Skip to content
Back to announcement

20240516_AGII_Rencana Transaksi Perubahan Kegiatan Usaha_31640143_lamp2.pdf

Asset transaction Needs review AGII

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 91

Page 1
YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Business & Property Valuers
LICENSE NUMBER: 2. 20 . 0170
AREA SERVED   : INDONESIA & WORLDWIDE




                                        LAPORAN STUDI KELAVAKAN
                              PT SAMATOR INDO GAS Tbk ("SIG")

                        Tanggal Studi Kelayakan : 31 Desember 2023




                                                   Lokasi:
                             Gedung UGM Samator Pendidikan,
                        Tower A, Lantai 5 & 6, Jalan Dr. Sahardjo No, 83,
                                   Manggarai, Tebet - 12850




            NO. FILE: 00012/2.0170/BS/NB-01/0045/1N/2024



                                             rtrustecf<Business Partner
Page 2
YANUAR, ROSYE DAN REKAN
 Bu-'nn• & PfOPfflY Vlluen




No. File: 00012/2.0170/BS/NB-01/0045/1/V/2024

Jakarta, 16 Mei 2024

Kepada Yth .
PT Samator lndo Gas Tbk
Gedung UGM Samator Pendidikan,
Tower A, Lantai 5 & 6, Jalan Dr. Sahardjo No, 83,
Manggarai, Tebet - 12850



Perihal : Laporan Studi Kelayakan PT Samator lndo Gas Tbk atas Penambahan KBLI

PT Samator lndo Gas Tbk ("SIG") yang semula bernama PT Aneka Gas lndustri Tbk merupakan
perusahaan bergerak di bidang industri gas tertentu dalam bentuk gas, cair ataupun padat, mendesain
konstruks i dan instalasi peralatan gas pada pabrik pelanggan dan rumah sakit serta memperdagangkan
produk gas dari produsen lain kepada pelanggan SIG. Salah satu bidang usaha SIG adalah dalam instalasi
gas medis. Berdasarkan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia ("KBLI") 2017, kegiatan usaha instalasi
gas med is tercakup dalam :

 1.     42919: Konstruksi Bangunan Sipil Lainnya YTDL;
 2.     42914: Konstruksi Bangunan Pengolahan dan Penampungan Barang Minyak dan Gas;
 3.     46530: Perdagangan Besar Mesin, Peralatan dan Perlengkapan Pertanian; dan
 4.     46693: Perdagangan Besar Alat Laboratorium, Farmasi dan Kedokteran.

Namun dengan terbitnya KBLI 2020, kegiatan usaha instalasi gas medis tidak lagi dapat dicakup dalam
kode KBLI 42919, 42914, 46530 dan 46693, melainkan termasuk dalam kode KBLI 43223 yaitu lnstalasi
Minyak dan Gas. Oleh karena itu, agar dapat terus melaksanakan kegiatan usaha instalasi gas med is, SIG
berencana untuk melakukan Penambahan KBLI 43223 ke dalam salah satu kegiatan usahanya, selanjutnya
disebut "Penambahan KBLI".

Studi Kelayakan ini termasuk dalam kriteria yang terkait dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan ("OJK")
No. 17/POJK.04/2020 tentang "Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usa ha" ("POJK 17 Tahun 2020")
yang ditetapkan pada tanggal 20 April 2020 oleh Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan
Republik Indonesia.

Sehubungan dengan hal tersebut, SIG membutuhkan pihak independen untuk melakukan kajian dan
analisa kelayakan atas rencana Penambahan KBLI. Dalam rangka penyusunan stud i kelayakan tersebut,
SIG telah menunjuk KJPP Yanuar, Rosye dan Rekan ("Y&R") yang diharapkan dapat melakukan studi
secara objektif dan independen sesuai dengan kesepakatan yang tertuang dalam persetujuan atas Surat
Penawaran No. PR.Y&R-00/Y/BS/SIG/IV/2024/RY/0085 tanggal 03 April 2024.


       1.     Status Penilai Publik

              Penilai Publik ada lah Rekan dari Y&R dengan kua lifikasi sebagai berikut:

              Nama Penilai Publik       : Rosye Yunita S.E., M.M ., MAPPI (Cert.)
              No. lzin Penilai Publik   : 8-1 .08.00045
              No. STTD                  : STTD.PB-38/PJ-1 /PM.02/2023                    KANTOR JASA PENII..AI PUBLIK
              Klasifikasi lzin          : Penilaian Bisnis (B)                          YANUAR. ROSYE DAN REKAN
              No. MAPPI                 : 02-S-01532                                                 Business & Property Valuers
                                                                                                The Manhattan Square Bui lding
                                                                                                     Mid Tower 15th Floor Unit F
                                                                                    JI. TB. Simatupang Kav. 1 S, Cilandak Timur
                                                                                                          Jakarta Selatan 12560
                                                                                                  T: +62-21 2940 688O(Hunting)
                                                                                                                E: info@yr.co.id
                                                                                                                  www.yr.co.id

                                            T-rustea <Business Partner                               Branch Office : Bogor (P)
Page 3
YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Business & Proporty Valu ors
LI CENSE NUMBER; 2. 20 . 0170
AREA SERVED      ; IN DONES IA & WORLDWIDE




              Y&R adalah Kantor Jasa Penilai Publ ik yang terdaftar di Kementerian Keuangan dan Pasar Modal
              serta memili ki kompetens i untuk melakukan Studi Kelayakan ini.

              Y&R bertindak secara independen da lam penyusunan Laporan ini tanpa adanya benturan
              kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Pemberi Tugas, Objek Stud i Ke layakan ataupun pihak-
              pihak yang terafiliasi dengan Pemberi Tugas dan Objek Studi Ke layakan. Y&R juga tidak memil iki
              kepentingan ataupun keuntungan pribadi terka it dengan penugasan ini .

              Laporan Studi Kelayakan ini tidak dil akukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan
              pihak manapun. lm ba lan jasa yang kam i terima sama seka li t id ak dipengaruhi oleh Ana li sis Studi
              Kelayakan yang dihasilkan .



    2.        ldentitas Pemberi Tugas

                 •       Nama Perusa haan    PT Samator lndo Gas Tbk
                 •       Al amat             Gedung UGM Samator Pendidikan, Towe r A, Lanta i 5 & 6, Jalan
                                             Dr. Sahardjo No, 83, Manggarai, Tebet - 12850
                  •      Telepon             (+62) 21 8370911 1 / (+62) 21 837099 11
                  •      Situ s Web          https:// samatorgas.com/



     3.       ldentitas Pengguna Laporan

                  •      Nama Perusahaan     PT Samator lndo Gas Tbk
                  •      Alamat              Gedung UGM Samator Pendidikan, Tower A, Lantai 5 & 6, Jalan
                                             Dr. Sahardjo No, 83, Manggara i, Tebet - 12850
                  •      Telepon             (+62) 21 83709 111 / (+62) 21 83709911
                  •      Situs Web           https:// samatorgas.com /



     4.        Maksud dan Tujuan

               Maksud dari Laporan Studi Kelayakan adalah untuk memberikan pendapat mengenai kelayakan
               atas rencana Penambahan KBLI milik SIG.

               Tujuan disusunnya laporan ini ada lah dalam rangka memenuhi Peraturan OtoritasJasa Keuangan
               ("OJK") Republik Indones ia No. 17/POJ K.04/ 2020 tentang "Transaksi Material dan Perubahan
               Kegiatan Usaha" ("POJK 17 Tahun 2020"). Peraturan tersebut mensyaratkan adanya Laporan Studi
               Kelayakan atas perubahan kegiatan usaha yang disusun oleh Penilai . Studi Ke layakan tidak
               digunakan di lu ar konteks atau tujuan Studi Kelayakan tersebut.

               Tinjauan dari Laporan Studi Kelayakan mencakup berbagai aspek yang meliputi aspek makro,
               aspek pasar, aspek teknis, aspek pola bisnis, aspek model manajemen dan aspek ke uangan .



      5.       Dasar Rencana Penambahan KBLI

               Laporan Studi Kelayakan bertujuan untuk memberikan pe ndapat mengenai ke layakan atas
               Penambahan KBLI. Tinjauan dari Laporan Stud i Ke layakan mencakup berbaga i aspek yang
               meliputi aspek makro, aspek pasar, aspek teknis, aspek pola bisnis, aspek model manajemen,
               dan aspek keuangan.




                                             <J'rusted <Business Partner
Page 4
YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Bus iness & Property Va luers
LI CENSE NUMBER : 2. 20. 0170
AREA SERVED      : INOONESIA & WORLDWIDE




    6.        Objek Rencana Penambahan KBLI

              Rencana Penambahan KBLI yang akan dilaksanakan oleh SIG disebabkan oleh terbitnya KBLI
              2020. Pada KBLI 2020, kegiatan usaha instalasi gas medis tidak lagi dapat dicakup dalam kode
              KBLI 42919, 42914, 46530 dan 46693, melainkan termasuk dalam kode KBLI 43223 yaitu lnstalasi
              Minyak dan Gas. Oleh karena itu, agar dapat terus melaksanakan kegiatan usaha instalasi gas
              medis, SIG berencana untuk melakukan Penambahan KBLI 43223 ke dalam sa lah satu kegiatan
              usahanya.



    7.        Tanggal Studi Kelayakan dan Masa Berlaku Laporan

              Tanggal efektif Studi Kelayakan adalah 31 Desember 2023, dimana batas tersebut diambil atas
              dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan Studi Kelayakan.

              Masa berlaku laporan adalah sampai dengan 30 Juni 2024.


    8.        Jenis Mata Uang yang Digunakan

              Studi Kelayakan ini dinyatakan dalam mata uang Rupiah.


    9.        Tingkat Kedalaman lnspeksi Lapangan

              Dalam Studi Kelayakan ini, kami telah melakukan inspe ksi lapangan untuk mendapatkan
              keyakinan yang memadai diantaranya dengan melakukan site visit terhadap fasilitas milik SIG
              yang berlokasi di Gedung UGM Samator Pendidikan, Tower A, Lantai 5 & 6, Jalan
              Dr. Sahardjo No, 83, Manggarai, Tebet. Serita Acara wawancara yang menjelaskan mengenai
              kondisi proyek dan hal-hal lain yang relevan untuk proses penyusunan Studi Kelayakan telah
              dibuat saat wawancara dilakukan .


     10. Sumber dan Data lnformasi yang Dapat Dihandalkan

              Dalam melakukan Studi Kelayakan ini, Y&R juga menggunakan informa si dari beberapa sumber
              informasi yang relevan dan handal tanpa perlu melakukan verifika si, yaitu:

                    •    Dokumen hukum terkait dengan Studi Kelayakan;
                    •    Data-data ekonomi yang diperoleh dari S&P Capital IQ, Damodaran;
                    •    Data-data ekonomi baik yang bersifat makro ata upun mikro yang diperoleh dari instansi
                         terkait, seperti Bank Indonesia;
                    •    Data -data laporan keuangan audit historis.



     11. Asumsi dan Kondisi Pembatas

              Asumsi

               Beberapa asumsi yang digunakan dalam penyusunan Studi Kelayakan ini adalah:

                •        Y&R menghasilkan Laporan Studi Kelayakan yang bersifat non-disclaimer opinion.
                •        Kami telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam proses
                         studi kelayakan.
                •        Dalam menyusun laporan ini, Y&R mengan dalkan keakuratan dan kelengkapan informasi
                         yang disediakan oleh SIG dan / atau data yang diperoleh dari informasi yang tersedia untuk
                         publik dan informasi lainnya yang kami anggap relevan.


                                              rrrusted <Business <Partner
Page 5
YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Buslnoss & Proporty Valuers
LICENSE NUMBER: 2. 20 . 0170
AREA SERVEO        : IN OO NES IA & WOR LDWID E




              •           Pemberi tugas menyatakan bahwa seluruh informasi material yang menyangkut penuga san
                          studi kelayakan telah diungkapkan seluruhnya kepada Y&R dan tidak ada pengurangan ata s
                          fakta-fakta yang penting.
              •           Y&R menggunakan proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang mencerminkan
                          kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan
                          pencapaiannya (fiduciary duty) .
              •           Y&R bertanggung jawab atas pelaksanaan Studi Kelayakan dan kewajaran proyeksi
                          keuangan yang telah disesuaikan .
              •           Laporan yang dihasilkan terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat
                          rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional SIG.
               •          Y&R bertanggung jawab atas Laporan Studi Kelayakan dan kesimpulan yang dihasilkan.
               •          Y&R telah memperoleh informasi atas status hukum objek Studi Kelayakan dari pemberi
                          tugas.
               •           Laporan Studi Kelayakan ini ditujukan untuk memenuhi kepentingan Pasar Modal dan
                           pemenuhan aturan OJK dan tidak untuk kepentingan perpajakan .
               •           Studi Kelayakan ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum
                           bisnis dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah terkait dengan Penambahan
                           KBLI yang akan dilakukan pada tanggal pendapat ini diterbitkan.
               •           Dalam penyusunan Studi Kelayakan ini, kami menggunakan beberapa asumsi, seperti
                          terpenuhinya semua kondisi dan kewajiban SIG dan semua pihak yang terlibat dalam studi
                           kelayakan serta keakuratan informasi mengenai studi kelayakan yang diungkapkan oleh
                           manajemen SIG.
               •           Y&R mengasumsikan bahwa SIG merupakan perusahaan yang berkelanjutan usahanya
                           dimasa mendatang dan dikelola oleh manajemen yang profesional dan kompeten (going
                            concern).
               •            Studi Kelayakan ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian dari
                            analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan informasi dan analisis lainnya secara utuh
                            sebagai satu kesatuan dapat menyebabkan pandangan dan kesimpulan yang menyesatkan
                            atas proses yang mendasari Studi Kelayakan. Penyusunan Studi Kelayakan ini merupakan
                            suatu proses yang rumit dan mungkin tidak dapat dilakukan melalui analisis yang tidak
                            lengkap.
               •            Kami juga mengasumsikan bahwa penerbitan Studi Kelayakan tidak terjadi perubahan
                            apapun yang berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam
                            penyusunan studi kelayakan ini. Kami tidak bertanggungjawab untuk menegaskan kembali
                            atau melengkapi, memutakhirkan pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan
                            kondisi serta peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal surat ini .

              Batasan-Batasan

              Batasan-batasan dalam pelaksanaan penugasan ini adalah :

                •           Dalam melaksanakan analisis, kami menga sumsikan dan bergantung pada keakuratan,
                            kehandalan dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi lain
                            yang diberikan kepada kami oleh SIG atau yang tersedia secara umum yang pada hakekatnya
                            adalah benar, lengkap dan tidak menyesatkan, dan kami tidak bertanggung jawab untuk
                            melakukan pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi tersebut. Kami juga
                            bergantung kepada jaminan dari manajemen SIG bahwa mereka tidak mengetahui fakta -
                            fakta yang menyebabkan informasi-informasi yang diberikan kepada kami menjadi tidak
                            lengkap atau menyesatkan.
                  •         Analisis Studi Kelayakan ini dipersiapkan menggunakan data dan informasi sebagaimana
                            diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data dan informasi tersebut dapat
                            mempengaruhi hasil akhir pendapat kami secara material. Oleh karenanya, kami tidak
                            bertanggungjawab atas perubahan kesimpulan atas Studi Kelayakan kami dikarenakan
                            adanya perubahan data dan informasi tersebut.
                  •          Kami tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari Studi Kelayakan ini. Ja sa-
                            jasa yang kami berikan kepada SIG hanya merupakan pemberian Studi Kelayakan atas objek
                            yang akan dilakukan dan bukan jasa-jasa akuntansi, audit, atau perpajakan. Kami tidak

                                                  <Trustecf <Business Partner
Page 6
YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Business & Property Valuors
LICENSE NUMBER: 2. 20 . 01 70
AREA SERVED        : INDONESIA & WOR LDWIDE




                         melakukan penelitian atas keabsahan dari aspek hukum dan implikasi aspek perpajakan
                         tersebut.
               •         Pekerjaan kami yang berkaitan dengan Studi Kelayakan ini tidak merupakan dan tid ak dapat
                         ditafsirkan merupakan da lam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit atau
                         pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan . Pekerjaan tersebut juga
                         tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal,
                         kesa lahan, atau penyimpangan dalam laporan keuangan atau pelanggaran hukum . Selain
                         itu, kami tidak mempunyai kewenangan dan tidak berada dalam posisi untuk mendapatkan
                         dan menganalisa suatu bentuk transaksi-transaks i lainnya diluar aksi korporasi yang ada dan
                         mungkin tersed ia untuk SIG serta pengaru h dari transaksi-transaks i tersebut terhadap aksi
                         korporasi ini.



    12. Konfirmasi Bahwa Objek Studi Kelayakan Tidak Sedang atau Telah Dinilai Dalam Jangka
        Waktu Tidak Lebih dari 2 (Dua) Bulan

              SIG menjamin untuk memberikan konfirmasi bahwa objek studi ke layakan t idak sedang atau
              telah dinilai oleh Penilai Publik lainnya untuk maksud, tujuan, pengguna laporan dan tanggal studi
              kelayakan yang sama atau berdekatan (dalam jangka waktu tidak lebih dari dua bu Ian).

              Bahwa Penilai dibebaskan dari sega la bentuk tuntutan/klaim, gugatan ganti rugi yang mungkin
              timbul dari pihak ketiga atau pihak lainnya atas konfirmasi objek studi kelayakan yang tidak benar
              dari SIG dan SIG aka n bertanggung jawab atas sega la kerugian dan/atau kewajiban yang dialami
              oleh Penilai dan Y&R.


     13. Persyaratan atas Persetujuan untuk Publikasi

              Laporan Stud i Ke layakan beserta lampiran yang ada pada laporan ini hanya ditujukan kepada
              Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan Stud i Ke layakan sebagaim ana dimaksud pada lingkup
              penugasan ini. Penggunaan Laporan di luar dari ketentuan yang disebutkan dalam lingkup
              Penugasan Laporan ini harus mendapatkan persetujuan tertulis dari Y&R serta Pemberi Tugas.



     14. Konfirmasi Bahwa Penugasan Dilakukan Berdasarkan Peraturan

              Analisis, opini, dan kesimpulan yang dibuat oleh Penilai, serta laporan stud i kelayakan yang te lah
              dibuat dengan memen uhi POJK No. 35/POJ K.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan
              Penilaian Bisnis Di Pasar Modal, SEOJK 17/ 2020 tentang Pedoman Pen il aian dan Penyajian
              Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Moda l, POJK No. 17/POJK.04/ 2020 tentang Transaksi Material
              dan Perubahan Kegiatan Usaha dan Kode Etik Penilai Indonesia ("KEPI") serta Sta ndar Penilaian
              Indonesia ("SPI") Edisi Vll-2018 serta peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.


     15. Analisis Kelayakan Penambahan KBLI

              Berdasarkan anali sis ke layakan berupa Penamba han KBLI dengan mempertimbangkan asumsi-
              asumsi yang telah dibuat, diperoleh hasil perhitungan sebagai berikut:

               Net Present Value (NPV)                Rp16.930Juta
               Profitability Index (Pl)               15,73
               Break Even                             RpO
               Return on Investment                   34,25% (rata-rata se lama masa proyeksi)




                                                rrrustecf<Business <Partner
Page 7
   YANUAR, ROSYE DAN REKAN
      Business & Proporty Valuers
      LICENSE NUMBER: 2. 20. 0170
      AREA SERVED     : INDONESIA & WORLDWIDE




        16. Pendapat Mengenai Kelayakan Rencana Penambahan KBLI

                 Berdasarkan kajian, evaluasi aspek pasar, teknis, pola bisni s, kelayakan mod el manajemen dan
                 analisa keuangan serta proyeksi -proyeksi lainnya dengan syarat asum si-asumsi yang te lah
                 ditetapkan dapat terpenuhi, maka dapat disimpulkan bahwa rencana Penambahan KBLI yang
                 akan dilaksanakan oleh SIG adalah LAYAK.



Demikian hasil Studi Kelayakan yang kami lakukan dengan tetap mengacu pada kode etik dan stan dar
penilaian yang berlaku.



Hormat kami,
KJPP YAN

'tt


 Ros                                                    Cert.
 Rekan

 No. lzin Penilai Publik                        : B-1.08.00045
 No. STTD                                       : STTD.PB-38/PJ-1/PM .02/2023
 Klasifikasi lzin                               : Penilaian Bisnis (B)
 No. MAPPI                                      : 02-S-01532




                                                          rtrusted (J3usiness <Partner
Page 8
          YANUAR, ROSYE DAN REKAN
          Business & Prop erty Valu ors
          LI CE NSE NUMBER: 2 . 20 . 017 0
          AREA SE RVED       : INDONES IA & WOR LDWIDE




                                                         PERNYATAAN PENILAI

     Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai penilai, kami yang bertanda-tangan dibawah ini
     menerangkan bahwa :

     1.      Pernyataan dalam Laporan Stud i Ke layakan ini, sebatas pengetahuan kami, ada lah benar dan akurat.
     2.      Analisis, opini, dan kes impulan yang dinyatakan di da lam Laporan Studi Ke layakan ini dibatasi oleh
             asumsi dan batasan-batasan yang diungkapkan di dalam Laporan Stud i Ke layakan, yang mana
             merupakan hasil ana li sis, op in i dan kesimpu lan Pen ilai yang tidak berpihak dan tidak memiliki
             benturan kepentingan.
     3.      Kami t idak mempunyai kepentingan baik sekarang atau di masa yang akan datang terhadap objek
             yang dinilai, maupun memiliki kepentingan pribadi atau keberpihakan kepada pih ak pihak lain yang
             memiliki kepentingan terhadap objek yang dinilai.
     4.      Penunjukan dalam penugasan ini tidak berhubungan dengan opini Stud i Ke layakan yang te lah
             disepakati sebelumnya dengan pemberi tugas.
     5.      Biaya jasa profesional t id ak dikaitkan dengan nilai yang te lah ditentukan sebe lumnya atau gambaran
             nilai yang diinginkan oleh pemberi tugas, besaran opin i nilai, pencapa ian hasil yang dinyatakan, atau
             ada nya kondisi yang terjadi kemudian (subsequent event) yang berhubungan secara langsung dengan
             penggunaan yang dimaksud .
     6.       Penilai telah mengikuti persyaratan pendidikan profesional yang ditetapkan/dilaksanakan oleh
              Masyarakat Profesi Penilai Indonesia ("MAPPI").
     7.       Penilai memiliki pengetahuan yang memadai sehubungan dengan objek Studi Kelayakan.
     8.       Penilai te lah melaksanakan ruang lingkup sebagai berikut:
              •   ld entifikasi masalah (ldentifikasi batasan, tujuan dan objek, definisi Studi Ke layakan, dan tanggal
                  Studi Kelayakan);
              •   Pengumpulan data dan wawancara;
              •   Analisis data;
              •   Estimasi ni lai dilakukan dengan menggunakan pendekatan Studi Kelayakan;
              •          Penulisan laporan
     9.       Pen il ai telah melakukan inspeksi lapangan ke fasilitas yang dimiliki SIG dan berdiskusi dengan
              Manajemen SIG terkait objek Studi Kelayakan.
     10. Tidak seorangpun selain yang bertandatangan dibawah ini, yang telah terlibat dalam pelaksanaan
         inspeksi, ana lisis, pembuatan kesimpulan dan opi ni sebaga imana yang dinyatakan dalam Laporan
         Studi Kelayakan ini .
     11. Analisis, opini, dan kes impulan yang dibuat oleh Penilai, serta laporan Stud i Kelayakan yang te lah
         dibuat dengan memenuhi ketentuan POJK No. 35/POJK.04/ 2020 tentang Peni laian dan Penyajian
         Laporan Penil aian Bisnis di Pasar Modal, Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan No. 17/SEOJK.04/2020
         tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisn is di Pasar Modal, POJK
         No. 17/POJK.04/ 2020 tenta ng Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha dan Kode Etik Pen il ai
         Indonesia ("KEPI") serta Standar Penilaian Indonesia ("SPI") Ed isi Vll -2018.

