Skip to content
Back to announcement

20240604_AISA_Laporan Informasi dan Fakta Material_31646264_lamp2.pdf

Asset transaction Needs review AISA

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 118

Page 1
          LAPORAN STUDI KELAYAKAN
                 RENCANA
         PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA
                          DISUSUN UNTUK

          PT FKS FOOD SEJAHTERA Tbk




SUWENDHO RINALDY DAN REKAN
KANTOR JASA PENILAI PUBLIK
Nomor Izin Usaha KJPP: 2.09.0059                            Kantor Cabang Jakarta
                                                Komplek Kalibata Indah Blok K16-17
Nomor Izin Cabang KJPP: 1138/KM.1/2017                 Jl. Rawajati Timur, Pancoran
Penilai Properti dan Bisnis                                  Jakarta Selatan 12750
                                                        T (021) 7970913 / 799-4521
                                                               E ocky@srrkjpp.com
                                                   Wilayah Kerja: Seluruh Indonesia
                                          Kantor Cabang: Jakarta (P/B), Bandung (P)
Page 2
            SUWENDHO RINALDY DAN REKAN
            KANTOR JASA PENILAI PUBLIK                                          Kantor Cabang Jakarta
            Nomor Izin Usaha KJPP: 2.09.0059                        Komplek Kalibata Indah Blok K16-17
            Nomor Izin Cabang KJPP: 1138/KM.1/2017                         Jl. Rawajati Timur, Pancoran
            Penilai Properti dan Bisnis                                          Jakarta Selatan 12750
                                                                            T (021) 7970913 / 799-4521
                                                                                   E ocky@srrkjpp.com
                                                                       Wilayah Kerja: Seluruh Indonesia
                                                              Kantor Cabang: Jakarta (P/B), Bandung (P)




    No. : 240604.001/SRR-JK/LP-S/AISA/OR                                              4 Juni 2024



    Kepada Yth.

    PT FKS FOOD SEJAHTERA Tbk
    Menara Astra Lt. 29
    Jl. Jend. Sudirman Kav. 5-6
    Jakarta Pusat 10220

    U.p. : Direksi

    Hal : Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha




    Dengan hormat,

    Sehubungan dengan penugasan yang diberikan kepada kami, Kantor Jasa Penilai Publik
    (“KJPP”) Suwendho Rinaldy dan Rekan (“SRR” atau “kami” atau “Penilai”), oleh
    PT FKS Food Sejahtera Tbk (“Perseroan”) untuk memberikan pendapat sebagai penilai
    independen atas kelayakan rencana Perseroan untuk menambah kegiatan usahanya saat
    ini dengan kegiatan usaha perdagangan besar bahan makanan dan minuman hasil
    peternakan dan perikanan lainnya; perdagangan besar makanan dan minuman lainnya;
    perdagangan besar gula, coklat dan kembang gula; pergudangan dan penyimpanan;
    industri makanan dari kedelai dan kacang-kacangan lainnya bukan kecap, tempe dan tahu;
    serta industri kembang gula (“Rencana Penambahan Kegiatan Usaha”), sesuai dengan
    proposal kami No. 240321.002/SRR-JK/SPN-S/AISA/OR tanggal 21 Maret 2024 yang
    telah disetujui oleh Perseroan, maka dengan ini kami sebagai KJPP resmi berdasarkan
    Keputusan Menteri Keuangan No. 1056/KM.1/2009 tanggal 20 Agustus 2009 yang
    terdaftar sebagai profesi penunjang pasar modal di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan
    Surat Tanda Terdaftar (STTD) Profesi Penunjang Pasar Modal No. STTD.PPB-05/PJ-
    1/PM.02/2023 tanggal 8 Juni 2023 (Penilai Properti dan Bisnis), menyatakan bahwa kami
    telah meneliti dan menganalisis kelayakan dari Rencana Penambahan Kegiatan Usaha.


    LATAR BELAKANG
    Perseroan merupakan sebuah perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka (public
    company) yang bergerak di bidang makanan dan minuman. Perseroan berkantor di Menara
    Astra Lt. 29, Jl. Jend. Sudirman Kav. 5-6, Jakarta Pusat 10220, dengan nomor telepon


Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha                                                     i
Page 3
    (021) 5088 9898, nomor faksimile (021) 5088 9838,                      alamat    email
    corporate.secretary@fksfs.co.id, dan alamat website www.fksfs.co.id.

    Berdasarkan informasi yang kami terima dari manajemen Perseroan, pada saat ini
    Perseroan merencanakan untuk melaksanakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha,
    agar Perseroan dapat mengoptimalkan seluruh potensi dan kesempatan serta
    meningkatkan kinerja dan profitabilitas di masa depan.

    Latar belakang yang dijadikan pertimbangan Perseroan untuk menambah kegiatan usaha
    baru adalah upaya sentralisasi atas aktivitas perdagangan yang dilakukan oleh Perseroan
    dan entitas anak.

    Berdasarkan penjelasan dari manajemen Perseroan, Rencana Penambahan Kegiatan
    Usaha akan mengakibatkan terjadinya perubahan kegiatan usaha Perseroan sebagaimana
    dimaksud dalam Peraturan OJK (POJK) No. 17/POJK.04/2020 tentang “Transaksi
    Material dan Perubahan Kegiatan Usaha” (“POJK 17/2020”).

    Terkait dengan perubahan kegiatan usaha, POJK 17/2020 mensyaratkan adanya laporan
    studi kelayakan tentang perubahan kegiatan usaha tersebut (dalam hal ini Rencana
    Penambahan Kegiatan Usaha) yang disusun oleh penilai independen.

    Dalam rangka pelaksanaan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha dan untuk memenuhi
    ketentuan-ketentuan yang diatur dalam POJK 17/2020, Perseroan telah menunjuk kami
    untuk melaksanakan penyusunan studi kelayakan atas Rencana Penambahan Kegiatan
    Usaha (“Studi Kelayakan”).


    REVISI LAPORAN
    Sebelumnya, kami telah menyusun dan menerbitkan laporan Studi Kelayakan Rencana
    Penambahan Kegiatan Usaha PT FKS Food Sejahtera Tbk No. 240531.001/SRR-JK/LP-
    S/AISA/OR tanggal 31 Mei 2024, namun sehubungan dengan adanya perubahan istilah
    Rencana Perubahan Kegiatan Usaha menjadi Rencana Penambahan Kegiatan Usaha,
    maka dengan ini kami menerbitkan perbaikan atas laporan Studi Kelayakan untuk
    mengakomodir perubahan istilah tersebut serta membatalkan laporan Studi Kelayakan
    Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT FKS Food Sejahtera Tbk
    No. 240531.001/SRR-JK/LP-S/AISA/OR tanggal 31 Mei 2024. Perubahan dalam
    proyeksi tersebut tidak mengakibatkan perubahan pada kesimpulan akhir Studi Kelayakan
    sebagaimana tercantum dalam laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan
    Usaha PT FKS Food Sejahtera Tbk No. 240531.001/SRR-JK/LP-S/AISA/OR
    tanggal 31 Mei 2024.




Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha                                        ii
Page 4
    STATUS PENILAI
    Penilai Publik Ocky Rinaldy merupakan penilai independen yang bernaung dalam SRR
    berdasarkan Izin Penilai Publik No. PB-1.09.00242 dengan kualifikasi Penilaian Properti
    dan Bisnis yang terdaftar sebagai profesi penunjang pasar modal di OJK dengan STTD
    Profesi Penunjang Pasar Modal No. STTD.PPB-05/PJ-1/PM.02/2023 tanggal 8 Juni 2023
    (Penilai Properti dan Bisnis) dan bertindak untuk melakukan penugasan secara obyektif
    tanpa ada benturan kepentingan dan memiliki kompetensi untuk melakukan penugasan
    sebagaimana yang dimaksud dalam lingkup penugasan ini.


    PEMBERI TUGAS
    Pemberi tugas sebagaimana dimaksud dalam laporan ini adalah:

    Nama            : PT FKS Food Sejahtera Tbk
    Bentuk usaha    : Perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka
    Alamat          : Menara Astra Lt. 29, Jl. Jend. Sudirman Kav. 5-6, Jakarta Pusat
                      10220
    Bidang usaha    : Makanan dan minuman
    Nomor telepon : (021) 5088 9898
    Nomor faksimile : (021) 5088 9838
    Email           : corporate.secretary@fksfs.co.id
    Website         : www.fksfs.co.id


    PENGGUNA LAPORAN
    Pengguna laporan sebagaimana dimaksud dalam laporan ini adalah:

    Nama            : PT FKS Food Sejahtera Tbk
    Bentuk usaha    : Perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka
    Alamat          : Menara Astra Lt. 29, Jl. Jend. Sudirman Kav. 5-6, Jakarta Pusat
                      10220
    Bidang usaha    : Makanan dan minuman
    Nomor telepon : (021) 5088 9898
    Nomor faksimile : (021) 5088 9838
    Email           : corporate.secretary@fksfs.co.id
    Website         : www.fksfs.co.id


    TUJUAN DAN MAKSUD PENUGASAN
    Tujuan penugasan adalah untuk memberikan gambaran mengenai kelayakan Rencana
    Penambahan Kegiatan Usaha ditinjau dari berbagai analisis, meliputi analisis pasar,
    analisis teknis, analisis pola bisnis, analisis model manajemen, dan analisis keuangan.

Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha                                        iii
Page 5
    Maksud penugasan adalah untuk menyediakan laporan Studi Kelayakan yang selanjutnya
    akan digunakan Perseroan untuk memenuhi ketentuan dari POJK 17/2020.


    STANDAR PENUGASAN
    Studi Kelayakan telah disusun sesuai dengan dan tunduk pada ketentuan-ketentuan dari
    POJK No. 35/POJK.04/2020 tentang “Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis
    di Pasar Modal” (“POJK 35/2020”), Surat Edaran OJK No. 17/SEOJK.04/2020 tentang
    “Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal” (“SEOJK
    17/2020”), dan Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia Edisi VII -
    2018 (“KEPI & SPI”).


    TANGGAL EFEKTIF STUDI KELAYAKAN
    Studi Kelayakan diperhitungkan pada tanggal 31 Desember 2023. Tanggal ini dipilih atas
    dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan penyusunan Studi Kelayakan serta dari data
    keuangan Perseroan yang kami terima. Data keuangan tersebut berupa laporan keuangan
    Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 yang telah diaudit
    oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Purwantono, Sungkoro & Surja (“PSS”) dengan opini
    wajar yang menjadi dasar penyusunan Studi Kelayakan.

    Sesuai dengan ketentuan dalam POJK 35/2020, laporan Studi Kelayakan berlaku selama
    6 (enam) bulan sejak tanggal efektif Studi Kelayakan, yaitu tanggal 31 Desember 2023,
    kecuali terdapat hal-hal yang dapat mempengaruhi kesimpulan lebih dari 5% (lima
    persen).


    KEJADIAN PENTING SETELAH TANGGAL EFEKTIF STUDI KELAYAKAN
    Dari tanggal efektif Studi Kelayakan, yaitu tanggal 31 Desember 2023, sampai dengan
    tanggal diterbitkannya laporan ini, tidak terdapat kejadian penting yang dapat
    mempengaruhi hasil Studi Kelayakan secara signifikan.


    DATA DAN SUMBER INFORMASI
    Dalam menyusun Studi Kelayakan, kami telah menelaah, mempertimbangkan, mengacu,
    atau melaksanakan prosedur atas data dan informasi, antara lain, sebagai berikut:

    1. Rancangan Keterbukaan Informasi kepada pemegang saham Perseroan yang disusun
       oleh Perseroan dalam rangka pelaksanaan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
       (“Keterbukaan Informasi”);



Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha                                       iv
Page 6
    2. Laporan     keuangan      Perseroan      tanggal      31      Desember       2023
       No. 00377/2.1032/AU.l/04/0698-1/l/III/2023 tanggal 27 Maret 2024 yang diaudit oleh
       PSS dengan opini wajar;

    3. Laporan     keuangan      Perseroan      tanggal     31      Desember       2022
       No. 00501/2.1032/AU.l/04/0695-2/l/II/2023 tanggal 31 Maret 2023 yang diaudit oleh
       PSS dengan opini wajar;

    4. Laporan     keuangan       Perseroan   tanggal     31     Desember     2021
       No. 01052/2.1032/AU.1/04/0695-1/1/IV/2022 tanggal 27 April 2022 yang diaudit
       oleh PSS dengan opini wajar;

    5. Laporan     keuangan     Perseroan      tanggal     31    Desember      2020
       No. 00186/2.1030/AU.1/04/1169-1/1/III/2021 tanggal 29 Maret 2021 yang diaudit
       oleh KAP Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan (“AAMR”) dengan opini
       wajar;

    6. Laporan     keuangan     Perseroan     tanggal      31      Desember       2019
       No. 00725/2.1030/AU.1/04/1115-3/1/VI/2020 tanggal 26 Juni 2020 yang diaudit oleh
       AAMR dengan opini wajar dengan pengecualian;

    7. Proyeksi keuangan Perseroan dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha dan
       tanpa Rencana Penambahan Kegiatan Usaha tahun 2024–2028 yang disusun oleh
       Perseroan;

    8. Dokumen-dokumen lain yang berhubungan dengan Rencana Penambahan Kegiatan
       Usaha;

    9. Hasil diskusi dan wawancara dengan pihak Perseroan, yaitu Bpk. Gerry Mustika
       sebagai Direktur Utama Perseroan, mengenai alasan, latar belakang, dan hal-hal lain
       yang terkait dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha;

    10. Berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak maupun elektronik seperti
        website Bursa Efek Indonesia (BEI), website Bank Indonesia (BI) dan website
        Bloomberg; dan

    11. Informasi lain dari pihak Perseroan dan pihak-pihak lain yang relevan untuk
        penugasan.


    KONDISI PEMBATAS
    Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan,
    kehandalan dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi lain
    yang diberikan kepada kami oleh Perseroan atau yang tersedia secara umum yang pada
    hakekatnya adalah benar, lengkap dan tidak menyesatkan. Kami tidak bertanggung jawab


Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha                                       v
Page 7
    untuk melakukan pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi tersebut. Kami
    juga bergantung kepada jaminan dari Perseroan bahwa mereka tidak mengetahui fakta-
    fakta yang menyebabkan informasi-informasi yang diberikan kepada kami menjadi tidak
    lengkap atau menyesatkan.

    Analisis Studi Kelayakan dipersiapkan menggunakan data dan informasi sebagaimana
    diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data dan informasi tersebut dapat
    mempengaruhi hasil akhir pendapat kami secara material. Kami tidak bertanggungjawab
    atas perubahan kesimpulan atas Studi Kelayakan maupun segala kehilangan, kerusakan,
    biaya ataupun pengeluaran apapun yang disebabkan oleh ketidakterbukaan informasi
    sehingga data yang kami peroleh menjadi tidak lengkap dan atau dapat disalahartikan.

    Karena hasil dari Studi Kelayakan sangat tergantung dari data serta asumsi-asumsi yang
    mendasarinya, perubahan pada sumber data serta asumsi sesuai data pasar akan merubah
    hasil dari Studi Kelayakan. Oleh karena itu, kami sampaikan bahwa perubahan terhadap
    data yang digunakan dapat berpengaruh terhadap hasil Studi Kelayakan, dan bahwa
    perbedaan yang terjadi dapat bernilai material. Walaupun penyusunan laporan Studi
    Kelayakan telah dilaksanakan dengan itikad baik dan dengan cara yang profesional, kami
    tidak dapat menerima tanggung jawab atas kemungkinan terjadinya perbedaan
    kesimpulan yang disebabkan oleh adanya analisis tambahan, diaplikasikannya hasil Studi
    Kelayakan sebagai dasar untuk melakukan analisis transaksi, ataupun adanya perubahan
    dalam data yang dijadikan sebagai dasar Studi Kelayakan.

    Pekerjaan kami yang berkaitan dengan Studi Kelayakan tidak merupakan dan tidak dapat
    ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit atau pelaksanaan prosedur-
    prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat
    dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan,
    atau penyimpangan dalam laporan keuangan atau pelanggaran hukum.


    PERSYARATAN ATAS PERSETUJUAN UNTUK PUBLIKASI
    SRR tidak memperkenankan penggunaan seluruh, ataupun sebagian dari laporan Studi
    Kelayakan sebagai rujukan dalam bentuk dokumen, edaran, pernyataan, referensi ataupun
    dipublikasikan dalam bentuk apapun juga tanpa izin tertulis dari SRR dan pemberi tugas,
    kecuali dalam rangka pemenuhan POJK 17/2020 oleh Perseroan.


    INDEPENDENSI PENILAI
    Dalam mempersiapkan Studi Kelayakan, SRR bertindak secara independen tanpa adanya
    benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan ataupun pihak-pihak yang
    terafiliasi dengan Perseroan. SRR juga tidak memiliki kepentingan ataupun keuntungan
    pribadi terkait dengan penugasan ini. Selanjutnya, Studi Kelayakan tidak disusun untuk
    memberikan keuntungan atau merugikan pihak manapun. Imbalan yang kami terima sama
    sekali tidak dipengaruhi oleh hasil yang diperoleh dari proses penyusunan Studi

Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha                                        vi
Page 8
    Kelayakan dan SRR hanya menerima imbalan sesuai dengan proposal SRR
    No. 240321.002/SRR-JK/SPN-S/AISA/OR tanggal 21 Maret 2024 yang telah disetujui
    oleh Perseroan.


    PENDEKATAN DAN METODE YANG DIGUNAKAN
    Dalam memberikan pendapat atas kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
    dalam Studi Kelayakan, kami melakukan analisis atas faktor-faktor sebagai berikut:

    1.   Analisis kelayakan pasar.
    2.   Analisis kelayakan teknis.
    3.   Analisis kelayakan pola bisnis.
    4.   Analisis kelayakan model manajemen.
    5.   Analisis kelayakan keuangan.


    RINGKASAN HASIL STUDI KELAYAKAN
    Berikut adalah ringkasan hasil Studi Kelayakan:

    1. Analisis Kelayakan Pasar

         Dengan memperhatikan potensi pasar dan kondisi perekonomian Indonesia yang
         sedang tumbuh, maka Rencana Penambahan Kegiatan Usaha secara pasar layak untuk
         dilaksanakan.

    2. Analisis Kelayakan Teknis

         Dengan memperhatikan fasilitas yang disediakan Perseroan, maka Rencana
         Penambahan Kegiatan Usaha secara teknis layak untuk dilaksanakan.

    3. Analisis Kelayakan Pola Bisnis

         Dengan memperhatikan pola bisnis yang akan diterapkan oleh Perseroan dalam
         Rencana Penambahan Kegiatan Usaha, maka Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
         secara pola bisnis layak untuk dilaksanakan.

    4. Analisis Kelayakan Model Manajemen

         Struktur organisasi Perseroan saat ini telah mendukung operasional kerja perusahaan
         dalam Rencana Penambahan Kegiatan Usaha dan Rencana Penambahan Kegiatan
         Usaha secara model manajemen layak untuk dilaksanakan.




Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha                                        vii
Page 9
    5. Analisis Kelayakan Keuangan

        Pendekatan yang digunakan dalam menganalisa kelayakan keuangan Rencana
        Penambahan Kegiatan Usaha adalah pendekatan pendapatan (income-based
        approach) dengan menggunakan metode diskonto arus kas (discounted cash flow
        (DCF) method), yang mengacu pada net present value (NPV), dimana Rencana
        Penambahan Kegiatan Usaha dikatakan layak atau menguntungkan apabila NPV sama
        dengan atau lebih besar daripada 0.

        Dari aspek keuangan, Rencana Penambahan Kegiatan Usaha adalah layak untuk
        dilaksanakan. Hal ini dapat dilihat dari nilai kriteria investasi, yaitu NPV sebesar
        Rp 0,00 (konsolidasi) dan sebesar Rp 1.694,27 miliar (entitas induk).


    KESIMPULAN
    Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami terima terkait
    Rencana Penambahan Kegiatan Usaha Perseroan dan dengan mempertimbangkan semua
    faktor yang relevan, SRR berpendapat bahwa Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
    adalah layak. Hal ini dapat dilihat dari nilai kriteria investasi, yaitu NPV sebesar Rp 0,00
    (konsolidasi) dan sebesar Rp 1.694,27 miliar (entitas induk).


    Hormat kami,

    KJPP SUWENDHO RINALDY DAN REKAN




    Ocky Rinaldy, MAPPI (Cert)
    Rekan
    Izin Penilai Publik : PB-1.09.00242
    No. S T T D         : STTD.PPB-05/PJ-1/PM.02/2023
    No. M A P P I       : 95-S-00654
    OR/er




Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha                                            viii
Page 10
            SUWENDHO RINALDY DAN REKAN
            KANTOR JASA PENILAI PUBLIK                                          Kantor Cabang Jakarta
            Nomor Izin Usaha KJPP: 2.09.0059                        Komplek Kalibata Indah Blok K16-17
            Nomor Izin Cabang KJPP: 1138/KM.1/2017                         Jl. Rawajati Timur, Pancoran
            Penilai Properti dan Bisnis                                          Jakarta Selatan 12750
                                                                            T (021) 7970913 / 799-4521
                                                                                   E ocky@srrkjpp.com
                                                                       Wilayah Kerja: Seluruh Indonesia
                                                              Kantor Cabang: Jakarta (P/B), Bandung (P)




                                  PERNYATAAN PENILAI

    Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai penilai, kami yang bertanda tangan
    di bawah ini menerangkan bahwa:

    a. Dalam mempersiapkan Studi Kelayakan, SRR bertindak secara independen tanpa
       adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan ataupun pihak-
       pihak yang terafiliasi dengan Perseroan. SRR juga tidak memiliki kepentingan
       ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini. Selanjutnya, Studi
       Kelayakan tidak disusun untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak
       manapun. Imbalan yang kami terima sama sekali tidak dipengaruhi oleh hasil yang
       diperoleh dari proses penyusunan Studi Kelayakan dan SRR hanya menerima imbalan
       sesuai dengan surat penawaran SRR No. 240321.002/SRR-JK/SPN-S/AISA/OR
       tanggal 21 Maret 2024 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan.

    b. Pernyataan dalam laporan ini, yang menjadi dasar dari analisis, pendapat dan
       kesimpulan yang diuraikan didalamnya adalah betul dan benar; laporan ini
       menjelaskan semua syarat-syarat pembatasan yang mempengaruhi analisis, pendapat
       dan kesimpulan yang tertera dalam laporan ini; dan laporan ini telah disusun sesuai
       dengan dan tunduk pada ketentuan-ketentuan POJK 35/2020, SEOJK 17/2020, dan
       KEPI & SPI.

    c. Perhitungan dan analisis dalam Studi Kelayakan telah dilakukan dengan benar; dan

    d. SRR bertanggungjawab atas hasil Studi Kelayakan.

    Penanggung Jawab

         Ocky Rinaldy, MAPPI (Cert)                             ..........................................
         Izin Penilai Publik : PB-1.09.00242
         No. M A P P I       : 95-S-00654


    Quality Control

         Heribertus Eri Hestiyanto, MAPPI (Cert)                ..........................................
         No. M A P P I      : 04-S-01792
         No. Register       : RMK-2017.00531




Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha                                                      ix
Page 11
    Tim Penilai

         Hendro Warsito, MAPPI (Cert)               ..........................................
         No. M A P P I    : 12-S-03795
         No. Register     : RMK-2017.01701


         Hery Joko Sulistiyo, SE                    ..........................................
         No. M A P P I      : 13-T-04609
         No. Register       : RMK-2017.01699


         Hafid Nasrulloh, S.Tr.T                    ..........................................
         No. M A P P I      : 19-A-09565




Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha                                           x
Page 12
            SUWENDHO RINALDY DAN REKAN
            KANTOR JASA PENILAI PUBLIK                                            Kantor Cabang Jakarta
            Nomor Izin Usaha KJPP: 2.09.0059                          Komplek Kalibata Indah Blok K16-17
            Nomor Izin Cabang KJPP: 1138/KM.1/2017                           Jl. Rawajati Timur, Pancoran
            Penilai Properti dan Bisnis                                            Jakarta Selatan 12750
                                                                              T (021) 7970913 / 799-4521
                                                                                     E ocky@srrkjpp.com
                                                                         Wilayah Kerja: Seluruh Indonesia
                                                                Kantor Cabang: Jakarta (P/B), Bandung (P)




                         ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS



    1. Laporan Studi Kelayakan bersifat non-disclaimer opinion.

    2. SRR telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam
       proses Studi Kelayakan.

    3. Data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya
       keakuratannya.

    4. SRR menggunakan proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang mencerminkan
       kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh Perseroan.

    5. SRR bertanggung jawab atas pelaksanaan penyusunan laporan Studi Kelayakan dan
       kewajaran proyeksi keuangan.

    6. Laporan Studi Kelayakan merupakan laporan yang terbuka untuk publik kecuali
       terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional
       Perseroan.

    7. SRR bertanggung jawab atas laporan Studi Kelayakan, termasuk kesimpulan dalam
       laporan Studi Kelayakan.

    8. SRR telah memperoleh informasi atas syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan dalam
       perjanjian-perjanjian yang terkait dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha.




