Back to announcement
20240522_AMMS_Rencana Transaksi Perubahan Kegiatan Usaha_31642339_lamp3.pdf
Asset transaction Needs review AMMSSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 153
Page 1
----- . I
•••• I
•••• I
•••• I
• ._ •• I
LAPORAN STUDI KELAYAKAN
PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA
PT AGUNG MENJANGAN MAS TBK
Yang Berlokasi di :
Generali Tower Grand Rubina Business Park, Lt. 20 C,
Kawasan Epicentrum, Jalan HR Rasuna Said
Karet Kuningan, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan,
Provinsi DKI Jakarta
No. File : 00178/2.0055-00/BS/01/0060/0/V/2024 TOTO SUHARTO & REKAN
Business & .Properry Vaiuer
License No : 2.09.0055
JI. Hayam Wuruk No.1-RK Jakarta 10120, Indonesia
Ph : +6221-3456783 (Hunting)
Fax: +6221-3813419
Website : http://www.tnr.co.id
Email : tnr@tnr.co.id
Page 2
No. File : 00178/2.0055-00/BS/01/0060/0/V/2024
Jakarta, 16 Mei 2024
Kepada Yth. :
Direksi
PT Agung Menjangan Mas Tbk
Generali Tower Grand Rubina Business Park, Lantai
20 C, Kawasan Epicentrum, Jalan HR Rasuna Said,
Karet Kuningan, Kec. Setiabudi, Jakarta Selatan
Provinsi DKI Jakarta
Perihal : Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha PT Agung
Menjangan Mas Tbk
Dengan hormat,
Berdasarkan persetujuan atas Surat Penawaran No : M.FS.23.00.0006.r1 tanggal
21 November 2023, Kantor Jasa Penilai Publik Toto Suharto & Rekan (“TnR”) telah
ditunjuk oleh PT Agung Menjangan Mas Tbk (“Perseroan”) untuk melakukan kajian
kelayakan usaha dengan maksud dan tujuan untuk memberikan pendapat mengenai
kelayakan atas rencana penambahan kegiatan usaha yang akan di lakukan oleh
Perseroan ditinjau dari berbagai aspek, meliputi aspek pasar, aspek teknis, aspek pola
bisnis, aspek model manajemen, dan aspek keuangan.
Studi ini dilakukan mengacu kepada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK)
No. 17/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha, Peraturan
Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 35/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan
Penilaian Bisnis di Pasar Modal serta ketentuan Kode Etik Penilai Indonesia (“KEPI”) dan
Standar Penilaian Indonesia (“SPI”) Edisi VII Tahun 2018.
LATAR BELAKANG
Perseroan merupakan perusahaan yang kegiatan usaha utama bergerak dalam bidang
jasa sarana produksi budidaya ikan air payau dan jasa pasca panen budidaya ikan air
payau. Produk dan layanan Perseroan adalah persiapan kolam untuk budidaya udang,
perawatan kolam selama proses budidaya udang berlangsung, proses pemanenan
udang, proses pasca panen kolam budidaya udang.
Sejalan dengan strategi pertumbuhan perusahaan, untuk memperkuat struktur modal
pada tanggal 04 Agustus 2002, Perseroan kemudian memutuskan untuk menjadi
perusahaan publik terdaftar di PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Sebagai upaya
meningkatkan kapasitas perusahaan, Perseroan merasa perlu menambah kegiatan
usahanya serta melakukan penyesuaian terhadap kode klasifikasi resmi untuk
mengklasifikasikan jenis bidang usaha perusahaan di Indonesia atau yang lebih dikenal
dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) agar dapat menjalankan
bisnisnya sebagai berikut :
i
Page 3
No Nama KBLI Kode KBLI
1. Pembesaran Pisces/Ikan Bersirip Laut 03211
2. Pembesaran Pisces/Ikan Bersirip Air Payau 03251
3. Pembenihan Ikan Laut 03212
4. Pembenihan Ikan Air Payau 03252
5. Perdagangan Besar Hasil Perikanan 46206
6. Industri Pembekuan Ikan 10213
7. Industri Pendinginan/Pengesan Ikan 10217
8. Industri Pembekuan Biota Air Lainnya 10293
9. Industri Pendinginan/Pengesan Biota Air Lainnya 10297
10 Industri Pemindangan Ikan 10214
Berdasarkan penjelasan dari manajemen, Perseroan berencana menambah kegiatan
usaha Perseroan sebagaimana diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK)
Nomor 17/POJK.04/2020 tentang “Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha
Utama”, mengingat rencana tersebut akan menambah kegiatan usaha penunjang
Perseroan.
Sehubungan dengan hal tersebut, Perseroan membutuhkan pihak Independen untuk
melakukan kajian dan analisa kelayakan atas rencana Penambahan Kegiatan Usaha.
Pihak ketiga yang ditunjuk untuk penyusunan studi kelayakan ini adalah KJPP Toto
Suharto & Rekan (”TnR”) yang diharapkan dapat melakukan kajian secara objektif dan
independen.
STATUS PENILAI
KJPP Toto Suharto & Rekan (TnR) awalnya adalah PT Actual Kencana Appraisal (AKA)
yang telah aktif dalam usaha penilaian sejak Tahun 1984. Tahun 2007 AKA berubah
menjadi Usaha Jasa Penilai Toto Suharto & Rekan mengikuti Peraturan Menteri Keuangan
yang mengatur tentang jasa penilai publik di Indonesia.
TnR ditetapkan sebagai Kantor Jasa Penilai Publik resmi berdasarkan Keputusan Menteri
Keuangan Nomor : 1009/KM.1/2009, tanggal 28 Juli 2009, dengan Surat Ijin Usaha
Kantor Jasa Penilai Publik (SIUKJPP) Nomor : 2.09.0055 dan terdaftar sebagai profesi
penunjang pasar modal atas nama :
• Ir. Toto Suharto, M.Sc., MAPPI (Cert.)
- No. MAPPI : 93-S-00361
- No. Ijin Penilai Publik : PB-1.08.00060
- Klasifikasi Bidang Jasa : Penilaian Properti & Bisnis
- STTD OJK No. : STTD.PPB-19/PJ-1/PM.02/2023
- No. Lisensi Penilai BPN : 943/SK-PT.01.01/VII/2022
- No. STTD IKNB : 008/NB.122/STTD-P/2017
Penilai yang bertandatangan dalam laporan ini bertindak dalam kapasitasnya sebagai
Pemimpin Rekan dalam Kantor Jasa Penilai Publik Toto Suharto & Rekan, penyedia jasa
penilaian independen.
ii
Page 4
Penilai tidak sedang memiliki atau memiliki potensi benturan kepentingan dengan
Pemberi Tugas ataupun dengan Objek Penilaian. Oleh karena itu, Penilai berada dalam
posisi untuk memberikan penilaian objektif dan tidak memihak.
PEMBERI TUGAS
Berikut adalah identitas pemberi tugas dan pengguna laporan :
Nama : PT Agung Menjangan Mas Tbk
Bidang Usaha : Jasa Sarana Produksi Budidaya Ikan Air Payau dan Jasa
Pasca Panen Budidaya Ikan Air Payau.
Alamat : Generali Tower Gran Rubina Business Park, Lantai 20 C,
Kawasan Epicentrum, Jalan HR. Rasuna Said, Karet Kuningan,
Kec. Setiabudi, Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta 12940.
Nomor Telepon : (021) 2902 3178
Website : www.agungmm.com
Email : info@agungmm.com
PENGGUNA LAPORAN
Pengguna laporan adalah PT Agung Menjangan Mas Tbk dan Otoritas Jasa Keuangan
(OJK).
OBJEK STUDI KELAYAKAN
Objek studi kelayakan sesuai dengan informasi yang diberikan oleh pemberi tugas
adalah penambahan kegiatan usaha dibidang budidaya ikan kerapu, pembenihan ikan
dan perdagangan hasil perikanan yang terdiri dari 10 (sepuluh) Klasifikasi Baku
Lapangan Usaha Indonesia (KBLI).
JENIS MATA UANG YANG DIGUNAKAN
Dalam penugasan ini perhitungan kelayakan dinyatakan dalam mata uang Rupiah.
MAKSUD DAN TUJUAN
Laporan Studi Kelayakan bertujuan untuk memberikan pendapat mengenai kelayakan
atas rencana penambahan kegiatan usaha yang akan di lakukan oleh Perseroan ditinjau
dari berbagai aspek, meliputi aspek pasar, aspek teknis, aspek pola bisnis, aspek model
manajemen, dan aspek keuangan. Maksud dari penyusunan Studi Kelayakan adalah
untuk memberikan gambaran tentang kelayakan dari penambahan kegiatan usaha yang
akan dilakukan oleh Perseroan.
TANGGAL STUDI KELAYAKAN
Studi Kelayakan ditetapkan per 31 Desember 2023, dimana batas tersebut diambil atas
dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan penyusunan Studi Kelayakan serta dari
data keuangan Perseroan yang kami terima.
iii
Page 5
METODOLOGI STUDI KELAYAKAN
• Melakukan kunjungan ke lokasi penambahan kegiatan usaha Perseroan pada
tanggal 07 Maret 2024, untuk mendapatkan gambaran tentang rencana ekspansi
dan penambahan kegiatan usaha Perseroan.
• Pengumpulan data-data primer dari Perseroan yang terkait dengan rencana
ekspansi atas penambahan kegiatan usaha yang meliputi data-data identitas
Perseroan, perijinan, spesifikasi proyek, aspek keuangan dan rencana usaha serta
data-data lainnya yang terkait.
• Pengumpulan data-data sekunder dari sumber-sumber terkait yang dapat
dipertanggungjawabkan.
• Pengumpulan data dari hasil diskusi perihal pembahasan berbagai aspek yang
berpengaruh dalam kelayakan dengan pihak Perseroan.
• Analisa legalitas yang mengkaji terhadap kelengkapan dokumen legalitas dan
perijinan.
• Analisa pasar yang mengkaji kondisi pasar konstruksi di Indonesia.
• Analisa teknis yang mengkaji secara teknis proses bisnis Perseroan dari rencana
panambahan kegiatan usaha.
• Analisa pola bisnis yang mengkaji model bisnis atas penambahan kegiatan usaha,
risiko yang berpotensi muncul dan langkah pengendaliannya serta analisis SWOT.
• Aspek model manajemen yang mengkaji struktur dan kebutuhan karyawan atas
rencana penambahan kegiatan usaha Perseroan.
• Analisa keuangan yang mengkaji nilai-nilai parameter kelayakan ekonomi. Dalam
melakasanakan penugasan ini, analisis dilakukan terhadap kelayakan atas
penambahan kegiatan usaha. Analisis ini dilakukan dengan menggunakan indikator
Net Present Valuve (NPV), Profitability Index (PI), Internal Rate of Return (IRR), Break
Even Point dan Payback Period.
TINGKAT KEDALAMAN INVESTIGASI
Dalam studi kelayakan ini, kami telah melakukan investigasi untuk mendapatkan
keyakinan yang memadai diantaranya dengan melakukan Inspeksi ke Lokasi Proyek dan
Wawancara terhadap perwakilan Manajemen Perseroan. Pihak-pihak yang
diwawancarai antara lain sebagai berikut:
1. Bapak Hartono Liem selaku Direktur Utama Perseroan
2. Bapak Lukman Nur Hakim selaku Kepala Produksi
SIFAT DAN SUMBER INFORMASI YANG DAPAT DIANDALKAN
Dalam menyusun Studi Kelayakan, kami telah menelaah, mempertimbangkan, mengacu,
atau melaksanakan prosedur atas data dan informasi sebagai berikut:
1. Pemberitahuan dari Perseroan tentang rencana Penambahan Kegiatan Usaha.
2. Laporan keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31
Desember 2020, yang diaudit oleh Akuntan Publik Florus Daeli dari KAP Kanaka
Puradiredja, Suhartono dalam Laporan Nomor 00037/3.0409/AU-1/05/0126-
3/1/III/2023 dengan opini wajar tanpa modifikasian.
iv
Page 6
3. Laporan keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31
Desember 2021, yang diaudit oleh Akuntan Publik Florus Daeli dari KAP Kanaka
Puradiredja, Suhartono dalam Laporan Nomor 00037/3.0409/AU-1/05/0126-
3/1/III/2023 dengan opini wajar tanpa modifikasian.
4. Laporan keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31
Desember 2022, yang diaudit oleh Akuntan Publik Florus Daeli dari KAP Kanaka
Puradiredja, Suhartono dalam Laporan Nomor 00037/3.0409/AU-1/05/0126-
3/1/III/2023 dengan opini wajar tanpa modifikasian.
5. Laporan keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31
Desember 2023, yang diaudit oleh Akuntan Publik Florus Daeli dari KAP Kanaka
Puradiredja, Suhartono dalam Laporan Nomor 00037/3.0409/AU-1/05/0126-
3/1/III/2023 dengan opini wajar tanpa modifikasian.
6. Laporan tahunan (Annual Report) Perseroan tahun 2022.
7. Prospektus Perseroan Tahun 2022.
8. Proyeksi Keuangan (Business Plan) Perseroan.
9. Profil Perseroan.
10. Informasi lain dari pihak manajemen Perseroan serta pihak-pihak lain yang relevan
untuk penugasan.
11. Data dan informasi industri, pasar dan ekonomi berdasarkan media cetak maupun
elektronik antara lain website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website
Bursa Efek Indonesia, website Yahoo Finance, website Value Investing dan
Bloomberg.
12. Surat Pernyataan / Representasi dari manajemen Perseroan terkait dengan Studi
Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha.
13. Berbagai sumber informasi yang berkaitan dengan kondisi ekonomi, kondisi pasar
dan lainnya, baik berdasarkan media cetak, elektronik dan hasil analisis lain dari
pihak independen yang kami anggap relevan.
ASUMSI DAN ASUMSI KHUSUS
Asumsi dan asumsi khusus yang akan digunakan dalam penugasan merupakan asumsi dan
asumsi khusus yang wajar dan relevan dengan memperhatikan tujuan dimana studi
kelayakan diperlukan.
Asumsi khusus adalah asumsi yang berbeda dari fakta yang sebenarnya pada tanggal
studi kelayakan atau hal yang tidak akan dibuat oleh sebagian kecil pelaku pasar dalam
suatu transaksi pada tanggal studi kelayakan.
Asumsi khusus sering digunakan untuk menggambarkan efek dari suatu situasi yang akan
mempengaruhi nilai. Dalam pelaksanaan penugasan, Penilai akan menggunakan asumsi
yang wajar untuk diterima sebagai fakta dalam konteks penugasan tanpa penyelidikan
tertentu atau verifikasi.
PERSYARATAN ATAS PERSETUJUAN UNTUK PUBLIKASI
Laporan studi kelayakan ini bersifat terbuka untuk publik, kecuali terdapat informasi
rahasia yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan. Pemberi Tugas dan
Pengguna Laporan studi kelayakan ini sebagaimana yang disebutkan dalam lingkup
penugasan, menginformasikan bahwa tidak terdapat informasi rahasia yang dapat
v
Page 7
mempengaruhi operasional perusahaan di dalam laporan ini. Penggunaan Laporan di luar
dari ketentuan yang disebutkan dalam lingkup Penugasan Laporan ini harus mendapatkan
persetujuan tertulis dari KJPP Toto Suharto & Rekan (“TnR”) serta Pemberi Tugas.
Tanda tangan Penilai Publik dan cap TnR yang resmi merupakan syarat mutlak Laporan
Studi Kelayakan yang dihasilkan
KONFIRMASI BAHWA PENILAIAN DILAKUKAN BERDASARKAN PERATURAN
OTORITAS JASA KEUANGAN SERTA KEPI & SPI
Analisis, opini dan kesimpulan yang dibuat oleh penilai, serta laporan penilaian telah
dibuat dengan memenuhi ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan ("POJK")
No.17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha,
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan
Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal serta Kode Etik Penilai Indonesia
("KEPI") dan Standar Penilaian Indonesia ("SPI") Edisi Vll-2018.
KESIMPULAN
Berikut ini adalah ringkasan parameter kelayakan finansial atas rencana penambahan
kegiatan usaha Perseroan (detail perhitungan parameter kelayakan finansial atas
rencana penambahan kegiatan usaha dapat dilihat pada bagian lampiran).
Kelayakan dari Penambahan kegiatan usaha ini dihitung dari manfaat ekonomis yang
diantisipasi dimasa mendatang dari Penambahan kegiatan usaha yang dihitung dari
selisih antara Free Cash Flow To Firm apabila ada penambahan kegiatan usaha dengan
Free Cash Flow To Firm apabila Perseroan tidak melakukan penambahan kegiatan usaha.
Yang selanjutnya dibandingkan dengan pengorbanan ekonomisnya. Sehingga diperoleh
Free Cash Flow to Inkremental. Berdasarkan analisis kelayakan penambahan kegiatan
usaha dengan mempertimbangkan asumsi-asumsi yang telah dilakukan diperoleh hasil
perhitungan sebagai berikut :
Net Present Value (NPV) : 3.294.994.793
Internal Rate of Return (IRR) : 14,49%
Profitability Index (PI) : 1,16
Payback Period : 5 Tahun, 11 Bulan, 12 Hari
Total NPV diperoleh dari hasil present value arus kas yang sudah mempertimbangkan
tingkat risiko. Berdasarkan analisa kami, bahwa setelah adanya penambahan kegiatan
usaha dibidang budidaya ikan kerapu, industri pembenihan serta pembekuan ikan maka
proyeksi arus kas inkremental nya bernilai positif.
IRR sebesar 14,49% menunjukkan bahwa aksi korporasi Perseroan dengan melakukan
penambahan kegiatan usaha dianggap layak karena besaran IRR lebih tinggi
dibandingkan tingkat diskonto.
vi
Page 8
Berdasarkan kajian evaluasi dan analisa keuangan serta proyeksi-proyeksi lainnya
dengan syarat asumsi-asumsi yang telah ditetapkan dapat terpenuhi, maka dapat
disimpulkan bahwa rencana penambahan kegiatan usaha yang akan dilaksanakan oleh
Perseroan layak untuk dilakukan.
Akhirnya, sesuai dengan praktek standar yang biasa kami lakukan, maka kami
menegaskan bahwa laporan ini bersifat rahasia kepada Pemberi Tugas dan Pengguna
Laporan sesuai dengan keperluan yang tertulis.
Kami tidak bertanggung jawab kepada pihak ketiga, dan baik sebagian maupun
keseluruhan laporan atau rujukan terhadap laporan ini tidak dibenarkan untuk diterbitkan
dalam dokumen apapun, pernyataan, edaran, ataupun untuk dikomunikasikan kepada
pihak ketiga tanpa persetujuan tertulis terlebih dahulu dari kami untuk format maupun
konteks di mana akan dimunculkan.
Laporan kajian ini tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan pihak yang berwenang
dan stempel perusahaan (corporate seal) dari KJPP TOTO SUHARTO & REKAN ("TnR").
Hormat kami,
KJPP TOTO SUHARTO & REKAN
Ir. Toto Suharto, M.Sc., MAPPI (Cert.)
Pimpinan Rekan
No. MAPPI : 93-S-00361
No. Register Penilai : RMK-2017.00012
No. Ijin Penilai Publik : PB-1.08.00060
Klasifikasi Bidang Jasa : Penilaian Properti (P) dan Penilaian Bisnis (B)
No. STTD OJK : STTD.PPB-19/PJ-1/PM.02/2023
No. Lisensi Penilai BPN : 943/SK-T.01.01/VII/2022
No. STTD IKNB : 008/NB.122/STTD-P/2017
vii
Page 9
SURAT REPRESENTASI
Page 10
PERNYATAAN PENILAI
Page 11
PERNYATAAN PENILAI
Dalam batas kemampuan dan keyakinan sebagai penilai, kami menerangkan bahwa :
1. Kami bertanggung jawab atas laporan studi kelayakan dan opini atau kesimpulan
akhir.
2. Penugasan studi kelayakan ini telah dilakukan terhadap objek kajian pada tanggal
penilaian 31 Desember 2023.
3. Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam laporan studi
kelayakan ini.
4. Penugasan studi kelayakan secara professional telah dilaksanakan sesuai dengan
Peraturan Perundang-undangan yang berlaku.
5. Analisa kelayakan penambahan kegiatan usaha yang dihasilkan dalam penugasan
kajian professional telah disajikan sebagai Kesimpulan.
6. Lingkup pekerjaan dan data yang dianalisis telah diungkapkan.
7. Kesimpulan dalam laporan ini telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi
pembatas.
8. Data ekonomi dan industri dalam laporan ini diperoleh dari berbagai sumber yang
kami yakini dan dapat dipertanggungjawabkan.
9. Kami telah melakukan wawancara/pengumpulan data dan telah bekerja secara
profesional, bertindak secara independen.
10. Keterangan-keterangan dan pernyataan dalam laporan ini, yang menjadi dasar
analisa, pendapat dan kesimpulan yang diuraikan di dalamnya adalah benar
11. Analisa, pendapat dan kesimpulan dalam laporan ini bebas dari konflik
kepentingan atas obyek yang dinilai maupun pihak lain yang terlibat.
12. Imbalan jasa penilaian sama sekali tidak tergantung pada kesimpulan yang
tercantum dalam laporan ini.
13. Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan profesional yang ditentukan
dan/atau diselenggarakan oleh Asosiasi Penilai yang diakui Pemerintah.
14. Tidak seorang pun, kecuali yang disebutkan dalam laporan studi kelayakan ini, telah
menyediakan bantuan profesional dalam menyiapkan laporan.
Selanjutnya laporan ini menjelaskan semua asumsi dan syarat-syarat pembatasan yang
mempengaruhi analisa, pendapat dan kesimpulan yang tertera dalam laporan hasil
kajian ini.
No. Nama Tanda Tangan
1. Penanggung Jawab :
Ir. Toto Suharto, M.Sc., MAPPI (Cert.) …………………………
No. MAPPI : 93-S-00361
No. Ijin Penilai Publik : PB-1.08.00060
No. Register Penilai : RMK-2017.00012
Kualifikasi Penilai : Properti & Bisnis
viii
Page 12
2. Reviewer :
Ufik Kurniasih, S.E., M.Ec.Dev., MAPPI (Cert.) ………………………
No. MAPPI : 11-S-03071
No. Register Penilai : RMK-2017.00450
Kualifikasi Penilai : Properti & Bisnis
3. Penilai :
Henrianto, S.Pi., MM., M.Ec.Dev., CSA., CTT, MAPPI (Cert.) …………………….
No. MAPPI : 19-S-09317
No. Register Penilai : RMK-2019.02918
Kualifikasi Penilai : Properti & Bisnis
ix
Page 13
KUALIFIKASI TIM PENILAI
Page 14
KUALIFIKASI TIM PENILAI
Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Toto Suharto & Rekan
A. Penanggung Jawab
1 Nama Lengkap Ir. Toto Suharto, M.Sc, MAPPI (Cert.)
2 Pendidikan Strata 2 (S-2)
3 Lembaga Pendidikan - S-1 Institut Pertanian Bogor (IPB University)
- S-2 Penilaian Universiti Teknologi Malaysia
4 Pengalaman Kerja - Memiliki pengalaman lebih dari 29 tahun
Penilai di bidang penilaian aset dan usaha serta
konsultan
- Mendapatkan akreditasi dari MAPPI
sebagai penilai bersertifikat dan
memperoleh ijin Penilai Publik Properti dan
Bisnis (PB) dari Kementerian Keuangan
B. Reviewer
1 Nama Lengkap Ufik Kurniasih, S.E, M.Ec.Dev, MAPPI (Cert.)
2 Pendidikan Strata 2 (S-2)
3 Lembaga Pendidikan - S-1 Universitas Muhammadiyah
Yogyakarta
- S-2 Ekonomika Pembangunan Universitas
Gadjah Mada
4 Pengalaman Kerja - Memiliki pengalaman lebih dari 10 tahun
Penilai di bidang penilaian aset dan usaha serta
konsultan
- Mendapatkan akreditasi dari MAPPI
sebagai penilai Bersertifikat (S)
C. Penilai
1 Nama Lengkap Henrianto, S.Pi, MM, M.Ec.Dev, CSA, CTT, MAPPI
(Cert.)
2 Pendidikan Strata 2 (S-2)
3 Lembaga Pendidikan - S-1 Perikanan Universitas Hasanuddin
(2016)
- S-1 Akuntansi Universitas Terbuka (2020-
Sekarang)
- Pendidikan Profesi Akuntan (PPAk)
Universitas Padjajaran (2023 – Sekarang)
- S-2 Ekonomi Pembangunan Universitas
Gadjah Mada (2020)
- S-2 Manajemen UPN Veteran Yogyakarta
(2022)
- S-3 Ilmu Ekonomi Institut Pertanian Bogor
(2020-Sekarang)
4 Pengalaman Kerja - Memiliki pengalaman lebih dari 4 tahun di
Penilai bidang penilaian properti dan penilaian
bisnis serta konsultan.
- Mendapatkan akreditasi dari MAPPI
sebagai penilai Bersertifikat (S).
x
Page 15
- Memperoleh lisensi sebagai Wakil
Perantara Pedagang Efek dari Otoritas
Jasa Keuangan
- Memperoleh lisensi sebagai teknisi pajak
dari Asosiasi Teknisi Pajak Indonesia.
- Memperoleh lisensi sebagai Analisis Efek
dari BNSP LSP Pasar Modal.
xi
Page 16
DAFTAR ISI
Page 17
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Agung Menjangan Mas Tbk
DAFTAR ISI
SERTIFIKAT ......................................................................................................... i - vii
SURAT PERNYATAAN / REPRESENTASI
PERNYATAAN PENILAI ...................................................................................... viii - ix
KUALIFIKASI PENILAI ......................................................................................... x - xi
DAFTAR ISI ......................................................................................................... xii - xiv
DAFTAR TABEL ................................................................................................... xv
DAFTAR LAMPIRAN ........................................................................................... xvi
BAB I PENDAHULUAN ............................................................................................... I–1
1.1 Latar Belakang .................................................................................................................... I–1
1.2 Identitas Pemberi Tugas & Pengguna Laporan ............................................................. I–2
1.3 Maksud dan Tujuan Studi Kelayakan .............................................................................. I–3
1.4 Tanggal Studi Kelayakan .................................................................................................. I–3
1.5 Independensi Penilai ........................................................................................................... I–3
1.6 Metodologi Penyusunan Laporan..................................................................................... I–4
1.6.1 Pengumpulan Data ............................................................................................................. I–4
1.6.2 Proses Analisa ...................................................................................................................... I–4
1.7 Sumber Data ........................................................................................................................ I–5
1.8 Kejadian-Kejadian Penting Setelah Tanggal Efektif (Subsequent Events) ................ I–6
1.9 Syarat Pembatasan ............................................................................................................ I–6
BAB II GAMBARAN UMUM PERSEROAN ................................................................... II – 1
2.1 Gambaran Umum Perusahaan ......................................................................................... II – 1
2.2 Domisili .................................................................................................................................. II – 3
2.3 Struktur Permodalan ........................................................................................................... II – 3
2.4 Susunan Pengurus ................................................................................................................ II – 3
2.5 Susunan Organisasi Perseroan ......................................................................................... II – 4
2.6 Perizinan dan Legalitas ..................................................................................................... II – 4
2.7 Kinerja Keuangan Historis ................................................................................................. II – 6
2.7.1 Analisa Posisi Keuangan .................................................................................................... II – 7
2.7.2 Analisa Laba Rugi ............................................................................................................... II – 8
2.7.3 Analisis Arus Kas .................................................................................................................. II – 9
2.7.4 Analisis Rasio Keuangan .................................................................................................... II – 10
2.7.5 Prospek Kinerja Perseroan ................................................................................................ II – 11
BAB III TINJAUAN MAKRO EKONOMI ........................................................................ III – 1
3.1 Makro Ekonomi .................................................................................................................... III – 1
3.1.1 Ringkasan Kondisi Perekonomian Makro ........................................................................ III – 1
3.1.2 Pertumbuhan Ekonomi Global ........................................................................................... III – 2
3.1.3 Pertumbuhan Ekonomi Domestik ....................................................................................... III – 3
3.1.3.1 Inflasi ..................................................................................................................................... III – 4
3.1.3.2 Nilai Tukar Rupiah .............................................................................................................. III – 5
3.1.3.3 Suku Bunga ........................................................................................................................... III – 6
3.1.4 Prospek Perekonomian Indonesia 2024 ......................................................................... III – 7
3.2 Produk Domestik Bruto Perikanan Indonesia .................................................................. III – 8
Daftar Isi xii
Page 18
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Agung Menjangan Mas Tbk BAB IV ASPEK PASAR .................................................................................................. IV – 1 4.1 Perkembangan Konstruksi di Indonesia........................................................................... IV – 1 4.1 Perkembangan Industri Perikanan di Indonesia ............................................................ IV – 1 4.2 Prospek Usaha Industri Perikanan Budidaya ................................................................. IV – 4 4.3 Kondisi Pasar Budidaya Ikan Kerapu ............................................................................. IV – 5 4.3.1 Pangsa Pasar ....................................................................................................................... IV – 5 4.3.2 Pesaing Usaha ..................................................................................................................... IV – 5 4.3.3 Strategi Pemasaran ............................................................................................................ IV – 7 4.3.4 Kesinambungan, Sasaran dan Potensi Nilai Pasar ....................................................... IV – 9 4.4 Kesimpulan ........................................................................................................................... IV – 10 BAB V ASPEK TEKNIS .................................................................................................. V – 1 5.1. Rencana Perusahaan .......................................................................................................... V – 1 5.2. Rencana Pembangunan Keramba Jaring Apung .......................................................... V – 2 5.2.1. Lokasi Penambahan Kegiatan Usaha.............................................................................. V – 2 5.2.2. Kebutuhan Alat dan Peralatan ......................................................................................... V – 3 5.2.3. Spesifikasi Teknis Keramba Jaring Apung ..................................................................... V – 3 5.2.4. Jadwal Pembangunan ........................................................................................................ V – 5 5.3. Ketersediaan dan Kualitas Sumberdaya ....................................................................... V – 6 5.4. Teknis Pelaksanaan Budidaya Ikan Kerapu dengan Sistem KJA ............................... V – 7 5.4.1. Persiapan Wadah Pemeliharaan .................................................................................... V – 7 5.4.2. Penebaran Benih ................................................................................................................. V – 7 5.4.3. Pemberian Pakan ................................................................................................................ V – 7 5.4.4. Penyortiran (Sampling) ...................................................................................................... V – 8 5.4.5. Perbaikan dan Pembersihan Jaring ................................................................................ V – 8 5.4.6. Pengendalian Hama dan Penyakit .................................................................................. V – 8 5.4.7. Pemanenan ........................................................................................................................... V – 8 5.5. Kesimpulan ........................................................................................................................... V – 9 BAB VI ASPEK POLA BISNIS ......................................................................................... VI – 1 6.1 Kegiatan Usaha Utama ..................................................................................................... VI – 1 6.1.1. Jasa Sarana Produksi Budidaya Ikan Air Payau (Udang) .......................................... VI – 1 6.1.2. Jasa Pasca Panen Ikan Air Payau (Udang) ................................................................... VI – 2 6.2 Penambahan Kegiatan Usaha .......................................................................................... VI – 3 6.2.1. Segmen Usaha Budidaya Ikan dan Pembenihan .......................................................... VI – 6 6.2.2. Segmen Usaha Proses Pembekuan dan Pengawetan Hewan Laut............................ VI – 6 6.2.3. Segmen Usaha Perdagangan Hasil Perikanan ............................................................. VI – 6 6.3 Kemampuan Untuk Menciptakan Nilai ............................................................................ VI – 7 6.4 Keunggulan Kompetitif ....................................................................................................... VI – 7 6.5 Analisis Industri..................................................................................................................... VI – 9 6.5.1. Persaingan Antar Industri .................................................................................................. VI – 9 6.5.2. Posisi Tawar Pemasok ........................................................................................................ VI – 10 6.5.3. Ancaman Pendatang Baru ................................................................................................. VI – 10 6.5.4. Daya Tawar Pembeli / Konsumen ................................................................................... VI – 10 6.6 Analisis Risiko ....................................................................................................................... VI – 11 6.6.1. Risiko Ketergangtungan Kontrak ...................................................................................... VI – 11 6.6.2. Risiko Iklim ............................................................................................................................ VI – 11 6.6.3. Risiko Ketenagakerjaan ..................................................................................................... VI – 11 6.6.4. Risiko Persaingan Usaha .................................................................................................... VI – 12 6.6.5. Risiko Bencana Alam ........................................................................................................... VI – 12 6.6.6. Risiko Likuiditas .................................................................................................................... VI – 12 Daftar Isi xiii
Page 19
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Agung Menjangan Mas Tbk 6.6.7. Risiko Perubahan Kondisi Perekonomian ........................................................................ VI – 12 6.6.8. Risiko Tingkat Suku Bunga ................................................................................................. VI – 13 6.6.9. Risiko Kebijakan Pemerintah ............................................................................................. VI – 13 6.6.10. Risiko Tidak Tercapainya Proyeksi .................................................................................. VI – 13 6.7 Analisis SWOT ..................................................................................................................... VI – 14 6.8 Kesimpulan ........................................................................................................................... VI – 16 BAB VII ASPEK MODEL MANAJEMEN ......................................................................... VII – 1 7.1 Model Manajemen .............................................................................................................. VII – 1 7.2 Kapasitas dan Kemampuan Manajemen ........................................................................ VII – 1 7.3 Sumber Daya Manusia....................................................................................................... VII– 4 7.4 Ketersediaan Tenaga Kerja.............................................................................................. VII – 7 7.5 Komposisi Karyawan .......................................................................................................... VII – 8 7.6 Kesimpulan ........................................................................................................................... VII – 10 BAB VIIIASPEK KEUANGAN ........................................................................................ VIII – 1 8.1. Rencana Perseroan ............................................................................................................. VIII – 1 8.2. Rencana Biaya Investasi .................................................................................................... VIII – 1 8.3. Asumsi – Asumsi Proyeksi Keuangan................................................................................ VIII – 2 8.4. Proyeksi Keuangan Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha ......................................... VIII – 2 8.4.1 Proyeksi Posisi Keuangan Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha ............................. VIII – 2 8.4.2 Proyeksi Laba Rugi Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha ......................................... VIII – 4 8.4.3 Proyeksi Arus Kas Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha ............................................ VIII – 5 8.5. Proyeksi Keuangan dengan Penambahan Kegiatan Usaha ....................................... VIII – 6 8.5.1 Proyeksi Posisi Keuangan dengan Penambahan Kegiatan Usaha ............................ VIII – 6 8.5.2 Proyeksi Laba Rugi dengan Penambahan Kegiatan Usaha ....................................... VIII – 8 8.5.3 Proyeksi Arus Kas dengan Penambahan Kegiatan Usaha .......................................... VIII – 10 8.6. Analisis Rasio Keuangan .................................................................................................... VIII – 10 8.6.1 Proyeksi Rasio Keuangan Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha .............................. VIII – 11 8.6.2. Proyeksi Rasio Keuangan dengan Penambahan Kegiatan Usaha ............................ VIII – 12 8.7. Analisis Modal Kerja .......................................................................................................... VIII – 14 8.8. Tingkat Diskonto (Discount Rate) ....................................................................................... VIII – 14 8.8.1. Penentuan Biaya Modal untuk Ekuitas ............................................................................ VIII – 15 8.8.2. Penentuan Biaya Modal untuk Hutang ............................................................................ VIII – 17 8.8.3. Penentuan Tingkat Diskonto............................................................................................... VIII – 18 8.9. Analisis Inkremental ............................................................................................................ VIII – 19 8.10. Analisis Kelayakan Usaha ................................................................................................. VIII – 21 8.11. Kesimpulan Kelayakan Usaha .......................................................................................... VIII – 25 Daftar Isi xiv
Page 20
DAFTAR TABEL
Page 21
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Agung Menjangan Mas Tbk
DAFTAR TABEL
Tabel 2.1. Susunan Pemegang Saham Perseroan ....................................................................... II – 3
Tabel 2.2. Susunan Pengurus Perseroan ........................................................................................ II – 3
Tabel 2.3. Legalitas Perseroan ....................................................................................................... II – 4
Tabel 2.4. Laporan Keuangan Historikal Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah) ........................ II – 6
Tabel 2.5. Pertumbuhan Kinerja Keuangan Perseroan .............................................................. II – 7
Tabel 2.6. Arus Kas Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah) ............................................................. II – 9
Tabel 2.7. Rasio Keuangan Perseroan .......................................................................................... II – 10
Tabel 3.1. Pertumbuhan Ekonomi Dunia dan Indonesia ............................................................. III – 1
Tabel 3.2. Pertumbuhan PDB Dunia ............................................................................................... III – 3
Tabel 3.3. Tingkat Inflasi Indonesia y-to-y (2018 - 2023) ....................................................... III – 5
Tabel 5.1 Rincian Kebutuhan Alat dan Peralatan Penambahan Kegiatan
Usaha Perseroan ............................................................................................................ V – 3
Tabel 5.2 Jadwal Pembangunan Keramba Jaring Apung ....................................................... V – 6
Tabel 6.1 Rincian KBLI Penambahan Kegiatan Usaha .............................................................. VI – 4
Tabel 7.1. Komposisi Jumlah Karyawan Perseroan Sebelum dan Sesudah
Penambahan Kegiatan Usaha ..................................................................................... VII – 7
Tabel 7.2. Jumlah Karyawan Berdasarkan Tingkatan Jabatan ............................................... VII – 8
Tabel 7.3. Jumlah Karyawan Berdasarkan Tingkatan Pendidikan .......................................... VII – 9
Tabel 7.4. Jumlah Karyawan Berdasarkan Tingkatan Usia ...................................................... VII – 9
Tabel 7.5. Jumlah Karyawan Berdasarkan Status Ketenagakerjaan ..................................... VII – 9
Tabel 8.1 Biaya Investasi ................................................................................................................ VIII – 1
Tabel 8.2 Sumber Pembiayaan ..................................................................................................... VIII – 2
Tabel 8.3 Proyeksi Posisi Keuangan Perseroan (Dalam Ribuan Rupiah) ............................... VIII – 3
Tabel 8.4 Proyeksi Laba Rugi Perseroan (Dalam Ribuan Rupiah) .......................................... VIII – 4
Tabel 8.5 Proyeksi Arus Kas Perseroan (Dalam Ribuan Rupiah) ............................................. VIII – 5
Tabel 8.6 Proyeksi Posisi Keuangan Perseroan (Dalam Ribuan Rupiah) ............................... VIII – 6
Tabel 8.7 Proyeksi Laba Rugi Perseroan (Dalam Ribuan Rupiah) .......................................... VIII – 8
Tabel 8.8 Proyeksi Arus Kas Perseroan (Dalam Ribuan Rupiah) ............................................. VIII – 10
Tabel 8.9 Rasio Keuangan Perseroan .......................................................................................... VIII – 11
Tabel 8.10 Rasio Keuangan Perseroan ....................................................................................... VIII – 12
Tabel 8.11 Proyeksi Kebutuhan Modal Kerja Tanpa Penambahan Kegiatan
Usaha (Dalam Ribuan Rupiah) .................................................................................. VIII – 14
Tabel 8.12 Proyeksi Kebutuhan Modal Kerja dengan Penambahan Kegiatan
Usaha (Dalam Ribuan Rupiah) .................................................................................. VIII – 14
Tabel 8.13 Beta Levered dan Un-Levered Perusahaan Pembanding ................................... VIII – 16
Tabel 8.14 Perhitungan WACC..................................................................................................... VIII – 19
Tabel 8.15 Proyeksi Arus Kas Bersih Perseroan Tanpa Penambahan Kegiatan
Usaha (Dalam Ribuan Rupiah) .................................................................................. VIII – 20
Tabel 8.16 Proyeksi Arus Kas Bersih Perseroan dengan Penambahan Kegiatan
Usaha (Dalam Ribuan Rupiah) .................................................................................. VIII – 20
Tabel 8.17 Proyeksi Arus Kas Bersih Perseroan Inkremental
(Dalam Ribuan Rupiah)............................................................................................... VIII – 21
Tabel 8.18 Net Present Value Free Cash Flow to Incremental
(Dalam Ribuan Rupiah)............................................................................................... VIII – 22
Daftar Tabel xv
Page 22
DAFTAR LAMPIRAN
Page 23
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Agung Menjangan Mas Tbk
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran - 01 Working Capital Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha
Lampiran - 02 Working Capital Setelah Penambahan Kegiatan Usaha
Lampiran - 03 Historis Posisi Keuangan
Lampiran - 04 Historis Laba Rugi
Lampiran - 05 Historis Arus Kas
Lampiran - 06 Rasio Keuangan
Lampiran - 07 Proyeksi Posisi Keuangan Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha
Lampiran - 08 Proyeksi Laba Rugi Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha
Lampiran - 09 Proyeksi Arus Kas
Lampiran - 10 Proyeksi Depresiasi Aset Tetap
Lampiran - 11 Net Working Capital Projection
Lampiran - 12 Tax Projection
Lampiran - 13 Rasio Keuangan Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha
Lampiran - 14 Proyeksi Posisi Keuangan Setelah Penambahan Kegiatan Usaha
Lampiran - 15 Proyeksi Laba Rugi Setelah Penambahan Kegiatan Usaha
Lampiran - 16 Proyeksi Arus Kas Setelah Penambahan Kegiatan Usaha
Lampiran - 17 Proyeksi Depresiasi Aset Tetap Setelah Penambahan Kegiatan Usaha
Lampiran - 18 Net Working Capital Projection
Lampiran - 19 Tax Projection
Lampiran - 20 Proyeksi Rasio Keuangan Setelah Penambahan Kegiatan Usaha
Lampiran - 21 Feasbility Study (Uji Aspek Keuangan) Penambahan Kegiatan Usaha
Lampiran - 22 Weighted Average Cost of Capital
Daftar Lampiran xvi
Page 24
BAB I PENDAHULUAN
Page 25
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Agung Menjangan Mas Tbk
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
PT Agung Menjangan Mas Tbk, untuk selanjutnya disebut “Perseroan”
merupakan perusahaan yang kegiatan usaha utama bergerak dalam bidang
jasa sarana produksi budidaya ikan air payau dan jasa pasca panen budidaya
ikan air payau. Produk dan layanan Perseroan adalah persiapan kolam untuk
budidaya udang, perawatan serta pengelolaan kolam selama proses budidaya
udang berlangsung, proses pemanenan udang, proses pasca panen kolam
budidaya udang.
Perseroan menjalankan kegiatan usahanya sejak tahun 2004 dengan didukung
oleh tim manajemen berpengalaman di bidangnya dalam memberikan jasa
persiapan kolam untuk budi daya udang, perawatan serta pengelolaan dan
pengawasan kolam selama proses budi daya berlangsung, proses panen, dan
persiapan pascapanen.
Dalam menjalankan kegiatan usahanya Perseroan didukung oleh tim manajemen
yang telah berpengalaman dibidangnya dengan memberikan jasa persiapan
kolam untuk budidaya udang, perawatan serta pengelolaan dan pengawasan
kolam selama proses budidaya berlangsung, proses pemanenan, persiapan
pasca panen dan penyewaan unit kantor milik Perseroan. Selain itu, Perseroan
kedepannya memiliki rencana untuk mengutiliasikan tanah yang dimiliki
Perseroan menjadi tambak udang yang dimiliki oleh Perseroan atau
menyewakan lahan tersebut kepada pebisnis yang ingin memulai usaha
budidaya udang, dengan hal itu Perseroan juga akan membantu penyewa lahan
tersebut untuk membudidayakan udangnya.
