Back to announcement
20240516_AGII_Rencana Transaksi Perubahan Kegiatan Usaha_31640143_lamp2.pdf
Asset transaction Needs review AGIISource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 91
Page 1
YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Business & Property Valuers
LICENSE NUMBER: 2. 20 . 0170
AREA SERVED : INDONESIA & WORLDWIDE
LAPORAN STUDI KELAVAKAN
PT SAMATOR INDO GAS Tbk ("SIG")
Tanggal Studi Kelayakan : 31 Desember 2023
Lokasi:
Gedung UGM Samator Pendidikan,
Tower A, Lantai 5 & 6, Jalan Dr. Sahardjo No, 83,
Manggarai, Tebet - 12850
NO. FILE: 00012/2.0170/BS/NB-01/0045/1N/2024
rtrustecf<Business Partner
Page 2
YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Bu-'nn• & PfOPfflY Vlluen
No. File: 00012/2.0170/BS/NB-01/0045/1/V/2024
Jakarta, 16 Mei 2024
Kepada Yth .
PT Samator lndo Gas Tbk
Gedung UGM Samator Pendidikan,
Tower A, Lantai 5 & 6, Jalan Dr. Sahardjo No, 83,
Manggarai, Tebet - 12850
Perihal : Laporan Studi Kelayakan PT Samator lndo Gas Tbk atas Penambahan KBLI
PT Samator lndo Gas Tbk ("SIG") yang semula bernama PT Aneka Gas lndustri Tbk merupakan
perusahaan bergerak di bidang industri gas tertentu dalam bentuk gas, cair ataupun padat, mendesain
konstruks i dan instalasi peralatan gas pada pabrik pelanggan dan rumah sakit serta memperdagangkan
produk gas dari produsen lain kepada pelanggan SIG. Salah satu bidang usaha SIG adalah dalam instalasi
gas medis. Berdasarkan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia ("KBLI") 2017, kegiatan usaha instalasi
gas med is tercakup dalam :
1. 42919: Konstruksi Bangunan Sipil Lainnya YTDL;
2. 42914: Konstruksi Bangunan Pengolahan dan Penampungan Barang Minyak dan Gas;
3. 46530: Perdagangan Besar Mesin, Peralatan dan Perlengkapan Pertanian; dan
4. 46693: Perdagangan Besar Alat Laboratorium, Farmasi dan Kedokteran.
Namun dengan terbitnya KBLI 2020, kegiatan usaha instalasi gas medis tidak lagi dapat dicakup dalam
kode KBLI 42919, 42914, 46530 dan 46693, melainkan termasuk dalam kode KBLI 43223 yaitu lnstalasi
Minyak dan Gas. Oleh karena itu, agar dapat terus melaksanakan kegiatan usaha instalasi gas med is, SIG
berencana untuk melakukan Penambahan KBLI 43223 ke dalam salah satu kegiatan usahanya, selanjutnya
disebut "Penambahan KBLI".
Studi Kelayakan ini termasuk dalam kriteria yang terkait dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan ("OJK")
No. 17/POJK.04/2020 tentang "Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usa ha" ("POJK 17 Tahun 2020")
yang ditetapkan pada tanggal 20 April 2020 oleh Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan
Republik Indonesia.
Sehubungan dengan hal tersebut, SIG membutuhkan pihak independen untuk melakukan kajian dan
analisa kelayakan atas rencana Penambahan KBLI. Dalam rangka penyusunan stud i kelayakan tersebut,
SIG telah menunjuk KJPP Yanuar, Rosye dan Rekan ("Y&R") yang diharapkan dapat melakukan studi
secara objektif dan independen sesuai dengan kesepakatan yang tertuang dalam persetujuan atas Surat
Penawaran No. PR.Y&R-00/Y/BS/SIG/IV/2024/RY/0085 tanggal 03 April 2024.
1. Status Penilai Publik
Penilai Publik ada lah Rekan dari Y&R dengan kua lifikasi sebagai berikut:
Nama Penilai Publik : Rosye Yunita S.E., M.M ., MAPPI (Cert.)
No. lzin Penilai Publik : 8-1 .08.00045
No. STTD : STTD.PB-38/PJ-1 /PM.02/2023 KANTOR JASA PENII..AI PUBLIK
Klasifikasi lzin : Penilaian Bisnis (B) YANUAR. ROSYE DAN REKAN
No. MAPPI : 02-S-01532 Business & Property Valuers
The Manhattan Square Bui lding
Mid Tower 15th Floor Unit F
JI. TB. Simatupang Kav. 1 S, Cilandak Timur
Jakarta Selatan 12560
T: +62-21 2940 688O(Hunting)
E: info@yr.co.id
www.yr.co.id
T-rustea <Business Partner Branch Office : Bogor (P)
Page 3
YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Business & Proporty Valu ors
LI CENSE NUMBER; 2. 20 . 0170
AREA SERVED ; IN DONES IA & WORLDWIDE
Y&R adalah Kantor Jasa Penilai Publ ik yang terdaftar di Kementerian Keuangan dan Pasar Modal
serta memili ki kompetens i untuk melakukan Studi Kelayakan ini.
Y&R bertindak secara independen da lam penyusunan Laporan ini tanpa adanya benturan
kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Pemberi Tugas, Objek Stud i Ke layakan ataupun pihak-
pihak yang terafiliasi dengan Pemberi Tugas dan Objek Studi Ke layakan. Y&R juga tidak memil iki
kepentingan ataupun keuntungan pribadi terka it dengan penugasan ini .
Laporan Studi Kelayakan ini tidak dil akukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan
pihak manapun. lm ba lan jasa yang kam i terima sama seka li t id ak dipengaruhi oleh Ana li sis Studi
Kelayakan yang dihasilkan .
2. ldentitas Pemberi Tugas
• Nama Perusa haan PT Samator lndo Gas Tbk
• Al amat Gedung UGM Samator Pendidikan, Towe r A, Lanta i 5 & 6, Jalan
Dr. Sahardjo No, 83, Manggarai, Tebet - 12850
• Telepon (+62) 21 8370911 1 / (+62) 21 837099 11
• Situ s Web https:// samatorgas.com/
3. ldentitas Pengguna Laporan
• Nama Perusahaan PT Samator lndo Gas Tbk
• Alamat Gedung UGM Samator Pendidikan, Tower A, Lantai 5 & 6, Jalan
Dr. Sahardjo No, 83, Manggara i, Tebet - 12850
• Telepon (+62) 21 83709 111 / (+62) 21 83709911
• Situs Web https:// samatorgas.com /
4. Maksud dan Tujuan
Maksud dari Laporan Studi Kelayakan adalah untuk memberikan pendapat mengenai kelayakan
atas rencana Penambahan KBLI milik SIG.
Tujuan disusunnya laporan ini ada lah dalam rangka memenuhi Peraturan OtoritasJasa Keuangan
("OJK") Republik Indones ia No. 17/POJ K.04/ 2020 tentang "Transaksi Material dan Perubahan
Kegiatan Usaha" ("POJK 17 Tahun 2020"). Peraturan tersebut mensyaratkan adanya Laporan Studi
Kelayakan atas perubahan kegiatan usaha yang disusun oleh Penilai . Studi Ke layakan tidak
digunakan di lu ar konteks atau tujuan Studi Kelayakan tersebut.
Tinjauan dari Laporan Studi Kelayakan mencakup berbagai aspek yang meliputi aspek makro,
aspek pasar, aspek teknis, aspek pola bisnis, aspek model manajemen dan aspek ke uangan .
5. Dasar Rencana Penambahan KBLI
Laporan Studi Kelayakan bertujuan untuk memberikan pe ndapat mengenai ke layakan atas
Penambahan KBLI. Tinjauan dari Laporan Stud i Ke layakan mencakup berbaga i aspek yang
meliputi aspek makro, aspek pasar, aspek teknis, aspek pola bisnis, aspek model manajemen,
dan aspek keuangan.
<J'rusted <Business Partner
Page 4
YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Bus iness & Property Va luers
LI CENSE NUMBER : 2. 20. 0170
AREA SERVED : INOONESIA & WORLDWIDE
6. Objek Rencana Penambahan KBLI
Rencana Penambahan KBLI yang akan dilaksanakan oleh SIG disebabkan oleh terbitnya KBLI
2020. Pada KBLI 2020, kegiatan usaha instalasi gas medis tidak lagi dapat dicakup dalam kode
KBLI 42919, 42914, 46530 dan 46693, melainkan termasuk dalam kode KBLI 43223 yaitu lnstalasi
Minyak dan Gas. Oleh karena itu, agar dapat terus melaksanakan kegiatan usaha instalasi gas
medis, SIG berencana untuk melakukan Penambahan KBLI 43223 ke dalam sa lah satu kegiatan
usahanya.
7. Tanggal Studi Kelayakan dan Masa Berlaku Laporan
Tanggal efektif Studi Kelayakan adalah 31 Desember 2023, dimana batas tersebut diambil atas
dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan Studi Kelayakan.
Masa berlaku laporan adalah sampai dengan 30 Juni 2024.
8. Jenis Mata Uang yang Digunakan
Studi Kelayakan ini dinyatakan dalam mata uang Rupiah.
9. Tingkat Kedalaman lnspeksi Lapangan
Dalam Studi Kelayakan ini, kami telah melakukan inspe ksi lapangan untuk mendapatkan
keyakinan yang memadai diantaranya dengan melakukan site visit terhadap fasilitas milik SIG
yang berlokasi di Gedung UGM Samator Pendidikan, Tower A, Lantai 5 & 6, Jalan
Dr. Sahardjo No, 83, Manggarai, Tebet. Serita Acara wawancara yang menjelaskan mengenai
kondisi proyek dan hal-hal lain yang relevan untuk proses penyusunan Studi Kelayakan telah
dibuat saat wawancara dilakukan .
10. Sumber dan Data lnformasi yang Dapat Dihandalkan
Dalam melakukan Studi Kelayakan ini, Y&R juga menggunakan informa si dari beberapa sumber
informasi yang relevan dan handal tanpa perlu melakukan verifika si, yaitu:
• Dokumen hukum terkait dengan Studi Kelayakan;
• Data-data ekonomi yang diperoleh dari S&P Capital IQ, Damodaran;
• Data-data ekonomi baik yang bersifat makro ata upun mikro yang diperoleh dari instansi
terkait, seperti Bank Indonesia;
• Data -data laporan keuangan audit historis.
11. Asumsi dan Kondisi Pembatas
Asumsi
Beberapa asumsi yang digunakan dalam penyusunan Studi Kelayakan ini adalah:
• Y&R menghasilkan Laporan Studi Kelayakan yang bersifat non-disclaimer opinion.
• Kami telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam proses
studi kelayakan.
• Dalam menyusun laporan ini, Y&R mengan dalkan keakuratan dan kelengkapan informasi
yang disediakan oleh SIG dan / atau data yang diperoleh dari informasi yang tersedia untuk
publik dan informasi lainnya yang kami anggap relevan.
rrrusted <Business <Partner
Page 5
YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Buslnoss & Proporty Valuers
LICENSE NUMBER: 2. 20 . 0170
AREA SERVEO : IN OO NES IA & WOR LDWID E
• Pemberi tugas menyatakan bahwa seluruh informasi material yang menyangkut penuga san
studi kelayakan telah diungkapkan seluruhnya kepada Y&R dan tidak ada pengurangan ata s
fakta-fakta yang penting.
• Y&R menggunakan proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang mencerminkan
kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan
pencapaiannya (fiduciary duty) .
• Y&R bertanggung jawab atas pelaksanaan Studi Kelayakan dan kewajaran proyeksi
keuangan yang telah disesuaikan .
• Laporan yang dihasilkan terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat
rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional SIG.
• Y&R bertanggung jawab atas Laporan Studi Kelayakan dan kesimpulan yang dihasilkan.
• Y&R telah memperoleh informasi atas status hukum objek Studi Kelayakan dari pemberi
tugas.
• Laporan Studi Kelayakan ini ditujukan untuk memenuhi kepentingan Pasar Modal dan
pemenuhan aturan OJK dan tidak untuk kepentingan perpajakan .
• Studi Kelayakan ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum
bisnis dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah terkait dengan Penambahan
KBLI yang akan dilakukan pada tanggal pendapat ini diterbitkan.
• Dalam penyusunan Studi Kelayakan ini, kami menggunakan beberapa asumsi, seperti
terpenuhinya semua kondisi dan kewajiban SIG dan semua pihak yang terlibat dalam studi
kelayakan serta keakuratan informasi mengenai studi kelayakan yang diungkapkan oleh
manajemen SIG.
• Y&R mengasumsikan bahwa SIG merupakan perusahaan yang berkelanjutan usahanya
dimasa mendatang dan dikelola oleh manajemen yang profesional dan kompeten (going
concern).
• Studi Kelayakan ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian dari
analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan informasi dan analisis lainnya secara utuh
sebagai satu kesatuan dapat menyebabkan pandangan dan kesimpulan yang menyesatkan
atas proses yang mendasari Studi Kelayakan. Penyusunan Studi Kelayakan ini merupakan
suatu proses yang rumit dan mungkin tidak dapat dilakukan melalui analisis yang tidak
lengkap.
• Kami juga mengasumsikan bahwa penerbitan Studi Kelayakan tidak terjadi perubahan
apapun yang berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam
penyusunan studi kelayakan ini. Kami tidak bertanggungjawab untuk menegaskan kembali
atau melengkapi, memutakhirkan pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan
kondisi serta peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal surat ini .
Batasan-Batasan
Batasan-batasan dalam pelaksanaan penugasan ini adalah :
• Dalam melaksanakan analisis, kami menga sumsikan dan bergantung pada keakuratan,
kehandalan dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi lain
yang diberikan kepada kami oleh SIG atau yang tersedia secara umum yang pada hakekatnya
adalah benar, lengkap dan tidak menyesatkan, dan kami tidak bertanggung jawab untuk
melakukan pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi tersebut. Kami juga
bergantung kepada jaminan dari manajemen SIG bahwa mereka tidak mengetahui fakta -
fakta yang menyebabkan informasi-informasi yang diberikan kepada kami menjadi tidak
lengkap atau menyesatkan.
• Analisis Studi Kelayakan ini dipersiapkan menggunakan data dan informasi sebagaimana
diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data dan informasi tersebut dapat
mempengaruhi hasil akhir pendapat kami secara material. Oleh karenanya, kami tidak
bertanggungjawab atas perubahan kesimpulan atas Studi Kelayakan kami dikarenakan
adanya perubahan data dan informasi tersebut.
• Kami tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari Studi Kelayakan ini. Ja sa-
jasa yang kami berikan kepada SIG hanya merupakan pemberian Studi Kelayakan atas objek
yang akan dilakukan dan bukan jasa-jasa akuntansi, audit, atau perpajakan. Kami tidak
<Trustecf <Business Partner
Page 6
YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Business & Property Valuors
LICENSE NUMBER: 2. 20 . 01 70
AREA SERVED : INDONESIA & WOR LDWIDE
melakukan penelitian atas keabsahan dari aspek hukum dan implikasi aspek perpajakan
tersebut.
• Pekerjaan kami yang berkaitan dengan Studi Kelayakan ini tidak merupakan dan tid ak dapat
ditafsirkan merupakan da lam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit atau
pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan . Pekerjaan tersebut juga
tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal,
kesa lahan, atau penyimpangan dalam laporan keuangan atau pelanggaran hukum . Selain
itu, kami tidak mempunyai kewenangan dan tidak berada dalam posisi untuk mendapatkan
dan menganalisa suatu bentuk transaksi-transaks i lainnya diluar aksi korporasi yang ada dan
mungkin tersed ia untuk SIG serta pengaru h dari transaksi-transaks i tersebut terhadap aksi
korporasi ini.
12. Konfirmasi Bahwa Objek Studi Kelayakan Tidak Sedang atau Telah Dinilai Dalam Jangka
Waktu Tidak Lebih dari 2 (Dua) Bulan
SIG menjamin untuk memberikan konfirmasi bahwa objek studi ke layakan t idak sedang atau
telah dinilai oleh Penilai Publik lainnya untuk maksud, tujuan, pengguna laporan dan tanggal studi
kelayakan yang sama atau berdekatan (dalam jangka waktu tidak lebih dari dua bu Ian).
Bahwa Penilai dibebaskan dari sega la bentuk tuntutan/klaim, gugatan ganti rugi yang mungkin
timbul dari pihak ketiga atau pihak lainnya atas konfirmasi objek studi kelayakan yang tidak benar
dari SIG dan SIG aka n bertanggung jawab atas sega la kerugian dan/atau kewajiban yang dialami
oleh Penilai dan Y&R.
13. Persyaratan atas Persetujuan untuk Publikasi
Laporan Stud i Ke layakan beserta lampiran yang ada pada laporan ini hanya ditujukan kepada
Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan Stud i Ke layakan sebagaim ana dimaksud pada lingkup
penugasan ini. Penggunaan Laporan di luar dari ketentuan yang disebutkan dalam lingkup
Penugasan Laporan ini harus mendapatkan persetujuan tertulis dari Y&R serta Pemberi Tugas.
14. Konfirmasi Bahwa Penugasan Dilakukan Berdasarkan Peraturan
Analisis, opini, dan kesimpulan yang dibuat oleh Penilai, serta laporan stud i kelayakan yang te lah
dibuat dengan memen uhi POJK No. 35/POJ K.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan
Penilaian Bisnis Di Pasar Modal, SEOJK 17/ 2020 tentang Pedoman Pen il aian dan Penyajian
Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Moda l, POJK No. 17/POJK.04/ 2020 tentang Transaksi Material
dan Perubahan Kegiatan Usaha dan Kode Etik Penilai Indonesia ("KEPI") serta Sta ndar Penilaian
Indonesia ("SPI") Edisi Vll-2018 serta peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.
15. Analisis Kelayakan Penambahan KBLI
Berdasarkan anali sis ke layakan berupa Penamba han KBLI dengan mempertimbangkan asumsi-
asumsi yang telah dibuat, diperoleh hasil perhitungan sebagai berikut:
Net Present Value (NPV) Rp16.930Juta
Profitability Index (Pl) 15,73
Break Even RpO
Return on Investment 34,25% (rata-rata se lama masa proyeksi)
rrrustecf<Business <Partner
Page 7
YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Business & Proporty Valuers
LICENSE NUMBER: 2. 20. 0170
AREA SERVED : INDONESIA & WORLDWIDE
16. Pendapat Mengenai Kelayakan Rencana Penambahan KBLI
Berdasarkan kajian, evaluasi aspek pasar, teknis, pola bisni s, kelayakan mod el manajemen dan
analisa keuangan serta proyeksi -proyeksi lainnya dengan syarat asum si-asumsi yang te lah
ditetapkan dapat terpenuhi, maka dapat disimpulkan bahwa rencana Penambahan KBLI yang
akan dilaksanakan oleh SIG adalah LAYAK.
Demikian hasil Studi Kelayakan yang kami lakukan dengan tetap mengacu pada kode etik dan stan dar
penilaian yang berlaku.
Hormat kami,
KJPP YAN
'tt
Ros Cert.
Rekan
No. lzin Penilai Publik : B-1.08.00045
No. STTD : STTD.PB-38/PJ-1/PM .02/2023
Klasifikasi lzin : Penilaian Bisnis (B)
No. MAPPI : 02-S-01532
rtrusted (J3usiness <Partner
Page 8
YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Business & Prop erty Valu ors
LI CE NSE NUMBER: 2 . 20 . 017 0
AREA SE RVED : INDONES IA & WOR LDWIDE
PERNYATAAN PENILAI
Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai penilai, kami yang bertanda-tangan dibawah ini
menerangkan bahwa :
1. Pernyataan dalam Laporan Stud i Ke layakan ini, sebatas pengetahuan kami, ada lah benar dan akurat.
2. Analisis, opini, dan kes impulan yang dinyatakan di da lam Laporan Studi Ke layakan ini dibatasi oleh
asumsi dan batasan-batasan yang diungkapkan di dalam Laporan Stud i Ke layakan, yang mana
merupakan hasil ana li sis, op in i dan kesimpu lan Pen ilai yang tidak berpihak dan tidak memiliki
benturan kepentingan.
3. Kami t idak mempunyai kepentingan baik sekarang atau di masa yang akan datang terhadap objek
yang dinilai, maupun memiliki kepentingan pribadi atau keberpihakan kepada pih ak pihak lain yang
memiliki kepentingan terhadap objek yang dinilai.
4. Penunjukan dalam penugasan ini tidak berhubungan dengan opini Stud i Ke layakan yang te lah
disepakati sebelumnya dengan pemberi tugas.
5. Biaya jasa profesional t id ak dikaitkan dengan nilai yang te lah ditentukan sebe lumnya atau gambaran
nilai yang diinginkan oleh pemberi tugas, besaran opin i nilai, pencapa ian hasil yang dinyatakan, atau
ada nya kondisi yang terjadi kemudian (subsequent event) yang berhubungan secara langsung dengan
penggunaan yang dimaksud .
6. Penilai telah mengikuti persyaratan pendidikan profesional yang ditetapkan/dilaksanakan oleh
Masyarakat Profesi Penilai Indonesia ("MAPPI").
7. Penilai memiliki pengetahuan yang memadai sehubungan dengan objek Studi Kelayakan.
8. Penilai te lah melaksanakan ruang lingkup sebagai berikut:
• ld entifikasi masalah (ldentifikasi batasan, tujuan dan objek, definisi Studi Ke layakan, dan tanggal
Studi Kelayakan);
• Pengumpulan data dan wawancara;
• Analisis data;
• Estimasi ni lai dilakukan dengan menggunakan pendekatan Studi Kelayakan;
• Penulisan laporan
9. Pen il ai telah melakukan inspeksi lapangan ke fasilitas yang dimiliki SIG dan berdiskusi dengan
Manajemen SIG terkait objek Studi Kelayakan.
10. Tidak seorangpun selain yang bertandatangan dibawah ini, yang telah terlibat dalam pelaksanaan
inspeksi, ana lisis, pembuatan kesimpulan dan opi ni sebaga imana yang dinyatakan dalam Laporan
Studi Kelayakan ini .
11. Analisis, opini, dan kes impulan yang dibuat oleh Penilai, serta laporan Stud i Kelayakan yang te lah
dibuat dengan memenuhi ketentuan POJK No. 35/POJK.04/ 2020 tentang Peni laian dan Penyajian
Laporan Penil aian Bisnis di Pasar Modal, Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan No. 17/SEOJK.04/2020
tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisn is di Pasar Modal, POJK
No. 17/POJK.04/ 2020 tenta ng Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha dan Kode Etik Pen il ai
Indonesia ("KEPI") serta Standar Penilaian Indonesia ("SPI") Ed isi Vll -2018.
Jakarta, 16 Mei 2024
·I
Rosye Yunita. S.E .. M.M .. MAPPI (Cert.) - Penanggungjawab
No. lzin Penilai Publik : B-1 .08.00045
No. STTD : STTD.PB-38/PJ -1/PM .02/ 2023
No. MAPPI : 99-S-01230
<J'rusted (J3usiness Partner
Page 9
YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Business & Proporty Valuors
LICENSE NUMBER : 2 . 20 . 0170
AREA SERVED : INOONESIA & WORLDWIDE
Yanuar Bey. S.E .. M.M .• MAPPI (Cert.l - Reviewer
No. lzin Penilai Publik : B-1.08.00044
No. STTD : STTD.PB-37/PJ -1/PM .02/2023
No. MAPPI : 99-S-01230
____..
Muhammad Adriansyah. S.E. - Penilai
No. MAPPI : 17-P-07742
No. Regi ster Penilai : RMK-2019.02892
Synthia Ayu Disha. S.P .. RSA - Penilai .............................
-
No. MAPPI : 20-P-10310
No. Register Penilai : RMK-2022. 04332
rrrusted<Business <Partner
Page 10
KJPP YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Studi Kelayakan – PT Samator Indo Gas Tbk (“SIG”)
DAFTAR ISI
Halaman
SERTIFIKAT
PERNYATAAN PENILAI
DAFTAR ISI
DAFTAR FIGUR
DEFINISI DAN ISTILAH YANG DIGUNAKAN DALAM STUDI KELAYAKAN
BAB I ........................................................................................................................................................7
P E N D A H U L U A N .......................................................................................................................................7
1.1 Latar Belakang...................................................................................................................................... 7
1.2 Status Penilai Publik ............................................................................................................................ 7
1.3 Identitas Pemberi Tugas ..................................................................................................................... 8
1.4 Identitas Pengguna Laporan .............................................................................................................. 8
1.5 Maksud dan Tujuan ............................................................................................................................. 8
1.6 Tanggal Studi Kelayakan dan Masa Berlaku Laporan ..................................................................... 8
1.7 Metode Studi Kelayakan ..................................................................................................................... 9
1.8 Asumsi dan Kondisi Pembatas ........................................................................................................... 9
1.9 Konfirmasi Bahwa Objek Studi Kelayakan Tidak Sedang atau Telah Dinilai Dalam Jangka
Waktu Tidak Lebih dari 2 (Dua) Bulan ............................................................................................. 10
1.10 Jenis Mata Uang yang Digunakan .................................................................................................... 11
1.11 Sumber dan Data Informasi yang Dapat Dihandalkan ................................................................. 11
1.12 Tenaga Ahli dan Hasil Pekerjaan Tenaga Ahli................................................................................. 11
1.13 Penjelasan mengenai Kejadian Penting setelah Tanggal Studi Kelayakan ................................. 11
BAB II ......................................................................................................................................................12
GAMBARAN UMUM ........................................................................................................................................12
2.1 Profil PT Samator Indo Gas Tbk (“SIG”) ............................................................................................ 12
2.1.1 Pendirian............................................................................................................................................. 12
2.1.2 Aktivitas Usaha ................................................................................................................................... 13
2.1.3 Produk dan Layanan ......................................................................................................................... 14
2.1.4 Struktur Organisasi............................................................................................................................ 16
2.1.5 Struktur Permodalan ......................................................................................................................... 16
2.1.6 Susunan Pengurus SIG ...................................................................................................................... 17
2.2 Legalitas dan Perizinan yang dimiliki SIG ........................................................................................ 17
2.3 Tinjauan Kinerja Keuangan ............................................................................................................... 18
2.4 Informasi Inspeksi Lapangan ........................................................................................................... 22
BAB III ......................................................................................................................................................24
ASPEK MAKRO INDONESIA ...........................................................................................................................24
3.1 Makro Ekonomi Indonesia ................................................................................................................ 24
3.1.1 Pertumbuhan Ekonomi Indonesia ................................................................................................... 24
3.1.2 Nilai Tukar Rupiah ............................................................................................................................. 25
3.1.3 Inflasi ................................................................................................................................................... 26
3.1.4 Tingkat Suku Bunga ........................................................................................................................... 27
3.2 Gambaran Umum Gas Industri ........................................................................................................ 29
3.3 Gas Medis di Indonesia ..................................................................................................................... 34
3.4 Gambaran Umum Rumah Sakit di Indonesia ................................................................................. 35
Halaman - 1
Page 11
KJPP YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Studi Kelayakan – PT Samator Indo Gas Tbk (“SIG”)
Halaman
BAB IV ......................................................................................................................................................37
ASPEK PASAR ..................................................................................................................................................37
4.1 Bisnis SIG ............................................................................................................................................ 37
4.2 Rencana Penambahan KBLI SIG ....................................................................................................... 37
4.3 Aspek Pasar ........................................................................................................................................ 38
4.3.1 Kondisi Pasar Saat Ini ........................................................................................................................ 38
4.3.2 Pangsa Pasar ...................................................................................................................................... 38
4.3.3 Persaingan Usaha .............................................................................................................................. 39
4.3.4 Potensi Pasar dan Sasaran Pasar SIG.............................................................................................. 40
4.3.5 Inovasi Dalam Menghadapi Persaingan Usaha.............................................................................. 40
4.3.6 Strategi Pemasaran ........................................................................................................................... 41
4.4 Aspek Teknis Terkait dengan Layanan dan Produk ....................................................................... 41
4.4.1 Kapasitas ............................................................................................................................................. 42
4.4.2 Ketersediaan Sumber Daya Termasuk Bahan Baku, Pekerja dan Tim Ahli ................................ 42
4.4.3 Proses Operasional Penambahan KBLI .......................................................................................... 43
4.5 Pola Bisnis ........................................................................................................................................... 44
4.5.1 Keunggulan Kompetitif ..................................................................................................................... 44
4.5.2 Kemampuan Pesaing untuk Meniru Produk .................................................................................. 46
4.5.3 Kemampuan Untuk Menciptakan Nilai ........................................................................................... 46
4.5.4 Perjanjian-perjanjian Yang Dimiliki Terkait Penambahan KBLI .................................................... 47
4.6 Aspek Model Manajemen ................................................................................................................. 47
4.6.1 Ketersediaan Tenaga Kerja ............................................................................................................... 47
4.6.2 Tenaga Ahli Terkait Penambahan KBLI ........................................................................................... 47
4.6.3 Manajemen Kekayaan Intelektual ................................................................................................... 50
4.6.4 Manajemen Risiko ............................................................................................................................. 50
4.6.5 Kapasitas dan Kemampuan Manajemen ........................................................................................ 50
4.6.6 Kesesuaian Struktur Organisasi dan Manajemen ......................................................................... 51
BAB V ......................................................................................................................................................52
ANALISIS SWOT DAN RISIKO.........................................................................................................................52
5.1 Analisis SWOT ..................................................................................................................................... 52
5.2 Analisis Risiko ..................................................................................................................................... 52
BAB VI ......................................................................................................................................................54
ASPEK KEUANGAN .........................................................................................................................................54
6.1 Rencana SIG........................................................................................................................................ 54
6.2 Biaya Pendirian, Modal Kerja dan Sumber Pembiayaan Penambahan KBLI .............................. 54
6.3 Asumsi–Asumsi .................................................................................................................................. 54
6.3.1 Proyeksi Keuangan Tanpa Adanya Penambahan KBLI ................................................................. 54
6.3.2 Proyeksi Keuangan Dengan Adanya Penambahan KBLI ............................................................... 55
6.4 Cut Off Date Dalam Analisis............................................................................................................... 56
6.5 Ringkasan Proyeksi Keuangan atas Penambahan KBLI (Inkremental) ........................................ 57
6.6 Dampak Perubahan atas Penambahan KBLI Terhadap Keuangan SIG ...................................... 57
6.7 Rasio Keuangan Penting atas Penambahan KBLI .......................................................................... 58
6.8 Penetapan Tingkat Diskonto ............................................................................................................ 59
6.9 Tingkat Pertumbuhan pada Nilai Terminal..................................................................................... 62
6.10 Analisis Kelayakan Proyek................................................................................................................. 62
6.11 Analisis Break Even Point.................................................................................................................... 63
6.12 Analisis Profitabilitas ......................................................................................................................... 63
Halaman - 2
Page 12
KJPP YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Studi Kelayakan – PT Samator Indo Gas Tbk (“SIG”)
Halaman
6.13 Analisis Tingkat Imbal Balik Investasi .............................................................................................. 63
6.14 Analisis Sensitivitas ............................................................................................................................ 64
6.15 Kesimpulan ......................................................................................................................................... 65
BAB VII ......................................................................................................................................................66
KUALIFIKASI PENILAI BISNIS ........................................................................................................................66
LAMPIRAN KEUANGAN
Halaman - 3
Page 13
KJPP YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Studi Kelayakan – PT Samator Indo Gas Tbk (“SIG”)
DAFTAR FIGUR
Halaman
Figur 1. Penawaran Umum Efek Obligasi ..................................................................................................... 12
Figur 2. Penawaran Umum Efek Sukuk Ijarah .............................................................................................. 13
Figur 3. Struktur Organisasi SIG ..................................................................................................................... 16
Figur 4. Struktur Permodalan SIG .................................................................................................................. 16
Figur 5. Ikhtisar Laba (Rugi) SIG ..................................................................................................................... 18
Figur 6. Pertumbuhan Pendapatan Usaha, Laba (Rugi) Kotor, Laba (Rugi) Tahun Berjalan dan
Laba (Rugi) Komprehensif Tahun Berjalan SIG .............................................................................. 19
Figur 7. Ringkasan Posisi Keuangan SIG ....................................................................................................... 19
Figur 8. Pertumbuhan Aset, Liabilitas dan Ekuitas SIG ............................................................................... 20
Figur 9. Ringkasan Laporan Arus Kas SIG ..................................................................................................... 20
Figur 10. Komposisi Arus Kas Bersih dari aktivitas Operasi, Investasi dan Pendanaan SIG ..................... 21
Figur 11. Rasio Keuangan SIG ........................................................................................................................... 21
Figur 12. Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Pengeluaran ................................. 24
Figur 13. Neraca Pembayaran Indonesia ........................................................................................................ 25
Figur 14. Rupiah vs Negara Kawasan .............................................................................................................. 26
Figur 15. Suku Bunga Kebijakan Negara Kawasan ........................................................................................ 26
Figur 16. Inflasi IHK dan Komponen ................................................................................................................ 27
Figur 17. Peta Inflasi Daerah (%, yoy) .............................................................................................................. 27
Figur 18. Perkembangan Rasio AL/DPK Perbankan dan Uang Beredar ...................................................... 28
Figur 19. Suku Bunga Perbankan dan Suku Bunga Kebijakan BI dan IndONIA ......................................... 29
Figur 20. Medical Gases Market ......................................................................................................................... 29
Figur 21. Medical Gases Market by Product ...................................................................................................... 31
Figur 22. Medical Gases Market by Application ................................................................................................. 32
Figur 23. Medical Gases Market by End User..................................................................................................... 33
Figur 24. Medical Gases Market by Region ........................................................................................................ 34
Figur 25. KBLI Eksisting ..................................................................................................................................... 37
Figur 26. Rencana Penambahan KBLI ............................................................................................................. 38
Figur 27. Potensi dan Sasaran Pasar untuk Penambahan KBLI ................................................................... 40
Figur 28. Contoh Proyek Instalasi Gas Medis ................................................................................................. 42
Figur 29. Struktur Organisasi PT Sandana Terkait Pelaksanaan Teknis Instalasi Gas Medis .................... 42
Figur 30. Alur Proses Operasional ................................................................................................................... 43
Figur 31. Hasil pemasangan Instalasi Gas Medis Rumah Sakit .................................................................... 44
Figur 32. Manajemen Risiko SIG (Instalasi Gas Medis) .................................................................................. 50
Figur 33. Proyeksi Laba (Rugi) Tanpa Adanya Penambahan KBLI ................................................................ 55
Figur 34. Proyeksi Posisi Keuangan Tanpa Adanya Penambahan KBLI ...................................................... 55
Figur 35. Proyeksi Arus Kas Tanpa Adanya Penambahan KBLI .................................................................... 55
Figur 36. Proyeksi Laba (Rugi) Dengan Adanya Penambahan KBLI ............................................................. 56
Figur 37. Proyeksi Posisi Keuangan Dengan Adanya Penambahan KBLI .................................................... 56
Figur 38. Proyeksi Arus Kas Dengan Adanya Penambahan KBLI ................................................................. 56
Figur 39. Inkremental Proyeksi Laba (Rugi) .................................................................................................... 57
Figur 40. Inkremental Proyeksi Posisi Keuangan ........................................................................................... 57
Figur 41. Inkremental Proyeksi Arus Kas ........................................................................................................ 57
Halaman - 4
Page 14
KJPP YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Studi Kelayakan – PT Samator Indo Gas Tbk (“SIG”)
DEFINISI DAN ISTILAH YANG DIGUNAKAN
D A L A M S T UD I K E L A Y A K A N
Arus Kas Bersih (Free Cash : a. Jumlah kas yang tersedia setelah terpenuhinya kebutuhan kas
Flow) untuk kegiatan operasional;
b. Jumlah kas yang merupakan arus kas yang tersedia bagi
penyedia modal yang terdiri dari utang dan ekuitas; dan
c. Jumlah kas yang telah bebas dari kewajiban untuk
mempertahankan operasi saat ini dan untuk mengantisipasi
pertumbuhan Perusahaan.
