Skip to content
Back to announcement

20240527_SMBR_Rencana Transaksi Perubahan Kegiatan Usaha_31642965_lamp1.pdf

Asset transaction Needs review SMBR

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 144

Page 1
                                                  LAPORAN
                                            STUDI KELAYAKAN
                                       PENAMBAHAN BIDANG USAHA
                                         PT SEMEN BATURAJA Tbk




                          KA NTO R JA SA               P ENILA I   PUBLIK




                   Keputusan Menteri Keuangan RI No. 1359/KM.1/2009, No. Izin 2.09.0074




Jakarta Branch Office :
Jl. Kendal No. 19, Menteng, Jakarta 10310, Indonesia
Telp. (021) 31908422, 3140626 Fax. (021) 31908421
Email : corsec@fastvalue.co.id, fast.kjpp@gmail.com
Page 2
Jakarta, 20 Mei 2024

No. Laporan: 00002/2.0074-02/FS/04/0097/1/V/2024


Kepada Yth.
Direksi
PT SEMEN BATURAJA TBK
Jl. Abikusno Cokrosuyoso Kertapati
Palembang – 30258


PERIHAL          : LAPORAN STUDI KELAYAKAN

Dengan hormat,

PT Semen Baturaja Tbk (“Perseroan” atau “Pemberi Tugas”) berencana untuk melakukan perluasan
kegiatan usaha, yaitu di bidang jual beli semen dengan konsep perjanjian royalti. Sehubungan dengan
hal tersebut, Perseroan telah menunjuk kami, Kantor Jasa Penilai Publik Firman, Suryantoro, Sugeng,
Suzy, Hartomo dan Rekan (“KJPP FAST”), untuk menyusun studi kelayakan (feasibility study) atas
rencana tersebut sebagaimana diungkapkan berikut ini, sesuai Purchase Order (“PO”) No.
4000007332 tanggal 6 Maret 2024 dari Pemberi Tugas.
Sebelumnya, KJPP FAST telah menyusun dan menerbitkan Laporan Studi Kelayakan
No. 00001/2.0074-02/FS/04/0097/1/IV/2024 tanggal 17 April 2024, namun sehubungan dengan
adanya penjelasan dan pengungkapan yang masih perlu ditambahkan ke dalam laporan, maka dengan
ini KJPP FAST menerbitkan kembali revisi Laporan Studi Kelayakan. Perubahan tersebut tidak
merubah kesimpulan atas hasil dari analisis Studi Kelayakan. Perubahan yang dilakukan adalah
sebagai berikut:
▪ Tambahan pengungkapan sumber informasi nama akuntan public;
▪ Penambahan analisis lebih rinci terkait dengan persaingan dalam industri semen;
▪ Penambahan informasi perpajakan;
▪ Penambahan analisis kesinambungan;
▪ Penambahan keunggulan kompetitif karena keunikan dari pola bisnis;
▪ Penambahan analisis manajemen risiko;
▪ Penambahan analisis Perseroan dalam mengatasi weakness dan threat;
▪ Penambahan analisis Payback period dan modal kerja.

LATAR BELAKANG
Perseroan merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka dan sahamnya
diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (publicly-listed company) yang bergerak dalam bidang industri
semen, termasuk produksi, distribusi dan jasa lainnya terkait industri semen. Perseroan merupakan
anak usaha dari PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (“SIG”).
Berdasarkan informasi yang kami terima, Perseroan dan SIG bermaksud melakukan transaksi jual beli
semen dengan konsep perjanjian royalti atas penggunaan merek dagang (trademark) yang dimiliki
Perseroan maupun anak usaha lain dari SIG. Untuk memenuhi peraturan perundang-undangan terkait
transaksi tersebut maka Perseroan berencana memperluas kegiatan usaha dengan menambahkan
Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia 77400 (KBLI-77400: Sewa Guna Usaha Tanpa Hak Opsi
Intelektual Properti, Bukan Karya Hak Cipta) pada kegiatan usahanya (“Rencana Proyek”). Oleh
karena itu Perseroan menunjuk KJPP FAST untuk memberikan pendapat atas kelayakan (feasibility)
dari Rencana Proyek (“Studi Kelayakan”).
Page 3
STATUS PENILAI
KJPP FAST merupakan persekutuan perdata (partnership) yang bergerak dalam bidang penilaian
properti dan bisnis. KJPP FAST memiliki kompetensi sebagai penilai publik dengan izin dari
Kementerian Keuangan Republik Indonesia No. 2.09.0074 tanggal 8 Desember 2009, serta telah
terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) No. S-865/BL/2010 tanggal 29 Januari 2010.
Penilai Publik yang bertanggungjawab adalah Ir. Suzy Israwati, MAPPI (Cert.) dengan Ijin Penilai No.
B-1.09.00097, Register Menteri Keuangan (RMK) No. 2017.00098, Surat Tanda Terdaftar (STTD)
Profesi Penunjang Pasar Modal No. STTD.PB-14/PJ-1/PM.02/2023 (Penilai Bisnis), dan STTD Profesi
Penunjang Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) No. 048/NB.122/STTD-P/2017, serta aktif mengikuti
pelatihan pengembangan profesi (Continuing Professional Development/CPD) yang disyaratkan.
Dalam penugasan ini kami bertindak sebagai penilai independen. Kami tidak mempunyai kepentingan
terhadap objek yang dinilai yang bersifat material maupun benturan kepentingan baik aktual maupun
bersifat potensial dan imbalan jasa yang kami terima tidak terkait dengan hasil penilaian yang
dilaporkan.
KJPP FAST telah berpengalaman dalam melaksanakan pekerjaan penilaian berbagai macam jenis
properti dan bisnis yang tersebar di seluruh Indonesia, baik properti/bisnis perusahaan swasta nasional,
multinasional, BUMN, instansi dan lembaga pemerintah, pemerintah daerah dan juga di lingkungan
perbankan dan lembaga-lembaga keuangan.

PEMBERI TUGAS
Pemberi Tugas yaitu Perseroan yang merupakan anak usaha dari SIG. Pemberi Tugas berkantor pusat
di Jl. Abikusno Cokrosuyoso Kertapati, Palembang 30258 | telepon (0711) – 511261 | fax (0711) 512126
| surel corsec.smbr@sig.id dan situs jejaring: www.semenbaturaja.co.id.

PENGGUNA LAPORAN PENILAIAN
Pengguna laporan adalah PT Semen Baturaja Tbk dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

OBJEK PENILAIAN
Objek Penilaian dimaksud dalam Studi Kelayakan adalah perluasan kegiatan usaha Perseroan, yaitu
di bidang jual beli semen dengan konsep perjanjian royalti (KBLI-77400: Sewa Guna Usaha Tanpa Hak
Opsi Intelektual Properti, Bukan Karya Hak Cipta).

MAKSUD DAN TUJUAN
Maksud dari penilaian adalah mengkaji kelayakan atas Rencana Proyek, dilihat dari berbagai aspek
yang relevan terkait Rencana Proyek. Sedangkan tujuan dari penugasan ini adalah untuk memperoleh
pendapat atas kelayakan Rencana Proyek dari pihak independen, untuk memenuhi ketentuan-
ketentuan sebagaimana diatur dalam Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tanggal 20 April 2020
tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha (“POJK 17/2020”).

TANGGAL PENILAIAN
Tanggal penilaian (cut-off date) dari Studi Kelayakan adalah pada tanggal 31 Desember 2023,
parameter dan laporan keuangan yang digunakan dalam analisis menggunakan data per tanggal
31 Desember 2023.
Masa berlaku Studi Kelayakan, yaitu selama 6 (enam) bulan sejak tanggal penilaian dalam Studi
Kelayakan.

SUMBER INFORMASI
Dalam menyusun Studi Kelayakan, kami telah menelaah, mempertimbangkan, mengacu, atau
melaksanakan prosedur atas data dan informasi sebagai berikut:
▪ Profil perusahaan, legalitas, dan perijinan Perseroan dan Rencana Proyek.
▪ Kajian Penentuan Harga Transfer Transaksi Royalti SIG FY2024 oleh konsultan independent
    PT Pratama Indomitra Konsultan tanggal 28 Maret 2024.
Page 4
▪   Kajian transaksi mega distributor yang dilakukan oleh konsultan independent PT RSM Indonesia
    Konsultan.
▪   Proyeksi laporan keuangan Rencana Proyek selama periode 2024-2028 yang disiapkan oleh
    manajemen Perseroan. Kami telah melakukan review dan penyesuaian atas proyeksi keuangan
    yang disampaikan oleh manajemen tersebut dan menurut pertimbangan kami proyeksi keuangan
    yang digunakan dalam analisis penilaian ini telah mencerminkan tingkat kewajaran pencapaiannya.
▪   Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk periode yang berakhir pada tanggal
    31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Juan Ramon Junius Siahaan dari Kantor
    Akuntan Publik Imelda & Rekan (“KAP IR”), sebagaimana tertuang dalam laporannya No.
    00040/2.1265/AU.1/04/1672-1/1/III/2024 tanggal 7 Maret 2024, dengan opini wajar dalam semua
    hal yang material.
▪   Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
    2022 yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Donny Iskandar Maramis dari Kantor Akuntan Publik
    Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan (“KAP AAMR”) sebagaimana tertuang dalam
    laporannya No. 00129/2.1030/AU.1/04/1514-3/1/II/2023 tertanggal 7 Maret 2023 dengan opini
    wajar dalam semua hal yang material.
▪   Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
    2021 yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Donny Iskandar Maramis dari KAP AAMR
    sebagaimana tertuang dalam laporannya No. 00026/2.1030/AU.1/04/1514-2/1/II/2022 tertanggal
    15 Februari 2022 dengan opini wajar dalam semua hal yang material.
▪   Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
    2020 yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Donny Iskandar Maramis dari KAP AAMR
    sebagaimana tertuang dalam laporannya No. 00068/2.1030/AU.1/04/1514-1/1/II/2021 tertanggal
    22 Februari 2021 dengan opini wajar dalam semua hal yang material.
▪   Informasi internal Perseroan lainnya dan hasil wawancara dengan pihak manajemen Perseroan
    serta pihak terkait lainnya.
▪   Informasi ekonomi dan industri yang dikeluarkan oleh pihak ketiga yang terpercaya yang relevan
    dengan penugasan.

PEDOMAN PENILAIAN
Studi Kelayakan merupakan penyusunan pendapat atas kelayakan suatu usaha atau proyek, maka
dalam pelaksanaan penilaian ini, Penilai telah bekerja secara profesional dan independen sesuai
dengan Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 tanggal 25 Mei 2020 tentang Penilaian dan Penyajian
Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal (“POJK 35/2020”) dan Standar Penilaian Indonesia Edisi VII
Tahun 2018 (“SPI Edisi VII-2018”).

SIFAT PENUGASAN
Dalam penugasan ini, kami bertindak sebagai penilai independen. Kami tidak mempunyai kepentingan
terhadap Objek Penilaian, baik bersifat material ataupun dalam hal benturan kepentingan yang aktual
maupun potensial. Imbalan jasa yang kami terima tidak terkait dengan hasil penilaian yang dilaporkan.

KONDISI PEMBATAS
Pokok-pokok syarat pembatas yang kami asumsikan dalam proyeksi keuangan yang digunakan dalam
analisis atas Studi Kelayakan adalah sebagai berikut:
▪ Tidak ada perubahan yang material mengenai kondisi politik, ekonomi, hukum atau undang-undang
    yang akan mempengaruhi aktivitas Rencana Proyek.
▪ Tidak ada perubahan yang material mengenai tarif pajak, bea cukai, nilai tukar mata uang, dan
    suku bunga yang dipergunakan dalam asumsi proyeksi yang dapat mempengaruhi secara material
    kinerja Rencana Proyek selain yang telah diproyeksikan.
▪ Tidak ada perubahan yang material pada struktur dan aktivitas utama Rencana Proyek atau pada
    sumber utama penghasilan Rencana Proyek dalam periode yang telah diproyeksikan.
▪ Tidak ada hambatan-hambatan yang berarti yang berasal dari perselisihan industri, atau
    pengadaan tenaga kerja atau hal-hal lain yang dapat mempengaruhi kegiatan usaha Rencana
    Proyek.
Page 5
▪   Tidak terdapat perubahan-perubahan yang signifikan atas kondisi pasar dan harga dari produk-
    produk serta jasa-jasa yang akan dihasilkan Rencana Proyek, kecuali yang telah diproyeksikan.
▪   Tidak ada perubahan yang material terhadap struktur biaya maupun beban-beban lain atas
    Rencana Proyek, kecuali yang telah diproyeksikan.
▪   Tidak ada perubahan yang material terhadap perjanjian-perjanjian dan ketentuan-ketentuan yang
    ada.
▪   Rencana bisnis dari Rencana Proyek berjalan sesuai yang telah direncanakan dan diproyeksikan.
▪   Di dalam Studi Kelayakan terdapat pernyataan-pernyataan, penilaian, perkiraan dan proyeksi yang
    dibuat berdasarkan informasi yang disediakan oleh Manajemen Perseroan dalam rangka
    mengantisipasi pelaksanaan operasional selama periode proyeksi. Pernyataan, penilaian,
    perkiraan maupun proyeksi tersebut mencerminkan asumsi-asumsi yang dibuat oleh Manajemen
    Perseroan untuk mengestimasi hasil yang akan diperoleh selama periode proyeksi, dimana asumsi
    tersebut mungkin terjadi atau mungkin tidak terjadi.
▪   KJPP FAST tidak bertanggung jawab atau menjamin setiap kewajiban atau kerugian yang mungkin
    muncul akibat diambilnya tindakan berdasarkan penggunaan sebagian dari analisis dan informasi
    tanpa mempertimbangkan isi Studi Kelayakan secara keseluruhan yang dapat menyebabkan
    pandangan yang menyesatkan atas proses yang mendasari Studi Kelayakan. Semua pernyataan
    yang terdapat di dalam Studi Kelayakan sebaiknya dihubungkan secara keseluruhan dengan tujuan
    dibuatnya Studi Kelayakan.
▪   Kejadian-kejadian yang terjadi setelah tanggal efektif penilaian Studi Kelayakan mungkin
    mempunyai pengaruh signifikan terhadap penilaian kinerja Rencana Proyek selama periode
    proyeksi. Kami tidak berkewajiban untuk memperbaharui laporan ini atau untuk merevisi analisis
    dikarenakan kejadian dan transaksi yang terjadi setelah tanggal efektif penilaian yang digunakan,
    yaitu tanggal 31 Desember 2023.


ASUMSI-ASUMSI POKOK
Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan dan
kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi lain yang diberikan kepada kami
oleh Perseroan atau yang tersedia secara umum, dan kami tidak melakukan dan karenanya tidak
bertanggung jawab atas pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi tersebut. Kami juga
bergantung kepada jaminan dari Manajemen Perseroan bahwa mereka tidak mengetahui fakta-fakta
yang menyebabkan informasi-informasi yang diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau
menyesatkan.
Kami tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari Rencana Proyek. Jasa-jasa yang kami
berikan kepada Perseroan dalam kaitan dengan Rencana Proyek hanya merupakan studi kelayakan
dari Rencana Proyek dan bukan jasa-jasa akuntansi, audit, atau perpajakan.
Pekerjaan kami yang berkaitan dengan Rencana Proyek tidak merupakan dan tidak dapat ditafsirkan
dalam bentuk apapun, sebagai suatu penelaahan atau audit atau pelaksanaan prosedur-prosedur
tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat dimaksudkan untuk
mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan, atau penyimpangan dalam
laporan keuangan atau pelanggaran hukum. Selain itu, kami tidak mempunyai kewenangan dan tidak
mencoba mendapatkan bentuk transaksi-transaksi lainnya yang ada untuk Perseroan.
Studi Kelayakan ini disusun berdasarkan kondisi pasar, kondisi perekonomian, kondisi umum bisnis
dan kondisi keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah pada tanggal laporan ini diterbitkan.
Dalam penyusunan Studi Kelayakan ini, kami juga menggunakan beberapa asumsi lainnya, seperti
terpenuhinya semua kondisi dan kewajiban Perseroan dan semua pihak yang terlibat dalam Rencana
Proyek. Rencana Proyek akan dilaksanakan seperti yang telah dijelaskan sesuai dengan jangka waktu
yang telah ditetapkan, serta keakuratan informasi mengenai transaksi yang diungkapkan oleh
Manajemen Perseroan.


KEJADIAN PENTING SETELAH TANGGAL PENILAIAN (SUBSEQUENT EVENT)
Tidak ada kejadian penting pada Perseroan setelah tanggal penilaian sampai dengan tanggal
penyelesaian laporan yang dapat mempengaruhi hasil laporan penilaian.
Page 6
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil analisis atas kelayakan pasar, kelayakan teknis, kelayakan pola bisnis, kelayakan
model manajemen, dan kelayakan keuangan terhadap Rencana Proyek yang telah kami ungkapkan
dalam laporan ini, dapat disimpulkan bahwa Rencana Proyek adalah layak, dengan syarat semua
asumsi-asumsi yang ditetapkan dapat terpenuhi.


Hormat kami,
KANTOR JASA PENILAI PUBLIK
FIRMAN, SURYANTORO, SUGENG, SUZY, HARTOMO DAN REKAN
Registered Business & Property Appraisers

Rekan,




Ir. Suzy Israwati, MAPPI (Cert.)
Ijin Penilai        : B-1.09.00097
Kualifikasi Penilai : Penilai Bisnis
STTD Pasar Modal : STTD.PB-14/PJ-1/PM.02/2023
STTD IKNB           : 048/NB.122/STTD-P/2017
No. Register        : 2017.00098
No. MAPPI           : 92-S-00215
Page 7
                   ASUMSI DAN SYARAT PEMBATAS

1. LAPORAN STUDI KELAYAKAN BERSIFAT NON-DISCLAIMER OPINION.
2. PENILAI TELAH MELAKUKAN PENELAAHAN ATAS DOKUMEN-DOKUMEN YANG DIGUNAKAN
   DALAM PROSES PEMBUATAN LAPORAN STUDI KELAYAKAN.
3. DATA DAN INFORMASI YANG DIPEROLEH BERASAL DARI SUMBER YANG DAPAT
   DIPERCAYA KEAKURATANNYA.
4. PROYEKSI KEUANGAN YANG TELAH DISESUAIKAN YANG MENCERMINKAN KEWAJARAN
   PROYEKSI KEUANGAN YANG DIBUAT OLEH MANAJEMEN DENGAN KEMAMPUAN
   PENCAPAIANNYA (FIDUCIARY DUTY).
5. PENILAI BERTANGGUNG JAWAB ATAS PELAKSANAAN ANALISIS DAN KEWAJARAN
   PROYEKSI KEUANGAN YANG TELAH DISESUAIKAN.
6. LAPORAN STUDI KELAYAKAN YANG TERBUKA UNTUK PUBLIK KECUALI TERDAPAT
   INFORMASI YANG BERSIFAT RAHASIA, YANG DAPAT MEMPENGARUHI OPERASIONAL
   PERUSAHAAN.
7. PENILAI BERTANGGUNG JAWAB ATAS LAPORAN STUDI KELAYAKAN DAN KESIMPULAN
   AKHIR.
8. PENILAI TELAH MEMPEROLEH INFORMASI ATAS STATUS HUKUM OBJEK STUDI KELAYAKAN
   DARI PEMBERI TUGAS.




                                     i
Page 8
                                 PERNYATAAN PENILAI

1. Pernyataan faktual yang dipresentasikan dalam laporan studi kelayakan ini adalah benar sesuai
   dengan pemahaman terbaik dari Penilai;
2. Penilai bertanggungjawab atas Laporan Studi Kelayakan;
3. Penugasan penilaian profesional telah dilakukan terhadap Objek Studi Kelayakan pada tanggal
   penilaian (cut-off date) 31 Desember 2023;
4. Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam Laporan Studi Kelayakan;
5. Penugasan penilaian profesional telah dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-
   undangan yang berlaku;
6. Lingkup pekerjaan dan data yang dianalisis telah diungkapkan;
7. Kesimpulan analisi telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi pembatas; dan
8. Data ekonomi dan industri dalam Laporan Studi Kelayakan diperoleh dari berbagai sumber
   yang diyakini Penilai dapat dipertanggungjawabkan.


  Nomor                             Nama                                 Tandatangan
    1.      Penanggung Jawab
            Ir. Suzy Israwati, MAPPI (Cert.)
            Ijin Penilai: B-1.09.00097
            No. MAPPI: 92-S-00215
            RMK-2017.00098                                           …………………………


    2.      Pereviu
            Hanandewa, S.T., M.M., M.Sc., D.B.A., MAPPI (Cert.)
            Ijin Penilai: B-1.19.00537
            No. MAPPI: 03-S-01763
            RMK-2017.00801                                           …………………………


    3.      Penilai
            La Halufi, S.E., M.Ec.Dev.
            No. MAPPI: 21-P-11195
            RMK-2022.04293                                           …………………………




                                                ii
Page 9
                               RINGKASAN EKSEKUTIF


1. Berdasarkan penelaahan aspek legalitas dan hukum, Perseroan telah memenuhi legalitas dan
   hukum utama yang diperlukan, sebagaimana dibuktikan dengan aktivitas komersial yang dilakukan
   Perseroan telah berjalan dengan baik selama ini. Sementara berkaitan dengan Rencana Proyek
   saat ini perlu memenuhi perijinan yang dibutuhkan, dimana Studi Kelayakan ini merupakan salah
   satu persyaratan untuk memperoleh perijinan tersebut.

2. Berdasarkan penelaahan aspek pasar, penjualan semen di semua pulau di Indonesia mengalami
   pertumbuhan yang positif, terkecuali Pulau jawa. Penjualan semen di Pulau Jawa terkontraksi
   sebesar -1,2% yoy. Sebaliknya, penjualan semen di luar Pulau Jawa tumbuh positif. Total
   penjualan semen (penjumlahan penjualan domestik dan ekspor) tumbuh 2,8% yoy pada September
   2023. Volume penjualan total produsen semen nasional pada September 2023 tercatat sebesar
   7,1 juta ton, atau tumbuh sebesar 2,8% yoy. Secara kumulatif, total penjualan semen domestik dan
   ekspor pada Januari-September 2023 sebesar 54,7 juta ton, atau tumbuh 1,8% yoy. Struktur pasar
   semen di Indonesia cenderung berbentuk oligopoli, dengan beberapa produsen saja, diluar
   kelompok usaha SIG, seperti Cemindo Gemilang, Semen Conch, Semen Bosowa, Semen Imasco
   Asiatic dan Semen Tiga Roda. Cemindo Gemilang memiliki pangsa pasar di Sumatera, Kalimantan,
   Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara serta internasional (Vietnam). Semen Conch memiliki jaringan
   distribusi di Papua; Semen Bosowa dengan jaringan distribusi Pulau Jawa, Bali, dan Nusa
   Tenggara dan juga internasional (Afrika); Semen Tiga Roda dengan jaringan distribusi di Pulau
   Jawa dan Kalimantan; serta Semen Imasco Asiatic dengan jaringan distribusi di Jawa Timur dan
   luar Jawa. Pangsa pasar produk Perseroan di wilayah Sumatera bagian Selatan (Sumbagsel)
   mencapai 34% meningkat dibandingkan periode sebelumnya.

3. Berdasarkan penelaahan aspek teknis, Rencana Proyek memiliki kemudahan aksesibilitas karena
   terletak di lokasi yang mudah diakses melalui moda transportasi darat dan air. Finish Mill dan
   Packing Unit Palembang dapat diakses melalui Pelabuhan Palembang (Dermaga GMP), dan moda
   transportasi darat melalui Gerbang Tol Kramasan sebagai pintu masuk/keluar Jalan Tol
   Palembang-Indralaya. Sedangkan Integrated Plant I dan II di Ogan Komering Ulu ke Finish Mill
   Palembang dapat diakses menggunakan Jalan Raya Tiga Gajah, sementara Finish Mill dan
   Packing Unit Lampung dapat diakses melalui Jalan Yos Sudarso, Bandar Lampung. Konsep dasar
   pengembangan Rencana Proyek sebagai alternatif saluran penjualan yang bersifat komplemen
   dan bukan subtitusi dari saluran penjualan yang telah ada. Teknologi yang digunakan Perseroan
   dalam pembuatan semen yang dilakukan menggunakan proses kering (dry process) yang dimulai
   dari penyediaan bahan mentah, penggilingan bahan mentah, pembakaran, pendinginan klinker,
   penggilingan klinker, dan pengantongan semen. Perencanaan teknis dengan kapasitas produksi
   terpasang 4,1 juta ton semen, meliputi jenis Ordinary Portland Cement (OPC) type I, Ordinary
   Portland Cement (OPC) type II, Ordinary Portland Cement (OPC) type V, Portland Composite
   Cement (PCC), Baturaja Mortar dan White Clay. Ketersediaan bahan baku utama berupa batu
   kapur dan tanah liat dimiliki Perseroan atas penguasaan konsesi penambangan mineral tersebut


                                                iii
Page 10
   dengan jumlah sumber daya yang tersedia mencapai 270 juta ton, sehingga diperkirakan mampu
   mendukung operasional Perseroan hingga 60 tahun ke depan. Disamping itu, Perseroan juga
   didukung dengan sumber daya manusia yang kompeten sebanyak 880 orang karyawan.

4. Berdasarkan penelaahan aspek pola bisnis, terdapat 4 (empat) pola bisnis penjualan semen di
   Perseroan saat ini, yang disebut sebagai Stream 1, Stream 2, Stream 3, dan Stream 4. Rencana
   Proyek berkaitan dengan perubahan pola bisnis pada Stream 2 dan Stream 3. Sementara pola
   bisnis Stream 1 dan Stream 4 tidak mengalami perubahan. Stream 1 adalah pola bisnis penjualan
   semen zak brand milik Perseroan oleh Perseroan ke SIG. Stream 2 adalah pola bisnis penjualan
   semen zak brand milik Perseroan oleh entitas anak SIG lain, dimana Perseroan berpotensi
   mendapatkan royalti 2,5% atas penjualan. Pola bisnis Stream 2 tanpa Rencana Proyek pada
   dasarnya telah pula dijalankan Perseroan dengan pola maklon, dimana pendapatan Perseroan dari
   selisih harga jual dengan harga beli semen. Stream 3 adalah pola bisnis penjualan semen zak
   brand bukan milik Perseroan oleh Perseroan ke SIG, dimana Perseroan menjual ke SIG dengan
   tambahan margin 3,5% dan memberikan royalti 2,5% atas penjualan kepada entitas anak SIG lain.
   Pola bisnis Stream 3 tanpa Rencana Proyek pada dasarnya telah pula dijalankan Perseroan
   dengan pola maklon, dimana Perseroan mendapat kompensasi atas produksi semen zak untuk
   entitak anak SIG lain. Stream 4 adalah pola bisnis penjualan semen curah dari Perseroan ke SIG
   ataupun entitas anak SIG lain. Keunggulan dari Rencana Proyek terutama akan meningkatkan
   jangkauan distribusi produk Perseroan menjadi lebih luas dan bertambahkan keragaman produk
   entitas anak SIG lain yang dapat ditawarkan Perseroan ke pelanggan, menjadikan kompetitor
   kesulitan untuk meniru kemampuan Perseroan tersebut. Penciptaan nilai tambah dari Rencana
   Proyek dihasilkan melalui percepatan distribusi produk Perseroan ke pelanggan di pasar yang baru,
   serta mekanisme penjualan silang (cross selling) antar entitas dalam kelompok usaha SIG. Strategi
   pemasaran terkait Rencana Proyek yang akan dilakukan Perseroan adalah melalui komunikasi
   pemasaran; menjaga kontinuitas suplai produk dengan peningkatan fasilitas distribusi dan ekspansi
   pasar ke wilayah pengembangan; melakukan aktivitas branding Above The Line (ATL) dan Below
   The Line (BTL) baik secara offline maupun digital; melakukan aktivitas penjualan secara online
   melalui digital platform; melakukan penjualan produk turunan; dan melakukan optimalisasi biaya
   pelayanan ke pelanggan.

5. Berdasarkan penelaahan aspek model manajemen, Rencana Proyek didukung oleh manajemen
   yang kompeten dan berpengalaman, serta profesional dalam setiap fungsi operasional. Hal ini
   sebagaimana tercermin dalam rekam jejak jajaran manajemen Perseroan. Selain itu, Perseroan
   juga memberikan penghargaan atas lahirnya inovasi-inovasi baru dari sumber daya manusia yang
   dimiliki. Model manajemen di Perseroan menekankan tidak hanya pada kompetensi dan
   pengalaman, namun juga pembentukan karakter sumber daya manusia dengan pembangunan
   budaya perusahaan yang berpedoman pada nilai-nilai Perseroan sebagaimana tercermin dalam
   budaya “AKHLAK”.




                                                iv
Page 11
6. Berdasarkan penelaahan aspek risiko usaha dan lingkungan, faktor risiko meliputi risiko perijinan
   tambang pada proses bisnis mengelola perencanaan penambangan dengan mitigasi risiko berupa
   merencanakan percepatan peningkatan status IUP Operasi Produksi Batu Kapur T3, berkoordinasi
   dengan lintas divisi dan instansi terkait (KLHK, KESDM, BKPM, PTSP) dan percepatan
   pembangunan infrastruktur dan fasilitas penunjang tambang T3; risiko pembayaran piutang dengan
   mitigasi risiko berupa memastikan appraisal nilai jaminan yang dimiliki distributor sesuai dengan
   plafon penebusannya, memastikan distributor menggunakan fasilitas Distributor Finance (DF),
   melakukan pengajuan pengalihan piutang (take over piutang) bagi distributor yang masih aktif ke
   pihak perbankan, melakukan penjadwalan ulang pembayaran piutang bagi distributor yang telah
   jatuh tempo, melakukan evaluasi distributor terhadap penebusan dan pembayaran piutang dalam
   3 bulan terakhir, melakukan kerja sama dengan Jaksa Pengacara Negara (JPN) dalam penagihan
   piutang macet dan mendaftarkan distributor yang telah diberikan surat peringatan dan bekerja
   sama dengan pihak KPKNL untuk memproses pelelangan aset bagi distributor yang macet dan
   gagal pengajuan ke perbankan; risiko persaingan bisnis dengan mitigasi risiko berupa melakukan
   dan memperkuat sinergi dengan BUMN Karya dan kerja sama dengan instansi dan Perseroan
   untuk meningkatkan penjualan semen, meningkatkan kontribusi dari proyek yang membutuhkan
   semen curah antara lain melalui kerja sama dengan provider yang memiliki informasi mengenai
   proyek, mengoptimalkan penjualan semen dengan platform digital, merencanakan dan melakukan
   program promosi yang tepat ke channel penjualan, mengedukasi produk (product knowledge) dan
   branding product, menerapkan pelayanan after sales ke channel penjualan dan peningkatan
   promosi dan akuisisi toko yang belum menjual Semen Baturaja di area margin; risiko operasional
   dengan mitigasi risiko berupa shutdown sesuai dengan jadwal dengan mempertimbangkan
   kesiapan ketersediaan spare part yang ada, meningkatkan pelaksanaan preventive dan predictive
   maintenance, menerapkan inovasi dan improvement pada proses produksi melalui TPM,
   mengoptimalkan penggunaan plant automation system, sharing knowledge sistem, operasional
   dan preventive peralatan, memastikan harga perolehan Bahan Baku Penolong sesuai RKAP 2023,
   melakukan substitusi material dalam proses pembuatan semen, meningkatkan penggunaan limbah
   untuk menurunkan konsumsi bahan bakar, penurunan clinker factor semen dengan peningkatan
   pemakaian bahan ketiga berupa fly ash dan pemakaian Cement Grinding Aid (CGA) sebagai bahan
   baku aditif penolong penggilingan semen, melakukan monitoring kualitas untuk bahan baku dan
   bahan penolong dalam proses penerimaan dan optimalisasi penggunaan aditif untuk meningkatkan
   kualitas semen; risiko distribusi dengan mitigasi risiko berupa pemantauan dan memastikan
   ekspeditor telah melakukan pemasangan dan pemantauan alat tracking pada setiap armadanya,
   memastikan pendistribusian semen sesuai order melalui survei ke toko oleh PIC sales area,
   memastikan kebutuhan angkutan untuk franco terpenuhi sesuai rencana, melakukan evaluasi
   terhadap distributor yang melakukan penebusan dan melakukan koordinasi dengan ekspeditur
   untuk patuh dengan regulasi; risiko kesesuaian pengembangan karyawan dengan jenjang karir
   dengan mitigasi risiko berupa pembekalan kepada para talent seperti coaching sebelum
   melaksanakan program pengembangan talent Perseroan baik melibatkan konsultan maupun
   penugasan khusus yang diberikan, memastikan setiap kandidat talent yang akan dikembangkan


                                                 v
Page 12
   kompetensinya untuk mengikuti seluruh rangkaian proses pengembangan talenta melengkapi
   kebutuhan bank data terkait talent Perseroan seperti pendidikan pelatihan, riwayat jabatan,
   pencapaian kinerja dan lain-lain dan membuat perencanaan jadwal pengembangan talent dan
   memantau realisasi dari setiap aktivitas pengembangan talent; risiko compliance regulasi
   lingkungan dan energi dengan mitigasi risiko berupa pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan
   dan pengurangan emisi karbon peningkatan pemanfaatan Alternative Fuel and Raw Material
   (AFR); risiko fraud dengan mitigasi berupa mengimplementasikan penerapan budaya perusahaan
   (AKHLAK) ke seluruh karyawan secara intens, sosialisasi fraud/gratifikasi/suap serta etika dan
   perilaku karyawan terhadap fraud/gratifikasi/suap secara efektif dan berkala ke seluruh karyawan
   dan sanksi, program pengendalian gratifikasi, melakukan pengawasan/pemeriksaan terhadap
   kegiatan operasional melalui Divisi Internal Audit secara berkala dan perbaikan proses bisnis.

7. Berdasarkan analisis SWOT, kekuatan (strength) dari Rencana Proyek adalah posisi Perseroan
   sebagai market leader di wilayah Sumbagsel, dukungan dari SIG sebagai kelompok usaha
   produsen semen terbesar di Indonesia, dan dukungan bahan baku dan bahan bakar melalui
   penguasaan konsesi pertambangan batu kapur dan sinergi BUMN dengan PT Bukit Asam Tbk.
   Sementara kelemahan (weakness) dari Rencana Proyek adalah ketergantungan terhadap SIG
   sebagai distributor tunggal. Selanjutnya peluang (opportunity) dari Rencana Proyek adalah
   peningkatan utilitas seiring bertambahnya potensi pasar, penciptaan nilai tambah bagi Perseroan
   dan SIG, serta dukungan teknologi dari kelompok usaha SIG. Sedangkan ancaman (threat) dari
   Rencana Proyek adalah potensi pendatang baru dengan proposisi nilai yang lebih baik, dan
   kualitas produk dibawah ekspektasi dari entitas anak SIG lain.

8. Berdasarkan analisis aspek keuangan, tidak terdapat biaya pendirian (startup cost) secara
   langsung terkait Rencana Proyek, mengingat pada dasarnya Rencana Proyek adalah rencana
   perubahan skema penjualan atas aktivitas komersial yang telah berjalan di Perseroan. Analisis
   kelayakan finansial didasarkan pada arus kas bersih inkremental, yaitu selisih antara arus kas
   bersih tanpa Rencana Proyek dan arus kas bersih dengan Rencana Proyek. Memperhitungkan
   biaya modal ekuitas Perseroan sebesar 11,67% maka Rencana Proyek akan menghasilkan NPV
   (net present value) sebesar Rp15,5 miliar, MIRR (modified internal rate of return) sebesar 11,79%,
   dan PI (profitability index) sebesar 1,01x, dan overall return on investment sebesar 15,83%, dimana
   seluruh parameter kelayakan finansial tersebut mengindikasikan Rencana Proyek layak.
   Berdasarkan analisis rasio keuangan diperoleh indikasi bahwa Profitabilitas dengan Rencana
   Proyek cenderung semakin membaik, sebagaimana diindikasikan dari selisih positif rasio
   profitabilitas antara tanpa dan dengan Rencana Proyek; likuiditas dengan Rencana Proyek
   cenderung semakin membaik, meskipun tidak signifikan, sebagaimana diindikasikan dari selisih
   positif rasio likuiditas antara tanpa dan dengan Rencana Proyek; dan solvabilitas dengan Rencana
   Proyek cenderung semakin membaik, meskipun tidak signifikan, sebagaimana diindikasikan dari
   selisih negatif rasio solvabilitas antara tanpa dan dengan Rencana Proyek. Selanjutnya dari analisis
   sensitivitas diketahui bahwa margin markup Stream 3 lebih sensitif dibandingkan tarif royalti Stream
   2 dan 3. Oleh karena itu Rencana Proyek perlu lebih memperhatikan dalam kebijakan penentuan
   harga jual ke SIG terkait Stream 3 agar Rencana Proyek dapat memberikan pengembalian yang

                                                  vi
Page 13
   sesuai, atau bahkan melebihi, ekspektasi. Berdasarkan analisis sensitivitas terhadap perubahan
   volume Stream 2 dan 3, diketahui bahwa perubahan volume Stream 3 lebih sensitif dibandingkan
   perubahan volume Stream 2.

9. Berdasarkan analisis atas kelayakan pasar, kelayakan teknis, kelayakan pola bisnis, kelayakan
   model manajemen, aspek risiko usaha dan lingkungan, dan kelayakan keuangan terhadap
   Rencana Proyek sebagaimana diungkapkan diatas, dapat disimpulkan bahwa Rencana Proyek
   adalah layak.




                                               vii
Page 14
                                                          DAFTAR ISI


BAB 1.   PENDAHULUAN .................................................................................................................. 1-1
1.1      Latar Belakang ..................................................................................................................... 1-1
1.2      Identitas Pemberi Tugas ...................................................................................................... 1-1
1.3      Objek Penilaian .................................................................................................................... 1-1
1.4      Maksud dan Tujuan .............................................................................................................. 1-2
1.5      Tanggal Penilaian ................................................................................................................ 1-2
1.6      Masa Berlakunya Laporan ................................................................................................... 1-2
1.7      Independensi Penilai ............................................................................................................ 1-2
1.8      Pedoman Penilaian .............................................................................................................. 1-2
1.9      Sumber Informasi ................................................................................................................. 1-2
1.10     Kondisi Pembatas ................................................................................................................ 1-3
1.11     Asumsi-Asumsi Pokok ......................................................................................................... 1-4
1.12     Prosedur Pelaksanaan ......................................................................................................... 1-5
1.13     Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Event) ...................................... 1-5
1.14     Definisi dan Istilah ................................................................................................................ 1-6
BAB 2.   ASPEK LEGALITAS DAN HUKUM ...................................................................................... 2-1
2.1      Perseroan ............................................................................................................................. 2-1
2.1.1    Pendirian .............................................................................................................................. 2-1
2.1.2    Struktur Modal dan Pemegang Saham ................................................................................ 2-1
2.1.3    Pengawas dan Pengurus ..................................................................................................... 2-2
2.1.4    Kegiatan Usaha .................................................................................................................... 2-2
2.1.5    Perizinan Usaha ................................................................................................................... 2-4
2.1.6    Informasi Perpajakan ........................................................................................................... 2-5
2.2      Rencana Proyek ................................................................................................................... 2-6
2.2.1    Perijinan ............................................................................................................................... 2-6
2.2.2    Regulasi Industri .................................................................................................................. 2-7
BAB 3.   ASPEK PASAR .................................................................................................................... 3-1
3.1      Makro Ekonomi Indonesia .................................................................................................... 3-1
3.2      Demografi Indonesia ............................................................................................................ 3-5
3.3      Industri Semen ..................................................................................................................... 3-9
3.4      Industri Konstruksi .............................................................................................................. 3-16
3.4.1    Profil Kompetitor ................................................................................................................. 3-21
3.4.2    Pangsa Pasar ..................................................................................................................... 3-24
BAB 4.   ASPEK TEKNIS ................................................................................................................... 4-1
4.1      Analisis Aksesibilitas ............................................................................................................ 4-1
4.2      Konsep Dasar Pengembangan ............................................................................................ 4-1
4.2.1    Penjualan Semen Zak Merek Perseroan oleh Entitas Anak SIG Lain (Stream 2) ............... 4-2
4.2.2    Penjualan Semen Zak Merek Entitas Anak SIG Lain oleh Perseroan (Stream 3) ............... 4-2

                                                                      viii
Page 15
4.3      Teknologi Yang Digunakan .................................................................................................. 4-3
4.4      Perencanaan Teknis ............................................................................................................ 4-4
4.5      Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya ............................................................................ 4-9
4.5.1    Bahan Baku .......................................................................................................................... 4-9
4.5.2    Bahan Pendukung .............................................................................................................. 4-10
4.5.3    Sumber Daya Manusia ....................................................................................................... 4-10
4.5.4    Tenaga Ahli Profesional per 31 Desember 2023 ............................................................... 4-12
BAB 5.   ASPEK POLA BISNIS .......................................................................................................... 5-1
5.1      Pola Bisnis............................................................................................................................ 5-1
5.2      Keunggulan Kompetitif ......................................................................................................... 5-3
5.3      Kemampuan Pesaing Meniru Produk .................................................................................. 5-4
5.4      Kemampuan Menciptakan Nilai ........................................................................................... 5-4
5.5      Analisis Kesinambungan ...................................................................................................... 5-4
5.6      Strategi Pemasaran dan Penjualan ..................................................................................... 5-5
5.7      Kebutuhan Penunjang Operasi ............................................................................................ 5-6
BAB 6.   ASPEK MODEL MANAJEMEN ............................................................................................ 6-1
6.1      Struktur Organisasi .............................................................................................................. 6-1
6.2      Hak Atas Kekayaan Intelektual ............................................................................................ 6-1
6.3      Profil Manajemen ................................................................................................................. 6-2
6.4      Kebutuhan Sumber Daya Manusia ...................................................................................... 6-4
BAB 7.   ASPEK RISIKO USAHA DAN LINGKUNGAN ..................................................................... 7-1
7.1      Risiko Usaha ........................................................................................................................ 7-1
7.2      Lingkungan ........................................................................................................................... 7-5
7.2.1    Tempat Kerja ........................................................................................................................ 7-6
7.2.2    Laman Pemasaran ............................................................................................................... 7-7
7.2.3    Lingkungan Hidup ................................................................................................................ 7-7
7.2.4    Kemasyarakatan .................................................................................................................. 7-8
BAB 8.   ANALISIS SWOT ................................................................................................................. 8-1
8.1      Strength (Kekuatan) ............................................................................................................. 8-1
8.2      Weakness (Kelemahan) ....................................................................................................... 8-1
8.3      Opportunity (Peluang) .......................................................................................................... 8-1
8.4      Threat (Ancaman) ................................................................................................................ 8-2
BAB 9.   ASPEK KEUANGAN ............................................................................................................ 9-1
9.1      Kinerja Keuangan Perseroan ............................................................................................... 9-1
9.1.1    Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian ............................ 9-1
9.1.2    Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian ............................................................................ 9-3
9.1.3    Laporan Arus Kas Konsolidasian ......................................................................................... 9-7
9.1.4    Rasio Keuangan ................................................................................................................... 9-8
9.2      Rencana Proyek ................................................................................................................. 9-10
9.2.1    Biaya Pendirian (Startup Cost)........................................................................................... 9-10


                                                                     ix
Page 16
9.2.2        Sumber Pembiayaan .......................................................................................................... 9-10
9.2.3        Modal Kerja ........................................................................................................................ 9-10
9.2.4        Biaya Operasional .............................................................................................................. 9-10
9.2.5        Biaya Bahan Baku .............................................................................................................. 9-11
9.2.6        Asumsi Proyeksi Keuangan ............................................................................................... 9-11
9.2.7        Proyeksi Laporan Keuangan .............................................................................................. 9-14
9.2.8        Pemilihan Arus Kas ............................................................................................................ 9-17
9.2.9        Penentuan Tingkat Diskonto .............................................................................................. 9-18
9.2.10       Analisis Kelayakan Finansial .............................................................................................. 9-19
9.2.11       Analisis Modal Kerja ........................................................................................................... 9-24
9.2.12       Analisis Rasio Keuangan ................................................................................................... 9-24
9.2.13       Analisis Sensitivitas ............................................................................................................ 9-27
BAB 10. KESIMPULAN .................................................................................................................... 10-1




                                                                         x
Page 17
                                                             DAFTAR TABEL

Tabel 2-1: Susunan Pemegang Saham Perseroan ............................................................................. 2-1
Tabel 9-1: Laporan Laba Rugi & Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian Perseroan (IDR
Ribuan) ................................................................................................................................................. 9-3
Tabel 9-2: Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan (IDR Ribuan) ................................... 9-5
Tabel 9-3: Laporan Arus Kas Konsolidasian Perseroan (IDR Ribuan) ................................................ 9-8
Tabel 9-4: Rasio Keuangan Perseroan .............................................................................................. 9-10
Tabel 9-5: Proyeksi Laporan Laba Rugi & Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian Perseroan
Tanpa Rencana Proyek (IDR Ribuan) ............................................................................................... 9-14
Tabel 9-6: Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan Tanpa Rencana Proyek (IDR
Ribuan) ............................................................................................................................................... 9-14
Tabel 9-7: Proyeksi Laporan Arus Kas Konsolidasian Perseroan Tanpa Rencana Proyek (IDR
Ribuan) ............................................................................................................................................... 9-15
Tabel 9-8: Proyeksi Laporan Laba Rugi & Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian Perseroan
Dengan Rencana Proyek (IDR Ribuan) ............................................................................................. 9-16
Tabel 9-9: Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan Tanpa Rencana Proyek (IDR
Ribuan) ............................................................................................................................................... 9-16
Tabel 9-10: Proyeksi Laporan Arus Kas Konsolidasian Perseroan Tanpa Rencana Proyek (IDR
Ribuan) ............................................................................................................................................... 9-17
Tabel 9-11: Ringkasan Parameter Kelayakan Finansial Rencana Proyek ........................................ 9-24
Tabel 9-12: Perputaran Modal Kerja Tanpa dan Dengan Rencana Proyek ...................................... 9-24
Tabel 9-13: Rasio Keuangan Perseroan Tanpa Rencana Proyek .................................................... 9-26
Tabel 9-14: Rasio Keuangan Perseroan Dengan Rencana Proyek .................................................. 9-26
Tabel 9-15: Selisih Rasio Keuangan Perseroan Tanpa dan Dengan Rencana Proyek .................... 9-27
Tabel 9-16: Sensitivitas NPV Terhadap Tarif Royalti dan Margin Markup ........................................ 9-28
Tabel 9-17: Sensitivitas NPV Terhadap Perubahan Volume Stream 2 dan Stream 3 ...................... 9-28




                                                                             xi
Page 18
                                                   DAFTAR GAMBAR

Gambar 3-1: Perkembangan dan Tingkat Pertumbuhan PDB ............................................................ 3-1
Gambar 3-2: Perkembangan IHK dan Inflasi ....................................................................................... 3-2
Gambar 3-3: Perkembangan Inflasi Daerah ........................................................................................ 3-3
Gambar 3-4: Perkembangan Cadangan Devisa dan Nilai Tukar Rupiah ............................................ 3-4
Gambar 3-5: Jumlah dan Laju Pertumbuhan Penduduk Indonesia (2013-2023) ................................ 3-6
Gambar 3-6: Jumlah Penduduk Indonesia di 38 Provinsi (Desember 2023) ...................................... 3-7
Gambar 3-7: Angkatan Kerja Indonesia 2023 ...................................................................................... 3-9
Gambar 3-8: Pergerakan Laju Inflasi 2021-2022 (%) ........................................................................ 3-10
Gambar 3-9: Pertumbuhan dan Volume Penjualan Semen Domestik (Juta Ton) ............................. 3-13
Gambar 3-10: Permintaan dan Kapasitas Semen Indonesia ............................................................ 3-15
Gambar 3-11: Distribusi PDB Atas Dasar Harga Berlaku Tahun 2023 ............................................. 3-17
Gambar 3-12: Anggaran Pembangunan Infrastruktur ....................................................................... 3-20
Gambar 3-13: Sebaran Pangsa Pasar Kompetitor Semen di Indonesia ........................................... 3-25
Gambar 4-1: Wilayah Operasi, Distribusi dan Lini Bisnis Perseroan................................................... 4-1
Gambar 4-2: Proses Penjualan Semen Zak Merek Perseroan Oleh Entitas Anak Lain ..................... 4-2
Gambar 4-3: Proses Penjualan Semen Zak Merek Entitas Anak Lain Oleh Perseroan ..................... 4-3
Gambar 4-4: Teknologi Pembuatan Semen di Perseroan ................................................................... 4-4
Gambar 4-5: Proses Produksi Semen Perseroan ............................................................................... 4-8
Gambar 4-6: Struktur Organisasi Induk Perseroan per 31 Desember 2023 ..................................... 4-11
Gambar 4-7: Struktur Organisasi Induk Perseroan per 1 Maret 2024 ............................................... 4-12
Gambar 5-1: Pola Bisnis Stream 1 ...................................................................................................... 5-1
Gambar 5-2: Pola Bisnis Stream 2 ...................................................................................................... 5-2
Gambar 5-3: Pola Bisnis Stream 3 ...................................................................................................... 5-2
Gambar 5-4: Pola Bisnis Stream 4 ...................................................................................................... 5-3
Gambar 6-1: Struktur Organisasi Perseroan ....................................................................................... 6-1




                                                                    xii
Page 19
BAB 1.          PENDAHULUAN


1.1     LATAR BELAKANG
        Perseroan merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka dan sahamnya
        diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (publicly-listed company) yang bergerak dalam bidang
        industri semen, termasuk produksi, distribusi dan jasa lainnya terkait industri semen. Perseroan
        merupakan anak usaha dari SIG. Berdasarkan informasi yang diperoleh, Perseroan dan SIG
        bermaksud melakukan transaksi jual beli semen dengan konsep perjanjian royalti atas
        penggunaan merek dagang (trademark) yang dimiliki Perseroan maupun anak usaha lain dari
        SIG. Untuk memenuhi peraturan perundang-undangan terkait transaksi tersebut maka
        Perseroan berencana memperluas kegiatan usaha dengan menambahkan Klasifikasi Baku
        Lapangan Usaha Indonesia 77400 (KBLI-77400: Sewa Guna Usaha Tanpa Hak Opsi
        Intelektual Properti, Bukan Karya Hak Cipta) pada kegiatan usahanya (“Rencana Proyek”).
        Oleh karena itu Perseroan menunjuk KJPP FAST untuk memberikan pendapat atas kelayakan
        (feasibility) dari Rencana Proyek (“Studi Kelayakan”).

        Sehubungan dengan kebutuhan Pemberi Tugas tersebut, KJPP Firman, Suryantoro, Sugeng,
        Suzy, Hartomo dan Rekan (“kami” atau “KJPP FAST”) sebagai penilai independen berdasarkan
        ijin yang dikeluarkan oleh Kementerian Keuangan Republik Indonesia No. 2.09.0074 tanggal
        8 Desember 2009, serta telah terdaftar di OJK No. S-865/BL/2010 tanggal 29 Januari 2010,
        telah ditunjuk oleh Pemberi Tugas untuk melakukan penilaian atas Objek Penilaian tersebut,
        sesuai PO No. 4000007332 tanggal 6 Maret 2024 dari Pemberi Tugas, mengenai penyusunan
        studi kelayakan (feasibility study) pada Perseroan per tanggal efektif penilaian.



1.2     IDENTITAS PEMBERI TUGAS
        Nama                     : PT Semen Baturaja Tbk
        Bidang usaha             : Industri semen.
        Alamat kantor            : Jl. Abikusno Cokrosuyoso Kertapati, Palembang 30258.
        Nomor telepon            : (0711) – 511261
        Nomor fax                : (0711) – 512126
        Surel                    : corsec.smbr@sig.id
        Situs web                : www.semenbaturaja.co.id.



1.3     OBJEK PENILAIAN
        Objek Penilaian dimaksud dalam Studi Kelayakan adalah perluasan kegiatan usaha Perseroan,
        yaitu di bidang jual beli semen dengan konsep Perjanjian Royalti (KBLI-77400: Sewa Guna
        Usaha Tanpa Hak Opsi Intelektual Properti, Bukan Karya Hak Cipta).




                                                                                                           1-1
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 20
1.4     MAKSUD DAN TUJUAN
        Maksud dari penilaian adalah mengkaji kelayakan atas Rencana Proyek, dilihat dari berbagai
        aspek yang relevan terkait Rencana Proyek. Sedangkan tujuan dari penugasan ini adalah untuk
        memperoleh pendapat atas kelayakan Rencana Proyek dari pihak independen, untuk
        memenuhi ketentuan-ketentuan sebagaimana diatur dalam POJK 17/2020.



1.5     TANGGAL PENILAIAN
        Tanggal penilaian (cut-off date) dari Studi Kelayakan adalah pada tanggal 31 Desember 2023,
        parameter dan laporan keuangan yang digunakan dalam analisis menggunakan data per
        tanggal 31 Desember 2023.



1.6     MASA BERLAKUNYA LAPORAN
        Sesuai dengan POJK 35/2020, maka laporan penilaian studi kelayakan ini berlaku selama
        6 (enam) bulan sejak tanggal efektif penilaian (cut-off date), kecuali terdapat hal-hal yang dapat
        mempengaruhi kesimpulan nilai lebih dari 5% (lima per seratus).



1.7     INDEPENDENSI PENILAI
        Dalam melaksanakan penugasan ini, KJPP FAST bertindak secara independen tanpa adanya
        benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Pemberi Tugas dan Perseroan ataupun
        pihak-pihak yang terafiliasi dengan Pemberi Tugas dan Perseroan. Kami tidak memiliki
        kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini. Laporan studi
        kelayakan ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak manapun.
        Imbalan jasa yang kami terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan.
        KJPP FAST hanya menerima imbalan sesuai PO No. 4000007332 tanggal 6 Maret 2024 dari
        Pemberi Tugas.

        Laporan studi kelayakan ini telah disusun sesuai POJK 35/2020, dan SPI Edisi VII-2018 serta
        Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI) yang berlaku yang ditetapkan oleh Masyarakat Profesi
        Penilai Indonesia (MAPPI), dan dimana pendekatan dan metode yang diaplikasikan telah
        sesuai dengan standar penilaian lengkap.



1.8     PEDOMAN PENILAIAN
        Studi Kelayakan merupakan penyusunan pendapat atas kelayakan suatu usaha atau proyek,
        maka dalam pelaksanaan penilaian ini, Penilai telah bekerja secara profesional dan
        independen sesuai dengan POJK 35/2020 dan SPI Edisi VII-2018.



1.9     SUMBER INFORMASI
        Dalam menyusun Studi Kelayakan, kami telah menelaah, mempertimbangkan, mengacu, atau
        melaksanakan prosedur atas data dan informasi sebagai berikut:


                                                                                                             1-2
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 21
        ▪ Profil perusahaan, legalitas, dan perijinan Perseroan dan Rencana Proyek.
        ▪ Kajian Penentuan Harga Transfer Transaksi Royalti SIG FY2024 oleh konsultan
            independent PT Pratama Indomitra Konsultan tanggal 28 Maret 2024.
        ▪ Kajian transaksi mega distributor yang dilakukan oleh konsultan independent PT RSM
            Indonesia Konsultan.
        ▪ Proyeksi laporan keuangan Rencana Proyek selama periode 2024-2028 yang disiapkan
            oleh manajemen Perseroan. Kami telah melakukan review dan penyesuaian atas proyeksi
            keuangan yang disampaikan oleh manajemen tersebut dan menurut pertimbangan kami
            proyeksi keuangan yang digunakan dalam analisis penilaian ini telah mencerminkan tingkat
            kewajaran pencapaiannya.
        ▪ Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk periode yang berakhir pada tanggal
            31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Juan Ramon Junius Siahaan dari
            KAP IR, sebagaimana tertuang dalam laporannya No. 00040/2.1265/AU.1/04/1672-
            1/1/III/2024 tanggal 7 Maret 2024, dengan opini wajar dalam semua hal yang material.
        ▪ Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
            31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Donny Iskandar Maramis dari
            KAP AAMR sebagaimana tertuang dalam laporannya No. 00129/2.1030/AU.1/04/1514-
            3/1/II/2023 tertanggal 7 Maret 2023 dengan opini wajar dalam semua hal yang material.
        ▪ Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
            31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Donny Iskandar Maramis dari
            KAP AAMR sebagaimana tertuang dalam laporannya No. 00026/2.1030/AU.1/04/1514-
            2/1/II/2022 tertanggal 15 Februari 2022 dengan opini wajar dalam semua hal yang material.
        ▪ Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
            31 Desember 2020 yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Donny Iskandar Maramis dari
            KAP AAMR sebagaimana tertuang dalam laporannya No. 00068/2.1030/AU.1/04/1514-
            1/1/II/2021 tertanggal 22 Februari 2021 dengan opini wajar dalam semua hal yang material.
        ▪ Informasi internal Perseroan lainnya dan hasil wawancara dengan pihak manajemen
            Perseroan serta pihak terkait lainnya.
        ▪ Informasi ekonomi dan industri yang dikeluarkan oleh pihak ketiga yang terpercaya yang
            relevan dengan penugasan.



