Skip to content
Back to announcement

20240522_AMMS_Rencana Transaksi Perubahan Kegiatan Usaha_31642339_lamp3.pdf

Asset transaction Needs review AMMS

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 153

Page 1
                                                                                        ----- .       I
                                                                                        ••••          I
                                                                                        ••••          I
                                                                                        ••••          I
                                                                                        • ._ ••       I




        LAPORAN STUDI KELAYAKAN
      PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA

PT AGUNG MENJANGAN MAS TBK
                 Yang Berlokasi di :
 Generali Tower Grand Rubina Business Park, Lt. 20 C,
      Kawasan Epicentrum, Jalan HR Rasuna Said
Karet Kuningan, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan,
                 Provinsi DKI Jakarta

No. File : 00178/2.0055-00/BS/01/0060/0/V/2024           TOTO SUHARTO & REKAN
                                                        Business & .Properry Vaiuer
                                                        License No : 2.09.0055
                                                        JI. Hayam Wuruk No.1-RK Jakarta 10120, Indonesia
                                                        Ph : +6221-3456783 (Hunting)
                                                        Fax: +6221-3813419
                                                        Website : http://www.tnr.co.id
                                                        Email : tnr@tnr.co.id
Page 2
No. File : 00178/2.0055-00/BS/01/0060/0/V/2024
Jakarta, 16 Mei 2024

Kepada Yth. :
Direksi
PT Agung Menjangan Mas Tbk
Generali Tower Grand Rubina Business Park, Lantai
20 C, Kawasan Epicentrum, Jalan HR Rasuna Said,
Karet Kuningan, Kec. Setiabudi, Jakarta Selatan
Provinsi DKI Jakarta

Perihal : Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha PT Agung
          Menjangan Mas Tbk

Dengan hormat,
Berdasarkan persetujuan atas Surat Penawaran No : M.FS.23.00.0006.r1 tanggal
21 November 2023, Kantor Jasa Penilai Publik Toto Suharto & Rekan (“TnR”) telah
ditunjuk oleh PT Agung Menjangan Mas Tbk (“Perseroan”) untuk melakukan kajian
kelayakan usaha dengan maksud dan tujuan untuk memberikan pendapat mengenai
kelayakan atas rencana penambahan kegiatan usaha yang akan di lakukan oleh
Perseroan ditinjau dari berbagai aspek, meliputi aspek pasar, aspek teknis, aspek pola
bisnis, aspek model manajemen, dan aspek keuangan.
Studi ini dilakukan mengacu kepada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK)
No. 17/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha, Peraturan
Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 35/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan
Penilaian Bisnis di Pasar Modal serta ketentuan Kode Etik Penilai Indonesia (“KEPI”) dan
Standar Penilaian Indonesia (“SPI”) Edisi VII Tahun 2018.

LATAR BELAKANG
Perseroan merupakan perusahaan yang kegiatan usaha utama bergerak dalam bidang
jasa sarana produksi budidaya ikan air payau dan jasa pasca panen budidaya ikan air
payau. Produk dan layanan Perseroan adalah persiapan kolam untuk budidaya udang,
perawatan kolam selama proses budidaya udang berlangsung, proses pemanenan
udang, proses pasca panen kolam budidaya udang.

Sejalan dengan strategi pertumbuhan perusahaan, untuk memperkuat struktur modal
pada tanggal 04 Agustus 2002, Perseroan kemudian memutuskan untuk menjadi
perusahaan publik terdaftar di PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Sebagai upaya
meningkatkan kapasitas perusahaan, Perseroan merasa perlu menambah kegiatan
usahanya serta melakukan penyesuaian terhadap kode klasifikasi resmi untuk
mengklasifikasikan jenis bidang usaha perusahaan di Indonesia atau yang lebih dikenal
dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) agar dapat menjalankan
bisnisnya sebagai berikut :




                                           i
Page 3
 No                        Nama KBLI                             Kode KBLI
 1.   Pembesaran Pisces/Ikan Bersirip Laut                        03211
 2.   Pembesaran Pisces/Ikan Bersirip Air Payau                   03251
 3.   Pembenihan Ikan Laut                                        03212
 4.   Pembenihan Ikan Air Payau                                   03252
 5.   Perdagangan Besar Hasil Perikanan                           46206
 6.   Industri Pembekuan Ikan                                     10213
 7.   Industri Pendinginan/Pengesan Ikan                          10217
 8.   Industri Pembekuan Biota Air Lainnya                        10293
 9.   Industri Pendinginan/Pengesan Biota Air Lainnya             10297
 10   Industri Pemindangan Ikan                                   10214

Berdasarkan penjelasan dari manajemen, Perseroan berencana menambah kegiatan
usaha Perseroan sebagaimana diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK)
Nomor 17/POJK.04/2020 tentang “Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha
Utama”, mengingat rencana tersebut akan menambah kegiatan usaha penunjang
Perseroan.

Sehubungan dengan hal tersebut, Perseroan membutuhkan pihak Independen untuk
melakukan kajian dan analisa kelayakan atas rencana Penambahan Kegiatan Usaha.
Pihak ketiga yang ditunjuk untuk penyusunan studi kelayakan ini adalah KJPP Toto
Suharto & Rekan (”TnR”) yang diharapkan dapat melakukan kajian secara objektif dan
independen.

STATUS PENILAI

KJPP Toto Suharto & Rekan (TnR) awalnya adalah PT Actual Kencana Appraisal (AKA)
yang telah aktif dalam usaha penilaian sejak Tahun 1984. Tahun 2007 AKA berubah
menjadi Usaha Jasa Penilai Toto Suharto & Rekan mengikuti Peraturan Menteri Keuangan
yang mengatur tentang jasa penilai publik di Indonesia.

TnR ditetapkan sebagai Kantor Jasa Penilai Publik resmi berdasarkan Keputusan Menteri
Keuangan Nomor : 1009/KM.1/2009, tanggal 28 Juli 2009, dengan Surat Ijin Usaha
Kantor Jasa Penilai Publik (SIUKJPP) Nomor : 2.09.0055 dan terdaftar sebagai profesi
penunjang pasar modal atas nama :

  • Ir. Toto Suharto, M.Sc., MAPPI (Cert.)
    - No. MAPPI                     : 93-S-00361
    - No. Ijin Penilai Publik       : PB-1.08.00060
    - Klasifikasi Bidang Jasa       : Penilaian Properti & Bisnis
    - STTD OJK No.                  : STTD.PPB-19/PJ-1/PM.02/2023
    - No. Lisensi Penilai BPN       : 943/SK-PT.01.01/VII/2022
    - No. STTD IKNB                 : 008/NB.122/STTD-P/2017

Penilai yang bertandatangan dalam laporan ini bertindak dalam kapasitasnya sebagai
Pemimpin Rekan dalam Kantor Jasa Penilai Publik Toto Suharto & Rekan, penyedia jasa
penilaian independen.



                                            ii
Page 4
Penilai tidak sedang memiliki atau memiliki potensi benturan kepentingan dengan
Pemberi Tugas ataupun dengan Objek Penilaian. Oleh karena itu, Penilai berada dalam
posisi untuk memberikan penilaian objektif dan tidak memihak.

PEMBERI TUGAS

Berikut adalah identitas pemberi tugas dan pengguna laporan :

Nama                     : PT Agung Menjangan Mas Tbk
Bidang Usaha             : Jasa Sarana Produksi Budidaya Ikan Air Payau dan Jasa
                           Pasca Panen Budidaya Ikan Air Payau.
Alamat                   : Generali Tower Gran Rubina Business Park, Lantai 20 C,
                           Kawasan Epicentrum, Jalan HR. Rasuna Said, Karet Kuningan,
                           Kec. Setiabudi, Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta 12940.
Nomor Telepon            : (021) 2902 3178
Website                  : www.agungmm.com
Email                    : info@agungmm.com

PENGGUNA LAPORAN

Pengguna laporan adalah PT Agung Menjangan Mas Tbk dan Otoritas Jasa Keuangan
(OJK).

OBJEK STUDI KELAYAKAN

Objek studi kelayakan sesuai dengan informasi yang diberikan oleh pemberi tugas
adalah penambahan kegiatan usaha dibidang budidaya ikan kerapu, pembenihan ikan
dan perdagangan hasil perikanan yang terdiri dari 10 (sepuluh) Klasifikasi Baku
Lapangan Usaha Indonesia (KBLI).

JENIS MATA UANG YANG DIGUNAKAN

Dalam penugasan ini perhitungan kelayakan dinyatakan dalam mata uang Rupiah.

MAKSUD DAN TUJUAN

Laporan Studi Kelayakan bertujuan untuk memberikan pendapat mengenai kelayakan
atas rencana penambahan kegiatan usaha yang akan di lakukan oleh Perseroan ditinjau
dari berbagai aspek, meliputi aspek pasar, aspek teknis, aspek pola bisnis, aspek model
manajemen, dan aspek keuangan. Maksud dari penyusunan Studi Kelayakan adalah
untuk memberikan gambaran tentang kelayakan dari penambahan kegiatan usaha yang
akan dilakukan oleh Perseroan.

TANGGAL STUDI KELAYAKAN

Studi Kelayakan ditetapkan per 31 Desember 2023, dimana batas tersebut diambil atas
dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan penyusunan Studi Kelayakan serta dari
data keuangan Perseroan yang kami terima.


                                          iii
Page 5
METODOLOGI STUDI KELAYAKAN

 • Melakukan kunjungan ke lokasi penambahan kegiatan usaha Perseroan pada
   tanggal 07 Maret 2024, untuk mendapatkan gambaran tentang rencana ekspansi
   dan penambahan kegiatan usaha Perseroan.
 • Pengumpulan data-data primer dari Perseroan yang terkait dengan rencana
   ekspansi atas penambahan kegiatan usaha yang meliputi data-data identitas
   Perseroan, perijinan, spesifikasi proyek, aspek keuangan dan rencana usaha serta
   data-data lainnya yang terkait.
 • Pengumpulan data-data sekunder dari sumber-sumber terkait yang dapat
   dipertanggungjawabkan.
 • Pengumpulan data dari hasil diskusi perihal pembahasan berbagai aspek yang
   berpengaruh dalam kelayakan dengan pihak Perseroan.
 • Analisa legalitas yang mengkaji terhadap kelengkapan dokumen legalitas dan
   perijinan.
 • Analisa pasar yang mengkaji kondisi pasar konstruksi di Indonesia.
 • Analisa teknis yang mengkaji secara teknis proses bisnis Perseroan dari rencana
   panambahan kegiatan usaha.
 • Analisa pola bisnis yang mengkaji model bisnis atas penambahan kegiatan usaha,
   risiko yang berpotensi muncul dan langkah pengendaliannya serta analisis SWOT.
 • Aspek model manajemen yang mengkaji struktur dan kebutuhan karyawan atas
   rencana penambahan kegiatan usaha Perseroan.
 • Analisa keuangan yang mengkaji nilai-nilai parameter kelayakan ekonomi. Dalam
   melakasanakan penugasan ini, analisis dilakukan terhadap kelayakan atas
   penambahan kegiatan usaha. Analisis ini dilakukan dengan menggunakan indikator
   Net Present Valuve (NPV), Profitability Index (PI), Internal Rate of Return (IRR), Break
   Even Point dan Payback Period.

TINGKAT KEDALAMAN INVESTIGASI

Dalam studi kelayakan ini, kami telah melakukan investigasi untuk mendapatkan
keyakinan yang memadai diantaranya dengan melakukan Inspeksi ke Lokasi Proyek dan
Wawancara terhadap perwakilan Manajemen Perseroan. Pihak-pihak yang
diwawancarai antara lain sebagai berikut:

 1. Bapak Hartono Liem selaku Direktur Utama Perseroan
 2. Bapak Lukman Nur Hakim selaku Kepala Produksi

SIFAT DAN SUMBER INFORMASI YANG DAPAT DIANDALKAN

Dalam menyusun Studi Kelayakan, kami telah menelaah, mempertimbangkan, mengacu,
atau melaksanakan prosedur atas data dan informasi sebagai berikut:

1.   Pemberitahuan dari Perseroan tentang rencana Penambahan Kegiatan Usaha.
2.   Laporan keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31
     Desember 2020, yang diaudit oleh Akuntan Publik Florus Daeli dari KAP Kanaka
     Puradiredja, Suhartono dalam Laporan Nomor 00037/3.0409/AU-1/05/0126-
     3/1/III/2023 dengan opini wajar tanpa modifikasian.
                                           iv
Page 6
 3.    Laporan keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31
       Desember 2021, yang diaudit oleh Akuntan Publik Florus Daeli dari KAP Kanaka
       Puradiredja, Suhartono dalam Laporan Nomor 00037/3.0409/AU-1/05/0126-
       3/1/III/2023 dengan opini wajar tanpa modifikasian.
 4.    Laporan keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31
       Desember 2022, yang diaudit oleh Akuntan Publik Florus Daeli dari KAP Kanaka
       Puradiredja, Suhartono dalam Laporan Nomor 00037/3.0409/AU-1/05/0126-
       3/1/III/2023 dengan opini wajar tanpa modifikasian.
 5.    Laporan keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31
       Desember 2023, yang diaudit oleh Akuntan Publik Florus Daeli dari KAP Kanaka
       Puradiredja, Suhartono dalam Laporan Nomor 00037/3.0409/AU-1/05/0126-
       3/1/III/2023 dengan opini wajar tanpa modifikasian.
 6.    Laporan tahunan (Annual Report) Perseroan tahun 2022.
 7.    Prospektus Perseroan Tahun 2022.
 8.    Proyeksi Keuangan (Business Plan) Perseroan.
 9.    Profil Perseroan.
 10.   Informasi lain dari pihak manajemen Perseroan serta pihak-pihak lain yang relevan
       untuk penugasan.
 11.   Data dan informasi industri, pasar dan ekonomi berdasarkan media cetak maupun
       elektronik antara lain website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website
       Bursa Efek Indonesia, website Yahoo Finance, website Value Investing dan
       Bloomberg.
 12.   Surat Pernyataan / Representasi dari manajemen Perseroan terkait dengan Studi
       Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha.
 13.   Berbagai sumber informasi yang berkaitan dengan kondisi ekonomi, kondisi pasar
       dan lainnya, baik berdasarkan media cetak, elektronik dan hasil analisis lain dari
       pihak independen yang kami anggap relevan.

ASUMSI DAN ASUMSI KHUSUS

Asumsi dan asumsi khusus yang akan digunakan dalam penugasan merupakan asumsi dan
asumsi khusus yang wajar dan relevan dengan memperhatikan tujuan dimana studi
kelayakan diperlukan.

Asumsi khusus adalah asumsi yang berbeda dari fakta yang sebenarnya pada tanggal
studi kelayakan atau hal yang tidak akan dibuat oleh sebagian kecil pelaku pasar dalam
suatu transaksi pada tanggal studi kelayakan.

Asumsi khusus sering digunakan untuk menggambarkan efek dari suatu situasi yang akan
mempengaruhi nilai. Dalam pelaksanaan penugasan, Penilai akan menggunakan asumsi
yang wajar untuk diterima sebagai fakta dalam konteks penugasan tanpa penyelidikan
tertentu atau verifikasi.

PERSYARATAN ATAS PERSETUJUAN UNTUK PUBLIKASI

Laporan studi kelayakan ini bersifat terbuka untuk publik, kecuali terdapat informasi
rahasia yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan. Pemberi Tugas dan
Pengguna Laporan studi kelayakan ini sebagaimana yang disebutkan dalam lingkup
penugasan, menginformasikan bahwa tidak terdapat informasi rahasia yang dapat

                                            v
Page 7
mempengaruhi operasional perusahaan di dalam laporan ini. Penggunaan Laporan di luar
dari ketentuan yang disebutkan dalam lingkup Penugasan Laporan ini harus mendapatkan
persetujuan tertulis dari KJPP Toto Suharto & Rekan (“TnR”) serta Pemberi Tugas.

Tanda tangan Penilai Publik dan cap TnR yang resmi merupakan syarat mutlak Laporan
Studi Kelayakan yang dihasilkan

KONFIRMASI BAHWA PENILAIAN DILAKUKAN BERDASARKAN PERATURAN
OTORITAS JASA KEUANGAN SERTA KEPI & SPI

Analisis, opini dan kesimpulan yang dibuat oleh penilai, serta laporan penilaian telah
dibuat dengan memenuhi ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan ("POJK")
No.17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha,
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan
Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal serta Kode Etik Penilai Indonesia
("KEPI") dan Standar Penilaian Indonesia ("SPI") Edisi Vll-2018.

KESIMPULAN

Berikut ini adalah ringkasan parameter kelayakan finansial atas rencana penambahan
kegiatan usaha Perseroan (detail perhitungan parameter kelayakan finansial atas
rencana penambahan kegiatan usaha dapat dilihat pada bagian lampiran).

Kelayakan dari Penambahan kegiatan usaha ini dihitung dari manfaat ekonomis yang
diantisipasi dimasa mendatang dari Penambahan kegiatan usaha yang dihitung dari
selisih antara Free Cash Flow To Firm apabila ada penambahan kegiatan usaha dengan
Free Cash Flow To Firm apabila Perseroan tidak melakukan penambahan kegiatan usaha.
Yang selanjutnya dibandingkan dengan pengorbanan ekonomisnya. Sehingga diperoleh
Free Cash Flow to Inkremental. Berdasarkan analisis kelayakan penambahan kegiatan
usaha dengan mempertimbangkan asumsi-asumsi yang telah dilakukan diperoleh hasil
perhitungan sebagai berikut :

            Net Present Value (NPV)              : 3.294.994.793
            Internal Rate of Return (IRR)        : 14,49%
            Profitability Index (PI)             : 1,16
            Payback Period                       : 5 Tahun, 11 Bulan, 12 Hari

Total NPV diperoleh dari hasil present value arus kas yang sudah mempertimbangkan
tingkat risiko. Berdasarkan analisa kami, bahwa setelah adanya penambahan kegiatan
usaha dibidang budidaya ikan kerapu, industri pembenihan serta pembekuan ikan maka
proyeksi arus kas inkremental nya bernilai positif.

IRR sebesar 14,49% menunjukkan bahwa aksi korporasi Perseroan dengan melakukan
penambahan kegiatan usaha dianggap layak karena besaran IRR lebih tinggi
dibandingkan tingkat diskonto.




                                             vi
Page 8
Berdasarkan kajian evaluasi dan analisa keuangan serta proyeksi-proyeksi lainnya
dengan syarat asumsi-asumsi yang telah ditetapkan dapat terpenuhi, maka dapat
disimpulkan bahwa rencana penambahan kegiatan usaha yang akan dilaksanakan oleh
Perseroan layak untuk dilakukan.

Akhirnya, sesuai dengan praktek standar yang biasa kami lakukan, maka kami
menegaskan bahwa laporan ini bersifat rahasia kepada Pemberi Tugas dan Pengguna
Laporan sesuai dengan keperluan yang tertulis.

Kami tidak bertanggung jawab kepada pihak ketiga, dan baik sebagian maupun
keseluruhan laporan atau rujukan terhadap laporan ini tidak dibenarkan untuk diterbitkan
dalam dokumen apapun, pernyataan, edaran, ataupun untuk dikomunikasikan kepada
pihak ketiga tanpa persetujuan tertulis terlebih dahulu dari kami untuk format maupun
konteks di mana akan dimunculkan.

Laporan kajian ini tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan pihak yang berwenang
dan stempel perusahaan (corporate seal) dari KJPP TOTO SUHARTO & REKAN ("TnR").


Hormat kami,
KJPP TOTO SUHARTO & REKAN




Ir. Toto Suharto, M.Sc., MAPPI (Cert.)
Pimpinan Rekan
No. MAPPI : 93-S-00361
No. Register Penilai : RMK-2017.00012
No. Ijin Penilai Publik : PB-1.08.00060
Klasifikasi Bidang Jasa : Penilaian Properti (P) dan Penilaian Bisnis (B)
No. STTD OJK : STTD.PPB-19/PJ-1/PM.02/2023
No. Lisensi Penilai BPN : 943/SK-T.01.01/VII/2022
No. STTD IKNB : 008/NB.122/STTD-P/2017




                                                      vii
Page 9
SURAT REPRESENTASI
Page 10
PERNYATAAN PENILAI
Page 11
                                 PERNYATAAN PENILAI

Dalam batas kemampuan dan keyakinan sebagai penilai, kami menerangkan bahwa :

1. Kami bertanggung jawab atas laporan studi kelayakan dan opini atau kesimpulan
    akhir.
2. Penugasan studi kelayakan ini telah dilakukan terhadap objek kajian pada tanggal
    penilaian 31 Desember 2023.
3. Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam laporan studi
    kelayakan ini.
4. Penugasan studi kelayakan secara professional telah dilaksanakan sesuai dengan
    Peraturan Perundang-undangan yang berlaku.
5. Analisa kelayakan penambahan kegiatan usaha yang dihasilkan dalam penugasan
    kajian professional telah disajikan sebagai Kesimpulan.
6. Lingkup pekerjaan dan data yang dianalisis telah diungkapkan.
7. Kesimpulan dalam laporan ini telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi
    pembatas.
8. Data ekonomi dan industri dalam laporan ini diperoleh dari berbagai sumber yang
    kami yakini dan dapat dipertanggungjawabkan.
9. Kami telah melakukan wawancara/pengumpulan data dan telah bekerja secara
    profesional, bertindak secara independen.
10. Keterangan-keterangan dan pernyataan dalam laporan ini, yang menjadi dasar
    analisa, pendapat dan kesimpulan yang diuraikan di dalamnya adalah benar
11. Analisa, pendapat dan kesimpulan dalam laporan ini bebas dari konflik
    kepentingan atas obyek yang dinilai maupun pihak lain yang terlibat.
12. Imbalan jasa penilaian sama sekali tidak tergantung pada kesimpulan yang
    tercantum dalam laporan ini.
13. Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan profesional yang ditentukan
    dan/atau diselenggarakan oleh Asosiasi Penilai yang diakui Pemerintah.
14. Tidak seorang pun, kecuali yang disebutkan dalam laporan studi kelayakan ini, telah
    menyediakan bantuan profesional dalam menyiapkan laporan.

 Selanjutnya laporan ini menjelaskan semua asumsi dan syarat-syarat pembatasan yang
 mempengaruhi analisa, pendapat dan kesimpulan yang tertera dalam laporan hasil
 kajian ini.

 No.            Nama                                         Tanda Tangan


 1. Penanggung Jawab :

    Ir. Toto Suharto, M.Sc., MAPPI (Cert.)                  …………………………
    No. MAPPI : 93-S-00361
    No. Ijin Penilai Publik : PB-1.08.00060
    No. Register Penilai : RMK-2017.00012
    Kualifikasi Penilai : Properti & Bisnis

                                              viii
Page 12
2. Reviewer :

  Ufik Kurniasih, S.E., M.Ec.Dev., MAPPI (Cert.)   ………………………
  No. MAPPI : 11-S-03071
  No. Register Penilai : RMK-2017.00450
  Kualifikasi Penilai : Properti & Bisnis



3. Penilai :

  Henrianto, S.Pi., MM., M.Ec.Dev., CSA., CTT, MAPPI (Cert.) …………………….
  No. MAPPI : 19-S-09317
  No. Register Penilai : RMK-2019.02918
  Kualifikasi Penilai : Properti & Bisnis




                                            ix
Page 13
KUALIFIKASI TIM PENILAI
Page 14
                        KUALIFIKASI TIM PENILAI
          Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Toto Suharto & Rekan
A.   Penanggung Jawab
      1    Nama Lengkap           Ir. Toto Suharto, M.Sc, MAPPI (Cert.)
      2    Pendidikan             Strata 2 (S-2)
      3    Lembaga Pendidikan          - S-1 Institut Pertanian Bogor (IPB University)
                                       - S-2 Penilaian Universiti Teknologi Malaysia
      4    Pengalaman     Kerja        - Memiliki pengalaman lebih dari 29 tahun
           Penilai                         di bidang penilaian aset dan usaha serta
                                           konsultan
                                       - Mendapatkan akreditasi dari MAPPI
                                           sebagai      penilai   bersertifikat    dan
                                           memperoleh ijin Penilai Publik Properti dan
                                           Bisnis (PB) dari Kementerian Keuangan

B.   Reviewer
      1    Nama Lengkap           Ufik Kurniasih, S.E, M.Ec.Dev, MAPPI (Cert.)
      2    Pendidikan             Strata 2 (S-2)
      3    Lembaga Pendidikan         - S-1          Universitas    Muhammadiyah
                                         Yogyakarta
                                      - S-2 Ekonomika Pembangunan Universitas
                                         Gadjah Mada
      4    Pengalaman     Kerja       - Memiliki pengalaman lebih dari 10 tahun
           Penilai                       di bidang penilaian aset dan usaha serta
                                         konsultan
                                      - Mendapatkan akreditasi dari MAPPI
                                         sebagai penilai Bersertifikat (S)

C.   Penilai
      1    Nama Lengkap           Henrianto, S.Pi, MM, M.Ec.Dev, CSA, CTT, MAPPI
                                  (Cert.)
      2    Pendidikan             Strata 2 (S-2)
      3    Lembaga Pendidikan         - S-1 Perikanan Universitas Hasanuddin
                                          (2016)
                                      - S-1 Akuntansi Universitas Terbuka (2020-
                                          Sekarang)
                                      - Pendidikan Profesi Akuntan (PPAk)
                                          Universitas Padjajaran (2023 – Sekarang)
                                      - S-2 Ekonomi Pembangunan Universitas
                                          Gadjah Mada (2020)
                                      - S-2 Manajemen UPN Veteran Yogyakarta
                                          (2022)
                                      - S-3 Ilmu Ekonomi Institut Pertanian Bogor
                                          (2020-Sekarang)
      4    Pengalaman     Kerja       - Memiliki pengalaman lebih dari 4 tahun di
           Penilai                        bidang penilaian properti dan penilaian
                                          bisnis serta konsultan.
                                      - Mendapatkan akreditasi dari MAPPI
                                          sebagai penilai Bersertifikat (S).

                                           x
Page 15
-   Memperoleh lisensi sebagai Wakil
    Perantara Pedagang Efek dari Otoritas
    Jasa Keuangan
-   Memperoleh lisensi sebagai teknisi pajak
    dari Asosiasi Teknisi Pajak Indonesia.
-   Memperoleh lisensi sebagai Analisis Efek
    dari BNSP LSP Pasar Modal.




     xi
Page 16
DAFTAR ISI
Page 17
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Agung Menjangan Mas Tbk


                                                                  DAFTAR ISI

SERTIFIKAT .........................................................................................................                                i - vii
SURAT PERNYATAAN / REPRESENTASI
PERNYATAAN PENILAI ......................................................................................                                       viii - ix
KUALIFIKASI PENILAI .........................................................................................                                     x - xi
DAFTAR ISI .........................................................................................................                           xii - xiv
DAFTAR TABEL ...................................................................................................                                      xv
DAFTAR LAMPIRAN ...........................................................................................                                          xvi

BAB I       PENDAHULUAN ...............................................................................................                              I–1
1.1         Latar Belakang ....................................................................................................................      I–1
1.2         Identitas Pemberi Tugas & Pengguna Laporan .............................................................                                 I–2
1.3         Maksud dan Tujuan Studi Kelayakan ..............................................................................                         I–3
1.4         Tanggal Studi Kelayakan ..................................................................................................               I–3
1.5         Independensi Penilai ...........................................................................................................         I–3
1.6         Metodologi Penyusunan Laporan.....................................................................................                       I–4
1.6.1       Pengumpulan Data .............................................................................................................           I–4
1.6.2       Proses Analisa ......................................................................................................................    I–4
1.7         Sumber Data ........................................................................................................................     I–5
1.8         Kejadian-Kejadian Penting Setelah Tanggal Efektif (Subsequent Events) ................                                                   I–6
1.9         Syarat Pembatasan ............................................................................................................           I–6

BAB II GAMBARAN UMUM PERSEROAN ................................................................... II – 1
2.1    Gambaran Umum Perusahaan ......................................................................................... II – 1
2.2    Domisili .................................................................................................................................. II – 3
2.3    Struktur Permodalan ........................................................................................................... II – 3
2.4    Susunan Pengurus ................................................................................................................ II – 3
2.5    Susunan Organisasi Perseroan ......................................................................................... II – 4
2.6    Perizinan dan Legalitas ..................................................................................................... II – 4
2.7    Kinerja Keuangan Historis ................................................................................................. II – 6
2.7.1 Analisa Posisi Keuangan .................................................................................................... II – 7
2.7.2 Analisa Laba Rugi ............................................................................................................... II – 8
2.7.3 Analisis Arus Kas .................................................................................................................. II – 9
2.7.4 Analisis Rasio Keuangan .................................................................................................... II – 10
2.7.5 Prospek Kinerja Perseroan ................................................................................................ II – 11

BAB III TINJAUAN MAKRO EKONOMI ........................................................................ III – 1
3.1     Makro Ekonomi .................................................................................................................... III – 1
3.1.1 Ringkasan Kondisi Perekonomian Makro ........................................................................ III – 1
3.1.2 Pertumbuhan Ekonomi Global ........................................................................................... III – 2
3.1.3 Pertumbuhan Ekonomi Domestik ....................................................................................... III – 3
3.1.3.1 Inflasi ..................................................................................................................................... III – 4
3.1.3.2 Nilai Tukar Rupiah .............................................................................................................. III – 5
3.1.3.3 Suku Bunga ........................................................................................................................... III – 6
3.1.4 Prospek Perekonomian Indonesia 2024 ......................................................................... III – 7
3.2     Produk Domestik Bruto Perikanan Indonesia .................................................................. III – 8




Daftar Isi                                                                                                                                               xii
Page 18
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Agung Menjangan Mas Tbk


BAB IV ASPEK PASAR .................................................................................................. IV – 1
4.1    Perkembangan Konstruksi di Indonesia........................................................................... IV – 1
4.1    Perkembangan Industri Perikanan di Indonesia ............................................................ IV – 1
4.2    Prospek Usaha Industri Perikanan Budidaya ................................................................. IV – 4
4.3    Kondisi Pasar Budidaya Ikan Kerapu ............................................................................. IV – 5
4.3.1 Pangsa Pasar ....................................................................................................................... IV – 5
4.3.2 Pesaing Usaha ..................................................................................................................... IV – 5
4.3.3 Strategi Pemasaran ............................................................................................................ IV – 7
4.3.4 Kesinambungan, Sasaran dan Potensi Nilai Pasar ....................................................... IV – 9
4.4    Kesimpulan ........................................................................................................................... IV – 10

BAB V ASPEK TEKNIS .................................................................................................. V – 1
5.1. Rencana Perusahaan .......................................................................................................... V – 1
5.2. Rencana Pembangunan Keramba Jaring Apung .......................................................... V – 2
5.2.1. Lokasi Penambahan Kegiatan Usaha.............................................................................. V – 2
5.2.2. Kebutuhan Alat dan Peralatan ......................................................................................... V – 3
5.2.3. Spesifikasi Teknis Keramba Jaring Apung ..................................................................... V – 3
5.2.4. Jadwal Pembangunan ........................................................................................................ V – 5
5.3. Ketersediaan dan Kualitas Sumberdaya ....................................................................... V – 6
5.4. Teknis Pelaksanaan Budidaya Ikan Kerapu dengan Sistem KJA ............................... V – 7
5.4.1. Persiapan Wadah Pemeliharaan .................................................................................... V – 7
5.4.2. Penebaran Benih ................................................................................................................. V – 7
5.4.3. Pemberian Pakan ................................................................................................................ V – 7
5.4.4. Penyortiran (Sampling) ...................................................................................................... V – 8
5.4.5. Perbaikan dan Pembersihan Jaring ................................................................................ V – 8
5.4.6. Pengendalian Hama dan Penyakit .................................................................................. V – 8
5.4.7. Pemanenan ........................................................................................................................... V – 8
5.5. Kesimpulan ........................................................................................................................... V – 9

BAB VI ASPEK POLA BISNIS ......................................................................................... VI – 1
6.1    Kegiatan Usaha Utama ..................................................................................................... VI – 1
6.1.1. Jasa Sarana Produksi Budidaya Ikan Air Payau (Udang) .......................................... VI – 1
6.1.2. Jasa Pasca Panen Ikan Air Payau (Udang) ................................................................... VI – 2
6.2    Penambahan Kegiatan Usaha .......................................................................................... VI – 3
6.2.1. Segmen Usaha Budidaya Ikan dan Pembenihan .......................................................... VI – 6
6.2.2. Segmen Usaha Proses Pembekuan dan Pengawetan Hewan Laut............................ VI – 6
6.2.3. Segmen Usaha Perdagangan Hasil Perikanan ............................................................. VI – 6
6.3    Kemampuan Untuk Menciptakan Nilai ............................................................................ VI – 7
6.4    Keunggulan Kompetitif ....................................................................................................... VI – 7
6.5    Analisis Industri..................................................................................................................... VI – 9
6.5.1. Persaingan Antar Industri .................................................................................................. VI – 9
6.5.2. Posisi Tawar Pemasok ........................................................................................................ VI – 10
6.5.3. Ancaman Pendatang Baru ................................................................................................. VI – 10
6.5.4. Daya Tawar Pembeli / Konsumen ................................................................................... VI – 10
6.6    Analisis Risiko ....................................................................................................................... VI – 11
6.6.1. Risiko Ketergangtungan Kontrak ...................................................................................... VI – 11
6.6.2. Risiko Iklim ............................................................................................................................ VI – 11
6.6.3. Risiko Ketenagakerjaan ..................................................................................................... VI – 11
6.6.4. Risiko Persaingan Usaha .................................................................................................... VI – 12
6.6.5. Risiko Bencana Alam ........................................................................................................... VI – 12
6.6.6. Risiko Likuiditas .................................................................................................................... VI – 12


Daftar Isi                                                                                                                                       xiii
Page 19
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Agung Menjangan Mas Tbk


6.6.7. Risiko Perubahan Kondisi Perekonomian ........................................................................ VI – 12
6.6.8. Risiko Tingkat Suku Bunga ................................................................................................. VI – 13
6.6.9. Risiko Kebijakan Pemerintah ............................................................................................. VI – 13
6.6.10. Risiko Tidak Tercapainya Proyeksi .................................................................................. VI – 13
6.7     Analisis SWOT ..................................................................................................................... VI – 14
6.8     Kesimpulan ........................................................................................................................... VI – 16

BAB VII ASPEK MODEL MANAJEMEN ......................................................................... VII – 1
7.1   Model Manajemen .............................................................................................................. VII – 1
7.2   Kapasitas dan Kemampuan Manajemen ........................................................................ VII – 1
7.3   Sumber Daya Manusia....................................................................................................... VII– 4
7.4   Ketersediaan Tenaga Kerja.............................................................................................. VII – 7
7.5   Komposisi Karyawan .......................................................................................................... VII – 8
7.6   Kesimpulan ........................................................................................................................... VII – 10

BAB VIIIASPEK KEUANGAN ........................................................................................ VIII – 1
8.1. Rencana Perseroan ............................................................................................................. VIII – 1
8.2. Rencana Biaya Investasi .................................................................................................... VIII – 1
8.3. Asumsi – Asumsi Proyeksi Keuangan................................................................................ VIII – 2
8.4. Proyeksi Keuangan Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha ......................................... VIII – 2
8.4.1 Proyeksi Posisi Keuangan Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha ............................. VIII – 2
8.4.2 Proyeksi Laba Rugi Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha ......................................... VIII – 4
8.4.3 Proyeksi Arus Kas Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha ............................................ VIII – 5
8.5. Proyeksi Keuangan dengan Penambahan Kegiatan Usaha ....................................... VIII – 6
8.5.1 Proyeksi Posisi Keuangan dengan Penambahan Kegiatan Usaha ............................ VIII – 6
8.5.2 Proyeksi Laba Rugi dengan Penambahan Kegiatan Usaha ....................................... VIII – 8
8.5.3 Proyeksi Arus Kas dengan Penambahan Kegiatan Usaha .......................................... VIII – 10
8.6. Analisis Rasio Keuangan .................................................................................................... VIII – 10
8.6.1 Proyeksi Rasio Keuangan Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha .............................. VIII – 11
8.6.2. Proyeksi Rasio Keuangan dengan Penambahan Kegiatan Usaha ............................ VIII – 12
8.7. Analisis Modal Kerja .......................................................................................................... VIII – 14
8.8. Tingkat Diskonto (Discount Rate) ....................................................................................... VIII – 14
8.8.1. Penentuan Biaya Modal untuk Ekuitas ............................................................................ VIII – 15
8.8.2. Penentuan Biaya Modal untuk Hutang ............................................................................ VIII – 17
8.8.3. Penentuan Tingkat Diskonto............................................................................................... VIII – 18
8.9. Analisis Inkremental ............................................................................................................ VIII – 19
8.10. Analisis Kelayakan Usaha ................................................................................................. VIII – 21
8.11. Kesimpulan Kelayakan Usaha .......................................................................................... VIII – 25




Daftar Isi                                                                                                                                     xiv
Page 20
DAFTAR TABEL
Page 21
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Agung Menjangan Mas Tbk


                                                        DAFTAR TABEL
Tabel 2.1. Susunan Pemegang Saham Perseroan ....................................................................... II – 3
Tabel 2.2. Susunan Pengurus Perseroan ........................................................................................ II – 3
Tabel 2.3. Legalitas Perseroan ....................................................................................................... II – 4
Tabel 2.4. Laporan Keuangan Historikal Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah) ........................ II – 6
Tabel 2.5. Pertumbuhan Kinerja Keuangan Perseroan .............................................................. II – 7
Tabel 2.6. Arus Kas Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah) ............................................................. II – 9
Tabel 2.7. Rasio Keuangan Perseroan .......................................................................................... II – 10
Tabel 3.1. Pertumbuhan Ekonomi Dunia dan Indonesia ............................................................. III – 1
Tabel 3.2. Pertumbuhan PDB Dunia ............................................................................................... III – 3
Tabel 3.3. Tingkat Inflasi Indonesia y-to-y (2018 - 2023) ....................................................... III – 5

Tabel 5.1 Rincian Kebutuhan Alat dan Peralatan Penambahan Kegiatan
          Usaha Perseroan ............................................................................................................ V – 3
Tabel 5.2 Jadwal Pembangunan Keramba Jaring Apung ....................................................... V – 6
Tabel 6.1 Rincian KBLI Penambahan Kegiatan Usaha .............................................................. VI – 4

Tabel 7.1. Komposisi Jumlah Karyawan Perseroan Sebelum dan Sesudah
           Penambahan Kegiatan Usaha ..................................................................................... VII – 7
Tabel 7.2. Jumlah Karyawan Berdasarkan Tingkatan Jabatan ............................................... VII – 8
Tabel 7.3. Jumlah Karyawan Berdasarkan Tingkatan Pendidikan .......................................... VII – 9
Tabel 7.4. Jumlah Karyawan Berdasarkan Tingkatan Usia ...................................................... VII – 9
Tabel 7.5. Jumlah Karyawan Berdasarkan Status Ketenagakerjaan ..................................... VII – 9
Tabel 8.1 Biaya Investasi ................................................................................................................ VIII – 1
Tabel 8.2 Sumber Pembiayaan ..................................................................................................... VIII – 2
Tabel 8.3 Proyeksi Posisi Keuangan Perseroan (Dalam Ribuan Rupiah) ............................... VIII – 3
Tabel 8.4 Proyeksi Laba Rugi Perseroan (Dalam Ribuan Rupiah) .......................................... VIII – 4
Tabel 8.5 Proyeksi Arus Kas Perseroan (Dalam Ribuan Rupiah) ............................................. VIII – 5
Tabel 8.6 Proyeksi Posisi Keuangan Perseroan (Dalam Ribuan Rupiah) ............................... VIII – 6
Tabel 8.7 Proyeksi Laba Rugi Perseroan (Dalam Ribuan Rupiah) .......................................... VIII – 8
Tabel 8.8 Proyeksi Arus Kas Perseroan (Dalam Ribuan Rupiah) ............................................. VIII – 10
Tabel 8.9 Rasio Keuangan Perseroan .......................................................................................... VIII – 11
Tabel 8.10 Rasio Keuangan Perseroan ....................................................................................... VIII – 12
Tabel 8.11 Proyeksi Kebutuhan Modal Kerja Tanpa Penambahan Kegiatan
           Usaha (Dalam Ribuan Rupiah) .................................................................................. VIII – 14
Tabel 8.12 Proyeksi Kebutuhan Modal Kerja dengan Penambahan Kegiatan
           Usaha (Dalam Ribuan Rupiah) .................................................................................. VIII – 14
Tabel 8.13 Beta Levered dan Un-Levered Perusahaan Pembanding ................................... VIII – 16
Tabel 8.14 Perhitungan WACC..................................................................................................... VIII – 19
Tabel 8.15 Proyeksi Arus Kas Bersih Perseroan Tanpa Penambahan Kegiatan
           Usaha (Dalam Ribuan Rupiah) .................................................................................. VIII – 20
Tabel 8.16 Proyeksi Arus Kas Bersih Perseroan dengan Penambahan Kegiatan
           Usaha (Dalam Ribuan Rupiah) .................................................................................. VIII – 20
Tabel 8.17 Proyeksi Arus Kas Bersih Perseroan Inkremental
           (Dalam Ribuan Rupiah)............................................................................................... VIII – 21
Tabel 8.18 Net Present Value Free Cash Flow to Incremental
           (Dalam Ribuan Rupiah)............................................................................................... VIII – 22


Daftar Tabel                                                                                                                               xv
Page 22
DAFTAR LAMPIRAN
Page 23
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Agung Menjangan Mas Tbk


                                 DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran - 01     Working Capital Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha
Lampiran - 02     Working Capital Setelah Penambahan Kegiatan Usaha
Lampiran - 03     Historis Posisi Keuangan
Lampiran - 04     Historis Laba Rugi
Lampiran - 05     Historis Arus Kas
Lampiran - 06     Rasio Keuangan
Lampiran - 07     Proyeksi Posisi Keuangan Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha
Lampiran - 08     Proyeksi Laba Rugi Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha
Lampiran - 09     Proyeksi Arus Kas
Lampiran - 10     Proyeksi Depresiasi Aset Tetap
Lampiran - 11     Net Working Capital Projection
Lampiran - 12     Tax Projection
Lampiran - 13     Rasio Keuangan Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha
Lampiran - 14     Proyeksi Posisi Keuangan Setelah Penambahan Kegiatan Usaha
Lampiran - 15     Proyeksi Laba Rugi Setelah Penambahan Kegiatan Usaha
Lampiran - 16     Proyeksi Arus Kas Setelah Penambahan Kegiatan Usaha
Lampiran - 17     Proyeksi Depresiasi Aset Tetap Setelah Penambahan Kegiatan Usaha
Lampiran - 18     Net Working Capital Projection
Lampiran - 19     Tax Projection
Lampiran - 20     Proyeksi Rasio Keuangan Setelah Penambahan Kegiatan Usaha
Lampiran - 21     Feasbility Study (Uji Aspek Keuangan) Penambahan Kegiatan Usaha
Lampiran - 22     Weighted Average Cost of Capital




Daftar Lampiran                                                                      xvi
Page 24
    BAB I
PENDAHULUAN
Page 25
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Agung Menjangan Mas Tbk


                                    BAB I
                                PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang
       PT Agung Menjangan Mas Tbk, untuk selanjutnya disebut “Perseroan”
       merupakan perusahaan yang kegiatan usaha utama bergerak dalam bidang
       jasa sarana produksi budidaya ikan air payau dan jasa pasca panen budidaya
       ikan air payau. Produk dan layanan Perseroan adalah persiapan kolam untuk
       budidaya udang, perawatan serta pengelolaan kolam selama proses budidaya
       udang berlangsung, proses pemanenan udang, proses pasca panen kolam
       budidaya udang.

       Perseroan menjalankan kegiatan usahanya sejak tahun 2004 dengan didukung
       oleh tim manajemen berpengalaman di bidangnya dalam memberikan jasa
       persiapan kolam untuk budi daya udang, perawatan serta pengelolaan dan
       pengawasan kolam selama proses budi daya berlangsung, proses panen, dan
       persiapan pascapanen.

       Dalam menjalankan kegiatan usahanya Perseroan didukung oleh tim manajemen
       yang telah berpengalaman dibidangnya dengan memberikan jasa persiapan
       kolam untuk budidaya udang, perawatan serta pengelolaan dan pengawasan
       kolam selama proses budidaya berlangsung, proses pemanenan, persiapan
       pasca panen dan penyewaan unit kantor milik Perseroan. Selain itu, Perseroan
       kedepannya memiliki rencana untuk mengutiliasikan tanah yang dimiliki
       Perseroan menjadi tambak udang yang dimiliki oleh Perseroan atau
       menyewakan lahan tersebut kepada pebisnis yang ingin memulai usaha
       budidaya udang, dengan hal itu Perseroan juga akan membantu penyewa lahan
       tersebut untuk membudidayakan udangnya.

       Sejalan dengan strategi pertumbuhan perusahaan, untuk memperkuat struktur
       modal pada tanggal 04 Agustus 2022, Perseroan kemudian memutuskan untuk
       menjadi perusahaan publik terdaftar di PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Sebagai
       upaya meningkatkan kapasitas perusahaan, Perseroan merasa perlu menambah
       kegiatan usahanya serta melakukan penyesuaian terhadap kode klasifikasi
       resmi untuk mengklasifikasikan jenis bidang usaha perusahaan di Indonesia atau
       yang lebih dikenal dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI)
       agar dapat menjalankan bisnisnya sebagai berikut :




Bab I - Pendahuluan                                                                1
Page 26
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Agung Menjangan Mas Tbk


       Tabel 1.1 Rincian Penambahan Kegiatan Usaha Perseroan
        No                       Nama KBLI                         Kode KBLI
        1.    Pembesaran Pisces/Ikan Bersirip Laut                  03211
        2.    Pembesaran Pisces/Ikan Bersirip Air Payau             03251
        3.    Pembenihan Ikan Laut                                  03212
        4.    Pembenihan Ikan Air Payau                             03252
        5.    Perdagangan Besar Hasil Perikanan                     46206
        6.    Industri Pembekuan Ikan                               10213
        7.    Industri Pendinginan/Pengesan Ikan                    10217
        8.    Industri Pembekuan Biota Air Lainnya                  10293
        9.    Industri Pendinginan/Pengesan Biota Air Lainnya       10297
        10    Industri Pemindangan Ikan                             10214
       Sumber : Manajemen Perseroan

       Berdasarkan penjelasan dari manajemen, Perseroan berencana menambah
       kegiatan usaha Perseroan sebagaimana diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa
       Keuangan (POJK) Nomor 17/POJK.04/2020 tentang “Transaksi Material dan
       Perubahan Kegiatan Usaha Utama”, mengingat rencana tersebut akan
       menambah kegiatan usaha penunjang Perseroan.

