
organisasi LCTN, kapasitas dan kemampuan manajemen LCTN, ketersediaan tenaga
kerja LCTN, dan risiko usaha yang dimiliki oleh LCTN.
• Aspek kelayakan keuangan
Analisis kelayakan keuangan dilakukan dengan melakukan analisis atas proyeksi
keuangan Perseroan sebelum dan setelah Rencana Penambahan Kegiatan Usaha,
asumsi-asumsi yang digunakan dalam penyusunan proyeksi keuangan Perseroan,
penentuan tingkat diskonto untuk Perseroan, dan analisis kelayakan atas Rencana
Penambahan Kegiatan Usaha.
sehubungan dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha.
vi
Page 8
Maksud dari Laporan Studi Kelayakan adalah untuk memberikan gambaran tentang
kelayakan dari Rencana Penambahan Kegiatan Usaha yang selanjutnya akan digunakan
sebagai rujukan dan pertimbangan oleh manajemen Perseroan dalam rangka memenuhi
POJK 17/2020.
Studi Kelayakan ini disusun dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam Peraturan OJK
No. 35/POJK.04/2020 tentang “Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar
Modal” tanggal 25 Mei 2020 (selanjutnya disebut “POJK 35/2020”) serta Standar Penilaian
Indonesia 2018, Edisi Revisi SPI300, SPI310, SPI320, SPI330 (selanjutnya disebut “SPI”).
TANGGAL STUDI KELAYAKAN
Studi kelayakan atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha dalam Laporan Studi Kelayakan
diperhitungkan pada tanggal 31 Desember 2023. Tanggal ini dipilih atas dasar pertimbangan
kepentingan dan tujuan penyusunan Studi Kelayakan dari Rencana Penambahan Kegiatan
Usaha serta dari data keuangan Perseroan yang kami terima. Data keuangan tersebut berupa
laporan keuangan konsolidasian LCTN untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2023 yang menjadi dasar penyusunan Laporan Studi Kelayakan atas Rencana
Penambahan Kegiatan Usaha.
JENIS LAPORAN
Jenis laporan studi kelayakan atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha ini merupakan
laporan terinci.
KEJADIAN PENTING SETELAH T ANGGAL STUDI KELAYAKAN (SUBSEQUENT EVENT)
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, dari tanggal studi
kelayakan, yaitu tanggal 31 Desember 2023, sampai dengan tanggal diterbitkannya Laporan
Studi Kelayakan atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha, tidak terdapat kejadian penting
setelah tanggal studi kelayakan (subsequent event) yang secara signifikan dapat
mempengaruhi kesimpulan studi kelayakan.
vii
Page 9
DATA DAN INFORMASI YANG DIGUNAKAN
Dalam melakukan penugasan ini, kami telah menelaah, mempertimbangkan, mengacu, atau
melaksanakan prosedur atas data dan informasi sebagai berikut:
1. Keterbukaan Informasi sehubungan dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha yang
disusun oleh manajemen Perseroan;
2. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (selanjutnya disebut
“KAP”) Purwantono, Sungkoro & Surja (selanjutnya disebut “PSS”) sebagaimana tertuang
dalam laporannya No. 00094/2.1032/AU.1/05/0696-4/1/II/2024 tanggal 29 Februari 2024
dengan pendapat wajar tanpa pengecualian dan ditandatangani oleh Indrajuwana Komala
Widjaja;
3. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh KAP PSS sebagaimana tertuang dalam
laporannya No. 00425/2.1032/AU.1/05/0696-3/1/III/2023 tanggal 28 Maret 2023 dengan
pendapat wajar tanpa pengecualian dan ditandatangani oleh Indrajuwana Komala
Widjaja;
4. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh KAP PSS sebagaimana tertuang dalam
laporannya No. 00254/2.1032/AU.1/05/0696-3/1/III/2022 tanggal 18 Maret 2022 dengan
pendapat wajar tanpa pengecualian dan ditandatangani oleh Indrajuwana Komala
Widjaja;
5. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2020 yang telah diaudit oleh KAP PSS sebagaimana tertuang dalam
laporannya No. 00231/2.1032/AU.1/05/0696-1/1/III/2021 tanggal 4 Maret 2021 dengan
pendapat wajar tanpa pengecualian dan ditandatangani oleh Indrajuwana Komala
Widjaja;
6. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2019 yang telah diaudit oleh KAP PSS sebagaimana tertuang dalam
laporannya No. 00214/2.1032/AU.1/05/0705-3/1/III/2020 tanggal 5 Maret 2020 dengan
pendapat wajar tanpa pengecualian dan ditandatangani oleh Susanti;
viii
Page 10
7. Laporan keuangan LCTN untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023
yang telah diaudit oleh KAP PSS sebagaimana tertuang dalam laporannya
No. 00108/2.1032/AU.1/04/0696-4/1/II/2024 tanggal 29 Februari 2024 dengan pendapat
wajar tanpa pengecualian dan ditandatangani oleh Indrajuwana Komala Widjaja;
8. Laporan keuangan LCTN untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022
yang telah diaudit oleh KAP PSS sebagaimana tertuang dalam laporannya
No. 00426/2.1032/AU.1/04/0696-3/1/III/2023 tanggal 28 Maret 2023 dengan pendapat
wajar tanpa pengecualian dan ditandatangani oleh Indrajuwana Komala Widjaja;
9. Laporan keuangan LCTN untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021
yang telah diaudit oleh KAP PSS sebagaimana tertuang dalam laporannya
No. 00253/2.1032/AU.1/04/0696-2/1/III/2022 tanggal 18 Maret 2022 dengan pendapat
wajar tanpa pengecualian dan ditandatangani oleh Indrajuwana Komala Widjaja;
10. Laporan keuangan LCTN untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020
yang telah diaudit oleh KAP PSS sebagaimana tertuang dalam laporannya
No. 00242/2.1032/AU.1/04/0696-1/1/III/2021 tanggal 4 Maret 2021 dengan pendapat
wajar tanpa pengecualian dan ditandatangani oleh Indrajuwana Komala Widjaja;
11. Laporan keuangan LCTN untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019
yang telah diaudit oleh KAP PSS sebagaimana tertuang dalam laporannya
No. 00259/2.1032/AU.1/04/0705-3/1/II/2020 tanggal 28 Februari 2020 dengan pendapat
wajar tanpa pengecualian dan ditandatangani oleh Susanti;
12. Proyeksi laporan keuangan konsolidasian Perseroan sebelum dan setelah Rencana
Penambahan Kegiatan Usaha untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2024 – 2033 yang disusun oleh manajemen Perseroan;
13. Anggaran dasar LCTN yang terakhir sebagaimana dinyatakan dalam Akta Notaris Jimmy
Tanal, S.H., M.Kn., No. 21 tanggal 13 Mei 2020 mengenai perbaikan maksud dan tujuan
serta kegiatan usaha LCTN;
14. Hasil wawancara dengan pihak manajemen Perseroan, yaitu Calvin Wiryapranata dengan
posisi sebagai Direktur, mengenai alasan, latar belakang, dan hal-hal lain yang terkait
dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha;
15. Tarif pajak yang diberlakukan atas Perseroan adalah berdasarkan laba kena pajak dalam
periode yang bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak yang berlaku umum,
yaitu sebesar 22,00% untuk tahun 2024 – 2033;
16. Informasi lain dari pihak manajemen Perseroan serta pihak-pihak lain yang relevan untuk
penugasan;
17. Data dan informasi industri berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia, dan
Bloomberg;
ix
Page 11
18. Data dan informasi pasar berdasarkan media cetak maupun elektronik antara lain website
Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia, dan
Bloomberg;
19. Data dan informasi ekonomi berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia, dan
Bloomberg;
20. Dokumen-dokumen lain yang berhubungan dengan Rencana Penambahan Kegiatan
Usaha; dan
21. Berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak maupun elektronik dan hasil
analisis lain yang kami anggap relevan.
Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan dan
kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi lain yang diberikan
kepada kami oleh Perseroan atau yang tersedia secara umum dan kami tidak bertanggung
jawab atas kebenaran informasi-informasi tersebut.
Kami tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari Perseroan. Jasa-jasa yang
kami berikan kepada Perseroan hanya merupakan studi kelayakan atas Rencana
Penambahan Kegiatan Usaha dan bukan jasa-jasa akuntansi, audit, atau perpajakan.
Pekerjaan kami yang berkaitan dengan studi kelayakan tidak merupakan dan tidak dapat
ditafsirkan merupakan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit atau pelaksanaan
prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat
dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan
atau penyimpangan dalam laporan keuangan atau pelanggaran hukum. Selain itu, kami tidak
mempunyai kewenangan dan tidak mencoba mendapatkan bentuk transaksi-transaksi lainnya
yang dilakukan Perseroan.
KONDISI PEMBATAS DAN ASUMSI-ASUMSI POKOK
Studi kelayakan ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum
bisnis dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah yang berlaku sampai dengan
tanggal penerbitan Laporan Studi Kelayakan ini.
Studi kelayakan atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha yang dilakukan dengan metode
diskonto arus kas (discounted cash flow) dengan mengacu pada net present value (NPV)
yang didasarkan pada proyeksi laporan keuangan yang disusun oleh manajemen Perseroan.
Dalam penyusunan proyeksi laporan keuangan, berbagai asumsi dikembangkan berdasarkan
rencana manajemen di masa yang akan datang. Kami telah melakukan penyesuaian terhadap
proyeksi laporan keuangan tersebut agar dapat menggambarkan kondisi operasi dan kinerja
LCTN yang dinilai pada saat studi kelayakan ini dengan lebih wajar. Secara garis besar, tidak
ada penyesuaian yang signifikan yang kami lakukan terhadap target kinerja LCTN dan telah
mencerminkan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty). Kami bertanggung jawab atas
pelaksanaan studi kelayakan dan kewajaran proyeksi laporan keuangan berdasarkan
informasi manajemen LCTN terhadap proyeksi laporan keuangan LCTN tersebut.
x
Page 12
Dalam penugasan studi kelayakan ini, kami mengasumsikan terpenuhinya semua kondisi dan
kewajiban Perseroan. Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal studi kelayakan sampai
dengan tanggal diterbitkannya Laporan Studi Kelayakan tidak terjadi perubahan apapun yang
berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam studi
kelayakan. Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi,
memutakhirkan (update) pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi serta
peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini. Perhitungan dan analisis dalam
studi kelayakan telah dilakukan dengan benar dan kami bertanggungjawab atas Laporan
Studi Kelayakan atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha.
Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan,
kehandalan, dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi lain
yang diberikan kepada kami oleh Perseroan dan LCTN atau yang tersedia secara umum yang
pada hakekatnya adalah benar, lengkap, dan tidak menyesatkan dan kami tidak bertanggung
jawab untuk melakukan pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi tersebut.
Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan dan LCTN bahwa mereka
tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-informasi yang diberikan kepada
kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.
Analisis studi kelayakan atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha dipersiapkan
menggunakan data dan informasi sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas
data dan informasi tersebut dapat mempengaruhi hasil akhir pendapat kami secara material.
Kami tidak bertanggung jawab atas perubahan kesimpulan atas studi kelayakan kami maupun
segala kehilangan, kerusakan, biaya, ataupun pengeluaran apapun yang disebabkan oleh
ketidakterbukaan informasi sehingga data yang kami peroleh menjadi tidak lengkap dan atau
dapat disalahartikan.
Karena hasil dari studi kelayakan kami sangat tergantung dari data serta asumsi-asumsi yang
mendasarinya, perubahan pada sumber data serta asumsi sesuai data pasar akan mengubah
hasil dari studi kelayakan kami. Oleh karena itu, kami sampaikan bahwa perubahan terhadap
data yang digunakan dapat berpengaruh terhadap hasil studi kelayakan dan bahwa
perbedaan yang terjadi dapat bernilai material. Walaupun isi dari Laporan Studi Kelayakan ini
telah dilaksanakan dengan itikad baik dan dengan cara yang profesional, kami tidak dapat
menerima tanggung jawab atas kemungkinan terjadinya perbedaan kesimpulan yang
disebabkan oleh adanya analisis tambahan, diaplikasikannya hasil studi kelayakan sebagai
dasar untuk melakukan analisis transaksi ataupun adanya perubahan dalam data yang
dijadikan sebagai dasar studi kelayakan. Laporan Studi Kelayakan bersifat non-disclaimer
opinion dan merupakan laporan yang terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang
bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional Perseroan dan LCTN.
Pekerjaan kami yang berkaitan dengan studi kelayakan atas Rencana Penambahan Kegiatan
Usaha tidak merupakan dan tidak dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan
atau audit, atau pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan
tersebut juga tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam
pengendalian internal, kesalahan, atau penyimpangan dalam laporan keuangan atau
pelanggaran hukum. Selanjutnya, kami juga telah memperoleh informasi atas status hukum
Perseroan dan LCTN berdasarkan anggaran dasar Perseroan dan LCTN.
xi
Page 13
TINGKAT KEDALAMAN INVESTIGASI
Dalam menyusun laporan studi kelayakan atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha, KR
diberikan kesempatan untuk melakukan inspeksi guna mendukung proses penyusunan
Laporan Studi Kelayakan.
INDEPENDENSI PENILAI
Dalam mempersiapkan Laporan Studi Kelayakan atas Rencana Penambahan Kegiatan
Usaha, KR bertindak secara independen tanpa adanya benturan kepentingan dan tidak
terafiliasi dengan Perseroan ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan. KR juga
tidak memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini.
Selanjutnya, Laporan Studi Kelayakan ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau
merugikan pihak manapun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi
oleh analisis yang dihasilkan dari proses studi kelayakan ini dan KR hanya menerima imbalan
sesuai dengan surat penawaran kami No. KR/240419-001 tanggal 19 April 2024 yang telah
disetujui oleh manajemen Perseroan.
METODE YANG DIGUNAKAN
Analisis kelayakan dalam penugasan ini menggunakan perhitungan nilai kini atas proyeksi
laba periode/tahun berjalan Perseroan sebelum dan setelah Rencana Penambahan Kegiatan
Usaha dengan mengacu pada net present value (NPV) sehingga Rencana Penambahan
Kegiatan Usaha dapat dikatakan layak atau menguntungkan.
ANALISIS KELAYAKAN
Berikut adalah proyeksi laporan laba rugi komprehensif Perseroan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 – 2033:
Sebelum Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
(Dalam ribuan USD)
Keterangan 31/12/24 31/12/25 31/12/26 31/12/27 31/12/28
Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan 435.158 438.163 441.287 480.008 483.661
Beban pokok penjualan 421.285 423.156 424.381 458.568 460.586
Laba kotor 13.873 15.006 16.906 21.440 23.076
Beban usaha 14.097 14.409 14.729 15.798 16.150
Laba (rugi) usaha (224) 597 2.177 5.642 6.925
Pendapatan lain-lain 2.936 2.943 2.961 2.935 2.943
Laba sebelum pajak penghasilan 2.712 3.541 5.138 8.577 9.869
Beban pajak penghasilan (597) (779) (1.130) (1.887) (2.171)
Laba tahun berjalan 2.116 2.762 4.008 6.690 7.698
xii
Page 14
(Dalam ribuan USD)
Keterangan 31/12/29 31/12/30 31/12/31 31/12/32 31/12/33
Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan 547.511 551.957 556.580 561.389 566.389
Beban pokok penjualan 516.550 514.364 516.634 518.940 521.076
Laba kotor 30.961 37.592 39.946 42.449 45.313
Beban usaha 17.797 18.195 18.604 19.022 19.452
Laba (rugi) usaha 13.164 19.397 21.342 23.427 25.861
Pendapatan lain-lain 2.962 2.936 2.944 2.963 2.937
Laba sebelum pajak penghasilan 16.125 22.333 24.286 26.389 28.798
Beban pajak penghasilan (3.548) (4.913) (5.343) (5.806) (6.335)
Laba tahun berjalan 12.578 17.420 18.943 20.584 22.462
Setelah Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
(Dalam ribuan USD)
Keterangan 31/12/24 31/12/25 31/12/26 31/12/27 31/12/28
Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan 435.158 438.163 441.287 480.008 483.661
Beban pokok penjualan 421.285 423.156 424.381 458.568 460.586
Laba kotor 13.873 15.006 16.906 21.440 23.076
Beban usaha 14.097 14.409 14.729 15.798 16.150
Laba (rugi) usaha (224) 597 2.177 5.642 6.925
Pendapatan lain-lain 3.941 3.966 3.984 3.965 3.969
Laba sebelum pajak penghasilan 3.717 4.564 6.161 9.607 10.894
Beban pajak penghasilan (818) (1.004) (1.355) (2.114) (2.397)
Laba tahun berjalan 2.899 3.560 4.806 7.494 8.497
(Dalam ribuan USD)
Keterangan 31/12/29 31/12/30 31/12/31 31/12/32 31/12/33
Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan 547.511 551.957 556.580 561.389 566.389
Beban pokok penjualan 516.550 514.364 516.634 518.940 521.076
Laba kotor 30.961 37.592 39.946 42.449 45.313
Beban usaha 17.797 18.195 18.604 19.022 19.452
Laba (rugi) usaha 13.164 19.397 21.342 23.427 25.861
Pendapatan lain-lain 3.978 3.945 3.948 3.958 3.925
Laba sebelum pajak penghasilan 17.141 23.342 25.290 27.384 29.786
Beban pajak penghasilan (3.771) (5.135) (5.564) (6.025) (6.553)
Laba tahun berjalan 13.370 18.207 19.727 21.360 23.233
Berdasarkan analisis tersebut di atas, proyeksi jumlah laba tahun berjalan Perseroan sebelum
Rencana Penambahan Kegiatan Usaha adalah sebesar USD 115,26 juta. Selanjutnya,
proyeksi jumlah laba tahun berjalan Perseroan setelah Rencana Penambahan Kegiatan
Usaha adalah sebesar USD 123,15 juta.
Dengan demikian, berdasarkan proyeksi laporan laba rugi komprehensif tersebut di atas,
setelah Rencana Penambahan Kegiatan Usaha menjadi efektif, Perseroan berpotensi
memperoleh tambahan laba tahun berjalan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2024 – 2033, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kinerja keuangan
Perseroan pada masa yang akan datang.
xiii
Page 15
Perhitungan jumlah nilai kini dari proyeksi laba tahun berjalan Perseroan sebelum Rencana
Penambahan Kegiatan Usaha untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2024 – 2033 dengan menggunakan tingkat diskonto sebesar 9,21% adalah
sebesar USD 46,80 juta.
Selanjutnya, perhitungan jumlah nilai kini dari proyeksi laba tahun berjalan Perseroan setelah
Rencana Penambahan Kegiatan Usaha untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2024 – 2033 dengan menggunakan tingkat diskonto sebesar 9,21% adalah
sebesar USD 48,84 juta.
Dengan demikian, jumlah nilai kini dari proyeksi laba tahun berjalan Perseroan setelah
Rencana Penambahan Kegiatan Usaha untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2024 – 2033 lebih besar daripada jumlah nilai kini dari proyeksi laba tahun
berjalan Perseroan sebelum Rencana Penambahan Kegiatan Usaha untuk tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 – 2033.
Perhitungan jumlah nilai kini dari proyeksi laba tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 – 2033 adalah sebagai berikut:
Sebelum Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
(Dalam ribuan USD)
Proyeksi
Keterangan
31/12/24 31/12/25 31/12/26 31/12/27 31/12/28
Laba tahun berjalan 2.116 2.762 4.008 6.690 7.698
Faktor diskonto 0,9569 0,8762 0,8023 0,7346 0,6726
Nilai kini 2.024 2.420 3.215 4.915 5.177
(Dalam ribuan USD)
Proyeksi
Keterangan
31/12/29 31/12/30 31/12/31 31/12/32 31/12/33
Laba tahun berjalan 12.578 17.420 18.943 20.584 22.462
Faktor diskonto 0,6159 0,5639 0,5163 0,4727 0,4328
Nilai kini 7.747 9.823 9.780 9.730 9.722
Jumlah nilai kini 46.801
Setelah Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
(Dalam ribuan USD)
Proyeksi
Keterangan
31/12/24 31/12/25 31/12/26 31/12/27 31/12/28
Laba tahun berjalan 2.899 3.560 4.806 7.494 8.497
Faktor diskonto 0,9569 0,8762 0,8023 0,7346 0,6726
Nilai kini 2.774 3.119 3.856 5.505 5.715
(Dalam ribuan USD)
Proyeksi
Keterangan
31/12/29 31/12/30 31/12/31 31/12/32 31/12/33
Laba tahun berjalan 13.370 18.207 19.727 21.360 23.233
Faktor diskonto 0,6159 0,5639 0,5163 0,4727 0,4328
Nilai kini 8.235 10.267 10.185 10.097 10.055
Jumlah nilai kini 48.838
xiv
Page 16
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami terima dan dengan
mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang mempengaruhi dalam analisis
kelayakan, maka menurut pendapat kami Rencana Penambahan Kegiatan Usaha, ditinjau
dari aspek kelayakan pasar, aspek kelayakan teknis, aspek kelayakan pola bisnis, aspek
kelayakan model manajemen, dan aspek keuangan adalah layak.
Kelayakan tersebut kami tentukan berdasarkan data dan informasi yang kami peroleh dari
pihak manajemen Perseroan serta pihak-pihak lain yang relevan dengan penugasan. Kami
menganggap bahwa semua informasi tersebut adalah benar dan bahwa tidak ada keadaan
atau hal-hal yang tidak terungkap yang akan mempengaruhi kelayakan tersebut secara
material.
Kesimpulan akhir di atas berlaku bilamana tidak terdapat perubahan yang memiliki dampak
material terhadap Rencana Penambahan Kegiatan Usaha. Perubahan tersebut termasuk,
namun tidak terbatas pada, perubahan kondisi baik secara internal pada Perseroan maupun
secara eksternal yaitu kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis, perdagangan
dan keuangan, serta peraturan-peraturan pemerintah Indonesia dan peraturan terkait lainnya
setelah tanggal Laporan Studi Kelayakan ini dikeluarkan. Bilamana setelah tanggal Laporan
Studi Kelayakan ini dikeluarkan terjadi perubahan-perubahan tersebut di atas, maka
kelayakan atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha mungkin berbeda.
xv
Page 17
DISTRIBUSI LAPORAN STUDI KELAYAKAN
Laporan Studi Kelayakan ini ditujukan untuk kepentingan Direksi Perseroan dalam kaitannya
dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha dan tidak untuk digunakan oleh pihak lain
atau untuk kepentingan lain. Laporan Studi Kelayakan ini tidak merupakan rekomendasi
kepada pemegang saham untuk menyetujui Rencana Penambahan Kegiatan Usaha atau
melakukan tindakan lainnya dalam kaitannya dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
dan tidak dapat digunakan secara demikian oleh pemegang saham.