1.10    KONDISI PEMBATAS
        Pokok-pokok syarat pembatas yang kami asumsikan dalam proyeksi keuangan yang
        digunakan dalam analisis atas Studi Kelayakan adalah sebagai berikut:
        ▪   Tidak ada perubahan yang material mengenai kondisi politik, ekonomi, hukum atau
            undang-undang yang akan mempengaruhi aktivitas Rencana Proyek.
        ▪   Tidak ada perubahan yang material mengenai tarif pajak, bea cukai, nilai tukar mata uang,
            dan suku bunga yang dipergunakan dalam asumsi proyeksi yang dapat mempengaruhi
            secara material kinerja Rencana Proyek selain yang telah diproyeksikan.



                                                                                                        1-3
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 22
        ▪   Tidak ada perubahan yang material pada struktur dan aktivitas utama Rencana Proyek
            atau pada sumber utama penghasilan Rencana Proyek dalam periode yang telah
            diproyeksikan.
        ▪   Tidak ada hambatan-hambatan yang berarti yang berasal dari perselisihan industri, atau
            pengadaan tenaga kerja atau hal-hal lain yang dapat mempengaruhi kegiatan usaha
            Rencana Proyek.
        ▪   Tidak terdapat perubahan-perubahan yang signifikan atas kondisi pasar dan harga dari
            produk-produk serta jasa-jasa yang akan dihasilkan Rencana Proyek, kecuali yang telah
            diproyeksikan.
        ▪   Tidak ada perubahan yang material terhadap struktur biaya maupun beban-beban lain atas
            Rencana Proyek, kecuali yang telah diproyeksikan.
        ▪   Tidak ada perubahan yang material terhadap perjanjian-perjanjian dan ketentuan-
            ketentuan yang ada.
        ▪   Rencana bisnis dari Rencana Proyek berjalan sesuai yang telah direncanakan dan
            diproyeksikan.
        ▪   Di dalam Studi Kelayakan terdapat pernyataan-pernyataan, penilaian, perkiraan dan
            proyeksi yang dibuat berdasarkan informasi yang disediakan oleh Manajemen Perseroan
            dalam rangka mengantisipasi pelaksanaan operasional selama periode proyeksi.
            Pernyataan, penilaian, perkiraan maupun proyeksi tersebut mencerminkan asumsi-asumsi
            yang dibuat oleh Manajemen Perseroan untuk mengestimasi hasil yang akan diperoleh
            selama periode proyeksi, dimana asumsi tersebut mungkin terjadi atau mungkin tidak
            terjadi.
        ▪   KJPP FAST tidak bertanggung jawab atau menjamin setiap kewajiban atau kerugian yang
            mungkin muncul akibat diambilnya tindakan berdasarkan penggunaan sebagian dari
            analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan isi Studi Kelayakan secara keseluruhan
            yang dapat menyebabkan pandangan yang menyesatkan atas proses yang mendasari
            Studi Kelayakan. Semua pernyataan yang terdapat di dalam Studi Kelayakan sebaiknya
            dihubungkan secara keseluruhan dengan tujuan dibuatnya Studi Kelayakan.
        ▪   Kejadian-kejadian yang terjadi setelah tanggal efektif penilaian Studi Kelayakan mungkin
            mempunyai pengaruh signifikan terhadap penilaian kinerja Rencana Proyek selama
            periode proyeksi. Kami tidak berkewajiban untuk memperbaharui laporan ini atau untuk
            merevisi analisis dikarenakan kejadian dan transaksi yang terjadi setelah tanggal efektif
            penilaian yang digunakan, yaitu tanggal 31 Desember 2023.



1.11    ASUMSI-ASUMSI POKOK
        Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan dan
        kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi lain yang diberikan
        kepada kami oleh Perseroan atau yang tersedia secara umum, dan kami tidak melakukan dan
        karenanya tidak bertanggung jawab atas pemeriksaan independen terhadap informasi-
        informasi tersebut. Kami juga bergantung kepada jaminan dari Manajemen Perseroan bahwa

                                                                                                        1-4
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 23
        mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-informasi yang diberikan
        kepada kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.

        Kami tidak melakukan inspeksi atas aset atau fasilitas Perseroan. Selain itu, kami juga tidak
        memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari transaksi. Jasa-jasa yang kami berikan
        kepada Perseroan dalam kaitan dengan Rencana Proyek hanya merupakan studi kelayakan
        dari Rencana Proyek dan bukan jasa-jasa akuntansi, audit, atau perpajakan.

        Pekerjaan kami yang berkaitan dengan Rencana Proyek tidak merupakan dan tidak dapat
        ditafsirkan dalam bentuk apapun, sebagai suatu penelaahan atau audit atau pelaksanaan
        prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat
        dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan, atau
        penyimpangan dalam laporan keuangan atau pelanggaran hukum. Selain itu, kami tidak
        mempunyai kewenangan dan tidak mencoba mendapatkan bentuk transaksi-transaksi lainnya
        yang ada untuk Perseroan.

        Studi Kelayakan ini disusun berdasarkan kondisi pasar, kondisi perekonomian, kondisi umum
        bisnis dan kondisi keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah pada tanggal laporan ini
        diterbitkan.

        Dalam penyusunan Studi Kelayakan ini, kami juga menggunakan beberapa asumsi lainnya,
        seperti terpenuhinya semua kondisi dan kewajiban Perseroan dan semua pihak yang terlibat
        dalam Rencana Proyek. Rencana Proyek akan dilaksanakan seperti yang telah dijelaskan
        sesuai dengan jangka waktu yang telah ditetapkan, serta keakuratan informasi mengenai
        transaksi yang diungkapkan oleh Manajemen Perseroan.



1.12    PROSEDUR PELAKSANAAN
        Studi Kelayakan ini dilaksanakan mengikuti prosedur sebagai berikut:
        ▪   Perumusan masalah dan pengumpulan data,
        ▪   Verifikasi dan penelitian data,
        ▪   Analisis hasil penelitian data,
        ▪   Analisis kelayakan masing-masing aspek yang diteliti,
        ▪   Penyusunan asumsi-asumsi proyeksi,
        ▪   Penetapan pendapat terhadap kelayakan atas usaha atau proyek,
        ▪   Laporan pendahuluan/draft laporan,
        ▪   Presentasi dan diskusi dengan pemberi tugas,
        ▪   Finalisasi laporan lengkap.



1.13    KEJADIAN PENTING SETELAH TANGGAL PENILAIAN (SUBSEQUENT EVENT)
        Tidak ada kejadian penting setelah tanggal penilaian yang dapat mempengaruhi hasil penilaian
        pada Perseroan setelah tanggal efektif penilaian sampai dengan tanggal penyelesaian laporan
        yang dapat mempengaruhi hasil laporan penilaian.


                                                                                                        1-5
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 24
1.14    DEFINISI DAN ISTILAH

        KAP AAMR               Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf,
                               Aryanto, Mawar & Rekan

        KAP IR                 Kantor Akuntan Publik Imelda & Rekan

        KBLI-77400             Sewa     Guna    Usaha       Tanpa   Hak   Opsi
                               Intelektual Properti, Bukan Karya Hak Cipta

        KEPI                   Kode Etik Penilai Indonesia

        KJPP FAST              Kantor    Jasa     Penilai     Publik    Firman,
                               Suryantoro, Sugeng, Suzy, Hartomo dan
                               Rekan

        MAPPI                  Masyarakat Profesi Penilai Indonesia

        OJK                    Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia

        Pemberi Tugas          PT Semen Baturaja Tbk

        Perseroan              PT Semen Baturaja Tbk

        POJK 17/2020           Peraturan    OJK     No.      17/POJK.04/2020
                               tanggal 20 April 2020 tentang Transaksi
                               Material dan Perubahan Kegiatan Usaha.

        POJK 35/2020           Peraturan    OJK     No.      35/POJK.04/2020
                               tanggal 25 Mei 2020 tentang Penilaian dan
                               Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar
                               Modal.

        Rencana Proyek         Penambahan       KBLI-77400      (Sewa     Guna
                               Usaha Tanpa Hak Opsi Intelektual Properti,
                               Bukan Karya Hak Cipta) pada kegiatan usaha
                               Perseroan.

        SIG                    PT Semen Indonesia (Persero) Tbk

        SPI Edisi VII-2018     Standar Penilaian Indonesia Edisi VII Tahun
                               2018

        Studi Kelayakan        Pendapat atas kelayakan dari Rencana
                               Proyek




                                                                                  1-6
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 25
BAB 2.               ASPEK LEGALITAS DAN HUKUM


2.1       PERSEROAN

2.1.1     Pendirian

          Perseroan didirikan berdasarkan Akta Notaris No. 34 tanggal 14 November 1974, yang diubah
          dengan Akta Notaris No. 49 tanggal 21 November 1974 oleh Notaris yang sama, yaitu Jony
          Frederik Berthold Tumbelaka Sinjal. Akta-akta ini telah disetujui oleh Menteri Kehakiman
          Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. Y.A5/422/18 tanggal 22 November 1974,
          didaftarkan di Pengadilan Negeri Palembang dengan No. 376/1974 tanggal 22 November 1974
          dan diumumkan dalam tambahan No. 15 pada Berita Negara No. 2 tanggal 7 Januari 1975.

          Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan. Perubahan Anggaran
          dasar terakhir berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham dilakukan dengan Akta Notaris
          Aulia Taufani, S.H., Notaris di Jakarta, No. 46 tanggal 24 Januari 2023 mengenai perubahan
          status hukum Perseroan dari Persero menjadi Nonpersero sehingga dilakukan perubahan
          nama Perseroan serta menambahkan kewenangan Pemegang Saham Seri B Mayoritas yaitu
          SIG.

          Berdasarkan Akta Perjanjiaan Pengalihan Saham Tanggal 19 Desember 2022 No. 15 dibuat
          dihadapan dengan Akta Notaris Aulia Taufani, S.H., di Jakarta Selatan. Pemerintah Negara
          Republik Indonesia selaku pemegang saham Perseroan, mengalihkan seluruh saham seri B
          dengan jumlah saham sebanyak 7.499.999.999 lembar senilai Rp2.848.672.233.000 pada SIG.

          Entitas induk langsung Perseroan adalah SIG dan entitas induk akhir Perseroan adalah
          Pemerintah Republik Indonesia. Perseroan berkantor pusat di Jl. Abikusno Cokrosuyoso
          Kertapati, Palembang 30258 | telepon (0711) – 511261 | fax (0711) 512126 | surel
          corsec.smbr@sig.id dan situs jejaring: www.semenbaturaja.co.id.


2.1.2     Struktur Modal dan Pemegang Saham

          Susunan pemegang saham Perseroan per 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:


                           Tabel 2-1: Susunan Pemegang Saham Perseroan

                                                                       Nilai Nominal    Persentase
                     Pemegang Saham                Jumlah Saham
                                                                          (Rupiah)        Saham
 Modal Dasar
      Saham Seri A (Dwiwarna)                                   1                 100
      Saham Seri B                                 29999.999.999 2.999.999.999.900
 Modal dasar                                      30.000.000.000 3.000.000.000.000




                                                                                                       2-1
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 26
 Saham Seri A (Dwiwarna):
  Negara Republik Indonesia                                     1                 100
 Saham Seri B:
   PT Semen Indonesia (Persero) Tbk                  7.499.999.999    749.999.999.900     75,51%
   PT Asuransi Jiwa IFG                               784.084.300       78.408.430.000     7,89%
   Suherman Yahya (Direksi)                                16.098            1.609.800     0,00%
   Masyarakat                                        1.648.433.938    164.843.393.800     16,60%
 Jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh          9.932.534.336    993.253.433.600    100,00%

 Jumlah saham dalam portapel                        20.067.465.664 2.006.746.566.400


2.1.3   Pengawas dan Pengurus

        Susunan anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan per 31 Desember 2023 adalah
        sebagai berikut:

        Dewan Komisaris
        Komisaris Utama merangkap
        Komisaris Independen             :      Alex Iskandar Munaf
        Komisaris Independen             :      Chowadja Sanova
        Komisaris                        :      Hadi Daryanto
        Komisaris                        :      Inosentius Samsul

        Direksi
        Direktur Utama                   :      Suherman Yahya
        Direktur (Fungsi Keuangan
                   dan SDM)              :      Rahmat Hidayat
        Direktur Operasi                 :      Muhammad Syafitri


2.1.4   Kegiatan Usaha

        Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan menurut Anggaran Dasar, maksud dan tujuan
        Perseroan adalah melakukan usaha di bidang persemenan dan industri kimia dasar lainnya
        serta optimalisasi pemanfaatan sumber daya yang dimiliki Perseroan. Tujuannya dalam rangka
        menghasilkan barang dan/atau jasa yang bermutu tinggi dan berdaya saing kuat untuk
        mendapat/mengejar keuntungan guna meningkatkan nilai Perseroan dengan prinsip-prinsip
        perseroan terbatas. Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut di atas, Perseroan dapat
        melaksanakan kegiatan usaha utama sebagai berikut:
        1. Aktivitas penunjang pertambangan dan penggalian lainnya;
        2. Industri semen;
        3. Industri barang dari semen dan kapur untuk konstruksi;
        4. Industri barang dari semen, kapur, gips dan asbes lainnya;
        5. Industri mortar atau beton siap pakai;
        6. Pertambangan pasir besi;

                                                                                                     2-2
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 27
        7. Pertambangan bijih besi;
        8. Penggalian batu kapur/gamping;
        9. Penggalian tanah dan tanah liat;
        10. Penggalian tras;
        11. Penggalian batu, pasir dan tanah liat lainnya;
        12. Reparasi mesin untuk keperluan umum;
        13. Instalasi/pemasangan mesin dan peralatan industry;
        14. Penelitian dan pengembangan teknologi dan rekayasa;
        15. Analisis dan uji teknis lainnya;
        16. Pergudangan dan penyimpanan;
        17. Pergudangan dan penyimpanan lainnya;
        18. Penyediaan sumber daya manusia dan manajemen fungsi sumber daya manusia;
        19. Perdagangan besar berbagai macam material bangunan;
        20. Portal web dan/atau platform digital dengan tujuan komersial;
        21. Perdagangan besar semen, kapur, pasir dan batu;
        22. Pengelolaan dan pembuangan sampah berbahaya.

        Selain kegiatan usaha utama sebagaimana dimaksud di atas, Perseroan dapat melakukan
        kegiatan usaha penunjang/ pendukung yang berhubungan dengan semen dalam rangka
        optimalisasi pemanfaatan sumber daya yang dimiliki, untuk:

        1. Pengumpulan air limbah berbahaya;
        2. Pengumpulan air limbah tidak berbahaya;
        3. Pengelolaan dan pembuangan air limbah tidak berbahaya;
        4. Pengelolaan dan pembuangan air limbah berbahaya;
        5. Industri barang dari plastik untuk pengemasan;
        6. Aktivitas penunjang pengelolaan air;
        7. Penyiapan lahan;
        8. Jasa pengujian laboratorium;
        9. Instalasi mekanikal;
        10. Instalasi saluran air (plambing);
        11. Aktivitas pelayanan kepelabuhanan sungai dan danau;
        12. Perkebunan buah kelapa sawit;
        13. Perkebunan karet dan tanaman penghasil getah lainnya;
        14. Penyediaan akomodasi jangka pendek lainnya;
        15. Event organizer;
        16. Pendidikan teknik swasta;
        17. Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa;
        18. Lapangan golf;
        19. Gelanggang renang;
        20. Lapangan sepak bola;
        21. Lapangan tenis lapangan;

                                                                                              2-3
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 28
        22. Sport center;
        23. Aktivitas fasilitas olahraga lainnya;
        24. Kawasan industry;
        25. Kedai makanan;
        26. Aktivitas praktik dokter umum;
        27. Perdagangan eceran barang farmasi di apotek.


        Kegiatan usaha yang sedang dijalankan oleh Perseroan adalah dibidang usaha persemenan
        dengan memproduksi semen Portland dan produk turunannya berupa mortar dan white clay.


2.1.5   Perizinan Usaha
        Perseroan telah memperoleh perizinan usaha seperti:
        1.   Perizinan Berusaha Untuk Menunjang Kegiatan Usaha (PB-UMKU) Nomor Pendaftaran
             Barang (NPB) No. 022020532167700110022 yang diterbitkan tanggal 16 Desember 2022.
        2.   Perizinan Berusaha Untuk Menunjang Kegiatan Usaha (PB-UMKU) Nomor Pendaftaran
             Barang (NPB) No. 022020532167700110021.
        3.   Perizinan Berusaha Untuk Menunjang Kegiatan Usaha (PB-UMKU) Nomor Pendaftaran
             Barang (NPB) No. 022020532167700110020 yang diterbitkan tanggal 16 Desember 2022.
        4.   Perizinan Berusaha Untuk Menunjang Kegiatan Usaha (PB-UMKU) Nomor Pendaftaran
             Barang (NPB) No. 022020532167700110019 yang diterbitkan tanggal 16 Desember 2022.
        5.   Perizinan Berusaha Untuk Menunjang Kegiatan Usaha (PB-UMKU) Nomor Pendaftaran
             Barang (NPB) No. 022020532167700110018 yang diterbitkan tanggal 16 Desember 2022.
        6.   Perizinan Berusaha Untuk Menunjang Kegiatan Usaha (PB-UMKU) Nomor Pendaftaran
             Barang (NPB) No. 022020532167700110010 yang diterbitkan tanggal 14 Desember 2022.
        7.   Sertifikat Produk Penggunaan Tanda SNI No.029/BSPJI-Palembang/MS.1/V/2023, yang
             diterbitkan di Palembang pada tanggal 3 Mei 2023.
        8.   Sertifikat Produk Penggunaan Tanda SNI No.030/BSPJI-Palembang/MS.1/V/2023, yang
             diterbitkan di Palembang pada tanggal 3 Mei 2023.
        9.   Sertifikat Produk Penggunaan Tanda SNI No.031/BSPJI-Palembang/MS.1/V/2023, yang
             diterbitkan di Palembang pada tanggal 3 Mei 2023.
        10. Sertifikat Produk Penggunaan Tanda SNI No.005/BSPJI-Palembang/MS.5/X/2023, yang
             diterbitkan di Palembang pada tanggal 19 Oktober 2023.
        11. Surat Keputusan Menteri Perindustrian No.305/M/SK/9/1987 tentang Pemberian Izin
             Tetap Usaha Industri.
        12. Keputusan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi
             Sumatera Selatan No. 0034/DPMPTSP.V/I/2020 tentang Perpanjangan dan Peruabahan
             Peta Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi Clay kepada Perseroan tanggal
             29 Januari 2020.




                                                                                                 2-4
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 29
        13. Keputusan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi
            Sumatera Selatan No. 0275/DPMPTSP.V/V/2018 tentang Izin Usaha Pertambangan
            Eksplorasi Clay kepada Perseroan tanggal 18 Mei 2018.
        14. Keputusan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi
            Sumatera Selatan No. 0346/DPMPTSP.V/V/2019 tentang Perubahan Atas Keputusan
            Bupati Ogan Komering Ulu No.01/K/IUP-II.A3/XXVII/2010 tentang izin Pertambangan
            Operasi Produksi Batu Gamping kepada Perseroan tanggal 24 Mei 2019.
        15. Keputusan     Gubernur   Sumatera   Selatan    No.   269/DPMPTSP.V/VII/2017   tentang
            Persetujuan Peningkatan Izin Usaha Pertambangan Eksplorasi Menjadi Izin Usaha
            Pertambangan Operasi Produksi Batu Kapur kepada Perseroan tanggal 28 Juli 2017.
        16. Perpanjangan Jangka Waktu Perlindungan Merek Terdaftar Nomor Pendaftaran
            IDM000052496.
        17. Nomor Induk Berusaha (NIB): 0220205321677, yang diterbitkan di Jakarta pada tanggal
            17 Maret 2020. Perubahan ke-7 tanggal 21 Maret 2023.


2.1.6   Informasi Perpajakan
        Perseroan telah memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), Pengusaha Kena Pajak (PKP)
        dan Wajib Pungut (WAPU) kantor pusat dan cabang, sebagai berikut:
        ▪   Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) No. 01.002.115.2-051.000 Kantor Pusat Perseroan di
            Palembang dari Direktorat Jenderal Pajak, Kementerian Keuangan Republik Indonesia,
            dan terdaftar di KPP Wajib Pajak Besar Tiga.
        ▪   Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) No. 01.002.115.2-051.001 Kantor Perwakilan Jakarta
            Perseroan dari Direktorat Jenderal Pajak, Kementerian Keuangan Republik Indonesia dan
            terdaftar di KPP Wajib Pajak Besar Tiga.
        ▪   Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) No. 01.002.115.2-302.001 dari Direktorat Jenderal
            Pajak, Kementerian Keuangan Republik Indonesia dan terdaftar di KPP Pratama Baturaja.
        ▪   Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) No. 01.002.115.2-308.001 dari Direktorat Jenderal
            Pajak, Kementerian Keuangan Republik Indonesia dan terdaftar di KPP Pratama
            Palembang Seberang Ulu.
        ▪   Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) No. 01.002.115.2-324.001 dari Direktorat Jenderal
            Pajak, Kementerian Keuangan Republik Indonesia dan terdaftar di KPP Pratama Bandar
            Lampung Dua.
        ▪   Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) No. 01.002.115.2-331.001 dari Direktorat Jenderal
            Pajak, Kementerian Keuangan Republik Indonesia dan terdaftar di KPP Pratama Jambi
            Pelayangan.
        ▪   Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) No. 01.002.115.2-333.001 dari Direktorat Jenderal
            Pajak, Kementerian Keuangan Republik Indonesia dan terdaftar di KPP Pratama Bangko.
        ▪   Surat Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak No. S-8/PKP/KPP.190303/2023 tanggal
            24 Maret 2023 yang diterbitkan Kementrian Keuangan Republik Indonesia.



                                                                                                    2-5
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 30
        ▪    Surat Direktorat Jenderal Pajak Nomor : S-343/KPP.1903/2024 tanggal 29 Februari 2024
             perihal Tanggapan atas permohonan penegasan kewajiban sebagai Badan Usaha
             Pemungut PPh Pasal 22 dan PPN atas perubahan status PT Semen Baturaja (Persero)
             Tbk.

        Sampai dengan tanggal penilaian 31 Desember 2023, Perseroan secara periodik telah
        melakukan pemenuhan kewajiban pembayaran pajak, dan tidak ada sengketa pajak yang
        terjadi.



2.2     RENCANA PROYEK

2.2.1   Perijinan

        Saat ini Rencana Proyek perlu memenuhi perijinan yang dibutuhkan, sehingga diperlukan Studi
        Kelayakan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh perijinan tersebut. Sementara itu,
        Perseroan telah melakukan tahapan terkait prosedur pengajuan penambahan KBLI adalah
        sebagai berikut:
        1.   SIG selaku pemegang saham seri B terbanyak Perseroan telah memberikan instruksi dan
             persetujuan terkait implementasi skema royalti dengan anak perusahaan SIG pemilik
             brand yang salah satunya adalah Perseroan melalui surat kepada Dewan Komisaris
             SMBR dengan nomor: 002720/KU/SPE/50000793/2000/12.2023 tanggal 20 Desember
             2023. Adapun instruksi dan persetujuannya adalah untuk dilakukan implementasi skema
             royalti tersebut untuk melakukan pengembangan lingkup usaha berupa penambahan KBLI
             77400 (Sewa Guna Usaha Tanpa Intelektual Properti, Bukan Karya Cipta).
        2.   Arahan sebagaimana poin 1 di atas, ditindaklanjuti oleh Dewan Komisaris Perseroan
             dengan mengirimkan surat ke Direksi Perseroan dengan nomor: S-01/DK-SB/I/2024
             tanggal 05 Januari 2024 tentang Usulan Agenda RUPS Tahunan 2024 Perseroan tentang
             Perubahan Anggaran Dasar Perusahaan. Di dalam surat tersebut Dewan Komisaris
             menyatakan:
             a) Mengusulkan agenda perubahan anggaran dasar yaitu tentang Penambahan KBLI
                   77400 (Sewa Guna Usaha Tanpa Intelektual Properti, Bukan Karya Cipta);
             b) Meminta Direksi untuk menyiapkan kajian pendukung serta memenuhi peraturan
                perundang-undangan.
        3.   Perseroan sebagai salah satu Perseroan Terbuka, terikat pada Peraturan OJK Nomor
             17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha yang mana
             di dalam Pasal 22 ketentuan tersebut disebutkan bahwa Perusahaan Terbuka yang
             melakukan perubahan Kegiatan Usaha wajib menggunakan penilai untuk melakukan studi
             kelayakan atas perubahan kegiatan usaha. Studi kelayakan ini pula menjadi implementasi
             atas arahan yang diberikan oleh Dewan Komisaris Perseroan kepada Direksi Perseroan.
        4.   Laporan studi kelayakan yang telah disusun akan dibahas dalam suatu mata cara khusus
             dalam RUPS untuk kemudian disetujui oleh RUPS.



                                                                                                      2-6
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 31
        5.   Apabila poin 4 telah disetujui RUPS, maka dilakukan perubahan Anggaran Dasar
             Perseroan sebagaimana tercantum dalam Pasal 3 ayat 2 Anggaran Dasar yaitu
             menambahkan Sewa Guna Usaha Tanpa Intelektual Properti, Bukan Karya Cipta (KBLI
             77400) sebagai tambahan lingkup usaha dalam Anggaran Dasar tersebut. Perubahan
             anggaran dasar tersebut harus mendapatkan persetujuan RUPS.


2.2.2   Regulasi Industri

        Beberapa peraturan perundang-undangan yang relevan dengan Rencana Proyek antara lain
        adalah sebagai berikut:
        ▪    Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.
             Peraturan ini mengatur mengenai tatacara perubahan kegiatan usaha perseroan terbatas.
        ▪    Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis. Peraturan
             ini mengatur mengenai pemanfaatan merek dagang.
        ▪    Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha
             Berbasis Risiko. Peraturan ini meliputi pengaturan perizinan berusaha berbasis risiko,
             norrna, standar, prosedur, dan kriteria perizinan berusaha berbasis risiko, perizinan
             berusaha berbasis risiko melalui layanan Sistem OSS, tata cara pengawasan perizinan
             berusaha berbasis risiko, evaluasi dan reformasi kebijakan perizinan berusaha berbasis
             risiko, pendanaan perizinan berusaha berbasis risiko, penyelesaian permasalahan dan
             hambatan perizinan berusaha berbasis risiko dan sanksi.




                                                                                                      2-7
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 32
BAB 3.          ASPEK PASAR

3.1     MAKRO EKONOMI INDONESIA
        Pertumbuhan ekonomi global diprakirakan tumbuh sebesar 3,0% pada 2023 dan melambat
        menjadi 2,8% pada 2024. Ekonomi Amerika Serikat (AS) dan India tetap kuat didukung
        konsumsi rumah tangga dan investasi. Sementara itu, ekonomi Tiongkok melambat seiring
        dengan tetap lemahnya konsumsi rumah tangga dan investasi sebagai dampak lanjutan dari
        pelemahan kinerja sektor properti, serta terbatasnya stimulus fiskal. Penurunan inflasi di
        negara maju, termasuk AS, berlanjut, meski masih berada di atas sasaran, sementara inflasi
        Tiongkok menurun dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi yang melambat. Siklus kenaikan
        suku bunga kebijakan moneter negara maju, termasuk Fed Funds Rate (FFR), diprakirakan
        telah berakhir meskipun masih bertahan tinggi pada semester I 2024, dengan kemungkinan
        akan mulai menurun pada semester II 2024. Tekanan penguatan nilai tukar dolar AS terhadap
        berbagai mata uang dunia juga berkurang. Perkembangan tersebut mendorong berlanjutnya
        aliran masuk modal asing dan mengurangi tekanan pelemahan nilai tukar di emerging market,
        termasuk Indonesia.


                                Gambar 3-1: Perkembangan dan Tingkat Pertumbuhan PDB

                               6.000.000                                            10,0%
                                                                                    8,0%
                               5.000.000
                                                                                    6,0%
                               4.000.000                                            4,0%
                   Rp miliar




                                                                                    2,0%
                               3.000.000
                                                                                    0,0%
                               2.000.000                                            -2,0%
                                                                                    -4,0%
                               1.000.000
                                                                                    -6,0%
                                      0                                             -8,0%
                                           Q4-15
                                           Q1-16



                                           Q2-17
                                           Q3-17



                                           Q4-18
                                           Q1-19


                                           Q1-20
                                           Q2-20



                                           Q3-21
                                           Q4-21



                                           Q1-23
                                           Q2-23
                                           Q1-15
                                           Q2-15
                                           Q3-15

                                           Q2-16
                                           Q3-16
                                           Q4-16
                                           Q1-17

                                           Q4-17
                                           Q1-18
                                           Q2-18
                                           Q3-18

                                           Q2-19
                                           Q3-19
                                           Q4-19

                                           Q3-20
                                           Q4-20
                                           Q1-21
                                           Q2-21

                                           Q1-22
                                           Q2-22
                                           Q3-22
                                           Q4-22

                                           Q3-23
                                           Q4-23




                                                              .
                                                  PDB             Pertumbuhan PDB


                                                 Sumber: Bank Indonesia



        Pemulihan ekonomi Indonesia terus berlanjut ditopang oleh permintaan domestik.
        Pertumbuhan ekonomi 2023 diprakirakan dalam kisaran 4,5-5,3%, didorong oleh konsumsi dan
        investasi sejalan dengan akselerasi belanja Pemerintah pada akhir tahun dan percepatan
        penyelesaian beberapa Proyek Strategis Nasional (PSN). Pada 2024, pertumbuhan ekonomi
        diprakirakan meningkat dalam kisaran 4,7-5,5% didukung oleh permintaan domestik utamanya
        berlanjutnya pertumbuhan konsumsi, termasuk dampak positif penyelenggaraan pemilu, serta
        peningkatan investasi khususnya bangunan sejalan dengan berlanjutnya pembangunan PSN
        termasuk Ibu Kota Nusantara (IKN). Sementara itu, kinerja ekspor diprakirakan belum kuat
        sebagai dampak perlambatan ekonomi global dan penurunan harga komoditas. Berdasarkan

                                                                                                     3-1
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 33
        Lapangan Usaha (LU), prospek LU Industri Pengolahan, Perdagangan Besar dan Eceran,
        Informasi dan Komunikasi, Konstruksi, serta Transportasi dan Pergudangan diprakirakan tetap
        tumbuh baik. Sementara secara spasial, pertumbuhan yang baik diprakirakan terjadi di seluruh
        wilayah, terutama Sulawesi-Maluku-Papua (Sulampua) sejalan dengan dampak positif hilirisasi
        mineral, serta Jawa akibat permintaan domestik yang masih kuat. Ke depan, Bank Indonesia
        akan terus memperkuat sinergi stimulus fiskal Pemerintah dengan stimulus makroprudensial
        Bank Indonesia untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya dari sisi permintaan
        domestik.

        Kinerja Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) 2023 diprakirakan mencatat surplus sehingga
        mendukung ketahanan eksternal. Surplus neraca perdagangan berlanjut pada Desember 2023
        yang tercatat 3,3 miliar dolar AS dipengaruhi oleh kinerja ekspor komoditas utama Indonesia
        yang tetap kuat, seperti batu bara serta besi dan baja. Perkembangan ini mendukung transaksi
        berjalan 2023 tetap sehat dan diprakirakan dalam kisaran surplus 0,4% sampai dengan defisit
        0,4% dari PDB. Aliran masuk modal asing dalam bentuk investasi portofolio ke pasar keuangan
        domestik juga terus berlanjut dengan net inflows hingga akhir tahun 2023 tercatat sebesar 5,4
        miliar dolar AS dan pada Januari 2024 (hingga 15 Januari 2024) tercatat sebesar 3,0 miliar
        dolar AS. Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Desember 2023 tercatat meningkat
        menjadi 146,4 miliar dolar AS, setara dengan pembiayaan 6,7 bulan impor atau 6,5 bulan impor
        dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan
        internasional sekitar 3 bulan impor. Pada tahun 2024, NPI diprakirakan tetap surplus dengan
        defisit transaksi berjalan yang rendah dalam kisaran defisit 0,1% sampai dengan defisit 0,9%
        dari PDB. Sementara itu, surplus neraca transaksi modal dan finansial diprakirakan berlanjut
        didukung oleh aliran masuk modal asing sejalan dengan persepsi positif investor terhadap
        prospek perekonomian domestik yang lebih baik dan imbal hasil investasi yang menarik.


                                     Gambar 3-2: Perkembangan IHK dan Inflasi

                               116                                                 6,00

                                96                                                 5,00

                                76                                                 4,00
                                                                                          Persentase
                      Indeks




                                56                                                 3,00

                                36                                                 2,00

                                16                                                 1,00

                                -4                                                 0,00
                                     Jun-20
                                     Aug-20




                                     Jun-21
                                     Aug-21




                                     Jun-22
                                     Aug-22
                                     Oct-20




                                     Jun-23
                                     Aug-23
                                     Nov-20




                                     Oct-21
                                     Nov-21




                                     Oct-22




                                     Oct-23
                                     Nov-22




                                     Nov-23
                                      Jan-20




                                       Jul-21




                                      Jan-23
                                       Jul-20



                                      Jan-21




                                      Jan-22



                                       Jul-22




                                       Jul-23
                                     Feb-20




                                     Sep-20


                                     Feb-21




                                     Sep-21


                                     Feb-22

                                     May-22


                                     Sep-22


                                     Feb-23




                                     Sep-23
                                     Mar-20
                                     May-20




                                     May-21




                                     Mar-22




                                     May-23
                                     Mar-21




                                     Mar-23
                                     Dec-20




                                     Dec-21




                                     Dec-23
                                     Apr-20




                                     Apr-21




                                     Apr-22




                                     Apr-23
                                     Des-22




                                                       IHK    Inflasi


                                                Sumber: Bank Indonesia




                                                                                                        3-2
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 34
        Inflasi IHK pada bulan Desember 2023 tercatat sebesar 2,61% (yoy) menurun dari tahun
        sebelumnya sebesar 5,51% (yoy) sehingga berada dalam kisaran 3,0±1%. Penurunan inflasi
        dipengaruhi oleh terjaganya berbagai komponen inflasi sebagai hasil nyata konsistensi
        kebijakan moneter Bank Indonesia yang pro-stability serta sinergi erat kebijakan Bank
        Indonesia dengan Pemerintah Pusat dan Daerah. Inflasi inti 2023 terjaga rendah sebesar
        1,80% (yoy) dipengaruhi oleh imported inflation yang rendah, ekspektasi inflasi yang terjangkar
        dalam sasaran, dan kapasitas perekonomian yang masih besar dan dapat merespons
        permintaan domestik. Inflasi volatile food juga terkendali sebesar 6,73% (yoy) didukung oleh
        eratnya sinergi pengendalian inflasi antara Bank Indonesia dengan TPIP dan TPID melalui
        penguatan GNPIP di berbagai daerah dalam mengendalikan harga pangan, termasuk dari
        dampak El Nino. Inflasi kelompok administered prices tercatat sebesar 1,72% (yoy), sejalan
        minimalnya kebijakan penyesuaian harga komoditas yang diatur oleh Pemerintah. Ke depan,
        Bank Indonesia terus memperkuat kebijakan moneter yang pro-stability dan mempererat
        sinergi kebijakan dengan Pemerintah guna memastikan inflasi 2024 berada dalam kisaran
        2,5±1%.


                                Gambar 3-3: Perkembangan Inflasi Daerah




                                             Sumber: Bank Indonesia



        Bank Indonesia terus memperkuat respons kebijakan moneter dan inovasi untuk meningkatkan
        efektivitasnya dalam memastikan terkendalinya inflasi dan tetap stabilnya nilai tukar Rupiah.
        Respons kebijakan moneter tersebut terutama melalui kebijakan suku bunga dan stabilisasi
        nilai tukar Rupiah. Di samping itu, Bank Indonesia terus mengoptimalkan berbagai instrumen
        moneter pro-market yang telah diterbitkan selama tahun 2023, yaitu SRBI, SVBI, dan SUVBI
        untuk memperkuat upaya pendalaman pasar uang dan mendukung aliran masuk ke dalam
        negeri. Lelang SRBI dan SVBI hingga 16 Januari 2024 masing-masing telah mencapai
        Rp296,03 triliun dan 896,50 juta dolar AS. Instrumen SRBI juga telah secara aktif
        diperdagangkan di pasar sekunder tecermin dari kepemilikan nonresiden yang mencapai Rp
        75,44 triliun. Lelang SUVBI yang diterbitkan sebagai instrumen moneter valas telah mencapai
        244 juta dolar AS hingga periode yang sama. Berbagai inovasi instrumen yang telah diterbitkan
        diharapkan dapat terus memperkuat ketahanan eksternal ekonomi Indonesia dari dampak


                                                                                                          3-3
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 35
        rambatan global. Transmisi kebijakan moneter berjalan dengan baik. Suku bunga pasar uang
        (IndONIA) bergerak dalam kisaran BIRate sebesar 5,81% pada 16 Januari 2024. Suku bunga
        SRBI tercatat menarik pada level 6,68%, 6,78% dan 6,87% masing-masing untuk tenor 6, 9,
        dan 12 bulan pada 15 Januari 2024 sehingga mendukung efektivitas SRBI sebagai instrumen
        moneter yang pro-market. Sementara itu, suku bunga perbankan tetap rendah dipengaruhi oleh
        likuiditas perbankan yang memadai serta kebijakan transparansi SBDK yang meningkatkan
        efisiensi suku bunga perbankan. Dengan kaitan ini, suku bunga deposito 1 bulan dan suku
        bunga kredit pada Desember 2023 tercatat rendah masing-masing sebesar 4,69% dan 9,25%.
        Imbal hasil SBN tenor 2 dan 10 tahun menurun seiring dengan ketidakpastian yang mereda.

        Kredit perbankan pada 2023 tetap baik sehingga mendukung pertumbuhan ekonomi.
        Pertumbuhan kredit pada 2023 mencapai 10,38% (yoy), berada dalam kisaran atas prakiraan
        Bank Indonesia 9-11%. Dari sisi permintaan, peningkatan kredit tersebut sejalan dengan
        kinerja positif korporasi dan rumah tangga. Dari sisi penawaran, peningkatan kredit didorong
        oleh risk appetite perbankan dan kapasitas likuiditas perbankan yang terjaga baik, termasuk
        dampak positif dari kebijakan likuiditas Bank Indonesia seperti KLM dan Penyangga Likuiditas
        Makroprudensial (PLM). Berdasarkan kelompok penggunaan, pertumbuhan kredit terutama
        ditopang oleh kredit investasi dan kredit modal kerja, masing-masing sebesar 12,26% dan
        10,05%. Sementara secara sektoral, pertumbuhan kredit terutama ditopang oleh kinerjasektor
        Pengangkutan, Jasa Sosial, Perdagangan, dan Listrik, Gas, Air. Pembiayaan syariah pada
        Desember 2023 juga tumbuh sebesar 15,80% (yoy), sementara pertumbuhan kredit UMKM
        mencapai 8,03% (yoy). Ke depan, pertumbuhan kredit diprakirakan meningkat dalam kisaran
        10-12% pada 2024, sejalan dengan tetap kuatnya pertumbuhan ekonomi domestik. Bank
        Indonesia akan terus menjaga efektivitas implementasi KLM dan memperkuat sinergi dengan
        Pemerintah, otoritas keuangan, Kementerian/Lembaga dan perbankan, serta pelaku usaha
        untuk mendorong penyaluran kredit/pembiayaan perbankan pada sektor-sektor berdaya ungkit
        besar untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.


                 Gambar 3-4: Perkembangan Cadangan Devisa dan Nilai Tukar Rupiah
                                        160                                   17.000
                                        140                                   16.500
                                                                              16.000
                                        120
                                                                              15.500
                                                                                       Rp ribu/US$
                          US$ Miliyar




                                        100                                   15.000
                                         80                                   14.500
                                         60                                   14.000
                                                                              13.500
                                         40
                                                                              13.000
                                         20                                   12.500
                                          0                                   12.000
                                              Jan-20
                                              Mar-20
                                              May-20
                                              Jul-20
                                              Sep-20
                                              Nov-20
                                              Jan-21
                                              Mar-21
                                              May-21
                                              Jul-21
                                              Sep-21
                                              Nov-21
                                              Jan-22
                                              Mar-22
                                              May-22
                                              Jul-22
                                              Sep-22
                                              Nov-22
                                              Jan-23
                                              Mar-23
                                              May-23
                                              Jul-23
                                              Sep-23
                                              Nov-23




                                                  Cadangan Devisa   Kurs


                                                Sumber: Bank Indonesia




                                                                                                       3-4
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 36
        Ketahanan perbankan tetap kuat. Rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR)
        tercatat pada level yang tinggi sebesar 27,86% pada November 2023. Likuiditas perbankan
        tetap memadai, tecermin dari rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) pada
        Desember 2023 yang terjaga tinggi pada 28,73%. Terjaganya likuiditas perbankan sejalan
        dengan masih tingginya penempatan perbankan pada surat berharga yang tergolong likuid dan
        implementasi KLM. Kapasitas likuiditas perbankan (lending capacity) juga didukung oleh
        penguatan strategi operasi moneter yang pro-market melalui antara lain perdagangan SRBI di
        pasar sekunder, yang memberikan fleksibilitas bank dalam mengelola likuiditas. Sementara itu,
        rasio kredit bermasalah perbankan (Non-Performing Loan/NPL) tercatat rendah, sebesar
        2,19% (bruto) dan 0,75% (neto). Secara keseluruhan, ketahanan perbankan yang kuat tersebut
        didukung oleh kemampuan bayar korporasi dan rumah tangga yang tetap baik, sejalan dengan
        kinerja korporasi dan ekspektasi penghasilan rumah tangga yang terus membaik. Hasil stress-
        test Bank Indonesia menunjukkan ketahanan perbankan tetap kuat dalam menghadapi
        berbagai risiko ketidakpastian ke depan. Bank Indonesia akan terus memperkuat sinergi
        kebijakan bersama KSSK dalam memitigasi berbagai risiko tersebut yang berpotensi
        mengganggu stabilitas sistem keuangan.

        Kinerja transaksi ekonomi dan keuangan digital tetap kuat didukung oleh sistem pembayaran
        yang aman, lancar, dan andal. Pada tahun 2023, nilai transaksi digital banking tercatat
        Rp58.478,24 triliun atau tumbuh sebesar 13,48% (yoy) dan diproyeksikan meningkat 9,11%
        (yoy) hingga mencapai Rp63.803,77 triliun pada tahun 2024. Sementara nilai transaksi Uang
        Elektronik (UE) meningkat 43,45% (yoy) sehingga mencapai Rp835,84 triliun dan
        diproyeksikan meningkat 25,77% (yoy) hingga mencapai Rp1.051,24 triliun pada tahun 2024.
        Nominal transaksi QRIS tercatat tumbuh 130,01% (yoy) dan mencapai Rp229,96 triliun,
        dengan jumlah pengguna 45,78 juta dan jumlah merchant 30,41 juta yang sebagian besar
        merupakan UMKM. Sementara itu, nilai transaksi pembayaran menggunakan kartu ATM, kartu
        debit, dan kartu kredit mencapai Rp8.178,69 triliun atau turun sebesar 0,81% (yoy). Dari sisi
        pengelolaan uang Rupiah, jumlah Uang Kartal Yang Diedarkan (UYD) pada Desember 2023
        meningkat 7,33% (yoy) sehingga menjadi Rp1.101,75 triliun.



3.2     DEMOGRAFI INDONESIA
        Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk Indonesia diproyeksikan
        sebanyak 278,8 juta jiwa pada 2023. Jumlah tersebut naik 1,1% dibandingkan pada tahun lalu
        yang sebanyak 275,7 juta jiwa. Menurut usianya, 69,13% penduduk Indonesia berada di
        jenjang usia 15-64 tahun. Sebanyak 23,89% penduduk berusia 0-14 tahun. Kemudian, 6,98%
        penduduk berusia 65 tahun ke atas.

        Seiring dengan bertambahnya jumlah populasi, kepadatan penduduk pun turut meningkat.
        Pada tahun ini, kepadatan penduduk di dalam negeri diproyeksikan sebesar 147,27 orang/km².
        Angkanya naik 1,1% dari tahun lalu yang sebesar 145,7 orang/km². Lebih lanjut, BPS
        memproyeksikan, jumlah kelahiran di tanah air mencapai 4,62 juta jiwa pada 2023. Angka


                                                                                                        3-5
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 37
        tersebut menurun 0,65% dari tahun lalu sebesar 4,65 juta jiwa. Kemudian, angka beban
        ketergantungan penduduk Indonesia diproyeksikan sebesar 44,65% pada 2023. Persentase
        itu meningkat 0,14% poin dibandingkan tahun lalu yang sebesar 44,51%.


         Gambar 3-5: Jumlah dan Laju Pertumbuhan Penduduk Indonesia (2013-2023)




                                     Sumber: Badan Pusat Statistik


        Struktur penduduk dapat menjadi salah satu modal pembangunan ketika jumlah penduduk usia
        produktif sangat besar. BPS mencatat mayoritas penduduk Indonesia didominasi oleh
        Generasi Z dan Generasi Milenial. Proporsi Generasi Z sebanyak 22.360,9 ribu dari total
        populasi dan Generasi Milenial sebanyak 22.495,6 ribu dari total populasi Indonesia. Kedua
        generasi ini termasuk dalam usia produktif yang dapat menjadi peluang untuk mempercepat
        pertumbuhan ekonomi.


          Tabel 3-1: Jumlah Penduduk Menurut Kelompok Umur (ribu), 2023 dan 2024




                                     Sumber: Badan Pusat Statistik

                                                                                                     3-6
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 38
        Sebaran penduduk Indonesia masih terkonsentrasi di Pulau Jawa. Meskipun luas geografisnya
        hanya sekitar tujuh persen dari seluruh wilayah Indonesia, Pulau Jawa dihuni oleh 151,59 juta
        penduduk atau 56,10 persen penduduk Indonesia. Sebaran penduduk terbesar kedua terdapat
        di Pulau Sumatera dengan jumlah penduduk sebanyak 58,56 juta orang, yaitu sebesar 21,68
        persen. Pulau Sulawesi mempunyai sebaran sebesar 7,36 persen dan Pulau Kalimantan
        mempunyai sebaran sebesar 6,15 persen, sedangkan wilayah Bali-Nusa Tenggara dan
        Maluku-Papua masing masing sebesar 5,54 dan 3,17 persen.

        Berdasarkan data kependudukan Direktorat Jendral Kependudukan dan Pencatatan Sipil
        (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri, jumlah penduduk Indonesia mencapai 280,73 juta jiwa
        pada Desember 2023. Jumlah tersebut bertambah 1,61 juta jiwa dibanding total penduduk
        pada Juni 2023. Jawa Barat masih menjadi provinsi dengan total penduduk terbanyak di
        Indonesia, yakni 49,9 juta jiwa (17,78%) dari total penduduk pada Desember 2023. Kemudian,
        Jawa Timur 41,64 juta jiwa (14,83%) dan Jawa Tengah 38,13 juta jiwa (13,58%).


           Gambar 3-6: Jumlah Penduduk Indonesia di 38 Provinsi (Desember 2023)




                                           Sumber: Databoks


                                                                                                        3-7
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 39
        Dari sisi demografi, seluruh Generasi X dan Generasi Milenial merupakan penduduk yang
        berada pada kelompok usia produktif. Sedangkan Generasi Z terdiri dari penduduk usia belum
        produktif dan produktif. Sekitar tujuh tahun lagi, seluruh Generasi Z akan berada pada
        kelompok penduduk usia produktif. Hal ini merupakan peluang dan tantangan bagi Indonesia,
        baik di masa sekarang maupun masa depan, karena generasi inilah yang berpotensi menjadi
        aktor dalam pembangunan yang akan menentukan masa depan Indonesia.


                          Tabel 3-2: Angkatan Kerja Menurut Kelompok Umur




                                       Sumber: Badan Pusat Statistik


        Pembangunan yang telah dicapai oleh Indonesia selama ini memberikan dampak positif dalam
        peningkatan kualitas hidup masyarakat, salah satunya tercermin dari peningkatan usia harapan
        hidup penduduk Indonesia. Konsekuensi dari meningkatnya usia harapan hidup penduduk
        Indonesia adalah terjadinya peningkatan persentase penduduk lanjut usia atau lansia (60 tahun
        ke atas).

        Angka partisipasi angkatan kerja menggambarkan persentase orang yang aktif dalam angkatan
        kerja. Angkatan kerja adalah mereka yang berusia produktif dan aktif mencari pekerjaan atau
        sudah bekerja. Keberadaan mereka dinilai mampu memberikan kontribusi positif dalam
        perekonomian. Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) yang diadakan setiap tahun selama
        beberapa tahun terakhir, jumlah angkatan kerja mengalami peningkatan dari 143,72 juta orang
        pada tahun 2022 menjadi 146,62 juta orang pada Februari 2023.

                                                                                                        3-8
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 40
                               Gambar 3-7: Angkatan Kerja Indonesia 2023




                                      Sumber: Badan Pusat Statistik




        Diawali dengan 26,15% penduduk berusia produktif dan dapat bekerja yakni usia 15-19 dan
        69,55% penduduk berusia 20-24 tahun. Lalu digambarkan pola grafik semakin meningkat
        seiring peningkatan kelompok umur dan mencapai pada puncaknya pada umur 45-49 tahun
        dengan presentase 82,32%. Lalu grafik menurun pada kelompok pada usia yang semakin tua
        dimulai dari usia 50-54 tahun dan seterusnya seperti usia 55-59 dan 60-64 yang memiliki
        presentase masing-masing 75,82% dan 66,68%. Pola yang menurun ini menunjukkan adanya
        potensi penurunan produktivitas tenaga kerja seiring dengan bertambahnya usia.


3.3     INDUSTRI SEMEN
        Sepanjang tahun 2022, perekonomian global masih dihadapkan oleh berbagai tantangan,
        salah satunya adalah ketegangan geopolitik dunia akibat konflik Rusia-Ukraina, yang
        memperburuk fragmentasi dan prospek ekonomi global. Kondisi tersebut berdampak pada
        pelemahan transaksi perdagangan, kenaikan harga komoditas, dan ketidakpastian pasar
        keuangan global, yang menyebabkan koreksi prakiraan pertumbuhan ekonomi secara global.

        Lembaga Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) dalam laporan World
        Economic Outlook yang dirilis pada Januari 2023, memprediksi pertumbuhan ekonomi global
        berada pada kisaran 3,4% atau turun signifikan dari pertumbuhan ekonomi global tahun 2021
        yang tercatat sebesar 6,2%. Bahkan sejumlah Lembaga internasional memproyeksikan bahwa
        kondisi ini masih akan terus berlanjut dan diprediksi pertumbuhan perekonomian dunia di tahun
        2023 akan lebih rendah dari perkiraan sebelumnya.


                                                                                                        3-9
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 41
        Di tengah perlambatan pertumbuhan ekonomi global, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat,
        kondisi ekonomi Indonesia di tahun 2022 justru tumbuh sebesar 5,31% (yoy), lebih tinggi
        dibandingkan tahun 2021 yang mengalami pertumbuhan sebesar 3,70% di tengah
        pertumbuhan ekonomi global yang dalam tren melambat. Perekonomian nasional yang kuat
        didukung oleh hampir seluruh komponen PDB dari sisi pengeluaran.

        Bank Indonesia (BI) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi nasional di tahun 2023,
        diperkirakan tetap kuat pada kisaran 4,5-5,3%, hal itu didorong oleh peningkatan permintaan
        domestik, baik konsumsi rumah tangga maupun investasi. Prakiraan tersebut sejalan dengan
        naiknya mobilitas masyarakat pasca penghapusan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan
        Kegiatan Masyarakat (PPKM), membaiknya prospek bisnis, meningkatnya aliran masuk
        Penanaman Modal Asing (PMA), serta berlanjutnya penyelesaian Proyek Strategis Nasional
        (PSN).

        Berdasarkan data BPS secara tahunan (yoy), terjadi inflasi sebesar 5,51%. Sementara secara
        bulanan (mtm), terjadi inflasi sebesar 0,66%. Penyumbang utama inflasi tahunan di antaranya
        adalah komoditas bensin, bahan bakar rumah tangga, dan tarif angkutan udara dengan andil
        masing-masing sebesar 1,15%, 0,30% dan 0,27%.



                          Gambar 3-8: Pergerakan Laju Inflasi 2021-2022 (%)




        Pembangunan proyek Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara turut mendorong kinerja industri
        semen. Pembangunan proyek IKN Nusantara turut mendorong kinerja emiten semen. Namun
        demikian, pembangunan proyek di IKN Nusantara rupanya belum memberikan dampak
        signifikan terhadap kinerja penjualan semen milik beberapa perusahaan produsen semen
        Indonesia lantaran proyek di IKN masih didominasi oleh BUMN. Total penjualan semen di Pulau
        Kalimantan mengalami peningkatan signifikan, tetapi dampak kepada kepada produsen lain
        masih belum signifikan karena pada masa awal pembangunan IKN didominasi oleh rekan-
        rekan BUMN. Berberapa produsen semen telah menyuplai kebutuhan semen untuk proyek IKN
        sebesar 80%. Terutama dalam 3 bulan terakhir perkembangan IKN sangat luar biasa. Kinerja


                                                                                                      3-10
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 42
        sektor semen diyakini tumbuh lebih baik seiring dengan hadirnya pembangunan proyek IKN.
        Tak cuma itu, percepatan sejumlah proyek pada tahun depan juga diproyeksi meningkatkan
        permintaan semen. Pembangunan IKN telah menjadi motor penggerak pertumbuhan industri
        semen nasional, termasuk bagi perseroan yang memiliki fasilitas di Kalimantan. Beberapa
        pelaku berada pada posisi strategis untuk mendukung pembangunan IKN dengan memasok
        bahan bangunan sesuai kebutuhan karena memiliki fasilitas di Balikpapan dan Samarinda yang
        cukup dekat dengan lokasi proyek.

        Kenaikan penjualan ini banyak didorong oleh penjualan semen untuk pembangunan Ibu Kota
        Nusantara dan fasilitas pendukungnnya. Kebutuhan semen di IKN mulai meningkat sejak
        pembangunan infrastruktur IKN. IKN dapat menjadi salah satu faktor pendorong kenaikan
        penjualan semen jika investor terus meningkat. Terlebih, saat ini, semakin banyak fasilitas
        pendukung IKN yang memasuki tahap pembangunan seperti gedung-gedung perbankan dan
        kantor-kantor otoritas. Permintaan semen yang berasal dari IKN diperkirakan mencapai 1 juta
        metrik ton per tahun, mewakili sekitar 1,6% dari permintaan domestik tahunan. Di sisi lain,
        diyakini tak hanya IKN yang dapat mendongkrak penjualan. Di luar pembangunan IKN terdapat
        pula proyek-proyek infrastruktur besar lainnya seperti pembangun LRT, MRT, pelabuhan
        Patimban tahap ke-2, jalan tol serta pembangunan kawasan industri baru yang juga akan
        mendorong pertumbuhan permintaan semen.