     Jakarta, 16 Mei 2024


·I




     Rosye Yunita. S.E .. M.M .. MAPPI (Cert.) - Penanggungjawab
     No. lzin Penilai Publik    : B-1 .08.00045
     No. STTD                   : STTD.PB-38/PJ -1/PM .02/ 2023
     No. MAPPI                  : 99-S-01230




                                                            <J'rusted (J3usiness Partner
Page 9
  YANUAR, ROSYE DAN REKAN
   Business & Proporty Valuors
   LICENSE NUMBER : 2 . 20 . 0170
   AREA SERVED       : INOONESIA & WORLDWIDE




Yanuar Bey. S.E .. M.M .• MAPPI (Cert.l - Reviewer
No. lzin Penilai Publik    : B-1.08.00044
No. STTD                   : STTD.PB-37/PJ -1/PM .02/2023
No. MAPPI                  : 99-S-01230



                                                                                       ____..
Muhammad Adriansyah. S.E. - Penilai
No. MAPPI             : 17-P-07742
No. Regi ster Penilai : RMK-2019.02892




Synthia Ayu Disha. S.P .. RSA - Penilai                                     .............................
                                                                                                            -
No. MAPPI                 : 20-P-10310
No. Register Penilai      : RMK-2022. 04332




                                               rrrusted<Business <Partner
Page 10
KJPP YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Studi Kelayakan – PT Samator Indo Gas Tbk (“SIG”)



                                                               DAFTAR ISI
                                                                                                                                                          Halaman

SERTIFIKAT
PERNYATAAN PENILAI
DAFTAR ISI
DAFTAR FIGUR
DEFINISI DAN ISTILAH YANG DIGUNAKAN DALAM STUDI KELAYAKAN


BAB I       ........................................................................................................................................................7
P E N D A H U L U A N .......................................................................................................................................7
1.1        Latar Belakang...................................................................................................................................... 7
1.2        Status Penilai Publik ............................................................................................................................ 7
1.3        Identitas Pemberi Tugas ..................................................................................................................... 8
1.4        Identitas Pengguna Laporan .............................................................................................................. 8
1.5        Maksud dan Tujuan ............................................................................................................................. 8
1.6        Tanggal Studi Kelayakan dan Masa Berlaku Laporan ..................................................................... 8
1.7        Metode Studi Kelayakan ..................................................................................................................... 9
1.8        Asumsi dan Kondisi Pembatas ........................................................................................................... 9
1.9        Konfirmasi Bahwa Objek Studi Kelayakan Tidak Sedang atau Telah Dinilai Dalam Jangka
           Waktu Tidak Lebih dari 2 (Dua) Bulan ............................................................................................. 10
1.10       Jenis Mata Uang yang Digunakan .................................................................................................... 11
1.11       Sumber dan Data Informasi yang Dapat Dihandalkan ................................................................. 11
1.12       Tenaga Ahli dan Hasil Pekerjaan Tenaga Ahli................................................................................. 11
1.13       Penjelasan mengenai Kejadian Penting setelah Tanggal Studi Kelayakan ................................. 11
BAB II      ......................................................................................................................................................12
GAMBARAN UMUM ........................................................................................................................................12
2.1        Profil PT Samator Indo Gas Tbk (“SIG”) ............................................................................................ 12
2.1.1      Pendirian............................................................................................................................................. 12
2.1.2      Aktivitas Usaha ................................................................................................................................... 13
2.1.3      Produk dan Layanan ......................................................................................................................... 14
2.1.4      Struktur Organisasi............................................................................................................................ 16
2.1.5      Struktur Permodalan ......................................................................................................................... 16
2.1.6      Susunan Pengurus SIG ...................................................................................................................... 17
2.2        Legalitas dan Perizinan yang dimiliki SIG ........................................................................................ 17
2.3        Tinjauan Kinerja Keuangan ............................................................................................................... 18
2.4        Informasi Inspeksi Lapangan ........................................................................................................... 22
BAB III     ......................................................................................................................................................24
ASPEK MAKRO INDONESIA ...........................................................................................................................24
3.1        Makro Ekonomi Indonesia ................................................................................................................ 24
3.1.1      Pertumbuhan Ekonomi Indonesia ................................................................................................... 24
3.1.2      Nilai Tukar Rupiah ............................................................................................................................. 25
3.1.3      Inflasi ................................................................................................................................................... 26
3.1.4      Tingkat Suku Bunga ........................................................................................................................... 27
3.2        Gambaran Umum Gas Industri ........................................................................................................ 29
3.3        Gas Medis di Indonesia ..................................................................................................................... 34
3.4        Gambaran Umum Rumah Sakit di Indonesia ................................................................................. 35




                                                                                                                                                       Halaman - 1
Page 11
KJPP YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Studi Kelayakan – PT Samator Indo Gas Tbk (“SIG”)



                                                                                                                                                     Halaman



BAB IV     ......................................................................................................................................................37
ASPEK PASAR ..................................................................................................................................................37
4.1       Bisnis SIG ............................................................................................................................................ 37
4.2       Rencana Penambahan KBLI SIG ....................................................................................................... 37
4.3       Aspek Pasar ........................................................................................................................................ 38
4.3.1     Kondisi Pasar Saat Ini ........................................................................................................................ 38
4.3.2     Pangsa Pasar ...................................................................................................................................... 38
4.3.3     Persaingan Usaha .............................................................................................................................. 39
4.3.4     Potensi Pasar dan Sasaran Pasar SIG.............................................................................................. 40
4.3.5     Inovasi Dalam Menghadapi Persaingan Usaha.............................................................................. 40
4.3.6     Strategi Pemasaran ........................................................................................................................... 41
4.4       Aspek Teknis Terkait dengan Layanan dan Produk ....................................................................... 41
4.4.1     Kapasitas ............................................................................................................................................. 42
4.4.2     Ketersediaan Sumber Daya Termasuk Bahan Baku, Pekerja dan Tim Ahli ................................ 42
4.4.3     Proses Operasional Penambahan KBLI .......................................................................................... 43
4.5       Pola Bisnis ........................................................................................................................................... 44
4.5.1     Keunggulan Kompetitif ..................................................................................................................... 44
4.5.2     Kemampuan Pesaing untuk Meniru Produk .................................................................................. 46
4.5.3     Kemampuan Untuk Menciptakan Nilai ........................................................................................... 46
4.5.4     Perjanjian-perjanjian Yang Dimiliki Terkait Penambahan KBLI .................................................... 47
4.6       Aspek Model Manajemen ................................................................................................................. 47
4.6.1     Ketersediaan Tenaga Kerja ............................................................................................................... 47
4.6.2     Tenaga Ahli Terkait Penambahan KBLI ........................................................................................... 47
4.6.3     Manajemen Kekayaan Intelektual ................................................................................................... 50
4.6.4     Manajemen Risiko ............................................................................................................................. 50
4.6.5     Kapasitas dan Kemampuan Manajemen ........................................................................................ 50
4.6.6     Kesesuaian Struktur Organisasi dan Manajemen ......................................................................... 51
BAB V      ......................................................................................................................................................52
ANALISIS SWOT DAN RISIKO.........................................................................................................................52
5.1       Analisis SWOT ..................................................................................................................................... 52
5.2       Analisis Risiko ..................................................................................................................................... 52
BAB VI     ......................................................................................................................................................54
ASPEK KEUANGAN .........................................................................................................................................54
6.1       Rencana SIG........................................................................................................................................ 54
6.2       Biaya Pendirian, Modal Kerja dan Sumber Pembiayaan Penambahan KBLI .............................. 54
6.3       Asumsi–Asumsi .................................................................................................................................. 54
6.3.1     Proyeksi Keuangan Tanpa Adanya Penambahan KBLI ................................................................. 54
6.3.2     Proyeksi Keuangan Dengan Adanya Penambahan KBLI ............................................................... 55
6.4       Cut Off Date Dalam Analisis............................................................................................................... 56
6.5       Ringkasan Proyeksi Keuangan atas Penambahan KBLI (Inkremental) ........................................ 57
6.6       Dampak Perubahan atas Penambahan KBLI Terhadap Keuangan SIG ...................................... 57
6.7       Rasio Keuangan Penting atas Penambahan KBLI .......................................................................... 58
6.8       Penetapan Tingkat Diskonto ............................................................................................................ 59
6.9       Tingkat Pertumbuhan pada Nilai Terminal..................................................................................... 62
6.10      Analisis Kelayakan Proyek................................................................................................................. 62
6.11      Analisis Break Even Point.................................................................................................................... 63
6.12      Analisis Profitabilitas ......................................................................................................................... 63




                                                                                                                                                   Halaman - 2
Page 12
KJPP YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Studi Kelayakan – PT Samator Indo Gas Tbk (“SIG”)



                                                                                                                                                    Halaman

6.13     Analisis Tingkat Imbal Balik Investasi .............................................................................................. 63
6.14     Analisis Sensitivitas ............................................................................................................................ 64
6.15     Kesimpulan ......................................................................................................................................... 65
BAB VII   ......................................................................................................................................................66
KUALIFIKASI PENILAI BISNIS ........................................................................................................................66

        LAMPIRAN KEUANGAN




                                                                                                                                                 Halaman - 3
Page 13
KJPP YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Studi Kelayakan – PT Samator Indo Gas Tbk (“SIG”)



                                                   DAFTAR FIGUR
                                                                                                                                                     Halaman

Figur 1.     Penawaran Umum Efek Obligasi ..................................................................................................... 12
Figur 2.     Penawaran Umum Efek Sukuk Ijarah .............................................................................................. 13
Figur 3.     Struktur Organisasi SIG ..................................................................................................................... 16
Figur 4.     Struktur Permodalan SIG .................................................................................................................. 16
Figur 5.     Ikhtisar Laba (Rugi) SIG ..................................................................................................................... 18
Figur 6.     Pertumbuhan Pendapatan Usaha, Laba (Rugi) Kotor, Laba (Rugi) Tahun Berjalan dan
             Laba (Rugi) Komprehensif Tahun Berjalan SIG .............................................................................. 19
Figur 7.     Ringkasan Posisi Keuangan SIG ....................................................................................................... 19
Figur 8.     Pertumbuhan Aset, Liabilitas dan Ekuitas SIG ............................................................................... 20
Figur 9.     Ringkasan Laporan Arus Kas SIG ..................................................................................................... 20
Figur 10.    Komposisi Arus Kas Bersih dari aktivitas Operasi, Investasi dan Pendanaan SIG ..................... 21
Figur 11.    Rasio Keuangan SIG ........................................................................................................................... 21
Figur 12.    Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Pengeluaran ................................. 24
Figur 13.    Neraca Pembayaran Indonesia ........................................................................................................ 25
Figur 14.    Rupiah vs Negara Kawasan .............................................................................................................. 26
Figur 15.    Suku Bunga Kebijakan Negara Kawasan ........................................................................................ 26
Figur 16.    Inflasi IHK dan Komponen ................................................................................................................ 27
Figur 17.    Peta Inflasi Daerah (%, yoy) .............................................................................................................. 27
Figur 18.    Perkembangan Rasio AL/DPK Perbankan dan Uang Beredar ...................................................... 28
Figur 19.    Suku Bunga Perbankan dan Suku Bunga Kebijakan BI dan IndONIA ......................................... 29
Figur 20.    Medical Gases Market ......................................................................................................................... 29
Figur 21.    Medical Gases Market by Product ...................................................................................................... 31
Figur 22.    Medical Gases Market by Application ................................................................................................. 32
Figur 23.    Medical Gases Market by End User..................................................................................................... 33
Figur 24.    Medical Gases Market by Region ........................................................................................................ 34
Figur 25.    KBLI Eksisting ..................................................................................................................................... 37
Figur 26.    Rencana Penambahan KBLI ............................................................................................................. 38
Figur 27.    Potensi dan Sasaran Pasar untuk Penambahan KBLI ................................................................... 40
Figur 28.    Contoh Proyek Instalasi Gas Medis ................................................................................................. 42
Figur 29.    Struktur Organisasi PT Sandana Terkait Pelaksanaan Teknis Instalasi Gas Medis .................... 42
Figur 30.    Alur Proses Operasional ................................................................................................................... 43
Figur 31.    Hasil pemasangan Instalasi Gas Medis Rumah Sakit .................................................................... 44
Figur 32.    Manajemen Risiko SIG (Instalasi Gas Medis) .................................................................................. 50
Figur 33.    Proyeksi Laba (Rugi) Tanpa Adanya Penambahan KBLI ................................................................ 55
Figur 34.    Proyeksi Posisi Keuangan Tanpa Adanya Penambahan KBLI ...................................................... 55
Figur 35.    Proyeksi Arus Kas Tanpa Adanya Penambahan KBLI .................................................................... 55
Figur 36.    Proyeksi Laba (Rugi) Dengan Adanya Penambahan KBLI ............................................................. 56
Figur 37.    Proyeksi Posisi Keuangan Dengan Adanya Penambahan KBLI .................................................... 56
Figur 38.    Proyeksi Arus Kas Dengan Adanya Penambahan KBLI ................................................................. 56
Figur 39.    Inkremental Proyeksi Laba (Rugi) .................................................................................................... 57
Figur 40.    Inkremental Proyeksi Posisi Keuangan ........................................................................................... 57
Figur 41.    Inkremental Proyeksi Arus Kas ........................................................................................................ 57




                                                                                                                                                  Halaman - 4
Page 14
KJPP YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Studi Kelayakan – PT Samator Indo Gas Tbk (“SIG”)



       DEFINISI DAN ISTILAH YANG DIGUNAKAN
              D A L A M S T UD I K E L A Y A K A N
 Arus Kas Bersih (Free Cash          :    a. Jumlah kas yang tersedia setelah terpenuhinya kebutuhan kas
 Flow)                                         untuk kegiatan operasional;
                                          b. Jumlah kas yang merupakan arus kas yang tersedia bagi
                                               penyedia modal yang terdiri dari utang dan ekuitas; dan
                                          c. Jumlah kas yang telah bebas dari kewajiban untuk
                                               mempertahankan operasi saat ini dan untuk mengantisipasi
                                               pertumbuhan Perusahaan.
 Asumsi                              :   Sesuatu yang dianggap akan terjadi termasuk fakta, syarat, atau
                                         keadaan yang mungkin dapat mempengaruhi objek Studi Kelayakan
                                         atau pendekatan Studi Kelayakan dan kewajarannya telah dianalisis
                                         oleh Penilai Bisnis sebagai bagian dari proses Studi Kelayakan.
 KBLI                                :   Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia.
 Kelangsungan Usaha                  :   Suatu kondisi yang mencerminkan usaha yang sedang beroperasi
                                         atau dalam konstruksi, atau suatu premis dalam Penilaian, dimana
                                         Penilai Bisnis menganggap suatu perusahaan akan terus
                                         melanjutkan operasinya secara berkelanjutan.
 KEPI & SPI Edisi VII – 2018         :   Kode Etik Penilai Indonesia (“KEPI”) dan Standar Penilaian Indonesia
                                         (“SPI”) 2018 Edisi VII – 2018.
 Laporan Studi Kelayakan             :   Laporan tertulis berisi suatu Penugasan Penilaian Profesional yang
                                         diberikan oleh Penilai Bisnis berupa pendapat untuk menyatakan
                                         kelayakan suatu usaha atau proyek.
 MAPPI                               :   Masyarakat Profesi Penilai Indonesia.
 Metode Studi Kelayakan              :   Suatu cara atau rangkaian cara tertentu dalam melakukan Studi
                                         Kelayakan.
 Nilai Terminal                      :   Nilai dari jumlah arus kas untuk periode setelah periode waktu tetap,
                                         dimana arus kas yang diterapkan dapat menggunakan model ekuitas
                                         atau Modal Investasi.
 Objek Studi Kelayakan               :   Studi Kelayakan atas Penambahan KBLI.
 OJK                                 :   Otoritas Jasa Keuangan.
 Penilai                             :   Orang perseorangan yang dengan keahliannya menjalankan kegiatan
                                         Penilaian di pasar modal.
 Penilai Bisnis                      :   Penilai yang melakukan kegiatan penilaian bisnis sebagaimana
                                         dimaksud dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan mengenai Penilai
                                         yang melakukan kegiatan di pasar modal.
 Pihak                               :   Orang perseorangan, perusahaan, usaha bersama, asosiasi, atau
                                         kelompok yang terorganisasi.
 POJK 17 Tahun 2020                  :   Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia No.
                                         17/POJK.04/2020 tentang "Transaksi Material dan Perubahan
                                         Kegiatan Usaha”.
 POJK 35 Tahun 2020                  :   Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia No.
                                         35/POJK.04/2020 tentang " Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian
                                         Bisnis di Pasar Modal”.
 Penilai Publik                      :   Penilai yang telah memperoleh izin dari Menteri Keuangan untuk
                                         memberikan jasa penilaian (Perpres 71 / 2012, pasal l butir 12).
 Premis                              :   Asumsi yang berhubungan dengan suatu kondisi transaksi yang
                                         dapat digunakan pada objek Studi Kelayakan.
 SEOJK 17 Tahun 2020                 :   Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia No.
                                         17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian
                                         Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal.
 SIG                                 :   PT Samator Indo Gas Tbk.


                                                                                                    Halaman - 5
Page 15
KJPP YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Studi Kelayakan – PT Samator Indo Gas Tbk (“SIG”)



 Tanggal Laporan                     :   Tanggal ditandatanganinya Laporan oleh Penilai Bisnis.
 Tanggal Studi Kelayakan             :   Tanggal pada saat Studi Kelayakan dinyatakan.
 Tenaga Ahli                         :   Orang yang mempunyai keahlian dan kualifikasi pada suatu bidang
                                         tertentu di luar ruang lingkup kegiatan Penilaian dan tidak bekerja
                                         pada kantor jasa Penilai publik.
 Tingkat Diskonto                    :   Suatu Tingkat Imbal Balik untuk mengkonversikan nilai di masa
                                         depan ke nilai sekarang yang mencerminkan nilai waktu dari uang
                                         dan ketidakpastian atas terealisasinya pendapatan ekonomi.
 Tingkat Imbal Balik                 :   Jumlah laba atau rugi dan/atau perubahan nilai yang direalisasikan
                                         atau diharapkan dari suatu investasi yang dinyatakan dalam
                                         persentase.
 Y&R                                 :   Kantor Jasa Penilai Publik Yanuar, Rosye dan Rekan.




                                                                                                  Halaman - 6
Page 16
KJPP YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Studi Kelayakan – PT Samator Indo Gas Tbk (“SIG”)



                                                      BAB I

                                              PENDAHULUAN


1.1    Latar Belakang

       PT Samator Indo Gas Tbk (“SIG”) yang semula bernama PT Aneka Gas Industri Tbk merupakan
       perusahaan bergerak di bidang industri gas tertentu dalam bentuk gas, cair ataupun padat,
       mendesain konstruksi dan instalasi peralatan gas pada pabrik pelanggan dan rumah sakit serta
       memperdagangkan produk gas dari produsen lain kepada pelanggan SIG. Salah satu bidang usaha
       SIG adalah dalam instalasi gas medis. Berdasarkan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia
       (“KBLI”) 2017, kegiatan usaha instalasi gas medis tercakup dalam:

       1.   42919: Konstruksi Bangunan Sipil Lainnya YTDL;
       2.   42914: Konstruksi Bangunan Pengolahan dan Penampungan Barang Minyak dan Gas;
       3.   46530: Perdagangan Besar Mesin, Peralatan dan Perlengkapan Pertanian; dan
       4.   46693: Perdagangan Besar Alat Laboratorium, Farmasi dan Kedokteran.

       Namun dengan terbitnya KBLI 2020, kegiatan usaha instalasi gas medis tidak lagi dapat dicakup
       dalam kode KBLI 42919, 42914, 46530 dan 46693, melainkan termasuk dalam kode KBLI 43223
       yaitu lnstalasi Minyak dan Gas. Oleh karena itu, agar dapat terus melaksanakan kegiatan usaha
       instalasi gas medis, SIG berencana untuk melakukan Penambahan KBLI 43223 ke dalam salah satu
       kegiatan usahanya, selanjutnya disebut “Penambahan KBLI”.

       Studi Kelayakan ini termasuk dalam kriteria yang terkait dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
       (“OJK”) No. 17/POJK.04/2020 tentang “Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha” (“POJK 17
       Tahun 2020”) yang ditetapkan pada tanggal 20 April 2020 oleh Ketua Dewan Komisioner Otoritas
       Jasa Keuangan Republik Indonesia.

       Sehubungan dengan hal tersebut, SIG membutuhkan pihak independen untuk melakukan kajian
       dan analisa kelayakan atas rencana Penambahan KBLI. Dalam rangka penyusunan studi kelayakan
       tersebut, SIG telah menunjuk KJPP Yanuar, Rosye dan Rekan (“Y&R”) yang diharapkan dapat
       melakukan studi secara objektif dan independen sesuai dengan kesepakatan yang tertuang dalam
       persetujuan atas Surat Penawaran No. PR.Y&R-00/Y/BS/SIG/IV/2024/RY/0085 tanggal 03 April
       2024.