Sejalan dengan strategi pertumbuhan perusahaan, untuk memperkuat struktur
modal pada tanggal 04 Agustus 2022, Perseroan kemudian memutuskan untuk
menjadi perusahaan publik terdaftar di PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Sebagai
upaya meningkatkan kapasitas perusahaan, Perseroan merasa perlu menambah
kegiatan usahanya serta melakukan penyesuaian terhadap kode klasifikasi
resmi untuk mengklasifikasikan jenis bidang usaha perusahaan di Indonesia atau
yang lebih dikenal dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI)
agar dapat menjalankan bisnisnya sebagai berikut :
Bab I - Pendahuluan 1
Page 26
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Agung Menjangan Mas Tbk
Tabel 1.1 Rincian Penambahan Kegiatan Usaha Perseroan
No Nama KBLI Kode KBLI
1. Pembesaran Pisces/Ikan Bersirip Laut 03211
2. Pembesaran Pisces/Ikan Bersirip Air Payau 03251
3. Pembenihan Ikan Laut 03212
4. Pembenihan Ikan Air Payau 03252
5. Perdagangan Besar Hasil Perikanan 46206
6. Industri Pembekuan Ikan 10213
7. Industri Pendinginan/Pengesan Ikan 10217
8. Industri Pembekuan Biota Air Lainnya 10293
9. Industri Pendinginan/Pengesan Biota Air Lainnya 10297
10 Industri Pemindangan Ikan 10214
Sumber : Manajemen Perseroan
Berdasarkan penjelasan dari manajemen, Perseroan berencana menambah
kegiatan usaha Perseroan sebagaimana diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan (POJK) Nomor 17/POJK.04/2020 tentang “Transaksi Material dan
Perubahan Kegiatan Usaha Utama”, mengingat rencana tersebut akan
menambah kegiatan usaha penunjang Perseroan.
Sehubungan dengan hal tersebut, Perseroan membutuhkan pihak Independen
untuk melakukan kajian dan analisa kelayakan atas rencana Penambahan
Kegiatan Usaha. Pihak ketiga yang ditunjuk untuk penyusunan studi kelayakan
ini adalah KJPP Toto Suharto & Rekan (”TnR”) yang diharapkan dapat
melakukan kajian secara objektif dan independen, sesuai dengan persetujuan
atas Surat Penawaran No : M.FS.23.00.0006.r1, tanggal 21 November 2023.
1.2 Identitas Pemberi Tugas & Pengguna Laporan
Berikut adalah identitas pemberi tugas dan pengguna laporan :
Nama : PT Agung Menjangan Mas Tbk
Bidang Usaha : Jasa Sarana Produksi Budidaya Ikan Air Payau dan Jasa
Pasca Panen Budidaya Ikan Air Payau.
Alamat : Generali Tower Gran Rubina Business Park, Lantai 20 C,
Kawasan Epicentrum, Jalan HR. Rasuna Said, Karet
Kuningan, Kec. Setiabudi, Jakarta Selatan, Provinsi DKI
Jakarta 12940.
Nomor Telepon : (021) 2902 3178
Website : www.agungmm.com
Email : corsec@agungmm.com
Bab I - Pendahuluan 2
Page 27
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Agung Menjangan Mas Tbk
1.3 Maksud dan Tujuan Studi Kelayakan
Laporan Studi Kelayakan bertujuan untuk memberikan pendapat mengenai
kelayakan atas rencana penambahan kegiatan usaha yang akan di lakukan
oleh Perseroan ditinjau dari berbagai aspek, meliputi aspek pasar, aspek teknis,
aspek pola bisnis, aspek model manajemen, dan aspek keuangan. Maksud dari
penyusunan Studi Kelayakan adalah untuk memberikan gambaran tentang
kelayakan dari penambahan kegiatan usaha yang akan dilakukan oleh
Perseroan.
Penugasan ini dilakukan dengan mengacu kepada Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan (POJK) No. 17/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan
Kegiatan Usaha serta Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 35/2020
tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal dan
Standar Penilaian Indonesia (“SPI”) Edisi VII Tahun 2018.
1.4 Tanggal Studi Kelayakan
Tanggal Studi Kelayakan ditetapkan per 31 Desember 2023, dimana batas
tersebut diambil atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan penyusunan
Studi Kelayakan serta dari data keuangan Perseroan yang kami terima.
Mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 35/2020, maka
penggunaan laporan studi ini paling lama 6 (enam) bulan yaitu maksimal sampai
dengan tanggal 30 Juni 2024.
1.5 Independensi Penilai
1. Dalam melaksanakan penugasan ini, KJPP TnR bertindak secara independen
tanpa adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Pemberi
Tugas dan Perseroan ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan Pemberi
Tugas dan Perseroan.
2. Kami tidak memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan
penugasan ini. Laporan studi kelayakan ini tidak dilakukan untuk memberikan
keuntungan atau merugikan pihak manapun. Imbalan jasa yang kami terima
adalah sama sekali tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan. KJPP TnR
hanya menerima imbalan sesuai dengan Surat Penawaran Nomor :
M.FS.23.00.0006.r1, tanggal 21 November 2023 yang telah disetujui.
3. Laporan studi kelayakan ini telah disusun sesuai POJK 17/2020, POJK
35/2020, dan Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI) serta SPI Edisi VII-2018 yang
ditetapkan oleh Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI), dan dimana
pendekatan dan metode yang diaplikasikan telah sesuai dengan standar
penilaian lengkap.
Bab I - Pendahuluan 3
Page 28
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Agung Menjangan Mas Tbk
1.6 Metodologi Penyusunan Laporan
1.6.1 Pengumpulan Data
• Melakukan kunjungan ke lokasi penambahan kegiatan usaha Perseroan
pada tanggal 07 Maret 2024, untuk mendapatkan gambaran tentang
rencana ekspansi dan penambahan kegiatan usaha Perseroan.
• Pengumpulan data-data primer dari Perseroan yang terkait dengan rencana
ekspansi atas penambahan kegiatan usaha yang meliputi data-data
identitas Perseroan, perijinan, spesifikasi proyek, aspek keuangan dan
rencana usaha serta data-data lainnya yang terkait.
• Pengumpulan data-data sekunder dari sumber-sumber terkait yang dapat
dipertanggungjawabkan.
• Pengumpulan data dari hasil diskusi perihal pembahasan berbagai aspek
yang berpengaruh dalam kelayakan dengan pihak Perseroan.
1.6.2 Proses Analisa
• Analisa legalitas yang mengkaji terhadap kelengkapan dokumen legalitas
dan perijinan.
• Analisa pasar yang mengkaji kondisi pasar konstruksi di Indonesia.
• Analisa teknis yang mengkaji secara teknis proses bisnis Perseroan dari
rencana panambahan kegiatan usaha.
• Analisa pola bisnis yang mengkaji model bisnis atas penambahan kegiatan
usaha, risiko yang berpotensi muncul dan langkah pengendaliannya serta
analisis SWOT.
• Aspek model manajemen yang mengkaji struktur dan kebutuhan karyawan
atas rencana penambahan kegiatan usaha Perseroan.
• Analisa keuangan yang mengkaji nilai-nilai parameter kelayakan ekonomi.
Dalam melakasanakan penugasan ini, analisis dilakukan terhadap
kelayakan atas penambahan kegiatan usaha. Analisis ini dilakukan dengan
menggunakan indikator Net Present Valuve (NPV), Profitability Index (PI),
Internal Rate of Return (IRR), Break Even Point dan Payback Period.
Bab I - Pendahuluan 4
Page 29
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Agung Menjangan Mas Tbk
1.7 Sumber Data
Sebagai Penilai Independen dalam mempersiapkan Laporan Studi Kelayakan
Penambahan Kegiatan Usaha, kami (TnR) telah mempelajari, mengacu, dan
mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut :
1. Pemberitahuan dari Perseroan tentang rencana Penambahan Kegiatan
Usaha.
2. Laporan keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31
Desember 2020, yang diaudit oleh Akuntan Publik Florus Daeli dari KAP
Kanaka Puradiredja, Suhartono dalam Laporan Nomor
00037/3.0409/AU-1/05/0126-3/1/III/2023 dengan opini wajar tanpa
modifikasian.
3. Laporan keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31
Desember 2021, yang diaudit oleh Akuntan Publik Florus Daeli dari KAP
Kanaka Puradiredja, Suhartono dalam Laporan Nomor
00037/3.0409/AU-1/05/0126-3/1/III/2023 dengan opini wajar tanpa
modifikasian.
4. Laporan keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31
Desember 2022, yang diaudit oleh Akuntan Publik Florus Daeli dari KAP
Kanaka Puradiredja, Suhartono dalam Laporan Nomor
00037/3.0409/AU-1/05/0126-3/1/III/2023 dengan opini wajar tanpa
modifikasian.
5. Laporan keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31
Desember 2023, yang diaudit oleh Akuntan Publik Florus Daeli dari KAP
Kanaka Puradiredja, Suhartono dalam Laporan Nomor
00070/3.0409/AU-1/05/0126-4/1/III/2024 dengan opini wajar tanpa
modifikasian.
6. Laporan tahunan (Annual Report) Perseroan tahun 2022.
7. Prospektus Perseroan Tahun 2022.
8. Proyeksi Keuangan (Business Plan) Perseroan.
9. Profil Perseroan.
10. Tarif pajak yang diberlakukan atas Perseroan adalah berdasarkan laba
kena pajak dalam periode yang bersangkutan yang dihitung berdasarkan
tarif pajak yang berlaku di Indonesia yaitu sebesar 22%.
11. Informasi lain dari pihak manajemen Perseroan serta pihak-pihak lain yang
relevan untuk penugasan.
12. Wawancara dengan perwakilan manajemen Perseroan yaitu Bapak
Hartono Limmantoro selaku Direktur Utama.
13. Data dan informasi industri, pasar dan ekonomi berdasarkan media cetak
maupun elektronik antara lain website Aswath Damodaran, website Bank
Indonesia, website Bursa Efek Indonesia, website Yahoo Finance, website
Value Investing dan Bloomberg.
14. Surat Pernyataan / Representasi dari manajemen Perseroan terkait
dengan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha.
Bab I - Pendahuluan 5
Page 30
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Agung Menjangan Mas Tbk
15. Berbagai sumber informasi yang berkaitan dengan kondisi ekonomi,
kondisi pasar dan lainnya, baik berdasarkan media cetak, elektronik dan
hasil analisis lain dari pihak independen yang kami anggap relevan.
1.8 Kejadian-Kejadian Penting Setelah Tanggal Efektif (Subsequent
Events)
Berdasarkan informasi yang kami terima tidak terdapat kejadian-kejadian
Penting setelah Tanggal Efektif dari tanggal penilaian hingga tanggal laporan
penilaian ini diterbitkan.
1.9 Syarat Pembatasan
1. Kami tidak memiliki kepentingan pribadi atau kecenderungan untuk berpihak
berkenaan dengan subyek dari laporan ini maupun pihak-pihak yang
terlibat didalamnya;
2. Perkiraan nilai yang dihasilkan dalam penugasan penilaian profesional telah
disajikan sebagai kesimpulan studi kelayakan;
3. Lingkup pekerjaan dan data yang dianalisa telah diungkapkan dalam
laporan ini sebagai acuan dalam penyusunan studi kelayakan;
4. Penilai telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang
digunakan dalam proses studi kelayakan;
5. Penilai tidak meneliti semua hal yang menyangkut keabsahan atas dokumen-
dokumen legalitas, oleh karenanya Penilai menyarankan pihak yang
berkepentingan, melakukan konsultasi pada konsultan hukum, untuk
mendapatkan opini yang bersangkutan dengan aspek hukum;
6. Data dan informasi yang digunakan adalah berasal dari sumber yang dapat
dipertanggungjawabkan dan dipercaya keakuratannya;
7. Proyeksi keuangan yang digunakan telah disesuaikan dengan kewajaran
proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan
pencapaiannya (fiduciary duty);
8. Penilai Bisnis bertanggungjawab atas pelaksanaan studi kelayakan dan
kewajaran proyeksi keuangan;
9. Laporan Penilaian Bisnis yang dihasilkan bersifat terbuka untuk publik,
kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi
operasional perusahaan;
10. Penilai Bisnis bertanggung jawab atas laporan studi kelayakan penambahan
kegiatan usaha dan kesimpulan akhir;
11. Laporan Penilaian ini bersifat non-disclaimer opinion.
12. Penilai Bisnis telah melakukan penelaahan dan meyakini atas data dan
informasi yang disampaikan, termasuk informasi atas status hukum dari
Pemberi Tugas;
Bab I - Pendahuluan 6
Page 31
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Agung Menjangan Mas Tbk
13. Penilai hanya mempertanggungjawabkan hasil studi kelayakan kepada
Pemberi Tugas. Penilai tidak memiliki tanggung jawab kepada pihak ketiga,
selama tidak bertentangan dengan peraturan dan hukum yang berlaku;
14. Apabila tidak ada persetujuan yang disepakati bersama sebelumnya,
Penilai tidak diwajibkan untuk memberikan kesaksian kepada pengadilan
ataupun badan pemerintah lainnya sehubungan dengan studi kelayakan
penambahan kegiatan usaha;
15. Laporan studi kelayakan ini dianggap tidak sah dan tidak berlaku, apabila
tidak tertera cap basah/timbul (seal) Kantor Jasa Penilai Publik Toto Suharto
& Rekan serta tandatangan dari Pimpinan Rekanan dan/atau Rekan yang
memiliki izin penilai publik.
Bab I - Pendahuluan 7
Page 32
BAB II GAMBARAN UMUM
Page 33
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Agung Menjangan Mas Tbk
BAB II
GAMBARAN UMUM
2.1 Gambaran Umum Perusahaan
Perseroan dahulu bernama PT Cosmopolitan Electric didirikan dengan Akta
No. 31 tanggal 9 Agustus 2007 oleh Linda Herawati, SH., notaris publik di
Jakarta. Anggaran dasar Perusahaan telah disahkan oleh Menteri Hukum dan
Hak Asasi Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU-
01132.AH.01.01 tahun 2008 tanggal 8 Januari 2008. Berdasarkan akta No. 1
tanggal 3 Februari 2020 oleh Yudha Setyagraha Tedianto, SH., MM., MKn,
notaris di Bekasi, “PT Cosmopolitan Electric” telah berubah nama menjadi
“PT Agung Menjangan Mas”. Perubahan ini telah disetujui oleh Menteri Hukum
dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat No. AHU-
0010072.AH.01.02 tahun 2020 tanggal 05 September 2020.
Anggaran dasar telah mengalami perubahan, perubahan anggaran dasar
terakhir, berdasarkan akta No. 73 tanggal 29 Maret 2021 oleh Sugih Haryati,
SH., MKn, notaris di Kota Tangerang. Perubahan atas peningkatan modal dasar.
Terkait perubahan ini telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia dengan Surat No. AHU-0058426.AH.01.11. tahun 2021
tanggal 29 Maret 2021. Sesuai dengan pasal 3 dalam akta No. 36 tanggal 18
Juni 2021, bahwa maksud dan tujuan Perusahaan dalam bidang jasa sarana
produksi budidaya ikan air payau, jasa pasca panen budidaya ikan air payau,
penyiapan lahan dan real estatet yang dimiliki sendiri atau disewa. Bisnis inti
Perusahaan saat ini berfokus pada jasa persiapan kolam, jasa panen, jasa
pasca panen dan jasa pemeliharaan sarana dan prasarana kolam tambak dan
penyewaan tanah dan gedung. Entitas induk perusahaan adalah PT Mandara
Mas Semesta. Perusahaan beroperasi secara komersial mulai tahun 2017.
Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut di atas, Perseroan dapat
melaksanakan kegiatan usaha sebagai berikut:
Kegiatan Usaha Utama:
• KBLI 03261 – Jasa Sarana Produksi Budidaya Ikan Air Payau
Kelompok ini mencakup usaha atau kegiatan yang secara langsung
berhubungan dengan usaha penyiapan sarana budidaya ikan air payau
yang dilakukan atas dasar balas jasa (fee) atau kontrak, seperti jasa
pembuatan tambak, dan sebagainya.
• KBLI 03263 - Jasa Pasca Panen Budidaya Ikan Air Payau
Kelompok ini mencakup usaha atau kegiatan yang secara langsung
berhubungan dengan usaha pasca panen budidaya ikan air payau yang
dilakukan atas dasar balas jasa (fee) atau kontrak, seperti jasa pemanenan,
jasa sortasi dan gradasi, jasa uji mutu, jasa pengeringan, jasa pemberian es,
jasa pengepakan dan penyimpanan, dan sebagainya.
Bab II - Gambaran Umum 1
Page 34
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Agung Menjangan Mas Tbk
Kegiatan Usaha Penunjang:
• KBLI 43120 - Penyiapan Lahan
Kelompok ini mencakup usaha penyiapan lahan untuk kegiatan konstruksi
yang berikutnya, seperti pelaksanaan pembersihan dan pematangan lahan
konstruksi, pembersihan semak belukar; pembukaan lahan/stabilisasi tanah,
(penggalian, membuat kemiringan, pengurukan, perataan lahan konstruksi,
penggalian parit, pemindahan, penghancuran atau peledakan batu dan
sebagainya); pelaksanaan pekerjaan tanah dan/atau tanah berbatu,
penggalian, membuat kemiringan, perataan tanah dengan galian dan
timbunan untuk konstruksi jalan (raya, sedang, dan kecil), jalan bebas
hambatan, jalan rel kereta api, dan jalan landasan terbang (pacu, taksi, dan
parkir), pabrik, pembangkit, transmisi, gardu induk, dan distribusi tenaga
listrik, fasilitas produksi, serta bangunan gedung dan bangunan sipil lainnya;
pemasangan, pemindahan, dan perlindungan utilitas, tes/uji dengan sondir
dan bor, pemboran, ekstraksi material, dan penyelidikan
lapangan/pengambilan contoh untuk keperluan konstruksi, geofisika, geologi
atau keperluan sejenis; dan penyiapan lahan untuk fasilitas
ketenaganukliran. Kegiatan penunjang penyiapan lahan seperti
pemasangan fasilitas alat bantu konstruksi (pemasangan sheet pile, papan
nama proyek, dan gorong-gorong untuk pemasangan kabel, pekerjaan
pembuatan kantor, basecamp, direksi kit, gudang, bengkel proyek),
pengukuran kembali, pembuatan/pengalihan jalan sementara, perbaikan
dan pemeliharaan jalan umum, dewatering/pengeringan, mobilisasi dan
demobilisasi, dan pekerjaan sejenis lainnya.
• KBLI 68111 - Real Estat Yang Dimiliki Sendiri Atau Disewa
Kelompok ini mencakup usaha pembelian, penjualan, persewaan dan
pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri maupun disewa, seperti
bangunan apartemen, bangunan tempat tinggal dan bangunan bukan
tempat tinggal (seperti tempat pameran, fasilitas penyimpanan pribadi,
mall, pusat perbelanjaan dan lainnya) serta penyediaan rumah dan flat atau
apartemen dengan atau tanpa perabotan untuk digunakan secara
permanen, baik dalam bulanan atau tahunan. Termasuk kegiatan penjualan
tanah, pengembangan gedung untuk dioperasikan sendiri (untuk penyewaan
ruang-ruang di gedung tersebut), pembagian real estat menjadi tanah
kapling tanpa pengembangan lahan dan pengoperasian kawasan tempat
tinggal untuk rumah yang bisa dipindah-pindah.
Perseroan pada tanggal 04 Agustus 2022 mencatatkan sahamnya di Bursa Efek
Indonesia. Sebagai konsekuensi dari Perusahaan Publik dimana setiap gerak
usahanya dapat secara terbuka dimonitor oleh publik, maka Perseroan
berpegang teguh kepada komitmen profesionalisme dalam menjalankan roda
usahanya.
Bab II - Gambaran Umum 2
Page 35
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Agung Menjangan Mas Tbk
2.2 Domisili
Perseroan berdomisili di Jakarta dengan kantor yang terletak di Generali Tower
Grand Rubina Business Park Lantai 20 C, Kawasan Epicentrum, Jl. H.R. Rasuna
Said, Kel. Karet Kuningan, Kec. Setiabudi, Kota Adm. Jakarta Selatan,
DKI Jakarta - Indonesia.
2.3 Struktur Permodalan
Berdasarkan Laporan Keuangan Audited 31 Desember 2023 susunan pemegang
saham Perseroan adalah sebagai berikut :
Tabel 2.1. Susunan Pemegang Saham Perseroan
Modal Ditempatkan dan Disetor
Pemegang Saham
Lembar Total Persentase
PT Mandara Mas Semesta 957.800.000 47.892.000.000 79,82%
Tn. Hartono Limmantoro 2.200.000 108.000.000 0,18%
Masyarakat 240.000.000 12.000.000.000 20,00%
Total 1.200.000.000 60.000.000.000 100,00%
2.4 Susunan Pengurus
Berdasarkan Laporan Keuangan Audited 31 Desember 2023 susunan pemegang
saham Perseroan adalah sebagai berikut :
Tabel 2.2. Susunan Pengurus Perseroan
Jabatan Nama
Dewan Komisaris
Komisaris Utama Chan Pik Yan
Komisaris Independen Arie Yuriwin, S.H, M.Si
Dewan Direksi
Direktur Utama Hartono Limmantoro
Direktur Ir. Mochamad Filhasny Yunus
Bab II - Gambaran Umum 3
Page 36
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Agung Menjangan Mas Tbk
2.5 Susunan Organisasi Perseroan
Berdasarkan informasi dari manajemen, susunan organisasi Perseroan per 31
Desember 2023 adalah sebagai berikut :
Sumber : Manajemen Perseroan
2.6 Perizinan dan Legalitas
Berikut adalah legalitas yang dimiliki oleh Perseroan yang digunakan dalam
operasionalnya, yaitu :
Tabel 2.3. Legalitas Perseroan
No. Keterangan Nomor & Tanggal Yang Mengeluarkan
Akta Perubahan Nama Yudha Setyagraha Tedianto,
Nomor : 1
1. Perseroan Terbatas PT S.H, M.M, M.Kn., Notaris di
Tanggal 03 Februari 2020
Cosmopolitan Electric Kota Bekasi
Penerimaan
a.n Menteri Hukum dan HAM
Pemberitahuan Nomor :
Republik Indonesia, Direktur
2. Perubahan Anggaran AHU.AH.01.03.0066717
Jenderal Administrasi Hukum
Dasar PT Agung Tanggal 05 Februari 2020
Umum
Menjangan Mas
Penerimaan
a.n Menteri Hukum dan HAM
Pemberitahuan Nomor :
Republik Indonesia, Direktur
3. Perubahan Anggaran AHU.AH.01.03.0066719
Jenderal Administrasi Hukum
Dasar PT Agung Tanggal 05 Februari 2020
Umum
Menjangan Mas
Akta Penambahan
Yudha Setyagraha Tedianto,
Maksud dan Tujuan Nomor : 8
4. S.H, M.M, M.Kn., Notaris di
Usaha PT Agung Tanggal 09 Maret 2020
Kota Bekasi
Menjangan Mas
Persetujuan Perubahan a.n Menteri Hukum dan HAM
Nomor :
Anggaran Dasar Republik Indonesia, Direktur
5. AHU.0010072.AH.01.02.2020
Perseroan Terbatas PT Jenderal Administrasi Hukum
Tanggal 09 Maret 2020
Agung Menjangan Mas Umum
Akta Pernyataan
Keputusan Para Nomor : 64 Sugih Haryati, S.H, M.Kn.,
6.
Pemegang Saham PT Tanggal 21 Oktober 2020 Notaris di Kota Tangerang
Agung Menjangan Mas
Bab II - Gambaran Umum 4
Page 37
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Agung Menjangan Mas Tbk
No. Keterangan Nomor & Tanggal Yang Mengeluarkan
Penerimaan
a.n Menteri Hukum dan HAM
Pemberitahuan Nomor :
Republik Indonesia, Direktur
7. Perubahan Data AHU.AH.01.03.0402480
Jenderal Administrasi Hukum
Perseroan PT Agung Tanggal 27 Oktober 2020
Umum
Menjangan Mas
Akta Pernyataan
Keputusan Para Nomor : 81 Sugih Haryati, S.H, M.Kn.,
8.
Pemegang Saham PT Tanggal 27 Oktober 2020 Notaris di Kota Tangerang
Agung Menjangan Mas
Persetujuan Perubahan a.n Menteri Hukum dan HAM
Nomor :
Anggaran Dasar Republik Indonesia, Direktur
9. AHU.0073259.AH.01.02.2020
Perseroan Terbatas PT Jenderal Administrasi Hukum
Tanggal 27 Oktober 2020
Agung Menjangan Mas Umum
Akta Pernyataan
Keputusan Para Nomor : 88 Sugih Haryati, S.H, M.Kn.,
10.
Pemegang Saham PT Tanggal 27 November 2020 Notaris di Kota Tangerang
Agung Menjangan Mas
Persetujuan Perubahan a.n Menteri Hukum dan HAM
Nomor :
Anggaran Dasar Republik Indonesia, Direktur
11. AHU.0080026.AH.01.02.2020
Perseroan Terbatas PT Jenderal Administrasi Hukum
Tanggal 30 November 2020
Agung Menjangan Mas Umum
Akta Pernyataan
Keputusan Para Nomor : 73 Sugih Haryati, S.H, M.Kn.,
12.
Pemegang Saham PT Tanggal 29 Maret 2021 Notaris di Kota Tangerang
Agung Menjangan Mas
Penerimaan
a.n Menteri Hukum dan HAM
Pemberitahuan Nomor :
Republik Indonesia, Direktur
13. Perubahan Data AHU.AH.01.03.0202042
Jenderal Administrasi Hukum
Perseroan PT Agung Tanggal 29 Maret 2021
Umum
Menjangan Mas
Akta Pernyataan
Keputusan Para Nomor : 36 Sugih Haryati, S.H, M.Kn.,
14.
Pemegang Saham PT Tanggal 18 Juni 2021 Notaris di Kota Tangerang
Agung Menjangan Mas
Persetujuan Perubahan
a.n Menteri Hukum dan HAM
Anggaran Dasar Nomor :
Republik Indonesia, Direktur
15. Perseroan Terbatas PT AHU.0035108.AH.01.02.2021
Jenderal Administrasi Hukum
Agung Menjangan Mas Tanggal 18 Juni 2021
Umum
Tbk
Penerimaan
a.n Menteri Hukum dan HAM
Pemberitahuan Nomor :
Republik Indonesia, Direktur
16. Perubahan Data AHU.AH.01.03.0386137
Jenderal Administrasi Hukum
Perseroan PT Agung Tanggal 18 Juni 2021
Umum
Menjangan Mas Tbk
Penerimaan
a.n Menteri Hukum dan HAM
Pemberitahuan Nomor :
Republik Indonesia, Direktur
17. Perubahan Data AHU.AH.01.03.0386136
Jenderal Administrasi Hukum
Perseroan PT Agung Tanggal 18 Juni 2021
Umum
Menjangan Mas Tbk
Akta Pernyataan
Keputusan Para
Nomor : 57 Sugih Haryati, S.H, M.Kn.,
18. Pemegang Saham PT
Tanggal 10 September 2021 Notaris di Kota Tangerang
Agung Menjangan Mas
Tbk
Persetujuan Perubahan Nomor :
a.n Menteri Hukum dan HAM
19. Anggaran Dasar AHU.0049028.AH.01.02.2021
Republik Indonesia, Direktur
Perseroan Terbatas PT Tanggal 10 September 2021
Bab II - Gambaran Umum 5
Page 38
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Agung Menjangan Mas Tbk
No. Keterangan Nomor & Tanggal Yang Mengeluarkan
Agung Menjangan Mas Jenderal Administrasi Hukum
Tbk Umum
Akta Pernyataan
Keputusan Para
Nomor : 04 Dr. Sugih Haryati, S.H, M.Kn.,
20. Pemegang Saham PT
Tanggal 18 Mei 2022 Notaris di Kota Tangerang
Agung Menjangan Mas
Tbk
Penerimaan
Pemberitahuan a.n Menteri Hukum dan HAM
Nomor :
Perubahan Anggaran Republik Indonesia, Direktur
21. AHU.AH.01.03.0238380
Dasar Perseroan PT Jenderal Administrasi Hukum
Tanggal 18 Mei 2022
Agung Menjangan Mas Umum
Tbk
Persetujuan Kesesuaian Nomor : a.n Menteri ATR/Kepala BPN
Kegiatan Pemanfaatan 17012210215108007 dan Menteri Investasi/ Kepala
22.
Ruang Untuk Kegiatan Diterbitkan tanggal : Badan Koordinasi Penanaman
Berusaha 12 April 2022 Modal
Perizinan Berusaha Nomor :
Menteri Investasi/ Kepala
Berbasis Risiko 0220004251744
23. Badan Koordinasi Penanaman
Nomor Induk Berusaha Diterbitkan tanggal :
Modal
(NIB) 14 Februari 2020
Nomor Pokok Wajib
Pajak (NPWP) PT Ditjen Pajak Kementerian
24. Nomor : 01.604.240.8-018.000
Agung Menjangan Mas Keuangan Republik Indonesia
Tbk
2.7 Kinerja Keuangan Historis
Untuk melihat perkembangan kinerja Perseroan, seperti posisi keuangan, laba
rugi dan potensi atau kemajuan yang dialami selama beberapa tahun terakhir,
maka hasil analisis keuangan historis yang bersumber dari laporan keuangan
audited per 31 Desember 2019, per 31 Desember 2020, per 31 Desember
2021, per 31 Desember 2022 dan per 31 Desember 2023 disajikan sebagai
berikut :
Tabel 2.4. Laporan Keuangan Historikal Perseroan (Dalam Ribuan Rupiah)
2019 2020 2021 2022 2023
Keterangan
Audited Audited Audited Audited Audited
Aset Lancar 888.181 3.203.313 3.719.712 28.581.457 30.525.277
Aset Tidak Lancar 16.158.600 45.615.107 43.556.759 41.995.365 40.866.922
Total Aset 17.046.781 48.818.420 47.276.472 70.576.822 71.392.198
Liabilitas Jangka
934.306 1.113.644 654.941 1.448.614 1.940.101
Pendek
Liabilitas Jangka
12.463.360 8.285.169 488.664 561.712 664.256
Panjang
Total Liabilitas 13.397.666 9.398.813 1.143.605 2.010.326 2.604.357
Total Ekuitas 3.649.115 39.419.607 46.132.866 68.566.496 68.787.841
Pendapatan 1.725.656 2.255.906 5.662.734 9.981.424 10.309.548
Beban Pokok
-139.035 -1.109.535 -2.467.462 -5.040.680 -7.157.125
Pendapatan
Bab II - Gambaran Umum 6
Page 39
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Agung Menjangan Mas Tbk
2019 2020 2021 2022 2023
Keterangan
Audited Audited Audited Audited Audited
Laba Kotor 1.586.621 1.146.370 3.195.272 4.940.744 3.152.423
Laba (Rugi)
-72.409 -353.239 811.840 1.941.753 270.744
Sebelum Pajak
Laba (Rugi) Bersih -72.409 -353.239 680.054 1.620.835 227.296
Sumber : Laporan Keuangan Perseroan
Tabel 2.5. Pertumbuhan Kinerja Keuangan Perseroan
2020 2021 2022 2023 Rata – Rata
Keterangan
Audited Audited Audited Audited CAGR
Aset Lancar 260,66% 16,12% 668,38% 6,80% 142,12%
Aset Tidak Lancar 182,30% -4,51% -3,58% -2,69% 26,11%
Total Aset 186,38% -3,16% 49,29% 1,16% 43,05%
Liabilitas Jangka Pendek 19,19% -41,19% 121,18% 33,93% 20,04%
Liabilitas Jangka Panjang -33,52% -94,10% 14,95% 18,26% -51,95%
Total Liabilitas -29,85% -87,83% 75,79% 29,55% -33,60%
Total Ekuitas 980,25% 17,03% 48,63% 0,32% 108,37%
Penjualan 30,73% 151,02% 76,27% 3,29% 56,34%
Beban Pokok Penjualan 698,03% 122,39% 104,29% 41,99% 167,86%
Laba Kotor -27,75% 178,73% 54,63% -36,20% 18,73%
Laba (Rugi) Sebelum
-387,84% 329,83% 139,18% -86,06% 39,06%
Pajak
Laba (Rugi) Bersih -387,84% 292,52% 138,34% -85,98% 33,11%
2.7.1 Analisa Posisi Keuangan
Perkembangan posisi keuangan Perseroan dapat dilihat pada grafik berikut :
Grafik 2.1. Perkembangan Posisi Keuangan Historis Perseroan
Bab II - Gambaran Umum 7
Page 40
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Agung Menjangan Mas Tbk
• Total aset Perseroan tahun 2023 tercatat sebesar Rp71,39 miliar lebih tinggi
1,16% dibandingkan dengan tahun 2022 yang tercatat sebesar Rp70,57
miliar. Kenaikan ini dikarenakan adanya penambahan pada pos
perlengkapan serta kenaikan pada biaya dibayar dimuka. Total aset
Perseroan tahun 2019 sampai dengan tahun 2023 mengalami peningkatan
setiap tahunnya, dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound
Annual Growth Rate/CAGR) sebesar 43,05% per tahun.
• Total liabilitas Perseroan tahun 2023 tercatat sebesar Rp2,60 miliar, lebih
tinggi 29,55% dibanding tahun 2022 yang tercatat sebesar Rp2,01 miliar.
Kenaikan ini disebabkan oleh adanya kenaikan pada pos uang muka
penjualan, biaya yang masih harus dibayar serta liabilitas imbalan
pascakerja. Total liabilitas Perseroan tahun 2019 sampai dengan tahun
2023 mengalami penurunan setiap tahunnya, dengan laju pertumbuhan
majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate/CAGR) sebesar 33,60%
per tahun.
• Total ekuitas Perseroan tahun 2019 sampai dengan tahun 2023 mengalami
peningkatan setiap tahunnya, dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan
(Compound Annual Growth Rate/CAGR) sebesar 108,37% per tahun. Pada
tahun 2023, total ekuitas Perseroan tercatat lebih tinggi 0,32%
dibandingkan tahun 2022 yaitu sebesar Rp68,78 miliar pada tahun 2023
dan sebesar Rp68,56 miliar pada tahun 2022. Peningkatan tersebut berasal
dari kenaikan saldo laba.
2.7.2 Analisa Laba Rugi
Perkembangan laba (rugi) Perseroan dapat dilihat pada grafik berikut :
Grafik 2.2. Perkembangan Laba (Rugi) Historis Perseroan
Bab II - Gambaran Umum 8
Page 41
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Agung Menjangan Mas Tbk
• Pendapatan Perseroan tahun 2019 sampai dengan tahun 2023 mengalami
kenaikan setiap tahunnya, dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan
(Compound Annual Growth Rate/CAGR) sebesar 56,34% per tahun. Pada
tahun 2023 pendapatan Perseroan tercatat mengalami kenaikan sebesar
3,29% dibanding tahun 2022 yang tercatat sebesar Rp10,31 miliar pada
tahun 2023 dan Rp9,98 miliar pada tahun 2022. Peningkatan pendapatan
Perseroan disebabkan oleh kenaikan pendapatan penjualan ikan.
• Laba kotor Perseroan tahun 2019 sampai dengan tahun 2023 mengalami
peningkatan, dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual
Growth Rate/CAGR) sebesar 18,73% per tahun. Pada tahun 2023 laba kotor
Perseroan tercatat sebesar Rp3,15 miliar mengalami penurunan sebesar
36,20% dibandingkan tahun 2022 yang tercatat sebesar Rp4,94 miliar.
Penurunan laba usaha disebabkan oleh kenaikan persentase beban pokok
penjualan Perseroan.
• Laba sebelum pajak Perseroan tahun 2019 sampai dengan tahun 2023
mengalami peningkatan, dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan
(Compound Annual Growth Rate/CAGR) sebesar 39,06% per tahun. Pada
tahun 2023 laba sebelum pajak Perseroan tercatat sebesar Rp270,74 juta
mengalami penurunan sebesar 86,06% dibandingkan tahun 2022 yang
tercatat sebesar Rp1,94 miliar. Penurunan laba sebelum pajak disebabkan
oleh peningkatan beban usaha Perseroan.
• Laba bersih Perseroan tahun 2019 sampai dengan tahun 2023 mengalami
kenaikan dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual
Growth Rate/CAGR) sebesar 33,11% per tahun. Pada tahun 2023 Perseroan
mencatatkan profitabilitas segmen usaha jasa sarana produksi budidaya
dan penjualan ikan yang ditunjukkan dari laba bersih sebesar Rp227,29
juta. Pencapaian tersebut tercatat lebih rendah 85,98% dari capaian tahun
2022 yang sebesar Rp1,62 miliar. Penurunan ini disebabkan oleh penurunan
profitabilitas dari pendapatan usaha.
2.7.3 Analisis Arus Kas
Perkembangan arus kas Perseroan dapat dilihat pada grafik berikut :
Tabel 2.6. Arus Kas Perseroan (Dalam Ribuan Rupiah)
Keterangan 2021 2022 2023
Arus Kas dari Aktivitas Operasi 3.955.181 1.389.267 -1.000.735
Arus Kas dari Aktivitas Investasi -1.811.250 -38.675 -1.703.900
Arus Kas dari Aktivitas
-1.768.549 20.826.875 -
Pendanaan
Kenaikan (Penurunan) Kas dan
375.382 22.177.467 -2.704.635
Setara Kas
Kas dan Setara Kas Awal Tahun 2.684.363 3.059.744 25.237.212
Kas dan Setara Kas Akhir Tahun 3.059.744 25.237.212 22.532.577
Sumber : Laporan Keuangan Perseroan (diolah)
Bab II - Gambaran Umum 9
Page 42
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Agung Menjangan Mas Tbk
• Jumlah kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi pada periode 31
Desember 2023 sebesar negatif Rp1,00 miliar. Arus kas masuk diperoleh
dari penerimaan kas dari pelanggan. Sementara dari arus kas keluar
digunakan untuk pembayaran kas kepada pemasok, gaji karyawan, dan
pendapatan operasional lainnya.
• Jumlah kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi pada periode 31
Desember 2023 sebesar negatif Rp1,70 miliar. Tidak terdapat arus kas
masuk. Sedangkan arus kas keluar digunakan untuk uang muka pembuatan
keramba kerapu.
• Pada periode 31 Desember 2023 tidak terdapat jumlah kas bersih yang
diperoleh dari aktivitas pendanaan.
• Jumlah kas dan setara kas akhir tahun Perseroan pada pada periode 31
Desember 2023 sebesar Rp22,53 miliar. lebih rendah 10,71%
dibandingkan posisi awal tahun yang tercatat sebesar Rp25,23 miliar.
2.7.4 Analisis Rasio Keuangan
Perkembangan rasio keuangan Perseroan tahun 2019 sampai dengan 2023
dapat dilihat pada grafik berikut :
Tabel 2.7. Rasio Keuangan Perseroan
Rasio Likuiditas 2019A 2020A 2021A 2022A 2023A
Rasio Lancar 0,95 2,88 5,68 19,73 15,73
Rasio Cepat 0,95 2,88 5,68 19,73 15,73
Rasio Kas 0,11 2,41 4,67 17,42 11,61
Rasio Aktivitas 2019A 2020A 2021A 2022A 2023A
Rasio Perputaran Piutang Usaha 165 75 31 117 135
Rasio Perputaran Persediaan - - - - -
Rasio Perputaran Utang Usaha 2.453 2 17 3 11
Rasio Leverage 2019A 2020A 2021A 2022A 2023A
Rasio Liabilitas terhadap Aset 78,59% 19,25% 2,42% 2,85% 3,65%
Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas 367,15% 23,84% 2,48% 2,93% 3,79%
Rasio Profitabilitas 2019A 2020A 2021A 2022A 2023A
Margin Laba Bruto 91,94% 50,82% 56,43% 49,50% 30,58%
Margin Laba (Rugi) Usaha -4,20% -15,66% 14,34% 19,45% 2,63%
Margin Laba (Rugi) Bersih -4,20% -15,66% 12,01% 16,24% 2,20%
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Aset -0,42% -0,72% 1,44% 2,30% 0,32%
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Ekuitas -1,98% -0,90% 1,47% 2,36% 0,33%
Berdasarkan rasio keuangan diatas, kondisi Perseroan per 31 Desember 2023
adalah sebagai berikut :
• Rasio Likuiditas menunjukkan kemampuan suatu perusahaan untuk memenuhi
liabilitas keuangannya yang harus segera dipenuhi atau kemampuan
perusahaan untuk memenuhi liabilitas keuangan dalam jangka pendek (pada
saat ditagih). Current Ratio (rasio lancar) Perseroan tahun 2023 adalah 15,73
kali, hal ini menunjukkan Perseroan mampu memenuhi liabilitas keuangan
dalam jangka pendek. Quick Ratio (rasio cepat) Perseroan adalah 15,73 kali
Bab II - Gambaran Umum 10
Page 43
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Agung Menjangan Mas Tbk
tahun 2023, hal ini menunjukkan Perseroan mampu dalam menggunakan aset
lancar tanpa persediaan untuk menutupi utang jangka pendeknya.
• Rasio Aktivitas digunakan untuk mengukur efisiensi penggunaan dana yang
tertanam pada aset serta untuk melihat seberapa besar optimalisasi
Perseroan dalam menggunakan asetnya untuk memperoleh pendapatan dan
laba usaha. Rasio perputaran piutang usaha Perseroan pada 31 Desember
2023 sebesar 135 hari, dan rasio perputaran utang usaha 11 hari.
• Rasio Solvabilitas atau leverage menunjukkan kemampuan suatu perusahaan
untuk memenuhi seluruh liabilitasnya baik jangka pendek maupun jangka
panjang. Nilai solvabilitas Perseroan pada tahun 2023 cenderung stabil jika
dibandingkan tahun sebelumnya, dilihat dari Debt to Total Equity Ratio, yang
masih baik yaitu sebesar 3,79%. Sementara pada Debt to Asset Ratio
Perseroan pada tahun 2023 yaitu sebesar 3,65% yang menunjukkan
hutang/kewajiban perusahaan lebih kecil daripada seluruh aset yang
dimilikinya, sehingga dalam kondisi yang tidak diinginkan (misalnya pailit),
perusahaan dapat melunasi seluruh hutang/kewajibannya.
• Rasio Profitabilitas menunjukkan kemampuan Perseroan dalam menghasilkan
laba selama periode tertentu. Profitabilitas suatu perusahaan diukur dengan
keberhasilan menggunakan asetnya secara produktif, dengan demikian
profitabilitas suatu perusahaan juga dapat diketahui dengan
memperbandingkan antara laba yang diperoleh setelah pajak dengan
jumlah aset atau modal pada suatu periode tertentu, yaitu Rate of Return on
Equity (ROE) tahun 2023 sebesar 0,33%. Rate of Return on Asset (ROA) yang
membandingkan antara laba setelah pajak dengan total aset sebesar 0,32%
pada tahun 2023. Sedangkan Net Profit Margin pada tahun 2023 sebesar
2,20%. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan mampu memaksimalkan
modal dan memberikan tingkat pengembalian yang cukup untuk investor atau
pemegang saham.
2.7.5 Prospek Kinerja Perseroan
Dengan terjadinya pemulihan ekonomi nasional, maka industri kelautan dan
perikanan juga mengalami pemulihan dimana masyarakat akan meningkatkan
tingkat konsuminya. Ditambah lagi Menteri Kelautan dan Perikanan mengatakan
bahwa ditahun 2021, sudah melakukan investasi sebesar Rp6,02 Triliun, dimana
30% dana tersebut digunakan untuk perkembangan budidaya perikanan dan
27% untuk penangkapan ikan. Indonesia memiliki potensi yang sangat luas
dalam industry budidaya perikanan, Langkah-langkah yang sedang disiapkan
oleh KKP diharapkan dapat mempromosikan peluang investasi perikanan di
Indonesia. Potensi investasi kelautan dan perikanan di Indonesia sangatlah besar
merujuk pada tingginya minat pasar global atas produk perikanan,
ketersediaan lahan untuk budidaya dan kekayaan sumber daya ikan, hingga
invoasi-inovasi tekonologi yang mendukung kegiatan industri perikanan tersebut.