        Volume penjualan semen domestik tercatat sebesar 6,29 juta ton, atau tumbuh 4,3% yoy,
        membaik dibandingkan bulan Agustus 2023 yang sebesar 4,0% yoy dan September 2022 yang
        mengalami kontraksi sebesar -6,3% yoy. Peningkatan pertumbuhan penjualan semen pada
        September 2023 didorong oleh perbaikan aktivitas konstruksi infrastruktur. Hal ini diindikasikan
        oleh pertumbuhan penjualan semen curah sebesar 9,74% yoy, meningkat daripada bulan
        sebelumnya yang sebesar 7,8% yoy. Sebaliknya, pertumbuhan penjualan semen kantong
        melambat menjadi 2,1% yoy (vs. 2,4% yoy pada Agustus 2023). Hal ini menunjukkan bahwa
        aktivitas konstruksi di sekor properti melambat pada September 2023. Secara kumulatif,
        penjualan semen domestik selama Januari – September 2023 tercatat sebesar 46,4 juta ton,
        atau masih terkontraksi sebesar -0,6% yoy (vs. -0,7% yoy pada 9 bulan pertama tahun 2022).
        Kontraksi ini lebih kecil dibandingkan kontraksi pada 8 bulan pertama tahun 2023 yang sebesar
        -1,1% yoy.

        Penjualan semen di semua pulau di Indonesia mengalami pertumbuhan yang positif, terkecuali
        pulau jawa. Penjualan semen di Pulau Jawa terkontraksi sebesar -1,2% yoy. Provinsi yang
        mengalami penurunan penjualan semen di Pulau Jawa adalah Banten (-6,3% yoy), Jawa Timur
        (-6,1% yoy) dan Jawa Barat (4,2% yoy). Sebaliknya, penjualan semen di luar Pulau Jawa
        tumbuh positif. Penjualan semen tertinggi terjadi di Kalimantan yang tumbuh 24,6% yoy pada
        September 2023, didorong oleh penjualan semen di Kalimantan Utara (112,8% yoy) seiring
        dengan pembangunan kawasan industri tanah kuning dan Kalimantan Timur (60,3% yoy)
        seiring dengan pembangunan IKN. Penjualan semen tertinggi kedua terjadi di Maluku-Papua
        yang tumbuh 21,1% yoy, terutama didorong oleh penjualan semen di Maluku Utara (53,6%


                                                                                                           3-11
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 43
        yoy) seiring dengan pembangunan kawasan industri untuk smelter nikel. Penjualan semen di
        Sumatera, Bali-Nusa Tenggara dan Sulawesi tumbuh masing-masing sebesar 8,4% yoy,
        12,4% yoy dan 1,6% yoy.

        Total ekspor semen dan klinker terkontraksi sebesar -6,9% yoy pada September 2023 (vs. -
        6,3% yoy pada September 2022). Ekspor semen maupun ekspor klinker terkontraksi masing-
        masing sebesar -22,0% yoy dan -4,3% yoy. Total volume ekspor semen dan klinker tersebut
        sebesar 0,8 juta ton pada September 2023. Secara kumulatif, total ekspor semen dan klinker
        pada Januari – September 2023 tercatat sebesar 8,3 juta ton, atau tumbuh sebesar 18,4% yoy
        (vs. -24,6% yoy pada Januari – September 2022). Negara tujuan ekspor semen terbesar pada
        Januari-September 2023 adalah Bangladesh (4,2 juta ton atau 55,4% dari total ekspor),
        kemudian diikuti oleh Australia (1,5 juta ton atau 19,4% dari total ekspor), dan Taiwan (0,5 juta
        ton atau 6,8% dari total ekspor).

        Total penjualan semen (penjumlahan penjualan domestik dan ekspor) tumbuh 2,8% yoy pada
        September 2023. Volume penjualan total produsen semen nasional pada September 2023
        tercatat sebesar 7,1 juta ton, atau tumbuh sebesar 2,8% yoy (vs. -6,3% yoy pada September
        2022). Secara kumulatif, total penjualan semen domestik dan ekspor pada Januari-September
        2023 sebesar 54,7 juta ton, atau tumbuh 1,8% yoy.

        Kenaikan harga semen yang ditunjukkan oleh pertumbuhan Indeks Harga Perdagangan Besar
        (IHPB) semen melambat dari 1,8% yoy pada Agustus 2023 menjadi 0,6% yoy pada September
        2023 seiring dengan penurunan harga batubara yang mendorong penurunan biaya produksi.
        Secara year-to-date, IHPB semen menurun sebesar -1,2% ytd pada Januari-September 2023
        (vs. 6,6% ytd pada Januari-September 2022).

        Kami perkirakan penjualan semen domestik tahun 2023 tumbuh pada kisaran 0%-1,3% dengan
        penjualan mencapai 63,2-64 juta ton (vs. 63,2 juta ton pada 2022). Secara kumulatif Januari-
        September 2023, penjualan semen sudah mencapai 72,5% dari perkiraan kami. Kami
        perkirakan penjualan semen domestik akan membaik pada Oktober 2023 seiring dengan
        percepatan pengerjaan proyek untuk mencapai target selesai 2023. Secara historis, volume
        penjualan semen akan meningkat hingga Oktober, kemudian melambat pada November dan
        Desember. Pada 2024, kami perkirakan penjualan semen domestik akan tumbuh pada kisaran
        1%-3% atau mencapai pada kisaran 64-65 juta ton. Katalis positif yang mendorong penjualan
        semen pada 2024 adalah percepatan pembangunan IKN untuk mencapai target penyelesaian
        infrastruktur dasar agar siap pakai pada Agustus 2024; dan peningkatan belanja infrastruktur
        pemerintah pada RAPBN 2024 yang tumbuh sebesar 5,8% yoy menjadi Rp. 422,7 triliun. Faktor
        resiko yang dapat menekan penjualan semen 2024 adalah ekspektasi perlambatan ekonomi
        global dan kenaikan suku bunga yang membuat masyarakat menunda pembelian properti.
        Pada 19 Oktober 2023, Bank Indonesia telah menaikkan suku bunga BI7DDR sebesar 25 bps
        menjadi 6%. Selain itu, masalah keuangan BUMN karya dapat menyebabkan perlambatan
        aktivitas konstruksi infrastruktur.



                                                                                                            3-12
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 44
         Gambar 3-9: Pertumbuhan dan Volume Penjualan Semen Domestik (Juta Ton)




                                         Sumber: Asosiasi Semen Indonesia



        Kementerian Perindustrian mendorong penguatan industri semen di dalam negeri, di antaranya
        melalui upaya penerapan kebijakan moratorium atau pengaturan investasi baru. Langkah
        strategis ini dalam rangka memperhatikan kondisi kelebihan kapasitas (overcapacity) di industri
        semen nasional. Kondisi overcapacity industri semen terjadi hampir di seluruh wilayah, kecuali
        Bali-Nusa Tenggara dan Maluku-Papua. Persentase overcapacity terbesar terjadi di Pulau
        Jawa, yaitu lebih dari 55,4 persen. Produksi semen pada semester I tahun 2023 sebesar 29,3
        juta ton, dengan kebutuhan semen nasional mencapai 28 juta ton. Sedangkan, produksi semen
        sepanjang tahun 2022 lebih dari 64 juta ton, dengan kebutuhan sekitar 63 juta ton.

        Saat ini, industri semen nasional terdiri dari 15 perusahaan semen terintegrasi yang tersebar
        mulai dari Aceh hingga Papua, dengan total kapasitas terpasang sebesar 116 juta ton per
        tahun. Industri semen masih mengalami overcapacity sebesar 51,8 juta ton atau sebesar 45
        persen. Salah satu upaya yang perlu dilakukan oleh industri semen untuk mengatasi
        kondisi overcapacity saat ini adalah melalui peningkatan ekspor. Total ekspor semen
        dan clinker pada semester I 2023 mengalami peningkatan sebesar 11,57 persen dibanding
        periode yang sama tahun sebelumnya. Hal ini seiring dengan meningkatnya permintaan di
        pasar luar negeri. Di samping itu, kenaikan harga batubara internasional yang terjadi sejak
        Desember tahun 2020, memberikan efek yang signifikan bagi industri semen. Tidak hanya
        mengakibatkan terjadinya kenaikan biaya produksi, namun juga menghambat pasokan
        batubara di industri semen. Batubara bagi industri semen merupakan bahan baku dan bahan
        bakar utama yang memiliki persentase hingga 40 persen dalam struktur biaya produksi. Guna
        mengatasi dan mengantisipasi kenaikan harga batubara yang melonjak tinggi, pemerintah
        sedang menyusun regulasi terkait Badan Layanan Umum (BLU) batubara.

        Industri semen memiliki peluang untuk bertumbuh pada tahun 2023 meski masih dibayangi
        oleh sentimen kelebihan pasokan produksi. Kelebihan pasokan produksi tersebut menimbulkan
        moratorium investasibaru pada industri semen. Aturan baru tersebut dimaksudkan untuk
        memperkuat sektor lokal dalam menghadapi tingkat pemanfaatan yang hanya sebesar 53%.
        Kebijakan moratorium dan/atau pengaturan investasi baru telah diterapkan pada proyek pabrik
        semen baru. Sebaliknya, perusahaan diminta untuk fokus pada wilayah Papua, Papua Barat,
        Maluku dan Maluku Utara, dimana permintaan semen lebih tinggi dibandingkan dengan

                                                                                                          3-13
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 45
        kemampuan produksi lokal. Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil Kementerian
        Perindustrian, mengatakan aturan baru tersebut akan ditinjau kembali setelah tingkat utilisasi
        kapasitas mencapai 85%.

        Langkah-langkah lain yang juga sedang dipertimbangkan pemerintah adalah dengan
        meningkatkan ekspor semen, mengubah peraturan terkait Badan Layanan Umum (BLU)
        batubara, dan meningkatkan transportasi darat. Pada poin terakhir tersebut, pihak berwenang
        dan produsen semen sedang mempertimbangkan bagaimana biaya logistik dapat menghindari
        kenaikan dalam menghadapi kebijakan Zero Over Dimension Over Load (ODOL) yang akan
        datang. Proposal yang diajukan oleh sektor ini mencakup penerapan kebijakan multi-poros
        untuk truk dan peningkatan kualitas jalan tertentu untuk memungkinkan kendaraan
        berkapasitas lebih tinggi.

        Seperti yang ditunjukkan oleh salah satu bidang fokus pemerintah, batu bara, harga bahan
        bakar telah menjadi beban bagi sektor semen dalam beberapa tahun terakhir. Harga batu bara
        internasional mulai naik pada akhir tahun 2020. Hal ini kemungkinan besar disebabkan oleh
        kekacauan logistik yang disebabkan oleh pandemi virus corona terhadap perekonomian global.
        Harga batu bara yang lebih tinggi menimbulkan dampak “signifikan” terhadap industri semen
        baik melalui kenaikan biaya produksi maupun pembatasan pasokan. Ironisnya, Indonesia
        adalah salah satu produsen batu bara terkemuka di dunia. Pimpinan Semen Indonesia,
        mengatakan kepada pemerintah pada tahun 2022 bahwa perang di Ukraina telah menarik
        perusahaan batubara lokal untuk mengekspor lebih banyak batubara karena kenaikan harga
        internasional. Saat ini pendekatan ke pemerintah untuk menggunakan subsidi Domestic Market
        Obligation (DMO) lokal agar dapat memberikan pelayanan yang lebih baik kepada sektor
        semen dengan memberikan lebih banyak batu bara dengan harga tetap.

        Diharapkan pada tahun 2023, DMO (batubara) harus tetap jalan agar industri semen stoknya
        tetap terjaga baik sehingga supply pasok semen bisa lancar. Terkait pentingnya ekspor semen
        tersebut, Peneliti dari Center of Economic and Law Studies (Celios), menyatakan bahwa
        dengan adanya ekspor, utilisasi akan meningkat. Dari kapasitas produksi sebesar 59,1% hanya
        untuk dalam negeri menjadi 69,62% dengan ekspor. Maka untuk meningkatkan utilisasinya
        dapat dilakukan dengan meningkatkan penjualan ekspor. Dengan melakukan ekspor (semen
        dan klinker) menggunakan mata uang asing seperti USD dapat menambah angka pendapatan
        karena kurs USD sedang menguat. Ekspor tujuannya lebih kepada pemanfaatan produk
        oversupply karena jumlah permintaan dalam negeri tidak sebanding dengan jumlah produk
        yang dihasilkan. Selain memperluas pasar ekspor, opsi lain adalah melakukan inovasi agar
        dapat menghasilkan produk turunan yang memenuhi kebutuhan pasar dan memiliki nilai
        tambah lebih baik. Sementara pemerintah dapat membantu dengan menggiatkan investasi
        pembangunan infrastruktur di luar Pulau Jawa dengan semen domestik.




                                                                                                         3-14
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 46
                   Gambar 3-10: Permintaan dan Kapasitas Semen Indonesia




                                             Sumber: Global Cement



        Kelebihan kapasitas telah menjadi ciri yang berulang di pasar semen Indonesia setidaknya
        sejak tahun 1990an seiring dengan pertumbuhan permintaan dan kapasitas yang kadang-
        kadang tidak seimbang. Tingkat pemanfaatan kapasitas mencapai 90% pada awal tahun
        1990an dan turun menjadi 50% pada akhir dekade tersebut karena krisis keuangan Asia. Baru-
        baru ini Holcim meninggalkan pasar pada tahun 2019 ketika menjual bisnisnya ke PT Semen
        Indonesia (Persero) Tbk. Perusahaan milik negara tersebut mengkonsolidasikan lebih dari
        separuh kapasitas produksi semen negara saat itu. Berdasarkan data kuartal I 2023, PT Semen
        Indonesia memiliki pangsa pasar 51% dan pangsa kapasitas produksi 46%. Sekitar 92%
        permintaan lokal dipenuhi dari empat dari 14 produsen di negara tersebut, diantaranya yaitu:
        Semen Indonesia; Indocement; Conch; dan Merah Putih.

        Sebuah studi baru-baru ini yang dilakukan oleh surat kabar Jakarta Post menunjukkan bahwa
        setelah paruh pertama tahun 2023 yang buruk, permintaan semen diperkirakan akan pulih dan
        menciptakan pertumbuhan tahunan yang moderat pada akhir tahun. Alasan utama dari
        perkiraan ini adalah peningkatan belanja infrastruktur pemerintah, pembangunan ibu kota baru
        di Nusantara, dan antisipasi stabilitas harga. Proyek kota baru, misalnya, diperkirakan
        membutuhkan 1,6 juta ton semen pada periode 2022-2024. Tentu saja ada banyak faktor risiko
        seperti perlambatan ekonomi global, masalah keuangan di beberapa perusahaan konstruksi
        milik pemerintah seperti Waskita Karya, dan kapasitas baru. Pabrik baru berkapasitas 8 juta
        ton/tahun yang dimiliki oleh perusahaan lokal Kobexindo dan Honshi Cement yang berbasis di
        Tiongkok, misalnya, dijadwalkan mulai beroperasi pada paruh kedua tahun 2023 di Kalimantan
        Timur. Meskipun pemerintah mengatakan bahwa unit baru tersebut akan mengekspor 90%
        produksinya, hal ini akan memberikan tekanan pada pabrik lain yang sudah ada dengan
        harapan dapat meningkatkan ekspor.

        Disisi lain, konsolidasi dari sejumlah perusahaan semen dan meningkatnya permintaan semen
        untuk pembangunan infrastruktur menjadi pemacu bagi industri ini untuk bertumbuh. Selain itu,
        transisi energi turut menyumbang sentimen positif terhadap pertumbuhan tersebut. Dua
        perusahaan semen raksasa domestik, yakni PT Semen Indonesia (Persero) Tbk dan
        PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk, menunjukkan kinerja positif sejak awal tahun 2023.

                                                                                                        3-15
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 47
        Pada triwulan I-2023, Semen Indonesia membukukan laba bersih Rp 562 miliar atau tumbuh
        11 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2022. Adapun Indocement membukukan
        laba bersih Rp 371,4 miliar atau tumbuh 103 persen dibandingkan periode yang sama tahun
        sebelumnya.

        Diproyeksikan penjualan semen pada tahun ini dapat bertumbuh meski tidak terlalu signifikan.
        Pertumbuhan itu diproyeksikan antara 0 persen dan 5 persen dibandingkan tahun lalu yang
        justru minus 3 persen. Perusahaan semen memiliki prospek untuk bertumbuh pada tahun 2023.
        Namun, secara umum, masih akan tetap oversupply (kelebihan pasokan). Ini terjadi karena
        banyak pemain baru setelah sektor properti mulai booming pada tahun 2010 sampai 2014
        sehingga membuat kompetisi kian meningkat dan pabrik-pabrik semen baru pun bermunculan.

        Kelebihan pasokan semen tersebut tampak dari ketimpangan antara jumlah produksi dan
        kebutuhan semen dalam negeri. Berdasarkan data Asosiasi Semen Indonesia, produksi semen
        pada tahun 2022 telah mencapai 116,8 ton, sedangkan permintaan domestik hanya 63 ton.
        Dengan demikian, tingkat utilitas (utilization rate) produksi semen dalam negeri mencapai 54
        persen. Upaya konsolidasi dari perusahaan-perusahaan semen dinilai cukup meredam iklim
        kompetisi dalam industri semen. Pada tahun 2022, Semen Indonesia melakukan akuisisi
        dengan menerima pengalihan 7,5 miliar lembar saham seri B atau setara 75 persen porsi
        kepemilikan PT Semen Baturaja Tbk. Di sisi lain, pada tahun yang sama, Indocement juga
        melakukan kontrak sewa guna usaha untuk menyewa aset (operating lease) dari PT Semen
        Bosowa Maros selama 3 tahun hingga 5 tahun. Jika diakumulasikan, kedua aksi akuisisi oleh
        dua perusahaan semen raksasa tersebut memiliki kapasitas produksi sebesar 69 persen atau
        meningkat 6 persen dibandingkan sebelumnya.

        Pemacu pertumbuhan pada industri semen juga datang dari permintaan sektor infrastruktur
        dan konstruksi. Dalam beberapa tahun terakhir, permintaan terhadap semen curah (bulk)
        meningkat hingga 27 persen pada tahun 2022. Adapun permintaan terhadap semen zak (bag),
        stagnan antara 70 dan 80 persen, bahkan turun hingga 73 persen pada tahun 2022. Tahun ini
        pemerintah telah menaikkan anggaran pembangunan infrastruktur menjadi Rp 392 triliun dari
        tahun 2022 sebesar Rp 365,8 triliun. Anggaran itu akan difokuskan untuk pelayanan dasar,
        seperti pembangunan rumah, sekolah, penyediaan air minum, dan pembangunan jalan. Hingga
        April 2023, realisasi belanja infrastruktur baru mencapai Rp 59,7 triliun atau setara 15,2 persen
        total anggaran 2023. Realisasi belanja infrastruktur perlu dipercepat untuk mendukung
        peningkatan pertumbuhan ekonomi, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
        Dengan akselerasi pembangunan infrastruktur, tingkat permintaan semen juga akan
        mengalami kenaikan.



3.4     INDUSTRI KONSTRUKSI
        Pembangunan infrastruktur merupakan mobil penggerak pembangunan nasional. Keberadaan
        infrastruktur yang memadai akan berkontribusi pada kelancaran produksi maupun distribusi
        barang dan jasa yang dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi negara dan meningkatkan

                                                                                                            3-16
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 48
        pemerataan ekonomi di wilayah-wilayah. Pembangunan infrastruktur merupakan bagian
        integral dari pembangunan kelembagaan dan perekonomian yang bertumpu pada peningkatan
        produktivitas. Walaupun paska masa pandemi Covid-19 seperti saat ini, dimana berbagai
        sektor masih merasakan imbasnya. Pembangunan Infrastruktur harus terus berjalan karena
        menjadi salah satu penggerak ekonomi nasional.

        Saat ini, pemerintah berfokus pada meningkatkan investasi, baik investasi publik maupun
        swasta, guna menaikkan ekspansi ekonomi Indonesia. Khususnya investasi di bidang
        infrastruktur dalam rangka meningkatkan konektivitas di seluruh nusantara. Pembangunan
        infrastruktur di Indonesia menjadi salah satu faktor meningkatnya peran sektor konstruksi
        terhadap perekonomian Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari besarnya persentase sektor
        konstruksi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 9,92% pada 2023.


               Gambar 3-11: Distribusi PDB Atas Dasar Harga Berlaku Tahun 2023
                                                   [13,79]
                                                 Penyediaan                           [12,52%]
                                               Akomodasi dan                         Pertanian,
                                               Makan Minum; …                      Kehutanan, dan
                                                                                     Perikanan


                                 [9,11%]                                                        [10,52%]
                             Pengadaan Air,                                                  Pertambangan dan
                               Pengelolaan                                                       Penggalian
                                 Sampah,
                               Limbah dan
                               Daur Ulang;
                              Jasa Lainnya;                                                    [32,61%]
                                  Jasa…                                                    Perdagangan Besar
                                                                                              dan Eceran,
                               [5,89%]                                                     Reparasi Mobil dan
                           Transportasi dan                                                  Sepeda Motor;
                             Pergudangan                                                        Industri
                                                                                            Pengolahan; dan
                                [1,21%]                                                     Pengadaan Listrik
                          Jasa Kesehatan dan           [9,92%]                                  dan Gas
                                  Soial               Konstruksi

                                                        Sumber: Badan Pusat Statistik


        Peran sektor konstruksi berkaitan erat dengan penyerapan tenaga kerja, penanaman modal,
        jumlah proyek infrastruktur dan bangunan, hubungan timbal balik dengan sektor-sektor
        pendukung, bahkan menjadi fasilitator dalam pergerakan dan pertumbuhan barang dan jasa.
        Pemerataan pembangunan untuk semua sektor juga didukung oleh sektor konstruksi antara
        lain ketahanan pangan di tiap daerah, pemenuhan kebutuhan listrik dan energi nasional,
        peningkatan sarana pendidikan dan kesehatan, akses jalan yang memadai untuk
        pengangkutan barang dan jasa, dan peningkatan daya tarik pariwisata.

        Pada Maret 2020, Kementerian PUPR mengeluarkan Instruksi Menteri No. 02/IN/M/2020
        tentang Protokol Pencegahan Penyebaran Covid-19 dalam penyelengaraan jasa konstruksi,
        dengan instruksi tersebut, aktivitas jasa konstruksi masih dapat berjalan dengan
        memperhatikan protokol yang ada, namun masing-masing proyek dapat dihentikan sementara
        jika memiliki risiko tinggi antara lain berada di daerah pusat sebaran, terdapat pekerja yang
        positif Covid-19 atau memiliki status pasien dalam pengawasan. Kondisi tak terduga ini
        menyebabkan pemerintah perlu melakukan program-program khusus dalam menanggulangi

                                                                                                                3-17
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 49
        masa pandemi Covid-19. Salah satu program yang dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum
        dan Perumahan Rakyat (PUPR) adalah melakukan refocusing anggaran sebesar Rp44,58
        triliun.

        Kondisi pandemi menyebabkan pertumbuhan ekonomi mengalami penurunan akibat turunnya
        investasi serta aktivitas impor dan ekspor sehingga aktivitas yang dapat dilakukan pemerintah
        untuk meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi yaitu melalui belanja infrastruktur. Namun
        hingga Oktober 2020, serapan anggaran PUPR masih berada di angka 59,50%. Pada
        September 2020, pemerintah menyusun program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang
        ditujukan untuk mempercepat pemulihan ekonomi dan reformasi sosial akibat pandemi Covid-
        19. Program tersebut memiliki 6 (enam) Program prioritas, antara lain peningkatan ketahanan
        pangan, pengembangan konektivitas, peningkatan kesehatan dan lingkungan masyarakat,
        peningkatan investasi dengan memberikan dukungan pada kawasan strategis nasional,
        penguatan jaring pengaman nasional lewat program Padat Karya Tunai (PKT) serta pembelian
        produk rakyat dan pengusaha lokal (UMKM), dan peningkatan ketahanan bencana dan
        perubahan iklim.

        Salah satu strategi pemerintah untuk mengungkit percepatan PEN ditengah pandemi Covid-19
        adalah dengan tetap melanjutkan pelaksanaan pembangunan infrastruktur. Pelaksanaan
        pembangunan infrastruktur dalam kondisi tidak normal ini tentunya memerlukan langkah-
        langkah dan terobosan yang tidak biasa, diperlukan protokol penanganan khusus, serta
        penyesuaian penyelenggaraan jasa konstruksi. Setidaknya, dukungan jasa konstruksi untuk
        PEN adalah dengan (i) adaptasi penyelenggaraan jasa konstruksi, (ii) dukungan pengelolaan
        Material Peralatan Konstruksi (MPK) dan usaha untuk mendorong penggunaan produk dalam
        negeri, (iii) penguatan pelaku usaha menengah dan kecil di sektor konstruksi, (iv)
        penyederhanaan perizinan berusaha, dan (v) pelatihan dan sertifikasi tenaga kerja konstruksi,
        termasuk untuk proyek padat karya.

        Salah satu aspek krusial yang perlu diperhatikan dalam menyelenggarakan pembangunan
        infrastruktur yang berkualitas adalah kesiapan rantai pasok MPK. Pemerintah Pusat melalui
        Kementerian PUPR telah menerbitkan beberapa kebijakan yang bertujuan untuk meningkatkan
        pemanfaatan MPK dalam negeri dengan tetap menjamin mutu dan kualitas produk/jasa
        konstruksi yang dihasilkan. Sesuai dengan UU Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi
        dan Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2020 tentang Peraturan Pelaksana UU Nomor 2
        Tahun 2017 diamanatkan bahwa Pemerintah Pusat bertanggung jawab atas meningkatnya
        kualitas penggunaan material dan peralatan konstruksi serta teknologi konstruksi dalam negeri
        dan mengutamakan serta mengoptimalkan penggunaan produk dalam negeri/lokal.

        Mengusung peningkatan produktivitas untuk transformasi ekonomi menuju visi Indonesia Maju
        2045, pembangunan infrastruktur menjadi salah satu fokus kebijakan pemerintah di tahun 2023
        mendatang. Ada dua prioritas pemerintah yang berkaitan dengan infrastruktur di 2023.
        Pertama, mempercepat penyelesaian pembangunan infrastruktur prioritas nasional. Kedua,
        mendorong pertumbuhan sentra-sentra ekonomi baru, termasuk Ibu Kota Nusantara (IKN).

                                                                                                        3-18
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 50
        Untuk kawasan inti pusat pemerintahan, ini menjadi domain pemerintah yang dibangun melalui
        APBN. Tetapi untuk kawasan-kawasan penyangganya, itu yang ditawarkan kepada investor
        atau kepada pihak lain untuk ikut membangun IKN.

        Pada 2023, Kementerian PUPR memperoleh alokasi anggaran sebesar Rp125,18 triliun.
        Jumlah tersebut lebih besar dibandingkan pagu anggaran tahun 2022 sejumlah Rp116,37
        triliun. Kendati demikian, Kementerian PUPR menyatakan dalam pelaksanaan program belanja
        infrastruktur tahun anggaran 2023, Kementerian PUPR akan fokus pada penyelesaian
        pekerjaan konstruksi yang sedang berjalan, khususnya Proyek Strategis Nasional (PSN) yang
        ditargetkan dapat rampung pada semester I Tahun 2024 atau sebelum periode Pemerintahan
        Kabinet   Indonesia   Maju    berakhir.   Kementerian   PUPR     menargetkan     penyelesaian
        pembangunan infrastruktur prioritas dan infrastruktur dasar atau konektivitas pada tahun 2023,
        atau paling lambat pada semester I tahun 2024. Selain itu, Kementerian PUPR juga akan
        membangun infrastruktur pada empat bidang utama yaitu sumber daya air, jalan dan jembatan,
        permukiman, serta perumahan. Pada bidang sumber daya air, salah satu yang vital adalah
        pembangunan bendungan yang akan menopang kebutuhan pertanian dan ketahanan pangan
        masyarakat.

        Di samping itu, Kementerian PUPR akan terus mengoptimalkan infrastruktur yang sudah
        terbangun melalui pendekatan Operasi, Pemeliharaan, Optimalisasi, dan Rehabilitasi (OPOR).
        Harapannya agar infrastruktur yang telah dibangun PUPR benar-benar bisa bermanfaat bagi
        masyarakat. Di samping pendekatan OPOR, pada 2023 Kementerian PUPR juga akan
        memfokuskan alokasi anggaran untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi melalui program
        padat karya dengan alokasi anggaran sebesar Rp14,34 triliun untuk penyerapan tenaga kerja
        sebanyak 701 ribu orang, yang tersebar pada beberapa kegiatan padat karya, diantaranya di
        bidang sumber daya air, jalan dan jembatan, infrastruktur permukiman, dan perumahan.

        Langkah ini diharapkan dapat membuka lapangan kerja dalam skala besar serta membantu
        menjaga daya beli masyarakat. Di sisi lain, Kementerian PUPR menyebutkan bahwa ke depan
        tantangan pembangunan infrastruktur akan semakin besar, khususnya kebutuhan pendanaan
        yang terus meningkat setiap tahunnya. Sebab itu, Basuki berharap dapat tercipta terobosan
        sumber-sumber pembiayaan baru. Penerbitan Sukuk Negara untuk pembiayaan infrastruktur
        serta pelibatan swasta dalam membangun infrastruktur dengan skema kerja sama antara
        pemerintah dan badan usaha (KPBU) adalah sebuah langkah awal yang baik. Kementrian
        PUPR terus mendorong pengembangan creative innovative financing melalui sinergitas
        dengan berbagai instrumen pendanaan lainnya agar pembangunan infrastruktur dapat
        berlangsung secara berkelanjutan.

        Kementerian PUPR telah menetapkan output dan outcome utama Rencana Strategis (Renstra)
        untuk tahun 2023. Sektor Sumber Daya Air (SDA), antara lain 76% penyediaan air baku untuk
        air bersih, 57,1 meter kubik/kapita/tahun kapasitas tampung per kapita, 27 unit bendungan, 470
        unit pembangunan embung, 120.000 hektar pembangunan daerah irigasi, 512.500 hektar
        rehabilitasi jaringan irigasi, 14,9 meter kubik/detik ketersediaan air baku dan 485,8 kilometer

                                                                                                          3-19
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 51
        pengendali banjir dan pengaman pantai. Sektor Cipta Karya adalah 89,93% peningkatan
        pelayanan infrastruktur permukiman yang layak dan aman melalui pendekatan smart living.
        Akses air minum layak sebesar 97,9% termasuk 30% jaringan perpipaan, 86% akses sanitasi
        layak yang 15% termasuk aman, 2.974 hektar penanganan permukiman kumuh, 92,21%
        hunian dengan akses sampah terkelola baik di perkotaan, 1.118 unit pembangunan dan
        rehabilitasi sarana prasarana pendidikan, olahraga dan pasar. Untuk Sektor Perumahan
        ditargetkan 58,71% pemenuhan kebutuhan rumah layak huni, 15.900 unit rumah susun, 2.138
        unit rumah khusus, 177.925 unit rumah swadaya, 70.000 unit PSU perumahan. Selain itu, untuk
        target output dan outcome utama Sektor Bina Marga adalah 2,08 jam/100 kilometer waktu
        tempuh di lintas utama pulau, 646,8 kilometer pembangunan jalan tol, 672 kilometer
        pembangunan jalan baru, 5.038 meter pembangunan jembatan, serta 7.070 meter
        pembangunan fly over/underpass.

        Alokasi anggaran Renstra PUPR 2023, antara lain pembangunan bendungan dianggarkan
        sebesar Rp20,4 triliun, ketersediaan air baku Rp4.9 triliun, pembangunan daerah irigasi Rp13.1
        triliun, rehabilitasi jaringan irigasi Rp20.2 triliun, infrastruktur pengendali banjir dan pengaman
        pantai Rp14.09 trilliun, jalan tol Rp5.9 triliun, jalan baru Rp10.1 triliun, jembatan Rp4.2 triliun,
        serta flyover/underpass Rp4.08 triliun. Sementara itu, untuk sektor Perumahan dan
        Permukiman, Pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dialokasikan sebesar
        Rp2.6 triliun, pengelolaan air limbah Rp3.8 triliun, penanganan persampahan Rp2.9 triliun,
        serta penanganan kawasan kumuh Rp3.5 triliun, Pengembangan Sarana Pendidikan, Olahraga
        dan Pasar (PSPOP) dialokasikan sebesar Rp3.3 triliun, Rumah Susun Rp5.08 triliun, rumah
        khusus Rp498.1 miliar, rumah swadaya Rp7.0 triliun dan Prasarana, Sarana dan Utilitas (PSU)
        Perumahan Rp 980 miliar.


                          Gambar 3-12: Anggaran Pembangunan Infrastruktur




                                                  Sumber: Databoks


        Terdapat 249 kawasan prioritas yang terkait infrastruktur PUPR dalam RPJMN 2020-2024
        dimana BPIW telah menyusun super prioritisasi menjadi 91 kawasan. Menurutnya, ada tiga
        aspek utama yang digunakan Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW)
        Kementerian PUPR untuk memilih kawasan-kawasan yang diprioritaskan mendapat dukungan
        infrastruktur PUPR. Aspek pertama adalah fokus kawasan. Pada aspek ini BPIW fokus pada
        dukungan infrastruktur PUPR pada kawasan-kawasan dalam rangka menuntaskan program

                                                                                                               3-20
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 52
        RPJMN dan kawasan yang dipilih berada di koridor pertumbuhan atau pemerataan. Aspek
        kedua adalah aspek ekonomi dan kesejahteraan. Kriteria tersebut terdiri dari pertumbuhan
        sektor pertanian, kehutanan dan perikanan. Berikutnya adalah aspek dukungan daerah yakni
        berupa indeks kapasitas fiskal daerah. Dengan menggunakan permodelan tersebut,
        diharapkan pembangunan infrastruktur dapat memberikan manfaat yang optimal bagi
        masyarakat.

        Sektor konstruksi diproyeksikan dapat menyerap sampai dengan 8,7 juta tenaga kerja pada
        tahun 2023. Selain itu, sektor konstruksi juga berperan aktif dalam penyerapan tenaga kerja.
        Rata-rata tren pertumbuhan tenaga kerja sektor konstruksi dari tahun 2017-2019 dan 2021
        ialah sebesar 2,83%, sehingga diproyeksikan pada tahun 2022 sektor konstruksi dapat
        menyerap sebanyak 8.528.463 juta tenaga kerja dan 8.769.798 tenaga kerja pada tahun 2023.


3.4.1   Profil Kompetitor

3.4.1.1 Cemindo Gemilang
        Cemindo Gemilang yang berdiri sejak tahun 2011 merupakan produsen semen dengan merek
        dagang Semen Merah Putih. Sejak awal berdiri, Cemindo Gemilang aktif dalam penyediaan
        bahan baku semen dan pembangunan pabrik-pabrik. Saat ini Cemindo Gemilang telah memiliki
        enam pabrik di Indonesia yang tersebar di wilayah Banten, Jawa Timur, Kalimantan Barat,
        Sumatera Utara, dan Bengkulu. Ke depannya, Semen Merah Putih akan terus meningkatkan
        area pendistribusiannya, sesuai dengan komitmen PT Cemindo Gemilang untuk menyediakan
        semen di seluruh Indonesia.

        Komitmen PT Cemindo Gemilang mendapatkan apresiasi masyarakat Indonesia, Semen
        Merah Putih mendapatkan penghargaan Home Preferred Brand kategori Best Portland
        Cement, pilihan pembaca Media Bintang Group Indonesia selama dua tahun berturut-turut di
        tahun 2015-2016. Cemindo Gemilang memiliki kapasitas produksi semen 13,9 juta ton per
        tahun untuk memenuhi kebutuhan pasar di Indonesia, Vietnam, dan internasional. Dalam waktu
        lima tahun, PT Cemindo Gemilang berhasil mendistribusikan Semen Merah Putih ke 17
        provinsi di Indonesia dengan jaringan distribusi dan pemasaran di pulau Sumatera, Kalimantan,
        Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.




                                                                                                        3-21
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 53
                          Tabel 3-3: Laporan Keuangan PT Cemindo Gemilang Tbk




3.4.1.2 Semen Conch
        Semen Conch adalah produk semen dari PT Conch South Kalimantan Cement yang didirikan
        pada tahun 2011. Semen Conch didukung oleh Conch Group yang memiliki pabrik dan
        distributor semen terbesar di Cina. Rencana keseluruhan kapasitas produksi Semen Conch di
        Indonesia adalah 25 juta ton.

        Hingga kini, PT Conch South Kalimantan Cement telah berinvestasi cukup besar di Indonesia
        untuk membentuk 8 perusahaan dan 7 sistem konstruksi proyek, dengan total kapasitas
        produksi semen tahunan sebesar 11,1 juta ton, menjadikannya grup perusahaan semen
        terbesar keempat di Indonesia. PT Conch South Kalimantan Cement juga akan membangun
        dua jalur produksi dengan produksi harian 3.200 ton, kapasitas penggilingan semen 3 juta ton
        per tahun dengan penguasaan pasar domestik yakni di Papua.


3.4.1.3 Semen Bosowa
        Semen Bosowa merupakan salah satu produsen Semen Portland Type 1 dengan kapasitas
        produksi 4.3 juta ton/tahun dengan jumlah Line Produksi sebanyak 2 Line, dengan cakupan
        wilayah kegiatan meliputi wilayah Indonesia dan ekspor ke berbagai negara di Asia dan Afrika.

                                                                                                        3-22
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 54
        Produk semen yang dihasilkan saat ini adalah semen Portland type 1 (OPC), semen portland
        pozzoland (PPC) dan semen composite portland (PPC).

        Saat ini, Semen Bosowa memiliki dua pabrik yakni pabrik yang terletak di Kabupaten Maros,
        Sulawesi Selatan, ini merupakan pabrik utama Bosowa Semen. Pabrik ini merupakan pabrik
        semen terintegrasi dan berada di lokasi tempat penambangan batu kapur yang merupakan
        bahan baku utama pembuatan semen sehingga memudahkan pengambilan bahan baku.
        Semen Bosowa memiliki visi memberikan produk yang berkualitas, Semen Portland Type I
        (jenis satu) yang dibuat dengan pabrik dengan teknologi canggih yang sesuai dengan standar
        mutu internasional serta didukung oleh sumber daya manusia yang handal dan ramah
        lingkungan.

        Pabrik Maros juga memproduksi clinker sendiri dengan kapasitas 4 juta ton per tahun dan
        semen dengan kapasitas produksi 4.2 juta ton per tahun. Dan pabrik yang terletak di
        Banyuwangi, Jawa Timur ini ditujukan bagi konsumen di Pulau Jawa, Bali dan Nusa Tenggara
        dengan kapasitas produksi semen 1.8 juta ton per tahun.



3.4.1.4 Semen Tiga Roda
        Semen Tiga Roda merupakan produk semen yang diproduksi oleh PT Indocement Tunggal
        Prakarsa Tbk. Dengan mengedepankan kualitas terbaik dan inovasi yang berbaur dengan
        alam, Semen Tiga Roda diproduksi guna memenuhi kebutuhan pembangunan di dalam dan
        luar negeri.

        Seiring berjalannya pembangunan dan bertambahnya kebutuhan, Indocement terus
        menambah jumlah pabriknya hingga dua belas pabrik. Pada 22 Februari 2013, Perseroan telah
        memulai perluasan Kompleks Pabrik Citeureup dengan penambahan lini produksi yang disebut
        Pabrik ke-14. Dengan penambahan Pabrik ke-14 maka jumlah pabrik Indocement saat ini
        adalah 13 pabrik. Sebagian besar pabrik berada di Pulau Jawa, 10 diantaranya berlokasi di
        Citeureup, Bogor, Jawa Barat, yang menjadikannya salah satu kompleks pabrik semen
        terintegrasi terbesar di dunia. Sementara dua pabrik lainnya ada di Palimanan, Cirebon, Jawa
        Barat, dan satu lagi di Tarjun, Kotabaru, Kalimantan Selatan. Dengan merek dagang “Tiga
        Roda”, Indocement menjual sekitar 18,7 juta ton semen di 2014, yang menjadikannya
        perusahaan entitas tunggal penjual semen terbanyak di Indonesia. Produk semen Perseroan
        adalah Portland Composite Cement (PCC), Portland Cement (PC Tipe I, II, dan V), Oil Well
        Cement (OWC), Semen Putih, and TR-30 Acian Putih. Melalui inovasinya, Indocement menjadi
        satu-satunya produsen Semen Putih di Indonesia. Indocement mempunyai 13 pabrik dengan
        total kapasitas produksi tahunan sebesar 25,5 juta ton semen.




                                                                                                       3-23
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 55
               Tabel 3-4: Laporan Keuangan PT Indocement Tunggal Perkasa Tbk




3.4.1.5 Semen Imasco Asiatic
        PT Semen Imasco Asiatic adalah sebuah perusahaan manufaktur semen yang termasuk dari
        bagian Hongshi Group asal China. Pabrik berlokasi di Desa Puger Wetan, Kabupaten Jember,
        Jawa Timur, Indonesia, dan memiliki deposit tambang siap pakai berkualitas tinggi dengan
        sumber daya batu kapur lebih dari 100 juta ton, sejak bulan Agustus 2020 sudah mengaktifkan
        jalur produksi semen dengan kapasitas output harian sebesar kurang dari 1.500.000 ton per
        tahun dan dilengkapi dengan sistem pembangkit listrik panas limbah murnih bersuhu rendah
        12 MW.

        PT Semen Imasco Asiatic memilik beberapa produk unggulan seperti Semen kemasan dan
        curah Semen Portland Komposit (PCC), Semen Portland (OPC) serta klinker komersial. Untuk
        distribusi luar pulau Jawa, produk memiliki kemasan dalam bentuk jumbo bag dan sling bag.


3.4.2   Pangsa Pasar

        Kompetisi dalam industri semen di Indonesia didominasi oleh 5 (lima) pemain besar, yaitu SIG
        (dimana Perseroan tergabung di dalamnya), Cemindo Gemilang, Semen Conch, Semen
        Bosowa, Semen Inasco Asiatic dan Semen Tiga Roda. Perseroan memiliki jaringan distribusi
        sendiri yakni Sumatera Selatan, Lampung, Jambi, Bengkulu dan Bangka Belitung.


                                                                                                       3-24
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 56
        Sedangkan kompetitor memiliki jaringan distribusi seperti, Cemindo Gemilang, Sumatera,
        Kalimantan, Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara serta Vietnam dan internasional. Semen Conch
        memiliki jaringan distribusi di Papua; Semen Bosowa dengan jaringan distribusi Pulau Jawa,
        Bali dan Nusa Tenggara dan juga Afrika; Semen Tiga Roda dengan jaringan distribusi di Pulau
        Jawa dan Kalimantan; dan Semen Imasco Asiatic dengan jaringan distribusi di Jawa Timur dan
        luar Jawa. Rata-rata harga ritel semen zak di Sumbagsel berkisar Rp55.000-Rp65.000 per 50
        kg, dimana Semen Merah Putih Rp59.000 per 50 kg, Semen Tiga Roda Rp65.000 per 50 kg,
        Semen Dynamix dan Semen Padang masing-masing Rp60.000 per 50 kg, dan Semen Conch
        Rp55.000 per 50 kg. Pangsa pasar produk Perseroan di wilayah Sumbagsel mencapai 34%,
        meningkat dibandingkan periode sebelumnya.



                  Gambar 3-13: Sebaran Pangsa Pasar Kompetitor Semen di Indonesia




                                       Sumber: Asosiasi Semen Indonesia


        Industri semen nasional hingga tahun 2022 mengalami penurunan demand sebesar 3,35% dari
        periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan demand terjadi hampir di seluruh wilayah
        yakni Pulau Sumatra (-5,72%), Pulau Jawa (-3,83%), Pulau Kalimantan (-0,23%), Pulau
        Sulawesi (-0,39%) dan Pulau Nusa Tenggara (-3,11%). Meski demikian, pertumbuhan terjadi
        pada bulan Desember 2022 di mana demand nasional meningkat 0,6% dari bulan November
        2022.

        Pada posisi akhir 2023, industri semen nasional mengalami peningkatan permintaan dengan
        persentase 3,6% dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya. Peningkatan
        permintaan terjadi pada sejumlah wilayah di Indonesia, meliputi Pulau Sumatra (5,4%), Pulau
        Jawa (0,6%), Pulau Kalimantan (22,1%), Pulau Bali dan Nusa Tenggara (13,1%) dan Indonesia
        Timur (5,8%), hanya Pulau Sulawesi yang turun (-3,5%). Permintaan semen pada wilayah
        Sumbagsel pada 2023 mengalami peningkatan sebesar 1,8%.




                                                                                                      3-25
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 57
                            Tabel 3-5: Volume Permintaan Semen Nasional




        Permintaan semen pada wilayah Sumbagsel pada 2023 mengalami peningkatan sebesar
        1,8%. Penurunan permintaan terjadi di wilayah Sumatera Selatan, Bangka Belitung serta
        Bengkulu. Sementara itu, terjadi peningkatan permintaan pada wilayah Jambi dan Lampung.



                    Tabel 3-6: Volume Permintaan Semen Wilayah Sumbagsel




        Menghadapi situasi eksternal dan telah bergabungnya Perseroan menjadi salah satu anak
        perusahaan SIG, maka data marketshare tersendiri untuk produk Semen Baturaja tidak
        tersedia, mengingat bahwa Asosiasi Semen Indonesia (ASI) telah mengakumulasikan seluruh
        volume penjualan seluruh produsen semen dibawah grup SIG menjadi satu kesatuan.

        Kondisi market share nasional pada posisi 31 Desember 2023 masih didominasi oleh Semen
        Indonesia Group (SIG), dengan market share grup produsen semen terbesar nasional tersebut
        mencapai 52%, disusul oleh Semen Tiga Roda mencapai 27%, selanjutnya Semen Conch dan
        Semen Merah Putih sebesar 7%, Semen Singa Merah mencapai 3%, SCG dan Bima 2%.
        Dengan bergabungnya Semen Baturaja ke dalam holding SIG pada akhir tahun 2022, volume
        penjualan dan market share SIG di tahun 2023 telah meningkat 3% dibanding tahun
        sebelumnya.




                                                                                                    3-26
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 58
                     Tabel 3-7: Produsen, Volume Penjualan dan Market Share




        Perseroan merupakan anak usaha dari SIG yang merupakan pemain terbesar pada industri
        semen di Indonesia dengan menguasai 50,9% pangsa pasar. SIG didukung dengan fasilitas
        produksi dan 19 distribusi yang luas, serta kekuatan finansial yang solid, dalam melayani
        semua pasar di Indonesia maupun pasar regional. Dengan dukungan tersebut, SIG memiliki
        kekuatan untuk mempertahankan penguasaannya di pasar dan membatasi pergerakan
        kompetitor di pasar. Indocement (INTP) menjadi pemain terbesar kedua di industri semen yang
        menguasai 28,8% pangsa pasar, lalu diikuti dengan pemain lainnya dengan total pangsa pasar
        sebesar 20,3%. Sebagai pemain terbesar, SIG memiliki peluang yang cukup tinggi untuk
        bersaing, baik dengan Indocement maupun perusahaan semen lainnya. Namun, pergerakan
        kompetitor di level pasar mikro bisa menjadi ancaman bagi SIG karena dominasi SIG tidak
        merata di seluruh wilayah. Penguatan strategi dengan mempertimbangkan kondisi pasar mikro
        menjadi langkah SIG dalam menghadapi ancaman pergerakan dari kompetitor di industri
        semen ini.




                                                                                                      3-27
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 59
BAB 4.          ASPEK TEKNIS


4.1     ANALISIS AKSESIBILITAS
        Rencana Proyek difungsikan sebagai salah satu saluran transaksi jual beli semen dengan
        konsep perjanjian royalti (lisensi) dengan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, PT Semen
        Padang, PT Semen Gresik, PT Semen Tonasa, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk dan PT Solusi
        Bangun Andalas. Wilayah operasi dan distribusi produk Perseroan saat ini meliputi Sumatera
        Selatan, Jambi, Bengkulu, Bangka Belitung, dan Lampung. Perseroan memiliki beberapa
        fasilitas produksi meliputi Integrated Plant I dan II serta Finish Mill dan Packing Unit. Finish Mill
        dan Packing Unit di Palembang memiliki jarak kurang lebih 6 km dari Pelabuhan Palembang
        (Dermaga GMP), sedangkan dari Gerbang Tol Kramasan yang menjadi akses keluar masuk
        Jalan Tol Palembang-Indralaya berjarak kurang lebih 6,4 km. Sedangkan dari lokasi Integrated
        Plant I dan II di Ogan Komering Ulu ke Finish Mill dan Packing Unit Palembang dapat diakses
        menggunakan Jalan Raya Tiga Gajah, sementara ke Finish Mill dan Packing Unit Lampung
        dapat diakses melalui jalan Yos Sudarso, Bandar Lampung.


                    Gambar 4-1: Wilayah Operasi, Distribusi dan Lini Bisnis Perseroan




4.2     KONSEP DASAR PENGEMBANGAN
        Rencana Proyek dikembangkan dengan konsep dasar sebagai alternatif saluran penjualan
        Perseroan. Sebagai alternatif saluran penjualan, Rencana Proyek bersifat komplemen dan
        bukan substitusi dari saluran penjualan yang telah ada.




                                                                                                                4-1
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 60
         Perseroan akan bermitra dengan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, PT Semen Padang,
         PT Semen Gresik, PT Semen Tonasa, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk dan PT Solusi Bangun
         Andalas untuk mengoperasikan Rencana Proyek.



4.2.1    Penjualan Semen Zak Merek Perseroan oleh Entitas Anak SIG Lain (Stream 2)

         Ketika ada potensi pasar produk Perseroan di luar pasar Perseroan sekarang maka entitas
         anak lain dapat memenuhi potensi pasar tersebut dengan memproduksi produk Perseroan dan
         didistribusikan melalui SIG, selanjutnya SIG akan memberikan royalti kepada Perseroan atas
         penggunaan trademark Perseroan.

         Proses bisnis dalam penjualan semen zak merek Perseroan oleh entitas anak lain dapat
         diuraikan sebagai berikut:
         a. Entitas anak lain memproduksi semen brand milik Perseroan.
         b. Entitas anak lain menyalurkan semen tersebut ke SIG.
         c.   SIG menyalurkan semen tersebut ke pelanggan.
         d. Perseroan mendapatkan royalti sebesar 2,5% atas penjualan semen brand milik Perseroan
              dari entitas anak lain.


        Gambar 4-2: Proses Penjualan Semen Zak Merek Perseroan Oleh Entitas Anak Lain




4.2.2    Penjualan Semen Zak Merek Entitas Anak SIG Lain oleh Perseroan (Stream 3)

         Ketika ada potensi pasar produk entitas anak lain di luar pasar entitas anak lain sekarang maka
         Perseroan dapat memenuhi potensi pasar tersebut dengan memproduksi produk entitas anak
         lain dan didistribusikan melalui SIG, selanjutnya SIG akan memberikan royalti kepada entitas
         anak lain atas penggunaan trademark entitas anak lain.
         Proses bisnis dalam penjualan semen zak merek entitas anak lain oleh Perseroan dapat
         diuraikan sebagai berikut:
         a. Bukan produk Perseroan
         b. Perseroan merilis produk mitra Perseroan.
         c.   Perseroan menyalurkan produk mitra ke SIG dan memperoleh pendapatan atas penjualan
              semen curah, biaya kantong dan biaya pengemasan.

                                                                                                           4-2
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 61
        d. SIG menyalurkan produk tersebut ke pelanggan.
        e. Mitra Perseroan mendapatkan royalti sebesar 2,5% dari harga jual produk yang dirilis
            Perseroan dari SIG.


      Gambar 4-3: Proses Penjualan Semen Zak Merek Entitas Anak Lain Oleh Perseroan




4.3     TEKNOLOGI YANG DIGUNAKAN

        Proses pembuatan semen yang dilakukan pada Perseroan menggunakan proses kering (dry
        process). Proses produksi ini dimulai dari penyediaan bahan mentah, penggilingan bahan
        mentah, pembakaran, pendinginan klinker, penggilingan klinker, dan pengantongan semen.
        Secara garis besar, proses produksi semen adalah sebagai berikut:

        1. Penambangan dan penyimpanan bahan mentah
            Bahan baku utama diekstrak dari pertambangan dengan peledakan atau dengan
            penghancuran menggunakan mesin berat. Kemudian bahan baku diangkut dari
            pertambangan menggunakan truk/alat-alat berat. Bahan baku yang berasal dari
            pertambangan umumnya masih dalam bentuk batuan besar, oleh karena itu dibutuhkan
            proses penghancuran bahan baku ke ukuran yang lebih kecil. Bahan baku kemudian
            disimpan dalam penyimpanan.

        2. Proses homogenisasi campuran
            Selanjutnya dilakukan proses homogenisasi dan penambahan pasir silika dan bijih besi ke
            dalam campuran.

        3. Pre-Heating
            Proses pemanasan awal dari campuran membutuhkan panas dengan suhu sekitar 500 oC
            dan biasanya panas yang digunakan berasal dari residu udara panas proses pendinginan.

        4. Calcining
            Campuran selanjutnya melalui proses kalsinasi dalam kiln. Dalam proses kalsinasi,
            campuran dipanaskan menggunakan api langsung dengan suhu sekitar 1300 oC hingga
            1500 oC. Dalam proses ini, kalsium karbonat dari batu gamping akan bereaksi dengan

                                                                                                      4-3
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 62
            panas menjadi kalsium dan karbon dioksida. Kalsium kemudian akan bereaksi dengan
            tanah liat dan pasir sehingga terbentuklah suatu material yang disebut clinker.

        5. Cooling
            Clinker didinginkan menggunakan fan hingga suhu di bawah 100 oC. Udara panas yang
            dihasilkan digunakan sebagai energi untuk proses pre-heating. Kemudian clinker disimpan
            sementara pada clinker storage silo.

        6. Mixing
            Clinker dicampur dengan zat aditif lainnya seperti gipsum, abu vulkanik, dan pozzolan
            berdasarkan sifat semen yang diinginkan. Kemudian campuran digiling di ball mill. Setelah
            itu campuran disimpan dalam silo penyimpanan semen.