Asumsi : Sesuatu yang dianggap akan terjadi termasuk fakta, syarat, atau
keadaan yang mungkin dapat mempengaruhi objek Studi Kelayakan
atau pendekatan Studi Kelayakan dan kewajarannya telah dianalisis
oleh Penilai Bisnis sebagai bagian dari proses Studi Kelayakan.
KBLI : Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia.
Kelangsungan Usaha : Suatu kondisi yang mencerminkan usaha yang sedang beroperasi
atau dalam konstruksi, atau suatu premis dalam Penilaian, dimana
Penilai Bisnis menganggap suatu perusahaan akan terus
melanjutkan operasinya secara berkelanjutan.
KEPI & SPI Edisi VII – 2018 : Kode Etik Penilai Indonesia (“KEPI”) dan Standar Penilaian Indonesia
(“SPI”) 2018 Edisi VII – 2018.
Laporan Studi Kelayakan : Laporan tertulis berisi suatu Penugasan Penilaian Profesional yang
diberikan oleh Penilai Bisnis berupa pendapat untuk menyatakan
kelayakan suatu usaha atau proyek.
MAPPI : Masyarakat Profesi Penilai Indonesia.
Metode Studi Kelayakan : Suatu cara atau rangkaian cara tertentu dalam melakukan Studi
Kelayakan.
Nilai Terminal : Nilai dari jumlah arus kas untuk periode setelah periode waktu tetap,
dimana arus kas yang diterapkan dapat menggunakan model ekuitas
atau Modal Investasi.
Objek Studi Kelayakan : Studi Kelayakan atas Penambahan KBLI.
OJK : Otoritas Jasa Keuangan.
Penilai : Orang perseorangan yang dengan keahliannya menjalankan kegiatan
Penilaian di pasar modal.
Penilai Bisnis : Penilai yang melakukan kegiatan penilaian bisnis sebagaimana
dimaksud dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan mengenai Penilai
yang melakukan kegiatan di pasar modal.
Pihak : Orang perseorangan, perusahaan, usaha bersama, asosiasi, atau
kelompok yang terorganisasi.
POJK 17 Tahun 2020 : Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia No.
17/POJK.04/2020 tentang "Transaksi Material dan Perubahan
Kegiatan Usaha”.
POJK 35 Tahun 2020 : Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia No.
35/POJK.04/2020 tentang " Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian
Bisnis di Pasar Modal”.
Penilai Publik : Penilai yang telah memperoleh izin dari Menteri Keuangan untuk
memberikan jasa penilaian (Perpres 71 / 2012, pasal l butir 12).
Premis : Asumsi yang berhubungan dengan suatu kondisi transaksi yang
dapat digunakan pada objek Studi Kelayakan.
SEOJK 17 Tahun 2020 : Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia No.
17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian
Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal.
SIG : PT Samator Indo Gas Tbk.
Halaman - 5
Page 15
KJPP YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Studi Kelayakan – PT Samator Indo Gas Tbk (“SIG”)
Tanggal Laporan : Tanggal ditandatanganinya Laporan oleh Penilai Bisnis.
Tanggal Studi Kelayakan : Tanggal pada saat Studi Kelayakan dinyatakan.
Tenaga Ahli : Orang yang mempunyai keahlian dan kualifikasi pada suatu bidang
tertentu di luar ruang lingkup kegiatan Penilaian dan tidak bekerja
pada kantor jasa Penilai publik.
Tingkat Diskonto : Suatu Tingkat Imbal Balik untuk mengkonversikan nilai di masa
depan ke nilai sekarang yang mencerminkan nilai waktu dari uang
dan ketidakpastian atas terealisasinya pendapatan ekonomi.
Tingkat Imbal Balik : Jumlah laba atau rugi dan/atau perubahan nilai yang direalisasikan
atau diharapkan dari suatu investasi yang dinyatakan dalam
persentase.
Y&R : Kantor Jasa Penilai Publik Yanuar, Rosye dan Rekan.
Halaman - 6
Page 16
KJPP YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Studi Kelayakan – PT Samator Indo Gas Tbk (“SIG”)
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
PT Samator Indo Gas Tbk (“SIG”) yang semula bernama PT Aneka Gas Industri Tbk merupakan
perusahaan bergerak di bidang industri gas tertentu dalam bentuk gas, cair ataupun padat,
mendesain konstruksi dan instalasi peralatan gas pada pabrik pelanggan dan rumah sakit serta
memperdagangkan produk gas dari produsen lain kepada pelanggan SIG. Salah satu bidang usaha
SIG adalah dalam instalasi gas medis. Berdasarkan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia
(“KBLI”) 2017, kegiatan usaha instalasi gas medis tercakup dalam:
1. 42919: Konstruksi Bangunan Sipil Lainnya YTDL;
2. 42914: Konstruksi Bangunan Pengolahan dan Penampungan Barang Minyak dan Gas;
3. 46530: Perdagangan Besar Mesin, Peralatan dan Perlengkapan Pertanian; dan
4. 46693: Perdagangan Besar Alat Laboratorium, Farmasi dan Kedokteran.
Namun dengan terbitnya KBLI 2020, kegiatan usaha instalasi gas medis tidak lagi dapat dicakup
dalam kode KBLI 42919, 42914, 46530 dan 46693, melainkan termasuk dalam kode KBLI 43223
yaitu lnstalasi Minyak dan Gas. Oleh karena itu, agar dapat terus melaksanakan kegiatan usaha
instalasi gas medis, SIG berencana untuk melakukan Penambahan KBLI 43223 ke dalam salah satu
kegiatan usahanya, selanjutnya disebut “Penambahan KBLI”.
Studi Kelayakan ini termasuk dalam kriteria yang terkait dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
(“OJK”) No. 17/POJK.04/2020 tentang “Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha” (“POJK 17
Tahun 2020”) yang ditetapkan pada tanggal 20 April 2020 oleh Ketua Dewan Komisioner Otoritas
Jasa Keuangan Republik Indonesia.
Sehubungan dengan hal tersebut, SIG membutuhkan pihak independen untuk melakukan kajian
dan analisa kelayakan atas rencana Penambahan KBLI. Dalam rangka penyusunan studi kelayakan
tersebut, SIG telah menunjuk KJPP Yanuar, Rosye dan Rekan (“Y&R”) yang diharapkan dapat
melakukan studi secara objektif dan independen sesuai dengan kesepakatan yang tertuang dalam
persetujuan atas Surat Penawaran No. PR.Y&R-00/Y/BS/SIG/IV/2024/RY/0085 tanggal 03 April
2024.
1.2 Status Penilai Publik
Penilai Publik adalah Rekan dari Y&R dengan kualifikasi sebagai berikut :
Nama Penilai : Rosye Yunita, S.E., M.M., MAPPI (Cert.)
No. Izin Penilai : B-1.08.00045
No. STTD : STTD.PB-38/PJ-1/PM.02/2023
No. MAPPI : 02-S-01532
Klasifikasi Izin : Penilaian Bisnis (B)
Y&R adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang terdaftar di Kementerian Keuangan dan Pasar Modal
serta memiliki kompetensi untuk melakukan Studi Kelayakan ini.
Y&R bertindak secara independen dalam penyusunan Laporan ini tanpa adanya benturan
kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Pemberi Tugas, Objek Studi Kelayakan ataupun pihak-
Halaman - 7
Page 17
KJPP YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Studi Kelayakan – PT Samator Indo Gas Tbk (“SIG”)
pihak yang terafiliasi dengan Pemberi Tugas dan Objek Studi Kelayakan. Y&R juga tidak memiliki
kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini.
Laporan Studi Kelayakan ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak
manapun. Imbalan jasa yang kami terima sama sekali tidak dipengaruhi oleh Analisis Studi
Kelayakan yang dihasilkan.
1.3 Identitas Pemberi Tugas
• Nama Perusahaan : PT Samator Indo Gas Tbk
• Alamat : Gedung UGM Samator Pendidikan,
Tower A, Lantai 5 & 6, Jalan Dr. Sahardjo No. 83,
Manggarai, Tebet – 12850
• Telepon/Faks : (+62) 21 83709111 / (+62) 21 83709911
• Situs Web : https://samatorgas.com/
1.4 Identitas Pengguna Laporan
• Nama Perusahaan : PT Samator Indo Gas Tbk
• Alamat : Gedung UGM Samator Pendidikan,
Tower A, Lantai 5 & 6, Jalan Dr. Sahardjo No. 83,
Manggarai, Tebet – 12850
• Telepon/Faks : (+62) 21 83709111 / (+62) 21 83709911
• Situs Web : https://samatorgas.com/
1.5 Maksud dan Tujuan
Maksud dari Laporan Studi Kelayakan adalah untuk memberikan pendapat mengenai kelayakan
atas rencana Penambahan KBLI milik SIG.
Tujuan disusunnya laporan ini adalah dalam rangka memenuhi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
(“OJK”) Republik Indonesia No. 17/POJK.04/2020 tentang “Transaksi Material dan Perubahan
Kegiatan Usaha” (“POJK 17 Tahun 2020”). Peraturan tersebut mensyaratkan adanya Laporan Studi
Kelayakan atas perubahan kegiatan usaha yang disusun oleh Penilai. Penilaian tidak digunakan di
luar konteks atau tujuan Studi Kelayakan tersebut.
Tinjauan dari Laporan Studi Kelayakan mencakup berbagai aspek yang meliputi aspek makro, aspek
pasar, aspek teknis, aspek pola bisnis, aspek model manajemen dan aspek keuangan.
1.6 Tanggal Studi Kelayakan dan Masa Berlaku Laporan
Tanggal efektif Studi Kelayakan adalah 31 Desember 2023, dimana batas tersebut diambil atas
dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan Studi Kelayakan.
Masa berlaku laporan adalah sampai dengan 30 Juni 2024.
Halaman - 8
Page 18
KJPP YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Studi Kelayakan – PT Samator Indo Gas Tbk (“SIG”)
1.7 Metode Studi Kelayakan
Metode yang digunakan dalam menyusun Laporan Studi Kelayakan ini adalah :
• Pengumpulan data-data primer dari SIG yang terkait dengan rencana Penambahan KBLI yang
meliputi data-data identitas, rencana usaha serta data-data lainnya yang terkait dengan
rencana Penambahan KBLI.
• Analisis makro ekonomi, analisis industri untuk mengevaluasi pengaruh dari faktor tersebut
terhadap kinerja SIG di masa mendatang.
• Melakukan analisis kelayakan Penambahan KBLI SIG dengan menggunakan nilai
tambah/inkremental tanpa dan dengan adanya Penambahan KBLI, Net Present Value (NPV),
Break Even Point (BEP), Profitability Index (PI) dan Return on Investment (ROI).
1.8 Asumsi dan Kondisi Pembatas
Asumsi
Beberapa asumsi yang digunakan dalam penyusunan Studi Kelayakan ini adalah:
• Y&R menghasilkan Laporan Studi Kelayakan yang bersifat non-disclaimer opinion.
• Kami telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam proses
studi kelayakan.
• Dalam menyusun laporan ini, Y&R mengandalkan keakuratan dan kelengkapan informasi yang
disediakan oleh SIG dan / atau data yang diperoleh dari informasi yang tersedia untuk publik
dan informasi lainnya yang kami anggap relevan.
• Pemberi tugas menyatakan bahwa seluruh informasi material yang menyangkut penugasan
studi kelayakan telah diungkapkan seluruhnya kepada Y&R dan tidak ada pengurangan atas
fakta-fakta yang penting.
• Y&R menggunakan proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang mencerminkan kewajaran
proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan pencapaiannya
(fiduciary duty).
• Y&R bertanggung jawab atas pelaksanaan Penilaian dan kewajaran proyeksi keuangan yang
telah disesuaikan.
• Laporan yang dihasilkan terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia,
yang dapat mempengaruhi operasional SIG.
• Y&R bertanggung jawab atas Laporan Studi Kelayakan dan kesimpulan yang dihasilkan.
• Y&R telah memperoleh informasi atas status hukum objek Studi Kelayakan dari pemberi
tugas.
• Laporan Studi Kelayakan ini ditujukan untuk memenuhi kepentingan Pasar Modal dan
pemenuhan aturan OJK dan tidak untuk kepentingan perpajakan.
• Studi Kelayakan ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum
bisnis dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah terkait dengan Penambahan
KBLI yang akan dilakukan pada tanggal pendapat ini diterbitkan.
• Dalam penyusunan Studi Kelayakan ini, kami menggunakan beberapa asumsi, seperti
terpenuhinya semua kondisi dan kewajiban SIG dan semua pihak yang terlibat dalam studi
kelayakan serta keakuratan informasi mengenai studi kelayakan yang diungkapkan oleh
manajemen SIG.
• Y&R mengasumsikan bahwa SIG merupakan perusahaan yang berkelanjutan usahanya
dimasa mendatang dan dikelola oleh manajemen yang profesional dan kompeten (going
concern).
• Studi Kelayakan ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian dari
analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan informasi dan analisis lainnya secara utuh
sebagai satu kesatuan dapat menyebabkan pandangan dan kesimpulan yang menyesatkan
Halaman - 9
Page 19
KJPP YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Studi Kelayakan – PT Samator Indo Gas Tbk (“SIG”)
atas proses yang mendasari Studi Kelayakan. Penyusunan Studi Kelayakan ini merupakan
suatu proses yang rumit dan mungkin tidak dapat dilakukan melalui analisis yang tidak
lengkap.
• Kami juga mengasumsikan bahwa penerbitan Studi Kelayakan tidak terjadi perubahan apapun
yang berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam
penyusunan studi kelayakan ini. Kami tidak bertanggungjawab untuk menegaskan kembali
atau melengkapi, memutakhirkan pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan
kondisi serta peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal surat ini.
Batasan-Batasan
Batasan-batasan dalam pelaksanaan penugasan ini adalah:
• Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan,
kehandalan dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi lain
yang diberikan kepada kami oleh SIG atau yang tersedia secara umum yang pada hakekatnya
adalah benar, lengkap dan tidak menyesatkan, dan kami tidak bertanggung jawab untuk
melakukan pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi tersebut. Kami juga
bergantung kepada jaminan dari manajemen SIG bahwa mereka tidak mengetahui fakta-fakta
yang menyebabkan informasi-informasi yang diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap
atau menyesatkan.
• Analisis Studi Kelayakan ini dipersiapkan menggunakan data dan informasi sebagaimana
diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data dan informasi tersebut dapat
mempengaruhi hasil akhir pendapat kami secara material. Oleh karenanya, kami tidak
bertanggungjawab atas perubahan kesimpulan atas Studi Kelayakan kami dikarenakan
adanya perubahan data dan informasi tersebut.
• Kami tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari Studi Kelayakan ini. Jasa-jasa
yang kami berikan kepada SIG hanya merupakan pemberian Studi Kelayakan atas objek yang
akan dilakukan dan bukan jasa-jasa akuntansi, audit, atau perpajakan. Kami tidak melakukan
penelitian atas keabsahan dari aspek hukum dan implikasi aspek perpajakan tersebut.
• Pekerjaan kami yang berkaitan dengan Studi Kelayakan ini tidak merupakan dan tidak dapat
ditafsirkan merupakan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit atau pelaksanaan
prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat
dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan,
atau penyimpangan dalam laporan keuangan atau pelanggaran hukum. Selain itu, kami tidak
mempunyai kewenangan dan tidak berada dalam posisi untuk mendapatkan dan menganalisa
suatu bentuk transaksi-transaksi lainnya diluar aksi korporasi yang ada dan mungkin tersedia
untuk SIG serta pengaruh dari transaksi-transaksi tersebut terhadap aksi korporasi ini.
1.9 Konfirmasi Bahwa Objek Studi Kelayakan Tidak Sedang atau Telah Dinilai Dalam Jangka
Waktu Tidak Lebih dari 2 (Dua) Bulan
SIG menjamin untuk memberikan konfirmasi bahwa objek studi kelayakan tidak sedang atau telah
dinilai oleh Penilai Publik lainnya untuk maksud, tujuan, pengguna laporan dan tanggal studi
kelayakan yang sama atau berdekatan (dalam jangka waktu tidak lebih dari dua bulan).
Bahwa Penilai dibebaskan dari segala bentuk tuntutan/klaim, gugatan ganti rugi yang mungkin
timbul dari pihak ketiga atau pihak lainnya atas konfirmasi objek studi kelayakan yang tidak benar
dari SIG dan SIG akan bertanggung jawab atas segala kerugian dan/atau kewajiban yang dialami
oleh Penilai dan Y&R.
Halaman - 10
Page 20
KJPP YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Studi Kelayakan – PT Samator Indo Gas Tbk (“SIG”)
1.10 Jenis Mata Uang yang Digunakan
Studi Kelayakan ini dinyatakan dalam mata uang Rupiah.
1.11 Sumber dan Data Informasi yang Dapat Dihandalkan
Dalam melakukan Studi Kelayakan ini, Y&R juga menggunakan informasi dari beberapa sumber
informasi yang relevan dan handal tanpa perlu melakukan verifikasi, yaitu :
• Data-data laporan keuangan audit historis:
Nama Akuntan Publik dan Nomor
Tahun Auditor Nomor dan Tanggal Opini
Izin Akuntan Publik
Gideon, CPA dengan Izin Akuntan No.
Wajar, dalam
Paul Publik No. AP.1192 serta telah tedaftar 00167/3.0355/AU.1/10/1192-
31 Des 2019 semua hal
Hadiwinata, di OJK dengan No. STTD.AP- 2/1/VI/2020 tanggal 10 Juni
yang material
Hidajat, Arsono, 42/PM.22/2018 2020
Retno, Adi Santoso, CPA dengan Izin Akuntan No.
Wajar, dalam
Palilingan dan Publik No. AP.1188 serta telah tedaftar 00052/3.0355/AU.1/10/1188-
31 Des 2020 semua hal
Rekan (“PKF”) di OJK dengan No. STTD.AP- 1/1/III/2021 tanggal 31 Maret
yang material
37/PM.22/2018 2021
Yulianti Sugiarta dengan Izin Akuntan No.
Wajar, dalam
Publik No. AP.0036 serta telah tedaftar 0027/3.0193/AU.1/10/0036-
31 Des 2021 semua hal
di OJK dengan No. STTD.AP- 1/1/IV/2022 tanggal 08 April
Hadori Sugiarto yang material
480/PM.22/2018 2022 d
Adi & Rekan
Pascavera Christiana Dede dengan No.
(“HLB”) Wajar, dalam
Izin Akuntan Publik No. AP.1730 serta 00049/3.0193/AU.1/04/1730-
31 Des 2022 semua hal
telah tedaftar di OJK dengan No. 1/1/IV/2023 tanggal 03 April
yang material
STTD.AP-69/PM.223/2021 2023
Sandy dengan Izin Akuntan Publik No. No.
Purwantono, Wajar, dalam
AP.1179 serta telah tedaftar di OJK 01294/2.1032/AU.1/04/1179-
31 Des 2023 Sungkoro & semua hal
dengan No. STTD.AP-54/PM.223/2021 1/1/V/2024 tanggal 08 Mei
Surja (“EY”) yang material
2024
• Proyeksi keuangan atas Penambahan KBLI SIG sejak Januari 2024 - 2028 yang disiapkan oleh
Manajemen SIG;
• Laporan Tahunan SIG Tahun 2022;
• Legalitas SIG dan perizinan terkait;
• Data-data ekonomi yang diperoleh dari S&P Capital IQ dan Damodaran;
• Data-data ekonomi baik yang bersifat makro ataupun mikro yang diperoleh dari instansi terkait,
seperti Bank Indonesia; dan
• Diskusi dengan Manajemen SIG.
1.12 Tenaga Ahli dan Hasil Pekerjaan Tenaga Ahli
Dalam melakukan Studi Kelayakan, Y&R tidak menggunakan tenaga ahli dan hasil pekerjaan tenaga
ahli.
1.13 Penjelasan mengenai Kejadian Penting setelah Tanggal Studi Kelayakan
Berdasarkan informasi dari manajemen tidak terdapat kejadian penting setelah tanggal studi
kelayakan.
Halaman - 11
Page 21
KJPP YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Studi Kelayakan – PT Samator Indo Gas Tbk (“SIG”)
BAB II
GAMBARAN UMUM
2.1 Profil PT Samator Indo Gas Tbk (“SIG”)
2.1.1 Pendirian
SIG yang semula bernama PT Aneka Gas Industri Tbk didirikan pada tanggal 21 September 1971
dan langsung beroperasi secara komersial, berdasarkan Akta Notaris Soeleman Ardjasasmita, S.H.,
No. 28, Notaris di Jakarta. Akta tersebut telah disahkan oleh Menteri Kehakiman melalui Surat
Keputusan No. J.A.5/198/3 tanggal 08 November 1971 dan dicatat dalam Lembaran Berita Negara
Republik Indonesia No. 103 tanggal 24 Desember 1971, Tambahan No. 576.
Anggaran Dasar SIG telah beberapa kali mengalami perubahan dan terakhir berdasarkan Akta
No. 68 tanggal 31 Mei 2023 dihadapan Notaris Ira Sudjono, S.H., M.Hum., M.Kn., M.M., M.Si., Notaris
di Jakarta Barat. Akta tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia melalui Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-
0106409.AH.01.11.Tahun 2023 tanggal 09 Juni 2023.
Kantor pusat SIG berlokasi di Gedung UGM Samator Pendidikan, Tower A Lantai 5 dan 6, Jalan
Dr. Sahardjo No. 83, Manggarai, Tebet, Kota Jakarta Selatan. SIG dan Entitas Anak memiliki 55 pabrik
(plant) yang tersebar di wilayah Jawa, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi, yaitu 3 (tiga) di Jakarta,
12 (dua belas) di Jawa Barat, 2 (dua) di Jawa Tengah, 11 (sebelas) di Jawa Timur, 1 (satu) di Banten,
3 (tiga) di Riau, 1 (satu) di Kepulauan Riau, 5 (lima) di Sumatera Utara, 1 (satu) di Sumatera Selatan,
1 (satu) di Kalimantan Tengah, 1 (satu) di Kalimantan Selatan, 2 (dua) di Kalimantan Timur, 2 (dua)
di Sulawesi Utara, 1 (satu) di Bali, 1 (satu) di Sulawesi Tengah, 6 (enam) di Sulawesi Selatan, 1 (satu)
di Sulawesi Tenggara dan 1 (satu) di Nusa Tenggara Barat.
Penawaran Umum Efek:
Saham
• Pada tanggal 16 September 2016, SIG memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa
Keuangan (“OJK”) dengan Surat No. S-520/D.04/2016 untuk melakukan Penawaran Umum atas
766.660.000 lembar saham kepada masyarakat. Pada tanggal 28 September 2016, saham-
saham tersebut telah dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (“BEI”).
• Pada tanggal 31 Maret 2023, seluruh saham SIG sejumlah 3.066.660.000 saham dengan
nominal Rp500 (Rupiah penuh) per saham telah dicatatkan pada BEI.
