Back to announcement
20240521_ELIT_Rencana Transaksi Perubahan Kegiatan Usaha_31641411_lamp1.pdf
Asset transaction Needs review ELITSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 84
Page 1
KJPP
DASA' AT, YUDISTIRA DAN REKAN
ne:
LAPORAN
STUDIKELAYAKAN
PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA
PT DATA SINERGITAMA JAVA Tbk
("ELIT")
LOKASI:
Jakarta
NO. LAPORAN : 00003/2.0041-00/BS/NB-1 /0384/1 N /2024
Trusted Appraisal Services
Page 2
KJPP
DASA' AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Business & Prop1 ► r .y Appraisers
AR.EA SE?VEO: tNOOUESlA & 1¥oOR:L!) YtlOE
No. Laporan: 00003/2.0041-00/BS/NB-1/0384/1N/2024
Jakarta, 10 Mei 2024
Kepada Yth.
PT Data Sinergitama Jaya Tbk
The Manhattan Square Tower B Lt. 22 Unit F
JI. TB Simatupang, RT.3/RW.3, Cilandak Timur
Pasar Minggu, Jakarta Selat
Dengan hormat,
KANTOR JASA PENILAI PUBLIK DASA'AT, YUDISTIRA DAN REKAN ("DYR") telah ditunjuk oleh
PT Data Sinergitama Jaya Tbk ("ELIT") berdasarkan persetujuan atas Surat Penawaran
No. PR.DYR-00/IT /BS/DSJ/1/2024/ITK/0003 tanggal 02 Januari 2024 dengan maksud dan tujuan
untuk memberikan pendapat mengenai kelayakan atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
berupa penambahan bidang usaha sesuai dengan KBLI No. 62090, 6202, dan 62015 untuk aktivitas
teknologi informasi dan jasa komputer lainnya, aktivitas konsultasi komputer dan manajemen
fasilitas komputer, dan aktivitas pemrograman berbasis kecerdasan artifisial.
Studi ini merupakan hasil kajian dan analisis yang dilakukan dengan meninjau kelayakan atas
Rencana Penambahan Kegiatan Usaha yang akan dilakukan oleh ELIT, ditinjau dari berbagai aspek
yang meliputi aspek makro, aspek pasar, aspek teknis, aspek pola bisnis, aspek model manajemen,
dan aspek keuangan.
Studi ini dilakukan dengan mengacu kepada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor
17 /POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha, Peraturan Otoritas
Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis
di Pasar Modal dan Salinan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
No.17 /SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar
Modal serta Kode Etik Penilai Indonesia ("KEPI") serta Standar Penilaian Indonesia ("SPI") Edisi VII
Tahun 2018 dan SPI 330 Edisi Revisi Tahun 2020.
Head Office
Business & Property Appraisa l (PB ) :
The Manhattan Square - Mid Tower
15th Floor Unit D
JI. TB . Simatupang Kav.1 S
Cilandak Timur, Jakarta Selatan , 12560
T : +62-21 2780 8586 (Hunting )
E : info@dyrco .id
WWW dyr.co.id Trusted Appraisal Services
1
Branch Office :
Jakarta (P), Semarang (PB), Medan (P), Surabaya (P), Denpasar (P), Bandung (P), Pekanbaru (P)
Lampung (P), Surakarta (PS ). Banyumas (PS ), Sleman (PS), Balikpapan (PS), Manado (PS)
Page 3
KJPP
DASA' AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Clus:..'le Fro~
1. Status Penilai
Penilai adalah partner dari KJPP DASA' AT, YUDISTIRA DAN REKAN dengan kualifikasi sebagai
berikut:
Nama Penilai : Ivan T Khristian, SE., M.Ec.Dev., MAPPI (Cert.)
lzin Penilai Publik : 8.1-14.00384
STTD Penunjang Pasar Modal : STTD.PB-35/PJ.1 /PM.2/2023
STTDIKNB : 086/NB.122/STTD-P/2017
MAPPI : 10-S-02664
Klasifikasi lzin : Penilaian Bisnis (8)
KJPP DASA'AT, YUDISTIRA DAN REKAN ("DYR") adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang
terdaftar di Kementerian Keuangan dan Pasar Modal serta memiliki kompetensi untuk
melakukan penugasan ini. Dalam mempersiapkan Laporan Studi Kelayakan ini kami bertindak
secara independen tanpa adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Pemberi
Tugas, Obyek Studi Kelayakan ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan pemberi tugas dan
obyek Studi Kelayakan. DYR juga tidak memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi
terkait dengan penugasan ini.
Laporan Studi Kelayakan ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan
pihak manapun. lmbalan jasa yang kami terima sama sekali tidak dipengaruhi oleh nilai yang
dihasilkan.
2. ldentitas Pemberi Tugas
Nama Perusahaan PT Data Sinergitama Jaya Tbk
Jenis Usaha Perdagangan besar komputer dan
perlengkapan komputer, aktivitas konsultasi
komputer dan manajemen fasilitas komputer
lainnya, aktivitas konsultasi manajemen
lainnya dan aktivitas pengolahan data
khususnya dalam bidang usaha penyedia
layanan (managed service) di bidang
teknologi informasi, khususnya teknologi
pusat data terbaru, data center.
Alamat The Manhattan Square Tower B Lt. 22, Jl. TB
Simatupang, Desa/Kelurahan Cilandak
Timur, Kecamatan Pasar Minggu, Kota Adm.
Jakarta Selatan, Provinsi OKI Jakarta.
No. Telp (+62-21) 7511-004
Email corsec@elitery.com
Websne elitery.com
3. ldentitas Pengguna Laporan
Nama Perusahaan PT Data Sinergitama Jaya Tbk
Jenis Usaha Perdagangan besar komputer dan
perlengkapan komputer, aktivitas konsultasi
komputer dan manajemen fasilitas komputer
lainnya, aktivitas konsultasi manajemen
lainnya dan aktivitas pengolahan data
khususnya dalam bidang usaha penyedia
layanan (managed service) di bidang
teknologi informasi, khususnya teknologi
pusat data terbaru, data center.
ii
Trusted Appraisal Services
Page 4
KJPP
DASA' AT, YUDISTIRA DAN RE KAN
Bus~ 1es~ Pro1 y Ap1 ra:
fl .. ~, }
Alamat The Manhattan Square Tower B Lt. 22, Jl. TB
Simatupang, Desa/Kelurahan Cilandak
Timur, Kecamatan Pasar Minggu, Kota Adm.
Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta.
No. Telp (+62-21) 7511-004
Email corsec@elitery.com
Website elitery.com
4. Obyek Studi Kelayakan
Bahwa Obyek studi Kelayakan sesuai dengan informasi yang diberikan oleh pemberi tugas
adalah Jasa Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha berupa penambahan bidang
usaha sesuai dengan KBLI No. 62090, 6202, dan 62015 untuk Aktivitas Teknologi lnformasi dan
Jasa Komputer lainnya, Aktivitas Konsultasi Komputer dan Manajemen Fasilitas Komputer, dan
Aktivitas Pemrograman Berbasis Kecerdasan Artifisial.
5. Jenis Mata Uang Yang Digunakan
Dalam penugasan ini Studi Kelayakan dinyatakan dalam mata uang Rupiah.
6. Maksud dan Tujuan Studi Kelayakan
Maksud penugasan ini adalah untuk memberikan pendapat kelayakan atas penambahan
Kegiatan Usaha PT Data Sinergitama Jaya Tbk ("ELIT") dalam kaitan kepentingan pasar modal
dan tidak digunakan di luar konteks atau tujuan penugasan tersebut.
Penugasan ini dilakukan dengan mengacu kepada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor
17 /POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha, Peraturan
Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan
Penilaian Bisnis di Pasar Modal dan Salinan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Republik
Indonesia No.17 /SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian
Bisnis di Pasar Modal serta Kode Etik Penilai Indonesia ("KEPI") serta Standar Penilaian
Indonesia ("SPI") Edisi VII Tahun 2018 dan SPI 330 Edisi Revisi Tahun 2020.
7. Pendekatan dan Metodologi Studi Kelayakan
Untuk melakukan studi kelayakan ini, kami akan menggunakan sesuai Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan Nomor 17 /POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha
dan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan
Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal dan Salinan Surat Edaran Otoritas Jasa
Keuangan Republik Indonesia No.17 /SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian
Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal.
8. Tanggal Studi Kelayakan dan Waktu Pelaporan
Tanggal penilaian adalah per 31 Desember 2023 di mana batas tersebut diambil atas dasar
pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian. Masa berlaku laporan ini adalah 6 (enam)
bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2024.
iii
Trusted Appraisal Services
Page 5
KJPP
DASA' AT, YUDISTIRA DAN REKAN
_ 1ei P1
9. Tingkat Kedalaman lnvestigasi
Dalam penilaian ini, kami telah melakukan investigasi untuk mendapatkan keyakinan yang
memadai diantaranya dengan melakukan wawancara terhadap Manajemen ELIT, yaitu:
10. Sumber lnformasi Yang Dapat Diandalkan
Dalam melakukan penilaian ini, DYR juga menggunakan informasi yang beberapa sumber
informasi relevan yang handal tanpa perlu melakukan verifikasi:
• Data-data laporan keuangan historis;
Data la oran keuan an audit ELIT
No: 00374/2.1035/ AU .1 /05/1164·1 /1 /Vll/2022
KAP Anwar &
2019-2020
Rekan
Tan al : 8 Juli 2022
No: 00375/2.1035/AU.1 /05/1164-2/1 /Vll/2022 Wajar tanpa modifikasian
KAP Anwar &
2021
Rekan
Tan al: 14 Juli 2022
No: 00052/2.1035/AU.1/05/1164-3/1/lll/2023 Wajar tanpa modifikasian
KAP Anwar &
2022
Rekan
Tan al : 16 Maret 2023
No: 00080/2.1035/AU.1/05/1164-4/1/lll/2024 Wajar tanpa modifikasian
KAP Anwar &
2023
Rekan
Tan al : 22 Maret 2024
• Dokumen hukum yang terkait dengan Studi Kelayakan;
• Data-data ekonomi yang diperoleh dari S & P;
• Data-data ekonomi baik yang bersifat makro maupun mikro yang diperoleh dari instansi
terkait seperti Bank Indonesia;
• Data statistik dari Badan Pusat Statistik.
Dalam melakukan penilaian ini, DYR juga menggunakan informasi yang beberapa sumber
informasi relevan yang perlu melakukan verifikasi:
• Data-data laporan keuangan historis yang tidak diaudit;
• Diskusi dengan pihak manajemen baik Pemberi Tugas maupun Objek Studi Kelayakan;
• Data finansial terkait dengan Objek Studi Kelayakan.
Tinjauan terhadap kondisi fundamental obyek studi kelayakan yang menyangkut sejarah
singkatnya, struktur modal dan susunan pengurus, deskripsi bidang usaha dan kinerja
keuangan, serta memperhatikan kondisi makro yang ada.
• Data-data lainnya sebagai informasi pendukung, seperti Rencana Anggaran Biaya.
iv
Trusted Appraisal Services
Page 6
KJPP
DASA' AT, YUDISTIRA DAN REKAN
o, I
11. Asumsi Dan Asumsi Khusus
Asumsi dan asumsi khusus yang akan digunakan dalam penugasan merupakan asumsi dan
asumsi khusus yang wajar dan relevan dengan memperhatikan tujuan dimana studi kelayakan
diperlukan.
Asumsi khusus adalah asumsi yang berbeda dari fakta yang sebenarnya pada tanggal studi
kelayakan atau hal yang tidak akan dibuat oleh sebagian kecil pelaku pasar dalam suatu
transaksi pada tanggal studi kelayakan.
Asumsi khusus sering digunakan untuk menggambarkan efek dari suatu situasi yang akan
mempengaruhi nilai.
Dalam pelaksanaan penugasan, Penilai akan menggunakan asumsi yang wajar untuk diterima
sebagai fakta dalam konteks penugasan.
12. Persyaratan Atas Persetujuan Untuk Publikasi
Laporan studi kelayakan ini bersifat terbuka untuk publik, kecuali terdapat informasi rahasia
yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan. Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan
studi kelayakan ini sebagaimana yang disebutkan dalam lingkup penugasan, menginformasikan
bahwa tidak terdapat informasi rahasia yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan di
dalam laporan ini. Penggunaan Laporan di luar dari ketentuan yang disebutkan dalam lingkup
Penugasan Laporan ini harus mendapatkan persetujuan tertulis dari KJPP DASA'AT, YUDISTIRA
DAN REKAN serta Pemberi Tugas.
Tanda tangan Penilai Publik dan cap DYR yang resmi merupakan syarat mutlak Laporan Studi
Kelayakan yang dihasilkan.
13. Konfirmasi Bahwa Penilaian dilakukan berdasarkan Peraturan OJK dan KEPI & SPI
Analisis, opini dan kesimpulan yang dibuat oleh penilai, serta laporan penilaian telah dibuat
dengan memenuhi ketentuan kepada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor
17 /POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha, Peraturan
Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan
Penilaian Bisnis di Pasar Modal dan Salinan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Republik
Indonesia No.17 /SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian
Bisnis di Pasar Modal serta Kode Etik Penilai Indonesia ("KEPI") serta Standar Penilaian
Indonesia ("SPI") Edisi VII Tahun 2018 dan SPI 330 Edisi Revisi Tahun 2020.
V
Trusted Appraisal Services
..,
Page 7
KJPP
DASA' AT, YUDISTIRA DAN REKAN
s
14. Kesimpulan
Berdasarkan kajian, evaluasi dan analisa keuangan serta proyeksi-proyeksi lainnya dengan
syarat asumsi-asumsi yang telah ditetapkan dapat terpenuhi, maka dapat disimpulkan bahwa
Rencana Penambahan Kegiatan Usaha berupa penambahan bidang usaha sesuai dengan KBLI
No. 62090, 6202, dan 62015 untuk aktivitas teknologi informasi dan jasa komputer lainnya,
aktivitas konsultasi komputer dan manajemen fasilitas komputer, dan aktivitas pemrograman
berbasis kecerdasan artifisial dengan mempertimbangkan aspek pasar, aspek teknis, aspek
pola bisnis, aspek model manajemen, serta aspek keuangan, sehingga dapat disimpulkan
rencana ini layak.
Demikian hasil Studi Kelayakan yang kami lakukan dengan tetap mengacu pada standar dan kode
etik yang berlaku.
Hormat kami,
KJPP DAS 'AT, YUDISTIRA DAN REKAN
ristian SE. M.Ec.Dev. MAPPI Cert.)
lzin Penilai : No. B.1-14.00384
STTD Penunjang Pasar Modal : No. STTD.PB-35/PJ.1 /PM.2/2023
MAPPI : No. 10-S-02664
vi
Trusted Appraisal Services
Page 8
KJPP
DASA' AT, YUDISTIRA DAN REKAN
ne• 1 t
A
PERNYATAAN PENILAI
Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai Penilai, kami yang bertanda-tangan dibawah
ini menerangkan bahwa:
1. Penugasan Studi Kelayakan ini telah dilakukan terhadap Obyek Studi Kelayakan dan dilakukan
secara independen;
2. Lingkup pekerjaan dan data yang dianalisis telah diungkapkan;
3. Analisa telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam Laporan Studi Kelayakan
Perubahan Kegiatan Usaha;
4. Penugasan telah dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku;
5. Kesimpulan telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi pembatas;
6. Pernyataan yang menjadi dasar dari analisa, pendapat dan kesimpulan yang diuraikan di datam
laporan ini adalah benar
7. Data ekonomi dan industri dalam Laporan Studi Kelayakan diperoleh dari berbagai sumber yang
diyakini Penilai Usaha dapat dipertanggungjawabkan;
8. Selanjutnya laporan ini menjelaskan semua syarat-syarat pembatasan yang mempengaruhi
analisa, pendapat dan kesimpulan yang tertera dalam laporan ini;
9. Penilai bertanggung jawab sepenuhnya atas prosedur, pelaporan dan hasil studi ketayakan yang
dilakukan;
10. Penugasan ini dilakukan dengan mengacu kepada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor
17 /POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha, Peraturan
Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan
Penilaian Bisnis di Pasar Modal dan Salinan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Republik
Indonesia No.17 /SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian
Bisnis di Pasar Modal serta Kade Etik Penilai Indonesia ("KEPI") serta Standar Penilaian
Indonesia ("SPI") Edisi VII Tahun 2018 dan SPI 330 Edisi Revisi Tahun 2020.
Jakarta, 10 Mei 2024
Ivan Teguh Khristian, S.E., M.Ec.Oev. 1 MAPPI (Cert.) - Penilai Publik
No. lzin Penilai : B.1-14.00384
No. MAPPI 10-S-02664
No. RMK RMK-2017.00343
H. Andi Noviastoko, S.E., M.Ec.Dev. - Quality Assurance
No. MAPPI 12-T-03566
No. RMK : RMK-2017.00837
vii
Trusted Appraisal Services
Page 9
~-----·---- -- - -- - <"11'.'"~~-v.-;-,:;;:. ~~..,,,.,,.,-~-~~-1~,""'~"'":_ "T,~~~~-'hl,';,.~"f.,,,,,,.,..,,,..,.,.J• • :-•:
. -
KJPP
DASA' AT, YUDISTIRA DAN RE KAN
81 ne• ra ....
Lieke Herianto, B.Comm. - Penilai
No. MAPPI 18-T-08709
No. RMK : RMK-2021.03TT1
Monica Mega Pratiwi. S.A.B., - Penilai
No. MAPPI 22-P-11222
No. RMK : RMK-2023.04853
viii
Trusted Appraisal Services
Page 10
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Data Sinergitama Jaya Tbk (“ELIT”)
DAFTAR ISI
Halaman
SERTIFIKAT
PERNYATAAN PENILAI
DAFTAR ISI
DAFTAR FIGURE
BAB I ............................................................................................................. 1
P E N D A H U L U A N ......................................................................................... 1
1.1 Latar Belakang ..................................................................................... 1
1.2 Identitas Penilai ................................................................................... 1
1.3 Identitas Pemberi Tugas .......................................................................... 2
1.4 Identitas Pengguna Laporan ..................................................................... 2
1.5 Maksud dan Tujuan ................................................................................ 2
1.6 Metodologi .......................................................................................... 3
1.7 Pembatasan ......................................................................................... 3
BAB II ............................................................................................................ 5
GAMBARAN UMUM PERSEROAN .............................................................................. 5
2.1 Profil PT Data Sinergitama Jaya Tbk (“ELIT”) ............................................... 5
2.1.1 Pendirian ...................................................................................... 5
2.1.2 Produk dan Layanan ........................................................................ 5
2.1.3 Struktur Permodalan ........................................................................ 9
2.1.4 Susunan Pengurus ELIT ................................................................... 10
2.2 Legalitas dan Perizinan yang dimiliki ELIT .................................................. 10
2.3 Tenaga Kerja ..................................................................................... 11
2.4 Tinjauan Kinerja Keuangan .................................................................... 11
2.5 Informasi Investigasi Lapangan ................................................................ 16
BAB III .......................................................................................................... 17
ASPEK MAKRO INDONESIA .................................................................................. 17
3.1 Makro Ekonomi Indonesia ...................................................................... 17
3.1.1 Pertumbuhan Ekonomi ................................................................... 17
BAB IV.......................................................................................................... 22
ASPEK KELAYAKAN PASAR ................................................................................. 22
4.1 Industri Teknologi Informasi ................................................................... 22
4.2 Persaingan Usaha ................................................................................ 27
4.3 Strategi Pemasaran .............................................................................. 27
BAB V .......................................................................................................... 30
ASPEK KELAYAKAN TEKNIS................................................................................. 30
5.1 Bisnis ELIT ........................................................................................ 30
5.2 Rencana Bisnis Baru ELIT ...................................................................... 34
ix
Page 11
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Data Sinergitama Jaya Tbk (“ELIT”)
Halaman
BAB VI.......................................................................................................... 36
ASPEK KELAYAKAN POLA BISNIS .......................................................................... 36
6.1 Pola Bisnis ......................................................................................... 36
6.1.1 Kemampuan Untuk Menciptakan Nilai ................................................. 36
6.1.2 Keunggulan Kompetitif ................................................................... 36
6.1.3 Kemampuan Pesaing untuk Meniru Produk ........................................... 37
6.2 Analisis SWOT .................................................................................... 37
BAB VII ......................................................................................................... 39
ASPEK KELAYAKAN MODEL MANAJEMEN ................................................................ 39
7.1 Ketersediaan Tenaga Kerja .................................................................... 39
7.2 Manajemen Risiko ............................................................................... 40
7.3 Manajemen kekayaan intelektual (intellectual property) ............................... 41
7.4 Kapasitas Dan Kemampuan Manajemen ..................................................... 41
7.5 Kesesuaian Struktur Organisasi Dan Manajemen .......................................... 42
BAB VIII ........................................................................................................ 43
ASPEK KELAYAKAN KEUANGAN ........................................................................... 43
8.1 Rencana ELIT ..................................................................................... 43
8.2 Biaya Pendirian .................................................................................. 43
8.3 Modal Kerja ....................................................................................... 43
8.4 Asumsi–Asumsi ................................................................................... 43
8.5 Biaya Operasional ............................................................................... 44
8.6 Proyeksi Laporan Keuangan ................................................................... 44
8.7 Kebutuhan Investasi ............................................................................ 44
8.8 Sumber Pembiayaan ............................................................................ 45
8.9 Pendapatan ....................................................................................... 45
8.10 Beban Penjualan ................................................................................. 46
8.11 Beban Operasional .............................................................................. 46
8.12 Cut Off Date Dalam Analisa .................................................................... 47
8.13 Penetapan Tingkat Diskonto ................................................................... 47
8.14 Analisis Kelayakan Proyek ..................................................................... 49
8.15 Analisis Break even dengan Penambahan Usaha .......................................... 50
8.16 Analisis Profitabilitas & ROI dengan Penambahan Usaha................................ 51
8.17 Analisis Sensitivitas Inkremental Sebelum dan Setelah Penambahan Usaha ......... 51
8.18 Kesimpulan ....................................................................................... 52
x
Page 12
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Data Sinergitama Jaya Tbk (“ELIT”)
DAFTAR FIGUR
Halaman
Figure 1. Struktur Permodalan 10
Figure 2. Laba Rugi ( Rp 000 ) 11
Figure 3. Posisi Keuangan 13
Figure 4. Arus Kas 14
Figure 5. Rasio Keuangan 14
Figure 6. Pengeluaran Ekonomi sissi Pengeluaran 17
Figure 7. Pertumbuhan Neraca Pembayaran Indonesia Triwulan IV 2023 18
Figure 8. Peta Inflasi Daerah Tahun 2023 19
Figure 9. Pendapatan Persegme IT Indonesia 23
Figure 10.Pendapatan Per Segmen Data Center di Indonesia 25
Figure 11.Market Size Artificial Intelligence di Indonesia 26
Figure 12.Bagan Struktur Organisasi ELIT 41
Figure 13.Asumsi ELIT 42
Figure 14.Rincian Investasi 43
Figure 15.Asumsi Pendapatan (tanpa adanya penambahan usaha) (Rp,000) 44
Figure 16.Asumsi Pendapatan (dengan adanya penambahan usaha) (Rp,000) 44
Figure 17.Asumsi Beban Penjualan (tanpa dengan adanya penambahan usaha) (Rp,000) 44
Figure 18.Asumsi Beban Penjualan (dengan adanya penambahan usaha) (Rp,000) 45
Figure 19.Asumsi Beban Operasional (tanpa adanya penambahan usaha) (Rp,000) 45
Figure 20.Asumsi Beban Operasional (adanya penambahan usaha) (Rp,000) 45
Figure 21.Beta 47
Figure 22.Cost of Equity 48
Figure 23.Perhitungan WACC 48
Figure 24.Analisis Break event (Rp,000) 49
Figure 25.Analisis Profitabilitas 50
Figure 26.Analisis Sensitivitas Pendapatan dan Biaya ((Rp,000) 50
xi
Page 13
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Data Sinergitama Jaya Tbk (“ELIT”)
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
PT Data Sinergitama Jaya Tbk ("ELIT"), yang didirikan pada tanggal 20 Juni 2011, saat ini
berlokasi di The Manhattan Square Tower B Lt. 22, Jl. TB Simatupang, Kelurahan Cilandak
Timur, Kecamatan Pasar Minggu, Kota Adm. Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta
Berdasarkan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan tujuan perusahaan adalah bergerak dibidang
perdagangan eceran untuk Perdagangan besar komputer dan perlengkapan komputer,
aktivitas konsultasi komputer dan manajemen fasilitas komputer lainnya, aktivitas
konsultasi manajemen lainnya dan aktivitas pengolahan data khususnya dalam bidang usaha
penyedia layanan (managed service) di bidang teknologi informasi, khususnya teknologi
pusat data terbaru, data center. Untuk mencapai tujuan dari perusahaan tersebut
perusahaan dapat melaksanakan kegiatan usaha yaitu berupa penambahan bidang usaha
sesuai dengan KBLI No. 62090 untuk aktivitas teknologi informasi dan jasa komputer lainnya,
KBLI No. 6202 untuk aktivitas konsultasi komputer dan manajemen fasilitas komputer, dan
KBLI No. 62015 aktivitas pemrograman berbasis kecerdasan artifisial.
Mengingat tingginya permintaan dan pertumbuhan cepat di sektor teknologi informasi,
khususnya dalam teknologi cloud dan pengembangan aplikasi berbasis Artificial Intelligence,
ELIT berencana untuk memperluas cakupan bisnisnya di bidang aktivitas teknologi informasi
dan jasa komputer lainnya, aktivitas konsultasi komputer dan manajemen fasilitas
komputer, dan aktivitas pemrograman berbasis kecerdasan artifisial. Sehubungan dengan
hal tersebut, ELIT membutuhkan pihak Independen untuk melakukan kajian dan analisa
kelayakan atas rencana penambahan kegiatan usaha sesuai KBLI No. 62090 untuk aktivitas
teknologi informasi dan jasa komputer lainnya, KBLI No. 6202 untuk aktivitas konsultasi
komputer dan manajemen fasilitas komputer, dan KBLI No. 62015 aktivitas pemrograman
berbasis kecerdasan artifisial.
Untuk penyusunan Studi Kelayakan ini ELIT telah menunjuk KANTOR JASA PENILAI PUBLIK
DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN (“DYR”) yang diharapkan dapat melakukan kajian secara
obyektif dan independen sesuai dengan kesepakatan yang tertuang dalam persetujuan atas
Surat Penawaran No. PR.DYR-00/IT/BS/DSJ/I/2024/ITK/0003 tanggal 02 Januari 2024.
1.2 Identitas Penilai
Penilai adalah partner dari KJPP Dasa’at, Yudistira & Rekan dengan kualifikasi sebagai
berikut:
Nama Penilai : Ivan Teguh Khristian, S.E., M.Ec.Dev., MAPPI (Cert.)
