Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 39
Page 1
PT ESTA MULTI USAHA Tbk
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TANGGAL 31 MARET 2024
1
Page 2
PT ESTA MULTI USAHA Tbk
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TANGGAL 31 MARET 2024
DAFTAR ISI
Surat Pernyataan Direksi
Laporan Posisi Keuangan
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
Laporan Perubahan Ekuitas
Laporan Arus Kas
Catatan atas Laporan Keuangan
2
Page 3
PT hST;\ MULTI USAIIA Tbk
SURAT PERNYATAAN DIREKSI TENTANG
TANGGUNG JAWAB ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TANGGAL 31 MARET 2024
PT ESTA MULTI USAHA TbK DAN ENTITAS ANAK
Xami yang OertanOa-tangan Oi Oawah ini
1. Nama Melvin Wangkar
Alamat kantor PT Esta Multi Usaha Tbk
Gedung "Wisma D'esta" lantai 7, Komplek Komersial Sehor ll Blok AH 2 No.7A, Kel. Rawabuntu, Kec.
Serpong, Kota Tangerang Selatan, Banten, 15318..
Alamat Rumah De Park Cluster Cajuputi Blok AB 1 No. 8, Pagedangan, Tangerang
Telepon 021-80634569
Jabatan Direktur Utama
2. Nama Andaau Surya Gautama
Alamat kanto. PT Esta Multi Usaha Tbk
Gedung'Wsma D'esta" lantai 7, Komplek Komersial Sektor ll BlokAH 2 No.7A, Kel. Rawabuntu, Kec.
Serpong, Kota langerang Selatan, Banten, '15318.
AIamat Rumah Jl. Matahari No. 9, Pinang, Tangerang
Telepon 021-80634569
Jabatan Direktur
menyalakan bahwai
1. Kami bertanggung jawab aEs penyusunan dan penyajian laporan keuangan konsolidasian PT Esta Multi usaha Tbk dan
entitas anaknya ("Grup');
2. Lapo€n keuangan konsolidasian Grup telah disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di
lndonesia;
a. Semua inlormasidalam laporan keuangan konsolidasian Grup telah dimuat secara lengkap dan benar;
b. Lapo.an keuangan konsolidasian Grup tidak mengandung informasi atau fukta maierial yang tidak benar, dan tidak
menghilangkan informasi atau fakta materiai:
4 Kami bertanggung jawab atas sistem pengendalian intemaldalam Grup.
Demikian pernyataan ini dibuat dengan sebenamya.
Atas nama dan mewakili Direksi
uervin wangi;i i.il"i ir1
:,rrl.li- ir. ilr-t{,id"rir'$,ifo. n.r,",n,
Direktur l.ltama Direktur
Tangerang Selatan, 30 Aptil2024
'.rt, l:., i,i-::1,t XL,lti)1.\ !ir,i:r..r,!il lj,-,!,t.;: 1l Pi,-,l ,ti-],1 .':'A il1,{.1. li..l. Fi/i,rtlIrlir }{.,'i- !,,.i;:;rifrt i..,ii ri.tIrrIr,'irIrr::,r,i.-rl.rr l: il1
!:itr,, ,. : !,.jitlj tjii.._l -X!,i,c,, i:,ir :iii:il lrOi)l .i!il-(
Page 4
PT ESTA MULTI USAHA Tbk
DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 31-Mar-24 31-Dec-23
Rp Rp
ASSETS
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 4 26.438.805.492 27.565.312.169
Piutang usaha
Pihak ketiga 5 1.039.808.677 540.395.826
Pihak berelasi - 34.000.000
Piutang lain-lain
Pihak ketiga - 3.980.422
Pihak berelasi 5.285.810.505 -
Persediaan 6 806.767.014 707.422.898
Pajak dibayar di muka 188.279.863 146.327.716
Beban dibayar di muka
jangka pendek 7 462.105.998 458.426.318
Uang muka pembelian
aset tetap 11.000.000 -
Total Aset Lancar 34.232.577.549 29.455.865.349
ASET TIDAK LANCAR
Investasi pada saham 8 35.610.750.000 35.610.750.000
Aset tetap - neto 9 217.297.039.406 204.071.512.726
Properti investasi - neto 10 20.794.302.026 21.045.648.906
Aset pajak tangguhan - neto 259.793.369 259.793.369
Aset tidak lancar lainnya - 50.000.000
Total Aset Tidak Lancar 273.961.884.801 261.037.705.001
TOTAL ASET 308.194.462.350 290.493.570.350
Catatan terlampir merupakan bagian yang tak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan
1
Page 5
PT ESTA MULTI USAHA Tbk
DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
LIABILITAS DAN EKUITAS - NETO
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang bank jangka pendek 14 24.905.051.194 5.077.085.348
Utang usaha pihak ketiga 11 740.311.570 1.265.636.169
Utang lain-lain
Pihak ketiga 32.811.304 1.479.750.865
Pihak berelasi 781.971.678 888.163.458
Beban akrual 12 1.870.662.463 1.984.447.062
Utang pajak 519.338.885 587.639.378
Pendapatan diterima di muka
jangka pendek 1.419.533.095 1.340.740.753
Bagian utang jangka panjang yang
jatuh tempo dalam waktu satu tahun :
Utang bank 14 8.084.295.949 7.905.094.014
Utang pembiayaan konsumen 16 3.605.146.570 3.061.320.477
Total Liabilitas Jangka Pendek 41.959.122.708 23.589.877.524
NON CURRENT LIABILITIES
Utang bank jangka panjang - setelah dikurangi
bagian yang jatuh tempo dalam waktu
satu tahun:
Utang bank 14 68.200.985.757 70.290.515.603
Utang pembiayaan konsumen 16 4.710.154.422 2.832.193.006
Pendapatan diterima di muka
jangka panjang 3.087.307.405 3.035.085.185
Liabilitas imbalan kerja karyawan 330.680.298 330.680.298
Utang pembelian aset tetap 645.104.820 -
Liabilitas pajak tangguhan 1.000.000.000 85.033.229
Total Liabilitas Jangka Panjang 77.974.232.702 76.573.507.321
TOTAL LIABILITIES 119.933.355.410 100.163.384.845
EQUITY
Modal saham - nilai nominal
Rp 100 per saham
Modal dasar - 8.116.923.076 saham
pada tanggal 31 Maret 2024 dan
31 Desember 2023
Modal disetor - 2.425.354.179
pada tanggal 31 Maret 2024 dan
31 Desember 2023 17 242.485.417.900 242.535.417.900
Tambahan modal disetor 18 (78.980.988.976) (77.452.547.894)
Deficit 25.498.207.094 25.215.872.820
Total Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada Entitas Induk 189.002.636.018 190.298.742.826
Non-controlling interest 14.370.909 31.442.679
TOTAL EQUITY 189.017.006.927 190.330.185.505
TOTAL LIABILITIES AND EQUITY 308.950.362.337 290.493.570.350
Catatan terlampir merupakan bagian yang tak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan
2
Page 6
PT ESTA MULTI USAHA Tbk
DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN
Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 31-Mar-24 31-Mar-23
PENDAPATAN 19 10.966.935.286 10.617.569.432
BEBAN POKOK PENDAPATAN 4.566.970.419 4.107.786.887
LABA KOTOR 6.399.964.867 6.509.782.545
BEBAN USAHA
Beban umum dan administrasi 4.992.263.198 4.644.283.403
Beban peralatan, pemeliharaan, dan energi 857.166.515 915.894.107
Beban pemasaran 203.239.058 145.963.605
Total Beban Usaha 6.052.668.771 5.706.141.114
LABA (RUGI) USAHA 347.296.096 803.641.431
PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN
Laba penjualan properti investasi - -
Laba penjualan aset tetap - -
Pendapatan keuangan 291.769.286 262.245.722
Beban keuangan (2.779.977.909) (2.175.380.770)
Lain-lain - neto (13.232.167) 142.571.604
Total Pendapatan (Beban) Lain-lain - neto (2.501.440.790) (1.770.563.444)
LABA (RUGI) SEBELUM MANFAAT (2.154.144.694) (966.922.013)
PAJAK PENGHASILAN
TOTAL COMPREHENSIVE INCOME (LOSS) (2.154.144.694) (966.922.013)
Net income (loss) for the year
attributable to:
The Owners of the Company (2.137.072.924) (966.922.013)
Non-controlling Interests (17.071.770) -
Total (2.154.144.694) (966.922.013)
Laba (rugi) per saham (1,18) (1,76)
Catatan terlampir merupakan bagian yang tak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan
3
Page 7
PT ESTA MULTI USAHA Tbk
DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN
Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Ekuitas yang Dapat Diatribusikan Kepada Pemilik Perusahaan
Modal Ditempatkan dan Tambahan Modal Kepentingan
Notes Defisit Total Total Ekuitas
Disetor Penuh Disetor-neto Nonpengendali
Saldo 1 Januari 2023 222.923.076.900 - 77.452.547.894 - 2.237.995.391 143.232.533.615 24.364.043 143.256.897.658
Laba neto tahun berjalan - - - 966.483.193 - 966.483.193 - 438.820 - 966.922.013
Saldo 31 Maret 2023 222.923.076.900 - 77.452.547.894 - 3.204.478.584 142.266.050.422 23.925.223 142.289.975.645
Saldo 1 Januari 2024 242.535.417.900 - 77.452.547.894 25.215.872.820 190.298.742.826 31.442.679 190.330.185.505
Laba neto tahun berjalan - - - 2.137.072.924 - 2.137.072.924 - 17.071.770 - 2.154.144.694
Saldo 31 Maret 2024 242.535.417.900 - 77.452.547.894 23.078.799.896 188.161.669.902 14.370.909 188.176.040.811
Catatan terlampir merupakan bagian yang tak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan
4
Page 8
PT ESTA MULTI USAHA Tbk
DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN
Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 31-Mar-24 31-Mar-23
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan dari pelanggan 10.549.477.111 10.021.610.153
Penerimaan dari penghasilan keuangan 390.678.879 262.245.722
Pembayaran untuk beban keuangan - 2.779.112.908 - 2.175.380.770
Pembayaran kepada karyawan - 2.034.708.121 - 1.796.340.995
Pembayaran kepada pemasok - 5.026.679.749 - 2.586.918.437
Pembayaran beban usaha dan
kegiatan operasional lainnya - 766.282.374 - 2.666.270.970
Arus Kas Neto yang Diperoleh dari
Aktivitas Operasi 333.372.838 1.058.944.703
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Perolehan aset tetap - 11.114.437.100 - 883.530.517
Penambahan uang muka
pembelian aset tetap - 1.935.000.000 - 6.718.333.896
Penambahan properti investasi - - 157.812.500
Arus Kas Neto yang Diperoleh dari
Aktivitas Investasi - 13.049.437.100 - 7.759.676.913
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Peningkatan modal saham
Pembayaran untuk utang bank jangka panjang - 1.864.936.883 - 1.746.494.668
Pembayaran utang pembiayaan konsumen - 974.355.372 - 635.458.977
Pembayaran utang lain-lain - 5.343.607.938 -
Penambahan utang bank jangka pendek 19.782.646.983 9.699.209.905
Arus Kas Neto yang Digunakan untuk
Aktivitas Pendanaan 11.599.746.790 7.317.256.260
(PENURUNAN) NETO
KAS DAN SETARA KAS - 1.116.317.472 616.524.050
KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN 27.555.090.063 27.272.560.086
KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN 26.438.772.591 27.889.084.136
5
Page 9
PT ESTA MULTI USAHA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
serta untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM
a. Pendirian dan Informasi Perusahaan
PT Esta Multi Usaha Tbk ("Perusahaan") didirikan dengan nama PT Esta Asri Propertindo sesuai Akta
Notaris KunHidayat, SH., No. 34 tanggal 30 September 2011, notaris di Jakarta. Akta pendirian tersebut
telah disahkan olehMenteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan
No. AHU- 51610.AH.01.01.Tahun 2011 tanggal 24 Oktober 2011, telah didaftarkan dalam Daftar
Perusahaan No. AHU- 0085684.AH.01.09 Tahun 2011 tanggal 24 Oktober 2011, dan diumumkan dalam
Berita Negara Republik Indonesia No. 93 tanggal 20 November 2012. Grup mengubah nama menjadi PT
Esta Multi Usaha berdasarkanAkta Notaris Maichel Vecky Katuuk, S.H., M.Kn. No. 7 tanggal 15 Mei
2019, perubahan ini telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia melalui Surat Keputusan No. AHU- AH.01.03-0266076 tanggal 20 Mei 2019 serta
diumumkan dalam Berita Negara Republik IndonesiaNo. 065 tanggal 13 Agustus 2019.
Anggaran Dasar Entitas Induk telah mengalami beberapa kali perubahan, perubahan terakhir diaktakan
dengan Akta Notaris No. 33 oleh Elizabeth Karina Leonita, S.H., M.Kn., tanggal 10 Agustus 2023
mengenai peningkatan modal ditempatkan / disetor melalui realisasi pengeluaran saham baru hasil
pelaksanaan Waran Seri I. Perubahan Anggaran Dasar tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum
dan Hak Asasi Manusia dalam Surat Keputusan No. AHU-AH.01.03-0109618 tanggal 18 Agustus 2023.
Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan utama Perusahaan adalah
di bidang penyediaan akomodasi dengan penyediaan makan minum meliputi hotel bintang dua, dengan
kegiatan usaha penunjang melakukan usaha pembelian, penjualan, persewaan dan pengoperasian real
estat, melakukan kegiatan penyewaan dan sewa guna usaha kendaraan tanpa hak opsi dan melakukan
perdagangan.
Perusahaan berkedudukan di Gedung "Wisma D'esta" lantai 7, Komplek Komersial Sektor II Blok
AH.2/7A, Bumi Serpong Damai, Tangerang Selatan, Banten. Perusahaan mulai melakukan kegiatan
usaha secara komersial pada tahun 2012. Sampai dengan tahun 2017, Perusahaan hanya melakukan
kegiatan usaha penyewaan real estat. Pada tahun 2018, Perusahaan memulai kegiatan usaha
perhotelan. Sedangkan pada tahun 2019, Perusahaan memulai kegiatan usaha penyewaan kendaraan
tanpa hak opsi.
Perusahaan memiliki bangunan hotel yang dioperasikan dengan nama D’esta Hotel 88 yang berletak di
Jalan Cut Meutia No. 67, RT 01/02, Kel. Sepanjang Jaya, Kec. Rawa Lumbu, Bekasi.
