Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 6
Page 1 OCR 0.937
PT SARATOGA INVESTAMA SEDAYA Tbk, MD SARATOGA Tanggal : 21 Mei 2024 No. Ref. : 035/CorpSec-SRTG/V/2024 Lamp. :- Kepada Yth. PT Bursa Efek Indonesia Direktur Penilaian Perusahaan Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 1 Lantai 4 Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53 Jakarta Selatan 12190 Up.: Bapak Adi Pratomo Aryanto Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 1 Perihal: Laporan Pelaksanaan Public Expose Tahunan 2024 Dengan hormat, Dalam rangka memenuhi ketentuan Keputusan Keputusan Direksi PT Bursa Efek Indonesia No. Kep-00066/BEI/09-2022 tertanggal 30 September 2022 tentang Perubahan Peraturan No. I-E tentang Kewajiban Penyampaian Informasi butir II1.3.1 perihal Kewajiban Public Expose dan merujuk pada surat PT Saratoga Investama Sedaya Tbk. yang mana sebagai Perusahaan Tercatat, PT Saratoga Investama Sedaya Tbk. (“Perseroan”) No. 026/CorpSec-SRTG/IV/2024 tanggal 29 April 2024 perihal Rencana Penyelenggaraan Public Expose, yang diselenggarakan pada hari Kamis, tanggal 16 Mei 2024 pukul 12.00 WIB, secara fisik dan elektronik, bersama ini kami sampaikan laporan pelaksanaan Public Expose yang dimaksud, sebagai berikut: 1. PIHAK YANG HADIR Perseroan 1 1. Devin Wirawan — Direktur Investasi 2. Ryan Sual — Hubungan Investor Moderator 1 Ivo Nasution Total Peserta 1 73 orang (investor, sekuritas, media nasional dan blogger) Wartawan yang terdaftar 1 53 Media dan Blogger (nasional, daerah, dan ekonomi) — 31 media hadir dan 22 media secara online 2. PELAKSANAAN ACARA A. Rangkuman Perseroan melaksanakan Public Expose atau Paparan Publik pasca pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Public Expose tersebut diawali dengan pemaparan materi oleh Direktur Investasi Perseroan, Devin Wirawan dan dilanjutkan oleh Hubungan Investor Perseroan, Ryan Sual. Berikut pemaparannya:
Page 2 OCR 0.940
p— ( SARATOGA Saratoga adalah perusahaan investasi yang terkemuka, yang didirikan pada tahun 1997 dan melantai di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2013 dengan ticker SRTG. Saratoga fokus pada peluang- peluang investasi di tahap awal, tahap pertumbuhan, dan juga situasi khusus. Kami juga bekerja sama secara aktif dengan manajemen perusahaan portfolio untuk membuka peluang pertumbuhan dan meningkatkan kinerja perusahaan. Pada akhir Maret 2024, Saratoga memiliki nilai aset investasi bersih (NAB) sebesar Rp. 47,5 Triliun. Saratoga telah berinvestasi di perusahaan- perusahaan terdepan di bidangnya seperti PT Adaro Energy Indonesia Tbk. (ADRO), PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA), PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. (TBIG), dan PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk. (MPMX). Secara struktur kepemilikan, Saratoga dimiliki oleh dua pendirinya yaitu Edwin Soeryadjaya dengan 35,056 dan Sandiaga Uno dengan 21,519 diikuti oleh PT Unitras Pertama dengan 32,72Y6, publik dengan 10,51Y4 dan saham tresuri di 0,216. Saratoga berinvestasi di portofolio berkualitas yang terdiversifikasi di berbagai lini bisnis. Saratoga membagi kategori portofolio menjadi tiga. Pertama, perusahaan yang fokus pada pertumbuhan. Kedua, perusahaan yang masuk ke dalam kategori blue chip. Ketiga, perusahaan teknologi digital. Pada tahun 2023, Saratoga melakukan investasi di perusahaan baru yaitu Zap Clinic, PT Zulu Alpha Papa. Sebagai perusahaan investasi aktif, Saratoga selalu berusaha membawa transformasi ke perusahaan- perusahaan portofolio dari perusahaan tahap awal atau pertumbuhan menjadi perusahaan yang mapan dan terkemuka. Salah satu contohnya, ADRO yang pada tahun 2002 hanya memproduksi 20 juta ton batu bara per tahun lalu pada tahun 2023 sudah memproduksi 66 juta ton batu bara serta membukukan EBITDA operasional sebesar 2,6 