No. Izin Penilai : B.1-14.00384
No. STTD Penunjang Pasar Modal : STTD.PB-35/PJ-1/PM.2/2023
No. MAPPI : 10-S-02664
Klasifikasi Izin : Penilaian Bisnis (B)
KJPP Dasa’at, Yudistira & Rekan (“DYR”) adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang terdaftar di
Kementerian Keuangan dan juga terdaftar sebagai profesi penunjang pasar modal di Otoritas
Jasa Keuangan serta memiliki kompetensi untuk melakukan penugasan ini.
Halaman - 1
Page 14
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Data Sinergitama Jaya Tbk (“ELIT”)
Dalam mempersiapkan Laporan Penilaian ini kami bertindak secara independen tanpa adanya
benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Pemberi Tugas, Objek Penilaian ataupun
pihak-pihak yang terafiliasi dengan Pemberi Tugas dan Objek Penilaian. DYR juga tidak
memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini.
Laporan Penilaian ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak
manapun. Imbalan jasa yang kami terima sama sekali tidak dipengaruhi oleh nilai yang
dihasilkan.
1.3 Identitas Pemberi Tugas
Nama Perusahaan : PT Data Sinergitama Jaya Tbk
Jenis Usaha : Perdagangan besar komputer dan
perlengkapan komputer, aktivitas konsultasi
komputer dan manajemen fasilitas komputer
lainnya, aktivitas konsultasi manajemen
lainnya dan aktivitas pengolahan data
khususnya dalam bidang usaha penyedia
layanan (managed service) di bidang
teknologi informasi, khususnya teknologi
pusat data terbaru, data center.
Alamat : The Manhattan Square Tower B Lt. 22, Jl. TB
Simatupang, Desa/Kelurahan Cilandak
Timur, Kecamatan Pasar Minggu, Kota Adm.
Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta.
No. Telp : (+62-21) 7511-004
Email : corsec@elitery.com
Website : elitery.com
1.4 Identitas Pengguna Laporan
Nama Perusahaan : PT Data Sinergitama Jaya Tbk
Jenis Usaha : Perdagangan besar komputer dan
perlengkapan komputer, aktivitas konsultasi
komputer dan manajemen fasilitas komputer
lainnya, aktivitas konsultasi manajemen
lainnya dan aktivitas pengolahan data
khususnya dalam bidang usaha penyedia
layanan (managed service) di bidang
teknologi informasi, khususnya teknologi
pusat data terbaru, data center.
Alamat : The Manhattan Square Tower B Lt. 22, Jl. TB
Simatupang, Desa/Kelurahan Cilandak
Timur, Kecamatan Pasar Minggu, Kota Adm.
Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta.
No. Telp : (+62-21) 7511-004
Email : corsec@elitery.com
Website : elitery.com
1.5 Maksud dan Tujuan
Laporan Studi Kelayakan bertujuan untuk memberikan pendapat mengenai kelayakan atas
penambahan KBLI No. 62090, 6202, dan 62015 untuk Aktivitas Teknologi Informasi dan Jasa
Komputer lainnya, Aktivitas Konsultasi Komputer dan Manajemen Fasilitas Komputer, dan
Aktivitas Pemrograman Berbasis Kecerdasan Artifisial.
Halaman - 2
Page 15
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Data Sinergitama Jaya Tbk (“ELIT”)
Penugasan ini dilakukan dengan mengacu kepada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor
17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha, Peraturan
Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan
Penilaian Bisnis di Pasar Modal dan Salinan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Republik
Indonesia No.17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan
Penilaian Bisnis di Pasar Modal serta Kode Etik Penilai Indonesia (“KEPI”) serta Standar
Penilaian Indonesia (“SPI”) Edisi VII Tahun 2018 dan SPI 330 Edisi Revisi Tahun 2020.
1.6 Metodologi
Metode yang digunakan dalam menyusun laporan Studi Kelayakan ini adalah:
● Pengumpulan data-data primer dari ELIT yang terkait dengan rencana penambahan
kegiatan usaha yang meliputi data-data yang terkait dengan rencana penambahan
kegiatan usaha.
● Analisis makro ekonomi, analisis industri untuk mengevaluasi pengaruh dari faktor
tersebut terhadap kinerja ELIT yang menambah kegiatan usaha Aktivitas Teknologi
Informasi dan Jasa Komputer lainnya, Aktivitas Konsultasi Komputer dan Manajemen
Fasilitas Komputer, dan Aktivitas Pemrograman Berbasis Kecerdasan Artifisial di masa
mendatang.
● Analisis kelayakan pasar ini membahas mengenai Aktivitas Teknologi Informasi dan
Jasa Komputer lainnya, Aktivitas Konsultasi Komputer dan Manajemen Fasilitas
Komputer, dan Aktivitas Pemrograman Berbasis Kecerdasan Artifisial sesuai dengan
rencana penambahan kegiatan usaha.
● Analisis teknis Perseroan dalam merealisasikan rencana penambahan kegiatan
usahanya menjadi perusahaan yang juga menawarkan jasa teknologi informasi dan
konsultasi nya serta pembuatan aplikasi kecerdasan artifisial.
● Analisis pola bisnis menunjukan bahwa rencana penambahan kegiatan usaha ELIT
masih bisa mendukung dengan bisnis existing.
● Analisis model manajemen yang menunjukan kesanggupan manajemen ELIT untuk
menangani rencana penambahan kegiatan usaha ELIT, dalam hal ini merupakan
kesiapan Sumber Daya Manusia.
● Analisis keuangan yang dilihat dari laporan keuangan historis serta prospektif ELIT
untuk mengevaluasi kelayakan penambahan kegiatan usaha ELIT.
● Dalam melaksanakan penugasan ini, analisis dilakukan terhadap kelayakan
penambahan kegiatan usaha. Analisis ini dilakukan dengan menggunakan indikator Net
Present Value (NPV), Profitability Index (PI), Internal Rate of Return (IRR), dan Break
Even dan Return on Investment (ROI).
Metode yang digunakan dalam menyusun laporan Studi Kelayakan ini adalah:
● Pengumpulan data-data primer dari ELIT yang terkait dengan rencana pengembangan
proyek yang meliputi data-data yang terkait dengan rencana penambahan Kegiatan
Usaha.
● Analisi makro ekonomi, analisis industri untuk mengevaluasi pengaruh dari faktor
tersebut terhadap kinerja ELIT di masa mendatang.
● Dalam melaksanakan penugasan ini, analisis dilakukan terhadap kelayakan
penambahan Kegiatan Usaha ELIT. Analisis ini dilakukan dengan menggunakan
indikator Net Present Value (NPV), Profitability Index (PI), dan Internal Rate of
Return (IRR), Break Even dan Return on Investment (ROI).
1.7 Pembatasan
● Laporan Studi Kelayakan merupakan hasil analisis KJPP DYR atas rencana penambahan
Kegiatan Usaha ELIT yang juga dimaksudkan untuk digunakan sebagai pemenuhan
ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 17/POJK.04/2020 tentang
Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha, Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
Halaman - 3
Page 16
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Data Sinergitama Jaya Tbk (“ELIT”)
Nomor 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di
Pasar Modal dan Salinan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
No.17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian
Bisnis di Pasar Modal
● Besaran investasi yang digunakan dalam proyeksi merujuk pada rencana dan
pertimbangan manajemen dengan tetap memperhatikan data pasar.
● Penyusunan laporan studi ini merupakan interpretasi kami atas data dan informasi yang
diperoleh dan tersedia yang kami anggap benar pada saat penyusunan laporan ini
dilakukan. Asumsi-asumsi yang digunakan mungkin tidak lagi berlaku apabila terjadi
sesuai atau kondisi tertentu yang mempengaruhi ketepatan asumsi-asumsi tersebut,
seperti diberlakukannya peraturan-peraturan pemerintah yang baru maupun
perubahan-perubahan penting di manajemen, bidang politik, sosial dan ekonomi.
● Kami tidak bertanggung jawab atas kerugian sebagai akibat dari kesalahan opini atau
kesimpulan yang terjadi karena adanya data atau informasi ELIT yang relevan dan
signifikan pengaruhnya terhadap opini atau kesimpulan kami, yang tidak dan/ atau
belum kami terima dari ELIT.
● Kami berasumsi bahwa ELIT mentaati semua peraturan yang ditetapkan Pemerintah,
khususnya yang terkait dengan operasional perusahaan, baik di masa lalu maupun di
masa mendatang.
● Kami tidak melaksanakan pemeriksaan terhadap legalisasi aset yang dimiliki oleh ELIT.
Kami berasumsi bahwa tidak ada masalah legalitas berkaitan dengan aset-aset ELIT,
baik saat ini maupun di masa yang akan datang.
● Kami berasumsi bahwa ELIT telah dan akan memenuhi kewajiban berkaitan dengan
perpajakan, retribusi pungutan-pungutan, dan/atau kewajiban lainnya sesuai dengan
peraturan yang berlaku.
● Kami telah melakukan penelaahan atas dokumen yang digunakan dalam proses
penyusunan Studi Kelayakan.
● Kami mengandalkan sepenuhnya data-data dari manajemen, adapun laporan keuangan
audit per cut off date, kami peroleh dari manajemen.
● Data dan informasi diperoleh dari sumber dan data yang dapat dipercaya.
● Kami menggunakan proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang mencerminkan
kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan
pencapaian (fiduciary duty).
● Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan penyusunan Studi Kelayakan dan kewajaran
proyeksi keuangan.
● Kami bukan konsultan yang berkompetensi masalah lingkungan hidup, dan karenanya
tidak bertanggung jawab terhadap setiap kewajiban aktual atau potensial yang terkait
dengan permasalahan lingkungan.
● Laporan Studi Kelayakan ini bersifat non disclaimer opinion.
● Penilai bertanggung jawab pada laporan Studi Kelayakan ini dan kesimpulan akhir dari
laporan ini.
Halaman - 4
Page 17
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Data Sinergitama Jaya Tbk (“ELIT”)
BAB II
GAMBARAN UMUM PERSEROAN
2.1 Profil PT Data Sinergitama Jaya Tbk (“ELIT”)
2.1.1 Pendirian
PT Data Sinergitama Jaya Tbk (“ELIT”) merupakan perusahaan yang didirikan tanggal
20 Juni 2011 berdasarkan Akta Notaris No. 38 dibuat oleh Dana Sasmita, SH, notaris
berkedudukan di Kota Jakarta. Akta pendirian ini telah disahkan oleh Kementerian Hukum
dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusannya
No. AHU-50424.AH.01.01. TAHUN 2011 tanggal 17 Oktober 2011.
Sejak berdiri, Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan,
dengan perubahan terakhir tercatat dalam Akta Notaris No. 152 tanggal 24 Mei 2023 dari
Rosida Rajagukguk-Siregar, S.H., M.Kn., notaris di Jakarta Selatan, mengenai perubahan
susunan pemegang saham. Perubahan ini telah diterima dan dicatat di dalam Sistem
Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
dengan Surat No. AHU AH. 01.03-0066409 tanggal 23 Mei 2023.
Sesuai dengan ketentuan dalam Akta terakhir, ELIT berfokus pada beberapa area bisnis
utama, termasuk perdagangan besar komputer dan perlengkapan komputer, aktivitas
konsultasi komputer dan manajemen fasilitas komputer lainnya, aktivitas konsultasi
manajemen lainnya dan aktivitas pengolahan data khususnya dalam bidang usaha penyedia
layanan (managed service) di bidang teknologi informasi, khususnya teknologi pusat data
terbaru, data center.
Perusahaan berdomisili di Jakarta Selatan. Kantor pusat Perusahaan beralamat di The
Manhattan Square Tower B Lt. 22, Jl. TB Simatupang, Desa/Kelurahan Cilandak Timur,
Kecamatan Pasar Minggu, Kota Adm. Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta.
2.1.2 Produk dan Layanan
Sebagai perusahaan yang menawarkan jasa berbasis teknologi, PT Data Sinergitama Jaya
Tbk (“ELIT”), memberikan jasa sebagai berikut.
1. Managed Cloud
ELIT membedakan diri dari penyedia layanan lain dengan fokus pada
pengalaman pengguna yang unggul, bukan hanya pada pengelolaan metrik
operasional Teknologi Informasi. Pendekatan ini mencakup kombinasi strategis
antara orang, proses, dan teknologi. Tim ELIT terdiri dari para engineer
bersertifikat yang memiliki keahlian mendalam dalam mendukung sistem-
sistem kritis yang digunakan oleh jutaan pengguna.
ELIT berkomitmen untuk menjamin keunggulan produk dengan rutin melakukan
audit oleh pemeriksa internasional eksternal. Ini memastikan bahwa ELIT tidak
hanya memenuhi standar industri, tetapi juga terus menerus meningkatkan
kualitas layanan kami untuk memberikan nilai maksimal kepada pelanggan.
Melalui pendekatan ini, ELIT terus berinovasi untuk memberikan solusi terbaik
yang menjawab kebutuhan teknologi informasi masa kini
Halaman - 5
Page 18
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Data Sinergitama Jaya Tbk (“ELIT”)
2. Cybersecurity Solution.
ELIT menawarkan layanan Managed Detection and Response (MDR) yang
dirancang untuk membantu mendeteksi dan mengganggu serangan lanjutan
yang mungkin tersembunyi. Layanan MDR dari ELIT mengintegrasikan alat-alat
canggih dengan keahlian mendalam ELIT dalam keamanan siber. Ini
memungkinkan ELIT untuk secara proaktif mengidentifikasi, menganalisis, dan
merespons ancaman dengan cepat dan efisien, sehingga memastikan keamanan
yang optimal bagi data dan infrastruktur klien ELIT. Melalui pendekatan yang
komprehensif ini, ELIT berupaya memberikan perlindungan terdepan dalam
menghadapi ancaman keamanan yang dinamis dan terus berkembang.
3. Elicovery - Disaster Recovery as a Service dan Backup as a service
Menghadapi tantangan bencana alam, serangan siber, kesalahan manusia, dan
kegagalan sistem, ELIT memahami pentingnya menjaga kelangsungan
operasional. Untuk itu, perusahaan kami telah mengembangkan solusi
pemulihan dan mitigasi yang efektif dan efisien. ELIT menawarkan teknologi
pencadangan dan pemulihan bencana yang teruji, yang diperkuat oleh
dukungan tim ahli yang berpengalaman dan bersertifikat.
Halaman - 6
Page 19
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Data Sinergitama Jaya Tbk (“ELIT”)
Dengan mengimplementasikan solusi Disaster Recovery as a Service (DRaaS),
kami menjamin bahwa bisnis dapat terus beroperasi dengan minimal gangguan,
bahkan di hadapan insiden yang tak terduga. Layanan DRaaS ELIT dirancang
untuk menyediakan Recovery Time Objective (RTO) dan Recovery Point
Objective (RPO) yang rendah, sehingga memungkinkan pemulihan data yang
cepat dan mengurangi potensi downtime. Strategi ini tidak hanya
mengoptimalkan resiliensi bisnis tetapi juga menjamin keamanan dan
ketersediaan data yang krusial bagi keberlanjutan usaha.
4. Elivision
Di era yang serba cepat ini, penting bagi perusahaan untuk memastikan
keamanan yang optimal terutama di lokasi ATM, yang berada di berbagai area.
Sesuai dengan POJK Pasal 4 No.1/POJK.07/2013 tentang Perlindungan
Konsumen Sektor Jasa Keuangan, peningkatan layanan bisnis melalui
pengawasan yang efektif adalah prioritas utama.
ELIT menyederhanakan pengawasan video, menyediakan solusi yang
memungkinkan tim Operasi ATM untuk memantau CCTV di semua ATM secara
real-time melalui satu dasbor yang mudah dioperasikan. Sistem pengawasan
video terintegrasi dari ELIT tidak hanya memperkuat keamanan tapi juga
memfasilitasi tindakan responsif cepat terhadap setiap insiden yang terjadi di
ruang ATM, memastikan perlindungan maksimal bagi konsumen dan aset
perusahaan.
Halaman - 7
Page 20
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Data Sinergitama Jaya Tbk (“ELIT”)
5. Medical Data Integrator
Solusi Medtro menawarkan kemajuan signifikan dalam mempercepat proses
integrasi Electronic Medical Records (EMR) ke dalam database Electronic Health
Record (EHR) Kementerian Kesehatan, yang berbasis standar FHIR (Fast
Healthcare Interoperability Resources).
Dengan adanya solusi ini, fasilitas kesehatan dapat lebih mudah memenuhi
persyaratan peraturan untuk sistem EMR terpusat. Sesuai dengan regulasi,
setiap fasilitas kesehatan di Indonesia diharuskan untuk menyelesaikan
integrasi EMR mereka paling lambat pada tanggal 31 Desember 2023.
Solusi Medtro tidak hanya memastikan kepatuhan terhadap peraturan ini tetapi
juga mendukung efisiensi operasional dan peningkatan kualitas pelayanan
kesehatan.
6. SiPANDU (Sistem Informasi Laporan Terpadu) dan SiPANON (Sistem Pemantauan
dan Analisis Objek Lalu Lintas)
SiPANDU merupakan inovasi dalam komunikasi digital yang memanfaatkan
teknologi Chatbot dan aplikasi WhatsApp untuk memudahkan pengguna atau
pelapor dalam menyampaikan permasalahan kepada penyedia layanan,
termasuk perusahaan, komunitas, atau entitas pemerintah.
Konsep sebagai Smart Engagement, SiPANDU dirancang untuk menjadi saluran
pelaporan yang praktis dan efisien, menyediakan solusi komunikasi digital yang
canggih. Dengan menggunakan teknologi yang akrab dan mudah diakses,
SiPANDU menawarkan metode yang lebih langsung dan responsif untuk interaksi
antara masyarakat dan penyedia layanan, mendukung peningkatan kualitas
layanan melalui feedback yang efektif dan tepat waktu.
Halaman - 8
Page 21
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Data Sinergitama Jaya Tbk (“ELIT”)
SiPANON merupakan solusi inovatif yang dirancang untuk mengatasi
keterbatasan sistem pengawasan tradisional. Dengan konsep Sistem
Pengawasan Intelijen yang Dapat Ditindaklanjuti, SiPANON mengubah fungsi
dasar sistem pengawasan dari sekadar "pemantau" menjadi sistem yang mampu
mengintegrasikan "tindakan tindak lanjut."
Solusi ini memberikan kemampuan untuk tidak hanya mengidentifikasi dan
merekam kejadian, tetapi juga untuk mengaktifkan respons yang tepat dan
efektif berdasarkan data yang dikumpulkan. SiPANON membuka kemungkinan
baru dalam manajemen keamanan dan pengawasan, dengan memastikan bahwa
setiap insiden tidak hanya terdeteksi tetapi juga direspon secara cerdas dan
tepat waktu.
2.1.3 Struktur Permodalan
Berdasarkan Laporan Keuangan Audit per 31 Desember 2023, susunan pemegang saham
ELIT adalah sebagai berikut:
Halaman - 9
Page 22
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Data Sinergitama Jaya Tbk (“ELIT”)
Figur 1. Struktur Permodalan
Persentase
Pemegang Saham Lembar Saham Jumlah
Kepemilikan
557.038.128 27,42% 13.925.953.200
PT Gratus Deo Indonesia
PT Indonesia Muda Inovatif 432.965.764 21,31% 10.824.144.100
PT Delemont Global Venture 306.291.308 15,08% 7.657.282.700
PT Inotech 124.495.612 6,13% 3.112.390.300
Masyarakat 610.735.329 30,06% 15.268.383.225
Jumlah 2.031.526.141 100,00% 50.788.153.525
Sumber : Laporan Keuangan Audit per 31 Desember 2023
Pada tanggal 6 Januari 2023, Perusahaan telah mencatatkan sahamnya sebanyak
500.000.000 lembar saham pada Bursa Efek Indonesia, yang semuanya dimiliki oleh
masyarakat.
2.1.4 Susunan Pengurus ELIT
Berdasarkan Laporan Keuangan Audit per 31 Desember 2023, Susunan Dewan Komisaris dan
Direksi ELIT sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Roestiandi Tsamanov
Komisaris : Thomas Irawan Tjahjono
Komisaris Independen : Peter Djatmiko
Dewan Direksi
Direktur Utama : Kresna Adipawira
Wakil Direktur Utama : Frans Sulandra
Direktur : Audy Satria Wardhana
Direktur : Ery Setyo Wibowo
Direktur : Indra Dwiputra
Komite Audit
Ketua : Peter Djatmiko
Anggota : Tuhiyat
Anggota : Firmansyah
2.2 Legalitas dan Perizinan yang dimiliki ELIT
Legalitas dan Perizinan yang telah dimiliki ELIT adalah sebagai berikut:
1. Akta Pendirian No. 38 tanggal 20 Juni 2011 oleh Dana Sasmita, S.H., notaris di Jakarta.
Akta pendirian ini telah disahkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia dengan Surat Keputusannya No. AHU-50424.AH.01.01. TAHUN 2011
tanggal 17 Oktober 2011.
2. Akta Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham No.176 tanggal 27 April 2023 dengan
Rosida Rajagukguk Siregar,S.H., Notaris di Jakarta Selatan.
3. Nomor Induk Berusaha No. 9120307992262.
4. NPWP No. 31.395.927.2-016.000
Halaman - 10
Page 23
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Data Sinergitama Jaya Tbk (“ELIT”)
2.3 Tenaga Kerja
Sesuai dengan laporan keuangan Audit periode 31 Desember 2023 bahwa jumlah karyawan
tetap perusahaan sebanyak 80 orang karyawan tetap.
2.4 Tinjauan Kinerja Keuangan
Analisis kinerja keuangan historis ELIT didasarkan atas Laporan Keuangan yang periode 2019,
2020, 2021, 2022 dan per 31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik
Laporan yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Anwar dan Rekan.
Tinjauan Laba (Rugi)
Figur 2. Laba Rugi (Rp,000)
URAIAN 2019 2020 2021 2022 2023
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas 968.761 2.393.991 14.326.470 26.492.391 21.561.987
Kas yang dibatasi
- 243.108 - - -
penggunaannya
Piutang usaha - - 9.353.587 - -
Pihak Berelasi 2.492.495 5.875.042 - 812.253 75.934
Pihak Ketiga 9.570.949 14.430.811 - 22.347.916 48.250.760
Piutang lain-lain - - 1.064.716 - -
Pihak Berelasi 1.066.761 995.434 - - -
Pihak Ketiga 6.000 5.500 - 2.357.899 7.618.786
Pajak dibayar di muka 258.194 685.592 1.078.564 9.248.084 29.032.310
Uang muka dan Beban
1.491.895 747.782 606.982 9.299.586 11.320.678
dibayar dimuka
Piutang pajak - - - - -
Jumlah Aset Lancar 15.855.055 25.377.260 26.430.319 70.558.129 117.860.456
Aset Tidak Lancar
Uang Muka - - 2.597.252 20.973.748 -
Aset Tetap Neto 9.119.345 16.875.863 8.375.643 23.749.424 55.968.046
Aset takberwujud Neto 9.578.988 10.942.118 11.671.326 - 49.602.448
Uang Jaminan 15.000 15.000 15.000 2.919.955 2.884.166
Aset Pajak Tangguhan 494.126 978.795 1.155.160 1.530.381 1.456.682
Jumlah Aset Tidak Lancar 19.207.459 28.811.776 23.814.380 49.173.508 109.911.341
Jumlah Aset 35.062.514 54.189.036 50.244.699 119.731.636 227.771.797
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha 1.905.333 2.419.823 1.461.319 32.129.025 54.269.390
Utang lain-lain 32.166 44.723 54.804 365.605 132.900
Utang pajak 3.352.106 4.823.419 5.633.793 1.486.298 1.062.434
Beban Akrual 482.645 847.710 563.935 3.155.515 9.824.255
Utang Bank Jangka Pendek 8.885.748 4.480.031 4.281.304 5.801.653 5.706.255
Utang Pemegang saham 7.093.351 13.420.718 6.658.086 - -
Beban yang masih harus
- - - - -
dibayar
Pendapatan diterima
- - - - -
dimuka
Utang pajak - - - - -
Utang afiliasi - - - - -
Liabilitas Jangka Panjang
-
jatuh tempo<1 th
Halaman - 11
Page 24
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Data Sinergitama Jaya Tbk (“ELIT”)
URAIAN 2019 2020 2021 2022 2023
Liabilitas Sewa - 7.074.685 1.215.037 344.986 9.185.268
Utang Pembiayaan
- - - 264.673 132.336
Konsumen
Jumlah Liabilitas Jangka
21.751.350 33.111.110 19.868.277 43.547.756 80.312.839
Pendek
Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas Sewa Jangka
Panjang setelah dikurangi - 1.277.049 - 737.528 9.934.629
bagian jatuh tempo
Utang Pembiayaan
Konsumen Jangka Panjang
- - - 94.526 -
setelah dikurangi bagian
jatuh tempo
Pendapatan diterima di
1.220.154 4.329.483 9.915.620 18.750.546 14.941.334
muka
Liabilitas Imbalan Kerja 618.309 948.494 962.144 1.901.933 2.703.857
Utang bank - - - - -
Utang pemegang saham - - - - -
Jumlah Liabilitas Jangka
1.838.463 6.555.026 10.877.764 21.484.533 27.579.820
Panjang
Jumlah Liabilitas 23.589.814 39.666.135 30.746.041 65.032.288 107.892.659
Ekuitas
Modal saham 13.000.036 13.000.036 13.000.036 38.286.413 50.788.154
Tambahan modal disetor - - - 8.514.076 51.389.976
Rugi Komprehensif Lain (78.591) (148.554) (64.739) (314.242) (421.850)
Selisih Kurs Penjabaran
- - - - (76.064)
Laporan Keuangan
Saldo laba (defisit) (1.448.745) 1.671.419 - - -
Telah ditentukan
- - 1.000.000 1.000.000 1.000.000
penggunaannya
Belum ditentukan
- - 5.563.361 7.275.690 17.209.489
penggunaannya
Kepentingan Non
- - - (62.589) (10.567)
Pengendali
Jumlah Ekuitas 11.472.700 14.522.901 19.498.657 54.699.348 119.879.138
Jumlah Liabilitas dan
35.062.514 54.189.036 50.244.699 119.731.636 227.771.797
Ekuitas
Sumber : Laporan keuangan ELIT, diolah oleh DYR.
Total aset selama periode historis cenderung mengalami pergerakan yang naik turun dari
tahun 2019 sampai dengan 2023. Dimana total aset tertinggi pada 31 Desember 2023 yaitu
sebesar Rp227.771.797.004. Kenaikan total aset tertinggi ada pada periode 2022 dengan
total persentase kenaikan sebesar 138% dari periode 2021 kenaikan tersebut didominasi oleh
pergerakan uang muka serta kas dan setara kas. Namun pada periode sebelumya, total aset
ELIT sempat mengalami penurunan sebesar 7% dari periode 2020. Penurunan pada periode
2021 diakibatkan dari adanya penurunan yang signifikan pada aset tetap neto khususnya Aset
hak-guna. Pada periode 2023 ELIT membukukan total aset sebesar Rp227.771.797.004
setelah mengalami peningkatan sebesar 90% dari periode sebelumnya.