Entitas Induk langsung dan akhir Perusahaan adalah PT Esta Utama Corpora.
b. Penawaran Umum Saham Perusahaan dan Aksi Korporasi Lainnya
Penawaran Umum Perdana Saham
Pada tanggal 28 Februari 2020, Grup memperoleh Surat Pemberitahuan Efektifnya Pernyataan
Pendaftaran No. S-82/D.04/2020 dari Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) untuk melakukan Penawaran
Umum Perdana Saham kepada masyarakat sebanyak 200.000.000 lembar saham biasa dengan nilai
nominal Rp100 per saham dan harga penawaran Rp120 per saham.
Saham-saham tersebut seluruhnya telah dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia tanggal 9 Maret 2020.
Dana yang diperoleh Grup dari hasil Penawaran Umum Perdana Saham, setelah dikurangi dengan
beban - beban emisi sebesar Rp1.241.249.038 dipergunakan untuk meningkatkan modal kerja,
pembangunan hotel, dan peningkatan jumlah kendaraan.
6
Page 10
PT ESTA MULTI USAHA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
serta untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
b. Penawaran Umum Saham Perusahaan dan Aksi Korporasi Lainnya (lanjutan)
Right Issue
Grup telah menerima Surat Pernyataan Efektif dari Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal atas nama
Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) dengan surat No. S-92/D.04/2022 tanggal 9 Juni
2022 untuk melakukan Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu I
(“PMHMETD I”) sebanyak 1.599.230.769 saham dengan nilai nominal Rp100 per saham dengan harga
penawaran Rp100 per saham (Catatan 20).
c. Struktur Grup
Entitas Anak, dimana Grup memliki pengendalian secara langsung memiliki setidaknya 50% hak suara,
adalah sebagai berikut:
Mulai
Persentase beroperasi
Entitas Anak Jenis Bisnis Lokasi Total Aset
Kepemilikan secara
komersil
PT Esta Prima Investama Perhotelan Tangerang 99,97% 2009 232.797.635.564
PT Esta Prima Investama (EPI)
PT Esta Prima Investama (“EPI”) didirikan berdasarkan akta Notaris No. 7 tanggal 3 Juni 2009 dari Kun
Hidayat, SH., Notaris di Jakarta. Akta pendirian tersebut telah memperoleh pengesahan dari Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No. AHU-
34453.AH.01.01.TH.2009.
Anggaran Dasar PT Esta Prima Investasi (”EPI”) telah beberapa kali mengalami perubahan, terakhir
berdasarkan Akta Notaris No. 149 tanggal 27 Desember 2023 dari Elizabeth Karina Leonita, S.H., M.Kn.,
Notaris di Jakarta Selatan, mengenai peningkatan modal ditempatkan dan disetor.
EPI berkedudukan di Wisma D’Esta, Komplek Komersil Sektor II Blok AH / 7A, BSD, Kel. Rawabuntu,
Kec. Serpong, Kota Tangerang Selata. EPI memulai kegiatan komersialnya pada tahun 2009.
Sesuai dengan Pasal 3 anggaran dasar EPI, kegiatan utama EPI adalah bidang perdagangan besar
atas dasar balas jasa atau kontrak, aktivitas penyewaan dan sewa guna usaha tanpa hak opsi mobil,
bus, truk dan sejenisnya, real estate yang dimiliki sendiri atau disewa dan penyediaan akomodasi dan
penyediaan makan minum hotel bintang dua dan tiga.
d. Dewan Komisaris, Direksi, Komite Audit, dan Karyawan
Berdasarkan Akta Notaris Elizabeth Karina Leonita, S.H., M.Kn nomor 23 tanggal 10 Mei 2023 susunan
Dewan Komisaris dan Direksi Grup pada tanggal 31 Maret 2024 adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Rony Harianto
Komisaris Independen : Drs. Alkie Samuel Sutandra
Direksi
Direktur Utama : Melvin Wangkar
Direktur : Andaru Surya Gautama
7
Page 11
PT ESTA MULTI USAHA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
serta untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
d. Dewan Komisaris, Direksi, Komite Audit, dan Karyawan (lanjutan)
Manajemen kunci Grup mencakup Dewan Komisaris dan Direksi Grup. Komisaris Grup bertugas
melakukan pengawasan terhadap kegiatan usaha Grup yang dibawahi oleh Direksi. Sedangkan direksi
bertugas menjalankan kegiatan usaha Grup dengan pembagian direktur utama yang membawahi
bidang operasional, direktur yang membawahi bidang akuntansi dan keuangan serta direktur yang
membawahi bidang sumber daya manusia.
Pada tanggal 29 Januari 2024, berdasarkan Surat Ketetapan Grup No. 001/EMU/S.KET/I/2024, Grup
memberhentikan dengan hormat Suryanto Witono serta menunjuk Andaru Surya Gautama sebagai
Sekretaris Grup.
Pada tanggal 16 September 2019, berdasarkan Surat Keputusan Komisaris
Grup No. 001/SK-KOM/EMU/IX/19, Grup menunjuk komite audit Grup sebagai berikut:
Ketua Komite Audit : Drs. Alkie Samuel Sutandra
Anggota Komite : Sandi Komaruddin
Anggota Komite : Tony Sompotan
Pada tanggal 18 September 2019, berdasarkan Surat Keputusan Komisaris
Grup No. 001/SK-KOM/EMU/IX/19, Grup menunjuk Irnanda Aditya Cornelius sebagai Audit Internal
Grup.
Pada tanggal 31 Maret 2024, Grup dan Entitas Anaknya (secara kolektif disebut “Grup”) memiliki
sejumlah 14 karyawan tetap (tidak diaudit).
e. Penyelesaian Laporan Keuangan Konsolidasian
Manajemen Grup, yang diwakili oleh Direksi, bertanggung jawab atas penyusunan laporan keuangan
konsolidasian ini yang telah diselesaikan dan diotorisasi untuk diterbitkan oleh manajemen Grup pada
tanggal 31 Maret 2024.
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN
a. Kepatuhan Terhadap Standar Akuntansi Keuangan (SAK)
Laporan keuangan konsolidasian telah disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi
Keuangan di Indonesia yang meliputi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Interpretasi
Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) yang diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan – Ikatan
Akuntan Indonesia (DSAK – IAI), serta peraturan Pasar Modal yang berlaku antara lain Peraturan
Otoritas Jasa Keuangan/Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (OJK/Bapepam-LK)
No. VIII.G.7 tentang pedoman penyajian laporan keuangan, Keputusan Ketua Bapepam-LK No. KEP-
347/BL/2012 tentang penyajian dan pengungkapan laporan keuangan emitenatau perusahaan publik.
b. Dasar Pengukuran dan Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian
Laporan keuangan konsolidasian meliputi laporan keuangan Perusahaan dan Entitas anak (selanjutnya
secara kolektif disebut sebagai “Grup”).
Laporan keuangan konsolidasian disusun dan disajikan berdasarkan asumsi kelangsungan usaha sertaatas
dasar akrual, kecuali laporan arus kas konsolidasian. Dasar pengukuran dalam penyusunan laporan
keuangan konsolidasian ini adalah konsep biaya perolehan, kecuali beberapa akun tertentu yang
didasarkan pengukuran lain sebagaimana dijelaskan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun
tersebut. Biaya perolehan umumnya didasarkan pada nilai wajar imbalan yang diserahkan dalam
pemerolehan aset.
8
Page 12
PT ESTA MULTI USAHA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
serta untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
b. Dasar Pengukuran dan Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian (lanjutan)
Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan menggunakan metode langsung dengan
mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.
Mata uang penyajian yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian ini adalah
Rupiah yang merupakan mata uang fungsional Grup. Setiap entitas di dalam Grup menetapkan mata
uang fungsional sendiri dan unsur-unsur dalam laporan keuangan dari setiap entitas diukur berdasarkan
mata uang fungsional tersebut.
c. Pernyataan dan Interpretasi Standar Akuntansi Baru dan Revisi yang Berlaku Efektif pada Tahun
Berjalan
Berikut amendemen dan penyesuaian atas standar yang berlaku efektif untuk periode yang dimulai
pada atau setelah 1 Januari 2023; dengan penerapan dini diperkenankan yaitu:
Amendemen PSAK 1:Penyajian Laporan Keuangan tentang Pengungkapan Kebijakan Akuntansi;
Amendemen PSAK 16: Aset Tetap tentang Hasil Sebelum Penggunaan yang Diintensikan;
Amendemen PSAK 25: Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi, dan Kesalahan
tentang Definisi Estimasi Akuntansi;
Amendemen PSAK 46: Pajak Penghasilan tentang Pajak Tangguhan terkait Aset dan Liabilitas yang
timbul dari Transaksi Tunggal; dan
Revisi PSAK 107: Akuntansi Ijarah.
Implementasi standar-standar tersebut tidak memiliki dampak yang material terhadap jumlah yang
dilaporkan di periode berjalan atau tahun sebelumnya.
d. Prinsip-prinsip Konsolidasian
Laporan keuangan konsolidasian mencakup laporan keuangan Grup seperti disebutkan padaCatatan
1.c.
Entitas anak adalah entitas yang dikendalikan oleh Grup, yakni Grup terekspos, atau memiliki hak, atasimbal
hasil variabel dari keterlibatannya dengan entitas dan memiliki kemampuan untuk mempengaruhi imbal hasil
tersebut melalui kemampuan kini untuk mengarahkan aktivitas relevan dari entitas (kekuasaan atas
investee).
Keberadaan dan dampak dari hak suara potensial dimana Grup memiliki kemampuan praktis untuk
melaksanakan (yakni hak substantif) dipertimbangkan saat menilai apakah Grup mengendalikan entitas
lain.
Laporan keuangan konsolidasian Grup mencakup hasil usaha, arus kas, aset dan liabilitas dari
Perusahaan dan seluruh entitas anak yang, secara langsung dan tidak langsung, dikendalikan oleh
Perusahaan. Entitas anak dikonsolidasikan sejak tanggal efektif akuisisi, yaitu tanggal dimana Grup
secara efektif memperoleh pengendalian atas bisnis yang diakuisisi, sampai tanggal pengendalian
berakhir.
Entitas induk menyusun laporan keuangan konsolidasian dengan menggunakan kebijakan akuntansi
yang sama untuk transaksi dan peristiwa lain dalam keadaan yang serupa. Seluruh transaksi, saldo,
penghasilan, beban, dan arus kas dalam intra kelompok usaha terkait dengan transaksi antar entitas
dalam kelompok usaha dieliminasi secara penuh.
9
Page 13
PT ESTA MULTI USAHA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
serta untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
d. Prinsip-prinsip Konsolidasian (lanjutan)
Grup mengatribusikan laba rugi dan setiap komponen dari penghasilan komprehensif lain kepada
pemilik entitas induk dan kepentingan nonpengendali meskipun hal tersebut mengakibatkan
kepentingan nonpengendali memiliki saldo defisit. Grup menyajikan kepentingan nonpengendali di
ekuitas dalam laporan posisi keuangan konsolidasian, terpisah dari ekuitas pemilik entitas induk.
Perubahan dalam bagian kepemilikan entitas induk pada entitas anak yang tidak mengakibatkan
hilangnya pengendalian adalah transaksi ekuitas (yaitu transaksi dengan pemilik dalam kapasitasnya
sebagai pemilik). Ketika proporsi ekuitas yang dimiliki oleh kepentingan nonpengendali berubah, Grup
menyesuaikan jumlah tercatat kepentingan pengendali dan kepentingan nonpengendali untuk
mencerminkan perubahan kepemilikan relatifnya dalam entitas anak. Selisih antara jumlah dimana
kepentingan nonpengendali disesuaikan dan nilai wajar dari jumlah yang diterima atau dibayarkan
diakui langsung dalam ekuitas dan diatribusikan pada pemilik dari entitas induk.
e. Kombinasi Bisnis
Kombinasi bisnis adalah suatu transaksi atau peristiwa lain dimana pihak pengakuisisi memperoleh
pengendalian atas satu atau lebih bisnis. Kombinasi bisnis dicatat dengan menggunakan metode
akuisisi. Imbalan yang dialihkan dalam suatu kombinasi bisnis diukur pada nilai wajar, yang dihitung
sebagai hasil penjumlahan dari nilai wajar tanggal akuisisi atas seluruh aset yang dialihkan oleh Grup,
liabilitas yang diakui oleh Grup kepada pemilik sebelumnya dari pihak yang diakuisisi dan kepentingan
ekuitas yang diterbitkan oleh Grup dalam pertukaran pengendalian dari pihak yang diakuisisi. Biaya-
biaya terkait akuisisi diakui sebagai beban pada periode saat biaya tersebut terjadi dan jasa diterima.
Pada tanggal akuisisi, aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas yang diambil alih diakui pada nilai
wajar kecuali untuk aset dan liabilitas tertentu yang diukur sesuai dengan standar yang relevan.
Komponen kepentingan non-pengendali pada pihak diakuisisi diukur baik pada nilai wajar ataupun pada
bagian proporsional instrumen kepemilikan yang ada dalam jumlah yang diakui atas aset neto
teridentifikasi dari pihak diakuisisi.
Jika akuntansi awal untuk kombinasi bisnis belum selesai pada akhir periode pelaporan saat kombinasi
terjadi, Grup melaporkan jumlah sementara untuk pos-pos yang proses akuntansinya belum selesai
dalam laporan keuangannya. Selama periode pengukuran, pihak pengakuisisi menyesuaikan, aset atau
liabilitas tambahan yang diakui, untuk mencerminkan informasi baru yang diperoleh tentang fakta dan
keadaan yang ada pada tanggal akuisisi dan, jika diketahui, akan berakibat terhadap pengakuan aset
dan liabilitas dimaksud pada tanggal tersebut.
Pada tanggal akuisisi, goodwill diukur pada harga perolehan yang merupakan selisih lebih antara (a)
nilai gabungan dari imbalan yang dialihkan dan jumlah setiap kepentingan non-pengendali, atas (b)
jumlah neto teridentifikasi dari aset yang diperoleh dan liabilitas yang diambil alih. Jika imbalan tersebut
kurang dari nilai wajar aset neto entitas anak yang diakuisisi, selisih tersebut diakui dalam laporan laba
rugi sebagai keuntungan dari akuisisi entitas anak setelah sebelumnya manajemen menilai kembali
apakah telah mengidentifikasi dengan tepat seluruh aset yang diperoleh dan liabilitas yang diambil alih
serta mengakui setiap aset atau liabilitas tambahan yang dapat diidentifikasi dalam penelaahan
tersebut.
