Back to announcement
20240527_SMBR_Rencana Transaksi Perubahan Kegiatan Usaha_31642965_lamp1.pdf
Asset transaction Needs review SMBRSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 144
Page 1
LAPORAN
STUDI KELAYAKAN
PENAMBAHAN BIDANG USAHA
PT SEMEN BATURAJA Tbk
KA NTO R JA SA P ENILA I PUBLIK
Keputusan Menteri Keuangan RI No. 1359/KM.1/2009, No. Izin 2.09.0074
Jakarta Branch Office :
Jl. Kendal No. 19, Menteng, Jakarta 10310, Indonesia
Telp. (021) 31908422, 3140626 Fax. (021) 31908421
Email : corsec@fastvalue.co.id, fast.kjpp@gmail.com
Page 2
Jakarta, 20 Mei 2024 No. Laporan: 00002/2.0074-02/FS/04/0097/1/V/2024 Kepada Yth. Direksi PT SEMEN BATURAJA TBK Jl. Abikusno Cokrosuyoso Kertapati Palembang – 30258 PERIHAL : LAPORAN STUDI KELAYAKAN Dengan hormat, PT Semen Baturaja Tbk (“Perseroan” atau “Pemberi Tugas”) berencana untuk melakukan perluasan kegiatan usaha, yaitu di bidang jual beli semen dengan konsep perjanjian royalti. Sehubungan dengan hal tersebut, Perseroan telah menunjuk kami, Kantor Jasa Penilai Publik Firman, Suryantoro, Sugeng, Suzy, Hartomo dan Rekan (“KJPP FAST”), untuk menyusun studi kelayakan (feasibility study) atas rencana tersebut sebagaimana diungkapkan berikut ini, sesuai Purchase Order (“PO”) No. 4000007332 tanggal 6 Maret 2024 dari Pemberi Tugas. Sebelumnya, KJPP FAST telah menyusun dan menerbitkan Laporan Studi Kelayakan No. 00001/2.0074-02/FS/04/0097/1/IV/2024 tanggal 17 April 2024, namun sehubungan dengan adanya penjelasan dan pengungkapan yang masih perlu ditambahkan ke dalam laporan, maka dengan ini KJPP FAST menerbitkan kembali revisi Laporan Studi Kelayakan. Perubahan tersebut tidak merubah kesimpulan atas hasil dari analisis Studi Kelayakan. Perubahan yang dilakukan adalah sebagai berikut: ▪ Tambahan pengungkapan sumber informasi nama akuntan public; ▪ Penambahan analisis lebih rinci terkait dengan persaingan dalam industri semen; ▪ Penambahan informasi perpajakan; ▪ Penambahan analisis kesinambungan; ▪ Penambahan keunggulan kompetitif karena keunikan dari pola bisnis; ▪ Penambahan analisis manajemen risiko; ▪ Penambahan analisis Perseroan dalam mengatasi weakness dan threat; ▪ Penambahan analisis Payback period dan modal kerja. LATAR BELAKANG Perseroan merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka dan sahamnya diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (publicly-listed company) yang bergerak dalam bidang industri semen, termasuk produksi, distribusi dan jasa lainnya terkait industri semen. Perseroan merupakan anak usaha dari PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (“SIG”). Berdasarkan informasi yang kami terima, Perseroan dan SIG bermaksud melakukan transaksi jual beli semen dengan konsep perjanjian royalti atas penggunaan merek dagang (trademark) yang dimiliki Perseroan maupun anak usaha lain dari SIG. Untuk memenuhi peraturan perundang-undangan terkait transaksi tersebut maka Perseroan berencana memperluas kegiatan usaha dengan menambahkan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia 77400 (KBLI-77400: Sewa Guna Usaha Tanpa Hak Opsi Intelektual Properti, Bukan Karya Hak Cipta) pada kegiatan usahanya (“Rencana Proyek”). Oleh karena itu Perseroan menunjuk KJPP FAST untuk memberikan pendapat atas kelayakan (feasibility) dari Rencana Proyek (“Studi Kelayakan”).
Page 3
STATUS PENILAI
KJPP FAST merupakan persekutuan perdata (partnership) yang bergerak dalam bidang penilaian
properti dan bisnis. KJPP FAST memiliki kompetensi sebagai penilai publik dengan izin dari
Kementerian Keuangan Republik Indonesia No. 2.09.0074 tanggal 8 Desember 2009, serta telah
terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) No. S-865/BL/2010 tanggal 29 Januari 2010.
Penilai Publik yang bertanggungjawab adalah Ir. Suzy Israwati, MAPPI (Cert.) dengan Ijin Penilai No.
B-1.09.00097, Register Menteri Keuangan (RMK) No. 2017.00098, Surat Tanda Terdaftar (STTD)
Profesi Penunjang Pasar Modal No. STTD.PB-14/PJ-1/PM.02/2023 (Penilai Bisnis), dan STTD Profesi
Penunjang Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) No. 048/NB.122/STTD-P/2017, serta aktif mengikuti
pelatihan pengembangan profesi (Continuing Professional Development/CPD) yang disyaratkan.
Dalam penugasan ini kami bertindak sebagai penilai independen. Kami tidak mempunyai kepentingan
terhadap objek yang dinilai yang bersifat material maupun benturan kepentingan baik aktual maupun
bersifat potensial dan imbalan jasa yang kami terima tidak terkait dengan hasil penilaian yang
dilaporkan.
KJPP FAST telah berpengalaman dalam melaksanakan pekerjaan penilaian berbagai macam jenis
properti dan bisnis yang tersebar di seluruh Indonesia, baik properti/bisnis perusahaan swasta nasional,
multinasional, BUMN, instansi dan lembaga pemerintah, pemerintah daerah dan juga di lingkungan
perbankan dan lembaga-lembaga keuangan.
PEMBERI TUGAS
Pemberi Tugas yaitu Perseroan yang merupakan anak usaha dari SIG. Pemberi Tugas berkantor pusat
di Jl. Abikusno Cokrosuyoso Kertapati, Palembang 30258 | telepon (0711) – 511261 | fax (0711) 512126
| surel corsec.smbr@sig.id dan situs jejaring: www.semenbaturaja.co.id.
PENGGUNA LAPORAN PENILAIAN
Pengguna laporan adalah PT Semen Baturaja Tbk dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
OBJEK PENILAIAN
Objek Penilaian dimaksud dalam Studi Kelayakan adalah perluasan kegiatan usaha Perseroan, yaitu
di bidang jual beli semen dengan konsep perjanjian royalti (KBLI-77400: Sewa Guna Usaha Tanpa Hak
Opsi Intelektual Properti, Bukan Karya Hak Cipta).
MAKSUD DAN TUJUAN
Maksud dari penilaian adalah mengkaji kelayakan atas Rencana Proyek, dilihat dari berbagai aspek
yang relevan terkait Rencana Proyek. Sedangkan tujuan dari penugasan ini adalah untuk memperoleh
pendapat atas kelayakan Rencana Proyek dari pihak independen, untuk memenuhi ketentuan-
ketentuan sebagaimana diatur dalam Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tanggal 20 April 2020
tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha (“POJK 17/2020”).
TANGGAL PENILAIAN
Tanggal penilaian (cut-off date) dari Studi Kelayakan adalah pada tanggal 31 Desember 2023,
parameter dan laporan keuangan yang digunakan dalam analisis menggunakan data per tanggal
31 Desember 2023.
Masa berlaku Studi Kelayakan, yaitu selama 6 (enam) bulan sejak tanggal penilaian dalam Studi
Kelayakan.
SUMBER INFORMASI
Dalam menyusun Studi Kelayakan, kami telah menelaah, mempertimbangkan, mengacu, atau
melaksanakan prosedur atas data dan informasi sebagai berikut:
▪ Profil perusahaan, legalitas, dan perijinan Perseroan dan Rencana Proyek.
▪ Kajian Penentuan Harga Transfer Transaksi Royalti SIG FY2024 oleh konsultan independent
PT Pratama Indomitra Konsultan tanggal 28 Maret 2024.
Page 4
▪ Kajian transaksi mega distributor yang dilakukan oleh konsultan independent PT RSM Indonesia
Konsultan.
▪ Proyeksi laporan keuangan Rencana Proyek selama periode 2024-2028 yang disiapkan oleh
manajemen Perseroan. Kami telah melakukan review dan penyesuaian atas proyeksi keuangan
yang disampaikan oleh manajemen tersebut dan menurut pertimbangan kami proyeksi keuangan
yang digunakan dalam analisis penilaian ini telah mencerminkan tingkat kewajaran pencapaiannya.
▪ Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk periode yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Juan Ramon Junius Siahaan dari Kantor
Akuntan Publik Imelda & Rekan (“KAP IR”), sebagaimana tertuang dalam laporannya No.
00040/2.1265/AU.1/04/1672-1/1/III/2024 tanggal 7 Maret 2024, dengan opini wajar dalam semua
hal yang material.
▪ Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2022 yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Donny Iskandar Maramis dari Kantor Akuntan Publik
Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan (“KAP AAMR”) sebagaimana tertuang dalam
laporannya No. 00129/2.1030/AU.1/04/1514-3/1/II/2023 tertanggal 7 Maret 2023 dengan opini
wajar dalam semua hal yang material.
▪ Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2021 yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Donny Iskandar Maramis dari KAP AAMR
sebagaimana tertuang dalam laporannya No. 00026/2.1030/AU.1/04/1514-2/1/II/2022 tertanggal
15 Februari 2022 dengan opini wajar dalam semua hal yang material.
▪ Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2020 yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Donny Iskandar Maramis dari KAP AAMR
sebagaimana tertuang dalam laporannya No. 00068/2.1030/AU.1/04/1514-1/1/II/2021 tertanggal
22 Februari 2021 dengan opini wajar dalam semua hal yang material.
▪ Informasi internal Perseroan lainnya dan hasil wawancara dengan pihak manajemen Perseroan
serta pihak terkait lainnya.
▪ Informasi ekonomi dan industri yang dikeluarkan oleh pihak ketiga yang terpercaya yang relevan
dengan penugasan.
PEDOMAN PENILAIAN
Studi Kelayakan merupakan penyusunan pendapat atas kelayakan suatu usaha atau proyek, maka
dalam pelaksanaan penilaian ini, Penilai telah bekerja secara profesional dan independen sesuai
dengan Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 tanggal 25 Mei 2020 tentang Penilaian dan Penyajian
Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal (“POJK 35/2020”) dan Standar Penilaian Indonesia Edisi VII
Tahun 2018 (“SPI Edisi VII-2018”).
SIFAT PENUGASAN
Dalam penugasan ini, kami bertindak sebagai penilai independen. Kami tidak mempunyai kepentingan
terhadap Objek Penilaian, baik bersifat material ataupun dalam hal benturan kepentingan yang aktual
maupun potensial. Imbalan jasa yang kami terima tidak terkait dengan hasil penilaian yang dilaporkan.
KONDISI PEMBATAS
Pokok-pokok syarat pembatas yang kami asumsikan dalam proyeksi keuangan yang digunakan dalam
analisis atas Studi Kelayakan adalah sebagai berikut:
▪ Tidak ada perubahan yang material mengenai kondisi politik, ekonomi, hukum atau undang-undang
yang akan mempengaruhi aktivitas Rencana Proyek.
▪ Tidak ada perubahan yang material mengenai tarif pajak, bea cukai, nilai tukar mata uang, dan
suku bunga yang dipergunakan dalam asumsi proyeksi yang dapat mempengaruhi secara material
kinerja Rencana Proyek selain yang telah diproyeksikan.
▪ Tidak ada perubahan yang material pada struktur dan aktivitas utama Rencana Proyek atau pada
sumber utama penghasilan Rencana Proyek dalam periode yang telah diproyeksikan.
▪ Tidak ada hambatan-hambatan yang berarti yang berasal dari perselisihan industri, atau
pengadaan tenaga kerja atau hal-hal lain yang dapat mempengaruhi kegiatan usaha Rencana
Proyek.
Page 5
▪ Tidak terdapat perubahan-perubahan yang signifikan atas kondisi pasar dan harga dari produk-
produk serta jasa-jasa yang akan dihasilkan Rencana Proyek, kecuali yang telah diproyeksikan.
▪ Tidak ada perubahan yang material terhadap struktur biaya maupun beban-beban lain atas
Rencana Proyek, kecuali yang telah diproyeksikan.
▪ Tidak ada perubahan yang material terhadap perjanjian-perjanjian dan ketentuan-ketentuan yang
ada.
▪ Rencana bisnis dari Rencana Proyek berjalan sesuai yang telah direncanakan dan diproyeksikan.
▪ Di dalam Studi Kelayakan terdapat pernyataan-pernyataan, penilaian, perkiraan dan proyeksi yang
dibuat berdasarkan informasi yang disediakan oleh Manajemen Perseroan dalam rangka
mengantisipasi pelaksanaan operasional selama periode proyeksi. Pernyataan, penilaian,
perkiraan maupun proyeksi tersebut mencerminkan asumsi-asumsi yang dibuat oleh Manajemen
Perseroan untuk mengestimasi hasil yang akan diperoleh selama periode proyeksi, dimana asumsi
tersebut mungkin terjadi atau mungkin tidak terjadi.
▪ KJPP FAST tidak bertanggung jawab atau menjamin setiap kewajiban atau kerugian yang mungkin
muncul akibat diambilnya tindakan berdasarkan penggunaan sebagian dari analisis dan informasi
tanpa mempertimbangkan isi Studi Kelayakan secara keseluruhan yang dapat menyebabkan
pandangan yang menyesatkan atas proses yang mendasari Studi Kelayakan. Semua pernyataan
yang terdapat di dalam Studi Kelayakan sebaiknya dihubungkan secara keseluruhan dengan tujuan
dibuatnya Studi Kelayakan.
▪ Kejadian-kejadian yang terjadi setelah tanggal efektif penilaian Studi Kelayakan mungkin
mempunyai pengaruh signifikan terhadap penilaian kinerja Rencana Proyek selama periode
proyeksi. Kami tidak berkewajiban untuk memperbaharui laporan ini atau untuk merevisi analisis
dikarenakan kejadian dan transaksi yang terjadi setelah tanggal efektif penilaian yang digunakan,
yaitu tanggal 31 Desember 2023.
ASUMSI-ASUMSI POKOK
Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan dan
kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi lain yang diberikan kepada kami
oleh Perseroan atau yang tersedia secara umum, dan kami tidak melakukan dan karenanya tidak
bertanggung jawab atas pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi tersebut. Kami juga
bergantung kepada jaminan dari Manajemen Perseroan bahwa mereka tidak mengetahui fakta-fakta
yang menyebabkan informasi-informasi yang diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau
menyesatkan.
Kami tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari Rencana Proyek. Jasa-jasa yang kami
berikan kepada Perseroan dalam kaitan dengan Rencana Proyek hanya merupakan studi kelayakan
dari Rencana Proyek dan bukan jasa-jasa akuntansi, audit, atau perpajakan.
Pekerjaan kami yang berkaitan dengan Rencana Proyek tidak merupakan dan tidak dapat ditafsirkan
dalam bentuk apapun, sebagai suatu penelaahan atau audit atau pelaksanaan prosedur-prosedur
tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat dimaksudkan untuk
mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan, atau penyimpangan dalam
laporan keuangan atau pelanggaran hukum. Selain itu, kami tidak mempunyai kewenangan dan tidak
mencoba mendapatkan bentuk transaksi-transaksi lainnya yang ada untuk Perseroan.
Studi Kelayakan ini disusun berdasarkan kondisi pasar, kondisi perekonomian, kondisi umum bisnis
dan kondisi keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah pada tanggal laporan ini diterbitkan.
Dalam penyusunan Studi Kelayakan ini, kami juga menggunakan beberapa asumsi lainnya, seperti
terpenuhinya semua kondisi dan kewajiban Perseroan dan semua pihak yang terlibat dalam Rencana
Proyek. Rencana Proyek akan dilaksanakan seperti yang telah dijelaskan sesuai dengan jangka waktu
yang telah ditetapkan, serta keakuratan informasi mengenai transaksi yang diungkapkan oleh
Manajemen Perseroan.
KEJADIAN PENTING SETELAH TANGGAL PENILAIAN (SUBSEQUENT EVENT)
Tidak ada kejadian penting pada Perseroan setelah tanggal penilaian sampai dengan tanggal
penyelesaian laporan yang dapat mempengaruhi hasil laporan penilaian.
Page 6
KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis atas kelayakan pasar, kelayakan teknis, kelayakan pola bisnis, kelayakan model manajemen, dan kelayakan keuangan terhadap Rencana Proyek yang telah kami ungkapkan dalam laporan ini, dapat disimpulkan bahwa Rencana Proyek adalah layak, dengan syarat semua asumsi-asumsi yang ditetapkan dapat terpenuhi. Hormat kami, KANTOR JASA PENILAI PUBLIK FIRMAN, SURYANTORO, SUGENG, SUZY, HARTOMO DAN REKAN Registered Business & Property Appraisers Rekan, Ir. Suzy Israwati, MAPPI (Cert.) Ijin Penilai : B-1.09.00097 Kualifikasi Penilai : Penilai Bisnis STTD Pasar Modal : STTD.PB-14/PJ-1/PM.02/2023 STTD IKNB : 048/NB.122/STTD-P/2017 No. Register : 2017.00098 No. MAPPI : 92-S-00215
Page 7
ASUMSI DAN SYARAT PEMBATAS
1. LAPORAN STUDI KELAYAKAN BERSIFAT NON-DISCLAIMER OPINION.
2. PENILAI TELAH MELAKUKAN PENELAAHAN ATAS DOKUMEN-DOKUMEN YANG DIGUNAKAN
DALAM PROSES PEMBUATAN LAPORAN STUDI KELAYAKAN.
3. DATA DAN INFORMASI YANG DIPEROLEH BERASAL DARI SUMBER YANG DAPAT
DIPERCAYA KEAKURATANNYA.
4. PROYEKSI KEUANGAN YANG TELAH DISESUAIKAN YANG MENCERMINKAN KEWAJARAN
PROYEKSI KEUANGAN YANG DIBUAT OLEH MANAJEMEN DENGAN KEMAMPUAN
PENCAPAIANNYA (FIDUCIARY DUTY).
5. PENILAI BERTANGGUNG JAWAB ATAS PELAKSANAAN ANALISIS DAN KEWAJARAN
PROYEKSI KEUANGAN YANG TELAH DISESUAIKAN.
6. LAPORAN STUDI KELAYAKAN YANG TERBUKA UNTUK PUBLIK KECUALI TERDAPAT
INFORMASI YANG BERSIFAT RAHASIA, YANG DAPAT MEMPENGARUHI OPERASIONAL
PERUSAHAAN.
7. PENILAI BERTANGGUNG JAWAB ATAS LAPORAN STUDI KELAYAKAN DAN KESIMPULAN
AKHIR.
8. PENILAI TELAH MEMPEROLEH INFORMASI ATAS STATUS HUKUM OBJEK STUDI KELAYAKAN
DARI PEMBERI TUGAS.
i
Page 8
PERNYATAAN PENILAI
1. Pernyataan faktual yang dipresentasikan dalam laporan studi kelayakan ini adalah benar sesuai
dengan pemahaman terbaik dari Penilai;
2. Penilai bertanggungjawab atas Laporan Studi Kelayakan;
3. Penugasan penilaian profesional telah dilakukan terhadap Objek Studi Kelayakan pada tanggal
penilaian (cut-off date) 31 Desember 2023;
4. Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam Laporan Studi Kelayakan;
5. Penugasan penilaian profesional telah dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-
undangan yang berlaku;
6. Lingkup pekerjaan dan data yang dianalisis telah diungkapkan;
7. Kesimpulan analisi telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi pembatas; dan
8. Data ekonomi dan industri dalam Laporan Studi Kelayakan diperoleh dari berbagai sumber
yang diyakini Penilai dapat dipertanggungjawabkan.
Nomor Nama Tandatangan
1. Penanggung Jawab
Ir. Suzy Israwati, MAPPI (Cert.)
Ijin Penilai: B-1.09.00097
No. MAPPI: 92-S-00215
RMK-2017.00098 …………………………
2. Pereviu
Hanandewa, S.T., M.M., M.Sc., D.B.A., MAPPI (Cert.)
Ijin Penilai: B-1.19.00537
No. MAPPI: 03-S-01763
RMK-2017.00801 …………………………
3. Penilai
La Halufi, S.E., M.Ec.Dev.
No. MAPPI: 21-P-11195
RMK-2022.04293 …………………………
ii
Page 9
RINGKASAN EKSEKUTIF
1. Berdasarkan penelaahan aspek legalitas dan hukum, Perseroan telah memenuhi legalitas dan
hukum utama yang diperlukan, sebagaimana dibuktikan dengan aktivitas komersial yang dilakukan
Perseroan telah berjalan dengan baik selama ini. Sementara berkaitan dengan Rencana Proyek
saat ini perlu memenuhi perijinan yang dibutuhkan, dimana Studi Kelayakan ini merupakan salah
satu persyaratan untuk memperoleh perijinan tersebut.
2. Berdasarkan penelaahan aspek pasar, penjualan semen di semua pulau di Indonesia mengalami
pertumbuhan yang positif, terkecuali Pulau jawa. Penjualan semen di Pulau Jawa terkontraksi
sebesar -1,2% yoy. Sebaliknya, penjualan semen di luar Pulau Jawa tumbuh positif. Total
penjualan semen (penjumlahan penjualan domestik dan ekspor) tumbuh 2,8% yoy pada September
2023. Volume penjualan total produsen semen nasional pada September 2023 tercatat sebesar
7,1 juta ton, atau tumbuh sebesar 2,8% yoy. Secara kumulatif, total penjualan semen domestik dan
ekspor pada Januari-September 2023 sebesar 54,7 juta ton, atau tumbuh 1,8% yoy. Struktur pasar
semen di Indonesia cenderung berbentuk oligopoli, dengan beberapa produsen saja, diluar
kelompok usaha SIG, seperti Cemindo Gemilang, Semen Conch, Semen Bosowa, Semen Imasco
Asiatic dan Semen Tiga Roda. Cemindo Gemilang memiliki pangsa pasar di Sumatera, Kalimantan,
Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara serta internasional (Vietnam). Semen Conch memiliki jaringan
distribusi di Papua; Semen Bosowa dengan jaringan distribusi Pulau Jawa, Bali, dan Nusa
Tenggara dan juga internasional (Afrika); Semen Tiga Roda dengan jaringan distribusi di Pulau
Jawa dan Kalimantan; serta Semen Imasco Asiatic dengan jaringan distribusi di Jawa Timur dan
luar Jawa. Pangsa pasar produk Perseroan di wilayah Sumatera bagian Selatan (Sumbagsel)
mencapai 34% meningkat dibandingkan periode sebelumnya.
3. Berdasarkan penelaahan aspek teknis, Rencana Proyek memiliki kemudahan aksesibilitas karena
terletak di lokasi yang mudah diakses melalui moda transportasi darat dan air. Finish Mill dan
Packing Unit Palembang dapat diakses melalui Pelabuhan Palembang (Dermaga GMP), dan moda
transportasi darat melalui Gerbang Tol Kramasan sebagai pintu masuk/keluar Jalan Tol
Palembang-Indralaya. Sedangkan Integrated Plant I dan II di Ogan Komering Ulu ke Finish Mill
Palembang dapat diakses menggunakan Jalan Raya Tiga Gajah, sementara Finish Mill dan
Packing Unit Lampung dapat diakses melalui Jalan Yos Sudarso, Bandar Lampung. Konsep dasar
pengembangan Rencana Proyek sebagai alternatif saluran penjualan yang bersifat komplemen
dan bukan subtitusi dari saluran penjualan yang telah ada. Teknologi yang digunakan Perseroan
dalam pembuatan semen yang dilakukan menggunakan proses kering (dry process) yang dimulai
dari penyediaan bahan mentah, penggilingan bahan mentah, pembakaran, pendinginan klinker,
penggilingan klinker, dan pengantongan semen. Perencanaan teknis dengan kapasitas produksi
terpasang 4,1 juta ton semen, meliputi jenis Ordinary Portland Cement (OPC) type I, Ordinary
Portland Cement (OPC) type II, Ordinary Portland Cement (OPC) type V, Portland Composite
Cement (PCC), Baturaja Mortar dan White Clay. Ketersediaan bahan baku utama berupa batu
kapur dan tanah liat dimiliki Perseroan atas penguasaan konsesi penambangan mineral tersebut
iii
Page 10
dengan jumlah sumber daya yang tersedia mencapai 270 juta ton, sehingga diperkirakan mampu
mendukung operasional Perseroan hingga 60 tahun ke depan. Disamping itu, Perseroan juga
didukung dengan sumber daya manusia yang kompeten sebanyak 880 orang karyawan.
4. Berdasarkan penelaahan aspek pola bisnis, terdapat 4 (empat) pola bisnis penjualan semen di
Perseroan saat ini, yang disebut sebagai Stream 1, Stream 2, Stream 3, dan Stream 4. Rencana
Proyek berkaitan dengan perubahan pola bisnis pada Stream 2 dan Stream 3. Sementara pola
bisnis Stream 1 dan Stream 4 tidak mengalami perubahan. Stream 1 adalah pola bisnis penjualan
semen zak brand milik Perseroan oleh Perseroan ke SIG. Stream 2 adalah pola bisnis penjualan
semen zak brand milik Perseroan oleh entitas anak SIG lain, dimana Perseroan berpotensi
mendapatkan royalti 2,5% atas penjualan. Pola bisnis Stream 2 tanpa Rencana Proyek pada
dasarnya telah pula dijalankan Perseroan dengan pola maklon, dimana pendapatan Perseroan dari
selisih harga jual dengan harga beli semen. Stream 3 adalah pola bisnis penjualan semen zak
brand bukan milik Perseroan oleh Perseroan ke SIG, dimana Perseroan menjual ke SIG dengan
tambahan margin 3,5% dan memberikan royalti 2,5% atas penjualan kepada entitas anak SIG lain.
Pola bisnis Stream 3 tanpa Rencana Proyek pada dasarnya telah pula dijalankan Perseroan
dengan pola maklon, dimana Perseroan mendapat kompensasi atas produksi semen zak untuk
entitak anak SIG lain. Stream 4 adalah pola bisnis penjualan semen curah dari Perseroan ke SIG
ataupun entitas anak SIG lain. Keunggulan dari Rencana Proyek terutama akan meningkatkan
jangkauan distribusi produk Perseroan menjadi lebih luas dan bertambahkan keragaman produk
entitas anak SIG lain yang dapat ditawarkan Perseroan ke pelanggan, menjadikan kompetitor
kesulitan untuk meniru kemampuan Perseroan tersebut. Penciptaan nilai tambah dari Rencana
Proyek dihasilkan melalui percepatan distribusi produk Perseroan ke pelanggan di pasar yang baru,
serta mekanisme penjualan silang (cross selling) antar entitas dalam kelompok usaha SIG. Strategi
pemasaran terkait Rencana Proyek yang akan dilakukan Perseroan adalah melalui komunikasi
pemasaran; menjaga kontinuitas suplai produk dengan peningkatan fasilitas distribusi dan ekspansi
pasar ke wilayah pengembangan; melakukan aktivitas branding Above The Line (ATL) dan Below
The Line (BTL) baik secara offline maupun digital; melakukan aktivitas penjualan secara online
melalui digital platform; melakukan penjualan produk turunan; dan melakukan optimalisasi biaya
pelayanan ke pelanggan.
5. Berdasarkan penelaahan aspek model manajemen, Rencana Proyek didukung oleh manajemen
yang kompeten dan berpengalaman, serta profesional dalam setiap fungsi operasional. Hal ini
sebagaimana tercermin dalam rekam jejak jajaran manajemen Perseroan. Selain itu, Perseroan
juga memberikan penghargaan atas lahirnya inovasi-inovasi baru dari sumber daya manusia yang
dimiliki. Model manajemen di Perseroan menekankan tidak hanya pada kompetensi dan
pengalaman, namun juga pembentukan karakter sumber daya manusia dengan pembangunan
budaya perusahaan yang berpedoman pada nilai-nilai Perseroan sebagaimana tercermin dalam
budaya “AKHLAK”.
iv
Page 11
6. Berdasarkan penelaahan aspek risiko usaha dan lingkungan, faktor risiko meliputi risiko perijinan
tambang pada proses bisnis mengelola perencanaan penambangan dengan mitigasi risiko berupa
merencanakan percepatan peningkatan status IUP Operasi Produksi Batu Kapur T3, berkoordinasi
dengan lintas divisi dan instansi terkait (KLHK, KESDM, BKPM, PTSP) dan percepatan
pembangunan infrastruktur dan fasilitas penunjang tambang T3; risiko pembayaran piutang dengan
mitigasi risiko berupa memastikan appraisal nilai jaminan yang dimiliki distributor sesuai dengan
plafon penebusannya, memastikan distributor menggunakan fasilitas Distributor Finance (DF),
melakukan pengajuan pengalihan piutang (take over piutang) bagi distributor yang masih aktif ke
pihak perbankan, melakukan penjadwalan ulang pembayaran piutang bagi distributor yang telah
jatuh tempo, melakukan evaluasi distributor terhadap penebusan dan pembayaran piutang dalam
3 bulan terakhir, melakukan kerja sama dengan Jaksa Pengacara Negara (JPN) dalam penagihan
piutang macet dan mendaftarkan distributor yang telah diberikan surat peringatan dan bekerja
sama dengan pihak KPKNL untuk memproses pelelangan aset bagi distributor yang macet dan
gagal pengajuan ke perbankan; risiko persaingan bisnis dengan mitigasi risiko berupa melakukan
dan memperkuat sinergi dengan BUMN Karya dan kerja sama dengan instansi dan Perseroan
untuk meningkatkan penjualan semen, meningkatkan kontribusi dari proyek yang membutuhkan
semen curah antara lain melalui kerja sama dengan provider yang memiliki informasi mengenai
proyek, mengoptimalkan penjualan semen dengan platform digital, merencanakan dan melakukan
program promosi yang tepat ke channel penjualan, mengedukasi produk (product knowledge) dan
branding product, menerapkan pelayanan after sales ke channel penjualan dan peningkatan
promosi dan akuisisi toko yang belum menjual Semen Baturaja di area margin; risiko operasional
dengan mitigasi risiko berupa shutdown sesuai dengan jadwal dengan mempertimbangkan
kesiapan ketersediaan spare part yang ada, meningkatkan pelaksanaan preventive dan predictive
maintenance, menerapkan inovasi dan improvement pada proses produksi melalui TPM,
mengoptimalkan penggunaan plant automation system, sharing knowledge sistem, operasional
dan preventive peralatan, memastikan harga perolehan Bahan Baku Penolong sesuai RKAP 2023,
melakukan substitusi material dalam proses pembuatan semen, meningkatkan penggunaan limbah
untuk menurunkan konsumsi bahan bakar, penurunan clinker factor semen dengan peningkatan
pemakaian bahan ketiga berupa fly ash dan pemakaian Cement Grinding Aid (CGA) sebagai bahan
baku aditif penolong penggilingan semen, melakukan monitoring kualitas untuk bahan baku dan
bahan penolong dalam proses penerimaan dan optimalisasi penggunaan aditif untuk meningkatkan
kualitas semen; risiko distribusi dengan mitigasi risiko berupa pemantauan dan memastikan
ekspeditor telah melakukan pemasangan dan pemantauan alat tracking pada setiap armadanya,
memastikan pendistribusian semen sesuai order melalui survei ke toko oleh PIC sales area,
memastikan kebutuhan angkutan untuk franco terpenuhi sesuai rencana, melakukan evaluasi
terhadap distributor yang melakukan penebusan dan melakukan koordinasi dengan ekspeditur
untuk patuh dengan regulasi; risiko kesesuaian pengembangan karyawan dengan jenjang karir
dengan mitigasi risiko berupa pembekalan kepada para talent seperti coaching sebelum
melaksanakan program pengembangan talent Perseroan baik melibatkan konsultan maupun
penugasan khusus yang diberikan, memastikan setiap kandidat talent yang akan dikembangkan
v
Page 12
kompetensinya untuk mengikuti seluruh rangkaian proses pengembangan talenta melengkapi
kebutuhan bank data terkait talent Perseroan seperti pendidikan pelatihan, riwayat jabatan,
pencapaian kinerja dan lain-lain dan membuat perencanaan jadwal pengembangan talent dan
memantau realisasi dari setiap aktivitas pengembangan talent; risiko compliance regulasi
lingkungan dan energi dengan mitigasi risiko berupa pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan
dan pengurangan emisi karbon peningkatan pemanfaatan Alternative Fuel and Raw Material
(AFR); risiko fraud dengan mitigasi berupa mengimplementasikan penerapan budaya perusahaan
(AKHLAK) ke seluruh karyawan secara intens, sosialisasi fraud/gratifikasi/suap serta etika dan
perilaku karyawan terhadap fraud/gratifikasi/suap secara efektif dan berkala ke seluruh karyawan
dan sanksi, program pengendalian gratifikasi, melakukan pengawasan/pemeriksaan terhadap
kegiatan operasional melalui Divisi Internal Audit secara berkala dan perbaikan proses bisnis.
7. Berdasarkan analisis SWOT, kekuatan (strength) dari Rencana Proyek adalah posisi Perseroan
sebagai market leader di wilayah Sumbagsel, dukungan dari SIG sebagai kelompok usaha
produsen semen terbesar di Indonesia, dan dukungan bahan baku dan bahan bakar melalui
penguasaan konsesi pertambangan batu kapur dan sinergi BUMN dengan PT Bukit Asam Tbk.
Sementara kelemahan (weakness) dari Rencana Proyek adalah ketergantungan terhadap SIG
sebagai distributor tunggal. Selanjutnya peluang (opportunity) dari Rencana Proyek adalah
peningkatan utilitas seiring bertambahnya potensi pasar, penciptaan nilai tambah bagi Perseroan
dan SIG, serta dukungan teknologi dari kelompok usaha SIG. Sedangkan ancaman (threat) dari
Rencana Proyek adalah potensi pendatang baru dengan proposisi nilai yang lebih baik, dan
kualitas produk dibawah ekspektasi dari entitas anak SIG lain.
8. Berdasarkan analisis aspek keuangan, tidak terdapat biaya pendirian (startup cost) secara
langsung terkait Rencana Proyek, mengingat pada dasarnya Rencana Proyek adalah rencana
perubahan skema penjualan atas aktivitas komersial yang telah berjalan di Perseroan. Analisis
kelayakan finansial didasarkan pada arus kas bersih inkremental, yaitu selisih antara arus kas
bersih tanpa Rencana Proyek dan arus kas bersih dengan Rencana Proyek. Memperhitungkan
biaya modal ekuitas Perseroan sebesar 11,67% maka Rencana Proyek akan menghasilkan NPV
(net present value) sebesar Rp15,5 miliar, MIRR (modified internal rate of return) sebesar 11,79%,
dan PI (profitability index) sebesar 1,01x, dan overall return on investment sebesar 15,83%, dimana
seluruh parameter kelayakan finansial tersebut mengindikasikan Rencana Proyek layak.
Berdasarkan analisis rasio keuangan diperoleh indikasi bahwa Profitabilitas dengan Rencana
Proyek cenderung semakin membaik, sebagaimana diindikasikan dari selisih positif rasio
profitabilitas antara tanpa dan dengan Rencana Proyek; likuiditas dengan Rencana Proyek
cenderung semakin membaik, meskipun tidak signifikan, sebagaimana diindikasikan dari selisih
positif rasio likuiditas antara tanpa dan dengan Rencana Proyek; dan solvabilitas dengan Rencana
Proyek cenderung semakin membaik, meskipun tidak signifikan, sebagaimana diindikasikan dari
selisih negatif rasio solvabilitas antara tanpa dan dengan Rencana Proyek. Selanjutnya dari analisis
sensitivitas diketahui bahwa margin markup Stream 3 lebih sensitif dibandingkan tarif royalti Stream
2 dan 3. Oleh karena itu Rencana Proyek perlu lebih memperhatikan dalam kebijakan penentuan
harga jual ke SIG terkait Stream 3 agar Rencana Proyek dapat memberikan pengembalian yang
vi
Page 13
sesuai, atau bahkan melebihi, ekspektasi. Berdasarkan analisis sensitivitas terhadap perubahan
volume Stream 2 dan 3, diketahui bahwa perubahan volume Stream 3 lebih sensitif dibandingkan
perubahan volume Stream 2.
9. Berdasarkan analisis atas kelayakan pasar, kelayakan teknis, kelayakan pola bisnis, kelayakan
model manajemen, aspek risiko usaha dan lingkungan, dan kelayakan keuangan terhadap
Rencana Proyek sebagaimana diungkapkan diatas, dapat disimpulkan bahwa Rencana Proyek
adalah layak.
vii
Page 14
DAFTAR ISI
BAB 1. PENDAHULUAN .................................................................................................................. 1-1
1.1 Latar Belakang ..................................................................................................................... 1-1
1.2 Identitas Pemberi Tugas ...................................................................................................... 1-1
1.3 Objek Penilaian .................................................................................................................... 1-1
1.4 Maksud dan Tujuan .............................................................................................................. 1-2
1.5 Tanggal Penilaian ................................................................................................................ 1-2
1.6 Masa Berlakunya Laporan ................................................................................................... 1-2
1.7 Independensi Penilai ............................................................................................................ 1-2
1.8 Pedoman Penilaian .............................................................................................................. 1-2
1.9 Sumber Informasi ................................................................................................................. 1-2
1.10 Kondisi Pembatas ................................................................................................................ 1-3
1.11 Asumsi-Asumsi Pokok ......................................................................................................... 1-4
1.12 Prosedur Pelaksanaan ......................................................................................................... 1-5
1.13 Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Event) ...................................... 1-5
1.14 Definisi dan Istilah ................................................................................................................ 1-6
BAB 2. ASPEK LEGALITAS DAN HUKUM ...................................................................................... 2-1
2.1 Perseroan ............................................................................................................................. 2-1
2.1.1 Pendirian .............................................................................................................................. 2-1
2.1.2 Struktur Modal dan Pemegang Saham ................................................................................ 2-1
2.1.3 Pengawas dan Pengurus ..................................................................................................... 2-2
2.1.4 Kegiatan Usaha .................................................................................................................... 2-2
2.1.5 Perizinan Usaha ................................................................................................................... 2-4
2.1.6 Informasi Perpajakan ........................................................................................................... 2-5
2.2 Rencana Proyek ................................................................................................................... 2-6
2.2.1 Perijinan ............................................................................................................................... 2-6
2.2.2 Regulasi Industri .................................................................................................................. 2-7
BAB 3. ASPEK PASAR .................................................................................................................... 3-1
3.1 Makro Ekonomi Indonesia .................................................................................................... 3-1
3.2 Demografi Indonesia ............................................................................................................ 3-5
3.3 Industri Semen ..................................................................................................................... 3-9
3.4 Industri Konstruksi .............................................................................................................. 3-16
3.4.1 Profil Kompetitor ................................................................................................................. 3-21
3.4.2 Pangsa Pasar ..................................................................................................................... 3-24
BAB 4. ASPEK TEKNIS ................................................................................................................... 4-1
4.1 Analisis Aksesibilitas ............................................................................................................ 4-1
4.2 Konsep Dasar Pengembangan ............................................................................................ 4-1
4.2.1 Penjualan Semen Zak Merek Perseroan oleh Entitas Anak SIG Lain (Stream 2) ............... 4-2
4.2.2 Penjualan Semen Zak Merek Entitas Anak SIG Lain oleh Perseroan (Stream 3) ............... 4-2
viii
Page 15
4.3 Teknologi Yang Digunakan .................................................................................................. 4-3
4.4 Perencanaan Teknis ............................................................................................................ 4-4
4.5 Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya ............................................................................ 4-9
4.5.1 Bahan Baku .......................................................................................................................... 4-9
4.5.2 Bahan Pendukung .............................................................................................................. 4-10
4.5.3 Sumber Daya Manusia ....................................................................................................... 4-10
4.5.4 Tenaga Ahli Profesional per 31 Desember 2023 ............................................................... 4-12
BAB 5. ASPEK POLA BISNIS .......................................................................................................... 5-1
5.1 Pola Bisnis............................................................................................................................ 5-1
5.2 Keunggulan Kompetitif ......................................................................................................... 5-3
5.3 Kemampuan Pesaing Meniru Produk .................................................................................. 5-4
5.4 Kemampuan Menciptakan Nilai ........................................................................................... 5-4
5.5 Analisis Kesinambungan ...................................................................................................... 5-4
5.6 Strategi Pemasaran dan Penjualan ..................................................................................... 5-5
5.7 Kebutuhan Penunjang Operasi ............................................................................................ 5-6
BAB 6. ASPEK MODEL MANAJEMEN ............................................................................................ 6-1
6.1 Struktur Organisasi .............................................................................................................. 6-1
6.2 Hak Atas Kekayaan Intelektual ............................................................................................ 6-1
6.3 Profil Manajemen ................................................................................................................. 6-2
6.4 Kebutuhan Sumber Daya Manusia ...................................................................................... 6-4
BAB 7. ASPEK RISIKO USAHA DAN LINGKUNGAN ..................................................................... 7-1
7.1 Risiko Usaha ........................................................................................................................ 7-1
7.2 Lingkungan ........................................................................................................................... 7-5
7.2.1 Tempat Kerja ........................................................................................................................ 7-6
7.2.2 Laman Pemasaran ............................................................................................................... 7-7
7.2.3 Lingkungan Hidup ................................................................................................................ 7-7
7.2.4 Kemasyarakatan .................................................................................................................. 7-8
BAB 8. ANALISIS SWOT ................................................................................................................. 8-1
8.1 Strength (Kekuatan) ............................................................................................................. 8-1
8.2 Weakness (Kelemahan) ....................................................................................................... 8-1
8.3 Opportunity (Peluang) .......................................................................................................... 8-1
8.4 Threat (Ancaman) ................................................................................................................ 8-2
BAB 9. ASPEK KEUANGAN ............................................................................................................ 9-1
9.1 Kinerja Keuangan Perseroan ............................................................................................... 9-1
9.1.1 Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian ............................ 9-1
9.1.2 Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian ............................................................................ 9-3
9.1.3 Laporan Arus Kas Konsolidasian ......................................................................................... 9-7
9.1.4 Rasio Keuangan ................................................................................................................... 9-8
9.2 Rencana Proyek ................................................................................................................. 9-10
9.2.1 Biaya Pendirian (Startup Cost)........................................................................................... 9-10
ix
Page 16
9.2.2 Sumber Pembiayaan .......................................................................................................... 9-10
9.2.3 Modal Kerja ........................................................................................................................ 9-10
9.2.4 Biaya Operasional .............................................................................................................. 9-10
9.2.5 Biaya Bahan Baku .............................................................................................................. 9-11
9.2.6 Asumsi Proyeksi Keuangan ............................................................................................... 9-11
9.2.7 Proyeksi Laporan Keuangan .............................................................................................. 9-14
9.2.8 Pemilihan Arus Kas ............................................................................................................ 9-17
9.2.9 Penentuan Tingkat Diskonto .............................................................................................. 9-18
9.2.10 Analisis Kelayakan Finansial .............................................................................................. 9-19
9.2.11 Analisis Modal Kerja ........................................................................................................... 9-24
9.2.12 Analisis Rasio Keuangan ................................................................................................... 9-24
9.2.13 Analisis Sensitivitas ............................................................................................................ 9-27
BAB 10. KESIMPULAN .................................................................................................................... 10-1
x
Page 17
DAFTAR TABEL
Tabel 2-1: Susunan Pemegang Saham Perseroan ............................................................................. 2-1
Tabel 9-1: Laporan Laba Rugi & Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian Perseroan (IDR
Ribuan) ................................................................................................................................................. 9-3
Tabel 9-2: Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan (IDR Ribuan) ................................... 9-5
Tabel 9-3: Laporan Arus Kas Konsolidasian Perseroan (IDR Ribuan) ................................................ 9-8
Tabel 9-4: Rasio Keuangan Perseroan .............................................................................................. 9-10
Tabel 9-5: Proyeksi Laporan Laba Rugi & Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian Perseroan
Tanpa Rencana Proyek (IDR Ribuan) ............................................................................................... 9-14
Tabel 9-6: Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan Tanpa Rencana Proyek (IDR
Ribuan) ............................................................................................................................................... 9-14
Tabel 9-7: Proyeksi Laporan Arus Kas Konsolidasian Perseroan Tanpa Rencana Proyek (IDR
Ribuan) ............................................................................................................................................... 9-15
Tabel 9-8: Proyeksi Laporan Laba Rugi & Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian Perseroan
Dengan Rencana Proyek (IDR Ribuan) ............................................................................................. 9-16
Tabel 9-9: Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan Tanpa Rencana Proyek (IDR
Ribuan) ............................................................................................................................................... 9-16
Tabel 9-10: Proyeksi Laporan Arus Kas Konsolidasian Perseroan Tanpa Rencana Proyek (IDR
Ribuan) ............................................................................................................................................... 9-17
Tabel 9-11: Ringkasan Parameter Kelayakan Finansial Rencana Proyek ........................................ 9-24
Tabel 9-12: Perputaran Modal Kerja Tanpa dan Dengan Rencana Proyek ...................................... 9-24
Tabel 9-13: Rasio Keuangan Perseroan Tanpa Rencana Proyek .................................................... 9-26
Tabel 9-14: Rasio Keuangan Perseroan Dengan Rencana Proyek .................................................. 9-26
Tabel 9-15: Selisih Rasio Keuangan Perseroan Tanpa dan Dengan Rencana Proyek .................... 9-27
Tabel 9-16: Sensitivitas NPV Terhadap Tarif Royalti dan Margin Markup ........................................ 9-28
Tabel 9-17: Sensitivitas NPV Terhadap Perubahan Volume Stream 2 dan Stream 3 ...................... 9-28
xi
Page 18
DAFTAR GAMBAR
Gambar 3-1: Perkembangan dan Tingkat Pertumbuhan PDB ............................................................ 3-1
Gambar 3-2: Perkembangan IHK dan Inflasi ....................................................................................... 3-2
Gambar 3-3: Perkembangan Inflasi Daerah ........................................................................................ 3-3
Gambar 3-4: Perkembangan Cadangan Devisa dan Nilai Tukar Rupiah ............................................ 3-4
Gambar 3-5: Jumlah dan Laju Pertumbuhan Penduduk Indonesia (2013-2023) ................................ 3-6
Gambar 3-6: Jumlah Penduduk Indonesia di 38 Provinsi (Desember 2023) ...................................... 3-7
Gambar 3-7: Angkatan Kerja Indonesia 2023 ...................................................................................... 3-9
Gambar 3-8: Pergerakan Laju Inflasi 2021-2022 (%) ........................................................................ 3-10
Gambar 3-9: Pertumbuhan dan Volume Penjualan Semen Domestik (Juta Ton) ............................. 3-13
Gambar 3-10: Permintaan dan Kapasitas Semen Indonesia ............................................................ 3-15
Gambar 3-11: Distribusi PDB Atas Dasar Harga Berlaku Tahun 2023 ............................................. 3-17
Gambar 3-12: Anggaran Pembangunan Infrastruktur ....................................................................... 3-20
Gambar 3-13: Sebaran Pangsa Pasar Kompetitor Semen di Indonesia ........................................... 3-25
Gambar 4-1: Wilayah Operasi, Distribusi dan Lini Bisnis Perseroan................................................... 4-1
Gambar 4-2: Proses Penjualan Semen Zak Merek Perseroan Oleh Entitas Anak Lain ..................... 4-2
Gambar 4-3: Proses Penjualan Semen Zak Merek Entitas Anak Lain Oleh Perseroan ..................... 4-3
Gambar 4-4: Teknologi Pembuatan Semen di Perseroan ................................................................... 4-4
Gambar 4-5: Proses Produksi Semen Perseroan ............................................................................... 4-8
Gambar 4-6: Struktur Organisasi Induk Perseroan per 31 Desember 2023 ..................................... 4-11
Gambar 4-7: Struktur Organisasi Induk Perseroan per 1 Maret 2024 ............................................... 4-12
Gambar 5-1: Pola Bisnis Stream 1 ...................................................................................................... 5-1
Gambar 5-2: Pola Bisnis Stream 2 ...................................................................................................... 5-2
Gambar 5-3: Pola Bisnis Stream 3 ...................................................................................................... 5-2
Gambar 5-4: Pola Bisnis Stream 4 ...................................................................................................... 5-3
Gambar 6-1: Struktur Organisasi Perseroan ....................................................................................... 6-1
xii
Page 19
BAB 1. PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Perseroan merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka dan sahamnya
diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (publicly-listed company) yang bergerak dalam bidang
industri semen, termasuk produksi, distribusi dan jasa lainnya terkait industri semen. Perseroan
merupakan anak usaha dari SIG. Berdasarkan informasi yang diperoleh, Perseroan dan SIG
bermaksud melakukan transaksi jual beli semen dengan konsep perjanjian royalti atas
penggunaan merek dagang (trademark) yang dimiliki Perseroan maupun anak usaha lain dari
SIG. Untuk memenuhi peraturan perundang-undangan terkait transaksi tersebut maka
Perseroan berencana memperluas kegiatan usaha dengan menambahkan Klasifikasi Baku
Lapangan Usaha Indonesia 77400 (KBLI-77400: Sewa Guna Usaha Tanpa Hak Opsi
Intelektual Properti, Bukan Karya Hak Cipta) pada kegiatan usahanya (“Rencana Proyek”).
Oleh karena itu Perseroan menunjuk KJPP FAST untuk memberikan pendapat atas kelayakan
(feasibility) dari Rencana Proyek (“Studi Kelayakan”).
Sehubungan dengan kebutuhan Pemberi Tugas tersebut, KJPP Firman, Suryantoro, Sugeng,
Suzy, Hartomo dan Rekan (“kami” atau “KJPP FAST”) sebagai penilai independen berdasarkan
ijin yang dikeluarkan oleh Kementerian Keuangan Republik Indonesia No. 2.09.0074 tanggal
8 Desember 2009, serta telah terdaftar di OJK No. S-865/BL/2010 tanggal 29 Januari 2010,
telah ditunjuk oleh Pemberi Tugas untuk melakukan penilaian atas Objek Penilaian tersebut,
sesuai PO No. 4000007332 tanggal 6 Maret 2024 dari Pemberi Tugas, mengenai penyusunan
studi kelayakan (feasibility study) pada Perseroan per tanggal efektif penilaian.
1.2 IDENTITAS PEMBERI TUGAS
Nama : PT Semen Baturaja Tbk
Bidang usaha : Industri semen.
Alamat kantor : Jl. Abikusno Cokrosuyoso Kertapati, Palembang 30258.
Nomor telepon : (0711) – 511261
Nomor fax : (0711) – 512126
Surel : corsec.smbr@sig.id
Situs web : www.semenbaturaja.co.id.
1.3 OBJEK PENILAIAN
Objek Penilaian dimaksud dalam Studi Kelayakan adalah perluasan kegiatan usaha Perseroan,
yaitu di bidang jual beli semen dengan konsep Perjanjian Royalti (KBLI-77400: Sewa Guna
Usaha Tanpa Hak Opsi Intelektual Properti, Bukan Karya Hak Cipta).
1-1
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 20
1.4 MAKSUD DAN TUJUAN
Maksud dari penilaian adalah mengkaji kelayakan atas Rencana Proyek, dilihat dari berbagai
aspek yang relevan terkait Rencana Proyek. Sedangkan tujuan dari penugasan ini adalah untuk
memperoleh pendapat atas kelayakan Rencana Proyek dari pihak independen, untuk
memenuhi ketentuan-ketentuan sebagaimana diatur dalam POJK 17/2020.
1.5 TANGGAL PENILAIAN
Tanggal penilaian (cut-off date) dari Studi Kelayakan adalah pada tanggal 31 Desember 2023,
parameter dan laporan keuangan yang digunakan dalam analisis menggunakan data per
tanggal 31 Desember 2023.
1.6 MASA BERLAKUNYA LAPORAN
Sesuai dengan POJK 35/2020, maka laporan penilaian studi kelayakan ini berlaku selama
6 (enam) bulan sejak tanggal efektif penilaian (cut-off date), kecuali terdapat hal-hal yang dapat
mempengaruhi kesimpulan nilai lebih dari 5% (lima per seratus).
1.7 INDEPENDENSI PENILAI
Dalam melaksanakan penugasan ini, KJPP FAST bertindak secara independen tanpa adanya
benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Pemberi Tugas dan Perseroan ataupun
pihak-pihak yang terafiliasi dengan Pemberi Tugas dan Perseroan. Kami tidak memiliki
kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini. Laporan studi
kelayakan ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak manapun.
Imbalan jasa yang kami terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan.
KJPP FAST hanya menerima imbalan sesuai PO No. 4000007332 tanggal 6 Maret 2024 dari
Pemberi Tugas.
Laporan studi kelayakan ini telah disusun sesuai POJK 35/2020, dan SPI Edisi VII-2018 serta
Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI) yang berlaku yang ditetapkan oleh Masyarakat Profesi
Penilai Indonesia (MAPPI), dan dimana pendekatan dan metode yang diaplikasikan telah
sesuai dengan standar penilaian lengkap.
