Back to announcement
20260518_PDPP_Rencana Transaksi Perubahan Kegiatan Usaha_32091673_lamp3.pdf
Asset transaction Needs review PDPPSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 83
Page 1
LAPORAN STUDI KELAYAKAN
PT PRIMADAYA PLASTISINDO TBK
No. 00018/2.0120-04/BS/04/0627/1/V/2026
Tanggal: 11 Mei 2026
Tanggal Studi Kelayakan per 31 Desember 2025
Page 2
Kantor Cabang Jakarta Selatan
The AKKAS Commercial Building, Lt.2
Jl. T.B. Simatupang No.23 Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan
Telp. : +62 21 78343013 | Wilayah Kerja Seluruh Indonesia
No. Laporan : 00018/2.0120-04/BS/04/0627/1/V/2026 Jakarta, 11 Mei 2026
Kepada Yth.
PT Primadaya Plastisindo Tbk
JL. Raya Pasar Kemis No. 84 Desa Suka Harja, Kecamatan Sindang Jaya
Tangerang, Banten 15560
U.p. : Direksi
Dengan hormat,
Sesuai penugasan dari PT Primadaya Plastisindo Tbk kepada Kantor Jasa Penilai Publik Herman Meirizki
dan Rekan (”HMR” atau “kami” atau “Penilai”) untuk memberikan pendapat mengenai kelayakan atas
rencana penambahan kegiatan usaha sesuai Klasifikasi Baku Lapangan Usaha (KBLI) yaitu KBLI 38302 -
Pemulihan Material Barang Plastik oleh PT Primadaya Plastisindo Tbk (“Perseroan” atau “PDPP”)
sebagaimana tertuang dalam Surat Penawaran No. 108/SP/HMR-JKSL/B/XI/2025 tanggal 12 November
2025 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan pada 1 April 2026, maka dengan ini kami telah
melakukan studi kelayakan (feasibilty study) secara independen dengan tanggal studi kelayakan per 31
Desember 2025.
Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan
Pemberi tugas dan pengguna laporan dalam studi kelayakan ini adalah:
Nama : PT Primadaya Plastisindo Tbk
Bidang Usaha : Industri Barang Dari Plastik Untuk Pengemasan
Alamat : Jl. Raya Pasar Kemis No. 84, Desa Sukaharja, Kecamatan Sindang Jaya,
Kabupaten Tangerang, Banten
Telepon dan Faks : (021) 5904086
E-mail : primadaya@pt-pdp.com
Latar Belakang Studi Kelayakan
Dalam rangka mendukung pengembangan kegiatan usaha yang berkelanjutan serta memperkuat posisi
Perseroan di industri plastik nasional, Perseroan berencana untuk menambahkan Klasifikasi Baku
Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2025 kode 38302, yaitu Pemulihan Material Barang Plastik, ke dalam
maksud dan tujuan serta kegiatan usaha Perseroan.
Rencana penambahan KBLI tersebut dilatarbelakangi oleh arah pengembangan kegiatan usaha
Perseroan yang mencakup aktivitas pengolahan dan pemulihan material plastik, khususnya untuk
material jenis Polycarbonate (PC) dan Polyethylene Terephthalate (PET) (dan tidak menutup
kemungkinan jenis material lainnya). Dalam praktiknya, pengolahan material PET dilakukan melalui
proses pencacahan menjadi serpihan (flakes) yang selanjutnya dipasarkan, sedangkan pengolahan
material PC dilakukan melalui proses pencacahan yang dilanjutkan dengan proses pelletizing untuk
menghasilkan bijih plastik (plastic pellets) yang kemudian dipasarkan.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari penguatan rantai nilai usaha Perseroan, dengan
mempertimbangkan optimalisasi pemanfaatan material plastik serta peningkatan efisiensi dalam proses
Laporan Studi Kelayakan PT Primadaya Plastisindo Tbk |i
Page 3
produksi dan pengelolaan bahan baku. Secara strategis, penambahan KBLI 38302 merupakan bagian
dari upaya Perseroan untuk memperluas ruang lingkup kegiatan usaha serta memperkuat posisi
Perseroan dalam industri plastik yang semakin mengarah pada praktik berkelanjutan. Langkah ini
memberikan fleksibilitas bagi Perseroan dalam mengembangkan lini usaha berbasis pemulihan material
plastik, sekaligus membuka peluang diversifikasi sumber pendapatan dan penciptaan nilai tambah
dalam jangka panjang.
Selain itu, pengembangan aktivitas pemulihan material plastik sejalan dengan tren industri yang
mengedepankan prinsip ekonomi sirkular, di mana pemanfaatan kembali material menjadi faktor penting
dalam menciptakan efisiensi dan keberlanjutan usaha. Material PC dan PET merupakan jenis plastik yang
memiliki karakteristik dapat didaur ulang serta nilai ekonomis yang memadai, sehingga memberikan
potensi optimalisasi nilai bagi Perseroan.
Dari perspektif operasional dan finansial, aktivitas pemulihan material plastik berpotensi memberikan
manfaat berupa peningkatan efisiensi dalam pengelolaan material, optimalisasi nilai ekonomis dari
material plastik yang diolah, serta penguatan ketahanan rantai pasok bahan baku. Selain itu, kegiatan ini
juga membuka peluang bagi Perseroan untuk mengembangkan pemanfaatan material hasil pemulihan
sebagai bagian dari strategi pengelolaan bahan baku di masa mendatang, dengan tetap
mempertimbangkan kebutuhan usaha dan perkembangan pasar.
Dengan mempertimbangkan keseluruhan aspek tersebut, rencana penambahan KBLI 38302 – Pemulihan
Material Barang Plastik merupakan langkah strategis Perseroan dalam mengantisipasi perkembangan
industri, memperluas ruang lingkup kegiatan usaha, serta menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan
bagi Perseroan dan seluruh pemangku kepentingan. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat
fundamental usaha Perseroan serta mendukung peningkatan kinerja keuangan dan nilai bagi pemegang
saham dalam jangka panjang.
Sehubungan dengan rencana tersebut diatas, untuk mengetahui kelayakan atas penambahan kegiatan
usaha tersebut, maka Perseroan membutuhkan studi kelayakan untuk memenuhi Peraturan Otoritas
Jasa Keuangan Republik Indonesia (“POJK”) No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan
Perubahan Kegiatan Usaha. Untuk mengetahui kelayakan atas usaha Perseroan tersebut, maka
Perseroan memerlukan Kajian dari Pihak Independen untuk melakukan analisa dan kajian serta
menyusun Laporan Studi Kelayakan. Selanjutnya manajemen Perseroan menunjuk KJPP HMR sebagai
pihak independen dalam penyusunan laporan studi kelayakan tersebut.
Status Penilai
Penilai Publik yang bertandatangan dalam laporan ini yaitu Willyams, S.E., MAPPI (Cert.), merupakan
Penilai Publik dengan Nomor Izin B-1.22.00627 dan Nomor MAPPI 13-S-04028 sebagai Rekan di KJPP
Herman Meirizki dan Rekan dengan Nomor Izin Usaha 2.14.0120, domisili Kota Jakarta Selatan dengan
wilayah kerja di seluruh Indonesia. KJPP Herman Meirizki dan Rekan merupakan KJPP resmi yang telah
mendapatkan izin dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia berdasarkan Keputusan Menteri
Keuangan No. 66/KM.1/2014 tanggal 10 Februari 2014. Kami juga telah terdaftar sebagai kantor jasa
profesi penunjang pasar modal di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Penilai telah terdaftar sebagai Profesi
Penunjang Pasar Modal (Penilai Bisnis) dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal No.
STTD.PB ‐ 57/PM.02/2023 serta terdaftar sebagai Penilai Industri Keuangan Non Bank dengan No.
Laporan Studi Kelayakan PT Primadaya Plastisindo Tbk |ii
Page 4
296/PD.021/STTD-P/2023. Studi kelayakan dilakukan sesuai dengan Standar Penilaian Indonesia (SPI)
Edisi VII-2018 dan Edisi Revisi SPI 300, SPI 310, SPI 320, SPI 321, SPI 330, POJK 35/2020 tentang Penilaian
dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, dan POJK 17/2020 tentang Transaksi Material dan
Perubahan Kegiatan Usaha Utama serta Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (SEOJK) Nomor
17/SEOJK.04/2020.
Objek Studi Kelayakan
Objek studi kelayakan adalah kelayakan atas rencana penambahan kegiatan usaha sesuai KBLI 38302 -
Pemulihan Material Barang Plastik oleh Perseroan (selanjutnya disebut “Rencana Penambahan KBLI”).
Maksud dan Tujuan Studi Kelayakan
Maksud dan tujuan studi kelayakan ini adalah untuk memberikan pendapat kelayakan atas Rencana
Penambahan KBLI. Laporan ini disusun dalam rangka memenuhi ketentuan yang diatur dalam Peraturan
Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan
Usaha. Peraturan tersebut mensyaratkan adanya laporan studi kelayakan atas perubahan kegiatan
usaha yang disusun oleh Penilai.
Tanggal Studi Kelayakan
Tanggal studi kelayakan dalam laporan ini adalah tanggal 31 Desember 2025.
Mata Uang yang Digunakan
Mata uang yang digunakan dalam laporan studi kelayakan adalah Rupiah (Rp).
Tingkat Kedalaman Investigasi
HMR telah mendapatkan kesempatan untuk melakukan wawancara terutama dengan manajemen
Perseroan yang diperlukan untuk menunjang proses studi kelayakan. Kami telah melakukan wawancara
dengan Bapak Dio selaku Corporate Secretary Perseroan, serta melakukan kunjungan lapangan (site
visit) ke fasilitas pabrik Perseroan di Sukabumi yang akan digunakan dalam mendukung Rencana
Penambahan KBLI.
Hasil Inspeksi
Beberapa informasi yang didapatkan pada saat Inspeksi terkait Rencana Penambahan KBLI adalah
sebagai berikut.
• Perseroan memproduksi berbagai jenis produk, antara lain galon, jeriken, botol, sedotan, tutup botol,
tisu pembersih, dan beragam jenis housewares lainnya;
• Perseroan memiliki 3 (tiga) fasilitas pabrik untuk rencana kegiatan usaha tersebut, yaitu berlokasi di
Binjai, Lampung, dan Sukabumi;
• Proses produksi dilakukan dengan mengacu pada standar operasional yang berlaku, mulai dari
pengolahan bahan baku hingga produk akhir;
• Jumlah kapasitas produksi PC dan PET jug/gallon ± 1.200.000 unit per bulan;
• Dalam tahap awal operasional, kebutuhan tenaga kerja diperkirakan dapat dipenuhi melalui
optimalisasi sumber daya yang telah dimiliki. Namun demikian, Perseroan tetap akan memastikan
ketersediaan tenaga kerja dengan kompetensi teknis yang memadai, termasuk operator mesin,
teknisi, serta tenaga pendukung produksi.
Laporan Studi Kelayakan PT Primadaya Plastisindo Tbk |iii
Page 5
Asumsi dan Kondisi Pembatas
Laporan studi kelayakan ini dibatasi oleh asumsi dan kondisi pembatas sebagai berikut:
1. Laporan studi kelayakan ini bersifat non-disclaimer opinion;
2. Kami telah melakukan penelaahan atas dokumen yang digunakan dalam proses studi kelayakan;
3. Data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya keakuratannya;
4. Proyeksi keuangan dibuat oleh manajemen Perseroan dengan mencerminkan kewajaran proyeksi
keuangan dan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty);
5. HMR bertanggungjawab atas pelaksanaan analisis studi kelayakan;
6. Laporan studi kelayakan ini terbuka untuk publik, kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia
yang dapat mempengaruhi operasional Perseroan;
7. HMR bertanggungjawab atas laporan studi kelayakan dan kesimpulan akhir dari laporan ini;
8. Kami telah memperoleh informasi atas status hukum Perseroan dari pemberi tugas berdasarkan
dokumen legalitas Perseroan;
9. Laporan studi kelayakan disusun berdasarkan kondisi bisnis, perekonomian, dan peraturan-
peraturan yang secara umum berlaku sampai dengan tanggal penerbitan laporan studi kelayakan
ini;
10. Kami mengasumsikan bahwa setelah tanggal diterbitkannya laporan studi kelayakan tidak terjadi
perubahan apapun yang berpengaruh secara material terhadap hasil studi kelayakan. Kami tidak
bertanggungjawab untuk menegaskan atau memutakhirkan kembali pendapat kami atas perubahan
asumsi dan kondisi yang terjadi setelah tanggal laporan studi kelayakan ini;
11. Kami tidak melakukan due diligence atas aspek perpajakan dan aspek hukum Perseroan;
12. Analisis dalam studi kelayakan didasarkan pada keakuratan, kehandalan, dan kelengkapan data
dan informasi yang diberikan kepada kami oleh Perseroan atau pemberi tugas. Kami
mengasumsikan bahwa data dan informasi yang diberikan kepada kami adalah benar, lengkap, dan
tidak menyesatkan. Kami tidak bertanggungjawab atas kemungkinan adanya data atau informasi
yang tidak diungkapkan, ketidakakuratan dan ketidakterbukaan data atau informasi, perubahan
data atau asumsi yang dijadikan dasar studi kelayakan yang dapat mempengaruhi hasil studi
kelayakan;
13. Pekerjaan kami yang berkaitan dengan studi kelayakan ini tidak merupakan dan tidak dapat
ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit, atau pelaksanaan prosedur-
prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat dimaksudkan untuk
mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan atau penyimpangan dalam
laporan keuangan, atau pelanggaran hukum.
Asumsi Khusus
Asumsi khusus yang akan digunakan merupakan asumsi khusus yang relevan dan wajar sehubungan
dengan studi kelayakan. Asumsi khusus merupakan asumsi yang berbeda dari keadaaan sebenarnya
pada tanggal studi kelayakan. Analisis akan menggunakan asumsi yang wajar untuk diterima dalam
studi kelayakan.
Subsequent Event
Dari tanggal studi kelayakan yaitu tanggal 31 Desember 2025 sampai dengan tanggal diterbitkannya
laporan ini, tidak terdapat subsequent event atau kejadian penting yang dapat mempengaruhi hasil
analisis studi kelayakan secara signifikan.
Laporan Studi Kelayakan PT Primadaya Plastisindo Tbk |iv
Page 6
Metodologi Studi Kelayakan
Metode yang digunakan dalam menyusun laporan studi kelayakan ini adalah sebagai berikut:
• Pengumpulan data langsung dari Perseroan terkait Rencana Penambahan KBLI yang mencakup
identitas, perizinan, rencana usaha, dan data terkait lainnya;
• Melakukan Analisis Kelayakan Pasar, Analisis Kelayakan Teknis, Analisis Kelayakan Pola Bisnis,
Analisis Kelayakan Model Manajemen, dan Analisis Kelayakan Keuangan;
• Melakukan analisis kelayakan atas objek studi kelayakan dengan menggunakan indikator Net Present
Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Profitability Index (PI), dan Return on Investment (ROI);
• Memberikan Kesimpulan Hasil Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha.
Sumber Informasi Yang Dapat Dihandalkan
Studi kelayakan dapat menggunakan data atau sumber informasi tanpa melalui verifikasi terlebih dahulu
yaitu data-data sebagai berikut:
• Data beta industri dan country risk premium bersumber dari Damodaran;
• Data Obligasi Pemerintah Republik Indonesia dari PT Penilai Harga Efek Indonesia atau sumber
lainnya;
• Data Statistik Perbankan Indonesia dari Bank Indonesia atau Otoritas Jasa Keuangan;
• Data nilai tukar, inflasi, ataupun data publikasi lainnya bersumber dari Bank Indonesia;
• Data lainnya bersumber dari lembaga pemerintahan lainnya;
Sumber Data
Dalam menyusun studi kelayakan ini, kami telah menelaah, mempertimbangkan, mengacu, atau
melaksanakan prosedur atas informasi sebagai berikut:
1. Company profile dan struktur organisasi Perseroan per 31 Desember 2025;
2. Laporan keuangan audit per 31 Desember 2025 Nomor 00060/2.0961/AU.1/04/0628-2/1/III/2026
oleh Kantor Akuntan Publik Morhan & Rekan tanggal 26 Maret 2026 dengan opini wajar tanpa
modifikasian, yang ditandatangani oleh Morhan Tirtonadi, CPA selaku penanggung jawab audit;
3. Laporan keuangan audit per 31 Desember 2024 Nomor 00043/2.0961/AU.1/04/0628-1/1/III/2025
oleh Kantor Akuntan Publik Morhan & Rekan tanggal 25 Maret 2025 dengan opini wajar tanpa
modifikasian, yang ditandatangani oleh Morhan Tirtonadi, CPA selaku penanggung jawab audit;
4. Laporan keuangan audit per 31 Desember 2023 Nomor 00070/2.0961/AU.1/04/1023-2/1/III/2024
oleh Kantor Akuntan Publik Morhan & Rekan tanggal 27 Maret 2024 dengan opini wajar tanpa
modifikasian, yang ditandatangani oleh David Kurniawan, CPA selaku penanggung jawab audit;
5. Laporan keuangan audit per 31 Desember 2022 Nomor 00056/2.0961/AU.1/04/1023-1/1/III/2023
oleh Kantor Akuntan Publik Morhan & Rekan tanggal 28 Maret 2023 dengan opini wajar tanpa
modifikasian, yang ditandatangani oleh David Kurniawan, CPA selaku penanggung jawab audit;
6. Laporan keuangan audit per 31 Desember 2021 Nomor 00015/2.0550/AU.2/04/0257-1/1VI/2022
oleh Kantor Akuntan Publik Handoko & Suparmun tanggal 14 Juni 2022 dengan opini wajar tanpa
modifikasian, yang ditandatangani oleh Haryo Suparmun, MM., MBA., CPA., BKP selaku penanggung
jawab audit;
7. Proyeksi laporan keuangan Perseroan tahun 2026-2030 Tanpa Rencana Penambahan KBLI dan
Dengan Rencana Penambahan KBLI, yang disusun oleh manajemen Perseroan;
8. Informasi lain dari manajemen Perseroan ataupun pihak lain yang relevan dengan penugasan;
Laporan Studi Kelayakan PT Primadaya Plastisindo Tbk |v
Page 7
9. Data informasi pasar, ekonomi, industri berdasarkan media cetak dan elektronik yaitu website Bank
Indonesia, website Aswath Damodaran, website Penilai Harga Efek Indonesia, dan sumber informasi
lainnya yang kami anggap relevan.
Independensi Penilai
Dalam mempersiapkan laporan studi kelayakan ini kami telah bertindak secara independen, tidak ada
benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan pihak-pihak yang terlibat dengan penugasan. Kami juga
tidak mempunyai kepentingan atau keuntungan pribadi berkaitan dengan penugasan ini. Laporan studi
kelayakan ini juga tidak ditujukan untuk memberikan keuntungan atau kerugian pada pihak manapun.
Imbalan yang kami terima sama sekali tidak dipengaruhi oleh opini yang dihasilkan.
Persyaratan atas Persetujuan Publikasi
Laporan studi kelayakan ini terbuka untuk publik, kecuali terdapat informasi rahasia yang dapat
mempengaruhi operasional Perseroan. Publikasi ataupun penggunaan laporan studi kelayakan untuk
tujuan selain yang telah dinyatakan dalam maksud dan tujuan studi kelayakan serta penggunaan laporan
studi kelayakan ini oleh pihak selain dari pemberi tugas dan pengguna laporan dalam laporan studi
kelayakan ini harus dengan sepengetahuan dan persetujuan tertulis dari HMR. HMR tidak
bertanggungjawab atas tuntutan baik saat ini ataupun di masa depan terkait dengan penyalahgunaan
ataupun penggunaan sebagian atau seluruh informasi dalam laporan studi kelayakan ini untuk tujuan
selain yang telah dinyatakan sebelumnya dan bukan oleh pengguna laporan dalam laporan studi
kelayakan ini.
Kesimpulan
Berdasarkan analisis dan metodologi yang telah dilakukan, maka didapatkan kesimpulan sebagai
berikut:
1. Berdasarkan penelaahan aspek legalitas dan hukum, Perseroan telah memiliki perizinan dasar yang
memadai serta sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Rencana
Penambahan KBLI dapat dilakukan melalui penyesuaian administratif pada sistem OSS tanpa
memerlukan perizinan tambahan yang material. Selain itu, Perseroan telah didukung oleh sertifikasi
Global Recycled Standard (GRS) yang memperkuat kepatuhan terhadap standar internasional.
Dengan demikian, aspek legalitas dan hukum dinilai telah terpenuhi dan tidak menjadi kendala dalam
pelaksanaan rencana usaha Perseroan;
2. Berdasarkan analisis kelayakan pasar, Rencana Penambahan KBLI memiliki prospek yang baik dan
berkelanjutan, didukung oleh meningkatnya permintaan terhadap material plastik daur ulang serta
cakupan pasar yang luas. Strategi pemasaran yang diterapkan dinilai memadai untuk mendukung
penetrasi pasar dan menjaga stabilitas permintaan, sehingga rencana tersebut layak untuk
dilaksanakan dari aspek pasar;
3. Berdasarkan analisis kelayakan teknis, Perseroan memiliki kapasitas operasional, ketersediaan
bahan baku, serta sumber daya manusia yang memadai untuk mendukung pelaksanaan kegiatan
pemulihan material plastik. Didukung oleh fasilitas produksi yang terintegrasi, pengalaman di industri
plastik, serta pendekatan pengembangan kapasitas secara bertahap, aspek teknis dinilai layak dan
tidak terdapat kendala material yang dapat menghambat implementasi rencana usaha;
4. Berdasarkan analisis kelayakan pola bisnis, Perseroan memiliki dasar keunggulan kompetitif yang
memadai, didukung oleh pengalaman di industri, kemampuan menjaga kualitas dan kontinuitas
pasokan, serta potensi integrasi dalam rantai nilai usaha. Selain itu, kegiatan usaha ini memberikan
Laporan Studi Kelayakan PT Primadaya Plastisindo Tbk |vi
Page 8
Page 9
Page 10
DAFTAR ISI
PERNYATAAN PROFESIONAL PENILAI ...................................................................................... viii
DAFTAR ISI ................................................................................................................................ ix
DAFTAR TABEL ........................................................................................................................... xi
DAFTAR GRAFIK ........................................................................................................................ xii
DAFTAR GAMBAR ..................................................................................................................... xiii
1. LINGKUP PENUGASAN ...........................................................................................................1
1.1. Identifikasi Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan ...........................................................1
1.2. Latar Belakang Studi Kelayakan .......................................................................................1
1.3. Status Penilai .................................................................................................................2
1.4. Objek Studi Kelayakan ....................................................................................................2
1.5. Maksud dan Tujuan Studi Kelayakan ................................................................................2
1.6. Tanggal Studi Kelayakan ..................................................................................................3
1.7. Mata Uang yang Digunakan .............................................................................................3
1.8. Tingkat Kedalaman Investigasi .........................................................................................3
1.9. Hasil Inspeksi .................................................................................................................3
1.10. Asumsi dan Kondisi Pembatas .........................................................................................3
1.11. Asumsi Khusus ...............................................................................................................4
1.12. Subsequent Event ...........................................................................................................4
1.13. Metodologi Studi Kelayakan ............................................................................................4
1.14. Sumber Informasi Yang Dapat Dihandalkan .....................................................................4
1.15. Sumber Data ..................................................................................................................5
1.16. Independensi Penilai.......................................................................................................5
1.17. Persyaratan atas Persetujuan Publikasi............................................................................5
2. GAMBARAN UMUM PERSEROAN.............................................................................................7
2.1. Gambaran Umum Perseroan ...........................................................................................7
2.2. Pemegang Saham ...........................................................................................................7
2.3. Susunan Pengurus ..........................................................................................................7
2.4. Gambaran Usaha ............................................................................................................8
2.4.1. Kegiatan Usaha dan Informasi Operasional ......................................................................8
2.4.2. Analisis SWOT ................................................................................................................9
2.4.3. Ketentuan Undang-Undang Terkait Operasional ............................................................. 10
2.5. Kinerja Keuangan .......................................................................................................... 12
2.5.1. Laba Rugi Historis ......................................................................................................... 12
2.5.2. Posisi Keuangan Historis ............................................................................................... 13
2.5.3. Arus Kas Historis........................................................................................................... 15
2.5.4. Rasio Keuangan Historis................................................................................................ 16
3. ASPEK PASAR ...................................................................................................................... 18
3.1. Analisa Makro Ekonomi dan Pasar ................................................................................. 18
3.1.1. Indeks Harga Saham Gabungan ..................................................................................... 18
3.1.2. Nilai Tukar Rupiah ........................................................................................................ 18
3.1.3. Suku Bunga .................................................................................................................. 19
3.1.4. Inflasi .......................................................................................................................... 20
3.3. Tinjauan Industri Polyethylene Terephthalate (PET) ......................................................... 21
Laporan Studi Kelayakan PT Primadaya Plastisindo Tbk |ix
Page 11
3.4. Tinjauan Industri Polycarbonate .................................................................................... 22
3.5. Potensi dan Sasaran Pasar ............................................................................................ 25
3.6. Pesaing Usaha .............................................................................................................. 25
3.7. Strategi Pemasaran....................................................................................................... 26
3.8. Target Pasar ................................................................................................................. 27
3.9. Pemasok dan Pelanggan Utama .................................................................................... 27
4. ASPEK TEKNIS...................................................................................................................... 29
4.1. Kapasitas Segmen Usaha .............................................................................................. 29
4.2. Ketersediaan Bahan Baku.............................................................................................. 30
4.3. Ketersediaan Sumber Daya Manusia dan Tenaga Ahli ..................................................... 30
4.4. Proses Produksi ............................................................................................................ 30
5. ASPEK POLA BISNIS ............................................................................................................. 36
5.1. Keunggulan Kompetitif .................................................................................................. 36
5.2. Kemampuan Pesaing Meniru Produk .............................................................................. 36
5.3. Kemampuan Menciptakan Nilai ..................................................................................... 36
6. ASPEK MODEL MANAJEMEN ................................................................................................. 38
6.1. Ketersediaan Tenaga Kerja ............................................................................................ 38
6.2. Manajemen Kekayaan Intelektual .................................................................................. 39
6.3. Manajemen Risiko ........................................................................................................ 39
6.4. Kapasitas dan Kemampuan Manajemen ........................................................................ 41
6.5. Struktur Kepemilikan Saham ......................................................................................... 42
6.6. Struktur Organisasi Perseroan ....................................................................................... 44
7. ASPEK KEUANGAN ............................................................................................................... 45
7.1. Rencana Manajemen .................................................................................................... 45
7.2. Asumsi Pada Proyeksi Keuangan ................................................................................... 45
7.3. Biaya Pendirian dan Investasi ........................................................................................ 46
7.4. Biaya Operasional ......................................................................................................... 46
7.5. Biaya Bahan Baku ......................................................................................................... 46
7.6. Analisis Titik Impas (Break Even Point) ........................................................................... 47
7.7. Sumber Pendanaan ...................................................................................................... 47
7.8. Analisis Tingkat Diskonto............................................................................................... 47
7.9. Analisis Profitabilitas dan Overall Return on Investment .................................................. 49
8. KESIMPULAN ....................................................................................................................... 53
9. LAMPIRAN ........................................................................................................................... 54
10. REFERENSI ......................................................................................................................... 55
Laporan Studi Kelayakan PT Primadaya Plastisindo Tbk |x
Page 12
DAFTAR TABEL
Tabel 1. Susunan Pemegang Saham ................................................................................................... 7
Tabel 2. Ringkasan Beberapa Dokumen Perizinan dan Sertifikat ......................................................... 11
Tabel 3. Laporan Laba Rugi .............................................................................................................. 12
Tabel 4. Posisi Keuangan Historis ..................................................................................................... 13
Tabel 5. Arus Kas Historis ................................................................................................................. 15
Tabel 6. Analisis Rasio Keuangan Historis ......................................................................................... 17
Tabel 7. Informasi Konsumen Perseroan ........................................................................................... 28
Tabel 8. Komposisi Tenaga Kerja Berdasarkan Jabatan ...................................................................... 38
Tabel 9. Komposisi Tenaga Kerja Berdasarkan Tingkat Pendidikan ...................................................... 38
Tabel 10. Komposisi Tenaga Kerja Berdasarkan Usia ......................................................................... 38
Tabel 11. Asumsi Proyeksi Pendapatan Material ................................................................................ 45
Tabel 12. Asumsi Proyeksi Pendapatan Dengan dan Tanpa Rencana Penambahan KBLI ...................... 45
Tabel 13. Analisis Biaya Pendirian dan Investasi ................................................................................ 46
Tabel 14. Biaya Operasional ........................................................................................................ 46
Tabel 15. Analisis Titik Impas ........................................................................................................... 47
Tabel 16. WACC .............................................................................................................................. 49
Tabel 17. Analisis Profitabilitas Dengan Rencana Penambahan KBLI .................................................. 49
Tabel 18. Analisis Profitabilitas Tanpa Rencana Penambahan KBLI .................................................... 49
Tabel 19. Proyeksi Perubahan Modal Kerja Bersih Perseroan Dengan Penambahan KBLI ..................... 50
Tabel 20. Proyeksi Perubahan Modal Kerja Bersih Perseroan Tanpa Penambahan KBLI ....................... 50
Tabel 21. Analisis Kelayakan Investasi .............................................................................................. 51
Tabel 22. Analisis Sensitivity............................................................................................................. 52
Laporan Studi Kelayakan PT Primadaya Plastisindo Tbk |xi
Page 13
DAFTAR GRAFIK
Grafik 1. IHSG Per 31 Desember Tahun 2020 – 2025 .......................................................................... 18
Grafik 2. Pergerakan Nilai Tukar Rupiah Per 31 Desember Tahun 2020-2025 ...................................... 19
Grafik 3. Inflasi Periode Desember 2020- 2025 ................................................................................. 20
Grafik 4. Pangsa Pasar Global Polyethylene Terephlate ..................................................................... 21
Grafik 5.Pangsa Pasar Asia-Pasifik Polyethylene Terephthalate ......................................................... 21
Grafik 6. Pangsa Pasar Polyethylene Terephthalate Berdasarkan Wilayah .......................................... 22
Grafik 7. Pangsa Pasar Polyethylene Terephthalate Berdasarkan Aplikasi .......................................... 22
Grafik 8. Pangsa Pasar Global Polycarbonate ................................................................................... 23
Grafik 9. Pangsa Pasar Asia-Pasifik Polycarbonate ............................................................................ 24
Grafik 10.Pangsa Pasar Polycarbonate Berdasarkan Wilayah ............................................................ 24
Laporan Studi Kelayakan PT Primadaya Plastisindo Tbk |xii
Page 14
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1. Diagram Alir Proses Recycling PC Flakes dan Peletizing .................................................... 31
Gambar 2. Alur Kepemilikan Saham ................................................................................................. 43
Gambar 3. Struktur Organisasi Perseroan ......................................................................................... 44
Laporan Studi Kelayakan PT Primadaya Plastisindo Tbk |xiii
Page 15
1. LINGKUP PENUGASAN
1.1. Identifikasi Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan
Pemberi tugas dan pengguna laporan dalam studi kelayakan ini adalah:
Nama : PT Primadaya Plastisindo Tbk
Bidang Usaha : Industri Barang Dari Plastik Untuk Pengemasan
Alamat : Jl. Raya Pasar Kemis No. 84, Desa Sukaharja, Kecamatan Sindang Jaya,
Kabuapten Tangerang, Banten
Telepon dan Faks : (021) 5904086
E-mail : primadaya@pt-pdp.com
1.2. Latar Belakang Studi Kelayakan
Dalam rangka mendukung pengembangan kegiatan usaha yang berkelanjutan serta memperkuat posisi
Perseroan di industri plastik nasional, Perseroan berencana untuk menambahkan Klasifikasi Baku
Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2025 kode 38302, yaitu Pemulihan Material Barang Plastik, ke dalam
maksud dan tujuan serta kegiatan usaha Perseroan.