Total liabilitas ELIT juga mengalami pergerakan yang serupa dengan total aset, Dimana
sempat mengalami penurunan pada periode 2021 dengan persentase penurunan sebesar 22%.
Penurunan ini terjadi akibat dari penurunan yang signifikan pada liabilitas jangka pendek,
yaitu penurunan pada utang usaha serta pada utang pemegang saham. Pada periode
setelahnya yaitu 2022 total liabilitas ELIT Kembali mengalami peningkatan yaitu sebesar
112% yang dimana peningkatan ini didominasi oleh peningkatan liabilitas jangka pendek
Perusahaan. Pada periode 2023, total liabilitas ELIT tercatat sebesar Rp107.892.659.471.
Halaman - 12
Page 25
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Data Sinergitama Jaya Tbk (“ELIT”)
Total ekuitas ELIT menunjukan pergerakan yang terus meningkat dari periode 2019 sampai
dengan 2023 yang dimana sempat mengalami penurunan pada periode tahun 2020 sebesar
3%. Total ekuitas ELIT pada periode 2023 tercatat sebesar Rp119.879.137.533.
Tinjauan Posisi Keuangan
Figur 3. Posisi Keuangan (Rp,000)
URAIAN 2019 2020 2021 2022 2023
Penjualan 41.788.861 46.720.168 90.691.800 178.622.980 319.583.192
Beban Pokok Penjualan 20.279.402 21.839.941 61.195.195 131.643.668 246.223.365
LABA (RUGI) BRUTO 21.509.459 24.880.227 29.496.605 46.979.312 73.359.827
Beban Usaha - - - - -
LABA (RUGI) USAHA 21.509.459 24.880.227 29.496.605 46.979.312 73.359.827
(16.928.401 (20.958.324 (38.363.532 (64.716.423
Beban operasional (14.220.808) ) ) ) )
Biaya Keuangan (797.620) (2.062.987) (1.093.820) (805.366) (2.191.423)
Penghasilan keuangan 71.576 67.106 134.855 85.884 362.773
Beban Usaha Lainnya (638.272) (1.104.255) (276.878) 4.820.318 15.380.030
Pendapatan Di luar Usaha - - - - -
Beban Di luar Usaha - - - - -
Jumlah - -
LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK 5.924.335 4.851.691 7.302.438 12.716.615 22.194.785
Beban pajak penghasilan - - - - -
Kini (2.416.100) (2.196.463) (2.610.502) (3.381.724) (4.994.815)
Tangguhan 467.929 464.935 200.005 304.849 (104.051)
LABA (RUGI) BERSIH TAHUN
BERJALAN 3.976.164 3.120.163 4.891.942 9.639.740 17.095.919
Sumber : Laporan keuangan ELIT diolah oleh DYR.
ELIT saat ini merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang IT Services. Selama periode
historis pendapatan ELIT cenderung naik. Hal ini dapat terlihat dari tabel diatas yang dimana
terlihat bahwa pendapatan ELIT selama periode berjalan pada periode 2019 sampai dengan
periode 2023 pendapatan ELIT mengalami peningkatan pendapatan. Pada periode 2019
hingga 2023 rata-rata pendapatan ELIT mengalami peningkatan sebesar 75%. Pendapatan
tertinggi ELIT tercatat pada tahun 2023 yaitu sebesar Rp319.583.191.855 yang dimana
pendapatan ELIT didominasi dari Manage Service dan pendapatan produk.
Beban pokok pendapatan ELIT selama periode berjalan memiliki pergerakan yang naik turun
dengan rata-rata kenaikan sebesar 105%. Persentase kenaikan tertinggi ada pada periode
2021 dengan total beban pokok pendapatan sebesar Rp61.195.195.424 yaitu naik sebesar
180% dari periode 2020. Beban pokok pendapatan ELIT didominasi oleh Public Cloud dan
Perlengkapan.
Laba rugi tahun berjalan ELIT terlihat mengalami pergerakan yang naik turun dengan rata-
rata sebesar 52,41%. Laba tahun berjalan ELIT tertinggi tercatat pada periode 2023 yaitu
sebesar Rp17.095.918.870 setelah mengalami peningkatan sebesar 77% dari periode 2022.
Halaman - 13
Page 26
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Data Sinergitama Jaya Tbk (“ELIT”)
Tinjauan Arus Kas
Figur 4. Arus Kas (Rp,000)
Uraian
2019 2020 2021 2022 2023
1.425.392 10.993.076 29.993.643 18.337.202 10.946.343
Arus Kas dari Aktivitas Operasi
(5.623.066 (3.939.160 (3.530.993) (25.232.070 (55.574.417
Arus Kas dari Aktivitas Investasi ) ) ) )
4.224.840 (5.628.687 (14.530.172 19.060.790 39.697.670
Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan ) )
Kenaikan (Penurunan) Kas dan Bank 27.166 1.425.230 11.932.478 12.165.921 (4.930.404)
Kas dan Bank Awal Tahun 941.595 968.761 2.393.991 14.326.470 26.492.391
Kas dan Bank Akhir Tahun 968.761 2.393.991 14.326.470 26.492.391 21.561.987
Sumber : Laporan keuangan ELIT. diolah oleh DYR.
Dari laporan keuangan yang diperoleh. aktivitas arus kas ELIT pada periode 2023 adalah
sebagai berikut:
Arus kas bersih dari aktivitas operasi ELIT pada periode 2023 menunjukan arus kas yang
masuk sebesar Rp 10.946.343.481.
Arus kas bersih untuk aktivitas investasi ELIT pada periode 2023 menunjukkan arus kas keluar
sebesar Rp55.574.417.248.
Arus kas bersih dari aktivitas pendanaan ELIT pada periode 2023 menunjukan arus kas masuk
sebesar Rp39.697.669.972.
Rasio Keuangan
Figur 5. Rasio Keuangan
2019 2020 2021 2022 2023
Keterangan Audite Audite Audite Audite
d d d Audited d
RASIO LIKUIDITAS
RASIO LANCAR (X) 0,73 0,77 1,33 1,62 1,47
RASIO KAS (X) 0,04 0,07 0,72 0,61 0,27
RASIO AKTIVITAS
RASIO PERPUTARAN PIUTANG USAHA
3,46 2,30 9,70 7,71 6,61
(X)
RASIO PERPUTARAN UTANG USAHA (X) 10,64 9,03 41,88 4,10 4,54
RASIO SOLVABILITAS
RASIO UTANG TERHADAP ASET 67,28% 73,20% 61,19% 54,32% 47,37%
205,62 273,13 157,68
RASIO UTANG TERHADAP EKUITAS 118,89% 90,00%
% % %
RASIO PROFITABILITAS
MARJIN LABA (RUGI) KOTOR 48,53% 46,75% 67,48% 73,70% 77,05%
MARJIN LABA (RUGI) BERSIH 51,47% 6,68% 5,39% 5,40% 5,35%
RASIO PENGEMBALIAN ASET 61,35% 5,76% 9,74% 8,05% 7,51%
RASIO PENGEMBALIAN EKUITAS 91,18% 7,87% 15,91% 14,82% 15,85%
Sumber : Laporan keuangan ELIT, diolah oleh DYR.
Halaman - 14
Page 27
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Data Sinergitama Jaya Tbk (“ELIT”)
1. Rasio Likuiditas merupakan rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam
memenuhi kewajiban atau membayar utang jangka pendeknya. Rasio inilah yang dapat
digunakan untuk mengukur seberapa likuidnya suatu perusahaan. Berikut jenis rasio
likuiditas ELIT:
- Rasio Lancar
Berdasarkan rasio lancar ELIT selama periode 2019 sampai dengan 2023 rata-rata rasio
ada di angka 1,18 dimana hal ini menunjukkan kemampuan perusahaan dalam
memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Rasio lancar pada periode 2023 tercatat
sebesar 1,47.
- Rasio Kas
Rasio Kas ELIT selama periode 2019 sampai dengan 2023 rata-rata rasio ada di angka
0,34 dimana rasio ini menunjukan kemampuan kas perusahaan dalam menutupi
liabilitas jangka pendek Perusahaan. Rasio Kas ELIT pada periode 2023 tercatat
sebesar 0,27.
2. Rasio Aktivitas
- Rasio Perputaran Piutang Usaha
Rasio perputaran piutang usaha selama periode 2019 sampai dengan 2023 rata-rata
sebesar 6 kali. Rasio perputaran piutang usaha pada 2023 menunjukkan angka sebesar
7 kali.
- Rasio Perputaran Utang Usaha
Rasio perputaran utang usaha selama periode 2019 sampai dengan 2023 rata-rata
sebesar 14 kali. Rasio perputaran utang usaha pada 2023 menunjukkan angka sebesar
5 kali.
3. Rasio Solvabilitas
- Rasio Utang Terhadap Aset
Selama periode 2019 hingga 2023 menunjukkan rata-rata sebesar 60,67% yang mana
aset ELIT mampu menutupi total liabilitas. Rasio utang terhadap aset pada 2023
menunjukkan angka sebesar 47,37%.
- Rasio Utang Terhadap Ekuitas
Selama periode 2019 hingga 2023 menunjukkan rata-rata sebesar 169,06% yang mana
ekuitas ELIT mampu menutupi utang dengan baik. Rasio utang terhadap aset pada
2023 menunjukkan angka sebesar 90,00%.
4. Rasio Profitabilitas
- Marjin Laba (Rugi) Kotor dan Marjin Laba (Rugi) Bersih Selama periode 2019 hingga
2023 rata-rata sebesar 37,30% dan 6,47%. Marjin Laba (Rugi) Kotor dan Marjin Laba
(Rugi) Bersih pada periode 2023 masing-masing menunjukkan angka 22,95%, dan
5,35%.
- Rasio Pengembalian Aset
- Selama periode 2019 hingga 2023 menunjukkan rata-rata sebesar 8,48%. Rasio
pengembalian aset pada 2023 menunjukkan angka 7,51%.
- Rasio Pengembalian Ekuitas
Selama periode 2019 hingga 2023 menunjukkan rata-rata sebesar 17,82%. Rasio
pengembalian ekuitas pada 2023 menunjukkan angka 22,62%.
Halaman - 15
Page 28
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Data Sinergitama Jaya Tbk (“ELIT”)
2.5 Informasi Investigasi Lapangan
Kami telah melakukan investigasi lapangan dalam rangka memperoleh informasi yang
relevan dalam penugasan Penambahan Kegiatan Usaha ELIT.
Berikut informasi terkait pelaksanaan investigasi lapangan:
Surat tugas : ST-00/IT/BS/DSJ/I/2024/ITK/0003
Lokasi : The Manhattan Square Tower B Lt. 22 unit F JI. TB Simatupang,
RT.3/RW.3, Cilandak Timur Pasar Minggu, Jakarta Selatan,
12560
Tanggal : 07 Mei 2024
Pelaksana : Ivan Teguh Khristian, S.E., M.Ec.Dev., MAPPI (Cert.)
H. Andi Noviastoko, S.E., M.Ec.Dev
Monica Mega Pratiwi, S.A.B
Halaman - 16
Page 29
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Data Sinergitama Jaya Tbk (“ELIT”)
BAB III
ASPEK MAKRO INDONESIA
3.1 Makro Ekonomi Indonesia
3.1.1 Pertumbuhan Ekonomi
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Pertumbuhan ekonomi 2023 diperkirakan dalam kisaran
4,5-5,3%,
Pertumbuhan ekonomi 2023 diperkirakan berada dalam kisaran 4,5-5,3% didorong oleh
peningkatan konsumsi dan investasi yang sejalan dengan akselerasi belanja Pemerintah
pada akhir tahun dan percepatan penyelesaian beberapa Proyek Strategis Nasional (PSN).
Memasuki tahun 2024, pertumbuhan ekonomi diperkirakan akan meningkat dalam kisaran
4,7-5,5% didukung oleh kekuatan permintaan domestik, terutama dari konsumsi yang terus
bertumbuh, termasuk dampak positif penyelenggaraan pemilu, serta peningkatan investasi
khususnya bangunan sejalan dengan berlanjutnya pembangunan PSN termasuk Ibu Kota
Nusantara (IKN). Sementara itu, kinerja ekspor diperkirakan belum kuat sebagai dampak
perlambatan ekonomi global dan penurunan harga komoditas. Berdasarkan Lapangan Usaha
(LU), prospek LU Industri Pengolahan, Perdagangan Besar dan Eceran, Informasi dan
Komunikasi, Konstruksi, serta Transportasi dan Pergudangan diperkirakan tetap tumbuh
baik. Sementara secara spasial, pertumbuhan yang baik diperkirakan terjadi di seluruh
wilayah, terutama Sulawesi-Maluku-Papua (Sulampua) sejalan dengan dampak positif
hilirisasi mineral, serta Jawa akibat permintaan domestik yang masih kuat. Ke depan, Bank
Indonesia akan terus memperkuat sinergi stimulus fiskal Pemerintah dengan stimulus
makroprudensial Bank Indonesia untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya dari
sisi permintaan domestik.
Figur 6. Pertumbuhan Ekonomi Sisi Pengeluaran
Sumber : Bank Indonesia, Laporan Kebijakan Moneter Triwulan IV 2023
Neraca Pembayaran Indonesia (NPI)
Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) 2023 diperkirakan mencatat surplus yang menandai
peningkatan ketahanan ekonomi eksternal negara. Pada Desember 2023, surplus neraca
perdagangan mencapai 3,3 miliar dolar AS, didorong oleh ekspor komoditas utama seperti
batu bara, besi, dan baja yang tetap kuat. Perkembangan ini mendukung transaksi berjalan
2023 tetap sehat dan diprakirakan dalam kisaran surplus 0,4% sampai dengan defisit 0,4%
Halaman - 17
Page 30
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Data Sinergitama Jaya Tbk (“ELIT”)
dari Produk Domestik Bruto. Selain itu, aliran masuk modal asing dalam bentuk investasi
portofolio ke pasar keuangan domestik juga terus berlanjut dengan net inflows hingga
akhir tahun 2023 tercatat sebesar 5,4 miliar dolar AS dan pada Januari 2024 (hingga 15
Januari 2024) tercatat sebesar 3,0 miliar dolar AS. Posisi cadangan devisa Indonesia pada
akhir Desember 2023 tercatat meningkat menjadi 146,4 miliar dolar AS, setara dengan
pembiayaan 6,7 bulan impor atau 6,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri
pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
Untuk tahun 2024, NPI diprakirakan tetap surplus dengan defisit transaksi berjalan yang
rendah dalam kisaran defisit 0,1% sampai dengan defisit 0,9% dari PDB. Sementara itu,
surplus neraca transaksi modal dan finansial diperkirakan berlanjut didukung oleh aliran
masuk modal asing sejalan dengan persepsi positif investor terhadap prospek
perekonomian domestik yang lebih baik dan imbal hasil investasi yang menarik.
Figur 7. Pertumbuhan Neraca Pembayaran Indonesia Triwulan IV 2023
Keterangan : *Angka sementara; ** Angka sangat sementara
Sumber : Bank Indonesia, Laporan Kebijakan Moneter Triwulan IV 2023.
Nilai Tukar Rupiah
Kestabilan ini didukung oleh kebijakan stabilisasi Bank Indonesia dan kembali masuknya
aliran portofolio asing, yang diuntungkan oleh daya tarik imbal hasil aset keuangan
domestik dan prospek ekonomi Indonesia yang terus positif. Dalam konteks regional,
kinerja Rupiah lebih baik dibandingkan dengan mata uang seperti Ringgit Malaysia, Baht
Thailand, dan Won Korea Selatan, yang masing-masing melemah sebesar 1,95%, 2,82%, dan
3,24%. Ke depan, diharapkan nilai tukar Rupiah akan tetap stabil dengan kecenderungan
menguat didukung oleh meredanya ketidakpastian global, kecenderungan penurunan yield
obligasi negara maju, dan menurunnya tekanan penguatan dolar AS. Positifnya
perkembangan nilai tukar Rupiah ke depan didukung oleh kebijakan stabilisasi Bank
Indonesia serta penguatan strategi operasi moneter pro-market melalui optimalisasi
instrumen SRBI, SVBI, dan SUMBI dalam rangka menarik aliran masuk portofolio asing dan
pendalaman pasar uang. Koordinasi erat antara Bank Indonesia, Pemerintah, perbankan,
dan dunia usaha juga terus diperkuat untuk mendukung implementasi instrumen
penempatan valas Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) sesuai dengan PP
Nomor 36 Tahun 2023. Ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk mempertahankan
stabilitas dan memperkuat fondasi ekonomi makro Indonesia.
Halaman - 18
Page 31
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Data Sinergitama Jaya Tbk (“ELIT”)
Perkembangan Inflasi
Inflasi IHK Desember 2023 tercatat sebesar 2,61% (yoy) menurun dari tahun sebelumnya
sebesar 5,51% (yoy) sehingga berada dalam kisaran 3,0±1%. Penurunan inflasi dipengaruhi
oleh terjaganya berbagai komponen inflasi sebagai hasil nyata konsistensi kebijakan
moneter Bank Indonesia yang pro-stability serta sinergi erat kebijakan Bank Indonesia
dengan Pemerintah Pusat dan Daerah. Inflasi inti 2023 terjaga rendah sebesar 1,80% (yoy)
dipengaruhi oleh imported inflation yang rendah, ekspektasi inflasi yang terjangkar dalam
sasaran, dan kapasitas perekonomian yang masih besar dan dapat merespons permintaan
domestik. Inflasi volatile food juga terkendali sebesar 6,73% (yoy) didukung oleh eratnya
sinergi pengendalian inflasi antara Bank Indonesia dengan TPIP dan TPID melalui penguatan
GNPIP di berbagai daerah dalam mengendalikan harga pangan, termasuk dari dampak El
Nino. Inflasi kelompok administered prices tercatat sebesar 1,72% (yoy), sejalan
minimalnya kebijakan penyesuaian harga komoditas yang diatur oleh Pemerintah. Ke
depan, Bank Indonesia terus memperkuat kebijakan moneter yang pro-stability dan
mempererat sinergi kebijakan dengan Pemerintah guna memastikan inflasi 2024 berada
dalam kisaran 2,5±1%.
Figur 8. Peta Inflasi Daerah Tahun 2023
Sumber : Bank Indonesia, Laporan Kebijakan Moneter Triwulan IV 2023
Perkembangan Suku Bunga
Bank Indonesia terus memperkuat respons kebijakan moneter dan inovasi untuk
meningkatkan efektivitasnya dalam memastikan terkendalinya inflasi dan tetap stabilnya
nilai tukar Rupiah. Respons kebijakan moneter tersebut terutama melalui kebijakan suku
bunga dan stabilisasi nilai tukar Rupiah. Di samping itu, Bank Indonesia terus
mengoptimalkan berbagai instrumen moneter pro-market yang telah diterbitkan selama
tahun 2023, yaitu SRBI, SVBI, dan SUVBI untuk memperkuat upaya pendalaman pasar uang
dan mendukung aliran masuk ke dalam negeri. Lelang SRBI dan SVBI hingga 16 Januari 2024
masing-masing telah mencapai Rp296,03 triliun dan 896,50 juta dolar AS. Instrumen SRBI
juga telah secara aktif diperdagangkan di pasar sekunder tercermin dari kepemilikan non
residen yang mencapai Rp 75,44 triliun. Lelang SUVBI yang diterbitkan sebagai instrumen
moneter valas telah mencapai 244 juta dolar AS hingga periode yang sama. Berbagai inovasi
instrumen yang telah diterbitkan diharapkan dapat terus memperkuat ketahanan eksternal
ekonomi Indonesia dari dampak rambatan global.
Halaman - 19
Page 32
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Data Sinergitama Jaya Tbk (“ELIT”)
Transmisi kebijakan moneter berjalan dengan baik. Suku bunga pasar uang (IndONIA)
bergerak dalam kisaran BI-Rate sebesar 5,81% pada 16 Januari 2024. Suku bunga SRBI
tercatat menarik pada level 6,68%, 6,78% dan 6,87% masing-masing untuk tenor 6, 9, dan
12 bulan pada 15 Januari 2024 sehingga mendukung efektivitas SRBI sebagai instrumen
moneter yang pro-market. Sementara itu, suku bunga perbankan tetap rendah dipengaruhi
oleh likuiditas perbankan yang memadai serta kebijakan transparansi SBDK yang
meningkatkan efisiensi suku bunga perbankan. Dengan kaitan ini, suku bunga deposito 1
bulan dan suku bunga kredit pada Desember 2023 tercatat rendah masing-masing sebesar
4,69% dan 9,25%. Imbal hasil SBN tenor 2 dan 10 tahun menurun seiring dengan
ketidakpastian yang mereda.
Pertumbuhan kredit pada 2023 mencapai 10,38% (yoy), berada dalam kisaran atas
prakiraan Bank Indonesia 9-11%. Dari sisi permintaan, peningkatan kredit tersebut sejalan
dengan kinerja positif korporasi dan rumah tangga. Dari sisi penawaran, peningkatan kredit
didorong oleh risk appetite perbankan dan kapasitas likuiditas perbankan yang terjaga
baik, termasuk dampak positif dari kebijakan likuiditas Bank Indonesia seperti KLM dan
Penyangga Likuiditas Makroprudensial (PLM). Berdasarkan kelompok penggunaan,
pertumbuhan kredit terutama ditopang oleh kredit investasi dan kredit modal kerja,
masing-masing sebesar 12,26% dan 10,05%. Sementara secara sektoral, pertumbuhan kredit
terutama ditopang oleh kinerja sektor Pengangkutan, Jasa Sosial, Perdagangan, dan
Listrik, Gas, Air. Pembiayaan syariah pada Desember 2023 juga tumbuh sebesar 15,80%
(yoy), sementara pertumbuhan kredit UMKM mencapai 8,03% (yoy). Ke depan,
pertumbuhan kredit diperkirakan meningkat dalam kisaran 10-12% pada 2024, sejalan
dengan tetap kuatnya pertumbuhan ekonomi domestik. Bank Indonesia akan terus menjaga
efektivitas implementasi KLM dan memperkuat sinergi dengan Pemerintah, otoritas
keuangan, Kementerian/Lembaga dan perbankan, serta pelaku usaha untuk mendorong
penyaluran kredit/pembiayaan perbankan pada sektor-sektor berdaya ungkit besar untuk
mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Ketahanan perbankan tetap kuat. Rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR)
tercatat pada level yang tinggi sebesar 27,86% pada November 2023. Likuiditas perbankan
tetap memadai, tecermin dari rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) pada
Desember 2023 yang terjaga tinggi pada 28,73%. Terjaganya likuiditas perbankan sejalan
dengan masih tingginya penempatan perbankan pada surat berharga yang tergolong likuid
dan implementasi KLM. Kapasitas likuiditas perbankan (lending capacity) juga didukung
oleh penguatan strategi operasi moneter yang pro-market melalui antara lain perdagangan
SRBI di pasar sekunder, yang memberikan fleksibilitas bank dalam mengelola likuiditas.
Sementara itu, rasio kredit bermasalah perbankan (Non-Performing Loan/NPL) tercatat
rendah, sebesar 2,19% (bruto) dan 0,75% (neto). Secara keseluruhan, ketahanan perbankan
yang kuat tersebut didukung oleh kemampuan bayar korporasi dan rumah tangga yang
tetap baik, sejalan dengan kinerja korporasi dan ekspektasi penghasilan rumah tangga yang
terus membaik. Hasil stress-test Bank Indonesia menunjukkan ketahanan perbankan tetap
kuat dalam menghadapi berbagai risiko ketidakpastian ke depan. Bank Indonesia akan terus
memperkuat sinergi kebijakan bersama KSSK dalam memitigasi berbagai risiko tersebut
yang berpotensi mengganggu stabilitas sistem keuangan.
Pada tahun 2023, nilai transaksi digital banking tercatat Rp58.478,24 triliun atau tumbuh
sebesar 13,48% (yoy) dan diproyeksikan meningkat 9,11% (yoy) hingga mencapai
Rp63.803,77 triliun pada tahun 2024. Sementara nilai transaksi Uang Elektronik (UE)
meningkat 43,45% (yoy) sehingga mencapai Rp835,84 triliun dan diproyeksikan meningkat
25,77% (yoy) hingga mencapai Rp1.051,24 triliun pada tahun 2024. Nominal transaksi QRIS
tercatat tumbuh 130,01% (yoy) dan mencapai Rp229,96 triliun, dengan jumlah pengguna
45,78 juta dan jumlah merchant 30,41 juta yang sebagian besar merupakan UMKM.
Sementara itu, nilai transaksi pembayaran menggunakan kartu ATM, kartu debit, dan kartu
kredit mencapai Rp8.178,69 triliun atau turun sebesar 0,81% (yoy). Dari sisi pengelolaan
uang Rupiah, jumlah Uang Kartal Yang Diedarkan (UYD) pada Desember 2023 meningkat
7,33% (yoy) sehingga menjadi Rp1.101,75 triliun.
Halaman - 20
Page 33
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Data Sinergitama Jaya Tbk (“ELIT”)
Transaksi BI-FAST dan BI-Real Time Gross Settlement (RTGS) terus meningkat dimana BI-
FAST tercatat masih menjadi pilihan masyarakat untuk melakukan transfer dana. Stabilitas
sistem pembayaran yang baik tercermin dari tidak terdapatnya reject transaksi BI-RTGS
dan BI-Scripless Securities Settlement System (SSSS) yang terkait dengan permasalahan
likuiditas. SPBI juga berjalan baik karena didukung oleh kelancaran sisi operasional,
tecermin dari system availability yang tetap terjaga 100%. Bank Indonesia terus
memastikan ketersediaan uang Rupiah dalam jumlah yang cukup dengan kualitas yang
terjaga di seluruh wilayah NKRI melalui program pengedaran uang Rupiah ke daerah
Terluar, Terdepan, Terpencil (3T) serta kegiatan Kas Keliling, Kas Titipan, dan Ekspedisi
Rupiah Berdaulat.
Halaman - 21
Page 34
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Data Sinergitama Jaya Tbk (“ELIT”)
BAB IV
ASPEK KELAYAKAN PASAR
4.1 Industri Teknologi Informasi
Penjelasan Mengenai Industri Teknologi Informasi dan Aplikasi Kecerdasan Artifisial
Indonesia, dengan populasi sekitar 264 juta jiwa, telah memasuki era ekonomi digital dan
revolusi industri 4.0 dengan potensi besar untuk pertumbuhan yang signifikan. Kementerian
Komunikasi dan Informatika, melalui Direktorat Pengendalian Pos dan Informatika, yakin
bahwa sektor telekomunikasi, pos, dan informatika akan menjadi pilar utama dalam
transformasi Indonesia menjadi negara maju dalam ekonomi digital. Namun, ada beberapa
tantangan yang perlu diatasi, termasuk pemerataan infrastruktur telekomunikasi dan
peningkatan sistem logistik.