Obligasi dan Sukuk Ijarah
• Pada tanggal 31 Maret 2023, obligasi dan sukuk ijarah yang diterbitkan ke publik oleh SIG dan
diperdagangkan di BEI adalah sebagai berikut:
Figur 1. Penawaran Umum Efek Obligasi
Jumlah Jangka
Nama Obligasi Jatuh Tempo Tingkat Bunga
Pokok Waktu
Obligasi berkelanjutan I Aneka Gas Industri
16.000 5 tahun 19 Maret 2024 11,50% tetap
Tahap III Tahun 2019 – Seri B
Obligasi Berkelanjutan II Aneka Gas Industri
9.000 3 tahun 14 Agustus 2023 9,80% tetap
Tahap I Tahun 2020 – Seri A
Obligasi Berkelanjutan II Aneka Gas Industri
2.000 5 tahun 14 Agustus 2025 10,55% tetap
Tahap I Tahun 2020 – Seri B
Obligasi Berkelanjutan II Aneka Gas Industri
1.000 7 tahun 14 Agustus 2027 11,25% tetap
Tahap I Tahun 2020 – Seri C
Halaman - 12
Page 22
KJPP YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Studi Kelayakan – PT Samator Indo Gas Tbk (“SIG”)
Jumlah Jangka
Nama Obligasi Jatuh Tempo Tingkat Bunga
Pokok Waktu
Obligasi Berkelanjutan II Aneka Gas Industri
15.000 370 hari 16 Juli 2022 7,50% tetap
Tahap III Tahun 2021
Obligasi Berkelanjutan II Aneka Gas Industri
145.000 3 tahun 6 Juli 2024 9,35% tetap
Tahap III Tahun 2021 – Seri B
Obligasi Berkelanjutan II Aneka Gas Industri
78.000 7 tahun 6 Juli 2028 10,75% tetap
Tahap III Tahun 2021 – Seri C
Obligasi Berkelanjutan II Aneka Gas Industri 22 Desember
44.700 3 tahun 8,10% tetap
Tahap IV Tahun 2021 2024
Obligasi Berkelanjutan II Aneka Gas Industri 22 Desember
46.300 5 tahun 9,15% tetap
Tahap IV Tahun 2021 – Seri B 2026
Obligasi Berkelanjutan II Aneka Gas Industri 22 Desember
59.000 7 tahun 10,00% tetap
Tahap IV Tahun 2021 – Seri C 2028
Figur 2. Penawaran Umum Efek Sukuk Ijarah
Jumlah Jangka Cicilan
Nama Sukuk Ijarah Jatuh Tempo
Pokok Waktu Imbalan Ijarah
Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Aneka Gas Industri Rp104 untuk
99.000 5 tahun 6 Juni 2022
Tahap I Tahun 2017 – Seri B setiap Rp1.000
Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Aneka Gas Industri 5 Desember Rp99 untuk
37.000 5 tahun
Tahap II Tahun 2017 – Seri B 2022 setiap Rp1.000
Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Aneka Gas Industri Rp110 untuk
110.000 3 tahun 19 Maret 2022
Tahap III Tahun 2019 setiap Rp1.000
Sukuk Ijarah Berkelanjutan II Aneka Gas Industri 14 Agustus Rp105,5 untuk
5.000 5 tahun
Tahap I Tahun 2020 2025 setiap Rp1.000
Sukuk Ijarah Berkelanjutan II Aneka Gas Industri Rp75 untuk
15.000 370 hari 16 Juli 2022
Tahap III Tahun 2021 setiap Rp1.000
Sukuk Ijarah Berkelanjutan II Aneka Gas Industri Rp93,5 untuk
105.000 3 tahun 6 Juli 2024
Tahap III Tahun 2021 setiap Rp1.000
Sukuk Ijarah Berkelanjutan II Aneka Gas Industri Rp107,5 untuk
124.000 7 tahun 6 Juli 2028
Tahap III Tahun 2021 setiap Rp1.000
Sukuk Ijarah Berkelanjutan II Aneka Gas Industri 22 Desember Rp81 untuk
133.000 3 tahun
Tahap IV Tahun 2021 2024 setiap Rp1.000
Sukuk Ijarah Berkelanjutan II Aneka Gas Industri 22 Desember Rp91,50 untuk
17.000 5 tahun
Tahap IV Tahun 2021 2026 setiap Rp1.000
Sukuk Ijarah Berkelanjutan II Aneka Gas Industri Rp77,50 untuk
118.800 3 tahun 5 April 2025
Tahap V Tahun 2022 –Seri A setiap Rp1.000
Sukuk Ijarah Berkelanjutan II Aneka Gas Rp89 untuk
123.700 5 tahun 5 April 2027
Industri Tahap V Tahun 2022 – Seri B setiap Rp 1.000
Sukuk Ijarah Berkelanjutan II Aneka Gas Industri Rp97,50 untuk
153.500 7 tahun 5 April 2029
Tahap V Tahun 2022 –Seri C setiap Rp 1.000
2.1.2 Aktivitas Usaha
Berdasarkan Pasal 3 Anggaran Dasar SIG, maksud dan tujuan SIG adalah untuk memproduksi,
memasarkan dan menjual berbagai macam gas untuk industri dan produk-produk terkait serta
menjalankan segala kegiatan dan usaha untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut. Untuk
mencapai maksud dan tujuan tersebut, kegiatan usaha SIG berdasarkan Anggaran Dasar dan/atau
KBLI adalah sebagai berikut:
a) Berusaha dalam bidang Industri Bahan Kimia;
b) Berusaha dalam bidang Pengumpulan Limbah dan Sampah;
c) Berusaha dalam bidang Treatment dan Pembuangan Sampah;
d) Berusaha dalam bidang Konstruksi Bangunan Sipil Lainnya;
e) Berusaha dalam bidang Perdagangan Besar Mesin, Peralatan dan Perlengkapannya;
f) Berusaha dalam bidang Perdagangan Besar Khusus Lainnya;
g) Berusaha dalam bidang Angkutan Darat Bukan Bus;
h) Berusaha dalam bidang Instalasi Sistem Kelistrikan, Air (Pipa) dan Instalasi Konstruksi Lainnya;
i) Berusaha dalam bidang Perdagangan Eceran Khusus Barang Lainnya di Toko; dan
Halaman - 13
Page 23
KJPP YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Studi Kelayakan – PT Samator Indo Gas Tbk (“SIG”)
j) Berusaha dalam bidang Aktivitas Penyewaan Dan Sewa Guna Tanpa Opsi Mesin, Peralatan dan
Barang Berwujud lainnya.
Namun kegiatan usaha yang saat ini telah benar-benar dijalankan oleh SIG adalah bergerak dalam
bidang perdagangan, jasa dan industri berbagai macam gas untuk industri dan gas medis, yang
mencakup kegiatan sebagai berikut:
a) Memproduksi gas dalam bentuk gas, cair ataupun padat, antara lain Oksigen (O 2), Nitrogen
(N2), Argon (Ar), Asetilen (C2H2), Karbon dioksida (CO2), Hidrogen (H2), Nitrous Oxide (N2O),
Hidrogen Peroksida (H2O2) dan Synthetic Air serta Mixed Gas;
b) Memperdagangkan produk gas dari produsen lain kepada pelanggan SIG, seperti gas-gas yang
telah disebutkan di atas, Specialty Gas, Rare Gas dan lain sebagainya; dan
c) Merancang konstruksi dan instalasi peralatan gas serta penjualan produk terkait lainnya pada
pabrik pelanggan dan rumah sakit.
2.1.3 Produk dan Layanan
Gas Industri
Gas industri digunakan secara luas untuk beragam industri, termasuk medis, metalurgi, energi dan
infrastruktur. Industri gas SIG dibagi dalam kategori sebagai berikut:
Gas Udara : Oksigen, Nitrogen, Argon
Gas Bahan Bakar : Gas Propana Cair, Gas Alam, Gas Petroleum Cair
Gas Campuran : Gas Alam Terkompresi (CNG), Gas Kalibrasi Lingkungan (ECG),
Mesin Emisi Knalpot (EEE)
Gas Langka : Helium, Neon, Kripton, Xenon
Gas Khusus : Sulfur Heksafluorida, Gas Sterilisasi, Amonia
Gas Sintetis : Hidrogen, Asetilen, Karbon Dioksida, Karbon Monoksida, Nitrous
Oxide, Epoksietilena, Sulfur Dioksida
Gas Medis dan Respirasi
• Oksigen Gas Medis/Gas Respirasi, digunakan untuk berbagai darurat medis ataupun terapi
jangka panjang, seperti pasien di ruang operasi, ruang ICU, ruang gawat darurat dan bantuan
pertama dalam ambulans.
• Gas Medis Nitrous Oxide (N2O), digunakan untuk anestesi, analgesia dan cryosurgery.
• Gas Medis Udara, digunakan sebagai udara bedah untuk menggerakan alat pneumatik, seperti
peralatan kedokteran gigi.
• Medikal Gas Nitrogen, digunakan untuk menggerakkan peralatan bedah pada saat berbagai
prosedur.
• Medikal CO2, digunakan untuk bedah laser.
• Gas Campuran Fungsi Paru, digunakan untuk pemeriksaan fungsi paru.
• Gas Kalibrasi untuk Analisa Darah, banyak digunakan di laboratorium patologi dan biokimia
dalam menganalisa contoh darah untuk mendeteksi permasalahan pernapasan dan
metabolisme.
• Gas Laser, digunakan untuk pembedahan.
• Gas Cryopreservation, digunakan untuk mengawetkan bahan biologis dengan memanfaatkan
Nitrogen cair.
Halaman - 14
Page 24
KJPP YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Studi Kelayakan – PT Samator Indo Gas Tbk (“SIG”)
Aplikasi Produk
1. Industri Pertanian dan Argo (Mixed Gases untuk memperpanjang umur buah dan sayuran,
Fumigation Gas, Penyuburan CO2 dalam rumah kaca, Ripening Gases untuk buah-buahan,
Generate Vegetable Maturity Gas, Hydrogenation dalam Oleo chemical dan blanketing gas dalam
Oleo chemical).
2. Industri Makanan dan Minuman (Modified Atmosphere Gas, Control Atmosphere Gas,
Carbonation, Chilling and Cooling dan Freezing).
3. Elektronik dan Semikonduktor (Carrier Gas, Filling Gas, Sealing Gas dan Inert Gas).
4. Kaca (Inert Gas, Protective Gas dan Enrichment Gas).
5. Otomotif, Perkapalan, Pesawat Luar Angkasa dan Aeronautika (Welding Gas, Cutting Gas,
Environmental Calibration Gas, Lifting Gas dan Fuel Gas).
6. Pertambangan (Inert Gas, Carrier Gas, Spectroscope Gas dan Combustion Gas).
7. Minyak dan Gas (Nitrogen Services, Nitrogen Purging dan Pressurize Test, Nitrogen and Helium
Leak Test, N2 Converter Rental, ISO Container Tank Rental dan Enhanced Oil Recovery (EOR) with
Liquid CO2).
8. Mesin dan Konstruksi (Welding Gas, Inert Gas, Fuel Gas dan Cutting Gas).
9. Metalurgi (Inert Gas, Combustion Gas, Blanketing Gas, Tempering Gas dan Hardening Gas).
10. Pulp dan Paper (pH Neutralization Gas dan Bleaching Gas).
11. Gas Khusus (Pure Gases: Carrier Gas, Balance Gas, Process Gas Sterilization Gas; Mixed Gas:
Standard Gas, Process Gas, Medical Gas, Electronic Gas).
12. Medis dan Kesehatan (Respiration Gas, Lung Function Mix Gas, Blood Analyzer Calibration Gas,
Laser Gas, Cryopreservation Gas dan Anesthesia and Analgesia Gas).
13. Produk Peralatan Gas dan Instalasi: Meliputi Peralatan Pasokan Medis (MSE), Sistem Gas di
Lokasi (OGS), Pengelolaan Gas dan Perlengkapan Pemotongan (GHCE), Jasa Instalasi dan
Peralatan Pengamanan.
14. Produk Lain (peralatan pasokan medis, sistem monitor gas medis, modular operating theatre,
sistem gas di lokasi, pengelolaan gas dan perlengkapan pemotongan, peralatan keselamatan,
jasa instalasi, kontainer bersuhu rendah untuk spesimen biologi dan transportasi dan
penyimpanan cairan bersuhu rendah.
Halaman - 15
Page 25
KJPP YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Studi Kelayakan – PT Samator Indo Gas Tbk (“SIG”)
2.1.4 Struktur Organisasi
Berikut adalah struktur organisasi SIG :
Figur 3. Struktur Organisasi SIG
Sumber : Manajemen SIG
2.1.5 Struktur Permodalan
Struktur permodalan SIG per 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut :
Figur 4. Struktur Permodalan SIG
Jumlah Modal
Persentase
No. Pemegang Saham Ditempatkan dan Jumlah
Kepemilikan
Disetor Penuh
1 PT Samator 1.080.693.020 35,24% 540.346
2 Matrix Company 989.253.120 32,26% 494.627
3 PT Aneka Mega Energi 459.999.000 15,00% 229.999
4 PT Saratoga Investama Sedaya 306.666.000 10,00% 153.333
5 Nini Liemijanto 25.200 0,00% 13
6 Octavianus Santoso Rastanto 9.700 0,00% 5
7 Masyarakat 230.013.960 7,50% 115.007
Sub-jumlah 3.066.660.000 100,00% 1.533.330
Saham Treasuri 0 0,00% 0
Jumlah 3.066.660.000 100,00% 1.533.330
Sumber : Laporan Keuangan Audit SIG per 31 Desember 2023
Berdasarkan figur di atas, pemegang saham mayoritas SIG adalah PT Samator dengan kepemilikan
sebesar 35,24%.
Halaman - 16
Page 26
KJPP YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Studi Kelayakan – PT Samator Indo Gas Tbk (“SIG”)
2.1.6 Susunan Pengurus SIG
Berdasarkan Laporan Keuangan Audit SIG per 31 Desember 2023, susunan anggota Dewan
Komisaris dan Direksi SIG adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Heyzer Harsono
Wakil Komisaris Utama : Rasid Harsono
Wakil Komisaris Utama : Setyo Wahono
Komisaris : Michael William P. Soeryadjaya
Komisaris : Atiff Ibrahim Gill
Komisaris Independen : Komjen Pol (P) Sutanto
Komisaris Independen : Robiyanto
Komisaris Independen : Hans-Gerd Wienands
Dewan Direksi
Direktur Utama : Rachmat Harsono
Wakil Direktur Utama : Ferryawan Utomo
Direktur : Imelda Mulyani Harsono
Direktur : Nini Liemijanto
Direktur : Budi Susanto
Direktur : Octavianus Santoso Rastanto
Direktur : Djanarko Tjandra
Direktur Independen : Andy Purwohardono
Per 31 Desember 2023, SIG dan Entitas Anak (Grup) memiliki karyawan tetap sebanyak 2.149 orang.
2.2 Legalitas dan Perizinan yang dimiliki SIG
Legalitas, perizinan dan informasi keuangan yang telah dimiliki SIG adalah sebagai berikut :
1. Akta Pendirian SIG No. 28 tanggal 21 September 1971 dihadapan Notaris Soeleman
Ardjasasmita, S.H., Notaris di Jakarta. Akta tersebut telah disahkan oleh Menteri Kehakiman
melalui Surat Keputusan No. J.A.5/198/3 tanggal 8 November 1971 dan dicatat dalam
Lembaran Berita Negara Republik Indonesia No. 103 tanggal 24 Desember 1971, Tambahan
No. 576.
2. Akta perubahan SIG No. 68 tanggal 31 Mei 2023 dihadapan Notaris Ira Sudjono, S.H., M.Hum.,
M.Kn., M.M., M.Si., Notaris di Jakarta Barat. Akta tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum
Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Kementerian Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia No. AHU-0106409.AH.01.11.Tahun 2023 tanggal 09 Juni 2023.
3. Nomor Pokok Wajib Pajak (“NPWP”) SIG No. 01.002.124.4-038.000.
4. Nomor Induk Berusaha (“NIB”) SIG No. 9120404930362.
5. Laporan Keuangan Audit SIG per 31 Desember 2019 dengan Angka Pembanding per
31 Desember 2018 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Paul Hadiwinata, Hidajat,
Arsono, Retno, Palilingan dan Rekan (“PKF”) No. 00167/3.0355/AU.1/10/1192-2/1/VI/2020 pada
tanggal 10 Juni 2020 dengan opini Wajar Dalam Hal Material.
6. Laporan Keuangan Audit SIG per 31 Desember 2020 dengan Angka Pembanding per
31 Desember 2019 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Paul Hadiwinata, Hidajat,
Halaman - 17
Page 27
KJPP YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Studi Kelayakan – PT Samator Indo Gas Tbk (“SIG”)
Arsono, Retno, Palilingan dan Rekan (“PKF”) No. 00052/3.0355/AU.1/10/1188-1/1/III/2021 pada
tanggal 31 Maret 2021 dengan opini Wajar Dalam Hal Material.
7. Laporan Keuangan Audit SIG per 31 Desember 2021 dengan Angka Pembanding per
31 Desember 2020 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Hadori Sugiarto Adi dan
Rekan (“HLB”) No. 00027/3.0193/AU.1/10/0036-1/1/IV/2022 pada tanggal 08 April 2022 dengan
opini Wajar Dalam Hal Material.
8. Laporan Keuangan Audit SIG per 31 Desember 2022 dengan Angka Pembanding per
31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Hadori Sugiarto Adi dan
Rekan (“HLB”) No. 00049/3.0193/AU.1/04/1730-1/1/IV/2023 pada tanggal 03 April 2023 dengan
opini Wajar Dalam Hal Material.
9. Laporan Keuangan Audit SIG per 31 Desember 2023 dengan Angka Pembanding per
31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro &
Surja (“EY”) No. 01294/2.1032/AU.1/04/1179-1/1/V/2024 pada tanggal 08 Mei 2024 dengan
opini Wajar Dalam Hal Material.
2.3 Tinjauan Kinerja Keuangan
Berikut tinjauan Laba (Rugi) SIG berdasarkan Laporan Keuangan Audit untuk periode
31 Desember 2019 sampai dengan 31 Desember 2023. Khusus untuk analisis posisi keuangan, pada
periode 31 Desember 2021 sampai 31 Desember 2023, Y&R menggunakan Laporan Keuangan Audit
periode 31 Desember 2023 oleh EY, dikarenakan adanya koreksi kesalahan penyajian atas investasi
pada saham dan hak atas tanah di Laporan Keuangan 31 Desember 2021 dan 31 Desember 2022.
Tinjauan Laba (Rugi)
Figur 5. Ikhtisar Laba (Rugi) SIG
(Dalam Jutaan Rupiah)
2019 2020 2021 2022 2023
Keterangan
Audit Audit Audit Audit Audit
Pendapatan Usaha 2.203.617 2.188.179 2.738.813 2.612.464 2.822.745
Laba (Rugi) Kotor 997.797 933.433 1.231.365 1.155.516 1.296.580
Laba (Rugi) Tahun Berjalan 103.431 99.862 211.485 103.896 169.814
Laba (Rugi) Komprehensif Tahun Berjalan 167.239 97.501 214.372 140.733 170.067
Sumber : Laporan Keuangan Audit SIG
Pendapatan SIG antara lain berasal dari penjualan produk gas serta jasa dan peralatan. Pendapatan
SIG sejak tahun 2019 sampai 2023 cenderung menunjukkan tren yang meningkat, meskipun sempat
sedikit mengalami penurunan pada tahun 2020 dan 2022. Pada tahun 2023, Pendapatan usaha SIG
kembali mengalami peningkatan yang cukup tinggi. Pendapatan usaha SIG pada tahun 2023
tercatat sebesar Rp2.822.745 Juta, meningkat 8,05% dari tahun sebelumnya, dikarenakan terjadi
peningkatan penjualan produk gas sebesar 10,14%.
Kinerja Laba (Rugi) SIG cenderung menunjukkan tren yang meningkat sejak tahun 2019 sampai 2023.
Laba tahun berjalan pada tahun 2023 tercatat sebesar Rp169.814 Juta, meningkat signifikan sebesar
63,45% dari tahun sebelumnya dikarenakan peningkatan pendapatan usaha SIG yang mayoritas
berasal dari produk gas bersamaan dengan turunnya proporsi beban pokok penjualan. Laba
komprehensif SIG pada tahun 2023 tercatat sebesar Rp170.067 Juta.
Halaman - 18
Page 28
KJPP YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Studi Kelayakan – PT Samator Indo Gas Tbk (“SIG”)
Figur 6. Pertumbuhan Pendapatan Usaha, Laba (Rugi) Kotor, Laba (Rugi) Tahun Berjalan dan Laba
(Rugi) Komprehensif Tahun Berjalan SIG
(Dalam Jutaan Rupiah)
3.000.000
2.500.000
2.000.000
1.500.000
1.000.000
500.000
-
2019 2020 2021 2022 2023
Pendapatan Usaha Laba (Rugi) Kotor
Laba (Rugi) Tahun Berjalan Laba (Rugi) Komprehensif Tahun Berjalan
Sumber : Laporan Keuangan Audit SIG (Diolah Y&R)
Tinjauan Posisi Keuangan SIG
Figur 7. Ringkasan Posisi Keuangan SIG
(Dalam Jutaan Rupiah)
2021 2022
2019 2020 2023
Keterangan Tidak Tidak
Audit Audit Audit
Audit Audit
Aset Lancar 1.696.015 1.629.893 2.045.637 1.842.947 1.644.481
Aset Tidak Lancar 5.324.965 5.491.565 6.036.203 6.112.527 6.153.278
Total Aset 7.020.980 7.121.458 8.081.840 7.955.474 7.797.759
Liabiliatas Jangka Pendek 1.938.711 1.615.068 2.012.811 1.677.690 948.726
Liabilitas Jangka Panjang 1.782.705 2.124.249 2.617.642 2.726.970 3.120.887
Total Liabilitas 3.721.416 3.739.317 4.630.453 4.404.660 4.069.613
Ekuitas 3.299.564 3.382.141 3.451.387 3.550.814 3.728.146
Total Liabilitas dan Ekuitas 7.020.980 7.121.458 8.081.840 7.955.474 7.797.759
Sumber: Laporan Keuangan Audit SIG
Berdasarkan figur di atas, Total Aset SIG pada tahun 2021 sampai 2023 menunjukkan tren yang
menurun. Pada tahun 2023 Total Aset SIG tercatat sebesar Rp7.797.759 Juta, menurun
dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 1,98% yang mayoritas dikarenakan menurunnya Kas dan
Setara Kas, Piutang Lain-lain, dan Aset Tetap.
Total Liabilitas SIG pada tahun 2021 sampai 2023 menunjukkan tren yang menurun. Total Liabilitas
SIG pada tahun 2023 tercatat sebesar Rp4.069.613 Juta, menurun dibandingkan tahun sebelumnya
sebesar 7,61%. Hal ini mayoritas dikarenakan meningkatnya Utang Usaha, Utang Bank, Uang Muka
Pelanggan, Laba Ditangguhkan atas Transaksi Jual dan Sewa Balik serta Liabilitas Diestimasi atas
Imbalan Kerja.
Total Ekuitas SIG selama tahun historis menunjukkan tren yang meningkat. Total ekuitas SIG
tertinggi tercatat pada tahun 2023 yaitu sebesar Rp3.728.146 Juta, peningkatan tersebut mayoritas
berasal dari Saldo Laba SIG.
Halaman - 19
Page 29
KJPP YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Studi Kelayakan – PT Samator Indo Gas Tbk (“SIG”)
Figur 8. Pertumbuhan Aset, Liabilitas dan Ekuitas SIG
(Dalam Jutaan Rupiah)
9.000.000
8.000.000
7.000.000
6.000.000
5.000.000
4.000.000
3.000.000
2.000.000
1.000.000
-
2019 2020 2021* 2022* 2023
Aset Liabilitas Ekuitas
Sumber : Laporan Keuangan Audit SIG (Diolah Y&R)
Tinjauan Laporan Arus Kas SIG
Figur 9. Ringkasan Laporan Arus Kas SIG
(Dalam Jutaan Rupiah)
2019 2020 2021 2022 2023
Keterangan
Audit Audit Audit Audit Audit
Kas yang diperoleh (digunakan) untuk aktivitas
411.801 364.251 605.945 522.544 659.194
operasi
Kas yang diperoleh (digunakan) untuk aktivitas
(437.385) (278.108) (772.403) (272.842) (323.869)
investasi
Kas yang diperoleh (digunakan) dari aktivitas
20.630 39.503 570.388 (421.889) (397.675)
pendanaan
Kenaikan (penurunan) kas dan setara kas (4.954) 125.646 403.930 (172.187) (62.350)
Kas dan setara kas awal tahun 284.472 279.518 405.164 809.094 636.930
Kas dan setara kas akhir tahun 279.518 405.164 809.094 636.907 574.580
Sumber : Laporan Keuangan Audit SIG
Dari figur diatas diketahui aktivitas arus kas SIG untuk tahun yang berakhir pada periode
31 Desember 2023 adalah sebagai berikut :
• Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi SIG tercatat positif sebesar Rp659.194 Juta,
yang menunjukkan arus kas masuk yang berasal dari Penerimaan Kas dari Pelanggan,
Penerimaan Restitusi Pajak dan Penerimaan Penghasilan Bunga.
• Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi SIG tercatat negatif sebesar Rp323.869
Juta, yang menunjukkan arus kas keluar yang berasal dari Uang Muka Pembelian Aset Tetap
dan Perolehan Aset Tetap.
• Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan SIG sebesar negatif sebesar Rp397.675
Juta, yang menunjukkan arus kas keluar berasal Pembayaran Utang Bank, Utang Sewa
Pembiayaan, Utang Lembaga Keuangan, Utang Obligasi dan Utang Pihak Berelasi.
Halaman - 20
Page 30
KJPP YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Studi Kelayakan – PT Samator Indo Gas Tbk (“SIG”)
Figur 10. Komposisi Arus Kas Bersih dari aktivitas Operasi, Investasi dan Pendanaan SIG
(Dalam Jutaan Rupiah)
800.000
600.000
400.000
200.000
-
(200.000) 2019 2020 2021 2022 2023
(400.000)
(600.000)
(800.000)
(1.000.000)
Kas yang diperoleh (digunakan) untuk aktivitas operasi
Kas yang diperoleh (digunakan) untuk aktivitas investasi
Kas yang diperoleh (digunakan) dari aktivitas pendanaan
Sumber: Laporan Keuangan SIG (Diolah Y&R)
Rasio Keuangan SIG
Figur 11. Rasio Keuangan SIG
Keterangan 2019 2020 2021 2022 2023
LIQUIDITY
Current Ratio 87,48% 100,92% 101,63% 109,85% 173,34%
Quick Ratio 56,41% 65,10% 75,23% 80,60% 121,82%
ACTIVITY
Days of Inventory Turnover 135 130 111 116 107
Days of Account Receivable Turnover 68 63 56 61 69
Days of Account Payable Turnover 43 34 30 39 28
SOLVABILITY
Total Debt to Equity Ratio 100,11% 99,62% 120,67% 109,20% 94,90%
Total Debt to Assets Ratio 47,05% 47,31% 51,53% 48,74% 45,37%
PROFITABILITY
Gross Profit Margin 45,28% 42,66% 44,96% 44,23% 45,93%
Net Profit Margin 4,69% 4,56% 7,72% 3,53% 6,02%
Rate of Return on Assets 1,47% 1,40% 2,62% 1,16% 2,18%
Rate of Return on Equity 3,13% 2,95% 6,13% 2,60% 4,55%
Sumber : Laporan Keuangan SIG (Diolah Y&R)
Rasio Likuiditas
Figur diatas menunjukkan SIG memiliki rasio likuiditas yang positif dimana secara rata-rata SIG
memiliki kemampuan membayar seluruh Utang Jangka Pendeknya melalui Aset Lancar selama
periode historis. Current Ratio dan Quick Ratio SIG pada periode 31 Desember 2023 adalah sebesar
173,34% dan 121,82%.
Halaman - 21
Page 31
KJPP YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Studi Kelayakan – PT Samator Indo Gas Tbk (“SIG”)
Rasio Aktivitas
Semakin tinggi nilai activity ratio maka semakin lambat hari perputarannya, begitu pula sebaliknya.
Selama 5 (lima) tahun terakhir, rasio perputaran Persediaan mengalami tren yang menurun. Hari
perputaran Persediaan terus mengalami penurunan sejak tahun 2019 hingga 2023, yaitu sebesar
135 hari pada tahun 2019 menjadi 107 hari pada tahun 2023. Hal ini dapat diartikan bahwa
Persediaan yang dimiliki SIG lebih cepat terjual.
Rasio perputaran Piutang selama 3 (tiga) tahun terakhir terus mengalami peningkatan. Hari
perputaran Piutang meningkat sejak tahun 2021 hingga 2023, yaitu sebesar 56 hari pada tahun
2021 menjadi 69 hari pada tahun 2023. Hal ini dapat diartikan bahwa Piutang Usaha SIG lebih lama
tertagih dibandingkan tahun sebelumnya.
Rasio perputaran Utang Usaha selama 5 (lima) tahun terakhir mengalami penurunan. Hari
perputaran utang usaha terus mengalami penurunan sejak tahun 2019 hingga 2023, yaitu sebesar
43 hari pada tahun 2019 menjadi 28 hari pada tahun 2023. Hal ini dapat diartikan bahwa Utang
Usaha SIG lebih cepat dibayarkan dibandingkan tahun sebelumnya.
Rasio Solvabilitas
Rasio solvabilitas mengukur kemampuan suatu perusahaan dalam melunasi kewajiban jangka
panjangnya. Rasio ini juga dimaksudkan untuk mengukur sampai seberapa jauh Aset SIG dibiayai
oleh Utang. Rata-rata Total Debt to Equity Ratio dan Total Debt to Assets Ratio SIG selama periode
historis sebesar 94,90% dan 45,37%
Rasio Profitabilitas
Rasio profitabilitas menunjukan kemampuan suatu perusahaan untuk memperoleh laba dalam
operasinya. Rata-rata rasio profitabilitas SIG menunjukkan angka positif. Pada periode 31
Desember 2023, Gross Profit Margin SIG tercatat sebesar 45,93%, Net Profit Margin sebesar 6,02%,
Rate of Return on Assets sebesar 2,18% dan Rate of Return on Equity sebesar 4,55%.
2.4 Informasi Inspeksi Lapangan
Kami telah melakukan inspeksi lapangan dalam rangka memperoleh informasi yang relevan dalam
penugasan Penambahan KBLI sesuai dengan KBLI 2020.
Berikut informasi terkait pelaksanaan inspeksi lapangan :
Surat Tugas : ST.Y&R-00/BISA/SIG/V/2024/RY/0027
Lokasi : Gedung UGM Samator Pendidikan, Tower A, Lantai 5 & 6, Jalan Dr. Sahardjo
No. 83, Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan
Tanggal : 08 Mei 2024
Pelaksana : 1. M. Adriansyah
2. Synthia Ayu Disha
Pendamping : 1. Tjandra Widjaja
2. Syaiful Anwar
Halaman - 22
Page 32
KJPP YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Studi Kelayakan – PT Samator Indo Gas Tbk (“SIG”)
Hasil dokumentasi inspeksi lapangan :
Resepsionis Grup Samator Resepsionis SIG
Ruang Kerja SIG Contoh Pemasangan Instalasi Gas Medis
Berdasarkan hasil diskusi/wawancara yang telah kami lakukan, diketahui bahwa saat ini SIG
bergerak dalam bidang perdagangan, jasa dan industri berbagai macam gas untuk industri dan gas
medis. Salah satu kegiatannya usaha adalah pemasangan instalasi gas medis. Selanjutnya, SIG
berencana tetap melakukan kegiatan usaha dibidang instalasi gas medis dengan mengikuti tender-
tender pada Rumah Sakit (“RS”) Pemerintah sesuai dengan yang telah berjalan selama ini. Namun
dikarenakan adanya perubahan terkait cakupan KBLI, maka dengan adanya KBLI 2020 maka SIG
perlu melakukan Penambahan KBLI 43223.
Dalam menjalankan kegiatan usaha terkait instalasi gas medis, seluruh kegiatan teknis sepenuhnya
dilaksanakan oleh PT Sandana, yang merupakan pihak afiliasi SIG dan bernaung dalam grup
Samator. PT Sandana akan menerima informasi terkait dengan keseluruhan pekerjaan yang akan
dilaksanakan serta mempersiapkan seluruh kebutuhan terkait pekerjaan tersebut hingga proses
serah terima pekerjaan dilaksanakan. Sistem kerja ini telah berjalan sejak tahun 2016, oleh karena
itu SIG meyakini bahwa pelaksanaan operasi dengan sistem yang sama dapat terus berjalan dan
berkembang dengan baik.