10
Page 14
PT ESTA MULTI USAHA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
serta untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
f. Transaksi Dengan Pihak-Pihak Yang Berelasi
Pihak berelasi adalah orang atau entitas yang terkait dengan entitas pelapor:
a) Orang atau anggota keluarga dekatnya mempunyai relasi dengan entitas pelapor jika orang
tersebut:
i. Memiliki pengendalian atau pengendalian bersama atas entitas pelapor;
ii. Memiliki pengaruh signifikan atas entitas pelapor; atau
iii. Merupakan personil manajemen kunci entitas pelapor atau entitas induk dari entitas pelapor.
b) Suatu entitas berelasi dengan entitas pelapor jika memenuhi salah satu hal berikut:
i. Entitas dan entitas pelapor adalah anggota dari kelompok usaha yang sama (artinya entitas
induk, entitas anak, dan sesama entitas anak berikutnya saling berelasi dengan entitas
lainnya);
ii. Satu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama dari entitas lain (atau entitas
asosiasi atau ventura bersama yang merupakan anggota suatu kelompok usaha, di mana
entitas lain tersebut adalah anggotanya);
iii. Kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama;
iv. Satu entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain adalah entitas
asosiasi dari entitas ketiga;
v. Entitas tersebut adalah suatu program imbalan pascakerja untuk imbalan kerja dari salah
satu entitas pelapor atau entitas yang terkait dengan entitas pelapor. Jika entitas pelapor
adalah entitas yang menyelenggarakan program tersebut, maka entitas sponsor juga
berelasi dengan entitas pelapor;
vi. Entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifikasi dalam
huruf (a);
vii. Orang yang diidentifikasi dalam huruf (a) (i) memiliki pengaruh signifikan atas entitas atau
personil manajemen kunci entitas (atau entitas induk dari entitas);
viii. Entitas, atau anggota dari kelompok di mana entitas merupakan bagian dari kelompok
tersebut, menyediakan jasa personil manajemen kunci kepada entitas pelapor atau kepada
entitas induk dari entitas pelapor.
Entitas yang berelasi dengan Pemerintah adalah entitas yang dikendalikan, dikendalikan bersama, atau
dipengaruhi oleh Pemerintah. Pemerintah mengacu kepada instansi pemerintah dan badan yang serupa
baik lokal, nasional maupun internasional.
Entitas yang berelasi dengan Pemerintah dapat berupa entitas yang dikendalikan atau dipengaruhi
secara signifikan oleh Kementerian Keuangan yang merupakan Pemegang Saham entitas, atau entitas
yang dikendalikan oleh Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Negara BUMN sebagai
kuasa pemegang saham.
Seluruh transaksi dan saldo yang signifikan dengan pihak berelasi diungkapkan dalam catatan yang
relevan.
g. Instrument Keuangan
Pengakuan dan Pengukuran Awal
Grup mengakui aset keuangan atau liabilitas keuangan dalam laporan posisi keuangan konsolidasian,
jika dan hanya jika, Grup menjadi salah satu pihak dalam ketentuan pada kontrak instrumen tersebut.
Pada saat pengakuan awal aset keuangan atau liabilitas keuangan, Grup mengukur pada nilai wajarnya.
Dalam hal aset keuangan atau liabilitas keuangan tidak diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, nilai
wajar tersebut ditambah atau dikurang dengan biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara
langsung dengan perolehan atau penerbitan aset keuangan atau liabilitas keuangan tersebut. Biaya
transaksi yang dikeluarkan sehubungan dengan perolehan aset keuangan dan penerbitan liabilitas
keuangan yang diklasifikasikan pada nilai wajar melalui laba rugi dibebankan segera.
11
Page 15
PT ESTA MULTI USAHA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
serta untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
g. Instrument Keuangan (lanjutan)
Pengukuran Selanjutnya Aset Keuangan
Aset keuangan Grup diklasifikasikan sebagai berikut: aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan
yang diamortisasi dan aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi dengan
menggunakan dua dasar yaitu : model bisnis Grup dalam mengelola aset keuangan dan karakteristik
arus kas kontraktual dari aset keuangan.
i. Aset Keuangan yang Diukur pada Biaya Perolehan Diamortisasi
Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi ketika kedua kondisi berikut terpenuhi:
1) Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset keuangan
dalam rangka mendapatkan arus kas kontraktual saja; dan
2) Persyaratan kontraktual dari aset keuangan tersebut memberikan hak pada tanggal tertentu
atas arus kas yang semata dari pembayaran pokok dan bunga (Solely Payments of Principal
and Interest - SPPI) dari jumlah pokok terutang.
Aset keuangan ini diukur pada jumlah yang diakui pada awal pengakuan dikurangi dengan
pembayaran pokok, kemudian dikurangi atau ditambah dengan jumlah amortisasi kumulatif atas
perbedaan jumlah pengakuan awal dengan jumlah pada saat jatuh tempo, dan penurunan nilainya.
Pendapatan keuangan dihitung dengan menggunakan metode suku bunga efektif dan diakui di
laba rugi. Perubahan pada nilai wajar diakui di laba rugi ketika aset dihentikan atau direklasifikasi.
Aset keuangan yang diklasifikasikan menjadi aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan
diamortisasi dapat dijual ketika terdapat peningkatan risiko kredit. Penghentian untuk alasan lain
diperbolehkan namun jumlah penjualan tersebut harus tidak material jumlahnya atau tidak sering.
ii. Aset Keuangan yang Diukur pada Nilai Wajar Melalui Laba Rugi (“FVTPL”)
Aset keuangan yang diukur pada FVTPL adalah aset keuangan yang tidak memenuhi kriteria untuk
diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau untuk diukur FVTOCI.
Setelah pengakuan awal, aset keuangan yang diukur pada FVTPL diukur pada nilai wajarnya.
Keuntungan atau kerugian yang timbul dari perubahan nilai wajar aset keuangan diakui dalam laba
rugi.
Aset keuangan berupa derivatif dan investasi pada ekuitas tidak memenuhi kriteria untuk diukur
pada biaya perolehan diamortisasi atau kriteria untuk diukur pada FVTOCI, sehingga diukur pada
FVTPL. Namun demikian, Grup dapat menetapkan pilihan yang tidak dapat dibatalkan saat
pengakuan awal atas investasi pada instrument ekuitas yang bukan untuk diperjualbelikan dalam
waktu dekat (held for trading) untuk diukur pada FVTOCI. Penetapan ini menyebabkan semua
keuntungan atau kerugian disajikan di penghasilan komprehensif lain, kecuali pendapatan dividen
tetap diakui di laba rugi. Keuntungan atau kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui dalam
penghasilan komprehensif lain direklasifikasi ke saldo laba tidak melalui laba rugi.
Pengukuran Selanjutnya Liabilitas Keuangan
Grup mengklasifikasikan seluruh liabilitas keuangan sehingga setelah pengakuan awal liabilitas
keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi, kecuali:
a) Liabilitas keuangan pada nilai wajar melalui laba rugi. Liabilitas dimaksud, termasuk derivatif yang
merupakan liabilitas, selanjutnya akan diukur pada nilai wajar.
b) Liabilitas keuangan yang timbul saat pengalihan aset keuangan yang tidak memenuhi kualifikasi
penghentian pengakuan atau ketika pendekatan keterlibatan berkelanjutan diterapkan.
12
Page 16
PT ESTA MULTI USAHA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
serta untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
g. Instrument Keuangan (lanjutan)
Pengukuran Selanjutnya Liabilitas Keuangan (lanjutan)
c) Kontrak jaminan keuangan dan komitmen untuk menyediakan pinjaman dengan suku bunga
dibawah pasar. Setelah pengakuan awal, penerbit kontrak dan penerbit komitmen selanjutnya
mengukur kontrak tersebut sebesar jumlah yang lebih tinggi antara:
i. jumlah penyisihan kerugian; dan
ii. jumlah yang pertama kali diakui dikurangi dengan, jika sesuai, jumlah kumulatif dari
penghasilan yang diakui sesuai dengan prinsip PSAK 72.
d) Imbalan kontijensi yang diakui oleh pihak pengakusisi dalam kombinasi bisnis ketika
PSAK 22 diterapkan. Imbalan kontijensi selanjutnya diukur pada nilai wajar dan selisihnya dalam
laba rugi.
Saat pengakuan awal Grup dapat membuat penetapan yang takterbatalkan untuk mengukur liabilitas
keuangan pada nilai wajar melalui laba rugi, jika diizinkan oleh standar atau jika penetapan akan
menghasilkan informasi yang lebih relevan, karena:
a. Mengeliminasi atau mengurangi secara signifikan inkosistensi pengukuran atau pengakuan
(kadang disebut sebagai “accounting mismatch”) yang dapat timbul dari pengukuran aset atau
liabilitas atau pengakuan keuntungan dan kerugian atas aset atau liabilitas dengan dasar yang
berbeda beda; atau
b. Sekelompok liabilitas keuangan atau aset keuangan dan liabilitas keuangan dikelola dan
kinerjanya dievaluasi berdasarkan nilai wajar, sesuai manajemen risiko atau strategi investasi yang
terdokumentasi, dan informasi dengan dasar nilai wajar dimaksud atas kelompok tersebut
disediakan secara internal untuk personil manajemen kunci Grup.
Penghentian Pengakuan Aset dan Liabilitas Keuangan
Grup menghentikan pengakuan aset keuangan, jika dan hanya jika hak kontraktual atas arus kas yang
berasal dari aset keuangan berakhir atau Grup mengalihkan hak kontraktual untuk menerima kas yang
berasal dari aset keuangan atau tetap memiliki hak kontraktual untuk menerima kas tetapi juga
menanggung kewajiban kontraktual untuk membayar arus kas yang diterima tersebut kepada satu atau
lebih pihak penerima melalui suatu kesepakatan. Jika Grup secara substansial mengalihkan seluruh
risiko dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan, maka Grup menghentikan pengakuan aset
keuangan dan mengakui secara terpisah sebagai aset atau liabilitas untuk setiap hak dan kewajiban
yang timbul atau yang masih dimiliki dalam pengalihan tersebut. Jika Grup secara substansial tidak
mengalihkan dan tidak memiliki seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan tersebut
dan masih memiliki pengendalian, maka Grup mengakui aset keuangan sebesar keterlibatan
berkelanjutan dengan aset keuangan tersebut. Jika Grup secara substansial masih memiliki seluruh
risiko dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan, maka Grup tetap mengakui aset keuangan
tersebut.
Grup menghentikan pengakuan liabilitas keuangan, jika dan hanya jika, liabilitas keuangan tersebut
berakhir, yaitu ketika kewajiban yang ditetapkan dalam kontrak dilepaskan atau dibatalkan atau
kadaluwarsa.
Penurunan Nilai Aset Keuangan
Aset keuangan dinilai apakah terdapat indikasi penurunan nilai pada setiap akhir periode pelaporan.
Aset keuangan diturunkan nilainya apabila terdapat bukti obyektif sebagai akibat adanya satu atau lebih
peristiwa yang terjadi setelah pengakuan awal aset keuangan tersebut dan dilakukan estimasi terhadap
arus kas masa depan dari investasi tersebut yang akan terdampak.
Pada setiap tanggal pelaporan, Grup mengukur penyisihan kerugian instrumen keuangan sejumlah
kerugian kredit ekspektasian sepanjang umurnya jika risiko kredit atas instrumen keuangan tersebut
telah meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal. Namun, jika risiko kredit instrumen keuangan
tersebut tidak meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal, maka mengakui sejumlah kerugian
kredit ekspektasian 12 bulan.
13
Page 17
PT ESTA MULTI USAHA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
serta untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
g. Instrument Keuangan (lanjutan)
Penurunan Nilai Aset Keuangan (lanjutan)
Grup menerapkan metode yang disederhanakan untuk mengukur kerugian kredit ekspektasian tersebut
terhadap piutang usaha dan aset kontrak tanpa komponen pendanaan yang signifikan.
Grup menganggap aset keuangan gagal bayar ketika pihak ketiga tidak mampu membayar kewajiban
kreditnya kepada Grup secara penuh. Periode maksimum yang dipertimbangkan ketika memperkirakan
kerugian kredit ekspektasian adalah periode maksimum kontrak dimana Grup terekspos terhadap risiko
kredit.
Pengukuran kerugian kredit ekspektasian dari instrumen keuangan dilakukan dengan suatu cara yang
mencerminkan:
i. Jumlah yang tidak bias dan rata-rata probabilitas tertimbang yang ditentukan dengan
mengevaluasi serangkaian kemungkinan yang dapat terjadi;
ii. Nilai waktu uang; dan
iii. Informasi yang wajar dan terdukung yang tersedia tanpa biaya atau upaya berlebihan pada
tanggal pelaporan mengenai peristiwa masa lalu, kondisi kini, dan perkiraan kondisi ekonomi
masa depan.
Aset keuangan dapat dianggap tidak mengalami peningkatan risiko kredit secara signifikan sejak
pengakuan awal jika aset keuangan memiliki risiko kredit yang rendah pada tanggal pelaporan. Risiko
kredit pada instrumen keuangan dianggap rendah ketika aset keuangan tersebut memiliki risiko gagal
bayar yang rendah, peminjam memiliki kapasitas yang kuat untuk memenuhi kewajiban arus kas
kontraktualnya dalam jangka waktu dekat dan memburuknya kondisi ekonomi dan bisnis dalam jangka
waktu panjang mungkin, namun tidak selalu, menurunkan kemampuan peminjam untuk memenuhi
kewajiban arus kas kontraktualnya. Untuk menentukan apakah aset keuangan memiliki risiko kredit
rendah, Grup dapat menggunakan peringkat risiko kredit internal atau penilaian eksternal. Misal, aset
keuangan dengan peringkat “investment grade” berdasarkan penilaian eksternal merupakan instrumen
yang memiliki risiko kredit yang rendah, sehingga tidak mengalami peningkatan risiko kredit secara
signifikan sejak pengakuan awal.
Metode Suku Bunga Efektif
Metode suku bunga efektif adalah metode yang digunakan untuk menghitung biaya perolehan
diamortisasi dari aset atau liabilitas keuangan (atau kelompok aset atau liabilitas keuangan) dan metode
untuk mengalokasikan pendapatan bunga atau beban bunga selama periode yang relevan.
Suku bunga efektif adalah suku bunga yang secara tepat mendiskontokan estimasi pembayaran atau
penerimaan kas masa depan selama perkiraan umur dari instrumen keuangan, atau jika lebih tepat,
digunakan periode yang lebih singkat untuk memperoleh jumlah tercatat neto dari aset keuangan atau
liabilitas keuangan.
Pada saat menghitung suku bunga efektif, Grup mengestimasi arus kas dengan mempertimbangkan
seluruh persyaratan kontraktual dalam instrumen keuangan tersebut, seperti pelunasan dipercepat, opsi
beli dan opsi serupa lain, tetapi tidak mempertimbangkan kerugian kredit masa depan. Perhitungan ini
mencakup seluruh komisi dan bentuk lain yang dibayarkan atau diterima oleh pihak- pihak dalam
kontrak yang merupakan bagian tak terpisahkan dari suku bunga efektif, biaya transaksi, dan seluruh
premium atau diskonto lain.
