Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 3
Page 1
LAMPIRAN
RANGKUMAN
PAPARAN PUBLIK PT UNILEVER INDONESIA Tbk
20 Juni 2024
Ringkasan Pertanyaan dan Jawaban
1. Pertanyaan dari Sabrina, Kontan
Berapa target pendapatan dan laba UNVR tahun ini? Berapa besaran belanja
modal di tahun ini?
Jawaban:
Target kami adalah untuk bertumbuh lebih dari pertumbuhan pasar. Kami percaya
bahwa dengan menjadi yang terdepan di pasar, hal tersebut akan meningkatkan
pangsa pasar kami, yang berarti lebih banyak konsumen yang membeli merek kami
dan hal ini akan memberi keuntungan untuk bisnis. Kami tidak memberikan data
spesifik terkait belanja modal, namun biasanya belanja modal kami sekitar 2% dari
penjualan.
2. Pertanyaan dari Ekarina, Fortune
Akankah pemisahan bisnis Es Krim Unilever pada tahun 2025 juga akan diikuti
oleh Unilever Indonesia?
Jawaban:
Indonesia akan menjadi bagian dari pemisahan bisnis Es Krim dan hal ini akan
bergantung pada persetujuan dewan direksi dan pemegang saham. Informasi lebih
lanjut akan dibagikan saat waktu yang tepat, saat ini masih dalam tahap work in
progress.
3. Pertanyaan dari Hans
Bagaimana UNVR mengadaptasi portofolio produk dan strategi pemasarannya
agar selaras dengan perubahan preferensi konsumen.
Jawaban:
Hal ini konsisten dengan 5 strategi prioritas kami:
Memperkuat Merek-Merek Utama Kami;
Menciptakan Pasar;
Memperkuat Eksekusi di Pasar;
Meningkatkan Dampak Bisnis; dan
Keberlanjutan dalam inti bisnis Perseroan.
Page 2
Saya ingin menekankan bahwa menjadi Pencipta Pasar berarti lebih terdepan
daripada tren yang ada. Banyak contoh yang telah disebutkan menunjukkan
bahwa kami mencoba mengakselerasi inovasi kami untuk menjadi yang terdepan
dalam tren. Saya pikir di masa lalu kami lebih lambat dibandingkan pasar sehingga
kami tidak bisa bertumbuh lebih dari pasar. Namun sekarang dengan organisasi
Compass yang baru dan inovasi yang lebih cepat, kami berharap dapat
memberikan dampak yang lebih kuat dan lebih besar di pasar dengan adanya
inovasi big bets yang kami harap dapat membuat terobosan besar di pasar. Hal ini
merupakan salah satu prioritas utama yang akan kami dorong dan kami berharap
dapat terus menambahkan lebih banyak inovasi untuk dibagikan pada pertemuan
berikutnya.
4. Pertanyaan dari Hana – Katadata
Hasil dari audit Greenpeace menunjukkan bahwa Unilever Indonesia adalah
salah satu kontributor pencemar terbesar, khususnya untuk kemasan sachet.
Bagaimana tanggapan Unilever dan bagaimana tanggung jawab Unilever
terhadap limbah yang dihasilkan?
Jawaban:
Kami terus mengupayakan dan meningkatkan investasi dalam menemukan
berbagai solusi untuk mengurangi penggunaan sachet, serta menciptakan
pendekatan sistematis yang lebih luas. Hal ini mencakup pengembangan sistem
pengemasan yang dapat digunakan kembali dan dapat diisi ulang, alternatif
bahan kemasan dan format baru yang inovatif, selain mendorong pengumpulan
dan daur ulang dari bahan-bahan tersebut.
• Secara global, kami telah mendirikan Packaging R&D Centre yang semata-mata
berfokus pada pengembangan bahan dan teknologi pengemasan masa depan.
Tim ini terdiri dari sekitar 50 ilmuwan material dan profesional di bidang
pengemasan yang mengembangkan solusi dan teknologi material terkini untuk
membuka cara dan peluang baru dalam mengemas produk-produk kami.
• Hingga saat ini kami telah melakukan lebih dari 50 uji coba penggunaan ulang
dan isi ulang secara global, dan bekerja sama dengan Business Groups kami untuk
menerapkan pembelajaran dari uji coba ini dan mengembangkan model yang
paling menjanjikan.
• Di Indonesia, kami telah mengumpulkan dan memproses lebih banyak plastik
daripada yang kami jual. Pada tahun 2023, kami telah mengumpulkan dan
memproses 56.159 ton sampah plastik.
• Kami telah memperluas jaringan gerai isi ulang kami menjadi sekitar 800 gerai,
yang menyediakan produk dari merek-merek seperti Rinso, Sunlight, dan Wipol.
Page 3
Jaringan kami yang terdiri dari sekitar 4.000 Bank Sampah juga memberikan
penghargaan kepada masyarakat (termasuk konsumen berpenghasilan rendah)
yang telah membantu mengumpulkan, menyortir, dan mengembalikan kemasan
bekas pakai, serta dalam beberapa kasus, melakukan uji coba isi ulang.
5. Pertanyaan dari Petrus Dabu – Theiconomics
Sejak 2017, bisnis UNVR stagnan dikisaran Rp 10 triliun – Rp 11 triuliun (dilihat
dari pendapatan Kuartal 1). Apa yang membuat bisnis UNVR stagnan? Apakah
disebabkan oleh persaingan yang meningkat? Dan apakah strategi UNVR untuk
meningkatkan laba bersih ditahun-tahun mendatang?
Jawaban:
Salah satu alasan mengapa kami tertinggal adalah karena tren pasar dan inovasi.
Dan menurut saya secara organisasi, kami lambat dalam mengatasi hal ini. Dengan
adanya organisasi Compass baru secara global, kita mulai melihat manfaat dari
inovasi yang dapat memenangkan pasar. Vaseline Glutahya adalah salah satu
contohnya dan masih banyak contoh lainnya yang kami luncurkan yang saat ini
sudah mulai terlihat kesuksesannya di pasar.
Kita memerlukan lebih banyak hal untuk dapat membalikkan performa dari tahun-
tahun sebelumnya. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah perubahan kanal
penjualan. Kanal penjualan yang sebelumnya didominasi General Trade, saat ini
beralih ke minimarket dalam beberapa tahun terakhir dan akan berkembang ke
kanal ecommerce di masa depan. Hal-hal seperti ini juga harus kita antisipasi dan
pastikan bahwa kita mempunyai produk yang tepat untuk kanal yang sedang
berkembang saat ini.
Saya rasa kami sudah cukup belajar dari pengalaman sebelumnya. Akan diperlukan
waktu bagi kami untuk mengambil tindakan setelah mengidentifikasi masalahnya.
Namun kami tahu apa yang perlu dilakukan, yaitu salah satunya meluncurkan
inovasi yang tepat pada saluran yang tepat agar bisa menjadi yang terdepan
dalam tren masyarakat. Ini adalah salah satu pilar utama yang harus kami lakukan
dengan lebih baik.
Names mentioned 1 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.