Halaman - 23
Page 33
KJPP YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Studi Kelayakan – PT Samator Indo Gas Tbk (“SIG”)
BAB III
ASPEK MAKRO INDONESIA
3.1 Makro Ekonomi Indonesia
3.1.1 Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Pemulihan ekonomi Indonesia terus berlanjut ditopang oleh permintaan domestik. Pertumbuhan
ekonomi 2023 diprakirakan dalam kisaran 4,5-5,3%, didorong oleh konsumsi dan investasi sejalan
dengan akselerasi belanja Pemerintah pada akhir tahun dan percepatan penyelesaian beberapa
Proyek Strategis Nasional (PSN). Pada 2024, pertumbuhan ekonomi diprakirakan meningkat dalam
kisaran 4,7-5,5% didukung oleh permintaan domestik utamanya berlanjutnya pertumbuhan
konsumsi, termasuk dampak positif penyelenggaraan pemilu, serta peningkatan investasi
khususnya bangunan sejalan dengan berlanjutnya pembangunan PSN termasuk Ibu Kota
Nusantara (IKN). Sementara itu, kinerja ekspor diprakirakan belum kuat sebagai dampak
perlambatan ekonomi global dan penurunan harga komoditas. Berdasarkan Lapangan Usaha (LU),
prospek LU Industri Pengolahan, Perdagangan Besar dan Eceran, Informasi dan Komunikasi,
Konstruksi, serta Transportasi dan Pergudangan diprakirakan tetap tumbuh baik. Sementara
secara spasial, pertumbuhan yang baik diprakirakan terjadi di seluruh wilayah, terutama Sulawesi-
Maluku-Papua (Sulampua) sejalan dengan dampak positif hilirisasi mineral, serta Jawa akibat
permintaan domestik yang masih kuat. Ke depan, Bank Indonesia akan terus memperkuat sinergi
stimulus fiskal Pemerintah dengan stimulus makroprudensial Bank Indonesia untuk mendorong
pertumbuhan ekonomi, khususnya dari sisi permintaan domestic.
Figur 12. Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Pengeluaran
Sumber: Bank Indonesia Triwulan IV 2023
Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) 2023 diprakirakan mencatat surplus sehingga mendukung
ketahanan eksternal. Surplus neraca perdagangan berlanjut pada Desember 2023 yang tercatat
3,3 miliar dolar AS dipengaruhi oleh kinerja ekspor komoditas utama Indonesia yang tetap kuat,
seperti batu bara serta besi dan baja. Perkembangan ini mendukung transaksi berjalan 2023 tetap
sehat dan diprakirakan dalam kisaran surplus 0,4% sampai dengan defisit 0,4% dari PDB. Aliran
masuk modal asing dalam bentuk investasi portofolio ke pasar keuangan domestik juga terus
berlanjut dengan net inflows hingga akhir tahun 2023 tercatat sebesar 5,4 miliar dolar AS dan pada
Halaman - 24
Page 34
KJPP YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Studi Kelayakan – PT Samator Indo Gas Tbk (“SIG”)
Januari 2024 (hingga 15 Januari 2024) tercatat sebesar 3,0 miliar dolar AS. Posisi cadangan devisa
Indonesia pada akhir Desember 2023 tercatat meningkat menjadi 146,4 miliar dolar AS, setara
dengan pembiayaan 6,7 bulan impor atau 6,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri
pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. Pada
tahun 2024, NPI diprakirakan tetap surplus dengan defisit transaksi berjalan yang rendah dalam
kisaran defisit 0,1% sampai dengan defisit 0,9% dari PDB. Sementara itu, surplus neraca transaksi
modal dan finansial diprakirakan berlanjut didukung oleh aliran masuk modal asing sejalan
dengan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian domestik yang lebih baik dan
imbal hasil investasi yang menarik.
Figur 13. Neraca Pembayaran Indonesia
*) Angka Sementara
**) Angka Sangat Sementara
Sumber: Bank Indonesia Triwulan IV 2023
3.1.2 Nilai Tukar Rupiah
Stabilitas nilai tukar Rupiah terjaga, sejalan dengan konsistensi kebijakan moneter yang ditempuh
Bank Indonesia. Nilai tukar Rupiah hingga 16 Januari 2024 relatif stabil, hanya melemah 1,24% dari
akhir Desember 2023, dengan kebijakan stabilisasi Bank Indonesia dan kembali masuknya aliran
portofolio asing, sejalan dengan tetap menariknya imbal hasil aset keuangan domestik dan tetap
positifnya prospek ekonomi Indonesia. Perkembangan nilai tukar Rupiah tersebut relatif lebih baik
dibandingkan dengan mata uang regional lainnya, seperti Ringgit Malaysia, Baht Thailand, dan
Won Korea Selatan yang masing-masing tercatat melemah sebesar 1,95%, 2,82%, dan 3,24%. Ke
depan, nilai tukar Rupiah akan tetap stabil dengan kecenderungan menguat didukung oleh
meredanya ketidakpastian global, kecenderungan penurunan yield obligasi negara maju, dan
menurunnya tekanan penguatan dolar AS. Positifnya perkembangan nilai tukar Rupiah ke depan
didukung oleh kebijakan stabilisasi Bank Indonesia serta penguatan strategi operasi moneter pro-
market melalui optimalisasi instrumen SRBI, SVBI, dan SUVBI dalam rangka menarik aliran masuk
portofolio asing dan pendalaman pasar uang. Koordinasi erat Bank Indonesia dengan Pemerintah,
perbankan, dan dunia usaha terus diperkuat untuk mendukung implementasi instrumen
penempatan valas Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) sejalan dengan PP Nomor 36
Tahun 2023.
Halaman - 25
Page 35
KJPP YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Studi Kelayakan – PT Samator Indo Gas Tbk (“SIG”)
Figur 14. Rupiah vs Negara Kawasan
Sumber: Bank Indonesia Triwulan IV 2023
Figur 15. Suku Bunga Kebijakan Negara Kawasan
Sumber: Bank Indonesia Triwulan IV 2023
3.1.3 Inflasi
Inflasi menurun dan terjaga dalam kisaran sasaran. Inflasi IHK Desember 2023 tercatat sebesar
2,61% (yoy) menurun dari tahun sebelumnya sebesar 5,51% (yoy) sehingga berada dalam kisaran
3,0±1%. Penurunan inflasi dipengaruhi oleh terjaganya berbagai komponen inflasi sebagai hasil
nyata konsistensi kebijakan moneter Bank Indonesia yang pro-stability serta sinergi erat kebijakan
Bank Indonesia dengan Pemerintah Pusat dan Daerah. Inflasi inti 2023 terjaga rendah sebesar
1,80% (yoy) dipengaruhi oleh imported inflation yang rendah, ekspektasi inflasi yang terjangkar
dalam sasaran, dan kapasitas perekonomian yang masih besar dan dapat merespons permintaan
domestik. Inflasi volatile food juga terkendali sebesar 6,73% (yoy) didukung oleh eratnya sinergi
pengendalian inflasi antara Bank Indonesia dengan TPIP dan TPID melalui penguatan GNPIP di
berbagai daerah dalam mengendalikan harga pangan, termasuk dari dampak El Nino. Inflasi
Halaman - 26
Page 36
KJPP YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Studi Kelayakan – PT Samator Indo Gas Tbk (“SIG”)
kelompok administered prices tercatat sebesar 1,72% (yoy), sejalan minimalnya kebijakan
penyesuaian harga komoditas yang diatur oleh Pemerintah. Ke depan, Bank Indonesia terus
memperkuat kebijakan moneter yang pro-stability dan mempererat sinergi kebijakan dengan
Pemerintah guna memastikan inflasi 2024 berada dalam kisaran 2,5±1%.
Figur 16. Inflasi IHK dan Komponen
Sumber: Bank Indonesia Triwulan IV 2023
Figur 17. Peta Inflasi Daerah (%, yoy)
Sumber: Bank Indonesia Triwulan IV 2023
3.1.4 Tingkat Suku Bunga
Bank Indonesia terus memperkuat respons kebijakan moneter dan inovasi untuk meningkatkan
efektivitasnya dalam memastikan terkendalinya inflasi dan tetap stabilnya nilai tukar Rupiah.
Halaman - 27
Page 37
KJPP YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Studi Kelayakan – PT Samator Indo Gas Tbk (“SIG”)
Respons kebijakan moneter tersebut terutama melalui kebijakan suku bunga dan stabilisasi nilai
tukar Rupiah. Di samping itu, Bank Indonesia terus mengoptimalkan berbagai instrumen moneter
pro-market yang telah diterbitkan selama tahun 2023, yaitu SRBI, SVBI, dan SUVBI untuk
memperkuat upaya pendalaman pasar uang dan mendukung aliran masuk ke dalam negeri.
Lelang SRBI dan SVBI hingga 16 Januari 2024 masing-masing telah mencapai Rp296,03 triliun dan
896,50 juta dolar AS. Instrumen SRBI juga telah secara aktif diperdagangkan di pasar sekunder
tecermin dari kepemilikan nonresiden yang mencapai Rp 75,44 triliun. Lelang SUVBI yang
diterbitkan sebagai instrumen moneter valas telah mencapai 244 juta dolar AS hingga periode yang
sama. Berbagai inovasi instrumen yang telah diterbitkan diharapkan dapat terus memperkuat
ketahanan eksternal ekonomi Indonesia dari dampak rambatan global.
Figur 18. Perkembangan Rasio AL/DPK Perbankan dan Uang Beredar
Sumber: Bank Indonesia Triwulan IV 2023
Transmisi kebijakan moneter berjalan dengan baik. Suku bunga pasar uang (IndONIA) bergerak
dalam kisaran BIRate sebesar 5,81% pada 16 Januari 2024. Suku bunga SRBI tercatat menarik pada
level 6,68%, 6,78% dan 6,87% masing-masing untuk tenor 6, 9, dan 12 bulan pada 15 Januari 2024
sehingga mendukung efektivitas SRBI sebagai instrumen moneter yang pro-market. Sementara itu,
suku bunga perbankan tetap rendah dipengaruhi oleh likuiditas perbankan yang memadai serta
kebijakan transparansi SBDK yang meningkatkan efisiensi suku bunga perbankan. Dengan kaitan
ini, suku bunga deposito 1 bulan dan suku bunga kredit pada Desember 2023 tercatat rendah
masing-masing sebesar 4,69% dan 9,25%. Imbal hasil SBN tenor 2 dan 10 tahun menurun seiring
dengan ketidakpastian yang mereda.
Kredit perbankan pada 2023 tetap baik sehingga mendukung pertumbuhan ekonomi.
Pertumbuhan kredit pada 2023 mencapai 10,38% (yoy), berada dalam kisaran atas prakiraan Bank
Indonesia 9-11%. Dari sisi permintaan, peningkatan kredit tersebut sejalan dengan kinerja positif
korporasi dan rumah tangga. Dari sisi penawaran, peningkatan kredit didorong oleh risk appetite
perbankan dan kapasitas likuiditas perbankan yang terjaga baik, termasuk dampak positif dari
kebijakan likuiditas Bank Indonesia seperti KLM dan Penyangga Likuiditas Makroprudensial (PLM).
Berdasarkan kelompok penggunaan, pertumbuhan kredit terutama ditopang oleh kredit investasi
dan kredit modal kerja, masing-masing sebesar 12,26% dan 10,05%. Sementara secara sektoral,
pertumbuhan kredit terutama ditopang oleh kinerja sektor Pengangkutan, Jasa Sosial,
Perdagangan, dan Listrik, Gas, Air. Pembiayaan syariah pada Desember 2023 juga tumbuh sebesar
15,80% (yoy), sementara pertumbuhan kredit UMKM mencapai 8,03% (yoy). Ke depan,
pertumbuhan kredit diprakirakan meningkat dalam kisaran 10-12% pada 2024, sejalan dengan
tetap kuatnya pertumbuhan ekonomi domestik. Bank Indonesia akan terus menjaga efektivitas
implementasi KLM dan memperkuat sinergi dengan Pemerintah, otoritas keuangan,
Kementerian/Lembaga dan perbankan, serta pelaku usaha untuk mendorong penyaluran
kredit/pembiayaan perbankan pada sektor-sektor berdaya ungkit besar untuk mendukung
pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Halaman - 28
Page 38
KJPP YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Studi Kelayakan – PT Samator Indo Gas Tbk (“SIG”)
Figur 19. Suku Bunga Perbankan dan Suku Bunga Kebijakan BI dan IndONIA
Sumber: Bank Indonesia Triwulan IV 2023
3.2 Gambaran Umum Gas Industri
Ukuran pasar gas medis global bernilai USD8,5 Miliar pada tahun 2022, dan diproyeksikan
mencapai USD16,7 Miliar pada tahun 2032, tumbuh dengan CAGR 7% dari tahun 2023 hingga 2032.
Gas medis memiliki berbagai macam penggunaan dalam industri medis dan farmasi. Penyedia
layanan kesehatan menggunakan gas-gas ini untuk diagnosis dan perawatan pasien dengan
berbagai penyakit. Contoh gas medis yang digunakan dalam pengaturan perawatan kesehatan
termasuk hidrogen, oksigen, hidrogen, nitrous oksida, nitrogen, dan karbon dioksida. Gas-gas ini
diproduksi, dikemas, dan dikirim ke pasien yang sedang dibius, dalam terapi, atau untuk diagnosis
melalui peralatan gas medis.
Figur 20. Medical Gases Market
Sumber : https://www.alliedmarketresearch.com/medical-gases-market
Ukuran pasar gas medis mengalami pertumbuhan yang signifikan karena berbagai faktor
pendorong termasuk peningkatan prevalensi penyakit pernapasan, peningkatan prosedur
pembedahan, dan lonjakan kesadaran akan perawatan kesehatan di rumah. Penyakit pernapasan,
termasuk penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), asma, dan infeksi saluran pernapasan, sedang
meningkat di seluruh dunia. Gas medis seperti oksigen, helium atau nitrous oxide digunakan untuk
pengobatan seperti terapi dengan oksigen, nebulizer dan inhalasi. Dengan demikian, ada lonjakan
Halaman - 29
Page 39
KJPP YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Studi Kelayakan – PT Samator Indo Gas Tbk (“SIG”)
permintaan gas medis di rumah sakit dan di tempat perawatan kesehatan di rumah dengan
meningkatnya prevalensi penyakit pernapasan. Hal ini mendorong pertumbuhan pangsa pasar gas
medis.
Selain itu, berbagai aplikasi gas medis di sektor perawatan kesehatan mendorong pertumbuhan
pasar. Misalnya, es kering dibentuk dari karbon dioksida dengan menerapkan tekanan 5,2 atmosfer
dan pendinginan hingga suhu -56,6 ° C. Es kering ini dapat digunakan dalam pengobatan katarak
dan penyakit pembuluh darah lainnya. Di sisi lain, oksigen diberikan kepada individu yang
kekurangan oksigen dan sejumlah kecil nitrous oxide dapat bertindak sebagai agen analgesik dan
anestesi. Aplikasi gas medis semacam itu dalam diagnosis dan perawatan mendorong
pertumbuhan pasar gas medis. Selain itu, peningkatan jumlah operasi berkontribusi pada
pertumbuhan pangsa pasar gas medis. Gas medis dapat digunakan dalam berbagai jenis prosedur
pembedahan termasuk anestesi, bantuan pernapasan, dan tujuan lainnya. Dengan demikian, ada
kebutuhan yang meningkat untuk gas medis di sektor perawatan kesehatan, dengan meningkatnya
jumlah prosedur pembedahan dan populasi yang menua.
Namun, peraturan yang ketat tentang produksi dan pasokan gas medis bertindak sebagai
pengekang pertumbuhan pasar. Regulasi gas medis sangat ketat, dan produsen serta penyedia
layanan kesehatan harus mengikuti pedoman yang ditetapkan untuk memproduksi dan
memasarkan produk mereka. Kepatuhan terhadap peraturan tersebut memakan waktu dan mahal,
dan ketidakpatuhan dapat menyebabkan hukuman yang signifikan. Hal ini diproyeksikan akan
menghambat pertumbuhan pasar sampai batas tertentu. Misalnya, pada November 2022,
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menerbitkan 'praktik manufaktur yang baik untuk gas obat',
yang memberikan pedoman, yang berfokus pada produksi, kontrol, penyimpanan, dan distribusi
gas obat. Dengan demikian, peraturan ketat mengenai pembuatan gas medis dapat menjadi
pengekang yang signifikan bagi pasar gas medis.
Namun, daerah berkembang dengan fasilitas perawatan kesehatan yang canggih dan keunggulan
biaya menarik wisatawan medis dari negara lain. Gas medis merupakan bagian integral dari
layanan perawatan kesehatan yang diberikan kepada pasien internasional ini untuk operasi,
diagnostik, dan perawatan pasca operasi. Hal ini diantisipasi lebih lanjut untuk mendorong
pertumbuhan pasar selama periode perkiraan pasar gas medis.
Pandemi COVID-19 berdampak signifikan pada penggunaan dan pasokan gas medis. COVID-19
terutama merupakan penyakit pernapasan, dan dalam kasus yang parah, pasien mungkin
mengalami tingkat oksigen yang rendah. Hal ini menyebabkan peningkatan permintaan oksigen
medis di rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya. Dengan adanya pandemi, terjadi peningkatan
permintaan gas medis dari pasar non-tradisional, seperti rumah sakit lapangan dan fasilitas medis
sementara lainnya. Hal ini telah menyebabkan perubahan saluran distribusi dan kemitraan baru
antara produsen dan distributor. Meningkatnya permintaan oksigen medis telah menyebabkan
kekurangan di beberapa daerah, terutama di negara-negara berpenghasilan rendah dan
menengah. Hal ini telah menjadi tantangan yang signifikan bagi penyedia layanan kesehatan yang
merawat pasien COVID-19. Namun, inisiatif pasca pandemi diambil oleh para pemain utama dan
pemerintah untuk menormalkan pasokan gas medis yang diantisipasi untuk mendorong
pertumbuhan pasar selama periode perkiraan.
Tinjauan Segmen
Pasar gas medis global tersegmentasi berdasarkan produk, aplikasi, pengguna akhir, dan wilayah.
Berdasarkan produknya, pasar dibagi menjadi gas medis murni dan campuran gas medis. Segmen
gas murni selanjutnya dikategorikan menjadi oksigen, karbon dioksida, nitrogen, nitrous oksida,
dan lainnya. Sedangkan segmen campuran gas medis dibagi lagi menjadi udara medis dan lainnya.
Berdasarkan aplikasi, pasar dikategorikan menjadi terapi, diagnostik, dan lainnya. Berdasarkan
Halaman - 30
Page 40
KJPP YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Studi Kelayakan – PT Samator Indo Gas Tbk (“SIG”)
pengguna akhir, pasar diklasifikasikan menjadi rumah sakit, perusahaan farmasi dan bioteknologi,
pusat diagnostik dan lain-lain.
Berdasarkan wilayah, pasar dianalisis di seluruh Amerika Utara (AS, Kanada, dan Meksiko), Eropa
(Jerman, Prancis, Inggris, Italia, Spanyol, dan seluruh Eropa), Asia-Pasifik (Jepang, Cina, Australia,
India, Korea Selatan, dan Asia-Pasifik lainnya), dan LAMEA (Brasil, Afrika Selatan, Arab Saudi, dan
LAMEA lainnya).
Berdasarkan Produk
Bergantung pada produk, segmen gas medis murni mendominasi pasar gas medis pada tahun 2022
dalam hal pendapatan. Pertumbuhan ini terutama disebabkan oleh lonjakan permintaan gas medis
murni, terutama oksigen, dalam diagnosis dan pengobatan berbagai penyakit. Selain itu, lonjakan
investasi oleh para pemain utama dan dukungan pemerintah untuk pembuatan gas oksigen
mendorong pertumbuhan segmen ini. Misalnya, pada Oktober 2021, Perdana Menteri India Shri
Narendra Modi mengumumkan untuk mendedikasikan 35 Pabrik Oksigen PSA di 35 Negara Bagian
dan Wilayah Persatuan, sebagai langkah proaktif untuk mengatasi kekurangan oksigen. Inisiatif
yang diambil oleh pemerintah dan pemain utama tersebut diantisipasi untuk berkontribusi pada
pertumbuhan pasar.
Di sisi lain, segmen campuran gas medis diantisipasi untuk tumbuh pada tingkat tercepat selama
periode perkiraan. Lonjakan permintaan campuran gas medis untuk kalibrasi instrumen medis, dan
aplikasinya dalam diagnosis berbagai penyakit diperkirakan akan mendorong pertumbuhan pasar
selama periode perkiraan. Selain itu, para pemain utama menawarkan berbagai macam campuran
gas medis yang memiliki aplikasi luas di sektor perawatan kesehatan, yang selanjutnya diharapkan
dapat mendorong pertumbuhan pasar.
Figur 21. Medical Gases Market by Product
Sumber : https://www.alliedmarketresearch.com/medical-gases-market
Berdasarkan Aplikasi
Berdasarkan aplikasi, segmen terapi mendominasi pasar dalam hal pendapatan pada tahun 2022
karena lonjakan permintaan gas medis yang diberikan kepada pasien untuk pengobatan berbagai
kondisi medis atau untuk mendukung fungsi tubuh yang vital. Misalnya, terapi oksigen digunakan
untuk anemia, suatu kondisi di mana tubuh mengalami penurunan jumlah sel darah merah, yang
Halaman - 31
Page 41
KJPP YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Studi Kelayakan – PT Samator Indo Gas Tbk (“SIG”)
menyebabkan berkurangnya kapasitas pengangkutan oksigen. Aplikasi gas medis semacam itu
dalam pengobatan berbagai kondisi meningkatkan permintaannya dan dengan demikian
mendorong pertumbuhan segmen.
Figur 22. Medical Gases Market by Application
Sumber : https://www.alliedmarketresearch.com/medical-gases-market
Berdasarkan Pengguna Akhir
Berdasarkan pengguna akhir, segmen rumah sakit mendominasi pasar dalam hal pendapatan pada
tahun 2022 karena meningkatnya permintaan gas medis dari rumah sakit. Peningkatan jumlah
rawat inap karena meningkatnya jumlah pasien yang menderita penyakit pernapasan menjadi
salah satu faktor utama yang mendorong pertumbuhan industri gas medis.
Di sisi lain, segmen lainnya diperkirakan akan mengalami tingkat pertumbuhan tercepat selama
periode perkiraan. Pertumbuhan ini terutama disebabkan oleh peningkatan populasi geriatri dan
lonjakan permintaan perawatan kesehatan di rumah. Banyak dari pasien ini lebih memilih untuk
menerima perawatan medis dan pengobatan dalam kenyamanan rumah mereka daripada di
rumah sakit atau fasilitas medis. Hal ini berkontribusi terhadap permintaan gas medis dalam
perawatan kesehatan di rumah dan mendorong pertumbuhan segmen lainnya.
Halaman - 32
Page 42
KJPP YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Studi Kelayakan – PT Samator Indo Gas Tbk (“SIG”)
Figur 23. Medical Gases Market by End User
Sumber : https://www.alliedmarketresearch.com/medical-gases-market
Berdasarkan Wilayah
Pasar dianalisis di seluruh Amerika Utara, Eropa, Asia-Pasifik, dan LAMEA. Amerika Utara
menyumbang sebagian besar pasar gas medis pada tahun 2022 dalam hal pendapatan.
Pertumbuhan ini terutama disebabkan oleh ketersediaan infrastruktur perawatan kesehatan yang
canggih di wilayah ini. Karena rumah sakit dan fasilitas perawatan kesehatan lainnya menawarkan
fasilitas canggih, ini juga mencakup penggunaan instrumen dan prosedur yang membutuhkan gas
medis untuk operasi. Hal ini berkontribusi pada permintaan gas medis di wilayah ini.
Sebaliknya, kawasan Asia-Pasifik diantisipasi untuk tumbuh pada CAGR tercepat selama periode
perkiraan. Pertumbuhan ini disebabkan oleh jumlah pasien yang besar di wilayah ini dan basis
populasi yang tinggi di negara-negara seperti India dan Cina. Selain itu, negara-negara berkembang
di Asia-Pasifik seperti Cina, Jepang, dan India berfungsi sebagai pasar potensial untuk gas medis,
karena negara-negara ini menyaksikan peningkatan penyakit jantung dan pernapasan.
Selain itu, oksigen adalah gas medis yang paling penting, dan ada investasi yang signifikan oleh
pemerintah untuk membangun pabrik oksigen di wilayah ini. Hal ini diantisipasi untuk
meningkatkan pendapatan dari kawasan Asia-Pasifik.
Halaman - 33
Page 43
KJPP YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Studi Kelayakan – PT Samator Indo Gas Tbk (“SIG”)
Figur 24. Medical Gases Market by Region
Sumber : https://www.alliedmarketresearch.com/medical-gases-market
Analisis persaingan dan profil pemain utama dalam industri gas medis, seperti Air Products and
Chemicals, Inc, DCC Plc, Linde plc, Messer Holding GmbH, SOL Spa, Nippon Sanso Holdings
Corporation, Air Liquide, PT Samator Indo Gas Tbk, NOL Group, dan WestAir Gases and Equipment
Inc. disediakan dalam laporan ini.
Ada beberapa pemain penting di pasar seperti Catalina Cylinders, Tri-TechMedical Inc, American
Welding & Gas, Chengdu Taiyu Industrial Gases Co, Ltd, MVS Engineering Pvt Ltd, INOX-Air Products
Inc, Chemtron Science Laboratories Private Limited, dan lainnya. Pemain besar telah mengadopsi
akuisisi sebagai strategi pengembangan utama untuk meningkatkan portofolio produk gas medis.
Perjanjian terbaru di pasar gas medis pada November 2021, Nippon Sanso Holdings Corporation
(NSHD), mengumumkan pelaksanaan perjanjian pasokan gas mentah dengan Enlink Midstream,
LLC dan juga akan membangun fasilitas canggih di Texas yang didedikasikan untuk produksi
karbondioksida cair dan es kering.
3.3 Gas Medis di Indonesia
Saat ini SIG masih berfokus pada pemenuhan kebutuhan gas industri untuk pasar dalam negeri.
Gas Industri memiliki peranan yang vital dalam mendukung perekonomian Indonesia, sehingga SIG
memprioritaskan pemenuhan kebutuhan gas industri dalam negeri dibandingkan melayani
kebutuhan pasar internasional. Menurut International Monetary Fund (IMF), pertumbuhan
ekonomi global diperkirakan termoderasi menjadi 2,8% pada tahun 2023 sebelum meningkat
menjadi 3,0% pada tahun 2024. IMF memproyeksikan pertumbuhan Indonesia dapat bertumbuh
hingga 5,0% pada tahun 2023 dan 5,1% pada tahun 2024 (sumber: IMF World Economic Outlook, April
2023). Di sisi domestik, Bank Indonesia memproyeksikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia
pada tahun 2023 tetap kuat, namun melambat di kisaran 4,5% - 5,3% yang ditopang oleh konsumsi
swasta, investasi, peningkatan aktivitas ekonomi keuangan dan kinerja ekspor yang positif. (Sumber:
Laporan Kebijakan Moneter Triwulan I 2023 Bank Indonesia).
Halaman - 34
Page 44
KJPP YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Studi Kelayakan – PT Samator Indo Gas Tbk (“SIG”)
Gasworld memproyeksikan gas industri untuk tumbuh sekitar 10,8% hingga 11,2% setiap tahunnya
dari tahun 2018 hingga tahun 2023 (Gasworld Business Intelligence, 2023). Adapun secara historis,
pertumbuhan penjualan bersih SIG berkisar 1,5x s.d. 2,0x pertumbuhan PDB Nasional dalam
kondisi normal, namun terdapat penurunan pada tahun 2022 sebagai dampak dari normalisasi
permintaan gas medis pasca Covid-19. Menimbang arahan Bank Indonesia terbaru yang
memproyeksikan pertumbuhan di kisaran 4,5% s.d. 5,3% untuk tahun 2023 (Sumber: Laporan
Kebijakan Moneter Triwulan I 2023 Bank Indonesia), SIG mengantisipasi pertumbuhan pendapatan
yang lebih tinggi dibandingkan yang diproyeksikan oleh Gasworld. Antisipasi akan pertumbuhan
pendapatan yang cukup baik ini turut didukung oleh keadaan SIG yang memiliki well-diversified
customer base serta melayani industri-industri dengan pertumbuhan tinggi, seperti kesehatan,
energi, pertambangan dan manufaktur.
3.4 Gambaran Umum Rumah Sakit di Indonesia
Rumah sakit di seluruh Indonesia hingga 2023 mencapai 3.155 unit, baik itu rumah sakit milik
pemerintah ataupun swasta. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) dalam Statistik Indonesia 2024,
Jumlah tersebut terdiri atas 2.636 rumah sakit umum dan 519 rumah sakit khusus. Untuk diketahui,
rumah sakit umum adalah rumah sakit yang memberikan pelayanan kesehatan pada semua bidang
dan jenis penyakit. Sedangkan rumah sakit khusus adalah rumah sakit yang memberikan pelayanan
utama pada satu bidang atau satu jenis penyakit tertentu berdasarkan disiplin ilmu, golongan
umur, organ, jenis penyakit, atau kekhususan lainnya.
Jumlah rumah sakit di Indonesia pada 2023 mengalami peningkatan bila dibandingkan setahun
sebelumnya. Pada 2022, jumlah rumah sakitnya lebih sedikit yaitu 3.072 unit yang terdiri atas 2.561
rumah sakit umum dan 511 rumah sakit khusus. Di sisi lain, persebaran rumah sakit di Indonesia
masih belum merata, baik untuk rumah sakit umum maupun rumah sakit khusus.
Jawa menjadi wilayah dengan jumlah rumah sakit terbanyak yakni sebanyak 1.586 unit yang terdiri
atas 1.299 rumah sakit umum dan 287 rumah sakit khusus. Itu berarti, lebih dari separuh atau
tepatnya 50,27% dari total rumah sakit di Indonesia menumpuk di Jawa. Dengan kata lain, 49,3%
atau 1.569 rumah sakit tersebar di berbagai wilayah mulai dari Sumatera, Kalimantan, Sulawesi,
Nusa Tenggara, hingga Papua. Kehadiran rumah sakit di enam provinsi di Jawa masing-masing
adalah:
1. DKI Jakarta sebanyak 196 rumah sakit;
2. Jawa Barat sebanyak 414 rumah sakit;
3. Jawa Tengah sebanyak 345 rumah sakit;
4. Di Yogyakarta sebanyak 80 rumah sakit;
5. Jawa Timur sebanyak 423 rumah sakit; dan
6. Banten sebanyak 128 rumah sakit.
Di sisi lain, kawasan Indonesia timur terutama Maluku dan Papua hanya memiliki kehadiran rumah
sakit yang sangat sedikit. Di Provinsi Maluku dan Provinsi Maluku Utara, jumlah rumah sakitnya
masing-masing 30 dan 23. Sedangkan di Papua, jumlah rumah sakitnya secara total ada 72 unit.