                                         ********************




Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha                                                      xi
Page 13
                                       DAFTAR ISI


    PERNYATAAN PENILAI                                                 ix

    ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS                                        xi

    DAFTAR ISI                                                        xii

    DAFTAR TABEL                                                     xvi

    DAFTAR GAMBAR                                                    xix

    DAFTAR LAMPIRAN                                                  xxi

    DAFTAR ISTILAH                                                  xxiii

    BAB 1     UMUM                                                  1–1

              1.1.     Latar Belakang                               1–1
              1.2.     Tujuan dan Maksud Studi Kelayakan            1–1
              1.3.     Tanggal Efektif Studi Kelayakan              1–2
              1.4.     Profil Perseroan                             1–2
              1.4.1.   Struktur Permodalan                          1–2
              1.4.2.   Susunan Pengurus                             1–3
              1.4.3.   Kegiatan Usaha                               1–3


    BAB 2     LEGALITAS                                             2–1

              2.1.     Akta Pendirian dan Akta Perubahan            2–1
              2.2.     Legalitas dan Perizinan                      2–1
              2.3.     Perpajakan Perseroan                         2–2
              2.4.     Kesimpulan                                   2–2


    BAB 3     ANALISIS PASAR                                        3–1

              3.1.     Tinjauan Makro Ekonomi                       3–1
              3.1.1.   Kondisi Perekonomian Dunia                   3–1
              3.1.2.   Kondisi Perekonomian Indonesia               3–4
              3.2.     Perkembangan Industri Makanan dan Minuman   3 – 10
              3.3.     Prospek Industri Makanan dan Minuman        3 – 13
              3.4.     Industri Makanan dan Minuman                3 – 14
              3.4.1.   Pemasok dan Pelanggan Kunci                 3 – 14

Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha                      xii
Page 14
              3.4.2.   Kesinambungan (Sustainability)                               3 – 15
              3.4.3.   Potensi Pasar                                                3 – 15
              3.4.4.   Sasaran                                                      3 – 15
              3.4.5.   Potensi Nilai Pasar                                          3 – 16
              3.4.6.   Pesaing Usaha dan Persaingan                                 3 – 16
              3.4.7.   Strategi dan Rencana Masa Depan Perusahaan (Business Plan)   3 – 16
              3.5.     Kesimpulan Analisis Kelayakan Pasar                          3 – 17


    BAB 4     ANALISIS TEKNIS                                                        4–1

              4.1.     Rencana Penambahan Kegiatan Usaha                             4–1
              4.2.     Kapasitas                                                     4–1
              4.3.     Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya                         4–1
              4.3.1.   Bahan Baku Mentah                                             4–1
              4.3.2.   Pekerja                                                       4–2
              4.3.3.   Ahli Profesional                                              4–2
              4.4.     Fasilitas Produksi                                            4–2
              4.5.     Proses Produksi                                               4–2
              4.6.     Aspek Lingkungan                                              4–2
              4.7.     Kesimpulan Analisis Kelayakan Teknis                          4–3


    BAB 5     ANALISIS POLA BISNIS                                                   5–1

              5.1.     Rencana Penambahan Kegiatan Usaha                             5–1
              5.2.     Keunggulan Kompetitif                                         5–1
              5.3.     Strategi Pemasaran                                            5–1
              5.4.     Strategi Pengembangan Usaha                                   5–2
              5.5.     Kemampuan Pesaing untuk Meniru Produk                         5–2
              5.6.     Kemampuan untuk Menciptakan Nilai                             5–3
              5.7.     Pertimbangan dan Alasan                                       5–3
              5.8.     Kesimpulan Analisis Kelayakan Pola Bisnis                     5–3


    BAB 6     ANALISIS MODEL MANAJEMEN                                               6–1

              6.1.     Kapasitas dan Kemampuan Manajemen                             6–1
              6.2.     Ketersediaan Tenaga Kerja                                     6–1
              6.3.     Struktur Organisasi Perseroan                                 6–1
              6.4.     Manajemen Kekayaan Intelektual (Intellectual Property)
                       dan Manajemen Risiko                                          6–2
              6.5.     Kesimpulan Analisis Kelayakan Model Manajemen                 6–2




Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha                                      xiii
Page 15
    BAB 7     ANALISIS RISIKO                                                         7–1

              7.1.    Risiko Harga Komoditas                                          7–1
              7.2.    Risiko Persaingan Usaha                                         7–1
              7.3.    Risiko Kebiasaan dan Selera Makan                               7–1
              7.4.    Risiko Produk                                                   7–2
              7.5.    Risiko Kebijakan Pemerintah dan Sosial                          7–2


    BAB 8     ANALISIS KEUANGAN                                                       8–1

              8.1.    Analisis Kelayakan Konsolidasi                                  8–1
              8.1.1. Arus Kas Bersih yang Digunakan                                   8–1
              8.1.2. Penentuan Tingkat Diskonto                                       8–2
              8.1.3. Proyeksi Keuangan                                                8–5
              8.1.4. Analisis Profitabilitas (Overall Profitability)                 8 – 11
              8.1.5. Analisis Rasio Likuiditas dan Solvabilitas                      8 – 12
              8.1.6. Biaya Pendirian                                                 8 – 13
              8.1.7. Modal Kerja                                                     8 – 13
              8.1.8. Biaya Investasi                                                 8 – 15
              8.1.9. Sumber Pembiayaan                                               8 – 15
              8.1.10. Biaya Operasional                                              8 – 15
              8.1.11. Biaya Bahan Baku                                               8 – 15
              8.1.12. Proyeksi Laporan Laba (Rugi)                                   8 – 15
              8.1.13. Proyeksi Laporan Posisi Keuangan                               8 – 16
              8.1.14. Break Even Point/Titik Impas                                   8 – 17
              8.1.15. Tingkat Imbal Balik Investasi (Overall Return on Investment)   8 – 18
              8.1.16. Kriteria Kelayakan                                             8 – 18
              8.2.    Analisis Kelayakan Entitas Induk                               8 – 20
              8.2.1. Arus Kas Bersih yang Digunakan                                  8 – 20
              8.2.2. Penentuan Tingkat Diskonto                                      8 – 20
              8.2.3. Proyeksi Keuangan                                               8 – 21
              8.2.4. Analisis Profitabilitas (Overall Profitability)                 8 – 27
              8.2.5. Analisis Rasio Likuiditas dan Solvabilitas                      8 – 28
              8.2.6. Biaya Pendirian                                                 8 – 29
              8.2.7. Analisis Modal Kerja                                            8 – 29
              8.2.8. Biaya Investasi                                                 8 – 31
              8.2.9. Sumber Pembiayaan                                               8 – 31
              8.2.10. Biaya Operasional                                              8 – 31
              8.2.11. Biaya Bahan Baku                                               8 – 31
              8.2.12. Proyeksi Laporan Laba (Rugi) dengan
                      Rencana Penambahan Kegiatan Usaha                              8 – 31
              8.2.13. Proyeksi Laporan Posisi Keuangan dengan
                      Rencana Penambahan Kegiatan Usaha                              8 – 32
              8.2.14. Proyeksi Laporan Laba (Rugi) Tanpa
                      Rencana Penambahan Kegiatan Usaha                              8 – 33


Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha                                       xiv
Page 16
              8.2.15. Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Tanpa
                      Rencana Penambahan Kegiatan Usaha                              8 – 34
              8.2.16. Break Even Point/Titik Impas                                   8 – 35
              8.2.17. Tingkat Imbal Balik Investasi (Overall Return on Investment)   8 – 36
              8.2.18. Kriteria Kelayakan                                             8 – 37
              8.3.    Kesimpulan Hasil Analisis                                      8 – 38




Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha                                        xv
Page 17
                                       DAFTAR TABEL


    Tabel 1.1    PT FKS Food Sejahtera Tbk
                 Struktur Permodalan                                   1–3

    Tabel 1.2    PT FKS Food Sejahtera Tbk
                 Susunan Pemegang Saham                                1–3

    Tabel 3.1    Pertumbuhan PDB Dunia                                 3–2

    Tabel 3.2    Pertumbuhan Ekonomi Sisi Pengeluaran                  3–4

    Tabel 3.3    Pertumbuhan Ekonomi Sisi Lapangan Usaha               3–5

    Tabel 3.4    PT FKS Food Sejahtera Tbk (Konsolidasi)
                 Potensi Nilai Pasar Tahun 2024–2028                  3 – 16

    Tabel 8.1    PT FKS Food Sejahtera Tbk (Konsolidasi)
                 Proyeksi dan Rasio Profitabilitas
                 Dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha dan
                 Tanpa Rencana Penambahan Kegiatan Usaha              8 – 12

    Tabel 8.2    PT FKS Food Sejahtera Tbk (Konsolidasi)
                 Rasio Likuiditas dan Solvabilitas
                 Dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha dan
                 Tanpa Rencana Penambahan Kegiatan Usaha              8 – 13

    Tabel 8.3    PT FKS Food Sejahtera Tbk (Konsolidasi)
                 Proyeksi Modal Kerja Tahun 2024–2028
                 Dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha dan
                 Tanpa Rencana Penambahan Kegiatan Usaha              8 – 14

    Tabel 8.4    PT FKS Food Sejahtera Tbk (Konsolidasi)
                 Proyeksi Laporan Laba (Rugi) Tahun 2024–2028
                 Dengan dan Tanpa Rencana Penambahan Kegiatan Usaha   8 – 16

    Tabel 8.5    PT FKS Food Sejahtera Tbk (Konsolidasi)
                 Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Tahun 2024–2028
                 Dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha             8 – 17

    Tabel 8.6    PT FKS Food Sejahtera Tbk (Konsolidasi)
                 Perhitungan Break Even Point/Titik Impas
                 Dengan dan Tanpa Rencana Penambahan Kegiatan Usaha   8 – 17



Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha                        xvi
Page 18
    Tabel 8.7    PT FKS Food Sejahtera Tbk (Konsolidasi)
                 Kriteria Investasi
                 Inkremental                                      8 – 19

    Tabel 8.8    PT FKS Food Sejahtera Tbk (Entitas Induk)
                 Proyeksi Rasio Profitabilitas
                 Dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha dan
                 Tanpa Rencana Penambahan Kegiatan Usaha          8 – 28

    Tabel 8.9    PT FKS Food Sejahtera Tbk (Entitas Induk)
                 Rasio Likuiditas dan Solvabilitas
                 Dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha dan
                 Tanpa Rencana Penambahan Kegiatan Usaha          8 – 29

    Tabel 8.10 PT FKS Food Sejahtera Tbk (Entitas Induk)
               Proyeksi Modal Kerja Tahun 2024–2028
               Dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha dan
               Tanpa Rencana Penambahan Kegiatan Usaha            8 – 30

    Tabel 8.11 PT FKS Food Sejahtera Tbk (Entitas Induk)
               Proyeksi Laporan Laba (Rugi) Tahun 2024–2028
               Dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha           8 – 32

    Tabel 8.12 PT FKS Food Sejahtera Tbk (Entitas Induk)
               Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Tahun 2024–2028
               Dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha           8 – 33

    Tabel 8.13 PT FKS Food Sejahtera Tbk (Entitas Induk)
               Proyeksi Laporan Laba (Rugi) Tahun 2024–2028
               Tanpa Rencana Penambahan Kegiatan Usaha            8 – 34

    Tabel 8.14 PT FKS Food Sejahtera Tbk (Entitas Induk)
               Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Tahun 2024–2028
               Tanpa Rencana Penambahan Kegiatan Usaha            8 – 35

    Tabel 8.15 PT FKS Food Sejahtera Tbk (Entitas Induk)
               Perhitungan Break Even Point/Titik Impas
               Dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha           8 – 36

    Tabel 8.16 PT FKS Food Sejahtera Tbk (Entitas Induk)
               Perhitungan Break Even Point/Titik Impas
               Tanpa Rencana Penambahan Kegiatan Usaha            8 – 36




Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha                    xvii
Page 19
    Tabel 8.17 PT FKS Food Sejahtera Tbk (Entitas Induk)
               Kriteria Investasi
               Inkremental                                 8 – 38




Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha            xviii
Page 20
                                  DAFTAR GAMBAR


    Gambar 3.1       Indeks Keyakinan Konsumen Dunia pada Tahun 2019-2023    3–2

    Gambar 3.2       Purchasing Managers’ Index (PMI) Global                 3–3

    Gambar 3.3       Penjualan Eceran Global                                 3–3

    Gambar 3.4       Neraca Perdagangan Indonesia                            3–6

    Gambar 3.5       Cadangan Devisa                                         3–6

    Gambar 3.6       Perkembangan Inflasi                                    3–8

    Gambar 3.7       Peta Inflasi Daerah (%, yoy)                            3–8

    Gambar 3.8       Suku Bunga Kebijakan BI dan PUAB O/N                    3–9

    Gambar 3.9       Suku Bunga Deposito dan Kredit Perbankan               3 – 10

    Gambar 3.10      Rata-rata Pengeluaran per Kapita untuk Makanan
                     dan Minuman Tahun 2018-2023                            3 – 11

    Gambar 3.11      Grafik Prediksi Total Volume
                     Distribusi Makanan Ringan di Indonesia                 3 – 12

    Gambar 6.1       PT FKS Food Sejahtera Tbk
                     Struktur Organisasi                                     6–2

    Gambar 8.1       PT FKS Food Sejahtera Tbk (Konsolidasi)
                     Proyeksi Pendapatan Tahun 2024–2028
                     Dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha                8–6

    Gambar 8.2       PT FKS Food Sejahtera Tbk (Konsolidasi)
                     Proyeksi Beban Pokok Penjualan dan
                     Beban Usaha Tahun 2024–2028
                     Dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha                8–7

    Gambar 8.3       PT FKS Food Sejahtera Tbk (Konsolidasi)
                     Proyeksi Laba Bersih Tahun 2024–2028
                     Dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha                8–8




Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha                              xix
Page 21
    Gambar 8.4       PT FKS Food Sejahtera Tbk (Konsolidasi)
                     Proyeksi Penjualan 2024–2028
                     Tanpa Rencana Penambahan Kegiatan Usaha      8–9

    Gambar 8.5       PT FKS Food Sejahtera Tbk (Konsolidasi)
                     Proyeksi Beban Pokok Penjualan dan
                     Beban Usaha Tahun 2024–2028
                     Tanpa Rencana Penambahan Kegiatan Usaha     8 – 10

    Gambar 8.6       PT FKS Food Sejahtera Tbk (Konsolidasi)
                     Proyeksi Laba Bersih Tahun 2024–2028
                     Tanpa Rencana Penambahan Kegiatan Usaha     8 – 11

    Gambar 8.7       PT FKS Food Sejahtera Tbk (Entitas Induk)
                     Proyeksi Pendapatan Tahun 2024–2028
                     Dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha    8 – 22

    Gambar 8.8       PT FKS Food Sejahtera Tbk (Entitas Induk)
                     Proyeksi Beban Pokok Penjualan dan
                     Beban Usaha Tahun 2024–2028
                     Dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha    8 – 23

    Gambar 8.9       PT FKS Food Sejahtera Tbk (Entitas Induk)
                     Proyeksi Laba Bersih Tahun 2024–2028
                     Dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha    8 – 24

    Gambar 8.10      PT FKS Food Sejahtera Tbk (Entitas Induk)
                     Proyeksi Penjualan 2024–2028
                     Tanpa Rencana Penambahan Kegiatan Usaha     8 – 25

    Gambar 8.11      PT FKS Food Sejahtera Tbk (Entitas Induk)
                     Proyeksi Beban Usaha Tahun 2024–2028
                     Tanpa Rencana Penambahan Kegiatan Usaha     8 – 26

    Gambar 8.12      PT FKS Food Sejahtera Tbk (Entitas Induk)
                     Proyeksi Laba Bersih Tahun 2024–2028
                     Tanpa Rencana Penambahan Kegiatan Usaha     8 – 27




Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha                    xx
Page 22
                                DAFTAR LAMPIRAN


    Lampiran I

    Tabel 1          PT FKS Food Sejahtera Tbk (Induk)
                     Proyeksi Laba Bersih Tahun 2024–2028
                     Dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha

    Tabel 2          PT FKS Food Sejahtera Tbk (Induk)
                     Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Tahun 2024–2028
                     Dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha

    Tabel 3          PT FKS Food Sejahtera Tbk (Induk)
                     Proyeksi Arus Kas Tahun 2024–2028
                     Dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha

    Lampiran II

    Tabel 1          PT FKS Food Sejahtera Tbk (Induk)
                     Proyeksi Laba Bersih Tahun 2024–2028
                     Tanpa Rencana Penambahan Kegiatan Usaha

    Tabel 2          PT FKS Food Sejahtera Tbk (Induk)
                     Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Tahun 2024–2028
                     Tanpa Rencana Penambahan Kegiatan Usaha

    Tabel 3          PT FKS Food Sejahtera Tbk (Induk)
                     Proyeksi Arus Kas Tahun 2024–2028
                     Tanpa Rencana Penambahan Kegiatan Usaha

    Lampiran III

    Tabel 1          PT FKS Food Sejahtera Tbk
                     Proyeksi Laba (Rugi) Tahun 2024–2028
                     Dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha

    Tabel 2          PT FKS Food Sejahtera Tbk
                     Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Tahun 2024–2028
                     Dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha

    Tabel 3          PT FKS Food Sejahtera Tbk
                     Proyeksi Arus Kas Tahun 2024–2028
                     Dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha



Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha                       xxi
Page 23
    Lampiran IV

    Tabel 1          PT FKS Food Sejahtera Tbk
                     Proyeksi Laba (Rugi) Tahun 2024–2028
                     Tanpa Rencana Penambahan Kegiatan Usaha

    Tabel 2          PT FKS Food Sejahtera Tbk
                     Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Tahun 2024–2028
                     Tanpa Rencana Penambahan Kegiatan Usaha

    Tabel 3          PT FKS Food Sejahtera Tbk
                     Proyeksi Arus Kas Tahun 2024–2028
                     Tanpa Rencana Penambahan Kegiatan Usaha

    Lampiran V

                     PT FKS Food Sejahtera Tbk
                     Rencana Penambahan Kegiatan Usaha




Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha                       xxii
Page 24
                                   DAFTAR ISTILAH



      AAMR                         :   KAP Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan
      AKB                          :   arus kas bersih
      BEI                          :   Bursa Efek Indonesia
      BI                           :   Bank Indonesia
      CAPM                         :   capital asset pricing model
      DCF                          :   discounted cash flow
      IHSG                         :   indeks harga saham gabungan
      KAP                          :   Kantor Akuntan Publik
      KEPI & SPI                   :   Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar Penilaian
                                       Indonesia Edisi VII - 2018
      Keterbukaan Informasi        :   rancangan Keterbukaan Informasi kepada pemegang
                                       saham Perseroan yang disusun oleh Perseroan dalam
                                       rangka pelaksanaan Rencana Penambahan Kegiatan
                                       Usaha
      KJPP                         :   Kantor Jasa Penilai Publik
      NPV                          :   net present value
      OJK                          :   Otoritas Jasa Keuangan
      PDB                          :   Produk Domestik Bruto
      Perseroan                    :   PT FKS Food Sejahtera Tbk
      POJK 17/2020                 :   Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tentang “Transaksi
                                       Material dan Penambahan Kegiatan Usaha”
      POJK 35/2020                 :   Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 tentang “Penilaian
                                       dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal”
      SEOJK 17/2020                    Surat Edaran OJK No. 17/SEOJK.04/2020 tentang
                                       “Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian
                                       Bisnis di Pasar Modal”
      PSS                          :   KAP Purwantono, Sungkoro & Surja
      Rencana Penambahan           :   rencana Perseroan untuk menambah kegiatan usahanya
      Kegiatan Usaha                   saat ini dengan kegiatan usaha perdagangan besar bahan
                                       makanan dan minuman hasil peternakan dan perikanan
                                       lainnya; perdagangan besar makanan dan minuman
                                       lainnya; perdagangan besar gula, coklat dan kembang
                                       gula; pergudangan dan penyimpanan; industri makanan
                                       dari kedelai dan kacang-kacangan lainnya bukan kecap,
                                       tempe dan tahu; serta industri kembang gula
      SRR atau kami atau Penilai :     KJPP Suwendho Rinaldy dan Rekan
      STTD                       :     Surat Tanda Terdaftar
      Studi Kelayakan            :     studi kelayakan atas Rencana Penambahan Kegiatan
                                       Usaha




Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha                                      xxiii
Page 25
   1. UMUM



   1.1. Latar Belakang

   Perseroan merupakan sebuah perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka yang
   bergerak di bidang makanan dan minuman. Perseroan berkantor di Menara Astra Lt. 29,
   Jl. Jend. Sudirman Kav. 5-6, Jakarta Pusat 10220, dengan nomor telepon (021) 5088 9898,
   nomor faksimile (021) 5088 9838, alamat email corporate.secretary@fksfs.co.id, dan
   alamat website www.fksfs.co.id.

   Berdasarkan informasi yang kami terima dari manajemen Perseroan, pada saat ini
   Perseroan merencanakan untuk melaksanakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha,
   agar Perseroan dapat mengoptimalkan seluruh potensi dan kesempatan serta
   meningkatkan kinerja dan profitabilitas di masa depan.

   Latar belakang yang dijadikan pertimbangan Perseroan untuk menambah kegiatan usaha
   baru adalah upaya sentralisasi atas aktivitas perdagangan yang dilakukan oleh Perseroan
   dan entitas anak.

   Berdasarkan penjelasan dari manajemen Perseroan, Rencana Penambahan Kegiatan
   Usaha akan mengakibatkan terjadinya perubahan kegiatan usaha Perseroan sebagaimana
   dimaksud dalam POJK 17/2020.

   Terkait dengan perubahan kegiatan usaha, POJK 17/2020 mensyaratkan adanya laporan
   studi kelayakan tentang perubahan kegiatan usaha tersebut (dalam hal ini Rencana
   Penambahan Kegiatan Usaha) yang disusun oleh penilai independen.

   Dalam rangka pelaksanaan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha dan untuk memenuhi
   ketentuan-ketentuan yang diatur dalam POJK 17/2020, Perseroan telah menunjuk kami
   untuk melaksanakan penyusunan Studi Kelayakan.


   1.2. Tujuan dan Maksud Studi Kelayakan

   Tujuan penugasan adalah untuk memberikan gambaran mengenai kelayakan Rencana
   Penambahan Kegiatan Usaha ditinjau dari berbagai analisis, meliputi analisis pasar,
   analisis teknis, analisis pola bisnis, analisis model manajemen, dan analisis keuangan.

   Maksud penugasan adalah untuk menyediakan laporan Studi Kelayakan yang selanjutnya
   akan digunakan Perseroan untuk memenuhi ketentuan dari POJK 17/2020.




Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha                                    1–1
Page 26
   1.3. Tanggal Efektif Studi Kelayakan

   Studi Kelayakan diperhitungkan pada tanggal 31 Desember 2023. Tanggal ini dipilih atas
   dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan penyusunan Studi Kelayakan serta dari data
   keuangan Perseroan yang kami terima. Data keuangan tersebut berupa laporan keuangan
   Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 yang telah diaudit
   oleh PSS dengan opini wajar yang menjadi dasar penyusunan Studi Kelayakan.

   Sesuai dengan ketentuan dalam POJK 35/2020, laporan Studi Kelayakan berlaku selama
   6 (enam) bulan sejak tanggal efektif Studi Kelayakan, yaitu tanggal 31 Desember 2023,
   kecuali terdapat hal-hal yang dapat mempengaruhi kesimpulan lebih dari 5% (lima
   persen).


   1.4. Profil Perseroan

   Perseroan (dahulu PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk) didirikan berdasarkan Akta
   Pendirian No. 143 tanggal 26 Januari 1990 yang dibuat di hadapan Winanto
   Wiryomartani, SH, Notaris di Jakarta. Akta pendirian disahkan oleh Menteri Kehakiman
   Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. C2-1827.HT.01.01. Tahun 1991 tanggal
   31 Mei 1991 serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 65,
   Tambahan No. 2504 tanggal 13 Agustus 1991.

   Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan. Perubahan terakhir
   sehubungan dengan persetujuan pemegang saham atas perubahan nama Perseroan yang
   sebelumnya PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk menjadi PT FKS Food Sejahtera Tbk,
   tempat kedudukan Perseroan dan susunan Dewan Komisaris dan Direksi. Sebagaimana
   disebutkan dalam Akta No. 20 tanggal 26 Februari 2021 yang dibuat di hadapan Emmyra
   Fauzia Kariana, SH, M.Kn., Notaris di Jakarta, yang telah diterima dan disetujui oleh
   Manteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No.
   AHU-0017810.AH.01.02 Tahun 2021 tanggal 23 Maret 2021 dan telah dicatat dalam
   Sistem Administasi Badan Hukum Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia No.
   AHU-AH.01.03-0184863 dan No-AH.01.03-01848868 tanggal 23 Maret 2021.

   Kantor Perseroan beralamat di Menara Astra Lt. 29, Jl. Jend. Sudirman Kav. 5-6, Jakarta
   Pusat 10220, dengan nomor telepon (021) 5088 9898, nomor faksimile (021) 5088 9838,
   alamat email corporate.secretary@fksfs.co.id, dan alamat website www.fksfs.co.id.

   1.4.1. Struktur Permodalan

   Berdasarkan laporan keuangan Perseroan tanggal 31 Desember 2023, struktur permodalan
   Perseroan dan susunan pemegang saham Perseroan adalah sebagai berikut:




Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha                                    1–2
Page 27
   Tabel 1.1
   PT FKS Food Sejahtera Tbk
   Struktur Permodalan

                                                                     Nilai Nominal     Jumlah Nilai Nominal
                    Informasi                    Jumlah Saham         Per Saham               (Rp)
                                                                         (Rp)

    Modal Dasar
     Saham Seri A                                      135.000.000              500           67.500.000.000
     Saham Seri B                                   18.662.500.000              200        3.732.500.000.000
    Modal Ditempatkan dan Disetor
     Saham Seri A                                      135.000.000              500           67.500.000.000
     Saham Seri B                                    9.176.800.000              200        1.835.360.000.000




   Tabel 1.2
   PT FKS Food Sejahtera Tbk
   Susunan Pemegang Saham

                                                                     Nilai Nominal    Persentase Kepemilikan
                     Nama                        Jumlah Saham
                                                                       (Rp Juta)              Saham

    Seri A
     Masyarakat                                        135.000.000           67.500                   1,45%
    Seri B
     PT Pangan Sejahtera Investama                   5.405.682.600        1.081.137                  58,05%
     PT Asta Askara Sentosa                          1.441.374.472          288.275                  15,48%
     Masyarakat                                      2.329.742.928          465.948                  25,02%
    Jumlah                                           9.311.800.000       1.902.860                  100,00%
   Sumber: Laporan Keuangan Perseroan tanggal 31 Desember 2023




   1.4.2. Susunan Pengurus

   Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa
   PT FKS Food Sejahtera Tbk No. 49 tanggal 26 Januari 2024 yang dibuat di hadapan
   Emmyra Fauzia Kariana, S.H., M.Kn, Notaris di Jakarta, dan telah diterima
   pemberitahuannya oleh Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia dengan
   suratnya No. AHU-AH.01.09-0046144 tanggal 1 Februari 2024, susunan Dewan
   Komisaris dan Direksi Perseroan adalah sebagai berikut:

   Dewan Komisaris

   Komisaris Utama                 :   Lim Aun Seng
   Komisaris                       :   Grant Roy Lutz
   Komisaris Independen            :   R. Benny Wachjudi
   Komisaris Independen            :   Ito Sumardi Djuni Sanyoto




Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha                                                      1–3
Page 28
   Direksi

   Direktur Utama            : Gerry Mustika
   Direktur                  : Sukawati Wijaya

   1.4.3. Kegiatan Usaha

   Maksud dan tujuan serta kegiatan usaha Perseroan berdasarkan Akta No. 20 tanggal 26
   Februari 2021 yang dibuat di hadapan Emmyra Fauzia Kariana, S.H., M.Kn., Notaris di
   Jakarta, dan telah mendapatkan persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
   berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-0017810.AH.01.02.Tahun 2021 tanggal 23 Maret
   2021 dan KBLI 2020 adalah berusaha dalam bidang perdagangan besar dan eceran;
   industri pengolahan; pertanian; pengadaan listrik, gas, uap/air panas dan udara dingin;
   aktivitas profesional, ilmiah dan teknis dan aktivitas keuangan dan asuransi.

   Kegiatan usaha yang saat ini dijalankan oleh Perseroan adalah Perdagangan Besar atas
   Dasar Balas Jasa (Fee) atau Kontrak dan Aktivitas Perusahaan Holding, sedangkan
   kegiatan usaha yang nantinya akan dijalankan Perseroan adalah Perdagangan Besar atas
   Dasar Balas Jasa (Fee) atau Kontrak; Aktivitas Perusahaan Holding; Perdagangan Besar
   Bahan Makanan dan Minuman Hasil Peternakan dan Perikanan Lainnya; Perdagangan
   Besar Makanan dan Minuman Lainnya; Perdagangan Besar Gula, Coklat dan Kembang
   Gula; Pergudangan dan Penyimpanan; Industri Makanan dari Kedele dan Kacang-
   kacangan Lainnya Bukan Kecap, Tempe dan Tahu; serta Industri Kembang Gula. Adapun
   produk-produk Perseroan adalah sebagai berikut:

    Makanan Dasar                            Makanan Ringan
    Mie Kering                               Mie Instan (Snack)
    ▪ Superior                               ▪ Mie Kremezz
    ▪ Ayam 2 Telor
    ▪ Filtra
    ▪ Kurma
    ▪ Spider
    Bihun                                    Bihun Instan
    ▪ Sounku                                 ▪ Bihunku
    ▪ Tanam Jagung
    ▪ Panen Jagung
    ▪ Pilihan Bunda
                                             Wafer Stick dan Snack Ekstrusi
                                             ▪ Taro
                                             ▪ Bravo
                                             ▪ Pio
                                             Biskuit
                                             ▪ Growie
                                             Permen
                                             ▪ Gulas



Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha                                    1–4
Page 29
   2.   LEGALITAS



   2.1. Akta Pendirian dan Akta Perubahan

   Perseroan (dahulu PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk) didirikan berdasarkan Akta
   Pendirian No. 143 tanggal 26 Januari 1990 yang dibuat di hadapan Winanto
   Wiryomartani, SH, Notaris di Jakarta. Akta pendirian disahkan oleh Menteri Kehakiman
   Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. C2-1827.HT.01.01. Tahun 1991 tanggal
   31 Mei 1991 serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 65,
   Tambahan No. 2504 tanggal 13 Agustus 1991.

   Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan. Perubahan terakhir
   sehubungan dengan persetujuan pemegang saham atas perubahan nama Perseroan yang
   sebelumnya PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk menjadi PT FKS Food Sejahtera Tbk,
   tempat kedudukan Perseroan dan susunan Dewan Komisaris dan Direksi. Sebagaimana
   disebutkan dalam Akta No. 20 tanggal 26 Februari 2021 yang dibuat di hadapan Emmyra
   Fauzia Kariana, SH, M.Kn., Notaris di Jakarta, yang telah diterima dan disetujui oleh
   Manteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No.
   AHU-0017810.AH.01.02 Tahun 2021 tanggal 23 Maret 2021 dan telah dicatat dalam
   Sistem Administasi Badan Hukum Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia No.
   AHU-AH.01.03-0184863 dan No-AH.01.03-01848868 tanggal 23 Maret 2021.


   2.2. Legalitas dan Perizinan

   Pada saat ini Perseroan telah memperoleh dokumen-dokumen dan perizinan yang
   diperlukan dari instansi yang berwenang berkaitan dengan bidang usahanya yang berupa:

   1. Salinan Akta Pendirian No. 143 tanggal 26 Januari 1990 yang dibuat di hadapan
      Winanto Wiryomartani, SH.

   2. Akta pendirian disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat
      Keputusan No. C2-1827.HT.01.01. Tahun 1991 tanggal 31 Mei 1991 serta
      diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 65, Tambahan No. 2504
      tanggal 13 Agustus 1991.