        7. Loading/Packing

                     Gambar 4-4: Teknologi Pembuatan Semen di Perseroan




4.4     PERENCANAAN TEKNIS
        Sebagai perusahaan dengan kegiatan usaha utama di bidang persemenan, Perseroan
        memproduksi empat jenis semen, sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan.
        Keempat jenis semen tersebut adalah sebagai berikut:



                                                                                                        4-4
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 63
        ▪   Ordinary Portland Cement (OPC) Type I
            Jenis Portland Tipe I digunakan untuk pemakaian secara umum, tidak memerlukan
            persyaratan khusus seperti dipersyaratkan pada tipe lainnya (gedung bertingkat, jalan,
            jembatan, dll). OPC Tipe I mempunyai keunggulan karena cepat kering, memiliki daya
            rekat yang kuat, hasil adukan yang tidak mudah retak dan kekuatan tekan yang baik.
            Adapun sertifikat produk penggunaan tanda SNI Nomor 069/BSPJI-Palembang/MS.1/
            XI/2022 tipe/jenis produk Ordinary Portland Cement (OPC) Tipe I berlaku mulai 22 Maret
            2022 sampai dengan 21 Maret 2026.
        ▪   Ordinary Portland Cement (OPC) Type II
            Jenis Portland Tipe II digunakan untuk pemakaian yang membutuhkan ketahanan terhadap
            sulfat dan panas hidrasi sedang. OPC Tipe II biasanya diaplikasikan pada bangunan yang
            letaknya di pinggir laut, tanah rawa, dermaga, saluran irigasi dan bendungan. Adapun
            sertifikat produk penggunaan tanda SNI Nomor 032/BSKJI/Baristand-Palembang/
            MS.1/III/2022 tipe/jenis produk Ordinary Portland Cement (OPC) Tipe II berlaku mulai 22
            Maret 2022 sampai dengan 21 Maret 2026.
        ▪   Ordinary Portland Cement (OPC) Type V
            Jenis Portland Tipe V digunakan untuk pemakaian yang membutuhkan ketahanan
            terhadap sulfat yang tinggi. OPC Tipe V biasanya diaplikasikan pada bangunan konstruksi
            di bawah air, pelabuhan, terowongan, kawasan tambang, bangunan Instalasi Pengolahan
            Air Limbah (IPAL) dan project geothermal. Adapun sertifikat produk penggunaan tanda SNI
            Nomor 033/BSKJI/Baristand-Palembang/ MS.1/III/2022 tipe/jenis produk Semen Portland
            Type V berlaku mulai 22 Maret 2022 sampai dengan 16 Juli 2026.
        ▪   Portland Composite Cement (PCC)
            Jenis PCC ditujukan untuk pemakaian secara umum dan untuk semua mutu beton. Selain
            itu, juga digunakan untuk struktur bangunan bertingkat sampai dengan gedung bertingkat
            tinggi, struktur bangunan di tepi pantai dan bangunan pada tanah rawa/tanah berasam,
            struktur jembatan dan jalan beton, struktur bangunan irigasi, bata beton (paving block),
            genteng beton, beton pracetak dll dan pengerjaan pasangan bata, plesteran dan acian.
            PCC mempunyai keunggulan karena memiliki panas hidrasi lebih rendah sehingga akan
            lebih mudah dalam proses pengerjaan dan dapat menghasilkan permukaan beton serta
            plester yang lebih rapat dan halus. PCC juga memiliki daya rekat yang kuat, kedap air dan
            kekuatan tekan yang baik. Adapun sertifikat produk penggunaan tanda SNI Nomor
            068/BSPJI-Palembang/MS.1/ XI/2022 tipe/jenis produk Portland Komposit berlaku mulai
            31 Mei 2021 sampai dengan 18 Juni 2025.
        ▪   Baturaja Mortar
            Semen Mortar atau yang lebih dikenal dengan Baturaja Mortar merupakan jenis produk
            semen instan milik Perseroan yang diformulasikan dengan fungsi dan kegunaan spesifik.
            Penggunaan Baturaja Mortar sangat mudah karena penggunaannya tidak perlu
            penambahan material lain, tapi dapat langsung diaplikasikan hanya dengan menambahkan
            air secukupnya. Semen instan ini dapat menjadi bahan bangunan alternatif pengganti


                                                                                                        4-5
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 64
            adukan semen-pasir konvensional. Kelebihan dari penggunaan mortar yaitu aplikasi lebih
            tipis, sehingga lebih hemat pemakaian, serta menggunakan aditif khusus untuk
            meningkatkan kualitas. Baturaja Mortar memiliki banyak keunggulan karena lebih praktis,
            berkualitas dan efisien. Produk ini terdiri dari 5 (lima) varian: perekat keramik, pasangan
            bata dan plesteran, pasangan bata ringan, acian abu-abu dan acian putih yang tersedia
            dalam kemasan zak 40 kilogram dan 25 kilogram.
            1. Mortar perekat keramik merupakan jenis semen perekat instan untuk keramik, granit,
                marmer, mosaik, dan batu alam pada lantai maupun dinding. Mortar perekat keramik
                memiliki daya rekat kuat, praktis, hemat, dapat diaplikasikan untuk bidang yang tidak
                rata.
            2. Mortar pasangan bata dan plesteran merupakan jenis semen perekat instan untuk
                pemasangan bata merah dan plesteran pada dinding bata serta beton. Mortar
                pasangan bata dan plesteran memiliki daya rekat kuat, praktis, hemat, dapat dilakukan
                pengacian setelah 5 (lima) jam.
            3. Mortar pasangan bata ringan merupakan jenis semen perekat instan untuk
                pemasangan bata ringan. Mortar pasangan bata ringan memiliki daya rekat kuat,
                praktis, hemat, dapat dilakukan plester setelah 24 jam.
            4. Mortar acian merupakan jenis semen acian instan untuk permukaan dinding plester,
                konkret serta dapat diaplikasikan untuk keperluan indoor. Mortar acian menghasilkan
                acian yang halus, mencegah adanya retak rambut, memiliki daya rekat yang baik,
                praktis, hemat, efisien dan dapat langsung di cat setelah 24 jam.
            5. Mortar acian putih merupakan jenis semen acian instan untuk permukaan dinding
                plester, konkret serta dapat diaplikasikan untuk keperluan indoor maupun outdoor.
                Mortar acian putih menghasilkan acian yang halus, mencegah adanya retak rambut,
                memiliki daya rekat yang baik, praktis, hemat, efisien dan dapat langsung dicat setelah
                24 jam.
        ▪   White Clay
            White Clay atau Tanah Liat Putih merupakan salah satu produk turunan yang dihasilkan
            oleh Perseroan. White Clay diperoleh langsung dari proses penambangan di area milik
            Perseroan dan digunakan sebagai salah satu bahan dalam proses pembuatan keramik dan
            pupuk NPK. Berikut tahapan dan penjelasan dalam pembuatan semen.
            1. Quarry; Tahap pertama dari pembuatan semen ialah melakukan penambangan batu
                kapur dan tanah liat sebagai bahan baku utama di quarry milik Perseroan.
                Penambangan batu kapur dilakukan dengan cara peledakan dan surface miner,
                sedangkan untuk memperoleh tanah liat dilakukan dengan cara pengerukan.
                Selanjutnya batu kapur dan tanah liat diangkut ke crusher dengan dump truck.
            2. Crusher; Di tahap ini, batu kapur dan tanah liat mengalami pengecilan ukuran sampai
                dengan 8 cm untuk kemudian disimpan di stock pile (storage).
            3. Storage; Hasil dari proses penambangan, yakni batu kapur dan tanah liat ditampung
                dalam storage untuk selanjutnya dilakukan proses prehomogenisasi yang disebut


                                                                                                          4-6
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 65
                reclaimer. Proses prehomogenisasi di reclaimer adalah proses yang sangat penting
                untuk menjamin kualitas dari produk yang dihasilkan baik dari raw meal hingga produk
                akhir yaitu semen.
            4. Raw Mill; Batu kapur dan tanah liat yang ada di stock pile, kemudian dimasukkan ke
                dalam raw mill ditambahkan pasir besi dan pasir silika untuk digiling dan dikeringkan
                menjadi raw meal. Raw meal atau tepung baku adalah bahan baku untuk pembuatan
                terak (clinker). Raw meal memiliki tekstur seperti powder yang fisiknya mempunyai
                kehalusan tertentu. Raw meal mempunyai sifat fisika dan sifat kimia tertentu yang
                dijadikan parameter kontrol kualitas produk. Sifat kimia digunakan sebagai pengatur
                proporsi bahan-bahan yang diumpankan ke dalam proses. Raw meal dihasilkan dari
                sebuah sistem peralatan yaitu raw mill plant yang terdiri dari alat-alat utama, sistem
                transportasi dan alat-alat separasi untuk kemudian disimpan di raw meal silo.
            5. Pemanasan dan Pembakaran (Kiln); Raw meal yang sudah jadi dan disimpan dalam
                CF Silo digunakan sebagai umpan kiln (kiln feed) yang mengalami beberapa tahap
                proses sebelum akhirnya menjadi terak, yakni melalui sistem pendinginan dan alat
                transportasi untuk disimpan di silo terak. Dalam tahap ini, terjadi proses pembakaran
                yang menggunakan bahan bakar batu bara, yang telah digiling dan dikeringkan melalui
                coal mill. Sebagian terak digunakan oleh cement mill Baturaja dan juga cement mill di
                Palembang dan Panjang. Terak untuk Cement mill di Palembang diangkut dengan
                kereta api dan truk sedangkan terak untuk cement mill di Panjang menggunakan
                angkutan truck dan kereta untuk diproses menjadi semen curah.
            6. Penggilingan Clinker (Cement Mill); Terak yang dikirim dari Silo Terak Baturaja digiling
                di cement mill dengan menambahkan gypsum dan bahan ketiga. Material ini bersama-
                sama diumpankan ke cement mill kemudian mengalami proses penggilingan dengan
                produk akhir berupa semen OPC Tipe I dan PCC. Sementara itu, untuk memproduksi
                jenis OPC tipe II dan OPC tipe V, terak hanya digiling dengan gypsum. Setelah didapat
                semen yang berkualitas maka semen tersebut disimpan melalui silo semen kemudian
                dipindahkan ke bin semen melalui air slide, belt conveyor, dan vibrating screen.
                Keluaran dari silo semen berupa semen curah, yang sebagian dijual dalam bentuk
                semen curah dengan alat transportasi berupa mobil kapsul dan gerbong kereta kapsul
                ke Palembang, Baturaja, dan Lampung dan sebagian dikemas di Packing Plant.
            7. Pengantongan Semen (Packing Plant); Packing plant adalah sebuah kombinasi mesin
                dari alat angkut sampai ke packer. Packer berfungsi untuk melakukan pembungkusan
                atau pengepakan semen bungkus atau zak sesuai timbangan berat yang ditetapkan.
                Packer merupakan unit terakhir dari proses produksi dari suatu pabrik semen di mana
                produk packer yang telah dikemas berupa semen zak 50 kg dan big bag 1 ton
                dipasarkan di Sumatra Selatan, Lampung, Bengkulu, Jambi, Bangka Belitung, dan
                Kalimantan Barat.




                                                                                                          4-7
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 66
                          Gambar 4-5: Proses Produksi Semen Perseroan




                                           Sumber: Perseroan



        Kapasitas terpasang plant Baturaja 2:
        ▪   Packer sebesar 480 Tph;
        ▪   Cement mill sebesar 350 Tph;
        ▪   Unburn silo sebesar 1.000 Ton;
        ▪   Cement silo 01 sebesar 10.000 Ton;
        ▪   Cement silo 02 sebesar 10.000 Ton;
        ▪   Cement silo 03 sebesar 10.000 Ton;
        ▪   Clinker silo 01 sebesar 50.000 Ton.

        Kapasitas terpasang plant Palembang:
        ▪   Packer sebesar 120 Tph;
        ▪   Buffer Emplacement KA sebesar 2.000 Ton;
        ▪   Silo Clinker sebesar 8.500 Ton;
        ▪   Cement silo 1 sebesar 2.500 Ton;
        ▪   Cement silo 2 sebesar 2.500 Ton;
        ▪   Cement mill sebesar 50 Tph;
        ▪   Jetty plant Palembang sebesar 8.500 Ton.

        Kapasitas terpasang plant Panjang:
        ▪   Packer sebesar 120 Tph;

                                                                        4-8
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 67
        ▪    Buffer Emplacement KA sebesar 1.160 Ton;
        ▪    Clinker Silo sebesar 8.500 Ton;
        ▪    Cement silo 1 sebesar 2.500 Ton;
        ▪    Cement silo 2 sebesar 2.500 Ton;
        ▪    Cement mill sebesar 50 Tph.

        Kapasitas simpanan buffer lubuk linggau:
        ▪    Buffer linggau 1.500 ton yang mulai beroperasi 1 Agustus 2022.



        Kapasitas terpasang loading timbang:
                                                                                    Asal Semen
                                                        Satuan
                                                                   PBR 1         PBR 2             PPJ        PPG
        Volume max                                       Ton         80           100              60             60
        Jumlah Timbangan                                 Unit         2             2               1             2
                               10, 20, & 30 Ton                       ✓            ✓               ✓              ✓
        Jenis Armada
                               Trailer 50 Ton                         ✓            ✓                x             x
                               Panjang                  Meter       18,00        18,00         12,40          12,00
        Dimensi
                               Lebar                    Meter       3,00          3,40         3,40           3,50

        Kapasitas terpasang loading semen:
                                                                 Kapasitas         Realisasi
               Plant           Facilities     Kemasan     Sat                                              Note
                                                                 Terpasang Volume       Jam Oper
        Plant Baturaja 1   Packer                Zak      Tph       180        165           17     Based data Des 2022
                           Outlet Curah         Curah     Tph       150        120           24     Based data Des 2022
                           Palletizer            Zak      Tph        60         20           17     Based data Jan 2023
        Plant Baturaja 2   Packer                Zak      Tph       480        285           17     Based data Des 2022
                           Outlet Curah PCC     Curah     Tph       300        240           24     Based data Ags 2022
                           Outlet Curah OPC     Curah     Tph       150        120           17     Based data Ags 2022
        Plant Palembang    Packer                Zak      Tph       120         30           8      Based data 2019
                           Outlet Curah PCC     Curah     Tph        60         60           16     Based data Sep 2022
                           Outlet Curah OPC     Curah     Tph        60         45           16     Based data Sep 2022
        Plant Panjang      Packer                Zak      Tph       120       65,6           8      Based data Des 2022
                           Outlet Curah PCC     Curah     Tph        60         60           16     Based data Sep 2022
                           Outlet Curah OPC     Curah     Tph        60         45           16     Based data Sep 2022




4.5     KETERSEDIAAN DAN KUALITAS SUMBER DAYA

4.5.1   Bahan Baku

        Bahan baku produk semen Perseroan berupa batu kapur dan tanah liat yang didapatkan dari
        lokasi pertambangan batu kapur dan tanah liat milik Perseroan yang berlokasi sekitar 1,2 km
        dari pabrik di Baturaja. Seiring dengan perkembangan usahanya, Perseroan meningkatkan
        kapasitas terpasang hingga 500.000 ton semen per tahun melalui investasi peralatan pada
        tahun 1992. Di saat yang sama, Perseroan juga menjalankan Proyek Optimalisasi I (OPT I)
        dengan masa pembangunan selama 2 (dua) tahun, sehingga kapasitas terpasang menjadi
        550.000 ton semen per tahun.
        •    Konsesi penambangan batu kapur. Ijin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi
             diterbitkan pada tanggal 11 September 2023. Jumlah sumber daya yang tersedia adalah


                                                                                                                          4-9
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 68
            270 juta ton dengan kualitas kandungan karbonat yang tinggi. Cadangan ini mampu
            mendukung operasional Perseroan hingga 60 tahun ke depan.
        •   Perseroan dan PT Dahana (Persero) bersepakat dengan menandatangani kontrak
            perjanjian peledakan batu kapur sebanyak 4.350.000 ton sebesar Rp30.450.000.000
            dengan rincian harga sebesar Rp7.000 (dalam Rupiah penuh) per ton.


4.5.2   Bahan Pendukung

        Bahan pendukung terkait Rencana Proyek terutama berupa pasir silika, pasir besi, batu bara,
        abu terbang (fly ash dari sisa pembakaran batubara) dan pozzolan. Pasir silika dan pasir besi
        dicampur dengan raw mill yang sudah diisi batu kapur dan tanah liat untuk digiling dan
        dikeringkan menjadi raw meal. Raw mill melalui proses pembakaran yang menggunakan bahan
        bakar batu bara, yang telah digiling dan dikeringkan melalui coal mill. Fly ash dalam bahan
        baku klinker semen berguna untuk menggantikan sebagian tanah liat atau serpih (shale) dalam
        campuran untuk pembuatan semen klinker. Sedangkan penggunaan pozzolan sebagai
        alternatif pengganti silika guna menjaga komposisi SiO2/Al2O3 raw meal tetap baik.


4.5.3   Sumber Daya Manusia

        Perseroan menyadari peran penting karyawannya yang kompeten dalam menjaga
        keberlanjutan usaha. Dukungan karyawan yang kompeten merupakan faktor utama dalam
        mendorong pengembangan bisnis Perseroan khususnya terkait Rencana Transaksi. Jumlah
        karyawan Perseroan mencapai 880 orang karyawan.

        Perseroan menyadari bahwa keberlanjutan usaha Perseroan, sangat ditentukan dengan
        pengelolaan dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan berkualitas,
        sesuai dengan kebutuhan serta perkembangan lingkungan bisnis. Pengelolaan dan
        pengembangan kompetensi SDM yang tepat dan berkesinambungan, terus dilakukan
        Perseroan dalam mengembangkan talenta yang berkualitas dan berkompeten agar tetap
        adaptif terhadap setiap perubahan lingkungan bisnis. Perseroan terus melakukan berbagai
        program dalam mengembangkan kapabilitas dan kompetensi karyawan, untuk memenuhi
        kebutuhan Perseroan dalam menghadapi setiap perkembangan lingkungan bisnis.

        Perseroaan senantiasa melakukan pengelolaan dan pengembangan SDM yang terintegrasi
        dengan visi, misi, dan strategi Perseroan, serta senantiasa berupaya untuk terus melakukan
        peningkatan kualitas pengelolaan SDM agar dapat mendukung perkembangan bisnis, dengan
        tetap mengacu pada peraturan perundang-undangan dan best practices pengelolaan SDM
        yang berlaku, baik itu domestik maupun internasional. Di samping itu, dalam rangka menjawab
        setiap tantangan dan tahapan perkembangan bisnis Perseroan, SDM SMBR senantiasa
        didorong untuk dapat menguasai teknologi yang dibutuhkan, untuk memperkuat dan
        meningkatkan kinerja Perseroan.




                                                                                                        4-10
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 69
        Dalam rangka menciptakan SDM yang unggul dan berkualitas, Perseroan bersama 9 BUMN
        Karya telah membentuk Indonesia Infrastructure Learning Institute (I2LI) yang berfokus pada
        pelatihan general school dan Indonesia Infrastructure Research and Innovation Institute (I2RI)
        yang fokus pada riset dan inovasi. Dua lembaga ini berfungsi sebagai tempat pelatihan,
        pembelajaran, dan praktik, untuk meningkatkan keahlian dan kompetensi SDM.

        Di samping itu, terkait dengan pengelolaan SDM, Perseroan juga telah memanfaatkan
        perkembangan teknologi, dengan membuat aplikasi Knowledge Management System sebagai
        media bagi karyawan untuk berbagi pengetahuan termasuk memaksimalkan E-Learning
        System sebagai sarana untuk mengurangi training dengan pertemuan fisik. Selain itu,
        Perseroan juga telah menerbitkan Kamus Kompetensi Jabatan yang digunakan sebagai dasar
        pengelolaan SDM yang terukur dan sistematis. Di mana Kamus tersebut berisi tentang daftar
        kriteria dan jenis seluruh kompetensi yang ada di Perseroan, beserta definisi kompetensi dan
        indikator perilaku untuk setiap level kecakapan/kompetensi.

        Sementara itu, dalam rangka menciptakan keselarasan antara kapabilitas dan kompetensi
        SDM yang dimiliki Perseroan, dengan rencana pengembangan usaha ke depan sesuai dengan
        visi dan misi Perseroan, Perseroan senantiasa melakukan pengkajian ulang terhadap setiap
        kebijakan pengelolaan SDM, di tengah perkembangan lingkungan bisnis.



                Gambar 4-6: Struktur Organisasi Induk Perseroan per 31 Desember 2023




        Sebagai informasi, struktur organisasi dan tenaga ahli professional mengalami
        perubahan per tanggal 1 Maret 2024.




                                                                                                         4-11
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 70
                     Gambar 4-7: Struktur Organisasi Induk Perseroan per 1 Maret 2024




4.5.4   Tenaga Ahli Profesional per 31 Desember 2023

        Terkait dengan Rencana Proyek, Perseroan menempatkan tenaga ahli kunci yang memiliki
        pengalaman sebagai berikut:
        ▪   Vice President of Internal Audit Hari Liandu, Warga Negara Indonesia, berusia 46 tahun,
            adalah lulusan S1 Akuntansi, Universitas Jambi (1996). Sebelumnya pernah menjabat
            sebagai Vice President Management Accounting & ICT (2022-2023), Vice President
            Accounting & Finance (2018-2022) dan Vice President Management Accounting (2018-
            2019).

        ▪   Direktur Utama PT Baturaja Daya Insani TK Vice President Jogy Alpha Mediarta Gumay,
            Warga Negara Indonesia, berusia 44 tahun. Sebelumnya pernah menjabat sebagai Vice
            President Research & Engineering (2022), Staf Direktur Produksi & Pengembangan
            Ditugaskan Sebagai Ketua TPM Promotor Tk Vice President (2021-2022), Vice President
            SSHE (2019-2021) dan Vice President QSHE (2018-2019).

        ▪   Vice President of Corporate Secretary Basthony Santri, Warga Negara Indonesia, berusia
            42 tahun. Sebelumnya pernah menjabat sebagai Staf Direktur Umum & SDM Tk Vice
            President (2023), Direktur PT Baturaja Multi Usaha Tk Vice President (2020-2023) dan
            Vice President Corporate Secretary (2018-2020).

        ▪   Vice President of Risk Management Heru Rusdiansyah, Warga Negara Indonesia, berusia
            47 tahun, adalah lulusan Magister (S2) Manajamen Keuangan, Universitas Sriwijaya
            (2017). Sebelumnya pernah menjabat sebagai Vice President of Risk Management (2022-

                                                                                                      4-12
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 71
            2023), Vice President Human Resource & General Affair (2020-2022) dan Vice President
            Human Resource (2018-2020).

        ▪   Vice President of Mining Merangkap Vice President of Maintenance Muhammad Beni,
            Warga Negara Indonesia, berusia 46 tahun, adalah lulusan Magister (S2) Manajemen
            Universitas Sriwijaya (2019). Sebelumnya pernah menjabat sebagai Vice President of
            Mining (2023), Vice President Research & Engineering Merangkap Vice President Mining
            (2023), Vice President Research & Engineering (2022-2023) dan Vice President Sales
            Area 2 (2021-2022).

        ▪   Vice President of Procurement Taufik, Warga Negara Indonesia, berusia 46 tahun, adalah
            lulusan Magister (S2) Manajemen, Universitas Sriwijaya (2020). Sebelumnya pernah
            menjabat sebagai Vice President Operation I Merangkap Vice President QSHE (2018) dan
            Ka. Departemen Operasi (2017-2018).

        ▪   Vice President of Production Maintenance Planning & Evaluation Merangkap Vice
            President of Production Eko David Irawan, Warga Negara Indonesia, berusia 47 tahun,
            adalah lulusan Sarjana (S1) Teknik Elektro, Universitas Baturaja (2021). Sebelumnya
            pernah menjabat sebagai Vice President of Research & Engineering (2023), Vice President
            Sales Area 2 (2022-2023) dan Vice President Sales Area 3 (2021-2022).

        ▪   Vice President of Marketing Merangkap Vice President of Sales Area 1, Vice President of
            Sales Area 2, Ditugaskan PGS General Manager of Retail Sales Regional II PT Semen
            Indonesia (Persero) Tbk Kartha Kurniadi, Warga Negara Indonesia, berusia 50 tahun.
            Sebelumnya pernah menjabat sebagai Vice President of Marketing (2023), Vice President
            of Marketing merangkap Vice President of Sales Area 2 (2023), Vice President Marketing
            (2022-2023) dan Vice President Sales (2021-2022).

        ▪   Vice President of Human Resource & General Affair Fitria Margaretha, Warga Negara
            Indonesia, berusia 45 tahun, adalah lulusan Magister (S2) Manajemen, Universitas
            Sriwijaya (2020). Sebelumnya pernah menjabat sebagai Vice President of Risk
            Management (2022-2023), Vice President Human Resource & General Affair (2020-2022)
            dan Vice President Human Resource (2018-2020).

        ▪   Vice President of Accounting & Finance Doddy Irawan, Warga Negara Indonesia, berusia
            44 tahun, adalah lulusan Magister (S2) Manajemen Keuangan, Universitas Sriwijaya
            (2022). Sebelumnya pernah menjabat sebagai Vice President Corporate Secretary (2020-
            2023), Vice President Logistic (2019-2020) dan Vice President Marketing (2018-2019) di
            Perseroan.

        ▪   Staf Direktur Utama Ditugaskan di Anak Perusahaan PT Baturaja Multi Usaha TK Vice
            President A. Faisal Ramadhan, Warga Negara Indonesia, berusia 42 tahun, adalah lulusan
            Magister (S2) Pemasaran, Universitas Sriwijaya (2022). Sebelumnya pernah menjabat
            sebagai Staf Direktur Utama ditugaskan Pengawasan Monitoring dan Evaluasi PT BMU
            dan Piutang Usaha Perusahaan Tk Vice President (2023), Staf Direktur Utama ditugaskan

                                                                                                      4-13
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 72
            di Anak Usaha Perusahaan PT BMU Tk Vice President, Vice President Accounting &
            Finance (2022-2023) dan Vice President Management Accounting & ICT (2021-2022).

        ▪   Vice President of Performance Management Office Tarida Tambunan, Warga Negara
            Indonesia, berusia 41 tahun, adalah lulusan Sarjana (S1) Akuntansi Universitas Sriwijaya
            (2005). Sebelumnya pernah menjabat sebagai Vice President Marketing (2020-2022).

        ▪   Direktur Utama Dana Pensiun Karyawan Semen Baturaja TK Vice President Erni Kurniati,
            Warga Negara Indonesia, berusia 54 tahun. Sebelumnya pernah menjabat sebagai Staf
            Vice President Level Accounting & Finance Ditugaskan di Dana Pensiun Tk. Senior
            Manager (2018-2019) dan Staf Dept Keuangan ditugaskan pada DPKSB Tk Ka Biro.

        ▪   Direktur PT Baturaja Multi Usaha TK Vice President Hendry Irawan Manuhutu, Warga
            Negara Indonesia, berusia 40 tahun. Sebelumnya pernah menjabat sebagai Vice President
            Mining (2022-2023), PJ Vice President Mining (2020-2022), PJS Vice President Mining Tk
            PJ Senior Manager (2019-2020), Senior Manager Mining (2018-2019), Senior Manager
            Exploration (2018) dan Kepala Bagian Eksplorasi dan Perencanaan Tambang (2013-
            2018).

        ▪   Vice President of Logistic Ade Chitra Kusuma, Warga Negara Indonesia, berusia 45 tahun,
            adalah lulusan Sarjana (S1) Ekonomi, Universitas Sriwijaya (2001). Sebelumnya pernah
            menjabat sebagai Staff Direktur Pemasaran Tingkat VP Ditugaskan di Logistic (2020), Vice
            President Corporate Services Management (2019-2020) dan Vice President Management
            Accounting (2018-2019).

        ▪   Direktur Keuangan & SDM PT Baturaja Daya Insani TK Vice President Muhammad Yunus,
            Warga Negara Indonesia, berusia 48 tahun, adalah lulusan Magister (S2) Manajemen
            Universitas Indo Global Mandiri (2020). Sebelumnya pernah menjabat sebagai Staf
            Direktur Utama ditugaskan di Perusahaan Afiliasi Dana Pensiun SMBR Tingkat VP (2023),
            Staf Direktur Utama ditugaskan Pengawasan Monitoring dan Evaluasi Efektifitas Fungsi
            Pemasaran, Penjualan dan Logistik yang terintegrasi dengan SIG Tingkat VP (2023), PJ
            VP Internal Audit (2022-2023), Staf Direktur Pemasaran Tingkat VP (2020-2022), Vice
            President Logistic (2019-2020) dan Vice President Marketing (2018-2019) di Perseroan.




                                                                                                       4-14
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 73
BAB 5.             ASPEK POLA BISNIS


5.1     POLA BISNIS
        Terdapat 4 (empat) pola bisnis penjualan semen di Perseroan saat ini, yang disebut sebagai
        Stream 1, Stream 2, Stream 3, dan Stream 4. Rencana Proyek berkaitan dengan perubahan
        pola bisnis pada Stream 2 dan Stream 3. Sementara pola bisnis Stream 1 dan Stream 4 tidak
        mengalami perubahan. Empat pola bisnis penjualan semen di Perseroan adalah sebagai
        berikut:
        •    Penjualan Semen Zak Brand Milik Perseroan oleh Perseroan ke SIG Sebagai
             Distributor Tunggal (Stream 1).
             Semen zak produksi Perseroan dijual ke pelanggan melalui SIG sebagai distributor. Pola
             bisnis ini tidak berubah bila membandingkan tanpa Rencana Proyek dan dengan Rencana
             Proyek.


                                Gambar 5-1: Pola Bisnis Stream 1




        •    Penjualan Semen Zak Brand Milik Perseroan oleh Entitas Anak Lain (Pendapatan
             Royalti) (Stream 2).
             Ketika ada potensi pasar produk Perseroan di luar pasar Perseroan sekarang maka entitas
             anak lain dapat memenuhi potensi pasar tersebut dengan memproduksi produk Perseroan
             dan didistribusikan melalui SIG, selanjutnya entitas anak lain akan memberikan royalti
             2,5% dari penjualan kepada Perseroan atas penggunaan merek milik Perseroan. Pola
             bisnis Stream 2 tanpa Rencana Proyek pada dasarnya telah pula dijalankan Perseroan,
             dengan pola maklon, dimana Perseroan akan memberikan kompensasi atas produksi
             semen zak oleh entitas anak lain dan menentukan harga jualnya. Sehingga pendapatan
             Perseroan dari pola bisnis Stream 2 tanpa Rencana Proyek adalah selisih antara harga
             jual dengan harga beli semen.




                                                                                                       5-1
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 74
                                 Gambar 5-2: Pola Bisnis Stream 2




            Besaran persentase nilai royalti sebesar 2,5% merupakan rentang persentase yang wajar
            berdasarkan kajian Penentuan Harga Transfer Transaksi Royalti yang dilakukan oleh
            PT Pratama Indomitra Konsultan (sebagai konsultan independent), sehingga menurut kami
            masih wajar.


        •    Penjualan Semen Zak Brand Bukan Milik Perseroan oleh Perseroan ke SIG
             (Stream 3).
             Ketika ada potensi pasar produk entitas anak lain di luar pasar entitas anak lain sekarang
             maka Perseroan dapat memenuhi potensi pasar tersebut dengan memproduksi produk
             entitas anak lain dan didistribusikan melalui SIG dengan ditambahkan margin 3,5%,
             selanjutnya Perseroan akan memberikan royalti 2,5% dari penjualan kepada entitas anak
             lain atas penggunaan merek milik entitas anak lain. Pola bisnis Stream 3 tanpa Rencana
             Proyek pada dasarnya telah pula dijalankan Perseroan, dengan pola maklon, dimana
             Perseroan akan menerima pendapatan berupa kompensasi atas produksi semen zak
             untuk entitas anak lain.


                                 Gambar 5-3: Pola Bisnis Stream 3




                                                                                                          5-2
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 75
        Asumsi margin sebesar 3,5% merupakan rentang margin yang wajar berdasarkan kajian
        transaksi mega distributor yang dilakukan oleh PT RSM Indonesia Konsultan (sebagai
        konsultan independent). Margin tersebut ditentukan oleh manajemen Perseroan berdasarkan
        pertimbangan bahwa Perseroan tidak melakukan aktivitas promosi atas produk yang dihasilkan
        dan biaya operasional penjualan, sehingga menurut kami besaran margin masih dalam rentang
        kisaran wajar.




        •    Penjualan Semen Curah dari Perseroan ke SIG ataupun Entitas Anak Lain
             (Stream 4).
             Semen curah produksi Perseroan dijual ke pelanggan melalui SIG sebagai distributor.
             Pola bisnis ini tidak berubah bila membandingkan tanpa Rencana Proyek dan dengan
             Rencana Proyek.




                                Gambar 5-4: Pola Bisnis Stream 4




5.2     KEUNGGULAN KOMPETITIF
        Industri semen memiliki entry barrier, beberapa diantaranya: kebutuhan modal besar, regulasi
        lingkungan, dan tingkat persaingan. Kompetisi pemain semen eksisting di Indonesia sudah
        menciptakan kondisi over supply dimana utilisasi produksi hanya mencapai 55% (di tahun
        2023). Hal ini menyebabkan para pemain baru akan sangat sulit masuk ke pasar Indonesia.
        Dalam hal penerapan skema royalti, kegiatan usaha tersebut tidak memiliki entry barrier bagi
        para pemain eksisting. SIG yang merupakan induk usaha (holding) dari anak usaha semen
        dengan berbagai portofolio brand, memiliki keunggulan dan kebutuhan dalam penerapan
        skema royalti. Tidak ada pesaing yang memiliki portofolio brand yang sudah dikenal pasar
        secara luas (sebanyak SIG), sehingga sulit bagi pesaing untuk dapat menerapkan skema
        royalti.
        Keunggulan kompetitif yang dimiliki SIG dapat mempercepat distribusi produk Perseroan ke
        pelanggan pasar yang baru, dengan mekanisme penjualan silang antar entitas dalam kelompok
        usaha SIG yang dapat memperluas titik penjualan yang berdampak positif pada peningkatan
        posisi pasar domestik Perseroan.




                                                                                                       5-3
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 76
5.3     KEMAMPUAN PESAING MENIRU PRODUK
        Keunggulan dari Rencana Proyek yaitu melalui skema royalti ini maka pangsa pasar produk
        Perseroan dapat semakin luas, menjangkau pasar-pasar yang belum pernah dimasuki
        sebelumnya. Perseroan juga dapat memberikan konsumen keragaman produk semen dengan
        memanfaatkan produk-produk lain dalam kelompok usaha SIG, sehingga mampu menciptakan
        nilai tambah kepada konsumen dan menguatkan citra produk (product image) Perseroan. Hal
        ini diharapkan Perseroan mampu mempertahankan dan menguatkan segmen pasar, sehingga
        memberikan potensi pendapatan yang lebih besar pula dibandingkan pesaing. Didasari oleh
        jangkauan distribusi nasional yang lebih luas dan keragaman produk yang dapat ditawarkan
        yang lebih banyak dibandingkan kompetitor maka akan cukup sulit bagi kompetitor untuk
        meniru kemampuan Perseroan tersebut.




5.4     KEMAMPUAN MENCIPTAKAN NILAI
        Salah satu nilai tambah dari Rencana Proyek adalah mempercepat distribusi produk Perseroan
        ke pelanggan di pasar yang baru. Hal ini dimungkinkan melalui pola bisnis Stream 2. Sebagai
        contoh pelanggan di wilayah Sulawesi yang membutuhkan produk Perseroan dapat segera
        dilayani oleh entitas anak lain, yaitu PT Semen Tonasa. Nilai tambah lain dapat diciptakan
        melalui mekanisme penjualan silang (cross selling) antar entitas dalam kelompok usaha SIG.
        Sinergi antara Perseroan, SIG, dan entitas anak lain dapat membuat penjualan silang dan
        memperluas titik penjualan (jaringan outlet) yang meningkatkan posisi pasar Perseroan, SIG
        dan juga entitas anak lain menjadi lebih dominan dan menguatkan koordinasi dan kerjasama
        di pasar domestik untuk mengurangi kompetisi antara anggota kelompok usaha SIG.



5.5     ANALISIS KESINAMBUNGAN
        Kelangsungan usaha Perusahaan dipengaruhi oleh kondisi eksternal dan kondisi internal.
        Tidak semua variabel dapat dikontrol oleh Perusahaan, meski tetap dapat dimitigasi. Perincian
        faktor-faktor eksternal yang berpengaruh terhadap kelangsungan usaha Perseroan pada 2023
        diuraikan sebagai berikut:
        1.   Oversupply Berkelanjutan. Berdasarkan data Asosiasi Semen Indonesia pada Webinar
             Outlook Ekonomi 2024, Desember 2023, utilisasi semen Nasional tahun 2023 berkisar
             57% terhadap konsumsi semen dan semakin ketatnya persaingan. Perseroan berupaya
             meningkatkan penjualan produk utama dan produk turunan serta efisiensi di seluruh lini.
        2.   Krisis global seperti dampak dari perang Rusia-Ukraina dan konflik di Timur Tengah,
             membuat aliran rantai pasok komoditas terganggu (berdampak pada harga dan
             ketersediaan) yang berpotensi meningkatkan biaya produksi dan distribusi.
        3.   Menteri Keuangan Republik Indonesia berencana untuk menerapkan Instrumen
             Penetapan Pajak Karbon, untuk mengendalikan emisi karbon. Saat ini diskusi terkait
             mekanisme The Cap, Trade dan Tax masih dalam perbincangan dengan pihak-pihak


                                                                                                        5-4
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 77
             terkait. Mekanisme tersebut perlu menekankan pada perlunya keuntungan dan kerugian
             yang dapat memacu industri semen lebih maju, selaras dengan SDG’s.
        4.   Kenaikan Biaya Logistik. Kenaikan tarif ongkos angkut merupakan tantangan bagi
             Perseroan. Namun, Perseroan tetap berupaya mengoptimalisasi pola distribusi melalui
             pemilihan moda, kapasitas angkut dan sumber produk serta mengurangi double handling
             dalam menjaga biaya operasional perusahaan tetap baik.
        5.   Kebijakan regulasi ODOL (Over Diminsion Over Load). Hal ini merupakan suatu langkah
             besar dalam upaya mengoptimalkan sistem transportasi darat khususnya angkutan
             logistik.
        6.   Tren harga batubara mulai menunjukkan penurunan sejak awal tahun 2023 namun baru
             mencapai titik yang lebih rendah dibandingkan tahun 2022 pada September 2023.
             Perseroan tetap berupaya menekan biaya produksi dengan mencari sumber bahan bakar
             yang lebih efisien dan meningkatkan penggunaan bahan bakar alternatif.
        7.   SLL (Sustainability Linked Loan). SLL merupakan salah satu program pembiayaan yang
             akan meningkatkan rating ESG industri semen di Indonesia. Program ini dilaksanakan
             guna meningkatkan kepercayaan investor, di samping untuk mengurangi risiko atas
             terjadinya perubahan iklim.

        Sementara itu, sejumlah kondisi internal juga berkontribusi dalam kelangsungan usaha
        Perseroan pada 2023, antara lain:
        1.   Keterbatasan cadangan batu kapur eksisting. Sebagai tindak lanjutnya Perseroan
             mempersiapkan Tambang 3 (T3) yang diagendakan selesai pada tahun 2024.
        2.   Kinerja Perseroan pada tahun 2023 yang menunjukkan pertumbuhan positif dibanding
             tahun 2022.




5.6     STRATEGI PEMASARAN DAN PENJUALAN
        Perekonomian global diperkirakan masih menghadapi sejumlah tantangan dan faktor risiko
        pada 2024, berakibat pada tertahannya pertumbuhan ekonomi. Hal tersebut terlihat pada
        proyeksi Bank Dunia yang memperkirakan pertumbuhan ekonomi dunia pada 2024 adalah
        sebesar 2,4%, lebih rendah dibanding estimasi pertumbuhan pada 2023 yang sebesar 2,6%.
        Meski demikian, kondisi ekonomi diperkirakan akan membaik didukung perbaikan ekonomi
        negara-negara berpengaruh, seperti Republik Rakyat Tiongkok dan Amerika Serikat, seiring
        asumsi akan terjadinya penurunan harga komoditas bahan bakar dan non-bahan bakar pada
        2024-2025.

        Di tengah tantangan pada ekonomi global, ekonomi Indonesia diperkirakan mampu
        melanjutkan stabilitas pertumbuhan. Bank Indonesia memprediksi ekonomi Indonesia akan
        tumbuh pada kisaran 4,7-5,5%, ditopang permintaan domestik, baik pada konsumsi tumah
        tangga ataupun investasi. Investasi bangunan diperkirakan terealisasi lebih tinggi dibanding
        ekspektasi, didukung kelanjutan Proyek Strategis Nasional (PSN) di sejumlah daerah dan

                                                                                                       5-5
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 78
        berkembangnya properti swasta sebagai dampak positif dari insentif pemerintah. Tingkat inflasi
        diperkirakan mampu terjada pada kisaran 2,5±1% dengan inflasi inti diperkirakan terjaga
        ditopang kapasitas ekonomi yang masih besar dan dapat merespons permintaan domestik.

        Dengan memperhatikan proyeksi ekonomi, baik pada lingkup global maupun nasional, industri
        semen Indonesia diperkirakan berada pada kondisi yang positif. Meski demikian, kondisi
        oversupply serta ketatnya persaingan industri diperkirakan tetap menjadi tantangan pada tahun
        2024, termasuk pada wilayah Sumatra Bagian Selatan (Sumbagsel). Faktor yang diperkirakan
        mampu berkontribusi positif terhadap pertumbuhan industri semen mencakup pembangunan
        Ibu Kota Nusantara (IKN), khususnya bagi SIG sebagai grup BUMN, didukung posisi strategis
        dengan adanya fasilitas produksi di Balikpapan dan Samarinda.


                          Tabel 5-1: Volume Permintaan Semen Nasional




        Dengan mempertimbangkan kondisi perekonomian nasional yang diprediksi mampu
        melanjutkan stabilitas ekonomi di tengah tantangan global, serta didukung kelanjutan proyek
        pembangunan infrastruktur terutama dalam mendukung konektivitas antar-wilayah dan
        pembangunan infrastruktur Ibu Kota Negara Baru (IKN), tingkat permintaan semen
        diperkirakan akan meningkat pada 2024.

        Menyikapi prospek usaha tersebut, Perseroan menetapkan sasaran penjualan sebesar 2,67
        juta ton pada tahun 2024. Lebih dari itu, prospek usaha Perseroan akan didukung dampak
        positif bergabungnya Semen Baturaja ke dalam Semen Indonesia (SIG) grup, sebagai wujud
        sinergi dalam rangka menciptakan nilai tambah positif bagi percepatan pembangunan negeri.
        Bergabungnya Semen Baturaja ke dalam SIG diperkirakan akan menghadirkan dampak positif
        berupa terbukanya peluang penguasaan pasar secara lebih dominan, khususnya pada wilayah
        Sumbagsel, yang kemudian mendorong pertumbuhan kinerja Perseroan pada 2024.



5.7     KEBUTUHAN PENUNJANG OPERASI
        Dalam menunjang operasional Rencana Proyek dilakukan melalui ekspeditur semen-truk.
        1. PT Pos Logistik Indonesia dengan jumlah armada 225 unit (100 aset dan 125 KSO),
            dengan area pengiriman Area 1, 3 dan 4.
        2. PT Richland Logistics Indonesia dengan jumlah armada 217 unit (92 aset dan 125 KSO),
            dengan area pengiriman Area 2 dan 3.


                                                                                                         5-6
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 79
        3. PT Mitra Agung Persada dengan jumlah armada 96 unit (72 aset dan 24 KSO), dengan
            area pengiriman Area 1, 3 dan 4.
        4. PT Baturaja Multi Usaha dengan jumlah armada 189 unit (175 aset dan 14 KSO), dengan
            area pengiriman Area 1, 2, 3 dan 4 (seluruh area).

        PT Kereta Api Indonesia (Persero)
        1. Kereta Api Relasi Tiga Gajah (Baturaja) – Kertapati (Palembang) gerbang datar dan
            isotank.
        2. Kereta Api Relasi Tiga Gajah (Baturaja) – Pidada (Lampung) gerbang datar dan isotank.




                                                                                                   5-7
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 80
BAB 6.          ASPEK MODEL MANAJEMEN


6.1     STRUKTUR ORGANISASI
        Salah satu hal terpenting untuk keberhasilan dalam pengelolaan perusahaan adalah peran
        sumber daya manusia yang menanganinya. Oleh karena itu diperlukan manajemen yang
        profesional dalam setiap fungsi operasional perusahaan. Berikut ini adalah struktur organisasi
        Perseroan yang berbentuk struktur organisasi fungsional.


                            Gambar 6-1: Struktur Organisasi Perseroan




        Struktur organisasi Perseroan telah disusun dengan mempertimbangkan nomenklatur
        manajemen dan proses bisnis yang dijalankan oleh Perseroan, serta mengacu pada struktur
        organisasi pada industri sejenis. Selain itu struktur organisasi Perseroan juga telah
        mempertimbangkan kesesuaian antara kapasitas dan kemampuan Manajemen.

6.2     HAK ATAS KEKAYAAN INTELEKTUAL
        Manajemen hak atas kekayaan intelektual adalah pengelolaan dan pengaturan penggunaan
        gagasan-gagasan dan ekspresi yang diciptakannya oleh sumber daya manusia yang dimiliki
        untuk jangka waktu tertentu. Istilah hak atas kekayaan intelektual merupakan hasil pikiran atau
        intelektualitas yang dapat menghasilkan suatu karya. Sedangkan prinsip hak atas kekayaan
        intelektual merupakan suatu kekayaan yang berada dalam ruang lingkup kehidupan manusia
        dibidang teknologi, ilmu pengetahuan, maupun seni dan sastra, sehingga pemilikannya bukan
        terhadap barangnya melainkan terhadap hasil kemampuan intelektual manusianya. Hak atas
        kekayaan intelektual meliputi dua hal yaitu:
        ▪   Industrial property right, berkaitan dengan penemuan/inovasi yang berhubungan dengan
            kegiatan industri, antara lain terdiri dari paten, merek, desain industri, rahasia dagang, dan
            desain tata letak terpadu.




                                                                                                             6-1
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 81
        ▪   Copyright atau hak cipta, memberikan perlindungan terhadap karya seni, sastra dan ilmu
            pengetahuan seperti film, lukisan, novel, program computer, tarian, lagu, dan sebagainya.

        Dengan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual yang dimiliki oleh sumber daya manusia
        diharapkan akan lahirnya inovasi-inovasi baru yang muaranya bertujuan untuk mengefisienkan
        dan mengefektifkan pekerjaan. Untuk memotivasi setiap sumber daya manusia yang dimiliki
        agar dapat menggunakan kekayaan intelektual berupa lahirnya inovasi-inovasi baru terhadap
        sumber daya manusia adalah melalui pemberian penghargaan (reward) seperti promosi
        jabatan dan bonus.

        Dalam kaitannya dengan hal ini, Perseroan akan memastikan sumber daya manusia memiliki
        kompetensi teknis yang diperlukan dengan diterapkan tiga langkah dalam mempersiapkan
        sumber daya manusia, yaitu:
        ▪   Melakukan perekrutan karyawan yang sudah berpengalaman pada bidang usaha yang
            sama atau ada relevansinya dengan bidang industri semen, khususnya disiplin teknik dan
            manajemen.
        ▪   Melakukan perekrutan karyawan yang baru keluar dari sekolah atau perguruan tinggi
            dengan kriteria yang memenuhi standar industri.
        ▪   Melakukan training dan pendidikan bagi karyawan melalui kerjasama dengan instansi
            pemerintah maupun lembaga-lembaga independen.


6.3     PROFIL MANAJEMEN

        ▪   Komisaris Utama Alex Iskandar Munaf, Warga Negara Indonesia, merupakan lulusan
            Sarjana Ekonomi Bisnis, dan Magister Ekonomi Keuangan dari American University,
            Washington D.C di Amerika Serikat. Alex Iskandar Munaf telah mengalami sepak terjang
            dengan pengalaman kerja lebih dari 20 tahun dan melaksanakan program pelatihan di
            bidang Keuangan, Manajemen, dan Pemasaran di berbagai perusahaan nasional dan
            multinasional, termasuk Siemens Indonesia, Indosat, Indonesia Power, PT Pertamina,
            PT Telkom, PT Daimlerchrysler Indonesia, PT Nokia Indonesia, PT Microsoft Indonesia,
            PT Ericsson Indonesia, PT PLN (Persero) dan masih banyak lainnya.

        ▪   Komisaris Independen Chowadja Sanova, Warga Negara Indonesia, memiliki gelar
            Magister Manajemen, Robert Gordon University, Aberdeen Scotland, UK tahun 2012 dan
            gelar Sarjana Banking and Finance, Universitas Victoria Melbourne, Australia pada tahun
            2006. Saat ini juga menjabat sebagai Ketua Komite Nominasi dan Remunerasi PT Semen
            Baturaja Tbk sejak tahun 2022 dan Anggota Komite Manajemen Risiko PT Semen Baturaja
            Tbk sejak tahun 2022. Sebelumnya, pernah menjabat sebagai Director of Operations
            PT Sanjaya Cipta Sejahtera (2019-2021), PT Sanjaya Energi Asri (2015-2018), Budget and
            Cost Control of PT Indo Gas Methan (2013-2015), Budget and Cost Control SOEL/SMEC
            MEO Australia Internasional Ltd (2012-2013), BTPO/CPO Planning Analyst, Mobil Cepu
            Ltd, Exxon Mobil Indonesia (2009-2011) dan Financial Analyst USB GREF (Global Real
            Estate Facilities), Exxon Mobil Indonesia (2008-2009).

                                                                                                        6-2
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 82
        ▪   Komisaris Hadi Daryanto, Warga Negara Indonesia, memiliki gelar Doctor Ingenieur (Dr.
            Ing), Advanced Wood Science & Tech, Grand Ecole, Ecole National Superieur d’Ectronique
            & Mecanique (E.N.S.E.M) – Institute National Polytechnique de Loraine (I.N.P.L), Nancy -
            France pada tahun 1988, Master Diplome Etudiante D’approfondies (D.E.A), Wood
            Science at France Grand Ecole: E.N.S.E.M (Ecole National Superieur D’electricite Et
            Mecanique), I.N.P.L (Institute National Polytechnique de Loraine) & University of Nancy -
            France pada tahun 1985 dan Sarjana Manajemen hutan dari Institut Pertanian Bogor tahun
            1981. Saat ini menjabat pula sebagai Staf Khusus Menteri Perdagangan Bidang Promosi
            Perdagangan Dalam Negeri sejak tahun 2018. Sebelumnya, pernah menjabat sebagai Staf
            Ahli Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (2017-2018), Direktur Jenderal Perhutanan
            Sosial dan Kemitraan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (2015-2017) dan
            Berbagai jabatan lainnya di Minister of Forestry (1981-2015).

        ▪   Komisaris Inosentius Samsul, Warga Negara Indonesia, merupakan lulusan Sarjana
            Hukum Universitas Gadjah Mada pada 1989, Magister Hukum Universitas Tarumanegara
            pada 1997, dan Doktor Hukum Universitas Indonesia pada 2003. Inosentius Samsul juga
            tercatat sebagai salah satu dosen di beberapa perguruan tinggi, salah satunya Universitas
            Indonesia. Adapun jabatan terakhir yang diduduki oleh Inosentius Samsul adalah Kepala
            Badan Keahlian (BK) Sekretariat Jenderal DPR RI.

        ▪   Direktur Utama Suherman Yahya, Warga Negara Indonesia, memperoleh gelar Sarjana
            Teknik Elektro, Universitas Indonesia pada tahun 1999. Saat ini menjabat pula sebagai
            Komisaris PT Baturaja Daya Insani, perusahaan terafiliasi, sejak tahun 2022. Sebelumnya,
            pernah menjabat sebagai Vice President Research & Engineering PT Semen Baturaja Tbk
            (2021-2022), Vice President Strategic Planning & Project Management Office PT Semen
            Baturaja Tbk (2020-2021), Vice President PMO PT Semen Baturaja Tbk (2019-2020), Vice
            President ICT PT Semen Baturaja Tbk (2018-2019), Vice President Strategic Planning dan
            PMO PT Semen Baturaja Tbk (2018-2019), Vice President Quality, Health, Safety and
            Environment (QHSE) PT Semen Baturaja Tbk, Ka. Departemen Litbang PT Semen
            Baturaja Tbk (2013-2018), Ka. Departemen Logistik PT Semen Baturaja Tbk (2011-2013),
            Ka. Biro PTP PT Semen Baturaja Tbk (2010-2011), Ka. Biro Pemeliharaan PT Semen
            Baturaja Tbk (2008-2010) dan Wakil Ka. Biro Pemeliharaan PT Semen Baturaja Tbk (2006-
            2008.

        ▪   Direktur Fungsi Keuangan dan SDM Rahmat Hidayat, Warga Negara Indonesia, lulusan
            Universitas Gadjah Mada. Sebelumnya, pernah menjabat sebagai Direktur Keuangan PT
            Topabiring Trans Logistik, Direktur Keuangan PT Semen Indonesia Beton dan Komisaris
            Utama PT Varia Usaha Beton (SIG Grup).




                                                                                                        6-3
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 83
        ▪   Direktur Operasi Muhammad Syafitri, Warga Negara Indonesia, lulusan Universitas
            Andalas dan Magister Management Institut Teknologi Bandung. Sebelumnya pernah
            dipercaya menempati berbagai posisi penting, diantaranya sebagai Mining General
            Manager, Plant Engineering General Manager, dan terakhir Maintenance General Manager
            di PT Semen Padang.

        Berdasarkan rekam jejak sebagaimana diungkapkan diatas, manajemen Perseroan memiliki
        kapasitas dan kemampuan yang sangat mencukupi dalam menjalankan dan meningkatkan
        kinerja Perseroan.



6.4     KEBUTUHAN SUMBER DAYA MANUSIA
        Rencana Proyek tidak membutuhkan penambahan SDM, mengingat Rencana Proyek hanya
        berkaitan dengan perubahan skema penjualan yang sudah berjalan selama ini. Sehingga
        Perseroan tidak perlu merekrut SDM baru untuk Rencana Proyek, dan jika diperlukan nantinya
        Perseroan akan melakukan perekrutan tenaga ahli/karyawan baru yang memiliki pengalaman
        pada bidang usaha sejenis atau memiliki relevansi dengan bidang industri semen.

        Program pengelolaan SDM di lingkup Perseroan, telah dilakukan sesuai dengan
        perkembangan dan kebutuhan Perseroan, dalam rangka meningkatkan kinerja yang
        berkelanjutan. Selain itu, segenap Insan Perseroan juga ditekankan untuk dapat saling
        bersinergi sesuai dengan arah perkembangan bisnis Perseroan. Sementara dalam rangka
        menciptakan lingkungan yang kondusif, segenap Insan Perseroan diwajibkan untuk
        berpedoman pada nilai-nilai Perseroan sebagaimana yang tertuang dalam budaya “AKHLAK”,
        baik dalam bersikap maupun berperilaku ketika menjalankan fungsinya, baik di dalam maupun
        di luar lingkungan Perseroan.

        Perseroan secara komprehensif melakukan pengelolaan SDM dengan menerapkan sistem
        yang menyeluruh pada setiap tahapan, mulai dari manpower planning, perekrutan karyawan
        hingga program pensiun untuk karyawan yang akan atau sudah memasuki masa pensiun.
        Perseroan berupaya untuk dapat memenuhi hak-hak para karyawan sebagaimana yang telah
        diatur dalam UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan sebagaimana sebagian
        ketentuan di dalam UU tersebut telah diubah di dalam UU No. 6 Tahun 2023 tentang Cipta
        Kerja. Di mana Undang-Undang tersebut juga menjadi dasar bagi Perseroan dalam
        menjalankan hubungan industrial dengan karyawan untuk keberlanjutan usaha Perseroan.

        Manpower planning merupakan serangkaian kegiatan, yaitu mulai dari identifikasi, evaluasi,
        hingga membuat perencanaan pemenuhan kebutuhan SDM yang sejalan dengan
        perkembangan bisnis dan kebutuhan Perseroan. Selain itu, Perseroan juga melakukan
        monitoring/reviu secara berkala terhadap pemenuhan kebutuhan SDM Perseroan. Selain itu,
        Perseroan juga tetap memperhatikan aspek-aspek Tata Kelola Perseroan yang Baik dan
        prinsip kesetaraan dalam setiap pelaksanaan proses pemenuhan karyawan. Perseroan
        membutuhkan SDM yang kompeten di bidangnya masing-masing untuk mendukung


                                                                                                     6-4
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 84
        pengembangan bisnis Perseroan, dan untuk menghadapi perkembangan serta perubahan
        lingkungan bisnis.

        Perseroan menjalankan proses rekrutmen dan seleksi SDM dengan menjunjung tinggi prinsip
        kesetaraan. Di mana Perseroan memberikan kesempatan yang sama kepada calon karyawan
        tanpa membedakan suku, agama, ras, dan golongan. Dalam hal ini, Perseroan memiliki
        beberapa program untuk menjaring Insan Perseroan yang berdaya saing tinggi dan mampu
        menghadapi tantangan lingkungan bisnis yang senantiasa berkembang.

        Calon karyawan yang telah melalui proses rekrutmen harus mengikuti program induksi sebagai
        persiapan sebelum memasuki dunia kerja. Di mana program ini diharapkan dapat memberikan
        pengetahuan awal kepada calon karyawan, sehingga mereka siap memasuki dunia kerja serta
        berpeluang menjadi karyawan yang mumpuni untuk menunjang pencapaian sasaran
        Perseroan, baik jangka pendek maupun jangka panjang.