Dari jumlah itu, mayoritas merupakan rumah sakit umum, hanya ada satu rumah sakit khusus.
Kehadiran rumah sakit di enam provinsi di Papua masing-masing adalah:
1. Papua Barat sebanyak 12 rumah sakit;
2. Papua Barat Daya sebanyak 12 rumah sakit;
3. Papua sebanyak 19 rumah sakit;
4. Papua Selatan sebanyak 8 rumah sakit;
5. Papua Tengah sebanyak 13 rumah sakit
6. Papua Pegunungan sebanyak 9 rumah sakit
Halaman - 35
Page 45
KJPP YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Studi Kelayakan – PT Samator Indo Gas Tbk (“SIG”)
Kementerian Kesehatan juga menargetkan pembangunan empat rumah sakit baru di empat
provinsi tuntas pada tahun 2024. Keempat rumah sakit baru yang kini dalam proses pembangunan
tersebut adalah RS UPT Vertikal Surabaya di Jawa Timur, RS UPT Vertikal Makassar di Sulawesi
Selatan, RS Vertikal Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur, dan RS Vertikal Jayapura di
Papua.
Selain membangun rumah sakit baru, Kemenkes juga membangun infrastruktur tambahan untuk
melayani ibu dan anak pada enam RS Vertikal di lima provinsi. Pembangunan infrastruktur
tambahan itu dilakukan dengan cara melakukan ekspansi infrastruktur di enam RS vertikal milik
Kemenkes di lima provinsi, yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Bali, dan Makassar. Enam
rumah sakit tersebut, yakni Rumah Sakit Kanker Dharmais dan Rumah Sakit Persahabatan Provinsi
DKI Jakarta, Rumah Sakit Dr Hasan Sadikin Bandung di Jawa Barat, RSUP Dr Sardjito di Provinsi
DI Yogyakarta, RSUP Prof.I.G.N.G. Ngoerah Denpasar di Provinsi Bali, dan RSUP Dr Wahidin
Sudirohusodo Makassar di Provinsi Sulawesi Selatan.
Halaman - 36
Page 46
KJPP YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Studi Kelayakan – PT Samator Indo Gas Tbk (“SIG”)
BAB IV
ASPEK PASAR
4.1 Bisnis SIG
SIG didirikan pada tahun 1971 yang bergerak dalam bidang perdagangan, jasa dan industri
berbagai macam gas untuk industri dan gas medis, yang mencakup kegiatan sebagai berikut:
a) Memproduksi gas dalam bentuk gas, cair ataupun padat, antara lain Oksigen (O 2), Nitrogen
(N2), Argon (Ar), Asetilen (C2H2), Karbon dioksida (CO2), Hidrogen (H2), Nitrous Oxide (N2O),
Hidrogen Peroksida (H2O2) dan Synthetic Air serta Mixed Gas;
b) Memperdagangkan produk gas dari produsen lain kepada pelanggan SIG, seperti gas-gas yang
telah disebutkan di atas, Specialty Gas, Rare Gas dan lain sebagainya; dan
c) Merancang konstruksi dan instalasi peralatan gas serta penjualan produk terkait lainnya pada
pabrik pelanggan dan rumah sakit.
Kondisi bisnis yang ada saat ini sesuai dengan KBLI yang dimiliki diantaranya yaitu:
Figur 25. KBLI Eksisting
No Kode KBLI Judul KBLI
1 20112 Industri Kimia Dasar Anorganik Gas Industri
2 20114 Industri Kimia Dasar Anorganik
3 38120 Pengumpulan Limbah Berbahaya
4 38220 Treatment dan Pembuangan Limbah Berbahaya
5 42915 Konstruksi Bangunan Sipil Minyak dan Gas Bumi
6 42919 Kontruksi Bangunan Sipil Lainnya YTDL
Perdagangan Besar Mesin Kantor dan Industri Pengolahan, Suku Cadang dan
7 46591
Perlengkapannya
8 46610 Perdagangan Besar Bahan Bakar Padat, Cair dan Produk YBDI
9 46651 Perdagangan Besar Bahan dan Baranag Kimia
Perdagangan Besar Alat Laboratorium, Alat Farmasi dan Alat Kedokteran Untuk
10 46691
Manusia
11 46699 Perdagangan Besar Produk Lainnya
12 49432 Angkutan Bermotor Untuk Barang Khusus
13 43291 Instalasi Mekanikal
14 43224 Instalasi Pendinginan dan Ventilasi Udara
Perdagangan Eceran Khusus Barang dan Obat Farmasi, Alat Kedokteran, Parfume dan
15 47725
Kosmetik di Toko
Aktivitas Penyewaan dan Sewa Guna Tanpa Hak Opsi Mesin, Peralatan dan Barang
16 77399
Berwujud lainnya YTDL
17 46530 Perdagangan Besar Mesin, Peralatan dan Perlengkapan Pertanian
4.2 Rencana Penambahan KBLI SIG
SIG menjalin kerjasama dengan berbagai rumah sakit Pemerintah maupun swasta. SIG berencana
tetap melakukan kegiatan usaha dibidang instalasi gas medis dengan mengikuti tender-tender
pada rumah sakit Pemerintah sesuai dengan yang telah berjalan selama ini. Oleh karena itu, SIG
berencana untuk melakukan Penambahan KBLI.
Halaman - 37
Page 47
KJPP YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Studi Kelayakan – PT Samator Indo Gas Tbk (“SIG”)
Figur 26. Rencana Penambahan KBLI
No Kode KBLI Judul KBLI
1 43223 lnstalasi Minyak dan Gas
4.3 Aspek Pasar
4.3.1 Kondisi Pasar Saat Ini
SIG dan Perusahaan Anak telah memproduksi dan mendistribusikan berbagai macam produk gas
industri. Dengan produk yang sangat beragam, SIG dapat menawarkan produknya kepada
berbagai industri, di mana hal ini akan mengurangi ketergantungan SIG terhadap suatu industri
tertentu. Kinerja SIG dipengaruhi oleh kondisi dan situasi ekonomi Indonesia pada umumnya dan
kondisi sektor industri pada khususnya. Hal ini karena gas industri merupakan produk yang
menjadi pendukung bagi kegiatan industri lain. Kenaikan kegiatan industri secara umum akan
mampu meningkatkan kinerja SIG demikian pula sebaliknya, penurunan kegiatan industri secara
umum akan berdampak terhadap kinerja SIG.
SIG melihat banyak peluang untuk tumbuh yang akan dimanfaatkan sebaik mungkin oleh SIG
dalam rangka memperoleh Tingkat pertumbuhan yang optimal. SIG menargetkan pertumbuhan
pada sektor-sektor high growth, seperti gas medis maupun peralatan dan teknologi
pendukungnya untuk mendukung kegiatan peremajaan pada sektor kesehatan. Di samping itu,
SIG juga siap melayani sektor-sektor yang secara gradual akan meningkatkan permintaan gas
industri seiring dengan hilirisasi industrialisasi dan kenaikan harga komoditas, termasuk namun
tidak terbatas pada sektor manufaktur, energi, sumber daya mineral, dan infrastruktur.
Saat ini SIG masih berfokus pada pemenuhan kebutuhan gas industri untuk pasar dalam negeri.
Gas Industri memiliki peranan yang vital dalam mendukung perekonomian Indonesia, sehingga
SIG memprioritaskan pemenuhan kebutuhan gas industri dalam negeri dibandingkan melayani
kebutuhan pasar internasional. Menurut International Monetary Fund (IMF), pertumbuhan
ekonomi global diperkirakan termoderasi menjadi 2,8% pada tahun 2023 sebelum meningkat
menjadi 3,0% pada tahun 2024. IMF memproyeksikan pertumbuhan Indonesia dapat bertumbuh
hingga 5,0% pada tahun 2023 dan 5,1% pada tahun 2024 (sumber: IMF World Economic Outlook,
April 2023). Di sisi domestik, Bank Indonesia memproyeksikan bahwa pertumbuhan ekonomi
Indonesia pada tahun 2023 tetap kuat, namun melambat di kisaran 4,5% - 5,3% yang ditopang
oleh konsumsi swasta, investasi, peningkatan aktivitas ekonomi keuangan dan kinerja ekspor
yang positif. (Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan I 2023 Bank Indonesia). Pada tahun 2023
ini SIG melihat berbagai peluang baru yang timbul dari penerapan keberlanjutan ini, khususnya
untuk mendukung unique value SIG sebagai supplier gas industri pilihan pertama bagi customer
atas keberhasilan menerapkan nilai-nilai keberlanjutan. Selain itu, penerapan keberlanjutan juga
dapat menarik investor untuk berinvestasi pada SIG yang menerapkan green values.
4.3.2 Pangsa Pasar
Pada saat ini terdapat beberapa produsen yang bergerak di bidang gas industri di mana dari
produsen-produsen yang ada, terdapat 8 (delapan) perusahaan yang secara dominan menguasai
pasar gas industri di Indonesia dengan jumlah pangsa pasar gabungan sekitar 81%. Perusahaan-
perusahaan tersebut terdiri dari 3 (tiga) perusahaan lokal di mana SIG merupakan salah satu dari
tiga perusahaan tersebut, dan 5 (lima) perusahaan asing. Berdasarkan data yang dikalkulasikan
oleh Gasworld, SIG menempati peringkat pertama dari tiga besar produsen gas industri yang ada
di Indonesia dengan pangsa pasar sebesar 44% (Sumber: Gasworld Business Intelligence,
Desember 2022). Dengan komitmen SIG untuk senantiasa mengembangkan kegiatan usahanya,
SIG berkeyakinan bahwa SIG dapat mempertahankan posisi kepemimpinannya di pasar.
Halaman - 38
Page 48
KJPP YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Studi Kelayakan – PT Samator Indo Gas Tbk (“SIG”)
SIG berkeyakinan bahwa prospek usaha sektor gas industri masih akan mengalami pertumbuhan
yang signifikan di masa yang akan industri dan cenderung defensif terhadap kondisi
perekonomian yang dikarenakan oleh banyaknya kegunaan produk gas industri di berbagai
macam industri seperti kesehatan, barang konsumsi, manufaktur, logam dan lain sebagainya. Hal
ini juga didukung oleh proyeksi dari Gasworld (2023) yang mengestimasi potensi pertumbuhan
gas industri untuk berkisar antara 10,8% hingga 11,2% setiap tahunnya dari tahun 2018 hingga
tahun 2023 (sumber: Gasworld Business Intelligence, 2023).
Dengan rencana Penambahan KBLI yang akan dilakukan dalam hal pemasangan instalasi gas
medis, target pasar SIG adalah untuk memenuhi kebutuhan rumah sakit, baik itu rumah sakit
pemerintah dan swasta.
4.3.3 Persaingan Usaha
SIG merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang industri gas tertentu dalam bentuk gas,
cair ataupun padat, mendesain konstruksi dan instalasi peralatan gas pada pabrik pelanggan dan
rumah saki.t serta memperdagangkan produk gas dari produsen lain kepada pelanggan SIG. SIG
meyakini bahwa faktor utama dalam meraih pangsa pasar dan mengungguli persaingan
adalah:
1. Jaringan Distribusi Yang Luas
Indonesia merupakan negara kepulauan dengan wilayah yang sangat luas, sehingga
jaringan distribusi yang tersebar luas merupakan faktor yang penting dalam memenangkan
persaingan. SIG merupakan satu-satunya perusahaan di bidang gas industri yang
mempunyai jaringan distribusi paling luas dan pabrik yang menyebar hampir di seluruh
pelosok Indonesia dengan berbagai jenis kemasan dan cara pendistribusian.
2. Imej Perusahaan (Corporate Image)
SIG merupakan perusahaan yang sangat identik dengan produk gas industri, salah satunya
dikarenakan kelengkapan produk yang dimiliki, sehingga apabila membahas mengenai gas
industri di Indonesia akan identik dengan SIG.
3. Produk Yang Terdiversifikasi Secara Luas
SIG merupakan salah satu perusahaan gas industri di Indonesia yang memiliki jenis gas yang
paling lengkap dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan konsumen. Hal ini memudahkan
konsumen untuk dapat menemukan jenis gas yang dibutuhkannya dengan cepat dan
efisien.
4. Sarana Distribusi Yang Memadai
Sarana distribusi merupakan salah satu faktor kunci kesuksesan yang sangat penting dalam
industri gas. Hal ini disebabkan karakteristik produk gas yang unik dan membutuhkan
kemasan yang khusus. Semakin beragam dan semakin banyak kepemilikan sarana distribusi
maka hal ini akan mampu mendukung sistem pemasaran SIG.
5. Sumber Daya Manusia
Sumber daya manusia yang berkualitas turut mendukung SIG dalam meraih pangsa pasar.
Dalam menjalankan kegiatan usahanya dalam pemasangan instalasi peralatan gas, target pasar
SIG adalah rumah sakit pemerintah maupun swasta. SIG memiliki pesaing yang menjual produk
sejenis, yaitu:
Halaman - 39
Page 49
KJPP YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Studi Kelayakan – PT Samator Indo Gas Tbk (“SIG”)
1. PT Berkat Citrani Mitra Sejati
2. PT Kawan Abadi Selaras
3. PT Mekar Abadi
4. PT Alta Pratama
5. PT Sarana Medical Prisma
6. PT Era Medika Jaya
4.3.4 Potensi Pasar dan Sasaran Pasar SIG
Instalasi gas medis mengacu pada seperangkat alat dan sistem perpipaan yang berfungsi untuk
menyalurkan gas medis ke titik outlet yang berada di ruang perawatan, ruang tindakan atau
ruangan lainnya. Sistem instalasi gas medis dimulai dari sentral gas medis, instalasi pipa gas medis
sampai ke outlet. Sebelum sistem instalasi gas dan vakum medis digunakan, pemenuhan
kebutuhan gas untuk kebutuhan pasien diberikan dengan menggunakan tabung gas medis. Saat
ini penggunaan tabung gas medis sudah mulai diminimalisasi dan diganti dengan instalasi gas
medis yang lebih simpel dan efisien.
Ada dua jenis sistem instalasi gas medis yang banyak digunakan yakni sistem manifold gas manual
dan manifold gas digital.
1. Sistem Manual
Instalasi sistem manual selalu menyediakan pasokan gas seluruh tabung yang berada di
sentral baik di sisi kanan dan kiri. Cara pengoperasiannya sangat efisien dan cocok digunakan
di rumah sakit dengan kebutuhan tabung oksigen kurang dari 100 setiap bulannya.
2. Sistem Digital
Sistem instalasi gas digital dirancang untuk menyediakan pasokan gas tanpa gangguan.
Dimana sistem ini secara otomatis akan memindahkan tekanan kosong dari tabung medis
yang sudah habis ke tabung yang penuh sehingga aliran gas medis tetap ada tanpa harus
diganti secara manual.
Pemasangan instalasi gas medis di rumah sakit harus dilakukan dengan standar tertentu.
Tujuannya adalah agar kebutuhan gas medis yang dihasilkan memenuhi syarat dan proses
distribusi gas medis berjalan dengan lancar dan aman. Aturan mengenai standar instalasi gas
medis rumah sakit tertuang dalam Permenkes No. 4 Tahun 2016 tentang Penggunaan Vakum
Medik dan Gas Medik pada Fasilitas Pelayanan Kesehatan.
Figur 27. Potensi dan Sasaran Pasar untuk Penambahan KBLI
Nilai Proyek
Nama Proyek Deskripsi
(Dalam Rupiah)
RS di Sumatera IGM Rp4 Miliar
RS di Jawa Barat IGM Rp4 Miliar
RS di Jawa Tengah IGM Rp2 Miliar
RS di Jawa Timur IGM Rp3 Miliar
RS di Balinusa IGM Rp5 Miliar
Total Rp18 Miliar
4.3.5 Inovasi Dalam Menghadapi Persaingan Usaha
Untuk menghadapi persaingan usaha dalam bidang pemasangan instalasi gas medis, SIG terus
berusaha untuk mengembangkan bisnisnya, yang salah satunya dengan memanfaatkan tenaga
Halaman - 40
Page 50
KJPP YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Studi Kelayakan – PT Samator Indo Gas Tbk (“SIG”)
ahli yang semula hanya digunakan secara internal, kemudian dikembangkan sehingga dapat
memperluas potensi bisnis SIG menjadi lebih terintegrasi. Inovasi yang direncanakan SIG
diantaranya yaitu:
1) Melakukan perluasan jaringan bisnis sesuai dengan perkembangan kebutuhan masyarakat
2) Bekerjasama dengan prinsipal barang sebagai distributor resmi di Indonesia yaitu dengan
Carecome, CnU, Telecom yang merupakan beberapa perusahaan dibidang instalasi gas
medis dengan sistem digital.
4.3.6 Strategi Pemasaran
SIG merupakan perusahaan gas industri pertama di Indonesia yang memiliki jaringan distribusi
terbesar di Indonesia. Bisnis utama SIG adalah memproduksi, memasarkan dan menjual berbagai
macam gas untuk industri dan produk-produk terkait di Indonesia dalam bentuk gas cair ataupun
gas padat. Untuk menunjang kegiatannya, SIG juga menjalankan usaha jasa yang terkait produk
gas yang dihasilkan, seperti memperdagangkan produk gas dari produsen lain kepada pelanggan
SIG, antara lain Specialty Gas, Rare Gas dan lain sebagainya, merancang konstruksi dan instalasi
peralatan gas, serta menawarkan produk terkait lain pada pabrik pelanggan dan rumah sakit
Indonesia.
Strategi pemasaran yang akan dilakukan oleh SIG pada kegiatan usaha yang dijalani yaitu dengan
Direct Sales, dimana aktivitas sales secara langsung dengan interaksi antara Pihak Rumah Sakit
dengan Divisi Penjualan SIG. Pada saat ini, SIG telah memasarkan produknya ke hampir semua
sektor industri dari hulu hingga hilir. Dengan didukung oleh tenaga penjual yang profesional, SIG
berusaha untuk menjalin dan memelihara hubungan baik dengan pelanggan, sehingga hal ini
diharapkan dapat memberikan nilai lebih bagi SIG. Dalam menjalankan kegiatan usahanya dalam
hal pemasangan instalasi peralatan gas untuk menyentuh pasar yang lebih luas, SIG memenuhi
kebutuhan Rumah Sakit di seluruh Indonesia. Beberapa strategi yang telah diterapkan SIG adalah
sebagai berikut:
1) Kontrak langsung dengan user;
2) Mengembangkan kebutuhan alat kesehatan sesuai kebutuhan pasar;
3) Melakukan kontrak kerjasama jangka pendek maupun jangka panjang;
4) Melakukan kontrak KSO (Kerjasama operasional) baik rumah sakit pemerintah maupun
swasta.
4.4 Aspek Teknis Terkait dengan Layanan dan Produk
Dalam menjalankan kegiatan usahanya dalam pemasangan instalasi peralatan gas, target pasar SIG
adalah rumah sakit Pemerintah maupun swasta. Penambahan KBLI SIG mencakup KBLI baru yang
bertujuan agar dapat tetap mengikuti tender-tender rumah sakit Pemerintah sebagai potensi
pendapatan yang tetap diperoleh oleh SIG. Oleh karenanya, atas kegiatan usaha tersebut belum
terdapat layanan/produk maupun proyek yang sudah atau sedang berjalan.
Pada periode historis, SIG telah melaksanakan beberapa proyek yang terkait dengan Penambahan
KBLI yang saat ini diajukan. Proyek tersebut dapat dilaksanakan SIG, dikarenakan dalam
pelaksanaannya terdahulu, layanan yang telah diberikan oleh SIG melalui proses tender telah
mempersyaratkan adanya pemenuhan KBLI tertentu. Berikut adalah contoh proyek instalasi gas
medis yang pernah dilaksanakan oleh SIG:
Halaman - 41
Page 51
KJPP YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Studi Kelayakan – PT Samator Indo Gas Tbk (“SIG”)
Figur 28. Contoh Proyek Instalasi Gas Medis
Tanggal Tanggal
Alamat/
Mulai Selesai
Ringkasan Lingkup Telepon
No. Nama Paket Pekerjaan Pekerjaan/ Pekerjaan/
Pekerjaan Lokasi Pemberi
Tanggal Tanggal
Pekerjaan
Kontrak Kontrak
(021) 28 Oktober
1 RS Heartology Instalasi gas medis Tebet, Jakarta Selatan 31 Januari 2023
50959955 2022
(021) 1 September 7 Desember
2 RSCM Instalasi Gas Mesis Jakarta Selatan
1500135 2022 2022
(021) 17 Februari 30 Desember
3 RS Jantung Harapan Kita Instalasi Gas Medis Jakarta Selatan
5684093 2021 2021
4.4.1 Kapasitas
Saat ini SIG dan Entitas Anak didukung oleh 2.149 karyawan yang menjalankan seluruh kegiatan
usaha eksistingnya, termasuk terkait dengan seluruh kegiatan operasional instalasi gas medis
yang selama ini telah dijalankan oleh SIG. Jumlah tersebut diluar tenaga ahli dan tenaga kerja
teknis dari PT Sandana, pihak afiliasi yang melaksanakan pembangunan intalasi gas medis.
Jumlah tenaga ahli dan tenaga kerja teknis yang telah dimiliki oleh PT Sandana mencapai 150
orang. Berikut adalah struktur organisasi PT Sandana terkait pelaksanaan teknis instalasi gas
medis:
Figur 29. Struktur Organisasi PT Sandana Terkait Pelaksanaan Teknis Instalasi Gas Medis
Sumber : Manajemen SIG
4.4.2 Ketersediaan Sumber Daya Termasuk Bahan Baku, Pekerja dan Tim Ahli
Penambahan KBLI SIG merupakan kegiatan yang dalam pelaksanaannya membutuhkan
peralatan-peralatan berupa:
1. Equipment yg terletak di ruang sentral gas medis
- Automatic Change Over Manifold Oksigen (pemasok dari Jepang)
- Automatic Change Over Manifold N2O (pemasok dari Jepang)
- Automatic Change Over CO2 (pemasok dari Jepang)
- Automatic Change Over Manifold N2
- Medical Vaccum Machine (pemasok dari Jerman)
- Medical Compressed Air Machine
2. Pemasangan pipa untuk distribusi gas medis (pemasok dari China)
3. Pemasangan master alarm, area alarm dan box valve (pemasok dari Indonesia)
4. Wall outlet untuk berbagai jenis gas sesuai kebutuhan RS (Oksigen, N2O, Compressed Air,
Vacuum, CO2, N2), dengan pemasok dari Jepang.
Halaman - 42
Page 52
KJPP YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Studi Kelayakan – PT Samator Indo Gas Tbk (“SIG”)
Disamping itu, diperlukan juga adanya tenaga ahli dan tenaga kerja teknis yang telah memiliki
pengalaman dibidang instalasi gas medis. Hal ini bukan merupakan suatu kendala bagi SIG
mengingat Penambahan KBLI yang akan dilakukan bukan merupakan bidang baru dari SIG,
melainkan dilakukan dalam rangka memenuhi persayaratan tender sebagai akibat dari adanya
perubahan peraturan terkait KBLI.
Dalam melakukan Penambahan KBLI, SIG akan telah memiliki tenaga internal termasuk tenaga
pemasaran untuk memasarkan pekerjaan instalasi gas medis. Disamping itu, SIG juga
menggunakan sumber daya, tenaga ahli dan tenaga kerja teknis eksisting yang dimiliki oleh
PT Sandana yang telah memilki sertifikasi khusus.
4.4.3 Proses Operasional Penambahan KBLI
Proses kegiatan usaha pada Penambahan KBLI merupakan kegiatan usaha terkait instalasi gas
medis. Alur proses operasional atas Penambahan KBLI SIG adalah sebagai berikut:
1) Kelengkapan instalasi merupakan barang perlengkapan penunjang pemasangan instalasi
gas medis;
2) Instalasi pipa yang sudah terpasang harus dipastikan memenuhi persyaratan Kemenkes
yang sudah ditetapkan;
3) Kelengkapan mesin sentral didalam instalasi gas medis, sesuai ketentuan Kemenkes;
4) Setelah melakukan instalasi pemipaan, sistem alirana pipa gas medis diberi tanda label dan
warna sesuai standar pelabelan pada sistem pemipaan instalasi gas medis rumah sakit;
5) Setelah melakukan instalasi gas medis, seluruh kelengkapan instalasi harus dipastikan
terpasang dengan baik dan benar; dan
6) Setelah dilakukan uji fungsi keseluruhan maka uji terbatas harus bisa dipresentasikan
sesuai standar hasil pengujian.
Figur 30. Alur Proses Operasional
Sumber : Manajemen SIG
Adapun alur kerjasama SIG dengan PT Sandana yang secara eksisting telah berjalan dan akan
terus berlanjut setelah proses Panambahan KBLI adalah sebagai berikut:
Halaman - 43
Page 53
KJPP YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Studi Kelayakan – PT Samator Indo Gas Tbk (“SIG”)
1. SIG meminta penawaran ke PT Sandana atas prospek pekerjaan instalasi gas medis di RS
yang akan diajukan.
2. PT Sandana memberikan penawaran ke SIG atas pekerjaan instalasi gas medis tersebut.
3. SIG melakukan penawaran ke pihak RS atas pekerjaan instalasi gas medis.
4. Apabila penawaran disetujui, maka SIG menerima Surat Penawaran Kerja (”SPK”) dari RS dan
SIG akan meneruskan SPK tersebut kepada PT Sandana.
5. PT Sandana melakukan pekerjaan dan melakukan penagihan ke SIG sesuai termin pekerjaan
yang tercantum dalam SPK.
6. Selanjutnya SIG akan melakukan penagihan ke RS sesuai dengan kesepakatan kontrak.
Berikut adalah hasil pemasangan instalasi gas medis yang telah dipasang di rumah sakit :
Figur 31. Hasil pemasangan Instalasi Gas Medis Rumah Sakit
4.5 Pola Bisnis
4.5.1 Keunggulan Kompetitif
Keunggulan kompetitif yang dimiliki SIG, khususnya untuk kegiatan usaha terkait instalasi gas medis
adalah sebagai berikut:
a. Pelopor dan pemimpin pasar dalam sektor gas industri Indonesia
Dengan pengalaman lebih dari 40 tahun di sektor gas industri, SIG merupakan pelopor di
industrinya dan telah menunjukan pertumbuhan yang sangat signifikan. Dengan komitmen
SIG untuk senantiasa mengembangkan kegiatan usahanya, SIG berkeyakinan bahwa SIG dapat
mempertahankan posisi kepemimpinannya di pasar.
SIG berkeyakinan bahwa prospek usaha sektor gas industri masih akan mengalami
pertumbuhan yang signifikan di masa yang akan datang dan cenderung defensif terhadap
Halaman - 44
Page 54
KJPP YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Studi Kelayakan – PT Samator Indo Gas Tbk (“SIG”)
kondisi perekonomian yang dikarenakan oleh banyaknya kegunaan produk gas industri di
berbagai macam industri.
b. Pemimpin pasar di sektor gas medis
SIG menawarkan solusi menyeluruh di sektor gas medis dengan menyediakan produk dan
peralatan gas medis, serta jasa konstruksi dan instalasi kepada para pelanggannya.
c. Diversifikasi sektor pelanggan akhir
Produk-produk gas industri SIG dapat digunakan oleh berbagai sektor dan juga untuk berbagai
macam aplikasi. SIG juga tidak memiliki pelanggan yang memiliki kontribusi lebih dari 3% (tiga
persen) dari jumlah penjualan bersih konsolidasian SIG. Hal-hal tersebut menjadikan SIG
memiliki diversifikasi pelanggan yang baik dan tidak memiliki ketergantungan terhadap sektor
maupun pelanggan tertentu.
d. Perusahaan gas industri dengan jaringan distribusi yang luas di Indonesia
SIG memiliki jaringan yang sangat luas di Indonesia, mulai dari pulau Jawa, Bali, Sumatera,
Kalimantan sampai Sulawesi dan kepulauan lainnya di Indonesia; serta jaringan pipa untuk
memenuhi kebutuhan para pelanggan. SIG memiliki salah satu strategi usaha dengan
melakukan pembangunan Air Separation Plant (ASP) dan Filling Station baru yang dekat dengan
lokasi para pelanggannya agar kebutuhan para konsumen dapat terpenuhi dengan cepat dan
tepat waktu. Dengan adanya strategi usaha tersebut, SIG memiliki jaringan distribusi yang
sangat luas, mencakup 55 pabrik (Plant) dan 103 Filling Station, termasuk depot yang tersebar
di berbagai lokasi di 28 provinsi di Indonesia.
e. SIG gas industri yang memiliki kegiatan operasional yang terintegrasi dari hulu ke hilir
Bahan baku utama yang diperlukan oleh SIG dalam kegiatan usahanya adalah berupa udara
yang tersedia secara bebas, sehingga SIG dapat dengan sangat mudah menjamin
ketersediaan pasokan bahan bakunya. Sedangkan pada aspek distribusi, SIG yang
memproduksi berbagai macam gas industri, baik dalam bentuk cair, gas dan padat juga
memiliki beberapa Entitas Anak yang berfungsi sebagai saluran distribusinya. Produk SIG yang
berbentuk cair seperti oksigen cair, nitrogen cair, argon cair dan karbon dioksida cair, juga
dipasarkan dalam bentuk gas di seluruh pelosok nusantara melalui jaringan distribusinya yang
berbentuk Filling Station. Di Filling Station ini, produk-produk gas industri yang berbentuk cair
dikonversi ke dalam bentuk gas dan dikemas dalam kemasan tabung baja agar mudah
digunakan oleh pelaku industri yang membutuhkan pasokan gas industri dalam kemasan
tabung seperti sektor usaha mikro kecil dan menengah.
f. Memiliki tim manajemen yang sangat berpengalaman di bidangnya
Tim Manajemen SIG merupakan para individu yang sangat ahli dan berpengalaman di
bidangnya. Hampir sebagian besar anggota tim manajemen telah memiliki pengalaman lebih
dari 30 tahun di bidang gas industri. Perkembangan dan dinamika dalam sektor gas industri
telah menempa para anggota tim tersebut menjadi pribadi yang amat disegani pada kancah
sektor gas industri di tanah air.