       Sehubungan dengan hal tersebut, Perseroan membutuhkan pihak Independen
       untuk melakukan kajian dan analisa kelayakan atas rencana Penambahan
       Kegiatan Usaha. Pihak ketiga yang ditunjuk untuk penyusunan studi kelayakan
       ini adalah KJPP Toto Suharto & Rekan (”TnR”) yang diharapkan dapat
       melakukan kajian secara objektif dan independen, sesuai dengan persetujuan
       atas Surat Penawaran No : M.FS.23.00.0006.r1, tanggal 21 November 2023.


1.2    Identitas Pemberi Tugas & Pengguna Laporan
       Berikut adalah identitas pemberi tugas dan pengguna laporan :

       Nama                   : PT Agung Menjangan Mas Tbk
       Bidang Usaha           : Jasa Sarana Produksi Budidaya Ikan Air Payau dan Jasa
                                Pasca Panen Budidaya Ikan Air Payau.
       Alamat                 : Generali Tower Gran Rubina Business Park, Lantai 20 C,
                                Kawasan Epicentrum, Jalan HR. Rasuna Said, Karet
                                Kuningan, Kec. Setiabudi, Jakarta Selatan, Provinsi DKI
                                Jakarta 12940.
       Nomor Telepon          : (021) 2902 3178
       Website                : www.agungmm.com
       Email                  : corsec@agungmm.com




Bab I - Pendahuluan                                                                  2
Page 27
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Agung Menjangan Mas Tbk


1.3    Maksud dan Tujuan Studi Kelayakan
       Laporan Studi Kelayakan bertujuan untuk memberikan pendapat mengenai
       kelayakan atas rencana penambahan kegiatan usaha yang akan di lakukan
       oleh Perseroan ditinjau dari berbagai aspek, meliputi aspek pasar, aspek teknis,
       aspek pola bisnis, aspek model manajemen, dan aspek keuangan. Maksud dari
       penyusunan Studi Kelayakan adalah untuk memberikan gambaran tentang
       kelayakan dari penambahan kegiatan usaha yang akan dilakukan oleh
       Perseroan.

       Penugasan ini dilakukan dengan mengacu kepada Peraturan Otoritas Jasa
       Keuangan (POJK) No. 17/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan
       Kegiatan Usaha serta Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 35/2020
       tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal dan
       Standar Penilaian Indonesia (“SPI”) Edisi VII Tahun 2018.


1.4    Tanggal Studi Kelayakan
       Tanggal Studi Kelayakan ditetapkan per 31 Desember 2023, dimana batas
       tersebut diambil atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan penyusunan
       Studi Kelayakan serta dari data keuangan Perseroan yang kami terima.

       Mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 35/2020, maka
       penggunaan laporan studi ini paling lama 6 (enam) bulan yaitu maksimal sampai
       dengan tanggal 30 Juni 2024.


1.5    Independensi Penilai
      1. Dalam melaksanakan penugasan ini, KJPP TnR bertindak secara independen
         tanpa adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Pemberi
         Tugas dan Perseroan ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan Pemberi
         Tugas dan Perseroan.
      2. Kami tidak memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan
         penugasan ini. Laporan studi kelayakan ini tidak dilakukan untuk memberikan
         keuntungan atau merugikan pihak manapun. Imbalan jasa yang kami terima
         adalah sama sekali tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan. KJPP TnR
         hanya menerima imbalan sesuai dengan Surat Penawaran Nomor :
         M.FS.23.00.0006.r1, tanggal 21 November 2023 yang telah disetujui.
      3. Laporan studi kelayakan ini telah disusun sesuai POJK 17/2020, POJK
         35/2020, dan Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI) serta SPI Edisi VII-2018 yang
         ditetapkan oleh Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI), dan dimana
         pendekatan dan metode yang diaplikasikan telah sesuai dengan standar
         penilaian lengkap.



Bab I - Pendahuluan                                                                  3
Page 28
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Agung Menjangan Mas Tbk


1.6    Metodologi Penyusunan Laporan
1.6.1 Pengumpulan Data

       • Melakukan kunjungan ke lokasi penambahan kegiatan usaha Perseroan
         pada tanggal 07 Maret 2024, untuk mendapatkan gambaran tentang
         rencana ekspansi dan penambahan kegiatan usaha Perseroan.
       • Pengumpulan data-data primer dari Perseroan yang terkait dengan rencana
         ekspansi atas penambahan kegiatan usaha yang meliputi data-data
         identitas Perseroan, perijinan, spesifikasi proyek, aspek keuangan dan
         rencana usaha serta data-data lainnya yang terkait.
       • Pengumpulan data-data sekunder dari sumber-sumber terkait yang dapat
         dipertanggungjawabkan.
       • Pengumpulan data dari hasil diskusi perihal pembahasan berbagai aspek
         yang berpengaruh dalam kelayakan dengan pihak Perseroan.


1.6.2 Proses Analisa

       • Analisa legalitas yang mengkaji terhadap kelengkapan dokumen legalitas
         dan perijinan.
       • Analisa pasar yang mengkaji kondisi pasar konstruksi di Indonesia.
       • Analisa teknis yang mengkaji secara teknis proses bisnis Perseroan dari
         rencana panambahan kegiatan usaha.
       • Analisa pola bisnis yang mengkaji model bisnis atas penambahan kegiatan
         usaha, risiko yang berpotensi muncul dan langkah pengendaliannya serta
         analisis SWOT.
       • Aspek model manajemen yang mengkaji struktur dan kebutuhan karyawan
         atas rencana penambahan kegiatan usaha Perseroan.
       • Analisa keuangan yang mengkaji nilai-nilai parameter kelayakan ekonomi.
         Dalam melakasanakan penugasan ini, analisis dilakukan terhadap
         kelayakan atas penambahan kegiatan usaha. Analisis ini dilakukan dengan
         menggunakan indikator Net Present Valuve (NPV), Profitability Index (PI),
         Internal Rate of Return (IRR), Break Even Point dan Payback Period.




Bab I - Pendahuluan                                                             4
Page 29
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Agung Menjangan Mas Tbk


1.7    Sumber Data
       Sebagai Penilai Independen dalam mempersiapkan Laporan Studi Kelayakan
       Penambahan Kegiatan Usaha, kami (TnR) telah mempelajari, mengacu, dan
       mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut :

       1.    Pemberitahuan dari Perseroan tentang rencana Penambahan Kegiatan
             Usaha.
       2.    Laporan keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31
             Desember 2020, yang diaudit oleh Akuntan Publik Florus Daeli dari KAP
             Kanaka       Puradiredja,     Suhartono     dalam     Laporan      Nomor
             00037/3.0409/AU-1/05/0126-3/1/III/2023 dengan opini wajar tanpa
             modifikasian.
       3.    Laporan keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31
             Desember 2021, yang diaudit oleh Akuntan Publik Florus Daeli dari KAP
             Kanaka       Puradiredja,     Suhartono     dalam     Laporan      Nomor
             00037/3.0409/AU-1/05/0126-3/1/III/2023 dengan opini wajar tanpa
             modifikasian.
       4.    Laporan keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31
             Desember 2022, yang diaudit oleh Akuntan Publik Florus Daeli dari KAP
             Kanaka       Puradiredja,     Suhartono     dalam     Laporan      Nomor
             00037/3.0409/AU-1/05/0126-3/1/III/2023 dengan opini wajar tanpa
             modifikasian.
       5.    Laporan keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31
             Desember 2023, yang diaudit oleh Akuntan Publik Florus Daeli dari KAP
             Kanaka       Puradiredja,     Suhartono     dalam     Laporan      Nomor
             00070/3.0409/AU-1/05/0126-4/1/III/2024 dengan opini wajar tanpa
             modifikasian.
       6.    Laporan tahunan (Annual Report) Perseroan tahun 2022.
       7.    Prospektus Perseroan Tahun 2022.
       8.    Proyeksi Keuangan (Business Plan) Perseroan.
       9.    Profil Perseroan.
       10.   Tarif pajak yang diberlakukan atas Perseroan adalah berdasarkan laba
             kena pajak dalam periode yang bersangkutan yang dihitung berdasarkan
             tarif pajak yang berlaku di Indonesia yaitu sebesar 22%.
       11.   Informasi lain dari pihak manajemen Perseroan serta pihak-pihak lain yang
             relevan untuk penugasan.
       12.   Wawancara dengan perwakilan manajemen Perseroan yaitu Bapak
             Hartono Limmantoro selaku Direktur Utama.
       13.   Data dan informasi industri, pasar dan ekonomi berdasarkan media cetak
             maupun elektronik antara lain website Aswath Damodaran, website Bank
             Indonesia, website Bursa Efek Indonesia, website Yahoo Finance, website
             Value Investing dan Bloomberg.
       14.   Surat Pernyataan / Representasi dari manajemen Perseroan terkait
             dengan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha.




Bab I - Pendahuluan                                                                 5
Page 30
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Agung Menjangan Mas Tbk


       15. Berbagai sumber informasi yang berkaitan dengan kondisi ekonomi,
           kondisi pasar dan lainnya, baik berdasarkan media cetak, elektronik dan
           hasil analisis lain dari pihak independen yang kami anggap relevan.


1.8    Kejadian-Kejadian Penting Setelah Tanggal Efektif (Subsequent
       Events)
       Berdasarkan informasi yang kami terima tidak terdapat kejadian-kejadian
       Penting setelah Tanggal Efektif dari tanggal penilaian hingga tanggal laporan
       penilaian ini diterbitkan.


1.9    Syarat Pembatasan
       1. Kami tidak memiliki kepentingan pribadi atau kecenderungan untuk berpihak
           berkenaan dengan subyek dari laporan ini maupun pihak-pihak yang
           terlibat didalamnya;
       2. Perkiraan nilai yang dihasilkan dalam penugasan penilaian profesional telah
           disajikan sebagai kesimpulan studi kelayakan;
       3. Lingkup pekerjaan dan data yang dianalisa telah diungkapkan dalam
           laporan ini sebagai acuan dalam penyusunan studi kelayakan;
       4. Penilai telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang
           digunakan dalam proses studi kelayakan;
       5. Penilai tidak meneliti semua hal yang menyangkut keabsahan atas dokumen-
           dokumen legalitas, oleh karenanya Penilai menyarankan pihak yang
           berkepentingan, melakukan konsultasi pada konsultan hukum, untuk
           mendapatkan opini yang bersangkutan dengan aspek hukum;
       6. Data dan informasi yang digunakan adalah berasal dari sumber yang dapat
           dipertanggungjawabkan dan dipercaya keakuratannya;
       7. Proyeksi keuangan yang digunakan telah disesuaikan dengan kewajaran
           proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan
           pencapaiannya (fiduciary duty);
       8. Penilai Bisnis bertanggungjawab atas pelaksanaan studi kelayakan dan
           kewajaran proyeksi keuangan;
       9. Laporan Penilaian Bisnis yang dihasilkan bersifat terbuka untuk publik,
           kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi
           operasional perusahaan;
       10. Penilai Bisnis bertanggung jawab atas laporan studi kelayakan penambahan
           kegiatan usaha dan kesimpulan akhir;
       11. Laporan Penilaian ini bersifat non-disclaimer opinion.
       12. Penilai Bisnis telah melakukan penelaahan dan meyakini atas data dan
           informasi yang disampaikan, termasuk informasi atas status hukum dari
           Pemberi Tugas;


Bab I - Pendahuluan                                                                6
Page 31
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Agung Menjangan Mas Tbk


       13. Penilai hanya mempertanggungjawabkan hasil studi kelayakan kepada
           Pemberi Tugas. Penilai tidak memiliki tanggung jawab kepada pihak ketiga,
           selama tidak bertentangan dengan peraturan dan hukum yang berlaku;
       14. Apabila tidak ada persetujuan yang disepakati bersama sebelumnya,
           Penilai tidak diwajibkan untuk memberikan kesaksian kepada pengadilan
           ataupun badan pemerintah lainnya sehubungan dengan studi kelayakan
           penambahan kegiatan usaha;
       15. Laporan studi kelayakan ini dianggap tidak sah dan tidak berlaku, apabila
           tidak tertera cap basah/timbul (seal) Kantor Jasa Penilai Publik Toto Suharto
           & Rekan serta tandatangan dari Pimpinan Rekanan dan/atau Rekan yang
           memiliki izin penilai publik.




Bab I - Pendahuluan                                                                   7
Page 32
    BAB II
GAMBARAN UMUM
Page 33
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Agung Menjangan Mas Tbk


                                 BAB II
                             GAMBARAN UMUM

2.1   Gambaran Umum Perusahaan
      Perseroan dahulu bernama PT Cosmopolitan Electric didirikan dengan Akta
      No. 31 tanggal 9 Agustus 2007 oleh Linda Herawati, SH., notaris publik di
      Jakarta. Anggaran dasar Perusahaan telah disahkan oleh Menteri Hukum dan
      Hak Asasi Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU-
      01132.AH.01.01 tahun 2008 tanggal 8 Januari 2008. Berdasarkan akta No. 1
      tanggal 3 Februari 2020 oleh Yudha Setyagraha Tedianto, SH., MM., MKn,
      notaris di Bekasi, “PT Cosmopolitan Electric” telah berubah nama menjadi
      “PT Agung Menjangan Mas”. Perubahan ini telah disetujui oleh Menteri Hukum
      dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat No. AHU-
      0010072.AH.01.02 tahun 2020 tanggal 05 September 2020.

      Anggaran dasar telah mengalami perubahan, perubahan anggaran dasar
      terakhir, berdasarkan akta No. 73 tanggal 29 Maret 2021 oleh Sugih Haryati,
      SH., MKn, notaris di Kota Tangerang. Perubahan atas peningkatan modal dasar.
      Terkait perubahan ini telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
      Republik Indonesia dengan Surat No. AHU-0058426.AH.01.11. tahun 2021
      tanggal 29 Maret 2021. Sesuai dengan pasal 3 dalam akta No. 36 tanggal 18
      Juni 2021, bahwa maksud dan tujuan Perusahaan dalam bidang jasa sarana
      produksi budidaya ikan air payau, jasa pasca panen budidaya ikan air payau,
      penyiapan lahan dan real estatet yang dimiliki sendiri atau disewa. Bisnis inti
      Perusahaan saat ini berfokus pada jasa persiapan kolam, jasa panen, jasa
      pasca panen dan jasa pemeliharaan sarana dan prasarana kolam tambak dan
      penyewaan tanah dan gedung. Entitas induk perusahaan adalah PT Mandara
      Mas Semesta. Perusahaan beroperasi secara komersial mulai tahun 2017.

      Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut di atas, Perseroan dapat
      melaksanakan kegiatan usaha sebagai berikut:

      Kegiatan Usaha Utama:
      • KBLI 03261 – Jasa Sarana Produksi Budidaya Ikan Air Payau
         Kelompok ini mencakup usaha atau kegiatan yang secara langsung
         berhubungan dengan usaha penyiapan sarana budidaya ikan air payau
         yang dilakukan atas dasar balas jasa (fee) atau kontrak, seperti jasa
         pembuatan tambak, dan sebagainya.
      • KBLI 03263 - Jasa Pasca Panen Budidaya Ikan Air Payau
         Kelompok ini mencakup usaha atau kegiatan yang secara langsung
         berhubungan dengan usaha pasca panen budidaya ikan air payau yang
         dilakukan atas dasar balas jasa (fee) atau kontrak, seperti jasa pemanenan,
         jasa sortasi dan gradasi, jasa uji mutu, jasa pengeringan, jasa pemberian es,
         jasa pengepakan dan penyimpanan, dan sebagainya.


Bab II - Gambaran Umum                                                              1
Page 34
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Agung Menjangan Mas Tbk


      Kegiatan Usaha Penunjang:
      • KBLI 43120 - Penyiapan Lahan
         Kelompok ini mencakup usaha penyiapan lahan untuk kegiatan konstruksi
         yang berikutnya, seperti pelaksanaan pembersihan dan pematangan lahan
         konstruksi, pembersihan semak belukar; pembukaan lahan/stabilisasi tanah,
         (penggalian, membuat kemiringan, pengurukan, perataan lahan konstruksi,
         penggalian parit, pemindahan, penghancuran atau peledakan batu dan
         sebagainya); pelaksanaan pekerjaan tanah dan/atau tanah berbatu,
         penggalian, membuat kemiringan, perataan tanah dengan galian dan
         timbunan untuk konstruksi jalan (raya, sedang, dan kecil), jalan bebas
         hambatan, jalan rel kereta api, dan jalan landasan terbang (pacu, taksi, dan
         parkir), pabrik, pembangkit, transmisi, gardu induk, dan distribusi tenaga
         listrik, fasilitas produksi, serta bangunan gedung dan bangunan sipil lainnya;
         pemasangan, pemindahan, dan perlindungan utilitas, tes/uji dengan sondir
         dan       bor,      pemboran,      ekstraksi  material,  dan   penyelidikan
         lapangan/pengambilan contoh untuk keperluan konstruksi, geofisika, geologi
         atau keperluan sejenis; dan penyiapan lahan untuk fasilitas
         ketenaganukliran. Kegiatan penunjang penyiapan lahan seperti
         pemasangan fasilitas alat bantu konstruksi (pemasangan sheet pile, papan
         nama proyek, dan gorong-gorong untuk pemasangan kabel, pekerjaan
         pembuatan kantor, basecamp, direksi kit, gudang, bengkel proyek),
         pengukuran kembali, pembuatan/pengalihan jalan sementara, perbaikan
         dan pemeliharaan jalan umum, dewatering/pengeringan, mobilisasi dan
         demobilisasi, dan pekerjaan sejenis lainnya.
      • KBLI 68111 - Real Estat Yang Dimiliki Sendiri Atau Disewa
         Kelompok ini mencakup usaha pembelian, penjualan, persewaan dan
         pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri maupun disewa, seperti
         bangunan apartemen, bangunan tempat tinggal dan bangunan bukan
         tempat tinggal (seperti tempat pameran, fasilitas penyimpanan pribadi,
         mall, pusat perbelanjaan dan lainnya) serta penyediaan rumah dan flat atau
         apartemen dengan atau tanpa perabotan untuk digunakan secara
         permanen, baik dalam bulanan atau tahunan. Termasuk kegiatan penjualan
         tanah, pengembangan gedung untuk dioperasikan sendiri (untuk penyewaan
         ruang-ruang di gedung tersebut), pembagian real estat menjadi tanah
         kapling tanpa pengembangan lahan dan pengoperasian kawasan tempat
         tinggal untuk rumah yang bisa dipindah-pindah.

      Perseroan pada tanggal 04 Agustus 2022 mencatatkan sahamnya di Bursa Efek
      Indonesia. Sebagai konsekuensi dari Perusahaan Publik dimana setiap gerak
      usahanya dapat secara terbuka dimonitor oleh publik, maka Perseroan
      berpegang teguh kepada komitmen profesionalisme dalam menjalankan roda
      usahanya.




Bab II - Gambaran Umum                                                               2
Page 35
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Agung Menjangan Mas Tbk


2.2   Domisili
      Perseroan berdomisili di Jakarta dengan kantor yang terletak di Generali Tower
      Grand Rubina Business Park Lantai 20 C, Kawasan Epicentrum, Jl. H.R. Rasuna
      Said, Kel. Karet Kuningan, Kec. Setiabudi, Kota Adm. Jakarta Selatan,
      DKI Jakarta - Indonesia.


2.3   Struktur Permodalan
      Berdasarkan Laporan Keuangan Audited 31 Desember 2023 susunan pemegang
      saham Perseroan adalah sebagai berikut :

      Tabel 2.1.   Susunan Pemegang Saham Perseroan
                                               Modal Ditempatkan dan Disetor
             Pemegang Saham
                                          Lembar             Total         Persentase
       PT Mandara Mas Semesta             957.800.000    47.892.000.000      79,82%
       Tn. Hartono Limmantoro               2.200.000       108.000.000       0,18%
       Masyarakat                         240.000.000    12.000.000.000      20,00%
                    Total               1.200.000.000    60.000.000.000     100,00%



2.4   Susunan Pengurus
      Berdasarkan Laporan Keuangan Audited 31 Desember 2023 susunan pemegang
      saham Perseroan adalah sebagai berikut :

      Tabel 2.2. Susunan Pengurus Perseroan
                  Jabatan                                   Nama
       Dewan Komisaris
       Komisaris Utama                   Chan Pik Yan
       Komisaris Independen              Arie Yuriwin, S.H, M.Si

       Dewan Direksi
       Direktur Utama                    Hartono Limmantoro
       Direktur                          Ir. Mochamad Filhasny Yunus




Bab II - Gambaran Umum                                                              3
Page 36
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Agung Menjangan Mas Tbk


2.5   Susunan Organisasi Perseroan
      Berdasarkan informasi dari manajemen, susunan organisasi Perseroan per 31
      Desember 2023 adalah sebagai berikut :




      Sumber : Manajemen Perseroan



2.6   Perizinan dan Legalitas
      Berikut adalah legalitas yang dimiliki oleh Perseroan yang digunakan dalam
      operasionalnya, yaitu :

      Tabel 2.3. Legalitas Perseroan
        No.         Keterangan               Nomor & Tanggal           Yang Mengeluarkan
               Akta Perubahan Nama                                  Yudha Setyagraha Tedianto,
                                                Nomor : 1
         1.    Perseroan Terbatas PT                                 S.H, M.M, M.Kn., Notaris di
                                         Tanggal 03 Februari 2020
                Cosmopolitan Electric                                       Kota Bekasi
                    Penerimaan
                                                                    a.n Menteri Hukum dan HAM
                   Pemberitahuan                 Nomor :
                                                                    Republik Indonesia, Direktur
         2.     Perubahan Anggaran        AHU.AH.01.03.0066717
                                                                    Jenderal Administrasi Hukum
                  Dasar PT Agung         Tanggal 05 Februari 2020
                                                                               Umum
                  Menjangan Mas
                    Penerimaan
                                                                    a.n Menteri Hukum dan HAM
                   Pemberitahuan                 Nomor :
                                                                    Republik Indonesia, Direktur
         3.     Perubahan Anggaran        AHU.AH.01.03.0066719
                                                                    Jenderal Administrasi Hukum
                  Dasar PT Agung         Tanggal 05 Februari 2020
                                                                               Umum
                  Menjangan Mas
                 Akta Penambahan
                                                                    Yudha Setyagraha Tedianto,
                 Maksud dan Tujuan              Nomor : 8
         4.                                                          S.H, M.M, M.Kn., Notaris di
                  Usaha PT Agung          Tanggal 09 Maret 2020
                                                                            Kota Bekasi
                  Menjangan Mas
               Persetujuan Perubahan                                a.n Menteri Hukum dan HAM
                                                 Nomor :
                  Anggaran Dasar                                    Republik Indonesia, Direktur
         5.                             AHU.0010072.AH.01.02.2020
               Perseroan Terbatas PT                                Jenderal Administrasi Hukum
                                          Tanggal 09 Maret 2020
               Agung Menjangan Mas                                             Umum
                  Akta Pernyataan
                  Keputusan Para               Nomor : 64           Sugih Haryati, S.H, M.Kn.,
         6.
                Pemegang Saham PT        Tanggal 21 Oktober 2020    Notaris di Kota Tangerang
               Agung Menjangan Mas



Bab II - Gambaran Umum                                                                             4
Page 37
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Agung Menjangan Mas Tbk


        No.        Keterangan              Nomor & Tanggal           Yang Mengeluarkan
                   Penerimaan
                                                                  a.n Menteri Hukum dan HAM
                  Pemberitahuan                Nomor :
                                                                  Republik Indonesia, Direktur
         7.      Perubahan Data         AHU.AH.01.03.0402480
                                                                  Jenderal Administrasi Hukum
               Perseroan PT Agung      Tanggal 27 Oktober 2020
                                                                             Umum
                 Menjangan Mas
                 Akta Pernyataan
                 Keputusan Para              Nomor : 81           Sugih Haryati, S.H, M.Kn.,
         8.
               Pemegang Saham PT       Tanggal 27 Oktober 2020    Notaris di Kota Tangerang
              Agung Menjangan Mas
              Persetujuan Perubahan                               a.n Menteri Hukum dan HAM
                                               Nomor :
                 Anggaran Dasar                                   Republik Indonesia, Direktur
         9.                           AHU.0073259.AH.01.02.2020
              Perseroan Terbatas PT                               Jenderal Administrasi Hukum
                                       Tanggal 27 Oktober 2020
              Agung Menjangan Mas                                            Umum
                 Akta Pernyataan
                 Keputusan Para               Nomor : 88          Sugih Haryati, S.H, M.Kn.,
        10.
               Pemegang Saham PT      Tanggal 27 November 2020    Notaris di Kota Tangerang
              Agung Menjangan Mas
              Persetujuan Perubahan                               a.n Menteri Hukum dan HAM
                                                Nomor :
                 Anggaran Dasar                                   Republik Indonesia, Direktur
        11.                           AHU.0080026.AH.01.02.2020
              Perseroan Terbatas PT                               Jenderal Administrasi Hukum
                                       Tanggal 30 November 2020
              Agung Menjangan Mas                                            Umum
                 Akta Pernyataan
                 Keputusan Para              Nomor : 73           Sugih Haryati, S.H, M.Kn.,
        12.
               Pemegang Saham PT        Tanggal 29 Maret 2021     Notaris di Kota Tangerang
              Agung Menjangan Mas
                   Penerimaan
                                                                  a.n Menteri Hukum dan HAM
                  Pemberitahuan                Nomor :
                                                                  Republik Indonesia, Direktur
        13.      Perubahan Data         AHU.AH.01.03.0202042
                                                                  Jenderal Administrasi Hukum
               Perseroan PT Agung       Tanggal 29 Maret 2021
                                                                             Umum
                 Menjangan Mas
                 Akta Pernyataan
                 Keputusan Para              Nomor : 36           Sugih Haryati, S.H, M.Kn.,
        14.
               Pemegang Saham PT         Tanggal 18 Juni 2021     Notaris di Kota Tangerang
              Agung Menjangan Mas
              Persetujuan Perubahan
                                                                  a.n Menteri Hukum dan HAM
                 Anggaran Dasar                Nomor :
                                                                  Republik Indonesia, Direktur
        15.   Perseroan Terbatas PT   AHU.0035108.AH.01.02.2021
                                                                  Jenderal Administrasi Hukum
              Agung Menjangan Mas        Tanggal 18 Juni 2021
                                                                             Umum
                        Tbk
                   Penerimaan
                                                                  a.n Menteri Hukum dan HAM
                  Pemberitahuan                Nomor :
                                                                  Republik Indonesia, Direktur
        16.      Perubahan Data         AHU.AH.01.03.0386137
                                                                  Jenderal Administrasi Hukum
               Perseroan PT Agung        Tanggal 18 Juni 2021
                                                                             Umum
               Menjangan Mas Tbk
                   Penerimaan
                                                                  a.n Menteri Hukum dan HAM
                  Pemberitahuan                Nomor :
                                                                  Republik Indonesia, Direktur
        17.      Perubahan Data         AHU.AH.01.03.0386136
                                                                  Jenderal Administrasi Hukum
               Perseroan PT Agung        Tanggal 18 Juni 2021
                                                                             Umum
               Menjangan Mas Tbk
                 Akta Pernyataan
                 Keputusan Para
                                              Nomor : 57          Sugih Haryati, S.H, M.Kn.,
        18.    Pemegang Saham PT
                                      Tanggal 10 September 2021   Notaris di Kota Tangerang
              Agung Menjangan Mas
                        Tbk
              Persetujuan Perubahan            Nomor :
                                                                  a.n Menteri Hukum dan HAM
        19.      Anggaran Dasar       AHU.0049028.AH.01.02.2021
                                                                  Republik Indonesia, Direktur
              Perseroan Terbatas PT   Tanggal 10 September 2021


Bab II - Gambaran Umum                                                                           5
Page 38
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Agung Menjangan Mas Tbk


        No.           Keterangan               Nomor & Tanggal               Yang Mengeluarkan
                Agung Menjangan Mas                                      Jenderal Administrasi Hukum
                          Tbk                                                      Umum
                   Akta Pernyataan
                    Keputusan Para
                                                  Nomor : 04             Dr. Sugih Haryati, S.H, M.Kn.,
        20.      Pemegang Saham PT
                                              Tanggal 18 Mei 2022         Notaris di Kota Tangerang
                Agung Menjangan Mas
                          Tbk
                     Penerimaan
                    Pemberitahuan                                        a.n Menteri Hukum dan HAM
                                                    Nomor :
                 Perubahan Anggaran                                      Republik Indonesia, Direktur
        21.                                  AHU.AH.01.03.0238380
                  Dasar Perseroan PT                                     Jenderal Administrasi Hukum
                                              Tanggal 18 Mei 2022
                Agung Menjangan Mas                                                 Umum
                          Tbk
                Persetujuan Kesesuaian              Nomor :              a.n Menteri ATR/Kepala BPN
                Kegiatan Pemanfaatan         17012210215108007           dan Menteri Investasi/ Kepala
        22.
                Ruang Untuk Kegiatan          Diterbitkan tanggal :      Badan Koordinasi Penanaman
                       Berusaha                  12 April 2022                      Modal
                  Perizinan Berusaha                Nomor :
                                                                           Menteri Investasi/ Kepala
                    Berbasis Risiko            0220004251744
        23.                                                              Badan Koordinasi Penanaman
                Nomor Induk Berusaha          Diterbitkan tanggal :
                                                                                     Modal
                         (NIB)                 14 Februari 2020
                 Nomor Pokok Wajib
                   Pajak (NPWP) PT                                         Ditjen Pajak Kementerian
        24.                              Nomor : 01.604.240.8-018.000
                Agung Menjangan Mas                                      Keuangan Republik Indonesia
                          Tbk



2.7   Kinerja Keuangan Historis
      Untuk melihat perkembangan kinerja Perseroan, seperti posisi keuangan, laba
      rugi dan potensi atau kemajuan yang dialami selama beberapa tahun terakhir,
      maka hasil analisis keuangan historis yang bersumber dari laporan keuangan
      audited per 31 Desember 2019, per 31 Desember 2020, per 31 Desember
      2021, per 31 Desember 2022 dan per 31 Desember 2023 disajikan sebagai
      berikut :

      Tabel 2.4. Laporan Keuangan Historikal Perseroan                       (Dalam Ribuan Rupiah)
                                     2019          2020           2021           2022             2023
           Keterangan
                                   Audited       Audited       Audited         Audited         Audited
      Aset Lancar                  888.181    3.203.313      3.719.712     28.581.457      30.525.277
      Aset Tidak Lancar      16.158.600      45.615.107    43.556.759      41.995.365      40.866.922
      Total Aset             17.046.781      48.818.420    47.276.472      70.576.822      71.392.198
      Liabilitas Jangka
                                   934.306    1.113.644       654.941       1.448.614       1.940.101
      Pendek
      Liabilitas Jangka
                             12.463.360       8.285.169       488.664         561.712         664.256
      Panjang
      Total Liabilitas       13.397.666       9.398.813      1.143.605      2.010.326       2.604.357
      Total Ekuitas            3.649.115     39.419.607    46.132.866      68.566.496      68.787.841
      Pendapatan               1.725.656      2.255.906      5.662.734      9.981.424      10.309.548
      Beban Pokok
                               -139.035      -1.109.535     -2.467.462     -5.040.680      -7.157.125
      Pendapatan


Bab II - Gambaran Umum                                                                                    6
Page 39
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Agung Menjangan Mas Tbk


                                    2019          2020          2021          2022        2023
           Keterangan
                                  Audited       Audited       Audited       Audited     Audited
      Laba Kotor              1.586.621       1.146.370     3.195.272     4.940.744   3.152.423
      Laba (Rugi)
                                -72.409        -353.239      811.840      1.941.753    270.744
      Sebelum Pajak
      Laba (Rugi) Bersih        -72.409        -353.239      680.054      1.620.835    227.296
      Sumber : Laporan Keuangan Perseroan

      Tabel 2.5.      Pertumbuhan Kinerja Keuangan Perseroan
                                     2020          2021          2022        2023     Rata – Rata
              Keterangan
                                    Audited       Audited       Audited     Audited     CAGR
      Aset Lancar                  260,66%        16,12%       668,38%       6,80%    142,12%
      Aset Tidak Lancar            182,30%         -4,51%       -3,58%      -2,69%     26,11%
      Total Aset                   186,38%        -3,16%       49,29%        1,16%     43,05%
      Liabilitas Jangka Pendek      19,19%       -41,19%       121,18%      33,93%     20,04%
      Liabilitas Jangka Panjang    -33,52%       -94,10%        14,95%      18,26%     -51,95%
      Total Liabilitas             -29,85%       -87,83%       75,79%       29,55%    -33,60%
      Total Ekuitas                980,25%        17,03%        48,63%       0,32%    108,37%
      Penjualan                     30,73%       151,02%       76,27%        3,29%     56,34%
      Beban Pokok Penjualan        698,03%       122,39%       104,29%      41,99%    167,86%
      Laba Kotor                   -27,75%       178,73%       54,63%      -36,20%     18,73%
      Laba (Rugi) Sebelum
                                  -387,84%       329,83%       139,18%     -86,06%     39,06%
      Pajak
      Laba (Rugi) Bersih          -387,84%       292,52%       138,34%     -85,98%     33,11%



2.7.1 Analisa Posisi Keuangan

      Perkembangan posisi keuangan Perseroan dapat dilihat pada grafik berikut :

      Grafik 2.1. Perkembangan Posisi Keuangan Historis Perseroan




Bab II - Gambaran Umum                                                                           7
Page 40
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Agung Menjangan Mas Tbk


      • Total aset Perseroan tahun 2023 tercatat sebesar Rp71,39 miliar lebih tinggi
        1,16% dibandingkan dengan tahun 2022 yang tercatat sebesar Rp70,57
        miliar. Kenaikan ini dikarenakan adanya penambahan pada pos
        perlengkapan serta kenaikan pada biaya dibayar dimuka. Total aset
        Perseroan tahun 2019 sampai dengan tahun 2023 mengalami peningkatan
        setiap tahunnya, dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound
        Annual Growth Rate/CAGR) sebesar 43,05% per tahun.
      • Total liabilitas Perseroan tahun 2023 tercatat sebesar Rp2,60 miliar, lebih
        tinggi 29,55% dibanding tahun 2022 yang tercatat sebesar Rp2,01 miliar.
        Kenaikan ini disebabkan oleh adanya kenaikan pada pos uang muka
        penjualan, biaya yang masih harus dibayar serta liabilitas imbalan
        pascakerja. Total liabilitas Perseroan tahun 2019 sampai dengan tahun
        2023 mengalami penurunan setiap tahunnya, dengan laju pertumbuhan
        majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate/CAGR) sebesar 33,60%
        per tahun.
      • Total ekuitas Perseroan tahun 2019 sampai dengan tahun 2023 mengalami
        peningkatan setiap tahunnya, dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan
        (Compound Annual Growth Rate/CAGR) sebesar 108,37% per tahun. Pada
        tahun 2023, total ekuitas Perseroan tercatat lebih tinggi 0,32%
        dibandingkan tahun 2022 yaitu sebesar Rp68,78 miliar pada tahun 2023
        dan sebesar Rp68,56 miliar pada tahun 2022. Peningkatan tersebut berasal
        dari kenaikan saldo laba.


2.7.2 Analisa Laba Rugi
      Perkembangan laba (rugi) Perseroan dapat dilihat pada grafik berikut :
      Grafik 2.2.   Perkembangan Laba (Rugi) Historis Perseroan




Bab II - Gambaran Umum                                                            8
Page 41
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Agung Menjangan Mas Tbk


      • Pendapatan Perseroan tahun 2019 sampai dengan tahun 2023 mengalami
        kenaikan setiap tahunnya, dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan
        (Compound Annual Growth Rate/CAGR) sebesar 56,34% per tahun. Pada
        tahun 2023 pendapatan Perseroan tercatat mengalami kenaikan sebesar
        3,29% dibanding tahun 2022 yang tercatat sebesar Rp10,31 miliar pada
        tahun 2023 dan Rp9,98 miliar pada tahun 2022. Peningkatan pendapatan
        Perseroan disebabkan oleh kenaikan pendapatan penjualan ikan.
      • Laba kotor Perseroan tahun 2019 sampai dengan tahun 2023 mengalami
        peningkatan, dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual
        Growth Rate/CAGR) sebesar 18,73% per tahun. Pada tahun 2023 laba kotor
        Perseroan tercatat sebesar Rp3,15 miliar mengalami penurunan sebesar
        36,20% dibandingkan tahun 2022 yang tercatat sebesar Rp4,94 miliar.
        Penurunan laba usaha disebabkan oleh kenaikan persentase beban pokok
        penjualan Perseroan.
      • Laba sebelum pajak Perseroan tahun 2019 sampai dengan tahun 2023
        mengalami peningkatan, dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan
        (Compound Annual Growth Rate/CAGR) sebesar 39,06% per tahun. Pada
        tahun 2023 laba sebelum pajak Perseroan tercatat sebesar Rp270,74 juta
        mengalami penurunan sebesar 86,06% dibandingkan tahun 2022 yang
        tercatat sebesar Rp1,94 miliar. Penurunan laba sebelum pajak disebabkan
        oleh peningkatan beban usaha Perseroan.
      • Laba bersih Perseroan tahun 2019 sampai dengan tahun 2023 mengalami
        kenaikan dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual
        Growth Rate/CAGR) sebesar 33,11% per tahun. Pada tahun 2023 Perseroan
        mencatatkan profitabilitas segmen usaha jasa sarana produksi budidaya
        dan penjualan ikan yang ditunjukkan dari laba bersih sebesar Rp227,29
        juta. Pencapaian tersebut tercatat lebih rendah 85,98% dari capaian tahun
        2022 yang sebesar Rp1,62 miliar. Penurunan ini disebabkan oleh penurunan
        profitabilitas dari pendapatan usaha.


2.7.3 Analisis Arus Kas
      Perkembangan arus kas Perseroan dapat dilihat pada grafik berikut :

      Tabel 2.6. Arus Kas Perseroan                                  (Dalam Ribuan Rupiah)
                 Keterangan                                2021         2022         2023
      Arus Kas dari Aktivitas Operasi                 3.955.181    1.389.267   -1.000.735
      Arus Kas dari Aktivitas Investasi              -1.811.250      -38.675   -1.703.900
      Arus Kas dari Aktivitas
                                                     -1.768.549   20.826.875            -
      Pendanaan
      Kenaikan (Penurunan) Kas dan
                                                       375.382    22.177.467   -2.704.635
      Setara Kas
      Kas dan Setara Kas Awal Tahun                  2.684.363     3.059.744   25.237.212
      Kas dan Setara Kas Akhir Tahun                 3.059.744    25.237.212   22.532.577
      Sumber : Laporan Keuangan Perseroan (diolah)




Bab II - Gambaran Umum                                                                  9
Page 42
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Agung Menjangan Mas Tbk


       • Jumlah kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi pada periode 31
         Desember 2023 sebesar negatif Rp1,00 miliar. Arus kas masuk diperoleh
         dari penerimaan kas dari pelanggan. Sementara dari arus kas keluar
         digunakan untuk pembayaran kas kepada pemasok, gaji karyawan, dan
         pendapatan operasional lainnya.
       • Jumlah kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi pada periode 31
         Desember 2023 sebesar negatif Rp1,70 miliar. Tidak terdapat arus kas
         masuk. Sedangkan arus kas keluar digunakan untuk uang muka pembuatan
         keramba kerapu.
       • Pada periode 31 Desember 2023 tidak terdapat jumlah kas bersih yang
         diperoleh dari aktivitas pendanaan.
       • Jumlah kas dan setara kas akhir tahun Perseroan pada pada periode 31
         Desember 2023 sebesar Rp22,53 miliar. lebih rendah 10,71%
         dibandingkan posisi awal tahun yang tercatat sebesar Rp25,23 miliar.


2.7.4 Analisis Rasio Keuangan

      Perkembangan rasio keuangan Perseroan tahun 2019 sampai dengan 2023
      dapat dilihat pada grafik berikut :

      Tabel 2.7. Rasio Keuangan Perseroan
        Rasio Likuiditas                             2019A       2020A       2021A      2022A      2023A
        Rasio Lancar                                      0,95        2,88       5,68      19,73      15,73
        Rasio Cepat                                       0,95        2,88       5,68      19,73      15,73
        Rasio Kas                                         0,11        2,41       4,67      17,42      11,61
        Rasio Aktivitas                              2019A       2020A       2021A      2022A      2023A
        Rasio Perputaran Piutang Usaha                     165          75         31        117        135
        Rasio Perputaran Persediaan                          -           -          -          -          -
        Rasio Perputaran Utang Usaha                     2.453           2         17          3         11
        Rasio Leverage                               2019A       2020A       2021A      2022A      2023A
        Rasio Liabilitas terhadap Aset                 78,59%       19,25%      2,42%      2,85%      3,65%
        Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas             367,15%       23,84%      2,48%      2,93%      3,79%
        Rasio Profitabilitas                         2019A       2020A       2021A      2022A      2023A
        Margin Laba Bruto                              91,94%       50,82%     56,43%     49,50%     30,58%
        Margin Laba (Rugi) Usaha                        -4,20%     -15,66%     14,34%     19,45%      2,63%
        Margin Laba (Rugi) Bersih                       -4,20%     -15,66%     12,01%     16,24%      2,20%
        Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Aset         -0,42%      -0,72%      1,44%      2,30%      0,32%
        Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Ekuitas      -1,98%      -0,90%      1,47%      2,36%      0,33%


      Berdasarkan rasio keuangan diatas, kondisi Perseroan per 31 Desember 2023
      adalah sebagai berikut :

      • Rasio Likuiditas menunjukkan kemampuan suatu perusahaan untuk memenuhi
        liabilitas keuangannya yang harus segera dipenuhi atau kemampuan
        perusahaan untuk memenuhi liabilitas keuangan dalam jangka pendek (pada
        saat ditagih). Current Ratio (rasio lancar) Perseroan tahun 2023 adalah 15,73
        kali, hal ini menunjukkan Perseroan mampu memenuhi liabilitas keuangan
        dalam jangka pendek. Quick Ratio (rasio cepat) Perseroan adalah 15,73 kali


Bab II - Gambaran Umum                                                                                 10
Page 43
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Agung Menjangan Mas Tbk


        tahun 2023, hal ini menunjukkan Perseroan mampu dalam menggunakan aset
        lancar tanpa persediaan untuk menutupi utang jangka pendeknya.
      • Rasio Aktivitas digunakan untuk mengukur efisiensi penggunaan dana yang
        tertanam pada aset serta untuk melihat seberapa besar optimalisasi
        Perseroan dalam menggunakan asetnya untuk memperoleh pendapatan dan
        laba usaha. Rasio perputaran piutang usaha Perseroan pada 31 Desember
        2023 sebesar 135 hari, dan rasio perputaran utang usaha 11 hari.
      • Rasio Solvabilitas atau leverage menunjukkan kemampuan suatu perusahaan
        untuk memenuhi seluruh liabilitasnya baik jangka pendek maupun jangka
        panjang. Nilai solvabilitas Perseroan pada tahun 2023 cenderung stabil jika
        dibandingkan tahun sebelumnya, dilihat dari Debt to Total Equity Ratio, yang
        masih baik yaitu sebesar 3,79%. Sementara pada Debt to Asset Ratio
        Perseroan pada tahun 2023 yaitu sebesar 3,65% yang menunjukkan
        hutang/kewajiban perusahaan lebih kecil daripada seluruh aset yang
        dimilikinya, sehingga dalam kondisi yang tidak diinginkan (misalnya pailit),
        perusahaan dapat melunasi seluruh hutang/kewajibannya.
      • Rasio Profitabilitas menunjukkan kemampuan Perseroan dalam menghasilkan
        laba selama periode tertentu. Profitabilitas suatu perusahaan diukur dengan
        keberhasilan menggunakan asetnya secara produktif, dengan demikian
        profitabilitas suatu perusahaan juga dapat diketahui dengan
        memperbandingkan antara laba yang diperoleh setelah pajak dengan
        jumlah aset atau modal pada suatu periode tertentu, yaitu Rate of Return on
        Equity (ROE) tahun 2023 sebesar 0,33%. Rate of Return on Asset (ROA) yang
        membandingkan antara laba setelah pajak dengan total aset sebesar 0,32%
        pada tahun 2023. Sedangkan Net Profit Margin pada tahun 2023 sebesar
        2,20%. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan mampu memaksimalkan
        modal dan memberikan tingkat pengembalian yang cukup untuk investor atau
        pemegang saham.


2.7.5 Prospek Kinerja Perseroan

      Dengan terjadinya pemulihan ekonomi nasional, maka industri kelautan dan
      perikanan juga mengalami pemulihan dimana masyarakat akan meningkatkan
      tingkat konsuminya. Ditambah lagi Menteri Kelautan dan Perikanan mengatakan
      bahwa ditahun 2021, sudah melakukan investasi sebesar Rp6,02 Triliun, dimana
      30% dana tersebut digunakan untuk perkembangan budidaya perikanan dan
      27% untuk penangkapan ikan. Indonesia memiliki potensi yang sangat luas
      dalam industry budidaya perikanan, Langkah-langkah yang sedang disiapkan
      oleh KKP diharapkan dapat mempromosikan peluang investasi perikanan di
      Indonesia. Potensi investasi kelautan dan perikanan di Indonesia sangatlah besar
      merujuk pada tingginya minat pasar global atas produk perikanan,
      ketersediaan lahan untuk budidaya dan kekayaan sumber daya ikan, hingga
      invoasi-inovasi tekonologi yang mendukung kegiatan industri perikanan tersebut.




Bab II - Gambaran Umum                                                            11
Page 44
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Agung Menjangan Mas Tbk


      Aset lain yang dimiliki Perseroan adalah tanah seluas 50.000 m2 (5 Ha) di Bali,
      Perseroan memiliki strategi untuk menggunakan lahan ini untuk mendiversifikasi
      pendapatan Perseroan dengan menyewakan lahan tersebut kepada pengusaha
      budaya udang dimana Perseroan akan secara eksklusif menjadi penyedia jasa
      penunjang budidaya ikan air payau (udang) di tambak tersebut. Perseroan
      tidak menutup kemungkinan untuk menjadikan lahan tersebut sebagai tambak
      yang dikelola secara pribadi oleh Perseroan sehingga Perseroan menjadi
      pemilik budidaya ikan air payau (udang) secara pribadi.

      Perseroan saat ini tengah memperhatikan kesempatan-kesempatan untuk dapat
      menjangkau dan memperluas pasarnya dalam memberikan jasa dan
      mendapatkan pendapatan dalam rangka mengembangkan usahanya. Daerah
      Bali, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat dinilai menjadi tempat yang
      menjanjikan dengan prospek usaha tambak udang yang luas, apalagi Perseroan
      selalu mengincar kesempatan yang ada. Perseroan juga memperhatikan
      daerah-daerah dil luar daerah tersebut seperti Sumatra dan Sulawesi.