Laporan Studi Kelayakan ini juga disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian,
kondisi umum bisnis dan keuangan, serta peraturan yang ada pada saat ini. Kami tidak
bertanggung jawab untuk memutakhirkan atau melengkapi Laporan Studi Kelayakan kami
karena peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal Laporan Studi Kelayakan ini. Laporan
Studi Kelayakan ini tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan pihak yang berwenang dan
stempel perusahaan (corporate seal) dari KJPP Kusnanto & rekan.
Hormat kami,
KJPP KUSNANTO & REKAN
Willy D. Kusnanto
Pimpinan Rekan
Izin Penilai : B-1.09.00153
STTD : STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
MAPPI : 06-S-01996
xvi
Page 18
ASUMSI DAN SYARAT PEMBATAS
1. KR sama sekali tidak memiliki kepentingan keuangan atau apapun terhadap Perseroan
untuk sekarang dan masa yang akan datang.
2. Biaya untuk studi kelayakan ini tidak tergantung pada besarnya kesimpulan yang
diperoleh atau yang tercantum dalam laporan.
3. Kesimpulan dicantumkan dalam mata uang USD dan/atau ekuivalennya atas permintaan
pemberi tugas.
4. Laporan disajikan hanya untuk maksud dan tujuan seperti tertulis di dalam laporan, serta
ditujukan terbatas kepada klien dimaksud.
5. Baik seluruh maupun sebagian dari isi laporan ini tidak diizinkan untuk dipublikasikan
melalui iklan atau media lainnya tanpa seizin dari KJPP Kusnanto & rekan.
6. Laporan Studi Kelayakan ini tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan KR dan stempel
perusahaan (corporate seal) dari KJPP Kusnanto & rekan.
xvii
Page 19
PERNYATAAN INDEPENDENSI PENILAI
1. KR tidak memiliki benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan perusahaan yang diuji
kelayakannya.
2. KR tidak memiliki kepentingan atau keuntungan pribadi terkait dengan usaha/saham
perusahaan yang diuji kelayakannya.
3. KR tidak memiliki pinjaman dengan perusahaan yang diuji kelayakannya.
4. Laporan Studi Kelayakan ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau
merugikan pihak manapun.
5. KR hanya menerima imbalan jasa sesuai dengan surat penugasan KR.
Tim Penilai:
Willy D. Kusnanto .....................................
Izin Penilai : B-1.09.00153
STTD : STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
MAPPI : 06-S-01996
Erric Reynaldi .....................................
No. MAPPI : 13-P-04625
Andry Steven .....................................
No. MAPPI : 14-P-04891
Kezia Melisa Rondonuwu .....................................
No. MAPPI : 20-P-10333
xviii
Page 20
SURAT PERNYATAAN
Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai penilai, kami yang bertanda tangan di
bawah ini menerangkan bahwa:
1. Pernyataan dalam laporan ini, yang menjadi dasar dari analisis, pendapat, dan kesimpulan
yang diuraikan di dalamnya adalah benar. Laporan ini menjelaskan semua syarat-syarat
pembatasan yang mempengaruhi analisis, pendapat, dan kesimpulan yang tertera dalam
laporan ini dan laporan ini telah disusun sesuai dengan dan tunduk pada ketentuan
ketentuan dari Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 35/POJK.04/2020 tentang
“Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal” dan Standar Penilaian
Indonesia 2018, Edisi Revisi SPI300, SPI310, SPI320, SPI330 (SPI) serta telah dibuat
dengan memenuhi Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI).
2. KR bertanggung jawab atas Laporan Studi Kelayakan.
3. Semua pernyataan dan data yang tercantum dalam laporan adalah benar adanya dan
sesuai dengan pengetahuan dan itikad baik KR.
4. Penugasan studi kelayakan profesional telah dilakukan terhadap Objek Penilaian pada
tanggal studi kelayakan yang ditentukan, yaitu 31 Desember 2023.
5. Penugasan studi kelayakan profesional telah dilaksanakan sesuai dengan peraturan
perundang-undangan yang berlaku.
6. Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam Laporan Studi
Kelayakan.
7. Perkiraan nilai yang dihasilkan dalam penugasan penilaian profesional telah disajikan
sebagai kesimpulan nilai.
8. KR tidak memiliki kepentingan pribadi atau kecenderungan untuk berpihak berkenaan
dengan subjek dari laporan ini maupun pihak-pihak yang terlibat di dalamnya.
9. KR telah memenuhi pendidikan profesional yang ditentukan dan/atau diselenggarakan
oleh Asosiasi Penilai yang diakui oleh Pemerintah.
10. Lingkup pekerjaan dan data yang dianalisis telah diungkapkan.
11. KR telah memiliki pemahaman mengenai Objek Penilaian yang diuji kelayakannya.
12. Imbalan jasa yang diterima oleh Penilai tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan dari
proses analisis Objek Penilaian.
13. Analisis dan kesimpulan nilai telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi pembatas.
xix
Page 21
14. Data ekonomi dan industri dalam Laporan Studi Kelayakan ini diperoleh dari berbagai
sumber yang diyakini KR dapat dipertanggungjawabkan.
15. Tidak seorangpun selain yang disebutkan dalam Laporan Studi Kelayakan ini telah
menyediakan bantuan profesional dalam menyiapkan Laporan Studi Kelayakan ini.
16. KR telah melakukan inspeksi dan wawancara dengan manajemen Perseroan terkait
dengan operasional, kinerja, dan prospek dari LCTN.
Tim Penilai:
Willy D. Kusnanto .....................................
Izin Penilai : B-1.09.00153
STTD : STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
MAPPI : 06-S-01996
Erric Reynaldi .....................................
No. MAPPI : 13-P-04625
Andry Steven .....................................
No. MAPPI : 14-P-04891
Kezia Melisa Rondonuwu .....................................
No. MAPPI : 20-P-10333
xx
Page 22
DAFTAR ISI
HALAMAN
OPINI i
ASUMSI DAN SYARAT PEMBATAS xvii
PERNYATAAN INDEPENDENSI PENILAI xviii
SURAT PERNYATAAN xix
DAFTAR ISI xxi
DAFTAR TABEL xxiii
DAFTAR GRAFIK xxvi
DAFTAR LAMPIRAN xxvii
I. RINGKASAN EKSEKUTIF
A. Alasan dan Latar Belakang 1
B. Tujuan dan Maksud Penugasan 4
C. Data dan Informasi yang Digunakan 6
D. Kondisi Pembatas dan Asumsi-Asumsi Pokok 9
E. Tingkat Kedalaman Investigasi 10
F. Kejadian Penting Setelah Tanggal Studi Kelayakan (Subsequent Event) 10
G. Independensi Penilai 11
H. Pendekatan dan Prosedur Penilaian Studi Kelayakan 11
I. Metode yang Digunakan 11
J. Analisis Kelayakan 12
K. Kesimpulan 15
II. ASPEK HUKUM
A. PT Lotte Chemical Titan Tbk 16
B. PT Lotte Chemical Titan Nusantara 18
III. ASPEK KELAYAKAN PASAR
A. Tinjauan Industri Plastik di Dunia 20
B. Tinjauan Industri Plastik di Indonesia 22
C. Strategi Pemasaran 23
D. Pesaing Usaha 24
xxi
Page 23
HALAMAN
IV. ASPEK KELAYAKAN TEKNIS
A. Gambaran Umum Wilayah Operasional PT Lotte Chemical Titan Nusantara 25
B. Proses Operasional PT Lotte Chemical Titan Nusantara 25
C. Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya 27
D. Kapasitas 27
V. ASPEK KELAYAKAN POLA BISNIS
A. Keunggulan Kompetitif 29
B. Risiko Bisnis 30
C. Aktivitas Perseroan Setelah Pelaksanaan
Rencana Penambahan Kegiatan Usaha 30
D. Kemampuan Pesaing untuk Meniru Produk 30
E. Kemampuan Menciptakan Nilai 30
VI. ASPEK KELAYAKAN MODEL MANAJEMEN
A. Kapasitas dan Kemampuan Manajemen 32
B. Ketersediaan Tenaga Kerja 32
C. Risiko Usaha 33
VII. ASPEK KELAYAKAN KEUANGAN
A. Proyeksi Keuangan Perseroan
Sebelum Rencana Penambahan Kegiatan Usaha 35
B. Proyeksi Keuangan Perseroan
Setelah Rencana Penambahan Kegiatan Usaha 44
C. Analisis Kelayakan 56
D. Analisis Biaya Pendirian (Startup Costs) 59
E. Analisis Modal Kerja 59
F. Analisis Sumber Pembiayaan 60
G. Analisis Biaya Operasional 60
H. Analisis Profitabilitas (Overall Profitability) 60
I. Analisis Investasi (Overall Return on Investment) 60
VIII. KESIMPULAN 61
xxii
Page 24
DAFTAR TABEL
HALAMAN
Tabel 1 Proyeksi Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
Sebelum Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
PT Lotte Chemical Titan Tbk
Untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2024 – 2033 12
Tabel 2 Proyeksi Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
Setelah Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
PT Lotte Chemical Titan Tbk
Untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2024 – 2033 12
Tabel 3 Proyeksi Nilai Kini Laba Tahun Berjalan
Sebelum Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
PT Lotte Chemical Titan Tbk
Untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2024 – 2033 14
Tabel 4 Proyeksi Nilai Kini Laba Tahun Berjalan
Setelah Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
PT Lotte Chemical Titan Tbk
Untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2024 – 2033 14
Tabel 5 Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham
PT Lotte Chemical Titan Tbk 17
Tabel 6 Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham
PT Lotte Chemical Titan Nusantara 18
Tabel 7 Kenaikan Kapasitas Polyethylene Negara-negara di Dunia 20
Tabel 8 Proyeksi Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
Sebelum Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
PT Lotte Chemical Titan Tbk
Untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2024 – 2033 38
Tabel 9 Proyeksi Laporan Posisi Keuangan
Sebelum Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
PT Lotte Chemical Titan Tbk
Per 31 Desember 2024 – 2033 39
xxiii
Page 25
HALAMAN
Tabel 10 Proyeksi Arus Kas Bersih
Sebelum Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
PT Lotte Chemical Titan Tbk
Untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2024 – 2033 41
Tabel 11 Proyeksi Nilai Kini Laba Tahun Berjalan
Sebelum Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
PT Lotte Chemical Titan Tbk
Untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2024 – 2033 44
Tabel 12 Asumsi Proyeksi Pendapatan (Beban) Lain-lain
Setelah Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
PT Lotte Chemical Titan Tbk
Untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2024 – 2033 48
Tabel 13 Proyeksi Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
Setelah Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
PT Lotte Chemical Titan Tbk
Untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2024 – 2033 49
Tabel 14 Proyeksi Laporan Posisi Keuangan
Setelah Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
PT Lotte Chemical Titan Tbk
Per 31 Desember 2024 – 2033 50
Tabel 15 Proyeksi Arus Kas Bersih
Setelah Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
PT Lotte Chemical Titan Tbk
Untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2024 – 2033 53
Tabel 16 Proyeksi Nilai Kini Laba Tahun Berjalan
Setelah Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
PT Lotte Chemical Titan Tbk
Untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2024 – 2033 56
Tabel 17 Proyeksi Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
Sebelum Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
PT Lotte Chemical Titan Tbk
Untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2024 – 2033 56
xxiv
Page 26
HALAMAN
Tabel 18 Proyeksi Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
Setelah Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
PT Lotte Chemical Titan Tbk
Untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2024 – 2033 57
Tabel 19 Proyeksi Nilai Kini Laba Tahun Berjalan
Sebelum Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
PT Lotte Chemical Titan Tbk
Untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2024 – 2033 58
Tabel 20 Proyeksi Nilai Kini Laba Tahun Berjalan
Setelah Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
PT Lotte Chemical Titan Tbk
Untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2024 – 2033 59
Tabel 21 Analisis Modal Kerja
PT Lotte Chemical Titan Tbk
Per 31 Desember 2024 – 2033 59
Tabel 22 Analisis Profitabilitas
PT Lotte Chemical Titan Tbk
Untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2024 – 2033 60
Tabel 23 Analisis Imbal Balik Investasi
PT Lotte Chemical Titan Tbk
Untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2024 – 2033 60
xxv
Page 27
DAFTAR GRAFIK
HALAMAN
Grafik 1 Proyeksi Nilai Pasar Kemasan Plastik di Dunia
Tahun 2024 – 2030 21
Grafik 2 Pendapatan Industri Pembuatan Produk Karet dan Plastik di Indonesia
Tahun 2020 – 2023 22
Grafik 3 Proyeksi Pendapatan Sektor Mainan Plastik & Lainnya di Indonesia
Tahun 2023 – 2028 23
Grafik 4 Proyeksi Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan
PT Lotte Chemical Titan Tbk
Tahun 2024 – 2033 36
Grafik 5 Proyeksi Beban Pokok Penjualan
PT Lotte Chemical Titan Tbk
Tahun 2024 – 2033 37
Grafik 6 Proyeksi Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan
PT Lotte Chemical Titan Tbk
Tahun 2024 – 2033 46
Grafik 7 Proyeksi Beban Pokok Penjualan
PT Lotte Chemical Titan Tbk
Tahun 2024 – 2033 47
xxvi
Page 28
DAFTAR LAMPIRAN
HALAMAN
Lampiran A Proyeksi Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
Sebelum Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
PT Lotte Chemical Titan Tbk
Untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2024 – 2033 62
Proyeksi Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
Setelah Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
PT Lotte Chemical Titan Tbk
Untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2024 – 2033 63
Lampiran B Proyeksi Nilai Kini Laba Tahun Berjalan
Sebelum Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
PT Lotte Chemical Titan Tbk
Untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2024 – 2033 64
Proyeksi Nilai Kini Laba Tahun Berjalan
Setelah Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
PT Lotte Chemical Titan Tbk
Untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2024 – 2033 64
xxvii
Page 29
I. RINGKASAN EKSEKUTIF
I.A. Alasan dan Latar Belakang
PT Lotte Chemical Titan Tbk (selanjutnya disebut “Perseroan”) merupakan suatu
perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka (publicly-held company),
didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang lingkup
kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak di bidang perdagangan besar karet dan
plastik dalam bentuk dasar, sebagai distributor utama dan importir. Perseroan
mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1990. Perseroan berdomisili di
Mangkuluhur City Tower One, Lantai 32, Jalan Jenderal Gatot Subroto Kavling 1 –
3, Karet Semanggi, Setiabudi, Jakarta Selatan 12930, dengan nomor telepon:
(021) 2788 3355, nomor faksimile: (021) 2788 3366, dan website:
www.lottechem.co.id.
PT Lotte Chemical Titan Nusantara (selanjutnya disebut “LCTN”) merupakan suatu
perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup (privately-held company),
didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang lingkup
kegiatan LCTN terutama meliputi bidang industri polyethylene, perdagangan besar
(distributor utama dan importir) dan real estat. LCTN mulai berproduksi secara
komersial sejak bulan Februari 1993.
Dalam rangka menjalankan strategi bisnisnya, Perseroan melalui LCTN memiliki
fasilitas produksi petrokimia yang berlokasi di Kota Cilegon, Provinsi Banten,
dengan hasil produk berupa polyethylene. Sehubungan dengan proses produksi
yang dilakukan oleh LCTN atas polyethylene, LCTN menggunakan boiler untuk
menghasilkan uap panas (steam) sebagai bahan baku pendukung yang
menunjang kegiatan operasional produksi. Saat ini, hasil (output) dari uap panas
(steam) tersebut mengalami kelebihan (excess) sebagai bahan baku pendukung,
dimana hal tersebut memiliki potensi untuk dilakukan pengalihan steam bagi
PT Lotte Chemical Indonesia (selanjutnya disebut “LCI”), pihak yang terafiliasi
dengan Perseroan, sehingga pengalihan tersebut akan menjadi sumber
pendapatan baru bagi LCTN yang pada akhirnya akan memberikan nilai tambah
bagi Perseroan dan entitas anak Perseroan serta seluruh pemegang saham
Perseroan pada masa yang akan datang.
Selanjutnya, LCTN merencanakan untuk mengalihkan hidrogen kepada LCI yang
akan diperoleh dari PT Air Liquide Indonesia (selanjutnya disebut “ALI”), dimana
dalam proses penyaluran dilakukan secara langsung tanpa adanya tambahan
proses, baik purifikasi maupun proses lainnya. Penyaluran hidrogen menuju LCI
dilakukan melalui pipa interkoneksi yang dilengkapi oleh flowmeter yang digunakan
untuk menghitung jumlah pengiriman hidrogen kepada LCI sebagai potensi
tambahan pendapatan dari aktivitas operasional baru bagi LCTN.
1
Page 30
Sehubungan dengan kebutuhan ethylene LCTN dimasa yang akan datang dipasok
oleh perusahaan yang berada disekitar pabrik LCTN melalui saluran pipa, maka
tangki ethylene beserta sarana pendukungnya (selanjutnya disebut “Tangki
Ethylene”) yang saat ini menerima ethylene impor akan tidak digunakan. Oleh
karena itu, LCTN berencana untuk memaksimalkan potensi Tangki Ethylene yang
akan menjadi aset non-operasional tersebut dengan menyewakan kepada LCI
guna meningkatkan pendapatan LCTN. Hal ini merupakan salah satu mitigasi risiko
atas potensi aset non-operasional, sehingga dapat dijadikan penghasilan arus kas
bagi LCTN pada masa yang akan datang.
Rencana Penambahan Kegiatan Usaha merupakan salah satu upaya Perseroan
untuk dapat memaksimalkan sumber daya berlebih dan aset yang dapat digunakan
oleh LCI sebagai pihak yang terafiliasi dengan Perseroan yang diyakini dapat
menciptakan sinergi dalam aktivitas kegiatan operasional yang
berkesinambungan. Hal ini juga akan memberikan kemudahan dan keuntungan
bagi LCTN yang akan memperoleh offtaker yang merupakan entitas yang terafiliasi
dengan Perseroan atas kelebihan steam dari hasil proses produksi yang dilakukan
oleh LCTN, pengalihan hidrogen dan penyewaan Tangki Ethylene bagi LCI.
Alasan dilakukannya Rencana Penambahan Kegiatan Usaha adalah sebagai
berikut:
• Dalam rangka menjalankan strategi bisnisnya, Perseroan melalui LCTN
memiliki fasilitas produksi petrokimia yang berlokasi di Kota Cilegon, Provinsi
Banten, dengan hasil produk berupa polyethylene. Sehubungan dengan proses
produksi yang dilakukan oleh LCTN atas polyethylene, LCTN menggunakan
boiler untuk menghasilkan uap panas (steam) sebagai bahan baku pendukung
yang menunjang kegiatan operasional produksi. Saat ini, hasil (output) dari uap
panas (steam) tersebut mengalami kelebihan (excess) sebagai bahan baku
pendukung, dimana hal tersebut memiliki potensi untuk dilakukan pengalihan
steam bagi LCI, pihak yang terafiliasi dengan Perseroan, sehingga pengalihan
tersebut akan menjadi sumber pendapatan baru bagi LCTN yang pada
akhirnya akan memberikan nilai tambah bagi Perseroan dan entitas anak
Perseroan serta seluruh pemegang saham Perseroan pada masa yang akan
datang.
• LCTN merencanakan untuk mengalihkan hidrogen kepada LCI yang akan
diperoleh dari ALI, dimana dalam proses penyaluran dilakukan secara
langsung tanpa adanya tambahan proses, baik purifikasi maupun proses
lainnya. Penyaluran hidrogen menuju LCI dilakukan melalui pipa interkoneksi
yang dilengkapi oleh flowmeter yang digunakan untuk menghitung jumlah
pengiriman hidrogen kepada LCI sebagai potensi tambahan pendapatan dari
aktivitas operasional baru bagi LCTN.
2
Page 31
• Sehubungan dengan kebutuhan ethylene LCTN dimasa yang akan datang
dipasok oleh perusahaan yang berada disekitar pabrik LCTN melalui saluran
pipa, maka Tangki Ethylene yang saat ini menerima ethylene impor akan tidak
digunakan. Oleh karena itu, LCTN berencana untuk memaksimalkan potensi
Tangki Ethylene yang akan menjadi aset non-operasional tersebut dengan
menyewakan kepada LCI guna meningkatkan pendapatan LCTN. Hal ini
merupakan salah satu mitigasi risiko atas potensi aset non-operasional,
sehingga dapat dijadikan penghasilan arus kas bagi LCTN pada masa yang
akan datang.
• Rencana Penambahan Kegiatan Usaha merupakan salah satu upaya
Perseroan untuk dapat memaksimalkan sumber daya berlebih dan aset yang
dapat digunakan oleh LCI sebagai pihak yang terafiliasi dengan Perseroan
yang diyakini dapat menciptakan sinergi dalam aktivitas kegiatan operasional
yang berkesinambungan. Hal ini juga akan memberikan kemudahan dan
keuntungan bagi LCTN yang akan memperoleh offtaker yang merupakan
entitas yang terafiliasi dengan Perseroan atas kelebihan steam dari hasil
proses produksi yang dilakukan oleh LCTN, pengalihan hidrogen dan
penyewaan Tangki Ethylene bagi LCI.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana
Penambahan Kegiatan Usaha bukan merupakan transaksi afiliasi sebagaimana
diatur dalam Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020 tanggal 1 Juli 2020 tentang
“Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan”.
Selanjutnya, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan,
Rencana Penambahan Kegiatan Usaha tersebut bukan merupakan transaksi
material, sebagaimana diatur dalam Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tanggal
20 April 2020 tentang “Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha”
(selanjutnya disebut “POJK 17/2020”). Namun demikian, Rencana Penambahan
Kegiatan Usaha merupakan penambahan kegiatan usaha sebagaimana diatur
dalam POJK 17/2020.
Untuk penambahan kegiatan usaha, POJK 17/2020 mensyaratkan adanya laporan
studi kelayakan atas transaksi tersebut, yang disiapkan oleh penilai independen.
Analisis studi kelayakan atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
dilaksanakan untuk memenuhi persyaratan berdasarkan ketentuan POJK 17/2020,
antara lain untuk melakukan Keterbukaan Informasi kepada pemegang saham dan
memperoleh persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dalam rangka
Rencana Penambahan Kegiatan Usaha LCTN (penambahan Klasifikasi Baku
Lapangan Usaha Indoensia).
3
Page 32
Terkait dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha LCTN, transaksi yang
akan dilakukan hanya antara LCTN dan LCI yang merupakan pihak terafiliasi,
dimana transaksi tersebut saat ini belum dilakukan.
Mengingat bahwa Rencana Penambahan Kegiatan Usaha belum dilaksanakan,
maka dalam hal Rencana Penambahan Kegiatan Usaha menjadi efektif,
Perseroan akan merencanakan untuk melakukan asesmen terhadap kewajiban
pemenuhan ketentuan transaksi material dan transaksi afiliasi sebagaimana diatur
dalam POJK 17/2020 dan POJK 42/2020.