        Program kesejahteraan bagi karyawan yang diterapkan oleh Perseroan disusun berdasarkan
        peraturan perundang-undangan yang berlaku, dengan memperhatikan kesetaraan gender,
        kelayakan dan keadilan kesempatan kerja. Komitmen Perseroan dalam memenuhi
        kesejahteraan karyawan, telah tertuang dalam dokumen Perjanjian Kerja Bersama (PKB)
        antara Perseroan dengan karyawan, yang memuat pemenuhan kesejahteraan bagi karyawan,
        yakni meliputi:

        1. Pakaian seragam kerja;
        2. Jaminan kesehatan bagi karyawan dan keluarga;
        3. Tunjangan hari raya keagamaan;
        4. Tunjangan kinerja;
        5. Bonus;
        6. Perumahan dan kendaraan dinas;
        7. Pembinaan kerohanian, olahraga dan kesenian;
        8. Medical Check Up (MCU);
        9. Tanda jasa dan penghargaan;
        10. Pernikahan karyawan pria dengan karyawan wanita, dan hadiah pernikahan untuk
            karyawan;
        11. Jaminan sosial tenaga kerja/badan penyelenggara jaminan sosial ketenagakerjaan;
        12. Uang duka;
        13. Tunjangan penghargaan (Masa Persiapan Pensiun); dan
        14. Koperasi karyawan.

        Salah satu hal penting atas program kesejahteraan bagi karyawan adalah pemenuhan
        remunerasi yang memadai. Perseroan menyadari, bahwa pemberian remunerasi yang
        sepadan dapat meningkatkan keterikatan karyawan, sehingga dapat meningkatkan
        produktivitas agar bekerja secara maksimal untuk mencapai target yang telah ditetapkan guna
        perkembangan dan kemajuan Perseroan.


                                                                                                      6-5
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 85
        Perseroan senantiasa melaporkan secara berkala mengenai tenaga kerja yang ada di
        Perseroan kepada instansi Pemerintah, dalam hal ini adalah Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) di
        tingkat Kota dan Provinsi. Selain itu, Perseroan juga kerap berdiskusi dengan Disnaker dan
        gabungan serikat pekerja dalam hal penentuan standar upah pekerja. Perseroan berkomitmen
        untuk melaksanakan kebijakan remunerasi secara adil dan setara, baik bagi karyawan laki-laki
        dan perempuan di seluruh level jabatan. Perseroan senantiasa berupaya untuk memberikan
        kompensasi bulanan pekerjaan yang sesuai, dan mengupayakan imbal jasa terbaik melebihi
        ketentuan perundang-undangan atau Upah Minimum Regional (UMR) serta sesuai
        kemampuan Perseroan, dengan tidak memberatkan jam kerja karyawan.

        Perseroan senantiasa menerapkan program penilaian kinerja bagi karyawan, yang dilakukan
        secara konsisten dan terukur, sebagai dasar dalam penyusunan rencana pengelolaan dan
        pengembangan karyawan guna meningkatkan kinerja Perseroan. Berdasarkan Surat
        Keputusan Direksi No. PH.01.04/087/2023 tentang Pembinaan dan Pengembangan SDM yang
        berlaku mulai tanggal 01 November 2023, Perseroan melaksanakan program penilaian kinerja
        bagi karyawan yang dibagi atas 3 (tiga) parameter, yaitu Sasaran Kerja/KPI dengan bobot 50%,
        Kompetensi dengan bobot 30%, dan Disiplin/Kehadiran yang berbobot 20%.

        Penilaian kinerja bagi karyawan, dilakukan oleh tim/pejabat penilai yang terdiri dari atasan
        langsung dan atasan tidak langsung, dalam satu Direktorat/Unit Kerja atau atasan di wilayah
        operasional Perseroan. Hasil penilaian nantinya akan mempengaruhi pemberian tunjangan
        performa, tunjangan kinerja, dan bonus tahunan. Program Tanda Jasa dan Penghargaan bagi
        Karyawan Perseroan sangat menghargai para karyawan yang telah dengan sungguh-sungguh
        memberikan dedikasi dan kontribusinya untuk perkembangan dan kemajuan Perseroan.
        Sebagai bentuk apresiasi, Perseroan memberikan tanda jasa dan penghargaan kepada
        karyawan yang telah memberikan dedikasi dan kontribusinya bagi Perseroan, berdasarkan
        masa kerja. Program tanda jasa dan penghargaan bagi karyawan yang senantiasa dilakukan
        Perseroan ini, terbukti mampu memotivasi karyawan untuk memberikan kinerja terbaiknya bagi
        Perseroan, sekaligus sebagai stimulus untuk meningkatkan prestasi di masa yang akan
        datang.

        Perseroan memiliki dua program pensiun yaitu Program Pensiun Manfaat Pasti (PPMP) bagi
        karyawan tetap yang bergabung sebelum tahun 2017 dan dikelola oleh Dana Pensiun
        Karyawan Semen Baturaja dan program pensiun iuran pasti bagi karyawan tetap yang mulai
        bergabung sejak tahun 2007. Program ini dikelola oleh Dana Pensiun Lembaga Keuangan
        PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (DPLK BNI) yang akta pendiriannya telah disahkan
        oleh Menteri Keuangan Republik Indonesia dengan Surat Keputusan masing-masing No. KEP-
        106/KM.10/2009 tanggal 13 Mei 2009. Imbalan pensiun diberikan oleh Perseroan apabila
        karyawan tersebut pensiun, cacat, atau meninggal dunia. Iuran untuk program pensiun tersebut
        adalah sebesar 6,00% dari gaji bulanan karyawan dan menjadi beban Perseroan.

        Perseroan senantiasa menjaga hubungan industrial sebagai sebuah sistem hubungan kerja
        yang sehat, harmonis, dan konstruktif antara karyawan dengan Perseroan. Hubungan industrial

                                                                                                       6-6
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 86
        ini dibangun berdasarkan asas saling menghormati, guna menciptakan keseimbangan antara
        pemenuhan hak dan pelaksanaan kewajiban terhadap Perseroan. Dalam hal ini, Perseroan
        memposisikan seluruh karyawan sebagai mitra strategis dalam rangka membangun dan
        memelihara hubungan kerja yang harmonis melalui komunikasi yang teratur dan berkelanjutan.

        Perseroan juga memberikan kebebasan bagi karyawan untuk berserikat, berkumpul dan
        menyampaikan pendapat. Perseroan sangat mendukung adanya serikat pekerja di lingkungan
        Perseroan yang diharapkan dapat menciptakan hubungan baik antara karyawan dan
        Manajemen Perseroan, agar dapat memberikan kontribusi terbaik untuk kepentingan bersama
        dan Perseroan. Saat ini, Perseroan telah memiliki Serikat Pekerja yaitu Serikat Karyawan
        Semen Baturaja (SKSB) yang dibentuk berdasarkan Keputusan Menteri Tenaga kerja Republik
        Indonesia No. Kep.202/M/BW/2000, tanggal 03 Mei 2000, dan telah didaftarkan kembali di
        Dinas Tenaga Kerja Pemerintah Kota Palembang No. 265/DISNAKER/2014 tanggal
        29 Oktober 2014.

        Seluruh karyawan Perseroan, baik yang menjadi anggota serikat pekerja maupun non-serikat,
        terlindungi kepentingannya dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB) yang terakhir diperbaharui
        pada 08 Agustus 2022 dan telah terdaftar pada Kementerian Ketenagakerjaan Republik
        Indonesia c.q. Direktorat Jenderal Hubungan Kerja dan Pengupahan berdasarkan Surat
        Keputusan No. Kep.4/HI.00.01/00.0000.220815002/B/ IX/2022 tanggal 08 September 2022,
        yang terakhir diperbaharui pada 01 Januari 2024 berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal
        Pembinaan     Hubungan   Industrial   dan   Jaminan   Sosial   Tenaga   Kerja   Kementerian
        Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor: KEP.4/015.PKB-ADD/HI.00.01/III/2024.




                                                                                                      6-7
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 87
BAB 7.          ASPEK RISIKO USAHA DAN LINGKUNGAN


7.1     RISIKO USAHA
        Risiko-risiko berikut ini adalah risiko-risiko usaha yang dianggap materiil oleh Perseroan.
        ▪   Risiko perijinan tambang pada proses bisnis mengelola perencanaan penambangan,
            dengan mitigasi risiko berupa merencanakan percepatan peningkatan status IUP Operasi
            Produksi Batu Kapur T3, berkoordinasi dengan lintas Divisi dan instansi terkait (KLHK,
            KESDM, BKPM, PTSP) dan percepatan pembangunan infrastruktur dan fasilitas
            penunjang tambang T3.
        ▪   Risiko pembayaran piutang.
            Dengan mitigasi risiko berupa memastikan appraisal nilai jaminan yang dimiliki Distributor
            sesuai dengan plafon penebusannya, memastikan distributor menggunakan fasilitas
            Distributor Finance (DF), melakukan pengajuan pengalihan piutang (take over piutang)
            bagi distributor yang masih aktif ke pihak Perbankan, melakukan penjadwalan ulang
            pembayaran piutang bagi distributor yang telah jatuh tempo, melakukan evaluasi
            distributor terhadap penebusan dan pembayaran piutang dalam 3 bulan terakhir,
            melakukan kerja sama dengan Jaksa Pengacara Negara (JPN) dalam penagihan piutang
            macet dan mendaftarkan distributor yang telah diberikan Surat Peringatan dan bekerja
            sama dengan pihak KPKNL untuk memproses pelelangan aset bagi distributor yang macet
            dan gagal pengajuan ke Perbankan.
        ▪   Risiko persaingan bisnis.
            Dengan mitigasi risiko berupa melakukan dan memperkuat sinergi dengan BUMN Karya
            dan kerja sama dengan Instansi dan Perusahaan untuk meningkatkan penjualan semen,
            meningkatkan kontribusi dari proyek yang membutuhkan semen curah antara lain melalui
            kerja sama dengan provider yang memiliki informasi mengenai proyek, mengoptimalkan
            penjualan semen dengan platform digital, merencanakan dan melakukan program promosi
            yang tepat ke channel penjualan, mengedukasi produk (product knowledge) dan branding
            product, menerapkan pelayanan after sales ke channel penjualan dan peningkatan
            promosi dan akuisisi toko yang belum menjual semen Baturaja di area margin.
        ▪   Risiko operasional produksi.
            Dengan        mitigasi   risiko   berupa   shutdown   sesuai    dengan     jadwal   dengan
            mempertimbangkan kesiapan ketersediaan spare part yang ada, meningkatkan
            pelaksanaan preventive dan predictive maintenance, menerapkan inovasi dan
            improvement pada proses produksi melalui TPM, mengoptimalkan penggunaan plant
            automation system, sharing knowledge sistem, operasional dan preventive peralatan,
            memastikan harga perolehan Bahan Baku Penolong sesuai RKAP 2023, melakukan
            substitusi material dalam proses pembuatan semen, meningkatkan penggunaan Limbah
            untuk menurunkan konsumsi bahan bakar, penurunan clinker factor semen dengan
            peningkatan pemakaian bahan ketiga berupa fly ash dan pemakaian Cement Grinding Aid
                                                                                                         7-1
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 88
            (CGA) sebagai bahan baku aditif penolong penggilingan semen, melakukan monitoring
            kualitas untuk bahan baku dan bahan penolong dalam proses penerimaan dan
            optimalisasi penggunaan aditif untuk meningkatkan kualitas semen.
        ▪   Risiko distribusi.
            Dengan mitigasi risiko berupa pemantauan dan memastikan ekspeditor telah melakukan
            pemasangan dan pemantauan alat tracking pada setiap armadanya, memastikan
            pendistribusian semen sesuai order melalui survei ke toko oleh PIC sales area,
            memastikan kebutuhan angkutan untuk franco terpenuhi sesuai rencana, melakukan
            evaluasi terhadap distributor yang melakukan penebusan dan melakukan koordinasi
            dengan ekspeditur untuk patuh dengan regulasi.
        ▪   Risiko kesesuaian pengembangan karyawan dengan jenjang karir.
            Dengan mitigasi risiko berupa memberikan pembekalan kepada para talent seperti
            coaching sebelum melaksanakan program pengembangan talent Perseroan baik
            melibatkan konsultan maupun penugasan khusus yang diberikan, memastikan setiap
            kandidat talent yang akan dikembangkan kompetensinya untuk mengikuti seluruh
            rangkaian proses pengembangan talenta, melengkapi kebutuhan bank data terkait talent
            Perseroan seperti pendidikan pelatihan, riwayat jabatan, pencapaian kinerja dan lain-lain
            dan membuat perencanaan jadwal pengembangan talent dan memantau realisasi dari
            setiap aktivitas pengembangan talent.
        ▪   Risiko compliance regulasi lingkungan dan energi.
            Dengan mitigasi risiko berupa melakukan pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan
            dan pengurangan emisi karbon peningkatan pemanfaatan Alternative Fuel and Raw
            Material (AFR).
        ▪   Risiko fraud.
            Dengan mitigasi risiko berupa mengimplementasikan penerapan budaya perusahaan
            (AKHLAK) ke seluruh karyawan secara intens, sosialisasi fraud/gratifikasi/suap serta etika
            dan perilaku karyawan terhadap fraud/gratifikasi/suap secara efektif dan berkala ke
            seluruh       karyawan   dan   sanksi,   program   pengendalian   gratifikasi,   melakukan
            pengawasan/pemeriksaan terhadap kegiatan operasional melalui Divisi Internal Audit
            secara berkala dan perbaikan proses bisnis.



        Ringkasan dari analisis manajemen risiko dapat dilihat pada tabel dibawah ini:




                                                                                                         7-2
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 89
 No Nama Risiko                     Penyebab                                 Dampak                               Mitigasi Risiko
  1   Perijinan Tambang    Terhambatnya proses perizinan          Penambangan di T3 terlambat 6-12      1. Berkoordinasi dengan lintas Divisi dan
      pada proses bisnis   untuk Operasi T3.                      Bulan dari jadwal yang ditentukan        instansi terkait (KLHK, KESDM, BKPM,
      mengelola                                                   dapat menyebabkan :                      PTSP).
      perencanaan                                                 1. Inefisiensi biaya penambangan      2. Percepatan pembangunan infrastruktur
      penambangan.                                                   karena bertambahnya proses            dan fasilitas penunjang tambang T3.
                                                                     penambangan        menggunakan
                                                                     Surface Minner dengan asumsi
                                                                     penambahan biaya sebesar 8,8
                                                                     Miliar setiap kenaikan 5%
                                                                     penggunaan Surface Miner.
                                                                  2. Berkurangnya cadangan bahan
                                                                     baku Batu Kapur yang saat ini
                                                                     hanya      mampu       menopang
                                                                     keberlangsungan operasi 4 tahun
                                                                     lagi.
  2   Pembayaran           1. Meningkatnya piutang usaha          1. Penurunan arus kas sebesar 15%     1. Memastikan Appraisal nilai jaminan yang
      Piutang.                jatuh tempo untuk Distributor          dari Piutang Bad Debt.                dimiliki Distributor sesuai dengan Plafon
                              aktif.                              2. Pencadangan       biaya   akibat      penebusannya.
                           2. Tidak tertagihnya piutang jatuh        piutang akan mengurangi laba       2. Memastikan Distributor menggunakan
                              tempo piutang Distributor tidak        bersih.                               Fasilitas Ditributor Finace (DF).
                              aktif (Bad Debt).                                                         3. Melakukan pengajuan pengalihan piutang
                                                                                                           (Take Over Piutang) bagi Distributor yang
                                                                                                           masih aktif ke pihak Perbankan.
                                                                                                        4. Melakukan          penjadwalan        ulang
                                                                                                           pembayaran Piutang bagi Distibutor yang
                                                                                                           telah jatuh tempo.
                                                                                                        5. Melakukan evaluasi Distributor terhadap
                                                                                                           penebusan dan pembayaran piutang
                                                                                                           dalam 3 bulan terakhir.
                                                                                                        6. Melakukan kerja sama dengan Jaksa
                                                                                                           Pengacara Negara (JPN) dalam
                                                                                                           penagihan        piutang     macet      dan
                                                                                                           Mendaftarkan distributor yang telah
                                                                                                           diberikan Surat Peringatan.
                                                                                                        7. Bekerjasama dengan Pihak KPNKL untuk
                                                                                                           memproses pelelangan aset bagi
                                                                                                           Distributor yang macet dan gagal
                                                                                                           pengajuan ke Perbankan.
  3   Risiko Persaingan    Belum       optimalnya      strategi   Potensi penurunan pendapatan          1. Melakukan dan memperkuat Sinergi
      Bisnis               Perusahaan            mengimbangi      penjualan semen sebesar 115 M            dengan BUMN-BUMN Karya dan
                           agresifitas aktivitas pesaing pada     (turun 5% dari RKAP).                    Kerjasama        dengan Instansi dan
                           pasar utama Perusahaan maupun                                                   Perusahaan         untuk      meningkatkan
                           pada pasar penetrasi.                                                           Penjualan semen.
                                                                                                        2. Meningkatkan kontribusi dari proyek yang
                                                                                                           membutuhkan semen curah antara lain
                                                                                                           melalui kerjasama dengan provider yang
                                                                                                           memiliki informasi mengenai proyek.
                                                                                                        3. Mengoptimalkan penjualan semen dengan
                                                                                                           Platfom Digital.
                                                                                                        4. Merencanakan dan melakukan program
                                                                                                           promosi yang tepat ke Channel Penjualan.
                                                                                                        5. Mengedukasi           Produk       (Product
                                                                                                           Knowledge) dan Branding Product.
                                                                                                        6. Menerapkan pelayanan After Sales ke
                                                                                                           Channel Penjualan.
                                                                                                        7. Peningkatan promosi dan akuisisi toko
                                                                                                           yang belum menjual semen baturaja di
                                                                                                           area margin.




                                                                                                                                                     7-3
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 90
  4   Risiko Operasional    1. Unexpected Shutdown                 1. Potensi penurunan pendapatan       1. Operational Exelence Program :
      Produksi              2. Fluktuasi Kualitas Semen               penjualan semen sebesar 115 M          a. Melaksanakan Overhaul sesuai
                                                                      (turun 5% dari RKAP).                      dengan          jadwal         dengan
                                                                   2. Potensi             menurunnya             mempertimbangkan             kesiapan
                                                                      kepercayaan pelanggan terhap               ketersediaan sparepart yang ada.
                                                                      Semen Baturaja karena kualitas         b. Meningkatkan              pelaksanaan
                                                                      yang tidak terjaga.                        Preventive        dan       Predictive
                                                                   3. Potensi kenaikan COGM.                     Maintenance.
                                                                                                             c. Menerapkan           inovasi        dan
                                                                                                                 improvement pada proses produksi
                                                                                                                 melalui TPM.
                                                                                                             d. Mengoptimalkan penggunaan Plant
                                                                                                                 Automation System.
                                                                                                             e. Sharing       Knowlegde         Sistem,
                                                                                                                 Operasional       dan       Preventive
                                                                                                                 peralatan.
                                                                                                         2. Cost Efisiensi Program :
                                                                                                            a. Memastikan harga perolehan Bahan
                                                                                                                 Baku Penolong sesuai RKAP 2023.
                                                                                                            b. Melakukan subtitusi material dalam
                                                                                                                 proses pembuatan semen.
                                                                                                            c. Meningkatkan penggunaan Limbah
                                                                                                                 untuk menurunkan konsumsi bahan
                                                                                                                 bakar.
                                                                                                            d. Melakukan monitoring kualitas untuk
                                                                                                                 bahan baku dan bahan penolong
                                                                                                                 dalam proses penerimaan.
                                                                                                            e. Optimalisasi penggunaan Additif
                                                                                                                 untuk meningkatkan kualitas semen.
  5   Risiko Distribusi     1. Adanya penyimpangan                 Potensi penurunan pendapatan          1. Pemantauan dan memastikane Ekspeditur
                               pendistribusian semen.              penjualan semen sebesar 115 M            telah melakukan         pemasangan dan
                            2. Peningkatan proporsi Angkut         (turun 5% dari RKAP)                     pemantauan alat tracking pada setiap
                               Sendiri (AS) terhadap Franco                                                 armadanya.
                               dari rencana RKAP.                                                        2. Memastikan pendistribusian semen sesuai
                            3. Regulasi terkait angkutan                                                    order melalui survey ke toko oleh PIC sales
                               seperti ODOL dan juga jam                                                    area.
                               operasional angkutan di daerah                                            3. Memastikan kebutuhan angkutan untuk
                               tertentu                                                                     Franco terpenuhi sesuai rencana.
                                                                                                         4. Melakukan evaluasi tehadap distributor
                                                                                                            yang melakukan penebusan AS.
                                                                                                         5. Melakukan Koordinasi dengan Ekspeditur
                                                                                                            untuk Patuh dengan Regulasi.
  6   Kesesuaian            Kurangnya pemahaman para               1. Tidak tercapainya KPI Talent       1. Memberikan pembekalan kepada para
      Pengembangan          Talent       dalam         program        SMBR.                                 Talent seperti Coaching sebelum
      Karyawan dengan       pengembangan kompentensi yang          2. Ketidakpuasan dan penurunan           melaksanakan program pengembangan
      Jenjang Karir         dibuat oleh konsultan atau Talent         motivasi karyawan sehingga            Talent SMBR baik melibatkan Konsutan
                            tidak       mengikuti       proses        karyawan resign.                      maupun penugasan khusus yang
                            pengembangansecara         totalitas                                            diberikan.
                            (Leadership Development Program                                              2. Memastikan setiap kandidat talent yang
                            / Executive-DP / Directory-DP)                                                  akan dikembangkan kompetensinya untuk
                                                                                                            mengikuti seluruh rangkaian proses
                                                                                                            pengembangan Talenta.
  7   Compliance            Belum optimalnya pengelolaan           1. Turunnya Level penghargaan di      1. Melakukan pengelolaan lingkungan secara
      Regulasi Lingkungan   internal terkait regulasi yang sudah      Bidang Lingkungan dan SMK3.           berkelanjutan.
      dan Energi            ada                                    2. Pemberitaan negative di media      2. Melakukan Audit SMK3.
                                                                      nasional                           3. Pengurangan Emisi Karbon.
                                                                                                         4. Peningkatan pemanfaatan Alternative Fuel
                                                                                                            and Raw Material (AFR).
  8   Risiko Fraud          1. Budaya AKHLAK belum                 1. Kerugian Perusahaan karena         1. Mengimplementasikan penerapan Budaya
                               terimplementasi dengan baik di      kecurangan dan gugatan hukum             Perusahaan (AKHLAK) ke seluruh
                               setiap Karyawan SMBR                2. Reputasi Perusahaan menurun           karyawan secara intens.
                            2. Ketidakpatuhan/ketidakpedulian      karena pemberitaan negatif di media   2. Sosialisasi Fraud/Gratifikasi/Suap serta
                               Karyawan terhadap aturan            local                                    etika dan perilaku karyawan terhadap
                               Fraud                                                                        Fraud/Gratifikasi/ Suap secara efektif dan
                            3. Intervensi dari pihak yang                                                   berkala ke seluruh karyawan dan Sangsi
                               berkepentingan                                                               Program Pengendalian Gratifikasi.
                            4. Adanya kelemahan dari                                                     3. Melakukan        Pengawasan/Pemeriksaan
                               sistem/proses bisnis yang                                                    terhadap kegiatan operasional melalui
                               digunakan sehingga                                                           Divisi Internal Audit secara berkala.
                               dimanfaatkan untuk berbuat                                                4. Perbaikan Proses Bisnis.
                               curang




                                                                                                                                                      7-4
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 91
7.2     LINGKUNGAN
        Sebagai Perseroan yang mengelola sumber daya alam di industri semen, Perseroan
        berkomitmen untuk secara maksimal memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan
        kepada seluruh pemangku kepentingan. Tidak hanya pada pemerintah daerah, pelanggan, dan
        mitra-mitra kerja, tetapi juga untuk masyarakat, komunitas, dan Lembaga Swadaya Masyarakat
        (LSM) di sekitar wilayah operasional.

        Sebagai bagian dari corporate citizen yang juga merupakan emiten publik, Perseroan memiliki
        komitmen untuk turut berperan serta dalam pembangunan berkelanjutan melalui program
        kegiatan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dengan mengacu pada undang-
        undang dan peraturan yang berlaku. Di samping itu, sebagai bagian dari Badan Usaha Milik
        Negara (BUMN), Perseroan memiliki komitmen untuk senantiasa mengimplementasikan
        program dan kegiatan TJSL secara sistematis dan terpadu untuk menjamin pelaksanaan,
        pencapaian keberhasilan serta pengelolaan dampak program TJSL sesuai dengan prioritas
        dan/atau pencapaian dari tujuan Program TJSL BUMN, yang berpedoman pada rencana kerja,
        sebagaimana yang tertuang dalam Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara No.
        PER- 01/MBU/03/2023 tanggal 3 Maret 2023, tentang Penugasan Khusus dan Program TJSL
        BUMN.

        Perseroan berkomitmen untuk senantiasa dapat memberikan kontribusi yang positif bagi
        masyarakat dan lingkungan, dalam setiap aktivitas operasionalnya, dan terus berupaya untuk
        mewujudkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)/Sustainable Development Goals
        (SDGs), yakni pembangunan yang menjaga peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat
        secara berkesinambungan, pembangunan yang menjaga keberlanjutan kehidupan sosial
        masyarakat, pembangunan yang menjaga kualitas lingkungan hidup serta pembangunan yang
        menjamin keadilan dan terlaksananya tata kelola yang mampu menjaga peningkatan kualitas
        hidup dari satu generasi ke generasi berikutnya. Langkah nyata yang dilakukan Perseroan
        untuk mendukung terwujudnya TPB, salah satunya adalah melalui kegiatan program TJSL
        dengan mengoptimalkan segenap sumber daya yang dimiliki.

        Program TJSL Perseroan dilaksanakan dengan mengacu pada 4 (empat) pilar utama TJSL
        BUMN, yaitu Pilar Pembangunan Sosial, Pilar Pembangunan Ekonomi, Pilar Pembangunan
        Lingkungan, serta Pilar Pembangunan Hukum dan Tata Kelola, yang mencakup 17 Tujuan
        Pembangunan Berkelanjutan, yaitu (1) Tanpa Kemiskinan; (2) Tanpa Kelaparan; (3) Kehidupan
        Sehat dan Sejahtera; (4) Pendidikan Berkualitas; (5) Kesetaraan Gender; (6) Air Bersih dan
        Sanitasi Layak; (7) Energi Bersih dan Terjangkau; (8) Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan
        Ekonomi; (9) Industri, Inovasi dan Infrastruktur; (10) Berkurangnya Kesenjangan; (11) Kota dan
        Permukiman yang Berkelanjutan; (12) Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab; (13)
        Penanganan Perubahan Iklim; (14) Ekosistem Lautan; (15) Ekosistem Daratan; (16)
        Perdamaian, Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh; (17) Kemitraan untuk Mencapai
        Tujuan.



                                                                                                         7-5
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 92
7.2.1   Tempat Kerja

        Perseroan senantiasa melaksanakan Tata Kelola Perseroan yang Baik secara konsisten dan
        berkelanjutan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan membuat Pedoman Perilaku
        (Code of Conduct) yang dibuat berdasarkan nilai-nilai yang dianut oleh jajaran Perseroan dan
        dalam implementasinya dijabarkan ke dalam standar sikap dan perilaku. Pedoman ini telah
        disahkan melalui Surat Keputusan Direksi No. PH 01.04/009/2019 tentang Pedoman Perilaku
        (Code of Conduct) Perseroan.

        Pedoman Perilaku (Code of Conduct) merupakan sekumpulan komitmen yang terdiri dari etika
        usaha, etika kerja, dan etika terhadap hal-hal khusus yang disusun untuk menjadi pedoman
        yang mengatur, membentuk, dan mengendalikan kesesuaian perilaku, baik pengurus dan
        karyawan agar sejalan dengan budaya Perseroan dalam mendukung pencapaian visi dan misi
        Perseroan. Secara terperinci, Pedoman Perilaku (Code of Conduct) mengatur benturan
        kepentingan, pemberian dan penerimaan hadiah, hiburan, pemberian donasi, perlindungan
        terhadap informasi dan harta Perseroan, kegiatan politik, etika yang terkait dengan stakeholder,
        dan pelaporan atas pelanggaran serta sanksi atas pelanggaran. Dalam hal ini, Perseroan juga
        melakukan peninjauan dan pemutakhiran secara berkala Pedoman Perilaku (Code of Conduct)
        yang berlaku di Perseroan. Sehingga pedoman ini dapat diterapkan sesuai dengan kebutuhan
        Perseroan.

        Dalam mencapai visi dan misi Perseroan, seluruh kegiatan berlandaskan pada nilai-nilai etika
        yang tidak hanya berdasarkan pada tujuan ekonomis semata. Pedoman Perilaku (Code of
        Conduct) Perseroan dibuat dengan mengacu pada nilai-nilai yang diyakini oleh setiap pimpinan
        dan karyawan. Dimana penerapan pedoman ini dijabarkan dalam sikap dan perilaku setiap
        pengurus dan karyawan di luar dan di dalam Perseroan. Pedoman Perilaku (Code of Conduct)
        Perseroan meliputi Etika Usaha dan Etika Kerja. Etika Usaha merupakan standar perilaku
        usaha yang diterapkan Perseroan sebagai suatu entitas bisnis dalam berinteraksi dan
        berhubungan dengan Stakeholders, baik internal maupun eksternal. Sementara itu, Etika Kerja
        merupakan standar perilaku kerja yang dipakai dalam menjalankan tugas untuk dan atas nama
        Perseroan, maupun dalam berinteraksi dan berhubungan dengan sesama rekan kerja serta
        Stakeholders.

        Pedoman Perilaku (Code of Conduct) ini menjadi landasan kegiatan usaha Perseroan yang
        berlaku dan menjadi acuan bagi seluruh pengurus dan karyawan Perseroan. Dalam hal ini,
        Perseroan meyakini bahwa kegiatan usaha yang bersinergi dengan pola etika dan budaya
        Perseroan dapat mengarahkan seluruh komponen Perseroan untuk bersikap secara
        profesional sehingga menunjang Perseroan untuk mencapai keberhasilan usaha.




                                                                                                           7-6
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 93
7.2.2   Laman Pemasaran

        Melalui pilar ini, Perseroan memenuhi tanggung jawab dan mewujudkan komitmennya dalam
        memberikan layanan dan produk unggulan kepada para konsumen. Pada praktiknya,
        Perseroan senantiasa berusaha untuk memastikan ketersediaan berbagai macam produk,
        terutama produk-produk laris demi memenuhi kebutuhan para konsumen yang terus
        berkembang. Tidak hanya itu, Perseroan juga menyediakan banyak fitur sebagai saluran
        komunikasi stakeholder Perseroan. Salah satu fiturnya adalah e-procurement untuk vendor
        pengadaan barang ataupun jasa. Aplikasi tersebut menyediakan fitur seperti undangan
        pengadaan, menunggu penawaran, sudah menawarkan, negosiasi (2D) e-auction, history
        pengadaan. Selain itu, ada fitur e-PPID yang digunakan sebagai pelayanan informasi kepada
        publik. Untuk menangani Keterbukaan Informasi Publik ditunjuklah Pejabat Pengelola Informasi
        Publik (PPID) berdasarkan Surat Keputusan (SK) Direksi Nomor: PH.01.03/059/2022 tanggal
        01 Agustus 2022 tentang Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi di Perseroan. E-PPID
        memiliki tugas     merencanakan, mengorganisasikan, melaksanakan, mengawasi, dan
        mengevaluasi pelaksanaan pengelolaan dan pelayanan informasi di lingkungan satuan kerja.
        Adapun fungsinya adalah mengelola dan melayani informasi public serta dokumentasi di
        satuan kerjanya; pengolahan, penataan, dan penyimpanan data atau informasi publik yang
        diperoleh di satuan kerjanya; penyeleksian dan pengujian data dan informasi publik yang
        termasuk dalam kategori dikecualikan dan informasi yang dibuka untuk publik yang ditetapkan
        oleh Pejabat yang berwenang; pengujian aksesibilitas atas suatu informasi public;
        penyelesaian sengketa pelayanan informasi dan pelaksanaan koordinasi antar bidang dalam
        pengelolaan dan pelayanan informasi publik serta dokumentasi.

        Fitur Whistleblowing System yang berfungsi sebagai wadah Laporkan perbuatan berindikasi
        pelanggaran yang terjadi di lingkungan Perseroan. Dan fitur laporan yang merupakan layanan
        pengaduan online yang disampaikan langsung ke instansi pemerintah terkait yang berwenang.
        Disisi calon investor bisa mengakses publikasi-publikasi yang dirilis Perseroan seperti kinerja
        keuangan Perseroan, tata Kelola Perseroan serta produk-produk yang dihasilkan, sedangkan
        bagi pencari kerja bisa mendapatkan informasi lowongan pekerjaan yang disediakan oleh
        Perseroan melalui fitur karir.


7.2.3   Lingkungan Hidup

        Sebagai bagian dari corporate citizen yang juga merupakan emiten publik, Perseroan memiliki
        komitmen untuk turut berperan serta dalam pembangunan berkelanjutan melalui program
        kegiatan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dengan mengacu pada undang-
        undang dan peraturan yang berlaku. Di samping itu, sebagai bagian dari Badan Usaha Milik
        Negara (BUMN), Perseroan memiliki komitmen untuk senantiasa mengimplementasikan
        program dan kegiatan TJSL secara sistematis dan terpadu untuk menjamin pelaksanaan,
        pencapaian keberhasilan serta pengelolaan dampak program TJSL sesuai dengan prioritas
        dan/atau pencapaian dari tujuan Program TJSL BUMN yang berpedoman pada rencana kerja,


                                                                                                          7-7
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 94
        sebagaimana yang tertuang dalam Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor
        PER-1/MBU/03/2023 Tahun 2023 tentang Penugasan Khusus dan Program Tanggung Jawab
        Sosial dan Lingkungan Badan Usaha Milik Negara.

        Dalam mendukung kinerja keberlanjutan, Perseroan juga terlibat aktif dalam mendukung
        penurunan emisi karbon dengan pilot project Pembangunan PLTS atap yang dimulai dengan
        pemasangan PLTS atap di perumahan semen Baturaja dengan total kapasitas 13,08 kWp dan
        telah beroperasi pada juni 2023. Pemasangan PLTS Atap akan dilanjutkan dengan
        pemasangan di Perumahan Dinas lainnya dan Area Perkantoran di Baturaja dengan total
        kapasitas 9,81 kWp yang akan selesai pada Desember 2023. Di tahun 2024, Perseroan akan
        dilanjutkan dengan pemasangan di Kantor Baturaja dengan total kapasitas 61,04 kWp.

        Perseroan juga merealisasi Penyaluran Dana Program Tanggungjawab Sosial dan Lingkungan
        9M 2023 mencapai Rp.2,68 Milyar atau naik 61% dari periode yang sama tahun sebelumnya.
        Perseroan juga menyalurkan beberapa bantuan seperti bantuan ke Dinas Ketahanan Pangan
        untuk kegiatan Dukungan Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP), pengadaan bibit tanaman
        pangan (Holtikultura) Baturaja, bantuan pembangunan pagar pemakaman di Baturaja Barat
        Kabupaten OKU, bantuan kegiatan penanaman 1.000 bibit buah & penyebaran ikan OKU dan
        bantuan kegiatan bakti sosial pembersihan rumah ibadah dan pembagian kotak sampah untuk
        masyarakat Ring 1 OKU.


7.2.4   Kemasyarakatan

        Demi memajukan perkembangan masyarakat di Indonesia, sekaligus mengurangi masyarakat
        pengangguran, Perseroan mengutamakan perekrutan tenaga kerja Indonesia dalam
        mendukung kegiatan operasionalnya. Selain itu, Perseroan senantiasa berusaha menjalankan
        praktik bisnis yang bersih dan bebas dari potensi korupsi dan suap serta mendukung upaya
        pencegahan dan pemberantasan korupsi di Perseroan. Upaya untuk mengatasi praktik korupsi,
        balas jasa (kickbacks), fraud, suap dan/atau gratifikasi di lingkungan Perseroan diatur dalam
        Kebijakan Anti Penyuapan serta Pedoman Pengendalian Gratifikasi. Hal ini diharapkan dapat
        terus menjaga serta meningkatkan kepercayaan stakeholders terhadap Perseroan.

        Komitmen terhadap anti korupsi dimuat dalam Surat Pernyataan Kepatuhan terhadap
        Pedoman Perilaku serta Pakta Integritas yang ditandatangani baik oleh pengurus maupun
        karyawan serta rekan bisnis perusahaan. Selain itu, Perseroan melengkapi kebijakan
        antikorupsi dengan kebijakan lainnya yang berkaitan dengan upaya pencegahan terhadap
        korupsi berupa Pedoman GCG, Pedoman Perilaku, SOP Uji Kelayakan (Due Diligence) serta
        SOP Pelaporan Pelanggaran/Whistleblowing System.




                                                                                                        7-8
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 95
BAB 8.          ANALISIS SWOT


8.1     STRENGTH (KEKUATAN)
        ▪   Market leader wilayah Sumbagsel
            Perseroan sebagai market leader di wilayah Sumbagsel sehingga dapat memperkuat
            secara grup ditengah kondisi demand yang terkoreksi dan lokasi produksi Perseroan yang
            berada ditengah pasar memberikan keunggulan pada biaya logistik yang lebih baik.
        ▪   Dukungan dari SIG
            Potensi permintaan di Sumbagsel yang lebih besar dibandingkan kapasitas produksi
            terpasang Perseroan, memberikan peluang untuk meningkatkan utilisasi terutama setelah
            bergabung dengan SIG.
        ▪   Dukungan bahan baku dan bahan bakar
            Kontinuitas suplai bahan baku dari lahan tambang Perseroan yang terjamin untuk
            mendukung operasi secara jangka panjang serta Perseroan mendapatkan suplai bahan
            bakar dengan harga yang lebih murah dan jaminan suplai yang lebih baik dibandingkan
            pesaing karena lokasi pabrik yang berdekatan dengan sumber energi.



8.2     WEAKNESS (KELEMAHAN)
        ▪   Ketergantungan terhadap SIG
            Meskipun SIG dapat menjadi kekuatan dari Rencana Proyek, namun disisi lain dapat pula
            menjadi kelemahan karena adanya ketergantungan terhadap SIG. Apabila di masa depan
            kerja sama tidak berjalan maksimal maka kinerja Rencana Proyek akan sangat
            terpengaruh secara pendapatan dan perluasan pasar.

            Upaya mengatasi kelemahan ini, akan terdapat hubungan kontraktual berupa Perjanjian
            Kerjasama yang mengatur skema royalti antara Perseroan dengan SIG. Dalam Perjanjian
            Kerjasama tersebut akan mengatur hal-hal yang berpengaruh pada kinerja SMBR meliputi
            namun tidak terbatas pada jangka waktu perjanjian, penyesuaian tarif royalti, penagihan
            dan sebagainya. Perseroan mendorong SIG untuk komitmen terhadap asumsi dan faktor
            penting yang mendukung dalam proyek ini.



8.3     OPPORTUNITY (PELUANG)
        ▪   Peningkatan utilitas
            Potensi permintaan di Sumbagsel yang lebih besar dibandingkan kapasitas produksi
            terpasang Perseroan, memberikan peluang untuk meningkatkan utilisasi terutama setelah
            bergabung dengan SIG.




                                                                                                      8-1
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 96
        ▪   Nilai tambah Perseroan dan SIG
            Penciptaan nilai tambah bagi Perseroan maupun SIG melalui sinergi pengadaan bersama
            (volume pooling), pemanfaatan aset, pengelolaan pasokan di wilayah pasar dengan biaya
            yang ekonomis (least cost to serve) dan harga jual yang bersaing.
        ▪   Dukungan teknologi
            Perseroan memiliki pabrik terintegrasi dengan teknologi yang ramah lingkungan, relatifbaru
            dan lebih efisien.



8.4     THREAT (ANCAMAN)
        ▪   Pendatang baru
            Dari segi diferensiasi produk, pendatang baru dapat membuat produk yang dihasilkannya
            memiliki karakteristik unik yang berbeda dan lebih unggul dibandingkan produk Perseroan.
            Upaya dalam mengatasi ancaman ini, Perseroan tergabung dalam kelompok usaha SIG
            yang memiliki keberagaman produk yang banyak. Melalui Rencana Proyek, Perseroan
            dapat memanfaatkan keberagaman produk tersebut, sehingga pendatang baru akan
            kesulitan untuk melakukan diferensiasi produk.
        ▪   Kualitas produk dibawah ekspektasi
            Perseroan perlu mengantisipasi kualitas produk dari entitas anak lain yang akan diproduksi
            karena produk dengan kualitas dibawah ekspektasi dapat menyebabkan terjadinya dead
            stock. Perseroan harus memastikan bahwa produk yang diproduksi memenuhi standar
            kualitas yang ditetapkan untuk memastikan bahwa produk tersebut diterima dengan baik
            oleh konsumen.
            Upaya dalam mengatasi ancaman ini, SIG sebagai induk Perseroan dan entitas anak
            lainnya, telah memiliki beberapa sertifikasi pengendalian mutu, diantaranya sistem
            manejemen mutu ISO 9001:2015; sistem manajemen lingkungan ISO 14001:2015; sistem
            manajemen keselamatan dan Kesehatan kerja ISO 45001:2018; sistem manajemen energi
            ISO 50001:2018; dan lainnya. Dengan memiliki sertifikasi-sertifikasi tersebut, secara
            langsung Perseroan mengikuti standar mutu tersebut, sehingga hal ini akan menjamin
            kualitas produk yang baik.




                                                                                                         8-2
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 97
BAB 9.          ASPEK KEUANGAN


9.1     KINERJA KEUANGAN PERSEROAN

9.1.1   Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian

        Pada 2023, Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp2.040,68 miliar, mengalami
        peningkatan Rp158,91 miliar atau 8,44% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar
        Rp1.881,77 miliar. Peningkatan ini disebabkan oleh peningkatan penjualan semen kepada
        pihak berelasi yaitu PT Semen Indonesia sebagai penerapan penjualan semen melalui mega
        distributor dan penjualan intercompany kepada PT Semen Padang dan PT Solusi Bangun
        Indonesia serta juga dipengaruhi peningkatan penjualan white clay sebagai produk hilirisasi.
        Pada 2023, penjualan bersih Perseroan adalah sebesar Rp2.040,68 miliar, mengalami
        peningkatan Rp158,91 miliar atau 8,44% dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang
        sebesar Rp1.881,77 miliar. Peningkatan tersebut terutama disebabkan peningkatan penjualan
        semen sebesar Rp159,32 miliar atau 8,62% dari tahun sebelumnya. Selain itu terjadi juga
        peningkatan penjualan white clay sebesar Rp32,91 miliar atau 3,44% dari tahun sebelumnya
        sebesar Rp31,82 miliar.

        Di tahun 2022, Perseroan berhasil membukukan total pendapatan sebesar Rp1.881,77 miliar,
        mengalami peningkatan Rp130,18 miliar atau 7,43%, dibandingkan tahun sebelumnya yang
        sebesar Rp1.751,59 miliar. Peningkatan ini disebabkan oleh peningkatan volume dan harga
        jual rata-rata penjualan semen sebesar 4% dari tahun 2021. Di tahun 2022, penjualan produk
        semen bungkus tercatat sebesar Rp1.620,43 miliar, mengalami peningkatan Rp59,71 miliar
        atau 3,83%, dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar Rp1.560,72 miliar. Sementara
        penjualan produk semen curah mengalami peningkatan Rp75,72 miliar atau 49,84%, dari
        Rp151,92 miliar di tahun 2021, menjadi Rp227,65 miliar di tahun 2022. Hal ini lebih dikarenakan
        peningkatan volume penjualan semen sebesar 4% sedangkan dari sisi harga jual juga
        mengalami peningkatan untuk semen sebesar 4%.

        Adapun untuk tahun 2022 Perseroan tidak melakukan penjualan terak dikarenakan tidak ada
        permintaan dari pelanggan. Penjualan produk mortar di tahun 2022, tercatat sebesar Rp14 juta,
        mengalami penurunan Rp31 juta atau 68,89%, dibandingkan dengan tahun sebelumnya
        sebesar Rp45 juta. Hal ini dikarenakan adanya penurunan permintaan dari pelanggan.
        Sedangkan penjualan white clay mengalami peningkatan Rp1,20 miliar atau 3,93%, dari
        Rp30,61 miliar di tahun 2021, menjadi Rp31,82 miliar di tahun 2022. Peningkatan ini
        disebabkan oleh oleh meningkatnya permintaan dari pelanggan yang digunakan sebagai
        bahan baku pembuatan pupuk. Sementara itu, pendapatan Perseroan dari jasa pengangkutan,
        tercatat sebesar Rp1,86 miliar di tahun 2022, mengalami penurunan Rp2,87 miliar atau
        60,66%, dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar Rp4,73 miliar. Adapun pendapatan




                                                                                                          9-1
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 98
        lain-lain di tahun 2022, tercatat sebesar Rp3 juta, mengalami penurunan Rp161 juta atau
        98,17%, dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar Rp164 juta.

        Perseroan berhasil membukukan total penjualan pada tahun buku yang berakhir 31 Desember
        2021 sebesar Rp1,75 triliun, naik 2% atau sebesar Rp29,68 miliar dari posisi tahun buku 2020
        yang mencapai Rp1,72 triliun. Kondisi tersebut didukung oleh peningkatan penjualan semen,
        white clay, terak dan juga mortar yang merupakan produk baru Perseroan. Selain itu jasa
        pengangkutan juga mengalami peningkatan meskipun pendapatan lain-lain mengalami
        penurunan. Komposisi penjualan semen bungkus mengalami peningkatan menjadi 91%
        dibandingkan dengan tahun 2020 sebesar 87% dari total penjualan. Sementara penjualan
        semen curah mengalami penurunan menjadi 9% dari tahun 2020 yang sebesar 13%.

        Penjualan berdasarkan segmen geografis di tahun 2021 masih didominasi oleh wilayah
        Sumatera Selatan dengan realisasi Rp1,0 triliun untuk semen, Rp30,6 miliar untuk white clay
        dan Rp4,9 miliar untuk jasa angkutan. Segmen geografis yang mengalami penurunan
        penjualan semen adalah Sumatera Selatan yang lebih rendah 2%, Jambi lebih rendah 0%, dan
        Kalimantan Barat lebih rendah 1%. Pembangunan infrastruktur jalan Tol Trans Sumatera ruas
        Palembang – Bengkulu yang masih berlanjut menjadi potensi untuk SMBR meningkatkan
        kinerja volume penjualan. Sedangkan untuk wilayah Jambi dan Kalimantan Barat, SMBR akan
        mengoptimalkan strategi penetrasi pasar dan melakukan pembenahan jaringan distribusi.
        Sementara itu, peningkatan penjualan semen terjadi di wilayah Lampung, Bangka Belitung,
        dan Bengkulu masing-masing sebesar 4%, 34%, dan 23%. Peningkatan penjualan semen di
        wilayah tersebut disebabkan oleh naiknya volume penjualan baik dalam bentuk bulk maupun
        zak.

        Perseroan melakukan penjualan semen kepada pihak ketiga dan pihak berelasi. Hingga akhir
        tahun 2020, Perseroan mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp1,72 triliun atau lebih rendah
        14% dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp1,99 triliun. Penurunan tersebut,
        terutama diakibatkan oleh penurunan penjualan kepada pihak ketiga sebesar 15%, dari Rp1,99
        triliun pada tahun 2019 menjadi Rp1,70 triliun pada tahun 2020. Penjualan berdasarkan
        segmen geografis di tahun 2020 masih didominasi oleh wilayah Sumatera Selatan dengan
        realisasi Rp1,03 triliun untuk semen, Rp19,62 miliar untuk white clay dan Rp5,74 miliar untuk
        jasa angkutan. Penurunan penjualan di Sumatera Selatan disebabkan oleh persaingan harga
        dengan semen pesaing dan daya beli 9-2udang9-2kat yang cenderung menurun sehingga
        mereka lebih memilih produk semen yang dijual dengan harga lebih rendah. Penurunan
        penjualan di Jambi disebabkan oleh adanya pembatasan mobilitas sehingga menimbulkan
        kekhawatiran sebagian Distributor apabila stok produk semen di 9-2udang menumpuk,
        sehingga penebusan semen sedikit berkurang.

        Penurunan penjualan di Bangka Belitung disebabkan oleh terhambatnya suplai pada semester
        I dikarenakan pembatasan mobilitas dan kekhawatiran terhadap dampak pandemi COVID-19.
        Sementara itu, peningkatan penjualan semen terjadi pada wilayah Lampung dan Bengkulu



                                                                                                        9-2
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 99
            masing-masing sebesar 17% dan 40%. Serta terdapat penjualan semen pada wilayah baru
            yaitu wilayah Kalimantan Barat sebesar Rp5,37 miliar.



Tabel 9-1: Laporan Laba Rugi & Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian Perseroan (IDR
                                                             Ribuan)
                      Uraian                    31-Dec-19        31-Dec-20        31-Dec-21        31-Dec-22        31-Dec-23


Pendapatan - neto                                1.999.516.771    1.721.907.150    1.751.585.770    1.881.767.356    2.040.679.390

Beban pokok pendapatan                          -1.124.627.994   -1.001.749.360     -975.520.058   -1.112.848.157   -1.397.189.524

Laba (rugi) bruto                                  874.888.777      720.157.790      776.065.712      768.919.199      643.489.866

Beban penjualan                                   -341.702.497     -315.425.347     -331.352.704     -248.745.467     -200.445.187
Beban umum & administrasi                         -309.922.401     -244.673.134     -237.082.953     -258.523.944     -230.848.497
Pendapatan (beban) operasi lainnya                  10.680.435       55.078.063       27.515.613       -8.579.101       43.895.517

Laba (rugi) sebelum bunga & pajak penghasilan      233.944.314      215.137.372      235.145.668      253.070.687      256.091.699

Pendapatan keuangan                                 10.236.956        5.109.826       14.116.862       11.655.844        5.098.511
Beban keuangan                                    -157.609.005     -183.779.596     -180.355.009     -162.645.800      -98.606.832

Laba (rugi) sebelum beban pajak                     86.572.265       36.467.602       68.907.521      102.080.731      162.583.378

Beban pajak penghasilan                            -56.498.410      -25.485.929      -22.201.630      -24.762.910      -41.010.873

Laba (rugi) tahun berjalan                          30.073.855       10.981.673       46.705.891       77.317.821      121.572.505

Pendapatan (beban) komprehensif lain                -2.480.677       -9.792.102        6.538.609       -8.077.848      -15.332.994

Jumlah laba komprehensif tahun berjalan             27.593.178        1.189.571       53.244.500       69.239.973      106.239.511




9.1.2       Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian

            Aset
            Pada 2023, total aset Perseroan adalah sejumlah Rp4.856,73 miliar, mengalami penurunan
            Rp385,99 miliar atau 7,36%, jika dibandingkan pada 2022 yang sejumlah Rp5.242.72 miliar.
            Adapun komposisi aset lancar Perusahaan pada 2023 adalah sebesar 16,82%, menurun
            dibanding tahun sebelumnya dengan komposisi sebesar 18,89%. Sementara komposisi aset
            tidak lancar Perusahaan tercatat sebesar 83,18% pada 2023, meningkat dibanding tahun
            sebelumnya, dengan komposisi sebesar 81,11%. Jumlah aset lancar Perseroan adalah
            sejumlah Rp816,85 miliar pada posisi 31 Desember 2023, mengalami penurunan Rp173,45
            miliar atau 17,51% jika dibandingkan dengan pada 2022 yang sebesar Rp990,30 miliar.
            Penurunan ini terutama disebabkan oleh kas dan setara kas yang turun 81,19% dari Rp522,92
            miliar pada 2022 menjadi Rp98,39 miliar pada 2023, piutang usaha ke pihak ketiga turun naik
            37,53% dari Rp196,12 miliar pada 2022 menjadi Rp122,51 miliar pada 2023, piutang Lain-lain
            ke pihak berelasi naik 10,25% menjadi Rp3,13 miliar pada 2023 dan biaya dibayar di muka
            turun 86,31% dari Rp23,29 miliar pada 2022 menjadi Rp3,19 miliar pada 2023. Jumlah aset
            tidak lancar Perseroan pada 31 Desember 2023 adalah sebesar Rp4.039,88 miliar, mengalami
            penurunan Rp212,54 miliar atau 5%, jika dibandingkan dengan pada 2022 yang sebesar
            Rp4.252,43 miliar. Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh penurunan aset tetap
            berwujud, aset tak berwujud dan oleh pencairan deposito jaminan atas pinjaman bank entitas
            anak perusahaan.



                                                                                                                                     9-3
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 100
        Di tahun 2022, total aset Perseroan tercatat sebesar Rp5.211,25 miliar, mengalami penurunan
        Rp60,70 miliar atau 1,15%, jika dibandingkan dengan tahun 2021 yang sebesar Rp5.271,95
        miliar. Adapun komposisi aset lancar Perseroan di tahun 2022 adalah sebesar 19,36%,
        mengalami perubahan tahun sebelumnya, dengan komposisi sebesar 17,45%. Sementara
        komposisi aset tidak lancar Perseroan tercatat sebesar 80,64% di tahun 2022, mengalami
        perubahan dibanding tahun sebelumnya, dengan komposisi sebesar 82,55%. Jumlah aset
        lancar Perseroan tercatat sebesar Rp1.008,81 miliar di tahun 2022, mengalami peningkatan
        Rp88,95 miliar atau 9,67%, jika dibandingkan dengan tahun 2021, sebesar Rp919,86 miliar.
        Jumlah aset tidak lancar Perseroan tercatat sebesar Rp4.202,44 miliar, mengalami penurunan
        Rp149,66 miliar atau 3,44%, jika dibandingkan dengan tahun 2021, yang sebesar Rp4.352,10
        miliar. Penurunan ini lebih disebabkan oleh penurunan aset tetap berwujud dan aset tak
        berwujud atas depresiasi/amortisasi tahun berjalan.

        Dengan adanya peningkatan pada aset lancar sebesar 19%, dan penurunan pada aset tidak
        lancar 3% maka jumlah aset Perseroan hingga akhir Desember 2021 mengalami peningkatan
        sebesar 1% atau sebesar Rp80,57 miliar. Jika pada tahun 2020 sebesar Rp5,74 triliun, di tahun
        2021 menjadi Rp5,82 triliun. Hingga 31 Desember 2021, Perseroan mencatatkan aset lancar
        sebesar Rp1,31 triliun, naik Rp210,23 miliar atau 19% dari periode yang sama tahun
        sebelumnya yang tercatat sebesar Rp1,10 triliun. Hingga akhir tahun 2021, aset tidak lancar
        Perseroan mengalami penurunan 3% atau sebesar Rp129,65 miliar dari Rp4,64 triliun pada
        tahun 2020 menjadi Rp4,51 triliun pada tahun 2021. Penurunan tersebut terjadi karena
        penambahan aset selama tahun 2021 lebih kecil dari pada nilai penyusutan aset selama tahun
        2021, yaitu Aset tetap menurun 3% dari Rp4,24 triliun di tahun 2020 menjadi Rp4,13 triliun di
        tahun 2021 disebabkan penambahan aset tetap tahun 2021 sebesar Rp59 miliar dan
        penambahan biaya depresiasi tahun 2021 sebesar Rp169 miliar dan aset tak berwujud
        menurun 15% dari Rp241,07 miliar di tahun 2020 menjadi Rp204,07 miliar di tahun 2021
        disebabkan oleh penambahan biaya amortisasi tahun 2021 sebesar Rp 41,8 miliar.