      Seperti diketahui, Perseroan merupakan penyedia jasa penunjang budidaya
      perikanan dan tambak udang. Perkembangan bisnis tambak udang membuat
      kebutuhan pelanggan meningkat dan memunculkan kebutuhan-kebutuhan baru
      pada industri tambak udang.




Bab II - Gambaran Umum                                                            12
Page 45
     BAB III
TINJAUAN MAKRO
    EKONOMI
Page 46
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Agung Menjangan Mas Tbk


                                          BAB III
                                 TINJAUAN MAKRO EKONOMI

3.1       Makro Ekonomi
3.1.1     Ringkasan Kondisi Perekonomian Makro
                           Pertumbuhan Ekonomi Dunia dan Indonesia
                                                                            TW I      TW II     TW III     TW IV
                           Deskripsi                    2021      2022
                                                                            2023      2023      2023       2023
           PDB Dunia (%)                                   6,00      3,50      2,60      2,70      3,00      3,00

           PDB Indonesia (%)                               3,70      5,31      5,03      5,17      4,94      4,90

           Nilai Tukar Rupiah (Rp/US $)                 14.320     15.592    15.062    14.881    15.515    15.415
           Cadangan Devisa Negara (Rp miliar/US
                                                       144,900    137,200   145,200   137,500   134,900   146,400
           $)
           Inflasi                                         1,87      5,51      4,97      3,52      2,28      2,61

           BI Rate (Reverse Repo Rate) (%)                 3,50      5,75      5,75      5,75      6,00      6,00
           Sumber : Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia


          • Pertumbuhan ekonomi dunia melambat dengan ketidakpastian pasar
            keuangan yang mereda. Pertumbuhan ekonomi global 2023 diprakirakan
            tetap sebesar 3,0%. Pertumbuhan ekonomi tersebut didukung oleh konsumsi
            rumah tangga dan investasi. Penurunan inflasi di negara maju, termasuk
            AS, berlanjut, meski masih berada di atas sasaran, sementara inflasi
            Tiongkok menurun dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi yang melambat.
          • Pertumbuhan ekonomi 2023 diprakirakan dalam kisaran 4,5-5,3%,
            didorong oleh konsumsi dan investasi sejalan dengan akselerasi belanja
            Pemerintah pada akhir tahun dan percepatan penyelesaian beberapa
            Proyek Strategis Nasional (PSN). Pada 2024, pertumbuhan ekonomi
            diprakirakan meningkat dalam kisaran 4,7-5,5% didukung oleh
            permintaan domestik utamanya berlanjutnya pertumbuhan konsumsi,
            termasuk dampak positif penyelenggaraan pemilu, serta peningkatan
            investasi khususnya bangunan sejalan dengan berlanjutnya pembangunan
            PSN termasuk Ibu Kota Nusantara (IKN).
          • Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) 2023 diprakirakan mencatat surplus
            sehingga mendukung ketahanan eksternal. Surplus neraca perdagangan
            berlanjut pada Desember 2023 yang tercatat 3,3 miliar dolar AS
            dipengaruhi oleh kinerja ekspor komoditas utama Indonesia yang tetap
            kuat, seperti batu bara serta besi dan baja. Perkembangan ini mendukung
            transaksi berjalan 2023 tetap sehat dan diprakirakan dalam kisaran
            surplus 0,4% sampai dengan defisit 0,4% dari PDB.
          • Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Desember 2023 tercatat
            meningkat menjadi 146,4 miliar dolar AS, setara dengan pembiayaan 6,7
            bulan impor atau 6,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri
            pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar
            3 bulan impor.


Bab III - Tinjauan Makro Ekonomi                                                                                    1
Page 47
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Agung Menjangan Mas Tbk


          • Nilai tukar Rupiah hingga 16 Januari 2024 relatif stabil, hanya melemah
            1,24% dari akhir Desember 2023, dengan kebijakan stabilisasi Bank
            Indonesia dan kembali masuknya aliran portofolio asing, sejalan dengan
            tetap menariknya imbal hasil aset keuangan domestik dan tetap positifnya
            prospek ekonomi Indonesia.
          • Inflasi IHK Desember 2023 tercatat sebesar 2,61% (yoy) menurun dari
            tahun sebelumnya sebesar 5,51% (yoy) sehingga berada dalam kisaran
            3,0±1%. Penurunan inflasi dipengaruhi oleh terjaganya berbagai
            komponen inflasi sebagai hasil nyata konsistensi kebijakan moneter Bank
            Indonesia yang pro-stability serta sinergi erat kebijakan Bank Indonesia
            dengan Pemerintah Pusat dan Daerah. (Sumber : Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia
              Triwulan IV 2023 dan diolah)



3.1.2     Pertumbuhan Ekonomi Global

          Pertumbuhan ekonomi dunia melambat dengan ketidakpastian pasar
          keuangan yang mereda. Ekonomi global diprakirakan tumbuh sebesar 3,0%
          pada 2023 dan melambat menjadi 2,8% pada 2024. Ekonomi Amerika
          Serikat (AS) dan India tetap kuat didukung konsumsi rumah tangga dan
          investasi. Sementara itu, ekonomi Tiongkok melambat seiring dengan tetap
          lemahnya konsumsi rumah tangga dan investasi sebagai dampak lanjutan
          dari pelemahan kinerja sektor properti, serta terbatasnya stimulus fiskal.

          Penurunan inflasi di negara maju, termasuk AS, berlanjut, meski masih berada
          di atas sasaran, sementara inflasi Tiongkok menurun dipengaruhi oleh
          pertumbuhan ekonomi yang melambat. Siklus kenaikan suku bunga kebijakan
          moneter negara maju, termasuk Fed Funds Rate (FFR), diprakirakan telah
          berakhir meskipun masih bertahan tinggi pada semester I 2024, dengan
          kemungkinan akan mulai menurun pada semester II 2024. Yield obligasi
          Pemerintah negara maju, termasuk US Treasury, menurun secara gradual tapi
          masih berada di level tinggi sejalan dengan premi risiko jangka panjang
          (term-premia) terkait besarnya pembiayaan fiskal dan utang pemerintah AS.

          Tekanan penguatan nilai tukar dolar AS terhadap berbagai mata uang dunia
          juga berkurang. Perkembangan tersebut mendorong berlanjutnya aliran
          masuk modal asing dan mengurangi tekanan pelemahan nilai tukar di
          emerging market, termasuk Indonesia. Ke depan, beberapa risiko global
          tetap perlu dicermati karena dapat memengaruhi ketidakpastian
          perekonomian dunia, seperti berlanjutnya ketegangan geopolitik, pelemahan
          ekonomi di sejumlah negara utama, termasuk Tiongkok, serta kepastian waktu
          dan besarnya penurunan suku bunga moneter negara maju, khususnya FFR.




Bab III - Tinjauan Makro Ekonomi                                                                2
Page 48
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Agung Menjangan Mas Tbk


                     Pertumbuhan PDB Dunia




3.1.3     Pertumbuhan Ekonomi Domestik

          Pemulihan ekonomi Indonesia terus berlanjut ditopang oleh permintaan
          domestik. Pertumbuhan ekonomi 2023 diprakirakan dalam kisaran 4,5-5,3%,
          didorong oleh konsumsi dan investasi sejalan dengan akselerasi belanja
          Pemerintah pada akhir tahun dan percepatan penyelesaian beberapa
          Proyek Strategis Nasional (PSN). Pada 2024, pertumbuhan ekonomi
          diprakirakan meningkat dalam kisaran 4,7-5,5% didukung oleh permintaan
          domestik utamanya berlanjutnya pertumbuhan konsumsi, termasuk dampak
          positif penyelenggaraan pemilu, serta peningkatan investasi khususnya
          bangunan sejalan dengan berlanjutnya pembangunan PSN termasuk Ibu Kota
          Nusantara (IKN). Sementara itu, kinerja ekspor diprakirakan belum kuat
          sebagai dampak perlambatan ekonomi global dan penurunan harga
          komoditas. Berdasarkan Lapangan Usaha (LU), prospek LU Industri
          Pengolahan, Perdagangan Besar dan Eceran, Informasi dan Komunikasi,
          Konstruksi, serta Transportasi dan Pergudangan diprakirakan tetap tumbuh
          baik. Sementara secara spasial, pertumbuhan yang baik diprakirakan terjadi
          di seluruh wilayah, terutama Sulawesi-Maluku-Papua (Sulampua) sejalan
          dengan dampak positif hilirisasi mineral, serta Jawa akibat permintaan
          domestik yang masih kuat. Ke depan, Bank Indonesia akan terus memperkuat
          sinergi stimulus fiskal Pemerintah dengan stimulus makroprudensial Bank
          Indonesia untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya dari sisi
          permintaan domestik.

          Pertumbuhan ekonomi di seluruh wilayah diprakirakan tetap terjaga pada
          triwulan IV 2023 ditopang permintaan domestik, di tengah tekanan global.
          Kondisi tersebut tecermin dari sejumlah indikator dini ekonomi daerah yang
          tetap terjaga. Keyakinan konsumen masih berada pada level optimis di
          seluruh wilayah. Ekspektasi penghasilan ke depan meningkat di sebagian
          besar wilayah sejalan dengan perbaikan penjualan ritel yang ditopang oleh
          Jawa, Kalimantan, dan Balinusra. Konsumsi yang meningkat di mayoritas
          wilayah didukung oleh peningkatan mobilitas seiring berbagai event akhir


Bab III - Tinjauan Makro Ekonomi                                                  3
Page 49
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Agung Menjangan Mas Tbk


          tahun, libur natal dan tahun baru (Nataru), serta belanja terkait Pemilu.
          Sementara itu, kinerja investasi daerah diprakirakan tetap kuat, khususnya
          ditopang investasi bangunan. Perkembangan tersebut tecermin dari
          peningkatan indikator penjualan semen di seluruh wilayah, terutama Jawa,
          sejalan berlanjutnya penyelesaian Proyek Strategis Nasional (PSN). Namun
          demikian, terdapat sejumlah proyek PSN yang ditunda ke tahun 2024.
          Investasi nonbangunan diprakirakan tetap kuat didukung proyek Pemerintah
          dan Swasta. Hal ini juga sejalan dengan masih berlanjutnya investasi hilirisasi
          nikel di Sulampua, terutama di Sulawesi Tengah. Di sisi lain, perlambatan
          permintaan global memengaruhi kinerja ekspor nonmigas khususnya di
          Sumatera.

          Di sisi Lapangan Usaha (LU), proses perbaikan LU utama pada triwulan IV
          2023 diprakirakan berlanjut di berbagai wilayah. Prospek ekonomi tersebut
          terutama ditopang oleh perbaikan LU Pertanian dan LU Konstruksi, sementara
          LU lainnya tetap terjaga. Kinerja LU Pertanian ditopang oleh subLU
          perkebunan di Sumatera yang tetap kuat, khususnya Tandan Buah Segar
          (TBS) kelapa sawit dan produksi padi di daerah sentra wilayah Sumatera
          dan Jawa. Di sisi lain, kinerja produksi padi di Kalimantan, Sulampua, dan
          Balinusra tertahan akibat kendala irigasi di beberapa wilayah karena
          dampak lanjutan El-Nino. Kinerja LU Konstruksi pada triwulan IV 2023 juga
          diprakirakan meningkat di berbagai wilayah sejalan dengan berlanjutnya
          proyek pemerintah dan swasta. Hal ini juga terkonfirmasi dari penjualan
          impor barang konstruksi yang membaik di seluruh wilayah. Peningkatan
          kinerja LU Konstruksi terutama terjadi di Balinusra dan Sulampua. Kinerja LU
          Perdagangan juga tetap kuat, didukung penyelenggaraan berbagai event
          menjelang akhir tahun di hampir seluruh wilayah. Adapun LU Penyediaan
          Akomodasi dan Makan Minum (Akmamin) tertahan seiring normalisasi
          kunjungan wisatawan.


3.1.3.1   Inflasi

          Inflasi IHK Desember 2023 tercatat sebesar 2,61% (yoy) menurun dari tahun
          sebelumnya sebesar 5,51% (yoy) sehingga berada dalam kisaran 3,0±1%.
          Penurunan inflasi dipengaruhi oleh terjaganya berbagai komponen inflasi
          sebagai hasil nyata konsistensi kebijakan moneter Bank Indonesia yang pro-
          stability serta sinergi erat kebijakan Bank Indonesia dengan Pemerintah Pusat
          dan Daerah. Inflasi inti 2023 terjaga rendah sebesar 1,80% (yoy)
          dipengaruhi oleh imported inflation yang rendah, ekspektasi inflasi yang
          terjangkar dalam sasaran, dan kapasitas perekonomian yang masih besar
          dan dapat merespons permintaan domestik. Inflasi volatile food juga
          terkendali sebesar 6,73% (yoy) didukung oleh eratnya sinergi pengendalian
          inflasi antara Bank Indonesia dengan TPIP dan TPID melalui penguatan GNPIP
          di berbagai daerah dalam mengendalikan harga pangan, termasuk dari
          dampak El Nino. Inflasi kelompok administered prices tercatat sebesar 1,72%
          (yoy), sejalan minimalnya kebijakan penyesuaian harga komoditas yang


Bab III - Tinjauan Makro Ekonomi                                                       4
Page 50
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Agung Menjangan Mas Tbk


          diatur oleh Pemerintah. Ke depan, Bank Indonesia terus memperkuat
          kebijakan moneter yang pro-stability dan mempererat sinergi kebijakan
          dengan Pemerintah guna memastikan inflasi 2024 berada dalam kisaran
          2,5±1%.

                         Tingkat Inflasi Indonesia y-to-y (2018 - 2023)
           Bulan                  2018          2019          2020     2021    2022    2023
           Januari                 3,40          3,25           2,82    1,55    2,18    5,28
           Februari                3,83          3,18           2,57    1,38    2,06    5,47
           Maret                   3,61          3,40           2,48    1,37    2,64    4,97
           April                   4,17          3,41           2,83    1,42    3,47    4,33
           Mei                     4,33          3,23           3,32    1,68    3,55    4,00
           Juni                    4,37          3,12           3,28    1,33    4,35    3,52
           Juli                    3,88          3,18           3,32    1,52    4,94    3,08
           Agustus                 3,82          3,20           3,49    1,59    4,69    3,27
           September               3,72          2,88           3,39    1,60    5,95   2,28
           Oktober                 3,56          3,16           3,13    1,66    5,71   2,56
           Nopember                3,30          3,23           3,00    1,75    5,42   2,86
           Desember                3,61          3,13           2,72    1,87    5,51   2,61
          Sumber : Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia (diolah)



3.1.3.2   Nilai Tukar Rupiah

          Nilai tukar Rupiah hingga 16 Januari 2024 relatif stabil, hanya melemah
          1,24% dari akhir Desember 2023, dengan kebijakan stabilisasi Bank
          Indonesia dan kembali masuknya aliran portofolio asing, sejalan dengan
          tetap menariknya imbal hasil aset keuangan domestik dan tetap positifnya
          prospek ekonomi Indonesia. Perkembangan nilai tukar Rupiah tersebut relatif
          lebih baik dibandingkan dengan mata uang regional lainnya, seperti Ringgit
          Malaysia, Baht Thailand, dan Won Korea Selatan yang masing-masing
          tercatat melemah sebesar 1,95%, 2,82%, dan 3,24%. Ke depan, nilai tukar
          Rupiah akan tetap stabil dengan kecenderungan menguat didukung oleh
          meredanya ketidakpastian global, kecenderungan penurunan yield obligasi
          negara maju, dan menurunnya tekanan penguatan dolar AS. Positifnya
          perkembangan nilai tukar Rupiah ke depan didukung oleh kebijakan
          stabilisasi Bank Indonesia serta penguatan strategi operasi moneter pro-
          market melalui optimalisasi instrumen SRBI, SVBI, dan SUVBI dalam rangka
          menarik aliran masuk portofolio asing dan pendalaman pasar uang.
          Koordinasi erat Bank Indonesia dengan Pemerintah, perbankan, dan dunia
          usaha terus diperkuat untuk mendukung implementasi instrumen penempatan
          valas Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) sejalan dengan
          PP Nomor 36 Tahun 2023.




Bab III - Tinjauan Makro Ekonomi                                                               5
Page 51
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Agung Menjangan Mas Tbk


3.1.3.3   Suku Bunga

          Suku bunga pasar uang (IndONIA) bergerak dalam kisaran BI-Rate sebesar
          5,81% pada 16 Januari 2024. Suku bunga SRBI tercatat menarik pada level
          6,68%, 6,78% dan 6,87% masing-masing untuk tenor 6, 9, dan 12 bulan
          pada 15 Januari 2024 sehingga mendukung efektivitas SRBI sebagai
          instrumen moneter yang pro-market. Sementara itu, suku bunga perbankan
          tetap rendah dipengaruhi oleh likuiditas perbankan yang memadai serta
          kebijakan transparansi SBDK yang meningkatkan efisiensi suku bunga
          perbankan. Dengan kaitan ini, suku bunga deposito 1 bulan dan suku bunga
          kredit pada Desember 2023 tercatat rendah masing-masing sebesar 4,69%
          dan 9,25%. Imbal hasil SBN tenor 2 dan 10 tahun menurun seiring dengan
          ketidakpastian yang mereda.

          Pertumbuhan kredit pada 2023 mencapai 10,38% (yoy), berada dalam
          kisaran atas prakiraan Bank Indonesia 9-11%. Dari sisi permintaan,
          peningkatan kredit tersebut sejalan dengan kinerja positif korporasi dan
          rumah tangga. Dari sisi penawaran, peningkatan kredit didorong oleh risk
          appetite perbankan dan kapasitas likuiditas perbankan yang terjaga baik,
          termasuk dampak positif dari kebijakan likuiditas Bank Indonesia seperti KLM
          dan Penyangga Likuiditas Makroprudensial (PLM). Berdasarkan kelompok
          penggunaan, pertumbuhan kredit terutama ditopang oleh kredit investasi dan
          kredit modal kerja, masing-masing sebesar 12,26% dan 10,05%. Sementara
          secara sektoral, pertumbuhan kredit terutama ditopang oleh kinerja sektor
          Pengangkutan, Jasa Sosial, Perdagangan, dan Listrik, Gas, Air. Pembiayaan
          syariah pada Desember 2023 juga tumbuh sebesar 15,80% (yoy), sementara
          pertumbuhan kredit UMKM mencapai 8,03% (yoy). Ke depan, pertumbuhan
          kredit diprakirakan meningkat dalam kisaran 10-12% pada 2024, sejalan
          dengan tetap kuatnya pertumbuhan ekonomi domestik.

          Rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) tercatat pada level
          yang tinggi sebesar 27,86% pada November 2023. Likuiditas perbankan
          tetap memadai, tercermin dari rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga
          (AL/DPK) pada Desember 2023 yang terjaga tinggi pada 28,73%.
          Terjaganya likuiditas perbankan sejalan dengan masih tingginya
          penempatan perbankan pada surat berharga yang tergolong likuid dan
          implementasi KLM. Kapasitas likuiditas perbankan (lending capacity) juga
          didukung oleh penguatan strategi operasi moneter yang pro-market melalui
          antara lain perdagangan SRBI di pasar sekunder, yang memberikan
          fleksibilitas bank dalam mengelola likuiditas. Sementara itu, rasio kredit
          bermasalah perbankan (Non-Performing Loan/NPL) tercatat rendah, sebesar
          2,19% (bruto) dan 0,75% (neto).

          Pada tahun 2023, nilai transaksi digital banking tercatat Rp58.478,24 triliun
          atau tumbuh sebesar 13,48% (yoy) dan diproyeksikan meningkat 9,11%
          (yoy) hingga mencapai Rp63.803,77 triliun pada tahun 2024. Sementara
          nilai transaksi Uang Elektronik (UE) meningkat 43,45% (yoy) sehingga

Bab III - Tinjauan Makro Ekonomi                                                     6
Page 52
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Agung Menjangan Mas Tbk


          mencapai Rp835,84 triliun dan diproyeksikan meningkat 25,77% (yoy)
          hingga mencapai Rp1.051,24 triliun pada tahun 2024. Nominal transaksi
          QRIS tercatat tumbuh 130,01% (yoy) dan mencapai Rp229,96 triliun, dengan
          jumlah pengguna 45,78 juta dan jumlah merchant 30,41 juta yang sebagian
          besar merupakan UMKM. Sementara itu, nilai transaksi pembayaran
          menggunakan kartu ATM, kartu debit, dan kartu kredit mencapai Rp8.178,69
          triliun atau turun sebesar 0,81% (yoy). Dari sisi pengelolaan uang Rupiah,
          jumlah Uang Kartal Yang Diedarkan (UYD) pada Desember 2023 meningkat
          7,33% (yoy) sehingga menjadi Rp1.101,75 triliun.

          Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 16-17 Januari 2024
          memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate sebesar 6,00%, suku bunga
          Deposit Facility sebesar 5,25%, dan suku bunga Lending Facility sebesar
          6,75%. Keputusan mempertahankan BI-Rate pada level 6,00% tetap
          konsisten dengan fokus kebijakan moneter yang pro-stability, yaitu untuk
          penguatan stabilisasi nilai tukar Rupiah serta langkah pre-emptive dan
          forward looking untuk memastikan inflasi tetap terkendali dalam sasaran
          2,5±1% pada 2024. Sementara itu, kebijakan makroprudensial dan sistem
          pembayaran tetap pro-growth untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang
          berkelanjutan. Kebijakan makroprudensial longgar terus ditempuh untuk
          mendorong kredit/pembiayaan perbankan kepada dunia usaha dan rumah
          tangga. Akselerasi digitalisasi sistem pembayaran, termasuk digitalisasi
          transaksi keuangan Pemerintah Pusat dan Daerah juga terus didorong untuk
          meningkatkan volume transaksi dan memperluas inklusi ekonomi-keuangan
          digital.


3.1.4     Prospek Perekonomian Indonesia 2024

          Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada 2024 diperkirakan
          tetap stabil didukung oleh potensi meningkatnya belanja kampanye
          menjelang pemilihan umum presiden dan wakil presiden (pilpres) di Februari
          dan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak November. Pesta demokrasi
          diharapkan dapat membantu memulihkan daya beli masyarakat, khususnya
          masyarakat bawah, melalui pencairan subsidi sosial yang lebih masif.

          Dari sisi inflasi, berlalunya dampak kenaikan harga bahan bakar minyak
          (BBM) bersubsidi dan sinergi pengendalian inflasi yang baik antara Bank
          Indonesia dan pemerintah baik pusat maupun daerah akan membuat inflasi
          tetap terkendali dan rendah. Di sisi lain, ia menuturkan beberapa faktor risiko
          yang perlu dicermati bagi perekonomian yakni arah kebijakan suku bunga
          acuan global, meningkatnya tensi risiko geopolitik, serta daya beli
          masyarakat segmen bawah dan menengah ke bawah.

          Prediksi tersebut lebih rendah dibandingkan prognosa pertumbuhan ekonomi
          2023 sebesar 5,01 persen. Pada 2024, pertumbuhan ekonomi diperkirakan
          akan dipengaruhi oleh permintaan domestik, terutama kenaikan gaji aparatur

Bab III - Tinjauan Makro Ekonomi                                                       7
Page 53
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Agung Menjangan Mas Tbk


          sipil negara (ASN), penyelenggaraan pemilu, dan pembangunan Ibu Kota
          Nusantara (IKN).

          Sementara itu, inflasi diperkirakan sebesar 3,2 persen pada tahun depan,
          lebih tinggi dari prognosa 2023 yang sebesar 2,84 persen. Peningkatan
          pada proyeksi tersebut mempertimbangkan permintaan yang masih baik dan
          dampak dari nilai tukar rupiah yang lebih lemah.


3.2       Produk Domestik Bruto Perikanan Indonesia

          Capaian PDB Perikanan triwulan IV-2022 atas harga konstan (ADHK) adalah
          sebesar Rp. 72,9 triliun dan atas harga berlaku (ADHB) adalah sebesar 135,8
          triliun seperti terdapat dalam Gambar 1 dan Gambar 2. Secara kumulatif
          (c-to-c) hingga triwulan keempat ini, PDB Perikanan atas dasar harga konstan
          telah mencapai nilai sebesar Rp. 275,5 trilliun. Dengan demikian secara
          kumulatif pertumbuhan ekonomi Indonesia Triwulan I hingga triwulan IV-2022
          mengalami pertumbuhan sebesar 2,79 persen dibandingkan capaian
          Triwulan I hingga triwulan IV-2021 (Rp. 267,9 trilliun). Pada triwulan IV-2022
          PDB Indonesia atas harga berlaku adalah sebesar 135,8 triliun, sehingga
          sektor perikanan dengan PDB atas harga berlaku secara kumulatif pada
          triwulan I hingga triwulan IV-2022 505,06 triliun dan berkontribusi (share)
          pada ekonomi Indonesia sebesar 2,58 persen.

          Gambar 3.1 Pertumbuhan PDRB Perikanan Tahun 2022




          Sumber : KKP 2022

          Jika dibandingkan dengan capaian PDB Perikanan pada triwulan III-2022,
          maka capaian triwulan IV-2022 ini bernilai 4,61 persen (q-to-q).
          Pertumbuhan ekonomi secara q-to-q yang tumbuh menunjukkan pola musiman.
          Secara y-on-y capaian PDB Perikanan triwulan IV-2022 mengalami
          peningkatan sebesar 2,62 persen lebih tinggi dibandingkan PDB Perikanan


Bab III - Tinjauan Makro Ekonomi                                                      8
Page 54
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Agung Menjangan Mas Tbk


          triwulan IV-2022. Hal Ini menunjukkan pertumbuhan ekonomi perikanan
          secara y-on-y pada triwulan IV-2022 semakin kuat dan menuju ke arah
          pemulihan. Pertumbuhan sektor perikanan 2,62 persen salah satunya
          didorong oleh peningkatan produksi perikanan tangkap dan budidaya pada
          triwulan IV-2022.

          Gambar 3.2 Pertumbuhan Ekonomi Perikanan Triwulan IV 2022




          Sumber : KKP 2022

          Arah pergerakan perekonomian sektor perikanan sepanjang 2022 ini
          menunjukkan kenaikan. Capaian PDB Perikanan pada triwulan keempat
          mengalami pertumbuhan y-on-y yang positif. Pergerakan perekonomian
          sektor perikanan yang optimistis tersebut dicapai karena KKP dapat
          memastikan tidak terjadi gangguan terhadap ketersediaan Ikan di Pasar
          dengan cara menjaga lancarnya aliran pasokan dari Nelayan dan
          Pembudidaya ke Pasar eceran, serta terjadi peningkatan ekspor perikanan.




Bab III - Tinjauan Makro Ekonomi                                                9
Page 55
   BAB IV
ASPEK PASAR
Page 56
Studi Kelayakan Pernambahan Kegiatan Usaha – PT Agung Menjangan Mas Tbk


                                     BAB IV
                                  ASPEK PASAR

4.1   Perkembangan Industri Perikanan di Indonesia
       Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia memiliki laut yang
       luasnya sekitar 5,8 juta km² dan menurut World Resources Institute tahun 1998
       memilki garis pantai sepanjang 91.181 km yang di dalamnya terkandung
       sumber daya perikanan dan kelautan yang mempunyai potensi besar untuk
       dijadikan tumpuan pembangunan ekonomi berbasis sumber daya alam.
       Sedangkan pada kenyataannya saat ini Indonesia masih belum mengoptimalkan
       pemanfaatan dan pengelolaan sumber daya alamnya.

       Berdasarkan laporan FAO Year Book 2009, saat ini Indonesia telah menjadi
       negara produsen perikanan dunia, di samping China, Peru, USA dan beberapa
       negara kelautan lainnya. Produksi perikanan tangkap Indonesia berada pada
       peringkat ke-3 dunia, dengan tingkat produksi perikanan tangkap mengalami
       kenaikan rata-rata produksi sebesar 1,54%. Secara umum, tren perikanan
       tangkap dunia mulai menurun seiring dengan peningkatan kegiatan perikanan
       tangkap dan terbatasnya daya dukung sumber daya perikanan dunia.
       Disamping itu, Indonesia juga merupakan produsen perikanan budidaya dunia.
       Posisi produksi perikanan budidaya Indonesia di dunia berada pada urutan ke-
       4 dengan kenaikan rata-rata produksi pertahun mencapai 8,79%. Secara
       umum, tren perikanan budidaya dunia terus mengalami kenaikan, sehingga
       masa depan perikanan dunia akan terfokus pada pengembangan budidaya
       perikanan.

       Potensi lestari sumberdaya ikan laut Indonesia diperkirakan sebesar 6,4 juta ton
       per tahun yang tersebar di perairan wilayah Indonesia dan perairan ZEEI (Zona
       Ekonomi Eksklusif Indonesia), yang terbagi dalam sembilan wilayah perairan
       utama Indonesia. Dari seluruh potensi sumberdaya ikan tersebut, jumlah
       tangkapan yang diperbolehkan (JTB) sebesar 5,12 juta ton per tahun atau
       sekitar 80 persen dari potensi lestari, dan sudah dimanfaatkan sebesar 4,7 juta
       ton atau 91.8% dari JTB. Sedangkan dari sisi diversivitas, dari sekitar 28.400
       jenis ikan yang ada di dunia, yang ditemukan di perairan Indonesia lebih dari
       25.000 jenis.

       Di samping itu terdapat potensi pengembangan untuk perikanan tangkap di
       perairan umum seluas 54 juta ha dengan potensi produksi 0,9 juta ton/tahun,
       budidaya laut terdiri dari budidaya ikan (antara lain kakap, kerapu, dan
       gobia), budidaya moluska (kerang‐kerangan, mutiara, dan teripang), dan
       budidaya rumput laut,budidaya air payau (tambak) yang potensi lahan
       pengembangannya mencapai sekitar 913.000 Ha, budidaya air tawar terdiri
       dari perairan umum (danau, waduk, sungai, dan rawa), kolam air tawar, dan
       mina padi di sawah, serta bioteknologi kelautan untuk pengembangan industri


Bab IV – Aspek Pasar                                                                 1
Page 57
Studi Kelayakan Pernambahan Kegiatan Usaha – PT Agung Menjangan Mas Tbk


       bioteknologi kelautan seperti industri bahan baku untuk makanan, industri bahan
       pakan alami, benih ikan dan udang, industri bahan pangan.

       Peluang pengembangan usaha kelautan dan perikanan Indonesia masih memiliki
       prospek yang baik. Potensi ekonomi sumber daya kelautan dan perikanan yang
       berada di bawah lingkup tugas KKP dan dapat dimanfaatkan untuk mendorong
       pemulihan ekonomi diperkirakan sebesar US$ 82 miliar per tahun. Potensi
       tersebut meliputi Potensi Perikanan tangkap sebesar US$ 15,1 miliar per tahun,
       potensi budidaya laut sebesar US$ 46,7 miliar per tahun, potensi perairan umum
       sebesar US$ 1,1 miliar per tahun, potensi budidaya tambak sebesar US$ 10
       miliar per tahun, potensi budidaya air tawar sebesar US$ 5,2 miliar per tahun,
       dan potensi bioteknologi kelautan sebesar US$ 4 miliar per tahun. Pemerintah
       Indonesia sendiri menargetkan sektor perikanan melalui Renstra (Rencana
       Strategis) Pembangunan Kelautan dan Perikanan. Kontribusi sektor perikanan
       terhadap produk domestik bruto (PDB) pada diharapkan mencapai 3,0%.
       Sasaran lain yang ingin dicapai adalah total produksi perikanan sebanyak
       10,76 juta ton, nilai ekspor perikanan US$5 miliar, konsumsi ikan penduduk
       30,47 kg/kapita/tahun, dan penyediaan kesempatan kerja kumulatif sebanyak
       10,24 juta orang.

       Produksi perikanan yang berasal dari kegiatan penangkapan dan budidaya
       mencapai 9,05 juta ton. Dari total produksi tersebut perikanan budidaya
       menyumbang 47,49%. Laju pertumbuhan produksi perikanan nasional mencapai
       10,02% per tahun, dimana pertumbuhan budidaya sebesar 21,93%, lebih
       tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan perikanan tangkap yang hanya
       sebesar 2,95%. Sedangkan nilai produksi perikanan meningkat 15,61% dari
       Rp57,62 triliun menjadi Rp102,78 triliun. Jika dibandingkan pertumbuhan
       volume produksi terhadap nilai, maka pertumbuhan nilai lebih tinggi dari pada
       pertumbuhan volume. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa secara umum
       komoditas perikanan mengalami peningkatan kualitas dan kenaikan harga.

       Total volume produksi perikanan triwulan IV-2022 adalah sebesar 6,41 juta ton,
       yang terdiri dari produksi perikanan tangkap sebesar 2,02 juta ton dan
       perikanan budidaya sebesar 4,39 juta ton. Produksi perikanan triwulan IV-2022
       mengalami peningkatan sebesar 15,52 persen dibandingkan dengan angka
       tetap produksi perikanan triwulan IV-2021 (y-on-y). Produksi perikanan
       tangkap mengalami peningkatan sebesar 7,14 persen dibandingkan dengan
       angka tetap triwulan IV-2021 (y-on-y). Produksi perikanan budidaya untuk
       komoditas ikan mengalami peningkatan sebesar 39,64 persen dibandingkan
       dengan angka tetap triwulan IV-2021 (y-on-y). Produksi perikanan budidaya
       untuk komoditas rumput laut mengalami peningkatan sebesar 7,14 persen
       dibandingkan dengan angka tetap triwulan IV-2021 (y-on-y). Perikanan
       tangkap berkontribusi terhadap pertumbuhan capaian produksi sebesar 7,14
       persen, sedangkan perikanan budidaya memberikan kontribusi pertumbuhan
       sebesar 19,82 persen. Total nilai produksi perikanan pada triwulan IV-2022
       mencapai Rp 133,16 trilyun meningkat 29,89 persen dibandingkan triwulan
       yang sama tahun 2021 yaitu sebesar Rp 102,52 trilyun. Total nilai produksi

Bab IV – Aspek Pasar                                                                2
Page 58
Studi Kelayakan Pernambahan Kegiatan Usaha – PT Agung Menjangan Mas Tbk


       tersebut disumbangkan dari perikanan tangkap senilai Rp 66,21 trilyun dan
       perikanan budidaya Rp 66,96 trilyun.

       Berdasarkan komposisi produksi triwulan IV-2022, komoditas ikan dengan
       produksi tertinggi pada perikanan budidaya adalah nila sebesar 482,25 ribu
       ton yang mengalami peningkatan pertumbuhan sebesar 43,71 persen (y-on-y),
       disusul dengan lele sebesar 359 ribu ton yang mengalami peningkatan
       pertumbuhan sebesar 32,39 persen. Pada perikanan tangkap, komoditas
       dengan produksi tertinggi pada triwulan IV-2022 adalah komoditas tongkol
       pada perairan laut sebesar 159,31 ribu ton yang mengalami peningkatan
       pertumbuhan sebesar 1,36 persen dan disusul komoditas ikan sebesar 106,19
       ribu ton pada perairan darat yang mengalami peningkatan pertumbuhan 21,43
       persen.

       Produksi perikanan tangkap triwulan IV-2022 dipengaruhi oleh cuaca dan
       gelombang tinggi di beberapa daerah di Indonesia pada bulan Desember
       tahun 2022 seperti di PP. Belawan, PP. Karangantu, PP. Palabuhanratu, PP. Prigi,
       PP. Ternate, dan PP. Sungailiat. Laporan produksi yang didaratkan di pelabuhan
       perikanan menunjukkan ada peningkatan produksi di beberapa pelabuhan
       perikanan UPT pusat dan beberapa UPT daerah tercatat meningkat 85 persen
       (q-toq), UPT pusat mengalami peningkatan sebesar 60 persen (y-on-y) serta
       peningkatan sebesar 67 persen (q-to-q). Peningkatan produksi yang signifikan
       di Pelabuhan Perikanan UPT Pusat antara lain PP. Kendari, PP. Kwandang, PP.
       Bungus, PP. Bitung, dan PP. PP. Bitung, PP. Pekalongan, dan PP. Pemangkat.
       Komoditas yang mengalami peningkatan pada triwulan IV tahun 2022 (y-on-y)
       adalah Cumi-cumi meningkat 3,88 persen dan Cakalang meningkat 11,33
       persen. Komoditas yang mengalami peningkatan pada triwulan IV tahun 2022
       (q to q) adalah cumi-cumi meningkat 53,03 persen, udang meningkat 44,99
       persen dan Cakalang meningkat 6,21 persen.

       Berdasarkan hasil estimasi data produksi perikanan pada setiap triwulan di
       tahun 2022 didapatkan estimasi volume produksi perikanan tahun 2022 sebesar
       24,85 juta ton yang terdiri dari produksi perikanan tangkap sebesar 7,99 juta
       ton dan perikanan budidaya sebesar 16,87 juta ton. Capaian volume produksi
       perikanan 2022 mengalami peningkatan sebesar 13,63 persen jika
       dibandingkan dengan volume produksi perikanan 2021. Peningkatan volume
       produksi ini berasal dari peningkatan volume produksi perikanan tangkap
       sebesar 10,56 persen dan peningkatan volume produksi perikanan budidaya
       sebesar 15,14 persen.

       Volume ekspor produk perikanan Indonesia sampai dengan triwulan IV2022
       mengalami peningkatan dibandingkan dengan triwulan sebelumnya. Volume
       ekspor produk perikanan pada triwulan IV-2022 mencapai 349,51 ribu ton,
       tumbuh sebesar 14,81 persen dibandingkan triwulan III-2022 (q to q) dan
       tumbuh sebesar 1,34 persen dibandingkan triwulan IV-2021 (y on y). Nilai
       ekspor produk perikanan Indonesia juga mengalami peningkatan. Nilai ekspor
       pada triwulan IV-2022 mencapai USD 1,63 Milliar, tumbuh sebesar 5,24 persen

Bab IV – Aspek Pasar                                                                 3
Page 59
Studi Kelayakan Pernambahan Kegiatan Usaha – PT Agung Menjangan Mas Tbk


       dibandingkan triwulan III-2022 (q to q) dan tumbuh melambat sebesar -2,19
       persen dibandingkan triwulan IV-2021 (y on y).

        Tabel 4.1   Perkembangan Ekspor Hasil Perikanan Indonesia Triwulan IV 2022




       Sumber : Hasil Pengolahan DJPSDKP 2022



4.2   Prospek Usaha Industri Perikanan Budidaya
       Peningkatan produksi perikanan budidaya pada triwulan IV-2022
       dibandingkan dengan angka tetap triwulan IV-2021 maupun triwulan III-2022
       dikarenakan meningkatnya produksi rumput laut di beberapa Provinsi sentra
       rumput laut yaitu Provinsi Sulawesi Selatan, Maluku dan Jawa Timur dan selain
       provinsi sentra seperti di Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan
       Timur yang sudah mulai menggiatkan budidaya rumput laut. Peningkatan
       tersebut karena kondisi iklim yang cukup baik dan perbaruan bibit rumput laut
       hasil kultur jaringan yang sudah mulai menyebar luas. Selain itu juga dampak
       peningkatan harga rumput laut pada akhir semester II2022 menyebabkan
       animo pembudidaya untuk membudidayakan rumput laut juga semakin
       meningkat. Sedangkan peningkatan produksi ikan air tawar, seiiring dengan
       telah berproduksinya bantuan sarana dan prasarana untuk budidaya ikan
       antara lain pabrik pakan ikan dan kolam bioflok serta bantuan benih ikan
       tawar. Serta peningkatan sentra produksi perikanan budidaya seperti ikan lele
       dan nila terutama di Provinsi Jawa Barat, DIY, Jawa Tengah dan Sumatera
       Selatan. Saat ini berkembang juga produksi ikan-ikan endemik lokal seperti
       gabus, papuyu, toman di wilayah Kalimantan dan sidat yang banyak
       dibudidayakan di Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Cilacap.

       Indonesia masih terus bekerja keras untuk menyamakan diri dengan negara maju
       yang sukses mengembangkan perikanan budi daya dengan modern, mandiri,
       dan berkelanjutan. Saat ini, berbagai upaya terus dilakukan untuk bisa
       mewujudkan target tersebut. Demi mengejar kesetaraan dengan negara maju,
       Pemerintah Indonesia fokus untuk meningkatkan hasil produksi komoditas
       unggulan ekspor subsektor perikanan budi daya. Termasuk, dengan menjamin
       ketersediaan pakan ikan untuk kebutuhan kegiatan budi daya perikanan.
       Menteri Kelautan dan Perikanan tidak mengelak jika Indonesia saat ini masih
       belum bisa menyamai kemampuan negara maju dalam mengembangkan
       perikanan budi daya. Sebabnya, karena Indonesia belum bisa menerapkan
       standar produksi sebaik seperti di sana. Hal lain yang belum bisa dicapai oleh
       Indonesia, adalah karena negara-negara maju sudah menerapkan standar
       kegiatan budi daya perikanan dengan sangat ketat. Kemudian, mereka juga


Bab IV – Aspek Pasar                                                                 4
Page 60
Studi Kelayakan Pernambahan Kegiatan Usaha – PT Agung Menjangan Mas Tbk


       sudah sanggup memetakan komoditas perikanan apa yang bisa diproduksi
       melalui budi daya.


4.3   Kondisi Pasar Budidaya Ikan Kerapu
4.3.1 Pangsa Pasar

       Pasar ekspor kerapu dunia pada umumnya adalah negara China, Hongkong,
       Taiwan, Singapura, dan Jepang. Pasar terbesar ikan kerapu adalah Hongkong.
       Setiap tahunnya, Hongkong mengimpor ikan kerapu hidup dalam jumlah yang
       besar dari mancanegara, seperti Australia, Malaysia, Filipina dan Indonesia
       sebesar 30.000 ton. (DKP, 2005). Ukuran kerapu yang paling banyak diminati
       di pasar Hongkong adalah ukuran 500- 1.000 gram per ekor (Dish size). Ke
       depan marikultur yang merupakan bagian dari perikanan budidaya akan
       menjadi produsen utama perikanan yang memberi makan milyaran penduduk
       dunia, dan menyediakan ratusan juta lapangan pekerjaan. Perikanan budidaya
       terus bertumbuh secara eksponesial sejak 1980-an, sehingga pada 2020
       produksinya sudah melampaui perikanan tangkap yang mengalami stagnasi
       (level off) (FAO 2020, OECD/FAO 2021). Oleh karena itu perikanan budidaya
       paling diharapkan memenuhi kebutuhan protein ikani penduduk dunia yang
       pada 2050 dan 2100 diperkirakan akan mencapai masing-masing 9,74 dan
       10,68 milyar jiwa (UN 2019). Selain karena pertambahan populasi dunia,
       permintaan produk marikultur atau seafood diperkirakan akan terus meningkat
       sejalan dengan peningkatan tingkat konsumsi ikan akibat pertumbuhan
       perekonomian dan pendapatan masyarakat.




4.3.2 Pesaing Usaha

      Berdasarkan pada data peluang ekspor kerapu dunia, produksi akan ikan
      kerapu di Indonesia masih kurang, ada beberapa wilayah yang dikenal sebagai
      sentra produksi ikan kerapu seperti Belitung, Kepulauan Riau dan Bali. Ketiga
      daerah ini menyalurkan produksinya untuk ekspor ke Hongkong, RRT (Republik
      Rakyat Tiongkok). Hal ini dikarenakan permintaan yang besar sedangkan jumlah
      produk yang kurang sehingga setiap pembudidaya yang membudidayakan
      ikan kerapu diambil sesuai dengan kualitas yang dihasilkan, semakin baik
      hasilnya (kualitas daging) semakin tinggi pula harga yang diberikan.




Bab IV – Aspek Pasar                                                             5
Page 61
Studi Kelayakan Pernambahan Kegiatan Usaha – PT Agung Menjangan Mas Tbk


      Sebagai perusahaan yang rencananya akan menjalankan kegiatan usaha di
      bidang budidaya ikan kerapu, pembenihan ikan dan perdagangan hasil
      perikanan, Perseroan akan menghadapi persaingan usaha yang ketat dengan
      pesaing-pesaing yang memiliki pengalaman di bidang perikanan. Dalam hal ini
      Perseroan tidak dapat mempertahankan keunggulan kompetitifnya dibanding
      pesaing-pesaing, pangsa pasar yang diperoleh Perseroan akan berkurang
      karena pelanggan-pelanggan akan menggunakan produk dari pesaing-
      pesaingnya, sehingga pada akhirnya pendapatan dan kinerja operasional serta
      kinerja keuangan Perseroan menjadi menurun. Sebaliknya apabila Perseroan
      dapat mempertahankan daya saingnya maka Perseroan akan memperoleh
      peningkatan pangsa pasar sehingga pendapatan dan kinerja operasional serta
      kinerja keuangan akan meningkat.

      Berikut profil kompetitor Perseroan yang tumbuh dan berkembang di Indonesia
      baik swasta maupun pemerintah yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia:

         PT Central Proteina Prima Tbk (CPRO)
         PT Panca Mitra Multiperdana Tbk (PMMP)
         PT Era Mandiri Cemerlang Tbk (IKAN)
         PT Prima Cakrawala Abadi Tbk (PCAR)
         PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk (DSFI)
         PT Cilacap Samudera Fishing Industries Tbk (CSFI)
         PT Toba Surimi Industries Tbk (CRAB)
         PT Agro Bahari Nusantara Tbk (UDNG)

       Pesaing usaha Perseroan yang terdaftar di Bursa efek indonesia secara garis
       besar didominasi oleh perusahaan swasta dimana lini usahanya termasuk
       berusaha dalam pertambakan, dalam hal ini Perseroan tidak secara langsung
       berhadapan dengan perusahaan yang dimaksud tapi lebih kepada mengisi
       pasar dimana komoditi yang dihasilkan oleh Perseroan masih cukup besar
       peluangnya di pasar yang ada.

      Perseroan akan bersaing cukup ketat dalam meraih peluang bisnis pemasaran
      ikan kerapu, namun Perseroan mempunyai keunggulan berupa hasil budidaya
      ikan kerapu yang kualitasnya lebih baik dari kompetitor sejenis yang produknya
      sama dengan Perseroan. Hal ini dikarenakan oleh letak lokasi budidaya ikan
      kerapu Perseroan yang berada disekitar perairan terumbu karang yang sehat,
      karakteristik laut dalam, dekat dengan Taman Nasional Bali Barat (TNBB) yang
      dikenal dengan keindahan dan keberagaman Biodiversitas biota laut yang
      sehat. Letak kegiatan budidaya Perseroan dikelilingi oleh penyedia penunjang
      budidaya ikan kerapu (benih ikan, pakan ikan, serta sarana penunjang lainnya).
      Perseroan juga menggandeng pakar perikanan budidaya ikan kerapu dari
      Institut ternama dibidangnya (FPIK IPB, Undiksa Bali, Masyarakat Akuakultur
      Indonesia (MAI))




Bab IV – Aspek Pasar                                                              6
Page 62
Studi Kelayakan Pernambahan Kegiatan Usaha – PT Agung Menjangan Mas Tbk


4.3.3 Strategi Pemasaran

      Hasil panen ikan kerapu yang dibudidayakan di KJA Teluk Penerusan, Buleleng
      Bali sebagian besar dijual untuk pasar luar negeri. Pasar luar negeri terbesar
      hasil produksi kerapu Indonesia adalah negara di kawasan asia timur terutama
      Hongkong dan Republik Rakyat Tiongkok (RRT). Selain pasar luar negeri,
      pemasaran juga dilakukan ke pasar lokal dengan tujuan wilayah Bali Selatan
      dan juga ke pedagang lokal (Pengepul).




