Back to announcement
20240613_WIKA_Informasi Transaksi Afiliasi_31661475_lamp3.pdf
Asset transaction Needs review WIKASource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 75
Page 1
Laporan No. 00156/2.0118-00/BS/03/0596/1/VI/2024
File No. 048.1/IDR/DO.2/BFO/VI/2024
LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN
RENCANA TRANSAKSI
PENAMBAHAN SETORAN MODAL
DENGAN SKEMA KONVERSI UTANG PEMEGANG SAHAM
MENJADI SAHAM (DEBT TO EQUITY SWAP)
PADA PT WIJAYA KARYA INDUSTRI ENERGI
OLEH PT WIJAYA KARYA (PERSERO) Tbk
KJPP ISKANDAR DAN REKAN
2024
Page 2
SURAT LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN ATAS RENCANA TRANSAKSI
Laporan No. 00156/2.0118-00/BS/03/0596/1/VI/2024
File No. 048.1/IDR/DO.2/BFO/VI/2024 Jakarta, 5 Juni 2024
Kepada Yth.
Direksi
PT WIJAYA KARYA (PERSERO) Tbk
WIKA Tower II
Jalan D.I. Panjaitan Kav. 9-10
Jakarta, 13340
Dengan hormat,
Perihal : Laporan Pendapat Kewajaran Rencana Transaksi Penambahan Setoran Modal
Dengan Skema Konversi Utang Pemegang Saham Menjadi Saham (Debt To Equity
Swap) pada PT Wijaya Karya Industri Energi oleh PT Wijaya Karya (Persero) Tbk
Kantor Jasa Penilai Publik Iskandar dan Rekan (IDR atau Penilai atau Kami) telah memperoleh izin
usaha dari Menteri Keuangan berdasarkan surat keputusannya No. 772/KM.1/2013 tanggal 12
November 2013 dan telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berdasarkan Surat No. S-
774/PM.25/2013 tanggal 27 November 2013 dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar
Modal No. STTD.PPB-43/PJ-1/PM.02/2023 tanggal 6 Juli 2023 sebagai Penilai Properti/Aset dan Bisnis
di Pasar Modal.
Berdasarkan surat proposal/kontrak perjanjian kerja yang telah disepakati antara IDR dengan PT
Wijaya Karya (Persero) Tbk No. 013.7/IDR/DO.2/Pr-BFO/I/2024 tanggal 18 Januari 2024 dan PPJ No.
TP.01.03/A.FIN.00008/2024 tanggal 25 April 2024, IDR telah melaksanakan Penilaian untuk Pendapat
Kewajaran Rencana Transaksi Penambahan Setoran Modal Dengan Skema Konversi Utang Pemegang
Saham Menjadi Saham (Debt To Equity Swap) pada PT Wijaya Karya Industri Energi oleh PT Wijaya
Karya (Persero) Tbk seperti yang tertuang dalam laporan ini.
Latar Belakang
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (selanjutnya disebut Perseroan atau Perusahaan atau Pemberi Tugas
atau WIKA) merupakan perusahaan terbuka yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia (selanjutnya
disebut BEI). WIKA memiliki perusahaan terkendali yaitu PT Wijaya Karya Industri Energi (selanjutnya
disebut WINNER) dengan kepemilikan 40,00% saham dan PT Wijaya Karya Rekayasa Konstruksi
(selanjutnya disebut WRK) dengan kepemilikan 97,99% saham. WRK sebagai perusahaan terkendali
WIKA merupakan pemegang 60,00% saham WINNER. Dengan demikian WIKA memiliki 100% saham
WINNER secara langsung dan tidak langsung melalui WRK.
WINNER memiliki pinjaman kepada WIKA dengan saldo pinjaman berdasarkan laporan keuangan
WINNER per 31 Desember 2023 sebesar Rp 8.024.000.000,- yang berasal dari Perjanjian Pinjaman
Fasilitas Cash Loan Nomor: TP.01.03/A.DIR.03981/2019 dan MJ.01.01/WIE-A.DIR.018/2019 tanggal 27
Juni 2019 (selanjutnya disebut Perjanjian Pinjaman). WIKA berencana untuk melakukan penambahan
setoran dengan skema konversi utang pemegang saham menjadi saham (debt to equity swap) atas
Perjanjian Pinjaman yang sebelumnya telah dilakukan. Rencana penambahan setoran modal dengan
i
Page 3
skema konversi utang pemegang saham menjadi saham (debt to equity swap) pada WINNER oleh WIKA selanjutnya disebut Rencana Transaksi. Sebagai perusahaan terbuka, Perseroan wajib menaati Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melaksanakan transaksi tersebut, terutama Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha dan Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan. Sehubungan dengan Rencana Transaksi tersebut, Perseroan telah menunjuk serta menggunakan pendapat dari Kantor Jasa Penilai Publik Iskandar dan Rekan (selanjutnya disebut IDR atau Penilai atau Kami), selaku Penilai Independen yang memberikan pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi tersebut. IDR telah memperoleh izin usaha dari Menteri Keuangan berdasarkan surat keputusannya No. 772/KM.1/2013 tanggal 12 November 2013 dan telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (selanjutnya disebut OJK) berdasarkan Surat No. S-774/PM.25/2013 tanggal 27 November 2013 dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal No. STTD.PPB-43/PJ-1/PM.02/2023 tanggal 6 Juli 2023 sebagai Penilai Properti/Aset dan Bisnis di Pasar Modal. Objek Penilaian Objek Penilaian adalah rencana transaksi penambahan setoran modal dengan skema konversi utang pemegang saham menjadi saham (debt to equity swap) pada WINNER oleh WIKA. Pihak-Pihak Yang Bertransaksi Pihak-pihak yang bertransaksi adalah WIKA dengan WINNER, dimana WIKA sebagai pemberi setoran modal dan WINNER sebagai penerima setoran modal. Maksud dan Tujuan Penilaian Maksud penugasan ini adalah untuk memberikan penilaian independen atas pendapat kewajaran (Fairness Opinion) atas Rencana Transaksi dengan tujuan pelaksanaan transaksi. Tanggal Penilaian Tanggal penilaian 31 Desember 2023 ditetapkan berdasarkan laporan keuangan Perseroan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Benny Andria dari Kantor Akuntan Publik (KAP) Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan yang terdaftar di OJK. Asumsi dan Kondisi Pembatas • Laporan Penilaian ini bersifat non-disclaimer opinion. • Penilai melakukan penelaahan atas status hukum dokumen-dokumen yang digunakan dalam proses penilaian. • Data dan informasi berasal dari sumber yang dapat dipercaya keakuratannya. • Proyeksi keuangan yang digunakan adalah proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty), jika penilaian menggunakan proyeksi keuangan. • Penilai bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi keuangan. • Laporan Penilaian ini terbuka untuk publik kecuali informasi yang bersifat rahasia, yang dapat memengaruhi operasional perusahaan. • Penilai bertanggung jawab atas laporan penilaian dan kesimpulan nilai akhir. • Penilai memperoleh informasi atas status hukum Objek Penilaian dari Pemberi Tugas. • Asumsi-asumsi dan Kondisi Pembatas lainnya diungkapkan dalam laporan. Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk ii
Page 4
Pendekatan dan Metode Sesuai dengan ruang lingkup penilaian, pendekatan dan metode yang digunakan adalah: a. Melakukan analisis transaksi. b. Melakukan analisis kualitatif atas Rencana Transaksi. c. Melakukan analisis kuantitatif atas Rencana Transaksi. d. Melakukan analisis kewajaran nilai transaksi. e. Melakukan analisis atas faktor lain yang relevan. Kejadian Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Event) WIKA dan lembaga keuangan telah melakukan penandatanganan perjanjian addendum dan penyertaan kembali perjanjian kredit untuk tujuan restrukturisasi, sehingga pinjaman ini menjadi bagian jangka Panjang. Hal ini sebagaimana tertuang dalam Akta Nomor 9 tanggal 23 Januari 2024, dibuat di hadapan Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta dan Akta Nomor 10 tanggal 23 Januari 2024, dibuat di hadapan Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta. Total nilai pinjaman yang direstrukturisasi secara keseluruhan adalah sejumlah Rp20.798.469.595.445,- dengan tingkat suku bunga 4% per tahun. Berdasarkan akta No. 7 tanggal 17 Januari 2024 tentang Perubahan Anggaran Dasar WIKA yang dibuat di hadapan Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta, dan telah mendapatkan persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia No. AHU-0003965.AH.01.02.TAHUN 2024 tanggal 18 Januari 2024, telah terjadi penyusunan kembali seluruh Anggaran Dasar Perseroan. Sejak tanggal penilaian hingga tanggal penerbitan laporan ini tidak terjadi perubahan yang berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penilaian yang dapat secara signifikan mempengaruhi hasil penilaian. Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk iii
Page 5
Pendapat Kewajaran Atas Transaksi
Hasil analisis atas nilai transaksi penambahan setoran modal dengan skema konversi utang pemegang
saham menjadi saham {debt to equity swap) pada WINNER oleh WIKA adalah nilai transaksi dibawah
dari Nilai Pasarnya. Dengan dilakukannya transaksi persentase kepemilikan saham Perseroan pada
WINNER mengalami peningkatan. Dengan demikian nilai transaksi adalah wajar.
Hasil analisis atas dampak keuangan dari transaksi yang akan dilakukan terhadap kepentingan
pemegang saham memberikan kesimpulan bahwa berdasarkan analisis laporan keuangan proforma
dan proyeksi keuangan Perseroan tidak terdapat kontribusi nilai tambah bagi Perseroan, namun
dengan dilakukannya transaksi akan meningkatkan laba, likuiditas dan solvabilitas WINNER yang dapat
memberikan nilai tambah bagi Perseroan secara konsolidasi, dengan demikian sesuai dengan
kepentingan pemegang saham.
Hasil analisis atas pertimbangan bisnis dari manajemen terkait dengan transaksi terhadap kepentingan
pemegang saham adalah WIKA dapat membantu WINNER untuk meningkatkan solvabilitasnya
sehingga akan meningkatkan kepercayaan dari perbankan atau lembaga keuangan lainnya untuk
memperoleh kredit baru memberikan kesimpulan bahwa pertimbangan bisnis dari manajemen
tersebut sejalan dengan kepentingan pemegang saham.
Berdasarkan kesimpulan dari hasil analisis tersebut diatas, maka Kami berpendapat bahwa transaksi
adalah wajar.
Pemimpin Rekan
Penilai Properti/ Aset dan Bisnis
MAPP/ No.: 11-5-03079
RMK-2017.00547
NIPP Menkeu No. P-1.16.00463
NIPP Menkeu No. B -1.21.00596
STTD OJK No: STTD.PPB-43/PJ-1/PM.02/2023
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk iv
Page 6
O i~!!~~!~rt~~~;~15!~
Kantor Jasa Penilai Publik
PERNYATAAN PENILAI
1. Bahwa penugasan penilaian Pendapat Kewajaran dilakukan atas Rencana Transaksi.
2. Dalam mempersiapkan Laporan Pendapat Kewajaran ini Kami telah bertindak secara independen
tanpa adanya konflik dan tidak terafiliasi dengan Perseroan, maupun pemegang saham
Perseroan ataupun pihak-pihak yang terkait dengan Perseroan tersebut. Kami juga tidak
mempunyai kepentingan ataupun keuntungan pribadi berkaitan dengan penugasan ini.
Selanjutnya, laporan pendapat kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan
atau kerugian pada pihak manapun.
3. Bahwa perhitungan dan analisis dalam pemberian pendapat kewajaran telah dilakukan
dengan benar sebagaimana diungkapkan dalam laporan ini.
4. Bahwa penugasan penilaian profesional telah dilaksanakan sesuai dengan peraturan
perundang-undangan yang berlaku.
5. Penilai menaati Kode Etik Penilai Indonesia dan penilaian dilakukan sesuai dengan Standar
Penilaian Indonesia {KEPI & SPI Vll-2018)
6. Bahwa penilaian yang dihasilkan dalam penugasan penilaian professional telah disajikan sebagai
kesimpulan.
7. Bahwa lingkup pekerjaan dan data yang dianalisis telah diungkapkan.
8. Bahwa kami bertanggung jawab atas laporan pendapat kewajaran.
9. Bahwa kesimpulan penilaian telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi pembatas.
10. Bahwa data ekonomi dan industri dalam laporan ini diperoleh dari berbagai sumber yang diyakini
penilai dapat dipertanggungjawabkan.
Penilai Publik,
Adhitya Anindito, S.I.Kom., S.H., M.M., MAPPI (Cert.)
MAPP/ No.: 11-5-03079
RMK-2017.00547
NIPP Menkeu No. P-1.16.00463
NIPP Menkeu No. B -1.21.00596
5TTD OJK No: 5TTD.PPB-43/PJ-1/PM.02/2023
Reviuer,
Radithe Pramudito, SE., M.Ec.Dev., MAPPI (Cert.)
MAPP/ No.: 10-5-02670
RMK-2017.00316
Penilai,
Sigit E. Purnomo, SE.
MAPP/ No.: 19-T-09657
RMK-2020.03575
Ryan Suradireja
MAPP/ No.: 19-P-09941
RMK-2021.03692
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya {Persero) Tbk v
Page 7
DAFTAR ISI
SURAT LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN ATAS RENCANA TRANSAKSI .......................................... i
PERNYATAAN PENILAI .................................................................................................................. v
DAFTAR ISI .................................................................................................................................. vi
BAB I PENDAHULUAN................................................................................................................. I-1
1.1. Latar Belakang ............................................................................................................................ I-1
1.2. Identitas Pemberi Tugas ............................................................................................................. I-1
1.3. Objek Penilaian ........................................................................................................................... I-2
1.4. Maksud dan Tujuan Penilaian..................................................................................................... I-2
1.5. Tanggal Penilaian ........................................................................................................................ I-2
1.6. Ruang Lingkup Penilaian ............................................................................................................. I-2
1.7. Pendekatan dan Metode ............................................................................................................ I-3
1.8. Pihak-Pihak Yang Bertransaksi .................................................................................................... I-3
1.9. Pernyataan Independensi dan Tidak Adanya Benturan Kepentingan ........................................ I-3
1.10. Uraian Mengenai Penilai Usaha Dan/Atau Penilai Properti Serta Hasil Penilaian Oleh ................
Penilai Usaha Dan/Atau Penilai Properti Yang Menjadi Dasar Dalam Pemberian ........................
Pendapat Kewajaran Atas Rencana Transaksi ............................................................................ I-3
1.11. Sumber Data ............................................................................................................................... I-3
1.12. Informasi Mengenai Identitas Dan Jabatan Pihak-Pihak Yang Telah Diwawancarai .....................
Dan Hubungannya Dengan Objek Penilaian ............................................................................... I-4
1.13. Asumsi dan Kondisi Pembatas .................................................................................................... I-4
1.14. Kejadian Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Event) ............................................................ I-6
1.15. Definisi dan Istilah ...................................................................................................................... I-7
BAB II ANALISIS TRANSAKSI ....................................................................................................... II-1
2.1. Analisis Pengaruh Transaksi Terhadap Keuangan Perseroan .................................................... II-1
2.2. Analisis likuiditas Dari Transaksi ................................................................................................ II-1
2.3. Nilai Transaksi ............................................................................................................................ II-1
2.4. Materialitas Nilai Transaksi........................................................................................................ II-1
2.5. Hubungan Antara Pihak-Pihak Yang Bertransaksi ..................................................................... II-2
2.6. Analisis Perjanjian Dan Persyaratan Yang Telah Disepakati ...................................................... II-3
2.7. Analisis Manfaat Dan Risiko Dari Transaksi ............................................................................... II-4
BAB III ANALISIS KUALITATIF .................................................................................................... III-1
3.1. Riwayat Singkat Perusahaan Dan Kegiatan Usaha ................................................................... III-1
3.2. Analisis Industri dan Lingkungan .............................................................................................. III-3
3.3. Alasan Dilakukannya Transaksi ............................................................................................... III-10
3.4. Keuntungan Dan Kerugian Yang Bersifat Kualitatif Atas Transaksi Yang Akan Dilakukan ...... III-10
BAB IV ANALISIS KUANTITATIF ................................................................................................. IV-1
4.1. Penilaian Atas Potensi Pendapatan, Aset, Kewajiban dan Kondisi Keuangan ......................... IV-1
4.2. Analisis Inkremental .............................................................................................................. IV-24
BAB V ANALISIS KEWAJARAN NILAI TRANSAKSI ......................................................................... V-1
5.1. Hasil Penilaian Objek Transaksi ................................................................................................ V-1
5.2. Nilai Transaksi ........................................................................................................................... V-1
5.3. Analisis Kewajaran Nilai Transaksi ............................................................................................ V-1
5.4. Analisis Bahwa Nilai Transaksi Memberikan Nilai Tambah dari Transaksi Yang Dilakukan ..... V-1
BAB VI ANALISIS ATAS FAKTOR LAIN YANG RELEVAN ................................................................ VI-1
6.1. Analisis Ketidakpastian Rencana Pembiayaan Dalam Rencana Transaksi ............................... VI-1
6.2. Analisis Ketidakpastian Nilai Tukar Mata Uang ....................................................................... VI-1
6.3. Analisis Ketidakpastian Risiko Pasar ......................................................................................... VI-1
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk vi
Page 8
6.4. Analisis Faktor Lain Yang Berpengaruh.................................................................................... VI-2 BAB VII KESIMPULAN PENDAPAT KEWAJARAN ATAS TRANSAKSI ............................................. VII-1 LAMPIRAN Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk vii
Page 9
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (selanjutnya disebut Perseroan atau Perusahaan atau Pemberi
Tugas atau WIKA) merupakan perusahaan terbuka yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia
(selanjutnya disebut BEI). WIKA memiliki perusahaan terkendali yaitu PT Wijaya Karya Industri
Energi (selanjutnya disebut WINNER) dengan kepemilikan 40,00% saham dan PT Wijaya Karya
Rekayasa Konstruksi (selanjutnya disebut WRK) dengan kepemilikan 97,99% saham. WRK
sebagai perusahaan terkendali WIKA merupakan pemegang 60,00% saham WINNER. Dengan
demikian WIKA memiliki 100% saham WINNER secara langsung dan tidak langsung melalui WRK.
WINNER memiliki pinjaman kepada WIKA dengan saldo pinjaman berdasarkan laporan
keuangan WINNER per 31 Desember 2023 sebesar Rp 8.024.000.000,- yang berasal dari
Perjanjian Pinjaman Fasilitas Cash Loan Nomor: TP.01.03/A.DIR.03981/2019 dan MJ.01.01/WIE-
A.DIR.018/2019 tanggal 27 Juni 2019 (selanjutnya disebut Perjanjian Pinjaman). WIKA
berencana untuk melakukan penambahan setoran dengan skema konversi utang pemegang
saham menjadi saham (debt to equity swap) atas Perjanjian Pinjaman yang sebelumnya telah
dilakukan. Rencana penambahan setoran modal dengan skema konversi utang pemegang
saham menjadi saham (debt to equity swap) pada WINNER oleh WIKA selanjutnya disebut
Rencana Transaksi.
Sebagai perusahaan terbuka, Perseroan wajib menaati Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
untuk melaksanakan transaksi tersebut, terutama Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tentang
Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha dan Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020
tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.
Sehubungan dengan Rencana Transaksi tersebut, Perseroan telah menunjuk serta
menggunakan pendapat dari Kantor Jasa Penilai Publik Iskandar dan Rekan (selanjutnya disebut
IDR atau Penilai atau Kami), selaku Penilai Independen yang memberikan pendapat kewajaran
atas Rencana Transaksi tersebut.
IDR telah memperoleh izin usaha dari Menteri Keuangan berdasarkan surat keputusannya No.
772/KM.1/2013 tanggal 12 November 2013 dan telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan
(selanjutnya disebut OJK) berdasarkan Surat No. S-774/PM.25/2013 tanggal 27 November 2013
dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal No. STTD.PPB-43/PJ-
1/PM.02/2023 tanggal 6 Juli 2023 sebagai Penilai Properti/Aset dan Bisnis di Pasar Modal.
1.2. Identitas Pemberi Tugas
Nama Pemberi Tugas : PT Wijaya Karya (Persero) Tbk
Bidang Usaha : Industri konstruksi, industri pabrikasi, jasa penyewaan, jasa
keagenan, investasi, agro industri, industri energi, energi
terbarukan dan energi konversi, penyelenggaraan
perkeretaapian, penyelenggaraan pelabuhan, penyelenggaraan
kebandarudaraan, logistik, perdagangan, engineering
procurement construction, pengembangan dan pengelolaan
kawasan, layanan peningkatan kemampuan dibidang jasa
konstruksi, teknologi informasi, jasa enjinering dan
perencanaan, investasi dan pengelolaan usaha dibidang
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk I-1
Page 10
prasarana dan sarana dasar (infrastruktur) untuk menghasilkan
barang dan/ atau jasa
Alamat Kantor : WIKA Tower II Jalan D.I. Panjaitan Kav. 9-10 Jakarta, 13340
No. Telepon/Faksimile : 021 – 8067 9200
E-mail : adwijaya@wika.co.id
Situs Web : www.wika.co.id
1.3. Objek Penilaian
Objek Penilaian adalah rencana transaksi penambahan setoran modal dengan skema konversi
utang pemegang saham menjadi saham (debt to equity swap) pada WINNER oleh WIKA.
1.4. Maksud dan Tujuan Penilaian
Maksud penugasan ini adalah untuk memberikan penilaian independen atas pendapat
kewajaran (Fairness Opinion) atas Rencana Transaksi dengan tujuan pelaksanaan transaksi.
1.5. Tanggal Penilaian
Tanggal penilaian 31 Desember 2023 ditetapkan berdasarkan laporan keuangan Perseroan yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Benny Andria
dari Kantor Akuntan Publik (KAP) Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan yang terdaftar di
OJK.
1.6. Ruang Lingkup Penilaian
Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) merupakan suatu pernyataan yang diberikan oleh
Penilai Usaha untuk menyatakan bahwa suatu transaksi yang akan dilakukan adalah wajar atau
tidak wajar. Ruang lingkup penilaian, antara lain:
a. Identifikasi masalah (identifikasi asumsi dan kondisi pembatas, tujuan dan objek penilaian,
definisi penilaian dan tanggal penilaian),
b. Pengumpulan data,
c. Analisis data,
d. Estimasi nilai sesuai dengan dasar nilai dan premis nilai yang digunakan dengan
menggunakan pendekatan penilaian,
e. Penulisan laporan.
Sesuai dengan peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian
dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, pemberian pendapat kewajaran setelah
dilakukan analisis atas:
a. Nilai dari objek yang ditransaksikan.
b. Dampak keuangan dari transaksi yang akan dilakukan terhadap kepentingan pemegang
saham.
c. Pertimbangan bisnis yang digunakan oleh manajemen perusahaan terkait dengan Rencana
Transaksi yang akan dilakukan terhadap kepentingan pemegang saham.
Sifat Rencana Transaksi terkait dengan ada atau tidak adanya hubungan antara pihak-pihak yang
bertransaksi diatur sesuai dengan Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi
dan Transaksi Benturan Kepentingan dan nilai materialitas Rencana Transaksi diatur sesuai
dengan Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan
Kegiatan Usaha.
Sehubungan dengan peraturan-peraturan tersebut berkaitan dengan penunjukan IDR untuk
memberikan pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi, maka ruang lingkup pendapat
kewajaran berdasarkan pada analisis atas kewajaran dari Rencana Transaksi tersebut.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk I-2
Page 11
1.7. Pendekatan dan Metode
Sesuai dengan ruang lingkup penilaian, pendekatan dan metode yang digunakan adalah:
a. Melakukan analisis transaksi.
b. Melakukan analisis kualitatif atas Rencana Transaksi.
c. Melakukan analisis kuantitatif atas Rencana Transaksi.
d. Melakukan analisis kewajaran nilai transaksi.
e. Melakukan analisis atas faktor lain yang relevan.
1.8. Pihak-Pihak Yang Bertransaksi
Pihak-pihak yang bertransaksi adalah WIKA dengan WINNER, dimana WIKA sebagai pemberi
setoran modal dan WINNER sebagai penerima setoran modal.
1.9. Pernyataan Independensi dan Tidak Adanya Benturan Kepentingan
1. Dalam mempersiapkan laporan pendapat kewajaran ini Kami tidak ada benturan
kepentingan dengan Perseroan maupun pihak yang terafiliasi dengan Perseroan dan
transaksi yang akan dilakukan Perseroan.
2. Dalam mempersiapkan laporan pendapat kewajaran ini Kami telah bertindak secara
independen tanpa adanya konflik dan tidak terafiliasi dengan Perseroan, maupun pemegang
saham Perseroan ataupun pihak-pihak yang terkait dengan Perseroan tersebut. Kami juga
tidak mempunyai kepentingan ataupun keuntungan pribadi berkaitan dengan penugasan
ini. Selanjutnya, laporan pendapat kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan
keuntungan atau kerugian pada pihak manapun.
3. Tidak ada satupun dari pemilik ataupun pegawai Kami yang memiliki kepentingan dalam
bentuk apapun yang dapat menghalangi Kami untuk melakukan penilaian secara
independen terhadap pendapat kewajaran ini. Kompensasi dan honorarium Kami tidak
bergantung kepada kejadian maupun kesimpulan yang diambil oleh Perseroan sebagai
akibat dari laporan Kami ini.
1.10. Uraian Mengenai Penilai Usaha Dan/Atau Penilai Properti Serta Hasil Penilaian Oleh Penilai
Usaha Dan/Atau Penilai Properti Yang Menjadi Dasar Dalam Pemberian Pendapat Kewajaran
Atas Rencana Transaksi
Dalam pendapat kewajaran ini Kami menggunakan hasil penilaian dari Penilai Usaha yang telah
melakukan penilaian terhadap objek transaksi. Objek transaksi adalah saham WINNER.
Berdasarkan Laporan Penilaian Saham WINNER No. 00152/2.0118-00/BS/03/0596/1/V/2024
tanggal 21 Mei 2024 yang diterbitkan oleh KJPP Iskandar dan Rekan, menyatakan bahwa Nilai
Pasar 107.234.000 saham atau 100% saham WINNER per 31 Desember 2023 adalah Rp
187.000.000.000,- atau untuk setiap saham adalah Rp 1.744,-.
1.11. Sumber Data
Dalam menyusun Pendapat Kewajaran ini, Kami telah menelaah, mempertimbangkan,
mengacu, atau melaksanakan prosedur atas data dan informasi, antara lain sebagai berikut:
a) Copy legalitas dan perizinan WIKA.
b) Copy legalitas dan perizinan WINNER.
c) Laporan keuangan WIKA untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023
yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Benny Andria dari KAP Amir Abadi Jusuf, Aryanto,
Mawar & Rekan dengan opini wajar, dalam semua hal yang material.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk I-3
Page 12
d) Laporan keuangan WIKA untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022
yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Benny Andria dari KAP Amir Abadi Jusuf, Aryanto,
Mawar & Rekan dengan opini wajar, dalam semua hal yang material.
e) Laporan keuangan WIKA untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021
yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Benny Andria dari KAP Amir Abadi Jusuf, Aryanto,
Mawar & Rekan dengan opini wajar, dalam semua hal yang material.
f) Laporan keuangan WIKA untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 yang
yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Rudi Hartono Purba dari KAP Amir Abadi Jusuf,
Aryanto, Mawar & Rekan dengan opini wajar, dalam semua hal yang material.
g) Laporan keuangan WIKA untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 yang
yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Rudi Hartono Purba dari KAP Amir Abadi Jusuf,
Aryanto, Mawar & Rekan dengan opini wajar, dalam semua hal yang material.
h) Laporan keuangan proforma WIKA per 31 Desember 2023 sebelum dan setelah transaksi
dari manajemen Perseroan.
i) Laporan Penilaian Saham WINNER No. 00152/2.0118-00/BS/03/0596/1/V/2024 tanggal 21
Mei 2024 yang diterbitkan oleh KJPP Iskandar dan Rekan.
j) Draft keputusan pemegang saham di luar rapat WINNER.
k) Proyeksi keuangan dari manajemen Perseroan.
l) Hasil wawancara dengan pihak manajemen Perseroan mengenai alasan, latar belakang,
dan hal-hal lain yang terkait dengan Transaksi.