        Dengan adanya peningkatan pada aset lancar sebesar 5% dan peningkatan aset tidak lancar
        sebesar 2%, maka jumlah aset Perseroan hingga akhir Desember 2020 mengalami
        peningkatan sebesar 3% atau sebesar Rp165,9 miliar dari Rp5,57 triliun pada tahun 2019
        menjadi Rp5,74 triliun pada tahun 2020. Aset lancar Perseroan mengalami kenaikan sebesar
        Rp58,94 miliar atau tumbuh 5% dari Rp1,07 triliun pada tahun 2019 menjadi Rp1,13 triliun pada
        tahun 2020. Kenaikan tersebut utamanya terjadi karena beberapa akun pada tahun 2020
        mengalami pertumbuhan positif dibandingkan tahun sebelumnya, yaitu kas dan setara kas naik
        95% dari Rp185,65 miliar di tahun 2019 menjadi Rp362,47 miliar di tahun 2020. Piutang usaha
        ke pihak berelasi naik 71% dari Rp6,76 miliar di tahun 2019 menjadi Rp3,96 miliar di tahun
        2020. Piutang lain-lain ke pihak berelasi naik Rp2,24 miliar. Aset keuangan lancar lainnya naik
        78% dari Rp16,77 miliar di tahun 2019 menjadi Rp29,79 miliar di tahun 2020. Hingga akhir
        tahun 2020, aset tidak lancar Perseroan mengalami peningkatan 2% atau sebesar Rp106,96
        miliar dari Rp4,49 triliun pada tahun 2019 menjadi Rp4,6 triliun pada tahun 2020. Kenaikan
        tersebut terjadi karena adanya akumulasi peningkatan kinerja pada beberapa akun

                                                                                                          9-4
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 101
            dibandingkan tahun 2019, yaitu Aset tetap meningkat 2% dari Rp4,17 triliun di tahun 2019
            menjadi Rp4,24 triliun di tahun 2020 disebabkan investasi rutin Perseroan. Aset tak berwujud
            meningkat 36% dari Rp176,91 miliar di tahun 2019 menjadi Rp241,07 miliar di tahun 2020
            disebabkan oleh kegiatan development tambang Pelawi yang diamortisasi sebagai biaya
            produksi.


                 Tabel 9-2: Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan (IDR Ribuan)
                       Uraian                          31-Dec-19        31-Dec-20        31-Dec-21        31-Dec-22        31-Dec-23


Aset                                                    5.571.270.204    5.737.175.560    5.321.005.660    5.242.724.933    4.856.730.638

  Aset lancar                                           1.071.983.297    1.130.925.970      910.242.365      990.295.391      816.846.119
   Kas & setara kas                                       185.648.846      362.469.101      484.703.777      522.918.100       98.386.875
   Piutang usaha                                          480.633.738      450.222.169      173.434.588      204.537.414      458.969.398
   Piutang lain-lain                                        3.069.629        8.345.194          618.433        3.190.286        3.136.628
   Persediaan                                             340.862.066      249.819.117      233.053.625      226.319.841      245.899.971
   Pajak dibayar dimuka                                    15.307.071        6.316.693        6.200.944        2.953.546        3.883.268
   Beban dibayar dimuka & uang muka                        29.688.680       23.959.655       11.679.501       29.999.402        5.462.813
   Aset keuangan lancar lainnya                            16.773.267       29.794.041          551.497          376.802        1.107.166

  Aset tidak lancar                                     4.499.286.907    4.606.249.590    4.410.763.295    4.252.429.542    4.039.884.519
   Penyertaan saham                                            25.000           25.000           25.000           25.000           25.000
   Aset pajak tangguhan                                             0                0       14.256.152       12.626.248       11.473.518
   Aset tetap                                           4.171.966.909    4.242.524.144    4.163.222.503    4.081.841.325    3.955.399.358
   Aset takberwujud                                       176.911.702      241.077.027       27.897.065       20.186.318       12.193.521
   Aset tidak lancar lainnya                              150.383.296      122.623.419      205.362.575      137.750.651       60.793.122

Liabilitas & ekuitas                                    5.571.270.204    5.737.175.560    5.321.005.660    5.242.724.933    4.856.730.638

  Liabilitas jangka pendek                                468.526.329      850.138.636      436.747.850      588.138.938      731.493.137
    Utang usaha                                           300.134.688      258.776.436      247.355.425      311.226.605      417.359.082
    Utang lain-lain                                         2.643.838        1.923.640       40.318.181       67.345.779       50.049.730
    Utang pajak                                            24.588.436       25.543.070       22.952.769       25.492.254       26.462.856
    Beban yang masih harus dibayar                         37.475.505       97.937.434       42.733.853       40.362.783       39.577.964
    Liabilitas imbalan kerja jangka pendek                          0          548.170        9.658.431       41.199.654       13.723.795
    Pinjaman bank jangka panjang jatuh tempo 1 tahun       72.041.272      425.523.681       58.854.644       99.666.150      175.000.000
    Liabilitas sewa                                        31.642.590       39.886.205       14.874.547        2.845.713        9.319.710

  Liabilitas jangka panjang                             1.620.450.783    1.479.148.317    1.878.359.757    1.579.447.969      962.825.145
    Liabilitas pajak tangguhan                            109.724.414      126.760.409       72.700.163       93.554.801      128.019.117
    Pinjaman bank jangka panjang                        1.414.544.545    1.173.130.470    1.592.119.081    1.257.047.622      597.370.005
    Liabilitas imbalan kerja jangka panjang                37.542.127       52.480.936       50.513.004       62.316.439       75.932.088
    Provisi untuk restorasi                                 8.252.337       37.349.593       46.671.869       48.924.565       51.437.752
    Liabilitas sewa                                        50.387.360       89.426.909      116.355.640      117.604.542      110.066.183

  Ekuitas                                               3.482.293.092    3.407.888.607    3.005.898.053    3.075.138.026    3.162.412.356
   Modal saham                                            993.253.434      993.253.434      993.253.434      993.253.434      993.253.434
   Tambahan modal disetor                               1.270.606.785    1.270.606.785    1.270.606.785    1.270.606.785    1.270.606.785
   Komponen ekuitas lainnya                               -49.534.082      -59.326.386      -54.477.126      -62.555.084      -77.888.186
   Saldo laba                                           1.267.929.240    1.203.319.758      796.534.403      873.857.734      976.463.494
   Kepentingan non-pengendali                                  37.715           35.016          -19.443          -24.843          -23.171



            Liabilitas dan ekuitas
            Pada 31 Desember 2023, total liabilitas Perseroan adalah sebesar Rp1.579,45 miliar,
            mengalami penurunan Rp588,14 miliar atau 27,13% dibandingkan dengan pada tahun 2022
            yang sebesar Rp2.167,59 miliar. Penurunan ini disebabkan oleh penurunan pinjaman bank
            jangka Panjang perusahaan Kredit Sindikasi yang memberi dampak bagi Perseroan berupa
            penurunan beban keuangan perusahaan. Persentase liabilitas jangka pendek Perseroan pada
            31 Desember 2023 adalah sebesar 46,31%, mengalami peningkatan dibanding tahun
            sebelumnya dengan persentase sebesar 27,13%. Sementara itu, persentase liabilitas jangka
            panjang Perseroan tercatat sebesar 60,96% pada 2023, mengalami perubahan dibanding
            tahun sebelumnya dengan persentase sebesar 72,87%.

            Jumlah liabilitas jangka pendek Perseroan pada 31 Desember 2023 adalah sebesar Rp731,49
            miliar, mengalami peningkatan Rp143,35 miliar atau 24,37%, jika dibandingkan dengan tahun

                                                                                                                                            9-5
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 102
        2022, yang sebesar Rp588,14 miliar. Pada 2023, jumlah liabilitas jangka panjang Perseroan
        adalah sebesar Rp962,83 miliar, mengalami penurunan Rp616,62 miliar atau 39,04%,
        dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang sebesar Rp1.579.45 miliar.

        Jumlah ekuitas Perusahaan pada 2023 adalah sebesar Rp3.162,41 miliar, mengalami
        peningkatan Rp87,27 miliar atau 2,84% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar
        Rp3.075,14 miliar. Peningkatan ini disebabkan oleh pengakuan laba periode tahun 2023
        sebesar Rp 121,5 miliar Peningkatan ini tidak memberi dampak bagi Perseroan.

        Di tahun 2022, total liabilitas Perseroan tercatat sebesar Rp2.124,33 miliar, mengalami
        penurunan Rp147,46 miliar atau 6,49%, jika dibandingkan dengan tahun 2021, yang sebesar
        Rp2.271,79 miliar. Adapun komposisi liabilitas jangka pendek Perseroan di tahun 2022, adalah
        sebesar 27,57%, mengalami perubahan tahun sebelumnya, dengan komposisi sebesar
        18,78%. Sementara komposisi liabilitas jangka panjang Perseroan tercatat sebesar 72,43%, di
        tahun 2022, mengalami perubahan tahun sebelumnya, dengan komposisi sebesar 81,22%.
        Jumlah liabilitas jangka pendek Perseroan di tahun 2022, tercatat sebesar Rp585,59 miliar,
        mengalami peningkatan Rp158,93 miliar atau 37,25%, jika dibandingkan dengan tahun 2021,
        yang sebesar Rp426,66 miliar. Di tahun 2022, jumlah liabilitas jangka panjang Perseroan
        tercatat sebesar Rp1.538,75 miliar, mengalami penurunan Rp306,38 miliar atau 16,60%,
        dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang sebesar Rp1.845,13 miliar.

        Dengan adanya penurunan pada liabilitas jangka pendek sebesar 44% dan peningkatan
        liabilitas jangka panjang sebesar 27%, maka total liabilitas Perseroan hingga akhir Desember
        2021 meningkat 1% atau sebesar Rp22,22 miliar. Jika pada tahun 2020 sebesar Rp2,33 triliun,
        di tahun 2021 menjadi Rp2,35 triliun. Liabilitas jangka pendek Perseroan mengalami
        penurunan 44% atau sebesar Rp377,02 miliar dari Rp850,14 miliar pada tahun 2020 menjadi
        Rp473,11 miliar pada tahun 2021. Hingga akhir tahun 2021, liabilitas jangka panjang Perseroan
        mengalami kenaikan 27% atau sebesar Rp399,24 miliar, dari Rp1,48 triliun pada tahun 2020
        menjadi Rp1,88 triliun pada tahun 2021.

        Dengan adanya penurunan pada liabilitas jangka panjang sebesar 9% dan peningkatan
        liabilitas jangka pendek sebesar 81%, maka total liabilitas Perseroan hingga akhir Desember
        2020 mengalami peningkatan 12% atau sebesar Rp240,31 miliar dari Rp2,09 triliun pada tahun
        2019 menjadi Rp2,33 triliun pada tahun 2020. Liabilitas jangka pendek Perseroan mengalami
        peningkatan 81% atau sebesar Rp381,61 miliar dari Rp468,52 miliar pada tahun 2019 menjadi
        Rp850,13 miliar pada tahun 2020. Hingga akhir tahun 2020, liabilitas jangka panjang Perseroan
        mengalami penurunan 9% atau sebesar Rp141,3 miliar dari Rp1,62 triliun pada tahun 2019
        menjadi Rp1,48 triliun pada tahun 2020 yang disebabkan oleh pinjaman bank jangka panjang
        menurun 17% dari sebesar Rp1,41 triliun di tahun 2019 menjadi Rp1,17 triliun di tahun 2020
        yang disebabkan oleh reklasifikasi atas utang Bank Medium Term Notes yang jatuh tempo
        dalam 1 tahun.

        Jumlah ekuitas Perseroan di tahun 2022, tercatat sebesar Rp3.086,92 miliar, mengalami
        peningkatan Rp86,75 miliar atau 2,89%, dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar
                                                                                                        9-6
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 103
        Rp3.000,17 miliar. Peningkatan ini disebabkan oleh Perseroan mencatat laba tahun berjalan
        sebesar Rp94.827,89 miliar dan mencatat penyesuaian atas pengukuran program imbalan
        pasti sebesar Rp8.077,85 miliar.

        Dengan adanya penurunan pada liabilitas jangka pendek sebesar 44% dan peningkatan
        liabilitas jangka panjang sebesar 27%, maka total liabilitas Perseroan hingga akhir Desember
        2021 meningkat 1% atau sebesar Rp22,22 miliar. Jika pada tahun 2020 sebesar Rp2,33 triliun,
        di tahun 2021 menjadi Rp2,35 triliun.

        Jumlah ekuitas Perseroan hingga akhir tahun 2020 mengalami penurunan 2% atau sebesar
        Rp74,40 miliar dari Rp3,48 triliun pada tahun 2019 menjadi Rp3,41 triliun pada tahun 2020.
        Penurunan tersebut berasal dari penyesuaian implementasi PSAK 71 sebesar Rp75,12 miliar,
        pembagian dividen sebesar Rp6,16 miliar dan pengukuran kembali program imbalan pasti
        sebesar Rp9,79 miliar. Sementara itu terdapat juga kenaikan pada pos ekuitas dikarenakan
        adanya penyesuaian perpajakan sebesar Rp5,69 miliar dan laba tahun berjalan sebesar
        Rp10,98 miliar.


9.1.3   Laporan Arus Kas Konsolidasian

        Perseroan membukukan penurunan arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi
        sejumlah Rp104,43 miliar atau 26,05%, dari Rp400,93 miliar pada 2022 menjadi Rp296,50
        miliar pada 2023. Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh penurunan penerimaan kas
        dari pelanggan khususnya kepada pihak berelasi seiring dengan peningkatan piutang usaha
        pihak berelasi. Arus kas bersih Perseroan untuk aktivitas investasi mengalami peningkatan
        Rp50,33 miliar atau 95,60%, dari Rp52,65 miliar pada 2022 menjadi Rp102,98 pada 2023.
        Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh pembayaran investasi melalui utang usaha di
        tahun 2022 yang baru di bayarkan di tahun 2023. Perseroan membukukan peningkatan arus
        kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan sejumlah Rp307,88 miliar atau 99,28%,
        dari Rp310,10 miliar pada 2022 menjadi Rp617,98 miliar. Peningkatan tersebut secara total
        disebabkan oleh pembayaran pokok percepatan kredit sindikasi dalam rangka Refinancing
        sebesar Rp442 miliar dan pembayan rutin pokok kredit sindikasi sebesar Rp100 miliar.

        Kenaikan atau penurunan bersih kas dan setara kas merupakan akumulasi atas arus kas dari
        aktivitas operasi, arus kas dari aktivitas investasi, dan arus kas dari aktivitas pendanaan, yang
        di tahun 2022, Perseroan mencatatkan penurunan bersih kas dan setara kas sebesar Rp38,18
        miliar, turun Rp108,26 miliar atau 73,93%, dibandingkan tahun sebelumnya dengan kenaikan
        bersih kas dan setara kas yang tercatat sebesar Rp146,44 miliar. Penurunan bersih kas dan
        setara kas, disebabkan karena Perseroan melakukan percepatan pembayaran kredit sindikasi
        ditahun 2022 sebesar Rp238 miliar.

        Perseroan membukukan kas dan setara kas pada akhir tahun buku 2021 sebesar Rp534,83
        miliar, naik 48% dibandingkan tahun buku 2020 yang sebesar Rp362,47 miliar. Perubahan
        tersebut, antara lain didorong oleh kenaikan aktivitas operasi sebesar 6% dan penurunan
        aktivitas investasi sebesar 52%.
                                                                                                            9-7
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 104
            Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi hingga akhir tahun 2020 tercatat positif
            sebesar Rp393,02 miliar meningkat 452% dari Rp71,23 miliar di tahun 2019. Hal ini terutama
            disebabkan karena memaksimalkan penerimaan kas dari distributor atas penjadwalan piutang
            dan sistem Supply Chain Financing (SCF) untuk pembayaran kepada pemasok. Hingga akhir
            tahun 2020, arus kas bersih digunakan untuk aktivitas investasi turun 64% dari Rp342,99 miliar
            tahun 2019 menjadi Rp122,89 miliar tahun 2020. Hal ini disebabkan oleh adanya pembelian
            aset tetap yang mengalami penurunan 59%, aset dalam pembangunan turun 41%, pembelian
            lahan untuk pengembangan turun 99% dan pembelian aset tidak berwujud turun 79%. Arus
            kas bersih diperoleh dari aktivitas pendanaan pada tahun 2020 mengalami peningkatan 442%
            dari Rp17,22 miliar di tahun 2019 menjadi Rp93,34 miliar di tahun 2020. Peningkatan ini, antara
            lain diakibatkan oleh: pembayaran pinjaman kredit investasi naik 2.942%, pembayaran pokok
            liabilitas sewa naik 141%, pembiayaan bunga kredit investasi naik 8%.


                      Tabel 9-3: Laporan Arus Kas Konsolidasian Perseroan (IDR Ribuan)
                     Uraian               31-Dec-19         31-Dec-20        31-Dec-21        31-Dec-22        31-Dec-23


Arus kas dari aktivitas operasi                71.235.464      393.019.308      171.566.371      400.926.191      296.497.994
  Penerimaan kas dari pelanggan             2.216.155.203    1.833.573.263    1.932.631.565    2.170.839.131    1.818.977.388
  Pembayaran kas kepada pemasok            -2.010.797.638   -1.281.048.347   -1.440.434.511   -1.453.627.596   -1.231.222.652
  Pembayaran kas kepada karyawan             -164.306.906     -175.189.724     -169.493.224     -166.581.593     -188.227.811
  Pembayaran bunga pinjaman bank                        0                0     -150.560.701     -162.929.766     -106.846.517
  Pembayaran bunga medium term note                     0                0       -9.000.000                0                0
  Pembayaran bunga keuangan                   -10.879.103                0       -4.794.270                0                0
  Penerimaan bunga                              7.888.226        4.640.709       13.846.062       11.830.539        5.416.415
  Penerimaan restitusi pajak                   33.441.571       11.409.338                0        1.921.768        2.295.323
  Pembayaran pajak penghasilan                   -265.889         -365.931         -628.550         -526.292       -3.894.152

Arus kas dari aktivitas investasi           -342.993.040      -122.888.512      -39.535.312      -52.646.357     -102.976.371
  Pembelian aset tetap                      -184.484.063       -75.075.807      -28.009.181      -20.047.948      -37.536.450
  Penjualan aset tetap                                 0                 0          303.866          146.632                0
  Pembelian aset takberwujud                 -22.662.639        -4.723.646         -485.600       -4.432.977       -5.566.827
  Aset dalam pembangunan                     -72.012.269       -42.765.869       -4.655.834      -28.312.064      -59.873.094
  Pembelian lahan untuk pengembangan         -63.834.069          -323.190       -6.688.563                0                0

Arus kas dari aktivitas pendanaan            -17.220.792       -93.345.004       14.407.250     -310.100.341     -617.976.018
  Penerimaan pinjaman bank                   200.000.000     1.220.000.000      497.627.148                0      901.425.000
  Pembayaran pokok pinjaman bank             -36.020.638    -1.095.724.236      -41.394.229     -296.892.033   -1.496.986.458
  Pembayaran pokok liabilitas sewa           -27.685.611       -50.238.672      -33.675.693      -13.208.308       -3.449.379
  Pembayaran bunga liabilitas sewa                     0       -16.579.805       -8.149.976                0                0
  Pembayaran pokok medium term note                    0                 0     -400.000.000                0                0
  Pembayaran bunga medium term note          -36.000.000       -36.000.000                0                0                0
  Pembayaran dividen                         -18.971.143        -6.158.861                0                0      -18.965.181
  Pembayaran bunga kredit investasi          -98.543.400      -106.858.881                0                0                0
  Pembayaran bunga keuangan                            0        -1.784.549                0                0                0

Arus kas bersih                             -288.978.368       176.785.792      146.438.309       38.179.493     -424.454.395

Pengaruh perubahan kurs mata uang asing        -1.209.282          34.463       -24.203.633          34.830           -76.830

Kas & setara kas awal tahun                  475.836.496       185.648.846      362.469.101      484.703.777      522.918.100

Kas & setara kas akhir tahun                 185.648.846       362.469.101      484.703.777      522.918.100       98.386.875




9.1.4       Rasio Keuangan

            Rasio likuiditas
            Tingkat likuiditas perusahaan dihitung berdasarkan perbandingan antara aset lancar
            dibandingkan dengan liabilitas lancar yang mencerminkan kemampuan perusahaan dalam
            memenuhi liabilitas jangka pendeknya. Terdapat dua indikator utama dalam mengukur tingkat
            likuiditas, yaitu rasio lancar (current ratio) dan rasio cepat (quick ratio). Rata-rata rasio lancar
            untuk 31 Desember 2019-2023 adalah 1,70x. Sedangkan, rata-rata rasio cepat untuk

                                                                                                                                9-8
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 105
        31 Desember 2019-2023 adalah 1,63x. Angka rasio lancar dan rasio cepat diatas 1x
        mengindikasikan tingkat likuiditas yang baik. Berdasarkan proyeksi keuangan Rencana Proyek
        diperkirakan akan meningkatkan tingkat likuiditas Perseroan namun tidak banyak karena
        kontribusi aset dan liabilitas lancar Rencana Proyek terhadap aset dan liabilitas lancar
        keseluruhan Perseroan tidak dominan.


        Rasio solvabilitas
        Tingkat solvabilitas menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi seluruh
        liabilitasnya, yang diukur dengan menggunakan dua indikator, yaitu melalui perbandingan
        antara jumlah liabilitas terhadap jumlah aset dan melalui perbandingan antara jumlah liabilitas
        terhadap jumlah ekuitas. Rata-rata debt to equity ratio (DER) untuk 31 Desember 2019-2023
        adalah 46,25%. Sedangkan rata-rata debt to total asset (DAR) untuk 31 Desember 2019-2023
        adalah 27,66%. Angka DAR dibawah 100% mengindikasikan tingkatsolvabilitas yang baik.
        Sementara berdasarkan praktik di perbankan nasional pada umumnya mensyaratkan debitur
        menjaga angka DER dibawah 500%, sehingga dapat diindikasikan batas tingkatsolvabilitas
        yang baik berdasarkan DER adalah dibawah 500%. Berdasarkan proyeksi keuangan Rencana
        Proyek diperkirakan akan mengurangi tingkatsolvabilitas Perseroan di tahun pertama
        operasional    Rencana   Proyek    namun    di   tahun-tahun   berikutnya   akan   mengalami
        kecenderungan perbaikan tingkatsolvabilitas Perseroan. Meskipun demikian pengaruh
        Rencana Proyek terhadap tingkat solvabilitas Perseroan juga tidak banyak karena kontribusi
        jumlah liabilitas, aset dan aset bersih Rencana Proyek terhadap jumlah liabilitas, aset dan
        ekuitas Perseroan tidak dominan.


        Rasio profitabilitas
        Return on asset (ROA) menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba
        bersih dari aset yang dimilikinya. Rata-rata ROA selama 31 Desember 2019-2023 adalah
        1,12%. Sementara return on equity (ROE) menunjukkan kemampuan perusahaan dalam
        menghasilkan laba bersih dari ekuitas yang ditanamkan. Rata-rata ROE selama 31 Desember
        2019-2023 adalah 1,82%. Angka ROA dan ROE yang positif mengindikasikan kemampuan
        penciptaan laba. Rata-rata angka ROA dan ROE yang negatif selama 31 Desember 2019-
        2023, terutama disebabkan dampak pandemi Covid-19 selama 2020-2021, dimana dilakukan
        pembatasan mobilitas fisik masyarakat oleh pemerintah. Namun seiring berkurangnya dampak
        pandemi Covid-19, rata-rata angka ROA dan ROE akan kembali positif. Berdasarkan proyeksi
        keuangan Rencana Proyek diperkirakan akan memperbaiki tingkat profitabilitas Perseroan
        namun tidak banyak karena kontribusi pendapatan dan laba Rencana Proyek terhadap
        pendapatan dan laba Perseroan tidak dominan.




                                                                                                          9-9
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 106
                                      Tabel 9-4: Rasio Keuangan Perseroan

                    Uraian                   31-Dec-19     31-Dec-20     31-Dec-21     31-Dec-22     31-Dec-23


Profitabilitas
  Marjin laba kotor                              43,76%        41,82%        44,31%        40,86%        31,53%
  Marjin laba operasi                            11,70%        12,49%        13,42%        13,45%        12,55%
  Marjin laba sebelum pajak                       4,33%         2,12%         3,93%         5,42%         7,97%
  Marjin laba bersih                              1,50%         0,64%         2,67%         4,11%         5,96%
  ROE (return on equity)                          0,86%         0,32%         1,55%         2,51%         3,84%
  ROA (return on assets)                          0,54%         0,19%         0,88%         1,47%         2,50%
  ROIC (return on invested capital)               0,60%         0,21%         0,98%         1,70%         3,00%

Likuiditas
  Rasio kas                                         0,40          0,43          1,11          0,89          0,13
  Rasio cepat                                       2,15          1,25          2,04          1,62          1,10
  Rasio lancar                                      2,29          1,33          2,08          1,68          1,12

Solvabilitas
 DAR (debt to total assets ratio)                28,16%        30,12%        33,49%        28,18%        18,36%
 DER (debt to equity ratio)                      45,05%        50,70%        59,29%        48,04%        28,20%




9.2       RENCANA PROYEK

9.2.1     Biaya Pendirian (Startup Cost)

          Tidak terdapat biaya pendirian (startup cost) atau investasi secara langsung terkait Rencana
          Proyek, mengingat pada dasarnya Rencana Proyek adalah rencana perubahan skema
          penjualan atas aktivitas komersial yang telah berjalan di Perseroan.

9.2.2     Sumber Pembiayaan

          Mengingat tidak terdapat biaya pendirian (startup cost) atau investasi atas Rencana Proyek
          maka rencana perubahan skema penjualan atas aktivitas komersial yang telah berjalan di
          Perseroan akan dibiayai secara tidak langsung melalui pendanaan internal Perseroan, dimana
          kas dan setara kas yang tersedia per 31 Desember 2023 pada Perseroan sebesar Rp98,4
          miliar.


9.2.3     Modal Kerja

          Perubahan modal kerja pada Perseroan akibat Rencana Proyek relatif tidak signifikan. Hal
          mengingat perubahan pendapatan pada Stream 2 dan 3 berkisar 1,4%-1,5% dari total
          pendapatan. Disamping itu, perubahan biaya pada komponen beban pokok pendapatan
          berkisar 1,0%-2,0% dari total biaya (diluar depresiasi dan amortisasi). Pembiayaan modal kerja
          di Perseroan selama ini lebih banyak menggunakan pendanaan jangka pendek.


9.2.4     Biaya Operasional

          Biaya operasional (operating expenditure) meliputi beban pokok pendapatan, beban penjualan,
          dan beban umum dan administrasi. Beban pokok pendapatan (diluar depresiasi dan amortisasi)
          meliputi biaya bahan bakar, biaya listrik, biaya tenaga kerja, biaya pemeliharaan, biaya umum
          dan administrasi, biaya pajak dan asuransi, biaya kemasan, biaya perniagaan, dan biaya

                                                                                                                   9-10
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 107
        pembelian semen ke afiliasi. Beban pokok pendapatan aktual (2023) meliputi biaya bahan
        bakar, biaya listrik, biaya tenaga kerja, biaya pemeliharaan, biaya umum dan administrasi,
        biaya pajak dan asuransi, biaya kemasan, biaya perniagaan, dan biaya pembelian semen ke
        afiliasi adalah sebesar Rp154,9 ribu/ton, Rp92,1 ribu/ton, Rp53,1 ribu/ton, Rp24,7 ribu/ton,
        Rp14,9 ribu/ton, Rp19,5 ribu/ton, Rp44,4 ribu/ton, Rp65,1 ribu/ton, dan Rp921,8 ribu/ton,
        berturut-turut. Beban penjualan (diluar depresiasi dan amortisasi) meliputi biaya pengangkutan,
        biaya tenaga kerja, biaya pemeliharaan, biaya umum dan administrasi, dan biaya perniagaan.
        Beban penjualan aktual (2023) meliputi biaya pengangkutan, biaya tenaga kerja, biaya
        pemeliharaan, biaya umum dan administrasi, dan biaya perniagaan adalah sebesar Rp72,2
        ribu/ton, Rp13,6 ribu/ton, Rp0,9 ribu/ton, Rp1,9 ribu/ton, dan Rp2,1 ribu/ton, berturut-turut.
        Beban umum dan administrasi (diluar depresiasi dan amortisasi) meliputi biaya listrik, biaya
        tenaga kerja, biaya pemeliharaan, dan biaya umum dan administrasi. Beban umum dan
        administrasi aktual (2023) meliputi biaya listrik, biaya tenaga kerja, biaya pemeliharaan, dan
        biaya umum dan administrasi adalah sebesar Rp1,5 ribu/ton, Rp47,7 ribu/ton, Rp2,5 ribu/ton,
        dan Rp37,1 ribu/ton, berturut-turut.


9.2.5   Biaya Bahan Baku

        Biaya bahan baku dan penolong merupakan salah satu komponen dalam beban pokok
        pendapatan, dengan porsi berkisar 17%-20% dari struktur total biaya (diluar depresiasi dan
        amortisasi) di Perseroan. Biaya bahan baku dan penolong aktual (2023) adalah sebesar
        Rp119,5 ribu/ton.


9.2.6   Asumsi Proyeksi Keuangan

9.2.6.1 Asumsi Tanpa Rencana Proyek
        Berikut adalah asumsi-asumsi pokok yang digunakan dalam penyusunan proyeksi laporan
        keuangan tanpa Rencana Proyek. Kewajaran asumsi dilakukan dengan mereview proyeksi
        tanpa Rencana Proyek yang disampaikan oleh manajemen, memperhatikan kondisi industri
        dan perkiraan perkembangan kondisi eksternal sosial ekonomi di masa yang akan datang.
        ▪   Periode proyeksi eksplisit dimulai dari 1 Januari 2024 sampai dengan 31 Desember 2028.
        ▪   Kapasitas terpasang produksi semen adalah 4,1 juta ton per tahun.
        ▪   Pendapatan berasal dari Stream 1-4 dan penjualan white clay.
        ▪   Proyeksi laporan keuangan tanpa Rencana Proyek dan dengan Rencana Proyek pada
            dasarnya sama, kecuali Stream 2 dan 3, serta komponen beban pokok pendapatan berupa
            biaya pembelian semen ke afiliasi.
        ▪   Volume penjualan Stream 2 berkisar 54.473-63.210 ton per tahun, sementara volume
            penjualan Stream 3 berkisar 680.540-800.738 ton per tahun. Asumsi tersebut berdasarkan
            pada Volume aktual 2023 dan estimasi pertumbuhan volume yang mempertimbangkan
            potensi pasar dan sasaran Perseroan.
        ▪   Harga jual rata-rata Stream 2 berkisar Rp1.030 ribu/ton-Rp1.160 ribu/ton, sementara harga
            jual rata-rata Stream 3 berkisar Rp721 ribu/ton-Rp760 ribu/ton.

                                                                                                          9-11
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 108
        ▪   Biaya pembelian semen ke afiliasi terkait Stream 2 berkisar Rp949,4 ribu/ton-Rp1.068,6
            ribu/ton.
        ▪   Volume penjualan Stream 1 berkisar 1.292.819-1.521.159 ton per tahun, Stream 4 berkisar
            804.331-946.394 ton per tahun, dan white clay berkisar 64.800-70.142 ton per tahun.
        ▪   Harga jual rata-rata Stream 1 berkisar Rp1.015 ribu/ton-Rp1.142 ribu/ton, Stream 4
            berkisar Rp820 ribu/ton-Rp988 ribu/ton, dan white clay berkisar Rp1.699 ribu/ton-Rp1.739
            ribu/ton.
        ▪   Beban pokok produksi meliputi biaya bahan baku dan penolong berkisar Rp124,7 ribu/ton-
            Rp152,1 ribu/ton, biaya bahan bakar berkisar Rp150,2 ribu/ton-Rp170,9 ribu/ton, biaya
            listrik berkisar Rp81,1 ribu/ton-Rp92,9 ribu/ton, biaya tenaga kerja berkisar Rp50,3 ribu/ton-
            Rp52,5 ribu/ton, biaya pemeliharaan berkisar Rp32,2 ribu/ton-Rp33,6 ribu/ton, biaya umum
            dan administrasi berkisar Rp10,1 ribu/ton-Rp10,5 ribu/ton, biaya pajak dan asuransi
            berkisar Rp16,4 ribu/ton-Rp17,2 ribu/ton, biaya kemasan berkisar Rp39,7 ribu/ton-Rp44,8
            ribu/ton, dan biaya perniagaan berkisar Rp73,0 ribu/ton-Rp81,1 ribu/ton.
        ▪   Beban penjualan meliputi biaya pengangkutan berkisar Rp65,7 ribu/ton-Rp73,6 ribu/ton,
            biaya tenaga kerja berkisar Rp10,2 ribu/ton-Rp10,7 ribu/ton, biaya pemeliharaan berkisar
            Rp917/ton-Rp956/ton, biaya umum dan administrasi berkisar Rp1,6 ribu/ton-Rp1,7
            ribu/ton, dan biaya perniagaan berkisar Rp794/ton-Rp828/ton.
        ▪   Beban umum dan administrasi meliputi biaya listrik berkisar Rp951/ton-Rp1.009/ton, biaya
            tenaga kerja berkisar Rp43,2 ribu/ton-Rp45,1 ribu/ton, biaya pemeliharaan berkisar Rp3,6
            ribu/ton-Rp6,1 ribu/ton, dan biaya umum dan administrasi berkisar Rp24,8 ribu/ton-Rp31,4
            ribu/ton.
        ▪   Perputaran modal kerja terkait Stream 2 dan 3 meliputi piutang usaha dan utang usaha
            adalah 30 hari dan 30 hari, berturut-turut.
        ▪   Capital expenditure (capex) selama periode proyeksi total sebesar Rp931,9 miliar atau
            rata-rata Rp186,3 miliar per tahun.
        ▪   Pelunasan pinjaman bank selama periode 2024-2027, dengan tingkat bunga sebesar
            9,25% per tahun.
        ▪   Tingkat pajak penghasilan badan sebesar 22% sesuai dengan peraturan perundangan-
            undangan pajak yang berlaku.


9.2.6.2 Asumsi Dengan Rencana Proyek
        Berikut adalah asumsi-asumsi pokok yang digunakan dalam penyusunan proyeksi laporan
        keuangan dengan Rencana Proyek. Kewajaran asumsi dilakukan dengan mereview proyeksi
        dengan Rencana Proyek yang disampaikan oleh manajemen, memperhatikan kondisi industri
        dan perkiraan perkembangan kondisi eksternal sosial ekonomi di masa yang akan datang.
        ▪   Periode proyeksi eksplisit dimulai dari 1 Januari 2024 sampai dengan 31 Desember 2028.
        ▪   Kapasitas terpasang produksi semen adalah 4,1 juta ton per tahun.
        ▪   Pendapatan berasal dari Stream 1-4 dan penjualan white clay.



                                                                                                             9-12
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 109
        ▪   Proyeksi laporan keuangan tanpa Rencana Proyek dan dengan Rencana Proyek pada
            dasarnya sama, kecuali Stream 2 dan 3, serta komponen beban pokok pendapatan berupa
            biaya royalti.
        ▪   Volume penjualan Stream 2 berkisar 54.473-63.210 ton per tahun, sementara volume
            penjualan Stream 3 berkisar 680.540-800.738 ton per tahun
        ▪   Pendapatan royalty Stream 2 berkisar Rp29,5 ribu/ton-Rp33,2 ribu/ton (royalty 2,5% dari
            harga jual rata-rata Stream 2), sementara harga jual rata-rata Stream 3 berkisar Rp746
            ribu/ton-Rp786 ribu/ton (markup 3,5%).
        ▪   Biaya pembayaran royalty terkait Stream 3 berkisar Rp18,0 ribu/ton-Rp18,9 ribu/ton
            (royalty 2,5% dari harga jual rata-rata Stream 3).
        ▪   Volume penjualan Stream 1 berkisar 1.292.819-1.521.159 ton per tahun, Stream 4 berkisar
            804.331-946.394 ton per tahun, dan white clay berkisar 64.800-70.142 ton per tahun.
        ▪   Harga jual rata-rata Stream 1 berkisar Rp1.015 ribu/ton-Rp1.142 ribu/ton, Stream 4
            berkisar Rp820 ribu/ton-Rp988 ribu/ton, dan white clay berkisar Rp1.699 ribu/ton-Rp1.739
            ribu/ton.
        ▪   Beban pokok produksi meliputi biaya bahan baku dan penolong berkisar Rp124,7 ribu/ton-
            Rp152,1 ribu/ton, biaya bahan bakar berkisar Rp150,2 ribu/ton-Rp170,9 ribu/ton, biaya
            royalty berkisar Rp81,1 ribu/ton-Rp92,9 ribu/ton, biaya tenaga kerja berkisar Rp50,3
            ribu/ton-Rp52,5 ribu/ton, biaya pemeliharaan berkisar Rp32,2 ribu/ton-Rp33,6 ribu/ton,
            biaya umum dan administrasi berkisar Rp10,1 ribu/ton-Rp10,5 ribu/ton, biaya pajak dan
            asuransi berkisar Rp16,4 ribu/ton-Rp17,2 ribu/ton, biaya kemasan berkisar Rp39,7
            ribu/ton-Rp44,8 ribu/ton, dan biaya perniagaan berkisar Rp73,0 ribu/ton-Rp81,1 ribu/ton.
        ▪   Beban penjualan meliputi biaya pengangkutan berkisar Rp65,7 ribu/ton-Rp73,6 ribu/ton,
            biaya tenaga kerja berkisar Rp10,2 ribu/ton-Rp10,7 ribu/ton, biaya pemeliharaan berkisar
            Rp917/ton-Rp956/ton, biaya umum dan administrasi berkisar Rp1,6 ribu/ton-Rp1,7
            ribu/ton, dan biaya perniagaan berkisar Rp794/ton-Rp828/ton.
        ▪   Beban umum dan administrasi meliputi biaya listrik berkisar Rp951/ton-Rp1.009/ton, biaya
            tenaga kerja berkisar Rp43,2 ribu/ton-Rp45,1 ribu/ton, biaya pemeliharaan berkisar Rp3,6
            ribu/ton-Rp6,1 ribu/ton, dan biaya umum dan administrasi berkisar Rp24,8 ribu/ton-Rp31,4
            ribu/ton.
        ▪   Perputaran modal kerja terkait Stream 2 dan 3 meliputi piutang usaha dan utang usaha
            adalah 30 hari dan 30 hari, berturut-turut.
        ▪   Capital expenditure (capex) selama periode proyeksi total sebesar Rp931,9 miliar atau
            rata-rata Rp186,3 miliar per tahun.
        ▪   Pelunasan pinjaman bank selama periode 2024-2027, dengan tingkat bunga sebesar
            9,25% per tahun.
        ▪   Tingkat pajak penghasilan badan sebesar 22% sesuai dengan peraturan perundangan-
            undangan pajak yang berlaku.




                                                                                                       9-13
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 110
9.2.7       Proyeksi Laporan Keuangan

9.2.7.1 Proyeksi Laporan Keuangan Tanpa Rencana Proyek
            Berdasarkan pokok-pokok asumsi yang telah disampaikan diatas, berikut adalah proyeksi
            keuangan tanpa Rencana Proyek untuk periode 1 Januari 2024-31 Desember 2028.


       Tabel 9-5: Proyeksi Laporan Laba Rugi & Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
                                          Perseroan Tanpa Rencana Proyek (IDR Ribuan)
                       Uraian                          31-Dec-24        31-Dec-25        31-Dec-26        31-Dec-27        31-Dec-28


Pendapatan - neto                                       2.628.687.117    2.804.764.430    2.992.093.677    3.196.193.321    3.414.601.229

Beban pokok pendapatan                                 -1.758.035.275   -1.851.209.562   -1.958.905.570   -2.068.463.641   -2.231.526.888

Laba (rugi) bruto                                         870.651.843      953.554.868    1.033.188.107    1.127.729.679    1.183.074.341

Beban penjualan                                          -233.303.618     -247.658.580     -263.077.443     -279.489.208     -297.271.637
Beban umum & administrasi                                -271.736.091     -264.114.817     -267.261.271     -269.026.789     -275.237.803
Pendapatan (beban) operasi lainnya                                  0                0                0                0                0

Laba (rugi) sebelum bunga & pajak penghasilan             365.612.134      441.781.471      502.849.392      579.213.682      610.564.901

Pendapatan keuangan                                                 0                0                0                0               0
Beban keuangan                                            -58.725.475      -36.062.975      -15.372.113       -2.312.500               0

Laba (rugi) sebelum beban pajak                           306.886.658      405.718.496      487.477.279      576.901.182      610.564.901

Beban pajak penghasilan                                   -67.515.065      -89.258.069     -107.245.001     -126.918.260     -134.324.278

Laba (rugi) tahun berjalan                                239.371.593      316.460.427      380.232.278      449.982.922      476.240.623




       Tabel 9-6: Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan Tanpa Rencana
                                                           Proyek (IDR Ribuan)
                       Uraian                          31-Dec-24        31-Dec-25        31-Dec-26        31-Dec-27        31-Dec-28


Aset                                                    4.825.412.159    4.927.183.891    5.075.311.660    5.475.652.584    5.952.277.435

  Aset lancar                                             934.426.379    1.111.790.223    1.322.252.484    1.642.886.203    2.078.352.249
   Kas & setara kas                                       170.387.001      345.183.361      553.004.070      870.718.951    1.303.094.363
   Piutang usaha                                          504.549.532      507.117.016      509.758.568      512.677.407      515.768.040
   Piutang lain-lain                                        3.136.628        3.136.628        3.136.628        3.136.628        3.136.628
   Persediaan                                             245.899.971      245.899.971      245.899.971      245.899.971      245.899.971
   Pajak dibayar dimuka                                     3.883.268        3.883.268        3.883.268        3.883.268        3.883.268
   Beban dibayar dimuka & uang muka                         5.462.813        5.462.813        5.462.813        5.462.813        5.462.813
   Aset keuangan lancar lainnya                             1.107.166        1.107.166        1.107.166        1.107.166        1.107.166

  Aset tidak lancar                                     3.890.985.780    3.815.393.669    3.753.059.176    3.832.766.380    3.873.925.186
   Penyertaan saham                                            25.000           25.000           25.000           25.000           25.000
   Aset pajak tangguhan                                    11.473.518       11.473.518       11.473.518       11.473.518       11.473.518
   Aset tetap                                           3.813.490.664    3.742.073.742    3.679.783.379    3.759.534.712    3.800.737.647
   Aset takberwujud                                         5.203.475        1.028.287          984.158          940.028          895.899
   Aset tidak lancar lainnya                               60.793.122       60.793.122       60.793.122       60.793.122       60.793.122

Liabilitas & ekuitas                                    4.825.412.159    4.927.183.891    5.075.311.660    5.475.652.584    5.952.277.435

  Liabilitas jangka pendek                                735.803.064      736.114.370      611.379.866      561.737.868      562.122.097
    Utang usaha                                           421.669.009      421.980.315      422.245.811      422.603.813      422.988.042
    Utang lain-lain                                        50.049.730       50.049.730       50.049.730       50.049.730       50.049.730
    Utang pajak                                            26.462.856       26.462.856       26.462.856       26.462.856       26.462.856
    Beban yang masih harus dibayar                         39.577.964       39.577.964       39.577.964       39.577.964       39.577.964
    Liabilitas imbalan kerja jangka pendek                 13.723.795       13.723.795       13.723.795       13.723.795       13.723.795
    Pinjaman bank jangka panjang jatuh tempo 1 tahun      175.000.000      175.000.000       50.000.000                0                0
    Liabilitas sewa                                         9.319.710        9.319.710        9.319.710        9.319.710        9.319.710

  Liabilitas jangka panjang                               687.825.145      472.825.145      365.455.140      365.455.140      365.455.140
    Liabilitas pajak tangguhan                            128.019.117      128.019.117      128.019.117      128.019.117      128.019.117
    Pinjaman bank jangka panjang                          322.370.005      107.370.005                0                0                0
    Liabilitas imbalan kerja jangka panjang                75.932.088       75.932.088       75.932.088       75.932.088       75.932.088
    Provisi untuk restorasi                                51.437.752       51.437.752       51.437.752       51.437.752       51.437.752
    Liabilitas sewa                                       110.066.183      110.066.183      110.066.183      110.066.183      110.066.183

  Ekuitas                                               3.401.783.949    3.718.244.376    4.098.476.653    4.548.459.576    5.024.700.198
   Modal saham                                            993.253.434      993.253.434      993.253.434      993.253.434      993.253.434
   Tambahan modal disetor                               1.270.606.785    1.270.606.785    1.270.606.785    1.270.606.785    1.270.606.785
   Komponen ekuitas lainnya                               -77.888.186      -77.888.186      -77.888.186      -77.888.186      -77.888.186
   Saldo laba                                           1.215.835.087    1.532.295.514    1.912.527.791    2.362.510.714    2.838.751.336
   Kepentingan non-pengendali                                 -23.171          -23.171          -23.171          -23.171          -23.171




                                                                                                                                            9-14
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 111
 Tabel 9-7: Proyeksi Laporan Arus Kas Konsolidasian Perseroan Tanpa Rencana Proyek (IDR
                                                                Ribuan)
                     Uraian                        31-Dec-24        31-Dec-25        31-Dec-26        31-Dec-27        31-Dec-28


Arus kas dari aktivitas operasi                       415.247.971      531.903.157      600.914.045      661.743.628      687.917.355
  Jumlah penghasilan komprehensif tahun berjalan      239.371.593      316.460.427      380.232.278      449.982.922      476.240.623
  Depresiasi                                          217.146.585      217.698.908      223.057.823      214.321.542      214.383.137
  Perubahan modal kerja
    Piutang usaha                                     -45.580.134       -2.567.483       -2.641.552       -2.918.839       -3.090.633
    Piutang lain-lain                                           0                0                0                0                0
    Persediaan                                                  0                0                0                0                0
    Pajak lain-lain dibayar dimuka                              0                0                0                0                0
    Beban dibayar dimuka & uang muka                            0                0                0                0                0
    Aset keuangan lancar lainnya                                0                0                0                0                0
    Aset pajak tangguhan                                        0                0                0                0                0
    Utang usaha                                         4.309.927          311.306          265.496          358.002          384.229
    Utang lain-lain                                             0                0                0                0                0
    Utang pajak                                                 0                0                0                0                0
    Beban yang masih harus dibayar                              0                0                0                0                0
    Liabilitas imbalan kerja                                    0                0                0                0                0
    Liabilitas pajak tangguhan                                  0                0                0                0                0

Arus kas dari aktivitas investasi                     -68.247.845     -142.106.797     -160.723.331     -294.028.746     -255.541.943
  Aset tetap                                          -75.237.891     -146.281.986     -160.767.460     -294.072.876     -255.586.072
  Aset takberwujud                                      6.990.046        4.175.189           44.129           44.129           44.129
  Aset tidak lancar lainnya                                     0                0                0                0                0

Arus kas dari aktivitas pendanaan                    -275.000.000     -215.000.000     -232.370.005      -50.000.000               0
  Pinjaman bank jangka panjang                       -275.000.000     -215.000.000     -232.370.005      -50.000.000               0
  Liabilitas sewa                                               0                0                0                0               0
  Provisi untuk restorasi                                       0                0                0                0               0
  Komponen ekuitas lainnya                                      0                0                0                0               0
  Kepentingan non-pengendali                                    0                0                0                0               0
  Dividen                                                       0                0                0                0               0
  Koreksi                                                       0                0                0                0               0

Arus kas bersih                                        72.000.126      174.796.360      207.820.709      317.714.881      432.375.412

Kas & setara kas awal tahun                            98.386.875      170.387.001      345.183.361      553.004.070      870.718.951

Kas & setara kas akhir tahun                          170.387.001      345.183.361      553.004.070      870.718.951    1.303.094.363




            Dari proyeksi keuangan tanpa Rencana Proyek yang terbentuk dapat dicermati beberapa hal
            sebagai berikut:
            ▪      Pendapatan dan beban pokok pendapatan (laba kotor) Stream 2 merepresentasikan
                   aktivitas maklon (manufacturing on contract) antara Perseroan dengan afiliasi.
            ▪      Pendapatan Stream 3 merepresentasikan aktivitas penjualan langsung ke pelanggan
                   tanpa melalui SIG (tanpa markup 3,5%).
            ▪      Perputaran modal kerja yang diperhitungkan hanya terkait Stream 2 dan 3.


9.2.7.2 Proyeksi Laporan Keuangan Dengan Rencana Proyek
            Berdasarkan pokok-pokok asumsi yang telah disampaikan diatas, berikut adalah proyeksi
            keuangan dengan Rencana Proyek untuk periode 1 Januari 2024-31 Desember 2028.




                                                                                                                                        9-15
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 112
       Tabel 9-8: Proyeksi Laporan Laba Rugi & Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
                                         Perseroan Dengan Rencana Proyek (IDR Ribuan)
                       Uraian                          31-Dec-24        31-Dec-25        31-Dec-26        31-Dec-27        31-Dec-28


Pendapatan - neto                                       2.591.343.208    2.764.418.767    2.949.377.775    3.150.011.222    3.364.681.343

Beban pokok pendapatan                                 -1.718.586.940   -1.808.694.444   -1.913.910.526   -2.019.931.667   -2.179.186.256

Laba (rugi) bruto                                         872.756.268      955.724.324    1.035.467.249    1.130.079.555    1.185.495.087

Beban penjualan                                          -233.303.618     -247.658.580     -263.077.443     -279.489.208     -297.271.637
Beban umum & administrasi                                -271.736.091     -264.114.817     -267.261.271     -269.026.789     -275.237.803
Pendapatan (beban) operasi lainnya                                  0                0                0                0                0

Laba (rugi) sebelum bunga & pajak penghasilan             367.716.559      443.950.927      505.128.534      581.563.558      612.985.646

Pendapatan keuangan                                                 0                0                0                0               0
Beban keuangan                                            -58.725.475      -36.062.975      -15.372.113       -2.312.500               0

Laba (rugi) sebelum beban pajak                           308.991.084      407.887.951      489.756.422      579.251.058      612.985.646

Beban pajak penghasilan                                   -67.978.038      -89.735.349     -107.746.413     -127.435.233     -134.856.842

Laba (rugi) tahun berjalan                                241.013.045      318.152.602      382.010.009      451.815.825      478.128.804




       Tabel 9-9: Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan Tanpa Rencana
                                                           Proyek (IDR Ribuan)
                       Uraian                          31-Dec-24        31-Dec-25        31-Dec-26        31-Dec-27        31-Dec-28


Aset                                                    4.823.766.249    4.926.974.592    5.076.673.431    5.478.552.514    5.956.748.159

  Aset lancar                                             932.780.470    1.111.580.923    1.323.614.255    1.645.786.134    2.082.822.973
   Kas & setara kas                                       171.853.084      348.336.200      557.925.500      877.467.390    1.311.725.077
   Piutang usaha                                          501.437.540      503.754.877      506.198.909      508.828.898      511.608.050
   Piutang lain-lain                                        3.136.628        3.136.628        3.136.628        3.136.628        3.136.628
   Persediaan                                             245.899.971      245.899.971      245.899.971      245.899.971      245.899.971
   Pajak dibayar dimuka                                     3.883.268        3.883.268        3.883.268        3.883.268        3.883.268
   Beban dibayar dimuka & uang muka                         5.462.813        5.462.813        5.462.813        5.462.813        5.462.813
   Aset keuangan lancar lainnya                             1.107.166        1.107.166        1.107.166        1.107.166        1.107.166

  Aset tidak lancar                                     3.890.985.780    3.815.393.669    3.753.059.176    3.832.766.380    3.873.925.186
   Penyertaan saham                                            25.000           25.000           25.000           25.000           25.000
   Aset pajak tangguhan                                    11.473.518       11.473.518       11.473.518       11.473.518       11.473.518
   Aset tetap                                           3.813.490.664    3.742.073.742    3.679.783.379    3.759.534.712    3.800.737.647
   Aset takberwujud                                         5.203.475        1.028.287          984.158          940.028          895.899
   Aset tidak lancar lainnya                               60.793.122       60.793.122       60.793.122       60.793.122       60.793.122

Liabilitas & ekuitas                                    4.823.766.249    4.926.974.592    5.076.673.431    5.478.552.514    5.956.748.159

  Liabilitas jangka pendek                                732.515.703      732.571.444      607.630.279      557.693.537      557.760.378
    Utang usaha                                           418.381.648      418.437.389      418.496.224      418.559.482      418.626.323
    Utang lain-lain                                        50.049.730       50.049.730       50.049.730       50.049.730       50.049.730
    Utang pajak                                            26.462.856       26.462.856       26.462.856       26.462.856       26.462.856
    Beban yang masih harus dibayar                         39.577.964       39.577.964       39.577.964       39.577.964       39.577.964
    Liabilitas imbalan kerja jangka pendek                 13.723.795       13.723.795       13.723.795       13.723.795       13.723.795
    Pinjaman bank jangka panjang jatuh tempo 1 tahun      175.000.000      175.000.000       50.000.000                0                0
    Liabilitas sewa                                         9.319.710        9.319.710        9.319.710        9.319.710        9.319.710

  Liabilitas jangka panjang                               687.825.145      472.825.145      365.455.140      365.455.140      365.455.140
    Liabilitas pajak tangguhan                            128.019.117      128.019.117      128.019.117      128.019.117      128.019.117
    Pinjaman bank jangka panjang                          322.370.005      107.370.005                0                0                0
    Liabilitas imbalan kerja jangka panjang                75.932.088       75.932.088       75.932.088       75.932.088       75.932.088
    Provisi untuk restorasi                                51.437.752       51.437.752       51.437.752       51.437.752       51.437.752
    Liabilitas sewa                                       110.066.183      110.066.183      110.066.183      110.066.183      110.066.183

  Ekuitas                                               3.403.425.401    3.721.578.003    4.103.588.012    4.555.403.837    5.033.532.641
   Modal saham                                            993.253.434      993.253.434      993.253.434      993.253.434      993.253.434
   Tambahan modal disetor                               1.270.606.785    1.270.606.785    1.270.606.785    1.270.606.785    1.270.606.785
   Komponen ekuitas lainnya                               -77.888.186      -77.888.186      -77.888.186      -77.888.186      -77.888.186
   Saldo laba                                           1.217.476.539    1.535.629.141    1.917.639.150    2.369.454.975    2.847.583.779
   Kepentingan non-pengendali                                 -23.171          -23.171          -23.171          -23.171          -23.171




                                                                                                                                            9-16
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 113
Tabel 9-10: Proyeksi Laporan Arus Kas Konsolidasian Perseroan Tanpa Rencana Proyek (IDR
                                                                     Ribuan)
                     Uraian                             31-Dec-24        31-Dec-25        31-Dec-26        31-Dec-27        31-Dec-28


Arus kas dari aktivitas operasi                            416.714.054      533.589.914      602.682.635      663.570.636      689.799.631
  Jumlah penghasilan komprehensif tahun berjalan           241.013.045      318.152.602      382.010.009      451.815.825      478.128.804
  Depresiasi                                               217.146.585      217.698.908      223.057.823      214.321.542      214.383.137
  Perubahan modal kerja
    Piutang usaha                                          -42.468.142       -2.317.337       -2.444.032       -2.629.989       -2.779.151
    Piutang lain-lain                                                0                0                0                0                0
    Persediaan                                                       0                0                0                0                0
    Pajak lain-lain dibayar dimuka                                   0                0                0                0                0
    Beban dibayar dimuka & uang muka                                 0                0                0                0                0
    Aset keuangan lancar lainnya                                     0                0                0                0                0
    Aset pajak tangguhan                                             0                0                0                0                0
    Utang usaha                                              1.022.566           55.741           58.835           63.258           66.841
    Utang lain-lain                                                  0                0                0                0                0
    Utang pajak                                                      0                0                0                0                0
    Beban yang masih harus dibayar                                   0                0                0                0                0
    Liabilitas imbalan kerja                                         0                0                0                0                0
    Liabilitas pajak tangguhan                                       0                0                0                0                0

Arus kas dari aktivitas investasi                          -68.247.845     -142.106.797     -160.723.331     -294.028.746     -255.541.943
  Aset tetap                                               -75.237.891     -146.281.986     -160.767.460     -294.072.876     -255.586.072
  Aset takberwujud                                           6.990.046        4.175.189           44.129           44.129           44.129
  Aset tidak lancar lainnya                                          0                0                0                0                0

Arus kas dari aktivitas pendanaan                         -275.000.000     -215.000.000     -232.370.005      -50.000.000               0
  Pinjaman bank jangka panjang                            -275.000.000     -215.000.000     -232.370.005      -50.000.000               0
  Liabilitas sewa                                                    0                0                0                0               0
  Provisi untuk restorasi                                            0                0                0                0               0
  Komponen ekuitas lainnya                                           0                0                0                0               0
  Kepentingan non-pengendali                                         0                0                0                0               0
  Dividen                                                            0                0                0                0               0
  Koreksi                                                            0                0                0                0               0

Arus kas bersih                                             73.466.209      176.483.116      209.589.300      319.541.890      434.257.688

Kas & setara kas awal tahun                                 98.386.875      171.853.084      348.336.200      557.925.500      877.467.390

Kas & setara kas akhir tahun                               171.853.084      348.336.200      557.925.500      877.467.390    1.311.725.077




            Dari proyeksi keuangan dengan Rencana Proyek yang terbentuk dapat dicermati beberapa hal
            sebagai berikut:
            ▪      Pendapatan Stream 2 merepresentasikan pendapatan royalty dari afiliasi.
            ▪      Pendapatan Stream 3 merepresentasikan aktivitas penjualan ke SIG (markup 3,5%) dan
                   beban pokok pendapatan Stream 3 terdapat pembayaran biaya royalty ke afiliasi sebesar
                   2,5%.
            ▪      Perputaran modal kerja yang diperhitungkan hanya terkait Stream 2 dan 3.