      Berdasarkan rantai pemasaran serta potensi permintaan dan penawaran, maka
      usaha budidaya kerapu di Teluk Penerusan, Ds Pejarakan, Kec Gerokgak, Kab
      Buleleng, Bali memiliki peluang serta potensi untuk pengembangan. Selain itu,
      penetapan peraturan mengenai transhipment ikan hidup ke luar negeri sesuai
      dengan MenKP No. 32/Permen-KP/2016 dapat dilihat pada link berikut ini
      mengenai peraturan tersebut (https://peraturan.bpk.go.id/Details/158563/
      permen-kkp-no-32permen-kp2016-tahun-2016), hanya di 4 (empat) pelabuhan
      di Indonesia dan salah satunya ada di Kecamatan Gerokgak Kabupaten
      Buleleng Provinsi Bali (sesuai dengan lokasi kegiatan budidaya Perseroan)
      sehingga semakin membuka peluang bagi Perseroan menggarap pasar luar
      negeri. Peraturan tersebut menguntungkan pelaku usaha budidaya di Gerokgak
      (Perseroan) karena sistem pembelian langsung ke lokasi tidak beresiko pada
      kematian ikan, menjaga kualitas ikan hidup dan memangkas biaya pemasaran
      serta pengiriman. Selain pasar luar negeri, peluang besar juga berasal dari
      pasar lokal mengingat lokasi budidaya berada di Bali yang merupakan tujuan
      wisata populer baik dari domestik maupun mancanegara.

       1. Prospek Pasar Luar Negeri
          Prospek permintaan ikan kerapu untuk tujuan ekspor cukup menjanjikan,
          sehubungan dengan peningkatan jumlah penduduk semakin membaiknya
          perekonomian di negara-negara tujuan ekspor seperti Hongkong, Taiwan,
          jepang, Singapura, China, Amerika dan Australia. Hong Kong merupakan
          negara tujuan utama ekspor kerapu hidup di dunia, termasuk kerapu hidup
          dari Indonesia. Data BPS (2018) menunjukan bahwa negara tujuan ekspor
          utama kerapu hidup Indonesia tahun 2017 adalah Hongkong, dimana
          sharenya mencapai 96,94 % untuk volume dan 97,37% untuk nilai ekspor.
          Estimasi kebutuhan ikan kerapu dalam dalam negara Hongkong sekitar 50%
          dari total perkiraan pasar ikan laut hidup sebesar 11.000 ton, sekitar 5.000
          ton per tahun dibagi antara budidaya domestik, tangkapan domestik dan
          impor, dan bernilai sekitar US$ 50 juta harga grosir.

Bab IV – Aspek Pasar                                                                7
Page 63
Studi Kelayakan Pernambahan Kegiatan Usaha – PT Agung Menjangan Mas Tbk


       2. Pemasaran Lokal/Dalam Negeri
          Meskipun usaha budidaya ikan kerapu dengan KJA ini orientasin
          pemasarannya adalah tujuan pasar luar negeri, namun sebagian dari hasil
          produksi dipasarkan juga untuk konsumsi dalam negeri, dengan
          pertimbangan untuk memenuhi peningkatan kebutuhan gizi masyarakat, juga
          untuk melayani permintaan dari hotel, restoran, dan kafe (horeka), yang
          pada umumnya mencantumkan menu sea food dimana ikan kerapu menjadi
          salah satu menu favorit yang ada di daerah Bali.

      Dalam upaya mencapai visi serta mengembangkan bidang usaha sejalan
      dengan peraturan yang berlaku di bidang usahanya, saat ini, Perseroan
      menjalankan strategi usaha sebagai berikut :

       1) Peningkatan Efisiensi
          Perseroan akan melakukan efisiensi dalam penyediaan jasanya dengan
          melakukan penambahan mesin-mesin baru yang akan meningkatkan kinerja
          dan juga efesiensi dari Perseroan. Dengan dilakukannya hal ini, Perseroan
          akan mengurangi biaya-biaya yang terjadi atas penyediaan jasa tersebut.

       2) Meningkatkan Nilai Kompetitif
          Perseroan Perseroan akan terus mempertahankan dan mengembangkan
          kinerja Perseroan baik dari sisi operasional maupun keuangan berdasarkan
          standar mutu yang telah ditentukan. Selain itu, Perseroan juga akan terus
          menjalin relasi yang baik dengan pelanggan dan masyarakat sekitar. Hal
          ini dilakukan Perseroan agar nama baik dan mutu layanan Perseroan
          meningkat sehingga meningkatkan nilai kompetitif Perseroan kedepannya.

       3) Menyediakan jasa yang dapat memenuhi kebutuhan pelanggan secara
          menyeluruh.
          Perkembangan bisnis perikanan membuat kebutuhan pelanggan meningkat
          dan memunculkan kebutuhan baru pada industri perikanan. Kebutuhan baru
          ini dapat menjadi peluang untuk Perseroan dalam memberikan layanan
          terbaik Perseroan dalam menyediakan jasa seperti jasa penunjang
          budidaya perikanan, kegiatan budidaya perikanan, pengelolaan dan
          pemasaran hasil budidaya perikanan. Perseroan berkomitmen untuk terus
          melengkapi lini bisnis Perseroan dibidang perikanan untuk dapat
          menyediakan layanan dan jasa secara menyeluruh.

       4) Pelebaran jangkauan pasar dan perluasan usaha
          Perseroan senantiasa mencari informasi terkini guna untuk menjangkau dan
          memperluas potensi pasar perikanan dalam memberikan jasa dan
          mendapatkan pendapatan dalam rangka mengembangkan usahanya.
          Perseroan juga aktif mengikuti pertemuan ataupun diskusi di asosiasi,
          perkumpulan, kelompok pelaku kegiatan budidaya perikanan untuk selalu
          memperkenalkan Perseroan dengan tujuan mendapatkan klien baru.




Bab IV – Aspek Pasar                                                             8
Page 64
Studi Kelayakan Pernambahan Kegiatan Usaha – PT Agung Menjangan Mas Tbk


       5) Penguatan kelembagaan dan kerjasama
          Penguatan kelembagaan dan kerjasama bertujuan untuk meningkatkan
          akses terhadap sumber daya, meningkatkan kapasitas, dan memperluas
          jangkauan pasar kami. Perseroan bekerjasama dengan lembaga
          pemerintah (Balai Besar Perikanan Gondol), organisasi non-pemerintah
          (Kelompok nelayan dan pembudidaya), Lembaga pendidikan (IPB
          University), dan pelaku industri perikanan lainnya, perseroan memperkuat
          infrastruktur kelembagaan untuk mendukung pertumbuhan yang
          berkelanjutan.


4.3.4 Kesinambungan, Sasaran dan Potensi Nilai Pasar

      Kawasan pantai utara Pulau Bali, dikenal sebagai salah satu sentra budidaya
      laut terbesar di Indonesia. Salah satu sentra pengembangan budidaya laut
      terletak di Kabupaten Buleleng Provinsi Bali, tepatnya berada di wilayah
      Kecamatan Gerokgak. Komoditas utama yang dikembangkan dikawasan
      tersebut adalah ikan kerapu. Pada tahun 2016, data dari DKP Buleleng (2017)
      menyatakan kisaran nilai produksi budidaya kerapu di Kecamatan Gerokgak
      adalah 190,5 ton untuk benih kerapu dan 47 ton untuk kerapu pembesaran. Luas
      lahan di Kabupaten Buleleng yang potensial untuk pengembangan budidaya
      laut diperkirakan mencapai 1.050 ha dengan luasan yang telah dimanfaatkan
      sekitar 151,15 ha atau 14,39 % dari total potensi yang ada (Nashuka et al.
      2019). Perikanan budidaya terus bertumbuh secara eksponesial sejak 1980-an,
      sehingga pada 2020 produksinya sudah melampaui perikanan tangkap yang
      mengalami stagnasi (level off) (FAO 2020, OECD/FAO 2021). Oleh karena itu
      perikanan budidaya paling diharapkan memenuhi kebutuhan protein ikani
      penduduk dunia yang pada 2050 dan 2100 diperkirakan akan mencapai
      masing-masing 9,74 dan 10,68 milyar jiwa (UN 2019). Selain karena
      pertambahan populasi dunia, permintaan produk marikultur atau seafood
      diperkirakan akan terus meningkat sejalan dengan peningkatan tingkat konsumsi
      ikan akibat pertumbuhan perekonomian dan pendapatan masyarakat.

      Ikan kerapu menjadi salah satu produk perdagangan ikan yang telah menjadi
      kegiatan ekonomi penting di Asia Pasifik, yang melibatkan lebih dari 20 negara,
      dengan nilai komersial diperkirakan US $350 juta. Pasar utama untuk produk
      ini, negara-negara di Asia Timur, terutama Hongkong, Republik Rakyat Tiongkok
      (RRT), Taiwan dan Singapura. Dengan semakin pesatnya pertumbuhan penduduk
      dan peningkatan pendapatan per kapita maka permintaan akan ikan laut segar
      terutama ikan kerapu juga meningkat secara signifikan (Khasanah et al. 2020).
      Data BPS (2020) menunjukkan bahwa negara tujuan ikan kerapu terbesar per
      triwulan 3 adalah Hong Kong (35,75%), Malaysia (20,76%) dan Singapura
      (13,63%) dari total nilai ekspor kerapu nasional.




Bab IV – Aspek Pasar                                                               9
Page 65
Studi Kelayakan Pernambahan Kegiatan Usaha – PT Agung Menjangan Mas Tbk


4.4   Kesimpulan
      Peluang pengembangan usaha kelautan dan perikanan Indonesia masih memiliki
      prospek yang baik. Potensi ekonomi sumber daya kelautan dan perikanan yang
      berada di bawah lingkup tugas KKP dan dapat dimanfaatkan untuk mendorong
      pemulihan ekonomi diperkirakan sebesar US$ 82 miliar per tahun. Potensi
      tersebut meliputi Potensi Perikanan tangkap sebesar US$ 15,1 miliar per tahun,
      potensi budidaya laut sebesar US$ 46,7 miliar per tahun, potensi perairan umum
      sebesar US$ 1,1 miliar per tahun, potensi budidaya tambak sebesar US$ 10
      miliar per tahun, potensi budidaya air tawar sebesar US$ 5,2 miliar per tahun,
      dan potensi bioteknologi kelautan sebesar US$ 4 miliar per tahun.

      Pemerintah Indonesia sendiri menargetkan sektor perikanan melalui Renstra
      (Rencana Strategis) Pembangunan Kelautan dan Perikanan. Kontribusi sektor
      perikanan terhadap produk domestik bruto (PDB) pada diharapkan mencapai
      3,0%. Sasaran lain yang ingin dicapai adalah total produksi perikanan
      sebanyak 10,76 juta ton, nilai ekspor perikanan US$5 miliar, konsumsi ikan
      penduduk 30,47 kg/kapita/tahun, dan penyediaan kesempatan kerja kumulatif
      sebanyak 10,24 juta orang.

      Dengan melihat peluang pengembangan usaha kelautan dan perikanan
      Indonesia masih memiliki prospek yang baik kedepannya, maka rencana
      penambahan kegiatan usaha secara aspek pasar layak untuk dilaksanakan.




Bab IV – Aspek Pasar                                                             10
Page 66
   BAB V
ASPEK TEKNIS
Page 67
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Agung Menjangan Mas Tbk


                                        BAB V
                                     ASPEK TEKNIS

5.1. Rencana Perusahaan
       Rencana pengembangan usaha budidaya ikan kerapu akan dilakukan bersama
       dengan lembaga pendidikan Institut Pertanian Bogor, Kelompok nelayan dan
       masyarakat sekitar. Implementasi pengembangan usaha budidaya ikan kerapu
       mencakup pengembangan rancang bangun dan penempatan wadah produksi,
       benih, pakan, kualitas air, kesehatan ikan, sampling, panen, penangan
       pascapanen, pemasaran dengan pendekatan sistem agribisnis, serta
       pengembangan kelembagaan dan monitoring lingkungan akan dilakukan secara
       bertahap.




       Sumber: Manajemen Perseroan

       Instrumentasi smart mariculture yang akan diaplikasikan mecakup smart automatic
       feeder, smart water quality checker, underwater camera system, dan akan
       diitegrasikan melalui aplikasi IoT, sehingga memudahkan pemantauan,
       pengukuran, pemberian pakan, pengambilan kesimpulan dan tindakan yang
       akurat (presisi) dan cepat




Bab V - Aspek Teknis                                                                1
Page 68
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Agung Menjangan Mas Tbk


5.2. Rencana Pembangunan Keramba Jaring Apung
5.2.1. Lokasi Penambahan Kegiatan Usaha

       Lokasi Kegiatan usaha Perseroan dilakukan di Desa Pejarakan, Kecamatan
       Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali. Titik koordinat KJA terletak di
       antara    117’    35”    dan    8°7’57”      LS     (https://maps.app.goo.gl
       /47Mun7QF3aSfriPR8) dengan potensi luas area budidaya air laut seluas 8,1
       ha.

       Dalam hal penempatan lokasi KJA Perseroan berencana menyewa area yang
       berada dalam perijinan yang dimiliki oleh PT Menjangan Mas seluas 2,7 ha, PT
       Wisnu Multi Dinamika seluas 2,7 ha dan PT Dewata Jasa Persada seluas 2,7 ha.
       Posisi tersebut sangat strategis dikarenakan terletak di area yang dilengkapi
       oleh fasilitas sumber pakan (Pelabuhan Pengambengan Negara), sentra benih
       kerapu nasional (Buleleng Bali) dan pusat pasar ekspor ikan kerapu yang
       terdapat Kecamatan Gerokgak sesuai dengan penetapan peraturan mengenai
       transhipment ikan hidup ke luar negeri (MenKP No.32/Permen-KP/2016) -
       (https://peraturan.bpk.go.id/Details/158563/        permen-kkp-no-32permen-
       kp2016-tahun-2016) hanya diijinkan di 4 (empat) pelabuhan di Indonesia dan
       salah satunya ada di Kecamatan Gerokgak Kabupaten Buleleng Provinsi Bali
       yang merupakan lokasi kegiatan KJA milik Perseroan.

       Berikut adalah peta visual lokasi KJA Perseoan serta posisi rencana penempatan
       KJA;




       Gambar A                                       Gambar B

                                                Keterangan Gambar :
                                                 A. Peta Lokasi Usaha Perseroan di
                                                     Kecamatan       Gerokgak, Desa
                                                     Pejarakan, Bali
                                                 B. Lokasi KJA Perseroan.
                                                 C. Layout KJAPerseroan


        Gambar C


Bab V - Aspek Teknis                                                               2
Page 69
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Agung Menjangan Mas Tbk


5.2.2. Kebutuhan Alat dan Peralatan

       Untuk rencana penambahan kegiatan usaha Perseroan maka membutuhkan alat-
       alat dan peralatan sebagai penunjang kegiatan operasionalnya. Setiap kotak
       keramba memiliki dimensi 3 x 3 x 3 meter. Kriteria tersebut merupakan kriteria
       usaha Keramba Jaring Apung untuk selanjutnya disebut (“KJA”) kerapu yang
       dominan terdapat di Teluk Penerusan, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali.
       Komponen Peralatan terdiri atas alat investasi, alat operasional. Berikut
       merupakan daftar alat dan peralatan yang di butuhkan oleh Perseroan dalam
       rangka melakukan rencana penambahan kegiatan usahanya :

       Tabel 5.1 Rincian Kebutuhan Alat dan Peralatan Penambahan Kegiatan Usaha
                 Perseroan
         No.         Alat Investasi      Jumlah     Alat Operasional     Jumlah
          1.    Konstruksi     Keramba        96   Benih Ikan               86.400
                Jaring Apung (KJA)
          2.    Jaring                      450    Pakan Rucah Ikan        235.008
          3.    Pemberat                    920    Pakan Pelet Pabrik        8000
          4.    Jangkar                     240    Seser                        10
          5.    Rumah Jaga                    3    Timbangan                     4
          6.    Kapal dan Mesin               2    Penggaris                    10
          7.    Mesin Semprot                 2    Plastik                     100
          8.    HAPUS                              Alat Kualitas Air             2
          9.    Frezer                        3    Parenet                       5
         10.    Tambang Jangkar              60    Sterofoam                    25
       Sumber : Manajemen Perseroan

       Budidaya ikan kerapu di Perseroan menggunakan sistem jaring apung (cage
       culture). Jaring apung adalah sistem teknologi budidaya laut berupa jaring yang
       mengapung (floating net cage) dengan bantuan pelampung. Sistem tersebut
       dewasa ini lebih dikenal dengan nama Karamba Jaring Apung (KJA). Sistem ini
       terdiri dari beberapa komponen seperti rangka, kantong jaring, pelampung,
       jalan inspeksi, rumah jaga dan jangkar. Rangka terbuat dari kayu balok dan
       papan kayu, dan berfungsi sebagai tempat bergantungnya kantong jaring dan
       landasan jalan inspeksi dan rumah jaga. Kantong jaring berukuran 3x3x3 m dan
       terbuat dari bahan polyethelene (PE), berfungsi sebagai wadah untuk
       pemeliharaan (produksi).


5.2.3. Spesifikasi Teknis Keramba Jaring Apung

       Spesifikasi teknis pembangunan KJA dapat kami uraikan sebagai berikut :

       1) Kerangka KJA
          Kerangka jaring apung dapat dibuat dari bahan kayu, papan dan baut
          stenlis anti karat. kerangka jaring terapung ukurannya berkisar antara 16,5
          X 12,5 meter. Kerangka dari jaring apung umumnya dibuat tidak hanya satu
          petak tetapi satu unit. Satu unit jaring terapung terdiri dari 12 buah petak.


Bab V - Aspek Teknis                                                                 3
Page 70
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Agung Menjangan Mas Tbk




             Gambar Struktur Kontruksi Keramba Jaring Apung (KJA) Tampak samping




          Gambar Tampak atas Struktur Kontruksi Keramba Jaring Apung (KJA)

       2) Pelampung KJA
          Pelampung berfungsi untuk mengapungkan kerangka/ jaring terapung.
          Bahan yang digunakan sebagai pelampung berupa drum (plastik HDPE)
          yang berkapasitas 200 liter, jumlah pelampung yang akan digunakan
          disesuaikan dengan besarnya kerangka jaring apung yang akan dibuat.
          Jaring terapung berukuran 16,5 X 12,5 meter, dalam satu unit jaring
          terapung membutuhkan pelampung antara 62 buah.

       3) Pengikat KJA
          Tali pengikat sebaiknya terbuat dari bahan yang kuat, seperti tambang
          plastik ukuran 6 mm atau 8 mm. Tali pengikat ini digunakan untuk mengikat
          kerangka jaring terapung, pelampung atau jaring.




Bab V - Aspek Teknis                                                               4
Page 71
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Agung Menjangan Mas Tbk


       4) Jangkar KJA
          Jangkar berfungsi sebagai penahan jaring terapung agar rakit jaring
          terapung tidak hanyut terbawa oleh arus air dan angin yang kencang.
          Jangkar terbuat dari bahan batu, semen atau besi. Pemberat diberi tali
          pemberat/tali jangkar yang terbuat dari tambang plastik yang berdiameter
          sekitar 21-24 mm. Jumlah pemberat untuk satu unit jaring terapung 12
          petak/kantong adalah sebanyak 10 buah. Pemberat diikatkan pada
          masing-masing sudut dari kerangka jaring terapung, berat jangkar berkisar
          antara 75-100 kg.

       5) Jaring KJA
          Ukuran mata jaring yang digunakan tergantung dari besarnya ikan yang
          akan dibudidayakan. ukuran yang biasa di gunakan Jaring polyethylene no.
          280 D/18 dengan ukuran mata jaring 3/4 inch atau 1,25 inch no. 280 D/30.
          Jaring yang mempunyai ukuran mata jaring lebih kecil dari 1 inch biasanya
          digunakan untuk memelihara ikan yang berukuran lebih kecil.

       6) Pemberat KJA
          Pemberat yang digunakan biasanya terbuat dari batu yang di bungkus
          dengan jaring yang masing-masing beratnya antara 2–5 kg. Fungsi
          pemberat ini agar jaring tetap simetris dan pemberat ini diletakkan pada
          setiap sudut kantong jaring terapung.

       7) Tali/Tambang KJA
          Tali / tambang yang digunakan biasanya disesuaikan dengan kondisi
          perairan pada perairan laut tali / tambang yang digunakan terbuat dari
          nilon atau tambang yang kuat terhadap salinitas. Tali/tambang ini
          dipergunakan sebagai penahan jaring pada bagian atas dan bawah.

       8) Gudang dan Ruang Kerja KJA
          Bangunan gudang/ruang jaga dan ruang kerja atau peralatan bangun di
          atas rakit dengan jumlah pelampung lebih banyak. Gudang digunakan untuk
          menyimpan stok pakan dan peralatan budidaya. RuaNg kerja atau peralata
          kerja digunakan terutama pada waktu panen.


5.2.4. Jadwal Pembangunan

       Rencana pembangunan KJA sesuai dengan rencana investasi yang disampaikan
       dalam business plan memerlukan waktu kurang lebih 1 (satu) tahun dengan
       jumlah KJA yang akan dibangun sebanyak 192 Petak.




Bab V - Aspek Teknis                                                             5
Page 72
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Agung Menjangan Mas Tbk


       Tabel 5.2 Jadwal Pembangunan Keramba Jaring Apung
                                                  Tahun 2024
              Keterangan                                                        Total
                              Januari     Februari    Maret       April   Mei
        Jumlah Petakan          24          24          24         -      24     96
                                                Tahun 2025
                              Januari     Februari        Maret   April   Mei
        Jumlah Petakan            -          24            24      24     24     96
                            Total Keseluruhan Petak KJA                         192

       Dalam tahun 2024 direncanakan akan dibangun sebanyak 96 KJA dan pada
       tahun 2025 sebanyak 96 KJA, setiap KJA yang telah selesai dibangun akan
       langsung ditempatkan di area laut sesuai dengan area yang masuk dalam area
       yang disewa oleh Perseroan. Pada saat laporan ini disusun Perseroan telah
       menyelesaikan pembangunan KJA sebanyak 96 petak dan telah ditempatkan
       di area laut sebanyak 72 petak


5.3. Ketersediaan dan Kualitas Sumberdaya
       Faktor-faktor produksi merupakan sumber daya mendasar yang digunakan
       untuk menghasilkan barang dan jasa. Perseroan memiliki sumber daya yang
       terdiri dari sumber daya manusia, sumberdaya fisik atau lahan, dan
       sumberdaya informasi.

       • Sumber daya manusia
           Karyawan merupakan orang-orang yang bekerja dan sering juga disebut
           sumber daya manusia. Syarat yang dibutuhkan adalah kemauan untuk tekun,
           bertanggungjawab, serta kerja keras. Perekrutan karyawan terdiri dari
           proses wawancara dan pelatihan singkat perikanan. Karyawan yang dimiliki
           Perseroan secara keseluruhan adalah lulusan perguruan tinggi perikanan
           untuk posisi kepala produksi dan asisten serta tamatan SMA dibagian
           operator.

       • Sumberdaya fisik atau lahan
           Sumberdaya fisik merupakan hal-hal yang berwujud yang digunakan
           perusahaan dalam melaksanakan dan memudahkan kegiatan usaha,
           sumberdaya fisik merupakan sumberdaya alam, bahan baku, fasilitas
           perkantoran dan produksi, perlengkapan, komputer serta peralatan lainnya.
           Lokasi usaha Perseroan dekat dengan sentra benih nasional ikan kerapu dan
           ketersedian pakan yang melimpah.




Bab V - Aspek Teknis                                                                    6
Page 73
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Agung Menjangan Mas Tbk


       • Sumberdaya informasi
           Dalam mendukung kegiatan usaha, Perseroan menggunakan sumber
           informasi baik dalam memperoleh informasi tentang jumlah permintaan,
           isuisu yang mempengaruhi dan berpengaruh terhadap usaha, keadaan
           harga pasar, prediksi harga waktu mendatang dan adanya peraturan-
           peraturan baru dalam bidang perikanan yang bekerjasama dengan dinas
           perikanan dan Institut Pertanian Bogor. Selain itu, perusahaan juga
           menggunakan jasa konsultan perikanan dalam mengakses informasi-
           informasi yang dibutuhkan dalam kegiatan usaha.


5.4. Teknis Pelaksanaan Budidaya Ikan Kerapu dengan Sistem KJA
5.4.1. Persiapan Wadah Pemeliharaan

       Dalam satu unit KJA terdiri dari empat waring/kotak sebagai wadah
       pemeliharaan/pembesaran ikan. Media yang digunakan adalah jaring yang
       terbuat dari bahan polyethylen dengan bukaan jaring (mesh size) dua inci.
       Ukuran waring yang digunakan adalah 3x 3x 3 meter per kotak.


5.4.2. Penebaran Benih

       Benih kerapu yang digunakan dalam usaha budidaya berasal dari wilayah
       buleleng, Bali. Benih yang ditebar rata-rata berukuran 8-12 cm dengan padat
       tebar 80-100 ekor/m2 . Penebarannya dilakukan pada pagi atau sore hari
       pada saat suhu air tidak terlalu tinggi, Jumlah benih yang ditebar adalah
       delapan ratus ekor per Petak sehingga kepadatan ikan sesuai dengan standar
       padat tebar ikan.


5.4.3. Pemberian Pakan

       Pakan merupakan salah satu faktor penting dalam budidaya sebab pakan
       memiliki kontribusi yang paling besar dalam biaya operasional. Penggunaan
       pakan yang efisien dan efektif akan sangat menguntungkan secara ekonomi.
       Pakan terdiri dari dua jenis yaitu pakan buatan (pelet) dan pakan ikan rucah.
       Kegiatan pemberian pakan ikan kerapu jenis pakan pelet dua kali dalam satu
       hari pada pagi hari pada pukul 08.00-09.00 WIB dan pada sore hari pada
       pukul 16.00-17.00 WIB. Setelah 1 bulan pemeliharaan ikan kerapu di beri
       pakan jenis ikan rucah satu kali sehari di sore hari pada pukul 16.00-17.00 WIB.




Bab V - Aspek Teknis                                                                 7
Page 74
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Agung Menjangan Mas Tbk


5.4.4. Penyortiran (Sampling)

       Penyortiran ikan bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan, menentukan dosis
       pakan, dan memisahkan ikan yang berukuran sama kedalam satu petakan.
       Penyortiran dilakukan minimal sebulan sekali dengan mengambil sampel secara
       acak sebanyak 10 % dari total populasi atau minimal 30 ekor ikan.


5.4.5. Perbaikan dan Pembersihan Jaring

       Penggantian dan pembersihan jaring selama masa pemeliharaan selalu
       dilakukan. Jaring kotor akibat penempelan lumpur atau biota penempel, seperti
       kerang, teritip, dan alga. Pembersihan dan perbaikan jaring dilakukan satu
       minggu sekali sampai ikan berumur dua bulan dan setelah umur dua bulan
       sampai masa panen. Pergantian jaring dilakukan untuk menjaga sirkulasi air dan
       menjaga resiko terkena penyakit. Jaring yang kotor sebaiknya dijemur untuk
       memudahkan dalam penyemprotan dan pembersihan jaring tersebut agar bisa
       digunakan kembali.


5.4.6. Pengendalian Hama dan Penyakit

       Beberapa penyakit ikan yang muncul di KJA biasanya disebabkan oleh parasit,
       bakteri dan virus. Penanganan penyakit tersebut berupa usaha-usaha
       pencegahan, pengobatan, dan pemberantasan. Usaha tersebut dilakukan
       melalui pemberian vitamin, perendaman dengan kemoterapeutik, pemberian
       obat peroral (melalui mulut). Sebagian penyakit ikan erat kaitannya dengan
       kualitas perairan, maka perlu dilakukan pengukuran kualitas air (suhu, salinitas,
       pH, oksigen terlarut, phospat, amoniak, dan lain-lain) dilakukan 2 minggu sekali.


5.4.7. Pemanenan

       Melakukan pemanenan ikan kerapu dilakukan ketika ukuran mencapai lebih
       ukuran dari 500-1200 gram/ekor atau dapat disesuaikan dengan permintaan
       pasar sesuai dengan tingkat harga yang menguntungkan. Sebelum dilakukan
       proses pemanenan ikan kerapu hidup, ikan dipuasakan 1-2 hari sebelum
       dilakukan proses pemanenan untuk menghindari ikan muntah saat
       pengangkutan. Metode panen yang dilakukan adalah panen total, yaitu
       pemanenan secara keseluruhan yang biasanya dilakukan untuk memenuhi
       permintaan dalam skala besar, dan ukuran seluruh ikan telah memenuhi kriteria
       jual. Ukuran ikan yang biasanya dipanen berkisar antara 0,5-1 kilogram.
       Permintaan ukuran ikan di pasar untuk konsumsi berkisar 0.5-1.2 kilogram.




Bab V - Aspek Teknis                                                                  8
Page 75
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Agung Menjangan Mas Tbk


5.5. Kesimpulan
       Dengan rencana Perseroan untuk membangunan KJA serta mengadakan
       peralatan yang dibutuhkan untuk penambahan kegiatan usaha, serta
       mempersiapkan SDM yang akan bertanggung jawab di kegiatan penambahan
       usaha ditunjang dengan sumberdaya yang baik serta terintegrasi, maka
       rencana penambahan kegiatan usaha secara teknis layak untuk dilaksanakan.




Bab V - Aspek Teknis                                                          9
Page 76
     BAB VI
ASPEK POLA BISNIS
Page 77
Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha – PT Agung Menjangan Mas Tbk


                                   BAB VI
                              ASPEK POLA BISNIS

6.1    Kegiatan Usaha Utama
       Berdasarkan Anggaran Dasar Perseroan, maksud dan tujuan Perseroan ialah
       bergerak dalam bidang jasa sarana produksi budidaya ikan air payau, jasa
       pasca panen budidaya ikan air payau, penyiapan lahan dan real estat yang
       dimiliki sendiri atau disewa. Dalam menjalankan kegiatan usahanya Perseroan
       didukung oleh tim manajemen yang telah berpengalaman di bidangnya. Pada
       saat ini Perseroan melakukan kegiatan usaha: (i) jasa sarana produksi
       budidaya ikan air payau dalam hal ini adalah udang, yang mencakup
       kegiatan persiapan dan pembuatan tambak, perawatan dan pengawasan
       tambak, dan (ii) jasa pasca panen budidaya ikan air payau yang mencakup
       kegiatan pemanenan dan persiapan pasca panen. Selain itu, Perseroan
       kedepannya memiliki rencana untuk memanfaatkan tanah yang dimiliki
       Perseroan menjadi tambak udang yang dimiliki oleh Perseroan atau
       menyewakan lahan tersebut kepada pebisnis yang ingin memulai usaha
       budidaya udang, dengan hal itu Perseroan juga akan membantu penyewa
       lahan tersebut untuk membudidayakan udangnya.


6.1.1. Jasa Sarana Produksi Budidaya Ikan Air Payau (Udang)

       Berikut merupakan penjelasan mengenai kegiatan yang dilakukan oleh
       Perseroan dengan lebih rinci:

       1. Persiapan kolam untuk budidaya udang
          Perseroan menawarkan jasa persiapan kolam untuk budidaya udang,
          adapun jasa yang ditawarkan oleh Perseroan adalah:
          • Perseroan melakukan pemerataan tanah yang dilakukan dengan alat
             berat seperti bulldozer dan juga excavator.
          • Perseroan melakukan pemberian lapisan anti air berupa HDPE untuk
             Praktek budidaya yang baik, mencegah pencemeran lingkungan dan
             meningkatkan produktifvitas.
          • Instalasi infrastruktur yang berhubungan dengan kebutuhan persiapan
             tambak seperti tiang listrik untuk memasok listrik alat penerangan dan
             kincir pada tambak udang.
          • Perseroan juga melakukan maintenance untuk tiang-tiang tersebut jika
             terdapat kerusakan.
          • Design kolam yang digunakan menggunakan system Monique dimana
             terdapat 2 lubang sudut miring yang langsung akan menyambung
             dengan system drainase.



Bab VI - Aspek Pola Bisnis                                                       1
Page 78
Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha – PT Agung Menjangan Mas Tbk


       2. Perawatan kolam selama proses budidaya udang berlangsung
          Perawatan kondisi kolam merupakan hal yang sangat penting dan sulit
          untuk dilakukan dalam industri tambak udang. Penjagaan kualitas air dan
          juga kualitas kolam akan sangat menentukan jumlah hasil yang dihasilkan
          oleh kolam. Adapun jasa proses perawatan kolam yang ditawarkan oleh
          Perseroan adalah:
          • Perseroan memeriksa dan melaporkan pH kolam, suhu kolam serta
             kualitas kolam kepada pengelola tambak.
          • Perseroan memeriksa dan melaporkan suhu kolam agar tidak
             memberikan stress pada udang.
          • Perseroan melaporkan kepada pengelola tambak untuk memenuhi
             kebutuhan oksigen yang dibutuhkan.
          • Perseroan melaksanakan pemberian pakan sesuai dengan jumlah dan
             komposisi yang telah ditentukan oleh pengelola tambak.
          • Perseroan melaksanakan jasa servis peralatan tambak udang seperti
             kincir, panel listrik, pompa, pembersihan pipa, penggantian lampu, dan
             peralatan lainnya yang berhubungan dengan tambak.

       3. Proses pemanenan udang
          Perseroan melakukan proses pemanenan udang dengan menguji terlebih
          dahulu ukuran udang sampai dengan udang tersebut dipanen dan
          diletakkan kedalam fasilitas sortir yang dimiliki oleh pihak pengelola
          tambak udang.
          • Perseroan melakukan sampling ukuran udang di beberapa titik dengan
              menebar jala untuk menganalisa ukuran dan kondisi udang yang akan
              dipanen.
          • Perseroan melakukan proses penyortiran dengan memisahkan udang
              yang telah memenuhi standar ukuran yang ditentukan oleh pengelola
              tambak.
          • Udang yang tidak memenuhi standard ukuran akan masuk kategori
              Under sized.


6.1.2. Jasa Pasca Panen Ikan Air Payau (Udang)

       1. Proses pasca panen kolam budidaya udang
          Proses Pasca panen menjadi sangat penting untuk menjaga keberlanjutan
          dan stabilitas kolam untuk digunakan selanjutnya. Proses ini harus dilakukan
          dalam kondisi kering untuk mencegah terdapat patogen yang dapat
          menyebabkan penyakit pada udang. Ada pun langkah proses pasca
          panen yang dilakukan oleh Perseroan adalah sebagai berikut:

           • Perseroan melakukan pembersihan kembali kolam agar kolam terhindar
             dari patogen berbahaya



Bab VI - Aspek Pola Bisnis                                                          2
Page 79
Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha – PT Agung Menjangan Mas Tbk


           • Perseroan melakukan pembersihan kotoran pada saluran drainase untuk
             menghindari penumpukan kotorankotoran yang dapat mengganggu
             kinerja saluran drainase kedepannya
           • Perseroan mempersiapkan kolam untuk siklus budidaya udang yang
             berkelanjutan

           Berikut merupakan siklus jasa yang ditawarkan secara garis besar oleh
           Perseroan berdasarkan urutannya :




       Sampai dengan saat ini, telah terdapat beberapa perusahaan yang telah
       menggunakan jasa Perseroan yakni sebagai berikut :

       •   Menjangan Mas
       •   PT Mega Prima Pertamindo
       •   PT Artha Persada Nusantara
       •   PT Indo Prima Langgeng


6.2    Penambahan Kegiatan Usaha
       Manajemen Perseroan melihat bisnis budidaya ikan kerapu memberikan
       kontribusi yang positif sehingga diperlukan penyesuaian atau penambahan
       kegiatan usaha yang sebelumnya jasa sarana budidaya tambak udang
       merupakan sektor usaha utama dan didukung jasa pasca panen budidaya
       tambak udang sebagai sektor usaha penunjang.

       Berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan, penambahan sektor usaha
       di bidang budidaya ikan kerapu, pembenihan ikan laut dan perdagangan
       hasil perikanan perlu dilakukan penyesuaian Klasifikasi Baku Lapangan Usaha
       Indonesia (KBLI), adapun KBLI atas penambahan kegiatan usaha tersebut
       sebagai berikut :




Bab VI - Aspek Pola Bisnis                                                      3
Page 80
Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha – PT Agung Menjangan Mas Tbk


        Tabel 6.1 Rincian KBLI Penambahan Kegiatan Usaha
         No                             Nama KBLI                       Kode KBLI
         1.    Pembesaran Pisces/Ikan Bersirip Laut                      03211
         2.    Pembesaran Pisces/Ikan Bersirip Air Payau                 03251
         3.    Pembenihan Ikan Laut                                      03212
         4.    Pembenihan Ikan Air Payau                                 03252
         5.    Perdagangan Besar Hasil Perikanan                         46206
         6.    Industri Pembekuan Ikan                                   10213
         7.    Industri Pendinginan/Pengesan Ikan                        10217
         8.    Industri Pembekuan Biota Air Lainnya                      10293
         9.    Industri Pendinginan/Pengesan Biota Air Lainnya           10297
         10    Industri Pemindangan Ikan                                 10214
       Sumber : Manajemen Perseroan

       Adapun penjelasan secara rinci terkait KBLI penambahan usaha sebagai
       berikut :

         KBLI 03211 Pembesaran Pisces/ Ikan Bersirip Laut
            Kelompok ini mencakup usaha atau kegiatan pemeliharaan dan
            pembesaran serta pemanenan pisces/ikan bersirip di laut, muara sungai,
            laguna, tempat lain yang dipengaruhi pasang surut dan fasilitas buatan
            lainnya, seperti ikan kerapu, kakap putih, cobia, bawal bintang, ikan
            bubara. Tidak termasuk kegiatan budidaya ikan hias air laut.

         KBLI 03251 Pembesaran Pisces/Ikan Bersirip Air Payau
            Kelompok ini mencakup usaha atau kegiatan pembesaran pisces/ikan
            bersirip air payau (ikan bandeng, patin, nila, ikan mas dan kakap putih
            dan kerapu), di air payau dengan menggunakan lahan, perairan dan
            fasilitas buatan lainnya.

         KBLI 03212 Pembenihan Ikan Laut
            Kelompok ini mencakup usaha pembenihan (produksi induk, telur, larva
            sampai dengan benih siap tebar) ikan bersirip, mollusca, crustacea,
            echinodermata dan biota air laut lainnya dengan media air laut, seperti
            benih ikan kerapu, benih kakap putih, benih bawal bintang, benih lobster,
            benih abalone, benih kerang mutiara, benih kerang darah, benih teripang,
            dan bibit rumput laut (mencakup semua jenis rumput laut). Termasuk
            pembibitan algae untuk menghasilkan bioenergi dan non-pangan lainnya.
            Tidak termasuk kegiatan pembenihan ikan hias air laut.

         KBLI 03252 Pembenihan Ikan Air Payau
            Kelompok ini mencakup usaha atau kegiatan pembenihan (produksi induk,
            telur, larva sampai dengan benih siap tebar), ikan air payau (bandeng
            dan kakap putih), udang galah, udang windu, udang putih dan biota air
            payau lainnya (kepiting dan rumput laut/Gracilaria) di air payau dengan
            menggunakan lahan, perairan dan fasilitas buatan lainnya.


Bab VI - Aspek Pola Bisnis                                                          4
Page 81
Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha – PT Agung Menjangan Mas Tbk


         KBLI 46206 Perdagangan Besar Hasil Perikanan
            Kelompok ini mencakup usaha perdagangan besar hasil perikanan
            sebagai bahan baku atau bahan dasar dari kegiatan berikutnya, seperti
            ikan, udang, kepiting, tiram, mutiara, kerang, rumput laut, bunga karang
            dan kodok, termasuk ikan hidup, ikan hias, serta bibit hasil perikanan.

         KBLI 10213 Industri Pembekuan Ikan
            Kelompok ini mencakup usaha pengawetan ikan (bersirip/pisces) melalui
            proses pembekuan, seperti ikan bandeng beku, ikan tuna/cakalang beku
            dan kakap beku. Termasuk juga ikan utuh maupun dipotong (fillet, loin,
            saku, steak, chunk, brown meat) yang dibekukan. Kegiatan ini tidak
            termasuk usaha pendinginan ikan dengan es yang dimaksud untuk
            mempertahankan kesegaran ikan tersebut.

         KBLI 10217 Industri Pendinginan/Pengesan Ikan
            Kelompok ini mencakup usaha pengolahan dan pengawetan ikan
            (bersirip/pisces) melalui proses pendinginan/pengesan.

         KBLI 10293 Industri Pembekuan Biota Air Lainnya
            Kelompok ini mencakup usaha pengawetan crustacea, mollusca,
            echinodermata dan biota perairan lainnya melalui proses pembekuan,
            seperti udang beku, paha kodok beku, cephalopoda (cumi/sotong/gurita)
            beku, kepiting/rajungan beku, dan kerang beku. Kegiatan ini tidak
            termasuk usaha pendinginan crustacea, mollusca dan biota air lainnya
            dengan es yang dimaksud untuk mempertahankan kesegarannya.

         KBLI 10297 Industri Pendinginan/Pengesan Biota Air Lainnya
            Kelompok ini mencakup usaha pengolahan dan pengawetan crustacea,
            mollusca, echinodermata dan biota perairan lainnya melalui proses
            pendinginan/pengesan, seperti cumi segar, kerang segar, teripang segar,
            dan kepiting segar.

         KBLI 10214 Industri Pemindangan Ikan
            Kelompok ini mencakup usaha pengolahan dan pengawetan ikan
            (bersirip/pisces) melalui proses pemindangan, seperti pindang
            bandeng/paso, pindang tongkol, pindang cuwe, pindang naya, pindang
            lemuru/tembang, pindang layang, dan pindang cakalang

       Tujuan jangka pendek Perseroan memperkuat ekosistem dan proses operasi
       dalam rangka meningkatkan pelanggan dengan melengkapi kebutuhan akan
       KBLI agar dapat maksimal dalam penambahan kegiatan usaha serta tujuan
       jangka panjang Perseroan dapat berusaha sesuai dengan KBLI penambahan
       kegiatan usaha dan saling melengkapi antara KBLI atau kegiatan usaha yang
       direncanakan kedepannya.


Bab VI - Aspek Pola Bisnis                                                        5
Page 82
Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha – PT Agung Menjangan Mas Tbk


6.2.1. Segmen Usaha Budidaya Ikan dan Pembenihan

       Segmen usaha budidaya ikan dan pembenihan meliputi KBLI 03211, 03251,
       03212 dan KBLI 03252. Usaha budidaya ikan memiliki potensi yang
       signifikan untuk pertumbuhan dan profitabilitas yang berkelanjutan. Dengan
       meningkatnya permintaan akan ikan kerapu yang berkualitas tinggi di pasar
       lokal maupun internasional, serta kemampuan Perseroan dalam menghadirkan
       teknologi terbaru dan praktik budidaya yang berkelanjutan, Perseroan yakin
       bahwa investasi dalam bisnis budidaya ikan kerapu akan memberikan hasil
       yang menguntungkan dan berkontribusi pada pengembangan sektor
       perikanan Indonesia. Dengan melihat potensi yang ada Perseroan tahap awal
       akan berusaha dalam budidaya ikan kerapu.

       Usaha pembenihan ikan laut memiliki potensi besar untuk memenuhi kebutuhan
       benih ikan Perseroan dan pengembangan industri perikanan di wilayah
       sekitar. Dengan meningkatnya permintaan akan benih ikan laut berkualitas
       tinggi untuk keperluan budidaya Perseroan maupun diluar Perseroan. Kegiatan
       ini akan memberikan kontribusi pendapatan bagi Perseroan.

       Untuk mendapatkan ikan kerapu yang berkualitas diperlukan benih yang
       berkulitas juga, sehingga Perseroan melakukan pembenihan sendiri agar
       kualitas ikan kerapu yang dihasilkan tetap terjamin.


6.2.2. Segmen Usaha Proses Pembekuan dan Pengawetan Hewan Laut

       Selain menjual ikan segar, kedepannya Perseroan akan mengembangkan
       usaha pembekuan dan pengawetan ikan serta hewan laut lainnya yang dapat
       dikonsumsi oleh manusia. Adapun cakupan KBLI apabila berusaha dalam
       proses pembekuan dan pengawetan ikan serta hewan laut lainnya yaitu KBLI
       10213, 10217, 10293, 10297 dan KBLI 10214.


6.2.3. Segmen Usaha Perdagangan Hasil Perikanan

       Dengan kegiatan Perseroan yang telah mencakup usaha pembenihan dan
       budidaya ikan serta kedepannya mengembangkan usaha proses pembekuan
       dan pengawetan hewan laut. Perseroan juga mengembangkan kegiatan
       perdagangan hasil perikanan dengan menjaga kualitas produk dan menjalin
       kemitraan yang kuat dengan pelaku industri perikanan, sehingga dapat
       memberikan kontribusi positif pada Perseroan. Untuk dapat melakukan
       kegiatan perdagangan ikan kerapu dan hasil laut lainnya, Perseroan harus
       mempunyai KBLI yang berhubungan perdagangan sesuai komoditasnya yaitu
       KBLI 46206 – Perdagangan Besar Hasil Perikanan.




Bab VI - Aspek Pola Bisnis                                                      6
Page 83
Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha – PT Agung Menjangan Mas Tbk


6.3    Kemampuan Untuk Menciptakan Nilai
       Penambahan kegiatan usaha Perseroan merupakan kemampuan manajemen
       untuk menciptakan nilai tambah dari keterbatasan yang dimiliki melalui
       peluang usaha yang kreatif dengan memanfaatkan potensi yang ada
       sehingga menghasilkan nilai tambah bagi perusahaan serta mengelola sumber
       daya dan berani menanggung risiko.