Dengan demikian, dalam rangka pelaksanaan Rencana Penambahan Kegiatan
Usaha tersebut, maka Perseroan menunjuk penilai independen, Kantor Jasa
Penilai Publik (selanjutnya disebut “KJPP”) Kusnanto & rekan (selanjutnya disebut
“KR”) untuk memberikan pendapat atas kelayakan usaha (selanjutnya disebut
“Laporan Studi Kelayakan”) atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha.
Selanjutnya, Laporan Studi Kelayakan ini hanya dapat digunakan sehubungan
dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha dan tidak dapat dipergunakan
untuk kepentingan lainnya. Laporan Studi Kelayakan ini juga tidak dimaksudkan
untuk memberikan rekomendasi untuk menyetujui atau tidak menyetujui Rencana
Penambahan Kegiatan Usaha atau mengambil tindakan tertentu atas Rencana
Penambahan Kegiatan Usaha.
I.B. Tujuan dan Maksud Penugasan
Laporan Studi Kelayakan ini bertujuan untuk mengkaji prospek usaha Perseroan
(selanjutnya disebut “Objek Penilaian”) sehubungan dengan Rencana
Penambahan Kegiatan Usaha di masa mendatang ditinjau dari berbagai aspek,
meliputi:
• Aspek kelayakan pasar
Analisis kelayakan pasar dilakukan dengan melakukan tinjauan atas industri
plastik yang akan memberikan gambaran umum mengenai perkembangan
kinerja industri plastik di dunia dan di Indonesia.
• Aspek kelayakan teknis
Analisis kelayakan teknis dilakukan dengan melakukan analisis atas gambaran
umum wilayah operasional LCTN, proses kegiatan operasional LCTN,
ketersediaan dan kualitas sumber daya LCTN, serta kapasitas LCTN
sehubungan dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha.
4
Page 33
• Aspek kelayakan pola bisnis
Analisis kelayakan pola bisnis dilakukan dengan melakukan analisis atas
keunggulan kompetitif yang dimiliki oleh LCTN, risiko bisnis LCTN, aktivitas
Perseroan dan LCTN setelah pelaksanaan Rencana Penambahan Kegiatan
Usaha, kemampuan pesaing LCTN untuk meniru produk, dan kemampuan
menciptakan nilai bagi Perseroan dan LCTN sehubungan dengan Rencana
Penambahan Kegiatan Usaha.
• Aspek kelayakan model manajemen
Analisis kelayakan model manajemen dilakukan dengan melakukan analisis
atas struktur organisasi LCTN, kapasitas dan kemampuan manajemen LCTN,
ketersediaan tenaga kerja LCTN, dan risiko usaha yang dimiliki oleh LCTN.
• Aspek kelayakan keuangan
Analisis kelayakan keuangan dilakukan dengan melakukan analisis atas
proyeksi keuangan Perseroan sebelum dan setelah Rencana Penambahan
Kegiatan Usaha, asumsi-asumsi yang digunakan dalam penyusunan proyeksi
keuangan Perseroan, penentuan tingkat diskonto untuk Perseroan, dan
analisis kelayakan atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha.
sehubungan dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha.
Maksud dari Laporan Studi Kelayakan adalah untuk memberikan gambaran
tentang kelayakan dari Rencana Penambahan Kegiatan Usaha yang selanjutnya
akan digunakan sebagai rujukan dan pertimbangan oleh manajemen Perseroan
dalam rangka memenuhi POJK 17/2020.
Studi Kelayakan ini disusun dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam
Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 tentang “Penilaian dan Penyajian Laporan
Penilaian Bisnis di Pasar Modal” tanggal 25 Mei 2020 (selanjutnya disebut “POJK
35/2020”) serta Standar Penilaian Indonesia 2018, Edisi Revisi SPI300, SPI310,
SPI320, SPI330 (selanjutnya disebut “SPI”).
5
Page 34
I.C. Data dan Informasi yang Digunakan
Dalam melakukan penugasan ini, kami telah menelaah, mempertimbangkan,
mengacu, atau melaksanakan prosedur atas data dan informasi sebagai berikut:
1. Keterbukaan Informasi sehubungan dengan Rencana Penambahan Kegiatan
Usaha yang disusun oleh manajemen Perseroan;
2. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik
(selanjutnya disebut “KAP”) Purwantono, Sungkoro & Surja (selanjutnya
disebut “PSS”) sebagaimana tertuang dalam laporannya No.
00094/2.1032/AU.1/05/0696-4/1/II/2024 tanggal 29 Februari 2024 dengan
pendapat wajar tanpa pengecualian dan ditandatangani oleh Indrajuwana
Komala Widjaja;
3. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh KAP PSS sebagaimana
tertuang dalam laporannya No. 00425/2.1032/AU.1/05/0696-3/1/III/2023
tanggal 28 Maret 2023 dengan pendapat wajar tanpa pengecualian dan
ditandatangani oleh Indrajuwana Komala Widjaja;
4. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh KAP PSS sebagaimana
tertuang dalam laporannya No. 00254/2.1032/AU.1/05/0696-3/1/III/2022
tanggal 18 Maret 2022 dengan pendapat wajar tanpa pengecualian dan
ditandatangani oleh Indrajuwana Komala Widjaja;
5. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2020 yang telah diaudit oleh KAP PSS sebagaimana
tertuang dalam laporannya No. 00231/2.1032/AU.1/05/0696-1/1/III/2021
tanggal 4 Maret 2021 dengan pendapat wajar tanpa pengecualian dan
ditandatangani oleh Indrajuwana Komala Widjaja;
6. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2019 yang telah diaudit oleh KAP PSS sebagaimana
tertuang dalam laporannya No. 00214/2.1032/AU.1/05/0705-3/1/III/2020
tanggal 5 Maret 2020 dengan pendapat wajar tanpa pengecualian dan
ditandatangani oleh Susanti;
7. Laporan keuangan LCTN untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31
Desember 2023 yang telah diaudit oleh KAP PSS sebagaimana tertuang dalam
laporannya No. 00108/2.1032/AU.1/04/0696-4/1/II/2024 tanggal 29 Februari
2024 dengan pendapat wajar tanpa pengecualian dan ditandatangani oleh
Indrajuwana Komala Widjaja;
6
Page 35
8. Laporan keuangan LCTN untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31
Desember 2022 yang telah diaudit oleh KAP PSS sebagaimana tertuang dalam
laporannya No. 00426/2.1032/AU.1/04/0696-3/1/III/2023 tanggal 28 Maret
2023 dengan pendapat wajar tanpa pengecualian dan ditandatangani oleh
Indrajuwana Komala Widjaja;
9. Laporan keuangan LCTN untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31
Desember 2021 yang telah diaudit oleh KAP PSS sebagaimana tertuang dalam
laporannya No. 00253/2.1032/AU.1/04/0696-2/1/III/2022 tanggal 18 Maret
2022 dengan pendapat wajar tanpa pengecualian dan ditandatangani oleh
Indrajuwana Komala Widjaja;
10. Laporan keuangan LCTN untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31
Desember 2020 yang telah diaudit oleh KAP PSS sebagaimana tertuang dalam
laporannya No. 00242/2.1032/AU.1/04/0696-1/1/III/2021 tanggal 4 Maret 2021
dengan pendapat wajar tanpa pengecualian dan ditandatangani oleh
Indrajuwana Komala Widjaja;
11. Laporan keuangan LCTN untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31
Desember 2019 yang telah diaudit oleh KAP PSS sebagaimana tertuang dalam
laporannya No. 00259/2.1032/AU.1/04/0705-3/1/II/2020 tanggal 28 Februari
2020 dengan pendapat wajar tanpa pengecualian dan ditandatangani oleh
Susanti;
12. Proyeksi laporan keuangan konsolidasian Perseroan sebelum dan setelah
Rencana Penambahan Kegiatan Usaha untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2024 – 2033 yang disusun oleh manajemen
Perseroan;
13. Anggaran dasar LCTN yang terakhir sebagaimana dinyatakan dalam Akta
Notaris Jimmy Tanal, S.H., M.Kn., No. 21 tanggal 13 Mei 2020 mengenai
perbaikan maksud dan tujuan serta kegiatan usaha LCTN;
14. Hasil wawancara dengan pihak manajemen Perseroan, yaitu Calvin
Wiryapranata dengan posisi sebagai Direktur, mengenai alasan, latar
belakang, dan hal-hal lain yang terkait dengan Rencana Penambahan Kegiatan
Usaha;
15. Tarif pajak yang diberlakukan atas Perseroan adalah berdasarkan laba kena
pajak dalam periode yang bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak
yang berlaku umum, yaitu sebesar 22,00% untuk tahun 2024 – 2033;
16. Informasi lain dari pihak manajemen Perseroan serta pihak-pihak lain yang
relevan untuk penugasan;
7
Page 36
17. Data dan informasi industri berdasarkan media cetak maupun elektronik,
antara lain website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website
Bursa Efek Indonesia, dan Bloomberg;
18. Data dan informasi pasar berdasarkan media cetak maupun elektronik antara
lain website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek
Indonesia, dan Bloomberg;
19. Data dan informasi ekonomi berdasarkan media cetak maupun elektronik,
antara lain website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website
Bursa Efek Indonesia, dan Bloomberg;
20. Dokumen-dokumen lain yang berhubungan dengan Rencana Penambahan
Kegiatan Usaha; dan
21. Berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak maupun elektronik
dan hasil analisis lain yang kami anggap relevan.
Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada
keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-
informasi lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan atau yang tersedia
secara umum dan kami tidak bertanggung jawab atas kebenaran informasi-
informasi tersebut.
Kami tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari Perseroan. Jasa-
jasa yang kami berikan kepada Perseroan hanya merupakan studi kelayakan atas
Rencana Penambahan Kegiatan Usaha dan bukan jasa-jasa akuntansi, audit, atau
perpajakan. Pekerjaan kami yang berkaitan dengan studi kelayakan tidak
merupakan dan tidak dapat ditafsirkan merupakan dalam bentuk apapun, suatu
penelaahan atau audit atau pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi
keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat dimaksudkan untuk
mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan atau
penyimpangan dalam laporan keuangan atau pelanggaran hukum. Selain itu, kami
tidak mempunyai kewenangan dan tidak mencoba mendapatkan bentuk transaksi-
transaksi lainnya yang dilakukan Perseroan.
8
Page 37
I.D. Kondisi Pembatas dan Asumsi-Asumsi Pokok
Studi kelayakan ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
umum bisnis dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah yang berlaku
sampai dengan tanggal penerbitan Laporan Studi Kelayakan ini.
Studi kelayakan atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha yang dilakukan
dengan metode diskonto arus kas (discounted cash flow) dengan mengacu pada
net present value (NPV) yang didasarkan pada proyeksi laporan keuangan yang
disusun oleh manajemen Perseroan. Dalam penyusunan proyeksi laporan
keuangan, berbagai asumsi dikembangkan berdasarkan rencana manajemen di
masa yang akan datang. Kami telah melakukan penyesuaian terhadap proyeksi
laporan keuangan tersebut agar dapat menggambarkan kondisi operasi dan
kinerja LCTN yang dinilai pada saat studi kelayakan ini dengan lebih wajar. Secara
garis besar, tidak ada penyesuaian yang signifikan yang kami lakukan terhadap
target kinerja LCTN dan telah mencerminkan kemampuan pencapaiannya
(fiduciary duty). Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan studi kelayakan dan
kewajaran proyeksi laporan keuangan berdasarkan informasi manajemen LCTN
terhadap proyeksi laporan keuangan LCTN tersebut.
Dalam penugasan studi kelayakan ini, kami mengasumsikan terpenuhinya semua
kondisi dan kewajiban Perseroan. Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal
studi kelayakan sampai dengan tanggal diterbitkannya Laporan Studi Kelayakan
tidak terjadi perubahan apapun yang berpengaruh secara material terhadap
asumsi-asumsi yang digunakan dalam studi kelayakan. Kami tidak bertanggung
jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi, memutakhirkan (update)
pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi serta peristiwa-
peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini. Perhitungan dan analisis dalam
studi kelayakan telah dilakukan dengan benar dan kami bertanggungjawab atas
Laporan Studi Kelayakan atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha.
Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada
keakuratan, kehandalan, dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan
informasi-informasi lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan dan LCTN
atau yang tersedia secara umum yang pada hakekatnya adalah benar, lengkap,
dan tidak menyesatkan dan kami tidak bertanggung jawab untuk melakukan
pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi tersebut. Kami juga
bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan dan LCTN bahwa mereka
tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-informasi yang
diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.
Analisis studi kelayakan atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha dipersiapkan
menggunakan data dan informasi sebagaimana diungkapkan di atas. Segala
perubahan atas data dan informasi tersebut dapat mempengaruhi hasil akhir
pendapat kami secara material. Kami tidak bertanggung jawab atas perubahan
kesimpulan atas studi kelayakan kami maupun segala kehilangan, kerusakan,
biaya, ataupun pengeluaran apapun yang disebabkan oleh ketidakterbukaan
informasi sehingga data yang kami peroleh menjadi tidak lengkap dan atau dapat
disalahartikan.
9
Page 38
Karena hasil dari studi kelayakan kami sangat tergantung dari data serta asumsi-
asumsi yang mendasarinya, perubahan pada sumber data serta asumsi sesuai
data pasar akan mengubah hasil dari studi kelayakan kami. Oleh karena itu, kami
sampaikan bahwa perubahan terhadap data yang digunakan dapat berpengaruh
terhadap hasil studi kelayakan dan bahwa perbedaan yang terjadi dapat bernilai
material. Walaupun isi dari Laporan Studi Kelayakan ini telah dilaksanakan dengan
itikad baik dan dengan cara yang profesional, kami tidak dapat menerima tanggung
jawab atas kemungkinan terjadinya perbedaan kesimpulan yang disebabkan oleh
adanya analisis tambahan, diaplikasikannya hasil studi kelayakan sebagai dasar
untuk melakukan analisis transaksi ataupun adanya perubahan dalam data yang
dijadikan sebagai dasar studi kelayakan. Laporan Studi Kelayakan bersifat non-
disclaimer opinion dan merupakan laporan yang terbuka untuk publik kecuali
terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional
Perseroan dan LCTN.
Pekerjaan kami yang berkaitan dengan studi kelayakan atas Rencana
Penambahan Kegiatan Usaha tidak merupakan dan tidak dapat ditafsirkan dalam
bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit, atau pelaksanaan prosedur-prosedur
tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat
dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal,
kesalahan, atau penyimpangan dalam laporan keuangan atau pelanggaran
hukum. Selanjutnya, kami juga telah memperoleh informasi atas status hukum
Perseroan dan LCTN berdasarkan anggaran dasar Perseroan dan LCTN.
I.E. Tingkat Kedalaman Investigasi
Dalam menyusun laporan studi kelayakan atas Rencana Penambahan Kegiatan
Usaha, KR diberikan kesempatan untuk melakukan inspeksi guna mendukung
proses penyusunan Laporan Studi Kelayakan.
I.F. Kejadian Penting Setelah Tanggal Studi Kelayakan (Subsequent Event)
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, dari tanggal
studi kelayakan, yaitu tanggal 31 Desember 2023, sampai dengan tanggal
diterbitkannya Laporan Studi Kelayakan atas Rencana Penambahan Kegiatan
Usaha, tidak terdapat kejadian penting setelah tanggal studi kelayakan
(subsequent event) yang secara signifikan dapat mempengaruhi kesimpulan studi
kelayakan.
10
Page 39
I.G. Independensi Penilai
Dalam mempersiapkan Laporan Studi Kelayakan atas Rencana Penambahan
Kegiatan Usaha, KR bertindak secara independen tanpa adanya benturan
kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan ataupun pihak-pihak yang
terafiliasi dengan Perseroan. KR juga tidak memiliki kepentingan ataupun
keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini. Selanjutnya, laporan Studi
Kelayakan ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak
manapun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi oleh
analisis yang dihasilkan dari proses studi kelayakan ini dan KR hanya menerima
imbalan sesuai dengan surat penawaran kami No. KR/240419-001 tanggal
19 April 2024 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan.
I.H. Pendekatan dan Prosedur Penilaian Studi Kelayakan
Dalam evaluasi studi kelayakan atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha, kami
telah melakukan analisis melalui pendekatan dan prosedur studi kelayakan atas
Rencana Penambahan Kegiatan Usaha ditinjau dari berbagai aspek, meliputi:
• Aspek kelayakan pasar;
• Aspek kelayakan teknis;
• Aspek kelayakan pola bisnis;
• Aspek kelayakan model manajemen; dan
• Aspek kelayakan keuangan,
sehubungan dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha.
I.I. Metode yang Digunakan
Analisis kelayakan dalam penugasan ini menggunakan perhitungan nilai kini atas
proyeksi laba periode/tahun berjalan Perseroan sebelum dan setelah Rencana
Perubahan Kegiatan Usaha dengan mengacu pada net present value (NPV)
sehingga Rencana Perubahan Kegiatan Usaha dapat dikatakan layak atau
menguntungkan.
11
Page 40
I.J. Analisis Kelayakan
Berikut adalah proyeksi laporan laba rugi komprehensif Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 – 2033:
Sebelum Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
Tabel 1
PT Lotte Chemical Titan Tbk
Proyeksi Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Sebelum Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 - 2033
(Dalam ribuan USD)
Keterangan 31/12/24 31/12/25 31/12/26 31/12/27 31/12/28
Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan 435.158 438.163 441.287 480.008 483.661
Beban pokok penjualan 421.285 423.156 424.381 458.568 460.586
Laba kotor 13.873 15.006 16.906 21.440 23.076
Beban usaha 14.097 14.409 14.729 15.798 16.150
Laba (rugi) usaha (224) 597 2.177 5.642 6.925
Pendapatan lain-lain 2.936 2.943 2.961 2.935 2.943
Laba sebelum pajak penghasilan 2.712 3.541 5.138 8.577 9.869
Beban pajak penghasilan (597) (779) (1.130) (1.887) (2.171)
Laba tahun berjalan 2.116 2.762 4.008 6.690 7.698
(Dalam ribuan USD)
Keterangan 31/12/29 31/12/30 31/12/31 31/12/32 31/12/33
Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan 547.511 551.957 556.580 561.389 566.389
Beban pokok penjualan 516.550 514.364 516.634 518.940 521.076
Laba kotor 30.961 37.592 39.946 42.449 45.313
Beban usaha 17.797 18.195 18.604 19.022 19.452
Laba (rugi) usaha 13.164 19.397 21.342 23.427 25.861
Pendapatan lain-lain 2.962 2.936 2.944 2.963 2.937
Laba sebelum pajak penghasilan 16.125 22.333 24.286 26.389 28.798
Beban pajak penghasilan (3.548) (4.913) (5.343) (5.806) (6.335)
Laba tahun berjalan 12.578 17.420 18.943 20.584 22.462
Setelah Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
Tabel 2
PT Lotte Chemical Titan Tbk
Proyeksi Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Setelah Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 - 2033
(Dalam ribuan USD)
Keterangan 31/12/24 31/12/25 31/12/26 31/12/27 31/12/28
Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan 435.158 438.163 441.287 480.008 483.661
Beban pokok penjualan 421.285 423.156 424.381 458.568 460.586
Laba kotor 13.873 15.006 16.906 21.440 23.076
Beban usaha 14.097 14.409 14.729 15.798 16.150
Laba (rugi) usaha (224) 597 2.177 5.642 6.925
Pendapatan lain-lain 3.941 3.966 3.984 3.965 3.969
Laba sebelum pajak penghasilan 3.717 4.564 6.161 9.607 10.894
Beban pajak penghasilan (818) (1.004) (1.355) (2.114) (2.397)
Laba tahun berjalan 2.899 3.560 4.806 7.494 8.497
12
Page 41
(Dalam ribuan USD)
Keterangan 31/12/29 31/12/30 31/12/31 31/12/32 31/12/33
Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan 547.511 551.957 556.580 561.389 566.389
Beban pokok penjualan 516.550 514.364 516.634 518.940 521.076
Laba kotor 30.961 37.592 39.946 42.449 45.313
Beban usaha 17.797 18.195 18.604 19.022 19.452
Laba (rugi) usaha 13.164 19.397 21.342 23.427 25.861
Pendapatan lain-lain 3.978 3.945 3.948 3.958 3.925
Laba sebelum pajak penghasilan 17.141 23.342 25.290 27.384 29.786
Beban pajak penghasilan (3.771) (5.135) (5.564) (6.025) (6.553)
Laba tahun berjalan 13.370 18.207 19.727 21.360 23.233
Berdasarkan analisis tersebut di atas, proyeksi jumlah laba tahun berjalan
Perseroan sebelum Rencana Penambahan Kegiatan Usaha adalah sebesar
USD 115,26 juta. Selanjutnya, proyeksi jumlah laba tahun berjalan Perseroan
setelah Rencana Penambahan Kegiatan Usaha adalah sebesar USD 123,15 juta.
Dengan demikian, berdasarkan proyeksi laporan laba rugi komprehensif tersebut
di atas, setelah Rencana Penambahan Kegiatan Usaha menjadi efektif, Perseroan
berpotensi memperoleh tambahan laba tahun berjalan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 – 2033, sehingga diharapkan dapat
meningkatkan kinerja keuangan Perseroan pada masa yang akan datang.
Perhitungan jumlah nilai kini dari proyeksi laba tahun berjalan Perseroan sebelum
Rencana Penambahan Kegiatan Usaha untuk tahun yang berakhir pada tanggal-
tanggal 31 Desember 2024 – 2033 dengan menggunakan tingkat diskonto sebesar
9,21% adalah sebesar USD 46,80 juta.
Selanjutnya, perhitungan jumlah nilai kini dari proyeksi laba tahun berjalan
Perseroan setelah Rencana Penambahan Kegiatan Usaha untuk tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 – 2033 dengan menggunakan
tingkat diskonto sebesar 9,21% adalah sebesar USD 48,84 juta.
Dengan demikian, jumlah nilai kini dari proyeksi laba tahun berjalan Perseroan
setelah Rencana Penambahan Kegiatan Usaha untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2024 – 2033 lebih besar daripada jumlah nilai kini
dari proyeksi laba tahun berjalan Perseroan sebelum Rencana Penambahan
Kegiatan Usaha untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2024 – 2033.