Bab II - Gambaran Umum 11
Page 44
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Agung Menjangan Mas Tbk
Aset lain yang dimiliki Perseroan adalah tanah seluas 50.000 m2 (5 Ha) di Bali,
Perseroan memiliki strategi untuk menggunakan lahan ini untuk mendiversifikasi
pendapatan Perseroan dengan menyewakan lahan tersebut kepada pengusaha
budaya udang dimana Perseroan akan secara eksklusif menjadi penyedia jasa
penunjang budidaya ikan air payau (udang) di tambak tersebut. Perseroan
tidak menutup kemungkinan untuk menjadikan lahan tersebut sebagai tambak
yang dikelola secara pribadi oleh Perseroan sehingga Perseroan menjadi
pemilik budidaya ikan air payau (udang) secara pribadi.
Perseroan saat ini tengah memperhatikan kesempatan-kesempatan untuk dapat
menjangkau dan memperluas pasarnya dalam memberikan jasa dan
mendapatkan pendapatan dalam rangka mengembangkan usahanya. Daerah
Bali, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat dinilai menjadi tempat yang
menjanjikan dengan prospek usaha tambak udang yang luas, apalagi Perseroan
selalu mengincar kesempatan yang ada. Perseroan juga memperhatikan
daerah-daerah dil luar daerah tersebut seperti Sumatra dan Sulawesi.
Seperti diketahui, Perseroan merupakan penyedia jasa penunjang budidaya
perikanan dan tambak udang. Perkembangan bisnis tambak udang membuat
kebutuhan pelanggan meningkat dan memunculkan kebutuhan-kebutuhan baru
pada industri tambak udang.
Bab II - Gambaran Umum 12
Page 45
BAB III
TINJAUAN MAKRO
EKONOMI
Page 46
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Agung Menjangan Mas Tbk
BAB III
TINJAUAN MAKRO EKONOMI
3.1 Makro Ekonomi
3.1.1 Ringkasan Kondisi Perekonomian Makro
Pertumbuhan Ekonomi Dunia dan Indonesia
TW I TW II TW III TW IV
Deskripsi 2021 2022
2023 2023 2023 2023
PDB Dunia (%) 6,00 3,50 2,60 2,70 3,00 3,00
PDB Indonesia (%) 3,70 5,31 5,03 5,17 4,94 4,90
Nilai Tukar Rupiah (Rp/US $) 14.320 15.592 15.062 14.881 15.515 15.415
Cadangan Devisa Negara (Rp miliar/US
144,900 137,200 145,200 137,500 134,900 146,400
$)
Inflasi 1,87 5,51 4,97 3,52 2,28 2,61
BI Rate (Reverse Repo Rate) (%) 3,50 5,75 5,75 5,75 6,00 6,00
Sumber : Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia
• Pertumbuhan ekonomi dunia melambat dengan ketidakpastian pasar
keuangan yang mereda. Pertumbuhan ekonomi global 2023 diprakirakan
tetap sebesar 3,0%. Pertumbuhan ekonomi tersebut didukung oleh konsumsi
rumah tangga dan investasi. Penurunan inflasi di negara maju, termasuk
AS, berlanjut, meski masih berada di atas sasaran, sementara inflasi
Tiongkok menurun dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi yang melambat.
• Pertumbuhan ekonomi 2023 diprakirakan dalam kisaran 4,5-5,3%,
didorong oleh konsumsi dan investasi sejalan dengan akselerasi belanja
Pemerintah pada akhir tahun dan percepatan penyelesaian beberapa
Proyek Strategis Nasional (PSN). Pada 2024, pertumbuhan ekonomi
diprakirakan meningkat dalam kisaran 4,7-5,5% didukung oleh
permintaan domestik utamanya berlanjutnya pertumbuhan konsumsi,
termasuk dampak positif penyelenggaraan pemilu, serta peningkatan
investasi khususnya bangunan sejalan dengan berlanjutnya pembangunan
PSN termasuk Ibu Kota Nusantara (IKN).
• Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) 2023 diprakirakan mencatat surplus
sehingga mendukung ketahanan eksternal. Surplus neraca perdagangan
berlanjut pada Desember 2023 yang tercatat 3,3 miliar dolar AS
dipengaruhi oleh kinerja ekspor komoditas utama Indonesia yang tetap
kuat, seperti batu bara serta besi dan baja. Perkembangan ini mendukung
transaksi berjalan 2023 tetap sehat dan diprakirakan dalam kisaran
surplus 0,4% sampai dengan defisit 0,4% dari PDB.
• Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Desember 2023 tercatat
meningkat menjadi 146,4 miliar dolar AS, setara dengan pembiayaan 6,7
bulan impor atau 6,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri
pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar
3 bulan impor.
Bab III - Tinjauan Makro Ekonomi 1
Page 47
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Agung Menjangan Mas Tbk
• Nilai tukar Rupiah hingga 16 Januari 2024 relatif stabil, hanya melemah
1,24% dari akhir Desember 2023, dengan kebijakan stabilisasi Bank
Indonesia dan kembali masuknya aliran portofolio asing, sejalan dengan
tetap menariknya imbal hasil aset keuangan domestik dan tetap positifnya
prospek ekonomi Indonesia.
• Inflasi IHK Desember 2023 tercatat sebesar 2,61% (yoy) menurun dari
tahun sebelumnya sebesar 5,51% (yoy) sehingga berada dalam kisaran
3,0±1%. Penurunan inflasi dipengaruhi oleh terjaganya berbagai
komponen inflasi sebagai hasil nyata konsistensi kebijakan moneter Bank
Indonesia yang pro-stability serta sinergi erat kebijakan Bank Indonesia
dengan Pemerintah Pusat dan Daerah. (Sumber : Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia
Triwulan IV 2023 dan diolah)
3.1.2 Pertumbuhan Ekonomi Global
Pertumbuhan ekonomi dunia melambat dengan ketidakpastian pasar
keuangan yang mereda. Ekonomi global diprakirakan tumbuh sebesar 3,0%
pada 2023 dan melambat menjadi 2,8% pada 2024. Ekonomi Amerika
Serikat (AS) dan India tetap kuat didukung konsumsi rumah tangga dan
investasi. Sementara itu, ekonomi Tiongkok melambat seiring dengan tetap
lemahnya konsumsi rumah tangga dan investasi sebagai dampak lanjutan
dari pelemahan kinerja sektor properti, serta terbatasnya stimulus fiskal.
Penurunan inflasi di negara maju, termasuk AS, berlanjut, meski masih berada
di atas sasaran, sementara inflasi Tiongkok menurun dipengaruhi oleh
pertumbuhan ekonomi yang melambat. Siklus kenaikan suku bunga kebijakan
moneter negara maju, termasuk Fed Funds Rate (FFR), diprakirakan telah
berakhir meskipun masih bertahan tinggi pada semester I 2024, dengan
kemungkinan akan mulai menurun pada semester II 2024. Yield obligasi
Pemerintah negara maju, termasuk US Treasury, menurun secara gradual tapi
masih berada di level tinggi sejalan dengan premi risiko jangka panjang
(term-premia) terkait besarnya pembiayaan fiskal dan utang pemerintah AS.
Tekanan penguatan nilai tukar dolar AS terhadap berbagai mata uang dunia
juga berkurang. Perkembangan tersebut mendorong berlanjutnya aliran
masuk modal asing dan mengurangi tekanan pelemahan nilai tukar di
emerging market, termasuk Indonesia. Ke depan, beberapa risiko global
tetap perlu dicermati karena dapat memengaruhi ketidakpastian
perekonomian dunia, seperti berlanjutnya ketegangan geopolitik, pelemahan
ekonomi di sejumlah negara utama, termasuk Tiongkok, serta kepastian waktu
dan besarnya penurunan suku bunga moneter negara maju, khususnya FFR.
Bab III - Tinjauan Makro Ekonomi 2
Page 48
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Agung Menjangan Mas Tbk
Pertumbuhan PDB Dunia
3.1.3 Pertumbuhan Ekonomi Domestik
Pemulihan ekonomi Indonesia terus berlanjut ditopang oleh permintaan
domestik. Pertumbuhan ekonomi 2023 diprakirakan dalam kisaran 4,5-5,3%,
didorong oleh konsumsi dan investasi sejalan dengan akselerasi belanja
Pemerintah pada akhir tahun dan percepatan penyelesaian beberapa
Proyek Strategis Nasional (PSN). Pada 2024, pertumbuhan ekonomi
diprakirakan meningkat dalam kisaran 4,7-5,5% didukung oleh permintaan
domestik utamanya berlanjutnya pertumbuhan konsumsi, termasuk dampak
positif penyelenggaraan pemilu, serta peningkatan investasi khususnya
bangunan sejalan dengan berlanjutnya pembangunan PSN termasuk Ibu Kota
Nusantara (IKN). Sementara itu, kinerja ekspor diprakirakan belum kuat
sebagai dampak perlambatan ekonomi global dan penurunan harga
komoditas. Berdasarkan Lapangan Usaha (LU), prospek LU Industri
Pengolahan, Perdagangan Besar dan Eceran, Informasi dan Komunikasi,
Konstruksi, serta Transportasi dan Pergudangan diprakirakan tetap tumbuh
baik. Sementara secara spasial, pertumbuhan yang baik diprakirakan terjadi
di seluruh wilayah, terutama Sulawesi-Maluku-Papua (Sulampua) sejalan
dengan dampak positif hilirisasi mineral, serta Jawa akibat permintaan
domestik yang masih kuat. Ke depan, Bank Indonesia akan terus memperkuat
sinergi stimulus fiskal Pemerintah dengan stimulus makroprudensial Bank
Indonesia untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya dari sisi
permintaan domestik.
Pertumbuhan ekonomi di seluruh wilayah diprakirakan tetap terjaga pada
triwulan IV 2023 ditopang permintaan domestik, di tengah tekanan global.
Kondisi tersebut tecermin dari sejumlah indikator dini ekonomi daerah yang
tetap terjaga. Keyakinan konsumen masih berada pada level optimis di
seluruh wilayah. Ekspektasi penghasilan ke depan meningkat di sebagian
besar wilayah sejalan dengan perbaikan penjualan ritel yang ditopang oleh
Jawa, Kalimantan, dan Balinusra. Konsumsi yang meningkat di mayoritas
wilayah didukung oleh peningkatan mobilitas seiring berbagai event akhir
Bab III - Tinjauan Makro Ekonomi 3
Page 49
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Agung Menjangan Mas Tbk
tahun, libur natal dan tahun baru (Nataru), serta belanja terkait Pemilu.
Sementara itu, kinerja investasi daerah diprakirakan tetap kuat, khususnya
ditopang investasi bangunan. Perkembangan tersebut tecermin dari
peningkatan indikator penjualan semen di seluruh wilayah, terutama Jawa,
sejalan berlanjutnya penyelesaian Proyek Strategis Nasional (PSN). Namun
demikian, terdapat sejumlah proyek PSN yang ditunda ke tahun 2024.
Investasi nonbangunan diprakirakan tetap kuat didukung proyek Pemerintah
dan Swasta. Hal ini juga sejalan dengan masih berlanjutnya investasi hilirisasi
nikel di Sulampua, terutama di Sulawesi Tengah. Di sisi lain, perlambatan
permintaan global memengaruhi kinerja ekspor nonmigas khususnya di
Sumatera.
Di sisi Lapangan Usaha (LU), proses perbaikan LU utama pada triwulan IV
2023 diprakirakan berlanjut di berbagai wilayah. Prospek ekonomi tersebut
terutama ditopang oleh perbaikan LU Pertanian dan LU Konstruksi, sementara
LU lainnya tetap terjaga. Kinerja LU Pertanian ditopang oleh subLU
perkebunan di Sumatera yang tetap kuat, khususnya Tandan Buah Segar
(TBS) kelapa sawit dan produksi padi di daerah sentra wilayah Sumatera
dan Jawa. Di sisi lain, kinerja produksi padi di Kalimantan, Sulampua, dan
Balinusra tertahan akibat kendala irigasi di beberapa wilayah karena
dampak lanjutan El-Nino. Kinerja LU Konstruksi pada triwulan IV 2023 juga
diprakirakan meningkat di berbagai wilayah sejalan dengan berlanjutnya
proyek pemerintah dan swasta. Hal ini juga terkonfirmasi dari penjualan
impor barang konstruksi yang membaik di seluruh wilayah. Peningkatan
kinerja LU Konstruksi terutama terjadi di Balinusra dan Sulampua. Kinerja LU
Perdagangan juga tetap kuat, didukung penyelenggaraan berbagai event
menjelang akhir tahun di hampir seluruh wilayah. Adapun LU Penyediaan
Akomodasi dan Makan Minum (Akmamin) tertahan seiring normalisasi
kunjungan wisatawan.
3.1.3.1 Inflasi
Inflasi IHK Desember 2023 tercatat sebesar 2,61% (yoy) menurun dari tahun
sebelumnya sebesar 5,51% (yoy) sehingga berada dalam kisaran 3,0±1%.
Penurunan inflasi dipengaruhi oleh terjaganya berbagai komponen inflasi
sebagai hasil nyata konsistensi kebijakan moneter Bank Indonesia yang pro-
stability serta sinergi erat kebijakan Bank Indonesia dengan Pemerintah Pusat
dan Daerah. Inflasi inti 2023 terjaga rendah sebesar 1,80% (yoy)
dipengaruhi oleh imported inflation yang rendah, ekspektasi inflasi yang
terjangkar dalam sasaran, dan kapasitas perekonomian yang masih besar
dan dapat merespons permintaan domestik. Inflasi volatile food juga
terkendali sebesar 6,73% (yoy) didukung oleh eratnya sinergi pengendalian
inflasi antara Bank Indonesia dengan TPIP dan TPID melalui penguatan GNPIP
di berbagai daerah dalam mengendalikan harga pangan, termasuk dari
dampak El Nino. Inflasi kelompok administered prices tercatat sebesar 1,72%
(yoy), sejalan minimalnya kebijakan penyesuaian harga komoditas yang
Bab III - Tinjauan Makro Ekonomi 4
Page 50
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Agung Menjangan Mas Tbk
diatur oleh Pemerintah. Ke depan, Bank Indonesia terus memperkuat
kebijakan moneter yang pro-stability dan mempererat sinergi kebijakan
dengan Pemerintah guna memastikan inflasi 2024 berada dalam kisaran
2,5±1%.
Tingkat Inflasi Indonesia y-to-y (2018 - 2023)
Bulan 2018 2019 2020 2021 2022 2023
Januari 3,40 3,25 2,82 1,55 2,18 5,28
Februari 3,83 3,18 2,57 1,38 2,06 5,47
Maret 3,61 3,40 2,48 1,37 2,64 4,97
April 4,17 3,41 2,83 1,42 3,47 4,33
Mei 4,33 3,23 3,32 1,68 3,55 4,00
Juni 4,37 3,12 3,28 1,33 4,35 3,52
Juli 3,88 3,18 3,32 1,52 4,94 3,08
Agustus 3,82 3,20 3,49 1,59 4,69 3,27
September 3,72 2,88 3,39 1,60 5,95 2,28
Oktober 3,56 3,16 3,13 1,66 5,71 2,56
Nopember 3,30 3,23 3,00 1,75 5,42 2,86
Desember 3,61 3,13 2,72 1,87 5,51 2,61
Sumber : Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia (diolah)
3.1.3.2 Nilai Tukar Rupiah
Nilai tukar Rupiah hingga 16 Januari 2024 relatif stabil, hanya melemah
1,24% dari akhir Desember 2023, dengan kebijakan stabilisasi Bank
Indonesia dan kembali masuknya aliran portofolio asing, sejalan dengan
tetap menariknya imbal hasil aset keuangan domestik dan tetap positifnya
prospek ekonomi Indonesia. Perkembangan nilai tukar Rupiah tersebut relatif
lebih baik dibandingkan dengan mata uang regional lainnya, seperti Ringgit
Malaysia, Baht Thailand, dan Won Korea Selatan yang masing-masing
tercatat melemah sebesar 1,95%, 2,82%, dan 3,24%. Ke depan, nilai tukar
Rupiah akan tetap stabil dengan kecenderungan menguat didukung oleh
meredanya ketidakpastian global, kecenderungan penurunan yield obligasi
negara maju, dan menurunnya tekanan penguatan dolar AS. Positifnya
perkembangan nilai tukar Rupiah ke depan didukung oleh kebijakan
stabilisasi Bank Indonesia serta penguatan strategi operasi moneter pro-
market melalui optimalisasi instrumen SRBI, SVBI, dan SUVBI dalam rangka
menarik aliran masuk portofolio asing dan pendalaman pasar uang.
Koordinasi erat Bank Indonesia dengan Pemerintah, perbankan, dan dunia
usaha terus diperkuat untuk mendukung implementasi instrumen penempatan
valas Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) sejalan dengan
PP Nomor 36 Tahun 2023.
Bab III - Tinjauan Makro Ekonomi 5
Page 51
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Agung Menjangan Mas Tbk
3.1.3.3 Suku Bunga
Suku bunga pasar uang (IndONIA) bergerak dalam kisaran BI-Rate sebesar
5,81% pada 16 Januari 2024. Suku bunga SRBI tercatat menarik pada level
6,68%, 6,78% dan 6,87% masing-masing untuk tenor 6, 9, dan 12 bulan
pada 15 Januari 2024 sehingga mendukung efektivitas SRBI sebagai
instrumen moneter yang pro-market. Sementara itu, suku bunga perbankan
tetap rendah dipengaruhi oleh likuiditas perbankan yang memadai serta
kebijakan transparansi SBDK yang meningkatkan efisiensi suku bunga
perbankan. Dengan kaitan ini, suku bunga deposito 1 bulan dan suku bunga
kredit pada Desember 2023 tercatat rendah masing-masing sebesar 4,69%
dan 9,25%. Imbal hasil SBN tenor 2 dan 10 tahun menurun seiring dengan
ketidakpastian yang mereda.
Pertumbuhan kredit pada 2023 mencapai 10,38% (yoy), berada dalam
kisaran atas prakiraan Bank Indonesia 9-11%. Dari sisi permintaan,
peningkatan kredit tersebut sejalan dengan kinerja positif korporasi dan
rumah tangga. Dari sisi penawaran, peningkatan kredit didorong oleh risk
appetite perbankan dan kapasitas likuiditas perbankan yang terjaga baik,
termasuk dampak positif dari kebijakan likuiditas Bank Indonesia seperti KLM
dan Penyangga Likuiditas Makroprudensial (PLM). Berdasarkan kelompok
penggunaan, pertumbuhan kredit terutama ditopang oleh kredit investasi dan
kredit modal kerja, masing-masing sebesar 12,26% dan 10,05%. Sementara
secara sektoral, pertumbuhan kredit terutama ditopang oleh kinerja sektor
Pengangkutan, Jasa Sosial, Perdagangan, dan Listrik, Gas, Air. Pembiayaan
syariah pada Desember 2023 juga tumbuh sebesar 15,80% (yoy), sementara
pertumbuhan kredit UMKM mencapai 8,03% (yoy). Ke depan, pertumbuhan
kredit diprakirakan meningkat dalam kisaran 10-12% pada 2024, sejalan
dengan tetap kuatnya pertumbuhan ekonomi domestik.
Rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) tercatat pada level
yang tinggi sebesar 27,86% pada November 2023. Likuiditas perbankan
tetap memadai, tercermin dari rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga
(AL/DPK) pada Desember 2023 yang terjaga tinggi pada 28,73%.
Terjaganya likuiditas perbankan sejalan dengan masih tingginya
penempatan perbankan pada surat berharga yang tergolong likuid dan
implementasi KLM. Kapasitas likuiditas perbankan (lending capacity) juga
didukung oleh penguatan strategi operasi moneter yang pro-market melalui
antara lain perdagangan SRBI di pasar sekunder, yang memberikan
fleksibilitas bank dalam mengelola likuiditas. Sementara itu, rasio kredit
bermasalah perbankan (Non-Performing Loan/NPL) tercatat rendah, sebesar
2,19% (bruto) dan 0,75% (neto).
Pada tahun 2023, nilai transaksi digital banking tercatat Rp58.478,24 triliun
atau tumbuh sebesar 13,48% (yoy) dan diproyeksikan meningkat 9,11%
(yoy) hingga mencapai Rp63.803,77 triliun pada tahun 2024. Sementara
nilai transaksi Uang Elektronik (UE) meningkat 43,45% (yoy) sehingga
Bab III - Tinjauan Makro Ekonomi 6
Page 52
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Agung Menjangan Mas Tbk
mencapai Rp835,84 triliun dan diproyeksikan meningkat 25,77% (yoy)
hingga mencapai Rp1.051,24 triliun pada tahun 2024. Nominal transaksi
QRIS tercatat tumbuh 130,01% (yoy) dan mencapai Rp229,96 triliun, dengan
jumlah pengguna 45,78 juta dan jumlah merchant 30,41 juta yang sebagian
besar merupakan UMKM. Sementara itu, nilai transaksi pembayaran
menggunakan kartu ATM, kartu debit, dan kartu kredit mencapai Rp8.178,69
triliun atau turun sebesar 0,81% (yoy). Dari sisi pengelolaan uang Rupiah,
jumlah Uang Kartal Yang Diedarkan (UYD) pada Desember 2023 meningkat
7,33% (yoy) sehingga menjadi Rp1.101,75 triliun.
Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 16-17 Januari 2024
memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate sebesar 6,00%, suku bunga
Deposit Facility sebesar 5,25%, dan suku bunga Lending Facility sebesar
6,75%. Keputusan mempertahankan BI-Rate pada level 6,00% tetap
konsisten dengan fokus kebijakan moneter yang pro-stability, yaitu untuk
penguatan stabilisasi nilai tukar Rupiah serta langkah pre-emptive dan
forward looking untuk memastikan inflasi tetap terkendali dalam sasaran
2,5±1% pada 2024. Sementara itu, kebijakan makroprudensial dan sistem
pembayaran tetap pro-growth untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang
berkelanjutan. Kebijakan makroprudensial longgar terus ditempuh untuk
mendorong kredit/pembiayaan perbankan kepada dunia usaha dan rumah
tangga. Akselerasi digitalisasi sistem pembayaran, termasuk digitalisasi
transaksi keuangan Pemerintah Pusat dan Daerah juga terus didorong untuk
meningkatkan volume transaksi dan memperluas inklusi ekonomi-keuangan
digital.
3.1.4 Prospek Perekonomian Indonesia 2024
Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada 2024 diperkirakan
tetap stabil didukung oleh potensi meningkatnya belanja kampanye
menjelang pemilihan umum presiden dan wakil presiden (pilpres) di Februari
dan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak November. Pesta demokrasi
diharapkan dapat membantu memulihkan daya beli masyarakat, khususnya
masyarakat bawah, melalui pencairan subsidi sosial yang lebih masif.
Dari sisi inflasi, berlalunya dampak kenaikan harga bahan bakar minyak
(BBM) bersubsidi dan sinergi pengendalian inflasi yang baik antara Bank
Indonesia dan pemerintah baik pusat maupun daerah akan membuat inflasi
tetap terkendali dan rendah. Di sisi lain, ia menuturkan beberapa faktor risiko
yang perlu dicermati bagi perekonomian yakni arah kebijakan suku bunga
acuan global, meningkatnya tensi risiko geopolitik, serta daya beli
masyarakat segmen bawah dan menengah ke bawah.
Prediksi tersebut lebih rendah dibandingkan prognosa pertumbuhan ekonomi
2023 sebesar 5,01 persen. Pada 2024, pertumbuhan ekonomi diperkirakan
akan dipengaruhi oleh permintaan domestik, terutama kenaikan gaji aparatur
Bab III - Tinjauan Makro Ekonomi 7
Page 53
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Agung Menjangan Mas Tbk
sipil negara (ASN), penyelenggaraan pemilu, dan pembangunan Ibu Kota
Nusantara (IKN).
Sementara itu, inflasi diperkirakan sebesar 3,2 persen pada tahun depan,
lebih tinggi dari prognosa 2023 yang sebesar 2,84 persen. Peningkatan
pada proyeksi tersebut mempertimbangkan permintaan yang masih baik dan
dampak dari nilai tukar rupiah yang lebih lemah.
3.2 Produk Domestik Bruto Perikanan Indonesia
Capaian PDB Perikanan triwulan IV-2022 atas harga konstan (ADHK) adalah
sebesar Rp. 72,9 triliun dan atas harga berlaku (ADHB) adalah sebesar 135,8
triliun seperti terdapat dalam Gambar 1 dan Gambar 2. Secara kumulatif
(c-to-c) hingga triwulan keempat ini, PDB Perikanan atas dasar harga konstan
telah mencapai nilai sebesar Rp. 275,5 trilliun. Dengan demikian secara
kumulatif pertumbuhan ekonomi Indonesia Triwulan I hingga triwulan IV-2022
mengalami pertumbuhan sebesar 2,79 persen dibandingkan capaian
Triwulan I hingga triwulan IV-2021 (Rp. 267,9 trilliun). Pada triwulan IV-2022
PDB Indonesia atas harga berlaku adalah sebesar 135,8 triliun, sehingga
sektor perikanan dengan PDB atas harga berlaku secara kumulatif pada
triwulan I hingga triwulan IV-2022 505,06 triliun dan berkontribusi (share)
pada ekonomi Indonesia sebesar 2,58 persen.
Gambar 3.1 Pertumbuhan PDRB Perikanan Tahun 2022
Sumber : KKP 2022
Jika dibandingkan dengan capaian PDB Perikanan pada triwulan III-2022,
maka capaian triwulan IV-2022 ini bernilai 4,61 persen (q-to-q).
Pertumbuhan ekonomi secara q-to-q yang tumbuh menunjukkan pola musiman.
Secara y-on-y capaian PDB Perikanan triwulan IV-2022 mengalami
peningkatan sebesar 2,62 persen lebih tinggi dibandingkan PDB Perikanan
Bab III - Tinjauan Makro Ekonomi 8
Page 54
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Agung Menjangan Mas Tbk
triwulan IV-2022. Hal Ini menunjukkan pertumbuhan ekonomi perikanan
secara y-on-y pada triwulan IV-2022 semakin kuat dan menuju ke arah
pemulihan. Pertumbuhan sektor perikanan 2,62 persen salah satunya
didorong oleh peningkatan produksi perikanan tangkap dan budidaya pada
triwulan IV-2022.
Gambar 3.2 Pertumbuhan Ekonomi Perikanan Triwulan IV 2022
Sumber : KKP 2022
Arah pergerakan perekonomian sektor perikanan sepanjang 2022 ini
menunjukkan kenaikan. Capaian PDB Perikanan pada triwulan keempat
mengalami pertumbuhan y-on-y yang positif. Pergerakan perekonomian
sektor perikanan yang optimistis tersebut dicapai karena KKP dapat
memastikan tidak terjadi gangguan terhadap ketersediaan Ikan di Pasar
dengan cara menjaga lancarnya aliran pasokan dari Nelayan dan
Pembudidaya ke Pasar eceran, serta terjadi peningkatan ekspor perikanan.
Bab III - Tinjauan Makro Ekonomi 9
Page 55
BAB IV ASPEK PASAR
Page 56
Studi Kelayakan Pernambahan Kegiatan Usaha – PT Agung Menjangan Mas Tbk
BAB IV
ASPEK PASAR
4.1 Perkembangan Industri Perikanan di Indonesia
Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia memiliki laut yang
luasnya sekitar 5,8 juta km² dan menurut World Resources Institute tahun 1998
memilki garis pantai sepanjang 91.181 km yang di dalamnya terkandung
sumber daya perikanan dan kelautan yang mempunyai potensi besar untuk
dijadikan tumpuan pembangunan ekonomi berbasis sumber daya alam.
Sedangkan pada kenyataannya saat ini Indonesia masih belum mengoptimalkan
pemanfaatan dan pengelolaan sumber daya alamnya.
Berdasarkan laporan FAO Year Book 2009, saat ini Indonesia telah menjadi
negara produsen perikanan dunia, di samping China, Peru, USA dan beberapa
negara kelautan lainnya. Produksi perikanan tangkap Indonesia berada pada
peringkat ke-3 dunia, dengan tingkat produksi perikanan tangkap mengalami
kenaikan rata-rata produksi sebesar 1,54%. Secara umum, tren perikanan
tangkap dunia mulai menurun seiring dengan peningkatan kegiatan perikanan
tangkap dan terbatasnya daya dukung sumber daya perikanan dunia.
Disamping itu, Indonesia juga merupakan produsen perikanan budidaya dunia.
Posisi produksi perikanan budidaya Indonesia di dunia berada pada urutan ke-
4 dengan kenaikan rata-rata produksi pertahun mencapai 8,79%. Secara
umum, tren perikanan budidaya dunia terus mengalami kenaikan, sehingga
masa depan perikanan dunia akan terfokus pada pengembangan budidaya
perikanan.
Potensi lestari sumberdaya ikan laut Indonesia diperkirakan sebesar 6,4 juta ton
per tahun yang tersebar di perairan wilayah Indonesia dan perairan ZEEI (Zona
Ekonomi Eksklusif Indonesia), yang terbagi dalam sembilan wilayah perairan
utama Indonesia. Dari seluruh potensi sumberdaya ikan tersebut, jumlah
tangkapan yang diperbolehkan (JTB) sebesar 5,12 juta ton per tahun atau
sekitar 80 persen dari potensi lestari, dan sudah dimanfaatkan sebesar 4,7 juta
ton atau 91.8% dari JTB. Sedangkan dari sisi diversivitas, dari sekitar 28.400
jenis ikan yang ada di dunia, yang ditemukan di perairan Indonesia lebih dari
25.000 jenis.
Di samping itu terdapat potensi pengembangan untuk perikanan tangkap di
perairan umum seluas 54 juta ha dengan potensi produksi 0,9 juta ton/tahun,
budidaya laut terdiri dari budidaya ikan (antara lain kakap, kerapu, dan
gobia), budidaya moluska (kerang‐kerangan, mutiara, dan teripang), dan
budidaya rumput laut,budidaya air payau (tambak) yang potensi lahan
pengembangannya mencapai sekitar 913.000 Ha, budidaya air tawar terdiri
dari perairan umum (danau, waduk, sungai, dan rawa), kolam air tawar, dan
mina padi di sawah, serta bioteknologi kelautan untuk pengembangan industri
Bab IV – Aspek Pasar 1
Page 57
Studi Kelayakan Pernambahan Kegiatan Usaha – PT Agung Menjangan Mas Tbk
bioteknologi kelautan seperti industri bahan baku untuk makanan, industri bahan
pakan alami, benih ikan dan udang, industri bahan pangan.
Peluang pengembangan usaha kelautan dan perikanan Indonesia masih memiliki
prospek yang baik. Potensi ekonomi sumber daya kelautan dan perikanan yang
berada di bawah lingkup tugas KKP dan dapat dimanfaatkan untuk mendorong
pemulihan ekonomi diperkirakan sebesar US$ 82 miliar per tahun. Potensi
tersebut meliputi Potensi Perikanan tangkap sebesar US$ 15,1 miliar per tahun,
potensi budidaya laut sebesar US$ 46,7 miliar per tahun, potensi perairan umum
sebesar US$ 1,1 miliar per tahun, potensi budidaya tambak sebesar US$ 10
miliar per tahun, potensi budidaya air tawar sebesar US$ 5,2 miliar per tahun,
dan potensi bioteknologi kelautan sebesar US$ 4 miliar per tahun. Pemerintah
Indonesia sendiri menargetkan sektor perikanan melalui Renstra (Rencana
Strategis) Pembangunan Kelautan dan Perikanan. Kontribusi sektor perikanan
terhadap produk domestik bruto (PDB) pada diharapkan mencapai 3,0%.
Sasaran lain yang ingin dicapai adalah total produksi perikanan sebanyak
10,76 juta ton, nilai ekspor perikanan US$5 miliar, konsumsi ikan penduduk
30,47 kg/kapita/tahun, dan penyediaan kesempatan kerja kumulatif sebanyak
10,24 juta orang.
Produksi perikanan yang berasal dari kegiatan penangkapan dan budidaya
mencapai 9,05 juta ton. Dari total produksi tersebut perikanan budidaya
menyumbang 47,49%. Laju pertumbuhan produksi perikanan nasional mencapai
10,02% per tahun, dimana pertumbuhan budidaya sebesar 21,93%, lebih
tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan perikanan tangkap yang hanya
sebesar 2,95%. Sedangkan nilai produksi perikanan meningkat 15,61% dari
Rp57,62 triliun menjadi Rp102,78 triliun. Jika dibandingkan pertumbuhan
volume produksi terhadap nilai, maka pertumbuhan nilai lebih tinggi dari pada
pertumbuhan volume. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa secara umum
komoditas perikanan mengalami peningkatan kualitas dan kenaikan harga.
Total volume produksi perikanan triwulan IV-2022 adalah sebesar 6,41 juta ton,
yang terdiri dari produksi perikanan tangkap sebesar 2,02 juta ton dan
perikanan budidaya sebesar 4,39 juta ton. Produksi perikanan triwulan IV-2022
mengalami peningkatan sebesar 15,52 persen dibandingkan dengan angka
tetap produksi perikanan triwulan IV-2021 (y-on-y). Produksi perikanan
tangkap mengalami peningkatan sebesar 7,14 persen dibandingkan dengan
angka tetap triwulan IV-2021 (y-on-y). Produksi perikanan budidaya untuk
komoditas ikan mengalami peningkatan sebesar 39,64 persen dibandingkan
dengan angka tetap triwulan IV-2021 (y-on-y). Produksi perikanan budidaya
untuk komoditas rumput laut mengalami peningkatan sebesar 7,14 persen
dibandingkan dengan angka tetap triwulan IV-2021 (y-on-y). Perikanan
tangkap berkontribusi terhadap pertumbuhan capaian produksi sebesar 7,14
persen, sedangkan perikanan budidaya memberikan kontribusi pertumbuhan
sebesar 19,82 persen. Total nilai produksi perikanan pada triwulan IV-2022
mencapai Rp 133,16 trilyun meningkat 29,89 persen dibandingkan triwulan
yang sama tahun 2021 yaitu sebesar Rp 102,52 trilyun. Total nilai produksi
Bab IV – Aspek Pasar 2
Page 58
Studi Kelayakan Pernambahan Kegiatan Usaha – PT Agung Menjangan Mas Tbk
tersebut disumbangkan dari perikanan tangkap senilai Rp 66,21 trilyun dan
perikanan budidaya Rp 66,96 trilyun.
Berdasarkan komposisi produksi triwulan IV-2022, komoditas ikan dengan
produksi tertinggi pada perikanan budidaya adalah nila sebesar 482,25 ribu
ton yang mengalami peningkatan pertumbuhan sebesar 43,71 persen (y-on-y),
disusul dengan lele sebesar 359 ribu ton yang mengalami peningkatan
pertumbuhan sebesar 32,39 persen. Pada perikanan tangkap, komoditas
dengan produksi tertinggi pada triwulan IV-2022 adalah komoditas tongkol
pada perairan laut sebesar 159,31 ribu ton yang mengalami peningkatan
pertumbuhan sebesar 1,36 persen dan disusul komoditas ikan sebesar 106,19
ribu ton pada perairan darat yang mengalami peningkatan pertumbuhan 21,43
persen.
Produksi perikanan tangkap triwulan IV-2022 dipengaruhi oleh cuaca dan
gelombang tinggi di beberapa daerah di Indonesia pada bulan Desember
tahun 2022 seperti di PP. Belawan, PP. Karangantu, PP. Palabuhanratu, PP. Prigi,
PP. Ternate, dan PP. Sungailiat. Laporan produksi yang didaratkan di pelabuhan
perikanan menunjukkan ada peningkatan produksi di beberapa pelabuhan
perikanan UPT pusat dan beberapa UPT daerah tercatat meningkat 85 persen
(q-toq), UPT pusat mengalami peningkatan sebesar 60 persen (y-on-y) serta
peningkatan sebesar 67 persen (q-to-q). Peningkatan produksi yang signifikan
di Pelabuhan Perikanan UPT Pusat antara lain PP. Kendari, PP. Kwandang, PP.
Bungus, PP. Bitung, dan PP. PP. Bitung, PP. Pekalongan, dan PP. Pemangkat.
Komoditas yang mengalami peningkatan pada triwulan IV tahun 2022 (y-on-y)
adalah Cumi-cumi meningkat 3,88 persen dan Cakalang meningkat 11,33
persen. Komoditas yang mengalami peningkatan pada triwulan IV tahun 2022
(q to q) adalah cumi-cumi meningkat 53,03 persen, udang meningkat 44,99
persen dan Cakalang meningkat 6,21 persen.
Berdasarkan hasil estimasi data produksi perikanan pada setiap triwulan di
tahun 2022 didapatkan estimasi volume produksi perikanan tahun 2022 sebesar
24,85 juta ton yang terdiri dari produksi perikanan tangkap sebesar 7,99 juta
ton dan perikanan budidaya sebesar 16,87 juta ton. Capaian volume produksi
perikanan 2022 mengalami peningkatan sebesar 13,63 persen jika
dibandingkan dengan volume produksi perikanan 2021. Peningkatan volume
produksi ini berasal dari peningkatan volume produksi perikanan tangkap
sebesar 10,56 persen dan peningkatan volume produksi perikanan budidaya
sebesar 15,14 persen.
Volume ekspor produk perikanan Indonesia sampai dengan triwulan IV2022
mengalami peningkatan dibandingkan dengan triwulan sebelumnya. Volume
ekspor produk perikanan pada triwulan IV-2022 mencapai 349,51 ribu ton,
tumbuh sebesar 14,81 persen dibandingkan triwulan III-2022 (q to q) dan
tumbuh sebesar 1,34 persen dibandingkan triwulan IV-2021 (y on y). Nilai
ekspor produk perikanan Indonesia juga mengalami peningkatan. Nilai ekspor
pada triwulan IV-2022 mencapai USD 1,63 Milliar, tumbuh sebesar 5,24 persen
Bab IV – Aspek Pasar 3
Page 59
Studi Kelayakan Pernambahan Kegiatan Usaha – PT Agung Menjangan Mas Tbk
dibandingkan triwulan III-2022 (q to q) dan tumbuh melambat sebesar -2,19
persen dibandingkan triwulan IV-2021 (y on y).
Tabel 4.1 Perkembangan Ekspor Hasil Perikanan Indonesia Triwulan IV 2022
Sumber : Hasil Pengolahan DJPSDKP 2022
4.2 Prospek Usaha Industri Perikanan Budidaya
Peningkatan produksi perikanan budidaya pada triwulan IV-2022
dibandingkan dengan angka tetap triwulan IV-2021 maupun triwulan III-2022
dikarenakan meningkatnya produksi rumput laut di beberapa Provinsi sentra
rumput laut yaitu Provinsi Sulawesi Selatan, Maluku dan Jawa Timur dan selain
provinsi sentra seperti di Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan
Timur yang sudah mulai menggiatkan budidaya rumput laut. Peningkatan
tersebut karena kondisi iklim yang cukup baik dan perbaruan bibit rumput laut
hasil kultur jaringan yang sudah mulai menyebar luas. Selain itu juga dampak
peningkatan harga rumput laut pada akhir semester II2022 menyebabkan
animo pembudidaya untuk membudidayakan rumput laut juga semakin
meningkat. Sedangkan peningkatan produksi ikan air tawar, seiiring dengan
telah berproduksinya bantuan sarana dan prasarana untuk budidaya ikan
antara lain pabrik pakan ikan dan kolam bioflok serta bantuan benih ikan
tawar. Serta peningkatan sentra produksi perikanan budidaya seperti ikan lele
dan nila terutama di Provinsi Jawa Barat, DIY, Jawa Tengah dan Sumatera
Selatan. Saat ini berkembang juga produksi ikan-ikan endemik lokal seperti
gabus, papuyu, toman di wilayah Kalimantan dan sidat yang banyak
dibudidayakan di Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Cilacap.
Indonesia masih terus bekerja keras untuk menyamakan diri dengan negara maju
yang sukses mengembangkan perikanan budi daya dengan modern, mandiri,
dan berkelanjutan. Saat ini, berbagai upaya terus dilakukan untuk bisa
mewujudkan target tersebut. Demi mengejar kesetaraan dengan negara maju,
Pemerintah Indonesia fokus untuk meningkatkan hasil produksi komoditas
unggulan ekspor subsektor perikanan budi daya. Termasuk, dengan menjamin
ketersediaan pakan ikan untuk kebutuhan kegiatan budi daya perikanan.
Menteri Kelautan dan Perikanan tidak mengelak jika Indonesia saat ini masih
belum bisa menyamai kemampuan negara maju dalam mengembangkan
perikanan budi daya. Sebabnya, karena Indonesia belum bisa menerapkan
standar produksi sebaik seperti di sana. Hal lain yang belum bisa dicapai oleh
Indonesia, adalah karena negara-negara maju sudah menerapkan standar
kegiatan budi daya perikanan dengan sangat ketat. Kemudian, mereka juga
Bab IV – Aspek Pasar 4
Page 60
Studi Kelayakan Pernambahan Kegiatan Usaha – PT Agung Menjangan Mas Tbk
sudah sanggup memetakan komoditas perikanan apa yang bisa diproduksi
melalui budi daya.
4.3 Kondisi Pasar Budidaya Ikan Kerapu
4.3.1 Pangsa Pasar
Pasar ekspor kerapu dunia pada umumnya adalah negara China, Hongkong,
Taiwan, Singapura, dan Jepang. Pasar terbesar ikan kerapu adalah Hongkong.
Setiap tahunnya, Hongkong mengimpor ikan kerapu hidup dalam jumlah yang
besar dari mancanegara, seperti Australia, Malaysia, Filipina dan Indonesia
sebesar 30.000 ton. (DKP, 2005). Ukuran kerapu yang paling banyak diminati
di pasar Hongkong adalah ukuran 500- 1.000 gram per ekor (Dish size). Ke
depan marikultur yang merupakan bagian dari perikanan budidaya akan
menjadi produsen utama perikanan yang memberi makan milyaran penduduk
dunia, dan menyediakan ratusan juta lapangan pekerjaan. Perikanan budidaya
terus bertumbuh secara eksponesial sejak 1980-an, sehingga pada 2020
produksinya sudah melampaui perikanan tangkap yang mengalami stagnasi
(level off) (FAO 2020, OECD/FAO 2021). Oleh karena itu perikanan budidaya
paling diharapkan memenuhi kebutuhan protein ikani penduduk dunia yang
pada 2050 dan 2100 diperkirakan akan mencapai masing-masing 9,74 dan
10,68 milyar jiwa (UN 2019). Selain karena pertambahan populasi dunia,
permintaan produk marikultur atau seafood diperkirakan akan terus meningkat
sejalan dengan peningkatan tingkat konsumsi ikan akibat pertumbuhan
perekonomian dan pendapatan masyarakat.
4.3.2 Pesaing Usaha
Berdasarkan pada data peluang ekspor kerapu dunia, produksi akan ikan
kerapu di Indonesia masih kurang, ada beberapa wilayah yang dikenal sebagai
sentra produksi ikan kerapu seperti Belitung, Kepulauan Riau dan Bali. Ketiga
daerah ini menyalurkan produksinya untuk ekspor ke Hongkong, RRT (Republik
Rakyat Tiongkok). Hal ini dikarenakan permintaan yang besar sedangkan jumlah
produk yang kurang sehingga setiap pembudidaya yang membudidayakan
ikan kerapu diambil sesuai dengan kualitas yang dihasilkan, semakin baik
hasilnya (kualitas daging) semakin tinggi pula harga yang diberikan.
Bab IV – Aspek Pasar 5
Page 61
Studi Kelayakan Pernambahan Kegiatan Usaha – PT Agung Menjangan Mas Tbk
Sebagai perusahaan yang rencananya akan menjalankan kegiatan usaha di
bidang budidaya ikan kerapu, pembenihan ikan dan perdagangan hasil
perikanan, Perseroan akan menghadapi persaingan usaha yang ketat dengan
pesaing-pesaing yang memiliki pengalaman di bidang perikanan. Dalam hal ini
Perseroan tidak dapat mempertahankan keunggulan kompetitifnya dibanding
pesaing-pesaing, pangsa pasar yang diperoleh Perseroan akan berkurang
karena pelanggan-pelanggan akan menggunakan produk dari pesaing-
pesaingnya, sehingga pada akhirnya pendapatan dan kinerja operasional serta
kinerja keuangan Perseroan menjadi menurun. Sebaliknya apabila Perseroan
dapat mempertahankan daya saingnya maka Perseroan akan memperoleh
peningkatan pangsa pasar sehingga pendapatan dan kinerja operasional serta
kinerja keuangan akan meningkat.