Rencana penambahan KBLI tersebut dilatarbelakangi oleh arah pengembangan kegiatan usaha
Perseroan yang mencakup aktivitas pengolahan dan pemulihan material plastik, khususnya untuk
material jenis Polycarbonate (PC) dan Polyethylene Terephthalate (PET) (dan tidak menutup
kemungkinan jenis material lainnya). Dalam praktiknya, pengolahan material PET dilakukan melalui
proses pencacahan menjadi serpihan (flakes) yang selanjutnya dipasarkan, sedangkan pengolahan
material PC dilakukan melalui proses pencacahan yang dilanjutkan dengan proses pelletizing untuk
menghasilkan bijih plastik (plastic pellets) yang kemudian dipasarkan.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari penguatan rantai nilai usaha Perseroan, dengan
mempertimbangkan optimalisasi pemanfaatan material plastik serta peningkatan efisiensi dalam proses
produksi dan pengelolaan bahan baku. Secara strategis, penambahan KBLI 38302 merupakan bagian
dari upaya Perseroan untuk memperluas ruang lingkup kegiatan usaha serta memperkuat posisi
Perseroan dalam industri plastik yang semakin mengarah pada praktik berkelanjutan. Langkah ini
memberikan fleksibilitas bagi Perseroan dalam mengembangkan lini usaha berbasis pemulihan material
plastik, sekaligus membuka peluang diversifikasi sumber pendapatan dan penciptaan nilai tambah
dalam jangka panjang.
Selain itu, pengembangan aktivitas pemulihan material plastik sejalan dengan tren industri yang
mengedepankan prinsip ekonomi sirkular, di mana pemanfaatan kembali material menjadi faktor penting
dalam menciptakan efisiensi dan keberlanjutan usaha. Material PC dan PET merupakan jenis plastik yang
memiliki karakteristik dapat didaur ulang serta nilai ekonomis yang memadai, sehingga memberikan
potensi optimalisasi nilai bagi Perseroan.
Dari perspektif operasional dan finansial, aktivitas pemulihan material plastik berpotensi memberikan
manfaat berupa peningkatan efisiensi dalam pengelolaan material, optimalisasi nilai ekonomis dari
material plastik yang diolah, serta penguatan ketahanan rantai pasok bahan baku. Selain itu, kegiatan ini
juga membuka peluang bagi Perseroan untuk mengembangkan pemanfaatan material hasil pemulihan
Laporan Studi Kelayakan PT Primadaya Plastisindo Tbk |1
Page 16
sebagai bagian dari strategi pengelolaan bahan baku di masa mendatang, dengan tetap
mempertimbangkan kebutuhan usaha dan perkembangan pasar.
Dengan mempertimbangkan keseluruhan aspek tersebut, rencana penambahan KBLI 38302 – Pemulihan
Material Barang Plastik merupakan langkah strategis Perseroan dalam mengantisipasi perkembangan
industri, memperluas ruang lingkup kegiatan usaha, serta menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan
bagi Perseroan dan seluruh pemangku kepentingan. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat
fundamental usaha Perseroan serta mendukung peningkatan kinerja keuangan dan nilai bagi pemegang
saham dalam jangka panjang.
Sehubungan dengan rencana tersebut diatas, untuk mengetahui kelayakan atas penambahan kegiatan
usaha tersebut, maka Perseroan membutuhkan studi kelayakan untuk memenuhi Peraturan Otoritas
Jasa Keuangan Republik Indonesia (“POJK”) No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan
Perubahan Kegiatan Usaha. Untuk mengetahui kelayakan atas usaha Perseroan tersebut, maka
Perseroan memerlukan Kajian dari Pihak Independen untuk melakukan analisa dan kajian serta
menyusun Laporan Studi Kelayakan. Selanjutnya manajemen Perseroan menunjuk KJPP HMR sebagai
pihak independen dalam penyusunan laporan studi kelayakan tersebut.
1.3. Status Penilai
Penilai Publik yang bertandatangan dalam laporan ini yaitu Willyams, S.E., MAPPI (Cert.), merupakan
Penilai Publik dengan Nomor Izin B-1.22.00627 dan Nomor MAPPI 13-S-04028 sebagai Rekan di KJPP
Herman Meirizki dan Rekan dengan Nomor Izin Usaha 2.14.0120, domisili Kota Jakarta Selatan dengan
wilayah kerja di seluruh Indonesia. KJPP Herman Meirizki dan Rekan merupakan KJPP resmi yang telah
mendapatkan izin dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia berdasarkan Keputusan Menteri
Keuangan No. 66/KM.1/2014 tanggal 10 Februari 2014. Kami juga telah terdaftar sebagai kantor jasa
profesi penunjang pasar modal di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Penilai telah terdaftar sebagai Profesi
Penunjang Pasar Modal (Penilai Bisnis) dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal No.
STTD.PB ‐ 57/PM.02/2023 serta terdaftar sebagai Penilai Industri Keuangan Non Bank dengan No.
296/PD.021/STTD-P/2023. Studi kelayakan dilakukan sesuai dengan Standar Penilaian Indonesia (SPI)
Edisi VII-2018 dan Edisi Revisi SPI 300, SPI 310, SPI 320, SPI 321, SPI 330, POJK 35/2020 tentang Penilaian
dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, dan POJK 17/2020 tentang Transaksi Material dan
Perubahan Kegiatan Usaha Utama serta Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (SEOJK) Nomor
17/SEOJK.04/2020.
1.4. Objek Studi Kelayakan
Objek studi kelayakan adalah kelayakan atas rencana penambahan kegiatan usaha sesuai KBLI 38302 -
Pemulihan Material Barang Plastik oleh Perseroan (selanjutnya disebut “Rencana Penambahan KBLI”).
1.5. Maksud dan Tujuan Studi Kelayakan
Maksud dan tujuan studi kelayakan ini adalah untuk memberikan pendapat kelayakan atas Rencana
Penambahan KBLI. Laporan ini disusun dalam rangka memenuhi ketentuan yang diatur dalam Peraturan
Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan
Usaha. Peraturan tersebut mensyaratkan adanya laporan studi kelayakan atas perubahan kegiatan
usaha yang disusun oleh Penilai.
Laporan Studi Kelayakan PT Primadaya Plastisindo Tbk |2
Page 17
1.6. Tanggal Studi Kelayakan
Tanggal studi kelayakan dalam laporan ini adalah tanggal 31 Desember 2025.
1.7. Mata Uang yang Digunakan
Mata uang yang digunakan dalam laporan studi kelayakan adalah Rupiah (Rp).
1.8. Tingkat Kedalaman Investigasi
HMR telah mendapatkan kesempatan untuk melakukan wawancara terutama dengan manajemen
Perseroan yang diperlukan untuk menunjang proses studi kelayakan. Kami telah melakukan wawancara
dengan Bapak Dio selaku Corporate Secretary Perseroan, serta melakukan kunjungan lapangan (site
visit) ke fasilitas pabrik Perseroan di Sukabumi yang akan digunakan dalam mendukung Rencana
Penambahan KBLI.
1.9. Hasil Inspeksi
Beberapa informasi yang didapatkan pada saat Inspeksi terkait Rencana Penambahan KBLI adalah
sebagai berikut.
• Perseroan memproduksi berbagai jenis produk, antara lain galon, jeriken, botol, sedotan, tutup botol,
tisu pembersih, dan beragam jenis housewares lainnya;
• Perseroan memiliki 3 (tiga) fasilitas pabrik untuk rencana kegiatan usaha tersebut, yaitu berlokasi di
Binjai, Lampung, dan Sukabumi;
• Proses produksi dilakukan dengan mengacu pada standar operasional yang berlaku, mulai dari
pengolahan bahan baku hingga produk akhir;
• Jumlah kapasitas produksi PC dan PET jug/gallon ± 1.200.000 unit per bulan;
• Dalam tahap awal operasional, kebutuhan tenaga kerja diperkirakan dapat dipenuhi melalui
optimalisasi sumber daya yang telah dimiliki. Namun demikian, Perseroan tetap akan memastikan
ketersediaan tenaga kerja dengan kompetensi teknis yang memadai, termasuk operator mesin,
teknisi, serta tenaga pendukung produksi.
1.10. Asumsi dan Kondisi Pembatas
Laporan studi kelayakan ini dibatasi oleh asumsi dan kondisi pembatas sebagai berikut:
1. Laporan studi kelayakan ini bersifat non-disclaimer opinion;
2. Kami telah melakukan penelaahan atas dokumen yang digunakan dalam proses studi kelayakan;
3. Data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya keakuratannya;
4. Proyeksi keuangan dibuat oleh manajemen Perseroan dengan mencerminkan kewajaran proyeksi
keuangan dan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty);
5. HMR bertanggungjawab atas pelaksanaan analisis studi kelayakan;
6. Laporan studi kelayakan ini terbuka untuk publik, kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia
yang dapat mempengaruhi operasional Perseroan;
7. HMR bertanggungjawab atas laporan studi kelayakan dan kesimpulan akhir dari laporan ini;
8. Kami telah memperoleh informasi atas status hukum Perseroan dari pemberi tugas berdasarkan
dokumen legalitas Perseroan;
9. Laporan studi kelayakan disusun berdasarkan kondisi bisnis, perekonomian, dan peraturan-
peraturan yang secara umum berlaku sampai dengan tanggal penerbitan laporan studi kelayakan ini;
10. Kami mengasumsikan bahwa setelah tanggal diterbitkannya laporan studi kelayakan tidak terjadi
perubahan apapun yang berpengaruh secara material terhadap hasil studi kelayakan. Kami tidak
Laporan Studi Kelayakan PT Primadaya Plastisindo Tbk |3
Page 18
bertanggungjawab untuk menegaskan atau memutakhirkan kembali pendapat kami atas perubahan
asumsi dan kondisi yang terjadi setelah tanggal laporan studi kelayakan ini;
11. Kami tidak melakukan due diligence atas aspek perpajakan dan aspek hukum Perseroan;
12. Analisis dalam studi kelayakan didasarkan pada keakuratan, kehandalan, dan kelengkapan data dan
informasi yang diberikan kepada kami oleh Perseroan atau pemberi tugas. Kami mengasumsikan
bahwa data dan informasi yang diberikan kepada kami adalah benar, lengkap, dan tidak
menyesatkan. Kami tidak bertanggungjawab atas kemungkinan adanya data atau informasi yang
tidak diungkapkan, ketidakakuratan dan ketidakterbukaan data atau informasi, perubahan data atau
asumsi yang dijadikan dasar studi kelayakan yang dapat mempengaruhi hasil studi kelayakan;
13. Pekerjaan kami yang berkaitan dengan studi kelayakan ini tidak merupakan dan tidak dapat
ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit, atau pelaksanaan prosedur-
prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat dimaksudkan untuk
mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan atau penyimpangan dalam
laporan keuangan, atau pelanggaran hukum.
1.11. Asumsi Khusus
Asumsi khusus yang akan digunakan merupakan asumsi khusus yang relevan dan wajar sehubungan
dengan studi kelayakan. Asumsi khusus merupakan asumsi yang berbeda dari keadaaan sebenarnya
pada tanggal studi kelayakan. Analisis akan menggunakan asumsi yang wajar untuk diterima dalam
studi kelayakan.
1.12. Subsequent Event
Dari tanggal studi kelayakan yaitu tanggal 31 Desember 2025 sampai dengan tanggal diterbitkannya
laporan ini, tidak terdapat subsequent event atau kejadian penting yang dapat mempengaruhi hasil
analisis studi kelayakan secara signifikan.
1.13. Metodologi Studi Kelayakan
Metode yang digunakan dalam menyusun laporan studi kelayakan ini adalah sebagai berikut:
• Pengumpulan data langsung dari Perseroan terkait Rencana Penambahan KBLI yang mencakup
identitas, perizinan, rencana usaha, dan data terkait lainnya;
• Melakukan Analisis Kelayakan Pasar, Analisis Kelayakan Teknis, Analisis Kelayakan Pola Bisnis,
Analisis Kelayakan Model Manajemen, dan Analisis Kelayakan Keuangan;
• Melakukan analisis kelayakan atas objek studi kelayakan dengan menggunakan indikator Net Present
Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Profitability Index (PI), dan Return on Investment (ROI);
• Memberikan Kesimpulan Hasil Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha.
1.14. Sumber Informasi Yang Dapat Dihandalkan
Studi kelayakan dapat menggunakan data atau sumber informasi tanpa melalui verifikasi terlebih dahulu
yaitu data-data sebagai berikut:
• Data beta industri dan country risk premium bersumber dari Damodaran;
• Data Obligasi Pemerintah Republik Indonesia dari PT Penilai Harga Efek Indonesia atau sumber
lainnya;
• Data Statistik Perbankan Indonesia dari Bank Indonesia atau Otoritas Jasa Keuangan;
• Data nilai tukar, inflasi, ataupun data publikasi lainnya bersumber dari Bank Indonesia;
Laporan Studi Kelayakan PT Primadaya Plastisindo Tbk |4
Page 19
• Data lainnya bersumber dari lembaga pemerintahan lainnya;
• Sumber data lainnya yang terkait dengan studi kelayakan.
1.15. Sumber Data
Dalam menyusun studi kelayakan ini, kami telah menelaah, mempertimbangkan, mengacu, atau
melaksanakan prosedur atas informasi sebagai berikut:
1. Company profile dan struktur organisasi Perseroan per 31 Desember 2025;
2. Laporan keuangan audit per 31 Desember 2025 Nomor 00060/2.0961/AU.1/04/0628-2/1/III/2026
oleh Kantor Akuntan Publik Morhan & Rekan tanggal 26 Maret 2026 dengan opini wajar tanpa
modifikasian, yang ditandatangani oleh Morhan Tirtonadi, CPA selaku penanggung jawab audit;
3. Laporan keuangan audit per 31 Desember 2024 Nomor 00043/2.0961/AU.1/04/0628-1/1/III/2025
oleh Kantor Akuntan Publik Morhan & Rekan tanggal 25 Maret 2025 dengan opini wajar tanpa
modifikasian, yang ditandatangani oleh Morhan Tirtonadi, CPA selaku penanggung jawab audit;
4. Laporan keuangan audit per 31 Desember 2023 Nomor 00070/2.0961/AU.1/04/1023-2/1/III/2024
oleh Kantor Akuntan Publik Morhan & Rekan tanggal 27 Maret 2024 dengan opini wajar tanpa
modifikasian, yang ditandatangani oleh David Kurniawan, CPA selaku penanggung jawab audit;
5. Laporan keuangan audit per 31 Desember 2022 Nomor 00056/2.0961/AU.1/04/1023-1/1/III/2023
oleh Kantor Akuntan Publik Morhan & Rekan tanggal 28 Maret 2023 dengan opini wajar tanpa
modifikasian, yang ditandatangani oleh David Kurniawan, CPA selaku penanggung jawab audit;
6. Laporan keuangan audit per 31 Desember 2021 Nomor 00015/2.0550/AU.2/04/0257-1/1VI/2022 oleh
Kantor Akuntan Publik Handoko & Suparmun tanggal 14 Juni 2022 dengan opini wajar tanpa
modifikasian, yang ditandatangani oleh Haryo Suparmun, MM., MBA., CPA., BKP selaku penanggung
jawab audit;
7. Proyeksi laporan keuangan Perseroan tahun 2026-2030 Tanpa Rencana Penambahan KBLI dan
Dengan Rencana Penambahan KBLI, yang disusun oleh manajemen Perseroan;
8. Informasi lain dari manajemen Perseroan ataupun pihak lain yang relevan dengan penugasan;
9. Data informasi pasar, ekonomi, industri berdasarkan media cetak dan elektronik yaitu website Bank
Indonesia, website Aswath Damodaran, website Penilai Harga Efek Indonesia, dan sumber informasi
lainnya yang kami anggap relevan.
1.16. Independensi Penilai
Dalam mempersiapkan laporan studi kelayakan ini kami telah bertindak secara independen, tidak ada
benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan pihak-pihak yang terlibat dengan penugasan. Kami juga
tidak mempunyai kepentingan atau keuntungan pribadi berkaitan dengan penugasan ini. Laporan studi
kelayakan ini juga tidak ditujukan untuk memberikan keuntungan atau kerugian pada pihak manapun.
Imbalan yang kami terima sama sekali tidak dipengaruhi oleh opini yang dihasilkan.
1.17. Persyaratan atas Persetujuan Publikasi
Laporan studi kelayakan ini terbuka untuk publik, kecuali terdapat informasi rahasia yang dapat
mempengaruhi operasional Perseroan. Publikasi ataupun penggunaan laporan studi kelayakan untuk
tujuan selain yang telah dinyatakan dalam maksud dan tujuan studi kelayakan serta penggunaan laporan
studi kelayakan ini oleh pihak selain dari pemberi tugas dan pengguna laporan dalam laporan studi
kelayakan ini harus dengan sepengetahuan dan persetujuan tertulis dari HMR. HMR tidak
bertanggungjawab atas tuntutan baik saat ini ataupun di masa depan terkait dengan penyalahgunaan
ataupun penggunaan sebagian atau seluruh informasi dalam laporan studi kelayakan ini untuk tujuan
Laporan Studi Kelayakan PT Primadaya Plastisindo Tbk |5
Page 20
selain yang telah dinyatakan sebelumnya dan bukan oleh pengguna laporan dalam laporan studi
kelayakan ini.
Laporan Studi Kelayakan PT Primadaya Plastisindo Tbk |6
Page 21
2. GAMBARAN UMUM PERSEROAN
2.1. Gambaran Umum Perseroan
PT Primadaya Plastisindo Tbk (“Perseroan”) didirikan berdasarkan Akta Notaris No. 36 tanggal 16
September 2005 oleh Raden Johanes Sarwono, S.H., notaris di Jakarta. Akta Pendirian tersebut telah
disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. C-
31640 HT.01.01.TH.2005 tanggal 29 November 2005. Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami
beberapa kali perubahan, terakhir berdasarkan Akta Notaris No. 17 tanggal 18 Juni 2025 oleh Bastian
Harijanto, S.H., M.Kn., mengenai perubahan alamat, maksud dan tujuan, serta kegiatan usaha
Perseroan. Perubahan ini telah mendapat pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-0041980.AH.01.02. Tahun 2025 tanggal 26 Juni
2025, dan telah diterima dan dicatat di dalam database Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Penerimaan Pemberitahuan No. AHU-
AH.01.09-0303914 tanggal 26 Juni 2025.
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan, ruang lingkup kegiatan Perseroan adalah bergerak di
bidang industri plastik untuk pengemasan, kertas, tisu, dan barang plastik lainnya, perdagangan,
aktivitas perusahaan holding dan aktivitas konsultasi manajemen. Saat ini, Perseroan menjalankan
usahanya di bidang industri manufaktur, terutama memproduksi pengemasan yang terbuat dari plastik.
Perseroan berdomisili di Jl. Pasar Kemis No. 84, Desa Sukaharja, Tangerang, Banten 15560, Indonesia.
Perseroan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 2005.
2.2. Pemegang Saham
Berdasarkan laporan keuangan Perseroan per 31 Desember 2025, pemegang saham Perseroan adalah
sebagai berikut:
Tabel 1. Susunan Pemegang Saham
Persentase
Pemegang Saham Jumlah Saham Jumlah Nominal (Rp)
Kepemilikan (%)
Tirto Angesty 40% 1.224.536.826 122.453.682.600
Lim Kim Guan 11% 336.747.730 33.674.773.000
Tsai Meng Chun 8% 244.907.430 24.490.743.000
Chan Yu Lin 8% 244.907.365 24.490.736.500
Tsai Liu Su Mei 8% 244.907.300 24.490.730.000
Sugianto Kusuma 5% 153.067.129 15.306.712.900
Lee Bee Teng 5% 153.067.120 15.306.712.000
Masyarakat dibawah 5% 15% 459.200.538 45.920.053.800
Jumlah 100,00% 3.061.341.438 306.134.143.800
Sumber: Laporan keuangan Perseroan per 31 Desember 2025
2.3. Susunan Pengurus
Susunan Direksi dan Komisaris Perseroan per 31 Desember 2025 berdasarkan Akta Notaris No. 85
tanggal 21 Juni 2023 yang dibuat di hadapan Yulia, S.H, Notaris di Jakarta Selatan adalah sebagai berikut:
Laporan Studi Kelayakan PT Primadaya Plastisindo Tbk |7
Page 22
Direksi
Direktur Utama : Kennie Angesty
Direktur : Chan Yu Lin
Direktur : Lim Kim Guan
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Tirto Angesty
Komisaris Independen : Musa Chandra
2.4. Gambaran Usaha
2.4.1. Kegiatan Usaha dan Informasi Operasional
Sesuai dengan Anggaran Dasar Perseroan Pasal 3, maksud dan tujuan Perseroan ialah berusaha dalam
bidang industri, perdagangan, aktivitas perusahaan holding, dan aktivitas konsultasi manajemen. Untuk
mencapai maksud dan tujuan tersebut, Perseroan dapat melaksanakan kegiatan usaha utama sebagai
berikut:
a. Industri Barang dari Plastik untuk Pengemasan (KBLI 22220)
Kelompok ini mencakup usaha pembuatan kemasan dari plastik, seperti tas atau kantong plastik, sak
atau karung plastik, kemasan kosmetik, kemasan film, kemasan obat, kemasan makanan dan
kemasan lainnya dari plastik (wadah, botol, boks, kotak, rak dan lain-lain);
b. Industri Barang Plastik Lainnya yang Tidak Dapat Diklasifikasikan di Tempat Lain (YTDL) (KBLI
22299)
Kelompok ini mencakup usaha pembuatan barang-barang yang belum diklasifikasikan di manapun,
seperti peralatan kantor/pendidikan, peralatan kesehatan/ laboratorium dari plastik, film atau
lembaran kertas kaca (cellophane), batu buatan dari plastik, tanda dari plastik (bukan listrik),
berbagai barang plastik, seperti tutup kepala, peralatan penyekat, bagian dari peralatan penerangan,
barang-barang kantor atau sekolah, barang-barang pakaian (jika hanya disegel atau disatukan, tidak
dijahit), perlengkapan untuk furnitur, patung, tape perekat dari plastik, kertas dinding plastik, alas
sepatu dari plastik, pegangan cerutu dan rokok dari plastik, sisir, pengeriting rambut dari plastik,
barang kesenangan dari plastik dan sebagainya. Termasuk juga pembuatan barang dari busa plastik.