       Agar penambahan kegiatan usaha dapat berjalan maksimal, manajemen
       Perseroan perlu melakukan langkah-langkah strategis antara lain :

         1. Menyediakan solusi satu pintu kepada calon pelanggan, tidak hanya
            berupa layanan jasa konstruksi dan/atau renovasi tetapi juga
            menyediakan produk-produk untuk kepentingan berkelanjutan dalam
            sebuah konstruksi bangunan seperti misalnya instalasi listrik beserta
            produk/hal lain untuk mempercantik atau menambah nilai guna suatu
            bangunan;
         2. merancang sistem manajemen proyek yang dapat menyediakan informasi
            secara transparan dalam hal melacak progres dari sebuah proyek serta
            mengontrol kualitas dari proyek tersebut;
         3. Menyediakan tenaga kerja yang berpengalaman di bidangnya serta
            memberikan pelatihan rutin untuk menyesuaikannya dengan teknologi
            terkini yang dibutuhkan dalam bidang usaha budidaya ikan kerapu.

       Dengan melakukan penambahan kegiatan usaha dibidang budidaya ikan
       kerapu, pembenihan ikan laut dan perdagangan hasil perikanan, nilai tambah
       yang diperoleh adalah tambahan penghasilan dan keuntungan. Hal tersebut
       dikarenakan selama ini hanya mengerjakan proyek pekerjaan sarana produksi
       tambak udang. Dengan adanya penambahan kegiatan usaha ini Perseroan
       akan melakukan budidaya secara langsung yang akan berdampak terhadap
       peningkatan laba. Hal ini dapat dilihat pada proyeksi keuangan Perseroan
       yang dijelaskan pada aspek keuangan dalam laporan ini. Adapun resiko yang
       mungkin timbul adalah kemungkinan tambahan working capital dan Capex
       (Capital Expenditure) yang dibutuhkan untuk menambah kegiatan usaha
       tersebut.


6.4    Keunggulan Kompetitif
       Perseroan menyakini bahwa kekuatan kompetitif sebagaimana berikut ini akan
       mendukung Perseroan dalam melaksanakan strateginya dan memberikan
       keunggulan kompetitif dibandingkan para pesaingnya. Sesuai dengan
       informasi yang diterima dari manajemen Perseroan, sasaran dari layanan
       budidaya ikan kerapu, pembenihan ikan laut dan perdagangan hasil
       perikanan adalah pengusaha restoran/rumah makan seafood, ekspor,
       korporasi dan perorangan.


Bab VI - Aspek Pola Bisnis                                                     7
Page 84
Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha – PT Agung Menjangan Mas Tbk


       Perseroan meyakini bahwa keunggulan kompetitif akan mendukung Perseroan
       dalam melaksanakan strateginya dan memberikan keunggulan kompetitif
       dibandingkan para pesaingnya. Berikut ini adalah beberapa keunggulan
       kompetitif yang dimiliki oleh Perseroan saat ini, yakni sebagai berikut :

       1) Relasi Bisnis dengan Perseroan yang baik Perseroan memiliki relasi yang
          baik kepada seluruh pihak yang bekerjasama dengan Perseroan baik itu
          masyarakat sekitar maupun pelanggan Perseroan. Relasi yang baik ini
          tentu menguntungkan satu sama lain terutama pada kinerja Perseroan
          dalam membawa jasa pengolahan tambak udang. Perseroan akan terus
          menjaga dan meningkatkan relasi yang baik dengan seluruh pihak untuk
          meningkatkan mutu dan layanan Perseroan sehingga meningkatkan nilai
          kompetitif dari Perseroan.
       2) Manajemen yang memiliki kapabilitas tinggi dan berpengalaman dalam
          industri tambak udang Setiap anggota Direksi Perseroan memiliki rekam
          jejak baik dan kapabilitas yang sudah terbukti untuk menjadi dewan
          pengurus Perseroan dalam seluruh aspek usaha Perseroan. Anggota Direksi
          dibantu oleh kepala divisi dan manajer profesional yang memiliki
          kapabilitas dalam bidang masing-masing. Struktur organisasi yang
          dibentuk merupakan organisasi dengan efisiensi yang tinggi,
          berkesinambungan dan berperan aktif untuk mewujudkan visi dan misi
          Perseroan.
       3) Memiliki Kredibilitas yang tinggi dan record pelanggan yang baik
          Perseroan telah menyediakan jasa dan melayani salah satu tambak terbaik
          dan terbesar di daerah bali dengan cakupan pekerjaan yang lengkap
          seperti penyediaan jasa persiapan kolam, perawatan kolam, proses
          pemanenan udang dan proses pasca panen sehinggga membuat
          Perseroan, manajemen serta karyawan memiliki pengalaman untuk
          mengelola tambak udang dengan standar yang baik dan dengan skala
          yang besar.
       4) Menyediakan jasa end-to-end dalam pengelolaan tambak Perseroan
          menyediakan jasa yang lengkap dalam pengelolaan tambak dimana
          terdapat jasa-jasa yang disediakan seperti pada tahap awal Perseroan
          menyiapkan lahan dan mempersiapkan tambak untuk dapat beroperasi,
          kemudian Perseroan juga menyediakan jasa perawatan, pengawasan dan
          jasa pemberian pakan pada tambak tersebut. Kemudian pada akhirnya
          Perseroan juga menawarkan jasa yang dibutuhkan dalam proses
          pemanenan seperti penyortiran, pengecekan kualitas udang dengan
          standar yang telah ditentukan oleh pelanggan, serta pemindahan udang
          yang telah memenuhi kualitas ke rumah penyortiran pelanggan. Perseroan
          juga menyediakan jasa pasca panen guna mempersiapkan kembali
          tambak udang menjaga stabilitas dan kualitas tambak tetap terjaga dan
          tidak rusak.




Bab VI - Aspek Pola Bisnis                                                     8
Page 85
Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha – PT Agung Menjangan Mas Tbk


6.5    Analisis Industri
       Pertimbangan utama dalam membangun usaha budidaya ikan kerapu adalah
       pertimbangan teknis dan ekonomis, sehingga usaha yang dijalankan nantinya
       dapat dikatakan layak secara teknis dan ekonomis. Analisa usaha secara
       umum ditetapkan dengan tujuan untuk menilai manfaat investasi terhadap
       suatu usaha yang dilakukan, membandingkan tingkat manfaat investasi
       terhadap suatu usaha dengan usaha lainnya, dapat digunakan sebagai
       kendali terhadap investasi usaha yang dijalankan.

       Untuk memudahkan didalam menilai, membandingkan dan mengendalikan
       investasi yang ditanam didalam suatu usaha, dalam hal ini budidaya kerapu,
       maka perlu ditetapkan beberapa kriteria/parameter analisa usahau.

       Budidaya ikan khususnya ikan kerapu dikaramba jaring apung merupakan
       salah satu usaha yang sangat prospek untuk dikembangkan di Indonesia
       mengingat potensi lahan perairan dan ikan masih sangat besar. Selain itu
       peluang pasar dunia untuk ikan hidup khususnya ikan kerapu di pasar Asia
       seperti Cina, Hongkong, Taiwan dan Jepang masih sangat terbuka lebar.
       Kondisi ini merupakan peluang yang harus dimanfaatkan guna meningkatkan
       taraf hidup masyarakat pesisir, nelayan, petani pembudidaya dan para
       pelaku bisnis perikanan.


6.5.1. Persaingan Antar Industri

       Persaingan dalam industri budidaya ikan kerapu akan mempengaruhi kinerja
       dan kebijakan Perseroan. Pola persaingan dalam industri budidaya ikan
       kerapu yaitu persaingan sempurna. Strategi yang jitu dalam menghadapi
       persaingan ini yaitu menampilkan keunggulan kompetitif yang menjadikan
       suatu perusahaan memiliki perbedaan dan nilai lebih dari perusahaan
       pesaing. Tingkat persaingan dalam industri budidaya ikan kerapu dipengaruhi
       beberapa faktor yaitu jumlah kompetitor, tingkat pertumbuhan industri,
       karaskteristik produk, kapasitas dan hambatan keluar.

       Persaingan merupakan kenyataan hidup dalam dunia bisnis, sifat, bentuk, dan
       intensitas persaingan yang terjadi dan cara yang ditempuh oleh para
       pengambil keputusan strategis untuk menghadapi para tingkat yang dominan
       mempengaruhi tingkat keuntungan suatu perusahaan (Siagian, 2003;83-83).
       Dengan menggunakan pendekatan pasar, pesaing didefiniskan sebagai
       perusahaan yang memenuhi kebutuhan pelanggan yang sama. Untuk
       mengetahui jumlah dan jenis pesaing serta kekuatan dan kelemahan yang
       mereka miliki, perusahaan perlu membuat peta persaingan yang lengkap.




Bab VI - Aspek Pola Bisnis                                                      9
Page 86
Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha – PT Agung Menjangan Mas Tbk


       Dalam industri budidaya ikan kerapu ada beberapa perusahaan yang
       bergerak di bidang yang sama dan sebagai competitor Perseroan,
       diantaranya PT Andalas Samudera Sejati, PT Catur Tunggal Osenia,
       PT Rajawali Laut Timur, PT Kerapu Indonesia dan perusahaan perikanan
       lainnya.


6.5.2. Posisi Tawar Pemasok

       Perkembangan bisnis budidaya ikan kerapu pada saat ini menempatkan
       pemasok pada posisi tawar menawar yang lebih rendah dari Perseroan
       dalam industri ini. Hal tersebut terjadi karena jumlah pemasok yang banyak
       sehingga memberikan peluang bagi Perseroan untuk mencari pemasok yang
       lain apabila tidak terpenuhi kebutuhannya.


6.5.3. Ancaman Pendatang Baru

       Adanya Pemain baru tentu saja merupakan suatu ancaman bagi Perseroan.
       Ancaman yang dihadirkan pemain baru berupa tawaran layananan dan
       produk yang diberikan lebih bervariasi seperti berfokus tidak hanya pada
       segmen untuk Perseroan tetapi juga adanya variasi produk ikan kerapu yang
       menjangkau kebutuhan konsumen. Tidak hanya itu banyaknya pemain baru
       yang menawarkan harga yang lebih kompetitif bagi klien serta kualitas ikan
       kerapu. Hal ini menjadi ancaman bagi Perseroan karena klien dapat beralih
       ke perusahaan pesaing tersebut.

       Rintangan untuk masuk ke dalam industri budidaya ikan kerapu cukup sulit,
       karena diperlukan akses modal yang besar untuk pengadaan keramba jaring
       apung, penggunaan teknologi dan pengalaman teknis.


6.5.4. Daya Tawar Pembeli / Konsumen

       Konsumen dalam pasar budidaya ikan kerapu memiliki kekuatan tawar
       menawar yang tinggi, sehingga konsumen mampu mempengaruhi Perseroan
       untuk menurunkan harga dan meningkatkan mutu serta pelayanan yang lebih
       baik. Untuk menyelesaikan risiko persaingan terhadap konsumen, perseroan
       akan terus melakukan riset dan pengembangan untuk memahami kebutuhan
       konsumen dengan lebih baik dan tepat sasaran. Tentunya perusahaan pun
       akan terus menjalankan inovasi yang berkelanjutan dalam menyediakan
       produk, memahami trend dari industri yang dijalankan serta memaksimalkan
       sinergitas kekuatan ekosistem yang telah terbangun dalam afiliasi perusahaan-
       perusahaan yang tergabung di Menjangan Group agar dapat memberikan
       pengalaman yang maksimal kepada konsumen.



Bab VI - Aspek Pola Bisnis                                                       10
Page 87
Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha – PT Agung Menjangan Mas Tbk


6.6    Analisis Risiko
       Seperti halnya kegiatan usaha yang dilakukan oleh perusahaan lainnya,
       penambahan kegiatan usaha yang akan dilaksanakan oleh Perseroan di
       bidang budidaya ikan kerapu, pembenihan ikan dan perdagangan hasil
       perikanan tidak terlepas dari risiko usaha yang disebabkan oleh berbagai
       faktor yang akhirnya dapat mempengaruhi tingkat pertumbuhan dan
       kesehatan bisnis. Risiko-risiko tersebut antara lain:


6.6.1. Risiko Ketergangtungan Kontrak

       Dalam menjalankan kegiatan usahanya, Perseroan mempunyai tingkat
       ketergantungan kontrak yang cukup tinggi dalam mendapatkan sumber
       pendapatannya dimana masih didominasi oleh pihak ketiga dengan
       persentase. Dalam hal Perseroan tidak mendapatkan kontrak baru dari pihak
       ketiga atau penghentian kontrak, maka dapat menimbulkan dampak negatif
       bagi Perseroan terhadap kinerja, kondisi keuangan, dan prospek usaha
       Perseroan seperti penurunan pendapatan secara signifkan yang menurunkan
       pendapatan dan profitibilitas Perseroan.


6.6.2. Risiko Iklim

       Dalam menjalankan usahanya, Perseroan memantau secara ketat kondisi pada
       keramba jaring apung. Salah satu peran Perseroan dalam hal ini adalah
       menjaga kualitas air seperti salinitas air. Dalam hal ini, perubahan cuaca
       seperti hujan dapat menyebabkan fluktuasi pada salinitas air dan
       menyebabkan stress pada ikan yang mengakibatkan melambatnya
       pertumbuhan. Hal ini akan meningkatkan beban keuangan Perseroan karena
       dibutuhkannya tindakan tambahan dan menurunkan profitibilitas Perseroan.


6.6.3. Risiko Ketenagakerjaan

       Perseroan memiliki ketergantungan pada sumber daya manusia dalam
       kegiatan operasional budidaya ikan kerapu dan pemasarannya dikarenakan
       sampai saat ini tidak ada mesin yang dapat melakukannya. Meningkatnya
       industri budidaya ikan kerapu mengakibatkan menipisnya SDM yang handal
       di pasaran dan memungkinkan pesaing usaha untuk membajak tenaga kerja
       Perseroan yang ada. Apabila Perseroan memperkerjakan SDM yang tidak
       kompeten juga mengakibatkan kesalahan teknis pada operasionalnya dan
       menyebabkan turunnya reputasi yang handal. Hal ini menyebabkan Perseroan
       tidak dapat memaksimalkan kegiatan operasional Perseroan sebab terhambat
       karena kekurangan SDM, hal ini dapat mempengaruhi pendapatan Perseroan
       dan menurunkan profitibilitas Perseroan.


Bab VI - Aspek Pola Bisnis                                                    11
Page 88
Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha – PT Agung Menjangan Mas Tbk


6.6.4. Risiko Persaingan Usaha

       Persaingan usaha dalam bidang industri budidaya ikan kerapu semakin ketat,
       dengan jumlah pelaku usaha yang semakin banyak, maka terdapat
       kemungkinan bahwa beberapa pelaku usaha akan memberikan harga yang
       lebih kompetitif dibandingkan dengan Perseroan. Selain dari sisi harga,
       pesaing Perseroan juga dapat meningkatkan nilai kompetitif mereka dengan
       memberikan kualitas layanan yang lebih baik dengan harga yang relatif
       sama. Hal ini menyebabkan Perseroan harus berkompetisi dengan perusahaan
       lain dalam hal harga yang dapat menurunkan pendapatan Perseroan dan
       menurunkan profitibilitas Perseroan.


6.6.5. Risiko Bencana Alam

       Secara geografis, Indonesia terletak di antara 2 (dua) Samudra yaitu
       Samudra Pasifik dan Samudra Hindia serta terletak di 2 (dua) benua yaitu
       Benua Asia dan Benua Australia. Indonesia juga merupakan negara kepulauan
       yang terletak pada patahan jalur gempa dan berada di pertemuan 3 (tiga)
       lempengan utama dunia. Perseroan juga melakukan kegiatan usahanya yang
       berada dipinggir laut. Hal ini menyebabkan timbulnya risiko kerusakan pada
       properti yang dimiliki oleh pelanggan Perseroan yakni keramba jaring apung
       yang dimiliki oleh Perseroan ataupun bencana alam yang dapat
       menyebabkan kerugian dan gangguan pada kegiatan operasional Perseroan
       dikarenakan rusaknya fasilitas penunjang operasional Perseroan. Hal ini dapat
       mempengaruhi biaya yang muncul akibat bencana alam terkait sehingga
       meningkatkan biaya yang dikeluarkan Perseroan dan menurunkan profitibilitas
       Perseroan.


6.6.6. Risiko Likuiditas

       Risiko dimana Perseroan akan mengalami kesulitan dalam memperoleh dana
       guna memenuhi komitmennya atas instrumen keuangan. Pengelolaan terhadap
       risiko likuiditas dilakukan dengan cara menjaga profil jatuh tempo antara aset
       dan liabilitas keuangan, penerimaan tagihan tepat waktu, manajemen kas
       yang mencakup proyeksi dan realisasi arus kas hingga beberapa tahun
       kedepan serta memastikan ketersediaan pendanaan melalui komitmen fasilitas
       kredit.


6.6.7. Risiko Perubahan Kondisi Perekonomian

       Perekonomian global masih menunjukkan perlambatan yang lebih dalam
       sebagaimana tercermin dari perkiraan pertumbuhan yang melambat
       perekonomian negara-negara maju dari perkiraan semula. Kondisi pasar


Bab VI - Aspek Pola Bisnis                                                        12
Page 89
Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha – PT Agung Menjangan Mas Tbk


       keuangan global juga masih rapuh dengan banyaknya laporan kerugian
       lembaga keuangan dunia. Hal tersebut memberikan dampak terhadap tingkat
       pengembalian investasi.


6.6.8. Risiko Tingkat Suku Bunga

       Risiko ini berasal dari kebutuhan Perseroan kepada pembiayaan, baik
       pembiayaan investasi maupun pembiayaan modal kerja dalam perjalanan
       usahanya. Salah satu sumber dana untuk memenuhi kebutuhan investasi dan
       modal kerja adalah pinjaman pihak ketiga maupun perbankan. Baik pinjaman
       dari pihak ketiga maupun perbankan mengandung unsur bunga yang akan
       menjadi salah satu biaya yang harus dibayar. Untuk itu, semakin tinggi tingkat
       suku bunga, maka semakin tinggi biaya yang harus dibayar Perseroan serta
       akan menurunkan tingkat margin yang akan diperoleh Perseroan.


6.6.9. Risiko Kebijakan Pemerintah

       Kegiatan operasi industri budidaya melibatkan penggunaan air, pembuangan
       limbah dan pembuangan emisi lain yang dapat berdampak negative
       terhadap lingkungan. Meskipun sampai pada saat ini belum terdapat
       peraturan khusus untuk kegiatan usaha Perseroan, tidak menutup kemungkinan
       di kemudian hari akan terdapat kebijakan dan peraturan baru dari
       Permerintah atau pihak berwenang lainnya dalam mengatur kegiatan usaha
       Perseroan. Kebijakan baru ini dapat mempengaruhi kegiatan operasional
       Perseroan karena kegiatan usaha Perseroan dapat dihentikan apabila
       terdapat bukti kegagalan Perseroan dalam memenuhi peraturan dan kinerja
       keuangan Perseroan karena terdapat biaya yang cukup besar untuk
       memperoleh kegiatan usaha.


6.6.10.     Risiko Tidak Tercapainya Proyeksi

       Jika proyeksi yang dibuat tidak tercapai yang diakibatkan oleh manajemen,
       baik dalam pengelolaan termasuk pengelolaan risiko usaha maupun
       pemasaran, serta memburuknya perekonomian yang menurunkan aktivitas
       industri maka akan berdampak terhadap kelayakan atas penambahan
       kegiatan usaha.




Bab VI - Aspek Pola Bisnis                                                        13
Page 90
Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha – PT Agung Menjangan Mas Tbk


6.7    Analisis SWOT
       Analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity and Threat) terdiri atas faktor
       internal yang bisa dikontrol dan faktor eksternal atau lingkungan yang
       mungkin sulit dikontrol. Kedua sisi dianalisis supaya dapat disusun suatu strategi
       sehingga tercapai keberhasilan dan mempunyai daya saing. Dari faktor
       internal bisa diidentifikasi kekuatan dan kelemahan (strength and weakness)
       sedangkan dari faktor eksternal berupa peluang dan ancaman (opportunity
       and threat).

       Strategi penambahan kegiatan usaha budidaya ikan kerapu, pembenihan ikan
       laut dan perdagangan hasil perikanan dilakukan dengan cara membuat
       SWOT matriks. SWOT matriks ini dibangun berdasarkan faktor-faktor strategi,
       baik internal (kekuatan dan kelemahan) maupun eksternal (peluang dan
       ancaman). Berdasarkan matriks posisi analisis SWOT yang ada maka dapat
       disusun 4 (empat) strategi utama, yaitu Strenghts-Opportunities (S-O),
       Weaknesses-Oppurtunities (W-O), Strenghts-Threats (S-T), dan Weaknesses-
       Threats (W-T).

                                                                Kelemahan / Weaknesses
                                 Kekuatan / Strengths (S)
                                                                           (W)
                               1. Peningkatan permintaan        1. Risiko penyakit.
                                  pasar yang tinggi             2. Petakan KJA produksi
                               2. Pengalaman            dan        masih terbatas.
                                  pengetahuan        dibisnis   3. Harga Produk yang
                                  perikanan                        belum terstandarisasi
                               3. Penggunaan       teknologi       dari daerah satu ke
                                  modern                           daerah lainnya.
                               4. Perairan       Kabupaten
                                  Buleleng memiliki habitat
                                  yang sesuai untuk ikan
                                  kerapu.
                               5. Kualitas produk yang
                                  dihasilkan baik.
                               6. Kedekatan lokasi usaha
                                  dengan bahan input
                                  produksi.
                               7. Kestabilan          harga
                                  dipasar dan peningkatan
                                  harga      pada      bulan
                                  tertentu.




Bab VI - Aspek Pola Bisnis                                                            14
Page 91
Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha – PT Agung Menjangan Mas Tbk


              Peluang /
                                     Strategi “SO”                 Strategi “WO”
          Opportunities (O)
        1. Kerapu memiliki
           nilai    ekonomi
           yang tinggi.
        2. Daya      dukung                                   1. Memanfaatkan
           lingkungan                                           kepercayaan    yang
           perairan baik.      1. Memanfaatkan    lahan
                                 yang tersedia dipesisir        ada untuk melakukan
        3. Adanya                                               kerjasama    dengan
                                 Buleleng  Bali    untuk
           kebijakan                                            berbagai stakeholder
                                 membudidayakan     ikan
           pemerintah dan                                       dalam budidaya ikan
                                 kerapu.
           road map yang                                        kerapu.
           jelas    disektor
                               2. Memanfaatkan
           perikanan laut.                                    2. Mengembangkan
                                 permintaan ikan kerapu
        4. Adanya                                               proses automatisasi ke
                                 yang tinggi serta harga
           lembaga riset                                        semua lini/aspek dari
                                 yang     mahal     untuk
           perikanan dan                                        proses bisnis sehingga
                                 memaksimalkan produksi
           supplier benih                                       terciptanya      proses
                                 dan penjualan.
           terbesar      dan                                    yang     efektif   dan
           terakreditasi                                        efisien.
                               3. Meningkatkan  kapasitas
           disekitar lokasi      produksi ikan kerapu
           perusahaan                                         3. Memperbanyak    mitra
                                 untuk         memenuhi         di seluruh daerah
           (ekosistem            kebutuhan pasar.
           agribisnis sudah                                     hingga          dapat
           terbentuk)                                           menjangkau konsumen
                               4. Meningkatkan        dan       ke             daerah
        5. Adanya                mempertahankan       mutu
           teknologi baru                                       terpencil/pedesaan
                                 ikan produk ikan kerapu.       sekalipun
           yang       dapat
           membantu
           meningkatkan
           produksi      dan
           keuntungan
           perusahaan.

         Ancaman / Threats
                                       Strategi “ST”               Strategi “WT”
               (T)
                               1. Mempersiapkan        diri   1. Mengatasi
        1. Perubahan iklim
            dan bencana           dengan       melakukan         kelemahan dengan
            alam.                 penyesuaian         bila       menjadikannya
                                  terdapat    pergeseran         kekuatan
        2. Adanya                 peraturan pemerintah           perusahaan.
            persaingan
            ketersediaan       2. Menghadapi persaingan       2. Mengurangi ancaman
            ikan     kerapu       /kompetisi pasar dengan        persaingan dengan
            dari perikanan        terus         melakukan        cara berkolaborasi
            tangkap.              pengembangan dalam             dengan


Bab VI - Aspek Pola Bisnis                                                         15
Page 92
Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha – PT Agung Menjangan Mas Tbk



        3. Pembengkakan
                                  teknologi dan inovasi.         pesaing/competitor
            biaya produksi                                       tidak langsung, yang
            karena                                               telah established di
            ketersediaan                                         Indonesia.
            input produksi.
        4. Adanya
            perubahan dari
            peraturan
            pemerintah
            yang
            mempengaruhi


6.8    Kesimpulan
       Dengan memperhatikan pola bisnis yang akan diterapkan oleh manajemen
       Perseroan dilihat dari segmen usaha, kemampuan untuk mencipatan nilai serta
       keunggulan kompetitif dan melihat analisis industri, risiko dan analisis SWOT
       dalam rencana penambahan kegiatan usaha, maka rencana penambahan
       kegiatan usaha secara pola bisnis layak untuk dilaksanakan.




Bab VI - Aspek Pola Bisnis                                                       16
Page 93
        BAB VII
ASPEK MODEL MANAJEMEN
Page 94
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Agung Menjangan Mas Tbk


                                BAB VII
                        ASPEK MODEL MANAJEMEN

7.1   Model Manajemen
      Sistem organisasi dan manajemen yang baik sangat diperlukan untuk
      mendukung terciptanya suatu perusahaan yang sistematis dalam pengendalian
      internal sehingga dapat membentuk perusahaan yang mapan dan untuk
      mencapai tujuannya. Struktur organisasi dan manajemen yang baik sangat erat
      hubungannya dengan koordinasi kerja yang terpadu dan terarah.

      Dalam setiap organisasi diperlukan ketegasan dalam pembagian tugas yang
      disesuaikan dengan bagan organisasi, pendelegasian wewenang yang jelas
      dan koordinasi kerja yang terpadu. Penempatan tenaga kerja yang sesuai
      dengan pengalaman, keahlian dan keterampilannya merupakan faktor yang
      penting dalam menerapkan kebijaksanaan perusahaan. Hal ini juga akan
      memperlancar pendelegasian tugas kepada unit di bawahnya atau
      sebaliknya, yang pada akhirnya akan memperlancar kerja perusahaan. Oleh
      sebab itu, struktur organisasi perusahaan harus dijadikan pegangan dalam
      menjalankan kegiatan usahanya.


7.2   Kapasitas dan Kemampuan Manajemen
      Pada perkembangan selanjutnya, struktur organisasi Perseroan akan
      berkembang sesuai dengan penambahan kegiatan usaha dibidang budidaya
      ikan kerapu. Penambahan kegiatan usaha tersebut perlu dilakukan penyesuaian
      terhadap staf/operator untuk menjalankan seluruh kegiatan perusahaan yang
      semakin kompleks. Dalam memenuhi kebutuhan tambahan ini, dari waktu ke
      waktu dan sesuai dengan rencana pengembangan bisnis perusahaan, maka
      akan ditempatkan beberapa tenaga ahli, sedangkan perekrutan tenaga kerja
      diutamakan yang memiliki keahlian di bidang budidaya ikan kerapu, sehingga
      sumber daya manusia yang dimiliki perusahaan berkompeten di bidang industri
      sesuai dengan penambahan kegiatan usaha. Saat ini Perseroan memiliki SDM
      yang berpengalaman dalam usaha budidaya ikan kerapu sehingga dengan
      adanya penambahan usaha kemampuan Perseroan dalam menyediakan
      sumberdaya yang mumpuni sudah tersedia. Dengan mempertimbangkan kondisi
      sumberdaya manusia dan tenaga ahli dibidang budidaya ikan kerapu yang
      dimiliki oleh Perseroan, perusahaan mampu mendukung rencana penambahan
      usaha baru.

      Kapasitas manajemen mencakup kemampuan dalam perencanaan,
      pelaksanaan, pengawasan, dan pengendalian operasional budidaya ikan
      kerapu. Dalam hal ini, Perseroan memiliki keahlian dalam pengelolaan sumber
      daya alam, teknologi budidaya ikan, serta pemahaman yang baik tentang


Bab VII – Aspek Model Manajemen                                                1
Page 95
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Agung Menjangan Mas Tbk


      faktor-faktor lingkungan yang memengaruhi pertumbuhan ikan kerapu, saat ini
      Perseroan telah berkerjasama dengan Institut Pertanian Bogor untuk
      mengembangkan smart mariculture menuju budidaya ikan 4.0, serta sebagai
      Tenaga Ahli Perikanan Dr. Ir. Irzal Effendi,M.Si yang mengembangkan aspek
      pengelolaan budidaya ikan kerapu Perseroan, berikut profile singkat tenaga
      ahli yang bekerjasama dengan Perseroan :
            1. Nama                           : Dr. Ir. Irzal Effendi, MSi.
            2. Instansi                       : Institut Pertanian Bogor (IPB), Fakultas
                                                Perikanan dan Ilmu Kelautan, Departemen
                                                Budidaya Perairan
                a. Golongan/Pangkat           : IVc
                b. Jabatan                          Lektor Kepala
            3. Alamat
                a. Kantor                     : Departemen Budidaya Perairan, Fakultas
                                                Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB, Kampus
                                                Darmaga, Bogor, Jawa Barat
                                                Telp./Fax: 0251-8622941

                b. e-mail                     : irzalef@gmail.com atau
                                                irzeffendi@yahoo.com
             4. Riwayat Pendidikan :
                 No.       Jenjang         Bidang Ilmu              Perguruan Tinggi.   Tahun
                          Pendidikan                                                     Lulus
                  1    Sarjana            Akuakultur            Institut Pertanian      1988
                                                                Bogor

                  2    Magister           Biologi               Institut Pertanian      1995
                                                                Bogor

                  3    Doktor             Akuakultur            Institut Pertanian      2016
                                                                Bogor


             5. Pelatihan Profesional     :
                 No.              Jenis Pelatihan             Penyelenggara,     Jangka Waktu,
                                                                   Lokasi              Tahun
                  1    Pelatihan dan Workshop                Vision Indonesia - 30 Juli -1
                       Pengenalan SMM ISO                    Program Diploma Agustus dan 15
                       9001:2015                             IPB                Agustus 2017
                  2    Pelatihan Asesor Uji Kompetensi:      BNSP-Program       14-17 Juli 2017
                       Asesor Nasional                       Diploma IPB
                  3    Pelatihan Berbasis Kompetensi         Bappenas -         23-24 Mei 2017
                       untuk Pemetaan Kompetensi             KADIN -
                       Bidang Usaha Perikanan                KOMPAK
                       Budidaya



Bab VII – Aspek Model Manajemen                                                                   2
Page 96
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Agung Menjangan Mas Tbk



                 No.             Jenis Pelatihan              Penyelenggara,        Jangka Waktu,
                                                                  Lokasi                Tahun
                  4    Pembekalan dan Uji Kompetensi          BBPBAP Jepara       8-10 Februari
                       Bidang Perikanan Budidaya              DJPB-KKP            2017
                       sebagai Ahli Perikanan Budidaya:
                       Ahli
                       Akuakultur
                  6    Training Course Workshop:              NACA, Nha           1-10 Agustus
                       Application of Bussines                Trang University,   2010
                       Management Principles for Small        Nha Trang, Viet
                       Scale Aquaculture                      Nam
                  7    Pelatihan Audit Internal dalam         Direktorat          1-4 Agustus
                       Rangka ISO 9000:2008                   Program Diploma 2009
                                                              IPB, Bogor
                  9    Junior Scientist Exchange Toward       Core University     3 bulan, 2002
                       Harmonization between                  Program in
                       Development and Environmental          Applied
                       Conservation in Biological             Biosciences. JSPS-
                       Production (Luar Negeri)               DGHE. The
                                                              University of
                                                              Tokyo, Japan.
                 11    Training of Macrobrachium              Inve International, 7-10 November
                       Freshwater Culture, Bangkok,           Thailand            2001
                       Thailand
                 12    Long Term Junior Scientist             JSPS - DGHE, RI     Oktober 1996 -
                       Exchange Programe, Tokyo                                   Maret 1997 (6
                       University of Fisheries, Tokyo,                            bulan)
                       Japan


             6. Pengalaman Mengajar :
                 No.        Mata Kuliah                   Jenjang        Program             Waktu
                                                         Pendidikan       Studi/
                                                                        Universitas
                  1    Dasar-dasar Akuakultur             Diploma         TRI/IPB      1997 - 2003
                                                          Sarjana        BDP/IPB       1990 - sekarang
                  2    Budidaya Air Payau dan             Diploma         TRI/IPB      1997 - 2003
                       Laut
                  3    Teknik Penanganan Benih            Diploma         TRI/IPB      1997 - 2004
                       dan
                       Induk
                  4    Pengantar Akuakultur               Diploma        MBP/IPB       1996 - 2004
                  5    Dasar-dasar Perikanan              Diploma       TPMPB/IPB      2004 - sekarang
                       Budidaya
                  6    Manajemen Budidaya                 Diploma       TPMPB/IPB      2004 - 2012
                       Air Payau & Marikultur
                  7    Manajemen Pembenihan               Diploma       TPMPB/IPB      2004 - 2013
                       Ikan
                  8    Teknik Penanganan                  Diploma       TPMPB/IPB      2004 - 2011
                       Produk
                       Perikanan Budidaya



Bab VII – Aspek Model Manajemen                                                                     3
Page 97
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Agung Menjangan Mas Tbk



                 No.           Mata Kuliah               Jenjang           Program             Waktu
                                                        Pendidikan          Studi/
                                                                          Universitas
                 9      Tata Produksi Pertanian           Diploma          MK/IPB        1991 – 1997
                 10     Sistem dan Teknologi              Sarjana         Faperta/U      1993- 1998
                        Budidaya                                             nida
                        Perikanan
                 11     Budidaya Ikan Hias                Diploma             PGKP/IPB   1990-1991
                 12     Budidaya Ikan Air Tawar           Diploma         PGKP/IPB       1990-1991
                 13     Manajemen Marikultur              Sarjana          TMA/IPB       1999 - sekarang
                 14     Pengantar Praktek                 Diploma         TPMPB/IPB      2010 - sekarang
                        Akuakultur
                 14     Pengembangan Budidaya             Sarjana             BDP/IPB    1999 - 2003
                        Perairan
                 15     Fisiologi dan Tingkahlaku         Sarjana             TMA/IPB    1999 - 2007
                        Larva
                                                         Magister             AKU/IPB    2008 - sekarang
                 16     Pengantar Ilmu Perikanan         Sarjana              FPIK/IPB   2012 – sekarang
                 17     Evaluasi Produksi                 Doktor              AKU/IPB    2017 - sekarang
                        Akuakultur
                 18     Evaluasi Sistem Akuakultur        Doktor              AKU/IPB    2017 - sekarang
                 19     Logistik Akuakultur              Magister             LOG/IPB    2020 - sekarang
                Keterangan :
                TRI   : Teknologi Reproduksi Ikan
                BDP   : Budidaya Perairan
                MBP : Manajemen Bisnis Perikanan
                TPMPB : Teknologi Produksi dan Manajemen Perikanan Budidaya
                MK    : Manajer Koperasi
                PGKP : Pendidikan Guru Kejuruan Pertanian
                AKU : Ilmu Akuakultur
                TMA : Teknologi dan Manajemen Akuakultur
                FPIK : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

      Kaitannya dengan manajemen keuangan, pengelolaan biaya produksi,
      perencanaan anggaran, dan analisis keuangan untuk memastikan keberlanjutan
      usaha telah dilakukan dengan baik. Selain itu, kemampuan dalam menjalankan
      strategi pemasaran dan penjualan hasil budidaya ikan kerapu dalam
      meningkatkan profitabilitas usaha telah dilakukan saat ini melalui kerjasama
      dengan eksportir, pengepul lokal dan supermarket di area Bali.


7.3   Sumber Daya Manusia
      Penggunaan karyawan yang memiliki keahlian sesuai dengan yang dibutuhkan
      adalah sesuatu yang membantu peran keberhasilan usaha. Perseroan memiliki
      karyawan yang didasarkan pada pengalaman kerja, latar belakang
      pendidikan, dan keahliannya dibidang perikanan agar proses produksinya
      optimal. Sumber daya manusia yang dimiliki Perseroan merupakan lulusan
      perguruan tinggi perikanan Institut Pertanian Bogor yang terdiri dari Manajer
      Produksi dalam hal ini Bapak Mochammad Ridwan, S.Pi, M.Si yang bertanggung
      jawab memastikan proses budidaya ikan berjalan sesuai perencanaan bisnis.


Bab VII – Aspek Model Manajemen                                                                      4
Page 98
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Agung Menjangan Mas Tbk


      Sebagai Kepala Produksi Bapak Lukman Nur Hakim, S.Pi yang bertanggung
      jawab Mengatur dan mengelola semua hal yang berkaitan dengan operasional
      budidaya.

      Sebagai Asisten Kepala Produksi Bapak M.Atilah Setiawan, S.Pi memiliki tanggung
      jawab membantu kepala produksi melaksanakan kegiatan budidaya, memantau
      kondisi kualitas air, membuat laporan produksi dan melakukan koordinasi
      dengan anggota mulai dari mengelola tenaga kerja, hingga berjalannya
      kegiatan budidaya.

      Salah satu hal terpenting untuk keberhasilan dalam pengelolaan perusahaan
      adalah peran sumber daya manusia yang menanganinya. Oleh karena itu
      diperlukan manajemen yang profesional dalam setiap fungsi operasional
      perusahaan. Berikut ini adalah struktur organisasi Perseroan yang berbentuk
      struktur organisasi fungsional.

      Struktur Organisasi Perseroan sebelum penambahan kegiatan usaha sebagai
      berikut :




      Sumber: Manajemen Perseroan




Bab VII – Aspek Model Manajemen                                                    5
Page 99
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Agung Menjangan Mas Tbk


      Dan berikut merupakan struktur organisasi Perseroan setelah penambahan
      kegiatan usaha :




      Sumber: Manajemen Perseroan

      Adapun pihak-pihak yang secara langsung ditunjuk untuk bertanggung jawab
      atas penambahan kegiatan usaha adalah sebagai berikut :

      a) Lukman Nur Hakim (Kepala Produksi)
         - Pendidikan :
           • D3 Jurusan Perikanan Institut Pertanian Bogor.

          -    Pengalaman :
              • Koordinator Teknik Budidaya Ikan – PKSPL IPB (2004 – 2009)
              • Kepala Bagian Pre Growing Budidaya Ikan Kakap Putih – PT Fega
                 Marukultura (2009 – 2015)
              • Kepala Produksi KJA – PT Agung Menjangan Mas Tbk (2021 –
                 Sekarang)




Bab VII – Aspek Model Manajemen                                             6
Page 100
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Agung Menjangan Mas Tbk


      b) Mochammad Ridwan
         - Pendidikan :
           • S1 Teknologi Produksi dan Manajemen Perikanan Budidaya Institut
              Pertanian Bogor (IPB).
           • S2 Manajemen Institut Pertanian Bogor (IPB).

          -    Pengalaman :
              • Pengembangan Program Bisnis - LPPM Institut Pertanian Bogor (2019-
                 2021)
              • Pengembangan Program - LKST Institut Pertanian Bogor (2021)
              • Kerjasama dan Pengembangan - PT Agung Menjangan Mas Tbk
                 (2021 – Sekarang)

      c) M. Atilah Setiawan (Asisten Kepala Produksi)
         - Pendidikan :
           • S1 Akuakultur Institut Pertanian Bogor (IPB).

          - Pengalaman :
            • Sales Eksekutif – PT Sumber Tirta Sentosa (2022 - 2023)


7.4   Ketersediaan Tenaga Kerja
      Recruitment akan dilakukan oleh Perseroan sebagai langkah awal untuk
      mengakselerasi pertumbuhan di kegiatan usaha tambahan. Di dalam segmen
      usaha konstruksi bangunan gedung, jasa prepabrikasi konstruksi bangunan
      gedung dan instalasi listrik, kombinasi antara karyawan Perseroan yang telah
      ada dengan tambahan tenaga dari luar akan dilakukan.

      Tabel 7.1. Komposisi Jumlah Karyawan Perseroan Sebelum dan Sesudah Penambahan
                 Kegiatan Usaha
            Tenaga kerja sebelum     Rencana tambahan tenaga     Tenaga kerja setelah
         penambahan kegiatan usaha         kerja (orang)        penambahan kegiatan
                  (orang)                                           usaha (orang)
                     25                        20                        45
      Sumber: Manajemen Perseroan

      Tenaga kerja di Perseroan divisi perikanan budidaya dipimpin oleh Kepala
      Produksi budidaya yang berpengalaman, dan mempekerjakan sebagian
      besar pegawai lokal dari daerah sekitarnya, yang telah mengikuti tes dan
      pelatihan. Secara umum tenaga kerja yang ada 80 persen nya berasal dari
      daerah sekitarnya dan 20 persen dari luar daerah (umumnya tenaga ahli
      budidaya, teknisi, laboratorium, dan manajer lapangan).




Bab VII – Aspek Model Manajemen                                                         7
Page 101
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Agung Menjangan Mas Tbk


      Ketersediaan tenaga kerja akan menentukan tim pelaksana yang terbaik
      dengan kebijaksanaan dalam pengangkatan tenaga kerja dan diutamakan
      yang sudah berpengalaman dalam bidangnya.

      Untuk meningkatkan produktivitas dari karyawan yang akan dilakukan antara
      lain :
      1. Peningkatan keahlian karyawan (man power training);
      2. Sistem manajemen yang baik untuk dapat melaksanakan tugas semaksimal
         mungkin;
      3. Job description yang jelas dari setiap karyawan secara terarah;
      4. Rasa tanggung jawab kepada perusahaan dalam usaha penyempurnaan
         dan penghematan;
      5. Menciptakan suasana kerja yang menyenangkan dengan cara
         memperhatikan kesejahteraan karyawan, menjamin ketenangan dan
         kepastian serta ketentraman kerja


7.5   Komposisi Karyawan
      Berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan, hingga 31 Desember 2023
      jumlah karyawan sebanyak 25 karyawan. Berikut komposisi Distribusi
      komposisi karyawan berdasarkan jenjang jabatan, pendidikan, usia serta
      lokasi penempatan dengan rincian sebagai berikut :

      Tabel 7.2. Jumlah Karyawan Berdasarkan Tingkatan Jabatan
                                       31 Desember 2023
          Jenjang Jabatan
                                   Laki-Laki       Perempuan
       President Director              1
       Vice President Director
       Director                        2
       Senior Manager                  2
       Manager                         2
       Asistant Manager                2
       Supervisor                      4                  2
       Staf                            8                  2
                  Jumlah              21                  4




Bab VII – Aspek Model Manajemen                                              8
Page 102
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Agung Menjangan Mas Tbk


      Tabel 7.3. Jumlah Karyawan Berdasarkan Tingkatan Pendidikan
                                           31 Desember 2023
         Jenjang Pendidikan
                                   Laki-Laki           Perempuan
        Magister (2)                 3
        Sarjana (S1)                  8                       2
        Sarjana Muda (D3)             8                       2
        SMA                           2
        <SMA
                 Jumlah               21                      4


      Tabel 7.4. Jumlah Karyawan Berdasarkan Tingkatan Usia
                                           31 Desember 2023
              Jenjang Usia
                                   Laki-Laki           Perempuan
       < 20
       20 - 25                        5
       26 - 30                        1                       2
       31 - 35                        4                       2
       36 - 40                        8
       41 - 45                        2
       46 - 50                        1
       >50
                 Jumlah               21                      4


      Tabel 7.5. Jumlah Karyawan Berdasarkan Status Ketenagakerjaan
                                           31 Desember 2023
               Status
          Ketenagakerjaan          Laki-Laki           Perempuan
       Tetap                         21                       4
       Kontrak                       20
                 Jumlah               41                      4


      Struktur organisasi yang ada di Perseroan divisi Budidaya ikan terdiri dari
      Kepala Produksi, dimana kepala produksi tersebut didampingi oleh Asisten
      Kepala Produksi dan Operator lapangan;




Bab VII – Aspek Model Manajemen                                                9
Page 103
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Agung Menjangan Mas Tbk




      Berikut adalah tugas dan tanggung jawab tim produksi Budidaya Ikan Kerapu

      1. Kepala Produksi
         Kepala Produksi Memiliki Tanggung Jawab Mengatur dan mengelola semua
         hal yang berkaitan dengan operasional kja mulai dari mengelola tenaga
         kerja, hingga berjalannya kegiatan budidaya.
      2. Asisten Kepala Produksi
         Asisten Kepala Produksi memiliki tanggung jawab membantu kepala produksi
         melaksanakan kegiatan budidaya, memantau kondisi kualitas air, membuat
         laporan produksi dan melakukan koordinasi dengan anggota.
      3. Operator
         Operator memiliki tanggung jawab melakukan              pemberian   pakan,
         pembersihan jaring dan pembersihan KJA.


7.6   Kesimpulan
      Dengan pertimbangan aspek model majamen yang akan diterapkan baik dari
      penggunaan tenaga kerja yang ada dikombinasikan dengan recruitment
      tenaga kerja yang sesuai dengan bidangnya serta rencana manajemen
      meningkatkan produktivitas tenaga kerja sehingga dapat bersaing dengan
      perusahaan lain dengan jenis usaha yang sama, maka rencana penambahan
      kegiatan usaha secara aspek model manajemen layak untuk dilaksanakan.




Bab VII – Aspek Model Manajemen                                                 10
Page 104
    BAB VIII
ASPEK KEUANGAN
Page 105
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Agung Menjangan Mas Tbk


                                    BAB VIII
                                ASPEK KEUANGAN

8.1. Rencana Perseroan
       Perseroan adalah perusahaan yang bergerak dibidang jasa sarana produksi
       budidaya ikan air payau, jasa pasca panen budidaya ikan air payau,
       penyiapan lahan dan real estatet yang dimiliki sendiri atau disewa. Bisnis inti
       Perusahaan saat ini berfokus pada jasa persiapan kolam, jasa panen, jasa
       pasca panen dan jasa pemeliharaan sarana dan prasarana kolam tambak dan
       penyewaan tanah dan gedung dimana saat ini Perseroan berencana untuk
       melakukan penambahan kegiatan usahanya di bidang budidaya ikan kerapu,
       pembesaran pisces/ikan bersirip payau, pembenihan ikan laut, pembenihan ikan
       air payau, perdagangan hasil perikanan, industri pembekuan ikan, industri
       pendinginan ikan, industri pembekuan biota air lainnya dan industri
       pemindangan ikan.

       Mengenai penambahan kegiatan usaha yang akan dilakukan Perseroan dengan
       melakukan penambahan di bidang budidaya ikan kerapu, industri pembenihan
       serta pembekuan ikan, maka diharapkan produktifitas dan profitabilitas dapat
       meningkat. Untuk menjalankan rencana usahanya Perseroan memerlukan kajian
       kelayakan atas penambahan kegiatan usaha tersebut.