9.2.8       Pemilihan Arus Kas

            Proses penilaian saham Perseroan dilakukan dengan menggunakan model arus kas bersih
            untuk ekuitas (free cash flow to equity/FCFE) inkremental, yang mencerminkan selisih arus kas
            bersih masa datang antara tanpa dan dengan Rencana Proyek, yang tersedia di dalam
            perusahaan yang dapat dibayarkan kepada pemegang ekuitas (common stock), setelah
            terpenuhinya semua kebutuhan operasional, investasi, dan pinjaman yang diperlukan dalam
            mempertahankan pertumbuhan perusahaan baik selama proyeksi periode eksplisit maupun
            masa kekal (periode implisit). Arus kas bersih untuk ekuitas inkremental tersebut didapat dari:

                                                   ∆𝐹𝐶𝐹𝐸 = ∆𝐸𝐴𝑇 + ∆𝐷𝐴 + ∆𝑊𝐶 + ∆𝐶𝐴𝑃𝐸𝑋 + ∆𝐷

            dimana:             ∆FCFE               : arus kas bersih untuk ekuitas inkremental,
                                ∆EAT                : laba setelah pajak inkremental,
                                ∆DA                 : depresiasi dan amortisasi inkremental,

                                                                                                                                             9-17
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 114
                    ∆WC         : perubahan modal kerja bersih inkremental,
                    ∆CAPEX      : arus kas investasi inkremental, dan
                    ∆D          : arus kas pembiayaan diluar ekuitas inkremental.


9.2.9   Penentuan Tingkat Diskonto

        Untuk mendiskonto arus kas bersih untuk ekuitas (FCFE) tiap tahunnya, maka tingkat diskonto
        yang relevan adalah biaya modal ekuitas. Biaya modal ekuitas dihitung menggunakan capital
        asset pricing model (CAPM) dengan persamaan sebagai berikut:


                                           𝐸(𝑅𝑖 ) = 𝑅𝑓 + 𝛽 ∙ 𝑅𝑃𝑚 − 𝐷𝑆



        dimana:     E(Ri)       : balikan yang diharapkan dari suatu sekuritas tertentu,
                    Rf          : tingkat balikan yang tersedia untuk sekuritas bebas risiko (risk free
                                  rate),
                    β           : beta,
                    RPm         : premi risiko ekuitas untuk pasar secara keseluruhan (equity risk
                                  premium), dan
                    DS          : default spread terkait country risk.



        Rf adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang dianggap tidak memiliki
        kemungkinan gagal bayar (bebas risiko). Dalam penilaian ini, instrumen bebas risiko yang
        dapat digunakan adalah tingkat balikan obligasi pemerintah Republik Indonesia untuk jatuh
        tempo selama masa proyeksi per tanggal penilaian yaitu sebesar 6,89% (sumber: IBPA). Angka
        tersebut selanjutnya kami gunakan sebagai tingkat balikan bebas risiko (Rf).

        RPm adalah selisih antara tingkat yield investasi bebas risiko dengan tingkat balikan investasi
        dalam bentuk penyertaan ekuitas. Penentuan equity market risk premium memasukkan premi
        untuk risiko spesifik negara (country-specific risk premium) seperti volatilitas harga saham
        untuk menghasilkan base equity market risk premium. Dengan mengikutsertakan risiko-risiko
        ini, dihasilkan tingkat diskonto yang mengakomodasi perubahan-perubahan sentimen jangka
        pendek di pasar sekuritas. Dalam penilaian ini, kami menggunakan tingkat premi risiko ekuitas
        (RPm) Indonesia yaitu sebesar 7,38% berdasarkan studi Prof. Aswath Damodaran dari New
        York University yang diterbitkan pada Januari 2024 (sumber: www.damodaran.com).

        Beta (β) adalah faktor untuk meliput risiko sistematis dari suatu ekuitas. Beta akan dikalikan
        dengan market risk premium untuk mendapatkan equity risk premium atas Obyek Penilaian.
        Untuk memperoleh faktor beta yang sesuai yang akan digunakan dalam penilaian ini, kami
        menggunakan beta pembanding dari hasil studi Prof. Aswath Damodaran, dimana beta
        tersebut dihitung dari rata-rata unlevered beta perusahaan-perusahaan pembanding. Cara ini
        dilakukan untuk menetralisir pengaruh leverage yang ada di masing-masing perusahaan


                                                                                                          9-18
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 115
        pembanding terhadap betanya. Perusahaan yang sama dengan leverage yang berbeda akan
        memiliki cost of equity yang berbeda pula, oleh karena itu pengaruh leverage yang ada di tiap
        perusahaan perlu dinetralisir dengan cara menghitung beta unlevered. Beta levered dari
        perusahaan pembanding di-unlevered-kan dengan menggunakan formula sebagai berikut:


                                                             𝛽𝐿
                                            𝛽𝑈 =
                                                    {1 + (1 − 𝑇) ∙ 𝐷𝐸𝑅}



        dimana:     T            : tingkat pajak,
                    DER          : debt to equity ratio,
                    βL           : beta levered, yaitu ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang
                                    diukur secara obyektif dari responsifitas pengembalian perusahaan
                                    terhadap pergerakan pengembalian portofolio pasar apabila
                                    dibandingkan dengan portofolio pasar dengan pengaruh hutang.
                    ΒU           : beta unlevered, yaitu ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang
                                    diukur secara obyektif dari responsifitas pengembalian perusahaan
                                    terhadap pergerakan pengembalian portofolio pasar apabila
                                    dibandingkan dengan portofolio pasar tanpa pengaruh hutang.

        Selanjutnya rata-rata beta unlevered perusahaan pembanding yang diperoleh dari perhitungan
        ini kemudian di-relevered-kan kembali dengan mengunakan rata-rata tingkat leverage (DER)
        dari perusahaan-perusahaan pembanding tersebut dengan formula sebagai berikut:

                                          𝛽𝐿 = 𝛽𝑈 ∙ (1 + [1 − 𝑇] ∙ 𝐷𝐸𝑅)

        Dengan persamaan tersebut diatas dan berdasarkan rata-rata beta unlevered dari perusahaan
        pembanding yaitu sebesar 0,6537 dan dengan DER sebesar 53,75% maka didapatkan beta
        levered Perseroan adalah sebesar 0,9278. Selanjutnya dengan menggunakan persamaan
        CAPM dengan default spread 2,07% (dari hasil studi Prof. Aswath Damodaran), diperoleh biaya
        modal ekuitas Perseroan adalah sebesar 11,67% yang akan digunakan sebagai tingkat
        diskonto atas arus kas bersih untuk ekuitas (FCFE) dalam masa proyeksi.


9.2.10 Analisis Kelayakan Finansial

        Parameter kelayakan finansial yang digunakan meliputi NPV (net present value), IRR (internal
        rate of return), PI (profitability index), dan overall return on investment. Suatu proyek dikatakan
        layak apabila NPV lebih dari 0 (nol), IRR lebih dari tingkat diskontonya, PI lebih dari 1x, dan
        overall return on investment diatas tingkat diskonto proyek. Analisis lain dalam melihat
        kelayakan finansial suatu proyek adalah analisis BEP (break-even point) yang memberikan
        informasi pada tingkat penjualan berapa total pendapatan sama dengan total biaya. Dengan
        kata lain pada titik BEP maka proyek tidak untung dan tidak rugi.




                                                                                                              9-19
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 116
        Net Present Value (NPV)
        NPV adalah selisih antara nilai sekarang dari arus kas yang masuk dengan nilai sekarang dari
        arus kas yang keluar pada periode waktu tertentu. NPV mengestimasikan nilai sekarang pada
        suatu proyek, aset ataupun investasi berdasarkan arus kas masuk maupun arus kas keluar
        yang diharapkan pada masa depan yang disesuaikan dengan tingkat diskonto yang relevan.
        Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa NPV adalah nilai sekarang dari suatu aset maupun
        proyek. Persamaan dari NPV adalah sebagai berikut:
                                                       𝑇
                                                             𝐶𝐹𝑡
                                            𝑁𝑃𝑉 = ∑                 − 𝐶𝐹0
                                                           (1 + 𝑟)𝑡
                                                    𝑡−1


        dimana:     NPV          : net present value,
                    CFt          : arus kas pada periode t,
                    CF0          : arus kas investasi awal pada periode 0,
                    r            : tingkat diskonto.

        NPV yang positif (NPV > 0) menunjukan bahwa penerimaan lebih besar dibandingkan dengan
        nilai yang diinvestasikan, sedangkan NPV yang negatif (NPV < 0) menandakan penerimaan
        lebih kecil dibandingkan dengan pengeluaran atau akan mengalami kerugian pada
        investasinya, setelah mempertimbangkan nilai waktu uang (time value of money). Namun
        apabila hasil perhitungan NPV adalah nol (NPV = 0), maka artinya investasi atau pembelian
        tersebut hanya balik modal (tidak untung dan tidak rugi).

        Semakin besar angka positifnya, semakin besar pula penerimaan yang bisa didapatkannya.
        Oleh karena itu, perhitungan NPV ini tidak saja digunakan untuk mengevaluasi layak atau
        tidaknya untuk berinvestasi, namun juga digunakan untuk membandingkan investasi mana
        yang lebih baik jika terdapat dua pilihan investasi atau lebih.

        Rencana Proyek pada prinsipnya merupakan perubahan skema penjualan atas aktivitas
        komersial yang telah berjalan di Perseroan. Sehingga dalam menghitung NPV atas Rencana
        Proyek perlu membandingkan arus kas tanpa Rencana Proyek (opportunity cost yang harus
        dilepas) dan arus kas dengan Rencana Proyek (oppotunity benefit yang akan diterima), atau
        disebut juga sebagai arus kas inkremental.


        Internal Rate of Return (IRR) atau Modified Internal Rate of Return (MIRR)
        IRR menjadi salah satu acuan penghitungan efisiensi dari sebuah investasi. Secara sederhana,
        penghitungan IRR dapat menjadi dasar apakah sebuah investasi layak dilakukan atau tidak.
        IRR yang lebih besar dari cost of capital maka menggambarkan bahwa investasi yang
        dilakukan akan menghasilkan return lebih besar dari yang dirancang sebelumnya. Artinya,
        perusahaan disarankan menerima atau menjalankan proyek investasi tersebut. Sebaliknya,
        IRR yang lebih kecil ketimbang cost of capital memberi gambaran bahwa investasi yang
        dilakukan akan menghasilkan return lebih kecil dari yang ditargetkan sehingga perusahaan
        lebih baik menolak proyek tersebut. Sedangkan untuk IRR yang nilainya sama dengan cost of


                                                                                                       9-20
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 117
        capital menjadi pertimbangan bahwa investasi yang dilakukan diperkirakan menghasilkan
        return sebesar yang ditargetkan. Persamaan dari IRR adalah sebagai berikut:
                                                    𝑇
                                                             𝐶𝐹𝑡
                                              0=∑                   − 𝐶𝐹0
                                                         (1 + 𝐼𝑅𝑅)𝑡
                                                   𝑡−1


        dimana:       IRR          : internal rate of return,
                      CFt          : arus kas pada periode t,
                      CF0          : arus kas investasi awal pada periode 0,
                      r            : tingkat diskonto.

        IRR adalah tingkat diskonto yang menghasilkan NPV sama dengan nol. Kesimpulannya, bila
        penghitungan IRR lebih besar daripada cost of capital, maka dapat dibilang bahwa investasi
        yang akan dilakukan dinilai layak. Namun jika nilai IRR sama dengan cost of capital, maka
        investasi yang akan dilakukan dinilai balik modal. Sementara bila IRR lebih kecil dari cost of
        capital, maka investasi yang ditanamkan dinilai tidak layak.

        Rencana Proyek pada prinsipnya merupakan perubahan skema penjualan atas aktivitas
        komersial yang telah berjalan di Perseroan. Sehingga dalam menghitung NPV atas Rencana
        Proyek perlu membandingkan arus kas tanpa Rencana Proyek (opportunity cost yang harus
        dilepas) dan arus kas dengan Rencana Proyek (oppotunity benefit yang akan diterima), atau
        disebut juga sebagai arus kas inkremental. Namun demikian, arus kas inkremental atas
        Rencana Proyek yang dihasilkan termasuk arus kas non-normal sehingga metode IRR tidak
        dapat digunakan karena akan memberikan hasil iterasi tak terhingga. Oleh karena itu, untuk
        mengatasi kelemahan metode IRR tersebut perlu digunakan metode MIRR. Pada dasarnya
        metode MIRR sama dengan IRR, hanya saja metode MIRR memisahkan seluruh arus kas
        keluar dan arus kas masuk pada kutub yang berbeda. Persamaan dari MIRR adalah sebagai
        berikut:

                                                            𝑛   𝐹𝑉𝐶𝐹
                                                𝑀𝐼𝑅𝑅 = √             −1
                                                                𝑃𝑉𝐶𝐹

        dimana:       MIRR         : modified internal rate of return,
                      FVCF         : biaya masa depan dari arus kas positif setelah dikurangi tingkat
                                     kembali investasi atau biaya modal,
                      PVCF         : biaya sekarang dari arus kas negatif setelah dikurangi biaya
                                     keuangan perusahaan,
                      n            : jumlah tahun.


        Profitalility Index (PI)
        PI adalah teknik penganggaran modal untuk mengevaluasi proyek-proyek investasi untuk
        kelangsungan hidup atau profitabilitas mereka. Teknik arus kas diskonto yang digunakan dalam
        mencapai indeks profitabilitas. PI juga dikenal sebagai rasio manfaat-biaya. PI lebih besar dari


                                                                                                           9-21
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 118
        atau sama dengan 1 ditafsirkan sebagai kriteria baik dan dapat diterima. PI dihitung dengan
        mencari nilai present value perkiraan arus kas yang akan diterima dari investasi, setelah itu
        baru dibandingkan dengan jumlah nilai investasi proyek tersebut. Persamaan untuk
        menghitung PI adalah sebagai berikut:

                                                          ∑ 𝑃𝑉(𝐶𝐹𝐼 )
                                                 𝑃𝐼 =
                                                          ∑ 𝑃𝑉(𝐶𝐹𝑂 )
        dimana:     PI           : profitability index,
                    CFI          : nilai kini seluruh arus kas masuk,
                    CFO          : nilai kini seluruh arus kas keluar.


        Rencana Proyek pada prinsipnya merupakan perubahan skema penjualan atas aktivitas
        komersial yang telah berjalan di Perseroan. Sehingga dalam menghitung PI atas Rencana
        Proyek perlu membandingkan arus kas tanpa Rencana Proyek (opportunity cost yang harus
        dilepas) dan arus kas dengan Rencana Proyek (opportunity benefit yang akan diterima).

        Payback period
        Payback period adalah periode waktu yang dibutuhkan untuk memulihkan biaya investasi suatu
        proyek. Payback period dihitung berdasarkan akumulasi arus kas setiap periode sampai
        dengan nilai akumulasi tersebut positif. Terdapat dua jenis arus kas yang dapat diperhitungkan
        dalam payback period, yaitu arus kas tidak terdiskonto dan arus kas terdiskonto. Payback
        period biasanya menggunakan arus kas tidak terdiskonto. Sedangkan discounted payback
        period menggunakan arus kas terdiskonto. Baik payback period maupun discounted payback
        period dihitung sebagai berikut:

                                                                 𝑛𝐶𝐹
                                              𝑃𝑃 = 1 + 𝑛𝑌 − (        )
                                                                 𝑝𝐶𝐹
        dimana:     PP           : payback period,
                    nY           : periode waktu setelah investasi awal dimana akumulasi arus kas
                                   negatif terakhir terjadi,
                    nCF          : nilai akumulasi arus kas negatif terakhir terjadi,
                    pCF          : nilai akumulasi arus kas positif pertama terjadi.

        Hasil perhitungan PP atas Rencana Proyek adalah 0 (nol) tahun, mengingat Rencana Proyek
        tidak membutuhkan biaya investasi (capital expenditure), karena Rencana Proyek adalah
        perubahan skema penjualan atas aktivitas penjualan yang telah berjalan di Perseroan,
        sehingga tidak ada biaya investasi yang harus dipulihkan.

        Overall return on investment (ROI)
        ROI adalah tingkat imbal balik investasi yang digunakan juga untuk mengevaluasi proyek-
        proyek investasi untuk kelangsungan hidup atau profitabilitas mereka. ROI digunakan untuk
        membandingkan nilai akhir investasi yang dilakukan dengan nilai awal investasi yang
        dikeluarkan. ROI yang lebih besar dibandingkan cost of capital proyek maka mengindikasikan


                                                                                                         9-22
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 119
        bahwa investasi yang akan dilakukan dinilai layak. Sementara apabila ROI yang dihasilkan
        lebih kecil daripada cost of capital proyek maka mengindikasikan hal sebaliknya. Persamaan
        untuk menghitung ROI adalah sebagai berikut:

                                                        𝐹𝑉𝐼 − 𝐼𝑉𝐼
                                                𝑅𝑂𝐼 =
                                                          𝐼𝑉𝐼
        dimana:      ROI         : overall return on investment,
                     FVI         : nilai akhir investasi,
                     IVI         : nilai awal investasi.


        Rencana Proyek pada prinsipnya merupakan perubahan skema penjualan atas aktivitas
        komersial yang telah berjalan di Perseroan. Sehingga dalam menghitung ROI atas Rencana
        Proyek perlu membandingkan nilai kini investasi hipotetis tanpa Rencana Proyek dengan nilai
        masa depan investasi hipotetis dengan Rencana Proyek yang disetahunkan.


        Break-even point (BEP)
        BEP adalah titik impas yang mengacu pada jumlah pendapatan yang diperlukan untuk menutup
        total biaya yang sudah dikeluarkan dalam jangka waktu tertentu, baik biaya tetap maupun biaya
        variabel. Dengan kata lain, BEP adalah titik ketika semua biaya yang dikeluarkan untuk operasi
        produksi bisa ditutupi oleh pendapatan dari penjualan produk. Persamaan untuk menghitung
        BEP (dalam satuan moneter) adalah sebagai berikut:

                                                              𝐹𝐶
                                                𝐵𝐸𝑃 =
                                                                𝑉𝐶
                                                           (1 −    )
                                                                𝑅
        dimana:      BEP         : break-even point,
                     FC          : total biaya tetap,
                     VC          : total biaya variabel,
                     R           : pendapatan.


        Rencana Proyek pada prinsipnya merupakan perubahan skema penjualan atas aktivitas
        komersial yang telah berjalan di Perseroan. Sehingga dalam menghitung BEP atas Rencana
        Proyek perlu membandingkan pendapatan, biaya variabel dan biaya tetap tanpa Rencana
        Proyek dengan pendapatan, biaya variabel, dan biaya tetap dengan Rencana Proyek, atau
        BEP yang dihasilkan mengindikasikan BEP inkremental.


        Berikut ini adalah ringkasan parameter kelayakan finansial atas Rencana Proyek (detil
        perhitungan parameter kelayakan finansial atas Rencana Proyek dapat dilihat pada bagian
        Lampiran).




                                                                                                         9-23
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 120
              Tabel 9-11: Ringkasan Parameter Kelayakan Finansial Rencana Proyek

              Parameter                                   Nilai               Kriteria kelayakan                 Keterangan
Net present value (NPV)                         Rp15.483.232.000              NPV > 0                                Layak
Modified Internal rate of return                                  11,79%      IRR > biaya modal                      Layak
(MIRR)
Profitability index (PI)                                            1,01      PI > 1                                 Layak
Overal return on investment (ROI)                                 15,83%      ROI > biaya modal                      Layak
Payback period (PP)                                                       0                                         0 tahun
Break-even           point           (BEP)      Rp18.470.000.000                                              Rata-rata proyeksi
inkremental


9.2.11 Analisis Modal Kerja

        Berdasarkan perbandingan proyeksi perputaran piutang usaha, persediaan, dan utang usaha
        tanpa dan dengan Rencana Proyek, tidak terjadi perubahan signifikan terhadap modal kerja
        Perseroan, sebagaimana ditunjukkan dari perputaran kas inkremental sebesar nol, selama
        periode proyeksi. Berikut adalah proyeksi perputaran modal kerja tanpa dan dengan Rencana
        Proyek.

             Tabel 9-12: Perputaran Modal Kerja Tanpa dan Dengan Rencana Proyek

                             Uraian                           31-Dec-24       31-Dec-25       31-Dec-26       31-Dec-27       31-Dec-28


        Perputaran modal kerja tanpa Rencana Transaksi
         Piutang usaha                                                69               65             61              58              54
         Persediaan                                                   34               32             30              28              26
         Utang usaha                                                  86               82             78              74              68
         Kas                                                          16               15             13              12              12

        Perputaran modal kerja dengan Rencana Transaksi
         Piutang usaha                                                70               66             62              58              55
         Persediaan                                                   34               32             30              28              26
         Utang usaha                                                  88               83             79              75              69
         Kas                                                          16               14             13              12              12

        Perputaran kas inkremental                                        0               0               0               0               0




9.2.12 Analisis Rasio Keuangan

        Rasio likuiditas
        Tingkat likuiditas perusahaan dihitung berdasarkan perbandingan antara aset lancar
        dibandingkan dengan liabilitas lancar yang mencerminkan kemampuan perusahaan dalam
        memenuhi liabilitas jangka pendeknya. Indikator utama dalam mengukur tingkat likuiditas, yaitu
        rasio lancar (current ratio). Rata-rata rasio lancar selama masa proyeksi eksplisit adalah 4,38x
        atau mengindikasikan tingkat likuiditas yang baik.

                                                                      𝐶𝑢𝑟𝑟𝑒𝑛𝑡 𝑎𝑠𝑠𝑒𝑡𝑠
                                             𝐶𝑢𝑟𝑟𝑒𝑛𝑡 𝑅𝑎𝑡𝑖𝑜 =
                                                                     𝐶𝑢𝑟𝑟𝑒𝑛𝑡 𝑙𝑖𝑎𝑏𝑖𝑙𝑖𝑡𝑖𝑒𝑠




                                                                                                                                              9-24
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 121
        Rasio solvabilitas
        Tingkat solvabilitas menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi seluruh
        liabilitasnya, yang diukur dengan menggunakan dua indikator, yaitu melalui perbandingan
        antara jumlah liabilitas terhadap jumlah aset dan melalui perbandingan antara jumlah liabilitas
        terhadap jumlah ekuitas. Rata-rata debt to equity ratio (DER) dan debt to total aset (DAR)
        selama masa proyeksi eksplisit adalah 0,45x dan 0,90x, berturut-turut, atau mengindikasikan
        tingkat solvabilitas yang baik.

                                                𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑖𝑛𝑡𝑒𝑟𝑒𝑠𝑡 𝑏𝑒𝑎𝑟𝑖𝑛𝑔 𝑑𝑒𝑏𝑡𝑠
                                      𝐷𝐸𝑅 =
                                                        𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑒𝑞𝑢𝑖𝑡𝑦

                                                𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑖𝑛𝑡𝑒𝑟𝑒𝑠𝑡 𝑏𝑒𝑎𝑟𝑖𝑛𝑔 𝑑𝑒𝑏𝑡𝑠
                                      𝐷𝐴𝑅 =
                                                        𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑎𝑠𝑠𝑒𝑡𝑠


        Rasio profitabilitas
        Returasetasset (ROA) menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba bersih
        dari aset yang dimilikinya. Rata-rata ROA selama masa proyeksi eksplisit adalah 19,33%.
        Sementara     return   on   equity    (ROE)     menunjukkan kemampuan      perusahaan     dalam
        menghasilkan laba bersih dari ekuitas yang ditanamkan. Rata-rata ROE selama masa proyeksi
        eksplisit adalah 36,03%. Sedangkan return on investment (ROI) menunjukkan kemampuan
        perusahaan dalam menghasilkan laba bersih dari jumlah seluruh modal investasi yang
        ditanamkan. Rata-rata ROI selama masa proyeksi eksplisit adalah 24,76%.

                                                          𝑁𝑒𝑡 𝑖𝑛𝑐𝑜𝑚𝑒
                                                𝑅𝑂𝐴 =
                                                          𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑎𝑠𝑠𝑒𝑡𝑠

                                                          𝑁𝑒𝑡 𝑖𝑛𝑐𝑜𝑚𝑒
                                                𝑅𝑂𝐸 =
                                                          𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑒𝑞𝑢𝑖𝑡𝑦

                                                          𝑁𝑒𝑡 𝑖𝑛𝑐𝑜𝑚𝑒
                                             𝑅𝑂𝐼 =
                                                     𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑖𝑛𝑣𝑒𝑠𝑡𝑒𝑑 𝑐𝑎𝑝𝑖𝑡𝑎𝑙


9.2.12.1 Rasio Keuangan Tanpa Rencana Proyek
         Berikut ini adalah proyeksi rasio likuiditas, rasio solvabilitas, dan rasio profitabilitas tanpa
         Rencana Proyek pada Perseroan.




                                                                                                            9-25
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 122
                      Tabel 9-13: Rasio Keuangan Perseroan Tanpa Rencana Proyek

                   Uraian                  31-Dec-24        31-Dec-25     31-Dec-26     31-Dec-27     31-Dec-28


Profitabilitas
  Marjin laba kotor                            33,12%           34,00%        34,53%        35,28%        34,65%
  Marjin laba operasi                          13,91%           15,75%        16,81%        18,12%        17,88%
  Marjin laba sebelum pajak                    11,67%           14,47%        16,29%        18,05%        17,88%
  Marjin laba bersih                            9,11%           11,28%        12,71%        14,08%        13,95%
  ROE (return on equity)                        7,04%            8,51%         9,28%         9,89%         9,48%
  ROA (return on assets)                        4,96%            6,42%         7,49%         8,22%         8,00%
  ROIC (return on invested capital)             5,96%            7,68%         8,91%         9,64%         9,26%

Likuiditas
  Rasio kas                                          0,23          0,47          0,90          1,55          2,32
  Rasio cepat                                        1,25          1,49          2,14          2,90          3,67
  Rasio lancar                                       1,27          1,51          2,16          2,92          3,70

Solvabilitas
 DAR (debt to total assets ratio)              12,78%            8,15%         3,34%         2,18%         2,01%
 DER (debt to equity ratio)                    18,13%           10,80%         4,13%         2,62%         2,38%




9.2.12.2 Rasio Keuangan Dengan Rencana Proyek
          Berikut ini adalah proyeksi rasio likuiditas, rasio solvabilitas, dan rasio profitabilitas dengan
          Rencana Proyek pada Perseroan.


                     Tabel 9-14: Rasio Keuangan Perseroan Dengan Rencana Proyek

                   Uraian                  31-Dec-24        31-Dec-25     31-Dec-26     31-Dec-27     31-Dec-28


Profitabilitas
  Marjin laba kotor                            33,68%           34,57%        35,11%        35,88%        35,23%
  Marjin laba operasi                          14,19%           16,06%        17,13%        18,46%        18,22%
  Marjin laba sebelum pajak                    11,92%           14,75%        16,61%        18,39%        18,22%
  Marjin laba bersih                            9,30%           11,51%        12,95%        14,34%        14,21%
  ROE (return on equity)                        7,08%            8,55%         9,31%         9,92%         9,50%
  ROA (return on assets)                        5,00%            6,46%         7,52%         8,25%         8,03%
  ROIC (return on invested capital)             6,00%            7,72%         8,94%         9,66%         9,28%

Likuiditas
  Rasio kas                                          0,23          0,48          0,92          1,57          2,35
  Rasio cepat                                        1,25          1,50          2,16          2,93          3,71
  Rasio lancar                                       1,27          1,52          2,18          2,95          3,73

Solvabilitas
 DAR (debt to total assets ratio)              12,79%            8,15%         3,34%         2,18%         2,00%
 DER (debt to equity ratio)                    18,12%           10,80%         4,13%         2,62%         2,37%




9.2.12.3 Perubahan Rasio Keuangan Tanpa dan Dengan Rencana Proyek
          Berikut ini adalah proyeksi selisih rasio likuiditas, rasio solvabilitas, dan rasio profitabilitas
          antara tanpa dan dengan Rencana Proyek pada Perseroan. Beberapa hal yang dapat dicermati
          atas selisih ini adalah sebagai berikut:
          ▪      Profitabilitas dengan Rencana Proyek cenderung semakin membaik, sebagaimana
                 diindikasikan dari selisih positif rasio profitabilitas antara tanpa dan dengan Rencana
                 Proyek.




                                                                                                                    9-26
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 123
          ▪      Likuiditas dengan Rencana Proyek cenderung semakin membaik, meskipun tidak
                 signifikan, sebagaimana diindikasikan dari selisih positif rasio likuiditas antara tanpa dan
                 dengan Rencana Proyek.
          ▪      Solvabilitas dengan Rencana Proyek cenderung semakin membaik, meskipun tidak
                 signifikan, sebagaimana diindikasikan darselisih negatif rasio solvabilitas antara tanpa dan
                 dengan Rencana Proyek.


        Tabel 9-15: Selisih Rasio Keuangan Perseroan Tanpa dan Dengan Rencana Proyek

                   Uraian                    31-Dec-24     31-Dec-25     31-Dec-26     31-Dec-27     31-Dec-28


Profitabilitas
  Marjin laba kotor                               0,56%         0,57%         0,58%         0,59%         0,59%
  Marjin laba operasi                             0,28%         0,31%         0,32%         0,34%         0,34%
  Marjin laba sebelum pajak                       0,25%         0,29%         0,31%         0,34%         0,34%
  Marjin laba bersih                              0,19%         0,23%         0,24%         0,26%         0,26%
  ROE (return on equity)                          0,04%         0,04%         0,03%         0,03%         0,02%
  ROA (return on assets)                          0,04%         0,03%         0,03%         0,03%         0,03%
  ROIC (return on invested capital)               0,04%         0,03%         0,03%         0,02%         0,02%

Likuiditas
  Rasio kas                                         0,00          0,01          0,01          0,02          0,03
  Rasio cepat                                       0,00          0,01          0,02          0,03          0,04
  Rasio lancar                                      0,00          0,01          0,02          0,03          0,04

Solvabilitas
 DAR (debt to total assets ratio)                  0,00%         0,00%         0,00%        0,00%         0,00%
 DER (debt to equity ratio)                       -0,01%        -0,01%        -0,01%        0,00%         0,00%




9.2.13 Analisis Sensitivitas

          Analisis sensitivitas bertujuan untuk mengetahui tingkat sensitivitas suatu variabel terhadap
          parameter kelayakan finansial. Parameter kelayakan finansial yang digunakan dalam analisis
          sensitivitas ini adalah NPV.


          Sensitivitas Tarif Royalti dan Margin Markup
          Berdasarkan analisis sensitivitas terhadap tarif royalti Stream 2 dan 3 serta margin markup
          Stream 3, diketahui bahwa margin markup Stream 3 lebih sensitif dibandingkan tarif royalti
          Stream 2 dan 3. Oleh karena itu Rencana Proyek perlu lebih memperhatikan dalam kebijakan
          penentuan harga jual ke SIG terkait Stream 3 agar Rencana Proyek dapat memberikan
          pengembalian yang sesuai, atau bahkan melebihi, ekspektasi.




                                                                                                                   9-27
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 124
                                                            Tabel 9-16: Sensitivitas NPV Terhadap Tarif Royalti dan Margin Markup
                                                                                                                                     Margin markup Stream 3


                                            ######            0,0%            0,5%            1,0%           1,5%           2,0%         2,5%         3,0%          3,5%          4,0%          4,5%          5,0%          5,5%          6,0%
                                              0,0%      -35.727.076     -16.629.683       2.467.709     21.565.102     40.662.494   59.759.887   78.857.279    97.954.672   117.052.064   136.149.457   155.246.849   174.344.242   193.441.634
                                              0,5%      -52.221.364     -33.123.971     -14.026.579      5.070.814     24.168.206   43.265.599   62.362.991    81.460.384   100.557.776   119.655.169   138.752.561   157.849.954   176.947.346
    Tarif royalty Stream 2 & 3




                                              1,0%      -68.715.652     -49.618.259     -30.520.867    -11.423.474      7.673.918   26.771.311   45.868.703    64.966.096    84.063.488   103.160.881   122.258.273   141.355.666   160.453.058
                                              1,5%      -85.209.940     -66.112.547     -47.015.155    -27.917.762     -8.820.370   10.277.023   29.374.415    48.471.808    67.569.200    86.666.593   105.763.985   124.861.378   143.958.770
                                              2,0%     -101.704.228     -82.606.835     -63.509.443    -44.412.050    -25.314.658   -6.217.265   12.880.127    31.977.520    51.074.912    70.172.305    89.269.697   108.367.090   127.464.482
                                              2,5%     -118.198.516     -99.101.123     -80.003.731    -60.906.338    -41.808.946 -22.711.553    -3.614.161    15.483.232    34.580.624    53.678.017    72.775.409    91.872.802   110.970.194
                                              3,0%     -134.692.804    -115.595.411     -96.498.019    -77.400.626    -58.303.234 -39.205.841 -20.108.449      -1.011.056    18.086.336    37.183.729    56.281.121    75.378.514    94.475.907
                                              3,5%     -151.187.092    -132.089.699    -112.992.307    -93.894.914    -74.797.522 -55.700.129 -36.602.737     -17.505.344     1.592.048    20.689.441    39.786.834    58.884.226    77.981.619
                                              4,0%     -167.681.380    -148.583.987    -129.486.595   -110.389.202    -91.291.810 -72.194.417 -53.097.025     -33.999.632   -14.902.240     4.195.153    23.292.546    42.389.938    61.487.331
                                              4,5%     -184.175.668    -165.078.275    -145.980.883   -126.883.490   -107.786.098 -88.688.705 -69.591.313     -50.493.920   -31.396.527   -12.299.135     6.798.258    25.895.650    44.993.043
                                              5,0%     -200.669.956    -181.572.563    -162.475.171   -143.377.778   -124.280.386 -105.182.993 -86.085.600    -66.988.208   -47.890.815   -28.793.423    -9.696.030     9.401.362    28.498.755
                                              5,5%     -217.164.244    -198.066.851    -178.969.459   -159.872.066   -140.774.674 -121.677.281 -102.579.888   -83.482.496   -64.385.103   -45.287.711   -26.190.318    -7.092.926    12.004.467
                                              6,0%     -233.658.532    -214.561.139    -195.463.747   -176.366.354   -157.268.961 -138.171.569 -119.074.176   -99.976.784   -80.879.391   -61.781.999   -42.684.606   -23.587.214    -4.489.821




                                               Sensitivitas Volume Stream 2 dan Stream 3
                                               Berdasarkan analisis sensitivitas terhadap perubahan volume Stream 2 dan 3, diketahui bahwa
                                               perubahan volume Stream 3 lebih sensitif dibandingkan perubahan volume Stream 2. Hal ini
                                               disebabkan perubahan rasio pendapatan terhadap biaya pokok pendapatan Stream 3 antara
                                               tanpa dan dengan Rencana Proyek relatif lebih kecil dibandingkan perubahan rasio
                                               pendapatan terhadap biaya pokok pendapatan Stream 2 antara tanpa dan dengan Rencana
                                               Proyek. Dari analisis sensitivitas diketahui bahwa perubahan volume Stream 3 sebesar 0,2%
                                               diatas dari baseline-nya akan menyebabkan NPV menjadi negatif. Sementara perubahan
                                               volume Stream 2 sebesar 5,2% dibawah dari baseline-nya baru akan menyebabkan NPV
                                               menjadi negatif. Oleh karena itu Rencana Proyek perlu lebih berfokus untuk mendorong
                                               peningkatan volume Stream 2 agar Rencana Proyek dapat memberikan pengembalian yang
                                               sesuai, atau bahkan melebihi, ekspektasi.


                                              Tabel 9-17: Sensitivitas NPV Terhadap Perubahan Volume Stream 2 dan Stream 3
                                                                                                                             Perubahan volume Stream 3 dari baseline
  Perubahan volume Stream 2 dari baseline




                                              15.483         -150,0%         -125,0%        -100,0%         -75,0%         -50,0%       -25,0%        0,0%         25,0%         50,0%         75,0%        100,0%        125,0%         150,0%
                                            -150,0%        2.417.522       2.350.742      2.297.966      2.227.890      2.052.923    1.498.231      -68.127    -3.794.312   -11.503.812   -25.854.550   -50.498.000   -90.238.288   -151.191.308
                                            -125,0%        2.420.788       2.354.008      2.300.705      2.230.629      2.055.662    1.500.970      -65.389    -3.791.574   -11.501.073   -25.851.812   -50.495.261   -90.235.549   -151.188.569
                                            -100,0%        2.422.904       2.356.124      2.302.294      2.232.218      2.057.251    1.502.559      -63.799    -3.789.984   -11.499.484   -25.850.223   -50.493.672   -90.233.960   -151.186.980
                                             -75,0%        2.425.900       2.359.119      2.304.762      2.234.687      2.059.720    1.505.028      -61.331    -3.787.516   -11.497.015   -25.847.754   -50.491.203   -90.231.491   -151.184.511
                                             -50,0%        2.432.146       2.365.366      2.310.482      2.240.406      2.065.439    1.510.747      -55.611    -3.781.796   -11.491.296   -25.842.034   -50.485.484   -90.225.772   -151.178.792
                                             -25,0%        2.450.808       2.384.028      2.328.617      2.258.541      2.083.574    1.528.882      -37.476    -3.763.661   -11.473.161   -25.823.900   -50.467.349   -90.207.637   -151.160.657
                                               0,0%        2.504.295       2.437.515      2.381.576      2.311.501      2.136.534    1.581.842       15.483    -3.710.702   -11.420.201   -25.770.940   -50.414.389   -90.154.677   -151.107.697
                                              25,0%        2.634.711       2.567.931      2.511.465      2.441.390      2.266.423    1.711.731      145.372    -3.580.813   -11.290.312   -25.641.051   -50.284.500   -90.024.788   -150.977.808
                                              50,0%        2.910.308       2.843.528      2.786.634      2.716.460      2.541.493    1.986.801      420.442    -3.305.743   -11.015.242   -25.365.981   -50.009.430   -89.749.718   -150.702.738
                                              75,0%        3.431.936       3.365.156      3.308.262      3.237.561      3.062.594    2.507.902      941.543    -2.784.642   -10.494.141   -24.844.880   -49.488.329   -89.228.617   -150.181.637
                                             100,0%        4.533.639       4.452.880      4.395.536      4.323.857      4.134.911    3.485.076    1.848.574    -1.877.611    -9.587.110   -23.937.849   -48.581.298   -88.321.586   -149.274.606
                                             125,0%        6.400.571       6.320.856      6.263.711      6.191.305      5.999.366    5.342.786    3.424.262      -399.250    -8.108.750   -22.459.488   -47.102.938   -86.843.226   -147.796.246
                                             150,0%        9.308.764       9.225.097      9.167.109      9.093.334      8.899.587    8.236.782    6.302.404     1.887.790    -5.821.709   -20.172.448   -44.815.897   -84.556.185   -145.509.205




                                                                                                                                                                                                                                                   9-28
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 125
BAB 10. KESIMPULAN


1. Berdasarkan penelaahan aspek legalitas dan hukum, Perseroan telah memenuhi legalitas dan
    hukum utama yang diperlukan, sebagaimana dibuktikan dengan aktivitas komersial yang dilakukan
    Perseroan telah berjalan dengan baik selama ini. Sementara berkaitan dengan Rencana Proyek
    saat ini perlu memenuhi perijinan yang dibutuhkan, dimana Studi Kelayakan ini merupakan salah
    satu persyaratan untuk memperoleh perijinan tersebut.

2. Berdasarkan penelaahan aspek pasar, penjualan semen di semua pulau di Indonesia mengalami
    pertumbuhan yang positif, terkecuali Pulau jawa. Penjualan semen di Pulau Jawa terkontraksi
    sebesar -1,2% yoy. Sebaliknya, penjualan semen di luar Pulau Jawa tumbuh positif. Total
    penjualan semen (penjumlahan penjualan domestik dan ekspor) tumbuh 2,8% yoy pada September
    2023. Volume penjualan total produsen semen nasional pada September 2023 tercatat sebesar
    7,1 juta ton, atau tumbuh sebesar 2,8% yoy. Secara kumulatif, total penjualan semen domestik dan
    ekspor pada Januari-September 2023 sebesar 54,7 juta ton, atau tumbuh 1,8% yoy. Struktur pasar
    semen di Indonesia cenderung berbentuk oligopoli, dengan beberapa produsen saja, diluar
    kelompok usaha SIG, seperti Cemindo Gemilang, Semen Conch, Semen Bosowa, Semen Imasco
    Asiatic dan Semen Tiga Roda. Cemindo Gemilang memiliki pangsa pasar di Sumatera, Kalimantan,
    Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara serta internasional (Vietnam). Semen Conch memiliki jaringan
    distribusi di Papua; Semen Bosowa dengan jaringan distribusi Pulau Jawa, Bali, dan Nusa
    Tenggara dan juga internasional (Afrika); Semen Tiga Roda dengan jaringan distribusi di Pulau
    Jawa dan Kalimantan; serta Semen Imasco Asiatic dengan jaringan distribusi di Jawa Timur dan
    luar Jawa. Pangsa pasar produk Perseroan di wilayah Sumatera bagian Selatan (Sumbagsel)
    mencapai 34% meningkat dibandingkan periode sebelumnya.

3. Berdasarkan penelaahan aspek teknis, Rencana Proyek memiliki kemudahan aksesibilitas karena
    terletak di lokasi yang mudah diakses melalui moda transportasi darat dan air. Finish Mill dan
    Packing Unit Palembang dapat diakses melalui Pelabuhan Palembang (Dermaga GMP), dan moda
    transportasi darat melalui Gerbang Tol Kramasan sebagai pintu masuk/keluar Jalan Tol
    Palembang-Indralaya. Sedangkan Integrated Plant I dan II di Ogan Komering Ulu ke Finish Mill
    Palembang dapat diakses menggunakan Jalan Raya Tiga Gajah, sementara Finish Mill dan
    Packing Unit Lampung dapat diakses melalui Jalan Yos Sudarso, Bandar Lampung. Konsep dasar
    pengembangan Rencana Proyek sebagai alternatif saluran penjualan yang bersifat komplemen
    dan bukan subtitusi dari saluran penjualan yang telah ada. Teknologi yang digunakan Perseroan
    dalam pembuatan semen yang dilakukan menggunakan proses kering (dry process) yang dimulai
    dari penyediaan bahan mentah, penggilingan bahan mentah, pembakaran, pendinginan klinker,
    penggilingan klinker, dan pengantongan semen. Perencanaan teknis dengan kapasitas produksi
    terpasang 4,1 juta ton semen, meliputi jenis Ordinary Portland Cement (OPC) type I, Ordinary
    Portland Cement (OPC) type II, Ordinary Portland Cement (OPC) type V, Portland Composite

                                                                                                       10-1
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 126
    Cement (PCC), Baturaja Mortar dan White Clay. Ketersediaan bahan baku utama berupa batu
    kapur dan tanah liat dimiliki Perseroan atas penguasaan konsesi penambangan mineral tersebut
    dengan jumlah sumber daya yang tersedia mencapai 270 juta ton, sehingga diperkirakan mampu
    mendukung operasional Perseroan hingga 60 tahun ke depan. Disamping itu, Perseroan juga
    didukung dengan sumber daya manusia yang kompeten sebanyak 880 orang karyawan.

4. Berdasarkan penelaahan aspek pola bisnis, terdapat 4 (empat) pola bisnis penjualan semen di
    Perseroan saat ini, yang disebut sebagai Stream 1, Stream 2, Stream 3, dan Stream 4. Rencana
    Proyek berkaitan dengan perubahan pola bisnis pada Stream 2 dan Stream 3. Sementara pola
    bisnis Stream 1 dan Stream 4 tidak mengalami perubahan. Stream 1 adalah pola bisnis penjualan
    semen zak brand milik Perseroan oleh Perseroan ke SIG. Stream 2 adalah pola bisnis penjualan
    semen zak brand milik Perseroan oleh entitas anak SIG lain, dimana Perseroan berpotensi
    mendapatkan royalti 2,5% atas penjualan. Pola bisnis Stream 2 tanpa Rencana Proyek pada
    dasarnya telah pula dijalankan Perseroan dengan pola maklon, dimana pendapatan Perseroan dari
    selisih harga jual dengan harga beli semen. Stream 3 adalah pola bisnis penjualan semen zak
    brand bukan milik Perseroan oleh Perseroan ke SIG, dimana Perseroan menjual ke SIG dengan
    tambahan margin 3,5% dan memberikan royalti 2,5% atas penjualan kepada entitas anak SIG lain.
    Pola bisnis Stream 3 tanpa Rencana Proyek pada dasarnya telah pula dijalankan Perseroan
    dengan pola maklon, dimana Perseroan mendapat kompensasi atas produksi semen zak untuk
    entitak anak SIG lain. Stream 4 adalah pola bisnis penjualan semen curah dari Perseroan ke SIG
    ataupun entitas anak SIG lain. Keunggulan dari Rencana Proyek terutama akan meningkatkan
    jangkauan distribusi produk Perseroan menjadi lebih luas dan bertambahkan keragaman produk
    entitas anak SIG lain yang dapat ditawarkan Perseroan ke pelanggan, menjadikan kompetitor
    kesulitan untuk meniru kemampuan Perseroan tersebut. Penciptaan nilai tambah dari Rencana
    Proyek dihasilkan melalui percepatan distribusi produk Perseroan ke pelanggan di pasar yang baru,
    serta mekanisme penjualan silang (cross selling) antar entitas dalam kelompok usaha SIG. Strategi
    pemasaran terkait Rencana Proyek yang akan dilakukan Perseroan adalah melalui komunikasi
    pemasaran; menjaga kontinuitas suplai produk dengan peningkatan fasilitas distribusi dan ekspansi
    pasar ke wilayah pengembangan; melakukan aktivitas branding Above The Line (ATL) dan Below
    The Line (BTL) baik secara offline maupun digital; melakukan aktivitas penjualan secara online
    melalui digital platform; melakukan penjualan produk turunan; dan melakukan optimalisasi biaya
    pelayanan ke pelanggan.

5. Berdasarkan penelaahan aspek model manajemen, Rencana Proyek didukung oleh manajemen
    yang kompeten dan berpengalaman, serta profesional dalam setiap fungsi operasional. Hal ini
    sebagaimana tercermin dalam rekam jejak jajaran manajemen Perseroan. Selain itu, Perseroan
    juga memberikan penghargaan atas lahirnya inovasi-inovasi baru dari sumber daya manusia yang
    dimiliki. Model manajemen di Perseroan menekankan tidak hanya pada kompetensi dan
    pengalaman, namun juga pembentukan karakter sumber daya manusia dengan pembangunan
    budaya perusahaan yang berpedoman pada nilai-nilai Perseroan sebagaimana tercermin dalam
    budaya “AKHLAK”.

                                                                                                        10-2
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 127
6. Berdasarkan penelaahan aspek risiko usaha dan lingkungan, faktor risiko meliputi risiko perijinan
    tambang pada proses bisnis mengelola perencanaan penambangan dengan mitigasi risiko berupa
    merencanakan percepatan peningkatan status IUP Operasi Produksi Batu Kapur T3, berkoordinasi
    dengan lintas divisi dan instansi terkait (KLHK, KESDM, BKPM, PTSP) dan percepatan
    pembangunan infrastruktur dan fasilitas penunjang tambang T3; risiko pembayaran piutang dengan
    mitigasi risiko berupa memastikan appraisal nilai jaminan yang dimiliki distributor sesuai dengan
    plafon penebusannya, memastikan distributor menggunakan fasilitas Distributor Finance (DF),
    melakukan pengajuan pengalihan piutang (take over piutang) bagi distributor yang masih aktif ke
    pihak perbankan, melakukan penjadwalan ulang pembayaran piutang bagi distributor yang telah
    jatuh tempo, melakukan evaluasi distributor terhadap penebusan dan pembayaran piutang dalam
    3 bulan terakhir, melakukan kerja sama dengan Jaksa Pengacara Negara (JPN) dalam penagihan
    piutang macet dan mendaftarkan distributor yang telah diberikan surat peringatan dan bekerja
    sama dengan pihak KPKNL untuk memproses pelelangan aset bagi distributor yang macet dan
    gagal pengajuan ke perbankan; risiko persaingan bisnis dengan mitigasi risiko berupa melakukan
    dan memperkuat sinergi dengan BUMN Karya dan kerja sama dengan instansi dan Perseroan
    untuk meningkatkan penjualan semen, meningkatkan kontribusi dari proyek yang membutuhkan
    semen curah antara lain melalui kerja sama dengan provider yang memiliki informasi mengenai
    proyek, mengoptimalkan penjualan semen dengan platform digital, merencanakan dan melakukan
    program promosi yang tepat ke channel penjualan, mengedukasi produk (product knowledge) dan
    branding product, menerapkan pelayanan after sales ke channel penjualan dan peningkatan
    promosi dan akuisisi toko yang belum menjual Semen Baturaja di area margin; risiko operasional
    dengan mitigasi risiko berupa shutdown sesuai dengan jadwal dengan mempertimbangkan
    kesiapan ketersediaan spare part yang ada, meningkatkan pelaksanaan preventive dan predictive
    maintenance, menerapkan inovasi dan improvement pada proses produksi melalui TPM,
    mengoptimalkan penggunaan plant automation system, sharing knowledge sistem, operasional
    dan preventive peralatan, memastikan harga perolehan Bahan Baku Penolong sesuai RKAP 2023,
    melakukan substitusi material dalam proses pembuatan semen, meningkatkan penggunaan limbah
    untuk menurunkan konsumsi bahan bakar, penurunan clinker factor semen dengan peningkatan
    pemakaian bahan ketiga berupa fly ash dan pemakaian Cement Grinding Aid (CGA) sebagai bahan
    baku aditif penolong penggilingan semen, melakukan monitoring kualitas untuk bahan baku dan
    bahan penolong dalam proses penerimaan dan optimalisasi penggunaan aditif untuk meningkatkan
    kualitas semen; risiko distribusi dengan mitigasi risiko berupa pemantauan dan memastikan
    ekspeditor telah melakukan pemasangan dan pemantauan alat tracking pada setiap armadanya,
    memastikan pendistribusian semen sesuai order melalui survei ke toko oleh PIC sales area,
    memastikan kebutuhan angkutan untuk franco terpenuhi sesuai rencana, melakukan evaluasi
    terhadap distributor yang melakukan penebusan dan melakukan koordinasi dengan ekspeditur
    untuk patuh dengan regulasi; risiko kesesuaian pengembangan karyawan dengan jenjang karir
    dengan mitigasi risiko berupa pembekalan kepada para talent seperti coaching sebelum
    melaksanakan program pengembangan talent Perseroan baik melibatkan konsultan maupun
    penugasan khusus yang diberikan, memastikan setiap kandidat talent yang akan dikembangkan


                                                                                                        10-3
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 128
    kompetensinya untuk mengikuti seluruh rangkaian proses pengembangan talenta melengkapi
    kebutuhan bank data terkait talent Perseroan seperti pendidikan pelatihan, riwayat jabatan,
    pencapaian kinerja dan lain-lain dan membuat perencanaan jadwal pengembangan talent dan
    memantau realisasi dari setiap aktivitas pengembangan talent; risiko compliance regulasi
    lingkungan dan energi dengan mitigasi risiko berupa pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan
    dan pengurangan emisi karbon peningkatan pemanfaatan Alternative Fuel and Raw Material
    (AFR); risiko fraud dengan mitigasi berupa mengimplementasikan penerapan budaya perusahaan
    (AKHLAK) ke seluruh karyawan secara intens, sosialisasi fraud/gratifikasi/suap serta etika dan
    perilaku karyawan terhadap fraud/gratifikasi/suap secara efektif dan berkala ke seluruh karyawan
    dan sanksi, program pengendalian gratifikasi, melakukan pengawasan/pemeriksaan terhadap
    kegiatan operasional melalui Divisi Internal Audit secara berkala dan perbaikan proses bisnis.

7. Berdasarkan analisis SWOT, kekuatan (strength) dari Rencana Proyek adalah posisi Perseroan
    sebagai market leader di wilayah Sumbagsel, dukungan dari SIG sebagai kelompok usaha
    produsen semen terbesar di Indonesia, dan dukungan bahan baku dan bahan bakar melalui
    penguasaan konsesi pertambangan batu kapur dan sinergi BUMN dengan PT Bukit Asam Tbk.
    Sementara kelemahan (weakness) dari Rencana Proyek adalah ketergantungan terhadap SIG
    sebagai distributor tunggal. Selanjutnya peluang (opportunity) dari Rencana Proyek adalah
    peningkatan utilitas seiring bertambahnya potensi pasar, penciptaan nilai tambah bagi Perseroan
    dan SIG, serta dukungan teknologi dari kelompok usaha SIG. Sedangkan ancaman (threat) dari
    Rencana Proyek adalah potensi pendatang baru dengan proposisi nilai yang lebih baik, dan
    kualitas produk dibawah ekspektasi dari entitas anak SIG lain.

8. Berdasarkan analisis aspek keuangan, tidak terdapat biaya pendirian (startup cost) secara
    langsung terkait Rencana Proyek, mengingat pada dasarnya Rencana Proyek adalah rencana
    perubahan skema penjualan atas aktivitas komersial yang telah berjalan di Perseroan. Analisis
    kelayakan finansial didasarkan pada arus kas bersih inkremental, yaitu selisih antara arus kas
    bersih tanpa Rencana Proyek dan arus kas bersih dengan Rencana Proyek. Memperhitungkan
    biaya modal ekuitas Perseroan sebesar 11,67% maka Rencana Proyek akan menghasilkan NPV
    (net present value) sebesar Rp15,5 miliar, MIRR (modified internal rate of return) sebesar 11,79%,
    dan PI (profitability index) sebesar 1,01x, dan overall return on investment sebesar 15,83%, dimana
    seluruh parameter kelayakan finansial tersebut mengindikasikan Rencana Proyek layak.
    Berdasarkan analisis rasio keuangan diperoleh indikasi bahwa Profitabilitas dengan Rencana
    Proyek cenderung semakin membaik, sebagaimana diindikasikan dari selisih positif rasio
    profitabilitas antara tanpa dan dengan Rencana Proyek; likuiditas dengan Rencana Proyek
    cenderung semakin membaik, meskipun tidak signifikan, sebagaimana diindikasikan dari selisih
    positif rasio likuiditas antara tanpa dan dengan Rencana Proyek; dan solvabilitas dengan Rencana
    Proyek cenderung semakin membaik, meskipun tidak signifikan, sebagaimana diindikasikan dari
    selisih negatif rasio solvabilitas antara tanpa dan dengan Rencana Proyek. Selanjutnya dari analisis
    sensitivitas diketahui bahwa margin markup Stream 3 lebih sensitif dibandingkan tarif royalti Stream
    2 dan 3. Oleh karena itu Rencana Proyek perlu lebih memperhatikan dalam kebijakan penentuan

                                                                                                           10-4
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 129
    harga jual ke SIG terkait Stream 3 agar Rencana Proyek dapat memberikan pengembalian yang
    sesuai, atau bahkan melebihi, ekspektasi. Berdasarkan analisis sensitivitas terhadap perubahan
    volume Stream 2 dan 3, diketahui bahwa perubahan volume Stream 3 lebih sensitif dibandingkan
    perubahan volume Stream 2.