1.12. Informasi Mengenai Identitas Dan Jabatan Pihak-Pihak Yang Telah Diwawancarai Dan
Hubungannya Dengan Objek Penilaian
Kami telah melakukan diskusi dan wawancara dengan manajemen Perseroan pada tanggal 22
April – 30 Mei 2024. Identitas yang Kami wawancarai adalah Bapak Dhonny Ariyanto sebagai
representatif WIKA.
1.13. Asumsi dan Kondisi Pembatas
a. Laporan Penilaian ini bersifat non-disclaimer opinion.
b. Penilai melakukan penelaahan atas status hukum dokumen-dokumen yang digunakan
dalam proses penilaian.
c. Data dan informasi berasal dari sumber yang dapat dipercaya keakuratannya.
d. Proyeksi keuangan yang digunakan adalah proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang
mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan
kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty), jika penilaian menggunakan proyeksi
keuangan.
e. Penilai bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi keuangan.
f. Laporan Penilaian ini terbuka untuk publik kecuali informasi yang bersifat rahasia, yang
dapat memengaruhi operasional perusahaan.
g. Penilai bertanggung jawab atas laporan penilaian dan kesimpulan nilai akhir.
h. Penilai memperoleh informasi atas status hukum Objek Penilaian dari Pemberi Tugas.
i. IDR mengasumsikan bahwa dari tanggal penerbitan pendapat ini sampai dengan terjadinya
Rencana Transaksi tidak terjadi perubahan apapun yang berpengaruh secara material
terhadap Rencana Transaksi.
j. Pendapat ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan bahwa penggunaan sebagian dari
analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan informasi dan analisis dapat
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk I-4
Page 13
menyebabkan pandangan yang menyesatkan atas proses yang mendasari pendapat
tersebut. Penyusunan pendapat ini merupakan suatu proses yang rumit dan mungkin tidak
dapat dilakukan melalui analisis yang tidak lengkap.
k. Pendapat Kewajaran tersebut disusun dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan
perekonomian, kondisi umum bisnis dan keuangan, serta peraturan pemerintah pada
tanggal Pendapat ini dikeluarkan. Penilaian Kewajaran ini hanya dilakukan terhadap
Rencana Transaksi seperti yang diuraikan di atas.
l. IDR tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi pendapatnya
karena peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini.
m. Pendapat Kewajaran ini disusun berdasarkan prinsip integritas informasi dan data. Dalam
menyusun Pendapat Kewajaran ini, IDR melandaskan dan berdasarkan pada informasi dan
data sebagaimana diberikan manajemen Perseroan yang mana berdasarkan hakikat
kewajaran adalah benar, lengkap, dapat diandalkan, serta tidak menyesatkan. IDR tidak
melakukan audit ataupun uji kepatuhan secara mendetail atas penjelasan maupun data-
data yang diberikan oleh manajemen Perseroan, baik lisan maupun tulisan, dan dengan
demikian IDR tidak dapat memberikan jaminan atau bertanggung-jawab terhadap
kebenaran dan kelengkapan dari informasi atau penjelasan tersebut.
n. Sebagai dasar bagi IDR untuk melakukan analisis dalam mempersiapkan Pendapat
Kewajaran atas Rencana Transaksi, IDR menggunakan data-data sebagaimana tercantum
pada Sumber Data pada laporan pendapat kewajaran sebagai bahan pertimbangan.
o. Segala perubahan terhadap data-data tersebut di atas dapat memengaruhi hasil penilaian
IDR secara material. Oleh karena itu, IDR tidak dapat menerima tanggung jawab atas
kemungkinan terjadinya perbedaan kesimpulan yang disebabkan perubahan data
tersebut.
p. Pendapat Kewajaran ini disusun hanya dengan mempertimbangkan sudut pandang
pemegang saham Perseroan dan tidak mempertimbangkan sudut pandang stakeholders
lain serta aspek-aspek lainnya.
q. IDR menganggap bahwa sejak tanggal penerbitan laporan pendapat kewajaran ini sampai
dengan tanggal terjadinya Rencana Transaksi tidak terjadi perubahan yang sangat
berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam laporan
pendapat kewajaran.
r. Dengan ini IDR menyatakan bahwa penugasan IDR tidak termasuk menganalisis transaksi-
transaksi di luar Rencana Transaksi yang mungkin tersedia bagi Perseroan serta pengaruh
dari transaksi-transaksi tersebut terhadap Rencana Transaksi.
s. IDR tidak melakukan penelitian atas keabsahan Rencana Transaksi dari segi hukum dan
implikasi aspek perpajakan dari Rencana Transaksi tersebut.
t. Mengingat bahwa adanya kemungkinan terjadinya perbedaan waktu dari tanggal laporan
ini dengan pelaksanaan Rencana Transaksi, maka kesimpulan di atas berlaku bila tidak ada
perubahan yang memiliki dampak yang signifikan terhadap nilai dari Rencana Transaksi.
Perubahan tersebut termasuk perubahan baik secara internal pada masing-masing
perusahaan maupun secara eksternal meliputi: kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
umum bisnis dan keuangan, serta peraturan pemerintah Indonesia setelah tanggal laporan
ini dikeluarkan. Bilamana setelah tanggal laporan ini dikeluarkan terjadi perubahan
tersebut di atas, maka pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi ini mungkin berbeda.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk I-5
Page 14
u. Pendapat Kewajaran ini hanya dapat digunakan sehubungan dengan Rencana Transaksi
dan tidak dapat dipergunakan untuk kepentingan lain maupun pihak lain.
v. Pendapat Kewajaran ini juga tidak dimaksudkan untuk memberikan rekomendasi untuk
menyetujui atau tidak menyetujui Rencana Transaksi atau mengambil tindakan tertentu
atas Rencana Transaksi tersebut.
w. IDR juga berpegang kepada surat pernyataan manajemen Perseroan (management
representation letter) atas penugasan IDR untuk mempersiapkan laporan pendapat
kewajaran, bahwa Perseroan telah menyampaikan seluruh informasi penting dan relevan
berkenaan dengan Rencana Transaksi dan sepanjang pengetahuan manajemen Perseroan
tidak ada faktor material yang belum diungkapkan dan dapat menyesatkan.
x. Data dan informasi yang diterima Penilai dari Pemberi Tugas diasumsikan benar dan dapat
dipertanggungjawabkan, antara lain termasuk penunjukan letak lokasi tempat, spesifikasi
jenis dan jumlah aset objek penilaian dan apabila data dan informasi tersebut tidak benar
maka Pemberi Tugas membebaskan Penilai dari tanggung jawab atas hasil penilaian yang
tidak tepat dikarenakan kesalahan tersebut.
y. Informasi yang telah diberikan pihak lain kepada Penilai seperti yang telah disebutkan
dalam laporan penilaian dianggap layak dan dipercaya, tetapi Penilai tidak
bertanggungjawab jika ternyata informasi yang diberikan itu terbukti tidak sesuai dengan
hal yang sesungguhnya. Tanggung jawab untuk memeriksa kembali kebenaran informasi
tersebut sepenuhnya menjadi tanggung jawab Pemberi Tugas.
z. Adalah bukan tugas Penilai untuk melakukan uji tuntas (due diligence) dari aspek hukum
atas catatan publik serta catatan kepemilikan.
aa. Asumsi-asumsi dan Kondisi Pembatas dari laporan penilaian yang dibuat terpisah sebagai
satu kesatuan dari laporan ini akan dituangkan di dalam laporan penilaian yang dibuat
terpisah tersebut.
bb. Laporan ini tidak sah jika tidak dibubuhi tandatangan asli/basah Pemimpin Rekan/Rekan
dan stempel/seal perusahaan KJPP Iskandar dan Rekan serta tidak dapat
dipertanggungjawabkan bilamana Pemberi Tugas tidak melunasi imbalan jasa atas
pekerjaan penilaian ini.
cc. Asumsi-asumsi dan kondisi pembatas ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan
(integral) dari laporan ini.
1.14. Kejadian Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Event)
WIKA dan lembaga keuangan telah melakukan penandatanganan perjanjian addendum dan
penyertaan kembali perjanjian kredit untuk tujuan restrukturisasi, sehingga pinjaman ini
menjadi bagian jangka Panjang. Hal ini sebagaimana tertuang dalam Akta Nomor 9 tanggal 23
Januari 2024, dibuat di hadapan Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta dan Akta Nomor 10
tanggal 23 Januari 2024, dibuat di hadapan Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta. Total nilai
pinjaman yang direstrukturisasi secara keseluruhan adalah sejumlah Rp20.798.469.595.445,-
dengan tingkat suku bunga 4% per tahun.
Berdasarkan akta No. 7 tanggal 17 Januari 2024 tentang Perubahan Anggaran Dasar WIKA yang
dibuat di hadapan Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta, dan telah mendapatkan persetujuan
dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia No. AHU-0003965.AH.01.02.TAHUN 2024 tanggal
18 Januari 2024, telah terjadi penyusunan kembali seluruh Anggaran Dasar Perseroan.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk I-6
Page 15
Sejak tanggal penilaian hingga tanggal penerbitan laporan ini tidak terjadi perubahan yang
berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penilaian yang
dapat secara signifikan mempengaruhi hasil penilaian.
1.15. Definisi dan Istilah
Penilaian Bisnis adalah proses pekerjaan untuk memberikan opini tertulis atas objek Penilaian
Bisnis sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan mengenai Penilai yang
melakukan kegiatan di pasar modal (Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 pasal 1 angka 5).
Asumsi adalah sesuatu yang dianggap akan terjadi termasuk fakta, syarat, atau keadaan yang
mungkin dapat mempengaruhi objek Penilaian atau pendekatan penilaian dan kewajarannya
telah dianalisis oleh Penilai Bisnis sebagai bagian dari proses Penilaian (Peraturan OJK No.
35/POJK.04/2020 pasal 1 angka 15).
Laporan Penilaian Bisnis adalah laporan tertulis yang dibuat oleh Penilai Bisnis yang memuat
pendapat Penilai Bisnis mengenai objek Penilaian serta menyajikan informasi tentang proses
Penilaian (Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 pasal 1 angka 24).
Pendapat Kewajaran adalah suatu pernyataan yang diberikan oleh Penilai Bisnis untuk
menyatakan bahwa suatu transaksi yang akan dilakukan adalah wajar atau tidak wajar
(Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 pasal 1 angka 38).
Nilai Pasar adalah estimasi sejumlah uang yang dapat diperoleh dari hasil penukaran suatu aset
atau liabilitas pada Tanggal Penilaian, antara pembeli yang berminat membeli dengan penjual
yang berminat menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan
secara layak, di mana kedua Pihak masing–masing bertindak atas dasar pemahaman yang
dimilikinya, kehati-hatian, dan tanpa paksaan (Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 pasal 1
angka 14).
Nilai Pasar didefinisikan sebagai estimasi sejumlah uang yang dapat diperoleh atau dibayar
untuk penukaran suatu aset atau liabilitas pada tanggal penilaian, antara pembeli yang berminat
membeli dengan penjual yang berminat menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang
pemasarannya dilakukan secara layak, dimana kedua pihak masing-masing bertindak atas dasar
pemahaman yang dimilikinya, kehati-hatian dan tanpa paksaan (SPI 101 Edisi VII-2018 angka
3.1).
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk I-7
Page 16
BAB II
ANALISIS TRANSAKSI
2.1. Analisis Pengaruh Transaksi Terhadap Keuangan Perseroan
Berdasarkan proforma posisi keuangan dan proyeksi keuangan, dengan dilakukannya transaksi
profitabilitas, likuiditas dan solvabilitas Perseroan tidak mengalami perubahan.
2.2. Analisis likuiditas Dari Transaksi
Berdasarkan analisis proforma posisi keuangan dan proyeksi keuangan Perseroan dengan
dilakukannya transaksi likuiditas Perseroan tidak mengalami perubahan.
2.3. Nilai Transaksi
Berdasarkan draft keputusan pemegang saham di luar rapat WINNER, rencana transaksi yang
akan dilakukan yaitu penambahan setoran modal dengan skema konversi utang pemegang
saham menjadi saham (debt to equity swap) pada WINNER oleh WIKA. WIKA akan mengambil
bagian saham baru yang diterbitkan WINNER sebesar Rp 8.024.000.000,- dengan nilai transaksi
sebesar Rp 1.000,- per saham.
2.4. Materialitas Nilai Transaksi
Berdasarkan Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan
Kegiatan Usaha, suatu transaksi dikategorikan sebagai transaksi material apabila nilai transaksi
sama dengan 20% (dua puluh persen) atau lebih dari ekuitas perusahaan terbuka.
Dalam hal perusahaan terbuka memiliki ekuitas negatif transaksi dikategorikan sebagai
transaksi material apabila nilai transaksi sama dengan 10% atau lebih dari total aset perusahaan
terbuka.
Perusahaan terbuka yang akan melakukan transaksi material wajib terlebih dahulu memperoleh
persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dalam hal:
1. Transaksi material lebih dari 50% terhadap ekuitas atau aset atau laba bersih atau
pendapatan usaha Perseroan.
2. Transaksi material lebih dari 25% terhadap aset Perseroan apabila ekuitas Perseroan
negatif.
3. Laporan Penilai menyatakan bahwa transaksi material yang akan dilakukan tidak wajar.
Berdasarkan Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan
Kegiatan Usaha, transaksi berupa perolehan dan pelepasan atas perusahaan atau segmen
operasi dikategorikan sebagai transaksi material dalam hal:
a. Nilai transaksi sama dengan 20% atau lebih dari ekuitas perusahaan terbuka;
b. Total aset yang menjadi objek transaksi dibagi total aset perusahaan terbuka nilainya sama
dengan atau lebih dari 20%;
c. Laba bersih objek transaksi dibagi dengan laba bersih perusahaan terbuka nilainya sama
dengan atau lebih dari 20%; atau
d. Pendapatan usaha objek transaksi dibagi dengan pendapatan usaha perusahaan terbuka
nilainya sama dengan atau lebih dari 20%.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk II-1
Page 17
Nilai transaksi Rencana Transaksi adalah sebesar Rp 8.024.000.000,- dan ekuitas Perseroan
berdasarkan laporan keuangan yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Benny Andria dari KAP
Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan per 31 Desember 2023 adalah sebesar Rp
9.571.613.042.000,-, dengan demikian materialitas nilai transaksi 0,08% dari ekuitas Perseroan.
Dari uraian tersebut diatas, Rencana Transaksi tidak termasuk transaksi material dan tidak
memerlukan persetujuan RUPS sesuai dengan Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tentang
Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha.
2.5. Hubungan Antara Pihak-Pihak Yang Bertransaksi
Pihak-pihak yang bertransaksi adalah WIKA dengan WINNER, dimana WIKA sebagai pemberi
setoran modal dan WINNER sebagai penerima setoran modal.
Hubungan Kepemilikan Saham
Keterangan
WIKA : PT Wijaya Karya (Persero) Tbk
WRK : PT Wijaya Karya Rekayasa Konstruksi
WINNER : PT Wijaya Karya Industri Energi
Berdasarkan analisis hubungan kepemilikan saham, terdapat hubungan kepemilikan saham
antara WIKA dengan WINNER yaitu WIKA sebagai pemegang 40,00% saham WINNER dan WIKA
sebagai pemegang 60,00% saham WINNER melalui WRK. Dengan demikian antara WIKA dengan
WINNER terdapat hubungan kepemilikan.
Hubungan Kepengurusan
Hubungan kepengurusan antara Perseroan dan WINNER adalah sebagai berikut:
Nama Perseroan WINNER
Jarot Widyoko KU -
Firdaus Ali K -
Satya Bhakti Parikesit K -
Harris Arthur Hedar K -
Adityawarman KI -
Suryo Hapsoro Tri Utomo KI -
Rusmanto KI -
Agung Budi Waskito DU -
Adityo Kusumo D -
Hananto Aji D -
Harum Akhmad Zuhdi D -
Rudy Hartono D -
Ayu Widya Kiswari D -
Hadjar Seti Adji D -
Baju Wibisono P KU
Atut Meilaksono - K
Anung Caksono Adi P DU
Krismantoro P D
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk II-2
Page 18
Keterangan:
KU : Komisaris Utama
K : Komisaris
KI : Komisaris Independen
DU : Direktur Utama
D : Direktur
P : Pegawai
Berdasarkan analisis hubungan kepengurusan, terdapat hubungan kepengurusan antara
Perseroan dan WINNER dimana Baju Wibisono sebagai Pegawai Perseroan juga merupakan
Komisaris Utama WINNER, Anung Caksono Adi sebagai Pegawai Perseroan juga merupakan
Direktur Utama WINNER, dan Krismantoro sebagai Pegawai Perseroan juga merupakan Direktur
WINNER.
Dengan demikian Rencana Transaksi termasuk transaksi afiliasi sebagaimana dimaksud dalam
Peraturan OJK No. 42 /POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan
Kepentingan.
Uraian mengenai ada atau tidak adanya benturan kepentingan atas transaksi yang akan
dilakukan Perseroan dinyatakan dalam Surat Pernyataan Direksi dan Dewan Komisaris
Perseroan.
2.6. Analisis Perjanjian Dan Persyaratan Yang Telah Disepakati
Berdasarkan draft keputusan pemegang saham di luar rapat WINNER, hal-hal pokok dalam
dokumen tersebut adalah sebagai berikut:
- WIKA telah menyetujui untuk melakukan Debt Swap to Equity atas utang WINNER pada
Perjanjian Pinjaman yang belum dibayarkan sebesar Rp8.024.000.000,- (delapan miliar dua
puluh empat juta Rupiah).
- WRK dan WIKA telah menyetujui pengeluaran saham simpanan dalam rangka peningkatan
modal ditempatkan/disetor WINNER sejumlah 20.060.000 saham atau senilai
Rp20.060.000.000,- (dua puluh miliar enam puluh juta Rupiah) dengan harga saham
Rp1.000,- (Seribu Rupiah) per saham.
- Berdasarkan konfirmasi WRK dan WIKA, WRK tidak mengambil seluruh dari bagian porsi
kepemilikannya, sementara WIKA mengambil seluruh dari bagian porsi kepemilikannya
sebesar Rp8.024.000.000,- dalam bentuk debt to equity swap.
- Dengan demikian WINNER akan menerima tambahan setoran modal dari WIKA sebesar Rp
8.024.000.000,-.
- Nilai transaksi sebesar Rp 1.000,- per lembar saham WINNER.
Dengan demikian susunan pemegang saham WINNER sebelum dan setelah transaksi dengan
asumsi efektif per 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:
PT WIJAYA KARYA INDUSTRI ENERGI
Sebelum dilakukannya transaksi
Jumlah Saham Persentase Jumlah
No. Pemegang Saham
(Lembar) (%) (Rp)
1 PT Wijaya Karya Rekayasa Konstruksi 64.340.400 60,00% 64.340.400.000
2 PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 42.893.600 40,00% 42.893.600.000
Jumlah 107.234.000 100,00% 107.234.000.000
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk II-3
Page 19
PT WIJAYA KARYA INDUSTRI ENERGI
Setelah dilakukannya transaksi
Jumlah Saham Persentase Jumlah
No. Pemegang Saham
(Lembar) (%) (Rp)
1 PT Wijaya Karya Rekayasa Konstruksi 64.340.400 55,82% 64.340.400.000
2 PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 50.917.600 44,18% 50.917.600.000
Jumlah 115.258.000 100,00% 115.258.000.000
Dokumen transaksi yang ada masih berupa draft, pihak-pihak yang bertransaksi belum memiliki
perjanjian dan persyaratan tertulis yang telah disepakati dan mengikat.
2.7. Analisis Manfaat Dan Risiko Dari Transaksi
Manfaat transaksi adalah sebagai berikut:
• Dengan dilakukannya transaksi, WIKA dapat meningkatkan kepemilikan sahamnya secara
langsung kepada WINNER.
• Dengan dilakukannya transaksi, akan meningkatkan solvabilitas WINNER dan WINNER
dapat melakukan penghematan biaya bunga pinjaman kepada WIKA.
Risiko transaksi adalah sebagai berikut:
• Tidak tercapainya kinerja keuangan WINNER seperti yang diproyeksikan, sehingga target
yang direncanakan Perseroan tidak berjalan secara optimal sebagaimana yang
direncanakan.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk II-4
Page 20
BAB III
ANALISIS KUALITATIF
3.1. Riwayat Singkat Perusahaan Dan Kegiatan Usaha
Perseroan
a) Riwayat Singkat
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (Perseroan) didirikan pada tanggal 29 Maret 1961
berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 64 tahun 1961, dari perusahaan asing bernama
"Naamloze Vennotschap Technische Handel Maatschappij en Bouwbedijf Vis en Co.” yang
dinasionalisasi Pemerintah Republik Indonesia.
Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 40 tahun 1971, status Perusahaan berubah dari
Perusahaan Negara menjadi Perusahaan (Persero). Selanjutnya, Perusahaan dinamakan PT
Wijaya Karya (Persero) berdasarkan Akta Perusahaan Terbatas No. 110 tanggal 20 Desember
1972 dari Dian Paramita Tamzil, pengganti Djojo Muljadi, S.H., Notaris di Jakarta, dan
perubahan naskah pendirian Perseroan Terbatas dari Kartini Muljadi, S.H., Notaris di Jakarta
berdasarkan Akta No. 106 tanggal 17 April 1973. Akta tersebut telah disahkan oleh Menteri
Kehakiman Republik Indonesia pada tanggal 8 Mei 1973 dengan Surat Keputusan No.
Y.A.5/165/14 serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 76 tanggal 21
September 1973, tambahan Berita Negara No. 683.
Anggaran Dasar telah mengalami beberapa kali perubahan dan terakhir kali diubah dengan
Akta No. 4 tanggal 5 Agustus 2022 dibuat di hadapan Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta
dan telah mendapat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan dari Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-AH.01.09-0042229 tahun 2022.
b) Kegiatan Usaha
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, maksud dan tujuan Perusahaan adalah
berusaha dalam industri konstruksi, industri pabrikasi, jasa penyewaan, jasa keagenan,
investasi, agro industri, industri energi, energi terbarukan dan energi konversi,
penyelenggaraan perkeretaapian, penyelenggaraan pelabuhan, penyelenggaraan
kebandarudaraan, logistik, perdagangan, engineering procurement construction,
pengembangan dan pengelolaan kawasan, layanan peningkatan kemampuan dibidang jasa
konstruksi, teknologi informasi, jasa enjinering dan perencanaan, investasi dan pengelolaan
usaha dibidang prasarana dan sarana dasar (infrastruktur) untuk menghasilkan barang dan/
atau jasa.
c) Susunan Pemegang Saham
Susunan Pemegang saham Perseroan berdasarkan laporan keuangan audit tahun 2023
adalah sebagai berikut:
Jumlah Saham Persentase Jumlah
No. Pemegang Saham
(Lembar) (%) (Rp)
Saham Preferen (Seri A Dwiwarna)
1 1 0,000% 100
Pemerintah Republik Indonesia
Saham Biasa (Seri B)
2 5.834.849.999 65,049% 583.484.999.900
Pemerintah Republik Indonesia
3 Agung Budi Waskito (Dirut) 184.200 0,002% 18.420.000
4 Masyarakat 3.134.917.172 34,949% 313.491.717.200
Jumlah 8.969.951.372 100,00% 896.995.137.200
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk III-1
Page 21
d) Susunan Pengurus
Susunan pengurus Perseroan berdasarkan laporan keuangan audit tahun 2023 adalah
sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Jarot Widyoko
Komisaris : Firdaus Ali
Komisaris : Satya Bhakti Parikesit
Komisaris : Harris Arthur Hedar
Komisaris Independen : Adityawarman
Komisaris Independen : Suryo Hapsoro Tri Utomo
Komisaris Independen : Rusmanto
Direksi
Direktur Utama : Agung Budi Waskito
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko : Adityo Kusumo
Direktur Operasi I : Hananto Aji
Direktur Operasi II : Harum Akhmad Zuhdi
Direktur Operasi III : Rudy Hartono
Direktur Quality, Health, Safety and Environtment : Ayu Widya Kiswari
Direktur Human Capital dan Pengembangan : Hadjar Seti Adji
PT Wijaya Karya Industri Energi
a) Riwayat Singkat
PT Wijaya Karya Industri Energi (WINNER) didirikan berdasarkan akta No. 32 tanggal 18 Juni
2010 dari Notaris Ryan Bayu Candra S.H., MKn. Akta Pendirian ini telah memeroleh
pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat
Keputusan No. AHU-32045.AH.01.01/2010 tanggal 24 Juni 2010. Perubahan nama
Perusahaan dari PT Wijaya Karya Intrade Energi menjadi PT Wijaya Karya Industri Energi
berdasarkan Akta Notaris No. 35 tanggal 20 Mei 2013 dari Notaris M. Nova Faisal, S.H., M.Kn.
Akta perubahan terakhir WINNER berdasarkan Akta Notaris Ryan Bayu Candra, SH., M.Kn.
No. 33 tanggal 11 April 2022, mengenai perubahan anggaran dasar WINNER. Perubahan
Anggaran Dasar ini telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No. AHU-0030881.AH.01.02.TAHUN 2022
Tanggal 27 April 2022.
b) Kegiatan Usaha
Sesuai dengan anggaran dasar WINNER, maksud dan tujuan WINNER adalah berusaha dalam
bidang industri pengolahan, konstruksi, pengadaan listrik, gas, uap/air panas dan udara
dingin, perdagangan dan aktivitas perusahaan holding.
c) Susunan Pemegang Saham
Susunan Pemegang saham WINNER berdasarkan laporan keuangan (audited) periode 31
Desember 2023 adalah sebagai berikut:
Jumlah Saham Persentase Jumlah
No. Pemegang Saham
(Lembar) (%) (Rp)
1 PT Wijaya Karya Rekayasa Konstruksi 64.340.400 60,00% 64.340.400.000
2 PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 42.893.600 40,00% 42.893.600.000
Jumlah 107.234.000 100,00% 107.234.000.000
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk III-2
Page 22
d) Susunan Pengurus
Susunan pengurus WINNER berdasarkan laporan keuangan (audited) periode 31 Desember
2023 adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Baju Wibisono
Komisaris : Atut Meilaksono
Direksi
Direktur Utama : Anung Caksono Adi
Direktur Keuangan, Human Capital ,
: Krismantoro
dan Manajemen Risiko
3.2. Analisis Industri dan Lingkungan
3.2.1. Tinjauan Makro Ekonomi
PDB Menurut Lapangan Usaha
Pertumbuhan Ekonomi Tahun 2023 (c-to-c)
Ekonomi Indonesia tahun 2023 tumbuh sebesar 5,05%. Pertumbuhan terjadi pada seluruh
lapangan usaha. Lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah Transportasi
dan Pergudangan sebesar 13,96%; diikuti Jasa Lainnya sebesar 10,52%; dan Penyediaan
Akomodasi dan Makan Minum sebesar 10,01%. Sementara itu, Industri Pengolahan yang
memiliki peran dominan tumbuh 4,64%. Sedangkan Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan serta
Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor masing-masing tumbuh
sebesar 1,30% dan 4,85%.