1.2    Status Penilai Publik

       Penilai Publik adalah Rekan dari Y&R dengan kualifikasi sebagai berikut :

       Nama Penilai          : Rosye Yunita, S.E., M.M., MAPPI (Cert.)
       No. Izin Penilai      : B-1.08.00045
       No. STTD              : STTD.PB-38/PJ-1/PM.02/2023
       No. MAPPI             : 02-S-01532
       Klasifikasi Izin      : Penilaian Bisnis (B)

       Y&R adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang terdaftar di Kementerian Keuangan dan Pasar Modal
       serta memiliki kompetensi untuk melakukan Studi Kelayakan ini.

       Y&R bertindak secara independen dalam penyusunan Laporan ini tanpa adanya benturan
       kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Pemberi Tugas, Objek Studi Kelayakan ataupun pihak-




                                                                                            Halaman - 7
Page 17
KJPP YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Studi Kelayakan – PT Samator Indo Gas Tbk (“SIG”)



       pihak yang terafiliasi dengan Pemberi Tugas dan Objek Studi Kelayakan. Y&R juga tidak memiliki
       kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini.

       Laporan Studi Kelayakan ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak
       manapun. Imbalan jasa yang kami terima sama sekali tidak dipengaruhi oleh Analisis Studi
       Kelayakan yang dihasilkan.



1.3    Identitas Pemberi Tugas

       •   Nama Perusahaan                   : PT Samator Indo Gas Tbk
       •   Alamat                            : Gedung UGM Samator Pendidikan,
                                               Tower A, Lantai 5 & 6, Jalan Dr. Sahardjo No. 83,
                                               Manggarai, Tebet – 12850
       •   Telepon/Faks                      : (+62) 21 83709111 / (+62) 21 83709911
       •   Situs Web                         : https://samatorgas.com/



1.4    Identitas Pengguna Laporan

       •   Nama Perusahaan                   : PT Samator Indo Gas Tbk
       •   Alamat                            : Gedung UGM Samator Pendidikan,
                                               Tower A, Lantai 5 & 6, Jalan Dr. Sahardjo No. 83,
                                               Manggarai, Tebet – 12850
       •   Telepon/Faks                      : (+62) 21 83709111 / (+62) 21 83709911
       •   Situs Web                         : https://samatorgas.com/



1.5    Maksud dan Tujuan

       Maksud dari Laporan Studi Kelayakan adalah untuk memberikan pendapat mengenai kelayakan
       atas rencana Penambahan KBLI milik SIG.

       Tujuan disusunnya laporan ini adalah dalam rangka memenuhi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
       (“OJK”) Republik Indonesia No. 17/POJK.04/2020 tentang “Transaksi Material dan Perubahan
       Kegiatan Usaha” (“POJK 17 Tahun 2020”). Peraturan tersebut mensyaratkan adanya Laporan Studi
       Kelayakan atas perubahan kegiatan usaha yang disusun oleh Penilai. Penilaian tidak digunakan di
       luar konteks atau tujuan Studi Kelayakan tersebut.

       Tinjauan dari Laporan Studi Kelayakan mencakup berbagai aspek yang meliputi aspek makro, aspek
       pasar, aspek teknis, aspek pola bisnis, aspek model manajemen dan aspek keuangan.



1.6    Tanggal Studi Kelayakan dan Masa Berlaku Laporan

       Tanggal efektif Studi Kelayakan adalah 31 Desember 2023, dimana batas tersebut diambil atas
       dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan Studi Kelayakan.

       Masa berlaku laporan adalah sampai dengan 30 Juni 2024.




                                                                                                   Halaman - 8
Page 18
KJPP YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Studi Kelayakan – PT Samator Indo Gas Tbk (“SIG”)



1.7    Metode Studi Kelayakan

       Metode yang digunakan dalam menyusun Laporan Studi Kelayakan ini adalah :

        •   Pengumpulan data-data primer dari SIG yang terkait dengan rencana Penambahan KBLI yang
            meliputi data-data identitas, rencana usaha serta data-data lainnya yang terkait dengan
            rencana Penambahan KBLI.

        •   Analisis makro ekonomi, analisis industri untuk mengevaluasi pengaruh dari faktor tersebut
            terhadap kinerja SIG di masa mendatang.

        •   Melakukan analisis kelayakan Penambahan KBLI SIG dengan menggunakan nilai
            tambah/inkremental tanpa dan dengan adanya Penambahan KBLI, Net Present Value (NPV),
            Break Even Point (BEP), Profitability Index (PI) dan Return on Investment (ROI).



1.8    Asumsi dan Kondisi Pembatas

       Asumsi

       Beberapa asumsi yang digunakan dalam penyusunan Studi Kelayakan ini adalah:

        •    Y&R menghasilkan Laporan Studi Kelayakan yang bersifat non-disclaimer opinion.
        •    Kami telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam proses
             studi kelayakan.
        •    Dalam menyusun laporan ini, Y&R mengandalkan keakuratan dan kelengkapan informasi yang
             disediakan oleh SIG dan / atau data yang diperoleh dari informasi yang tersedia untuk publik
             dan informasi lainnya yang kami anggap relevan.
        •    Pemberi tugas menyatakan bahwa seluruh informasi material yang menyangkut penugasan
             studi kelayakan telah diungkapkan seluruhnya kepada Y&R dan tidak ada pengurangan atas
             fakta-fakta yang penting.
        •    Y&R menggunakan proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang mencerminkan kewajaran
             proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan pencapaiannya
             (fiduciary duty).
        •    Y&R bertanggung jawab atas pelaksanaan Penilaian dan kewajaran proyeksi keuangan yang
             telah disesuaikan.
        •    Laporan yang dihasilkan terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia,
             yang dapat mempengaruhi operasional SIG.
        •    Y&R bertanggung jawab atas Laporan Studi Kelayakan dan kesimpulan yang dihasilkan.
        •    Y&R telah memperoleh informasi atas status hukum objek Studi Kelayakan dari pemberi
             tugas.
        •    Laporan Studi Kelayakan ini ditujukan untuk memenuhi kepentingan Pasar Modal dan
             pemenuhan aturan OJK dan tidak untuk kepentingan perpajakan.
        •    Studi Kelayakan ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum
             bisnis dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah terkait dengan Penambahan
             KBLI yang akan dilakukan pada tanggal pendapat ini diterbitkan.
        •    Dalam penyusunan Studi Kelayakan ini, kami menggunakan beberapa asumsi, seperti
             terpenuhinya semua kondisi dan kewajiban SIG dan semua pihak yang terlibat dalam studi
             kelayakan serta keakuratan informasi mengenai studi kelayakan yang diungkapkan oleh
             manajemen SIG.
        •    Y&R mengasumsikan bahwa SIG merupakan perusahaan yang berkelanjutan usahanya
             dimasa mendatang dan dikelola oleh manajemen yang profesional dan kompeten (going
             concern).
        •    Studi Kelayakan ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian dari
             analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan informasi dan analisis lainnya secara utuh
             sebagai satu kesatuan dapat menyebabkan pandangan dan kesimpulan yang menyesatkan


                                                                                                Halaman - 9
Page 19
KJPP YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Studi Kelayakan – PT Samator Indo Gas Tbk (“SIG”)



             atas proses yang mendasari Studi Kelayakan. Penyusunan Studi Kelayakan ini merupakan
             suatu proses yang rumit dan mungkin tidak dapat dilakukan melalui analisis yang tidak
             lengkap.
        •    Kami juga mengasumsikan bahwa penerbitan Studi Kelayakan tidak terjadi perubahan apapun
             yang berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam
             penyusunan studi kelayakan ini. Kami tidak bertanggungjawab untuk menegaskan kembali
             atau melengkapi, memutakhirkan pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan
             kondisi serta peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal surat ini.

       Batasan-Batasan

       Batasan-batasan dalam pelaksanaan penugasan ini adalah:

        •    Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan,
             kehandalan dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi lain
             yang diberikan kepada kami oleh SIG atau yang tersedia secara umum yang pada hakekatnya
             adalah benar, lengkap dan tidak menyesatkan, dan kami tidak bertanggung jawab untuk
             melakukan pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi tersebut. Kami juga
             bergantung kepada jaminan dari manajemen SIG bahwa mereka tidak mengetahui fakta-fakta
             yang menyebabkan informasi-informasi yang diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap
             atau menyesatkan.
        •    Analisis Studi Kelayakan ini dipersiapkan menggunakan data dan informasi sebagaimana
             diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data dan informasi tersebut dapat
             mempengaruhi hasil akhir pendapat kami secara material. Oleh karenanya, kami tidak
             bertanggungjawab atas perubahan kesimpulan atas Studi Kelayakan kami dikarenakan
             adanya perubahan data dan informasi tersebut.
        •    Kami tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari Studi Kelayakan ini. Jasa-jasa
             yang kami berikan kepada SIG hanya merupakan pemberian Studi Kelayakan atas objek yang
             akan dilakukan dan bukan jasa-jasa akuntansi, audit, atau perpajakan. Kami tidak melakukan
             penelitian atas keabsahan dari aspek hukum dan implikasi aspek perpajakan tersebut.
        •    Pekerjaan kami yang berkaitan dengan Studi Kelayakan ini tidak merupakan dan tidak dapat
             ditafsirkan merupakan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit atau pelaksanaan
             prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat
             dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan,
             atau penyimpangan dalam laporan keuangan atau pelanggaran hukum. Selain itu, kami tidak
             mempunyai kewenangan dan tidak berada dalam posisi untuk mendapatkan dan menganalisa
             suatu bentuk transaksi-transaksi lainnya diluar aksi korporasi yang ada dan mungkin tersedia
             untuk SIG serta pengaruh dari transaksi-transaksi tersebut terhadap aksi korporasi ini.



1.9    Konfirmasi Bahwa Objek Studi Kelayakan Tidak Sedang atau Telah Dinilai Dalam Jangka
       Waktu Tidak Lebih dari 2 (Dua) Bulan

       SIG menjamin untuk memberikan konfirmasi bahwa objek studi kelayakan tidak sedang atau telah
       dinilai oleh Penilai Publik lainnya untuk maksud, tujuan, pengguna laporan dan tanggal studi
       kelayakan yang sama atau berdekatan (dalam jangka waktu tidak lebih dari dua bulan).

       Bahwa Penilai dibebaskan dari segala bentuk tuntutan/klaim, gugatan ganti rugi yang mungkin
       timbul dari pihak ketiga atau pihak lainnya atas konfirmasi objek studi kelayakan yang tidak benar
       dari SIG dan SIG akan bertanggung jawab atas segala kerugian dan/atau kewajiban yang dialami
       oleh Penilai dan Y&R.




                                                                                             Halaman - 10
Page 20
KJPP YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Studi Kelayakan – PT Samator Indo Gas Tbk (“SIG”)



1.10   Jenis Mata Uang yang Digunakan

       Studi Kelayakan ini dinyatakan dalam mata uang Rupiah.



1.11   Sumber dan Data Informasi yang Dapat Dihandalkan

       Dalam melakukan Studi Kelayakan ini, Y&R juga menggunakan informasi dari beberapa sumber
       informasi yang relevan dan handal tanpa perlu melakukan verifikasi, yaitu :

       •   Data-data laporan keuangan audit historis:

                                              Nama Akuntan Publik dan Nomor
               Tahun           Auditor                                                      Nomor dan Tanggal              Opini
                                                   Izin Akuntan Publik
                                              Gideon, CPA dengan Izin Akuntan           No.
                                                                                                                        Wajar, dalam
                           Paul               Publik No. AP.1192 serta telah tedaftar   00167/3.0355/AU.1/10/1192-
             31 Des 2019                                                                                                 semua hal
                           Hadiwinata,        di OJK dengan No. STTD.AP-                2/1/VI/2020 tanggal 10 Juni
                                                                                                                        yang material
                           Hidajat, Arsono,   42/PM.22/2018                             2020
                           Retno,             Adi Santoso, CPA dengan Izin Akuntan      No.
                                                                                                                        Wajar, dalam
                           Palilingan dan     Publik No. AP.1188 serta telah tedaftar   00052/3.0355/AU.1/10/1188-
             31 Des 2020                                                                                                 semua hal
                           Rekan (“PKF”)      di OJK dengan No. STTD.AP-                1/1/III/2021 tanggal 31 Maret
                                                                                                                        yang material
                                              37/PM.22/2018                             2021
                                              Yulianti Sugiarta dengan Izin Akuntan     No.
                                                                                                                        Wajar, dalam
                                              Publik No. AP.0036 serta telah tedaftar   0027/3.0193/AU.1/10/0036-
             31 Des 2021                                                                                                 semua hal
                                              di OJK dengan No. STTD.AP-                1/1/IV/2022 tanggal 08 April
                           Hadori Sugiarto                                                                              yang material
                                              480/PM.22/2018                            2022 d
                           Adi & Rekan
                                              Pascavera Christiana Dede dengan          No.
                           (“HLB”)                                                                                      Wajar, dalam
                                              Izin Akuntan Publik No. AP.1730 serta     00049/3.0193/AU.1/04/1730-
             31 Des 2022                                                                                                 semua hal
                                              telah tedaftar di OJK dengan No.          1/1/IV/2023 tanggal 03 April
                                                                                                                        yang material
                                              STTD.AP-69/PM.223/2021                    2023
                                              Sandy dengan Izin Akuntan Publik No.      No.
                           Purwantono,                                                                                  Wajar, dalam
                                              AP.1179 serta telah tedaftar di OJK       01294/2.1032/AU.1/04/1179-
             31 Des 2023   Sungkoro     &                                                                                semua hal
                                              dengan No. STTD.AP-54/PM.223/2021         1/1/V/2024 tanggal 08 Mei
                           Surja (“EY”)                                                                                 yang material
                                                                                        2024


       •   Proyeksi keuangan atas Penambahan KBLI SIG sejak Januari 2024 - 2028 yang disiapkan oleh
           Manajemen SIG;
       •   Laporan Tahunan SIG Tahun 2022;
       •   Legalitas SIG dan perizinan terkait;
       •   Data-data ekonomi yang diperoleh dari S&P Capital IQ dan Damodaran;
       •   Data-data ekonomi baik yang bersifat makro ataupun mikro yang diperoleh dari instansi terkait,
           seperti Bank Indonesia; dan
       •   Diskusi dengan Manajemen SIG.



1.12   Tenaga Ahli dan Hasil Pekerjaan Tenaga Ahli

       Dalam melakukan Studi Kelayakan, Y&R tidak menggunakan tenaga ahli dan hasil pekerjaan tenaga
       ahli.



1.13   Penjelasan mengenai Kejadian Penting setelah Tanggal Studi Kelayakan

       Berdasarkan informasi dari manajemen tidak terdapat kejadian penting setelah tanggal studi
       kelayakan.




                                                                                                                   Halaman - 11
Page 21
KJPP YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Studi Kelayakan – PT Samator Indo Gas Tbk (“SIG”)



                                                              BAB II

                                                    GAMBARAN UMUM

2.1    Profil PT Samator Indo Gas Tbk (“SIG”)

2.1.1 Pendirian

       SIG yang semula bernama PT Aneka Gas Industri Tbk didirikan pada tanggal 21 September 1971
       dan langsung beroperasi secara komersial, berdasarkan Akta Notaris Soeleman Ardjasasmita, S.H.,
       No. 28, Notaris di Jakarta. Akta tersebut telah disahkan oleh Menteri Kehakiman melalui Surat
       Keputusan No. J.A.5/198/3 tanggal 08 November 1971 dan dicatat dalam Lembaran Berita Negara
       Republik Indonesia No. 103 tanggal 24 Desember 1971, Tambahan No. 576.

       Anggaran Dasar SIG telah beberapa kali mengalami perubahan dan terakhir berdasarkan Akta
       No. 68 tanggal 31 Mei 2023 dihadapan Notaris Ira Sudjono, S.H., M.Hum., M.Kn., M.M., M.Si., Notaris
       di Jakarta Barat. Akta tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik
       Indonesia melalui Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-
       0106409.AH.01.11.Tahun 2023 tanggal 09 Juni 2023.

       Kantor pusat SIG berlokasi di Gedung UGM Samator Pendidikan, Tower A Lantai 5 dan 6, Jalan
       Dr. Sahardjo No. 83, Manggarai, Tebet, Kota Jakarta Selatan. SIG dan Entitas Anak memiliki 55 pabrik
       (plant) yang tersebar di wilayah Jawa, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi, yaitu 3 (tiga) di Jakarta,
       12 (dua belas) di Jawa Barat, 2 (dua) di Jawa Tengah, 11 (sebelas) di Jawa Timur, 1 (satu) di Banten,
       3 (tiga) di Riau, 1 (satu) di Kepulauan Riau, 5 (lima) di Sumatera Utara, 1 (satu) di Sumatera Selatan,
       1 (satu) di Kalimantan Tengah, 1 (satu) di Kalimantan Selatan, 2 (dua) di Kalimantan Timur, 2 (dua)
       di Sulawesi Utara, 1 (satu) di Bali, 1 (satu) di Sulawesi Tengah, 6 (enam) di Sulawesi Selatan, 1 (satu)
       di Sulawesi Tenggara dan 1 (satu) di Nusa Tenggara Barat.

       Penawaran Umum Efek:

       Saham

       •     Pada tanggal 16 September 2016, SIG memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa
             Keuangan (“OJK”) dengan Surat No. S-520/D.04/2016 untuk melakukan Penawaran Umum atas
             766.660.000 lembar saham kepada masyarakat. Pada tanggal 28 September 2016, saham-
             saham tersebut telah dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (“BEI”).
       •     Pada tanggal 31 Maret 2023, seluruh saham SIG sejumlah 3.066.660.000 saham dengan
             nominal Rp500 (Rupiah penuh) per saham telah dicatatkan pada BEI.

       Obligasi dan Sukuk Ijarah

       •     Pada tanggal 31 Maret 2023, obligasi dan sukuk ijarah yang diterbitkan ke publik oleh SIG dan
             diperdagangkan di BEI adalah sebagai berikut:

              Figur 1.     Penawaran Umum Efek Obligasi
                                                                   Jumlah       Jangka
                               Nama Obligasi                                               Jatuh Tempo      Tingkat Bunga
                                                                    Pokok       Waktu
               Obligasi berkelanjutan I Aneka Gas Industri
                                                                       16.000   5 tahun   19 Maret 2024     11,50% tetap
               Tahap III Tahun 2019 – Seri B
               Obligasi Berkelanjutan II Aneka Gas Industri
                                                                        9.000   3 tahun   14 Agustus 2023    9,80% tetap
               Tahap I Tahun 2020 – Seri A
               Obligasi Berkelanjutan II Aneka Gas Industri
                                                                        2.000   5 tahun   14 Agustus 2025   10,55% tetap
               Tahap I Tahun 2020 – Seri B
               Obligasi Berkelanjutan II Aneka Gas Industri
                                                                        1.000   7 tahun   14 Agustus 2027   11,25% tetap
               Tahap I Tahun 2020 – Seri C




                                                                                                             Halaman - 12
Page 22
KJPP YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Studi Kelayakan – PT Samator Indo Gas Tbk (“SIG”)



                                                                  Jumlah      Jangka
                               Nama Obligasi                                              Jatuh Tempo     Tingkat Bunga
                                                                   Pokok      Waktu
               Obligasi Berkelanjutan II Aneka Gas Industri
                                                                    15.000    370 hari     16 Juli 2022     7,50% tetap
               Tahap III Tahun 2021
               Obligasi Berkelanjutan II Aneka Gas Industri
                                                                   145.000    3 tahun      6 Juli 2024      9,35% tetap
               Tahap III Tahun 2021 – Seri B
               Obligasi Berkelanjutan II Aneka Gas Industri
                                                                    78.000    7 tahun      6 Juli 2028     10,75% tetap
               Tahap III Tahun 2021 – Seri C
               Obligasi Berkelanjutan II Aneka Gas Industri                               22 Desember
                                                                    44.700    3 tahun                       8,10% tetap
               Tahap IV Tahun 2021                                                            2024
               Obligasi Berkelanjutan II Aneka Gas Industri                               22 Desember
                                                                    46.300    5 tahun                       9,15% tetap
               Tahap IV Tahun 2021 – Seri B                                                   2026
               Obligasi Berkelanjutan II Aneka Gas Industri                               22 Desember
                                                                    59.000    7 tahun                      10,00% tetap
               Tahap IV Tahun 2021 – Seri C                                                   2028


              Figur 2. Penawaran Umum Efek Sukuk Ijarah
                                                                  Jumlah       Jangka                        Cicilan
                             Nama Sukuk Ijarah                                            Jatuh Tempo
                                                                   Pokok       Waktu                      Imbalan Ijarah
               Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Aneka Gas Industri                                              Rp104 untuk
                                                                     99.000    5 tahun     6 Juni 2022
               Tahap I Tahun 2017 – Seri B                                                                 setiap Rp1.000
               Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Aneka Gas Industri                             5 Desember        Rp99 untuk
                                                                     37.000    5 tahun
               Tahap II Tahun 2017 – Seri B                                                   2022         setiap Rp1.000
               Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Aneka Gas Industri                                              Rp110 untuk
                                                                    110.000    3 tahun    19 Maret 2022
               Tahap III Tahun 2019                                                                        setiap Rp1.000
               Sukuk Ijarah Berkelanjutan II Aneka Gas Industri                            14 Agustus      Rp105,5 untuk
                                                                      5.000    5 tahun
               Tahap I Tahun 2020                                                             2025         setiap Rp1.000
               Sukuk Ijarah Berkelanjutan II Aneka Gas Industri                                              Rp75 untuk
                                                                     15.000    370 hari    16 Juli 2022
               Tahap III Tahun 2021                                                                        setiap Rp1.000
               Sukuk Ijarah Berkelanjutan II Aneka Gas Industri                                             Rp93,5 untuk
                                                                    105.000    3 tahun      6 Juli 2024
               Tahap III Tahun 2021                                                                        setiap Rp1.000
               Sukuk Ijarah Berkelanjutan II Aneka Gas Industri                                            Rp107,5 untuk
                                                                    124.000    7 tahun      6 Juli 2028
               Tahap III Tahun 2021                                                                        setiap Rp1.000
               Sukuk Ijarah Berkelanjutan II Aneka Gas Industri                           22 Desember        Rp81 untuk
                                                                    133.000    3 tahun
               Tahap IV Tahun 2021                                                            2024         setiap Rp1.000
               Sukuk Ijarah Berkelanjutan II Aneka Gas Industri                           22 Desember      Rp91,50 untuk
                                                                     17.000    5 tahun
               Tahap IV Tahun 2021                                                            2026         setiap Rp1.000
               Sukuk Ijarah Berkelanjutan II Aneka Gas Industri                                           Rp77,50 untuk
                                                                    118.800    3 tahun     5 April 2025
               Tahap V Tahun 2022 –Seri A                                                                  setiap Rp1.000
               Sukuk Ijarah Berkelanjutan II Aneka Gas                                                    Rp89 untuk
                                                                    123.700    5 tahun     5 April 2027
               Industri Tahap V Tahun 2022 – Seri B                                                       setiap Rp 1.000
               Sukuk Ijarah Berkelanjutan II Aneka Gas Industri                                           Rp97,50 untuk
                                                                    153.500    7 tahun     5 April 2029
               Tahap V Tahun 2022 –Seri C                                                                 setiap Rp 1.000




2.1.2 Aktivitas Usaha

       Berdasarkan Pasal 3 Anggaran Dasar SIG, maksud dan tujuan SIG adalah untuk memproduksi,
       memasarkan dan menjual berbagai macam gas untuk industri dan produk-produk terkait serta
       menjalankan segala kegiatan dan usaha untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut. Untuk
       mencapai maksud dan tujuan tersebut, kegiatan usaha SIG berdasarkan Anggaran Dasar dan/atau
       KBLI adalah sebagai berikut:

        a)   Berusaha dalam bidang Industri Bahan Kimia;
        b)   Berusaha dalam bidang Pengumpulan Limbah dan Sampah;
        c)   Berusaha dalam bidang Treatment dan Pembuangan Sampah;
        d)   Berusaha dalam bidang Konstruksi Bangunan Sipil Lainnya;
        e)   Berusaha dalam bidang Perdagangan Besar Mesin, Peralatan dan Perlengkapannya;
        f)   Berusaha dalam bidang Perdagangan Besar Khusus Lainnya;
        g)   Berusaha dalam bidang Angkutan Darat Bukan Bus;
        h)   Berusaha dalam bidang Instalasi Sistem Kelistrikan, Air (Pipa) dan Instalasi Konstruksi Lainnya;
        i)   Berusaha dalam bidang Perdagangan Eceran Khusus Barang Lainnya di Toko; dan



                                                                                                           Halaman - 13
Page 23
KJPP YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Studi Kelayakan – PT Samator Indo Gas Tbk (“SIG”)



        j)   Berusaha dalam bidang Aktivitas Penyewaan Dan Sewa Guna Tanpa Opsi Mesin, Peralatan dan
             Barang Berwujud lainnya.