Pembuatan barang-barang peralatan olahraga dimasukkan dalam kelompok 32300. Pembuatan
mainan anak- anak dari plastik dimaksukkan dalam kelompok 32402. Pembuatan tas, buku saku dan
sejenisnya dari kulit dan kulit buatan diklasifikasikan dalam kelompok 15121;
c. Perdagangan Besar Karet dan Plastik Dalam Bentuk Dasar (KBLI 46693)
Kelompok ini mencakup usaha perdagangan besar karet dan bahan plastik dalam bentuk dasar.
d. Industri Sabun dan Bahan Pembersih Keperluan Rumah Tangga (KBLI 20231)
Kelompok ini mencakup usaha pembuatan sabun (selain sabun yang tercakup dalam kelompok
20232) dalam berbagai bentuk, baik padat, bubuk, cream atau cair, industri pembuatan deterjen dan
bahan pembersih rumah tangga lainnya, seperti pembersih lantai organik; kertas, gumpalan kapas,
laken dan sebagainya yang dilapisi dengan sabun atau deterjen seperti tisue basah; gliserol mentah,
pembersih permukaan, seperti bubuk pencuci baik padat maupun cair dan deterjen, preparat pencuci
piring dan pelembut bahan pakaian; produk pembersih dan pengkilap, seperti pengharum dan
deodorant ruangan, lilin buatan dan lilin olahan (wax), pengilap dan krim untuk barang dari kulit,
pengilap dan krim untuk kayu, pengilap kaca dan logam, pasta dan bubuk gosok, termasuk kertas,
gumpalan dan lain-lain yang dilapisi dengan pasta dan bubuk penggosok;
Laporan Studi Kelayakan PT Primadaya Plastisindo Tbk |8
Page 23
Adapun kegiatan usaha penunjang Perseroan, yaitu:
a. Industri Minyak Mentah Kelapa Sawit (Crude Palm Oil) (KBLI 10431)
Kelompok ini mencakup usaha pengolahan kelapa sawit menjadi minyak mentah (crude palm
oil/CPO) yang masih perlu diolah lebih lanjut dan biasanya produk ini dipakai oleh industri lain;
b. Aktivitas Konsultasi Manajemen Lainnya (KBLI 70209)
Kelompok ini mencakup ketentuan bantuan nasihat, bimbingan dan operasional usaha dan
permasalahan organisasi dan manajemen lainnya, seperti perencanaan strategi dan organisasi;
keputusan berkaitan dengan keuangan; tujuan dan kebijakan pemasaran; perencanaan; praktik dan
kebijakan sumber daya manusia; perencanaan penjadwalan dan pengontrolan produksi. Penyediaan
jasa usaha ini dapat mencakup bantuan nasihat, bimbingan dan operasional berbagai fungsi
manajemen, konsultasi manajemen olah agronomist dan agricultural economis pada bidang
pertanian dan sejenisnya, rancangan dari metode dan prosedur akuntansi, program akuntansi biaya,
prosedur pengawasan anggaran belanja, pemberian nasihat dan bantuan untuk usaha dan pelayanan
masyarakat dalam perencanaan, pengorganisasian, efisiensi dan pengawasan, informasi manajemen
dan lain-lain. Termasuk jasa pelayanan studi investasi infrastruktur;
c. Aktivitas Perusahaan Holding (KBLI 64200)
Kelompok ini mencakup kegiatan dari perusahaan holding (holding companies), yaitu perusahaan
yang menguasai aset dari sekelompok perusahaan subsidiari dan kegiatan utamanya adalah
kepemilikan kelompok tersebut. “Holding Companies” tidak terlibat dalam kegiatan usaha
perusahaan subsidiarinya. Kegiatannya mencakup jasa yang diberikan penasihat (counsellors) dan
perunding (negotaitors) dalam merancang merger dan akuisisi perusahaan. Perseroan memiliki
fleksibilitas dalam pengolahan berbagai jenis material plastik dalam bentuk Jug PC, Preform PET,
Botol PET, Straw PP, Tutup Jug HDPE, Jeriken HDPE, Tutup Botol PP, Tisu Sanitasi Jug, dan beragam
jenis housewares lainnya sehingga tidak bergantung pada satu lini produk saja;
2.4.2. Analisis SWOT
Berikut adalah analisis SWOT Perseroan:
Kekuatan (Strength):
a. Perseroan memiliki fleksibilitas dalam pengolahan berbagai jenis material plastik dalam bentuk Jug
PC, Preform PET, Botol PET, Straw PP, Tutup Jug HDPE, Jeriken HDPE, Tutup Botol PP, Tisu Sanitasi
Juga, dan beragam jenis housewares lainnya sehingga tidak bergantung pada satu lini produk saja;
b. Perseroan merupakan pemasok bagi sejumlah merek nasional, yang mencerminkan reputasi dan
standar kualitas produk Perseroan;
c. Perseroan memiliki ISO 9001 dan FSSC 22000 yang penting untuk industri kemasan makanan dan
minuman;
d. Memiliki pengalaman di industri plastik sehingga memahami karakteristik material dan proses
produksi;
e. Potensi integrasi kegiatan daur ulang ke dalam rantai nilai usaha eksisting (meningkatkan efisiensi);
f. Fokus pada konsistensi kualitas produk sebagai dasar daya saing.
Kelemahan (Weakness);
a. Kegiatan usaha masih dalam tahap pengembangan (belum fully established);
b. Memerlukan penyesuaian fasilitas produksi dan kesiapan operasional;
c. Ketergantungan pada pemasok eksternal untuk bahan baku limbah plastik.
Laporan Studi Kelayakan PT Primadaya Plastisindo Tbk |9
Page 24
Peluang (Opportunity):
a. Konsumsi air minum kemasan dan produk siap saji di Indonesia masih tumbuh yang akan
meningkatkan demand kemasan plastik;
b. Perseroan mulai fokus pada produk PET dan recycling yang menjadi peluang besar di tengah tren
ESG;
c. Inovasi produk bernilai tambah (desain, lightweight, custom branding);
d. Diversifikasi ke sektor lain (farmasi, kosmetik, kimia) dan penambahan lini produk;
e. Peningkatan kebutuhan produk higienis dan sekali pakai;
f. Tren peningkatan permintaan material plastik daur ulang (ekonomi sirkular);
g. Kebutuhan industri terhadap bahan baku yang lebih efisien dan berkelanjutan;
h. Potensi pengembangan ke produk bernilai tambah lebih tinggi (value-added products).
Ancaman (Threats):
a. Kebijakan pemerintah dan tekanan global terhadap pengurangan plastik menyebabkan risiko
penurunan demand jangka panjang;
b. Peralihan ke kemasan biodegradable/paper-based dan perubahan regulasi terkait lingkungan dan
pengelolaan limbah;
c. Tekanan ESG dan tuntutan sustainability dari konsumen/global brand;
d. Persaingan dengan pelaku usaha daur ulang plastik skala lokal hingga besar;
e. Fluktuasi harga plastik (virgin dan recycled) yang mempengaruhi margin;
f. Ketidakstabilan pasokan bahan baku limbah plastik.
Mitigasi atas kelemahan dan ancaman yang dapat dijalankan Perseroan diantaranya yaitu:
• Melakukan implementasi secara bertahap (phased development) untuk mengurangi risiko
operasional;
• Memulai dengan kapasitas terbatas sambil melakukan evaluasi kinerja dan efisiensi proses;
• Melakukan investasi peralatan secara selektif sesuai kebutuhan produksi awal;
• Mengadopsi teknologi yang telah teruji (proven technology) untuk meminimalkan risiko kegagalan
proses;
• Membangun kemitraan jangka panjang dengan pemasok utama (offtake & supply agreement);
• Diversifikasi sumber pemasok untuk mengurangi risiko ketergantungan;
• Membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan untuk menjaga stabilitas permintaan;
• Menerapkan strategi harga yang fleksibel mengikuti kondisi pasar;
• Mengoptimalkan efisiensi biaya produksi untuk menjaga margin;
• Memastikan kepatuhan terhadap seluruh peraturan yang berlaku sejak awal operasional;
• Melakukan monitoring terhadap perkembangan regulasi secara berkala.
2.4.3. Ketentuan Undang-Undang Terkait Operasional
Berikut adalah dokumen perizinan dan sertifikat terkait operasional Perseroan:
Laporan Studi Kelayakan PT Primadaya Plastisindo Tbk |10
Page 25
Tabel 2. Ringkasan Beberapa Dokumen Perizinan dan Sertifikat
No. Dokumen Perizinan dan Sertifikat
1. Peirizinan Berusaha Berbasis Risiko Nomor Induk Berusaha: 8120107941947 oleh Menteri
Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal tanggal 14 September 2018
2. Sertifikat Global Recycled Standard (GRS) Nomor: IDF-25-908827oleh IDFL Laboratory and
Institute tanggal 18 Februari 2026-17 Februari 2027
3. Sertifikat FSSC 22000 oleh British Standards Institution tanggal 4 Februari 2025 untuk cabang
Sukabumi
4. Sertifikat ISO 9001 oleh Bureau Veritas tanggal 8 Agustus 2024 untuk cabang Tangerang
5. Sertifikat Halal oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal tanggal 16 November 2022
untuk Sema Cabang
6. Sertifikat FSSC 22000 oleh British Standards Institution tanggal 22 Agustus 2024 untuk cabang
Binjai
7. Sertifikat ISO 9001:2015 oleh Bureau Veritas tanggal 9 Juni 2023 untuk cabang Cileungsi
8. Sertifikat ISO 9001:2015 oleh PT TüV SüD Indonesia tanggal 24 Juli 2023 untuk cabang Lampung
9. Sertifikat FSSC 22000 oleh British Standards Institution tanggal 27 November 2023 untuk
cabang Solo
10. Sertifikat UN Marking oleh Kementrian Perhubungan RI tanggal 12 Desember 2024 untuk
cabang Tangerang
Sumber: manajamen Perseroan
Dalam rangka mendukung Rencana Penambahan KBLI 38302, Perseroan telah melakukan identifikasi
dan pemenuhan terhadap aspek perizinan yang diperlukan sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan yang berlaku.
Perizinan Dasar
Perseroan telah memiliki perizinan dasar yang dinilai memadai untuk mendukung kegiatan operasional,
meliputi aspek pertanahan, lokasi, dan lingkungan. Perizinan tersebut mencakup kepemilikan hak atas
tanah berupa HGB, dokumen bangunan seperti Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) atau IMB, Site Plan,
serta Sertifikat Laik Fungsi (SLF). Selain itu, dari sisi lingkungan, Perseroan telah memiliki dokumen
pengelolaan lingkungan berupa UKL-UPL, yang menjadi dasar dalam pelaksanaan kegiatan usaha yang
memperhatikan aspek lingkungan hidup.
Perizinan Berusaha
Sehubungan dengan Rencana Penambahan KBLI, Perseroan akan melakukan penyesuaian perizinan
berusaha melalui sistem OSS, yang akan diawali dengan perubahan atau penambahan KBLI dalam akta
Perseroan. Setelah proses tersebut dilakukan, penyesuaian data perizinan dalam sistem OSS akan
dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Perizinan Berusaha untuk Menunjang Kegiatan Usaha (PB UMKU)
Berdasarkan hasil identifikasi, kegiatan usaha dengan KBLI 38302 tidak memerlukan perizinan berusaha
untuk menunjang kegiatan usaha (PB UMKU) secara khusus. Dengan demikian, aspek perizinan
tambahan di luar perizinan dasar dan perizinan berusaha dinilai tidak menjadi persyaratan yang material
dalam pengembangan kegiatan usaha ini.
Laporan Studi Kelayakan PT Primadaya Plastisindo Tbk |11
Page 26
Sertifikasi
Dalam mendukung pengembangan kegiatan usaha di bidang pemulihan material plastik, Perseroan telah
memperoleh sertifikasi Global Recycled Standard yang diterbitkan oleh IDFL Laboratory and Institute.
Sertifikasi ini menunjukkan bahwa kegiatan operasional Perseroan dalam pengolahan material daur
ulang telah memenuhi standar internasional yang mencakup aspek ketertelusuran bahan baku (chain of
custody), pengendalian proses produksi, serta kepatuhan terhadap prinsip lingkungan dan sosial. Ruang
lingkup sertifikasi mencakup aktivitas perdagangan, pengolahan, dan mechanical recycling atas material
plastik pasca-konsumsi. Kepemilikan sertifikasi tersebut mencerminkan komitmen Perseroan dalam
menerapkan praktik usaha yang berkelanjutan serta meningkatkan kredibilitas produk di pasar,
khususnya bagi pelanggan yang mensyaratkan penggunaan material daur ulang yang telah tersertifikasi.
2.5. Kinerja Keuangan
Analisa kinerja keuangan Perseroan merujuk pada laporan keuangan audit sebagai berikut:
1. Laporan keuangan audit per 31 Desember 2025 Nomor 00060/2.0961/AU.1 /04/0628-2/1/III/2026
oleh Kantor Akuntan Publik Morhan & Rekan tanggal 26 Maret 2026 dengan opini wajar tanpa
modifikasian, yang ditandatangani oleh Morhan Tirtonadi, CPA selaku penanggung jawab audit;
2. Laporan keuangan audit per 31 Desember 2024 Nomor 00043/2.0961/AU.1/04/0628-1/1/III/2025
oleh Kantor Akuntan Publik Morhan & Rekan tanggal 25 Maret 2025 dengan opini wajar tanpa
modifikasian, yang ditandatangani oleh Morhan Tirtonadi, CPA selaku penanggung jawab audit;
3. Laporan keuangan audit per 31 Desember 2023 Nomor 00070/2.0961/AU.1/04/1023-2/1/III/2024
oleh Kantor Akuntan Publik Morhan & Rekan tanggal 27 Maret 2024 dengan opini wajar tanpa
modifikasian, yang ditandatangani oleh David Kurniawan, CPA selaku penanggung jawab audit;
4. Laporan keuangan audit per 31 Desember 2022 Nomor 00056/2.0961/AU.1/04/1023-1/1/III/2023
oleh Kantor Akuntan Publik Morhan & Rekan tanggal 28 Maret 2023 dengan opini wajar tanpa
modifikasian, yang ditandatangani oleh David Kurniawan, CPA selaku penanggung jawab audit;
5. Laporan keuangan audit per 31 Desember 2021 Nomor 00015/2.0550/AU.2/04/0257-1/1VI/2022
oleh Kantor Akuntan Publik Handoko & Suparmun tanggal 14 Juni 2022 dengan opini wajar tanpa
modifikasian, yang ditandatangani oleh Haryo Suparmun, MM., MBA., CPA., BKP selaku penanggung
jawab audit.
2.5.1. Laba Rugi Historis
Berikut merupakan laporan laba rugi Perseroan yang telah diaudit periode 12 bulan yang berakhir 31
Desember 2021-2025 (dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain):
Tabel 3. Laporan Laba Rugi
Audited Audited Audited Audited Audited
FY 2021 FY 2022 FY 2023 FY 2024 FY 2025
PENDAPATAN BERSIH 318.999.156.922 339.197.903.920 439.902.625.251 420.551.076.256 546.459.899.632
BEBAN POKOK PENDAPATAN (273.546.025.620) (280.404.327.248) (363.198.151.283) (350.677.401.873) (450.337.280.014)
LABA KOTOR 45.453.131.302 58.793.576.672 76.704.473.968 69.873.674.383 96.122.619.618
LABA USAHA 18.845.868.069 30.054.945.212 46.578.825.924 35.397.227.921 59.671.825.879
LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN 16.428.615.778 26.601.721.492 43.525.706.867 30.426.742.852 45.399.165.014
MANFAAT (BEBAN) PAJAK PENGHASILAN
-Kini (4.799.433.100) (6.258.703.000) (9.326.927.940) (7.239.599.620) (10.478.460.080)
-Tangguhan 455.837.439 251.925.313 (210.655.411) 649.834.816 (358.420.201)
BEBAN PAJAK PENGHASILAN - BERSIH (4.343.595.661) (6.006.777.687) (9.537.583.351) (6.589.764.804) (10.836.880.281)
LABA BERSIH TAHUN BERJALAN 12.085.020.117 20.594.943.805 33.988.123.516 23.836.978.048 34.562.284.733
Sumber: laporan keuangan audit Perseroan per 31 Desember tahun 2021-2025
Laporan Studi Kelayakan PT Primadaya Plastisindo Tbk |12
Page 27
Pendapatan Bersih
Perseroan membukukan pendapatan bersih pada tahun 2021-2025 masing-masing sebesar Rp319
miliar, Rp339,20 miliar, Rp439,90 miliar, Rp420,55 miliar, dan Rp546,46 miliar. Pendapatan Perseroan
berasal dari pendapatan galon, material, botol, jerigen, sedotan, gelas plastik, pellet plastik, tutup botol,
gelas thermo, tisu, houseware, preform, dan embos.
Beban Pokok Pendapatan
Perseroan membukukan beban pokok pendapatan pada tahun 2021-2025 masing-masing sebesar
Rp273,55 miliar, Rp280,40 miliar, Rp363,20 miliar, Rp350,68 miliar, dan Rp450,34 miliar dengan
persentase beban pokok pendapatan terhadap pendapatan pada tahun 2020-2025 masing-masing
sebesar 85,75%, 82,67%, 82,56%, 83,39%, dan 82,41%.
Laba Kotor
Perseroan membukukan laba kotor pada tahun 2021-2025 masing-masing sebesar Rp45,45 miliar
Rp58,79 miliar, Rp76,70 miliar, Rp69,87 miliar, dan Rp96,12 miliar. Rasio gross profit margin pada tahun
2021-2025 masing-masing sebesar 14,25%, 17,33%, 17,44%, 16,61%, dan 17,59%.
Laba Bersih Tahun Berjalan
Pada tahun 2021-2025 Perseroan membukukan laba bersih tahun berjalan masing-masing sebesar
Rp12,09 miliar, Rp20,59 miliar, Rp33,99 miliar, Rp23,84 miliar, dan 34,56 miliar, dengan rasio net profit
margin masing-masing sebesar 3,79%, 6,07%, 7,73%, 5,67%, dan 6,32%.
2.5.2. Posisi Keuangan Historis
Berikut merupakan laporan posisi keuangan audit Perseroan per 31 Desember 2021-2025 (dalam
Rupiah, kecuali dinyatakan lain):
Tabel 4. Posisi Keuangan Historis
Audited Audited Audited Audited Audited
31-Des-21 31-Des-22 31-Des-23 31-Des-24 31-Des-25
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 2.433.958.123 73.479.274.032 9.358.976.918 6.399.781.685 6.521.993.886
Piutang usaha - pihak ketiga - bersih 26.202.461.390 42.101.349.669 37.542.989.485 57.705.419.525 67.124.124.902
Investasi jangka pendek - - 50.000.000.000 - -
Piutang lain-lain
-Pihak berelasi 400.000.000 - - - -
-Pihak ketiga 326.732.000 547.364.658 743.423.170 75.279.600 7.877.191
Persediaan 94.217.176.867 107.123.247.999 94.254.237.704 76.324.961.901 90.635.775.888
Uang muka dan biaya dibayar di muka 6.403.539.485 3.174.579.219 4.179.906.250 5.494.434.638 6.942.350.935
Pajak dibayar di muka - - - 13.827.535.675 4.486.180.230
Jumlah Aset Lancar 129.983.867.865 226.425.815.577 196.079.533.527 159.827.413.024 175.718.303.032
ASET TIDAK LANCAR
Uang muka dan biaya dibayar di muka 1.146.371.940 5.224.509.912 6.376.479.761 12.730.612.117 6.352.519.342
Aset pajak tangguhan 1.458.459.969 1.635.039.456 1.226.022.223 1.892.765.322 907.399.124
Aset tetap - bersih 164.115.618.138 218.675.292.715 259.148.672.663 420.078.808.135 415.364.480.682
Aset hak-guna - bersih 3.477.311.844 1.096.716.742 2.173.776.817 2.273.738.701 4.303.782.370
Dana yang dibatasi penggunaannya 650.000.000 650.000.000 650.000.000 650.000.000 -
Uang jaminan - - 5.800.000 2.500.000 121.500.000
Jumlah Aset Tidak Lancar 170.847.761.891 227.281.558.825 269.580.751.464 437.628.424.275 427.049.681.518
JUMLAH ASET 300.831.629.756 453.707.374.402 465.660.284.991 597.455.837.299 602.767.984.550
Laporan Studi Kelayakan PT Primadaya Plastisindo Tbk |13
Page 28
Audited Audited Audited Audited Audited
31-Des-21 31-Des-22 31-Des-23 31-Des-24 31-Des-25
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang bank jangka pendek - 11.850.385 390.298 43.698.304.915 53.841.474.796
Utang usaha - pihak ketiga 20.745.275.533 21.066.526.603 18.267.143.862 33.466.127.358 18.177.673.239
Utang lain-lain - pihak ketga - - 568.032.450 3.719.520 -
Beban masih harus dibayar 1.951.853.862 1.953.201.820 2.384.518.061 2.923.959.201 3.542.150.188
Uang muka penjualan - - 170.107.271 137.155.430 55.955.464
Utang pajak 2.089.285.318 5.649.231.645 5.249.138.420 51.618.298 4.401.802.136
Liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo dalam waktu satu
tahun
-Utang bank 13.088.312.013 27.113.040.618 15.415.777.028 27.749.433.559 27.111.707.364
-Utang pembiayaan konsumen 539.191.817 285.464.783 254.943.360 227.172.496 350.756.615
-Liabiltas sewa 323.709.392 465.493.143 426.168.224 - 1.286.882.986
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 38.737.627.935 56.544.808.997 42.736.218.974 108.257.490.777 108.768.402.788
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas jangka panjang, setelah dikurangi bagian yang jatuh
tempo dalam waktu satu tahun:
-Utang bank 14.480.902.056 31.337.366.595 30.130.229.674 82.164.122.613 55.032.376.807
-Utang pembiayaan konsumen 144.752.889 390.265.396 243.802.581 16.630.085 734.895.464
-Liabilitas sewa 1.222.800.000 684.895.588 - - -
Liabilitas diestimasi atas imbalan kerja karyawan 6.384.640.184 7.029.552.122 6.863.141.720 7.750.108.337 5.761.500.216
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 22.233.095.129 39.442.079.701 37.237.173.975 89.930.861.035 61.528.772.487
JUMLAH LIABILITAS 60.970.723.064 95.986.888.698 79.973.392.949 198.188.351.812 170.297.175.275
EKUITAS
Modal saham 200.000.000.000 250.000.000.000 306.134.143.800 306.134.143.800 306.134.143.800
Tambahan modal disetor - 46.997.500.000 18.979.709.605 18.979.709.605 18.979.709.605
Saldo laba
-Ditentukan penggunaannya 20.000.000.000 20.000.000.000 20.000.000.000 25.000.000.000 30.000.000.000
-Belum ditentukan penggunaannya 19.246.409.600 39.841.353.405 38.988.123.516 47.628.664.510 73.609.179.761
Penghasilan komprehensif lain 614.497.092 881.632.299 1.584.915.121 1.524.967.572 3.747.776.109
JUMLAH EKUITAS 239.860.906.692 357.720.485.704 385.686.892.042 399.267.485.487 432.470.809.275
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 300.831.629.756 453.707.374.402 465.660.284.991 597.455.837.299 602.767.984.550
Sumber: laporan keuangan audit Perseroan per 31 Desember tahun 2021-2025
Kas dan Setara Kas
Perseroan mencatatkan kas dan setara kas per 31 Desember 2021-2025 masing-masing sebesar Rp2,43
miliar, Rp73,48 miliar, Rp9,34 miliar, Rp6,40 miliar, dan Rp6,52 miliar dengan rasio kas masing-masing
sebesar 0,06 kali, 1,30 kali, 0,22 kali, 0,06 kali, dan 0,06 kali.
Piutang Usaha
Perseroan mencatatkan piutang usaha per 31 Desember 2021-2025 masing-masing sebesar Rp26,20
miliar, Rp42,10 miliar, Rp37,54 miliar, Rp57,71 miliar, dan Rp67,12 miliar. Hari perputaran piutang usaha
per 31 Desember 2020-2024 dan per 30 Juni 2025 masing-masing sebesar 30 hari, 45 hari, 31 hari, 49
hari, dan 44 hari.
Persediaan
Perseroan mencatat persediaan per 31 Desember 2021-2025 masing-masing sebesar Rp94,22 miliar,
Rp107,12 miliar, Rp94,25 miliar, Rp76,32 miliar, dan Rp90,64 miliar dengan perputaran hari persediaan
masing-masing sebesar 124 hari, 138 hari, 93 hari, 78 hari, dan 72 hari.
Aset Tetap
Perseroan mencatatkan aset tetap bersih per 31 Desember 2021-2025 masing-masing sebesar Rp,
Rp164,12 miliar, Rp218,68 miliar, Rp259,15 miliar, Rp420,08 miliar, dan Rp415,36 miliar atau berkisar
54,55%, 48,20%, 55,65%, 70,31%, dan 68,91% dari total aset per 31 Desember 2021-2025. Aset tetap
Perseroan berupa tanah, bangunan, renovasi bangunan, mesin dan peralatan pabrik, peralatan kantor,
kendaraan, dan aset dalam penyelesaian.
Laporan Studi Kelayakan PT Primadaya Plastisindo Tbk |14
Page 29
Utang Usaha
Perseroan memiliki utang usaha per 31 Desember 2021-2025 masing-masing sebesar Rp20,75 milliar,
Rp21,07 miliar, Rp18,27 miliar, Rp33,47 miliar, dan Rp18,18 miliar dengan hari perputaran utang usaha
masing-masing 27 hari, 27 hari, 18 hari, 34 hari, dan 15 hari.
Total Liabilitas Jangka Pendek
Perseroan memiliki total liabilitas jangka pendek per 31 Desember 2021-2025 masing-masing sebesar
Rp38,74, Rp56,54 miliar, Rp42,74 miliar, Rp108,26 miliar, dan Rp108,77 miliar. Total liabilitas jangka
pendek Perseroan terdiri dari utang bank jangka pendek, utang usaha pihak ketiga, beban nasih harus
dibayar, uang muka penjualan, utang pajak, utang bank, utang pembiayaan konsumen, dan liabilitas
sewa.
Total Liabilitas Jangka Panjang
Perseroan memiliki total liabilitas jangka panjang per 31 Desember 2021-2025 masing-masing sebesar
Rp22,23 miliar, Rp39,44 miliar, Rp37,24 miliar, Rp89,93 miliar, dan Rp61,53 miliar. Total liabilitas jangka
panjang Perseroan terdiri dari utang bank, utang pembiayaan konsumen, liabilitas sewa, dan liabilitas
diestimasi atas imbalan kerja karyawan.
Total Ekuitas
Total ekuitas Perseroan per 31 Desember 2021-2025 masing-masing sebesar Rp239,86 miliar, Rp357,72
miliar, Rp385,69 miliar, Rp399,27 miliar, dan Rp432,47 miliar. Modal saham ditempatkan dan disetor
penuh Perseroan per 31 Desember 2021-2022 masing-masing sebesar Rp200 miliar dan Rp250 miliar,
sedangkan per 31 Desember 2023-2025 masing-masing sebesar Rp306,13 miliar.