Gambar 1. Pertumbuhan PDB Beberapa Lapangan Usaha (c-to-c) (%)
Sumber: Badan Pusat Statistik
Struktur PDB Indonesia menurut lapangan usaha atas dasar harga berlaku tahun 2023 tidak
menunjukkan perubahan berarti. Perekonomian Indonesia masih didominasi oleh Lapangan
Usaha Industri Pengolahan sebesar 18,67%; diikuti oleh Perdagangan Besar dan Eceran;
Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar 12,94%; Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan
sebesar 12,53%; Pertambangan dan Penggalian sebesar 10,52%; serta Konstruksi sebesar
9,92%. Peranan kelima lapangan usaha tersebut dalam perekonomian Indonesia mencapai
64,58%.
Pertumbuhan Ekonomi Triwulan IV-2023 Terhadap Triwulan IV-2022 (y-on-y)
Ekonomi Indonesia triwulan IV-2023 terhadap triwulan IV-2022 (y-on-y) tumbuh sebesar 5,04%.
Pertumbuhan terjadi pada seluruh lapangan usaha. Lapangan usaha yang tumbuh signifikan
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk III-3
Page 23
adalah Transportasi dan Pergudangan sebesar 10,33%; diikuti Jasa Lainnya sebesar 10,15%; dan
Pengadaan Listrik dan Gas sebesar 8,68%. Sebagai lapangan usaha yang memiliki peran
dominan, Industri Pengolahan tumbuh sebesar 4,07%. Sedangkan Pertanian, Kehutanan, dan
Perikanan serta Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor masing-
masing tumbuh sebesar 1,12% dan 4,09%.
Gambar 2. Pertumbuhan PDB Beberapa Lapangan Usaha (y-on-y) (%)
Sumber: Badan Pusat Statistik
Pertumbuhan Ekonomi Triwulan IV-2023 Terhadap Triwulan III-2023 (q-to-q)
Ekonomi Indonesia pada triwulan IV-2023 tumbuh sebesar 0,45% (q-to-q) dibanding triwulan
III-2023. Hampir seluruh lapangan usaha tumbuh positif. Lapangan Usaha Administrasi
Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib tumbuh signifikan sebesar 19,81%; diikuti
Jasa Pendidikan sebesar 14,46%; serta Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial sebesar 8,66%.
Industri Pengolahan yang memiliki peran dominan tumbuh 0,51%. Sementara untuk Pertanian,
Kehutanan, dan Perikanan serta Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda
Motor masing-masing mengalami kontraksi sebesar 17,70% dan 0,27%.
Gambar 3. Pertumbuhan PDB Beberapa Lapangan Usaha (q-to-q) (%)
Sumber: Badan Pusat Statistik
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk III-4
Page 24
PDB Menurut Pengeluaran
Pertumbuhan Ekonomi Tahun 2023 (c-to-c)
Ekonomi Indonesia tahun 2023 tumbuh sebesar 5,05%. Pertumbuhan terjadi pada semua
Komponen Pengeluaran. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada Komponen PK-LNPRT sebesar
9,83%; diikuti Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT) sebesar 4,82%;
Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 4,40%; Komponen PK-P sebesar
2,95%; dan Komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar 1,32%. Sementara itu, Komponen Impor
Barang dan Jasa (yang merupakan faktor pengurang dalam PDB menurut Pengeluaran)
terkontraksi sebesar 1,65%.
Gambar 4. Pertumbuhan PDB Beberapa Komponen Pengeluaran (c-to-c) (%)
Sumber: Badan Pusat Statistik
Struktur PDB Indonesia menurut pengeluaran atas dasar harga berlaku tahun 2023 tidak
menunjukkan perubahan yang berarti. Perekonomian Indonesia masih didominasi oleh
Komponen PK-RT yang mencakup lebih dari separuh PDB Indonesia yaitu sebesar 53,18%;
diikuti oleh komponen PMTB sebesar 29,33%; Komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar
21,75%; Komponen PK-P sebesar 7,45%; Komponen PK-LNPRT sebesar 1,25%; dan Komponen
Perubahan Inventori sebesar 1,19%. Sementara itu, Komponen Impor Barang dan Jasa memiliki
peran sebesar 19,57%.
Pertumbuhan Ekonomi Triwulan IV-2023 Terhadap Triwulan IV-2022 (y-on-y)
Ekonomi Indonesia triwulan IV-2023 terhadap triwulan IV-2022 tumbuh sebesar 5,04% (y-on-y).
Pertumbuhan tertinggi terjadi pada Komponen PK-LNPRT sebesar 18,11%; diikuti Komponen
PMTB sebesar 5,02%; Komponen PK-RT sebesar 4,47%; Komponen PK-P sebesar 2,81%; serta
Komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar 1,64%. Sementara itu, Komponen Impor Barang dan
Jasa terkontraksi sebesar 0,15%.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk III-5
Page 25
Gambar 5. Pertumbuhan PDB Beberapa Komponen Pengeluaran (y-on-y) (%)
Sumber: Badan Pusat Statistik
Pertumbuhan Ekonomi Triwulan IV-2023 Terhadap Triwulan III-2023 (q-to-q)
Ekonomi Indonesia pada triwulan IV-2023 dibanding triwulan III-2023 (q-to-q) tumbuh sebesar
0,45%. Pertumbuhan terjadi pada semua Komponen Pengeluaran. Pertumbuhan tertinggi
dicapai oleh Komponen PK-P sebesar 39,13%; diikuti oleh Komponen PK-LNPRT; Komponen
Ekspor Barang dan Jasa; dan Komponen PMTB yang masing-masing tumbuh sebesar 11,75%;
5,75%; dan 2,57%. Sementara itu, Komponen Impor Barang dan Jasa tumbuh sebesar 4,31%.
Gambar 6. Pertumbuhan PDB Beberapa Komponen Pengeluaran (q-to-q) (%)
Sumber: Badan Pusat Statistik
3.2.2. Perkembangan Industri
Perkembangan Industri Konstruksi
Pertumbuhan ekonomi nasional pada Triwulan IV-2023 mencapai 5,04% (year on year/yoy),
atau lebih tinggi ketimbang Triwulan III-2023 sebesar 4,94% (yoy). Pembangunan infrastruktur
merupakan mobil penggerak pembangunan nasional. Keberadaan infrastruktur yang memadai
akan berkontribusi pada kelancaran produksi maupun distribusi barang dan jasa yang dapat
meningkatkan pertumbuhan ekonomi negara dan meningkatkan pemerataan ekonomi di
wilayah-wilayah. Pembangunan infrastruktur merupakan bagian integral dari pembangunan
kelembagaan dan perekonomian yang bertumpu pada peningkatan produktivitas.
Saat ini, pemerintah berfokus pada meningkatkan investasi, baik investasi publik maupun
swasta, guna menaikkan ekspansi ekonomi Indonesia. Khususnya investasi di bidang
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk III-6
Page 26
infrastruktur dalam rangka peningkatan konektivitas di seluruh Indonesia. Pembangunan
infrastruktur di Indonesia menjadi salah satu faktor meningkatnya peran sektor konstruksi
terhadap perekonomian Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari besarnya kontribusi sektor
konstruksi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 9,86 % pada triwulan III/2023.
Adapun sepanjang kuartal IV-2023, sektor konstruksi tumbuh kencang melampaui kinerja
pertumbuhan pada periode yang sama tahun lalu. Di sisi lain, kinerja pertumbuhan real estat
cenderung stagnan.
Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan sektor konstruksi tumbuh 7,68%
secara tahunan atau (year on year/yoy) pada kuartal IV-2023, dengan kontribusi terhadap total
produk domestik bruto (PDB) 10,49%. Laju pertumbuhan sektor konstruksi tercatat jauh lebih
kencang dibandingkan realisasi pada kuartal III-2023 yang hanya menapai 6,39% yoy.
Kontribusinya terhadap PDB saat itu pun hanya sebesar 9,86%. Hal ini dipengaruhi oleh
pembangunan infrastruktur seperti jalan, jembatan, dan kemudian pembangunan jalan tol, dan
beberapa pembangunan rumah. Sementara itu, untuk real estat, tumbuhnya hanya 2,18%
dengan sumbangannya terhadap PDB hanya 2,41% yoy pada kuartal IV-2023. Pada kuartal III-
2023, sektor real estat mampu mencatatkan pertumbuhan 2,21% dengan kontribusi ke PDB
2,40%. Sepanjang tahun 2023 atau secara kumulatif (cumulative to cumulative/ctc),
pertumbuhan sektor konstruksi sebesar 4,91% dengan kontribusi sebesar 9,92% dalam struktur
PDB menurut lapangan usaha. Sedangkan real estat tumbuh 1,43% dengan distribusi 2,42%.
Indikator penting yang menunjukkan fluktuasi konstruksi di Indonesia adalah Indeks Nilai
Konstruksi yang Diselesaikan. Indeks ini menggambarkan perkembangan realisasi fisik pekerjaan
konstruksi yang diselesaikan dalam satu triwulan pada suatu wilayah. Indeks nilai konstruksi
yang diselesaikan sebesar 154,60 pada triwulan IV tahun 2022 dan 168,22 pada triwulan IV
tahun 2023. Hal ini menunjukkan bahwa nilai konstruksi yang diselesaikan pada triwulan IV
tahun 2023 tumbuh sebesar 8,81% dibanding triwulan yang sama tahun 2022 (y-on-y). Jika
dibandingkan dengan triwulan sebelumnya (q-to-q), nilai konstruksi yang diselesaikan
meningkat sebesar 4,61%. Angka pertumbuhan ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan
pertumbuhan q-to-q pada triwulan IV tahun 2022 yang hanya tumbuh sebesar 4,21%.
Gambar 1. Indeks dan Pertumbuhan (q-to-q) Nilai Konstruksi yang Diselesaikan Triwulanan
Sumber: Badan Pusat Statistik
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk III-7
Page 27
3.1.1. Analisis Operasional Dan Prospek Perusahaan
Ditinjau dari segi kinerja keuangan tahun 2023, terjadi kenaikan pendapatan Perseroan sebesar
4,89% dari semula pada tahun 2022 dan laba kotor mengalami penurunan -12,63% dan laba
bersih mengalami penurunan -62.266,44%. Dari sisi aset dan ekuitas, Perseroan mengalami
penurunan aset pada tahun 2023 sebesar -12,11%, dan ekuitas Perseroan juga menurun -
45,28%.
Tahun 2024 akan diwarnai oleh tantangan global yang signifikan. Proyeksi Dana Moneter
Internasional (IMF) menyebutkan pertumbuhan ekonomi global akan melambat menjadi 2,9%,
dipicu oleh perang di Ukraina, inflasi tinggi, dan kenaikan suku bunga. IMF memperkirakan inflasi
global akan mencapai 6,5% pada tahun 2023, turun dari 8,8% pada tahun 2022. Namun, inflasi
masih diperkirakan akan tetap tinggi pada tahun 2024, sebesar 4,1%. Selain itu, IMF
memperkirakan suku bunga kebijakan global akan mencapai 5,2% pada tahun 2024, naik dari
3,5% pada tahun 2022. Di sisi lain, menurut laporan Prospek Ekonomi Global (GEP) yang
diterbitkan oleh Bank Dunia pada Januari 2024, ekonomi global diperkirakan akan mengalami
perlambatan pertumbuhan dari 2,6% pada tahun 2023 menjadi 2,4% pada tahun 2024 yang
merupakan perlambatan ketiga kalinya secara berturut-turut
Terlepas dari tantangan global ini, pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksikan akan
meningkat, memposisikan dirinya di antara negara-negara G20 dan ASEAN. Tahun 2024 memiliki
arti khusus karena Pemilihan Legislatif dan Presiden Indonesia, yang diperkirakan akan
berdampak pada pertumbuhan ekonomi. Tahun 2024, Pemerintah juga tetap memprioritaskan
proyek infrastruktur mengingat proyek infrastruktur memainkan peran penting dan
berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan
pembangunan infrastruktur. Maka dari itu, arsitektur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara
(APBN) 2024 juga diarahkan untuk mendukung hal tersebut. Belanja negara dalam APBN 2024
tercatat Rp3.325,1 triliun. Sementara, alokasi anggaran infrastruktur dalam APBN 2024 sebesar
Rp422,7 triliun. Nilai ini naik 5,8% dari proyeksi realisasi anggaran infrastruktur 2023 sebesar
Rp399,6 triliun.
Prospek pasar yang positif diharapkan dapat melukiskan gambaran optimis industri konstruksi
Indonesia di tahun mendatang, menanamkan kepercayaan di antara para pemangku
kepentingan pelaku industri dalam negeri. Untuk menyikapi agenda infrastruktur pada 2024
yang moderat disambut Perseroan dengan strategi yang tepat untuk mempercepat pemulihan
secara berkelanjutan.
Pertumbuhan ekonomi global yang masih dalam tren perlambatan pada tahun 2023 akan sedikit
membaik di tahun 2024. IMF memprediksi pertumbuhan ekonomi global melambat dari 3,5% di
tahun 2022 menjadi 3,0% di tahun 2023, dan tetap stabil hingga tahun 2024. Sejalan dengan
pertumbuhan ekonomi, pertumbuhan volume perdagangan global yang telah tumbuh sebesar
5,2% (yoy) pada tahun 2022 akan melambat di tahun 2023 ke level 2,0% (yoy) dan rebound ke
level 3,7% (yoy) di tahun 2024. Negara berkembang diharapkan menjadi penopang utama
pemulihan ekonomi global tahun 2024 di tengah prospek ekonomi negara maju yang masih
lemah. Sementara itu, inflasi global yang di tahun 2023 diproyeksikan menyentuh 6,8% akan
mereda di tahun 2024 ke sekitar 5,2%.
Tren moderasi inflasi dan berkurangnya agresivitas pengetatan moneter memberi ruang bagi
pemulihan global di tahun 2024. Tekanan inflasi global yang sudah mereda sejak tahun 2023
akan terus melanjutkan moderasi hingga tahun 2024. Namun demikian, inflasi yang persisten
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk III-8
Page 28
tinggi di atas target jangka menengah berpotensi masih terjadi di beberapa negara maju. Seiring
dengan tekanan inflasi global yang terus mereda, agresivitas pengetatan moneter di tahun 2024
akan mereda dan pelonggaran diperkirakan akan dilakukan oleh beberapa negara utama,
termasuk AS. Dalam dot plot terkini The Fed (Juni 2023), terindikasi suku bunga acuan Fed Funds
Rate (FFR) akan turun ke level 4,50% di akhir tahun 2024. Meskipun demikian, tingkat suku
bunga acuan tersebut relatif masih tinggi dan akan bertahan tinggi (higher for longer) dalam
beberapa periode ke depan akibat inflasi yang masih di atas target. Di sisi fiskal, berbagai negara
utama terus berupaya untuk memberikan daya dukung bagi perekonomian. Kebijakan fiskal
yang sangat akomodatif terus diimplementasikan Tiongkok khususnya untuk pemulihan sektor
properti, sementara dukungan fiskal di negara AS dan Eropa cenderung lebih terbatas akibat
menyempitnya ruang fiskal dan tekanan inflasi yang masih tinggi.
Prospek perekonomian global masih dibayangi berbagai tantangan yang berat. Meskipun
pandemi Covid-19 sudah mereda, namun scarring effect yang ditimbulkan belum sepenuhnya
teratasi, termasuk tekanan inflasi yang masih tinggi akibat disrupsi rantai pasok dan juga konflik
Rusia – Ukraina yang belum usai. Tingginya tekanan inflasi telah mendorong pengetatan
kebijakan moneter di banyak negara, terutama di negara maju, yang berakibat pada ketatnya
likuiditas dan meningkatnya volatilitas di sektor keuangan global. Berbagai tantangan
menyebabkan semakin kompleksnya respons kebijakan yang harus dilakukan di banyak negara,
yang berpotensi disruptif dan mengancam prospek pemulihan ekonomi global. Tantangan
tersebut juga bisa berdampak negatif bagi arus investasi asing yang masuk ke Indonesia, tingkat
harga dan suku bunga, serta kinerja ekonomi domestik.
Dengan memperhatikan arah dan strategi kebijakan fiskal tahun 2024 yang didesain untuk
mendorong reformasi struktural dalam rangka percepatan transformasi ekonomi yang inklusif
dan berkelanjutan dengan tetap memperhatikan pembiayaan anggaran yang inovatif, prudent
dan sustainable, defisit anggaran diperkirakan akan berada pada tingkat 2,29 persen terhadap
PDB atau lebih rendah dari outlook 2023.
Pada tahun 2024, anggaran infrastruktur difokuskan mendukung transformasi ekonomi untuk
pemerataan pembangunan, dengan arah kebijakan yaitu:
a. Mempercepat pembangunan infrastruktur penggerak ekonomi (konektivitas dan
transportasi, energi dan ketenagalistrikan, dan pangan);
b. Memprioritaskan penyediaan infrastruktur pelayanan dasar dan proyek-proyek.
c. Mendukung percepatan penyelesaian pembangunan Ibu Kota Nusantara (“IKN”) secara
bertahap dan berkelanjutan;
d. Melakukan pemerataan dan penguatan akses Teknologi Informasi dan Komunikasi (“TIK”)
yang mendukung transformasi digital; dan
e. Mendorong pemberdayaan partisipasi badan usaha melalui skema Kerja Sama Pemerintah
dengan Badan Usaha (“KPBU”) dalam pembangunan infrastruktur.
Berdasarkan hal tersebut diatas Perseroan masih berusaha dalam menjaga operasi bisnisnya
sekalipun dihadapkan pada sejumlah tantangan sepanjang tahun 2023. Catatan itu didukung
oleh penjualan Perseroan yang diperoleh sebesar Rp22,53 triliun yang mayoritasnya
disumbangkan oleh proyek infrastruktur dan gedung. Kontribusi lainnya berasal dari proyek
energi dan industrial plant, sektor industri, serta realty dan properti. Sampai dengan Desember
2023, Perseroan mendapatkan kontrak baru sebesar Rp29,25 triliun sehingga total kontrak
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk III-9
Page 29
dihadapi sampai dengan Desember 2023 yaitu sebesar Rp73,90 triliun. Kontrak baru yang
berhasil didapatkan di antaranya adalah LPG Refrigated Jawa Timur Tahap 2 sebesar Rp3,58
triliun, Tol Japek Selatan Seksi II sebesar Rp1,62 triliun, Bendungan Cijurey sebesar Rp725 miliar
dan proyek lainnya. Perseroan juga tengah fokus mengoptimalkan pemanfaatan teknologi
digital. Saat ini, proses digitalisasi yang berlangsung di Perseroan telah mengubah secara
signifikan cara kerja dari sisi perencanaan, proses pembangunan sampai pada monitoring dan
evaluasi kinerja operasi dan keuangan proyek secara real time dan efektif.
Untuk mengurangi tekanan utang berbunga yang membebani kinerja sekaligus memastikan
kecukupan dana modal kerja operasi, di tahun 2023 Perseroan berinisiatif untuk melakukan
restrukturisasi pinjaman perbankan di WIKA Induk. Skema penyelesaian utang melalui
restrukturisasi telah disampaikan dan dikomunikasikan kepada kreditur yang terdiri dari Bank
dan Institusi Keuangan, yaitu dengan mengajukan amandemen dan pemanjangan tenor utang
yang direstrukturisasi serta penurunan tingkat suku bunga selama periode restrukturisasi.
Dalam rangka mendukung pertumbuhan Perusahaan, WIKA memiliki beberapa strategi antara
lain restrukturisasi keuangan, perbaikan tata kelola dan manajemen risiko, percepatan
penagihan piutang bermasalah, asset recycling, perbaikan Portofolio Orderbook, penurunan
operating expense, penurunan saldo pinjaman talangan supplier, serta penguatan struktur
permodalan.
3.3. Alasan Dilakukannya Transaksi
Alasan dilakukannya transaksi antara lain adalah:
− Dengan dilakukannya transaksi, WIKA dapat membantu WINNER untuk meningkatkan
solvabilitasnya sehingga akan meningkatkan kepercayaan dari perbankan atau lembaga
keuangan lainnya.
3.4. Keuntungan Dan Kerugian Yang Bersifat Kualitatif Atas Transaksi Yang Akan Dilakukan
Keuntungan Perseroan yang bersifat kualitatif adalah Perseroan sebagai induk WINNER dapat
membantu memperbaiki kemampuan keuangan WINNER sehingga Perseroan dapat memperoleh
reputasi sebagai induk perusahaan yang profesional dalam mengelola group Perseroan.
Kerugian Perseroan yang bersifat kualitatif atas transaksi yang dilakukan tidak ada.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk III-10
Page 30
BAB IV
ANALISIS KUANTITATIF
4.1. Penilaian Atas Potensi Pendapatan, Aset, Kewajiban dan Kondisi Keuangan
4.1.1. Penilaian Kinerja Historis
Kinerja historis diperoleh dari laporan keuangan WIKA periode 31 Desember 2019 – 2023
(audited) dan periode 31 Desember 2023 (audited) oleh KAP Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar
& Rekan.