   3. Salinan Akta Perubahan No. 20 tanggal 26 Februari 2021 yang dibuat di hadapan
      Emmyra Fauzia Kariana, SH, M.Kn.

   4. Akta Pendirian Manteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui
      Surat Keputusan No. AHU-0017810.AH.01.02 Tahun 2021 tanggal 23 Maret 2021
      dan telah dicatat dalam Sistem Administasi Badan Hukum Kementrian Hukum dan
      Hak Asasi Manusia No. AHU-AH.01.03-0184863 dan No-AH.01.03-01848868
      tanggal 23 Maret 2021.


Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha                                  2–1
Page 30
   5. Salinan Nomor Induk Berusaha (NIB) PT              FKS    Food   Sejahtera   Tbk
      No. 9120210132626 tanggal 22 November 2019.

   6. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) No. 01.504.513.1-054.000.


   2.3. Perpajakan Perseroan

   Pajak yang diberlakukan atas Perseroan adalah pajak badan yang dihitung dari laba
   sebelum pajak dengan tarif pajak sebesar 22%.


   2.4. Kesimpulan

   Perseroan telah mendapat status sebagai badan hukum dan Anggaran Dasar Perseroan
   telah memenuhi dan/atau telah sesuai dengan Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang
   Perseroan Terbatas.

   Dalam menjalankan kegiatan usahanya, Perseroan sudah melengkapi dokumen-dokumen
   legal sebagaimana yang diwajibkan dan berlaku secara efektif sesuai dengan peraturan
   perundangan yang berlaku di Indonesia.




Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha                                  2–2
Page 31
    3. ANALISIS PASAR



    3.1. Tinjauan Makro Ekonomi

    Tinjauan makro ekonomi berikut merupakan cuplikan dari Laporan Kebijakan Moneter
    Triwulan IV 2023 yang disusun oleh BI.

    3.1.1. Kondisi Perekonomian Dunia

    Perekonomian dunia melambat dengan ketidakpastian pasar keuangan yang mulai
    mereda. Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan ekonomi global tahun 2023 sebesar
    3,0% dan melambat menjadi 2,8% pada 2024. Pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat
    (AS) dan India tahun 2023 lebih baik dari prakiraan awal ditopang oleh konsumsi rumah
    tangga dan ekspansi pemerintah. Sementara itu, ekonomi Tiongkok melemah seiring
    dengan konsumsi rumah tangga dan investasi yang tumbuh terbatas. Inflasi di negara
    maju, termasuk di AS, dalam kecenderungan menurun tetapi tingkatnya masih di atas
    sasaran. Suku bunga kebijakan moneter, termasuk Fed Funds Rate (FFR), diprakirakan
    telah mencapai puncaknya namun masih akan bertahan tinggi dalam waktu yang lama
    (high for longer). Demikian pula yield obligasi Pemerintah negara maju, termasuk US
    Treasury, diprakirakan dalam kecenderungan menurun tetapi tingkatnya masih akan
    tinggi sejalan dengan premi risiko jangka panjang (term-premia) terkait besarnya
    pembiayaan fiskal dan utang pemerintah. Kejelasan arah kebijakan moneter di negara
    maju tersebut mendorong mulai meredanya ketidakpastian pasar keuangan global.
    Sehubungan dengan itu, aliran modal sejauh ini mulai kembali masuk dan menurunkan
    tekanan pelemahan nilai tukar di negara emerging market, termasuk Indonesia. Ke depan,
    sejumlah risiko dapat kembali meningkatkan ketidakpastian perekonomian dunia, di
    antaranya masih berlanjutnya ketegangan geopolitik, pelemahan ekonomi di sejumlah
    negara termasuk Tiongkok, serta masih tingginya suku bunga kebijakan moneter dan yield
    obligasi di negara maju.




Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha                                    3–1
Page 32
    Tabel 3.1
    Pertumbuhan PDB Dunia




    Gambar 3.1
    Indeks Keyakinan Konsumen Dunia pada Tahun 2019-2023




Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha          3–2
Page 33
    Gambar 3.2
    Purchasing Managers’ Index (PMI) Global




    Gambar 3.3
    Penjualan Eceran Global




Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha   3–3
Page 34
    3.1.2. Kondisi Perekonomian Indonesia

    1. Pertumbuhan Ekonomi

    Perekonomian Indonesia tetap tumbuh baik didukung oleh permintaan domestik.
    Konsumsi rumah tangga dan investasi tetap tumbuh sejalan dengan keyakinan masyarakat
    dan berlanjutnya penyelesaian Proyek Strategis Nasional (PSN). Perkembangan ini
    dikonfirmasi oleh sejumlah indikator utama hingga bulan Desember 2023, seperti
    keyakinan konsumen, penjualan eceran, dan Purchasing Managers' Index (PMI)
    Manufaktur. Sementara itu, kinerja ekspor cenderung lebih baik, seiring dengan
    peningkatan permintaan beberapa mitra dagang utama, seperti AS dan India. Berdasarkan
    Lapangan Usaha (LU), kinerja perekonomian terutama didorong oleh Perdagangan Besar
    dan Eceran, Industri Pengolahan, serta Konstruksi. Bank Indonesia memprakirakan
    pertumbuhan ekonomi 2023 berada dalam kisaran 4,5-5,3%. Pada 2024, kinerja
    konsumsi, baik swasta maupun Pemerintah, dan investasi diprakirakan terus meningkat
    sejalan dengan keyakinan konsumsi masyarakat yang tetap kuat, dampak positif
    pelaksanaan Pemilu, serta keberlanjutan pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN).
    Dengan perkembangan tersebut, pertumbuhan ekonomi 2024 diprakirakan meningkat
    dalam kisaran 4,7-5,5%. Ke depan, Bank Indonesia akan terus memperkuat sinergi
    stimulus fiskal Pemerintah dengan stimulus makroprudensial Bank Indonesia untuk
    mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya dari sisi permintaan.


    Tabel 3.2
    Pertumbuhan Ekonomi Sisi Pengeluaran




Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha                                   3–4
Page 35
    Tabel 3.3
    Pertumbuhan Ekonomi Sisi Lapangan Usaha




    2. Neraca Perdagangan Indonesia (NPI)

    Kinerja Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) mendukung tetap terjaganya stabilitas
    eksternal. Surplus neraca perdagangan berlanjut pada November 2023 sebesar 2,4 miliar
    dolar AS didukung oleh ekspor komoditas utama Indonesia, seperti batu bara, besi dan
    baja, serta minyak dan lemak nabati. Aliran masuk modal asing dalam bentuk investasi
    portofolio ke pasar keuangan domestik terus berlanjut, dimana net inflows pada triwulan
    IV (hingga 19 Desember 2023) tercatat sebesar 5,1 miliar dolar AS. Posisi cadangan
    devisa Indonesia akhir November 2023 naik menjadi 138,1 miliar dolar AS, setara
    pembiayaan 6,3 bulan impor atau 6,1 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri
    Pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
    NPI 2023 secara keseluruhan diprakirakan tetap sehat dengan transaksi berjalan dalam
    kisaran surplus 0,4% sampai dengan defisit 0,4% dari PDB. Kinerja positif NPI tersebut
    diprakirakan berlanjut pada 2024 didukung oleh berlanjutnya aliran masuk modal asing
    sejalan dengan prospek perekonomian domestik yang meningkat, serta tetap rendahnya
    defisit transaksi berjalan dalam kisaran defisit 0,1% sampai dengan defisit 0,9% dari PDB.




Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha                                        3–5
Page 36
    Gambar 3.4
    Neraca Perdagangan Indonesia




    Gambar 3.5
    Cadangan Devisa




Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha   3–6
Page 37
    3. Nilai Tukar Rupiah

    Nilai tukar Rupiah pada 20 Desember 2023 menguat secara rata-rata sebesar 0,44%
    dibandingkan dengan perkembangan pada November 2023. Dengan perkembangan
    tersebut, nilai tukar Rupiah menguat 0,37% dibandingkan dengan level akhir Desember
    2022, lebih baik dibandingkan dengan Peso Filipina, Rupee India, dan Baht Thailand yang
    masing-masing tercatat melemah sebesar 0,05%, 0,53%, dan 0,85%. Di samping
    kebijakan stabilisasi Bank Indonesia, berlanjutnya apresiasi nilai tukar Rupiah didorong
    oleh masuknya aliran portofolio asing, menariknya imbal hasil aset keuangan domestik,
    serta tetap positifnya prospek ekonomi. Ke depan, Bank Indonesia tetap akan mewaspadai
    sejumlah risiko yang mungkin muncul dan memastikan terjaganya stabilitas nilai tukar
    Rupiah. Strategi operasi moneter promarket melalui instrument SRBI, SVBI, dan SUVBI
    dioptimalkan guna meningkatkan manajemen likuiditas institusi keuangan domestik dan
    menarik masuknya aliran masuk modal asing dari luar negeri. Bank Indonesia terus
    memperkuat koordinasi dengan Pemerintah, perbankan, dan dunia usaha untuk
    mendukung implementasi instrumen penempatan valas Devisa Hasil Ekspor Sumber
    Daya Alam (DHE SDA) sejalan dengan PP Nomor 36 Tahun 2023.


    4. Inflasi

    Inflasi IHK November 2023 terkendali pada 2,86% (yoy) sehingga diprakirakan inflasi
    IHK tahun 2023 akan berada dalam kisaran 3,0±1%. Perkembangan ini dipengaruhi oleh
    inflasi inti yang tetap rendah sebesar 1,87% (yoy) sejalan dengan konsistensi kebijakan
    suku bunga dan stabilisasi nilai tukar Rupiah oleh Bank Indonesia. Inflasi administered
    prices juga rendah sebesar 2,07% (yoy). Sementara itu, inflasi kelompok volatile food
    naik menjadi 7,59% (yoy) dipengaruhi oleh faktor musiman yang memengaruhi produksi
    beberapa komoditas hortikultura. Bank Indonesia akan terus mencermati sejumlah risiko
    yang dapat mengganggu terkendalinya inflasi, terutama yang bersumber dari harga
    pangan. Untuk itu, Bank Indonesia tetap memperkuat bauran kebijakan moneter dan
    mempererat sinergi dengan Pemerintah (Pusat dan Daerah) dalam TPIP dan TPID melalui
    penguatan GNPIP di berbagai daerah untuk memastikan inflasi terkendali dalam kisaran
    2,5±1% pada 2024.




Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha                                      3–7
Page 38
    Gambar 3.6
    Perkembangan Inflasi




    Gambar 3.7
    Peta Inflasi Daerah (%, yoy)




Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha   3–8
Page 39
    5. Suku Bunga

    Pada November 2023, rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) tetap
    terjaga tinggi, yaitu 26,04%. Likuiditas perbankan yang tetap memadai tersebut didukung
    oleh kebijakan makroprudensial akomodatif, antara lain implementasi Kebijakan Insentif
    Likuditas Makroprudensial (KLM). Total tambahan likuiditas dari insentif KLM
    mencapai Rp 163,3 triliun per Desember 2023 atau meningkat sebesar Rp 55 triliun sejak
    penerapan KLM pada 1 Oktober 2023. Perkembangan likuiditas tersebut berdampak
    positif terhadap suku bunga perbankan dengan suku bunga deposito 1 bulan dan suku
    bunga kredit pada November 2023 tetap terjaga masing-masing di 4,46% dan 9,29%.
    Likuiditas yang memadai juga didukung oleh keberadaan SRBI yang diperdagangkan di
    pasar sekunder sehingga meningkatkan fleksibilitas perbankan dalam mengelola likuiditas
    dan turut mendukung terjaganya lending capacity perbankan. Bank Indonesia akan terus
    meningkatkan efektivitas implementasi KLM untuk mendorong penyaluran
    kredit/pembiayaan perbankan yang lebih tinggi pada sektor-sektor yang memiliki daya
    ungkit besar dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.


    Gambar 3.8
    Suku Bunga Kebijakan BI dan PUAB O/N




Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha                                     3–9
Page 40
    Gambar 3.9
    Suku Bunga Deposito dan Kredit Perbankan




    3.2. Perkembangan Industri Makanan dan Minuman

    Selama ini industri makanan dan minuman (mamin) merupakan salah satu sektor strategis
    dan memiliki peran penting dalam menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia. Badan
    Pusat Statistik (BPS) melaporkan produk domestik bruto (PDB) atas dasar harga berlaku
    (ADHB) industri mamin nasional mencapai Rp 1,23 kuadriliun pada 2022. Nilai tersebut
    porsinya mencapai 6,32% dari total perekonomian nasional yang mencapai Rp 19,59
    kuadriliun.

    Mamin juga berkontribusi lebih dari sepertiga (38,35%) terhadap total PDB industri
    pengolahan nonmigas yang nilai totalnya Rp 3,23 kuadriliun. Porsi tersebut merupakan
    yang terbesar dibanding industri lainnya. Pada tahun 2023 kontribusi sektor tersebut
    terhadap PDB industri nonmigas sebesar 39,1% dan menyumbang 6,55% terhadap PDB
    nasional serta mampu tumbuh positif sebesar 4,47% (y-o-y). Industri ini mulai kembali
    bangkit setelah mengalami pukulan akibat pandemi Covid-19.

    Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melaporkan sepanjang tahun 2023 industri
    mamin mencatatkan neraca dagang positif sebesar USD 25,21 miliar dengan nilai ekspor
    di tahun 2023 mencapai USD 41,70 miliar dan impor sebesar USD 16,49 miliar. Selain
    itu, penanaman modal di sektor industri mamin masih bertumbuh dan diminati oleh para
    investor nasional dan global. Hal ini terlihat dari perkembangan realisasi investasi di
    sektor ini yang mencapai Rp 85,1 triliun pada tahun 2023.




Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha                                    3 – 10
Page 41
    Gambar 3.10
    Rata-rata Pengeluaran per Kapita untuk Makanan dan Minuman Tahun 2018-2023




    Berdasarkan data BPS, rerata pengeluaran masyarakat Indonesia untuk mamin jadi
    sebesar Rp 227,581 setiap bulannya pada Maret 2023. Jumlah itu merupakan yang
    terbesar dibandingkan pengeluaran untuk makanan lainnya. Nilainya pun mengalami
    kenaikan 5,34% dibandingkan pada September 2022 yang sebesar Rp 216.034 per bulan.
    Hal itu menandakan bahwa masyarakat Indonesia semakin gemar mengonsumsi mamin
    jadi yang lebih praktis.

    Pasar barang konsumen yang bergerak cepat (FMCG) di Indonesia adalah salah satu yang
    terbesar dan paling cepat berkembang di antara negara-negara lain di kawasan Asia
    Tenggara. Nilai pasarnya diperkirakan lebih dari USD 100 miliar, dan diperkirakan akan
    tumbuh pada CAGR sebesar 7,6% dari tahun 2021 hingga 2025. Meningkatnya daya beli
    karena meningkatnya pendapatan pribadi, serta meningkatnya urbanisasi yang mengubah
    gaya hidup masyarakat, disebut-sebut sebagai beberapa pendorong utama pertumbuhan
    pasar.

    Pasar FMCG di Indonesia telah mengalami kemajuan seiring dengan meningkatnya
    permintaan dan perubahan gaya hidup penduduknya. Sejak tahun 2018, rumah tangga
    Indonesia telah mengalokasikan hampir 20% total pengeluaran rumah tangganya untuk
    produk FMCG.

    Pada kuartal kedua tahun 2023, setiap segmen FMCG di tanah air mengalami peningkatan
    rerata belanja konsumen per perjalanan, dengan segmen makanan mencatat perubahan
    tertinggi. Dari sisi distribusi, perdagangan tradisional menjadi saluran penjualan utama
    produk FMCG di tanah air dengan pangsa pasar sebesar 83% pada kuartal III 2023.
    Sementara saluran offline seperti perdagangan tradisional masih mendominasi pasar,
    saluran penjualan online telah melihat pertumbuhan. Nilai penjualan e-grocery



Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha                                     3 – 11
Page 42
    mengalami pertumbuhan dalam beberapa tahun terakhir dan diperkirakan mencapai
    sekitar USD 5,6 triliun pada tahun 2026.

    Industri makanan ringan di Indonesia sendiri juga menunjukkan tren pertumbuhan yang
    positif. Pada 2021, volume distribusi makanan ringan di Indonesia sebesar 1.281 juta
    kilogram, tumbuh 8% dari tahun 2020 dengan volume distribusi sebesar 1.183 juta
    kilogram. Pada akhir 2022 diprediksi volume distribusi makanan ringan sebesar 1.357 juta
    kilogram atau naik sekitar 6%.


    Gambar 3.11
    Grafik Prediksi Total Volume Distribusi Makanan Ringan di Indonesia




    Masyarakat Indonesia terutama generasi milenial dan generasi Z adalah kelompok
    konsumen yang paling banyak mengonsumsi jenis makanan ringan. Menurut Statista
    Market Insight, 55% konsumen makanan ringan di Indonesia adalah kelompok milenial
    dan gen Z. Market size industri makanan ringan di Indonesia pada tahun 2023
    diperkirakan sebesar USD 7.84 milyar.

    USD 8,51 miliar pada tahun 2024. Pasar ini diperkirakan akan tumbuh setiap tahun
    sebesar 7,72% (CAGR 2024-2028). Sebagai perbandingan global, sebagian besar
    pendapatan dihasilkan di Amerika Serikat (USD 114 miliar pada tahun 2024). Di pasar
    makanan ringan, volume diperkirakan akan mencapai 1.808,00 juta kg pada tahun 2028.
    Pasar makanan ringan diperkirakan akan menunjukkan pertumbuhan volume sebesar
    5,1% pada tahun 2025. Volume rerata per orang di pasar makanan ringan diperkirakan
    mencapai 5,3 kg pada tahun 2024.

    Sektor industri mamin merupakan salah satu sektor prioritas dalam peta jalan Making
    Indonesia 4.0. Industri mamin terpilih sebagai prioritas karena perannya yang penting bagi
    pertumbuhan ekonomi nasional dan potensial untuk diakselerasi lebih jauh lagi melalui
    penerapan industri 4.0. Langkah pertama dalam transformasi menuju industri 4.0 adalah



Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha                                       3 – 12
Page 43
    pemetaan tingkat kesiapan industri di Indonesia, melalui Indonesia Industry 4.0 Readiness
    Index (INDI 4.0) yang telah diterapkan sejak 2018.

    Gabungan Produsen Makanan dan Minuman (Gapmmi) memproyeksikan industri mamin
    nasional naik 7%. Pasalnya, hal ini didorong salah satunya oleh pertumbuhan kelas
    menengah atau sekitar 53 juta jiwa. Kelas menengah menjadi motor pertumbuhan karena
    mampu menyumbang separuh dari total konsumsi rumah tangga nasional. Apalagi
    49,25% populasi Indonesia kebanyakan menghabiskan uang mereka di mamin. Secara
    demografik, 53,81% mayoritas populasi ini diisi oleh millenial dan generasi Z yang suka
    mencoba produk dan pengalaman baru.


    3.3. Prospek Industri Makanan dan Minuman

    Industri makanan dan minuman di Indonesia pada triwulan keempat tahun 2023
    menunjukkan prospek yang cukup menjanjikan. Industri ini merupakan salah satu motor
    utama pertumbuhan industri pengolahan nonmigas yang didukung oleh sumber daya alam
    berlimpah serta permintaan domestik yang terus meningkat. Pada tahun 2022, PDB
    industri makanan dan minuman tumbuh sebesar 4,90% dengan kontribusi sebesar 38,35%
    atau yang terbesar terhadap PDB industri pengolahan non-migas.

    Selain itu, pada tahun 2022 industri makanan dan minuman termasuk dalam lima besar
    industri dengan kontribusi ekspor tertinggi dengan nilai mencapai USD 48,61 miliar.
    Akselerasi penerapan industri 4.0 pada industri mamin diperkirakan mampu
    meningkatkan potensi nilai output dan produktivitas tenaga kerja industri sampai dengan
    30%. Untuk mendukung hal tersebut, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah
    menerbitkan Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 21 Tahun 2020 tentang Pengukuran
    Tingkat Kesiapan Industri dalam Bertransformasi Menuju Industri 4.0 sebagai panduan
    untuk kesiapan industri dalam melakukan transformasi industri 4.0.

    Pada kuartal kedua tahun 2023, industri makanan menyumbang hampir 34% dari Produk
    Domestik Bruto (PDB) dalam sektor industri pengolahan. Di periode ini, industri
    makanan dan minuman menjadi salah satu sektor yang tumbuh tercepat di industri
    pengolahan. Akan tetapi, pada kuartal ketiga tahun 2023, pertumbuhan industri makanan
    menurun menjadi 4,39% dari tahun sebelumnya, lebih rendah dibandingkan periode
    sebelumnya yang mencapai 4,9%.

    Namun demikian, target pertumbuhan industri makanan tahun 2023 tetap optimistis, yaitu
    sekitar 5-7%. Salah satu alasan utama pertumbuhan ini adalah ekspor industri makanan
    dan minuman, yang berhasil mencapai nilai USD 48,6 miliar. Usaha mengembangkan
    pasar di negara-negara berkembang seperti Timur Tengah dan Afrika Utara (MENA) turut
    membantu pertumbuhan ini. Industri makanan dan minuman dalam negeri juga berhasil
    mengekspor ke beberapa negara yang mengalami masalah pasokan, seperti Malaysia,
    Singapura, dan Jepang.




Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha                                      3 – 13
Page 44
    Untuk meningkatkan potensi nilai output dan produktivitas tenaga kerja industri hingga
    30% lebih baik, industri makanan dan minuman termasuk dalam prioritas roadmap
    “Making Indonesia 4.0”, di mana industri ini akan mengakselerasi penerapan teknologi
    industri 4.02. Pada tahun 2023, industri makanan Indonesia menunjukkan potensi
    pertumbuhan yang besar, terutama di sektor ekspor. Diharapkan dengan peningkatan
    kontribusi dan pertumbuhan sektor ini, perekonomian Indonesia akan semakin membaik.


    3.4. Industri Makanan dan Minuman

    Perseroan menerapkan beberapa strategi keberlanjutan dalam operasional dan bisnisnya,
    pada pengembangan produk-produk baru untuk menopang kinerjanya. Sejauh ini,
    Perseroan telah merilis beberapa produk baru dan berencana untuk merilis lebih banyak
    produk baru di masa mendatang. Strategi ini bertujuan untuk membuat produk mereka
    lebih tersedia di pasar dan melibatkan lebih banyak distributor maupun sub-distributor
    untuk memasarkan barang.

    Efisiensi beban juga menjadi bagian dari strategi keberlanjutan Perseroan. Salah satu
    langkah yang telah dilakukan adalah peremajaan terhadap alat atau mesin. Langkah ini
    diharapkan dapat menurunkan biaya produksi per kilogram.

    Secara keseluruhan, strategi keberlanjutan Perseroan mencakup pengembangan produk
    baru, ekspansi pasar, dan efisiensi operasional. Semua ini bertujuan untuk mendukung
    pertumbuhan dan keberlanjutan bisnis perusahaan di masa mendatang.

    Perusahaan ini juga melihat peluang perluasan distribution point yang cukup besar ke
    depan. Hal ini seiring dengan kebijakan ekonomi yang fokus untuk menjaga daya beli
    konsumen, maka konsumsi akan dapat terus tumbuh, terutama konsumsi pangan.

    3.4.1. Pemasok dan Pelanggan Kunci

    Perseroan adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang makanan dan minuman, secara
    umum, pemasok untuk perusahaan biasanya meliputi produsen bahan baku, seperti petani
    dan perusahaan agribisnis, serta perusahaan logistik dan transportasi. Sementara itu,
    pelanggan kunci bisa mencakup supermarket dan toko kelontong, restoran dan kafe, serta
    konsumen individu.

    Perseroan berfokus pada pengembangan produk-produk baru untuk menopang kinerja
    perusahaan. Oleh karena itu, kerjasama dengan pemasok yang dapat menyediakan bahan
    baku berkualitas dan pelanggan yang menghargai inovasi produk mungkin menjadi kunci
    keberhasilan Perseroan.




Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha                                   3 – 14
Page 45
    3.4.2. Kesinambungan (Sustainability)

    Pendapatan sektor consumer goods tetap kokoh dikarenakan produk barang yang
    dihasilkan berfokus pada kebutuhan primer dan sekunder. Kebutuhan yang akan terus ada
    menyebabkan masyarakat akan tetap mengonsumsi secara terus-menerus, sehingga
    permintaan terhadap barang consumer goods tetap stabil dan berkelanjutan. Permintaan
    tersebut berdampak kepada penjualan perusahaan dan pendapatan perusahaan sektor
    consumer goods yang tetap berjalan dan konsisten memperoleh keuntungan selama ini
    mengingat produk yang dihasilkan oleh Perseroan dan entitas anak merupakan produk
    makanan dasar dan makanan ringan. Produk yang dihasilkan oleh sektor consumer goods
    sangat beragam seperti produk biskuit, mie instan (snack), bumbu masak, bihun, mie
    kering, dan kembang gula. Produk-produk tersebut sering kita jumpai dalam kehidupan
    sehari-hari. Kinerja Perseroan dapat terlihat secara langsung dari produk-produk tersebut
    yang menambah nilai kepercayaan masyarakat kepada Perseroan. Dengan
    mempertimbangkan hal-hal tersebut di atas, dapat disimpulkan bahwa Perseroan akan
    dapat menjaga kesinambungan usahanya di masa depan.

    3.4.3. Potensi Pasar

    Prospek bisnis di tahun mendatang dibentuk oleh sikap proaktif terhadap tren ekonomi,
    kebutuhan konsumen yang terus berkembang, dan dinamika pasar. Perseroan akan secara
    proaktif mengidentifikasi tren yang sedang berkembang, pergeseran pasar, dan preferensi
    konsumen untuk memanfaatkan peluang bisnis baru dan tetap menjadi yang terdepan.
    Selain itu, Perseroan menyadari pentingnya indikator indeks konsumen yang tinggi
    sebagai pendorong momentum untuk pertumbuhan yang berkelanjutan. Selanjutnya,
    dengan memanfaatkan momentum ini, Perseroan akan menjajaki berbagai peluang untuk
    ekspansi pasar, membangun merek, dan akuisisi pelanggan untuk memanfaatkan
    kepercayaan konsumen yang meningkat. Salah satu langkah Perseroan adalah dengan
    memperluas ekspor untuk ekspansi bisnis global Perseroan.

    Gapmmi telah memproyeksikan industri mamin nasional naik 7%. Hal ini didorong salah
    satunya oleh pertumbuhan kelas menengah atau sekitar 53 juta jiwa.

    3.4.4. Sasaran

    Kelas menengah menjadi motor pertumbuhan karena mampu menyumbang separuh dari
    total konsumsi rumah tangga nasional. Apalagi 49,25% populasi Indonesia kebanyakan
    menghabiskan uang mereka di makanan dan minuman atau F&B. Secara demografik,
    53,81% mayoritas populasi ini diisi oleh milenial dan generasi Z yang suka mencoba
    produk dan pengalaman baru.




Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha                                      3 – 15
Page 46
    3.4.5.       Potensi Nilai Pasar

    Potensi nilai pasar Perseroan dapat digambarkan dengan proyeksi penjualan. Berdasarkan
    proyeksi yang disusun oleh manajemen Perseroan, potensi nilai pasar Perseroan untuk
    periode tahun 2024 sampai dengan 2028 dapat dilihat pada tabel berikut.


    Tabel 3.4
    PT FKS Food Sejahtera Tbk (Konsolidasi)
    Potensi Nilai Pasar Tahun 2024–2028
    (Rp Juta)


                     Uraian             2024         2025        2026        2027        2028


     Penjualan                         2.138.587    2.411.299   2.676.347   2.928.003   3.212.415




    3.4.6. Pesaing Usaha dan Persaingan

    Industri makanan dan minuman di Indonesia pada tahun 2023 mengalami pertumbuhan
    yang cukup signifikan. Industri ini memberikan kontribusi sebesar 39,10 persen terhadap
    pendapatan domestik bruto (PDB) industri nonmigas dan 6,55 persen terhadap PDB
    nasional. Meskipun mengalami dampak dari pandemi COVID-19, sektor industri
    makanan dan minuman berhasil pulih dengan pertumbuhan sebesar 4,47 persen pada
    tahun 2023.

    Sektor ini mencatatkan surplus neraca perdagangan sebesar 25,21 miliar dolar AS, dengan
    nilai ekspor mencapai 41,70 miliar dolar AS dan impor sebesar 16,49 miliar dolar AS
    pada tahun yang sama. Investasi dalam sektor industri makanan dan minuman juga terus
    meningkat, dengan realisasi investasi mencapai Rp 85,10 triliun pada tahun 2023.