Reklasifikasi
Grup mereklasifikasi aset keuangan ketika Grup mengubah tujuan model bisnis untuk pengelolaan aset
keuangan sehingga penilaian sebelumnya menjadi tidak dapat diterapkan.
14
Page 18
PT ESTA MULTI USAHA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
serta untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
g. Instrument Keuangan (lanjutan)
Reklasifikasi (lanjutan)
Jika Grup mereklasifikasi aset keuangan, maka diperlukan untuk menerapkan reklasifikasi secara
prospektif sejak tanggal reklasifikasi. Keuntungan, kerugian (termasuk keuntungan atau kerugian
penurunan nilai) atau bunga yang sebelumnya diakui tidak disajikan kembali.
Ketika Grup mereklasifikasi aset keuangan keluar dari kategori pengukuran biaya perolehan
diamortisasi menjadi kategori FVTPL, nilai wajarnya diukur pada tanggal reklasifikasi. Keuntungan atau
kerugian yang timbul dari selisih antara biaya perolehan diamortisasi sebelumnya dan nilai wajar aset
keuangan diakui dalam laba rugi. Pada saat Grup melakukan reklasifikasi sebaliknya, yaitu dari aset
keuangan kategori FVTPL menjadi kategori pengukuran biaya perolehan diamortisasi, maka nilai wajar
pada tanggal reklasifikasi menjadi jumlah tercatat bruto yang baru.
Saling Hapus Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan
Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling dihapuskan, jika dan hanya jika, Grup saat ini memiliki
hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui
tersebut; dan berintensi untuk menyelesaikan secara neto atau untuk merealisasikan aset dan
menyelesaikan liabilitasnya secara simultan.
Pengukuran Nilai Wajar
Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar
untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada tanggal
pengukuran. Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan diestimasi untuk keperluan pengakuan dan
pengukuran atau untuk keperluan pengungkapan.
Nilai wajar dikategorikan dalam level yang berbeda dalam suatu hirarki nilai wajar berdasarkan pada
apakah input suatu pengukuran dapat diobservasi dan signifikansi input terhadap keseluruhan
pengukuran nilai wajar:
i. Harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik yang
dapat diakses pada tanggal pengukuran (Level 1);
ii. Input selain harga kuotasian yang termasuk dalam Level 1 yang dapat diobservasi untuk aset
atau liabilitas, baik secara langsung maupun tidak langsung (Level 2);
iii. Input yang tidak dapat diobservasi untuk aset atau liabilitas (Level 3).
Dalam mengukur nilai wajar aset atau liabilitas, Grup sebisa mungkin menggunakan data pasar yang
dapat diobservasi. Apabila nilai wajar aset atau liabilitas tidak dapat diobservasi secara langsung, Grup
menggunakan teknik penilaian yang sesuai dengan keadaannya dan memaksimalkan penggunaan
input yang dapat diobservasi yang relevan dan meminimalkan penggunaan input yang tidak dapat
diobservasi.
Perpindahan antara level hierarki nilai wajar diakui oleh Grup pada akhir periode pelaporan dimana
perpindahan terjadi.
h. Kas dan Setara Kas
Kas dan setara kas termasuk kas, kas di bank (rekening giro), dan deposito berjangka yang jatuh tempo
dalam jangka waktu tiga bulan atau kurang pada saat penempatan yang tidak digunakan sebagai
jaminan atau tidak dibatasi penggunaannya.
15
Page 19
PT ESTA MULTI USAHA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
serta untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
i. Persediaan
Persediaan dinyatakan berdasarkan jumlah terendah antara biaya perolehan dan nilai realisasi neto.
Biaya perolehan terdiri dari seluruh biaya pembelian, biaya konversi, dan biaya lain yang timbul sampai
persediaan berada dalam kondisi dan lokasi saat ini. Biaya perolehan ditentukan dengan metode rata-
rata tertimbang. Nilai realisasi neto merupakan taksiran harga jual dalam kegiatan usaha biasa dikurangi
estimasi biaya penyelesaian dan estimasi biaya yang diperlukan untuk membuat penjualan.
Setiap penurunan nilai persediaan di bawah biaya perolehan menjadi nilai realisasi neto dan seluruh
kerugian persediaan diakui sebagai beban pada periode terjadinya penurunan atau kerugian tersebut.
Setiap pemulihan kembali penurunan nilai persediaan karena peningkatan kembali nilai realisasi neto,
diakui sebagai pengurangan terhadap jumlah beban persediaan pada periode terjadinya pemulihan
tersebut.
j. Biaya Dibayar di Muka
Biaya dibayar di muka merupakan biaya yang telah dibayar namun pembebanannya sebagian akan
dilakukan pada periode yang akan datang, seperti premi asuransi dibayar di muka, bunga dibayar di
muka, dan sewa dibayar di muka. Biaya dibayar di muka diamortisasi sesuai dengan masa manfaatnya
dengan menggunakan metode garis Iurus.
k. Aset Tetap
Aset tetap pada awalnya diakui sebesar biaya perolehan yang meliputi harga perolehannya dan setiap
biaya yang dapat diatribusikan secara langsung untuk membawa aset ke kondisi dan lokasi yang
diperlukan agar aset siap digunakan sesuai intensi Manajemen.
Apabila relevan, biaya perolehan juga dapat mencakup estimasi awal biaya pembongkaran dan
pemindahan aset tetap dan restorasi lokasi aset tetap, kewajiban tersebut timbul ketika aset tetap
diperoleh atau sebagai konsekuensi penggunaan aset tetap selama periode tertentu untuk tujuan selain
untuk memproduksi persediaan selama periode tersebut.
Setelah pengakuan awal, aset tetap kecuali tanah dinyatakan sebesar biaya perolehan dikurangi
akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi penurunan nilai. Tanah diakui sebesar harga perolehannya
dan tidak disusutkan.
Penyusutan aset tetap dimulai pada saat aset tersebut siap untuk digunakan sesuai maksud
penggunaannya dan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan estimasi masa
manfaat ekonomis aset, sebagai berikut:
Aset dalam penyelesaian dinyatakan sebesar biaya perolehannya. Semua biaya, termasuk biaya
pinjaman, yang terjadi sehubungan dengan konstruksi aset tersebut dikapitalisasi sebagai bagian dari
biaya perolehan aset tetap dalam konstruksi. Biaya perolehan aset tetap dalam konstruksi tidak
termasuk setiap laba internal, jumlah tidak normal dari biaya pemborosan yang terjadi dalam pemakaian
bahan baku, tenaga kerja atau sumber daya lain.
Akumulasi biaya perolehan yang akan dipindahkan ke masing-masing pos aset tetap yang sesuai pada
saat aset tersebut selesai dikerjakan atau siap digunakan dan disusutkan sejak beroperasi.
16
Page 20
PT ESTA MULTI USAHA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
serta untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
k. Aset Tetap (lanjutan)
Nilai tercatat dari suatu aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat pelepasan atau ketika tidak
terdapat lagi manfaat ekonomik masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya.
Keuntungan atau kerugian yang timbul dari penghentian pengakuan tersebut (yang ditentukan sebesar
selisih antara jumlah hasil pelepasan neto, jika ada, dan jumlah tercatatnya) dimasukkan dalam laba
rugi pada saat penghentian pengakuan tersebut dilakukan.
Pada akhir tahun pelaporan, Grup melakukan penelaahan berkala atas masa manfaat ekonomis, nilai
residu dan metode penyusutan berdasarkan kondisi teknis dan pengaruh dari setiap perubahan estimasi
tersebut berlaku prospektif.
l. Properti Investasi
Properti Investasi adalah properti (tanah atau bangunan atau bagian dari suatu bangunan atau kedua-
duanya) yang dikuasai oleh pemilik atau penyewa melalui sewa pembiayaan untuk menghasilkan rental
atau untuk kenaikan nilai atau kedua-duanya, dan tidak untuk digunakan dalam produksi atau
penyediaan barang atau jasa atau untuk tujuan administratif atau dijual dalam kegiatan usaha sehari-
hari.
Properti investasi diakui sebagai aset jika dan hanya jika besar kemungkinan manfaat ekonomi masa
depan yang terkait dengan properti investasi akan mengalir ke entitas; dan biaya perolehan properti
investasi dapat diukur dengan andal.
Properti investasi pada awalnya diukur sebesar biaya perolehan, meliputi harga pembelian dan setiap
pengeluaran yang dapat diatribusikan secara langsung (biaya jasa hukum, pajak pengalihan properti,
dan biaya transaksi lain). Biaya transaksi termasuk dalam pengukuran awal tersebut.
Setelah pengakuan awal, Grup memilih menggunakan model biaya dan mengukur properti investasi
sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi penurunan nilai aset. Hak
atas tanah tidak disusutkan dan disajikan sebesar biaya perolehan. Bangunan serta sarana dan
prasarana disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat
ekonomis.
Penyusutan properti investasi bangunan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus
berdasarkan taksiran masa manfaat bangunan selama 20 tahun.
Grup mengalihkan properti ke, atau dari, properti investasi jika, dan hanya jika, ketika properti
memenuhi, atau berhenti memenuhi, definisi properti investasi dan terdapat bukti atas perubahan
penggunaan, mencakup:
a. Dimulainya penggunaan oleh pemilik, atau pengembangan untuk pemilik, untuk pengalihan dari
properti investasi menjadi properti yang digunakan sendiri;
b. Dimulainya pengembangan untuk dijual, untuk pengalihan dari properti investasi menjadi
persediaan;
c. Berakhirnya pemakaian oleh pemilik, untuk pengalihan dari properti yang digunakan sendiri
menjadi properti investasi; dan
d. Insepsi sewa operasi kepada pihak lain, untuk pengalihan dari persediaan menjadi properti
investasi.
Properti investasi dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau ketika tidak digunakan lagi
secara permanen dan tidak memiliki manfaat ekonomi masa depan yang diperkirakan dari
pelepasannya. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari penghentian atau pelepasan ditentukan dari
selisih antara hasil neto pelepasan dan jumlah tercatat aset, dan diakui dalam laba rugi pada periode
terjadinya penghentian atau pelepasan.
17
Page 21
PT ESTA MULTI USAHA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
serta untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
m. Beban Emisi yang Ditangguhkan
Beban-beban yang berhubungan secara langsung dengan rencana penawaran umum perdana saham
Grup ditangguhkan dan akan dikurangkan dengan akun tambahan modal disetor yang timbul dari selisih
antara harga penawaran umum perdana dengan nilai nominal saham (jika ada).
n. Imbalan Kerja
Imbalan Kerja Jangka Pendek
Imbalan kerja jangka pendek diakui ketika pekerja telah memberikan jasanya dalam suatu periode
akuntansi, sebesar jumlah tidak terdiskonto dari imbalan kerja jangka pendek yang diharapkan akan
dibayar sebagai imbalan atas jasa tersebut.
Imbalan kerja jangka pendek mencakup antara lain upah, gaji, bonus dan insentif.
Imbalan Pascakerja
Imbalan pascakerja seperti uang pesangon, uang penghargaan masa kerja dan uang penggantian hak
dihitung berdasarkan Undang-Undang No. 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah
Pengganti Undang-Undang No. 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja Menjadi Undang-Undang dan
Peraturan Pemerintah No. 35 tahun 2021.
Grup mengakui jumlah liabilitas imbalan pasti neto sebesar nilai kini kewajiban imbalan pasti pada akhir
periode pelaporan dikurangi nilai wajar aset program yang dihitung oleh aktuaris independen dengan
menggunakan metode Projected Unit Credit. Nilai kini kewajiban imbalan pasti ditentukan dengan
mendiskontokan imbalan tersebut.
Grup mencatat tidak hanya kewajiban hukum berdasarkan persyaratan formal program imbalan pasti,
tetapi juga kewajiban konstruktif yang timbul dari praktik informal entitas.
Biaya jasa kini, biaya jasa lalu dan keuntungan atau kerugian atas penyelesaian, serta bunga neto atas
liabilitas (aset) imbalan pasti neto diakui dalam laba rugi.
Pengukuran kembali atas liabilitas (aset) imbalan pasti neto yang terdiri dari keuntungan dan kerugian
aktuarial, imbal hasil atas aset program dan setiap perubahan dampak batas atas aset diakui sebagai
penghasilan komprehensif lain.
Pesangon
Grup mengakui pesangon sebagai liabilitas dan beban pada tanggal yang lebih awal di antara:
a. Ketika Grup tidak dapat lagi menarik tawaran atas imbalan tersebut; dan
b. Ketika Grup mengakui biaya untuk restrukturisasi yang berada dalam ruang lingkup PSAK 57 dan
melibatkan pembayaran pesangon.
Grup mengukur pesangon pada saat pengakuan awal, dan mengukur dan mengakui perubahan
selanjutnya, sesuai dengan sifat imbalan kerja.
o. Pengakuan Pendapatan dan Beban
Dalam menentukan pengakuan pendapatan, Grup melakukan analisa transaksi melalui lima langkah
analisa berikut:
1. Mengindentifikasi kontrak dengan pelanggan, dengan kriteria sebagai berikut
1. Kontrak telah disetujui oleh pihak-pihak terkait dalam kontrak;
2. Perusahaan bisa mengidentifikasi hak dari pihak-pihak terkait dan jangka waktu pembayaran
dari barang atau jasa yang akan dialihkan;
3. Kontrak memiliki substansi komersial;
18
Page 22
PT ESTA MULTI USAHA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
serta untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
o. Pengakuan Pendapatan dan Beban (lanjutan)
2. Mengidentifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak, untuk menyerahkan barang atau jasa
yang memiliki karakteristik yang berbeda ke pelanggan.
3. Menentukan harga transaksi, setelah dikurangi diskon, retur, insentif penjualan, pajak penjualan
barang mewah, pajak pertambahan nilai dan pungutan ekspor, yang berhak diperoleh suatu entitas
sebagai kompensasi atas diserahkannya barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan.
4. Mengalokasikan harga transaksi kepada setiap kewajiban pelaksanaan dengan menggunakan
dasar harga jual dari setiap barang atau jasa yang dijanjikan di kontrak.
5. Mengakui pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi (sepanjang waktu atau pada
suatu waktu tertentu).
Kewajiban pelaksanaan dapat dipenuhi dengan cara sebagai berikut:
Suatu waktu tertentu (umumnya janji untuk menyerahkan barang ke pelanggan); atau
Sepanjang waktu (umumnya janji untuk menyerahkan jasa ke pelanggan). Untuk kewajiban
pelaksanaan yang dipenuhi sepanjang waktu, Grup memilih ukuran penyelesaian yang sesuai
untuk penentuan jumlah pendapatan yang dapat diakui karena telah terpenuhinya kewajiban
pelaksanaan.