Indonesia, sebagai pasar yang menarik, telah menarik investasi dari perusahaan
telekomunikasi domestik dan internasional. Dukungan ini diperkuat oleh kenyataan bahwa
sektor Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) memberikan kontribusi signifikan terhadap
PDB, mencapai lebih dari 3,76% dengan nilai lebih dari USD 39 miliar. Lebih jauh, Indonesia
telah menjadi pasar terbesar di Asia Tenggara dan berada di peringkat ke-19 secara global
menurut data perusahaan internasional.
Pasar Layanan TI mencakup berbagai layanan yang digunakan oleh organisasi untuk
membuat, mengelola, dan menyampaikan informasi, dan itu termasuk layanan yang
memberikan bantuan dengan berbagai fungsi bisnis lainnya. Tujuan utama layanan TI adalah
untuk memastikan bahwa infrastruktur, aplikasi, dan sistem teknologi informasi
diimplementasikan, dioperasikan, dan dioptimalkan secara efektif untuk mendukung tujuan
dan persyaratan bisnis organisasi. Rentang layanan spesifik yang ditawarkan dapat bervariasi
tergantung pada penyedia layanan dan kebutuhan klien.
Konsultasi & Implementasi TI mencakup layanan konsultasi yang membantu bisnis
mengevaluasi strategi teknologi mereka dan menyelesaikannya dengan strategi bisnis atau
proses internal mereka.
Business Process Outsourcing (BPO) mengacu pada transfer seluruh proses bisnis atau
kegiatan individu dari perusahaan ke pihak ketiga dan seringkali berbasis TI. BPO mencakup
berbagai proses bisnis, biasanya baik di back office (misalnya, sumber daya manusia) atau
di front office (misalnya, layanan pelanggan di call center).
Pengalihdayaan TI mengacu pada kontrak eksternal dari semua layanan terkait TI alih-alih
mengandalkan sumber daya milik perusahaan. Dalam konteks TI, kegiatan ini meliputi
administrasi TI, aplikasi TI, dan layanan hosting web.
Pasar Layanan TI Lainnya mencakup pendapatan untuk area yang tidak disebutkan secara
khusus di pasar lain, seperti integrasi sistem, instalasi dan dukungan perangkat lunak, serta
pendidikan dan pelatihan TI.
Informasi tambahan:
Pasar Layanan TI terdiri dari pendapatan, perubahan pendapatan, pengeluaran rata-rata per
karyawan, dan daftar pemain kunci di pasar dan pendapatan konsolidasi mereka. Nilai pasar
mewakili pendapatan yang dihasilkan oleh vendor utama baik secara langsung atau melalui
saluran distribusi pada tingkat harga produsen (tidak termasuk PPN). Pendapatan pasar yang
dilaporkan termasuk pengeluaran oleh perusahaan (B2B) dan pemerintah (B2G). Definisi
terperinci dari setiap pasar dapat ditemukan di halaman masing-masing tempat data pasar
Halaman - 22
Page 35
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Data Sinergitama Jaya Tbk (“ELIT”)
ditampilkan. Pemain kunci di pasar termasuk IBM, Cognizant, Hewlett Packard Enterprise,
dan TCS.
Indonesia, negara terpadat keempat di dunia, dengan cepat mengembangkan pasar Layanan
TI-nya.
Preferensi pelanggan: Orang Indonesia semakin mengandalkan teknologi untuk kegiatan
sehari-hari mereka, seperti belanja online, mobile banking, dan media sosial. Ini telah
menciptakan permintaan untuk Layanan TI, khususnya di bidang pengembangan perangkat
lunak, komputasi awan, dan keamanan siber. Selain itu, dorongan pemerintah untuk
transformasi digital baik di sektor publik maupun swasta semakin mendorong pertumbuhan
pasar Layanan TI.
Tren di pasar: Salah satu tren di pasar Layanan TI Indonesia adalah munculnya startup lokal
dan usaha kecil dan menengah (UKM) yang menawarkan solusi inovatif untuk memenuhi
kebutuhan ekonomi digital yang berkembang. Perusahaan-perusahaan ini memanfaatkan
teknologi baru seperti kecerdasan buatan (AI) dan Internet of Things (IoT) untuk
mengembangkan produk dan layanan baru. Tren lain adalah meningkatnya adopsi solusi
berbasis cloud, karena semakin banyak bisnis yang ingin merampingkan operasi mereka dan
mengurangi biaya.
Keadaan khusus lokal: Geografi kepulauan Indonesia menghadirkan tantangan unik bagi
pasar Layanan TI, karena akses ke teknologi dan infrastruktur dapat dibatasi di daerah-
daerah tertentu. Namun, ini juga menciptakan peluang bagi perusahaan untuk
mengembangkan solusi yang memenuhi kebutuhan spesifik berbagai daerah. Selain itu,
lanskap budaya negara yang beragama berarti bahwa perusahaan harus menyesuaikan
penawaran mereka dengan bahasa dan kebiasaan yang berbeda.
Faktor ekonomi makro yang mendasari: Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang kuat dan
populasi muda yang paham teknologi telah berkontribusi pada pertumbuhan pasar Layanan
TI. Ekonomi digital negara ini diproyeksikan mencapai $ 124 miliar pada tahun 2025,
didorong oleh e-commerce, fintech, dan layanan digital lainnya. Dukungan pemerintah
untuk transformasi digital ekonomi, melalui inisiatif seperti peta jalan Making Indonesia 4.0,
juga telah menciptakan lingkungan yang menguntungkan bagi pasar Layanan TI untuk
berkembang.
Figur 9. Pendapatan Per Segmen IT di Indonesia
Sumber : Statista.com
Halaman - 23
Page 36
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Data Sinergitama Jaya Tbk (“ELIT”)
Selanjutnya, bagian dari Teknologi Informasi adalah Data Center atau Cloud.
Pasar Data Center adalah segmen penting dari industri teknologi yang berfokus pada
penyediaan dan pengelolaan infrastruktur fisik yang diperlukan untuk hosting dan
pengoperasian sistem TI, terutama server, penyimpanan, dan peralatan jaringan. Pasar ini
membentang dari pusat data internal tradisional hingga fasilitas canggih yang ditawarkan
oleh penyedia khusus, yang mencakup layanan seperti hosting, fasilitas pusat data bersama,
dan solusi pusat data terkelola. Ini menargetkan basis klien yang beragam, mulai dari usaha
kecil hingga perusahaan besar, menawarkan solusi yang fleksibel dan terukur untuk
kebutuhan infrastruktur TI mereka. Sektor ini merupakan bagian integral dari fungsi dan
keamanan operasi TI yang efisien di berbagai organisasi. Pasar Data Center disusun dalam
tiga pasar berdasarkan model layanan yang disediakan oleh perusahaan.
Pasar Server mencakup sumber daya dan layanan yang terkait dengan server, integral untuk
hosting situs web, mengelola basis data, dan mendukung komputasi awan.
Pasar Penyimpanan mencakup sumber daya dan layanan yang terkait dengan sistem
penyimpanan data, penting untuk pengarsipan, pencadangan data, dan memastikan
pemulihan data.
Pasar Infrastruktur Jaringan mencakup sumber daya dan layanan yang terkait dengan
perangkat keras jaringan yang penting untuk memastikan konektivitas, transmisi data, dan
keamanan jaringan.
Informasi tambahan:
Pasar Pusat Data mencakup pendapatan, perubahan pendapatan, pengeluaran rata-rata per
karyawan, dan pangsa pasar pemain kunci sebagai indikator kinerja utama. Nilai pasar
mewakili pendapatan yang dibayarkan kepada vendor utama di tingkat harga produsen baik
secara langsung atau melalui saluran distribusi (tidak termasuk PPN). Pendapatan dihasilkan
melalui saluran penjualan online dan offline dan termasuk pengeluaran oleh konsumen
(B2C), perusahaan (B2B) serta pemerintah (B2G). Definisi terperinci dari setiap pasar dapat
ditemukan di halaman masing-masing tempat data pasar ditampilkan.
Pemain kunci di pasar Data Center termasuk perusahaan seperti Dell, HPE, Huawei, dan
Ericsson.
Pasar Data Center di Indonesia telah mengalami pertumbuhan yang signifikan dalam
beberapa tahun terakhir. Beberapa faktor yang mempengaruhi pasar Cloud di Indonesia
adalah sebagai berikut.
1. Preferensi pelanggan: Pelanggan Indonesia semakin menuntut layanan data center yang
andal dan efisien untuk mendukung kebutuhan digital mereka yang terus berkembang.
Mereka mencari pusat data yang dapat memberikan tingkat uptime, keamanan, dan
skalabilitas yang tinggi. Selain itu, pelanggan menempatkan penekanan yang lebih besar
pada keberlanjutan dan mencari pusat data yang hemat energi dan ramah lingkungan.
2. Tren di pasar: Salah satu tren utama di pasar Data Center Indonesia adalah
meningkatnya permintaan akan layanan cloud. Karena semakin banyak bisnis di
Indonesia mengadopsi komputasi awan, kebutuhan akan pusat data untuk menjadi tuan
rumah dan mengelola layanan ini semakin meningkat. Tren ini didorong oleh manfaat
komputasi awan, seperti penghematan biaya, skalabilitas, dan fleksibilitas. Tren lain di
pasar adalah munculnya edge computing. Dengan berkembangnya perangkat Internet
of Things (IoT) dan kebutuhan untuk pemrosesan data real-time, edge computing
menjadi semakin penting. Pusat data tepi sedang disebarkan lebih dekat ke pengguna
akhir untuk mengurangi latensi dan meningkatkan kinerja. Tren ini didorong oleh
kebutuhan akan pemrosesan data yang lebih cepat dan efisien di tepi jaringan.
Halaman - 24
Page 37
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Data Sinergitama Jaya Tbk (“ELIT”)
3. Keadaan khusus lokal: Indonesia adalah ekonomi terbesar di Asia Tenggara dan memiliki
ekonomi digital yang berkembang pesat. Negara ini memiliki populasi muda dan paham
teknologi, dengan tingkat penetrasi smartphone yang tinggi. Hal ini menyebabkan
peningkatan penggunaan internet dan meningkatnya permintaan akan layanan digital,
mendorong kebutuhan akan pusat data. Namun, Indonesia juga menghadapi tantangan
unik di pasar Data Center. Negara ini terdiri dari ribuan pulau, yang menghadirkan
tantangan logistik bagi operator pusat data. Membangun dan memelihara pusat data di
seluruh nusantara bisa mahal dan memakan waktu.
4. Faktor ekonomi makro yang mendasarinya: Pertumbuhan pasar Data Center di Indonesia
didukung oleh beberapa faktor ekonomi makro. Pemerintah Indonesia telah secara aktif
mempromosikan transformasi digital dan telah menetapkan target ambisius untuk
pengembangan ekonomi digital. Ini termasuk pembangunan pusat data baru dan
peningkatan infrastruktur digital. Selain itu, investasi asing di pasar Data Center
Indonesia telah meningkat. Operator pusat data internasional tertarik pada pasar
negara yang besar dan berkembang, serta lokasinya yang strategis sebagai pintu
gerbang ke Asia Tenggara. Masuknya investasi asing ini mendorong persaingan dan
inovasi di pasar. Kesimpulannya, pasar Data Center di Indonesia mengalami
pertumbuhan yang signifikan karena preferensi pelanggan akan layanan data center
yang andal dan efisien, serta meningkatnya permintaan akan layanan cloud dan edge
computing. Populasi muda dan paham teknologi di negara itu, bersama dengan
dukungan pemerintah dan investasi asing, mendorong pengembangan pasar. Namun,
tantangan seperti kesulitan logistik beroperasi di seluruh kepulauan tetap ada.
Figur 10. Pendapatan Per Segmen Data Center di Indonesia
Sumber : Statista.com
Selanjutnya bagian dari Teknologi Informasi adalah Kecerdasan Buatan atau Artificial
Intelligence. Kecerdasan buatan (AI) adalah cabang ilmu komputer yang berfokus pada
pembuatan mesin yang mampu melakukan tugas-tugas tradisional yang membutuhkan
kecerdasan manusia, seperti persepsi, penalaran, dan pembelajaran. Pasar Artificial
Intelligence (AI) mencakup berbagai aplikasi, seperti pengenalan suara, pemrosesan
gambar, dan kendaraan otonom dan telah mengalami pertumbuhan pesat dalam beberapa
tahun terakhir karena kemajuan teknologi dan peningkatan investasi. Pasar Artificial
Intelligence (AI) mencakup perangkat lunak, perangkat keras, dan layanan yang
memungkinkan organisasi untuk mengembangkan dan menyebarkan aplikasi AI.
Pasar Artificial Intelligence (AI) disusun menjadi enam pasar berdasarkan teknologi:
Halaman - 25
Page 38
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Data Sinergitama Jaya Tbk (“ELIT”)
a. Pasar Computer Vision mencakup aplikasi yang memungkinkan komputer
untuk menafsirkan dan memahami gambar digital dan data video.
b. Pasar Machine Learning mencakup penggunaan algoritma untuk
memungkinkan sistem komputer belajar dari data.
c. Pasar Natural Language Processing mencakup aplikasi yang memungkinkan
komputer untuk memahami, menafsirkan, dan menghasilkan bahasa
manusia.
d. Pasar Robotika Kecerdasan Buatan mencakup kombinasi AI, pembelajaran
mesin, dan rekayasa untuk menciptakan mesin cerdas yang dapat
melakukan tugas secara mandiri.
e. Pasar Teknologi Otonom & Sensor mencakup mesin dan sistem yang
beroperasi secara independen dengan menggunakan sensor, AI, dan
pembelajaran mesin untuk merespons perubahan di lingkungan mereka.
f. Pasar AI Generatif mencakup kecerdasan buatan yang melibatkan
pembuatan model yang mampu menghasilkan konten baru, seperti
gambar, video, dan teks, yang tidak dapat dibedakan dari konten yang
dibuat oleh manusia.
Pasar Artificial Intelligence (AI) terdiri dari tiga indikator kinerja utama: ukuran pasar,
ukuran pasar berdasarkan industri, dan pengguna alat AI. Ukuran pasar dihasilkan oleh
jumlah pendanaan perusahaan Artificial Intelligence (AI). Pemain kunci pasar Artificial
Intelligence (AI) termasuk perusahaan seperti Google, Open AI, IBM, dan Microsoft.
Figur 11. Market Size Artificial Intelligence di Indonesia
Sumber : Statista.com
Halaman - 26
Page 39
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Data Sinergitama Jaya Tbk (“ELIT”)
4.2 Persaingan Usaha
Di Indonesia, sektor Teknologi Informasi (TI) mengalami pertumbuhan yang signifikan,
didorong oleh populasi besar dan pertumbuhan ekonomi yang cepat. Dengan potensi besar
untuk adopsi teknologi canggih seperti data center, cloud computing, Artificial Intelligence,
serta IT Service, persaingan dalam industri TI semakin meningkat.
ELIT, sebagai perusahaan yang berencana untuk mengembangkan usaha di bidang-bidang
tersebut, akan menghadapi persaingan ketat dari perusahaan-perusahaan yang sudah ada
dalam sektor yang sama. Persaingan ini tidak hanya berasal dari pemain lokal tetapi juga
dari perusahaan multinasional yang telah mengakar dalam menyediakan solusi teknologi di
Indonesia.
Untuk dapat bersaing secara efektif, ELIT perlu menonjolkan diferensiasi dalam layanan
yang ditawarkan, seperti inovasi dalam produk, peningkatan kualitas layanan, dan strategi
penetapan harga yang kompetitif. Selain itu, membangun kerjasama strategis dengan
berbagai pihak dan meningkatkan kapasitas infrastruktur TI adalah kunci untuk
memenangkan persaingan dalam pasar yang dinamis ini.
Mempertimbangkan kecenderungan pasar dan kebutuhan konsumen yang terus berubah juga
sangat penting untuk memastikan bahwa ELIT tidak hanya dapat bertahan tetapi juga
berkembang dalam persaingan industri TI di Indonesia. Strategi yang proaktif dan responsif
terhadap tren pasar akan membantu ELIT dalam memposisikan dirinya sebagai pemimpin
dalam inovasi dan layanan teknologi informasi. Berikut pesaing usaha ELIT yang terdapat di
Indonesia:
● PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk
● PT Telefast Indonesia Tbk
● PT Wira Global Solusi Tbk
● PT Anabatic Technologies Tbk
● PT WIR ASIA Tbk
● PT ITSEC Asia Tbk
● PT Techno9 Indonesia Tbk
● Perusahaan IT lainnya
4.3 Strategi Pemasaran
Sebagai penyedia layanan IT managed service yang memiliki spesialisasi dalam solusi cloud,
tujuan utama ELIT adalah membantu bisnis meningkatkan efisiensi, produktivitas,
keamanan, dan profitabilitas pelanggan dengan memanfaatkan teknologi terbaru. Untuk
mencapai tujuan tersebut, ELIT mengembangkan strategi pemasaran yang komprehensif,
mencakup penggunaan kanal pemasaran online/digital, pemasaran offline/ tradisional, dan
partnership. ELIT juga menjadi sponsor untuk beberapa kegiatan dan komunitas. Strategi
pemasaran ELIT dirancang untuk mencapai tujuan tujuan berikut:
1. Menghasilkan Prospek dan Meningkatkan Database Pelanggan ELIT
Tujuan utama ELIT adalah menarik klien baru dan meningkatkan database pelanggan.
ELIT akan menargetkan bisnis yang mencari layanan IT managed service dan solusi
cloud.
2. Membangun Kesadaran Merek dan Kredibilitas
ELIT akan membangun merek dan menetapkan diri sebagai penyedia layanan IT
managed service dan solusi cloud yang kredibel dan terpercaya.
Halaman - 27
Page 40
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Data Sinergitama Jaya Tbk (“ELIT”)
3. Meningkatkan Engagement dan Retention
ELIT ingin menciptakan hubungan yang baik dengan pelanggannya untuk mendorong
loyalitas, kesadaran merek, dan juga meningkatkan retention dengan memberikan
layanan terbaik.
Adapun sistem, teknis dan strategi pemasaran Perseroan sebagai berikut:
1. Sistem Pemasaran
Sistem pemasaran produk ELIT adalah Business to Business (B2B). Target market
pemasaran terdiri dari beberapa sektor seperti pemerintahan, jasa keuangan,
perbankan, sampai bidang kesehatan. ELIT juga melakukan kerjasama dengan Public
Cloud Provider seperti Google Cloud, Amazon Web Services, Microsoft Azure dan Huawei
Cloud untuk meningkatkan awareness masyarakat terhadap ELIT dan juga meningkatkan
penjualan produk/ service yang ditawarkan.
2. Strategi Pemasaran
Untuk mencapai tujuan-tujuan pemasaran, Perseroan mempunyai strategi-strategi yang
mampu mewujudkan capaian yang ditargetkan:
● Pemasaran Digital
Pemasaran digital merupakan bagian penting dan strategi pemasaran ELIT.
Perseroan akan menggunakan kombinasi taktik, termasuk:
o Search Engine Optimization (SEO): ELIT akan mengoptimalkan situs web
ELIT untuk kata kunci dan frasa terkait dengan layanan IT managed
service dan solusi cloud untuk meningkatkan hasil peringkat di search
engine.
o Social Media Marketing: ELIT akan mengembangkan eksistensi yang kuat
di platform media sosial tempat target audience dari ELIT berada. Ini
termasuk berbagi konten, meningkatkan engagement followers, dan
menjalankan kampanye iklan berbayar.
o Pay-Per-Click (PPC): ELIT akan menjalankan kampanye PPC yang
ditargetkan untuk mengarahkan traffic ke situs web ELIT dan
menghasilkan prospek.
o Content Marketing: ELIT akan membuat konten berkualitas tinggi,
termasuk posting blog/artikel, whitepaper, studi kasus, dan video,
untuk menarik dan meningkatkan engagement dari target audience.
o Email Marketing: ELIT akan mengirimkan newsletter email secara
berkala kepada pelanggan dan prospek untuk menjaga mereka
terinformasi tentang layanan dan promosi dari ELIT.
● Pemasaran Offline/Tradisional
Meskipun pemasaran digital sangat penting, ELIT tetap menggunakan taktik
pemasaran tradisional untuk menjangkau target audience Perseroan yang tidak
teridentifikasi oleh sistem digital. Taktik ini meliputi:
o Sponsorship Event: ELIT akan berpartisipasi dalam trade show,
konferensi, dan acara industri yang relevan untuk menawarkan
produk/layanan ELIT dan menghasilkan prospek.
o Lead Generation Seminar/Workshop: ELIT akan menyelenggarakan
seminar dan workshop untuk mengedukasi calon prospek tentang
manfaat layanan IT managed service dan solusi cloud yang dimiliki ELIT
serta meningkatkan penjualan
● Partnership
ELIT akan berkolaborasi dengan penyedia cloud terkemuka, seperti Google
Cloud dan Amazon Web Services (AWS), Microsoft Azure dan Huawei Cloud,
untuk melakukan aktivitas pemasaran bersama, seperti webinar, workshop,
whitepapers, dan studi kasus, untuk menghasilkan prospek baru. ELIT juga
menjadi mitra bagi Crowdstrike, penyedia jasa layanan cyber security
terkemuka di dunia.
Halaman - 28
Page 41
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Data Sinergitama Jaya Tbk (“ELIT”)
3. Media Jaringan Penjualan
Untuk memperluas jaringan penjualan ELIT memiliki 2 strategi yaitu:
● Terdaftar di e-Commerce Pemerintah (e-Katalog)
Perseroan berupaya mendapatkan jaringan ke calon pelanggan yang berada di
instansi pemerintah, ELIT telah terdaftar pada e-commerce pemerintah yang
bermanfaat agar pembelian bisa langsung dilakukan pada portal tersebut.
● Mempertahankan Level Mitra Penyedia Cloud
Salah satu faktor penting untuk meningkatkan potensi penjualan, ELIT
bekerjasama dengan berbagai Mitra Penyedia Cloud sehingga dapat menjangkau
pelanggan lebih banyak lagi. Dengan terus meningkatkan penjualan, memiliki
spesialisasi tertentu, serta mempertahankan SLA dan juga pelayanan optimal
yang diberikan, ELIT dapat mempertahankan posisi/level strategis pada Mitra.
Selain itu, ELIT secara aktif melakukan acara/event dengan menggandeng Mitra
Penyedia dan meraih penghargaan dari Mitra Penyedia sehingga ELIT bisa terus
mengikuti dan mempertahankan posisi/level pada Mitra.
Halaman - 29
Page 42
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Data Sinergitama Jaya Tbk (“ELIT”)
BAB V
ASPEK KELAYAKAN TEKNIS
5.1 Bisnis ELIT
Kantor ELIT
Sebagai perusahaan yang menawarkan jasa berbasis teknologi, PT Data Sinergitama Jaya
Tbk (“ELIT”), memberikan jasa sebagai berikut.
1. Managed Cloud
ELIT membedakan diri dari penyedia layanan lain dengan fokus pada
pengalaman pengguna yang unggul, bukan hanya pada pengelolaan metrik
operasional Teknologi Informasi. Pendekatan ini mencakup kombinasi strategis
antara orang, proses, dan teknologi. Tim ELIT terdiri dari para engineer
bersertifikat yang memiliki keahlian mendalam dalam mendukung sistem-
sistem kritis yang digunakan oleh jutaan pengguna.
ELIT berkomitmen untuk menjamin keunggulan produk dengan rutin melakukan
audit oleh pemeriksa internasional eksternal. Ini memastikan bahwa ELIT tidak
hanya memenuhi standar industri, tetapi juga terus menerus meningkatkan
kualitas layanan kami untuk memberikan nilai maksimal kepada pelanggan.
Melalui pendekatan ini, ELIT terus berinovasi untuk memberikan solusi terbaik
yang menjawab kebutuhan teknologi informasi masa kini
Halaman - 30
Page 43
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Data Sinergitama Jaya Tbk (“ELIT”)
2. Cybersecurity Solution.
ELIT menawarkan layanan Managed Detection and Response (MDR) yang
dirancang untuk membantu mendeteksi dan mengganggu serangan lanjutan
yang mungkin tersembunyi. Layanan MDR dari ELIT mengintegrasikan alat-alat
canggih dengan keahlian mendalam ELIT dalam keamanan siber. Ini
memungkinkan ELIT untuk secara proaktif mengidentifikasi, menganalisis, dan
merespons ancaman dengan cepat dan efisien, sehingga memastikan keamanan
yang optimal bagi data dan infrastruktur klien ELIT. Melalui pendekatan yang
komprehensif ini, ELIT berupaya memberikan perlindungan terdepan dalam
menghadapi ancaman keamanan yang dinamis dan terus berkembang.
3. Elicovery - Disaster Recovery as a Service dan Backup as a service
Menghadapi tantangan bencana alam, serangan siber, kesalahan manusia, dan
kegagalan sistem, ELIT memahami pentingnya menjaga kelangsungan
operasional. Untuk itu, perusahaan kami telah mengembangkan solusi
pemulihan dan mitigasi yang efektif dan efisien. ELIT menawarkan teknologi
pencadangan dan pemulihan bencana yang teruji, yang diperkuat oleh
dukungan tim ahli yang berpengalaman dan bersertifikat.
Halaman - 31
Page 44
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Data Sinergitama Jaya Tbk (“ELIT”)
Dengan mengimplementasikan solusi Disaster Recovery as a Service (DRaaS),
kami menjamin bahwa bisnis dapat terus beroperasi dengan minimal gangguan,
bahkan di hadapan insiden yang tak terduga. Layanan DRaaS ELIT dirancang
untuk menyediakan Recovery Time Objective (RTO) dan Recovery Point
Objective (RPO) yang rendah, sehingga memungkinkan pemulihan data yang
cepat dan mengurangi potensi downtime. Strategi ini tidak hanya
mengoptimalkan resiliensi bisnis tetapi juga menjamin keamanan dan
ketersediaan data yang krusial bagi keberlanjutan usaha.
4. Elivision
Di era yang serba cepat ini, penting bagi perusahaan untuk memastikan
keamanan yang optimal terutama di lokasi ATM, yang berada di berbagai area.
Sesuai dengan POJK Pasal 4 No.1/POJK.07/2013 tentang Perlindungan
Konsumen Sektor Jasa Keuangan, peningkatan layanan bisnis melalui
pengawasan yang efektif adalah prioritas utama.