1.8 PEDOMAN PENILAIAN
Studi Kelayakan merupakan penyusunan pendapat atas kelayakan suatu usaha atau proyek,
maka dalam pelaksanaan penilaian ini, Penilai telah bekerja secara profesional dan
independen sesuai dengan POJK 35/2020 dan SPI Edisi VII-2018.
1.9 SUMBER INFORMASI
Dalam menyusun Studi Kelayakan, kami telah menelaah, mempertimbangkan, mengacu, atau
melaksanakan prosedur atas data dan informasi sebagai berikut:
1-2
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 21
▪ Profil perusahaan, legalitas, dan perijinan Perseroan dan Rencana Proyek.
▪ Kajian Penentuan Harga Transfer Transaksi Royalti SIG FY2024 oleh konsultan
independent PT Pratama Indomitra Konsultan tanggal 28 Maret 2024.
▪ Kajian transaksi mega distributor yang dilakukan oleh konsultan independent PT RSM
Indonesia Konsultan.
▪ Proyeksi laporan keuangan Rencana Proyek selama periode 2024-2028 yang disiapkan
oleh manajemen Perseroan. Kami telah melakukan review dan penyesuaian atas proyeksi
keuangan yang disampaikan oleh manajemen tersebut dan menurut pertimbangan kami
proyeksi keuangan yang digunakan dalam analisis penilaian ini telah mencerminkan tingkat
kewajaran pencapaiannya.
▪ Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk periode yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Juan Ramon Junius Siahaan dari
KAP IR, sebagaimana tertuang dalam laporannya No. 00040/2.1265/AU.1/04/1672-
1/1/III/2024 tanggal 7 Maret 2024, dengan opini wajar dalam semua hal yang material.
▪ Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Donny Iskandar Maramis dari
KAP AAMR sebagaimana tertuang dalam laporannya No. 00129/2.1030/AU.1/04/1514-
3/1/II/2023 tertanggal 7 Maret 2023 dengan opini wajar dalam semua hal yang material.
▪ Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Donny Iskandar Maramis dari
KAP AAMR sebagaimana tertuang dalam laporannya No. 00026/2.1030/AU.1/04/1514-
2/1/II/2022 tertanggal 15 Februari 2022 dengan opini wajar dalam semua hal yang material.
▪ Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2020 yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Donny Iskandar Maramis dari
KAP AAMR sebagaimana tertuang dalam laporannya No. 00068/2.1030/AU.1/04/1514-
1/1/II/2021 tertanggal 22 Februari 2021 dengan opini wajar dalam semua hal yang material.
▪ Informasi internal Perseroan lainnya dan hasil wawancara dengan pihak manajemen
Perseroan serta pihak terkait lainnya.
▪ Informasi ekonomi dan industri yang dikeluarkan oleh pihak ketiga yang terpercaya yang
relevan dengan penugasan.
1.10 KONDISI PEMBATAS
Pokok-pokok syarat pembatas yang kami asumsikan dalam proyeksi keuangan yang
digunakan dalam analisis atas Studi Kelayakan adalah sebagai berikut:
▪ Tidak ada perubahan yang material mengenai kondisi politik, ekonomi, hukum atau
undang-undang yang akan mempengaruhi aktivitas Rencana Proyek.
▪ Tidak ada perubahan yang material mengenai tarif pajak, bea cukai, nilai tukar mata uang,
dan suku bunga yang dipergunakan dalam asumsi proyeksi yang dapat mempengaruhi
secara material kinerja Rencana Proyek selain yang telah diproyeksikan.
1-3
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 22
▪ Tidak ada perubahan yang material pada struktur dan aktivitas utama Rencana Proyek
atau pada sumber utama penghasilan Rencana Proyek dalam periode yang telah
diproyeksikan.
▪ Tidak ada hambatan-hambatan yang berarti yang berasal dari perselisihan industri, atau
pengadaan tenaga kerja atau hal-hal lain yang dapat mempengaruhi kegiatan usaha
Rencana Proyek.
▪ Tidak terdapat perubahan-perubahan yang signifikan atas kondisi pasar dan harga dari
produk-produk serta jasa-jasa yang akan dihasilkan Rencana Proyek, kecuali yang telah
diproyeksikan.
▪ Tidak ada perubahan yang material terhadap struktur biaya maupun beban-beban lain atas
Rencana Proyek, kecuali yang telah diproyeksikan.
▪ Tidak ada perubahan yang material terhadap perjanjian-perjanjian dan ketentuan-
ketentuan yang ada.
▪ Rencana bisnis dari Rencana Proyek berjalan sesuai yang telah direncanakan dan
diproyeksikan.
▪ Di dalam Studi Kelayakan terdapat pernyataan-pernyataan, penilaian, perkiraan dan
proyeksi yang dibuat berdasarkan informasi yang disediakan oleh Manajemen Perseroan
dalam rangka mengantisipasi pelaksanaan operasional selama periode proyeksi.
Pernyataan, penilaian, perkiraan maupun proyeksi tersebut mencerminkan asumsi-asumsi
yang dibuat oleh Manajemen Perseroan untuk mengestimasi hasil yang akan diperoleh
selama periode proyeksi, dimana asumsi tersebut mungkin terjadi atau mungkin tidak
terjadi.
▪ KJPP FAST tidak bertanggung jawab atau menjamin setiap kewajiban atau kerugian yang
mungkin muncul akibat diambilnya tindakan berdasarkan penggunaan sebagian dari
analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan isi Studi Kelayakan secara keseluruhan
yang dapat menyebabkan pandangan yang menyesatkan atas proses yang mendasari
Studi Kelayakan. Semua pernyataan yang terdapat di dalam Studi Kelayakan sebaiknya
dihubungkan secara keseluruhan dengan tujuan dibuatnya Studi Kelayakan.
▪ Kejadian-kejadian yang terjadi setelah tanggal efektif penilaian Studi Kelayakan mungkin
mempunyai pengaruh signifikan terhadap penilaian kinerja Rencana Proyek selama
periode proyeksi. Kami tidak berkewajiban untuk memperbaharui laporan ini atau untuk
merevisi analisis dikarenakan kejadian dan transaksi yang terjadi setelah tanggal efektif
penilaian yang digunakan, yaitu tanggal 31 Desember 2023.
1.11 ASUMSI-ASUMSI POKOK
Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan dan
kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi lain yang diberikan
kepada kami oleh Perseroan atau yang tersedia secara umum, dan kami tidak melakukan dan
karenanya tidak bertanggung jawab atas pemeriksaan independen terhadap informasi-
informasi tersebut. Kami juga bergantung kepada jaminan dari Manajemen Perseroan bahwa
1-4
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 23
mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-informasi yang diberikan
kepada kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.
Kami tidak melakukan inspeksi atas aset atau fasilitas Perseroan. Selain itu, kami juga tidak
memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari transaksi. Jasa-jasa yang kami berikan
kepada Perseroan dalam kaitan dengan Rencana Proyek hanya merupakan studi kelayakan
dari Rencana Proyek dan bukan jasa-jasa akuntansi, audit, atau perpajakan.
Pekerjaan kami yang berkaitan dengan Rencana Proyek tidak merupakan dan tidak dapat
ditafsirkan dalam bentuk apapun, sebagai suatu penelaahan atau audit atau pelaksanaan
prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat
dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan, atau
penyimpangan dalam laporan keuangan atau pelanggaran hukum. Selain itu, kami tidak
mempunyai kewenangan dan tidak mencoba mendapatkan bentuk transaksi-transaksi lainnya
yang ada untuk Perseroan.
Studi Kelayakan ini disusun berdasarkan kondisi pasar, kondisi perekonomian, kondisi umum
bisnis dan kondisi keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah pada tanggal laporan ini
diterbitkan.
Dalam penyusunan Studi Kelayakan ini, kami juga menggunakan beberapa asumsi lainnya,
seperti terpenuhinya semua kondisi dan kewajiban Perseroan dan semua pihak yang terlibat
dalam Rencana Proyek. Rencana Proyek akan dilaksanakan seperti yang telah dijelaskan
sesuai dengan jangka waktu yang telah ditetapkan, serta keakuratan informasi mengenai
transaksi yang diungkapkan oleh Manajemen Perseroan.
1.12 PROSEDUR PELAKSANAAN
Studi Kelayakan ini dilaksanakan mengikuti prosedur sebagai berikut:
▪ Perumusan masalah dan pengumpulan data,
▪ Verifikasi dan penelitian data,
▪ Analisis hasil penelitian data,
▪ Analisis kelayakan masing-masing aspek yang diteliti,
▪ Penyusunan asumsi-asumsi proyeksi,
▪ Penetapan pendapat terhadap kelayakan atas usaha atau proyek,
▪ Laporan pendahuluan/draft laporan,
▪ Presentasi dan diskusi dengan pemberi tugas,
▪ Finalisasi laporan lengkap.
1.13 KEJADIAN PENTING SETELAH TANGGAL PENILAIAN (SUBSEQUENT EVENT)
Tidak ada kejadian penting setelah tanggal penilaian yang dapat mempengaruhi hasil penilaian
pada Perseroan setelah tanggal efektif penilaian sampai dengan tanggal penyelesaian laporan
yang dapat mempengaruhi hasil laporan penilaian.
1-5
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 24
1.14 DEFINISI DAN ISTILAH
KAP AAMR Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf,
Aryanto, Mawar & Rekan
KAP IR Kantor Akuntan Publik Imelda & Rekan
KBLI-77400 Sewa Guna Usaha Tanpa Hak Opsi
Intelektual Properti, Bukan Karya Hak Cipta
KEPI Kode Etik Penilai Indonesia
KJPP FAST Kantor Jasa Penilai Publik Firman,
Suryantoro, Sugeng, Suzy, Hartomo dan
Rekan
MAPPI Masyarakat Profesi Penilai Indonesia
OJK Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
Pemberi Tugas PT Semen Baturaja Tbk
Perseroan PT Semen Baturaja Tbk
POJK 17/2020 Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020
tanggal 20 April 2020 tentang Transaksi
Material dan Perubahan Kegiatan Usaha.
POJK 35/2020 Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020
tanggal 25 Mei 2020 tentang Penilaian dan
Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar
Modal.
Rencana Proyek Penambahan KBLI-77400 (Sewa Guna
Usaha Tanpa Hak Opsi Intelektual Properti,
Bukan Karya Hak Cipta) pada kegiatan usaha
Perseroan.
SIG PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
SPI Edisi VII-2018 Standar Penilaian Indonesia Edisi VII Tahun
2018
Studi Kelayakan Pendapat atas kelayakan dari Rencana
Proyek
1-6
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 25
BAB 2. ASPEK LEGALITAS DAN HUKUM
2.1 PERSEROAN
2.1.1 Pendirian
Perseroan didirikan berdasarkan Akta Notaris No. 34 tanggal 14 November 1974, yang diubah
dengan Akta Notaris No. 49 tanggal 21 November 1974 oleh Notaris yang sama, yaitu Jony
Frederik Berthold Tumbelaka Sinjal. Akta-akta ini telah disetujui oleh Menteri Kehakiman
Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. Y.A5/422/18 tanggal 22 November 1974,
didaftarkan di Pengadilan Negeri Palembang dengan No. 376/1974 tanggal 22 November 1974
dan diumumkan dalam tambahan No. 15 pada Berita Negara No. 2 tanggal 7 Januari 1975.
Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan. Perubahan Anggaran
dasar terakhir berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham dilakukan dengan Akta Notaris
Aulia Taufani, S.H., Notaris di Jakarta, No. 46 tanggal 24 Januari 2023 mengenai perubahan
status hukum Perseroan dari Persero menjadi Nonpersero sehingga dilakukan perubahan
nama Perseroan serta menambahkan kewenangan Pemegang Saham Seri B Mayoritas yaitu
SIG.
Berdasarkan Akta Perjanjiaan Pengalihan Saham Tanggal 19 Desember 2022 No. 15 dibuat
dihadapan dengan Akta Notaris Aulia Taufani, S.H., di Jakarta Selatan. Pemerintah Negara
Republik Indonesia selaku pemegang saham Perseroan, mengalihkan seluruh saham seri B
dengan jumlah saham sebanyak 7.499.999.999 lembar senilai Rp2.848.672.233.000 pada SIG.
Entitas induk langsung Perseroan adalah SIG dan entitas induk akhir Perseroan adalah
Pemerintah Republik Indonesia. Perseroan berkantor pusat di Jl. Abikusno Cokrosuyoso
Kertapati, Palembang 30258 | telepon (0711) – 511261 | fax (0711) 512126 | surel
corsec.smbr@sig.id dan situs jejaring: www.semenbaturaja.co.id.
2.1.2 Struktur Modal dan Pemegang Saham
Susunan pemegang saham Perseroan per 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:
Tabel 2-1: Susunan Pemegang Saham Perseroan
Nilai Nominal Persentase
Pemegang Saham Jumlah Saham
(Rupiah) Saham
Modal Dasar
Saham Seri A (Dwiwarna) 1 100
Saham Seri B 29999.999.999 2.999.999.999.900
Modal dasar 30.000.000.000 3.000.000.000.000
2-1
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 26
Saham Seri A (Dwiwarna):
Negara Republik Indonesia 1 100
Saham Seri B:
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk 7.499.999.999 749.999.999.900 75,51%
PT Asuransi Jiwa IFG 784.084.300 78.408.430.000 7,89%
Suherman Yahya (Direksi) 16.098 1.609.800 0,00%
Masyarakat 1.648.433.938 164.843.393.800 16,60%
Jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh 9.932.534.336 993.253.433.600 100,00%
Jumlah saham dalam portapel 20.067.465.664 2.006.746.566.400
2.1.3 Pengawas dan Pengurus
Susunan anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan per 31 Desember 2023 adalah
sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama merangkap
Komisaris Independen : Alex Iskandar Munaf
Komisaris Independen : Chowadja Sanova
Komisaris : Hadi Daryanto
Komisaris : Inosentius Samsul
Direksi
Direktur Utama : Suherman Yahya
Direktur (Fungsi Keuangan
dan SDM) : Rahmat Hidayat
Direktur Operasi : Muhammad Syafitri
2.1.4 Kegiatan Usaha
Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan menurut Anggaran Dasar, maksud dan tujuan
Perseroan adalah melakukan usaha di bidang persemenan dan industri kimia dasar lainnya
serta optimalisasi pemanfaatan sumber daya yang dimiliki Perseroan. Tujuannya dalam rangka
menghasilkan barang dan/atau jasa yang bermutu tinggi dan berdaya saing kuat untuk
mendapat/mengejar keuntungan guna meningkatkan nilai Perseroan dengan prinsip-prinsip
perseroan terbatas. Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut di atas, Perseroan dapat
melaksanakan kegiatan usaha utama sebagai berikut:
1. Aktivitas penunjang pertambangan dan penggalian lainnya;
2. Industri semen;
3. Industri barang dari semen dan kapur untuk konstruksi;
4. Industri barang dari semen, kapur, gips dan asbes lainnya;
5. Industri mortar atau beton siap pakai;
6. Pertambangan pasir besi;
2-2
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 27
7. Pertambangan bijih besi;
8. Penggalian batu kapur/gamping;
9. Penggalian tanah dan tanah liat;
10. Penggalian tras;
11. Penggalian batu, pasir dan tanah liat lainnya;
12. Reparasi mesin untuk keperluan umum;
13. Instalasi/pemasangan mesin dan peralatan industry;
14. Penelitian dan pengembangan teknologi dan rekayasa;
15. Analisis dan uji teknis lainnya;
16. Pergudangan dan penyimpanan;
17. Pergudangan dan penyimpanan lainnya;
18. Penyediaan sumber daya manusia dan manajemen fungsi sumber daya manusia;
19. Perdagangan besar berbagai macam material bangunan;
20. Portal web dan/atau platform digital dengan tujuan komersial;
21. Perdagangan besar semen, kapur, pasir dan batu;
22. Pengelolaan dan pembuangan sampah berbahaya.
Selain kegiatan usaha utama sebagaimana dimaksud di atas, Perseroan dapat melakukan
kegiatan usaha penunjang/ pendukung yang berhubungan dengan semen dalam rangka
optimalisasi pemanfaatan sumber daya yang dimiliki, untuk:
1. Pengumpulan air limbah berbahaya;
2. Pengumpulan air limbah tidak berbahaya;
3. Pengelolaan dan pembuangan air limbah tidak berbahaya;
4. Pengelolaan dan pembuangan air limbah berbahaya;
5. Industri barang dari plastik untuk pengemasan;
6. Aktivitas penunjang pengelolaan air;
7. Penyiapan lahan;
8. Jasa pengujian laboratorium;
9. Instalasi mekanikal;
10. Instalasi saluran air (plambing);
11. Aktivitas pelayanan kepelabuhanan sungai dan danau;
12. Perkebunan buah kelapa sawit;
13. Perkebunan karet dan tanaman penghasil getah lainnya;
14. Penyediaan akomodasi jangka pendek lainnya;
15. Event organizer;
16. Pendidikan teknik swasta;
17. Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa;
18. Lapangan golf;
19. Gelanggang renang;
20. Lapangan sepak bola;
21. Lapangan tenis lapangan;
2-3
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 28
22. Sport center;
23. Aktivitas fasilitas olahraga lainnya;
24. Kawasan industry;
25. Kedai makanan;
26. Aktivitas praktik dokter umum;
27. Perdagangan eceran barang farmasi di apotek.
Kegiatan usaha yang sedang dijalankan oleh Perseroan adalah dibidang usaha persemenan
dengan memproduksi semen Portland dan produk turunannya berupa mortar dan white clay.
2.1.5 Perizinan Usaha
Perseroan telah memperoleh perizinan usaha seperti:
1. Perizinan Berusaha Untuk Menunjang Kegiatan Usaha (PB-UMKU) Nomor Pendaftaran
Barang (NPB) No. 022020532167700110022 yang diterbitkan tanggal 16 Desember 2022.
2. Perizinan Berusaha Untuk Menunjang Kegiatan Usaha (PB-UMKU) Nomor Pendaftaran
Barang (NPB) No. 022020532167700110021.
3. Perizinan Berusaha Untuk Menunjang Kegiatan Usaha (PB-UMKU) Nomor Pendaftaran
Barang (NPB) No. 022020532167700110020 yang diterbitkan tanggal 16 Desember 2022.
4. Perizinan Berusaha Untuk Menunjang Kegiatan Usaha (PB-UMKU) Nomor Pendaftaran
Barang (NPB) No. 022020532167700110019 yang diterbitkan tanggal 16 Desember 2022.
5. Perizinan Berusaha Untuk Menunjang Kegiatan Usaha (PB-UMKU) Nomor Pendaftaran
Barang (NPB) No. 022020532167700110018 yang diterbitkan tanggal 16 Desember 2022.
6. Perizinan Berusaha Untuk Menunjang Kegiatan Usaha (PB-UMKU) Nomor Pendaftaran
Barang (NPB) No. 022020532167700110010 yang diterbitkan tanggal 14 Desember 2022.
7. Sertifikat Produk Penggunaan Tanda SNI No.029/BSPJI-Palembang/MS.1/V/2023, yang
diterbitkan di Palembang pada tanggal 3 Mei 2023.
8. Sertifikat Produk Penggunaan Tanda SNI No.030/BSPJI-Palembang/MS.1/V/2023, yang
diterbitkan di Palembang pada tanggal 3 Mei 2023.
9. Sertifikat Produk Penggunaan Tanda SNI No.031/BSPJI-Palembang/MS.1/V/2023, yang
diterbitkan di Palembang pada tanggal 3 Mei 2023.
10. Sertifikat Produk Penggunaan Tanda SNI No.005/BSPJI-Palembang/MS.5/X/2023, yang
diterbitkan di Palembang pada tanggal 19 Oktober 2023.
11. Surat Keputusan Menteri Perindustrian No.305/M/SK/9/1987 tentang Pemberian Izin
Tetap Usaha Industri.
12. Keputusan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi
Sumatera Selatan No. 0034/DPMPTSP.V/I/2020 tentang Perpanjangan dan Peruabahan
Peta Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi Clay kepada Perseroan tanggal
29 Januari 2020.
2-4
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 29
13. Keputusan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi
Sumatera Selatan No. 0275/DPMPTSP.V/V/2018 tentang Izin Usaha Pertambangan
Eksplorasi Clay kepada Perseroan tanggal 18 Mei 2018.
14. Keputusan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi
Sumatera Selatan No. 0346/DPMPTSP.V/V/2019 tentang Perubahan Atas Keputusan
Bupati Ogan Komering Ulu No.01/K/IUP-II.A3/XXVII/2010 tentang izin Pertambangan
Operasi Produksi Batu Gamping kepada Perseroan tanggal 24 Mei 2019.
15. Keputusan Gubernur Sumatera Selatan No. 269/DPMPTSP.V/VII/2017 tentang
Persetujuan Peningkatan Izin Usaha Pertambangan Eksplorasi Menjadi Izin Usaha
Pertambangan Operasi Produksi Batu Kapur kepada Perseroan tanggal 28 Juli 2017.
16. Perpanjangan Jangka Waktu Perlindungan Merek Terdaftar Nomor Pendaftaran
IDM000052496.
17. Nomor Induk Berusaha (NIB): 0220205321677, yang diterbitkan di Jakarta pada tanggal
17 Maret 2020. Perubahan ke-7 tanggal 21 Maret 2023.
2.1.6 Informasi Perpajakan
Perseroan telah memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), Pengusaha Kena Pajak (PKP)
dan Wajib Pungut (WAPU) kantor pusat dan cabang, sebagai berikut:
▪ Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) No. 01.002.115.2-051.000 Kantor Pusat Perseroan di
Palembang dari Direktorat Jenderal Pajak, Kementerian Keuangan Republik Indonesia,
dan terdaftar di KPP Wajib Pajak Besar Tiga.
▪ Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) No. 01.002.115.2-051.001 Kantor Perwakilan Jakarta
Perseroan dari Direktorat Jenderal Pajak, Kementerian Keuangan Republik Indonesia dan
terdaftar di KPP Wajib Pajak Besar Tiga.
▪ Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) No. 01.002.115.2-302.001 dari Direktorat Jenderal
Pajak, Kementerian Keuangan Republik Indonesia dan terdaftar di KPP Pratama Baturaja.
▪ Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) No. 01.002.115.2-308.001 dari Direktorat Jenderal
Pajak, Kementerian Keuangan Republik Indonesia dan terdaftar di KPP Pratama
Palembang Seberang Ulu.
▪ Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) No. 01.002.115.2-324.001 dari Direktorat Jenderal
Pajak, Kementerian Keuangan Republik Indonesia dan terdaftar di KPP Pratama Bandar
Lampung Dua.
▪ Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) No. 01.002.115.2-331.001 dari Direktorat Jenderal
Pajak, Kementerian Keuangan Republik Indonesia dan terdaftar di KPP Pratama Jambi
Pelayangan.
▪ Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) No. 01.002.115.2-333.001 dari Direktorat Jenderal
Pajak, Kementerian Keuangan Republik Indonesia dan terdaftar di KPP Pratama Bangko.
▪ Surat Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak No. S-8/PKP/KPP.190303/2023 tanggal
24 Maret 2023 yang diterbitkan Kementrian Keuangan Republik Indonesia.
2-5
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 30
▪ Surat Direktorat Jenderal Pajak Nomor : S-343/KPP.1903/2024 tanggal 29 Februari 2024
perihal Tanggapan atas permohonan penegasan kewajiban sebagai Badan Usaha
Pemungut PPh Pasal 22 dan PPN atas perubahan status PT Semen Baturaja (Persero)
Tbk.
Sampai dengan tanggal penilaian 31 Desember 2023, Perseroan secara periodik telah
melakukan pemenuhan kewajiban pembayaran pajak, dan tidak ada sengketa pajak yang
terjadi.
2.2 RENCANA PROYEK
2.2.1 Perijinan
Saat ini Rencana Proyek perlu memenuhi perijinan yang dibutuhkan, sehingga diperlukan Studi
Kelayakan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh perijinan tersebut. Sementara itu,
Perseroan telah melakukan tahapan terkait prosedur pengajuan penambahan KBLI adalah
sebagai berikut:
1. SIG selaku pemegang saham seri B terbanyak Perseroan telah memberikan instruksi dan
persetujuan terkait implementasi skema royalti dengan anak perusahaan SIG pemilik
brand yang salah satunya adalah Perseroan melalui surat kepada Dewan Komisaris
SMBR dengan nomor: 002720/KU/SPE/50000793/2000/12.2023 tanggal 20 Desember
2023. Adapun instruksi dan persetujuannya adalah untuk dilakukan implementasi skema
royalti tersebut untuk melakukan pengembangan lingkup usaha berupa penambahan KBLI
77400 (Sewa Guna Usaha Tanpa Intelektual Properti, Bukan Karya Cipta).
2. Arahan sebagaimana poin 1 di atas, ditindaklanjuti oleh Dewan Komisaris Perseroan
dengan mengirimkan surat ke Direksi Perseroan dengan nomor: S-01/DK-SB/I/2024
tanggal 05 Januari 2024 tentang Usulan Agenda RUPS Tahunan 2024 Perseroan tentang
Perubahan Anggaran Dasar Perusahaan. Di dalam surat tersebut Dewan Komisaris
menyatakan:
a) Mengusulkan agenda perubahan anggaran dasar yaitu tentang Penambahan KBLI
77400 (Sewa Guna Usaha Tanpa Intelektual Properti, Bukan Karya Cipta);
b) Meminta Direksi untuk menyiapkan kajian pendukung serta memenuhi peraturan
perundang-undangan.
3. Perseroan sebagai salah satu Perseroan Terbuka, terikat pada Peraturan OJK Nomor
17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha yang mana
di dalam Pasal 22 ketentuan tersebut disebutkan bahwa Perusahaan Terbuka yang
melakukan perubahan Kegiatan Usaha wajib menggunakan penilai untuk melakukan studi
kelayakan atas perubahan kegiatan usaha. Studi kelayakan ini pula menjadi implementasi
atas arahan yang diberikan oleh Dewan Komisaris Perseroan kepada Direksi Perseroan.
4. Laporan studi kelayakan yang telah disusun akan dibahas dalam suatu mata cara khusus
dalam RUPS untuk kemudian disetujui oleh RUPS.
2-6
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 31
5. Apabila poin 4 telah disetujui RUPS, maka dilakukan perubahan Anggaran Dasar
Perseroan sebagaimana tercantum dalam Pasal 3 ayat 2 Anggaran Dasar yaitu
menambahkan Sewa Guna Usaha Tanpa Intelektual Properti, Bukan Karya Cipta (KBLI
77400) sebagai tambahan lingkup usaha dalam Anggaran Dasar tersebut. Perubahan
anggaran dasar tersebut harus mendapatkan persetujuan RUPS.
2.2.2 Regulasi Industri
Beberapa peraturan perundang-undangan yang relevan dengan Rencana Proyek antara lain
adalah sebagai berikut:
▪ Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.
Peraturan ini mengatur mengenai tatacara perubahan kegiatan usaha perseroan terbatas.
▪ Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis. Peraturan
ini mengatur mengenai pemanfaatan merek dagang.
▪ Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha
Berbasis Risiko. Peraturan ini meliputi pengaturan perizinan berusaha berbasis risiko,
norrna, standar, prosedur, dan kriteria perizinan berusaha berbasis risiko, perizinan
berusaha berbasis risiko melalui layanan Sistem OSS, tata cara pengawasan perizinan
berusaha berbasis risiko, evaluasi dan reformasi kebijakan perizinan berusaha berbasis
risiko, pendanaan perizinan berusaha berbasis risiko, penyelesaian permasalahan dan
hambatan perizinan berusaha berbasis risiko dan sanksi.
2-7
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 32
BAB 3. ASPEK PASAR
3.1 MAKRO EKONOMI INDONESIA
Pertumbuhan ekonomi global diprakirakan tumbuh sebesar 3,0% pada 2023 dan melambat
menjadi 2,8% pada 2024. Ekonomi Amerika Serikat (AS) dan India tetap kuat didukung
konsumsi rumah tangga dan investasi. Sementara itu, ekonomi Tiongkok melambat seiring
dengan tetap lemahnya konsumsi rumah tangga dan investasi sebagai dampak lanjutan dari
pelemahan kinerja sektor properti, serta terbatasnya stimulus fiskal. Penurunan inflasi di
negara maju, termasuk AS, berlanjut, meski masih berada di atas sasaran, sementara inflasi
Tiongkok menurun dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi yang melambat. Siklus kenaikan
suku bunga kebijakan moneter negara maju, termasuk Fed Funds Rate (FFR), diprakirakan
telah berakhir meskipun masih bertahan tinggi pada semester I 2024, dengan kemungkinan
akan mulai menurun pada semester II 2024. Tekanan penguatan nilai tukar dolar AS terhadap
berbagai mata uang dunia juga berkurang. Perkembangan tersebut mendorong berlanjutnya
aliran masuk modal asing dan mengurangi tekanan pelemahan nilai tukar di emerging market,
termasuk Indonesia.
Gambar 3-1: Perkembangan dan Tingkat Pertumbuhan PDB
6.000.000 10,0%
8,0%
5.000.000
6,0%
4.000.000 4,0%
Rp miliar
2,0%
3.000.000
0,0%
2.000.000 -2,0%
-4,0%
1.000.000
-6,0%
0 -8,0%
Q4-15
Q1-16
Q2-17
Q3-17
Q4-18
Q1-19
Q1-20
Q2-20
Q3-21
Q4-21
Q1-23
Q2-23
Q1-15
Q2-15
Q3-15
Q2-16
Q3-16
Q4-16
Q1-17
Q4-17
Q1-18
Q2-18
Q3-18
Q2-19
Q3-19
Q4-19
Q3-20
Q4-20
Q1-21
Q2-21
Q1-22
Q2-22
Q3-22
Q4-22
Q3-23
Q4-23
.
PDB Pertumbuhan PDB
Sumber: Bank Indonesia
Pemulihan ekonomi Indonesia terus berlanjut ditopang oleh permintaan domestik.
Pertumbuhan ekonomi 2023 diprakirakan dalam kisaran 4,5-5,3%, didorong oleh konsumsi dan
investasi sejalan dengan akselerasi belanja Pemerintah pada akhir tahun dan percepatan
penyelesaian beberapa Proyek Strategis Nasional (PSN). Pada 2024, pertumbuhan ekonomi
diprakirakan meningkat dalam kisaran 4,7-5,5% didukung oleh permintaan domestik utamanya
berlanjutnya pertumbuhan konsumsi, termasuk dampak positif penyelenggaraan pemilu, serta
peningkatan investasi khususnya bangunan sejalan dengan berlanjutnya pembangunan PSN
termasuk Ibu Kota Nusantara (IKN). Sementara itu, kinerja ekspor diprakirakan belum kuat
sebagai dampak perlambatan ekonomi global dan penurunan harga komoditas. Berdasarkan
3-1
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 33
Lapangan Usaha (LU), prospek LU Industri Pengolahan, Perdagangan Besar dan Eceran,
Informasi dan Komunikasi, Konstruksi, serta Transportasi dan Pergudangan diprakirakan tetap
tumbuh baik. Sementara secara spasial, pertumbuhan yang baik diprakirakan terjadi di seluruh
wilayah, terutama Sulawesi-Maluku-Papua (Sulampua) sejalan dengan dampak positif hilirisasi
mineral, serta Jawa akibat permintaan domestik yang masih kuat. Ke depan, Bank Indonesia
akan terus memperkuat sinergi stimulus fiskal Pemerintah dengan stimulus makroprudensial
Bank Indonesia untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya dari sisi permintaan
domestik.
Kinerja Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) 2023 diprakirakan mencatat surplus sehingga
mendukung ketahanan eksternal. Surplus neraca perdagangan berlanjut pada Desember 2023
yang tercatat 3,3 miliar dolar AS dipengaruhi oleh kinerja ekspor komoditas utama Indonesia
yang tetap kuat, seperti batu bara serta besi dan baja. Perkembangan ini mendukung transaksi
berjalan 2023 tetap sehat dan diprakirakan dalam kisaran surplus 0,4% sampai dengan defisit
0,4% dari PDB. Aliran masuk modal asing dalam bentuk investasi portofolio ke pasar keuangan
domestik juga terus berlanjut dengan net inflows hingga akhir tahun 2023 tercatat sebesar 5,4
miliar dolar AS dan pada Januari 2024 (hingga 15 Januari 2024) tercatat sebesar 3,0 miliar
dolar AS. Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Desember 2023 tercatat meningkat
menjadi 146,4 miliar dolar AS, setara dengan pembiayaan 6,7 bulan impor atau 6,5 bulan impor
dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan
internasional sekitar 3 bulan impor. Pada tahun 2024, NPI diprakirakan tetap surplus dengan
defisit transaksi berjalan yang rendah dalam kisaran defisit 0,1% sampai dengan defisit 0,9%
dari PDB. Sementara itu, surplus neraca transaksi modal dan finansial diprakirakan berlanjut
didukung oleh aliran masuk modal asing sejalan dengan persepsi positif investor terhadap
prospek perekonomian domestik yang lebih baik dan imbal hasil investasi yang menarik.
Gambar 3-2: Perkembangan IHK dan Inflasi
116 6,00
96 5,00
76 4,00
Persentase
Indeks
56 3,00
36 2,00
16 1,00
-4 0,00
Jun-20
Aug-20
Jun-21
Aug-21
Jun-22
Aug-22
Oct-20
Jun-23
Aug-23
Nov-20
Oct-21
Nov-21
Oct-22
Oct-23
Nov-22
Nov-23
Jan-20
Jul-21
Jan-23
Jul-20
Jan-21
Jan-22
Jul-22
Jul-23
Feb-20
Sep-20
Feb-21
Sep-21
Feb-22
May-22
Sep-22
Feb-23
Sep-23
Mar-20
May-20
May-21
Mar-22
May-23
Mar-21
Mar-23
Dec-20
Dec-21
Dec-23
Apr-20
Apr-21
Apr-22
Apr-23
Des-22
IHK Inflasi
Sumber: Bank Indonesia
3-2
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 34
Inflasi IHK pada bulan Desember 2023 tercatat sebesar 2,61% (yoy) menurun dari tahun
sebelumnya sebesar 5,51% (yoy) sehingga berada dalam kisaran 3,0±1%. Penurunan inflasi
dipengaruhi oleh terjaganya berbagai komponen inflasi sebagai hasil nyata konsistensi
kebijakan moneter Bank Indonesia yang pro-stability serta sinergi erat kebijakan Bank
Indonesia dengan Pemerintah Pusat dan Daerah. Inflasi inti 2023 terjaga rendah sebesar
1,80% (yoy) dipengaruhi oleh imported inflation yang rendah, ekspektasi inflasi yang terjangkar
dalam sasaran, dan kapasitas perekonomian yang masih besar dan dapat merespons
permintaan domestik. Inflasi volatile food juga terkendali sebesar 6,73% (yoy) didukung oleh
eratnya sinergi pengendalian inflasi antara Bank Indonesia dengan TPIP dan TPID melalui
penguatan GNPIP di berbagai daerah dalam mengendalikan harga pangan, termasuk dari
dampak El Nino. Inflasi kelompok administered prices tercatat sebesar 1,72% (yoy), sejalan
minimalnya kebijakan penyesuaian harga komoditas yang diatur oleh Pemerintah. Ke depan,
Bank Indonesia terus memperkuat kebijakan moneter yang pro-stability dan mempererat
sinergi kebijakan dengan Pemerintah guna memastikan inflasi 2024 berada dalam kisaran
2,5±1%.
Gambar 3-3: Perkembangan Inflasi Daerah
Sumber: Bank Indonesia
Bank Indonesia terus memperkuat respons kebijakan moneter dan inovasi untuk meningkatkan
efektivitasnya dalam memastikan terkendalinya inflasi dan tetap stabilnya nilai tukar Rupiah.
Respons kebijakan moneter tersebut terutama melalui kebijakan suku bunga dan stabilisasi
nilai tukar Rupiah. Di samping itu, Bank Indonesia terus mengoptimalkan berbagai instrumen
moneter pro-market yang telah diterbitkan selama tahun 2023, yaitu SRBI, SVBI, dan SUVBI
untuk memperkuat upaya pendalaman pasar uang dan mendukung aliran masuk ke dalam
negeri. Lelang SRBI dan SVBI hingga 16 Januari 2024 masing-masing telah mencapai
Rp296,03 triliun dan 896,50 juta dolar AS. Instrumen SRBI juga telah secara aktif
diperdagangkan di pasar sekunder tecermin dari kepemilikan nonresiden yang mencapai Rp
75,44 triliun. Lelang SUVBI yang diterbitkan sebagai instrumen moneter valas telah mencapai
244 juta dolar AS hingga periode yang sama. Berbagai inovasi instrumen yang telah diterbitkan
diharapkan dapat terus memperkuat ketahanan eksternal ekonomi Indonesia dari dampak
3-3
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 35
rambatan global. Transmisi kebijakan moneter berjalan dengan baik. Suku bunga pasar uang
(IndONIA) bergerak dalam kisaran BIRate sebesar 5,81% pada 16 Januari 2024. Suku bunga
SRBI tercatat menarik pada level 6,68%, 6,78% dan 6,87% masing-masing untuk tenor 6, 9,
dan 12 bulan pada 15 Januari 2024 sehingga mendukung efektivitas SRBI sebagai instrumen
moneter yang pro-market. Sementara itu, suku bunga perbankan tetap rendah dipengaruhi oleh
likuiditas perbankan yang memadai serta kebijakan transparansi SBDK yang meningkatkan
efisiensi suku bunga perbankan. Dengan kaitan ini, suku bunga deposito 1 bulan dan suku
bunga kredit pada Desember 2023 tercatat rendah masing-masing sebesar 4,69% dan 9,25%.
Imbal hasil SBN tenor 2 dan 10 tahun menurun seiring dengan ketidakpastian yang mereda.
Kredit perbankan pada 2023 tetap baik sehingga mendukung pertumbuhan ekonomi.
Pertumbuhan kredit pada 2023 mencapai 10,38% (yoy), berada dalam kisaran atas prakiraan
Bank Indonesia 9-11%. Dari sisi permintaan, peningkatan kredit tersebut sejalan dengan
kinerja positif korporasi dan rumah tangga. Dari sisi penawaran, peningkatan kredit didorong
oleh risk appetite perbankan dan kapasitas likuiditas perbankan yang terjaga baik, termasuk
dampak positif dari kebijakan likuiditas Bank Indonesia seperti KLM dan Penyangga Likuiditas
Makroprudensial (PLM). Berdasarkan kelompok penggunaan, pertumbuhan kredit terutama
ditopang oleh kredit investasi dan kredit modal kerja, masing-masing sebesar 12,26% dan
10,05%. Sementara secara sektoral, pertumbuhan kredit terutama ditopang oleh kinerjasektor
Pengangkutan, Jasa Sosial, Perdagangan, dan Listrik, Gas, Air. Pembiayaan syariah pada
Desember 2023 juga tumbuh sebesar 15,80% (yoy), sementara pertumbuhan kredit UMKM
mencapai 8,03% (yoy). Ke depan, pertumbuhan kredit diprakirakan meningkat dalam kisaran
10-12% pada 2024, sejalan dengan tetap kuatnya pertumbuhan ekonomi domestik. Bank
Indonesia akan terus menjaga efektivitas implementasi KLM dan memperkuat sinergi dengan
Pemerintah, otoritas keuangan, Kementerian/Lembaga dan perbankan, serta pelaku usaha
untuk mendorong penyaluran kredit/pembiayaan perbankan pada sektor-sektor berdaya ungkit
besar untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Gambar 3-4: Perkembangan Cadangan Devisa dan Nilai Tukar Rupiah
160 17.000
140 16.500
16.000
120
15.500
Rp ribu/US$
US$ Miliyar
100 15.000
80 14.500
60 14.000
13.500
40
13.000
20 12.500
0 12.000
Jan-20
Mar-20
May-20
Jul-20
Sep-20
Nov-20
Jan-21
Mar-21
May-21
Jul-21
Sep-21
Nov-21
Jan-22
Mar-22
May-22
Jul-22
Sep-22
Nov-22
Jan-23
Mar-23
May-23
Jul-23
Sep-23
Nov-23
Cadangan Devisa Kurs
Sumber: Bank Indonesia
3-4
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 36
Ketahanan perbankan tetap kuat. Rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR)
tercatat pada level yang tinggi sebesar 27,86% pada November 2023. Likuiditas perbankan
tetap memadai, tecermin dari rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) pada
Desember 2023 yang terjaga tinggi pada 28,73%. Terjaganya likuiditas perbankan sejalan
dengan masih tingginya penempatan perbankan pada surat berharga yang tergolong likuid dan
implementasi KLM. Kapasitas likuiditas perbankan (lending capacity) juga didukung oleh
penguatan strategi operasi moneter yang pro-market melalui antara lain perdagangan SRBI di
pasar sekunder, yang memberikan fleksibilitas bank dalam mengelola likuiditas. Sementara itu,
rasio kredit bermasalah perbankan (Non-Performing Loan/NPL) tercatat rendah, sebesar
2,19% (bruto) dan 0,75% (neto). Secara keseluruhan, ketahanan perbankan yang kuat tersebut
didukung oleh kemampuan bayar korporasi dan rumah tangga yang tetap baik, sejalan dengan
kinerja korporasi dan ekspektasi penghasilan rumah tangga yang terus membaik. Hasil stress-
test Bank Indonesia menunjukkan ketahanan perbankan tetap kuat dalam menghadapi
berbagai risiko ketidakpastian ke depan. Bank Indonesia akan terus memperkuat sinergi
kebijakan bersama KSSK dalam memitigasi berbagai risiko tersebut yang berpotensi
mengganggu stabilitas sistem keuangan.
Kinerja transaksi ekonomi dan keuangan digital tetap kuat didukung oleh sistem pembayaran
yang aman, lancar, dan andal. Pada tahun 2023, nilai transaksi digital banking tercatat
Rp58.478,24 triliun atau tumbuh sebesar 13,48% (yoy) dan diproyeksikan meningkat 9,11%
(yoy) hingga mencapai Rp63.803,77 triliun pada tahun 2024. Sementara nilai transaksi Uang
Elektronik (UE) meningkat 43,45% (yoy) sehingga mencapai Rp835,84 triliun dan
diproyeksikan meningkat 25,77% (yoy) hingga mencapai Rp1.051,24 triliun pada tahun 2024.
Nominal transaksi QRIS tercatat tumbuh 130,01% (yoy) dan mencapai Rp229,96 triliun,
dengan jumlah pengguna 45,78 juta dan jumlah merchant 30,41 juta yang sebagian besar
merupakan UMKM. Sementara itu, nilai transaksi pembayaran menggunakan kartu ATM, kartu
debit, dan kartu kredit mencapai Rp8.178,69 triliun atau turun sebesar 0,81% (yoy). Dari sisi
pengelolaan uang Rupiah, jumlah Uang Kartal Yang Diedarkan (UYD) pada Desember 2023
meningkat 7,33% (yoy) sehingga menjadi Rp1.101,75 triliun.
3.2 DEMOGRAFI INDONESIA
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk Indonesia diproyeksikan
sebanyak 278,8 juta jiwa pada 2023. Jumlah tersebut naik 1,1% dibandingkan pada tahun lalu
yang sebanyak 275,7 juta jiwa. Menurut usianya, 69,13% penduduk Indonesia berada di
jenjang usia 15-64 tahun. Sebanyak 23,89% penduduk berusia 0-14 tahun. Kemudian, 6,98%
penduduk berusia 65 tahun ke atas.
Seiring dengan bertambahnya jumlah populasi, kepadatan penduduk pun turut meningkat.
Pada tahun ini, kepadatan penduduk di dalam negeri diproyeksikan sebesar 147,27 orang/km².
Angkanya naik 1,1% dari tahun lalu yang sebesar 145,7 orang/km². Lebih lanjut, BPS
memproyeksikan, jumlah kelahiran di tanah air mencapai 4,62 juta jiwa pada 2023. Angka
3-5
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 37
tersebut menurun 0,65% dari tahun lalu sebesar 4,65 juta jiwa. Kemudian, angka beban
ketergantungan penduduk Indonesia diproyeksikan sebesar 44,65% pada 2023. Persentase
itu meningkat 0,14% poin dibandingkan tahun lalu yang sebesar 44,51%.
Gambar 3-5: Jumlah dan Laju Pertumbuhan Penduduk Indonesia (2013-2023)
Sumber: Badan Pusat Statistik
Struktur penduduk dapat menjadi salah satu modal pembangunan ketika jumlah penduduk usia
produktif sangat besar. BPS mencatat mayoritas penduduk Indonesia didominasi oleh
Generasi Z dan Generasi Milenial. Proporsi Generasi Z sebanyak 22.360,9 ribu dari total
populasi dan Generasi Milenial sebanyak 22.495,6 ribu dari total populasi Indonesia. Kedua
generasi ini termasuk dalam usia produktif yang dapat menjadi peluang untuk mempercepat
pertumbuhan ekonomi.
Tabel 3-1: Jumlah Penduduk Menurut Kelompok Umur (ribu), 2023 dan 2024
Sumber: Badan Pusat Statistik
3-6
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 38
Sebaran penduduk Indonesia masih terkonsentrasi di Pulau Jawa. Meskipun luas geografisnya
hanya sekitar tujuh persen dari seluruh wilayah Indonesia, Pulau Jawa dihuni oleh 151,59 juta
penduduk atau 56,10 persen penduduk Indonesia. Sebaran penduduk terbesar kedua terdapat
di Pulau Sumatera dengan jumlah penduduk sebanyak 58,56 juta orang, yaitu sebesar 21,68
persen. Pulau Sulawesi mempunyai sebaran sebesar 7,36 persen dan Pulau Kalimantan
mempunyai sebaran sebesar 6,15 persen, sedangkan wilayah Bali-Nusa Tenggara dan
Maluku-Papua masing masing sebesar 5,54 dan 3,17 persen.
Berdasarkan data kependudukan Direktorat Jendral Kependudukan dan Pencatatan Sipil
(Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri, jumlah penduduk Indonesia mencapai 280,73 juta jiwa
pada Desember 2023. Jumlah tersebut bertambah 1,61 juta jiwa dibanding total penduduk
pada Juni 2023. Jawa Barat masih menjadi provinsi dengan total penduduk terbanyak di
Indonesia, yakni 49,9 juta jiwa (17,78%) dari total penduduk pada Desember 2023. Kemudian,
Jawa Timur 41,64 juta jiwa (14,83%) dan Jawa Tengah 38,13 juta jiwa (13,58%).
Gambar 3-6: Jumlah Penduduk Indonesia di 38 Provinsi (Desember 2023)
Sumber: Databoks
3-7
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 39
Dari sisi demografi, seluruh Generasi X dan Generasi Milenial merupakan penduduk yang
berada pada kelompok usia produktif. Sedangkan Generasi Z terdiri dari penduduk usia belum
produktif dan produktif. Sekitar tujuh tahun lagi, seluruh Generasi Z akan berada pada
kelompok penduduk usia produktif. Hal ini merupakan peluang dan tantangan bagi Indonesia,
baik di masa sekarang maupun masa depan, karena generasi inilah yang berpotensi menjadi
aktor dalam pembangunan yang akan menentukan masa depan Indonesia.
Tabel 3-2: Angkatan Kerja Menurut Kelompok Umur
Sumber: Badan Pusat Statistik
Pembangunan yang telah dicapai oleh Indonesia selama ini memberikan dampak positif dalam
peningkatan kualitas hidup masyarakat, salah satunya tercermin dari peningkatan usia harapan
hidup penduduk Indonesia. Konsekuensi dari meningkatnya usia harapan hidup penduduk
Indonesia adalah terjadinya peningkatan persentase penduduk lanjut usia atau lansia (60 tahun
ke atas).
Angka partisipasi angkatan kerja menggambarkan persentase orang yang aktif dalam angkatan
kerja. Angkatan kerja adalah mereka yang berusia produktif dan aktif mencari pekerjaan atau
sudah bekerja. Keberadaan mereka dinilai mampu memberikan kontribusi positif dalam
perekonomian. Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) yang diadakan setiap tahun selama
beberapa tahun terakhir, jumlah angkatan kerja mengalami peningkatan dari 143,72 juta orang
pada tahun 2022 menjadi 146,62 juta orang pada Februari 2023.
3-8
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 40
Gambar 3-7: Angkatan Kerja Indonesia 2023
Sumber: Badan Pusat Statistik
Diawali dengan 26,15% penduduk berusia produktif dan dapat bekerja yakni usia 15-19 dan
69,55% penduduk berusia 20-24 tahun. Lalu digambarkan pola grafik semakin meningkat
seiring peningkatan kelompok umur dan mencapai pada puncaknya pada umur 45-49 tahun
dengan presentase 82,32%. Lalu grafik menurun pada kelompok pada usia yang semakin tua
dimulai dari usia 50-54 tahun dan seterusnya seperti usia 55-59 dan 60-64 yang memiliki
presentase masing-masing 75,82% dan 66,68%. Pola yang menurun ini menunjukkan adanya
potensi penurunan produktivitas tenaga kerja seiring dengan bertambahnya usia.
3.3 INDUSTRI SEMEN
Sepanjang tahun 2022, perekonomian global masih dihadapkan oleh berbagai tantangan,
salah satunya adalah ketegangan geopolitik dunia akibat konflik Rusia-Ukraina, yang
memperburuk fragmentasi dan prospek ekonomi global. Kondisi tersebut berdampak pada
pelemahan transaksi perdagangan, kenaikan harga komoditas, dan ketidakpastian pasar
keuangan global, yang menyebabkan koreksi prakiraan pertumbuhan ekonomi secara global.
Lembaga Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) dalam laporan World
Economic Outlook yang dirilis pada Januari 2023, memprediksi pertumbuhan ekonomi global
berada pada kisaran 3,4% atau turun signifikan dari pertumbuhan ekonomi global tahun 2021
yang tercatat sebesar 6,2%. Bahkan sejumlah Lembaga internasional memproyeksikan bahwa
kondisi ini masih akan terus berlanjut dan diprediksi pertumbuhan perekonomian dunia di tahun
2023 akan lebih rendah dari perkiraan sebelumnya.
3-9
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 41
Di tengah perlambatan pertumbuhan ekonomi global, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat,
kondisi ekonomi Indonesia di tahun 2022 justru tumbuh sebesar 5,31% (yoy), lebih tinggi
dibandingkan tahun 2021 yang mengalami pertumbuhan sebesar 3,70% di tengah
pertumbuhan ekonomi global yang dalam tren melambat. Perekonomian nasional yang kuat
didukung oleh hampir seluruh komponen PDB dari sisi pengeluaran.
Bank Indonesia (BI) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi nasional di tahun 2023,
diperkirakan tetap kuat pada kisaran 4,5-5,3%, hal itu didorong oleh peningkatan permintaan
domestik, baik konsumsi rumah tangga maupun investasi. Prakiraan tersebut sejalan dengan
naiknya mobilitas masyarakat pasca penghapusan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan
Kegiatan Masyarakat (PPKM), membaiknya prospek bisnis, meningkatnya aliran masuk
Penanaman Modal Asing (PMA), serta berlanjutnya penyelesaian Proyek Strategis Nasional
(PSN).
Berdasarkan data BPS secara tahunan (yoy), terjadi inflasi sebesar 5,51%. Sementara secara
bulanan (mtm), terjadi inflasi sebesar 0,66%. Penyumbang utama inflasi tahunan di antaranya
adalah komoditas bensin, bahan bakar rumah tangga, dan tarif angkutan udara dengan andil
masing-masing sebesar 1,15%, 0,30% dan 0,27%.
Gambar 3-8: Pergerakan Laju Inflasi 2021-2022 (%)
Pembangunan proyek Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara turut mendorong kinerja industri
semen. Pembangunan proyek IKN Nusantara turut mendorong kinerja emiten semen. Namun
demikian, pembangunan proyek di IKN Nusantara rupanya belum memberikan dampak
signifikan terhadap kinerja penjualan semen milik beberapa perusahaan produsen semen
Indonesia lantaran proyek di IKN masih didominasi oleh BUMN. Total penjualan semen di Pulau
Kalimantan mengalami peningkatan signifikan, tetapi dampak kepada kepada produsen lain
masih belum signifikan karena pada masa awal pembangunan IKN didominasi oleh rekan-
rekan BUMN. Berberapa produsen semen telah menyuplai kebutuhan semen untuk proyek IKN
sebesar 80%. Terutama dalam 3 bulan terakhir perkembangan IKN sangat luar biasa. Kinerja
3-10
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 42
sektor semen diyakini tumbuh lebih baik seiring dengan hadirnya pembangunan proyek IKN.
Tak cuma itu, percepatan sejumlah proyek pada tahun depan juga diproyeksi meningkatkan
permintaan semen. Pembangunan IKN telah menjadi motor penggerak pertumbuhan industri
semen nasional, termasuk bagi perseroan yang memiliki fasilitas di Kalimantan. Beberapa
pelaku berada pada posisi strategis untuk mendukung pembangunan IKN dengan memasok
bahan bangunan sesuai kebutuhan karena memiliki fasilitas di Balikpapan dan Samarinda yang
cukup dekat dengan lokasi proyek.