Laporan Laba Rugi
PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
Laba Rugi (Rp.Juta)
Tahun
Uraian
2019 2020 2021 2022 2023
PENDAPATAN BERSIH 27.212.914 16.536.382 17.809.718 21.480.792 22.530.356
BEBAN POKOK PENDAPATAN (23.732.835) (15.011.596) (16.115.148) (19.278.402) (20.668.209)
LABA KOTOR 3.480.079 1.524.785 1.694.570 2.202.390 1.862.146
Beban usaha
Umum dan administrasi (917.358) (883.293) (779.834) (722.177) (973.998)
Penjualan (13.185) (11.276) (8.579) (4.762) (10.271)
LABA (RUGI) USAHA 2.549.536 630.216 906.156 1.475.451 877.878
Pendapatan lain-lain 1.182.571 3.067.647 1.471.688 1.557.288 697.835
Beban lain-lain (37.712) (2.233.922) (1.254.860) (1.317.587) (5.404.164)
Beban keuangan (884.252) (1.221.502) (1.157.284) (1.371.878) (3.206.109)
Beban pajak penghasilan final (696.178) (400.877) (412.524) (374.564) (500.558)
Bagian rugi entitas asosiasi (263.821) (3.459) (28.886) (99.355) (91.144)
Bagian laba entitas ventura bersama 939.112 472.172 672.373 306.726 (139.283)
LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK 2.789.256 310.276 196.664 176.081 (7.765.545)
PAJAK (168.241) 12.067 17.760 (163.494) (58.994)
LABA (RUGI) BERSIH 2.621.015 322.343 214.425 12.586 (7.824.539)
Penghasilan Komprehensif Lain (93.096) (20.775) 22.375 5.284 (74.396)
LABA KOMPREHENSIF 2.527.919 301.567 236.800 17.871 (7.898.935)
Rata-rata
Rasio Profitabilitas
2019-2023
Margin Laba Kotor 10,01% 12,79% 9,22% 9,51% 10,25% 8,27%
Margin Laba Usaha 5,81% 9,37% 3,81% 5,09% 6,87% 3,90%
Margin Laba Sebelum Pajak -4,08% 10,25% 1,88% 1,10% 0,82% -34,47%
Margin Laba Bersih -4,38% 9,63% 1,95% 1,20% 0,06% -34,73%
Sumber : Laporan Keuangan tahun 2019 – 2023 (audited)
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk IV-1
Page 31
Laporan laba rugi yang telah disesuaikan pencatatannya yang meliputi EBITDA adalah sebagai
berikut:
PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
Laba Rugi Penyesuaian (Rp.Juta)
Tahun
Uraian
2019 2020 2021 2022 2023
PENDAPATAN BERSIH 27.212.914 16.536.382 17.809.718 21.480.792 22.530.356
BEBAN POKOK PENDAPATAN (23.212.681) (14.496.897) (14.889.974) (18.787.282) (20.177.090)
LABA KOTOR 4.000.233 2.039.485 2.919.744 2.693.509 2.353.266
Beban usaha
Umum dan administrasi (917.358) (883.293) (779.834) (722.177) (973.998)
Penjualan (13.185) (11.276) (8.579) (4.762) (10.271)
EBITDA 3.069.690 1.144.916 2.131.331 1.966.570 1.368.997
Depresiasi (520.154) (514.699) (1.225.174) (491.120) (491.120)
EBIT 2.549.536 630.216 906.156 1.475.451 877.878
Pendapatan lain-lain 1.182.571 3.067.647 1.471.688 1.557.288 697.835
Beban lain-lain (37.712) (2.233.922) (1.254.860) (1.317.587) (5.404.164)
Beban keuangan (884.252) (1.221.502) (1.157.284) (1.371.878) (3.206.109)
Beban pajak penghasilan final (696.178) (400.877) (412.524) (374.564) (500.558)
Bagian rugi entitas asosiasi (263.821) (3.459) (28.886) (99.355) (91.144)
Bagian laba entitas ventura bersama 939.112 472.172 672.373 306.726 (139.283)
EBT 2.789.256 310.276 196.664 176.081 (7.765.545)
PAJAK (168.241) 12.067 17.760 (163.494) (58.994)
LABA BERSIH (EAT) 2.621.015 322.343 214.425 12.586 (7.824.539)
Rata-rata
Rasio Profitabilitas
2019-2023
EBITDA/Sales 9,08% 11,28% 6,92% 11,97% 9,16% 6,08%
EBIT/Sales 5,81% 9,37% 3,81% 5,09% 6,87% 3,90%
EBT/Sales -4,08% 10,25% 1,88% 1,10% 0,82% -34,47%
EAT/Sales -4,38% 9,63% 1,95% 1,20% 0,06% -34,73%
Analisis vertikal laporan laba rugi penyesuaian adalah sebagai berikut:
Analisis Vertikal Laba Rugi Penyesuaian
Tahun
Rata-rata
Uraian
2019 2020 2021 2022 2023 2019-2023
PENDAPATAN BERSIH 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
BEBAN POKOK PENDAPATAN -85,30% -87,67% -83,61% -87,46% -89,56% -86,72%
LABA KOTOR 14,70% 12,33% 16,39% 12,54% 10,44% 13,28%
Beban usaha
Umum dan administrasi -3,37% -5,34% -4,38% -3,36% -4,32% -4,16%
Penjualan -0,05% -0,07% -0,05% -0,02% -0,05% -0,05%
EBITDA 11,28% 6,92% 11,97% 9,16% 6,08% 9,08%
Depresiasi -1,91% -3,11% -6,88% -2,29% -2,18% -3,27%
EBIT 9,37% 3,81% 5,09% 6,87% 3,90% 5,81%
Pendapatan lain-lain 4,35% 18,55% 8,26% 7,25% 3,10% 8,30%
Beban lain-lain -0,14% -13,51% -7,05% -6,13% -23,99% -10,16%
Beban keuangan -3,25% -7,39% -6,50% -6,39% -14,23% -7,55%
Beban pajak penghasilan final -2,56% -2,42% -2,32% -1,74% -2,22% -2,25%
Bagian rugi entitas asosiasi -0,97% -0,02% -0,16% -0,46% -0,40% -0,40%
Bagian laba entitas ventura bersama 3,45% 2,86% 3,78% 1,43% -0,62% 2,18%
EBT 10,25% 1,88% 1,10% 0,82% -34,47% -4,08%
PAJAK -0,62% 0,07% 0,10% -0,76% -0,26% -0,29%
LABA BERSIH (EAT) 9,63% 1,95% 1,20% 0,06% -34,73% -4,38%
Penghasilan Komprehensif Lain -0,34% -0,13% 0,13% 0,02% -0,33% -0,13%
LABA KOMPREHENSIF 9,29% 1,82% 1,33% 0,08% -35,06% -4,51%
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk IV-2
Page 32
Analisis horizontal laba rugi penyesuaian adalah sebagai berikut:
Analisis Horizontal Laba Rugi Penyesuaian
Tahun Rata-rata
Uraian
2019 2020 2021 2022 2023 2019-2023
PENDAPATAN BERSIH n/a -39,23% 7,70% 20,61% 4,89% -1,51%
BEBAN POKOK PENDAPATAN n/a -37,55% 2,71% 26,17% 7,40% -0,32%
LABA KOTOR n/a -49,02% 43,16% -7,75% -12,63% -6,56%
Beban usaha
Umum dan administrasi n/a -3,71% -11,71% -7,39% 34,87% 3,01%
Penjualan n/a -14,48% -23,91% -44,49% 115,67% 8,20%
EBITDA n/a -62,70% 86,16% -7,73% -30,39% -3,67%
Depresiasi n/a -1,05% 138,04% -59,91% 0,00% 19,27%
EBIT n/a -75,28% 43,78% 62,83% -40,50% -2,29%
Pendapatan lain-lain n/a 159,40% -52,03% 5,82% -55,19% 14,50%
Beban lain-lain n/a 5823,60% -43,83% 5,00% 310,16% 1523,73%
Beban keuangan n/a 38,14% -5,26% 18,54% 133,70% 46,28%
Beban pajak penghasilan final n/a -42,42% 2,91% -9,20% 33,64% -3,77%
Bagian rugi entitas asosiasi n/a -98,69% 735,10% 243,96% -8,26% 218,03%
Bagian laba entitas ventura bersama n/a -49,72% 42,40% -54,38% -145,41% -51,78%
EBT n/a -88,88% -36,62% -10,47% -4510,21% -1161,54%
PAJAK n/a -107,17% 47,18% -1020,56% -63,92% -286,12%
LABA BERSIH (EAT) n/a -87,70% -33,48% -94,13% -62266,44% -15620,44%
Penghasilan Komprehensif Lain n/a -77,68% -207,70% -76,38% -1507,83% -467,40%
LABA KOMPREHENSIF n/a -88,07% -21,48% -92,45% -44300,07% -11125,52%
Berdasarkan analisis horizontal laba rugi penyesuaian, pertumbuhan pendapatan bersih
Perseroan selama tahun 2019 – 2023 cenderung fluktuatif dengan rata-rata pertumbuhan
negatif sebesar -1,51%. Kemudian, berdasarkan analisis vertikal laba rugi penyesuaian, beban
pokok pendapatan cenderung berfluktuasi dari 85,30% terhadap pendapatan di tahun 2019
menjadi 89,56% pada tahun 2023.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk IV-3
Page 33
Laporan Posisi Keuangan
PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
Posisi Keuangan (Rp.Juta)
Tahun
Uraian
2019 2020 2021 2022 2023
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas 10.346.734 14.951.761 6.983.870 5.669.693 3.233.071
Piutang usaha 4.461.896 2.175.553 2.266.835 2.828.398 3.310.322
Piutang retensi 1.747.515 1.649.588 1.256.818 1.264.153 1.572.096
Tagihan bruto pemberi kerja 11.043.029 8.356.967 4.067.667 4.537.979 2.463.049
Persediaan 6.854.730 9.813.054 10.934.221 12.012.496 11.411.412
Piutang yang belum ditagih 2.155.277 2.301.754 2.214.485 1.316.134 754.219
Piutang lain-lain - bag. lancar 2.041.103 4.826.182 1.083.748 1.309.839 299.796
Uang muka - bag. lancar 995.191 862.323 773.692 1.095.052 879.097
Jaminan usaha 105.823 97.722 111.047 339.808 342.873
Aset keuangan - - - - -
Pajak dibayar dimuka 1.694.631 2.139.156 1.724.203 1.547.098 1.567.878
Biaya dibayar dimuka 889.544 806.886 929.061 1.280.008 965.398
Pekerjaan dalam proses - - 4.840.988 6.434.138 4.002.444
Jumlah Aset Lancar 42.335.472 47.980.946 37.186.634 39.634.795 30.801.656
Aset Tidak Lancar
Aset tetap
Nilai perolehan 7.213.672 7.727.439 12.614.919 12.579.010 12.821.067
Akumulasi penyusutan 2.059.138 2.556.883 3.782.057 4.273.176 4.705.367
Nilai buku 5.154.534 5.170.557 8.832.862 8.305.834 8.115.700
Piutang usaha - bag. tidak lancar - - - - -
Piutang lain-lain - bag. tidak lancar 2.716.989 - - - -
Piutang belum ditagih - bag. tidak lancar - - - - -
Uang muka - bag. tidak lancar 280.000 280.000 3.885.355 - -
Aset real estat 1.181.772 1.215.038 2.033.627 2.081.813 2.103.448
Investasi pada entitas asosiasi 1.257.123 1.709.108 1.864.824 2.059.784 1.854.701
Investasi pada ventura bersama 3.761.023 4.622.540 6.371.991 11.636.485 12.022.212
Properti investasi - neto 1.963.939 2.022.806 1.919.753 1.978.947 1.308.364
Aset kerjasama operasi - - 422.499 920.306 267.839
Goodwill 4.847 4.847 4.847 4.847 4.847
Investasi jangka panjang lainnya 583.456 781.391 1.044.858 1.010.545 1.029.675
Aset takberwujud 2.394.490 3.864.332 5.128.200 6.484.152 7.601.854
Aset pajak tangguhan 38.149 63.689 90.880 68.072 32.193
Aset lain-lain 439.054 393.931 599.463 884.027 838.747
Jumlah Aset Tidak Lancar 19.775.375 20.128.239 32.199.160 35.434.810 35.179.580
JUMLAH ASET 62.110.847 68.109.185 69.385.794 75.069.604 65.981.236
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas Jangka Pendek
Pinjaman jangka pendek 5.108.850 15.363.351 14.089.945 14.782.733 17.613.134
Utang usaha 12.762.368 14.241.491 12.824.151 12.816.199 9.339.844
Utang lain-lain 88.037 475.183 1.221.329 1.224.052 942.284
Kewajiban bruto pemberi kerja - - - - -
Utang pajak 404.838 329.076 409.939 367.499 757.471
Uang muka dari pelanggan jangka pendek 862.718 1.495.257 645.718 297.056 602.423
Beban akrual 9.743.758 6.503.697 5.776.223 5.731.970 5.399.695
Pendapatan diterima dimuka 300.036 111.220 93.115 196.106 294.179
Bagian jangka pendek dari:
Pinjaman jangka menengah 750.000 5.605.000 1.345.000 255.000 1.545.000
Liabilitas sewa 78.850 44.194 100.152 73.170 44.130
Pinjaman jangka panjang 250.000 - 463.998 391.546 189.334
Obligasi - - - - 1.066.000
Sukuk mudharabah - - - - 643.800
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 30.349.457 44.168.468 36.969.570 36.135.331 38.437.294
Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas imbalan paska kerja 243.213 180.733 219.811 163.441 269.871
Liabilitas pajak tangguhan 171.749 98.483 91.021 116.144 77.043
Uang muka dari pelanggan jangka panjang - - 317.844 448.831 239.959
Uang muka proyek jangka panjang 2.664.565 1.434.956 1.262.797 2.001.511 1.390.092
Utang lain-lain 573.881 304.164 124.514 129.491 108.252
Bagian jangka panjang dikurangi bagian
jangka pendek:
Pinjaman jangka menengah 7.351.873 1.789.410 545.000 1.545.000 235.000
Liabilitas sewa 166.955 116.620 248.981 178.933 110.643
Pinjaman jangka panjang 1.373.421 1.367.695 4.186.190 4.730.088 5.723.225
Utang ventura bersama - - 528.702 681.250 77.287
Obligasi - 1.491.232 5.706.287 8.664.562 7.602.943
Sukuk mudharabah - 500.000 1.750.000 2.781.815 2.138.015
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 12.545.657 7.283.292 14.981.147 21.441.067 17.972.329
JUMLAH LIABILITAS 42.895.114 51.451.760 51.950.717 57.576.398 56.409.623
Ekuitas
Modal saham 896.995 896.995 896.995 896.995 896.995
Modal saham diperoleh kembali - (110) (110) (110) (110)
Tambahan modal disetor 6.556.306 6.555.499 6.555.499 6.555.499 6.555.499
Perubahan ekuitas entitas anak 1.190.672 1.238.084 1.137.690 1.139.038 1.121.143
Saldo (defisit) laba 7.261.130 4.390.063 4.457.009 4.372.391 (2.823.649)
Surat berharga perpetual 597.600 597.600 - - -
Kepentingan non pengendali 2.713.030 2.979.294 4.387.995 4.529.394 3.821.735
Jumlah Ekuitas 19.215.733 16.657.425 17.435.078 17.493.206 9.571.613
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 62.110.847 68.109.185 69.385.794 75.069.604 65.981.236
Rata-rata
Rasio Likuiditas dan Solvabilitas
2019-2023
Current Ratio 107,71% 139,49% 108,63% 100,59% 109,68% 80,13%
Debt to Equity Ratio 349,71% 223,23% 308,88% 297,97% 329,14% 589,34%
Debt to Asset Ratio 76,33% 69,06% 75,54% 74,87% 76,70% 85,49%
Sumber : Laporan Keuangan tahun 2019 – 2023 (audited)
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk IV-4
Page 34
Laporan Arus Kas
PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
Laporan Arus Kas (Rp.Juta)
Tahun
Uraian
2019 2020 2021 2022 2023
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan kas dari pelanggan 25.418.730 19.238.418 13.865.691 22.163.558 23.763.968
Pembayaran kepada pemasok (21.756.257) (16.185.826) (15.610.594) (23.028.964) (24.598.626)
Pembayaran kepada direksi dan karyawan (1.659.168) (1.804.821) (1.571.681) (1.754.577) (1.649.915)
Penerimaan (pembayaran) pajak-pajak (501.990) (1.106.492) (762.103) (335.280) (562.392)
Penerimaan restitusi pajak - - 338.642 73.668 151.731
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) untuk Aktivitas Operasi 1.501.315 141.279 (3.740.044) (2.881.595) (2.895.234)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Penambahan aset takberwujud (1.680.166) (2.369.202) (1.266.288) (1.236.338) (1.221.363)
Pengembalian (penambahan) jaminan usaha (722) 8.101 (13.325) (228.761) (3.066)
Pembelian aset tetap (1.058.279) (652.239) (596.714) (176.469) (164.644)
Penjualan aset tetap - - - - 2.098
Penambahan properti investasi (16.891) (159.068) (1.887) - -
Penjualan aset kerjasama operasi - - - - 644.813
Penambahan aset kerjasama operasi - - (155.775) (112.957) -
Penempatan saham pada entitas asosiasi (381.595) (65.830) (82.651) (132.591) -
Penjualan saham pada entitas asosiasi 872.465 - 100.480 - -
Penambahan pinjaman jangka panjang kepada entitas asosiasi (635.951) (922.524) (18.798) (280.596) 80.422
Pengembalian setoran modal entitas asosiasi - - - - 50.000
Pengembalian (penambahan) investasi ventura bersama (1.008.745) (389.345) (548.376) 278.854 (645.561)
Penjualan saham pada investasi lainnya - - - 239.087 -
Penambahan uang muka investasi (97.222) (111.190) - (1.503.624) (10.000)
Penjualan saham pada entitas anak 192.000 -
Pengembalian (penambahan) aset lain-lain (300.709) 36.391 (26.351) 11.147 (11.936)
Penambahan aset real estat (949.989) (154.293) - - -
Penambahan tanah untuk pengembangan - - (813.745) (91.202) (74.669)
Penambahan tanah yang sedang dikembangkan (200.908) (292.546) (329.368) (124.738) -
Penerimaan bunga 216.028 173.807 107.023 1.310.226 34.360
Penambahan investasi lainnya (24.188) (161.642) (65.273) (111.079) (16.500)
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) untuk Aktivitas Investasi (5.266.871) (5.059.580) (3.711.048) (1.967.043) (1.336.045)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Pinjaman jangka pendek
Penerimaan pinjaman 20.535.469 23.839.153 - 692.788 3.007.314
Pembayaran pinjaman (19.626.651) (13.584.652) (1.273.405) - -
Pinjaman jangka menengah
Penerimaan pinjaman 2.000.000 - - - -
Pembayaran pinjaman (250.000) (750.000) (5.599.410) (90.000) (20.000)
Pinjaman Jangka panjang
Penerimaan pinjaman 1.002.115 243.111 3.270.377 827.859 951.718
Pembayaran pinjaman (2.181.974) (498.837) (440.455) (356.412) (337.707)
Pinjaman jangka panjang
Penerimaan obligasi - 1.500.000 4.250.000 2.954.880 -
Pembayaran liabilitas sewa (5.123) (84.992) (95.167) (97.030) (97.331)
Pembayaran utang sewa pembiayaan - - - - -
Penerimaan sukuk mudharabah - 500.000 1.250.000 1.031.815 -
Pembayaran biaya emisi obligasi - (8.768) (38.161) (36.958) -
Pembayaran biaya sukuk mudharabah - (2.923) (14.437) (11.803) -
Penerimaan surat berharga perpetual - - (600.000) - -
Penjualan modal saham diperoleh kembali 10.858 - - - -
Penambahan saham entitas anak 67.612 159.845 - - -
Pembayaran dividen perusahaan (346.052) (457.008) - - -
Pembayaran dividen entitas anak (103.946) (91.562) (21.720) (16.057) (22.649)
Pembayaran bunga perpetual (63.000) (63.000) (63.000) - -
Setoran modal dari entitas non pengendali - - 8.600 - -
Modal saham diperoleh kembali - (918) - - -
Pembayaran bunga pinjaman (884.252) (1.221.502) (1.157.284) (1.371.878) (1.675.221)
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) untuk Aktivitas Pendanaan 155.057 9.477.948 (524.062) 3.527.203 1.806.126
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS & SETARA KAS (3.610.499) 4.559.647 (7.975.154) (1.321.435) (2.425.153)
KAS & SETARA KAS AWAL TAHUN 13.973.766 10.346.734 14.951.761 6.983.870 5.669.693
Pengaruh perubahan kurs mata uang asing (16.533) 45.380 7.262 7.259 (11.469)
KAS & SETARA KAS AKHIR TAHUN 10.346.734 14.951.761 6.983.870 5.669.693 3.233.071
Sumber : Laporan Keuangan tahun 2019 – 2023 (audited)
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk IV-5
Page 35
Pendapatan
Komposisi pendapatan berdasarkan segmen pendapatan dalam tahun 2019 – 2023 adalah
sebagai berikut:
PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
Komposisi Pendapatan Berdasarkan Segmen Pendapatan
Tahun Rata-rata
Uraian
2019 2020 2021 2022 2023 2019-2023
Komposisi Pendapatan
(%)
Infrastruktur dan Gedung 64,62% 51,36% 52,95% 50,24% 52,63% 54,36%
Industri Beton 15,71% 30,61% 25,83% 26,49% 22,27% 24,18%
Energi dan Industrial Plant 14,37% 14,81% 18,61% 18,04% 18,20% 16,81%
Hotel 0,00% 0,00% 1,28% 3,30% 3,86% 1,69%
Realty dan Properti 5,29% 3,22% 1,29% 1,05% 2,66% 2,70%
Investasi 0,00% 0,00% 0,04% 0,89% 0,37% 0,26%
Jumlah 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
(Rp.Juta)
Infrastruktur dan Gedung 17.585.246 8.492.522 9.430.244 10.792.249 11.857.978
Industri Beton 4.276.293 5.061.921 4.601.080 5.689.399 5.017.322
Energi dan Industrial Plant 3.911.782 2.448.889 3.313.902 3.875.611 4.101.581
Hotel - - 228.179 708.176 869.199
Realty dan Properti 1.439.594 533.049 229.717 224.896 600.410
Investasi - - 6.597 190.460 83.865
Jumlah 27.212.914 16.536.382 17.809.718 21.480.792 22.530.356
Komposisi pendapatan Perseroan terdiri atas penjualan emas, perak dan tembaga katoda serta
lain-lain. Selama tahun 2019 – 2023 komposisi pendapatan didominasi oleh pendapatan
infrastruktur dan gedung dengan rata-rata terhadap seluruh pendapatan sebesar 54,36% diikuti
oleh pendapatan industri beton dengan rata-rata sebesar 24,18%, pendapatan energi dan
industrial plant dengan rata-rata sebesar 16,81%, pendapatan realty dan properti dengan rata-
rata sebesar 2,70%, pendapatan hotel sebesar 1,69% dan pendapatan investasi dengan rata-
rata sebesar 0,26%. Tahun 2022, komposisi pendapatan Perseroan terdiri dari pendapatan atas
infrastruktur dan gedung dengan sebesar 50,24% diikuti oleh pendapatan industri beton sebesar
26,49%, pendapatan energi dan industrial plant sebesar 18,04%, pendapatan realty dan properti
sebesar 1,05%, pendapatan hotel sebesar 3,30% dan pendapatan investasi sebesar 0,89%.
Tahun 2023, komposisi pendapatan Perseroan terdiri dari pendapatan atas infrastruktur dan
gedung dengan sebesar 52,63% diikuti oleh pendapatan industri beton sebesar 22,27%,
pendapatan energi dan industrial plant sebesar 18,20%, pendapatan realty dan properti sebesar
2,66%, pendapatan hotel sebesar 3,86% dan pendapatan investasi sebesar 0,37%.
Pertumbuhan pendapatan berdasarkan segmen pendapatan dalam tahun 2019 – 2023 adalah
sebagai berikut:
Pertumbuhan Pendapatan Berdasarkan Segmen Pendapatan
Tahun Rata-rata
Uraian
2019 2020 2021 2022 2023 2019-2023
(%)
Infrastruktur dan Gedung n/a -51,71% 11,04% 14,44% 9,87% -4,09%
Industri Beton n/a 18,37% -9,10% 23,65% -11,81% 5,28%
Energi dan Industrial Plant n/a -37,40% 35,32% 16,95% 5,83% 5,18%
Hotel n/a n/a n/a 210,36% 22,74% 116,55%
Realty dan Properti n/a -62,97% -56,91% -2,10% 166,97% 11,25%
Investasi n/a n/a n/a 2787,16% -55,97% 1365,60%
Jumlah n/a -39,23% 7,70% 20,61% 4,89% -1,51%
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk IV-6
Page 36
Perseroan mencatatkan pendapatan tahun 2019 sebesar Rp 27.212.914 juta. Pada tahun 2020,
pertumbuhan pendapatan Perseroan menurun -39,23% menjadi Rp 16.536.382 juta. Tahun
2021, pertumbuhan pendapatan meningkat 7,70% sehingga total pendapatan menjadi Rp
17.809.718 juta. Pada tahun 2022, pertumbuhan pendapatan kembali meningkat 20,61%
menjadi Rp 21.480.792 juta. Pada tahun 2023, pertumbuhan pendapatan kembali mengalami
peningkatan 4,89% menjadi Rp 22.530.356 juta.
Aset
Perkembangan komposisi aset perusahaan dalam tahun 2019 – 2023 adalah sebagai berikut:
Komposisi Aset
Tahun Rata-rata
Uraian
2019 2020 2021 2022 2023 2019-2023
(%)
Aset Lancar 68,16% 70,45% 53,59% 52,80% 46,68% 58,34%
Aset Tidak Lancar 31,84% 29,55% 46,41% 47,20% 53,32% 41,66%
Jumlah 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
(Rp.Juta)
Aset Lancar 42.335.472 47.980.946 37.186.634 39.634.795 30.801.656
Aset Tidak Lancar 19.775.375 20.128.239 32.199.160 35.434.810 35.179.580
Jumlah 62.110.847 68.109.185 69.385.794 75.069.604 65.981.236
Pada tahun 2019 – 2023, mayoritas komposisi aset Perseroan berupa aset lancar dengan rata-
rata proporsi terhadap total aset sebesar 58,34% aset tidak lancar dan 41,66% aset tidak lancar.
Komposisi aset lancar terbesar berupa persediaan, sedangkan komposisi aset tidak lancar
didominasi utamanya oleh investasi pada ventura bersama. Pada tahun 2022, komposisi aset
Perseroan terdiri dari 52,80% aset lancar dan 47,20% aset tidak lancar. Di tahun 2023, komposisi
aset Perseroan terdiri dari 46,68% aset lancar dan 53,32% aset tidak lancar.
Selanjutnya, pertumbuhan aset perusahaan disajikan sebagai berikut:
Pertumbuhan Aset
Tahun Rata-rata
Uraian
2019 2020 2021 2022 2023 2019-2023
(%)
Aset Lancar n/a 13,34% -22,50% 6,58% -22,29% -6,22%
Aset Tidak Lancar n/a 1,78% 59,97% 10,05% -0,72% 17,77%
Jumlah n/a 9,66% 1,87% 8,19% -12,11% 1,90%
Selama tahun 2019 – 2023, pertumbuhan aset Perseroan cenderung fluktuatif dengan tingkat
pertumbuhan rata-rata sebesar 1,90%. Di tahun 2019, Perseroan membukukan aset sebesar Rp
62.110.847 juta yang terdiri Rp 42.335.472 juta aset lancar dan Rp 19.775.375 juta aset tidak
lancar, hingga tahun 2023 aset Perseroan menjadi Rp 65.981.236 juta yang terdiri dari Rp
30.801.656 juta aset lancar dan Rp 35.179.580 juta aset tidak lancar.
Liabilitas
Perkembangan komposisi liabilitas dalam tahun 2019 – 2023 adalah sebagai berikut:
Komposisi Liabilitas
Tahun Rata-rata
Uraian
2019 2020 2021 2022 2023 2019-2023
(%)
Liabilitas Jangka Pendek 70,75% 85,84% 71,16% 62,76% 68,14% 71,73%
Liabilitas Jangka Panjang 29,25% 14,16% 28,84% 37,24% 31,86% 28,27%
Jumlah 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
(Rp.Juta)
Liabilitas Jangka Pendek 30.349.457 44.168.468 36.969.570 36.135.331 38.437.294
Liabilitas Jangka Panjang 12.545.657 7.283.292 14.981.147 21.441.067 17.972.329
Jumlah 42.895.114 51.451.760 51.950.717 57.576.398 56.409.623
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk IV-7
Page 37
Pada tahun 2019 – 2023, komposisi liabilitas Perseroan rata-rata didominasi oleh liabilitas
jangka pendek dengan rata-rata proporsi terhadap total liabilitas sebesar 71,73% diikuti liabilitas
jangka panjang sebesar 28,27%. Komposisi liabilitas jangka pendek didominasi utamanya oleh
pinjaman jangka pendek, sedangkan komposisi liabilitas jangka panjang terbesar berupa
obligasi. Pada tahun 2022, komposisi liabilitas Perseroan terdiri dari 62,76% liabilitas jangka
pendek dan 37,24% liabilitas jangka panjang. Di tahun 2023, komposisi liabilitas Perseroan
terdiri dari 68,14% liabilitas jangka pendek dan 31,86% liabilitas jangka panjang.
Selanjutnya, pertumbuhan liabilitas Perseroan disajikan sebagai berikut:
Pertumbuhan Liabilitas
Tahun Rata-rata
Uraian
2019 2020 2021 2022 2023 2019-2023
(%)
Liabilitas Jangka Pendek n/a 45,53% -16,30% -2,26% 6,37% 8,34%
Liabilitas Jangka Panjang n/a -41,95% 105,69% 43,12% -16,18% 22,67%
Jumlah n/a 19,95% 0,97% 10,83% -2,03% 7,43%
Selama tahun 2019 – 2023, pertumbuhan liabilitas Perseroan cenderung fluktuatif dengan
tingkat pertumbuhan liabilitas rata-rata sebesar 7,43%. Tahun 2019, Perseroan membukukan
liabilitas sebesar Rp 42.895.114 juta. Tahun 2020, pertumbuhan liabilitas Perseroan meningkat
sebesar 19,95% sehingga total liabilitas menjadi Rp 51.451.760 juta. Di tahun 2021,
pertumbuhan liabilitas Perseroan kembali meningkat 0,97% menjadi Rp 51.950.717 juta. Tahun
2022, pertumbuhan liabilitas Perseroan kembali mengalami peningkatan 10,83% sehingga total
liabilitas menjadi Rp 57.576.398 juta. Di tahun 2023, pertumbuhan liabilitas Perseroan menurun
-2,03% sehingga total liabilitas menjadi Rp 56.409.623 juta.
Penilaian Arus Kas
Di tahun 2019, Perseroan memperoleh kas dari aktivitas operasi sebesar Rp 1.501.315 juta yang
utamanya berasal dari penerimaan kas dari pelanggan. Pada tahun 2020, Perseroan
memperoleh kas dari aktivitas operasi sebesar Rp 141.279 juta yang utamanya berasal dari
penerimaan kas dari pelanggan. Di tahun 2021, Perseroan menggunakan kas untuk aktivitas
operasi sebesar Rp 3.740.044 juta yang utamanya disebabkan oleh pembayaran kepada
pemasok. Pada tahun 2022, Perseroan menggunakan kas untuk aktivitas operasi sebesar Rp
2.881.595 juta utamanya untuk pembayaran kepada pemasok. Tahun 2023, Perseroan
menggunakan kas untuk aktivitas operasi sebesar Rp 2.895.234 juta utamanya untuk
pembayaran kepada pemasok.
Selanjutnya tahun 2019, Perseroan menggunakan kas untuk aktivitas investasi sebesar Rp
5.266.871 juta utamanya untuk penambahan aset takberwujud. Pada tahun 2020, Perseroan
menggunakan kas untuk aktivitas investasi sebesar Rp 5.059.580 juta utamanya untuk
penambahan aset takberwujud. Pada tahun 2021, Perseroan menggunakan kas untuk aktivitas
investasi sebesar Rp 3.711.048 juta utamanya untuk penambahan aset takberwujud. Di tahun
2022, Perseroan menggunakan kas untuk aktivitas investasi sebesar Rp 1.967.043 juta utamanya
untuk penambahan uang muka investasi. Tahun 2023, Perseroan menggunakan kas untuk
aktivitas investasi sebesar Rp 1.336.045 juta utamanya untuk penambahan aset takberwujud.
Tahun 2019, Perseroan memperoleh kas dari aktivitas pendanaan sebesar Rp 155.057 juta
utamanya berasal dari penerimaan pinjaman jangka pendek. Pada tahun 2020, Perseroan
memperoleh kas dari aktivitas pendanaan sebesar Rp 9.477.948 juta utamanya berasal dari
penerimaan pinjaman jangka pendek. Di tahun 2021, Perseroan menggunakan kas untuk
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk IV-8
Page 38
aktivitas pendanaan sebesar Rp 524.062 juta utamanya untuk pembayaran pinjaman jangka
menengah. Tahun 2022, Perseroan memperoleh kas dari aktivitas pendanaan sebesar Rp
3.527.203 juta utamanya berasal dari penerimaan obligasi pinjaman jangka panjang. Tahun
2023, Perseroan memperoleh kas dari aktivitas pendanaan sebesar Rp 1.806.126 juta utamanya
berasal dari penerimaan pinjaman jangka pendek.
Kas Perseroan di tahun 2019 tercatat sebesar Rp 10.346.734 juta yang utamanya berasal dari
kas awal tahun dan kas aktivitas operasi yang positif. Di tahun 2020 kas Perseroan meningkat
44,51% menjadi Rp 14.951.761 juta yang disebabkan oleh perolehan kas dari aktivitas
pendanaan. Tahun 2021 kas Perseroan mengalami penurunan -53,29% menjadi Rp 6.983.870
juta yang utamanya karena kas aktivitas pendanaan yang negatif. Pada tahun 2022 kas
Perseroan kembali menurun -18,82% menjadi Rp 5.669.693 juta yang utamanya karena kas
aktivitas operasi yang negatif. Tahun 2023 kas Perseroan mengalami penurunan -42,98%
menjadi Rp 3.233.071 juta yang utamanya disebabkan oleh arus kas aktivitas operasi negatif.