13
Page 42
Perhitungan jumlah nilai kini dari proyeksi laba tahun berjalan Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 – 2033 adalah
sebagai berikut:
Sebelum Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
Tabel 3
PT Lotte Chemical Titan Tbk
Proyeksi Nilai Kini Laba Tahun Berjalan Sebelum Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 - 2033
(Dalam ribuan USD)
Proyeksi
Keterangan
31/12/24 31/12/25 31/12/26 31/12/27 31/12/28
Laba tahun berjalan 2.116 2.762 4.008 6.690 7.698
Faktor diskonto 0,9569 0,8762 0,8023 0,7346 0,6726
Nilai kini 2.024 2.420 3.215 4.915 5.177
(Dalam ribuan USD)
Proyeksi
Keterangan
31/12/29 31/12/30 31/12/31 31/12/32 31/12/33
Laba tahun berjalan 12.578 17.420 18.943 20.584 22.462
Faktor diskonto 0,6159 0,5639 0,5163 0,4727 0,4328
Nilai kini 7.747 9.823 9.780 9.730 9.722
Setelah Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
Tabel 4
PT Lotte Chemical Titan Tbk
Proyeksi Nilai Kini Laba Tahun Berjalan Setelah Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 - 2033
(Dalam ribuan USD)
Proyeksi
Keterangan
31/12/24 31/12/25 31/12/26 31/12/27 31/12/28
Laba tahun berjalan 2.899 3.560 4.806 7.494 8.497
Faktor diskonto 0,9569 0,8762 0,8023 0,7346 0,6726
Nilai kini 2.774 3.119 3.856 5.505 5.715
(Dalam ribuan USD)
Proyeksi
Keterangan
31/12/29 31/12/30 31/12/31 31/12/32 31/12/33
Laba tahun berjalan 13.370 18.207 19.727 21.360 23.233
Faktor diskonto 0,6159 0,5639 0,5163 0,4727 0,4328
Nilai kini 8.235 10.267 10.185 10.097 10.055
Jumlah nilai kini 48.838
14
Page 43
I.K. Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami terima
dan dengan mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang mempengaruhi
dalam analisis kelayakan, maka menurut pendapat kami Rencana Penambahan
Kegiatan Usaha, ditinjau dari aspek kelayakan pasar, aspek kelayakan teknis,
aspek kelayakan pola bisnis, aspek kelayakan model manajemen, dan aspek
keuangan adalah layak.
Kelayakan tersebut kami tentukan berdasarkan data dan informasi yang kami
peroleh dari pihak manajemen Perseroan serta pihak-pihak lain yang relevan
dengan penugasan. Kami menganggap bahwa semua informasi tersebut adalah
benar dan bahwa tidak ada keadaan atau hal-hal yang tidak terungkap yang akan
mempengaruhi kelayakan tersebut secara material.
Kesimpulan akhir di atas berlaku bilamana tidak terdapat perubahan yang memiliki
dampak material terhadap Rencana Penambahan Kegiatan Usaha. Perubahan
tersebut termasuk, namun tidak terbatas pada, perubahan kondisi baik secara
internal pada Perseroan maupun secara eksternal yaitu kondisi pasar dan
perekonomian, kondisi umum bisnis, perdagangan dan keuangan, serta peraturan-
peraturan pemerintah Indonesia dan peraturan terkait lainnya setelah tanggal
Laporan Studi Kelayakan ini dikeluarkan. Bilamana setelah tanggal Laporan Studi
Kelayakan ini dikeluarkan terjadi perubahan-perubahan tersebut di atas, maka
kelayakan atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha mungkin berbeda.
15
Page 44
II. ASPEK HUKUM
II.A. PT Lotte Chemical Titan Tbk
II.A.1. Latar Belakang
Perseroan didirikan di Republik Indonesia dengan nama PT Indofatra Plastik
Industri berdasarkan Akta Notaris Rukmasanti Hardjasatya, S.H., No. 19 tanggal
9 Desember 1987 dan kemudian berganti nama menjadi PT Fatrapolindo Nusa
Industri berdasarkan Akta No. 53 tanggal 18 Juli 1988 dari Notaris Rukmasanti
Hardjasatya, S.H. Akta pendirian beserta perubahannya tersebut disahkan oleh
Menteri Kehakiman dalam Surat Keputusan No. C2-6603.HT.01.01.TH.’88 tanggal
30 Juli 1988, dan diumumkan dalam Berita Negara No. 80, Tambahan No. 3831
tanggal 5 Oktober 1990.
Anggaran dasar Perseroan telah beberapa kali mengalami perubahan. Perubahan
terakhir berdasarkan Akta No. 6 tanggal 11 Juni 2021 yang dibuat di hadapan
Notaris Fathiah Helmi, S.H., antara lain, untuk disesuaikan dengan POJK 15/2020
dan POJK 16/2020 serta menyusun kembali seluruh Anggaran Dasar Perseroan.
Perubahan tersebut telah diterima dan dicatat di dalam Sistem Administrasi Badan
Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
sebagaimana dinyatakan dalam Suratnya tertanggal 6 Juli 2021
No. AHU-AH.01.03-0420842.
Perseroan berkantor pusat di Mangkuluhur City Tower One, Lantai 32, Jalan
Jenderal Gatot Subroto Kavling 1 – 3, Karet Semanggi, Setiabudi, Jakarta Selatan
12930.
II.A.2. Manajemen
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan pada tanggal
31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Park Hyun Chul
Komisaris Independen : Hendang Tanusdjadja
Direksi
Direktur Utama : Jang Seon Pyo
Direktur : Jojok Hadrijanto
Direktur : Calvin Wiryapranata
16
Page 45
II.A.3. Kepemilikan Saham
Susunan pemegang saham Perseroan berikut dengan kepemilikannya pada
tanggal 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:
Tabel 5
PT Lotte Chemical Titan Tbk
Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham
(Dalam USD)
Persentase
Pemegang Saham Jumlah Saham Jumlah Modal
Kepemilikan
Lotte Chemical Titan International Sdn. Bhd. 5.148.902.750 92,50% 151.549.408
Masyarakat (masing-masing dengan
dengan kepemilikan di bawah 5,00%) 417.511.250 7,50% 12.288.751
Jumlah 5.566.414.000 100,00% 163.838.159
II.A.4. Kegiatan Usaha
Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar
Perseroan adalah berusaha dalam bidang perdagangan besar karet dan plastik
dalam bentuk dasar.
Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut di atas, Perseroan dapat
melaksanakan kegiatan usaha di bidang perdagangan besar karet dan plastik
dalam bentuk dasr sebagai berikut:
1. Kegiatan usaha utama:
a. Distributor utama plastik dalam bentuk dasar, antara lain BOPP film,
polyethylene (PE), polypropylene (PP), dan ethylene;
b. Impor plastik dalam bentuk dasar antara lain BOPP film, polyethylene (PE),
polypropylene (PP), dan ethylene;
2. Kegiatan usaha penunjang:
a. Distributor utama plastik dalam bentuk dasar lainnya yang menunjang
usaha utama;
b. Impor barang plastik dalam bentuk dasar lainnya yang menunjang usaha
utama.
Namun demikian, kegiatan usaha Perseroan yang saat ini telah dijalankan adalah
sebagai berikut:
1. Distributor utama plastik dalam bentuk dasar antara lain polyethylene (PE) dan
polypropylene (PP).
2. Impor plastik dalam bentuk dasar antara lain polyethylene (PE) dan
polypropylene (PP).
17
Page 46
II.A.5. Informasi Perpajakan
Tarif pajak yang diberlakukan atas Perseroan adalah berdasarkan laba kena pajak
dalam periode yang bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak yang
berlaku umum, yaitu sebesar 22,00% untuk tahun 2024 – 2033.
II.B. PT Lotte Chemical Titan Nusantara
II.B.1. Latar Belakang
LCTN didirikan di Republik Indonesia pada tahun 1990 dengan nama
PT Petrokimia Nusantara Interindo berdasarkan Akta Notaris Moendjiati Soegito,
S.H., No. 68 tanggal 19 Juli 1990. Akta pendirian tersebut disahkan oleh Menteri
Kehakiman dalam Surat Keputusan No. C2-4808.HT.01.01-TH.90 tanggal
15 Agustus 1990, dan diumumkan dalam Berita Negara No. 84, Tambahan
No. 4257 tanggal 19 Oktober 1990.
Anggaran dasar LCTN telah beberapa kali mengalami perubahan. Perubahan
terakhir dilakukan berdasarkan Akta Notaris Jimmy Tanal, S.H., M.Kn., No. 21
tanggal 13 Mei 2020, mengenai perbaikan maksud dan tujuan serta kegiatan usaha
LCTN. Perubahan tersebut telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia melalui Keputusan No. AHU-
0036353.AH.01.02.TAHUN 2020 tanggal 18 Mei 2020.
II.B.2. Manajemen
Komisaris dan Direksi LCTN pada tanggal 31 Desember 2023 adalah sebagai
berikut:
Komisaris : Park Hyun Chul
Direksi
Presiden Direktur : Jang Seon Pyo
Direktur : Jojok Hadrijanto
Direktur : Robin Wahyudi Handoko
II.B.3. Kepemilikan Saham
Susunan pemegang saham LCTN berikut dengan kepemilikannya pada tanggal
31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:
Tabel 6
PT Lotte Chemical Titan Nusantara
Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham
(Dalam USD)
Persentase
Pemegang Saham Jumlah Saham Jumlah Modal
Kepemilikan
PT Lotte Chemical Titan Tbk 128.562.500 99,85% 128.562.500
Lotte Chemical Titan International Sdn. Bhd. 187.500 0,15% 187.500
Jumlah 128.750.000 100,00% 128.750.000
18
Page 47
II.B.4 Kegiatan Usaha
Ruang lingkup kegiatan LCTN sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar LCTN
adalah berusaha dalam bidang industri damar buatan (resin sintetis) dan bahan
baku plastik, perdagangan besar karet dan plastik dalam bentuk dasar, serta real
estat yang dimiliki sendiri atau disewa.
Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut di atas, LCTN dapat melaksanakan
kegiatan usaha sebagai berikut:
a. Melakukan usaha pembuatan damar buatan dan bahan baku plastik (bijih
plastik murni), seperti polietilen (PE). Pengolahan lanjutan dari damar buatan
dan bahan plastik yang dibeli untuk menghasilkan barang dari bahan baku
tersebut, seperti barang plastik, film dan lembaran film yang belum peka
terhadap sinar dimasukkan dalam kelompok 26800.
b. Melakukan kegiatan usaha perdagangan besar karet dan bahan plastik dalam
bentuk dasar termasuk importir/eksportir.
c. Melakukan usaha pembelian, penjualan, persewaan dan pengoperasian real
estat baik yang dimiliki sendiri maupun disewa. Termasuk kegiatan penjualan
tanah, pengembangan gudang untuk dioperasikan sendiri (untuk penyewaan
ruang-ruang di gedung tersebut), pembagian real estat menjadi tanah kavling
tanpa pengembangan lahan dan pengoperasian kawasan tempat tinggal untuk
rumah yang bisa dipindah-pindah.
Namun demikian, kegiatan usaha LCTN yang saat ini telah dijalankan adalah
sebagai berikut:
a. Melakukan usaha pembuatan damar buatan dan bahan baku plastik (bijih
plastik murni), seperti polietilen (PE). Pengolahan lanjutan dari damar buatan
dan bahan plastik yang dibeli untuk menghasilkan barang dari bahan baku
tersebut, seperti barang plastik, film dan lembaran film yang belum peka
terhadap sinar dimasukan dalam kelompok 26800.
b. Melakukan usaha pembelian, penjualan, persewaan dan pengoperasian real
estat baik yang dimiliki sendiri maupun disewa, termasuk kegiatan penjualan
tanah, pengembangan gedung untuk dioperasikan sendiri (untuk penyewaan
ruang-ruang di gedung tersebut).
19
Page 48
III. ASPEK KELAYAKAN PASAR
III.A. Tinjauan Industri Plastik di Dunia
Industri plastik merupakan salah satu sektor ekonomi yang besar serta memainkan
peran penting dalam berbagai sektor lainnya seperti kemasan, otomotif, konstruksi,
dan elektronik. Adanya proses pembentukan plastik melalui tahap polyethylene
merupakan salah satu kunci dalam produksi plastik. Polyethylene merupakan
suatu proses penggabungan dari beberapa molekul sederhana atau monomer
menjadi molekul besar yang disebut makromolekul atau polimer melalui suatu
proses kimia. Bahan plastik mudah dibentuk sesuai dengan apa yang dibutuhkan
ketika bahan plastik tersebut terpapar oleh tekanan dan suhu panas.
Bermacam-macam bentuk dari bahan plastik antara lain seperti batangan, balok,
hingga silinder. Semua bentuk dasar tersebut kemudian dapat diolah kembali
menjadi plastik kresek, pembungkus makanan, kemasan botol, dan lain
sebagainya. Salah satu jenis plastik yang paling umum digunakan dan diproduksi
pada saat ini adalah polietilena yang merupakan campuran sejenis polimer dari
etilen yang memiliki dua tipe kepadatan yaitu kepadatan tinggi dan kepadatan
rendah.
Tabel 7
Kenaikan Kapasitas Polyethylene Negara-negara di Dunia
Periode Q4/2022 - Q4/2023
(Dalam ribuan ton)
Jumlah
Produsen Lokasi
Kapasitas
JG Summit Olefins Corporation Filipina 250
Pangerang Refining and Petrochemical Malaysia 400
Long Son Petrochemical Vietnam 450
Phulo Khari India 450
Nova Chemicals Kanada 454
Dow Chemical Amerika Serikat (AS) 600
Baystar Bayport Polymers LLC AS 626
Petrochina Guangdong Petrochemical Tiongkok 800
Sumber: Independence Commodity Intelligence Services (ICIS)
Berdasarkan data yang diperoleh dari ICIS, pada Q4/2022 – Q4/2023 negara yang
mengalami kenaikan kapasitas polyethylene tertinggi yaitu Tiongkok sebesar 800
ribu ton dengan produsen Petrochina Guangdong Petrochemical. Selanjutnya
diikuti oleh AS masing-masing sebesar 600 ribu ton dan 626 ribu ton dengan
produsen masing-masing Dow Chemical dan Baystar Bayport Polymers LLC.
Selain itu, untuk jumlah ekspor polyethylene di AS adalah sebesar 45,00% dari
jumlah penjualan.
20
Page 49
Menurut laporan yang berjudul Plastic Packaging Market Size, Share & Trends
Analysis Report By Material, By Product (Rigid, Flexible), By Technology (Injection
Molding, Extrusion, Blow Molding, Thermoforming), By Application, By Region, And
Segment Forecasts, 2024 – 2030 yang dipublikasikan oleh Grand View Research,
pada tahun 2023 pasar kemasan plastik di dunia adalah sebesar
USD 384,35 miliar. Jumlah tersebut mengalami pertumbuhan terutama disebabkan
oleh meningkatnya produk untuk pribadi dan rumah tangga, farmasi, serta
makanan dan minuman. Selain itu tekstur plastik yang fleksibel, ringan, dan
transparan menjadi salah satu faktor yang mendorong penggunaan dari beberapa
sektor industri tersebut dibandingkan dengan bahan sejenis kaca atau logam.
Berdasarkan data yang diperoleh dari Statista, pada tahun 2023 ukuran pasar
industri plastik di dunia adalah sebesar USD 712,00 miliar dan diperkirakan
mengalami pertumbuhan mencapai USD 1,05 triliun pada tahun 2033 dengan
tingkat pertumbuhan majemuk tahunan/compound annual growth rate (CAGR)
sebesar 4,00%.
Grafik 1
Proyeksi Nilai Pasar Kemasan Plastik di Dunia
Tahun 2024 – 2030
(Dalam miliar USD)
400,00
340,03
350,00
300,00 286,86
271,83
258,59
246,84
250,00 236,32
218,18 226,82
200,00
150,00
100,00
50,00
0,00
2023* 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030
*Aktual
Sumber: Statista
Selanjutnya, berdasarkan data yang diperoleh dari Statista, pada tahun
2024 – 2030 nilai pasar kemasan plastik di dunia mengalami kenaikan masing-
masing sebesar USD 8,64 miliar, USD 9,50 miliar, USD 10,52 miliar,
USD 11,75 miliar, USD 13,24 miliar, USD 15,03 miliar, dan USD 53,17 miliar atau
setara dengan 3,96%, 4,19%, 4,45%, 4,76%, 5,12%, 5,53%, dan 18,54%. Dengan
adanya tren positif tersebut, maka industri plastik di dunia diperkirakan memiliki
kinerja yang positif pada masa mendatang.
21
Page 50
III.B. Tinjauan Industri Plastik di Indonesia
Industri plastik nasional memiliki peranan penting sekaligus berkaitan erat dengan
industri lainnya, seperti industri makanan dan minuman, kosmetik, farmasi,
elektronika, pertanian, otomotif, barang-barang rumah tangga, serta mainan.
Industri plastik di Indonesia menjadi rantai pasok produksi bagi sektor strategis
lainnya.
Menurut laporan yang diperoleh dari Kementerian Koordinator Bidang
Perekonomian, industri plastik berhubungan erat dengan sektor manufaktur
dengan peluang pasar yang cukup besar karena dibutuhkan sebagai bahan baku
dari berbagai industri lain. Berdasarkan data yang diperoleh dari Kementerian
Perindustrian, sektor manufaktur di Indonesia pada Q3/2023 mengalami
pertumbuhan sebesar 5,20% dibandingkan dengan Q3/2022 dan menjadi sumber
pertumbuhan ekonomi tertinggi.
Potensi konsumsi produk plastik di Indonesia masih cukup besar dan hal ini
memberikan peluang dalam rangka mendorong pertumbuhan industri pengolahan
plastik. Konsumsi plastik yang meningkat salah satunya tercermin dari nilai impor
yang besar dimana menurut laporan yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik,
pada tahun 2023 nilai impor plastik dan barang dari plastik mencapai
USD 9,40 miliar.
Grafik 2
Pendapatan Industri Pembuatan Produk Karet dan Plastik di Indonesia
Tahun 2020 – 2023
(Dalam miliar USD)
22,50
22,00
22,00
21,46
21,50 21,18
21,00
20,46
20,50
20,00
19,50
2020 2021 2022 2023
*Proyeksi
Sumber: Statista
Berdasarkan data yang diperoleh dari Statista, pada tahun 2021 – 2023
pendapatan industri pembuatan produk karet dan plastik di Indonesia jika
dibandingkan dengan tahun sebelumnya terus mengalami kenaikan yaitu sebesar
USD 0,72 miliar, USD 0,28 miliar, dan USD 0,54 miliar atau masing-masing setara
dengan 3,52%, 1,32%, dan 2,52%.
22
Page 51
Grafik 3
Proyeksi Pendapatan Sektor Mainan Plastik & Lainnya di Indonesia
Tahun 2023 – 2028
(Dalam miliar USD)
250,00
208,50
197,40
200,00 185,00
173,40
151,80
150,00 133,90
100,00
50,00
0,00
2023* 2024 2025 2026 2027 2028
*Aktual
Sumber: Statista
Berdasarkan data yang diperoleh dari Statista, pada tahun 2024 – 2028
pendapatan sektor mainan plastik dan lainnya terus mengalami kenaikan jika
dibandingkan dengan tahun sebelumnya yaitu masing-masing sebesar
USD 17,90 miliar, USD 21,60 miliar, USD 11,60 miliar, USD 12,40 miliar, dan
USD 11,10 miliar atau setara dengan 13,37%, 14,23%, 6,69%, 6,70%, dan 5,62%
dengan CAGR sebesar 8,26%. Dengan mempertimbangkan kebutuhan dari sektor
industri lainnya terhadap industri plastik dan tren perkembangan yang ada maka
diperkirakan industri plastik di Indonesia menunjukkan kinerja positif pada masa
mendatang.
III.C. Strategi Pemasaran
Dalam menjalankan kegiatan usahanya, LCTN akan bergerak lebih dinamis untuk
mengikuti perubahan di pasar. Komitmen LCTN adalah menunjukkan eksistensi
dengan selalu mengembangkan diri dan up-to-date mengikuti keadaan nyata di
lingkungan bisnis. Perubahan kebutuhan dan perilaku pelanggan pada khususnya
menuntut LCTN untuk dapat berkembang mengikuti perubahan tersebut dengan
selalu memberikan produk dan pelayanan yang diinginkan. LCTN juga akan selalu
berusaha menjaga hubungan baik dengan pelanggan yang ada serta membina
hubungan baik dengan calon pelanggan yang berpotensi.
Dari sisi operasional, prioritas LCTN adalah memastikan kesinambungan proses
usaha untuk senantiasa berjalan dengan normal tanpa ada kendala.
23
Page 52
III.D. Pesaing Usaha
Dalam hal penjualan low pressure steam, merupakan layanan khusus yang tidak
memiliki pesaing langsung di pasaran. Pada umumnya, steam digunakan sebagai
utilitas pabrik itu sendiri dan tidak diperdagangkan. Selanjutnya, untuk penjualan
hidrogen tidak melibatkan produksi hidrogen secara mandiri, melainkan
mengandalkan penyaluran dari pemasok pihak ketiga. Dengan demikian, dalam
bidang usaha penjualan low pressure dan penjualan hidrogen, LCTN tidak memiliki
pesaing usaha.
Selanjutnya, dalam bidang usaha penyewaan Tangki Ethylene sebagai fasilitas
penyimpanan material, pesaing usaha LCTN adalah sebagai berikut:
• PT Vopak Indonesia;
• Linc Group;
• PT Dover Chemical; dan
• PT Redeco Petrolin Utama.
Untuk menghadapi persaingan usaha tersebut, Perseroan dan LCTN memiliki
strategi bisnis untuk terus berinvestasi dalam inovasi dan teknologi untuk menjaga
kualitas aset-aset operasional yang dimiliki dalam upaya untuk membangun
kepuasan pelanggan dan meningkatkan nilai tambah bagi Perseroan dan LCTN.
24
Page 53
IV. ASPEK KELAYAKAN TEKNIS
IV.A. Gambaran Umum Wilayah Operasional PT Lotte Chemical Titan Nusantara
Dalam menjalankan kegiatan usahanya di bidang usaha penjualan low pressure
steam, bidang usaha penjualan hidrogen, dan bidang usaha penyewaan Tangki
Ethylene, seluruh penjualan tersebut akan dilakukan kepada LCI, pihak yang
terafiliasi dengan Perseroan dan LCTN. Dengan demikian, pasar geografis LCTN
bidang usaha penjualan low pressure steam, bidang usaha penjualan hidrogen,
dan bidang usaha penyewaan Tangki Ethylene adalah wilayah kota Cilegon,
Provinsi Banten, Indonesia.
IV.B. Proses Kegiatan Operasional PT Lotte Chemical Nusantara
Dalam menjalankan kegiatan usahanya di bidang usaha penjualan low pressure
steam, proses kegiatan operasional LCTN adalah sebagai berikut:
Medium Pressure Pemakaian pribadi
Steam LCTN
Demineralized
water produksi Boiler
LCTN
Low Pressure Pemakaian pribadi
Steam LCTN
Pengiriman menuju
Billing berdasarkan
raw water
Pemakaian oleh flowmeter dikirim Pembayaran atas
treatment (RWT)
RWT unit ke LCI setiap pemakaian steam
system unit LCI
bulannya
melalui piping
Proses kegiatan operasional penyaluran low pressure steam dimulai dari
pengadaan industrial water untuk pembuatan demineralized water sebagai bahan
baku steam. Steam yang diproduksi oleh LCTN memiliki dua jenis dengan
perbedaan tekanan, yitu medium pressure steam (7 barg) dipergunakan untuk
pemakaian pribadi LCTN, sedangkan low pressure steam (3,50 barg) selain
dipergunakan secara pribadi dikirimkan secara intermittent menuju unit RWT
(water treatment) LCI. Pengiriman ini dilakukan melalui pipa interkoneksi antara
LCTN dan LCI yang dilengkapi dengan flowmeter yang digunakan untuk
menghitung jumlah pengiriman low pressure steam menuju LCI. Pemakaian low
pressure steam oleh LCI akan dikalkulasi setiap akhir bulan dan akan dikirimkan
invoice berdasarkan total pemakaian untuk pembayaran.