Kenaikan penjualan ini banyak didorong oleh penjualan semen untuk pembangunan Ibu Kota
Nusantara dan fasilitas pendukungnnya. Kebutuhan semen di IKN mulai meningkat sejak
pembangunan infrastruktur IKN. IKN dapat menjadi salah satu faktor pendorong kenaikan
penjualan semen jika investor terus meningkat. Terlebih, saat ini, semakin banyak fasilitas
pendukung IKN yang memasuki tahap pembangunan seperti gedung-gedung perbankan dan
kantor-kantor otoritas. Permintaan semen yang berasal dari IKN diperkirakan mencapai 1 juta
metrik ton per tahun, mewakili sekitar 1,6% dari permintaan domestik tahunan. Di sisi lain,
diyakini tak hanya IKN yang dapat mendongkrak penjualan. Di luar pembangunan IKN terdapat
pula proyek-proyek infrastruktur besar lainnya seperti pembangun LRT, MRT, pelabuhan
Patimban tahap ke-2, jalan tol serta pembangunan kawasan industri baru yang juga akan
mendorong pertumbuhan permintaan semen.
Volume penjualan semen domestik tercatat sebesar 6,29 juta ton, atau tumbuh 4,3% yoy,
membaik dibandingkan bulan Agustus 2023 yang sebesar 4,0% yoy dan September 2022 yang
mengalami kontraksi sebesar -6,3% yoy. Peningkatan pertumbuhan penjualan semen pada
September 2023 didorong oleh perbaikan aktivitas konstruksi infrastruktur. Hal ini diindikasikan
oleh pertumbuhan penjualan semen curah sebesar 9,74% yoy, meningkat daripada bulan
sebelumnya yang sebesar 7,8% yoy. Sebaliknya, pertumbuhan penjualan semen kantong
melambat menjadi 2,1% yoy (vs. 2,4% yoy pada Agustus 2023). Hal ini menunjukkan bahwa
aktivitas konstruksi di sekor properti melambat pada September 2023. Secara kumulatif,
penjualan semen domestik selama Januari – September 2023 tercatat sebesar 46,4 juta ton,
atau masih terkontraksi sebesar -0,6% yoy (vs. -0,7% yoy pada 9 bulan pertama tahun 2022).
Kontraksi ini lebih kecil dibandingkan kontraksi pada 8 bulan pertama tahun 2023 yang sebesar
-1,1% yoy.
Penjualan semen di semua pulau di Indonesia mengalami pertumbuhan yang positif, terkecuali
pulau jawa. Penjualan semen di Pulau Jawa terkontraksi sebesar -1,2% yoy. Provinsi yang
mengalami penurunan penjualan semen di Pulau Jawa adalah Banten (-6,3% yoy), Jawa Timur
(-6,1% yoy) dan Jawa Barat (4,2% yoy). Sebaliknya, penjualan semen di luar Pulau Jawa
tumbuh positif. Penjualan semen tertinggi terjadi di Kalimantan yang tumbuh 24,6% yoy pada
September 2023, didorong oleh penjualan semen di Kalimantan Utara (112,8% yoy) seiring
dengan pembangunan kawasan industri tanah kuning dan Kalimantan Timur (60,3% yoy)
seiring dengan pembangunan IKN. Penjualan semen tertinggi kedua terjadi di Maluku-Papua
yang tumbuh 21,1% yoy, terutama didorong oleh penjualan semen di Maluku Utara (53,6%
3-11
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 43
yoy) seiring dengan pembangunan kawasan industri untuk smelter nikel. Penjualan semen di
Sumatera, Bali-Nusa Tenggara dan Sulawesi tumbuh masing-masing sebesar 8,4% yoy,
12,4% yoy dan 1,6% yoy.
Total ekspor semen dan klinker terkontraksi sebesar -6,9% yoy pada September 2023 (vs. -
6,3% yoy pada September 2022). Ekspor semen maupun ekspor klinker terkontraksi masing-
masing sebesar -22,0% yoy dan -4,3% yoy. Total volume ekspor semen dan klinker tersebut
sebesar 0,8 juta ton pada September 2023. Secara kumulatif, total ekspor semen dan klinker
pada Januari – September 2023 tercatat sebesar 8,3 juta ton, atau tumbuh sebesar 18,4% yoy
(vs. -24,6% yoy pada Januari – September 2022). Negara tujuan ekspor semen terbesar pada
Januari-September 2023 adalah Bangladesh (4,2 juta ton atau 55,4% dari total ekspor),
kemudian diikuti oleh Australia (1,5 juta ton atau 19,4% dari total ekspor), dan Taiwan (0,5 juta
ton atau 6,8% dari total ekspor).
Total penjualan semen (penjumlahan penjualan domestik dan ekspor) tumbuh 2,8% yoy pada
September 2023. Volume penjualan total produsen semen nasional pada September 2023
tercatat sebesar 7,1 juta ton, atau tumbuh sebesar 2,8% yoy (vs. -6,3% yoy pada September
2022). Secara kumulatif, total penjualan semen domestik dan ekspor pada Januari-September
2023 sebesar 54,7 juta ton, atau tumbuh 1,8% yoy.
Kenaikan harga semen yang ditunjukkan oleh pertumbuhan Indeks Harga Perdagangan Besar
(IHPB) semen melambat dari 1,8% yoy pada Agustus 2023 menjadi 0,6% yoy pada September
2023 seiring dengan penurunan harga batubara yang mendorong penurunan biaya produksi.
Secara year-to-date, IHPB semen menurun sebesar -1,2% ytd pada Januari-September 2023
(vs. 6,6% ytd pada Januari-September 2022).
Kami perkirakan penjualan semen domestik tahun 2023 tumbuh pada kisaran 0%-1,3% dengan
penjualan mencapai 63,2-64 juta ton (vs. 63,2 juta ton pada 2022). Secara kumulatif Januari-
September 2023, penjualan semen sudah mencapai 72,5% dari perkiraan kami. Kami
perkirakan penjualan semen domestik akan membaik pada Oktober 2023 seiring dengan
percepatan pengerjaan proyek untuk mencapai target selesai 2023. Secara historis, volume
penjualan semen akan meningkat hingga Oktober, kemudian melambat pada November dan
Desember. Pada 2024, kami perkirakan penjualan semen domestik akan tumbuh pada kisaran
1%-3% atau mencapai pada kisaran 64-65 juta ton. Katalis positif yang mendorong penjualan
semen pada 2024 adalah percepatan pembangunan IKN untuk mencapai target penyelesaian
infrastruktur dasar agar siap pakai pada Agustus 2024; dan peningkatan belanja infrastruktur
pemerintah pada RAPBN 2024 yang tumbuh sebesar 5,8% yoy menjadi Rp. 422,7 triliun. Faktor
resiko yang dapat menekan penjualan semen 2024 adalah ekspektasi perlambatan ekonomi
global dan kenaikan suku bunga yang membuat masyarakat menunda pembelian properti.
Pada 19 Oktober 2023, Bank Indonesia telah menaikkan suku bunga BI7DDR sebesar 25 bps
menjadi 6%. Selain itu, masalah keuangan BUMN karya dapat menyebabkan perlambatan
aktivitas konstruksi infrastruktur.
3-12
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 44
Gambar 3-9: Pertumbuhan dan Volume Penjualan Semen Domestik (Juta Ton)
Sumber: Asosiasi Semen Indonesia
Kementerian Perindustrian mendorong penguatan industri semen di dalam negeri, di antaranya
melalui upaya penerapan kebijakan moratorium atau pengaturan investasi baru. Langkah
strategis ini dalam rangka memperhatikan kondisi kelebihan kapasitas (overcapacity) di industri
semen nasional. Kondisi overcapacity industri semen terjadi hampir di seluruh wilayah, kecuali
Bali-Nusa Tenggara dan Maluku-Papua. Persentase overcapacity terbesar terjadi di Pulau
Jawa, yaitu lebih dari 55,4 persen. Produksi semen pada semester I tahun 2023 sebesar 29,3
juta ton, dengan kebutuhan semen nasional mencapai 28 juta ton. Sedangkan, produksi semen
sepanjang tahun 2022 lebih dari 64 juta ton, dengan kebutuhan sekitar 63 juta ton.
Saat ini, industri semen nasional terdiri dari 15 perusahaan semen terintegrasi yang tersebar
mulai dari Aceh hingga Papua, dengan total kapasitas terpasang sebesar 116 juta ton per
tahun. Industri semen masih mengalami overcapacity sebesar 51,8 juta ton atau sebesar 45
persen. Salah satu upaya yang perlu dilakukan oleh industri semen untuk mengatasi
kondisi overcapacity saat ini adalah melalui peningkatan ekspor. Total ekspor semen
dan clinker pada semester I 2023 mengalami peningkatan sebesar 11,57 persen dibanding
periode yang sama tahun sebelumnya. Hal ini seiring dengan meningkatnya permintaan di
pasar luar negeri. Di samping itu, kenaikan harga batubara internasional yang terjadi sejak
Desember tahun 2020, memberikan efek yang signifikan bagi industri semen. Tidak hanya
mengakibatkan terjadinya kenaikan biaya produksi, namun juga menghambat pasokan
batubara di industri semen. Batubara bagi industri semen merupakan bahan baku dan bahan
bakar utama yang memiliki persentase hingga 40 persen dalam struktur biaya produksi. Guna
mengatasi dan mengantisipasi kenaikan harga batubara yang melonjak tinggi, pemerintah
sedang menyusun regulasi terkait Badan Layanan Umum (BLU) batubara.
Industri semen memiliki peluang untuk bertumbuh pada tahun 2023 meski masih dibayangi
oleh sentimen kelebihan pasokan produksi. Kelebihan pasokan produksi tersebut menimbulkan
moratorium investasibaru pada industri semen. Aturan baru tersebut dimaksudkan untuk
memperkuat sektor lokal dalam menghadapi tingkat pemanfaatan yang hanya sebesar 53%.
Kebijakan moratorium dan/atau pengaturan investasi baru telah diterapkan pada proyek pabrik
semen baru. Sebaliknya, perusahaan diminta untuk fokus pada wilayah Papua, Papua Barat,
Maluku dan Maluku Utara, dimana permintaan semen lebih tinggi dibandingkan dengan
3-13
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 45
kemampuan produksi lokal. Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil Kementerian
Perindustrian, mengatakan aturan baru tersebut akan ditinjau kembali setelah tingkat utilisasi
kapasitas mencapai 85%.
Langkah-langkah lain yang juga sedang dipertimbangkan pemerintah adalah dengan
meningkatkan ekspor semen, mengubah peraturan terkait Badan Layanan Umum (BLU)
batubara, dan meningkatkan transportasi darat. Pada poin terakhir tersebut, pihak berwenang
dan produsen semen sedang mempertimbangkan bagaimana biaya logistik dapat menghindari
kenaikan dalam menghadapi kebijakan Zero Over Dimension Over Load (ODOL) yang akan
datang. Proposal yang diajukan oleh sektor ini mencakup penerapan kebijakan multi-poros
untuk truk dan peningkatan kualitas jalan tertentu untuk memungkinkan kendaraan
berkapasitas lebih tinggi.
Seperti yang ditunjukkan oleh salah satu bidang fokus pemerintah, batu bara, harga bahan
bakar telah menjadi beban bagi sektor semen dalam beberapa tahun terakhir. Harga batu bara
internasional mulai naik pada akhir tahun 2020. Hal ini kemungkinan besar disebabkan oleh
kekacauan logistik yang disebabkan oleh pandemi virus corona terhadap perekonomian global.
Harga batu bara yang lebih tinggi menimbulkan dampak “signifikan” terhadap industri semen
baik melalui kenaikan biaya produksi maupun pembatasan pasokan. Ironisnya, Indonesia
adalah salah satu produsen batu bara terkemuka di dunia. Pimpinan Semen Indonesia,
mengatakan kepada pemerintah pada tahun 2022 bahwa perang di Ukraina telah menarik
perusahaan batubara lokal untuk mengekspor lebih banyak batubara karena kenaikan harga
internasional. Saat ini pendekatan ke pemerintah untuk menggunakan subsidi Domestic Market
Obligation (DMO) lokal agar dapat memberikan pelayanan yang lebih baik kepada sektor
semen dengan memberikan lebih banyak batu bara dengan harga tetap.
Diharapkan pada tahun 2023, DMO (batubara) harus tetap jalan agar industri semen stoknya
tetap terjaga baik sehingga supply pasok semen bisa lancar. Terkait pentingnya ekspor semen
tersebut, Peneliti dari Center of Economic and Law Studies (Celios), menyatakan bahwa
dengan adanya ekspor, utilisasi akan meningkat. Dari kapasitas produksi sebesar 59,1% hanya
untuk dalam negeri menjadi 69,62% dengan ekspor. Maka untuk meningkatkan utilisasinya
dapat dilakukan dengan meningkatkan penjualan ekspor. Dengan melakukan ekspor (semen
dan klinker) menggunakan mata uang asing seperti USD dapat menambah angka pendapatan
karena kurs USD sedang menguat. Ekspor tujuannya lebih kepada pemanfaatan produk
oversupply karena jumlah permintaan dalam negeri tidak sebanding dengan jumlah produk
yang dihasilkan. Selain memperluas pasar ekspor, opsi lain adalah melakukan inovasi agar
dapat menghasilkan produk turunan yang memenuhi kebutuhan pasar dan memiliki nilai
tambah lebih baik. Sementara pemerintah dapat membantu dengan menggiatkan investasi
pembangunan infrastruktur di luar Pulau Jawa dengan semen domestik.
3-14
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 46
Gambar 3-10: Permintaan dan Kapasitas Semen Indonesia
Sumber: Global Cement
Kelebihan kapasitas telah menjadi ciri yang berulang di pasar semen Indonesia setidaknya
sejak tahun 1990an seiring dengan pertumbuhan permintaan dan kapasitas yang kadang-
kadang tidak seimbang. Tingkat pemanfaatan kapasitas mencapai 90% pada awal tahun
1990an dan turun menjadi 50% pada akhir dekade tersebut karena krisis keuangan Asia. Baru-
baru ini Holcim meninggalkan pasar pada tahun 2019 ketika menjual bisnisnya ke PT Semen
Indonesia (Persero) Tbk. Perusahaan milik negara tersebut mengkonsolidasikan lebih dari
separuh kapasitas produksi semen negara saat itu. Berdasarkan data kuartal I 2023, PT Semen
Indonesia memiliki pangsa pasar 51% dan pangsa kapasitas produksi 46%. Sekitar 92%
permintaan lokal dipenuhi dari empat dari 14 produsen di negara tersebut, diantaranya yaitu:
Semen Indonesia; Indocement; Conch; dan Merah Putih.
Sebuah studi baru-baru ini yang dilakukan oleh surat kabar Jakarta Post menunjukkan bahwa
setelah paruh pertama tahun 2023 yang buruk, permintaan semen diperkirakan akan pulih dan
menciptakan pertumbuhan tahunan yang moderat pada akhir tahun. Alasan utama dari
perkiraan ini adalah peningkatan belanja infrastruktur pemerintah, pembangunan ibu kota baru
di Nusantara, dan antisipasi stabilitas harga. Proyek kota baru, misalnya, diperkirakan
membutuhkan 1,6 juta ton semen pada periode 2022-2024. Tentu saja ada banyak faktor risiko
seperti perlambatan ekonomi global, masalah keuangan di beberapa perusahaan konstruksi
milik pemerintah seperti Waskita Karya, dan kapasitas baru. Pabrik baru berkapasitas 8 juta
ton/tahun yang dimiliki oleh perusahaan lokal Kobexindo dan Honshi Cement yang berbasis di
Tiongkok, misalnya, dijadwalkan mulai beroperasi pada paruh kedua tahun 2023 di Kalimantan
Timur. Meskipun pemerintah mengatakan bahwa unit baru tersebut akan mengekspor 90%
produksinya, hal ini akan memberikan tekanan pada pabrik lain yang sudah ada dengan
harapan dapat meningkatkan ekspor.
Disisi lain, konsolidasi dari sejumlah perusahaan semen dan meningkatnya permintaan semen
untuk pembangunan infrastruktur menjadi pemacu bagi industri ini untuk bertumbuh. Selain itu,
transisi energi turut menyumbang sentimen positif terhadap pertumbuhan tersebut. Dua
perusahaan semen raksasa domestik, yakni PT Semen Indonesia (Persero) Tbk dan
PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk, menunjukkan kinerja positif sejak awal tahun 2023.
3-15
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 47
Pada triwulan I-2023, Semen Indonesia membukukan laba bersih Rp 562 miliar atau tumbuh
11 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2022. Adapun Indocement membukukan
laba bersih Rp 371,4 miliar atau tumbuh 103 persen dibandingkan periode yang sama tahun
sebelumnya.
Diproyeksikan penjualan semen pada tahun ini dapat bertumbuh meski tidak terlalu signifikan.
Pertumbuhan itu diproyeksikan antara 0 persen dan 5 persen dibandingkan tahun lalu yang
justru minus 3 persen. Perusahaan semen memiliki prospek untuk bertumbuh pada tahun 2023.
Namun, secara umum, masih akan tetap oversupply (kelebihan pasokan). Ini terjadi karena
banyak pemain baru setelah sektor properti mulai booming pada tahun 2010 sampai 2014
sehingga membuat kompetisi kian meningkat dan pabrik-pabrik semen baru pun bermunculan.
Kelebihan pasokan semen tersebut tampak dari ketimpangan antara jumlah produksi dan
kebutuhan semen dalam negeri. Berdasarkan data Asosiasi Semen Indonesia, produksi semen
pada tahun 2022 telah mencapai 116,8 ton, sedangkan permintaan domestik hanya 63 ton.
Dengan demikian, tingkat utilitas (utilization rate) produksi semen dalam negeri mencapai 54
persen. Upaya konsolidasi dari perusahaan-perusahaan semen dinilai cukup meredam iklim
kompetisi dalam industri semen. Pada tahun 2022, Semen Indonesia melakukan akuisisi
dengan menerima pengalihan 7,5 miliar lembar saham seri B atau setara 75 persen porsi
kepemilikan PT Semen Baturaja Tbk. Di sisi lain, pada tahun yang sama, Indocement juga
melakukan kontrak sewa guna usaha untuk menyewa aset (operating lease) dari PT Semen
Bosowa Maros selama 3 tahun hingga 5 tahun. Jika diakumulasikan, kedua aksi akuisisi oleh
dua perusahaan semen raksasa tersebut memiliki kapasitas produksi sebesar 69 persen atau
meningkat 6 persen dibandingkan sebelumnya.
Pemacu pertumbuhan pada industri semen juga datang dari permintaan sektor infrastruktur
dan konstruksi. Dalam beberapa tahun terakhir, permintaan terhadap semen curah (bulk)
meningkat hingga 27 persen pada tahun 2022. Adapun permintaan terhadap semen zak (bag),
stagnan antara 70 dan 80 persen, bahkan turun hingga 73 persen pada tahun 2022. Tahun ini
pemerintah telah menaikkan anggaran pembangunan infrastruktur menjadi Rp 392 triliun dari
tahun 2022 sebesar Rp 365,8 triliun. Anggaran itu akan difokuskan untuk pelayanan dasar,
seperti pembangunan rumah, sekolah, penyediaan air minum, dan pembangunan jalan. Hingga
April 2023, realisasi belanja infrastruktur baru mencapai Rp 59,7 triliun atau setara 15,2 persen
total anggaran 2023. Realisasi belanja infrastruktur perlu dipercepat untuk mendukung
peningkatan pertumbuhan ekonomi, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
Dengan akselerasi pembangunan infrastruktur, tingkat permintaan semen juga akan
mengalami kenaikan.
3.4 INDUSTRI KONSTRUKSI
Pembangunan infrastruktur merupakan mobil penggerak pembangunan nasional. Keberadaan
infrastruktur yang memadai akan berkontribusi pada kelancaran produksi maupun distribusi
barang dan jasa yang dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi negara dan meningkatkan
3-16
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 48
pemerataan ekonomi di wilayah-wilayah. Pembangunan infrastruktur merupakan bagian
integral dari pembangunan kelembagaan dan perekonomian yang bertumpu pada peningkatan
produktivitas. Walaupun paska masa pandemi Covid-19 seperti saat ini, dimana berbagai
sektor masih merasakan imbasnya. Pembangunan Infrastruktur harus terus berjalan karena
menjadi salah satu penggerak ekonomi nasional.
Saat ini, pemerintah berfokus pada meningkatkan investasi, baik investasi publik maupun
swasta, guna menaikkan ekspansi ekonomi Indonesia. Khususnya investasi di bidang
infrastruktur dalam rangka meningkatkan konektivitas di seluruh nusantara. Pembangunan
infrastruktur di Indonesia menjadi salah satu faktor meningkatnya peran sektor konstruksi
terhadap perekonomian Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari besarnya persentase sektor
konstruksi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 9,92% pada 2023.
Gambar 3-11: Distribusi PDB Atas Dasar Harga Berlaku Tahun 2023
[13,79]
Penyediaan [12,52%]
Akomodasi dan Pertanian,
Makan Minum; … Kehutanan, dan
Perikanan
[9,11%] [10,52%]
Pengadaan Air, Pertambangan dan
Pengelolaan Penggalian
Sampah,
Limbah dan
Daur Ulang;
Jasa Lainnya; [32,61%]
Jasa… Perdagangan Besar
dan Eceran,
[5,89%] Reparasi Mobil dan
Transportasi dan Sepeda Motor;
Pergudangan Industri
Pengolahan; dan
[1,21%] Pengadaan Listrik
Jasa Kesehatan dan [9,92%] dan Gas
Soial Konstruksi
Sumber: Badan Pusat Statistik
Peran sektor konstruksi berkaitan erat dengan penyerapan tenaga kerja, penanaman modal,
jumlah proyek infrastruktur dan bangunan, hubungan timbal balik dengan sektor-sektor
pendukung, bahkan menjadi fasilitator dalam pergerakan dan pertumbuhan barang dan jasa.
Pemerataan pembangunan untuk semua sektor juga didukung oleh sektor konstruksi antara
lain ketahanan pangan di tiap daerah, pemenuhan kebutuhan listrik dan energi nasional,
peningkatan sarana pendidikan dan kesehatan, akses jalan yang memadai untuk
pengangkutan barang dan jasa, dan peningkatan daya tarik pariwisata.
Pada Maret 2020, Kementerian PUPR mengeluarkan Instruksi Menteri No. 02/IN/M/2020
tentang Protokol Pencegahan Penyebaran Covid-19 dalam penyelengaraan jasa konstruksi,
dengan instruksi tersebut, aktivitas jasa konstruksi masih dapat berjalan dengan
memperhatikan protokol yang ada, namun masing-masing proyek dapat dihentikan sementara
jika memiliki risiko tinggi antara lain berada di daerah pusat sebaran, terdapat pekerja yang
positif Covid-19 atau memiliki status pasien dalam pengawasan. Kondisi tak terduga ini
menyebabkan pemerintah perlu melakukan program-program khusus dalam menanggulangi
3-17
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 49
masa pandemi Covid-19. Salah satu program yang dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum
dan Perumahan Rakyat (PUPR) adalah melakukan refocusing anggaran sebesar Rp44,58
triliun.
Kondisi pandemi menyebabkan pertumbuhan ekonomi mengalami penurunan akibat turunnya
investasi serta aktivitas impor dan ekspor sehingga aktivitas yang dapat dilakukan pemerintah
untuk meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi yaitu melalui belanja infrastruktur. Namun
hingga Oktober 2020, serapan anggaran PUPR masih berada di angka 59,50%. Pada
September 2020, pemerintah menyusun program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang
ditujukan untuk mempercepat pemulihan ekonomi dan reformasi sosial akibat pandemi Covid-
19. Program tersebut memiliki 6 (enam) Program prioritas, antara lain peningkatan ketahanan
pangan, pengembangan konektivitas, peningkatan kesehatan dan lingkungan masyarakat,
peningkatan investasi dengan memberikan dukungan pada kawasan strategis nasional,
penguatan jaring pengaman nasional lewat program Padat Karya Tunai (PKT) serta pembelian
produk rakyat dan pengusaha lokal (UMKM), dan peningkatan ketahanan bencana dan
perubahan iklim.
Salah satu strategi pemerintah untuk mengungkit percepatan PEN ditengah pandemi Covid-19
adalah dengan tetap melanjutkan pelaksanaan pembangunan infrastruktur. Pelaksanaan
pembangunan infrastruktur dalam kondisi tidak normal ini tentunya memerlukan langkah-
langkah dan terobosan yang tidak biasa, diperlukan protokol penanganan khusus, serta
penyesuaian penyelenggaraan jasa konstruksi. Setidaknya, dukungan jasa konstruksi untuk
PEN adalah dengan (i) adaptasi penyelenggaraan jasa konstruksi, (ii) dukungan pengelolaan
Material Peralatan Konstruksi (MPK) dan usaha untuk mendorong penggunaan produk dalam
negeri, (iii) penguatan pelaku usaha menengah dan kecil di sektor konstruksi, (iv)
penyederhanaan perizinan berusaha, dan (v) pelatihan dan sertifikasi tenaga kerja konstruksi,
termasuk untuk proyek padat karya.
Salah satu aspek krusial yang perlu diperhatikan dalam menyelenggarakan pembangunan
infrastruktur yang berkualitas adalah kesiapan rantai pasok MPK. Pemerintah Pusat melalui
Kementerian PUPR telah menerbitkan beberapa kebijakan yang bertujuan untuk meningkatkan
pemanfaatan MPK dalam negeri dengan tetap menjamin mutu dan kualitas produk/jasa
konstruksi yang dihasilkan. Sesuai dengan UU Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi
dan Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2020 tentang Peraturan Pelaksana UU Nomor 2
Tahun 2017 diamanatkan bahwa Pemerintah Pusat bertanggung jawab atas meningkatnya
kualitas penggunaan material dan peralatan konstruksi serta teknologi konstruksi dalam negeri
dan mengutamakan serta mengoptimalkan penggunaan produk dalam negeri/lokal.
Mengusung peningkatan produktivitas untuk transformasi ekonomi menuju visi Indonesia Maju
2045, pembangunan infrastruktur menjadi salah satu fokus kebijakan pemerintah di tahun 2023
mendatang. Ada dua prioritas pemerintah yang berkaitan dengan infrastruktur di 2023.
Pertama, mempercepat penyelesaian pembangunan infrastruktur prioritas nasional. Kedua,
mendorong pertumbuhan sentra-sentra ekonomi baru, termasuk Ibu Kota Nusantara (IKN).
3-18
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 50
Untuk kawasan inti pusat pemerintahan, ini menjadi domain pemerintah yang dibangun melalui
APBN. Tetapi untuk kawasan-kawasan penyangganya, itu yang ditawarkan kepada investor
atau kepada pihak lain untuk ikut membangun IKN.
Pada 2023, Kementerian PUPR memperoleh alokasi anggaran sebesar Rp125,18 triliun.
Jumlah tersebut lebih besar dibandingkan pagu anggaran tahun 2022 sejumlah Rp116,37
triliun. Kendati demikian, Kementerian PUPR menyatakan dalam pelaksanaan program belanja
infrastruktur tahun anggaran 2023, Kementerian PUPR akan fokus pada penyelesaian
pekerjaan konstruksi yang sedang berjalan, khususnya Proyek Strategis Nasional (PSN) yang
ditargetkan dapat rampung pada semester I Tahun 2024 atau sebelum periode Pemerintahan
Kabinet Indonesia Maju berakhir. Kementerian PUPR menargetkan penyelesaian
pembangunan infrastruktur prioritas dan infrastruktur dasar atau konektivitas pada tahun 2023,
atau paling lambat pada semester I tahun 2024. Selain itu, Kementerian PUPR juga akan
membangun infrastruktur pada empat bidang utama yaitu sumber daya air, jalan dan jembatan,
permukiman, serta perumahan. Pada bidang sumber daya air, salah satu yang vital adalah
pembangunan bendungan yang akan menopang kebutuhan pertanian dan ketahanan pangan
masyarakat.
Di samping itu, Kementerian PUPR akan terus mengoptimalkan infrastruktur yang sudah
terbangun melalui pendekatan Operasi, Pemeliharaan, Optimalisasi, dan Rehabilitasi (OPOR).
Harapannya agar infrastruktur yang telah dibangun PUPR benar-benar bisa bermanfaat bagi
masyarakat. Di samping pendekatan OPOR, pada 2023 Kementerian PUPR juga akan
memfokuskan alokasi anggaran untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi melalui program
padat karya dengan alokasi anggaran sebesar Rp14,34 triliun untuk penyerapan tenaga kerja
sebanyak 701 ribu orang, yang tersebar pada beberapa kegiatan padat karya, diantaranya di
bidang sumber daya air, jalan dan jembatan, infrastruktur permukiman, dan perumahan.
Langkah ini diharapkan dapat membuka lapangan kerja dalam skala besar serta membantu
menjaga daya beli masyarakat. Di sisi lain, Kementerian PUPR menyebutkan bahwa ke depan
tantangan pembangunan infrastruktur akan semakin besar, khususnya kebutuhan pendanaan
yang terus meningkat setiap tahunnya. Sebab itu, Basuki berharap dapat tercipta terobosan
sumber-sumber pembiayaan baru. Penerbitan Sukuk Negara untuk pembiayaan infrastruktur
serta pelibatan swasta dalam membangun infrastruktur dengan skema kerja sama antara
pemerintah dan badan usaha (KPBU) adalah sebuah langkah awal yang baik. Kementrian
PUPR terus mendorong pengembangan creative innovative financing melalui sinergitas
dengan berbagai instrumen pendanaan lainnya agar pembangunan infrastruktur dapat
berlangsung secara berkelanjutan.
Kementerian PUPR telah menetapkan output dan outcome utama Rencana Strategis (Renstra)
untuk tahun 2023. Sektor Sumber Daya Air (SDA), antara lain 76% penyediaan air baku untuk
air bersih, 57,1 meter kubik/kapita/tahun kapasitas tampung per kapita, 27 unit bendungan, 470
unit pembangunan embung, 120.000 hektar pembangunan daerah irigasi, 512.500 hektar
rehabilitasi jaringan irigasi, 14,9 meter kubik/detik ketersediaan air baku dan 485,8 kilometer
3-19
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 51
pengendali banjir dan pengaman pantai. Sektor Cipta Karya adalah 89,93% peningkatan
pelayanan infrastruktur permukiman yang layak dan aman melalui pendekatan smart living.
Akses air minum layak sebesar 97,9% termasuk 30% jaringan perpipaan, 86% akses sanitasi
layak yang 15% termasuk aman, 2.974 hektar penanganan permukiman kumuh, 92,21%
hunian dengan akses sampah terkelola baik di perkotaan, 1.118 unit pembangunan dan
rehabilitasi sarana prasarana pendidikan, olahraga dan pasar. Untuk Sektor Perumahan
ditargetkan 58,71% pemenuhan kebutuhan rumah layak huni, 15.900 unit rumah susun, 2.138
unit rumah khusus, 177.925 unit rumah swadaya, 70.000 unit PSU perumahan. Selain itu, untuk
target output dan outcome utama Sektor Bina Marga adalah 2,08 jam/100 kilometer waktu
tempuh di lintas utama pulau, 646,8 kilometer pembangunan jalan tol, 672 kilometer
pembangunan jalan baru, 5.038 meter pembangunan jembatan, serta 7.070 meter
pembangunan fly over/underpass.
Alokasi anggaran Renstra PUPR 2023, antara lain pembangunan bendungan dianggarkan
sebesar Rp20,4 triliun, ketersediaan air baku Rp4.9 triliun, pembangunan daerah irigasi Rp13.1
triliun, rehabilitasi jaringan irigasi Rp20.2 triliun, infrastruktur pengendali banjir dan pengaman
pantai Rp14.09 trilliun, jalan tol Rp5.9 triliun, jalan baru Rp10.1 triliun, jembatan Rp4.2 triliun,
serta flyover/underpass Rp4.08 triliun. Sementara itu, untuk sektor Perumahan dan
Permukiman, Pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dialokasikan sebesar
Rp2.6 triliun, pengelolaan air limbah Rp3.8 triliun, penanganan persampahan Rp2.9 triliun,
serta penanganan kawasan kumuh Rp3.5 triliun, Pengembangan Sarana Pendidikan, Olahraga
dan Pasar (PSPOP) dialokasikan sebesar Rp3.3 triliun, Rumah Susun Rp5.08 triliun, rumah
khusus Rp498.1 miliar, rumah swadaya Rp7.0 triliun dan Prasarana, Sarana dan Utilitas (PSU)
Perumahan Rp 980 miliar.
Gambar 3-12: Anggaran Pembangunan Infrastruktur
Sumber: Databoks
Terdapat 249 kawasan prioritas yang terkait infrastruktur PUPR dalam RPJMN 2020-2024
dimana BPIW telah menyusun super prioritisasi menjadi 91 kawasan. Menurutnya, ada tiga
aspek utama yang digunakan Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW)
Kementerian PUPR untuk memilih kawasan-kawasan yang diprioritaskan mendapat dukungan
infrastruktur PUPR. Aspek pertama adalah fokus kawasan. Pada aspek ini BPIW fokus pada
dukungan infrastruktur PUPR pada kawasan-kawasan dalam rangka menuntaskan program
3-20
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 52
RPJMN dan kawasan yang dipilih berada di koridor pertumbuhan atau pemerataan. Aspek
kedua adalah aspek ekonomi dan kesejahteraan. Kriteria tersebut terdiri dari pertumbuhan
sektor pertanian, kehutanan dan perikanan. Berikutnya adalah aspek dukungan daerah yakni
berupa indeks kapasitas fiskal daerah. Dengan menggunakan permodelan tersebut,
diharapkan pembangunan infrastruktur dapat memberikan manfaat yang optimal bagi
masyarakat.
Sektor konstruksi diproyeksikan dapat menyerap sampai dengan 8,7 juta tenaga kerja pada
tahun 2023. Selain itu, sektor konstruksi juga berperan aktif dalam penyerapan tenaga kerja.
Rata-rata tren pertumbuhan tenaga kerja sektor konstruksi dari tahun 2017-2019 dan 2021
ialah sebesar 2,83%, sehingga diproyeksikan pada tahun 2022 sektor konstruksi dapat
menyerap sebanyak 8.528.463 juta tenaga kerja dan 8.769.798 tenaga kerja pada tahun 2023.
3.4.1 Profil Kompetitor
3.4.1.1 Cemindo Gemilang
Cemindo Gemilang yang berdiri sejak tahun 2011 merupakan produsen semen dengan merek
dagang Semen Merah Putih. Sejak awal berdiri, Cemindo Gemilang aktif dalam penyediaan
bahan baku semen dan pembangunan pabrik-pabrik. Saat ini Cemindo Gemilang telah memiliki
enam pabrik di Indonesia yang tersebar di wilayah Banten, Jawa Timur, Kalimantan Barat,
Sumatera Utara, dan Bengkulu. Ke depannya, Semen Merah Putih akan terus meningkatkan
area pendistribusiannya, sesuai dengan komitmen PT Cemindo Gemilang untuk menyediakan
semen di seluruh Indonesia.
Komitmen PT Cemindo Gemilang mendapatkan apresiasi masyarakat Indonesia, Semen
Merah Putih mendapatkan penghargaan Home Preferred Brand kategori Best Portland
Cement, pilihan pembaca Media Bintang Group Indonesia selama dua tahun berturut-turut di
tahun 2015-2016. Cemindo Gemilang memiliki kapasitas produksi semen 13,9 juta ton per
tahun untuk memenuhi kebutuhan pasar di Indonesia, Vietnam, dan internasional. Dalam waktu
lima tahun, PT Cemindo Gemilang berhasil mendistribusikan Semen Merah Putih ke 17
provinsi di Indonesia dengan jaringan distribusi dan pemasaran di pulau Sumatera, Kalimantan,
Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.
3-21
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 53
Tabel 3-3: Laporan Keuangan PT Cemindo Gemilang Tbk
3.4.1.2 Semen Conch
Semen Conch adalah produk semen dari PT Conch South Kalimantan Cement yang didirikan
pada tahun 2011. Semen Conch didukung oleh Conch Group yang memiliki pabrik dan
distributor semen terbesar di Cina. Rencana keseluruhan kapasitas produksi Semen Conch di
Indonesia adalah 25 juta ton.
Hingga kini, PT Conch South Kalimantan Cement telah berinvestasi cukup besar di Indonesia
untuk membentuk 8 perusahaan dan 7 sistem konstruksi proyek, dengan total kapasitas
produksi semen tahunan sebesar 11,1 juta ton, menjadikannya grup perusahaan semen
terbesar keempat di Indonesia. PT Conch South Kalimantan Cement juga akan membangun
dua jalur produksi dengan produksi harian 3.200 ton, kapasitas penggilingan semen 3 juta ton
per tahun dengan penguasaan pasar domestik yakni di Papua.
3.4.1.3 Semen Bosowa
Semen Bosowa merupakan salah satu produsen Semen Portland Type 1 dengan kapasitas
produksi 4.3 juta ton/tahun dengan jumlah Line Produksi sebanyak 2 Line, dengan cakupan
wilayah kegiatan meliputi wilayah Indonesia dan ekspor ke berbagai negara di Asia dan Afrika.
3-22
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 54
Produk semen yang dihasilkan saat ini adalah semen Portland type 1 (OPC), semen portland
pozzoland (PPC) dan semen composite portland (PPC).
Saat ini, Semen Bosowa memiliki dua pabrik yakni pabrik yang terletak di Kabupaten Maros,
Sulawesi Selatan, ini merupakan pabrik utama Bosowa Semen. Pabrik ini merupakan pabrik
semen terintegrasi dan berada di lokasi tempat penambangan batu kapur yang merupakan
bahan baku utama pembuatan semen sehingga memudahkan pengambilan bahan baku.
Semen Bosowa memiliki visi memberikan produk yang berkualitas, Semen Portland Type I
(jenis satu) yang dibuat dengan pabrik dengan teknologi canggih yang sesuai dengan standar
mutu internasional serta didukung oleh sumber daya manusia yang handal dan ramah
lingkungan.
Pabrik Maros juga memproduksi clinker sendiri dengan kapasitas 4 juta ton per tahun dan
semen dengan kapasitas produksi 4.2 juta ton per tahun. Dan pabrik yang terletak di
Banyuwangi, Jawa Timur ini ditujukan bagi konsumen di Pulau Jawa, Bali dan Nusa Tenggara
dengan kapasitas produksi semen 1.8 juta ton per tahun.
3.4.1.4 Semen Tiga Roda
Semen Tiga Roda merupakan produk semen yang diproduksi oleh PT Indocement Tunggal
Prakarsa Tbk. Dengan mengedepankan kualitas terbaik dan inovasi yang berbaur dengan
alam, Semen Tiga Roda diproduksi guna memenuhi kebutuhan pembangunan di dalam dan
luar negeri.
Seiring berjalannya pembangunan dan bertambahnya kebutuhan, Indocement terus
menambah jumlah pabriknya hingga dua belas pabrik. Pada 22 Februari 2013, Perseroan telah
memulai perluasan Kompleks Pabrik Citeureup dengan penambahan lini produksi yang disebut
Pabrik ke-14. Dengan penambahan Pabrik ke-14 maka jumlah pabrik Indocement saat ini
adalah 13 pabrik. Sebagian besar pabrik berada di Pulau Jawa, 10 diantaranya berlokasi di
Citeureup, Bogor, Jawa Barat, yang menjadikannya salah satu kompleks pabrik semen
terintegrasi terbesar di dunia. Sementara dua pabrik lainnya ada di Palimanan, Cirebon, Jawa
Barat, dan satu lagi di Tarjun, Kotabaru, Kalimantan Selatan. Dengan merek dagang “Tiga
Roda”, Indocement menjual sekitar 18,7 juta ton semen di 2014, yang menjadikannya
perusahaan entitas tunggal penjual semen terbanyak di Indonesia. Produk semen Perseroan
adalah Portland Composite Cement (PCC), Portland Cement (PC Tipe I, II, dan V), Oil Well
Cement (OWC), Semen Putih, and TR-30 Acian Putih. Melalui inovasinya, Indocement menjadi
satu-satunya produsen Semen Putih di Indonesia. Indocement mempunyai 13 pabrik dengan
total kapasitas produksi tahunan sebesar 25,5 juta ton semen.
3-23
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 55
Tabel 3-4: Laporan Keuangan PT Indocement Tunggal Perkasa Tbk
3.4.1.5 Semen Imasco Asiatic
PT Semen Imasco Asiatic adalah sebuah perusahaan manufaktur semen yang termasuk dari
bagian Hongshi Group asal China. Pabrik berlokasi di Desa Puger Wetan, Kabupaten Jember,
Jawa Timur, Indonesia, dan memiliki deposit tambang siap pakai berkualitas tinggi dengan
sumber daya batu kapur lebih dari 100 juta ton, sejak bulan Agustus 2020 sudah mengaktifkan
jalur produksi semen dengan kapasitas output harian sebesar kurang dari 1.500.000 ton per
tahun dan dilengkapi dengan sistem pembangkit listrik panas limbah murnih bersuhu rendah
12 MW.
PT Semen Imasco Asiatic memilik beberapa produk unggulan seperti Semen kemasan dan
curah Semen Portland Komposit (PCC), Semen Portland (OPC) serta klinker komersial. Untuk
distribusi luar pulau Jawa, produk memiliki kemasan dalam bentuk jumbo bag dan sling bag.
3.4.2 Pangsa Pasar
Kompetisi dalam industri semen di Indonesia didominasi oleh 5 (lima) pemain besar, yaitu SIG
(dimana Perseroan tergabung di dalamnya), Cemindo Gemilang, Semen Conch, Semen
Bosowa, Semen Inasco Asiatic dan Semen Tiga Roda. Perseroan memiliki jaringan distribusi
sendiri yakni Sumatera Selatan, Lampung, Jambi, Bengkulu dan Bangka Belitung.
3-24
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 56
Sedangkan kompetitor memiliki jaringan distribusi seperti, Cemindo Gemilang, Sumatera,
Kalimantan, Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara serta Vietnam dan internasional. Semen Conch
memiliki jaringan distribusi di Papua; Semen Bosowa dengan jaringan distribusi Pulau Jawa,
Bali dan Nusa Tenggara dan juga Afrika; Semen Tiga Roda dengan jaringan distribusi di Pulau
Jawa dan Kalimantan; dan Semen Imasco Asiatic dengan jaringan distribusi di Jawa Timur dan
luar Jawa. Rata-rata harga ritel semen zak di Sumbagsel berkisar Rp55.000-Rp65.000 per 50
kg, dimana Semen Merah Putih Rp59.000 per 50 kg, Semen Tiga Roda Rp65.000 per 50 kg,
Semen Dynamix dan Semen Padang masing-masing Rp60.000 per 50 kg, dan Semen Conch
Rp55.000 per 50 kg. Pangsa pasar produk Perseroan di wilayah Sumbagsel mencapai 34%,
meningkat dibandingkan periode sebelumnya.
Gambar 3-13: Sebaran Pangsa Pasar Kompetitor Semen di Indonesia
Sumber: Asosiasi Semen Indonesia
Industri semen nasional hingga tahun 2022 mengalami penurunan demand sebesar 3,35% dari
periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan demand terjadi hampir di seluruh wilayah
yakni Pulau Sumatra (-5,72%), Pulau Jawa (-3,83%), Pulau Kalimantan (-0,23%), Pulau
Sulawesi (-0,39%) dan Pulau Nusa Tenggara (-3,11%). Meski demikian, pertumbuhan terjadi
pada bulan Desember 2022 di mana demand nasional meningkat 0,6% dari bulan November
2022.
Pada posisi akhir 2023, industri semen nasional mengalami peningkatan permintaan dengan
persentase 3,6% dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya. Peningkatan
permintaan terjadi pada sejumlah wilayah di Indonesia, meliputi Pulau Sumatra (5,4%), Pulau
Jawa (0,6%), Pulau Kalimantan (22,1%), Pulau Bali dan Nusa Tenggara (13,1%) dan Indonesia
Timur (5,8%), hanya Pulau Sulawesi yang turun (-3,5%). Permintaan semen pada wilayah
Sumbagsel pada 2023 mengalami peningkatan sebesar 1,8%.
3-25
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 57
Tabel 3-5: Volume Permintaan Semen Nasional
Permintaan semen pada wilayah Sumbagsel pada 2023 mengalami peningkatan sebesar
1,8%. Penurunan permintaan terjadi di wilayah Sumatera Selatan, Bangka Belitung serta
Bengkulu. Sementara itu, terjadi peningkatan permintaan pada wilayah Jambi dan Lampung.
Tabel 3-6: Volume Permintaan Semen Wilayah Sumbagsel
Menghadapi situasi eksternal dan telah bergabungnya Perseroan menjadi salah satu anak
perusahaan SIG, maka data marketshare tersendiri untuk produk Semen Baturaja tidak
tersedia, mengingat bahwa Asosiasi Semen Indonesia (ASI) telah mengakumulasikan seluruh
volume penjualan seluruh produsen semen dibawah grup SIG menjadi satu kesatuan.
Kondisi market share nasional pada posisi 31 Desember 2023 masih didominasi oleh Semen
Indonesia Group (SIG), dengan market share grup produsen semen terbesar nasional tersebut
mencapai 52%, disusul oleh Semen Tiga Roda mencapai 27%, selanjutnya Semen Conch dan
Semen Merah Putih sebesar 7%, Semen Singa Merah mencapai 3%, SCG dan Bima 2%.
Dengan bergabungnya Semen Baturaja ke dalam holding SIG pada akhir tahun 2022, volume
penjualan dan market share SIG di tahun 2023 telah meningkat 3% dibanding tahun
sebelumnya.
3-26
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 58
Tabel 3-7: Produsen, Volume Penjualan dan Market Share
Perseroan merupakan anak usaha dari SIG yang merupakan pemain terbesar pada industri
semen di Indonesia dengan menguasai 50,9% pangsa pasar. SIG didukung dengan fasilitas
produksi dan 19 distribusi yang luas, serta kekuatan finansial yang solid, dalam melayani
semua pasar di Indonesia maupun pasar regional. Dengan dukungan tersebut, SIG memiliki
kekuatan untuk mempertahankan penguasaannya di pasar dan membatasi pergerakan
kompetitor di pasar. Indocement (INTP) menjadi pemain terbesar kedua di industri semen yang
menguasai 28,8% pangsa pasar, lalu diikuti dengan pemain lainnya dengan total pangsa pasar
sebesar 20,3%. Sebagai pemain terbesar, SIG memiliki peluang yang cukup tinggi untuk
bersaing, baik dengan Indocement maupun perusahaan semen lainnya. Namun, pergerakan
kompetitor di level pasar mikro bisa menjadi ancaman bagi SIG karena dominasi SIG tidak
merata di seluruh wilayah. Penguatan strategi dengan mempertimbangkan kondisi pasar mikro
menjadi langkah SIG dalam menghadapi ancaman pergerakan dari kompetitor di industri
semen ini.
3-27
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 59
BAB 4. ASPEK TEKNIS
4.1 ANALISIS AKSESIBILITAS
Rencana Proyek difungsikan sebagai salah satu saluran transaksi jual beli semen dengan
konsep perjanjian royalti (lisensi) dengan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, PT Semen
Padang, PT Semen Gresik, PT Semen Tonasa, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk dan PT Solusi
Bangun Andalas. Wilayah operasi dan distribusi produk Perseroan saat ini meliputi Sumatera
Selatan, Jambi, Bengkulu, Bangka Belitung, dan Lampung. Perseroan memiliki beberapa
fasilitas produksi meliputi Integrated Plant I dan II serta Finish Mill dan Packing Unit. Finish Mill
dan Packing Unit di Palembang memiliki jarak kurang lebih 6 km dari Pelabuhan Palembang
(Dermaga GMP), sedangkan dari Gerbang Tol Kramasan yang menjadi akses keluar masuk
Jalan Tol Palembang-Indralaya berjarak kurang lebih 6,4 km. Sedangkan dari lokasi Integrated
Plant I dan II di Ogan Komering Ulu ke Finish Mill dan Packing Unit Palembang dapat diakses
menggunakan Jalan Raya Tiga Gajah, sementara ke Finish Mill dan Packing Unit Lampung
dapat diakses melalui jalan Yos Sudarso, Bandar Lampung.
Gambar 4-1: Wilayah Operasi, Distribusi dan Lini Bisnis Perseroan
4.2 KONSEP DASAR PENGEMBANGAN
Rencana Proyek dikembangkan dengan konsep dasar sebagai alternatif saluran penjualan
Perseroan. Sebagai alternatif saluran penjualan, Rencana Proyek bersifat komplemen dan
bukan substitusi dari saluran penjualan yang telah ada.
4-1
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 60
Perseroan akan bermitra dengan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, PT Semen Padang,
PT Semen Gresik, PT Semen Tonasa, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk dan PT Solusi Bangun
Andalas untuk mengoperasikan Rencana Proyek.
4.2.1 Penjualan Semen Zak Merek Perseroan oleh Entitas Anak SIG Lain (Stream 2)
Ketika ada potensi pasar produk Perseroan di luar pasar Perseroan sekarang maka entitas
anak lain dapat memenuhi potensi pasar tersebut dengan memproduksi produk Perseroan dan
didistribusikan melalui SIG, selanjutnya SIG akan memberikan royalti kepada Perseroan atas
penggunaan trademark Perseroan.
Proses bisnis dalam penjualan semen zak merek Perseroan oleh entitas anak lain dapat
diuraikan sebagai berikut:
a. Entitas anak lain memproduksi semen brand milik Perseroan.
b. Entitas anak lain menyalurkan semen tersebut ke SIG.
c. SIG menyalurkan semen tersebut ke pelanggan.
d. Perseroan mendapatkan royalti sebesar 2,5% atas penjualan semen brand milik Perseroan
dari entitas anak lain.
Gambar 4-2: Proses Penjualan Semen Zak Merek Perseroan Oleh Entitas Anak Lain
4.2.2 Penjualan Semen Zak Merek Entitas Anak SIG Lain oleh Perseroan (Stream 3)
Ketika ada potensi pasar produk entitas anak lain di luar pasar entitas anak lain sekarang maka
Perseroan dapat memenuhi potensi pasar tersebut dengan memproduksi produk entitas anak
lain dan didistribusikan melalui SIG, selanjutnya SIG akan memberikan royalti kepada entitas
anak lain atas penggunaan trademark entitas anak lain.
Proses bisnis dalam penjualan semen zak merek entitas anak lain oleh Perseroan dapat
diuraikan sebagai berikut:
a. Bukan produk Perseroan
b. Perseroan merilis produk mitra Perseroan.
c. Perseroan menyalurkan produk mitra ke SIG dan memperoleh pendapatan atas penjualan
semen curah, biaya kantong dan biaya pengemasan.
4-2
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 61
d. SIG menyalurkan produk tersebut ke pelanggan.
e. Mitra Perseroan mendapatkan royalti sebesar 2,5% dari harga jual produk yang dirilis
Perseroan dari SIG.
Gambar 4-3: Proses Penjualan Semen Zak Merek Entitas Anak Lain Oleh Perseroan
4.3 TEKNOLOGI YANG DIGUNAKAN
Proses pembuatan semen yang dilakukan pada Perseroan menggunakan proses kering (dry
process). Proses produksi ini dimulai dari penyediaan bahan mentah, penggilingan bahan
mentah, pembakaran, pendinginan klinker, penggilingan klinker, dan pengantongan semen.
Secara garis besar, proses produksi semen adalah sebagai berikut:
1. Penambangan dan penyimpanan bahan mentah
Bahan baku utama diekstrak dari pertambangan dengan peledakan atau dengan
penghancuran menggunakan mesin berat. Kemudian bahan baku diangkut dari
pertambangan menggunakan truk/alat-alat berat. Bahan baku yang berasal dari
pertambangan umumnya masih dalam bentuk batuan besar, oleh karena itu dibutuhkan
proses penghancuran bahan baku ke ukuran yang lebih kecil. Bahan baku kemudian
disimpan dalam penyimpanan.
2. Proses homogenisasi campuran
Selanjutnya dilakukan proses homogenisasi dan penambahan pasir silika dan bijih besi ke
dalam campuran.
3. Pre-Heating
Proses pemanasan awal dari campuran membutuhkan panas dengan suhu sekitar 500 oC
dan biasanya panas yang digunakan berasal dari residu udara panas proses pendinginan.
4. Calcining
Campuran selanjutnya melalui proses kalsinasi dalam kiln. Dalam proses kalsinasi,
campuran dipanaskan menggunakan api langsung dengan suhu sekitar 1300 oC hingga
1500 oC. Dalam proses ini, kalsium karbonat dari batu gamping akan bereaksi dengan
4-3
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 62
panas menjadi kalsium dan karbon dioksida. Kalsium kemudian akan bereaksi dengan
tanah liat dan pasir sehingga terbentuklah suatu material yang disebut clinker.
5. Cooling
Clinker didinginkan menggunakan fan hingga suhu di bawah 100 oC. Udara panas yang
dihasilkan digunakan sebagai energi untuk proses pre-heating. Kemudian clinker disimpan
sementara pada clinker storage silo.