Saldo kas pada setiap tahun selalu positif karena kebutuhan kas untuk operasi dan investasi
disesuaikan dengan pendanaannya.
4.1.2. Analisis Rasio Keuangan
Rasio keuangan disajikan sebagai berikut:
PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
Analisis Rasio
Tahun Rata-rata
Uraian
2019 2020 2021 2022 2023 2019-2023
Pertumbuhan Pendapatan n/a -39,23% 7,70% 20,61% 4,89% -1,51%
Rasio Profitabilitas
EBITDA/Sales 11,28% 6,92% 11,97% 9,16% 6,08% 9,08%
EBIT/Sales 9,37% 3,81% 5,09% 6,87% 3,90% 5,81%
EBT/Sales 10,25% 1,88% 1,10% 0,82% -34,47% -4,08%
EAT/Sales 9,63% 1,95% 1,20% 0,06% -34,73% -4,38%
ROE 13,64% 1,94% 1,23% 0,07% -81,75% -12,97%
ROA 4,22% 0,47% 0,31% 0,02% -11,86% -1,37%
Rasio Efektivitas
Perputaran Piutang Usaha 6,10 x 7,60 x 7,86 x 7,59 x 6,81 x 7,19 x
Perputaran Persediaan 3,39 x 1,48 x 1,36 x 1,56 x 1,77 x 1,91 x
Perputaran Aset 0,44 x 0,24 x 0,26 x 0,29 x 0,34 x 0,31 x
Perputaran Utang Usaha 1,82 x 1,02 x 1,16 x 1,47 x 2,16 x 1,52 x
Rasio Likuiditas dan Solvabilitas
Current Ratio 1,39 x 1,09 x 1,01 x 1,10 x 0,80 x 1,08 x
Debt to Equity 2,23 x 3,09 x 2,98 x 3,29 x 5,89 x 3,50 x
Debt to Asset 0,69 x 0,76 x 0,75 x 0,77 x 0,85 x 0,76 x
Rasio Profitabilitas
Profitabilitas Perseroan selama tahun 2019 – 2023 cenderung berfluktuasi, yang ditunjukkan
oleh EBITDA/Sales, EBIT/Sales, EBT/Sales, dan EAT/Sales dengan rata-rata masing-masing
9,08%, 5,81%, -4,08% dan -4,38%, artinya Perseroan rata-rata memperoleh laba masing-masing
Rp 0,0908 EBITDA, Rp 0,0581 EBIT, dan memperoleh rugi rata-rata masing-masing Rp 0,0408
EBT, dan Rp 0,0438 EAT atas setiap Rp 1 pendapatan yang berhasil dilakukan. Pada tahun 2023,
EBITDA/Sales, EBIT/Sales, EBT/Sales, dan EAT/Sales masing-masing sebesar 6,08%, 3,90%,
-34,47% dan -34,73%.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk IV-9
Page 39
Rasio Likuiditas dan Solvabilitas
Likuiditas adalah kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendek yang
harus dibayar dengan aset lancarnya maka dalam mengukur tingkat likuiditas perusahaan,
digunakan Current Ratio (CR). Semakin tinggi CR maka semakin tinggi likuiditas perusahaan.
Pada tahun 2019 – 2023, likuiditas perusahaan cenderung fluktuatif dengan Current Ratio tahun
2023 sebesar 0,80x, artinya Perseroan memiliki Rp 0,80 aset lancar yang dapat digunakan untuk
memenuhi setiap Rp 1 utang lancarnya.
Solvabilitas menunjukkan kemampuan perusahaan untuk melunasi seluruh kewajibannya ketika
dilikuidasi yang diukur dengan Debt to Equity Ratio (DER) dan Debt to Asset Ratio (DAR). Semakin
tinggi DER dan DAR maka semakin rendah solvabilitas perusahaan. Semakin tinggi solvabilitas
perusahaan, maka semakin rendah risiko kebangkrutan perusahaan. Solvabilitas Perseroan
tahun 2019 – 2023 cenderung meningkat, dengan Debt to Equity dan Debt to Asset pada tahun
2023 masing-masing adalah 5,89x dan 0,85x. Artinya, perusahaan memiliki utang Rp 5,89 untuk
setiap Rp 1 ekuitas yang dimilikinya serta setiap Rp 1 aset perusahaan dibiayai oleh utang
sebesar Rp 0,85.
4.1.3. Analisis Laporan Keuangan Sebelum Transaksi dan Proforma Laporan Keuangan Setelah
Transaksi
Analisis dilakukan mencakup analisis dampak Transaksi terhadap laporan keuangan Perseroan
yang dilakukan berdasarkan informasi Keuangan Proforma Perseroan sebelum dan setelah
Transaksi pada tanggal 31 Desember 2023 dari manajemen Perseroan. Tujuan Informasi
Keuangan Proforma adalah untuk memperlihatkan dampak signifikan Transaksi yang terjadi
atas informasi keuangan historis. Namun, Informasi Keuangan Proforma bukan merupakan
petunjuk hasil usaha atau dampak yang berkaitan atas posisi keuangan sebagai akibat dari
transaksi yang telah terjadi sebelumnya. Informasi keuangan proforma disusun dengan
menggunakan asumsi-asumsi sebagai berikut:
• Laporan posisi keuangan sebelum transaksi diambil dari laporan keuangan Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh Akuntan Publik
Benny Andria dari KAP Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan.
• Pelaksanaan transaksi telah berlaku efektif pada tanggal 31 Desember 2023.
• Pelaksanaan transaksi telah efektif dan sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang
berlaku.
Informasi keuangan proforma tersebut adalah sebagai berikut:
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk IV-10
Page 40
PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
Laporan Posisi Keuangan Proforma (Rp.Juta)
Sebelum Setelah
Uraian Transaksi Penyesuaian Transaksi
31 Des 2023 31 Des 2023
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas 3.233.071 - 3.233.071
Piutang usaha 3.310.322 - 3.310.322
Piutang retensi 1.572.096 - 1.572.096
Tagihan bruto pemberi kerja 2.463.049 - 2.463.049
Persediaan 11.411.412 - 11.411.412
Piutang yang belum ditagih 754.219 - 754.219
Piutang lain-lain - bag. lancar 299.796 - 299.796
Uang muka - bag. lancar 879.097 - 879.097
Jaminan usaha 342.873 - 342.873
Aset keuangan - - -
Pajak dibayar dimuka 1.567.878 - 1.567.878
Biaya dibayar dimuka 965.398 - 965.398
Pekerjaan dalam proses 4.002.444 - 4.002.444
Jumlah Aset Lancar 30.801.656 - 30.801.656
Aset Tidak Lancar
Aset tetap 8.115.700 - 8.115.700
Piutang usaha - bag. tidak lancar - - -
Piutang lain-lain - bag. tidak lancar - - -
Piutang belum ditagih - bag. tidak lancar - - -
Uang muka - bag. tidak lancar - - -
Aset real estat 2.103.448 - 2.103.448
Investasi pada entitas asosiasi 1.854.701 - 1.854.701
Investasi pada ventura bersama 12.022.212 - 12.022.212
Properti investasi - neto 1.308.364 - 1.308.364
Aset kerjasama operasi 267.839 - 267.839
Goodwill 4.847 - 4.847
Investasi jangka panjang lainnya 1.029.675 - 1.029.675
Aset takberwujud 7.601.854 - 7.601.854
Aset pajak tangguhan 32.193 - 32.193
Aset lain-lain 838.747 - 838.747
Jumlah Aset Tidak Lancar 35.179.580 - 35.179.580
JUMLAH ASET 65.981.236 - 65.981.236
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas Jangka Pendek
Pinjaman jangka pendek 17.613.134 - 17.613.134
Utang usaha 9.339.844 - 9.339.844
Utang lain-lain 942.284 - 942.284
Utang pajak 757.471 - 757.471
Uang muka dari pelanggan jangka pendek 602.423 - 602.423
Beban akrual 5.399.695 - 5.399.695
Pendapatan diterima dimuka 294.179 - 294.179
Bagian jangka pendek dari:
Pinjaman jangka menengah 1.545.000 - 1.545.000
Liabilitas sewa 44.130 - 44.130
Pinjaman jangka panjang 189.334 - 189.334
Obligasi 1.066.000 - 1.066.000
Sukuk mudharabah 643.800 - 643.800
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 38.437.294 - 38.437.294
Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas imbalan paska kerja 269.871 - 269.871
Liabilitas pajak tangguhan 77.043 - 77.043
Uang muka dari pelanggan jangka panjang 239.959 - 239.959
Uang muka proyek jangka panjang 1.390.092 - 1.390.092
Utang lain-lain 108.252 - 108.252
Bagian jangka panjang dikurangi bagian jangka
pendek:
Pinjaman jangka menengah 235.000 - 235.000
Liabilitas sewa 110.643 - 110.643
Pinjaman jangka panjang 5.723.225 - 5.723.225
Utang ventura bersama 77.287 - 77.287
Obligasi 7.602.943 - 7.602.943
Sukuk mudharabah 2.138.015 - 2.138.015
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 17.972.329 - 17.972.329
JUMLAH LIABILITAS 56.409.623 - 56.409.623
Ekuitas
Modal saham 896.995 - 896.995
Modal saham diperoleh kembali (110) - (110)
Tambahan modal disetor 6.555.499 - 6.555.499
Perubahan ekuitas entitas anak 1.121.143 - 1.121.143
Saldo (defisit) laba (2.823.649) - (2.823.649)
Kepentingan non pengendali 3.821.735 - 3.821.735
Jumlah Ekuitas 9.571.613 - 9.571.613
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 65.981.236 - 65.981.236
Rasio Likuiditas dan Solvabilitas
Current Ratio 80,13% 80,13%
Debt to Equity Ratio 589,34% 589,34%
Debt to Asset Ratio 85,49% 85,49%
Sumber: Manajemen Perseroan
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk IV-11
Page 41
Berikut adalah analisis singkat atas informasi posisi keuangan proforma Perseroan per 31
Desember 2023 atas transaksi:
• Proforma aset lancar tidak mengalami perubahan.
• Proforma aset tidak lancar tidak mengalami perubahan.
• Secara keseluruhan proforma aset Perseroan setelah dilakukannya Rencana Transaksi
tidak mengalami perubahan.
• Proforma liabilitas jangka pendek tidak mengalami perubahan.
• Proforma liabilitas jangka panjang tidak mengalami perubahan.
• Secara keseluruhan proforma liabilitas Perseroan tidak mengalami perubahan.
• Proforma ekuitas tidak mengalami perubahan.
• Proforma Current Ratio tidak mengalami perubahan.
• Proforma Debt to Equity Ratio dan Debt to Asset Ratio tidak mengalami perubahan.
Berdasarkan uraian tersebut diatas dapat disimpulkan dengan dilakukannya transaksi kondisi
likuiditas tidak mengalami perubahan.
4.1.4. Penilaian Atas Proyeksi Keuangan yang Diperoleh dari Manajemen
Kami telah menerima proyeksi keuangan tanpa dan dengan transaksi dari manajemen. Proyeksi
keuangan tersebut telah Kami sesuaikan. Berdasarkan penilaian Kami, proyeksi keuangan
tersebut yang telah disesuaikan telah mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat
oleh manajemen dengan kemampuan pencapaiannya. Proyeksi keuangan yang digunakan
adalah proyeksi keuangan yang telah disesuaikan.
a. Proyeksi Keuangan Perseroan Tanpa Transaksi
Proyeksi keuangan WIKA dari manajemen yang telah disesuaikan adalah sebagai berikut:
Asumsi – Asumsi
Jangka Waktu Proyeksi
Periode proyeksi pendapatan ekonomis wajib dilakukan dalam jangka waktu paling singkat
5 (lima) tahun ke depan. Proyeksi keuangan disajikan mulai dari 1 Januari 2024 – 31
Desember 2028.
Laporan Laba (Rugi)
▪ Pendapatan tahun 2024 diasumsikan meningkat 5,00% dari tahun sebelumnya dan
selanjutnya meningkat 3,00% dari tahun sebelumnya.
▪ Beban pokok pendapatan diasumsikan sebesar 87,00% dari pendapatan.
▪ Beban umum dan administrasi diasumsikan sebesar 4,50% dari pendapatan.
▪ Beban penjualan sebesar 0,05% dari pendapatan.
▪ Perhitungan penyusutan dan amortisasi dengan metode garis lurus dengan sisa umur
ekonomis yang wajar disajikan pada lampiran 1.
▪ Pendapatan lain-lain diasumsikan 8,25% dari pendapatan.
▪ Beban lain-lain diasumsikan 6,25% dari pendapatan.
▪ Perhitungan beban pendanaan dari pinjaman jangka pendek, pinjaman jangka
menengah, liabilitas sewa, pinjaman jangka panjang, obligasi dan sukuk mudharabah
disajikan pada lampiran 2.
▪ Beban pajak penghasilan final diasumsikan 2,25% dari pendapatan.
▪ Bagian rugi entitas asosiasi diasumsikan -0,40% dari investasi pada entitas asosiasi.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk IV-12
Page 42
▪ Bagian laba entitas ventura bersama diasumsikan 3,00% dari investasi pada ventura
bersama.
▪ Tarif pajak diasumsikan sebesar 22,00% dari laba sebelum pajak dengan menerapkan tax
loss carry forward.
Laporan Posisi Keuangan
▪ Aset lancar
− Piutang usaha tahun 2024 diasumsikan 50 hari dari pendapatan, tahun 2025
diasumsikan 40 hari dari pendapatan dan tahun selanjutnya diasumsikan 30 hari
dari pendapatan.
− Piutang retensi diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Tagihan bruto pemberi kerja diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember
2023.
− Persediaan tahun 2024 diasumsikan 200 hari dari beban pokok pendapatan, tahun
2025 diasumsikan 150 hari dari beban pokok pendapatan dan tahun selanjutnya
diasumsikan 100 hari dari pendapatan.
− Piutang yang belum ditagih diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember
2023.
− Piutang lain-lain bagian lancar diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember
2023.
− Uang muka - bagian lancar diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Jaminan usaha - bagian lancar diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember
2023.
− Aset keuangan diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Pajak dibayar dimuka diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Biaya dibayar dimuka diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Pekerjaan dalam proses dimuka diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember
2023.
▪ Aset tidak lancar
− Aset tetap
Nilai perolehan diasumsikan meningkat per tahun dari tahun sebelumnya sebagai
capex. Akumulasi penyusutan dihitung dengan menambahkan akumulasi
penyusutan tahun sebelumnya dengan penyusutan tahun berjalan disajikan pada
lampiran 1.
− Piutang usaha – bagian tidak lancar diasumsikan tetap, sama dengan per 31
Desember 2023.
− Piutang lain-lain – bagian tidak lancar diasumsikan tetap, sama dengan per 31
Desember 2023.
− Piutang belum ditagih – bagian tidak lancar diasumsikan tetap, sama dengan per 31
Desember 2023.
− Uang muka - bagian tidak lancar diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember
2023.
− Aset real estat diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Investasi pada entitas asosiasi diasumsikan meningkat 5,00% setiap tahun.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk IV-13
Page 43
− Investasi pada ventura bersama diasumsikan meningkat 5,00% setiap tahun.
− Properti investasi – neto diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Aset kerjasama operasi diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Goodwill diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Investasi jangka panjang lainnya diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember
2023.
− Aset takberwujud diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Aset pajak tangguhan diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Aset lain-lain diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
▪ Liabilitas jangka pendek
− Perhitungan pinjaman jangka pendek disajikan pada lampiran 2.
− Utang usaha tahun 2024 diasumsikan 300 hari dari beban pokok pendapatan dan
tahun selanjutnya diasumsikan 250 hari dari beban pokok pendapatan.
− Utang lain-lain diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Kewajiban bruto pemberi kerja diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember
2023.
− Utang pajak diasumsikan tetap diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember
2023.
− Uang muka pelanggan diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Beban akrual diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Pendapatan diterima dimuka diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember
2023.
− Perhitungan bagian jangka pendek dari pinjaman jangka menengah, liabilitas sewa,
pinjaman jangka panjang, obligasi dan sukuk mudharabah disajikan pada lampiran
2.
▪ Liabilitas jangka panjang
− Liabilitas imbalan pasca kerja diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember
2023.
− Liabilitas pajak tangguhan diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Uang muka dari pelanggan jangka panjang diasumsikan tetap, sama dengan per 31
Desember 2023.
− Uang muka proyek jangka panjang diasumsikan tetap, sama dengan per 31
Desember 2023.
− Utang lain-lain jangka panjang diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember
2023.
− Perhitungan bagian jangka panjang dari pinjaman jangka menengah, liabilitas sewa,
pinjaman jangka panjang, obligasi dan sukuk mudharabah disajikan pada lampiran
2.
− Utang ventura bersama diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
▪ Ekuitas
− Modal saham diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Modal saham diperoleh kembali diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember
2023.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk IV-14
Page 44
− Tambahan modal disetor diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Perubahan ekuitas entitas anak diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember
2023.
− Saldo (defisit) laba adalah penjumlahan antara laba (rugi) bersih periode berjalan
dengan saldo (rugi) laba periode sebelumnya.
− Surat berharga perpetual diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Kepentingan non pengendali diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember
2023.
Asumsi – asumsi yang digunakan yang terkait langsung dengan kegiatan usaha dalam
proyeksi posisi keuangan adalah wajar.
Proyeksi Laba Rugi Tanpa Dilakukannya Transaksi
PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
Proyeksi Laba Rugi Tanpa Dilakukannya Transaksi (Rp.Juta)
Tahun Tahun Proyeksi
Uraian
2023 2024 2025 2026 2027 2028
PENDAPATAN BERSIH 22.530.356 23.656.874 24.366.580 25.097.577 25.850.504 26.626.020
BEBAN POKOK PENDAPATAN (20.177.090) (20.581.480) (21.198.924) (21.834.892) (22.489.939) (23.164.637)
LABA KOTOR 2.353.266 3.075.394 3.167.655 3.262.685 3.360.566 3.461.383
Beban usaha
Umum dan administrasi (973.998) (1.064.559) (1.096.496) (1.129.391) (1.163.273) (1.198.171)
Penjualan (10.271) (11.828) (12.183) (12.549) (12.925) (13.313)
EBITDA 1.368.997 1.999.006 2.058.976 2.120.745 2.184.368 2.249.899
Depresiasi (491.120) (578.468) (557.975) (607.187) (656.399) (638.579)
EBIT 877.878 1.420.538 1.501.001 1.513.558 1.527.968 1.611.320
Pendapatan lain-lain 697.835 1.951.692 2.010.243 2.070.550 2.132.667 2.196.647
Beban lain-lain (5.404.164) (1.478.555) (1.522.911) (1.568.599) (1.615.657) (1.664.126)
Beban keuangan (3.206.109) (3.053.289) (1.726.616) (1.548.686) (1.438.253) (1.243.828)
Beban pajak penghasilan final (500.558) (532.280) (548.248) (564.695) (581.636) (599.085)
Bagian rugi entitas asosiasi (91.144) (7.790) (8.179) (8.588) (9.018) (9.468)
Bagian laba entitas ventura bersama (139.283) 378.700 397.635 417.516 438.392 460.312
EBT (7.765.545) (1.320.984) 102.924 311.056 454.463 751.770
PAJAK (58.994) - - - - (65.831)
LABA BERSIH (EAT) (7.824.539) (1.320.984) 102.924 311.056 454.463 685.940
Rata-rata
Rasio Profitabilitas
2024-2028
EBITDA/Sales 8,45% 6,08% 8,45% 8,45% 8,45% 8,45% 8,45%
EBIT/Sales 6,03% 3,90% 6,00% 6,16% 6,03% 5,91% 6,05%
EBT/Sales 0,13% -34,47% -5,58% 0,42% 1,24% 1,76% 2,82%
EAT/Sales 0,08% -34,73% -5,58% 0,42% 1,24% 1,76% 2,58%
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk IV-15
Page 45
Proyeksi Posisi Keuangan Tanpa Dilakukannya Transaksi
PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
Proyeksi Posisi Keuangan Tanpa Dilakukannya Transaksi (Rp.Juta)
Tahun Tahun Proyeksi
Uraian
2023 2024 2025 2026 2027 2028
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas 3.233.071 2.462.362 1.017.206 4.095.637 2.897.357 1.261.372
Piutang usaha 3.310.322 3.240.668 2.670.310 2.062.815 2.124.699 2.188.440
Piutang retensi 1.572.096 1.572.096 1.572.096 1.572.096 1.572.096 1.572.096
Tagihan bruto pemberi kerja 2.463.049 2.463.049 2.463.049 2.463.049 2.463.049 2.463.049
Persediaan 11.411.412 11.277.523 8.711.887 5.982.162 6.161.627 6.346.476
Piutang yang belum ditagih 754.219 754.219 754.219 754.219 754.219 754.219
Piutang lain-lain - bag. lancar 299.796 299.796 299.796 299.796 299.796 299.796
Uang muka - bag. lancar 879.097 879.097 879.097 879.097 879.097 879.097
Jaminan usaha 342.873 342.873 342.873 342.873 342.873 342.873
Aset keuangan - - - - - -
Pajak dibayar dimuka 1.567.878 1.567.878 1.567.878 1.567.878 1.567.878 1.567.878
Biaya dibayar dimuka 965.398 965.398 965.398 965.398 965.398 965.398
Pekerjaan dalam proses 4.002.444 4.002.444 4.002.444 4.002.444 4.002.444 4.002.444
Jumlah Aset Lancar 30.801.656 29.827.404 25.246.254 24.987.465 24.030.534 22.643.139
Aset Tidak Lancar
Aset tetap
Nilai perolehan 12.821.067 13.067.129 13.313.191 13.559.253 13.805.316 14.051.378
Akumulasi penyusutan 4.705.367 5.283.835 5.841.810 6.448.997 7.105.396 7.743.975
Nilai buku 8.115.700 7.783.294 7.471.381 7.110.257 6.699.919 6.307.403
Piutang usaha - bag. tidak lancar - - - - - -
Piutang lain-lain - bag. tidak lancar - - - - - -
Piutang belum ditagih - bag. tidak lancar - - - - - -
Uang muka - bag. tidak lancar - - - - - -
Aset real estat 2.103.448 2.103.448 2.103.448 2.103.448 2.103.448 2.103.448
Investasi pada entitas asosiasi 1.854.701 1.947.436 2.044.808 2.147.048 2.254.401 2.367.121
Investasi pada ventura bersama 12.022.212 12.623.322 13.254.489 13.917.213 14.613.074 15.343.727
Properti investasi - neto 1.308.364 1.308.364 1.308.364 1.308.364 1.308.364 1.308.364
Aset kerjasama operasi 267.839 267.839 267.839 267.839 267.839 267.839
Goodwill 4.847 4.847 4.847 4.847 4.847 4.847
Investasi jangka panjang lainnya 1.029.675 1.029.675 1.029.675 1.029.675 1.029.675 1.029.675
Aset takberwujud 7.601.854 7.601.854 7.601.854 7.601.854 7.601.854 7.601.854
Aset pajak tangguhan 32.193 32.193 32.193 32.193 32.193 32.193
Aset lain-lain 838.747 838.747 838.747 838.747 838.747 838.747
Jumlah Aset Tidak Lancar 35.179.580 35.541.020 35.957.645 36.361.485 36.754.361 37.205.218
JUMLAH ASET 65.981.236 65.368.424 61.203.899 61.348.950 60.784.895 59.848.357
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas Jangka Pendek
Pinjaman jangka pendek 17.613.134 - - - - -
Utang usaha 9.339.844 16.916.285 14.519.811 14.955.406 15.404.068 15.866.190
Utang lain-lain 942.284 942.284 942.284 942.284 942.284 942.284
Kewajiban bruto pemberi kerja - - - - - -
Utang pajak 757.471 757.471 757.471 757.471 757.471 757.471
Uang muka dari pelanggan jangka pendek 602.423 602.423 602.423 602.423 602.423 602.423
Beban akrual 5.399.695 5.399.695 5.399.695 5.399.695 5.399.695 5.399.695
Pendapatan diterima dimuka 294.179 294.179 294.179 294.179 294.179 294.179
Bagian jangka pendek dari:
Pinjaman jangka menengah 1.545.000 356.000 356.000 356.000 356.000 -
Liabilitas sewa 44.130 44.130 44.130 44.130 44.130 44.130
Pinjaman jangka panjang 189.334 - - - - -
Obligasi 1.066.000 1.833.750 942.500 1.746.130 2.241.500 -
Sukuk mudharabah 643.800 681.225 303.100 365.050 487.100 -
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 38.437.294 27.827.441 24.161.592 25.462.766 26.528.848 23.906.370
Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas imbalan paska kerja 269.871 269.871 269.871 269.871 269.871 269.871
Liabilitas pajak tangguhan 77.043 77.043 77.043 77.043 77.043 77.043
Uang muka dari pelanggan jangka panjang 239.959 239.959 239.959 239.959 239.959 239.959
Uang muka proyek jangka panjang 1.390.092 1.390.092 1.390.092 1.390.092 1.390.092 1.390.092
Utang lain-lain 108.252 108.252 108.252 108.252 108.252 108.252
Bagian jangka panjang dikurangi
bagian jangka pendek:
Pinjaman jangka menengah 235.000 1.068.000 712.000 356.000 - -
Liabilitas sewa 110.643 110.643 110.643 110.643 110.643 110.643
Pinjaman jangka panjang 5.723.225 18.723.225 19.723.225 20.723.225 21.723.225 22.723.225
Utang ventura bersama 77.287 77.287 77.287 77.287 77.287 77.287
Obligasi 7.602.943 5.769.193 4.826.693 3.080.563 839.063 839.063
Sukuk mudharabah 2.138.015 1.456.790 1.153.690 788.640 301.540 301.540
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 17.972.329 29.290.354 28.688.754 27.221.574 25.136.974 26.136.974
JUMLAH LIABILITAS 56.409.623 57.117.795 52.850.346 52.684.341 51.665.823 50.043.345
Ekuitas
Modal saham 896.995 896.995 896.995 896.995 896.995 896.995
Modal saham diperoleh kembali (110) (110) (110) (110) (110) (110)
Tambahan modal disetor 6.555.499 6.555.499 6.555.499 6.555.499 6.555.499 6.555.499
Perubahan ekuitas entitas anak 1.121.143 1.121.143 1.121.143 1.121.143 1.121.143 1.121.143
Saldo (defisit) laba (2.823.649) (4.144.633) (4.041.709) (3.730.652) (3.276.189) (2.590.249)
Surat berharga perpetual - - - - - -
Kepentingan non pengendali 3.821.735 3.821.735 3.821.735 3.821.735 3.821.735 3.821.735
Jumlah Ekuitas 9.571.613 8.250.629 8.353.553 8.664.609 9.119.073 9.805.012
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 65.981.236 65.368.424 61.203.899 61.348.950 60.784.895 59.848.357
Rata-rata
Rasio Likuiditas dan Solvabilitas
2024-2028
Current Ratio 99,02% 80,13% 107,19% 104,49% 98,13% 90,58% 94,72%
Debt to Equity Ratio 601,99% 589,34% 692,28% 632,67% 608,04% 566,57% 510,39%
Debt to Asset Ratio 85,64% 85,49% 87,38% 86,35% 85,88% 85,00% 83,62%
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk IV-16
Page 46
Proyeksi Arus Kas Tanpa Dilakukannya Transaksi
PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
Proyeksi Arus Kas Tanpa Dilakukannya Transaksi (Rp.Juta)
Tahun Proyeksi
Uraian
2024 2025 2026 2027 2028
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Laba Bersih (1.320.984) 102.924 311.056 454.463 685.940
Depresiasi 578.468 557.975 607.187 656.399 638.579
Perubahan Modal Kerja :
(Kenaikan) Penurunan Piutang usaha 69.654 570.357 607.496 (61.884) (63.741)
(Kenaikan) Penurunan Piutang retensi - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Tagihan bruto pemberi kerja - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Persediaan 133.888 2.565.637 2.729.725 (179.465) (184.849)
(Kenaikan) Penurunan Piutang yang belum ditagih - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Piutang lain-lain - bag. lancar - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Uang muka - bag. lancar - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Jaminan usaha - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Aset keuangan - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Pajak dibayar dimuka - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Biaya dibayar dimuka - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Piutang usaha - bag. tidak lancar - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Piutang lain-lain - bag. tidak lancar - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Piutang belum ditagih - bag. tidak lancar - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Uang muka - bag. tidak lancar - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Aset pajak tangguhan - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Aset lain-lain - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Utang usaha 7.576.441 (2.396.474) 435.594 448.662 462.122
Kenaikan (Penurunan) Utang lain-lain - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Kewajiban bruto pemberi kerja - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Utang pajak - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Uang muka dari pelanggan jangka pendek - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Beban akrual - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Pendapatan diterima dimuka - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Liabilitas imbalan paska kerja - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Liabilitas pajak tangguhan - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Uang muka dari pelanggan jangka panjang - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Uang muka proyek jangka panjang - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Utang lain-lain - - - - -
Perubahan Modal Kerja 7.779.983 739.520 3.772.814 207.313 213.532
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) Aktivitas Operasi 7.037.467 1.400.419 4.691.058 1.318.176 1.538.051
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
(Kenaikan) Penurunan Pekerjaan dalam proses - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Aset tetap (246.062) (246.062) (246.062) (246.062) (246.062)
(Kenaikan) Penurunan Aset real estat - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Investasi pada entitas asosiasi (92.735) (97.372) (102.240) (107.352) (112.720)
(Kenaikan) Penurunan Investasi pada ventura bersama (601.111) (631.166) (662.724) (695.861) (730.654)
(Kenaikan) Penurunan Properti investasi - neto - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Aset kerjasama operasi - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Goodwill - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Investasi jangka panjang lainnya - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Aset takberwujud - - - - -
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) Aktivitas Investasi (939.908) (974.600) (1.011.027) (1.049.275) (1.089.436)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Kenaikan (Penurunan) Pinjaman jangka pendek (17.613.134) - - - -
Kenaikan (Penurunan) Bagian jangka pendek dari:
Pinjaman jangka menengah (1.189.000) - - - (356.000)
Liabilitas sewa - - - - -
Pinjaman jangka panjang (189.334) - - - -
Obligasi 767.750 (891.250) 803.630 495.370 (2.241.500)
Sukuk mudharabah 37.425 (378.125) 61.950 122.050 (487.100)
Kenaikan (Penurunan) Bagian jangka panjang dikurangi bagian
jangka pendek:
Pinjaman jangka menengah 833.000 (356.000) (356.000) (356.000) -
Liabilitas sewa - - - - -
Pinjaman jangka panjang 13.000.000 1.000.000 1.000.000 1.000.000 1.000.000
Kenaikan (Penurunan) Utang ventura bersama - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Obligasi (1.833.750) (942.500) (1.746.130) (2.241.500) -
Kenaikan (Penurunan) Sukuk mudharabah (681.225) (303.100) (365.050) (487.100) -
Kenaikan (Penurunan) Modal saham - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Modal saham diperoleh kembali - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Tambahan modal disetor - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Perubahan ekuitas entitas anak - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Surat berharga perpetual - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Kepentingan non pengendali - - - - -
Penyesuaian - (0) - - -
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) Aktivitas Pendanaan (6.868.269) (1.870.975) (601.600) (1.467.180) (2.084.600)
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN BANK (770.709) (1.445.156) 3.078.431 (1.198.280) (1.635.985)
KAS DAN BANK AWAL TAHUN 3.233.071 2.462.362 1.017.206 4.095.637 2.897.357
KAS DAN BANK AKHIR TAHUN 2.462.362 1.017.206 4.095.637 2.897.357 1.261.372
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk IV-17
Page 47
b. Proyeksi Keuangan Perseroan Dengan Transaksi
Proyeksi keuangan WIKA dari manajemen yang telah disesuaikan adalah sebagai berikut:
Jangka Waktu Proyeksi
Periode proyeksi pendapatan ekonomis wajib dilakukan dalam jangka waktu paling singkat
5 (lima) tahun ke depan. Proyeksi keuangan disajikan mulai dari 1 Januari 2024 – 31
Desember 2028.