25
Page 54
Selanjutnya, dalam menjalankan kegiatan usahanya di bidang usaha penjualan
hidrogen, proses kegiatan operasional LCTN adalah sebagai berikut:
Biling berdasarkan
Hidrogen dari PT Air Penerimaan Pengiriman hidrogen Pembayaran kepada
flowmeter dikirim
Liquide Indonesia Hidrogen oleh LCTN menuju LCI melalui LCTN atas
ke LCI setiap
(ALI) dari ALI pipa interkoneksi pemakaian hidrogen
bulannya
Pembayaran oleh
LCTN ke ALI
berdasarkan biling
setiap bulannya
Proses kegiatan operasional penjualan hidrogen tidak melibatkan produksi
hidrogen secara mandiri, melainkan mengandalkan penyaluran hidrogen dari
pemasok pihak ketiga, dalam hal ini adalah ALI sebagai pemasok hidrogen LCTN.
Penyaluran dilakukan secara langsung tanpa adanya tambahan proses, baik
purifikasi maupun proses lainnya. Penyaluran hidrogen menuju LCI dilakukan
melalui pipa interkoneksi yang dilengkapi oleh flowmeter yang digunakan untuk
menghitung jumlah pengiriman hidrogen. Pemakaian hidrogen oleh LCI akan
dikalkulasi setiap akhir bulan dan akan dikirimkan invoice berdasarkan jumlah
pemakaian untuk pembayaran.
Selanjutnya, dalam menjalankan kegiatan usahanya di bidang usaha penyewaan
Tangki Ethylene, proses kegiatan operasional LCTN adalah sebagai berikut:
Penerimaan material Transfer material Penyimpanan
(liquid ) melalui dari kapal menuju material pada tangki
dermaga LCTN tangki ethylene ethylene
Proses kegiatan operasional penyewaan Tangki Ethylene sebagai fasilitas
penyimpanan dimulai dengan penerimaan material melalui dermaga LCTN.
Material kemudian disalurkan ke Tangki Ethylene LCTN melalui jaringan pipa.
26
Page 55
IV.C. Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya
Dalam menjalankan kegiatan usahanya di bidang usaha penjualan low pressure
steam, bidang usaha penjualan hidrogen, dan bidang usaha penyewaan Tangki
Ethylene, LCTN didukung oleh manajemen kunci yang berdedikasi dan
berkompeten dalam bidang kegiatan usaha LCTN. Manajemen merupakan suatu
faktor yang dominan untuk kelangsungan kegiatan operasional. Selain itu, LCTN
juga telah memastikan bahwa LCTN telah memiliki tenaga kerja operasional yang
berpengalaman dan mempunyai kompetensi untuk menangani kegiatan usaha
bidang usaha penjualan low pressure steam, bidang usaha penjualan hidrogen,
dan bidang usaha penyewaan Tangki Ethylene yang akan dijalankan. Dengan
demikian, LCTN dapat memastikan bahwa kegiatan usaha LCTN dapat terus
beroperasi dengan baik.
Untuk memenuhi ketersediaan tenaga ahli, LCTN akan memanfaatkan sumber
daya manusia dan tenaga kerja dari dalam (internal recruitment) yang sudah ahli
dan berpengalaman pada bidangnya masing-masing untuk mengisi kebutuhan
sumber daya manusia dan tenaga kerja di LCTN.
IV.D. Kapasitas
Dalam menjalankan kegiatan usahanya di bidang usaha penjualan low pressure
steam, proses kegiatan operasional penyaluran low pressure steam dimulai dari
pengadaan industrial water untuk pembuatan demineralized water sebagai bahan
baku steam. Selanjutnya, demineralized water tersebut akan diproses ke dalam
boiler dengan kapasitas maksimal sebesar sekitar 23,5 metrik ton (MT) per jam,
dimana rata-rata volume aktual demineralized water yang diproses untuk
menghasilkan steam adalah sebesar sekitar 8,5 MT per jam. Selanjutnya, steam
yang diproduksi oleh LCTN memiliki dua jenis dengan perbedaan tekanan, yaitu
medium pressure steam (7 barg) yang dipergunakan untuk pemakaian pribadi
LCTN, sedangkan low pressure steam (3,50 barg) selain dipergunakan secara
pribadi oleh LCTN, akan dikirimkan secara intermittent menuju unit RWT (water
treatment) LCI. Pengiriman ini dilakukan melalui pipa interkoneksi antara LCTN
dan LCI dengan kapasitas maksimal sebesar 2,5 MT per jam, yang dilengkapi
dengan flowmeter yang digunakan untuk menghitung jumlah pengiriman low
pressure steam menuju LCI. Pemakaian low pressure steam oleh LCI akan
dikalkulasi setiap akhir bulan dan akan dikirimkan invoice berdasarkan total
pemakaian untuk pembayaran.
Selanjutnya, dalam menjalankan kegiatan usahanya di bidang usaha penjualan
hidrogen, penyaluran hidrogen dari ALI akan dilakukan secara langsung tanpa
adanya tambahan proses, baik purifikasi maupun proses lainnya. Penyaluran
hidrogen menuju LCI dilakukan melalui pipa interkoneksi dengan kapasitas
sebesar 500 m3 per jam yang dilengkapi oleh flowmeter yang digunakan untuk
menghitung jumlah pengiriman hidrogen. Pemakaian hidrogen oleh LCI akan
dikalkulasi setiap akhir bulan dan akan dikirimkan invoice berdasarkan jumlah
pemakaian untuk pembayaran.
27
Page 56
Selanjutnya, dalam menjalankan kegiatan usahanya di bidang usaha penyewaan
Tangki Ethylene, penyewaan akan dilakukan secara penuh kepada LCI atas
Tangki Ethylene yang memiliki kapasitas sebesar 12.000 MT.
28
Page 57
V. ASPEK KELAYAKAN POLA BISNIS
V.A. Keunggulan Kompetitif
LCTN mempunyai keunggulan kompetitif sebagai berikut:
• Kecepatan pengiriman yang dapat dilakukan secara langsung melalui pipa
interkoneksi antara LCTN dan LCI yang telah terpasang.
• Dengan biaya lebih rendah, penjualan low steam pressure LCTN
menggunakan bahan demineralized water produksi sendiri sehingga memiliki
harga bahan baku lebih rendah dibandingkan pembelian dari pihak ketiga.
• Fleksibilitas pasokan, tidak terikat pada suatu kontrak dengan minimum take-
or-pay tertentu.
Selanjutnya, penggunaan Tangki Ethylene milik LCTN sebagai fasilitas
penyimpanan mempunyai keunggulan kompetitif sebagai berikut:
• Jenis tangki adalah tangki cryogenic yang mampu menyimpan material hingga
suhu -103o celcius dan dilengkapi dengan tiga pompa cryogenic masing-
masing dengan kapasitas 37 ton/jam.
• Inspeksi dan perawatan tangki senantiasa telah dilakukan secara rutin, baik
dari sisi ketebalan tangki, ketebalan insulasi tangki, serta aksesoris pendukung
lainnya.
• Tangki dilengkapi dengan fasilitas pemadam api yang memadai.
• Tangki dilengkapi fasilitas gas detector untuk mendeteksi kebocoran gas dan
lightning protection untuk meminimalisasi kemungkinan terjadinya ledakan
tangki akibat sambaran petir.
• Tangki dilengkapi dengan fasilitas boil off gas sehingga tekanan dalam tangki
dapat dikontrol secara aman dan dapat meminimalisasi terjadinya material loss
akibat flaring.
• LCTN memiliki dermaga, yang memudahkan penerimaan material kedalam
tangki.
• LCTN dan LCI memiliki pipa interkoneksi yang menjadikan penyaluran material
menjadi lebih mudah dan cepat.
29
Page 58
V.B. Risiko Bisnis
Sesuai risiko bawaan pada pabrik petrokimia secara umum, terdapat kemungkinan
akan adanya beberapa potensi gangguan operasional, antara lain, kemungkinan
adanya kebocoran, potensi kenaikan biaya operasional secara tidak terduga, dan
berbagai risiko lainnya terkait kegiatan operasional.
Namun demikian, LCTN sudah melakukan tindakan-tindakan yang diperlukan
untuk memitigasi risiko-risiko yang ada, antara lain dengan melakukan proses
pemeliharaan berkala secara komprehensif dan memastikan pasokan bahan baku
produksi secara berkesinambungan dengan kualitas yang baik. Oleh karena itu,
potensi-potensi risiko yang ada sudah dapat dimitigasi secara optimal.
V.C. Aktivitas Perseroan Setelah Pelaksanaan Rencana Penambahan Kegiatan
Usaha
Setelah dilaksanakannya Rencana Penambahan Kegiatan Usaha, maka
Perseroan akan secara aktif melakukan kegiatan usaha di bidang pengadaan uap
panas, bidang perdagangan besar bahan dan barang kimia, serta bidang
pergudangan dan penyimpanan lainnya. Strategi-strategi usaha baru yang
diterapkan oleh Perseroan dan LCTN dalam menjalankan kegiatan usaha
diharapkan dapat memperkuat eksistensi Perseroan di mata konsumen serta
dapat memberikan pelayanan terbaik sebagai lini distribusi bagi konsumen.
V.D. Kemampuan Pesaing untuk Meniru Produk
Mengingat bahwa Rencana Penambahan Kegiatan Usaha didasari dengan adanya
jaringan pipa interkoneksi yang berada dalam satu kawasan antara pabrik LCTN,
LCI, dan ALI, maka kemampuan pesaing untuk meniru produk hanya dapat
dilakukan apabila pesaing usaha tersebut memiliki jaringan pipa interkoneksi yang
berada dalam satu kawasan dan menghasilkan produk yang sama dengan LCTN.
V.E. Kemampuan Menciptakan Nilai
Rencana Penambahan Kegiatan Usaha merupakan salah satu upaya Perseroan
untuk dapat memaksimalkan sumber daya berlebih dan aset yang dapat digunakan
oleh LCI sebagai pihak yang terafiliasi dengan Perseroan yang diyakini dapat
menciptakan sinergi dalam aktivitas kegiatan operasional yang
berkesinambungan. Hal ini juga akan memberikan kemudahan dan keuntungan
bagi LCTN yang akan memperoleh offtaker yang merupakan entitas yang terafiliasi
dengan Perseroan atas kelebihan low steam pressure dari hasil proses produksi
yang dilakukan oleh LCTN, pengalihan hidrogen dan penyewaan Tangki Ethylene
bagi LCI. Dengan adanya potensi keunggulan tersebut, Perseroan dan LCTN
mengharapkan dapat melakukan analisis dan evaluasi secara kompeten yang
dapat memberikan keuntungan baik dalam jangka pendek maupun jangka
panjang, sehingga diharapkan dapat mendukung Perseroan dan LCTN dalam
menciptakan nilai atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha.
30
Page 59
VI. ASPEK KELAYAKAN MODEL MANAJEMEN
Perseroan dan LCTN telah memiliki sumber daya manusia yang unggul sebagai
bagian dari organisasi dan senantiasa melakukan pengembangan sumber daya
manusia agar dapat menjadi yang terbaik sebagai pelaku industri yang diharapkan
dapat mendorong pertumbuhan di masa yang akan datang. Sistem organisasi dan
manajemen yang baik sendiri sangat diperlukan untuk mendukung terciptanya
suatu struktur perusahaan yang sistematis dalam pengendalian internal sehingga
dapat membentuk struktur perusahaan yang stabil. Struktur organisasi dan
manajemen yang baik sangat erat hubungannya dengan koordinasi kerja yang
terpadu dan terarah guna mendukung Perseroan dan LCTN dalam mencapai
tujuan perusahaannya.
Selanjutnya, dalam setiap organisasi diperlukan ketegasan dalam pembagian
tugas yang disesuaikan dengan struktur organisasi, delegasi wewenang yang
jelas, dan koordinasi kerja yang terpadu. Penempatan tenaga kerja yang sesuai
dengan pengalaman, keahlian, dan keterampilannya merupakan faktor yang
penting dalam menerapkan kebijaksanaan perusahaan. Hal ini juga akan
memperlancar delegasi terhadap rencana kerja kepada unit di bawahnya atau
sebaliknya, yang pada akhirnya diharapkan dapat memperlancar kinerja
perusahaan.
Setelah Rencana Penambahan Kegiatan Usaha menjadi efektif, LCTN akan terus
mengembangkan usahanya pada masa yang akan datang. Oleh karena itu,
struktur organisasi LCTN dan harus dijadikan pedoman dalam menjalankan
kegiatan usahanya. Struktur organisasi yang dimiliki oleh LCTN adalah sebagai
berikut:
Manufactoring
Director
Manufacturing Sr.
GM
Technical/ PPIC GM Production GM
Technical/PPIC
Plant Manager
Manager
Technical Plant
Superintendent Superintendent
Process Engineer Production Engineer
Shift Leader Utility
Utility Utility
Boardman Utility
Field technician
Utility
31
Page 60
VI.A. Kapasitas dan Kemampuan Manajemen
Pada perkembangan selanjutnya, struktur organisasi LCTN akan berkembang
sesuai dengan perkembangan industri. Kapasitas dan kapabilitas manajemen dan
karyawan yang ada pada saat ini sudah sangat mencukupi untuk menjalankan
kegiatan usaha baru yang akan dijalankan tersebut. Namun demikian, untuk
pertumbuhan di masa yang akan datang, LCTN akan senantiasa melakukan
peninjauan ulang dan analisis secara berkala terkait keperluan perekrutan sumber
daya manusia baru, yang diutamakan memiliki keahlian yang dapat memberikan
nilai tambah bagi produk dan jasa yang akan diberikan oleh LCTN kepada pada
pelanggan.
VI.B. Ketersediaan Tenaga Kerja
LCTN akan senantiasa berusaha semaksimal mungkin untuk memenuhi standar
kualitas dan kuantitas terhadap sumber daya manusia yang dibutuhkan untuk
menjalankan kegiatan usahanya. LCTN akan senantiasa fokus terhadap
pengembangan kemampuan sumber daya manusia, yang terdiri dari beberapa
aspek, antara lain matriks kompetensi yang harus dicapai atau dipenuhi oleh
karyawan, internalisasi pembagian tugas yang dipetakan berdasarkan tingkatan
setiap departemen, kompetensi masing-masing karyawan berdasarkan detail atas
ruang lingkup pekerjaan, serta kompetensi yang akan dicapai melalui pemberian
pelatihan atau sertifikasi dan uji kompetensi.
Selanjutnya, LCTN memiliki budaya perusahaan dimana setiap sumber daya
manusia merupakan tulang punggung perusahaan sehingga LCTN senantiasa
mendorong pemberdayaan sumber daya manusia secara optimal. Sebagai contoh,
LCTN senantiasa mengadakan berbagai aktivitas karyawan dengan tujuan
meningkatkan rasa kebersamaan dan kepercayaan antar anggota tim, serta
aktivitas yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup karyawan.
32
Page 61
VI.C. Risiko Usaha
Dalam menjalankan kegiatan usahanya, Perseroan melalui LCTN tidak terlepas
dari berbagai risiko usaha yang dihadapi. Analisis risiko usaha terhadap LCTN
adalah sebagai berikut:
1. Risiko Perekonomian
Kegiatan operasional yang dijalankan LCTN rentan terhadap kondisi ekonomi
nasional, regional, dan global. Penurunan tingkat konsumsi masyarakat secara
umum pada akhirnya berpotensi mengakibatkan penurunan terhadap tingkat
permintaan produk LCTN. Untuk mengantisipasi dampak dari risiko
perekonomian, LCTN senantiasa akan melakukan penelaahan secara berkala
terkait kondisi perekonomian nasional, regional, dan global pada saat
mengembangkan suatu strategi bisnis yang akan dijalankan.
2. Risiko Persaingan Usaha
LCTN senantiasa menyiapkan diri untuk menghadapi persaingan di pasar
Indonesia dengan memberikan produk dan layanan terbaik untuk melayani
pertumbuhan pasar di Indonesia yang diperkirakan masih akan terus
berkembang. Sebagai bentuk antisipasi terhadap dampak dari risiko
persaingan usaha, LCTN senantiasa menjalin hubungan baik dengan setiap
pelanggan yang akan selalu dijaga dan ditingkatkan, termasuk mempelajari
kondisi pasar yang berpotensi meningkatkan pangsa pasar atas kegiatan
operasional LCTN di masa yang akan datang.
3. Risiko Keuangan
Dalam menjalankan kegiatan usahanya, LCTN tidak terlepas dari berbagai
risiko keuangan, antara lain risiko kredit, risiko likuiditas, risiko harga
komoditas, risiko nilai tukar, dan risiko suku bunga. Dalam meminimalisasi
dampak risiko tersebut, manajemen LCTN senantiasa akan melakukan
evaluasi dan membuat kebijakan dalam melakukan pengelolaan terhadap
masing-masing risiko kredit, risiko likuiditas, risiko harga komoditas, risiko nilai
tukar, dan risiko suku bunga tersebut.
33
Page 62
4. Risiko Perubahan Iklim Bisnis
Sebagai bagian dari strategi perusahaan yang agresif, LCTN akan bergantung
pada kemampuan untuk berinvestasi dalam sektor pertumbuhan baru untuk
menciptakan aliran pendapatan baru dan membuat keputusan yang tepat
berdasarkan tren bisnis yang terjadi di pasar. Kegagalan untuk memprediksi
preferensi konsumen yang senantiasa berubah, pola pengeluaran konsumen,
dan keputusan gaya hidup konsumen dapat memberikan dampak bagi kinerja
keuangan LCTN di masa yang akan datang. Untuk melakukan antisipasi
terhadap dampak risiko tersebut, manajemen LCTN senantiasa akan
melakukan evaluasi terhadap tren bisnis di pasar dan membuat kebijakan
dalam melakukan riset terhadap potensi investasi yang akan dilakukan di masa
yang akan datang.
5. Risiko Litigasi
Dalam menjalankan kegiatan usahanya, LCTN akan menghadapi risiko litigasi
dan kepatuhan terhadap peraturan serta peraturan perundang-undangan yang
berlaku di Indonesia. Pelanggaran terhadap kewajiban hukum dan peraturan
yang berlaku dapat memberikan dampak bagi bisnis, hasil operasi, kondisi
keuangan, arus kas, reputasi, dan kredibilitas LCTN. Terkait risiko ini, LCTN
senantiasa melakukan pembaruan serta pemahaman teknis terhadap
kebijakan-kebijakan serta peraturan-peraturan yang ada, baik terhadap
peraturan yang ada pada saat ini maupun di masa yang akan datang sehingga
risiko litigasi ini dapat diminimalisasi dengan baik.
6. Risiko Kebijakan Pemerintah
Perubahan peraturan dan kebijakan Pemerintah, khususnya di bidang industri
terkait yang dijalankan oleh LCTN dapat memberikan dampak bagi kinerja
operasional LCTN. Perubahan peraturan dan kebijakan Pemerintah ini juga
dapat menyebabkan perubahan iklim persaingan usaha dalam industri LCTN
beroperasi. Dalam mengantisipasi risiko ini, LCTN senantiasa melakukan
kepatuhan dan pemahaman teknis terhadap peraturan dan kebijakan
Pemerintah sehingga risiko kebijakan Pemerintah ini dapat diminimalisasi
dengan baik.
34
Page 63
VII. ASPEK KELAYAKAN KEUANGAN
VII.A. Proyeksi Keuangan Perseroan Sebelum Rencana Penambahan Kegiatan
Usaha
VII.A.1. Proyeksi Keuangan
Perhitungan studi kelayakan atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha yang
dilakukan didasarkan pada proyeksi keuangan Perseroan. Dalam penyusunan
proyeksi keuangan, berbagai asumsi dikembangkan berdasarkan kinerja
Perseroan pada tahun-tahun sebelumnya dan berdasarkan rencana manajemen
di masa yang akan datang. Di samping itu, berbagai informasi dan saran yang
relevan diberikan oleh Perseroan sehubungan dengan perubahan-perubahan
pada setiap faktor dalam jangka waktu yang telah ditetapkan juga turut menjadi
bahan pertimbangan. Kami telah melakukan penyesuaian terhadap proyeksi
tersebut, antara lain penyesuaian pada proyeksi beban usaha, proyeksi
pendapatan (beban) lain-lain, dan proyeksi beban pajak penghasilan, agar dapat
menggambarkan kondisi operasi dan kinerja Perseroan yang diuji pada saat studi
kelayakan ini dengan lebih wajar. Secara garis besar, tidak ada penyesuaian yang
signifikan yang kami lakukan terhadap target kinerja Perseroan yang diuji
kelayakannya.
Berikut adalah penjelasan mengenai hal-hal pokok dalam proyeksi laporan
keuangan yang digunakan dalam perhitungan studi kelayakan.
VII.A.1.a. Umum
• Tidak akan ada perubahan yang material mengenai kondisi politik, ekonomi,
hukum, atau undang-undang yang akan mempengaruhi Perseroan, industri,
atau negara di mana Perseroan beroperasi.
• Tidak akan ada perubahan yang material mengenai tarif pajak, bea cukai, nilai
tukar mata uang, dan suku bunga yang dipergunakan dalam proyeksi laporan
keuangan yang dapat mempengaruhi kinerja Perseroan selain yang telah
diproyeksikan.
• Tidak akan ada perubahan yang material pada struktur dan aktivitas utama
Perseroan atau pada sumber utama penghasilan Perseroan selain yang telah
diproyeksikan.
• Tidak akan ada perubahan yang material pada manajemen Perseroan.
• Tidak akan ada hambatan-hambatan yang berarti yang berasal dari
perselisihan industri atau pengadaan tenaga kerja atau hal-hal lain yang dapat
mempengaruhi kegiatan usaha Perseroan.
• Tidak akan ada hambatan-hambatan yang berarti atas penawaran bahan baku,
bahan-bahan lainnya, produk-produk, serta jasa-jasa yang dijual kepada
Perseroan.
• Tidak akan ada perubahan yang material terhadap harga bahan baku, bahan-
bahan lainnya, produk-produk, serta jasa-jasa yang dijual, beban tenaga kerja,
beban pabrikasi, dan beban-beban lain seperti yang berlaku sekarang ini dan
yang diproyeksikan.