6. Mixing
Clinker dicampur dengan zat aditif lainnya seperti gipsum, abu vulkanik, dan pozzolan
berdasarkan sifat semen yang diinginkan. Kemudian campuran digiling di ball mill. Setelah
itu campuran disimpan dalam silo penyimpanan semen.
7. Loading/Packing
Gambar 4-4: Teknologi Pembuatan Semen di Perseroan
4.4 PERENCANAAN TEKNIS
Sebagai perusahaan dengan kegiatan usaha utama di bidang persemenan, Perseroan
memproduksi empat jenis semen, sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan.
Keempat jenis semen tersebut adalah sebagai berikut:
4-4
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 63
▪ Ordinary Portland Cement (OPC) Type I
Jenis Portland Tipe I digunakan untuk pemakaian secara umum, tidak memerlukan
persyaratan khusus seperti dipersyaratkan pada tipe lainnya (gedung bertingkat, jalan,
jembatan, dll). OPC Tipe I mempunyai keunggulan karena cepat kering, memiliki daya
rekat yang kuat, hasil adukan yang tidak mudah retak dan kekuatan tekan yang baik.
Adapun sertifikat produk penggunaan tanda SNI Nomor 069/BSPJI-Palembang/MS.1/
XI/2022 tipe/jenis produk Ordinary Portland Cement (OPC) Tipe I berlaku mulai 22 Maret
2022 sampai dengan 21 Maret 2026.
▪ Ordinary Portland Cement (OPC) Type II
Jenis Portland Tipe II digunakan untuk pemakaian yang membutuhkan ketahanan terhadap
sulfat dan panas hidrasi sedang. OPC Tipe II biasanya diaplikasikan pada bangunan yang
letaknya di pinggir laut, tanah rawa, dermaga, saluran irigasi dan bendungan. Adapun
sertifikat produk penggunaan tanda SNI Nomor 032/BSKJI/Baristand-Palembang/
MS.1/III/2022 tipe/jenis produk Ordinary Portland Cement (OPC) Tipe II berlaku mulai 22
Maret 2022 sampai dengan 21 Maret 2026.
▪ Ordinary Portland Cement (OPC) Type V
Jenis Portland Tipe V digunakan untuk pemakaian yang membutuhkan ketahanan
terhadap sulfat yang tinggi. OPC Tipe V biasanya diaplikasikan pada bangunan konstruksi
di bawah air, pelabuhan, terowongan, kawasan tambang, bangunan Instalasi Pengolahan
Air Limbah (IPAL) dan project geothermal. Adapun sertifikat produk penggunaan tanda SNI
Nomor 033/BSKJI/Baristand-Palembang/ MS.1/III/2022 tipe/jenis produk Semen Portland
Type V berlaku mulai 22 Maret 2022 sampai dengan 16 Juli 2026.
▪ Portland Composite Cement (PCC)
Jenis PCC ditujukan untuk pemakaian secara umum dan untuk semua mutu beton. Selain
itu, juga digunakan untuk struktur bangunan bertingkat sampai dengan gedung bertingkat
tinggi, struktur bangunan di tepi pantai dan bangunan pada tanah rawa/tanah berasam,
struktur jembatan dan jalan beton, struktur bangunan irigasi, bata beton (paving block),
genteng beton, beton pracetak dll dan pengerjaan pasangan bata, plesteran dan acian.
PCC mempunyai keunggulan karena memiliki panas hidrasi lebih rendah sehingga akan
lebih mudah dalam proses pengerjaan dan dapat menghasilkan permukaan beton serta
plester yang lebih rapat dan halus. PCC juga memiliki daya rekat yang kuat, kedap air dan
kekuatan tekan yang baik. Adapun sertifikat produk penggunaan tanda SNI Nomor
068/BSPJI-Palembang/MS.1/ XI/2022 tipe/jenis produk Portland Komposit berlaku mulai
31 Mei 2021 sampai dengan 18 Juni 2025.
▪ Baturaja Mortar
Semen Mortar atau yang lebih dikenal dengan Baturaja Mortar merupakan jenis produk
semen instan milik Perseroan yang diformulasikan dengan fungsi dan kegunaan spesifik.
Penggunaan Baturaja Mortar sangat mudah karena penggunaannya tidak perlu
penambahan material lain, tapi dapat langsung diaplikasikan hanya dengan menambahkan
air secukupnya. Semen instan ini dapat menjadi bahan bangunan alternatif pengganti
4-5
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 64
adukan semen-pasir konvensional. Kelebihan dari penggunaan mortar yaitu aplikasi lebih
tipis, sehingga lebih hemat pemakaian, serta menggunakan aditif khusus untuk
meningkatkan kualitas. Baturaja Mortar memiliki banyak keunggulan karena lebih praktis,
berkualitas dan efisien. Produk ini terdiri dari 5 (lima) varian: perekat keramik, pasangan
bata dan plesteran, pasangan bata ringan, acian abu-abu dan acian putih yang tersedia
dalam kemasan zak 40 kilogram dan 25 kilogram.
1. Mortar perekat keramik merupakan jenis semen perekat instan untuk keramik, granit,
marmer, mosaik, dan batu alam pada lantai maupun dinding. Mortar perekat keramik
memiliki daya rekat kuat, praktis, hemat, dapat diaplikasikan untuk bidang yang tidak
rata.
2. Mortar pasangan bata dan plesteran merupakan jenis semen perekat instan untuk
pemasangan bata merah dan plesteran pada dinding bata serta beton. Mortar
pasangan bata dan plesteran memiliki daya rekat kuat, praktis, hemat, dapat dilakukan
pengacian setelah 5 (lima) jam.
3. Mortar pasangan bata ringan merupakan jenis semen perekat instan untuk
pemasangan bata ringan. Mortar pasangan bata ringan memiliki daya rekat kuat,
praktis, hemat, dapat dilakukan plester setelah 24 jam.
4. Mortar acian merupakan jenis semen acian instan untuk permukaan dinding plester,
konkret serta dapat diaplikasikan untuk keperluan indoor. Mortar acian menghasilkan
acian yang halus, mencegah adanya retak rambut, memiliki daya rekat yang baik,
praktis, hemat, efisien dan dapat langsung di cat setelah 24 jam.
5. Mortar acian putih merupakan jenis semen acian instan untuk permukaan dinding
plester, konkret serta dapat diaplikasikan untuk keperluan indoor maupun outdoor.
Mortar acian putih menghasilkan acian yang halus, mencegah adanya retak rambut,
memiliki daya rekat yang baik, praktis, hemat, efisien dan dapat langsung dicat setelah
24 jam.
▪ White Clay
White Clay atau Tanah Liat Putih merupakan salah satu produk turunan yang dihasilkan
oleh Perseroan. White Clay diperoleh langsung dari proses penambangan di area milik
Perseroan dan digunakan sebagai salah satu bahan dalam proses pembuatan keramik dan
pupuk NPK. Berikut tahapan dan penjelasan dalam pembuatan semen.
1. Quarry; Tahap pertama dari pembuatan semen ialah melakukan penambangan batu
kapur dan tanah liat sebagai bahan baku utama di quarry milik Perseroan.
Penambangan batu kapur dilakukan dengan cara peledakan dan surface miner,
sedangkan untuk memperoleh tanah liat dilakukan dengan cara pengerukan.
Selanjutnya batu kapur dan tanah liat diangkut ke crusher dengan dump truck.
2. Crusher; Di tahap ini, batu kapur dan tanah liat mengalami pengecilan ukuran sampai
dengan 8 cm untuk kemudian disimpan di stock pile (storage).
3. Storage; Hasil dari proses penambangan, yakni batu kapur dan tanah liat ditampung
dalam storage untuk selanjutnya dilakukan proses prehomogenisasi yang disebut
4-6
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 65
reclaimer. Proses prehomogenisasi di reclaimer adalah proses yang sangat penting
untuk menjamin kualitas dari produk yang dihasilkan baik dari raw meal hingga produk
akhir yaitu semen.
4. Raw Mill; Batu kapur dan tanah liat yang ada di stock pile, kemudian dimasukkan ke
dalam raw mill ditambahkan pasir besi dan pasir silika untuk digiling dan dikeringkan
menjadi raw meal. Raw meal atau tepung baku adalah bahan baku untuk pembuatan
terak (clinker). Raw meal memiliki tekstur seperti powder yang fisiknya mempunyai
kehalusan tertentu. Raw meal mempunyai sifat fisika dan sifat kimia tertentu yang
dijadikan parameter kontrol kualitas produk. Sifat kimia digunakan sebagai pengatur
proporsi bahan-bahan yang diumpankan ke dalam proses. Raw meal dihasilkan dari
sebuah sistem peralatan yaitu raw mill plant yang terdiri dari alat-alat utama, sistem
transportasi dan alat-alat separasi untuk kemudian disimpan di raw meal silo.
5. Pemanasan dan Pembakaran (Kiln); Raw meal yang sudah jadi dan disimpan dalam
CF Silo digunakan sebagai umpan kiln (kiln feed) yang mengalami beberapa tahap
proses sebelum akhirnya menjadi terak, yakni melalui sistem pendinginan dan alat
transportasi untuk disimpan di silo terak. Dalam tahap ini, terjadi proses pembakaran
yang menggunakan bahan bakar batu bara, yang telah digiling dan dikeringkan melalui
coal mill. Sebagian terak digunakan oleh cement mill Baturaja dan juga cement mill di
Palembang dan Panjang. Terak untuk Cement mill di Palembang diangkut dengan
kereta api dan truk sedangkan terak untuk cement mill di Panjang menggunakan
angkutan truck dan kereta untuk diproses menjadi semen curah.
6. Penggilingan Clinker (Cement Mill); Terak yang dikirim dari Silo Terak Baturaja digiling
di cement mill dengan menambahkan gypsum dan bahan ketiga. Material ini bersama-
sama diumpankan ke cement mill kemudian mengalami proses penggilingan dengan
produk akhir berupa semen OPC Tipe I dan PCC. Sementara itu, untuk memproduksi
jenis OPC tipe II dan OPC tipe V, terak hanya digiling dengan gypsum. Setelah didapat
semen yang berkualitas maka semen tersebut disimpan melalui silo semen kemudian
dipindahkan ke bin semen melalui air slide, belt conveyor, dan vibrating screen.
Keluaran dari silo semen berupa semen curah, yang sebagian dijual dalam bentuk
semen curah dengan alat transportasi berupa mobil kapsul dan gerbong kereta kapsul
ke Palembang, Baturaja, dan Lampung dan sebagian dikemas di Packing Plant.
7. Pengantongan Semen (Packing Plant); Packing plant adalah sebuah kombinasi mesin
dari alat angkut sampai ke packer. Packer berfungsi untuk melakukan pembungkusan
atau pengepakan semen bungkus atau zak sesuai timbangan berat yang ditetapkan.
Packer merupakan unit terakhir dari proses produksi dari suatu pabrik semen di mana
produk packer yang telah dikemas berupa semen zak 50 kg dan big bag 1 ton
dipasarkan di Sumatra Selatan, Lampung, Bengkulu, Jambi, Bangka Belitung, dan
Kalimantan Barat.
4-7
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 66
Gambar 4-5: Proses Produksi Semen Perseroan
Sumber: Perseroan
Kapasitas terpasang plant Baturaja 2:
▪ Packer sebesar 480 Tph;
▪ Cement mill sebesar 350 Tph;
▪ Unburn silo sebesar 1.000 Ton;
▪ Cement silo 01 sebesar 10.000 Ton;
▪ Cement silo 02 sebesar 10.000 Ton;
▪ Cement silo 03 sebesar 10.000 Ton;
▪ Clinker silo 01 sebesar 50.000 Ton.
Kapasitas terpasang plant Palembang:
▪ Packer sebesar 120 Tph;
▪ Buffer Emplacement KA sebesar 2.000 Ton;
▪ Silo Clinker sebesar 8.500 Ton;
▪ Cement silo 1 sebesar 2.500 Ton;
▪ Cement silo 2 sebesar 2.500 Ton;
▪ Cement mill sebesar 50 Tph;
▪ Jetty plant Palembang sebesar 8.500 Ton.
Kapasitas terpasang plant Panjang:
▪ Packer sebesar 120 Tph;
4-8
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 67
▪ Buffer Emplacement KA sebesar 1.160 Ton;
▪ Clinker Silo sebesar 8.500 Ton;
▪ Cement silo 1 sebesar 2.500 Ton;
▪ Cement silo 2 sebesar 2.500 Ton;
▪ Cement mill sebesar 50 Tph.
Kapasitas simpanan buffer lubuk linggau:
▪ Buffer linggau 1.500 ton yang mulai beroperasi 1 Agustus 2022.
Kapasitas terpasang loading timbang:
Asal Semen
Satuan
PBR 1 PBR 2 PPJ PPG
Volume max Ton 80 100 60 60
Jumlah Timbangan Unit 2 2 1 2
10, 20, & 30 Ton ✓ ✓ ✓ ✓
Jenis Armada
Trailer 50 Ton ✓ ✓ x x
Panjang Meter 18,00 18,00 12,40 12,00
Dimensi
Lebar Meter 3,00 3,40 3,40 3,50
Kapasitas terpasang loading semen:
Kapasitas Realisasi
Plant Facilities Kemasan Sat Note
Terpasang Volume Jam Oper
Plant Baturaja 1 Packer Zak Tph 180 165 17 Based data Des 2022
Outlet Curah Curah Tph 150 120 24 Based data Des 2022
Palletizer Zak Tph 60 20 17 Based data Jan 2023
Plant Baturaja 2 Packer Zak Tph 480 285 17 Based data Des 2022
Outlet Curah PCC Curah Tph 300 240 24 Based data Ags 2022
Outlet Curah OPC Curah Tph 150 120 17 Based data Ags 2022
Plant Palembang Packer Zak Tph 120 30 8 Based data 2019
Outlet Curah PCC Curah Tph 60 60 16 Based data Sep 2022
Outlet Curah OPC Curah Tph 60 45 16 Based data Sep 2022
Plant Panjang Packer Zak Tph 120 65,6 8 Based data Des 2022
Outlet Curah PCC Curah Tph 60 60 16 Based data Sep 2022
Outlet Curah OPC Curah Tph 60 45 16 Based data Sep 2022
4.5 KETERSEDIAAN DAN KUALITAS SUMBER DAYA
4.5.1 Bahan Baku
Bahan baku produk semen Perseroan berupa batu kapur dan tanah liat yang didapatkan dari
lokasi pertambangan batu kapur dan tanah liat milik Perseroan yang berlokasi sekitar 1,2 km
dari pabrik di Baturaja. Seiring dengan perkembangan usahanya, Perseroan meningkatkan
kapasitas terpasang hingga 500.000 ton semen per tahun melalui investasi peralatan pada
tahun 1992. Di saat yang sama, Perseroan juga menjalankan Proyek Optimalisasi I (OPT I)
dengan masa pembangunan selama 2 (dua) tahun, sehingga kapasitas terpasang menjadi
550.000 ton semen per tahun.
• Konsesi penambangan batu kapur. Ijin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi
diterbitkan pada tanggal 11 September 2023. Jumlah sumber daya yang tersedia adalah
4-9
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 68
270 juta ton dengan kualitas kandungan karbonat yang tinggi. Cadangan ini mampu
mendukung operasional Perseroan hingga 60 tahun ke depan.
• Perseroan dan PT Dahana (Persero) bersepakat dengan menandatangani kontrak
perjanjian peledakan batu kapur sebanyak 4.350.000 ton sebesar Rp30.450.000.000
dengan rincian harga sebesar Rp7.000 (dalam Rupiah penuh) per ton.
4.5.2 Bahan Pendukung
Bahan pendukung terkait Rencana Proyek terutama berupa pasir silika, pasir besi, batu bara,
abu terbang (fly ash dari sisa pembakaran batubara) dan pozzolan. Pasir silika dan pasir besi
dicampur dengan raw mill yang sudah diisi batu kapur dan tanah liat untuk digiling dan
dikeringkan menjadi raw meal. Raw mill melalui proses pembakaran yang menggunakan bahan
bakar batu bara, yang telah digiling dan dikeringkan melalui coal mill. Fly ash dalam bahan
baku klinker semen berguna untuk menggantikan sebagian tanah liat atau serpih (shale) dalam
campuran untuk pembuatan semen klinker. Sedangkan penggunaan pozzolan sebagai
alternatif pengganti silika guna menjaga komposisi SiO2/Al2O3 raw meal tetap baik.
4.5.3 Sumber Daya Manusia
Perseroan menyadari peran penting karyawannya yang kompeten dalam menjaga
keberlanjutan usaha. Dukungan karyawan yang kompeten merupakan faktor utama dalam
mendorong pengembangan bisnis Perseroan khususnya terkait Rencana Transaksi. Jumlah
karyawan Perseroan mencapai 880 orang karyawan.
Perseroan menyadari bahwa keberlanjutan usaha Perseroan, sangat ditentukan dengan
pengelolaan dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan berkualitas,
sesuai dengan kebutuhan serta perkembangan lingkungan bisnis. Pengelolaan dan
pengembangan kompetensi SDM yang tepat dan berkesinambungan, terus dilakukan
Perseroan dalam mengembangkan talenta yang berkualitas dan berkompeten agar tetap
adaptif terhadap setiap perubahan lingkungan bisnis. Perseroan terus melakukan berbagai
program dalam mengembangkan kapabilitas dan kompetensi karyawan, untuk memenuhi
kebutuhan Perseroan dalam menghadapi setiap perkembangan lingkungan bisnis.
Perseroaan senantiasa melakukan pengelolaan dan pengembangan SDM yang terintegrasi
dengan visi, misi, dan strategi Perseroan, serta senantiasa berupaya untuk terus melakukan
peningkatan kualitas pengelolaan SDM agar dapat mendukung perkembangan bisnis, dengan
tetap mengacu pada peraturan perundang-undangan dan best practices pengelolaan SDM
yang berlaku, baik itu domestik maupun internasional. Di samping itu, dalam rangka menjawab
setiap tantangan dan tahapan perkembangan bisnis Perseroan, SDM SMBR senantiasa
didorong untuk dapat menguasai teknologi yang dibutuhkan, untuk memperkuat dan
meningkatkan kinerja Perseroan.
4-10
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 69
Dalam rangka menciptakan SDM yang unggul dan berkualitas, Perseroan bersama 9 BUMN
Karya telah membentuk Indonesia Infrastructure Learning Institute (I2LI) yang berfokus pada
pelatihan general school dan Indonesia Infrastructure Research and Innovation Institute (I2RI)
yang fokus pada riset dan inovasi. Dua lembaga ini berfungsi sebagai tempat pelatihan,
pembelajaran, dan praktik, untuk meningkatkan keahlian dan kompetensi SDM.
Di samping itu, terkait dengan pengelolaan SDM, Perseroan juga telah memanfaatkan
perkembangan teknologi, dengan membuat aplikasi Knowledge Management System sebagai
media bagi karyawan untuk berbagi pengetahuan termasuk memaksimalkan E-Learning
System sebagai sarana untuk mengurangi training dengan pertemuan fisik. Selain itu,
Perseroan juga telah menerbitkan Kamus Kompetensi Jabatan yang digunakan sebagai dasar
pengelolaan SDM yang terukur dan sistematis. Di mana Kamus tersebut berisi tentang daftar
kriteria dan jenis seluruh kompetensi yang ada di Perseroan, beserta definisi kompetensi dan
indikator perilaku untuk setiap level kecakapan/kompetensi.
Sementara itu, dalam rangka menciptakan keselarasan antara kapabilitas dan kompetensi
SDM yang dimiliki Perseroan, dengan rencana pengembangan usaha ke depan sesuai dengan
visi dan misi Perseroan, Perseroan senantiasa melakukan pengkajian ulang terhadap setiap
kebijakan pengelolaan SDM, di tengah perkembangan lingkungan bisnis.
Gambar 4-6: Struktur Organisasi Induk Perseroan per 31 Desember 2023
Sebagai informasi, struktur organisasi dan tenaga ahli professional mengalami
perubahan per tanggal 1 Maret 2024.
4-11
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 70
Gambar 4-7: Struktur Organisasi Induk Perseroan per 1 Maret 2024
4.5.4 Tenaga Ahli Profesional per 31 Desember 2023
Terkait dengan Rencana Proyek, Perseroan menempatkan tenaga ahli kunci yang memiliki
pengalaman sebagai berikut:
▪ Vice President of Internal Audit Hari Liandu, Warga Negara Indonesia, berusia 46 tahun,
adalah lulusan S1 Akuntansi, Universitas Jambi (1996). Sebelumnya pernah menjabat
sebagai Vice President Management Accounting & ICT (2022-2023), Vice President
Accounting & Finance (2018-2022) dan Vice President Management Accounting (2018-
2019).
▪ Direktur Utama PT Baturaja Daya Insani TK Vice President Jogy Alpha Mediarta Gumay,
Warga Negara Indonesia, berusia 44 tahun. Sebelumnya pernah menjabat sebagai Vice
President Research & Engineering (2022), Staf Direktur Produksi & Pengembangan
Ditugaskan Sebagai Ketua TPM Promotor Tk Vice President (2021-2022), Vice President
SSHE (2019-2021) dan Vice President QSHE (2018-2019).
▪ Vice President of Corporate Secretary Basthony Santri, Warga Negara Indonesia, berusia
42 tahun. Sebelumnya pernah menjabat sebagai Staf Direktur Umum & SDM Tk Vice
President (2023), Direktur PT Baturaja Multi Usaha Tk Vice President (2020-2023) dan
Vice President Corporate Secretary (2018-2020).
▪ Vice President of Risk Management Heru Rusdiansyah, Warga Negara Indonesia, berusia
47 tahun, adalah lulusan Magister (S2) Manajamen Keuangan, Universitas Sriwijaya
(2017). Sebelumnya pernah menjabat sebagai Vice President of Risk Management (2022-
4-12
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 71
2023), Vice President Human Resource & General Affair (2020-2022) dan Vice President
Human Resource (2018-2020).
▪ Vice President of Mining Merangkap Vice President of Maintenance Muhammad Beni,
Warga Negara Indonesia, berusia 46 tahun, adalah lulusan Magister (S2) Manajemen
Universitas Sriwijaya (2019). Sebelumnya pernah menjabat sebagai Vice President of
Mining (2023), Vice President Research & Engineering Merangkap Vice President Mining
(2023), Vice President Research & Engineering (2022-2023) dan Vice President Sales
Area 2 (2021-2022).
▪ Vice President of Procurement Taufik, Warga Negara Indonesia, berusia 46 tahun, adalah
lulusan Magister (S2) Manajemen, Universitas Sriwijaya (2020). Sebelumnya pernah
menjabat sebagai Vice President Operation I Merangkap Vice President QSHE (2018) dan
Ka. Departemen Operasi (2017-2018).
▪ Vice President of Production Maintenance Planning & Evaluation Merangkap Vice
President of Production Eko David Irawan, Warga Negara Indonesia, berusia 47 tahun,
adalah lulusan Sarjana (S1) Teknik Elektro, Universitas Baturaja (2021). Sebelumnya
pernah menjabat sebagai Vice President of Research & Engineering (2023), Vice President
Sales Area 2 (2022-2023) dan Vice President Sales Area 3 (2021-2022).
▪ Vice President of Marketing Merangkap Vice President of Sales Area 1, Vice President of
Sales Area 2, Ditugaskan PGS General Manager of Retail Sales Regional II PT Semen
Indonesia (Persero) Tbk Kartha Kurniadi, Warga Negara Indonesia, berusia 50 tahun.
Sebelumnya pernah menjabat sebagai Vice President of Marketing (2023), Vice President
of Marketing merangkap Vice President of Sales Area 2 (2023), Vice President Marketing
(2022-2023) dan Vice President Sales (2021-2022).
▪ Vice President of Human Resource & General Affair Fitria Margaretha, Warga Negara
Indonesia, berusia 45 tahun, adalah lulusan Magister (S2) Manajemen, Universitas
Sriwijaya (2020). Sebelumnya pernah menjabat sebagai Vice President of Risk
Management (2022-2023), Vice President Human Resource & General Affair (2020-2022)
dan Vice President Human Resource (2018-2020).
▪ Vice President of Accounting & Finance Doddy Irawan, Warga Negara Indonesia, berusia
44 tahun, adalah lulusan Magister (S2) Manajemen Keuangan, Universitas Sriwijaya
(2022). Sebelumnya pernah menjabat sebagai Vice President Corporate Secretary (2020-
2023), Vice President Logistic (2019-2020) dan Vice President Marketing (2018-2019) di
Perseroan.
▪ Staf Direktur Utama Ditugaskan di Anak Perusahaan PT Baturaja Multi Usaha TK Vice
President A. Faisal Ramadhan, Warga Negara Indonesia, berusia 42 tahun, adalah lulusan
Magister (S2) Pemasaran, Universitas Sriwijaya (2022). Sebelumnya pernah menjabat
sebagai Staf Direktur Utama ditugaskan Pengawasan Monitoring dan Evaluasi PT BMU
dan Piutang Usaha Perusahaan Tk Vice President (2023), Staf Direktur Utama ditugaskan
4-13
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 72
di Anak Usaha Perusahaan PT BMU Tk Vice President, Vice President Accounting &
Finance (2022-2023) dan Vice President Management Accounting & ICT (2021-2022).
▪ Vice President of Performance Management Office Tarida Tambunan, Warga Negara
Indonesia, berusia 41 tahun, adalah lulusan Sarjana (S1) Akuntansi Universitas Sriwijaya
(2005). Sebelumnya pernah menjabat sebagai Vice President Marketing (2020-2022).
▪ Direktur Utama Dana Pensiun Karyawan Semen Baturaja TK Vice President Erni Kurniati,
Warga Negara Indonesia, berusia 54 tahun. Sebelumnya pernah menjabat sebagai Staf
Vice President Level Accounting & Finance Ditugaskan di Dana Pensiun Tk. Senior
Manager (2018-2019) dan Staf Dept Keuangan ditugaskan pada DPKSB Tk Ka Biro.
▪ Direktur PT Baturaja Multi Usaha TK Vice President Hendry Irawan Manuhutu, Warga
Negara Indonesia, berusia 40 tahun. Sebelumnya pernah menjabat sebagai Vice President
Mining (2022-2023), PJ Vice President Mining (2020-2022), PJS Vice President Mining Tk
PJ Senior Manager (2019-2020), Senior Manager Mining (2018-2019), Senior Manager
Exploration (2018) dan Kepala Bagian Eksplorasi dan Perencanaan Tambang (2013-
2018).
▪ Vice President of Logistic Ade Chitra Kusuma, Warga Negara Indonesia, berusia 45 tahun,
adalah lulusan Sarjana (S1) Ekonomi, Universitas Sriwijaya (2001). Sebelumnya pernah
menjabat sebagai Staff Direktur Pemasaran Tingkat VP Ditugaskan di Logistic (2020), Vice
President Corporate Services Management (2019-2020) dan Vice President Management
Accounting (2018-2019).
▪ Direktur Keuangan & SDM PT Baturaja Daya Insani TK Vice President Muhammad Yunus,
Warga Negara Indonesia, berusia 48 tahun, adalah lulusan Magister (S2) Manajemen
Universitas Indo Global Mandiri (2020). Sebelumnya pernah menjabat sebagai Staf
Direktur Utama ditugaskan di Perusahaan Afiliasi Dana Pensiun SMBR Tingkat VP (2023),
Staf Direktur Utama ditugaskan Pengawasan Monitoring dan Evaluasi Efektifitas Fungsi
Pemasaran, Penjualan dan Logistik yang terintegrasi dengan SIG Tingkat VP (2023), PJ
VP Internal Audit (2022-2023), Staf Direktur Pemasaran Tingkat VP (2020-2022), Vice
President Logistic (2019-2020) dan Vice President Marketing (2018-2019) di Perseroan.
4-14
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 73
BAB 5. ASPEK POLA BISNIS
5.1 POLA BISNIS
Terdapat 4 (empat) pola bisnis penjualan semen di Perseroan saat ini, yang disebut sebagai
Stream 1, Stream 2, Stream 3, dan Stream 4. Rencana Proyek berkaitan dengan perubahan
pola bisnis pada Stream 2 dan Stream 3. Sementara pola bisnis Stream 1 dan Stream 4 tidak
mengalami perubahan. Empat pola bisnis penjualan semen di Perseroan adalah sebagai
berikut:
• Penjualan Semen Zak Brand Milik Perseroan oleh Perseroan ke SIG Sebagai
Distributor Tunggal (Stream 1).
Semen zak produksi Perseroan dijual ke pelanggan melalui SIG sebagai distributor. Pola
bisnis ini tidak berubah bila membandingkan tanpa Rencana Proyek dan dengan Rencana
Proyek.
Gambar 5-1: Pola Bisnis Stream 1
• Penjualan Semen Zak Brand Milik Perseroan oleh Entitas Anak Lain (Pendapatan
Royalti) (Stream 2).
Ketika ada potensi pasar produk Perseroan di luar pasar Perseroan sekarang maka entitas
anak lain dapat memenuhi potensi pasar tersebut dengan memproduksi produk Perseroan
dan didistribusikan melalui SIG, selanjutnya entitas anak lain akan memberikan royalti
2,5% dari penjualan kepada Perseroan atas penggunaan merek milik Perseroan. Pola
bisnis Stream 2 tanpa Rencana Proyek pada dasarnya telah pula dijalankan Perseroan,
dengan pola maklon, dimana Perseroan akan memberikan kompensasi atas produksi
semen zak oleh entitas anak lain dan menentukan harga jualnya. Sehingga pendapatan
Perseroan dari pola bisnis Stream 2 tanpa Rencana Proyek adalah selisih antara harga
jual dengan harga beli semen.
5-1
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 74
Gambar 5-2: Pola Bisnis Stream 2
Besaran persentase nilai royalti sebesar 2,5% merupakan rentang persentase yang wajar
berdasarkan kajian Penentuan Harga Transfer Transaksi Royalti yang dilakukan oleh
PT Pratama Indomitra Konsultan (sebagai konsultan independent), sehingga menurut kami
masih wajar.
• Penjualan Semen Zak Brand Bukan Milik Perseroan oleh Perseroan ke SIG
(Stream 3).
Ketika ada potensi pasar produk entitas anak lain di luar pasar entitas anak lain sekarang
maka Perseroan dapat memenuhi potensi pasar tersebut dengan memproduksi produk
entitas anak lain dan didistribusikan melalui SIG dengan ditambahkan margin 3,5%,
selanjutnya Perseroan akan memberikan royalti 2,5% dari penjualan kepada entitas anak
lain atas penggunaan merek milik entitas anak lain. Pola bisnis Stream 3 tanpa Rencana
Proyek pada dasarnya telah pula dijalankan Perseroan, dengan pola maklon, dimana
Perseroan akan menerima pendapatan berupa kompensasi atas produksi semen zak
untuk entitas anak lain.
Gambar 5-3: Pola Bisnis Stream 3
5-2
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 75
Asumsi margin sebesar 3,5% merupakan rentang margin yang wajar berdasarkan kajian
transaksi mega distributor yang dilakukan oleh PT RSM Indonesia Konsultan (sebagai
konsultan independent). Margin tersebut ditentukan oleh manajemen Perseroan berdasarkan
pertimbangan bahwa Perseroan tidak melakukan aktivitas promosi atas produk yang dihasilkan
dan biaya operasional penjualan, sehingga menurut kami besaran margin masih dalam rentang
kisaran wajar.
• Penjualan Semen Curah dari Perseroan ke SIG ataupun Entitas Anak Lain
(Stream 4).
Semen curah produksi Perseroan dijual ke pelanggan melalui SIG sebagai distributor.
Pola bisnis ini tidak berubah bila membandingkan tanpa Rencana Proyek dan dengan
Rencana Proyek.
Gambar 5-4: Pola Bisnis Stream 4
5.2 KEUNGGULAN KOMPETITIF
Industri semen memiliki entry barrier, beberapa diantaranya: kebutuhan modal besar, regulasi
lingkungan, dan tingkat persaingan. Kompetisi pemain semen eksisting di Indonesia sudah
menciptakan kondisi over supply dimana utilisasi produksi hanya mencapai 55% (di tahun
2023). Hal ini menyebabkan para pemain baru akan sangat sulit masuk ke pasar Indonesia.
Dalam hal penerapan skema royalti, kegiatan usaha tersebut tidak memiliki entry barrier bagi
para pemain eksisting. SIG yang merupakan induk usaha (holding) dari anak usaha semen
dengan berbagai portofolio brand, memiliki keunggulan dan kebutuhan dalam penerapan
skema royalti. Tidak ada pesaing yang memiliki portofolio brand yang sudah dikenal pasar
secara luas (sebanyak SIG), sehingga sulit bagi pesaing untuk dapat menerapkan skema
royalti.
Keunggulan kompetitif yang dimiliki SIG dapat mempercepat distribusi produk Perseroan ke
pelanggan pasar yang baru, dengan mekanisme penjualan silang antar entitas dalam kelompok
usaha SIG yang dapat memperluas titik penjualan yang berdampak positif pada peningkatan
posisi pasar domestik Perseroan.
5-3
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 76
5.3 KEMAMPUAN PESAING MENIRU PRODUK
Keunggulan dari Rencana Proyek yaitu melalui skema royalti ini maka pangsa pasar produk
Perseroan dapat semakin luas, menjangkau pasar-pasar yang belum pernah dimasuki
sebelumnya. Perseroan juga dapat memberikan konsumen keragaman produk semen dengan
memanfaatkan produk-produk lain dalam kelompok usaha SIG, sehingga mampu menciptakan
nilai tambah kepada konsumen dan menguatkan citra produk (product image) Perseroan. Hal
ini diharapkan Perseroan mampu mempertahankan dan menguatkan segmen pasar, sehingga
memberikan potensi pendapatan yang lebih besar pula dibandingkan pesaing. Didasari oleh
jangkauan distribusi nasional yang lebih luas dan keragaman produk yang dapat ditawarkan
yang lebih banyak dibandingkan kompetitor maka akan cukup sulit bagi kompetitor untuk
meniru kemampuan Perseroan tersebut.
5.4 KEMAMPUAN MENCIPTAKAN NILAI
Salah satu nilai tambah dari Rencana Proyek adalah mempercepat distribusi produk Perseroan
ke pelanggan di pasar yang baru. Hal ini dimungkinkan melalui pola bisnis Stream 2. Sebagai
contoh pelanggan di wilayah Sulawesi yang membutuhkan produk Perseroan dapat segera
dilayani oleh entitas anak lain, yaitu PT Semen Tonasa. Nilai tambah lain dapat diciptakan
melalui mekanisme penjualan silang (cross selling) antar entitas dalam kelompok usaha SIG.
Sinergi antara Perseroan, SIG, dan entitas anak lain dapat membuat penjualan silang dan
memperluas titik penjualan (jaringan outlet) yang meningkatkan posisi pasar Perseroan, SIG
dan juga entitas anak lain menjadi lebih dominan dan menguatkan koordinasi dan kerjasama
di pasar domestik untuk mengurangi kompetisi antara anggota kelompok usaha SIG.
5.5 ANALISIS KESINAMBUNGAN
Kelangsungan usaha Perusahaan dipengaruhi oleh kondisi eksternal dan kondisi internal.
Tidak semua variabel dapat dikontrol oleh Perusahaan, meski tetap dapat dimitigasi. Perincian
faktor-faktor eksternal yang berpengaruh terhadap kelangsungan usaha Perseroan pada 2023
diuraikan sebagai berikut:
1. Oversupply Berkelanjutan. Berdasarkan data Asosiasi Semen Indonesia pada Webinar
Outlook Ekonomi 2024, Desember 2023, utilisasi semen Nasional tahun 2023 berkisar
57% terhadap konsumsi semen dan semakin ketatnya persaingan. Perseroan berupaya
meningkatkan penjualan produk utama dan produk turunan serta efisiensi di seluruh lini.
2. Krisis global seperti dampak dari perang Rusia-Ukraina dan konflik di Timur Tengah,
membuat aliran rantai pasok komoditas terganggu (berdampak pada harga dan
ketersediaan) yang berpotensi meningkatkan biaya produksi dan distribusi.
3. Menteri Keuangan Republik Indonesia berencana untuk menerapkan Instrumen
Penetapan Pajak Karbon, untuk mengendalikan emisi karbon. Saat ini diskusi terkait
mekanisme The Cap, Trade dan Tax masih dalam perbincangan dengan pihak-pihak
5-4
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 77
terkait. Mekanisme tersebut perlu menekankan pada perlunya keuntungan dan kerugian
yang dapat memacu industri semen lebih maju, selaras dengan SDG’s.
4. Kenaikan Biaya Logistik. Kenaikan tarif ongkos angkut merupakan tantangan bagi
Perseroan. Namun, Perseroan tetap berupaya mengoptimalisasi pola distribusi melalui
pemilihan moda, kapasitas angkut dan sumber produk serta mengurangi double handling
dalam menjaga biaya operasional perusahaan tetap baik.
5. Kebijakan regulasi ODOL (Over Diminsion Over Load). Hal ini merupakan suatu langkah
besar dalam upaya mengoptimalkan sistem transportasi darat khususnya angkutan
logistik.
6. Tren harga batubara mulai menunjukkan penurunan sejak awal tahun 2023 namun baru
mencapai titik yang lebih rendah dibandingkan tahun 2022 pada September 2023.
Perseroan tetap berupaya menekan biaya produksi dengan mencari sumber bahan bakar
yang lebih efisien dan meningkatkan penggunaan bahan bakar alternatif.
7. SLL (Sustainability Linked Loan). SLL merupakan salah satu program pembiayaan yang
akan meningkatkan rating ESG industri semen di Indonesia. Program ini dilaksanakan
guna meningkatkan kepercayaan investor, di samping untuk mengurangi risiko atas
terjadinya perubahan iklim.
Sementara itu, sejumlah kondisi internal juga berkontribusi dalam kelangsungan usaha
Perseroan pada 2023, antara lain:
1. Keterbatasan cadangan batu kapur eksisting. Sebagai tindak lanjutnya Perseroan
mempersiapkan Tambang 3 (T3) yang diagendakan selesai pada tahun 2024.
2. Kinerja Perseroan pada tahun 2023 yang menunjukkan pertumbuhan positif dibanding
tahun 2022.
5.6 STRATEGI PEMASARAN DAN PENJUALAN
Perekonomian global diperkirakan masih menghadapi sejumlah tantangan dan faktor risiko
pada 2024, berakibat pada tertahannya pertumbuhan ekonomi. Hal tersebut terlihat pada
proyeksi Bank Dunia yang memperkirakan pertumbuhan ekonomi dunia pada 2024 adalah
sebesar 2,4%, lebih rendah dibanding estimasi pertumbuhan pada 2023 yang sebesar 2,6%.
Meski demikian, kondisi ekonomi diperkirakan akan membaik didukung perbaikan ekonomi
negara-negara berpengaruh, seperti Republik Rakyat Tiongkok dan Amerika Serikat, seiring
asumsi akan terjadinya penurunan harga komoditas bahan bakar dan non-bahan bakar pada
2024-2025.
Di tengah tantangan pada ekonomi global, ekonomi Indonesia diperkirakan mampu
melanjutkan stabilitas pertumbuhan. Bank Indonesia memprediksi ekonomi Indonesia akan
tumbuh pada kisaran 4,7-5,5%, ditopang permintaan domestik, baik pada konsumsi tumah
tangga ataupun investasi. Investasi bangunan diperkirakan terealisasi lebih tinggi dibanding
ekspektasi, didukung kelanjutan Proyek Strategis Nasional (PSN) di sejumlah daerah dan
5-5
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 78
berkembangnya properti swasta sebagai dampak positif dari insentif pemerintah. Tingkat inflasi
diperkirakan mampu terjada pada kisaran 2,5±1% dengan inflasi inti diperkirakan terjaga
ditopang kapasitas ekonomi yang masih besar dan dapat merespons permintaan domestik.
Dengan memperhatikan proyeksi ekonomi, baik pada lingkup global maupun nasional, industri
semen Indonesia diperkirakan berada pada kondisi yang positif. Meski demikian, kondisi
oversupply serta ketatnya persaingan industri diperkirakan tetap menjadi tantangan pada tahun
2024, termasuk pada wilayah Sumatra Bagian Selatan (Sumbagsel). Faktor yang diperkirakan
mampu berkontribusi positif terhadap pertumbuhan industri semen mencakup pembangunan
Ibu Kota Nusantara (IKN), khususnya bagi SIG sebagai grup BUMN, didukung posisi strategis
dengan adanya fasilitas produksi di Balikpapan dan Samarinda.
Tabel 5-1: Volume Permintaan Semen Nasional
Dengan mempertimbangkan kondisi perekonomian nasional yang diprediksi mampu
melanjutkan stabilitas ekonomi di tengah tantangan global, serta didukung kelanjutan proyek
pembangunan infrastruktur terutama dalam mendukung konektivitas antar-wilayah dan
pembangunan infrastruktur Ibu Kota Negara Baru (IKN), tingkat permintaan semen
diperkirakan akan meningkat pada 2024.
Menyikapi prospek usaha tersebut, Perseroan menetapkan sasaran penjualan sebesar 2,67
juta ton pada tahun 2024. Lebih dari itu, prospek usaha Perseroan akan didukung dampak
positif bergabungnya Semen Baturaja ke dalam Semen Indonesia (SIG) grup, sebagai wujud
sinergi dalam rangka menciptakan nilai tambah positif bagi percepatan pembangunan negeri.
Bergabungnya Semen Baturaja ke dalam SIG diperkirakan akan menghadirkan dampak positif
berupa terbukanya peluang penguasaan pasar secara lebih dominan, khususnya pada wilayah
Sumbagsel, yang kemudian mendorong pertumbuhan kinerja Perseroan pada 2024.
5.7 KEBUTUHAN PENUNJANG OPERASI
Dalam menunjang operasional Rencana Proyek dilakukan melalui ekspeditur semen-truk.
1. PT Pos Logistik Indonesia dengan jumlah armada 225 unit (100 aset dan 125 KSO),
dengan area pengiriman Area 1, 3 dan 4.
2. PT Richland Logistics Indonesia dengan jumlah armada 217 unit (92 aset dan 125 KSO),
dengan area pengiriman Area 2 dan 3.
5-6
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 79
3. PT Mitra Agung Persada dengan jumlah armada 96 unit (72 aset dan 24 KSO), dengan
area pengiriman Area 1, 3 dan 4.
4. PT Baturaja Multi Usaha dengan jumlah armada 189 unit (175 aset dan 14 KSO), dengan
area pengiriman Area 1, 2, 3 dan 4 (seluruh area).
PT Kereta Api Indonesia (Persero)
1. Kereta Api Relasi Tiga Gajah (Baturaja) – Kertapati (Palembang) gerbang datar dan
isotank.
2. Kereta Api Relasi Tiga Gajah (Baturaja) – Pidada (Lampung) gerbang datar dan isotank.
5-7
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 80
BAB 6. ASPEK MODEL MANAJEMEN
6.1 STRUKTUR ORGANISASI
Salah satu hal terpenting untuk keberhasilan dalam pengelolaan perusahaan adalah peran
sumber daya manusia yang menanganinya. Oleh karena itu diperlukan manajemen yang
profesional dalam setiap fungsi operasional perusahaan. Berikut ini adalah struktur organisasi
Perseroan yang berbentuk struktur organisasi fungsional.
Gambar 6-1: Struktur Organisasi Perseroan
Struktur organisasi Perseroan telah disusun dengan mempertimbangkan nomenklatur
manajemen dan proses bisnis yang dijalankan oleh Perseroan, serta mengacu pada struktur
organisasi pada industri sejenis. Selain itu struktur organisasi Perseroan juga telah
mempertimbangkan kesesuaian antara kapasitas dan kemampuan Manajemen.
6.2 HAK ATAS KEKAYAAN INTELEKTUAL
Manajemen hak atas kekayaan intelektual adalah pengelolaan dan pengaturan penggunaan
gagasan-gagasan dan ekspresi yang diciptakannya oleh sumber daya manusia yang dimiliki
untuk jangka waktu tertentu. Istilah hak atas kekayaan intelektual merupakan hasil pikiran atau
intelektualitas yang dapat menghasilkan suatu karya. Sedangkan prinsip hak atas kekayaan
intelektual merupakan suatu kekayaan yang berada dalam ruang lingkup kehidupan manusia
dibidang teknologi, ilmu pengetahuan, maupun seni dan sastra, sehingga pemilikannya bukan
terhadap barangnya melainkan terhadap hasil kemampuan intelektual manusianya. Hak atas
kekayaan intelektual meliputi dua hal yaitu:
▪ Industrial property right, berkaitan dengan penemuan/inovasi yang berhubungan dengan
kegiatan industri, antara lain terdiri dari paten, merek, desain industri, rahasia dagang, dan
desain tata letak terpadu.
6-1
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 81
▪ Copyright atau hak cipta, memberikan perlindungan terhadap karya seni, sastra dan ilmu
pengetahuan seperti film, lukisan, novel, program computer, tarian, lagu, dan sebagainya.
Dengan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual yang dimiliki oleh sumber daya manusia
diharapkan akan lahirnya inovasi-inovasi baru yang muaranya bertujuan untuk mengefisienkan
dan mengefektifkan pekerjaan. Untuk memotivasi setiap sumber daya manusia yang dimiliki
agar dapat menggunakan kekayaan intelektual berupa lahirnya inovasi-inovasi baru terhadap
sumber daya manusia adalah melalui pemberian penghargaan (reward) seperti promosi
jabatan dan bonus.
Dalam kaitannya dengan hal ini, Perseroan akan memastikan sumber daya manusia memiliki
kompetensi teknis yang diperlukan dengan diterapkan tiga langkah dalam mempersiapkan
sumber daya manusia, yaitu:
▪ Melakukan perekrutan karyawan yang sudah berpengalaman pada bidang usaha yang
sama atau ada relevansinya dengan bidang industri semen, khususnya disiplin teknik dan
manajemen.
▪ Melakukan perekrutan karyawan yang baru keluar dari sekolah atau perguruan tinggi
dengan kriteria yang memenuhi standar industri.
▪ Melakukan training dan pendidikan bagi karyawan melalui kerjasama dengan instansi
pemerintah maupun lembaga-lembaga independen.
6.3 PROFIL MANAJEMEN
▪ Komisaris Utama Alex Iskandar Munaf, Warga Negara Indonesia, merupakan lulusan
Sarjana Ekonomi Bisnis, dan Magister Ekonomi Keuangan dari American University,
Washington D.C di Amerika Serikat. Alex Iskandar Munaf telah mengalami sepak terjang
dengan pengalaman kerja lebih dari 20 tahun dan melaksanakan program pelatihan di
bidang Keuangan, Manajemen, dan Pemasaran di berbagai perusahaan nasional dan
multinasional, termasuk Siemens Indonesia, Indosat, Indonesia Power, PT Pertamina,
PT Telkom, PT Daimlerchrysler Indonesia, PT Nokia Indonesia, PT Microsoft Indonesia,
PT Ericsson Indonesia, PT PLN (Persero) dan masih banyak lainnya.
▪ Komisaris Independen Chowadja Sanova, Warga Negara Indonesia, memiliki gelar
Magister Manajemen, Robert Gordon University, Aberdeen Scotland, UK tahun 2012 dan
gelar Sarjana Banking and Finance, Universitas Victoria Melbourne, Australia pada tahun
2006. Saat ini juga menjabat sebagai Ketua Komite Nominasi dan Remunerasi PT Semen
Baturaja Tbk sejak tahun 2022 dan Anggota Komite Manajemen Risiko PT Semen Baturaja
Tbk sejak tahun 2022. Sebelumnya, pernah menjabat sebagai Director of Operations
PT Sanjaya Cipta Sejahtera (2019-2021), PT Sanjaya Energi Asri (2015-2018), Budget and
Cost Control of PT Indo Gas Methan (2013-2015), Budget and Cost Control SOEL/SMEC
MEO Australia Internasional Ltd (2012-2013), BTPO/CPO Planning Analyst, Mobil Cepu
Ltd, Exxon Mobil Indonesia (2009-2011) dan Financial Analyst USB GREF (Global Real
Estate Facilities), Exxon Mobil Indonesia (2008-2009).
6-2
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 82
▪ Komisaris Hadi Daryanto, Warga Negara Indonesia, memiliki gelar Doctor Ingenieur (Dr.
Ing), Advanced Wood Science & Tech, Grand Ecole, Ecole National Superieur d’Ectronique
& Mecanique (E.N.S.E.M) – Institute National Polytechnique de Loraine (I.N.P.L), Nancy -
France pada tahun 1988, Master Diplome Etudiante D’approfondies (D.E.A), Wood
Science at France Grand Ecole: E.N.S.E.M (Ecole National Superieur D’electricite Et
Mecanique), I.N.P.L (Institute National Polytechnique de Loraine) & University of Nancy -
France pada tahun 1985 dan Sarjana Manajemen hutan dari Institut Pertanian Bogor tahun
1981. Saat ini menjabat pula sebagai Staf Khusus Menteri Perdagangan Bidang Promosi
Perdagangan Dalam Negeri sejak tahun 2018. Sebelumnya, pernah menjabat sebagai Staf
Ahli Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (2017-2018), Direktur Jenderal Perhutanan
Sosial dan Kemitraan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (2015-2017) dan
Berbagai jabatan lainnya di Minister of Forestry (1981-2015).
▪ Komisaris Inosentius Samsul, Warga Negara Indonesia, merupakan lulusan Sarjana
Hukum Universitas Gadjah Mada pada 1989, Magister Hukum Universitas Tarumanegara
pada 1997, dan Doktor Hukum Universitas Indonesia pada 2003. Inosentius Samsul juga
tercatat sebagai salah satu dosen di beberapa perguruan tinggi, salah satunya Universitas
Indonesia. Adapun jabatan terakhir yang diduduki oleh Inosentius Samsul adalah Kepala
Badan Keahlian (BK) Sekretariat Jenderal DPR RI.
▪ Direktur Utama Suherman Yahya, Warga Negara Indonesia, memperoleh gelar Sarjana
Teknik Elektro, Universitas Indonesia pada tahun 1999. Saat ini menjabat pula sebagai
Komisaris PT Baturaja Daya Insani, perusahaan terafiliasi, sejak tahun 2022. Sebelumnya,
pernah menjabat sebagai Vice President Research & Engineering PT Semen Baturaja Tbk
(2021-2022), Vice President Strategic Planning & Project Management Office PT Semen
Baturaja Tbk (2020-2021), Vice President PMO PT Semen Baturaja Tbk (2019-2020), Vice
President ICT PT Semen Baturaja Tbk (2018-2019), Vice President Strategic Planning dan
PMO PT Semen Baturaja Tbk (2018-2019), Vice President Quality, Health, Safety and
Environment (QHSE) PT Semen Baturaja Tbk, Ka. Departemen Litbang PT Semen
Baturaja Tbk (2013-2018), Ka. Departemen Logistik PT Semen Baturaja Tbk (2011-2013),
Ka. Biro PTP PT Semen Baturaja Tbk (2010-2011), Ka. Biro Pemeliharaan PT Semen
Baturaja Tbk (2008-2010) dan Wakil Ka. Biro Pemeliharaan PT Semen Baturaja Tbk (2006-
2008.
▪ Direktur Fungsi Keuangan dan SDM Rahmat Hidayat, Warga Negara Indonesia, lulusan
Universitas Gadjah Mada. Sebelumnya, pernah menjabat sebagai Direktur Keuangan PT
Topabiring Trans Logistik, Direktur Keuangan PT Semen Indonesia Beton dan Komisaris
Utama PT Varia Usaha Beton (SIG Grup).
6-3
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 83
▪ Direktur Operasi Muhammad Syafitri, Warga Negara Indonesia, lulusan Universitas
Andalas dan Magister Management Institut Teknologi Bandung. Sebelumnya pernah
dipercaya menempati berbagai posisi penting, diantaranya sebagai Mining General
Manager, Plant Engineering General Manager, dan terakhir Maintenance General Manager
di PT Semen Padang.
Berdasarkan rekam jejak sebagaimana diungkapkan diatas, manajemen Perseroan memiliki
kapasitas dan kemampuan yang sangat mencukupi dalam menjalankan dan meningkatkan
kinerja Perseroan.
6.4 KEBUTUHAN SUMBER DAYA MANUSIA
Rencana Proyek tidak membutuhkan penambahan SDM, mengingat Rencana Proyek hanya
berkaitan dengan perubahan skema penjualan yang sudah berjalan selama ini. Sehingga
Perseroan tidak perlu merekrut SDM baru untuk Rencana Proyek, dan jika diperlukan nantinya
Perseroan akan melakukan perekrutan tenaga ahli/karyawan baru yang memiliki pengalaman
pada bidang usaha sejenis atau memiliki relevansi dengan bidang industri semen.
Program pengelolaan SDM di lingkup Perseroan, telah dilakukan sesuai dengan
perkembangan dan kebutuhan Perseroan, dalam rangka meningkatkan kinerja yang
berkelanjutan. Selain itu, segenap Insan Perseroan juga ditekankan untuk dapat saling
bersinergi sesuai dengan arah perkembangan bisnis Perseroan. Sementara dalam rangka
menciptakan lingkungan yang kondusif, segenap Insan Perseroan diwajibkan untuk
berpedoman pada nilai-nilai Perseroan sebagaimana yang tertuang dalam budaya “AKHLAK”,
baik dalam bersikap maupun berperilaku ketika menjalankan fungsinya, baik di dalam maupun
di luar lingkungan Perseroan.