       Namun kegiatan usaha yang saat ini telah benar-benar dijalankan oleh SIG adalah bergerak dalam
       bidang perdagangan, jasa dan industri berbagai macam gas untuk industri dan gas medis, yang
       mencakup kegiatan sebagai berikut:

       a)    Memproduksi gas dalam bentuk gas, cair ataupun padat, antara lain Oksigen (O 2), Nitrogen
             (N2), Argon (Ar), Asetilen (C2H2), Karbon dioksida (CO2), Hidrogen (H2), Nitrous Oxide (N2O),
             Hidrogen Peroksida (H2O2) dan Synthetic Air serta Mixed Gas;
       b)    Memperdagangkan produk gas dari produsen lain kepada pelanggan SIG, seperti gas-gas yang
             telah disebutkan di atas, Specialty Gas, Rare Gas dan lain sebagainya; dan
       c)    Merancang konstruksi dan instalasi peralatan gas serta penjualan produk terkait lainnya pada
             pabrik pelanggan dan rumah sakit.



2.1.3 Produk dan Layanan

       Gas Industri

       Gas industri digunakan secara luas untuk beragam industri, termasuk medis, metalurgi, energi dan
       infrastruktur. Industri gas SIG dibagi dalam kategori sebagai berikut:

       Gas Udara                          : Oksigen, Nitrogen, Argon
       Gas Bahan Bakar                    : Gas Propana Cair, Gas Alam, Gas Petroleum Cair
       Gas Campuran                       : Gas Alam Terkompresi (CNG), Gas Kalibrasi Lingkungan (ECG),
                                            Mesin Emisi Knalpot (EEE)
       Gas Langka                         : Helium, Neon, Kripton, Xenon
       Gas Khusus                         : Sulfur Heksafluorida, Gas Sterilisasi, Amonia
       Gas Sintetis                       : Hidrogen, Asetilen, Karbon Dioksida, Karbon Monoksida, Nitrous
                                            Oxide, Epoksietilena, Sulfur Dioksida

       Gas Medis dan Respirasi

       •     Oksigen Gas Medis/Gas Respirasi, digunakan untuk berbagai darurat medis ataupun terapi
             jangka panjang, seperti pasien di ruang operasi, ruang ICU, ruang gawat darurat dan bantuan
             pertama dalam ambulans.

       •     Gas Medis Nitrous Oxide (N2O), digunakan untuk anestesi, analgesia dan cryosurgery.

       •     Gas Medis Udara, digunakan sebagai udara bedah untuk menggerakan alat pneumatik, seperti
             peralatan kedokteran gigi.

       •     Medikal Gas Nitrogen, digunakan untuk menggerakkan peralatan bedah pada saat berbagai
             prosedur.

       •     Medikal CO2, digunakan untuk bedah laser.

       •     Gas Campuran Fungsi Paru, digunakan untuk pemeriksaan fungsi paru.

       •     Gas Kalibrasi untuk Analisa Darah, banyak digunakan di laboratorium patologi dan biokimia
             dalam menganalisa contoh darah untuk mendeteksi permasalahan pernapasan dan
             metabolisme.

       •     Gas Laser, digunakan untuk pembedahan.

       •     Gas Cryopreservation, digunakan untuk mengawetkan bahan biologis dengan memanfaatkan
             Nitrogen cair.




                                                                                              Halaman - 14
Page 24
KJPP YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Studi Kelayakan – PT Samator Indo Gas Tbk (“SIG”)



       Aplikasi Produk

       1.    Industri Pertanian dan Argo (Mixed Gases untuk memperpanjang umur buah dan sayuran,
             Fumigation Gas, Penyuburan CO2 dalam rumah kaca, Ripening Gases untuk buah-buahan,
             Generate Vegetable Maturity Gas, Hydrogenation dalam Oleo chemical dan blanketing gas dalam
             Oleo chemical).

       2.    Industri Makanan dan Minuman (Modified Atmosphere Gas, Control Atmosphere Gas,
             Carbonation, Chilling and Cooling dan Freezing).

       3.    Elektronik dan Semikonduktor (Carrier Gas, Filling Gas, Sealing Gas dan Inert Gas).

       4.    Kaca (Inert Gas, Protective Gas dan Enrichment Gas).

       5.    Otomotif, Perkapalan, Pesawat Luar Angkasa dan Aeronautika (Welding Gas, Cutting Gas,
             Environmental Calibration Gas, Lifting Gas dan Fuel Gas).

       6.    Pertambangan (Inert Gas, Carrier Gas, Spectroscope Gas dan Combustion Gas).

       7.    Minyak dan Gas (Nitrogen Services, Nitrogen Purging dan Pressurize Test, Nitrogen and Helium
             Leak Test, N2 Converter Rental, ISO Container Tank Rental dan Enhanced Oil Recovery (EOR) with
             Liquid CO2).

       8.    Mesin dan Konstruksi (Welding Gas, Inert Gas, Fuel Gas dan Cutting Gas).

       9.    Metalurgi (Inert Gas, Combustion Gas, Blanketing Gas, Tempering Gas dan Hardening Gas).

       10. Pulp dan Paper (pH Neutralization Gas dan Bleaching Gas).

       11. Gas Khusus (Pure Gases: Carrier Gas, Balance Gas, Process Gas Sterilization Gas; Mixed Gas:
           Standard Gas, Process Gas, Medical Gas, Electronic Gas).

       12. Medis dan Kesehatan (Respiration Gas, Lung Function Mix Gas, Blood Analyzer Calibration Gas,
           Laser Gas, Cryopreservation Gas dan Anesthesia and Analgesia Gas).

       13. Produk Peralatan Gas dan Instalasi: Meliputi Peralatan Pasokan Medis (MSE), Sistem Gas di
           Lokasi (OGS), Pengelolaan Gas dan Perlengkapan Pemotongan (GHCE), Jasa Instalasi dan
           Peralatan Pengamanan.

       14. Produk Lain (peralatan pasokan medis, sistem monitor gas medis, modular operating theatre,
           sistem gas di lokasi, pengelolaan gas dan perlengkapan pemotongan, peralatan keselamatan,
           jasa instalasi, kontainer bersuhu rendah untuk spesimen biologi dan transportasi dan
           penyimpanan cairan bersuhu rendah.




                                                                                                   Halaman - 15
Page 25
KJPP YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Studi Kelayakan – PT Samator Indo Gas Tbk (“SIG”)



2.1.4 Struktur Organisasi

       Berikut adalah struktur organisasi SIG :

       Figur 3.    Struktur Organisasi SIG




       Sumber : Manajemen SIG



2.1.5 Struktur Permodalan

       Struktur permodalan SIG per 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut :

       Figur 4.    Struktur Permodalan SIG
                                                      Jumlah Modal
                                                                           Persentase
         No.                Pemegang Saham          Ditempatkan dan                       Jumlah
                                                                          Kepemilikan
                                                     Disetor Penuh
          1    PT Samator                                 1.080.693.020          35,24%       540.346

          2    Matrix Company                              989.253.120           32,26%       494.627

          3    PT Aneka Mega Energi                        459.999.000           15,00%       229.999

          4    PT Saratoga Investama Sedaya                306.666.000           10,00%       153.333

          5    Nini Liemijanto                                  25.200            0,00%            13

          6    Octavianus Santoso Rastanto                       9.700            0,00%             5

          7    Masyarakat                                  230.013.960            7,50%       115.007

                   Sub-jumlah                             3.066.660.000        100,00%      1.533.330

                   Saham Treasuri                                     0          0,00%              0

                   Jumlah                                 3.066.660.000        100,00%      1.533.330

       Sumber : Laporan Keuangan Audit SIG per 31 Desember 2023

       Berdasarkan figur di atas, pemegang saham mayoritas SIG adalah PT Samator dengan kepemilikan
       sebesar 35,24%.




                                                                                          Halaman - 16
Page 26
KJPP YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Studi Kelayakan – PT Samator Indo Gas Tbk (“SIG”)



2.1.6 Susunan Pengurus SIG

       Berdasarkan Laporan Keuangan Audit SIG per 31 Desember 2023, susunan anggota Dewan
       Komisaris dan Direksi SIG adalah sebagai berikut:

       Dewan Komisaris

       Komisaris Utama                              : Heyzer Harsono
       Wakil Komisaris Utama                        : Rasid Harsono
       Wakil Komisaris Utama                        : Setyo Wahono
       Komisaris                                    : Michael William P. Soeryadjaya
       Komisaris                                    : Atiff Ibrahim Gill
       Komisaris Independen                         : Komjen Pol (P) Sutanto
       Komisaris Independen                         : Robiyanto
       Komisaris Independen                         : Hans-Gerd Wienands

       Dewan Direksi

       Direktur Utama                               : Rachmat Harsono
       Wakil Direktur Utama                         : Ferryawan Utomo
       Direktur                                     : Imelda Mulyani Harsono
       Direktur                                     : Nini Liemijanto
       Direktur                                     : Budi Susanto
       Direktur                                     : Octavianus Santoso Rastanto
       Direktur                                     : Djanarko Tjandra
       Direktur Independen                          : Andy Purwohardono

       Per 31 Desember 2023, SIG dan Entitas Anak (Grup) memiliki karyawan tetap sebanyak 2.149 orang.



2.2    Legalitas dan Perizinan yang dimiliki SIG

       Legalitas, perizinan dan informasi keuangan yang telah dimiliki SIG adalah sebagai berikut :

       1.    Akta Pendirian SIG No. 28 tanggal 21 September 1971 dihadapan Notaris Soeleman
             Ardjasasmita, S.H., Notaris di Jakarta. Akta tersebut telah disahkan oleh Menteri Kehakiman
             melalui Surat Keputusan No. J.A.5/198/3 tanggal 8 November 1971 dan dicatat dalam
             Lembaran Berita Negara Republik Indonesia No. 103 tanggal 24 Desember 1971, Tambahan
             No. 576.

       2.    Akta perubahan SIG No. 68 tanggal 31 Mei 2023 dihadapan Notaris Ira Sudjono, S.H., M.Hum.,
             M.Kn., M.M., M.Si., Notaris di Jakarta Barat. Akta tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum
             Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Kementerian Hukum dan Hak Asasi
             Manusia Republik Indonesia No. AHU-0106409.AH.01.11.Tahun 2023 tanggal 09 Juni 2023.

       3.    Nomor Pokok Wajib Pajak (“NPWP”) SIG No. 01.002.124.4-038.000.

       4.    Nomor Induk Berusaha (“NIB”) SIG No. 9120404930362.

       5.    Laporan Keuangan Audit SIG per 31 Desember 2019 dengan Angka Pembanding per
             31 Desember 2018 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Paul Hadiwinata, Hidajat,
             Arsono, Retno, Palilingan dan Rekan (“PKF”) No. 00167/3.0355/AU.1/10/1192-2/1/VI/2020 pada
             tanggal 10 Juni 2020 dengan opini Wajar Dalam Hal Material.

       6.    Laporan Keuangan Audit SIG per 31 Desember 2020 dengan Angka Pembanding per
             31 Desember 2019 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Paul Hadiwinata, Hidajat,




                                                                                              Halaman - 17
Page 27
KJPP YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Studi Kelayakan – PT Samator Indo Gas Tbk (“SIG”)



             Arsono, Retno, Palilingan dan Rekan (“PKF”) No. 00052/3.0355/AU.1/10/1188-1/1/III/2021 pada
             tanggal 31 Maret 2021 dengan opini Wajar Dalam Hal Material.

       7.    Laporan Keuangan Audit SIG per 31 Desember 2021 dengan Angka Pembanding per
             31 Desember 2020 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Hadori Sugiarto Adi dan
             Rekan (“HLB”) No. 00027/3.0193/AU.1/10/0036-1/1/IV/2022 pada tanggal 08 April 2022 dengan
             opini Wajar Dalam Hal Material.

       8.    Laporan Keuangan Audit SIG per 31 Desember 2022 dengan Angka Pembanding per
             31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Hadori Sugiarto Adi dan
             Rekan (“HLB”) No. 00049/3.0193/AU.1/04/1730-1/1/IV/2023 pada tanggal 03 April 2023 dengan
             opini Wajar Dalam Hal Material.

       9.    Laporan Keuangan Audit SIG per 31 Desember 2023 dengan Angka Pembanding per
             31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro &
             Surja (“EY”) No. 01294/2.1032/AU.1/04/1179-1/1/V/2024 pada tanggal 08 Mei 2024 dengan
             opini Wajar Dalam Hal Material.



2.3    Tinjauan Kinerja Keuangan

       Berikut tinjauan Laba (Rugi) SIG berdasarkan Laporan Keuangan Audit untuk periode
       31 Desember 2019 sampai dengan 31 Desember 2023. Khusus untuk analisis posisi keuangan, pada
       periode 31 Desember 2021 sampai 31 Desember 2023, Y&R menggunakan Laporan Keuangan Audit
       periode 31 Desember 2023 oleh EY, dikarenakan adanya koreksi kesalahan penyajian atas investasi
       pada saham dan hak atas tanah di Laporan Keuangan 31 Desember 2021 dan 31 Desember 2022.

       Tinjauan Laba (Rugi)

       Figur 5.     Ikhtisar Laba (Rugi) SIG
                                                                                        (Dalam Jutaan Rupiah)
                                                    2019        2020        2021          2022           2023
                        Keterangan
                                                    Audit       Audit       Audit         Audit          Audit
        Pendapatan Usaha                            2.203.617   2.188.179   2.738.813    2.612.464      2.822.745

        Laba (Rugi) Kotor                            997.797     933.433    1.231.365    1.155.516      1.296.580

        Laba (Rugi) Tahun Berjalan                   103.431      99.862     211.485       103.896        169.814

        Laba (Rugi) Komprehensif Tahun Berjalan      167.239      97.501     214.372       140.733        170.067

       Sumber : Laporan Keuangan Audit SIG

       Pendapatan SIG antara lain berasal dari penjualan produk gas serta jasa dan peralatan. Pendapatan
       SIG sejak tahun 2019 sampai 2023 cenderung menunjukkan tren yang meningkat, meskipun sempat
       sedikit mengalami penurunan pada tahun 2020 dan 2022. Pada tahun 2023, Pendapatan usaha SIG
       kembali mengalami peningkatan yang cukup tinggi. Pendapatan usaha SIG pada tahun 2023
       tercatat sebesar Rp2.822.745 Juta, meningkat 8,05% dari tahun sebelumnya, dikarenakan terjadi
       peningkatan penjualan produk gas sebesar 10,14%.

       Kinerja Laba (Rugi) SIG cenderung menunjukkan tren yang meningkat sejak tahun 2019 sampai 2023.
       Laba tahun berjalan pada tahun 2023 tercatat sebesar Rp169.814 Juta, meningkat signifikan sebesar
       63,45% dari tahun sebelumnya dikarenakan peningkatan pendapatan usaha SIG yang mayoritas
       berasal dari produk gas bersamaan dengan turunnya proporsi beban pokok penjualan. Laba
       komprehensif SIG pada tahun 2023 tercatat sebesar Rp170.067 Juta.




                                                                                                     Halaman - 18
Page 28
KJPP YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Studi Kelayakan – PT Samator Indo Gas Tbk (“SIG”)



       Figur 6. Pertumbuhan Pendapatan Usaha, Laba (Rugi) Kotor, Laba (Rugi) Tahun Berjalan dan Laba
                (Rugi) Komprehensif Tahun Berjalan SIG
                                                                               (Dalam Jutaan Rupiah)
          3.000.000


          2.500.000


          2.000.000


          1.500.000


          1.000.000


           500.000


                   -
                               2019                 2020               2021                   2022             2023

                              Pendapatan Usaha                            Laba (Rugi) Kotor

                              Laba (Rugi) Tahun Berjalan                  Laba (Rugi) Komprehensif Tahun Berjalan


       Sumber : Laporan Keuangan Audit SIG (Diolah Y&R)

       Tinjauan Posisi Keuangan SIG

       Figur 7.        Ringkasan Posisi Keuangan SIG
                                                                                                     (Dalam Jutaan Rupiah)
                                                                                         2021          2022
                                                            2019              2020                                     2023
                             Keterangan                                                  Tidak         Tidak
                                                            Audit             Audit                                    Audit
                                                                                         Audit         Audit
         Aset Lancar                                       1.696.015      1.629.893     2.045.637     1.842.947       1.644.481

         Aset Tidak Lancar                                 5.324.965      5.491.565     6.036.203     6.112.527       6.153.278

         Total Aset                                        7.020.980      7.121.458     8.081.840     7.955.474       7.797.759

         Liabiliatas Jangka Pendek                         1.938.711      1.615.068     2.012.811     1.677.690        948.726

         Liabilitas Jangka Panjang                         1.782.705      2.124.249     2.617.642     2.726.970       3.120.887

         Total Liabilitas                                  3.721.416      3.739.317     4.630.453     4.404.660       4.069.613

         Ekuitas                                           3.299.564      3.382.141     3.451.387     3.550.814       3.728.146

         Total Liabilitas dan Ekuitas                      7.020.980      7.121.458     8.081.840     7.955.474       7.797.759

       Sumber: Laporan Keuangan Audit SIG

       Berdasarkan figur di atas, Total Aset SIG pada tahun 2021 sampai 2023 menunjukkan tren yang
       menurun. Pada tahun 2023 Total Aset SIG tercatat sebesar Rp7.797.759 Juta, menurun
       dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 1,98% yang mayoritas dikarenakan menurunnya Kas dan
       Setara Kas, Piutang Lain-lain, dan Aset Tetap.

       Total Liabilitas SIG pada tahun 2021 sampai 2023 menunjukkan tren yang menurun. Total Liabilitas
       SIG pada tahun 2023 tercatat sebesar Rp4.069.613 Juta, menurun dibandingkan tahun sebelumnya
       sebesar 7,61%. Hal ini mayoritas dikarenakan meningkatnya Utang Usaha, Utang Bank, Uang Muka
       Pelanggan, Laba Ditangguhkan atas Transaksi Jual dan Sewa Balik serta Liabilitas Diestimasi atas
       Imbalan Kerja.

       Total Ekuitas SIG selama tahun historis menunjukkan tren yang meningkat. Total ekuitas SIG
       tertinggi tercatat pada tahun 2023 yaitu sebesar Rp3.728.146 Juta, peningkatan tersebut mayoritas
       berasal dari Saldo Laba SIG.




                                                                                                                  Halaman - 19
Page 29
KJPP YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Studi Kelayakan – PT Samator Indo Gas Tbk (“SIG”)



       Figur 8.        Pertumbuhan Aset, Liabilitas dan Ekuitas SIG
                                                                                                             (Dalam Jutaan Rupiah)
           9.000.000

           8.000.000

           7.000.000

           6.000.000

           5.000.000

           4.000.000

           3.000.000

           2.000.000

           1.000.000

                   -
                                2019                 2020                      2021*              2022*                2023

                                                            Aset     Liabilitas    Ekuitas


       Sumber : Laporan Keuangan Audit SIG (Diolah Y&R)

       Tinjauan Laporan Arus Kas SIG

       Figur 9.        Ringkasan Laporan Arus Kas SIG
                                                                                                             (Dalam Jutaan Rupiah)
                                                                   2019            2020          2021          2022            2023
                             Keterangan
                                                                   Audit           Audit         Audit         Audit           Audit
           Kas yang diperoleh (digunakan) untuk aktivitas
                                                                    411.801            364.251    605.945       522.544        659.194
           operasi
           Kas yang diperoleh (digunakan) untuk aktivitas
                                                                   (437.385)       (278.108)     (772.403)     (272.842)      (323.869)
           investasi
           Kas yang diperoleh (digunakan) dari aktivitas
                                                                     20.630             39.503    570.388      (421.889)      (397.675)
           pendanaan
           Kenaikan (penurunan) kas dan setara kas                   (4.954)           125.646    403.930      (172.187)       (62.350)

           Kas dan setara kas awal tahun                            284.472            279.518    405.164       809.094        636.930

           Kas dan setara kas akhir tahun                           279.518            405.164    809.094       636.907        574.580

       Sumber : Laporan Keuangan Audit SIG

       Dari figur diatas diketahui aktivitas arus kas SIG untuk tahun yang berakhir pada periode
       31 Desember 2023 adalah sebagai berikut :

       •       Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi SIG tercatat positif sebesar Rp659.194 Juta,
               yang menunjukkan arus kas masuk yang berasal dari Penerimaan Kas dari Pelanggan,
               Penerimaan Restitusi Pajak dan Penerimaan Penghasilan Bunga.