SIG adalah perusahan gas industri dan gas medis dengan market share terbesar di Indonesia yaitu
senilai 44% pada tahun 2023, dimana salah satu unit bisnisnya adalah instalasi gas medis yang
mana sangat tertkait dengan gas medis dan telah memiliki basis pelanggan di berbagai wilayah di
Indonesia.
Halaman - 45
Page 55
KJPP YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Studi Kelayakan – PT Samator Indo Gas Tbk (“SIG”)
4.5.2 Kemampuan Pesaing untuk Meniru Produk
Kegiatan pemasangan instalasi peralatan gas bukan merupakan kegiatan layanan yang
memerlukan adanya suatu sumber daya yang khusus, sehingga akan mudah bagi pesaing untuk
dapat menirukan produk instalasi peralatan gas yang dihasilkan oleh SIG. Instalasi gas medis ini
adalah kegiatan konstruksi terkait dengan instalasi gas di rumah sakit yang sudah memiliki standar
yang umum, yang membedakan dengan pesaing adalah sparepart ataupun barang yang digunakan,
dimana barang yang digunakan oleh SIG adalah barang dari prinsipal, seperti CnU dan Telecom
yang telah memiliki perjanjian dengan SIG.
Disamping itu, kelebihan lain yang dimiliki oleh SIG adalah kondisi dimana SIG yang juga merupakan
penyedia dari gas medis, sehingga bekerjasama dengan SIG menjadi lebih memudahkan bagi
rumah sakit yang juga membutuhkan instalasi gas medis.
4.5.3 Kemampuan Untuk Menciptakan Nilai
Kemampuan untuk menciptakan nilai yang dilakukan oleh SIG salah satunya dengan pemasangan
instalasi gas medis untuk memenuhi kebutuhan rumah sakit, baik itu rumah sakit Pemerintah dan
swasta. Adapun beberapa hal yang dapat membantu SIG dalam menciptakan nilai terangkum dalam
gambaran sebagai berikut:
1. Hubungan dengan Pelanggan
Dari segi penjualan, pada umumnya SIG melakukan penjualan langsung kepada pelanggan
sekaligus berfokus untuk dapat memenuhi permintaan dari pelanggan. Dengan metode
seperti ini, SIG berusaha untuk menjadi perusahaan yang menjadi rujukan pemasok bagi
setiap pelanggannya. Selain melakukan penjualan langsung kepada pelanggan, SIG juga
melakukan penjualan melalui Entitas Anak yang melayani pasar ritel gas industri. Hal ini
dilakukan agar pasar gas industri, baik dalam bentuk cair maupun gas, dapat dilayani dengan
baik oleh SIG.
2. Hubungan dengan Pemasok
SIG memperoleh pasokan bahan baku, barang dagangan maupun pasokan lainnya dari
berbagai pemasok skala nasional maupun internasional untuk mendukung kegiatan usaha SIG
dalam bidang produksi, distribusi maupun perdagangan.
3. Hubungan Karyawan dengan Perusahaan dan antar Karyawan
SIG selalu berusaha untuk meningkatkan solidaritas dan kebersamaan karyawan, sehingga
antar karyawan di setiap unit dapat bersinergi dalam mencapai tujuan perusahaan.
Perusahaan memberikan perlindungan kepada karyawan seperti menjaga kerahasiaan status
karyawan. SIG juga menyediakan tunjangan–tunjangan kepada karyawan seperti tunjangan
kesehatan, membuat peraturan-peraturan yang menciptakan kenyamanan lingkungan kerja.
4. Memiliki Showroom yang berlokasi di Jakarta dan Surabaya
Showroom yang berlokasi di Jakarta dan Surabaya memudahkan SIG dalam melakukan
kegiatan operasionalnya karena dapat menekan biaya dengan melakukan efisiensi proses
yang efektif.
Halaman - 46
Page 56
KJPP YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Studi Kelayakan – PT Samator Indo Gas Tbk (“SIG”)
4.5.4 Perjanjian-perjanjian Yang Dimiliki Terkait Penambahan KBLI
Penambahan KBLI yang akan dilakukan merupakan kegiatan usaha eksisting SIG. Berikut adalah
perjanjian yang telah dimiliki terkait kegiatan usaha eksisting sehubungan dengan Penambahan
KBLI:
1. Surat Perjanjian Kerjasama antara SIG dan RS Heartology No. MedicalGasInstallation_LGL_
295/11/2022 tentang Pekerjaan Instalasi Gas Medis tanggal 10 November 2022.
2. Surat Perjanjian Kerjasama antara SIG dan PT Waskita Karya (Persero) Tbk No. 08/SPPP/WK/
BD/CMU3/2022 tentang Pekerjaan Gas Medis RSCM tanggal 01 September 2022.
3. Surat Perjanjian Kerjasama antara SIG dan RS Jantung Harapan Kita No. 64/SPPPP/RS
HARAPAN KITA/KSO APG-PP/II/2021 tentang Pekerjaan Gas Medis tanggal 16 Februari 2021.
4.6 Aspek Model Manajemen
4.6.1 Ketersediaan Tenaga Kerja
Sumber Daya Manusia (”SDM”) adalah komponen penting untuk memastikan keberlanjutan bisnis
SIG. SIG dan afiliasinya secara konsisten memberikan pelatihan, fasilitas, dan kinerja dengan review
remunerasi untuk meningkatkan kualitas SDM, yang diatur dalam peraturan yang berlaku. Berikut
beberapa upaya yang dilakukan SIG dan afiliasi dalam meningkatkan kualitas SDM:
1) Pelatihan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia
SIG dan afiliasinya senantiasa memberikan program pendidikan dan pelatihan untuk seluruh
karyawan sesuai dengan tugas, fungsi dan tanggung jawabnya. Materi pelatihan mencakup
antara lain pelatihan keselamatan, kesehatan kerja dan lingkungan serta sistem manajemen
mutu.
2) Fasilitas Dan Kesejahteraan Karyawan
SIG dan afiliasinya menyediakan beberapa macam tunjangan, fasilitas dan program
kesejahteraan bagi karyawan. Fasilitas dan program kesejahteraan tersebut diperuntukkan
bagi karyawan dengan kualifikasi tertentu.
Untuk mengoptimalkan sumber daya manusia yang ada, Penambahan KBLI akan didukung oleh
tenaga ahli yang ada pada SIG dan PT Sandana, sebagai pihak afiliasi yang akan melaksanakan
proses pengerjaan instalasi gas medis.
4.6.2 Tenaga Ahli Terkait Penambahan KBLI
Penambahan KBLI yang akan dilaksanakan oleh SIG merupakan kegiatan usaha yang selama ini
telah berjalan. Dalam pelaksanaannya, kegiatan usaha tersebut akan menggunakan sumber daya
manusia eksisting baik pada SIG maupun pada PT Sandana, afiliasinya. Berikut adalah CV dari
tenaga ahli yang dapat mendukung Penambahan KBLI:
Halaman - 47
Page 57
KJPP YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Studi Kelayakan – PT Samator Indo Gas Tbk (“SIG”)
1. Manajer Teknik PT Sandana
Nama : Jacob Joseph
NIP : 200809001
Tempat, Tanggal Lahir : Jakarta, 25 Agustus 1981
Jabatan : Manager Teknik
Divisi : Healthcare
Lokasi : Jakarta
Pengalaman Kerja Project Manager :
a) Tahun 2020 : Insatalasi Gas Medis (RS Khusus Covid-19)
- RS Darurat Wisma Atlet – Jakarta
- RS Pertamina Jaya – Jakarta
- RS Pertamina Simprug – Jakarta
b) Tahun 2020 : Instalasi Gas Medis dan Nurse Call
- RS Kanker Dharmais – Jakarta
- RSUD Dr. Zainoel Abidin – Aceh
c) Tahun 2020 : Instalasi Gas Medis
- RS Buddha Tzu Chi – Jakarta
- RSJ Harapan Kita – Jakarta
d) Tahun 2018 – 2019 : Instalasi Gas Medis & Nurse Call
- RSUD Cengkareng – Jakarta
e) Tahun 2017 – 2018 : Modular Operating Theater (Ruang Operasi)
- RS Pendidikan Universitas Indonesia - Depok
Pengalaman Supervisi Project :
a) Tahun 2017 – 2018 : Instalasi Gas Medis
- RSUD Koja Gedung B - Jakarta
b) Tahun 2017 : Modular Operating Theater (Ruang Operasi) & Instalasi Gas Medis
- RSUD Dr. Adnaan WD – Payakumbuh
c) Tahun 2016 – 2017 : Modular Operating Theater (Ruang Operasi) & Instalasi Gas Medis
- RSUD Dr. Arifin Achmad – Pekanbaru
d) Tahun 2016 : Instalasi Gas Medis
- RSUD Koja Gedung D – Jakarta
Training/Pelatihan:
a) Tahun 2018 : Pelatihan Ahli K3 Umum (keselamatan dan kesehatan kerja) oleh
PT Indonesia pandu persada
b) Tahun 2017 : Pelatihan Hospital Medical System Tahap 2 oleh PT Aneka Gas
Industri – Jakarta
c) Tahun 2016 : Pelatihan Hospital Medical System Tahap 1 oleh PT Aneka Gas
Industri – Jakarta
d) Tahun 2012 : Modular Operating Theater (MOT) system, Oleh PT Aneka Gas
Industri, Jakarta
e) Tahun 2011 : Pelatihan Internal Audit ISO 9001, oleh PT Samator –Cibitung, Jawa
Barat
f) Tahun 2010 : Desain, Sistem, Manufaktur & Assembly kamar operasi Central
Uni, Oleh Central Uni, Japan
Halaman - 48
Page 58
KJPP YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Studi Kelayakan – PT Samator Indo Gas Tbk (“SIG”)
2. Supervisor Teknik PT Sandana
Nama : Joko Santoso
NIP : 201002012
Tempat, Tanggal Lahir : Sukoharjo, 12 Januari 1980
Jabatan : Supervisor Teknik
Divisi : Healthcare
Lokasi : Jakarta
Pengalaman Kerja:
a) Tahun 2018 – 2019 : Koordinator Proyek kamar Operasi & Instalasi Gas Medis (RS Grha
MM 2100, SUD Hamba, RSUD Duri, RS Annisa, RS Eka Bekasi, RS
Eka Cibubur)
b) Tahun 2010 – 2022 : Project manager proyek instalasi gas medis, kamar operasi, Nursce
Call, Pneumatic Tube Sistem dan CSSD
c) Tahun 2023 – 2024 : Koodinator Proyek Samator Healtcare wilayah Provinsi Sumatera
Utara dan Provinsi Aceh
Training/Pelatihan:
a) Tahun 2018 : Pelatihan Ahli K3 Umum (keselamatan dan kesehatan kerja), oleh
PT Indonesi Pandu Persada
b) Tahun 2017 : Pelatihan Central Steril Suplay Department (CSSD), oleh
Perkumpulan Instalasi Pelayanan Sterilisasi Indonesia (PIPSI)
c) Tahun 2016 : Pelatihan Kalibrasi termperatur, massa dan tekanan, oleh
PT Samator – Jakarta
d) Tahun 2013 : Pelatihan Internal Audit ISO 9001, oleh PT Samator – Cibitung
e) Tahun 2012 : Modular Operating Theater (MOT system, oleh PT Aneka Gas
Industri – Jakarta
f) Tahun 2009 : Analysis Stress analysis Piping menggunakan Caesar II, oleh CCIT
– Depok
g) Tahun 2007 : ISO 14001, oleh Universitas Gunadarma, Jawa Barat
3. Supervisor Teknik PT Sandana
Nama : Mucharom
NIP : 198910005
NIK : Temanggung, 03 Mei 1965
Jabatan : Supervisor Teknik
Divisi : Healthcare
Lokasi : Jakarta
Pengalaman Kerja:
a) Tahun 2024 : Proyek Instalasi Gas Medis RS Kartika - Pulomas
b) Tahun 2023 : Proyek Instalasi Gas Medis RS PKU Muhammadiyah, Sruweng
Kebumen
c) Tahun 2023 : Proyek Instalasi Gas Medis RS BRI Medika
d) Tahun 2022 : Proyek Instalasi Gas Medis Islam Jemur Sari Surabaya
e) Tahun 2021 : Proyek Instalasi Gas Medis RSU PKU Muhammadiyah, Surakarta
Halaman - 49
Page 59
KJPP YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Studi Kelayakan – PT Samator Indo Gas Tbk (“SIG”)
f) Tahun 2020 : Proyek Instalasi Gas Medis RSUD dr. H. Kumpulan Pane, Tebing
Tinggi
Training /pelatihan:
a) Tahun 2014 : Traininng K3 Konstruksi
b) Tahun 2012 : Training MOT C&U, oleh PT Aneka Gas Industri
c) Tahun 2009 : Design system & assembly kamar operasi Flexdock Central Uni, oleh
Central Uni, Japan
4.6.3 Manajemen Kekayaan Intelektual
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Manajemen, SIG tidak memiliki kekayaan intelektual
yang terkait dengan kegiatan usaha instalasi peralatan gas.
4.6.4 Manajemen Risiko
SIG percaya bahwa manajemen risiko merupakan salah satu pilar penting dalam menjaga
kelangsungan bisnis dan tata kelola SIG yang baik. Seluruh jajaran manajemen SIG bertanggung
jawab atas berjalannya sistem manajemen risiko yang memadai di setiap unit bisnisnya,
diantaranya dengan melaksanakan proses identifikasi dan tata kelola risiko sesuai dengan
wewenang yang melekat pada masing-masing unit terkait.
SIG mengidentifikasi risiko utama yang berpotensi memiliki dampak terhadap operasional bisnis,
serta dirumuskan langkah mitigasi yang bertujuan mengendalikan dampak dari risiko yang
dihadapi. Untuk mengelola dan meminimalkan risiko dalam menjalankan kegiatan usahanya, SIG
dan Entitas Anak menggunakan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik (GCG). Terkait
dengan Penambahan KBLI SIG, berikut adalah Manajemen Risiko yang ada:
Figur 32. Manajemen Risiko SIG (Instalasi Gas Medis)
Risiko Penyebab Rencana Mitigasi
Kurs nilai tukar Impor alat kesehatan yang akan Menyediakan dana dalam mata uang asing
digunakan untuk bagian instalasi gas sesuai kebutuhan operasi.
medis
Persaingan harga alat kesehatan Harga alat kesehatan buatan dalam Melakukan kerjasama dengan prinsipal
produksi dalam negeri negeri yang lebih murah namun untuk membuat/melakukan produksi di
kualitas lebih rendah. dalam negeri.
Tender rumah sakit Pemerintah Proyek Pemerintah daerah dan pusat Bekerjasama dengan rumah sakit swasta
terbatas dengan anggaran telah menganggarkan nilai belanja untuk proyek instalasi gas medis di bidang
belanja Pemerintah di bidang untuk dibidang kesehatan sehingga swasta sehingga tidak mengandalkan tender
kesehatan proyek instalasi gas medis mengikuti dengan Pemerintah saja.
anggaran belanja tersebut.
Sumber : Manajemen SIG
4.6.5 Kapasitas dan Kemampuan Manajemen
Penambahan KBLI merupakan kegiatan usaha yang telah dijalani terkait instalasi gas medis. Oleh
karena itu manajemen dan tenaga ahli yang dipilih merupakan sumber daya manusia eksisting
dengan kemampuan yang mumpuni. Tenaga ahli dipilih dengan kriteria telah memiliki pengalaman
dan sertifikasi yang disyaratkan oleh pelanggan/pemberi kerja terutama yang terkait dengan
instalasi gas medis.
Halaman - 50
Page 60
KJPP YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Studi Kelayakan – PT Samator Indo Gas Tbk (“SIG”)
4.6.6 Kesesuaian Struktur Organisasi dan Manajemen
Penambahan KBLI menggunakan kegiatan usaha yang telah ada pada SIG, termasuk struktur
organisasinya. Pada Penambahan KBLI, SIG menggunakan struktur organisasi eksisting serta divisi
Research and Development yang akan selalu melakukan proses identifikasi kebutuhan dan
perkembangan pasar, termasuk terkait dengan kegiatan usaha instalasi gas medis.
Halaman - 51
Page 61
KJPP YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Studi Kelayakan – PT Samator Indo Gas Tbk (“SIG”)
BAB V
ANALISIS SWOT DAN RISIKO
5.1 Analisis SWOT
Analisis SWOT (strength, weakness, opportunity and threat) terdiri atas faktor internal yang bisa
dikontrol dan faktor eksternal atau lingkungan yang mungkin sulit dikontrol. Kedua sisi dianalisis
supaya dapat disusun suatu strategi sehingga tercapai keberhasilan dan mempunyai daya saing.
Dari faktor internal bisa diidentifikasi kekuatan dan kelemahan (strength and weakness) sedangkan
dari faktor eksternal berupa peluang dan ancaman (opportunity and threat). Berikut adalah analisis
SWOT SIG dalam menjalankan kegiatan usaha:
1. Analisis Kekuatan (Strength)
• SIG memiliki potensi pasar yang baik, karena telah memiliki jaringan pemasaran dan
distribusi yang luas.
• SIG sudah memiliki branding yang baik di pasar medis Indonesia sebagai bagian dari grup
Samator.
• Hampir seluruh rumah sakit besar baik pemerintah ataupun swasta melakukan kerjasama
dengan SIG.
• Mudahnya mendapatkan dana untuk perluasan (Perusahaan Tbk).
• Mempunyai tenaga ahli diberbagai bidang baik SIG secara perusahaan maupun grup.
2. Analisis Kelemahan (Weakness)
• Ketergantungan terhadap prinsipal atas beberapa peralatan yang dibutuhkan untuk
instalasi gas medis, namun hal ini telah dimitigasi melalui perjanjian kerjasama antara SIG
dan prinsipal.
3. Analisis Kesempatan (Opportunity)
• Saat ini belum banyak penyedia layanan instalasi gas medis yang sudah terintegrasi,
sehingga menjadi peluang SIG untuk memperluas pasarnya.
• Banyak rumah sakit baru yang akan dibangun baik oleh Pemerintah maupun swasta.
4. Analisis Ancaman (Threat)
• Perkembangan teknologi lain yang lebih murah dan efisien.
• Perdagangan bebas (masuknya modal asing).
• Kompetitor lokal yang mulai maju.
5.2 Analisis Risiko
Seperti halnya kegiatan usaha yang dilakukan oleh perusahaan lainnya, kegiatan usaha yang
dilakukan oleh SIG di bidang ini tidak terlepas dari faktor risiko usaha yang disebabkan oleh
berbagai faktor dan pada akhirnya dapat mempengaruhi tingkat pertumbuhan dan kesehatan SIG,
sebagai berikut :
1. Risiko Kredit
Risiko kredit merupakan risiko atas kerugian keuangan SIG jika pelanggan atau pihak lain dari
instrumen keuangan gagal memenuhi liabilitas kontraktualnya. Risiko ini timbul terutama dari
piutang usaha. SIG mengelola dan mengendalikan risiko kredit dari piutang usaha dengan
memantau batasan periode tunggakan piutang pada tiap pelanggan dan pihak berelasi.
Halaman - 52
Page 62
KJPP YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Studi Kelayakan – PT Samator Indo Gas Tbk (“SIG”)
2. Risiko Likuiditas
Melalui kegiatan operasi dan sumber dana yang ada, SIG dapat memenuhi seluruh liabilitas
keuangannya pada saat jatuh tempo, karena SIG memiliki aset keuangan yang likuid dan
tersedia untuk memenuhi kebutuhan likuiditasnya. Dalam mengelola risiko likuiditas SIG
melakukan pengawasan yang ketat atas proyeksi dan realisasi dari arus kas secara terus
menerus baik kolektibilitas piutang maupun pemenuhan kewajiban dan tanggal jatuh
temponya.
3. Risiko Nilai Tukar Mata Uang Asing
SIG tidak secara signifikan terekspos risiko mata uang asing karena sebagian besar liabilitas
dalam mata uang Rupiah. Tidak ada aktivitas lindung nilai mata uang pada tanggal
31 Desember 2023, namun demikian SIG telah menyediakan dana dalam mata uang asing
yang sesuai dengan kebutuhan operasinya.
4. Risiko Persaingan Usaha
Pasar gas industri di Indonesia sangat kompetitif. Namun demikian, SIG meyakini bahwa SIG
dapat menjaga keunggulan kompetitif yang dimiliki dengan secara aktif melakukan penelitian
dan pengembangan aplikasi gas industri, meningkatkan efisiensi dan menawarkan produk
dan jasanya dengan memanfaatkan jaringan distribusi yang dimilikinya. Dalam upaya
mengatasi risiko persaingan usaha, SIG selalu berupaya menerapkan strategi dan kebijakan
yang diharapkan dapat memampukan SIG untuk dapat senantiasa mempertahankan
posisinya pada pasar gas industri di Indonesia. SIG juga secara aktif mempertahankan dan
meningkatkan keunggulan bersaingnya.
5. Risiko Fluktuasi Tingkat Suku Bunga
SIG dalam melakukan kegiatan usahanya juga menggunakan sumber pendanaan eksternal
seperti utang jangka panjang dan instrumen pendanaan eksternal lainnya. Beberapa
pendanaan eksternal tersebut memiliki tingkat suku bunga mengambang yang berpatokan
terhadap suku bunga dan imbal hasil yang berlaku di pasar. Eksposur risiko tingkat bunga SIG
timbul terutama dari pinjaman yang diperoleh dari pinjaman bank. SIG memandang tingkat
suku bunga pinjaman bank sangat kompetitif dan risiko dalam berinvestasi akan memberikan
hasil yang sangat memadai. Sehingga untuk meminimalisasi risiko tingkat suku bunga maka
SIG aktif melakukan review atas pinjaman yang diberikan oleh bank.
SIG melakukan pengawasan pergerakan tingkat suku bunga untuk meminimalisasi dampak
negatif terhadap posisi keuangan SIG. Untuk mengukur risiko pasar atas pergerakan suku
bunga, SIG melakukan analisa pada pergerakan marjin suku bunga dan pada profil jatuh
tempo aset dan liabilitas keuangan berdasarkan jadwal perubahan suku bunga.
6. Risiko Fluktuasi Penjualan Akibat Faktor Musiman
SIG memperoleh sebagian penjualan dari penjualan jasa dan peralatan yang terutama berasal
dari pelanggan rumah sakit berkenaan dengan pemasangan instalasi yang terkait gas medis.
Penjualan kepada pelanggan pada sektor pemerintahan sangat terpengaruh oleh proses
anggaran dan tender dari rumah sakit milik pemerintah di mana umumnya penjualan belum
terjadi di kuartal pertama tahun berjalan. Hal ini dapat mempengaruhi hasil analisa atas
kinerja keuangan SIG, namun secara umum pengaruh tersebut tidak tampak bila analisa
dilakukan secara tahunan. Risiko ini dapat mempengaruhi hasil analisa atas kinerja keuangan
SIG, namun secara umum pengaruh tersebut tidak tampak bila analisa dilakukan secara
tahunan. Untuk meminimalisir risiko ini, maka SIG secara aktif mencari pelanggan-pelanggan
baru (selain sektor Pemerintahan) dengan pola pembayaran normal.
Halaman - 53
Page 63
KJPP YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Studi Kelayakan – PT Samator Indo Gas Tbk (“SIG”)
BAB VI
ASPEK KEUANGAN
6.1 Rencana SIG
Kegiatan usaha SIG terkait instalasi gas medis telah berjalan sejak tahun 1971. Instalasi gas medis
ini semula tercakup ke dalam kode 42919, 42914, 46530 dan 46693 pada KBLI 2017, namun dengan
terbitnya KBLI 2020, kegiatan usaha instalasi gas medis tersebut tercakup ke dalam kode 43223.
Penambahan KBLI ini dibutuhkan agar SIG tetap dapat mengikuti tender-tender dengan rumah
sakit Pemerintah, sesuai dengan yang telah berjalan selama ini.
6.2 Biaya Pendirian, Modal Kerja dan Sumber Pembiayaan Penambahan KBLI
Penambahan KBLI yang akan dilakukan oleh SIG diperkirakan tidak membutuhkan adanya
penambahan biaya yang signifikan. Hal ini disebabkan karena kebutuhan sarana dan prasarana
pendukungnya dapat menggunakan fasilitas yang dimiliki oleh SIG.
Investasi yang dibutuhkan terkait Penambahan KBLI adalah berupa mesin bubut, las listrik, las oxy
– C2H2, cutter pipe, ramset, tangga, scaffolding (floor to floor > 3 meter), trolly botol, tools (bor listrik
(beton), hand gurinda, kunci pas, kunci ring, dan lain-lain), APD (sarung tangan ringan, masker,
sepatu safety, aprom, kacamata), alat bantu keselamatan (body harness, apar, flasback). Namun
mengingat kegiatan usaha ini merupakan kegiatan usaha yang telah berjalan maka tidak lagi
dibutuhkan adanya penambahan biaya investasi. Selain itu seluruh pengerjaan terkait instalasi gas
medis akan dilaksanakan oleh PT Sandana, afiliasi dari SIG yang tergabung dalam grup Samator.
Perputaran modal kerja dari Penambahan KBLI diperkirakan akan mampu memenuhi kebutuhan
dana operasionalnya sendiri.
6.3 Asumsi–Asumsi
6.3.1 Proyeksi Keuangan Tanpa Adanya Penambahan KBLI
Berikut adalah proyeksi keuangan SIG Tanpa Adanya Penambahan KBLI:
1. Periode Proyeksi SIG dimulai dari 01 Januari 2024 hingga 31 Desember 2028.
2. Rata-rata pendapatan diasumsikan mengalami kenaikan sebesar 14,15% selama masa
proyeksi. Kenaikan pendapatan tertinggi didapatkan dari penjualan airgas.
3. Rata-rata beban pokok pendapatan SIG diasumsikan sebesar 52,05% terhadap pendapatan
selama periode proyeksi.
4. Rata-rata beban penjualan dan beban umum dan administrasi SIG diasumsikan mengalami
kenaikan masing-masing sebesar 12,96% dan 4,43% selama periode proyeksi.
5. SIG mencatatkan laba bersih hingga akhir periode proyeksi. Secara rata-rata, selama
periode proyeksi tercatat laba bersih SIG sebesar 11,95%.
6. Pajak yang diterapkan sebesar 22,00% sesuai dengan Undang-Undang Republik Indonesia
No. 17 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan Pasal 17 ayat (1) butir b.
Halaman - 54
Page 64
KJPP YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Studi Kelayakan – PT Samator Indo Gas Tbk (“SIG”)
Berikut adalah proyeksi keuangan SIG Tanpa Adanya Penambahan KBLI:
Figur 33. Proyeksi Laba (Rugi) Tanpa Adanya Penambahan KBLI
(Dalam Jutaan Rupiah)
Keterangan 2024 2025 2026 2027 2028
Penjualan Bersih 3.162.023 3.771.557 4.265.766 4.826.107 5.463.620
Beban Pokok Penjualan (1.705.444) (1.986.582) (2.209.139) (2.464.811) (2.775.634)
Laba (Rugi) Kotor 1.456.579 1.784.975 2.056.627 2.361.296 2.687.986
Laba/(Rugi) Sebelum Pajak 325.360 477.752 639.946 864.769 1.131.954
Laba/(Rugi) Tahun Berjalan 253.781 372.647 499.158 674.520 882.924
Sumber : Manajemen SIG
Figur 34. Proyeksi Posisi Keuangan Tanpa Adanya Penambahan KBLI
(Dalam Jutaan Rupiah)
Keterangan 2024 2025 2026 2027 2028
Aset Lancar 1.654.323 2.338.257 2.485.327 2.573.198 2.499.437
Aset Tidak Lancar 7.026.618 7.160.718 7.184.718 7.257.817 7.387.922
Jumlah Aset 8.680.941 9.498.975 9.670.045 9.831.016 9.887.359
Liabiliatas Jangka Pendek 620.944 822.707 1.032.480 1.392.053 1.358.952
Liabilitas Jangka Panjang 4.078.070 4.321.694 3.783.833 2.910.711 2.117.231
Jumlah Liabilitas 4.699.013 5.144.401 4.816.313 4.302.764 3.476.183
Total Ekuitas 3.981.927 4.354.574 4.853.732 5.528.252 6.411.176
Total Liabilitas dan Ekuitas 8.680.941 9.498.975 9.670.045 9.831.015 9.887.359
Sumber : Manajemen SIG
Figur 35. Proyeksi Arus Kas Tanpa Adanya Penambahan KBLI
(Dalam Jutaan Rupiah)
Keterangan 2024 2025 2026 2027 2028
Arus kas dari aktivitas operasi 450.646 738.707 866.138 1.043.524 1.310.147
Arus kas dari aktivitas investasi (1.061.142) (569.220) (471.445) (533.221) (603.263)
Arus kas dari aktivitas pendanaan 611.719 419.489 (351.856) (537.862) (873.122)
Kenaikan (penurunan) kas dan setara kas 1.223 588.975 42.837 (27.559) (166.238)
Kas dan setara kas awal tahun 574.580 575.804 1.164.779 1.207.616 1.180.058
Kas dan setara kas akhir tahun 575.804 1.164.779 1.207.616 1.180.058 1.013.820
Sumber : Manajemen SIG
6.3.2 Proyeksi Keuangan Dengan Adanya Penambahan KBLI
Berikut adalah proyeksi keuangan SIG Dengan Adanya Penambahan KBLI:
1. Periode Proyeksi SIG dimulai dari 01 Januari 2024 hingga 31 Desember 2028.
2. Rata-rata pendapatan diasumsikan mengalami kenaikan sebesar 14,25% selama masa
proyeksi. Kenaikan pendapatan tertinggi didapatkan dari penjualan airgas.
3. Rata-rata beban pokok pendapatan SIG diasumsikan sebesar 52,23% terhadap pendapatan
selama periode proyeksi.
4. Rata-rata beban penjualan dan beban umum dan administrasi SIG diasumsikan mengalami
kenaikan masing-masing sebesar 12,96% dan 4,43% selama periode proyeksi.
Halaman - 55
Page 65
KJPP YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Studi Kelayakan – PT Samator Indo Gas Tbk (“SIG”)
5. SIG mencatatkan laba bersih hingga akhir periode proyeksi. Secara rata-rata, selama
periode proyeksi tercatat laba bersih SIG sebesar 11,93%.
6. Pajak yang diterapkan sebesar 22,00% sesuai dengan Undang-Undang Republik Indonesia
No. 17 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan Pasal 17 ayat (1) butir b.