Suatu kewajiban pelaksanaan dipenuhi pada suatu waktu tertentu kecuali jika memenuhi salah satu
kriteria berikut, dalam hal ini dipenuhi sepanjang waktu:
Pelanggan secara bersamaan menerima dan menggunakan manfaat yang diberikan oleh
pelaksanaan Grup sebagaimana yang dilakukan Grup;
Pelaksanaan Grup menciptakan atau meningkatkan aset yang dikendalikan pelanggan saat aset
itu dibuat atau ditingkatkan; dan
Pelaksanaan Grup tidak menciptakan aset dengan penggunaan alternatif untuk Grup dan Grup
memiliki hak yang dapat diberlakukan atas pembayaran untuk pelaksanaan yang diselesaikan
hingga saat ini.
Pengakuan Beban
Beban diakui pada saat terjadinya (metode akrual), kecuali merupakan aset yang terkait dengan
aktivitas kontrak masa depan. Biaya yang secara langsung berhubungan dengan kontrak, menghasilkan
sumber daya untuk memenuhi kontrak ("biaya untuk memenuhi") atau penambahan untuk mendapatkan
kontrak ("biaya untuk memperoleh") dan diharapkan dapat dipulihkan. Beban tersebut dengan demikian
memenuhi syarat kapitalisasi berdasarkan PSAK 72: Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan dan
dicatat sebagai aset lancar lainnya. Beban tersebut diamortisasi dengan cara sistematis sejalan dengan
penyerahan barang atau jasa yang terkait dengan aset tersebut.
Pendapatan diakui bila besar kemungkinan manfaat ekonomi akan diperoleh Grup dan jumlahnya dapat
diukur secara handal. Pendapatan diukur pada nilai wajar pembayaran yang diterima, tidak termasuk
diskon, rabat, Pajak Hotel dan Restoran (PHR).
Pendapatan hotel
Pendapatan hotel terdiri dari pendapatan jasa perhotelan dan penjualan makanan dan minuman,
sebagai berikut:
- Pendapatan jasa perhotelan
- Pendapatan jasa perhotelan yang terdiri dari pendapatan kamar dan departemental lainnya diakui
pada saat jasa diberikan.
- Penjualan makanan dan minuman
- Pendapatan dari penjualan makanan dan minuman diakui bila risiko dan manfaat yang signifikan
telah berpindah kepada pembeli.
19
Page 23
PT ESTA MULTI USAHA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
serta untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
o. Pengakuan Pendapatan dan Beban (lanjutan)
Pendapatan sewa bangunan dan kendaraan
Pendapatan sewa bangunan dan kendaraan diakui sebagai sewa operasi sesuai dengan periode yang
sudah berjalan pada tahun yang bersangkutan. Pendapatan yang telah di terima di muka namun belum
dapat diakui dalam laba rugi, dicatat sebagai akun "pendapatan diterima di muka", dan diakui sebagai
pendapatan secara berkala sesuai dengan kontrak yang berlaku.
Pendapatan bunga
Pendapatan bunga merupakan pendapatan yang diperoleh Grup atas penempatan dana di bank yang
diakui pada saat diperoleh atau saat terjadinya.
Penjualan Barang
Pendapatan dari penjualan yang timbul dari pengiriman fisik produk-produk Grup diakui bila risiko dan
manfaat yang signifikan telah berpindah kepada pembeli, yang pada umumnya terjadi pada saat yang
bersamaan dengan pengiriman dan penerimaan barang.
Beban
Beban usaha dan beban lain-lain diakui pada saat terjadinya (dasar akrual).
p. Sewa
Pada tanggal insepsi kontrak, Grup menilai apakah kontrak merupakan, atau mengandung sewa. Suatu
kontrak merupakan atau mengandung sewa jika kontrak tersebut memberikan hak untuk
mengendalikan penggunaan aset identifikasian selama suatu jangka waktu untuk dipertukarkan dengan
imbalan.
Untuk menilai apakah kontrak memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan aset identifikasian
selama suatu jangka waktu, Grup menilai apakah selama periode penggunaan, Grup memiliki dua hal
berikut:
a. Hak untuk mendapatkan secara substansial seluruh manfaat ekonomi dari penggunaan aset
identifikasian; dan
b. Hak untuk mengarahkan penggunaan aset identifikasian, yaitu hanya jika:
i. Grup memiliki hak untuk mengarahkan bagaimana dan untuk tujuan apa aset digunakan
selama periode penggunaan; atau
ii. Keputusan yang relevan tentang bagaimana dan untuk tujuan apa aset digunakan telah
ditentukan sebelumnya dan:
Grup memiliki hak mengoperasikan aset (atau mengarahkan pihak lain untuk
mengoperasikan aset dengan cara yang telah ditentukan) selama periode penggunaan,
tanpa pemasok memiliki hak untuk mengubah instruksi operasi tersebut; atau
Grup mendesain aset (atau aspek tertentu dari aset) dengan cara menetapkan
sebelumnya bagaimana dan untuk tujuan apa aset akan digunakan selama periode
penggunaan.
Grup Sebagai Penyewa (Lessee)
Pada tanggal permulaan, Grup mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa.
Pada tanggal permulaan, Grup mengukur aset hak-guna pada biaya perolehan, yang meliputi jumlah
pengukuran awal liabilitas sewa, pembayaran sewa yang dilakukan pada atau sebelum tanggal
permulaan dikurangi dengan insentif yang diterima, biaya langsung awal yang dikeluarkan oleh Grup,
dan estimasi biaya yang akan dikeluarkan oleh Grup dalam membongkar dan memindahkan aset
pendasar atau untuk merestorasi aset pendasar ke kondisi yang disyaratkan dan ketentuan sewa,
kecuali biaya-biaya tersebut dikeluarkan untuk menghasilkan persediaan.
20
Page 24
PT ESTA MULTI USAHA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
serta untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
p. Sewa (lanjutan)
Setelah tanggal permulaan, Grup mengukur aset hak-guna dengan menerapkan model biaya, kecuali
entitas menerapkan model pengukuran lain.
Pada tanggal permulaan, Grup mengukur liablitas sewa pada nilai kini pembayaran sewa yang belum
dibayar pada tanggal tersebut. Pembayaran sewa didiskontokan dengan menggunakan suku bunga
implisit dalam sewa, jika suku bunga tersebut dapat ditentukan. Jika suku bunga tersebut tidak dapat
ditentukan, maka Grup menggunakan suku bunga pinjaman inkremental Grup.
Setelah tanggal permulaan, Grup mengukur liablitas sewa dengan:
a. meningkatkan jumlah tercatat untuk merefleksikan bunga atas liabilitas sewa;
b. mengurangi jumlah tercatat untuk merefleksikan sewa yang telah dibayar; dan
c. mengukur kembali jumlah tercatat untuk merefleksikan penilaian kembali atau modifikasi sewa
atau untuk merefleksikan pembayaran sewa tetap secara substansi revisian.
Grup sebagai Pemberi Sewa (Lessor)
Grup mengakui aset untuk sewa operasi di laporan posisi keuangan sesuai sifat aset tersebut. Biaya
langsung awal sehubungan proses negosiasi sewa operasi ditambahkan ke jumlah tercatat dari aset
sewaan dan diakui sebagai beban selama masa sewa dengan dasar yang sama dengan pendapatan
sewa operasi. Sewa kontinjen, apabila ada, diakui sebagai pendapatan pada periode terjadinya.
Pendapatan sewa operasi diakui sebagai pendapatan atas dasar garis lurus selama masa sewa.
q. Pajak Penghasilan
Beban pajak adalah jumlah gabungan pajak kini dan pajak tangguhan yang diperhitungkan dalam
menentukan laba rugi pada suatu periode. Pajak kini dan pajak tangguhan diakui dalam laba rugi,
kecuali pajak penghasilan yang timbul dari transaksi atau peristiwa yang diakui dalam penghasilan
komprehensif lain atau secara langsung di ekuitas. Dalam hal ini, pajak tersebut masing-masing diakui
dalam penghasilan komprehensif lain atau ekuitas.
Jumlah pajak kini untuk periode berjalan dan periode sebelumnya yang belum dibayar diakui sebagai
liabilitas. Jika jumlah pajak yang telah dibayar untuk periode berjalan dan periode-periode sebelumnya
melebihi jumlah pajak yang terutang untuk periode tersebut, maka kelebihannya diakui sebagai aset.
Liabilitas (aset) pajak kini untuk periode berjalan dan periode sebelumnya diukur sebesar jumlah yang
diperkirakan akan dibayar kepada (direstitusi dari) otoritas perpajakan, yang dihitung menggunakan tarif
pajak (dan undang-undang pajak) yang telah berlaku atau secara substantif telah berlaku pada akhir
periode pelaporan.
Manfaat terkait dengan rugi pajak yang dapat ditarik untuk memulihkan pajak kini dari periode
sebelumnya diakui sebagai aset. Aset pajak tangguhan diakui untuk akumulasi rugi pajak belum
dikompensasi dan kredit pajak belum dimanfaatkan sepanjang kemungkinan besar laba kena pajak
masa depan akan tersedia untuk dimanfaatkan dengan rugi pajak belum dikompensasi dan kredit pajak
belum dimanfaatkan.
Seluruh perbedaan temporer kena pajak diakui sebagai liabilitas pajak tangguhan, kecuali perbedaan
temporer kena pajak yang berasal dari pengakuan awal aset atau liabilitas dari transaksi yang bukan
kombinasi bisnis dan pada saat transaksi tidak mempengaruhi laba akuntansi atau laba kena pajak (rugi
pajak).
Aset pajak tangguhan diakui untuk seluruh perbedaan temporer dapat dikurangkan sepanjang
kemungkinan besar laba kena pajak akan tersedia sehingga perbedaan temporer dapat dimanfaatkan
untuk mengurangi laba dimaksud, kecuali jika aset pajak tangguhan timbul dari pengakuan awal aset
atau pengakuan awal liabilitas dalam transaksi yang bukan kombinasi bisnis dan pada saat transaksi
tidak mempengaruhi laba akuntansi atau laba kena pajak (rugi pajak).
21
Page 25
PT ESTA MULTI USAHA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
serta untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
q. Pajak Penghasilan (lanjutan)
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang diharapkan berlaku
ketika aset dipulihkan atau liabilitas diselesaikan, berdasarkan tarif pajak (dan peraturan pajak) yang
telah berlaku atau secara substantif telah berlaku pada akhir periode pelaporan. Pengukuran aset dan
liabilitas pajak tangguhan mencerminkan konsekuensi pajak yang sesuai dengan cara Grup
memperkirakan, pada akhir periode pelaporan, untuk memulihkan atau menyelesaikan jumlah tercatat
aset dan liabilitasnya.
Jumlah tercatat aset pajak tangguhan ditelaah ulang pada akhir periode pelaporan. Grup mengurangi
jumlah tercatat aset pajak tangguhan jika kemungkinan besar laba kena pajak tidak lagi tersedia dalam
jumlah yang memadai untuk mengkompensasikan sebagian atau seluruh aset pajak tangguhan
tersebut. Setiap pengurangan tersebut dilakukan pembalikan atas aset pajak tangguhan hingga
kemungkinan besar laba kena pajak yang tersedia jumlahnya memadai.
Grup melakukan saling hapus aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan jika dan hanya jika:
a. Grup memiliki hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus aset pajak
kini terhadap liabilitas pajak kini; dan
b. Aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan terkait dengan pajak penghasilan yang
dikenakan oleh otoritas perpajakan yang sama atas:
i. Entitas kena pajak yang sama; atau
ii. Entitas kena pajak yang berbeda yang bermaksud untuk memulihkan aset dan liabilitas pajak
kini dengan dasar neto, atau merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara
bersamaan, pada setiap periode masa depan dimana jumlah signifikan atas aset atau
liabilitas pajak tangguhan diperkirakan untuk diselesaikan atau dipulihkan. Entitas kena pajak
yang berbeda yang bermaksud untuk memulihkan aset dan liabilitas pajak kini dengan dasar
neto, atau merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara bersamaan, pada setiap
periode masa depan dimana jumlah signifikan atas aset atau liabilitas pajak tangguhan
diperkirakan untuk diselesaikan atau dipulihkan.
Sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 5 tanggal 23 Maret Tahun 2002, pajak penghasilan untuk
pendapatan sewa ruang perkantoran dan pusat ritel dikenakan pajak bersifat final sebesar 10% dari
nilai pendapatan yang besangkutan.
Mengacu pada revisi PSAK No. 46 (Revisi 2014), pajak final tersebut tidak termasuk dalam lingkup yang
diatur oleh PSAK No. 46. Oleh karena itu, Grup memutuskan untuk menyajikan pajak final sehubungan
dengan aktivitas real estate dan sewa di dalam akun beban pajak final.
Berdasarkan peraturan Pemerintah No. 34/2016 tanggal 8 Agustus 2016 dan Peraturan Menteri
Keuangan No.261/PMK.03/2016, penghasilan dari pengalihan hak atas tanah dan bangunan dikenakan
pajak bersifat final sebesar 2,5%.
r. Laba Per Saham
Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada
pemegang saham biasa entitas induk dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar dalam
satu periode.
Untuk tujuan penghitungan laba per saham dilusian, Grup menyesuaikan laba atau rugi yang dapat
diatribusikan kepada pemegang saham biasa entitas induk dan jumlah rata-rata tertimbang saham yang
beredar, atas dampak dari seluruh instrumen berpotensi saham biasa yang bersifat dilutif.
22
Page 26
PT ESTA MULTI USAHA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
serta untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
s. Segmen Operasi
Grup menyajikan segmen operasi berdasarkan informasi keuangan yang digunakan oleh pengambil
keputusan operasional dalam menilai kinerja segmen dan menentukan alokasi sumber daya yang
dimilikinya. Segmentasi berdasarkan aktivitas dari setiap kegiatan operasi entitas legal di dalam Grup.
Segmen operasi adalah suatu komponen dari entitas:
yang terlihat dalam aktivitas bisnis yang memperoleh pendapatan dan menimbulkan beban
(termasuk pendapatan dan beban yang terkait dengan transaksi dengan komponen lain dari
entitas yang sama);
hasil operasinya dikaji ulang secara berkala oleh kepala operasional untuk pembuatan keputusan
tentang sumber daya yang dialokasikan pada segmen tersebut dan menilai kinerjanya; dan
tersedia informasi keuangan yang dapat dipisahkan.