       •       Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi SIG tercatat negatif sebesar Rp323.869
               Juta, yang menunjukkan arus kas keluar yang berasal dari Uang Muka Pembelian Aset Tetap
               dan Perolehan Aset Tetap.

       •       Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan SIG sebesar negatif sebesar Rp397.675
               Juta, yang menunjukkan arus kas keluar berasal Pembayaran Utang Bank, Utang Sewa
               Pembiayaan, Utang Lembaga Keuangan, Utang Obligasi dan Utang Pihak Berelasi.




                                                                                                                           Halaman - 20
Page 30
KJPP YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Studi Kelayakan – PT Samator Indo Gas Tbk (“SIG”)



       Figur 10. Komposisi Arus Kas Bersih dari aktivitas Operasi, Investasi dan Pendanaan SIG
                                                                                   (Dalam Jutaan Rupiah)
            800.000
            600.000
            400.000
            200.000
                    -
           (200.000)             2019                2020                  2021                 2022                2023

           (400.000)
           (600.000)
           (800.000)
          (1.000.000)

                                            Kas yang diperoleh (digunakan) untuk aktivitas operasi

                                            Kas yang diperoleh (digunakan) untuk aktivitas investasi

                                            Kas yang diperoleh (digunakan) dari aktivitas pendanaan


       Sumber: Laporan Keuangan SIG (Diolah Y&R)

       Rasio Keuangan SIG

       Figur 11. Rasio Keuangan SIG
                               Keterangan                           2019           2020          2021        2022          2023

         LIQUIDITY

         Current Ratio                                               87,48%        100,92%       101,63%     109,85%       173,34%

         Quick Ratio                                                 56,41%         65,10%        75,23%      80,60%       121,82%

         ACTIVITY

         Days of Inventory Turnover                                     135             130            111      116           107

         Days of Account Receivable Turnover                               68             63            56          61            69

         Days of Account Payable Turnover                                  43             34            30          39            28

         SOLVABILITY

         Total Debt to Equity Ratio                                 100,11%         99,62%       120,67%     109,20%        94,90%

         Total Debt to Assets Ratio                                  47,05%         47,31%        51,53%      48,74%        45,37%

         PROFITABILITY

         Gross Profit Margin                                         45,28%         42,66%        44,96%      44,23%        45,93%

         Net Profit Margin                                            4,69%          4,56%           7,72%     3,53%         6,02%

         Rate of Return on Assets                                     1,47%          1,40%           2,62%     1,16%         2,18%

         Rate of Return on Equity                                     3,13%          2,95%           6,13%     2,60%         4,55%

       Sumber : Laporan Keuangan SIG (Diolah Y&R)

       Rasio Likuiditas

       Figur diatas menunjukkan SIG memiliki rasio likuiditas yang positif dimana secara rata-rata SIG
       memiliki kemampuan membayar seluruh Utang Jangka Pendeknya melalui Aset Lancar selama
       periode historis. Current Ratio dan Quick Ratio SIG pada periode 31 Desember 2023 adalah sebesar
       173,34% dan 121,82%.




                                                                                                                     Halaman - 21
Page 31
KJPP YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Studi Kelayakan – PT Samator Indo Gas Tbk (“SIG”)



       Rasio Aktivitas

       Semakin tinggi nilai activity ratio maka semakin lambat hari perputarannya, begitu pula sebaliknya.
       Selama 5 (lima) tahun terakhir, rasio perputaran Persediaan mengalami tren yang menurun. Hari
       perputaran Persediaan terus mengalami penurunan sejak tahun 2019 hingga 2023, yaitu sebesar
       135 hari pada tahun 2019 menjadi 107 hari pada tahun 2023. Hal ini dapat diartikan bahwa
       Persediaan yang dimiliki SIG lebih cepat terjual.

       Rasio perputaran Piutang selama 3 (tiga) tahun terakhir terus mengalami peningkatan. Hari
       perputaran Piutang meningkat sejak tahun 2021 hingga 2023, yaitu sebesar 56 hari pada tahun
       2021 menjadi 69 hari pada tahun 2023. Hal ini dapat diartikan bahwa Piutang Usaha SIG lebih lama
       tertagih dibandingkan tahun sebelumnya.

       Rasio perputaran Utang Usaha selama 5 (lima) tahun terakhir mengalami penurunan. Hari
       perputaran utang usaha terus mengalami penurunan sejak tahun 2019 hingga 2023, yaitu sebesar
       43 hari pada tahun 2019 menjadi 28 hari pada tahun 2023. Hal ini dapat diartikan bahwa Utang
       Usaha SIG lebih cepat dibayarkan dibandingkan tahun sebelumnya.

       Rasio Solvabilitas

       Rasio solvabilitas mengukur kemampuan suatu perusahaan dalam melunasi kewajiban jangka
       panjangnya. Rasio ini juga dimaksudkan untuk mengukur sampai seberapa jauh Aset SIG dibiayai
       oleh Utang. Rata-rata Total Debt to Equity Ratio dan Total Debt to Assets Ratio SIG selama periode
       historis sebesar 94,90% dan 45,37%

       Rasio Profitabilitas

       Rasio profitabilitas menunjukan kemampuan suatu perusahaan untuk memperoleh laba dalam
       operasinya. Rata-rata rasio profitabilitas SIG menunjukkan angka positif. Pada periode 31
       Desember 2023, Gross Profit Margin SIG tercatat sebesar 45,93%, Net Profit Margin sebesar 6,02%,
       Rate of Return on Assets sebesar 2,18% dan Rate of Return on Equity sebesar 4,55%.



2.4    Informasi Inspeksi Lapangan

       Kami telah melakukan inspeksi lapangan dalam rangka memperoleh informasi yang relevan dalam
       penugasan Penambahan KBLI sesuai dengan KBLI 2020.

       Berikut informasi terkait pelaksanaan inspeksi lapangan :

       Surat Tugas           : ST.Y&R-00/BISA/SIG/V/2024/RY/0027
       Lokasi                : Gedung UGM Samator Pendidikan, Tower A, Lantai 5 & 6, Jalan Dr. Sahardjo
                               No. 83, Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan
       Tanggal               : 08 Mei 2024
       Pelaksana             : 1. M. Adriansyah
                               2. Synthia Ayu Disha
       Pendamping            : 1. Tjandra Widjaja
                               2. Syaiful Anwar




                                                                                              Halaman - 22
Page 32
KJPP YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Studi Kelayakan – PT Samator Indo Gas Tbk (“SIG”)



       Hasil dokumentasi inspeksi lapangan :




                   Resepsionis Grup Samator                             Resepsionis SIG




                         Ruang Kerja SIG                   Contoh Pemasangan Instalasi Gas Medis

       Berdasarkan hasil diskusi/wawancara yang telah kami lakukan, diketahui bahwa saat ini SIG
       bergerak dalam bidang perdagangan, jasa dan industri berbagai macam gas untuk industri dan gas
       medis. Salah satu kegiatannya usaha adalah pemasangan instalasi gas medis. Selanjutnya, SIG
       berencana tetap melakukan kegiatan usaha dibidang instalasi gas medis dengan mengikuti tender-
       tender pada Rumah Sakit (“RS”) Pemerintah sesuai dengan yang telah berjalan selama ini. Namun
       dikarenakan adanya perubahan terkait cakupan KBLI, maka dengan adanya KBLI 2020 maka SIG
       perlu melakukan Penambahan KBLI 43223.

       Dalam menjalankan kegiatan usaha terkait instalasi gas medis, seluruh kegiatan teknis sepenuhnya
       dilaksanakan oleh PT Sandana, yang merupakan pihak afiliasi SIG dan bernaung dalam grup
       Samator. PT Sandana akan menerima informasi terkait dengan keseluruhan pekerjaan yang akan
       dilaksanakan serta mempersiapkan seluruh kebutuhan terkait pekerjaan tersebut hingga proses
       serah terima pekerjaan dilaksanakan. Sistem kerja ini telah berjalan sejak tahun 2016, oleh karena
       itu SIG meyakini bahwa pelaksanaan operasi dengan sistem yang sama dapat terus berjalan dan
       berkembang dengan baik.




                                                                                             Halaman - 23
Page 33
KJPP YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Studi Kelayakan – PT Samator Indo Gas Tbk (“SIG”)



                                                    BAB III

                                            ASPEK MAKRO INDONESIA



3.1     Makro Ekonomi Indonesia

3.1.1   Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

        Pemulihan ekonomi Indonesia terus berlanjut ditopang oleh permintaan domestik. Pertumbuhan
        ekonomi 2023 diprakirakan dalam kisaran 4,5-5,3%, didorong oleh konsumsi dan investasi sejalan
        dengan akselerasi belanja Pemerintah pada akhir tahun dan percepatan penyelesaian beberapa
        Proyek Strategis Nasional (PSN). Pada 2024, pertumbuhan ekonomi diprakirakan meningkat dalam
        kisaran 4,7-5,5% didukung oleh permintaan domestik utamanya berlanjutnya pertumbuhan
        konsumsi, termasuk dampak positif penyelenggaraan pemilu, serta peningkatan investasi
        khususnya bangunan sejalan dengan berlanjutnya pembangunan PSN termasuk Ibu Kota
        Nusantara (IKN). Sementara itu, kinerja ekspor diprakirakan belum kuat sebagai dampak
        perlambatan ekonomi global dan penurunan harga komoditas. Berdasarkan Lapangan Usaha (LU),
        prospek LU Industri Pengolahan, Perdagangan Besar dan Eceran, Informasi dan Komunikasi,
        Konstruksi, serta Transportasi dan Pergudangan diprakirakan tetap tumbuh baik. Sementara
        secara spasial, pertumbuhan yang baik diprakirakan terjadi di seluruh wilayah, terutama Sulawesi-
        Maluku-Papua (Sulampua) sejalan dengan dampak positif hilirisasi mineral, serta Jawa akibat
        permintaan domestik yang masih kuat. Ke depan, Bank Indonesia akan terus memperkuat sinergi
        stimulus fiskal Pemerintah dengan stimulus makroprudensial Bank Indonesia untuk mendorong
        pertumbuhan ekonomi, khususnya dari sisi permintaan domestic.

        Figur 12.    Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Pengeluaran




        Sumber: Bank Indonesia Triwulan IV 2023

        Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) 2023 diprakirakan mencatat surplus sehingga mendukung
        ketahanan eksternal. Surplus neraca perdagangan berlanjut pada Desember 2023 yang tercatat
        3,3 miliar dolar AS dipengaruhi oleh kinerja ekspor komoditas utama Indonesia yang tetap kuat,
        seperti batu bara serta besi dan baja. Perkembangan ini mendukung transaksi berjalan 2023 tetap
        sehat dan diprakirakan dalam kisaran surplus 0,4% sampai dengan defisit 0,4% dari PDB. Aliran
        masuk modal asing dalam bentuk investasi portofolio ke pasar keuangan domestik juga terus
        berlanjut dengan net inflows hingga akhir tahun 2023 tercatat sebesar 5,4 miliar dolar AS dan pada


                                                                                              Halaman - 24
Page 34
KJPP YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Studi Kelayakan – PT Samator Indo Gas Tbk (“SIG”)



        Januari 2024 (hingga 15 Januari 2024) tercatat sebesar 3,0 miliar dolar AS. Posisi cadangan devisa
        Indonesia pada akhir Desember 2023 tercatat meningkat menjadi 146,4 miliar dolar AS, setara
        dengan pembiayaan 6,7 bulan impor atau 6,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri
        pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. Pada
        tahun 2024, NPI diprakirakan tetap surplus dengan defisit transaksi berjalan yang rendah dalam
        kisaran defisit 0,1% sampai dengan defisit 0,9% dari PDB. Sementara itu, surplus neraca transaksi
        modal dan finansial diprakirakan berlanjut didukung oleh aliran masuk modal asing sejalan
        dengan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian domestik yang lebih baik dan
        imbal hasil investasi yang menarik.

        Figur 13.    Neraca Pembayaran Indonesia




         *) Angka Sementara
         **) Angka Sangat Sementara
         Sumber: Bank Indonesia Triwulan IV 2023



3.1.2   Nilai Tukar Rupiah

        Stabilitas nilai tukar Rupiah terjaga, sejalan dengan konsistensi kebijakan moneter yang ditempuh
        Bank Indonesia. Nilai tukar Rupiah hingga 16 Januari 2024 relatif stabil, hanya melemah 1,24% dari
        akhir Desember 2023, dengan kebijakan stabilisasi Bank Indonesia dan kembali masuknya aliran
        portofolio asing, sejalan dengan tetap menariknya imbal hasil aset keuangan domestik dan tetap
        positifnya prospek ekonomi Indonesia. Perkembangan nilai tukar Rupiah tersebut relatif lebih baik
        dibandingkan dengan mata uang regional lainnya, seperti Ringgit Malaysia, Baht Thailand, dan
        Won Korea Selatan yang masing-masing tercatat melemah sebesar 1,95%, 2,82%, dan 3,24%. Ke
        depan, nilai tukar Rupiah akan tetap stabil dengan kecenderungan menguat didukung oleh
        meredanya ketidakpastian global, kecenderungan penurunan yield obligasi negara maju, dan
        menurunnya tekanan penguatan dolar AS. Positifnya perkembangan nilai tukar Rupiah ke depan
        didukung oleh kebijakan stabilisasi Bank Indonesia serta penguatan strategi operasi moneter pro-
        market melalui optimalisasi instrumen SRBI, SVBI, dan SUVBI dalam rangka menarik aliran masuk
        portofolio asing dan pendalaman pasar uang. Koordinasi erat Bank Indonesia dengan Pemerintah,
        perbankan, dan dunia usaha terus diperkuat untuk mendukung implementasi instrumen
        penempatan valas Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) sejalan dengan PP Nomor 36
        Tahun 2023.




                                                                                              Halaman - 25
Page 35
KJPP YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Studi Kelayakan – PT Samator Indo Gas Tbk (“SIG”)



        Figur 14.    Rupiah vs Negara Kawasan




        Sumber: Bank Indonesia Triwulan IV 2023

        Figur 15. Suku Bunga Kebijakan Negara Kawasan




        Sumber: Bank Indonesia Triwulan IV 2023



3.1.3   Inflasi

        Inflasi menurun dan terjaga dalam kisaran sasaran. Inflasi IHK Desember 2023 tercatat sebesar
        2,61% (yoy) menurun dari tahun sebelumnya sebesar 5,51% (yoy) sehingga berada dalam kisaran
        3,0±1%. Penurunan inflasi dipengaruhi oleh terjaganya berbagai komponen inflasi sebagai hasil
        nyata konsistensi kebijakan moneter Bank Indonesia yang pro-stability serta sinergi erat kebijakan
        Bank Indonesia dengan Pemerintah Pusat dan Daerah. Inflasi inti 2023 terjaga rendah sebesar
        1,80% (yoy) dipengaruhi oleh imported inflation yang rendah, ekspektasi inflasi yang terjangkar
        dalam sasaran, dan kapasitas perekonomian yang masih besar dan dapat merespons permintaan
        domestik. Inflasi volatile food juga terkendali sebesar 6,73% (yoy) didukung oleh eratnya sinergi
        pengendalian inflasi antara Bank Indonesia dengan TPIP dan TPID melalui penguatan GNPIP di
        berbagai daerah dalam mengendalikan harga pangan, termasuk dari dampak El Nino. Inflasi


                                                                                              Halaman - 26
Page 36
KJPP YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Studi Kelayakan – PT Samator Indo Gas Tbk (“SIG”)



        kelompok administered prices tercatat sebesar 1,72% (yoy), sejalan minimalnya kebijakan
        penyesuaian harga komoditas yang diatur oleh Pemerintah. Ke depan, Bank Indonesia terus
        memperkuat kebijakan moneter yang pro-stability dan mempererat sinergi kebijakan dengan
        Pemerintah guna memastikan inflasi 2024 berada dalam kisaran 2,5±1%.

        Figur 16.    Inflasi IHK dan Komponen




        Sumber: Bank Indonesia Triwulan IV 2023

        Figur 17. Peta Inflasi Daerah (%, yoy)




        Sumber: Bank Indonesia Triwulan IV 2023



3.1.4   Tingkat Suku Bunga

        Bank Indonesia terus memperkuat respons kebijakan moneter dan inovasi untuk meningkatkan
        efektivitasnya dalam memastikan terkendalinya inflasi dan tetap stabilnya nilai tukar Rupiah.


                                                                                         Halaman - 27
Page 37
KJPP YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Studi Kelayakan – PT Samator Indo Gas Tbk (“SIG”)



        Respons kebijakan moneter tersebut terutama melalui kebijakan suku bunga dan stabilisasi nilai
        tukar Rupiah. Di samping itu, Bank Indonesia terus mengoptimalkan berbagai instrumen moneter
        pro-market yang telah diterbitkan selama tahun 2023, yaitu SRBI, SVBI, dan SUVBI untuk
        memperkuat upaya pendalaman pasar uang dan mendukung aliran masuk ke dalam negeri.
        Lelang SRBI dan SVBI hingga 16 Januari 2024 masing-masing telah mencapai Rp296,03 triliun dan
        896,50 juta dolar AS. Instrumen SRBI juga telah secara aktif diperdagangkan di pasar sekunder
        tecermin dari kepemilikan nonresiden yang mencapai Rp 75,44 triliun. Lelang SUVBI yang
        diterbitkan sebagai instrumen moneter valas telah mencapai 244 juta dolar AS hingga periode yang
        sama. Berbagai inovasi instrumen yang telah diterbitkan diharapkan dapat terus memperkuat
        ketahanan eksternal ekonomi Indonesia dari dampak rambatan global.

        Figur 18. Perkembangan Rasio AL/DPK Perbankan dan Uang Beredar




        Sumber: Bank Indonesia Triwulan IV 2023

        Transmisi kebijakan moneter berjalan dengan baik. Suku bunga pasar uang (IndONIA) bergerak
        dalam kisaran BIRate sebesar 5,81% pada 16 Januari 2024. Suku bunga SRBI tercatat menarik pada
        level 6,68%, 6,78% dan 6,87% masing-masing untuk tenor 6, 9, dan 12 bulan pada 15 Januari 2024
        sehingga mendukung efektivitas SRBI sebagai instrumen moneter yang pro-market. Sementara itu,
        suku bunga perbankan tetap rendah dipengaruhi oleh likuiditas perbankan yang memadai serta
        kebijakan transparansi SBDK yang meningkatkan efisiensi suku bunga perbankan. Dengan kaitan
        ini, suku bunga deposito 1 bulan dan suku bunga kredit pada Desember 2023 tercatat rendah
        masing-masing sebesar 4,69% dan 9,25%. Imbal hasil SBN tenor 2 dan 10 tahun menurun seiring
        dengan ketidakpastian yang mereda.

        Kredit perbankan pada 2023 tetap baik sehingga mendukung pertumbuhan ekonomi.
        Pertumbuhan kredit pada 2023 mencapai 10,38% (yoy), berada dalam kisaran atas prakiraan Bank
        Indonesia 9-11%. Dari sisi permintaan, peningkatan kredit tersebut sejalan dengan kinerja positif
        korporasi dan rumah tangga. Dari sisi penawaran, peningkatan kredit didorong oleh risk appetite
        perbankan dan kapasitas likuiditas perbankan yang terjaga baik, termasuk dampak positif dari
        kebijakan likuiditas Bank Indonesia seperti KLM dan Penyangga Likuiditas Makroprudensial (PLM).
        Berdasarkan kelompok penggunaan, pertumbuhan kredit terutama ditopang oleh kredit investasi
        dan kredit modal kerja, masing-masing sebesar 12,26% dan 10,05%. Sementara secara sektoral,
        pertumbuhan kredit terutama ditopang oleh kinerja sektor Pengangkutan, Jasa Sosial,
        Perdagangan, dan Listrik, Gas, Air. Pembiayaan syariah pada Desember 2023 juga tumbuh sebesar
        15,80% (yoy), sementara pertumbuhan kredit UMKM mencapai 8,03% (yoy). Ke depan,
        pertumbuhan kredit diprakirakan meningkat dalam kisaran 10-12% pada 2024, sejalan dengan
        tetap kuatnya pertumbuhan ekonomi domestik. Bank Indonesia akan terus menjaga efektivitas
        implementasi KLM dan memperkuat sinergi dengan Pemerintah, otoritas keuangan,
        Kementerian/Lembaga dan perbankan, serta pelaku usaha untuk mendorong penyaluran
        kredit/pembiayaan perbankan pada sektor-sektor berdaya ungkit besar untuk mendukung
        pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.



                                                                                             Halaman - 28
Page 38
KJPP YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Studi Kelayakan – PT Samator Indo Gas Tbk (“SIG”)



        Figur 19.    Suku Bunga Perbankan dan Suku Bunga Kebijakan BI dan IndONIA




        Sumber: Bank Indonesia Triwulan IV 2023


3.2    Gambaran Umum Gas Industri

       Ukuran pasar gas medis global bernilai USD8,5 Miliar pada tahun 2022, dan diproyeksikan
       mencapai USD16,7 Miliar pada tahun 2032, tumbuh dengan CAGR 7% dari tahun 2023 hingga 2032.
       Gas medis memiliki berbagai macam penggunaan dalam industri medis dan farmasi. Penyedia
       layanan kesehatan menggunakan gas-gas ini untuk diagnosis dan perawatan pasien dengan
       berbagai penyakit. Contoh gas medis yang digunakan dalam pengaturan perawatan kesehatan
       termasuk hidrogen, oksigen, hidrogen, nitrous oksida, nitrogen, dan karbon dioksida. Gas-gas ini
       diproduksi, dikemas, dan dikirim ke pasien yang sedang dibius, dalam terapi, atau untuk diagnosis
       melalui peralatan gas medis.

       Figur 20. Medical Gases Market




       Sumber : https://www.alliedmarketresearch.com/medical-gases-market

       Ukuran pasar gas medis mengalami pertumbuhan yang signifikan karena berbagai faktor
       pendorong termasuk peningkatan prevalensi penyakit pernapasan, peningkatan prosedur
       pembedahan, dan lonjakan kesadaran akan perawatan kesehatan di rumah. Penyakit pernapasan,
       termasuk penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), asma, dan infeksi saluran pernapasan, sedang
       meningkat di seluruh dunia. Gas medis seperti oksigen, helium atau nitrous oxide digunakan untuk
       pengobatan seperti terapi dengan oksigen, nebulizer dan inhalasi. Dengan demikian, ada lonjakan



                                                                                            Halaman - 29
Page 39
KJPP YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Studi Kelayakan – PT Samator Indo Gas Tbk (“SIG”)



       permintaan gas medis di rumah sakit dan di tempat perawatan kesehatan di rumah dengan
       meningkatnya prevalensi penyakit pernapasan. Hal ini mendorong pertumbuhan pangsa pasar gas
       medis.