2.5.3. Arus Kas Historis
Berikut merupakan laporan arus kas Perseroan yang telah diaudit periode 12 bulan yang berakhir 31
Desember 2021-2025 (dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain):
Tabel 5. Arus Kas Historis
Audited Audited Audited Audited Audited
FY 2021 FY 2022 FY 2023 FY 2024 FY 2025
ARUS KAS DARI (UNTUK) AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan kas dari pelanggan 319.331.931.427 323.279.551.775 444.568.623.487 399.959.619.133 536.433.424.053
Pembayaran kas kepada pemasok (308.686.203.591) (276.980.625.133) (335.240.550.897) (257.923.738.755) (395.938.100.410)
Pembayaran kepada karyawan, beban usaha dan lainnya (6.490.514.700) (20.264.270.718) (26.067.432.174) (88.178.810.548) (76.557.179.013)
Penerimaan bunga 46.608.288 380.154.453 707.768.505 467.924.897 94.810.849
Pembayaran bunga (3.714.076.227) (3.825.804.807) (10.446.620.369) (4.564.937.296) (13.085.947.001)
Pembayaran pajak penghasilan (3.574.197.422) (5.296.105.142) (5.390.384.760) (12.573.305.905) (6.501.843.017)
Pembayaran bunga atas liabilitas sewa (294.240.630) (100.679.339) (29.311.172) (29.831.776) -
Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Operasi (3.380.692.855) 17.192.221.089 68.102.092.620 37.156.919.750 44.445.165.461
ARUS KAS DARI (UNTUK) AKTIVITAS INVESTASI
Penarikan dana yang dibatasi penggunaannya - - - - 650.000.000
Penerimaan dari penjualan aset tetap - - 181.081.082 350.000.000 251.351.351
Perolehan aset tetap (29.607.308.726) (69.392.496.935) (53.915.435.971) (173.645.765.720) (14.990.527.790)
Penempatan atas uang muka pembelian aset tetap - (4.078.137.974) (5.876.801.181) (12.708.264.712) (6.063.193.170)
Penerimaan dari investasi jangka pendek - - (50.000.000.000) 50.000.000.000 -
Kas Bersih Digunakan Untuk Aktivitas Investasi (29.607.308.726) (73.470.634.909) (109.611.156.070) (136.004.030.432) (20.152.369.609)
Laporan Studi Kelayakan PT Primadaya Plastisindo Tbk |15
Page 30
Audited Audited Audited Audited Audited
FY 2021 FY 2022 FY 2023 FY 2024 FY 2025
ARUS KAS DARI (UNTUK) AKTIVITAS PENDANAAN
Utang bank jangka pendek
-Penerimaan 166.908.382.995 73.672.185.800 28.421.165.143 280.939.642.627 566.951.059.898
-Pembayaran (169.516.999.259) (42.790.992.656) (28.432.625.230) (237.241.728.010) (556.807.890.017)
Utang bank jangka pendek
-Penerimaan - 16.000.000.000 35.000.000.000 102.473.620.321 -
-Pembayaran - (15.988.149.615) (47.904.400.511) (38.106.070.851) (27.769.472.001)
Pembayaran dividen - - (6.725.000.000) (10.196.437.054) (3.581.769.482)
Pembayaran pokok liabilitas sewa (2.728.559.370) (396.120.661) (2.616.988.828) (1.726.168.224) (2.675.777.778)
Pembayaran utang pembiayaan konsumen (938.119.439) (570.693.139) (353.384.238) (254.943.360) (286.734.271)
Kenaikan modal saham - 50.000.000.000 - - -
Tambahan modal disetor dari penawaran umum perdana - 50.000.000.000 - - -
Pembayaran biaya emisi saham - (3.002.500.000) - - -
Penurunan piutang lain-lain - pihak berelasi - 400.000.000 - - -
Penambahan setoran pemegang saham 38.200.000.000 - - - -
Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk) Aktivitas 31.924.704.927 127.323.729.729 (22.611.233.664) 95.887.915.449 (24.170.583.651)
Pendanaan
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN SETARA KAS (1.063.296.654) 71.045.315.909 (64.120.297.114) (2.959.195.233) 122.212.201
KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN 3.497.254.777 2.433.958.123 73.479.274.032 9.358.976.918 6.399.781.685
KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN 2.433.958.123 73.479.274.032 9.358.976.918 6.399.781.685 6.521.993.886
Sumber: laporan keuangan audit 31 Desember tahun 2021-2025
Arus Kas Aktivitas Operasi
Perseroan membukukan arus kas positif dari aktivitas operasi untuk periode 12 bulan yang berakhir 31
Desember 31 dari 2021 - 2025. Arus kas dari aktivitas operasi yang digunakan untuk periode 31 Desember
2021 sebesar Rp3,38 miliar, sedangan arus kas yang dihasilkan oleh Perseroan untuk periode 31
Desember 2022 - 2025 masing-masing sebesar Rp17,19 miliar, Rp68,10 miliar, Rp37,16 miliar, dan
Rp44,45 miliar.
Arus Kas Aktivitas Investasi
Selama periode 12 bulan yang berakhir 31 Desember 2021 – 2025 perseroan mencatat arus kas yang
digunakan dalam aktivitas investasi masing-masing sebesar Rp29,61 miliar, Rp73,47 miliar, Rp109,61
miliar, Rp136 miliar, dan Rp20,15 miliar.
Arus Kas Aktivitas Pendanaan
Selama periode 12 bulan yang berakhir 31 Desember 2021, 2022, dan 2024 Perseroan mencatat arus kas
yang dihasilkan dalam aktivitas pendanaan sebesar Rp31,92 miliar, Rp127,32 miliar, dan Rp95,89 miliar.
Untuk periode 12 bulan yang berakhir 31 Desember 2023 dan 2025 Perseroan mencatat arus kas yang
digunakan masing-masing sebesar Rp22,61 miliar dan Rp24,17 miliar.
2.5.4. Rasio Keuangan Historis
Likuiditas
Rasio likuiditas dihitung berdasarkan perbandingan antara aset lancar dibandingkan dengan liabilitas
lancar, yang mencerminkan kemampuan Perseroan dalam memenuhi liabilitas jangka pendeknya. Rasio
lancar Perseroan periode 12 bulan yang berakhir 31 Desember 2021-2025 masing-masing sebesar 3,36
kali, 4,00 kali, 4,59 kali, 1,48 kali, dan 1,62 kali. Rasio kas Perseroan periode 12 bulan yang berakhir 31
Desember 2021-2025 masing-masing sebesar 0,06 kali, 1,30 kali, 0,22 kali, 0,06 kali, dan 0,06 kali. Rasio
cepat Perseroan periode 12 bulan yang berakhir 31 Desember 2021-2025 masing-masing sebesar 0,92
kali, 2,11 kali, 2,38 kali, 0,77 kali, dan 0,78, kali.
Laporan Studi Kelayakan PT Primadaya Plastisindo Tbk |16
Page 31
Profitabilitas
Rasio profitabilitas adalah rasio atau perbandingan untuk mengetahui kemampuan Perseroan untuk
mendapatkan laba dari pendapatan, aset, dan ekuitas berdasarkan dasar pengukuran tertentu. Rata-rata
marjin laba (rugi) kotor Perseroan periode 12 bulan yang berakhir 31 Desember 2021-2025 adalah
sebesar 16,64%%. Sementara itu, rata-rata marjin laba (rugi) bersih yang berhasil dicapai Perseroan
periode 12 bulan yang berakhir 31 Desember 2021-2025 adalah sebesar 5,92%.
Aktivitas
Berdasarkan analisis atas rasio aktivitas Perseroan periode 12 bulan yang berakhir 31 Desember 2021-
2025 rata-rata hari perputaran piutang usaha di 40 hari, hari perputaran utang usaha di 24 hari, dan hari
perputaran persediaan di 101 hari.
Solvabilitas
Rasio solvabilitas adalah rasio yang digunakan untuk menilai kemampuan Perseroan dalam membayar
seluruh utangnya baik utang jangka pendek maupun utang jangka panjang. Perseroan memiliki rata-rata
debt to asset ratio periode 12 bulan yang berakhir 31 Desember 2021-2025 di 16,38% dan rata-rata debt
to equity ratio sebesar 22,37%.
Tabel 6. Analisis Rasio Keuangan Historis
Audited Audited Audited Audited Audited Average
FY2021 FY2022 FY2023 FY2024 FY2025 Historis
LIQUIDITY RATIOS
Current ratio 3,36 4,00 4,59 1,48 1,62 3,01
Quick ratio 0,92 2,11 2,38 0,77 0,78 1,39
Cash ratio 0,06 1,30 0,22 0,06 0,06 0,34
PROFITABILITY RATIOS
Gross profit margin 14,25% 17,33% 17,44% 16,61% 17,59% 16,64%
Net profit margin 3,79% 6,07% 7,73% 5,67% 6,32% 5,92%
ACTIVITY RATIOS
Acc. Receivable turnover 12 8 12 7 8 9
Inventory turnover 3 3 4 5 5 4
Acc. Payable turnover 13 13 20 10 25 16
Days of Acc. Receivable 30 45 31 49 44 40
Days of Inventory 124 138 93 78 72 101
Days of Acc. Payable 27 27 18 34 15 24
SOLVENCY RATIOS
Debt to Equity 0,12 0,17 0,12 0,39 0,32 22,37%
Debt to Assets 0,10 0,13 0,10 0,26 0,23 16,38%
Sumber: laporan keuangan audit Perseroan per 31 Desember tahun 2021-2025 (diolah)
Laporan Studi Kelayakan PT Primadaya Plastisindo Tbk |17
Page 32
3. ASPEK PASAR
3.1. Analisa Makro Ekonomi dan Pasar
3.1.1. Indeks Harga Saham Gabungan
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan akhir Desember ditutup di level 8.646,94.
Berdasarkan data RTI Business, pergerakan saham menunjukkan 346 saham mengalami penguatan, 317
saham melemah, dan 146 saham bergerak stagnan. Aktivitas perdagangan mencatatkan volume sebesar
39,54 miliar saham dengan frekuensi transaksi sebanyak 2,60 juta kali dan nilai transaksi mencapai Rp
20,61 triliun. Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, tercatat sebanyak tujuh sektor mengalami penguatan,
dengan kinerja terbaik ditunjukkan oleh sektor infrastruktur yang meningkat sebesar 2,30%. Penguatan
tersebut diikuti oleh sektor barang konsumen non-primer yang naik 2,12% serta sektor industri yang
mencatatkan kenaikan sebesar 0,71%. Sementara itu, empat sektor lainnya mengalami pelemahan,
dengan sektor kesehatan mencatatkan penurunan terdalam sebesar 1,81%. Pelemahan juga terjadi
pada sektor barang baku dan sektor teknologi yang masing-masing terkoreksi sebesar 0,84% dan 0,47%.
Sepanjang tahun 2025 hingga 29 Desember 2025, IHSG mencatatkan kinerja positif dengan
pertumbuhan sebesar 22,10% secara year-to-date dan ditutup di level 8.644,26, serta beberapa kali
mencapai level tertinggi sepanjang masa (all-time high). Sejalan dengan penguatan indeks tersebut,
kapitalisasi pasar juga tercatat telah melampaui target yang ditetapkan dalam roadmap pengembangan
pasar modal. Berikut pergerakan IHSG akhir bulan Desember tahun 2020-2025:
Grafik 1. IHSG Per 31 Desember Tahun 2020 – 2025
IHSG
9.000,00
8.646,94
8.700,00
8.400,00
8.100,00
7.800,00
7.500,00 7.323,59
7.200,00
6.900,00
6.850,62 7.079,90
6.600,00
6.300,00 6.581,48
6.000,00
5.700,00 5.979,07
5.400,00
2020 2021 2022 2023 2024 2025
Close Price
Sumber: Yahoo Finance
3.1.2. Nilai Tukar Rupiah
Kurs tengah Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat pada 31 Desember 2025 berada pada level
Rp16.782,00. Berikut pergerakan nilai tukar kurs tengah Rupiah dari Desember 2020-2025:
Laporan Studi Kelayakan PT Primadaya Plastisindo Tbk |18
Page 33
Grafik 2. Pergerakan Nilai Tukar Rupiah Per 31 Desember Tahun 2020-2025
Kurs Tengah BI
17.000,00
16.500,00 16.162,00 16.782,00
16.000,00 15.731,00
15.500,00
15.000,00 15.439,00
14.500,00 14.105,00
14.000,00 14.269,00
13.500,00
13.000,00
12.500,00
2020 2021 2022 2023 2024 2025
Kurs Tengah BI/ BI Middle Rate
Sumber: Bank Indonesia
3.1.3. Suku Bunga
Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang diselenggarakan pada 16–17 Desember 2025
memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate pada level 4,75%, suku bunga Deposit Facility sebesar
3,75%, serta suku bunga Lending Facility sebesar 5,50%. Kebijakan tersebut sejalan dengan upaya Bank
Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah di tengah masih tingginya ketidakpastian global,
sekaligus memperkuat efektivitas transmisi pelonggaran kebijakan moneter dan makroprudensial yang
telah diterapkan guna menopang stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Ke depan, Bank Indonesia akan terus mengevaluasi peluang penurunan lanjutan suku bunga BI-Rate
dengan mempertimbangkan proyeksi inflasi tahun 2026 yang tetap terkendali dalam sasaran 2,5±1%,
serta kebutuhan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi. Pelonggaran kebijakan
makroprudensial juga diperkuat melalui peningkatan efektivitas penyaluran likuiditas kepada perbankan
guna mempercepat penurunan suku bunga dan mendorong pertumbuhan kredit atau pembiayaan ke
sektor riil, khususnya sektor-sektor prioritas Pemerintah. Sementara itu, kebijakan sistem pembayaran
tetap diarahkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif melalui perluasan penggunaan
pembayaran digital, penguatan struktur industri sistem pembayaran, serta peningkatan ketahanan
infrastruktur sistem pembayaran.
Selain itu, Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi kebijakan dengan Komite Stabilitas Sistem
Keuangan (KSSK) dalam rangka menjaga stabilitas sistem keuangan. Sinergi kebijakan antara Bank
Indonesia dan Pemerintah juga semakin ditingkatkan guna menjaga stabilitas serta mendorong
pertumbuhan ekonomi yang selaras dengan agenda Asta Cita Pemerintah.
Pertumbuhan ekonomi global pada tahun 2025 diperkirakan berada di kisaran 3,2%, didorong oleh
penguatan ekonomi Jepang dan India yang didukung oleh konsumsi rumah tangga serta kebijakan
stimulus fiskal. Prospek ekonomi kawasan Eropa dipandang tetap solid seiring dukungan konsumsi,
investasi, dan kondisi pasar tenaga kerja yang relatif baik. Di sisi lain, perekonomian Amerika Serikat (AS)
Laporan Studi Kelayakan PT Primadaya Plastisindo Tbk |19
Page 34
pada 2025 diperkirakan mengalami perlambatan akibat dampak sementara penghentian operasional
pemerintah serta melemahnya pasar tenaga kerja, sementara pertumbuhan ekonomi Tiongkok juga
diprakirakan terus melambat seiring masih lemahnya permintaan domestik.
Pada tahun 2026, pertumbuhan ekonomi global diproyeksikan menurun menjadi sekitar 3,0%,
dipengaruhi oleh dampak lanjutan kebijakan tarif resiprokal Amerika Serikat serta meningkatnya
kerentanan rantai pasok global. Di pasar keuangan global, suku bunga acuan The Federal Reserve (Fed
Funds Rate) diturunkan sebesar 25 basis poin pada Desember 2025, dengan ruang penurunan yang
semakin terbatas ke depan. Imbal hasil US Treasury tenor 2 tahun cenderung meningkat, sementara yield
tenor 10 tahun tetap berada pada level tinggi sejalan dengan tingginya beban utang Pemerintah AS.
Kondisi tersebut menyebabkan indeks dolar AS (DXY) bertahan tinggi dan membatasi aliran modal asing
ke negara berkembang.
Ke depan, tingkat ketidakpastian perekonomian global diperkirakan tetap tinggi di tengah prospek
pertumbuhan ekonomi dunia yang masih terbatas. Oleh karena itu, diperlukan kewaspadaan serta
penguatan respons kebijakan guna meningkatkan ketahanan ekonomi domestik terhadap dampak
pengaruh global sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat.
3.1.4. Inflasi
Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada bulan Desember 2025 berada pada angka 2,92%. Berdasarkan
Grafik 3, tingkat inflasi cenderung mengalami peningkatan signifikan dari tahun 2020 hingga ke 2022,
tetapi pada tahun 2023 mengalami penurunan yang disebabkan penurunan pada komponen inti
penyumbang inflasi. Pada tahun 2024, inflasi kembali turun dibandingkan dengan tahun 2023 karena
melandainya harga pokok pangan. Inflasi pada 31 Desember 2025 meningkat 2,92% akibat kenaikan
harga pangan serta kenaikan harga emas, BBM, dan tarif transportasi udara. Berikut merupakan Grafik
inflasi bulan Desember tahun 2020-2025:
Grafik 3. Inflasi Periode Desember 2020- 2025
Inflasi
6,00% 5,51%
5,00%
4,00%
3,00% 2,92%
2,61%
2,00%
1,87%
1,68% 1,57%
1,00%
0,00%
Des-20 Des-21 Des-22 Des-23 Des-24 Des-25
Sumber: Bank Indonesia
Laporan Studi Kelayakan PT Primadaya Plastisindo Tbk |20
Page 35
3.3. Tinjauan Industri Polyethylene Terephthalate (PET)
Polyethylene Terephthalate (PET) merupakan polimer termoplastik dari keluarga poliester yang memiliki
peran krusial dalam ekonomi global. PET digunakan sebagai bahan baku industri kemasan, terutama
untuk botol minuman, kemasan makanan, dan serat tekstil. PET bukan sekadar bahan plastik, melainkan
komoditas strategis yang kinerjanya sangat dipengaruhi oleh fluktuasi harga minyak mentah dan tren
keberlanjutan.
Grafik 4. Pangsa Pasar Global Polyethylene Terephlate
60,00 5,00%
4,50%
50,00
4,00%
3,50%
40,00
USD Billion
3,00%
30,00 2,50%
2,00%
20,00
1,50%
1,00%
10,00
0,50%
0,00 0,00%
Pangsa Pasar Pertumbuhan
Sumber: Precedence Research
Permintaan global terhadap Polyethylene Terephthalate pada tahun 2025 diperkirakan bernilai 33,90
miliar USD dan diperkirakan akan diproyeksikan sekitar 51,03 miliar USD pada tahun 2035 dengan tingkat
pertumbuhan (CAGR) sebesar 4,42% selama periode 2026 sampai dengan 2035. Pertumbuhan ini
menandakan adanya permintaan yang stabil di pasar global, kemungkinan besar didorong oleh industri
pengemasan (seperti botol minuman) dan tekstil.
Grafik 5.Pangsa Pasar Asia-Pasifik Polyethylene Terephthalate
25,00 6,00%
20,00 5,00%
4,00%
USD Billion
15,00
3,00%
10,00
2,00%
5,00 1,00%
0,00 0,00%
Pangsa Pasar Pertumbuhan
Sumber: Precedence Research
Laporan Studi Kelayakan PT Primadaya Plastisindo Tbk |21
Page 36
Sedangkan permintaan pasar asia-pasifik terhadap Polyethylene Terephthalate pada tahun 2025
diperkirakan bernilai 13,57 miliar USD dan diperkirakan diproyeksikan mencapai 21,25 miliar USD pada
tahun 2035 dengan tingkat perumbuhan (CAGR) sebesar 4,60% selama periode 2026 sampai 2035.
Pasar PET di Asia Pasifik tidak hanya stabil, tetapi juga tumbuh lebih cepat daripada pasar global.
Grafik 6. Pangsa Pasar Polyethylene Terephthalate Berdasarkan Wilayah
3%
5%
Asia Pacific
North America
23% 41%
Europe
Latin America
28%
Middle East & Africa
Sumber: Precedence Research
Asia-Pasifik sendiri memiliki sekitar 41% pangsa pasar, menjadi pangsa pasar terbesar diikuti dengan
Amerika Utara yang menempati posisi kedua dengan pangsa pasar 28%, Eropa yang mimiliki 23% pangsa
pasar, Amerika Latin memiliki 5% pangsa pasar, dan yag terakhir Timur Tengah dan Afrika yang memiliki
3% pangsa pasar.
Grafik 7. Pangsa Pasar Polyethylene Terephthalate Berdasarkan Aplikasi
4% Packaging
20%
Film & Sheets
76% Others
Sumber: Precedence Research
Pangsa Pasar Polyethylene Terephthalate berdasarkan penggunaannya di tempati oleh Kemasan sebagai
posisi pertama dengan persensatase 76%, diikuti oleh Film & Lembaran Plastik dengan pangsa pasar
20% dan pada posisi terakhir yaitu penggunaan lainnya dengan pangsa pasar 4%.
3.4. Tinjauan Industri Polycarbonate
Polikarbonat merupakan salah satu jenis plastik termoplastik yang memiliki karakteristik utama berupa
kekuatan mekanik tinggi, transparansi optik yang baik, serta ketahanan terhadap suhu dan benturan.
Laporan Studi Kelayakan PT Primadaya Plastisindo Tbk |22
Page 37
Material ini termasuk dalam kelompok plastik teknik yang banyak digunakan pada berbagai sektor
industri.
Dari sisi sifat fisik, polikarbonat memiliki kejernihan menyerupai kaca namun dengan bobot yang lebih
ringan dan daya tahan yang jauh lebih tinggi terhadap benturan. Selain itu, material ini memiliki stabilitas
dimensi yang baik serta mampu mempertahankan performanya pada rentang suhu yang relatif tinggi,
sehingga sesuai untuk aplikasi yang membutuhkan ketahanan terhadap panas.
Dalam konteks industri, polikarbonat banyak dimanfaatkan pada produk-produk seperti kemasan
tertentu, komponen elektronik, otomotif, alat kesehatan, serta material konstruksi (misalnya lembaran
transparan untuk atap atau pelindung). Keunggulan tersebut menjadikan polikarbonat sebagai salah satu
bahan baku strategis dalam industri manufaktur plastik bernilai tambah.
Namun demikian, penggunaan polikarbonat juga perlu mempertimbangkan aspek regulasi dan
kesehatan, khususnya terkait kandungan Bisphenol A (BPA) pada beberapa jenis produk, sehingga
penerapannya harus memenuhi standar keamanan yang berlaku. Secara keseluruhan, polikarbonat
merupakan material dengan nilai ekonomi tinggi yang mendukung efisiensi produksi dan inovasi produk,
serta berkontribusi terhadap peningkatan kualitas dan daya saing industri plastik.
Grafik 8. Pangsa Pasar Global Polycarbonate
45,00 9,00%
40,00 8,00%
35,00 7,00%
30,00 6,00%
USD Billion
25,00 5,00%
20,00 4,00%
15,00 3,00%
10,00 2,00%
5,00 1,00%
0,00 0,00%
Pangsa Pasar Pertumbuhan
Sumber: Precedence Research
Permintaan global terhadap Polycarbonate pada tahun 2025 diperkirakan bernilai 24,01 miliar USD dan
diperkirakan akan diproyeksikan sekitar 40,04 miliar USD pada tahun 2035 dengan tingkat pertumbuhan
(CAGR) sebesar 5,09% selama periode 2026 sampai dengan 2035.
Laporan Studi Kelayakan PT Primadaya Plastisindo Tbk |23
Page 38
Grafik 9. Pangsa Pasar Asia-Pasifik Polycarbonate
25,00 8,00%
7,00%
20,00
6,00%
USD Billion 15,00 5,00%
4,00%
10,00 3,00%
2,00%
5,00
1,00%
0,00 0,00%
Pangsa Pasar Pertumbuhan
Sumber: Precedence Research
Sedangkan permintaan pasar Asia-Pasifik terhadap Polycarbonate pada tahun 2025 diperkirakan bernilai
12,73 miliar USD dan diperkirakan diproyeksikan mencapai 21,48 miliar USD pada tahun 2035 dengan
tingkat perumbuhan (CAGR) sebesar 5,23% selama periode 2026 sampai 2035.
Grafik 10.Pangsa Pasar Polycarbonate Berdasarkan Wilayah
3%
4% Asia Pacific
18% North America
Europe
53%
Latin America
22%
Middle East & Africa
Sumber: Precedence Research
Asia-Pasifik sendiri memiliki sekitar 53% pangsa pasar, menjadi pangsa pasar terbesar diikuti dengan
Amerika Utara yang menempati posisi kedua dengan pangsa pasar 22%, Eropa yang mimiliki 18% pangsa
pasar, Amerika Latin memiliki 4% pangsa pasar, dan yang terakhir Timur Tengah dan Afrika yang memiliki
3 % pangsa pasar.
Laporan Studi Kelayakan PT Primadaya Plastisindo Tbk |24
Page 39
3.5. Potensi dan Sasaran Pasar
Sehubungan dengan Rencana Penambahan KBLI, Perseroan memandang bahwa potensi pasar untuk
produk hasil pemulihan material plastik, khususnya Polyethylene Terephthalate (PET) dan Polycarbonate
(PC), menunjukkan prospek yang cukup baik dan berkelanjutan. Permintaan terhadap material plastik
daur ulang didorong oleh kebutuhan industri akan alternatif bahan baku yang lebih efisien dari sisi biaya
serta meningkatnya perhatian terhadap aspek keberlanjutan lingkungan. Produk hasil pemulihan berupa
PET flakes dan PC pellets merupakan bahan antara (intermediate materials) yang digunakan oleh
berbagai sektor industri, sehingga memiliki basis permintaan yang relatif luas dan tidak terfokus pada
satu segmen tertentu. Dengan mempertimbangkan kondisi tersebut, Perseroan menilai bahwa peluang
pasar masih terbuka, khususnya bagi pelaku usaha yang mampu menyediakan produk dengan kualitas
yang konsisten dan pasokan yang andal. Pengembangan pasar direncanakan dilakukan secara bertahap
dengan mempertimbangkan kondisi permintaan domestik serta potensi pasar ekspor.
Dari sisi sasaran pasar, Perseroan menargetkan pelaku industri pengolahan plastik lanjutan sebagai
konsumen utama, baik di pasar domestik maupun dengan mempertimbangkan peluang ekspor. Target
pasar mencakup perusahaan manufaktur yang memanfaatkan material daur ulang sebagai bagian dari
proses produksi, baik untuk efisiensi biaya maupun untuk memenuhi tuntutan penggunaan material
ramah lingkungan.
3.6. Pesaing Usaha
Perseroan akan menghadapi persaingan dari pelaku usaha yang bergerak di bidang pengolahan dan
pemulihan material plastik, baik pada skala lokal, nasional, maupun internasional. Persaingan usaha
pada sektor ini umumnya ditentukan oleh beberapa faktor utama, antara lain harga, kualitas produk,
kapasitas produksi, serta kontinuitas pasokan. Selain itu, pelaku usaha dengan teknologi pengolahan
yang lebih maju cenderung memiliki keunggulan dalam menghasilkan produk dengan spesifikasi yang
lebih tinggi. Meskipun demikian, Perseroan menilai bahwa peluang untuk bersaing tetap terbuka,
terutama dengan mengedepankan efisiensi operasional, pengendalian kualitas, serta pengembangan
hubungan usaha dengan pelanggan. Perseroan bergerak pada aktivitas pemulihan material plastik akan
bersaing dengan beberapa perusahaan sejenis, yaitu:
1. PT Namasindo Plas
Merupakan perusahaan yang bergerak di bidang produksi kemasan plastik, khususnya botol PET untuk
industri makanan dan minuman. Perusahaan ini memiliki posisi yang kuat di industri kemasan dan
berpotensi mengembangkan integrasi ke arah penggunaan material daur ulang (PET), sehingga dapat
menjadi pesaing dalam hal pemanfaatan maupun pengolahan material PET.