• Tidak akan ada pembelian aset tetap yang material selain yang diproyeksikan.
35
Page 64
• Tidak ada pengecualian atas pencadangan yang harus dibuat oleh Perseroan
atas kewajiban kontijen atau arbritase, ancaman atau sebaliknya, piutang tak
tertagih yang luar biasa, kontrak, atau aset lain yang belum dipenuhi.
• Tidak ada perubahan yang material terhadap perjanjian-perjanjian dan
ketentuan-ketentuan yang ada.
• Sesuai dengan sifat industri, manajemen Perseroan mempersiapkan proyeksi
laporan keuangan untuk tahun 2024 – 2033.
VII.A.1.b. Asumsi-asumsi yang Digunakan Dalam Perhitungan Studi Kelayakan
1. Proyeksi Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan
Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan dalam penilaian ini terutama terdiri
dari pendapatan atas penjualan polyethylene.
Grafik berikut menunjukkan proyeksi pendapatan dari kontrak dengan
pelanggan Perseroan untuk tahun 2024 – 2033.
Grafik 4
PT Lotte Chemical Titan Tbk
Proyeksi Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan
Tahun 2024 – 2033
(Dalam jutaan USD)
Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan
600
500
400
300
200
100
2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033
36
Page 65
2. Proyeksi Beban Pokok Penjualan
Beban pokok penjualan Perseroan terutama terdiri dari beban pemakaian
bahan baku serta upah dan biaya pabrikasi. Beban pokok penjualan untuk
tahun 2024 – 2033 diproyeksikan sebesar 92% – 97% dari pendapatan dari
kontrak dengan pelanggan.
Grafik berikut menunjukkan proyeksi beban pokok penjualan Perseroan untuk
tahun 2024 – 2033.
Grafik 5
PT Lotte Chemical Titan Tbk
Proyeksi Beban Pokok Penjualan
Tahun 2024 – 2033
(Dalam jutaan USD)
Beban Pokok Pendapatan
600
500
400
300
200
100
2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033
3. Beban Usaha
Beban usaha Perseroan terutama terdiri dari beban pengangkutan serta beban
gaji, upah, dan kesejahteraan karyawan. Beban usaha untuk tahun 2024 –
2033 diprediksikan 3% dari pendapatan dari kontrak dengan pelanggan.
4. Pajak
Mengingat Perseroan adalah perusahaan yang berdomisili di Indonesia, maka
tarif pajak yang diberlakukan atas Perseroan adalah tarif pajak yang berlaku
umum di Indonesia, yaitu sebesar 22,00% untuk tahun 2024 – 2033.
37
Page 66
5. Proyeksi Laporan Laba Rugi Komprehensif
Berdasarkan asumsi-asumsi untuk proyeksi laporan laba rugi komprehensif
sebagaimana dijelaskan di atas, proyeksi laporan laba rugi komprehensif
Perseroan sebelum Rencana Penambahan Kegiatan Usaha untuk tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 – 2033 adalah sebagai
berikut:
Tabel 8
PT Lotte Chemical Titan Tbk
Proyeksi Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Sebelum Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 - 2033
(Dalam ribuan USD)
Keterangan 31/12/24 31/12/25 31/12/26 31/12/27 31/12/28
Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan 435.158 438.163 441.287 480.008 483.661
Beban pokok penjualan 421.285 423.156 424.381 458.568 460.586
Laba kotor 13.873 15.006 16.906 21.440 23.076
Beban usaha 14.097 14.409 14.729 15.798 16.150
Laba (rugi) usaha (224) 597 2.177 5.642 6.925
Pendapatan lain-lain 2.936 2.943 2.961 2.935 2.943
Laba sebelum pajak penghasilan 2.712 3.541 5.138 8.577 9.869
Beban pajak penghasilan (597) (779) (1.130) (1.887) (2.171)
Laba tahun berjalan 2.116 2.762 4.008 6.690 7.698
(Dalam ribuan USD)
Keterangan 31/12/29 31/12/30 31/12/31 31/12/32 31/12/33
Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan 547.511 551.957 556.580 561.389 566.389
Beban pokok penjualan 516.550 514.364 516.634 518.940 521.076
Laba kotor 30.961 37.592 39.946 42.449 45.313
Beban usaha 17.797 18.195 18.604 19.022 19.452
Laba (rugi) usaha 13.164 19.397 21.342 23.427 25.861
Pendapatan lain-lain 2.962 2.936 2.944 2.963 2.937
Laba sebelum pajak penghasilan 16.125 22.333 24.286 26.389 28.798
Beban pajak penghasilan (3.548) (4.913) (5.343) (5.806) (6.335)
Laba tahun berjalan 12.578 17.420 18.943 20.584 22.462
Berdasarkan analisis tersebut di atas, proyeksi jumlah pendapatan dari kontrak
dengan pelanggan dan laba tahun berjalan Perseroan sebelum Rencana
Penambahan Kegiatan Usaha masing-masing adalah sebesar
USD 5.062,10 juta dan USD 115,26 juta.
38
Page 67
6. Proyeksi Laporan Posisi Keuangan
Berdasarkan asumsi-asumsi untuk proyeksi laporan posisi keuangan
sebagaimana dijelaskan di atas, proyeksi laporan posisi keuangan Perseroan
pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 – 2033 adalah sebagai berikut:
Tabel 9
PT Lotte Chemical Titan Tbk
Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Sebelum Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
Per 31 Desember 2024 - 2033
(Dalam ribuan USD)
Keterangan 31/12/24 31/12/25 31/12/26 31/12/27 31/12/28
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 28.483 24.909 23.036 28.256 31.672
Piutang usaha 14.637 14.738 14.843 16.145 16.268
Piutang lain-lain 2.124 2.124 2.124 2.124 2.124
Persediaan - bersih 52.931 52.446 52.502 54.217 54.285
Pajak dibayar di muka 3.156 3.156 3.156 3.156 3.156
Biaya dibayar di muka 163 163 163 163 163
Aset lancar lainnya 1.069 1.069 1.069 1.069 1.069
Jumlah Aset Lancar 102.563 98.605 96.893 105.130 108.737
ASET TIDAK LANCAR
Aset tetap - neto 65.116 71.182 76.923 81.589 85.398
Properti investasi 10.108 10.108 10.108 10.108 10.108
Aset hak guna - neto 461 256 702 504 289
Aset takberwujud - neto 9 - - - -
Tagihan dan keberatan atas hasil pemeriksaan pajak 18.546 18.546 18.546 18.546 18.546
Aset tidak lancar lainnya 368 368 368 368 368
Jumlah Aset Tidak Lancar 94.608 100.460 106.648 111.115 114.708
JUMLAH ASET 197.170 199.065 203.541 216.245 223.445
(Dalam ribuan USD)
Keterangan 31/12/29 31/12/30 31/12/31 31/12/32 31/12/33
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 46.385 56.134 68.809 83.349 101.005
Piutang usaha 18.416 18.565 18.721 18.882 19.051
Piutang lain-lain 2.124 2.124 2.124 2.124 2.124
Persediaan - bersih 57.101 57.169 57.239 57.310 57.383
Pajak dibayar di muka 3.156 3.156 3.156 3.156 3.156
Biaya dibayar di muka 163 163 163 163 163
Aset lancar lainnya 1.069 1.069 1.069 1.069 1.069
Jumlah Aset Lancar 128.414 138.380 151.280 166.053 183.950
ASET TIDAK LANCAR
Aset tetap - neto 88.636 95.586 101.680 107.525 112.130
Properti investasi 10.108 10.108 10.108 10.108 10.108
Aset hak guna - neto 744 541 319 787 578
Aset takberwujud - neto - - - - -
Tagihan dan keberatan atas hasil pemeriksaan pajak 18.546 18.546 18.546 18.546 18.546
Aset tidak lancar lainnya 368 368 368 368 368
Jumlah Aset Tidak Lancar 118.403 125.149 131.021 137.334 141.730
JUMLAH ASET 246.817 263.529 282.301 303.387 325.680
39
Page 68
(Dalam ribuan USD)
Keterangan 31/12/24 31/12/25 31/12/26 31/12/27 31/12/28
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha 74.121 73.456 73.493 79.713 79.430
Utang lain-lain 2.043 2.043 2.043 2.043 2.043
Kontrak liabilitas - pihak ketiga 1.860 1.860 1.860 1.860 1.860
Biaya masih harus dibayar 4.060 4.060 4.060 4.060 4.060
Utang pajak 92 92 92 92 92
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 82.176 81.511 81.548 87.768 87.485
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas sewa 293 92 523 317 103
Liabilitas pajak tangguhan - neto 974 974 974 974 974
Liabilitas imbalan pasca kerja 4.622 4.622 4.622 4.622 4.622
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 5.889 5.688 6.119 5.913 5.699
JUMLAH LIABILITAS 88.066 87.199 87.667 93.680 93.184
EKUITAS
Modal saham 163.838 163.838 163.838 163.838 163.838
Tambahan modal disetor 45.880 45.880 45.880 45.880 45.880
Saldo laba (defisit) (100.763) (98.002) (93.994) (87.304) (79.606)
Kepentingan non-pengendali 150 150 150 150 150
JUMLAH EKUITAS 109.105 111.866 115.874 122.564 130.262
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 197.170 199.065 203.541 216.245 223.445
(Dalam ribuan USD)
Keterangan 31/12/29 31/12/30 31/12/31 31/12/32 31/12/33
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha 89.783 89.290 89.341 89.392 89.445
Utang lain-lain 2.043 2.043 2.043 2.043 2.043
Kontrak liabilitas - pihak ketiga 1.860 1.860 1.860 1.860 1.860
Biaya masih harus dibayar 4.060 4.060 4.060 4.060 4.060
Utang pajak 92 92 92 92 92
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 97.838 97.345 97.396 97.447 97.500
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas sewa 543 328 107 558 336
Liabilitas pajak tangguhan - neto 974 974 974 974 974
Liabilitas imbalan pasca kerja 4.622 4.622 4.622 4.622 4.622
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 6.139 5.924 5.703 6.154 5.932
JUMLAH LIABILITAS 103.977 103.269 103.099 103.602 103.432
EKUITAS
Modal saham 163.838 163.838 163.838 163.838 163.838
Tambahan modal disetor 45.880 45.880 45.880 45.880 45.880
Saldo laba (defisit) (67.028) (49.609) (30.666) (10.082) 12.380
Kepentingan non-pengendali 150 150 150 150 150
JUMLAH EKUITAS 142.840 160.259 179.202 199.786 222.248
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 246.817 263.529 282.301 303.387 325.680
40
Page 69
7. Proyeksi Laporan Arus Kas
Berdasarkan asumsi-asumsi untuk proyeksi laporan posisi keuangan dan
proyeksi laporan laba rugi komprehensif sebagaimana dijelaskan di atas,
proyeksi arus kas bersih Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-
tanggal 31 Desember 2024 – 2033 adalah sebagai berikut:
Tabel 10
PT Lotte Chemical Titan Tbk
Proyeksi Arus Kas Bersih Sebelum Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 - 2033
(Dalam ribuan USD)
Keterangan 31/12/24 31/12/25 31/12/26 31/12/27 31/12/28
Penerimaan kas dari pelanggan 433.176 438.062 441.182 478.705 483.538
Pembayaran kas kepada pemasok (406.171) (416.866) (417.277) (446.254) (452.313)
Pembayaran beban usaha (13.804) (14.113) (14.411) (15.467) (15.761)
Pembayaran beban pajak penghasilan (597) (779) (1.130) (1.887) (2.171)
Penerimaan lain-lain 2.000 2.000 2.000 2.000 2.000
Penambahan aset tetap (12.847) (12.847) (13.206) (12.847) (12.847)
Penerimaan penghasilan bunga 969 969 969 969 969
Jumlah Arus Kas Bersih 2.726 (3.574) (1.873) 5.220 3.416
(Dalam ribuan USD)
Keterangan 31/12/29 31/12/30 31/12/31 31/12/32 31/12/33
Penerimaan kas dari pelanggan 545.363 551.807 556.425 561.227 566.221
Pembayaran kas kepada pemasok (499.842) (509.298) (510.209) (511.701) (513.231)
Pembayaran beban usaha (17.382) (17.970) (18.319) (18.699) (19.121)
Pembayaran beban pajak penghasilan (3.548) (4.913) (5.343) (5.806) (6.335)
Penerimaan lain-lain 2.000 2.000 2.000 2.000 2.000
Penambahan aset tetap (12.847) (12.847) (12.847) (13.450) (12.847)
Penerimaan penghasilan bunga 969 969 969 969 969
Jumlah Arus Kas Bersih 14.714 9.748 12.675 14.540 17.656
VII.A.2. Penentuan Tingkat Diskonto
Untuk mendiskonto arus kas bersih tiap-tiap tahun, tingkat diskonto yang
digunakan adalah biaya modal rata-rata tertimbang (WACC/weighted average cost
of capital) yang ditentukan dengan menggunakan persamaan sebagai berikut:
WACC = (ke x We) + (kd [1-t] x Wd)
Dimana:
ke = Biaya modal ekuitas/saham biasa
kd = Biaya modal utang
We = Bobot ekuitas dalam struktur ekuitas
Wd = Bobot utang dalam struktur kapital
t = Pajak penghasilan perusahaan
41
Page 70
VII.A.2.a. Biaya Modal untuk Ekuitas
ke = Rf + (β x RPm) – RBDS
Dimana:
ke = Tingkat balikan yang diharapkan dari suatu sekuritas tertentu atau
biaya modal ekuitas/saham biasa
Rf = Tingkat balikan yang tersedia untuk suatu sekuritas bebas risiko (risk
free rate)
β = Beta
RPm = Premi risiko ekuitas untuk pasar secara keseluruhan (equity risk
premium)
Rf adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang dianggap tidak
memiliki kemungkinan gagal bayar. Di Indonesia, instrumen bebas risiko yang
dapat dipilih adalah tingkat bunga Obligasi Pemerintah untuk jangka panjang.
Terkait dengan tanggal penilaian yang jatuh pada tanggal 31 Desember 2023,
maka instrumen bebas risiko yang dipakai, yaitu obligasi Indonesia berjangka
panjang dalam mata uang USD dengan jangka waktu 47 tahun dengan tingkat yield
rata-rata sebesar 11,17% yang diperoleh dari Bloomberg dan angka tersebut akan
digunakan sebagai tingkat balikan bebas resiko.
RPm adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas risiko dengan tingkat
balikan investasi dalam bentuk penyertaan. Penentuan equity market risk premium
memasukkan premi untuk risiko spesifik negara (country-specific risk premiums)
seperti volatilitas harga saham untuk menghasilkan base equity market risk
premium. Dengan mengikutsertakan risiko-risiko ini, dihasilkan tingkat diskonto
yang mengakomodasi perubahan-perubahan sentimen jangka pendek di sekuritas
pada pasar negara yang bersangkutan. Untuk penilaian ini, kami menggunakan
tingkat premi risiko sebesar 7,38%, yang diperoleh dari riset Aswath Damodaran
(New York University Business School) tahun 2023 yang dikeluarkan pada bulan
Januari 2024.
Beta (β) adalah faktor untuk meliput risiko sistematis dari suatu ekuitas. Beta akan
dikalikan dengan market risk premium untuk mendapatkan equity risk premium.
Unlevered beta rata-rata perusahaan pembanding diperoleh dari riset Aswath
Damodaran (New York University Business School) sampai dengan tahun 2023
sebesar 0,81 yang kemudian di-relever dengan tingkat leverage yang berlaku di
pasar untuk memperoleh beta yang sesuai untuk mendiskonto AKB Perseroan
tersebut dengan formula sebagai berikut:
βL = βU x (1 + (1-T) x DER)
42
Page 71
Dalam studi kelayakan ini, kami menggunakan rata-rata debt to equity ratio (DER)
dari perusahaan-perusahaan publik sejenis sebesar 42,98% untuk memperoleh
beta Perseroan. Tarif pajak yang digunakan untuk Perseroan sesuai dengan tarif
pajak yang berlaku umum adalah sebesar 22,00% untuk tahun 2024 – 2033.
Dengan demikian, maka diperoleh beta Perseroan sebesar 1,08 untuk tahun 2024
– 2033 dengan rincian perhitungan sebagai berikut:
βL = 0,81 x (1 + (1 – 22,00%) x 22,00%) = 1,08
Berdasarkan nilai beta tersebut, maka dengan menggunakan persamaan CAPM
dengan memperhitungkan rating-based default spread sebesar 2,07%, diperoleh
biaya modal atas ekuitas Perseroan sebagaimana tampak dalam perhitungan di
bawah ini:
ke = Rf + β x RPm – RBDS
= 6,89% + 1,08 x 7,38% – 2,07% = 12,82%
VII.A.3. Biaya Modal untuk Utang
Karena perhitungan nilai ekuitas keseluruhan modal (AKB untuk kapital atau free
cash flow to invested capital), maka tingkat diskonto yang digunakan adalah tingkat
diskonto yang merupakan rata-rata tertimbang biaya modal, baik yang berasal dari
pinjaman jangka panjang (biaya modal untuk utang) maupun yang berasal dari
ekuitas (biaya modal untuk ekuitas).
Dalam penilaian ini, biaya modal untuk utang yang digunakan adalah suku bunga
pinjaman dalam mata uang USD yang diambil dari suku bunga kredit investasi
bank Persero untuk bulan Desember 2023 yang dipublikasikan oleh Bank
Indonesia sebesar 6,73%.
VII.A.4. Weighted Average Cost of Capital
Berdasarkan biaya modal untuk ekuitas, biaya modal untuk utang, bobot ekuitas
sebesar 69,94% dan bobot utang sebesar 30,06%, yang diolah dari data rata-rata
DER dari perusahaan-perusahaan publik yang sejenis dengan tarif pajak yang
berlaku untuk Perseroan sesuai dengan tarif pajak yang berlaku umum adalah
sebesar 22,00% untuk tahun 2024 – 2033 maka weighted average cost of capital
(WACC) adalah sebagai berikut:
WACC = (ke x We) + (kd [1-t] x Wd)
= (10,92% x 69,94%) + (6,73% x [1 – 22,00%] x 30,06%) = 9,21%
43
Page 72
VII.A.5. Perhitungan Jumlah Nilai Kini Rugi Periode/Tahun Berjalan
Dengan menggunakan tingkat diskonto sebesar 9,21%, perhitungan jumlah nilai
kini dari proyeksi laba tahun berjalan Perseroan sebelum Rencana Penambahan
Kegiatan Usaha untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2024 – 2033 adalah sebesar USD 46,80 juta.
Perhitungan jumlah nilai kini dari proyeksi laba tahun berjalan Perseroan sebelum
Rencana Penambahan Kegiatan Usaha untuk tahun yang berakhir pada tanggal-
tanggal 31 Desember 2024 – 2033 adalah sebagai berikut:
Tabel 11
PT Lotte Chemical Titan Tbk
Proyeksi Nilai Kini Laba Tahun Berjalan Sebelum Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 - 2033
(Dalam ribuan USD)
Proyeksi
Keterangan
31/12/24 31/12/25 31/12/26 31/12/27 31/12/28
Laba tahun berjalan 2.116 2.762 4.008 6.690 7.698
Faktor diskonto 0,9569 0,8762 0,8023 0,7346 0,6726
Nilai kini 2.024 2.420 3.215 4.915 5.177
(Dalam ribuan USD)
Proyeksi
Keterangan
31/12/29 31/12/30 31/12/31 31/12/32 31/12/33
Laba tahun berjalan 12.578 17.420 18.943 20.584 22.462
Faktor diskonto 0,6159 0,5639 0,5163 0,4727 0,4328
Nilai kini 7.747 9.823 9.780 9.730 9.722
Jumlah nilai kini 46.801
VII.B. Proyeksi Keuangan Perseroan Setelah Rencana Penambahan Kegiatan
Usaha
VII.B.1. Proyeksi Keuangan
Perhitungan studi kelayakan atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha yang
dilakukan didasarkan pada proyeksi keuangan Perseroan. Dalam penyusunan
proyeksi keuangan, berbagai asumsi dikembangkan berdasarkan kinerja
Perseroan pada tahun-tahun sebelumnya dan berdasarkan rencana manajemen
di masa yang akan datang. Di samping itu, berbagai informasi dan saran yang
relevan diberikan oleh Perseroan sehubungan dengan perubahan-perubahan
pada setiap faktor dalam jangka waktu yang telah ditetapkan juga turut menjadi
bahan pertimbangan. Kami telah melakukan penyesuaian terhadap proyeksi
tersebut, antara lain penyesuaian pada proyeksi beban usaha dan proyeksi beban
pajak penghasilan, agar dapat menggambarkan kondisi operasi dan kinerja
Perseroan yang diuji pada saat studi kelayakan ini dengan lebih wajar. Secara
garis besar, tidak ada penyesuaian yang signifikan yang kami lakukan terhadap
target kinerja Perseroan yang diuji kelayakannya.
44
Page 73
Berikut adalah penjelasan mengenai hal-hal pokok dalam proyeksi laporan
keuangan yang digunakan dalam perhitungan studi kelayakan.
VII.B.1.a. Umum
• Tidak akan ada perubahan yang material mengenai kondisi politik, ekonomi,
hukum, atau undang-undang yang akan mempengaruhi Perseroan, industri,
atau negara di mana Perseroan Perseroan.
• Tidak akan ada perubahan yang material mengenai tarif pajak, bea cukai, nilai
tukar mata uang, dan suku bunga yang dipergunakan dalam proyeksi laporan
keuangan yang dapat mempengaruhi kinerja Perseroan selain yang telah
diproyeksikan.
• Tidak akan ada perubahan yang material pada struktur dan aktivitas utama
Perseroan atau pada sumber utama penghasilan Perseroan selain yang telah
diproyeksikan.
• Tidak akan ada perubahan yang material pada manajemen Perseroan.
• Tidak akan ada hambatan-hambatan yang berarti yang berasal dari
perselisihan industri atau pengadaan tenaga kerja atau hal-hal lain yang dapat
mempengaruhi kegiatan usaha Perseroan.
• Tidak akan ada hambatan-hambatan yang berarti atas penawaran bahan baku,
bahan-bahan lainnya, produk-produk, serta jasa-jasa yang dijual kepada
Perseroan.
• Tidak akan ada perubahan yang material terhadap harga bahan baku, bahan-
bahan lainnya, produk-produk, serta jasa-jasa yang dijual, beban tenaga kerja,
beban pabrikasi, dan beban-beban lain seperti yang berlaku sekarang ini dan
yang diproyeksikan.
• Tidak akan ada pembelian aset tetap yang material selain yang diproyeksikan.
• Tidak ada pengecualian atas pencadangan yang harus dibuat oleh Perseroan
atas kewajiban kontijen atau arbritase, ancaman atau sebaliknya, piutang tak
tertagih yang luar biasa, kontrak, atau aset lain yang belum dipenuhi.
• Tidak ada perubahan yang material terhadap perjanjian-perjanjian dan
ketentuan-ketentuan yang ada.