miliar USD. Lalu TBIG yang awalnya hanya mengoperasikan 7 menara, per Desember 2023 sudah mengoperasikan 22 ribu site dengan total 42 ribu tenant. Demikian juga dengan MDKA yang pada awalnya hanya merupakan tambang emas namun seiring berjalannya waktu telah mengakuisisi bisnis tembaga Wetar dan mengembangkan bisnis nikel dan turunannya melalui Merdeka Battery Materials (MBMA), yang juga sudah melantai di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2023. Di tahun 2023, kami melakukan penambahan investasi di MBL dan menjadi pemegang saham mayoritas. Saratoga juga mendivestasikan kepemilikan di Primaya Hospital dan AtriaDC. Perusahaan mencatat rekor pendapatan dividen tertinggi di tahun 2023 sebesar Rp. 2,8 triliun yang sebagian besar dikontribusikan oleh ADRO, MPMX dan TBIG. Saratoga terus memiliki profil keuangan yang kuat dan struktur biaya yang rendah. Ini bisa dilihat dari rasio hutang bersih terhadap total nilai perusahaan yang berada di angka 0,596 dan rasio beban usaha terhadap NAB yang berada di bawah 196. Pendapatan dividen Saratoga juga mampu membiayai total beban usaha dan beban bunga tahun 2023 hingga 8,8 kali. Saratoga membukukan rugi sebesar Rp10,2 triliun di tahun 2023, dibandingkan laba di tahun 2022. Hal ini disebakan oleh koreksi harag saham ADRO dan MDKA di tengah volatilitas pasar komoditas. Penghasilan dividen mencapai rekor tertinggi di Rp. 2,8 triliun yang sebagian besar dikontribusikan oleh ADRO, MPMX dan TBIG. Saratoga juga berhasil mengurangi posisi utang menjadi Rp. 263 miliar di akhir tahun 2023, turun 62Y6 dibandingkan tahun sebelumnya. Kami juga ingin menyampaikan bahwa performa saham Saratoga masih berada di bawah performa NAB Perusahaan, yaitu hanya sekitar 40Yo dari NAB. Beberapa sorotan pencapaian perusahaan portofolio kami di tahun 2023 dapat kami sampaikan sebagai berikut. ADRO mencatatkan pendapatan di tahun 2023 sebesar 6,5 miliar USD (-2096 y-y) dan EBITDA operasional sebesar 2,6 miliar USD (-49Y6 y-y). Volume penjualan batubara meningkat ke 66,7 juta ton (#7Y6 y-y) di tahun 2023, dengan harga penjualan yang menurun sebesar 2696 y-y.
Page 3 OCR 0.939
D SARATOGA Posisi neraca ADRO tetap berada pada kondisi yang sehat dengan posisi kas bersih sebesar USD1,9 miliar di akhir 2023. Di Maret 2023, proyek PLTA Mentarang Induk di Kalimantan Utara memulai groundbreaking. PLTA ini memiliki kapasitas 1.375 MW yang dioperasikan di bawah PT Kayan Hydropower Nusantara (KHN), dengan kepemilikan ADRO-5096, Sarawak Energy Berhad-2596, dan PT Kayan Patria Pratama-25Y6. BDIA meluncurkan Bersama Digital Data Centers (BDDC), perusahaan yang mengoperasikan data center dalam kota dengan tingkat konektivitas tinggi dan memiliki lokasi strategis di area kota Jakarta. Saat ini memiliki dua aset strategis yang terletak di Jakarta Selatan dan di Jakarta Barat, BDDC kini memiliki kapasitas gabungan hingga 60 MW dan menempati area lebih dari 20.000 meter persegi, yang diperkirakan akan mampu menampung 9.000 rak. MDKA di September 2023, Merdeka Battery Minerals Tbk. (MBMA) telah menandatangani kesepakatan dengan GEM untuk pembangunan fasilitas High-Pressure Acid Leach (HPAL) dengan kapasitas 30 ribu ton per tahun kandungan nikel di dalam Mixed Hydroxide Precipitate (MHP). HPAL akan dibangun di Kawasan Industri Morowali (IMIP) dan dioperasikan oleh PT ESG New Energy Material dengan target operasi di akhir 2024 untuk tahap 1 dan pertengahan 2025 untuk tahap 2. Di Juni 2023, MBMA telah mengakuisisi 6076 kepemilikan di PT Huaneng Metal Industry (HNMI), yang merupakan fasilitas konversi high-grade nickel matte (HGNM) berlokasi di IMIP. HNMI mampu memproses low-grade nickel matte yang dihasilkan smelter RKEF menjadi HGNM dengan kandungan nikel lebih dari 70Y6. PT Samator Indogas Tbk. (AGII) melakukan groundbreaking di Maret 2023 untuk proyek pabrik baru