9. Berdasarkan analisis atas kelayakan pasar, kelayakan teknis, kelayakan pola bisnis, kelayakan
    model manajemen, aspek risiko usaha dan lingkungan, dan kelayakan keuangan terhadap
    Rencana Proyek sebagaimana diungkapkan diatas, dapat disimpulkan bahwa Rencana Proyek
    adalah layak.




                                                                                                     10-5
Laporan Studi Kelayakan
PT Semen Baturaja Tbk
Page 130
                                           LAMPIRAN

1. Asumsi proyeksi keuangan Tanpa Rencana Proyek;
2. Asumsi proyeksi keuangan Dengan Rencana Proyek;
3. Analisis kelayakan inkremental Rencana Proyek;
4. Rasio keuangan Tanpa Rencana Proyek;
5. Rasio keuangan Dengan Rencana Proyek
6. Analisis sensitivitas Rencana Proyek;
7. Proyeksi laporan laba rugi & penghasilan komprehensif Tanpa Rencana Proyek;
8. Proyeksi laporan posisi keuangan Tanpa Rencana Proyek;
9. Proyeksi laporan arus kas Tanpa Rencana Proyek;
10. Proyeksi laporan laba rugi & penghasilan komprehensif Dengan Rencana Proyek;
11. Proyeksi laporan posisi keuangan Dengan Rencana Proyek;
12. Proyeksi laporan arus kas Dengan Rencana Proyek;
13. Perhitungan tingkat diskonto;
Page 131
1.         Asumsi proyeksi keuangan Tanpa Rencana Proyek;
PT SEMEN BATURAJA (PERSERO) TBK
MULTI PERIOD ASSUMPTIONS


                                                                                                 P r o j e c t i o n
                 Description                 2023
                                                              2024             2025                     2026           2027              2028


As is (without proposed transaction)
  Revenue
    Cement production capacity (tonne)         4.100.000        4.100.000        4.100.000                 4.100.000     4.100.000          4.100.000
    Production
       Quantity (tonne)
          Clinker                              1.532.608        1.871.254        1.947.975                 2.027.842     2.113.012          2.201.758
          Cement                               2.144.653        2.777.690        2.891.575                 3.010.130     3.136.555          3.268.290
          White clay                              52.647           64.800           66.096                    67.418        68.766             70.142
    Volume
       Quantity (tonne)
          Cement
             Stream 1                          1.445.565        1.292.819        1.345.824                 1.401.003     1.459.845          1.521.159
             Stream 2                             20.588           54.473           56.706                    58.217        60.662             63.210
             Stream 3                            206.234          680.540          708.442                   737.488       768.462            800.738
             Stream 4                            488.339          804.331          837.309                   871.638       908.247            946.394
             Total                             2.160.725        2.832.162        2.948.281                 3.068.347     3.197.217          3.331.500
          White clay                              52.647           64.800           66.096                    67.418        68.766             70.142
    Average selling price (ASP)
       Unit price (RpK/tonne)
          Cement
             Stream 1                                  958            1.015             1.045                 1.077             1.109             1.142
             Stream 2                                1.000            1.030             1.061                 1.093             1.126             1.160
             Stream 3                                  766              721               731                   740               750               760
             Stream 4                                  841              820               845                   870               896               923
             Total                                     913              889               913                   937               962               988
          White clay                                 1.281            1.699             1.709                 1.719             1.729             1.739
    Sales (Rp mio)
       Cement
          Stream 1                             1.384.197        1.311.935        1.406.696                 1.508.302     1.618.800          1.737.393
          Stream 2                                20.597           56.130           60.184                    63.642        68.304             73.308
          Stream 3                              157.875          490.832          517.587                   545.828       576.192            608.276
          Stream 4                               410.572          659.694          707.344                   758.436       813.999            873.632
          Total                                1.973.240        2.518.591        2.691.812                 2.876.207     3.077.295          3.292.609
       White clay                                 67.440          110.096          112.953                   115.886       118.899            121.992
  Costs
    Unit cost (Rp/tonne)
       Transport                                     72.297           65.759           67.637                 69.589           71.576            73.621
       Cost of goods sold (COGS)
          Raw materials & consumables           119.524           124.735          128.582                  132.511        136.551            152.096
          Fuels                                 154.982           150.275          155.220                  160.307        165.552            170.949
          Electricity                             92.106           81.069           83.905                   86.819         89.826             92.920
          Labor                                   53.087           52.528           51.997                   51.470         50.901             50.338
          Maintenance                             24.744           33.623           33.283                   32.946         32.581             32.221
          Overhead                                14.932           10.523           10.417                   10.311         10.197             10.085
          Tax & insurance                         19.545           16.468           16.591                   16.796         17.002             17.219
          Packaging                               44.400           39.735           40.945                   42.203         43.489             44.814
          Trades                                  65.114           73.029           74.967                   76.989         79.058             81.194
          Intercompany purchase                 921.800           949.454          977.937                1.007.276      1.037.494          1.068.619
          Inventory adjustment                   -12.566              966            -1.235                   -1.581         -1.747             -1.949
       Selling expenses
          Labor                                      13.675           10.744           10.636                 10.531           10.414            10.299
          Maintenance                                   914              956              947                    937              927               917
          Overhead                                    1.926            1.736            1.719                  1.702            1.683             1.664
          Trades                                      2.172              828              820                    812              803               794
       General & administrative expenses
          Electricity                                 1.589            1.009              995                    979              965               951
          Labor                                      47.703           45.080           44.624                 44.184           43.695            43.211
          Maintenance                                 2.570            6.147            3.727                  3.690            3.649             3.609
          Overhead                                   37.153           31.429           28.630                 27.057           25.465            24.885
    Cost amount (Rp mio)
       Transport                                    156.213          186.240          199.413               213.523           228.843           245.270
       COGS
          Raw materials & consumables               262.629          354.558          380.305               407.809           437.690           507.763
          Fuels                                     237.527          281.203          302.364               325.078           349.814           376.388
          Electricity                               202.384          230.439          248.164               267.190           287.922           310.207
          Labor                                     116.648          149.310          153.789               158.403           163.155           168.049
          Maintenance                                54.370           95.572           98.439               101.392           104.434           107.567
          Overhead                                   32.810           29.912           30.810                31.734            32.686            33.666
          Tax & insurance                            42.946           46.811           49.072                51.689            54.498            57.483
          Packaging                                  98.217          115.110          123.424               132.339           142.034           152.440
          Trades                                    144.038          211.562          225.978               241.421           258.201           276.193
          Intercompany purchase                      18.978           51.719           55.455                58.641            62.937            67.548
          Inventory adjustment                      -27.798            2.799            -3.722                -4.958            -5.707            -6.629
          Depreciation & amortization               182.954          189.040          187.132               188.168           180.799           180.851
       Selling expenses
          Labor                                      30.252           31.126           32.060                 33.022           34.012            35.033
          Maintenance                                 2.021            2.770            2.854                  2.939            3.027             3.118
          Overhead                                    4.260            5.030            5.181                  5.337            5.497             5.662
          Trades                                      4.805            2.400            2.472                  2.546            2.623             2.701
          Depreciation & amortization                 5.552            5.737            5.679                  5.710            5.487             5.488
       General & administrative expenses
          Electricity                                 3.514            2.923            3.001                 3.071             3.153             3.235
          Labor                                     105.523          130.596          134.514               138.550           142.706           146.987
          Maintenance                                 5.686           17.808           11.235                11.572            11.919            12.277
          Overhead                                   82.186           91.050           86.302                84.845            83.170            84.651
          Depreciation & amortization                28.414           29.359           29.063                29.224            28.080            28.088
    Working capital (stream 2 & 3)
       Trade receivables                                30               30                30                     30               30                30
       Trade payables                                   30               30                30                     30               30                30
    Capex
       Fixed assets
          Acquisition (RpK)
             Machinery                                         75.237.891      146.281.986               160.767.460   294.072.876        255.586.072
          Economic life
             Machinery                                -3,3%            -3,3%            -3,3%                  -3,3%            -3,3%             -3,3%
       Right-of-use assets
          Acquisition (RpK)
             Land
             Building
             Vehicles
             Heavy equipment
          Economic life
             Land                                   -25,0%           -25,0%            -25,0%                -25,0%            -25,0%            -25,0%
             Building                               -25,0%           -25,0%            -25,0%                -25,0%            -25,0%            -25,0%
             Vehicles                               -25,0%           -25,0%            -25,0%                -25,0%            -25,0%            -25,0%
             Heavy equipment                        -25,0%           -25,0%            -25,0%                -25,0%            -25,0%            -25,0%
       Intangible assets
          Acquisition (RpK)
             Landrights
             Licenses
             Computer software
             Intangible assets in progress
          Economic life
             Landrights                              -3,3%            -3,3%             -3,3%                 -3,3%             -3,3%             -3,3%
             Licenses                               -20,0%           -20,0%            -20,0%                -20,0%            -20,0%            -20,0%
             Computer software                      -10,0%           -10,0%            -10,0%                -10,0%            -10,0%            -10,0%
             Intangible assets in progress            0,0%             0,0%              0,0%                  0,0%              0,0%              0,0%
    Financing
       Interest rate
          Short-term bank loan                        0,0%             0,0%              0,0%                  0,0%              0,0%              0,0%
          Bank loan                                   9,3%             9,3%              9,3%                  9,3%              9,3%              9,3%
       Short-term bank loan
          Beginning balance                                               0                 0                      0                0                 0
             Withdrawal
             Repayment
          Ending balance                                 0                0                 0                      0                0                 0
          Interest expense                                                0                 0                      0                0                 0
       Bank loan - current portion
          Beginning balance                                   175.000.000      175.000.000               175.000.000    50.000.000                    0
             Withdrawal
             Repayment                                                                                  -125.000.000    -50.000.000
          Ending balance                     175.000.000      175.000.000      175.000.000                50.000.000              0                   0
          Interest expense                                     16.187.500       16.187.500                10.406.250      2.312.500                   0
       Bank loan
          Beginning balance                                   597.370.005      322.370.005               107.370.005                0                 0
             Withdrawal
             Repayment                                        -275.000.000     -215.000.000             -107.370.005
          Ending balance                     597.370.005       322.370.005      107.370.005                        0                0                 0
          Interest expense                                      42.537.975       19.875.475                4.965.863                0                 0

Cash & cash equivalent                                        170.387.001      345.183.361               553.004.070   870.718.951       1.303.094.363
Page 132
2.           Asumsi proyeksi keuangan Dengan Rencana Proyek;
PT SEMEN BATURAJA (PERSERO) TBK
MULTI PERIOD ASSUMPTIONS


                                                                                                P r o j e c t i o n
                 Description                2023
                                                             2024             2025                     2026           2027              2028


As improved (with proposed transaction)
  Revenue
    Cement production capacity (tonne)        4.100.000        4.100.000        4.100.000                 4.100.000     4.100.000          4.100.000
    Production
      Quantity (tonne)
         Clinker                              1.532.608        1.871.254        1.947.975                 2.027.842     2.113.012          2.201.758
         Cement                               2.144.653        2.777.690        2.891.575                 3.010.130     3.136.555          3.268.290
         White clay                              52.647           64.800           66.096                    67.418        68.766             70.142
    Volume
      Quantity (tonne)
         Cement
            Stream 1                          1.445.565        1.292.819        1.345.824                 1.401.003     1.459.845          1.521.159
            Stream 2                             20.588           54.473           56.706                    58.217        60.662             63.210
            Stream 3                            206.234          680.540          708.442                   737.488       768.462            800.738
            Stream 4                            488.339          804.331          837.309                   871.638       908.247            946.394
            Total                             2.160.725        2.832.162        2.948.281                 3.068.347     3.197.217          3.331.500
         White clay                              52.647           64.800           66.096                    67.418        68.766             70.142
    Average selling price (ASP)
      Unit price (RpK/tonne)
         Cement
            Stream 1                                  958            1.015             1.045                 1.077             1.109             1.142
            Stream 2                                1.000            1.180             1.215                 1.252             1.289             1.328
            Stream 3                                  766              746               756                   766               776               786
            Stream 4                                  841              820               845                   870               896               923
            Total                                     913              876               899                   923               948               973
         White clay                                 1.281            1.699             1.709                 1.719             1.729             1.739
    Sales (Rp mio)
      Cement
         Stream 1                             1.384.197        1.311.935        1.406.696                 1.508.302     1.618.800          1.737.393
         Stream 2                                20.597            1.607            1.723                     1.822         1.955              2.099
         Stream 3                              157.875          508.011          535.703                   564.932       596.359            629.565
         Stream 4                               410.572          659.694          707.344                   758.436       813.999            873.632
         Total                                1.973.240        2.481.247        2.651.466                 2.833.491     3.031.112          3.242.689
      White clay                                 67.440          110.096          112.953                   115.886       118.899            121.992
  Costs
    Unit cost (Rp/tonne)
      Transport                                     72.297           65.759           67.637                 69.589           71.576            73.621
      Cost of goods sold (COGS)
         Raw materials & consumables           119.524              124.735          128.582               132.511           136.551           152.096
         Fuels                                 154.982              150.275          155.220               160.307           165.552           170.949
         Electricity                             92.106              81.069           83.905                86.819            89.826            92.920
         Labor                                   53.087              52.528           51.997                51.470            50.901            50.338
         Maintenance                             24.744              33.623           33.283                32.946            32.581            32.221
         Overhead                                14.932              10.523           10.417                10.311            10.197            10.085
         Tax & insurance                         19.545              16.468           16.591                16.796            17.002            17.219
         Packaging                               44.400              39.735           40.945                42.203            43.489            44.814
         Trades                                  65.114              73.029           74.967                76.989            79.058            81.194
         Royalty                               921.800               18.031           18.265                18.503            18.745            18.991
         Inventory adjustment                   -12.566                 966            -1.235                -1.581            -1.747            -1.949
      Selling expenses
         Labor                                      13.675           10.744           10.636                 10.531           10.414            10.299
         Maintenance                                   914              956              947                    937              927               917
         Overhead                                    1.926            1.736            1.719                  1.702            1.683             1.664
         Trades                                      2.172              828              820                    812              803               794
      General & administrative expenses
         Electricity                                 1.589            1.009              995                    979              965               951
         Labor                                      47.703           45.080           44.624                 44.184           43.695            43.211
         Maintenance                                 2.570            6.147            3.727                  3.690            3.649             3.609
         Overhead                                   37.153           31.429           28.630                 27.057           25.465            24.885
    Cost amount (Rp mio)
      Transport                                    156.213          186.240          199.413               213.523           228.843           245.270
      COGS
         Raw materials & consumables               262.629          354.558          380.305               407.809           437.690           507.763
         Fuels                                     237.527          281.203          302.364               325.078           349.814           376.388
         Electricity                               202.384          230.439          248.164               267.190           287.922           310.207
         Labor                                     116.648          149.310          153.789               158.403           163.155           168.049
         Maintenance                                54.370           95.572           98.439               101.392           104.434           107.567
         Overhead                                   32.810           29.912           30.810                31.734            32.686            33.666
         Tax & insurance                            42.946           46.811           49.072                51.689            54.498            57.483
         Packaging                                  98.217          115.110          123.424               132.339           142.034           152.440
         Trades                                    144.038          211.562          225.978               241.421           258.201           276.193
         Royalty                                    18.978           12.271           12.940                13.646            14.405            15.207
         Inventory adjustment                      -27.798            2.799            -3.722                -4.958            -5.707            -6.629
         Depreciation & amortization               182.954          189.040          187.132               188.168           180.799           180.851
      Selling expenses
         Labor                                      30.252           31.126           32.060                 33.022           34.012            35.033
         Maintenance                                 2.021            2.770            2.854                  2.939            3.027             3.118
         Overhead                                    4.260            5.030            5.181                  5.337            5.497             5.662
         Trades                                      4.805            2.400            2.472                  2.546            2.623             2.701
         Depreciation & amortization                 5.552            5.737            5.679                  5.710            5.487             5.488
      General & administrative expenses
         Electricity                                 3.514            2.923            3.001                 3.071             3.153             3.235
         Labor                                     105.523          130.596          134.514               138.550           142.706           146.987
         Maintenance                                 5.686           17.808           11.235                11.572            11.919            12.277
         Overhead                                   82.186           91.050           86.302                84.845            83.170            84.651
         Depreciation & amortization                28.414           29.359           29.063                29.224            28.080            28.088
    Working capital (stream 2 & 3)
      Trade receivables                                30               30                30                     30               30                30
      Trade payables                                   30               30                30                     30               30                30
    Capex
      Fixed assets
         Acquisition (RpK)
            Machinery                                         75.237.891      146.281.986               160.767.460   294.072.876        255.586.072
         Economic life
            Machinery                                -3,3%            -3,3%            -3,3%                  -3,3%            -3,3%             -3,3%
      Right-of-use assets
         Acquisition (RpK)
            Land                                                         0                 0                      0                0                 0
            Building                                                     0                 0                      0                0                 0
            Vehicles                                                     0                 0                      0                0                 0
            Heavy equipment                                              0                 0                      0                0                 0
         Economic life
            Land                                   -25,0%           -25,0%            -25,0%                -25,0%            -25,0%            -25,0%
            Building                               -25,0%           -25,0%            -25,0%                -25,0%            -25,0%            -25,0%
            Vehicles                               -25,0%           -25,0%            -25,0%                -25,0%            -25,0%            -25,0%
            Heavy equipment                        -25,0%           -25,0%            -25,0%                -25,0%            -25,0%            -25,0%
      Intangible assets
         Acquisition (RpK)
            Landrights                                                   0                 0                      0                0                 0
            Licenses                                                     0                 0                      0                0                 0
            Computer software                                            0                 0                      0                0                 0
            Intangible assets in progress                                0                 0                      0                0                 0
         Economic life
            Landrights                              -3,3%            -3,3%             -3,3%                 -3,3%             -3,3%             -3,3%
            Licenses                               -20,0%           -20,0%            -20,0%                -20,0%            -20,0%            -20,0%
            Computer software                      -10,0%           -10,0%            -10,0%                -10,0%            -10,0%            -10,0%
            Intangible assets in progress            0,0%             0,0%              0,0%                  0,0%              0,0%              0,0%
    Financing
      Interest rate
         Short-term bank loan                        0,0%             0,0%              0,0%                  0,0%              0,0%              0,0%
         Bank loan                                   9,3%             9,3%              9,3%                  9,3%              9,3%              9,3%
      Short-term bank loan
         Beginning balance                                               0                 0                      0                0                 0
            Withdrawal                                                   0                 0                      0                0                 0
            Repayment                                                    0                 0                      0                0                 0
         Ending balance                                 0                0                 0                      0                0                 0
         Interest expense                                                0                 0                      0                0                 0
      Bank loan - current portion
         Beginning balance                                   175.000.000      175.000.000               175.000.000     50.000.000                   0
            Withdrawal                                                 0                0                         0              0                   0
            Repayment                                                  0                0              -125.000.000    -50.000.000                   0
         Ending balance                     175.000.000      175.000.000      175.000.000                50.000.000              0                   0
         Interest expense                                     16.187.500       16.187.500                10.406.250      2.312.500                   0
      Bank loan
         Beginning balance                                    597.370.005      322.370.005              107.370.005                0                 0
            Withdrawal                                                  0                0                        0                0                 0
            Repayment                                        -275.000.000     -215.000.000             -107.370.005                0                 0
         Ending balance                     597.370.005       322.370.005      107.370.005                        0                0                 0
         Interest expense                                      42.537.975       19.875.475                4.965.863                0                 0

Cash & cash equivalent                                       171.853.084      348.336.200               557.925.500   877.467.390       1.311.725.077
Page 133
3.     Analisis kelayakan inkremental Rencana Proyek;
PT SEMEN BATURAJA (PERSERO) TBK
ANALISIS KELAYAKAN INKREMENTAL PER 31 DECEMBER 2023


                   Uraian                     31-Dec-23          31-Dec-24         31-Dec-25         31-Dec-26         31-Dec-27         31-Dec-28


Arus kas bersih (tanpa Rencana Transaksi)                            72.000.126       174.796.360       207.820.709       317.714.881       432.375.412
  Arus kas dari aktivitas operasi                                   415.247.971       531.903.157       600.914.045       661.743.628       687.917.355
  Arus kas dari aktivitas investasi                                 -68.247.845      -142.106.797      -160.723.331      -294.028.746      -255.541.943
  Arus kas dari aktivitas pendanaan                                -275.000.000      -215.000.000      -232.370.005       -50.000.000                 0
  Nilai terminal                                                                                                                          3.705.181.613

Arus kas bersih (dengan Rencana Transaksi)                           73.466.209       176.483.116       209.589.300       319.541.890       434.257.688
  Arus kas dari aktivitas operasi                                   416.714.054       533.589.914       602.682.635       663.570.636       689.799.631
  Arus kas dari aktivitas investasi                                 -68.247.845      -142.106.797      -160.723.331      -294.028.746      -255.541.943
  Arus kas dari aktivitas pendanaan                                -275.000.000      -215.000.000      -232.370.005       -50.000.000                 0
  Nilai terminal                                                                                                                          3.721.311.517

Arus kas bersih inkremental                                           1.466.083         1.686.756         1.768.591         1.827.009        18.012.180

Faktor present value (PV)
  Periode                                                                   1,00              2,00              3,00              4,00              5,00
  Tingkat diskonto                                                      11,67%            11,67%            11,67%            11,67%            11,67%
  Faktor diskonto                                                        0,8955            0,8019            0,7181            0,6431            0,5759

Faktor future value (FV)
  Periode                                                 5,00              4,00              3,00              2,00              1,00              0,00
  Tingkat diskonto                                                      11,67%            11,67%            11,67%            11,67%            11,67%
  Faktor diskonto                                                        1,5550            1,3925            1,2470            1,1167            1,0000

Net present value (NPV)
  PV arus kas bersih inkremental (Rp ribu)                            1.312.877         1.352.643         1.270.059         1.174.905        10.372.748
  NPV arus kas bersih inkremental (Rp ribu)       15.483.232
Modified internal rate of return (MIRR)
  PV biaya oportunitas (Rp ribu)                                    -64.476.100      -140.172.688      -149.240.036      -204.314.688    -2.382.711.887
  FV manfaat oportunitas (Rp ribu)                                  114.241.947       245.757.421       261.359.380       356.830.765     4.155.569.205
  Arus kas bersih oportunitas (Rp ribu)       -2.940.915.398                  0                 0                 0                 0     5.133.758.718
  MIRR                                               11,79%
Profitability index (PI)
  PV biaya oportunitas (Rp ribu)              -2.940.915.398        -64.476.100      -140.172.688      -149.240.036      -204.314.688    -2.382.711.887
  PV manfaat oportunitas (Rp ribu)             2.956.398.630         65.788.977       141.525.331       150.510.095       205.489.592     2.393.084.634
  PI                                                    1,01
Overall return on investment (ROI)
  Nilai awal investasi hipotetis               2.940.915.398
  Nilai akhir investasi hipotetis              5.133.758.718
  ROI (selama proyeksi)                              74,56%
  ROI (effective annual rate)                        15,83%
Page 134
4.   Rasio keuangan Tanpa Rencana Proyek;

PT SEMEN BATURAJA (PERSERO) TBK
RASIO KEUANGAN (TANPA RENCANA TRANSAKSI)


                   Uraian             31-Dec-24     31-Dec-25     31-Dec-26     31-Dec-27     31-Dec-28     Proyeksi


Profitabilitas
  Marjin laba kotor                       33,12%        34,00%        34,53%        35,28%        34,65%        34,32%
  Marjin laba operasi                     13,91%        15,75%        16,81%        18,12%        17,88%        16,49%
  Marjin laba sebelum pajak               11,67%        14,47%        16,29%        18,05%        17,88%        15,67%
  Marjin laba bersih                       9,11%        11,28%        12,71%        14,08%        13,95%        12,22%
  ROE (return on equity)                   7,04%         8,51%         9,28%         9,89%         9,48%         8,84%
  ROA (return on assets)                   4,96%         6,42%         7,49%         8,22%         8,00%         7,02%
  ROIC (return on invested capital)        5,96%         7,68%         8,91%         9,64%         9,26%         8,29%

Likuiditas
  Rasio kas                                  0,23          0,47          0,90          1,55          2,32         1,09
  Rasio cepat                                1,25          1,49          2,14          2,90          3,67         2,29
  Rasio lancar                               1,27          1,51          2,16          2,92          3,70         2,31

Solvabilitas
 DAR (debt to total assets ratio)         12,78%         8,15%         3,34%         2,18%         2,01%         5,69%
 DER (debt to equity ratio)               18,13%        10,80%         4,13%         2,62%         2,38%         7,61%
Page 135
5.   Rasio keuangan Dengan Rencana Proyek

PT SEMEN BATURAJA (PERSERO) TBK
RASIO KEUANGAN (DENGAN RENCANA TRANSAKSI)


                   Uraian             31-Dec-24     31-Dec-25     31-Dec-26     31-Dec-27     31-Dec-28     Proyeksi


Profitabilitas
  Marjin laba kotor                       33,68%        34,57%        35,11%        35,88%        35,23%        34,89%
  Marjin laba operasi                     14,19%        16,06%        17,13%        18,46%        18,22%        16,81%
  Marjin laba sebelum pajak               11,92%        14,75%        16,61%        18,39%        18,22%        15,98%
  Marjin laba bersih                       9,30%        11,51%        12,95%        14,34%        14,21%        12,46%
  ROE (return on equity)                   7,08%         8,55%         9,31%         9,92%         9,50%         8,87%
  ROA (return on assets)                   5,00%         6,46%         7,52%         8,25%         8,03%         7,05%
  ROIC (return on invested capital)        6,00%         7,72%         8,94%         9,66%         9,28%         8,32%

Likuiditas
  Rasio kas                                  0,23          0,48          0,92          1,57          2,35         1,11
  Rasio cepat                                1,25          1,50          2,16          2,93          3,71         2,31
  Rasio lancar                               1,27          1,52          2,18          2,95          3,73         2,33

Solvabilitas
 DAR (debt to total assets ratio)         12,79%         8,15%         3,34%         2,18%         2,00%         5,69%
 DER (debt to equity ratio)               18,12%        10,80%         4,13%         2,62%         2,37%         7,61%
Page 136
6.                                Analisis sensitivitas Rencana Proyek;
PT SEMEN BATURAJA (PERSERO) TBK
ANALISIS SENSITIVITAS NPV INKREMENTAL

Tarif royalty Stream 2 & 3                                                        2,5%
Margin markup Stream 3                                                            3,5%

                                                                                                                       Dengan Rencana Transaksi


                                                                                                                         Margin markup Stream 3


                                    ######          0,0%           0,5%           1,0%           1,5%           2,0%         2,5%         3,0%          3,5%          4,0%          4,5%          5,0%          5,5%          6,0%
                                      0,0%    -35.727.076    -16.629.683      2.467.709     21.565.102     40.662.494   59.759.887   78.857.279    97.954.672   117.052.064   136.149.457   155.246.849   174.344.242   193.441.634
                                      0,5%    -52.221.364    -33.123.971    -14.026.579      5.070.814     24.168.206   43.265.599   62.362.991    81.460.384   100.557.776   119.655.169   138.752.561   157.849.954   176.947.346
     Tarif royalty Stream 2 & 3




                                      1,0%    -68.715.652    -49.618.259    -30.520.867    -11.423.474      7.673.918   26.771.311   45.868.703    64.966.096    84.063.488   103.160.881   122.258.273   141.355.666   160.453.058
                                      1,5%    -85.209.940    -66.112.547    -47.015.155    -27.917.762     -8.820.370   10.277.023   29.374.415    48.471.808    67.569.200    86.666.593   105.763.985   124.861.378   143.958.770
                                      2,0%   -101.704.228    -82.606.835    -63.509.443    -44.412.050    -25.314.658   -6.217.265   12.880.127    31.977.520    51.074.912    70.172.305    89.269.697   108.367.090   127.464.482
                                      2,5%   -118.198.516    -99.101.123    -80.003.731    -60.906.338    -41.808.946 -22.711.553    -3.614.161    15.483.232    34.580.624    53.678.017    72.775.409    91.872.802   110.970.194
                                      3,0%   -134.692.804   -115.595.411    -96.498.019    -77.400.626    -58.303.234 -39.205.841 -20.108.449      -1.011.056    18.086.336    37.183.729    56.281.121    75.378.514    94.475.907
                                      3,5%   -151.187.092   -132.089.699   -112.992.307    -93.894.914    -74.797.522 -55.700.129 -36.602.737     -17.505.344     1.592.048    20.689.441    39.786.834    58.884.226    77.981.619
                                      4,0%   -167.681.380   -148.583.987   -129.486.595   -110.389.202    -91.291.810 -72.194.417 -53.097.025     -33.999.632   -14.902.240     4.195.153    23.292.546    42.389.938    61.487.331
                                      4,5%   -184.175.668   -165.078.275   -145.980.883   -126.883.490   -107.786.098 -88.688.705 -69.591.313     -50.493.920   -31.396.527   -12.299.135     6.798.258    25.895.650    44.993.043
                                      5,0%   -200.669.956   -181.572.563   -162.475.171   -143.377.778   -124.280.386 -105.182.993 -86.085.600    -66.988.208   -47.890.815   -28.793.423    -9.696.030     9.401.362    28.498.755
                                      5,5%   -217.164.244   -198.066.851   -178.969.459   -159.872.066   -140.774.674 -121.677.281 -102.579.888   -83.482.496   -64.385.103   -45.287.711   -26.190.318    -7.092.926    12.004.467
                                      6,0%   -233.658.532   -214.561.139   -195.463.747   -176.366.354   -157.268.961 -138.171.569 -119.074.176   -99.976.784   -80.879.391   -61.781.999   -42.684.606   -23.587.214    -4.489.821
Page 137
7.                                             Analisis sensitivitas Rencana Proyek;



PT SEMEN BATURAJA (PERSERO) TBK
ANALISIS SENSITIVITAS NPV INKREMENTAL

Perubahan volume Stream 2 dari baseline                                                 0,0%
Perubahan volume Stream 3 dari baseline                                                 0,0%

                                                                                                                        Dengan Rencana Transaksi


                                                                                                                Perubahan volume Stream 3 dari baseline
     Perubahan volume Stream 2 dari baseline




                                                   15.483     -150,0%     -125,0%     -100,0%      -75,0%      -50,0%       -25,0%       0,0%          25,0%         50,0%         75,0%        100,0%        125,0%         150,0%
                                                 -150,0%    2.417.522   2.350.742   2.297.966   2.227.890   2.052.923    1.498.231     -68.127     -3.794.312   -11.503.812   -25.854.550   -50.498.000   -90.238.288   -151.191.308
                                                 -125,0%    2.420.788   2.354.008   2.300.705   2.230.629   2.055.662    1.500.970     -65.389     -3.791.574   -11.501.073   -25.851.812   -50.495.261   -90.235.549   -151.188.569
                                                 -100,0%    2.422.904   2.356.124   2.302.294   2.232.218   2.057.251    1.502.559     -63.799     -3.789.984   -11.499.484   -25.850.223   -50.493.672   -90.233.960   -151.186.980
                                                  -75,0%    2.425.900   2.359.119   2.304.762   2.234.687   2.059.720    1.505.028     -61.331     -3.787.516   -11.497.015   -25.847.754   -50.491.203   -90.231.491   -151.184.511
                                                  -50,0%    2.432.146   2.365.366   2.310.482   2.240.406   2.065.439    1.510.747     -55.611     -3.781.796   -11.491.296   -25.842.034   -50.485.484   -90.225.772   -151.178.792
                                                  -25,0%    2.450.808   2.384.028   2.328.617   2.258.541   2.083.574    1.528.882     -37.476     -3.763.661   -11.473.161   -25.823.900   -50.467.349   -90.207.637   -151.160.657
                                                    0,0%    2.504.295   2.437.515   2.381.576   2.311.501   2.136.534    1.581.842      15.483     -3.710.702   -11.420.201   -25.770.940   -50.414.389   -90.154.677   -151.107.697
                                                   25,0%    2.634.711   2.567.931   2.511.465   2.441.390   2.266.423    1.711.731     145.372     -3.580.813   -11.290.312   -25.641.051   -50.284.500   -90.024.788   -150.977.808
                                                   50,0%    2.910.308   2.843.528   2.786.634   2.716.460   2.541.493    1.986.801     420.442     -3.305.743   -11.015.242   -25.365.981   -50.009.430   -89.749.718   -150.702.738
                                                   75,0%    3.431.936   3.365.156   3.308.262   3.237.561   3.062.594    2.507.902     941.543     -2.784.642   -10.494.141   -24.844.880   -49.488.329   -89.228.617   -150.181.637
                                                  100,0%    4.533.639   4.452.880   4.395.536   4.323.857   4.134.911    3.485.076   1.848.574     -1.877.611    -9.587.110   -23.937.849   -48.581.298   -88.321.586   -149.274.606
                                                  125,0%    6.400.571   6.320.856   6.263.711   6.191.305   5.999.366    5.342.786   3.424.262       -399.250    -8.108.750   -22.459.488   -47.102.938   -86.843.226   -147.796.246
                                                  150,0%    9.308.764   9.225.097   9.167.109   9.093.334   8.899.587    8.236.782   6.302.404      1.887.790    -5.821.709   -20.172.448   -44.815.897   -84.556.185   -145.509.205
Page 138
8.   Proyeksi laporan laba rugi & penghasilan komprehensif Tanpa Rencana Proyek;

PT SEMEN BATURAJA (PERSERO) TBK
LAPORAN LABA RUGI & PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN (IDR RIBU): TANPA RENCANA TRANSAKSI


                      Uraian                    31-Dec-24        31-Dec-25         31-Dec-26        31-Dec-27        31-Dec-28


Pendapatan - neto                                2.628.687.117    2.804.764.430     2.992.093.677    3.196.193.321    3.414.601.229

Beban pokok pendapatan                          -1.758.035.275   -1.851.209.562    -1.958.905.570   -2.068.463.641   -2.231.526.888

Laba (rugi) bruto                                  870.651.843      953.554.868     1.033.188.107    1.127.729.679    1.183.074.341

Beban penjualan                                   -233.303.618     -247.658.580      -263.077.443     -279.489.208     -297.271.637
Beban umum & administrasi                         -271.736.091     -264.114.817      -267.261.271     -269.026.789     -275.237.803
Pendapatan (beban) operasi lainnya                           0                0                 0                0                0

Laba (rugi) sebelum bunga & pajak penghasilan      365.612.134      441.781.471       502.849.392      579.213.682      610.564.901

Pendapatan keuangan                                          0                0                 0                0               0
Beban keuangan                                     -58.725.475      -36.062.975       -15.372.113       -2.312.500               0

Laba (rugi) sebelum beban pajak                    306.886.658      405.718.496       487.477.279      576.901.182      610.564.901

Beban pajak penghasilan                            -67.515.065      -89.258.069      -107.245.001     -126.918.260     -134.324.278

Laba (rugi) tahun berjalan                         239.371.593      316.460.427       380.232.278      449.982.922      476.240.623
Page 139
9.     Proyeksi laporan posisi keuangan Tanpa Rencana Proyek;
PT SEMEN BATURAJA (PERSERO) TBK
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN (IDR RIBU): TANPA RENCANA TRANSAKSI


                       Uraian                          31-Dec-24        31-Dec-25        31-Dec-26        31-Dec-27        31-Dec-28


Aset                                                    4.825.412.159    4.927.183.891    5.075.311.660    5.475.652.584    5.952.277.435

  Aset lancar                                             934.426.379    1.111.790.223    1.322.252.484    1.642.886.203    2.078.352.249
   Kas & setara kas                                       170.387.001      345.183.361      553.004.070      870.718.951    1.303.094.363
   Piutang usaha                                          504.549.532      507.117.016      509.758.568      512.677.407      515.768.040
   Piutang lain-lain                                        3.136.628        3.136.628        3.136.628        3.136.628        3.136.628
   Persediaan                                             245.899.971      245.899.971      245.899.971      245.899.971      245.899.971
   Pajak dibayar dimuka                                     3.883.268        3.883.268        3.883.268        3.883.268        3.883.268
   Beban dibayar dimuka & uang muka                         5.462.813        5.462.813        5.462.813        5.462.813        5.462.813
   Aset keuangan lancar lainnya                             1.107.166        1.107.166        1.107.166        1.107.166        1.107.166

  Aset tidak lancar                                     3.890.985.780    3.815.393.669    3.753.059.176    3.832.766.380    3.873.925.186
   Penyertaan saham                                            25.000           25.000           25.000           25.000           25.000
   Aset pajak tangguhan                                    11.473.518       11.473.518       11.473.518       11.473.518       11.473.518
   Aset tetap                                           3.813.490.664    3.742.073.742    3.679.783.379    3.759.534.712    3.800.737.647
   Aset takberwujud                                         5.203.475        1.028.287          984.158          940.028          895.899
   Aset tidak lancar lainnya                               60.793.122       60.793.122       60.793.122       60.793.122       60.793.122

Liabilitas & ekuitas                                    4.825.412.159    4.927.183.891    5.075.311.660    5.475.652.584    5.952.277.435

  Liabilitas jangka pendek                                735.803.064      736.114.370      611.379.866      561.737.868      562.122.097
    Utang usaha                                           421.669.009      421.980.315      422.245.811      422.603.813      422.988.042
    Utang lain-lain                                        50.049.730       50.049.730       50.049.730       50.049.730       50.049.730
    Utang pajak                                            26.462.856       26.462.856       26.462.856       26.462.856       26.462.856
    Beban yang masih harus dibayar                         39.577.964       39.577.964       39.577.964       39.577.964       39.577.964
    Liabilitas imbalan kerja jangka pendek                 13.723.795       13.723.795       13.723.795       13.723.795       13.723.795
    Pinjaman bank jangka panjang jatuh tempo 1 tahun      175.000.000      175.000.000       50.000.000                0                0
    Liabilitas sewa                                         9.319.710        9.319.710        9.319.710        9.319.710        9.319.710

  Liabilitas jangka panjang                               687.825.145      472.825.145      365.455.140      365.455.140      365.455.140
    Liabilitas pajak tangguhan                            128.019.117      128.019.117      128.019.117      128.019.117      128.019.117
    Pinjaman bank jangka panjang                          322.370.005      107.370.005                0                0                0
    Liabilitas imbalan kerja jangka panjang                75.932.088       75.932.088       75.932.088       75.932.088       75.932.088
    Provisi untuk restorasi                                51.437.752       51.437.752       51.437.752       51.437.752       51.437.752
    Liabilitas sewa                                       110.066.183      110.066.183      110.066.183      110.066.183      110.066.183

  Ekuitas                                               3.401.783.949    3.718.244.376    4.098.476.653    4.548.459.576    5.024.700.198
   Modal saham                                            993.253.434      993.253.434      993.253.434      993.253.434      993.253.434
   Tambahan modal disetor                               1.270.606.785    1.270.606.785    1.270.606.785    1.270.606.785    1.270.606.785
   Komponen ekuitas lainnya                               -77.888.186      -77.888.186      -77.888.186      -77.888.186      -77.888.186
   Saldo laba                                           1.215.835.087    1.532.295.514    1.912.527.791    2.362.510.714    2.838.751.336
   Kepentingan non-pengendali                                 -23.171          -23.171          -23.171          -23.171          -23.171
Page 140
10. Proyeksi laporan arus kas Tanpa Rencana Proyek;

PT SEMEN BATURAJA (PERSERO) TBK
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN (IDR RIBU): TANPA RENCANA TRANSAKSI


                     Uraian                        31-Dec-24        31-Dec-25        31-Dec-26        31-Dec-27        31-Dec-28


Arus kas dari aktivitas operasi                       415.247.971      531.903.157      600.914.045      661.743.628      687.917.355
  Jumlah penghasilan komprehensif tahun berjalan      239.371.593      316.460.427      380.232.278      449.982.922      476.240.623
  Depresiasi                                          217.146.585      217.698.908      223.057.823      214.321.542      214.383.137
  Perubahan modal kerja
    Piutang usaha                                     -45.580.134       -2.567.483       -2.641.552       -2.918.839       -3.090.633
    Utang usaha                                         4.309.927          311.306          265.496          358.002          384.229

Arus kas dari aktivitas investasi                     -68.247.845     -142.106.797     -160.723.331     -294.028.746     -255.541.943
  Aset tetap                                          -75.237.891     -146.281.986     -160.767.460     -294.072.876     -255.586.072
  Aset takberwujud                                      6.990.046        4.175.189           44.129           44.129           44.129

Arus kas dari aktivitas pendanaan                    -275.000.000     -215.000.000     -232.370.005      -50.000.000               0
  Pinjaman bank jangka panjang                       -275.000.000     -215.000.000     -232.370.005      -50.000.000               0

Arus kas bersih                                        72.000.126      174.796.360      207.820.709      317.714.881      432.375.412

Kas & setara kas awal tahun                            98.386.875      170.387.001      345.183.361      553.004.070      870.718.951

Kas & setara kas akhir tahun                          170.387.001      345.183.361      553.004.070      870.718.951    1.303.094.363
Page 141
11. Proyeksi laporan laba rugi & penghasilan komprehensif Dengan Rencana Proyek;

PT SEMEN BATURAJA (PERSERO) TBK
LAPORAN LABA RUGI & PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN (IDR RIBU): DENGAN RENCANA TRANSAKSI


                      Uraian                    31-Dec-24        31-Dec-25        31-Dec-26        31-Dec-27        31-Dec-28


Pendapatan - neto                                2.591.343.208    2.764.418.767    2.949.377.775    3.150.011.222    3.364.681.343

Beban pokok pendapatan                          -1.718.586.940   -1.808.694.444   -1.913.910.526   -2.019.931.667   -2.179.186.256

Laba (rugi) bruto                                  872.756.268      955.724.324    1.035.467.249    1.130.079.555    1.185.495.087

Beban penjualan                                   -233.303.618     -247.658.580     -263.077.443     -279.489.208     -297.271.637
Beban umum & administrasi                         -271.736.091     -264.114.817     -267.261.271     -269.026.789     -275.237.803
Pendapatan (beban) operasi lainnya                           0                0                0                0                0

Laba (rugi) sebelum bunga & pajak penghasilan      367.716.559      443.950.927      505.128.534      581.563.558      612.985.646

Pendapatan keuangan                                          0                0                0                0               0
Beban keuangan                                     -58.725.475      -36.062.975      -15.372.113       -2.312.500               0

Laba (rugi) sebelum beban pajak                    308.991.084      407.887.951      489.756.422      579.251.058      612.985.646

Beban pajak penghasilan                            -67.978.038      -89.735.349     -107.746.413     -127.435.233     -134.856.842

Laba (rugi) tahun berjalan                         241.013.045      318.152.602      382.010.009      451.815.825      478.128.804
Page 142
12. Proyeksi laporan posisi keuangan Dengan Rencana Proyek;
PT SEMEN BATURAJA (PERSERO) TBK
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN (IDR RIBU): DENGAN RENCANA TRANSAKSI


                       Uraian                          31-Dec-24        31-Dec-25        31-Dec-26        31-Dec-27        31-Dec-28


Aset                                                    4.823.766.249    4.926.974.592    5.076.673.431    5.478.552.514    5.956.748.159

  Aset lancar                                             932.780.470    1.111.580.923    1.323.614.255    1.645.786.134    2.082.822.973
   Kas & setara kas                                       171.853.084      348.336.200      557.925.500      877.467.390    1.311.725.077
   Piutang usaha                                          501.437.540      503.754.877      506.198.909      508.828.898      511.608.050
   Piutang lain-lain                                        3.136.628        3.136.628        3.136.628        3.136.628        3.136.628
   Persediaan                                             245.899.971      245.899.971      245.899.971      245.899.971      245.899.971
   Pajak dibayar dimuka                                     3.883.268        3.883.268        3.883.268        3.883.268        3.883.268
   Beban dibayar dimuka & uang muka                         5.462.813        5.462.813        5.462.813        5.462.813        5.462.813
   Aset keuangan lancar lainnya                             1.107.166        1.107.166        1.107.166        1.107.166        1.107.166

  Aset tidak lancar                                     3.890.985.780    3.815.393.669    3.753.059.176    3.832.766.380    3.873.925.186
   Penyertaan saham                                            25.000           25.000           25.000           25.000           25.000
   Aset pajak tangguhan                                    11.473.518       11.473.518       11.473.518       11.473.518       11.473.518
   Aset tetap                                           3.813.490.664    3.742.073.742    3.679.783.379    3.759.534.712    3.800.737.647
   Aset takberwujud                                         5.203.475        1.028.287          984.158          940.028          895.899
   Aset tidak lancar lainnya                               60.793.122       60.793.122       60.793.122       60.793.122       60.793.122

Liabilitas & ekuitas                                    4.823.766.249    4.926.974.592    5.076.673.431    5.478.552.514    5.956.748.159

  Liabilitas jangka pendek                                732.515.703      732.571.444      607.630.279      557.693.537      557.760.378
    Utang usaha                                           418.381.648      418.437.389      418.496.224      418.559.482      418.626.323
    Utang lain-lain                                        50.049.730       50.049.730       50.049.730       50.049.730       50.049.730
    Utang pajak                                            26.462.856       26.462.856       26.462.856       26.462.856       26.462.856
    Beban yang masih harus dibayar                         39.577.964       39.577.964       39.577.964       39.577.964       39.577.964
    Liabilitas imbalan kerja jangka pendek                 13.723.795       13.723.795       13.723.795       13.723.795       13.723.795
    Pinjaman bank jangka panjang jatuh tempo 1 tahun      175.000.000      175.000.000       50.000.000                0                0
    Liabilitas sewa                                         9.319.710        9.319.710        9.319.710        9.319.710        9.319.710

  Liabilitas jangka panjang                               687.825.145      472.825.145      365.455.140      365.455.140      365.455.140
    Liabilitas pajak tangguhan                            128.019.117      128.019.117      128.019.117      128.019.117      128.019.117
    Pinjaman bank jangka panjang                          322.370.005      107.370.005                0                0                0
    Liabilitas imbalan kerja jangka panjang                75.932.088       75.932.088       75.932.088       75.932.088       75.932.088
    Provisi untuk restorasi                                51.437.752       51.437.752       51.437.752       51.437.752       51.437.752
    Liabilitas sewa                                       110.066.183      110.066.183      110.066.183      110.066.183      110.066.183

  Ekuitas                                               3.403.425.401    3.721.578.003    4.103.588.012    4.555.403.837    5.033.532.641
   Modal saham                                            993.253.434      993.253.434      993.253.434      993.253.434      993.253.434
   Tambahan modal disetor                               1.270.606.785    1.270.606.785    1.270.606.785    1.270.606.785    1.270.606.785
   Komponen ekuitas lainnya                               -77.888.186      -77.888.186      -77.888.186      -77.888.186      -77.888.186
   Saldo laba                                           1.217.476.539    1.535.629.141    1.917.639.150    2.369.454.975    2.847.583.779
   Kepentingan non-pengendali                                 -23.171          -23.171          -23.171          -23.171          -23.171
Page 143
13. Proyeksi laporan arus kas Dengan Rencana Proyek;

PT SEMEN BATURAJA (PERSERO) TBK
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN (IDR RIBU): DENGAN RENCANA TRANSAKSI


                     Uraian                        31-Dec-24        31-Dec-25        31-Dec-26        31-Dec-27        31-Dec-28


Arus kas dari aktivitas operasi                       416.714.054      533.589.914      602.682.635      663.570.636      689.799.631
  Jumlah penghasilan komprehensif tahun berjalan      241.013.045      318.152.602      382.010.009      451.815.825      478.128.804
  Depresiasi                                          217.146.585      217.698.908      223.057.823      214.321.542      214.383.137
  Perubahan modal kerja
    Piutang usaha                                     -42.468.142       -2.317.337       -2.444.032       -2.629.989       -2.779.151
    Utang usaha                                         1.022.566           55.741           58.835           63.258           66.841

Arus kas dari aktivitas investasi                     -68.247.845     -142.106.797     -160.723.331     -294.028.746     -255.541.943
  Aset tetap                                          -75.237.891     -146.281.986     -160.767.460     -294.072.876     -255.586.072
  Aset takberwujud                                      6.990.046        4.175.189           44.129           44.129           44.129

Arus kas dari aktivitas pendanaan                    -275.000.000     -215.000.000     -232.370.005      -50.000.000               0
  Pinjaman bank jangka panjang                       -275.000.000     -215.000.000     -232.370.005      -50.000.000               0

Arus kas bersih                                        73.466.209      176.483.116      209.589.300      319.541.890      434.257.688

Kas & setara kas awal tahun                            98.386.875      171.853.084      348.336.200      557.925.500      877.467.390

Kas & setara kas akhir tahun                          171.853.084      348.336.200      557.925.500      877.467.390    1.311.725.077
Page 144
14. Perhitungan tingkat diskonto;

PT SEMEN BATURAJA (PERSERO) TBK
COST OF EQUITY AS AT 31 DECEMBER 2023


                           Description                   Return


Cost of debt (before tax)                                      9,41%
Risk-free rate (before tax)                                    6,89%
Beta unlevered                                                 0,6537
Beta relevered                                                 0,9278
Equity risk premium                                            7,38%
Default spread                                                 2,07%
Cost of equity (before specific risk)                         11,67%
Company specific risk premium                                  0,00%
Cost of equity (after size and company specific risks)        11,67%
DER                                                           53,75%

File

File Open PDF
Source IDX
Size6.07 MB
Published27 May 2024
Pages144
Characters487,075
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 123 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org SEMEN BATURAJA Tbk p.1 ×399
linked person Amir Abadi Jusuf p.4 ×2
linked org Cemindo Gemilang p.9 ×19
linked org Bukit Asam Tbk. p.12 ×2
linked org PT Asuransi Jiwa IFG p.26
linked person Suherman Yahya p.26 ×3
linked person Alex Iskandar Munaf p.26 ×3
linked person Chowadja Sanova p.26 ×2
linked person Hadi Daryanto p.26 ×2
linked person Inosentius Samsul p.26 ×4
linked person Rahmat Hidayat p.26 ×2
linked person Muhammad Syafitri p.26 ×2
linked org Indocement Tunggal Prakarsa Tbk p.46 ×5
linked org Solusi Bangun Indonesia Tbk p.59 ×7
linked org Solusi Bangun Andalas. p.59 ×2
linked org Dana Pensiun Karyawan p.72 ×2
linked org Dana Pensiun p.72 ×3
possible org Bursa Efek Indonesia p.2 ×2
possible org Semen Indonesia (Persero) Tbk p.2 ×41
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.3 ×2
possible org Negara Republik Indonesia p.25 ×2
possible org Pemerintah Republik Indonesia p.25 ×2
possible org Waskita Karya p.46
possible org PT Pertamina p.81
unresolved org Menteri Keuangan RI p.1
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Firman p.2
unresolved org Hartomo dan Rekan p.2 ×3
unresolved org KJPP FAST p.2 ×14
unresolved org Kementerian Keuangan Republik Indonesia p.3 ×9
unresolved org Menteri Keuangan p.3
unresolved org PT Pratama Indomitra Konsultan p.3 ×3
unresolved org PT RSM Indonesia Konsultan. p.4 ×3
unresolved org Kantor Akuntan Publik Imelda & Rekan p.4 ×2
unresolved org Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf p.4 ×2
unresolved org Mawar & Rekan p.4 ×2
unresolved org AAMR p.4 ×7
unresolved person Penanggung Jawab Ir. Suzy Israwati p.8 ×6
unresolved person Pereviu Hanandewa p.8
unresolved person D.B.A. p.8
unresolved person Penilai La Halufi p.8
unresolved org KJPP Firman p.19
unresolved — Surel p.19
unresolved org Kantor Akuntan Publik Imelda p.24
unresolved org Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia p.24
unresolved org Menteri Kehakiman Republik Indonesia p.25
unresolved org Pengadilan Negeri Palembang p.25
unresolved person Akta Notaris Aulia Taufani p.25 ×2
unresolved org Menteri Perindustrian p.28
unresolved org Direktorat Jenderal Pajak p.29 ×8
unresolved org Pemungut PPh p.30
unresolved org Bank Indonesia p.32 ×20
unresolved org Kota Nusantara p.32 ×4
unresolved org Pusat Statistik p.36 ×3
unresolved org Pusat Statistik Struktur p.37
unresolved org Kementerian Dalam Negeri p.38
unresolved org Pusat Statistik Pembangunan p.39
unresolved org Pusat Statistik Diawali p.40
unresolved org Kementerian Perindustrian p.44 ×2
unresolved org Layanan Umum p.44 ×2
unresolved org PT Semen Bosowa Maros p.47
unresolved org Pusat Statistik Peran p.48
unresolved org Kementerian PUPR p.48 ×11
unresolved org Menteri p.48
unresolved org Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat p.49
unresolved org Pengembangan Infrastruktur Wilayah p.51
unresolved org PT Conch South Kalimantan Cement p.53 ×3
unresolved org Indocement Tunggal Perkasa Tbk p.55 ×2
unresolved org PT Semen Imasco Asiatic p.55 ×2
unresolved org PT Semen Padang p.59 ×4
unresolved org PT Semen Gresik p.59 ×2
unresolved org PT Semen Tonasa p.59 ×2
unresolved org PT Solusi Bangun Andalas. Wilayah p.59
unresolved org PT Dahana (Persero) p.68
unresolved org PT Baturaja Daya Insani TK Vice President Jogy p.70
unresolved org PT Baturaja Multi Usaha Tk Vice p.70
unresolved org Departemen Operasi p.71
unresolved person Staf · Direktur Utama p.71 ×2
unresolved org PT Baturaja Multi Usaha TK Vice President A. p.71
unresolved org PT BMU p.71
unresolved org PT BMU Tk Vice p.72
unresolved org Dana Pensiun Karyawan Semen Baturaja TK Vice President Erni p.72
unresolved org Dana Pensiun Tk. Senior Manager p.72
unresolved org PT Baturaja Multi Usaha TK Vice President Hendry p.72
unresolved org PT Baturaja Daya Insani TK Vice President Muhammad p.72
unresolved org Dana Pensiun SMBR Tingkat VP p.72
unresolved org PT Semen Tonasa. Nilai p.76
unresolved org Menteri Keuangan Republik Indonesia p.76 ×2
unresolved org PT Richland Logistics Indonesia p.78
unresolved org PT Mitra Agung Persada p.79
unresolved org PT Baturaja Multi p.79
unresolved org PT Telkom p.81
unresolved org PT Daimlerchrysler Indonesia p.81
unresolved org PT Nokia Indonesia p.81
unresolved org PT Microsoft Indonesia p.81
unresolved org PT Ericsson Indonesia p.81
unresolved org PT PLN (Persero) p.81
unresolved org PT Sanjaya Cipta Sejahtera p.81
unresolved org PT Sanjaya Energi Asri p.81
unresolved org PT Indo Gas Methan p.81
unresolved org SMEC MEO Australia Internasional Ltd p.81
unresolved org Mobil Cepu Ltd p.81
unresolved org Menteri Perdagangan Bidang Promosi Perdagangan Dalam Negeri p.82
unresolved org Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan p.82
unresolved org Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan p.82
unresolved org Minister of Forestry p.82
unresolved org Keahlian p.82
unresolved org PT Baturaja Daya Insani p.82
unresolved — Universitas Gadjah Mada. Sebelumnya · Direktur Keuangan p.82
unresolved org PT Topabiring Trans Logistik p.82
unresolved org PT Semen Indonesia Beton p.82
unresolved org PT Varia Usaha Beton p.82
unresolved org Dana Pensiun Karyawan Semen Baturaja p.85
unresolved org Menteri Tenaga p.86
unresolved org Pemerintah Kota Palembang p.86
unresolved org Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia p.86 ×2
unresolved org Direktorat Jenderal Hubungan Kerja dan Pengupahan p.86
unresolved org Milik Negara p.91 ×3
unresolved org Menteri Badan Usaha Milik Negara No. PER- p.91
unresolved org Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor PER- p.94
unresolved org Bank Medium Term Notes p.102
unresolved person Prof. Aswath Damodaran p.114 ×3

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.091 11776 ms 12 Sep 2026 23:03
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'MATERIAL_FACT',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': '',
 'object_truncated': False,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': None}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result