Perseroan secara komprehensif melakukan pengelolaan SDM dengan menerapkan sistem
yang menyeluruh pada setiap tahapan, mulai dari manpower planning, perekrutan karyawan
hingga program pensiun untuk karyawan yang akan atau sudah memasuki masa pensiun.
Perseroan berupaya untuk dapat memenuhi hak-hak para karyawan sebagaimana yang telah
diatur dalam UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan sebagaimana sebagian
ketentuan di dalam UU tersebut telah diubah di dalam UU No. 6 Tahun 2023 tentang Cipta
Kerja. Di mana Undang-Undang tersebut juga menjadi dasar bagi Perseroan dalam
menjalankan hubungan industrial dengan karyawan untuk keberlanjutan usaha Perseroan.
Manpower planning merupakan serangkaian kegiatan, yaitu mulai dari identifikasi, evaluasi,
hingga membuat perencanaan pemenuhan kebutuhan SDM yang sejalan dengan
perkembangan bisnis dan kebutuhan Perseroan. Selain itu, Perseroan juga melakukan
monitoring/reviu secara berkala terhadap pemenuhan kebutuhan SDM Perseroan. Selain itu,
Perseroan juga tetap memperhatikan aspek-aspek Tata Kelola Perseroan yang Baik dan
prinsip kesetaraan dalam setiap pelaksanaan proses pemenuhan karyawan. Perseroan
membutuhkan SDM yang kompeten di bidangnya masing-masing untuk mendukung
6-4
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 84
pengembangan bisnis Perseroan, dan untuk menghadapi perkembangan serta perubahan
lingkungan bisnis.
Perseroan menjalankan proses rekrutmen dan seleksi SDM dengan menjunjung tinggi prinsip
kesetaraan. Di mana Perseroan memberikan kesempatan yang sama kepada calon karyawan
tanpa membedakan suku, agama, ras, dan golongan. Dalam hal ini, Perseroan memiliki
beberapa program untuk menjaring Insan Perseroan yang berdaya saing tinggi dan mampu
menghadapi tantangan lingkungan bisnis yang senantiasa berkembang.
Calon karyawan yang telah melalui proses rekrutmen harus mengikuti program induksi sebagai
persiapan sebelum memasuki dunia kerja. Di mana program ini diharapkan dapat memberikan
pengetahuan awal kepada calon karyawan, sehingga mereka siap memasuki dunia kerja serta
berpeluang menjadi karyawan yang mumpuni untuk menunjang pencapaian sasaran
Perseroan, baik jangka pendek maupun jangka panjang.
Program kesejahteraan bagi karyawan yang diterapkan oleh Perseroan disusun berdasarkan
peraturan perundang-undangan yang berlaku, dengan memperhatikan kesetaraan gender,
kelayakan dan keadilan kesempatan kerja. Komitmen Perseroan dalam memenuhi
kesejahteraan karyawan, telah tertuang dalam dokumen Perjanjian Kerja Bersama (PKB)
antara Perseroan dengan karyawan, yang memuat pemenuhan kesejahteraan bagi karyawan,
yakni meliputi:
1. Pakaian seragam kerja;
2. Jaminan kesehatan bagi karyawan dan keluarga;
3. Tunjangan hari raya keagamaan;
4. Tunjangan kinerja;
5. Bonus;
6. Perumahan dan kendaraan dinas;
7. Pembinaan kerohanian, olahraga dan kesenian;
8. Medical Check Up (MCU);
9. Tanda jasa dan penghargaan;
10. Pernikahan karyawan pria dengan karyawan wanita, dan hadiah pernikahan untuk
karyawan;
11. Jaminan sosial tenaga kerja/badan penyelenggara jaminan sosial ketenagakerjaan;
12. Uang duka;
13. Tunjangan penghargaan (Masa Persiapan Pensiun); dan
14. Koperasi karyawan.
Salah satu hal penting atas program kesejahteraan bagi karyawan adalah pemenuhan
remunerasi yang memadai. Perseroan menyadari, bahwa pemberian remunerasi yang
sepadan dapat meningkatkan keterikatan karyawan, sehingga dapat meningkatkan
produktivitas agar bekerja secara maksimal untuk mencapai target yang telah ditetapkan guna
perkembangan dan kemajuan Perseroan.
6-5
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 85
Perseroan senantiasa melaporkan secara berkala mengenai tenaga kerja yang ada di
Perseroan kepada instansi Pemerintah, dalam hal ini adalah Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) di
tingkat Kota dan Provinsi. Selain itu, Perseroan juga kerap berdiskusi dengan Disnaker dan
gabungan serikat pekerja dalam hal penentuan standar upah pekerja. Perseroan berkomitmen
untuk melaksanakan kebijakan remunerasi secara adil dan setara, baik bagi karyawan laki-laki
dan perempuan di seluruh level jabatan. Perseroan senantiasa berupaya untuk memberikan
kompensasi bulanan pekerjaan yang sesuai, dan mengupayakan imbal jasa terbaik melebihi
ketentuan perundang-undangan atau Upah Minimum Regional (UMR) serta sesuai
kemampuan Perseroan, dengan tidak memberatkan jam kerja karyawan.
Perseroan senantiasa menerapkan program penilaian kinerja bagi karyawan, yang dilakukan
secara konsisten dan terukur, sebagai dasar dalam penyusunan rencana pengelolaan dan
pengembangan karyawan guna meningkatkan kinerja Perseroan. Berdasarkan Surat
Keputusan Direksi No. PH.01.04/087/2023 tentang Pembinaan dan Pengembangan SDM yang
berlaku mulai tanggal 01 November 2023, Perseroan melaksanakan program penilaian kinerja
bagi karyawan yang dibagi atas 3 (tiga) parameter, yaitu Sasaran Kerja/KPI dengan bobot 50%,
Kompetensi dengan bobot 30%, dan Disiplin/Kehadiran yang berbobot 20%.
Penilaian kinerja bagi karyawan, dilakukan oleh tim/pejabat penilai yang terdiri dari atasan
langsung dan atasan tidak langsung, dalam satu Direktorat/Unit Kerja atau atasan di wilayah
operasional Perseroan. Hasil penilaian nantinya akan mempengaruhi pemberian tunjangan
performa, tunjangan kinerja, dan bonus tahunan. Program Tanda Jasa dan Penghargaan bagi
Karyawan Perseroan sangat menghargai para karyawan yang telah dengan sungguh-sungguh
memberikan dedikasi dan kontribusinya untuk perkembangan dan kemajuan Perseroan.
Sebagai bentuk apresiasi, Perseroan memberikan tanda jasa dan penghargaan kepada
karyawan yang telah memberikan dedikasi dan kontribusinya bagi Perseroan, berdasarkan
masa kerja. Program tanda jasa dan penghargaan bagi karyawan yang senantiasa dilakukan
Perseroan ini, terbukti mampu memotivasi karyawan untuk memberikan kinerja terbaiknya bagi
Perseroan, sekaligus sebagai stimulus untuk meningkatkan prestasi di masa yang akan
datang.
Perseroan memiliki dua program pensiun yaitu Program Pensiun Manfaat Pasti (PPMP) bagi
karyawan tetap yang bergabung sebelum tahun 2017 dan dikelola oleh Dana Pensiun
Karyawan Semen Baturaja dan program pensiun iuran pasti bagi karyawan tetap yang mulai
bergabung sejak tahun 2007. Program ini dikelola oleh Dana Pensiun Lembaga Keuangan
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (DPLK BNI) yang akta pendiriannya telah disahkan
oleh Menteri Keuangan Republik Indonesia dengan Surat Keputusan masing-masing No. KEP-
106/KM.10/2009 tanggal 13 Mei 2009. Imbalan pensiun diberikan oleh Perseroan apabila
karyawan tersebut pensiun, cacat, atau meninggal dunia. Iuran untuk program pensiun tersebut
adalah sebesar 6,00% dari gaji bulanan karyawan dan menjadi beban Perseroan.
Perseroan senantiasa menjaga hubungan industrial sebagai sebuah sistem hubungan kerja
yang sehat, harmonis, dan konstruktif antara karyawan dengan Perseroan. Hubungan industrial
6-6
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 86
ini dibangun berdasarkan asas saling menghormati, guna menciptakan keseimbangan antara
pemenuhan hak dan pelaksanaan kewajiban terhadap Perseroan. Dalam hal ini, Perseroan
memposisikan seluruh karyawan sebagai mitra strategis dalam rangka membangun dan
memelihara hubungan kerja yang harmonis melalui komunikasi yang teratur dan berkelanjutan.
Perseroan juga memberikan kebebasan bagi karyawan untuk berserikat, berkumpul dan
menyampaikan pendapat. Perseroan sangat mendukung adanya serikat pekerja di lingkungan
Perseroan yang diharapkan dapat menciptakan hubungan baik antara karyawan dan
Manajemen Perseroan, agar dapat memberikan kontribusi terbaik untuk kepentingan bersama
dan Perseroan. Saat ini, Perseroan telah memiliki Serikat Pekerja yaitu Serikat Karyawan
Semen Baturaja (SKSB) yang dibentuk berdasarkan Keputusan Menteri Tenaga kerja Republik
Indonesia No. Kep.202/M/BW/2000, tanggal 03 Mei 2000, dan telah didaftarkan kembali di
Dinas Tenaga Kerja Pemerintah Kota Palembang No. 265/DISNAKER/2014 tanggal
29 Oktober 2014.
Seluruh karyawan Perseroan, baik yang menjadi anggota serikat pekerja maupun non-serikat,
terlindungi kepentingannya dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB) yang terakhir diperbaharui
pada 08 Agustus 2022 dan telah terdaftar pada Kementerian Ketenagakerjaan Republik
Indonesia c.q. Direktorat Jenderal Hubungan Kerja dan Pengupahan berdasarkan Surat
Keputusan No. Kep.4/HI.00.01/00.0000.220815002/B/ IX/2022 tanggal 08 September 2022,
yang terakhir diperbaharui pada 01 Januari 2024 berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal
Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Kementerian
Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor: KEP.4/015.PKB-ADD/HI.00.01/III/2024.
6-7
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 87
BAB 7. ASPEK RISIKO USAHA DAN LINGKUNGAN
7.1 RISIKO USAHA
Risiko-risiko berikut ini adalah risiko-risiko usaha yang dianggap materiil oleh Perseroan.
▪ Risiko perijinan tambang pada proses bisnis mengelola perencanaan penambangan,
dengan mitigasi risiko berupa merencanakan percepatan peningkatan status IUP Operasi
Produksi Batu Kapur T3, berkoordinasi dengan lintas Divisi dan instansi terkait (KLHK,
KESDM, BKPM, PTSP) dan percepatan pembangunan infrastruktur dan fasilitas
penunjang tambang T3.
▪ Risiko pembayaran piutang.
Dengan mitigasi risiko berupa memastikan appraisal nilai jaminan yang dimiliki Distributor
sesuai dengan plafon penebusannya, memastikan distributor menggunakan fasilitas
Distributor Finance (DF), melakukan pengajuan pengalihan piutang (take over piutang)
bagi distributor yang masih aktif ke pihak Perbankan, melakukan penjadwalan ulang
pembayaran piutang bagi distributor yang telah jatuh tempo, melakukan evaluasi
distributor terhadap penebusan dan pembayaran piutang dalam 3 bulan terakhir,
melakukan kerja sama dengan Jaksa Pengacara Negara (JPN) dalam penagihan piutang
macet dan mendaftarkan distributor yang telah diberikan Surat Peringatan dan bekerja
sama dengan pihak KPKNL untuk memproses pelelangan aset bagi distributor yang macet
dan gagal pengajuan ke Perbankan.
▪ Risiko persaingan bisnis.
Dengan mitigasi risiko berupa melakukan dan memperkuat sinergi dengan BUMN Karya
dan kerja sama dengan Instansi dan Perusahaan untuk meningkatkan penjualan semen,
meningkatkan kontribusi dari proyek yang membutuhkan semen curah antara lain melalui
kerja sama dengan provider yang memiliki informasi mengenai proyek, mengoptimalkan
penjualan semen dengan platform digital, merencanakan dan melakukan program promosi
yang tepat ke channel penjualan, mengedukasi produk (product knowledge) dan branding
product, menerapkan pelayanan after sales ke channel penjualan dan peningkatan
promosi dan akuisisi toko yang belum menjual semen Baturaja di area margin.
▪ Risiko operasional produksi.
Dengan mitigasi risiko berupa shutdown sesuai dengan jadwal dengan
mempertimbangkan kesiapan ketersediaan spare part yang ada, meningkatkan
pelaksanaan preventive dan predictive maintenance, menerapkan inovasi dan
improvement pada proses produksi melalui TPM, mengoptimalkan penggunaan plant
automation system, sharing knowledge sistem, operasional dan preventive peralatan,
memastikan harga perolehan Bahan Baku Penolong sesuai RKAP 2023, melakukan
substitusi material dalam proses pembuatan semen, meningkatkan penggunaan Limbah
untuk menurunkan konsumsi bahan bakar, penurunan clinker factor semen dengan
peningkatan pemakaian bahan ketiga berupa fly ash dan pemakaian Cement Grinding Aid
7-1
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 88
(CGA) sebagai bahan baku aditif penolong penggilingan semen, melakukan monitoring
kualitas untuk bahan baku dan bahan penolong dalam proses penerimaan dan
optimalisasi penggunaan aditif untuk meningkatkan kualitas semen.
▪ Risiko distribusi.
Dengan mitigasi risiko berupa pemantauan dan memastikan ekspeditor telah melakukan
pemasangan dan pemantauan alat tracking pada setiap armadanya, memastikan
pendistribusian semen sesuai order melalui survei ke toko oleh PIC sales area,
memastikan kebutuhan angkutan untuk franco terpenuhi sesuai rencana, melakukan
evaluasi terhadap distributor yang melakukan penebusan dan melakukan koordinasi
dengan ekspeditur untuk patuh dengan regulasi.
▪ Risiko kesesuaian pengembangan karyawan dengan jenjang karir.
Dengan mitigasi risiko berupa memberikan pembekalan kepada para talent seperti
coaching sebelum melaksanakan program pengembangan talent Perseroan baik
melibatkan konsultan maupun penugasan khusus yang diberikan, memastikan setiap
kandidat talent yang akan dikembangkan kompetensinya untuk mengikuti seluruh
rangkaian proses pengembangan talenta, melengkapi kebutuhan bank data terkait talent
Perseroan seperti pendidikan pelatihan, riwayat jabatan, pencapaian kinerja dan lain-lain
dan membuat perencanaan jadwal pengembangan talent dan memantau realisasi dari
setiap aktivitas pengembangan talent.
▪ Risiko compliance regulasi lingkungan dan energi.
Dengan mitigasi risiko berupa melakukan pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan
dan pengurangan emisi karbon peningkatan pemanfaatan Alternative Fuel and Raw
Material (AFR).
▪ Risiko fraud.
Dengan mitigasi risiko berupa mengimplementasikan penerapan budaya perusahaan
(AKHLAK) ke seluruh karyawan secara intens, sosialisasi fraud/gratifikasi/suap serta etika
dan perilaku karyawan terhadap fraud/gratifikasi/suap secara efektif dan berkala ke
seluruh karyawan dan sanksi, program pengendalian gratifikasi, melakukan
pengawasan/pemeriksaan terhadap kegiatan operasional melalui Divisi Internal Audit
secara berkala dan perbaikan proses bisnis.
Ringkasan dari analisis manajemen risiko dapat dilihat pada tabel dibawah ini:
7-2
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 89
No Nama Risiko Penyebab Dampak Mitigasi Risiko
1 Perijinan Tambang Terhambatnya proses perizinan Penambangan di T3 terlambat 6-12 1. Berkoordinasi dengan lintas Divisi dan
pada proses bisnis untuk Operasi T3. Bulan dari jadwal yang ditentukan instansi terkait (KLHK, KESDM, BKPM,
mengelola dapat menyebabkan : PTSP).
perencanaan 1. Inefisiensi biaya penambangan 2. Percepatan pembangunan infrastruktur
penambangan. karena bertambahnya proses dan fasilitas penunjang tambang T3.
penambangan menggunakan
Surface Minner dengan asumsi
penambahan biaya sebesar 8,8
Miliar setiap kenaikan 5%
penggunaan Surface Miner.
2. Berkurangnya cadangan bahan
baku Batu Kapur yang saat ini
hanya mampu menopang
keberlangsungan operasi 4 tahun
lagi.
2 Pembayaran 1. Meningkatnya piutang usaha 1. Penurunan arus kas sebesar 15% 1. Memastikan Appraisal nilai jaminan yang
Piutang. jatuh tempo untuk Distributor dari Piutang Bad Debt. dimiliki Distributor sesuai dengan Plafon
aktif. 2. Pencadangan biaya akibat penebusannya.
2. Tidak tertagihnya piutang jatuh piutang akan mengurangi laba 2. Memastikan Distributor menggunakan
tempo piutang Distributor tidak bersih. Fasilitas Ditributor Finace (DF).
aktif (Bad Debt). 3. Melakukan pengajuan pengalihan piutang
(Take Over Piutang) bagi Distributor yang
masih aktif ke pihak Perbankan.
4. Melakukan penjadwalan ulang
pembayaran Piutang bagi Distibutor yang
telah jatuh tempo.
5. Melakukan evaluasi Distributor terhadap
penebusan dan pembayaran piutang
dalam 3 bulan terakhir.
6. Melakukan kerja sama dengan Jaksa
Pengacara Negara (JPN) dalam
penagihan piutang macet dan
Mendaftarkan distributor yang telah
diberikan Surat Peringatan.
7. Bekerjasama dengan Pihak KPNKL untuk
memproses pelelangan aset bagi
Distributor yang macet dan gagal
pengajuan ke Perbankan.
3 Risiko Persaingan Belum optimalnya strategi Potensi penurunan pendapatan 1. Melakukan dan memperkuat Sinergi
Bisnis Perusahaan mengimbangi penjualan semen sebesar 115 M dengan BUMN-BUMN Karya dan
agresifitas aktivitas pesaing pada (turun 5% dari RKAP). Kerjasama dengan Instansi dan
pasar utama Perusahaan maupun Perusahaan untuk meningkatkan
pada pasar penetrasi. Penjualan semen.
2. Meningkatkan kontribusi dari proyek yang
membutuhkan semen curah antara lain
melalui kerjasama dengan provider yang
memiliki informasi mengenai proyek.
3. Mengoptimalkan penjualan semen dengan
Platfom Digital.
4. Merencanakan dan melakukan program
promosi yang tepat ke Channel Penjualan.
5. Mengedukasi Produk (Product
Knowledge) dan Branding Product.
6. Menerapkan pelayanan After Sales ke
Channel Penjualan.
7. Peningkatan promosi dan akuisisi toko
yang belum menjual semen baturaja di
area margin.
7-3
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 90
4 Risiko Operasional 1. Unexpected Shutdown 1. Potensi penurunan pendapatan 1. Operational Exelence Program :
Produksi 2. Fluktuasi Kualitas Semen penjualan semen sebesar 115 M a. Melaksanakan Overhaul sesuai
(turun 5% dari RKAP). dengan jadwal dengan
2. Potensi menurunnya mempertimbangkan kesiapan
kepercayaan pelanggan terhap ketersediaan sparepart yang ada.
Semen Baturaja karena kualitas b. Meningkatkan pelaksanaan
yang tidak terjaga. Preventive dan Predictive
3. Potensi kenaikan COGM. Maintenance.
c. Menerapkan inovasi dan
improvement pada proses produksi
melalui TPM.
d. Mengoptimalkan penggunaan Plant
Automation System.
e. Sharing Knowlegde Sistem,
Operasional dan Preventive
peralatan.
2. Cost Efisiensi Program :
a. Memastikan harga perolehan Bahan
Baku Penolong sesuai RKAP 2023.
b. Melakukan subtitusi material dalam
proses pembuatan semen.
c. Meningkatkan penggunaan Limbah
untuk menurunkan konsumsi bahan
bakar.
d. Melakukan monitoring kualitas untuk
bahan baku dan bahan penolong
dalam proses penerimaan.
e. Optimalisasi penggunaan Additif
untuk meningkatkan kualitas semen.
5 Risiko Distribusi 1. Adanya penyimpangan Potensi penurunan pendapatan 1. Pemantauan dan memastikane Ekspeditur
pendistribusian semen. penjualan semen sebesar 115 M telah melakukan pemasangan dan
2. Peningkatan proporsi Angkut (turun 5% dari RKAP) pemantauan alat tracking pada setiap
Sendiri (AS) terhadap Franco armadanya.
dari rencana RKAP. 2. Memastikan pendistribusian semen sesuai
3. Regulasi terkait angkutan order melalui survey ke toko oleh PIC sales
seperti ODOL dan juga jam area.
operasional angkutan di daerah 3. Memastikan kebutuhan angkutan untuk
tertentu Franco terpenuhi sesuai rencana.
4. Melakukan evaluasi tehadap distributor
yang melakukan penebusan AS.
5. Melakukan Koordinasi dengan Ekspeditur
untuk Patuh dengan Regulasi.
6 Kesesuaian Kurangnya pemahaman para 1. Tidak tercapainya KPI Talent 1. Memberikan pembekalan kepada para
Pengembangan Talent dalam program SMBR. Talent seperti Coaching sebelum
Karyawan dengan pengembangan kompentensi yang 2. Ketidakpuasan dan penurunan melaksanakan program pengembangan
Jenjang Karir dibuat oleh konsultan atau Talent motivasi karyawan sehingga Talent SMBR baik melibatkan Konsutan
tidak mengikuti proses karyawan resign. maupun penugasan khusus yang
pengembangansecara totalitas diberikan.
(Leadership Development Program 2. Memastikan setiap kandidat talent yang
/ Executive-DP / Directory-DP) akan dikembangkan kompetensinya untuk
mengikuti seluruh rangkaian proses
pengembangan Talenta.
7 Compliance Belum optimalnya pengelolaan 1. Turunnya Level penghargaan di 1. Melakukan pengelolaan lingkungan secara
Regulasi Lingkungan internal terkait regulasi yang sudah Bidang Lingkungan dan SMK3. berkelanjutan.
dan Energi ada 2. Pemberitaan negative di media 2. Melakukan Audit SMK3.
nasional 3. Pengurangan Emisi Karbon.
4. Peningkatan pemanfaatan Alternative Fuel
and Raw Material (AFR).
8 Risiko Fraud 1. Budaya AKHLAK belum 1. Kerugian Perusahaan karena 1. Mengimplementasikan penerapan Budaya
terimplementasi dengan baik di kecurangan dan gugatan hukum Perusahaan (AKHLAK) ke seluruh
setiap Karyawan SMBR 2. Reputasi Perusahaan menurun karyawan secara intens.
2. Ketidakpatuhan/ketidakpedulian karena pemberitaan negatif di media 2. Sosialisasi Fraud/Gratifikasi/Suap serta
Karyawan terhadap aturan local etika dan perilaku karyawan terhadap
Fraud Fraud/Gratifikasi/ Suap secara efektif dan
3. Intervensi dari pihak yang berkala ke seluruh karyawan dan Sangsi
berkepentingan Program Pengendalian Gratifikasi.
4. Adanya kelemahan dari 3. Melakukan Pengawasan/Pemeriksaan
sistem/proses bisnis yang terhadap kegiatan operasional melalui
digunakan sehingga Divisi Internal Audit secara berkala.
dimanfaatkan untuk berbuat 4. Perbaikan Proses Bisnis.
curang
7-4
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 91
7.2 LINGKUNGAN
Sebagai Perseroan yang mengelola sumber daya alam di industri semen, Perseroan
berkomitmen untuk secara maksimal memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan
kepada seluruh pemangku kepentingan. Tidak hanya pada pemerintah daerah, pelanggan, dan
mitra-mitra kerja, tetapi juga untuk masyarakat, komunitas, dan Lembaga Swadaya Masyarakat
(LSM) di sekitar wilayah operasional.
Sebagai bagian dari corporate citizen yang juga merupakan emiten publik, Perseroan memiliki
komitmen untuk turut berperan serta dalam pembangunan berkelanjutan melalui program
kegiatan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dengan mengacu pada undang-
undang dan peraturan yang berlaku. Di samping itu, sebagai bagian dari Badan Usaha Milik
Negara (BUMN), Perseroan memiliki komitmen untuk senantiasa mengimplementasikan
program dan kegiatan TJSL secara sistematis dan terpadu untuk menjamin pelaksanaan,
pencapaian keberhasilan serta pengelolaan dampak program TJSL sesuai dengan prioritas
dan/atau pencapaian dari tujuan Program TJSL BUMN, yang berpedoman pada rencana kerja,
sebagaimana yang tertuang dalam Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara No.
PER- 01/MBU/03/2023 tanggal 3 Maret 2023, tentang Penugasan Khusus dan Program TJSL
BUMN.
Perseroan berkomitmen untuk senantiasa dapat memberikan kontribusi yang positif bagi
masyarakat dan lingkungan, dalam setiap aktivitas operasionalnya, dan terus berupaya untuk
mewujudkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)/Sustainable Development Goals
(SDGs), yakni pembangunan yang menjaga peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat
secara berkesinambungan, pembangunan yang menjaga keberlanjutan kehidupan sosial
masyarakat, pembangunan yang menjaga kualitas lingkungan hidup serta pembangunan yang
menjamin keadilan dan terlaksananya tata kelola yang mampu menjaga peningkatan kualitas
hidup dari satu generasi ke generasi berikutnya. Langkah nyata yang dilakukan Perseroan
untuk mendukung terwujudnya TPB, salah satunya adalah melalui kegiatan program TJSL
dengan mengoptimalkan segenap sumber daya yang dimiliki.
Program TJSL Perseroan dilaksanakan dengan mengacu pada 4 (empat) pilar utama TJSL
BUMN, yaitu Pilar Pembangunan Sosial, Pilar Pembangunan Ekonomi, Pilar Pembangunan
Lingkungan, serta Pilar Pembangunan Hukum dan Tata Kelola, yang mencakup 17 Tujuan
Pembangunan Berkelanjutan, yaitu (1) Tanpa Kemiskinan; (2) Tanpa Kelaparan; (3) Kehidupan
Sehat dan Sejahtera; (4) Pendidikan Berkualitas; (5) Kesetaraan Gender; (6) Air Bersih dan
Sanitasi Layak; (7) Energi Bersih dan Terjangkau; (8) Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan
Ekonomi; (9) Industri, Inovasi dan Infrastruktur; (10) Berkurangnya Kesenjangan; (11) Kota dan
Permukiman yang Berkelanjutan; (12) Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab; (13)
Penanganan Perubahan Iklim; (14) Ekosistem Lautan; (15) Ekosistem Daratan; (16)
Perdamaian, Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh; (17) Kemitraan untuk Mencapai
Tujuan.
7-5
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 92
7.2.1 Tempat Kerja
Perseroan senantiasa melaksanakan Tata Kelola Perseroan yang Baik secara konsisten dan
berkelanjutan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan membuat Pedoman Perilaku
(Code of Conduct) yang dibuat berdasarkan nilai-nilai yang dianut oleh jajaran Perseroan dan
dalam implementasinya dijabarkan ke dalam standar sikap dan perilaku. Pedoman ini telah
disahkan melalui Surat Keputusan Direksi No. PH 01.04/009/2019 tentang Pedoman Perilaku
(Code of Conduct) Perseroan.
Pedoman Perilaku (Code of Conduct) merupakan sekumpulan komitmen yang terdiri dari etika
usaha, etika kerja, dan etika terhadap hal-hal khusus yang disusun untuk menjadi pedoman
yang mengatur, membentuk, dan mengendalikan kesesuaian perilaku, baik pengurus dan
karyawan agar sejalan dengan budaya Perseroan dalam mendukung pencapaian visi dan misi
Perseroan. Secara terperinci, Pedoman Perilaku (Code of Conduct) mengatur benturan
kepentingan, pemberian dan penerimaan hadiah, hiburan, pemberian donasi, perlindungan
terhadap informasi dan harta Perseroan, kegiatan politik, etika yang terkait dengan stakeholder,
dan pelaporan atas pelanggaran serta sanksi atas pelanggaran. Dalam hal ini, Perseroan juga
melakukan peninjauan dan pemutakhiran secara berkala Pedoman Perilaku (Code of Conduct)
yang berlaku di Perseroan. Sehingga pedoman ini dapat diterapkan sesuai dengan kebutuhan
Perseroan.
Dalam mencapai visi dan misi Perseroan, seluruh kegiatan berlandaskan pada nilai-nilai etika
yang tidak hanya berdasarkan pada tujuan ekonomis semata. Pedoman Perilaku (Code of
Conduct) Perseroan dibuat dengan mengacu pada nilai-nilai yang diyakini oleh setiap pimpinan
dan karyawan. Dimana penerapan pedoman ini dijabarkan dalam sikap dan perilaku setiap
pengurus dan karyawan di luar dan di dalam Perseroan. Pedoman Perilaku (Code of Conduct)
Perseroan meliputi Etika Usaha dan Etika Kerja. Etika Usaha merupakan standar perilaku
usaha yang diterapkan Perseroan sebagai suatu entitas bisnis dalam berinteraksi dan
berhubungan dengan Stakeholders, baik internal maupun eksternal. Sementara itu, Etika Kerja
merupakan standar perilaku kerja yang dipakai dalam menjalankan tugas untuk dan atas nama
Perseroan, maupun dalam berinteraksi dan berhubungan dengan sesama rekan kerja serta
Stakeholders.
Pedoman Perilaku (Code of Conduct) ini menjadi landasan kegiatan usaha Perseroan yang
berlaku dan menjadi acuan bagi seluruh pengurus dan karyawan Perseroan. Dalam hal ini,
Perseroan meyakini bahwa kegiatan usaha yang bersinergi dengan pola etika dan budaya
Perseroan dapat mengarahkan seluruh komponen Perseroan untuk bersikap secara
profesional sehingga menunjang Perseroan untuk mencapai keberhasilan usaha.
7-6
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 93
7.2.2 Laman Pemasaran
Melalui pilar ini, Perseroan memenuhi tanggung jawab dan mewujudkan komitmennya dalam
memberikan layanan dan produk unggulan kepada para konsumen. Pada praktiknya,
Perseroan senantiasa berusaha untuk memastikan ketersediaan berbagai macam produk,
terutama produk-produk laris demi memenuhi kebutuhan para konsumen yang terus
berkembang. Tidak hanya itu, Perseroan juga menyediakan banyak fitur sebagai saluran
komunikasi stakeholder Perseroan. Salah satu fiturnya adalah e-procurement untuk vendor
pengadaan barang ataupun jasa. Aplikasi tersebut menyediakan fitur seperti undangan
pengadaan, menunggu penawaran, sudah menawarkan, negosiasi (2D) e-auction, history
pengadaan. Selain itu, ada fitur e-PPID yang digunakan sebagai pelayanan informasi kepada
publik. Untuk menangani Keterbukaan Informasi Publik ditunjuklah Pejabat Pengelola Informasi
Publik (PPID) berdasarkan Surat Keputusan (SK) Direksi Nomor: PH.01.03/059/2022 tanggal
01 Agustus 2022 tentang Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi di Perseroan. E-PPID
memiliki tugas merencanakan, mengorganisasikan, melaksanakan, mengawasi, dan
mengevaluasi pelaksanaan pengelolaan dan pelayanan informasi di lingkungan satuan kerja.
Adapun fungsinya adalah mengelola dan melayani informasi public serta dokumentasi di
satuan kerjanya; pengolahan, penataan, dan penyimpanan data atau informasi publik yang
diperoleh di satuan kerjanya; penyeleksian dan pengujian data dan informasi publik yang
termasuk dalam kategori dikecualikan dan informasi yang dibuka untuk publik yang ditetapkan
oleh Pejabat yang berwenang; pengujian aksesibilitas atas suatu informasi public;
penyelesaian sengketa pelayanan informasi dan pelaksanaan koordinasi antar bidang dalam
pengelolaan dan pelayanan informasi publik serta dokumentasi.
Fitur Whistleblowing System yang berfungsi sebagai wadah Laporkan perbuatan berindikasi
pelanggaran yang terjadi di lingkungan Perseroan. Dan fitur laporan yang merupakan layanan
pengaduan online yang disampaikan langsung ke instansi pemerintah terkait yang berwenang.
Disisi calon investor bisa mengakses publikasi-publikasi yang dirilis Perseroan seperti kinerja
keuangan Perseroan, tata Kelola Perseroan serta produk-produk yang dihasilkan, sedangkan
bagi pencari kerja bisa mendapatkan informasi lowongan pekerjaan yang disediakan oleh
Perseroan melalui fitur karir.
7.2.3 Lingkungan Hidup
Sebagai bagian dari corporate citizen yang juga merupakan emiten publik, Perseroan memiliki
komitmen untuk turut berperan serta dalam pembangunan berkelanjutan melalui program
kegiatan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dengan mengacu pada undang-
undang dan peraturan yang berlaku. Di samping itu, sebagai bagian dari Badan Usaha Milik
Negara (BUMN), Perseroan memiliki komitmen untuk senantiasa mengimplementasikan
program dan kegiatan TJSL secara sistematis dan terpadu untuk menjamin pelaksanaan,
pencapaian keberhasilan serta pengelolaan dampak program TJSL sesuai dengan prioritas
dan/atau pencapaian dari tujuan Program TJSL BUMN yang berpedoman pada rencana kerja,
7-7
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 94
sebagaimana yang tertuang dalam Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor
PER-1/MBU/03/2023 Tahun 2023 tentang Penugasan Khusus dan Program Tanggung Jawab
Sosial dan Lingkungan Badan Usaha Milik Negara.
Dalam mendukung kinerja keberlanjutan, Perseroan juga terlibat aktif dalam mendukung
penurunan emisi karbon dengan pilot project Pembangunan PLTS atap yang dimulai dengan
pemasangan PLTS atap di perumahan semen Baturaja dengan total kapasitas 13,08 kWp dan
telah beroperasi pada juni 2023. Pemasangan PLTS Atap akan dilanjutkan dengan
pemasangan di Perumahan Dinas lainnya dan Area Perkantoran di Baturaja dengan total
kapasitas 9,81 kWp yang akan selesai pada Desember 2023. Di tahun 2024, Perseroan akan
dilanjutkan dengan pemasangan di Kantor Baturaja dengan total kapasitas 61,04 kWp.
Perseroan juga merealisasi Penyaluran Dana Program Tanggungjawab Sosial dan Lingkungan
9M 2023 mencapai Rp.2,68 Milyar atau naik 61% dari periode yang sama tahun sebelumnya.
Perseroan juga menyalurkan beberapa bantuan seperti bantuan ke Dinas Ketahanan Pangan
untuk kegiatan Dukungan Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP), pengadaan bibit tanaman
pangan (Holtikultura) Baturaja, bantuan pembangunan pagar pemakaman di Baturaja Barat
Kabupaten OKU, bantuan kegiatan penanaman 1.000 bibit buah & penyebaran ikan OKU dan
bantuan kegiatan bakti sosial pembersihan rumah ibadah dan pembagian kotak sampah untuk
masyarakat Ring 1 OKU.
7.2.4 Kemasyarakatan
Demi memajukan perkembangan masyarakat di Indonesia, sekaligus mengurangi masyarakat
pengangguran, Perseroan mengutamakan perekrutan tenaga kerja Indonesia dalam
mendukung kegiatan operasionalnya. Selain itu, Perseroan senantiasa berusaha menjalankan
praktik bisnis yang bersih dan bebas dari potensi korupsi dan suap serta mendukung upaya
pencegahan dan pemberantasan korupsi di Perseroan. Upaya untuk mengatasi praktik korupsi,
balas jasa (kickbacks), fraud, suap dan/atau gratifikasi di lingkungan Perseroan diatur dalam
Kebijakan Anti Penyuapan serta Pedoman Pengendalian Gratifikasi. Hal ini diharapkan dapat
terus menjaga serta meningkatkan kepercayaan stakeholders terhadap Perseroan.
Komitmen terhadap anti korupsi dimuat dalam Surat Pernyataan Kepatuhan terhadap
Pedoman Perilaku serta Pakta Integritas yang ditandatangani baik oleh pengurus maupun
karyawan serta rekan bisnis perusahaan. Selain itu, Perseroan melengkapi kebijakan
antikorupsi dengan kebijakan lainnya yang berkaitan dengan upaya pencegahan terhadap
korupsi berupa Pedoman GCG, Pedoman Perilaku, SOP Uji Kelayakan (Due Diligence) serta
SOP Pelaporan Pelanggaran/Whistleblowing System.
7-8
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 95
BAB 8. ANALISIS SWOT
8.1 STRENGTH (KEKUATAN)
▪ Market leader wilayah Sumbagsel
Perseroan sebagai market leader di wilayah Sumbagsel sehingga dapat memperkuat
secara grup ditengah kondisi demand yang terkoreksi dan lokasi produksi Perseroan yang
berada ditengah pasar memberikan keunggulan pada biaya logistik yang lebih baik.
▪ Dukungan dari SIG
Potensi permintaan di Sumbagsel yang lebih besar dibandingkan kapasitas produksi
terpasang Perseroan, memberikan peluang untuk meningkatkan utilisasi terutama setelah
bergabung dengan SIG.
▪ Dukungan bahan baku dan bahan bakar
Kontinuitas suplai bahan baku dari lahan tambang Perseroan yang terjamin untuk
mendukung operasi secara jangka panjang serta Perseroan mendapatkan suplai bahan
bakar dengan harga yang lebih murah dan jaminan suplai yang lebih baik dibandingkan
pesaing karena lokasi pabrik yang berdekatan dengan sumber energi.
8.2 WEAKNESS (KELEMAHAN)
▪ Ketergantungan terhadap SIG
Meskipun SIG dapat menjadi kekuatan dari Rencana Proyek, namun disisi lain dapat pula
menjadi kelemahan karena adanya ketergantungan terhadap SIG. Apabila di masa depan
kerja sama tidak berjalan maksimal maka kinerja Rencana Proyek akan sangat
terpengaruh secara pendapatan dan perluasan pasar.
Upaya mengatasi kelemahan ini, akan terdapat hubungan kontraktual berupa Perjanjian
Kerjasama yang mengatur skema royalti antara Perseroan dengan SIG. Dalam Perjanjian
Kerjasama tersebut akan mengatur hal-hal yang berpengaruh pada kinerja SMBR meliputi
namun tidak terbatas pada jangka waktu perjanjian, penyesuaian tarif royalti, penagihan
dan sebagainya. Perseroan mendorong SIG untuk komitmen terhadap asumsi dan faktor
penting yang mendukung dalam proyek ini.
8.3 OPPORTUNITY (PELUANG)
▪ Peningkatan utilitas
Potensi permintaan di Sumbagsel yang lebih besar dibandingkan kapasitas produksi
terpasang Perseroan, memberikan peluang untuk meningkatkan utilisasi terutama setelah
bergabung dengan SIG.
8-1
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 96
▪ Nilai tambah Perseroan dan SIG
Penciptaan nilai tambah bagi Perseroan maupun SIG melalui sinergi pengadaan bersama
(volume pooling), pemanfaatan aset, pengelolaan pasokan di wilayah pasar dengan biaya
yang ekonomis (least cost to serve) dan harga jual yang bersaing.
▪ Dukungan teknologi
Perseroan memiliki pabrik terintegrasi dengan teknologi yang ramah lingkungan, relatifbaru
dan lebih efisien.
8.4 THREAT (ANCAMAN)
▪ Pendatang baru
Dari segi diferensiasi produk, pendatang baru dapat membuat produk yang dihasilkannya
memiliki karakteristik unik yang berbeda dan lebih unggul dibandingkan produk Perseroan.
Upaya dalam mengatasi ancaman ini, Perseroan tergabung dalam kelompok usaha SIG
yang memiliki keberagaman produk yang banyak. Melalui Rencana Proyek, Perseroan
dapat memanfaatkan keberagaman produk tersebut, sehingga pendatang baru akan
kesulitan untuk melakukan diferensiasi produk.
▪ Kualitas produk dibawah ekspektasi
Perseroan perlu mengantisipasi kualitas produk dari entitas anak lain yang akan diproduksi
karena produk dengan kualitas dibawah ekspektasi dapat menyebabkan terjadinya dead
stock. Perseroan harus memastikan bahwa produk yang diproduksi memenuhi standar
kualitas yang ditetapkan untuk memastikan bahwa produk tersebut diterima dengan baik
oleh konsumen.
Upaya dalam mengatasi ancaman ini, SIG sebagai induk Perseroan dan entitas anak
lainnya, telah memiliki beberapa sertifikasi pengendalian mutu, diantaranya sistem
manejemen mutu ISO 9001:2015; sistem manajemen lingkungan ISO 14001:2015; sistem
manajemen keselamatan dan Kesehatan kerja ISO 45001:2018; sistem manajemen energi
ISO 50001:2018; dan lainnya. Dengan memiliki sertifikasi-sertifikasi tersebut, secara
langsung Perseroan mengikuti standar mutu tersebut, sehingga hal ini akan menjamin
kualitas produk yang baik.
8-2
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 97
BAB 9. ASPEK KEUANGAN
9.1 KINERJA KEUANGAN PERSEROAN
9.1.1 Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
Pada 2023, Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp2.040,68 miliar, mengalami
peningkatan Rp158,91 miliar atau 8,44% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar
Rp1.881,77 miliar. Peningkatan ini disebabkan oleh peningkatan penjualan semen kepada
pihak berelasi yaitu PT Semen Indonesia sebagai penerapan penjualan semen melalui mega
distributor dan penjualan intercompany kepada PT Semen Padang dan PT Solusi Bangun
Indonesia serta juga dipengaruhi peningkatan penjualan white clay sebagai produk hilirisasi.
Pada 2023, penjualan bersih Perseroan adalah sebesar Rp2.040,68 miliar, mengalami
peningkatan Rp158,91 miliar atau 8,44% dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang
sebesar Rp1.881,77 miliar. Peningkatan tersebut terutama disebabkan peningkatan penjualan
semen sebesar Rp159,32 miliar atau 8,62% dari tahun sebelumnya. Selain itu terjadi juga
peningkatan penjualan white clay sebesar Rp32,91 miliar atau 3,44% dari tahun sebelumnya
sebesar Rp31,82 miliar.
Di tahun 2022, Perseroan berhasil membukukan total pendapatan sebesar Rp1.881,77 miliar,
mengalami peningkatan Rp130,18 miliar atau 7,43%, dibandingkan tahun sebelumnya yang
sebesar Rp1.751,59 miliar. Peningkatan ini disebabkan oleh peningkatan volume dan harga
jual rata-rata penjualan semen sebesar 4% dari tahun 2021. Di tahun 2022, penjualan produk
semen bungkus tercatat sebesar Rp1.620,43 miliar, mengalami peningkatan Rp59,71 miliar
atau 3,83%, dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar Rp1.560,72 miliar. Sementara
penjualan produk semen curah mengalami peningkatan Rp75,72 miliar atau 49,84%, dari
Rp151,92 miliar di tahun 2021, menjadi Rp227,65 miliar di tahun 2022. Hal ini lebih dikarenakan
peningkatan volume penjualan semen sebesar 4% sedangkan dari sisi harga jual juga
mengalami peningkatan untuk semen sebesar 4%.
Adapun untuk tahun 2022 Perseroan tidak melakukan penjualan terak dikarenakan tidak ada
permintaan dari pelanggan. Penjualan produk mortar di tahun 2022, tercatat sebesar Rp14 juta,
mengalami penurunan Rp31 juta atau 68,89%, dibandingkan dengan tahun sebelumnya
sebesar Rp45 juta. Hal ini dikarenakan adanya penurunan permintaan dari pelanggan.
Sedangkan penjualan white clay mengalami peningkatan Rp1,20 miliar atau 3,93%, dari
Rp30,61 miliar di tahun 2021, menjadi Rp31,82 miliar di tahun 2022. Peningkatan ini
disebabkan oleh oleh meningkatnya permintaan dari pelanggan yang digunakan sebagai
bahan baku pembuatan pupuk. Sementara itu, pendapatan Perseroan dari jasa pengangkutan,
tercatat sebesar Rp1,86 miliar di tahun 2022, mengalami penurunan Rp2,87 miliar atau
60,66%, dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar Rp4,73 miliar. Adapun pendapatan
9-1
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 98
lain-lain di tahun 2022, tercatat sebesar Rp3 juta, mengalami penurunan Rp161 juta atau
98,17%, dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar Rp164 juta.
Perseroan berhasil membukukan total penjualan pada tahun buku yang berakhir 31 Desember
2021 sebesar Rp1,75 triliun, naik 2% atau sebesar Rp29,68 miliar dari posisi tahun buku 2020
yang mencapai Rp1,72 triliun. Kondisi tersebut didukung oleh peningkatan penjualan semen,
white clay, terak dan juga mortar yang merupakan produk baru Perseroan. Selain itu jasa
pengangkutan juga mengalami peningkatan meskipun pendapatan lain-lain mengalami
penurunan. Komposisi penjualan semen bungkus mengalami peningkatan menjadi 91%
dibandingkan dengan tahun 2020 sebesar 87% dari total penjualan. Sementara penjualan
semen curah mengalami penurunan menjadi 9% dari tahun 2020 yang sebesar 13%.
Penjualan berdasarkan segmen geografis di tahun 2021 masih didominasi oleh wilayah
Sumatera Selatan dengan realisasi Rp1,0 triliun untuk semen, Rp30,6 miliar untuk white clay
dan Rp4,9 miliar untuk jasa angkutan. Segmen geografis yang mengalami penurunan
penjualan semen adalah Sumatera Selatan yang lebih rendah 2%, Jambi lebih rendah 0%, dan
Kalimantan Barat lebih rendah 1%. Pembangunan infrastruktur jalan Tol Trans Sumatera ruas
Palembang – Bengkulu yang masih berlanjut menjadi potensi untuk SMBR meningkatkan
kinerja volume penjualan. Sedangkan untuk wilayah Jambi dan Kalimantan Barat, SMBR akan
mengoptimalkan strategi penetrasi pasar dan melakukan pembenahan jaringan distribusi.
Sementara itu, peningkatan penjualan semen terjadi di wilayah Lampung, Bangka Belitung,
dan Bengkulu masing-masing sebesar 4%, 34%, dan 23%. Peningkatan penjualan semen di
wilayah tersebut disebabkan oleh naiknya volume penjualan baik dalam bentuk bulk maupun
zak.
Perseroan melakukan penjualan semen kepada pihak ketiga dan pihak berelasi. Hingga akhir
tahun 2020, Perseroan mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp1,72 triliun atau lebih rendah
14% dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp1,99 triliun. Penurunan tersebut,
terutama diakibatkan oleh penurunan penjualan kepada pihak ketiga sebesar 15%, dari Rp1,99
triliun pada tahun 2019 menjadi Rp1,70 triliun pada tahun 2020. Penjualan berdasarkan
segmen geografis di tahun 2020 masih didominasi oleh wilayah Sumatera Selatan dengan
realisasi Rp1,03 triliun untuk semen, Rp19,62 miliar untuk white clay dan Rp5,74 miliar untuk
jasa angkutan. Penurunan penjualan di Sumatera Selatan disebabkan oleh persaingan harga
dengan semen pesaing dan daya beli 9-2udang9-2kat yang cenderung menurun sehingga
mereka lebih memilih produk semen yang dijual dengan harga lebih rendah. Penurunan
penjualan di Jambi disebabkan oleh adanya pembatasan mobilitas sehingga menimbulkan
kekhawatiran sebagian Distributor apabila stok produk semen di 9-2udang menumpuk,
sehingga penebusan semen sedikit berkurang.
Penurunan penjualan di Bangka Belitung disebabkan oleh terhambatnya suplai pada semester
I dikarenakan pembatasan mobilitas dan kekhawatiran terhadap dampak pandemi COVID-19.
Sementara itu, peningkatan penjualan semen terjadi pada wilayah Lampung dan Bengkulu
9-2
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 99
masing-masing sebesar 17% dan 40%. Serta terdapat penjualan semen pada wilayah baru
yaitu wilayah Kalimantan Barat sebesar Rp5,37 miliar.
Tabel 9-1: Laporan Laba Rugi & Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian Perseroan (IDR
Ribuan)
Uraian 31-Dec-19 31-Dec-20 31-Dec-21 31-Dec-22 31-Dec-23
Pendapatan - neto 1.999.516.771 1.721.907.150 1.751.585.770 1.881.767.356 2.040.679.390
Beban pokok pendapatan -1.124.627.994 -1.001.749.360 -975.520.058 -1.112.848.157 -1.397.189.524
Laba (rugi) bruto 874.888.777 720.157.790 776.065.712 768.919.199 643.489.866
Beban penjualan -341.702.497 -315.425.347 -331.352.704 -248.745.467 -200.445.187
Beban umum & administrasi -309.922.401 -244.673.134 -237.082.953 -258.523.944 -230.848.497
Pendapatan (beban) operasi lainnya 10.680.435 55.078.063 27.515.613 -8.579.101 43.895.517
Laba (rugi) sebelum bunga & pajak penghasilan 233.944.314 215.137.372 235.145.668 253.070.687 256.091.699
Pendapatan keuangan 10.236.956 5.109.826 14.116.862 11.655.844 5.098.511
Beban keuangan -157.609.005 -183.779.596 -180.355.009 -162.645.800 -98.606.832
Laba (rugi) sebelum beban pajak 86.572.265 36.467.602 68.907.521 102.080.731 162.583.378
Beban pajak penghasilan -56.498.410 -25.485.929 -22.201.630 -24.762.910 -41.010.873
Laba (rugi) tahun berjalan 30.073.855 10.981.673 46.705.891 77.317.821 121.572.505
Pendapatan (beban) komprehensif lain -2.480.677 -9.792.102 6.538.609 -8.077.848 -15.332.994
Jumlah laba komprehensif tahun berjalan 27.593.178 1.189.571 53.244.500 69.239.973 106.239.511
9.1.2 Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Aset
Pada 2023, total aset Perseroan adalah sejumlah Rp4.856,73 miliar, mengalami penurunan
Rp385,99 miliar atau 7,36%, jika dibandingkan pada 2022 yang sejumlah Rp5.242.72 miliar.
Adapun komposisi aset lancar Perusahaan pada 2023 adalah sebesar 16,82%, menurun
dibanding tahun sebelumnya dengan komposisi sebesar 18,89%. Sementara komposisi aset
tidak lancar Perusahaan tercatat sebesar 83,18% pada 2023, meningkat dibanding tahun
sebelumnya, dengan komposisi sebesar 81,11%. Jumlah aset lancar Perseroan adalah
sejumlah Rp816,85 miliar pada posisi 31 Desember 2023, mengalami penurunan Rp173,45
miliar atau 17,51% jika dibandingkan dengan pada 2022 yang sebesar Rp990,30 miliar.
Penurunan ini terutama disebabkan oleh kas dan setara kas yang turun 81,19% dari Rp522,92
miliar pada 2022 menjadi Rp98,39 miliar pada 2023, piutang usaha ke pihak ketiga turun naik
37,53% dari Rp196,12 miliar pada 2022 menjadi Rp122,51 miliar pada 2023, piutang Lain-lain
ke pihak berelasi naik 10,25% menjadi Rp3,13 miliar pada 2023 dan biaya dibayar di muka
turun 86,31% dari Rp23,29 miliar pada 2022 menjadi Rp3,19 miliar pada 2023. Jumlah aset
tidak lancar Perseroan pada 31 Desember 2023 adalah sebesar Rp4.039,88 miliar, mengalami
penurunan Rp212,54 miliar atau 5%, jika dibandingkan dengan pada 2022 yang sebesar
Rp4.252,43 miliar. Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh penurunan aset tetap
berwujud, aset tak berwujud dan oleh pencairan deposito jaminan atas pinjaman bank entitas
anak perusahaan.
9-3
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 100
Di tahun 2022, total aset Perseroan tercatat sebesar Rp5.211,25 miliar, mengalami penurunan
Rp60,70 miliar atau 1,15%, jika dibandingkan dengan tahun 2021 yang sebesar Rp5.271,95
miliar. Adapun komposisi aset lancar Perseroan di tahun 2022 adalah sebesar 19,36%,
mengalami perubahan tahun sebelumnya, dengan komposisi sebesar 17,45%. Sementara
komposisi aset tidak lancar Perseroan tercatat sebesar 80,64% di tahun 2022, mengalami
perubahan dibanding tahun sebelumnya, dengan komposisi sebesar 82,55%. Jumlah aset
lancar Perseroan tercatat sebesar Rp1.008,81 miliar di tahun 2022, mengalami peningkatan
Rp88,95 miliar atau 9,67%, jika dibandingkan dengan tahun 2021, sebesar Rp919,86 miliar.
Jumlah aset tidak lancar Perseroan tercatat sebesar Rp4.202,44 miliar, mengalami penurunan
Rp149,66 miliar atau 3,44%, jika dibandingkan dengan tahun 2021, yang sebesar Rp4.352,10
miliar. Penurunan ini lebih disebabkan oleh penurunan aset tetap berwujud dan aset tak
berwujud atas depresiasi/amortisasi tahun berjalan.