8.2. Rencana Biaya Investasi
       Berkaitan dengan penambahan kegiatan usaha Perseroan secara garis besar
       rencana biaya yang dibutuhkan oleh Perseroan dapat disajikan sebagai
       berikut :

       Tabel 8.1 Biaya Investasi
                                                  Harga Satuan              Total
        No.          Uraian             Unit
                                                      (Rp)                  (Rp)
         1    Tambak Kerapu             192          83.000.000          15.936.000.000
         2    Sarana Pelengkap           1        1.000.000.000           1.000.000.000
         3    Gudang                     1        1.000.000.000           1.000.000.000
              Total Biaya Investasi                                      17.936.000.000




Bab VIII - Aspek Keuangan                                                             1
Page 106
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Agung Menjangan Mas Tbk


       Kebutuhan modal investasi tersebut akan menggunakan dana sendiri dengan
       rincian sebagai berikut :
       Tabel 8.2 Sumber Pembiayaan
                                                        Pinjaman
        No.      Pembiayaan            Modal Sendiri                      Total
                                                       Perbankan
        1     Investasi              17.936.000.000            -         17.936.000.000
        2     Komposisi                       100%           0%                   100%
              Total Pembiayaan                                           17.936.000.000



8.3. Asumsi – Asumsi Proyeksi Keuangan
       Asumsi-asumsi yang digunakan dalam penyusunan proyeksi keuangan sebelum
       dan setelah penambahan kegiatan usaha adalah upaya pengembangan bisnis
       Perseroan. Dengan adanya penambahan kegiatan usaha ini akan
       mengakibatkan perubahan terhadap keuangan Perseroan. Kami melakukan
       koreksi ataupun penyesuaian terhadap proyeksi keuangan yang diberikan oleh
       pemberi tugas, penilai meyakini bahwa proyeksi keuangan tersebut sudah sesuai
       dengan rencana bisnis Perseroan. Jangka waktu proyeksi keuangan sampai
       dengan tahun 2028 dimana asumsi bahwa tahun tersebut Perseroan dalam
       kondisi stable growth sehingga untuk mencerminkan going concern bisnis
       Perseroan diterapkan terminal value dengan menggunakan metode kapitalisasi
       pendapatan/gordon model.


8.4. Proyeksi Keuangan Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha
8.4.1. Proyeksi Posisi Keuangan Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha

       Berikut ini disajikan proyeksi posisi keuangan Perseroan adalah sebagai berikut:

        •     Proyeksi posisi keuangan disusun oleh Perseroan yang berakhir pada tahun
              2028.
        •     Proyeksi posisi keuangan tersebut telah dilakukan penyesuaian dan
              normalisasi.
        •     Proyeksi posisi keuangan Perseroan tanpa penambahan kegiatan usaha
              hanya mencakup bidang usaha jasa sarana produksi budidaya ikan air
              payau, jasa pasca panen budidaya ikan air payau, penyiapan lahan dan
              real estatet yang dimiliki sendiri atau disewa.




Bab VIII - Aspek Keuangan                                                             2
Page 107
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Agung Menjangan Mas Tbk


        Tabel 8.3 Proyeksi Posisi Keuangan Perseroan (Dalam Ribuan Rupiah)
                                         2024              2025         2026         2027        2028
               Keterangan
                                      Proyeksi          Proyeksi     Proyeksi     Proyeksi    Proyeksi
        Aset Lancar                 32.644.015     35.123.068      37.318.988   39.608.398   41.865.949
        Aset Tidak Lancar           40.789.942     40.546.497      40.610.275   40.689.039   40.786.309
        Total Aset                  73.433.957     75.669.565      77.929.263   80.297.437   82.652.258
        Liabilitas Jangka Pendek     1.837.981      1.862.387       1.843.558    1.865.882    1.861.388
        Liabilitas Jangka Panjang     664.256           664.256      664.256      664.256      664.256
        Total Liabilitas             2.502.237      2.526.643       2.507.814    2.530.138    2.525.645
        Total Ekuitas               70.931.720     73.142.922      75.421.449   77.767.299   80.126.613
        Sumber : Laporan Manajemen Perseroan (diolah)

       Perkembangan Posisi Keuangan Perseroan dapat dilihat pada grafik berikut :

       Grafik 8.1. Proyeksi Posisi Keuangan Perseroan Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha




       • Berdasarkan proyeksi keuangan Perseroan di atas, diperkirakan total aset
         Perseroan tahun 2024 sampai dengan tahun 2028 mengalami peningkatan
         setiap tahunnya dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound
         Annual Growth Rate/CAGR) sebesar 2,97% per tahun. Kenaikan tersebut
         sebagian besar berasal dari kas dan setara kas, piutang usaha serta aset
         tetap.
       • Total liabilitas Perseroan selama masa proyeksi yaitu tahun 2024 sampai
         dengan tahun 2028 mengalami penurunan setiap tahunnya dengan laju
         pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate/CAGR)
         sebesar -0,61% per tahun. Penurunan tersebut sebagian besar berasal dari
         utang usaha pihak ketiga.



Bab VIII - Aspek Keuangan                                                                            3
Page 108
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Agung Menjangan Mas Tbk


       • Total ekuitas Perseroan selama masa proyeksi yaitu tahun 2024 sampai
         dengan tahun 2028 juga mengalami peningkatan setiap tahunnya dengan
         laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate/CAGR)
         sebesar 3,10% per tahun. Kenaikan tersebut berasal dari peningkatan saldo
         laba yang pada tahun 2025 dan seterusnya telah dilakukan perbaikan
         kinerja sehingga Perseroan konsisten membukukan keuntungan bersih.


8.4.2. Proyeksi Laba Rugi Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha

       Asumsi-asumsi yang digunakan antara lain :

       1. Proyeksi yang digunakan berdasarkan business plan yang disusun oleh
          Perseroan untuk periode 2024-2028.
       2. Pendapatan Perseroan berasal dari jasa pembuatan sarana produksi
          budidaya ikan air payau.
       3. Tingkat pertumbuhan penjualan rata-rata CAGR menurun sebesar 0,94%
          per tahun.
       4. Beban pokok penjualan (COGS) terhadap pendapatan rata-rata sebesar
          49,66% selama masa proyeksi.
       5. Gross margin rata-rata sebesar 50,34% per tahun selama masa proyeksi
          2024-2028.
       6. Net profit margin rata-rata sebesar 22,10% per tahun selama masa
          proyeksi 2024-2028.
       7. Pertumbuhan laba bersih meningkat rata-rata sebesar 59,68% per tahun
          selama masa proyeksi.

       Berikut ini disajikan proyeksi laba rugi Perseroan tanpa penambahan kegiatan
       usaha :

       Tabel 8.4         Proyeksi Laba Rugi Perseroan (Dalam Ribuan Rupiah)
                                           2024             2025         2026         2027        2028
                Keterangan
                                        Proyeksi         Proyeksi     Proyeksi     Proyeksi    Proyeksi
       Penjualan                       9.534.375       9.931.250    10.328.125   10.725.000   10.804.375
       Beban Pokok Penjualan          -4.688.250       -4.911.500   -5.134.750   -5.358.000   -5.402.650
       Laba Kotor                      4.846.125       5.019.750     5.193.375    5.367.000    5.401.725
       Beban Penjualan                  -190.687        -198.625     -206.562     -214.500     -216.087
       Beban Umum dan Administrasi    -1.906.875       -1.986.250   -2.065.625   -2.145.000   -2.160.875
       Laba Sebelum Pajak              2.748.562       2.834.875     2.921.187    3.007.500    3.024.762
       Beban Pajak                      -604.684        -623.672     -642.661     -661.650     -665.448
       Laba Bersih                     2.143.879       2.211.202     2.278.526    2.345.850    2.359.315
       Sumber : Laporan Manajemen Perseroan (diolah)




Bab VIII - Aspek Keuangan                                                                            4
Page 109
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Agung Menjangan Mas Tbk


       Perkembangan laba rugi Perseroan dapat dilihat pada grafik berikut :

       Grafik 8.2. Proyeksi Laba Rugi Perseroan Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha




8.4.3. Proyeksi Arus Kas Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha

       Perkembangan arus kas Perseroan tanpa penambahan kegiatan usaha selama
       masa proyeksi dapat dilihat pada tabel berikut :

       Tabel 8.5 Proyeksi Arus Kas Perseroan (Dalam Ribuan Rupiah)
                                         2024            2025         2026         2027        2028
             Keterangan
                                      Proyeksi        Proyeksi     Proyeksi     Proyeksi    Proyeksi
       Arus Kas Dari Aktivitas
                                   3.137.952         2.451.616    2.058.740    1.880.874    2.376.156
       Operasi
       Arus Kas Dari Aktivitas
                                      76.980           243.445      -63.778      -78.764      -97.270
       Investasi
       Arus Kas Dari Aktivitas
                                            -                -            -            -               -
       Pendanaan
       Kas dan Setara Kas
                                  22.532.577       25.747.508    28.442.569   30.437.531   32.239.641
       Awal Tahun
       Kas dan Setara Kas
                                  25.747.508       28.442.569    30.437.531   32.239.641   34.518.527
       Akhir Tahun
       Sumber : Laporan Manajemen Perseroan (diolah)

       • Jumlah kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi diproyeksikan pada
         tahun 2028 sebesar Rp2,36 miliar. Arus kas masuk diperoleh dari penerimaan
         kas dari pelanggan. Sementara dari arus kas keluar digunakan untuk
         pembayaran kas kepada pemasok, pembayaran gaji dan upah,
         pembayaran beban usaha dan pembayaran pajak penghasilan badan.


Bab VIII - Aspek Keuangan                                                                         5
Page 110
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Agung Menjangan Mas Tbk


       • Jumlah kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi diproyeksikan pada
         tahun 2028 sebesar negatif Rp97,27 juta. Arus kas keluar digunakan untuk
         penambahan aset tetap.
       • Tidak terdapat jumlah kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan
         selama masa proyeksi 2024 sampai dengan 2028. Perseroan belum ada
         rencana untuk mengajukan pinjaman kepada kreditur.
       • Jumlah kas dan setara kas Perseroan pada akhir 2028 tercatat sebesar
         Rp34,51 miliar, lebih tinggi 7,07% dibandingkan posisi tahun 2024 yang
         tercatat sebesar Rp32,24 miliar.


8.5. Proyeksi Keuangan dengan Penambahan Kegiatan Usaha
8.5.1. Proyeksi Posisi Keuangan dengan Penambahan Kegiatan Usaha

       Berikut ini disajikan proyeksi posisi keuangan Perseroan setelah penambahan
       kegiatan usaha adalah sebagai berikut :

       • Proyeksi posisi keuangan disusun oleh Perseroan yang berakhir pada tahun
         2028.
       • Proyeksi posisi keuangan tersebut telah dilakukan penyesuaian dan
         normalisasi.
       • Proyeksi posisi keuangan Perseroan dengan penambahan kegiatan usaha
         sudah mencakup bidang usaha budidaya ikan kerapu, industri pembenihan
         serta pembekuan ikan.

       Tabel 8.6 Proyeksi Posisi Keuangan Perseroan (Dalam Ribuan Rupiah)
                                         2024              2025         2026         2027        2028
               Keterangan
                                      Proyeksi          Proyeksi     Proyeksi     Proyeksi    Proyeksi
       Aset Lancar                 24.193.194     21.895.339       26.641.330   31.891.925   37.047.147
       Aset Tidak Lancar           50.146.742     56.728.897       55.650.275   54.586.639   53.541.509
       Total Aset                   74.339.935     78.624.236      82.291.605   86.478.564   90.588.656
       Liabilitas Jangka Pendek      1.907.907         2.100.990    1.984.365    2.065.560    2.052.709
       Liabilitas Jangka Panjang      664.256           664.256      664.256      664.256      664.256
       Total Liabilitas              2.572.163         2.765.246    2.648.621    2.729.816    2.716.965
       Total Ekuitas                71.767.773     75.858.990      79.642.984   83.748.748   87.871.692
       Sumber : Laporan Manajemen Perseroan (diolah)




Bab VIII - Aspek Keuangan                                                                                6
Page 111
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Agung Menjangan Mas Tbk


       Perkembangan posisi keuangan Perseroan setelah penambahan kegiatan usaha
       dapat dilihat pada grafik berikut :

       Grafik 8.3.   Proyeksi Posisi Keuangan Perseroan dengan Penambahan Kegiatan Usaha




       • Berdasarkan proyeksi keuangan Perseroan di atas, diperkirakan total aset
         Perseroan tahun 2024 sampai dengan tahun 2028 mengalami peningkatan
         setiap tahunnya dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound
         Annual Growth Rate/CAGR) sebesar 4,88% per tahun. Kenaikan tersebut
         sebagian besar berasal dari kas dan setara kas, piutang usaha dan aset
         tetap. Dengan adanya penambahan kegiatan usaha total aset Perseroan
         lebih tinggi sebesar 1,91% dari proyeksi total aset tanpa penambahan
         kegiatan usaha.
       • Total liabilitas Perseroan selama masa proyeksi yaitu tahun 2024 sampai
         dengan tahun 2028 mengalami peningkatan setiap tahunnya dengan laju
         pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate/CAGR)
         sebesar 0,85% per tahun. Kenaikan tersebut sebagian besar berasal dari
         utang usaha pihak ketiga. Dengan adanya penambahan kegiatan usaha
         total liabilitas Perseroan lebih tinggi sebesar 1,46% dari proyeksi total
         liabilitas tanpa penambahan kegiatan usaha.
       • Total ekuitas Perseroan selama masa proyeksi yaitu tahun 2024 sampai
         dengan tahun 2028 juga mengalami peningkatan setiap tahunnya dengan
         laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate/CAGR)
         sebesar 5,02% per tahun. Kenaikan tersebut berasal dari peningkatan saldo
         laba. Dengan adanya penambahan kegiatan usaha total ekuitas lebih tinggi
         sebesar 1,92% dari proyeksi total ekuitas tanpa penambahan kegiatan
         usaha.




Bab VIII - Aspek Keuangan                                                                  7
Page 112
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Agung Menjangan Mas Tbk


8.5.2. Proyeksi Laba Rugi dengan Penambahan Kegiatan Usaha

       Asumsi-asumsi yang digunakan antara lain :

        1. Proyeksi yang digunakan berdasarkan business plan yang disusun oleh
           Perseroan untuk periode 2024-2028.
        2. Pendapatan Perseroan berasal dari jasa pembuatan sarana produksi
           budidaya ikan air payau dan penjualan hasil budidaya ikan kerapu.
        3. Tingkat pertumbuhan penjualan rata-rata CAGR meningkat sebesar
           16,27% per tahun.
        4. Beban pokok penjualan (COGS) terhadap pendapatan rata-rata sebesar
           59,51% selama masa proyeksi.
        5. Gross margin rata-rata sebesar 40,49% per tahun selama masa proyeksi
           2024-2028.
        6. Net profit margin rata-rata sebesar 19,11% per tahun selama masa
           proyeksi 2024-2028.
        7. Pertumbuhan laba bersih rata-rata meningkat sebesar 78,53% per tahun
           selama masa proyeksi.

       Berikut ini disajikan proyeksi laba rugi Perseroan dengan penambahan kegiatan
       usaha:

       Tabel 8.7 Proyeksi Laba Rugi Perseroan (Dalam Ribuan Rupiah)
                                           2024              2025          2026          2027         2028
                Keterangan
                                        Proyeksi          Proyeksi      Proyeksi      Proyeksi     Proyeksi
       Penjualan                      13.854.375       22.891.250    19.688.125    22.245.000    22.324.375
       Beban Pokok Penjualan          -7.817.250       -13.983.500   -11.686.750   -13.422.000   -13.466.650
       Laba Kotor                      6.037.125         8.907.750     8.001.375     8.823.000     8.857.725
       Beban Penjualan                  -277.087         -457.825      -393.762      -444.900      -446.487
       Beban Umum dan Administrasi    -1.939.612        -3.204.775    -2.756.337    -3.114.300    -3.125.412
       Laba Sebelum Pajak              3.820.425         5.245.150     4.851.275     5.263.800     5.285.825
       Beban Pajak                      -840.493        -1.153.933    -1.067.280    -1.158.036    -1.162.881
       Laba Bersih                     2.979.931         4.091.217     3.783.994     4.105.764     4.122.943
       Sumber : Laporan Manajemen Perseroan (diolah)




Bab VIII - Aspek Keuangan                                                                                8
Page 113
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Agung Menjangan Mas Tbk


       Perkembangan laba rugi Perseroan dapat dilihat pada grafik berikut :

       Grafik 8.4.   Proyeksi Laba Rugi Perseroan dengan Penambahan Kegiatan Usaha




        • Proyeksi dilakukan selama 5 tahun yaitu sejak 2024 sampai dengan tahun
          2028 dengan pertimbangan bahwa dengan adanya penambahan kegiatan
          usaha Perseroan, maka pendapatan Perseroan diproyeksikan lebih tinggi
          sebesar 15,33% dibandingkan proyeksi pendapatan tanpa penambahan
          kegiatan usaha. Hal ini disebabkan oleh pendapatan dari usaha penjualan
          hasil budidaya ikan kerapu yang menyumbangkan pendapatan yang cukup
          besar bagi Perseroan.
        • Beban pokok penjualan (COGS) juga diperkirakan akan meningkat dengan
          adanya penambahan kegiatan usaha yaitu rata-rata sebesar 59,51% lebih
          tinggi 9,85% dari proyeksi COGS tanpa penambahan kegiatan usaha yaitu
          rata-rata sebesar 49,66% terhadap penjualan.
        • Laba kotor Perseroan diperkirakan akan menurun dengan adanya
          penambahan kegiatan usaha yaitu rata-rata sebesar 40,49% terhadap
          penjualan lebih rendah 9,85% dari proyeksi laba kotor tanpa penambahan
          kegiatan usaha yaitu rata-rata sebesar 50,34% terhadap penjualan.
        • Laba bersih Perseroan menurun dengan adanya penambahan kegiatan
          usaha hal ini dapat dilihat pada rata-rata besaran laba bersih terhadap
          penjualan yaitu -19,11% lebih rendah 2,99% dari proyeksi laba bersih
          tanpa adanya penambahan kegiatan usaha sebesar 22,10%. Hal ini
          disebabkan dengan adanya penambahan kegiatan usaha maka terdapat
          peningkatan beban COGS. Walaupun NPM lebih kecil namun secara total
          laba bersih Perseroan meningkat dengan adanya penambahan kegiatan
          usaha.




Bab VIII - Aspek Keuangan                                                            9
Page 114
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Agung Menjangan Mas Tbk


8.5.3. Proyeksi Arus Kas dengan Penambahan Kegiatan Usaha

       Perkembangan arus kas Perseroan dengan penambahan kegiatan usaha selama
       masa proyeksi dapat dilihat pada tabel berikut:

       Tabel 8.8 Proyeksi Arus Kas Perseroan (Dalam Ribuan Rupiah)
                                         2024            2025         2026         2027        2028
              Keterangan
                                      Proyeksi        Proyeksi     Proyeksi     Proyeksi    Proyeksi
       Arus Kas Dari Aktivitas
                                   2.806.990         2.456.603    4.286.628    2.720.504    4.179.445
       Operasi
       Arus Kas Dari Aktivitas
                                  -9.279.820       -6.582.155     1.078.622    1.063.636    1.045.130
       Investasi
       Arus Kas Dari Aktivitas
                                            -                -            -            -               -
       Pendanaan
       Kas dan Setara Kas
                                  22.532.577       16.059.747    11.934.194   17.299.444   21.083.584
       Awal Tahun
       Kas dan Setara Kas
                                  16.059.747       11.934.194    17.299.444   21.083.584   26.308.159
       Akhir Tahun
       Sumber : Laporan Manajemen Perseroan (diolah)

       • Jumlah kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi diproyeksikan pada
         tahun 2028 sebesar Rp4,18 miliar. Arus kas masuk diperoleh dari penerimaan
         kas dari pelanggan. Sementara dari arus kas keluar digunakan untuk
         pembayaran kas kepada pemasok, pembayaran gaji dan upah,
         pembayaran beban usaha dan pembayaran pajak penghasilan badan.
       • Jumlah kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi diproyeksikan pada
         tahun 2028 sebesar Rp1,04 juta. Arus kas masuk digunakan untuk penyusutan
         aset tetap.
       • Tidak terdapat jumlah kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan
         selama masa proyeksi 2024 sampai dengan 2028. Perseroan belum ada
         rencana untuk mengajukan pinjaman kepada kreditur.
       • Jumlah kas dan setara kas Perseroan pada akhir 2028 tercatat sebesar
         Rp26,30 miliar, lebih tinggi 24,78% dibandingkan posisi tahun 2024 yang
         tercatat sebesar Rp21,08 miliar.


8.6. Analisis Rasio Keuangan
       Analisis rasio keuangan atau financial ratio merupakan suatu alat analisis yang
       digunakan oleh perusahaan untuk menilai kinerja keuangan berdasarkan data
       perbandingan masing-masing pos yang terdapat di laporan keuangan seperti
       laporan posisi keuangan, laba rugi, dan arus kas dalam periode tertentu.




Bab VIII - Aspek Keuangan                                                                        10
Page 115
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Agung Menjangan Mas Tbk


8.6.1. Proyeksi Rasio Keuangan Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha

       Rasio keuangan Perseroan tanpa penambahan kegiatan usaha selama masa
       proyeksi dapat dilihat pada tabel berikut :

       Tabel 8.9 Rasio Keuangan Perseroan
                   Keterangan              2024       2025        2026       2027       2028

        Rasio Likuiditas
        - Current Ratio (x)                 17,76      18,86       20,24      21,23      22,49
        - Quick Ratio (x)                   17,76      18,86       20,24      21,23      22,49
        - Cash Ratio (x)                    14,01      15,27       16,51      17,28      18,54
        Rasio Aktivitas
        - Days of Account Receivables
                                              105            92      96        109        107
        Turnover
        - Days of Account Payables
                                                  8          10          8          9          9
        Turnover
        Rasio Solvabilitas
        - Total Debt to Aset Ratio (%)       3,41       3,34        3,22       3,15       3,06
        - Total Debt to Equity Ratio (%)     3,53       3,45        3,33       3,25       3,15
        Rasio Profitabilitas
        - Gross Profit Margin (%)           50,83      50,54       50,28      50,04      50,00
        - EBT Margin (%)                    28,83      28,54       28,28      28,04      28,00
        - Net Profit Margin (%)             22,49      22,27       22,06      21,87      21,84
        - Return on Equity / ROE (%)         2,92       2,92        2,92       2,92       2,85
        - Return on Asset / ROA (%)          3,02       3,02        3,02       3,02       2,94

       Berdasarkan rasio keuangan diatas, kondisi Perseroan tanpa adanya
       penambahan kegiatan usaha selama masa proyeksi adalah sebagai berikut:

       Rasio Likuiditas
       Tingkat likuiditas perusahaan dihitung berdasarkan perbandingan antara aset
       lancar dibandingkan dengan liabilitas lancar yang mencerminkan kemampuan
       perusahaan dalam memenuhi liabilitas jangka pendeknya. Terdapat dua
       indikator utama dalam mengukur tingkat likuiditas, yaitu rasio lancar (current
       ratio) dan rasio cepat (quick ratio). Rata-rata rasio lancar Perseroan selama
       masa proyeksi adalah 20,12 x. Sedangkan, rata-rata rasio cepat Perseroan
       adalah 20,12 x. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan mampu untuk menutupi
       kewajiban jangka pendeknya selama masa proyeksi.

       Rasio Aktivitas
       Rasio aktivitas adalah rasio yang mengukur seberapa efektif perusahaan dalam
       memanfaatkan semua sumber daya yang ada padanya. Semua rasio
       aktivitas ini melibatkan perbandingan antara tingkat penjualan dan investasi
       pada berbagai jenis aktiva. Terdapat indikator dalam mengukur rasio aktivitas.
       Rata-rata jumlah hari perputaran piutang selama masa proyeksi adalah 102


Bab VIII - Aspek Keuangan                                                                  11
Page 116
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Agung Menjangan Mas Tbk


       hari dan jumlah hari perputaran utang usaha selama masa proyeksi adalah 9
       hari.

       Rasio Solvabilitas
       Tingkat solvabilitas menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi
       seluruh liabilitasnya, yang diukur dengan menggunakan dua indikator, yaitu
       melalui perbandingan antara jumlah liabilitas terhadap jumlah aset dan melalui
       perbandingan antara jumlah liabilitas terhadap jumlah ekuitas. Rata-rata Debt
       to Equity Ratio (DER) tanpa penambahan kegiatan usaha Perseroan selama masa
       proyeksi adalah 3,23%. Sedangkan rata-rata Debt to Asset Ratio selama masa
       proyeksi adalah 3,34%. Liabilitas Perseroan cukup kecil jika dibandingkan
       dengan total ekuitas sehingga hal menunjukkan secara proporsional masih
       seimbang.

       Rasio Profitabilitas
       Return on Asset (ROA) menunjukkan kemampuan Perseroan dalam menghasilkan
       laba bersih dari aset yang dimilikinya. Rata-rata ROA selama masa proyeksi
       adalah 2,91%. Sementara Return on Equity (ROE) menunjukkan kemampuan
       perusahaan dalam menghasilkan laba bersih dari ekuitas yang ditanamkan.
       Rata-rata ROE selama masa proyeksi 3,01%. Selanjutnya adalah NPM (Net
       Profit Margin) adalah kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba bersih
       terhadap penjualan. Adapun rata-rata NPM Perseroan selama masa proyeksi
       adalah 22,10%.


8.6.2. Proyeksi Rasio Keuangan dengan Penambahan Kegiatan Usaha

       Rasio keuangan Perseroan dengan adanya penambahan kegiatan usaha
       selama masa proyeksi dapat dilihat pada tabel berikut :

       Tabel 8.10 Rasio Keuangan Perseroan
                     Keterangan                  2024     2025        2026     2027    2028

        Rasio Likuiditas
        - Current Ratio (x)                       12,68    10,42       13,43   15,44   18,05
        - Quick Ratio (x)                         12,68    10,42       13,43   15,44   18,05
        - Cash Ratio (x)                           8,42     5,68        8,72   10,21   12,82
        Rasio Aktivitas
        - Days of Account Receivables Turnover      105          92      96     109     107
        - Days of Account Payables Turnover           8          10       8       9       9
        Rasio Solvabilitas
        - Total Debt to Aset Ratio (%)             3,46     3,52        3,22    3,16    3,00
        - Total Debt to Equity Ratio (%)           3,58     3,65        3,33    3,26    3,09
        Rasio Profitabilitas
        - Gross Profit Margin (%)                 43,58    38,91       40,64   39,66   39,68
        - EBT Margin (%)                          27,58    22,91       24,64   23,66   23,68


Bab VIII - Aspek Keuangan                                                                 12
Page 117
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Agung Menjangan Mas Tbk



                    Keterangan           2024      2025      2026        2027    2028
        - Net Profit Margin (%)            21,51     17,87    19,22      18,46   18,47
        - Return on Equity / ROE (%)        4,01      5,20     4,60       4,75    4,55
        - Return on Asset / ROA (%)         4,15      5,39     4,75       4,90    4,69

       Berdasarkan rasio keuangan diatas, kondisi Perseroan dengan adanya
       penambahan kegiatan usaha selama masa proyeksi adalah sebagai berikut:

       Rasio Likuiditas
       Tingkat likuiditas perusahaan dihitung berdasarkan perbandingan antara aset
       lancar dibandingkan dengan liabilitas lancar yang mencerminkan kemampuan
       perusahaan dalam memenuhi liabilitas jangka pendeknya. Terdapat dua
       indikator utama dalam mengukur tingkat likuiditas, yaitu rasio lancar (current
       ratio) dan rasio cepat (quick ratio). Rata-rata rasio lancar Perseroan selama
       masa proyeksi adalah 14,00 x. Sedangkan rata-rata rasio cepat Perseroan
       adalah 14,00 x. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan mampu untuk menutupi
       kewajiban jangka pendeknya selama masa proyeksi.

       Rasio Aktivitas
       Rasio aktivitas adalah rasio yang mengukur seberapa efektif perusahaan
       dalam memanfaatkan semua sumber daya yang ada padanya. Semua rasio
       aktivitas ini melibatkan perbandingan antara tingkat penjualan dan investasi
       pada berbagai jenis aktiva. Terdapat indikator dalam mengukur rasio aktivitas.
       Rata-rata jumlah hari perputaran piutang selama masa proyeksi adalah 102
       hari dan jumlah hari perputaran utang usaha selama masa proyeksi adalah 9
       hari.

       Rasio Solvabilitas
       Tingkat solvabilitas menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi
       seluruh liabilitasnya, yang diukur dengan menggunakan dua indikator yaitu
       melalui perbandingan antara jumlah liabilitas terhadap jumlah aset dan melalui
       perbandingan antara jumlah liabilitas terhadap jumlah ekuitas. Rata-rata Debt
       to Equity Ratio (DER) dengan penambahan kegiatan usaha Perseroan selama
       masa proyeksi adalah 3,38%. Sedangkan rata-rata Debt to Asset Ratio (DAR)
       selama masa proyeksi adalah 3,27%. Liabilitas Perseroan kecil jika
       dibandingkan dengan total ekuitas sehingga hal menunjukkan secara
       proporsional seimbang.

       Rasio Profitabilitas
       Return on Asset (ROA) menunjukkan kemampuan Perseroan dalam menghasilkan
       laba bersih dari aset yang dimilikinya. Rata-rata ROA selama masa proyeksi
       adalah 4,62%. Sementara Return on Equity (ROE) menunjukkan kemampuan
       perusahaan dalam menghasilkan laba bersih dari ekuitas yang ditanamkan.
       Rata-rata ROE selama masa proyeksi yaitu 4,78%. Selanjutnya adalah NPM


Bab VIII - Aspek Keuangan                                                           13
Page 118
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Agung Menjangan Mas Tbk


       (Net Profit Margin) adalah kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba
       bersih terhadap penjualan. Adapun rata-rata NPM Perseroan selama masa
       proyeksi adalah 19,11%.


8.7. Analisis Modal Kerja
       Kebutuhan modal kerja tanpa penambahan kegiatan usaha Perseroan untuk
       tahun 2024 sampai dengan 2028 yang dihitung dari piutang usaha dan hutang
       usaha, selanjutnya proyeksi kebutuhan modal kerja adalah sebagai berikut :

       Tabel 8.11 Proyeksi Kebutuhan Modal Kerja Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha
                  (Dalam Ribuan Rupiah)
                                  2024         2025        2026          2027      2028
             Keterangan
                               Proyeksi     Proyeksi    Proyeksi     Proyeksi   Proyeksi
       Piutang Usaha          2.729.966    2.513.959   2.714.916   3.202.217    3.180.882
       Utang Usaha             104.772      129.178     110.349      132.673     128.179
       Modal Kerja Bersih     2.625.195    2.384.781   2.604.567   3.069.544    3.052.702
       Perubahan Modal
                               994.073      240.413    -219.786     -464.976      16.841
       Kerja Bersih

       Kebutuhan modal kerja dengan penambahan kegiatan usaha Perseroan untuk
       tahun 2024 sampai dengan 2028 yang dihitung dari piutang usaha dan hutang
       usaha, selanjutnya proyeksi kebutuhan modal kerja adalah sebagai berikut :

       Tabel 8.12 Proyeksi Kebutuhan Modal Kerja dengan Penambahan Kegiatan Usaha
                  (Dalam Ribuan Rupiah)
                                  2024         2025        2026          2027      2028
             Keterangan
                               Proyeksi     Proyeksi    Proyeksi     Proyeksi   Proyeksi
       Piutang Usaha          3.966.906    5.794.604   5.175.345   6.641.800    6.572.448
       Utang Usaha             174.697      367.781     251.155      332.350     319.500
       Modal Kerja Bersih     3.792.209    5.426.823   4.924.190   6.309.450    6.252.949
       Perubahan Modal
                              -172.942    -1.634.614    502.633    -1.385.260     56.501
       Kerja Bersih



8.8. Tingkat Diskonto (Discount Rate)
       Untuk mendiskonto arus kas bersih tiap-tiap tahun, tingkat diskonto yang
       digunakan adalah biaya modal rata-rata tertimbang (Weight of Average Cost
       of Capital) yang ditentukan dengan model Capital Asset Pricing Model (CAPM)
       dari Biaya Ekuitas (Cost of Equity) dan Biaya Utang (Cost of Debt).




Bab VIII - Aspek Keuangan                                                            14
Page 119
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Agung Menjangan Mas Tbk


8.8.1. Penentuan Biaya Modal untuk Ekuitas

       Biaya ekuitas ditentukan dengan menggunakan persamaan sebagai berikut:

                                  Ke = Rf + (β x Rpm)

        Dimana :
        Ke       = Balikan yang diharapkan dari suatu sekuritas tertentu, atau
                   biaya modal ekuitas/ saham biasa.
        Rf       = Tingkat balikan yang tersedia untuk suatu sekuritas bebas
                   risiko (risk free rate)
        β        = Beta levered perusahaan
        Rpm      = Premi risiko ekuitas untuk pasar secara keseluruhan (equity risk
                   premium)
        RbDS     = Rating-based default spread

       Penjelasan
       Rf (Risk Free Rate), adalah tingkat suku bunga untuk instrumen - instrumen yang
       dianggap tidak memiliki kemungkinan gagal bayar. Di Indonesia, instrumen
       bebas risiko yang dapat dipilih adalah tingkat bunga Obligasi Pemerintah untuk
       jangka panjang. Terkait dengan tanggal studi kelayakan yang digunakan pada
       tanggal 31 Desember 2023, maka instrumen bebas risiko yang dipilih
       didasarkan pada obligasi Pemerintah RI dalam mata uang rupiah dengan tenor
       30 tahun yaitu sebesar 6,98%. Risk free diperoleh dari World Government Bond
       dan angka tersebut akan digunakan sebagai tingkat balikan bebas risiko (Rf).

       Rpm (Market Risk Premium), adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas
       risiko dengan tingkat balikan investasi dalam bentuk penyertaan. Penentuan
       Equity Market Risk Premium memasukkan premi untuk risiko spesifik negara
       (Country-Spesifik Risk Premium) seperti volatilitas harga saham untuk
       menghasilkan Base Equity Market Risk Premium. Dengan mengikutsertakan risiko-
       risiko ini, dihasilkan tingkat diskonto yang mengakomodasi perubahan-
       perubahan sentimen jangka pendek di sekuritas pada pasar negara yang
       bersangkutan. Untuk studi kelayakan ini, kami menggunakan tingkat premi risiko
       sebesar 7,38% yang diolah dari hasil riset Aswath Damodaran sampai per
       Desember 2023.

       Beta (β) adalah faktor untuk meliput risiko sistematis dari suatu ekuitas. Beta
       akan dikalikan dengan market risk premium untuk mendapatkan equity risk
       premium. Untuk memperoleh faktor beta yang sesuai kami menggunakan beta
       perusahaan pembanding dari perusahaan terbuka dibidang industri perikanan
       yang diperoleh dari hasil riset Pefindo, yahoo finance dan Bloomberg.




Bab VIII - Aspek Keuangan                                                          15
Page 120
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Agung Menjangan Mas Tbk


       Dalam perhitungan digunakan beta dari perusahaan-perusahaan tersebut
       sebagai beta untuk menghitung cost of equity Perseroan. Dimana beta tersebut
       dihitung dari rata-rata unlevered beta. Cara ini dilakukan untuk menetralisir
       pengaruh levered yang ada di masing-masing perusahaan terhadap beta
       Perusahaan yang sama dengan levered yang berbeda, akan memiliki cost of
       equity yang berbeda pula. Oleh karena itu pengaruh levered yang ada di tiap
       perusahaan perlu dinetralisir dengan cara menghitung unlevered beta.

       Unlevered beta dihitung dengan formula sebagai berikut :

                                                          βL
                                            βu =
                                                   1 + (1 -T) x DER

        dimana:
        T    = Tingkat pajak
        DER = Debt to Equity Ratio
        βL = Beta levered, yaitu ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang diukur
                secara obyektif dari responsivitas pengembalian perusahaan
                terhadap pergerakan pengembalian portofolio pasar apabila
                dibandingkan dengan portofolio pasar dengan pengaruh hutang.
        βu = Beta unlevered, yaitu ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang
                diukur secara obyektif dari responsivitas pengembalian perusahaan
                terhadap pergerakan pengembalian portofolio pasar apabila
                dibandingkan dengan portofolio pasar tanpa pengaruh hutang.

       Unlevered beta rata-rata perusahaan pembanding yang diperoleh dari
       perhitungan ini kemudian di-levered dengan tingkat levered yang berlaku pasar
       untuk memperoleh beta yang sesuai untuk mendiskonto AKB Perseroan tersebut
       dengan formula sebagai berikut :

                                        βL = βU x (1 + (1 - T) x DER)

       Unlevered beta perusahaan terbuka yang akan digunakan sebagai dasar
       perhitungan beta untuk Perseroan adalah sebagai berikut:

       Tabel 8.13 Beta Levered dan Un-Levered Perusahaan Pembanding
                                                                                                   Beta
                                                           Total                  Adj.    DER
        No.           Company               Total Aset                Ekuitas                      Unlev
                                                         Liabilitas               Beta    (%)
                                                                                                   ered
              PT Panca Mitra Multiperdana
        1                                   4.620.556    2.951.387    1.253.711   0,478   235,41    0,17
              Tbk
              PT Central Proteina Prima
        2                                   6.856.338    2.120.110    3.419.703   0,830    62,00    0,56
              Tbk
              PT Dharma Samudera Fishing
        3                                     411.881       85.824     250.501    1,031    34,26    0,81
              Industries Tbk
              PT Era Mandiri Cemerlang
        4                                     141.188       46.694      73.686    0,600    63,37    0,40
              Tbk
              PT Cilacap Samudera Fishing
        5                                     201.180       10.834     159.106    1,023     6,81    0,97
              Industries Tbk



Bab VIII - Aspek Keuangan                                                                           16
Page 121
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Agung Menjangan Mas Tbk


                                                                                                       Beta
                                                               Total                 Adj.    DER
        No.            Company                 Total Aset                 Ekuitas                      Unlev
                                                             Liabilitas              Beta    (%)
                                                                                                       ered
              PT Agro Bahari Nusantara
        6                                           60.224           99     58.893   0,988     0,17     0,99
              Tbk
        7     PT Toba Surimi Industries Tbk        346.532      91.824    193.712    0,670    47,40     0,49
              PT Prima Cakrawala Abadi
        8                                          101.566      18.891      66.832   0,560    28,27     0,46
              Tbk
              Rata-rata                        1.592.433       665.708     684.518            97,25     0,61
        Sumber : www.yahoofinance.com 31 Desember 2023 (Total aset, liabilitas dan ekuitas dinayatakan dalam
        jutaan Rupiah)

       Dari tabel di atas, tampak bahwa beta dari perusahaan - perusahaan yang
       digunakan sebagai dasar perhitungan adalah 0,61.

       Untuk kepentingan studi kelayakan, komposisi pendanaan dihitung berdasarkan
       komposisi struktur permodalan data pasar perusahaan pembanding pertanggal
       studi kelayakan. Dimana struktur hutang sebesar 49,30%, sedangkan sisanya
       yaitu sebesar 50,70% akan dipenuhi dengan modal sendiri yang akan
       digunakan sebagai DER yang mewakili Perseroan. Dengan demikian, beta
       unlevered perusahaan pembanding harus di-unlevered dengan DER tersebut,
       kemudian di-relevered lagi dengan DER yang sama dan tarif pajak yang berlaku
       di Indonesia. Sehingga diperoleh beta sebesar 1,07 (dengan tarif pajak 22%).
                              βL       = βu x (1 + (1-T) x DER)
                              βL       = 0,61 x (1 + (1-22%) x (49,30%/50,70%))
       Dengan perhitungan maka diperoleh biaya modal ekuitas atau cost of equity
       Perseroan sebesar 14,85%.

                                                     CAPM Variable
         Risk Free Rate                                        6,98% Beta                              1,07
         Market Equity Risk Premium                            7,38% RBDs                             2,07%
                    Cost of Equity                                    14,85%


8.8.2. Penentuan Biaya Modal untuk Hutang

       Biaya hutang atau sering disebut sebagai cost of debt adalah tingkat bunga
       yang harus dibayar oleh perusahaan ketika melakukan pinjaman. Formulasi
       perhitungan biaya utang perusahaan adalah sebagai berikut :

                                              Kd      = i x ((1-T)
                Dimana :
                Kd                 =          Tingkat Biaya Utang
                i                  =          Tingkat Suku Bunga Pinjaman Bank Persero.
                T                  =          Tax/Tingkat Pajak




Bab VIII - Aspek Keuangan                                                                               17
Page 122
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Agung Menjangan Mas Tbk


       Penentuan posisi tingkat levered yang optimal adalah mencari titik dimana
       tambahan penghematan pajak yang berasal dari tambahan hutang akan sama
       dengan tambahan biaya bunga sebagai akibat dari risiko gagal bayar yang
       diantisipasi dari keberadaan keseluruhan hutang.

       Dalam studi kelayakan ini, untuk biaya bunga hutang digunakan tingkat bunga
       pinjaman Kredit Investasi (KI) dalam mata uang Rupiah pada tanggal studi
       kelayakan yang berlaku untuk Perseroan yaitu 9,41%. Berdasarkan biaya
       bunga tersebut maka diperoleh biaya utang Perseroan per 31 Desember 2023
       sampai akhir proyeksi adalah sebesar 7,34% (dengan tarif pajak 22%) dengan
       perhitungan sebagai berikut :

        Cost of Debt                                                     Source
        Cost of Debt                     9,41%     Bunga KI Bank Persero, (BI Desember 2023)
        Tax Rate                         22%       Corporate Marginal Tax Rates 2023
        Cost of Debt Shield (Kd)         7,34%     Kd x (1-t)


8.8.3. Penentuan Tingkat Diskonto

       Menghitung analisa studi kelayakan penambahan kegiatan usaha Perseroan
       dilakukan dengan mendiskonto tingkat kembalian terhadap keseluruhan modal,
       maka tingkat diskonto yang digunakan adalah tingkat diskonto yang merupakan
       rata-rata tertimbang biaya modal, baik yang berasal dari pinjaman jangka
       panjang maupun yang berasal dari penyertaan.

                                   WACC = (Ke x We) + (Kd x Wd) x 1-T

                Dimana :
                WACC               =    Biaya modal rata-rata tetimbang
                Ke                 =    Biaya ekuitas
                We                 =    Komposisi/porsi ekuitas
                Kd                 =    Biaya utang
                We                 =    Komposisi/porsi utang
                T                  =    Tax/tingkat pajak

       Untuk kepentingan analisa studi kelayakan, komposisi pendanaan dihitung
       berdasarkan kinerja perbandingan liabilitas dengan ekuitasnya, dimana
       komposisi struktur permodalan Perseroan diasumsikan mengikuti data pasar
       yang diperoleh dari laporan keuangan masing-masing perusahaan
       pembanding. Dengan demikian struktur hutang sebesar 49,30%, sedangkan
       sisanya yaitu sebesar 50,70% akan dipenuhi dengan modal sendiri.

       Penentuan posisi tingkat levered yang optimal adalah mencari titik dimana
       tambahan penghematan pajak yang berasal dari tambahan hutang akan sama
       dengan tambahan biaya bunga sebagai akibat dari risiko gagal bayar yang
       diantisipasi dari keberadaan keseluruhan hutang.

Bab VIII - Aspek Keuangan                                                                      18
Page 123
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Agung Menjangan Mas Tbk


       Dengan mempertimbangkan faktor-faktor di atas dan kekuatan / kelebihan
       serta risiko yang dihadapi, kami berpendapat bahwa tingkat diskonto sebesar
       11,15% untuk Perseroan adalah wajar untuk mendiskonto arus kas bersih
       dengan perhitungan sebagai berikut :

       Tabel 8.14 Perhitungan WACC
                                       Weighted Average Cost of Capital
        Variable                                                             Capital Structure   Result
        Cost of Equity                             14,85%                             50,70%     7,53%
        Cost of Debt                                7,34%                             49,30%     3,62%
        WACC                                       11,15%               (Ke x e%) + (Kd x d%)



8.9. Analisis Inkremental
       Proses kajian kelayakan usaha dilakukan dengan menggunakan model arus kas
       bersih untuk perusahaan (Free Cash Flow to Firm/FCFF), yang mencerminkan arus
       kas bersih masa datang yang tersedia didalam perusahaan yang dapat
       dibayarkan kepada semua penyedia kapital (claim holder), baik pemegang
       ekuitas (common stock), pemegang saham preferen (preferred stock) maupun
       para kreditor baik pokok maupun bunga atas pinjaman yang diterima oleh
       perusahaan, setelah terpenuhinya semua kebutuhan operasional dan investasi
       yang diperlukan dalam mempertahankan pertumbuhan perusahaan baik selama
       proyeksi periode eksplisit maupun masa kekal (periode implisit). Arus kas bersih
       untuk perusahaan (FCFF) tersebut didapat dari :

                         𝐹𝐹𝐹𝐹𝐹𝐹𝐹𝐹 = 𝐸𝐸𝐸𝐸𝐸𝐸 + 𝐼𝐼 ∙ (1 − 𝑇𝑇) + 𝐷𝐷𝐷𝐷 (+/-) Δ𝑊𝑊𝑊𝑊 - Δ𝐶𝐶𝐶𝐶𝐶𝐶𝐶𝐶𝐶𝐶

        dimana:
        FCFF             : Arus kas bersih untuk perusahaan,
        EAT              : Laba setelah pajak.
        I                : Beban utang berbunga (interest bearing debt),
        T                : Tingkat pajak,
        DA               : Depresiasi dan amortisasi,
        ΔWC              : Perubahan modal kerja bersih, dan
        ΔCAPEX           : Perubahan arus kas investasi.

       Arus kas inkremental merupakan selisih antara arus kas bersih eksisting tanpa
       penambahan kegiatan usaha dengan arus kas bersih adanya penambahan
       kegiatan usaha. Hasil dari perhitungan arus kas inkremental ini dijadikan
       sebagai dasar dalam menentukan kelayakan usaha.