Berikut profil kompetitor Perseroan yang tumbuh dan berkembang di Indonesia
baik swasta maupun pemerintah yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia:
PT Central Proteina Prima Tbk (CPRO)
PT Panca Mitra Multiperdana Tbk (PMMP)
PT Era Mandiri Cemerlang Tbk (IKAN)
PT Prima Cakrawala Abadi Tbk (PCAR)
PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk (DSFI)
PT Cilacap Samudera Fishing Industries Tbk (CSFI)
PT Toba Surimi Industries Tbk (CRAB)
PT Agro Bahari Nusantara Tbk (UDNG)
Pesaing usaha Perseroan yang terdaftar di Bursa efek indonesia secara garis
besar didominasi oleh perusahaan swasta dimana lini usahanya termasuk
berusaha dalam pertambakan, dalam hal ini Perseroan tidak secara langsung
berhadapan dengan perusahaan yang dimaksud tapi lebih kepada mengisi
pasar dimana komoditi yang dihasilkan oleh Perseroan masih cukup besar
peluangnya di pasar yang ada.
Perseroan akan bersaing cukup ketat dalam meraih peluang bisnis pemasaran
ikan kerapu, namun Perseroan mempunyai keunggulan berupa hasil budidaya
ikan kerapu yang kualitasnya lebih baik dari kompetitor sejenis yang produknya
sama dengan Perseroan. Hal ini dikarenakan oleh letak lokasi budidaya ikan
kerapu Perseroan yang berada disekitar perairan terumbu karang yang sehat,
karakteristik laut dalam, dekat dengan Taman Nasional Bali Barat (TNBB) yang
dikenal dengan keindahan dan keberagaman Biodiversitas biota laut yang
sehat. Letak kegiatan budidaya Perseroan dikelilingi oleh penyedia penunjang
budidaya ikan kerapu (benih ikan, pakan ikan, serta sarana penunjang lainnya).
Perseroan juga menggandeng pakar perikanan budidaya ikan kerapu dari
Institut ternama dibidangnya (FPIK IPB, Undiksa Bali, Masyarakat Akuakultur
Indonesia (MAI))
Bab IV – Aspek Pasar 6
Page 62
Studi Kelayakan Pernambahan Kegiatan Usaha – PT Agung Menjangan Mas Tbk
4.3.3 Strategi Pemasaran
Hasil panen ikan kerapu yang dibudidayakan di KJA Teluk Penerusan, Buleleng
Bali sebagian besar dijual untuk pasar luar negeri. Pasar luar negeri terbesar
hasil produksi kerapu Indonesia adalah negara di kawasan asia timur terutama
Hongkong dan Republik Rakyat Tiongkok (RRT). Selain pasar luar negeri,
pemasaran juga dilakukan ke pasar lokal dengan tujuan wilayah Bali Selatan
dan juga ke pedagang lokal (Pengepul).
Berdasarkan rantai pemasaran serta potensi permintaan dan penawaran, maka
usaha budidaya kerapu di Teluk Penerusan, Ds Pejarakan, Kec Gerokgak, Kab
Buleleng, Bali memiliki peluang serta potensi untuk pengembangan. Selain itu,
penetapan peraturan mengenai transhipment ikan hidup ke luar negeri sesuai
dengan MenKP No. 32/Permen-KP/2016 dapat dilihat pada link berikut ini
mengenai peraturan tersebut (https://peraturan.bpk.go.id/Details/158563/
permen-kkp-no-32permen-kp2016-tahun-2016), hanya di 4 (empat) pelabuhan
di Indonesia dan salah satunya ada di Kecamatan Gerokgak Kabupaten
Buleleng Provinsi Bali (sesuai dengan lokasi kegiatan budidaya Perseroan)
sehingga semakin membuka peluang bagi Perseroan menggarap pasar luar
negeri. Peraturan tersebut menguntungkan pelaku usaha budidaya di Gerokgak
(Perseroan) karena sistem pembelian langsung ke lokasi tidak beresiko pada
kematian ikan, menjaga kualitas ikan hidup dan memangkas biaya pemasaran
serta pengiriman. Selain pasar luar negeri, peluang besar juga berasal dari
pasar lokal mengingat lokasi budidaya berada di Bali yang merupakan tujuan
wisata populer baik dari domestik maupun mancanegara.
1. Prospek Pasar Luar Negeri
Prospek permintaan ikan kerapu untuk tujuan ekspor cukup menjanjikan,
sehubungan dengan peningkatan jumlah penduduk semakin membaiknya
perekonomian di negara-negara tujuan ekspor seperti Hongkong, Taiwan,
jepang, Singapura, China, Amerika dan Australia. Hong Kong merupakan
negara tujuan utama ekspor kerapu hidup di dunia, termasuk kerapu hidup
dari Indonesia. Data BPS (2018) menunjukan bahwa negara tujuan ekspor
utama kerapu hidup Indonesia tahun 2017 adalah Hongkong, dimana
sharenya mencapai 96,94 % untuk volume dan 97,37% untuk nilai ekspor.
Estimasi kebutuhan ikan kerapu dalam dalam negara Hongkong sekitar 50%
dari total perkiraan pasar ikan laut hidup sebesar 11.000 ton, sekitar 5.000
ton per tahun dibagi antara budidaya domestik, tangkapan domestik dan
impor, dan bernilai sekitar US$ 50 juta harga grosir.
Bab IV – Aspek Pasar 7
Page 63
Studi Kelayakan Pernambahan Kegiatan Usaha – PT Agung Menjangan Mas Tbk
2. Pemasaran Lokal/Dalam Negeri
Meskipun usaha budidaya ikan kerapu dengan KJA ini orientasin
pemasarannya adalah tujuan pasar luar negeri, namun sebagian dari hasil
produksi dipasarkan juga untuk konsumsi dalam negeri, dengan
pertimbangan untuk memenuhi peningkatan kebutuhan gizi masyarakat, juga
untuk melayani permintaan dari hotel, restoran, dan kafe (horeka), yang
pada umumnya mencantumkan menu sea food dimana ikan kerapu menjadi
salah satu menu favorit yang ada di daerah Bali.
Dalam upaya mencapai visi serta mengembangkan bidang usaha sejalan
dengan peraturan yang berlaku di bidang usahanya, saat ini, Perseroan
menjalankan strategi usaha sebagai berikut :
1) Peningkatan Efisiensi
Perseroan akan melakukan efisiensi dalam penyediaan jasanya dengan
melakukan penambahan mesin-mesin baru yang akan meningkatkan kinerja
dan juga efesiensi dari Perseroan. Dengan dilakukannya hal ini, Perseroan
akan mengurangi biaya-biaya yang terjadi atas penyediaan jasa tersebut.
2) Meningkatkan Nilai Kompetitif
Perseroan Perseroan akan terus mempertahankan dan mengembangkan
kinerja Perseroan baik dari sisi operasional maupun keuangan berdasarkan
standar mutu yang telah ditentukan. Selain itu, Perseroan juga akan terus
menjalin relasi yang baik dengan pelanggan dan masyarakat sekitar. Hal
ini dilakukan Perseroan agar nama baik dan mutu layanan Perseroan
meningkat sehingga meningkatkan nilai kompetitif Perseroan kedepannya.
3) Menyediakan jasa yang dapat memenuhi kebutuhan pelanggan secara
menyeluruh.
Perkembangan bisnis perikanan membuat kebutuhan pelanggan meningkat
dan memunculkan kebutuhan baru pada industri perikanan. Kebutuhan baru
ini dapat menjadi peluang untuk Perseroan dalam memberikan layanan
terbaik Perseroan dalam menyediakan jasa seperti jasa penunjang
budidaya perikanan, kegiatan budidaya perikanan, pengelolaan dan
pemasaran hasil budidaya perikanan. Perseroan berkomitmen untuk terus
melengkapi lini bisnis Perseroan dibidang perikanan untuk dapat
menyediakan layanan dan jasa secara menyeluruh.
4) Pelebaran jangkauan pasar dan perluasan usaha
Perseroan senantiasa mencari informasi terkini guna untuk menjangkau dan
memperluas potensi pasar perikanan dalam memberikan jasa dan
mendapatkan pendapatan dalam rangka mengembangkan usahanya.
Perseroan juga aktif mengikuti pertemuan ataupun diskusi di asosiasi,
perkumpulan, kelompok pelaku kegiatan budidaya perikanan untuk selalu
memperkenalkan Perseroan dengan tujuan mendapatkan klien baru.
Bab IV – Aspek Pasar 8
Page 64
Studi Kelayakan Pernambahan Kegiatan Usaha – PT Agung Menjangan Mas Tbk
5) Penguatan kelembagaan dan kerjasama
Penguatan kelembagaan dan kerjasama bertujuan untuk meningkatkan
akses terhadap sumber daya, meningkatkan kapasitas, dan memperluas
jangkauan pasar kami. Perseroan bekerjasama dengan lembaga
pemerintah (Balai Besar Perikanan Gondol), organisasi non-pemerintah
(Kelompok nelayan dan pembudidaya), Lembaga pendidikan (IPB
University), dan pelaku industri perikanan lainnya, perseroan memperkuat
infrastruktur kelembagaan untuk mendukung pertumbuhan yang
berkelanjutan.
4.3.4 Kesinambungan, Sasaran dan Potensi Nilai Pasar
Kawasan pantai utara Pulau Bali, dikenal sebagai salah satu sentra budidaya
laut terbesar di Indonesia. Salah satu sentra pengembangan budidaya laut
terletak di Kabupaten Buleleng Provinsi Bali, tepatnya berada di wilayah
Kecamatan Gerokgak. Komoditas utama yang dikembangkan dikawasan
tersebut adalah ikan kerapu. Pada tahun 2016, data dari DKP Buleleng (2017)
menyatakan kisaran nilai produksi budidaya kerapu di Kecamatan Gerokgak
adalah 190,5 ton untuk benih kerapu dan 47 ton untuk kerapu pembesaran. Luas
lahan di Kabupaten Buleleng yang potensial untuk pengembangan budidaya
laut diperkirakan mencapai 1.050 ha dengan luasan yang telah dimanfaatkan
sekitar 151,15 ha atau 14,39 % dari total potensi yang ada (Nashuka et al.
2019). Perikanan budidaya terus bertumbuh secara eksponesial sejak 1980-an,
sehingga pada 2020 produksinya sudah melampaui perikanan tangkap yang
mengalami stagnasi (level off) (FAO 2020, OECD/FAO 2021). Oleh karena itu
perikanan budidaya paling diharapkan memenuhi kebutuhan protein ikani
penduduk dunia yang pada 2050 dan 2100 diperkirakan akan mencapai
masing-masing 9,74 dan 10,68 milyar jiwa (UN 2019). Selain karena
pertambahan populasi dunia, permintaan produk marikultur atau seafood
diperkirakan akan terus meningkat sejalan dengan peningkatan tingkat konsumsi
ikan akibat pertumbuhan perekonomian dan pendapatan masyarakat.
Ikan kerapu menjadi salah satu produk perdagangan ikan yang telah menjadi
kegiatan ekonomi penting di Asia Pasifik, yang melibatkan lebih dari 20 negara,
dengan nilai komersial diperkirakan US $350 juta. Pasar utama untuk produk
ini, negara-negara di Asia Timur, terutama Hongkong, Republik Rakyat Tiongkok
(RRT), Taiwan dan Singapura. Dengan semakin pesatnya pertumbuhan penduduk
dan peningkatan pendapatan per kapita maka permintaan akan ikan laut segar
terutama ikan kerapu juga meningkat secara signifikan (Khasanah et al. 2020).
Data BPS (2020) menunjukkan bahwa negara tujuan ikan kerapu terbesar per
triwulan 3 adalah Hong Kong (35,75%), Malaysia (20,76%) dan Singapura
(13,63%) dari total nilai ekspor kerapu nasional.
Bab IV – Aspek Pasar 9
Page 65
Studi Kelayakan Pernambahan Kegiatan Usaha – PT Agung Menjangan Mas Tbk
4.4 Kesimpulan
Peluang pengembangan usaha kelautan dan perikanan Indonesia masih memiliki
prospek yang baik. Potensi ekonomi sumber daya kelautan dan perikanan yang
berada di bawah lingkup tugas KKP dan dapat dimanfaatkan untuk mendorong
pemulihan ekonomi diperkirakan sebesar US$ 82 miliar per tahun. Potensi
tersebut meliputi Potensi Perikanan tangkap sebesar US$ 15,1 miliar per tahun,
potensi budidaya laut sebesar US$ 46,7 miliar per tahun, potensi perairan umum
sebesar US$ 1,1 miliar per tahun, potensi budidaya tambak sebesar US$ 10
miliar per tahun, potensi budidaya air tawar sebesar US$ 5,2 miliar per tahun,
dan potensi bioteknologi kelautan sebesar US$ 4 miliar per tahun.
Pemerintah Indonesia sendiri menargetkan sektor perikanan melalui Renstra
(Rencana Strategis) Pembangunan Kelautan dan Perikanan. Kontribusi sektor
perikanan terhadap produk domestik bruto (PDB) pada diharapkan mencapai
3,0%. Sasaran lain yang ingin dicapai adalah total produksi perikanan
sebanyak 10,76 juta ton, nilai ekspor perikanan US$5 miliar, konsumsi ikan
penduduk 30,47 kg/kapita/tahun, dan penyediaan kesempatan kerja kumulatif
sebanyak 10,24 juta orang.
Dengan melihat peluang pengembangan usaha kelautan dan perikanan
Indonesia masih memiliki prospek yang baik kedepannya, maka rencana
penambahan kegiatan usaha secara aspek pasar layak untuk dilaksanakan.
Bab IV – Aspek Pasar 10
Page 66
BAB V ASPEK TEKNIS
Page 67
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Agung Menjangan Mas Tbk
BAB V
ASPEK TEKNIS
5.1. Rencana Perusahaan
Rencana pengembangan usaha budidaya ikan kerapu akan dilakukan bersama
dengan lembaga pendidikan Institut Pertanian Bogor, Kelompok nelayan dan
masyarakat sekitar. Implementasi pengembangan usaha budidaya ikan kerapu
mencakup pengembangan rancang bangun dan penempatan wadah produksi,
benih, pakan, kualitas air, kesehatan ikan, sampling, panen, penangan
pascapanen, pemasaran dengan pendekatan sistem agribisnis, serta
pengembangan kelembagaan dan monitoring lingkungan akan dilakukan secara
bertahap.
Sumber: Manajemen Perseroan
Instrumentasi smart mariculture yang akan diaplikasikan mecakup smart automatic
feeder, smart water quality checker, underwater camera system, dan akan
diitegrasikan melalui aplikasi IoT, sehingga memudahkan pemantauan,
pengukuran, pemberian pakan, pengambilan kesimpulan dan tindakan yang
akurat (presisi) dan cepat
Bab V - Aspek Teknis 1
Page 68
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Agung Menjangan Mas Tbk
5.2. Rencana Pembangunan Keramba Jaring Apung
5.2.1. Lokasi Penambahan Kegiatan Usaha
Lokasi Kegiatan usaha Perseroan dilakukan di Desa Pejarakan, Kecamatan
Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali. Titik koordinat KJA terletak di
antara 117’ 35” dan 8°7’57” LS (https://maps.app.goo.gl
/47Mun7QF3aSfriPR8) dengan potensi luas area budidaya air laut seluas 8,1
ha.
Dalam hal penempatan lokasi KJA Perseroan berencana menyewa area yang
berada dalam perijinan yang dimiliki oleh PT Menjangan Mas seluas 2,7 ha, PT
Wisnu Multi Dinamika seluas 2,7 ha dan PT Dewata Jasa Persada seluas 2,7 ha.
Posisi tersebut sangat strategis dikarenakan terletak di area yang dilengkapi
oleh fasilitas sumber pakan (Pelabuhan Pengambengan Negara), sentra benih
kerapu nasional (Buleleng Bali) dan pusat pasar ekspor ikan kerapu yang
terdapat Kecamatan Gerokgak sesuai dengan penetapan peraturan mengenai
transhipment ikan hidup ke luar negeri (MenKP No.32/Permen-KP/2016) -
(https://peraturan.bpk.go.id/Details/158563/ permen-kkp-no-32permen-
kp2016-tahun-2016) hanya diijinkan di 4 (empat) pelabuhan di Indonesia dan
salah satunya ada di Kecamatan Gerokgak Kabupaten Buleleng Provinsi Bali
yang merupakan lokasi kegiatan KJA milik Perseroan.
Berikut adalah peta visual lokasi KJA Perseoan serta posisi rencana penempatan
KJA;
Gambar A Gambar B
Keterangan Gambar :
A. Peta Lokasi Usaha Perseroan di
Kecamatan Gerokgak, Desa
Pejarakan, Bali
B. Lokasi KJA Perseroan.
C. Layout KJAPerseroan
Gambar C
Bab V - Aspek Teknis 2
Page 69
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Agung Menjangan Mas Tbk
5.2.2. Kebutuhan Alat dan Peralatan
Untuk rencana penambahan kegiatan usaha Perseroan maka membutuhkan alat-
alat dan peralatan sebagai penunjang kegiatan operasionalnya. Setiap kotak
keramba memiliki dimensi 3 x 3 x 3 meter. Kriteria tersebut merupakan kriteria
usaha Keramba Jaring Apung untuk selanjutnya disebut (“KJA”) kerapu yang
dominan terdapat di Teluk Penerusan, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali.
Komponen Peralatan terdiri atas alat investasi, alat operasional. Berikut
merupakan daftar alat dan peralatan yang di butuhkan oleh Perseroan dalam
rangka melakukan rencana penambahan kegiatan usahanya :
Tabel 5.1 Rincian Kebutuhan Alat dan Peralatan Penambahan Kegiatan Usaha
Perseroan
No. Alat Investasi Jumlah Alat Operasional Jumlah
1. Konstruksi Keramba 96 Benih Ikan 86.400
Jaring Apung (KJA)
2. Jaring 450 Pakan Rucah Ikan 235.008
3. Pemberat 920 Pakan Pelet Pabrik 8000
4. Jangkar 240 Seser 10
5. Rumah Jaga 3 Timbangan 4
6. Kapal dan Mesin 2 Penggaris 10
7. Mesin Semprot 2 Plastik 100
8. HAPUS Alat Kualitas Air 2
9. Frezer 3 Parenet 5
10. Tambang Jangkar 60 Sterofoam 25
Sumber : Manajemen Perseroan
Budidaya ikan kerapu di Perseroan menggunakan sistem jaring apung (cage
culture). Jaring apung adalah sistem teknologi budidaya laut berupa jaring yang
mengapung (floating net cage) dengan bantuan pelampung. Sistem tersebut
dewasa ini lebih dikenal dengan nama Karamba Jaring Apung (KJA). Sistem ini
terdiri dari beberapa komponen seperti rangka, kantong jaring, pelampung,
jalan inspeksi, rumah jaga dan jangkar. Rangka terbuat dari kayu balok dan
papan kayu, dan berfungsi sebagai tempat bergantungnya kantong jaring dan
landasan jalan inspeksi dan rumah jaga. Kantong jaring berukuran 3x3x3 m dan
terbuat dari bahan polyethelene (PE), berfungsi sebagai wadah untuk
pemeliharaan (produksi).
5.2.3. Spesifikasi Teknis Keramba Jaring Apung
Spesifikasi teknis pembangunan KJA dapat kami uraikan sebagai berikut :
1) Kerangka KJA
Kerangka jaring apung dapat dibuat dari bahan kayu, papan dan baut
stenlis anti karat. kerangka jaring terapung ukurannya berkisar antara 16,5
X 12,5 meter. Kerangka dari jaring apung umumnya dibuat tidak hanya satu
petak tetapi satu unit. Satu unit jaring terapung terdiri dari 12 buah petak.
Bab V - Aspek Teknis 3
Page 70
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Agung Menjangan Mas Tbk
Gambar Struktur Kontruksi Keramba Jaring Apung (KJA) Tampak samping
Gambar Tampak atas Struktur Kontruksi Keramba Jaring Apung (KJA)
2) Pelampung KJA
Pelampung berfungsi untuk mengapungkan kerangka/ jaring terapung.
Bahan yang digunakan sebagai pelampung berupa drum (plastik HDPE)
yang berkapasitas 200 liter, jumlah pelampung yang akan digunakan
disesuaikan dengan besarnya kerangka jaring apung yang akan dibuat.
Jaring terapung berukuran 16,5 X 12,5 meter, dalam satu unit jaring
terapung membutuhkan pelampung antara 62 buah.
3) Pengikat KJA
Tali pengikat sebaiknya terbuat dari bahan yang kuat, seperti tambang
plastik ukuran 6 mm atau 8 mm. Tali pengikat ini digunakan untuk mengikat
kerangka jaring terapung, pelampung atau jaring.
Bab V - Aspek Teknis 4
Page 71
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Agung Menjangan Mas Tbk
4) Jangkar KJA
Jangkar berfungsi sebagai penahan jaring terapung agar rakit jaring
terapung tidak hanyut terbawa oleh arus air dan angin yang kencang.
Jangkar terbuat dari bahan batu, semen atau besi. Pemberat diberi tali
pemberat/tali jangkar yang terbuat dari tambang plastik yang berdiameter
sekitar 21-24 mm. Jumlah pemberat untuk satu unit jaring terapung 12
petak/kantong adalah sebanyak 10 buah. Pemberat diikatkan pada
masing-masing sudut dari kerangka jaring terapung, berat jangkar berkisar
antara 75-100 kg.
5) Jaring KJA
Ukuran mata jaring yang digunakan tergantung dari besarnya ikan yang
akan dibudidayakan. ukuran yang biasa di gunakan Jaring polyethylene no.
280 D/18 dengan ukuran mata jaring 3/4 inch atau 1,25 inch no. 280 D/30.
Jaring yang mempunyai ukuran mata jaring lebih kecil dari 1 inch biasanya
digunakan untuk memelihara ikan yang berukuran lebih kecil.
6) Pemberat KJA
Pemberat yang digunakan biasanya terbuat dari batu yang di bungkus
dengan jaring yang masing-masing beratnya antara 2–5 kg. Fungsi
pemberat ini agar jaring tetap simetris dan pemberat ini diletakkan pada
setiap sudut kantong jaring terapung.
7) Tali/Tambang KJA
Tali / tambang yang digunakan biasanya disesuaikan dengan kondisi
perairan pada perairan laut tali / tambang yang digunakan terbuat dari
nilon atau tambang yang kuat terhadap salinitas. Tali/tambang ini
dipergunakan sebagai penahan jaring pada bagian atas dan bawah.
8) Gudang dan Ruang Kerja KJA
Bangunan gudang/ruang jaga dan ruang kerja atau peralatan bangun di
atas rakit dengan jumlah pelampung lebih banyak. Gudang digunakan untuk
menyimpan stok pakan dan peralatan budidaya. RuaNg kerja atau peralata
kerja digunakan terutama pada waktu panen.
5.2.4. Jadwal Pembangunan
Rencana pembangunan KJA sesuai dengan rencana investasi yang disampaikan
dalam business plan memerlukan waktu kurang lebih 1 (satu) tahun dengan
jumlah KJA yang akan dibangun sebanyak 192 Petak.
Bab V - Aspek Teknis 5
Page 72
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Agung Menjangan Mas Tbk
Tabel 5.2 Jadwal Pembangunan Keramba Jaring Apung
Tahun 2024
Keterangan Total
Januari Februari Maret April Mei
Jumlah Petakan 24 24 24 - 24 96
Tahun 2025
Januari Februari Maret April Mei
Jumlah Petakan - 24 24 24 24 96
Total Keseluruhan Petak KJA 192
Dalam tahun 2024 direncanakan akan dibangun sebanyak 96 KJA dan pada
tahun 2025 sebanyak 96 KJA, setiap KJA yang telah selesai dibangun akan
langsung ditempatkan di area laut sesuai dengan area yang masuk dalam area
yang disewa oleh Perseroan. Pada saat laporan ini disusun Perseroan telah
menyelesaikan pembangunan KJA sebanyak 96 petak dan telah ditempatkan
di area laut sebanyak 72 petak
5.3. Ketersediaan dan Kualitas Sumberdaya
Faktor-faktor produksi merupakan sumber daya mendasar yang digunakan
untuk menghasilkan barang dan jasa. Perseroan memiliki sumber daya yang
terdiri dari sumber daya manusia, sumberdaya fisik atau lahan, dan
sumberdaya informasi.
• Sumber daya manusia
Karyawan merupakan orang-orang yang bekerja dan sering juga disebut
sumber daya manusia. Syarat yang dibutuhkan adalah kemauan untuk tekun,
bertanggungjawab, serta kerja keras. Perekrutan karyawan terdiri dari
proses wawancara dan pelatihan singkat perikanan. Karyawan yang dimiliki
Perseroan secara keseluruhan adalah lulusan perguruan tinggi perikanan
untuk posisi kepala produksi dan asisten serta tamatan SMA dibagian
operator.
• Sumberdaya fisik atau lahan
Sumberdaya fisik merupakan hal-hal yang berwujud yang digunakan
perusahaan dalam melaksanakan dan memudahkan kegiatan usaha,
sumberdaya fisik merupakan sumberdaya alam, bahan baku, fasilitas
perkantoran dan produksi, perlengkapan, komputer serta peralatan lainnya.
Lokasi usaha Perseroan dekat dengan sentra benih nasional ikan kerapu dan
ketersedian pakan yang melimpah.
Bab V - Aspek Teknis 6
Page 73
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Agung Menjangan Mas Tbk
• Sumberdaya informasi
Dalam mendukung kegiatan usaha, Perseroan menggunakan sumber
informasi baik dalam memperoleh informasi tentang jumlah permintaan,
isuisu yang mempengaruhi dan berpengaruh terhadap usaha, keadaan
harga pasar, prediksi harga waktu mendatang dan adanya peraturan-
peraturan baru dalam bidang perikanan yang bekerjasama dengan dinas
perikanan dan Institut Pertanian Bogor. Selain itu, perusahaan juga
menggunakan jasa konsultan perikanan dalam mengakses informasi-
informasi yang dibutuhkan dalam kegiatan usaha.
5.4. Teknis Pelaksanaan Budidaya Ikan Kerapu dengan Sistem KJA
5.4.1. Persiapan Wadah Pemeliharaan
Dalam satu unit KJA terdiri dari empat waring/kotak sebagai wadah
pemeliharaan/pembesaran ikan. Media yang digunakan adalah jaring yang
terbuat dari bahan polyethylen dengan bukaan jaring (mesh size) dua inci.
Ukuran waring yang digunakan adalah 3x 3x 3 meter per kotak.
5.4.2. Penebaran Benih
Benih kerapu yang digunakan dalam usaha budidaya berasal dari wilayah
buleleng, Bali. Benih yang ditebar rata-rata berukuran 8-12 cm dengan padat
tebar 80-100 ekor/m2 . Penebarannya dilakukan pada pagi atau sore hari
pada saat suhu air tidak terlalu tinggi, Jumlah benih yang ditebar adalah
delapan ratus ekor per Petak sehingga kepadatan ikan sesuai dengan standar
padat tebar ikan.
5.4.3. Pemberian Pakan
Pakan merupakan salah satu faktor penting dalam budidaya sebab pakan
memiliki kontribusi yang paling besar dalam biaya operasional. Penggunaan
pakan yang efisien dan efektif akan sangat menguntungkan secara ekonomi.
Pakan terdiri dari dua jenis yaitu pakan buatan (pelet) dan pakan ikan rucah.
Kegiatan pemberian pakan ikan kerapu jenis pakan pelet dua kali dalam satu
hari pada pagi hari pada pukul 08.00-09.00 WIB dan pada sore hari pada
pukul 16.00-17.00 WIB. Setelah 1 bulan pemeliharaan ikan kerapu di beri
pakan jenis ikan rucah satu kali sehari di sore hari pada pukul 16.00-17.00 WIB.
Bab V - Aspek Teknis 7
Page 74
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Agung Menjangan Mas Tbk
5.4.4. Penyortiran (Sampling)
Penyortiran ikan bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan, menentukan dosis
pakan, dan memisahkan ikan yang berukuran sama kedalam satu petakan.
Penyortiran dilakukan minimal sebulan sekali dengan mengambil sampel secara
acak sebanyak 10 % dari total populasi atau minimal 30 ekor ikan.
5.4.5. Perbaikan dan Pembersihan Jaring
Penggantian dan pembersihan jaring selama masa pemeliharaan selalu
dilakukan. Jaring kotor akibat penempelan lumpur atau biota penempel, seperti
kerang, teritip, dan alga. Pembersihan dan perbaikan jaring dilakukan satu
minggu sekali sampai ikan berumur dua bulan dan setelah umur dua bulan
sampai masa panen. Pergantian jaring dilakukan untuk menjaga sirkulasi air dan
menjaga resiko terkena penyakit. Jaring yang kotor sebaiknya dijemur untuk
memudahkan dalam penyemprotan dan pembersihan jaring tersebut agar bisa
digunakan kembali.
5.4.6. Pengendalian Hama dan Penyakit
Beberapa penyakit ikan yang muncul di KJA biasanya disebabkan oleh parasit,
bakteri dan virus. Penanganan penyakit tersebut berupa usaha-usaha
pencegahan, pengobatan, dan pemberantasan. Usaha tersebut dilakukan
melalui pemberian vitamin, perendaman dengan kemoterapeutik, pemberian
obat peroral (melalui mulut). Sebagian penyakit ikan erat kaitannya dengan
kualitas perairan, maka perlu dilakukan pengukuran kualitas air (suhu, salinitas,
pH, oksigen terlarut, phospat, amoniak, dan lain-lain) dilakukan 2 minggu sekali.
5.4.7. Pemanenan
Melakukan pemanenan ikan kerapu dilakukan ketika ukuran mencapai lebih
ukuran dari 500-1200 gram/ekor atau dapat disesuaikan dengan permintaan
pasar sesuai dengan tingkat harga yang menguntungkan. Sebelum dilakukan
proses pemanenan ikan kerapu hidup, ikan dipuasakan 1-2 hari sebelum
dilakukan proses pemanenan untuk menghindari ikan muntah saat
pengangkutan. Metode panen yang dilakukan adalah panen total, yaitu
pemanenan secara keseluruhan yang biasanya dilakukan untuk memenuhi
permintaan dalam skala besar, dan ukuran seluruh ikan telah memenuhi kriteria
jual. Ukuran ikan yang biasanya dipanen berkisar antara 0,5-1 kilogram.
Permintaan ukuran ikan di pasar untuk konsumsi berkisar 0.5-1.2 kilogram.
Bab V - Aspek Teknis 8
Page 75
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Agung Menjangan Mas Tbk
5.5. Kesimpulan
Dengan rencana Perseroan untuk membangunan KJA serta mengadakan
peralatan yang dibutuhkan untuk penambahan kegiatan usaha, serta
mempersiapkan SDM yang akan bertanggung jawab di kegiatan penambahan
usaha ditunjang dengan sumberdaya yang baik serta terintegrasi, maka
rencana penambahan kegiatan usaha secara teknis layak untuk dilaksanakan.
Bab V - Aspek Teknis 9
Page 76
BAB VI ASPEK POLA BISNIS
Page 77
Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha – PT Agung Menjangan Mas Tbk
BAB VI
ASPEK POLA BISNIS
6.1 Kegiatan Usaha Utama
Berdasarkan Anggaran Dasar Perseroan, maksud dan tujuan Perseroan ialah
bergerak dalam bidang jasa sarana produksi budidaya ikan air payau, jasa
pasca panen budidaya ikan air payau, penyiapan lahan dan real estat yang
dimiliki sendiri atau disewa. Dalam menjalankan kegiatan usahanya Perseroan
didukung oleh tim manajemen yang telah berpengalaman di bidangnya. Pada
saat ini Perseroan melakukan kegiatan usaha: (i) jasa sarana produksi
budidaya ikan air payau dalam hal ini adalah udang, yang mencakup
kegiatan persiapan dan pembuatan tambak, perawatan dan pengawasan
tambak, dan (ii) jasa pasca panen budidaya ikan air payau yang mencakup
kegiatan pemanenan dan persiapan pasca panen. Selain itu, Perseroan
kedepannya memiliki rencana untuk memanfaatkan tanah yang dimiliki
Perseroan menjadi tambak udang yang dimiliki oleh Perseroan atau
menyewakan lahan tersebut kepada pebisnis yang ingin memulai usaha
budidaya udang, dengan hal itu Perseroan juga akan membantu penyewa
lahan tersebut untuk membudidayakan udangnya.
6.1.1. Jasa Sarana Produksi Budidaya Ikan Air Payau (Udang)
Berikut merupakan penjelasan mengenai kegiatan yang dilakukan oleh
Perseroan dengan lebih rinci:
1. Persiapan kolam untuk budidaya udang
Perseroan menawarkan jasa persiapan kolam untuk budidaya udang,
adapun jasa yang ditawarkan oleh Perseroan adalah:
• Perseroan melakukan pemerataan tanah yang dilakukan dengan alat
berat seperti bulldozer dan juga excavator.
• Perseroan melakukan pemberian lapisan anti air berupa HDPE untuk
Praktek budidaya yang baik, mencegah pencemeran lingkungan dan
meningkatkan produktifvitas.
• Instalasi infrastruktur yang berhubungan dengan kebutuhan persiapan
tambak seperti tiang listrik untuk memasok listrik alat penerangan dan
kincir pada tambak udang.
• Perseroan juga melakukan maintenance untuk tiang-tiang tersebut jika
terdapat kerusakan.
• Design kolam yang digunakan menggunakan system Monique dimana
terdapat 2 lubang sudut miring yang langsung akan menyambung
dengan system drainase.
Bab VI - Aspek Pola Bisnis 1
Page 78
Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha – PT Agung Menjangan Mas Tbk
2. Perawatan kolam selama proses budidaya udang berlangsung
Perawatan kondisi kolam merupakan hal yang sangat penting dan sulit
untuk dilakukan dalam industri tambak udang. Penjagaan kualitas air dan
juga kualitas kolam akan sangat menentukan jumlah hasil yang dihasilkan
oleh kolam. Adapun jasa proses perawatan kolam yang ditawarkan oleh
Perseroan adalah:
• Perseroan memeriksa dan melaporkan pH kolam, suhu kolam serta
kualitas kolam kepada pengelola tambak.
• Perseroan memeriksa dan melaporkan suhu kolam agar tidak
memberikan stress pada udang.
• Perseroan melaporkan kepada pengelola tambak untuk memenuhi
kebutuhan oksigen yang dibutuhkan.
• Perseroan melaksanakan pemberian pakan sesuai dengan jumlah dan
komposisi yang telah ditentukan oleh pengelola tambak.
• Perseroan melaksanakan jasa servis peralatan tambak udang seperti
kincir, panel listrik, pompa, pembersihan pipa, penggantian lampu, dan
peralatan lainnya yang berhubungan dengan tambak.
3. Proses pemanenan udang
Perseroan melakukan proses pemanenan udang dengan menguji terlebih
dahulu ukuran udang sampai dengan udang tersebut dipanen dan
diletakkan kedalam fasilitas sortir yang dimiliki oleh pihak pengelola
tambak udang.
• Perseroan melakukan sampling ukuran udang di beberapa titik dengan
menebar jala untuk menganalisa ukuran dan kondisi udang yang akan
dipanen.
• Perseroan melakukan proses penyortiran dengan memisahkan udang
yang telah memenuhi standar ukuran yang ditentukan oleh pengelola
tambak.
• Udang yang tidak memenuhi standard ukuran akan masuk kategori
Under sized.
6.1.2. Jasa Pasca Panen Ikan Air Payau (Udang)
1. Proses pasca panen kolam budidaya udang
Proses Pasca panen menjadi sangat penting untuk menjaga keberlanjutan
dan stabilitas kolam untuk digunakan selanjutnya. Proses ini harus dilakukan
dalam kondisi kering untuk mencegah terdapat patogen yang dapat
menyebabkan penyakit pada udang. Ada pun langkah proses pasca
panen yang dilakukan oleh Perseroan adalah sebagai berikut:
• Perseroan melakukan pembersihan kembali kolam agar kolam terhindar
dari patogen berbahaya
Bab VI - Aspek Pola Bisnis 2
Page 79
Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha – PT Agung Menjangan Mas Tbk
• Perseroan melakukan pembersihan kotoran pada saluran drainase untuk
menghindari penumpukan kotorankotoran yang dapat mengganggu
kinerja saluran drainase kedepannya
• Perseroan mempersiapkan kolam untuk siklus budidaya udang yang
berkelanjutan
Berikut merupakan siklus jasa yang ditawarkan secara garis besar oleh
Perseroan berdasarkan urutannya :
Sampai dengan saat ini, telah terdapat beberapa perusahaan yang telah
menggunakan jasa Perseroan yakni sebagai berikut :
• Menjangan Mas
• PT Mega Prima Pertamindo
• PT Artha Persada Nusantara
• PT Indo Prima Langgeng
6.2 Penambahan Kegiatan Usaha
Manajemen Perseroan melihat bisnis budidaya ikan kerapu memberikan
kontribusi yang positif sehingga diperlukan penyesuaian atau penambahan
kegiatan usaha yang sebelumnya jasa sarana budidaya tambak udang
merupakan sektor usaha utama dan didukung jasa pasca panen budidaya
tambak udang sebagai sektor usaha penunjang.
Berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan, penambahan sektor usaha
di bidang budidaya ikan kerapu, pembenihan ikan laut dan perdagangan
hasil perikanan perlu dilakukan penyesuaian Klasifikasi Baku Lapangan Usaha
Indonesia (KBLI), adapun KBLI atas penambahan kegiatan usaha tersebut
sebagai berikut :
Bab VI - Aspek Pola Bisnis 3
Page 80
Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha – PT Agung Menjangan Mas Tbk
Tabel 6.1 Rincian KBLI Penambahan Kegiatan Usaha
No Nama KBLI Kode KBLI
1. Pembesaran Pisces/Ikan Bersirip Laut 03211
2. Pembesaran Pisces/Ikan Bersirip Air Payau 03251
3. Pembenihan Ikan Laut 03212
4. Pembenihan Ikan Air Payau 03252
5. Perdagangan Besar Hasil Perikanan 46206
6. Industri Pembekuan Ikan 10213
7. Industri Pendinginan/Pengesan Ikan 10217
8. Industri Pembekuan Biota Air Lainnya 10293
9. Industri Pendinginan/Pengesan Biota Air Lainnya 10297
10 Industri Pemindangan Ikan 10214
Sumber : Manajemen Perseroan
Adapun penjelasan secara rinci terkait KBLI penambahan usaha sebagai
berikut :
KBLI 03211 Pembesaran Pisces/ Ikan Bersirip Laut
Kelompok ini mencakup usaha atau kegiatan pemeliharaan dan
pembesaran serta pemanenan pisces/ikan bersirip di laut, muara sungai,
laguna, tempat lain yang dipengaruhi pasang surut dan fasilitas buatan
lainnya, seperti ikan kerapu, kakap putih, cobia, bawal bintang, ikan
bubara. Tidak termasuk kegiatan budidaya ikan hias air laut.
KBLI 03251 Pembesaran Pisces/Ikan Bersirip Air Payau
Kelompok ini mencakup usaha atau kegiatan pembesaran pisces/ikan
bersirip air payau (ikan bandeng, patin, nila, ikan mas dan kakap putih
dan kerapu), di air payau dengan menggunakan lahan, perairan dan
fasilitas buatan lainnya.
KBLI 03212 Pembenihan Ikan Laut
Kelompok ini mencakup usaha pembenihan (produksi induk, telur, larva
sampai dengan benih siap tebar) ikan bersirip, mollusca, crustacea,
echinodermata dan biota air laut lainnya dengan media air laut, seperti
benih ikan kerapu, benih kakap putih, benih bawal bintang, benih lobster,
benih abalone, benih kerang mutiara, benih kerang darah, benih teripang,
dan bibit rumput laut (mencakup semua jenis rumput laut). Termasuk
pembibitan algae untuk menghasilkan bioenergi dan non-pangan lainnya.
Tidak termasuk kegiatan pembenihan ikan hias air laut.
KBLI 03252 Pembenihan Ikan Air Payau
Kelompok ini mencakup usaha atau kegiatan pembenihan (produksi induk,
telur, larva sampai dengan benih siap tebar), ikan air payau (bandeng
dan kakap putih), udang galah, udang windu, udang putih dan biota air
payau lainnya (kepiting dan rumput laut/Gracilaria) di air payau dengan
menggunakan lahan, perairan dan fasilitas buatan lainnya.
Bab VI - Aspek Pola Bisnis 4
Page 81
Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha – PT Agung Menjangan Mas Tbk
KBLI 46206 Perdagangan Besar Hasil Perikanan
Kelompok ini mencakup usaha perdagangan besar hasil perikanan
sebagai bahan baku atau bahan dasar dari kegiatan berikutnya, seperti
ikan, udang, kepiting, tiram, mutiara, kerang, rumput laut, bunga karang
dan kodok, termasuk ikan hidup, ikan hias, serta bibit hasil perikanan.
KBLI 10213 Industri Pembekuan Ikan
Kelompok ini mencakup usaha pengawetan ikan (bersirip/pisces) melalui
proses pembekuan, seperti ikan bandeng beku, ikan tuna/cakalang beku
dan kakap beku. Termasuk juga ikan utuh maupun dipotong (fillet, loin,
saku, steak, chunk, brown meat) yang dibekukan. Kegiatan ini tidak
termasuk usaha pendinginan ikan dengan es yang dimaksud untuk
mempertahankan kesegaran ikan tersebut.
KBLI 10217 Industri Pendinginan/Pengesan Ikan
Kelompok ini mencakup usaha pengolahan dan pengawetan ikan
(bersirip/pisces) melalui proses pendinginan/pengesan.
KBLI 10293 Industri Pembekuan Biota Air Lainnya
Kelompok ini mencakup usaha pengawetan crustacea, mollusca,
echinodermata dan biota perairan lainnya melalui proses pembekuan,
seperti udang beku, paha kodok beku, cephalopoda (cumi/sotong/gurita)
beku, kepiting/rajungan beku, dan kerang beku. Kegiatan ini tidak
termasuk usaha pendinginan crustacea, mollusca dan biota air lainnya
dengan es yang dimaksud untuk mempertahankan kesegarannya.
KBLI 10297 Industri Pendinginan/Pengesan Biota Air Lainnya
Kelompok ini mencakup usaha pengolahan dan pengawetan crustacea,
mollusca, echinodermata dan biota perairan lainnya melalui proses
pendinginan/pengesan, seperti cumi segar, kerang segar, teripang segar,
dan kepiting segar.
KBLI 10214 Industri Pemindangan Ikan
Kelompok ini mencakup usaha pengolahan dan pengawetan ikan
(bersirip/pisces) melalui proses pemindangan, seperti pindang
bandeng/paso, pindang tongkol, pindang cuwe, pindang naya, pindang
lemuru/tembang, pindang layang, dan pindang cakalang
Tujuan jangka pendek Perseroan memperkuat ekosistem dan proses operasi
dalam rangka meningkatkan pelanggan dengan melengkapi kebutuhan akan
KBLI agar dapat maksimal dalam penambahan kegiatan usaha serta tujuan
jangka panjang Perseroan dapat berusaha sesuai dengan KBLI penambahan
kegiatan usaha dan saling melengkapi antara KBLI atau kegiatan usaha yang
direncanakan kedepannya.