di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), Jawa Tengah. Pabrik ini akan menjadi pabrik ke- 56 dan akan beroperasi di kuartal 4 - 2024. B. Tanya Jawab I. Rizgi Rajendra — Bisnis Indonesia Tanya: 1) Mohon dielaborasikan terkait hasil RUPS berapa nilai pembagian dividen, PE Ratio dan lain-lain. Kemudian tadi juga ada rencana persetujuan buyback saham, pertimbangan apa dan ke depan akan ada aksi korporasi apa lagi? 2) Terkait NAV yang turun di 2023 karena portofolio di ADRO dan MDKA terdampak gejolak komoditas, bagaimana strategi Saratoga ke depan? Apakah akan mengurangi porsi kepemilikan di ADRO dan MDKA? 3) Perseroan juga akan membidik 3 sektor utama seperti kesehatan, renewable dan infrastruktur digital, apakah ada emiten-emiten di pasar modal yang tengah dibidik? Jawab: Ryan Sual, Hubungan Investor Betul tadi di RUPS kami sebelumnya telah disetujui pembagian dividen sebanyak-banyaknya sebesar Rp298,43 miliar secara total atau sebesar Rp22 per lembar sahamnya. Kedua, untuk agenda buyback itu ditiadakan, jadi tidak ada buyback tahun ini.
Page 4 OCR 0.940
D SARATOGA 2 Devin Wirawan, Direktur Investasi e Mengenai NAV yang turun sekitar Rp12-13 triliun di tahun 2023 bahwa ini disebabkan oleh gejolak komoditas, jadi sebagai perusahaan sumber daya alam seperti MDKA dan ADRO, ada hal-hal yang di luar kontrol perusahaan, yaitu harga komoditas. Jadi yang perlu dilihat adalah manajemen sudah melakukan kegiatan sebaik-baiknya untuk meningkatkan efektivitas dan produksi, tapi volatilitas harga komoditas itu di luar kontrol perusahaan. Untuk selanjutnya mengenai strategi going forward kami masih konsisten akan terus melakukan di sektor-sektor fokus kami, salah satunya yang selalu kita mention adalah healthcare dan tadi sudah saya sebutkan bahwa pada Ol ini Saratoga telah melakukan akuisisi saham mayoritas di RS Brawijaya. @ Kemudian untuk pertanyaan apakah Saratoga akan mengincar emiten di pasar modal, saat ini kami belum ada kearah itu. e Terkait buyback saham ini karena kami sudah berdiskusi dengan OJK, jadi ini arahan dari OJK. Zefanya Aprilia - CNBC Indonesia Tanya: 1) Apakah bisa diperjelas jumlah saham yang diakuisisi di Brawijaya Hospitals berapa, terus nilai transaksinya berapa? 2) Selain Brawijaya Hospitals, tahun lalu juga sempat invest ke ZAP sehingga investasi di sektor kesehatan itu apa saja selain itu? 3) Berapa alokasi dana di masing-masing sektor yang dibidik tahun ini? Jawab: Devin Wirawan, Direktur Investasi Untuk jumlah saham dan nilai transaksi kami belum bisa disclose, kami hanya bisa katakan ini jumlah saham mayoritas. Untuk target investasi kami masih sama, sekitar US$100-150 juta per tahun. Dari jumlah itu kita tidak menentukan berapa persen untuk tiap sektor, tergantung dari oportunitasnya. Brian — Investor Ritel Tanya: 1) Bagaimana langkah untuk menaikkan saham yang sekarang hanya 40Y6 di pasar dari asset bersih Rp3.000, sementara yield yang terlalu kecil. 2) Apa alasan untuk tidak buyback? Jawab: Devin Wirawan, Direktur Investasi # Alasan kami tidak menjadi buyback atas hasil diskusi dengan OJK. # Mengenai harga saham SRTG yang masih dibawah, ada beberapa hal yang menjadi fokus manajemen yang terus kami lakukan ke depan. Yang pertama kami berusaha meningkatkan jumlah investasi yang masih bersifat private. Seperti yang semua sudah tahu 80-85#6 nilai NAV kami itu dikontribusikan oleh emiten-emiten yang sudah publik seperti Adaro, Merdeka, Tower Bersama sehingga ada feedback dari investor bahwa jika mereka ingin berinvestasi di perusahaan tersebut, mereka bisa langsung melakukannya di emiten yang sudah Tbk. # Nah yang sudah kami lakukan saat ini seperti di Brawijaya Hospital, kami berusaha meningkatkan investasi kami di perusahaan private sehingga investor yang ingin mendapatkan exposure di perusahaan tersebut harus melalui Saratoga.