       Berikut ini disajikan proyeksi arus kas bersih Perseroan tanpa penambahan
       kegiatan usaha selama periode 2024 sampai dengan 2028:




Bab VIII - Aspek Keuangan                                                                          19
Page 124
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Agung Menjangan Mas Tbk


       Tabel 8.15 Proyeksi Arus Kas Bersih Perseroan Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha
                  (Dalam Ribuan Rupiah)
                                         2024         2025         2026         2027        2028
               Keterangan
                                      Proyeksi     Proyeksi     Proyeksi     Proyeksi    Proyeksi

       - Laba Bersih                2.143.879    2.211.202    2.278.526    2.345.850    2.359.315
       - Depresiasi & Amortisasi      669.634      243.445      122.163      150.867      186.315
       Jumlah Penerimaan             2.813.513   2.454.647    2.400.689    2.496.717    2.545.630
       - Biaya Investasi             -592.654             -    -185.941     -229.631     -283.586
       - Perubahan Modal Kerja
                                      994.073      240.413     -219.786     -464.976       16.841
       Bersih
       Jumlah Pengeluaran             401.419      240.413     -405.727     -694.607     -266.745
       Free Cash Flow to Firm        3.214.932   2.695.060    1.994.962    1.802.110    2.278.885


       Berikut ini disajikan proyeksi arus kas bersih Perseroan dengan adanya
       penambahan kegiatan usaha selama periode 2024 sampai 2028:

       Tabel 8.16 Proyeksi Arus Kas Bersih Perseroan dengan Penambahan Kegiatan Usaha
                  (Dalam Ribuan Rupiah)
                                         2024         2025         2026         2027        2028
               Keterangan
                                      Proyeksi     Proyeksi     Proyeksi     Proyeksi    Proyeksi

       - Laba Bersih                2.979.931    4.091.217    3.783.994    4.105.764    4.122.943
       - Depresiasi & Amortisasi    1.280.834    1.385.845    1.264.563    1.293.267    1.328.715
       Jumlah Penerimaan             4.260.765   5.477.062    5.048.557    5.399.031    5.451.658
       - Biaya Investasi           -10.560.654   -8.043.188   -1.259.629   -1.303.318   -1.357.273
       - Perubahan Modal Kerja
                                     -172.942    -1.634.614     502.633    -1.385.260      56.501
       Bersih
       Jumlah Pengeluaran          -10.733.596   -9.677.802    -756.996    -2.688.578   -1.300.772
       Free Cash Flow to Firm       -6.472.831   -4.200.740   4.291.561    2.710.453    4.150.886


       Analisis kelayakan atas penambahan kegiatan usaha Perseroan didasarkan
       pada analisis inkremental dari dua skenario proyeksi keuangan yaitu proyeksi
       keuangan tanpa penambahan kegiatan usaha dan proyeksi keuangan dengan
       penambahan kegiatan usaha. Pada awal proyeksi penambahan kegiatan usaha
       terdapat pengeluaran dana sebagai biaya investasi (initial outlay) yang
       dilakukan oleh Perseroan berupa investasi pembuatan keramba jaring apung,
       biaya sarana pelengkap, serta biaya gudang. Menurut informasi dari
       manajemen Perseroan bahwa usaha budidaya ikan kerapu sudah beroperasi
       secara bertahap ditahun 202 dan direncanakan akan rampung beroperasi
       pada tahun 2025.




Bab VIII - Aspek Keuangan                                                                     20
Page 125
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Agung Menjangan Mas Tbk


       Berikut ini disajikan proyeksi arus kas bersih inkremental Perseroan selama
       periode 2024 sampai dengan 2028 :

       Tabel 8.17 Proyeksi Arus Kas Bersih Perseroan Inkremental (Dalam Ribuan Rupiah)
                                  2024          2025          2026         2027        2028
             Keterangan
                               Proyeksi      Proyeksi      Proyeksi     Proyeksi    Proyeksi

       - Laba Bersih           836.053     1.880.014     1.505.468    1.759.914    1.763.629
       - Depresiasi &
                               611.200     1.142.400     1.142.400    1.142.400    1.142.400
       Amortisasi
       Jumlah Penerimaan      1.447.253     3.022.414    2.647.868    2.902.314    2.906.029
       - Biaya Investasi     -9.968.000    -8.043.188    -1.073.687   -1.073.687   -1.073.687
       - Perubahan Modal
                             -1.167.014    -1.875.028      722.420     -920.283       39.660
       Kerja Bersih
       Jumlah Pengeluaran   -11.135.014    -9.918.216     -351.268    -1.993.971   -1.034.028
       Free Cash Flow to
                             -9.687.762    -6.895.801    2.296.601      908.343    1.872.001
       Firm Inkremental


       Arus kas inkremental Perseroan tanpa penambahan kegiatan usaha dan dengan
       adanya penambahan kegiatan usaha terdapat selisih dari laba bersih,
       depresiasi, biaya investasi (Capex) dan perubahan modal kerja bersih.

       Untuk mendapatkan nilai kekal, kami mengkapitalisasikan nilai arus kas bersih
       akhir tahun proyeksi eksplisit dengan tingkat diskonto yang digunakan.
       Perhitungan terminal value dalam laporan studi kelayakan ini adalah
       menggunakan basis nilai tahun 2028 dengan pertumbuhan konstan
       menggunakan historis rata – rata inflasi Indonesia sebesar 3,15%. Nilai terminal
       atau perpetuity adalah sebesar Rp24.0125.129.463,00.


8.10. Analisis Kelayakan Usaha
       Parameter kelayakan finansial yang digunakan meliputi NPV (Net Present
       Value), IRR (Internal Rate of Return), PI (Profitability Index), dan Payback Period.
       Suatu proyek dikatakan layak apabila NPV lebih dari 0 (nol), IRR lebih dari
       tingkat diskontonya, dan PI lebih dari 1x. Sementara parameter payback period
       bergantung kepada preferensi masing-masing investor, dimana untuk proyek
       perikanan pada umumnya payback period selama 6-8 tahun masih dianggap
       wajar.

       • Net Present Value (NPV)
          NPV adalah selisih antara nilai sekarang dari arus kas yang masuk dengan
          nilai sekarang dari arus kas yang keluar pada periode waktu tertentu. NPV
          mengestimasikan nilai sekarang pada suatu proyek, aset ataupun investasi
          berdasarkan arus kas masuk maupun arus kas keluar yang diharapkan pada
          masa depan yang disesuaikan dengan tingkat diskonto yang relevan. Dengan



Bab VIII - Aspek Keuangan                                                                21
Page 126
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Agung Menjangan Mas Tbk


         demikian dapat dikatakan bahwa NPV adalah nilai sekarang dari suatu aset
         maupun proyek. Persamaan dari NPV adalah sebagai berikut :
                                                    𝑇𝑇
                                                               𝐶𝐶𝐶𝐶𝑡𝑡
                                            𝑁𝑁𝑁𝑁𝑁𝑁 = �                  − 𝐶𝐶𝐶𝐶0
                                                             (1 + 𝑟𝑟)𝑡𝑡
                                                   𝑡𝑡−1

         Dimana :
         NPV                : Net Present Value
         CFt                : arus kas pada periode t,
         CF0                        : arus kas investasi awal pada periode 0,
         r                          : tingkat diskonto.

         Berikut ini disajikan perhitungan Net Present Value dari arus kas bersih
         inkremental Perseroan dengan adanya penambahan kegiatan usaha :

         Tabel 8.18 Net Present Value Free Cash Flow to Incremental (Dalam Ribuan Rupiah)
                                        2024                2025          2026            2027              2028
              Keterangan
                                     Proyeksi            Proyeksi      Proyeksi        Proyeksi          Proyeksi

          Cash In                  1.447.253        3.022.414          2.647.868      2.902.314         2.906.029
          Cash Out                -11.135.014      -9.918.216           -351.268      -1.993.971        -1.034.028
          Free Cash Flow to
                                   -9.687.762      -6.895.801          2.296.601        908.343         1.872.001
          Firm
          Periode Diskonto                   1                 2                  3               4                 5
          Discount Rate               11,15%             11,15%          11,15%         11,15%             11,15%
          Discount Factor              0,899               0,809           0,728          0,655             0,589
          Present Value of
                                 -8.716.046        -5.581.833          1.672.529        595.161         1.103.536
          FCFF Inkremental
          Net Present Value of FCFF
                                                                     Rp (Ribu)                        -10.926.654
          Inkremental
          Terminal Value                                             Rp (Ribu)                        24.125.130
          Present Value of Terminal Value                            Rp (Ribu)                        14.221.648
          Net Present Value                                          Rp (Ribu)                         3.294.995


         Berdasarkan tabel tersebut diatas dapat dilihat bahwa NPV Perseroan
         dengan adanya penambahan kegiatan usaha diperoleh sebesar
         Rp3.294.994.793,00. Hasil tersebut menyimpulkan bahwa investasi
         penambahan usaha dengan parameter NPV layak untuk dilakukan karena
         NPV yang dihasilkan adalah positif. NPV yang positif (NPV > 0) menunjukan
         bahwa penerimaan lebih besar dibandingkan dengan nilai yang
         diinvestasikan, sedangkan NPV yang negatif (NPV < 0) menandakan
         penerimaan lebih kecil dibandingkan dengan pengeluaran atau akan
         mengalami kerugian pada investasinya setelah mempertimbangkan nilai
         waktu uang (time value of money). Namun apabila hasil perhitungan NPV
         adalah nol (NPV = 0), maka artinya investasi atau pembelian tersebut hanya
         balik modal (tidak untung dan tidak rugi). Semakin besar angka positifnya,
         semakin besar pula penerimaan yang bisa didapatkannya. Oleh karena itu,

Bab VIII - Aspek Keuangan                                                                                     22
Page 127
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Agung Menjangan Mas Tbk


         perhitungan NPV ini tidak saja digunakan untuk mengevaluasi layak atau
         tidaknya untuk berinvestasi, namun juga digunakan untuk membandingkan
         investasi mana yang lebih baik jika terdapat dua pilihan investasi atau lebih.

       • Internal Rate of Return (IRR)
         IRR menjadi salah satu acuan penghitungan efisiensi dari sebuah investasi.
         Secara sederhana, penghitungan IRR dapat menjadi dasar apakah sebuah
         investasi layak dilakukan atau tidak. IRR yang lebih besar dari cost of capital
         maka menggambarkan bahwa investasi yang dilakukan akan menghasilkan
         return lebih besar dari yang dirancang sebelumnya. Artinya, perusahaan
         disarankan menerima atau menjalankan proyek investasi tersebut. Sebaliknya
         jika IRR lebih kecil dari cost of capital maka akan memberi gambaran bahwa
         investasi yang dilakukan akan menghasilkan return lebih kecil dari yang
         ditargetkan sehingga perusahaan lebih baik menolak proyek tersebut.
         Sedangkan untuk IRR yang nilainya sama dengan cost of capital menjadi
         pertimbangan bahwa investasi yang dilakukan diperkirakan menghasilkan
         return sebesar yang ditargetkan. Persamaan dari IRR adalah sebagai berikut:
                                          𝑇𝑇
                                                    𝐶𝐶𝐶𝐶𝑡𝑡
                                   0=�                         − 𝐶𝐶𝐶𝐶0
                                                (1 + 𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼)𝑡𝑡
                                         𝑡𝑡−1

         dimana:
         IRR         : Internal Rate of Return
         CFt         : Arus kas pada periode t,
         CF0         : Arus kas investasi awal pada periode 0,
         r           : Tingkat diskonto.

         IRR adalah tingkat diskonto yang menghasilkan NPV sama dengan nol.
         Kesimpulannya bila penghitungan IRR lebih besar daripada cost of capital,
         maka dapat dibilang bahwa investasi yang akan dilakukan dinilai layak.
         Namun jika nilai IRR sama dengan cost of capital, maka investasi yang akan
         dilakukan dinilai balik modal. Sementara bila IRR lebih kecil dari cost of
         capital, maka investasi yang ditanamkan dinilai tidak layak.

         Berdasarkan perhitungan atas kajian kelayakan penambahan kegiatan
         usaha Perseroan diperoleh besaran IRR sebesar 14,49%. Hal ini menunjukkan
         bahwa investasi yang dilakukan oleh Perseroan dengan parameter IRR layak
         untuk dilakukan karena IRR yang dihasilkan lebih besar jika dibandingkan
         dengan cost of capital pasar untuk industri sejenis yaitu sebesar 11,15%.

      • Profitability Index (PI)
         PI adalah teknik penganggaran modal untuk mengevaluasi proyek-proyek
         investasi untuk kelangsungan hidup atau profitabilitas mereka. Teknik arus kas
         diskonto yang digunakan dalam mencapai indeks profitabilitas. PI juga
         dikenal sebagai rasio manfaat-biaya. PI lebih besar dari atau sama dengan


Bab VIII - Aspek Keuangan                                                            23
Page 128
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Agung Menjangan Mas Tbk


         1 ditafsirkan sebagai kriteria baik dan dapat diterima. PI dihitung dengan
         mencari nilai present value perkiraan arus kas yang akan diterima dari
         investasi, setelah itu baru dibandingkan dengan jumlah nilai investasi proyek
         tersebut. Persamaan untuk menghitung PI adalah sebagai berikut :

                                            ∑𝑃𝑃𝑃𝑃(𝐶𝐶𝐶𝐶𝑡𝑡 )
                                   𝑃𝑃𝑃𝑃 =
                                            ∑𝑃𝑃𝑃𝑃(𝐶𝐶𝐶𝐶0 )

         dimana:
         PI          : Profitability Index
         CFt         : Present value in casflow
         CF0         : Present value in casflow
         r           : Tingkat diskonto.

         Profitablility Indeks menunjukkan angka 1,16 artinya bahwa Perseroan ketika
         menambah kegiatan usaha dianggap sangat wajar dikarenakan Profitability
         Indeks diatas 1.

      • Payback Period (PP)
         Payback period adalah periode yang dibutuhkan untuk menutup kembali
         pengeluaran investasi atau initial cash investment. Artinya, kurun waktu yang
         dibutuhkan agar bisa menutup kembali pengeluaran saat investasi dengan
         menggunakan proceeds atau aliran kas netto (net cash flows). Penambahan
         kegiatan usaha Perseroan diperoleh payback period selama 5 tahun, 11
         bulan, 12 hari.

      • Return on Equity (ROE)
         Return on Equity (ROE) atau Profitabilitas memiliki arti penting dalam suatu
         perusahaan, karena ROE bisa dipakai untuk mengukur suatu perusahaan
         dalam menghasilkan keuntungan. Modal yang digunakan bernama ekuitas
         yang sudah dimanfaatkan oleh pemilik saham.

         Ekuitas adalah hak pemilik atas aset perusahaan sesudah ada pengurangan
         jumlah kewajiban. Ekuitas bisa disamakan dengan modal. Untuk menghitung
         semua itu bisa menggunakan rumus ROE. ROE akan dihitung dalam bentuk
         persen, sedangkan rumusnya menggunakan perbandingan laba bersih.

         Persamaan untuk menghitung ROE adalah sebagai berikut :

                                            𝑁𝑁𝑁𝑁𝑁𝑁 𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼
                              𝑅𝑅𝑅𝑅𝑅𝑅 =
                                          𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇 𝐸𝐸𝐸𝐸𝐸𝐸𝐸𝐸𝐸𝐸𝐸𝐸𝐸𝐸




Bab VIII - Aspek Keuangan                                                          24
Page 129
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Agung Menjangan Mas Tbk


         Berdasarkan analisis yang dilakukan maka diperoleh besaran inkremental
         Return on Equity antara tanpa penambahan kegiatan usaha dengan adanya
         penambahan kegiatan usaha selama masa proyeksi 2024 – 2028 adalah
         sebesar 4,78%.

      • Return on Investment (ROI)

         Return On Investment (ROI) yang merupakan rasio untuk melakukan
         perhitungan efektivitas sebuah investasi yang diberikan. Secara teknis, ROI
         adalah perhitungan laba bersih yang dapatkan dari nominal uang investasi
         yang sudah dikeluarkan. Persamaan untuk menghitung ROE adalah sebagai
         berikut :

                                         𝑁𝑁𝑁𝑁𝑁𝑁 𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼
                        𝑅𝑅𝑅𝑅𝑅𝑅 =                                        x 100%
                                   𝐶𝐶𝐶𝐶𝐶𝐶𝐶𝐶 𝑜𝑜𝑜𝑜 𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼

         Rata-rata Return on Investment (ROI) atas penambahan kegiatan usaha
         selama masa proyeksi 2024 – 2028 adalah sebesar 180,04%.


8.11. Kesimpulan Kelayakan Usaha
       Berikut ini adalah ringkasan parameter kelayakan finansial atas rencana
       penambahan kegiatan usaha Perseroan (detail perhitungan parameter
       kelayakan finansial atas rencana penambahan kegiatan usaha dapat dilihat
       pada bagian lampiran).

       Kelayakan dari Penambahan kegiatan usaha ini dihitung dari manfaat ekonomis
       yang diantisipasi dimasa mendatang dari Penambahan kegiatan usaha yang
       dihitung dari selisih antara Free Cash Flow To Firm apabila ada penambahan
       kegiatan usaha dengan Free Cash Flow To Firm apabila Perseroan tidak
       melakukan penambahan kegiatan usaha. Yang selanjutnya dibandingkan
       dengan pengorbanan ekonomisnya. Sehingga diperoleh Free Cash Flow to
       Inkremental. Berdasarkan analisis kelayakan penambahan kegiatan usaha
       dengan mempertimbangkan asumsi-asumsi yang telah dilakukan diperoleh hasil
       perhitungan sebagai berikut :

           •   Net Present Value (NPV)                         : 3.294.994.793
           •   Internal Rate of Return (IRR)                   : 14,49%
           •   Profitability Index (PI)                        : 1,16
           •   Payback Period                                  : 5 Tahun, 11 Bulan, 12 Hari




Bab VIII - Aspek Keuangan                                                                     25
Page 130
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Agung Menjangan Mas Tbk


       Total NPV diperoleh dari hasil present value arus kas yang sudah
       mempertimbangkan tingkat risiko. Berdasarkan analisa kami, bahwa setelah
       adanya penambahan kegiatan usaha dibidang budidaya ikan kerapu, industri
       pembenihan serta pembekuan ikan maka proyeksi arus kas inkremental nya
       bernilai positif.

       IRR sebesar 14,49% menunjukkan bahwa aksi korporasi Perseroan dengan
       melakukan penambahan kegiatan usaha dianggap layak karena besaran IRR
       lebih tinggi dibandingkan tingkat diskonto.

       Berdasarkan kajian evaluasi dan analisa keuangan serta proyeksi-proyeksi
       lainnya dengan syarat asumsi-asumsi yang telah ditetapkan dapat terpenuhi,
       maka dapat disimpulkan bahwa rencana penambahan kegiatan usaha yang
       akan dilaksanakan oleh Perseroan layak untuk dilakukan.




Bab VIII - Aspek Keuangan                                                     26
Page 131
LAMPIRAN
Page 132
FEASIBILITY STUDY
PT Agung Menjangan Mas Tbk

Lampiran - 01
Working Capital Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha

                                                                  2019               2020            2021            2022              2023             2024F            2025F             2026F             2027F            2028F

    AR Turnover
        Trade receivables                       IDR              780.500.008        461.300.008      477.500.000   3.188.224.004     3.826.159.500    2.729.966.084    2.513.958.861     2.714.916.440     3.202.216.507     3.180.881.584
        Average AR                              IDR              780.500.008        620.900.008      469.400.004   1.832.862.002     3.507.191.752    3.278.062.792    2.621.962.473     2.614.437.651     2.958.566.473     3.191.549.045
        Sales                                   IDR            1.725.656.004      2.255.906.000    5.662.734.100   9.981.424.190    10.309.548.266    9.534.375.000    9.931.250.000    10.328.125.000    10.725.000.000    10.804.375.000
        No of days in a year                    days                     365                365              365             365               365              365              365               365               365               365
        AR turnover                              x                        2,2                3,6            12,1              5,4               2,9              2,9              3,8               4,0               3,6               3,4
        AR days                                 days                     165                  75              31             117               135              105               92                 96              109               107
        % to Sales                                                    45,23%             20,45%            8,43%          31,94%            37,11%           28,63%           25,31%            26,29%            29,86%            29,44%

    AP Turnover
        Trade payables                          IDR              934.306.000          7.250.000      112.375.000      42.375.000       206.892.000      104.771.542      129.177.567       110.348.949       132.672.766       128.179.178
        Average AP                              IDR              934.306.000        470.778.000       59.812.500      77.375.000       124.633.500      155.831.771      116.974.555       119.763.258       121.510.857       130.425.972
        COGS                                  IDR/year           139.034.800      1.109.535.500    2.467.462.491   5.040.680.157     7.157.124.921    4.688.250.000    4.911.500.000     5.134.750.000     5.358.000.000     5.402.650.000
        No of days in a year                    days                     365                365              365             365               365              365              365               365               365               365
        AP turnover                              x                        0,1                2,4            41,3            65,1              57,4             30,1             42,0              42,9              44,1              41,4
        AP days                                 days                  2.452,8                2,4            16,6              3,1             10,6             8,16             9,60              7,84              9,04              8,66
        % to COGS                                                    671,99%              0,65%            4,55%           0,84%             2,89%            2,23%            2,63%             2,15%             2,48%             2,37%

    PRI Notes:
     * Forecast-2022 Forecast using the moving average from historical data (2017-2021).
     ** Subsequent 2021, based on TB as of Desember 2021
Page 133
FEASIBILITY STUDY
PT Agung Menjangan Mas Tbk

Lampiran - 02
Working Capital Setelah Penambahan Kegiatan Usaha

                                                                  2019               2020            2021            2022              2023              2024F             2025F             2026F             2027F            2028F

    AR Turnover
        Trade receivables                       IDR              780.500.008        461.300.008      477.500.000   3.188.224.004     3.826.159.500     3.966.906.470     5.794.603.981     5.175.345.403     6.641.800.111     6.572.448.042
        Average AR                              IDR              780.500.008        620.900.008      469.400.004   1.832.862.002     3.507.191.752     3.896.532.985     4.880.755.225     5.484.974.692     5.908.572.757     6.607.124.076
        Sales                                   IDR            1.725.656.004      2.255.906.000    5.662.734.100   9.981.424.190    10.309.548.266    13.854.375.000    22.891.250.000    19.688.125.000    22.245.000.000    22.324.375.000
        No of days in a year                    days                     365                365              365             365               365               365               365               365               365               365
        AR turnover                              x                        2,2                3,6            12,1              5,4               2,9               3,6               4,7               3,6               3,8               3,4
        AR days                                 days                     165                 75               31             117               135               105                 92               96               109               107
        % to Sales                                                    45,23%             20,45%            8,43%          31,94%            37,11%            28,63%            25,31%            26,29%            29,86%            29,44%

    AP Turnover
        Trade payables                          IDR              934.306.000          7.250.000      112.375.000      42.375.000       206.892.000       174.697.454       367.780.619       251.155.475       332.350.479       319.499.528
        Average AP                              IDR              934.306.000        470.778.000       59.812.500      77.375.000       124.633.500       190.794.727       271.239.036       309.468.047       291.752.977       325.925.003
        COGS                                  IDR/year           139.034.800      1.109.535.500    2.467.462.491   5.040.680.157     7.157.124.921     7.817.250.000    13.983.500.000    11.686.750.000    13.422.000.000    13.466.650.000
        No of days in a year                    days                     365                365              365             365               365               365               365               365               365               365
        AP turnover                              x                        0,1                2,4            41,3            65,1              57,4              41,0              51,6              37,8              46,0              41,3
        AP days                                 days                  2.452,8                2,4            16,6              3,1             10,6              8,16              9,60              7,84              9,04              8,66
        % to COGS                                                    671,99%              0,65%            4,55%           0,84%             2,89%             2,23%             2,63%             2,15%             2,48%             2,37%

    PRI Notes:
     * Forecast-2022 Forecast using the moving average from historical data (2017-2021).
     ** Subsequent 2021, based on TB as of Desember 2021
Page 134
FEASIBILITY STUDY
PT Agung Menjangan Mas Tbk
                                                                                                                               Full Rupiah
Lampiran - 03
 Historis Posisi Keuangan

                                                  2019A              2020A              2021A              2022A              2023A

   ASSET
   Aset Lancar
      Kas dan setara kas                   IDR      102.781.471      2.684.362.565      3.059.744.233     25.237.211.576     22.532.576.663
      Piutang usaha
         - Pihak ketiga                     IDR       50.000.000        106.425.004        445.000.000      2.634.129.004      2.602.159.750
         - Pihak berelasi                   IDR      730.500.008        354.875.004         32.500.000       554.095.000       1.223.999.750
      Pihak lain - lain pihak ketiga       IDR               -          23.000.000                 -                  -                 -
      Pajak dibayar dimuka                 IDR               -          22.500.000         22.500.000                 -                 -
      Biaya dibayar dimuka                 IDR               -          12.150.000        159.968.000       156.021.800       3.415.943.600
      Perlengkapan                         IDR        4.900.000                 -                  -                  -        750.597.000
         Jumlah Aset Lancar                 IDR      888.181.479      3.203.312.573      3.719.712.233     28.581.457.380     30.525.276.763


   Aset Tidak Lancar
      Piutang lain - lain pihak berelasi   IDR               -       2.751.248.000                 -                  -                 -
      Properti investasi                   IDR               -      41.143.408.900     42.126.571.300     41.298.483.700     40.485.331.927
      Aset tetap - net                     IDR   16.158.600.000      1.295.450.479        973.828.155       696.880.830        381.589.730
      Aset lain - lain                     IDR               -         425.000.000        456.360.000                    -                 -
         Jumlah Aset Tidak Lancar           IDR   16.158.600.000     45.615.107.379     43.556.759.455     41.995.364.530     40.866.921.657


   JUMLAH ASET                              IDR   17.046.781.479     48.818.419.952     47.276.471.688     70.576.821.910     71.392.198.420


   LIABILITAS DAN EKUITAS
   Liabilitas
   Liabilitas Jangka Pendek
      Utang usaha - pihak ketiga           IDR      934.306.000          7.250.000        112.375.000        42.375.000        206.892.000
      Utang pajak                          IDR               -         104.672.160        270.566.370       727.408.503        505.805.198
      Pendapatan diterima dimuka           IDR               -       1.001.721.600                 -                  -                 -
      Uang muka penjualan                  IDR               -                  -         250.000.000       615.200.000        963.774.100
      Biaya yang masih harus dibayar       IDR               -                  -          22.000.000        63.630.000        263.630.000
         Jumlah Liabilitas Jangka Pendek    IDR      934.306.000      1.113.643.760        654.941.370      1.448.613.503      1.940.101.298


   Liabilitas Jangka Panjang
      Utang kepada pemegang saham          IDR   12.463.360.000      7.768.549.219                -                  -                 -
      Liabilitas imbalan pasca kerja       IDR               -         516.619.907        488.663.990       561.712.109        664.256.055
         Jumlah Liabilitas Jangka Panjang   IDR   12.463.360.000      8.285.169.126        488.663.990       561.712.109        664.256.055


         JUMLAH LIABILITAS                  IDR   13.397.666.000      9.398.812.886      1.143.605.360      2.010.325.612      2.604.357.353


   EKUITAS
      Modal saham                          IDR    5.000.000.000     42.000.000.000     48.000.000.000     60.000.000.000     60.000.000.000
      Tambahan modal disetor               IDR               -                  -                     -    8.826.875.000      8.826.875.000
      Laba ditahan                         IDR    (1.350.884.521)    (2.562.246.520)    (1.882.192.470)     (261.357.470)       (34.061.071)
      Komponen ekuitas lainnya             IDR               -         (18.146.414)        15.058.798             978.768        (4.972.862)
         JUMLAH EKUITAS                     IDR    3.649.115.479     39.419.607.066     46.132.866.328     68.566.496.298     68.787.841.067


   JUMLAH LIABILITAS & EKUITAS              IDR   17.046.781.479     48.818.419.952     47.276.471.688     70.576.821.910     71.392.198.420
Page 135
FEASIBILITY STUDY
PT Agung Menjangan Mas Tbk
                                                                                                                            Full Rupiah
Lampiran - 04
 Historis Laba Rugi

                                               2019A              2020A              2021A              2022A              2023A

  PENDAPATAN                             IDR    1.725.656.004      2.255.906.000      5.662.734.100      9.981.424.190     10.309.548.266

  BEBAN POKOK PENDAPATAN                 IDR     (139.034.800)     (1.109.535.500)    (2.467.462.491)    (5.040.680.157)    (7.157.124.921)

  LABA KOTOR                             IDR    1.586.621.204      1.146.370.500      3.195.271.609      4.940.744.033      3.152.423.345

     Beban umum dan administrasi        IDR    (1.658.057.900)    (1.511.718.080)    (2.389.387.769)    (3.051.062.656)    (2.898.590.425)
     Pendapatan lain - lain bersih      IDR         (971.999)        12.108.562          5.956.240         52.072.087         16.911.077
       Jumlah Pendapatan (Beban) Usaha   IDR    (1.659.029.899)    (1.499.609.518)    (2.383.431.529)    (2.998.990.569)    (2.881.679.348)

  LABA SEBELUM PAJAK                     IDR      (72.408.695)      (353.239.018)       811.840.080      1.941.753.464        270.743.997

     Beban pajak penghasilan            IDR                 -                  -      (131.786.030)      (320.918.464)       (43.447.598)

  LABA TAHUN BERJALAN                    IDR      (72.408.695)      (353.239.018)       680.054.050      1.620.835.000        227.296.399
Page 136
FEASIBILITY STUDY
PT Agung Menjangan Mas Tbk
                                                                                                        Full Rupiah
Lampiran - 05
Historis Arus Kas

                                                           2021A                2022A                2023A

    ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
       Penerimaan kas dari pelanggan                IDR      4.894.812.508        6.905.500.184       10.020.186.868
       Pembayaran kepada pemasok                    IDR      (1.682.067.891)      (5.099.705.218)      (6.179.456.148)
       Pembayaran kepada karyawan                   IDR      (1.165.731.116)      (1.100.672.754)      (1.621.693.077)
       Penerimaan operasional lainnya - bersih      IDR      1.908.167.387          684.145.129        (3.219.772.556)

    Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Operasi      IDR      3.955.180.888        1.389.267.341        (1.000.734.913)


    ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
       Uang muka pembuatan keramba kerapu           IDR                 -                    -         (1.703.900.000)
       Perolehan properti investasi                 IDR      (1.811.250.000)                 -                    -
       Perolehan aset tetap                         IDR                 -           (38.674.999)                  -

    Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Investasi    IDR      (1.811.250.000)        (38.674.999)       (1.703.900.000)


    ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
       Perolehan dana penawaran saham perdana       IDR                 -        20.826.875.000                   -
       Pembayaran kepada pemegang saham             IDR      (7.768.549.219)                 -                    -
       Peningkatan modal disetor                    IDR      6.000.000.000                   -                    -

    Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Pendanaan    IDR      (1.768.549.219)     20.826.875.000                   -


    KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN SETARA KAS   IDR        375.381.669       22.177.467.342        (2.704.634.913)


    KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN                    IDR      2.684.362.565        3.059.744.234       25.237.211.576


    KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN                   IDR      3.059.744.234       25.237.211.576       22.532.576.663
Page 137
FEASIBILITY STUDY
PT Agung Menjangan Mas Tbk
Lampiran - 06
                                                           RASIO KEUANGAN

                   Keterangan                    2019A                2020A             2021A             2022A             2023A
Aset Lancar                                          888.181.479        3.203.312.573     3.719.712.233    28.581.457.380    30.525.276.763
Liabilitas Jangka Pendek                             934.306.000        1.113.643.760       654.941.370     1.448.613.503     1.940.101.298
Rasio Lancar                                                0,95                 2,88              5,68             19,73             15,73
*)Disajikan dalam kali

                   Keterangan                    2019A                2020A             2021A             2022A             2023A
Aset Lancar                                          888.181.479        3.203.312.573     3.719.712.233    28.581.457.380    30.525.276.763
Persediaan                                                     -                    -                 -                 -                 -
Liabilitas Jangka Pendek                             934.306.000        1.113.643.760       654.941.370     1.448.613.503     1.940.101.298
Rasio Cepat                                                 0,95                 2,88              5,68             19,73             15,73
*)Disajikan dalam kali

                   Keterangan                    2019A                2020A             2021A             2022A             2023A
Kas dan setara kas                                   102.781.471        2.684.362.565     3.059.744.233    25.237.211.576    22.532.576.663
Liabilitas Jangka Pendek                             934.306.000        1.113.643.760       654.941.370     1.448.613.503     1.940.101.298
Rasio Kas                                                   0,11                 2,41              4,67             17,42             11,61
*)Disajikan dalam kali

Rasio Likuiditas                                 2019A                2020A             2021A             2022A             2023A
Rasio Lancar                                                0,95                 2,88              5,68             19,73             15,73
Rasio Cepat                                                 0,95                 2,88              5,68             19,73             15,73
Rasio Kas                                                   0,11                 2,41              4,67             17,42             11,61
*)Disajikan dalam kali                       ,

                  Keterangan                     2019A                2020A             2021A             2022A             2023A
Pendapatan                                         1.725.656.004        2.255.906.000     5.662.734.100     9.981.424.190    10.309.548.266
Piutang Usaha                                        780.500.008          461.300.008       477.500.000     3.188.224.004     3.826.159.500
Rasio Perputaran Piutang Usaha                               165                   75                31               117               135
*)Disajikan dalam hari

                  Keterangan                     2019A                2020A             2021A             2022A             2023A
Beban Pokok Pendapatan                               139.034.800        1.109.535.500     2.467.462.491     5.040.680.157     7.157.124.921
Persediaan                                                     -                    -                 -                 -                 -
Rasio Perputaran Persediaan                                    -                    -                 -                 -                 -
*)Disajikan dalam hari

                  Keterangan                     2019A                2020A             2021A             2022A             2023A
Beban Pokok Pendapatan                               139.034.800        1.109.535.500     2.467.462.491     5.040.680.157     7.157.124.921
Utang Usaha                                          934.306.000            7.250.000       112.375.000        42.375.000       206.892.000
Rasio Perputaran Utang Usaha                               2.453                    2                17                 3                11
*)Disajikan dalam hari

                 Rasio Aktivitas                 2019A                2020A             2021A             2022A             2023A
Rasio Perputaran Piutang Usaha                               165                  75                31               117               135
Rasio Perputaran Persediaan                                    -                   -                 -                 -                 -
Rasio Perputaran Utang Usaha                               2.453                   2                17                 3                11
*)Disajikan dalam hari

                   Keterangan                    2019A                2020A             2021A             2022A             2023A
Jumlah Liabilitas                                 13.397.666.000        9.398.812.886     1.143.605.360     2.010.325.612     2.604.357.353
Jumlah Aset                                       17.046.781.479       48.818.419.952    47.276.471.688    70.576.821.910    71.392.198.420
Rasio Liabilitas terhadap Aset                            78,59%               19,25%             2,42%             2,85%             3,65%
*)Disajikan dalam persen

                   Keterangan                    2019A                2020A             2021A             2022A             2023A
Jumlah Liabilitas                                 13.397.666.000        9.398.812.886     1.143.605.360     2.010.325.612     2.604.357.353
Jumlah Ekuitas                                     3.649.115.479       39.419.607.066    46.132.866.328    68.566.496.298    68.787.841.067
Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas                        367,15%               23,84%             2,48%             2,93%             3,79%
*)Disajikan dalam persen

                  Rasio Leverage                 2019A                2020A             2021A             2022A             2023A
Rasio Liabilitas terhadap Aset                              79%                  19%                2%                3%                4%
Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas                          367%                  24%                2%                3%                4%

                Keterangan                       2019A                2020A             2021A             2022A             2023A
Laba Bruto                                         1.586.621.204        1.146.370.500     3.195.271.609     4.940.744.033     3.152.423.345
Pendapatan                                         1.725.656.004        2.255.906.000     5.662.734.100     9.981.424.190    10.309.548.266
Margin Laba Bruto                                         91,94%               50,82%            56,43%            49,50%            30,58%

                 Keterangan                      2019A                2020A             2021A             2022A             2023A
Laba (Rugi) Sebelum Pajak                    -        72.408.695 -        353.239.018       811.840.080     1.941.753.464       270.743.997
Pendapatan                                         1.725.656.004        2.255.906.000     5.662.734.100     9.981.424.190    10.309.548.266
Margin Laba (Rugi) Sebelum Pajak                          -4,20%              -15,66%            14,34%            19,45%             2,63%

                Keterangan                       2019A                2020A             2021A             2022A             2023A
Laba Bersih                                  -        72.408.695 -        353.239.018       680.054.050     1.620.835.000       227.296.399
Pendapatan                                         1.725.656.004        2.255.906.000     5.662.734.100     9.981.424.190    10.309.548.266
Margin Laba (Rugi) Bersih                                 -4,20%              -15,66%            12,01%            16,24%             2,20%

                  Keterangan                     2019A                2020A             2021A             2022A             2023A
Laba (Rugi) Bersih                           -        72.408.695 -        353.239.018       680.054.050     1.620.835.000       227.296.399
Jumlah Aset                                       17.046.781.479       48.818.419.952    47.276.471.688    70.576.821.910    71.392.198.420
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Aset                   -0,42%               -0,72%             1,44%             2,30%             0,32%

                  Keterangan                     2019A                2020A             2021A             2022A             2023A
Laba (Rugi) Bersih                         -          72.408.695 -        353.239.018       680.054.050     1.620.835.000       227.296.399
Jumlah Ekuitas                                     3.649.115.479       39.419.607.066    46.132.866.328    68.566.496.298    68.787.841.067
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Ekuitas                -1,98%               -0,90%             1,47%             2,36%             0,33%

             Rasio Profitabilitas                2019A                2020A             2021A             2022A             2023A
Margin Laba Bruto                                        91,94%                50,82%           56,43%            49,50%            30,58%
Margin Laba (Rugi) Usaha                                 -4,20%               -15,66%           14,34%            19,45%             2,63%
Margin Laba (Rugi) Bersih                                -4,20%               -15,66%           12,01%            16,24%             2,20%
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Aset                  -0,42%                -0,72%            1,44%             2,30%             0,32%
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Ekuitas               -1,98%                -0,90%            1,47%             2,36%             0,33%
Page 138
FEASIBILITY STUDY
PT Agung Menjangan Mas Tbk
                                                                                                                                    Full Rupiah
Lampiran - 07
Proyeksi Posisi Keuangan Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha

                                                           2024F             2025F             2026F             2027F             2028F

   ASSET
   Aset Lancar
      Kas dan setara kas                     IDR          25.747.508.303    28.442.568.921    30.437.530.783    32.239.640.821    34.518.526.628
      Piutang usaha                          IDR           2.729.966.084     2.513.958.861     2.714.916.440     3.202.216.507     3.180.881.584
      Biaya dibayar dimuka                   IDR           3.415.943.600     3.415.943.600     3.415.943.600     3.415.943.600     3.415.943.600
      Perlengkapan                           IDR            750.597.000       750.597.000       750.597.000       750.597.000       750.597.000
         Jumlah Aset Lancar                   IDR          32.644.014.987    35.123.068.383    37.318.987.823    39.608.397.928    41.865.948.812


   Aset Tidak Lancar
      Properti investasi                     IDR          40.485.331.927    40.485.331.927    40.485.331.927    40.485.331.927    40.485.331.927
      Aset tetap - net                       IDR            304.609.798        61.164.927       124.943.119       203.706.831       300.977.109
         Jumlah Aset Tidak Lancar             IDR          40.789.941.725    40.546.496.854    40.610.275.046    40.689.038.758    40.786.309.036


   JUMLAH ASET                                IDR          73.433.956.712    75.669.565.237    77.929.262.869    80.297.436.686    82.652.257.848


   LIABILITAS DAN EKUITAS
   Liabilitas
   Liabilitas Jangka Pendek
      Utang usaha - pihak ketiga             IDR            104.771.542       129.177.567       110.348.949       132.672.766       128.179.178
      Utang pajak                            IDR            505.805.198       505.805.198       505.805.198       505.805.198       505.805.198
      Uang muka penjualan                    IDR            963.774.100       963.774.100       963.774.100       963.774.100       963.774.100
      Biaya yang masih harus dibayar         IDR            263.630.000       263.630.000       263.630.000       263.630.000       263.630.000
         Jumlah Liabilitas Jangka Pendek      IDR           1.837.980.840     1.862.386.865     1.843.558.247     1.865.882.064     1.861.388.476


   Liabilitas Jangka Panjang
      Liabilitas imbalan pasca kerja         IDR            664.256.055       664.256.055       664.256.055       664.256.055       664.256.055
         Jumlah Liabilitas Jangka Panjang     IDR            664.256.055       664.256.055       664.256.055       664.256.055       664.256.055


         JUMLAH LIABILITAS                    IDR           2.502.236.895     2.526.642.920     2.507.814.302     2.530.138.119     2.525.644.531


   EKUITAS
      Modal saham                            IDR          60.000.000.000    60.000.000.000    60.000.000.000    60.000.000.000    60.000.000.000
      Tambahan modal disetor                 IDR           8.826.875.000     8.826.875.000     8.826.875.000     8.826.875.000     8.826.875.000
      Laba ditahan                           IDR           2.109.817.679     4.321.020.179     6.599.546.429     8.945.396.429    11.304.711.179
      Komponen ekuitas lainnya               IDR              (4.972.862)       (4.972.862)       (4.972.862)       (4.972.862)       (4.972.862)
         JUMLAH EKUITAS                       IDR          70.931.719.817    73.142.922.317    75.421.448.567    77.767.298.567    80.126.613.317


   JUMLAH LIABILITAS & EKUITAS                IDR          73.433.956.712    75.669.565.237    77.929.262.869    80.297.436.686    82.652.257.848
Page 139
FEASIBILITY STUDY
PT Agung Menjangan Mas Tbk
Lampiran - 08
Proyeksi Laba Rugi Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha

                                                     2024F              2025F              2026F              2027F              2028F

  PENDAPATAN                                IDR       9.534.375.000      9.931.250.000     10.328.125.000     10.725.000.000     10.804.375.000

  BEBAN POKOK PENJUALAN                     IDR       (4.688.250.000)    (4.911.500.000)    (5.134.750.000)    (5.358.000.000)    (5.402.650.000)

  LABA KOTOR                                IDR       4.846.125.000      5.019.750.000      5.193.375.000      5.367.000.000      5.401.725.000

  PENGHASILAN (BEBAN) OPERASI
     Beban penjualan                       IDR        (190.687.500)      (198.625.000)      (206.562.500)      (214.500.000)      (216.087.500)
     Beban umum dan administrasi           IDR       (1.906.875.000)    (1.986.250.000)    (2.065.625.000)    (2.145.000.000)    (2.160.875.000)
        Jumlah Beban Operasi                IDR       (2.097.562.500)    (2.184.875.000)    (2.272.187.500)    (2.359.500.000)    (2.376.962.500)

  LABA SEBELUM PAJAK                        IDR       2.748.562.500      2.834.875.000      2.921.187.500      3.007.500.000      3.024.762.500

     Beban Pajak Penghasilan               IDR        (604.683.750)      (623.672.500)      (642.661.250)      (661.650.000)      (665.447.750)

  LABA TAHUN BERJALAN                       IDR       2.143.878.750      2.211.202.500      2.278.526.250      2.345.850.000      2.359.314.750
Page 140
FEASIBILITY STUDY
PT Agung Menjangan Mas Tbk
Lampiran - 09
Proyeksi Arus Kas

                                                                                 2024F              2025F            2026F             2027F             2028F

    ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
       Laba bersih                                            IDR                 2.143.878.750     2.211.202.500    2.278.526.250     2.345.850.000     2.359.314.750
          Penyesuaian modal kerja
       Penurunan (kenaikan) piutang usaha                     IDR                 1.096.193.416      216.007.223      (200.957.579)     (487.300.066)      21.334.923
       Penurunan (kenaikan) utang usaha                       IDR                  (102.120.458)      24.406.025       (18.828.618)      22.323.817         (4.493.588)

    Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Operasi                IDR                 3.137.951.708     2.451.615.748    2.058.740.053     1.880.873.751     2.376.156.084


    ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
       Perolehan aset tetap                                   IDR                    76.979.932      243.444.870       (63.778.192)      (78.763.712)      (97.270.278)
       Penambahan (pengurangan) aset hak guna                 IDR                           -                 -                -                 -                 -

    Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Investasi              IDR                    76.979.932      243.444.870       (63.778.192)      (78.763.712)      (97.270.278)


    ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
       Investasi pada entitas anak                            IDR                           -                 -                -                 -                 -

    Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Pendanaan              IDR                           -                 -                -                                   -


    KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN SETARA KAS             IDR                 3.214.931.640     2.695.060.619    1.994.961.861     1.802.110.038     2.278.885.807


    KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN                              IDR                22.532.576.663    25.747.508.303   28.442.568.921    30.437.530.783    32.239.640.821


    KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN                             IDR                25.747.508.303    28.442.568.921   30.437.530.783    32.239.640.821    34.518.526.628


    PRI Notes:
     * Forecast-2022 Forecast using the moving average from historical data (2017-2021).
     ** Subsequent 2021, based on TB as of Desember 2021
Page 141
FEASIBILITY STUDY
PT Agung Menjangan Mas Tbk

  Lampiran - 10
Proyeksi Depresiasi Aset Tetap

                                        2023A             2024F            2025F            2026F            2027F            2028F

  PENAMBAHAN / PENGURANGAN
   ž Mesin                       IDR             -        150.564.347               -       185.941.411      229.630.780      283.585.537
     Peralatan Kantor            IDR             -                -                 -               -                -                -
   ž Inventaris Kantor           IDR             -        442.089.818               -               -                -                -
     Jumlah                                      -        592.654.166               -       185.941.411      229.630.780      283.585.537
                                          ^                 ^                ^                ^                ^                ^
  NILAI PEROLEHAN
    ž Mesin                      IDR     640.800.000       791.364.347      791.364.347      977.305.759    1.206.936.538    1.490.522.075
      Peralatan Kantor           IDR      64.000.000        64.000.000       64.000.000       64.000.000       64.000.000       64.000.000
    ž Inventaris Kantor          IDR   1.840.764.399     2.282.854.217    2.282.854.217    2.282.854.217    2.282.854.217    2.282.854.217
      Jumlah                            2.545.564.399     3.138.218.565    3.138.218.565    3.324.159.976    3.553.790.756    3.837.376.293
                                           ^                 ^                ^                ^                ^                ^
  PENYUSUTAN                                    1,00              1,00             1,00             1,00             2,00             3,00
   ž Mesin                       IDR      80.100.000        98.920.543       98.920.543      122.163.220      150.867.067      186.315.259
     Peralatan Kantor            IDR              -                 -                -                -                -                -
   ž Inventaris Kantor           IDR     235.191.100       570.713.554      144.524.327               -                -                -
     Jumlah                               315.291.100       669.634.098      243.444.870      122.163.220      150.867.067      186.315.259
                                           ^                 ^                ^                ^                ^                ^
  AKUMULASI PENYUSUTAN
   ž Mesin                       IDR     532.358.333       631.278.876      730.199.420      852.362.640    1.003.229.707    1.189.544.966
     Peralatan Kantor            IDR      64.000.000        64.000.000       64.000.000       64.000.000       64.000.000       64.000.000
   ž Inventaris Kantor           IDR   1.567.616.336     2.138.329.890    2.282.854.217    2.282.854.217    2.282.854.217    2.282.854.217
     Jumlah                             2.163.974.669     2.833.608.767    3.077.053.637    3.199.216.857    3.350.083.924    3.536.399.184
                                           ^                 ^                ^                ^                ^                ^
  NILAI BUKU
    ž Mesin                      IDR    108.441.667       160.085.471       61.164.927      124.943.119      203.706.831      300.977.109
    ž Peralatan Kantor           IDR            -                 -                -                -                -                -
      Inventaris Kantor          IDR    273.148.063       144.524.327              -                -                -                -
      Jumlah                            381.589.730       304.609.798       61.164.927      124.943.119      203.706.831      300.977.109