Bab VI - Aspek Pola Bisnis 5
Page 82
Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha – PT Agung Menjangan Mas Tbk
6.2.1. Segmen Usaha Budidaya Ikan dan Pembenihan
Segmen usaha budidaya ikan dan pembenihan meliputi KBLI 03211, 03251,
03212 dan KBLI 03252. Usaha budidaya ikan memiliki potensi yang
signifikan untuk pertumbuhan dan profitabilitas yang berkelanjutan. Dengan
meningkatnya permintaan akan ikan kerapu yang berkualitas tinggi di pasar
lokal maupun internasional, serta kemampuan Perseroan dalam menghadirkan
teknologi terbaru dan praktik budidaya yang berkelanjutan, Perseroan yakin
bahwa investasi dalam bisnis budidaya ikan kerapu akan memberikan hasil
yang menguntungkan dan berkontribusi pada pengembangan sektor
perikanan Indonesia. Dengan melihat potensi yang ada Perseroan tahap awal
akan berusaha dalam budidaya ikan kerapu.
Usaha pembenihan ikan laut memiliki potensi besar untuk memenuhi kebutuhan
benih ikan Perseroan dan pengembangan industri perikanan di wilayah
sekitar. Dengan meningkatnya permintaan akan benih ikan laut berkualitas
tinggi untuk keperluan budidaya Perseroan maupun diluar Perseroan. Kegiatan
ini akan memberikan kontribusi pendapatan bagi Perseroan.
Untuk mendapatkan ikan kerapu yang berkualitas diperlukan benih yang
berkulitas juga, sehingga Perseroan melakukan pembenihan sendiri agar
kualitas ikan kerapu yang dihasilkan tetap terjamin.
6.2.2. Segmen Usaha Proses Pembekuan dan Pengawetan Hewan Laut
Selain menjual ikan segar, kedepannya Perseroan akan mengembangkan
usaha pembekuan dan pengawetan ikan serta hewan laut lainnya yang dapat
dikonsumsi oleh manusia. Adapun cakupan KBLI apabila berusaha dalam
proses pembekuan dan pengawetan ikan serta hewan laut lainnya yaitu KBLI
10213, 10217, 10293, 10297 dan KBLI 10214.
6.2.3. Segmen Usaha Perdagangan Hasil Perikanan
Dengan kegiatan Perseroan yang telah mencakup usaha pembenihan dan
budidaya ikan serta kedepannya mengembangkan usaha proses pembekuan
dan pengawetan hewan laut. Perseroan juga mengembangkan kegiatan
perdagangan hasil perikanan dengan menjaga kualitas produk dan menjalin
kemitraan yang kuat dengan pelaku industri perikanan, sehingga dapat
memberikan kontribusi positif pada Perseroan. Untuk dapat melakukan
kegiatan perdagangan ikan kerapu dan hasil laut lainnya, Perseroan harus
mempunyai KBLI yang berhubungan perdagangan sesuai komoditasnya yaitu
KBLI 46206 – Perdagangan Besar Hasil Perikanan.
Bab VI - Aspek Pola Bisnis 6
Page 83
Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha – PT Agung Menjangan Mas Tbk
6.3 Kemampuan Untuk Menciptakan Nilai
Penambahan kegiatan usaha Perseroan merupakan kemampuan manajemen
untuk menciptakan nilai tambah dari keterbatasan yang dimiliki melalui
peluang usaha yang kreatif dengan memanfaatkan potensi yang ada
sehingga menghasilkan nilai tambah bagi perusahaan serta mengelola sumber
daya dan berani menanggung risiko.
Agar penambahan kegiatan usaha dapat berjalan maksimal, manajemen
Perseroan perlu melakukan langkah-langkah strategis antara lain :
1. Menyediakan solusi satu pintu kepada calon pelanggan, tidak hanya
berupa layanan jasa konstruksi dan/atau renovasi tetapi juga
menyediakan produk-produk untuk kepentingan berkelanjutan dalam
sebuah konstruksi bangunan seperti misalnya instalasi listrik beserta
produk/hal lain untuk mempercantik atau menambah nilai guna suatu
bangunan;
2. merancang sistem manajemen proyek yang dapat menyediakan informasi
secara transparan dalam hal melacak progres dari sebuah proyek serta
mengontrol kualitas dari proyek tersebut;
3. Menyediakan tenaga kerja yang berpengalaman di bidangnya serta
memberikan pelatihan rutin untuk menyesuaikannya dengan teknologi
terkini yang dibutuhkan dalam bidang usaha budidaya ikan kerapu.
Dengan melakukan penambahan kegiatan usaha dibidang budidaya ikan
kerapu, pembenihan ikan laut dan perdagangan hasil perikanan, nilai tambah
yang diperoleh adalah tambahan penghasilan dan keuntungan. Hal tersebut
dikarenakan selama ini hanya mengerjakan proyek pekerjaan sarana produksi
tambak udang. Dengan adanya penambahan kegiatan usaha ini Perseroan
akan melakukan budidaya secara langsung yang akan berdampak terhadap
peningkatan laba. Hal ini dapat dilihat pada proyeksi keuangan Perseroan
yang dijelaskan pada aspek keuangan dalam laporan ini. Adapun resiko yang
mungkin timbul adalah kemungkinan tambahan working capital dan Capex
(Capital Expenditure) yang dibutuhkan untuk menambah kegiatan usaha
tersebut.
6.4 Keunggulan Kompetitif
Perseroan menyakini bahwa kekuatan kompetitif sebagaimana berikut ini akan
mendukung Perseroan dalam melaksanakan strateginya dan memberikan
keunggulan kompetitif dibandingkan para pesaingnya. Sesuai dengan
informasi yang diterima dari manajemen Perseroan, sasaran dari layanan
budidaya ikan kerapu, pembenihan ikan laut dan perdagangan hasil
perikanan adalah pengusaha restoran/rumah makan seafood, ekspor,
korporasi dan perorangan.
Bab VI - Aspek Pola Bisnis 7
Page 84
Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha – PT Agung Menjangan Mas Tbk
Perseroan meyakini bahwa keunggulan kompetitif akan mendukung Perseroan
dalam melaksanakan strateginya dan memberikan keunggulan kompetitif
dibandingkan para pesaingnya. Berikut ini adalah beberapa keunggulan
kompetitif yang dimiliki oleh Perseroan saat ini, yakni sebagai berikut :
1) Relasi Bisnis dengan Perseroan yang baik Perseroan memiliki relasi yang
baik kepada seluruh pihak yang bekerjasama dengan Perseroan baik itu
masyarakat sekitar maupun pelanggan Perseroan. Relasi yang baik ini
tentu menguntungkan satu sama lain terutama pada kinerja Perseroan
dalam membawa jasa pengolahan tambak udang. Perseroan akan terus
menjaga dan meningkatkan relasi yang baik dengan seluruh pihak untuk
meningkatkan mutu dan layanan Perseroan sehingga meningkatkan nilai
kompetitif dari Perseroan.
2) Manajemen yang memiliki kapabilitas tinggi dan berpengalaman dalam
industri tambak udang Setiap anggota Direksi Perseroan memiliki rekam
jejak baik dan kapabilitas yang sudah terbukti untuk menjadi dewan
pengurus Perseroan dalam seluruh aspek usaha Perseroan. Anggota Direksi
dibantu oleh kepala divisi dan manajer profesional yang memiliki
kapabilitas dalam bidang masing-masing. Struktur organisasi yang
dibentuk merupakan organisasi dengan efisiensi yang tinggi,
berkesinambungan dan berperan aktif untuk mewujudkan visi dan misi
Perseroan.
3) Memiliki Kredibilitas yang tinggi dan record pelanggan yang baik
Perseroan telah menyediakan jasa dan melayani salah satu tambak terbaik
dan terbesar di daerah bali dengan cakupan pekerjaan yang lengkap
seperti penyediaan jasa persiapan kolam, perawatan kolam, proses
pemanenan udang dan proses pasca panen sehinggga membuat
Perseroan, manajemen serta karyawan memiliki pengalaman untuk
mengelola tambak udang dengan standar yang baik dan dengan skala
yang besar.
4) Menyediakan jasa end-to-end dalam pengelolaan tambak Perseroan
menyediakan jasa yang lengkap dalam pengelolaan tambak dimana
terdapat jasa-jasa yang disediakan seperti pada tahap awal Perseroan
menyiapkan lahan dan mempersiapkan tambak untuk dapat beroperasi,
kemudian Perseroan juga menyediakan jasa perawatan, pengawasan dan
jasa pemberian pakan pada tambak tersebut. Kemudian pada akhirnya
Perseroan juga menawarkan jasa yang dibutuhkan dalam proses
pemanenan seperti penyortiran, pengecekan kualitas udang dengan
standar yang telah ditentukan oleh pelanggan, serta pemindahan udang
yang telah memenuhi kualitas ke rumah penyortiran pelanggan. Perseroan
juga menyediakan jasa pasca panen guna mempersiapkan kembali
tambak udang menjaga stabilitas dan kualitas tambak tetap terjaga dan
tidak rusak.
Bab VI - Aspek Pola Bisnis 8
Page 85
Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha – PT Agung Menjangan Mas Tbk
6.5 Analisis Industri
Pertimbangan utama dalam membangun usaha budidaya ikan kerapu adalah
pertimbangan teknis dan ekonomis, sehingga usaha yang dijalankan nantinya
dapat dikatakan layak secara teknis dan ekonomis. Analisa usaha secara
umum ditetapkan dengan tujuan untuk menilai manfaat investasi terhadap
suatu usaha yang dilakukan, membandingkan tingkat manfaat investasi
terhadap suatu usaha dengan usaha lainnya, dapat digunakan sebagai
kendali terhadap investasi usaha yang dijalankan.
Untuk memudahkan didalam menilai, membandingkan dan mengendalikan
investasi yang ditanam didalam suatu usaha, dalam hal ini budidaya kerapu,
maka perlu ditetapkan beberapa kriteria/parameter analisa usahau.
Budidaya ikan khususnya ikan kerapu dikaramba jaring apung merupakan
salah satu usaha yang sangat prospek untuk dikembangkan di Indonesia
mengingat potensi lahan perairan dan ikan masih sangat besar. Selain itu
peluang pasar dunia untuk ikan hidup khususnya ikan kerapu di pasar Asia
seperti Cina, Hongkong, Taiwan dan Jepang masih sangat terbuka lebar.
Kondisi ini merupakan peluang yang harus dimanfaatkan guna meningkatkan
taraf hidup masyarakat pesisir, nelayan, petani pembudidaya dan para
pelaku bisnis perikanan.
6.5.1. Persaingan Antar Industri
Persaingan dalam industri budidaya ikan kerapu akan mempengaruhi kinerja
dan kebijakan Perseroan. Pola persaingan dalam industri budidaya ikan
kerapu yaitu persaingan sempurna. Strategi yang jitu dalam menghadapi
persaingan ini yaitu menampilkan keunggulan kompetitif yang menjadikan
suatu perusahaan memiliki perbedaan dan nilai lebih dari perusahaan
pesaing. Tingkat persaingan dalam industri budidaya ikan kerapu dipengaruhi
beberapa faktor yaitu jumlah kompetitor, tingkat pertumbuhan industri,
karaskteristik produk, kapasitas dan hambatan keluar.
Persaingan merupakan kenyataan hidup dalam dunia bisnis, sifat, bentuk, dan
intensitas persaingan yang terjadi dan cara yang ditempuh oleh para
pengambil keputusan strategis untuk menghadapi para tingkat yang dominan
mempengaruhi tingkat keuntungan suatu perusahaan (Siagian, 2003;83-83).
Dengan menggunakan pendekatan pasar, pesaing didefiniskan sebagai
perusahaan yang memenuhi kebutuhan pelanggan yang sama. Untuk
mengetahui jumlah dan jenis pesaing serta kekuatan dan kelemahan yang
mereka miliki, perusahaan perlu membuat peta persaingan yang lengkap.
Bab VI - Aspek Pola Bisnis 9
Page 86
Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha – PT Agung Menjangan Mas Tbk
Dalam industri budidaya ikan kerapu ada beberapa perusahaan yang
bergerak di bidang yang sama dan sebagai competitor Perseroan,
diantaranya PT Andalas Samudera Sejati, PT Catur Tunggal Osenia,
PT Rajawali Laut Timur, PT Kerapu Indonesia dan perusahaan perikanan
lainnya.
6.5.2. Posisi Tawar Pemasok
Perkembangan bisnis budidaya ikan kerapu pada saat ini menempatkan
pemasok pada posisi tawar menawar yang lebih rendah dari Perseroan
dalam industri ini. Hal tersebut terjadi karena jumlah pemasok yang banyak
sehingga memberikan peluang bagi Perseroan untuk mencari pemasok yang
lain apabila tidak terpenuhi kebutuhannya.
6.5.3. Ancaman Pendatang Baru
Adanya Pemain baru tentu saja merupakan suatu ancaman bagi Perseroan.
Ancaman yang dihadirkan pemain baru berupa tawaran layananan dan
produk yang diberikan lebih bervariasi seperti berfokus tidak hanya pada
segmen untuk Perseroan tetapi juga adanya variasi produk ikan kerapu yang
menjangkau kebutuhan konsumen. Tidak hanya itu banyaknya pemain baru
yang menawarkan harga yang lebih kompetitif bagi klien serta kualitas ikan
kerapu. Hal ini menjadi ancaman bagi Perseroan karena klien dapat beralih
ke perusahaan pesaing tersebut.
Rintangan untuk masuk ke dalam industri budidaya ikan kerapu cukup sulit,
karena diperlukan akses modal yang besar untuk pengadaan keramba jaring
apung, penggunaan teknologi dan pengalaman teknis.
6.5.4. Daya Tawar Pembeli / Konsumen
Konsumen dalam pasar budidaya ikan kerapu memiliki kekuatan tawar
menawar yang tinggi, sehingga konsumen mampu mempengaruhi Perseroan
untuk menurunkan harga dan meningkatkan mutu serta pelayanan yang lebih
baik. Untuk menyelesaikan risiko persaingan terhadap konsumen, perseroan
akan terus melakukan riset dan pengembangan untuk memahami kebutuhan
konsumen dengan lebih baik dan tepat sasaran. Tentunya perusahaan pun
akan terus menjalankan inovasi yang berkelanjutan dalam menyediakan
produk, memahami trend dari industri yang dijalankan serta memaksimalkan
sinergitas kekuatan ekosistem yang telah terbangun dalam afiliasi perusahaan-
perusahaan yang tergabung di Menjangan Group agar dapat memberikan
pengalaman yang maksimal kepada konsumen.
Bab VI - Aspek Pola Bisnis 10
Page 87
Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha – PT Agung Menjangan Mas Tbk
6.6 Analisis Risiko
Seperti halnya kegiatan usaha yang dilakukan oleh perusahaan lainnya,
penambahan kegiatan usaha yang akan dilaksanakan oleh Perseroan di
bidang budidaya ikan kerapu, pembenihan ikan dan perdagangan hasil
perikanan tidak terlepas dari risiko usaha yang disebabkan oleh berbagai
faktor yang akhirnya dapat mempengaruhi tingkat pertumbuhan dan
kesehatan bisnis. Risiko-risiko tersebut antara lain:
6.6.1. Risiko Ketergangtungan Kontrak
Dalam menjalankan kegiatan usahanya, Perseroan mempunyai tingkat
ketergantungan kontrak yang cukup tinggi dalam mendapatkan sumber
pendapatannya dimana masih didominasi oleh pihak ketiga dengan
persentase. Dalam hal Perseroan tidak mendapatkan kontrak baru dari pihak
ketiga atau penghentian kontrak, maka dapat menimbulkan dampak negatif
bagi Perseroan terhadap kinerja, kondisi keuangan, dan prospek usaha
Perseroan seperti penurunan pendapatan secara signifkan yang menurunkan
pendapatan dan profitibilitas Perseroan.
6.6.2. Risiko Iklim
Dalam menjalankan usahanya, Perseroan memantau secara ketat kondisi pada
keramba jaring apung. Salah satu peran Perseroan dalam hal ini adalah
menjaga kualitas air seperti salinitas air. Dalam hal ini, perubahan cuaca
seperti hujan dapat menyebabkan fluktuasi pada salinitas air dan
menyebabkan stress pada ikan yang mengakibatkan melambatnya
pertumbuhan. Hal ini akan meningkatkan beban keuangan Perseroan karena
dibutuhkannya tindakan tambahan dan menurunkan profitibilitas Perseroan.
6.6.3. Risiko Ketenagakerjaan
Perseroan memiliki ketergantungan pada sumber daya manusia dalam
kegiatan operasional budidaya ikan kerapu dan pemasarannya dikarenakan
sampai saat ini tidak ada mesin yang dapat melakukannya. Meningkatnya
industri budidaya ikan kerapu mengakibatkan menipisnya SDM yang handal
di pasaran dan memungkinkan pesaing usaha untuk membajak tenaga kerja
Perseroan yang ada. Apabila Perseroan memperkerjakan SDM yang tidak
kompeten juga mengakibatkan kesalahan teknis pada operasionalnya dan
menyebabkan turunnya reputasi yang handal. Hal ini menyebabkan Perseroan
tidak dapat memaksimalkan kegiatan operasional Perseroan sebab terhambat
karena kekurangan SDM, hal ini dapat mempengaruhi pendapatan Perseroan
dan menurunkan profitibilitas Perseroan.
Bab VI - Aspek Pola Bisnis 11
Page 88
Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha – PT Agung Menjangan Mas Tbk
6.6.4. Risiko Persaingan Usaha
Persaingan usaha dalam bidang industri budidaya ikan kerapu semakin ketat,
dengan jumlah pelaku usaha yang semakin banyak, maka terdapat
kemungkinan bahwa beberapa pelaku usaha akan memberikan harga yang
lebih kompetitif dibandingkan dengan Perseroan. Selain dari sisi harga,
pesaing Perseroan juga dapat meningkatkan nilai kompetitif mereka dengan
memberikan kualitas layanan yang lebih baik dengan harga yang relatif
sama. Hal ini menyebabkan Perseroan harus berkompetisi dengan perusahaan
lain dalam hal harga yang dapat menurunkan pendapatan Perseroan dan
menurunkan profitibilitas Perseroan.
6.6.5. Risiko Bencana Alam
Secara geografis, Indonesia terletak di antara 2 (dua) Samudra yaitu
Samudra Pasifik dan Samudra Hindia serta terletak di 2 (dua) benua yaitu
Benua Asia dan Benua Australia. Indonesia juga merupakan negara kepulauan
yang terletak pada patahan jalur gempa dan berada di pertemuan 3 (tiga)
lempengan utama dunia. Perseroan juga melakukan kegiatan usahanya yang
berada dipinggir laut. Hal ini menyebabkan timbulnya risiko kerusakan pada
properti yang dimiliki oleh pelanggan Perseroan yakni keramba jaring apung
yang dimiliki oleh Perseroan ataupun bencana alam yang dapat
menyebabkan kerugian dan gangguan pada kegiatan operasional Perseroan
dikarenakan rusaknya fasilitas penunjang operasional Perseroan. Hal ini dapat
mempengaruhi biaya yang muncul akibat bencana alam terkait sehingga
meningkatkan biaya yang dikeluarkan Perseroan dan menurunkan profitibilitas
Perseroan.
6.6.6. Risiko Likuiditas
Risiko dimana Perseroan akan mengalami kesulitan dalam memperoleh dana
guna memenuhi komitmennya atas instrumen keuangan. Pengelolaan terhadap
risiko likuiditas dilakukan dengan cara menjaga profil jatuh tempo antara aset
dan liabilitas keuangan, penerimaan tagihan tepat waktu, manajemen kas
yang mencakup proyeksi dan realisasi arus kas hingga beberapa tahun
kedepan serta memastikan ketersediaan pendanaan melalui komitmen fasilitas
kredit.
6.6.7. Risiko Perubahan Kondisi Perekonomian
Perekonomian global masih menunjukkan perlambatan yang lebih dalam
sebagaimana tercermin dari perkiraan pertumbuhan yang melambat
perekonomian negara-negara maju dari perkiraan semula. Kondisi pasar
Bab VI - Aspek Pola Bisnis 12
Page 89
Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha – PT Agung Menjangan Mas Tbk
keuangan global juga masih rapuh dengan banyaknya laporan kerugian
lembaga keuangan dunia. Hal tersebut memberikan dampak terhadap tingkat
pengembalian investasi.
6.6.8. Risiko Tingkat Suku Bunga
Risiko ini berasal dari kebutuhan Perseroan kepada pembiayaan, baik
pembiayaan investasi maupun pembiayaan modal kerja dalam perjalanan
usahanya. Salah satu sumber dana untuk memenuhi kebutuhan investasi dan
modal kerja adalah pinjaman pihak ketiga maupun perbankan. Baik pinjaman
dari pihak ketiga maupun perbankan mengandung unsur bunga yang akan
menjadi salah satu biaya yang harus dibayar. Untuk itu, semakin tinggi tingkat
suku bunga, maka semakin tinggi biaya yang harus dibayar Perseroan serta
akan menurunkan tingkat margin yang akan diperoleh Perseroan.
6.6.9. Risiko Kebijakan Pemerintah
Kegiatan operasi industri budidaya melibatkan penggunaan air, pembuangan
limbah dan pembuangan emisi lain yang dapat berdampak negative
terhadap lingkungan. Meskipun sampai pada saat ini belum terdapat
peraturan khusus untuk kegiatan usaha Perseroan, tidak menutup kemungkinan
di kemudian hari akan terdapat kebijakan dan peraturan baru dari
Permerintah atau pihak berwenang lainnya dalam mengatur kegiatan usaha
Perseroan. Kebijakan baru ini dapat mempengaruhi kegiatan operasional
Perseroan karena kegiatan usaha Perseroan dapat dihentikan apabila
terdapat bukti kegagalan Perseroan dalam memenuhi peraturan dan kinerja
keuangan Perseroan karena terdapat biaya yang cukup besar untuk
memperoleh kegiatan usaha.
6.6.10. Risiko Tidak Tercapainya Proyeksi
Jika proyeksi yang dibuat tidak tercapai yang diakibatkan oleh manajemen,
baik dalam pengelolaan termasuk pengelolaan risiko usaha maupun
pemasaran, serta memburuknya perekonomian yang menurunkan aktivitas
industri maka akan berdampak terhadap kelayakan atas penambahan
kegiatan usaha.
Bab VI - Aspek Pola Bisnis 13
Page 90
Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha – PT Agung Menjangan Mas Tbk
6.7 Analisis SWOT
Analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity and Threat) terdiri atas faktor
internal yang bisa dikontrol dan faktor eksternal atau lingkungan yang
mungkin sulit dikontrol. Kedua sisi dianalisis supaya dapat disusun suatu strategi
sehingga tercapai keberhasilan dan mempunyai daya saing. Dari faktor
internal bisa diidentifikasi kekuatan dan kelemahan (strength and weakness)
sedangkan dari faktor eksternal berupa peluang dan ancaman (opportunity
and threat).
Strategi penambahan kegiatan usaha budidaya ikan kerapu, pembenihan ikan
laut dan perdagangan hasil perikanan dilakukan dengan cara membuat
SWOT matriks. SWOT matriks ini dibangun berdasarkan faktor-faktor strategi,
baik internal (kekuatan dan kelemahan) maupun eksternal (peluang dan
ancaman). Berdasarkan matriks posisi analisis SWOT yang ada maka dapat
disusun 4 (empat) strategi utama, yaitu Strenghts-Opportunities (S-O),
Weaknesses-Oppurtunities (W-O), Strenghts-Threats (S-T), dan Weaknesses-
Threats (W-T).
Kelemahan / Weaknesses
Kekuatan / Strengths (S)
(W)
1. Peningkatan permintaan 1. Risiko penyakit.
pasar yang tinggi 2. Petakan KJA produksi
2. Pengalaman dan masih terbatas.
pengetahuan dibisnis 3. Harga Produk yang
perikanan belum terstandarisasi
3. Penggunaan teknologi dari daerah satu ke
modern daerah lainnya.
4. Perairan Kabupaten
Buleleng memiliki habitat
yang sesuai untuk ikan
kerapu.
5. Kualitas produk yang
dihasilkan baik.
6. Kedekatan lokasi usaha
dengan bahan input
produksi.
7. Kestabilan harga
dipasar dan peningkatan
harga pada bulan
tertentu.
Bab VI - Aspek Pola Bisnis 14
Page 91
Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha – PT Agung Menjangan Mas Tbk
Peluang /
Strategi “SO” Strategi “WO”
Opportunities (O)
1. Kerapu memiliki
nilai ekonomi
yang tinggi.
2. Daya dukung 1. Memanfaatkan
lingkungan kepercayaan yang
perairan baik. 1. Memanfaatkan lahan
yang tersedia dipesisir ada untuk melakukan
3. Adanya kerjasama dengan
Buleleng Bali untuk
kebijakan berbagai stakeholder
membudidayakan ikan
pemerintah dan dalam budidaya ikan
kerapu.
road map yang kerapu.
jelas disektor
2. Memanfaatkan
perikanan laut. 2. Mengembangkan
permintaan ikan kerapu
4. Adanya proses automatisasi ke
yang tinggi serta harga
lembaga riset semua lini/aspek dari
yang mahal untuk
perikanan dan proses bisnis sehingga
memaksimalkan produksi
supplier benih terciptanya proses
dan penjualan.
terbesar dan yang efektif dan
terakreditasi efisien.
3. Meningkatkan kapasitas
disekitar lokasi produksi ikan kerapu
perusahaan 3. Memperbanyak mitra
untuk memenuhi di seluruh daerah
(ekosistem kebutuhan pasar.
agribisnis sudah hingga dapat
terbentuk) menjangkau konsumen
4. Meningkatkan dan ke daerah
5. Adanya mempertahankan mutu
teknologi baru terpencil/pedesaan
ikan produk ikan kerapu. sekalipun
yang dapat
membantu
meningkatkan
produksi dan
keuntungan
perusahaan.
Ancaman / Threats
Strategi “ST” Strategi “WT”
(T)
1. Mempersiapkan diri 1. Mengatasi
1. Perubahan iklim
dan bencana dengan melakukan kelemahan dengan
alam. penyesuaian bila menjadikannya
terdapat pergeseran kekuatan
2. Adanya peraturan pemerintah perusahaan.
persaingan
ketersediaan 2. Menghadapi persaingan 2. Mengurangi ancaman
ikan kerapu /kompetisi pasar dengan persaingan dengan
dari perikanan terus melakukan cara berkolaborasi
tangkap. pengembangan dalam dengan
Bab VI - Aspek Pola Bisnis 15
Page 92
Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha – PT Agung Menjangan Mas Tbk
3. Pembengkakan
teknologi dan inovasi. pesaing/competitor
biaya produksi tidak langsung, yang
karena telah established di
ketersediaan Indonesia.
input produksi.
4. Adanya
perubahan dari
peraturan
pemerintah
yang
mempengaruhi
6.8 Kesimpulan
Dengan memperhatikan pola bisnis yang akan diterapkan oleh manajemen
Perseroan dilihat dari segmen usaha, kemampuan untuk mencipatan nilai serta
keunggulan kompetitif dan melihat analisis industri, risiko dan analisis SWOT
dalam rencana penambahan kegiatan usaha, maka rencana penambahan
kegiatan usaha secara pola bisnis layak untuk dilaksanakan.
Bab VI - Aspek Pola Bisnis 16
Page 93
BAB VII ASPEK MODEL MANAJEMEN
Page 94
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Agung Menjangan Mas Tbk
BAB VII
ASPEK MODEL MANAJEMEN
7.1 Model Manajemen
Sistem organisasi dan manajemen yang baik sangat diperlukan untuk
mendukung terciptanya suatu perusahaan yang sistematis dalam pengendalian
internal sehingga dapat membentuk perusahaan yang mapan dan untuk
mencapai tujuannya. Struktur organisasi dan manajemen yang baik sangat erat
hubungannya dengan koordinasi kerja yang terpadu dan terarah.
Dalam setiap organisasi diperlukan ketegasan dalam pembagian tugas yang
disesuaikan dengan bagan organisasi, pendelegasian wewenang yang jelas
dan koordinasi kerja yang terpadu. Penempatan tenaga kerja yang sesuai
dengan pengalaman, keahlian dan keterampilannya merupakan faktor yang
penting dalam menerapkan kebijaksanaan perusahaan. Hal ini juga akan
memperlancar pendelegasian tugas kepada unit di bawahnya atau
sebaliknya, yang pada akhirnya akan memperlancar kerja perusahaan. Oleh
sebab itu, struktur organisasi perusahaan harus dijadikan pegangan dalam
menjalankan kegiatan usahanya.
7.2 Kapasitas dan Kemampuan Manajemen
Pada perkembangan selanjutnya, struktur organisasi Perseroan akan
berkembang sesuai dengan penambahan kegiatan usaha dibidang budidaya
ikan kerapu. Penambahan kegiatan usaha tersebut perlu dilakukan penyesuaian
terhadap staf/operator untuk menjalankan seluruh kegiatan perusahaan yang
semakin kompleks. Dalam memenuhi kebutuhan tambahan ini, dari waktu ke
waktu dan sesuai dengan rencana pengembangan bisnis perusahaan, maka
akan ditempatkan beberapa tenaga ahli, sedangkan perekrutan tenaga kerja
diutamakan yang memiliki keahlian di bidang budidaya ikan kerapu, sehingga
sumber daya manusia yang dimiliki perusahaan berkompeten di bidang industri
sesuai dengan penambahan kegiatan usaha. Saat ini Perseroan memiliki SDM
yang berpengalaman dalam usaha budidaya ikan kerapu sehingga dengan
adanya penambahan usaha kemampuan Perseroan dalam menyediakan
sumberdaya yang mumpuni sudah tersedia. Dengan mempertimbangkan kondisi
sumberdaya manusia dan tenaga ahli dibidang budidaya ikan kerapu yang
dimiliki oleh Perseroan, perusahaan mampu mendukung rencana penambahan
usaha baru.
Kapasitas manajemen mencakup kemampuan dalam perencanaan,
pelaksanaan, pengawasan, dan pengendalian operasional budidaya ikan
kerapu. Dalam hal ini, Perseroan memiliki keahlian dalam pengelolaan sumber
daya alam, teknologi budidaya ikan, serta pemahaman yang baik tentang
Bab VII – Aspek Model Manajemen 1
Page 95
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Agung Menjangan Mas Tbk
faktor-faktor lingkungan yang memengaruhi pertumbuhan ikan kerapu, saat ini
Perseroan telah berkerjasama dengan Institut Pertanian Bogor untuk
mengembangkan smart mariculture menuju budidaya ikan 4.0, serta sebagai
Tenaga Ahli Perikanan Dr. Ir. Irzal Effendi,M.Si yang mengembangkan aspek
pengelolaan budidaya ikan kerapu Perseroan, berikut profile singkat tenaga
ahli yang bekerjasama dengan Perseroan :
1. Nama : Dr. Ir. Irzal Effendi, MSi.
2. Instansi : Institut Pertanian Bogor (IPB), Fakultas
Perikanan dan Ilmu Kelautan, Departemen
Budidaya Perairan
a. Golongan/Pangkat : IVc
b. Jabatan Lektor Kepala
3. Alamat
a. Kantor : Departemen Budidaya Perairan, Fakultas
Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB, Kampus
Darmaga, Bogor, Jawa Barat
Telp./Fax: 0251-8622941
b. e-mail : irzalef@gmail.com atau
irzeffendi@yahoo.com
4. Riwayat Pendidikan :
No. Jenjang Bidang Ilmu Perguruan Tinggi. Tahun
Pendidikan Lulus
1 Sarjana Akuakultur Institut Pertanian 1988
Bogor
2 Magister Biologi Institut Pertanian 1995
Bogor
3 Doktor Akuakultur Institut Pertanian 2016
Bogor
5. Pelatihan Profesional :
No. Jenis Pelatihan Penyelenggara, Jangka Waktu,
Lokasi Tahun
1 Pelatihan dan Workshop Vision Indonesia - 30 Juli -1
Pengenalan SMM ISO Program Diploma Agustus dan 15
9001:2015 IPB Agustus 2017
2 Pelatihan Asesor Uji Kompetensi: BNSP-Program 14-17 Juli 2017
Asesor Nasional Diploma IPB
3 Pelatihan Berbasis Kompetensi Bappenas - 23-24 Mei 2017
untuk Pemetaan Kompetensi KADIN -
Bidang Usaha Perikanan KOMPAK
Budidaya
Bab VII – Aspek Model Manajemen 2
Page 96
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Agung Menjangan Mas Tbk
No. Jenis Pelatihan Penyelenggara, Jangka Waktu,
Lokasi Tahun
4 Pembekalan dan Uji Kompetensi BBPBAP Jepara 8-10 Februari
Bidang Perikanan Budidaya DJPB-KKP 2017
sebagai Ahli Perikanan Budidaya:
Ahli
Akuakultur
6 Training Course Workshop: NACA, Nha 1-10 Agustus
Application of Bussines Trang University, 2010
Management Principles for Small Nha Trang, Viet
Scale Aquaculture Nam
7 Pelatihan Audit Internal dalam Direktorat 1-4 Agustus
Rangka ISO 9000:2008 Program Diploma 2009
IPB, Bogor
9 Junior Scientist Exchange Toward Core University 3 bulan, 2002
Harmonization between Program in
Development and Environmental Applied
Conservation in Biological Biosciences. JSPS-
Production (Luar Negeri) DGHE. The
University of
Tokyo, Japan.
11 Training of Macrobrachium Inve International, 7-10 November
Freshwater Culture, Bangkok, Thailand 2001
Thailand
12 Long Term Junior Scientist JSPS - DGHE, RI Oktober 1996 -
Exchange Programe, Tokyo Maret 1997 (6
University of Fisheries, Tokyo, bulan)
Japan
6. Pengalaman Mengajar :
No. Mata Kuliah Jenjang Program Waktu
Pendidikan Studi/
Universitas
1 Dasar-dasar Akuakultur Diploma TRI/IPB 1997 - 2003
Sarjana BDP/IPB 1990 - sekarang
2 Budidaya Air Payau dan Diploma TRI/IPB 1997 - 2003
Laut
3 Teknik Penanganan Benih Diploma TRI/IPB 1997 - 2004
dan
Induk
4 Pengantar Akuakultur Diploma MBP/IPB 1996 - 2004
5 Dasar-dasar Perikanan Diploma TPMPB/IPB 2004 - sekarang
Budidaya
6 Manajemen Budidaya Diploma TPMPB/IPB 2004 - 2012
Air Payau & Marikultur
7 Manajemen Pembenihan Diploma TPMPB/IPB 2004 - 2013
Ikan
8 Teknik Penanganan Diploma TPMPB/IPB 2004 - 2011
Produk
Perikanan Budidaya
Bab VII – Aspek Model Manajemen 3
Page 97
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Agung Menjangan Mas Tbk
No. Mata Kuliah Jenjang Program Waktu
Pendidikan Studi/
Universitas
9 Tata Produksi Pertanian Diploma MK/IPB 1991 – 1997
10 Sistem dan Teknologi Sarjana Faperta/U 1993- 1998
Budidaya nida
Perikanan
11 Budidaya Ikan Hias Diploma PGKP/IPB 1990-1991
12 Budidaya Ikan Air Tawar Diploma PGKP/IPB 1990-1991
13 Manajemen Marikultur Sarjana TMA/IPB 1999 - sekarang
14 Pengantar Praktek Diploma TPMPB/IPB 2010 - sekarang
Akuakultur
14 Pengembangan Budidaya Sarjana BDP/IPB 1999 - 2003
Perairan
15 Fisiologi dan Tingkahlaku Sarjana TMA/IPB 1999 - 2007
Larva
Magister AKU/IPB 2008 - sekarang
16 Pengantar Ilmu Perikanan Sarjana FPIK/IPB 2012 – sekarang
17 Evaluasi Produksi Doktor AKU/IPB 2017 - sekarang
Akuakultur
18 Evaluasi Sistem Akuakultur Doktor AKU/IPB 2017 - sekarang
19 Logistik Akuakultur Magister LOG/IPB 2020 - sekarang
Keterangan :
TRI : Teknologi Reproduksi Ikan
BDP : Budidaya Perairan
MBP : Manajemen Bisnis Perikanan
TPMPB : Teknologi Produksi dan Manajemen Perikanan Budidaya
MK : Manajer Koperasi
PGKP : Pendidikan Guru Kejuruan Pertanian
AKU : Ilmu Akuakultur
TMA : Teknologi dan Manajemen Akuakultur
FPIK : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan
Kaitannya dengan manajemen keuangan, pengelolaan biaya produksi,
perencanaan anggaran, dan analisis keuangan untuk memastikan keberlanjutan
usaha telah dilakukan dengan baik. Selain itu, kemampuan dalam menjalankan
strategi pemasaran dan penjualan hasil budidaya ikan kerapu dalam
meningkatkan profitabilitas usaha telah dilakukan saat ini melalui kerjasama
dengan eksportir, pengepul lokal dan supermarket di area Bali.
7.3 Sumber Daya Manusia
Penggunaan karyawan yang memiliki keahlian sesuai dengan yang dibutuhkan
adalah sesuatu yang membantu peran keberhasilan usaha. Perseroan memiliki
karyawan yang didasarkan pada pengalaman kerja, latar belakang
pendidikan, dan keahliannya dibidang perikanan agar proses produksinya
optimal. Sumber daya manusia yang dimiliki Perseroan merupakan lulusan
perguruan tinggi perikanan Institut Pertanian Bogor yang terdiri dari Manajer
Produksi dalam hal ini Bapak Mochammad Ridwan, S.Pi, M.Si yang bertanggung
jawab memastikan proses budidaya ikan berjalan sesuai perencanaan bisnis.
Bab VII – Aspek Model Manajemen 4
Page 98
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Agung Menjangan Mas Tbk
Sebagai Kepala Produksi Bapak Lukman Nur Hakim, S.Pi yang bertanggung
jawab Mengatur dan mengelola semua hal yang berkaitan dengan operasional
budidaya.
Sebagai Asisten Kepala Produksi Bapak M.Atilah Setiawan, S.Pi memiliki tanggung
jawab membantu kepala produksi melaksanakan kegiatan budidaya, memantau
kondisi kualitas air, membuat laporan produksi dan melakukan koordinasi
dengan anggota mulai dari mengelola tenaga kerja, hingga berjalannya
kegiatan budidaya.
Salah satu hal terpenting untuk keberhasilan dalam pengelolaan perusahaan
adalah peran sumber daya manusia yang menanganinya. Oleh karena itu
diperlukan manajemen yang profesional dalam setiap fungsi operasional
perusahaan. Berikut ini adalah struktur organisasi Perseroan yang berbentuk
struktur organisasi fungsional.
Struktur Organisasi Perseroan sebelum penambahan kegiatan usaha sebagai
berikut :
Sumber: Manajemen Perseroan
Bab VII – Aspek Model Manajemen 5
Page 99
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Agung Menjangan Mas Tbk
Dan berikut merupakan struktur organisasi Perseroan setelah penambahan
kegiatan usaha :
Sumber: Manajemen Perseroan
Adapun pihak-pihak yang secara langsung ditunjuk untuk bertanggung jawab
atas penambahan kegiatan usaha adalah sebagai berikut :
a) Lukman Nur Hakim (Kepala Produksi)
- Pendidikan :
• D3 Jurusan Perikanan Institut Pertanian Bogor.
- Pengalaman :
• Koordinator Teknik Budidaya Ikan – PKSPL IPB (2004 – 2009)
• Kepala Bagian Pre Growing Budidaya Ikan Kakap Putih – PT Fega
Marukultura (2009 – 2015)
• Kepala Produksi KJA – PT Agung Menjangan Mas Tbk (2021 –
Sekarang)
Bab VII – Aspek Model Manajemen 6
Page 100
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Agung Menjangan Mas Tbk
b) Mochammad Ridwan
- Pendidikan :
• S1 Teknologi Produksi dan Manajemen Perikanan Budidaya Institut
Pertanian Bogor (IPB).
• S2 Manajemen Institut Pertanian Bogor (IPB).
- Pengalaman :
• Pengembangan Program Bisnis - LPPM Institut Pertanian Bogor (2019-
2021)
• Pengembangan Program - LKST Institut Pertanian Bogor (2021)
• Kerjasama dan Pengembangan - PT Agung Menjangan Mas Tbk
(2021 – Sekarang)
c) M. Atilah Setiawan (Asisten Kepala Produksi)
- Pendidikan :
• S1 Akuakultur Institut Pertanian Bogor (IPB).
- Pengalaman :
• Sales Eksekutif – PT Sumber Tirta Sentosa (2022 - 2023)
7.4 Ketersediaan Tenaga Kerja
Recruitment akan dilakukan oleh Perseroan sebagai langkah awal untuk
mengakselerasi pertumbuhan di kegiatan usaha tambahan. Di dalam segmen
usaha konstruksi bangunan gedung, jasa prepabrikasi konstruksi bangunan
gedung dan instalasi listrik, kombinasi antara karyawan Perseroan yang telah
ada dengan tambahan tenaga dari luar akan dilakukan.
Tabel 7.1. Komposisi Jumlah Karyawan Perseroan Sebelum dan Sesudah Penambahan
Kegiatan Usaha
Tenaga kerja sebelum Rencana tambahan tenaga Tenaga kerja setelah
penambahan kegiatan usaha kerja (orang) penambahan kegiatan
(orang) usaha (orang)
25 20 45
Sumber: Manajemen Perseroan
Tenaga kerja di Perseroan divisi perikanan budidaya dipimpin oleh Kepala
Produksi budidaya yang berpengalaman, dan mempekerjakan sebagian
besar pegawai lokal dari daerah sekitarnya, yang telah mengikuti tes dan
pelatihan. Secara umum tenaga kerja yang ada 80 persen nya berasal dari
daerah sekitarnya dan 20 persen dari luar daerah (umumnya tenaga ahli
budidaya, teknisi, laboratorium, dan manajer lapangan).
Bab VII – Aspek Model Manajemen 7
Page 101
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Agung Menjangan Mas Tbk
Ketersediaan tenaga kerja akan menentukan tim pelaksana yang terbaik
dengan kebijaksanaan dalam pengangkatan tenaga kerja dan diutamakan
yang sudah berpengalaman dalam bidangnya.
Untuk meningkatkan produktivitas dari karyawan yang akan dilakukan antara
lain :
1. Peningkatan keahlian karyawan (man power training);
2. Sistem manajemen yang baik untuk dapat melaksanakan tugas semaksimal
mungkin;
3. Job description yang jelas dari setiap karyawan secara terarah;
4. Rasa tanggung jawab kepada perusahaan dalam usaha penyempurnaan
dan penghematan;
5. Menciptakan suasana kerja yang menyenangkan dengan cara
memperhatikan kesejahteraan karyawan, menjamin ketenangan dan
kepastian serta ketentraman kerja
7.5 Komposisi Karyawan
Berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan, hingga 31 Desember 2023
jumlah karyawan sebanyak 25 karyawan. Berikut komposisi Distribusi
komposisi karyawan berdasarkan jenjang jabatan, pendidikan, usia serta
lokasi penempatan dengan rincian sebagai berikut :
Tabel 7.2. Jumlah Karyawan Berdasarkan Tingkatan Jabatan
31 Desember 2023
Jenjang Jabatan
Laki-Laki Perempuan
President Director 1
Vice President Director
Director 2
Senior Manager 2
Manager 2
Asistant Manager 2
Supervisor 4 2
Staf 8 2
Jumlah 21 4
Bab VII – Aspek Model Manajemen 8
Page 102
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Agung Menjangan Mas Tbk
Tabel 7.3. Jumlah Karyawan Berdasarkan Tingkatan Pendidikan
31 Desember 2023
Jenjang Pendidikan
Laki-Laki Perempuan
Magister (2) 3
Sarjana (S1) 8 2
Sarjana Muda (D3) 8 2
SMA 2
<SMA
Jumlah 21 4
Tabel 7.4. Jumlah Karyawan Berdasarkan Tingkatan Usia
31 Desember 2023
Jenjang Usia
Laki-Laki Perempuan
< 20
20 - 25 5
26 - 30 1 2
31 - 35 4 2
36 - 40 8
41 - 45 2
46 - 50 1
>50
Jumlah 21 4
Tabel 7.5. Jumlah Karyawan Berdasarkan Status Ketenagakerjaan
31 Desember 2023
Status
Ketenagakerjaan Laki-Laki Perempuan
Tetap 21 4
Kontrak 20
Jumlah 41 4
Struktur organisasi yang ada di Perseroan divisi Budidaya ikan terdiri dari
Kepala Produksi, dimana kepala produksi tersebut didampingi oleh Asisten
Kepala Produksi dan Operator lapangan;
Bab VII – Aspek Model Manajemen 9
Page 103
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Agung Menjangan Mas Tbk
Berikut adalah tugas dan tanggung jawab tim produksi Budidaya Ikan Kerapu
1. Kepala Produksi
Kepala Produksi Memiliki Tanggung Jawab Mengatur dan mengelola semua
hal yang berkaitan dengan operasional kja mulai dari mengelola tenaga
kerja, hingga berjalannya kegiatan budidaya.