Laporan Laba (Rugi)
▪ Pendapatan tahun 2024 diasumsikan meningkat 5,00% dari tahun sebelumnya dan
selanjutnya meningkat 3,00% dari tahun sebelumnya.
▪ Beban pokok pendapatan diasumsikan sebesar 87,00% dari pendapatan.
▪ Beban umum dan administrasi diasumsikan sebesar 4,50% dari pendapatan.
▪ Beban penjualan sebesar 0,05% dari pendapatan.
▪ Perhitungan penyusutan dan amortisasi dengan metode garis lurus dengan sisa umur
ekonomis yang wajar disajikan pada lampiran 1.
▪ Pendapatan lain-lain diasumsikan 8,25% dari pendapatan.
▪ Beban lain-lain diasumsikan 6,25% dari pendapatan.
▪ Perhitungan beban pendanaan dari pinjaman jangka pendek, pinjaman jangka
menengah, liabilitas sewa, pinjaman jangka panjang, obligasi dan sukuk mudharabah
disajikan pada lampiran 2.
▪ Beban pajak penghasilan final diasumsikan 2,25% dari pendapatan.
▪ Bagian rugi entitas asosiasi diasumsikan -0,40% dari investasi pada entitas asosiasi.
▪ Bagian laba entitas ventura bersama diasumsikan 3,00% dari investasi pada ventura
bersama.
▪ Tarif pajak diasumsikan sebesar 22,00% dari laba sebelum pajak dengan menerapkan tax
loss carry forward.
Laporan Posisi Keuangan
▪ Aset lancar
− Piutang usaha tahun 2024 diasumsikan 50 hari dari pendapatan, tahun 2025
diasumsikan 40 hari dari pendapatan dan tahun selanjutnya diasumsikan 30 hari
dari pendapatan.
− Piutang retensi diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Tagihan bruto pemberi kerja diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember
2023.
− Persediaan tahun 2024 diasumsikan 200 hari dari beban pokok pendapatan, tahun
2025 diasumsikan 150 hari dari beban pokok pendapatan dan tahun selanjutnya
diasumsikan 100 hari dari pendapatan.
− Piutang yang belum ditagih diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember
2023.
− Piutang lain-lain bagian lancar diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember
2023.
− Uang muka - bagian lancar diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Jaminan usaha - bagian lancar diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember
2023.
− Aset keuangan diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk IV-18
Page 48
− Pajak dibayar dimuka diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Biaya dibayar dimuka diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Pekerjaan dalam proses dimuka diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember
2023.
▪ Aset tidak lancar
− Aset tetap
Nilai perolehan diasumsikan meningkat per tahun dari tahun sebelumnya sebagai
capex. Akumulasi penyusutan dihitung dengan menambahkan akumulasi
penyusutan tahun sebelumnya dengan penyusutan tahun berjalan disajikan pada
lampiran 1.
− Piutang usaha – bagian tidak lancar diasumsikan tetap, sama dengan per 31
Desember 2023.
− Piutang lain-lain – bagian tidak lancar diasumsikan tetap, sama dengan per 31
Desember 2023.
− Piutang belum ditagih – bagian tidak lancar diasumsikan tetap, sama dengan per 31
Desember 2023.
− Uang muka - bagian tidak lancar diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember
2023.
− Aset real estat diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Investasi pada entitas asosiasi diasumsikan meningkat 5,00% setiap tahun.
− Investasi pada ventura bersama diasumsikan meningkat 5,00% setiap tahun.
− Properti investasi – neto diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Aset kerjasama operasi diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Goodwill diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Investasi jangka panjang lainnya diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember
2023.
− Aset takberwujud diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Aset pajak tangguhan diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Aset lain-lain diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
▪ Liabilitas jangka pendek
− Perhitungan pinjaman jangka pendek disajikan pada lampiran 2.
− Utang usaha tahun 2024 diasumsikan 300 hari dari beban pokok pendapatan dan
tahun selanjutnya diasumsikan 250 hari dari beban pokok pendapatan.
− Utang lain-lain diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Kewajiban bruto pemberi kerja diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember
2023.
− Utang pajak diasumsikan tetap diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember
2023.
− Uang muka pelanggan diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Beban akrual diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Pendapatan diterima dimuka diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember
2023.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk IV-19
Page 49
− Perhitungan bagian jangka pendek dari pinjaman jangka menengah, liabilitas sewa,
pinjaman jangka panjang, obligasi dan sukuk mudharabah disajikan pada lampiran
2.
▪ Liabilitas jangka panjang
− Liabilitas imbalan pasca kerja diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember
2023.
− Liabilitas pajak tangguhan diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Uang muka dari pelanggan jangka panjang diasumsikan tetap, sama dengan per 31
Desember 2023.
− Uang muka proyek jangka panjang diasumsikan tetap, sama dengan per 31
Desember 2023.
− Utang lain-lain jangka panjang diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember
2023.
− Perhitungan bagian jangka panjang dari pinjaman jangka menengah, liabilitas sewa,
pinjaman jangka panjang, obligasi dan sukuk mudharabah disajikan pada lampiran
2.
− Utang ventura bersama diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
▪ Ekuitas
− Modal saham diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Modal saham diperoleh kembali diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember
2023.
− Tambahan modal disetor diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Perubahan ekuitas entitas anak diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember
2023.
− Saldo (defisit) laba adalah penjumlahan antara laba (rugi) bersih periode berjalan
dengan saldo (rugi) laba periode sebelumnya.
− Surat berharga perpetual diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Kepentingan non pengendali diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember
2023.
Asumsi – asumsi yang digunakan yang terkait langsung dengan kegiatan usaha dalam
proyeksi posisi keuangan adalah wajar.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk IV-20
Page 50
Proyeksi Laba Rugi Dengan Dilakukannya Transaksi
PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
Proyeksi Laba Rugi Dengan Dilakukannya Transaksi (Rp.Juta)
Tahun Tahun Proyeksi
Uraian
2023 2024 2025 2026 2027 2028
PENDAPATAN BERSIH 22.530.356 23.656.874 24.366.580 25.097.577 25.850.504 26.626.020
BEBAN POKOK PENDAPATAN (20.177.090) (20.581.480) (21.198.924) (21.834.892) (22.489.939) (23.164.637)
LABA KOTOR 2.353.266 3.075.394 3.167.655 3.262.685 3.360.566 3.461.383
Beban usaha
Umum dan administrasi (973.998) (1.064.559) (1.096.496) (1.129.391) (1.163.273) (1.198.171)
Penjualan (10.271) (11.828) (12.183) (12.549) (12.925) (13.313)
EBITDA 1.368.997 1.999.006 2.058.976 2.120.745 2.184.368 2.249.899
Depresiasi (491.120) (578.468) (557.975) (607.187) (656.399) (638.579)
EBIT 877.878 1.420.538 1.501.001 1.513.558 1.527.968 1.611.320
Pendapatan lain-lain 697.835 1.951.692 2.010.243 2.070.550 2.132.667 2.196.647
Beban lain-lain (5.404.164) (1.478.555) (1.522.911) (1.568.599) (1.615.657) (1.664.126)
Beban keuangan (3.206.109) (3.053.289) (1.726.616) (1.548.686) (1.438.253) (1.243.828)
Beban pajak penghasilan final (500.558) (532.280) (548.248) (564.695) (581.636) (599.085)
Bagian rugi entitas asosiasi (91.144) (7.790) (8.179) (8.588) (9.018) (9.468)
Bagian laba entitas ventura bersama (139.283) 378.700 397.635 417.516 438.392 460.312
Selisih nilai wajar properti investasi - - - - - -
EBT (7.765.545) (1.320.984) 102.924 311.056 454.463 751.770
PAJAK (58.994) - - - - (65.831)
LABA BERSIH (EAT) (7.824.539) (1.320.984) 102.924 311.056 454.463 685.940
Rata-rata
Rasio Profitabilitas
2024-2028
EBITDA/Sales 8,45% 6,08% 8,45% 8,45% 8,45% 8,45% 8,45%
EBIT/Sales 6,03% 3,90% 6,00% 6,16% 6,03% 5,91% 6,05%
EBT/Sales 0,13% -34,47% -5,58% 0,42% 1,24% 1,76% 2,82%
EAT/Sales 0,08% -34,73% -5,58% 0,42% 1,24% 1,76% 2,58%
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk IV-21
Page 51
Proyeksi Posisi Keuangan Dengan Dilakukannya Transaksi
PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
Proyeksi Posisi Keuangan Dengan Dilakukannya Transaksi (Rp.Juta)
Tahun Tahun Proyeksi
Uraian
2023 2024 2025 2026 2027 2028
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas 3.233.071 2.462.362 1.017.206 4.095.637 2.897.357 1.261.372
Piutang usaha 3.310.322 3.240.668 2.670.310 2.062.815 2.124.699 2.188.440
Piutang retensi 1.572.096 1.572.096 1.572.096 1.572.096 1.572.096 1.572.096
Tagihan bruto pemberi kerja 2.463.049 2.463.049 2.463.049 2.463.049 2.463.049 2.463.049
Persediaan 11.411.412 11.277.523 8.711.887 5.982.162 6.161.627 6.346.476
Piutang yang belum ditagih 754.219 754.219 754.219 754.219 754.219 754.219
Piutang lain-lain - bag. lancar 299.796 299.796 299.796 299.796 299.796 299.796
Uang muka - bag. lancar 879.097 879.097 879.097 879.097 879.097 879.097
Jaminan usaha 342.873 342.873 342.873 342.873 342.873 342.873
Aset keuangan - - - - - -
Pajak dibayar dimuka 1.567.878 1.567.878 1.567.878 1.567.878 1.567.878 1.567.878
Biaya dibayar dimuka 965.398 965.398 965.398 965.398 965.398 965.398
Pekerjaan dalam proses 4.002.444 4.002.444 4.002.444 4.002.444 4.002.444 4.002.444
Jumlah Aset Lancar 30.801.656 29.827.404 25.246.254 24.987.465 24.030.534 22.643.139
Aset Tidak Lancar
Aset tetap
Nilai perolehan 12.821.067 13.067.129 13.313.191 13.559.253 13.805.316 14.051.378
Akumulasi penyusutan 4.705.367 5.283.835 5.841.810 6.448.997 7.105.396 7.743.975
Nilai buku 8.115.700 7.783.294 7.471.381 7.110.257 6.699.919 6.307.403
Piutang usaha - bag. tidak lancar - - - - - -
Piutang lain-lain - bag. tidak lancar - - - - - -
Piutang belum ditagih - bag. tidak lancar - - - - - -
Uang muka - bag. tidak lancar - - - - - -
Aset real estat 2.103.448 2.103.448 2.103.448 2.103.448 2.103.448 2.103.448
Investasi pada entitas asosiasi 1.854.701 1.947.436 2.044.808 2.147.048 2.254.401 2.367.121
Investasi pada ventura bersama 12.022.212 12.623.322 13.254.489 13.917.213 14.613.074 15.343.727
Properti investasi - neto 1.308.364 1.308.364 1.308.364 1.308.364 1.308.364 1.308.364
Aset kerjasama operasi 267.839 267.839 267.839 267.839 267.839 267.839
Goodwill 4.847 4.847 4.847 4.847 4.847 4.847
Investasi jangka panjang lainnya 1.029.675 1.029.675 1.029.675 1.029.675 1.029.675 1.029.675
Aset takberwujud 7.601.854 7.601.854 7.601.854 7.601.854 7.601.854 7.601.854
Aset pajak tangguhan 32.193 32.193 32.193 32.193 32.193 32.193
Aset lain-lain 838.747 838.747 838.747 838.747 838.747 838.747
Jumlah Aset Tidak Lancar 35.179.580 35.541.020 35.957.645 36.361.485 36.754.361 37.205.218
JUMLAH ASET 65.981.236 65.368.424 61.203.899 61.348.950 60.784.895 59.848.357
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas Jangka Pendek
Pinjaman jangka pendek 17.613.134 - - - - -
Utang usaha 9.339.844 16.916.285 14.519.811 14.955.406 15.404.068 15.866.190
Utang lain-lain 942.284 942.284 942.284 942.284 942.284 942.284
Kewajiban bruto pemberi kerja - - - - - -
Utang pajak 757.471 757.471 757.471 757.471 757.471 757.471
Uang muka dari pelanggan jangka pendek 602.423 602.423 602.423 602.423 602.423 602.423
Beban akrual 5.399.695 5.399.695 5.399.695 5.399.695 5.399.695 5.399.695
Pendapatan diterima dimuka 294.179 294.179 294.179 294.179 294.179 294.179
Bagian jangka pendek dari:
Pinjaman jangka menengah 1.545.000 356.000 356.000 356.000 356.000 -
Liabilitas sewa 44.130 44.130 44.130 44.130 44.130 44.130
Pinjaman jangka panjang 189.334 - - - - -
Obligasi 1.066.000 1.833.750 942.500 1.746.130 2.241.500 -
Sukuk mudharabah 643.800 681.225 303.100 365.050 487.100 -
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 38.437.294 27.827.441 24.161.592 25.462.766 26.528.848 23.906.370
Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas imbalan paska kerja 269.871 269.871 269.871 269.871 269.871 269.871
Liabilitas pajak tangguhan 77.043 77.043 77.043 77.043 77.043 77.043
Uang muka dari pelanggan jangka panjang 239.959 239.959 239.959 239.959 239.959 239.959
Uang muka proyek jangka panjang 1.390.092 1.390.092 1.390.092 1.390.092 1.390.092 1.390.092
Utang pihak berelasi
Utang lain-lain 108.252 108.252 108.252 108.252 108.252 108.252
Bagian jangka panjang dikurangi bagian jangka
pendek:
Pinjaman jangka menengah 235.000 1.068.000 712.000 356.000 - -
Liabilitas sewa 110.643 110.643 110.643 110.643 110.643 110.643
Pinjaman jangka panjang 5.723.225 18.723.225 19.723.225 20.723.225 21.723.225 22.723.225
Utang ventura bersama 77.287 77.287 77.287 77.287 77.287 77.287
Obligasi 7.602.943 5.769.193 4.826.693 3.080.563 839.063 839.063
Sukuk mudharabah 2.138.015 1.456.790 1.153.690 788.640 301.540 301.540
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 17.972.329 29.290.354 28.688.754 27.221.574 25.136.974 26.136.974
JUMLAH LIABILITAS 56.409.623 57.117.795 52.850.346 52.684.341 51.665.823 50.043.345
Ekuitas
Modal saham 896.995 896.995 896.995 896.995 896.995 896.995
Modal saham diperoleh kembali (110) (110) (110) (110) (110) (110)
Tambahan modal disetor 6.555.499 6.555.499 6.555.499 6.555.499 6.555.499 6.555.499
Perubahan ekuitas entitas anak 1.121.143 1.121.143 1.121.143 1.121.143 1.121.143 1.121.143
Saldo (defisit) laba (2.823.649) (4.144.633) (4.041.709) (3.730.652) (3.276.189) (2.590.249)
Surat berharga perpetual - - - - - -
Kepentingan non pengendali 3.821.735 3.821.735 3.821.735 3.821.735 3.821.735 3.821.735
Jumlah Ekuitas 9.571.613 8.250.629 8.353.553 8.664.609 9.119.073 9.805.012
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 65.981.236 65.368.424 61.203.899 61.348.950 60.784.895 59.848.357
Rata-rata
Rasio Likuiditas dan Solvabilitas
2024-2028
Current Ratio 99,02% 80,13% 107,19% 104,49% 98,13% 90,58% 94,72%
Debt to Equity Ratio 601,99% 589,34% 692,28% 632,67% 608,04% 566,57% 510,39%
Debt to Asset Ratio 85,64% 85,49% 87,38% 86,35% 85,88% 85,00% 83,62%
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk IV-22
Page 52
Proyeksi Arus Kas Dengan Dilakukannya Transaksi
PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
Proyeksi Arus Kas Dengan Dilakukannya Transaksi (Rp.Juta)
Tahun Proyeksi
Uraian
2024 2025 2026 2027 2028
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Laba Bersih (1.320.984) 102.924 311.056 454.463 685.940
Depresiasi dan Amortisasi 578.468 557.975 607.187 656.399 638.579
Perubahan Modal Kerja :
(Kenaikan) Penurunan Piutang usaha 69.654 570.357 607.496 (61.884) (63.741)
(Kenaikan) Penurunan Piutang retensi - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Tagihan bruto pemberi kerja - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Persediaan 133.888 2.565.637 2.729.725 (179.465) (184.849)
(Kenaikan) Penurunan Piutang yang belum ditagih - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Piutang lain-lain - bag. lancar - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Uang muka - bag. lancar - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Jaminan usaha - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Aset keuangan - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Pajak dibayar dimuka - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Biaya dibayar dimuka - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Piutang usaha - bag. tidak lancar - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Piutang lain-lain - bag. tidak lancar - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Piutang belum ditagih - bag. tidak lancar - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Uang muka - bag. tidak lancar - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Aset pajak tangguhan - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Aset lain-lain - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Utang usaha 7.576.441 (2.396.474) 435.594 448.662 462.122
Kenaikan (Penurunan) Utang lain-lain - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Kewajiban bruto pemberi kerja - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Utang pajak - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Uang muka dari pelanggan jangka pendek - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Beban akrual - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Pendapatan diterima dimuka - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Liabilitas imbalan paska kerja - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Liabilitas pajak tangguhan - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Uang muka dari pelanggan jangka panjang - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Uang muka proyek jangka panjang - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Utang lain-lain - - - - -
Perubahan Modal Kerja 7.779.983 739.520 3.772.814 207.313 213.532
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) Aktivitas Operasi 7.037.467 1.400.419 4.691.058 1.318.176 1.538.051
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
(Kenaikan) Penurunan Pekerjaan dalam proses - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Aset tetap (246.062) (246.062) (246.062) (246.062) (246.062)
(Kenaikan) Penurunan Aset real estat - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Investasi pada entitas asosiasi (92.735) (97.372) (102.240) (107.352) (112.720)
(Kenaikan) Penurunan Investasi pada ventura bersama (601.111) (631.166) (662.724) (695.861) (730.654)
(Kenaikan) Penurunan Properti investasi - neto - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Aset kerjasama operasi - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Goodwill - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Investasi jangka panjang lainnya - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Aset takberwujud - - - - -
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) Aktivitas Investasi (939.908) (974.600) (1.011.027) (1.049.275) (1.089.436)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Kenaikan (Penurunan) Pinjaman jangka pendek (17.613.134) - - - -
Kenaikan (Penurunan) Bagian jangka pendek dari:
Pinjaman jangka menengah (1.189.000) - - - (356.000)
Liabilitas sewa - - - - -
Pinjaman jangka panjang (189.334) - - - -
Obligasi 767.750 (891.250) 803.630 495.370 (2.241.500)
Sukuk mudharabah 37.425 (378.125) 61.950 122.050 (487.100)
Kenaikan (Penurunan) Utang pihak berelasi - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Bagian jangka panjang dikurangi bagian
jangka pendek:
Pinjaman jangka menengah 833.000 (356.000) (356.000) (356.000) -
Liabilitas sewa - - - - -
Pinjaman jangka panjang 13.000.000 1.000.000 1.000.000 1.000.000 1.000.000
Kenaikan (Penurunan) Utang ventura bersama - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Obligasi (1.833.750) (942.500) (1.746.130) (2.241.500) -
Kenaikan (Penurunan) Sukuk mudharabah (681.225) (303.100) (365.050) (487.100) -
Kenaikan (Penurunan) Modal saham - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Modal saham diperoleh kembali - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Tambahan modal disetor - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Perubahan ekuitas entitas anak - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Surat berharga perpetual - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Kepentingan non pengendali - - - - -
Penyesuaian - (0) - - -
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) Aktivitas Pendanaan (6.868.269) (1.870.975) (601.600) (1.467.180) (2.084.600)
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN BANK (770.709) (1.445.156) 3.078.431 (1.198.280) (1.635.985)
KAS DAN BANK AWAL TAHUN 3.233.071 2.462.362 1.017.206 4.095.637 2.897.357
KAS DAN BANK AKHIR TAHUN 2.462.362 1.017.206 4.095.637 2.897.357 1.261.372
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk IV-23
Page 53
Tanpa dilakukannya transaksi rata-rata EBITDA/Sales, EBIT/Sales, EBT/Sales dan EAT/Sales
Perseroan masing-masing sebesar 8,45%, 6,03%, 0,13% dan 0,08%. Sedangkan dengan
dilakukannya transaksi rata-rata EBITDA/Sales, EBIT/Sales, EBT/Sales dan EAT/Sales
Perseroan setiap tahun masing-masing sebesar 8,45%, 6,03%, 0,13% dan 0,08%. Dengan
demikian dengan dilakukannya transaksi profitabilitas EBITDA/Sales, EBIT/Sales, EBT/Sales
dan EAT/Sales Perseroan tidak mengalami perubahan.
Tanpa dilakukannya transaksi likuiditas Perseroan yang diukur dengan rata-rata Current
Ratio (CR) sebesar 99,02% sedangkan dengan dilakukannya transaksi CR Perseroan tidak
mengalami perubahan.
Tanpa dilakukannya transaksi solvabilitas Perseroan yang diukur dengan rata-rata Debt to
Equity Ratio (DER) dan Debt to Assets Ratio (DAR) masing-masing 601,99% dan 85,64%
sedangkan dengan dilakukannya transaksi DER dan DAR Perseroan tidak mengalami
perubahan.
Dengan transaksi, proyeksi posisi keuangan Perseroan menunjukan bahwa likuiditas dan
solvabilitas Perseroan tidak mengalami perubahan.
Selain itu tanpa transaksi dan dengan transaksi proyeksi arus kas Perseroan tidak
menunjukkan adanya cash deficiency.
4.2. Analisis Inkremental
Analisis inkremental untuk mengukur nilai tambah dari transaksi dengan mempertimbangkan:
− Konstribusi nilai tambah terhadap perusahaan sebagai akibat dari transaksi dan dampaknya
terhadap proyeksi keuangan.
− Biaya dan pendapatan yang relevan.
− Informasi non keuangan yang relevan.
− Prosedur pengambilan keputusan oleh perusahaan dalam menentukan rencana dan nilai
transaksi dengan memperhatikan alternatif lain.
− Hal-hal material lain.
4.2.1. Konstribusi Nilai Tambah
Berdasarkan analisis laporan keuangan proforma dan proyeksi keuangan konsolidasi Perseroan
tidak terdapat kontribusi nilai tambah bagi Perseroan, namun dengan dilakukannya transaksi
WINNER akan memperoleh kontribusi nilai tambah dengan perhitungan sebagai berikut:
Kontribusi Nilai Tambah Terhadap Laba WINNER
(Rp.Juta)
Tahun Proyeksi
Uraian Jumlah
2024 2025 2026 2027 2028
Dengan Transaksi (1)
EBT 18.171 20.992 24.816 25.318 25.844 115.141
EAT 14.173 16.374 19.356 19.748 20.158 89.810
Tanpa Transaksi (2)
EBT 18.171 20.237 24.816 25.318 25.844 114.386
EAT 14.173 15.785 19.356 19.748 20.158 89.221
Kontribusi Nilai Tambah (1-2)
EBT - 755 - - - 755
EAT - 589 - - - 589
Berdasarkan hasil perhitungan, terlihat bahwa dengan dilakukannya transaksi memberikan
konstribusi nilai tambah terhadap laba WINNER. Dengan dilakukannya transaksi, kontribusi nilai
tambah selama tahun 2024 – 2028 terhadap laba EBT dan EAT WINNER masing-masing sebesar
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk IV-24
Page 54
Rp 755 juta dan Rp 589 juta. Kontribusi nilai tambah tersebut berasal dari penghematan biaya
bunga pinjaman kepada WIKA.