Berikut adalah proyeksi keuangan SIG Dengan Adanya Penambahan KBLI:
Figur 36. Proyeksi Laba (Rugi) Dengan Adanya Penambahan KBLI
(Dalam Jutaan Rupiah)
Keterangan 2024 2025 2026 2027 2028
Pendapatan Bersih 3.177.698 3.790.314 4.286.246 4.848.484 5.488.084
Beban Pokok Penjualan (1.719.551) (2.003.463) (2.227.571) (2.484.951) (2.797.651)
Laba (Rugi) Kotor 1.458.147 1.786.851 2.058.675 2.363.534 2.690.432
Laba/(Rugi) Sebelum Pajak 326.928 479.593 641.971 867.004 1.134.433
Laba/(Rugi) Tahun Berjalan 255.004 374.083 500.737 676.263 884.858
Sumber : Manajemen SIG
Figur 37. Proyeksi Posisi Keuangan Dengan Adanya Penambahan KBLI
(Dalam Jutaan Rupiah)
Keterangan 2024 2025 2026 2027 2028
Aset Lancar 1.656.232 2.342.080 2.491.043 2.580.897 2.509.433
Aset Tidak Lancar 7.026.618 7.160.718 7.184.718 7.257.817 7.387.922
Jumlah Aset 8.682.849 9.502.797 9.675.760 9.838.714 9.897.356
Liabiliatas Jangka Pendek 621.630 823.870 1.033.958 1.393.770 1.361.035
Liabilitas Jangka Panjang 4.078.070 4.321.694 3.783.833 2.910.711 2.117.231
Jumlah Liabilitas 4.699.699 5.145.564 4.817.790 4.304.482 3.478.265
Total Ekuitas 3.983.150 4.357.232 4.857.970 5.534.233 6.419.090
Total Liabilitas dan Ekuitas 8.682.849 9.502.797 9.675.760 9.838.714 9.897.355
Sumber : Manajemen SIG
Figur 38. Proyeksi Arus Kas Dengan Adanya Penambahan KBLI
(Dalam Jutaan Rupiah)
Keterangan 2024 2025 2026 2027 2028
Arus kas dari aktivitas operasi 451.248 739.711 867.433 1.045.050 1.312.212
Arus kas dari aktivitas investasi (1.061.142) (569.220) (471.445) (533.221) (603.263)
Arus kas dari aktivitas pendanaan 611.719 419.489 (351.856) (537.862) (873.122)
Kenaikan (penurunan) kas dan setara kas 1.826 589.979 44.132 (26.033) (164.173)
Kas dan setara kas awal tahun 574.580 576.406 1.166.385 1.210.517 1.184.484
Kas dan setara kas akhir tahun 576.406 1.166.385 1.210.517 1.184.484 1.020.311
Sumber : Manajemen SIG
6.4 Cut Off Date Dalam Analisis
Dalam melakukan analisis Studi Kelayakan Penambahan KBLI ini, kami menggunakan Tanggal Studi
Kelayakan per 31 Desember 2023, dimana batas tersebut diambil atas dasar pertimbangan
kepentingan dan tujuan dilaksanakan studi kelayakan Penambahan KBLI.
Halaman - 56
Page 66
KJPP YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Studi Kelayakan – PT Samator Indo Gas Tbk (“SIG”)
6.5 Ringkasan Proyeksi Keuangan atas Penambahan KBLI (Inkremental)
Analisis nilai tambah atau inkremental merupakan selisih antara proyeksi Tanpa dan Dengan
Adanya Penambahan KBLI. Berikut adalah inkremental untuk laba (rugi), posisi keuangan dan arus
kas:
Figur 39. Inkremental Proyeksi Laba (Rugi)
(Dalam Jutaan Rupiah)
Keterangan 2024 2025 2026 2027 2028
Pendapatan Bersih 15.674 18.756 20.481 22.377 24.463
Beban Pokok Penjualan (14.107) (16.881) (18.433) (20.139) (22.017)
Laba (Rugi) Kotor 1.567 1.876 2.048 2.238 2.446
Laba/(Rugi) Sebelum Pajak 1.567 1.841 2.024 2.235 2.479
Laba/(Rugi) Tahun Berjalan 1.223 1.436 1.579 1.743 1.933
Sumber : Manajemen SIG
Figur 40. Inkremental Proyeksi Posisi Keuangan
(Dalam Jutaan Rupiah)
Keterangan 2024 2025 2026 2027 2028
Aset Lancar 1.908 3.822 5.715 7.699 9.996
Aset Tidak Lancar 0 0 0 0 0
Jumlah Aset 1.908 3.822 5.715 7.699 9.996
Liabiliatas Jangka Pendek 686 1.163 1.478 1.718 2.082
Liabilitas Jangka Panjang 0 0 0 0 0
Jumlah Liabilitas 686 1.163 1.478 1.718 2.082
Total Ekuitas 1.223 2.659 4.238 5.981 7.914
Total Liabilitas dan Ekuitas 1.908 3.822 5.715 7.699 9.996
Sumber : Manajemen SIG
Figur 41. Inkremental Proyeksi Arus Kas
(Dalam Jutaan Rupiah)
Keterangan 2024 2025 2026 2027 2028
Arus kas dari aktivitas operasi 602 1.004 1.295 1.526 2.065
Arus kas dari aktivitas investasi 0 0 0 0 0
Arus kas dari aktivitas pendanaan 0 0 0 0 0
Kenaikan (penurunan) kas dan setara kas 602 1.004 1.295 1.526 2.065
Kas dan setara kas awal tahun 0 602 1.606 2.901 4.427
Kas dan setara kas akhir tahun 602 1.606 2.901 4.427 6.491
Sumber : Manajemen SIG
6.6 Dampak Perubahan atas Penambahan KBLI Terhadap Keuangan SIG
Dampak terhadap kinerja keuangan atas Penambahan KBLI adalah sebagai berikut:
1. Penambahan KBLI ini dilakukan agar SIG dapat terus mengikuti tender-tender pada rumah
sakit Pemerintah sesuai dengan yang telah berjalan selama ini, apabila tidak dilakukan
penambahan KBLI maka akan berakibat pada menurunnya pendapatan atas tender tersebut.
Penjualan SIG atas Penambahan KBLI selama tahun 2024-2028 rata-rata sebesar Rp20.350
Halaman - 57
Page 67
KJPP YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Studi Kelayakan – PT Samator Indo Gas Tbk (“SIG”)
Juta per tahun atau setara dengan 0,72% terhadap pendapatan SIG per 31 Desember 2023.
Pendapatan tersebut akan menjadi nilai tambah bagi SIG secara Konsolidasi.
2. Rata-rata gross profit margin atas Penambahan KBLI tahun 2024-2028 sebesar 10,00%. Laba
tersebut akan menjadi nilai tambah bagi SIG secara Konsolidasi.
3. Rata-rata net profit margin atas Penambahan KBLI tahun 2024-2028 sebesar 7,77%. Laba
tersebut akan menjadi nilai tambah bagi SIG secara Konsolidasi.
4. Nilai kas dan setara kas atas Penambahan KBLI pada akhir periode proyeksi tercatat sebesar
1,13% terhadap kas dan setara kas SIG per 31 Desember 2023.
6.7 Rasio Keuangan Penting atas Penambahan KBLI
Beberapa Rasio Keuangan Penting adalah sebagai berikut:
Figur 1. Rasio Keuangan Penting atas Penambahan KBLI
Keterangan 2024 2025 2026 2027 2028
LIQUIDITY RATIO
Current Ratio 278,29% 328,52% 386,76% 448,16% 480,10%
Quick Ratio 278,29% 328,52% 386,76% 448,16% 480,10%
Cash Ratio 87,81% 138,05% 196,29% 257,68% 311,77%
ACTIVITY RATIO
Days of Account Receivable Turnover 30 43 50 53 52
Days of Account Payable Turnover 18 25 29 31 35
PROFITABILITY RATIO
Gross Profit Margin 10,00% 10,00% 10,00% 10,00% 10,00%
Net Profit Margin 7,80% 7,66% 7,71% 7,79% 7,90%
Rate of Return on Assets 64,07% 37,57% 27,62% 22,64% 19,34%
Rate of Return On Equity 100,00% 54,02% 37,26% 29,15% 24,43%
Sumber: Manajemen SIG (Diolah oleh Y&R)
Rasio Likuiditas
Figur diatas menunjukkan SIG memiliki rasio likuiditas yang positif dimana SIG memiliki
kemampuan membayar seluruh utang jangka pendeknya melalui aset lancar. Pada tahun 2028,
Current Ratio, Quick Ratio dan Cash Ratio tercatat masing-masing sebesar 480,10%, 480,10% dan
311,77%.
Rasio Aktivitas
Semakin tinggi Days Account Receivable Turnover maka akan semakin lama Piutang Usaha yang
tertagih, begitu pula sebaliknya. Pada tahun 2028, Days Account Receivable Turnover tercatat lebih
cepat dari tahun sebelumnya menjadi 52 hari.
Semakin tinggi Days Account Payable Turnover maka akan semakin lama Utang Usaha dibayar, begitu
pula sebaliknya. Pada tahun 2028, Days Account Payable Turnover tercatat selama 35 hari, lebih lama
dibandingkan tahun sebelumnya.
Halaman - 58
Page 68
KJPP YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Studi Kelayakan – PT Samator Indo Gas Tbk (“SIG”)
Rasio Profitabilitas
Figur di atas menunjukkan bahwa Penambahan KBLI mampu mencatatkan kemampulabaanya
dengan profitability ratio yang positif. Pada tahun 2024 tercatat net profit margin sebesar 7,80%,
kemudian meningkat hingga tahun 2028 menjadi sebesar 7,90%.
6.8 Penetapan Tingkat Diskonto
Biaya Modal Untuk Ekuitas (Cost of Equity)
Mengacu pada ketentuan-ketentuan yang tercantum di POJK 35 Tahun 2020, penentuan biaya
modal untuk ekuitas wajib mengaplikasikan model Capital Asset Pricing Model (“CAPM”). Model ini
menyatakan bahwa biaya ekuitas adalah bunga bebas risiko ditambah premium untuk menutup
risiko sistimatis dari sekuritas saham, dengan formula sebagai berikut:
Ke = Rf + ß (Rm-Rf) + α
Dimana :
Rf = tingkat kembalian untuk investasi bebas risiko
ß = risiko sistimatis
Rm = tingkat kembalian yang diharapkan oleh pasar ekuitas
Rp = selisih antara Rm dengan Rf
α = risiko spesifik
Rf (Risk free rate), adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang dianggap tidak
memiliki kemungkinan gagal bayar. Untuk kasus Indonesia, instrumen bebas risiko yang dapat
dipilih adalah yield obligasi Pemerintah untuk jangka panjang.
Terkait dengan tanggal penilaian yang jatuh pada 31 Desember 2023, maka instrumen bebas risiko
yang dipilih didasarkan pada obligasi Pemerintah dengan bunga tetap yang dikeluarkan oleh
Pemerintah, yaitu SUN dalam mata uang Rupiah dengan tenor 30 tahun, yield sebesar 6,88% yang
merujuk pada S&P Capital IQ. Angka tersebut akan digunakan sebagai tingkat kembalian bebas
risiko (Rf).
Rp (Equity Risk Premium-ERP), adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas risiko dengan
tingkat kembalian investasi dalam bentuk penyertaan. Penentuan equity market risk premium
memasukkan premi untuk risiko spesifik negara (country-specific risk premiums) seperti volatilitas
harga saham untuk menghasilkan base equity market risk premium. Dengan mengikutkan risiko-
risiko ini, dihasilkan tingkat diskonto yang mengakomodasi perubahan-perubahan sentimen jangka
pendek di sekuritas pada pasar negara berkembang (emerging market).
Premi risiko pasar (Rm-Rf) ditentukan dengan menggunakan rujukan dari hasil Penelitian
Damodaran yang dimutakhirkan pada 01 Januari 2024 dengan risk premium untuk pasar negara
berkembang seperti Indonesia adalah sebesar 7,38% untuk Risk Premium Market dan sebesar
2,07% untuk Country Default Spread.
ß (Beta), Beta merupakan pengukur tingkat kepekaan pengembalian saham terhadap
pengembalian pasar saham secara keseluruhan (seperti index yang dikeluarkan oleh S&P 500 atau
IHSG). Koefisien beta kemudian digunakan dalam menghitung CAPM yang selanjutnya menjadi
dasar penentuan discount factor. Koefisien beta tersebut berasal dari data rata-rata industri yang
sejenis, yaitu industri gas.
Beta dari perusahaan-perusahaan pembanding digunakan untuk menghitung cost of equity, dimana
beta tersebut dihitung dari rata-rata unlevered beta. Cara ini dilakukan untuk menetralisir pengaruh
Halaman - 59
Page 69
KJPP YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Studi Kelayakan – PT Samator Indo Gas Tbk (“SIG”)
leverage yang ada di masing-masing perusahaan terhadap beta. Perusahaan yang sama dengan
leverage yang berbeda akan memiliki cost of equity yang berbeda pula, oleh karena itu pengaruh
leverage yang ada di tiap perusahaan perlu dinetralisir dengan cara menghitung unlevered beta.
Unlevered beta dihitung dengan formula sebagai berikut :
βL
βu =
1 + (1-T) x DER
Dimana :
T = Tarif Pajak Penghasilan Badan
DER = Debt to equity ratio
βL = Beta levered, yaitu ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang diukur secara
objektif dari responsivitas pengembalian perusahaan terhadap pergerakan
pengembalian portofolio pasar apabila dibandingkan dengan portofolio pasar
dengan pengaruh utang
βu = Beta unlevered, yaitu ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang diukur secara
objektif dari responsivitas pengembalian perusahaan terhadap pergerakan
pengembalian portofolio pasar apabila dibandingkan dengan portofolio pasar
tanpa pengaruh utang.
Adapun Beta perusahaan pembanding industri gas adalah sebagai berikut:
Figur 2. Beta Levered dan Un-Levered Perusahaan Pembanding
Effective
Beta Total Debt/ Beta
No. Perusahaan Tax Rate
Levered Market Cap Unlevered
(5 years)
1 PT ESSA Industries Indonesia Tbk. 1,22 27,21% 41,09% 1,05
2 Guangdong Huate Gas Co., Ltd 1,22 10,87% 14,79% 1,12
3 Hunan Kaimeite Gases Co., Ltd. 1,07 10,60% 9,49% 0,97
4 Ghani Global Holdings Limited 1,47 90,60% 32,98% 0,91
5 Peric Special Gases Co., Ltd. 1,40 0,11% 7,95% 1,39
6 Jinhong Gas Co.,Ltd. 1,17 13,01% 16,24% 1,05
7 Guangzhou Guanggang Gases & Energy Co.,Ltd. 1,48 4,64% 12,63% 1,43
8 Linde India Limited 0,86 0,04% 24,55% 0,86
9 Hangzhou Oxygen Plant Group Co.,Ltd. 1,04 18,72% 20,94% 0,90
Rata-rata 1,08
Sumber : S&P Capital IQ
Figur 3. DER Market
Market Capitalization Total Debt
No. Perusahaan
(Dalam Ribuan Rupiah) (Dalam Ribuan Rupiah)
1 PT ESSA Industries Indonesia Tbk. 9.130.297.121 2.483.944.551
2 Guangdong Huate Gas Co., Ltd 17.559.082.983 1.907.801.573
3 Hunan Kaimeite Gases Co., Ltd. 13.191.000.080 1.398.715.935
4 Ghani Global Holdings Limited 217.046.474 196.638.591
5 Peric Special Gases Co., Ltd. 39.139.404.544 43.297.045
6 Jinhong Gas Co.,Ltd. 25.128.550.925 3.270.404.933
7 Guangzhou Guanggang Gases & Energy Co.,Ltd. 37.457.014.901 1.738.783.127
Halaman - 60
Page 70
KJPP YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Studi Kelayakan – PT Samator Indo Gas Tbk (“SIG”)
Market Capitalization Total Debt
No. Perusahaan
(Dalam Ribuan Rupiah) (Dalam Ribuan Rupiah)
8 Linde India Limited 89.026.114.630 39.994.567
9 Hangzhou Oxygen Plant Group Co.,Ltd. 62.499.557.947 11.696.882.302
Total 293.348.069.606 22.776.462.625
DER Market 7,76%
Sumber : S&P Capital IQ
Unlevered beta rata-rata perusahaan pembanding yang diperoleh dari perhitungan ini adalah
sebesar 1,08 kemudian di-relever dengan tingkat leverage yang berlaku dipasar yaitu 7,76% sebesar
dengan formula sebagai berikut:
βL = βu x (1 + (1-T) x DER)
βL = 1,21 x (1 + (1 – 22,00%) x 7,76%)
= 1,14
α (Alpha), Faktor alpha merupakan risiko spesifik perusahaan yang mungkin mencerminkan jenis
properti, perusahaan dan premi risiko lainnya. Pada penilaian ini, faktor Alpha atau risiko spesifik
perusahaan adalah nol disebabkan telah dilakukan penyesuaian pada asumsi proyeksi SIG.
Berdasarkan uraian di atas, maka biaya modal ekuitas SIG adalah:
Figur 4. Biaya Modal Ekuitas
Keterangan Persentase
Risk Free Rate (Rf) 6,88%
Risk Premium Market (Rpm) 7,38%
Country Default Spread (CDS) 2,07%
β (Beta) 1,14
Alpha 0,00%
COST OF EQUITY 13,24%
Sumber : S&P Capital IQ (Diolah Y&R)
Biaya Utang (Cost of Debt)
Sesuai dengan AKB yang digunakan, yaitu arus kas bersih untuk perusahaan (free cash flow to firm),
maka tingkat diskonto yang digunakan adalah tingkat diskonto yang merupakan rata-rata
tertimbang biaya modal, baik yang berasal dari kreditor (pinjaman) maupun yang berasal dari
(investor) penyertaan. Penentuan posisi tingkat leverage yang optimal adalah mencari titik dimana
tambahan penghematan pajak yang berasal dari tambahan utang akan sama dengan tambahan
biaya bunga sebagai akibat dari risiko gagal bayar yang diantisipasi dari keberadaan keseluruhan
utang.
Dalam penilaian ini, untuk biaya bunga untuk utang digunakan tingkat bunga pinjaman rata-rata
dalam mata uang Rupiah yang berlaku yang bersumber dari pinjaman kredit investasi (Perusahaan)
Bank Indonesia Desember 2023. Berdasarkan biaya bunga tersebut maka diperoleh biaya modal
dengan perhitungan sebagai berikut:
Kd = i x (1-T)
Kd = 9,41% x (1 – 22,00%)
= 7,34%
Halaman - 61
Page 71
KJPP YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Studi Kelayakan – PT Samator Indo Gas Tbk (“SIG”)
Biaya Modal Tertimbang
Berikut adalah perhitungan WACC SIG untuk periode 31 Desember 2023:
Figur 5. WACC
Jenis Modal Biaya Modal Komposisi Tertimbang
Biaya Utang 7,34% 7,20% 0,53%
Biaya Ekuitas 13,24% 92,80% 12,29%
WACC 12,82%
Sumber : S&P Capital IQ (Diolah Y&R)
Dengan mempertimbangkan faktor-faktor di atas dan kekuatan atau kelebihan serta risiko yang
dihadapi, kami berpendapat bahwa tingkat diskonto untuk Penambahan KBLI SIG per 31 Desember
2023 sebesar 12,82% adalah wajar.
6.9 Tingkat Pertumbuhan pada Nilai Terminal
Untuk melakukan penilaian suatu bisnis dengan premis going concern dimana terdapat proyeksi
untuk periode waktu tetap dan periode waktu kekal, Penilai Bisnis perlu menghitung nilai bisnis
untuk periode waktu tetap dan periode waktu kekal. Nilai bisnis tersebut adalah jumlah dari nilai
periode waktu tetap dan periode waktu kekal yang disebut sebagai nilai terminal. Metode yang
digunakan untuk mengestimasi nilai terminal adalah Metode Kapitalisasi Pendapatan.
Dalam hal ini, asumsi yang digunakan terhadap Objek Studi Kelayakan adalah perusahaan yang
bersifat going concern, dimana perusahaan diperkirakan akan berjalan terus untuk jangka waktu
yang tidak terhingga, meskipun terjadi pergantian pemilik atau manajemen. Berdasarkan data yang
diperoleh menurut (www.alliedmarketresearch.com), dipoyeksikan CAGR untuk industri gas medis
global sebesar 7% dari tahun 2023-2032. Namun dalam analisis Studi Kelayakan ini, kami
menggunakan tingkat pertumbuhan sebesar 3,55%, berdasarkan pada Dataset: Economic Outlook
No. 103 – July 2018 – Longterm baseline projections.
6.10 Analisis Kelayakan Proyek
Berdasarkan asumsi-asumsi yang telah disampaikan diatas, maka analisis kelayakan akan dilakukan
dengan menggunakan parameter Net Present Value (“NPV”). NPV merupakan selisih antara nilai sekarang
dari arus kas yang masuk dengan nilai sekarang dari arus kas yang keluar pada periode waktu tertentu.
NPV positif terjadi jika bisnis yang dipilih layak untuk dijalankan dan mendatangkan keuntungan,
sehingga bisnis yang dianalisis termasuk kedalam rekomendasi untuk segera dimulai, begitu pula
sebaliknya. Berikut adalah hasil perhitungan NPV atas Penambahan KBLI:
Figur 6. Analisis Kelayakan Proyek
(Dalam Jutaan Rupiah)
2024 2025 2026 2027 2028
Keterangan
Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des
PROJECT ANALYSIS
Laba Bersih 1.223 1.436 1.579 1.743 1.933
Bunga * (1-Pajak) 0 0 0 0 0
Depresiasi 0 0 0 0 0
Capital Expenditures 0 0 0 0 0
Perubahan Modal Kerja (620) (432) (284) (217) 132
Halaman - 62
Page 72
KJPP YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Studi Kelayakan – PT Samator Indo Gas Tbk (“SIG”)
2024 2025 2026 2027 2028
Keterangan
Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des
Terminal Value 3,55% 23.088
TOTAL 602 1.004 1.295 1.526 25.153
Discount Factor 12,82% 0,89 0,79 0,70 0,62 0,55
Present Value 534 789 902 942 13.764
Net Present Value 16.930
Besaran NPV yang diperoleh dari Penambahan KBLI adalah sebesar Rp16.930 Juta (Enam Belas
Miliar Sembilan Ratus Tiga Puluh Juta Rupiah).
6.11 Analisis Break Even Point
Untuk mengetahui sebuah titik dimana biaya atau pengeluaran dan pendapatan adalah seimbang
sehingga tidak ada kerugian atau keuntungan, maka dilakukan analisis Break Even Point. Apabila
nilai Break Even Point lebih rendah dibandingkan dengan pendapatan yang diperoleh, maka dapat
disimpulkan proyek tersebut layak.
Pada Penambahan KBLI ini, analisis Break Even Point menghasilkan nilai nihil dikarenakan tidak
terdapat biaya tetap terkait kegiatan usaha instalasi gas medis. Seluruh biaya tetap telah dicakup
dalam kegiatan usaha eksisting (non instalasi gas medis), sedangkan biaya kegiatan usaha instalasi
gas medis hanya berupa biaya variabel yang dibayarkan kepada PT Sandana selaku pelaksana
teknis.
6.12 Analisis Profitabilitas
Rasio profitabilitas merupakan rasio untuk menilai kemampuan perusahaan dalam mencari
keuntungan atau laba dalam suatu periode tertentu. Untuk mengukur kemampuan perusahaan
dalam menghasilkan laba, berikut hasil analasisis profitabilitas atas Penambahan KBLI:
Figur 7. Analisis Profitabilitas
2024 2025 2026 2027 2028
Keterangan
Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des
Penjualan 15.674 18.756 20.481 22.377 24.463
Laba (Rugi) Bersih 1.223 1.436 1.579 1.743 1.933
Net Profit Margin 7,80% 7,66% 7,71% 7,79% 7,90%
Rasio profitabilitas di atas menunjukkan kemampuan menghasilkan laba atas Penambahan KBLI
selama periode proyeksi. Penambahan KBLI, menghasilkan laba bersih pada akhir periode proyeksi
sebesar 7,90% dari total pendapatan.
6.13 Analisis Tingkat Imbal Balik Investasi
Return on Invesment merupakan rasio yang menunjukan seberapa banyak laba bersih yang bisa
diperoleh dari seluruh kekayaan yang dimiliki perusahaan. Untuk mengukur hal tersebut, berikut
Return on Invesment yang dihasilkan:
Halaman - 63
Page 73
KJPP YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Studi Kelayakan – PT Samator Indo Gas Tbk (“SIG”)
Figur 8. Analisis Tingkat Imbal Balik Investasi
2024 2025 2026 2027 2028
Analisa Tingkat Imbal Balik Investasi
Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des
Total Aset 1.908 3.822 5.715 7.699 9.996
Laba (Rugi) Bersih 1.223 1.436 1.579 1.743 1.933
Rate of Return on Invesment 64,07% 37,57% 27,62% 22,64% 19,34%
Return on Invesment di atas menunjukkan angka positif, dengan imbal hasil atas investasi pada akhir
periode proyeksi sebesar 19,34% dan rata-rata sebesar 34,25%.
6.14 Analisis Sensitivitas
Untuk menguji kepekaan suatu proyek terhadap berbagai faktor ekonomi, maka berikut ini
disajikan analisa sensitivitas terhadap rencana Penambahan KBLI yang akan dilakukan oleh SIG:
Figur 9. Analisis Sensitivitas (Penjualan yang Menurun)
Analisis Sensitivitas Normal 1,00% 2,00% 3,00% 4,00% 5,00%
Penurunan Penjualan
Net Present Value (NPV) 15.216 13.501 11.787 10.073 8.359 15.216
Return On Investment (ROI) 30,81% 27,37% 23,93% 20,49% 17,04% 30,81%
Profitability Index (PI) 14,23 12,74 11,25 9,76 8,27 14,23
Break Even Point (BEP) - - - - -
In Rupiah (Average) 0 0 0 0 0 0
In % to Revenue (Average) 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Figur 10. Analisis Sensitivitas (Beban Pokok Pendapatan yang Meningkat)
Analisis Sensitivitas Normal 1,00% 2,00% 3,00% 4,00% 5,00%
Peningkatan Beban Pokok
Penjualan
Net Present Value (NPV) 16.930 16.930 16.930 16.930 16.930 16.930
Return On Investment (ROI) 34,25% 34,25% 34,25% 34,25% 34,25% 34,25%
Profitability Index (PI) 15,73 15,73 15,73 15,73 15,73 15,73
Break Even Point (BEP) - - - - - -
In Rupiah (Average) 0 0 0 0 0 0
In % to Revenue (Average) 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Halaman - 64
Page 74
KJPP YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Studi Kelayakan – PT Samator Indo Gas Tbk (“SIG”)
Figur 11. Analisis Sensitivitas
Analisis Sensitivitas
20.000
15.000
10.000
5.000
-
1,00% 2,00% 3,00% 4,00% 5,00%
Penurunan Penjualan Peningkatan Beban Pokok Penjualan
Dari analisis sensitivitas yang dilakukan, terlihat bahwa rencana SIG relatif lebih sensitif terhadap
penurunan penjualan.
6.15 Kesimpulan
Berdasarkan kajian, evaluasi aspek pasar, teknis, pola bisnis, kelayakan model manajemen dan
analisa keuangan serta proyeksi-proyeksi lainnya dengan syarat asumsi-asumsi yang telah
ditetapkan dapat terpenuhi, maka dapat disimpulkan bahwa rencana Penambahan KBLI yang akan
dilaksanakan oleh SIG adalah LAYAK.