• Sesuai dengan sifat industri, manajemen Perseroan mempersiapkan proyeksi
laporan keuangan untuk tahun 2024 – 2033.
45
Page 74
VII.B.1.b. Asumsi-asumsi yang Digunakan Dalam Perhitungan Studi Kelayakan
1. Proyeksi Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan
Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan dalam penilaian ini terutama terdiri
dari pendapatan atas penjualan polyethylene, low steam pressure, hydrogen,
dan penyewaan Tangki Ethylene.
Grafik berikut menunjukkan proyeksi pendapatan Perseroan untuk tahun 2024
– 2033.
Grafik 6
PT Lotte Chemical Titan Tbk
Proyeksi Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan
Tahun 2024 – 2033
(Dalam jutaan USD)
Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan
600
500
400
300
200
100
-
2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033
46
Page 75
2. Proyeksi Beban Pokok Penjualan
Beban pokok penjualan Perseroan terutama terdiri dari beban pemakaian
bahan baku serta upah dan biaya pabrikasi. Beban pokok penjualan untuk
tahun 2024 – 2033 diproyeksikan sebesar 92% – 97% dari pendapatan dari
kontrak dengan pelanggan.
Grafik berikut menunjukkan proyeksi beban pokok penjualan Perseroan untuk
tahun 2024 – 2033.
Grafik 7
PT Lotte Chemical Titan Tbk
Proyeksi Beban Pokok Penjualan
Tahun 2024 – 2033
(Dalam jutaan USD)
Beban Pokok Penjualan
600
500
400
300
200
100
-
2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033
3. Beban Usaha
Beban usaha Perseroan terutama terdiri dari beban pengangkutan serta beban
gaji, upah, dan kesejahteraan karyawan. Beban usaha untuk tahun 2024 –
2033 diprediksikan sebesar 3% dari pendapatan dari kontrak dengan
pelanggan.
47
Page 76
4. Pendapatan (Beban) Lain-Lain
Pendapatan dan beban lain-lain Perseroan terutama terdiri dari penjualan low
steam pressure, penjualan hidrogen, dan penyewaan tangki serta beban
penjualan low steam pressure dan beban penjualan hidrogen, dengan asumsi-
asumsi sebagai berikut:
Tabel 12
PT Lotte Chemical Titan Tbk
Asumsi Proyeksi Pendapatan (Beban) Lain-lain Setelah Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 - 2033
(Dalam ribuan USD)
Keterangan 31/12/24 31/12/25 31/12/26 31/12/27 31/12/28
Penjualan Low Steam Pressure
Quantity (MT) 281 841 841 841 841
Price per Unit (USD/MT) 68,25 68,25 68,25 68,25 68,25
Jumlah Penjualan Low Steam Pressure 19 57 57 57 57
Penjualan Hidrogen
Total hydrogen consumption 109.659 87.480 - - 65.739
Price (Rp/m3) 5.723 5.723 5.723 5.723 5.723
Kurs 15.000 14.850 14.800 14.700 14.803
Jumlah Penjualan Hidrogen 42 34 - - 25
Pendapatan Penyewaan Tangki
Rental price (IDR) 14.948.000.000 14.948.000.000 14.948.000.000 14.948.000.000 14.948.000.000
Kurs 15.000 14.850 14.800 14.700 14.803
Jumlah pendapatan penyewaan Tangki 997 1.007 1.010 1.017 1.010
Beban Penjualan Low Steam Pressure
Quantity (MT) 281 841 841 841 841
Price per Unit (USD/MT) 52,50 52,50 52,50 52,50 52,50
Jumlah beban penjualan low steam pressure 15 44 44 44 44
Beban Penjualan Hidrogen
Total hydrogen consumption 109.659 87.480 - - 65.739
Price (Rp/m3) 5.203 5.203 5.203 5.203 5.203
Kurs 15.000 14.850 14.800 14.700 14.803
Jumlah beban penjualan hidrogen 38 31 - - 23
(Dalam ribuan USD)
Keterangan 31/12/29 31/12/30 31/12/31 31/12/32 31/12/33
Penjualan Low Steam Pressure
Quantity (MT) 841 841 841 841 841
Price per Unit (USD/MT) 68,25 68,25 68,25 68,25 68,25
Jumlah Penjualan Low Steam Pressure 57 57 57 57 57
Penjualan Hidrogen
Total hydrogen consumption - - 65.739 - -
Price (Rp/m3) 5.723 5.723 5.723 5.723 5.723
Kurs 14.907 15.011 15.116 15.222 15.328
Jumlah Penjualan Hidrogen - - 25 - -
Pendapatan Penyewaan Tangki
Rental price (IDR) 14.948.000.000 14.948.000.000 14.948.000.000 14.948.000.000 14.948.000.000
Kurs 14.907 15.011 15.116 15.222 15.328
Jumlah pendapatan penyewaan Tangki 1.003 996 989 982 975
Beban Penjualan Low Steam Pressure
Quantity (MT) 841 841 841 841 841
Price per Unit (USD/MT) 52,50 52,50 52,50 52,50 52,50
Jumlah beban penjualan low steam pressure 44 44 44 44 44
Beban Penjualan Hidrogen
Total hydrogen consumption - - 65.739 - -
Price (Rp/m3) 5.203 5.203 5.203 5.203 5.203
Kurs 14.907 15.011 15.116 15.222 15.328
Jumlah beban penjualan hidrogen - - 23 - -
5. Pajak
Mengingat Perseroan adalah perusahaan yang berdomisili di Indonesia, maka
tarif pajak yang diberlakukan atas Perseroan adalah tarif pajak yang berlaku
umum di Indonesia, yaitu sebesar 22,00% untuk tahun 2024 – 2033.
48
Page 77
6. Proyeksi Laporan Laba Rugi Komprehensif
Berdasarkan asumsi-asumsi untuk proyeksi laporan laba rugi komprehensif
sebagaimana dijelaskan di atas, proyeksi laporan laba rugi komprehensif
Perseroan setelah Rencana Penambahan Kegiatan Usaha untuk tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 – 2033 adalah sebagai
berikut:
Tabel 13
PT Lotte Chemical Titan Tbk
Proyeksi Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Setelah Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 - 2033
(Dalam ribuan USD)
Keterangan 31/12/24 31/12/25 31/12/26 31/12/27 31/12/28
Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan 435.158 438.163 441.287 480.008 483.661
Beban pokok penjualan 421.285 423.156 424.381 458.568 460.586
Laba kotor 13.873 15.006 16.906 21.440 23.076
Beban usaha 14.097 14.409 14.729 15.798 16.150
Laba (rugi) usaha (224) 597 2.177 5.642 6.925
Pendapatan lain-lain 3.941 3.966 3.984 3.965 3.969
Laba sebelum pajak penghasilan 3.717 4.564 6.161 9.607 10.894
Beban pajak penghasilan (818) (1.004) (1.355) (2.114) (2.397)
Laba tahun berjalan 2.899 3.560 4.806 7.494 8.497
(Dalam ribuan USD)
Keterangan 31/12/29 31/12/30 31/12/31 31/12/32 31/12/33
Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan 547.511 551.957 556.580 561.389 566.389
Beban pokok penjualan 516.550 514.364 516.634 518.940 521.076
Laba kotor 30.961 37.592 39.946 42.449 45.313
Beban usaha 17.797 18.195 18.604 19.022 19.452
Laba (rugi) usaha 13.164 19.397 21.342 23.427 25.861
Pendapatan lain-lain 3.978 3.945 3.948 3.958 3.925
Laba sebelum pajak penghasilan 17.141 23.342 25.290 27.384 29.786
Beban pajak penghasilan (3.771) (5.135) (5.564) (6.025) (6.553)
Laba tahun berjalan 13.370 18.207 19.727 21.360 23.233
Berdasarkan analisis tersebut di atas, proyeksi jumlah pendapatan dari kontrak
dengan pelanggan dan laba tahun berjalan Perseroan sebelum Rencana
Penambahan Kegiatan Usaha masing-masing adalah sebesar USD 5.062,10
juta dan USD 123,15 juta.
49
Page 78
7. Proyeksi Laporan Posisi Keuangan
Berdasarkan asumsi-asumsi untuk proyeksi laporan posisi keuangan
sebagaimana dijelaskan di atas, proyeksi laporan posisi keuangan Perseroan
pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 – 2033 adalah sebagai berikut:
Tabel 14
PT Lotte Chemical Titan Tbk
Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Setelah Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
Per 31 Desember 2024 - 2033
(Dalam ribuan USD)
Keterangan 31/12/24 31/12/25 31/12/26 31/12/27 31/12/28
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 29.267 26.491 25.416 31.439 35.655
Piutang usaha 14.637 14.738 14.843 16.145 16.268
Piutang lain-lain 2.124 2.124 2.124 2.124 2.124
Persediaan - bersih 52.931 52.446 52.502 54.217 54.285
Pajak dibayar di muka 3.156 3.156 3.156 3.156 3.156
Biaya dibayar di muka 163 163 163 163 163
Aset lancar lainnya 1.069 1.069 1.069 1.069 1.069
Jumlah Aset Lancar 103.346 100.187 99.273 108.313 112.720
ASET TIDAK LANCAR
Aset tetap - neto 65.116 71.182 76.923 81.589 85.398
Properti investasi 10.108 10.108 10.108 10.108 10.108
Aset hak guna - neto 461 256 702 504 289
Aset takberwujud - neto 9 - - - -
Tagihan dan keberatan atas hasil pemeriksaan pajak 18.546 18.546 18.546 18.546 18.546
Aset tidak lancar lainnya 368 368 368 368 368
Jumlah Aset Tidak Lancar 94.608 100.460 106.648 111.115 114.708
JUMLAH ASET 197.954 200.647 205.921 219.428 227.428
(Dalam ribuan USD)
Keterangan 31/12/29 31/12/30 31/12/31 31/12/32 31/12/33
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 51.161 61.696 75.155 90.471 108.898
Piutang usaha 18.416 18.565 18.721 18.882 19.051
Piutang lain-lain 2.124 2.124 2.124 2.124 2.124
Persediaan - bersih 57.101 57.169 57.239 57.310 57.383
Pajak dibayar di muka 3.156 3.156 3.156 3.156 3.156
Biaya dibayar di muka 163 163 163 163 163
Aset lancar lainnya 1.069 1.069 1.069 1.069 1.069
Jumlah Aset Lancar 133.189 143.942 157.626 173.176 191.844
ASET TIDAK LANCAR
Aset tetap - neto 88.636 95.586 101.680 107.525 112.130
Properti investasi 10.108 10.108 10.108 10.108 10.108
Aset hak guna - neto 744 541 319 787 578
Aset takberwujud - neto - - - - -
Tagihan dan keberatan atas hasil pemeriksaan pajak 18.546 18.546 18.546 18.546 18.546
Aset tidak lancar lainnya 368 368 368 368 368
Jumlah Aset Tidak Lancar 118.403 125.149 131.021 137.334 141.730
JUMLAH ASET 251.592 269.091 288.647 310.510 333.573
50
Page 79
(Dalam ribuan USD)
Keterangan 31/12/24 31/12/25 31/12/26 31/12/27 31/12/28
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha 74.121 73.456 73.493 79.713 79.430
Utang lain-lain 2.043 2.043 2.043 2.043 2.043
Kontrak liabilitas - pihak ketiga 1.860 1.860 1.860 1.860 1.860
Biaya masih harus dibayar 4.060 4.060 4.060 4.060 4.060
Utang pajak 92 92 92 92 92
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 82.176 81.511 81.548 87.768 87.485
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas sewa 293 92 523 317 103
Liabilitas pajak tangguhan - neto 974 974 974 974 974
Liabilitas imbalan pasca kerja 4.622 4.622 4.622 4.622 4.622
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 5.889 5.688 6.119 5.913 5.699
JUMLAH LIABILITAS 88.066 87.199 87.667 93.680 93.184
EKUITAS
Modal saham 163.838 163.838 163.838 163.838 163.838
Tambahan modal disetor 45.880 45.880 45.880 45.880 45.880
Defisit (99.980) (96.420) (91.614) (84.121) (75.623)
Kepentingan non-pengendali 150 150 150 150 150
JUMLAH EKUITAS 109.888 113.448 118.254 125.747 134.245
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 197.954 200.647 205.921 219.428 227.428
(Dalam ribuan USD)
Keterangan 31/12/29 31/12/30 31/12/31 31/12/32 31/12/33
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha 89.783 89.290 89.341 89.392 89.445
Utang lain-lain 2.043 2.043 2.043 2.043 2.043
Kontrak liabilitas - pihak ketiga 1.860 1.860 1.860 1.860 1.860
Biaya masih harus dibayar 4.060 4.060 4.060 4.060 4.060
Utang pajak 92 92 92 92 92
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 97.838 97.345 97.396 97.447 97.500
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas sewa 543 328 107 558 336
Liabilitas pajak tangguhan - neto 974 974 974 974 974
Liabilitas imbalan pasca kerja 4.622 4.622 4.622 4.622 4.622
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 6.139 5.924 5.703 6.154 5.932
JUMLAH LIABILITAS 103.977 103.269 103.099 103.602 103.432
EKUITAS
Modal saham 163.838 163.838 163.838 163.838 163.838
Tambahan modal disetor 45.880 45.880 45.880 45.880 45.880
Defisit (62.253) (44.046) (24.320) (2.960) 20.273
Kepentingan non-pengendali 150 150 150 150 150
JUMLAH EKUITAS 147.615 165.822 185.548 206.908 230.141
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 251.592 269.091 288.647 310.510 333.573
Secara umum, penurunan saldo pos kas dan setara kas per 2025 dan 2026
merupakan mutasi dari aktivitas operasional yang meliputi penerimaan kas dari
pelanggan terkait dengan pendapatan dan pembayaran kas kepada pemasok
terkait dengan pembelian bahan baku yang terdapat dalam utang usaha, biaya
upah dan biaya pabrikasi. Dengan adanya peningkatan pembelian bahan baku
yang terjadi pada tahun 2024-2026 bilamana dibandingkan dengan tahun
2023, maka pembayaran kas kepada pemasok akan ikut meningkat seiring
dengan aktivitas operasional tersebut. Pergerakan posisi saldo kas dan setara
kas masih dalam dipertimbangkan dengan menggunakan asumsi dan rentang
yang wajar selama periode proyeksi.
51
Page 80
Proyeksi arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 sebesar USD 9,10 juta
terutama berasal dari penerimaan kas dari pelanggan dan penerimaan lain-lain
masing-masing sebesar USD 438,06 juta dan USD 3,02 juta, yang disertai
dengan pembayaran kas kepada pemasok, pembayaran beban usaha, dan
pembayaran beban pajak penghasilan masing-masing sebesar
USD 416,87 juta, USD 14,11 juta, dan USD 1,00 juta. Selanjutnya, proyeksi
arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 adalah sebesar
USD 12,85 juta.
Proyeksi arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2026 sebesar USD 11,16 juta
terutama berasal dari penerimaan kas dari pelanggan dan penerimaan lain-lain
masing-masing sebesar USD 441,18 juta dan USD 3,02 juta, yang disertai
dengan pembayaran kas kepada pemasok, pembayaran beban usaha, dan
pembayaran beban pajak penghasilan masing-masing sebesar
USD 417,28 juta, USD 14,41 juta, dan USD 1,36 juta. Selanjutnya, proyeksi
arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2026 adalah sebesar
USD 13,21 juta.
Aset lancar lainnya merupakan uang muka kepada pemasok dan uang
jaminan. Aset tidak lancar lainnya merupakan uang jaminan kepada pihak
ketiga. Penyebab tidak berubahnya saldo pos-pos ini untuk setiap periode
adalah mengingat pos-pos tersebut merupakan aset operasional Perseroan
yang diasumsikan konstan dengan pertimbangan yang konservatif. Pos-pos
tersebut memiliki fluktuasi dan karakteristik yang dapat meningkat dan
menurun, namun bukan menjadi penggerak nilai (value driver) yang signifikan
pada model proyeksi keuangan Perseroan.
Selanjutnya, penyebab saldo pos utang lain-lain, kontrak liabilitas – pihak
ketiga, biaya masih harus dibayar tidak berubah nilainya untuk setiap periode
adalah mengingat pos-pos tersebut merupakan liabilitas operasional
Perseroan yang diasumsikan konstan dengan pertimbangan yang konservatif.
Pos-pos tersebut memiliki fluktuasi dan karakteristik yang dapat meningkat dan
menurun, namun bukan menjadi penggerak nilai (value driver) yang signifikan
pada model proyeksi keuangan Perseroan.
52
Page 81
8. Proyeksi Arus Kas Bersih
Berdasarkan asumsi-asumsi untuk proyeksi laporan posisi keuangan dan
proyeksi laporan laba rugi komprehensif sebagaimana dijelaskan di atas,
proyeksi arus kas bersih Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-
tanggal 31 Desember 2024 – 2033 adalah sebagai berikut:
Tabel 15
PT Lotte Chemical Titan Tbk
Proyeksi Arus Kas Bersih Setelah Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 - 2033
(Dalam ribuan USD)
Keterangan 31/12/24 31/12/25 31/12/26 31/12/27 31/12/28
Penerimaan kas dari pelanggan 433.176 438.062 441.182 478.705 483.538
Pembayaran kas kepada pemasok (406.171) (416.866) (417.277) (446.254) (452.313)
Pembayaran beban usaha (13.804) (14.113) (14.411) (15.467) (15.761)
Pembayaran beban pajak penghasilan (818) (1.004) (1.355) (2.114) (2.397)
Penerimaan (pembayaran) lain-lain 3.005 3.023 3.023 3.030 3.025
Penambahan aset tetap (12.847) (12.847) (13.206) (12.847) (12.847)
Penerimaan penghasilan bunga 969 969 969 969 969
Jumlah Arus Kas Bersih 3.510 (2.776) (1.075) 6.023 4.215
(Dalam ribuan USD)
Keterangan 31/12/29 31/12/30 31/12/31 31/12/32 31/12/33
Penerimaan kas dari pelanggan 545.363 551.807 556.425 561.227 566.221
Pembayaran kas kepada pemasok (499.842) (509.298) (510.209) (511.701) (513.231)
Pembayaran beban usaha (17.382) (17.970) (18.319) (18.699) (19.121)
Pembayaran beban pajak penghasilan (3.771) (5.135) (5.564) (6.025) (6.553)
Penerimaan (pembayaran) lain-lain 3.016 3.009 3.004 2.995 2.988
Penambahan aset tetap (12.847) (12.847) (12.847) (13.450) (12.847)
Penerimaan penghasilan bunga 969 969 969 969 969
Jumlah Arus Kas Bersih 15.506 10.535 13.458 15.316 18.427
Proyeksi penambahan aset tetap untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2026 sebesar USD 13,21 juta disebabkan oleh adanya asumsi
proyeksi penambahan aset tetap atas mesin dan peralatan pabrik serta
perabotan dan peralatan kantor masing-masing USD 12,85 juta dan
USD 0,36 juta berdasarkan proyeksi keuangan yang disusun oleh manajemen
Perseroan.
VII.B.2. Penentuan Tingkat Diskonto
Untuk mendiskonto arus kas bersih tiap-tiap tahun, tingkat diskonto yang
digunakan adalah biaya modal rata-rata tertimbang (WACC/weighted average cost
of capital) yang ditentukan dengan menggunakan persamaan sebagai berikut:
WACC = (ke x We) + (kd [1-t] x Wd)
Dimana:
ke = Biaya modal ekuitas/saham biasa
kd = Biaya modal utang
We = Bobot ekuitas dalam struktur ekuitas
Wd = Bobot utang dalam struktur kapital
t = Pajak penghasilan perusahaan
53
Page 82
VII.B.2.a. Biaya Modal untuk Ekuitas
ke = Rf + (β x RPm) – RBDS
Dimana:
ke = Tingkat balikan yang diharapkan dari suatu sekuritas tertentu atau
biaya modal ekuitas/saham biasa
Rf = Tingkat balikan yang tersedia untuk suatu sekuritas bebas risiko (risk
free rate)
β = Beta
RPm = Premi risiko ekuitas untuk pasar secara keseluruhan (equity risk
premium)
Rf adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang dianggap tidak
memiliki kemungkinan gagal bayar. Di Indonesia, instrumen bebas risiko yang
dapat dipilih adalah tingkat bunga Obligasi Pemerintah untuk jangka panjang.
Terkait dengan tanggal penilaian yang jatuh pada tanggal 31 Desember 2023,
maka instrumen bebas risiko yang dipakai, yaitu obligasi Indonesia berjangka
panjang dalam mata uang USD dengan jangka waktu 47 tahun dengan tingkat yield
rata-rata sebesar 11,17% yang diperoleh dari Bloomberg dan angka tersebut akan
digunakan sebagai tingkat balikan bebas resiko.
RPm adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas risiko dengan tingkat
balikan investasi dalam bentuk penyertaan. Penentuan equity market risk premium
memasukkan premi untuk risiko spesifik negara (country-specific risk premiums)
seperti volatilitas harga saham untuk menghasilkan base equity market risk
premium. Dengan mengikutsertakan risiko-risiko ini, dihasilkan tingkat diskonto
yang mengakomodasi perubahan-perubahan sentimen jangka pendek di sekuritas
pada pasar negara yang bersangkutan. Untuk penilaian ini, kami menggunakan
tingkat premi risiko sebesar 7,38%, yang diperoleh dari riset Aswath Damodaran
(New York University Business School) tahun 2023 yang dikeluarkan pada bulan
Januari 2024.
Beta (β) adalah faktor untuk meliput risiko sistematis dari suatu ekuitas. Beta akan
dikalikan dengan market risk premium untuk mendapatkan equity risk premium.
Unlevered beta rata-rata perusahaan pembanding diperoleh dari riset Aswath
Damodaran (New York University Business School) sampai dengan tahun 2023
sebesar 0,81 yang kemudian di-relever dengan tingkat leverage yang berlaku di
pasar untuk memperoleh beta yang sesuai untuk mendiskonto AKB Perseroan
tersebut dengan formula sebagai berikut:
βL = βU x (1 + (1-T) x DER)
54
Page 83
Dalam studi kelayakan ini, kami menggunakan rata-rata debt to equity ratio (DER)
dari perusahaan-perusahaan publik sejenis sebesar 42,98% untuk memperoleh
beta Perseroan. Tarif pajak yang digunakan untuk Perseroan sesuai dengan tarif
pajak yang berlaku umum adalah sebesar 22,00% untuk tahun 2024 – 2033.