    Namun, tantangan terbesar di sektor bisnis makanan dan minuman adalah banyaknya
    kompetitor yang akan muncul, perubahan perilaku konsumen yang sangat cepat, serta
    adaptasi teknologi yang sangat juga berubah dengan cepat. Oleh karena itu, industri
    makanan dan minuman di Indonesia harus terus beradaptasi dan berinovasi untuk tetap
    kompetitif di pasar.

    3.4.7. Strategi dan Rencana Masa Depan Perusahaan (Business Plan)

    Perseroan telah menerapkan strategi berdasarkan role dan target market untuk setiap
    kategori produk yang dimiliki. Strategi tersebut antara lain adalah:

    1. Meningkatkan brand awareness.
    2. Meningkatkan ketersediaan produknya. Hal tersebut dilakukan agar dapat memenuhi
       kebutuhan para konsumen.



Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha                                          3 – 16
Page 47
    3. Fokus melakukan pengembangan produk-produk baru sebagai bagian dari inovasi dan
       mengikuti tren pasar.
    4. Efisiensi, dan mengoptimalkan jaringan rantai pasokannya, menunjukkan
       komitmennya terhadap pertumbuhan berkelanjutan dan mempertahankan posisinya
       sebagai pemain utama di industri makanan.


    3.5. Kesimpulan Analisis Kelayakan Pasar

    Dengan memperhatikan potensi pasar dan kondisi perekonomian Indonesia yang sedang
    tumbuh, maka Rencana Penambahan Kegiatan Usaha secara pasar layak untuk
    dilaksanakan.




Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha                               3 – 17
Page 48
    4. ANALISIS TEKNIS



    Aspek teknis diperlukan untuk memastikan bahwa bisnis yang akan dilakukan memiliki
    produk atau jasa yang baik, proses produksi yang efisien, pengoperasian bisnis yang
    efektif, dan teknologi yang sesuai dengan standar yang ada bagi Perseroan.


    4.1. Rencana Penambahan Kegiatan Usaha

    Perseroan bermaksud untuk mengembangkan industri consumer goods dengan menambah
    kegiatan usahanya saat ini dengan kegiatan usaha perdagangan besar bahan makanan dan
    minuman hasil peternakan dan perikanan lainnya; perdagangan besar makanan dan
    minuman lainnya; perdagangan besar gula, coklat dan kembang gula; pergudangan dan
    penyimpanan; industri makanan dari kedelai dan kacang-kacangan lainnya bukan kecap,
    tempe dan tahu; serta industri kembang gula.

    Manfaat Rencana Penambahan Kegiatan Usaha terhadap kebijakan bisnis Perseroan ke
    depan adalah upaya sentralisasi atas aktivitas perdagangan yang dilakukan oleh Perseroan
    dan entitas anak.


    4.2. Kapasitas

    Menurut Perseroan, dengan adanya Rencana Penambahan Kegiatan Usaha, tidak terdapat
    perubahan pada kapasitas produksi, karena tidak ada perubahan pada kegiatan produksi
    yang dilakukan oleh entitas anak. Entitas anak akan tetap menggunakan fasilitas produksi
    yang saat ini aktif digunakan dengan kapasitas produksi yang tersedia.

    Selanjutnya, berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan, dalam pelaksanaan
    Rencana Penambahan Kegiatan Usaha tidak diperlukan penambahan kapasitas produksi
    pada entitas anak.

    Dalam melaksanakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha, Perseroan memerlukan
    tempat penyimpanan yang akan disewa, dimana biaya sewa pergudangan dan
    penyimpanan tersebut telah telah diperhitungkan dalam proyeksi beban usaha.


    4.3. Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya

    4.3.1. Bahan Baku Mentah

    Dalam Rencana Penambahan Kegiatan Usaha, tidak diperlukan pemindahan kegiatan
    produksi dari entitas anak kepada Perseroan, mengingat bahwa dalam Rencana
    Penambahan Kegiatan Usaha Perseroan hanya akan melakukan kegiatan perdagangan


Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha                                      4–1
Page 49
    yang semula dilakukan oleh entitas anak kepada konsumen. Dengan demikian, dalam
    pelaksanaan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha tidak terdapat kebutuhan bahan baku
    mentah.

    4.3.2. Pekerja

    Sehubungan dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha, Perseroan akan melakukan
    penambahan pekerja dengan kompetensi yang sesuai untuk mendukung kegiatan
    perdagangan yang dilakukan oleh Perseroan. Rencana penambahan pekerja diantaranya
    adalah untuk bagian sales & marketing (36 orang), finance & accounting (8 orang), supply
    chain (2 orang), internal audit (2 orang), dan human resources department (1 orang).

    4.3.3. Ahli Profesional

    Sehubungan dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha, Perseroan tidak memerlukan
    ahli profesional yang spesifik.


    4.4. Fasilitas Produksi

    Terkait Rencana Penambahan Kegiatan Usaha, Perseroan tidak memerlukan fasilitas
    produksi, mengingat bahwa dalam Rencana Penambahan Kegiatan Usaha Perseroan
    hanya akan melakukan kegiatan perdagangan yang semula dilakukan oleh entitas anak
    kepada konsumen. Dengan demikian, Rencana Penambahan Kegiatan Usaha tidak
    memerlukan tambahan fasilitas produksi.


    4.5. Proses Produksi

    Produk yang dihasilkan oleh Perseroan dalam Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
    bukan berupa barang jadi melainkan berupa jasa perdagangan besar bahan makanan dan
    minuman hasil peternakan dan perikanan lainnya; perdagangan besar makanan dan
    minuman lainnya; perdagangan besar gula, coklat dan kembang gula; pergudangan dan
    penyimpanan; industri makanan dari kedele dan kacang-kacangan lainnya bukan kecap,
    tempe dan tahu; serta industri kembang gula yang dilakukan oleh Perseroan dari produk-
    produk yang dihasilkan oleh entitas anak. Penyediaan jasa tersebut dilakukan sesuai
    dengan kaidah-kaidah bisnis yang berlaku, dan Perseroan memastikan jasa yang diberikan
    memiliki kualitas terbaik sesuai standar Perseroan, sehingga akan dapat menjaga
    kepuasan bagi para konsumen.


    4.6. Aspek Lingkungan

    Menurut Perseroan, Rencana Penambahan Kegiatan Usaha tidak memerlukan
    pemindahan kegiatan produksi dari entitas anak kepada Perseroan, mengingat bahwa
    dalam Rencana Penambahan Kegiatan Usaha Perseroan hanya akan melakukan kegiatan
    perdagangan yang semula dilakukan oleh entitas anak kepada konsumen. Dengan

Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha                                      4–2
Page 50
    demikian, Rencana Penambahan Kegiatan Usaha tidak memiliki dampak terhadap
    lingkungan.


    4.7. Kesimpulan Analisis Kelayakan Teknis

    Dengan memperhatikan fasilitas yang disediakan oleh Perseroan dalam Rencana
    Penambahan Kegiatan Usaha, maka Rencana Penambahan Kegiatan Usaha secara teknis
    layak untuk dilaksanakan.




Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha                             4–3
Page 51
   5. ANALISIS POLA BISNIS



   5.1. Rencana Penambahan Kegiatan Usaha

   Perseroan bermaksud untuk mengembangkan industri consumer goods dengan
   menambah kegiatan usahanya saat ini dengan kegiatan usaha perdagangan besar bahan
   makanan dan minuman hasil peternakan dan perikanan lainnya; perdagangan besar
   makanan dan minuman lainnya; perdagangan besar gula, coklat dan kembang gula;
   pergudangan dan penyimpanan; industri makanan dari kedelai dan kacang-kacangan
   lainnya bukan kecap, tempe dan tahu; serta industri kembang gula, dengan rincian
   sebagaimana disebutkan dalam lampiran III Studi Kelayakan.


   5.2. Keunggulan Kompetitif

   Salah satu keunggulan kompetitif Perseroan adalah senantiasa menjaga hubungan yang
   baik dengan pelanggan dengan cara memberikan pelayanan produk yang maksimal dan
   menjaga kualitas produk. Dengan strategi tersebut, diharapkan tingkat kepercayaan
   konsumen terhadap produk-produk Perseroan dapat terjaga dari masa ke masa. Selain
   itu, apabila terdapat penambahan produk, konsumen dengan mudah dapat menerima
   produk baru tersebut tanpa meragukan kualitas produk baru tersebut. Hal tersebut
   tampak dari tingkat kepercayaan konsumen terhadap 8 (delapan) brand utama milik
   Perseroan, yang memudahkan Perseroan dalam melakukan pemasaran terhadap produk
   baru maupun produk lama.

   Keunggulan kompetitif Perseroan yang lain adalah tiada henti melakukan inovasi.
   Inovasi yang dilakukan Perseroan antara lain adalah peluncuran produk baru Taro
   Tempe dan peluncuran produk baru Bihunku Korean Series varian Spicy Kimchi dan
   Japchae yang sebelumnya belum pernah diproduksi oleh perusahaan pesaing.

   Dengan keunggulan kompetitif tersebut Perseroan memiliki kemampuan untuk
   menciptakan nilai, antara lain melalui penciptaan produk baru yang inovatif (misalnya
   produk bihun ala-ala Korean) dan upaya modernisasi produk-produk tradisional dengan
   merek yang mudah diingat konsumen sehingga menghasilkan nilai jual yang lebih
   tinggi.


   5.3. Strategi Pemasaran

   Perseroan telah menerapkan strategi berdasarkan role dan target market untuk setiap
   kategori produk yang dimiliki. Strategi tersebut antara lain adalah:

   1. Meningkatkan brand awareness.



Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha                                  5–1
Page 52
   2. Meningkatkan ketersediaan produknya. Hal tersebut dilakukan agar dapat memenuhi
      kebutuhan para konsumen.
   3. Fokus melakukan pengembangan produk-produk baru sebagai bagian dari inovasi
      dan mengikuti tren pasar.
   4. Efisiensi, dan mengoptimalkan jaringan rantai pasokannya, menunjukkan
      komitmennya terhadap pertumbuhan berkelanjutan dan mempertahankan posisinya
      sebagai pemain utama di industri makanan.

   Selain itu, strategi pemasaran juga tetap menerapkan metode push and pull yang mana
   push berarti barang Perseroan berada di dekat konsumen, sedangkan pull berarti
   Perseroan menciptakan permintaan dari konsumen.


   5.4. Strategi Pengembangan Usaha

   Selain terus melakukan inovasi dan mengikuti tren pasar, Perseroan telah mengambil
   langkah strategis untuk mengatasi tantangan yang dihadapi selama tahun tersebut. Salah
   satu langkah tersebut melibatkan peningkatan penjualan dengan menerapkan kegiatan
   pemasaran 360 derajat, aktivasi digital, dan memperluas jangkauan distribusi. Perseroan
   telah mengekspor produknya ke China dan Asia Selatan, mendapatkan respon positif
   dari konsumen asing.

   Selain meningkatkan penjualan, Perseroan juga gencar mengejar efisiensi dalam semua
   lini bisnisnya dengan pengendalian biaya yang ketat. Tujuannya adalah membuat
   produknya lebih mudah dijangkau oleh pelanggan dengan cara yang paling efisien, baik
   dalam produksi. Perseroan dapat mengoptimalkan jaringan rantai pasok di FKS Group
   untuk memastikan ketersediaan bahan baku bagi produk makanannya.


   5.5. Kemampuan Pesaing untuk Meniru Produk

   Perseroan memahami pesaing akan selalu melakukan hal yang sama dengan Perseroan,
   tetapi Perseroan selalu memitigasi untuk dapat memberikan nilai tambah kepada
   konsumen yang membeli produk-produk dari Perseroan. Terjadinya persaingan di
   produk menjadi suatu hal yang baik bagi konsumen sehingga terbentuk pasar dengan
   harga yang kompetitif.

   Perseroan dalam memberikan produk yang berkualitas kepada konsumen juga didukung
   oleh infrastruktur yang dapat menopang kegiatan usaha tambahan dan layanan bantuan
   untuk konsumen. Perseroan juga terus berinovasi dan meningkatkan kualitas produk
   makanan yang pasarkan. Seluruh hal tersebut diharapkan dapat menciptakan nilai-nilai
   tambah bagi Perseroan sehingga Perseroan optimis bahwa Perseroan memiliki daya
   unggul di mata masyarakat selaku konsumen.




Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha                                    5–2
Page 53
   5.6. Kemampuan untuk Menciptakan Nilai

   Inovasi merupakan energi Perseroan untuk terus dapat memberikan produk-produk
   unggulan dan berkualitas yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Perseroan
   senantiasa melakukan inovasi yang juga menjadi nilai utama dari setiap produk milik
   Perseroan. Dengan berbagai merek yang saat ini sudah dipercayai oleh masyarakat,
   Perseroan akan dapat melakukan pemasaran terhadap produk-produk baru maupun
   produk-produk yang sudah ada dengan lebih mudah.

   Perseroan selalu berlandaskan ide dan inovasi dan terus bergerak untuk menjadi
   perusahaan yang mendunia tanpa meninggalkan nilai-nilai lokal.


   5.7. Pertimbangan dan Alasan

   Dalam melakukan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha, Perseroan mengharapkan
   bahwa kegiatan usaha tersebut akan membantu meningkatkan kinerja penjualan dan
   keuntungan bagi Perseroan dan entitas anak. Perseroan akan melihat peluang-peluang
   usaha dan potensi dari Rencana Penambahan Kegiatan Usaha yang akan ditambahkan
   tersebut.

   Selain itu, Rencana Penambahan Kegiatan Usaha diharapkan dapat memberikan dampak
   yang positif bagi kelangsungan usaha Perseroan dan tentunya akan berdampak pula
   terhadap kondisi keuangan Perseroan. Dengan adanya perubahan kegiatan usaha ini,
   pendapatan usaha Perseroan akan mengalami peningkatan dan diharapkan ekuitas
   Perseroan semakin membaik di tahun-tahun yang akan datang. Hal ini diharapkan pula
   dapat memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham Perseroan.


   5.8. Kesimpulan Analisis Kelayakan Pola Bisnis

   Dengan memperhatikan pola bisnis yang akan diterapkan oleh Perseroan dalam Rencana
   Penambahan Kegiatan Usaha, maka Rencana Penambahan Kegiatan Usaha secara pola
   bisnis layak untuk dilaksanakan.




Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha                                5–3
Page 54
   6. ANALISIS MODEL MANAJEMEN



   6.1. Kapasitas dan Kemampuan Manajemen

   Dengan pengalaman lebih dari 30 tahun dalam menjalankan bisnis di industri makanan
   dan minuman, Perseroan berkomitmen untuk melakukan Rencana Penambahan Kegiatan
   Usaha. Untuk mencapai tujuan tersebut, dibutuhkan sumber daya manusia yang
   berkompeten dan berkualitas.

   Manajemen Perseroan saat ini memiliki kapasitas dan kemampuan yang dibutuhkan
   sehubungan dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha. Berikut adalah susunan
   Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan:

   Dewan Komisaris

   Komisaris Utama           :   Lim Aun Seng
   Komisaris                 :   Grant Roy Lutz
   Komisaris Independen      :   R. Benny Wachjudi
   Komisaris Independen      :   Ito Sumardi Djuni Sanyoto

   Direksi

   Direktur Utama            : Gerry Mustika
   Direktur                  : Sukawati Wijaya


   6.2. Ketersediaan Tenaga Kerja

   Perseroan telah mempersiapkan tenaga kerja yang dapat mendukung Rencana
   Penambahan Kegiatan Usaha, dimana tenaga kerja tersebut akan direkrut oleh Perseroan
   secara bertahap.

   Rencana penambahan pekerja diantaranya adalah untuk bagian sales & marketing (36
   orang), finance & accounting (8 orang), supply chain (2 orang), internal audit (2 orang),
   dan human resources department (1 orang).


   6.3. Struktur Organisasi Perseroan

   Berikut adalah struktur organisasi Perseroan saat ini:




Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha                                      6–1
Page 55
   Gambar 6.1
   PT FKS Food Sejahtera Tbk
   Struktur Organisasi




   Pada perkembangan selanjutnya, struktur organisasi Perseroan akan berkembang sesuai
   dengan perkembangan industri Fast Moving Consumer Goods (FMCG) dan penambahan
   kegiatan usaha Perseroan berupa perdagangan besar bahan makanan dan minuman hasil
   peternakan dan perikanan lainnya; perdagangan besar makanan dan minuman lainnya;
   perdagangan besar gula, coklat dan kembang gula; pergudangan dan penyimpanan;
   industri makanan dari kedele dan kacang-kacangan lainnya bukan kecap, tempe dan tahu;
   serta industri kembang gula.


   6.4. Manajemen Kekayaan Intelektual (Intellectual Property) dan Manajemen
        Risiko

   Perseroan dalam melakukan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha mengetahui dan telah
   melakukan mitigasi untuk perlindungan kekayaan intelektual dan manajemen risiko
   perusahaan. Perseroan akan melakukan pendaftaran merek pada Direktorat Jenderal
   Kekayaan Intelektual atas merek yang akan digunakan sehubungan dengan Rencana
   Rencana Penambahan Kegiatan Usaha dan menerapkan manajemen risiko dalam kegiatan
   operasional Perseroan, salah satunya dengan memberikan pelatihan-pelatihan yang
   diperlukan untuk tenaga kerja yang telah dimiliki oleh Perseroan.


   6.5. Kesimpulan Analisis Kelayakan Model Manajemen

   Struktur organisasi Perseroan saat ini telah mendukung operasional kerja perusahaan
   dalam Rencana Penambahan Kegiatan Usaha dan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
   secara model manajemen layak untuk dilaksanakan.


Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha                                  6–2
Page 56
   7. ANALISIS RISIKO



   Dalam menjalankan kegiatan usahanya, Perseroan tidak terlepas dari berbagai macam
   risiko. Risiko yang terkait langsung dengan usaha consumer goods dapat dilihat pada
   uraian berikut ini.


   7.1. Risiko Harga Komoditas

   Perseroan menghadapi risiko harga komoditas terutama diakibatkan oleh pembelian
   bahan baku utama seperti tepung jagung dan tepung terigu. Harga bahan baku tersebut
   secara langsung dipengaruhi fluktuasi harga komoditas serta tingkat permintaan dan
   persediaan pasar.

   Kebijakan Perseroan untuk meminimalkan risiko yang berasal dari fluktuasi harga
   komoditas adalah dengan mengatasi tingkat optimal persediaan tepung jagung dan
   tepung terigu untuk produksi yang berkelanjutan. Selain itu, Perseroan juga berusaha
   mengurangi risiko tersebut dengan cara menyesuaikan harga jual produk secara berkala.


   7.2. Risiko Persaingan Usaha

   Kegiatan usaha industri consumer goods di Indonesia cukup banyak dilakukan oleh
   perusahaan lainnya, baik yang berasal dari dalam negeri maupun luar negeri. Risiko
   persaingan yang semakin kompetitif dari para pesaing baru yang lebih inovatif dan
   variatif akan sangat mempengaruhi pendapatan operasional Perseroan.

   Untuk mengatasi risiko persaingan usaha, Perseroan senantiasa meningkatkan pelayanan
   terhadap pelanggan dan menjaga kualitas serta ketersediaan pasokan produk di pasar.
   Industri makanan, sebagai salah satu industri yang cukup pesat perkembangannya
   dewasa ini, selalu dipantau dengan ketat oleh Perseroan.


   7.3. Risiko Kebiasaan dan Selera Makan

   Untuk menghadapi risiko kebiasaan dan selera makan, Perseroan meningkatkan kegiatan
   riset Perseroan atas preferensi konsumen produk Perseroan sehingga hasil riset tersebut
   dapat memberikan masukan kepada kegiatan operasional Perseroan. Bagaimanapun,
   sebagai produsen makanan di sektor industri makanan olahan, Perseroan menghadapi
   risiko berubahnya kebiasaan dan selera makan konsumen yang dapat menyebabkan
   menurunnya pangsa pasar Perseroan. Dengan berubahnya tren atau kebiasaan selera
   makan yang dapat disebabkan oleh perubahan demografi serta karakteristik konsumen
   dan beragam perayaan hari raya serta liburan, maka penurunan tingkat konsumsi oleh



Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha                                    7–1
Page 57
   konsumen tersebut mungkin terjadi dan berdampak pada menurunnya pangsa pasar
   Perseroan.


   7.4. Risiko Produk

   Industri makanan umumnya menghadapi risiko produk kadaluarsa karena makanan tidak
   dapat bertahan terlalu lama, sehingga dapat terjadi peningkatan harga pokok penjualan
   yang pada akhirnya dapat mengakibatkan penurunan laba Perseroan. Manajemen risiko
   produk kadaluarsa dijalankan dengan proses pengawasan kualitas produk dan Perseroan
   selalu memastikan produk-produk Perseroan aman bagi konsumen.


   7.5. Risiko Kebijakan Pemerintah dan Sosial

   Seperti halnya perusahaan-perusahaan lain, masalah buruh merupakan salah satu faktor
   yang cukup sensitif terhadap perkembangan kebijakan pemerintah, misalnya masalah
   upah minimum. Risiko yang mungkin terjadi akibat pemogokan tenaga kerja adalah dari
   menurunnya efektivitas produksi sampai dengan terhentinya kegiatan produksi
   Perseroan yang pada akhirnya dapat merugikan Perseroan. Karena itulah, Perseroan
   senantiasa membina hubungan baik dan harmonis dengan para pekerja dan selalu
   memperhatikan kesejahteraan karyawannya dengan menentukan tingkat kompensasi
   yang mengikuti upah minimum regional yang berlaku setiap tahunnya dan mendirikan
   koperasi yang diperuntukkan bagi karyawan.




Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha                                  7–2
Page 58
    8.   ANALISIS KEUANGAN



    Pendekatan yang digunakan dalam menganalisa kelayakan keuangan Rencana
    Penambahan Kegiatan Usaha adalah pendekatan pendapatan (income-based approach)
    dengan menggunakan metode diskonto arus kas (discounted cash flow (DCF) method),
    yang mengacu pada net present value (NPV), dimana Rencana Penambahan Kegiatan
    Usaha dikatakan layak atau menguntungkan apabila NPV sama dengan atau lebih besar
    daripada 0.

    Proyeksi keuangan yang digunakan dalam Studi Kelayakan didasarkan pada proyeksi
    keuangan yang disusun oleh Perseroan berupa proyeksi keuangan tanpa Rencana
    Penambahan Kegiatan Usaha dan proyeksi keuangan dengan Rencana Penambahan
    Kegiatan Usaha. Berdasarkan hasil diskusi dengan manajemen Perseroan, kami
    berpendapat bahwa proyeksi keuangan yang disusun oleh manajemen adalah wajar dan
    tidak memerlukan penyesuaian. Dengan demikian, tidak ada penyesuaian yang kami
    lakukan terhadap target kinerja Perseroan.

    Analisis keuangan dalam Studi Kelayakan dilakukan terpisah dalam dua bagian, yaitu
    analisis untuk konsolidasi dan analisis untuk entitas induk. Hal ini dilakukan mengingat
    bahwa Rencana Penambahan Kegiatan Usaha hanya berdampak pada kinerja keuangan
    entitas induk, sementara secara konsolidasi terdapat proses eliminasi sehingga dampak
    dari Rencana Penambahan Kegiatan Usaha tidak tercermin dalam proyeksi keuangan
    konsolidasi. Selain itu, dalam Rencana Penambahan Kegiatan Usaha Perseroan hanya
    akan melakukan kegiatan perdagangan yang semula dilakukan oleh entitas anak kepada
    konsumen.


    8.1. Analisis Kelayakan Konsolidasi

    8.1.1. Arus Kas Bersih yang Digunakan

    Untuk melakukan analisis keuangan dalam Studi Kelayakan dengan menggunakan
    metode diskonto arus kas, terdapat 3 (tiga) pilihan pendapatan ekonomi untuk didiskonto
    yaitu dividen, arus kas bersih (AKB) untuk ekuitas (free cash flow to equity), dan AKB
    untuk kapital (free cash flow to invested capital) atau AKB untuk perusahaan (free cash
    flow to firm).

    Dalam Studi Kelayakan, pendapatan ekonomi yang akan didiskonto dalam analisis
    kelayakan adalah AKB untuk kapital. AKB untuk kapital dipilih agar dapat
    menggambarkan kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha untuk seluruh
    penyedia kapital dalam Perseroan.

    Pengertian AKB berarti bahwa arus kas yang diperoleh sudah bebas dari kewajiban
    penyediaan pengeluaran barang modal (capital expenditure), baik untuk mempertahankan


Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha                                      8–1
Page 59
    operasi perusahaan saat ini maupun penyediaan cadangan untuk penggantian (reserve for
    replacement), modal kerja, dan untuk pertumbuhan melalui penyediaan dana tambahan
    pengeluaran barang modal. AKB untuk kapital dihitung dengan persamaan sebagai
    berikut:

         Laba (rugi) usaha
    –    Pajak dari laba (rugi) usaha
    +    Penyusutan
    –    Investasi
    –    Kenaikan (atau + penurunan) modal kerja bersih
    =    Arus kas bersih untuk kapital

    8.1.2. Penentuan Tingkat Diskonto

    Untuk mendiskonto AKB tiap-tiap tahun, tingkat diskonto yang digunakan adalah biaya
    modal rata-rata tertimbang (WACC/weighted average cost of capital) yang
    diperhitungkan dengan menggunakan formula sebagai berikut:

     WACC (ke We )  (kd [1 t]Wd )

    dimana:

    ke    =   Biaya modal ekuitas/saham biasa
    kd    =   Biaya modal utang
    We    =   Bobot ekuitas dalam struktur kapital
    Wd    =   Bobot utang dalam struktur kapital
    t     =   Pajak penghasilan perusahaan

    1. Penentuan Biaya Modal untuk Ekuitas

    Untuk menentukan biaya modal ekuitas (cost of equity) digunakan capital asset pricing
    model (CAPM) dengan menggunakan persamaan sebagai berikut:

     ke  R f  (  RPm )  RBDS

    dimana:

    ke        = Balikan yang diharapkan dari suatu sekuritas tertentu, atau biaya modal
                ekuitas/saham biasa
    Rf        = Tingkat balikan yang tersedia untuk suatu sekuritas bebas risiko (risk free
                rate)
    β         = Beta
    RPm       = Premi risiko ekuitas untuk pasar secara keseluruhan (equity risk premium)
    RBDS      = Rating-based default spread



Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha                                     8–2
Page 60
    Rf adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang dianggap tidak memiliki
    kemungkinan gagal bayar. Di Indonesia, instrumen bebas risiko yang dapat dipilih adalah
    tingkat bunga Obligasi Pemerintah untuk jangka panjang. Terkait dengan tanggal efektif
    Studi Kelayakan yang jatuh pada tanggal 31 Desember 2023 dan dengan
    mempertimbangkan bahwa Perseroan merupakan perusahaan yang usahanya akan terus
    berkelanjutan (“going concern”), maka instrumen bebas risiko yang dipakai adalah
    obligasi Pemerintah RI dalam mata uang Rupiah dengan tenor paling lama, yaitu 30 tahun,
    dengan yield sebesar 6,89% yang diperoleh dari IBPA (www.ibpa.co.id), dan angka
    tersebut akan digunakan sebagai tingkat balikan bebas risiko.

    RPm adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas risiko dengan tingkat balikan
    investasi dalam bentuk penyertaan. Penentuan equity market risk premium memasukkan
    premi untuk risiko spesifik negara seperti volatilitas harga saham untuk menghasilkan
    base equity market risk premium. Dengan mengikutsertakan risiko-risiko ini, dihasilkan
    tingkat diskonto yang mengakomodasi perubahan-perubahan sentimen jangka pendek di
    sekuritas pada pasar negara yang bersangkutan. Dalam Studi Kelayakan, kami
    menggunakan tingkat premi risiko sebesar 7,38%, yang diperoleh dari hasil riset Aswath
    Damodaran (New York University Business School) sampai dengan bulan Desember
    2023.

    Beta (β) adalah faktor untuk meliput risiko sistematis dari suatu ekuitas. Beta akan
    dikalikan dengan market risk premium untuk mendapatkan equity risk premium.

    Untuk memperoleh faktor beta yang sesuai kami menggunakan unlevered beta rata-rata
    perusahaan pembanding yang bergerak dalam bidang food processing sebesar 0,62, yang
    kami peroleh dari hasil riset Aswath Damodaran sampai dengan bulan Desember 2023.