ELIT menyederhanakan pengawasan video, menyediakan solusi yang
memungkinkan tim Operasi ATM untuk memantau CCTV di semua ATM secara
real-time melalui satu dasbor yang mudah dioperasikan. Sistem pengawasan
video terintegrasi dari ELIT tidak hanya memperkuat keamanan tapi juga
memfasilitasi tindakan responsif cepat terhadap setiap insiden yang terjadi di
ruang ATM, memastikan perlindungan maksimal bagi konsumen dan aset
perusahaan.
Halaman - 32
Page 45
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Data Sinergitama Jaya Tbk (“ELIT”)
5. Medical Data Integrator
Solusi Medtro menawarkan kemajuan signifikan dalam mempercepat proses
integrasi Electronic Medical Records (EMR) ke dalam database Electronic Health
Record (EHR) Kementerian Kesehatan, yang berbasis standar FHIR (Fast
Healthcare Interoperability Resources).
Dengan adanya solusi ini, fasilitas kesehatan dapat lebih mudah memenuhi
persyaratan peraturan untuk sistem EMR terpusat. Sesuai dengan regulasi,
setiap fasilitas kesehatan di Indonesia diharuskan untuk menyelesaikan
integrasi EMR mereka paling lambat pada tanggal 31 Desember 2023.
Solusi Medtro tidak hanya memastikan kepatuhan terhadap peraturan ini tetapi
juga mendukung efisiensi operasional dan peningkatan kualitas pelayanan
kesehatan.
6. SiPANDU (Sistem Informasi Laporan Terpadu) dan SiPANON (Sistem Pemantauan
dan Analisa Objek Lalu Lintas)
SiPANDU merupakan inovasi dalam komunikasi digital yang memanfaatkan
teknologi Chatbot dan aplikasi WhatsApp untuk memudahkan pengguna atau
pelapor dalam menyampaikan permasalahan kepada penyedia layanan,
termasuk perusahaan, komunitas, atau entitas pemerintah.
Konsep sebagai Smart Engagement, SiPANDU dirancang untuk menjadi saluran
pelaporan yang praktis dan efisien, menyediakan solusi komunikasi digital yang
canggih. Dengan menggunakan teknologi yang akrab dan mudah diakses,
SiPANDU menawarkan metode yang lebih langsung dan responsif untuk interaksi
antara masyarakat dan penyedia layanan, mendukung peningkatan kualitas
layanan melalui feedback yang efektif dan tepat waktu.
Halaman - 33
Page 46
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Data Sinergitama Jaya Tbk (“ELIT”)
SiPANON merupakan solusi inovatif yang dirancang untuk mengatasi
keterbatasan sistem pengawasan tradisional. Dengan konsep Sistem
Pengawasan Intelijen yang Dapat Ditindaklanjuti, SiPANON mengubah fungsi
dasar sistem pengawasan dari sekadar "pemantau" menjadi sistem yang mampu
mengintegrasikan "tindakan tindak lanjut."
Solusi ini memberikan kemampuan untuk tidak hanya mengidentifikasi dan
merekam kejadian, tetapi juga untuk mengaktifkan respons yang tepat dan
efektif berdasarkan data yang dikumpulkan. SiPANON membuka kemungkinan
baru dalam manajemen keamanan dan pengawasan, dengan memastikan bahwa
setiap insiden tidak hanya terdeteksi tetapi juga direspon secara cerdas dan
tepat waktu.
5.2 Rencana Bisnis Baru ELIT
Dalam strategi ini, ELIT berencana untuk memperluas bidang usahanya yang bergerak di
bidang cloud dan layanan keamanan siber. Fokus utama anak usaha ini adalah pada
penyediaan Service Cloud, yang bertujuan untuk memperluas cakupan operasional ELIT.
Dengan pembentukan anak usaha ini, ELIT akan lebih mengintensifkan pengembangan dan
pemasaran sistem-sistem teknologi baru, sehingga mampu menawarkan layanan yang lebih
luas dan komprehensif.
Halaman - 34
Page 47
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Data Sinergitama Jaya Tbk (“ELIT”)
Ekspansi portofolio usaha ini diharapkan tidak hanya akan memperkuat posisi ELIT dalam
industri teknologi dan informasi tetapi juga secara signifikan meningkatkan pendapatan
perusahaan. Langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang ELIT untuk
mengoptimalkan potensi pertumbuhan di pasar yang dinamis dan meningkatkan nilai tambah
bagi pemegang saham dan pelanggan.
5.3 Aspek Teknis Terkait dengan Produk dan Layanan
Dengan rencana penambahan kegiatan usaha berupa penambahan bidang usaha sesuai
dengan KBLI No. 62090 untuk aktivitas teknologi informasi dan jasa komputer lainnya, KBLI
No. 6202 untuk aktivitas konsultasi komputer dan manajemen fasilitas komputer, dan KBLI
No. 62015 aktivitas pemrograman berbasis kecerdasan artifisial. Dalam hal ini ELIT
bertanggung jawab untuk perencanaan, proses, penyelesaian aplikasi teknologi informasi
yang akan di produksi, seperti selayaknya produk aplikasi yang pernah di produksi ELIT
sebagai berikut:
1. Managed Cloud
2. Cybersecurity Solution
3. Elicovery - Disaster Recovery as a Service dan Backup as a service
4. Elivision
5. Medical Data Integrator (MEDTRO)
6. SiPANDU (Sistem Informasi Laporan Terpadu) dan SiPANON (Sistem Pemantauan dan
Analisa Objek Lalu Lintas)
Dalam rangka merancang program-program transformasi digital, ELIT telah menetapkan visi
untuk menjadi pemimpin dalam layanan transformasi teknologi public cloud, dengan misi
untuk memberikan manfaat kepada masyarakat melalui pemanfaatan teknologi informasi.
Berikut adalah beberapa aspek kunci dari pendekatan ELIT dalam mencapai visi dan misi
tersebut:
a. Pengamanan Program Digital
ELIT menawarkan layanan end-to-end managed security services yang bertujuan untuk
memastikan keamanan atas program digital perusahaan. Ini meliputi perlindungan
komprehensif terhadap ancaman siber, memastikan integritas dan ketersediaan data
perusahaan.
b. Penyediaan Layanan Infrastruktur TI Kelas Internasional
ELIT berfokus pada penyediaan dan manajemen infrastruktur IT yang tidak hanya efisien
tetapi juga berstandar internasional. Layanan Cloud Management berkinerja tinggi dari ELIT
didukung oleh para ahli cloud yang bersertifikasi tinggi dan telah menjalin kerjasama resmi
dengan mitra terpercaya seperti Amazon Web Services (AWS) dan Google Cloud. Kerjasama
ini memungkinkan ELIT untuk menawarkan solusi yang terdepan di industri dan memenuhi
kebutuhan spesifik dari setiap klien.
c. Perlindungan Data Kritis
ELIT menyediakan layanan perlindungan khusus untuk mengamankan critical data dari
ancaman kehilangan data dan serangan siber. Ini penting bagi perusahaan yang bergantung
pada integritas data untuk operasi bisnisnya. Layanan dari ELIT dirancang untuk memberikan
keamanan yang maksimal terhadap data sensitif dan kritikal, mengurangi risiko kebocoran
dan memastikan kelangsungan bisnis.
Halaman - 35
Page 48
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Data Sinergitama Jaya Tbk (“ELIT”)
BAB VI
ASPEK KELAYAKAN POLA BISNIS
6.1 Pola Bisnis
6.1.1 Kemampuan Untuk Menciptakan Nilai
ELIT, mengidentifikasi peluang signifikan dalam menciptakan nilai tambah melalui
penambahan kegiatan usaha yang berfokus pada teknologi informasi serta jasa
konsultasinya serta aplikasi kecerdasan artifisial.
Proses ini diharapkan tidak hanya memperluas jangkauan layanan yang ditawarkan oleh
ELIT tetapi juga memperkuat posisinya dalam industri IT yang kompetitif.
Keputusan untuk penambahan kegiatan usaha ini didasari oleh kemampuan ELIT untuk
mengintegrasikan dan mengelola program IT Service yang inovatif dan relevan dengan
kebutuhan pasar saat ini. ELIT meyakini bahwa penambahan kegiatan usaha ini tidak hanya
akan membawa keuntungan finansial melalui diversifikasi produk dan layanan tetapi juga
meningkatkan reputasi dan kepercayaan pelanggan terhadap kapasitas inovasi dan teknis
ELIT. Keseluruhan strategi ini bertujuan untuk menciptakan nilai yang berkelanjutan baik
untuk perusahaan maupun stakeholders-nya, dengan menjadikan ELIT sebagai pemimpin
pasar dalam bidang layanan IT.
6.1.2 Keunggulan Kompetitif
ELIT memiliki keunggulan kompetitif sebagai berikut.
● Memiliki Pengalaman dan Rekam Jejak perusahaan yang baik ELIT memiliki rekam
jejak yang baik dan telah berpengalaman selama lebih dari 12 tahun dalam
menyediakan layanan jasa infrastruktur dalam bidang teknologi informasi khususnya
Cloud.
● Memiliki hampir 200 pelanggan dari berbagai sektor ELIT telah berhasil membangun
basis pelanggan yang luas dan diversifikasi, dengan hampir 200 pelanggan dari
berbagai sektor. Strategi ini efektif mengurangi ketergantungan terhadap satu
pelanggan atau sektor tertentu, meningkatkan stabilitas dan keberlanjutan bisnis.
Kepercayaan yang telah diberikan oleh perusahaan-perusahaan besar dari berbagai
industri menegaskan reputasi dan keandalan ELIT dalam menyediakan solusi
teknologi.
● Merek "Elitery" dan turunan produk atau layanan yang menggunakan kata "Elite" dalam
nama brandnya telah berhasil membina sebuah citra yang kuat dan positif, terutama
di kalangan pelanggan. Image yang terbentuk ini mencerminkan kualitas, keunggulan,
dan keandalan yang menjadi nilai inti dari ELIT.
● ELIT telah memposisikan diri sebagai pemimpin di bidang Teknologi Cloud,
menawarkan solusi end-to-end yang memungkinkan pelanggan untuk mendapatkan
semua layanan terkait Cloud dari satu sumber terpercaya. Kemampuan ini tidak hanya
memperkuat keefektifan dan efisiensi layanan yang kami tawarkan, tetapi juga
memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi pelanggan dalam mengelola kebutuhan
teknologi cloud mereka.
● Tim teknis yang tersertifikasi dan sumber daya manusia yang berpengalaman dan
kompeten ELIT menyadari bahwa tenaga kerja yang terlatih dan kompeten dan
ditunjang oleh jajaran manajemen profesional dalam usia produktif dapat
memberikan peran besar dalam meningkatkan produktivitas perusahaan. Maka dari
itu, salah satu cara Elitery untuk memberikan kesejahteraan kepada pegawai adalah
dengan memberikan pelatihan yang dibutuhkan untuk meningkatkan keterampilan dan
menambah pengetahuan. 90% Tim teknis ELIT telah memiliki sertifikasi yang
dibutuhkan.
Halaman - 36
Page 49
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Data Sinergitama Jaya Tbk (“ELIT”)
● Memiliki Sertifikasi ISO 9001:2015, ISO 27001:2013, PCI-DSS V3.2 dan OHSAS
18001:2007 Untuk mendukung kinerja ELIT dan menjamin kualitas mutu, ELIT telah
memiliki sertifikasi yang sesuai dengan kebutuhan saat ini. ELIT berencana untuk terus
melakukan penambahan dan peningkatan atas sertifikasi terkait dengan potensi usaha
ke depan.
● Terpilih menjadi Best Google Partner - Top Achiever for Public Sector 2021, ELIT
terpilih menjadi Best Google Partner - Top Achiever for Public Sector 2021 pada tahun
2022.Google saat ini merupakan salah satu penyedia Cloud terbesar di Indonesia dan
dunia. Dengan penghargaan ini, maka membuat positioning ELIT menjadi unggul baik
bagi Mitra maupun Pelanggan.
● Memiliki Produk Elicovery sebagai jembatan untuk beralih ke teknologi Cloud ELIT
melihat adanya kesempatan untuk mengembangkan pusat data (data centre)
tradisional menjadi lebih modern, efisien dan efektif dengan didukung oleh teknologi
pusat data yang terbaru yaitu Cloud. Dengan adanya transformasi digital ini, ELIT
meyakini bahwa Cloud adalah ‘the next Data Centre’ yang akan terus dibutuhkan di
masa depan. Melalui produk Elicovery, ELIT menjadi jembatan bagi pelanggan untuk
mendapatkan kemudahan dan keuntungan dari teknologi tersebut.
● Sedikit kompetitor sepadan di lini layanan Disaster Recovery (Elicovery), Di Indonesia
masih sedikit perusahaan setara ELIT yang bergerak di bidang data recovery dan
mencakup end to end. ELIT sudah lebih dulu mendapatkan kepercayaan dan
menguasai pasar terutama di industri keuangan dan pasar modal. Saat ini, 72 dari 98
(73.46%) Perusahaan Efek AB yang terdaftar di KSEI telah mempercayakan
pencadangan data kepada ELIT, bahkan BEI pun menggunakan layanan Disaster
Recovery yang disediakan oleh ELIT. Dengan prospek domestik dan global yang masih
sangat tinggi, ELIT berencana untuk menguatkan infrastruktur layanan dengan
menambahkan pusat data dalam waktu dua tahun ke depan.
6.1.3 Kemampuan Pesaing untuk Meniru Produk
Bisnis dalam bidang teknologi, khususnya IT Service, adalah industri yang luas dan terus
berkembang, dengan persaingan yang ketat antar perusahaan. Dalam konteks ini,
pendirian anak usaha ELIT difokuskan pada pengembangan serta inovasi program-program
IT Service, baik yang sudah ada maupun yang baru akan dikembangkan.
Manajemen ELIT percaya bahwa pengalaman luas perusahaan dalam sektor ini memberikan
keunggulan kompetitif yang signifikan. Keahlian ini tidak hanya membantu dalam
penciptaan solusi yang inovatif dan relevan tetapi juga sebagai nilai unik yang sulit untuk
ditiru oleh pesaing. Keahlian dan rekam jejak ELIT dalam mengimplementasikan solusi IT
yang efektif memungkinkan perusahaan untuk menawarkan produk dan layanan yang tidak
hanya memenuhi kebutuhan pasar tetapi juga melebihi ekspektasi pelanggan.
Oleh karena itu, dengan mengandalkan pengalaman dan keahlian yang telah terbukti, ELIT
dapat memitigasi risiko peniruan oleh pesaing dan memposisikan dirinya sebagai pemimpin
dalam inovasi dan layanan IT. Ini menjadi kunci untuk mempertahankan dan memperluas
pangsa pasar di industri yang sangat kompetitif ini.
6.2 Analisis SWOT
Analisis SWOT (strength, weakness, opportunity and threat) terdiri atas faktor internal yang
bisa dikontrol dan faktor eksternal atau lingkungan yang mungkin sulit dikontrol. Kedua sisi
dianalisis supaya dapat disusun suatu strategi sehingga tercapai keberhasilan dan
mempunyai daya saing. Dari faktor internal bisa diidentifikasi kekuatan dan kelemahan
(strength and weakness) sedangkan dari faktor eksternal berupa peluang dan ancaman
(opportunity and threat).
Halaman - 37
Page 50
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Data Sinergitama Jaya Tbk (“ELIT”)
Berikut adalah analisa SWOT ELIT setelah penambahan Kegiatan Usaha:
1. Strength
● Memiliki Pengalaman dan Rekam Jejak perusahaan yang baik ELIT memiliki rekam
jejak yang baik dan telah berpengalaman selama lebih dari 12 tahun dalam
menyediakan layanan jasa infrastruktur dalam bidang teknologi informasi
khususnya Cloud.
● Memiliki hampir 200 pelanggan dari berbagai sektor
● Merek "Elitery" dan turunan produk atau layanan yang menggunakan kata "Elite"
dalam nama brandnya telah berhasil membina sebuah citra yang kuat dan positif,
terutama di kalangan pelanggan. Image yang terbentuk ini mencerminkan kualitas,
keunggulan, dan keandalan yang menjadi nilai inti dari ELIT.
● ELIT telah memposisikan diri sebagai pemimpin di bidang Teknologi Cloud,
menawarkan solusi end-to-end yang memungkinkan pelanggan untuk mendapatkan
semua layanan terkait Cloud dari satu sumber terpercaya. Kemampuan ini tidak
hanya memperkuat keefektifan dan efisiensi layanan yang kami tawarkan, tetapi
juga memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi pelanggan dalam mengelola
kebutuhan teknologi cloud mereka.
● Tim teknis yang tersertifikasi dan sumber daya manusia yang berpengalaman dan
kompeten
● Memiliki Sertifikasi ISO 9001:2015, ISO 27001:2013, PCI-DSS V3.2 dan OHSAS
18001:2007
● Terpilih menjadi Best Google Partner - Top Achiever for Public Sector 2021, ELIT
terpilih menjadi Best Google Partner - Top Achiever for Public Sector 2021 pada
tahun 2022 serta mendapatkan Penghargaan Public Sector of the Year - Asia Pasifik
2023 dari Google Cloud
● Memiliki Produk Elicovery sebagai jembatan untuk beralih ke teknologi Cloud
2. Weakness
● Keterbatasan Sumber Daya: Perusahaan mungkin menghadapi keterbatasan sumber
daya manusia, keuangan, atau infrastruktur, yang dapat membatasi
kemampuannya untuk mengembangkan produk baru atau bersaing dalam hal
harga.
3. Opportunity
● Pertumbuhan Pasar Global: Adanya permintaan yang terus meningkat untuk
teknologi informasi di pasar global menciptakan peluang ekspansi bagi perusahaan
untuk memasuki pasar baru di luar negeri.
● Inovasi Produk Baru: Peluang untuk mengembangkan produk baru yang mengikuti
tren terkini dalam teknologi informasi, seperti perangkat lunak AI atau perangkat
keras yang ramah lingkungan.
● Keamanan cyber: Dengan meningkatnya kompleksitas ancaman keamanan cyber,
banyak perusahaan membutuhkan bantuan profesional untuk mengidentifikasi,
mengevaluasi, dan memperbaiki kerentanan keamanan mereka sehingga
menciptakan peluang untuk menyediakan solusi Managed Detection & Response
(MDR) komprehensif yang memastikan deteksi tepat waktu, respon cepat, dan
mitigasi ancaman yang efektif.
● Sedikit kompetitor sepadan di lini layanan Disaster Recovery (Elicovery)
4. Threat
● Persaingan yang Sengit: Persaingan yang intens dengan perusahaan lain dalam
industri yang sama dapat mengancam pangsa pasar dan margin keuntungan
perusahaan.
● Perubahan Teknologi yang Cepat: Perubahan teknologi yang cepat dapat membuat
produk perusahaan menjadi usang atau tidak relevan dalam waktu singkat,
mengharuskan perusahaan untuk terus berinovasi agar tetap bersaing.
● Ancaman Keamanan Cyber: Ancaman keamanan cyber seperti serangan malware
atau peretasan data dapat mengancam reputasi perusahaan dan kepercayaan
konsumen terhadap produknya.
Halaman - 38
Page 51
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Data Sinergitama Jaya Tbk (“ELIT”)
BAB VII
ASPEK KELAYAKAN MODEL MANAJEMEN
7.1 Ketersediaan Tenaga Kerja
Sehubungan dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha berupa KBLI No. 62090 untuk
Aktivitas Teknologi Informasi dan Jasa Komputer lainnya, KBLI No. 6202 untuk Aktivitas
Konsultasi Komputer dan Manajemen Fasilitas Komputer, serta KBLI No.62015 untuk Aktifitas
Pemrograman Berbasis Kecerdasan Artifisial, ELIT memiliki sumber daya manusia dan
manajemen yang kompeten dan memadai.
Sumber Daya Manusia yang dimiliki untuk memenuhi kebutuhan operasional kegiatan usaha
baru saat ini terdapat beberapa direksi dan karyawan tetap yang mana memiliki kapasitas
ataupun pengalaman yang memadai. Berikut adalah beberapa cv dari tenaga kerja yang
dapat mendukung penambahan Kegiatan Usaha ELIT:
1.
Nama / Name : Fadliyansyah Ramadhan
Kewarganegaraan / Nationality : Indonesia
Usia / Age : 35 tahun
Riwayat Pendidikan / Education Background : S1 Kimia Institut Teknologi Bandung
Riwayat Karir / Career History : ● 2022 - Sekarang : Chief IT
Architect, PT Data Sinergitama
Jaya Tbk
● 2018 - 2022 : RnD Manager, PT
Data Sinergitama Jaya Tbk
● 2015 - 2018 : DevOps Engineer,
PT Data Sinergitama Jaya Tbk
● Oct 2014 - Oct 2015 :
Coordinator of Senior Developer,
PT LINKIT
● Nov 2013 - Jul 2014 : Backend
(Core) Developer, PT LINKIT for
Monitoring Tools Project, PT.
Telekomunikasi Selular.
● 2012 - 2014 : Coordinator of
Senior System Administrator, PT
LINKIT for BimaTRI (Self-Care)
Project, PT Hutchison 3
Indonesia (H3I).
● Jul 2012 - Nov 2012 : Senior
System Administrator, PT LINKIT
for AXISnet (Self-Care) Project,
PT AXIS Telekom Indonesia
● Aug 2011 - Jul 2012 : Network
Administrator at Department of
Chemistry Institut Teknologi
Bandung (ITB)
● Dec 2011 - Jul 2012 : System
Architect & System
Administrator for “Pangrango
Cluster” at Computational
Biochemistry Laboratory
Halaman - 39
Page 52
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Data Sinergitama Jaya Tbk (“ELIT”)
Department of Chemistry Institut
Teknologi Bandung (ITB)
● Aug 2011 - Jul 2012 : System
Administrator & Network
Administrator at Kantor
Manajemen Hak Kekayaan
Intelektual (KM HAKI) Institut
Teknologi Bandung (ITB)
● Aug 2011 – Jul 2012 : System
Administrator & Network
Administrator at Lembaga
Pengembangan Inovasi dan
Kewirausahaan (LPIK) Institut
Teknologi Bandung (ITB)
Rangkap Jabatan : Tidak ada
2.
Nama / Name : Seruni Dinanty
Kewarganegaraan / Nationality : Indonesia
Usia / Age : 38 tahun
Riwayat Pendidikan / Education Background : Economics, Martin Luther University,
Halle (Saale), Germany
Riwayat Karir / Career History : ● 2016 - sekarang: Product
Development Manager - PT. Data
Sinergitama Jaya
● 2014 - 2016: Sales Supervisor - PT.
Data Sinergitama Jaya
● 2012 - 2014: Executive Secretary -
PT. Inotechindo
Rangkap Jabatan : Tidak ada
7.2 Manajemen Risiko
Seperti halnya kegiatan usaha yang dilakukan oleh perusahaan lainnya, kegiatan usaha yang
Seperti halnya kegiatan usaha yang dilakukan oleh perusahaan lainnya, kegiatan usaha yang
dilakukan oleh ELIT melalui penambahan kegiatan usahanya bidang ini tidak terlepas dari
faktor risiko usaha yang disebabkan oleh berbagai faktor dan pada akhirnya dapat
mempengaruhi tingkat pertumbuhan dan kesehatan perusahaan, sebagai berikut:
Risiko Modal
Pada dasarnya hampir semua bidang bisnis memerlukan adanya modal penunjang bisnis,
bisnis ini dapat dikatakan sebagai bisnis yang membutuhkan modal yang cukup mengingat
hasil dari bisnis ini pun juga sangat menguntungkan. Sehingga risiko bisnis terkait modal ini
merupakan hal yang perlu diperhatikan dan dipertimbangkan karena modal yang dikeluarkan
bisa tidak membawa keuntungan sesuai yang diharapkan manajemen. Untuk memitigasi ini,
dapat dilakukan dengan pola pembayaran termin untuk setiap layanan yang akan
dilaksanakan.
Risiko Keuangan
Fluktuasi harga material, biaya tenaga kerja, atau perubahan kebijakan ekonomi bisa
berdampak pada biaya layanan. Keterlambatan pembayaran dari klien juga merupakan risiko
keuangan yang signifikan. Risiko keuangan ini, dapat dimitigasi dengan pola kontrak yang
jelas, yang didukung proses penagihan yang memadai terkait dengan pembayaran termin
untuk setiap layanan.
Halaman - 40
Page 53
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Data Sinergitama Jaya Tbk (“ELIT”)
Risiko Teknis
Kualitas hasil kerja yang buruk, perubahan desain sistem yang tidak terduga, atau
ketidaksesuaian spesifikasi teknis bisa menjadi resiko teknis yang mempengaruhi
keberhasilan layanan. Risiko ini dapat dimitigasi dengan pengalaman proses layanan ELIT di
masa lalu.
Risiko Waktu
Keterlambatan dalam jadwal pengembangan atau penciptaan sistem atau program bisa
mengakibatkan biaya tambahan dan dampak pada hubungan dengan klien. Untuk memitigasi
ini, dapat dilakukan dengan membuat perencanaan yang lebih matang.
7.3 Manajemen kekayaan intelektual (intellectual property)
Penambahan kegiatan usaha ELIT dalam teknologi informasi dan jasa konsultasinya serta
dalam aplikasi kecerdasan artifisial diperlukan manajemen kekayaan intelektual yang baik
untuk perlindungan hukum atas karya intelektual, produk, dan layanan, serta hak kepada
pemilik untuk menikmati keuntungan ekonomi dari pemilikan hak tersebut. Dalam hal ini,
ELIT dipercaya sudah baik dan mampu dalam hal manajemen kekayaan intelektual yang
dapat dilihat dari pendaftaran kekayaan intelektual produk ELIT sebelumnya seperti
Perangkat lunak yang dikembangkan Kelompok Usaha yang dicatat sebagai aset takberwujud
adalah “SIPANDU” dan “ELIVISION” yang telah didaftarkan kepada Menteri Hukum dan Hak
Asasi Manusia Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, sedangkan “ELIPEDIA” masih dalam
proses kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Direktorat Jenderal Kekayaan
Intelektual.
7.4 Kapasitas Dan Kemampuan Manajemen
Sumber Daya Manusia yang dimiliki untuk memenuhi kebutuhan operasional jasa teknologi
informasi ELIT dan jasa konsultasi nya serta pembuatan aplikasi kecerdasan artifisial saat ini
terdiri dari beberapa orang yang mana memiliki kapasitas ataupun pengalaman yang
memadai. Berikut adalah beberapa cv dari manajemen yang dapat mendukung penambahan
Kegiatan Usaha ELIT:
1.
Nama / Name : Ery Setyo Wibowo
Kewarganegaraan/Nationality : Indonesia
Usia / Age : 40 tahun
Riwayat Pendidikan / Education Background : S1 Sistem Informasi dari Universitas
Gunadarma Depok tahun 2004
Riwayat Karir / Career History : ● 2015 – 2016 : IT Manager di PT
Datacomm Diangraha
● 2009 – 2015 : IT Infrastructure Sub
Unit Manager di PT Berlian Sistem
Informasi
● 2007 – 2009 : Insinyur Sistem
Senior di PT Honda Trading
● Indonesia
Rangkap Jabatan : Tidak ada
Halaman - 41
Page 54
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Data Sinergitama Jaya Tbk (“ELIT”)
2.