Analisis kontribusi nilai tambah terhadap solvabilitas dan likuiditas WINNER dapat dihitung
sebagai berikut:
Kontribusi Nilai Tambah Terhadap Likuiditas dan Solvabilitas WINNER
Tahun Proyeksi Rata-rata
Uraian
2024 2025 2026 2027 2028 2024-2028
Dengan Transaksi (1)
Current Ratio 399,55% 449,05% 492,45% 536,49% 581,15% 491,74%
Debt to Equity Ratio 22,30% 20,55% 19,09% 17,83% 16,72% 19,30%
Debt to Asset Ratio 18,23% 17,04% 16,03% 15,13% 14,33% 16,15%
Tanpa Transaksi (2)
Current Ratio 335,00% 428,22% 471,83% 516,08% 560,94% 462,41%
Debt to Equity Ratio 27,18% 21,36% 19,79% 18,43% 17,24% 20,80%
Debt to Asset Ratio 21,37% 17,60% 16,52% 15,56% 14,71% 17,15%
Kontribusi Nilai Tambah (1-2)
Current Ratio 19,27% 4,87% 4,37% 3,96% 3,60% 7,21%
Debt to Equity Ratio 17,95% 3,82% 3,52% 3,25% 3,02% 6,31%
Debt to Asset Ratio 14,68% 3,17% 2,95% 2,76% 2,59% 5,23%
Berdasarkan hasil perhitungan, terlihat bahwa dengan dilakukannya transaksi memberikan
konstribusi nilai tambah terhadap peningkatan likuiditas dan solvabilitas WINNER. Dengan
dilakukannya transaksi, kontribusi nilai tambah tahun 2024 – 2028 terhadap likuiditas current
ratio sebesar 7,21% dan solvabilitas debt to equity ratio (DER) dan debt to asset ratio (DAR)
masing-masing sebesar 6,31% dan 5,23%.
Berdasarkan analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa dengan dilakukannya transaksi,
WINNER akan memperoleh nilai tambah berupa peningkatan laba, likuiditas dan solvabilitas
yang akan menguntungkan Perseroan secara konsolidasi.
Perhitungan proyeksi keuangan WINNER tanpa dilakukannya transaksi dan dengan dilakukannya
transaksi disajikan pada lampiran 3.
4.2.2. Biaya dan Pendapatan yang Relevan
Perseroan akan memperhatikan biaya dan pendapatan yang relevan sesuai dengan keadaan
industri dan margin laba yang diharapkan. Apabila pendapatan berkurang Perseroan akan
menurunkan biaya secara proporsional hingga margin laba yang diharapkan dapat tercapai.
Dengan demikian transaksi yang dilakukan memberikan nilai tambah bagi Perseroan.
4.2.3. Informasi Non Keuangan yang Relevan
Informasi non keuangan yang relevan adalah dengan dilakukannya transaksi, dapat
meningkatkan reputasi Perseroan sebagai induk perusahaan yang profesional dengan terus
mendukung kelancaran operasional group Perseroan.
4.2.4. Prosedur Pengambilan Keputusan Oleh Perseroan Dalam Menentukan Rencana Transaksi dan
Nilai Transaksi dengan Memperhatikan Alternatif lain
Prosedur pengambilan keputusan oleh Perseroan dalam menentukan rencana transaksi dan
nilai transaksi adalah dilakukan oleh Direksi dengan pengawasan Komisaris Perseroan. Rencana
transaksi dan nilai transaksi dengan persyaratan yang mudah, transparan dan akuntabel yang
dapat dipenuhi Perseroan sesuai dengan Peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk IV-25
Page 55
Alternatif lain dari rencana transaksi, apabila dilakukan dengan pihak lain, tidak ada dan
Perseroan tidak mengenal pihak lain tersebut, sehingga rencana transaksi tidak dapat
dilaksanakan.
4.2.5. Hal-Hal Material Lainnya
Hal-hal material lainnya terkait dengan analisis inkremental dari rencana transaksi tidak ada.
Dengan analisis inkremental yang telah dilakukan, Penilai meyakini bahwa rencana transaksi
adalah wajar dan memberikan nilai tambah bagi Perseroan.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk IV-26
Page 56
BAB V
ANALISIS KEWAJARAN NILAI TRANSAKSI
Analisis kewajaran nilai transaksi meliputi :
a. Perbandingan antara nilai transaksi dengan hasil penilaian atas transaksi yang dilakukan.
b. Analisis untuk memastikan bahwa nilai transaksi memberikan nilai tambah dari transaksi yang
dilakukan.
5.1. Hasil Penilaian Objek Transaksi
Berdasarkan Laporan Penilaian Saham WINNER No. 00152/2.0118-00/BS/03/0596/1/V/2024
tanggal 21 Mei 2024 yang diterbitkan oleh KJPP Iskandar dan Rekan, menyatakan bahwa Nilai
Pasar 107.234.000 saham atau 100% saham WINNER per 31 Desember 2023 adalah Rp
187.000.000.000,- atau untuk setiap saham adalah Rp 1.744,-.
5.2. Nilai Transaksi
Berdasarkan draft keputusan pemegang saham di luar rapat WINNER, rencana transaksi yang
akan dilakukan yaitu penambahan setoran modal dengan skema konversi utang pemegang
saham menjadi saham (debt to equity swap) pada WINNER oleh WIKA. WIKA akan mengambil
bagian saham baru yang diterbitkan WINNER sebesar Rp 8.024.000.000,- dengan nilai transaksi
sebesar Rp 1.000,- per saham.
5.3. Analisis Kewajaran Nilai Transaksi
Dengan nilai transaksi WINNER sebesar Rp 1.000,- per saham dan Nilai Pasar setiap saham
WINNER adalah Rp 1.744,-, maka nilai transaksi lebih rendah dari Nilai Pasarnya.
Analisis perubahan persentase kepemilikan pada WINNER sebelum dan setelah transaksi adalah
sebagai berikut:
PT WIJAYA KARYA INDUSTRI ENERGI
Sebelum dilakukannya transaksi
Jumlah Saham Persentase Jumlah
No. Pemegang Saham
(Lembar) (%) (Rp)
1 PT Wijaya Karya Rekayasa Konstruksi 64.340.400 60,00% 64.340.400.000
2 PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 42.893.600 40,00% 42.893.600.000
Jumlah 107.234.000 100,00% 107.234.000.000
PT WIJAYA KARYA INDUSTRI ENERGI
Setelah dilakukannya transaksi
Jumlah Saham Persentase Jumlah
No. Pemegang Saham
(Lembar) (%) (Rp)
1 PT Wijaya Karya Rekayasa Konstruksi 64.340.400 55,82% 64.340.400.000
2 PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 50.917.600 44,18% 50.917.600.000
Jumlah 115.258.000 100,00% 115.258.000.000
Dengan dilakukannya transaksi persentase kepemilikan saham Perseroan pada WINNER
mengalami peningkatan dari 40,00% menjadi 44,18%.
Dengan demikian transaksi akan menguntungkan Perseroan sehingga kami berpendapat bahwa
nilai transaksi adalah wajar.
5.4. Analisis Bahwa Nilai Transaksi Memberikan Nilai Tambah dari Transaksi Yang Dilakukan
Berdasarkan hasil analisis dapat dipastikan bahwa nilai transaksi memberikan nilai tambah
sebagai berikut:
• Dengan dilakukannya transaksi, kontribusi nilai tambah selama tahun 2024 – 2028 terhadap
laba EBT dan EAT WINNER masing-masing sebesar Rp 755 juta dan Rp 589 juta. Kontribusi
nilai tambah tersebut berasal dari penghematan biaya bunga pinjaman kepada WIKA.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk V-1
Page 57
• Dengan dilakukannya transaksi, kontribusi nilai tambah tahun 2024 – 2028 terhadap
likuiditas current ratio sebesar 7,21% dan solvabilitas debt to equity ratio (DER) dan debt to
asset ratio (DAR) masing-masing sebesar 6,31% dan 5,23%.
Berdasarkan analisis tersebut, Kami berpendapat bahwa nilai transaksi adalah wajar.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk V-2
Page 58
BAB VI
ANALISIS ATAS FAKTOR LAIN YANG RELEVAN
6.1. Analisis Ketidakpastian Rencana Pembiayaan Dalam Rencana Transaksi
Rencana Transaksi merupakan penambahan setoran modal dengan skema konversi utang
pemegang saham menjadi saham (debt to equity swap) pada WINNER oleh WIKA sehingga tidak
diperlukan ketersediaan kas untuk melakukan rencana transaksi.
6.2. Analisis Ketidakpastian Nilai Tukar Mata Uang
Laporan keuangan Perseroan dan jasa yang diperdagangkan dalam mata uang Rupiah.
Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 20-21 Desember 2023 memutuskan untuk
mempertahankan BI-Rate sebesar 6,00%, suku bunga Deposit Facility sebesar 5,25%, dan suku
bunga Lending Facility sebesar 6,75%. Terhitung mulai 21 Desember 2023, Bank Indonesia
menggunakan nama BI-Rate sebagai suku bunga kebijakan menggantikan BI 7-Day (Reverse)
Repo Rate untuk memperkuat komunikasi kebijakan moneter. Penggantian nama ini tidak
mengubah makna dan tujuan BI-Rate sebagai stance kebijakan moneter Bank Indonesia, serta
operasionalisasinya tetap mengacu pada transaksi reverse repo Bank Indonesia tenor 7 (tujuh)
hari.
Keputusan mempertahankan BI-Rate pada level 6,00% tetap konsisten dengan fokus kebijakan
moneter yang pro-stability yaitu untuk penguatan stabilisasi nilai tukar Rupiah serta langkah
pre-emptive dan forward looking untuk memastikan inflasi tetap terkendali dalam sasaran
2,5±1% pada 2024. Sementara itu, kebijakan makroprudensial dan sistem pembayaran tetap
pro-growth untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Kebijakan
makroprudensial longgar terus ditempuh untuk mendorong kredit/pembiayaan perbankan
kepada dunia usaha dan rumah tangga. Akselerasi digitalisasi sistem pembayaran juga terus
didorong untuk meningkatkan volume transaksi dan memperluas inklusi ekonomi-keuangan
digital, termasuk digitalisasi transaksi keuangan Pemerintah Pusat dan Daerah.
6.3. Analisis Ketidakpastian Risiko Pasar
Ketidakpastian risiko pasar dalam industri konstruksi dapat berasal dari berbagai faktor dan
faktor-faktor ini dapat sangat beragam. Berikut adalah beberapa faktor utama yang dapat
menyebabkan ketidakpastian risiko pasar dalam industri konstruksi:
1. Perubahan Ekonomi Makro: Fluktuasi dalam ekonomi makro, seperti resesi atau
pertumbuhan ekonomi yang lambat, dapat mengurangi permintaan untuk proyek
konstruksi. Kondisi ekonomi yang buruk dapat mengakibatkan penurunan investasi di sektor
ini.
2. Inflasi: Kenaikan biaya bahan bangunan dan tenaga kerja akibat inflasi dapat mengurangi
margin keuntungan proyek konstruksi. Biaya yang meningkat tanpa disertai peningkatan
harga kontrak dapat menyebabkan kerugian finansial.
3. Suku Bunga: Kenaikan suku bunga dapat meningkatkan biaya pembiayaan proyek
konstruksi, sehingga mengurangi profitabilitas dan mempengaruhi kemampuan perusahaan
untuk mendapatkan pembiayaan.
4. Keterlambatan Pembayaran: Keterlambatan dalam pembayaran oleh klien atau kontraktor
utama dapat menyebabkan masalah likuiditas bagi perusahaan konstruksi. Aliran kas yang
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk VI-1
Page 59
tidak stabil dapat menghambat kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban
finansialnya.
5. Manajemen Proyek: Kesalahan dalam manajemen proyek, termasuk estimasi biaya yang
tidak akurat dan penjadwalan yang buruk, dapat menyebabkan pembengkakan biaya dan
penundaan yang merugikan secara finansial.
6.4. Analisis Faktor Lain Yang Berpengaruh
Dengan dilakukannya transaksi maka WINNER dapat meningkatkan solvabilitasnya melalui
perbaikan rasio utang terhadap ekuitas (debt to equity ratio, DER).
Pendapat kewajaran ini disusun berdasarkan asumsi bahwa transaksi yang akan dilakukan oleh
manajemen Perseroan sesuai dengan Rencana Transaksi.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk VI-2
Page 60
BAB VII
KESIMPULAN PENDAPAT KEWAJARAN ATAS TRANSAKSI
Hasil analisis atas nilai transaksi penambahan setoran modal dengan skema konversi utang
pemegang saham menjadi saham (debt to equity swap) pada WINNER oleh WIKA adalah nilai
transaksi dibawah dari Nilai Pasarnya. Dengan dilakukannya transaksi persentase kepemilikan
saham Perseroan pada WINNER mengalami peningkatan. Dengan demikian nilai transaksi
adalah wajar.
Hasil analisis atas dampak keuangan dari transaksi yang akan dilakukan terhadap kepentingan
pemegang saham memberikan kesimpulan bahwa berdasarkan analisis laporan keuangan
proforma dan proyeksi keuangan Perseroan tidak terdapat kontribusi nilai tambah bagi
Perseroan, namun dengan dilakukannya transaksi akan meningkatkan laba, likuiditas dan
solvabilitas WINNER yang dapat memberikan nilai tambah bagi Perseroan secara konsolidasi,
dengan demikian sesuai dengan kepentingan pemegang saham.
Hasil analisis atas pertimbangan bisnis dari manajemen terkait dengan transaksi terhadap
kepentingan pemegang saham adalah WIKA dapat membantu WINNER untuk meningkatkan
solvabilitasnya sehingga akan meningkatkan kepercayaan dari perbankan atau lembaga
keuangan lainnya untuk memperoleh kredit baru memberikan kesimpulan bahwa
pertimbangan bisnis dari manajemen tersebut sejalan dengan kepentingan pemegang saham.
Berdasarkan kesimpulan dari hasil analisis tersebut diatas, maka Kami berpendapat bahwa
transaksi adalah wajar.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk VII-1
Page 61
LAMPIRAN Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk VII-1
Page 62
Lampiran 1
PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
Perhitungan Nilai Perolehan, Penyusutan dan Akumulasi Penyusutan Aset Tetap (Rp.Juta)
Umur Tahun Tahun Proyeksi
Uraian
Ekonomis 2023 2024 2025 2026 2027 2028
NILAI PEROLEHAN
Aset Tetap
Hak atas tanah 4.486.233 4.486.233 4.486.233 4.486.233 4.486.233 4.486.233
Lahan tambang 60.330 60.330 60.330 60.330 60.330 60.330
Bangunan 2.644.084 2.644.084 2.644.084 2.644.084 2.644.084 2.644.084
Prasarana 563.451 563.451 563.451 563.451 563.451 563.451
Perlengkapan kantor 402.703 402.703 402.703 402.703 402.703 402.703
Peralatan pabrik dan proyek 4.519.512 4.519.512 4.519.512 4.519.512 4.519.512 4.519.512
Kendaraan 11.994 11.994 11.994 11.994 11.994 11.994
Aset dalam penyelesaian
Aset dalam penyelesaian 132.759 132.759 132.759 132.759 132.759 132.759
Capex 2024 246.062 246.062 246.062 246.062 246.062 246.062
Capex 2025 246.062 246.062 246.062 246.062 246.062
Capex 2026 246.062 246.062 246.062 246.062
Capex 2027 246.062 246.062 246.062
Capex 2028 246.062 246.062
Jumlah Nilai Perolehan 12.821.067 13.067.129 13.313.191 13.559.253 13.805.316 14.051.378
PENYUSUTAN
Aset Tetap
Lahan tambang 60.330 20 3.016 3.016 3.016 3.016 3.016
Bangunan 2.644.084 15 176.272 176.272 176.272 176.272 176.272
Prasarana 563.451 20 28.173 28.173 28.173 28.173 28.173
Perlengkapan kantor 402.703 4 68.109 - - - -
Peralatan pabrik dan proyek 4.519.512 15 301.301 301.301 301.301 301.301 234.268
Kendaraan 11.994 5 1.597 - - - -
Capex 2024 246.062 5 49.212 49.212 49.212 49.212
Capex 2025 246.062 5 49.212 49.212 49.212
Capex 2026 246.062 5 49.212 49.212
Capex 2027 246.062 5 49.212
Capex 2028 246.062 5
Jumlah Penyusutan Aset Tetap 578.468 557.975 607.187 656.399 638.579
AKUMULASI PENYUSUTAN
Aset Tetap
Lahan tambang 12.551 15.567 18.584 21.600 24.617 27.633
Bangunan 967.108 1.143.380 1.319.653 1.495.925 1.672.197 1.848.469
Prasarana 300.675 328.848 357.021 385.193 413.366 441.538
Perlengkapan kantor 334.593 402.703 402.703 402.703 402.703 402.703
Peralatan pabrik dan proyek 3.080.041 3.381.342 3.682.643 3.983.944 4.285.245 4.519.512
Kendaraan 10.398 11.994 11.994 11.994 11.994 11.994
Capex 2024 - 49.212 98.425 147.637 196.850
Capex 2025 - - 49.212 98.425 147.637
Capex 2026 - - - 49.212 98.425
Capex 2027 - - - - 49.212
Capex 2028 - - - - -
Jumlah Akumulasi Penyusutan 4.705.367 5.283.835 5.841.810 6.448.997 7.105.396 7.743.975
NILAI BUKU
Aset Tetap
Hak atas tanah 4.486.233 4.486.233 4.486.233 4.486.233 4.486.233 4.486.233
Lahan tambang 47.779 44.762 41.746 38.729 35.713 32.696
Bangunan 1.676.976 1.500.703 1.324.431 1.148.159 971.887 795.614
Prasarana 262.775 234.603 206.430 178.258 150.085 121.913
Perlengkapan kantor 68.109 - - - - -
Peralatan pabrik dan proyek 1.439.471 1.138.170 836.869 535.569 234.268 -
Kendaraan 1.597 - - - - -
Aset dalam penyelesaian
Aset dalam penyelesaian 132.759 132.759 132.759 132.759 132.759 132.759
Capex 2024 - 246.062 196.850 147.637 98.425 49.212
Capex 2025 - - 246.062 196.850 147.637 98.425
Capex 2026 - - - 246.062 196.850 147.637
Capex 2027 - - - - 246.062 196.850
Capex 2028 - - - - - 246.062
Jumlah Nilai Buku 8.115.700 7.783.294 7.471.381 7.110.257 6.699.919 6.307.403
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk VII-1
Page 63
Lampiran 1 (lanjutan)
PT WIJAYA KARYA INDUSTRI ENERGI
Perhitungan Nilai Perolehan, Penyusutan dan Akumulasi Penyusutan Aset Tetap Tanpa Dilakukannya Transaksi (Rp.Juta)
Umur Tahun Tahun Proyeksi
Uraian
Ekonomis 2023 2024 2025 2026 2027 2028
ASET TETAP
Nilai Perolehan
Bangunan 19.820 19.820 19.820 19.820 19.820 19.820
Prasarana 1.295 1.295 1.295 1.295 1.295 1.295
Perlengkapan kantor 648 648 648 648 648 648
Peralatan pabrik & proyek 26.958 26.958 26.958 26.958 26.958 26.958
Kendaraan 49 49 49 49 49 49
Capex 1.463 1.463 1.463 1.463 1.463
Akumulasi Capex 1.463 2.926 4.389 5.852 7.315
Jumlah Nilai Perolehan 48.769 50.232 51.696 53.159 54.622 56.085
Penyusutan
Bangunan 20 991 991 991 991 991
Prasarana 12 108 108 108 108 108
Perlengkapan kantor 4 70 - - - -
Peralatan pabrik & proyek 8 3.370 3.250 - - -
Kendaraan 8 6 3 - - -
Capex 5 293 585 878 1.170
Jumlah Penyusutan 4.545 4.645 1.684 1.977 2.269
Akumulasi Penyusutan
Bangunan 6.793 7.784 8.775 9.766 10.757 11.748
Prasarana 640 748 856 964 1.072 1.180
Perlengkapan kantor 578 648 648 648 648 648
Peralatan pabrik & proyek 20.338 23.707 26.958 26.958 26.958 26.958
Kendaraan 40 46 49 49 49 49
Capex - - 293 878 1.756 2.926
Jumlah Akumulasi Penyusutan 28.389 32.933 37.578 39.263 41.239 43.509
Nilai Buku
Bangunan 13.027 12.036 11.045 10.054 9.063 8.072
Prasarana 655 547 439 331 223 115
Perlengkapan kantor 70 - - - - -
Peralatan pabrik & proyek 6.620 3.250 - - - -
Kendaraan 9 3 - - - -
Capex - 1.463 2.634 3.511 4.097 4.389
Jumlah Nilai Buku 20.381 17.299 14.117 13.896 13.382 12.576
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk VII-2
Page 64
Lampiran 1 (lanjutan)
PT WIJAYA KARYA INDUSTRI ENERGI
Perhitungan Nilai Perolehan, Penyusutan dan Akumulasi Penyusutan Aset Tetap Dengan Dilakukannya Transaksi (Rp.Juta)
Umur Tahun Tahun Proyeksi
Uraian
Ekonomis 2023 2024 2025 2026 2027 2028
ASET TETAP
Nilai Perolehan
Bangunan 19.820 19.820 19.820 19.820 19.820 19.820
Prasarana 1.295 1.295 1.295 1.295 1.295 1.295
Perlengkapan kantor 648 648 648 648 648 648
Peralatan pabrik & proyek 26.958 26.958 26.958 26.958 26.958 26.958
Kendaraan 49 49 49 49 49 49
Capex 1.463 1.463 1.463 1.463 1.463
Akumulasi Capex 1.463 2.926 4.389 5.852 7.315
Jumlah Nilai Perolehan 48.769 50.232 51.696 53.159 54.622 56.085
Penyusutan
Bangunan 20 991 991 991 991 991
Prasarana 12 108 108 108 108 108
Perlengkapan kantor 4 70 - - - -
Peralatan pabrik & proyek 8 3.370 3.250 - - -
Kendaraan 8 6 3 - - -
Capex 5 293 585 878 1.170
Jumlah Penyusutan 4.545 4.645 1.684 1.977 2.269
Akumulasi Penyusutan
Bangunan 6.793 7.784 8.775 9.766 10.757 11.748
Prasarana 640 748 856 964 1.072 1.180
Perlengkapan kantor 578 648 648 648 648 648
Peralatan pabrik & proyek 20.338 23.707 26.958 26.958 26.958 26.958
Kendaraan 40 46 49 49 49 49
Capex - - 293 878 1.756 2.926
Jumlah Akumulasi Penyusutan 28.389 32.933 37.578 39.263 41.239 43.509
Nilai Buku
Bangunan 13.027 12.036 11.045 10.054 9.063 8.072
Prasarana 655 547 439 331 223 115
Perlengkapan kantor 70 - - - - -
Peralatan pabrik & proyek 6.620 3.250 - - - -
Kendaraan 9 3 - - - -
Capex - 1.463 2.634 3.511 4.097 4.389
Jumlah Nilai Buku 20.381 17.299 14.117 13.896 13.382 12.576
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk VII-3
Page 65
Lampiran 2
PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
Perhitungan Pembayaran Utang Jangka Pendek (Rp. Juta)
Tahun
Uraian
2023 2024 2025 2026 2027 2028
Penarikan kredit - - - - -
Jumlah Utang 17.613.134 - - - -
Bunga 8,93% 1.572.853 - - - -
Angsuran Pokok 17.613.134 - - - -
Saldo 17.613.134 - - - - -
Catatan :
Suku bunga berdasarkan suku bunga rata-rata untuk pembiayaan modal kerja dari Bank Pemerintah (sumber :
www.bi.go.id).
PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
Perhitungan Pembayaran Pinjaman Jangka Menengah (Rp. Juta)
Tahun Tahun
Uraian
2023 2024 2025 2026 2027 2028
Penarikan kredit - - - - -
Jumlah Utang 1.780.000 1.424.000 1.068.000 712.000 356.000
Bunga 9,41% 167.498 133.998 100.499 66.999 33.500
Angsuran Pokok 356.000 356.000 356.000 356.000 356.000
Saldo 1.780.000 1.424.000 1.068.000 712.000 356.000 -
Catatan :
Suku bunga berdasarkan suku bunga rata-rata untuk pembiayaan investasi dari Bank Pemerintah (sumber : www.bi.go.id).
PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
Perhitungan Pembayaran Pokok dan Bunga Pinjaman Jangka Panjang (Rp. Juta)
Tahun Tahun
Uraian
2023 2024 2025 2026 2027 2028
Penarikan kredit 11.000.000 2.000.000 1.000.000 1.000.000 1.000.000
Jumlah Utang 16.912.559 18.723.225 19.723.225 20.723.225 21.723.225
Bunga 4,00% 236.502 668.929 748.929 788.929 828.929
Angsuran Pokok 189.334 - - - -
Saldo 5.912.559 16.723.225 18.723.225 19.723.225 20.723.225 21.723.225
Catatan :
Suku bunga berdasarkan suku bunga restrukturisasi pinjaman WIKA (sumber : www.bi.go.id).
PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
Perhitungan Pembayaran Pokok Bunga Obligasi (Rp. Juta)
Tahun Tahun
Uraian
2023 2024 2025 2026 2027 2028
Penarikan kredit - - - - -
Jumlah Utang 8.668.943 7.602.943 5.769.193 4.826.693 3.080.563
Bunga 787.559 698.548 542.513 457.405 295.438
Angsuran Pokok 1.066.000 1.833.750 942.500 1.746.130 2.241.500
Saldo 8.668.943 7.602.943 5.769.193 4.826.693 3.080.563 839.063
Catatan :
Suku bunga obligasi berdasarkan suku bunga obligasi WIKA
PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
Perhitungan Pembayaran Pokok Bunga Sukuk Mudharabah(Rp. Juta)
Tahun Tahun
Uraian
2023 2024 2025 2026 2027 2028
Penarikan kredit - - - - -
Jumlah Utang 2.781.815 2.138.015 1.456.790 1.153.690 788.640
Imbal Hasil 288.877 225.141 156.746 124.920 85.962
Angsuran Pokok 643.800 681.225 303.100 365.050 487.100
Saldo 2.781.815 2.138.015 1.456.790 1.153.690 788.640 301.540
Catatan :
Suku bunga berdasarkan tingkat rata-rata imbal hasil sukuk mudharabah WIKA
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk VII-4
Page 66
Lampiran 2 (lanjutan)
PT WIJAYA KARYA INDUSTRI ENERGI
Perhitungan Pembayaran Bunga dan Angsuran Pokok Pinjaman Jangka Pendek Tanpa Dilakukannya Transaksi (Rp. Juta)
Tahun Tahun Proyeksi
Uraian
2023 2024 2025 2026 2027 2028
Penarikan kredit
Jumlah utang 18.988 8.988 - - -
Bunga 9,41% 1.787 846 - - -
Angsuran pokok 10.000 8.988
Saldo 18.988 8.988 - - - -
Catatan :
Suku bunga berdasarkan suku bunga bank pemerintah untuk pinjaman investasi per Desember 2023 (sumber: bi.go.id)
PT WIJAYA KARYA INDUSTRI ENERGI
Perhitungan Pembayaran Bunga dan Angsuran Pokok Pinjaman Jangka Pendek Dengan Dilakukannya Transaksi (Rp. Juta)
Tahun Tahun Proyeksi
Uraian
2023 2024 2025 2026 2027 2028
Penarikan kredit
Jumlah utang 18.988 964 - - -
Bunga 9,41% 1.787 91 - - -
Angsuran pokok 10.000 964
Konversi utang WIKA menjadi modal saham 8.024 - - - -
Saldo 18.988 964 - - - -
Catatan :
Suku bunga berdasarkan suku bunga bank pemerintah untuk pinjaman investasi per Desember 2023 (sumber: bi.go.id)
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk VII-5
Page 67
Lampiran 3
Asumsi proyeksi keuangan tanpa dilakukannya transaksi PT Wijaya Karya Industri Energi adalah
sebagai berikut:
Jangka Waktu Proyeksi
Periode proyeksi pendapatan ekonomis wajib dilakukan dalam jangka waktu paling singkat 5 (lima)
tahun ke depan. Proyeksi keuangan disajikan mulai dari 1 Januari 2024 – 31 Desember 2028.