    Unlevered beta tersebut kemudian di-relever dengan tingkat leverage rata-rata perusahaan
    pembanding yang bergerak dalam bidang food processing untuk memperoleh beta yang
    sesuai untuk mendiskonto AKB Perseroan dengan formula sebagai berikut:

      L U  1 1 T   DER

    dimana:

    βL        = Beta levered, yaitu ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang diukur
                secara obyektif dari responsivitas pengembalian perusahaan terhadap
                pergerakan pengembalian portofolio pasar apabila dibandingkan dengan
                portofolio pasar dengan pengaruh utang
    βU        = Beta unlevered, yaitu ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang diukur
                secara obyektif dari responsivitas pengembalian perusahaan terhadap
                pergerakan pengembalian portofolio pasar apabila dibandingkan dengan
                portofolio pasar tanpa pengaruh utang
    T         = Tingkat pajak
    DER       = Debt to equity ratio



Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha                                      8–3
Page 61
    Dalam Studi Kelayakan kami menggunakan rata-rata DER dari perusahaan-perusahaan
    yang bergerak dalam bidang food processing yang diperoleh dari hasil riset Aswath
    Damodaran sampai dengan bulan Desember 2023, yaitu sebesar 37,48%, untuk
    memperoleh beta Perseroan. Dengan tarif pajak sebesar 22,00%, maka diperoleh beta
    Perseroan sebagaimana tampak dalam perhitungan berikut ini.

      ! = 0,62(1 + (1 − 22,00%) × 37,48%) = 0,80

    Selanjutnya, digunakan RBDS untuk melakukan penyesuaian terhadap biaya modal
    ekuitas, mengingat dalam perhitungan biaya modal ekuitas ini digunakan RPm yang
    berasal dari hasil riset Aswath Damodaran, dimana RBDS sebesar 2,07% (dari hasil riset
    Aswath Damodaran) digunakan untuk mengurangi besaran biaya modal ekuitas.

    Berdasarkan nilai beta tersebut, maka dengan menggunakan persamaan CAPM dan
    dengan memperhitungkan RBDS sebesar 2,07%, diperoleh biaya modal atas ekuitas
    Perseroan sebesar 10,71% sebagaimana tampak dalam perhitungan di bawah ini.

    $% = &' + ( × &() ) − &*+,
    $% = 6,89% + (0,80 × 7,38%) − 2,07% = 10,71%

    2. Penentuan Biaya Modal untuk Utang

    Karena AKB yang digunakan adalah AKB untuk kapital, maka tingkat diskonto yang
    digunakan adalah tingkat diskonto yang merupakan rata-rata tertimbang biaya modal, baik
    yang berasal dari pinjaman jangka panjang (biaya modal untuk utang) maupun yang
    berasal dari ekuitas (biaya modal untuk ekuitas).

    Dalam penilaian ini, biaya modal untuk utang digunakan tingkat bunga pinjaman investasi
    untuk bulan Desember 2023. Berdasarkan data yang diterbitkan oleh BI, bunga pinjaman
    investasi bulan Desember 2023 adalah sebesar 9,41%.

    3. Biaya Modal Rata-Rata Tertimbang

    Sebagaimana telah diuraikan di atas, diperoleh biaya modal ekuitas sebesar 10,71% serta
    biaya modal untuk utang sebesar 9,41%. Selanjutnya, digunakan bobot ekuitas sebesar
    72,74% dan bobot utang jangka panjang sebesar 27,26%, yang diolah dari rata-rata DER
    dari perusahaan pembanding yang bergerak dalam bidang food processing yang kami
    peroleh dari hasil riset Aswath Damodaran sampai dengan bulan Desember 2023, yaitu
    sebesar 37,48%. Dengan menggunakan tarif pajak penghasilan 22,00% maka diperoleh
    WACC sebesar 9,79% sebagaimana tampak dalam perhitungan di bawah ini.

    -.// = ($% × -% ) + ($0 [1 − 1] × -0 )
    -.// = (10,71% × 72,74%) + (9,41% × [1 − 22,00%] × 27,26%) = 9,79%




Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha                                     8–4
Page 62
    8.1.3. Proyeksi Keuangan

    Perhitungan analisis keuangan dalam Studi Kelayakan dilakukan dengan metode diskonto
    arus kas yang didasarkan pada proyeksi keuangan yang disusun oleh manajemen
    Perseroan. Berdasarkan hasil diskusi manajemen Perseroan, kami berpendapat bahwa
    proyeksi keuangan yang disusun oleh manajemen adalah wajar dan tidak memerlukan
    penyesuaian. Dengan demikian, tidak ada penyesuaian yang kami lakukan terhadap target
    kinerja Perseroan.

    Selanjutnya, dalam analisis kelayakan atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
    digunakan dua skenario proyeksi keuangan, yaitu proyeksi keuangan tanpa Rencana
    Penambahan Kegiatan Usaha dan proyeksi keuangan dengan Rencana Perubahan
    Kegiatan Usaha. Analisis kelayakan atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
    didasarkan pada analisis inkremental dari dua skenario proyeksi keuangan tersebut.

    Untuk menentukan kelayakan, digunakan analisis inkremental yang dihitung dengan
    mengurangkan AKB untuk kapital tanpa Rencana Penambahan Kegiatan Usaha terhadap
    AKB untuk kapital dengan Rencana Perubahan Kegiatan Usaha.

    Asumsi dasar dalam penyusunan proyeksi keuangan (konsolidasi) adalah sebagai berikut:

    - Pertumbuhan pendapatan: Perseroan mempertimbangkan compounding growth dari
      market size tiap-tiap kategori produk, dengan juga mempertimbangkan target ekspansi
      dari masing-masing produk.
    - Biaya produksi: Perseroan menggunakan asumsi harga material rata-rata saat ini.
    - Biaya operasional: Perseroan menggunakan asumsi inflasi sebesar 3%-5% dan juga
      pertambahan biaya-biaya operasional (biaya karyawan, biaya pemasaran, dan biaya
      distribusi) yang dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan pendapatan Perseroan.

    1. Proyeksi Keuangan dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha

    Proyeksi keuangan dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha disusun dengan asumsi
    bahwa Rencana Penambahan Kegiatan Usaha telah dilaksanakan.

    a. Asumsi Proyeksi

    Asumsi-asumsi yang mendasari penyusunan proyeksi keuangan adalah sebagai berikut:

    - Pendapatan Perseroan tahun 2024 diproyeksikan sebesar Rp 2.138,59 miliar, tahun
      2025 diproyeksikan sebesar Rp 2.411,30 miliar (atau naik 12,75%), tahun 2026
      diproyeksikan sebesar Rp 2.676,35 miliar (atau naik sebesar 10,99%) dan kemudian
      naik sebesar 9,40% dan 9,71% tahun 2027 dan 2028.
    - Beban pokok penjualan tahun 2024 dan tahun 2025 diproyeksikan sebesar 65,24% dan
      65,29% dari penjualan dan tahun 2026 sampai tahun 2028 diproyeksikan sebesar
      65,17%, 64,90%, dan 64,64% dari penjualan.



Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha                                   8–5
Page 63
    - Rata-rata beban usaha selama periode proyeksi yaitu tahun 2024 sampai dengan tahun
      2028 diproyeksikan sebesar 26,3% dari penjualan.
    - Asumsi pajak penghasilan badan adalah tarif pajak efektif yang berlaku untuk
      Perseroan, yaitu sebesar 22%.
    - Tidak terdapat biaya investasi yang diperlukan untuk Rencana Penambahan Kegiatan
      Usaha pada anggaran Perseroan selama periode proyeksi.

    b. Proyeksi Pendapatan

    Pendapatan Perseroan terdiri dari pendapatan dari penjualan produk sesuai dengan
    kegiatan usaha Perseroan.

    Gambar berikut menunjukkan proyeksi pendapatan Perseroan dengan Rencana
    Penambahan Kegiatan Usaha mulai tahun 2024 sampai dengan tahun 2028.


    Gambar 8.1
    PT FKS Food Sejahtera Tbk (Konsolidasi)
    Proyeksi Pendapatan Tahun 2024–2028
    Dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha




    Sumber: Manajemen Perseroan, data diolah



    c. Proyeksi Beban Pokok Penjualan dan Beban Usaha

    Gambar berikut menunjukkan proyeksi beban pokok penjualan dan beban usaha mulai
    tahun 2024 sampai dengan tahun 2028.


Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha                                  8–6
Page 64
    Gambar 8.2
    PT FKS Food Sejahtera Tbk (Konsolidasi)
    Proyeksi Beban Pokok Penjualan dan Beban Usaha Tahun 2024–2028
    Dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha




    Sumber: Manajemen Perseroan, data diolah



    d. Proyeksi Laba Bersih

    Gambar berikut menunjukkan proyeksi laba bersih Perseroan dengan Rencana
    Penambahan Kegiatan Usaha mulai tahun 2024 sampai dengan tahun 2028.




Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha                       8–7
Page 65
    Gambar 8.3
    PT FKS Food Sejahtera Tbk (Konsolidasi)
    Proyeksi Laba Bersih Tahun 2024–2028
    Dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha




    Sumber: Manajemen Perseroan, data diolah



    2. Proyeksi Keuangan Tanpa Rencana Penambahan Kegiatan Usaha

    Proyeksi keuangan tanpa Rencana Penambahan Kegiatan Usaha disusun dengan asumsi
    bahwa Rencana Penambahan Kegiatan Usaha tidak dilaksanakan.

    a. Asumsi Proyeksi

    Asumsi-asumsi yang mendasari penyusunan proyeksi keuangan adalah sebagai berikut:

    - Pendapatan Perseroan tahun 2024 diproyeksikan sebesar Rp 2.138,59 miliar, tahun
      2025 diproyeksikan sebesar Rp 2.411,30 miliar (atau naik 12,75%), tahun 2026
      diproyeksikan sebesar Rp 2.676,35 miliar (atau naik sebesar 10,99%) dan kemudian
      naik sebesar 9,40% dan 9,71% pada tahun 2027 dan 2028.
    - Beban pokok penjualan tahun 2024 sampai dengan tahun 2026 diproyeksikan sebesar
      65,24%, 65,29%, dan 65,17% dari penjualan dan tahun 2027 dan tahun 2028
      diproyeksikan sebesar 64,90% dan 64,64% dari penjualan.
    - Beban usaha tahun 2024 dan tahun 2025 diproyeksikan sebesar 28,09% dan 26,93%
      dari penjualan dan tahun 2026 sampai tahun 2028 diproyeksikan sebesar 26,10%,
      25,64%, dan 24,72% dari penjualan, secara keseluruhan, rata-rata beban usaha selama
      periode proyeksi adalah sebesar 26,30% dari penjualan.


Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha                                   8–8
Page 66
    - Asumsi pajak penghasilan adalah tarif pajak efektif yang berlaku untuk Perseroan, yaitu
      sebesar 22%.

    b. Proyeksi Pendapatan

    Pendapatan Perseroan terdiri dari pendapatan dari penjualan kepada pihak ketiga dan
    pihak berelasi.

    Gambar berikut menunjukkan proyeksi penjualan tanpa Rencana Penambahan Kegiatan
    Usaha mulai tahun 2024 sampai dengan tahun 2028.


    Gambar 8.4
    PT FKS Food Sejahtera Tbk (Konsolidasi)
    Proyeksi Penjualan 2024–2028
    Tanpa Rencana Penambahan Kegiatan Usaha

                   3.500,0

                   3.000,0

                   2.500,0
       Rp Miliar




                   2.000,0

                   1.500,0

                   1.000,0

                    500,0

                         -
                                2024      2025       2026          2027          2028
                   Penjualan   2.138,6   2.411,3    2.676,3       2.928,0       3.212,4

    Sumber: Manajemen Perseroan, data diolah



    c. Proyeksi Beban Pokok Penjualan dan Beban Usaha

    Gambar berikut menunjukkan proyeksi beban pokok pendapatan dan beban usaha mulai
    tahun 2024 sampai dengan tahun 2028.




Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha                                         8–9
Page 67
    Gambar 8.5
    PT FKS Food Sejahtera Tbk (Konsolidasi)
    Proyeksi Beban Pokok Penjualan dan Beban Usaha Tahun 2024–2028
    Tanpa Rencana Penambahan Kegiatan Usaha




    Sumber: Manajemen Perseroan, data diolah



    d. Proyeksi Laba Bersih

    Gambar berikut menunjukkan proyeksi laba bersih Perseroan tanpa Rencana Penambahan
    Kegiatan Usaha mulai tahun 2024 sampai dengan tahun 2028.




Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha                               8 – 10
Page 68
    Gambar 8.6
    PT FKS Food Sejahtera Tbk (Konsolidasi)
    Proyeksi Laba Bersih Tahun 2024–2028
    Tanpa Rencana Penambahan Kegiatan Usaha




    Sumber: Manajemen Perseroan, data diolah



    8.1.4. Analisis Profitabilitas (Overall Profitability)

    Berdasarkan proyeksi laporan laba (rugi) Perseroan tanpa Rencana Penambahan Kegiatan
    Usaha dan dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha terlihat bahwa dengan
    dilakukannya Rencana Penambahan Kegiatan Usaha tidak terdapat perubahan pada rasio
    profitabilitas Perseroan (margin laba usaha, margin laba bersih, return on assets (ROA),
    dan return on equity (ROE)).

    Proyeksi margin laba usaha Perseroan tanpa Rencana Penambahan Kegiatan Usaha dan
    dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha selama periode 2024–2028 berturut-turut
    adalah 6,67%, 7,78%, 8,73%, 9,46%, dan 10,64%.

    Proyeksi margin laba bersih Perseroan tanpa dan dengan Rencana Penambahan Kegiatan
    Usaha selama periode 2024–2028 berturut-turut adalah 4,10%, 5,09%, 6,06%, 6,82%, dan
    7,94%.

    Proyeksi ROA Perseroan tanpa Rencana Penambahan Kegiatan Usaha dan dengan
    Rencana Penambahan Kegiatan Usaha selama periode 2024–2028 berturut-turut adalah
    4,58%, 5,96%, 7,36%, 8,52%, dan 9,73%.




Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha                                     8 – 11
Page 69
    Proyeksi ROE Perseroan tanpa Rencana Penambahan Kegiatan Usaha dan dengan
    Rencana Penambahan Kegiatan Usaha selama periode 2024–2028 berturut-turut adalah
    8,30%, 10,42%, 12,09%, 12,97%, dan 14,21%.


    Tabel 8.1
    PT FKS Food Sejahtera Tbk (Konsolidasi)
    Proyeksi dan Rasio Profitabilitas
    Dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha dan
    Tanpa Rencana Penambahan Kegiatan Usaha

                       Uraian                   2024       2025       2026       2027       2028      Rata-Rata


     Dengan Rencana Perubahan Kegiatan Usaha
      Pendapatan (Rp Miliar)                   2.138,59   2.411,30   2.676,35   2.928,00   3.212,42
        Pertumbuhan Pendapatan                   25,50%     12,75%     10,99%      9,40%      9,71%     13,67%
      Laba Usaha (Rp Miliar)                     142,75     187,59     233,54     276,95     341,65
        Margin Laba Usaha                         6,67%      7,78%      8,73%      9,46%     10,64%      8,65%
      Laba Bersih (Rp Miliar)                     87,65     122,76     162,11     199,73     255,23
        Margin Laba Bersih                        4,10%      5,09%      6,06%      6,82%      7,94%      6,00%
      ROA                                        4,58%      5,96%      7,36%      8,52%      9,73%       7,23%
      ROE                                        8,30%     10,42%     12,09%     12,97%     14,21%      11,60%
     Tanpa Rencana Perubahan Kegiatan Usaha
       Pendapatan (Rp Miliar)                  2.138,59   2.411,30   2.676,35   2.928,00   3.212,42
         Pertumbuhan Pendapatan                  25,50%     12,75%     10,99%      9,40%      9,71%     13,67%
       Laba Usaha (Rp Miliar)                    142,75     187,59     233,54     276,95     341,65
         Margin Laba Usaha                        6,67%      7,78%      8,73%      9,46%     10,64%      8,65%
       Laba Bersih (Rp Miliar)                    87,65     122,76     162,11     199,73     255,23
         Margin Laba Bersih                       4,10%      5,09%      6,06%      6,82%      7,94%      6,00%
      ROA                                        4,58%      5,96%      7,36%      8,52%      9,73%       7,23%
      ROE                                        8,30%     10,42%     12,09%     12,97%     14,21%      11,60%




    8.1.5. Analisis Rasio Likuiditas dan Solvabilitas

    Berdasarkan proyeksi laporan posisi keuangan Perseroan tanpa Rencana Penambahan
    Kegiatan Usaha dan dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha terlihat bahwa dengan
    dilakukannya Rencana Penambahan Kegiatan Usaha tidak terdapat perubahan pada rasio
    likuiditas (rasio lancar dan rasio cepat), dan terdapat rasio solvabilitas (debt to equity ratio
    [DER]).

    Proyeksi rasio lancar Perseroan tanpa Rencana Penambahan Kegiatan Usaha dan dengan
    Rencana Penambahan Kegiatan Usaha selama periode 2024–2028 berturut-turut adalah
    0,79; 0,96; 1,21; 1,48; dan 1,77.

    Proyeksi rasio cepat Perseroan tanpa Rencana Penambahan Kegiatan Usaha dan dengan
    Rencana Penambahan Kegiatan Usaha selama periode 2024–2028 berturut-turut adalah
    0,06; 0,17; 0,30; 0,40; dan 0,65.




Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha                                                       8 – 12
Page 70
    Proyeksi DER Perseroan tanpa Rencana Penambahan Kegiatan Usaha dan dengan
    Rencana Penambahan Kegiatan Usaha selama periode 2024–2028 berturut-turut adalah
    27,02%, 22,40%, 16,44%, 7,26%, dan 4,72%.


    Tabel 8.2
    PT FKS Food Sejahtera Tbk (Konsolidasi)
    Rasio Likuiditas dan Solvabilitas
    Dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha dan Tanpa Rencana Perubahan Kegiatan
    Usaha

                       Uraian                  2024     2025     2026     2027     2028     Rata-Rata


     Dengan Rencana Perubahan Kegiatan Usaha
      Rasio Lancar                               0,79     0,96     1,21     1,48     1,77       1,24
      Rasio Cepat                                0,06     0,17     0,30     0,40     0,65       0,32
      DER                                      27,02%   22,40%   16,44%    7,26%    4,72%     15,57%
     Tanpa Rencana Perubahan Kegiatan Usaha
       Rasio Lancar                              0,79     0,96     1,21     1,48     1,77       1,24
       Rasio Cepat                               0,06     0,17     0,30     0,40     0,65       0,32
       DER                                     27,02%   22,40%   16,44%    7,26%    4,72%     15,57%




    8.1.6. Biaya Pendirian

    Tidak terdapat biaya pendirian dalam Rencana Perubahan Kegiatan Usaha, karena
    Rencana Penambahan Kegiatan Usaha dilakukan terhadap kegiatan usaha Perseroan yang
    sudah berjalan.

    8.1.7. Analisis Modal Kerja

    Berikut adalah modal kerja dengan dan tanpa Rencana Penambahan Kegiatan Usaha.




Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha                                             8 – 13
Page 71
    Tabel 8.3
    PT FKS Food Sejahtera Tbk (Konsolidasi)
    Proyeksi Modal Kerja Tahun 2024–2028
    Dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha dan Tanpa Rencana Penambahan
    Kegiatan Usaha (Rp Juta)

                     Uraian             2024      2025      2026      2027      2028

     Dengan Perubahan
     Aset
       Aset Lancar
        Piutang Usaha
          Pihak Ketiga                   10.505    11.556    12.712    13.983    15.381
          Pihak Berelasi                341.509   403.314   463.925   507.547   556.848
        Persediaan                       98.902   109.905   120.349   129.942   140.771
         Total Aset Lancar              450.917   524.775   596.986   651.472   713.000
     Liabilitas
       Liabilitas Lancar
         Utang Usaha
           Pihak Ketiga                  76.748   115.653   125.178   142.451   155.446
           Pihak Berelasi                27.026    29.728    32.701    35.971    39.568
         Jumlah Liabilitas Lancar       103.774   145.381   157.879   178.423   195.015
     Modal Kerja                        347.143   379.394   439.106   473.049   517.986

     Tanpa Perubahan
     Aset
       Aset Lancar
        Piutang Usaha
          Pihak Ketiga                   10.505    11.556    12.712    13.983    15.381
          Pihak Berelasi                341.509   403.314   463.925   507.547   556.848
        Persediaan                       98.902   109.905   120.349   129.942   140.771
         Total Aset Lancar              450.917   524.775   596.986   651.472   713.000
     Liabilitas
       Liabilitas Lancar
         Utang Usaha
           Pihak Ketiga                  76.748   115.653   125.178   142.451   155.446
           Pihak Berelasi                27.026    29.728    32.701    35.971    39.568
         Jumlah Liabilitas Lancar       103.774   145.381   157.879   178.423   195.015
     Modal Kerja                        347.143   379.394   439.106   473.049   517.986

     Rencana Perubahan Kegiatan Usaha
     Aset
       Aset Lancar                          -         -         -         -         -
        Piutang Usaha                       -         -         -         -         -
          Pihak Ketiga                      -         -         -         -         -
          Pihak Berelasi                    -         -         -         -         -
        Persediaan                          -         -         -         -         -
         Total Aset Lancar                  -         -         -         -         -
     Liabilitas
       Liabilitas Lancar                    -         -         -         -         -
         Utang Usaha                        -         -         -         -         -
           Pihak Ketiga                     -         -         -         -         -
           Pihak Berelasi                   -         -         -         -         -
         Jumlah Liabilitas Lancar           -         -         -         -         -
     Modal Kerja                            -         -         -         -         -
     Perubahan Modal Kerja
        Aset                                -         -         -         -         -
        Liabilitas                          -         -         -         -         -
         Modal Kerja Bersih                 -         -         -         -         -




Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha                                         8 – 14
Page 72
    8.1.8. Biaya Investasi

    Berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan, dalam pelaksanaan Rencana
    Penambahan Kegiatan Usaha tidak terdapat biaya investasi yang akan dikeluarkan oleh
    Perseroan selama masa proyeksi.

    8.1.9. Sumber Pembiayaan

    Berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan, dalam pelaksanaan Rencana
    Penambahan Kegiatan Usaha tidak terdapat biaya investasi yang akan dikeluarkan oleh
    Perseroan selama masa proyeksi, sehingga tidak diperlukan sumber pembiayaan dalam
    pelaksanaan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha.

    8.1.10. Biaya Operasional

    Beban operasional terutama terdiri dari beban penjualan, beban administrasi dan umun.
    Beban operasional selama proyeksi diprediksikan rata-rata sebesar 26,30% dari
    pendapatan.

    8.1.11. Biaya Bahan Baku

    Tidak ada biaya bahan baku yang dikeluarkan oleh Perseroan dalam pelaksanaan Rencana
    Penambahan Kegiatan Usaha, mengingat Rencana Penambahan Kegiatan Usaha hanya
    mengalihkan alur perdagangan dari entitas anak kepada konsumen menjadi entitas anak
    kepada Perseroan, dan Perseroan yang akan menjual produk dari entitas anak kepada
    konsumen. Biaya bahan baku terdapat pada entitas anak.

    8.1.12. Proyeksi Laporan Laba (Rugi)

    Pada proyeksi laporan laba (rugi) Perseroan dengan dan tanpa Rencana Penambahan
    Kegiatan Usaha untuk tahun 2024 sampai dengan tahun 2028, pendapatan Perseroan
    secara berturut-turut adalah sebesar Rp 2.138,59 miliar, Rp 2.411,30 miliar, Rp 2.676,35
    miliar, Rp 2.928,00 miliar, dan Rp 3.212,42 miliar.

    Jumlah pendapatan Perseroan pada periode tahun 2024 sampai dengan tahun 2028
    mengalami kenaikan rata-rata per tahun sebesar Rp 301,68 miliar atau setara dengan
    13,67% selama periode proyeksi Rencana Penambahan Kegiatan Usaha.

    Pada proyeksi laporan laba (rugi) Perseroan dengan Rencana Penambahan Kegiatan
    Usaha untuk tahun 2024 sampai dengan tahun 2028, beban pokok penjualan Perseroan
    secara berturut-turut adalah sebesar Rp 1.395,17 miliar, Rp 1.574,24 miliar, Rp 1.744,22
    miliar, Rp 1.900,34 miliar, dan Rp 2.076,59 miliar.

    Pada proyeksi laporan laba (rugi) Perseroan dengan dan tanpa Rencana Penambahan
    Kegiatan Usaha untuk tahun 2024 sampai dengan tahun 2028, total beban usaha Perseroan
    secara berturut-turut adalah sebesar Rp 600,67 miliar, Rp 649,47 miliar, Rp 698,59 miliar,
    Rp 750,71 miliar, dan Rp 794,17 miliar.

Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha                                       8 – 15
Page 73
    Tabel 8.4
    PT FKS Food Sejahtera Tbk (Konsolidasi)
    Proyeksi Laporan Laba (Rugi) Tahun 2024–2028
    Dengan dan Tanpa Rencana Perubahan Kegiatan Usaha
    (Rp Juta)


                      Uraian                  2024          2025          2026          2027          2028


     Penjualan                              2.138.587     2.411.299     2.676.347     2.928.003     3.212.415
     Beban Pokok Penjualan                  (1.395.172)   (1.574.239)   (1.744.222)   (1.900.341)   (2.076.590)
     Laba Kotor                               743.416       837.060       932.125     1.027.662     1.135.825
     Beban Usaha
      Beban Penjualan dan Distribusi         (411.363)     (446.366)     (484.091)     (524.693)     (556.587)
      Beban Umum dan Administrasi            (189.312)     (203.109)     (214.502)     (226.019)     (237.593)
      Penghasilan Lainnya                           5             5             5             5             5
      Jumlah Beban Usaha                     (600.670)     (649.469)     (698.587)     (750.707)     (794.175)
     Laba Usaha                               142.745       187.590       233.538       276.954       341.650
     (Beban) Penghasilan Lain-Lain
       Pendapatan Keuangan                      8.727         5.259         4.103          2.947        2.947
       Biaya Keuangan                         (39.102)      (35.470)      (29.810)       (23.843)     (17.386)
      Jumlah (Biaya)/Pendapatan Lain-Lain     (30.375)      (30.211)      (25.707)       (20.896)     (14.439)
     Laba Sebelum Pajak                       112.371       157.379       207.831       256.059       327.212
     Beban Pajak Penghasilan                  (24.722)      (34.623)      (45.723)       (56.333)     (71.987)
     Laba (Rugi) Bersih Setelah Pajak          87.649       122.756       162.108       199.726       255.225




    8.1.13. Proyeksi Laporan Posisi Keuangan

    Pada proyeksi aset Perseroan dengan dan tanpa Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
    untuk tahun 2024 sampai dengan tahun 2028, total aset Perseroan sebesar Rp 1.913,33
    miliar, Rp 2.059,41 miliar, Rp 2.203,64 miliar, Rp 2.343,55 miliar, dan Rp 2.623,97
    miliar.




Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha                                                       8 – 16
Page 74
    Tabel 8.5
    PT FKS Food Sejahtera Tbk (Konsolidasi)
    Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Tahun 2024–2028
    Dengan dan Tanpa Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
    (Rp Juta)


                      Uraian                 2024       2025         2026       2027         2028


      Aset
      Aset Lancar                            517.181     670.957     823.659     922.857   1.163.390
      Aset Tetap                           1.122.112   1.115.117   1.107.357   1.148.773   1.189.363
      Aset Tidak Lancar                      274.037     273.331     272.626     271.921     271.216
      Jumlah Aset                          1.913.330   2.059.405   2.203.643   2.343.551   2.623.969
      Liabilitas dan Ekuitas
      Liabilitas Lancar                      653.528     695.520     681.236     625.005     657.160
      Liabilitas Tidak Lancar                203.985     185.316     181.732     178.147     171.188
      Ekuitas                              1.055.816   1.178.569   1.340.675   1.540.399   1.795.621
      Jumlah Liabilitas dan Ekuitas        1.913.330   2.059.405   2.203.643   2.343.551   2.623.969




    8.1.14. Break Even Point/Titik Impas

    Dalam Studi Kelayakan, perhitungan break even point/titik impas (BEP) dihitung atas
    total pendapatan secara keseluruhan.

    Dari hasil perhitungan diperoleh rata-rata BEP selama umur proyeksi dengan dan tanpa
    Rencana Penambahan Kegiatan Usaha adalah sebesar Rp 1.999,10 miliar atau 74,78%
    dari rata-rata pendapatan selama masa proyeksi.