Dengan adanya peningkatan pada aset lancar sebesar 19%, dan penurunan pada aset tidak
lancar 3% maka jumlah aset Perseroan hingga akhir Desember 2021 mengalami peningkatan
sebesar 1% atau sebesar Rp80,57 miliar. Jika pada tahun 2020 sebesar Rp5,74 triliun, di tahun
2021 menjadi Rp5,82 triliun. Hingga 31 Desember 2021, Perseroan mencatatkan aset lancar
sebesar Rp1,31 triliun, naik Rp210,23 miliar atau 19% dari periode yang sama tahun
sebelumnya yang tercatat sebesar Rp1,10 triliun. Hingga akhir tahun 2021, aset tidak lancar
Perseroan mengalami penurunan 3% atau sebesar Rp129,65 miliar dari Rp4,64 triliun pada
tahun 2020 menjadi Rp4,51 triliun pada tahun 2021. Penurunan tersebut terjadi karena
penambahan aset selama tahun 2021 lebih kecil dari pada nilai penyusutan aset selama tahun
2021, yaitu Aset tetap menurun 3% dari Rp4,24 triliun di tahun 2020 menjadi Rp4,13 triliun di
tahun 2021 disebabkan penambahan aset tetap tahun 2021 sebesar Rp59 miliar dan
penambahan biaya depresiasi tahun 2021 sebesar Rp169 miliar dan aset tak berwujud
menurun 15% dari Rp241,07 miliar di tahun 2020 menjadi Rp204,07 miliar di tahun 2021
disebabkan oleh penambahan biaya amortisasi tahun 2021 sebesar Rp 41,8 miliar.
Dengan adanya peningkatan pada aset lancar sebesar 5% dan peningkatan aset tidak lancar
sebesar 2%, maka jumlah aset Perseroan hingga akhir Desember 2020 mengalami
peningkatan sebesar 3% atau sebesar Rp165,9 miliar dari Rp5,57 triliun pada tahun 2019
menjadi Rp5,74 triliun pada tahun 2020. Aset lancar Perseroan mengalami kenaikan sebesar
Rp58,94 miliar atau tumbuh 5% dari Rp1,07 triliun pada tahun 2019 menjadi Rp1,13 triliun pada
tahun 2020. Kenaikan tersebut utamanya terjadi karena beberapa akun pada tahun 2020
mengalami pertumbuhan positif dibandingkan tahun sebelumnya, yaitu kas dan setara kas naik
95% dari Rp185,65 miliar di tahun 2019 menjadi Rp362,47 miliar di tahun 2020. Piutang usaha
ke pihak berelasi naik 71% dari Rp6,76 miliar di tahun 2019 menjadi Rp3,96 miliar di tahun
2020. Piutang lain-lain ke pihak berelasi naik Rp2,24 miliar. Aset keuangan lancar lainnya naik
78% dari Rp16,77 miliar di tahun 2019 menjadi Rp29,79 miliar di tahun 2020. Hingga akhir
tahun 2020, aset tidak lancar Perseroan mengalami peningkatan 2% atau sebesar Rp106,96
miliar dari Rp4,49 triliun pada tahun 2019 menjadi Rp4,6 triliun pada tahun 2020. Kenaikan
tersebut terjadi karena adanya akumulasi peningkatan kinerja pada beberapa akun
9-4
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 101
dibandingkan tahun 2019, yaitu Aset tetap meningkat 2% dari Rp4,17 triliun di tahun 2019
menjadi Rp4,24 triliun di tahun 2020 disebabkan investasi rutin Perseroan. Aset tak berwujud
meningkat 36% dari Rp176,91 miliar di tahun 2019 menjadi Rp241,07 miliar di tahun 2020
disebabkan oleh kegiatan development tambang Pelawi yang diamortisasi sebagai biaya
produksi.
Tabel 9-2: Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan (IDR Ribuan)
Uraian 31-Dec-19 31-Dec-20 31-Dec-21 31-Dec-22 31-Dec-23
Aset 5.571.270.204 5.737.175.560 5.321.005.660 5.242.724.933 4.856.730.638
Aset lancar 1.071.983.297 1.130.925.970 910.242.365 990.295.391 816.846.119
Kas & setara kas 185.648.846 362.469.101 484.703.777 522.918.100 98.386.875
Piutang usaha 480.633.738 450.222.169 173.434.588 204.537.414 458.969.398
Piutang lain-lain 3.069.629 8.345.194 618.433 3.190.286 3.136.628
Persediaan 340.862.066 249.819.117 233.053.625 226.319.841 245.899.971
Pajak dibayar dimuka 15.307.071 6.316.693 6.200.944 2.953.546 3.883.268
Beban dibayar dimuka & uang muka 29.688.680 23.959.655 11.679.501 29.999.402 5.462.813
Aset keuangan lancar lainnya 16.773.267 29.794.041 551.497 376.802 1.107.166
Aset tidak lancar 4.499.286.907 4.606.249.590 4.410.763.295 4.252.429.542 4.039.884.519
Penyertaan saham 25.000 25.000 25.000 25.000 25.000
Aset pajak tangguhan 0 0 14.256.152 12.626.248 11.473.518
Aset tetap 4.171.966.909 4.242.524.144 4.163.222.503 4.081.841.325 3.955.399.358
Aset takberwujud 176.911.702 241.077.027 27.897.065 20.186.318 12.193.521
Aset tidak lancar lainnya 150.383.296 122.623.419 205.362.575 137.750.651 60.793.122
Liabilitas & ekuitas 5.571.270.204 5.737.175.560 5.321.005.660 5.242.724.933 4.856.730.638
Liabilitas jangka pendek 468.526.329 850.138.636 436.747.850 588.138.938 731.493.137
Utang usaha 300.134.688 258.776.436 247.355.425 311.226.605 417.359.082
Utang lain-lain 2.643.838 1.923.640 40.318.181 67.345.779 50.049.730
Utang pajak 24.588.436 25.543.070 22.952.769 25.492.254 26.462.856
Beban yang masih harus dibayar 37.475.505 97.937.434 42.733.853 40.362.783 39.577.964
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek 0 548.170 9.658.431 41.199.654 13.723.795
Pinjaman bank jangka panjang jatuh tempo 1 tahun 72.041.272 425.523.681 58.854.644 99.666.150 175.000.000
Liabilitas sewa 31.642.590 39.886.205 14.874.547 2.845.713 9.319.710
Liabilitas jangka panjang 1.620.450.783 1.479.148.317 1.878.359.757 1.579.447.969 962.825.145
Liabilitas pajak tangguhan 109.724.414 126.760.409 72.700.163 93.554.801 128.019.117
Pinjaman bank jangka panjang 1.414.544.545 1.173.130.470 1.592.119.081 1.257.047.622 597.370.005
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang 37.542.127 52.480.936 50.513.004 62.316.439 75.932.088
Provisi untuk restorasi 8.252.337 37.349.593 46.671.869 48.924.565 51.437.752
Liabilitas sewa 50.387.360 89.426.909 116.355.640 117.604.542 110.066.183
Ekuitas 3.482.293.092 3.407.888.607 3.005.898.053 3.075.138.026 3.162.412.356
Modal saham 993.253.434 993.253.434 993.253.434 993.253.434 993.253.434
Tambahan modal disetor 1.270.606.785 1.270.606.785 1.270.606.785 1.270.606.785 1.270.606.785
Komponen ekuitas lainnya -49.534.082 -59.326.386 -54.477.126 -62.555.084 -77.888.186
Saldo laba 1.267.929.240 1.203.319.758 796.534.403 873.857.734 976.463.494
Kepentingan non-pengendali 37.715 35.016 -19.443 -24.843 -23.171
Liabilitas dan ekuitas
Pada 31 Desember 2023, total liabilitas Perseroan adalah sebesar Rp1.579,45 miliar,
mengalami penurunan Rp588,14 miliar atau 27,13% dibandingkan dengan pada tahun 2022
yang sebesar Rp2.167,59 miliar. Penurunan ini disebabkan oleh penurunan pinjaman bank
jangka Panjang perusahaan Kredit Sindikasi yang memberi dampak bagi Perseroan berupa
penurunan beban keuangan perusahaan. Persentase liabilitas jangka pendek Perseroan pada
31 Desember 2023 adalah sebesar 46,31%, mengalami peningkatan dibanding tahun
sebelumnya dengan persentase sebesar 27,13%. Sementara itu, persentase liabilitas jangka
panjang Perseroan tercatat sebesar 60,96% pada 2023, mengalami perubahan dibanding
tahun sebelumnya dengan persentase sebesar 72,87%.
Jumlah liabilitas jangka pendek Perseroan pada 31 Desember 2023 adalah sebesar Rp731,49
miliar, mengalami peningkatan Rp143,35 miliar atau 24,37%, jika dibandingkan dengan tahun
9-5
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 102
2022, yang sebesar Rp588,14 miliar. Pada 2023, jumlah liabilitas jangka panjang Perseroan
adalah sebesar Rp962,83 miliar, mengalami penurunan Rp616,62 miliar atau 39,04%,
dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang sebesar Rp1.579.45 miliar.
Jumlah ekuitas Perusahaan pada 2023 adalah sebesar Rp3.162,41 miliar, mengalami
peningkatan Rp87,27 miliar atau 2,84% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar
Rp3.075,14 miliar. Peningkatan ini disebabkan oleh pengakuan laba periode tahun 2023
sebesar Rp 121,5 miliar Peningkatan ini tidak memberi dampak bagi Perseroan.
Di tahun 2022, total liabilitas Perseroan tercatat sebesar Rp2.124,33 miliar, mengalami
penurunan Rp147,46 miliar atau 6,49%, jika dibandingkan dengan tahun 2021, yang sebesar
Rp2.271,79 miliar. Adapun komposisi liabilitas jangka pendek Perseroan di tahun 2022, adalah
sebesar 27,57%, mengalami perubahan tahun sebelumnya, dengan komposisi sebesar
18,78%. Sementara komposisi liabilitas jangka panjang Perseroan tercatat sebesar 72,43%, di
tahun 2022, mengalami perubahan tahun sebelumnya, dengan komposisi sebesar 81,22%.
Jumlah liabilitas jangka pendek Perseroan di tahun 2022, tercatat sebesar Rp585,59 miliar,
mengalami peningkatan Rp158,93 miliar atau 37,25%, jika dibandingkan dengan tahun 2021,
yang sebesar Rp426,66 miliar. Di tahun 2022, jumlah liabilitas jangka panjang Perseroan
tercatat sebesar Rp1.538,75 miliar, mengalami penurunan Rp306,38 miliar atau 16,60%,
dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang sebesar Rp1.845,13 miliar.
Dengan adanya penurunan pada liabilitas jangka pendek sebesar 44% dan peningkatan
liabilitas jangka panjang sebesar 27%, maka total liabilitas Perseroan hingga akhir Desember
2021 meningkat 1% atau sebesar Rp22,22 miliar. Jika pada tahun 2020 sebesar Rp2,33 triliun,
di tahun 2021 menjadi Rp2,35 triliun. Liabilitas jangka pendek Perseroan mengalami
penurunan 44% atau sebesar Rp377,02 miliar dari Rp850,14 miliar pada tahun 2020 menjadi
Rp473,11 miliar pada tahun 2021. Hingga akhir tahun 2021, liabilitas jangka panjang Perseroan
mengalami kenaikan 27% atau sebesar Rp399,24 miliar, dari Rp1,48 triliun pada tahun 2020
menjadi Rp1,88 triliun pada tahun 2021.
Dengan adanya penurunan pada liabilitas jangka panjang sebesar 9% dan peningkatan
liabilitas jangka pendek sebesar 81%, maka total liabilitas Perseroan hingga akhir Desember
2020 mengalami peningkatan 12% atau sebesar Rp240,31 miliar dari Rp2,09 triliun pada tahun
2019 menjadi Rp2,33 triliun pada tahun 2020. Liabilitas jangka pendek Perseroan mengalami
peningkatan 81% atau sebesar Rp381,61 miliar dari Rp468,52 miliar pada tahun 2019 menjadi
Rp850,13 miliar pada tahun 2020. Hingga akhir tahun 2020, liabilitas jangka panjang Perseroan
mengalami penurunan 9% atau sebesar Rp141,3 miliar dari Rp1,62 triliun pada tahun 2019
menjadi Rp1,48 triliun pada tahun 2020 yang disebabkan oleh pinjaman bank jangka panjang
menurun 17% dari sebesar Rp1,41 triliun di tahun 2019 menjadi Rp1,17 triliun di tahun 2020
yang disebabkan oleh reklasifikasi atas utang Bank Medium Term Notes yang jatuh tempo
dalam 1 tahun.
Jumlah ekuitas Perseroan di tahun 2022, tercatat sebesar Rp3.086,92 miliar, mengalami
peningkatan Rp86,75 miliar atau 2,89%, dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar
9-6
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 103
Rp3.000,17 miliar. Peningkatan ini disebabkan oleh Perseroan mencatat laba tahun berjalan
sebesar Rp94.827,89 miliar dan mencatat penyesuaian atas pengukuran program imbalan
pasti sebesar Rp8.077,85 miliar.
Dengan adanya penurunan pada liabilitas jangka pendek sebesar 44% dan peningkatan
liabilitas jangka panjang sebesar 27%, maka total liabilitas Perseroan hingga akhir Desember
2021 meningkat 1% atau sebesar Rp22,22 miliar. Jika pada tahun 2020 sebesar Rp2,33 triliun,
di tahun 2021 menjadi Rp2,35 triliun.
Jumlah ekuitas Perseroan hingga akhir tahun 2020 mengalami penurunan 2% atau sebesar
Rp74,40 miliar dari Rp3,48 triliun pada tahun 2019 menjadi Rp3,41 triliun pada tahun 2020.
Penurunan tersebut berasal dari penyesuaian implementasi PSAK 71 sebesar Rp75,12 miliar,
pembagian dividen sebesar Rp6,16 miliar dan pengukuran kembali program imbalan pasti
sebesar Rp9,79 miliar. Sementara itu terdapat juga kenaikan pada pos ekuitas dikarenakan
adanya penyesuaian perpajakan sebesar Rp5,69 miliar dan laba tahun berjalan sebesar
Rp10,98 miliar.
9.1.3 Laporan Arus Kas Konsolidasian
Perseroan membukukan penurunan arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi
sejumlah Rp104,43 miliar atau 26,05%, dari Rp400,93 miliar pada 2022 menjadi Rp296,50
miliar pada 2023. Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh penurunan penerimaan kas
dari pelanggan khususnya kepada pihak berelasi seiring dengan peningkatan piutang usaha
pihak berelasi. Arus kas bersih Perseroan untuk aktivitas investasi mengalami peningkatan
Rp50,33 miliar atau 95,60%, dari Rp52,65 miliar pada 2022 menjadi Rp102,98 pada 2023.
Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh pembayaran investasi melalui utang usaha di
tahun 2022 yang baru di bayarkan di tahun 2023. Perseroan membukukan peningkatan arus
kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan sejumlah Rp307,88 miliar atau 99,28%,
dari Rp310,10 miliar pada 2022 menjadi Rp617,98 miliar. Peningkatan tersebut secara total
disebabkan oleh pembayaran pokok percepatan kredit sindikasi dalam rangka Refinancing
sebesar Rp442 miliar dan pembayan rutin pokok kredit sindikasi sebesar Rp100 miliar.
Kenaikan atau penurunan bersih kas dan setara kas merupakan akumulasi atas arus kas dari
aktivitas operasi, arus kas dari aktivitas investasi, dan arus kas dari aktivitas pendanaan, yang
di tahun 2022, Perseroan mencatatkan penurunan bersih kas dan setara kas sebesar Rp38,18
miliar, turun Rp108,26 miliar atau 73,93%, dibandingkan tahun sebelumnya dengan kenaikan
bersih kas dan setara kas yang tercatat sebesar Rp146,44 miliar. Penurunan bersih kas dan
setara kas, disebabkan karena Perseroan melakukan percepatan pembayaran kredit sindikasi
ditahun 2022 sebesar Rp238 miliar.
Perseroan membukukan kas dan setara kas pada akhir tahun buku 2021 sebesar Rp534,83
miliar, naik 48% dibandingkan tahun buku 2020 yang sebesar Rp362,47 miliar. Perubahan
tersebut, antara lain didorong oleh kenaikan aktivitas operasi sebesar 6% dan penurunan
aktivitas investasi sebesar 52%.
9-7
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 104
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi hingga akhir tahun 2020 tercatat positif
sebesar Rp393,02 miliar meningkat 452% dari Rp71,23 miliar di tahun 2019. Hal ini terutama
disebabkan karena memaksimalkan penerimaan kas dari distributor atas penjadwalan piutang
dan sistem Supply Chain Financing (SCF) untuk pembayaran kepada pemasok. Hingga akhir
tahun 2020, arus kas bersih digunakan untuk aktivitas investasi turun 64% dari Rp342,99 miliar
tahun 2019 menjadi Rp122,89 miliar tahun 2020. Hal ini disebabkan oleh adanya pembelian
aset tetap yang mengalami penurunan 59%, aset dalam pembangunan turun 41%, pembelian
lahan untuk pengembangan turun 99% dan pembelian aset tidak berwujud turun 79%. Arus
kas bersih diperoleh dari aktivitas pendanaan pada tahun 2020 mengalami peningkatan 442%
dari Rp17,22 miliar di tahun 2019 menjadi Rp93,34 miliar di tahun 2020. Peningkatan ini, antara
lain diakibatkan oleh: pembayaran pinjaman kredit investasi naik 2.942%, pembayaran pokok
liabilitas sewa naik 141%, pembiayaan bunga kredit investasi naik 8%.
Tabel 9-3: Laporan Arus Kas Konsolidasian Perseroan (IDR Ribuan)
Uraian 31-Dec-19 31-Dec-20 31-Dec-21 31-Dec-22 31-Dec-23
Arus kas dari aktivitas operasi 71.235.464 393.019.308 171.566.371 400.926.191 296.497.994
Penerimaan kas dari pelanggan 2.216.155.203 1.833.573.263 1.932.631.565 2.170.839.131 1.818.977.388
Pembayaran kas kepada pemasok -2.010.797.638 -1.281.048.347 -1.440.434.511 -1.453.627.596 -1.231.222.652
Pembayaran kas kepada karyawan -164.306.906 -175.189.724 -169.493.224 -166.581.593 -188.227.811
Pembayaran bunga pinjaman bank 0 0 -150.560.701 -162.929.766 -106.846.517
Pembayaran bunga medium term note 0 0 -9.000.000 0 0
Pembayaran bunga keuangan -10.879.103 0 -4.794.270 0 0
Penerimaan bunga 7.888.226 4.640.709 13.846.062 11.830.539 5.416.415
Penerimaan restitusi pajak 33.441.571 11.409.338 0 1.921.768 2.295.323
Pembayaran pajak penghasilan -265.889 -365.931 -628.550 -526.292 -3.894.152
Arus kas dari aktivitas investasi -342.993.040 -122.888.512 -39.535.312 -52.646.357 -102.976.371
Pembelian aset tetap -184.484.063 -75.075.807 -28.009.181 -20.047.948 -37.536.450
Penjualan aset tetap 0 0 303.866 146.632 0
Pembelian aset takberwujud -22.662.639 -4.723.646 -485.600 -4.432.977 -5.566.827
Aset dalam pembangunan -72.012.269 -42.765.869 -4.655.834 -28.312.064 -59.873.094
Pembelian lahan untuk pengembangan -63.834.069 -323.190 -6.688.563 0 0
Arus kas dari aktivitas pendanaan -17.220.792 -93.345.004 14.407.250 -310.100.341 -617.976.018
Penerimaan pinjaman bank 200.000.000 1.220.000.000 497.627.148 0 901.425.000
Pembayaran pokok pinjaman bank -36.020.638 -1.095.724.236 -41.394.229 -296.892.033 -1.496.986.458
Pembayaran pokok liabilitas sewa -27.685.611 -50.238.672 -33.675.693 -13.208.308 -3.449.379
Pembayaran bunga liabilitas sewa 0 -16.579.805 -8.149.976 0 0
Pembayaran pokok medium term note 0 0 -400.000.000 0 0
Pembayaran bunga medium term note -36.000.000 -36.000.000 0 0 0
Pembayaran dividen -18.971.143 -6.158.861 0 0 -18.965.181
Pembayaran bunga kredit investasi -98.543.400 -106.858.881 0 0 0
Pembayaran bunga keuangan 0 -1.784.549 0 0 0
Arus kas bersih -288.978.368 176.785.792 146.438.309 38.179.493 -424.454.395
Pengaruh perubahan kurs mata uang asing -1.209.282 34.463 -24.203.633 34.830 -76.830
Kas & setara kas awal tahun 475.836.496 185.648.846 362.469.101 484.703.777 522.918.100
Kas & setara kas akhir tahun 185.648.846 362.469.101 484.703.777 522.918.100 98.386.875
9.1.4 Rasio Keuangan
Rasio likuiditas
Tingkat likuiditas perusahaan dihitung berdasarkan perbandingan antara aset lancar
dibandingkan dengan liabilitas lancar yang mencerminkan kemampuan perusahaan dalam
memenuhi liabilitas jangka pendeknya. Terdapat dua indikator utama dalam mengukur tingkat
likuiditas, yaitu rasio lancar (current ratio) dan rasio cepat (quick ratio). Rata-rata rasio lancar
untuk 31 Desember 2019-2023 adalah 1,70x. Sedangkan, rata-rata rasio cepat untuk
9-8
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 105
31 Desember 2019-2023 adalah 1,63x. Angka rasio lancar dan rasio cepat diatas 1x
mengindikasikan tingkat likuiditas yang baik. Berdasarkan proyeksi keuangan Rencana Proyek
diperkirakan akan meningkatkan tingkat likuiditas Perseroan namun tidak banyak karena
kontribusi aset dan liabilitas lancar Rencana Proyek terhadap aset dan liabilitas lancar
keseluruhan Perseroan tidak dominan.
Rasio solvabilitas
Tingkat solvabilitas menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi seluruh
liabilitasnya, yang diukur dengan menggunakan dua indikator, yaitu melalui perbandingan
antara jumlah liabilitas terhadap jumlah aset dan melalui perbandingan antara jumlah liabilitas
terhadap jumlah ekuitas. Rata-rata debt to equity ratio (DER) untuk 31 Desember 2019-2023
adalah 46,25%. Sedangkan rata-rata debt to total asset (DAR) untuk 31 Desember 2019-2023
adalah 27,66%. Angka DAR dibawah 100% mengindikasikan tingkatsolvabilitas yang baik.
Sementara berdasarkan praktik di perbankan nasional pada umumnya mensyaratkan debitur
menjaga angka DER dibawah 500%, sehingga dapat diindikasikan batas tingkatsolvabilitas
yang baik berdasarkan DER adalah dibawah 500%. Berdasarkan proyeksi keuangan Rencana
Proyek diperkirakan akan mengurangi tingkatsolvabilitas Perseroan di tahun pertama
operasional Rencana Proyek namun di tahun-tahun berikutnya akan mengalami
kecenderungan perbaikan tingkatsolvabilitas Perseroan. Meskipun demikian pengaruh
Rencana Proyek terhadap tingkat solvabilitas Perseroan juga tidak banyak karena kontribusi
jumlah liabilitas, aset dan aset bersih Rencana Proyek terhadap jumlah liabilitas, aset dan
ekuitas Perseroan tidak dominan.
Rasio profitabilitas
Return on asset (ROA) menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba
bersih dari aset yang dimilikinya. Rata-rata ROA selama 31 Desember 2019-2023 adalah
1,12%. Sementara return on equity (ROE) menunjukkan kemampuan perusahaan dalam
menghasilkan laba bersih dari ekuitas yang ditanamkan. Rata-rata ROE selama 31 Desember
2019-2023 adalah 1,82%. Angka ROA dan ROE yang positif mengindikasikan kemampuan
penciptaan laba. Rata-rata angka ROA dan ROE yang negatif selama 31 Desember 2019-
2023, terutama disebabkan dampak pandemi Covid-19 selama 2020-2021, dimana dilakukan
pembatasan mobilitas fisik masyarakat oleh pemerintah. Namun seiring berkurangnya dampak
pandemi Covid-19, rata-rata angka ROA dan ROE akan kembali positif. Berdasarkan proyeksi
keuangan Rencana Proyek diperkirakan akan memperbaiki tingkat profitabilitas Perseroan
namun tidak banyak karena kontribusi pendapatan dan laba Rencana Proyek terhadap
pendapatan dan laba Perseroan tidak dominan.
9-9
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 106
Tabel 9-4: Rasio Keuangan Perseroan
Uraian 31-Dec-19 31-Dec-20 31-Dec-21 31-Dec-22 31-Dec-23
Profitabilitas
Marjin laba kotor 43,76% 41,82% 44,31% 40,86% 31,53%
Marjin laba operasi 11,70% 12,49% 13,42% 13,45% 12,55%
Marjin laba sebelum pajak 4,33% 2,12% 3,93% 5,42% 7,97%
Marjin laba bersih 1,50% 0,64% 2,67% 4,11% 5,96%
ROE (return on equity) 0,86% 0,32% 1,55% 2,51% 3,84%
ROA (return on assets) 0,54% 0,19% 0,88% 1,47% 2,50%
ROIC (return on invested capital) 0,60% 0,21% 0,98% 1,70% 3,00%
Likuiditas
Rasio kas 0,40 0,43 1,11 0,89 0,13
Rasio cepat 2,15 1,25 2,04 1,62 1,10
Rasio lancar 2,29 1,33 2,08 1,68 1,12
Solvabilitas
DAR (debt to total assets ratio) 28,16% 30,12% 33,49% 28,18% 18,36%
DER (debt to equity ratio) 45,05% 50,70% 59,29% 48,04% 28,20%
9.2 RENCANA PROYEK
9.2.1 Biaya Pendirian (Startup Cost)
Tidak terdapat biaya pendirian (startup cost) atau investasi secara langsung terkait Rencana
Proyek, mengingat pada dasarnya Rencana Proyek adalah rencana perubahan skema
penjualan atas aktivitas komersial yang telah berjalan di Perseroan.
9.2.2 Sumber Pembiayaan
Mengingat tidak terdapat biaya pendirian (startup cost) atau investasi atas Rencana Proyek
maka rencana perubahan skema penjualan atas aktivitas komersial yang telah berjalan di
Perseroan akan dibiayai secara tidak langsung melalui pendanaan internal Perseroan, dimana
kas dan setara kas yang tersedia per 31 Desember 2023 pada Perseroan sebesar Rp98,4
miliar.
9.2.3 Modal Kerja
Perubahan modal kerja pada Perseroan akibat Rencana Proyek relatif tidak signifikan. Hal
mengingat perubahan pendapatan pada Stream 2 dan 3 berkisar 1,4%-1,5% dari total
pendapatan. Disamping itu, perubahan biaya pada komponen beban pokok pendapatan
berkisar 1,0%-2,0% dari total biaya (diluar depresiasi dan amortisasi). Pembiayaan modal kerja
di Perseroan selama ini lebih banyak menggunakan pendanaan jangka pendek.
9.2.4 Biaya Operasional
Biaya operasional (operating expenditure) meliputi beban pokok pendapatan, beban penjualan,
dan beban umum dan administrasi. Beban pokok pendapatan (diluar depresiasi dan amortisasi)
meliputi biaya bahan bakar, biaya listrik, biaya tenaga kerja, biaya pemeliharaan, biaya umum
dan administrasi, biaya pajak dan asuransi, biaya kemasan, biaya perniagaan, dan biaya
9-10
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 107
pembelian semen ke afiliasi. Beban pokok pendapatan aktual (2023) meliputi biaya bahan
bakar, biaya listrik, biaya tenaga kerja, biaya pemeliharaan, biaya umum dan administrasi,
biaya pajak dan asuransi, biaya kemasan, biaya perniagaan, dan biaya pembelian semen ke
afiliasi adalah sebesar Rp154,9 ribu/ton, Rp92,1 ribu/ton, Rp53,1 ribu/ton, Rp24,7 ribu/ton,
Rp14,9 ribu/ton, Rp19,5 ribu/ton, Rp44,4 ribu/ton, Rp65,1 ribu/ton, dan Rp921,8 ribu/ton,
berturut-turut. Beban penjualan (diluar depresiasi dan amortisasi) meliputi biaya pengangkutan,
biaya tenaga kerja, biaya pemeliharaan, biaya umum dan administrasi, dan biaya perniagaan.
Beban penjualan aktual (2023) meliputi biaya pengangkutan, biaya tenaga kerja, biaya
pemeliharaan, biaya umum dan administrasi, dan biaya perniagaan adalah sebesar Rp72,2
ribu/ton, Rp13,6 ribu/ton, Rp0,9 ribu/ton, Rp1,9 ribu/ton, dan Rp2,1 ribu/ton, berturut-turut.
Beban umum dan administrasi (diluar depresiasi dan amortisasi) meliputi biaya listrik, biaya
tenaga kerja, biaya pemeliharaan, dan biaya umum dan administrasi. Beban umum dan
administrasi aktual (2023) meliputi biaya listrik, biaya tenaga kerja, biaya pemeliharaan, dan
biaya umum dan administrasi adalah sebesar Rp1,5 ribu/ton, Rp47,7 ribu/ton, Rp2,5 ribu/ton,
dan Rp37,1 ribu/ton, berturut-turut.
9.2.5 Biaya Bahan Baku
Biaya bahan baku dan penolong merupakan salah satu komponen dalam beban pokok
pendapatan, dengan porsi berkisar 17%-20% dari struktur total biaya (diluar depresiasi dan
amortisasi) di Perseroan. Biaya bahan baku dan penolong aktual (2023) adalah sebesar
Rp119,5 ribu/ton.
9.2.6 Asumsi Proyeksi Keuangan
9.2.6.1 Asumsi Tanpa Rencana Proyek
Berikut adalah asumsi-asumsi pokok yang digunakan dalam penyusunan proyeksi laporan
keuangan tanpa Rencana Proyek. Kewajaran asumsi dilakukan dengan mereview proyeksi
tanpa Rencana Proyek yang disampaikan oleh manajemen, memperhatikan kondisi industri
dan perkiraan perkembangan kondisi eksternal sosial ekonomi di masa yang akan datang.
▪ Periode proyeksi eksplisit dimulai dari 1 Januari 2024 sampai dengan 31 Desember 2028.
▪ Kapasitas terpasang produksi semen adalah 4,1 juta ton per tahun.
▪ Pendapatan berasal dari Stream 1-4 dan penjualan white clay.
▪ Proyeksi laporan keuangan tanpa Rencana Proyek dan dengan Rencana Proyek pada
dasarnya sama, kecuali Stream 2 dan 3, serta komponen beban pokok pendapatan berupa
biaya pembelian semen ke afiliasi.
▪ Volume penjualan Stream 2 berkisar 54.473-63.210 ton per tahun, sementara volume
penjualan Stream 3 berkisar 680.540-800.738 ton per tahun. Asumsi tersebut berdasarkan
pada Volume aktual 2023 dan estimasi pertumbuhan volume yang mempertimbangkan
potensi pasar dan sasaran Perseroan.
▪ Harga jual rata-rata Stream 2 berkisar Rp1.030 ribu/ton-Rp1.160 ribu/ton, sementara harga
jual rata-rata Stream 3 berkisar Rp721 ribu/ton-Rp760 ribu/ton.
9-11
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 108
▪ Biaya pembelian semen ke afiliasi terkait Stream 2 berkisar Rp949,4 ribu/ton-Rp1.068,6
ribu/ton.
▪ Volume penjualan Stream 1 berkisar 1.292.819-1.521.159 ton per tahun, Stream 4 berkisar
804.331-946.394 ton per tahun, dan white clay berkisar 64.800-70.142 ton per tahun.
▪ Harga jual rata-rata Stream 1 berkisar Rp1.015 ribu/ton-Rp1.142 ribu/ton, Stream 4
berkisar Rp820 ribu/ton-Rp988 ribu/ton, dan white clay berkisar Rp1.699 ribu/ton-Rp1.739
ribu/ton.
▪ Beban pokok produksi meliputi biaya bahan baku dan penolong berkisar Rp124,7 ribu/ton-
Rp152,1 ribu/ton, biaya bahan bakar berkisar Rp150,2 ribu/ton-Rp170,9 ribu/ton, biaya
listrik berkisar Rp81,1 ribu/ton-Rp92,9 ribu/ton, biaya tenaga kerja berkisar Rp50,3 ribu/ton-
Rp52,5 ribu/ton, biaya pemeliharaan berkisar Rp32,2 ribu/ton-Rp33,6 ribu/ton, biaya umum
dan administrasi berkisar Rp10,1 ribu/ton-Rp10,5 ribu/ton, biaya pajak dan asuransi
berkisar Rp16,4 ribu/ton-Rp17,2 ribu/ton, biaya kemasan berkisar Rp39,7 ribu/ton-Rp44,8
ribu/ton, dan biaya perniagaan berkisar Rp73,0 ribu/ton-Rp81,1 ribu/ton.
▪ Beban penjualan meliputi biaya pengangkutan berkisar Rp65,7 ribu/ton-Rp73,6 ribu/ton,
biaya tenaga kerja berkisar Rp10,2 ribu/ton-Rp10,7 ribu/ton, biaya pemeliharaan berkisar
Rp917/ton-Rp956/ton, biaya umum dan administrasi berkisar Rp1,6 ribu/ton-Rp1,7
ribu/ton, dan biaya perniagaan berkisar Rp794/ton-Rp828/ton.
▪ Beban umum dan administrasi meliputi biaya listrik berkisar Rp951/ton-Rp1.009/ton, biaya
tenaga kerja berkisar Rp43,2 ribu/ton-Rp45,1 ribu/ton, biaya pemeliharaan berkisar Rp3,6
ribu/ton-Rp6,1 ribu/ton, dan biaya umum dan administrasi berkisar Rp24,8 ribu/ton-Rp31,4
ribu/ton.
▪ Perputaran modal kerja terkait Stream 2 dan 3 meliputi piutang usaha dan utang usaha
adalah 30 hari dan 30 hari, berturut-turut.
▪ Capital expenditure (capex) selama periode proyeksi total sebesar Rp931,9 miliar atau
rata-rata Rp186,3 miliar per tahun.
▪ Pelunasan pinjaman bank selama periode 2024-2027, dengan tingkat bunga sebesar
9,25% per tahun.
▪ Tingkat pajak penghasilan badan sebesar 22% sesuai dengan peraturan perundangan-
undangan pajak yang berlaku.
9.2.6.2 Asumsi Dengan Rencana Proyek
Berikut adalah asumsi-asumsi pokok yang digunakan dalam penyusunan proyeksi laporan
keuangan dengan Rencana Proyek. Kewajaran asumsi dilakukan dengan mereview proyeksi
dengan Rencana Proyek yang disampaikan oleh manajemen, memperhatikan kondisi industri
dan perkiraan perkembangan kondisi eksternal sosial ekonomi di masa yang akan datang.
▪ Periode proyeksi eksplisit dimulai dari 1 Januari 2024 sampai dengan 31 Desember 2028.
▪ Kapasitas terpasang produksi semen adalah 4,1 juta ton per tahun.
▪ Pendapatan berasal dari Stream 1-4 dan penjualan white clay.
9-12
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 109
▪ Proyeksi laporan keuangan tanpa Rencana Proyek dan dengan Rencana Proyek pada
dasarnya sama, kecuali Stream 2 dan 3, serta komponen beban pokok pendapatan berupa
biaya royalti.
▪ Volume penjualan Stream 2 berkisar 54.473-63.210 ton per tahun, sementara volume
penjualan Stream 3 berkisar 680.540-800.738 ton per tahun
▪ Pendapatan royalty Stream 2 berkisar Rp29,5 ribu/ton-Rp33,2 ribu/ton (royalty 2,5% dari
harga jual rata-rata Stream 2), sementara harga jual rata-rata Stream 3 berkisar Rp746
ribu/ton-Rp786 ribu/ton (markup 3,5%).
▪ Biaya pembayaran royalty terkait Stream 3 berkisar Rp18,0 ribu/ton-Rp18,9 ribu/ton
(royalty 2,5% dari harga jual rata-rata Stream 3).
▪ Volume penjualan Stream 1 berkisar 1.292.819-1.521.159 ton per tahun, Stream 4 berkisar
804.331-946.394 ton per tahun, dan white clay berkisar 64.800-70.142 ton per tahun.
▪ Harga jual rata-rata Stream 1 berkisar Rp1.015 ribu/ton-Rp1.142 ribu/ton, Stream 4
berkisar Rp820 ribu/ton-Rp988 ribu/ton, dan white clay berkisar Rp1.699 ribu/ton-Rp1.739
ribu/ton.
▪ Beban pokok produksi meliputi biaya bahan baku dan penolong berkisar Rp124,7 ribu/ton-
Rp152,1 ribu/ton, biaya bahan bakar berkisar Rp150,2 ribu/ton-Rp170,9 ribu/ton, biaya
royalty berkisar Rp81,1 ribu/ton-Rp92,9 ribu/ton, biaya tenaga kerja berkisar Rp50,3
ribu/ton-Rp52,5 ribu/ton, biaya pemeliharaan berkisar Rp32,2 ribu/ton-Rp33,6 ribu/ton,
biaya umum dan administrasi berkisar Rp10,1 ribu/ton-Rp10,5 ribu/ton, biaya pajak dan
asuransi berkisar Rp16,4 ribu/ton-Rp17,2 ribu/ton, biaya kemasan berkisar Rp39,7
ribu/ton-Rp44,8 ribu/ton, dan biaya perniagaan berkisar Rp73,0 ribu/ton-Rp81,1 ribu/ton.
▪ Beban penjualan meliputi biaya pengangkutan berkisar Rp65,7 ribu/ton-Rp73,6 ribu/ton,
biaya tenaga kerja berkisar Rp10,2 ribu/ton-Rp10,7 ribu/ton, biaya pemeliharaan berkisar
Rp917/ton-Rp956/ton, biaya umum dan administrasi berkisar Rp1,6 ribu/ton-Rp1,7
ribu/ton, dan biaya perniagaan berkisar Rp794/ton-Rp828/ton.
▪ Beban umum dan administrasi meliputi biaya listrik berkisar Rp951/ton-Rp1.009/ton, biaya
tenaga kerja berkisar Rp43,2 ribu/ton-Rp45,1 ribu/ton, biaya pemeliharaan berkisar Rp3,6
ribu/ton-Rp6,1 ribu/ton, dan biaya umum dan administrasi berkisar Rp24,8 ribu/ton-Rp31,4
ribu/ton.
▪ Perputaran modal kerja terkait Stream 2 dan 3 meliputi piutang usaha dan utang usaha
adalah 30 hari dan 30 hari, berturut-turut.
▪ Capital expenditure (capex) selama periode proyeksi total sebesar Rp931,9 miliar atau
rata-rata Rp186,3 miliar per tahun.
▪ Pelunasan pinjaman bank selama periode 2024-2027, dengan tingkat bunga sebesar
9,25% per tahun.
▪ Tingkat pajak penghasilan badan sebesar 22% sesuai dengan peraturan perundangan-
undangan pajak yang berlaku.
9-13
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 110
9.2.7 Proyeksi Laporan Keuangan
9.2.7.1 Proyeksi Laporan Keuangan Tanpa Rencana Proyek
Berdasarkan pokok-pokok asumsi yang telah disampaikan diatas, berikut adalah proyeksi
keuangan tanpa Rencana Proyek untuk periode 1 Januari 2024-31 Desember 2028.
Tabel 9-5: Proyeksi Laporan Laba Rugi & Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
Perseroan Tanpa Rencana Proyek (IDR Ribuan)
Uraian 31-Dec-24 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28
Pendapatan - neto 2.628.687.117 2.804.764.430 2.992.093.677 3.196.193.321 3.414.601.229
Beban pokok pendapatan -1.758.035.275 -1.851.209.562 -1.958.905.570 -2.068.463.641 -2.231.526.888
Laba (rugi) bruto 870.651.843 953.554.868 1.033.188.107 1.127.729.679 1.183.074.341
Beban penjualan -233.303.618 -247.658.580 -263.077.443 -279.489.208 -297.271.637
Beban umum & administrasi -271.736.091 -264.114.817 -267.261.271 -269.026.789 -275.237.803
Pendapatan (beban) operasi lainnya 0 0 0 0 0
Laba (rugi) sebelum bunga & pajak penghasilan 365.612.134 441.781.471 502.849.392 579.213.682 610.564.901
Pendapatan keuangan 0 0 0 0 0
Beban keuangan -58.725.475 -36.062.975 -15.372.113 -2.312.500 0
Laba (rugi) sebelum beban pajak 306.886.658 405.718.496 487.477.279 576.901.182 610.564.901
Beban pajak penghasilan -67.515.065 -89.258.069 -107.245.001 -126.918.260 -134.324.278
Laba (rugi) tahun berjalan 239.371.593 316.460.427 380.232.278 449.982.922 476.240.623
Tabel 9-6: Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan Tanpa Rencana
Proyek (IDR Ribuan)
Uraian 31-Dec-24 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28
Aset 4.825.412.159 4.927.183.891 5.075.311.660 5.475.652.584 5.952.277.435
Aset lancar 934.426.379 1.111.790.223 1.322.252.484 1.642.886.203 2.078.352.249
Kas & setara kas 170.387.001 345.183.361 553.004.070 870.718.951 1.303.094.363
Piutang usaha 504.549.532 507.117.016 509.758.568 512.677.407 515.768.040
Piutang lain-lain 3.136.628 3.136.628 3.136.628 3.136.628 3.136.628
Persediaan 245.899.971 245.899.971 245.899.971 245.899.971 245.899.971
Pajak dibayar dimuka 3.883.268 3.883.268 3.883.268 3.883.268 3.883.268
Beban dibayar dimuka & uang muka 5.462.813 5.462.813 5.462.813 5.462.813 5.462.813
Aset keuangan lancar lainnya 1.107.166 1.107.166 1.107.166 1.107.166 1.107.166
Aset tidak lancar 3.890.985.780 3.815.393.669 3.753.059.176 3.832.766.380 3.873.925.186
Penyertaan saham 25.000 25.000 25.000 25.000 25.000
Aset pajak tangguhan 11.473.518 11.473.518 11.473.518 11.473.518 11.473.518
Aset tetap 3.813.490.664 3.742.073.742 3.679.783.379 3.759.534.712 3.800.737.647
Aset takberwujud 5.203.475 1.028.287 984.158 940.028 895.899
Aset tidak lancar lainnya 60.793.122 60.793.122 60.793.122 60.793.122 60.793.122
Liabilitas & ekuitas 4.825.412.159 4.927.183.891 5.075.311.660 5.475.652.584 5.952.277.435
Liabilitas jangka pendek 735.803.064 736.114.370 611.379.866 561.737.868 562.122.097
Utang usaha 421.669.009 421.980.315 422.245.811 422.603.813 422.988.042
Utang lain-lain 50.049.730 50.049.730 50.049.730 50.049.730 50.049.730
Utang pajak 26.462.856 26.462.856 26.462.856 26.462.856 26.462.856
Beban yang masih harus dibayar 39.577.964 39.577.964 39.577.964 39.577.964 39.577.964
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek 13.723.795 13.723.795 13.723.795 13.723.795 13.723.795
Pinjaman bank jangka panjang jatuh tempo 1 tahun 175.000.000 175.000.000 50.000.000 0 0
Liabilitas sewa 9.319.710 9.319.710 9.319.710 9.319.710 9.319.710
Liabilitas jangka panjang 687.825.145 472.825.145 365.455.140 365.455.140 365.455.140
Liabilitas pajak tangguhan 128.019.117 128.019.117 128.019.117 128.019.117 128.019.117
Pinjaman bank jangka panjang 322.370.005 107.370.005 0 0 0
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang 75.932.088 75.932.088 75.932.088 75.932.088 75.932.088
Provisi untuk restorasi 51.437.752 51.437.752 51.437.752 51.437.752 51.437.752
Liabilitas sewa 110.066.183 110.066.183 110.066.183 110.066.183 110.066.183
Ekuitas 3.401.783.949 3.718.244.376 4.098.476.653 4.548.459.576 5.024.700.198
Modal saham 993.253.434 993.253.434 993.253.434 993.253.434 993.253.434
Tambahan modal disetor 1.270.606.785 1.270.606.785 1.270.606.785 1.270.606.785 1.270.606.785
Komponen ekuitas lainnya -77.888.186 -77.888.186 -77.888.186 -77.888.186 -77.888.186
Saldo laba 1.215.835.087 1.532.295.514 1.912.527.791 2.362.510.714 2.838.751.336
Kepentingan non-pengendali -23.171 -23.171 -23.171 -23.171 -23.171
9-14
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 111
Tabel 9-7: Proyeksi Laporan Arus Kas Konsolidasian Perseroan Tanpa Rencana Proyek (IDR
Ribuan)
Uraian 31-Dec-24 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28
Arus kas dari aktivitas operasi 415.247.971 531.903.157 600.914.045 661.743.628 687.917.355
Jumlah penghasilan komprehensif tahun berjalan 239.371.593 316.460.427 380.232.278 449.982.922 476.240.623
Depresiasi 217.146.585 217.698.908 223.057.823 214.321.542 214.383.137
Perubahan modal kerja
Piutang usaha -45.580.134 -2.567.483 -2.641.552 -2.918.839 -3.090.633
Piutang lain-lain 0 0 0 0 0
Persediaan 0 0 0 0 0
Pajak lain-lain dibayar dimuka 0 0 0 0 0
Beban dibayar dimuka & uang muka 0 0 0 0 0
Aset keuangan lancar lainnya 0 0 0 0 0
Aset pajak tangguhan 0 0 0 0 0
Utang usaha 4.309.927 311.306 265.496 358.002 384.229
Utang lain-lain 0 0 0 0 0
Utang pajak 0 0 0 0 0
Beban yang masih harus dibayar 0 0 0 0 0
Liabilitas imbalan kerja 0 0 0 0 0
Liabilitas pajak tangguhan 0 0 0 0 0
Arus kas dari aktivitas investasi -68.247.845 -142.106.797 -160.723.331 -294.028.746 -255.541.943
Aset tetap -75.237.891 -146.281.986 -160.767.460 -294.072.876 -255.586.072
Aset takberwujud 6.990.046 4.175.189 44.129 44.129 44.129
Aset tidak lancar lainnya 0 0 0 0 0
Arus kas dari aktivitas pendanaan -275.000.000 -215.000.000 -232.370.005 -50.000.000 0
Pinjaman bank jangka panjang -275.000.000 -215.000.000 -232.370.005 -50.000.000 0
Liabilitas sewa 0 0 0 0 0
Provisi untuk restorasi 0 0 0 0 0
Komponen ekuitas lainnya 0 0 0 0 0
Kepentingan non-pengendali 0 0 0 0 0
Dividen 0 0 0 0 0
Koreksi 0 0 0 0 0
Arus kas bersih 72.000.126 174.796.360 207.820.709 317.714.881 432.375.412
Kas & setara kas awal tahun 98.386.875 170.387.001 345.183.361 553.004.070 870.718.951
Kas & setara kas akhir tahun 170.387.001 345.183.361 553.004.070 870.718.951 1.303.094.363
Dari proyeksi keuangan tanpa Rencana Proyek yang terbentuk dapat dicermati beberapa hal
sebagai berikut:
▪ Pendapatan dan beban pokok pendapatan (laba kotor) Stream 2 merepresentasikan
aktivitas maklon (manufacturing on contract) antara Perseroan dengan afiliasi.
▪ Pendapatan Stream 3 merepresentasikan aktivitas penjualan langsung ke pelanggan
tanpa melalui SIG (tanpa markup 3,5%).
▪ Perputaran modal kerja yang diperhitungkan hanya terkait Stream 2 dan 3.
9.2.7.2 Proyeksi Laporan Keuangan Dengan Rencana Proyek
Berdasarkan pokok-pokok asumsi yang telah disampaikan diatas, berikut adalah proyeksi
keuangan dengan Rencana Proyek untuk periode 1 Januari 2024-31 Desember 2028.
9-15
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 112
Tabel 9-8: Proyeksi Laporan Laba Rugi & Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
Perseroan Dengan Rencana Proyek (IDR Ribuan)
Uraian 31-Dec-24 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28
Pendapatan - neto 2.591.343.208 2.764.418.767 2.949.377.775 3.150.011.222 3.364.681.343
Beban pokok pendapatan -1.718.586.940 -1.808.694.444 -1.913.910.526 -2.019.931.667 -2.179.186.256
Laba (rugi) bruto 872.756.268 955.724.324 1.035.467.249 1.130.079.555 1.185.495.087
Beban penjualan -233.303.618 -247.658.580 -263.077.443 -279.489.208 -297.271.637
Beban umum & administrasi -271.736.091 -264.114.817 -267.261.271 -269.026.789 -275.237.803
Pendapatan (beban) operasi lainnya 0 0 0 0 0
Laba (rugi) sebelum bunga & pajak penghasilan 367.716.559 443.950.927 505.128.534 581.563.558 612.985.646
Pendapatan keuangan 0 0 0 0 0
Beban keuangan -58.725.475 -36.062.975 -15.372.113 -2.312.500 0
Laba (rugi) sebelum beban pajak 308.991.084 407.887.951 489.756.422 579.251.058 612.985.646
Beban pajak penghasilan -67.978.038 -89.735.349 -107.746.413 -127.435.233 -134.856.842
Laba (rugi) tahun berjalan 241.013.045 318.152.602 382.010.009 451.815.825 478.128.804
Tabel 9-9: Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan Tanpa Rencana
Proyek (IDR Ribuan)
Uraian 31-Dec-24 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28
Aset 4.823.766.249 4.926.974.592 5.076.673.431 5.478.552.514 5.956.748.159
Aset lancar 932.780.470 1.111.580.923 1.323.614.255 1.645.786.134 2.082.822.973
Kas & setara kas 171.853.084 348.336.200 557.925.500 877.467.390 1.311.725.077
Piutang usaha 501.437.540 503.754.877 506.198.909 508.828.898 511.608.050
Piutang lain-lain 3.136.628 3.136.628 3.136.628 3.136.628 3.136.628
Persediaan 245.899.971 245.899.971 245.899.971 245.899.971 245.899.971
Pajak dibayar dimuka 3.883.268 3.883.268 3.883.268 3.883.268 3.883.268
Beban dibayar dimuka & uang muka 5.462.813 5.462.813 5.462.813 5.462.813 5.462.813
Aset keuangan lancar lainnya 1.107.166 1.107.166 1.107.166 1.107.166 1.107.166
Aset tidak lancar 3.890.985.780 3.815.393.669 3.753.059.176 3.832.766.380 3.873.925.186
Penyertaan saham 25.000 25.000 25.000 25.000 25.000
Aset pajak tangguhan 11.473.518 11.473.518 11.473.518 11.473.518 11.473.518
Aset tetap 3.813.490.664 3.742.073.742 3.679.783.379 3.759.534.712 3.800.737.647
Aset takberwujud 5.203.475 1.028.287 984.158 940.028 895.899
Aset tidak lancar lainnya 60.793.122 60.793.122 60.793.122 60.793.122 60.793.122
Liabilitas & ekuitas 4.823.766.249 4.926.974.592 5.076.673.431 5.478.552.514 5.956.748.159
Liabilitas jangka pendek 732.515.703 732.571.444 607.630.279 557.693.537 557.760.378
Utang usaha 418.381.648 418.437.389 418.496.224 418.559.482 418.626.323
Utang lain-lain 50.049.730 50.049.730 50.049.730 50.049.730 50.049.730
Utang pajak 26.462.856 26.462.856 26.462.856 26.462.856 26.462.856
Beban yang masih harus dibayar 39.577.964 39.577.964 39.577.964 39.577.964 39.577.964
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek 13.723.795 13.723.795 13.723.795 13.723.795 13.723.795
Pinjaman bank jangka panjang jatuh tempo 1 tahun 175.000.000 175.000.000 50.000.000 0 0
Liabilitas sewa 9.319.710 9.319.710 9.319.710 9.319.710 9.319.710
Liabilitas jangka panjang 687.825.145 472.825.145 365.455.140 365.455.140 365.455.140
Liabilitas pajak tangguhan 128.019.117 128.019.117 128.019.117 128.019.117 128.019.117
Pinjaman bank jangka panjang 322.370.005 107.370.005 0 0 0
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang 75.932.088 75.932.088 75.932.088 75.932.088 75.932.088
Provisi untuk restorasi 51.437.752 51.437.752 51.437.752 51.437.752 51.437.752
Liabilitas sewa 110.066.183 110.066.183 110.066.183 110.066.183 110.066.183
Ekuitas 3.403.425.401 3.721.578.003 4.103.588.012 4.555.403.837 5.033.532.641
Modal saham 993.253.434 993.253.434 993.253.434 993.253.434 993.253.434
Tambahan modal disetor 1.270.606.785 1.270.606.785 1.270.606.785 1.270.606.785 1.270.606.785
Komponen ekuitas lainnya -77.888.186 -77.888.186 -77.888.186 -77.888.186 -77.888.186
Saldo laba 1.217.476.539 1.535.629.141 1.917.639.150 2.369.454.975 2.847.583.779
Kepentingan non-pengendali -23.171 -23.171 -23.171 -23.171 -23.171
9-16
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 113
Tabel 9-10: Proyeksi Laporan Arus Kas Konsolidasian Perseroan Tanpa Rencana Proyek (IDR
Ribuan)
Uraian 31-Dec-24 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28
Arus kas dari aktivitas operasi 416.714.054 533.589.914 602.682.635 663.570.636 689.799.631
Jumlah penghasilan komprehensif tahun berjalan 241.013.045 318.152.602 382.010.009 451.815.825 478.128.804
Depresiasi 217.146.585 217.698.908 223.057.823 214.321.542 214.383.137
Perubahan modal kerja
Piutang usaha -42.468.142 -2.317.337 -2.444.032 -2.629.989 -2.779.151
Piutang lain-lain 0 0 0 0 0
Persediaan 0 0 0 0 0
Pajak lain-lain dibayar dimuka 0 0 0 0 0
Beban dibayar dimuka & uang muka 0 0 0 0 0
Aset keuangan lancar lainnya 0 0 0 0 0
Aset pajak tangguhan 0 0 0 0 0
Utang usaha 1.022.566 55.741 58.835 63.258 66.841
Utang lain-lain 0 0 0 0 0
Utang pajak 0 0 0 0 0
Beban yang masih harus dibayar 0 0 0 0 0
Liabilitas imbalan kerja 0 0 0 0 0
Liabilitas pajak tangguhan 0 0 0 0 0
Arus kas dari aktivitas investasi -68.247.845 -142.106.797 -160.723.331 -294.028.746 -255.541.943
Aset tetap -75.237.891 -146.281.986 -160.767.460 -294.072.876 -255.586.072
Aset takberwujud 6.990.046 4.175.189 44.129 44.129 44.129
Aset tidak lancar lainnya 0 0 0 0 0
Arus kas dari aktivitas pendanaan -275.000.000 -215.000.000 -232.370.005 -50.000.000 0
Pinjaman bank jangka panjang -275.000.000 -215.000.000 -232.370.005 -50.000.000 0
Liabilitas sewa 0 0 0 0 0
Provisi untuk restorasi 0 0 0 0 0
Komponen ekuitas lainnya 0 0 0 0 0
Kepentingan non-pengendali 0 0 0 0 0
Dividen 0 0 0 0 0
Koreksi 0 0 0 0 0
Arus kas bersih 73.466.209 176.483.116 209.589.300 319.541.890 434.257.688
Kas & setara kas awal tahun 98.386.875 171.853.084 348.336.200 557.925.500 877.467.390
Kas & setara kas akhir tahun 171.853.084 348.336.200 557.925.500 877.467.390 1.311.725.077
Dari proyeksi keuangan dengan Rencana Proyek yang terbentuk dapat dicermati beberapa hal
sebagai berikut:
▪ Pendapatan Stream 2 merepresentasikan pendapatan royalty dari afiliasi.