3. SUMBER KETIDAKPASTIAN ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI KRITIS
Penyusunan laporan keuangan konsolidasian Grup mengharuskan manajemen untuk membuat
pertimbangan, estimasi, dan asumsi yang mempengaruhi jumlah yang dilaporkan dan pengungkapan yang
terkait, pada akhir periode pelaporan. Ketidakpastian mengenai asumsi dan estimasi tersebut dapat
mengakibatkan penyesuaian material terhadap nilai tercatat pada aset dan liabilitas dalam periode pelaporan
berikutnya.
i. Ketidakpastian Estimasi
Asumsi utama masa depan dan sumber utama ketidakpastian estimasi yang lain pada tanggal
pelaporan yang memiliki risiko signifikan bagi penyesuaian yang material terhadap nilai tercatat aset
dan liabilitas untuk tahun berikutnya diungkapkan di bawah ini. Grup mendasarkan asumsi dan estimasi
pada parameter yang tersedia pada saat laporan keuangan konsolidasian disusun. Asumsi dan situasi
mengenai perkembangan masa depan mungkin berubah akibat perubahan pasar atau situasi di luar
kendali Grup. Perubahan tersebut dicerminkan dalam asumsi terkait pada saat terjadinya.
Penilaian Instrumen Keuangan
Grup mencatat aset dan liabilitas keuangan tertentu pada nilai wajar, yang mengharuskan penggunaan
estimasi akuntansi. Sementara komponen signifikan atas pengukuran nilai wajar ditentukan
menggunakan bukti obyektif yang dapat diverifikasi, jumlah perubahan nilai wajar dapat berbeda bila
Grup menggunakan metodologi penilaian yang berbeda. Perubahan nilai wajar aset dan liabilitas
keuangan tersebut dapat mempengaruhi secara langsung laba atau rugi Grup. Nilai wajar aset
keuangan dan liabilitas keuangan diungkapkan pada Catatan 2.g dan 28.
Estimasi Umur Manfaat Aset Tetap
Grup melakukan penelahaan berkala atas masa manfaat ekonomis aset tetap berdasarkan faktor-faktor
seperti kondisi teknis (estimasi daya pakai, pengoperasi, pemeliharaan) dan perkembangan teknologi
di masa depan. Hasil operasi di masa depan akan dipengaruhi secara material atas perubahan estimasi
ini yang diakibatkan oleh perubahan faktor yang telah disebutkan di atas. Nilai tercatat aset tetap
disajikan di Catatan 9.
Estimasi Beban Pensiun dan Imbalan Pascakerja
Nilai kini liabilitas imbalan pascakerja yang masih harus dibayar tergantung pada beberapa faktor yang
ditentukan dengan dasar aktuarial berdasarkan beberapa asumsi. Asumsi yang digunakan untuk
menentukan biaya (penghasilan) mencakup tingkat diskonto. Perubahan asumsi ini akan
mempengaruhi jumlah tercatat imbalan pascakerja.
23
Page 27
PT ESTA MULTI USAHA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
serta untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. SUMBER KETIDAKPASTIAN ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI KRITIS (lanjutan)
Grup menentukan tingkat diskonto yang sesuai pada akhir periode pelaporan, yakni tingkat suku bunga
yang harus digunakan untuk menentukan nilai kini arus kas keluar masa depan estimasian yang
diharapkan untuk menyelesaikan liabilitas. Dalam menentukan tingkat suku bunga yang sesuai, Grup
mempertimbangkan rata-rata tingkat suku bunga obligasi pemerintah pada pasar yang aktif yang
didenominasikan dalam mata uang Rupiah.
Asumsi kunci liabilitas imbalan pascakerja sebagian ditentukan berdasarkan kondisi pasar saat ini.
Informasi tambahan diungkapkan pada Catatan 17.
Realisasi dari Aset Pajak Tangguhan
Aset pajak tangguhan diakui atas seluruh rugi fiskal yang belum digunakan sepanjang besar
kemungkinannya bahwa penghasilan kena pajak akan tersedia sehingga rugi fiskal tersebut dapat
digunakan. Estimasi oleh manajemen yang disyaratkan untuk menentukan jumlah aset pajak tangguhan
yang dapat diakui, berdasarkan saat penggunaan dan tingkat penghasilan kena pajak dan strategi
perencanaan pajak masa depan.
ii. Pertimbangan Penting dalam Penentuan Kebijakan Akuntansi
Pertimbangan berikut ini dibuat oleh manajemen dalam rangka penerapan kebijakan akuntansi Grup
yang memiliki pengaruh paling signifikan atas jumlah yang diakui dalam laporan keuangan
konsolidasian.
Klasifikasi Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan
Grup menetapkan klasifikasi atas aset dan liabilitas tertentu sebagai aset keuangan dan liabilitas
keuangan dengan mempertimbangkan bila definisi yang ditetapkan PSAK 71 dipenuhi. Dengan
demikian, aset keuangan dan liabilitas keuangan diakui sesuai dengan kebijakan akuntansi seperti yang
diungkapkan pada Catatan 2.g.
24
Page 28
PT ESTA MULTI USAHA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
serta untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
4. KAS DAN SETARA KAS
Kas dan setara kas terdiri dari:
31-Mar-24 31-Dec-23
Kas
Rupiah 97.452.030 38.582.280
Bank
PT Bank Central Asia Tbk 1.684.676.350 2.647.774.232
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 91.783.234 209.768.069
PT Bank KEB Hana Indonesia 42.074.392 37.199.392
PT BPR Kredit Mandiri Indonesia 5.007.328.826 4.682.860
Bank Jtrust Indonesia 13.373.775 4.398.635
PT BPD Sumsel Babel 2.051.083 2.187.582
Deposito
Pihak berelasi
PT BPR Kredit Mandiri Indonesia 19.500.000.000 24.500.000.000
Total 26.438.739.690 27.444.593.050
Seluruh saldo kas dan setara kas Grup dalam mata uang Rupiah, dan tidak ada saldo kas dan setara kas
yang dibatasi penggunaannya.
5. PIUTANG USAHA
Rincian piutang usaha berdasarkan jenis piutang adalah sebagai berikut:
31-Mar-24 31-Dec-23
Pihak ketiga
City Ledger 1.023.051.897 425.599.678
Guest Ledger 11.455.780 104.241.148
Electronic Data Center 5.301.000 7.955.000
Other - 2.600.000
Total pihak ketiga 1.039.808.677 540.395.826
Pihak berelasi - 34.000.000
Total 1.039.808.677 574.395.826
Guest Ledger merupakan piutang usaha dari pelanggan hotel selama masih menginap di hotel. Piutang ini
akan dilunasi pelanggan atau direklasifikasi ke city ledger pada saat pelanggan yang telah memiliki fasilitas
kredit dari Grup check out dari hotel.
City Ledger merupakan piutang usaha dari pelanggan yang telah memiliki fasilitas kredit dari Grup dan sudah
tidak menginap di hotel.
Electronic Data Capture merupakan piutang usaha dari pelanggan hotel yang menggunakan sistem
pembayaran menggunakan kartu kredit sehingga terdapat jangka waktu penyelesaian dari bank penerbit
kartu kredit.
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, semua piutang usaha Grup merupakan piutang dalam
mata uang Rupiah.
Berdasarkan hasil penelaahan terhadap keadaan piutang masing-masing pelanggan pada akhir tahun,
manajemen Grup berkeyakinan tidak perlu dibentuk cadangan kerugian kredit ekspektasian.
25
Page 29
PT ESTA MULTI USAHA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
serta untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
6. PERSEDIAAN
Persediaan terdiri atas:
31-Mar-24 31-Dec-23
Food 186.785.454 194.959.524
Guest supplies 125.085.701 106.647.093
Printing & stationery 84.656.163 39.647.460
Solar 61.472.000 62.577.180
Spare part 55.845.400 2.616.000
Beverage 38.766.663 85.460.674
Cleaning supplies 26.484.172 20.912.873
Promotion Material 20.553.938 22.885.404
Engineering supplies 18.095.249 9.133.331
Paper 8.058.495 42.660.230
Miscellaneous 179.413.779 119.923.129
Total 806.767.014 707.422.898
Berdasarkan hasil penelaahan terhadap keadaan persediaan pada akhir tahun, manajemen berkeyakinan
bahwa tidak ada penyisihan penurunan nilai persediaan dan persediaan usang untuk menutup kemungkinan
kerugian atas persediaan.
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, Grup tidak mengasuransikan persediaannya
7. UANG MUKA DAN BEBAN DIBAYAR DI MUKA
Akun ini terdiri dari:
31-Mar-24 31-Dec-23
Uang Muka
Uang muka pembelian aset tetap 11.000.000 -
Biaya Dibayar Di Muka
Asuransi 236.382.714 223.143.669
Lain-lain 225.723.284 235.282.649
Total 473.105.998 458.426.318
8. INVESTASI
Rincian harga perolehan investasi dalam bentuk saham adalah sebagai berikut:
2023
Keuntungan dari
Jumlah Saham
Nilai Wajar Awal Perubahan Nilai Nilai Wajar Akhir
yang Dimiliki
Wajar dari FVTPL
Investasi yang Diukur pada Nilai Wajar Melalui
Laba Rugi
PT Maxindo Karya Anugerah Tbk 698.250.000 6.982.500.000 28.628.250.000 35.610.750.000
2022
Keuntungan dari
Jumlah Saham
Nilai Wajar Awal Perubahan Nilai Nilai Wajar Akhir
yang Dimiliki
Wajar dari FVTPL
Investasi yang Diukur pada Nilai Wajar Melalui
Laba Rugi
PT Maxindo Karya Anugerah Tbk 698.250.000 6.982.500.000 -- 6.982.500.000
26
Page 30
PT ESTA MULTI USAHA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
serta untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
8. INVESTASI (lanjutan)
Entitas anak perusahaan (EPI) memiliki investasi saham pada PT Maxindo Karya Anugerah (MKA).
Berdasarkan Akta MKA yang diaktakan oleh Notaris Ratna Ramli, SH., M.Kn., No. 57, tanggal 31 Maret 2022
tentang peningkatan modal ditempatkan dan disetor penuh melalui konversi laba yang diambil bagian oleh
pemegang saham MKA secara proporsional dan perubahan nilai nominal saham semula sebesar Rp100.000
menjadi Rp10. Sehingga kepemilikan EPI atas MKA menjadi 698.233.333 saham, dengan nilai
Rp6.982.333.330 yang setara dengan 7,62% kepemilikan.
Berdasarkan Akta MKA yang diaktakan oleh Notaris Flora Elisabeth, SH., M.Kn., No. 1, tanggal 9 Mei 2022
tentang peningkatan modal ditempatkan dan disetor penuh melalui pengalihan saham, EPI menambah
16.670 saham MKA, dengan nilai Rp166.670, sehingga kepemilikan EPI atas MKA meningkat menjadi
698.250.000 saham, dengan nilai Rp6.982.500.000 yang setara dengan 7,62% kepemilikan.
MKA resmi mencatatkan saham perdana atau IPO di bursa efek Indonesia pada 12 Juni 2023. Sehubungan
dengan hal tersebut, EPI sebagai salah satu pemegang saham MKA, menggunakan nilai wajar untuk
menyajikan kepemilikan saham tersebut.
9. ASET TETAP
31-Mar-24
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Saldo Akhir
Harga Perolehan
Kepemilikan Langsung
Tanah 89.280.795.700 1.924.000.000 - 91.204.795.700
Bangunan 156.654.980.902 - - 156.654.980.902
Kendaraan 26.990.378.419 5.255.008.758 - 32.245.387.177
Perlengkapan 20.469.658.225 25.600.376 - 20.495.258.601
Perabotan 2.720.990.316 - - 2.720.990.316
Aset hak guna sewa
Tanah - - - -
Aset dalam pembangunan
Bangunan 5.653.846.193 8.911.622.793 - 14.565.468.986
Total Harga Perolehan 301.770.649.755 16.116.231.927 - 317.886.881.682
Akumulasi Penyusutan
Kepemilikan langsung
Bangunan 67.636.371.168 1.785.278.509 - 69.421.649.677
Kendaraan 8.962.347.942 1.135.919.884 - 10.098.267.826
Perlengkapan 18.892.351.110 - - 30.493.146 18.861.857.964
Perabotan 2.208.066.809 - - 2.208.066.809
Aset hak guna sewa
Tanah - - - -
Total Akumulasi Penyusutan 97.699.137.029 2.921.198.393 - 30.493.146 100.589.842.276
Nilai Buku Neto 204.071.512.726 217.297.039.406
27
Page 31
PT ESTA MULTI USAHA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
serta untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31-Dec-23
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Saldo Akhir
Harga Perolehan
Kepemilikan Langsung
Tanah 80.809.000.000 8.471.795.700 - 89.280.795.700
Bangunan 156.599.980.902 55.000.000 - 156.654.980.902
Kendaraan 21.378.043.784 6.319.638.503 - 707.303.868 26.990.378.419
Perlengkapan 19.665.329.624 804.328.601 - 20.469.658.225
Perabotan 2.753.678.158 360.934.246 - 393.622.088 2.720.990.316
Aset hak guna sewa
Tanah 150.000.000 - - 150.000.000 -
Aset dalam pembangunan
Bangunan 2.185.435.000 3.468.411.193 - 5.653.846.193
Total Harga Perolehan 283.541.467.468 19.480.108.243 - 1.250.925.956 301.770.649.755
Akumulasi Penyusutan
Kepemilikan langsung
Bangunan 59.360.336.138 8.276.035.030 - 67.636.371.168
Kendaraan 6.779.080.511 2.606.554.209 - 423.286.778 8.962.347.942
Perlengkapan 18.434.313.570 458.037.540 - 18.892.351.110
Perabotan 2.158.031.448 443.657.449 - 393.622.088 2.208.066.809
Aset hak guna sewa
Tanah 75.000.000 75.000.000 - 150.000.000 -
Total Akumulasi Penyusutan 86.806.761.667 11.859.284.228 - 966.908.866 97.699.137.029
Nilai Buku Neto 196.734.705.801 204.071.512.726
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, Grup masing-masing memiliki 104 dan 84 kendaraan
yang dengan tujuan untuk disewakan. Jumlah kendaraan yang telah disewakan masing-masing adalah
sebanyak 89 dan 83 kendaraan (Catatan 22).
Kepemilikan aset tanah adalah berupa Hak Guna Bangunan yang seluruhnya atas nama Grup yang memiliki
masa manfaat antara 14 sampai 30 tahun yang berlaku sampai dengan antara tahun 2028 sampai 2044.
Manajemen Grup berkeyakinan bahwa tidak akan terdapat kesulitan dalam memperpanjang hak atas tanah,
karena aset tersebut diperoleh secara sah dan dilengkapi dengan bukti kepemilikan yang sah.
Sebagian tanah dan bangunan Grup digunakan sebagai jaminan atas utang bank jangka panjang pada
tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023.