2. Asisten Kepala Produksi
Asisten Kepala Produksi memiliki tanggung jawab membantu kepala produksi
melaksanakan kegiatan budidaya, memantau kondisi kualitas air, membuat
laporan produksi dan melakukan koordinasi dengan anggota.
3. Operator
Operator memiliki tanggung jawab melakukan pemberian pakan,
pembersihan jaring dan pembersihan KJA.
7.6 Kesimpulan
Dengan pertimbangan aspek model majamen yang akan diterapkan baik dari
penggunaan tenaga kerja yang ada dikombinasikan dengan recruitment
tenaga kerja yang sesuai dengan bidangnya serta rencana manajemen
meningkatkan produktivitas tenaga kerja sehingga dapat bersaing dengan
perusahaan lain dengan jenis usaha yang sama, maka rencana penambahan
kegiatan usaha secara aspek model manajemen layak untuk dilaksanakan.
Bab VII – Aspek Model Manajemen 10
Page 104
BAB VIII ASPEK KEUANGAN
Page 105
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Agung Menjangan Mas Tbk
BAB VIII
ASPEK KEUANGAN
8.1. Rencana Perseroan
Perseroan adalah perusahaan yang bergerak dibidang jasa sarana produksi
budidaya ikan air payau, jasa pasca panen budidaya ikan air payau,
penyiapan lahan dan real estatet yang dimiliki sendiri atau disewa. Bisnis inti
Perusahaan saat ini berfokus pada jasa persiapan kolam, jasa panen, jasa
pasca panen dan jasa pemeliharaan sarana dan prasarana kolam tambak dan
penyewaan tanah dan gedung dimana saat ini Perseroan berencana untuk
melakukan penambahan kegiatan usahanya di bidang budidaya ikan kerapu,
pembesaran pisces/ikan bersirip payau, pembenihan ikan laut, pembenihan ikan
air payau, perdagangan hasil perikanan, industri pembekuan ikan, industri
pendinginan ikan, industri pembekuan biota air lainnya dan industri
pemindangan ikan.
Mengenai penambahan kegiatan usaha yang akan dilakukan Perseroan dengan
melakukan penambahan di bidang budidaya ikan kerapu, industri pembenihan
serta pembekuan ikan, maka diharapkan produktifitas dan profitabilitas dapat
meningkat. Untuk menjalankan rencana usahanya Perseroan memerlukan kajian
kelayakan atas penambahan kegiatan usaha tersebut.
8.2. Rencana Biaya Investasi
Berkaitan dengan penambahan kegiatan usaha Perseroan secara garis besar
rencana biaya yang dibutuhkan oleh Perseroan dapat disajikan sebagai
berikut :
Tabel 8.1 Biaya Investasi
Harga Satuan Total
No. Uraian Unit
(Rp) (Rp)
1 Tambak Kerapu 192 83.000.000 15.936.000.000
2 Sarana Pelengkap 1 1.000.000.000 1.000.000.000
3 Gudang 1 1.000.000.000 1.000.000.000
Total Biaya Investasi 17.936.000.000
Bab VIII - Aspek Keuangan 1
Page 106
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Agung Menjangan Mas Tbk
Kebutuhan modal investasi tersebut akan menggunakan dana sendiri dengan
rincian sebagai berikut :
Tabel 8.2 Sumber Pembiayaan
Pinjaman
No. Pembiayaan Modal Sendiri Total
Perbankan
1 Investasi 17.936.000.000 - 17.936.000.000
2 Komposisi 100% 0% 100%
Total Pembiayaan 17.936.000.000
8.3. Asumsi – Asumsi Proyeksi Keuangan
Asumsi-asumsi yang digunakan dalam penyusunan proyeksi keuangan sebelum
dan setelah penambahan kegiatan usaha adalah upaya pengembangan bisnis
Perseroan. Dengan adanya penambahan kegiatan usaha ini akan
mengakibatkan perubahan terhadap keuangan Perseroan. Kami melakukan
koreksi ataupun penyesuaian terhadap proyeksi keuangan yang diberikan oleh
pemberi tugas, penilai meyakini bahwa proyeksi keuangan tersebut sudah sesuai
dengan rencana bisnis Perseroan. Jangka waktu proyeksi keuangan sampai
dengan tahun 2028 dimana asumsi bahwa tahun tersebut Perseroan dalam
kondisi stable growth sehingga untuk mencerminkan going concern bisnis
Perseroan diterapkan terminal value dengan menggunakan metode kapitalisasi
pendapatan/gordon model.
8.4. Proyeksi Keuangan Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha
8.4.1. Proyeksi Posisi Keuangan Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha
Berikut ini disajikan proyeksi posisi keuangan Perseroan adalah sebagai berikut:
• Proyeksi posisi keuangan disusun oleh Perseroan yang berakhir pada tahun
2028.
• Proyeksi posisi keuangan tersebut telah dilakukan penyesuaian dan
normalisasi.
• Proyeksi posisi keuangan Perseroan tanpa penambahan kegiatan usaha
hanya mencakup bidang usaha jasa sarana produksi budidaya ikan air
payau, jasa pasca panen budidaya ikan air payau, penyiapan lahan dan
real estatet yang dimiliki sendiri atau disewa.
Bab VIII - Aspek Keuangan 2
Page 107
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Agung Menjangan Mas Tbk
Tabel 8.3 Proyeksi Posisi Keuangan Perseroan (Dalam Ribuan Rupiah)
2024 2025 2026 2027 2028
Keterangan
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Aset Lancar 32.644.015 35.123.068 37.318.988 39.608.398 41.865.949
Aset Tidak Lancar 40.789.942 40.546.497 40.610.275 40.689.039 40.786.309
Total Aset 73.433.957 75.669.565 77.929.263 80.297.437 82.652.258
Liabilitas Jangka Pendek 1.837.981 1.862.387 1.843.558 1.865.882 1.861.388
Liabilitas Jangka Panjang 664.256 664.256 664.256 664.256 664.256
Total Liabilitas 2.502.237 2.526.643 2.507.814 2.530.138 2.525.645
Total Ekuitas 70.931.720 73.142.922 75.421.449 77.767.299 80.126.613
Sumber : Laporan Manajemen Perseroan (diolah)
Perkembangan Posisi Keuangan Perseroan dapat dilihat pada grafik berikut :
Grafik 8.1. Proyeksi Posisi Keuangan Perseroan Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha
• Berdasarkan proyeksi keuangan Perseroan di atas, diperkirakan total aset
Perseroan tahun 2024 sampai dengan tahun 2028 mengalami peningkatan
setiap tahunnya dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound
Annual Growth Rate/CAGR) sebesar 2,97% per tahun. Kenaikan tersebut
sebagian besar berasal dari kas dan setara kas, piutang usaha serta aset
tetap.
• Total liabilitas Perseroan selama masa proyeksi yaitu tahun 2024 sampai
dengan tahun 2028 mengalami penurunan setiap tahunnya dengan laju
pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate/CAGR)
sebesar -0,61% per tahun. Penurunan tersebut sebagian besar berasal dari
utang usaha pihak ketiga.
Bab VIII - Aspek Keuangan 3
Page 108
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Agung Menjangan Mas Tbk
• Total ekuitas Perseroan selama masa proyeksi yaitu tahun 2024 sampai
dengan tahun 2028 juga mengalami peningkatan setiap tahunnya dengan
laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate/CAGR)
sebesar 3,10% per tahun. Kenaikan tersebut berasal dari peningkatan saldo
laba yang pada tahun 2025 dan seterusnya telah dilakukan perbaikan
kinerja sehingga Perseroan konsisten membukukan keuntungan bersih.
8.4.2. Proyeksi Laba Rugi Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha
Asumsi-asumsi yang digunakan antara lain :
1. Proyeksi yang digunakan berdasarkan business plan yang disusun oleh
Perseroan untuk periode 2024-2028.
2. Pendapatan Perseroan berasal dari jasa pembuatan sarana produksi
budidaya ikan air payau.
3. Tingkat pertumbuhan penjualan rata-rata CAGR menurun sebesar 0,94%
per tahun.
4. Beban pokok penjualan (COGS) terhadap pendapatan rata-rata sebesar
49,66% selama masa proyeksi.
5. Gross margin rata-rata sebesar 50,34% per tahun selama masa proyeksi
2024-2028.
6. Net profit margin rata-rata sebesar 22,10% per tahun selama masa
proyeksi 2024-2028.
7. Pertumbuhan laba bersih meningkat rata-rata sebesar 59,68% per tahun
selama masa proyeksi.
Berikut ini disajikan proyeksi laba rugi Perseroan tanpa penambahan kegiatan
usaha :
Tabel 8.4 Proyeksi Laba Rugi Perseroan (Dalam Ribuan Rupiah)
2024 2025 2026 2027 2028
Keterangan
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Penjualan 9.534.375 9.931.250 10.328.125 10.725.000 10.804.375
Beban Pokok Penjualan -4.688.250 -4.911.500 -5.134.750 -5.358.000 -5.402.650
Laba Kotor 4.846.125 5.019.750 5.193.375 5.367.000 5.401.725
Beban Penjualan -190.687 -198.625 -206.562 -214.500 -216.087
Beban Umum dan Administrasi -1.906.875 -1.986.250 -2.065.625 -2.145.000 -2.160.875
Laba Sebelum Pajak 2.748.562 2.834.875 2.921.187 3.007.500 3.024.762
Beban Pajak -604.684 -623.672 -642.661 -661.650 -665.448
Laba Bersih 2.143.879 2.211.202 2.278.526 2.345.850 2.359.315
Sumber : Laporan Manajemen Perseroan (diolah)
Bab VIII - Aspek Keuangan 4
Page 109
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Agung Menjangan Mas Tbk
Perkembangan laba rugi Perseroan dapat dilihat pada grafik berikut :
Grafik 8.2. Proyeksi Laba Rugi Perseroan Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha
8.4.3. Proyeksi Arus Kas Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha
Perkembangan arus kas Perseroan tanpa penambahan kegiatan usaha selama
masa proyeksi dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 8.5 Proyeksi Arus Kas Perseroan (Dalam Ribuan Rupiah)
2024 2025 2026 2027 2028
Keterangan
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Arus Kas Dari Aktivitas
3.137.952 2.451.616 2.058.740 1.880.874 2.376.156
Operasi
Arus Kas Dari Aktivitas
76.980 243.445 -63.778 -78.764 -97.270
Investasi
Arus Kas Dari Aktivitas
- - - - -
Pendanaan
Kas dan Setara Kas
22.532.577 25.747.508 28.442.569 30.437.531 32.239.641
Awal Tahun
Kas dan Setara Kas
25.747.508 28.442.569 30.437.531 32.239.641 34.518.527
Akhir Tahun
Sumber : Laporan Manajemen Perseroan (diolah)
• Jumlah kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi diproyeksikan pada
tahun 2028 sebesar Rp2,36 miliar. Arus kas masuk diperoleh dari penerimaan
kas dari pelanggan. Sementara dari arus kas keluar digunakan untuk
pembayaran kas kepada pemasok, pembayaran gaji dan upah,
pembayaran beban usaha dan pembayaran pajak penghasilan badan.
Bab VIII - Aspek Keuangan 5
Page 110
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Agung Menjangan Mas Tbk
• Jumlah kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi diproyeksikan pada
tahun 2028 sebesar negatif Rp97,27 juta. Arus kas keluar digunakan untuk
penambahan aset tetap.
• Tidak terdapat jumlah kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan
selama masa proyeksi 2024 sampai dengan 2028. Perseroan belum ada
rencana untuk mengajukan pinjaman kepada kreditur.
• Jumlah kas dan setara kas Perseroan pada akhir 2028 tercatat sebesar
Rp34,51 miliar, lebih tinggi 7,07% dibandingkan posisi tahun 2024 yang
tercatat sebesar Rp32,24 miliar.
8.5. Proyeksi Keuangan dengan Penambahan Kegiatan Usaha
8.5.1. Proyeksi Posisi Keuangan dengan Penambahan Kegiatan Usaha
Berikut ini disajikan proyeksi posisi keuangan Perseroan setelah penambahan
kegiatan usaha adalah sebagai berikut :
• Proyeksi posisi keuangan disusun oleh Perseroan yang berakhir pada tahun
2028.
• Proyeksi posisi keuangan tersebut telah dilakukan penyesuaian dan
normalisasi.
• Proyeksi posisi keuangan Perseroan dengan penambahan kegiatan usaha
sudah mencakup bidang usaha budidaya ikan kerapu, industri pembenihan
serta pembekuan ikan.
Tabel 8.6 Proyeksi Posisi Keuangan Perseroan (Dalam Ribuan Rupiah)
2024 2025 2026 2027 2028
Keterangan
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Aset Lancar 24.193.194 21.895.339 26.641.330 31.891.925 37.047.147
Aset Tidak Lancar 50.146.742 56.728.897 55.650.275 54.586.639 53.541.509
Total Aset 74.339.935 78.624.236 82.291.605 86.478.564 90.588.656
Liabilitas Jangka Pendek 1.907.907 2.100.990 1.984.365 2.065.560 2.052.709
Liabilitas Jangka Panjang 664.256 664.256 664.256 664.256 664.256
Total Liabilitas 2.572.163 2.765.246 2.648.621 2.729.816 2.716.965
Total Ekuitas 71.767.773 75.858.990 79.642.984 83.748.748 87.871.692
Sumber : Laporan Manajemen Perseroan (diolah)
Bab VIII - Aspek Keuangan 6
Page 111
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Agung Menjangan Mas Tbk
Perkembangan posisi keuangan Perseroan setelah penambahan kegiatan usaha
dapat dilihat pada grafik berikut :
Grafik 8.3. Proyeksi Posisi Keuangan Perseroan dengan Penambahan Kegiatan Usaha
• Berdasarkan proyeksi keuangan Perseroan di atas, diperkirakan total aset
Perseroan tahun 2024 sampai dengan tahun 2028 mengalami peningkatan
setiap tahunnya dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound
Annual Growth Rate/CAGR) sebesar 4,88% per tahun. Kenaikan tersebut
sebagian besar berasal dari kas dan setara kas, piutang usaha dan aset
tetap. Dengan adanya penambahan kegiatan usaha total aset Perseroan
lebih tinggi sebesar 1,91% dari proyeksi total aset tanpa penambahan
kegiatan usaha.
• Total liabilitas Perseroan selama masa proyeksi yaitu tahun 2024 sampai
dengan tahun 2028 mengalami peningkatan setiap tahunnya dengan laju
pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate/CAGR)
sebesar 0,85% per tahun. Kenaikan tersebut sebagian besar berasal dari
utang usaha pihak ketiga. Dengan adanya penambahan kegiatan usaha
total liabilitas Perseroan lebih tinggi sebesar 1,46% dari proyeksi total
liabilitas tanpa penambahan kegiatan usaha.
• Total ekuitas Perseroan selama masa proyeksi yaitu tahun 2024 sampai
dengan tahun 2028 juga mengalami peningkatan setiap tahunnya dengan
laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate/CAGR)
sebesar 5,02% per tahun. Kenaikan tersebut berasal dari peningkatan saldo
laba. Dengan adanya penambahan kegiatan usaha total ekuitas lebih tinggi
sebesar 1,92% dari proyeksi total ekuitas tanpa penambahan kegiatan
usaha.
Bab VIII - Aspek Keuangan 7
Page 112
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Agung Menjangan Mas Tbk
8.5.2. Proyeksi Laba Rugi dengan Penambahan Kegiatan Usaha
Asumsi-asumsi yang digunakan antara lain :
1. Proyeksi yang digunakan berdasarkan business plan yang disusun oleh
Perseroan untuk periode 2024-2028.
2. Pendapatan Perseroan berasal dari jasa pembuatan sarana produksi
budidaya ikan air payau dan penjualan hasil budidaya ikan kerapu.
3. Tingkat pertumbuhan penjualan rata-rata CAGR meningkat sebesar
16,27% per tahun.
4. Beban pokok penjualan (COGS) terhadap pendapatan rata-rata sebesar
59,51% selama masa proyeksi.
5. Gross margin rata-rata sebesar 40,49% per tahun selama masa proyeksi
2024-2028.
6. Net profit margin rata-rata sebesar 19,11% per tahun selama masa
proyeksi 2024-2028.
7. Pertumbuhan laba bersih rata-rata meningkat sebesar 78,53% per tahun
selama masa proyeksi.
Berikut ini disajikan proyeksi laba rugi Perseroan dengan penambahan kegiatan
usaha:
Tabel 8.7 Proyeksi Laba Rugi Perseroan (Dalam Ribuan Rupiah)
2024 2025 2026 2027 2028
Keterangan
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Penjualan 13.854.375 22.891.250 19.688.125 22.245.000 22.324.375
Beban Pokok Penjualan -7.817.250 -13.983.500 -11.686.750 -13.422.000 -13.466.650
Laba Kotor 6.037.125 8.907.750 8.001.375 8.823.000 8.857.725
Beban Penjualan -277.087 -457.825 -393.762 -444.900 -446.487
Beban Umum dan Administrasi -1.939.612 -3.204.775 -2.756.337 -3.114.300 -3.125.412
Laba Sebelum Pajak 3.820.425 5.245.150 4.851.275 5.263.800 5.285.825
Beban Pajak -840.493 -1.153.933 -1.067.280 -1.158.036 -1.162.881
Laba Bersih 2.979.931 4.091.217 3.783.994 4.105.764 4.122.943
Sumber : Laporan Manajemen Perseroan (diolah)
Bab VIII - Aspek Keuangan 8
Page 113
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Agung Menjangan Mas Tbk
Perkembangan laba rugi Perseroan dapat dilihat pada grafik berikut :
Grafik 8.4. Proyeksi Laba Rugi Perseroan dengan Penambahan Kegiatan Usaha
• Proyeksi dilakukan selama 5 tahun yaitu sejak 2024 sampai dengan tahun
2028 dengan pertimbangan bahwa dengan adanya penambahan kegiatan
usaha Perseroan, maka pendapatan Perseroan diproyeksikan lebih tinggi
sebesar 15,33% dibandingkan proyeksi pendapatan tanpa penambahan
kegiatan usaha. Hal ini disebabkan oleh pendapatan dari usaha penjualan
hasil budidaya ikan kerapu yang menyumbangkan pendapatan yang cukup
besar bagi Perseroan.
• Beban pokok penjualan (COGS) juga diperkirakan akan meningkat dengan
adanya penambahan kegiatan usaha yaitu rata-rata sebesar 59,51% lebih
tinggi 9,85% dari proyeksi COGS tanpa penambahan kegiatan usaha yaitu
rata-rata sebesar 49,66% terhadap penjualan.
• Laba kotor Perseroan diperkirakan akan menurun dengan adanya
penambahan kegiatan usaha yaitu rata-rata sebesar 40,49% terhadap
penjualan lebih rendah 9,85% dari proyeksi laba kotor tanpa penambahan
kegiatan usaha yaitu rata-rata sebesar 50,34% terhadap penjualan.
• Laba bersih Perseroan menurun dengan adanya penambahan kegiatan
usaha hal ini dapat dilihat pada rata-rata besaran laba bersih terhadap
penjualan yaitu -19,11% lebih rendah 2,99% dari proyeksi laba bersih
tanpa adanya penambahan kegiatan usaha sebesar 22,10%. Hal ini
disebabkan dengan adanya penambahan kegiatan usaha maka terdapat
peningkatan beban COGS. Walaupun NPM lebih kecil namun secara total
laba bersih Perseroan meningkat dengan adanya penambahan kegiatan
usaha.
Bab VIII - Aspek Keuangan 9
Page 114
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Agung Menjangan Mas Tbk
8.5.3. Proyeksi Arus Kas dengan Penambahan Kegiatan Usaha
Perkembangan arus kas Perseroan dengan penambahan kegiatan usaha selama
masa proyeksi dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 8.8 Proyeksi Arus Kas Perseroan (Dalam Ribuan Rupiah)
2024 2025 2026 2027 2028
Keterangan
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Arus Kas Dari Aktivitas
2.806.990 2.456.603 4.286.628 2.720.504 4.179.445
Operasi
Arus Kas Dari Aktivitas
-9.279.820 -6.582.155 1.078.622 1.063.636 1.045.130
Investasi
Arus Kas Dari Aktivitas
- - - - -
Pendanaan
Kas dan Setara Kas
22.532.577 16.059.747 11.934.194 17.299.444 21.083.584
Awal Tahun
Kas dan Setara Kas
16.059.747 11.934.194 17.299.444 21.083.584 26.308.159
Akhir Tahun
Sumber : Laporan Manajemen Perseroan (diolah)
• Jumlah kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi diproyeksikan pada
tahun 2028 sebesar Rp4,18 miliar. Arus kas masuk diperoleh dari penerimaan
kas dari pelanggan. Sementara dari arus kas keluar digunakan untuk
pembayaran kas kepada pemasok, pembayaran gaji dan upah,
pembayaran beban usaha dan pembayaran pajak penghasilan badan.
• Jumlah kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi diproyeksikan pada
tahun 2028 sebesar Rp1,04 juta. Arus kas masuk digunakan untuk penyusutan
aset tetap.
• Tidak terdapat jumlah kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan
selama masa proyeksi 2024 sampai dengan 2028. Perseroan belum ada
rencana untuk mengajukan pinjaman kepada kreditur.
• Jumlah kas dan setara kas Perseroan pada akhir 2028 tercatat sebesar
Rp26,30 miliar, lebih tinggi 24,78% dibandingkan posisi tahun 2024 yang
tercatat sebesar Rp21,08 miliar.
8.6. Analisis Rasio Keuangan
Analisis rasio keuangan atau financial ratio merupakan suatu alat analisis yang
digunakan oleh perusahaan untuk menilai kinerja keuangan berdasarkan data
perbandingan masing-masing pos yang terdapat di laporan keuangan seperti
laporan posisi keuangan, laba rugi, dan arus kas dalam periode tertentu.
Bab VIII - Aspek Keuangan 10
Page 115
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Agung Menjangan Mas Tbk
8.6.1. Proyeksi Rasio Keuangan Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha
Rasio keuangan Perseroan tanpa penambahan kegiatan usaha selama masa
proyeksi dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 8.9 Rasio Keuangan Perseroan
Keterangan 2024 2025 2026 2027 2028
Rasio Likuiditas
- Current Ratio (x) 17,76 18,86 20,24 21,23 22,49
- Quick Ratio (x) 17,76 18,86 20,24 21,23 22,49
- Cash Ratio (x) 14,01 15,27 16,51 17,28 18,54
Rasio Aktivitas
- Days of Account Receivables
105 92 96 109 107
Turnover
- Days of Account Payables
8 10 8 9 9
Turnover
Rasio Solvabilitas
- Total Debt to Aset Ratio (%) 3,41 3,34 3,22 3,15 3,06
- Total Debt to Equity Ratio (%) 3,53 3,45 3,33 3,25 3,15
Rasio Profitabilitas
- Gross Profit Margin (%) 50,83 50,54 50,28 50,04 50,00
- EBT Margin (%) 28,83 28,54 28,28 28,04 28,00
- Net Profit Margin (%) 22,49 22,27 22,06 21,87 21,84
- Return on Equity / ROE (%) 2,92 2,92 2,92 2,92 2,85
- Return on Asset / ROA (%) 3,02 3,02 3,02 3,02 2,94
Berdasarkan rasio keuangan diatas, kondisi Perseroan tanpa adanya
penambahan kegiatan usaha selama masa proyeksi adalah sebagai berikut:
Rasio Likuiditas
Tingkat likuiditas perusahaan dihitung berdasarkan perbandingan antara aset
lancar dibandingkan dengan liabilitas lancar yang mencerminkan kemampuan
perusahaan dalam memenuhi liabilitas jangka pendeknya. Terdapat dua
indikator utama dalam mengukur tingkat likuiditas, yaitu rasio lancar (current
ratio) dan rasio cepat (quick ratio). Rata-rata rasio lancar Perseroan selama
masa proyeksi adalah 20,12 x. Sedangkan, rata-rata rasio cepat Perseroan
adalah 20,12 x. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan mampu untuk menutupi
kewajiban jangka pendeknya selama masa proyeksi.
Rasio Aktivitas
Rasio aktivitas adalah rasio yang mengukur seberapa efektif perusahaan dalam
memanfaatkan semua sumber daya yang ada padanya. Semua rasio
aktivitas ini melibatkan perbandingan antara tingkat penjualan dan investasi
pada berbagai jenis aktiva. Terdapat indikator dalam mengukur rasio aktivitas.
Rata-rata jumlah hari perputaran piutang selama masa proyeksi adalah 102
Bab VIII - Aspek Keuangan 11
Page 116
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Agung Menjangan Mas Tbk
hari dan jumlah hari perputaran utang usaha selama masa proyeksi adalah 9
hari.
Rasio Solvabilitas
Tingkat solvabilitas menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi
seluruh liabilitasnya, yang diukur dengan menggunakan dua indikator, yaitu
melalui perbandingan antara jumlah liabilitas terhadap jumlah aset dan melalui
perbandingan antara jumlah liabilitas terhadap jumlah ekuitas. Rata-rata Debt
to Equity Ratio (DER) tanpa penambahan kegiatan usaha Perseroan selama masa
proyeksi adalah 3,23%. Sedangkan rata-rata Debt to Asset Ratio selama masa
proyeksi adalah 3,34%. Liabilitas Perseroan cukup kecil jika dibandingkan
dengan total ekuitas sehingga hal menunjukkan secara proporsional masih
seimbang.
Rasio Profitabilitas
Return on Asset (ROA) menunjukkan kemampuan Perseroan dalam menghasilkan
laba bersih dari aset yang dimilikinya. Rata-rata ROA selama masa proyeksi
adalah 2,91%. Sementara Return on Equity (ROE) menunjukkan kemampuan
perusahaan dalam menghasilkan laba bersih dari ekuitas yang ditanamkan.
Rata-rata ROE selama masa proyeksi 3,01%. Selanjutnya adalah NPM (Net
Profit Margin) adalah kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba bersih
terhadap penjualan. Adapun rata-rata NPM Perseroan selama masa proyeksi
adalah 22,10%.
8.6.2. Proyeksi Rasio Keuangan dengan Penambahan Kegiatan Usaha
Rasio keuangan Perseroan dengan adanya penambahan kegiatan usaha
selama masa proyeksi dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 8.10 Rasio Keuangan Perseroan
Keterangan 2024 2025 2026 2027 2028
Rasio Likuiditas
- Current Ratio (x) 12,68 10,42 13,43 15,44 18,05
- Quick Ratio (x) 12,68 10,42 13,43 15,44 18,05
- Cash Ratio (x) 8,42 5,68 8,72 10,21 12,82
Rasio Aktivitas
- Days of Account Receivables Turnover 105 92 96 109 107
- Days of Account Payables Turnover 8 10 8 9 9
Rasio Solvabilitas
- Total Debt to Aset Ratio (%) 3,46 3,52 3,22 3,16 3,00
- Total Debt to Equity Ratio (%) 3,58 3,65 3,33 3,26 3,09
Rasio Profitabilitas
- Gross Profit Margin (%) 43,58 38,91 40,64 39,66 39,68
- EBT Margin (%) 27,58 22,91 24,64 23,66 23,68
Bab VIII - Aspek Keuangan 12
Page 117
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Agung Menjangan Mas Tbk
Keterangan 2024 2025 2026 2027 2028
- Net Profit Margin (%) 21,51 17,87 19,22 18,46 18,47
- Return on Equity / ROE (%) 4,01 5,20 4,60 4,75 4,55
- Return on Asset / ROA (%) 4,15 5,39 4,75 4,90 4,69
Berdasarkan rasio keuangan diatas, kondisi Perseroan dengan adanya
penambahan kegiatan usaha selama masa proyeksi adalah sebagai berikut:
Rasio Likuiditas
Tingkat likuiditas perusahaan dihitung berdasarkan perbandingan antara aset
lancar dibandingkan dengan liabilitas lancar yang mencerminkan kemampuan
perusahaan dalam memenuhi liabilitas jangka pendeknya. Terdapat dua
indikator utama dalam mengukur tingkat likuiditas, yaitu rasio lancar (current
ratio) dan rasio cepat (quick ratio). Rata-rata rasio lancar Perseroan selama
masa proyeksi adalah 14,00 x. Sedangkan rata-rata rasio cepat Perseroan
adalah 14,00 x. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan mampu untuk menutupi
kewajiban jangka pendeknya selama masa proyeksi.
Rasio Aktivitas
Rasio aktivitas adalah rasio yang mengukur seberapa efektif perusahaan
dalam memanfaatkan semua sumber daya yang ada padanya. Semua rasio
aktivitas ini melibatkan perbandingan antara tingkat penjualan dan investasi
pada berbagai jenis aktiva. Terdapat indikator dalam mengukur rasio aktivitas.
Rata-rata jumlah hari perputaran piutang selama masa proyeksi adalah 102
hari dan jumlah hari perputaran utang usaha selama masa proyeksi adalah 9
hari.
Rasio Solvabilitas
Tingkat solvabilitas menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi
seluruh liabilitasnya, yang diukur dengan menggunakan dua indikator yaitu
melalui perbandingan antara jumlah liabilitas terhadap jumlah aset dan melalui
perbandingan antara jumlah liabilitas terhadap jumlah ekuitas. Rata-rata Debt
to Equity Ratio (DER) dengan penambahan kegiatan usaha Perseroan selama
masa proyeksi adalah 3,38%. Sedangkan rata-rata Debt to Asset Ratio (DAR)
selama masa proyeksi adalah 3,27%. Liabilitas Perseroan kecil jika
dibandingkan dengan total ekuitas sehingga hal menunjukkan secara
proporsional seimbang.
Rasio Profitabilitas
Return on Asset (ROA) menunjukkan kemampuan Perseroan dalam menghasilkan
laba bersih dari aset yang dimilikinya. Rata-rata ROA selama masa proyeksi
adalah 4,62%. Sementara Return on Equity (ROE) menunjukkan kemampuan
perusahaan dalam menghasilkan laba bersih dari ekuitas yang ditanamkan.
Rata-rata ROE selama masa proyeksi yaitu 4,78%. Selanjutnya adalah NPM
Bab VIII - Aspek Keuangan 13
Page 118
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Agung Menjangan Mas Tbk
(Net Profit Margin) adalah kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba
bersih terhadap penjualan. Adapun rata-rata NPM Perseroan selama masa
proyeksi adalah 19,11%.
8.7. Analisis Modal Kerja
Kebutuhan modal kerja tanpa penambahan kegiatan usaha Perseroan untuk
tahun 2024 sampai dengan 2028 yang dihitung dari piutang usaha dan hutang
usaha, selanjutnya proyeksi kebutuhan modal kerja adalah sebagai berikut :
Tabel 8.11 Proyeksi Kebutuhan Modal Kerja Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha
(Dalam Ribuan Rupiah)
2024 2025 2026 2027 2028
Keterangan
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Piutang Usaha 2.729.966 2.513.959 2.714.916 3.202.217 3.180.882
Utang Usaha 104.772 129.178 110.349 132.673 128.179
Modal Kerja Bersih 2.625.195 2.384.781 2.604.567 3.069.544 3.052.702
Perubahan Modal
994.073 240.413 -219.786 -464.976 16.841
Kerja Bersih
Kebutuhan modal kerja dengan penambahan kegiatan usaha Perseroan untuk
tahun 2024 sampai dengan 2028 yang dihitung dari piutang usaha dan hutang
usaha, selanjutnya proyeksi kebutuhan modal kerja adalah sebagai berikut :
Tabel 8.12 Proyeksi Kebutuhan Modal Kerja dengan Penambahan Kegiatan Usaha
(Dalam Ribuan Rupiah)
2024 2025 2026 2027 2028
Keterangan
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Piutang Usaha 3.966.906 5.794.604 5.175.345 6.641.800 6.572.448
Utang Usaha 174.697 367.781 251.155 332.350 319.500
Modal Kerja Bersih 3.792.209 5.426.823 4.924.190 6.309.450 6.252.949
Perubahan Modal
-172.942 -1.634.614 502.633 -1.385.260 56.501
Kerja Bersih
8.8. Tingkat Diskonto (Discount Rate)
Untuk mendiskonto arus kas bersih tiap-tiap tahun, tingkat diskonto yang
digunakan adalah biaya modal rata-rata tertimbang (Weight of Average Cost
of Capital) yang ditentukan dengan model Capital Asset Pricing Model (CAPM)
dari Biaya Ekuitas (Cost of Equity) dan Biaya Utang (Cost of Debt).
Bab VIII - Aspek Keuangan 14
Page 119
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Agung Menjangan Mas Tbk
8.8.1. Penentuan Biaya Modal untuk Ekuitas
Biaya ekuitas ditentukan dengan menggunakan persamaan sebagai berikut:
Ke = Rf + (β x Rpm)
Dimana :
Ke = Balikan yang diharapkan dari suatu sekuritas tertentu, atau
biaya modal ekuitas/ saham biasa.
Rf = Tingkat balikan yang tersedia untuk suatu sekuritas bebas
risiko (risk free rate)
β = Beta levered perusahaan
Rpm = Premi risiko ekuitas untuk pasar secara keseluruhan (equity risk
premium)
RbDS = Rating-based default spread
Penjelasan
Rf (Risk Free Rate), adalah tingkat suku bunga untuk instrumen - instrumen yang
dianggap tidak memiliki kemungkinan gagal bayar. Di Indonesia, instrumen
bebas risiko yang dapat dipilih adalah tingkat bunga Obligasi Pemerintah untuk
jangka panjang. Terkait dengan tanggal studi kelayakan yang digunakan pada
tanggal 31 Desember 2023, maka instrumen bebas risiko yang dipilih
didasarkan pada obligasi Pemerintah RI dalam mata uang rupiah dengan tenor
30 tahun yaitu sebesar 6,98%. Risk free diperoleh dari World Government Bond
dan angka tersebut akan digunakan sebagai tingkat balikan bebas risiko (Rf).
Rpm (Market Risk Premium), adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas
risiko dengan tingkat balikan investasi dalam bentuk penyertaan. Penentuan
Equity Market Risk Premium memasukkan premi untuk risiko spesifik negara
(Country-Spesifik Risk Premium) seperti volatilitas harga saham untuk
menghasilkan Base Equity Market Risk Premium. Dengan mengikutsertakan risiko-
risiko ini, dihasilkan tingkat diskonto yang mengakomodasi perubahan-
perubahan sentimen jangka pendek di sekuritas pada pasar negara yang
bersangkutan. Untuk studi kelayakan ini, kami menggunakan tingkat premi risiko
sebesar 7,38% yang diolah dari hasil riset Aswath Damodaran sampai per
Desember 2023.
Beta (β) adalah faktor untuk meliput risiko sistematis dari suatu ekuitas. Beta
akan dikalikan dengan market risk premium untuk mendapatkan equity risk
premium. Untuk memperoleh faktor beta yang sesuai kami menggunakan beta
perusahaan pembanding dari perusahaan terbuka dibidang industri perikanan
yang diperoleh dari hasil riset Pefindo, yahoo finance dan Bloomberg.
Bab VIII - Aspek Keuangan 15
Page 120
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Agung Menjangan Mas Tbk
Dalam perhitungan digunakan beta dari perusahaan-perusahaan tersebut
sebagai beta untuk menghitung cost of equity Perseroan. Dimana beta tersebut
dihitung dari rata-rata unlevered beta. Cara ini dilakukan untuk menetralisir
pengaruh levered yang ada di masing-masing perusahaan terhadap beta
Perusahaan yang sama dengan levered yang berbeda, akan memiliki cost of
equity yang berbeda pula. Oleh karena itu pengaruh levered yang ada di tiap
perusahaan perlu dinetralisir dengan cara menghitung unlevered beta.
Unlevered beta dihitung dengan formula sebagai berikut :
βL
βu =
1 + (1 -T) x DER
dimana:
T = Tingkat pajak
DER = Debt to Equity Ratio
βL = Beta levered, yaitu ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang diukur
secara obyektif dari responsivitas pengembalian perusahaan
terhadap pergerakan pengembalian portofolio pasar apabila
dibandingkan dengan portofolio pasar dengan pengaruh hutang.
βu = Beta unlevered, yaitu ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang
diukur secara obyektif dari responsivitas pengembalian perusahaan
terhadap pergerakan pengembalian portofolio pasar apabila
dibandingkan dengan portofolio pasar tanpa pengaruh hutang.
Unlevered beta rata-rata perusahaan pembanding yang diperoleh dari
perhitungan ini kemudian di-levered dengan tingkat levered yang berlaku pasar
untuk memperoleh beta yang sesuai untuk mendiskonto AKB Perseroan tersebut
dengan formula sebagai berikut :
βL = βU x (1 + (1 - T) x DER)
Unlevered beta perusahaan terbuka yang akan digunakan sebagai dasar
perhitungan beta untuk Perseroan adalah sebagai berikut:
Tabel 8.13 Beta Levered dan Un-Levered Perusahaan Pembanding
Beta
Total Adj. DER
No. Company Total Aset Ekuitas Unlev
Liabilitas Beta (%)
ered
PT Panca Mitra Multiperdana
1 4.620.556 2.951.387 1.253.711 0,478 235,41 0,17
Tbk
PT Central Proteina Prima
2 6.856.338 2.120.110 3.419.703 0,830 62,00 0,56
Tbk
PT Dharma Samudera Fishing
3 411.881 85.824 250.501 1,031 34,26 0,81
Industries Tbk
PT Era Mandiri Cemerlang
4 141.188 46.694 73.686 0,600 63,37 0,40
Tbk
PT Cilacap Samudera Fishing
5 201.180 10.834 159.106 1,023 6,81 0,97
Industries Tbk
Bab VIII - Aspek Keuangan 16
Page 121
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Agung Menjangan Mas Tbk
Beta
Total Adj. DER
No. Company Total Aset Ekuitas Unlev
Liabilitas Beta (%)
ered
PT Agro Bahari Nusantara
6 60.224 99 58.893 0,988 0,17 0,99
Tbk
7 PT Toba Surimi Industries Tbk 346.532 91.824 193.712 0,670 47,40 0,49
PT Prima Cakrawala Abadi
8 101.566 18.891 66.832 0,560 28,27 0,46
Tbk
Rata-rata 1.592.433 665.708 684.518 97,25 0,61
Sumber : www.yahoofinance.com 31 Desember 2023 (Total aset, liabilitas dan ekuitas dinayatakan dalam
jutaan Rupiah)
Dari tabel di atas, tampak bahwa beta dari perusahaan - perusahaan yang
digunakan sebagai dasar perhitungan adalah 0,61.
Untuk kepentingan studi kelayakan, komposisi pendanaan dihitung berdasarkan
komposisi struktur permodalan data pasar perusahaan pembanding pertanggal
studi kelayakan. Dimana struktur hutang sebesar 49,30%, sedangkan sisanya
yaitu sebesar 50,70% akan dipenuhi dengan modal sendiri yang akan
digunakan sebagai DER yang mewakili Perseroan. Dengan demikian, beta
unlevered perusahaan pembanding harus di-unlevered dengan DER tersebut,
kemudian di-relevered lagi dengan DER yang sama dan tarif pajak yang berlaku
di Indonesia. Sehingga diperoleh beta sebesar 1,07 (dengan tarif pajak 22%).
βL = βu x (1 + (1-T) x DER)
βL = 0,61 x (1 + (1-22%) x (49,30%/50,70%))
Dengan perhitungan maka diperoleh biaya modal ekuitas atau cost of equity
Perseroan sebesar 14,85%.
CAPM Variable
Risk Free Rate 6,98% Beta 1,07
Market Equity Risk Premium 7,38% RBDs 2,07%
Cost of Equity 14,85%
8.8.2. Penentuan Biaya Modal untuk Hutang
Biaya hutang atau sering disebut sebagai cost of debt adalah tingkat bunga
yang harus dibayar oleh perusahaan ketika melakukan pinjaman. Formulasi
perhitungan biaya utang perusahaan adalah sebagai berikut :
Kd = i x ((1-T)
Dimana :
Kd = Tingkat Biaya Utang
i = Tingkat Suku Bunga Pinjaman Bank Persero.
T = Tax/Tingkat Pajak
Bab VIII - Aspek Keuangan 17
Page 122
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Agung Menjangan Mas Tbk
Penentuan posisi tingkat levered yang optimal adalah mencari titik dimana
tambahan penghematan pajak yang berasal dari tambahan hutang akan sama
dengan tambahan biaya bunga sebagai akibat dari risiko gagal bayar yang
diantisipasi dari keberadaan keseluruhan hutang.
Dalam studi kelayakan ini, untuk biaya bunga hutang digunakan tingkat bunga
pinjaman Kredit Investasi (KI) dalam mata uang Rupiah pada tanggal studi
kelayakan yang berlaku untuk Perseroan yaitu 9,41%. Berdasarkan biaya
bunga tersebut maka diperoleh biaya utang Perseroan per 31 Desember 2023
sampai akhir proyeksi adalah sebesar 7,34% (dengan tarif pajak 22%) dengan
perhitungan sebagai berikut :
Cost of Debt Source
Cost of Debt 9,41% Bunga KI Bank Persero, (BI Desember 2023)
Tax Rate 22% Corporate Marginal Tax Rates 2023
Cost of Debt Shield (Kd) 7,34% Kd x (1-t)
8.8.3. Penentuan Tingkat Diskonto
Menghitung analisa studi kelayakan penambahan kegiatan usaha Perseroan
dilakukan dengan mendiskonto tingkat kembalian terhadap keseluruhan modal,
maka tingkat diskonto yang digunakan adalah tingkat diskonto yang merupakan
rata-rata tertimbang biaya modal, baik yang berasal dari pinjaman jangka
panjang maupun yang berasal dari penyertaan.
WACC = (Ke x We) + (Kd x Wd) x 1-T
Dimana :
WACC = Biaya modal rata-rata tetimbang
Ke = Biaya ekuitas
We = Komposisi/porsi ekuitas
Kd = Biaya utang
We = Komposisi/porsi utang
T = Tax/tingkat pajak
Untuk kepentingan analisa studi kelayakan, komposisi pendanaan dihitung
berdasarkan kinerja perbandingan liabilitas dengan ekuitasnya, dimana
komposisi struktur permodalan Perseroan diasumsikan mengikuti data pasar
yang diperoleh dari laporan keuangan masing-masing perusahaan
pembanding. Dengan demikian struktur hutang sebesar 49,30%, sedangkan
sisanya yaitu sebesar 50,70% akan dipenuhi dengan modal sendiri.
Penentuan posisi tingkat levered yang optimal adalah mencari titik dimana
tambahan penghematan pajak yang berasal dari tambahan hutang akan sama
dengan tambahan biaya bunga sebagai akibat dari risiko gagal bayar yang
diantisipasi dari keberadaan keseluruhan hutang.