Page 5 OCR 0.941
pe - SARATOGA e Yang kedua kami juga mencoba melakukan outreaching kepada investor yang lebih aktif. Jadi ini sudah kami lakukan 3-4 tahun sebelumnya, di mana kalau sebelumnya itu selalu beranggapan bahwa fundamental perusahaan itu baik, maka harga perusahaan itu akan mengikuti. Tapi kenyataannya tidak demikian. Jadi ini adalah salah satu tindakan yang kami lakukan di mana kami lebih sering roadshow untuk bertemu investor-investor institusi dan kami juga melanjutkan pendekatan ke investor ritel untuk mengedukasi market bahwa fundamental kami adalah harga Rp3.500. # Jadi tentunya ini bukan kegiatan yang kita dapat mengharapkan hasil yang instan, tapi bagi manajemen, KPI kami adalah untuk mengecilkan diskon antara NAV dengan harga saham. 4. Andi Arief — Intra62.com Tanya: Apakah ada perubahan susunan Direksi untuk tahun ini? Jawab: Ryan Sual, Investor Relations Mengenai perubahan jajaran direksi, masih sama dan tidak ada perubahan dari tahun lalu. 5. Fajar — Rakyat Merdeka Tanya: Apa nama perusahaan yang melakukan kerja sama proyek data center bersama Saratoga, lalu pembangunan data center ini memiliki standar tingkat keandalan seperti apa atau berada di tier berapa? Jawab: Devin Wirawan, Direktur Investasi Nama data center kami Bersama Digital Data Centers (BDDC). Saat ini kami memiliki dua data center. Satu di Daan Mogot yang sudah beroperasi, dan satu lagi di MT Haryono yang sedang under construction. 6. Fadhil — Kuatbaca.com Tanya: 1) Apakah Saratoga akan memiliki diversifikasi produk ke depannya. 2) Setelah kemarin sempat membidik sektor kesehatan dengan sukses, apakah akan ada investasi di sektor lain ke depannya? Jawab: Devin Wirawan, Direktur Investasi # Untuk diversifikasi produk, jadi untuk Saratoga mungkin lebih relevan adalah diversifikasi di beberapa sektor industri yang berbeda. Jadi saat ini kami memiliki kontribusi dari sektor Sumber Daya Alam (SDA) sekitar 506. Kontribusi dari digital infrastructure sekitar 3096, selebihnya kita memiliki 1596 yang dikontribusikan oleh banyak perusahaan. # Ke depannya kami ingin memiliki satu platform lagi seperti yang tadi sudah disebutkan pada platform healthcare. Dan investasi yang sudah kami lakukan adalah ZAP di tahun lalu dan tahun ini kami berinvestasi di RS Brawijaya.
Page 6 OCR 0.899
— & SARATOGA Closing Statement Devin Wirawan, Direktur Investasi Sebagai manajemen Saratoga kami mengucapkan terima kasih atas dukungan kepada semua stakeholders dari pemegang saham, pemerintah, pengguna jasa, maupun manajemen portofolio perusahaan kami. Kami harap Saratoga akan terus dapat menciptakan pilar-pilar pertumbuhan baru ke depannya dengan terus memaksimalkan peluang investasi yang ada terutama di sektor kesehatan, infrastruktur digital serta energi baru dan terbarukan . Demikian kami sampaikan Laporan Pelaksanaan Public Expose Tahunan 2024, atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih. Hormat kami, PT SARATOGA INVESTAMA SEDAYA Tbk. PT SARATOGA INVESTAMA SEDAYA TBK. Mau ae sae an ana Divisi Hukum dan Sekretariat Perusahaan
Names mentioned 20 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
Adi Pratomo Aryanto Kepala Divisi Penilaian
p.1
unresolved
org
PT Zulu Alpha Papa. Sebagai
p.2
unresolved
org
PT Kayan Hydropower Nusantara
p.3
unresolved
person
KHN
p.3
unresolved
org
PT Kayan Patria Pratama-
p.3
unresolved
org
Merdeka Battery Minerals Tbk.
p.3
unresolved
org
PT ESG New Energy Material
p.3
unresolved
org
PT Huaneng Metal Industry
p.3
unresolved
org
Samator Indogas Tbk.
p.3 ×2
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.