    Tabel 8.6
    PT FKS Food Sejahtera Tbk (Konsolidasi)
    Perhitungan Break Even Point/Titik Impas
    Dengan dan Tanpa Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
    (Rp Miliar)


             Uraian             2024       2025        2026        2027         2028       Rata-Rata


     Penjualan                  2.138,59   2.411,30    2.676,35     2.928,00    3.212,42     2.673,33
     Biaya Tetap                 600,68     649,47      698,59       750,71       794,18       698,73
     Margin Laba Kotor           34,76%     34,71%      34,83%       35,10%       35,36%       34,95%
     BEP                        1.727,97   1.870,93    2.005,82     2.138,92    2.246,15     1.999,11
     % BEP Thd Penjualan         80,80%     77,59%      74,95%       73,05%       69,92%       74,78%




Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha                                              8 – 17
Page 75
    8.1.15. Tingkat Imbal Balik Investasi (Overall Return on Investment)

    Tingkat imbal balik investasi (overall return on investment) adalah tingkat imbal balik
    yang dihasilkan dari suatu investasi selama periode waktu tertentu. Umumnya tingkat
    imbal balik tersebut dinyatakan dalam satuan persen (%). Dalam Studi Kelayakan, tingkat
    imbal balik investasi (return on investment atau ROI) dihitung dengan membandingkan
    NPV dengan total investasi awal.

    Mengingat bahwa tidak terdapat biaya investasi dalam Rencana Penambahan Kegiatan
    Usaha, maka tingkat imbal balik investasi tidak dapat dihitung.

    8.1.16. Kriteria Kelayakan

    Mengingat bahwa tidak terdapat biaya investasi dalam Rencana Penambahan Kegiatan
    Usaha, maka kriteria kelayakan yang dapat dihitung hanya NPV, sedangkan internal rate
    of return (IRR) maupun payback period tidak dapat dihitung.

    Analisis NPV bertujuan untuk melihat layak-tidaknya Rencana Penambahan Kegiatan
    Usaha di masa depan jika ditinjau pada saat sekarang dari segi keuangan. Suatu proyek
    yang memiliki NPV sama dengan atau lebih besar daripada 0 berarti menguntungkan dan
    layak untuk dilaksanakan, begitu pula sebaliknya.

    Untuk memperoleh NPV inkremental, sebelumnya perlu dihitung AKB inkremental, yang
    diperoleh dengan mengurangkan AKB dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
    terhadap AKB tanpa Rencana Penambahan Kegiatan Usaha. Setelah diperoleh AKB
    inkremental kemudian dihitung nilai kini AKB inkremental dengan menggunakan tingkat
    diskonto yang ditentukan untuk memperoleh NPV inkremental.

    NPV inkremental diperoleh dengan menjumlahkan total nilai kini AKB inkremental.
    Keseluruhan jumlah nilai kini AKB inkremental adalah Rp 0,00 untuk tingkat diskonto
    sebesar 9,79%, sebagaimana dapat dilihat pada Tabel 8.7. NPV 0 tersebut menunjukkan
    bahwa Rencana Penambahan Kegiatan Usaha layak secara finansial.




Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha                                    8 – 18
Page 76
    Tabel 8.7
    PT FKS Food Sejahtera Tbk (Konsolidasi)
    Kriteria Investasi
    Inkremental
    (Rp Juta)


                       Uraian                   2024       2025       2026       2027       2028


     1. Arus Kas Bersih Dengan Rencana
        Perubahan Kegiatan Usaha
       Laba Usaha                               142.745    187.590    233.538    276.954    341.650
       Pajak dari Laba Usaha                    (31.404)   (41.270)   (51.378)   (60.930)   (75.163)
       Perubahan Aset Tetap                     (43.516)     6.995      7.760    (41.415)   (40.590)
       Perubahan Modal Kerja Bersih             (83.447)   (54.628)   (91.920)   (35.518)   (29.174)
       Arus Kas Bersih Dengan Rencana
       Perubahan Kegiatan Usaha                 (15.622)    98.688     97.999    139.091    196.723
     2. Arus Kas Bersih Tanpa Rencana
        Perubahan Kegiatan Usaha
       Laba Usaha                               142.745    187.590    233.538    276.954    341.650
       Pajak dari Laba Usaha                    (31.404)   (41.270)   (51.378)   (60.930)   (75.163)
       Perubahan Aset Tetap                     (43.516)     6.995      7.760    (41.415)   (40.590)
       Perubahan Modal Kerja Bersih             (83.447)   (54.628)   (91.920)   (35.518)   (29.174)
       Arus Kas Bersih Tanpa Rencana
       Perubahan Kegiatan Usaha                 (15.622)    98.688     97.999    139.091    196.723
     3. Arus Kas Bersih Inkremental
       Laba Usaha                                      -          -          -          -          -
       Pajak dari Laba Usaha                           -          -          -          -          -
       Perubahan Aset Tetap                            -          -          -          -          -
       Perubahan Modal Kerja Bersih                    -          -          -          -          -
       Nilai Terminal                                  -          -          -          -          -
       Arus Kas Bersih Inkremental                     -          -          -          -          -
     3. Nilai Kini Arus Kas Bersih
       Arus Kas Bersih Inkremental                    -          -          -          -          -
       Tingkat Diskonto                           9,79%      9,79%      9,79%      9,79%      9,79%
       Faktor Diskonto                           0,9108     0,8296     0,7556     0,6882     0,6269
       Nilai Kini Arus Kas Bersih Inkremental          -          -          -          -          -
     4. Kriteria Investasi
       Net Present Value (NPV)                         -




Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha                                             8 – 19
Page 77
    8.2. Analisis Kelayakan Entitas Induk

    8.2.1. Arus Kas Bersih yang Digunakan

    Dalam Studi Kelayakan, pendapatan ekonomi entitas induk yang akan didiskonto dalam
    analisis kelayakan adalah AKB untuk kapital. AKB untuk kapital dipilih agar dapat
    menggambarkan kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha untuk seluruh
    penyedia kapital dalam Perseroan.

    8.2.2. Penentuan Tingkat Diskonto

    Untuk mendiskonto AKB entitas induk tiap-tiap tahun, tingkat diskonto yang digunakan
    adalah WACC. Mengingat bahwa variabel-variabel yang digunakan untuk menentukan
    WACC untuk entitas induk adalah sama dengan variabel-variabel yang digunakan untuk
    menentukan WACC konsolidasi, maka WACC untuk entitas induk adalah sama dengan
    WACC konsolidasi, yaitu 9,79%.

    8.2.3. Proyeksi Keuangan

    Perhitungan analisis keuangan dalam Studi Kelayakan dilakukan dengan metode diskonto
    arus kas yang didasarkan pada proyeksi keuangan yang disusun oleh manajemen
    Perseroan. Berdasarkan hasil diskusi manajemen Perseroan, kami berpendapat bahwa
    proyeksi keuangan yang disusun oleh manajemen adalah wajar dan tidak memerlukan
    penyesuaian. Dengan demikian, tidak ada penyesuaian yang kami lakukan terhadap target
    kinerja Perseroan.

    Selanjutnya, dalam analisis kelayakan atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
    digunakan dua skenario proyeksi keuangan, yaitu proyeksi keuangan tanpa Rencana
    Penambahan Kegiatan Usaha dan proyeksi keuangan dengan Rencana Perubahan
    Kegiatan Usaha. Analisis kelayakan atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
    didasarkan pada analisis inkremental dari dua skenario proyeksi keuangan tersebut.

    Untuk menentukan kelayakan, digunakan analisis inkremental yang dihitung dengan
    mengurangkan AKB untuk kapital tanpa Rencana Penambahan Kegiatan Usaha terhadap
    AKB untuk kapital dengan Rencana Perubahan Kegiatan Usaha.

    1. Proyeksi Keuangan dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha

    Proyeksi keuangan dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha disusun dengan asumsi
    bahwa Rencana Penambahan Kegiatan Usaha telah dilaksanakan.

    a. Asumsi Proyeksi

    Asumsi-asumsi yang mendasari penyusunan proyeksi keuangan adalah sebagai berikut:

    - Pendapatan Perseroan tahun 2024 diproyeksikan sebesar Rp 2.151,19 miliar, tahun
      2025 diproyeksikan sebesar Rp 2.423,90 miliar (atau naik 12,68%), tahun 2026

Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha                                  8 – 20
Page 78
      diproyeksikan sebesar Rp 2.688,95 miliar (atau naik sebesar 10,93%) dan kemudian
      naik sebesar 9,36% dan 9,67% tahun 2027 dan 2028.
    - Beban pokok penjualan tahun 2024 sampai tahun 2028 diproyeksikan rata-rata berkisar
      antara 70,12% sampai dengan 70,66% dari penjualan.
    - Rata-rata beban usaha selama periode proyeksi yaitu tahun 2024 sampai dengan tahun
      2028 diproyeksikan berkisar antara 22,03% sampai dengan 25,05% dari penjualan.
    - Asumsi pajak penghasilan badan adalah tarif pajak yang berlaku untuk Perseroan, yaitu
      sebesar 22%.
    - Tidak terdapat biaya investasi yang diperlukan untuk Rencana Penambahan Kegiatan
      Usaha pada anggaran Perseroan selama periode proyeksi.
    - Penghasilan dividen diperoleh dari entitas anak yang telah mempunyai saldo laba yang
      positif, dengan memperhatikan penyisihan dana cadangan atas saldo laba paling sedikit
      20% dari jumlah modal yang ditempatkan dan disetor di entitas anak yang membagikan
      dividen.
    - Pada tahun 2024 terdapat penghasilan dividen yang berjumlah signifikan dari entitas
      anak, dimana dividen tersebut dibagikan dari saldo laba ditahan yang belum ditentukan
      penggunaannya.

    b. Proyeksi Pendapatan

    Pendapatan Perseroan terdiri dari pendapatan dari penjualan produk sesuai dengan
    kegiatan usaha Perseroan.

    Gambar berikut menunjukkan proyeksi pendapatan Perseroan dengan Rencana
    Penambahan Kegiatan Usaha mulai tahun 2024 sampai dengan tahun 2028.




Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha                                    8 – 21
Page 79
    Gambar 8.7
    PT FKS Food Sejahtera Tbk (Entitas Induk)
    Proyeksi Pendapatan Tahun 2024–2028
    Dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha




    Sumber: Manajemen Perseroan, data diolah



    c. Proyeksi Beban Pokok Penjualan dan Beban Usaha

    Gambar berikut menunjukkan proyeksi beban pokok penjualan dan beban usaha mulai
    tahun 2024 sampai dengan tahun 2028.




Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha                            8 – 22
Page 80
    Gambar 8.8
    PT FKS Food Sejahtera Tbk (Entitas Induk)
    Proyeksi Beban Pokok Penjualan dan Beban Usaha Tahun 2024–2028
    Dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha




    Sumber: Manajemen Perseroan, data diolah



    d. Proyeksi Laba Bersih

    Gambar berikut menunjukkan proyeksi laba bersih Perseroan dengan Rencana
    Penambahan Kegiatan Usaha mulai tahun 2024 sampai dengan tahun 2028.




Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha                      8 – 23
Page 81
    Gambar 8.9
    PT FKS Food Sejahtera Tbk (Entitas Induk)
    Proyeksi Laba Bersih Tahun 2024–2028
    Dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha

                      250,0



                      200,0



                      150,0
       Rp Miliar




                      100,0



                       50,0



                           -
                                 2024      2025       2026        2027          2028
                   Laba Bersih   133,0         92,6   121,5       149,1        191,8

    Sumber: Manajemen Perseroan, data diolah



    2. Proyeksi Keuangan Tanpa Rencana Penambahan Kegiatan Usaha

    Proyeksi keuangan tanpa Rencana Penambahan Kegiatan Usaha disusun dengan asumsi
    bahwa Rencana Penambahan Kegiatan Usaha tidak dilaksanakan.

    a. Asumsi Proyeksi

    Asumsi-asumsi yang mendasari penyusunan proyeksi keuangan adalah sebagai berikut:

    - Pendapatan Perseroan tahun 2024 sampai dengan tahun 2028 diproyeksikan sebesar
      Rp 12,60 miliar.
    - Tidak terdapat beban pokok penjualan selama periode proyeksi.
    - Beban usaha tahun 2024 sampai tahun 2028 diproyeksikan berkisar antara 44,86%
      sampai dengan 54,52% dari penjualan.
    - Asumsi pajak penghasilan adalah tarif pajak yang berlaku untuk Perseroan, yaitu
      sebesar 22%.
    - Penghasilan dividen diperoleh dari entitas anak yang telah mempunyai saldo laba yang
      positif, dengan memperhatikan penyisihan dana cadangan atas saldo laba paling sedikit
      20% dari jumlah modal yang ditempatkan dan disetor di entitas anak yang membagikan
      dividen.


Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha                                      8 – 24
Page 82
    - Pada tahun 2024 terdapat penghasilan dividen yang berjumlah signifikan dari entitas
      anak, dimana dividen tersebut dibagikan dari saldo laba ditahan yang belum ditentukan
      penggunaannya.

    b. Proyeksi Pendapatan

    Pendapatan Perseroan terdiri dari pendapatan dari penjualan kepada pihak ketiga dan
    pihak berelasi.

    Gambar berikut menunjukkan proyeksi penjualan tanpa Rencana Penambahan Kegiatan
    Usaha mulai tahun 2024 sampai dengan tahun 2028.


    Gambar 8.10
    PT FKS Food Sejahtera Tbk (Entitas Induk)
    Proyeksi Penjualan 2024–2028
    Tanpa Rencana Penambahan Kegiatan Usaha




    Sumber: Manajemen Perseroan, data diolah



    c. Proyeksi Beban Usaha

    Gambar berikut menunjukkan proyeksi beban usaha mulai tahun 2024 sampai dengan
    tahun 2028.




Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha                                    8 – 25
Page 83
    Gambar 8.11
    PT FKS Food Sejahtera Tbk (Entitas Induk)
    Proyeksi Beban Usaha Tahun 2024–2028
    Tanpa Rencana Penambahan Kegiatan Usaha




    Sumber: Manajemen Perseroan, data diolah



    d. Proyeksi Laba Bersih

    Gambar berikut menunjukkan proyeksi laba bersih Perseroan tanpa Rencana Penambahan
    Kegiatan Usaha mulai tahun 2024 sampai dengan tahun 2028.




Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha                               8 – 26
Page 84
    Gambar 8.12
    PT FKS Food Sejahtera Tbk (Entitas Induk)
    Proyeksi Laba Bersih Tahun 2024–2028
    Tanpa Rencana Penambahan Kegiatan Usaha

                       80,0

                       70,0

                       60,0

                       50,0
       Rp Miliar




                       40,0

                       30,0

                       20,0

                       10,0

                           -

                      (10,0)
                                 2024      2025       2026      2027         2028
                   Rugi Bersih   67,7      (1,1)      (1,8)      2,5         20,1

    Sumber: Manajemen Perseroan, data diolah



    8.2.4. Analisis Profitabilitas (Overall Profitability)

    Berdasarkan proyeksi laporan laba (rugi) Perseroan tanpa Rencana Penambahan Kegiatan
    Usaha dan dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha terlihat bahwa dengan
    dilakukannya Rencana Penambahan Kegiatan Usaha terdapat perubahan pada rasio
    profitabilitas Perseroan (margin laba usaha, margin laba bersih, ROA, dan ROE).

    Proyeksi margin laba usaha Perseroan tanpa Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
    selama periode 2024–2028 berturut-turut adalah 55,14%, 52,90%, 50,55%, 48,07%, dan
    45,48%, sedangkan dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha menjadi 4,35%,
    5,32%, 6,16%, 6,81%, dan 7,85%.

    Proyeksi margin laba bersih Perseroan tanpa Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
    selama periode 2024–2028 berturut-turut adalah 537,41%, -8,81%, -14,52%, 19,76%, dan
    159,36% sedangkan dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha meningkat menjadi
    6,18%, 3,82%, 4,52%, 5,07%, dan 5,95%.

    Proyeksi ROA Perseroan tanpa Rencana Penambahan Kegiatan Usaha dan dengan
    Rencana Penambahan Kegiatan Usaha selama periode 2024–2028 berturut-turut adalah
    2,57%, -0,04%, -0,07%, 0,09%, dan 0,76%, sedangkan dengan Rencana Penambahan
    Kegiatan Usaha meningkat menjadi 4,28%, 2,89%, 3,62%, 4,22%, dan 5,10%.

Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha                                   8 – 27
Page 85
    Proyeksi ROE Perseroan tanpa Rencana Penambahan Kegiatan Usaha dan dengan
    Rencana Penambahan Kegiatan Usaha selama periode 2024–2028 berturut-turut adalah
    2,88%,
    -0,05%, -0,08%, 0,11%, dan 0,85%, sedangkan dengan Rencana Penambahan Kegiatan
    Usaha meningkat menjadi 5,50%, 3,68%, 4,61%, 5,36%, dan 6,45%.


    Tabel 8.8
    PT FKS Food Sejahtera Tbk (Entitas Induk)
    Proyeksi Rasio Profitabilitas
    Dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha dan
    Tanpa Rencana Penambahan Kegiatan Usaha

                      Uraian                    2024       2025       2026       2027       2028       Rata-Rata


     Dengan Rencana Perubahan Kegiatan Usaha
      Pendapatan (Rp Miliar)                    2.151,19   2.423,90   2.688,95   2.940,60   3.225,02     2.685,93
        Pertumbuhan Pendapatan                 16818,50%     12,68%     10,93%      9,36%      9,67%    3372,23%
      Laba Usaha (Rp Miliar)                       93,59     128,95     165,57     200,32     253,12       168,31
        Margin Laba Usaha                          4,35%      5,32%      6,16%      6,81%      7,85%        6,10%
      Laba Bersih (Rp Miliar)                     133,00      92,55     121,51     149,09     191,79
        Margin Laba Bersih                         6,18%      3,82%      4,52%      5,07%      5,95%       5,11%
      ROA                                         4,28%      2,89%      3,62%      4,22%      5,10%        4,02%
      ROE                                         5,50%      3,68%      4,61%      5,36%      6,45%        5,12%
     Tanpa Rencana Perubahan Kegiatan Usaha
       Pendapatan (Rp Miliar)                     12,60      12,60      12,60      12,60      12,60        12,60
         Pertumbuhan Pendapatan                  -0,90%      0,00%      0,00%      0,00%      0,00%       -0,18%
       Laba Usaha (Rp Miliar)                      6,95       6,67       6,37       6,06       5,73         6,35
         Margin Laba Usaha                       55,14%     52,90%     50,55%     48,07%     45,48%       50,43%
       Laba Bersih (Rp Miliar)                    67,71      (1,11)     (1,83)      2,48      20,08        17,47
         Margin Laba Bersih                     537,41%     -8,81%    -14,52%     19,67%    159,36%      138,62%
      ROA                                         2,57%     -0,04%     -0,07%      0,09%      0,76%        0,66%
      ROE                                         2,88%     -0,05%     -0,08%      0,11%      0,85%        0,74%




    8.2.5. Analisis Rasio Likuiditas dan Solvabilitas

    Berdasarkan proyeksi laporan posisi keuangan Perseroan tanpa Rencana Penambahan
    Kegiatan Usaha dan dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha terlihat bahwa dengan
    dilakukannya Rencana Penambahan Kegiatan Usaha terdapat perubahan pada rasio
    likuiditas (rasio lancar dan rasio cepat), dan tidak terdapat rasio solvabilitas (debt to equity
    ratio [DER]).

    Proyeksi rasio lancar Perseroan tanpa Rencana Penambahan Kegiatan Usaha selama
    periode 2024–2028 berturut-turut adalah 0,12, 0,30, 0,47, 0,89, dan 1,96, sedangkan
    dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha meningkat menjadi 1,12, 1,38, 1,66, 1,98,
    dan 2,33.

    Proyeksi rasio cepat Perseroan tanpa Rencana Penambahan Kegiatan Usaha selama
    periode 2024–2028 berturut-turut adalah 0,10, 0,27, 0,45, 0,86, dan 1,93, sedangkan



Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha                                                         8 – 28
Page 86
    dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha meningkat menjadi 0,05, 0,10, 0,33, 0,52,
    dan 0,86.

    Proyeksi DER Perseroan tanpa Rencana Penambahan Kegiatan Usaha selama periode
    2024–2028 berturut-turut adalah 6,15%, 6,09%, 5,95%, 5,79%, dan 5,44%, sedangkan
    dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha berubah menjadi 5,50%, 3,68%, 4,61%,
    5,36%, dan 6,45%.


    Tabel 8.9
    PT FKS Food Sejahtera Tbk (Entitas Induk)
    Rasio Likuiditas dan Solvabilitas
    Dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha dan
    Tanpa Rencana Perubahan Kegiatan Usaha

                      Uraian                   2024      2025     2026     2027     2028     Rata-Rata


     Dengan Rencana Perubahan Kegiatan Usaha
      Rasio Lancar                                1,12     1,38     1,66     1,98     2,33        1,69
      Rasio Cepat                                 0,05     0,10     0,33     0,52     0,86        0,37
      DER                                        5,50%    3,68%    4,61%    5,36%    6,45%       5,12%
     Tanpa Rencana Perubahan Kegiatan Usaha
       Rasio Lancar                               0,12     0,30     0,47     0,89     1,96        0,75
       Rasio Cepat                                0,10     0,27     0,45     0,86     1,93        0,72
       DER                                       6,15%    6,09%    5,95%    5,79%    5,44%       5,88%




    8.2.6. Biaya Pendirian

    Tidak terdapat biaya pendirian dalam Rencana Perubahan Kegiatan Usaha, karena
    Rencana Penambahan Kegiatan Usaha dilakukan terhadap kegiatan usaha Perseroan yang
    sudah berjalan.

    8.2.7. Analisis Modal Kerja

    Berikut adalah modal kerja dengan dan tanpa Rencana Penambahan Kegiatan Usaha.




Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha                                              8 – 29
Page 87
    Tabel 8.10
    PT FKS Food Sejahtera Tbk (Entitas Induk)
    Proyeksi Modal Kerja Tahun 2024–2028
    Dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha dan
    Tanpa Rencana Penambahan Kegiatan Usaha (Rp Juta)


                   Uraian           2024        2025       2026       2027       2028

     Dengan Rencana Perubahan
     Aset
       Aset Lancar
        Piutang Usaha
          Pihak Berelasi            359.808     427.536    474.286    554.445    598.262
        Persediaan                   93.314     105.242    116.610    127.108    138.956
         Total Aset Lancar          453.122     532.778    590.896    681.553    737.219
     Liabilitas
       Liabilitas Lancar
         Utang Usaha
           Pihak Berelasi           129.868     111.623    123.517    134.471    147.038
         Jumlah Liabilitas Lancar   129.868     111.623    123.517    134.471    147.038
     Modal Kerja                    323.255     421.155    467.379    547.082    590.181

     Tanpa Rencana Perubahan
     Aset
       Aset Lancar
        Piutang Usaha
          Pihak Berelasi                 -          -          -          -          -
        Persediaan                       -          -          -          -          -
         Total Aset Lancar               -          -          -          -          -
     Liabilitas
       Liabilitas Lancar
         Utang Usaha
           Pihak Berelasi                -          -          -          -          -
         Jumlah Liabilitas Lancar        -          -          -          -          -
     Modal Kerja                         -          -          -          -          -

     Penambahan Kegiatan Usaha
     Aset
       Aset Lancar                  453.122     532.778    590.896    681.553    737.219
        Piutang Usaha
          Pihak Berelasi            359.808     427.536    474.286    554.445    598.262
        Persediaan                   93.314     105.242    116.610    127.108    138.956
         Total Aset Lancar          453.122     532.778    590.896    681.553    737.219
     Liabilitas
       Liabilitas Lancar
         Utang Usaha
           Pihak Berelasi           129.868     111.623    123.517    134.471    147.038
         Jumlah Liabilitas Lancar   129.868     111.623    123.517    134.471    147.038
     Modal Kerja                    453.122     532.778    590.896    681.553    737.219
     Perubahan Modal Kerja
        Aset                        (453.122)   (79.656)   (58.117)   (90.657)   (55.666)
        Liabilitas                   129.868    (18.245)    11.894     10.954     12.567
         Modal Kerja Bersih         (323.255)   (97.901)   (46.224)   (79.703)   (43.099)




Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha                                           8 – 30
Page 88
    8.2.8. Biaya Investasi

    Berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan, dalam pelaksanaan Rencana
    Penambahan Kegiatan Usaha tidak terdapat biaya investasi yang akan dikeluarkan oleh
    Perseroan selama masa periode proyeksi.

    8.2.9. Sumber Pembiayaan

    Berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan, dalam pelaksanaan Rencana
    Penambahan Kegiatan Usaha tidak terdapat biaya investasi yang akan dikeluarkan oleh
    Perseroan selama masa proyeksi, sehingga tidak diperlukan sumber pembiayaan dalam
    pelaksanaan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha.

    8.2.10. Biaya Operasional

    Beban operasional terutama terdiri dari beban penjualan, beban administrasi dan umum.
    Beban operasional selama proyeksi diprediksikan rata-rata sebesar 23,44% dari
    pendapatan.

    8.2.11. Biaya Bahan Baku

    Tidak ada biaya bahan baku yang dikeluarkan oleh Perseroan dalam pelaksanaan Rencana
    Penambahan Kegiatan Usaha, mengingat Rencana Penambahan Kegiatan Usaha hanya
    mengalihkan alur perdagangan dari entitas anak kepada konsumen menjadi entitas anak
    kepada Perseroan, dan Perseroan yang akan menjual produk dari entitas anak kepada
    konsumen. Biaya bahan baku terdapat pada entitas anak.

    8.2.12. Proyeksi Laporan Laba (Rugi) dengan Rencana Penambahan Kegiatan
            Usaha

    Pada proyeksi laporan laba (rugi) Perseroan dengan Rencana Penambahan Kegiatan
    Usaha untuk tahun 2024 sampai dengan tahun 2028, pendapatan Perseroan secara
    berturut-turut adalah sebesar Rp 2.151,19 miliar, Rp 2.423,90 miliar, Rp 2.688,95 miliar,
    Rp 2.940,60 miliar, dan Rp 3.225,02 miliar.

    Jumlah pendapatan Perseroan pada periode tahun 2024 sampai dengan tahun 2028
    mengalami kenaikan rata-rata per tahun sebesar Rp 268,46 miliar atau setara dengan
    10,66% selama periode proyeksi Rencana Penambahan Kegiatan Usaha.

    Pada proyeksi laporan laba (rugi) Perseroan dengan Rencana Penambahan Kegiatan
    Usaha untuk tahun 2024 sampai dengan tahun 2028, beban pokok penjualan Perseroan
    secara berturut-turut adalah sebesar Rp 1.518,69 miliar, Rp 1.712,82 miliar, Rp 1.897,82
    miliar, Rp 2.068,68 miliar, dan Rp 2.261,51 miliar.

    Pada proyeksi laporan laba (rugi) Perseroan dengan Rencana Penambahan Kegiatan
    Usaha untuk tahun 2024 sampai dengan tahun 2028, total beban usaha Perseroan secara



Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha                                      8 – 31
Page 89
    berturut-turut adalah sebesar Rp 538,91 miliar, Rp 582,13 miliar, Rp 625,55 miliar,
    Rp 671,61 miliar, dan Rp 710,39 miliar.
    Tabel 8.11
    PT FKS Food Sejahtera Tbk (Entitas Induk)
    Proyeksi Laporan Laba (Rugi) Tahun 2024–2028
    Dengan Rencana Perubahan Kegiatan Usaha
    (Rp Juta)

                        Uraian                2024          2025          2026          2027          2028


     Penjualan                               2.151.187     2.423.899     2.688.947     2.940.603     3.225.015
     Beban Pokok Penjualan                   (1.518.687)   (1.712.819)   (1.897.820)   (2.068.682)   (2.261.511)
     Laba Kotor                                632.501       711.079       791.127       871.920       963.504
     Beban Usaha
       Beban Penjualan dan Distribusi         (368.510)     (399.809)     (433.551)     (469.882)     (498.964)
       Beban Umum dan Administrasi            (170.403)     (182.318)     (192.001)     (201.724)     (211.423)
       Jumlah Beban Usaha                     (538.913)     (582.126)     (625.553)     (671.605)     (710.386)
     Laba Usaha                                 93.588       128.953       165.575       200.315       253.118
     (Beban) Penghasilan Lain-Lain
       Penghasilan Lainnya - Dividen            77.968         4.135         4.548         5.003         5.503
       Pendapatan Keuangan                       7.257         3.789         2.633         1.477         1.477
       Biaya Keuangan                          (30.288)      (19.389)      (18.257)      (17.064)      (15.772)
       Jumlah (Biaya)/Pendapatan Lain-Lain      54.936       (11.465)      (11.076)      (10.584)        (8.792)
     Laba Sebelum Pajak                        148.524       117.488       154.499       189.732       244.326
     Beban Pajak Penghasilan                   (15.522)      (24.938)      (32.989)      (40.640)      (52.541)
     Laba (Rugi) Bersih Setelah Pajak          133.002        92.550       121.510       149.091       191.785




    8.2.13. Proyeksi Laporan Posisi Keuangan dengan Rencana Penambahan Kegiatan
            Usaha

    Pada proyeksi aset Perseroan dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha untuk tahun
    2024 sampai dengan tahun 2028, total aset Perseroan sebesar Rp 3,107,06 miliar,
    Rp 3.203,75 miliar, Rp 3.355,48 miliar, Rp 3.532,64 miliar, dan Rp 3.757,08 miliar.




Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha                                                       8 – 32
Page 90
    Tabel 8.12
    PT FKS Food Sejahtera Tbk (Entitas Induk)
    Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Tahun 2024–2028
    Dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
    (Rp Juta)


                    Uraian             2024         2025       2026        2027        2028


      Aset
      Aset Lancar                       473.049     576.802     738.530     927.687   1.167.136
      Aset Tetap                          1.348       1.288       1.288       1.288       1.288
      Aset Tidak Lancar               2.632.661   2.625.661   2.615.661   2.603.661   2.588.661
      Jumlah Aset                     3.107.058   3.203.750   3.355.478   3.532.635   3.757.084
      Liabilitas dan Ekuitas
      Liabilitas Lancar                 420.748     418.724     445.027     469.177     501.300
      Liabilitas Tidak Lancar           266.336     272.501     276.417     280.333     280.873
      Ekuitas                         2.419.974   2.512.524   2.634.034   2.783.125   2.974.910
      Jumlah Liabilitas dan Ekuitas   3.107.058   3.203.750   3.355.478   3.532.635   3.757.084




    8.2.14. Proyeksi Laporan Laba (Rugi) Tanpa Rencana Penambahan Kegiatan Usaha

    Pada proyeksi laporan laba (rugi) Perseroan tanpa Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
    untuk tahun 2024 sampai dengan tahun 2028, pendapatan Perseroan secara berturut-turut
    tetap, yaitu sebesar Rp 12,60 miliar.

    Jumlah pendapatan Perseroan pada periode tahun 2024 sampai dengan tahun 2028 tidak
    mengalami kenaikan selama periode proyeksi.

    Pada proyeksi laporan laba (rugi) Perseroan tanpa Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
    untuk tahun 2024 sampai dengan tahun 2028, tidak terdapat beban pokok penjualan.

    Pada proyeksi laporan laba (rugi) Perseroan tanpa Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
    untuk tahun 2024 sampai dengan tahun 2028, total beban usaha Perseroan secara berturut-
    turut adalah sebesar Rp 5,65 miliar, Rp 5,93 miliar, Rp 6,23 miliar, Rp 6,54 miliar, dan
    Rp 6,87 miliar.




Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha                                         8 – 33
Page 91
    Tabel 8.13
    PT FKS Food Sejahtera Tbk (Entitas Induk)
    Proyeksi Laporan Laba (Rugi) Tahun 2024–2028
    Tanpa Rencana Perubahan Kegiatan Usaha
    (Rp Juta)

                        Uraian               2024       2025       2026       2027       2028


     Penjualan                                12.600     12.600     12.600     12.600     12.600
     Beban Usaha
       Beban Penjualan dan Distribusi         (1.130)    (1.186)    (1.246)    (1.308)    (1.373)
       Beban Umum dan Administrasi            (4.522)    (4.748)    (4.985)    (5.235)    (5.496)
       Jumlah Beban Usaha                     (5.652)    (5.934)    (6.231)    (6.543)    (6.870)
     Laba Usaha                                6.948      6.666      6.369      6.057      5.730
     (Beban) Penghasilan Lain-Lain
       Penghasilan Lainnya - Dividen          77.968      4.135      4.548     10.002     27.857
       Pendapatan Keuangan                     5.850      2.382      1.226         70         70
       Biaya Keuangan                        (25.945)   (15.772)   (15.772)   (15.772)   (15.772)
       Jumlah (Biaya)/Pendapatan Lain-Lain    57.873     (9.256)    (9.998)    (5.701)    12.155
     Laba Sebelum Pajak                       64.821     (2.590)    (3.629)      357      17.885
     Beban Pajak Penghasilan                   2.892      1.479      1.799      2.122      2.194
     Laba (Rugi) Bersih Setelah Pajak         67.713     (1.110)    (1.830)     2.479     20.079




    8.2.15. Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Tanpa Rencana Penambahan Kegiatan
            Usaha

    Pada proyeksi aset Perseroan tanpa Rencana Penambahan Kegiatan Usaha untuk tahun
    2024 sampai dengan tahun 2028, total aset Perseroan sebesar Rp 2.637,28 miliar,
    Rp 2.634,83 miliar, Rp 2.629,42 miliar, Rp 2.628,31 miliar, dan Rp 2.641,43 miliar.




Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha                                         8 – 34
Page 92
    Tabel 8.14
    PT FKS Food Sejahtera Tbk (Entitas Induk)
    Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Tahun 2024–2028
    Tanpa Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
    (Rp Juta)


                     Uraian             2024         2025        2026        2027        2028


     Aset
      Aset Lancar                         3.267         7.883      12.469      23.363      51.483
      Aset Tetap                          1.348         1.288       1.288       1.288       1.288
      Aset Tidak Lancar               2.632.661     2.625.661   2.615.661   2.603.661   2.588.661
      Jumlah Aset                     2.637.276     2.634.831   2.629.417   2.628.311   2.641.431
      Liabilitas dan Ekuitas
      Liabilitas Lancar                  26.255        26.255      26.255      26.255      26.255
      Liabilitas Tidak Lancar           256.336       255.001     251.417     247.833     240.873
      Ekuitas                         2.354.685     2.353.575   2.351.745   2.354.224   2.374.302
      Jumlah Liabilitas dan Ekuitas   2.637.276     2.634.831   2.629.417   2.628.311   2.641.431




    8.2.16. Break Even Point/Titik Impas

    Dalam Studi Kelayakan, perhitungan break even point/titik impas (BEP) dihitung atas
    total pendapatan secara keseluruhan.

    Dari hasil perhitungan diperoleh rata-rata BEP selama umur proyeksi dengan Rencana
    Penambahan Kegiatan Usaha adalah sebesar Rp 2.118,39 miliar atau 78,87% dari rata-
    rata pendapatan selama masa proyeksi.

    Adapun tanpa Rencana Penambahan Kegiatan Usaha diperoleh rata-rata BEP selama
    umur proyeksi adalah sebesar Rp 6,25 miliar atau 49,57% dari rata-rata pendapatan
    selama masa proyeksi.




Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha                                          8 – 35
Page 93
    Tabel 8.15
    PT FKS Food Sejahtera Tbk (Entitas Induk)
    Perhitungan Break Even Point/Titik Impas
    Dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
    (Rp Miliar)


            Uraian          2024       2025         2026       2027       2028       Rata-Rata


     Penjualan              2.151,19   2.423,90     2.688,95   2.940,60   3.225,02     2.685,93
     Biaya Tetap             538,91     582,13       625,55     671,61     710,39       625,72
     Margin Laba Kotor       29,40%     29,34%       29,42%     29,65%     29,88%       29,54%
     BEP                    1.832,89   1.984,33     2.126,18   2.265,03   2.377,79     2.118,39
     % BEP Thd Penjualan     85,20%     81,87%       79,07%     77,03%     73,73%       78,87%




    Tabel 8.16
    PT FKS Food Sejahtera Tbk (Entitas Induk)
    Perhitungan Break Even Point/Titik Impas
    Tanpa Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
    (Rp Miliar)


            Uraian          2024       2025         2026       2027       2028       Rata-Rata


     Penjualan                12,60      12,60        12,60      12,60      12,60        12,60
     Biaya Tetap               5,65       5,93         6,23       6,54       6,87         6,25
     Margin Laba Kotor      100,00%    100,00%      100,00%    100,00%    100,00%      100,00%
     BEP                       5,65       5,93         6,23       6,54       6,87         6,25
     % BEP Thd Penjualan     44,86%     47,10%       49,45%     51,93%     54,52%       49,57%




    8.2.17. Tingkat Imbal Balik Investasi (Overall Return on Investment)

    Tingkat imbal balik investasi (overall return on investment) adalah tingkat imbal balik
    yang dihasilkan dari suatu investasi selama periode waktu tertentu. Umumnya tingkat
    imbal balik tersebut dinyatakan dalam satuan persen (%). Dalam Studi Kelayakan, tingkat
    imbal balik investasi (return on investment atau ROI) dihitung dengan membandingkan
    NPV dengan total investasi awal.

    Mengingat bahwa tidak terdapat biaya investasi dalam Rencana Penambahan Kegiatan
    Usaha, maka tingkat imbal balik investasi tidak dapat dihitung.




Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha                                        8 – 36
Page 94
    8.2.18. Kriteria Kelayakan

    Mengingat bahwa tidak terdapat biaya investasi dalam Rencana Penambahan Kegiatan
    Usaha, maka kriteria kelayakan yang dapat dihitung hanya NPV, sedangkan internal rate
    of return (IRR) maupun payback period tidak dapat dihitung.

    Analisis NPV bertujuan untuk melihat layak-tidaknya Rencana Penambahan Kegiatan
    Usaha di masa depan jika ditinjau pada saat sekarang dari segi keuangan. Suatu proyek
    yang memiliki NPV sama dengan atau lebih besar daripada 0 berarti menguntungkan dan
    layak untuk dilaksanakan, begitu pula sebaliknya.

    Untuk memperoleh NPV inkremental, sebelumnya perlu dihitung AKB inkremental, yang
    diperoleh dengan mengurangkan AKB dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
    terhadap AKB tanpa Rencana Penambahan Kegiatan Usaha. Setelah diperoleh AKB
    inkemental kemudian dihitung nilai kini AKB inkremental dengan menggunakan tingkat
    diskonto yang ditentukan untuk memperoleh NPV inkremental.

    NPV inkremental diperoleh dengan menjumlahkan total nilai kini AKB inkremental.
    Keseluruhan jumlah nilai kini AKB inkremental adalah Rp 1.694,27 miliar dengan tingkat
    diskonto sebesar 9,79%, sebagaimana dapat dilihat pada Tabel 8.17. NPV Rp 1.694,27
    miliar tersebut menunjukkan bahwa Rencana Penambahan Kegiatan Usaha layak secara
    finansial.




Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha                                   8 – 37
Page 95
    Tabel 8.17
    PT FKS Food Sejahtera Tbk (Entitas Induk)
    Kriteria Investasi
    Inkremental
    (Rp Juta)

                       Uraian                    2024        2025       2026       2027         2028


     1. Arus Kas Bersih Dengan Rencana
        Perubahan Kegiatan Usaha
       Laba Usaha                                 93.588     128.953    165.575    200.315     253.118
       Pajak dari Laba Usaha                     (20.589)    (28.370)   (36.426)   (44.069)    (55.686)
       Dividen                                    77.968       4.135      4.548      5.003       5.503
       Perubahan Aset Tetap                          374          61          -          -           -
       Perubahan Modal Kerja Bersih             (115.463)    (67.180)   (14.314)   (47.008)     (1.043)
       Arus Kas Bersih Dengan Rencana
       Perubahan Kegiatan Usaha                   35.877      37.599    119.382    114.241     201.893
     2. Arus Kas Bersih Tanpa Rencana
        Perubahan Kegiatan Usaha
       Laba Usaha                                   6.948      6.666      6.369      6.057       5.730
       Pajak dari Laba Usaha                       (1.529)    (1.466)    (1.401)    (1.333)     (1.261)
       Dividen                                     77.968      4.135      4.548     10.002      27.857
       Perubahan Aset Tetap                           374         61          -          -           -
       Perubahan Modal Kerja Bersih               (66.834)     7.000     10.000     12.000      15.000
       Arus Kas Bersih Tanpa Rencana
       Perubahan Kegiatan Usaha                   16.927      16.395     19.516     26.726      47.327
     3. Arus Kas Bersih Inkremental
       Laba Usaha                                  86.639    122.287    159.206    194.258      247.388
       Pajak dari Laba Usaha                      (19.061)   (26.903)   (35.025)   (42.737)     (54.425)
       Dividen                                          -          -          -     (4.999)     (22.353)
       Perubahan Aset Tetap                             -          -          -          -            -
       Perubahan Modal Kerja Bersih               (48.629)   (74.180)   (24.314)   (59.008)     (16.043)
       Nilai Terminal                                   -          -          -          -    2.276.157
       Arus Kas Bersih Inkremental                18.949      21.205     99.866     87.515    2.430.723
     3. Nilai Kini Arus Kas Bersih
       Arus Kas Bersih Inkremental                18.949      21.205     99.866     87.515    2.430.723
       Tingkat Diskonto                            9,79%       9,79%      9,79%      9,79%        9,79%
       Faktor Diskonto                            0,9108      0,8296     0,7556     0,6882       0,6269
       Nilai Kini Arus Kas Bersih Inkremental     17.260      17.591     75.461     60.231    1.523.731
     4. Kriteria Investasi
       Net Present Value (NPV)                  1.694.274




    8.3. Kesimpulan Hasil Analisis

    Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah diterima SRR dan
    dengan mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang mempengaruhi dalam
    analisis kelayakan, maka SRR berpendapat bahwa Rencana Penambahan Kegiatan Usaha


Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha                                                8 – 38
Page 96
    adalah layak secara finansial. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Rencana
    Penambahan Kegiatan Usaha layak untuk dilaksanakan.




Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha                            8 – 39
Page 97
                                     LAMPIRAN




Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
Page 98
                                    LAMPIRAN I

                    PT FKS FOOD SEJAHTERA Tbk
                             (INDUK)

              PROYEKSI KEUANGAN
     DENGAN RENCANA PENAMBAHAN KEGIATAN
                    USAHA




Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
Page 99
                      Tabel 1
                      PT FKS Food Sejahtera Tbk (Induk)
                      Proyeksi Laba (Rugi) Tahun 2024–2028
                      Dengan Rencana Perubahan Kegiatan Usaha
                      (Rp Juta)


                                         Uraian                  2024          2025          2026          2027          2028


                      Penjualan                                 2.151.187     2.423.899     2.688.947     2.940.603     3.225.015
                      Beban Pokok Penjualan                     (1.518.687)   (1.712.819)   (1.897.820)   (2.068.682)   (2.261.511)
                      Laba Kotor                                  632.501       711.079       791.127       871.920       963.504
                      Beban Usaha
                        Beban Penjualan dan Distribusi           (368.510)     (399.809)     (433.551)     (469.882)     (498.964)
                        Beban Umum dan Administrasi              (170.403)     (182.318)     (192.001)     (201.724)     (211.423)
                        Jumlah Beban Usaha                       (538.913)     (582.126)     (625.553)     (671.605)     (710.386)
                      Laba Usaha                                   93.588       128.953       165.575       200.315       253.118
                      (Beban) Penghasilan Lain-Lain
                        Penghasilan Lainnya - Dividen              77.968         4.135         4.548         5.003         5.503
                        Pendapatan Keuangan                         7.257         3.789         2.633         1.477         1.477
                        Biaya Keuangan                            (30.288)      (19.389)      (18.257)      (17.064)      (15.772)
                        Jumlah (Biaya)/Pendapatan Lain-Lain        54.936       (11.465)      (11.076)      (10.584)        (8.792)
                      Laba Sebelum Pajak                          148.524       117.488       154.499       189.732       244.326
                      Beban Pajak Penghasilan                     (15.522)      (24.938)      (32.989)      (40.640)      (52.541)
                      Laba (Rugi) Bersih Setelah Pajak            133.002        92.550       121.510       149.091       191.785




Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
Page 100
                     Tabel 2
                     PT FKS Food Sejahtera Tbk (Induk)
                     Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Tahun 2024–2028
                     Dengan Rencana Perubahan Kegiatan Usaha
                     (Rp Juta)


                                             Uraian                2024           2025        2026        2027        2028


                     Aset
                       Aset Lancar
                        Kas dan Bank                                    19.180     43.277     146.888     245.387     429.170
                        Piutang Usaha
                          Pihak Berelasi                            359.808       427.536     474.286     554.445     598.262
                        Persediaan                                   93.314       105.242     116.610     127.108     138.956
                        Pajak Dibayar Dimuka                            592           592         592         592         592
                        Biaya Dibayar Dimuka                            131           131         131         131         131
                        Uang Muka                                        23            23          23          23          23
                         Total Aset Lancar                          473.049       576.802     738.530     927.687    1.167.136
                       Aset Tetap                                        1.348      1.288       1.288       1.288       1.288
                       Aset Tidak Lancar
                        Investasi pada Entitas Anak               2.534.181      2.534.181   2.534.181   2.534.181   2.534.181
                        Piutang Non-Usaha Pihak Berelasi Jangka
                        Panjang                                         96.167     89.167      79.167      67.167      52.167
                        Tagihan Pajak Penghasilan                        1.304      1.304       1.304       1.304       1.304
                        Aset Keuangan Tidak Lancar Lainnya               1.009      1.009       1.009       1.009       1.009
                         Jumlah Aset Tidak Lancar                 2.632.661      2.625.661   2.615.661   2.603.661   2.588.661
                     Jumlah Aset                                  3.107.058      3.203.750   3.355.478   3.532.635   3.757.084




Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
Page 101
                                 Tabel 2
                                 PT FKS Food Sejahtera Tbk (Induk)
                                 Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Tahun 2024–2028
                                 Dengan Rencana Perubahan Kegiatan Usaha
                                 (Rp Juta)


                                                         Uraian                2024           2025         2026         2027         2028


                                 Liabilitas dan Ekuitas
                                   Liabilitas Lancar
                                     Utang Usaha
                                       Pihak Berelasi                           129.868       111.623      123.517      134.471      147.038
                                     Beban Akrual dan Provisi                   129.071       145.434      161.337      176.436      193.501
                                     Utang Pajak                                 18.391        28.249       36.756       44.852       57.344
                                     Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Pendek         755           755          755          755          755
                                     Utang Bank Jangka Pendek                   120.000       110.000      100.000       90.000       80.000
                                     Bagian Lancar Atas:
                                       Utang Sewa Pembiayaan                          568         568          568          568          568
                                     Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Pendek
                                     Lainnya                                        22.090     22.090       22.090       22.090       22.090
                                     Liabilitas Kontrak                                  5          5            5            5            5
                                     Jumlah Liabilitas Lancar                   420.748       418.724      445.027      469.177      501.300
                                   Liabilitas Tidak Lancar
                                     Utang Bank Jangka Panjang                   69.735        68.401       64.816       61.232       54.273
                                     Utang Pihak Berelasi Non Usaha             185.340       185.340      185.340      185.340      185.340
                                     Liabilitas Sewa Jangka Panjang               1.202         1.202        1.202        1.202        1.202
                                     Liabilitas Pajak Tangguhan                     (44)          (44)         (44)         (44)         (44)
                                     Liabilitas Imbalan Pasca Kerja              10.103        17.603       25.103       32.603       40.103
                                     Jumlah Liabilitas Tidak Lancar             266.336       272.501      276.417      280.333      280.873
                                     Jumlah Liabilitas                          687.084       691.226      721.444      749.509      782.173
                                   Ekuitas
                                     Modal Saham                              1.902.860      1.902.860    1.902.860    1.902.860    1.902.860
                                     Tambahan Modal Disetor                   1.317.711      1.317.711    1.317.711    1.317.711    1.317.711
                                     Saldo Laba (Rugi)                         (800.597)      (708.047)    (586.537)    (437.446)    (245.661)
                                     Jumlah Ekuitas                           2.419.974      2.512.524    2.634.034    2.783.125    2.974.910
                                 Jumlah Liabilitas dan Ekuitas                3.107.058      3.203.750    3.355.478    3.532.635    3.757.084




Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
Page 102
                                     Tabel 3
                                     PT FKS Food Sejahtera Tbk (Induk)
                                     Proyeksi Arus Kas Tahun 2024–2028
                                     Dengan Rencana Perubahan Kegiatan Usaha
                                     (Rp Juta)


                                                                 Uraian                             2024       2025        2026       2027       2028


                                     Arus Kas dari Kegiatan Operasi
                                       Laba (Rugi) Sebelum Bunga dan Pajak                         178.812     136.877     172.756    206.795    260.098
                                       Pajak Penghasilan                                           (15.522)    (24.938)    (32.989)   (40.640)   (52.541)
                                       Perubahan Piutang Usaha
                                         Pihak Berelasi                                            (359.808)   (67.728)    (46.750)   (80.159)   (43.818)
                                       Perubahan Aset Keuangan Lancar Lainnya                             -          -           -          -          -
                                       Perubahan Persediaan                                         (93.314)   (11.928)    (11.367)   (10.498)   (11.848)
                                       Perubahan Aset Lain-Lain                                       1.136          -           -          -          -
                                       Perubahan Piutang Non-Usaha Pihak Berelasi Jangka Panjang    10.000       7.000      10.000     12.000     15.000
                                       Perubahan Aset Non Keuangan Tidak Lancar Lainnya                 44           -           -          -          -
                                       Perubahan Pihak Berelasi                                    129.868     (18.245)     11.894     10.954     12.567
                                       Perubahan Beban Akrual dan Provisi                          126.763      16.363      15.903     15.099     17.065
                                       Perubahan Utang Pajak                                        17.862       9.858       8.507      8.096     12.491
                                       Perubahan Utang Bank Jangka Pendek                          120.000     (10.000)    (10.000)   (10.000)   (10.000)
                                       Perubahan Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Pendek Lainnya     22.090           -           -          -          -
                                       Perubahan Utang Lain-Lain                                   (22.097)          -           -          -          -
                                       Perubahan Utang Pihak Berelasi Non Usaha
                                       Perubahan Liabilitas Kontrak                                        5           -          -          -          -
                                       Perubahan Liabilitas Sewa Jangka Panjang                      1.202           -           -          -          -
                                       Perubahan Liabilitas Pajak Tangguhan                            (44)          -           -          -          -
                                       Perubahan Liabilitas Imbalan Pasca Kerja                     10.001       7.500       7.500      7.500      7.500
                                       Perubahan Liabilitas Sewa                                    (1.202)          -           -          -          -
                                     Total Arus Kas dari Kegiatan Operasi                          125.795      44.760     125.452    119.147    206.515
                                     Arus Kas dari Kegiatan Investasi                                  374            61          -          -          -
                                     Arus Kas dari Kegiatan Pendanaan
                                       Penarikan
                                        Utang Bank Jangka Panjang                                      916             -          -          -          -
                                       Pembayaran
                                        Utang Bank Jangka Panjang                                         -     (1.334)     (3.584)    (3.584)    (6.959)
                                        Utang Pihak Berelasi Non Usaha                              (77.968)         -           -          -          -
                                        Bunga                                                       (30.288)   (19.389)    (18.257)   (17.064)   (15.772)
                                     Total Arus Kas dari Kegiatan Pendanaan                        (107.339)   (20.723)    (21.841)   (20.648)   (22.731)
                                     Jumlah Perubahan Arus Kas                                      18.830      24.097     103.611     98.499    183.783
                                     Saldo Kas Awal                                                    350      19.180      43.277    146.888    245.387
                                     Saldo Kas Akhir                                                19.180      43.277     146.888    245.387    429.170




Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
Page 103
                                   LAMPIRAN II

                   PT FKS FOOD SEJAHTERA Tbk
                            (INDUK)

               PROYEKSI KEUANGAN
       TANPA RENCANA PENAMBAHAN KEGIATAN
                     USAHA




Studi Kelayakan Rencana Penamabahan Kegiatan Usaha
Page 104
                     Tabel 1
                     PT FKS Food Sejahtera Tbk (Induk)
                     Proyeksi Laba (Rugi) Tahun 2024–2028
                     Tanpa Rencana Perubahan Kegiatan Usaha
                     (Rp Juta)


                                        Uraian                2024       2025       2026       2027       2028


                     Penjualan                                 12.600     12.600     12.600     12.600     12.600
                     Beban Usaha
                       Beban Penjualan dan Distribusi          (1.130)    (1.186)    (1.246)    (1.308)    (1.373)
                       Beban Umum dan Administrasi             (4.522)    (4.748)    (4.985)    (5.235)    (5.496)
                       Jumlah Beban Usaha                      (5.652)    (5.934)    (6.231)    (6.543)    (6.870)
                     Laba Usaha                                 6.948      6.666      6.369      6.057      5.730
                     (Beban) Penghasilan Lain-Lain
                       Penghasilan Lainnya - Dividen           77.968      4.135      4.548     10.002     27.857
                       Pendapatan Keuangan                      5.850      2.382      1.226         70         70
                       Biaya Keuangan                         (25.945)   (15.772)   (15.772)   (15.772)   (15.772)
                       Jumlah (Biaya)/Pendapatan Lain-Lain     57.873     (9.256)    (9.998)    (5.701)    12.155
                     Laba Sebelum Pajak                        64.821     (2.590)    (3.629)      357      17.885
                     Beban Pajak Penghasilan                    2.892      1.479      1.799      2.122      2.194
                     Laba (Rugi) Bersih Setelah Pajak          67.713     (1.110)    (1.830)     2.479     20.079




Studi Kelayakan Rencana Penamabahan Kegiatan Usaha
Page 105
                                             Tabel 2
                                             PT FKS Food Sejahtera Tbk (Induk)
                                             Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Tahun 2024–2028
                                             Tanpa Rencana Perubahan Kegiatan Usaha
                                             (Rp Juta)


                                                                    Uraian                 2024           2025         2026         2027         2028


                                             Aset
                                              Aset Lancar
                                               Kas dan Bank                                      2.521       7.136      11.722       22.616       50.736
                                               Pajak Dibayar Dimuka                                592         592         592          592          592
                                               Biaya Dibayar Dimuka                                131         131         131          131          131
                                               Uang Muka                                            23          23          23           23           23
                                                Total Aset Lancar                                3.267       7.883      12.469       23.363       51.483
                                              Aset Tetap                                         1.348       1.288        1.288        1.288        1.288
                                              Aset Tidak Lancar
                                               Investasi pada Entitas Anak                2.534.181      2.534.181    2.534.181    2.534.181    2.534.181
                                               Piutang Non-Usaha Pihak Berelasi Jangka
                                               Panjang                                          96.167     89.167       79.167       67.167       52.167
                                               Tagihan Pajak Penghasilan                         1.304      1.304        1.304        1.304        1.304
                                               Aset Keuangan Tidak Lancar Lainnya                1.009      1.009        1.009        1.009        1.009
                                                Jumlah Aset Tidak Lancar                  2.632.661      2.625.661    2.615.661    2.603.661    2.588.661
                                             Jumlah Aset                                  2.637.276      2.634.831    2.629.417    2.628.311    2.641.431

                                             Liabilitas dan Ekuitas
                                              Liabilitas Lancar
                                                Beban Akrual dan Provisi                         2.308       2.308        2.308        2.308        2.308
                                                Utang Pajak                                        529         529          529          529          529
                                                Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Pendek             755         755          755          755          755
                                                Bagian Lancar Atas:
                                                  Utang Sewa Pembiayaan                           568         568          568          568          568
                                                Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Pendek
                                                Lainnya                                         22.090     22.090       22.090       22.090       22.090
                                                Liabilitas Kontrak                                   5          5            5            5            5
                                                Jumlah Liabilitas Lancar                        26.255     26.255       26.255       26.255       26.255
                                              Liabilitas Tidak Lancar
                                                Utang Bank Jangka Panjang                    69.735        68.401       64.816       61.232       54.273
                                                Utang Pihak Berelasi Non Usaha              185.340       185.340      185.340      185.340      185.340
                                                Liabilitas Sewa Jangka Panjang                1.202         1.202        1.202        1.202        1.202
                                                Liabilitas Pajak Tangguhan                      (44)          (44)         (44)         (44)         (44)
                                                Liabilitas Imbalan Pasca Kerja                  103           103          103          103          103
                                                Jumlah Liabilitas Tidak Lancar              256.336       255.001      251.417      247.833      240.873
                                                Jumlah Liabilitas                           282.591       281.256      277.672      274.088      267.128
                                              Ekuitas
                                               Modal Saham                                1.902.860      1.902.860    1.902.860    1.902.860    1.902.860
                                               Tambahan Modal Disetor                     1.317.712      1.317.712    1.317.712    1.317.712    1.317.712
                                               Saldo Laba (Rugi)                           (865.886)      (866.997)    (868.827)    (866.348)    (846.269)
                                                Jumlah Ekuitas                            2.354.685      2.353.575    2.351.745    2.354.224    2.374.302
                                             Jumlah Liabilitas dan Ekuitas                2.637.276      2.634.831    2.629.417    2.628.311    2.641.431