▪ Pendapatan Stream 3 merepresentasikan aktivitas penjualan ke SIG (markup 3,5%) dan
beban pokok pendapatan Stream 3 terdapat pembayaran biaya royalty ke afiliasi sebesar
2,5%.
▪ Perputaran modal kerja yang diperhitungkan hanya terkait Stream 2 dan 3.
9.2.8 Pemilihan Arus Kas
Proses penilaian saham Perseroan dilakukan dengan menggunakan model arus kas bersih
untuk ekuitas (free cash flow to equity/FCFE) inkremental, yang mencerminkan selisih arus kas
bersih masa datang antara tanpa dan dengan Rencana Proyek, yang tersedia di dalam
perusahaan yang dapat dibayarkan kepada pemegang ekuitas (common stock), setelah
terpenuhinya semua kebutuhan operasional, investasi, dan pinjaman yang diperlukan dalam
mempertahankan pertumbuhan perusahaan baik selama proyeksi periode eksplisit maupun
masa kekal (periode implisit). Arus kas bersih untuk ekuitas inkremental tersebut didapat dari:
∆𝐹𝐶𝐹𝐸 = ∆𝐸𝐴𝑇 + ∆𝐷𝐴 + ∆𝑊𝐶 + ∆𝐶𝐴𝑃𝐸𝑋 + ∆𝐷
dimana: ∆FCFE : arus kas bersih untuk ekuitas inkremental,
∆EAT : laba setelah pajak inkremental,
∆DA : depresiasi dan amortisasi inkremental,
9-17
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 114
∆WC : perubahan modal kerja bersih inkremental,
∆CAPEX : arus kas investasi inkremental, dan
∆D : arus kas pembiayaan diluar ekuitas inkremental.
9.2.9 Penentuan Tingkat Diskonto
Untuk mendiskonto arus kas bersih untuk ekuitas (FCFE) tiap tahunnya, maka tingkat diskonto
yang relevan adalah biaya modal ekuitas. Biaya modal ekuitas dihitung menggunakan capital
asset pricing model (CAPM) dengan persamaan sebagai berikut:
𝐸(𝑅𝑖 ) = 𝑅𝑓 + 𝛽 ∙ 𝑅𝑃𝑚 − 𝐷𝑆
dimana: E(Ri) : balikan yang diharapkan dari suatu sekuritas tertentu,
Rf : tingkat balikan yang tersedia untuk sekuritas bebas risiko (risk free
rate),
β : beta,
RPm : premi risiko ekuitas untuk pasar secara keseluruhan (equity risk
premium), dan
DS : default spread terkait country risk.
Rf adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang dianggap tidak memiliki
kemungkinan gagal bayar (bebas risiko). Dalam penilaian ini, instrumen bebas risiko yang
dapat digunakan adalah tingkat balikan obligasi pemerintah Republik Indonesia untuk jatuh
tempo selama masa proyeksi per tanggal penilaian yaitu sebesar 6,89% (sumber: IBPA). Angka
tersebut selanjutnya kami gunakan sebagai tingkat balikan bebas risiko (Rf).
RPm adalah selisih antara tingkat yield investasi bebas risiko dengan tingkat balikan investasi
dalam bentuk penyertaan ekuitas. Penentuan equity market risk premium memasukkan premi
untuk risiko spesifik negara (country-specific risk premium) seperti volatilitas harga saham
untuk menghasilkan base equity market risk premium. Dengan mengikutsertakan risiko-risiko
ini, dihasilkan tingkat diskonto yang mengakomodasi perubahan-perubahan sentimen jangka
pendek di pasar sekuritas. Dalam penilaian ini, kami menggunakan tingkat premi risiko ekuitas
(RPm) Indonesia yaitu sebesar 7,38% berdasarkan studi Prof. Aswath Damodaran dari New
York University yang diterbitkan pada Januari 2024 (sumber: www.damodaran.com).
Beta (β) adalah faktor untuk meliput risiko sistematis dari suatu ekuitas. Beta akan dikalikan
dengan market risk premium untuk mendapatkan equity risk premium atas Obyek Penilaian.
Untuk memperoleh faktor beta yang sesuai yang akan digunakan dalam penilaian ini, kami
menggunakan beta pembanding dari hasil studi Prof. Aswath Damodaran, dimana beta
tersebut dihitung dari rata-rata unlevered beta perusahaan-perusahaan pembanding. Cara ini
dilakukan untuk menetralisir pengaruh leverage yang ada di masing-masing perusahaan
9-18
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 115
pembanding terhadap betanya. Perusahaan yang sama dengan leverage yang berbeda akan
memiliki cost of equity yang berbeda pula, oleh karena itu pengaruh leverage yang ada di tiap
perusahaan perlu dinetralisir dengan cara menghitung beta unlevered. Beta levered dari
perusahaan pembanding di-unlevered-kan dengan menggunakan formula sebagai berikut:
𝛽𝐿
𝛽𝑈 =
{1 + (1 − 𝑇) ∙ 𝐷𝐸𝑅}
dimana: T : tingkat pajak,
DER : debt to equity ratio,
βL : beta levered, yaitu ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang
diukur secara obyektif dari responsifitas pengembalian perusahaan
terhadap pergerakan pengembalian portofolio pasar apabila
dibandingkan dengan portofolio pasar dengan pengaruh hutang.
ΒU : beta unlevered, yaitu ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang
diukur secara obyektif dari responsifitas pengembalian perusahaan
terhadap pergerakan pengembalian portofolio pasar apabila
dibandingkan dengan portofolio pasar tanpa pengaruh hutang.
Selanjutnya rata-rata beta unlevered perusahaan pembanding yang diperoleh dari perhitungan
ini kemudian di-relevered-kan kembali dengan mengunakan rata-rata tingkat leverage (DER)
dari perusahaan-perusahaan pembanding tersebut dengan formula sebagai berikut:
𝛽𝐿 = 𝛽𝑈 ∙ (1 + [1 − 𝑇] ∙ 𝐷𝐸𝑅)
Dengan persamaan tersebut diatas dan berdasarkan rata-rata beta unlevered dari perusahaan
pembanding yaitu sebesar 0,6537 dan dengan DER sebesar 53,75% maka didapatkan beta
levered Perseroan adalah sebesar 0,9278. Selanjutnya dengan menggunakan persamaan
CAPM dengan default spread 2,07% (dari hasil studi Prof. Aswath Damodaran), diperoleh biaya
modal ekuitas Perseroan adalah sebesar 11,67% yang akan digunakan sebagai tingkat
diskonto atas arus kas bersih untuk ekuitas (FCFE) dalam masa proyeksi.
9.2.10 Analisis Kelayakan Finansial
Parameter kelayakan finansial yang digunakan meliputi NPV (net present value), IRR (internal
rate of return), PI (profitability index), dan overall return on investment. Suatu proyek dikatakan
layak apabila NPV lebih dari 0 (nol), IRR lebih dari tingkat diskontonya, PI lebih dari 1x, dan
overall return on investment diatas tingkat diskonto proyek. Analisis lain dalam melihat
kelayakan finansial suatu proyek adalah analisis BEP (break-even point) yang memberikan
informasi pada tingkat penjualan berapa total pendapatan sama dengan total biaya. Dengan
kata lain pada titik BEP maka proyek tidak untung dan tidak rugi.
9-19
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 116
Net Present Value (NPV)
NPV adalah selisih antara nilai sekarang dari arus kas yang masuk dengan nilai sekarang dari
arus kas yang keluar pada periode waktu tertentu. NPV mengestimasikan nilai sekarang pada
suatu proyek, aset ataupun investasi berdasarkan arus kas masuk maupun arus kas keluar
yang diharapkan pada masa depan yang disesuaikan dengan tingkat diskonto yang relevan.
Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa NPV adalah nilai sekarang dari suatu aset maupun
proyek. Persamaan dari NPV adalah sebagai berikut:
𝑇
𝐶𝐹𝑡
𝑁𝑃𝑉 = ∑ − 𝐶𝐹0
(1 + 𝑟)𝑡
𝑡−1
dimana: NPV : net present value,
CFt : arus kas pada periode t,
CF0 : arus kas investasi awal pada periode 0,
r : tingkat diskonto.
NPV yang positif (NPV > 0) menunjukan bahwa penerimaan lebih besar dibandingkan dengan
nilai yang diinvestasikan, sedangkan NPV yang negatif (NPV < 0) menandakan penerimaan
lebih kecil dibandingkan dengan pengeluaran atau akan mengalami kerugian pada
investasinya, setelah mempertimbangkan nilai waktu uang (time value of money). Namun
apabila hasil perhitungan NPV adalah nol (NPV = 0), maka artinya investasi atau pembelian
tersebut hanya balik modal (tidak untung dan tidak rugi).
Semakin besar angka positifnya, semakin besar pula penerimaan yang bisa didapatkannya.
Oleh karena itu, perhitungan NPV ini tidak saja digunakan untuk mengevaluasi layak atau
tidaknya untuk berinvestasi, namun juga digunakan untuk membandingkan investasi mana
yang lebih baik jika terdapat dua pilihan investasi atau lebih.
Rencana Proyek pada prinsipnya merupakan perubahan skema penjualan atas aktivitas
komersial yang telah berjalan di Perseroan. Sehingga dalam menghitung NPV atas Rencana
Proyek perlu membandingkan arus kas tanpa Rencana Proyek (opportunity cost yang harus
dilepas) dan arus kas dengan Rencana Proyek (oppotunity benefit yang akan diterima), atau
disebut juga sebagai arus kas inkremental.
Internal Rate of Return (IRR) atau Modified Internal Rate of Return (MIRR)
IRR menjadi salah satu acuan penghitungan efisiensi dari sebuah investasi. Secara sederhana,
penghitungan IRR dapat menjadi dasar apakah sebuah investasi layak dilakukan atau tidak.
IRR yang lebih besar dari cost of capital maka menggambarkan bahwa investasi yang
dilakukan akan menghasilkan return lebih besar dari yang dirancang sebelumnya. Artinya,
perusahaan disarankan menerima atau menjalankan proyek investasi tersebut. Sebaliknya,
IRR yang lebih kecil ketimbang cost of capital memberi gambaran bahwa investasi yang
dilakukan akan menghasilkan return lebih kecil dari yang ditargetkan sehingga perusahaan
lebih baik menolak proyek tersebut. Sedangkan untuk IRR yang nilainya sama dengan cost of
9-20
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 117
capital menjadi pertimbangan bahwa investasi yang dilakukan diperkirakan menghasilkan
return sebesar yang ditargetkan. Persamaan dari IRR adalah sebagai berikut:
𝑇
𝐶𝐹𝑡
0=∑ − 𝐶𝐹0
(1 + 𝐼𝑅𝑅)𝑡
𝑡−1
dimana: IRR : internal rate of return,
CFt : arus kas pada periode t,
CF0 : arus kas investasi awal pada periode 0,
r : tingkat diskonto.
IRR adalah tingkat diskonto yang menghasilkan NPV sama dengan nol. Kesimpulannya, bila
penghitungan IRR lebih besar daripada cost of capital, maka dapat dibilang bahwa investasi
yang akan dilakukan dinilai layak. Namun jika nilai IRR sama dengan cost of capital, maka
investasi yang akan dilakukan dinilai balik modal. Sementara bila IRR lebih kecil dari cost of
capital, maka investasi yang ditanamkan dinilai tidak layak.
Rencana Proyek pada prinsipnya merupakan perubahan skema penjualan atas aktivitas
komersial yang telah berjalan di Perseroan. Sehingga dalam menghitung NPV atas Rencana
Proyek perlu membandingkan arus kas tanpa Rencana Proyek (opportunity cost yang harus
dilepas) dan arus kas dengan Rencana Proyek (oppotunity benefit yang akan diterima), atau
disebut juga sebagai arus kas inkremental. Namun demikian, arus kas inkremental atas
Rencana Proyek yang dihasilkan termasuk arus kas non-normal sehingga metode IRR tidak
dapat digunakan karena akan memberikan hasil iterasi tak terhingga. Oleh karena itu, untuk
mengatasi kelemahan metode IRR tersebut perlu digunakan metode MIRR. Pada dasarnya
metode MIRR sama dengan IRR, hanya saja metode MIRR memisahkan seluruh arus kas
keluar dan arus kas masuk pada kutub yang berbeda. Persamaan dari MIRR adalah sebagai
berikut:
𝑛 𝐹𝑉𝐶𝐹
𝑀𝐼𝑅𝑅 = √ −1
𝑃𝑉𝐶𝐹
dimana: MIRR : modified internal rate of return,
FVCF : biaya masa depan dari arus kas positif setelah dikurangi tingkat
kembali investasi atau biaya modal,
PVCF : biaya sekarang dari arus kas negatif setelah dikurangi biaya
keuangan perusahaan,
n : jumlah tahun.
Profitalility Index (PI)
PI adalah teknik penganggaran modal untuk mengevaluasi proyek-proyek investasi untuk
kelangsungan hidup atau profitabilitas mereka. Teknik arus kas diskonto yang digunakan dalam
mencapai indeks profitabilitas. PI juga dikenal sebagai rasio manfaat-biaya. PI lebih besar dari
9-21
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 118
atau sama dengan 1 ditafsirkan sebagai kriteria baik dan dapat diterima. PI dihitung dengan
mencari nilai present value perkiraan arus kas yang akan diterima dari investasi, setelah itu
baru dibandingkan dengan jumlah nilai investasi proyek tersebut. Persamaan untuk
menghitung PI adalah sebagai berikut:
∑ 𝑃𝑉(𝐶𝐹𝐼 )
𝑃𝐼 =
∑ 𝑃𝑉(𝐶𝐹𝑂 )
dimana: PI : profitability index,
CFI : nilai kini seluruh arus kas masuk,
CFO : nilai kini seluruh arus kas keluar.
Rencana Proyek pada prinsipnya merupakan perubahan skema penjualan atas aktivitas
komersial yang telah berjalan di Perseroan. Sehingga dalam menghitung PI atas Rencana
Proyek perlu membandingkan arus kas tanpa Rencana Proyek (opportunity cost yang harus
dilepas) dan arus kas dengan Rencana Proyek (opportunity benefit yang akan diterima).
Payback period
Payback period adalah periode waktu yang dibutuhkan untuk memulihkan biaya investasi suatu
proyek. Payback period dihitung berdasarkan akumulasi arus kas setiap periode sampai
dengan nilai akumulasi tersebut positif. Terdapat dua jenis arus kas yang dapat diperhitungkan
dalam payback period, yaitu arus kas tidak terdiskonto dan arus kas terdiskonto. Payback
period biasanya menggunakan arus kas tidak terdiskonto. Sedangkan discounted payback
period menggunakan arus kas terdiskonto. Baik payback period maupun discounted payback
period dihitung sebagai berikut:
𝑛𝐶𝐹
𝑃𝑃 = 1 + 𝑛𝑌 − ( )
𝑝𝐶𝐹
dimana: PP : payback period,
nY : periode waktu setelah investasi awal dimana akumulasi arus kas
negatif terakhir terjadi,
nCF : nilai akumulasi arus kas negatif terakhir terjadi,
pCF : nilai akumulasi arus kas positif pertama terjadi.
Hasil perhitungan PP atas Rencana Proyek adalah 0 (nol) tahun, mengingat Rencana Proyek
tidak membutuhkan biaya investasi (capital expenditure), karena Rencana Proyek adalah
perubahan skema penjualan atas aktivitas penjualan yang telah berjalan di Perseroan,
sehingga tidak ada biaya investasi yang harus dipulihkan.
Overall return on investment (ROI)
ROI adalah tingkat imbal balik investasi yang digunakan juga untuk mengevaluasi proyek-
proyek investasi untuk kelangsungan hidup atau profitabilitas mereka. ROI digunakan untuk
membandingkan nilai akhir investasi yang dilakukan dengan nilai awal investasi yang
dikeluarkan. ROI yang lebih besar dibandingkan cost of capital proyek maka mengindikasikan
9-22
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 119
bahwa investasi yang akan dilakukan dinilai layak. Sementara apabila ROI yang dihasilkan
lebih kecil daripada cost of capital proyek maka mengindikasikan hal sebaliknya. Persamaan
untuk menghitung ROI adalah sebagai berikut:
𝐹𝑉𝐼 − 𝐼𝑉𝐼
𝑅𝑂𝐼 =
𝐼𝑉𝐼
dimana: ROI : overall return on investment,
FVI : nilai akhir investasi,
IVI : nilai awal investasi.
Rencana Proyek pada prinsipnya merupakan perubahan skema penjualan atas aktivitas
komersial yang telah berjalan di Perseroan. Sehingga dalam menghitung ROI atas Rencana
Proyek perlu membandingkan nilai kini investasi hipotetis tanpa Rencana Proyek dengan nilai
masa depan investasi hipotetis dengan Rencana Proyek yang disetahunkan.
Break-even point (BEP)
BEP adalah titik impas yang mengacu pada jumlah pendapatan yang diperlukan untuk menutup
total biaya yang sudah dikeluarkan dalam jangka waktu tertentu, baik biaya tetap maupun biaya
variabel. Dengan kata lain, BEP adalah titik ketika semua biaya yang dikeluarkan untuk operasi
produksi bisa ditutupi oleh pendapatan dari penjualan produk. Persamaan untuk menghitung
BEP (dalam satuan moneter) adalah sebagai berikut:
𝐹𝐶
𝐵𝐸𝑃 =
𝑉𝐶
(1 − )
𝑅
dimana: BEP : break-even point,
FC : total biaya tetap,
VC : total biaya variabel,
R : pendapatan.
Rencana Proyek pada prinsipnya merupakan perubahan skema penjualan atas aktivitas
komersial yang telah berjalan di Perseroan. Sehingga dalam menghitung BEP atas Rencana
Proyek perlu membandingkan pendapatan, biaya variabel dan biaya tetap tanpa Rencana
Proyek dengan pendapatan, biaya variabel, dan biaya tetap dengan Rencana Proyek, atau
BEP yang dihasilkan mengindikasikan BEP inkremental.
Berikut ini adalah ringkasan parameter kelayakan finansial atas Rencana Proyek (detil
perhitungan parameter kelayakan finansial atas Rencana Proyek dapat dilihat pada bagian
Lampiran).
9-23
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 120
Tabel 9-11: Ringkasan Parameter Kelayakan Finansial Rencana Proyek
Parameter Nilai Kriteria kelayakan Keterangan
Net present value (NPV) Rp15.483.232.000 NPV > 0 Layak
Modified Internal rate of return 11,79% IRR > biaya modal Layak
(MIRR)
Profitability index (PI) 1,01 PI > 1 Layak
Overal return on investment (ROI) 15,83% ROI > biaya modal Layak
Payback period (PP) 0 0 tahun
Break-even point (BEP) Rp18.470.000.000 Rata-rata proyeksi
inkremental
9.2.11 Analisis Modal Kerja
Berdasarkan perbandingan proyeksi perputaran piutang usaha, persediaan, dan utang usaha
tanpa dan dengan Rencana Proyek, tidak terjadi perubahan signifikan terhadap modal kerja
Perseroan, sebagaimana ditunjukkan dari perputaran kas inkremental sebesar nol, selama
periode proyeksi. Berikut adalah proyeksi perputaran modal kerja tanpa dan dengan Rencana
Proyek.
Tabel 9-12: Perputaran Modal Kerja Tanpa dan Dengan Rencana Proyek
Uraian 31-Dec-24 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28
Perputaran modal kerja tanpa Rencana Transaksi
Piutang usaha 69 65 61 58 54
Persediaan 34 32 30 28 26
Utang usaha 86 82 78 74 68
Kas 16 15 13 12 12
Perputaran modal kerja dengan Rencana Transaksi
Piutang usaha 70 66 62 58 55
Persediaan 34 32 30 28 26
Utang usaha 88 83 79 75 69
Kas 16 14 13 12 12
Perputaran kas inkremental 0 0 0 0 0
9.2.12 Analisis Rasio Keuangan
Rasio likuiditas
Tingkat likuiditas perusahaan dihitung berdasarkan perbandingan antara aset lancar
dibandingkan dengan liabilitas lancar yang mencerminkan kemampuan perusahaan dalam
memenuhi liabilitas jangka pendeknya. Indikator utama dalam mengukur tingkat likuiditas, yaitu
rasio lancar (current ratio). Rata-rata rasio lancar selama masa proyeksi eksplisit adalah 4,38x
atau mengindikasikan tingkat likuiditas yang baik.
𝐶𝑢𝑟𝑟𝑒𝑛𝑡 𝑎𝑠𝑠𝑒𝑡𝑠
𝐶𝑢𝑟𝑟𝑒𝑛𝑡 𝑅𝑎𝑡𝑖𝑜 =
𝐶𝑢𝑟𝑟𝑒𝑛𝑡 𝑙𝑖𝑎𝑏𝑖𝑙𝑖𝑡𝑖𝑒𝑠
9-24
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 121
Rasio solvabilitas
Tingkat solvabilitas menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi seluruh
liabilitasnya, yang diukur dengan menggunakan dua indikator, yaitu melalui perbandingan
antara jumlah liabilitas terhadap jumlah aset dan melalui perbandingan antara jumlah liabilitas
terhadap jumlah ekuitas. Rata-rata debt to equity ratio (DER) dan debt to total aset (DAR)
selama masa proyeksi eksplisit adalah 0,45x dan 0,90x, berturut-turut, atau mengindikasikan
tingkat solvabilitas yang baik.
𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑖𝑛𝑡𝑒𝑟𝑒𝑠𝑡 𝑏𝑒𝑎𝑟𝑖𝑛𝑔 𝑑𝑒𝑏𝑡𝑠
𝐷𝐸𝑅 =
𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑒𝑞𝑢𝑖𝑡𝑦
𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑖𝑛𝑡𝑒𝑟𝑒𝑠𝑡 𝑏𝑒𝑎𝑟𝑖𝑛𝑔 𝑑𝑒𝑏𝑡𝑠
𝐷𝐴𝑅 =
𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑎𝑠𝑠𝑒𝑡𝑠
Rasio profitabilitas
Returasetasset (ROA) menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba bersih
dari aset yang dimilikinya. Rata-rata ROA selama masa proyeksi eksplisit adalah 19,33%.
Sementara return on equity (ROE) menunjukkan kemampuan perusahaan dalam
menghasilkan laba bersih dari ekuitas yang ditanamkan. Rata-rata ROE selama masa proyeksi
eksplisit adalah 36,03%. Sedangkan return on investment (ROI) menunjukkan kemampuan
perusahaan dalam menghasilkan laba bersih dari jumlah seluruh modal investasi yang
ditanamkan. Rata-rata ROI selama masa proyeksi eksplisit adalah 24,76%.
𝑁𝑒𝑡 𝑖𝑛𝑐𝑜𝑚𝑒
𝑅𝑂𝐴 =
𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑎𝑠𝑠𝑒𝑡𝑠
𝑁𝑒𝑡 𝑖𝑛𝑐𝑜𝑚𝑒
𝑅𝑂𝐸 =
𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑒𝑞𝑢𝑖𝑡𝑦
𝑁𝑒𝑡 𝑖𝑛𝑐𝑜𝑚𝑒
𝑅𝑂𝐼 =
𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑖𝑛𝑣𝑒𝑠𝑡𝑒𝑑 𝑐𝑎𝑝𝑖𝑡𝑎𝑙
9.2.12.1 Rasio Keuangan Tanpa Rencana Proyek
Berikut ini adalah proyeksi rasio likuiditas, rasio solvabilitas, dan rasio profitabilitas tanpa
Rencana Proyek pada Perseroan.
9-25
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 122
Tabel 9-13: Rasio Keuangan Perseroan Tanpa Rencana Proyek
Uraian 31-Dec-24 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28
Profitabilitas
Marjin laba kotor 33,12% 34,00% 34,53% 35,28% 34,65%
Marjin laba operasi 13,91% 15,75% 16,81% 18,12% 17,88%
Marjin laba sebelum pajak 11,67% 14,47% 16,29% 18,05% 17,88%
Marjin laba bersih 9,11% 11,28% 12,71% 14,08% 13,95%
ROE (return on equity) 7,04% 8,51% 9,28% 9,89% 9,48%
ROA (return on assets) 4,96% 6,42% 7,49% 8,22% 8,00%
ROIC (return on invested capital) 5,96% 7,68% 8,91% 9,64% 9,26%
Likuiditas
Rasio kas 0,23 0,47 0,90 1,55 2,32
Rasio cepat 1,25 1,49 2,14 2,90 3,67
Rasio lancar 1,27 1,51 2,16 2,92 3,70
Solvabilitas
DAR (debt to total assets ratio) 12,78% 8,15% 3,34% 2,18% 2,01%
DER (debt to equity ratio) 18,13% 10,80% 4,13% 2,62% 2,38%
9.2.12.2 Rasio Keuangan Dengan Rencana Proyek
Berikut ini adalah proyeksi rasio likuiditas, rasio solvabilitas, dan rasio profitabilitas dengan
Rencana Proyek pada Perseroan.
Tabel 9-14: Rasio Keuangan Perseroan Dengan Rencana Proyek
Uraian 31-Dec-24 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28
Profitabilitas
Marjin laba kotor 33,68% 34,57% 35,11% 35,88% 35,23%
Marjin laba operasi 14,19% 16,06% 17,13% 18,46% 18,22%
Marjin laba sebelum pajak 11,92% 14,75% 16,61% 18,39% 18,22%
Marjin laba bersih 9,30% 11,51% 12,95% 14,34% 14,21%
ROE (return on equity) 7,08% 8,55% 9,31% 9,92% 9,50%
ROA (return on assets) 5,00% 6,46% 7,52% 8,25% 8,03%
ROIC (return on invested capital) 6,00% 7,72% 8,94% 9,66% 9,28%
Likuiditas
Rasio kas 0,23 0,48 0,92 1,57 2,35
Rasio cepat 1,25 1,50 2,16 2,93 3,71
Rasio lancar 1,27 1,52 2,18 2,95 3,73
Solvabilitas
DAR (debt to total assets ratio) 12,79% 8,15% 3,34% 2,18% 2,00%
DER (debt to equity ratio) 18,12% 10,80% 4,13% 2,62% 2,37%
9.2.12.3 Perubahan Rasio Keuangan Tanpa dan Dengan Rencana Proyek
Berikut ini adalah proyeksi selisih rasio likuiditas, rasio solvabilitas, dan rasio profitabilitas
antara tanpa dan dengan Rencana Proyek pada Perseroan. Beberapa hal yang dapat dicermati
atas selisih ini adalah sebagai berikut:
▪ Profitabilitas dengan Rencana Proyek cenderung semakin membaik, sebagaimana
diindikasikan dari selisih positif rasio profitabilitas antara tanpa dan dengan Rencana
Proyek.
9-26
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 123
▪ Likuiditas dengan Rencana Proyek cenderung semakin membaik, meskipun tidak
signifikan, sebagaimana diindikasikan dari selisih positif rasio likuiditas antara tanpa dan
dengan Rencana Proyek.
▪ Solvabilitas dengan Rencana Proyek cenderung semakin membaik, meskipun tidak
signifikan, sebagaimana diindikasikan darselisih negatif rasio solvabilitas antara tanpa dan
dengan Rencana Proyek.
Tabel 9-15: Selisih Rasio Keuangan Perseroan Tanpa dan Dengan Rencana Proyek
Uraian 31-Dec-24 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28
Profitabilitas
Marjin laba kotor 0,56% 0,57% 0,58% 0,59% 0,59%
Marjin laba operasi 0,28% 0,31% 0,32% 0,34% 0,34%
Marjin laba sebelum pajak 0,25% 0,29% 0,31% 0,34% 0,34%
Marjin laba bersih 0,19% 0,23% 0,24% 0,26% 0,26%
ROE (return on equity) 0,04% 0,04% 0,03% 0,03% 0,02%
ROA (return on assets) 0,04% 0,03% 0,03% 0,03% 0,03%
ROIC (return on invested capital) 0,04% 0,03% 0,03% 0,02% 0,02%
Likuiditas
Rasio kas 0,00 0,01 0,01 0,02 0,03
Rasio cepat 0,00 0,01 0,02 0,03 0,04
Rasio lancar 0,00 0,01 0,02 0,03 0,04
Solvabilitas
DAR (debt to total assets ratio) 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
DER (debt to equity ratio) -0,01% -0,01% -0,01% 0,00% 0,00%
9.2.13 Analisis Sensitivitas
Analisis sensitivitas bertujuan untuk mengetahui tingkat sensitivitas suatu variabel terhadap
parameter kelayakan finansial. Parameter kelayakan finansial yang digunakan dalam analisis
sensitivitas ini adalah NPV.
Sensitivitas Tarif Royalti dan Margin Markup
Berdasarkan analisis sensitivitas terhadap tarif royalti Stream 2 dan 3 serta margin markup
Stream 3, diketahui bahwa margin markup Stream 3 lebih sensitif dibandingkan tarif royalti
Stream 2 dan 3. Oleh karena itu Rencana Proyek perlu lebih memperhatikan dalam kebijakan
penentuan harga jual ke SIG terkait Stream 3 agar Rencana Proyek dapat memberikan
pengembalian yang sesuai, atau bahkan melebihi, ekspektasi.
9-27
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 124
Tabel 9-16: Sensitivitas NPV Terhadap Tarif Royalti dan Margin Markup
Margin markup Stream 3
###### 0,0% 0,5% 1,0% 1,5% 2,0% 2,5% 3,0% 3,5% 4,0% 4,5% 5,0% 5,5% 6,0%
0,0% -35.727.076 -16.629.683 2.467.709 21.565.102 40.662.494 59.759.887 78.857.279 97.954.672 117.052.064 136.149.457 155.246.849 174.344.242 193.441.634
0,5% -52.221.364 -33.123.971 -14.026.579 5.070.814 24.168.206 43.265.599 62.362.991 81.460.384 100.557.776 119.655.169 138.752.561 157.849.954 176.947.346
Tarif royalty Stream 2 & 3
1,0% -68.715.652 -49.618.259 -30.520.867 -11.423.474 7.673.918 26.771.311 45.868.703 64.966.096 84.063.488 103.160.881 122.258.273 141.355.666 160.453.058
1,5% -85.209.940 -66.112.547 -47.015.155 -27.917.762 -8.820.370 10.277.023 29.374.415 48.471.808 67.569.200 86.666.593 105.763.985 124.861.378 143.958.770
2,0% -101.704.228 -82.606.835 -63.509.443 -44.412.050 -25.314.658 -6.217.265 12.880.127 31.977.520 51.074.912 70.172.305 89.269.697 108.367.090 127.464.482
2,5% -118.198.516 -99.101.123 -80.003.731 -60.906.338 -41.808.946 -22.711.553 -3.614.161 15.483.232 34.580.624 53.678.017 72.775.409 91.872.802 110.970.194
3,0% -134.692.804 -115.595.411 -96.498.019 -77.400.626 -58.303.234 -39.205.841 -20.108.449 -1.011.056 18.086.336 37.183.729 56.281.121 75.378.514 94.475.907
3,5% -151.187.092 -132.089.699 -112.992.307 -93.894.914 -74.797.522 -55.700.129 -36.602.737 -17.505.344 1.592.048 20.689.441 39.786.834 58.884.226 77.981.619
4,0% -167.681.380 -148.583.987 -129.486.595 -110.389.202 -91.291.810 -72.194.417 -53.097.025 -33.999.632 -14.902.240 4.195.153 23.292.546 42.389.938 61.487.331
4,5% -184.175.668 -165.078.275 -145.980.883 -126.883.490 -107.786.098 -88.688.705 -69.591.313 -50.493.920 -31.396.527 -12.299.135 6.798.258 25.895.650 44.993.043
5,0% -200.669.956 -181.572.563 -162.475.171 -143.377.778 -124.280.386 -105.182.993 -86.085.600 -66.988.208 -47.890.815 -28.793.423 -9.696.030 9.401.362 28.498.755
5,5% -217.164.244 -198.066.851 -178.969.459 -159.872.066 -140.774.674 -121.677.281 -102.579.888 -83.482.496 -64.385.103 -45.287.711 -26.190.318 -7.092.926 12.004.467
6,0% -233.658.532 -214.561.139 -195.463.747 -176.366.354 -157.268.961 -138.171.569 -119.074.176 -99.976.784 -80.879.391 -61.781.999 -42.684.606 -23.587.214 -4.489.821
Sensitivitas Volume Stream 2 dan Stream 3
Berdasarkan analisis sensitivitas terhadap perubahan volume Stream 2 dan 3, diketahui bahwa
perubahan volume Stream 3 lebih sensitif dibandingkan perubahan volume Stream 2. Hal ini
disebabkan perubahan rasio pendapatan terhadap biaya pokok pendapatan Stream 3 antara
tanpa dan dengan Rencana Proyek relatif lebih kecil dibandingkan perubahan rasio
pendapatan terhadap biaya pokok pendapatan Stream 2 antara tanpa dan dengan Rencana
Proyek. Dari analisis sensitivitas diketahui bahwa perubahan volume Stream 3 sebesar 0,2%
diatas dari baseline-nya akan menyebabkan NPV menjadi negatif. Sementara perubahan
volume Stream 2 sebesar 5,2% dibawah dari baseline-nya baru akan menyebabkan NPV
menjadi negatif. Oleh karena itu Rencana Proyek perlu lebih berfokus untuk mendorong
peningkatan volume Stream 2 agar Rencana Proyek dapat memberikan pengembalian yang
sesuai, atau bahkan melebihi, ekspektasi.
Tabel 9-17: Sensitivitas NPV Terhadap Perubahan Volume Stream 2 dan Stream 3
Perubahan volume Stream 3 dari baseline
Perubahan volume Stream 2 dari baseline
15.483 -150,0% -125,0% -100,0% -75,0% -50,0% -25,0% 0,0% 25,0% 50,0% 75,0% 100,0% 125,0% 150,0%
-150,0% 2.417.522 2.350.742 2.297.966 2.227.890 2.052.923 1.498.231 -68.127 -3.794.312 -11.503.812 -25.854.550 -50.498.000 -90.238.288 -151.191.308
-125,0% 2.420.788 2.354.008 2.300.705 2.230.629 2.055.662 1.500.970 -65.389 -3.791.574 -11.501.073 -25.851.812 -50.495.261 -90.235.549 -151.188.569
-100,0% 2.422.904 2.356.124 2.302.294 2.232.218 2.057.251 1.502.559 -63.799 -3.789.984 -11.499.484 -25.850.223 -50.493.672 -90.233.960 -151.186.980
-75,0% 2.425.900 2.359.119 2.304.762 2.234.687 2.059.720 1.505.028 -61.331 -3.787.516 -11.497.015 -25.847.754 -50.491.203 -90.231.491 -151.184.511
-50,0% 2.432.146 2.365.366 2.310.482 2.240.406 2.065.439 1.510.747 -55.611 -3.781.796 -11.491.296 -25.842.034 -50.485.484 -90.225.772 -151.178.792
-25,0% 2.450.808 2.384.028 2.328.617 2.258.541 2.083.574 1.528.882 -37.476 -3.763.661 -11.473.161 -25.823.900 -50.467.349 -90.207.637 -151.160.657
0,0% 2.504.295 2.437.515 2.381.576 2.311.501 2.136.534 1.581.842 15.483 -3.710.702 -11.420.201 -25.770.940 -50.414.389 -90.154.677 -151.107.697
25,0% 2.634.711 2.567.931 2.511.465 2.441.390 2.266.423 1.711.731 145.372 -3.580.813 -11.290.312 -25.641.051 -50.284.500 -90.024.788 -150.977.808
50,0% 2.910.308 2.843.528 2.786.634 2.716.460 2.541.493 1.986.801 420.442 -3.305.743 -11.015.242 -25.365.981 -50.009.430 -89.749.718 -150.702.738
75,0% 3.431.936 3.365.156 3.308.262 3.237.561 3.062.594 2.507.902 941.543 -2.784.642 -10.494.141 -24.844.880 -49.488.329 -89.228.617 -150.181.637
100,0% 4.533.639 4.452.880 4.395.536 4.323.857 4.134.911 3.485.076 1.848.574 -1.877.611 -9.587.110 -23.937.849 -48.581.298 -88.321.586 -149.274.606
125,0% 6.400.571 6.320.856 6.263.711 6.191.305 5.999.366 5.342.786 3.424.262 -399.250 -8.108.750 -22.459.488 -47.102.938 -86.843.226 -147.796.246
150,0% 9.308.764 9.225.097 9.167.109 9.093.334 8.899.587 8.236.782 6.302.404 1.887.790 -5.821.709 -20.172.448 -44.815.897 -84.556.185 -145.509.205
9-28
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 125
BAB 10. KESIMPULAN
1. Berdasarkan penelaahan aspek legalitas dan hukum, Perseroan telah memenuhi legalitas dan
hukum utama yang diperlukan, sebagaimana dibuktikan dengan aktivitas komersial yang dilakukan
Perseroan telah berjalan dengan baik selama ini. Sementara berkaitan dengan Rencana Proyek
saat ini perlu memenuhi perijinan yang dibutuhkan, dimana Studi Kelayakan ini merupakan salah
satu persyaratan untuk memperoleh perijinan tersebut.
2. Berdasarkan penelaahan aspek pasar, penjualan semen di semua pulau di Indonesia mengalami
pertumbuhan yang positif, terkecuali Pulau jawa. Penjualan semen di Pulau Jawa terkontraksi
sebesar -1,2% yoy. Sebaliknya, penjualan semen di luar Pulau Jawa tumbuh positif. Total
penjualan semen (penjumlahan penjualan domestik dan ekspor) tumbuh 2,8% yoy pada September
2023. Volume penjualan total produsen semen nasional pada September 2023 tercatat sebesar
7,1 juta ton, atau tumbuh sebesar 2,8% yoy. Secara kumulatif, total penjualan semen domestik dan
ekspor pada Januari-September 2023 sebesar 54,7 juta ton, atau tumbuh 1,8% yoy. Struktur pasar
semen di Indonesia cenderung berbentuk oligopoli, dengan beberapa produsen saja, diluar
kelompok usaha SIG, seperti Cemindo Gemilang, Semen Conch, Semen Bosowa, Semen Imasco
Asiatic dan Semen Tiga Roda. Cemindo Gemilang memiliki pangsa pasar di Sumatera, Kalimantan,
Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara serta internasional (Vietnam). Semen Conch memiliki jaringan
distribusi di Papua; Semen Bosowa dengan jaringan distribusi Pulau Jawa, Bali, dan Nusa
Tenggara dan juga internasional (Afrika); Semen Tiga Roda dengan jaringan distribusi di Pulau
Jawa dan Kalimantan; serta Semen Imasco Asiatic dengan jaringan distribusi di Jawa Timur dan
luar Jawa. Pangsa pasar produk Perseroan di wilayah Sumatera bagian Selatan (Sumbagsel)
mencapai 34% meningkat dibandingkan periode sebelumnya.
3. Berdasarkan penelaahan aspek teknis, Rencana Proyek memiliki kemudahan aksesibilitas karena
terletak di lokasi yang mudah diakses melalui moda transportasi darat dan air. Finish Mill dan
Packing Unit Palembang dapat diakses melalui Pelabuhan Palembang (Dermaga GMP), dan moda
transportasi darat melalui Gerbang Tol Kramasan sebagai pintu masuk/keluar Jalan Tol
Palembang-Indralaya. Sedangkan Integrated Plant I dan II di Ogan Komering Ulu ke Finish Mill
Palembang dapat diakses menggunakan Jalan Raya Tiga Gajah, sementara Finish Mill dan
Packing Unit Lampung dapat diakses melalui Jalan Yos Sudarso, Bandar Lampung. Konsep dasar
pengembangan Rencana Proyek sebagai alternatif saluran penjualan yang bersifat komplemen
dan bukan subtitusi dari saluran penjualan yang telah ada. Teknologi yang digunakan Perseroan
dalam pembuatan semen yang dilakukan menggunakan proses kering (dry process) yang dimulai
dari penyediaan bahan mentah, penggilingan bahan mentah, pembakaran, pendinginan klinker,
penggilingan klinker, dan pengantongan semen. Perencanaan teknis dengan kapasitas produksi
terpasang 4,1 juta ton semen, meliputi jenis Ordinary Portland Cement (OPC) type I, Ordinary
Portland Cement (OPC) type II, Ordinary Portland Cement (OPC) type V, Portland Composite
10-1
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 126
Cement (PCC), Baturaja Mortar dan White Clay. Ketersediaan bahan baku utama berupa batu
kapur dan tanah liat dimiliki Perseroan atas penguasaan konsesi penambangan mineral tersebut
dengan jumlah sumber daya yang tersedia mencapai 270 juta ton, sehingga diperkirakan mampu
mendukung operasional Perseroan hingga 60 tahun ke depan. Disamping itu, Perseroan juga
didukung dengan sumber daya manusia yang kompeten sebanyak 880 orang karyawan.
4. Berdasarkan penelaahan aspek pola bisnis, terdapat 4 (empat) pola bisnis penjualan semen di
Perseroan saat ini, yang disebut sebagai Stream 1, Stream 2, Stream 3, dan Stream 4. Rencana
Proyek berkaitan dengan perubahan pola bisnis pada Stream 2 dan Stream 3. Sementara pola
bisnis Stream 1 dan Stream 4 tidak mengalami perubahan. Stream 1 adalah pola bisnis penjualan
semen zak brand milik Perseroan oleh Perseroan ke SIG. Stream 2 adalah pola bisnis penjualan
semen zak brand milik Perseroan oleh entitas anak SIG lain, dimana Perseroan berpotensi
mendapatkan royalti 2,5% atas penjualan. Pola bisnis Stream 2 tanpa Rencana Proyek pada
dasarnya telah pula dijalankan Perseroan dengan pola maklon, dimana pendapatan Perseroan dari
selisih harga jual dengan harga beli semen. Stream 3 adalah pola bisnis penjualan semen zak
brand bukan milik Perseroan oleh Perseroan ke SIG, dimana Perseroan menjual ke SIG dengan
tambahan margin 3,5% dan memberikan royalti 2,5% atas penjualan kepada entitas anak SIG lain.
Pola bisnis Stream 3 tanpa Rencana Proyek pada dasarnya telah pula dijalankan Perseroan
dengan pola maklon, dimana Perseroan mendapat kompensasi atas produksi semen zak untuk
entitak anak SIG lain. Stream 4 adalah pola bisnis penjualan semen curah dari Perseroan ke SIG
ataupun entitas anak SIG lain. Keunggulan dari Rencana Proyek terutama akan meningkatkan
jangkauan distribusi produk Perseroan menjadi lebih luas dan bertambahkan keragaman produk
entitas anak SIG lain yang dapat ditawarkan Perseroan ke pelanggan, menjadikan kompetitor
kesulitan untuk meniru kemampuan Perseroan tersebut. Penciptaan nilai tambah dari Rencana
Proyek dihasilkan melalui percepatan distribusi produk Perseroan ke pelanggan di pasar yang baru,
serta mekanisme penjualan silang (cross selling) antar entitas dalam kelompok usaha SIG. Strategi
pemasaran terkait Rencana Proyek yang akan dilakukan Perseroan adalah melalui komunikasi
pemasaran; menjaga kontinuitas suplai produk dengan peningkatan fasilitas distribusi dan ekspansi
pasar ke wilayah pengembangan; melakukan aktivitas branding Above The Line (ATL) dan Below
The Line (BTL) baik secara offline maupun digital; melakukan aktivitas penjualan secara online
melalui digital platform; melakukan penjualan produk turunan; dan melakukan optimalisasi biaya
pelayanan ke pelanggan.
5. Berdasarkan penelaahan aspek model manajemen, Rencana Proyek didukung oleh manajemen
yang kompeten dan berpengalaman, serta profesional dalam setiap fungsi operasional. Hal ini
sebagaimana tercermin dalam rekam jejak jajaran manajemen Perseroan. Selain itu, Perseroan
juga memberikan penghargaan atas lahirnya inovasi-inovasi baru dari sumber daya manusia yang
dimiliki. Model manajemen di Perseroan menekankan tidak hanya pada kompetensi dan
pengalaman, namun juga pembentukan karakter sumber daya manusia dengan pembangunan
budaya perusahaan yang berpedoman pada nilai-nilai Perseroan sebagaimana tercermin dalam
budaya “AKHLAK”.
10-2
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 127
6. Berdasarkan penelaahan aspek risiko usaha dan lingkungan, faktor risiko meliputi risiko perijinan
tambang pada proses bisnis mengelola perencanaan penambangan dengan mitigasi risiko berupa
merencanakan percepatan peningkatan status IUP Operasi Produksi Batu Kapur T3, berkoordinasi
dengan lintas divisi dan instansi terkait (KLHK, KESDM, BKPM, PTSP) dan percepatan
pembangunan infrastruktur dan fasilitas penunjang tambang T3; risiko pembayaran piutang dengan
mitigasi risiko berupa memastikan appraisal nilai jaminan yang dimiliki distributor sesuai dengan
plafon penebusannya, memastikan distributor menggunakan fasilitas Distributor Finance (DF),
melakukan pengajuan pengalihan piutang (take over piutang) bagi distributor yang masih aktif ke
pihak perbankan, melakukan penjadwalan ulang pembayaran piutang bagi distributor yang telah
jatuh tempo, melakukan evaluasi distributor terhadap penebusan dan pembayaran piutang dalam
3 bulan terakhir, melakukan kerja sama dengan Jaksa Pengacara Negara (JPN) dalam penagihan
piutang macet dan mendaftarkan distributor yang telah diberikan surat peringatan dan bekerja
sama dengan pihak KPKNL untuk memproses pelelangan aset bagi distributor yang macet dan
gagal pengajuan ke perbankan; risiko persaingan bisnis dengan mitigasi risiko berupa melakukan
dan memperkuat sinergi dengan BUMN Karya dan kerja sama dengan instansi dan Perseroan
untuk meningkatkan penjualan semen, meningkatkan kontribusi dari proyek yang membutuhkan
semen curah antara lain melalui kerja sama dengan provider yang memiliki informasi mengenai
proyek, mengoptimalkan penjualan semen dengan platform digital, merencanakan dan melakukan
program promosi yang tepat ke channel penjualan, mengedukasi produk (product knowledge) dan
branding product, menerapkan pelayanan after sales ke channel penjualan dan peningkatan
promosi dan akuisisi toko yang belum menjual Semen Baturaja di area margin; risiko operasional
dengan mitigasi risiko berupa shutdown sesuai dengan jadwal dengan mempertimbangkan
kesiapan ketersediaan spare part yang ada, meningkatkan pelaksanaan preventive dan predictive
maintenance, menerapkan inovasi dan improvement pada proses produksi melalui TPM,
mengoptimalkan penggunaan plant automation system, sharing knowledge sistem, operasional
dan preventive peralatan, memastikan harga perolehan Bahan Baku Penolong sesuai RKAP 2023,
melakukan substitusi material dalam proses pembuatan semen, meningkatkan penggunaan limbah
untuk menurunkan konsumsi bahan bakar, penurunan clinker factor semen dengan peningkatan
pemakaian bahan ketiga berupa fly ash dan pemakaian Cement Grinding Aid (CGA) sebagai bahan
baku aditif penolong penggilingan semen, melakukan monitoring kualitas untuk bahan baku dan
bahan penolong dalam proses penerimaan dan optimalisasi penggunaan aditif untuk meningkatkan
kualitas semen; risiko distribusi dengan mitigasi risiko berupa pemantauan dan memastikan
ekspeditor telah melakukan pemasangan dan pemantauan alat tracking pada setiap armadanya,
memastikan pendistribusian semen sesuai order melalui survei ke toko oleh PIC sales area,
memastikan kebutuhan angkutan untuk franco terpenuhi sesuai rencana, melakukan evaluasi
terhadap distributor yang melakukan penebusan dan melakukan koordinasi dengan ekspeditur
untuk patuh dengan regulasi; risiko kesesuaian pengembangan karyawan dengan jenjang karir
dengan mitigasi risiko berupa pembekalan kepada para talent seperti coaching sebelum
melaksanakan program pengembangan talent Perseroan baik melibatkan konsultan maupun
penugasan khusus yang diberikan, memastikan setiap kandidat talent yang akan dikembangkan
10-3
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 128
kompetensinya untuk mengikuti seluruh rangkaian proses pengembangan talenta melengkapi
kebutuhan bank data terkait talent Perseroan seperti pendidikan pelatihan, riwayat jabatan,
pencapaian kinerja dan lain-lain dan membuat perencanaan jadwal pengembangan talent dan
memantau realisasi dari setiap aktivitas pengembangan talent; risiko compliance regulasi
lingkungan dan energi dengan mitigasi risiko berupa pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan
dan pengurangan emisi karbon peningkatan pemanfaatan Alternative Fuel and Raw Material
(AFR); risiko fraud dengan mitigasi berupa mengimplementasikan penerapan budaya perusahaan
(AKHLAK) ke seluruh karyawan secara intens, sosialisasi fraud/gratifikasi/suap serta etika dan
perilaku karyawan terhadap fraud/gratifikasi/suap secara efektif dan berkala ke seluruh karyawan
dan sanksi, program pengendalian gratifikasi, melakukan pengawasan/pemeriksaan terhadap
kegiatan operasional melalui Divisi Internal Audit secara berkala dan perbaikan proses bisnis.
7. Berdasarkan analisis SWOT, kekuatan (strength) dari Rencana Proyek adalah posisi Perseroan
sebagai market leader di wilayah Sumbagsel, dukungan dari SIG sebagai kelompok usaha
produsen semen terbesar di Indonesia, dan dukungan bahan baku dan bahan bakar melalui
penguasaan konsesi pertambangan batu kapur dan sinergi BUMN dengan PT Bukit Asam Tbk.
Sementara kelemahan (weakness) dari Rencana Proyek adalah ketergantungan terhadap SIG
sebagai distributor tunggal. Selanjutnya peluang (opportunity) dari Rencana Proyek adalah
peningkatan utilitas seiring bertambahnya potensi pasar, penciptaan nilai tambah bagi Perseroan
dan SIG, serta dukungan teknologi dari kelompok usaha SIG. Sedangkan ancaman (threat) dari
Rencana Proyek adalah potensi pendatang baru dengan proposisi nilai yang lebih baik, dan
kualitas produk dibawah ekspektasi dari entitas anak SIG lain.