Nama / Name : Indra Dwiputra
Kewarganegaraan / Nationality : Indonesia
Usia / Age : 38 tahun
Riwayat Pendidikan / Education : Sarjana Teknik Komputer dari Universitas
Background Bina Nusantara tahun 2007
Riwayat Karir / Career History : ● 2018 - 2022 : Sales Manager Perseroan
● 2012 - 2018 : Senior Account Manager
Perseroan
● 2010 - 2012 : Investor Relations, PT.
Reethau Investama
● 2009 - 2010 : Account Manager & Creative
and Production Head Indobiz Citra
Promosindo
● 2007 - 2009 : Sales Support & Motivational
Event Officer, Customer Acquisition Card
Business, PT Bank Danamon Indonesia,Tbk.
● 2006 - 2007 : Promotion Manager,
Tangankiri Production
Rangkap Jabatan : Tidak ada
7.5 Kesesuaian Struktur Organisasi Dan Manajemen
Berikut adalah struktur organisasi ELIT:
Figur 12. Bagan Struktur Organisasi ELIT
Sumber : Company Profile ELIT.
Struktur organisasi ELIT sudah cukup memadai bagi perusahaan untuk dapat menambah
kegiatan usaha nya.
Halaman - 42
Page 55
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Data Sinergitama Jaya Tbk (“ELIT”)
BAB VIII
ASPEK KELAYAKAN KEUANGAN
8.1 Rencana ELIT
ELIT adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan besar komputer dan
perlengkapan komputer, aktivitas konsultasi komputer dan manajemen fasilitas komputer
lainnya, aktivitas konsultasi manajemen lainnya dan aktivitas pengolahan data khususnya
dalam bidang usaha penyedia layanan (managed service) di bidang teknologi informasi,
khususnya teknologi pusat data terbaru.Saat ini ELIT berencana untuk menambah usaha nya
dengan KBLI No.62090 untuk jasa teknologi informasi dan jasa komputer, KBLI No. 6202
untuk aktivitas konsultasi komputer dan manajemen fasilitas komputer serta KBLI No. 62026
untuk aktivitas pemrograman berbasis kecerdasan artifisial. Untuk melakukan penambahan
Kegiatan Usahanya ini, ELIT memerlukan adanya tambahan investasi, agar usahanya dapat
berjalan sesuai dengan yang direncanakan.
8.2 Biaya Pendirian
Biaya investasi dalam proyeksi sebesar Rp 4.200.000.000 yang yang terdiri dari Kas sebesar
Rp 2.250.000.000 yang dimiliki oleh ELIT akan ini akan memastikan likuiditas yang memadai
untuk operasi dan ekspansi yang terukur, biaya perangkat keras dianggarkan sebesar Rp
1.500.000.000 akan digunakan ALAT untuk mendukung kebutuhan komputasi lanjutan dan
aplikasi kecerdasan artifisial, serta tenaga kerja sebesar Rp 450.000.000 untuk alokasi
investasi pada tenaga kerja yang akan digunakan untuk merekrut teknisi, pemrogram dan
konsultan yang terampil guna meningkatkan kapasitas penyampaian layanan dan inovasi.
8.3 Modal Kerja
Biaya pra operasional ELIT mencatatkan kebutuhan kas sebesar Rp 2.250.000.000 yang
sebagian akan dialokasikan untuk mencukupi kebutuhan perputaran modal kerja
(perputaran piutang usaha dan utang usaha)
8.4 Asumsi–Asumsi
Adapun asumsi-asumsi Penunjang yang digunakan dalam analisa ini adalah:
Figur 13. Asumsi ELIT
2024 2025 2026 2027 2028
Uraian
Des Des Des Des Des
Jumlah hari dalam setahun Hari 365 365 365 365 365
Jumlah bulan dalam setahun Bulan 12 12 12 12 12
Inflasi % 3,66% 3,66% 3,66% 3,66% 3,66%
Asumsi Existing
%
Pengadaan barang dan jasa 10% 10% 10% 10% 10%
Growth
Asumsi Penambahan unit usaha
%
Pendapatan unit usaha 10% 10% 10% 10%
Growth 3.000.000
% to
75% 75% 75% 75% 75%
Beban Pokok Pendapatan Existing sale
Halaman - 43
Page 56
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Data Sinergitama Jaya Tbk (“ELIT”)
2024 2025 2026 2027 2028
Uraian
Des Des Des Des Des
Beban Pokok Pendapatan % to
75% 75% 75% 75% 75%
Penambahan sale
Beban Operasional
%
Beban penjualan 2% 2% 2% 2% 2%
Growth
%
Beban umum dan administrasi 4% 4% 4% 4%
Growth 570.000
Piutang Usaha Hari
45 45 45 45 45
Utang usaha Hari
90 90 90 90 90
Business plan yang digunakan dalam studi kelayakan ini, merujuk kepada Business plan yang
disediakan oleh manajemen. Berikut adalah asumsi-asumsi utama yang digunakan dalam
penyusunan proyeksi keuangan ELIT:
● Asumsi pendapatan didasarkan pada pertumbuhan penjualan sesuai dengan business
plan perusahaan.
● Asumsi beban pokok pendapatan mempertimbangkan pada historikal laporan keuangan
perusahaan saat beroperasi secara normal yaitu sebesar 75%,
● Asumsi beban operasional yang terdiri dari beban penjualan adalah sebesar 2%
mempertimbangkan laporan keuangan historical perusahaan dan sebesar 4% untuk
beban umum dan administrasi dengan mempertimbangkan rata-rata inflasi dalam
setahun.
● Asumsi turnover piutang adalah sebesar 45 hari, turnover utang usaha sebesar 90 hari.
8.5 Biaya Operasional
Biaya operasional terdiri dari:
● Beban penjualan selama masa proyeksi 5 tahun rata-rata sebesar Rp7.103.457.000.
● Biaya Admin dan administrasi selama masa proyeksi 5 tahun rata-rata sebesar
Rp52.626.190. Beban admin dan administrasi ini adalah untuk biaya gaji dan upah.
● Beban Penyusutan selama masa proyeksi 5 tahun rata-rata sebesar Rp16.808.651.
8.6 Proyeksi Laporan Keuangan
Proyeksi Laporan dilampirkan pada halaman lampiran.
8.7 Kebutuhan Investasi
Untuk menambah Kegiatan Usaha, ELIT berencana untuk menambah kegiatan usahanya
sebagai jasa pembuatan teknologi informasi serta konsultasinya serta aplikasi kecerdasan
artifisial, hal ini membuat ELIT membutuhkan beberapa kebutuhan yang akan diperlukan
sebagai keperluan operasional usahanya. Berikut merupakan list penambahan yang akan
dilakukan oleh ELIT:
Figur 14. Rincian Investasi
No KETERANGAN Price Total
1 Kas 2.250.000.000
2 Perangkat keras atau hardware 1.500.000.000 1.500.000.000
3 Tenaga Kerja 450.000.000 450.000.000
4.200.000.000
Sumber : Manajemen
Halaman - 44
Page 57
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Data Sinergitama Jaya Tbk (“ELIT”)
Kas yang dimiliki oleh ELIT akan ini akan memastikan likuiditas yang memadai untuk operasi
dan ekspansi yang terukur. Untuk investasi perangkat keras, akan digunakan ELIT untuk
mendukung kebutuhan komputasi lanjutan dan aplikasi kecerdasan artifisial. Sedangkan
alokasi investasi pada tenaga kerja akan digunakan untuk merekrut teknisi, pemrogram dan
konsultan yang terampil guna meningkatkan kapasitas penyampaian layanan dan inovasi.
8.8 Sumber Pembiayaan
Sumber dana dari kebutuhan investasi ini berasal dari kas ELIT, sehingga memungkinkan ELIT
untuk menambah investasi ini.
Dalam rangka penambahan kegiatan usaha, investasi yang diperlukan berasal dari kas ELIT,
dimana kas ELIT per 31 Desember 2023 tercatat sebesar Rp 21.561.986.730 sedangkan
investasi untuk penambahan kegiatan usaha yang diperlukan sebesar Rp 4.200.000.000
sehingga investasi dapat dipenuhi dari kas yang ada.
8.9 Pendapatan
Pendapatan ELIT sebelum adanya penambahan usaha diperoleh dari perdagangan besar
komputer dan perlengkapan komputer, aktivitas konsultasi komputer dan manajemen
fasilitas komputer lainnya, aktivitas konsultasi manajemen lainnya dan aktivitas pengolahan
data khususnya dalam bidang usaha penyedia layanan (managed service) di bidang teknologi
informasi, khususnya teknologi pusat data terbaru, data center. Saat ini, ELIT melakukan
penambahan kegiatan usaha pada jasa teknologi informasi serta konsultasinya dan
pembuatan aplikasi kecerdasan artifisial. Maka pendapatan ELIT terjadi penambahan dengan
adanya penambahan kegiatan usaha ini.
Figur 15. Asumsi Pendapatan (tanpa adanya penambahan usaha) (Rp,000)
2023 2024 2025 2026 2027 2028
Keterangan
Des Des Des Des Des Des
Penjualan 319.583.192 351.541.511 386.695.662 425.365.228 467.901.751 514.691.926
Figur 16. Asumsi Pendapatan (dengan adanya penambahan usaha) (Rp,000)
Keterangan 2023 2024 2025 2026 2027 2028
Des Des Des Des Des Des
319.583.192 514.691.926
Penjualan existing 351.541.511 386.695.662 425.365.228 467.901.751
Pendapatan unit
3.000.000 3.300.000 3.630.000 4.392.300
usaha - 3.993.000
319.583.192 519.084.226
Jumlah 354.541.511 389.995.662 428.995.228 471.894.751
Pendapatan unit usaha setelah rencana penambahan kegiatan usaha berasal dari fee atas jasa
pembuatan aplikasi teknologi informasi serta jasa konsultasi nya dan pembuatan aplikasi
kecerdasan artifisial.
Halaman - 45
Page 58
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Data Sinergitama Jaya Tbk (“ELIT”)
8.10 Beban Penjualan
Beban penjualan, berikut rincian selama periode proyeksi :
Figur 17. Asumsi Beban Penjualan (tanpa dengan adanya penambahan usaha) (Rp,000)
2023 2024 2025 2026 2027 2028
Keterangan
Des Des Des Des Des Des
Beban pokok
pendapatan
238.911.06 262.802.17 317.990.62 349.789.68 384.768.65
COGS 4 0 289.082.387 6 8 7
Figur 18. Asumsi Beban Penjualan (dengan adanya penambahan usaha) (Rp,000)
Keterangan 2023 2024 2025 2026 2027 2028
Des Des Des Des Des Des
COGS existing 238.911.064 262.802.170 289.082.387 317.990.626 349.789.688 384.768.657
COGS penambahan - 2.242.712 2.466.984 2.713.682 2.985.050 3.283.555
Jumlah 238.911.064 265.044.882 291.549.371 320.704.308 352.774.738 388.052.212
Asumsi beban pokok pendapatan dengan rencana pembentukan kegiatan unit usaha ELIT
yang baru sebagai jasa teknologi informasi dan konsultasinya serta jasa pembuatan aplikasi
kecerdasan artifisial, terdapat COGS ELIT sebagai jasa pembuatan aplikasi berbasis teknologi
informasi dan aplikasi kecerdasan artifisial.
8.11 Beban Operasional
Beban operasi terdiri dari beban penjualan, beban umum dan administrasi, Opex Unit Usaha,
beban bunga dan beban penyusutan & amortisasi. Berikut rincian beban operasional.
Figur 19. Asumsi Beban Operasional (tanpa adanya penambahan usaha) (Rp,000)
Keterangan 2023 2024 2025 2026 2027 2028
Des Des Des Des Des Des
Beban
5.288.765 5.817.641 6.399.406 7.039.346 7.743.281 8.517.609
penjualan
Beban umum
dan 47.189.178 48.915.015 50.703.970 52.558.353 54.480.555 56.473.058
administrasi
Beban bunga 2.191.423 274.706 - - - -
Penyusutan &
12.238.480 19.550.782 19.941.797 16.991.933 12.644.872 12.204.811
amortisasi
Jumlah 66.907.846 74.558.144 77.045.173 76.589.632 74.868.708 77.195.478
Figur 20. Asumsi Beban Operasional (adanya penambahan usaha) (Rp,000)
Keterangan 2023 2024 2025 2026 2027 2028
Des Des Des Des Des Des
Beban
5.288.765 5.817.641 6.399.406 7.039.346 7.743.281 8.517.609
penjualan
Beban umum
dan 47.189.178 48.915.015 50.703.970 52.558.353 54.480.555 56.473.058
administrasi
Opex unit
400.000 414.629 429.793 445.512 461.806
usaha
Beban bunga 2.191.423 274.706 - - - -
Penyusutan &
12.238.480 19.940.782 20.331.797 17.381.933 13.477.252 12.911.492
amortisasi
Jumlah 66.907.846 75.348.144 77.849.802 77.409.425 76.146.600 78.363.963
Asumsi beban operasional dengan rencana pembentukan kegiatan unit usaha ELIT yang baru
terdapat penambahan terdiri dari beban penjualan, beban umum dan administrasi, Opex
Unit Usaha, beban bunga dan beban penyusutan & amortisasi.
Halaman - 46
Page 59
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Data Sinergitama Jaya Tbk (“ELIT”)
8.12 Cut Off Date Dalam Analisa
Dalam melakukan Analisa Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha ini, kami
menggunakan cut off date 31 Desember 2023 dimana batas tersebut diambil atas dasar
pertimbangan kepentingan dan tujuan dilaksanakan studi kelayakan penambahan Kegiatan
Usaha.
8.13 Penetapan Tingkat Diskonto
Penentuan Biaya Modal untuk Ekuitas
Tingkat diskonto untuk ekuitas diperoleh dengan mengaplikasikan model Capital Asset
Pricing Model (CAPM). Model ini menyatakan bahwa biaya ekuitas adalah bunga bebas risiko
ditambah premium untuk menutup risiko sistematis dari sekuritas saham. Dengan formula
sebagai berikut:
Ke = Rf + ß (Rm-Rf)
Ke = Rf + ß Rp
Dimana:
Rf = tingkat kembalian untuk investasi bebas risiko
ß = risiko sistematis
Rm = tingkat kembalian yang diharapkan oleh pasar ekuitas
Rp = selisih antara Rm dengan Rf
Rf (Risk free rate), adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang dianggap
tidak memiliki kemungkinan gagal bayar. Untuk kasus Indonesia, instrumen bebas risiko yang
dapat dipilih adalah tingkat bunga obligasi Pemerintah untuk jangka panjang.
Terkait dengan tanggal penilaian yang jatuh pada tanggal 31 Desember 2023, maka
instrumen bebas risiko yang dipilih didasarkan pada obligasi Pemerintah dengan bunga tetap
yang dikeluarkan oleh Pemerintah, yaitu Surat Utang Negara (SUN) dengan tenor 30
tahun, yield tertimbang sebesar 6,89%, dan angka tersebut akan digunakan sebagai tingkat
kembalian bebas risiko (Rf) dimana penentuan tingkat suku bunga bebas risiko telah sesuai
dengan ketentuan yang menyatakan “penentuan tingkat suku bunga bebas risiko wajib
berdasarkan Surat Utang Negara yang akan memiliki masa jatuh tempo paling singkat 10
(sepuluh) tahun”.
Rp (Equity Risk Premium - ERP), adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas risiko
dengan tingkat kembalian investasi dalam bentuk penyertaan. Penentuan equity market risk
premium memasukkan premi untuk risiko spesifik negara (country-specific risk premiums)
seperti volatilitas harga saham untuk menghasilkan base equity market risk premium.
Dengan mengikutkan risiko-risiko ini, dihasilkan tingkat diskonto yang mengakomodasi
perubahan-perubahan sentimen jangka pendek di sekuritas pada pasar negara berkembang
(emerging market).
Premi risiko pasar (Rm-Rf) ditentukan dengan menggunakan rujukan dari hasil damodaran
per tanggal 1 Juli 2023 dengan risk premium untuk pasar negara berkembang seperti
Indonesia adalah sekitar 7,89%. Dengan Country Default Spread sebesar 2,04%.
ß (Beta) Beta merupakan pengukur tingkat kepekaan pengembalian saham terhadap
pengembalian pasar saham secara keseluruhan (seperti index yang dikeluarkan oleh S&P 500
atau IHSG). Untuk ELIT kami menggunakan Beta dari industri pada sektor yang sama yang
terdapat di Bursa Efek Indonesia. (data beta akan termuat pada figure table dibawah).
Dalam perhitungan digunakan beta dari perusahaan-perusahaan tersebut sebagai beta untuk
menghitung cost of equity ELIT, dimana beta tersebut dihitung dari rata-rata unlevered
beta. Cara ini dilakukan untuk menetralisir pengaruh leverage yang ada di masing-masing
perusahaan terhadap beta. Perusahaan yang sama dengan leverage yang berbeda akan
Halaman - 47
Page 60
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Data Sinergitama Jaya Tbk (“ELIT”)
memiliki cost of equity yang berbeda pula, oleh karena itu pengaruh leverage yang ada di
setiap perusahaan perlu dinetralisir dengan cara menghitung unlevered beta.
Unlevered beta dihitung dengan formula sebagai berikut:
βL
βu =
dimana: 1 + (1-T) x DER
T = Tarif Pajak Penghasilan Badan
DER = Debt to equity ratio
βL = Beta levered. yaitu ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang diukur
secara obyektif dari responsivitas pengembalian perusahaan terhadap
pergerakan pengembalian portofolio pasar apabila dibandingkan dengan
portofolio pasar dengan pengaruh hutang
βu = Beta unlevered. yaitu ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang diukur
secara obyektif dari responsivitas pengembalian perusahaan terhadap
pergerakan pengembalian portofolio pasar apabila dibandingkan dengan
portofolio pasar tanpa pengaruh hutang
Unlevered beta rata-rata perusahaan pembanding yang diperoleh dari perhitungan ini
kemudian di-relevered dengan tingkat leverage yang berlaku di pasar untuk memperoleh
beta yang sesuai untuk mendiskonto tersebut dengan formula sebagai berikut:
Figur 21. Beta
Data Pembanding Ticker Beta Unleverage
PT ITSEC Asia Tbk IDX:CYBR 0,33294
Jasmine Technology Solution SET:JTS 0,80730
Public Company Limited
International Research SET:IRCP 0,63527
Corporation Public Company
Limited
International Network System SET:ITNS 0,40594
Public Company Limited
Information and SET:ICN 0,72061
Communication Networks Public
Company Limited
I2 Enterprise Public Company SET:I2 0,22638
Limited
G-Able Public Company Limited SET:GABLE 0,41545
Beryl 8 Plus Public Company SET:BE8 0,61151
Limited
ELCOM Technology HOSE:ELC 0,90740
Communications Corporation
FPT Corporation HOSE:FPT 0,71006
Average 0,57728
Sumber : S & P, 2023
Dari figure di atas, tampak bahwa rata-rata dari unlevered beta dari perusahaan yang
digunakan sebagai dasar perhitungan adalah sebesar 0,57728 atau 0,58.
Unlevered beta rata-rata perusahaan pembanding yang diperoleh dari perhitungan ini
kemudian di-relevered dengan tingkat leverage yang berlaku di pasar yaitu sebesar 0,089
untuk memperoleh beta yang sesuai untuk mendiskonto AKB tersebut dengan formula
sebagai berikut:
βL = βu x (1 + (1-T) x DER)
βL = 0,58 x (1 + (1-22,00%) x 9,00%)
βL = 0,62
Halaman - 48
Page 61
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Data Sinergitama Jaya Tbk (“ELIT”)
Dengan demikian nilai dari beta re-levered adalah sebesar 0,62. Berdasarkan uraian di atas,
maka biaya modal ekuitas adalah:
Figur 22. Cost of Equity
KETERANGAN PROSENTASE
Tingkat Bunga Bebas Risiko (Risk Free Rate) 6,89%
Risk Premium Market 7,89%
Beta 0,62
CDS (Country Default Spread) 2,04%
Biaya Modal untuk Ekuitas (Cost Of Equity) 9,72%
Sesuai dengan AKB yang digunakan, yaitu arus kas bersih untuk perusahaan (free cash flow
to firm), maka tingkat diskonto yang digunakan adalah tingkat diskonto yang merupakan
rata-rata tertimbang biaya modal, baik yang berasal dari kreditor (pinjaman) maupun yang
berasal dari (investor) penyertaan.
Dalam penilaian ini, untuk biaya bunga hutang digunakan tingkat bunga pinjaman rata-rata
dalam mata uang Rupiah berdasarkan suku bunga pinjaman investasi dari Bank Persero
berdasarkan data yang dipublikasikan Bank Indonesia per Desember 2023, yaitu 9,41%.
Berdasarkan biaya bunga tersebut maka diperoleh biaya utang bersih setelah pajak adalah
sebesar 7,34% (dengan tarif pajak 22,00%) dengan perhitungan sebagai berikut:
Wd = i x ((1-T))
Wd = 9,41% x (1-22,00%) = 7,34%
Komposisi pendanaan dihitung berdasarkan DER market sebesar 9,00%. Berikut adalah
perhitungan WACC.
Figur 23. Perhitungan WACC
Keterangan Biaya Modal Komposisi Tertimbang
COST OF DEBT (Kd = I X (1-T)) 8,00% 8,25% 0,66%
COST OF EQUITY (Ke = Rf + (Rpm) * Beta 9,72% 91,75% 8,92%
Weighted Average Cost of capital 9,58%
(WACC)
Berdasarkan perhitungan diatas, maka tingkat diskonto yang digunakan dalam penilaian
adalah 9,58% menurut kami merupakan tingkat diskonto yang wajar.
8.14 Analisis Kelayakan Proyek
Analisis kelayakan proyek, dilakukan dengan membandingkan antara pengorbanan ekonomis
yang dilakukan ELIT dalam kaitannya penambahan kegiatan usaha berupa jasa pembuatan
aplikasi berbasis teknologi informasi dan jasa konsultasinya serta aplikasi berbasis
kecerdasan artifisial dengan nilai Investasi sebesar Rp 4.200.000.000 (Empat Miliar Dua Ratus
Juta Rupiah).
Kelayakan dari Penambahan Kegiatan Usaha ini dihitung dari manfaat ekonomis yang
diantisipasi di masa mendatang dari Penambahan Kegiatan Usaha yang dihitung dari selisih
dari Free Cash Flow To Firm ELIT sebelum penambahan, dengan Free Cash Flow To Firm
setelah penambahan. Yang selanjutnya di bandingkan dengan Initial investment.
Halaman - 49
Page 62
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Data Sinergitama Jaya Tbk (“ELIT”)
Berdasarkan analisis kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha dengan mempertimbangkan
asumsi-asumsi yang telah dilakukan diperoleh hasil perhitungan sebagai berikut:
▪ Net Present Value (NPV) : Rp 210.147.000
▪ Internal Rate of Return (IRR) : 16,61% (lebih tinggi dari tingkat diskonto 9,58%)
▪ Profitability Index (PI) : 1,21
▪ Payback Period (PP) : 3 Tahun 9 Bulan
Net Present Value (NPV) adalah perbedaan antara nilai sekarang dari arus kas yang masuk
dan nilai sekarang dari arus kas keluar pada sebuah waktu periode. NPV biasanya digunakan
untuk alokasi modal untuk menganalisa keuntungan dalam sebuah proyek yang akan
dilaksanakan. NPV positif menandakan bahwa proyeksi pendapatan yang dihasilkan oleh
sebuah proyek atau investasi melebihi dari proyek biaya yang dikeluarkan.
Berdasarkan perhitungan dan analisa yang dilakukan menunjukkan bahwa NPV sebesar
Rp210.147.000. Nilai NPV yang dihasilkan >0 yang mana menunjukkan bahwa proyek tersebut
layak untuk direalisasikan.
Internal Rate Of Return (IRR) adalah tingkat suatu investasi di mana pada saat itu NPV adalah
nol. Suatu investasi dapat dikatakan layak dan menguntungkan untuk dijalankan apabila nilai
IRR lebih besar dari Cost of Capital yang ditentukan.
Analisa IRR pada studi kelayakan penambahan kegiatan usaha ini menunjukkan bahwa nilai
perhitungan adalah 16,61%. Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa IRR yang diperoleh lebih
besar dibandingkan dengan tingkat diskonto (discount rate) yang ditetapkan, yaitu sebesar
9,58% sehingga proyek tersebut Layak untuk direalisasikan.
Profitability Index (PI) adalah metode penghitungan kelayakan proyek dengan
membandingkan antara jumlah present value nilai arus kas dengan nilai investasi dari
proyek.
Berdasarkan perhitungan dan analisa yang dilakukan menunjukkan bahwa PI > 1 yang mana
investasi dapat diterima.
Payback Period (PP) merupakan penentuan jangka waktu yang dibutuhkan untuk menutup
initial investment dari suatu proyek dengan menggunakan cash flow yang dihasilkan dari
proyek tersebut.
Berdasarkan perhitungan dan analisa yang diperoleh, perusahaan akan mampu
mengembalikan seluruh investasi sesudah berjalan selama 3 tahun 9 bulan.
8.15 Analisis Break even dengan Penambahan Usaha
Untuk mengetahui sebuah titik dimana biaya atau pengeluaran dan pendapatan adalah
seimbang sehingga tidak ada kerugian atau keuntungan, maka dilakukan analisis break even.