2. PT Veolia Services Indonesia
Bagian dari grup global Veolia yang bergerak di bidang pengelolaan limbah dan solusi lingkungan.
Perusahaan ini memiliki kapabilitas dalam pengolahan limbah, termasuk limbah plastik, dengan
pendekatan teknologi dan skala operasional yang relatif besar. Keunggulan Veolia terletak pada
pengalaman internasional dan sistem pengelolaan limbah terintegrasi.
3. PT Tridi Oasis Group
Merupakan salah satu pelaku utama di industri daur ulang plastik di Indonesia, khususnya dalam
pengolahan botol PET menjadi flakes berkualitas ekspor. Perusahaan ini telah memiliki fasilitas
Laporan Studi Kelayakan PT Primadaya Plastisindo Tbk |25
Page 40
produksi yang terintegrasi dan jaringan pasar internasional, sehingga menjadi pesaing langsung
dalam segmen PET recycling.
4. PT Kahatex
Kahatex Group merupakan perusahaan tekstil terintegrasi yang juga mengembangkan kegiatan daur
ulang plastik, khususnya PET, untuk diolah menjadi serat polyester. Dengan integrasi hulu-hilir,
perusahaan ini memiliki keunggulan dalam captive market dan efisiensi penggunaan bahan baku daur
ulang.
5. PT Indonesia Fibreboard Industry Tbk
Perusahaan ini pada dasarnya bergerak di industri panel kayu, namun memiliki potensi atau
pengembangan pada segmen berbasis material daur ulang. Dalam konteks tertentu, keterlibatan
pada pengolahan material dapat menjadikannya sebagai pesaing tidak langsung, terutama dalam
pemanfaatan material berbasis limbah.
3.7. Strategi Pemasaran
Dalam menjalankan kegiatan usahanya, Perseroan menerapkan strategi pemasaran berbasis business-
to-business (B2B) yang berfokus pada pemenuhan kebutuhan pelanggan korporasi serta optimalisasi
penetrasi pasar. Strategi ini tidak hanya menitikberatkan pada transaksi penjualan, tetapi juga pada
pengembangan hubungan usaha jangka panjang, konsistensi kualitas produk, serta fleksibilitas dalam
memenuhi kebutuhan pelanggan. Adapun strategi yang akan diterapkan antara lain:
1. Penjualan kepada Brand Owner
Perseroan menjalin kerja sama langsung dengan pemilik merek (brand owner) melalui skema
produksi berbasis pesanan (made-to-order). Dalam pendekatan ini, desain, spesifikasi, dan standar
kualitas produk disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pelanggan. Strategi ini memberikan
nilai tambah berupa:
• Peningkatan kepuasan pelanggan melalui produk yang customized;
• Terbentuknya hubungan usaha jangka panjang (long-term business relationship);
• Stabilitas permintaan melalui kontrak atau pesanan berulang.
Pendekatan ini juga sejalan dengan fokus Perseroan dalam membangun kemitraan strategis yang
berkelanjutan dengan pelanggan utama.
2. Penjualan melalui Pasar Bebas
Selain melayani brand owner, Perseroan juga memasarkan produk ke pasar bebas dengan
karakteristik produk yang bersifat umum (standardized) dan tanpa merek (unbranded). Dalam skema
ini, Perseroan memiliki fleksibilitas dalam menentukan desain dan spesifikasi produk. Manfaat dari
pendekatan ini antara lain:
• Memperluas jangkauan pasar ke berbagai segmen pelanggan;
• Meningkatkan fleksibilitas produksi dan pengelolaan kapasitas;
• Mengurangi ketergantungan pada pelanggan tertentu melalui diversifikasi pasar.
3. Penguatan Hubungan Usaha dan Kualitas Produk
Dalam mengembangkan pasar, Perseroan berfokus pada pembangunan hubungan usaha jangka
panjang dengan pelanggan melalui pendekatan B2B yang berkelanjutan. Hal ini didukung oleh
komitmen Perseroan dalam menjaga kualitas produk yang konsisten sesuai standar yang ditetapkan.
Laporan Studi Kelayakan PT Primadaya Plastisindo Tbk |26
Page 41
Konsistensi kualitas menjadi faktor kunci dalam mempertahankan kepercayaan pelanggan, sekaligus
meningkatkan peluang repeat order dan loyalitas pelanggan.
4. Fleksibilitas dan Pemanfaatan Jaringan Industri
Perseroan juga mengedepankan fleksibilitas dalam memenuhi kebutuhan pelanggan, baik dari sisi
desain, volume, maupun spesifikasi teknis. Fleksibilitas ini menjadi keunggulan kompetitif dalam
menghadapi dinamika permintaan pasar. Selain itu, Perseroan berupaya mengoptimalkan
pemanfaatan jaringan industri yang telah dimiliki, baik melalui relasi bisnis, mitra usaha, maupun
ekosistem industri terkait, sebagai sarana untuk:
• Meningkatkan penetrasi pasar;
• Memperluas basis pelanggan;
• Mengidentifikasi peluang pasar baru.
5. Sinergi Strategi Pemasaran
Kombinasi antara pendekatan customized untuk brand owner, penjualan pasar bebas, serta
penguatan hubungan usaha dan jaringan industri memungkinkan Perseroan untuk mencapai
keseimbangan antara stabilitas permintaan dan fleksibilitas operasional. Secara keseluruhan,
strategi pemasaran tersebut mendukung Perseroan dalam:
• Memenuhi kebutuhan pelanggan secara spesifik dan adaptif;
• Memperluas jangkauan pasar;
• Mengoptimalkan utilisasi kapasitas produksi;
• Mendorong pertumbuhan usaha secara berkelanjutan.
3.8. Target Pasar
Target pasar Perseroan adalah pelaku industri yang menggunakan material plastik sebagai bahan baku
dalam proses produksinya, antara lain:
• Industri kemasan;
• Industri manufaktur produk plastik;
• Industri pengolahan lanjutan lainnya.
Target pasar tersebut mencakup perusahaan yang memanfaatkan material daur ulang baik sebagai
substitusi bahan baku primer maupun sebagai bagian dari kebijakan penggunaan material yang lebih
ramah lingkungan. Perseroan juga mempertimbangkan peluang untuk menjangkau pasar ekspor,
khususnya untuk produk yang memenuhi standar kualitas tertentu.
3.9. Pemasok dan Pelanggan Utama
Pasokan bahan baku berupa limbah plastik PET dan PC direncanakan diperoleh dari:
• Pelaku usaha pengumpulan limbah plastik;
• Distributor atau agregator limbah;
• Jaringan pemasok lainnya.
Ketersediaan bahan baku dinilai cukup memadai seiring dengan tingginya tingkat konsumsi plastik,
sehingga secara umum dapat mendukung keberlanjutan kegiatan operasional.
Laporan Studi Kelayakan PT Primadaya Plastisindo Tbk |27
Page 42
Pelanggan Perseroan merupakan pelaku industri pengolahan plastik lanjutan yang membutuhkan
material PET flakes dan PC pellets sebagai bahan baku. Pemasaran produk direncanakan mencakup
pasar domestik dan, dalam jangka menengah, berpotensi dikembangkan ke pasar ekspor.
Sehubungan dengan rencana penambahan KBLI, Perseroan telah menjalin kemitraan usaha kerja sama
dengan pelanggan potensial, yaitu:
• PT Tirta Investama;
• PT Super Wahana Tehno;
• PT Tirta Sibayakindo;
• PT Indofood Sukses Makmur Tbk;
• PT Repsol Oil Indonesia;
• PT ExxonMobil Lubricants Indonesia;
• PT Salim Ivomas Pratama Tbk
• PT Orang Tua Group.
Tabel 7. Informasi Konsumen Perseroan
No Nama Perusahaan Negara
1 Super-Dragon Engineering Plastics Co., Ltd China
2 Guangdong Charter Yuke Plastics Technology Co., Ltd. China
3 Ego Plastics Supply Chain Company Limited Vietnam
4 San Yi New Material Co., Ltd. Thailand
5 Mj Material Technology Sdn. Bhd. Malaysia
Sumber: manajemen Perseroan
Laporan Studi Kelayakan PT Primadaya Plastisindo Tbk |28
Page 43
4. ASPEK TEKNIS
4.1. Kapasitas Segmen Usaha
Perseroan beroperasi di bidang industri produk berbahan plastik yang digunakan untuk keperluan
pengemasan. Produk yang dihasilkan mencakup berbagai jenis, antara lain galon, jeriken, botol, sedotan,
tutup botol, gelas thermo, tisu, material plastik, pellet plastik, houseware, preform, serta produk embos.
Hingga tahun 2025, Perseroan telah mengoperasikan 6 (enam) fasilitas produksi, yang terdiri atas dua (2)
pabrik di Pulau Sumatera, yaitu di Binjai dan Lampung, serta 4 (empat) pabrik di Pulau Jawa yang
berlokasi di Cileungsi, Tangerang, Sukabumi, dan Solo. Seluruh fasilitas tersebut dikelola secara
terintegrasi guna mendukung optimalisasi kapasitas produksi, meningkatkan efisiensi operasional, serta
memastikan pemenuhan kebutuhan pelanggan secara berkelanjutan.
Kapasitas kegiatan usaha pada segmen pemulihan material barang plastik direncanakan untuk
dikembangkan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan fasilitas produksi, ketersediaan
bahan baku, serta efisiensi operasional. Penentuan kapasitas produksi tidak dilakukan secara langsung
pada skala maksimum, melainkan disesuaikan dengan tingkat utilisasi yang optimal pada tahap awal
operasional.
Pendekatan bertahap ini bertujuan untuk meminimalkan risiko operasional serta memberikan ruang bagi
Perseroan dalam melakukan evaluasi dan penyesuaian terhadap kinerja produksi. Seiring dengan
peningkatan stabilitas pasokan bahan baku dan permintaan pasar, kapasitas produksi dapat
ditingkatkan secara progresif sesuai kebutuhan.
Berikut adalah kapasitas produksi Perseroan:
a. PC dan PET Jug/Galon (± 1.200.000 unit per bulan)
Perseroan memproduksi galon berbahan PC dan PET dengan berbagai variasi desain, ukuran, dan
berat yang disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan, termasuk opsi desain khusus sesuai
permintaan.
b. PET Preform (± 12.600.000 unit per bulan)
Perseroan menghasilkan PET preform dengan variasi tipe leher, berat, serta spesifikasi teknis yang
disesuaikan dengan peruntukan penggunaan pelanggan.
c. PET Bottle (± 12.000.000 unit per bulan)
Perseroan memproduksi botol PET dalam berbagai ukuran dan fungsi, yang digunakan untuk
minuman ringan berkarbonasi (CSD), minuman beroksigen, bumbu, minyak goreng, produk farmasi,
bahan kimia, sabun dan pembersih, jus, yogurt, serta produk lainnya.
d. PP Straw (± 510.000.000 unit per bulan)
Perseroan memproduksi sedotan berbahan PP dengan variasi diameter, panjang, dan fungsi yang
disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan.
e. HDPE Jerrycan (± 1.200.000 unit per bulan)
Perseroan memproduksi jeriken HDPE dengan berbagai pilihan berat, volume, dan aplikasi yang
memenuhi standar pasar domestik maupun ekspor.
f. Tutup Galon dan Tutup Botol (± 2.500.000 tutup galon per bulan dan ± 15.000.000 tutup botol per
bulan)
Perseroan memproduksi tutup galon dan tutup botol dengan opsi penambahan logo kustom sebagai
bagian dari upaya menjaga keaslian dan identitas produk pelanggan.
Laporan Studi Kelayakan PT Primadaya Plastisindo Tbk |29
Page 44
g. Tissue Pembersih Galon (± 18.800.000 lembar per bulan)
Perseroan memproduksi tissue pembersih galon dan tissue sanitasi dengan merek kustom, yang
telah memperoleh persetujuan dari Kementerian Kesehatan.
4.2. Ketersediaan Bahan Baku
Ketersediaan bahan baku merupakan salah satu faktor kunci dalam kegiatan pemulihan material plastik.
Bahan baku utama berupa limbah plastik jenis Polyethylene Terephthalate (PET) dan Polycarbonate (PC)
yang secara umum tersedia dari berbagai sumber, seperti pelaku usaha pengumpulan limbah,
distributor, serta jaringan pemasok lainnya.
Saat ini, sumber bahan baku difokuskan pada limbah galon air minum dan produk plastik sejenis yang
memiliki karakteristik material relatif seragam. Dengan tingkat konsumsi plastik yang tinggi, ketersediaan
bahan baku dinilai cukup memadai untuk mendukung kegiatan operasional, meskipun tetap diperlukan
pengelolaan rantai pasok yang baik untuk menjaga kontinuitas dan kualitas bahan baku.
4.3. Ketersediaan Sumber Daya Manusia dan Tenaga Ahli
Perseroan memiliki 1.345 orang tenaga kerja. Dari jumlah tersebut, 125 orang (9,29%) berstatus sebagai
pegawai tetap, sedangkan 1.220 orang (90,71%) merupakan pegawai tidak tetap. Perseroan memiliki
dasar pengalaman di industri plastik yang menjadi modal awal dalam mendukung pelaksanaan kegiatan
pemulihan material. Kompetensi tersebut mencakup pemahaman terhadap karakteristik material serta
proses produksi yang relevan. Dalam tahap awal operasional, kebutuhan tenaga kerja diperkirakan dapat
dipenuhi melalui optimalisasi sumber daya yang telah dimiliki. Namun demikian, Perseroan tetap akan
memastikan ketersediaan tenaga kerja dengan kompetensi teknis yang memadai, termasuk operator
mesin, teknisi, serta tenaga pendukung produksi. Seiring dengan pengembangan skala usaha, Perseroan
akan melakukan peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan maupun penambahan
tenaga kerja secara bertahap sesuai dengan kebutuhan operasional.
4.4. Proses Produksi
Proses pemulihan material plastik dirancang melalui beberapa tahapan utama yang disesuaikan dengan
karakteristik bahan baku dan produk yang dihasilkan. Tahapan tersebut meliputi:
• Pemilahan (sorting) bahan baku untuk memastikan kesesuaian jenis material;
• Pencucian (washing) untuk menghilangkan kontaminan dan meningkatkan kualitas bahan;
• Pencacahan (shredding/crushing) untuk menghasilkan ukuran material yang lebih kecil;
• Pengolahan lanjutan, yaitu:
o Produksi serpihan plastik (flakes) untuk material PET;
o Proses pelelehan dan pencetakan ulang (pelletizing) untuk material PC menjadi bijih plastik
(plastic pellets).
Setiap tahapan proses dirancang untuk menjaga konsistensi kualitas produk, baik dari sisi kebersihan,
ukuran, maupun spesifikasi teknis lainnya, sehingga dapat memenuhi kebutuhan industri pengguna.
Laporan Studi Kelayakan PT Primadaya Plastisindo Tbk |30
Page 45
Berikut adalah proses recycling PC flakes dan peletizing:
Gambar 1. Diagram Alir Proses Recycling PC Flakes dan Peletizing
Mulai
1.1. Galon Split /
1. Penerimaan, Pemeriksaan Bahan Baku, Gallon Reject
Pengemas, dan Pendukung
1.2. Karung/ Jumbo
Bag
N
Ok? Claim Supplier
Y
Y 2. Proses Belah
Gallon Utuh?
N
N
Gallon Label?
Y
3. Proses Kerok
4. Proses Pencucian Manual
5. Distribusi Gallon Split ke
Proses Sortir
N
Sesuai Standard? N
Y
6. Distribusi Galon Split ke
Proses Crushing
7. Proses Crushing
8. Proses Pembilasan dengan
Mesin
OPRP 9. Penangkapan Logam
1 dengan Magnet Trap
10. Proses Pengeringan
11. Proses Ayak
OPRP 12. Penangkapan Logam
2 dengan Magnet Trap
13. Pengemasan Hasil
Crushing
A
Laporan Studi Kelayakan PT Primadaya Plastisindo Tbk |31
Page 46
A
14. Penimbangan + Jahit
Karung
15. Penyusunan di Pallet +
Proses Wrapping
16. Penyimpanan di Area
Transit
PC Flakes?
N
Y
17. Distribusi ke WH-RM
18. Penyimpanan ke Area WH-
RM
C
19. Penuangan Material ke
Hopper Extruder
OPRP 20. Penangkapan Magnet
3 pada Hopper Extruder
21. Proses Melting
22. Proses Extrussion
23.1 Air 23. Proses Pendinginan di Bak
Pendingin Extruder
24. Proses Cutting
25. Proses Ayak
OPRP 26. Proses Penangkapan
4 Magnet Trap di Mesin Ayak
27. Pemilahan Hasil Pelletan
(Chips) 1
27.1
Reject
Ok?
27.2
Waste
B
Laporan Studi Kelayakan PT Primadaya Plastisindo Tbk |32
Page 47
B
28. Distribusi Pelletan (Chips)
29. Proses Penarikan ke
Hopper
30. Pemilahan Hasil Pelletan
(Chips) 2
Ok? N
30.1 Waste
Y
31. Pengemasan +
Penimbangan
32. Penjahitan Kemasan
Paper Bag? N
33. Penyusunan di Pallet + Y
Proses Wrapping
34. Distribusi ke Area WH-RM
35. Penyimpanan di Area WH-
RM
36. Pemuatan ke Transporter C
37. Pengiriman ke Customer
Selesai
Sumber: manajemen Perseroan
Secara umum, alur proses recycling PC flakes dan peletizing dijelaskan sebagai berikut:
1. Awal mula Proses Recycling PC Flakes & Peletizing dimulai dengan penerimaan bahan baku
berupa galon split/reject serta karung/jumbo bag. Dilakukan pemeriksaan awal untuk memastikan
kesesuaian dengan standar kualitas yang ditetapkan. Apabila tidak sesuai, dilakukan klaim kepada
supplier.
2. Pada tahap ini dilakukan pemilahan material berdasarkan kondisinya. Galon yang utuh akan
melalui proses pemotongan, jika tidak utuh maka akan langsung lanjut ke pemeriksaan label. Jika
Laporan Studi Kelayakan PT Primadaya Plastisindo Tbk |33
Page 48
label masih ada, maka akan lanjut ke proses No.3. Jika tidak ada label, maka proses langsung
lanjut ke No.4
3. Material yang telah disortir selanjutnya menjalani proses pembersihan dimana akan dilakukan
penghilangan label dan residu. Pertama akan dilakukan pengerokan label untuk menghilangkan
label.
4. Selanjutnya melakukan proses pencucian, material diperiksa kembali untuk memastikan
kesesuaian dengan standar kebersihan.
5. Setelah dilakukan pencucian dan pembersihan, selanjutnya galon akan didistribusikan ke proses
pensortiran dalam conveyor. Jika tidak sesuai standar maka galon kembali ke proses pencucian,
jika sudah sesuai galon akan lanjut ke proses selanjutnya.
6. Setelah dilakukan pencucian dan pengecekan proses selanjunya adalah proses Crushing.
7. Plastik dimasukkan ke dalam Mesin Crushing atau mesin giling dimana plastik akan dihancurkan
menjadi ukuran lebih kecil atau Flakes.
8. Selanjutnya proses pembilasan flakes dalam Mesin Washing untuk meningkatkan kebersihan
material.
9. Setelah dibilas, dilakukan OPRP 1 yaitu tahap atau titik pengendalian untuk mencegah,
mengurangi, dan mengendalikan potensi bahaya. Disini pencegahan untuk menangkap logam
menggunakan Magnet Trap dengan daya tarik minimal 2.500 Gauss.
10. Tahap selanjutnya adalah tahap pengeringan flakes menggunakan Mesin Pengering untuk
mengurangi kadar air dalam flakes.
11. Selanjutnya Proses Ayak, dimana flakes disaring berdasarkan ukuran untuk memastikan
keseragaman.
12. Pada tahap ini sama dengan tahap No. 9, dimana flakes dipisahkan dengan bahan-bahan logam
untuk memastikan keamanan material.
13. Selanjutya tahap pengemasan dimana flakes yang sudah di proses dan memenuhi standar
masukkan ke dalam karung untuk proses selanjutnya.
14. Flakes ditimbang sesuai standar berat dan dilakukan penjahitan karung untuk pengemasan.
15. Karung disusun di atas pallet dan dibungkus menggunakan plastic wrapping untuk menjaga
kestabilan dan kebersihan.
16. Produk akan disimpan sementara di area transit sebelum didistribusikan ke gudang bahan baku.
Jika bahan bukan termasuk Polikarbonat (PC) flakes, maka lanjut ke No.19. Jika bahan adalah PC
flakes maka lanjut ke No.17.
17. Material yang dipastikan sebagai PC flakes, langsung didistribusikan ke dalam Warehouse Raw
Material (WH-RM).
18. PC flakes disimpan sebagai bahan baku untuk proses peletizing. Untuk penyimpanan terdapat
forklift dalam gudang untuk mengangkut bahan baku yang akan disimpan. Jika sudah disimpan,
maka lanjut ke proses selanjutnya ke No.36.
19. Jika flakes bukan Polikarbonat, maka flakes dimasukkan ke dalam hopper extruder sebagai tahap
awal peletizing.
20. Pada tahap ini dilakukan pemisahan logam kembali menggunakan magnet untuk menjaga kualitas
produk.
21. Selanjutnya material dilelehkan menggunakan heater pada suhu tertinggi hingga menjadi cair.
22. Material yang sudah cair, didorong oleh screw untuk membentuk strand (benang plastik).
23. Strand didinginkan menggunakan air pendingin untuk mengeraskan material dengan suhu 300C -
400C.
Laporan Studi Kelayakan PT Primadaya Plastisindo Tbk |34
Page 49
24. Setelah itu strand dipotong menjadi bentuk pellet/chips menggunakan pisau cutting.
25. Pellet disaring untuk memastikan ukuran sesuai spesifikasi.
26. Pemeriksaan akhir terhadap kontaminasi logam dilakukan sebelum pengemasan.
27. Pellet dipisahkan antara produk baik, reject, dan waste.
28. Pellet didistribusikan melalui sistem pipa menggunakan kompresor menuju tahap berikutnya.
29. Material dialirkan kembali ke hopper untuk proses lanjutan.
30. Dilakukan pemilahan ulang untuk memastikan hanya produk sesuai standar yang dilanjutkan. Jika
tidak layak, maka menjadi waste. Jika layak maka lanjut ke proses selanjutnya.
31. Pellet dikemas menggunakan paper bag atau jumbo bag dan ditimbang sesuai standar.
32. Kemasan dijahit untuk memastikan keamanan produk selama distribusi. Produk yang dikemas
menggunakan paper bag perlu disusun kembali. Jika tidak maka lanjut ke No.34.
33. Produk disusun di pallet dan dibungkus dalam wrapping untuk menjaga kualitas selama
penyimpanan.
34. Produk jadi dipindahkan ke gudang penyimpanan WH-RM.
35. Produk disimpan hingga siap dikirim ke pelanggan.
36. Produk dimuat ke kendaraan transportasi menggunakan truk atau kontainer.
37. Produk dikirim kepada pelanggan sesuai dengan pesanan.
Laporan Studi Kelayakan PT Primadaya Plastisindo Tbk |35
Page 50
5. ASPEK POLA BISNIS
5.1. Keunggulan Kompetitif
Perseroan memiliki potensi keunggulan kompetitif yang bersumber dari pengalaman di industri plastik,
yang memberikan pemahaman terhadap karakteristik material serta kebutuhan teknis pelanggan. Hal ini
menjadi dasar dalam menghasilkan produk dengan spesifikasi yang sesuai dengan kebutuhan industri
pengguna.
Selain itu, Perseroan memiliki peluang untuk mengintegrasikan kegiatan pemulihan material ke dalam
rantai nilai usaha yang telah ada, sehingga berpotensi meningkatkan efisiensi operasional, khususnya
dalam pengelolaan material dan optimalisasi proses produksi. Fleksibilitas dalam mengolah berbagai
jenis material, khususnya Polyethylene Terephthalate (PET) dan Polycarbonate (PC), juga memberikan
kemampuan bagi Perseroan untuk menyesuaikan produk dengan permintaan pasar.
Keunggulan lainnya terletak pada fokus terhadap konsistensi kualitas produk serta kemampuan dalam
menjaga kontinuitas pasokan, yang merupakan faktor penting dalam industri pengolahan plastik. Dengan
demikian, Perseroan memiliki dasar untuk membangun posisi kompetitif di pasar, meskipun tetap
menghadapi dinamika persaingan usaha.
5.2. Kemampuan Pesaing Meniru Produk
Produk yang dihasilkan dalam kegiatan pemulihan material plastik, seperti serpihan plastik (flakes) dan
bijih plastik (plastic pellets), pada dasarnya merupakan produk yang relatif bersifat komoditas, sehingga
secara umum dapat diproduksi oleh pelaku usaha lain yang memiliki fasilitas dan teknologi sejenis.
Dengan demikian, tingkat hambatan masuk (barrier to entry) dalam industri ini dapat dikategorikan
berada pada tingkat menengah, terutama bagi pelaku usaha yang telah memiliki akses terhadap bahan
baku dan teknologi pengolahan. Pesaing berpotensi meniru produk dari sisi bentuk dan fungsi. Namun
demikian, kemampuan untuk menghasilkan produk dengan kualitas yang konsisten, tingkat kemurnian
yang tinggi, serta menjaga kontinuitas pasokan dalam skala komersial merupakan faktor pembeda yang
tidak mudah direplikasi dalam jangka pendek. Selain itu, hubungan usaha jangka panjang dengan
pelanggan serta pengelolaan rantai pasok yang efektif juga menjadi aspek yang dapat memperkuat posisi
Perseroan di tengah persaingan.
5.3. Kemampuan Menciptakan Nilai
Melalui kegiatan pemulihan material plastik, Perseroan memiliki potensi untuk menciptakan nilai
tambah (added value) baik dari sisi ekonomi maupun keberlanjutan. Dari sisi ekonomi, nilai tambah
dihasilkan melalui proses pengolahan limbah plastik yang pada awalnya memiliki nilai terbatas menjadi
produk antara (intermediate products) berupa serpihan plastik (flakes) dan bijih plastik (plastic pellets)
yang memiliki nilai jual lebih tinggi serta dapat dimanfaatkan kembali sebagai bahan baku industri.
Peningkatan added value tersebut juga tercermin dari kemampuan Perseroan dalam meningkatkan
kualitas material melalui proses pemilahan dan pengolahan yang terstruktur, sehingga menghasilkan
produk dengan spesifikasi yang lebih konsisten dan sesuai dengan kebutuhan industri pengguna.