8. Berdasarkan analisis aspek keuangan, tidak terdapat biaya pendirian (startup cost) secara
langsung terkait Rencana Proyek, mengingat pada dasarnya Rencana Proyek adalah rencana
perubahan skema penjualan atas aktivitas komersial yang telah berjalan di Perseroan. Analisis
kelayakan finansial didasarkan pada arus kas bersih inkremental, yaitu selisih antara arus kas
bersih tanpa Rencana Proyek dan arus kas bersih dengan Rencana Proyek. Memperhitungkan
biaya modal ekuitas Perseroan sebesar 11,67% maka Rencana Proyek akan menghasilkan NPV
(net present value) sebesar Rp15,5 miliar, MIRR (modified internal rate of return) sebesar 11,79%,
dan PI (profitability index) sebesar 1,01x, dan overall return on investment sebesar 15,83%, dimana
seluruh parameter kelayakan finansial tersebut mengindikasikan Rencana Proyek layak.
Berdasarkan analisis rasio keuangan diperoleh indikasi bahwa Profitabilitas dengan Rencana
Proyek cenderung semakin membaik, sebagaimana diindikasikan dari selisih positif rasio
profitabilitas antara tanpa dan dengan Rencana Proyek; likuiditas dengan Rencana Proyek
cenderung semakin membaik, meskipun tidak signifikan, sebagaimana diindikasikan dari selisih
positif rasio likuiditas antara tanpa dan dengan Rencana Proyek; dan solvabilitas dengan Rencana
Proyek cenderung semakin membaik, meskipun tidak signifikan, sebagaimana diindikasikan dari
selisih negatif rasio solvabilitas antara tanpa dan dengan Rencana Proyek. Selanjutnya dari analisis
sensitivitas diketahui bahwa margin markup Stream 3 lebih sensitif dibandingkan tarif royalti Stream
2 dan 3. Oleh karena itu Rencana Proyek perlu lebih memperhatikan dalam kebijakan penentuan
10-4
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 129
harga jual ke SIG terkait Stream 3 agar Rencana Proyek dapat memberikan pengembalian yang
sesuai, atau bahkan melebihi, ekspektasi. Berdasarkan analisis sensitivitas terhadap perubahan
volume Stream 2 dan 3, diketahui bahwa perubahan volume Stream 3 lebih sensitif dibandingkan
perubahan volume Stream 2.
9. Berdasarkan analisis atas kelayakan pasar, kelayakan teknis, kelayakan pola bisnis, kelayakan
model manajemen, aspek risiko usaha dan lingkungan, dan kelayakan keuangan terhadap
Rencana Proyek sebagaimana diungkapkan diatas, dapat disimpulkan bahwa Rencana Proyek
adalah layak.
10-5
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 130
LAMPIRAN 1. Asumsi proyeksi keuangan Tanpa Rencana Proyek; 2. Asumsi proyeksi keuangan Dengan Rencana Proyek; 3. Analisis kelayakan inkremental Rencana Proyek; 4. Rasio keuangan Tanpa Rencana Proyek; 5. Rasio keuangan Dengan Rencana Proyek 6. Analisis sensitivitas Rencana Proyek; 7. Proyeksi laporan laba rugi & penghasilan komprehensif Tanpa Rencana Proyek; 8. Proyeksi laporan posisi keuangan Tanpa Rencana Proyek; 9. Proyeksi laporan arus kas Tanpa Rencana Proyek; 10. Proyeksi laporan laba rugi & penghasilan komprehensif Dengan Rencana Proyek; 11. Proyeksi laporan posisi keuangan Dengan Rencana Proyek; 12. Proyeksi laporan arus kas Dengan Rencana Proyek; 13. Perhitungan tingkat diskonto;
Page 131
1. Asumsi proyeksi keuangan Tanpa Rencana Proyek;
PT SEMEN BATURAJA (PERSERO) TBK
MULTI PERIOD ASSUMPTIONS
P r o j e c t i o n
Description 2023
2024 2025 2026 2027 2028
As is (without proposed transaction)
Revenue
Cement production capacity (tonne) 4.100.000 4.100.000 4.100.000 4.100.000 4.100.000 4.100.000
Production
Quantity (tonne)
Clinker 1.532.608 1.871.254 1.947.975 2.027.842 2.113.012 2.201.758
Cement 2.144.653 2.777.690 2.891.575 3.010.130 3.136.555 3.268.290
White clay 52.647 64.800 66.096 67.418 68.766 70.142
Volume
Quantity (tonne)
Cement
Stream 1 1.445.565 1.292.819 1.345.824 1.401.003 1.459.845 1.521.159
Stream 2 20.588 54.473 56.706 58.217 60.662 63.210
Stream 3 206.234 680.540 708.442 737.488 768.462 800.738
Stream 4 488.339 804.331 837.309 871.638 908.247 946.394
Total 2.160.725 2.832.162 2.948.281 3.068.347 3.197.217 3.331.500
White clay 52.647 64.800 66.096 67.418 68.766 70.142
Average selling price (ASP)
Unit price (RpK/tonne)
Cement
Stream 1 958 1.015 1.045 1.077 1.109 1.142
Stream 2 1.000 1.030 1.061 1.093 1.126 1.160
Stream 3 766 721 731 740 750 760
Stream 4 841 820 845 870 896 923
Total 913 889 913 937 962 988
White clay 1.281 1.699 1.709 1.719 1.729 1.739
Sales (Rp mio)
Cement
Stream 1 1.384.197 1.311.935 1.406.696 1.508.302 1.618.800 1.737.393
Stream 2 20.597 56.130 60.184 63.642 68.304 73.308
Stream 3 157.875 490.832 517.587 545.828 576.192 608.276
Stream 4 410.572 659.694 707.344 758.436 813.999 873.632
Total 1.973.240 2.518.591 2.691.812 2.876.207 3.077.295 3.292.609
White clay 67.440 110.096 112.953 115.886 118.899 121.992
Costs
Unit cost (Rp/tonne)
Transport 72.297 65.759 67.637 69.589 71.576 73.621
Cost of goods sold (COGS)
Raw materials & consumables 119.524 124.735 128.582 132.511 136.551 152.096
Fuels 154.982 150.275 155.220 160.307 165.552 170.949
Electricity 92.106 81.069 83.905 86.819 89.826 92.920
Labor 53.087 52.528 51.997 51.470 50.901 50.338
Maintenance 24.744 33.623 33.283 32.946 32.581 32.221
Overhead 14.932 10.523 10.417 10.311 10.197 10.085
Tax & insurance 19.545 16.468 16.591 16.796 17.002 17.219
Packaging 44.400 39.735 40.945 42.203 43.489 44.814
Trades 65.114 73.029 74.967 76.989 79.058 81.194
Intercompany purchase 921.800 949.454 977.937 1.007.276 1.037.494 1.068.619
Inventory adjustment -12.566 966 -1.235 -1.581 -1.747 -1.949
Selling expenses
Labor 13.675 10.744 10.636 10.531 10.414 10.299
Maintenance 914 956 947 937 927 917
Overhead 1.926 1.736 1.719 1.702 1.683 1.664
Trades 2.172 828 820 812 803 794
General & administrative expenses
Electricity 1.589 1.009 995 979 965 951
Labor 47.703 45.080 44.624 44.184 43.695 43.211
Maintenance 2.570 6.147 3.727 3.690 3.649 3.609
Overhead 37.153 31.429 28.630 27.057 25.465 24.885
Cost amount (Rp mio)
Transport 156.213 186.240 199.413 213.523 228.843 245.270
COGS
Raw materials & consumables 262.629 354.558 380.305 407.809 437.690 507.763
Fuels 237.527 281.203 302.364 325.078 349.814 376.388
Electricity 202.384 230.439 248.164 267.190 287.922 310.207
Labor 116.648 149.310 153.789 158.403 163.155 168.049
Maintenance 54.370 95.572 98.439 101.392 104.434 107.567
Overhead 32.810 29.912 30.810 31.734 32.686 33.666
Tax & insurance 42.946 46.811 49.072 51.689 54.498 57.483
Packaging 98.217 115.110 123.424 132.339 142.034 152.440
Trades 144.038 211.562 225.978 241.421 258.201 276.193
Intercompany purchase 18.978 51.719 55.455 58.641 62.937 67.548
Inventory adjustment -27.798 2.799 -3.722 -4.958 -5.707 -6.629
Depreciation & amortization 182.954 189.040 187.132 188.168 180.799 180.851
Selling expenses
Labor 30.252 31.126 32.060 33.022 34.012 35.033
Maintenance 2.021 2.770 2.854 2.939 3.027 3.118
Overhead 4.260 5.030 5.181 5.337 5.497 5.662
Trades 4.805 2.400 2.472 2.546 2.623 2.701
Depreciation & amortization 5.552 5.737 5.679 5.710 5.487 5.488
General & administrative expenses
Electricity 3.514 2.923 3.001 3.071 3.153 3.235
Labor 105.523 130.596 134.514 138.550 142.706 146.987
Maintenance 5.686 17.808 11.235 11.572 11.919 12.277
Overhead 82.186 91.050 86.302 84.845 83.170 84.651
Depreciation & amortization 28.414 29.359 29.063 29.224 28.080 28.088
Working capital (stream 2 & 3)
Trade receivables 30 30 30 30 30 30
Trade payables 30 30 30 30 30 30
Capex
Fixed assets
Acquisition (RpK)
Machinery 75.237.891 146.281.986 160.767.460 294.072.876 255.586.072
Economic life
Machinery -3,3% -3,3% -3,3% -3,3% -3,3% -3,3%
Right-of-use assets
Acquisition (RpK)
Land
Building
Vehicles
Heavy equipment
Economic life
Land -25,0% -25,0% -25,0% -25,0% -25,0% -25,0%
Building -25,0% -25,0% -25,0% -25,0% -25,0% -25,0%
Vehicles -25,0% -25,0% -25,0% -25,0% -25,0% -25,0%
Heavy equipment -25,0% -25,0% -25,0% -25,0% -25,0% -25,0%
Intangible assets
Acquisition (RpK)
Landrights
Licenses
Computer software
Intangible assets in progress
Economic life
Landrights -3,3% -3,3% -3,3% -3,3% -3,3% -3,3%
Licenses -20,0% -20,0% -20,0% -20,0% -20,0% -20,0%
Computer software -10,0% -10,0% -10,0% -10,0% -10,0% -10,0%
Intangible assets in progress 0,0% 0,0% 0,0% 0,0% 0,0% 0,0%
Financing
Interest rate
Short-term bank loan 0,0% 0,0% 0,0% 0,0% 0,0% 0,0%
Bank loan 9,3% 9,3% 9,3% 9,3% 9,3% 9,3%
Short-term bank loan
Beginning balance 0 0 0 0 0
Withdrawal
Repayment
Ending balance 0 0 0 0 0 0
Interest expense 0 0 0 0 0
Bank loan - current portion
Beginning balance 175.000.000 175.000.000 175.000.000 50.000.000 0
Withdrawal
Repayment -125.000.000 -50.000.000
Ending balance 175.000.000 175.000.000 175.000.000 50.000.000 0 0
Interest expense 16.187.500 16.187.500 10.406.250 2.312.500 0
Bank loan
Beginning balance 597.370.005 322.370.005 107.370.005 0 0
Withdrawal
Repayment -275.000.000 -215.000.000 -107.370.005
Ending balance 597.370.005 322.370.005 107.370.005 0 0 0
Interest expense 42.537.975 19.875.475 4.965.863 0 0
Cash & cash equivalent 170.387.001 345.183.361 553.004.070 870.718.951 1.303.094.363
Page 132
2. Asumsi proyeksi keuangan Dengan Rencana Proyek;
PT SEMEN BATURAJA (PERSERO) TBK
MULTI PERIOD ASSUMPTIONS
P r o j e c t i o n
Description 2023
2024 2025 2026 2027 2028
As improved (with proposed transaction)
Revenue
Cement production capacity (tonne) 4.100.000 4.100.000 4.100.000 4.100.000 4.100.000 4.100.000
Production
Quantity (tonne)
Clinker 1.532.608 1.871.254 1.947.975 2.027.842 2.113.012 2.201.758
Cement 2.144.653 2.777.690 2.891.575 3.010.130 3.136.555 3.268.290
White clay 52.647 64.800 66.096 67.418 68.766 70.142
Volume
Quantity (tonne)
Cement
Stream 1 1.445.565 1.292.819 1.345.824 1.401.003 1.459.845 1.521.159
Stream 2 20.588 54.473 56.706 58.217 60.662 63.210
Stream 3 206.234 680.540 708.442 737.488 768.462 800.738
Stream 4 488.339 804.331 837.309 871.638 908.247 946.394
Total 2.160.725 2.832.162 2.948.281 3.068.347 3.197.217 3.331.500
White clay 52.647 64.800 66.096 67.418 68.766 70.142
Average selling price (ASP)
Unit price (RpK/tonne)
Cement
Stream 1 958 1.015 1.045 1.077 1.109 1.142
Stream 2 1.000 1.180 1.215 1.252 1.289 1.328
Stream 3 766 746 756 766 776 786
Stream 4 841 820 845 870 896 923
Total 913 876 899 923 948 973
White clay 1.281 1.699 1.709 1.719 1.729 1.739
Sales (Rp mio)
Cement
Stream 1 1.384.197 1.311.935 1.406.696 1.508.302 1.618.800 1.737.393
Stream 2 20.597 1.607 1.723 1.822 1.955 2.099
Stream 3 157.875 508.011 535.703 564.932 596.359 629.565
Stream 4 410.572 659.694 707.344 758.436 813.999 873.632
Total 1.973.240 2.481.247 2.651.466 2.833.491 3.031.112 3.242.689
White clay 67.440 110.096 112.953 115.886 118.899 121.992
Costs
Unit cost (Rp/tonne)
Transport 72.297 65.759 67.637 69.589 71.576 73.621
Cost of goods sold (COGS)
Raw materials & consumables 119.524 124.735 128.582 132.511 136.551 152.096
Fuels 154.982 150.275 155.220 160.307 165.552 170.949
Electricity 92.106 81.069 83.905 86.819 89.826 92.920
Labor 53.087 52.528 51.997 51.470 50.901 50.338
Maintenance 24.744 33.623 33.283 32.946 32.581 32.221
Overhead 14.932 10.523 10.417 10.311 10.197 10.085
Tax & insurance 19.545 16.468 16.591 16.796 17.002 17.219
Packaging 44.400 39.735 40.945 42.203 43.489 44.814
Trades 65.114 73.029 74.967 76.989 79.058 81.194
Royalty 921.800 18.031 18.265 18.503 18.745 18.991
Inventory adjustment -12.566 966 -1.235 -1.581 -1.747 -1.949
Selling expenses
Labor 13.675 10.744 10.636 10.531 10.414 10.299
Maintenance 914 956 947 937 927 917
Overhead 1.926 1.736 1.719 1.702 1.683 1.664
Trades 2.172 828 820 812 803 794
General & administrative expenses
Electricity 1.589 1.009 995 979 965 951
Labor 47.703 45.080 44.624 44.184 43.695 43.211
Maintenance 2.570 6.147 3.727 3.690 3.649 3.609
Overhead 37.153 31.429 28.630 27.057 25.465 24.885
Cost amount (Rp mio)
Transport 156.213 186.240 199.413 213.523 228.843 245.270
COGS
Raw materials & consumables 262.629 354.558 380.305 407.809 437.690 507.763
Fuels 237.527 281.203 302.364 325.078 349.814 376.388
Electricity 202.384 230.439 248.164 267.190 287.922 310.207
Labor 116.648 149.310 153.789 158.403 163.155 168.049
Maintenance 54.370 95.572 98.439 101.392 104.434 107.567
Overhead 32.810 29.912 30.810 31.734 32.686 33.666
Tax & insurance 42.946 46.811 49.072 51.689 54.498 57.483
Packaging 98.217 115.110 123.424 132.339 142.034 152.440
Trades 144.038 211.562 225.978 241.421 258.201 276.193
Royalty 18.978 12.271 12.940 13.646 14.405 15.207
Inventory adjustment -27.798 2.799 -3.722 -4.958 -5.707 -6.629
Depreciation & amortization 182.954 189.040 187.132 188.168 180.799 180.851
Selling expenses
Labor 30.252 31.126 32.060 33.022 34.012 35.033
Maintenance 2.021 2.770 2.854 2.939 3.027 3.118
Overhead 4.260 5.030 5.181 5.337 5.497 5.662
Trades 4.805 2.400 2.472 2.546 2.623 2.701
Depreciation & amortization 5.552 5.737 5.679 5.710 5.487 5.488
General & administrative expenses
Electricity 3.514 2.923 3.001 3.071 3.153 3.235
Labor 105.523 130.596 134.514 138.550 142.706 146.987
Maintenance 5.686 17.808 11.235 11.572 11.919 12.277
Overhead 82.186 91.050 86.302 84.845 83.170 84.651
Depreciation & amortization 28.414 29.359 29.063 29.224 28.080 28.088
Working capital (stream 2 & 3)
Trade receivables 30 30 30 30 30 30
Trade payables 30 30 30 30 30 30
Capex
Fixed assets
Acquisition (RpK)
Machinery 75.237.891 146.281.986 160.767.460 294.072.876 255.586.072
Economic life
Machinery -3,3% -3,3% -3,3% -3,3% -3,3% -3,3%
Right-of-use assets
Acquisition (RpK)
Land 0 0 0 0 0
Building 0 0 0 0 0
Vehicles 0 0 0 0 0
Heavy equipment 0 0 0 0 0
Economic life
Land -25,0% -25,0% -25,0% -25,0% -25,0% -25,0%
Building -25,0% -25,0% -25,0% -25,0% -25,0% -25,0%
Vehicles -25,0% -25,0% -25,0% -25,0% -25,0% -25,0%
Heavy equipment -25,0% -25,0% -25,0% -25,0% -25,0% -25,0%
Intangible assets
Acquisition (RpK)
Landrights 0 0 0 0 0
Licenses 0 0 0 0 0
Computer software 0 0 0 0 0
Intangible assets in progress 0 0 0 0 0
Economic life
Landrights -3,3% -3,3% -3,3% -3,3% -3,3% -3,3%
Licenses -20,0% -20,0% -20,0% -20,0% -20,0% -20,0%
Computer software -10,0% -10,0% -10,0% -10,0% -10,0% -10,0%
Intangible assets in progress 0,0% 0,0% 0,0% 0,0% 0,0% 0,0%
Financing
Interest rate
Short-term bank loan 0,0% 0,0% 0,0% 0,0% 0,0% 0,0%
Bank loan 9,3% 9,3% 9,3% 9,3% 9,3% 9,3%
Short-term bank loan
Beginning balance 0 0 0 0 0
Withdrawal 0 0 0 0 0
Repayment 0 0 0 0 0
Ending balance 0 0 0 0 0 0
Interest expense 0 0 0 0 0
Bank loan - current portion
Beginning balance 175.000.000 175.000.000 175.000.000 50.000.000 0
Withdrawal 0 0 0 0 0
Repayment 0 0 -125.000.000 -50.000.000 0
Ending balance 175.000.000 175.000.000 175.000.000 50.000.000 0 0
Interest expense 16.187.500 16.187.500 10.406.250 2.312.500 0
Bank loan
Beginning balance 597.370.005 322.370.005 107.370.005 0 0
Withdrawal 0 0 0 0 0
Repayment -275.000.000 -215.000.000 -107.370.005 0 0
Ending balance 597.370.005 322.370.005 107.370.005 0 0 0
Interest expense 42.537.975 19.875.475 4.965.863 0 0
Cash & cash equivalent 171.853.084 348.336.200 557.925.500 877.467.390 1.311.725.077
Page 133
3. Analisis kelayakan inkremental Rencana Proyek;
PT SEMEN BATURAJA (PERSERO) TBK
ANALISIS KELAYAKAN INKREMENTAL PER 31 DECEMBER 2023
Uraian 31-Dec-23 31-Dec-24 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28
Arus kas bersih (tanpa Rencana Transaksi) 72.000.126 174.796.360 207.820.709 317.714.881 432.375.412
Arus kas dari aktivitas operasi 415.247.971 531.903.157 600.914.045 661.743.628 687.917.355
Arus kas dari aktivitas investasi -68.247.845 -142.106.797 -160.723.331 -294.028.746 -255.541.943
Arus kas dari aktivitas pendanaan -275.000.000 -215.000.000 -232.370.005 -50.000.000 0
Nilai terminal 3.705.181.613
Arus kas bersih (dengan Rencana Transaksi) 73.466.209 176.483.116 209.589.300 319.541.890 434.257.688
Arus kas dari aktivitas operasi 416.714.054 533.589.914 602.682.635 663.570.636 689.799.631
Arus kas dari aktivitas investasi -68.247.845 -142.106.797 -160.723.331 -294.028.746 -255.541.943
Arus kas dari aktivitas pendanaan -275.000.000 -215.000.000 -232.370.005 -50.000.000 0
Nilai terminal 3.721.311.517
Arus kas bersih inkremental 1.466.083 1.686.756 1.768.591 1.827.009 18.012.180
Faktor present value (PV)
Periode 1,00 2,00 3,00 4,00 5,00
Tingkat diskonto 11,67% 11,67% 11,67% 11,67% 11,67%
Faktor diskonto 0,8955 0,8019 0,7181 0,6431 0,5759
Faktor future value (FV)
Periode 5,00 4,00 3,00 2,00 1,00 0,00
Tingkat diskonto 11,67% 11,67% 11,67% 11,67% 11,67%
Faktor diskonto 1,5550 1,3925 1,2470 1,1167 1,0000
Net present value (NPV)
PV arus kas bersih inkremental (Rp ribu) 1.312.877 1.352.643 1.270.059 1.174.905 10.372.748
NPV arus kas bersih inkremental (Rp ribu) 15.483.232
Modified internal rate of return (MIRR)
PV biaya oportunitas (Rp ribu) -64.476.100 -140.172.688 -149.240.036 -204.314.688 -2.382.711.887
FV manfaat oportunitas (Rp ribu) 114.241.947 245.757.421 261.359.380 356.830.765 4.155.569.205
Arus kas bersih oportunitas (Rp ribu) -2.940.915.398 0 0 0 0 5.133.758.718
MIRR 11,79%
Profitability index (PI)
PV biaya oportunitas (Rp ribu) -2.940.915.398 -64.476.100 -140.172.688 -149.240.036 -204.314.688 -2.382.711.887
PV manfaat oportunitas (Rp ribu) 2.956.398.630 65.788.977 141.525.331 150.510.095 205.489.592 2.393.084.634
PI 1,01
Overall return on investment (ROI)
Nilai awal investasi hipotetis 2.940.915.398
Nilai akhir investasi hipotetis 5.133.758.718
ROI (selama proyeksi) 74,56%
ROI (effective annual rate) 15,83%
Page 134
4. Rasio keuangan Tanpa Rencana Proyek;
PT SEMEN BATURAJA (PERSERO) TBK
RASIO KEUANGAN (TANPA RENCANA TRANSAKSI)
Uraian 31-Dec-24 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28 Proyeksi
Profitabilitas
Marjin laba kotor 33,12% 34,00% 34,53% 35,28% 34,65% 34,32%
Marjin laba operasi 13,91% 15,75% 16,81% 18,12% 17,88% 16,49%
Marjin laba sebelum pajak 11,67% 14,47% 16,29% 18,05% 17,88% 15,67%
Marjin laba bersih 9,11% 11,28% 12,71% 14,08% 13,95% 12,22%
ROE (return on equity) 7,04% 8,51% 9,28% 9,89% 9,48% 8,84%
ROA (return on assets) 4,96% 6,42% 7,49% 8,22% 8,00% 7,02%
ROIC (return on invested capital) 5,96% 7,68% 8,91% 9,64% 9,26% 8,29%
Likuiditas
Rasio kas 0,23 0,47 0,90 1,55 2,32 1,09
Rasio cepat 1,25 1,49 2,14 2,90 3,67 2,29
Rasio lancar 1,27 1,51 2,16 2,92 3,70 2,31
Solvabilitas
DAR (debt to total assets ratio) 12,78% 8,15% 3,34% 2,18% 2,01% 5,69%
DER (debt to equity ratio) 18,13% 10,80% 4,13% 2,62% 2,38% 7,61%
Page 135
5. Rasio keuangan Dengan Rencana Proyek
PT SEMEN BATURAJA (PERSERO) TBK
RASIO KEUANGAN (DENGAN RENCANA TRANSAKSI)
Uraian 31-Dec-24 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28 Proyeksi
Profitabilitas
Marjin laba kotor 33,68% 34,57% 35,11% 35,88% 35,23% 34,89%
Marjin laba operasi 14,19% 16,06% 17,13% 18,46% 18,22% 16,81%
Marjin laba sebelum pajak 11,92% 14,75% 16,61% 18,39% 18,22% 15,98%
Marjin laba bersih 9,30% 11,51% 12,95% 14,34% 14,21% 12,46%
ROE (return on equity) 7,08% 8,55% 9,31% 9,92% 9,50% 8,87%
ROA (return on assets) 5,00% 6,46% 7,52% 8,25% 8,03% 7,05%
ROIC (return on invested capital) 6,00% 7,72% 8,94% 9,66% 9,28% 8,32%
Likuiditas
Rasio kas 0,23 0,48 0,92 1,57 2,35 1,11
Rasio cepat 1,25 1,50 2,16 2,93 3,71 2,31
Rasio lancar 1,27 1,52 2,18 2,95 3,73 2,33
Solvabilitas
DAR (debt to total assets ratio) 12,79% 8,15% 3,34% 2,18% 2,00% 5,69%
DER (debt to equity ratio) 18,12% 10,80% 4,13% 2,62% 2,37% 7,61%
Page 136
6. Analisis sensitivitas Rencana Proyek;
PT SEMEN BATURAJA (PERSERO) TBK
ANALISIS SENSITIVITAS NPV INKREMENTAL
Tarif royalty Stream 2 & 3 2,5%
Margin markup Stream 3 3,5%
Dengan Rencana Transaksi
Margin markup Stream 3
###### 0,0% 0,5% 1,0% 1,5% 2,0% 2,5% 3,0% 3,5% 4,0% 4,5% 5,0% 5,5% 6,0%
0,0% -35.727.076 -16.629.683 2.467.709 21.565.102 40.662.494 59.759.887 78.857.279 97.954.672 117.052.064 136.149.457 155.246.849 174.344.242 193.441.634
0,5% -52.221.364 -33.123.971 -14.026.579 5.070.814 24.168.206 43.265.599 62.362.991 81.460.384 100.557.776 119.655.169 138.752.561 157.849.954 176.947.346
Tarif royalty Stream 2 & 3
1,0% -68.715.652 -49.618.259 -30.520.867 -11.423.474 7.673.918 26.771.311 45.868.703 64.966.096 84.063.488 103.160.881 122.258.273 141.355.666 160.453.058
1,5% -85.209.940 -66.112.547 -47.015.155 -27.917.762 -8.820.370 10.277.023 29.374.415 48.471.808 67.569.200 86.666.593 105.763.985 124.861.378 143.958.770
2,0% -101.704.228 -82.606.835 -63.509.443 -44.412.050 -25.314.658 -6.217.265 12.880.127 31.977.520 51.074.912 70.172.305 89.269.697 108.367.090 127.464.482
2,5% -118.198.516 -99.101.123 -80.003.731 -60.906.338 -41.808.946 -22.711.553 -3.614.161 15.483.232 34.580.624 53.678.017 72.775.409 91.872.802 110.970.194
3,0% -134.692.804 -115.595.411 -96.498.019 -77.400.626 -58.303.234 -39.205.841 -20.108.449 -1.011.056 18.086.336 37.183.729 56.281.121 75.378.514 94.475.907
3,5% -151.187.092 -132.089.699 -112.992.307 -93.894.914 -74.797.522 -55.700.129 -36.602.737 -17.505.344 1.592.048 20.689.441 39.786.834 58.884.226 77.981.619
4,0% -167.681.380 -148.583.987 -129.486.595 -110.389.202 -91.291.810 -72.194.417 -53.097.025 -33.999.632 -14.902.240 4.195.153 23.292.546 42.389.938 61.487.331
4,5% -184.175.668 -165.078.275 -145.980.883 -126.883.490 -107.786.098 -88.688.705 -69.591.313 -50.493.920 -31.396.527 -12.299.135 6.798.258 25.895.650 44.993.043
5,0% -200.669.956 -181.572.563 -162.475.171 -143.377.778 -124.280.386 -105.182.993 -86.085.600 -66.988.208 -47.890.815 -28.793.423 -9.696.030 9.401.362 28.498.755
5,5% -217.164.244 -198.066.851 -178.969.459 -159.872.066 -140.774.674 -121.677.281 -102.579.888 -83.482.496 -64.385.103 -45.287.711 -26.190.318 -7.092.926 12.004.467
6,0% -233.658.532 -214.561.139 -195.463.747 -176.366.354 -157.268.961 -138.171.569 -119.074.176 -99.976.784 -80.879.391 -61.781.999 -42.684.606 -23.587.214 -4.489.821
Page 137
7. Analisis sensitivitas Rencana Proyek;
PT SEMEN BATURAJA (PERSERO) TBK
ANALISIS SENSITIVITAS NPV INKREMENTAL
Perubahan volume Stream 2 dari baseline 0,0%
Perubahan volume Stream 3 dari baseline 0,0%
Dengan Rencana Transaksi
Perubahan volume Stream 3 dari baseline
Perubahan volume Stream 2 dari baseline
15.483 -150,0% -125,0% -100,0% -75,0% -50,0% -25,0% 0,0% 25,0% 50,0% 75,0% 100,0% 125,0% 150,0%
-150,0% 2.417.522 2.350.742 2.297.966 2.227.890 2.052.923 1.498.231 -68.127 -3.794.312 -11.503.812 -25.854.550 -50.498.000 -90.238.288 -151.191.308
-125,0% 2.420.788 2.354.008 2.300.705 2.230.629 2.055.662 1.500.970 -65.389 -3.791.574 -11.501.073 -25.851.812 -50.495.261 -90.235.549 -151.188.569
-100,0% 2.422.904 2.356.124 2.302.294 2.232.218 2.057.251 1.502.559 -63.799 -3.789.984 -11.499.484 -25.850.223 -50.493.672 -90.233.960 -151.186.980
-75,0% 2.425.900 2.359.119 2.304.762 2.234.687 2.059.720 1.505.028 -61.331 -3.787.516 -11.497.015 -25.847.754 -50.491.203 -90.231.491 -151.184.511
-50,0% 2.432.146 2.365.366 2.310.482 2.240.406 2.065.439 1.510.747 -55.611 -3.781.796 -11.491.296 -25.842.034 -50.485.484 -90.225.772 -151.178.792
-25,0% 2.450.808 2.384.028 2.328.617 2.258.541 2.083.574 1.528.882 -37.476 -3.763.661 -11.473.161 -25.823.900 -50.467.349 -90.207.637 -151.160.657
0,0% 2.504.295 2.437.515 2.381.576 2.311.501 2.136.534 1.581.842 15.483 -3.710.702 -11.420.201 -25.770.940 -50.414.389 -90.154.677 -151.107.697
25,0% 2.634.711 2.567.931 2.511.465 2.441.390 2.266.423 1.711.731 145.372 -3.580.813 -11.290.312 -25.641.051 -50.284.500 -90.024.788 -150.977.808
50,0% 2.910.308 2.843.528 2.786.634 2.716.460 2.541.493 1.986.801 420.442 -3.305.743 -11.015.242 -25.365.981 -50.009.430 -89.749.718 -150.702.738
75,0% 3.431.936 3.365.156 3.308.262 3.237.561 3.062.594 2.507.902 941.543 -2.784.642 -10.494.141 -24.844.880 -49.488.329 -89.228.617 -150.181.637
100,0% 4.533.639 4.452.880 4.395.536 4.323.857 4.134.911 3.485.076 1.848.574 -1.877.611 -9.587.110 -23.937.849 -48.581.298 -88.321.586 -149.274.606
125,0% 6.400.571 6.320.856 6.263.711 6.191.305 5.999.366 5.342.786 3.424.262 -399.250 -8.108.750 -22.459.488 -47.102.938 -86.843.226 -147.796.246
150,0% 9.308.764 9.225.097 9.167.109 9.093.334 8.899.587 8.236.782 6.302.404 1.887.790 -5.821.709 -20.172.448 -44.815.897 -84.556.185 -145.509.205
Page 138
8. Proyeksi laporan laba rugi & penghasilan komprehensif Tanpa Rencana Proyek;
PT SEMEN BATURAJA (PERSERO) TBK
LAPORAN LABA RUGI & PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN (IDR RIBU): TANPA RENCANA TRANSAKSI
Uraian 31-Dec-24 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28
Pendapatan - neto 2.628.687.117 2.804.764.430 2.992.093.677 3.196.193.321 3.414.601.229
Beban pokok pendapatan -1.758.035.275 -1.851.209.562 -1.958.905.570 -2.068.463.641 -2.231.526.888
Laba (rugi) bruto 870.651.843 953.554.868 1.033.188.107 1.127.729.679 1.183.074.341
Beban penjualan -233.303.618 -247.658.580 -263.077.443 -279.489.208 -297.271.637
Beban umum & administrasi -271.736.091 -264.114.817 -267.261.271 -269.026.789 -275.237.803
Pendapatan (beban) operasi lainnya 0 0 0 0 0
Laba (rugi) sebelum bunga & pajak penghasilan 365.612.134 441.781.471 502.849.392 579.213.682 610.564.901
Pendapatan keuangan 0 0 0 0 0
Beban keuangan -58.725.475 -36.062.975 -15.372.113 -2.312.500 0
Laba (rugi) sebelum beban pajak 306.886.658 405.718.496 487.477.279 576.901.182 610.564.901
Beban pajak penghasilan -67.515.065 -89.258.069 -107.245.001 -126.918.260 -134.324.278
Laba (rugi) tahun berjalan 239.371.593 316.460.427 380.232.278 449.982.922 476.240.623
Page 139
9. Proyeksi laporan posisi keuangan Tanpa Rencana Proyek;
PT SEMEN BATURAJA (PERSERO) TBK
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN (IDR RIBU): TANPA RENCANA TRANSAKSI
Uraian 31-Dec-24 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28
Aset 4.825.412.159 4.927.183.891 5.075.311.660 5.475.652.584 5.952.277.435
Aset lancar 934.426.379 1.111.790.223 1.322.252.484 1.642.886.203 2.078.352.249
Kas & setara kas 170.387.001 345.183.361 553.004.070 870.718.951 1.303.094.363
Piutang usaha 504.549.532 507.117.016 509.758.568 512.677.407 515.768.040
Piutang lain-lain 3.136.628 3.136.628 3.136.628 3.136.628 3.136.628
Persediaan 245.899.971 245.899.971 245.899.971 245.899.971 245.899.971
Pajak dibayar dimuka 3.883.268 3.883.268 3.883.268 3.883.268 3.883.268
Beban dibayar dimuka & uang muka 5.462.813 5.462.813 5.462.813 5.462.813 5.462.813
Aset keuangan lancar lainnya 1.107.166 1.107.166 1.107.166 1.107.166 1.107.166
Aset tidak lancar 3.890.985.780 3.815.393.669 3.753.059.176 3.832.766.380 3.873.925.186
Penyertaan saham 25.000 25.000 25.000 25.000 25.000
Aset pajak tangguhan 11.473.518 11.473.518 11.473.518 11.473.518 11.473.518
Aset tetap 3.813.490.664 3.742.073.742 3.679.783.379 3.759.534.712 3.800.737.647
Aset takberwujud 5.203.475 1.028.287 984.158 940.028 895.899
Aset tidak lancar lainnya 60.793.122 60.793.122 60.793.122 60.793.122 60.793.122
Liabilitas & ekuitas 4.825.412.159 4.927.183.891 5.075.311.660 5.475.652.584 5.952.277.435
Liabilitas jangka pendek 735.803.064 736.114.370 611.379.866 561.737.868 562.122.097
Utang usaha 421.669.009 421.980.315 422.245.811 422.603.813 422.988.042
Utang lain-lain 50.049.730 50.049.730 50.049.730 50.049.730 50.049.730
Utang pajak 26.462.856 26.462.856 26.462.856 26.462.856 26.462.856
Beban yang masih harus dibayar 39.577.964 39.577.964 39.577.964 39.577.964 39.577.964
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek 13.723.795 13.723.795 13.723.795 13.723.795 13.723.795
Pinjaman bank jangka panjang jatuh tempo 1 tahun 175.000.000 175.000.000 50.000.000 0 0
Liabilitas sewa 9.319.710 9.319.710 9.319.710 9.319.710 9.319.710
Liabilitas jangka panjang 687.825.145 472.825.145 365.455.140 365.455.140 365.455.140
Liabilitas pajak tangguhan 128.019.117 128.019.117 128.019.117 128.019.117 128.019.117
Pinjaman bank jangka panjang 322.370.005 107.370.005 0 0 0
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang 75.932.088 75.932.088 75.932.088 75.932.088 75.932.088
Provisi untuk restorasi 51.437.752 51.437.752 51.437.752 51.437.752 51.437.752
Liabilitas sewa 110.066.183 110.066.183 110.066.183 110.066.183 110.066.183
Ekuitas 3.401.783.949 3.718.244.376 4.098.476.653 4.548.459.576 5.024.700.198
Modal saham 993.253.434 993.253.434 993.253.434 993.253.434 993.253.434
Tambahan modal disetor 1.270.606.785 1.270.606.785 1.270.606.785 1.270.606.785 1.270.606.785
Komponen ekuitas lainnya -77.888.186 -77.888.186 -77.888.186 -77.888.186 -77.888.186
Saldo laba 1.215.835.087 1.532.295.514 1.912.527.791 2.362.510.714 2.838.751.336
Kepentingan non-pengendali -23.171 -23.171 -23.171 -23.171 -23.171
Page 140
10. Proyeksi laporan arus kas Tanpa Rencana Proyek;
PT SEMEN BATURAJA (PERSERO) TBK
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN (IDR RIBU): TANPA RENCANA TRANSAKSI
Uraian 31-Dec-24 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28
Arus kas dari aktivitas operasi 415.247.971 531.903.157 600.914.045 661.743.628 687.917.355
Jumlah penghasilan komprehensif tahun berjalan 239.371.593 316.460.427 380.232.278 449.982.922 476.240.623
Depresiasi 217.146.585 217.698.908 223.057.823 214.321.542 214.383.137
Perubahan modal kerja
Piutang usaha -45.580.134 -2.567.483 -2.641.552 -2.918.839 -3.090.633
Utang usaha 4.309.927 311.306 265.496 358.002 384.229
Arus kas dari aktivitas investasi -68.247.845 -142.106.797 -160.723.331 -294.028.746 -255.541.943
Aset tetap -75.237.891 -146.281.986 -160.767.460 -294.072.876 -255.586.072
Aset takberwujud 6.990.046 4.175.189 44.129 44.129 44.129
Arus kas dari aktivitas pendanaan -275.000.000 -215.000.000 -232.370.005 -50.000.000 0
Pinjaman bank jangka panjang -275.000.000 -215.000.000 -232.370.005 -50.000.000 0
Arus kas bersih 72.000.126 174.796.360 207.820.709 317.714.881 432.375.412
Kas & setara kas awal tahun 98.386.875 170.387.001 345.183.361 553.004.070 870.718.951
Kas & setara kas akhir tahun 170.387.001 345.183.361 553.004.070 870.718.951 1.303.094.363
Page 141
11. Proyeksi laporan laba rugi & penghasilan komprehensif Dengan Rencana Proyek;
PT SEMEN BATURAJA (PERSERO) TBK
LAPORAN LABA RUGI & PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN (IDR RIBU): DENGAN RENCANA TRANSAKSI
Uraian 31-Dec-24 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28
Pendapatan - neto 2.591.343.208 2.764.418.767 2.949.377.775 3.150.011.222 3.364.681.343
Beban pokok pendapatan -1.718.586.940 -1.808.694.444 -1.913.910.526 -2.019.931.667 -2.179.186.256
Laba (rugi) bruto 872.756.268 955.724.324 1.035.467.249 1.130.079.555 1.185.495.087
Beban penjualan -233.303.618 -247.658.580 -263.077.443 -279.489.208 -297.271.637
Beban umum & administrasi -271.736.091 -264.114.817 -267.261.271 -269.026.789 -275.237.803
Pendapatan (beban) operasi lainnya 0 0 0 0 0
Laba (rugi) sebelum bunga & pajak penghasilan 367.716.559 443.950.927 505.128.534 581.563.558 612.985.646
Pendapatan keuangan 0 0 0 0 0
Beban keuangan -58.725.475 -36.062.975 -15.372.113 -2.312.500 0
Laba (rugi) sebelum beban pajak 308.991.084 407.887.951 489.756.422 579.251.058 612.985.646
Beban pajak penghasilan -67.978.038 -89.735.349 -107.746.413 -127.435.233 -134.856.842
Laba (rugi) tahun berjalan 241.013.045 318.152.602 382.010.009 451.815.825 478.128.804
Page 142
12. Proyeksi laporan posisi keuangan Dengan Rencana Proyek;
PT SEMEN BATURAJA (PERSERO) TBK
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN (IDR RIBU): DENGAN RENCANA TRANSAKSI
Uraian 31-Dec-24 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28
Aset 4.823.766.249 4.926.974.592 5.076.673.431 5.478.552.514 5.956.748.159
Aset lancar 932.780.470 1.111.580.923 1.323.614.255 1.645.786.134 2.082.822.973
Kas & setara kas 171.853.084 348.336.200 557.925.500 877.467.390 1.311.725.077
Piutang usaha 501.437.540 503.754.877 506.198.909 508.828.898 511.608.050
Piutang lain-lain 3.136.628 3.136.628 3.136.628 3.136.628 3.136.628
Persediaan 245.899.971 245.899.971 245.899.971 245.899.971 245.899.971
Pajak dibayar dimuka 3.883.268 3.883.268 3.883.268 3.883.268 3.883.268
Beban dibayar dimuka & uang muka 5.462.813 5.462.813 5.462.813 5.462.813 5.462.813
Aset keuangan lancar lainnya 1.107.166 1.107.166 1.107.166 1.107.166 1.107.166
Aset tidak lancar 3.890.985.780 3.815.393.669 3.753.059.176 3.832.766.380 3.873.925.186
Penyertaan saham 25.000 25.000 25.000 25.000 25.000
Aset pajak tangguhan 11.473.518 11.473.518 11.473.518 11.473.518 11.473.518
Aset tetap 3.813.490.664 3.742.073.742 3.679.783.379 3.759.534.712 3.800.737.647
Aset takberwujud 5.203.475 1.028.287 984.158 940.028 895.899
Aset tidak lancar lainnya 60.793.122 60.793.122 60.793.122 60.793.122 60.793.122
Liabilitas & ekuitas 4.823.766.249 4.926.974.592 5.076.673.431 5.478.552.514 5.956.748.159
Liabilitas jangka pendek 732.515.703 732.571.444 607.630.279 557.693.537 557.760.378
Utang usaha 418.381.648 418.437.389 418.496.224 418.559.482 418.626.323
Utang lain-lain 50.049.730 50.049.730 50.049.730 50.049.730 50.049.730
Utang pajak 26.462.856 26.462.856 26.462.856 26.462.856 26.462.856
Beban yang masih harus dibayar 39.577.964 39.577.964 39.577.964 39.577.964 39.577.964
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek 13.723.795 13.723.795 13.723.795 13.723.795 13.723.795
Pinjaman bank jangka panjang jatuh tempo 1 tahun 175.000.000 175.000.000 50.000.000 0 0
Liabilitas sewa 9.319.710 9.319.710 9.319.710 9.319.710 9.319.710
Liabilitas jangka panjang 687.825.145 472.825.145 365.455.140 365.455.140 365.455.140
Liabilitas pajak tangguhan 128.019.117 128.019.117 128.019.117 128.019.117 128.019.117
Pinjaman bank jangka panjang 322.370.005 107.370.005 0 0 0
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang 75.932.088 75.932.088 75.932.088 75.932.088 75.932.088
Provisi untuk restorasi 51.437.752 51.437.752 51.437.752 51.437.752 51.437.752
Liabilitas sewa 110.066.183 110.066.183 110.066.183 110.066.183 110.066.183
Ekuitas 3.403.425.401 3.721.578.003 4.103.588.012 4.555.403.837 5.033.532.641
Modal saham 993.253.434 993.253.434 993.253.434 993.253.434 993.253.434
Tambahan modal disetor 1.270.606.785 1.270.606.785 1.270.606.785 1.270.606.785 1.270.606.785
Komponen ekuitas lainnya -77.888.186 -77.888.186 -77.888.186 -77.888.186 -77.888.186
Saldo laba 1.217.476.539 1.535.629.141 1.917.639.150 2.369.454.975 2.847.583.779
Kepentingan non-pengendali -23.171 -23.171 -23.171 -23.171 -23.171
Page 143
13. Proyeksi laporan arus kas Dengan Rencana Proyek;
PT SEMEN BATURAJA (PERSERO) TBK
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN (IDR RIBU): DENGAN RENCANA TRANSAKSI
Uraian 31-Dec-24 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28
Arus kas dari aktivitas operasi 416.714.054 533.589.914 602.682.635 663.570.636 689.799.631
Jumlah penghasilan komprehensif tahun berjalan 241.013.045 318.152.602 382.010.009 451.815.825 478.128.804
Depresiasi 217.146.585 217.698.908 223.057.823 214.321.542 214.383.137
Perubahan modal kerja
Piutang usaha -42.468.142 -2.317.337 -2.444.032 -2.629.989 -2.779.151
Utang usaha 1.022.566 55.741 58.835 63.258 66.841
Arus kas dari aktivitas investasi -68.247.845 -142.106.797 -160.723.331 -294.028.746 -255.541.943
Aset tetap -75.237.891 -146.281.986 -160.767.460 -294.072.876 -255.586.072
Aset takberwujud 6.990.046 4.175.189 44.129 44.129 44.129
Arus kas dari aktivitas pendanaan -275.000.000 -215.000.000 -232.370.005 -50.000.000 0
Pinjaman bank jangka panjang -275.000.000 -215.000.000 -232.370.005 -50.000.000 0
Arus kas bersih 73.466.209 176.483.116 209.589.300 319.541.890 434.257.688
Kas & setara kas awal tahun 98.386.875 171.853.084 348.336.200 557.925.500 877.467.390
Kas & setara kas akhir tahun 171.853.084 348.336.200 557.925.500 877.467.390 1.311.725.077
Page 144
14. Perhitungan tingkat diskonto;
PT SEMEN BATURAJA (PERSERO) TBK
COST OF EQUITY AS AT 31 DECEMBER 2023
Description Return
Cost of debt (before tax) 9,41%
Risk-free rate (before tax) 6,89%
Beta unlevered 0,6537
Beta relevered 0,9278
Equity risk premium 7,38%
Default spread 2,07%
Cost of equity (before specific risk) 11,67%
Company specific risk premium 0,00%
Cost of equity (after size and company specific risks) 11,67%
DER 53,75%
Names mentioned 123 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Menteri Keuangan RI
p.1
unresolved
org
Kantor Jasa Penilai Publik Firman
p.2
unresolved
org
Hartomo dan Rekan
p.2 ×3
unresolved
org
KJPP FAST
p.2 ×14
unresolved
org
Kementerian Keuangan Republik Indonesia
p.3 ×9
unresolved
org
Menteri Keuangan
p.3
unresolved
org
PT Pratama Indomitra Konsultan
p.3 ×3
unresolved
org
PT RSM Indonesia Konsultan.
p.4 ×3
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Imelda & Rekan
p.4 ×2
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf
p.4 ×2
unresolved
org
Mawar & Rekan
p.4 ×2
unresolved
org
AAMR
p.4 ×7
unresolved
person
Penanggung Jawab Ir. Suzy Israwati
p.8 ×6
unresolved
person
Pereviu Hanandewa
p.8
unresolved
person
D.B.A.
p.8
unresolved
person
Penilai La Halufi
p.8
unresolved
org
KJPP Firman
p.19
unresolved
—
Surel
p.19
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Imelda
p.24
unresolved
org
Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
p.24
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik Indonesia
p.25
unresolved
org
Pengadilan Negeri Palembang
p.25
unresolved
person
Akta Notaris Aulia Taufani
p.25 ×2
unresolved
org
Menteri Perindustrian
p.28
unresolved
org
Direktorat Jenderal Pajak
p.29 ×8
unresolved
org
Pemungut PPh
p.30
unresolved
org
Bank Indonesia
p.32 ×20
unresolved
org
Kota Nusantara
p.32 ×4
unresolved
org
Pusat Statistik
p.36 ×3
unresolved
org
Pusat Statistik Struktur
p.37
unresolved
org
Kementerian Dalam Negeri
p.38
unresolved
org
Pusat Statistik Pembangunan
p.39
unresolved
org
Pusat Statistik Diawali
p.40
unresolved
org
Kementerian Perindustrian
p.44 ×2
unresolved
org
Layanan Umum
p.44 ×2
unresolved
org
PT Semen Bosowa Maros
p.47
unresolved
org
Pusat Statistik Peran
p.48
unresolved
org
Kementerian PUPR
p.48 ×11
unresolved
org
Menteri
p.48
unresolved
org
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
p.49
unresolved
org
Pengembangan Infrastruktur Wilayah
p.51
unresolved
org
PT Conch South Kalimantan Cement
p.53 ×3
unresolved
org
Indocement Tunggal Perkasa Tbk
p.55 ×2
unresolved
org
PT Semen Imasco Asiatic
p.55 ×2
unresolved
org
PT Semen Padang
p.59 ×4
unresolved
org
PT Semen Gresik
p.59 ×2
unresolved
org
PT Semen Tonasa
p.59 ×2
unresolved
org
PT Solusi Bangun Andalas. Wilayah
p.59
unresolved
org
PT Dahana (Persero)
p.68
unresolved
org
PT Baturaja Daya Insani TK Vice President Jogy
p.70
unresolved
org
PT Baturaja Multi Usaha Tk Vice
p.70
unresolved
org
Departemen Operasi
p.71
unresolved
person
Staf
· Direktur Utama
p.71 ×2
unresolved
org
PT Baturaja Multi Usaha TK Vice President A.
p.71
unresolved
org
PT BMU
p.71
unresolved
org
PT BMU Tk Vice
p.72
unresolved
org
Dana Pensiun Karyawan Semen Baturaja TK Vice President Erni
p.72
unresolved
org
Dana Pensiun Tk. Senior Manager
p.72
unresolved
org
PT Baturaja Multi Usaha TK Vice President Hendry
p.72
unresolved
org
PT Baturaja Daya Insani TK Vice President Muhammad
p.72
unresolved
org
Dana Pensiun SMBR Tingkat VP
p.72
unresolved
org
PT Semen Tonasa. Nilai
p.76
unresolved
org
Menteri Keuangan Republik Indonesia
p.76 ×2
unresolved
org
PT Richland Logistics Indonesia
p.78
unresolved
org
PT Mitra Agung Persada
p.79
unresolved
org
PT Baturaja Multi
p.79
unresolved
org
PT Telkom
p.81
unresolved
org
PT Daimlerchrysler Indonesia
p.81
unresolved
org
PT Nokia Indonesia
p.81
unresolved
org
PT Microsoft Indonesia
p.81
unresolved
org
PT Ericsson Indonesia
p.81
unresolved
org
PT PLN (Persero)
p.81
unresolved
org
PT Sanjaya Cipta Sejahtera
p.81
unresolved
org
PT Sanjaya Energi Asri
p.81
unresolved
org
PT Indo Gas Methan
p.81
unresolved
org
SMEC MEO Australia Internasional Ltd
p.81
unresolved
org
Mobil Cepu Ltd
p.81
unresolved
org
Menteri Perdagangan Bidang Promosi Perdagangan Dalam Negeri
p.82
unresolved
org
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan
p.82
unresolved
org
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan
p.82
unresolved
org
Minister of Forestry
p.82
unresolved
org
Keahlian
p.82
unresolved
org
PT Baturaja Daya Insani
p.82
unresolved
—
Universitas Gadjah Mada. Sebelumnya
· Direktur Keuangan
p.82
unresolved
org
PT Topabiring Trans Logistik
p.82
unresolved
org
PT Semen Indonesia Beton
p.82
unresolved
org
PT Varia Usaha Beton
p.82
unresolved
org
Dana Pensiun Karyawan Semen Baturaja
p.85
unresolved
org
Menteri Tenaga
p.86
unresolved
org
Pemerintah Kota Palembang
p.86
unresolved
org
Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia
p.86 ×2
unresolved
org
Direktorat Jenderal Hubungan Kerja dan Pengupahan
p.86
unresolved
org
Milik Negara
p.91 ×3
unresolved
org
Menteri Badan Usaha Milik Negara No. PER-
p.91
unresolved
org
Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor PER-
p.94
unresolved
org
Bank Medium Term Notes
p.102
unresolved
person
Prof. Aswath Damodaran
p.114 ×3
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.091
11776 ms
12 Sep 2026 23:03
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'MATERIAL_FACT',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': '',
'object_truncated': False,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': None,
'value': None}