Bab VIII - Aspek Keuangan 18
Page 123
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Agung Menjangan Mas Tbk
Dengan mempertimbangkan faktor-faktor di atas dan kekuatan / kelebihan
serta risiko yang dihadapi, kami berpendapat bahwa tingkat diskonto sebesar
11,15% untuk Perseroan adalah wajar untuk mendiskonto arus kas bersih
dengan perhitungan sebagai berikut :
Tabel 8.14 Perhitungan WACC
Weighted Average Cost of Capital
Variable Capital Structure Result
Cost of Equity 14,85% 50,70% 7,53%
Cost of Debt 7,34% 49,30% 3,62%
WACC 11,15% (Ke x e%) + (Kd x d%)
8.9. Analisis Inkremental
Proses kajian kelayakan usaha dilakukan dengan menggunakan model arus kas
bersih untuk perusahaan (Free Cash Flow to Firm/FCFF), yang mencerminkan arus
kas bersih masa datang yang tersedia didalam perusahaan yang dapat
dibayarkan kepada semua penyedia kapital (claim holder), baik pemegang
ekuitas (common stock), pemegang saham preferen (preferred stock) maupun
para kreditor baik pokok maupun bunga atas pinjaman yang diterima oleh
perusahaan, setelah terpenuhinya semua kebutuhan operasional dan investasi
yang diperlukan dalam mempertahankan pertumbuhan perusahaan baik selama
proyeksi periode eksplisit maupun masa kekal (periode implisit). Arus kas bersih
untuk perusahaan (FCFF) tersebut didapat dari :
𝐹𝐹𝐹𝐹𝐹𝐹𝐹𝐹 = 𝐸𝐸𝐸𝐸𝐸𝐸 + 𝐼𝐼 ∙ (1 − 𝑇𝑇) + 𝐷𝐷𝐷𝐷 (+/-) Δ𝑊𝑊𝑊𝑊 - Δ𝐶𝐶𝐶𝐶𝐶𝐶𝐶𝐶𝐶𝐶
dimana:
FCFF : Arus kas bersih untuk perusahaan,
EAT : Laba setelah pajak.
I : Beban utang berbunga (interest bearing debt),
T : Tingkat pajak,
DA : Depresiasi dan amortisasi,
ΔWC : Perubahan modal kerja bersih, dan
ΔCAPEX : Perubahan arus kas investasi.
Arus kas inkremental merupakan selisih antara arus kas bersih eksisting tanpa
penambahan kegiatan usaha dengan arus kas bersih adanya penambahan
kegiatan usaha. Hasil dari perhitungan arus kas inkremental ini dijadikan
sebagai dasar dalam menentukan kelayakan usaha.
Berikut ini disajikan proyeksi arus kas bersih Perseroan tanpa penambahan
kegiatan usaha selama periode 2024 sampai dengan 2028:
Bab VIII - Aspek Keuangan 19
Page 124
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Agung Menjangan Mas Tbk
Tabel 8.15 Proyeksi Arus Kas Bersih Perseroan Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha
(Dalam Ribuan Rupiah)
2024 2025 2026 2027 2028
Keterangan
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
- Laba Bersih 2.143.879 2.211.202 2.278.526 2.345.850 2.359.315
- Depresiasi & Amortisasi 669.634 243.445 122.163 150.867 186.315
Jumlah Penerimaan 2.813.513 2.454.647 2.400.689 2.496.717 2.545.630
- Biaya Investasi -592.654 - -185.941 -229.631 -283.586
- Perubahan Modal Kerja
994.073 240.413 -219.786 -464.976 16.841
Bersih
Jumlah Pengeluaran 401.419 240.413 -405.727 -694.607 -266.745
Free Cash Flow to Firm 3.214.932 2.695.060 1.994.962 1.802.110 2.278.885
Berikut ini disajikan proyeksi arus kas bersih Perseroan dengan adanya
penambahan kegiatan usaha selama periode 2024 sampai 2028:
Tabel 8.16 Proyeksi Arus Kas Bersih Perseroan dengan Penambahan Kegiatan Usaha
(Dalam Ribuan Rupiah)
2024 2025 2026 2027 2028
Keterangan
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
- Laba Bersih 2.979.931 4.091.217 3.783.994 4.105.764 4.122.943
- Depresiasi & Amortisasi 1.280.834 1.385.845 1.264.563 1.293.267 1.328.715
Jumlah Penerimaan 4.260.765 5.477.062 5.048.557 5.399.031 5.451.658
- Biaya Investasi -10.560.654 -8.043.188 -1.259.629 -1.303.318 -1.357.273
- Perubahan Modal Kerja
-172.942 -1.634.614 502.633 -1.385.260 56.501
Bersih
Jumlah Pengeluaran -10.733.596 -9.677.802 -756.996 -2.688.578 -1.300.772
Free Cash Flow to Firm -6.472.831 -4.200.740 4.291.561 2.710.453 4.150.886
Analisis kelayakan atas penambahan kegiatan usaha Perseroan didasarkan
pada analisis inkremental dari dua skenario proyeksi keuangan yaitu proyeksi
keuangan tanpa penambahan kegiatan usaha dan proyeksi keuangan dengan
penambahan kegiatan usaha. Pada awal proyeksi penambahan kegiatan usaha
terdapat pengeluaran dana sebagai biaya investasi (initial outlay) yang
dilakukan oleh Perseroan berupa investasi pembuatan keramba jaring apung,
biaya sarana pelengkap, serta biaya gudang. Menurut informasi dari
manajemen Perseroan bahwa usaha budidaya ikan kerapu sudah beroperasi
secara bertahap ditahun 202 dan direncanakan akan rampung beroperasi
pada tahun 2025.
Bab VIII - Aspek Keuangan 20
Page 125
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Agung Menjangan Mas Tbk
Berikut ini disajikan proyeksi arus kas bersih inkremental Perseroan selama
periode 2024 sampai dengan 2028 :
Tabel 8.17 Proyeksi Arus Kas Bersih Perseroan Inkremental (Dalam Ribuan Rupiah)
2024 2025 2026 2027 2028
Keterangan
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
- Laba Bersih 836.053 1.880.014 1.505.468 1.759.914 1.763.629
- Depresiasi &
611.200 1.142.400 1.142.400 1.142.400 1.142.400
Amortisasi
Jumlah Penerimaan 1.447.253 3.022.414 2.647.868 2.902.314 2.906.029
- Biaya Investasi -9.968.000 -8.043.188 -1.073.687 -1.073.687 -1.073.687
- Perubahan Modal
-1.167.014 -1.875.028 722.420 -920.283 39.660
Kerja Bersih
Jumlah Pengeluaran -11.135.014 -9.918.216 -351.268 -1.993.971 -1.034.028
Free Cash Flow to
-9.687.762 -6.895.801 2.296.601 908.343 1.872.001
Firm Inkremental
Arus kas inkremental Perseroan tanpa penambahan kegiatan usaha dan dengan
adanya penambahan kegiatan usaha terdapat selisih dari laba bersih,
depresiasi, biaya investasi (Capex) dan perubahan modal kerja bersih.
Untuk mendapatkan nilai kekal, kami mengkapitalisasikan nilai arus kas bersih
akhir tahun proyeksi eksplisit dengan tingkat diskonto yang digunakan.
Perhitungan terminal value dalam laporan studi kelayakan ini adalah
menggunakan basis nilai tahun 2028 dengan pertumbuhan konstan
menggunakan historis rata – rata inflasi Indonesia sebesar 3,15%. Nilai terminal
atau perpetuity adalah sebesar Rp24.0125.129.463,00.
8.10. Analisis Kelayakan Usaha
Parameter kelayakan finansial yang digunakan meliputi NPV (Net Present
Value), IRR (Internal Rate of Return), PI (Profitability Index), dan Payback Period.
Suatu proyek dikatakan layak apabila NPV lebih dari 0 (nol), IRR lebih dari
tingkat diskontonya, dan PI lebih dari 1x. Sementara parameter payback period
bergantung kepada preferensi masing-masing investor, dimana untuk proyek
perikanan pada umumnya payback period selama 6-8 tahun masih dianggap
wajar.
• Net Present Value (NPV)
NPV adalah selisih antara nilai sekarang dari arus kas yang masuk dengan
nilai sekarang dari arus kas yang keluar pada periode waktu tertentu. NPV
mengestimasikan nilai sekarang pada suatu proyek, aset ataupun investasi
berdasarkan arus kas masuk maupun arus kas keluar yang diharapkan pada
masa depan yang disesuaikan dengan tingkat diskonto yang relevan. Dengan
Bab VIII - Aspek Keuangan 21
Page 126
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Agung Menjangan Mas Tbk
demikian dapat dikatakan bahwa NPV adalah nilai sekarang dari suatu aset
maupun proyek. Persamaan dari NPV adalah sebagai berikut :
𝑇𝑇
𝐶𝐶𝐶𝐶𝑡𝑡
𝑁𝑁𝑁𝑁𝑁𝑁 = � − 𝐶𝐶𝐶𝐶0
(1 + 𝑟𝑟)𝑡𝑡
𝑡𝑡−1
Dimana :
NPV : Net Present Value
CFt : arus kas pada periode t,
CF0 : arus kas investasi awal pada periode 0,
r : tingkat diskonto.
Berikut ini disajikan perhitungan Net Present Value dari arus kas bersih
inkremental Perseroan dengan adanya penambahan kegiatan usaha :
Tabel 8.18 Net Present Value Free Cash Flow to Incremental (Dalam Ribuan Rupiah)
2024 2025 2026 2027 2028
Keterangan
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Cash In 1.447.253 3.022.414 2.647.868 2.902.314 2.906.029
Cash Out -11.135.014 -9.918.216 -351.268 -1.993.971 -1.034.028
Free Cash Flow to
-9.687.762 -6.895.801 2.296.601 908.343 1.872.001
Firm
Periode Diskonto 1 2 3 4 5
Discount Rate 11,15% 11,15% 11,15% 11,15% 11,15%
Discount Factor 0,899 0,809 0,728 0,655 0,589
Present Value of
-8.716.046 -5.581.833 1.672.529 595.161 1.103.536
FCFF Inkremental
Net Present Value of FCFF
Rp (Ribu) -10.926.654
Inkremental
Terminal Value Rp (Ribu) 24.125.130
Present Value of Terminal Value Rp (Ribu) 14.221.648
Net Present Value Rp (Ribu) 3.294.995
Berdasarkan tabel tersebut diatas dapat dilihat bahwa NPV Perseroan
dengan adanya penambahan kegiatan usaha diperoleh sebesar
Rp3.294.994.793,00. Hasil tersebut menyimpulkan bahwa investasi
penambahan usaha dengan parameter NPV layak untuk dilakukan karena
NPV yang dihasilkan adalah positif. NPV yang positif (NPV > 0) menunjukan
bahwa penerimaan lebih besar dibandingkan dengan nilai yang
diinvestasikan, sedangkan NPV yang negatif (NPV < 0) menandakan
penerimaan lebih kecil dibandingkan dengan pengeluaran atau akan
mengalami kerugian pada investasinya setelah mempertimbangkan nilai
waktu uang (time value of money). Namun apabila hasil perhitungan NPV
adalah nol (NPV = 0), maka artinya investasi atau pembelian tersebut hanya
balik modal (tidak untung dan tidak rugi). Semakin besar angka positifnya,
semakin besar pula penerimaan yang bisa didapatkannya. Oleh karena itu,
Bab VIII - Aspek Keuangan 22
Page 127
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Agung Menjangan Mas Tbk
perhitungan NPV ini tidak saja digunakan untuk mengevaluasi layak atau
tidaknya untuk berinvestasi, namun juga digunakan untuk membandingkan
investasi mana yang lebih baik jika terdapat dua pilihan investasi atau lebih.
• Internal Rate of Return (IRR)
IRR menjadi salah satu acuan penghitungan efisiensi dari sebuah investasi.
Secara sederhana, penghitungan IRR dapat menjadi dasar apakah sebuah
investasi layak dilakukan atau tidak. IRR yang lebih besar dari cost of capital
maka menggambarkan bahwa investasi yang dilakukan akan menghasilkan
return lebih besar dari yang dirancang sebelumnya. Artinya, perusahaan
disarankan menerima atau menjalankan proyek investasi tersebut. Sebaliknya
jika IRR lebih kecil dari cost of capital maka akan memberi gambaran bahwa
investasi yang dilakukan akan menghasilkan return lebih kecil dari yang
ditargetkan sehingga perusahaan lebih baik menolak proyek tersebut.
Sedangkan untuk IRR yang nilainya sama dengan cost of capital menjadi
pertimbangan bahwa investasi yang dilakukan diperkirakan menghasilkan
return sebesar yang ditargetkan. Persamaan dari IRR adalah sebagai berikut:
𝑇𝑇
𝐶𝐶𝐶𝐶𝑡𝑡
0=� − 𝐶𝐶𝐶𝐶0
(1 + 𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼)𝑡𝑡
𝑡𝑡−1
dimana:
IRR : Internal Rate of Return
CFt : Arus kas pada periode t,
CF0 : Arus kas investasi awal pada periode 0,
r : Tingkat diskonto.
IRR adalah tingkat diskonto yang menghasilkan NPV sama dengan nol.
Kesimpulannya bila penghitungan IRR lebih besar daripada cost of capital,
maka dapat dibilang bahwa investasi yang akan dilakukan dinilai layak.
Namun jika nilai IRR sama dengan cost of capital, maka investasi yang akan
dilakukan dinilai balik modal. Sementara bila IRR lebih kecil dari cost of
capital, maka investasi yang ditanamkan dinilai tidak layak.
Berdasarkan perhitungan atas kajian kelayakan penambahan kegiatan
usaha Perseroan diperoleh besaran IRR sebesar 14,49%. Hal ini menunjukkan
bahwa investasi yang dilakukan oleh Perseroan dengan parameter IRR layak
untuk dilakukan karena IRR yang dihasilkan lebih besar jika dibandingkan
dengan cost of capital pasar untuk industri sejenis yaitu sebesar 11,15%.
• Profitability Index (PI)
PI adalah teknik penganggaran modal untuk mengevaluasi proyek-proyek
investasi untuk kelangsungan hidup atau profitabilitas mereka. Teknik arus kas
diskonto yang digunakan dalam mencapai indeks profitabilitas. PI juga
dikenal sebagai rasio manfaat-biaya. PI lebih besar dari atau sama dengan
Bab VIII - Aspek Keuangan 23
Page 128
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Agung Menjangan Mas Tbk
1 ditafsirkan sebagai kriteria baik dan dapat diterima. PI dihitung dengan
mencari nilai present value perkiraan arus kas yang akan diterima dari
investasi, setelah itu baru dibandingkan dengan jumlah nilai investasi proyek
tersebut. Persamaan untuk menghitung PI adalah sebagai berikut :
∑𝑃𝑃𝑃𝑃(𝐶𝐶𝐶𝐶𝑡𝑡 )
𝑃𝑃𝑃𝑃 =
∑𝑃𝑃𝑃𝑃(𝐶𝐶𝐶𝐶0 )
dimana:
PI : Profitability Index
CFt : Present value in casflow
CF0 : Present value in casflow
r : Tingkat diskonto.
Profitablility Indeks menunjukkan angka 1,16 artinya bahwa Perseroan ketika
menambah kegiatan usaha dianggap sangat wajar dikarenakan Profitability
Indeks diatas 1.
• Payback Period (PP)
Payback period adalah periode yang dibutuhkan untuk menutup kembali
pengeluaran investasi atau initial cash investment. Artinya, kurun waktu yang
dibutuhkan agar bisa menutup kembali pengeluaran saat investasi dengan
menggunakan proceeds atau aliran kas netto (net cash flows). Penambahan
kegiatan usaha Perseroan diperoleh payback period selama 5 tahun, 11
bulan, 12 hari.
• Return on Equity (ROE)
Return on Equity (ROE) atau Profitabilitas memiliki arti penting dalam suatu
perusahaan, karena ROE bisa dipakai untuk mengukur suatu perusahaan
dalam menghasilkan keuntungan. Modal yang digunakan bernama ekuitas
yang sudah dimanfaatkan oleh pemilik saham.
Ekuitas adalah hak pemilik atas aset perusahaan sesudah ada pengurangan
jumlah kewajiban. Ekuitas bisa disamakan dengan modal. Untuk menghitung
semua itu bisa menggunakan rumus ROE. ROE akan dihitung dalam bentuk
persen, sedangkan rumusnya menggunakan perbandingan laba bersih.
Persamaan untuk menghitung ROE adalah sebagai berikut :
𝑁𝑁𝑁𝑁𝑁𝑁 𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼
𝑅𝑅𝑅𝑅𝑅𝑅 =
𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇 𝐸𝐸𝐸𝐸𝐸𝐸𝐸𝐸𝐸𝐸𝐸𝐸𝐸𝐸
Bab VIII - Aspek Keuangan 24
Page 129
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Agung Menjangan Mas Tbk
Berdasarkan analisis yang dilakukan maka diperoleh besaran inkremental
Return on Equity antara tanpa penambahan kegiatan usaha dengan adanya
penambahan kegiatan usaha selama masa proyeksi 2024 – 2028 adalah
sebesar 4,78%.
• Return on Investment (ROI)
Return On Investment (ROI) yang merupakan rasio untuk melakukan
perhitungan efektivitas sebuah investasi yang diberikan. Secara teknis, ROI
adalah perhitungan laba bersih yang dapatkan dari nominal uang investasi
yang sudah dikeluarkan. Persamaan untuk menghitung ROE adalah sebagai
berikut :
𝑁𝑁𝑁𝑁𝑁𝑁 𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼
𝑅𝑅𝑅𝑅𝑅𝑅 = x 100%
𝐶𝐶𝐶𝐶𝐶𝐶𝐶𝐶 𝑜𝑜𝑜𝑜 𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼
Rata-rata Return on Investment (ROI) atas penambahan kegiatan usaha
selama masa proyeksi 2024 – 2028 adalah sebesar 180,04%.
8.11. Kesimpulan Kelayakan Usaha
Berikut ini adalah ringkasan parameter kelayakan finansial atas rencana
penambahan kegiatan usaha Perseroan (detail perhitungan parameter
kelayakan finansial atas rencana penambahan kegiatan usaha dapat dilihat
pada bagian lampiran).
Kelayakan dari Penambahan kegiatan usaha ini dihitung dari manfaat ekonomis
yang diantisipasi dimasa mendatang dari Penambahan kegiatan usaha yang
dihitung dari selisih antara Free Cash Flow To Firm apabila ada penambahan
kegiatan usaha dengan Free Cash Flow To Firm apabila Perseroan tidak
melakukan penambahan kegiatan usaha. Yang selanjutnya dibandingkan
dengan pengorbanan ekonomisnya. Sehingga diperoleh Free Cash Flow to
Inkremental. Berdasarkan analisis kelayakan penambahan kegiatan usaha
dengan mempertimbangkan asumsi-asumsi yang telah dilakukan diperoleh hasil
perhitungan sebagai berikut :
• Net Present Value (NPV) : 3.294.994.793
• Internal Rate of Return (IRR) : 14,49%
• Profitability Index (PI) : 1,16
• Payback Period : 5 Tahun, 11 Bulan, 12 Hari
Bab VIII - Aspek Keuangan 25
Page 130
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Agung Menjangan Mas Tbk
Total NPV diperoleh dari hasil present value arus kas yang sudah
mempertimbangkan tingkat risiko. Berdasarkan analisa kami, bahwa setelah
adanya penambahan kegiatan usaha dibidang budidaya ikan kerapu, industri
pembenihan serta pembekuan ikan maka proyeksi arus kas inkremental nya
bernilai positif.
IRR sebesar 14,49% menunjukkan bahwa aksi korporasi Perseroan dengan
melakukan penambahan kegiatan usaha dianggap layak karena besaran IRR
lebih tinggi dibandingkan tingkat diskonto.
Berdasarkan kajian evaluasi dan analisa keuangan serta proyeksi-proyeksi
lainnya dengan syarat asumsi-asumsi yang telah ditetapkan dapat terpenuhi,
maka dapat disimpulkan bahwa rencana penambahan kegiatan usaha yang
akan dilaksanakan oleh Perseroan layak untuk dilakukan.
Bab VIII - Aspek Keuangan 26
Page 131
LAMPIRAN
Page 132
FEASIBILITY STUDY
PT Agung Menjangan Mas Tbk
Lampiran - 01
Working Capital Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha
2019 2020 2021 2022 2023 2024F 2025F 2026F 2027F 2028F
AR Turnover
Trade receivables IDR 780.500.008 461.300.008 477.500.000 3.188.224.004 3.826.159.500 2.729.966.084 2.513.958.861 2.714.916.440 3.202.216.507 3.180.881.584
Average AR IDR 780.500.008 620.900.008 469.400.004 1.832.862.002 3.507.191.752 3.278.062.792 2.621.962.473 2.614.437.651 2.958.566.473 3.191.549.045
Sales IDR 1.725.656.004 2.255.906.000 5.662.734.100 9.981.424.190 10.309.548.266 9.534.375.000 9.931.250.000 10.328.125.000 10.725.000.000 10.804.375.000
No of days in a year days 365 365 365 365 365 365 365 365 365 365
AR turnover x 2,2 3,6 12,1 5,4 2,9 2,9 3,8 4,0 3,6 3,4
AR days days 165 75 31 117 135 105 92 96 109 107
% to Sales 45,23% 20,45% 8,43% 31,94% 37,11% 28,63% 25,31% 26,29% 29,86% 29,44%
AP Turnover
Trade payables IDR 934.306.000 7.250.000 112.375.000 42.375.000 206.892.000 104.771.542 129.177.567 110.348.949 132.672.766 128.179.178
Average AP IDR 934.306.000 470.778.000 59.812.500 77.375.000 124.633.500 155.831.771 116.974.555 119.763.258 121.510.857 130.425.972
COGS IDR/year 139.034.800 1.109.535.500 2.467.462.491 5.040.680.157 7.157.124.921 4.688.250.000 4.911.500.000 5.134.750.000 5.358.000.000 5.402.650.000
No of days in a year days 365 365 365 365 365 365 365 365 365 365
AP turnover x 0,1 2,4 41,3 65,1 57,4 30,1 42,0 42,9 44,1 41,4
AP days days 2.452,8 2,4 16,6 3,1 10,6 8,16 9,60 7,84 9,04 8,66
% to COGS 671,99% 0,65% 4,55% 0,84% 2,89% 2,23% 2,63% 2,15% 2,48% 2,37%
PRI Notes:
* Forecast-2022 Forecast using the moving average from historical data (2017-2021).
** Subsequent 2021, based on TB as of Desember 2021
Page 133
FEASIBILITY STUDY
PT Agung Menjangan Mas Tbk
Lampiran - 02
Working Capital Setelah Penambahan Kegiatan Usaha
2019 2020 2021 2022 2023 2024F 2025F 2026F 2027F 2028F
AR Turnover
Trade receivables IDR 780.500.008 461.300.008 477.500.000 3.188.224.004 3.826.159.500 3.966.906.470 5.794.603.981 5.175.345.403 6.641.800.111 6.572.448.042
Average AR IDR 780.500.008 620.900.008 469.400.004 1.832.862.002 3.507.191.752 3.896.532.985 4.880.755.225 5.484.974.692 5.908.572.757 6.607.124.076
Sales IDR 1.725.656.004 2.255.906.000 5.662.734.100 9.981.424.190 10.309.548.266 13.854.375.000 22.891.250.000 19.688.125.000 22.245.000.000 22.324.375.000
No of days in a year days 365 365 365 365 365 365 365 365 365 365
AR turnover x 2,2 3,6 12,1 5,4 2,9 3,6 4,7 3,6 3,8 3,4
AR days days 165 75 31 117 135 105 92 96 109 107
% to Sales 45,23% 20,45% 8,43% 31,94% 37,11% 28,63% 25,31% 26,29% 29,86% 29,44%
AP Turnover
Trade payables IDR 934.306.000 7.250.000 112.375.000 42.375.000 206.892.000 174.697.454 367.780.619 251.155.475 332.350.479 319.499.528
Average AP IDR 934.306.000 470.778.000 59.812.500 77.375.000 124.633.500 190.794.727 271.239.036 309.468.047 291.752.977 325.925.003
COGS IDR/year 139.034.800 1.109.535.500 2.467.462.491 5.040.680.157 7.157.124.921 7.817.250.000 13.983.500.000 11.686.750.000 13.422.000.000 13.466.650.000
No of days in a year days 365 365 365 365 365 365 365 365 365 365
AP turnover x 0,1 2,4 41,3 65,1 57,4 41,0 51,6 37,8 46,0 41,3
AP days days 2.452,8 2,4 16,6 3,1 10,6 8,16 9,60 7,84 9,04 8,66
% to COGS 671,99% 0,65% 4,55% 0,84% 2,89% 2,23% 2,63% 2,15% 2,48% 2,37%
PRI Notes:
* Forecast-2022 Forecast using the moving average from historical data (2017-2021).
** Subsequent 2021, based on TB as of Desember 2021
Page 134
FEASIBILITY STUDY
PT Agung Menjangan Mas Tbk
Full Rupiah
Lampiran - 03
Historis Posisi Keuangan
2019A 2020A 2021A 2022A 2023A
ASSET
Aset Lancar
Kas dan setara kas IDR 102.781.471 2.684.362.565 3.059.744.233 25.237.211.576 22.532.576.663
Piutang usaha
- Pihak ketiga IDR 50.000.000 106.425.004 445.000.000 2.634.129.004 2.602.159.750
- Pihak berelasi IDR 730.500.008 354.875.004 32.500.000 554.095.000 1.223.999.750
Pihak lain - lain pihak ketiga IDR - 23.000.000 - - -
Pajak dibayar dimuka IDR - 22.500.000 22.500.000 - -
Biaya dibayar dimuka IDR - 12.150.000 159.968.000 156.021.800 3.415.943.600
Perlengkapan IDR 4.900.000 - - - 750.597.000
Jumlah Aset Lancar IDR 888.181.479 3.203.312.573 3.719.712.233 28.581.457.380 30.525.276.763
Aset Tidak Lancar
Piutang lain - lain pihak berelasi IDR - 2.751.248.000 - - -
Properti investasi IDR - 41.143.408.900 42.126.571.300 41.298.483.700 40.485.331.927
Aset tetap - net IDR 16.158.600.000 1.295.450.479 973.828.155 696.880.830 381.589.730
Aset lain - lain IDR - 425.000.000 456.360.000 - -
Jumlah Aset Tidak Lancar IDR 16.158.600.000 45.615.107.379 43.556.759.455 41.995.364.530 40.866.921.657
JUMLAH ASET IDR 17.046.781.479 48.818.419.952 47.276.471.688 70.576.821.910 71.392.198.420
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha - pihak ketiga IDR 934.306.000 7.250.000 112.375.000 42.375.000 206.892.000
Utang pajak IDR - 104.672.160 270.566.370 727.408.503 505.805.198
Pendapatan diterima dimuka IDR - 1.001.721.600 - - -
Uang muka penjualan IDR - - 250.000.000 615.200.000 963.774.100
Biaya yang masih harus dibayar IDR - - 22.000.000 63.630.000 263.630.000
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek IDR 934.306.000 1.113.643.760 654.941.370 1.448.613.503 1.940.101.298
Liabilitas Jangka Panjang
Utang kepada pemegang saham IDR 12.463.360.000 7.768.549.219 - - -
Liabilitas imbalan pasca kerja IDR - 516.619.907 488.663.990 561.712.109 664.256.055
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang IDR 12.463.360.000 8.285.169.126 488.663.990 561.712.109 664.256.055
JUMLAH LIABILITAS IDR 13.397.666.000 9.398.812.886 1.143.605.360 2.010.325.612 2.604.357.353
EKUITAS
Modal saham IDR 5.000.000.000 42.000.000.000 48.000.000.000 60.000.000.000 60.000.000.000
Tambahan modal disetor IDR - - - 8.826.875.000 8.826.875.000
Laba ditahan IDR (1.350.884.521) (2.562.246.520) (1.882.192.470) (261.357.470) (34.061.071)
Komponen ekuitas lainnya IDR - (18.146.414) 15.058.798 978.768 (4.972.862)
JUMLAH EKUITAS IDR 3.649.115.479 39.419.607.066 46.132.866.328 68.566.496.298 68.787.841.067
JUMLAH LIABILITAS & EKUITAS IDR 17.046.781.479 48.818.419.952 47.276.471.688 70.576.821.910 71.392.198.420
Page 135
FEASIBILITY STUDY
PT Agung Menjangan Mas Tbk
Full Rupiah
Lampiran - 04
Historis Laba Rugi
2019A 2020A 2021A 2022A 2023A
PENDAPATAN IDR 1.725.656.004 2.255.906.000 5.662.734.100 9.981.424.190 10.309.548.266
BEBAN POKOK PENDAPATAN IDR (139.034.800) (1.109.535.500) (2.467.462.491) (5.040.680.157) (7.157.124.921)
LABA KOTOR IDR 1.586.621.204 1.146.370.500 3.195.271.609 4.940.744.033 3.152.423.345
Beban umum dan administrasi IDR (1.658.057.900) (1.511.718.080) (2.389.387.769) (3.051.062.656) (2.898.590.425)
Pendapatan lain - lain bersih IDR (971.999) 12.108.562 5.956.240 52.072.087 16.911.077
Jumlah Pendapatan (Beban) Usaha IDR (1.659.029.899) (1.499.609.518) (2.383.431.529) (2.998.990.569) (2.881.679.348)
LABA SEBELUM PAJAK IDR (72.408.695) (353.239.018) 811.840.080 1.941.753.464 270.743.997
Beban pajak penghasilan IDR - - (131.786.030) (320.918.464) (43.447.598)
LABA TAHUN BERJALAN IDR (72.408.695) (353.239.018) 680.054.050 1.620.835.000 227.296.399
Page 136
FEASIBILITY STUDY
PT Agung Menjangan Mas Tbk
Full Rupiah
Lampiran - 05
Historis Arus Kas
2021A 2022A 2023A
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan kas dari pelanggan IDR 4.894.812.508 6.905.500.184 10.020.186.868
Pembayaran kepada pemasok IDR (1.682.067.891) (5.099.705.218) (6.179.456.148)
Pembayaran kepada karyawan IDR (1.165.731.116) (1.100.672.754) (1.621.693.077)
Penerimaan operasional lainnya - bersih IDR 1.908.167.387 684.145.129 (3.219.772.556)
Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Operasi IDR 3.955.180.888 1.389.267.341 (1.000.734.913)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Uang muka pembuatan keramba kerapu IDR - - (1.703.900.000)
Perolehan properti investasi IDR (1.811.250.000) - -
Perolehan aset tetap IDR - (38.674.999) -
Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Investasi IDR (1.811.250.000) (38.674.999) (1.703.900.000)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Perolehan dana penawaran saham perdana IDR - 20.826.875.000 -
Pembayaran kepada pemegang saham IDR (7.768.549.219) - -
Peningkatan modal disetor IDR 6.000.000.000 - -
Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Pendanaan IDR (1.768.549.219) 20.826.875.000 -
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN SETARA KAS IDR 375.381.669 22.177.467.342 (2.704.634.913)
KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN IDR 2.684.362.565 3.059.744.234 25.237.211.576
KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN IDR 3.059.744.234 25.237.211.576 22.532.576.663
Page 137
FEASIBILITY STUDY
PT Agung Menjangan Mas Tbk
Lampiran - 06
RASIO KEUANGAN
Keterangan 2019A 2020A 2021A 2022A 2023A
Aset Lancar 888.181.479 3.203.312.573 3.719.712.233 28.581.457.380 30.525.276.763
Liabilitas Jangka Pendek 934.306.000 1.113.643.760 654.941.370 1.448.613.503 1.940.101.298
Rasio Lancar 0,95 2,88 5,68 19,73 15,73
*)Disajikan dalam kali
Keterangan 2019A 2020A 2021A 2022A 2023A
Aset Lancar 888.181.479 3.203.312.573 3.719.712.233 28.581.457.380 30.525.276.763
Persediaan - - - - -
Liabilitas Jangka Pendek 934.306.000 1.113.643.760 654.941.370 1.448.613.503 1.940.101.298
Rasio Cepat 0,95 2,88 5,68 19,73 15,73
*)Disajikan dalam kali
Keterangan 2019A 2020A 2021A 2022A 2023A
Kas dan setara kas 102.781.471 2.684.362.565 3.059.744.233 25.237.211.576 22.532.576.663
Liabilitas Jangka Pendek 934.306.000 1.113.643.760 654.941.370 1.448.613.503 1.940.101.298
Rasio Kas 0,11 2,41 4,67 17,42 11,61
*)Disajikan dalam kali
Rasio Likuiditas 2019A 2020A 2021A 2022A 2023A
Rasio Lancar 0,95 2,88 5,68 19,73 15,73
Rasio Cepat 0,95 2,88 5,68 19,73 15,73
Rasio Kas 0,11 2,41 4,67 17,42 11,61
*)Disajikan dalam kali ,
Keterangan 2019A 2020A 2021A 2022A 2023A
Pendapatan 1.725.656.004 2.255.906.000 5.662.734.100 9.981.424.190 10.309.548.266
Piutang Usaha 780.500.008 461.300.008 477.500.000 3.188.224.004 3.826.159.500
Rasio Perputaran Piutang Usaha 165 75 31 117 135
*)Disajikan dalam hari
Keterangan 2019A 2020A 2021A 2022A 2023A
Beban Pokok Pendapatan 139.034.800 1.109.535.500 2.467.462.491 5.040.680.157 7.157.124.921
Persediaan - - - - -
Rasio Perputaran Persediaan - - - - -
*)Disajikan dalam hari
Keterangan 2019A 2020A 2021A 2022A 2023A
Beban Pokok Pendapatan 139.034.800 1.109.535.500 2.467.462.491 5.040.680.157 7.157.124.921
Utang Usaha 934.306.000 7.250.000 112.375.000 42.375.000 206.892.000
Rasio Perputaran Utang Usaha 2.453 2 17 3 11
*)Disajikan dalam hari
Rasio Aktivitas 2019A 2020A 2021A 2022A 2023A
Rasio Perputaran Piutang Usaha 165 75 31 117 135
Rasio Perputaran Persediaan - - - - -
Rasio Perputaran Utang Usaha 2.453 2 17 3 11
*)Disajikan dalam hari
Keterangan 2019A 2020A 2021A 2022A 2023A
Jumlah Liabilitas 13.397.666.000 9.398.812.886 1.143.605.360 2.010.325.612 2.604.357.353
Jumlah Aset 17.046.781.479 48.818.419.952 47.276.471.688 70.576.821.910 71.392.198.420
Rasio Liabilitas terhadap Aset 78,59% 19,25% 2,42% 2,85% 3,65%
*)Disajikan dalam persen
Keterangan 2019A 2020A 2021A 2022A 2023A
Jumlah Liabilitas 13.397.666.000 9.398.812.886 1.143.605.360 2.010.325.612 2.604.357.353
Jumlah Ekuitas 3.649.115.479 39.419.607.066 46.132.866.328 68.566.496.298 68.787.841.067
Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas 367,15% 23,84% 2,48% 2,93% 3,79%
*)Disajikan dalam persen
Rasio Leverage 2019A 2020A 2021A 2022A 2023A
Rasio Liabilitas terhadap Aset 79% 19% 2% 3% 4%
Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas 367% 24% 2% 3% 4%
Keterangan 2019A 2020A 2021A 2022A 2023A
Laba Bruto 1.586.621.204 1.146.370.500 3.195.271.609 4.940.744.033 3.152.423.345
Pendapatan 1.725.656.004 2.255.906.000 5.662.734.100 9.981.424.190 10.309.548.266
Margin Laba Bruto 91,94% 50,82% 56,43% 49,50% 30,58%
Keterangan 2019A 2020A 2021A 2022A 2023A
Laba (Rugi) Sebelum Pajak - 72.408.695 - 353.239.018 811.840.080 1.941.753.464 270.743.997
Pendapatan 1.725.656.004 2.255.906.000 5.662.734.100 9.981.424.190 10.309.548.266
Margin Laba (Rugi) Sebelum Pajak -4,20% -15,66% 14,34% 19,45% 2,63%
Keterangan 2019A 2020A 2021A 2022A 2023A
Laba Bersih - 72.408.695 - 353.239.018 680.054.050 1.620.835.000 227.296.399
Pendapatan 1.725.656.004 2.255.906.000 5.662.734.100 9.981.424.190 10.309.548.266
Margin Laba (Rugi) Bersih -4,20% -15,66% 12,01% 16,24% 2,20%
Keterangan 2019A 2020A 2021A 2022A 2023A
Laba (Rugi) Bersih - 72.408.695 - 353.239.018 680.054.050 1.620.835.000 227.296.399
Jumlah Aset 17.046.781.479 48.818.419.952 47.276.471.688 70.576.821.910 71.392.198.420
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Aset -0,42% -0,72% 1,44% 2,30% 0,32%
Keterangan 2019A 2020A 2021A 2022A 2023A
Laba (Rugi) Bersih - 72.408.695 - 353.239.018 680.054.050 1.620.835.000 227.296.399
Jumlah Ekuitas 3.649.115.479 39.419.607.066 46.132.866.328 68.566.496.298 68.787.841.067
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Ekuitas -1,98% -0,90% 1,47% 2,36% 0,33%
Rasio Profitabilitas 2019A 2020A 2021A 2022A 2023A
Margin Laba Bruto 91,94% 50,82% 56,43% 49,50% 30,58%
Margin Laba (Rugi) Usaha -4,20% -15,66% 14,34% 19,45% 2,63%
Margin Laba (Rugi) Bersih -4,20% -15,66% 12,01% 16,24% 2,20%
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Aset -0,42% -0,72% 1,44% 2,30% 0,32%
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Ekuitas -1,98% -0,90% 1,47% 2,36% 0,33%
Page 138
FEASIBILITY STUDY
PT Agung Menjangan Mas Tbk
Full Rupiah
Lampiran - 07
Proyeksi Posisi Keuangan Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha
2024F 2025F 2026F 2027F 2028F
ASSET
Aset Lancar
Kas dan setara kas IDR 25.747.508.303 28.442.568.921 30.437.530.783 32.239.640.821 34.518.526.628
Piutang usaha IDR 2.729.966.084 2.513.958.861 2.714.916.440 3.202.216.507 3.180.881.584
Biaya dibayar dimuka IDR 3.415.943.600 3.415.943.600 3.415.943.600 3.415.943.600 3.415.943.600
Perlengkapan IDR 750.597.000 750.597.000 750.597.000 750.597.000 750.597.000
Jumlah Aset Lancar IDR 32.644.014.987 35.123.068.383 37.318.987.823 39.608.397.928 41.865.948.812
Aset Tidak Lancar
Properti investasi IDR 40.485.331.927 40.485.331.927 40.485.331.927 40.485.331.927 40.485.331.927
Aset tetap - net IDR 304.609.798 61.164.927 124.943.119 203.706.831 300.977.109
Jumlah Aset Tidak Lancar IDR 40.789.941.725 40.546.496.854 40.610.275.046 40.689.038.758 40.786.309.036
JUMLAH ASET IDR 73.433.956.712 75.669.565.237 77.929.262.869 80.297.436.686 82.652.257.848
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha - pihak ketiga IDR 104.771.542 129.177.567 110.348.949 132.672.766 128.179.178
Utang pajak IDR 505.805.198 505.805.198 505.805.198 505.805.198 505.805.198
Uang muka penjualan IDR 963.774.100 963.774.100 963.774.100 963.774.100 963.774.100
Biaya yang masih harus dibayar IDR 263.630.000 263.630.000 263.630.000 263.630.000 263.630.000
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek IDR 1.837.980.840 1.862.386.865 1.843.558.247 1.865.882.064 1.861.388.476
Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas imbalan pasca kerja IDR 664.256.055 664.256.055 664.256.055 664.256.055 664.256.055
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang IDR 664.256.055 664.256.055 664.256.055 664.256.055 664.256.055
JUMLAH LIABILITAS IDR 2.502.236.895 2.526.642.920 2.507.814.302 2.530.138.119 2.525.644.531
EKUITAS
Modal saham IDR 60.000.000.000 60.000.000.000 60.000.000.000 60.000.000.000 60.000.000.000
Tambahan modal disetor IDR 8.826.875.000 8.826.875.000 8.826.875.000 8.826.875.000 8.826.875.000
Laba ditahan IDR 2.109.817.679 4.321.020.179 6.599.546.429 8.945.396.429 11.304.711.179
Komponen ekuitas lainnya IDR (4.972.862) (4.972.862) (4.972.862) (4.972.862) (4.972.862)
JUMLAH EKUITAS IDR 70.931.719.817 73.142.922.317 75.421.448.567 77.767.298.567 80.126.613.317
JUMLAH LIABILITAS & EKUITAS IDR 73.433.956.712 75.669.565.237 77.929.262.869 80.297.436.686 82.652.257.848
Page 139
FEASIBILITY STUDY
PT Agung Menjangan Mas Tbk
Lampiran - 08
Proyeksi Laba Rugi Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha
2024F 2025F 2026F 2027F 2028F
PENDAPATAN IDR 9.534.375.000 9.931.250.000 10.328.125.000 10.725.000.000 10.804.375.000
BEBAN POKOK PENJUALAN IDR (4.688.250.000) (4.911.500.000) (5.134.750.000) (5.358.000.000) (5.402.650.000)
LABA KOTOR IDR 4.846.125.000 5.019.750.000 5.193.375.000 5.367.000.000 5.401.725.000
PENGHASILAN (BEBAN) OPERASI
Beban penjualan IDR (190.687.500) (198.625.000) (206.562.500) (214.500.000) (216.087.500)
Beban umum dan administrasi IDR (1.906.875.000) (1.986.250.000) (2.065.625.000) (2.145.000.000) (2.160.875.000)
Jumlah Beban Operasi IDR (2.097.562.500) (2.184.875.000) (2.272.187.500) (2.359.500.000) (2.376.962.500)
LABA SEBELUM PAJAK IDR 2.748.562.500 2.834.875.000 2.921.187.500 3.007.500.000 3.024.762.500
Beban Pajak Penghasilan IDR (604.683.750) (623.672.500) (642.661.250) (661.650.000) (665.447.750)
LABA TAHUN BERJALAN IDR 2.143.878.750 2.211.202.500 2.278.526.250 2.345.850.000 2.359.314.750
Page 140
FEASIBILITY STUDY
PT Agung Menjangan Mas Tbk
Lampiran - 09
Proyeksi Arus Kas
2024F 2025F 2026F 2027F 2028F
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Laba bersih IDR 2.143.878.750 2.211.202.500 2.278.526.250 2.345.850.000 2.359.314.750
Penyesuaian modal kerja
Penurunan (kenaikan) piutang usaha IDR 1.096.193.416 216.007.223 (200.957.579) (487.300.066) 21.334.923
Penurunan (kenaikan) utang usaha IDR (102.120.458) 24.406.025 (18.828.618) 22.323.817 (4.493.588)
Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Operasi IDR 3.137.951.708 2.451.615.748 2.058.740.053 1.880.873.751 2.376.156.084
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Perolehan aset tetap IDR 76.979.932 243.444.870 (63.778.192) (78.763.712) (97.270.278)
Penambahan (pengurangan) aset hak guna IDR - - - - -
Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Investasi IDR 76.979.932 243.444.870 (63.778.192) (78.763.712) (97.270.278)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Investasi pada entitas anak IDR - - - - -
Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Pendanaan IDR - - - -
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN SETARA KAS IDR 3.214.931.640 2.695.060.619 1.994.961.861 1.802.110.038 2.278.885.807
KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN IDR 22.532.576.663 25.747.508.303 28.442.568.921 30.437.530.783 32.239.640.821
KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN IDR 25.747.508.303 28.442.568.921 30.437.530.783 32.239.640.821 34.518.526.628
PRI Notes:
* Forecast-2022 Forecast using the moving average from historical data (2017-2021).