       Selain itu, berbagai aplikasi gas medis di sektor perawatan kesehatan mendorong pertumbuhan
       pasar. Misalnya, es kering dibentuk dari karbon dioksida dengan menerapkan tekanan 5,2 atmosfer
       dan pendinginan hingga suhu -56,6 ° C. Es kering ini dapat digunakan dalam pengobatan katarak
       dan penyakit pembuluh darah lainnya. Di sisi lain, oksigen diberikan kepada individu yang
       kekurangan oksigen dan sejumlah kecil nitrous oxide dapat bertindak sebagai agen analgesik dan
       anestesi. Aplikasi gas medis semacam itu dalam diagnosis dan perawatan mendorong
       pertumbuhan pasar gas medis. Selain itu, peningkatan jumlah operasi berkontribusi pada
       pertumbuhan pangsa pasar gas medis. Gas medis dapat digunakan dalam berbagai jenis prosedur
       pembedahan termasuk anestesi, bantuan pernapasan, dan tujuan lainnya. Dengan demikian, ada
       kebutuhan yang meningkat untuk gas medis di sektor perawatan kesehatan, dengan meningkatnya
       jumlah prosedur pembedahan dan populasi yang menua.

       Namun, peraturan yang ketat tentang produksi dan pasokan gas medis bertindak sebagai
       pengekang pertumbuhan pasar. Regulasi gas medis sangat ketat, dan produsen serta penyedia
       layanan kesehatan harus mengikuti pedoman yang ditetapkan untuk memproduksi dan
       memasarkan produk mereka. Kepatuhan terhadap peraturan tersebut memakan waktu dan mahal,
       dan ketidakpatuhan dapat menyebabkan hukuman yang signifikan. Hal ini diproyeksikan akan
       menghambat pertumbuhan pasar sampai batas tertentu. Misalnya, pada November 2022,
       Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menerbitkan 'praktik manufaktur yang baik untuk gas obat',
       yang memberikan pedoman, yang berfokus pada produksi, kontrol, penyimpanan, dan distribusi
       gas obat. Dengan demikian, peraturan ketat mengenai pembuatan gas medis dapat menjadi
       pengekang yang signifikan bagi pasar gas medis.

       Namun, daerah berkembang dengan fasilitas perawatan kesehatan yang canggih dan keunggulan
       biaya menarik wisatawan medis dari negara lain. Gas medis merupakan bagian integral dari
       layanan perawatan kesehatan yang diberikan kepada pasien internasional ini untuk operasi,
       diagnostik, dan perawatan pasca operasi. Hal ini diantisipasi lebih lanjut untuk mendorong
       pertumbuhan pasar selama periode perkiraan pasar gas medis.

       Pandemi COVID-19 berdampak signifikan pada penggunaan dan pasokan gas medis. COVID-19
       terutama merupakan penyakit pernapasan, dan dalam kasus yang parah, pasien mungkin
       mengalami tingkat oksigen yang rendah. Hal ini menyebabkan peningkatan permintaan oksigen
       medis di rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya. Dengan adanya pandemi, terjadi peningkatan
       permintaan gas medis dari pasar non-tradisional, seperti rumah sakit lapangan dan fasilitas medis
       sementara lainnya. Hal ini telah menyebabkan perubahan saluran distribusi dan kemitraan baru
       antara produsen dan distributor. Meningkatnya permintaan oksigen medis telah menyebabkan
       kekurangan di beberapa daerah, terutama di negara-negara berpenghasilan rendah dan
       menengah. Hal ini telah menjadi tantangan yang signifikan bagi penyedia layanan kesehatan yang
       merawat pasien COVID-19. Namun, inisiatif pasca pandemi diambil oleh para pemain utama dan
       pemerintah untuk menormalkan pasokan gas medis yang diantisipasi untuk mendorong
       pertumbuhan pasar selama periode perkiraan.

       Tinjauan Segmen

       Pasar gas medis global tersegmentasi berdasarkan produk, aplikasi, pengguna akhir, dan wilayah.
       Berdasarkan produknya, pasar dibagi menjadi gas medis murni dan campuran gas medis. Segmen
       gas murni selanjutnya dikategorikan menjadi oksigen, karbon dioksida, nitrogen, nitrous oksida,
       dan lainnya. Sedangkan segmen campuran gas medis dibagi lagi menjadi udara medis dan lainnya.
       Berdasarkan aplikasi, pasar dikategorikan menjadi terapi, diagnostik, dan lainnya. Berdasarkan




                                                                                            Halaman - 30
Page 40
KJPP YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Studi Kelayakan – PT Samator Indo Gas Tbk (“SIG”)



       pengguna akhir, pasar diklasifikasikan menjadi rumah sakit, perusahaan farmasi dan bioteknologi,
       pusat diagnostik dan lain-lain.

       Berdasarkan wilayah, pasar dianalisis di seluruh Amerika Utara (AS, Kanada, dan Meksiko), Eropa
       (Jerman, Prancis, Inggris, Italia, Spanyol, dan seluruh Eropa), Asia-Pasifik (Jepang, Cina, Australia,
       India, Korea Selatan, dan Asia-Pasifik lainnya), dan LAMEA (Brasil, Afrika Selatan, Arab Saudi, dan
       LAMEA lainnya).

       Berdasarkan Produk

       Bergantung pada produk, segmen gas medis murni mendominasi pasar gas medis pada tahun 2022
       dalam hal pendapatan. Pertumbuhan ini terutama disebabkan oleh lonjakan permintaan gas medis
       murni, terutama oksigen, dalam diagnosis dan pengobatan berbagai penyakit. Selain itu, lonjakan
       investasi oleh para pemain utama dan dukungan pemerintah untuk pembuatan gas oksigen
       mendorong pertumbuhan segmen ini. Misalnya, pada Oktober 2021, Perdana Menteri India Shri
       Narendra Modi mengumumkan untuk mendedikasikan 35 Pabrik Oksigen PSA di 35 Negara Bagian
       dan Wilayah Persatuan, sebagai langkah proaktif untuk mengatasi kekurangan oksigen. Inisiatif
       yang diambil oleh pemerintah dan pemain utama tersebut diantisipasi untuk berkontribusi pada
       pertumbuhan pasar.

       Di sisi lain, segmen campuran gas medis diantisipasi untuk tumbuh pada tingkat tercepat selama
       periode perkiraan. Lonjakan permintaan campuran gas medis untuk kalibrasi instrumen medis, dan
       aplikasinya dalam diagnosis berbagai penyakit diperkirakan akan mendorong pertumbuhan pasar
       selama periode perkiraan. Selain itu, para pemain utama menawarkan berbagai macam campuran
       gas medis yang memiliki aplikasi luas di sektor perawatan kesehatan, yang selanjutnya diharapkan
       dapat mendorong pertumbuhan pasar.

       Figur 21. Medical Gases Market by Product




       Sumber : https://www.alliedmarketresearch.com/medical-gases-market

       Berdasarkan Aplikasi

       Berdasarkan aplikasi, segmen terapi mendominasi pasar dalam hal pendapatan pada tahun 2022
       karena lonjakan permintaan gas medis yang diberikan kepada pasien untuk pengobatan berbagai
       kondisi medis atau untuk mendukung fungsi tubuh yang vital. Misalnya, terapi oksigen digunakan
       untuk anemia, suatu kondisi di mana tubuh mengalami penurunan jumlah sel darah merah, yang



                                                                                                Halaman - 31
Page 41
KJPP YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Studi Kelayakan – PT Samator Indo Gas Tbk (“SIG”)



       menyebabkan berkurangnya kapasitas pengangkutan oksigen. Aplikasi gas medis semacam itu
       dalam pengobatan berbagai kondisi meningkatkan permintaannya dan dengan demikian
       mendorong pertumbuhan segmen.

       Figur 22. Medical Gases Market by Application




       Sumber : https://www.alliedmarketresearch.com/medical-gases-market

       Berdasarkan Pengguna Akhir

       Berdasarkan pengguna akhir, segmen rumah sakit mendominasi pasar dalam hal pendapatan pada
       tahun 2022 karena meningkatnya permintaan gas medis dari rumah sakit. Peningkatan jumlah
       rawat inap karena meningkatnya jumlah pasien yang menderita penyakit pernapasan menjadi
       salah satu faktor utama yang mendorong pertumbuhan industri gas medis.

       Di sisi lain, segmen lainnya diperkirakan akan mengalami tingkat pertumbuhan tercepat selama
       periode perkiraan. Pertumbuhan ini terutama disebabkan oleh peningkatan populasi geriatri dan
       lonjakan permintaan perawatan kesehatan di rumah. Banyak dari pasien ini lebih memilih untuk
       menerima perawatan medis dan pengobatan dalam kenyamanan rumah mereka daripada di
       rumah sakit atau fasilitas medis. Hal ini berkontribusi terhadap permintaan gas medis dalam
       perawatan kesehatan di rumah dan mendorong pertumbuhan segmen lainnya.




                                                                                        Halaman - 32
Page 42
KJPP YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Studi Kelayakan – PT Samator Indo Gas Tbk (“SIG”)



       Figur 23. Medical Gases Market by End User




       Sumber : https://www.alliedmarketresearch.com/medical-gases-market

       Berdasarkan Wilayah

       Pasar dianalisis di seluruh Amerika Utara, Eropa, Asia-Pasifik, dan LAMEA. Amerika Utara
       menyumbang sebagian besar pasar gas medis pada tahun 2022 dalam hal pendapatan.
       Pertumbuhan ini terutama disebabkan oleh ketersediaan infrastruktur perawatan kesehatan yang
       canggih di wilayah ini. Karena rumah sakit dan fasilitas perawatan kesehatan lainnya menawarkan
       fasilitas canggih, ini juga mencakup penggunaan instrumen dan prosedur yang membutuhkan gas
       medis untuk operasi. Hal ini berkontribusi pada permintaan gas medis di wilayah ini.

       Sebaliknya, kawasan Asia-Pasifik diantisipasi untuk tumbuh pada CAGR tercepat selama periode
       perkiraan. Pertumbuhan ini disebabkan oleh jumlah pasien yang besar di wilayah ini dan basis
       populasi yang tinggi di negara-negara seperti India dan Cina. Selain itu, negara-negara berkembang
       di Asia-Pasifik seperti Cina, Jepang, dan India berfungsi sebagai pasar potensial untuk gas medis,
       karena negara-negara ini menyaksikan peningkatan penyakit jantung dan pernapasan.

       Selain itu, oksigen adalah gas medis yang paling penting, dan ada investasi yang signifikan oleh
       pemerintah untuk membangun pabrik oksigen di wilayah ini. Hal ini diantisipasi untuk
       meningkatkan pendapatan dari kawasan Asia-Pasifik.




                                                                                             Halaman - 33
Page 43
KJPP YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Studi Kelayakan – PT Samator Indo Gas Tbk (“SIG”)



       Figur 24. Medical Gases Market by Region




       Sumber : https://www.alliedmarketresearch.com/medical-gases-market

       Analisis persaingan dan profil pemain utama dalam industri gas medis, seperti Air Products and
       Chemicals, Inc, DCC Plc, Linde plc, Messer Holding GmbH, SOL Spa, Nippon Sanso Holdings
       Corporation, Air Liquide, PT Samator Indo Gas Tbk, NOL Group, dan WestAir Gases and Equipment
       Inc. disediakan dalam laporan ini.

       Ada beberapa pemain penting di pasar seperti Catalina Cylinders, Tri-TechMedical Inc, American
       Welding & Gas, Chengdu Taiyu Industrial Gases Co, Ltd, MVS Engineering Pvt Ltd, INOX-Air Products
       Inc, Chemtron Science Laboratories Private Limited, dan lainnya. Pemain besar telah mengadopsi
       akuisisi sebagai strategi pengembangan utama untuk meningkatkan portofolio produk gas medis.

       Perjanjian terbaru di pasar gas medis pada November 2021, Nippon Sanso Holdings Corporation
       (NSHD), mengumumkan pelaksanaan perjanjian pasokan gas mentah dengan Enlink Midstream,
       LLC dan juga akan membangun fasilitas canggih di Texas yang didedikasikan untuk produksi
       karbondioksida cair dan es kering.



3.3    Gas Medis di Indonesia

       Saat ini SIG masih berfokus pada pemenuhan kebutuhan gas industri untuk pasar dalam negeri.
       Gas Industri memiliki peranan yang vital dalam mendukung perekonomian Indonesia, sehingga SIG
       memprioritaskan pemenuhan kebutuhan gas industri dalam negeri dibandingkan melayani
       kebutuhan pasar internasional. Menurut International Monetary Fund (IMF), pertumbuhan
       ekonomi global diperkirakan termoderasi menjadi 2,8% pada tahun 2023 sebelum meningkat
       menjadi 3,0% pada tahun 2024. IMF memproyeksikan pertumbuhan Indonesia dapat bertumbuh
       hingga 5,0% pada tahun 2023 dan 5,1% pada tahun 2024 (sumber: IMF World Economic Outlook, April
       2023). Di sisi domestik, Bank Indonesia memproyeksikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia
       pada tahun 2023 tetap kuat, namun melambat di kisaran 4,5% - 5,3% yang ditopang oleh konsumsi
       swasta, investasi, peningkatan aktivitas ekonomi keuangan dan kinerja ekspor yang positif. (Sumber:
       Laporan Kebijakan Moneter Triwulan I 2023 Bank Indonesia).



                                                                                              Halaman - 34
Page 44
KJPP YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Studi Kelayakan – PT Samator Indo Gas Tbk (“SIG”)



       Gasworld memproyeksikan gas industri untuk tumbuh sekitar 10,8% hingga 11,2% setiap tahunnya
       dari tahun 2018 hingga tahun 2023 (Gasworld Business Intelligence, 2023). Adapun secara historis,
       pertumbuhan penjualan bersih SIG berkisar 1,5x s.d. 2,0x pertumbuhan PDB Nasional dalam
       kondisi normal, namun terdapat penurunan pada tahun 2022 sebagai dampak dari normalisasi
       permintaan gas medis pasca Covid-19. Menimbang arahan Bank Indonesia terbaru yang
       memproyeksikan pertumbuhan di kisaran 4,5% s.d. 5,3% untuk tahun 2023 (Sumber: Laporan
       Kebijakan Moneter Triwulan I 2023 Bank Indonesia), SIG mengantisipasi pertumbuhan pendapatan
       yang lebih tinggi dibandingkan yang diproyeksikan oleh Gasworld. Antisipasi akan pertumbuhan
       pendapatan yang cukup baik ini turut didukung oleh keadaan SIG yang memiliki well-diversified
       customer base serta melayani industri-industri dengan pertumbuhan tinggi, seperti kesehatan,
       energi, pertambangan dan manufaktur.



3.4    Gambaran Umum Rumah Sakit di Indonesia

       Rumah sakit di seluruh Indonesia hingga 2023 mencapai 3.155 unit, baik itu rumah sakit milik
       pemerintah ataupun swasta. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) dalam Statistik Indonesia 2024,
       Jumlah tersebut terdiri atas 2.636 rumah sakit umum dan 519 rumah sakit khusus. Untuk diketahui,
       rumah sakit umum adalah rumah sakit yang memberikan pelayanan kesehatan pada semua bidang
       dan jenis penyakit. Sedangkan rumah sakit khusus adalah rumah sakit yang memberikan pelayanan
       utama pada satu bidang atau satu jenis penyakit tertentu berdasarkan disiplin ilmu, golongan
       umur, organ, jenis penyakit, atau kekhususan lainnya.

       Jumlah rumah sakit di Indonesia pada 2023 mengalami peningkatan bila dibandingkan setahun
       sebelumnya. Pada 2022, jumlah rumah sakitnya lebih sedikit yaitu 3.072 unit yang terdiri atas 2.561
       rumah sakit umum dan 511 rumah sakit khusus. Di sisi lain, persebaran rumah sakit di Indonesia
       masih belum merata, baik untuk rumah sakit umum maupun rumah sakit khusus.

       Jawa menjadi wilayah dengan jumlah rumah sakit terbanyak yakni sebanyak 1.586 unit yang terdiri
       atas 1.299 rumah sakit umum dan 287 rumah sakit khusus. Itu berarti, lebih dari separuh atau
       tepatnya 50,27% dari total rumah sakit di Indonesia menumpuk di Jawa. Dengan kata lain, 49,3%
       atau 1.569 rumah sakit tersebar di berbagai wilayah mulai dari Sumatera, Kalimantan, Sulawesi,
       Nusa Tenggara, hingga Papua. Kehadiran rumah sakit di enam provinsi di Jawa masing-masing
       adalah:

        1.   DKI Jakarta sebanyak 196 rumah sakit;
        2.   Jawa Barat sebanyak 414 rumah sakit;
        3.   Jawa Tengah sebanyak 345 rumah sakit;
        4.   Di Yogyakarta sebanyak 80 rumah sakit;
        5.   Jawa Timur sebanyak 423 rumah sakit; dan
        6.   Banten sebanyak 128 rumah sakit.

       Di sisi lain, kawasan Indonesia timur terutama Maluku dan Papua hanya memiliki kehadiran rumah
       sakit yang sangat sedikit. Di Provinsi Maluku dan Provinsi Maluku Utara, jumlah rumah sakitnya
       masing-masing 30 dan 23. Sedangkan di Papua, jumlah rumah sakitnya secara total ada 72 unit.
       Dari jumlah itu, mayoritas merupakan rumah sakit umum, hanya ada satu rumah sakit khusus.
       Kehadiran rumah sakit di enam provinsi di Papua masing-masing adalah:
        1. Papua Barat sebanyak 12 rumah sakit;
        2. Papua Barat Daya sebanyak 12 rumah sakit;
        3. Papua sebanyak 19 rumah sakit;
        4. Papua Selatan sebanyak 8 rumah sakit;
        5. Papua Tengah sebanyak 13 rumah sakit
        6. Papua Pegunungan sebanyak 9 rumah sakit




                                                                                              Halaman - 35
Page 45
KJPP YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Studi Kelayakan – PT Samator Indo Gas Tbk (“SIG”)



        Kementerian Kesehatan juga menargetkan pembangunan empat rumah sakit baru di empat
        provinsi tuntas pada tahun 2024. Keempat rumah sakit baru yang kini dalam proses pembangunan
        tersebut adalah RS UPT Vertikal Surabaya di Jawa Timur, RS UPT Vertikal Makassar di Sulawesi
        Selatan, RS Vertikal Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur, dan RS Vertikal Jayapura di
        Papua.

        Selain membangun rumah sakit baru, Kemenkes juga membangun infrastruktur tambahan untuk
        melayani ibu dan anak pada enam RS Vertikal di lima provinsi. Pembangunan infrastruktur
        tambahan itu dilakukan dengan cara melakukan ekspansi infrastruktur di enam RS vertikal milik
        Kemenkes di lima provinsi, yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Bali, dan Makassar. Enam
        rumah sakit tersebut, yakni Rumah Sakit Kanker Dharmais dan Rumah Sakit Persahabatan Provinsi
        DKI Jakarta, Rumah Sakit Dr Hasan Sadikin Bandung di Jawa Barat, RSUP Dr Sardjito di Provinsi
        DI Yogyakarta, RSUP Prof.I.G.N.G. Ngoerah Denpasar di Provinsi Bali, dan RSUP Dr Wahidin
        Sudirohusodo Makassar di Provinsi Sulawesi Selatan.




                                                                                             Halaman - 36
Page 46
KJPP YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Studi Kelayakan – PT Samator Indo Gas Tbk (“SIG”)



                                                         BAB IV

                                                     ASPEK PASAR



4.1    Bisnis SIG

       SIG didirikan pada tahun 1971 yang bergerak dalam bidang perdagangan, jasa dan industri
       berbagai macam gas untuk industri dan gas medis, yang mencakup kegiatan sebagai berikut:

       a)    Memproduksi gas dalam bentuk gas, cair ataupun padat, antara lain Oksigen (O 2), Nitrogen
             (N2), Argon (Ar), Asetilen (C2H2), Karbon dioksida (CO2), Hidrogen (H2), Nitrous Oxide (N2O),
             Hidrogen Peroksida (H2O2) dan Synthetic Air serta Mixed Gas;
       b)    Memperdagangkan produk gas dari produsen lain kepada pelanggan SIG, seperti gas-gas yang
             telah disebutkan di atas, Specialty Gas, Rare Gas dan lain sebagainya; dan
       c)    Merancang konstruksi dan instalasi peralatan gas serta penjualan produk terkait lainnya pada
             pabrik pelanggan dan rumah sakit.

       Kondisi bisnis yang ada saat ini sesuai dengan KBLI yang dimiliki diantaranya yaitu:

       Figur 25. KBLI Eksisting
            No         Kode KBLI                                              Judul KBLI

            1            20112                                Industri Kimia Dasar Anorganik Gas Industri

            2            20114                                      Industri Kimia Dasar Anorganik

            3            38120                                     Pengumpulan Limbah Berbahaya

            4            38220                              Treatment dan Pembuangan Limbah Berbahaya

            5            42915                              Konstruksi Bangunan Sipil Minyak dan Gas Bumi

            6            42919                                  Kontruksi Bangunan Sipil Lainnya YTDL
                                              Perdagangan Besar Mesin Kantor dan Industri Pengolahan, Suku Cadang dan
            7            46591
                                                                         Perlengkapannya
            8            46610                       Perdagangan Besar Bahan Bakar Padat, Cair dan Produk YBDI

            9            46651                               Perdagangan Besar Bahan dan Baranag Kimia
                                             Perdagangan Besar Alat Laboratorium, Alat Farmasi dan Alat Kedokteran Untuk
            10           46691
                                                                              Manusia
            11           46699                                    Perdagangan Besar Produk Lainnya

            12           49432                                 Angkutan Bermotor Untuk Barang Khusus

            13           43291                                            Instalasi Mekanikal

            14           43224                                 Instalasi Pendinginan dan Ventilasi Udara
                                          Perdagangan Eceran Khusus Barang dan Obat Farmasi, Alat Kedokteran, Parfume dan
            15           47725
                                                                         Kosmetik di Toko
                                           Aktivitas Penyewaan dan Sewa Guna Tanpa Hak Opsi Mesin, Peralatan dan Barang
            16           77399
                                                                      Berwujud lainnya YTDL
            17           46530                      Perdagangan Besar Mesin, Peralatan dan Perlengkapan Pertanian




4.2    Rencana Penambahan KBLI SIG

       SIG menjalin kerjasama dengan berbagai rumah sakit Pemerintah maupun swasta. SIG berencana
       tetap melakukan kegiatan usaha dibidang instalasi gas medis dengan mengikuti tender-tender
       pada rumah sakit Pemerintah sesuai dengan yang telah berjalan selama ini. Oleh karena itu, SIG
       berencana untuk melakukan Penambahan KBLI.