Laporan Laba (Rugi)
▪ Perhitungan Pendapatan disajikan pada lampiran 4.
▪ Beban pokok pendapatan diasumsikan sebesar 78,50% dari pendapatan.
▪ Beban penjualan sebesar 0,05% dari pendapatan.
▪ Beban umum dan administrasi diasumsikan sebesar 7,50% dari pendapatan.
▪ Perhitungan penyusutan dan amortisasi dengan metode garis lurus dengan sisa umur ekonomis
yang wajar disajikan pada lampiran 1.
▪ Pendapatan lain-lain diasumsikan nol atau tidak ada.
▪ Beban lain-lain diasumsikan nol atau tidak ada.
▪ Laba pada ventura bersama diasumsikan nol atau tidak ada.
▪ Perhitungan beban pendanaan disajikan pada lampiran 2.
▪ Beban pajak penghasilan final diasumsikan nol atau tidak ada.
▪ Tarif pajak diasumsikan sebesar 22,00% dari laba sebelum pajak dengan menerapkan tax loss carry
forward.
Laporan Posisi Keuangan
▪ Aset lancar
− Piutang usaha diasumsikan 40 hari dari pendapatan setiap tahun.
− Piutang retensi diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Tagihan bruto pemberi kerja diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Piutang lain-lain diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Persediaan tahun 2024 diasumsikan 300 hari dari beban pokok pendapatan, tahun 2025
diasumsikan 250 hari dari beban pokok pendapatan dan tahun selanjutnya diasumsikan 200
hari dari pendapatan.
− Uang muka diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Biaya dibayar dimuka diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Pajak dibayar dimuka diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Pekerjaan dalam proses konstruksi diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Aset lancar lainnya diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Piutang yang belum tertagih diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
▪ Aset tidak lancar
− Investasi pada ventura bersama diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Aset pajak tangguhan diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Aset tetap
Nilai perolehan diasumsikan meningkat per tahun dari tahun sebelumnya sebagai capex.
Akumulasi penyusutan dihitung dengan menambahkan akumulasi penyusutan tahun
sebelumnya dengan penyusutan tahun berjalan disajikan pada lampiran 1.
− Aset tak berwujud diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk VII-6
Page 68
− Aset tidak lancar lainnya diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
▪ Liabilitas jangka pendek
− Perhitungan pinjaman jangka pendek disajikan pada lampiran 2.
− Utang usaha diasumsikan 35 hari dari beban pokok pendapatan setiap tahun.
− Utang lain-lain diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Utang dividen diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Utang pajak diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Uang muka pelanggan diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Beban akrual diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
▪ Liabilitas jangka panjang
− Liabilitas imbalan kerja diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Pinjaman jangka menengah diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
▪ Ekuitas
− Modal saham diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Saldo (defisit) laba adalah penjumlahan antara laba (rugi) bersih periode berjalan dengan
saldo (rugi) laba periode sebelumnya.
Asumsi – asumsi yang digunakan yang terkait langsung dengan kegiatan usaha dalam proyeksi posisi
keuangan adalah wajar.
PT WIJAYA KARYA INDUSTRI ENERGI
Proyeksi Laba Rugi Tanpa Dilakukannya Transaksi (Rp.Juta)
Tahun Tahun Proyeksi
Uraian
2023 2024 2025 2026 2027 2028
PENDAPATAN 141.469 175.646 184.429 189.962 195.660 201.530
BEBAN POKOK PENDAPATAN (111.100) (137.882) (144.777) (149.120) (153.593) (158.201)
LABA KOTOR 30.370 37.764 39.652 40.842 42.067 43.329
Beban penjualan (3) (88) (92) (95) (98) (101)
Beban umum dan administrasi (10.387) (13.173) (13.832) (14.247) (14.675) (15.115)
EBITDA 19.980 24.503 25.728 26.500 27.295 28.113
Depresiasi dan amortisasi (3.901) (4.545) (4.645) (1.684) (1.977) (2.269)
EBIT 16.079 19.958 21.083 24.816 25.318 25.844
Pendapatan lain-lain 7.319 - - - - -
Beban lain-lain (9.852) - - - - -
Laba pada ventura bersama - - - - - -
Beban pendanaan (4.045) (1.787) (846) - - -
Beban pajak penghasilan final (415) - - - - -
EBT 9.086 18.171 20.237 24.816 25.318 25.844
Pajak (1.892) (3.998) (4.452) (5.459) (5.570) (5.686)
LABA BERSIH (EAT) 7.194 14.173 15.785 19.356 19.748 20.158
Rata-rata
Rasio Profitabilitas
2024-2028
Laba Kotor/Sales 21,50% 21,47% 21,50% 21,50% 21,50% 21,50% 21,50%
EBITDA/Sales 13,95% 14,12% 13,95% 13,95% 13,95% 13,95% 13,95%
EBIT/Sales 12,32% 11,37% 11,36% 11,43% 13,06% 12,94% 12,82%
EBT/Sales 12,03% 6,42% 10,35% 10,97% 13,06% 12,94% 12,82%
EAT/Sales 9,38% 5,09% 8,07% 8,56% 10,19% 10,09% 10,00%
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk VII-7
Page 69
PT WIJAYA KARYA INDUSTRI ENERGI
Proyeksi Posisi Keuangan Tanpa Dilakukannya Transaksi (Rp.Juta)
Tahun Tahun Proyeksi
Uraian
2023 2024 2025 2026 2027 2028
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 9.103 16.505 40.348 77.188 94.802 113.041
Piutang usaha 16.957 19.249 20.211 20.818 21.442 22.086
Piutang retensi - - - - - -
Tagihan bruto pemberi kerja 3.475 3.475 3.475 3.475 3.475 3.475
Piutang lain-lain - - - - - -
Persediaan 112.384 113.328 99.162 81.710 84.161 86.686
Uang muka 976 976 976 976 976 976
Biaya dibayar dimuka 69 69 69 69 69 69
Pajak dibayar dimuka 12.784 12.784 12.784 12.784 12.784 12.784
Pekerjaan dalam proses konstruksi - - - - - -
Aset lancar lainnya - - - - - -
Piutang yang belum tertagih - - - - - -
Jumlah Aset Lancar 155.748 166.386 177.025 197.019 217.710 239.116
ASET TIDAK LANCAR
Investasi pada ventura bersama - - - - - -
Aset pajak tangguhan 4.566 4.566 4.566 4.566 4.566 4.566
Aset tetap
Nilai perolehan 48.769 50.232 51.696 53.159 54.622 56.085
Akumulasi penyusutan 28.389 32.933 37.578 39.263 41.239 43.509
Nilai buku 20.381 17.299 14.117 13.896 13.382 12.576
Aset tak berwujud 67.400 67.400 67.400 67.400 67.400 67.400
Aset tidak lancar lainnya 198 198 198 198 198 198
Jumlah Aset Tidak Lancar 92.545 89.463 86.281 86.060 85.547 84.740
JUMLAH ASET 248.292 255.849 263.306 283.079 303.256 323.856
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Pinjaman jangka pendek 18.988 8.988 - - - -
Utang usaha 9.839 13.222 13.883 14.299 14.728 15.170
Utang lain-lain 15.722 15.722 15.722 15.722 15.722 15.722
Utang dividen 3.543 3.543 3.543 3.543 3.543 3.543
Utang pajak 1.675 1.675 1.675 1.675 1.675 1.675
Uang muka pelanggan 579 579 579 579 579 579
Beban akrual 5.939 5.939 5.939 5.939 5.939 5.939
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 56.284 49.667 41.340 41.757 42.186 42.627
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas imbalan kerja 5.007 5.007 5.007 5.007 5.007 5.007
Pinjaman jangka menengah - - - - - -
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 5.007 5.007 5.007 5.007 5.007 5.007
JUMLAH LIABILITAS 61.291 54.674 46.347 46.763 47.192 47.634
EKUITAS
Modal saham 107.234 107.234 107.234 107.234 107.234 107.234
Saldo laba (rugi) 79.767 93.941 109.726 129.082 148.830 168.988
Jumlah Ekuitas 187.001 201.175 216.960 236.316 256.064 276.222
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 248.292 255.849 263.306 283.079 303.256 323.856
Rata-rata
Rasio Likuiditas dan Solvabilitas
2024-2028
Current Ratio 462,41% 276,72% 335,00% 428,22% 471,83% 516,08% 560,94%
Debt to Equity Ratio 20,80% 32,78% 27,18% 21,36% 19,79% 18,43% 17,24%
Debt to Asset Ratio 17,15% 24,69% 21,37% 17,60% 16,52% 15,56% 14,71%
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk VII-8
Page 70
PT WIJAYA KARYA INDUSTRI ENERGI
Proyeksi Arus Kas Tanpa Dilakukannya Transaksi (Rp.Juta)
Tahun Proyeksi
Uraian
2024 2025 2026 2027 2028
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Laba bersih 14.173 15.785 19.356 19.748 20.158
Depresiasi 4.545 4.645 1.684 1.977 2.269
Perubahan Modal Kerja :
(Kenaikan) Penurunan Piutang usaha (2.292) (962) (606) (625) (643)
(Kenaikan) Penurunan Piutang retensi - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Tagihan bruto pemberi kerja - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Piutang lain-lain - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Persediaan (944) 14.166 17.453 (2.451) (2.525)
(Kenaikan) Penurunan Uang muka - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Biaya dibayar dimuka - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Pajak dibayar dimuka - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Pekerjaan dalam proses konstruksi - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Aset lancar lainnya - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Piutang yang belum tertagih - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Aset pajak tangguhan - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Aset tidak lancar lainnya - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Utang usaha 3.383 661 416 429 442
Kenaikan (Penurunan) Utang lain-lain - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Utang dividen - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Utang pajak - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Uang muka pelanggan - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Beban akrual - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Liabilitas imbalan kerja - - - - -
Perubahan Modal Kerja 147 13.865 17.263 (2.647) (2.726)
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) untuk Aktivitas Operasi 18.865 34.294 38.303 19.078 19.702
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
(Kenaikan) Penurunan Investasi pada ventura bersama - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Aset tetap (1.463) (1.463) (1.463) (1.463) (1.463)
(Kenaikan) Penurunan Aset tak berwujud - - - - -
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) untuk Aktivitas Investasi (1.463) (1.463) (1.463) (1.463) (1.463)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Kenaikan (Penurunan) Pinjaman jangka pendek (10.000) (8.988) - - -
Kenaikan (Penurunan) Pinjaman jangka menengah - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Modal saham - - - - -
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) untuk Aktivitas Pendanaan (10.000) (8.988) - - -
Penyesuaian - - - - -
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS & SETARA KAS 7.402 23.843 36.840 17.615 18.238
KAS & SETARA KAS AWAL TAHUN 9.103 16.505 40.348 77.188 94.802
KAS & SETARA KAS AKHIR TAHUN 16.505 40.348 77.188 94.802 113.041
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk VII-9
Page 71
Asumsi proyeksi keuangan dengan dilakukannya transaksi PT Wijaya Karya Industri Energi adalah
sebagai berikut:
Jangka Waktu Proyeksi
Periode proyeksi pendapatan ekonomis wajib dilakukan dalam jangka waktu paling singkat 5 (lima)
tahun ke depan. Proyeksi keuangan disajikan mulai dari 1 Januari 2024 – 31 Desember 2028.
Laporan Laba (Rugi)
▪ Perhitungan Pendapatan disajikan pada lampiran 4.
▪ Beban pokok pendapatan diasumsikan sebesar 78,50% dari pendapatan.
▪ Beban penjualan sebesar 0,05% dari pendapatan.
▪ Beban umum dan administrasi diasumsikan sebesar 7,50% dari pendapatan.
▪ Perhitungan penyusutan dan amortisasi dengan metode garis lurus dengan sisa umur ekonomis
yang wajar disajikan pada lampiran 1.
▪ Pendapatan lain-lain diasumsikan nol atau tidak ada.
▪ Beban lain-lain diasumsikan nol atau tidak ada.
▪ Laba pada ventura bersama diasumsikan nol atau tidak ada.
▪ Perhitungan beban pendanaan disajikan pada lampiran 2.
▪ Beban pajak penghasilan final diasumsikan nol atau tidak ada.
▪ Tarif pajak diasumsikan sebesar 22,00% dari laba sebelum pajak dengan menerapkan tax loss carry
forward.
Laporan Posisi Keuangan
▪ Aset lancar
− Piutang usaha diasumsikan 40 hari dari pendapatan setiap tahun.
− Piutang retensi diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Tagihan bruto pemberi kerja diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Piutang lain-lain diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Persediaan tahun 2024 diasumsikan 300 hari dari beban pokok pendapatan, tahun 2025
diasumsikan 250 hari dari beban pokok pendapatan dan tahun selanjutnya diasumsikan 200
hari dari pendapatan.
− Uang muka diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Biaya dibayar dimuka diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Pajak dibayar dimuka diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Pekerjaan dalam proses konstruksi diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Aset lancar lainnya diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Piutang yang belum tertagih diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
▪ Aset tidak lancar
− Investasi pada ventura bersama diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Aset pajak tangguhan diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Aset tetap
Nilai perolehan diasumsikan meningkat per tahun dari tahun sebelumnya sebagai capex.
Akumulasi penyusutan dihitung dengan menambahkan akumulasi penyusutan tahun
sebelumnya dengan penyusutan tahun berjalan disajikan pada lampiran 1.
− Aset tak berwujud diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Aset tidak lancar lainnya diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk VII-10
Page 72
▪ Liabilitas jangka pendek
− Perhitungan pinjaman jangka pendek disajikan pada lampiran 2.
− Utang usaha diasumsikan 35 hari dari beban pokok pendapatan setiap tahun.
− Utang lain-lain diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Utang dividen diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Utang pajak diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Uang muka pelanggan diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Beban akrual diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
▪ Liabilitas jangka panjang
− Liabilitas imbalan kerja diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Pinjaman jangka menengah diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
▪ Ekuitas
− Modal saham diasumsikan meningkat sesuai dengan setoran modal WIKA.
− Saldo (defisit) laba adalah penjumlahan antara laba (rugi) bersih periode berjalan dengan
saldo (rugi) laba periode sebelumnya.
Asumsi – asumsi yang digunakan yang terkait langsung dengan kegiatan usaha dalam proyeksi posisi
keuangan adalah wajar.
PT WIJAYA KARYA INDUSTRI ENERGI
Proyeksi Laba Rugi Dengan Dilakukannya Transaksi (Rp.Juta)
Tahun Tahun Proyeksi
Uraian
2023 2024 2025 2026 2027 2028
PENDAPATAN 141.469 175.646 184.429 189.962 195.660 201.530
BEBAN POKOK PENDAPATAN (111.100) (137.882) (144.777) (149.120) (153.593) (158.201)
LABA KOTOR 30.370 37.764 39.652 40.842 42.067 43.329
Beban penjualan (3) (88) (92) (95) (98) (101)
Beban umum dan administrasi (10.387) (13.173) (13.832) (14.247) (14.675) (15.115)
EBITDA 19.980 24.503 25.728 26.500 27.295 28.113
Depresiasi dan amortisasi (3.901) (4.545) (4.645) (1.684) (1.977) (2.269)
EBIT 16.079 19.958 21.083 24.816 25.318 25.844
Pendapatan lain-lain 7.319 - - - - -
Beban lain-lain (9.852) - - - - -
Laba pada ventura bersama - - - - - -
Beban pendanaan (4.045) (1.787) (91) - - -
Beban pajak penghasilan final (415) - - - - -
EBT 9.086 18.171 20.992 24.816 25.318 25.844
Pajak (1.892) (3.998) (4.618) (5.459) (5.570) (5.686)
LABA BERSIH (EAT) 7.194 14.173 16.374 19.356 19.748 20.158
Rata-rata
Rasio Profitabilitas
2024-2028
Laba Kotor/Sales 21,50% 21,47% 21,50% 21,50% 21,50% 21,50% 21,50%
EBITDA/Sales 13,95% 14,12% 13,95% 13,95% 13,95% 13,95% 13,95%
EBIT/Sales 12,32% 11,37% 11,36% 11,43% 13,06% 12,94% 12,82%
EBT/Sales 12,11% 6,42% 10,35% 11,38% 13,06% 12,94% 12,82%
EAT/Sales 9,45% 5,09% 8,07% 8,88% 10,19% 10,09% 10,00%
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk VII-11
Page 73
PT WIJAYA KARYA INDUSTRI ENERGI
Proyeksi Posisi Keuangan Dengan Dilakukannya Transaksi (Rp.Juta)
Tahun Tahun Proyeksi
Uraian
2023 2024 2025 2026 2027 2028
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 9.103 16.505 48.961 85.801 103.415 121.654
Piutang usaha 16.957 19.249 20.211 20.818 21.442 22.086
Piutang retensi - - - - - -
Tagihan bruto pemberi kerja 3.475 3.475 3.475 3.475 3.475 3.475
Piutang lain-lain - - - - - -
Persediaan 112.384 113.328 99.162 81.710 84.161 86.686
Uang muka 976 976 976 976 976 976
Biaya dibayar dimuka 69 69 69 69 69 69
Pajak dibayar dimuka 12.784 12.784 12.784 12.784 12.784 12.784
Pekerjaan dalam proses konstruksi - - - - - -
Aset lancar lainnya - - - - - -
Piutang yang belum tertagih - - - - - -
Jumlah Aset Lancar 155.748 166.386 185.638 205.632 226.322 247.729
ASET TIDAK LANCAR
Investasi pada ventura bersama - - - - - -
Aset pajak tangguhan 4.566 4.566 4.566 4.566 4.566 4.566
Aset tetap
Nilai perolehan 48.769 50.232 51.696 53.159 54.622 56.085
Akumulasi penyusutan 28.389 32.933 37.578 39.263 41.239 43.509
Nilai buku 20.381 17.299 14.117 13.896 13.382 12.576
Aset tak berwujud 67.400 67.400 67.400 67.400 67.400 67.400
Aset tidak lancar lainnya 198 198 198 198 198 198
Jumlah Aset Tidak Lancar 92.545 89.463 86.281 86.060 85.547 84.740
JUMLAH ASET 248.292 255.849 271.919 291.692 311.869 332.469
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Pinjaman jangka pendek 18.988 964 - - - -
Utang usaha 9.839 13.222 13.883 14.299 14.728 15.170
Utang lain-lain 15.722 15.722 15.722 15.722 15.722 15.722
Utang dividen 3.543 3.543 3.543 3.543 3.543 3.543
Utang pajak 1.675 1.675 1.675 1.675 1.675 1.675
Uang muka pelanggan 579 579 579 579 579 579
Beban akrual 5.939 5.939 5.939 5.939 5.939 5.939
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 56.284 41.643 41.340 41.757 42.186 42.627
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas imbalan kerja 5.007 5.007 5.007 5.007 5.007 5.007
Pinjaman jangka menengah - - - - - -
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 5.007 5.007 5.007 5.007 5.007 5.007
JUMLAH LIABILITAS 61.291 46.650 46.347 46.763 47.192 47.634
EKUITAS
Modal saham 107.234 115.258 115.258 115.258 115.258 115.258
Saldo laba (rugi) 79.767 93.941 110.315 129.671 149.419 169.577
Jumlah Ekuitas 187.001 209.199 225.573 244.929 264.677 284.835
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 248.292 255.849 271.919 291.692 311.869 332.469
Rata-rata
Rasio Likuiditas dan Solvabilitas
2024-2028
Current Ratio 491,74% 276,72% 399,55% 449,05% 492,45% 536,49% 581,15%
Debt to Equity Ratio 19,30% 32,78% 22,30% 20,55% 19,09% 17,83% 16,72%
Debt to Asset Ratio 16,15% 24,69% 18,23% 17,04% 16,03% 15,13% 14,33%
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk VII-12
Page 74
PT WIJAYA KARYA INDUSTRI ENERGI
Proyeksi Arus Kas Dengan Dilakukannya Transaksi (Rp.Juta)
Tahun Proyeksi
Uraian
2024 2025 2026 2027 2028
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Laba bersih 14.173 16.374 19.356 19.748 20.158
Depresiasi 4.545 4.645 1.684 1.977 2.269
Perubahan Modal Kerja :
(Kenaikan) Penurunan Piutang usaha (2.292) (962) (606) (625) (643)
(Kenaikan) Penurunan Piutang retensi - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Tagihan bruto pemberi kerja - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Piutang lain-lain - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Persediaan (944) 14.166 17.453 (2.451) (2.525)
(Kenaikan) Penurunan Uang muka - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Biaya dibayar dimuka - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Pajak dibayar dimuka - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Pekerjaan dalam proses konstruksi - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Aset lancar lainnya - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Piutang yang belum tertagih - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Aset pajak tangguhan - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Aset tidak lancar lainnya - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Utang usaha 3.383 661 416 429 442
Kenaikan (Penurunan) Utang lain-lain - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Utang dividen - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Utang pajak - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Uang muka pelanggan - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Beban akrual - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Liabilitas imbalan kerja - - - - -
Perubahan Modal Kerja 147 13.865 17.263 (2.647) (2.726)
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) untuk Aktivitas Operasi 18.865 34.883 38.303 19.078 19.702
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
(Kenaikan) Penurunan Investasi pada ventura bersama - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Aset tetap (1.463) (1.463) (1.463) (1.463) (1.463)
(Kenaikan) Penurunan Aset tak berwujud - - - - -
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) untuk Aktivitas Investasi (1.463) (1.463) (1.463) (1.463) (1.463)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Kenaikan (Penurunan) Pinjaman jangka pendek (18.024) (964) - - -
Kenaikan (Penurunan) Pinjaman jangka menengah - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Modal saham 8.024 - - - -
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) untuk Aktivitas Pendanaan (10.000) (964) - - -
Penyesuaian - - - - -
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS & SETARA KAS 7.402 32.456 36.840 17.615 18.238
KAS & SETARA KAS AWAL TAHUN 9.103 16.505 48.961 85.801 103.415
KAS & SETARA KAS AKHIR TAHUN 16.505 48.961 85.801 103.415 121.654
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk VII-13
Page 75
Lampiran 4
PT WIJAYA KARYA INDUSTRI ENERGI
Proyeksi Pendapatan (Rp. Juta)
Tahun Proyeksi
Uraian
2024 2025 2026 2027 2028
Kontrak dihadapi
Water heater 100.608 105.639 108.808 112.072 115.434
Photovoltaic 36.384 38.203 39.349 40.529 41.745
Baterai 122.462 128.585 132.443 136.416 140.508
Penerangan jalan umum tenaga surya 17.455 18.328 18.877 19.444 20.027
Growth kontrak
Water heater 10,00% 5,00% 3,00% 3,00% 3,00%
Photovoltaic 10,00% 5,00% 3,00% 3,00% 3,00%
Baterai 10,00% 5,00% 3,00% 3,00% 3,00%
Penerangan jalan umum tenaga surya 10,00% 5,00% 3,00% 3,00% 3,00%
Proporsi dari kontrak
Water heater 80,00% 80,00% 80,00% 80,00% 80,00%
Photovoltaic 50,00% 50,00% 50,00% 50,00% 50,00%
Baterai 60,00% 60,00% 60,00% 60,00% 60,00%
Penerangan jalan umum tenaga surya 20,00% 20,00% 20,00% 20,00% 20,00%
Penjualan dari kontrak
Water heater 80.487 84.511 87.046 89.658 92.347
Photovoltaic 18.192 19.101 19.674 20.265 20.873
Baterai 73.477 77.151 79.466 81.849 84.305
Penerangan jalan umum tenaga surya 3.491 3.666 3.775 3.889 4.005
TOTAL PENDAPATAN 175.646 184.429 189.962 195.660 201.530
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk VII-14
Names mentioned 65 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT WIJAYA KARYA INDUSTRI ENERGI OLEH
p.1
unresolved
org
KJPP ISKANDAR DAN REKAN
p.1 ×5
unresolved
org
Kantor Jasa Penilai Publik Iskandar
p.2 ×3
unresolved
org
Menteri Keuangan
p.2 ×3
unresolved
org
Kantor Jasa Penilai Publik Iskandar dan Rekan
p.3 ×2
unresolved
org
Mawar & Rekan
p.3 ×10
unresolved
person
Fathiah Helmi
· Notaris
p.4 ×13
unresolved
person
Radithe Pramudito
p.6
unresolved
person
Sigit E. Purnomo
p.6
unresolved
person
Dhonny Ariyanto
p.12
unresolved
org
PT Wijaya Karya Rekayasa Konstruksi WINNER
p.17
unresolved
—
Baju Wibisono
p.17
unresolved
—
Atut Meilaksono
p.17
unresolved
—
Anung Caksono Adi
p.17
unresolved
—
Krismantoro
p.17
unresolved
org
PT WIJAYA KARYA INDUSTRI ENERGI Sebelum
p.18 ×2
unresolved
—
II-3
p.18
unresolved
org
PT WIJAYA KARYA INDUSTRI ENERGI Setelah
p.19 ×2
unresolved
—
II-4
p.19
unresolved
person
Djojo Muljadi
p.20
unresolved
person
Kartini Muljadi
p.20
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik Indonesia
p.20
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-AH.
p.20
unresolved
—
III-1
p.20
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.21 ×2
unresolved
org
PT Wijaya Karya Intrade Energi
p.21
unresolved
person
M. Nova Faisal
p.21
unresolved
person
Akta Notaris Ryan Bayu Candra
p.21 ×2
unresolved
—
III-2
p.21
unresolved
org
Pusat Statistik Struktur PDB Indonesia
p.22 ×2
unresolved
org
Pusat Statistik Pertumbuhan Ekonomi Triwulan IV-
p.23 ×2
unresolved
org
Pusat Statistik Pendapat Kewajaran
p.23 ×2
unresolved
org
Pusat Statistik
p.25 ×2
unresolved
org
Kota Nusantara
p.28
unresolved
org
Bank Indonesia
p.58 ×4
unresolved
org
PT WIJAYA KARYA INDUSTRI ENERGI Perhitungan Nilai Perolehan
p.63 ×2
unresolved
org
PT WIJAYA KARYA INDUSTRI ENERGI Perhitungan Pembayaran Bunga
p.66 ×2
unresolved
org
PT WIJAYA KARYA INDUSTRI ENERGI Proyeksi Laba Rugi
p.68 ×2
unresolved
org
PT WIJAYA KARYA INDUSTRI ENERGI Proyeksi Posisi Keuangan
p.69 ×2
unresolved
org
PT WIJAYA KARYA INDUSTRI ENERGI Proyeksi Arus Kas
p.70 ×2
unresolved
org
PT WIJAYA KARYA INDUSTRI ENERGI Proyeksi Pendapatan
p.75
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.364
16154 ms
12 Sep 2026 23:02
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [{'area_sqm': None,
'category': 'OTHER',
'description': '................................................................................................ '
'V-1'}],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'MATERIAL_FACT',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': '................................................................................................ '
'V-1',
'object_truncated': True,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': None,
'value': None}