  Capital Expenditure
      Capex/Depresiasi                                        187,97%            187,97%        187,97%          187,97%          187,97%
   ž Mesin                       IDR                 0     150.564.347                 0     185.941.411      229.630.780      283.585.537
   ž Peralatan Kantor            IDR                 0               0                 0               0                0                0
      Inventaris Kantor          IDR                 0     442.089.818                 0               0                0                0
      Total Capex                IDR                 0     592.654.166                 0     185.941.411      229.630.780      283.585.537
Page 142
FEASIBILITY STUDY
PT Agung Menjangan Mas Tbk

Lampiran - 11
Net Working Capital Projection

                                                                  2019A                    2020A            2021A           2022A              2023A            2024F           2025F            2026F             2027F             2028F

    No of days in a year

      Sales                                                     1.725.656.004         2.255.906.000       5.662.734.100   9.981.424.190     10.309.548.266    9.534.375.000   9.931.250.000   10.328.125.000    10.725.000.000    10.804.375.000
      COGS                                                        139.034.800         1.109.535.500       2.467.462.491   5.040.680.157      7.157.124.921    4.688.250.000   4.911.500.000    5.134.750.000     5.358.000.000     5.402.650.000

    Current Asset
      Trade receivables                                           780.500.008             461.300.008      477.500.000    3.188.224.004      3.826.159.500    2.729.966.084   2.513.958.861    2.714.916.440     3.202.216.507     3.180.881.584
       Total Current Asset                                         780.500.008             461.300.008      477.500.000    3.188.224.004      3.826.159.500    2.729.966.084   2.513.958.861    2.714.916.440     3.202.216.507     3.180.881.584

    CURRENT LIABILITIES
      Account payable                                             934.306.000               7.250.000      112.375.000       42.375.000       206.892.000      104.771.542     129.177.567      110.348.949       132.672.766       128.179.178
       Total Current Liabilities                                   934.306.000               7.250.000      112.375.000       42.375.000       206.892.000      104.771.542     129.177.567      110.348.949       132.672.766       128.179.178

    Net Working Capital                                           (153.805.992)             454.050.008     365.125.000     3.145.849.004     3.619.267.500    2.625.194.542   2.384.781.294    2.604.567.491     3.069.543.741     3.052.702.406
    Increase/Decrease Net Working Capital                                                  (607.856.000)     88.925.008    (2.780.724.004)     (473.418.496)     994.072.958     240.413.248     (219.786.197)     (464.976.249)       16.841.334

    PRI Notes:
     * Forecast-2022 Forecast using the moving average from historical data (2017-2021).
    ** Subsequent 2021, based on TB as of Desember 2021
Page 143
FEASIBILITY STUDY
PT Agung Menjangan Mas Tbk

Lampiran - 12
Tax Projection

                     KETERANGAN                                     2024F                   2025F            2026F            2027F            2028F

    Tarif Pajak PPh Badan                                                     22%                     22%              22%              22%              22%
    Tarif                                                                     11%                     11%              11%              11%              11%
    Penjualan                                                       9.534.375.000           9.931.250.000   10.328.125.000   10.725.000.000   10.804.375.000
    PTKP                                                                      -                       -                -                -                -
    PKP                                                             9.534.375.000           9.931.250.000   10.328.125.000   10.725.000.000   10.804.375.000
    Laba sebelum pajak                                              2.748.562.500           2.834.875.000    2.921.187.500    3.007.500.000    3.024.762.500
    Perhitungan Pajak                                                         -                       -                -                -                -
    Beban Pajak                                                       604.683.750             623.672.500      642.661.250      661.650.000      665.447.750
    Beban Pajak Penghasilan                                           604.683.750             623.672.500      642.661.250      661.650.000      665.447.750
                                                                           22,00%                  22,00%           22,00%           22,00%           22,00%

    PRI Notes:
      * Forecast-2022 Forecast using the moving average from historical data (2017-2021).
     ** Subsequent 2021, based on TB as of Desember 2021
Page 144
FEASIBILITY STUDY
PT Agung Menjangan Mas Tbk
Lampiran - 13
                                                    RASIO KEUANGAN TANPA PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA

                   Keterangan                    2024F               2025F                2026F             2027F             2028F
Aset Lancar                                       32.644.014.987      35.123.068.383       37.318.987.823    39.608.397.928    41.865.948.812
Liabilitas Jangka Pendek                           1.837.980.840       1.862.386.865        1.843.558.247     1.865.882.064     1.861.388.476
Rasio Lancar                                               17,76               18,86                20,24             21,23             22,49
*)Disajikan dalam kali

                   Keterangan                    2024F               2025F                2026F             2027F             2028F
Aset Lancar                                       32.644.014.987      35.123.068.383       37.318.987.823    39.608.397.928    41.865.948.812
Persediaan                                                     -                   -                    -                 -                 -
Liabilitas Jangka Pendek                           1.837.980.840       1.862.386.865        1.843.558.247     1.865.882.064     1.861.388.476
Rasio Cepat                                                17,76               18,86                20,24             21,23             22,49
*)Disajikan dalam kali

                   Keterangan                    2024F               2025F                2026F             2027F             2028F
Kas dan setara kas                                25.747.508.303      28.442.568.921       30.437.530.783    32.239.640.821    34.518.526.628
Liabilitas Jangka Pendek                           1.837.980.840       1.862.386.865        1.843.558.247     1.865.882.064     1.861.388.476
Rasio Kas                                                  14,01               15,27                16,51             17,28             18,54
*)Disajikan dalam kali

Rasio Likuiditas                                 2024F               2025F                2026F             2027F             2028F
Rasio Lancar                                               17,76               18,86                20,24             21,23             22,49
Rasio Cepat                                                17,76               18,86                20,24             21,23             22,49
Rasio Kas                                                  14,01               15,27                16,51             17,28             18,54
*)Disajikan dalam kali                       ,

                  Keterangan                     2024F               2025F                2026F             2027F             2028F
Pendapatan                                         9.534.375.000       9.931.250.000       10.328.125.000    10.725.000.000    10.804.375.000
Piutang Usaha                                      2.729.966.084       2.513.958.861        2.714.916.440     3.202.216.507     3.180.881.584
Rasio Perputaran Piutang Usaha                               105                  92                   96               109               107
*)Disajikan dalam hari

                  Keterangan                     2024F               2025F                2026F             2027F             2028F
Beban Pokok Pendapatan                             4.688.250.000       4.911.500.000        5.134.750.000     5.358.000.000     5.402.650.000
Persediaan                                                     -                   -                    -                 -                 -
Rasio Perputaran Persediaan                                    -                   -                    -                 -                 -
*)Disajikan dalam hari

                  Keterangan                     2024F               2025F                2026F             2027F             2028F
Beban Pokok Pendapatan                             4.688.250.000       4.911.500.000        5.134.750.000     5.358.000.000     5.402.650.000
Utang Usaha                                          104.771.542         129.177.567          110.348.949       132.672.766       128.179.178
Rasio Perputaran Utang Usaha                                   8                  10                    8                 9                 9
*)Disajikan dalam hari

                 Rasio Aktivitas                 2024F               2025F                2026F             2027F             2028F
Rasio Perputaran Piutang Usaha                              105                  92                   96               109               107
Rasio Perputaran Persediaan                                   -                   -                    -                 -                 -
Rasio Perputaran Utang Usaha                                  8                  10                    8                 9                 9
*)Disajikan dalam hari

                   Keterangan                    2024F               2025F                2026F             2027F             2028F
Jumlah Liabilitas                                  2.502.236.895       2.526.642.920        2.507.814.302     2.530.138.119     2.525.644.531
Jumlah Aset                                       73.433.956.712      75.669.565.237       77.929.262.869    80.297.436.686    82.652.257.848
Rasio Liabilitas terhadap Aset                             3,41%               3,34%                3,22%             3,15%             3,06%
*)Disajikan dalam persen

                   Keterangan                    2024F               2025F                2026F             2027F             2028F
Jumlah Liabilitas                                  2.502.236.895       2.526.642.920        2.507.814.302     2.530.138.119     2.525.644.531
Jumlah Ekuitas                                    70.931.719.817      73.142.922.317       75.421.448.567    77.767.298.567    80.126.613.317
Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas                          3,53%               3,45%                3,33%             3,25%             3,15%
*)Disajikan dalam persen

                  Rasio Leverage                 2024F               2025F                2026F             2027F             2028F
Rasio Liabilitas terhadap Aset                             3,41%               3,34%                3,22%             3,15%             3,06%
Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas                          3,53%               3,45%                3,33%             3,25%             3,15%

                Keterangan                       2024F               2025F                2026F             2027F             2028F
Laba Bruto                                         4.846.125.000       5.019.750.000        5.193.375.000     5.367.000.000     5.401.725.000
Pendapatan                                         9.534.375.000       9.931.250.000       10.328.125.000    10.725.000.000    10.804.375.000
Margin Laba Bruto                                         50,83%              50,54%               50,28%            50,04%            50,00%

                 Keterangan                      2024F               2025F                2026F             2027F             2028F
Laba (Rugi) Sebelum Pajak                          2.748.562.500       2.834.875.000        2.921.187.500     3.007.500.000     3.024.762.500
Pendapatan                                         9.534.375.000       9.931.250.000       10.328.125.000    10.725.000.000    10.804.375.000
Margin Laba (Rugi) Sebelum Pajak                          28,83%              28,54%               28,28%            28,04%            28,00%

                Keterangan                       2024F               2025F                2026F             2027F             2028F
Laba Bersih                                        2.143.878.750       2.211.202.500        2.278.526.250     2.345.850.000     2.359.314.750
Pendapatan                                         9.534.375.000       9.931.250.000       10.328.125.000    10.725.000.000    10.804.375.000
Margin Laba (Rugi) Bersih                                 22,49%              22,27%               22,06%            21,87%            21,84%

                  Keterangan                     2024F               2025F                2026F             2027F             2028F
Laba (Rugi) Bersih                                 2.143.878.750       2.211.202.500        2.278.526.250     2.345.850.000     2.359.314.750
Jumlah Aset                                       73.433.956.712      75.669.565.237       77.929.262.869    80.297.436.686    82.652.257.848
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Aset                    2,92%               2,92%                2,92%             2,92%             2,85%

                  Keterangan                     2024F               2025F                2026F             2027F             2028F
Laba (Rugi) Bersih                                 2.143.878.750       2.211.202.500        2.278.526.250     2.345.850.000     2.359.314.750
Jumlah Ekuitas                                    70.931.719.817      73.142.922.317       75.421.448.567    77.767.298.567    80.126.613.317
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Ekuitas                 3,02%               3,02%                3,02%             3,02%             2,94%

             Rasio Profitabilitas                2024F               2025F                2026F             2027F             2028F
Margin Laba Bruto                                        50,83%              50,54%               50,28%            50,04%            50,00%
Margin Laba (Rugi) Usaha                                 28,83%              28,54%               28,28%            28,04%            28,00%
Margin Laba (Rugi) Bersih                                22,49%              22,27%               22,06%            21,87%            21,84%
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Aset                   2,92%               2,92%                2,92%             2,92%             2,85%
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Ekuitas                3,02%               3,02%                3,02%             3,02%             2,94%
Page 145
FEASIBILITY STUDY
PT Agung Menjangan Mas Tbk
Lampiran - 14
Proyeksi Posisi Keuangan Setelah Penambahan Kegiatan Usaha

                                                             2024F             2025F             2026F             2027F             2028F

   ASSET
   Aset Lancar
      Kas dan setara kas                     IDR            16.059.746.579    11.934.194.104    17.299.443.847    21.083.584.430    26.308.158.770
      Piutang usaha                          IDR             3.966.906.470     5.794.603.981     5.175.345.403     6.641.800.111     6.572.448.042
      Biaya dibayar dimuka                   IDR             3.415.943.600     3.415.943.600     3.415.943.600     3.415.943.600     3.415.943.600
      Perlengkapan                           IDR              750.597.000       750.597.000       750.597.000       750.597.000       750.597.000
         Jumlah Aset Lancar                   IDR            24.193.193.649    21.895.338.685    26.641.329.849    31.891.925.140    37.047.147.412


   Aset Tidak Lancar
      Properti investasi                     IDR            40.485.331.927    40.485.331.927    40.485.331.927    40.485.331.927    40.485.331.927
      Aset tetap - net                       IDR             9.661.409.798    16.243.564.927    15.164.943.119    14.101.306.831    13.056.177.109
         Jumlah Aset Tidak Lancar             IDR            50.146.741.725    56.728.896.854    55.650.275.046    54.586.638.758    53.541.509.036


   JUMLAH ASET                                IDR            74.339.935.374    78.624.235.539    82.291.604.895    86.478.563.899    90.588.656.448


   LIABILITAS DAN EKUITAS
   Liabilitas
   Liabilitas Jangka Pendek
      Utang usaha - pihak ketiga             IDR              174.697.454       367.780.619       251.155.475       332.350.479       319.499.528
      Utang pajak                            IDR              505.805.198       505.805.198       505.805.198       505.805.198       505.805.198
      Uang muka penjualan                    IDR              963.774.100       963.774.100       963.774.100       963.774.100       963.774.100
      Biaya yang masih harus dibayar         IDR              263.630.000       263.630.000       263.630.000       263.630.000       263.630.000
         Jumlah Liabilitas Jangka Pendek      IDR             1.907.906.752     2.100.989.917     1.984.364.773     2.065.559.777     2.052.708.826


   Liabilitas Jangka Panjang
      Liabilitas imbalan pasca kerja         IDR              664.256.055       664.256.055       664.256.055       664.256.055       664.256.055
         Jumlah Liabilitas Jangka Panjang     IDR              664.256.055       664.256.055       664.256.055       664.256.055       664.256.055


         JUMLAH LIABILITAS                    IDR             2.572.162.807     2.765.245.972     2.648.620.828     2.729.815.832     2.716.964.881


   EKUITAS
      Modal saham                            IDR            60.000.000.000    60.000.000.000    60.000.000.000    60.000.000.000    60.000.000.000
      Tambahan modal disetor                 IDR             8.826.875.000     8.826.875.000     8.826.875.000     8.826.875.000     8.826.875.000
      Laba ditahan                           IDR             2.945.870.429     7.037.087.429    10.821.081.929    14.926.845.929    19.049.789.429
      Komponen ekuitas lainnya               IDR                (4.972.862)       (4.972.862)       (4.972.862)       (4.972.862)       (4.972.862)
         JUMLAH EKUITAS                       IDR            71.767.772.567    75.858.989.567    79.642.984.067    83.748.748.067    87.871.691.567


   JUMLAH LIABILITAS & EKUITAS                IDR            74.339.935.374    78.624.235.539    82.291.604.895    86.478.563.899    90.588.656.448
Page 146
FEASIBILITY STUDY
PT Agung Menjangan Mas Tbk
Lampiran - 15
Proyeksi Laba Rugi Setelah Penambahan Kegiatan Usaha

                                                       2024F              2025F              2026F              2027F              2028F

  PENDAPATAN                                 IDR       13.854.375.000     22.891.250.000     19.688.125.000     22.245.000.000     22.324.375.000

  BEBAN POKOK PENJUALAN                      IDR        (7.817.250.000)   (13.983.500.000)   (11.686.750.000)   (13.422.000.000)   (13.466.650.000)

  LABA KOTOR                                 IDR        6.037.125.000      8.907.750.000      8.001.375.000      8.823.000.000      8.857.725.000

  PENGHASILAN (BEBAN) OPERASI
     Beban penjualan                        IDR         (277.087.500)      (457.825.000)      (393.762.500)      (444.900.000)      (446.487.500)
     Beban umum dan administrasi            IDR        (1.939.612.500)    (3.204.775.000)    (2.756.337.500)    (3.114.300.000)    (3.125.412.500)
        Jumlah Beban Operasi                 IDR        (2.216.700.000)    (3.662.600.000)    (3.150.100.000)    (3.559.200.000)    (3.571.900.000)

  LABA SEBELUM PAJAK                         IDR        3.820.425.000      5.245.150.000      4.851.275.000      5.263.800.000      5.285.825.000

     Beban Pajak Penghasilan                IDR         (840.493.500)     (1.153.933.000)    (1.067.280.500)    (1.158.036.000)    (1.162.881.500)

  LABA TAHUN BERJALAN                        IDR        2.979.931.500      4.091.217.000      3.783.994.500      4.105.764.000      4.122.943.500
Page 147
FEASIBILITY STUDY
PT Agung Menjangan Mas Tbk
Lampiran - 16
Proyeksi Arus Kas Setelah Penambahan Kegiatan Usaha

                                                                                 2024F               2025F              2026F             2027F              2028F

    ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
       Laba bersih                                            IDR                 2.979.931.500      4.091.217.000      3.783.994.500     4.105.764.000      4.122.943.500
          Penyesuaian modal kerja
       Penurunan (kenaikan) piutang usaha                     IDR                  (140.746.970)     (1.827.697.511)     619.258.578      (1.466.454.708)      69.352.069
       Penurunan (kenaikan) utang usaha                       IDR                   (32.194.546)       193.083.165       (116.625.144)       81.195.003        (12.850.951)

    Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Operasi                IDR                 2.806.989.984      2.456.602.654      4.286.627.934     2.720.504.295      4.179.444.618


    ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
       Perolehan aset tetap                                   IDR                 (9.279.820.068)    (6.582.155.130)    1.078.621.808     1.063.636.288      1.045.129.722
       Penambahan (pengurangan) aset hak guna                 IDR                            -                  -                 -                  -                 -

    Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Investasi              IDR                 (9.279.820.068)    (6.582.155.130)    1.078.621.808     1.063.636.288      1.045.129.722


    ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
       Investasi pada entitas anak                            IDR                            -                  -                 -                  -                 -

    Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Pendanaan              IDR                            -                  -                 -                                    -


    KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN SETARA KAS             IDR                 (6.472.830.084)    (4.125.552.475)    5.365.249.743     3.784.140.583      5.224.574.341


    KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN                              IDR                22.532.576.663     16.059.746.579     11.934.194.104    17.299.443.847     21.083.584.430


    KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN                             IDR                16.059.746.579     11.934.194.104     17.299.443.847    21.083.584.430     26.308.158.770


    PRI Notes:
     * Forecast-2022 Forecast using the moving average from historical data (2017-2021).
     ** Subsequent 2021, based on TB as of Desember 2021
Page 148
FEASIBILITY STUDY
PT Agung Menjangan Mas Tbk

  Lampiran - 17
Proyeksi Depresiasi Aset Tetap Setelah Penambahan Kegiatan Usaha

                                                           2023A              2024F             2025F             2026F             2027F             2028F

  PENAMBAHAN / PENGURANGAN
   ž Mesin                                  IDR                      -          150.564.347               -        185.941.411       229.630.780       283.585.537
     Peralatan Kantor                       IDR                      -                  -                 -                -                 -                 -
   ž Inventaris Kantor                      IDR                      -          442.089.818               -                -                 -                 -
     Gudang & Sarana Prasarana              IDR                               2.000.000.000               -                -                 -                 -
     Keramba                                IDR                               7.968.000.000     7.968.000.000              -                 -                 -
     Jumlah                                                          -       10.560.654.166     7.968.000.000      185.941.411       229.630.780       283.585.537
                                                             ^                  ^                 ^                ^                 ^                 ^
  NILAI PEROLEHAN
    ž Mesin                                 IDR              640.800.000        791.364.347       791.364.347       977.305.759     1.206.936.538     1.490.522.075
      Peralatan Kantor                      IDR               64.000.000         64.000.000        64.000.000        64.000.000        64.000.000        64.000.000
    ž Inventaris Kantor                     IDR            1.840.764.399      2.282.854.217     2.282.854.217     2.282.854.217     2.282.854.217     2.282.854.217
      Gudang & Sarana Prasarana             IDR                       -       2.000.000.000     2.000.000.000     2.000.000.000     2.000.000.000     2.000.000.000
      Keramba                               IDR                       -       7.968.000.000    15.936.000.000    15.936.000.000    15.936.000.000    15.936.000.000
      Jumlah                                                2.545.564.399      3.138.218.565     3.138.218.565     3.324.159.976     3.553.790.756     3.837.376.293
                                                             ^                  ^                 ^                 ^                 ^                 ^
  PENYUSUTAN                                                        1,00               1,00              1,00              1,00              2,00              3,00
   ž Mesin                                  IDR               80.100.000         98.920.543        98.920.543       122.163.220       150.867.067       186.315.259
     Peralatan Kantor                       IDR                       -                  -                 -                 -                 -                 -
   ž Inventaris Kantor                      IDR              235.191.100        570.713.554       144.524.327                -                 -                 -
     Gudang & Sarana Prasarana                                                   80.000.000        80.000.000        80.000.000        80.000.000        80.000.000
     Keramba                                                                    531.200.000     1.062.400.000     1.062.400.000     1.062.400.000     1.062.400.000
     Jumlah                                                  315.291.100       1.280.834.098     1.385.844.870     1.264.563.220     1.293.267.067     1.328.715.259
                                                             ^                  ^                 ^                 ^                 ^                 ^
  AKUMULASI PENYUSUTAN
   ž Mesin                                  IDR              532.358.333        631.278.876       730.199.420       852.362.640     1.003.229.707     1.189.544.966
     Peralatan Kantor                       IDR               64.000.000         64.000.000        64.000.000        64.000.000        64.000.000        64.000.000
   ž Inventaris Kantor                      IDR            1.567.616.336      2.138.329.890     2.282.854.217     2.282.854.217     2.282.854.217     2.282.854.217
     Gudang & Sarana Prasarana                                        -          80.000.000       160.000.000       240.000.000       320.000.000       400.000.000
     Keramba                                                          -         531.200.000     1.593.600.000     2.656.000.000     3.718.400.000     4.780.800.000
     Jumlah                                                 2.163.974.669      3.444.808.767     4.830.653.637     6.095.216.857     7.388.483.924     8.717.199.184
                                                             ^                  ^                 ^                 ^                 ^                 ^
  NILAI BUKU
    ž Mesin                                 IDR              108.441.667        160.085.471        61.164.927       124.943.119       203.706.831       300.977.109
    ž Peralatan Kantor                      IDR                      -                  -                 -                 -                 -                 -
      Inventaris Kantor                     IDR              273.148.063        144.524.327               -                 -                 -                 -
      Gudang & Sarana Prasarana                                      -        1.920.000.000     1.840.000.000     1.760.000.000     1.680.000.000     1.600.000.000
      Keramba                                                        -        7.436.800.000    14.342.400.000    13.280.000.000    12.217.600.000    11.155.200.000
      Jumlah                                                 381.589.730      9.661.409.798    16.243.564.927    15.164.943.119    14.101.306.831    13.056.177.109

  Capital Expenditure
      Capex/Depresiasi                                                             187,97%           187,97%           187,97%           187,97%           187,97%
   ž Mesin                                  IDR                          0      150.564.347                 0       185.941.411       229.630.780       283.585.537
   ž Peralatan Kantor                       IDR                          0                0                 0                 0                 0                 0
      Inventaris Kantor                     IDR                          0      442.089.818                 0                 0                 0                 0
      Gudang & Sarana Prasarana                                               2.000.000.000        75.188.188        75.188.188        75.188.188        75.188.188
      Keramba                                                                 7.968.000.000     7.968.000.000       998.499.142       998.499.142       998.499.142
      Total Capex                           IDR                          0   10.560.654.166     8.043.188.188     1.259.628.742     1.303.318.110     1.357.272.867
Page 149
FEASIBILITY STUDY
PT Agung Menjangan Mas Tbk

Lampiran - 18
Net Working Capital Projection

                                                                  2019A                    2020A            2021A           2022A              2023A             2024F             2025F             2026F            2027F             2028F

    No of days in a year

      Sales                                                     1.725.656.004         2.255.906.000       5.662.734.100   9.981.424.190     10.309.548.266    13.854.375.000    22.891.250.000    19.688.125.000   22.245.000.000    22.324.375.000
      COGS                                                        139.034.800         1.109.535.500       2.467.462.491   5.040.680.157      7.157.124.921     7.817.250.000    13.983.500.000    11.686.750.000   13.422.000.000    13.466.650.000

    Current Asset
      Trade receivables                                           780.500.008             461.300.008      477.500.000    3.188.224.004      3.826.159.500     3.966.906.470     5.794.603.981     5.175.345.403    6.641.800.111     6.572.448.042
       Total Current Asset                                         780.500.008             461.300.008      477.500.000    3.188.224.004      3.826.159.500     3.966.906.470     5.794.603.981     5.175.345.403    6.641.800.111     6.572.448.042

    CURRENT LIABILITIES
      Account payable                                             934.306.000               7.250.000      112.375.000       42.375.000       206.892.000       174.697.454       367.780.619       251.155.475      332.350.479       319.499.528
       Total Current Liabilities                                   934.306.000               7.250.000      112.375.000       42.375.000       206.892.000       174.697.454       367.780.619       251.155.475      332.350.479       319.499.528

    Net Working Capital                                           (153.805.992)             454.050.008     365.125.000     3.145.849.004     3.619.267.500     3.792.209.016     5.426.823.362     4.924.189.927    6.309.449.632     6.252.948.514
    Increase/Decrease Net Working Capital                                                  (607.856.000)     88.925.008    (2.780.724.004)     (473.418.496)     (172.941.516)   (1.634.614.346)      502.633.434   (1.385.259.705)       56.501.118

    PRI Notes:
     * Forecast-2022 Forecast using the moving average from historical data (2017-2021).
    ** Subsequent 2021, based on TB as of Desember 2021
Page 150
FEASIBILITY STUDY
PT Agung Menjangan Mas Tbk

Lampiran - 19
Tax Projection

                KETERANGAN                                          2024F                   2025F         2026F            2027F            2028F

    Tarif Pajak PPh Badan                                                     22%                  22%              22%              22%              22%
    Tarif                                                                     11%                  11%              11%              11%              11%
    Penjualan                                                      13.854.375.000       22.891.250.000   19.688.125.000   22.245.000.000   22.324.375.000
    PTKP                                                                      -                    -                -                -                -
    PKP                                                            13.854.375.000       22.891.250.000   19.688.125.000   22.245.000.000   22.324.375.000
    Laba sebelum pajak                                              3.820.425.000        5.245.150.000    4.851.275.000    5.263.800.000    5.285.825.000
    Perhitungan Pajak                                                         -                    -                -                -                -
    Beban Pajak                                                       840.493.500        1.153.933.000    1.067.280.500    1.158.036.000    1.162.881.500
    Beban Pajak Penghasilan                                           840.493.500        1.153.933.000    1.067.280.500    1.158.036.000    1.162.881.500
                                                                           22,00%               22,00%           22,00%           22,00%           22,00%

    PRI Notes:
      * Forecast-2022 Forecast using the moving average from historical data (2017-2021).
     ** Subsequent 2021, based on TB as of Desember 2021
Page 151
FEASIBILITY STUDY
PT Agung Menjangan Mas Tbk
Lampiran - 20
                                                 PROYEKSI RASIO KEUANGAN SETELAH PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA

                   Keterangan                      2024F                2025F               2026F             2027F             2028F
Aset Lancar                                         24.193.193.649       21.895.338.685      26.641.329.849    31.891.925.140    37.047.147.412
Liabilitas Jangka Pendek                             1.907.906.752        2.100.989.917       1.984.364.773     2.065.559.777     2.052.708.826
Rasio Lancar                                                 12,68                10,42               13,43             15,44             18,05
*)Disajikan dalam kali

                   Keterangan                      2024F                2025F               2026F             2027F             2028F
Aset Lancar                                         24.193.193.649       21.895.338.685      26.641.329.849    31.891.925.140    37.047.147.412
Persediaan                                                       -                    -                   -                 -                 -
Liabilitas Jangka Pendek                             1.907.906.752        2.100.989.917       1.984.364.773     2.065.559.777     2.052.708.826
Rasio Cepat                                                  12,68                10,42               13,43             15,44             18,05
*)Disajikan dalam kali

                   Keterangan                      2024F                2025F               2026F             2027F             2028F
Kas dan setara kas                                  16.059.746.579       11.934.194.104      17.299.443.847    21.083.584.430    26.308.158.770
Liabilitas Jangka Pendek                             1.907.906.752        2.100.989.917       1.984.364.773     2.065.559.777     2.052.708.826
Rasio Kas                                                     8,42                 5,68                8,72             10,21             12,82
*)Disajikan dalam kali

Rasio Likuiditas                                   2024F                2025F               2026F             2027F             2028F
Rasio Lancar                                                 12,68                10,42               13,43             15,44             18,05
Rasio Cepat                                                  12,68                10,42               13,43             15,44             18,05
Rasio Kas                                                     8,42                 5,68                8,72             10,21             12,82
*)Disajikan dalam kali                       ,

                  Keterangan                       2024F                2025F               2026F             2027F             2028F
Pendapatan                                          13.854.375.000       22.891.250.000      19.688.125.000    22.245.000.000    22.324.375.000
Piutang Usaha                                        3.966.906.470        5.794.603.981       5.175.345.403     6.641.800.111     6.572.448.042
Rasio Perputaran Piutang Usaha                                 105                   92                  96               109               107
*)Disajikan dalam hari

                  Keterangan                       2024F                2025F               2026F             2027F             2028F
Beban Pokok Pendapatan                               7.817.250.000       13.983.500.000      11.686.750.000    13.422.000.000    13.466.650.000
Persediaan                                                       -                    -                   -                 -                 -
Rasio Perputaran Persediaan                                      -                    -                   -                 -                 -
*)Disajikan dalam hari

                  Keterangan                       2024F                2025F               2026F             2027F             2028F
Beban Pokok Pendapatan                               7.817.250.000       13.983.500.000      11.686.750.000    13.422.000.000    13.466.650.000
Utang Usaha                                            174.697.454          367.780.619         251.155.475       332.350.479       319.499.528
Rasio Perputaran Utang Usaha                                     8                   10                   8                 9                 9
*)Disajikan dalam hari

                 Rasio Aktivitas                   2024F                2025F               2026F             2027F             2028F
Rasio Perputaran Piutang Usaha                                105                   92                  96               109               107
Rasio Perputaran Persediaan                                     -                    -                   -                 -                 -
Rasio Perputaran Utang Usaha                                    8                   10                   8                 9                 9
*)Disajikan dalam hari

                   Keterangan                      2024F                2025F               2026F             2027F             2028F
Jumlah Liabilitas                                    2.572.162.807        2.765.245.972       2.648.620.828     2.729.815.832     2.716.964.881
Jumlah Aset                                         74.339.935.374       78.624.235.539      82.291.604.895    86.478.563.899    90.588.656.448
Rasio Liabilitas terhadap Aset                               3,46%                3,52%               3,22%             3,16%             3,00%
*)Disajikan dalam persen

                   Keterangan                      2024F                2025F               2026F             2027F             2028F
Jumlah Liabilitas                                    2.572.162.807        2.765.245.972       2.648.620.828     2.729.815.832     2.716.964.881
Jumlah Ekuitas                                      71.767.772.567       75.858.989.567      79.642.984.067    83.748.748.067    87.871.691.567
Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas                            3,58%                3,65%               3,33%             3,26%             3,09%
*)Disajikan dalam persen

                  Rasio Leverage                   2024F                2025F               2026F             2027F             2028F
Rasio Liabilitas terhadap Aset                               3,46%                3,52%               3,22%             3,16%             3,00%
Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas                            3,58%                3,65%               3,33%             3,26%             3,09%

                Keterangan                         2024F                2025F               2026F             2027F             2028F
Laba Bruto                                           6.037.125.000        8.907.750.000       8.001.375.000     8.823.000.000     8.857.725.000
Pendapatan                                          13.854.375.000       22.891.250.000      19.688.125.000    22.245.000.000    22.324.375.000
Margin Laba Bruto                                           43,58%               38,91%              40,64%            39,66%            39,68%

                 Keterangan                        2024F                2025F               2026F             2027F             2028F
Laba (Rugi) Sebelum Pajak                            3.820.425.000        5.245.150.000       4.851.275.000     5.263.800.000     5.285.825.000
Pendapatan                                          13.854.375.000       22.891.250.000      19.688.125.000    22.245.000.000    22.324.375.000
Margin Laba (Rugi) Sebelum Pajak                            27,58%               22,91%              24,64%            23,66%            23,68%

                Keterangan                         2024F                2025F               2026F             2027F             2028F
Laba Bersih                                          2.979.931.500        4.091.217.000       3.783.994.500     4.105.764.000     4.122.943.500
Pendapatan                                          13.854.375.000       22.891.250.000      19.688.125.000    22.245.000.000    22.324.375.000
Margin Laba (Rugi) Bersih                                   21,51%               17,87%              19,22%            18,46%            18,47%

                  Keterangan                       2024F                2025F               2026F             2027F             2028F
Laba (Rugi) Bersih                                   2.979.931.500        4.091.217.000       3.783.994.500     4.105.764.000     4.122.943.500
Jumlah Aset                                         74.339.935.374       78.624.235.539      82.291.604.895    86.478.563.899    90.588.656.448
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Aset                      4,01%                5,20%               4,60%             4,75%             4,55%

                  Keterangan                       2024F                2025F               2026F             2027F             2028F
Laba (Rugi) Bersih                                   2.979.931.500        4.091.217.000       3.783.994.500     4.105.764.000     4.122.943.500
Jumlah Ekuitas                                      71.767.772.567       75.858.989.567      79.642.984.067    83.748.748.067    87.871.691.567
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Ekuitas                   4,15%                5,39%               4,75%             4,90%             4,69%

             Rasio Profitabilitas                  2024F                2025F               2026F             2027F             2028F
Margin Laba Bruto                                          43,58%               38,91%              40,64%            39,66%            39,68%
Margin Laba (Rugi) Usaha                                   27,58%               22,91%              24,64%            23,66%            23,68%
Margin Laba (Rugi) Bersih                                  21,51%               17,87%              19,22%            18,46%            18,47%
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Aset                     4,01%                5,20%               4,60%             4,75%             4,55%
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Ekuitas                  4,15%                5,39%               4,75%             4,90%             4,69%
Page 152
FEASIBILITY STUDY
PT Agung Menjangan Mas Tbk

Lampiran - 21
                                                               Feasbility Study (Uji Aspek Keuangan) Penambahan Kegiatan Usaha

                                                                                     2024F               2025F                 2026F              2027F              2028F            Perpetuity

  No of days in a year                                                                        365                 365                   365                365                365

        Sales                                                      IDR              4.320.000.000     12.960.000.000         9.360.000.000     11.520.000.000     11.520.000.000
        Net Income                                                 IDR                836.052.750      1.880.014.500         1.505.468.250      1.759.914.000      1.763.628.750

  CASH IN
     (+) Net Income                                                IDR                836.052.750      1.880.014.500         1.505.468.250      1.759.914.000      1.763.628.750
     (+) Interest * (1-Tax)                              22%       IDR                        -                  -                     -                  -                  -
     (+) Depreciation                                              IDR                611.200.000      1.142.400.000         1.142.400.000      1.142.400.000      1.142.400.000
                                         Total Cash In             IDR              1.447.252.750      3.022.414.500         2.647.868.250      2.902.314.000      2.906.028.750

  CASH OUT
     (-) Investment Outlays                                        IDR             (9.968.000.000)     (8.043.188.188)       (1.073.687.330)    (1.073.687.330)    (1.073.687.330)
     (+/-) Increase/Decrease Net Working Capital                   IDR             (1.167.014.474)     (1.875.027.594)          722.419.632       (920.283.456)        39.659.784
                                     Total Cash Out                IDR            (11.135.014.474)     (9.918.215.782)         (351.267.699)    (1.993.970.786)    (1.034.027.547)

  Free Cash Flow to Invested Capital                               IDR             (9.687.761.724)     (6.895.801.282)       2.296.600.551        908.343.214      1.872.001.203     24.125.129.872

        Year (n)                                                                                1                   2                     3                  4                  5
        Growth Perpetuity                                  3,15%
        Discount Rate (WACC)                              11,15%                          11,15%              11,15%                11,15%             11,15%             11,15%             11,15%
        Discount Factor                                                                   0,8997              0,8095                0,7283             0,6552             0,5895             0,5895

  Present Value Free Cash Flow to Invested Capital                 IDR             (8.716.045.815)     (5.581.833.138)       1.672.528.906        595.160.637      1.103.535.740     14.221.648.463

     Net Present Value (NPV)                              3.294.994.793
     Internal Rate of Return (IRR)                               14,49%
     Profitability Indeks (PI)                                     1,16


                                                                               2024F               2025F               2026F               2027F               2028F               Perpetuity
        - Present Value Cash In                                                     1.302.088.308       2.446.505.159      1.928.344.128        1.901.641.385      1.713.090.024      14.221.648.463
        - Present Value Cash Out                                                  (10.018.134.124)     (8.028.338.296)       (255.815.222)     (1.306.480.749)       (609.554.284)               -

        - Total Cash In                                                             1.447.252.750      3.022.414.500          2.647.868.250      2.902.314.000      2.906.028.750    24.125.129.872
        - Total Cash Out                                                          (11.135.014.474)    (9.918.215.782)          (351.267.699)    (1.993.970.786)    (1.034.027.547)              -
        - Cash Flow Payback Period                                                 (9.687.761.724)   (16.583.563.006)       (14.286.962.455)   (13.378.619.241)   (11.506.618.037)   12.618.511.834
        - Discount Factor                                           11,15%                 0,8997             0,8095                 0,7283             0,6552             0,5895            0,5895
        - Discounted Payback Period                                                (8.716.045.815)   (13.423.629.501)       (10.404.664.265)    (8.765.879.923)    (6.783.096.199)    7.438.552.264
        - Negative Cashflow Years                             5
        - Last Negative Cashflow (Net)                     (6.783.096.199)
        - Cashflow In The Next Years                        7.438.552.264
        - Fractional Value (Year)                                    0,91

       Payback Period                                                5,91   5 Tahun dan 11 Bulan

  RESUME
    Net Present Value (NPV)                               3.294.994.793                                            Feasible
    Internal Rate of Return (IRR)                                14,49%                                            Feasible
    Profitability Indeks (PI)                                      1,16                                            Feasible
    Payback Period                                              5 Tahun dan 11 Bulan
Page 153
Lampiran - 22
                   Weighted Average Cost of Capital
    WACC           Discount Rate
                                                                                                                                                                                        15.416
                                                  Assumptions                                                                                             CAPM Variable
Equity Cost Calculation Method                                                                     CAPM                  Risk Free Rate                           6,98% Beta             1,07
Income Tax Rate                                                                                     22%                  Market Equity Risk Premium               7,38% RBDs            2,07%
                                                                                                                                 Cost of Equity                           14,85%
Beta Calculation
                                                                                                                                                                                   IDR (Million)
                   Kode                                                                           Adjusted               Market Value of Market Value of                             Beta
  No.                                 Country                     Company                                    Aset                                              DER          Tax
                   Ticker                                                                           Beta                     Debt            Equity                                Unlevered
        AMMS                       Indonesia      PT AGUNG MENJANGAN MAS TBK                                    71.392                -          68.788        0,00%        22%
   1    PMMP IJ EQUITY             Indonesia      PT PANCA MITRA MULTIPERDANA TBK                    0,478   4.620.556        2.951.387       1.253.711      235,41%        22%           0,17
   2    CPRO IJ EQUITY             Indonesia      PT CENTRAL PROTEINA PRIMA TBK                      0,830   6.856.338        2.120.110       3.419.703       62,00%        22%           0,56
   3    DSFI IJ EQUITY             Indonesia      PT DHARMA SAMUDERA FISHING INDUSTRIES TBK          1,031     411.881           85.824         250.501       34,26%        22%           0,81
   4    IKAN IJ EQUITY             Indonesia      PT ERA MANDIRI CEMERLANG TBK                       0,600     141.188           46.694          73.686       63,37%        22%           0,40
   5    ASHA IJ EQUITY             Indonesia      PT CILACAP SAMUDERA FISHING INDUSTRY TBK           1,023     201.180           10.834         159.106        6,81%        22%           0,97
   6    UDNG IJ EQUITY             Indonesia      PT AGRO BAHARI NUSANTARA TBK                       0,988      60.224               99          58.893        0,17%        22%           0,99
   7    CRAB IJ EQUITY             Indonesia      PT TOBA SURIMI INDUSTRIES TBK                      0,670     346.532           91.824         193.712       47,40%        22%           0,49
   8    PCAR IJ EQUITY             Indonesia      PT PRIMA CAKRAWALA ABADI TBK                       0,560     101.566           18.891          66.832       28,27%        22%           0,46
                                                                                                             1.592.433          665.708         684.518       97,25%                      0,61
Laporan Keuangan Auditied 31 Desember 2023
Beta Perusahaan by Pefindo 29 Desember 2023

Relevered Beta Calculation
Mean Un-Levered Beta                       0,61
Debt to Equity Ratio                     97,25%
Marginal Tax Rate                           22%
Re-Levered Beta                            1,07

Market Risk Premium Calculation                                    Source
Mature Equity Market                      4,60% Damodaran, 01 Januari 2024
Multiplier                                  1,34 Damodaran, 01 Januari 2024
Rating Based Default Spread               2,07% Damodaran, 01 Januari 2024
Rpm                                       7,38% RPm = (mature equity market + (CDS x MP))

Cost of Debt                                                       Source
Cost of Debt                              9,41% Bunga KI Bank Persero, (BI Desember 2023)
Tax Rate                                    22% Corporate Marginal Tax Rates 2023
Cost of Debt Shield (Kd)                  7,34% Kd x (1-t)


                                      Weighted Average Cost of Capital

Variable                                                                      Capital Structure     Result
Cost of Equity                           14,85%                                         50,70%      7,53%
Cost of Debt                              7,34%                                         49,30%      3,62%
WACC                                     11,15%                   (Ke x e%) + (Kd x d%)

File

File Open PDF
Source IDX
Size3.75 MB
Published22 May 2024
Pages153
Characters406,485
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 80 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org AGUNG MENJANGAN MAS TBK p.1 ×417
linked person Hartono Limmantoro · Direktur Utama p.29 ×5
linked org Mandara Mas Semesta. p.33 ×2
linked person Chan Pik Yan · Komisaris Utama p.35
linked person Arie Yuriwin · Komisaris Independen p.35
linked org Central Proteina Prima Tbk p.61 ×4
linked org Panca Mitra Multiperdana Tbk p.61 ×4
linked org Era Mandiri Cemerlang Tbk p.61 ×4
linked org Prima Cakrawala Abadi Tbk p.61 ×4
linked org Toba Surimi Industries Tbk p.61 ×5
linked org Agro Bahari Nusantara Tbk p.61 ×4
linked person Mochammad Ridwan p.97 ×2
linked org Pemerintah RI p.119
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.2 ×12
possible org PT Bursa Efek Indonesia p.2 ×7
possible org Kanaka Puradiredja p.5 ×11
possible org Bank Persero p.122
unresolved org TOTO SUHARTO & REKAN p.1 ×7
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Toto Suharto & Rekan p.2 ×3
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Toto Suharto p.2 ×3
unresolved org PENILAI KJPP Toto Suharto & Rekan p.3
unresolved org PT Actual Kencana Appraisal p.3
unresolved org Jasa Penilai Toto Suharto & Rekan p.3
unresolved org Menteri Keuangan p.3 ×2
unresolved person Hartono Liem · Direktur Utama p.5
unresolved person Lukman Nur Hakim p.5 ×2
unresolved org Bank Indonesia p.6 ×21
unresolved org REKAN Ir. Toto Suharto p.8
unresolved person Ir. Toto Suharto, M.Sc., MAPPI (Cert.) · Pimpinan Rekan p.8 ×13
unresolved person Ufik Kurniasih p.12 ×2
unresolved person CTT p.12 ×2
unresolved org Kementerian Keuangan B. p.14
unresolved — Bab I - Pendahuluan p.26
unresolved org KJPP TnR p.27 ×2
unresolved org Kanaka p.29 ×4
unresolved org PT Cosmopolitan Electric p.33 ×2
unresolved person Linda Herawati p.33
unresolved org Menteri p.33
unresolved person Yudha Setyagraha Tedianto p.33
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.33 ×2
unresolved person Sugih Haryati p.33 ×9
unresolved org PT Mandara Mas Semesta. Perusahaan p.33
unresolved person Ir. Mochamad Filhasny Yunus Bab II · Direktur p.35 ×2
unresolved org Menteri Hukum dan HAM p.36 ×11
unresolved org PT Agung p.36 ×7
unresolved org Menteri Hukum dan HAM Anggaran Dasar p.37
unresolved org Umum Tbk p.37 ×2
unresolved org Umum Menjangan Mas Tbk p.37 ×2
unresolved org Kota Tangerang Agung Menjangan Mas Tbk p.37 ×2
unresolved org Jenderal Administrasi Hukum Tbk p.38
unresolved org Menteri ATR p.38
unresolved org Menteri Investasi p.38 ×2
unresolved org Koordinasi Penanaman Berusaha p.38
unresolved org Koordinasi Penanaman Nomor Induk Berusaha p.38
unresolved org Keuangan Republik Indonesia Tbk p.38
unresolved org Menteri Kelautan dan Perikanan p.43 ×2
unresolved org Kota Nusantara p.46 ×3
unresolved org Bank Indonesia Triwulan IV p.47
unresolved org Dharma Samudera Fishing Industries Tbk p.61 ×2
unresolved org Cilacap Samudera Fishing Industries Tbk p.61 ×2
unresolved org PT Menjangan Mas p.68
unresolved org PT Wisnu Multi Dinamika p.68
unresolved org PT Dewata Jasa Persada p.68
unresolved org PT Mega Prima Pertamindo p.79
unresolved org PT Artha Persada Nusantara p.79
unresolved org PT Indo Prima Langgeng p.79
unresolved org PT Andalas Samudera Sejati p.86
unresolved org PT Catur Tunggal Osenia p.86
unresolved org PT Rajawali Laut Timur p.86
unresolved org PT Kerapu Indonesia p.86
unresolved person Tenaga Ahli Perikanan Dr. Ir. Irzal Effendi p.95 ×3
unresolved org Departemen Budidaya Perairan p.95 ×2
unresolved org Koperasi PGKP p.97
unresolved org PT Fega Marukultura p.99
unresolved org PT Sumber Tirta Sentosa p.100
unresolved org PT Dharma Samudera Fishing p.120
unresolved org Industries Tbk p.120 ×2
unresolved org PT Cilacap Samudera Fishing p.120
unresolved org Bank Persero. T p.121

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.182 7971 ms 12 Sep 2026 23:03
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'MATERIAL',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': '',
 'object_truncated': False,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': '58478.24'}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result