Dari perspektif strategis, kegiatan ini memungkinkan Perseroan untuk melakukan diversifikasi usaha
serta memperluas portofolio produk, sehingga tidak bergantung pada satu lini bisnis tertentu. Selain itu,
integrasi dalam rantai nilai industri plastik memberikan peluang untuk meningkatkan efisiensi dalam
Laporan Studi Kelayakan PT Primadaya Plastisindo Tbk |36
Page 51
pengelolaan material serta memperkuat posisi Perseroan sebagai bagian dari ekosistem industri. Dari
sisi keberlanjutan, kegiatan ini mendukung penerapan prinsip ekonomi sirkular, di mana material yang
telah digunakan dapat diproses kembali untuk dimanfaatkan secara berulang. Hal ini tidak hanya
memberikan added value secara ekonomi, tetapi juga menciptakan nilai lingkungan melalui
pengurangan limbah plastik dan peningkatan efisiensi pemanfaatan sumber daya. Dengan demikian,
kemampuan Perseroan dalam menciptakan nilai tidak hanya terbatas pada peningkatan pendapatan,
tetapi juga mencakup peningkatan added value produk, penguatan daya saing usaha, serta kontribusi
terhadap keberlanjutan lingkungan dalam jangka panjang.
Laporan Studi Kelayakan PT Primadaya Plastisindo Tbk |37
Page 52
6. ASPEK MODEL MANAJEMEN
6.1. Ketersediaan Tenaga Kerja
Ketersediaan tenaga kerja menjadi faktor penting dalam menentukan kualitas tim pelaksana. Perseroan
senantiasa mengutamakan kebijaksanaan dalam penempatan tenaga kerja, khususnya bagi karyawan
yang memiliki pengalaman dan kompetensi sesuai bidangnya. Dalam menjalankan kegiatan usaha,
Perseroan telah memiliki sumber daya manusia yang kompeten dan bepengalaman untuk menjalankan
kegiatan usahanya. Saat ini, Perseroan memiliki 1.345 orang tenaga kerja. Dari jumlah tersebut, 125
orang (9,29%) berstatus sebagai pegawai tetap, sedangkan 1.220 orang (90,71%) merupakan pegawai
tidak tetap. Berikut komposisi tenaga kerja berdasarkan jabatan, pendidikan, dan usia:
Tabel 8. Komposisi Tenaga Kerja Berdasarkan Jabatan
Uraian Jumlah %
Dewan Komisaris 2 0,15
Direksi 3 0,22
Manajer Umum 1 0,07
Manajer 16 1,19
Asisten Manajer 1 0,07
Superintendent 8 0,59
Supervisor 37 2,75
Staff 84 6,25
Non Staff 1.193 88,70
Jumlah 1.345 100,00
Sumber: manajemen Perseroan
Tabel 9. Komposisi Tenaga Kerja Berdasarkan Tingkat Pendidikan
Uraian Jumlah %
Pasca Sarjana 2 0,15
Sarjana 77 5,72
Diploma 23 1,71
SLTA 1.180 87,73
SMP 52 3,87
SD 11 0,82
Jumlah 1.345 100,00
Sumber: manajemen Perseroan
Tabel 10. Komposisi Tenaga Kerja Berdasarkan Usia
Uraian Jumlah %
18-25 571 42,45
25-35 489 36,36
35-35 201 14,94
45-55 77 5,72
>55 7 0,52
Jumlah 1.345 100,00
Sumber: manajemen Perseroan
Laporan Studi Kelayakan PT Primadaya Plastisindo Tbk |38
Page 53
Dalam rangka mendukung Rencana Penambahan KBLI 38302, Perseroan melakukan perencanaan
kebutuhan tenaga kerja yang disesuaikan dengan karakteristik proses produksi serta skala operasional
yang akan dikembangkan. Pada tahap awal, kebutuhan tenaga kerja diperkirakan masih dapat dipenuhi
melalui optimalisasi sumber daya manusia yang telah dimiliki Perseroan, khususnya pada fungsi-fungsi
yang memiliki keterkaitan langsung dengan kegiatan produksi dan pengelolaan material. Namun
demikian, mengingat adanya penambahan proses operasional yang lebih spesifik, Perseroan
mengidentifikasi kebutuhan tenaga kerja tambahan pada beberapa fungsi utama, antara lain:
• Operator produksi, yang bertanggung jawab atas proses pemilahan, pencucian, pencacahan, dan
pengolahan material;
• Teknisi dan maintenance, untuk memastikan kelancaran operasional mesin dan peralatan produksi;
• Quality control (QC), untuk menjaga konsistensi kualitas produk sesuai dengan spesifikasi yang
ditetapkan;
• Tenaga pengadaan (procurement/logistik), khususnya dalam pengelolaan pasokan bahan baku
limbah plastik;
• Tenaga pendukung operasional lainnya, sesuai kebutuhan kegiatan produksi.
Pemenuhan kebutuhan tenaga kerja tersebut direncanakan dilakukan secara bertahap, dengan
mempertimbangkan perkembangan kapasitas produksi serta tingkat kompleksitas operasional. Selain
penambahan tenaga kerja, Perseroan juga akan melakukan peningkatan kompetensi melalui pelatihan
teknis guna memastikan kesiapan sumber daya manusia dalam menjalankan proses produksi secara
efektif. Dengan pendekatan tersebut, kebutuhan tenaga kerja diharapkan dapat dikelola secara efisien
dan proporsional, sehingga mampu mendukung kelancaran operasional serta pengembangan kegiatan
usaha Perseroan secara berkelanjutan.
6.2. Manajemen Kekayaan Intelektual
Berdasarkan informasi manajemen, tidak terdapat Hak Kekayaan Intelektual yang secara khusus
berkaitan dengan Rencana Penambahan KBLI. Dalam pengembangan kegiatan usaha ini, Perseroan tidak
mengantisipasi adanya kebutuhan signifikan terkait pembayaran atau penerimaan royalti maupun
pemanfaatan aset tak berwujud lainnya. Namun demikian, Perseroan tetap membuka kemungkinan
untuk memanfaatkan teknologi, lisensi, atau kerja sama tertentu apabila diperlukan untuk mendukung
peningkatan kualitas proses produksi dan efisiensi operasional di masa mendatang.
6.3. Manajemen Risiko
Kegiatan usaha Perseroan memiliki risiko-risiko sebagai berikut adalah:
Risiko Suku Bunga
Risiko suku bunga adalah risiko di mana nilai wajar atau arus kas masa datang dari suatu instrumen
keuangan akan berfluktuasi akibat perubahan suku bunga pasar. Risiko tingkat suku bunga Perseroan
terutama timbul dari pinjaman untuk tujuan modal kerja. Pinjaman pada berbagai tingkat suku bunga
variabel menyebabkan Perseroan memiliki risiko terhadap nilai wajar risiko tingkat suku bunga. Untuk
meminimalkan risiko suku bunga, manajemen menelaah berbagai suku bunga yang ditawarkan kreditur
untuk mendapatkan suku bunga yang paling menguntungkan sebelum melakukan perikatan utang.
Mitigasi risiko:
Pemantauan suku bunga secara berkala dilakukan dan Perseroan melakukan perencanaan keuangan
Laporan Studi Kelayakan PT Primadaya Plastisindo Tbk |39
Page 54
untuk mengantisipasi perubahan bunga agar dampak terhadap pendapatan dapat diminimalisasi.
Risiko Kredit
Risiko kredit adalah risiko bahwa pihak lain tidak dapat memenuhi kewajiban atas suatu instrumen
keuangan atau kontrak pelanggan, yang menyebabkan kerugian keuangan. Tujuan Perseroan adalah
untuk mencapai pertumbuhan pendapatan yang berkelanjutan seraya meminimalkan kerugian yang
timbul atas eksposur peningkatan risiko kredit. Perseroan melakukan transaksi penjualan hanya dengan
pihak ketiga yang memiliki nama baik dan terpercaya. Kebijakan Perseroan mengatur bahwa seluruh
pelanggan yang akan melakukan transaksi penjualan secara kredit harus melalui proses verifikasi kredit.
Selain itu, saldo piutang dipantau secara terus menerus dengan tujuan untuk memastikan bahwa
eksposur Perseroan terhadap risiko kredit macet tidak signifikan.
Mitigasi Risiko:
Perseroan melakukan evaluasi kredit pelanggan, memantau piutang secara berkala, dan menerapkan
prosedur penagihan untuk mengurangi risiko kredit macet.
Risiko Likuiditas
Risiko likuiditas adalah risiko bahwa Perseroan akan kesulitan untuk memenuhi liabilitas keuangannya
akibat kekurangan dana. Eksposur Perseroan atas risiko likuiditas pada umumnya timbul dari
ketidaksesuaian profil jatuh tempo antara aset dan liabilitas keuangan.
Mitigasi Risiko:
Perseroan mengelola arus kas secara hati-hati, melakukan perencanaan likuiditas, dan menjaga
cadangan kas untuk menutupi kebutuhan operasional yang mendesak.
Risiko Perubahan Peraturan Pemerintah
Perubahan regulasi dapat berdampak signifikan terhadap operasional Perseroan, misalnya terkait
perpajakan, lingkungan, dan perdagangan.
Mitigasi Risiko:
Perseroan rutin memonitor seluruh peraturan yang relevan dan segera menyesuaikan kebijakan internal
serta prosedur operasional agar tetap mematuhi peraturan yang berlaku.
Risiko Kepatuhan Hukum
Perseroan menghadapi risiko kepatuhan hukum terkait ketentuan peraturan perundang-undangan yang
berlaku di Indonesia, termasuk peraturan pajak, ketenagakerjaan, lingkungan, dan regulasi industri
kemasan plastik. Risiko ini dapat muncul apabila terjadi ketidaksesuaian pelaksanaan operasional
dengan peraturan yang berlaku, yang dapat berpotensi menimbulkan sanksi administrasi, denda, litigasi,
atau kerugian.
Mitigasi Risiko:
Perseroan menerapkan sistem kepatuhan yang terstruktur, meliputi pemantauan regulasi secara rutin,
sosialisasi dan pelatihan kepatuhan bagi seluruh karyawan, konsultasi berkala dengan penasihat hukum,
serta internal audit kepatuhan. Selain itu, Perseroan memastikan setiap aktivitas bisnis dilakukan sesuai
Laporan Studi Kelayakan PT Primadaya Plastisindo Tbk |40
Page 55
dengan ketentuan hukum yang berlaku, dengan prosedur evaluasi risiko hukum sebelum pengambilan
keputusan penting.
Risiko Lingkungan
Kegiatan operasional Perseroan memiliki potensi dampak terhadap lingkungan, seperti limbah produksi,
penggunaan energi, dan emisi yang dapat menimbulkan pencemaran. Risiko lingkungan mencakup
kemungkinan sanksi regulator, denda, atau kerugian reputasi apabila Perseroan tidak memenuhi standar
lingkungan yang berlaku.
Mitigasi Risiko:
Perseroan menerapkan praktik operasional ramah lingkungan, termasuk pengelolaan limbah, efisiensi
energi, dan penggunaan bahan baku yang berkelanjutan. Selain itu, Perseroan secara rutin melakukan
audit internal lingkungan, memonitor kepatuhan terhadap peraturan lingkungan, dan melaporkan
kegiatan lingkungan kepada pihak berwenang. Program sosialisasi dan pelatihan terkait lingkungan juga
dilakukan untuk meningkatkan kesadaran seluruh karyawan terhadap perlindungan lingkungan.
Risiko Teknologi dan Sistem Informasi
Perseroan cukup bergantung pada teknologi informasi untuk operasional, manajemen data, produksi,
serta transaksi bisnis. Risiko ini muncul dari potensi gangguan sistem TI, kebocoran data, serangan siber,
atau kegagalan sistem yang dapat mengganggu kelancaran operasional dan integritas informasi.
Mitigasi Risiko:
Perseroan mengelola risiko teknologi melalui penerapan sistem keamanan TI yang ketat, backup data
secara berkala, pemeliharaan perangkat keras dan perangkat lunak, audit keamanan sistem, serta
pelatihan karyawan terkait keamanan informasi. Selain itu, adanya prosedur darurat dan rencana
pemulihan bencana (disaster recovery plan) memastikan bahwa gangguan TI dapat ditangani dengan
cepat dan dampaknya terhadap operasional minimal.
6.4. Kapasitas dan Kemampuan Manajemen
Identitas dan pengalaman dari manajemen Perseroan adalah sebagai berikut:
Nama : Tirto Angesty
Posisi : Komisaris Utama
Pengalaman kerja : • Presiden Direktur PT Primadaya Plastisindo Tbk (2017 – April 2022);
• Direktur PT Multi Sarana Plasindo (2002-sekarang);
• Pengusaha yang telah berkecimpung pada industri recycling plastic
(1986-2001)
Nama : Musa Chandra
Posisi : Komisaris Independen
Pengalaman kerja : • Chief Financial Officer PT Cakrawala Persada Biomas (2017-April
2022);
• Assistant Vice President of Accounting & Finance – Palm Oil Plantation
& Mill Division PT SMART Tbk (2014-2017);
Laporan Studi Kelayakan PT Primadaya Plastisindo Tbk |41
Page 56
• Assistant Vice President of Finance & Accounting – Research & Plant
Production Division di PT SMART Tbk (2009-2014);
• Executive Assistant for Senior Managing Director PT SMART Tbk (2008-
2009);
• Financial Controller Rimba Group (2003-2008);
• GM Finance & Accounting Manunggal Pratama Group (1998-2002);
• Finance & Accounting Manager PT Indofood Sukses Makmur Tbk
(1992-1998);
• Accounting Manager Sasana Kwarta Putra Group (1990-1992);
• Branch Administration Head Konimex Group (1989-1990)
Nama : Kennie Angesty
Posisi : Direktur Utama
Pengalaman kerja : • Direktur PT Blasfolie Internasional Indonesia (2015-sekarang)
Nama : Yu Lin Chan
Posisi : Direktur
Pengalaman kerja : • General Manager Andone International Co. Ltd, Taiwan (2010-2014);
• Vice President Marketing Accorda Plasctic Co., Ltd., Taiwan (2003-
2010);
• Sales Marketing Zencatek Corporation, Taiwan (2001-2003)
Nama : Lim Kim Guan
Posisi : Direktur
Pengalaman kerja : • Direktur Utama PT Aneka Investama (sekarang);
• Strategic Advisor sekaligus pemegang saham PT Primadaya
Plastisindo Tbk (2005);
• Technical Manager PT Panca Sakti Prakasa Mulya (2002-2005);
• General Manager Team Matrix Sdn Bhd, Malaysia (1999-2002);
• Marketing Executive General Label & Labelling Berhad, Malaysia
(1985-1997);
• Quality Control Singapore Polymer Corporation, Singapore (1991)
6.5. Struktur Kepemilikan Saham
Berikut merupakan struktur kepemilikan saham Perseroan:
Laporan Studi Kelayakan PT Primadaya Plastisindo Tbk |42
Page 57
Gambar 2. Alur Kepemilikan Saham
Sumber: manajemen Perseroan
Laporan Studi Kelayakan PT Primadaya Plastisindo Tbk |43
Page 58
6.6. Struktur Organisasi Perseroan
Berikut adalah struktur organisasi Perseroan per 31 Desember 2025:
Gambar 3. Struktur Organisasi Perseroan
President Director
TIRTO ANGESTY
Independent Commisioner
MUSA CHANDRA
Audit Comittee Chief
MUSA CHANDRA
Member:
-WATINI
-MELATI
Director of
Director of Finance Presiden Director
Operational
YU LIN CHAN KENNIE ANGESTY
LIM KIM GUAN
Internal Audit Corporate Secretary
Quality Process &
Tax Accounting & Key Account Quality New Project Factory
HR, GA,HSE IT/MIS Management Purchasing Marketing Supply Chain Engineering Product Workshop Production
Finance
System Management Control Development Development Manager
SUPPORTING DEPARTMENT MARKETING OPERATIONS
Sumber: Manajemen Perseroan
Laporan Studi Kelayakan PT Primadaya Plastisindo Tbk |44
Page 59
7. ASPEK KEUANGAN
7.1. Rencana Manajemen
Perseroan berencana menambahkan KBLI 38302-Pemulihan Material Barang Plastik guna mendukung
pengembangan usaha berkelanjutan dan memperkuat posisi di industri plastik. Kegiatan ini mencakup
pengolahan material plastik, khususnya Polycarbonate (PC) dan Polyethylene Terephthalate (PET),
melalui proses pencacahan (flakes) serta pelletizing untuk menghasilkan bijih plastik yang dipasarkan.
Langkah ini merupakan bagian dari penguatan rantai nilai usaha melalui optimalisasi pemanfaatan
material dan peningkatan efisiensi produksi. Secara strategis, penambahan KBLI tersebut memberikan
fleksibilitas pengembangan usaha, membuka peluang diversifikasi pendapatan, serta menciptakan nilai
tambah jangka panjang. Selain itu, aktivitas ini sejalan dengan tren ekonomi sirkular dan berpotensi
meningkatkan efisiensi pengelolaan material, memperkuat ketahanan pasok bahan baku, serta
mendukung kinerja keuangan dan nilai bagi pemegang saham secara berkelanjutan.
7.2. Asumsi Pada Proyeksi Keuangan
Asumsi yang digunakan dalam analisis proyeksi keuangan adalah sebagai berikut:
• Analisis aspek keuangan didasarkan pada proyeksi yang telah disusun manajemen Perseroan dan
telah disesuaikan;
• Dengan Rencana Penambahan KBLI, Perseroan mengestimasi pertumbuhan pendapatan pada
periode 2026-2030 yang didukung oleh pendapatan PET dan PC dengan asumsi kenaikan pendapatan
masing-masing sebesar 8% per tahun. Adapun harga jual rata-rata PET dan PC diasumsikan sebesar
USD1,4/kg dan relatif stabil selama periode proyeksi 2026-2030, sehingga diperoleh asumsi proyeksi
pendapatan material sebagai berikut (dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain):
Tabel 11. Asumsi Proyeksi Pendapatan Material
Kurs 31 Des 2025 16.782
2026 2027 2028 2029 2030
Rata-rata Harga (USD/Kg) 1,41 1,41 1,41 1,41 1,41
Quantity (Kg) 7.224.795 7.802.779 8.427.001 9.101.161 9.829.254
Revenue Material 171.544.793.169 185.268.376.623 200.089.846.753 216.097.034.493 233.384.797.252
Sumber: manajemen Perseroan
• Berdasarkan asumsi dan proyeksi pendapatan material, maka Perseroan diproyeksikan akan
memperoleh pendapatan secara konsolidasi sebagai berikut (dalam Rupiah penuh, kecuali
dinyatakan lain):
Tabel 12. Asumsi Proyeksi Pendapatan Dengan dan Tanpa Rencana Penambahan KBLI
Projection Projection Projection Projection Projection
FY2026 FY2027 FY2028 FY2029 FY2030
PENDAPATAN
Dengan Rencana Penambahan KBLI 576.606.369.955 608.583.124.711 642.510.427.482 675.153.587.499 709.710.935.897
Tanpa Rencana Penambahan KBLI 571.841.236.811 598.433.391.115 626.295.155.908 653.185.707.896 681.243.819.251
Selisih 4.765.133.144 10.149.733.596 16.215.271.574 21.967.879.603 28.467.116.646
Sumber: manajemen Perseroan
Laporan Studi Kelayakan PT Primadaya Plastisindo Tbk |45
Page 60
• Rata-rata persentase Harga Pokok Pendapatan terhadap Pendapatan bersih Dengan Rencana
Penambahan KBLI adalah sebesar 82,22% sedangkan Tanpa Rencana Penambahan KBLI adalah
sebesar 83,11%;
• Hari perputaran piutang usaha selama masa proyeksi adalah 44-45 hari;
• Hari perputaran utang usaha selama masa proyeksi adalah 37-47 hari;
• Hari perputaran persediaan selama masa proyeksi adalah 128-135 hari.
7.3. Biaya Pendirian dan Investasi
Sehubungan dengan Rencana Penambahan KBLI, maka manajemen telah mengestimasikan terdapat
penambahan aset tetap berupa mesin dan peralatan pada tahun 2026 dan 2028 adalah sebagai berikut
(dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain):
Tabel 13. Analisis Biaya Pendirian dan Investasi
Projection Projection Projection Projection Projection
CAPEX
FY2026 FY2027 FY2028 FY2029 FY2030
Dengan Rencana Penambahan KBLI 15.774.075.128 21.774.075.128 19.274.075.128 10.774.075.128 15.774.075.128
Tanpa Rencana Penambahan KBLI 12.774.075.128 21.774.075.128 14.774.075.128 10.774.075.128 15.774.075.128
Selisih 3.000.000.000 - 4.500.000.000 - -
Sumber: manajemen Perseroan
Biaya investasi relatif minim dikarenakan Perseroan akan membeli bahan-bahan untuk pembuatan alat
produksi dan akan dirakit secara internal.
7.4. Biaya Operasional
Sehubungan dengan Rencana Penambahan KBLI, maka manajemen telah mengestimasikan biaya
operasional selama masa proyeksi baik sebelum dan sesudah Rencana Penambahan KBLI sebagai
berikut (dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain):
Tabel 14. Biaya Operasional
Projection Projection Projection Projection Projection
FY2026 FY2027 FY2028 FY2029 FY2030
BEBAN OPERASIONAL
Dengan Rencana Penambahan KBLI (35.506.851.499) (38.928.965.677) (41.560.688.391) (44.315.335.645) (47.221.862.750)
Tanpa Rencana Penambahan KBLI (35.476.142.778) (38.867.476.861) (41.462.453.511) (44.182.250.485) (47.049.404.104)
Selisih (30.708.721) (61.488.817) (98.234.880) (133.085.160) (172.458.646)
Sumber: data olahan
Biaya operasional terdiri dari beban penjualan serta beban administrasi dan umum seperti beban gaji dan
tunjangan, beban asuransi, beban imbalan kerja karyawan, dan beban administrasi umum lainnya.
7.5. Biaya Bahan Baku
Dengan Rencana Penambahan KBLI, Perseroan menjalankan skema bisnis berbasis jasa pengolahan, di
mana kegiatan operasional dijalankan menggunakan material berupa galon yang sudah kadaluarsa yang
diperoleh melalui kerja sama dengan mitra. Struktur biaya yang timbul dalam proses tersebut telah
diperhitungkan dalam penetapan nilai transaksi penjualan kembali produk kepada mitra terkait.
Laporan Studi Kelayakan PT Primadaya Plastisindo Tbk |46
Page 61
7.6. Analisis Titik Impas (Break Even Point)
Titik impas atau break even point (BEP) adalah kondisi suatu perusahaan yang tidak menerima laba dan
tidak mengalami rugi atau dikatakan suatu perusahaan impas. Dengan kata lain, antara pendapatan dan
biaya pada kondisi yang sama. Analisis titik impas adalah teknik analisa untuk mempelajari hubungan
antara volume penjualan dan profitabilitas dan analisis ini menunjukkan besarnya keuntungan atau
kerugian perusahaan jika penjualan melampaui atau berada di bawah titik impas. Formula BEP dalam
Rupiah adalah sebagai berikut:
𝐹𝑖𝑥𝑒𝑑 𝐶𝑜𝑠𝑡
𝐵𝐸𝑃 (𝑅𝑢𝑝𝑖𝑎ℎ) = 𝐶𝑜𝑛𝑡𝑟𝑖𝑏𝑢𝑡𝑖𝑜𝑛 𝑀𝑎𝑟𝑔𝑖𝑛
𝑅𝑒𝑣𝑒𝑛𝑢𝑒
Sehubungan dengan Rencana Penambahan KBLI, maka analisis titik impas selama masa proyeksi adalah
sebagai berikut (dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain):
Tabel 15. Analisis Titik Impas
PROJECTION PROJECTION PROJECTION PROJECTION PROJECTION
FY2026 FY2027 FY2028 FY2029 FY2030
Revenue 576.606.369.955 608.583.124.711 642.510.427.482 675.153.587.499 709.710.935.897
COGS (480.655.533.595) (504.141.623.285) (528.328.309.370) (552.508.972.213) (573.797.633.979)
Depreciation 47.154.130.875 48.637.937.363 49.660.294.529 51.078.706.266 50.906.399.840
Contribution Margin 143.104.967.235 153.079.438.789 163.842.412.642 173.723.321.552 186.819.701.759
Fixed Cost 82.660.982.374 87.566.903.040 91.220.982.920 95.394.041.911 98.128.262.590
Contribution Margin Ratio 0,25 0,25 0,26 0,26 0,26
BEP (Rupiah) 333.062.156.434 348.131.270.241 357.724.424.258 370.736.807.509 372.780.281.873
%BEP 57,76% 57,20% 55,68% 54,91% 52,53%
Sumber: data olahan
Berdasarkan perhitungan tabel di atas, titik impas berada pada rentang 52,53% - 57,76% atau rata-rata
titik impas tercapai pada angka 55,62%.
7.7. Sumber Pendanaan
Berdasarkan informasi manajemen, terdapat rencana pendanaan belanja modal (capex) berupa mesin
dan peralatan terkait rencana penambahan KBLI yang bersumber dari internal Perseroan.
7.8. Analisis Tingkat Diskonto
Tingkat diskonto dalam analisis kelayakan keuangan akan menggunakan biaya modal tertimbang atau
weighted average cost of capital (WACC).
Risk Free Rate (Rf)
Risk free rate merupakan tingkat imbal hasil atas instrumen-instrumen keuangan yang dianggap tidak
memiliki risiko gagal bayar. Pada studi kelayakan ini, instrumen keuangan yang digunakan sebagai acuan
risk free rate adalah obligasi pemerintah Republik Indonesia dengan yield per tanggal studi kelayakan
menggunakan tenor 5 (lima) tahun dalam mata uang Rupiah.
Market Premium Risk (RPm)
Market premium risk merupakan selisih antara tingkat imbal hasil antara instrumen keuangan yang
memiliki risiko dengan instrumen keuangan yang relatif tidak memiliki risiko. Dengan demikian dapat
diartikan juga sebagai tingkat imbal hasil tambahan yang diinginkan investor untuk berinvestasi pada
Laporan Studi Kelayakan PT Primadaya Plastisindo Tbk |47
Page 62
suatu instrumen keuangan yang lebih berisiko. Kami menggunakan data market premium risk hasil
penelitian Aswath Damodaran yang diperbarui tanggal 5 Januari 2026.
Beta (β)
Beta merupakan tolak ukur volatilitas atas suatu saham terhadap pasar secara keseluruhan. Kami
menggunakan data unlevered beta hasil penelitian Aswath Damodaran yang diperbarui tanggal 5 Januari
2026 untuk emerging market sektor Packaging & Container sebesar 0,56 yang kemudian akan dilakukan
penyesuaian terhadap tarif pajak di Indonesia (beta relevered). Relevered beta setelah disesuaikan
adalah sebesar 0,75.
Rating Based Default Spread (CDS)
Rating based default spread menggunakan hasil penelitian Aswath Damodaran yang diperbarui tanggal 5
Januari 2026 yang digunakan untuk melakukan penyesuaian atas biaya modal ekuitas.
Cost of Debt (Kd)
Biaya hutang atau tingkat imbal hasil dari sumber pendanaan yang berasal dari hutang yang dikorelasikan
dengan tingkat suku bunga pinjaman Bank Persero dalam mata uang Rupiah untuk pinjaman baik modal
kerja ataupun investasi. Data menggunakan hasil statistik Bank Indonesia sesuai bulan tanggal studi
kelayakan.