Dengan demikian, maka diperoleh beta Perseroan sebesar 1,08 untuk tahun 2024
– 2033 dengan rincian perhitungan sebagai berikut:
βL = 0,81 x (1 + (1 – 22,00%) x 22,00%) = 1,08
Berdasarkan nilai beta tersebut, maka dengan menggunakan persamaan CAPM
dengan memperhitungkan rating-based default spread sebesar 2,07%, diperoleh
biaya modal atas ekuitas Perseroan sebagaimana tampak dalam perhitungan di
bawah ini:
ke = Rf + β x RPm – RBDS
= 6,89% + 1,08 x 7,38% – 2,07% = 12,82%
VII.B.3. Biaya Modal untuk Utang
Karena perhitungan nilai ekuitas keseluruhan modal (AKB untuk kapital atau free
cash flow to invested capital), maka tingkat diskonto yang digunakan adalah tingkat
diskonto yang merupakan rata-rata tertimbang biaya modal, baik yang berasal dari
pinjaman jangka panjang (biaya modal untuk utang) maupun yang berasal dari
ekuitas (biaya modal untuk ekuitas).
Dalam penilaian ini, biaya modal untuk utang yang digunakan adalah suku bunga
pinjaman dalam mata uang USD yang diambil dari suku bunga kredit investasi
bank Persero untuk bulan Desember 2023 yang dipublikasikan oleh Bank
Indonesia sebesar 6,73%.
VII.B.4. Weighted Average Cost of Capital
Berdasarkan biaya modal untuk ekuitas, biaya modal untuk utang, bobot ekuitas
sebesar 69,94% dan bobot utang sebesar 30,06%, yang diolah dari data rata-rata
DER dari perusahaan-perusahaan publik yang sejenis dengan tarif pajak yang
berlaku untuk Perseroan sesuai dengan tarif pajak yang berlaku umum adalah
sebesar 22,00% untuk tahun 2024 – 2033 maka weighted average cost of capital
(WACC) adalah sebagai berikut:
WACC = (ke x We) + (kd [1-t] x Wd)
= (10,92% x 69,94%) + (6,73% x [1 – 22,00%] x 30,06%) = 9,21%
55
Page 84
VII.B.5. Perhitungan Jumlah Nilai Kini Laba Bersih Tahun Berjalan
Dengan menggunakan tingkat diskonto sebesar 9,21%, perhitungan jumlah nilai
kini dari proyeksi laba tahun berjalan Perseroan setelah Rencana Penambahan
Kegiatan Usaha untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2024 – 2033 adalah sebesar USD 48,84 juta.
Perhitungan jumlah nilai kini dari proyeksi laba tahun berjalan Perseroan setelah
Rencana Penambahan Kegiatan Usaha untuk tahun yang berakhir pada tanggal-
tanggal 31 Desember 2024 – 2033 adalah sebagai berikut:
Tabel 16
PT Lotte Chemical Titan Tbk
Proyeksi Nilai Kini Laba Tahun Berjalan Setelah Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 - 2033
(Dalam ribuan USD)
Proyeksi
Keterangan
31/12/24 31/12/25 31/12/26 31/12/27 31/12/28
Laba tahun berjalan 2.899 3.560 4.806 7.494 8.497
Faktor diskonto 0,9569 0,8762 0,8023 0,7346 0,6726
Nilai kini 2.774 3.119 3.856 5.505 5.715
(Dalam ribuan USD)
Proyeksi
Keterangan
31/12/29 31/12/30 31/12/31 31/12/32 31/12/33
Laba tahun berjalan 13.370 18.207 19.727 21.360 23.233
Faktor diskonto 0,6159 0,5639 0,5163 0,4727 0,4328
Nilai kini 8.235 10.267 10.185 10.097 10.055
Jumlah nilai kini 48.838
VII.C Analisis Kelayakan
Berikut adalah proyeksi laporan laba rugi komprehensif Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 – 2033:
Sebelum Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
Tabel 17
PT Lotte Chemical Titan Tbk
Proyeksi Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Sebelum Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 - 2033
(Dalam ribuan USD)
Keterangan 31/12/24 31/12/25 31/12/26 31/12/27 31/12/28
Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan 435.158 438.163 441.287 480.008 483.661
Beban pokok penjualan 421.285 423.156 424.381 458.568 460.586
Laba kotor 13.873 15.006 16.906 21.440 23.076
Beban usaha 14.097 14.409 14.729 15.798 16.150
Laba (rugi) usaha (224) 597 2.177 5.642 6.925
Pendapatan lain-lain 2.936 2.943 2.961 2.935 2.943
Laba sebelum pajak penghasilan 2.712 3.541 5.138 8.577 9.869
Beban pajak penghasilan (597) (779) (1.130) (1.887) (2.171)
Laba tahun berjalan 2.116 2.762 4.008 6.690 7.698
56
Page 85
(Dalam ribuan USD)
Keterangan 31/12/29 31/12/30 31/12/31 31/12/32 31/12/33
Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan 547.511 551.957 556.580 561.389 566.389
Beban pokok penjualan 516.550 514.364 516.634 518.940 521.076
Laba kotor 30.961 37.592 39.946 42.449 45.313
Beban usaha 17.797 18.195 18.604 19.022 19.452
Laba (rugi) usaha 13.164 19.397 21.342 23.427 25.861
Pendapatan lain-lain 2.962 2.936 2.944 2.963 2.937
Laba sebelum pajak penghasilan 16.125 22.333 24.286 26.389 28.798
Beban pajak penghasilan (3.548) (4.913) (5.343) (5.806) (6.335)
Laba tahun berjalan 12.578 17.420 18.943 20.584 22.462
Setelah Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
Tabel 18
PT Lotte Chemical Titan Tbk
Proyeksi Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Setelah Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 - 2033
(Dalam ribuan USD)
Keterangan 31/12/24 31/12/25 31/12/26 31/12/27 31/12/28
Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan 435.158 438.163 441.287 480.008 483.661
Beban pokok penjualan 421.285 423.156 424.381 458.568 460.586
Laba kotor 13.873 15.006 16.906 21.440 23.076
Beban usaha 14.097 14.409 14.729 15.798 16.150
Laba (rugi) usaha (224) 597 2.177 5.642 6.925
Pendapatan lain-lain 3.941 3.966 3.984 3.965 3.969
Laba sebelum pajak penghasilan 3.717 4.564 6.161 9.607 10.894
Beban pajak penghasilan (818) (1.004) (1.355) (2.114) (2.397)
Laba tahun berjalan 2.899 3.560 4.806 7.494 8.497
(Dalam ribuan USD)
Keterangan 31/12/29 31/12/30 31/12/31 31/12/32 31/12/33
Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan 547.511 551.957 556.580 561.389 566.389
Beban pokok penjualan 516.550 514.364 516.634 518.940 521.076
Laba kotor 30.961 37.592 39.946 42.449 45.313
Beban usaha 17.797 18.195 18.604 19.022 19.452
Laba (rugi) usaha 13.164 19.397 21.342 23.427 25.861
Pendapatan lain-lain 3.978 3.945 3.948 3.958 3.925
Laba sebelum pajak penghasilan 17.141 23.342 25.290 27.384 29.786
Beban pajak penghasilan (3.771) (5.135) (5.564) (6.025) (6.553)
Laba tahun berjalan 13.370 18.207 19.727 21.360 23.233
Berdasarkan analisis tersebut di atas, proyeksi jumlah laba tahun berjalan
Perseroan sebelum Rencana Penambahan Kegiatan Usaha adalah sebesar
USD 115,26 juta. Selanjutnya, proyeksi jumlah laba tahun berjalan Perseroan
setelah Rencana Penambahan Kegiatan Usaha adalah sebesar USD 123,15 juta.
Dengan demikian, berdasarkan proyeksi laporan laba rugi komprehensif tersebut
di atas, setelah Rencana Penambahan Kegiatan Usaha menjadi efektif, Perseroan
berpotensi memperoleh tambahan laba tahun berjalan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 – 2033, sehingga diharapkan dapat
meningkatkan kinerja keuangan Perseroan pada masa yang akan datang.
57
Page 86
Perhitungan jumlah nilai kini dari proyeksi laba tahun berjalan Perseroan sebelum
Rencana Penambahan Kegiatan Usaha untuk tahun yang berakhir pada tanggal-
tanggal 31 Desember 2024 – 2033 dengan menggunakan tingkat diskonto sebesar
9,21% adalah sebesar USD 46,80 juta.
Selanjutnya, perhitungan jumlah nilai kini dari proyeksi laba tahun berjalan
Perseroan setelah Rencana Penambahan Kegiatan Usaha untuk tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 – 2033 dengan menggunakan
tingkat diskonto sebesar 9,21% adalah sebesar USD 48,84 juta.
Dengan demikian, jumlah nilai kini dari proyeksi laba tahun berjalan Perseroan
setelah Rencana Penambahan Kegiatan Usaha untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2024 – 2033 lebih besar daripada jumlah nilai kini
dari proyeksi laba tahun berjalan Perseroan sebelum Rencana Penambahan
Kegiatan Usaha untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2024 – 2033.
Perhitungan jumlah nilai kini dari proyeksi laba tahun berjalan Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 – 2033 adalah
sebagai berikut:
Sebelum Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
Tabel 19
PT Lotte Chemical Titan Tbk
Proyeksi Nilai Kini Laba Tahun Berjalan Sebelum Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 - 2033
(Dalam ribuan USD)
Proyeksi
Keterangan
31/12/24 31/12/25 31/12/26 31/12/27 31/12/28
Laba tahun berjalan 2.116 2.762 4.008 6.690 7.698
Faktor diskonto 0,9569 0,8762 0,8023 0,7346 0,6726
Nilai kini 2.024 2.420 3.215 4.915 5.177
(Dalam ribuan USD)
Proyeksi
Keterangan
31/12/29 31/12/30 31/12/31 31/12/32 31/12/33
Laba tahun berjalan 12.578 17.420 18.943 20.584 22.462
Faktor diskonto 0,6159 0,5639 0,5163 0,4727 0,4328
Nilai kini 7.747 9.823 9.780 9.730 9.722
Jumlah nilai kini 46.801
58
Page 87
Setelah Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
Tabel 20
PT Lotte Chemical Titan Tbk
Proyeksi Nilai Kini Laba Tahun Berjalan Setelah Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 - 2033
(Dalam ribuan USD)
Proyeksi
Keterangan
31/12/24 31/12/25 31/12/26 31/12/27 31/12/28
Laba tahun berjalan 2.899 3.560 4.806 7.494 8.497
Faktor diskonto 0,9569 0,8762 0,8023 0,7346 0,6726
Nilai kini 2.774 3.119 3.856 5.505 5.715
(Dalam ribuan USD)
Proyeksi
Keterangan
31/12/29 31/12/30 31/12/31 31/12/32 31/12/33
Laba tahun berjalan 13.370 18.207 19.727 21.360 23.233
Faktor diskonto 0,6159 0,5639 0,5163 0,4727 0,4328
Nilai kini 8.235 10.267 10.185 10.097 10.055
Jumlah nilai kini 48.838
VII.D. Analisis Biaya Pendirian (Startup Costs)
Dalam menjalankan kegiatan usaha dalam bidang penjualan low pressure steam,
penjualan hidrogen, dan penyewaan Tangki Ethylene, Perseroan tidak
memerlukan biaya pendirian (startup costs) dalam jumlah yang signifikan dan
material, hanya memerlukan modal kerja, dimana Perseroan memiliki sumber
pendanaan yang berasal dari kemampuan internal kas.
VII.E. Analisis Modal Kerja
Tabel 21
PT Lotte Chemical Titan Tbk
Analisis Modal Kerja
Per 31 Desember 2024 - 2033
(Dalam ribuan USD)
Keterangan 31/12/24 31/12/25 31/12/26 31/12/27 31/12/28
Piutang usaha 14.637 14.738 14.843 16.145 16.268
Persediaan - bersih 52.931 52.446 52.502 54.217 54.285
Utang usaha 74.121 73.456 73.493 79.713 79.430
(Dalam ribuan USD)
Keterangan 31/12/29 31/12/30 31/12/31 31/12/32 31/12/33
Piutang usaha 18.416 18.565 18.721 18.882 19.051
Persediaan - bersih 57.101 57.169 57.239 57.310 57.383
Utang usaha 89.783 89.290 89.341 89.392 89.445
59
Page 88
VII.F. Analisis Sumber Pembiayaan
Dalam rangka Rencana Penambahan Kegiatan Usaha, Perseroan memiliki
sumber pendanaan berdasarkan kemampuan internal kas dan penerimaan arus
kas bersih oleh Perseroan atas hasil kegiatan operasional yang dilakukan
Perseroan sebelumnya. Dengan menggunakan kemampuan internal Perseroan
tersebut, maka Perseroan dapat menjalankan Rencana Penambahan Kegiatan
Usaha, dimana sumber pendanaan yang dibutuhkan dapat didukung dengan
menggunakan internal kas dan penerimaan arus kas bersih, yang pada akhirnya
diharapkan dapat meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan dalam
jangka panjang.
VII.G. Analisis Biaya Operasional
Dalam menjalankan kegiatan usaha Perseroan dalam bidang penjualan low steam
pressure, penjualan hidrogen, dan penyewaan Tangki Ethylene, Perseroan
mendanai biaya operasional yang didukung dengan hasil penjualan low steam
pressure, penjualan hidrogen, dan penyewaan Tangki Ethylene.
VII.H. Analisis Profitabilitas (Overall Profitability)
Tabel 22
PT Lotte Chemical Titan Tbk
Analisis Profitabilitas
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 - 2033
(Dalam ribuan USD)
Keterangan 31/12/24 31/12/25 31/12/26 31/12/27 31/12/28
Imbal hasil aset 1,46% 1,77% 2,33% 3,42% 3,74%
(Dalam ribuan USD)
Keterangan 31/12/29 31/12/30 31/12/31 31/12/32 31/12/33
Imbal hasil aset 5,31% 6,77% 6,83% 6,88% 6,96%
VII.I. Analisis Investasi (Overall Return on Investment)
Tabel 23
PT Lotte Chemical Titan Tbk
Analisis Imbal Balik Investasi
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 - 2033
(Dalam ribuan USD)
Keterangan 31/12/24 31/12/25 31/12/26 31/12/27 31/12/28
Imbal hasil investasi 22,57% 13,85% 12,35% 14,48% 13,16%
(Dalam ribuan USD)
Keterangan 31/12/29 31/12/30 31/12/31 31/12/32 31/12/33
Imbal hasil investasi 17,27% 20,17% 19,13% 18,32% 17,95%
60
Page 89
VIII. Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami terima
dan dengan mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang mempengaruhi
dalam analisis kelayakan, maka menurut pendapat kami Rencana Penambahan
Kegiatan Usaha, ditinjau dari aspek kelayakan pasar, aspek kelayakan teknis,
aspek kelayakan pola bisnis, aspek kelayakan model manajemen, dan aspek
keuangan adalah layak.
Kelayakan tersebut kami tentukan berdasarkan data dan informasi yang kami
peroleh dari pihak manajemen Perseroan serta pihak-pihak lain yang relevan
dengan penugasan. Kami menganggap bahwa semua informasi tersebut adalah
benar dan bahwa tidak ada keadaan atau hal-hal yang tidak terungkap yang akan
mempengaruhi kelayakan tersebut secara material.
Kesimpulan akhir di atas berlaku bilamana tidak terdapat perubahan yang memiliki
dampak material terhadap Rencana Penambahan Kegiatan Usaha. Perubahan
tersebut termasuk, namun tidak terbatas pada, perubahan kondisi baik secara
internal pada Perseroan maupun secara eksternal yaitu kondisi pasar dan
perekonomian, kondisi umum bisnis, perdagangan dan keuangan, serta
peraturan-peraturan pemerintah Indonesia dan peraturan terkait lainnya setelah
tanggal Laporan Studi Kelayakan ini dikeluarkan. Bilamana setelah tanggal
Laporan Studi Kelayakan ini dikeluarkan terjadi perubahan-perubahan tersebut di
atas, maka kelayakan atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha mungkin
berbeda.
61
Page 90
Lampiran A
PT Lotte Chemical Titan Tbk
Proyeksi Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Sebelum Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 - 2033
(Dalam ribuan USD)
Keterangan 31/12/24 31/12/25 31/12/26 31/12/27 31/12/28
Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan 435.158 438.163 441.287 480.008 483.661
Beban pokok penjualan 421.285 423.156 424.381 458.568 460.586
Laba kotor 13.873 15.006 16.906 21.440 23.076
Beban usaha 14.097 14.409 14.729 15.798 16.150
Laba (rugi) usaha (224) 597 2.177 5.642 6.925
Pendapatan lain-lain 2.936 2.943 2.961 2.935 2.943
Laba sebelum pajak penghasilan 2.712 3.541 5.138 8.577 9.869
Beban pajak penghasilan (597) (779) (1.130) (1.887) (2.171)
Laba tahun berjalan 2.116 2.762 4.008 6.690 7.698
(Dalam ribuan USD)
Keterangan 31/12/29 31/12/30 31/12/31 31/12/32 31/12/33
Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan 547.511 551.957 556.580 561.389 566.389
Beban pokok penjualan 516.550 514.364 516.634 518.940 521.076
Laba kotor 30.961 37.592 39.946 42.449 45.313
Beban usaha 17.797 18.195 18.604 19.022 19.452
Laba (rugi) usaha 13.164 19.397 21.342 23.427 25.861
Pendapatan lain-lain 2.962 2.936 2.944 2.963 2.937
Laba sebelum pajak penghasilan 16.125 22.333 24.286 26.389 28.798
Beban pajak penghasilan (3.548) (4.913) (5.343) (5.806) (6.335)
Laba tahun berjalan 12.578 17.420 18.943 20.584 22.462
62
Page 91
PT Lotte Chemical Titan Tbk
Proyeksi Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Setelah Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 - 2033
(Dalam ribuan USD)
Keterangan 31/12/24 31/12/25 31/12/26 31/12/27 31/12/28
Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan 435.158 438.163 441.287 480.008 483.661
Beban pokok penjualan 421.285 423.156 424.381 458.568 460.586
Laba kotor 13.873 15.006 16.906 21.440 23.076
Beban usaha 14.097 14.409 14.729 15.798 16.150
Laba (rugi) usaha (224) 597 2.177 5.642 6.925
Pendapatan lain-lain 3.941 3.966 3.984 3.965 3.969
Laba sebelum pajak penghasilan 3.717 4.564 6.161 9.607 10.894
Beban pajak penghasilan (818) (1.004) (1.355) (2.114) (2.397)
Laba tahun berjalan 2.899 3.560 4.806 7.494 8.497
(Dalam ribuan USD)
Keterangan 31/12/29 31/12/30 31/12/31 31/12/32 31/12/33
Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan 547.511 551.957 556.580 561.389 566.389
Beban pokok penjualan 516.550 514.364 516.634 518.940 521.076
Laba kotor 30.961 37.592 39.946 42.449 45.313
Beban usaha 17.797 18.195 18.604 19.022 19.452
Laba (rugi) usaha 13.164 19.397 21.342 23.427 25.861
Pendapatan lain-lain 3.978 3.945 3.948 3.958 3.925
Laba sebelum pajak penghasilan 17.141 23.342 25.290 27.384 29.786
Beban pajak penghasilan (3.771) (5.135) (5.564) (6.025) (6.553)
Laba tahun berjalan 13.370 18.207 19.727 21.360 23.233
63
Page 92
Lampiran B
PT Lotte Chemical Titan Tbk
Proyeksi Nilai Kini Laba Tahun Berjalan Sebelum Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 - 2033
(Dalam ribuan USD)
Proyeksi
Keterangan
31/12/24 31/12/25 31/12/26 31/12/27 31/12/28
Laba tahun berjalan 2.116 2.762 4.008 6.690 7.698
Faktor diskonto 0,9569 0,8762 0,8023 0,7346 0,6726
Nilai kini 2.024 2.420 3.215 4.915 5.177
(Dalam ribuan USD)
Proyeksi
Keterangan
31/12/29 31/12/30 31/12/31 31/12/32 31/12/33
Laba tahun berjalan 12.578 17.420 18.943 20.584 22.462
Faktor diskonto 0,6159 0,5639 0,5163 0,4727 0,4328
Nilai kini 7.747 9.823 9.780 9.730 9.722
Jumlah nilai kini 46.801
PT Lotte Chemical Titan Tbk
Proyeksi Nilai Kini Laba Tahun Berjalan Setelah Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 - 2033
(Dalam ribuan USD)
Proyeksi
Keterangan
31/12/24 31/12/25 31/12/26 31/12/27 31/12/28
Laba tahun berjalan 2.899 3.560 4.806 7.494 8.497
Faktor diskonto 0,9569 0,8762 0,8023 0,7346 0,6726
Nilai kini 2.774 3.119 3.856 5.505 5.715
(Dalam ribuan USD)
Proyeksi
Keterangan
31/12/29 31/12/30 31/12/31 31/12/32 31/12/33
Laba tahun berjalan 13.370 18.207 19.727 21.360 23.233
Faktor diskonto 0,6159 0,5639 0,5163 0,4727 0,4328
Nilai kini 8.235 10.267 10.185 10.097 10.055
Jumlah nilai kini 48.838
64
Names mentioned 42 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT Lotte Chemical Titan Nusantara
p.2 ×7
unresolved
org
Menteri Keuangan
p.2
unresolved
org
PT Lotte Chemical Indonesia
p.4 ×2
unresolved
org
PT Air Liquide Indonesia
p.4 ×2
unresolved
org
PSS
p.9 ×18
unresolved
person
Akta Notaris Jimmy Tanal
p.10 ×3
unresolved
org
Bank Indonesia
p.10 ×8
unresolved
org
KJPP Kusnanto
p.17 ×4
unresolved
org
KJPP KUSNANTO & REKAN
p.17
unresolved
person
Willy D. Kusnanto
· Pimpinan Rekan
p.17
unresolved
org
PT Indofatra Plastik Industri
p.44
unresolved
person
Akta Notaris Rukmasanti Hardjasatya
p.44 ×2
unresolved
org
PT Fatrapolindo Nusa Industri
p.44
unresolved
org
Menteri Kehakiman
p.44 ×2
unresolved
person
Fathiah Helmi
p.44
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.44
unresolved
—
USD
· Pemegang Saham
p.45 ×2
unresolved
org
Modal Kepemilikan Lotte Chemical Titan International Sdn. Bhd.
p.45
unresolved
org
PT Lotte Chemical Titan Nusantara II.
p.46
unresolved
org
PT Petrokimia Nusantara Interindo
p.46
unresolved
person
Akta Notaris Moendjiati Soegito
p.46
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
p.46
unresolved
org
PT Lotte Chemical Titan Nusantara Daftar Kepemilikan
p.46
unresolved
org
Lotte Chemical Titan International Sdn. Bhd.
p.46
unresolved
org
Lokasi Kapasitas JG Summit Olefins Corporation
p.48
unresolved
org
Baystar Bayport Polymers LLC
p.48 ×2
unresolved
org
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian
p.50
unresolved
org
Kementerian Perindustrian
p.50
unresolved
org
Pusat Statistik
p.50
unresolved
org
PT Vopak Indonesia
p.52
unresolved
org
PT Dover Chemical
p.52
unresolved
org
PT Redeco Petrolin Utama.
p.52
unresolved
org
PT Lotte Chemical Nusantara
p.53
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.