Studi Kelayakan Rencana Penamabahan Kegiatan Usaha
Page 106
                           Tabel 3
                           PT FKS Food Sejahtera Tbk (Induk)
                           Proyeksi Arus Kas Tahun 2024–2028
                           Tanpa Rencana Perubahan Kegiatan Usaha
                           (Rp Juta)


                                                      Uraian                             2024       2025        2026       2027       2028


                           Arus Kas dari Kegiatan Operasi
                            Laba (Rugi) Sebelum Bunga dan Pajak                          90.766     13.182      12.143     16.129     33.657
                            Pajak Penghasilan                                             2.892      1.479       1.799      2.122      2.194
                            Perubahan Aset Lain-Lain                                      1.136          -           -          -          -
                            Perubahan Piutang Non-Usaha Pihak Berelasi Jangka Panjang     10.000     7.000      10.000     12.000     15.000
                            Perubahan Aset Non Keuangan Tidak Lancar Lainnya                  44         -           -          -          -
                            Perubahan Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Pendek Lainnya      22.090         -           -          -          -
                            Perubahan Utang Lain-Lain                                    (22.097)        -           -          -          -
                            Perubahan Liabilitas Kontrak                                       5         -           -          -          -
                            Perubahan Liabilitas Sewa Jangka Panjang                       1.202         -           -          -          -
                            Perubahan Liabilitas Pajak Tangguhan                             (44)        -           -          -          -
                            Perubahan Liabilitas Imbalan Pasca Kerja                           1         -           -          -          -
                            Perubahan Liabilitas Sewa                                     (1.202)        -           -          -          -
                           Total Arus Kas dari Kegiatan Operasi                         104.793     21.662      23.942     30.251     50.851
                           Arus Kas dari Kegiatan Investasi                                 374            61          -          -          -

                           Arus Kas dari Kegiatan Pendanaan
                            Penarikan
                             Utang Bank Jangka Panjang                                      916             -          -          -          -
                            Pembayaran
                             Utang Bank Jangka Panjang                                         -     (1.334)     (3.584)    (3.584)    (6.959)
                             Bunga                                                       (25.945)   (15.772)    (15.772)   (15.772)   (15.772)
                           Total Arus Kas dari Kegiatan Pendanaan                       (102.996)   (17.106)    (19.356)   (19.356)   (22.731)
                           Jumlah Perubahan Arus Kas                                       2.171     4.616       4.586     10.894     28.119
                           Saldo Kas Awal                                                   350      2.521       7.136     11.722     22.616
                           Saldo Kas Akhir                                                 2.521     7.136      11.722     22.616     50.736




Studi Kelayakan Rencana Penamabahan Kegiatan Usaha
Page 107
                                  LAMPIRAN III

                    PT FKS FOOD SEJAHTERA Tbk
                          (KONSOLIDASI)

             PROYEKSI KEUANGAN
    DENGAN RENCANA PENAMABAHAN KEGIATAN
                   USAHA




Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
Page 108
                       Tabel 1
                       PT FKS Food Sejahtera Tbk
                       Proyeksi Laba (Rugi) Tahun 2024–2028
                       Dengan Rencana Perubahan Kegiatan Usaha
                       (Rp Juta)


                                         Uraian                   2024          2025          2026          2027          2028


                       Penjualan                                 2.138.587    2.411.299     2.676.347     2.928.003     3.212.415
                       Beban Pokok Penjualan                   (1.395.172)    (1.574.239)   (1.744.222)   (1.900.341)   (2.076.590)
                       Laba Kotor                                 743.416       837.060       932.125     1.027.662     1.135.825
                       Beban Usaha
                        Beban Penjualan dan Distribusi           (411.363)     (446.366)     (484.091)     (524.693)     (556.587)
                        Beban Umum dan Administrasi              (189.312)     (203.109)     (214.502)     (226.019)     (237.593)
                        Penghasilan Lainnya                             5             5             5             5             5
                         Jumlah Beban Usaha                      (600.670)     (649.469)     (698.587)     (750.707)     (794.175)
                       Laba Usaha                                 142.745       187.590       233.538       276.954       341.650
                       (Beban) Penghasilan Lain-Lain
                         Pendapatan Keuangan                         8.727        5.259         4.103         2.947         2.947
                         Biaya Keuangan                            (39.102)     (35.470)      (29.810)      (23.843)      (17.386)
                         Jumlah (Biaya)/Pendapatan Lain-Lain       (30.375)     (30.211)      (25.707)      (20.896)      (14.439)
                       Laba Sebelum Pajak                         112.371       157.379       207.831       256.059       327.212
                       Beban Pajak Penghasilan                     (24.722)     (34.623)      (45.723)      (56.333)      (71.987)
                       Laba (Rugi) Bersih Setelah Pajak            87.649       122.756       162.108       199.726       255.225




Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
Page 109
                       Tabel 2
                       PT FKS Food Sejahtera Tbk
                       Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Tahun 2024–2028
                       Dengan Rencana Perubahan Kegiatan Usaha
                       (Rp Juta)


                                               Uraian                2024           2025        2026        2027        2028


                       Aset
                         Aset Lancar
                          Kas dan Bank                                    30.227    110.145     190.638     235.349     414.354
                          Piutang Usaha
                            Pihak Ketiga                               10.505        11.556      12.712      13.983      15.381
                            Pihak Berelasi                            341.509       403.314     463.925     507.547     556.848
                          Persediaan                                   98.902       109.905     120.349     129.942     140.771
                          Pajak Dibayar Dimuka                         14.913        14.913      14.913      14.913      14.913
                          Biaya Dibayar Dimuka                          3.766         3.766       3.766       3.766       3.766
                          Uang Muka                                    15.585        15.585      15.585      15.585      15.585
                          Piutang Non-Usaha                             1.773         1.773       1.773       1.773       1.773
                           Total Aset Lancar                          517.181       670.957     823.659     922.857    1.163.390
                         Aset Tetap                                 1.122.112      1.115.117   1.107.357   1.148.773   1.189.363
                         Aset Tidak Lancar
                          Properti Investasi                           31.700        31.195      30.689      30.183      29.677
                          Goodwill                                        729           729         729         729         729
                          Tagihan Pajak Penghasilan                     8.381         8.381       8.381       8.381       8.381
                          Aset Takberwujud                            230.822       230.623     230.423     230.224     230.024
                          Aset Keuangan Tidak Lancar Lainnya            2.405         2.405       2.405       2.405       2.405
                           Jumlah Aset Tidak Lancar                   274.037       273.331     272.626     271.921     271.216
                       Jumlah Aset                                  1.913.330      2.059.405   2.203.643   2.343.551   2.623.969



Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
Page 110
                                     Tabel 2
                                     PT FKS Food Sejahtera Tbk
                                     Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Tahun 2024–2028
                                     Dengan Rencana Perubahan Kegiatan Usaha
                                     (Rp Juta)


                                                            Uraian                 2024             2025          2026          2027          2028


                                     Liabilitas dan Ekuitas
                                      Liabilitas Lancar
                                        Utang Usaha
                                          Pihak Ketiga                               76.748         115.653       125.178       142.451       155.446
                                          Pihak Berelasi                             27.026          29.728        32.701        35.971        39.568
                                        Beban Akrual dan Provisi                    171.087         168.791       187.344       204.960       224.869
                                        Utang Pajak                                  27.222          37.123        48.223        58.833        74.487
                                        Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Pendek       32.500          32.500        32.500        32.500        32.500
                                        Utang Bank Jangka Pendek                    140.544         120.544        80.544        50.544        30.544
                                        Bagian Lancar Atas:
                                          Utang Sewa Pembiayaan                         21.053       28.206         6.146         6.146         6.146
                                        Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Pendek
                                        Lainnya                                         63.945       63.945        63.945        63.945        63.945
                                        Utang Pihak Berelasi Non Usaha                  89.417       95.042       100.667        25.667        25.667
                                        Liabilitas Kontrak                               3.987        3.987         3.987         3.987         3.987
                                        Jumlah Liabilitas Lancar                    653.528         695.520       681.236       625.005       657.160
                                      Liabilitas Tidak Lancar
                                        Utang Bank Jangka Panjang                       69.735       68.401        64.816        61.232        54.273
                                        Liabilitas Sewa Jangka Panjang                  17.335          -             -             -             -
                                        Liabilitas Pajak Tangguhan                      52.562       52.562        52.562        52.562        52.562
                                        Liabilitas Imbalan Pasca Kerja                  64.353       64.353        64.353        64.353        64.353
                                        Jumlah Liabilitas Tidak Lancar              203.985         185.316       181.732       178.147       171.188
                                        Jumlah Liabilitas                           857.514         880.836       862.967       803.152       828.348
                                      Ekuitas
                                       Modal Saham                                1.902.860        1.902.860     1.902.860     1.902.860     1.902.860
                                       Tambahan Modal Disetor                     1.515.597        1.515.597     1.515.597     1.515.597     1.515.597
                                       Saldo Laba (Rugi)                         (2.361.263)      (2.238.513)   (2.076.412)   (1.876.693)   (1.621.477)
                                        Sub Total                                 1.057.194       1.179.944     1.342.046     1.541.764     1.796.981
                                        Kepentingan Non Pengendali                      (1.378)       (1.375)       (1.371)       (1.365)       (1.359)
                                        Jumlah Ekuitas                            1.055.816       1.178.569     1.340.675     1.540.399     1.795.621
                                     Jumlah Liabilitas dan Ekuitas                1.913.330       2.059.405     2.203.643     2.343.551     2.623.969




Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
Page 111
                                               Tabel 3
                                               PT FKS Food Sejahtera Tbk
                                               Proyeksi Arus Kas Tahun 2024–2028
                                               Dengan Rencana Perubahan Kegiatan Usaha
                                               (Rp Juta)


                                                                  Uraian                   2024         2025       2026        2027       2028


                                               Arus Kas dari Kegiatan Operasi
                                                Laba (Rugi) Sebelum Bunga dan Pajak        151.473      192.849    237.641    279.902     344.598
                                                Pajak Penghasilan                          (24.722)     (34.623)   (45.723)   (56.333)    (71.987)
                                                Perubahan Piutang Usaha
                                                  Pihak Ketiga                              (2.746)      (1.051)    (1.156)     (1.271)    (1.398)
                                                  Pihak Berelasi                           (49.761)     (61.805)   (60.610)    (43.623)   (49.301)
                                                Perubahan Aset Keuangan Lancar Lainnya       2.909            -          -           -          -
                                                Perubahan Persediaan                        (4.344)     (11.003)   (10.444)     (9.593)   (10.829)
                                                Perubahan Uang Muka                          2.905            -          -           -          -
                                                Perubahan Piutang Non-Usaha                 (1.773)           -          -           -          -
                                                Perubahan Properti Investasi                  506          506        506         506        506
                                                Perubahan Goodwill                              0            -          -           -          -
                                                Perubahan Tagihan Pajak Penghasilan             0            -          -           -          -
                                                Perubahan Aset Takberwujud                    200          199        199         199        199
                                                Perubahan Aset Keuangan Tidak Lancar
                                                Lainnya                                        (54)            -          -           -          -
                                                Perubahan Aset Non Keuangan Tidak Lancar
                                                Lainnya                                           50           -          -           -          -
                                                Perubahan Pihak Ketiga                     (74.543)      38.904      9.525      17.273     12.995
                                                Perubahan Pihak Berelasi                     2.457        2.703      2.973       3.270      3.597
                                                Perubahan Beban Akrual dan Provisi          29.427       (2.296)    18.553      17.616     19.909
                                                Perubahan Utang Pajak                          656        9.902     11.099      10.610     15.654
                                                Perubahan Utang Bank Jangka Pendek          30.000      (20.000)   (40.000)    (30.000)   (20.000)
                                                Perubahan Bagian Lancar Atas:
                                                 Perubahan Utang Sewa Pembiayaan                  (0)     7.154    (22.060)           -          -
                                                Perubahan Liabilitas Sewa Jangka Panjang   (18.594)     (17.335)          -           -          -
                                                Perubahan Liabilitas Pajak Tangguhan          (236)           -           -           -          -
                                               Total Arus Kas dari Kegiatan Operasi         43.809      104.104    100.504    188.557     243.943
                                               Arus Kas dari Kegiatan Investasi            (43.516)       6.995      7.760     (41.415)   (40.590)
                                               Arus Kas dari Kegiatan Pendanaan
                                                Penarikan
                                                 Utang Pihak Berelasi Non Usaha              5.625        5.625      5.625            -          -
                                                 Utang Bank Jangka Panjang                     916            -          -            -          -
                                                Pembayaran
                                                 Utang Pihak Berelasi Non Usaha                  -            -          -     (75.000)         -
                                                 Utang Bank Jangka Panjang                       -       (1.334)    (3.584)     (3.584)    (6.959)
                                                 Utang Pihak Berelasi Non Usaha                  -            -          -           -          -
                                                 Bunga                                     (39.102)     (35.470)   (29.810)    (23.843)   (17.386)
                                                Perubahan Kepentingan Non Pengendali           (32)          (2)        (2)         (2)        (3)
                                               Total Arus Kas dari Kegiatan Pendanaan      (32.592)     (31.182)   (27.772)   (102.430)   (24.348)
                                               Jumlah Perubahan Arus Kas                   (32.299)      79.918     80.492     44.712     179.004
                                               Saldo Kas Awal                               62.526       30.227    110.145    190.638     235.349
                                               Saldo Kas Akhir                              30.227      110.145    190.638    235.349     414.354




Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
Page 112
                                  LAMPIRAN IV

                    PT FKS FOOD SEJAHTERA Tbk
                          (KONSOLIDASI)

               PROYEKSI KEUANGAN
       TANPA RENCANA PENAMBAHAN KEGIATAN
                     USAHA




Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
Page 113
                       Tabel 1
                       PT FKS Food Sejahtera Tbk
                       Proyeksi Laba (Rugi) Tahun 2024–2028
                       Tanpa Rencana Perubahan Kegiatan Usaha
                       (Rp Juta)


                                         Uraian                   2024          2025          2026          2027          2028


                       Penjualan                                2.138.587     2.411.299     2.676.347     2.928.003     3.212.415
                       Beban Pokok Penjualan                    (1.395.172)   (1.574.239)   (1.744.222)   (1.900.341)   (2.076.590)
                       Laba Kotor                                 743.416       837.060       932.125     1.027.662     1.135.825
                       Beban Usaha
                        Beban Penjualan dan Distribusi           (411.363)     (446.366)     (484.091)     (524.693)     (556.587)
                        Beban Umum dan Administrasi              (189.312)     (203.109)     (214.502)     (226.019)     (237.593)
                        Penghasilan Lainnya                             5             5             5             5             5
                         Jumlah Beban Usaha                      (600.670)     (649.469)     (698.587)     (750.707)     (794.175)
                       Laba Usaha                                 142.745       187.590       233.538       276.954       341.650
                       (Beban) Penghasilan Lain-Lain
                         Pendapatan Keuangan                        8.727         5.259         4.103         2.947         2.947
                         Biaya Keuangan                           (39.102)      (35.470)      (29.810)      (23.843)      (17.386)
                         Jumlah (Biaya)/Pendapatan Lain-Lain      (30.375)      (30.211)      (25.707)      (20.896)      (14.439)
                       Laba Sebelum Pajak                         112.371       157.379       207.831       256.059       327.212
                       Beban Pajak Penghasilan                    (24.722)      (34.623)      (45.723)      (56.333)      (71.987)
                       Laba (Rugi) Bersih Setelah Pajak            87.649       122.756       162.108       199.726       255.225




Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
Page 114
                       Tabel 2
                       PT FKS Food Sejahtera Tbk
                       Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Tahun 2024–2028
                       Tanpa Rencana Perubahan Kegiatan Usaha
                       (Rp Juta)


                                               Uraian                2024           2025        2026        2027        2028


                       Aset
                         Aset Lancar
                          Kas dan Bank                                    30.227    110.143     190.634     235.344     414.345
                          Piutang Usaha
                            Pihak Ketiga                               10.505        11.556      12.712      13.983      15.381
                            Pihak Berelasi                            341.509       403.314     463.925     507.547     556.848
                          Persediaan                                   98.902       109.905     120.349     129.942     140.771
                          Pajak Dibayar Dimuka                         14.913        14.913      14.913      14.913      14.913
                          Biaya Dibayar Dimuka                          3.766         3.766       3.766       3.766       3.766
                          Uang Muka                                    15.585        15.585      15.585      15.585      15.585
                          Piutang Non-Usaha                             1.773         1.773       1.773       1.773       1.773
                           Total Aset Lancar                          517.180       670.955     823.656     922.852    1.163.382
                         Aset Tetap                                 1.122.112      1.115.117   1.107.357   1.148.773   1.189.363
                         Aset Tidak Lancar
                          Properti Investasi                           31.700        31.195      30.689      30.183      29.677
                          Goodwill                                        729           729         729         729         729
                          Tagihan Pajak Penghasilan                     8.381         8.381       8.381       8.381       8.381
                          Aset Takberwujud                            230.822       230.623     230.423     230.224     230.024
                          Aset Keuangan Tidak Lancar Lainnya            2.405         2.405       2.405       2.405       2.405
                           Jumlah Aset Tidak Lancar                   274.037       273.331     272.626     271.921     271.216
                       Jumlah Aset                                  1.913.329      2.059.403   2.203.639   2.343.545   2.623.961



Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
Page 115
                                     Tabel 2
                                     PT FKS Food Sejahtera Tbk
                                     Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Tahun 2024–2028
                                     Tanpa Rencana Perubahan Kegiatan Usaha
                                     (Rp Juta)


                                                            Uraian                 2024             2025          2026          2027          2028


                                     Liabilitas dan Ekuitas
                                      Liabilitas Lancar
                                        Utang Usaha
                                          Pihak Ketiga                               76.748         115.653       125.178       142.451       155.446
                                          Pihak Berelasi                             27.026          29.728        32.701        35.971        39.568
                                        Beban Akrual dan Provisi                    171.087         168.791       187.344       204.960       224.869
                                        Utang Pajak                                  27.222          37.123        48.223        58.833        74.487
                                        Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Pendek       32.500          32.500        32.500        32.500        32.500
                                        Utang Bank Jangka Pendek                    140.544         120.544        80.544        50.544        30.544
                                        Bagian Lancar Atas:
                                          Utang Sewa Pembiayaan                         21.053       28.206         6.146         6.146         6.146
                                        Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Pendek
                                        Lainnya                                         63.945       63.945        63.945        63.945        63.945
                                        Utang Pihak Berelasi Non Usaha                  89.417       95.042       100.667        25.667        25.667
                                        Liabilitas Kontrak                               3.987        3.987         3.987         3.987         3.987
                                        Jumlah Liabilitas Lancar                    653.528         695.520       681.236       625.005       657.160
                                      Liabilitas Tidak Lancar
                                        Utang Bank Jangka Panjang                       69.735       68.401        64.816        61.232        54.273
                                        Liabilitas Sewa Jangka Panjang                  17.335          -             -             -             -
                                        Liabilitas Pajak Tangguhan                      52.562       52.562        52.562        52.562        52.562
                                        Liabilitas Imbalan Pasca Kerja                  64.353       64.353        64.353        64.353        64.353
                                        Jumlah Liabilitas Tidak Lancar              203.985         185.316       181.732       178.147       171.188
                                        Jumlah Liabilitas                           857.514         880.836       862.967       803.152       828.348
                                      Ekuitas
                                       Modal Saham                                1.902.860        1.902.860     1.902.860     1.902.860     1.902.860
                                       Tambahan Modal Disetor                     1.515.597        1.515.597     1.515.597     1.515.597     1.515.597
                                       Saldo Laba (Rugi)                         (2.361.266)      (2.238.520)   (2.076.424)   (1.876.713)   (1.621.506)
                                        Sub Total                                 1.057.191       1.179.938     1.342.034     1.541.745     1.796.951
                                        Kepentingan Non Pengendali                      (1.377)       (1.370)       (1.362)       (1.351)       (1.338)
                                        Jumlah Ekuitas                            1.055.815       1.178.567     1.340.672     1.540.393     1.795.613
                                     Jumlah Liabilitas dan Ekuitas                1.913.329       2.059.403     2.203.639     2.343.545     2.623.961




Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
Page 116
                                                    Tabel 3
                                                    PT FKS Food Sejahtera Tbk
                                                    Proyeksi Arus Kas Tahun 2024–2028
                                                    Tanpa Rencana Perubahan Kegiatan Usaha
                                                    (Rp Juta)


                                                                       Uraian                     2024         2025         2026          2027         2028


                                                    Arus Kas dari Kegiatan Operasi
                                                     Laba (Rugi) Sebelum Bunga dan Pajak          151.473      192.849      237.641      279.902       344.598
                                                     Pajak Penghasilan                            (24.722)     (34.623)     (45.723)     (56.333)      (71.987)
                                                     Perubahan Piutang Usaha
                                                       Pihak Ketiga                                (2.746)      (1.051)      (1.156)       (1.271)      (1.398)
                                                       Pihak Berelasi                             (49.761)     (61.805)     (60.610)      (43.623)     (49.301)
                                                     Perubahan Aset Keuangan Lancar Lainnya         2.909            -            -             -            -
                                                     Perubahan Persediaan                          (4.344)     (11.003)     (10.444)       (9.593)     (10.829)
                                                     Perubahan Pajak Dibayar Dimuka                     0            -            -             -            -
                                                     Perubahan Biaya Dibayar Dimuka                     0            -            -             -            -
                                                     Perubahan Uang Muka                            2.905            -            -             -            -
                                                     Perubahan Piutang Non-Usaha                   (1.773)           -            -             -            -
                                                     Perubahan Properti Investasi                    506          506          506           506          506
                                                     Perubahan Piutang Non-Usaha Pihak Berelasi
                                                     Jangka Panjang                                    -            -            -             -            -
                                                     Perubahan Goodwill                                0            -            -             -            -
                                                     Perubahan Tagihan Pajak Penghasilan               0            -            -             -            -
                                                     Perubahan Aset Takberwujud                      200          199          199           199          199
                                                     Perubahan Aset Keuangan Tidak Lancar
                                                     Lainnya                                          (54)             -            -             -            -
                                                     Perubahan Aset Non Keuangan Tidak Lancar
                                                     Lainnya                                             50            -            -             -            -
                                                     Perubahan Pihak Ketiga                       (74.543)      38.904        9.525       17.273        12.995
                                                     Perubahan Pihak Berelasi                       2.457        2.703        2.973        3.270         3.597
                                                     Perubahan Beban Akrual dan Provisi            29.427       (2.296)      18.553       17.616        19.909
                                                     Perubahan Utang Pajak                            656        9.902       11.099       10.610        15.654
                                                     Perubahan Liabilitas Imbalan Kerja Jangka
                                                     Pendek                                            (0)           -            -             -            -
                                                     Perubahan Utang Bank Jangka Pendek            30.000      (20.000)     (40.000)      (30.000)     (20.000)
                                                     Perubahan Bagian Lancar Atas:
                                                      Perubahan Utang Sewa Pembiayaan                    (0)     7.154      (22.060)              -            -
                                                     Perubahan Liabilitas Imbalan Kerja Jangka
                                                     Pendek Lainnya                                      0             -            -             -            -
                                                     Perubahan Liabilitas Kontrak                        0             -            -             -            -
                                                     Perubahan Liabilitas Sewa Jangka Panjang     (18.594)     (17.335)             -             -            -
                                                     Perubahan Liabilitas Pajak Tangguhan            (236)           -              -             -            -
                                                     Perubahan Liabilitas Imbalan Pasca Kerja           0            -              -             -            -
                                                    Total Arus Kas dari Kegiatan Operasi           43.809      104.104      100.504      188.557       243.943
                                                    Arus Kas dari Kegiatan Investasi              (43.516)       6.995        7.760       (41.415)     (40.590)

                                                    Arus Kas dari Kegiatan Pendanaan
                                                     Penarikan
                                                      Utang Pihak Berelasi Non Usaha                5.625        5.625        5.625               -            -
                                                      Utang Bank Jangka Panjang                       916            -            -               -            -
                                                     Pembayaran
                                                      Utang Pihak Berelasi Non Usaha                    -            -            -       (75.000)           -
                                                      Utang Bank Jangka Panjang                         -       (1.334)      (3.584)       (3.584)      (6.959)
                                                      Bunga                                       (39.102)     (35.470)     (29.810)      (23.843)     (17.386)
                                                      Perubahan Penghasilan Komprehensif Lain
                                                     Perubahan Kepentingan Non Pengendali             (33)            (3)          (4)           (4)          (5)
                                                    Total Arus Kas dari Kegiatan Pendanaan        (32.593)     (31.183)     (27.773)     (102.432)     (24.351)
                                                    Jumlah Perubahan Arus Kas                     (32.299)      79.916       80.491       44.710       179.002
                                                    Saldo Kas Awal                                 62.526       30.227      110.143      190.634       235.344
                                                    Saldo Kas Akhir                                30.227      110.143      190.634      235.344       414.345




Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
Page 117
                                   LAMPIRAN V

      RENCANA PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA




Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
Page 118
   PT FKS Food Sejahtera Tbk
   Rencana Penambahan Kegiatan Usaha



   Perseroan bermaksud untuk melakukan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha, yaitu
   menambah kegiatan usahanya saat ini dengan kegiatan usaha sebagai berikut:

      No.       KBLI                           Kegiatan Usaha
       1     46329          Perdagangan Besar Bahan Makanan dan Minuman
                            Hasil Peternakan dan Perikanan Lainnya
       2     46339          Perdagangan Besar Makanan dan Minuman Lainnya
       3     46331          Perdagangan Besar Gula, Coklat dan Kembang Gula
       4     52101          Pergudangan dan Penyimpanan
       5     10793          Industri Makanan dari Kedele dan Kacang-kacangan
                            Lainnya Bukan Kecap, Tempe dan Tahu
       6     10734          Industri Kembang Gula




Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha

File

File Open PDF
Source IDX
Size2.5 MB
Published4 Jun 2024
Pages118
Characters244,181
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 42 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org FKS FOOD SEJAHTERA Tbk p.1 ×333
linked person Gerry Mustika · Direktur Utama p.6 ×3
linked org Tiga Pilar Sejahtera p.26 ×4
linked org Pangan Sejahtera p.27
linked org Asta Askara p.27
linked person R. Benny Wachjudi p.27 ×2
linked person Ito Sumardi Djuni Sanyoto p.27 ×2
linked org Pemerintah RI p.60
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.2 ×2
possible org Amir Abadi Jusuf p.6 ×3
possible org Bursa Efek Indonesia p.6 ×2
possible org Negara Republik Indonesia p.26 ×3
unresolved org Suwendho Rinaldy dan Rekan p.2 ×2
unresolved org Menteri Keuangan p.2
unresolved org Mawar & Rekan p.6 ×2
unresolved org Bank Indonesia p.6 ×13
unresolved org KJPP SUWENDHO RINALDY DAN REKAN Ocky Rinaldy p.9
unresolved person Ocky Rinaldy, MAPPI (Cert) · Rekan p.9
unresolved person Studi Kelayakan. Penanggung Jawab Ocky Rinaldy p.10
unresolved person Quality Control Heribertus Eri Hestiyanto p.10
unresolved person Tim Penilai Hendro Warsito p.11
unresolved person Hery Joko Sulistiyo p.11
unresolved org Bank Indonesia CAPM p.24
unresolved org Kantor Akuntan Publik KEPI p.24
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik NPV p.24
unresolved org Purwantono p.24
unresolved org KJPP Suwendho Rinaldy p.24
unresolved org Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk p.26 ×8
unresolved person Winanto Wiryomartani · Notaris p.26 ×4
unresolved org Menteri Kehakiman Republik Indonesia p.26 ×3
unresolved person Emmyra Fauzia Kariana · Notaris p.26 ×8
unresolved — (Rp Juta) p.27
unresolved org PT Pangan Sejahtera Investama p.27
unresolved org PT Asta Askara Sentosa p.27
unresolved org Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia p.27
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia p.28
unresolved org Kementrian p.29
unresolved org Bank Indonesia. Inflasi p.37
unresolved org Pusat Statistik p.40
unresolved org Kementerian Perindustrian p.40 ×2
unresolved org Menteri Perindustrian p.43
unresolved org Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual p.55

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.091 19351 ms 12 Sep 2026 23:03
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'MATERIAL_FACT',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': '',
 'object_truncated': False,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': None}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result