                                                                                                              Halaman - 37
Page 47
KJPP YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Studi Kelayakan – PT Samator Indo Gas Tbk (“SIG”)



        Figur 26. Rencana Penambahan KBLI
           No          Kode KBLI                                   Judul KBLI

            1            43223                               lnstalasi Minyak dan Gas




4.3     Aspek Pasar

4.3.1    Kondisi Pasar Saat Ini

         SIG dan Perusahaan Anak telah memproduksi dan mendistribusikan berbagai macam produk gas
         industri. Dengan produk yang sangat beragam, SIG dapat menawarkan produknya kepada
         berbagai industri, di mana hal ini akan mengurangi ketergantungan SIG terhadap suatu industri
         tertentu. Kinerja SIG dipengaruhi oleh kondisi dan situasi ekonomi Indonesia pada umumnya dan
         kondisi sektor industri pada khususnya. Hal ini karena gas industri merupakan produk yang
         menjadi pendukung bagi kegiatan industri lain. Kenaikan kegiatan industri secara umum akan
         mampu meningkatkan kinerja SIG demikian pula sebaliknya, penurunan kegiatan industri secara
         umum akan berdampak terhadap kinerja SIG.

         SIG melihat banyak peluang untuk tumbuh yang akan dimanfaatkan sebaik mungkin oleh SIG
         dalam rangka memperoleh Tingkat pertumbuhan yang optimal. SIG menargetkan pertumbuhan
         pada sektor-sektor high growth, seperti gas medis maupun peralatan dan teknologi
         pendukungnya untuk mendukung kegiatan peremajaan pada sektor kesehatan. Di samping itu,
         SIG juga siap melayani sektor-sektor yang secara gradual akan meningkatkan permintaan gas
         industri seiring dengan hilirisasi industrialisasi dan kenaikan harga komoditas, termasuk namun
         tidak terbatas pada sektor manufaktur, energi, sumber daya mineral, dan infrastruktur.

         Saat ini SIG masih berfokus pada pemenuhan kebutuhan gas industri untuk pasar dalam negeri.
         Gas Industri memiliki peranan yang vital dalam mendukung perekonomian Indonesia, sehingga
         SIG memprioritaskan pemenuhan kebutuhan gas industri dalam negeri dibandingkan melayani
         kebutuhan pasar internasional. Menurut International Monetary Fund (IMF), pertumbuhan
         ekonomi global diperkirakan termoderasi menjadi 2,8% pada tahun 2023 sebelum meningkat
         menjadi 3,0% pada tahun 2024. IMF memproyeksikan pertumbuhan Indonesia dapat bertumbuh
         hingga 5,0% pada tahun 2023 dan 5,1% pada tahun 2024 (sumber: IMF World Economic Outlook,
         April 2023). Di sisi domestik, Bank Indonesia memproyeksikan bahwa pertumbuhan ekonomi
         Indonesia pada tahun 2023 tetap kuat, namun melambat di kisaran 4,5% - 5,3% yang ditopang
         oleh konsumsi swasta, investasi, peningkatan aktivitas ekonomi keuangan dan kinerja ekspor
         yang positif. (Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan I 2023 Bank Indonesia). Pada tahun 2023
         ini SIG melihat berbagai peluang baru yang timbul dari penerapan keberlanjutan ini, khususnya
         untuk mendukung unique value SIG sebagai supplier gas industri pilihan pertama bagi customer
         atas keberhasilan menerapkan nilai-nilai keberlanjutan. Selain itu, penerapan keberlanjutan juga
         dapat menarik investor untuk berinvestasi pada SIG yang menerapkan green values.



4.3.2    Pangsa Pasar

         Pada saat ini terdapat beberapa produsen yang bergerak di bidang gas industri di mana dari
         produsen-produsen yang ada, terdapat 8 (delapan) perusahaan yang secara dominan menguasai
         pasar gas industri di Indonesia dengan jumlah pangsa pasar gabungan sekitar 81%. Perusahaan-
         perusahaan tersebut terdiri dari 3 (tiga) perusahaan lokal di mana SIG merupakan salah satu dari
         tiga perusahaan tersebut, dan 5 (lima) perusahaan asing. Berdasarkan data yang dikalkulasikan
         oleh Gasworld, SIG menempati peringkat pertama dari tiga besar produsen gas industri yang ada
         di Indonesia dengan pangsa pasar sebesar 44% (Sumber: Gasworld Business Intelligence,
         Desember 2022). Dengan komitmen SIG untuk senantiasa mengembangkan kegiatan usahanya,
         SIG berkeyakinan bahwa SIG dapat mempertahankan posisi kepemimpinannya di pasar.


                                                                                              Halaman - 38
Page 48
KJPP YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Studi Kelayakan – PT Samator Indo Gas Tbk (“SIG”)



         SIG berkeyakinan bahwa prospek usaha sektor gas industri masih akan mengalami pertumbuhan
         yang signifikan di masa yang akan industri dan cenderung defensif terhadap kondisi
         perekonomian yang dikarenakan oleh banyaknya kegunaan produk gas industri di berbagai
         macam industri seperti kesehatan, barang konsumsi, manufaktur, logam dan lain sebagainya. Hal
         ini juga didukung oleh proyeksi dari Gasworld (2023) yang mengestimasi potensi pertumbuhan
         gas industri untuk berkisar antara 10,8% hingga 11,2% setiap tahunnya dari tahun 2018 hingga
         tahun 2023 (sumber: Gasworld Business Intelligence, 2023).

         Dengan rencana Penambahan KBLI yang akan dilakukan dalam hal pemasangan instalasi gas
         medis, target pasar SIG adalah untuk memenuhi kebutuhan rumah sakit, baik itu rumah sakit
         pemerintah dan swasta.



4.3.3    Persaingan Usaha

         SIG merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang industri gas tertentu dalam bentuk gas,
         cair ataupun padat, mendesain konstruksi dan instalasi peralatan gas pada pabrik pelanggan dan
         rumah saki.t serta memperdagangkan produk gas dari produsen lain kepada pelanggan SIG. SIG
         meyakini bahwa faktor utama dalam meraih pangsa pasar dan mengungguli persaingan
         adalah:

          1.    Jaringan Distribusi Yang Luas
                Indonesia merupakan negara kepulauan dengan wilayah yang sangat luas, sehingga
                jaringan distribusi yang tersebar luas merupakan faktor yang penting dalam memenangkan
                persaingan. SIG merupakan satu-satunya perusahaan di bidang gas industri yang
                mempunyai jaringan distribusi paling luas dan pabrik yang menyebar hampir di seluruh
                pelosok Indonesia dengan berbagai jenis kemasan dan cara pendistribusian.

          2.    Imej Perusahaan (Corporate Image)
                SIG merupakan perusahaan yang sangat identik dengan produk gas industri, salah satunya
                dikarenakan kelengkapan produk yang dimiliki, sehingga apabila membahas mengenai gas
                industri di Indonesia akan identik dengan SIG.

          3.    Produk Yang Terdiversifikasi Secara Luas

                SIG merupakan salah satu perusahaan gas industri di Indonesia yang memiliki jenis gas yang
                paling lengkap dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan konsumen. Hal ini memudahkan
                konsumen untuk dapat menemukan jenis gas yang dibutuhkannya dengan cepat dan
                efisien.

          4.    Sarana Distribusi Yang Memadai

                Sarana distribusi merupakan salah satu faktor kunci kesuksesan yang sangat penting dalam
                industri gas. Hal ini disebabkan karakteristik produk gas yang unik dan membutuhkan
                kemasan yang khusus. Semakin beragam dan semakin banyak kepemilikan sarana distribusi
                maka hal ini akan mampu mendukung sistem pemasaran SIG.

          5.    Sumber Daya Manusia

                Sumber daya manusia yang berkualitas turut mendukung SIG dalam meraih pangsa pasar.

         Dalam menjalankan kegiatan usahanya dalam pemasangan instalasi peralatan gas, target pasar
         SIG adalah rumah sakit pemerintah maupun swasta. SIG memiliki pesaing yang menjual produk
         sejenis, yaitu:



                                                                                              Halaman - 39
Page 49
KJPP YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Studi Kelayakan – PT Samator Indo Gas Tbk (“SIG”)



           1.    PT Berkat Citrani Mitra Sejati
           2.    PT Kawan Abadi Selaras
           3.    PT Mekar Abadi
           4.    PT Alta Pratama
           5.    PT Sarana Medical Prisma
           6.    PT Era Medika Jaya



4.3.4    Potensi Pasar dan Sasaran Pasar SIG

         Instalasi gas medis mengacu pada seperangkat alat dan sistem perpipaan yang berfungsi untuk
         menyalurkan gas medis ke titik outlet yang berada di ruang perawatan, ruang tindakan atau
         ruangan lainnya. Sistem instalasi gas medis dimulai dari sentral gas medis, instalasi pipa gas medis
         sampai ke outlet. Sebelum sistem instalasi gas dan vakum medis digunakan, pemenuhan
         kebutuhan gas untuk kebutuhan pasien diberikan dengan menggunakan tabung gas medis. Saat
         ini penggunaan tabung gas medis sudah mulai diminimalisasi dan diganti dengan instalasi gas
         medis yang lebih simpel dan efisien.

         Ada dua jenis sistem instalasi gas medis yang banyak digunakan yakni sistem manifold gas manual
         dan manifold gas digital.

          1.    Sistem Manual
                Instalasi sistem manual selalu menyediakan pasokan gas seluruh tabung yang berada di
                sentral baik di sisi kanan dan kiri. Cara pengoperasiannya sangat efisien dan cocok digunakan
                di rumah sakit dengan kebutuhan tabung oksigen kurang dari 100 setiap bulannya.

          2.    Sistem Digital
                Sistem instalasi gas digital dirancang untuk menyediakan pasokan gas tanpa gangguan.
                Dimana sistem ini secara otomatis akan memindahkan tekanan kosong dari tabung medis
                yang sudah habis ke tabung yang penuh sehingga aliran gas medis tetap ada tanpa harus
                diganti secara manual.

         Pemasangan instalasi gas medis di rumah sakit harus dilakukan dengan standar tertentu.
         Tujuannya adalah agar kebutuhan gas medis yang dihasilkan memenuhi syarat dan proses
         distribusi gas medis berjalan dengan lancar dan aman. Aturan mengenai standar instalasi gas
         medis rumah sakit tertuang dalam Permenkes No. 4 Tahun 2016 tentang Penggunaan Vakum
         Medik dan Gas Medik pada Fasilitas Pelayanan Kesehatan.

         Figur 27. Potensi dan Sasaran Pasar untuk Penambahan KBLI
                                                                                      Nilai Proyek
                          Nama Proyek                      Deskripsi
                                                                                     (Dalam Rupiah)
                          RS di Sumatera                      IGM                       Rp4 Miliar

                         RS di Jawa Barat                     IGM                       Rp4 Miliar

                        RS di Jawa Tengah                     IGM                       Rp2 Miliar

                         RS di Jawa Timur                     IGM                       Rp3 Miliar

                          RS di Balinusa                      IGM                       Rp5 Miliar

                                            Total                                      Rp18 Miliar




4.3.5    Inovasi Dalam Menghadapi Persaingan Usaha

         Untuk menghadapi persaingan usaha dalam bidang pemasangan instalasi gas medis, SIG terus
         berusaha untuk mengembangkan bisnisnya, yang salah satunya dengan memanfaatkan tenaga


                                                                                                     Halaman - 40
Page 50
KJPP YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Studi Kelayakan – PT Samator Indo Gas Tbk (“SIG”)



         ahli yang semula hanya digunakan secara internal, kemudian dikembangkan sehingga dapat
         memperluas potensi bisnis SIG menjadi lebih terintegrasi. Inovasi yang direncanakan SIG
         diantaranya yaitu:

           1)    Melakukan perluasan jaringan bisnis sesuai dengan perkembangan kebutuhan masyarakat
           2)    Bekerjasama dengan prinsipal barang sebagai distributor resmi di Indonesia yaitu dengan
                 Carecome, CnU, Telecom yang merupakan beberapa perusahaan dibidang instalasi gas
                 medis dengan sistem digital.



4.3.6    Strategi Pemasaran

         SIG merupakan perusahaan gas industri pertama di Indonesia yang memiliki jaringan distribusi
         terbesar di Indonesia. Bisnis utama SIG adalah memproduksi, memasarkan dan menjual berbagai
         macam gas untuk industri dan produk-produk terkait di Indonesia dalam bentuk gas cair ataupun
         gas padat. Untuk menunjang kegiatannya, SIG juga menjalankan usaha jasa yang terkait produk
         gas yang dihasilkan, seperti memperdagangkan produk gas dari produsen lain kepada pelanggan
         SIG, antara lain Specialty Gas, Rare Gas dan lain sebagainya, merancang konstruksi dan instalasi
         peralatan gas, serta menawarkan produk terkait lain pada pabrik pelanggan dan rumah sakit
         Indonesia.

         Strategi pemasaran yang akan dilakukan oleh SIG pada kegiatan usaha yang dijalani yaitu dengan
         Direct Sales, dimana aktivitas sales secara langsung dengan interaksi antara Pihak Rumah Sakit
         dengan Divisi Penjualan SIG. Pada saat ini, SIG telah memasarkan produknya ke hampir semua
         sektor industri dari hulu hingga hilir. Dengan didukung oleh tenaga penjual yang profesional, SIG
         berusaha untuk menjalin dan memelihara hubungan baik dengan pelanggan, sehingga hal ini
         diharapkan dapat memberikan nilai lebih bagi SIG. Dalam menjalankan kegiatan usahanya dalam
         hal pemasangan instalasi peralatan gas untuk menyentuh pasar yang lebih luas, SIG memenuhi
         kebutuhan Rumah Sakit di seluruh Indonesia. Beberapa strategi yang telah diterapkan SIG adalah
         sebagai berikut:

           1)   Kontrak langsung dengan user;
           2)   Mengembangkan kebutuhan alat kesehatan sesuai kebutuhan pasar;
           3)   Melakukan kontrak kerjasama jangka pendek maupun jangka panjang;
           4)   Melakukan kontrak KSO (Kerjasama operasional) baik rumah sakit pemerintah maupun
                swasta.



4.4     Aspek Teknis Terkait dengan Layanan dan Produk

        Dalam menjalankan kegiatan usahanya dalam pemasangan instalasi peralatan gas, target pasar SIG
        adalah rumah sakit Pemerintah maupun swasta. Penambahan KBLI SIG mencakup KBLI baru yang
        bertujuan agar dapat tetap mengikuti tender-tender rumah sakit Pemerintah sebagai potensi
        pendapatan yang tetap diperoleh oleh SIG. Oleh karenanya, atas kegiatan usaha tersebut belum
        terdapat layanan/produk maupun proyek yang sudah atau sedang berjalan.

        Pada periode historis, SIG telah melaksanakan beberapa proyek yang terkait dengan Penambahan
        KBLI yang saat ini diajukan. Proyek tersebut dapat dilaksanakan SIG, dikarenakan dalam
        pelaksanaannya terdahulu, layanan yang telah diberikan oleh SIG melalui proses tender telah
        mempersyaratkan adanya pemenuhan KBLI tertentu. Berikut adalah contoh proyek instalasi gas
        medis yang pernah dilaksanakan oleh SIG:




                                                                                              Halaman - 41
Page 51
KJPP YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Studi Kelayakan – PT Samator Indo Gas Tbk (“SIG”)



        Figur 28. Contoh Proyek Instalasi Gas Medis
                                                                                                       Tanggal         Tanggal
                                                                                           Alamat/
                                                                                                        Mulai           Selesai
                                           Ringkasan Lingkup                               Telepon
         No.    Nama Paket Pekerjaan                                                                  Pekerjaan/      Pekerjaan/
                                               Pekerjaan                Lokasi             Pemberi
                                                                                                       Tanggal         Tanggal
                                                                                          Pekerjaan
                                                                                                       Kontrak         Kontrak
                                                                                            (021)      28 Oktober
          1          RS Heartology         Instalasi gas medis   Tebet, Jakarta Selatan                              31 Januari 2023
                                                                                          50959955        2022
                                                                                            (021)     1 September     7 Desember
          2              RSCM              Instalasi Gas Mesis      Jakarta Selatan
                                                                                          1500135         2022           2022
                                                                                            (021)      17 Februari   30 Desember
          3      RS Jantung Harapan Kita   Instalasi Gas Medis      Jakarta Selatan
                                                                                          5684093         2021           2021




4.4.1    Kapasitas

         Saat ini SIG dan Entitas Anak didukung oleh 2.149 karyawan yang menjalankan seluruh kegiatan
         usaha eksistingnya, termasuk terkait dengan seluruh kegiatan operasional instalasi gas medis
         yang selama ini telah dijalankan oleh SIG. Jumlah tersebut diluar tenaga ahli dan tenaga kerja
         teknis dari PT Sandana, pihak afiliasi yang melaksanakan pembangunan intalasi gas medis.
         Jumlah tenaga ahli dan tenaga kerja teknis yang telah dimiliki oleh PT Sandana mencapai 150
         orang. Berikut adalah struktur organisasi PT Sandana terkait pelaksanaan teknis instalasi gas
         medis:

         Figur 29.       Struktur Organisasi PT Sandana Terkait Pelaksanaan Teknis Instalasi Gas Medis




         Sumber : Manajemen SIG



4.4.2    Ketersediaan Sumber Daya Termasuk Bahan Baku, Pekerja dan Tim Ahli

         Penambahan KBLI SIG merupakan kegiatan yang dalam pelaksanaannya membutuhkan
         peralatan-peralatan berupa:
         1. Equipment yg terletak di ruang sentral gas medis
             -   Automatic Change Over Manifold Oksigen (pemasok dari Jepang)
             -   Automatic Change Over Manifold N2O (pemasok dari Jepang)
             -   Automatic Change Over CO2 (pemasok dari Jepang)
             -   Automatic Change Over Manifold N2
             -   Medical Vaccum Machine (pemasok dari Jerman)
             -   Medical Compressed Air Machine
         2. Pemasangan pipa untuk distribusi gas medis (pemasok dari China)
         3. Pemasangan master alarm, area alarm dan box valve (pemasok dari Indonesia)
         4. Wall outlet untuk berbagai jenis gas sesuai kebutuhan RS (Oksigen, N2O, Compressed Air,
             Vacuum, CO2, N2), dengan pemasok dari Jepang.




                                                                                                                     Halaman - 42
Page 52
KJPP YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Studi Kelayakan – PT Samator Indo Gas Tbk (“SIG”)



         Disamping itu, diperlukan juga adanya tenaga ahli dan tenaga kerja teknis yang telah memiliki
         pengalaman dibidang instalasi gas medis. Hal ini bukan merupakan suatu kendala bagi SIG
         mengingat Penambahan KBLI yang akan dilakukan bukan merupakan bidang baru dari SIG,
         melainkan dilakukan dalam rangka memenuhi persayaratan tender sebagai akibat dari adanya
         perubahan peraturan terkait KBLI.

         Dalam melakukan Penambahan KBLI, SIG akan telah memiliki tenaga internal termasuk tenaga
         pemasaran untuk memasarkan pekerjaan instalasi gas medis. Disamping itu, SIG juga
         menggunakan sumber daya, tenaga ahli dan tenaga kerja teknis eksisting yang dimiliki oleh
         PT Sandana yang telah memilki sertifikasi khusus.



4.4.3    Proses Operasional Penambahan KBLI

         Proses kegiatan usaha pada Penambahan KBLI merupakan kegiatan usaha terkait instalasi gas
         medis. Alur proses operasional atas Penambahan KBLI SIG adalah sebagai berikut:

           1)    Kelengkapan instalasi merupakan barang perlengkapan penunjang pemasangan instalasi
                 gas medis;
           2)    Instalasi pipa yang sudah terpasang harus dipastikan memenuhi persyaratan Kemenkes
                 yang sudah ditetapkan;
           3)    Kelengkapan mesin sentral didalam instalasi gas medis, sesuai ketentuan Kemenkes;
           4)    Setelah melakukan instalasi pemipaan, sistem alirana pipa gas medis diberi tanda label dan
                 warna sesuai standar pelabelan pada sistem pemipaan instalasi gas medis rumah sakit;
           5)    Setelah melakukan instalasi gas medis, seluruh kelengkapan instalasi harus dipastikan
                 terpasang dengan baik dan benar; dan
           6)    Setelah dilakukan uji fungsi keseluruhan maka uji terbatas harus bisa dipresentasikan
                 sesuai standar hasil pengujian.

         Figur 30. Alur Proses Operasional




         Sumber : Manajemen SIG

         Adapun alur kerjasama SIG dengan PT Sandana yang secara eksisting telah berjalan dan akan
         terus berlanjut setelah proses Panambahan KBLI adalah sebagai berikut:


                                                                                               Halaman - 43
Page 53
KJPP YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Studi Kelayakan – PT Samator Indo Gas Tbk (“SIG”)



             1.    SIG meminta penawaran ke PT Sandana atas prospek pekerjaan instalasi gas medis di RS
                   yang akan diajukan.
             2.    PT Sandana memberikan penawaran ke SIG atas pekerjaan instalasi gas medis tersebut.
             3.    SIG melakukan penawaran ke pihak RS atas pekerjaan instalasi gas medis.
             4.    Apabila penawaran disetujui, maka SIG menerima Surat Penawaran Kerja (”SPK”) dari RS dan
                   SIG akan meneruskan SPK tersebut kepada PT Sandana.
             5.    PT Sandana melakukan pekerjaan dan melakukan penagihan ke SIG sesuai termin pekerjaan
                   yang tercantum dalam SPK.
             6.    Selanjutnya SIG akan melakukan penagihan ke RS sesuai dengan kesepakatan kontrak.