Berikut break even dengan adanya penambahan usaha:
Figur 24. Analisis Break event (Rp,000)
Keterangan 2024 2025 2026 2027 2028
Jan-Des Jan – Des Jan - Des Jan - Des Jan - Des
Penjualan 354.541.511 389.995.662 428.995.228 471.894.751 519.084.226
Beban pokok 265.044.882 291.549.371 320.704.308 352.774.738 388.052.212
Beban operasional 55.132.656 57.518.005 60.027.492 62.669.348 65.452.472
BEP 218.408.398 227.857.973 237.799.324 248.265.053 259.290.418
Halaman - 50
Page 63
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Data Sinergitama Jaya Tbk (“ELIT”)
8.16 Analisis Profitabilitas & ROI dengan Penambahan Usaha
Untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba, berikut Profitability
yang dihasilkan:
Figur 25. Analisis Profitabilitas
2023 2024 2025 2026 2027 2028
Keterangan
Jan-Des Jan - Des Jan - Des Jan - Des Jan - Des Jan - Des
Net Profit Margin 5,35% 3,11% 4,12% 5,61% 7,10% 7,91%
Gross Profit Margin 22,95% 23,14% 23,29% 23,73% 24,17% 24,31%
Operating Profit
22,95% 23,14% 23,29% 23,73% 24,17% 24,31%
Margin
Return On Asset, ROA 7,51% 4,52% 6,02% 8,08% 9,88% 10,56%
Return On Equity,
14,26% 8,43% 10,93% 14,08% 16,38% 16,72%
ROE
8.17 Analisis Sensitivitas Inkremental Sebelum dan Setelah Penambahan Usaha
Untuk menguji kepekaan suatu proyek terhadap berbagai faktor ekonomi, maka berikut ini
disajikan analisa sensitivitas terhadap rencana yang akan dilakukan oleh ELIT (dalam ribuan
rupiah):
Figur 26. Analisis Sensitivitas Pendapatan dan Biaya ((Rp,000)
Perubahan
0% -10% -5% 5% 10%
Pendapatan
Net Present Value
210.147 (610.722) (200.287) 620.581 1.031.016
(NPV)
Internal Rate Of
16,61% -8,02% 3,37% 32,01% 50,10%
Return (IRR)
Profitability Index
1,21 0,52 0,86 1,56 1,90
(PI)
Perubahan Biaya 0% -10% -5% 5% 10%
Net Present Value
210.147 921.621 565.884 (145.590) (501.327)
(NPV)
Internal Rate Of
16,61% 45,14% 29,86% 5,03% -5,09%
Return (IRR)
Profitability Index
1,21 1,81 1,51 0,91 0,61
(PI)
Perubahan Pendapatan
Dari keterangan diatas apabila pendapatan dari pembentukan unit usaha berkurang 10%
diperoleh NPV sebesar minus Rp610.722.000, apabila pendapatan berkurang 5% diperoleh
NPV sebesar minus Rp 200.287.000 apabila pendapatan bertambah 5% diperoleh NPV sebesar
Rp620.581.000. apabila pendapatan bertambah 10%, diperoleh NPV sebesar
Rp1.031.016.000.
Selanjutnya pada parameter kedua, yaitu IRR, apabila pendapatan dari pembentukan unit
usaha berkurang 10% diperoleh IRR sebesar minus 8,02%, apabila pendapatan berkurang 5%
diperoleh IRR sebesar 3,37%. apabila pendapatan bertambah 5% diperoleh IRR sebesar
32,01%. apabila pendapatan bertambah 10%, diperoleh IRR sebesar 50,10%.
Selanjutnya pada parameter ketiga, yaitu Profitability Index, apabila pendapatan dari
pembentukan unit usaha berkurang 10% diperoleh PI sebesar 0,52, apabila pendapatan
berkurang 5% diperoleh PI sebesar 0,86. apabila pendapatan bertambah 5% diperoleh PI
sebesar 1,56. apabila pendapatan bertambah 10%, diperoleh PI sebesar 1,90.
Halaman - 51
Page 64
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Data Sinergitama Jaya Tbk (“ELIT”)
Dari analisis sensitivitas pembentukan unit usaha yang dilakukan, terlihat bahwa unit usaha
yang bergerak dalam bidang teknologi informasi dan jasa konsultasinya serta aplikasi
kecerdasan artifisial oleh ELIT relatif sensitif terhadap perubahan pendapatan.
Perubahan Biaya
Dari keterangan diatas apabila biaya dari pembentukan unit usaha berkurang 10% diperoleh
NPV sebesar Rp 921.621.000, apabila biaya berkurang 5% diperoleh NPV sebesar
Rp565.884.000. apabila biaya bertambah 5% diperoleh NPV sebesar minus Rp145.590.000.
apabila biaya bertambah 10%, diperoleh NPV sebesar minus Rp501.327.000.
Selanjutnya pada parameter kedua, yaitu IRR, apabila biaya dari pembentukan unit usaha
berkurang 10% diperoleh IRR sebesar 45,14%, apabila biaya berkurang 5% diperoleh IRR
sebesar 29,86%. apabila biaya bertambah 5% diperoleh IRR sebesar 5,03%. apabila biaya
bertambah 10%, diperoleh IRR sebesar minus 5,09%.
Selanjutnya pada parameter ketiga, yaitu Profitability Index, apabila biaya dari
pembentukan unit usaha berkurang 10% diperoleh PI sebesar 1,81, apabila biaya berkurang
5% diperoleh PI sebesar 1,51. apabila biaya bertambah 5% diperoleh PI sebesar 0,91. apabila
biaya bertambah 10%, diperoleh PI sebesar 0,61.
Dari analisis sensitivitas pembentukan unit usaha yang dilakukan, terlihat bahwa unit usaha
yang bergerak dalam bidang teknologi informasi dan jasa konsultasinya serta aplikasi
kecerdasan artifisial oleh ELIT relatif sensitif terhadap perubahan biaya
8.18 Kesimpulan
Berdasarkan kajian, evaluasi dan analisa keuangan serta proyeksi-proyeksi lainnya dengan
syarat asumsi-asumsi yang telah ditetapkan dapat terpenuhi, maka dapat disimpulkan bahwa
Rencana Penambahan Kegiatan Usaha berupa penambahan bidang usaha sesuai dengan KBLI
No. 62090, 6202, dan 62015 untuk aktivitas teknologi informasi dan jasa komputer lainnya,
aktivitas konsultasi komputer dan manajemen fasilitas komputer, dan aktivitas
pemrograman berbasis kecerdasan artifisial. dengan mempertimbangkan aspek pasar, aspek
teknis, aspek pola bisnis, aspek model manajemen, serta aspek keuangan, sehingga dapat
disimpulkan rencana ini layak.
Halaman - 52
Page 65
Page 66
Rencana Investasi 2024
Kas 2.250.000.000 Investasi ini akan memastikan likuiditas yang memadai untuk operasi dan ekspansi yang terukur
Hardware 1.500.000.000 Investasi pada perangkat keras untuk mendukung kebutuhan komputasi lanjutan dan aplikasi AI
Man Power 450.000.000 Alokasi untuk merekrut teknisi, pemrogram, dan konsultan yang terampil guna meningkatkan kapasitas penyampaian layanan dan inovasi
Total 4.200.000.000
Page 67
Tanpa Penambahan Usaha
PT. DATA SINERGITAMA JAYA (ELITERY)
Asumsi Tanpa Penambahan Usaha
URAIAN 2024 2025 2026 2027 2028
Des Des Des Des Des
Jumlah hari dalam setahun Hari 365 365 365 365 365
Jumlah bulan dalam setahun Bulan 12 12 12 12 12
Inflasi % 3,66% 3,66% 3,66% 3,66% 3,66%
Asumsi Existing
Penjualan % Growth 10% 10% 10% 10% 10%
Beban Pokok Pendapatan % to sale 75% 75% 75% 75% 75%
Beban Operasional
Beban penjualan % Growth 2% 2% 2% 2% 2%
Beban umum dan administrasi % Growth 4% 4% 4% 4% 4%
Piutang Usaha Hari 45 45 45 45 45
Hutang usaha Hari 90 90 90 90 90
Page 68
Dengan Penambahan Usaha
PT. DATA SINERGITAMA JAYA (ELITERY)
Asumsi Dengan Penambahan Usaha
URAIAN 2024 2025 2026 2027 2028
Des Des Des Des Des
Jumlah hari dalam setahun Hari 365 365 365 365 365
Jumlah bulan dalam setahun Bulan 12 12 12 12 12
Inflasi % 3,66% 3,66% 3,66% 3,66% 3,66%
Asumsi Existing
Pengadaan barang dan jasa % Growth 10% 10% 10% 10% 10%
Asumsi Penambahan anak usaha
Pendapatan unit usaha % Growth 3.000.000 10% 10% 10% 10%
Beban Pokok Pendapatan Existing % to sale 75% 75% 75% 75% 75%
Beban Pokok Pendapatan Penambahan % to sale 75% 75% 75% 75% 75%
Beban Operasional
Beban penjualan % Growth 2% 2% 2% 2% 2%
Beban umum dan administrasi % Growth 570.000 4% 4% 4% 4%
Piutang Usaha Hari 45 45 45 45 45
Hutang usaha Hari 90 90 90 90 90
Page 69
Tanpa Penambahan Usaha
PT. DATA SINERGITAMA JAYA (ELITERY)
Penjualan Tanpa Penambahan Usaha
(Rp 000)
Keterangan 2023 2024 2025 2026 2027 2028
Des Des Des Des Des Des
Penjualan 319.583.192 351.541.511 386.695.662 425.365.228 467.901.751 514.691.926
Jumlah 319.583.192 351.541.511 386.695.662 425.365.228 467.901.751 514.691.926
Saldo awal 23.160.169 48.326.694 43.340.734 47.674.808 52.442.288 57.686.517
Saldo akhir (48.326.694) (43.340.734) (47.674.808) (52.442.288) (57.686.517) (63.455.169)
Penerimaan piutang usaha 294.416.667 356.527.471 382.361.589 420.597.748 462.657.522 508.923.275
PT. DATA SINERGITAMA JAYA (ELITERY)
HPP Tanpa Penambahan Usaha
(Rp 000)
Keterangan 2023 2024 2025 2026 2027 2028
Des Des Des Des Des Des
Beban pokok pendapatan
COGS 238.911.064 262.802.170 289.082.387 317.990.626 349.789.688 384.768.657
Jumlah 238.911.064 262.802.170 289.082.387 317.990.626 349.789.688 384.768.657
PT. DATA SINERGITAMA JAYA (ELITERY)
Proyeksi Beban operasional Tanpa Penamabahan Usaha
(Rp 000)
Keterangan 2023 2024 2025 2026 2027 2028
Des Des Des Des Des Des
Beban operasional
Beban penjualan 5.288.765 5.817.641 6.399.406 7.039.346 7.743.281 8.517.609
Beban umum dan administrasi 47.189.178 48.915.015 50.703.970 52.558.353 54.480.555 56.473.058
Beban bunga 2.191.423 274.706 - - - -
Penyusutan & amortisasi 12.238.480 19.550.782 19.941.797 16.991.933 12.644.872 12.204.811
Jumlah 66.907.846 74.558.144 77.045.173 76.589.632 74.868.708 77.195.478
PT. DATA SINERGITAMA JAYA (ELITERY)
Proyeksi Bunga pinjaman Tanpa Penamabahan Usaha
(Rp 000)
Keterangan 2023 2024 2025 2026 2027 2028
Des Des Des Des Des Des
2.191.423 274.706 - - - -
Beban bunga pinjaman 2.191.423 274.706 - - - -
Saldo awal - 5.838.591 - - - -
Pinjaman bank 5.838.591
Angsuran pokok (5.838.591) - - - -
Saldo akhir hutang usaha 5.838.591 - - - - -
Posisi kas 61.852.615 98.028.434 139.399.042 186.671.174 241.595.475
PT. DATA SINERGITAMA JAYA (ELITERY)
Proyeksi Hutang usaha Tanpa Penamabahan Usaha
(Rp 000)
Keterangan 2023 2024 2025 2026 2027 2028
Des Des Des Des Des Des
Hutang usaha
Saldo awal 2.043.679 54.269.390 64.800.535 71.280.589 78.408.647 86.249.512
Pembelian 238.911.064 262.802.170 289.082.387 317.990.626 349.789.688 384.768.657
Saldo akhir (54.269.390) (64.800.535) (71.280.589) (78.408.647) (86.249.512) (94.874.463)
Pembayaran hutang usaha 186.685.352 252.271.025 282.602.333 310.862.567 341.948.823 376.143.706
Page 70
Dengan Penambahan Usaha
PT. DATA SINERGITAMA JAYA (ELITERY)
Penjualan Dengan Penambahan Usaha
(Rp 000)
Keterangan 2023 2024 2025 2026 2027 2028
Des Des Des Des Des Des
Penjualan existing 319.583.192 351.541.511 386.695.662 425.365.228 467.901.751 514.691.926
Pendapatan anak usaha - 3.000.000 3.300.000 3.630.000 3.993.000 4.392.300
Jumlah 319.583.192 354.541.511 389.995.662 428.995.228 471.894.751 519.084.226
Piutang usaha
Saldo awal 23.160.169 48.326.694 43.710.597 48.081.657 52.889.823 58.178.805
Saldo akhir (48.326.694) (43.710.597) (48.081.657) (52.889.823) (58.178.805) (63.996.685)
Penerimaan piutang usaha 294.416.667 359.157.608 385.624.602 424.187.063 466.605.769 513.266.346
PT. DATA SINERGITAMA JAYA (ELITERY)
HPP Dengan Penambahan Usaha
(Rp 000)
Keterangan 2023 2024 2025 2026 2027 2028
Des Des Des Des Des Des
Beban pokok pendapatan
COGS existing 238.911.064 262.802.170 289.082.387 317.990.626 349.789.688 384.768.657
COGS penambahan - 2.242.712 2.466.984 2.713.682 2.985.050 3.283.555
Jumlah 238.911.064 265.044.882 291.549.371 320.704.308 352.774.738 388.052.212
PT. DATA SINERGITAMA JAYA (ELITERY)
Proyeksi Beban operasional Dengan Penambahan Usaha
(Rp 000)
Keterangan 2023 2024 2025 2026 2027 2028
Des Des Des Des Des Des
Beban operasional
Beban penjualan 5.288.765 5.817.641 6.399.406 7.039.346 7.743.281 8.517.609
Beban umum dan administrasi 47.189.178 48.915.015 50.703.970 52.558.353 54.480.555 56.473.058
Opex anak usaha 400.000 414.629 429.793 445.512 461.806
Beban bunga 2.191.423 274.706 - - - -
Penyusutan & amortisasi 12.238.480 19.940.782 20.331.797 17.381.933 13.477.252 12.911.492
Jumlah 66.907.846 75.348.144 77.849.802 77.409.425 76.146.600 78.363.963
PT. DATA SINERGITAMA JAYA (ELITERY)
Proyeksi Bunga pinjaman Dengan Penamabahan Usaha
(Rp 000)
Keterangan 2023 2024 2025 2026 2027 2028
Des Des Des Des Des Des
2.191.423 274.706 - - - -
Beban bunga pinjaman 2.191.423 274.706 - - - -
Saldo awal - 5.838.591 - - - -
Pinjaman bank 5.838.591 - - - - -
Angsuran pokok - (5.838.591) - - - -
Saldo akhir hutang usaha 5.838.591 - - - - -
PT. DATA SINERGITAMA JAYA (ELITERY)
Proyeksi Hutang usaha Dengan Penambahan Usaha
(Rp 000)
Keterangan 2023 2024 2025 2026 2027 2028
Des Des Des Des Des Des
Hutang usaha
Saldo awal 2.043.679 54.269.390 65.353.533 71.888.886 79.077.774 86.985.552
Pembelian 238.911.064 265.044.882 291.549.371 320.704.308 352.774.738 388.052.212
Saldo akhir (54.269.390) (65.353.533) (71.888.886) (79.077.774) (86.985.552) (95.684.107)
Pembayaran hutang usaha 186.685.352 253.960.740 285.014.017 313.515.419 344.866.961 379.353.657
Page 71
PT. DATA SINERGITAMA JAYA (ELITERY)
Proyeksi Aset Tetap Tanpa Penambahan Usaha
Rp (000)
Tanpa Penambahan Usaha
URAIAN 2023 2024 2025 2026 2027 2028
Des Des Des Des Des Des
Penambahan
Bangunan
Peralatan data center
Kendaraan
Peralatan kantor
Peralatan Elivision
Aset hak-guna-bangunan
Capex 1.222.679 1.247.132 937.205 487.259
Jumlah - 1.222.679 1.247.132 937.205 487.259
Perolehan
Bangunan 9.621.852 9.621.852 9.621.852 9.621.852 9.621.852 9.621.852
Peralatan data center 42.999.495 42.999.495 42.999.495 42.999.495 42.999.495 42.999.495
Kendaraan 782.960 782.960 782.960 782.960 782.960 782.960
Peralatan kantor 2.818.040 2.818.040 2.818.040 2.818.040 2.818.040 2.818.040
Peralatan Elivision 6.938.463 6.938.463 6.938.463 6.938.463 6.938.463 6.938.463
Aset hak-guna-bangunan 26.074.185 26.074.185 26.074.185 26.074.185 26.074.185 26.074.185
Capex - - 1.222.679 2.469.811 3.407.015 3.894.274
Jumlah 89.234.994 89.234.994 90.457.673 91.704.805 92.642.010 93.129.269
Penyusutan
Bangunan 481.093 481.093 481.093 481.093 481.093 481.093
Peralatan data center 2.799.266 2.799.266 2.799.266 2.799.266 2.799.266 2.799.266
Kendaraan 77.296 77.296 77.296 77.296 77.296 77.296
Peralatan kantor 400.110 400.110 400.110 400.110 400.110 140.573
Peralatan Elivision 1.156.719 1.156.719 1.156.719 1.156.719 433.421 -
Aset hak-guna-bangunan 7.312.301 7.312.301 7.312.301 3.963.601 - -
Capex - 244.536 493.962 681.403 778.855
Jumlah 12.226.785 12.226.785 12.471.321 9.372.047 4.872.589 4.277.082
Akumulasi Penyusutan
Bangunan 561.275 1.042.367 1.523.460 2.004.552 2.485.645 2.966.738
Peralatan data center 20.910.670 23.709.936 26.509.202 29.308.468 32.107.734 34.907.000
Kendaraan 197.112 274.408 351.704 429.000 506.296 583.592
Peralatan kantor 1.077.028 1.477.137 1.877.247 2.277.357 2.677.467 2.818.040
Peralatan Elivision 3.034.883 4.191.603 5.348.322 6.505.042 6.938.463 6.938.463
Aset hak-guna-bangunan 7.485.982 14.798.283 22.110.584 26.074.185 26.074.185 26.074.185
Capex - - 244.536 738.498 1.419.901 2.198.756
Jumlah 33.266.949 45.493.734 57.965.055 67.337.102 72.209.691 76.486.773
Nilai Buku
Bangunan 9.060.577 8.579.484 8.098.392 7.617.299 7.136.207 6.655.114
Peralatan data center 22.088.826 19.289.560 16.490.294 13.691.027 10.891.761 8.092.495
Kendaraan 585.848 508.552 431.256 353.960 276.664 199.368
Peralatan kantor 1.741.012 1.340.902 940.792 540.683 140.573 -
Peralatan Elivision 3.903.579 2.746.860 1.590.140 433.421 - -
Aset hak-guna-bangunan 18.588.203 11.275.902 3.963.601 - - -
Capex - - 978.143 1.731.313 1.987.114 1.695.518
Jumlah 55.968.046 43.741.260 32.492.618 24.367.703 20.432.319 16.642.496
Page 72
PT. DATA SINERGITAMA JAYA (ELITERY)
Proyeksi Aset Tetap Dengan Penambahan Usaha
Rp (000)
Dengan Penambahan Usaha
URAIAN 2023 2024 2025 2026 2027 2028
Des Des Des Des Des Des
Penambahan
Bangunan
Peralatan data center
Kendaraan
Peralatan kantor
Peralatan Elivision
Aset hak-guna-bangunan
Capex 1.950.000 1.222.679 1.247.132 937.205 487.259
Jumlah 1.950.000 1.222.679 1.247.132 937.205 487.259
Perolehan
Bangunan 9.621.852 9.621.852 9.621.852 9.621.852 9.621.852 9.621.852
Peralatan data center 42.999.495 42.999.495 42.999.495 42.999.495 42.999.495 42.999.495
Kendaraan 782.960 782.960 782.960 782.960 782.960 782.960
Peralatan kantor 2.818.040 2.818.040 2.818.040 2.818.040 2.818.040 2.818.040
Peralatan Elivision 6.938.463 6.938.463 6.938.463 6.938.463 6.938.463 6.938.463
Aset hak-guna-bangunan 26.074.185 26.074.185 26.074.185 26.074.185 26.074.185 26.074.185
Capex - 1.950.000 3.172.679 4.419.811 5.357.015 5.844.274
Jumlah 89.234.994 91.184.994 92.407.673 93.654.805 94.592.010 95.079.269
Penyusutan
Bangunan 481.093 481.093 481.093 481.093 481.093 481.093
Peralatan data center 2.799.266 2.799.266 2.799.266 2.799.266 2.799.266 2.799.266
Kendaraan 77.296 77.296 77.296 77.296 77.296 77.296
Peralatan kantor 400.110 400.110 400.110 400.110 540.683 -
Peralatan Elivision 1.156.719 1.156.719 1.156.719 1.156.719 433.421 -
Aset hak-guna-bangunan 7.312.301 7.312.301 7.312.301 3.963.601 - -
Capex 390.000 634.536 883.962 1.071.403 1.168.855
Jumlah 12.226.785 12.616.785 12.861.321 9.762.047 5.403.161 4.526.510
Akumulasi Penyusutan
Bangunan 561.275 1.042.367 1.523.460 2.004.552 2.485.645 2.966.738
Peralatan data center 20.910.670 23.709.936 26.509.202 29.308.468 32.107.734 34.907.000
Kendaraan 197.112 274.408 351.704 429.000 506.296 583.592
Peralatan kantor 1.077.028 1.477.137 1.877.247 2.277.357 2.818.040 2.818.040
Peralatan Elivision 3.034.883 4.191.603 5.348.322 6.505.042 6.938.463 6.938.463
Aset hak-guna-bangunan 7.485.982 14.798.283 22.110.584 26.074.185 26.074.185 26.074.185
Capex - 390.000 1.024.536 1.908.498 2.979.901 4.148.756
Jumlah 33.266.949 45.883.734 58.745.055 68.507.102 73.910.264 78.436.773
Nilai Buku
Bangunan 9.060.577 8.579.484 8.098.392 7.617.299 7.136.207 6.655.114
Peralatan data center 22.088.826 19.289.560 16.490.294 13.691.027 10.891.761 8.092.495
Kendaraan 585.848 508.552 431.256 353.960 276.664 199.368
Peralatan kantor 1.741.012 1.340.902 940.792 540.683 - -
Peralatan Elivision 3.903.579 2.746.860 1.590.140 433.421 - -
Aset hak-guna-bangunan 18.588.203 11.275.902 3.963.601 - - -
Capex - 1.560.000 2.148.143 2.511.313 2.377.114 1.695.518
Jumlah 55.968.046 45.301.260 33.662.618 25.147.703 20.681.746 16.642.496
Page 73
Tanpa Penambahan Usaha
PT. DATA SINERGITAMA JAYA (ELITERY)
Proyeksi Aset Tetap Tanpa Penambahan Usaha
Rp (000)
URAIAN 2023 2024 2025 2026 2027 2028
Des Des Des Des Des Des
Penambahan
Aktiva takberwujud
Capex 732.400 747.048 761.989 777.228
Jumlah - 732.400 747.048 761.989 777.228
Perolehan
Aktiva takberwujud 61.157.459 61.157.459 61.157.459 61.157.459 61.157.459 61.157.459
Capex - - 732.400 1.479.447 2.241.436 3.018.664
Jumlah 61.157.459 61.157.459 61.889.859 62.636.906 63.398.895 64.176.123
Amortisasi
Aktiva takberwujud 7.323.996 7.323.996 7.323.996 7.323.996 7.323.996 7.323.996
Capex - 146.480 295.889 448.287 603.733
Jumlah 7.323.996 7.323.996 7.470.476 7.619.886 7.772.283 7.927.729
Akumulasi Amortisasi
Aktiva takberwujud 11.555.011 18.879.007 26.203.004 33.527.000 40.850.996 48.174.992
Capex - - 146.480 442.369 890.657 1.494.389
Jumlah 11.555.011 18.879.007 26.349.484 33.969.369 41.741.653 49.669.382
Nilai Buku
Aktiva takberwujud 49.602.448 42.278.452 34.954.455 27.630.459 20.306.463 12.982.467
Capex - - 585.920 1.037.078 1.350.779 1.524.275
Jumlah 49.602.448 42.278.452 35.540.375 28.667.537 21.657.242 14.506.741
Page 74
Dengan Penambahan Usaha
PT. DATA SINERGITAMA JAYA (ELITERY)
Proyeksi Aset Tetap Dengan Penambahan Usaha
Rp (000)
URAIAN 2023 2024 2025 2026 2027 2028
Des Des Des Des Des Des
Penambahan
Aktiva takberwujud
Capex - 732.400 747.048 761.989 777.228
Jumlah - 732.400 747.048 761.989 777.228
Perolehan
Aktiva takberwujud 61.157.459 61.157.459 61.157.459 61.157.459 61.157.459 61.157.459
Capex - - 732.400 1.479.447 2.241.436 3.018.664
Jumlah 61.157.459 61.157.459 61.889.859 62.636.906 63.398.895 64.176.123
Amortisasi
Aktiva takberwujud 7.323.996 7.323.996 7.323.996 7.323.996 7.323.996 7.323.996
Capex - 146.480 295.889 750.094 1.060.986
Jumlah 7.323.996 7.323.996 7.470.476 7.619.886 8.074.091 8.384.982
Akumulasi Amortisasi
Aktiva takberwujud 11.555.011 18.879.007 26.203.004 33.527.000 40.850.996 48.174.992
Capex - - 146.480 442.369 1.192.464 2.253.450
Jumlah 11.555.011 18.879.007 26.349.484 33.969.369 42.043.460 50.428.442
Nilai Buku
Aktiva takberwujud 49.602.448 42.278.452 34.954.455 27.630.459 20.306.463 12.982.467
Capex - - 585.920 1.037.078 1.048.972 765.215
Jumlah 49.602.448 42.278.452 35.540.375 28.667.537 21.355.435 13.747.681
Page 75
Tanpa Penambahan Usaha
Proyeksi Persediaan Tanpa Penambahan Usaha
Proyeksi Neraca
Rp (000)
URAIAN 2023 2024 2025 2026 2027 2028
Des Des Des Des Des Des
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas 21.561.987 61.852.615 98.028.434 139.399.042 186.671.174 241.595.475
Kas yang dibatasi penggunaannya - - - - - -
Piutang usaha -
Pihak Berelasi 75.934
Pihak Ketiga 48.250.760 43.340.734 47.674.808 52.442.288 57.686.517 63.455.169
Piutang lain-lain -
Pihak Berelasi - - - - - -
Pihak Ketiga 7.618.786 7.618.786 7.618.786 7.618.786 7.618.786 7.618.786
Pajak dibayar di muka 29.032.310 29.032.310 29.032.310 29.032.310 29.032.310 29.032.310
Uang muka dan Beban dibayar dimuka 11.320.678 11.320.678 11.320.678 11.320.678 11.320.678 11.320.678
Piutang pajak - - - - - -
Jumlah Aset Lancar 117.860.456 153.165.125 193.675.017 239.813.106 292.329.466 353.022.419
Aset Tidak Lancar
Uang Muka - - - - - -
Aset Tetap Neto 55.968.046 43.741.260 32.492.618 24.367.703 20.432.319 16.642.496