** Subsequent 2021, based on TB as of Desember 2021
Page 141
FEASIBILITY STUDY
PT Agung Menjangan Mas Tbk
Lampiran - 10
Proyeksi Depresiasi Aset Tetap
2023A 2024F 2025F 2026F 2027F 2028F
PENAMBAHAN / PENGURANGAN
Mesin IDR - 150.564.347 - 185.941.411 229.630.780 283.585.537
Peralatan Kantor IDR - - - - - -
Inventaris Kantor IDR - 442.089.818 - - - -
Jumlah - 592.654.166 - 185.941.411 229.630.780 283.585.537
^ ^ ^ ^ ^ ^
NILAI PEROLEHAN
Mesin IDR 640.800.000 791.364.347 791.364.347 977.305.759 1.206.936.538 1.490.522.075
Peralatan Kantor IDR 64.000.000 64.000.000 64.000.000 64.000.000 64.000.000 64.000.000
Inventaris Kantor IDR 1.840.764.399 2.282.854.217 2.282.854.217 2.282.854.217 2.282.854.217 2.282.854.217
Jumlah 2.545.564.399 3.138.218.565 3.138.218.565 3.324.159.976 3.553.790.756 3.837.376.293
^ ^ ^ ^ ^ ^
PENYUSUTAN 1,00 1,00 1,00 1,00 2,00 3,00
Mesin IDR 80.100.000 98.920.543 98.920.543 122.163.220 150.867.067 186.315.259
Peralatan Kantor IDR - - - - - -
Inventaris Kantor IDR 235.191.100 570.713.554 144.524.327 - - -
Jumlah 315.291.100 669.634.098 243.444.870 122.163.220 150.867.067 186.315.259
^ ^ ^ ^ ^ ^
AKUMULASI PENYUSUTAN
Mesin IDR 532.358.333 631.278.876 730.199.420 852.362.640 1.003.229.707 1.189.544.966
Peralatan Kantor IDR 64.000.000 64.000.000 64.000.000 64.000.000 64.000.000 64.000.000
Inventaris Kantor IDR 1.567.616.336 2.138.329.890 2.282.854.217 2.282.854.217 2.282.854.217 2.282.854.217
Jumlah 2.163.974.669 2.833.608.767 3.077.053.637 3.199.216.857 3.350.083.924 3.536.399.184
^ ^ ^ ^ ^ ^
NILAI BUKU
Mesin IDR 108.441.667 160.085.471 61.164.927 124.943.119 203.706.831 300.977.109
Peralatan Kantor IDR - - - - - -
Inventaris Kantor IDR 273.148.063 144.524.327 - - - -
Jumlah 381.589.730 304.609.798 61.164.927 124.943.119 203.706.831 300.977.109
Capital Expenditure
Capex/Depresiasi 187,97% 187,97% 187,97% 187,97% 187,97%
Mesin IDR 0 150.564.347 0 185.941.411 229.630.780 283.585.537
Peralatan Kantor IDR 0 0 0 0 0 0
Inventaris Kantor IDR 0 442.089.818 0 0 0 0
Total Capex IDR 0 592.654.166 0 185.941.411 229.630.780 283.585.537
Page 142
FEASIBILITY STUDY
PT Agung Menjangan Mas Tbk
Lampiran - 11
Net Working Capital Projection
2019A 2020A 2021A 2022A 2023A 2024F 2025F 2026F 2027F 2028F
No of days in a year
Sales 1.725.656.004 2.255.906.000 5.662.734.100 9.981.424.190 10.309.548.266 9.534.375.000 9.931.250.000 10.328.125.000 10.725.000.000 10.804.375.000
COGS 139.034.800 1.109.535.500 2.467.462.491 5.040.680.157 7.157.124.921 4.688.250.000 4.911.500.000 5.134.750.000 5.358.000.000 5.402.650.000
Current Asset
Trade receivables 780.500.008 461.300.008 477.500.000 3.188.224.004 3.826.159.500 2.729.966.084 2.513.958.861 2.714.916.440 3.202.216.507 3.180.881.584
Total Current Asset 780.500.008 461.300.008 477.500.000 3.188.224.004 3.826.159.500 2.729.966.084 2.513.958.861 2.714.916.440 3.202.216.507 3.180.881.584
CURRENT LIABILITIES
Account payable 934.306.000 7.250.000 112.375.000 42.375.000 206.892.000 104.771.542 129.177.567 110.348.949 132.672.766 128.179.178
Total Current Liabilities 934.306.000 7.250.000 112.375.000 42.375.000 206.892.000 104.771.542 129.177.567 110.348.949 132.672.766 128.179.178
Net Working Capital (153.805.992) 454.050.008 365.125.000 3.145.849.004 3.619.267.500 2.625.194.542 2.384.781.294 2.604.567.491 3.069.543.741 3.052.702.406
Increase/Decrease Net Working Capital (607.856.000) 88.925.008 (2.780.724.004) (473.418.496) 994.072.958 240.413.248 (219.786.197) (464.976.249) 16.841.334
PRI Notes:
* Forecast-2022 Forecast using the moving average from historical data (2017-2021).
** Subsequent 2021, based on TB as of Desember 2021
Page 143
FEASIBILITY STUDY
PT Agung Menjangan Mas Tbk
Lampiran - 12
Tax Projection
KETERANGAN 2024F 2025F 2026F 2027F 2028F
Tarif Pajak PPh Badan 22% 22% 22% 22% 22%
Tarif 11% 11% 11% 11% 11%
Penjualan 9.534.375.000 9.931.250.000 10.328.125.000 10.725.000.000 10.804.375.000
PTKP - - - - -
PKP 9.534.375.000 9.931.250.000 10.328.125.000 10.725.000.000 10.804.375.000
Laba sebelum pajak 2.748.562.500 2.834.875.000 2.921.187.500 3.007.500.000 3.024.762.500
Perhitungan Pajak - - - - -
Beban Pajak 604.683.750 623.672.500 642.661.250 661.650.000 665.447.750
Beban Pajak Penghasilan 604.683.750 623.672.500 642.661.250 661.650.000 665.447.750
22,00% 22,00% 22,00% 22,00% 22,00%
PRI Notes:
* Forecast-2022 Forecast using the moving average from historical data (2017-2021).
** Subsequent 2021, based on TB as of Desember 2021
Page 144
FEASIBILITY STUDY
PT Agung Menjangan Mas Tbk
Lampiran - 13
RASIO KEUANGAN TANPA PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA
Keterangan 2024F 2025F 2026F 2027F 2028F
Aset Lancar 32.644.014.987 35.123.068.383 37.318.987.823 39.608.397.928 41.865.948.812
Liabilitas Jangka Pendek 1.837.980.840 1.862.386.865 1.843.558.247 1.865.882.064 1.861.388.476
Rasio Lancar 17,76 18,86 20,24 21,23 22,49
*)Disajikan dalam kali
Keterangan 2024F 2025F 2026F 2027F 2028F
Aset Lancar 32.644.014.987 35.123.068.383 37.318.987.823 39.608.397.928 41.865.948.812
Persediaan - - - - -
Liabilitas Jangka Pendek 1.837.980.840 1.862.386.865 1.843.558.247 1.865.882.064 1.861.388.476
Rasio Cepat 17,76 18,86 20,24 21,23 22,49
*)Disajikan dalam kali
Keterangan 2024F 2025F 2026F 2027F 2028F
Kas dan setara kas 25.747.508.303 28.442.568.921 30.437.530.783 32.239.640.821 34.518.526.628
Liabilitas Jangka Pendek 1.837.980.840 1.862.386.865 1.843.558.247 1.865.882.064 1.861.388.476
Rasio Kas 14,01 15,27 16,51 17,28 18,54
*)Disajikan dalam kali
Rasio Likuiditas 2024F 2025F 2026F 2027F 2028F
Rasio Lancar 17,76 18,86 20,24 21,23 22,49
Rasio Cepat 17,76 18,86 20,24 21,23 22,49
Rasio Kas 14,01 15,27 16,51 17,28 18,54
*)Disajikan dalam kali ,
Keterangan 2024F 2025F 2026F 2027F 2028F
Pendapatan 9.534.375.000 9.931.250.000 10.328.125.000 10.725.000.000 10.804.375.000
Piutang Usaha 2.729.966.084 2.513.958.861 2.714.916.440 3.202.216.507 3.180.881.584
Rasio Perputaran Piutang Usaha 105 92 96 109 107
*)Disajikan dalam hari
Keterangan 2024F 2025F 2026F 2027F 2028F
Beban Pokok Pendapatan 4.688.250.000 4.911.500.000 5.134.750.000 5.358.000.000 5.402.650.000
Persediaan - - - - -
Rasio Perputaran Persediaan - - - - -
*)Disajikan dalam hari
Keterangan 2024F 2025F 2026F 2027F 2028F
Beban Pokok Pendapatan 4.688.250.000 4.911.500.000 5.134.750.000 5.358.000.000 5.402.650.000
Utang Usaha 104.771.542 129.177.567 110.348.949 132.672.766 128.179.178
Rasio Perputaran Utang Usaha 8 10 8 9 9
*)Disajikan dalam hari
Rasio Aktivitas 2024F 2025F 2026F 2027F 2028F
Rasio Perputaran Piutang Usaha 105 92 96 109 107
Rasio Perputaran Persediaan - - - - -
Rasio Perputaran Utang Usaha 8 10 8 9 9
*)Disajikan dalam hari
Keterangan 2024F 2025F 2026F 2027F 2028F
Jumlah Liabilitas 2.502.236.895 2.526.642.920 2.507.814.302 2.530.138.119 2.525.644.531
Jumlah Aset 73.433.956.712 75.669.565.237 77.929.262.869 80.297.436.686 82.652.257.848
Rasio Liabilitas terhadap Aset 3,41% 3,34% 3,22% 3,15% 3,06%
*)Disajikan dalam persen
Keterangan 2024F 2025F 2026F 2027F 2028F
Jumlah Liabilitas 2.502.236.895 2.526.642.920 2.507.814.302 2.530.138.119 2.525.644.531
Jumlah Ekuitas 70.931.719.817 73.142.922.317 75.421.448.567 77.767.298.567 80.126.613.317
Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas 3,53% 3,45% 3,33% 3,25% 3,15%
*)Disajikan dalam persen
Rasio Leverage 2024F 2025F 2026F 2027F 2028F
Rasio Liabilitas terhadap Aset 3,41% 3,34% 3,22% 3,15% 3,06%
Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas 3,53% 3,45% 3,33% 3,25% 3,15%
Keterangan 2024F 2025F 2026F 2027F 2028F
Laba Bruto 4.846.125.000 5.019.750.000 5.193.375.000 5.367.000.000 5.401.725.000
Pendapatan 9.534.375.000 9.931.250.000 10.328.125.000 10.725.000.000 10.804.375.000
Margin Laba Bruto 50,83% 50,54% 50,28% 50,04% 50,00%
Keterangan 2024F 2025F 2026F 2027F 2028F
Laba (Rugi) Sebelum Pajak 2.748.562.500 2.834.875.000 2.921.187.500 3.007.500.000 3.024.762.500
Pendapatan 9.534.375.000 9.931.250.000 10.328.125.000 10.725.000.000 10.804.375.000
Margin Laba (Rugi) Sebelum Pajak 28,83% 28,54% 28,28% 28,04% 28,00%
Keterangan 2024F 2025F 2026F 2027F 2028F
Laba Bersih 2.143.878.750 2.211.202.500 2.278.526.250 2.345.850.000 2.359.314.750
Pendapatan 9.534.375.000 9.931.250.000 10.328.125.000 10.725.000.000 10.804.375.000
Margin Laba (Rugi) Bersih 22,49% 22,27% 22,06% 21,87% 21,84%
Keterangan 2024F 2025F 2026F 2027F 2028F
Laba (Rugi) Bersih 2.143.878.750 2.211.202.500 2.278.526.250 2.345.850.000 2.359.314.750
Jumlah Aset 73.433.956.712 75.669.565.237 77.929.262.869 80.297.436.686 82.652.257.848
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Aset 2,92% 2,92% 2,92% 2,92% 2,85%
Keterangan 2024F 2025F 2026F 2027F 2028F
Laba (Rugi) Bersih 2.143.878.750 2.211.202.500 2.278.526.250 2.345.850.000 2.359.314.750
Jumlah Ekuitas 70.931.719.817 73.142.922.317 75.421.448.567 77.767.298.567 80.126.613.317
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Ekuitas 3,02% 3,02% 3,02% 3,02% 2,94%
Rasio Profitabilitas 2024F 2025F 2026F 2027F 2028F
Margin Laba Bruto 50,83% 50,54% 50,28% 50,04% 50,00%
Margin Laba (Rugi) Usaha 28,83% 28,54% 28,28% 28,04% 28,00%
Margin Laba (Rugi) Bersih 22,49% 22,27% 22,06% 21,87% 21,84%
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Aset 2,92% 2,92% 2,92% 2,92% 2,85%
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Ekuitas 3,02% 3,02% 3,02% 3,02% 2,94%
Page 145
FEASIBILITY STUDY
PT Agung Menjangan Mas Tbk
Lampiran - 14
Proyeksi Posisi Keuangan Setelah Penambahan Kegiatan Usaha
2024F 2025F 2026F 2027F 2028F
ASSET
Aset Lancar
Kas dan setara kas IDR 16.059.746.579 11.934.194.104 17.299.443.847 21.083.584.430 26.308.158.770
Piutang usaha IDR 3.966.906.470 5.794.603.981 5.175.345.403 6.641.800.111 6.572.448.042
Biaya dibayar dimuka IDR 3.415.943.600 3.415.943.600 3.415.943.600 3.415.943.600 3.415.943.600
Perlengkapan IDR 750.597.000 750.597.000 750.597.000 750.597.000 750.597.000
Jumlah Aset Lancar IDR 24.193.193.649 21.895.338.685 26.641.329.849 31.891.925.140 37.047.147.412
Aset Tidak Lancar
Properti investasi IDR 40.485.331.927 40.485.331.927 40.485.331.927 40.485.331.927 40.485.331.927
Aset tetap - net IDR 9.661.409.798 16.243.564.927 15.164.943.119 14.101.306.831 13.056.177.109
Jumlah Aset Tidak Lancar IDR 50.146.741.725 56.728.896.854 55.650.275.046 54.586.638.758 53.541.509.036
JUMLAH ASET IDR 74.339.935.374 78.624.235.539 82.291.604.895 86.478.563.899 90.588.656.448
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha - pihak ketiga IDR 174.697.454 367.780.619 251.155.475 332.350.479 319.499.528
Utang pajak IDR 505.805.198 505.805.198 505.805.198 505.805.198 505.805.198
Uang muka penjualan IDR 963.774.100 963.774.100 963.774.100 963.774.100 963.774.100
Biaya yang masih harus dibayar IDR 263.630.000 263.630.000 263.630.000 263.630.000 263.630.000
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek IDR 1.907.906.752 2.100.989.917 1.984.364.773 2.065.559.777 2.052.708.826
Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas imbalan pasca kerja IDR 664.256.055 664.256.055 664.256.055 664.256.055 664.256.055
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang IDR 664.256.055 664.256.055 664.256.055 664.256.055 664.256.055
JUMLAH LIABILITAS IDR 2.572.162.807 2.765.245.972 2.648.620.828 2.729.815.832 2.716.964.881
EKUITAS
Modal saham IDR 60.000.000.000 60.000.000.000 60.000.000.000 60.000.000.000 60.000.000.000
Tambahan modal disetor IDR 8.826.875.000 8.826.875.000 8.826.875.000 8.826.875.000 8.826.875.000
Laba ditahan IDR 2.945.870.429 7.037.087.429 10.821.081.929 14.926.845.929 19.049.789.429
Komponen ekuitas lainnya IDR (4.972.862) (4.972.862) (4.972.862) (4.972.862) (4.972.862)
JUMLAH EKUITAS IDR 71.767.772.567 75.858.989.567 79.642.984.067 83.748.748.067 87.871.691.567
JUMLAH LIABILITAS & EKUITAS IDR 74.339.935.374 78.624.235.539 82.291.604.895 86.478.563.899 90.588.656.448
Page 146
FEASIBILITY STUDY
PT Agung Menjangan Mas Tbk
Lampiran - 15
Proyeksi Laba Rugi Setelah Penambahan Kegiatan Usaha
2024F 2025F 2026F 2027F 2028F
PENDAPATAN IDR 13.854.375.000 22.891.250.000 19.688.125.000 22.245.000.000 22.324.375.000
BEBAN POKOK PENJUALAN IDR (7.817.250.000) (13.983.500.000) (11.686.750.000) (13.422.000.000) (13.466.650.000)
LABA KOTOR IDR 6.037.125.000 8.907.750.000 8.001.375.000 8.823.000.000 8.857.725.000
PENGHASILAN (BEBAN) OPERASI
Beban penjualan IDR (277.087.500) (457.825.000) (393.762.500) (444.900.000) (446.487.500)
Beban umum dan administrasi IDR (1.939.612.500) (3.204.775.000) (2.756.337.500) (3.114.300.000) (3.125.412.500)
Jumlah Beban Operasi IDR (2.216.700.000) (3.662.600.000) (3.150.100.000) (3.559.200.000) (3.571.900.000)
LABA SEBELUM PAJAK IDR 3.820.425.000 5.245.150.000 4.851.275.000 5.263.800.000 5.285.825.000
Beban Pajak Penghasilan IDR (840.493.500) (1.153.933.000) (1.067.280.500) (1.158.036.000) (1.162.881.500)
LABA TAHUN BERJALAN IDR 2.979.931.500 4.091.217.000 3.783.994.500 4.105.764.000 4.122.943.500
Page 147
FEASIBILITY STUDY
PT Agung Menjangan Mas Tbk
Lampiran - 16
Proyeksi Arus Kas Setelah Penambahan Kegiatan Usaha
2024F 2025F 2026F 2027F 2028F
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Laba bersih IDR 2.979.931.500 4.091.217.000 3.783.994.500 4.105.764.000 4.122.943.500
Penyesuaian modal kerja
Penurunan (kenaikan) piutang usaha IDR (140.746.970) (1.827.697.511) 619.258.578 (1.466.454.708) 69.352.069
Penurunan (kenaikan) utang usaha IDR (32.194.546) 193.083.165 (116.625.144) 81.195.003 (12.850.951)
Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Operasi IDR 2.806.989.984 2.456.602.654 4.286.627.934 2.720.504.295 4.179.444.618
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Perolehan aset tetap IDR (9.279.820.068) (6.582.155.130) 1.078.621.808 1.063.636.288 1.045.129.722
Penambahan (pengurangan) aset hak guna IDR - - - - -
Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Investasi IDR (9.279.820.068) (6.582.155.130) 1.078.621.808 1.063.636.288 1.045.129.722
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Investasi pada entitas anak IDR - - - - -
Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Pendanaan IDR - - - -
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN SETARA KAS IDR (6.472.830.084) (4.125.552.475) 5.365.249.743 3.784.140.583 5.224.574.341
KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN IDR 22.532.576.663 16.059.746.579 11.934.194.104 17.299.443.847 21.083.584.430
KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN IDR 16.059.746.579 11.934.194.104 17.299.443.847 21.083.584.430 26.308.158.770
PRI Notes:
* Forecast-2022 Forecast using the moving average from historical data (2017-2021).
** Subsequent 2021, based on TB as of Desember 2021
Page 148
FEASIBILITY STUDY
PT Agung Menjangan Mas Tbk
Lampiran - 17
Proyeksi Depresiasi Aset Tetap Setelah Penambahan Kegiatan Usaha
2023A 2024F 2025F 2026F 2027F 2028F
PENAMBAHAN / PENGURANGAN
Mesin IDR - 150.564.347 - 185.941.411 229.630.780 283.585.537
Peralatan Kantor IDR - - - - - -
Inventaris Kantor IDR - 442.089.818 - - - -
Gudang & Sarana Prasarana IDR 2.000.000.000 - - - -
Keramba IDR 7.968.000.000 7.968.000.000 - - -
Jumlah - 10.560.654.166 7.968.000.000 185.941.411 229.630.780 283.585.537
^ ^ ^ ^ ^ ^
NILAI PEROLEHAN
Mesin IDR 640.800.000 791.364.347 791.364.347 977.305.759 1.206.936.538 1.490.522.075
Peralatan Kantor IDR 64.000.000 64.000.000 64.000.000 64.000.000 64.000.000 64.000.000
Inventaris Kantor IDR 1.840.764.399 2.282.854.217 2.282.854.217 2.282.854.217 2.282.854.217 2.282.854.217
Gudang & Sarana Prasarana IDR - 2.000.000.000 2.000.000.000 2.000.000.000 2.000.000.000 2.000.000.000
Keramba IDR - 7.968.000.000 15.936.000.000 15.936.000.000 15.936.000.000 15.936.000.000
Jumlah 2.545.564.399 3.138.218.565 3.138.218.565 3.324.159.976 3.553.790.756 3.837.376.293
^ ^ ^ ^ ^ ^
PENYUSUTAN 1,00 1,00 1,00 1,00 2,00 3,00
Mesin IDR 80.100.000 98.920.543 98.920.543 122.163.220 150.867.067 186.315.259
Peralatan Kantor IDR - - - - - -
Inventaris Kantor IDR 235.191.100 570.713.554 144.524.327 - - -
Gudang & Sarana Prasarana 80.000.000 80.000.000 80.000.000 80.000.000 80.000.000
Keramba 531.200.000 1.062.400.000 1.062.400.000 1.062.400.000 1.062.400.000
Jumlah 315.291.100 1.280.834.098 1.385.844.870 1.264.563.220 1.293.267.067 1.328.715.259
^ ^ ^ ^ ^ ^
AKUMULASI PENYUSUTAN
Mesin IDR 532.358.333 631.278.876 730.199.420 852.362.640 1.003.229.707 1.189.544.966
Peralatan Kantor IDR 64.000.000 64.000.000 64.000.000 64.000.000 64.000.000 64.000.000
Inventaris Kantor IDR 1.567.616.336 2.138.329.890 2.282.854.217 2.282.854.217 2.282.854.217 2.282.854.217
Gudang & Sarana Prasarana - 80.000.000 160.000.000 240.000.000 320.000.000 400.000.000
Keramba - 531.200.000 1.593.600.000 2.656.000.000 3.718.400.000 4.780.800.000
Jumlah 2.163.974.669 3.444.808.767 4.830.653.637 6.095.216.857 7.388.483.924 8.717.199.184
^ ^ ^ ^ ^ ^
NILAI BUKU
Mesin IDR 108.441.667 160.085.471 61.164.927 124.943.119 203.706.831 300.977.109
Peralatan Kantor IDR - - - - - -
Inventaris Kantor IDR 273.148.063 144.524.327 - - - -
Gudang & Sarana Prasarana - 1.920.000.000 1.840.000.000 1.760.000.000 1.680.000.000 1.600.000.000
Keramba - 7.436.800.000 14.342.400.000 13.280.000.000 12.217.600.000 11.155.200.000
Jumlah 381.589.730 9.661.409.798 16.243.564.927 15.164.943.119 14.101.306.831 13.056.177.109
Capital Expenditure
Capex/Depresiasi 187,97% 187,97% 187,97% 187,97% 187,97%
Mesin IDR 0 150.564.347 0 185.941.411 229.630.780 283.585.537
Peralatan Kantor IDR 0 0 0 0 0 0
Inventaris Kantor IDR 0 442.089.818 0 0 0 0
Gudang & Sarana Prasarana 2.000.000.000 75.188.188 75.188.188 75.188.188 75.188.188
Keramba 7.968.000.000 7.968.000.000 998.499.142 998.499.142 998.499.142
Total Capex IDR 0 10.560.654.166 8.043.188.188 1.259.628.742 1.303.318.110 1.357.272.867
Page 149
FEASIBILITY STUDY
PT Agung Menjangan Mas Tbk
Lampiran - 18
Net Working Capital Projection
2019A 2020A 2021A 2022A 2023A 2024F 2025F 2026F 2027F 2028F
No of days in a year
Sales 1.725.656.004 2.255.906.000 5.662.734.100 9.981.424.190 10.309.548.266 13.854.375.000 22.891.250.000 19.688.125.000 22.245.000.000 22.324.375.000
COGS 139.034.800 1.109.535.500 2.467.462.491 5.040.680.157 7.157.124.921 7.817.250.000 13.983.500.000 11.686.750.000 13.422.000.000 13.466.650.000
Current Asset
Trade receivables 780.500.008 461.300.008 477.500.000 3.188.224.004 3.826.159.500 3.966.906.470 5.794.603.981 5.175.345.403 6.641.800.111 6.572.448.042
Total Current Asset 780.500.008 461.300.008 477.500.000 3.188.224.004 3.826.159.500 3.966.906.470 5.794.603.981 5.175.345.403 6.641.800.111 6.572.448.042
CURRENT LIABILITIES
Account payable 934.306.000 7.250.000 112.375.000 42.375.000 206.892.000 174.697.454 367.780.619 251.155.475 332.350.479 319.499.528
Total Current Liabilities 934.306.000 7.250.000 112.375.000 42.375.000 206.892.000 174.697.454 367.780.619 251.155.475 332.350.479 319.499.528
Net Working Capital (153.805.992) 454.050.008 365.125.000 3.145.849.004 3.619.267.500 3.792.209.016 5.426.823.362 4.924.189.927 6.309.449.632 6.252.948.514
Increase/Decrease Net Working Capital (607.856.000) 88.925.008 (2.780.724.004) (473.418.496) (172.941.516) (1.634.614.346) 502.633.434 (1.385.259.705) 56.501.118
PRI Notes:
* Forecast-2022 Forecast using the moving average from historical data (2017-2021).
** Subsequent 2021, based on TB as of Desember 2021
Page 150
FEASIBILITY STUDY
PT Agung Menjangan Mas Tbk
Lampiran - 19
Tax Projection
KETERANGAN 2024F 2025F 2026F 2027F 2028F
Tarif Pajak PPh Badan 22% 22% 22% 22% 22%
Tarif 11% 11% 11% 11% 11%
Penjualan 13.854.375.000 22.891.250.000 19.688.125.000 22.245.000.000 22.324.375.000
PTKP - - - - -
PKP 13.854.375.000 22.891.250.000 19.688.125.000 22.245.000.000 22.324.375.000
Laba sebelum pajak 3.820.425.000 5.245.150.000 4.851.275.000 5.263.800.000 5.285.825.000
Perhitungan Pajak - - - - -
Beban Pajak 840.493.500 1.153.933.000 1.067.280.500 1.158.036.000 1.162.881.500
Beban Pajak Penghasilan 840.493.500 1.153.933.000 1.067.280.500 1.158.036.000 1.162.881.500
22,00% 22,00% 22,00% 22,00% 22,00%
PRI Notes:
* Forecast-2022 Forecast using the moving average from historical data (2017-2021).
** Subsequent 2021, based on TB as of Desember 2021
Page 151
FEASIBILITY STUDY
PT Agung Menjangan Mas Tbk
Lampiran - 20
PROYEKSI RASIO KEUANGAN SETELAH PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA
Keterangan 2024F 2025F 2026F 2027F 2028F
Aset Lancar 24.193.193.649 21.895.338.685 26.641.329.849 31.891.925.140 37.047.147.412
Liabilitas Jangka Pendek 1.907.906.752 2.100.989.917 1.984.364.773 2.065.559.777 2.052.708.826
Rasio Lancar 12,68 10,42 13,43 15,44 18,05
*)Disajikan dalam kali
Keterangan 2024F 2025F 2026F 2027F 2028F
Aset Lancar 24.193.193.649 21.895.338.685 26.641.329.849 31.891.925.140 37.047.147.412
Persediaan - - - - -
Liabilitas Jangka Pendek 1.907.906.752 2.100.989.917 1.984.364.773 2.065.559.777 2.052.708.826
Rasio Cepat 12,68 10,42 13,43 15,44 18,05
*)Disajikan dalam kali
Keterangan 2024F 2025F 2026F 2027F 2028F
Kas dan setara kas 16.059.746.579 11.934.194.104 17.299.443.847 21.083.584.430 26.308.158.770
Liabilitas Jangka Pendek 1.907.906.752 2.100.989.917 1.984.364.773 2.065.559.777 2.052.708.826
Rasio Kas 8,42 5,68 8,72 10,21 12,82
*)Disajikan dalam kali
Rasio Likuiditas 2024F 2025F 2026F 2027F 2028F
Rasio Lancar 12,68 10,42 13,43 15,44 18,05
Rasio Cepat 12,68 10,42 13,43 15,44 18,05
Rasio Kas 8,42 5,68 8,72 10,21 12,82
*)Disajikan dalam kali ,
Keterangan 2024F 2025F 2026F 2027F 2028F
Pendapatan 13.854.375.000 22.891.250.000 19.688.125.000 22.245.000.000 22.324.375.000
Piutang Usaha 3.966.906.470 5.794.603.981 5.175.345.403 6.641.800.111 6.572.448.042
Rasio Perputaran Piutang Usaha 105 92 96 109 107
*)Disajikan dalam hari
Keterangan 2024F 2025F 2026F 2027F 2028F
Beban Pokok Pendapatan 7.817.250.000 13.983.500.000 11.686.750.000 13.422.000.000 13.466.650.000
Persediaan - - - - -
Rasio Perputaran Persediaan - - - - -
*)Disajikan dalam hari
Keterangan 2024F 2025F 2026F 2027F 2028F
Beban Pokok Pendapatan 7.817.250.000 13.983.500.000 11.686.750.000 13.422.000.000 13.466.650.000
Utang Usaha 174.697.454 367.780.619 251.155.475 332.350.479 319.499.528
Rasio Perputaran Utang Usaha 8 10 8 9 9
*)Disajikan dalam hari
Rasio Aktivitas 2024F 2025F 2026F 2027F 2028F
Rasio Perputaran Piutang Usaha 105 92 96 109 107
Rasio Perputaran Persediaan - - - - -
Rasio Perputaran Utang Usaha 8 10 8 9 9
*)Disajikan dalam hari
Keterangan 2024F 2025F 2026F 2027F 2028F
Jumlah Liabilitas 2.572.162.807 2.765.245.972 2.648.620.828 2.729.815.832 2.716.964.881
Jumlah Aset 74.339.935.374 78.624.235.539 82.291.604.895 86.478.563.899 90.588.656.448
Rasio Liabilitas terhadap Aset 3,46% 3,52% 3,22% 3,16% 3,00%
*)Disajikan dalam persen
Keterangan 2024F 2025F 2026F 2027F 2028F
Jumlah Liabilitas 2.572.162.807 2.765.245.972 2.648.620.828 2.729.815.832 2.716.964.881
Jumlah Ekuitas 71.767.772.567 75.858.989.567 79.642.984.067 83.748.748.067 87.871.691.567
Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas 3,58% 3,65% 3,33% 3,26% 3,09%
*)Disajikan dalam persen
Rasio Leverage 2024F 2025F 2026F 2027F 2028F
Rasio Liabilitas terhadap Aset 3,46% 3,52% 3,22% 3,16% 3,00%
Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas 3,58% 3,65% 3,33% 3,26% 3,09%
Keterangan 2024F 2025F 2026F 2027F 2028F
Laba Bruto 6.037.125.000 8.907.750.000 8.001.375.000 8.823.000.000 8.857.725.000
Pendapatan 13.854.375.000 22.891.250.000 19.688.125.000 22.245.000.000 22.324.375.000
Margin Laba Bruto 43,58% 38,91% 40,64% 39,66% 39,68%
Keterangan 2024F 2025F 2026F 2027F 2028F
Laba (Rugi) Sebelum Pajak 3.820.425.000 5.245.150.000 4.851.275.000 5.263.800.000 5.285.825.000
Pendapatan 13.854.375.000 22.891.250.000 19.688.125.000 22.245.000.000 22.324.375.000
Margin Laba (Rugi) Sebelum Pajak 27,58% 22,91% 24,64% 23,66% 23,68%
Keterangan 2024F 2025F 2026F 2027F 2028F
Laba Bersih 2.979.931.500 4.091.217.000 3.783.994.500 4.105.764.000 4.122.943.500
Pendapatan 13.854.375.000 22.891.250.000 19.688.125.000 22.245.000.000 22.324.375.000
Margin Laba (Rugi) Bersih 21,51% 17,87% 19,22% 18,46% 18,47%
Keterangan 2024F 2025F 2026F 2027F 2028F
Laba (Rugi) Bersih 2.979.931.500 4.091.217.000 3.783.994.500 4.105.764.000 4.122.943.500
Jumlah Aset 74.339.935.374 78.624.235.539 82.291.604.895 86.478.563.899 90.588.656.448
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Aset 4,01% 5,20% 4,60% 4,75% 4,55%
Keterangan 2024F 2025F 2026F 2027F 2028F
Laba (Rugi) Bersih 2.979.931.500 4.091.217.000 3.783.994.500 4.105.764.000 4.122.943.500
Jumlah Ekuitas 71.767.772.567 75.858.989.567 79.642.984.067 83.748.748.067 87.871.691.567
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Ekuitas 4,15% 5,39% 4,75% 4,90% 4,69%
Rasio Profitabilitas 2024F 2025F 2026F 2027F 2028F
Margin Laba Bruto 43,58% 38,91% 40,64% 39,66% 39,68%
Margin Laba (Rugi) Usaha 27,58% 22,91% 24,64% 23,66% 23,68%
Margin Laba (Rugi) Bersih 21,51% 17,87% 19,22% 18,46% 18,47%
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Aset 4,01% 5,20% 4,60% 4,75% 4,55%
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Ekuitas 4,15% 5,39% 4,75% 4,90% 4,69%
Page 152
FEASIBILITY STUDY
PT Agung Menjangan Mas Tbk
Lampiran - 21
Feasbility Study (Uji Aspek Keuangan) Penambahan Kegiatan Usaha
2024F 2025F 2026F 2027F 2028F Perpetuity
No of days in a year 365 365 365 365 365
Sales IDR 4.320.000.000 12.960.000.000 9.360.000.000 11.520.000.000 11.520.000.000
Net Income IDR 836.052.750 1.880.014.500 1.505.468.250 1.759.914.000 1.763.628.750
CASH IN
(+) Net Income IDR 836.052.750 1.880.014.500 1.505.468.250 1.759.914.000 1.763.628.750
(+) Interest * (1-Tax) 22% IDR - - - - -
(+) Depreciation IDR 611.200.000 1.142.400.000 1.142.400.000 1.142.400.000 1.142.400.000
Total Cash In IDR 1.447.252.750 3.022.414.500 2.647.868.250 2.902.314.000 2.906.028.750
CASH OUT
(-) Investment Outlays IDR (9.968.000.000) (8.043.188.188) (1.073.687.330) (1.073.687.330) (1.073.687.330)
(+/-) Increase/Decrease Net Working Capital IDR (1.167.014.474) (1.875.027.594) 722.419.632 (920.283.456) 39.659.784
Total Cash Out IDR (11.135.014.474) (9.918.215.782) (351.267.699) (1.993.970.786) (1.034.027.547)
Free Cash Flow to Invested Capital IDR (9.687.761.724) (6.895.801.282) 2.296.600.551 908.343.214 1.872.001.203 24.125.129.872
Year (n) 1 2 3 4 5
Growth Perpetuity 3,15%
Discount Rate (WACC) 11,15% 11,15% 11,15% 11,15% 11,15% 11,15% 11,15%
Discount Factor 0,8997 0,8095 0,7283 0,6552 0,5895 0,5895
Present Value Free Cash Flow to Invested Capital IDR (8.716.045.815) (5.581.833.138) 1.672.528.906 595.160.637 1.103.535.740 14.221.648.463
Net Present Value (NPV) 3.294.994.793
Internal Rate of Return (IRR) 14,49%
Profitability Indeks (PI) 1,16
2024F 2025F 2026F 2027F 2028F Perpetuity
- Present Value Cash In 1.302.088.308 2.446.505.159 1.928.344.128 1.901.641.385 1.713.090.024 14.221.648.463
- Present Value Cash Out (10.018.134.124) (8.028.338.296) (255.815.222) (1.306.480.749) (609.554.284) -
- Total Cash In 1.447.252.750 3.022.414.500 2.647.868.250 2.902.314.000 2.906.028.750 24.125.129.872
- Total Cash Out (11.135.014.474) (9.918.215.782) (351.267.699) (1.993.970.786) (1.034.027.547) -
- Cash Flow Payback Period (9.687.761.724) (16.583.563.006) (14.286.962.455) (13.378.619.241) (11.506.618.037) 12.618.511.834
- Discount Factor 11,15% 0,8997 0,8095 0,7283 0,6552 0,5895 0,5895
- Discounted Payback Period (8.716.045.815) (13.423.629.501) (10.404.664.265) (8.765.879.923) (6.783.096.199) 7.438.552.264
- Negative Cashflow Years 5
- Last Negative Cashflow (Net) (6.783.096.199)
- Cashflow In The Next Years 7.438.552.264
- Fractional Value (Year) 0,91
Payback Period 5,91 5 Tahun dan 11 Bulan
RESUME
Net Present Value (NPV) 3.294.994.793 Feasible
Internal Rate of Return (IRR) 14,49% Feasible
Profitability Indeks (PI) 1,16 Feasible
Payback Period 5 Tahun dan 11 Bulan
Page 153
Lampiran - 22
Weighted Average Cost of Capital
WACC Discount Rate
15.416
Assumptions CAPM Variable
Equity Cost Calculation Method CAPM Risk Free Rate 6,98% Beta 1,07
Income Tax Rate 22% Market Equity Risk Premium 7,38% RBDs 2,07%
Cost of Equity 14,85%
Beta Calculation
IDR (Million)
Kode Adjusted Market Value of Market Value of Beta
No. Country Company Aset DER Tax
Ticker Beta Debt Equity Unlevered
AMMS Indonesia PT AGUNG MENJANGAN MAS TBK 71.392 - 68.788 0,00% 22%
1 PMMP IJ EQUITY Indonesia PT PANCA MITRA MULTIPERDANA TBK 0,478 4.620.556 2.951.387 1.253.711 235,41% 22% 0,17
2 CPRO IJ EQUITY Indonesia PT CENTRAL PROTEINA PRIMA TBK 0,830 6.856.338 2.120.110 3.419.703 62,00% 22% 0,56
3 DSFI IJ EQUITY Indonesia PT DHARMA SAMUDERA FISHING INDUSTRIES TBK 1,031 411.881 85.824 250.501 34,26% 22% 0,81
4 IKAN IJ EQUITY Indonesia PT ERA MANDIRI CEMERLANG TBK 0,600 141.188 46.694 73.686 63,37% 22% 0,40
5 ASHA IJ EQUITY Indonesia PT CILACAP SAMUDERA FISHING INDUSTRY TBK 1,023 201.180 10.834 159.106 6,81% 22% 0,97
6 UDNG IJ EQUITY Indonesia PT AGRO BAHARI NUSANTARA TBK 0,988 60.224 99 58.893 0,17% 22% 0,99
7 CRAB IJ EQUITY Indonesia PT TOBA SURIMI INDUSTRIES TBK 0,670 346.532 91.824 193.712 47,40% 22% 0,49
8 PCAR IJ EQUITY Indonesia PT PRIMA CAKRAWALA ABADI TBK 0,560 101.566 18.891 66.832 28,27% 22% 0,46
1.592.433 665.708 684.518 97,25% 0,61
Laporan Keuangan Auditied 31 Desember 2023
Beta Perusahaan by Pefindo 29 Desember 2023
Relevered Beta Calculation
Mean Un-Levered Beta 0,61
Debt to Equity Ratio 97,25%
Marginal Tax Rate 22%
Re-Levered Beta 1,07
Market Risk Premium Calculation Source
Mature Equity Market 4,60% Damodaran, 01 Januari 2024
Multiplier 1,34 Damodaran, 01 Januari 2024
Rating Based Default Spread 2,07% Damodaran, 01 Januari 2024
Rpm 7,38% RPm = (mature equity market + (CDS x MP))
Cost of Debt Source
Cost of Debt 9,41% Bunga KI Bank Persero, (BI Desember 2023)
Tax Rate 22% Corporate Marginal Tax Rates 2023
Cost of Debt Shield (Kd) 7,34% Kd x (1-t)
Weighted Average Cost of Capital
Variable Capital Structure Result
Cost of Equity 14,85% 50,70% 7,53%
Cost of Debt 7,34% 49,30% 3,62%
WACC 11,15% (Ke x e%) + (Kd x d%)
Names mentioned 80 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
TOTO SUHARTO & REKAN
p.1 ×7
unresolved
org
Kantor Jasa Penilai Publik Toto Suharto & Rekan
p.2 ×3
unresolved
org
Kantor Jasa Penilai Publik Toto Suharto
p.2 ×3
unresolved
org
PENILAI KJPP Toto Suharto & Rekan
p.3
unresolved
org
PT Actual Kencana Appraisal
p.3
unresolved
org
Jasa Penilai Toto Suharto & Rekan
p.3
unresolved
org
Menteri Keuangan
p.3 ×2
unresolved
person
Hartono Liem
· Direktur Utama
p.5
unresolved
person
Lukman Nur Hakim
p.5 ×2
unresolved
org
Bank Indonesia
p.6 ×21
unresolved
org
REKAN Ir. Toto Suharto
p.8
unresolved
person
Ir. Toto Suharto, M.Sc., MAPPI (Cert.)
· Pimpinan Rekan
p.8 ×13
unresolved
person
Ufik Kurniasih
p.12 ×2
unresolved
person
CTT
p.12 ×2
unresolved
org
Kementerian Keuangan B.
p.14
unresolved
—
Bab I - Pendahuluan
p.26
unresolved
org
KJPP TnR
p.27 ×2
unresolved
org
Kanaka
p.29 ×4
unresolved
org
PT Cosmopolitan Electric
p.33 ×2
unresolved
person
Linda Herawati
p.33
unresolved
org
Menteri
p.33
unresolved
person
Yudha Setyagraha Tedianto
p.33
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.33 ×2
unresolved
person
Sugih Haryati
p.33 ×9
unresolved
org
PT Mandara Mas Semesta. Perusahaan
p.33
unresolved
person
Ir. Mochamad Filhasny Yunus Bab II
· Direktur
p.35 ×2
unresolved
org
Menteri Hukum dan HAM
p.36 ×11
unresolved
org
PT Agung
p.36 ×7
unresolved
org
Menteri Hukum dan HAM Anggaran Dasar
p.37
unresolved
org
Umum Tbk
p.37 ×2
unresolved
org
Umum Menjangan Mas Tbk
p.37 ×2
unresolved
org
Kota Tangerang Agung Menjangan Mas Tbk
p.37 ×2
unresolved
org
Jenderal Administrasi Hukum Tbk
p.38
unresolved
org
Menteri ATR
p.38
unresolved
org
Menteri Investasi
p.38 ×2
unresolved
org
Koordinasi Penanaman Berusaha
p.38
unresolved
org
Koordinasi Penanaman Nomor Induk Berusaha
p.38
unresolved
org
Keuangan Republik Indonesia Tbk
p.38
unresolved
org
Menteri Kelautan dan Perikanan
p.43 ×2
unresolved
org
Kota Nusantara
p.46 ×3
unresolved
org
Bank Indonesia Triwulan IV
p.47
unresolved
org
Dharma Samudera Fishing Industries Tbk
p.61 ×2
unresolved
org
Cilacap Samudera Fishing Industries Tbk
p.61 ×2
unresolved
org
PT Menjangan Mas
p.68
unresolved
org
PT Wisnu Multi Dinamika
p.68
unresolved
org
PT Dewata Jasa Persada
p.68
unresolved
org
PT Mega Prima Pertamindo
p.79
unresolved
org
PT Artha Persada Nusantara
p.79
unresolved
org
PT Indo Prima Langgeng
p.79
unresolved
org
PT Andalas Samudera Sejati
p.86
unresolved
org
PT Catur Tunggal Osenia
p.86
unresolved
org
PT Rajawali Laut Timur
p.86
unresolved
org
PT Kerapu Indonesia
p.86
unresolved
person
Tenaga Ahli Perikanan Dr. Ir. Irzal Effendi
p.95 ×3
unresolved
org
Departemen Budidaya Perairan
p.95 ×2
unresolved
org
Koperasi PGKP
p.97
unresolved
org
PT Fega Marukultura
p.99
unresolved
org
PT Sumber Tirta Sentosa
p.100
unresolved
org
PT Dharma Samudera Fishing
p.120
unresolved
org
Industries Tbk
p.120 ×2
unresolved
org
PT Cilacap Samudera Fishing
p.120
unresolved
org
Bank Persero. T
p.121
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.182
7971 ms
12 Sep 2026 23:03
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'MATERIAL',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': '',
'object_truncated': False,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': None,
'value': '58478.24'}