Tarif Pajak (t)
Tarif pajak penghasilan badan yang digunakan adalah 22% sesuai dengan Undang-Undang Nomor 7
Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan.
Cost of Equity (Ke)
Biaya ekuitas merupakan tingkat imbal hasil yang diharapkan dari sumber pendanaan ekuitas. Formula
perhitungan biaya ekuitas adalah sebagai berikut:
Ke = Rf + (β x RPm) – CDS
Tingkat Diskonto
Tingkat diskonto digunakan untuk mendiskonto arus kas bersih yang dihasilkan di masa mendatang ke
nilai kini atau per tanggal studi kelayakan. Tingkat diskonto yang digunakan untuk mendiskonto arus kas
untuk kapital (free cash flow to firm atau FCFF) adalah WACC (Weighted Average Cost of Capital).
Perhitungan WACC adalah sebagai berikut:
Laporan Studi Kelayakan PT Primadaya Plastisindo Tbk |48
Page 63
Tabel 16. WACC
Variables Factor Informations
COST OF EQUITY
Indonesia risk free rate (Rf) 5,68% Yield rate on 5 year IDR Government Bonds in Indonesia per Des 31,
2025
Indonesia risk equity premium 6,69% Based on Damodaran
Comparable Company leverage beta 0,75 Based on unlevered Damodaran
Country Default Spread 1,62% Based on Damodaran
Required rate of return on equity (CAPM) 9,06%
COST OF DEBT
Return on debt 8,44% Based on state owned bank lending interest rate for investment
(IDR) Des, 2025 (source: Bank Indonesia)
Tax 22,00% Corporate Income Tax
After tax cost of debt 6,58%
DEBT TO EQUITY RATIO
Debt 29,60% Based on Damodaran Industry DER
Equity 70,40%
WACC 8,32%
Sumber: diolah dari berbagai sumber
7.9. Analisis Profitabilitas dan Overall Return on Investment
Analisa profitabilitas sebagai parameter Perseroan dalam menghasilkan laba adalah sebagai berikut:
Tabel 17. Analisis Profitabilitas Dengan Rencana Penambahan KBLI
Projection Projection Projection Projection Projection
Average
FY2026 FY2027 FY2028 FY2029 FY2030
Gross profit margin 16,64% 17,16% 17,77% 18,17% 19,15% 17,78%
Operating profit margin 10,48% 10,76% 11,30% 11,60% 12,50% 11,33%
Net profit margin 7,22% 7,54% 8,13% 8,48% 9,28% 8,13%
Return on investment 6,04% 6,41% 6,83% 6,98% 7,43% 6,74%
Return on equity 8,78% 8,83% 9,13% 9,10% 9,47% 9,06%
Sumber: Data olahan
Dengan adanya rencana penambahan KBLI, rata-rata gross profit margin Perseroan selama masa
proyeksi adalah sebesar 17,78%, net profit margin sebesar 8,13%, return on investment sebesar 6,74%,
dan return on equity sebesar 9,06%.
Tabel 18. Analisis Profitabilitas Tanpa Rencana Penambahan KBLI
Projection Projection Projection Projection Projection
Average
FY2026 FY2027 FY2028 FY2029 FY2030
Gross profit margin 16,34% 16,53% 16,87% 17,04% 17,70% 16,89%
Operating profit margin 10,13% 10,03% 10,25% 10,27% 10,80% 10,30%
Net profit margin 6,94% 6,96% 7,29% 7,43% 7,94% 7,31%
Return on investment 5,78% 5,88% 6,09% 6,10% 6,37% 6,04%
Return on equity 8,41% 8,11% 8,16% 7,98% 8,17% 8,16%
Sumber: Data olahan
Tanpa adanya rencana penambahan KBLI, rata-rata gross profit margin Perseroan selama masa proyeksi
adalah sebesar 16,89%, net profit margin sebesar 7,31%, return on investment sebesar 6,04%, dan return
on equity sebesar 8,16%.
Laporan Studi Kelayakan PT Primadaya Plastisindo Tbk |49
Page 64
7.10. Proyeksi Perubahan Modal Kerja Bersih
Analisis perubahan modal kerja bersih periode periode 12 bulan yang berakhir 31 Desember 2026-2030
(dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) adalah sebagai berikut:
Tabel 19. Proyeksi Perubahan Modal Kerja Bersih Perseroan Dengan Penambahan KBLI
AUDIT PROJECTION PROJECTION PROJECTION PROJECTION PROJECTION
DEC 2025 DEC 2026 DEC 2027 DEC 2028 DEC 2029 DEC 2030
Piutang usaha - pihak ketiga - bersih 67.124.124.902 71.636.830.526 75.405.706.199 79.405.677.635 83.232.890.042 87.286.416.991
Piutang lain-lain 7.877.191 7.877.191 7.877.191 7.877.191 7.877.191 7.877.191
Persediaan 90.635.775.888 180.523.797.975 180.100.729.231 188.728.746.196 196.623.773.483 203.547.383.082
Uang muka dan biaya dibayar di muka 13.294.870.277 13.294.870.277 13.294.870.277 13.294.870.277 13.294.870.277 13.294.870.277
Pajak dibayar di muka 4.486.180.230 4.486.180.230 4.486.180.230 4.486.180.230 4.486.180.230 4.486.180.230
Aset pajak tangguhan 907.399.124 1.534.681.919 2.193.328.855 2.884.908.137 3.611.066.383 4.373.532.541
Uang jaminan 121.500.000 - - - - -
Total Current Assets 176.577.727.612 271.484.238.119 275.488.691.983 288.808.259.666 301.256.657.606 312.996.260.312
Utang usaha - pihak ketiga 18.177.673.239 62.846.783.444 51.174.191.858 55.009.340.988 57.357.610.378 59.376.046.812
Utang lain-lain - pihak ketga - - - - - -
Beban masih harus dibayar 3.542.150.188 3.542.150.188 3.542.150.188 3.542.150.188 3.542.150.188 3.542.150.188
Uang muka penjualan 55.955.464 - - - - -
Utang pajak 4.401.802.136 13.903.792.093 15.122.375.613 16.941.963.053 18.629.523.213 21.041.307.313
Liabilitas imbalan kerja karyawan 5.761.500.216 8.612.785.650 11.606.635.355 14.750.177.546 18.050.896.847 21.516.652.112
Total Current Liabilities 31.939.081.243 88.905.511.375 81.445.353.014 90.243.631.776 97.580.180.626 105.476.156.425
Perubahan aset lancar (94.906.510.507) (4.004.453.864) (13.319.567.683) (12.448.397.940) (11.739.602.706)
Perubahan liabilitas jangka pendek 56.966.430.132 (7.460.158.361) 8.798.278.762 7.336.548.850 7.895.975.799
Perubahan modal kerja bersih (37.940.080.375) (11.464.612.225) (4.521.288.922) (5.111.849.090) (3.843.626.907)
Sumber: Data Olahan
Tabel 20. Proyeksi Perubahan Modal Kerja Bersih Perseroan Tanpa Penambahan KBLI
AUDIT PROJECTION PROJECTION PROJECTION PROJECTION PROJECTION
DEC 2025 DEC 2026 DEC 2027 DEC 2028 DEC 2029 DEC 2030
Piutang usaha - pihak ketiga - bersih 67.124.124.902 71.044.816.540 74.144.423.306 77.392.283.222 80.508.657.580 83.760.455.067
Piutang lain-lain 7.877.191 7.877.191 7.877.191 7.877.191 7.877.191 7.877.191
Persediaan 90.635.775.888 179.715.204.167 178.517.042.124 186.123.064.927 193.052.824.937 199.153.961.643
Uang muka dan biaya dibayar di muka 13.294.870.277 13.294.870.277 13.294.870.277 13.294.870.277 13.294.870.277 13.294.870.277
Pajak dibayar di muka 4.486.180.230 4.486.180.230 4.486.180.230 4.486.180.230 4.486.180.230 4.486.180.230
Aset pajak tangguhan 907.399.124 1.534.681.919 2.193.328.855 2.884.908.137 3.611.066.383 4.373.532.541
Uang jaminan 121.500.000 - - - - -
Total Current Assets 176.577.727.612 270.083.630.325 272.643.721.983 284.189.183.983 294.961.476.598 305.076.876.950
Utang usaha - pihak ketiga 18.177.673.239 62.495.578.602 50.588.590.171 54.077.016.533 56.134.086.822 57.916.157.864
Utang lain-lain - pihak ketga - - - - - -
Beban masih harus dibayar 3.542.150.188 3.542.150.188 3.542.150.188 3.542.150.188 3.542.150.188 3.542.150.188
Uang muka penjualan 55.955.464 - - - - -
Utang pajak 4.401.802.136 13.354.006.373 13.917.573.553 15.080.185.773 16.157.938.493 17.705.908.213
Laibilitas imbalan kerja karyawan 5.761.500.216 8.612.785.650 11.606.635.355 14.750.177.546 18.050.896.847 21.516.652.112
Total Current Liabilities 31.939.081.243 88.004.520.813 79.654.949.267 87.449.530.040 93.885.072.350 100.680.868.377
Perubahan aset lancar (93.505.902.713) (2.560.091.659) (11.545.462.000) (10.772.292.615) (10.115.400.351)
Perubahan liabilitas jangka pendek 56.065.439.570 (8.349.571.546) 7.794.580.773 6.435.542.309 6.795.796.027
Perubahan modal kerja bersih (37.440.463.142) (10.909.663.205) (3.750.881.227) (4.336.750.305) (3.319.604.324)
Sumber: Data Olahan
7.11. Analisis Kelayakan Investasi
Analisa kelayakan keuangan dilakukan dengan menggunakan indikator yaitu Net Present Value (NPV) dan
Profitability Index (PI) (dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) sebagai berikut:
Laporan Studi Kelayakan PT Primadaya Plastisindo Tbk |50
Page 65
Tabel 21. Analisis Kelayakan Investasi
FCFF (WITH PROJECT)
Projection Projection Projection Projection Projection
31-Dec-25
FY 2026 FY 2027 FY 2028 FY 2029 FY 2030
Earning after tax 41.644.856.575 45.914.793.206 52.224.867.629 57.264.445.490 65.885.880.620
(+) Depreciation 53.127.771.298 56.331.441.215 57.926.919.539 59.918.452.433 60.319.267.164
(+) Interest (1-t) 5.443.656.905 5.179.759.483 4.419.309.226 3.832.392.630 3.293.441.931
(+/-) Changes in working capital (37.940.080.375) (11.464.612.225) (4.521.288.922) (5.111.849.090) (3.843.626.907)
(-) Capex (15.774.075.128) (21.774.075.128) (19.274.075.128) (10.774.075.128) (15.774.075.128)
FCFF 46.502.129.274 74.187.306.551 90.775.732.344 105.129.366.335 109.880.887.680
Year-n 1,00 2,00 3,00 4,00 5,00
Discount factor 0,9232 0,8522 0,7867 0,7263 0,6705
PV FCFF 42.929.029.130 63.224.595.428 71.417.467.207 76.354.907.791 73.673.838.394
NPV 327.599.837.951
FCFF (WITHOUT PROJECT)
Projection Projection Projection Projection Projection
31-Dec-25
FY 2026 FY 2027 FY 2028 FY 2029 FY 2030
Earning after tax 39.698.446.022 41.646.190.645 45.628.763.785 48.507.979.505 54.068.701.448
(+) Depreciation 52.940.271.298 55.956.441.215 57.270.669.539 58.980.952.433 59.381.767.164
(+) Interest (1-t) 5.443.656.905 5.179.759.483 4.419.309.226 3.832.392.630 3.293.441.931
(+/-) Changes in working capital (37.440.463.142) (10.909.663.205) (3.750.881.227) (4.336.750.305) (3.319.604.324)
(-) Capex (12.774.075.128) (21.774.075.128) (14.774.075.128) (10.774.075.128) (15.774.075.128)
FCFF 47.867.835.954 70.098.653.010 88.793.786.195 96.210.499.134 97.650.231.091
Year-n 1,00 2,00 3,00 4,00 5,00
Discount factor 0,9232 0,8522 0,7867 0,7263 0,6705
PV FCFF 44.189.798.535 59.740.125.133 69.858.178.503 69.877.181.286 65.473.327.495
NPV 309.138.610.951
INCREMENTAL FCFF
Projection Projection Projection Projection Projection
31-Dec-25
FY 2026 FY 2027 FY 2028 FY 2029 FY 2030
Earning after tax 1.946.410.553 4.268.602.561 6.596.103.844 8.756.465.985 11.817.179.172
(+) Depreciation 187.500.000 375.000.000 656.250.000 937.500.000 937.500.000
(+) Interest (1-t) - - - - -
(+/-) Changes in working capital (499.617.233) (554.949.020) (770.407.694) (775.098.785) (524.022.583)
(-) Capex (3.000.000.000) - (4.500.000.000) - -
FCFF (1.365.706.680) 4.088.653.541 1.981.946.149 8.918.867.201 12.230.656.590
Year-n 1,00 2,00 3,00 4,00 5,00
Discount factor 0,9232 0,8522 0,7867 0,7263 0,6705
PV FCFF (1.260.769.404) 3.484.470.296 1.559.288.705 6.477.726.505 8.200.510.899
NPV 18.461.227.000
DISCOUNTED PAYBACK PERIOD
Projection Projection Projection Projection Projection
31-Dec-25
FY 2026 FY 2027 FY 2028 FY 2029 FY 2030
PV FCFF (1.260.769.404) 3.484.470.296 1.559.288.705 6.477.726.505 8.200.510.899
Accumulated PV FCFF (1.260.769.404) 2.223.700.891 3.782.989.596 10.260.716.100 18.461.227.000
Period 1,00 1,36
Discounted Payback Period 1,36
PROFITABILITY INDEX
Projection Projection Projection Projection Projection
31-Dec-25
FY 2026 FY 2027 FY 2028 FY 2029 FY 2030
Cash Inflow 2.133.910.553 4.643.602.561 7.252.353.844 9.693.965.985 12.754.679.172
Cash Outflow 3.499.617.233 554.949.020 5.270.407.694 775.098.785 524.022.583
PV Cash Inflow 1.969.946.532 3.957.414.104 5.705.762.206 7.040.676.690 8.551.861.857
PV Cash Outflow 3.230.715.936 472.943.808 4.146.473.501 562.950.185 351.350.957
Sum Cash Inflow 27.225.661.387
Sum Cash Outflow 8.764.434.387
Profitability Index 3,11
REKAP
Deskripsi Nilai Kriteria Kelayakan Keterangan
Incremental NPV (Rp) 18.461.227.000 NPV>0 LAYAK
Discounted Payback Period (DPP) 1,36 DPP<5 Tahun LAYAK
Profitability Index (x) 3,11 PI>0 LAYAK
Internal Rate of Return (IRR) 293,24% IRR>WACC LAYAK
Sumber: Data Olahan
Net Present Value (NPV)
Net Present Value merupakan selisih antara cash inflow dengan cash outflow dari suatu proyek dengan
memperhitungkan nilai waktu uang. Berdasarkan tabel di atas, NPV menunjukkan nilai positif Rp18,46
miliar dengan demikian Rencana Penambahan KBLI tersebut layak untuk dilaksanakan.
Laporan Studi Kelayakan PT Primadaya Plastisindo Tbk |51
Page 66
Internal Rate of Return (IRR)
IRR merupakan tingkat diskonto yang akan menghasilkan NPV Rp0. IRR sebesar 293,24% lebih tinggi
dibandingkan WACC mengindikasikan bahwa Rencana Penambahan KBLI layak dilaksanakan.
Profitability Index (PI)
Indeks profitabilitas sebesar 3,11 kali yang menunjukkan bahwa nilai sekarang dari arus kas masuk lebih
tinggi dibandingkan arus kas keluar, sehingga Rencana Penambahan KBLI memberikan kontribusi positif.
Umumnya suatu rencana proyek dikategorikan layak untuk dilaksanakan jika profitability index
menghasilkan nilai lebih dari 1.
Discounted Payback Period (DPP)
Discounted Payback Period (PP) merupakan penentuan jangka waktu yang dibutuhkan untuk menutup
initial investment dari suatu proyek dengan menggunakan cash flow yang dihasilkan dari proyek tersebut.
Berdasarkan hasil perhitungan dan analisis yang diperoleh, Perseroan diproyeksikan dapat
mengembalikan seluruh dana investasi setelah Rencana Penambahan KBLI berjalan selama 1 tahun 4
bulan.
7.12. Analisis Sensitivity
Analisis sensitivitas dilakukan dengan menggunakan variabel utama berupa pertumbuhan pendapatan
segmen material dan pellet plastik, dengan skenario penurunan -3%, kenaikan sebesar 3% dan 5%
terhadap proyeksi dasar. Analisis ini bertujuan untuk mengukur dampak perubahan pertumbuhan
pendapatan terhadap indikator kelayakan investasi, yaitu NPV, DPP, dan PI. Berikut adalah hasil analisis
sensitivitas (dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain):
Tabel 22. Analisis Sensitivity
Penurunan -3% Kenaikan 3% Kenaikan 5%
Incremental NPV (Rp) 42.929.840 36.879.524.159 49.158.388.932
Discounted Payback Period (Tahun) 4,99 1,00 1,00
Profitability Index (x) 1,00 5,21 6,61
Sumber: Data Olahan
Laporan Studi Kelayakan PT Primadaya Plastisindo Tbk |52
Page 67
8. KESIMPULAN
Berdasarkan analisis dan metodologi yang telah dilakukan, maka didapatkan kesimpulan sebagai
berikut:
1. Berdasarkan penelaahan aspek legalitas dan hukum, Perseroan telah memiliki perizinan dasar yang
memadai serta sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Rencana
Penambahan KBLI dapat dilakukan melalui penyesuaian administratif pada sistem OSS tanpa
memerlukan perizinan tambahan yang material. Selain itu, Perseroan telah didukung oleh sertifikasi
Global Recycled Standard (GRS) yang memperkuat kepatuhan terhadap standar internasional.
Dengan demikian, aspek legalitas dan hukum dinilai telah terpenuhi dan tidak menjadi kendala dalam
pelaksanaan rencana usaha Perseroan;
2. Berdasarkan analisis kelayakan pasar, Rencana Penambahan KBLI memiliki prospek yang baik dan
berkelanjutan, didukung oleh meningkatnya permintaan terhadap material plastik daur ulang serta
cakupan pasar yang luas. Strategi pemasaran yang diterapkan dinilai memadai untuk mendukung
penetrasi pasar dan menjaga stabilitas permintaan, sehingga rencana tersebut layak untuk
dilaksanakan dari aspek pasar;
3. Berdasarkan analisis kelayakan teknis, Perseroan memiliki kapasitas operasional, ketersediaan
bahan baku, serta sumber daya manusia yang memadai untuk mendukung pelaksanaan kegiatan
pemulihan material plastik. Didukung oleh fasilitas produksi yang terintegrasi, pengalaman di industri
plastik, serta pendekatan pengembangan kapasitas secara bertahap, aspek teknis dinilai layak dan
tidak terdapat kendala material yang dapat menghambat implementasi rencana usaha;
4. Berdasarkan analisis kelayakan pola bisnis, Perseroan memiliki dasar keunggulan kompetitif yang
memadai, didukung oleh pengalaman di industri, kemampuan menjaga kualitas dan kontinuitas
pasokan, serta potensi integrasi dalam rantai nilai usaha. Selain itu, kegiatan usaha ini memberikan
kemampuan bagi Perseroan untuk menciptakan nilai tambah secara ekonomi dan keberlanjutan.
Dengan demikian, pola bisnis Perseroan dinilai layak dan memiliki prospek untuk berkembang secara
berkelanjutan;
5. Berdasarkan analisis kelayakan model manajemen, Perseroan memiliki perencanaan sumber daya
manusia yang memadai dan adaptif dalam mendukung pengembangan kegiatan usaha. Kebutuhan
tenaga kerja dapat dipenuhi melalui optimalisasi sumber daya yang ada serta penambahan secara
bertahap sesuai dengan perkembangan operasional. Didukung oleh rencana peningkatan kompetensi
melalui pelatihan, aspek manajemen dinilai layak dan tidak terdapat kendala material dalam
mendukung implementasi rencana usaha Perseroan. Perseroan juga telah melakukan mitigasi atas
risiko-risiko yang dapat mempengaruhi kinerja operasional;
6. Berdasarkan analisis kelayakan keuangan, Rencana Penambahan KBLI akan menghasilkan NPV
positif, analisis IRR lebih besar dari WACC, analisis DPP menunjukkan bahwa periode pengembalian
investasi yang telah didiskontokan tercapai dalam waktu 1 tahun 4 bulan, analisis PI menunjukkan
bahwa nilai sekarang dari arus kas masuk lebih tinggi dibandingkan arus kas keluar, dan analisis ROI
menunjukkan adanya return bagi Perseroan;
7. Berdasarkan kajian, evaluasi, Analisis kelayakan pasar, Analisis kelayakan teknis, Analisis kelayakan
pola bisnis, Analisis kelayakan model manajemen, dan Analisis kelayakan keuangan serta proyeksi-
proyeksi lainnya dengan syarat asumsi-asumsi yang telah ditetapkan dapat terpenuhi, maka dapat
disimpulkan bahwa rencana penambahan kegiatan usaha yang akan dilaksanakan oleh Perseroan
adalah layak.
Laporan Studi Kelayakan PT Primadaya Plastisindo Tbk |53
Page 68
9. LAMPIRAN
1. Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Perseroan Dengan Rencana Penambahan KBLI;
2. Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Perseroan Tanpa Rencana Penambahan KBLI;
3. Proyeksi Laporan Laba Rugi Perseroan Dengan Rencana Penambahan KBLI;
4. Proyeksi Laporan Laba Rugi Perseroan Tanpa Rencana Penambahan KBLI;
5. Proyeksi Arus Kas Dengan Rencana Penambahan KBLI;
6. Proyeksi Arus Kas Tanpa Rencana Penambahan KBLI;
7. Proyeksi Analisis Rasio dengan Rencana Penambahan KBLI;
8. Proyeksi Analisis Rasio tanpa Rencana Penambahan KBLI;
9. Analisis Kelayakan;
10. Beta (Damodaran);
11. Country Risk Premium (Damodaran);
12. Tingkat Suku Bunga Bank Bulan Desember 2025;
13. Indonesia Government Securities Yield Curve per 31 Desember 2025
Laporan Studi Kelayakan PT Primadaya Plastisindo Tbk |54
Page 69
10. REFERENSI
1. Damodaran (beta dan country risk premium);
2. Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia Edisi VII Tahun 2018 (KEPI & SPI Edisi
VII-2018) dan Edisi Revisi SPI 300, SPI 310, SPI 330, dan Petunjuk Teknis Khusus SPI Penilaian Dalam
Kondisi Bencana Covid-19 yang dikeluarkan oleh Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI);
3. PER-08/PJ/2020 tanggal 21 April 2020 tentang Penghitungan Angsuran Pajak Penghasilan Untuk
Tahun Pajak Berjalan Sehubungan Dengan Penyesuaian Tarif Pajak Penghasilan Wajib Pajak Badan;
4. www.phei.co.id (Indonesia Bonds Pricing Agency);
5. www.bi.go.id (data suku bunga dan inflasi);