Halaman - 65
Page 75
KJPP YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Studi Kelayakan – PT Samator Indo Gas Tbk (“SIG”)
BAB VII
KUALIFIKASI PENILAI BISNIS
Penilai Bisnis yang menandatangani laporan studi kelayakan ini merupakan Penilai Bisnis bersertifikat
dengan perizinan sebagai berikut :
No. Izin Penilai : B-1.08.00045
No. MAPPI : 02-S-01532
No. STTD Bapepam LK : STTD.PB-38/PM.2/2018
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis (B)
Halaman - 66
Page 76
LAMPIRAN KEUANGAN
Page 77
PROYEKSI KEUANGAN TANPA ADANYA PENAMBAHAN KBLI
Page 78
Proyeksi Laporan Keuangan - Tanpa Adanya Penambahan KBLI 12,02% 19,28% 13,10% 13,14% 13,21%
Laporan Laba Rugi 53,94% 52,67% 51,79% 51,07% 50,80%
PT SAMATOR INDO GAS 5,76% 20,16% 14,75% 13,42% 10,74%
Dalam Jutaan Rupiah 1.000 -1,73% 5,93% 5,96% 5,99% 6,02%
49,45% 46,84% 33,95% 35,13% 30,90%
KETERANGAN 2024 2025 2026 2027 2028
Penjualan bersih 3.162.023 3.771.557 4.265.766 4.826.107 5.463.620
Produk gas 2.929.380 3.493.164 3.961.781 4.493.973 5.100.522
Jasa & peralatan 232.644 278.393 303.984 332.134 363.099
Beban Pokok Penjualan (1.705.444) (1.986.582) (2.209.139) (2.464.811) (2.775.634)
Airgas (1.550.147) (1.810.315) (2.016.669) (2.272.244) (2.565.114)
Raw Material (160.882) (209.590) (237.707) (269.638) (306.031)
Direct Labor (73.135) (76.792) (80.632) (84.663) (88.896)
Factory Overhead (774.282) (923.300) (1.047.163) (1.210.299) (1.399.155)
Electricity Cost 0 0 0 0 0
Purchasing Cost for Traded Gases (261.800) (312.185) (354.066) (401.628) (455.836)
Other Costs (Beginning - Ending Inventory) 0 0 0 0 0
Depreciation (280.047) (288.449) (297.102) (306.015) (315.196)
Medical Equipment & Others (155.298) (176.266) (192.469) (192.567) (210.520)
Service, Installation and Equipment Cost (excl. Depreciation) (155.298) (176.266) (192.469) (192.567) (210.520)
Depreciation 0 0 0 0 0
Laba (Rugi) Kotor 1.456.579 1.784.975 2.056.627 2.361.296 2.687.986
Pendapatan lain-lain 6.841 6.841 6.841 6.841 6.841
Beban penjualan (526.390) (632.484) (725.745) (823.104) (911.531)
Beban umum dan administrasi (316.406) (335.161) (355.132) (376.403) (399.062)
Beban keuangan (323.344) (369.996) (367.077) (327.743) (272.837)
Pendapatan keuangan 28.080 23.577 24.433 23.882 20.557
Laba (Rugi) Sebelum Pajak 325.360 477.752 639.946 864.769 1.131.954
Beban Pajak (71.579) (105.105) (140.788) (190.249) (249.030)
Laba (Rugi) Tahun Berjalan 253.781 372.647 499.158 674.520 882.924
Page 79
Proyeksi Laporan Keuangan - Tanpa Adanya Penambahan KBLI
Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
PT SAMATOR INDO GAS
Dalam Jutaan Rupiah 1.000
KETERANGAN 2024 2025 2026 2027 2028
Aset
Aset Lancar
Kas & Setara Kas 575.804 1.164.779 1.207.616 1.180.058 1.013.820
Investasi jangka pendek 0 0 0 0 0
Piutang Usaha 529.181 578.887 644.924 724.638 779.679
Piutang lain-lain :
Pihak Ketiga 34.090 34.090 34.090 34.090 34.090
Pihak Berelasi 14.052 14.052 14.052 14.052 14.052
Persediaan 461.322 506.575 544.771 580.487 617.923
Pajak dibayar dimuka 2.221 2.221 2.221 2.221 2.221
Biaya dibayar dimuka 8.656 8.656 8.656 8.656 8.656
Uang muka pembelian 28.997 28.997 28.997 28.997 28.997
Total Aset Lancar 1.654.323 2.338.257 2.485.327 2.573.198 2.499.437
Aset Tidak Lancar
Penyertaan Saham 0 0 0 0 0
Uang Muka Pembelian 213.125 213.125 213.125 213.125 213.125
Biaya dibayar dimuka 1.813 1.813 1.813 1.813 1.813
Taksiran tagihan pajak penghasilan 26142 26142 26142 26142 26142
Aset Tetap 6.665.073 6.799.173 6.823.173 6.896.272 7.026.377
Aset Hak Guna 3.424 3.424 3.424 3.424 3.424
Aset tidak lancar lainnya 117.041 117.041 117.041 117.041 117.041
Total Aset Tidak Lancar 7.026.618 7.160.718 7.184.718 7.257.817 7.387.922
Total Aset 8.680.941 9.498.975 9.670.045 9.831.016 9.887.359
Liabilitas & Ekuitas
Liabilitas Jangka Pendek
Utang Bank 0 0 0 0 0
Utang Usaha 141.343 167.241 191.009 215.322 261.863
Utang Lain-Lain 104.032 104.032 104.032 104.032 104.032
Utang Pajak 62.068 62.068 62.068 62.068 62.068
Beban masih harus dibayar 64.423 64.423 64.423 64.423 64.423
Uang muka pelanggan 6.432 6.432 6.432 6.432 6.432
Jaminan Pelanggan 66.654 66.654 66.654 66.654 66.654
Utang Dividen 0 0 0 0 0
Utang Jangka Panjang - Jatuh Tempo dalam Satu Tahun :
Bank 6.600 179.840 394.549 540.000 630.720
Sewa Pembiayaan 40.296 31.038 18.613 8.622 9.261
Lembaga Keuangan 3.296 1.178 0 0 0
Obligasi 125.800 139.800 124.700 324.500 153.500
Total Liabilitas Jangka Pendek 620.944 822.707 1.032.480 1.392.053 1.358.952
Liabilitas Jangka Panjang
Utang pihak berelasi
Liabilitas pajak tangguhan 159.198 159.198 159.198 159.198 159.198
Utang jangka panjang setelah dikurangi bagian yang
jatuh tempo dlm 1 thn :
Bank 3.014.368 3.430.009 3.035.460 2.495.460 1.864.740
Sewa Pembiayaan 111.577 80.539 61.927 53.305 44.045
Lembaga Keuangan 1.178 (0) (0) (0) (0)
Obligasi 742.500 602.700 478.000 153.500 0
Laba ditangguhkan atas transaksi jual dan sewa balik 4.795 4.795 4.795 4.795 4.795
Liabilitas diestimasi atas imbalan kerja 44.453 44.453 44.453 44.453 44.453
Total Liabilitas Jangka Panjang 4.078.070 4.321.694 3.783.833 2.910.711 2.117.231
Total Liabilitas 4.699.013 5.144.401 4.816.313 4.302.764 3.476.183
Ekuitas
Modal Saham 1.533.330 1.533.330 1.533.330 1.533.330 1.533.330
Tambahan modal disetor 370.021 370.021 370.021 370.021 370.021
Saham treasuri 0 0 0 0 0
Selisih Kurs dari tambahan modal disetor 17.600 17.600 17.600 17.600 17.600
Saldo Laba 1.055.502 1.422.383 1.915.200 2.582.744 3.457.995
Komponen Ekuitas Lainnya 912.132 912.132 912.132 912.132 912.132
Sub total 3.888.585 4.255.466 4.748.283 5.415.827 6.291.078
Kepentingan non pengendali 93.342 99.107 105.449 112.425 120.098
Total Ekuitas 3.981.927 4.354.574 4.853.732 5.528.252 6.411.176
Total Liabilitas dan Ekuitas 8.680.941 9.498.975 9.670.045 9.831.015 9.887.359
Page 80
Proyeksi Laporan Keuangan - Tanpa Adanya Penambahan KBLI
Laporan Arus Kas
PT SAMATOR INDO GAS
Dalam Jutaan Rupiah 1.000
KETERANGAN 2024 2025 2026 2027 2028
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Laba (rugi) tahun berjalan 253.781 372.647 499.158 674.520 882.924
Penyusutan 187.802 435.120 447.445 460.121 473.158
Perubahan modal kerja:
Aset operasional (8.619) (94.959) (104.233) (115.429) (92.477)
Liabilitas operasional 17.682 25.899 23.768 24.313 46.541
Kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi 450.646 738.707 866.138 1.043.524 1.310.147
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Aset 0 0 0 0 0
Capex (1.061.142) (569.220) (471.445) (533.221) (603.263)
Kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi (1.061.142) (569.220) (471.445) (533.221) (603.263)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Liabilitas dan ekuitas lainnya 0 0 0 0 0
Penambahan:
Utang jangka panjang 1.104.519 595.481 0 0 0
Pembayaran:
Utang jangka pendek (21.855) 0 0 0 0
Utang jangka panjang 41.296 (6.600) (179.840) (394.549) (540.000)
Obligasi atas sewa guna usaha modal (73.504) (40.296) (31.038) (18.613) (8.622)
Lembaga keuangan (3.208) (3.296) (1.178) - -
Obligasi (435.529) (125.800) (139.800) (124.700) (324.500)
Deviden 0 0 0 0 0
Kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan 611.719 419.489 (351.856) (537.862) (873.122)
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN SETARA KAS 1.223 588.975 42.837 (27.559) (166.238)
KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN 574.580 575.804 1.164.779 1.207.616 1.180.058
KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN 575.804 1.164.779 1.207.616 1.180.058 1.013.820
Page 81
PROYEKSI KEUANGAN DENGAN ADANYA PENAMBAHAN KBLI
Page 82
Proyeksi Laporan Keuangan - Dengan Adanya Penambahan KBLI 12,57% 19,28% 13,08% 13,12% 13,19%
Laporan Laba Rugi 54,11% 52,86% 51,97% 51,25% 50,98%
PT SAMATOR INDO GAS 5,76% 20,16% 14,75% 13,42% 10,74%
Dalam Jutaan Rupiah 1.000 -1,73% 5,93% 5,96% 5,99% 6,02%
50,17% 46,70% 33,86% 35,05% 30,85%
KETERANGAN 2024 2025 2026 2027 2028
Penjualan bersih 3.177.698 3.790.314 4.286.246 4.848.484 5.488.084
Produk gas 2.929.380 3.493.164 3.961.781 4.493.973 5.100.522
Jasa & peralatan 248.318 297.150 324.465 354.511 387.562
Beban Pokok Penjualan (1.719.551) (2.003.463) (2.227.571) (2.484.951) (2.797.651)
Airgas (1.550.147) (1.810.315) (2.016.669) (2.272.244) (2.565.114)
Raw Material (160.882) (209.590) (237.707) (269.638) (306.031)
Direct Labor (73.135) (76.792) (80.632) (84.663) (88.896)
Factory Overhead (774.282) (923.300) (1.047.163) (1.210.299) (1.399.155)
Electricity Cost 0 0 0 0 0
Purchasing Cost for Traded Gases (261.800) (312.185) (354.066) (401.628) (455.836)
Other Costs (Beginning - Ending Inventory) 0 0 0 0 0
Depreciation (280.047) (288.449) (297.102) (306.015) (315.196)
Medical Equipment & Others (169.404) (193.147) (210.902) (212.707) (232.537)
Service, Installation and Equipment Cost (excl. Depreciation) (169.404) (193.147) (210.902) (212.707) (232.537)
Depreciation 0 0 0 0 0
Laba (Rugi) Kotor 1.458.147 1.786.851 2.058.675 2.363.534 2.690.432
Pendapatan lain-lain 6.841 6.841 6.841 6.841 6.841
Beban penjualan (526.390) (632.484) (725.745) (823.104) (911.531)
Beban umum dan administrasi (316.406) (335.161) (355.132) (376.403) (399.062)
Beban keuangan (323.344) (369.996) (367.077) (327.743) (272.837)
Pendapatan keuangan 28.080 23.542 24.409 23.879 20.590
Laba (Rugi) Sebelum Pajak 326.928 479.593 641.971 867.004 1.134.433
Tahun Berjalan : (71.924) (105.511) (141.234) (190.741) (249.575)
Laba (Rugi) Tahun Berjalan 255.004 374.083 500.737 676.263 884.858
Page 83
Proyeksi Laporan Keuangan - Dengan Adanya Penambahan KBLI
Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
PT SAMATOR INDO GAS
Dalam Jutaan Rupiah 1.000
KETERANGAN 2024 2025 2026 2027 2028
Aset
Aset Lancar
Kas & Setara Kas 576.406 1.166.385 1.210.517 1.184.484 1.020.311
Investasi jangka pendek 0 0 0 0 0
Piutang Usaha 530.488 581.103 647.739 727.910 783.184
Piutang lain-lain :
Pihak Ketiga 34.090 34.090 34.090 34.090 34.090
Pihak Berelasi 14.052 14.052 14.052 14.052 14.052
Persediaan 461.322 506.575 544.771 580.487 617.923
Pajak dibayar dimuka 2.221 2.221 2.221 2.221 2.221
Biaya dibayar dimuka 8.656 8.656 8.656 8.656 8.656
Uang muka pembelian 28.997 28.997 28.997 28.997 28.997
Total Aset Lancar 1.656.232 2.342.080 2.491.043 2.580.897 2.509.433
Aset Tidak Lancar
Penyertaan Saham 0 0 0 0 0
Uang Muka Pembelian 213.125 213.125 213.125 213.125 213.125
Biaya dibayar dimuka 1.813 1.813 1.813 1.813 1.813
Taksiran tagihan pajak penghasilan 26.142 26.142 26.142 26.142 26.142
Aset Tetap 6.665.073 6.799.173 6.823.173 6.896.272 7.026.377
Aset Hak Guna 3.424 3.424 3.424 3.424 3.424
Aset tidak lancar lainnya 117.041 117.041 117.041 117.041 117.041
Total Aset Tidak Lancar 7.026.618 7.160.718 7.184.718 7.257.817 7.387.922
Total Aset 8.682.849 9.502.797 9.675.760 9.838.714 9.897.356
Liabilitas & Ekuitas
Liabilitas Jangka Pendek
Utang Bank 0 0 0 0 0
Utang Usaha 142.028 168.405 192.487 217.040 263.945
Utang Lain-Lain 104.032 104.032 104.032 104.032 104.032
Utang Pajak 62.068 62.068 62.068 62.068 62.068
Beban masih harus dibayar 64.423 64.423 64.423 64.423 64.423
Uang muka pelanggan 6.432 6.432 6.432 6.432 6.432
Jaminan Pelanggan 66.654 66.654 66.654 66.654 66.654
Utang Dividen 0 0 0 0 0
Utang Jangka Panjang - Jatuh Tempo dalam Satu Tahun :
Bank 6.600 179.840 394.549 540.000 630.720
Sewa Pembiayaan 40.296 31.038 18.613 8.622 9.261
Lembaga Keuangan 3.296 1.178 0 0 0
Obligasi 125.800 139.800 124.700 324.500 153.500
Total Liabilitas Jangka Pendek 621.630 823.870 1.033.958 1.393.770 1.361.035
Liabilitas Jangka Panjang
Utang pihak berelasi
Liabilitas pajak tangguhan 159.198 159.198 159.198 159.198 159.198
Utang jangka panjang setelah dikurangi bagian yang
jatuh tempo dlm 1 thn :
Bank 3.014.368 3.430.009 3.035.460 2.495.460 1.864.740
Sewa Pembiayaan 111.577 80.539 61.927 53.305 44.045
Lembaga Keuangan 1.178 (0) (0) (0) (0)
Obligasi 742.500 602.700 478.000 153.500 0
Laba ditangguhkan atas transaksi jual dan sewa balik 4.795 4.795 4.795 4.795 4.795
Liabilitas diestimasi atas imbalan kerja 44.453 44.453 44.453 44.453 44.453
Total Liabilitas Jangka Panjang 4.078.070 4.321.694 3.783.833 2.910.711 2.117.231
Total Liabilitas 4.699.699 5.145.564 4.817.790 4.304.482 3.478.265
Ekuitas
Modal Saham 1.533.330 1.533.330 1.533.330 1.533.330 1.533.330
Tambahan modal disetor 370.021 370.021 370.021 370.021 370.021
Saham treasuri 0 0 0 0 0
Selisih Kurs dari tambahan modal disetor 17.600 17.600 17.600 17.600 17.600
Saldo Laba 1.056.725 1.425.042 1.919.438 2.588.725 3.465.909
Komponen Ekuitas Lainnya 912.132 912.132 912.132 912.132 912.132
Sub total 3.889.808 4.258.125 4.752.521 5.421.808 6.298.992
Kepentingan non pengendali 93.342 99.107 105.449 112.425 120.098
Total Ekuitas 3.983.150 4.357.232 4.857.970 5.534.233 6.419.090
Total Liabilitas dan Ekuitas 8.682.849 9.502.797 9.675.760 9.838.714 9.897.355
Page 84
Proyeksi Laporan Keuangan - Dengan Adanya Penambahan KBLI
Laporan Arus Kas
PT SAMATOR INDO GAS
Dalam Jutaan Rupiah 1.000
KETERANGAN 2024 2025 2026 2027 2028
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Laba (rugi) tahun berjalan 255.004 374.083 500.737 676.263 884.858
Penyusutan 187.802 435.120 447.445 460.121 473.158
Perubahan modal kerja:
Aset operasional (9.925) (95.869) (104.831) (115.887) (92.709)
Liabilitas operasional 18.367 26.376 24.082 24.553 46.905
Kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi 451.248 739.711 867.433 1.045.050 1.312.212
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Aset 0 0 0 0 0
Capex (1.061.142) (569.220) (471.445) (533.221) (603.263)
Kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi (1.061.142) (569.220) (471.445) (533.221) (603.263)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Liabilitas dan ekuitas lainnya 0 0 0 0 0
Penambahan:
Utang jangka panjang 1.104.519 595.481 0 0 0
Pembayaran:
Utang jangka pendek (21.855) 0 0 0 0
Utang jangka panjang 41.296 (6.600) (179.840) (394.549) (540.000)
Obligasi atas sewa guna usaha modal (73.504) (40.296) (31.038) (18.613) (8.622)
Lembaga keuangan (3.208) (3.296) (1.178) 0 0
Obligasi (435.529) (125.800) (139.800) (124.700) (324.500)
Deviden 0 0 0 0 0
Kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan 611.719 419.489 (351.856) (537.862) (873.122)
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN SETARA KAS 1.826 589.979 44.132 (26.033) (164.173)
KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN 574.580 576.406 1.166.385 1.210.517 1.184.484
KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN 576.406 1.166.385 1.210.517 1.184.484 1.020.311
Page 85
ANALISIS INKREMENTAL
Page 86
Analisis Inkremental - Dengan dan Tanpa Adanya Penambahan KBLI
Laporan Laba Rugi
PT SAMATOR INDO GAS 12,67% 16,51% 11,19% 11,55% 12,58%
Dalam Jutaan Rupiah 1.000
KETERANGAN 2024 2025 2026 2027 2028
Penjualan bersih 15.674 18.756 20.481 22.377 24.463
Produk gas 0 0 0 0 0
Jasa & peralatan 15.674 18.756 20.481 22.377 24.463
Beban Pokok Penjualan (14.107) (16.881) (18.433) (20.139) (22.017)
Airgas 0 0 0 0 0
Raw Material 0 0 0 0 0
Direct Labor 0 0 0 0 0
Factory Overhead 0 0 0 0 0
Electricity Cost 0 0 0 0 0
Purchasing Cost for Traded Gases 0 0 0 0 0
Other Costs (Beginning - Ending Inventory) 0 0 0 0 0
Depreciation 0 0 0 0 0
Medical Equipment & Others (14.107) (16.881) (18.433) (20.139) (22.017)
Service, Installation and Equipment Cost (excl. Depreciation) (14.107) (16.881) (18.433) (20.139) (22.017)
Depreciation 0 0 0 0 0
Laba (Rugi) Kotor 1.567 1.876 2.048 2.238 2.446
Pendapatan lain-lain 0 0 0 0 0
Beban penjualan 0 0 0 0 0
Beban umum dan administrasi 0 0 0 0 0
Beban keuangan 0 0 0 0 0
Pendapatan keuangan 0 (34) (24) (3) 32
Laba (Rugi) Sebelum Pajak 1.567 1.841 2.024 2.235 2.479
Tahun Berjalan : (345) (405) (445) (492) (545)
Laba (Rugi) Tahun Berjalan 1.223 1.436 1.579 1.743 1.933
Page 87
Analisis Inkremental - Dengan dan Tanpa Adanya Penambahan KBLI
Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
PT SAMATOR INDO GAS
Dalam Jutaan Rupiah 1.000
KETERANGAN 2024 2025 2026 2027 2028
Aset
Aset Lancar
Kas & Setara Kas 602 1.606 2.901 4.427 6.491
Investasi jangka pendek 0 0 0 0 0
Piutang Usaha 1.306 2.216 2.815 3.272 3.505
Piutang lain-lain :
Pihak Ketiga 0 0 0 0 0
Pihak Berelasi 0 0 0 0 0
Persediaan 0 0 0 0 0
Pajak dibayar dimuka 0 0 0 0 0
Biaya dibayar dimuka 0 0 0 0 0
Uang muka pembelian 0 0 0 0 0
Total Aset Lancar 1.908 3.822 5.715 7.699 9.996
Aset Tidak Lancar
Penyertaan Saham 0 0 0 0 0
Uang Muka Pembelian 0 0 0 0 0
Biaya dibayar dimuka 0 0 0 0 0
Taksiran tagihan pajak penghasilan 0 0 0 0 0
Aset Tetap 0 0 0 0 0
Aset Hak Guna 0 0 0 0 0
Aset tidak lancar lainnya 0 0 0 0 0
Total Aset Tidak Lancar 0 0 0 0 0
Total Aset 1.908 3.822 5.715 7.699 9.996
Liabilitas & Ekuitas
Liabilitas Jangka Pendek
Utang Bank 0 0 0 0 0
Utang Usaha 686 1.163 1.478 1.718 2.082
Utang Lain-Lain 0 0 0 0 0
Utang Pajak 0 0 0 0 0
Beban masih harus dibayar 0 0 0 0 0
Uang muka pelanggan 0 0 0 0 0
Jaminan Pelanggan 0 0 0 0 0
Utang Dividen 0 0 0 0 0
Utang Jangka Panjang - Jatuh Tempo dalam Satu Tahun : 0 0 0 0 0
Bank 0 0 0 0 0
Sewa Pembiayaan 0 0 0 0 0
Lembaga Keuangan 0 0 0 0 0
Obligasi 0 0 0 0 0
Total Liabilitas Jangka Pendek 686 1.163 1.478 1.718 2.082
Liabilitas Jangka Panjang
Utang pihak berelasi
Liabilitas pajak tangguhan 0 0 0 0 0
Utang jangka panjang setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo
dlm 1 thn :
Bank 0 0 0 0 0
Sewa Pembiayaan 0 0 0 0 0
Lembaga Keuangan 0 0 0 0 0
Obligasi 0 0 0 0 0
Laba ditangguhkan atas transaksi jual dan sewa balik 0 0 0 0 0
Liabilitas diestimasi atas imbalan kerja 0 0 0 0 0
Total Liabilitas Jangka Panjang 0 0 0 0 0
Total Liabilitas 686 1.163 1.478 1.718 2.082
Ekuitas
Modal Saham 0 0 0 0 0
Tambahan modal disetor 0 0 0 0 0
Saham treasuri 0 0 0 0 0
Selisih Kurs dari tambahan modal disetor 0 0 0 0 0
Saldo Laba 1.223 2.659 4.238 5.981 7.914
Komponen Ekuitas Lainnya 0 0 0 0 0
Sub total 1.223 2.659 4.238 5.981 7.914
Kepentingan non pengendali 0 0 0 0 0
Total Ekuitas 1.223 2.659 4.238 5.981 7.914
Total Liabilitas dan Ekuitas 1.908 3.822 5.715 7.699 9.996
Page 88
Analisis Inkremental - Dengan dan Tanpa Adanya Penambahan KBLI
Laporan Arus Kas
PT SAMATOR INDO GAS
Dalam Jutaan Rupiah 1.000
KETERANGAN 2024 2025 2026 2027 2028
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Laba (rugi) tahun berjalan 1.223 1.436 1.579 1.743 1.933
Penyusutan 0 0 0 0 0
Perubahan modal kerja:
Aset operasional (1.306) (910) (599) (457) (233)
Liabilitas operasional 686 478 314 240 364
Kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi 602 1.004 1.295 1.526 2.065
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Aset 0 0 0 0 0
Capex 0 0 0 0 0
Kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi 0 0 0 0 0
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Liabilitas dan ekuitas lainnya 0 0 0 0 0
Penambahan:
Utang jangka panjang 0 0 0 0 0
Pembayaran:
Utang jangka pendek 0 0 0 0 0
Utang jangka panjang 0 0 0 0 0
Obligasi atas sewa guna usaha modal 0 0 0 0 0
Lembaga keuangan 0 0 0 0 0
Obligasi 0 0 0 0 0
Deviden 0 0 0 0 0
Kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan 0 0 0 0 0
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN SETARA KAS 602 1.004 1.295 1.526 2.065
KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN 0 602 1.606 2.901 4.427
KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN 602 1.606 2.901 4.427 6.491
Page 89
ANALISIS KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI
Page 90
ANALISIS KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI
PT SAMATOR INDO GAS
Dalam Jutaan Rupiah 1 2 3 4 5
5,0
KETERANGAN 2024 2025 2026 2027 2028
ANALISIS
Laba Bersih 1.223 1.436 1.579 1.743 1.933
Bunga * (1-Pajak) 0 0 0 0 0
Depresiasi 0 0 0 0 0
Capital Expenditures 0 0 0 0 0
Perubahan Modal Kerja (620) (432) (284) (217) 132
Terminal Value 3,55% 23.088
TOTAL 602 1.004 1.295 1.526 25.153
Discount Factor 12,82% 0,89 0,79 0,70 0,62 0,55
Present Value 534 789 902 942 13.764
Net Present Value 16.930 Positive ==> FEASIBLE
Profitability Index 15,73 ==> FEASIBLE
Return On Investment 64,07% 37,57% 27,62% 22,64% 19,34%
ROI 34,25%
BREAK EVEN POINT
PT SAMATOR INDO GAS
Dalam Jutaan Rupiah
1,0 2,0 3,0 4,0 5,0
KETERANGAN 2024 2025 2026 2027 2028
BIAYA TETAP
Beban 0 0 0 0 0
Bunga 0 0 0 0 0
Subtotal Biaya Tetap 0 0 0 0 0
BIAYA VARIABEL 14.107 16.881 18.433 20.139 22.017
PENJUALAN 15.674 18.756 20.481 22.377 24.463
BREAK EVEN POINT
Dalam Rupiah 0 0 0 0 0 0
Dalam % terhadap Penjualan 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
RASIO KEUANGAN
PT SAMATOR INDO GAS
365 365 365 365 365
1,0 2,0 3,0 4,0 5,0
KETERANGAN 2024 2025 2026 2027 2028
LIQUIDITY RATIO
Current Ratio 278,29% 328,52% 386,76% 448,16% 480,10%
Quick Ratio 278,29% 328,52% 386,76% 448,16% 480,10%
Cash Ratio 87,81% 138,05% 196,29% 257,68% 311,77%
ACTIVITY RATIO
Days of Account Receivable Turnover 30 43 50 53 52
Days of Account Payable Turnover 18 25 29 31 35
SOLVABILITY RATIO
Total Debt to Equity Ratio 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Total Debt to Assets Ratio 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
PROFITABILITY RATIO
Gross Profit Margin 10,00% 10,00% 10,00% 10,00% 10,00%
Net Profit Margin 7,80% 7,66% 7,71% 7,79% 7,90%
Rate of Return on Assets 64,07% 37,57% 27,62% 22,64% 19,34%
Rate of Return On Equity 100,00% 54,02% 37,26% 29,15% 24,43%
Page 91
SENSITIVITY
PT SAMATOR INDO GAS
CONDITION CHANGES
KETERANGAN Normal
1,00% 2,00% 3,00% 4,00% 5,00%
Penurunan Penjualan 99,00% 98,00% 97,00% 96,00% 95,00%
Net Present Value (NPV) 16.930 15.216 13.501 11.787 10.073 8.359
Return On Investment (ROI) 34,25% 30,81% 27,37% 23,93% 20,49% 17,04%
Profitability Index (PI) 15,73 14,23 12,74 11,25 9,76 8,27
Break Even Point (BEP) - - - - -
Dalam Rupiah 0 0 0 0 0 0
Dalam % terhadap Penjualan 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Peningkatan Beban Pokok Penjualan 101,00% 102,00% 103,00% 104,00% 105,00%
Net Present Value (NPV) 16.930 16.930 16.930 16.930 16.930 16.930
Return On Investment (ROI) 34,25% 34,25% 34,25% 34,25% 34,25% 34,25%
Profitability Index (PI) 15,73 15,73 15,73 15,73 15,73 15,73
Break Even Point (BEP) - - - - -
Dalam Rupiah 0 0 0 0 0 0
Dalam % terhadap Penjualan 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Names mentioned 85 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
Dr. Sahardjo
p.1 ×9
unresolved
org
Gas Tbk
p.2 ×5
unresolved
org
PT Aneka Gas
p.2
unresolved
org
Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
p.2 ×5
unresolved
org
KJPP Yanuar
p.2 ×68
unresolved
org
Rosye dan Rekan
p.2 ×3
unresolved
person
Rosye Yunita S.E.
p.2 ×2
unresolved
org
Kementerian Keuangan dan Pasar Modal
p.3 ×2
unresolved
org
Bank Indonesia
p.4 ×32
unresolved
org
KJPP YAN
p.7
unresolved
org
PT Sandana Terkait Pelaksanaan Teknis Instalasi Gas Medis
p.13 ×2
unresolved
org
Menteri Keuangan
p.14
unresolved
org
Kantor Jasa Penilai Publik Yanuar
p.15
unresolved
org
Aneka Gas Industri Tbk
p.16 ×9
unresolved
person
Opini Izin Akuntan Publik Gideon
p.20
unresolved
person
Adi Santoso
p.20
unresolved
org
Adi & Rekan
p.20
unresolved
person
Akta Notaris Soeleman Ardjasasmita
· Notaris
p.21 ×2
unresolved
org
Menteri Kehakiman
p.21 ×2
unresolved
person
Ira Sudjono
p.21 ×2
unresolved
org
Menteri Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.21 ×2
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-
p.21 ×2
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Paul Hadiwinata
p.26 ×2
unresolved
org
Palilingan dan Rekan
p.26 ×2
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Hadori Sugiarto Adi dan Rekan
p.27 ×2
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Hadori Sugiarto Adi
p.27 ×2
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Purwantono
p.27
unresolved
org
PT Sandana
p.32 ×15
unresolved
org
Kota Nusantara
p.33 ×2
unresolved
org
Bank Indonesia Triwulan IV
p.33 ×8
unresolved
org
Menteri India Shri Narendra Modi
p.40
unresolved
org
Messer Holding GmbH
p.43
unresolved
org
Nippon Sanso Holdings Corporation
p.43 ×2
unresolved
org
Tri-TechMedical Inc
p.43
unresolved
org
MVS Engineering Pvt Ltd
p.43
unresolved
org
INOX-Air Products Inc
p.43
unresolved
org
Chemtron Science Laboratories Private Limited
p.43
unresolved
org
Pusat Statistik
p.44
unresolved
org
Kementerian Kesehatan
p.45
unresolved
person
Prof.I.G.N.G. Ngoerah Denpasar
p.45
unresolved
org
PT Berkat Citrani Mitra Sejati
p.49
unresolved
org
PT Kawan Abadi Selaras
p.49
unresolved
org
PT Mekar Abadi
p.49
unresolved
org
PT Alta Pratama
p.49
unresolved
org
PT Sarana Medical Prisma
p.49
unresolved
org
PT Era Medika Jaya
p.49
unresolved
org
PT Sandana Nama
p.57 ×3
unresolved
—
NIP
p.57 ×3
unresolved
—
Tempat, Tanggal Lahir
p.57 ×2
unresolved
person
Dr. Zainoel Abidin
p.57
unresolved
person
Dr. Adnaan WD
p.57
unresolved
person
Dr. Arifin Achmad
p.57
unresolved
org
PT Indonesi Pandu Persada
p.58
unresolved
—
NIK
p.58
unresolved
person
dr. H. Kumpulan Pane
p.59
unresolved
org
DER
p.69
unresolved
org
Industries Indonesia Tbk.
p.69 ×2
unresolved
org
Guangdong Huate Gas Co., Ltd
p.69 ×2
unresolved
org
Hunan Kaimeite Gases Co., Ltd.
p.69 ×2
unresolved
org
Ghani Global Holdings Limited
p.69 ×2
unresolved
org
Peric Special Gases Co., Ltd.
p.69 ×2
unresolved
org
Jinhong Gas Co.,Ltd.
p.69 ×2
unresolved
org
Linde India Limited
p.69 ×2
unresolved
org
Hangzhou Oxygen Plant Group Co.,Ltd.
p.69 ×2
unresolved
org
Bapepam
p.75 ×2
unresolved
org
PT SAMATOR INDO GAS Dalam Jutaan
p.79 ×8
unresolved
org
PT SAMATOR INDO GAS CONDITION CHANGES
p.91
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.273
9773 ms
12 Sep 2026 23:03
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '., MAPPI Publik S.E., M.M (Cert.) : Rosye Yunita',
'assets': [],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'MATERIAL',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': '',
'object_truncated': False,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': '2023-12-31',
'value': None}