Aset takberwujud Neto 49.602.448 42.278.452 35.540.375 28.667.537 21.657.242 14.506.741
Uang Jaminan 2.884.166 2.884.166 2.884.166 2.884.166 2.884.166 2.884.166
Aset Pajak Tangguhan 1.456.682 1.456.682 1.456.682 1.456.682 1.456.682 1.456.682
Jumlah Aset Tdk Lancar 109.911.341 90.360.560 72.373.841 57.376.088 46.430.409 35.490.085
Jumlah Aset 227.771.797 243.525.684 266.048.857 297.189.194 338.759.875 388.512.504
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha 54.269.390 64.800.535 71.280.589 78.408.647 86.249.512 94.874.463
Utang lain-lain 132.900 132.900 132.900 132.900 132.900 132.900
Utang pajak 1.062.434 1.062.434 1.062.434 1.062.434 1.062.434 1.062.434
Beban Akrual 9.824.255 9.824.255 9.824.255 9.824.255 9.824.255 9.824.255
Utang Bank Jangka Pendek 5.706.255 - - - - -
Utang Pemegang saham - - - - - -
Beban yang masih harus dibayar - - - - - -
Pendapatan diterima dimuka - - - - - -
Utang pajak - - - - - -
Utang afiliasi - - - - - -
Liabilitas Jangka Panjang jatuh tempo<1 th - - - - - -
Liabilitas Sewa 9.185.268 9.185.268 9.185.268 9.185.268 9.185.268 9.185.268
Utang Pembiayaan Konsumen 132.336 - - - - -
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 80.312.839 85.005.393 91.485.446 98.613.505 106.454.370 115.079.321
Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas Sewa Jangka Panjang setelah dikurangi bagian jatuh tempo
9.934.629 9.934.629 9.934.629 9.934.629 9.934.629 9.934.629
Utang Pembiayaan Konsumen Jangka Panjang setelah dikurangi
- bagian jatuh
- tempo - - - -
Pendapatan diterima di muka 14.941.334 14.941.334 14.941.334 14.941.334 14.941.334 14.941.334
Liabilitas Imbalan Kerja 2.703.857 2.703.857 2.703.857 2.703.857 2.703.857 2.703.857
Utang bank - - - - - -
Utang pemegang saham - - - - - -
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 27.579.820 27.579.820 27.579.820 27.579.820 27.579.820 27.579.820
Jumlah Liabilitas 107.892.659 112.585.213 119.065.266 126.193.325 134.034.190 142.659.141
Ekuitas
Modal saham 50.788.154 50.788.154 50.788.154 50.788.154 50.788.154 50.788.154
Tambahan modal disetor 51.389.976 51.389.976 51.389.976 51.389.976 51.389.976 51.389.976
Rugi Komprehensif Lain (421.850) (421.850) (421.850) (421.850) (421.850) (421.850)
Selisih Kurs Penjabaran Laporan Keuangan (76.064) (76.064) (76.064) (76.064) (76.064) (76.064)
Saldo laba (defisit) -
Telah ditentukan penggunaannya 1.000.000
Belum ditentukan penggunaannya 17.209.489 29.260.256 45.303.376 69.315.653 103.045.470 144.173.148
Kepentingan Non Pengendali (10.567)
Jumlah Ekuitas 119.879.138 130.940.472 146.983.591 170.995.869 204.725.685 245.853.363
Jumlah Liabilitas dan Ekuitas 227.771.797 243.525.684 266.048.857 297.189.194 338.759.875 388.512.504
Page 76
Dengan Penambahan Usaha
Proyeksi Persediaan Dengan Penambahan Usaha
Proyeksi Neraca
Rp (000)
URAIAN 2023 2024 2025 2026 2027 2028
Des Des Des Des Des Des
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas 21.561.987 60.450.234 97.056.508 138.912.551 186.828.667 242.437.425
Kas yang dibatasi penggunaannya - - - - - -
Piutang usaha -
Pihak Berelasi 75.934
Pihak Ketiga 48.250.760 43.710.597 48.081.657 52.889.823 58.178.805 63.996.685
Piutang lain-lain - - - - - -
Pihak Berelasi - - - - - -
Pihak Ketiga 7.618.786 7.618.786 7.618.786 7.618.786 7.618.786 7.618.786
Pajak dibayar di muka 29.032.310 29.032.310 29.032.310 29.032.310 29.032.310 29.032.310
Uang muka dan Beban dibayar dimuka11.320.678 11.320.678 11.320.678 11.320.678 11.320.678 11.320.678
Piutang pajak - - - - - -
Jumlah Aset Lancar 117.860.456 152.132.606 193.109.940 239.774.149 292.979.247 354.405.886
Aset Tidak Lancar
Uang Muka -
Aset Tetap Neto 55.968.046 45.301.260 33.662.618 25.147.703 20.681.746 16.642.496
Aset takberwujud Neto 49.602.448 42.278.452 35.540.375 28.667.537 21.355.435 13.747.681
Uang Jaminan 2.884.166 2.884.166 2.884.166 2.884.166 2.884.166 2.884.166
Aset Pajak Tangguhan 1.456.682 1.456.682 1.456.682 1.456.682 1.456.682 1.456.682
Jumlah Aset Tdk Lancar 109.911.341 91.920.560 73.543.841 58.156.088 46.378.029 34.731.025
Jumlah Aset 227.771.797 244.053.166 266.653.781 297.930.236 339.357.276 389.136.911
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha 54.269.390 65.353.533 71.888.886 79.077.774 86.985.552 95.684.107
Utang lain-lain 132.900 132.900 132.900 132.900 132.900 132.900
Utang pajak 1.062.434 1.062.434 1.062.434 1.062.434 1.062.434 1.062.434
Beban Akrual 9.824.255 9.824.255 9.824.255 9.824.255 9.824.255 9.824.255
Utang Bank Jangka Pendek 5.706.255 - - - - -
Utang Pemegang saham - - - - - -
Beban yang masih harus dibayar - - - - - -
Pendapatan diterima dimuka - - - - - -
Utang pajak - - - - - -
Utang afiliasi - - - - - -
Liabilitas Jangka Panjang jatuh tempo<1 th - - - - - -
Liabilitas Sewa 9.185.268 9.185.268 9.185.268 9.185.268 9.185.268 9.185.268
Utang Pembiayaan Konsumen 132.336 - - - - -
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 80.312.839 85.558.390 92.093.743 99.282.632 107.190.409 115.888.965
Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas Sewa Jangka Panjang setelah9.934.629
dikurangi bagian 9.934.629
jatuh tempo 9.934.629 9.934.629 9.934.629 9.934.629
Utang Pembiayaan Konsumen Jangka Panjang setelah
- dikurangi bagian
- jatuh tempo
- - - -
Pendapatan diterima di muka 14.941.334 14.941.334 14.941.334 14.941.334 14.941.334 14.941.334
Liabilitas Imbalan Kerja 2.703.857 2.703.857 2.703.857 2.703.857 2.703.857 2.703.857
Utang bank - - - - - -
Utang pemegang saham - - - - - -
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 27.579.820 27.579.820 27.579.820 27.579.820 27.579.820 27.579.820
Jumlah Liabilitas 107.892.659 113.138.210 119.673.564 126.862.452 134.770.230 143.468.785
Ekuitas
Modal saham 50.788.154 50.788.154 50.788.154 50.788.154 50.788.154 50.788.154
Tambahan modal disetor 51.389.976 51.389.976 51.389.976 51.389.976 51.389.976 51.389.976
Rugi Komprehensif Lain (421.850) (421.850) (421.850) (421.850) (421.850) (421.850)
Selisih Kurs Penjabaran Laporan Keuangan(76.064) (76.064) (76.064) (76.064) (76.064) (76.064)
Saldo laba (defisit) -
Telah ditentukan penggunaannya 1.000.000
Belum ditentukan penggunaannya 17.209.489 29.234.741 45.300.002 69.387.569 102.906.831 143.987.910
Kepentingan Non Pengendali (10.567)
Jumlah Ekuitas 119.879.138 130.914.956 146.980.218 171.067.784 204.587.046 245.668.126
Jumlah Liabilitas dan Ekuitas 227.771.797 244.053.166 266.653.781 297.930.236 339.357.276 389.136.911
Page 77
Tanpa Penambahan Usaha
Proyeksi Persediaan Tanpa Penambahan Usaha
Proyeksi LR
Rp (000)
URAIAN 2023 2024 2025 2026 2027 2028
Des Des Des Des Des Des
Penjualan 319.583.192 351.541.511 386.695.662 425.365.228 467.901.751 514.691.926
Beban Pokok Penjualan (238.911.064) (262.802.170) (289.082.387) (317.990.626) (349.789.688) (384.768.657)
Penyusutan aset tetap (7.312.301) (7.312.301) (7.458.547) (6.355.251) (4.729.382) (4.564.792)
LABA (RUGI) BRUTO 73.359.827 81.427.040 90.154.728 101.019.351 113.382.681 125.358.477
Beban Usaha -
LABA (RUGI) USAHA 73.359.827 81.427.040 90.154.728 101.019.351 113.382.681 125.358.477
Beban operasional (47.189.178) (48.915.015) (50.703.970) (52.558.353) (54.480.555) (56.473.058)
Penyusutan dan amortisasi (12.238.480) (12.238.480) (12.483.250) (10.636.681) (7.915.490) (7.640.019)
Pemasaran lainnya (5.288.765) (5.817.641) (6.399.406) (7.039.346) (7.743.281) (8.517.609)
-
Biaya Keuangan (2.191.423) (274.706) - - - -
Penghasilan keuangan 362.773
Beban Usaha Lainnya 15.380.030 -
Pendapatan Di luar Usaha - -
Beban Di luar Usaha - -
Jumlah (51.165.042) (67.245.842) (69.586.626) (70.234.380) (70.139.326) (72.630.685)
LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK 22.194.785 14.181.197 20.568.102 30.784.971 43.243.355 52.727.792
Beban pajak penghasilan -
Kini (4.994.815) (3.119.863) (4.524.982) (6.772.694) (9.513.538) (11.600.114)
Tangguhan (104.051)
LABA (RUGI) BERSIH TAHUN BERJALAN
17.095.919 11.061.334 16.043.120 24.012.277 33.729.817 41.127.677
Page 78
Dengan Penambahan Usaha
Proyeksi Persediaan Tanpa Penambahan Usaha
Proyeksi LR
Rp (000)
URAIAN 2023 2024 2025 2026 2027 2028
Des Des Des Des Des Des
Penjualan 319.583.192 354.541.511 389.995.662 428.995.228 471.894.751 519.084.226
Beban Pokok Penjualan (238.911.064) (265.044.882) (291.549.371) (320.704.308) (352.774.738) (388.052.212)
Penyusutan aset tetap (7.312.301) (7.458.167) (7.604.413) (6.501.117) (5.040.705) (4.829.102)
LABA (RUGI) BRUTO 73.359.827 82.038.461 90.841.878 101.789.803 114.079.308 126.202.912
Beban Usaha -
LABA (RUGI) USAHA 73.359.827 82.038.461 90.841.878 101.789.803 114.079.308 126.202.912
Beban operasional (47.189.178) (49.315.015) (51.118.599) (52.988.146) (54.926.067) (56.934.863)
Penyusutan dan amortisasi (12.238.480) (12.482.614) (12.727.384) (10.880.815) (8.436.547) (8.082.390)
Pemasaran lainnya (5.288.765) (5.817.641) (6.399.406) (7.039.346) (7.743.281) (8.517.609)
-
Biaya Keuangan (2.191.423) (274.706) - - - -
Penghasilan keuangan 362.773 - - - - -
Beban Usaha Lainnya 15.380.030 - - - - -
Pendapatan Di luar Usaha - - - - - -
Beban Di luar Usaha - - - - - -
Jumlah (51.165.042) (67.889.976) (70.245.389) (70.908.307) (71.105.895) (73.534.862)
LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK 22.194.785 14.148.485 20.596.489 30.881.496 42.973.413 52.668.051
Beban pajak penghasilan -
Kini (4.994.815) (3.112.667) (4.531.228) (6.793.929) (9.454.151) (11.586.971)
Tangguhan (104.051)
LABA (RUGI) BERSIH TAHUN BERJALAN 17.095.919 11.035.818 16.065.262 24.087.567 33.519.262 41.081.079
Page 79
Tanpa Penambahan Usaha
PT. DATA SINERGITAMA JAYA (ELITERY)
(Rp 000)
Direct cashflow
Keterangan 2023 2024 2025 2026 2027 2028
Des Des Des Des Des Des
Arus kas operasional
Penerimaan piutang 356.527.471 382.361.589 420.597.748 462.657.522 508.923.275
Jumlah - 356.527.471 382.361.589 420.597.748 462.657.522 508.923.275
Pembayaran utang usaha (252.271.025) (282.602.333) (310.862.567) (341.948.823) (376.143.706)
Beban penjualan (5.817.641) (6.399.406) (7.039.346) (7.743.281) (8.517.609)
Beban administrasi & umum (48.915.015) (50.703.970) (52.558.353) (54.480.555) (56.473.058)
Beban bunga (274.706) - - - -
Beban pajak (3.119.863) (4.524.982) (6.772.694) (9.513.538) (11.600.114)
Jumlah - (310.398.251) (344.230.692) (377.232.959) (413.686.197) (452.734.486)
Arus kas dari investasi
Setoran modal - - - -
Capex - - (1.955.078) (1.994.180) (1.699.193) (1.264.487)
Jumlah - - (1.955.078) (1.994.180) (1.699.193) (1.264.487)
Arus Kas dari pendanaan
Pinjaman - - - - -
Pembayaran pokok hutang (5.838.591) - - - -
Jumlah - (5.838.591) - - - -
Surplus (Defisit) Kas - 40.290.628 36.175.819 41.370.608 47.272.132 54.924.301
Saldo awal kas 21.561.987 61.852.615 98.028.434 139.399.042 186.671.174
Saldo akhir kas 21.561.987 61.852.615 98.028.434 139.399.042 186.671.174 241.595.475
Check - - - - - -
Indirect cashflow
Keterangan 2023 2024 2025 2026 2027 2028
Des Des Des Des Des Des
Arus Kas dari Operasional
Laba bersih 11.061.334 16.043.120 24.012.277 33.729.817 41.127.677
Depresiasi 19.550.782 19.941.797 16.991.933 12.644.872 12.204.811
Change in Receivable - 4.985.959 (4.334.073) (4.767.481) (5.244.229) (5.768.652)
Change in payable 10.531.145 6.480.054 7.128.059 7.840.865 8.624.951
TOTAL KAS OPERASI - 46.129.220 38.130.897 43.364.788 48.971.325 56.188.788
Arus Kas dari Investasi
Setoran modal - - - -
Tambahan modal disetor
Capex - - (1.955.078) (1.994.180) (1.699.193) (1.264.487)
Jumlah - - (1.955.078) (1.994.180) (1.699.193) (1.264.487)
Arus Kas dari pendanaan
Pinjaman - - - - - -
Pembayaran pokok hutang - (5.838.591) - - - -
Jumlah - (5.838.591) - - - -
Surplus (Defisit) Kas - 40.290.628 36.175.819 41.370.608 47.272.132 54.924.301
Saldo awal kas 21.561.987 61.852.615 98.028.434 139.399.042 186.671.174
Saldo akhir kas 21.561.987 61.852.615 98.028.434 139.399.042 186.671.174 241.595.475
Page 80
Dengan Penambahan Usaha
PT. DATA SINERGITAMA JAYA (ELITERY)
(Rp 000)
Direct cashflow
Keterangan 2023 2024 2025 2026 2027 2028
Des Des Des Des Des Des
Arus kas operasional
Penerimaan piutang 359.157.608 385.624.602 424.187.063 466.605.769 513.266.346
Jumlah - 359.157.608 385.624.602 424.187.063 466.605.769 513.266.346
Pembayaran utang usaha (253.960.740) (285.014.017) (313.515.419) (344.866.961) (379.353.657)
Beban penjualan (5.817.641) (6.399.406) (7.039.346) (7.743.281) (8.517.609)
Beban administrasi & umum (49.315.015) (51.118.599) (52.988.146) (54.926.067) (56.934.863)
Beban bunga (274.706) - - - -
Beban pajak (3.112.667) (4.531.228) (6.793.929) (9.454.151) (11.586.971)
Jumlah - (312.480.769) (347.063.250) (380.336.840) (416.990.460) (456.393.100)
Arus kas dari investasi
Setoran modal - - - - -
Tambahan modal disetor - - - - -
Capex - (1.950.000) (1.955.078) (1.994.180) (1.699.193) (1.264.487)
Jumlah - (1.950.000) (1.955.078) (1.994.180) (1.699.193) (1.264.487)
Arus Kas dari pendanaan
Pinjaman - - - - -
Pembayaran pokok hutang (5.838.591) - - - -
Jumlah - (5.838.591) - - - -
Surplus (Defisit) Kas - 38.888.247 36.606.274 41.856.043 47.916.116 55.608.758
Saldo awal kas 21.561.987 60.450.234 97.056.508 138.912.551 186.828.667
Saldo akhir kas 21.561.987 60.450.234 97.056.508 138.912.551 186.828.667 242.437.425
Check - - - - - -
Indirect cashflow
Keterangan 2023 2024 2025 2026 2027 2028
Des Des Des Des Des Des
Arus Kas dari Operasional
Laba bersih 11.035.818 16.065.262 24.087.567 33.519.262 41.081.079
Depresiasi 19.940.782 20.331.797 17.381.933 13.477.252 12.911.492
Change in Receivable - 4.616.096 (4.371.060) (4.808.166) (5.288.982) (5.817.880)
Change in payable 11.084.142 6.535.353 7.188.889 7.907.777 8.698.555
TOTAL KAS OPERASI - 46.676.839 38.561.352 43.850.222 49.615.309 56.873.246
Arus Kas dari Investasi
Setoran modal - - - -
Tambahan modal disetor - -
Capex - (1.950.000) (1.955.078) (1.994.180) (1.699.193) (1.264.487)
Jumlah - (1.950.000) (1.955.078) (1.994.180) (1.699.193) (1.264.487)
Arus Kas dari pendanaan
Pinjaman - - - - - -
Pembayaran pokok hutang - (5.838.591) - - - -
Jumlah - (5.838.591) - - - -
Surplus (Defisit) Kas - 38.888.247 36.606.274 41.856.043 47.916.116 55.608.758
Saldo awal kas 21.561.987 60.450.234 97.056.508 138.912.551 186.828.667
Saldo akhir kas 21.561.987 60.450.234 97.056.508 138.912.551 186.828.667 242.437.425
Page 81
Tanpa Penambahan Usaha
Free Cash Flow Tanpa Tambahan Usaha Tahun
2024 2025 2026 2027 2028
Des Des Des Des Des
EAT 11.061.334 16.043.120 24.012.277 33.729.817 41.127.677
Interest*(1-T) 214.270 - - - -
Depresiasi 19.550.782 19.941.797 16.991.933 12.644.872 12.204.811
Capex - (1.955.078) (1.994.180) (1.699.193) (1.264.487)
CNWC 15.517.104 2.145.980 2.360.578 2.596.636 2.856.299
Free Cash Flow To Firm 46.343.490 36.175.819 41.370.608 47.272.132 54.924.301
Check - - - - -
Tahun
URAIAN 2022 2023 2024 2025 2026
Des Des Des Des Des
CFO 46.129.220 38.130.897 43.364.788 48.971.325 56.188.788
Interest*(1-T) 214.270 - - - -
Capex - (1.955.078) (1.994.180) (1.699.193) (1.264.487)
Free Cash Flow To Firm 46.343.490 36.175.819 41.370.608 47.272.132 54.924.301
Page 82
Dengan Penambahan Usaha
Free Cash Flow Dengan Tambahan Usaha Tahun
2024 2025 2026 2027 2028
Des Des Des Des Des
EAT 11.035.818 16.065.262 24.087.567 33.519.262 41.081.079
Interest*(1-T) 214.270 - - - -
Depresiasi 19.940.782 20.331.797 17.381.933 13.477.252 12.911.492
Capex (1.950.000) (1.955.078) (1.994.180) (1.699.193) (1.264.487)
CNWC 15.700.239 2.164.294 2.380.723 2.618.795 2.880.675
Free Cash Flow To Firm 44.941.109 36.606.274 41.856.043 47.916.116 55.608.758
Check - - - - -
Tahun
URAIAN 2024 2025 2026 2027 2028
Des Des Des Des Des
CFO 46.676.839 38.561.352 43.850.222 49.615.309 56.873.246
Interest*(1-T) 214.270 - - - -
Capex (1.950.000) (1.955.078) (1.994.180) (1.699.193) (1.264.487)
Free Cash Flow To Firm 44.941.109 36.606.274 41.856.043 47.916.116 55.608.758
Page 83
Free Cash Flow Inkremental Tahun
2024 2025 2026 2027 2028
Des Des Des Des Des
EAT (25.516) 22.142 75.289 (210.555) (46.598)
Interest*(1-T) - - - - -
Depresiasi 390.000 390.000 390.000 832.380 706.680
Capex (1.950.000) - - - -
CNWC 183.135 18.313 20.145 22.159 24.375
Free Cash Flow To Firm (1.402.381) 430.456 485.434 643.984 684.458
Growth 0,00%
Salvage (185.237)
FCFF 656.713 (1.402.381) 430.456 485.434 643.984 499.220
Discount Factor 9,58% 0,91256 0,83276 0,75994 0,69349 0,63285
NPV 210.147 (1.279.754) 358.467 368.903 446.599 315.933
IRR 16,61%
PROFITABILITY INDEX, PI 1,21
Present Value Cash In Flow 332.613 343.216 353.594 431.231 417.735
Present Value Cash Out Flow (1.612.367) 15.251 15.309 15.367 15.426
Penerimaan 364.484 412.142 465.289 621.825 660.082
Pengeluaran (1.766.865) 18.313 20.145 22.159 24.375
-1.402.381 -971.926 -486.491 157.493 841.950
PAYBACK PERIOD, PP 3 tahun, -0,79 26,54 8,05 -1,78 -6,91
9 bulan
Tahun
Analisis BEP 2024 2025 2026 2027 2028
Des Des Des Des Des
Penjualan 354.541.511 389.995.662 428.995.228 471.894.751 519.084.226
Beban pokok 265.044.882 291.549.371 320.704.308 352.774.738 388.052.212
Beban operasional 55.132.656 57.518.005 60.027.492 62.669.348 65.452.472
BEP 218.408.398 227.857.973 237.799.324 248.265.053 259.290.418
BEP Average 238.324.233
Analisa Sensitifitas
100% Perubahan Pendapatan 0% -10% -5% 5% 10%
NET PRESENT VALUE (NPV) 210.147 (610.722) (200.287) 620.581 1.031.016
INTERNAL RATE OF RETURN, IRR 16,61% -8,02% 3,37% 32,01% 50,10%
PROFITABILITY INDEX, PI 1,21 0,52 0,86 1,56 1,90
100% Perubahan Biaya 0% -10% -5% 5% 10%
NET PRESENT VALUE (NPV) 210.147 921.621 565.884 (145.590) (501.327)
INTERNAL RATE OF RETURN, IRR 16,61% 45,14% 29,86% 5,03% -5,09%
PROFITABILITY INDEX, PI 1,21 1,81 1,51 0,91 0,61
Page 84
WACC
Weighted Average Cost of Capital
JENIS MODAL Biaya Modal Komposisi Tertimbang
COST OF DEBT (Kd = I X (1-T)) 8,00% 8,25% 0,66%
COST OF EQUITY (Ke = Rf + (Rpm) * Beta 9,72% 91,75% 8,92%
Weighted Average Cost of capital (WACC) 9,58%
PERHITUNGAN COST OF EQUITY PERHITUNGAN COST OF DEBT
Risk Free Rate (Rf) 6,89% a Bunga Bank 9,41%
Risk Premium Market (Rpm) 7,89% b Pajak 22,00%
β (Beta) 0,62
CDS 2,04%
COST OF EQUITY 9,72% COST OF DEBT 7,34%
Unleverage Beta ==========> 0,58 BL
BU =
1 + (( 1 - t ) x (Wd/We))
Leverage Beta Perusahaan Dinilai ==========> 0,62 BL = BU x (1+(1-T) x (Wd/We))
Keterangan :
Rf : Tingkat Balikan Bebas Risiko
Rpm : Tingkat Balikan Yang Diharapkan Oleh Pasar Ekuitas
β : Ukuran Risiko Sistematis
Rs : Premi Untuk Risiko Spesifik Perusahaan
Names mentioned 58 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
KJPP DASA' AT
p.1 ×69
unresolved
org
DATA SINERGITAMA JAVA Tbk
p.1 ×2
unresolved
org
Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
p.2 ×7
unresolved
person
Ivan T Khristian
p.3
unresolved
org
Kementerian Keuangan dan Pasar Modal
p.3
unresolved
org
Anwar
p.5 ×4
unresolved
org
Bank Indonesia
p.5 ×22
unresolved
org
Pusat Statistik.
p.5
unresolved
org
KJPP DAS
p.7
unresolved
person
H. Andi Noviastoko
p.8 ×4
unresolved
—
Identit
· Penilai
p.10 ×2
unresolved
org
Yudistira & Rekan
p.13 ×2
unresolved
org
Kementerian Keuangan
p.13
unresolved
org
KJPP DYR
p.15
unresolved
person
Dana Sasmita
p.17 ×2
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.17 ×3
unresolved
person
Rosida Rajagukguk-Siregar
p.17 ×2
unresolved
org
Kementerian Kesehatan
p.20 ×2
unresolved
org
PT Delemont Global Venture
p.22
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik
p.23
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Anwar dan Rekan
p.23
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Anwar
p.23
unresolved
org
Kota Nusantara
p.29
unresolved
org
Kementerian Komunikasi dan Informatika
p.34
unresolved
org
PT Techno
p.39
unresolved
org
Indonesia Tbk
p.39
unresolved
org
PT LINKIT
p.51 ×4
unresolved
org
PT. Telekomunikasi Selular.
p.51
unresolved
org
PT AXIS Telekom Indonesia
p.51
unresolved
org
PT. Inotechindo Rangkap
p.52
unresolved
org
PT Datacomm Diangraha
p.53
unresolved
org
PT Berlian Sistem Informasi
p.53
unresolved
org
PT Honda Trading
p.53
unresolved
org
PT. Reethau Investama
p.54
unresolved
org
DER
p.60
unresolved
org
Corporation Public Company Limited
p.60
unresolved
org
Communication Networks Public Company Limited
p.60
unresolved
org
Limited G-Able Public Company Limited
p.60
unresolved
org
Communications Corporation FPT Corporation
p.60
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.364
14024 ms
12 Sep 2026 23:03
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': 'Ivan T Khristian, SE., M.Ec.Dev., MAPPI (Cert.)',
'assets': [],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'MATERIAL',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': '',
'object_truncated': False,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': '2023-12-31',
'value': '58478.24'}