Aset tetap berupa bangunan dan sebagian kendaraan, telah diasuransikan oleh Grup kepada PT Asuransi
Etiqa Internasional Indonesia dan PT Asuransi Raksa Pratikara untuk risiko kebakaran dan risiko lainnya,
dengan nilai pertanggungan sebesar Rp200.481.309.563 pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember
2023. Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut telah memadai untuk menutupi
kemungkinan terjadinya kerugian terhadap risiko kerugian yang mungkin terjadi atas aset tetap bangunan
dan kendaraan.
Tidak terdapat aset tetap yang tidak dipakai sementara pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023.
Pada tanggal 31 Maret 2024, harga perolehan aset tetap Grup yang telah disusutkan penuh dan masih
digunakan adalah sebesar Rp19.955.216.215 dan Rp18.234.179.611.
Tidak terdapat aset tetap yang dihentikan dari pengunaan aktif dan tidak diklasifikasikan sebagai tersedia
untuk dijual pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023.
Manajemen berkeyakinan bahwa tidak terdapat indikasi penurunan nilai atas aset tetap, sehingga tidak
diperlukan cadangan kerugian penurunan nilai untuk aset tetap.
28
Page 32
PT ESTA MULTI USAHA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
serta untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
10. PROPERTI INVESTASI
Rincian dan mutase properti investasi Grup adalah sebagai berikut:
31-Mar-24
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Saldo Akhir
Harga Perolehan
Tanah 6.156.236.869 - - 6.156.236.869
Bangunan 24.316.185.040 - - 24.316.185.040
Perlengkapan 459.490.624 - - 459.490.624
Aset dalam pembangunan
Bangunan 630.805.188 62.178.125 - 692.983.313
Total Harga Perolehan 31.562.717.721 62.178.125 - 31.624.895.846
Akumulasi Penyusutan
Kepemilikan langsung
Bangunan 9.919.440.893 303.952.309 - 10.223.393.202
Perlengkapan 449.917.922 9.572.701 - 459.490.623
Total Akumulasi Penyusutan 10.369.358.815 313.525.010 - 10.682.883.825
Nilai Buku Neto 21.193.358.906 20.942.012.021
31-Dec-23
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Saldo Akhir
Harga Perolehan
Tanah 6.156.236.869 - - 6.156.236.869
Bangunan 24.316.185.040 - - 24.316.185.040
Perlengkapan 459.490.624 - - 459.490.624
Aset dalam pembangunan
Bangunan 155.000.000 475.805.188 - 630.805.188
Total Harga Perolehan 31.086.912.533 475.805.188 - 31.562.717.721
Akumulasi Penyusutan
Kepemilikan langsung
Bangunan 8.703.631.657 1.215.809.236 - 9.919.440.893
Perlengkapan 335.045.241 114.872.681 - 449.917.922
Total Akumulasi Penyusutan 9.038.676.898 1.330.681.917 - 10.369.358.815
Nilai Buku Neto 22.048.235.635 21.193.358.906
Beban penyusutan properti investasi untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024 dan 2023
masing-masing sebesar Rp313.525.010 dan Rp664.678.717 disajikan dalam akun “Penyusutan Properti
Investasi” sebagai bagian dari “Beban Pokok Pendapatan” pada laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain konsolidasian.
Tanah dan bangunan Grup digunakan sebagai jaminan atas utang bank jangka panjang pada tanggal 31
Maret 2024 dan 31 Desember 2023.
Properti investasi Grup pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 terdiri dari 23 ruko, 1 unit
apartemen, 1 gedung perkantoran dan 4 bidang tanah kosong.
Properti investasi berupa bangunan, telah diasuransikan oleh Grup kepada PT Asuransi Etiqa Internasional
dan PT Asuransi Bina Dana Arta Tbk terhadap risiko kebakaran dan risiko lainnya, dengan nilai
pertanggungan pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 sebesar Rp8.791.680.000.
Berdasarkan kondisi masing-masing Properti Investasi pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023,
manajemen berkeyakinan bahwa tidak terdapat indikasi penurunan nilai atas properti investasi yang lain.
29
Page 33
PT ESTA MULTI USAHA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
serta untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
11. UTANG USAHA
Seluruh saldo utang usaha dalam mata uang Rupiah dan tidak ada jaminan yang diberikan oleh Grup atas
perolehan utang ini.
12. BEBAN AKRUAL
Beban akrual - service charge terutama merupakan biaya layanan yang diperoleh dari pelanggan atas jasa
perhotelan.
13. PERPAJAKAN
Berdasarkan Surat Keterangan Pengampunan Pajak ("SKPP") tanggal 28 September 2016,
Grupmengungkapkan kepemilikan aset sebesar Rp500.000.000 berupa uang tunai. Grup mengakui aset
pengampunan pajak tersebut sebagai bagian dari kas dan bank dan tambahan modal disetor.
Uang tebusan yang dibayar berdasarkan SKPP sebesar Rp10.000.000; dibebankan pada laba rugi tahun
2016.
14. UTANG BANK
Utang Bank Jangka Pendek
PT Bank Sahabat Sampoerna
Perusahaan
Pinjaman Rekening Koran
Berdasarkan Surat Pemberitahuan Persetujuan Kredit No 221/SPPK-SS/V/2023 pada tanggal
29 Mei 2023, PT Bank Sahabat Sampoerna menyetujui permohonan Fasilitas Kredit Modal Kerja - Pinjaman
Rekening Koran dalam jangka waktu 1 (satu) tahun, sejak tanggal 29 Mei 2023 sampai dengan tanggal 29
Mei 2024. Fasilitas tersebut dibebani tingkat suku bunga tahunan sebesar 11,5% (sebelas koma lima persen)
per tahun (floating).
Sampai dengan tanggal pelaporan keuangan konsolidasian, saldo fasilitas ini sebesar Rp19.915.804.531.
PT Bank KEB Hana Indonesia
EPI
Pinjaman Rekening Koran
Berdasarkan Surat Pemberitahuan Persetujuan Kredit Nomor 012/SPPK/COMB2/KREDIT/III/2023 pada
tanggal 13 Maret 2023, PT Bank KEB Hana Indonesia menyetujui perpanjangan Fasilitas Kredit Modal Kerja
- Pinjaman Rekening Koran dalam jangka waktu 1 (satu) tahun, sejak tanggal 28 Maret 2023 sampai dengan
tanggal 28 Maret 2024. Fasilitas tersebut dibebani tingkat suku bunga tahunan sebesar 9,0% (sembilan
persen) per tahun (floating).
Sampai dengan tanggal pelaporan keuangan konsolidasian, saldo fasilitas ini sebesar Rp4.989.246.663
.
30
Page 34
PT ESTA MULTI USAHA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
serta untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Utang Bank Jangka Panjang
Mar-24 Dec-23
Pokok pinjaman:
PT Bank KEB Hana Indonesia
Kredit Investasi I 76.285.281.706 78.195.609.617
Dikurangi bagian jatuh tempo dalam
waktu satu tahun 8.084.295.949 7.905.094.014
Bagian jangka panjang 68.200.985.757 70.290.515.603
Investment Loan 2
Berdasarkan Perjanjian Kredit tanggal 21 Maret 2016, EPI memperoleh fasilitas Investment Loan 2 (IL 2) dari
PT Bank KEB Hana Indonesia, dengan plafon kredit sebesar Rp64.000.000.000. Jangka waktu pinjaman
selama 96 bulan sejak tanggal pencairan kredit. Fasilitas kredit tersebut ditujukan untuk pengembangan
usaha hotel.
Pinjaman tersebut dikenakan bunga sebesar 11% per tahun.
Fasilitas Kredit Investment Loan 2 (IL 2) telah mengalami beberapa kali perubahan. Berdasarkan Surat
Pemberitahuan Persetujuan Kredit Nomor 32/RC19/BGR/IX/2021 pada tanggal 6 September 2021 mengenai
restrukturisasi kewajiban EPI kepada PT Bank KEB Hana Indonesia, sebagai berikut :
1. Jangka waktu fasilitas kredit yang semula sampai tanggal 28 Maret 2024 berubah menjadi tanggal 28
Maret 2026.
2. Grace period terhitung mulai bulan Oktober 2021 sampai dengan bulan Maret 2022.
3. Perubahan suku bunga dari 11% per tahun menjadi 9% per tahun.
Berdasarkan Surat Pemberitahuan Persetujuan Kredit Nomor 34/004/COM2/Kredit/I/2022 pada tanggal
24 Januari 2022 mengenai restrukturisasi kewajiban EPI kepada PT Bank KEB Hana Indonesia, yaitu jangka
waktu fasilitas kredit yang semula sampai dengan tanggal 28 Maret 2026 berubah menjadi tanggal 28 Maret
2030.
Working Capital Investment 1
Berdasarkan Perjanjian Kredit tanggal 21 Maret 2016, EPI memperoleh fasilitas Working Capital Investment
1 (WCI 1) dari PT Bank KEB Hana Indonesia, dengan plafon kredit sebesar Rp24.000.000.000. Jangka waktu
pinjaman selama 120 bulan sejak tanggal pencairan kredit.
Pinjaman tersebut dikenakan bunga sebesar 12,25% per tahun.
Fasilitas Kredit Working Capital Investment 1 (WCI 1) telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir kali
berdasarkan Surat Pemberitahuan Persetujuan Kredit Nomor 32/RC19/BGR/IX/2021 pada tanggal
6 September 2021 mengenai restrukturisasi kewajiban EPI kepada PT Bank KEB Hana Indonesia, sebagai
berikut :
1. Jangka waktu fasilitas kredit yang semula sampai tanggal 28 Maret 2026 berubah menjadi tanggal 28
Maret 2028.
2. Grace period terhitung mulai bulan Oktober 2021 sampai dengan bulan Maret 2022.
3. Perubahan suku bunga dari 12,25% per tahun menjadi 9% per tahun.
Berdasarkan Surat Pemberitahuan Persetujuan Kredit Nomor 34/004/COM2/Kredit/I/2022 pada tanggal
24 Januari 2022 mengenai restrukturisasi kewajiban EPI kepada PT Bank KEB Hana Indonesia, yaitu jangka
waktu fasilitas kredit yang semula sampai tanggal 28 Maret 2028 berubah menjadi tanggal 28 Maret 2030.
31
Page 35
PT ESTA MULTI USAHA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
serta untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Working Capital Investment 2
Berdasarkan Perjanjian Kredit tanggal 27 Desember 2017, EPI memperoleh fasilitas Working Capital
Investment 2 (WCI 2) dari PT Bank KEB Hana Indonesia, dengan plafon kredit sebesar Rp15.000.000.000.
Jangka waktu pinjaman selama 60 bulan sejak tanggal pencairan kredit. Fasilitas kredit tersebut ditujukan
untuk pengembangan usaha hotel.
Pinjaman ini dikenakan bunga sebesar 12,5% per tahun.
Fasilitas Kredit Working Capital Investment 2 (WCI 2) telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir kali
berdasarkan Surat Pemberitahuan Persetujuan Kredit Nomor 32/RC19/BGR/IX/2021 pada tanggal 6
September 2021 mengenai restrukturisasi kewajiban EPI kepada PT Bank KEB Hana Indonesia, sebagai
berikut :
1. Jangka waktu fasilitas kredit yang semula sampai tanggal 27 Desember 2022 berubah menjadi tanggal
27 Desember 2024.
2. Grace period terhitung mulai bulan Oktober 2021 sampai dengan bulan Maret 2022.
3. Perubahan suku bunga dari 12,5% per tahun menjadi 9% per tahun.
Berdasarkan Surat Pemberitahuan Persetujuan Kredit Nomor 34/004/COM2/Kredit/I/2022 pada tanggal
24 Januari 2022 mengenai restrukturisasi kewajiban EPI kepada PT Bank KEB Hana Indonesia, yaitu jangka
waktu fasilitas kredit yang semula sampai tanggal 27 Desember 2024 berubah menjadi tanggal 27 Maret
2030.
Investment Loan 3
Berdasarkan Perjanjian Kredit tanggal 23 Februari 2018, EPI memperoleh fasilitas Investment Loan 3 (IL 3)
dari PT Bank KEB Hana Indonesia dengan plafon sebesar Rp41.605.200.000. Jangka waktu pinjaman
selama 60 bulan ditambah Grace Period 1 tahun sejak pencairan kredit. Fasilitas kredit tersebut digunakan
untuk pembelian tanah kavling komersial ICE BSD Lot 5 BSD City, Tangerang, Banten.
Pinjaman ini dikenakan bunga sebesar 11,5% per tahun.
Fasilitas Kredit Investment Loan 3 (IL 3) telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir kali berdasarkan
Surat Pemberitahuan Persetujuan Kredit Nomor 32/RC19/BGR/IX/2021 pada tanggal 6 September 2021
mengenai restrukturisasi kewajiban EPI kepada PT Bank KEB Hana Indonesia, sebagai berikut :
1. Jangka waktu fasilitas kredit yang semula sampai tanggal 1 Maret 2024 berubah menjadi tanggal 1
Maret 2026.
2. Grace period terhitung mulai bulan Oktober 2021 sampai dengan bulan Maret 2022.
3. Perubahan suku bunga dari 11,5% per tahun menjadi 9% per tahun.
Berdasarkan Surat Pemberitahuan Persetujuan Kredit Nomor 34/004/COM2/Kredit/I/2022 pada tanggal
24 Januari 2022 mengenai restrukturisasi kewajiban EPI kepada PT Bank KEB Hana Indonesia, yaitu jangka
waktu fasilitas kredit yang semula sampai tanggal 1 Maret 2026 berubah menjadi tanggal 1 Maret 2030.
Beban bunga fasilitas kredit Investment Loan 3 untuk tahun yang berakhir pada tanggal 30 September 2023
dan 2022 adalah masing-masing sebesar Rp1.516.073.311 dan Rp1.084.619.054.
Berdasarkan Surat N0.33/156/COM2/2021 tanggal 29 Desember 2021, EPI telah melunasi sebagian fasilitas
Investment Loan 1 sebesar Rp7.673.662.143.
Pada tanggal 29 Desember 2021 berdasarkan Surat Nomor 33/156/COM2/2021 perihal rencana penarikan
salah satu jaminan aset yang berupa Wisma D’Esta di BSD Tangerang Selatan dan rencana pelunasan
dipercepat fasilitas kredit, EPI diperkenankan oleh PT Bank KEB Hana Indonesia untuk melakukan penarikan
sebagian jaminan 1 (satu) unit Tanah dan Bangunan berupa Esta Tower yang terletak di Kav Ruko Tol
32
Page 36
PT ESTA MULTI USAHA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
serta untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Boulevard Blok AH2 No.0007A, Lengkong Gudang, Serpong, Tangerang, Banten, dengan bukti kepemilikan
SHGB No. 13304 / Rawa Buntu berakhirnya hak tanggal 17 Mei 2033 dengan luas tanah 500 m2 atas nama
EPI.