6. Media lainnya.
Laporan Studi Kelayakan PT Primadaya Plastisindo Tbk |55
Page 70
LAMPIRAN
Page 71
Lampiran 1
Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Perseroan Dengan Penambahan KBLI
Projection Projection Projection Projection Projection
31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28 31-Dec-29 31-Dec-30
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 35.798.304.930 92.698.864.016 166.402.755.986 259.767.290.456 358.627.878.929
Piutang usaha - pihak ketiga - bersih 71.636.830.526 75.405.706.199 79.405.677.635 83.232.890.042 87.286.416.991
Piutang lain-lain 7.877.191 7.877.191 7.877.191 7.877.191 7.877.191
Persediaan 180.523.797.975 180.100.729.231 188.728.746.196 196.623.773.483 203.547.383.082
Uang muka dan biaya dibayar di muka 6.942.350.935 6.942.350.935 6.942.350.935 6.942.350.935 6.942.350.935
Pajak dibayar di muka 4.486.180.230 4.486.180.230 4.486.180.230 4.486.180.230 4.486.180.230
Jumlah Aset Lancar 299.395.341.787 359.641.707.802 445.973.588.173 551.060.362.337 660.898.087.358
ASET TIDAK LANCAR
Uang muka dan biaya dibayar di muka 6.352.519.342 6.352.519.342 6.352.519.342 6.352.519.342 6.352.519.342
Aset pajak tangguhan 1.534.681.919 2.193.328.855 2.884.908.137 3.611.066.383 4.373.532.541
Aset tetap - bersih 376.583.256.362 341.858.960.846 300.044.586.405 252.765.133.040 204.801.850.751
Aset hak-guna - bersih 5.731.310.520 5.898.239.949 9.059.769.979 7.194.846.040 10.612.936.293
Jumlah Aset Tidak Lancar 390.201.768.144 356.303.048.992 318.341.783.863 269.923.564.804 226.140.838.927
JUMLAH ASET 689.597.109.930 715.944.756.794 764.315.372.036 820.983.927.141 887.038.926.284
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang bank jangka pendek 53.841.474.796 53.841.474.796 53.841.474.796 53.841.474.796 53.841.474.796
Utang usaha - pihak ketiga 62.846.783.444 51.174.191.858 55.009.340.988 57.357.610.378 59.376.046.812
Beban masih harus dibayar 3.542.150.188 3.542.150.188 3.542.150.188 3.542.150.188 3.542.150.188
Utang pajak 13.903.792.093 15.122.375.613 16.941.963.053 18.629.523.213 21.041.307.313
Liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo dalam waktu satu
tahun
-Utang bank 11.990.829.951 12.023.890.598 7.932.439.234 7.726.857.276 2.001.386.432
-Utang pembiayaan konsumen 116.158.031 628.640.551 - - -
-Liabiltas sewa - - - - -
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 146.241.188.502 136.332.723.604 137.267.368.260 141.097.615.851 139.802.365.541
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas jangka panjang, setelah dikurangi bagian yang
jatuh tempo dalam waktu satu tahun:
-Utang bank 59.998.829.377 47.974.938.780 40.042.499.545 32.315.642.270 30.314.255.838
-Utang pembiayaan konsumen 628.640.551 - - - -
-Liabilitas sewa - - - - -
Liabilitas diestimasi atas imbalan kerja karyawan 8.612.785.650 11.606.635.355 14.750.177.546 18.050.896.847 21.516.652.112
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 69.240.255.578 59.581.574.135 54.792.677.091 50.366.539.116 51.830.907.950
JUMLAH LIABILITAS 215.481.444.081 195.914.297.738 192.060.045.351 191.464.154.967 191.633.273.490
EKUITAS
Modal saham 306.134.143.800 306.134.143.800 306.134.143.800 306.134.143.800 306.134.143.800
Tambahan modal disetor 18.979.709.605 18.979.709.605 18.979.709.605 18.979.709.605 18.979.709.605
Saldo laba
-Ditentukan penggunaannya 30.000.000.000 30.000.000.000 30.000.000.000 30.000.000.000 30.000.000.000
-Belum ditentukan penggunaannya 115.254.036.336 161.168.829.541 213.393.697.170 270.658.142.660 336.544.023.280
Penghasilan komprehensif lain 3.747.776.109 3.747.776.109 3.747.776.109 3.747.776.109 3.747.776.109
JUMLAH EKUITAS 474.115.665.850 520.030.459.055 572.255.326.684 629.519.772.174 695.405.652.794
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 689.597.109.930 715.944.756.794 764.315.372.036 820.983.927.141 887.038.926.284
Page 72
Lampiran 2
Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Perseroan Tanpa Penambahan KBLI
Projection Projection Projection Projection Projection
31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28 31-Dec-29 31-Dec-30
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 37.164.011.609 89.975.917.155 161.697.862.975 246.143.530.244 332.773.462.128
Piutang usaha - pihak ketiga - bersih 71.044.816.540 74.144.423.306 77.392.283.222 80.508.657.580 83.760.455.067
Piutang lain-lain 7.877.191 7.877.191 7.877.191 7.877.191 7.877.191
Persediaan 179.715.204.167 178.517.042.124 186.123.064.927 193.052.824.937 199.153.961.643
Uang muka dan biaya dibayar di muka 6.942.350.935 6.942.350.935 6.942.350.935 6.942.350.935 6.942.350.935
Pajak dibayar di muka 4.486.180.230 4.486.180.230 4.486.180.230 4.486.180.230 4.486.180.230
Jumlah Aset Lancar 299.360.440.672 354.073.790.942 436.649.619.480 531.141.421.118 627.124.287.195
ASET TIDAK LANCAR
Uang muka dan biaya dibayar di muka 6.352.519.342 6.352.519.342 6.352.519.342 6.352.519.342 6.352.519.342
Aset pajak tangguhan 1.534.681.919 2.193.328.855 2.884.908.137 3.611.066.383 4.373.532.541
Aset tetap - bersih 373.770.756.362 339.421.460.846 293.763.336.405 247.421.383.040 200.395.600.751
Aset hak-guna - bersih 5.731.310.520 5.898.239.949 9.059.769.979 7.194.846.040 10.612.936.293
Jumlah Aset Tidak Lancar 387.389.268.144 353.865.548.992 312.060.533.863 264.579.814.804 221.734.588.927
JUMLAH ASET 686.749.708.816 707.939.339.933 748.710.153.343 795.721.235.922 848.858.876.121
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang bank jangka pendek 53.841.474.796 53.841.474.796 53.841.474.796 53.841.474.796 53.841.474.796
Utang usaha - pihak ketiga 62.495.578.602 50.588.590.171 54.077.016.533 56.134.086.822 57.916.157.864
Beban masih harus dibayar 3.542.150.188 3.542.150.188 3.542.150.188 3.542.150.188 3.542.150.188
Utang pajak 13.354.006.373 13.917.573.553 15.080.185.773 16.157.938.493 17.705.908.213
Liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo dalam waktu satu
tahun
-Utang bank 11.990.829.951 12.023.890.598 7.932.439.234 7.726.857.276 2.001.386.432
-Utang pembiayaan konsumen 116.158.031 628.640.551 - - -
-Liabiltas sewa - - - - -
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 145.340.197.941 134.542.319.857 134.473.266.524 137.402.507.575 135.007.077.493
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas jangka panjang, setelah dikurangi bagian yang
jatuh tempo dalam waktu satu tahun:
-Utang bank 59.998.829.377 47.974.938.780 40.042.499.545 32.315.642.270 30.314.255.838
-Utang pembiayaan konsumen 628.640.551 - - - -
-Liabilitas sewa - - - - -
Liabilitas diestimasi atas imbalan kerja karyawan 8.612.785.650 11.606.635.355 14.750.177.546 18.050.896.847 21.516.652.112
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 69.240.255.578 59.581.574.135 54.792.677.091 50.366.539.116 51.830.907.950
JUMLAH LIABILITAS 214.580.453.519 194.123.893.992 189.265.943.616 187.769.046.691 186.837.985.442
EKUITAS
Modal saham 306.134.143.800 306.134.143.800 306.134.143.800 306.134.143.800 306.134.143.800
Tambahan modal disetor 18.979.709.605 18.979.709.605 18.979.709.605 18.979.709.605 18.979.709.605
Saldo laba
-Ditentukan penggunaannya 30.000.000.000 30.000.000.000 30.000.000.000 30.000.000.000 30.000.000.000
-Belum ditentukan penggunaannya 113.307.625.783 154.953.816.428 200.582.580.213 249.090.559.718 303.159.261.165
Penghasilan komprehensif lain 3.747.776.109 3.747.776.109 3.747.776.109 3.747.776.109 3.747.776.109
JUMLAH EKUITAS 472.169.255.297 513.815.445.942 559.444.209.727 607.952.189.232 662.020.890.679
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 686.749.708.816 707.939.339.933 748.710.153.343 795.721.235.922 848.858.876.121
Page 73
Lampiran 3
Proyeksi Laporan Laba Rugi Perseroan Dengan Penambahan KBLI
Projection Projection Projection Projection Projection
FY 2026 FY 2027 FY 2028 FY 2029 FY 2030
PENDAPATAN BERSIH 576.606.369.955 608.583.124.711 642.510.427.482 675.153.587.499 709.710.935.897
BEBAN POKOK PENDAPATAN (480.655.533.595) (504.141.623.285) (528.328.309.370) (552.508.972.213) (573.797.633.979)
LABA KOTOR 95.950.836.360 104.441.501.426 114.182.118.112 122.644.615.286 135.913.301.918
-Beban Pemasaran (3.276.952.304) (3.458.681.652) (3.651.496.298) (3.837.012.942) (4.033.408.244)
-Beban umum dan administrasi (32.229.899.195) (35.470.284.025) (37.909.192.092) (40.478.322.703) (43.188.454.506)
LABA USAHA 60.443.984.861 65.512.535.749 72.621.429.722 78.329.279.641 88.691.439.168
-Pendapatan keuangan - - - - -
-Beban keuangan (7.053.143.098) (6.647.416.255) (5.666.471.223) (4.913.323.885) (4.222.361.450)
-Pendapatan (Beban) lain-lain - - - - -
LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN 53.390.841.763 58.865.119.494 66.954.958.499 73.415.955.756 84.469.077.718
Beban pajak penghasilan - bersih (11.745.985.188) (12.950.326.289) (14.730.090.870) (16.151.510.266) (18.583.197.098)
LABA BERSIH TAHUN BERJALAN 41.644.856.575 45.914.793.206 52.224.867.629 57.264.445.490 65.885.880.620
Page 74
Lampiran 4
Proyeksi Laporan Laba Rugi Perseroan Tanpa Penambahan KBLI
Projection Projection Projection Projection Projection
FY 2026 FY 2027 FY 2028 FY 2029 FY 2030
PENDAPATAN BERSIH 571.841.236.811 598.433.391.115 626.295.155.908 653.185.707.896 681.243.819.251
BEBAN POKOK PENDAPATAN (478.416.507.317) (499.525.945.891) (520.667.816.065) (541.900.416.213) (560.653.205.687)
LABA KOTOR 93.424.729.494 98.907.445.224 105.627.339.843 111.285.291.683 120.590.613.564
-Beban Pemasaran (3.249.871.240) (3.400.998.986) (3.559.342.145) (3.712.165.737) (3.871.624.767)
-Beban umum dan administrasi (32.226.271.538) (35.466.477.875) (37.903.111.366) (40.470.084.748) (43.177.779.337)
LABA USAHA 57.948.586.716 60.039.968.363 64.164.886.333 67.103.041.198 73.541.209.460
-Pendapatan keuangan - - - - -
-Beban keuangan (7.053.143.098) (6.647.416.255) (5.666.471.223) (4.913.323.885) (4.222.361.450)
-Pendapatan (Beban) lain-lain - - - - -
LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN 50.895.443.618 53.392.552.109 58.498.415.109 62.189.717.314 69.318.848.010
Beban pajak penghasilan (11.196.997.596) (11.746.361.464) (12.869.651.324) (13.681.737.809) (15.250.146.562)
LABA BERSIH TAHUN BERJALAN 39.698.446.022 41.646.190.645 45.628.763.785 48.507.979.505 54.068.701.448
Page 75
Lampiran 5
Proyeksi Arus Kas Dengan Penambahan KBLI
Projection Projection Projection Projection Projection
FY 2026 FY 2027 FY 2028 FY 2029 FY 2030
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Laba bersih 41.644.856.575 45.914.793.206 52.224.867.629 57.264.445.490 65.885.880.620
Depresiasi 53.127.771.298 56.331.441.215 57.926.919.539 59.918.452.433 60.319.267.164
Perubahan modal kerja bersih:
Piutang usaha - pihak ketiga - bersih (4.512.705.624) (3.768.875.673) (3.999.971.436) (3.827.212.407) (4.053.526.949)
Piutang lain-lain - - - - -
Persediaan (89.888.022.087) 423.068.744 (8.628.016.965) (7.895.027.287) (6.923.609.599)
Uang muka dan biaya dibayar di muka - - - - -
Pajak dibayar di muka - - - - -
Uang muka dan biaya dibayar di muka - - - - -
Aset pajak tangguhan (627.282.795) (658.646.935) (691.579.282) (726.158.246) (762.466.158)
Uang jaminan 121.500.000 - - - -
Utang usaha - pihak ketiga 44.669.110.205 (11.672.591.586) 3.835.149.131 2.348.269.390 2.018.436.434
Utang lain-lain - pihak ketga - - - - -
Beban masih harus dibayar - - - - -
Uang muka penjualan (55.955.464) - - - -
Utang pajak 9.501.989.957 1.218.583.520 1.819.587.440 1.687.560.160 2.411.784.100
Liabiltas immbalan kerja karyawan 2.851.285.434 2.993.849.706 3.143.542.191 3.300.719.300 3.465.755.265
Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Operasi 56.832.547.498 90.781.622.196 105.630.498.246 112.071.048.833 122.361.520.877
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Perolehan aset tetap (11.009.482.780) (18.009.482.780) (12.509.482.780) (8.009.482.780) (8.009.482.780)
Perolehan aset hak guna (4.764.592.348) (3.764.592.348) (6.764.592.348) (2.764.592.348) (7.764.592.348)
Kas Bersih Digunakan Untuk Aktivitas Investasi (15.774.075.128) (21.774.075.128) (19.274.075.128) (10.774.075.128) (15.774.075.128)
ARUS KAS DARI (UNTUK) AKTIVITAS PENDANAAN
-Utang bank (10.154.424.843) (11.990.829.951) (12.023.890.598) (7.932.439.234) (7.726.857.276)
-Utang pembiayaan konsumen (340.853.497) (116.158.031) (628.640.551) - -
-Liabiltas sewa (1.286.882.986) - - - -
Utang bank jangka pendek - - - - -
Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
Aktivitas Pendanaan (11.782.161.326) (12.106.987.981) (12.652.531.149) (7.932.439.234) (7.726.857.276)
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN SETARA KAS
29.276.311.044 56.900.559.087 73.703.891.969 93.364.534.470 98.860.588.474
KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN 6.521.993.886 35.798.304.930 92.698.864.016 166.402.755.986 259.767.290.456
KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN 35.798.304.930 92.698.864.016 166.402.755.986 259.767.290.456 358.627.878.929
Page 76
Lampiran 6
Proyeksi Arus Kas Tanpa Penambahan KBLI
Projection Projection Projection Projection Projection
FY 2026 FY 2027 FY 2028 FY 2029 FY 2030
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Laba bersih 39.698.446.022 41.646.190.645 45.628.763.785 48.507.979.505 54.068.701.448
Depresiasi 52.940.271.298 55.956.441.215 57.270.669.539 58.980.952.433 59.381.767.164
Perubahan modal kerja bersih:
Piutang usaha - pihak ketiga - bersih (3.920.691.638) (3.099.606.766) (3.247.859.916) (3.116.374.358) (3.251.797.487)
Piutang lain-lain - - - - -
Persediaan (89.079.428.279) 1.198.162.043 (7.606.022.802) (6.929.760.011) (6.101.136.706)
Uang muka dan biaya dibayar di muka - - - - -
Pajak dibayar di muka - - - - -
Uang muka dan biaya dibayar di muka - - - - -
Aset pajak tangguhan (627.282.795) (658.646.935) (691.579.282) (726.158.246) (762.466.158)
Uang jaminan 121.500.000 - - - -
Utang usaha - pihak ketiga 44.317.905.363 (11.906.988.431) 3.488.426.362 2.057.070.289 1.782.071.042
Utang lain-lain - pihak ketga - - - - -
Beban masih harus dibayar - - - - -
Uang muka penjualan (55.955.464) - - - -
Utang pajak 8.952.204.237 563.567.180 1.162.612.220 1.077.752.720 1.547.969.720
Liabiltas immbalan kerja karyawan 2.851.285.434 2.993.849.706 3.143.542.191 3.300.719.300 3.465.755.265
Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Operasi 55.198.254.177 86.692.968.655 99.148.552.097 103.152.181.632 110.130.864.287
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Perolehan aset tetap (8.009.482.780) (18.009.482.780) (8.009.482.780) (8.009.482.780) (8.009.482.780)
Perolehan aset hak guna (4.764.592.348) (3.764.592.348) (6.764.592.348) (2.764.592.348) (7.764.592.348)
Kas Bersih Digunakan Untuk Aktivitas Investasi (12.774.075.128) (21.774.075.128) (14.774.075.128) (10.774.075.128) (15.774.075.128)
ARUS KAS DARI (UNTUK) AKTIVITAS PENDANAAN
-Utang bank (10.154.424.843) (11.990.829.951) (12.023.890.598) (7.932.439.234) (7.726.857.276)
-Utang pembiayaan konsumen (340.853.497) (116.158.031) (628.640.551) - -
-Liabiltas sewa (1.286.882.986) - - - -
Utang bank jangka pendek - - - - -
Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
Aktivitas Pendanaan (11.782.161.326) (12.106.987.981) (12.652.531.149) (7.932.439.234) (7.726.857.276)
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN SETARA KAS 30.642.017.723 52.811.905.546 71.721.945.820 84.445.667.269 86.629.931.884
KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN 6.521.993.886 37.164.011.609 89.975.917.155 161.697.862.975 246.143.530.244
KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN 37.164.011.609 89.975.917.155 161.697.862.975 246.143.530.244 332.773.462.128
Page 77
Lampiran 7
Proyeksi Analisis Rasio Dengan Rencana Penambahan KBLI
Projection Projection Projection Projection Projection Average
FY 2027 FY 2027 FY 2028 FY 2029 FY 2030 Projection
LIQUIDITY RATIOS
Current ratio 2,05 2,64 3,25 3,91 4,73 3,31
Quick ratio 0,81 1,32 1,87 2,51 3,27 1,96
Cash ratio 0,24 0,68 1,21 1,84 2,57 1,31
PROFITABILITY RATIOS
Gross profit margin 16,64% 17,16% 17,77% 18,17% 19,15% 17,78%
Net profit margin 7,22% 7,54% 8,13% 8,48% 9,28% 8,13%
ACTIVITY RATIOS
Acc. Receivable turnover 8,05 8,07 8,09 8,11 8,13 8,09
Inventory turnover 2,66 2,80 2,80 2,81 2,82 2,78
Acc. Payable turnover 7,65 9,85 9,60 9,63 9,66 9,28
Days of Acc. Receivable 45 45 44 44 44 44
Days of Inventory 135 129 129 128 128 130
Days of Acc. Payable 47 37 37 37 37 39
SOLVENCY RATIOS
Debt to Equity 26,70% 22,01% 17,79% 14,91% 12,39% 16,78%
Debt to Assets 18,36% 15,99% 13,32% 11,44% 9,71% 12,61%
Page 78
Lampiran 8
Proyeksi Analisis Rasio Tanpa Rencana Penambahan KBLI
Projection Projection Projection Projection Projection Average
FY 2026 FY 2027 FY 2028 FY 2029 FY 2030 Projection
LIQUIDITY RATIOS
Current ratio 2,06 2,63 3,25 3,87 4,65 3,29
Quick ratio 0,82 1,30 1,86 2,46 3,17 1,92
Cash ratio 0,26 0,67 1,20 1,79 2,46 1,28
PROFITABILITY RATIOS
Gross profit margin 16,34% 16,53% 16,87% 17,04% 17,70% 16,89%
Net profit margin 6,94% 6,96% 7,29% 7,43% 7,94% 7,31%
ACTIVITY RATIOS
Acc. Receivable turnover 8,05 8,07 8,09 8,11 8,13 8,09
Inventory turnover 2,66 2,80 2,80 2,81 2,82 2,78
Acc. Payable turnover 7,66 9,87 9,63 9,65 9,68 9,30
Days of Acc. Receivable 45 45 44 44 44 44,49
Days of Inventory 135 129 129 128 128 129,74
Days of Acc. Payable 47 36 37 37 37 39,07
SOLVENCY RATIOS
Debt to Equity 26,81% 22,28% 18,20% 15,44% 13,01% 19,15%
Debt to Assets 18,43% 16,17% 13,60% 11,80% 10,15% 14,03%
Page 79
Lampiran 9 Analisis Kelayakan
Page 80
Lampiran 10
Beta (Damodaran)
05-Jan-26 YouTube Video explaining Effective
Aswath Damodaran, adamodar@stern.nyu.edu estimation choices and process. Marginal
Beta, Unlevered beta and other risk measures Emerging Markets
http://www.damodaran.com
https://pages.stern.nyu.edu/~adamodar/New_Home_Page/data.html
https://pages.stern.nyu.edu/~adamodar/pc/datasets/indname.xls
https://pages.stern.nyu.edu/~adamodar/New_Home_Page/datafile/variable.htm
se marginal or effective tax rates in unlevering betas? Marginal
te, enter the marginal tax rate to use 24,71%
Standard deviation in
Effective Unlevered beta corrected for Standard deviation of
Beta D/E Ratio Unlevered beta Cash/Firm value HiLo Risk operating income (last 10
Tax rate cash equity
Number of firms years)
341 0,74 42,05% 16,08% 0,56 8,26% 0,61 0,3298 36,69% 15,64%
Page 81
Lampiran 11
Country Risk Premium (Damodaran)
Country and Equity Risk Premiums
Date of update: 1-Jan-26
Enter the current risk premium for a mature equity market 4,23% Implied ERP for S&P 500 with adjusted dollar riskfree rate (for US Aa1 rating
Enter the current risk premium for the US = 4,46% US equity risk premium computed using implied ERP approach
Do you want to adjust the country default spread for the additional volatility of the equity market to get to a country premium? Yes
If yes, enter the multiplier to use on the default spread (See worksheet for volatility numbers for selected emerging markets) 1,52 See "Relative Equity Volatilty" worksheet
Rating-based Default Total Equity Risk Country Risk Sovereign CDS, net of Total Equity Risk Country Risk
Country Africa Moody's rating
Spread Premium Premium Swiss CDS Premium2 Premium3
Indonesia Asia Baa2 1,62% 6,69% 2,46% 1,05% 5,83% 1,60%
Page 82
Lampiran 12
Tingkat Suku Bunga Bank Bulan Desember 2025
I.26 SUKU BUNGA PINJAMAN RUPIAH YANG DIBERIKAN I.26 INTEREST RATE OF RUPIAH LOANS
MENURUT KELOMPOK BANK DAN JENIS PINJAMAN BY GROUP OF BANKS AND TYPE OF LOANS
(Persen Per Tahun) (Percent Per Annum)
2025
KELOMPOK BANK DAN JENIS PINJAMAN GROUP OF BANKS AND TYPE OF LOANS
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
1 Bank Persero State Banks 1
2 Pinjaman Modal Kerja Yang Diberikan 8,69 8,80 8,82 8,83 8,83 8,81 8,78 8,72 8,60 8,39 8,30 8,12 Working Capital Loans 2
3 Pinjaman Investasi Yang Diberikan 9,22 9,11 9,09 9,02 9,02 8,96 8,92 8,89 8,67 8,84 8,69 8,44 Investment Loans 3
4 Pinjaman Konsumsi Yang Diberikan 9,08 9,06 9,04 9,04 9,01 8,98 8,96 8,94 8,92 8,90 8,87 8,97 Consumer Loans 4
5 Bank Pemerintah Daerah Regional Government Banks 5
6 Pinjaman Modal Kerja Yang Diberikan 8,81 8,81 8,81 8,85 8,86 8,84 8,78 8,82 8,84 8,66 8,66 8,32 Working Capital Loans 6
7 Pinjaman Investasi Yang Diberikan 8,91 8,93 8,93 8,88 8,89 8,88 8,86 8,84 8,83 8,78 8,79 8,75 Investment Loans 7
8 Pinjaman Konsumsi Yang Diberikan 10,37 10,37 10,36 10,37 10,38 10,38 10,38 10,38 10,37 10,37 10,36 10,35 Consumer Loans 8
9 Bank Swasta Nasional Private National Banks 9
10 Pinjaman Modal Kerja Yang Diberikan 8,65 8,62 8,60 8,58 8,55 8,52 8,53 8,48 8,40 8,31 8,29 8,16 Working Capital Loans 10
11 Pinjaman Investasi Yang Diberikan 8,10 8,10 8,06 8,06 8,02 7,97 7,93 7,88 7,74 7,67 7,62 7,52 Investment Loans 11
12 Pinjaman Konsumsi Yang Diberikan 11,83 11,86 11,84 11,93 11,99 12,04 12,11 12,20 12,26 12,29 12,34 11,99 Consumer Loans 12
Kantor Cabang dari Bank yang Berkedudukan di
13 Branch Offices of Foreign Banks 13
Luar Negeri
14 Pinjaman Modal Kerja Yang Diberikan 6,65 6,74 6,67 6,58 6,41 6,74 6,85 6,45 6,07 5,84 5,69 5,58 Working Capital Loans 14
15 Pinjaman Investasi Yang Diberikan 8,47 8,40 8,38 8,38 8,38 8,08 8,07 7,89 7,44 7,35 7,35 7,11 Investment Loans 15
16 Pinjaman Konsumsi Yang Diberikan 43,82 41,78 41,23 41,17 41,30 41,98 41,51 41,19 41,05 40,59 39,80 38,69 Consumer Loans 16
17 Bank Umum Commercial Banks 17
18 Pinjaman Modal Kerja Yang Diberikan 8,62 8,67 8,66 8,66 8,64 8,62 8,61 8,55 8,46 8,30 8,24 8,08 Working Capital Loans 18
19 Pinjaman Investasi Yang Diberikan 8,66 8,62 8,58 8,56 8,54 8,49 8,46 8,42 8,25 8,32 8,22 8,06 Investment Loans 19
20 Pinjaman Konsumsi Yang Diberikan 10,41 10,40 10,39 10,42 10,44 10,45 10,47 10,49 10,51 10,51 10,52 10,50 Consumer Loans 20
Sejak Januari 2025 terdapat perubahan klasifikasi pengelompokan bank dari Bank Asing dan Bank Campuran menjadi Kantor Since January 2025, there is a change in the classification of Group of Bank from Branch Offices of Foreign Banks and
Cabang Dari Bank Yang Berkedudukan Di Luar Negeri sehubungan dengan implementasi Laporan Bank Umum Terintegrasi Joint Banks to Branch Offices of Foreign Banks inline with the implementation of the Integrated Commercial Bank Report
(LBUT). (LBUT).
Page 83
Lampiran 13 Indonesia Government Securities Yield Curve per 31 Desember 2025
Names mentioned 73 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Kantor Jasa Penilai Publik Herman Meirizki dan Rekan
p.2
unresolved
org
Kantor Jasa Penilai Publik Herman Meirizki
p.2
unresolved
—
Faks
p.2 ×2
unresolved
org
Studi Kelayakan PT Primadaya Plastisindo Tbk
p.2 ×2
unresolved
org
Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
p.3 ×2
unresolved
org
KJPP HMR
p.3 ×2
unresolved
person
Willyams
p.3 ×2
unresolved
org
KJPP Herman Meirizki dan Rekan
p.3 ×2
unresolved
org
KJPP Herman Meirizki
p.3 ×4
unresolved
org
Indonesia. KJPP Herman Meirizki dan Rekan
p.3 ×2
unresolved
org
Kementerian Keuangan Republik Indonesia
p.3 ×2
unresolved
org
Menteri Keuangan
p.3 ×2
unresolved
person
Dio
· Corporate Secretary
p.4 ×3
unresolved
org
Bank Indonesia
p.6 ×15
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Morhan & Rekan
p.6 ×12
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Morhan
p.6 ×12
unresolved
person
Morhan Tirtonadi
p.6 ×6
unresolved
person
David Kurniawan
p.6 ×6
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Handoko
p.6 ×3
unresolved
person
MBA.
p.6 ×3
unresolved
person
Raden Johanes Sarwono
p.21
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.21 ×2
unresolved
person
Bastian Harijanto
p.21
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.21
unresolved
person
Yulia
· Notaris
p.21
unresolved
org
Menteri Investasi
p.25
unresolved
org
Koordinasi Penanaman Modal
p.25
unresolved
org
Penyelenggara Jaminan Produk Halal
p.25
unresolved
org
PT Namasindo Plas Merupakan
p.39
unresolved
org
PT Veolia Services Indonesia Bagian
p.39
unresolved
org
PT Tridi Oasis Group Merupakan
p.39
unresolved
org
PT Kahatex Kahatex Group
p.40
unresolved
org
PT Tirta Investama
p.42
unresolved
org
PT Super Wahana Tehno
p.42
unresolved
org
PT Tirta Sibayakindo
p.42
unresolved
org
PT Repsol Oil Indonesia
p.42
unresolved
org
PT ExxonMobil Lubricants Indonesia
p.42
unresolved
org
Super-Dragon Engineering Plastics Co., Ltd
p.42
unresolved
org
Guangdong Charter Yuke Plastics Technology Co., Ltd.
p.42
unresolved
org
Ego Plastics Supply Chain Company Limited
p.42
unresolved
org
San Yi New Material Co., Ltd.
p.42
unresolved
org
Mj Material Technology Sdn. Bhd.
p.42
unresolved
org
Kementerian Kesehatan.
p.44
unresolved
org
PT Multi Sarana Plasindo
p.55
unresolved
org
PT Cakrawala Persada Biomas
p.55
unresolved
org
SMART Tbk
p.55 ×6
unresolved
org
PT Blasfolie Internasional Indonesia
p.56
unresolved
org
General Manager Andone International Co. Ltd
p.56
unresolved
org
Vice President Marketing Accorda Plasctic Co., Ltd.
p.56
unresolved
org
Sales Marketing Zencatek Corporation
p.56
unresolved
org
PT Aneka Investama
p.56
unresolved
org
PT Panca Sakti Prakasa Mulya
p.56
unresolved
org
General Manager Team Matrix Sdn Bhd
p.56
unresolved
org
Quality Control Singapore Polymer Corporation
p.56
unresolved
org
Bank Campuran
p.82
unresolved
org
Bank Yang Berkedudukan Di Luar Negeri
p.82
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.182
9419 ms
12 Sep 2026 22:23
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [],
'currency': 'IDR',
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'MATERIAL_FACT',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': '',
'object_truncated': False,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': None,
'value': None}