Syarat untuk penarikan sebagian jaminan tersebut adalah melakukan pelunasan sebagian fasilitas kredit
sebesar Rp20.000.000.000 dengan rincian sebagai berikut:
1. Pelunasan seluruh fasilitas kredit Investment Loan 1 (IL1) sebesar Rp12.326.337.856,85.
2. Pelunasan sebagian fasilitas kredit Investment Loan 3 (IL3) sebesar Rp7.673.662.143.
Pada tanggal 27 Mei 2022 berdasarkan Perubahan ke 18 (delapan belas) Perjanjian Kredit Nomor
045/PK/BGR/2022, pinjaman-pinjaman bank tersebut dijamin oleh:
1. Tanah dan Bangunan Hotel Amaris Pakuan Bogor yang terletak di Jl. Padjajaran Bogor dengan
kepemilikan:
a. SHGB No. 767/Pakuan
b. SHGB No. 768/Pakuan
c. SHGB No. 769/Pakuan
d. SHGB No. 780/Pakuan
e. SHGB No. 781/Pakuan
Dengan luas tanah semuanya 2.418m2 atas nama EPI (Catatan 11 dan 12).
Investment Loan 3 (lanjutan)
2. Tanah dan Bangunan Hotel Amaris Hertasning Makassar yang terletak di Jl. Hertasning No. 63D,
Masale, Panakkukang dengan kepemillikan:
a. SHGB No. 21963/Masale
b. SHGB No. 21980/Masale
Dengan luas tanah semuanya 876m2 atas nama EPI (Catatan 11).
3. Tanah dan Bangunan Hotel Amaris Gorontalo yang terletak di Jl. Sultan Botutihe no.37 Ipilo, Kota Timur,
Gorontalo dengan kepemilikan SHGB No. 62 dengan luas tanah 819m² atas nama EPI
(Catatan 11).
4. Tanah kavling yang terletak dicommercial ICE BSD Lot 5, BSD City, Tangerang, Banten atas nama EPI
dengan bukti kepemilikan berupa:
a. SHGB No. 05677/Pagedangan
b. SHGB No. 05502/Pagedangan
c. SHGB No. 05507/Pagedangan
16. UTANG PEMBIAYAAN KONSUMEN
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, Grup mengadakan perjanjian pembiayaan konsumen
dengan PT BCA Finance untuk pembelian kendaraan. Rincian utang pembiayaan konsumen adalah sebagai
berikut:
Utang pembiayaan konsumen ini dikenai tingkat suku bunga sebesar 7,09% - 12,60% per tahun dengan
menggunakan metode anuitas atau setara dengan bunga flat sebesar 3,55% - 6,45% per tahun dan akan
dilunasi selama tiga tahun melalui angsuran bulanan.
33
Page 37
PT ESTA MULTI USAHA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
serta untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
17. MODAL SAHAM
Berdasarkan Akta Notaris Elizabeth Karina Leonita, S.H., M.Kn., No. 5 tanggal 1 April 2022, seluruh
pemegang saham menyetujui rencana Perusahaan untuk mengeluarkan saham dalam simpanan (Portepel)
sehubungan dengan pelaksanaan PMHMETD I dengan menerbitkan sebanyak-banyaknya 1.599.230.759
(satu milyar lima ratus sembilan puluh sembilan juta dua ratus tiga puluh ribu tujuh ratus enam puluh
sembilan) HMETD atas nama, yang mewakili sebanyak-banyaknya 71,7% (tujuh puluh satu koma tujuh
persen) dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah PMHMETD I dengan nilai nominal Rp100 per
saham.
Sehingga susunan pemegang saham dan persentase kepemilikannya pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31
Desember 2023 berdasarkan laporan yang dikelola oleh PT Bima Registra, Biro Administrasi Efek adalah
sebagai berikut :
Total Saham
Ditempatkan dan Persentase
Pemegang saham Disetor Penuh Kepemilikan Total
PT Esta Utama Corpora 1.583.905.199 65,31% 158.390.519.900
PT Bartley Sejahtera Investama 500.000 0,02% 50.000.000
Masyarakat 840.948.980 34,67% 84.094.898.000
Total 2.425.354.179 100,00% 242.535.417.900
18. TAMBAHAN MODAL DISETOR
Akun ini terdiri dari:
31 Maret 2024 dan 31
Desember 2023
Agio saham penawaran umum perdana 4.000.000.000
Aset pengampunan pajak 1.524.100.000
Selisih transaksi restrukturisasi entitas sepengendali - 80.217.896.932
Beban emisi saham - 2.758.750.962
Total - 77.452.547.894
19. PENDAPATAN
31-Mar-24 31-Mar-23
Pendapatan hotel 8.048.374.168 8.072.206.475
Pendapatan sewa kendaraan 2.258.800.000 1.906.500.000
Pendapatan sewa ruko 597.361.119 575.462.958
Pendapatan service charge 59.900.000 60.900.000
Pendapatan sewa ATM 2.499.999 2.499.999
Total 10.966.935.286 10.617.569.432
34
Page 38
PT ESTA MULTI USAHA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
serta untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
SEGMEN OPERASI
20. AKUISISI ENTITAS ANAK
Pada tanggal 17 Februari 2022, Perusahaan dan PT Esta Utama Corpora (“EUC”), entitas induk,
menandatangani Perjanjian Pengikatan Jual Beli Saham dalam rangka pengalihan saham (untuk selanjutnya
disebut dengan “PPJB”), dimana Perusahaan sepakat, dengan tunduk kepada syarat-syarat dan ketentuan-
ketentuan dalam PPJB, akan melakukan pembelian saham EPI yang dimiliki oleh EUC sesuai dengan syarat
dan ketentuan sebagaimana disebutkan dalam PPJB dan EPI setuju untuk menerima Perusahaan sebagai
pemegang saham yang baru dalam EPI dengan segala hak dan kewajiban yang melekat sebagai pemegang
saham yang ada di kemudian hari. Rencana Transaksi yang dilakukan menggunakan mekanisme Inbreng
melalui pelaksanaan Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PHMETD)
Perusahaan sebanyak 1.599.230.769 lembar saham.
Berdasarkan PPJB tersebut, EUC setuju untuk melepas seluruh kepemilikan EUC pada EPI atau sebesar
99,97% kepada Perusahaan dengan nilai transaksi atas pelepasan kepemilikan tersebut sebesar
Rp159.950.000.000.
EUC, sebagai pembeli siaga, membeli 1.599.230.769 lembar saham Perusahaan pada Harga Pelaksanaan
sebesar Rp100 per saham. Penyetoran modal EUC disetorkan dalam bentuk:
- Kepemilikan 99,97% saham EPI dengan harga yang disepakati Rp100 per saham atau seluruhnya senilai
Rp159.950.000.000; dan
- Setoran modal secara tunai sebesar Rp26.923.100.
Perusahaan telah menerima Surat Pernyataan Efektif dari Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal atas
nama Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) dengan surat No. S-92/D.04/2022 tanggal 9 Juni
2022 untuk melakukan Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu I
(“PMHMETD I”) sebanyak 1.599.230.769 saham dengan nilai nominal Rp100 per saham dengan harga
penawaran Rp100 per saham (Catatan 1.b).
Selisih antara harga yang disepakati atas saham EPI sebesar Rp159.950.000.000 dan nilai buku EPI sebesar
Rp78.203.661.986, yang merupakan selisih transaksi kombinasi bisnis entitas sepengendali sebesar
Rp81.746.338.014 dicatat sebagai bagian dari “Tambahan Modal Disetor” pada laporan perubahan ekuitas
konsolidasian neto.
26. IKATAN DAN PERJANJIAN PENTING
Perusahaan
Perjanjian Pengelolaan Hotel
Berdasarkan Perjanjian Pengelolaan Hotel antara Perusahaan dengan PT Waringin Delapan Delapan
(Waringin) tanggal 8 Oktober 2013, Perusahaan menyerahkan pengelolaan D’Esta Hotel 88 kepada Waringin
sesuai standar oprasional hotel yang dikelola oleh Waringin.
Atas pengelolaan hotel oleh waringin, beban-beban yang harus ditanggung adalah sebagai berikut:
1. Beban promosi bersama sebesar 1% dari pendapatan kamar.
2. Beban pemesanan kamar sebesar Rp10.000 per kamar untuk setiap pemesanan kamar melalui kantor
pusat
3. Hotel 88 Perusahaan yang dimiliki Waringin.
4. Basic fee sebesar 1% dari total pendapatan.
5. Incentive fee sebesar:
a. 5% dari Gross Operating Profit (GOP) bila GOP lebih kecil dari 50%.
b. 6% dari GOP bila GOP sama dengan atau lebih besar dari 50% tetapi lebih kecil atau sama dengan
60%.
c. 7% dari GOP bila GOP lebih besar dari 60%.
35
Page 39
PT ESTA MULTI USAHA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
serta untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Perjanjian ini berlaku sejak ditandatangani dan akan jatuh tempo untuk jangka waktu 10 tahun terhitung sejak
bangunan hotel diserahkan kepada Waringin sebagai pengelola. Tanggal penyerahan bangunan hotel
kepada Waringin sebagai pengelola pada tanggal 26 April 2018, sehingga perjanjian ini akan berlaku sampai
dengan tanggal 26 April 2028. Namun Perusahaan maupun Waringin memiliki opsi untuk meninjau jangka
waktu perjanjian ini sesudah perjanjian ini berlangsung selama 5 tahun dengan mengajukan secara tertulis
paling lambat 6 bulan sebelumnya.
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 dan 2021, beban-beban yang ditanggung
Perusahaan masing-masing sebesar Rp250.077.973 dan Rp221.997.579, diakui sebagai beban jasa
manajemen sebagai bagian dari Beban Pokok Pendapatan Hotel (Catatan 24).
EPI
Perjanjian Pengelolaan Hotel Amaris Gorontalo
Berdasarkan Perjanjian Pengelolaan Hotel Amaris Gorontalo antara EPI dengan PT Amaris International
Management tanggal 7 Oktober 2011, EPI menyerahkan pengelolaan Hotel Amaris Gorontalo kepada Amaris
sesuai standar operasional hotel yang dikelola oleh Amaris. Hotel Amaris Gorontalo memulai kegiatan
operasionalnya pada tanggal 20 Mei 2014.
Atas pengelolaan hotel oleh Amaris, beban-beban yang harus ditanggung adalah sebagai berikut:
1. Beban promosi bersama sebesar 1% dari pendapatan kamar.
2. Beban pemesanan kamar sebesar Rp15.000 per kamar untuk setiap pemesanan kamar melalui kantor
pusat Hotel Santika.
3. Basic fee sebesar 1% dari total pendapatan.
4. Incentive fee sebesar:
a. 6% dari Gross Operating Profit (GOP) bila GOP lebih kecil dari 50%.
b. 7% dari GOP bila GOP sama dengan atau lebih besar dari 50% tetapi lebih kecil atau sama dengan
60%
c. 8% dari GOP bila GOP lebih besar dari 60%.
5. Trademark fee sebesar 0,5% dari pendapatan kamar.
Perjanjian ini berlaku sejak ditandatangani dan akan jatuh tempo untuk jangka waktu 10 tahun terhitung sejak
kegiatan operasional Hotel Amaris Gorontalo dimulai.
Perjanjian Pengelolaan Hotel Amaris Bogor dan Makassar
Berdasarkan Perjanjian Pengelolaan Hotel Amaris Bogor dan Makassar antara EPI dengan PT Amaris
International Management tanggal 10 Mei 2012 dan 17 April 2013, EPI menyerahkan pengelolaan Hotel
Amaris Bogor dan Makassar kepada Amaris sesuai standar operasional hotel yang dikelola oleh Amaris.
Atas pengelolaan hotel oleh Amaris, beban-beban yang harus ditanggung adalah sebagai berikut:
1. Beban promosi bersama sebesar 1% dari pendapatan kamar.
2. Beban pemesanan kamar sebesar Rp15.000 per kamar untuk setiap pemesanan kamar melalui kantor
pusat Hotel Santika.
3. Basic fee sebesar 1% dari total pendapatan.
4. Incentive fee sebesar:
a. 5% dari Gross Operating Profit (GOP) bila GOP lebih kecil dari 50%.
b. 6% dari GOP bila GOP sama dengan atau lebih besar dari 50% tetapi lebih kecil atau sama dengan
60%
c. 7% dari GOP bila GOP lebih besar dari 60%.
5. Trademark fee sebesar 0,5% dari pendapatan kamar.
Perjanjian ini berlaku sejak ditandatangani dan akan jatuh tempo untuk jangka waktu 10 tahun terhitung sejak
Hotel diserahterimakan kepada EPI.
36
Names mentioned 51 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
MULTI USAIIA Tbk
p.3
unresolved
org
PT Esta Multi
p.3 ×2
unresolved
org
PT Esta Asri Propertindo
p.9
unresolved
person
Akta Notaris KunHidayat
p.9
unresolved
person
Maichel Vecky Katuuk
p.9
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.9 ×2
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
p.9
unresolved
person
Kun Hidayat
p.10
unresolved
org
PT Esta Prima Investasi
p.10
unresolved
person
Karyawan Berdasarkan Akta Notaris Elizabeth Karina Leonita
p.10 ×4
unresolved
org
Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan
p.11
unresolved
org
Bapepam-LK
p.11 ×4
unresolved
org
Kementerian Keuangan
p.14
unresolved
org
Kementerian Negara BUMN
p.14
unresolved
org
Menteri Keuangan
p.25
unresolved
org
PT BPR Kredit Mandiri Indonesia
p.28 ×2
unresolved
org
PT BPD Sumsel Babel
p.28
unresolved
person
Ratna Ramli
p.30
unresolved
person
Flora Elisabeth
p.30
unresolved
org
PT Asuransi Etiqa Internasional Indonesia
p.31
unresolved
org
PT Asuransi Raksa Pratikara
p.31
unresolved
org
PT Asuransi Etiqa Internasional
p.32
unresolved
org
PT Bank Sahabat Sampoerna Perusahaan
p.33
unresolved
org
PT Bank Sahabat Sampoerna
p.33
unresolved
org
PT Bank KEB Hana Indonesia EPI Pinjaman Rekening
p.33
unresolved
org
Bank Jangka Panjang Mar-
p.34
unresolved
org
PT Bank KEB Hana Indonesia Kredit Investasi I
p.34
unresolved
org
PT BCA Finance
p.36
unresolved
org
PT Bima Registra
p.37
unresolved
org
PT Bartley Sejahtera Investama
p.37
unresolved
org
PT Waringin Delapan Delapan
p.38
unresolved
org
PT Amaris International Management
p.39 ×2
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.
Other files in this announcement 5
EMU - SPD 202403.pdf
done
instance.zip
done
FinancialStatement-2024-I-ESTA.xlsx
done
inlineXBRL.zip
done