            Berikut adalah hasil pemasangan instalasi gas medis yang telah dipasang di rumah sakit :

            Figur 31. Hasil pemasangan Instalasi Gas Medis Rumah Sakit




4.5    Pola Bisnis

4.5.1 Keunggulan Kompetitif

       Keunggulan kompetitif yang dimiliki SIG, khususnya untuk kegiatan usaha terkait instalasi gas medis
       adalah sebagai berikut:

       a.         Pelopor dan pemimpin pasar dalam sektor gas industri Indonesia
                  Dengan pengalaman lebih dari 40 tahun di sektor gas industri, SIG merupakan pelopor di
                  industrinya dan telah menunjukan pertumbuhan yang sangat signifikan. Dengan komitmen
                  SIG untuk senantiasa mengembangkan kegiatan usahanya, SIG berkeyakinan bahwa SIG dapat
                  mempertahankan posisi kepemimpinannya di pasar.

                  SIG berkeyakinan bahwa prospek usaha sektor gas industri masih akan mengalami
                  pertumbuhan yang signifikan di masa yang akan datang dan cenderung defensif terhadap


                                                                                               Halaman - 44
Page 54
KJPP YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Studi Kelayakan – PT Samator Indo Gas Tbk (“SIG”)



             kondisi perekonomian yang dikarenakan oleh banyaknya kegunaan produk gas industri di
             berbagai macam industri.

       b.    Pemimpin pasar di sektor gas medis
             SIG menawarkan solusi menyeluruh di sektor gas medis dengan menyediakan produk dan
             peralatan gas medis, serta jasa konstruksi dan instalasi kepada para pelanggannya.

       c.    Diversifikasi sektor pelanggan akhir
             Produk-produk gas industri SIG dapat digunakan oleh berbagai sektor dan juga untuk berbagai
             macam aplikasi. SIG juga tidak memiliki pelanggan yang memiliki kontribusi lebih dari 3% (tiga
             persen) dari jumlah penjualan bersih konsolidasian SIG. Hal-hal tersebut menjadikan SIG
             memiliki diversifikasi pelanggan yang baik dan tidak memiliki ketergantungan terhadap sektor
             maupun pelanggan tertentu.

       d.    Perusahaan gas industri dengan jaringan distribusi yang luas di Indonesia
             SIG memiliki jaringan yang sangat luas di Indonesia, mulai dari pulau Jawa, Bali, Sumatera,
             Kalimantan sampai Sulawesi dan kepulauan lainnya di Indonesia; serta jaringan pipa untuk
             memenuhi kebutuhan para pelanggan. SIG memiliki salah satu strategi usaha dengan
             melakukan pembangunan Air Separation Plant (ASP) dan Filling Station baru yang dekat dengan
             lokasi para pelanggannya agar kebutuhan para konsumen dapat terpenuhi dengan cepat dan
             tepat waktu. Dengan adanya strategi usaha tersebut, SIG memiliki jaringan distribusi yang
             sangat luas, mencakup 55 pabrik (Plant) dan 103 Filling Station, termasuk depot yang tersebar
             di berbagai lokasi di 28 provinsi di Indonesia.

       e.    SIG gas industri yang memiliki kegiatan operasional yang terintegrasi dari hulu ke hilir
             Bahan baku utama yang diperlukan oleh SIG dalam kegiatan usahanya adalah berupa udara
             yang tersedia secara bebas, sehingga SIG dapat dengan sangat mudah menjamin
             ketersediaan pasokan bahan bakunya. Sedangkan pada aspek distribusi, SIG yang
             memproduksi berbagai macam gas industri, baik dalam bentuk cair, gas dan padat juga
             memiliki beberapa Entitas Anak yang berfungsi sebagai saluran distribusinya. Produk SIG yang
             berbentuk cair seperti oksigen cair, nitrogen cair, argon cair dan karbon dioksida cair, juga
             dipasarkan dalam bentuk gas di seluruh pelosok nusantara melalui jaringan distribusinya yang
             berbentuk Filling Station. Di Filling Station ini, produk-produk gas industri yang berbentuk cair
             dikonversi ke dalam bentuk gas dan dikemas dalam kemasan tabung baja agar mudah
             digunakan oleh pelaku industri yang membutuhkan pasokan gas industri dalam kemasan
             tabung seperti sektor usaha mikro kecil dan menengah.

       f.    Memiliki tim manajemen yang sangat berpengalaman di bidangnya
             Tim Manajemen SIG merupakan para individu yang sangat ahli dan berpengalaman di
             bidangnya. Hampir sebagian besar anggota tim manajemen telah memiliki pengalaman lebih
             dari 30 tahun di bidang gas industri. Perkembangan dan dinamika dalam sektor gas industri
             telah menempa para anggota tim tersebut menjadi pribadi yang amat disegani pada kancah
             sektor gas industri di tanah air.

       SIG adalah perusahan gas industri dan gas medis dengan market share terbesar di Indonesia yaitu
       senilai 44% pada tahun 2023, dimana salah satu unit bisnisnya adalah instalasi gas medis yang
       mana sangat tertkait dengan gas medis dan telah memiliki basis pelanggan di berbagai wilayah di
       Indonesia.




                                                                                                 Halaman - 45
Page 55
KJPP YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Studi Kelayakan – PT Samator Indo Gas Tbk (“SIG”)



4.5.2 Kemampuan Pesaing untuk Meniru Produk

       Kegiatan pemasangan instalasi peralatan gas bukan merupakan kegiatan layanan yang
       memerlukan adanya suatu sumber daya yang khusus, sehingga akan mudah bagi pesaing untuk
       dapat menirukan produk instalasi peralatan gas yang dihasilkan oleh SIG. Instalasi gas medis ini
       adalah kegiatan konstruksi terkait dengan instalasi gas di rumah sakit yang sudah memiliki standar
       yang umum, yang membedakan dengan pesaing adalah sparepart ataupun barang yang digunakan,
       dimana barang yang digunakan oleh SIG adalah barang dari prinsipal, seperti CnU dan Telecom
       yang telah memiliki perjanjian dengan SIG.

       Disamping itu, kelebihan lain yang dimiliki oleh SIG adalah kondisi dimana SIG yang juga merupakan
       penyedia dari gas medis, sehingga bekerjasama dengan SIG menjadi lebih memudahkan bagi
       rumah sakit yang juga membutuhkan instalasi gas medis.



4.5.3 Kemampuan Untuk Menciptakan Nilai

       Kemampuan untuk menciptakan nilai yang dilakukan oleh SIG salah satunya dengan pemasangan
       instalasi gas medis untuk memenuhi kebutuhan rumah sakit, baik itu rumah sakit Pemerintah dan
       swasta. Adapun beberapa hal yang dapat membantu SIG dalam menciptakan nilai terangkum dalam
       gambaran sebagai berikut:

        1.   Hubungan dengan Pelanggan
             Dari segi penjualan, pada umumnya SIG melakukan penjualan langsung kepada pelanggan
             sekaligus berfokus untuk dapat memenuhi permintaan dari pelanggan. Dengan metode
             seperti ini, SIG berusaha untuk menjadi perusahaan yang menjadi rujukan pemasok bagi
             setiap pelanggannya. Selain melakukan penjualan langsung kepada pelanggan, SIG juga
             melakukan penjualan melalui Entitas Anak yang melayani pasar ritel gas industri. Hal ini
             dilakukan agar pasar gas industri, baik dalam bentuk cair maupun gas, dapat dilayani dengan
             baik oleh SIG.

       2.    Hubungan dengan Pemasok
             SIG memperoleh pasokan bahan baku, barang dagangan maupun pasokan lainnya dari
             berbagai pemasok skala nasional maupun internasional untuk mendukung kegiatan usaha SIG
             dalam bidang produksi, distribusi maupun perdagangan.

       3.    Hubungan Karyawan dengan Perusahaan dan antar Karyawan
             SIG selalu berusaha untuk meningkatkan solidaritas dan kebersamaan karyawan, sehingga
             antar karyawan di setiap unit dapat bersinergi dalam mencapai tujuan perusahaan.
             Perusahaan memberikan perlindungan kepada karyawan seperti menjaga kerahasiaan status
             karyawan. SIG juga menyediakan tunjangan–tunjangan kepada karyawan seperti tunjangan
             kesehatan, membuat peraturan-peraturan yang menciptakan kenyamanan lingkungan kerja.

       4.    Memiliki Showroom yang berlokasi di Jakarta dan Surabaya
             Showroom yang berlokasi di Jakarta dan Surabaya memudahkan SIG dalam melakukan
             kegiatan operasionalnya karena dapat menekan biaya dengan melakukan efisiensi proses
             yang efektif.




                                                                                             Halaman - 46
Page 56
KJPP YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Studi Kelayakan – PT Samator Indo Gas Tbk (“SIG”)



4.5.4 Perjanjian-perjanjian Yang Dimiliki Terkait Penambahan KBLI

       Penambahan KBLI yang akan dilakukan merupakan kegiatan usaha eksisting SIG. Berikut adalah
       perjanjian yang telah dimiliki terkait kegiatan usaha eksisting sehubungan dengan Penambahan
       KBLI:
        1. Surat Perjanjian Kerjasama antara SIG dan RS Heartology No. MedicalGasInstallation_LGL_
             295/11/2022 tentang Pekerjaan Instalasi Gas Medis tanggal 10 November 2022.
        2. Surat Perjanjian Kerjasama antara SIG dan PT Waskita Karya (Persero) Tbk No. 08/SPPP/WK/
             BD/CMU3/2022 tentang Pekerjaan Gas Medis RSCM tanggal 01 September 2022.
        3. Surat Perjanjian Kerjasama antara SIG dan RS Jantung Harapan Kita No. 64/SPPPP/RS
             HARAPAN KITA/KSO APG-PP/II/2021 tentang Pekerjaan Gas Medis tanggal 16 Februari 2021.



4.6    Aspek Model Manajemen

4.6.1 Ketersediaan Tenaga Kerja

       Sumber Daya Manusia (”SDM”) adalah komponen penting untuk memastikan keberlanjutan bisnis
       SIG. SIG dan afiliasinya secara konsisten memberikan pelatihan, fasilitas, dan kinerja dengan review
       remunerasi untuk meningkatkan kualitas SDM, yang diatur dalam peraturan yang berlaku. Berikut
       beberapa upaya yang dilakukan SIG dan afiliasi dalam meningkatkan kualitas SDM:

        1)   Pelatihan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia
             SIG dan afiliasinya senantiasa memberikan program pendidikan dan pelatihan untuk seluruh
             karyawan sesuai dengan tugas, fungsi dan tanggung jawabnya. Materi pelatihan mencakup
             antara lain pelatihan keselamatan, kesehatan kerja dan lingkungan serta sistem manajemen
             mutu.

        2)   Fasilitas Dan Kesejahteraan Karyawan
             SIG dan afiliasinya menyediakan beberapa macam tunjangan, fasilitas dan program
             kesejahteraan bagi karyawan. Fasilitas dan program kesejahteraan tersebut diperuntukkan
             bagi karyawan dengan kualifikasi tertentu.

       Untuk mengoptimalkan sumber daya manusia yang ada, Penambahan KBLI akan didukung oleh
       tenaga ahli yang ada pada SIG dan PT Sandana, sebagai pihak afiliasi yang akan melaksanakan
       proses pengerjaan instalasi gas medis.


4.6.2 Tenaga Ahli Terkait Penambahan KBLI

       Penambahan KBLI yang akan dilaksanakan oleh SIG merupakan kegiatan usaha yang selama ini
       telah berjalan. Dalam pelaksanaannya, kegiatan usaha tersebut akan menggunakan sumber daya
       manusia eksisting baik pada SIG maupun pada PT Sandana, afiliasinya. Berikut adalah CV dari
       tenaga ahli yang dapat mendukung Penambahan KBLI:




                                                                                              Halaman - 47
Page 57
KJPP YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Studi Kelayakan – PT Samator Indo Gas Tbk (“SIG”)



        1.   Manajer Teknik PT Sandana
                                               Nama                      : Jacob Joseph
                                               NIP                       : 200809001
                                               Tempat, Tanggal Lahir     : Jakarta, 25 Agustus 1981
                                               Jabatan                   : Manager Teknik
                                               Divisi                    : Healthcare
                                               Lokasi                    : Jakarta




             Pengalaman Kerja Project Manager :
              a) Tahun 2020           : Insatalasi Gas Medis (RS Khusus Covid-19)
                                        - RS Darurat Wisma Atlet – Jakarta
                                        - RS Pertamina Jaya – Jakarta
                                        - RS Pertamina Simprug – Jakarta
              b) Tahun 2020           : Instalasi Gas Medis dan Nurse Call
                                        - RS Kanker Dharmais – Jakarta
                                        - RSUD Dr. Zainoel Abidin – Aceh
              c) Tahun 2020           : Instalasi Gas Medis
                                        - RS Buddha Tzu Chi – Jakarta
                                        - RSJ Harapan Kita – Jakarta
              d) Tahun 2018 – 2019 : Instalasi Gas Medis & Nurse Call
                                        - RSUD Cengkareng – Jakarta
              e) Tahun 2017 – 2018 : Modular Operating Theater (Ruang Operasi)
                                        - RS Pendidikan Universitas Indonesia - Depok

             Pengalaman Supervisi Project :
              a) Tahun 2017 – 2018 : Instalasi Gas Medis
                                       - RSUD Koja Gedung B - Jakarta
              b) Tahun 2017          : Modular Operating Theater (Ruang Operasi) & Instalasi Gas Medis
                                       - RSUD Dr. Adnaan WD – Payakumbuh
              c) Tahun 2016 – 2017 : Modular Operating Theater (Ruang Operasi) & Instalasi Gas Medis
                                       - RSUD Dr. Arifin Achmad – Pekanbaru
              d) Tahun 2016          : Instalasi Gas Medis
                                       - RSUD Koja Gedung D – Jakarta

             Training/Pelatihan:
              a) Tahun 2018                : Pelatihan Ahli K3 Umum (keselamatan dan kesehatan kerja) oleh
                                             PT Indonesia pandu persada
              b)   Tahun 2017              : Pelatihan Hospital Medical System Tahap 2 oleh PT Aneka Gas
                                             Industri – Jakarta
              c)   Tahun 2016              : Pelatihan Hospital Medical System Tahap 1 oleh PT Aneka Gas
                                             Industri – Jakarta
              d)   Tahun 2012              : Modular Operating Theater (MOT) system, Oleh PT Aneka Gas
                                             Industri, Jakarta
              e)   Tahun 2011              : Pelatihan Internal Audit ISO 9001, oleh PT Samator –Cibitung, Jawa
                                             Barat
              f)   Tahun 2010              : Desain, Sistem, Manufaktur & Assembly kamar operasi Central
                                             Uni, Oleh Central Uni, Japan




                                                                                                   Halaman - 48
Page 58
KJPP YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Studi Kelayakan – PT Samator Indo Gas Tbk (“SIG”)



        2.   Supervisor Teknik PT Sandana
                                       Nama                          : Joko Santoso
                                       NIP                           : 201002012
                                       Tempat, Tanggal Lahir         : Sukoharjo, 12 Januari 1980
                                       Jabatan                       : Supervisor Teknik
                                       Divisi                        : Healthcare
                                       Lokasi                        : Jakarta




             Pengalaman Kerja:
              a) Tahun 2018 – 2019 : Koordinator Proyek kamar Operasi & Instalasi Gas Medis (RS Grha
                                     MM 2100, SUD Hamba, RSUD Duri, RS Annisa, RS Eka Bekasi, RS
                                     Eka Cibubur)
              b) Tahun 2010 – 2022 : Project manager proyek instalasi gas medis, kamar operasi, Nursce
                                     Call, Pneumatic Tube Sistem dan CSSD
              c) Tahun 2023 – 2024 : Koodinator Proyek Samator Healtcare wilayah Provinsi Sumatera
                                     Utara dan Provinsi Aceh

             Training/Pelatihan:
              a) Tahun 2018                : Pelatihan Ahli K3 Umum (keselamatan dan kesehatan kerja), oleh
                                             PT Indonesi Pandu Persada
              b)   Tahun 2017              : Pelatihan Central Steril Suplay Department (CSSD), oleh
                                             Perkumpulan Instalasi Pelayanan Sterilisasi Indonesia (PIPSI)
              c)   Tahun 2016              : Pelatihan Kalibrasi termperatur, massa dan tekanan, oleh
                                             PT Samator – Jakarta
              d)   Tahun 2013              : Pelatihan Internal Audit ISO 9001, oleh PT Samator – Cibitung
              e)   Tahun 2012              : Modular Operating Theater (MOT system, oleh PT Aneka Gas
                                             Industri – Jakarta
              f)   Tahun 2009              : Analysis Stress analysis Piping menggunakan Caesar II, oleh CCIT
                                             – Depok
              g)   Tahun 2007              : ISO 14001, oleh Universitas Gunadarma, Jawa Barat

        3.   Supervisor Teknik PT Sandana
                                       Nama                 : Mucharom
                                       NIP                  : 198910005
                                       NIK                  : Temanggung, 03 Mei 1965
                                       Jabatan              : Supervisor Teknik
                                       Divisi               : Healthcare
                                       Lokasi               : Jakarta




             Pengalaman Kerja:
              a) Tahun 2024               : Proyek Instalasi Gas Medis RS Kartika - Pulomas
              b) Tahun 2023               : Proyek Instalasi Gas Medis RS PKU Muhammadiyah, Sruweng
                                            Kebumen
              c)   Tahun 2023             : Proyek Instalasi Gas Medis RS BRI Medika
              d)   Tahun 2022             : Proyek Instalasi Gas Medis Islam Jemur Sari Surabaya
              e)   Tahun 2021             : Proyek Instalasi Gas Medis RSU PKU Muhammadiyah, Surakarta



                                                                                                    Halaman - 49
Page 59
KJPP YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Studi Kelayakan – PT Samator Indo Gas Tbk (“SIG”)



               f)    Tahun 2020            : Proyek Instalasi Gas Medis RSUD dr. H. Kumpulan Pane, Tebing
                                             Tinggi

              Training /pelatihan:
               a) Tahun 2014               : Traininng K3 Konstruksi
               b) Tahun 2012               : Training MOT C&U, oleh PT Aneka Gas Industri
               c) Tahun 2009               : Design system & assembly kamar operasi Flexdock Central Uni, oleh
                                             Central Uni, Japan



4.6.3 Manajemen Kekayaan Intelektual

       Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Manajemen, SIG tidak memiliki kekayaan intelektual
       yang terkait dengan kegiatan usaha instalasi peralatan gas.



4.6.4 Manajemen Risiko

       SIG percaya bahwa manajemen risiko merupakan salah satu pilar penting dalam menjaga
       kelangsungan bisnis dan tata kelola SIG yang baik. Seluruh jajaran manajemen SIG bertanggung
       jawab atas berjalannya sistem manajemen risiko yang memadai di setiap unit bisnisnya,
       diantaranya dengan melaksanakan proses identifikasi dan tata kelola risiko sesuai dengan
       wewenang yang melekat pada masing-masing unit terkait.

       SIG mengidentifikasi risiko utama yang berpotensi memiliki dampak terhadap operasional bisnis,
       serta dirumuskan langkah mitigasi yang bertujuan mengendalikan dampak dari risiko yang
       dihadapi. Untuk mengelola dan meminimalkan risiko dalam menjalankan kegiatan usahanya, SIG
       dan Entitas Anak menggunakan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik (GCG). Terkait
       dengan Penambahan KBLI SIG, berikut adalah Manajemen Risiko yang ada:

       Figur 32.       Manajemen Risiko SIG (Instalasi Gas Medis)
                       Risiko                           Penyebab                              Rencana Mitigasi
         Kurs nilai tukar                  Impor alat kesehatan yang akan         Menyediakan dana dalam mata uang asing
                                           digunakan untuk bagian instalasi gas   sesuai kebutuhan operasi.
                                           medis
         Persaingan harga alat kesehatan   Harga alat kesehatan buatan dalam      Melakukan kerjasama dengan prinsipal
         produksi dalam negeri             negeri yang lebih murah namun          untuk membuat/melakukan produksi di
                                           kualitas lebih rendah.                 dalam negeri.
         Tender rumah sakit Pemerintah     Proyek Pemerintah daerah dan pusat     Bekerjasama dengan rumah sakit swasta
         terbatas  dengan     anggaran     telah menganggarkan nilai belanja      untuk proyek instalasi gas medis di bidang
         belanja Pemerintah di bidang      untuk dibidang kesehatan sehingga      swasta sehingga tidak mengandalkan tender
         kesehatan                         proyek instalasi gas medis mengikuti   dengan Pemerintah saja.
                                           anggaran belanja tersebut.
       Sumber : Manajemen SIG



4.6.5 Kapasitas dan Kemampuan Manajemen

       Penambahan KBLI merupakan kegiatan usaha yang telah dijalani terkait instalasi gas medis. Oleh
       karena itu manajemen dan tenaga ahli yang dipilih merupakan sumber daya manusia eksisting
       dengan kemampuan yang mumpuni. Tenaga ahli dipilih dengan kriteria telah memiliki pengalaman
       dan sertifikasi yang disyaratkan oleh pelanggan/pemberi kerja terutama yang terkait dengan
       instalasi gas medis.




                                                                                                               Halaman - 50
Page 60
KJPP YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Studi Kelayakan – PT Samator Indo Gas Tbk (“SIG”)



4.6.6 Kesesuaian Struktur Organisasi dan Manajemen

       Penambahan KBLI menggunakan kegiatan usaha yang telah ada pada SIG, termasuk struktur
       organisasinya. Pada Penambahan KBLI, SIG menggunakan struktur organisasi eksisting serta divisi
       Research and Development yang akan selalu melakukan proses identifikasi kebutuhan dan
       perkembangan pasar, termasuk terkait dengan kegiatan usaha instalasi gas medis.




                                                                                          Halaman - 51
Page 61
KJPP YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Studi Kelayakan – PT Samator Indo Gas Tbk (“SIG”)



                                                    BAB V

                                           ANALISIS SWOT DAN RISIKO



5.1    Analisis SWOT

       Analisis SWOT (strength, weakness, opportunity and threat) terdiri atas faktor internal yang bisa
       dikontrol dan faktor eksternal atau lingkungan yang mungkin sulit dikontrol. Kedua sisi dianalisis
       supaya dapat disusun suatu strategi sehingga tercapai keberhasilan dan mempunyai daya saing.
       Dari faktor internal bisa diidentifikasi kekuatan dan kelemahan (strength and weakness) sedangkan
       dari faktor eksternal berupa peluang dan ancaman (opportunity and threat). Berikut adalah analisis
       SWOT SIG dalam menjalankan kegiatan usaha:

       1.    Analisis Kekuatan (Strength)
             • SIG memiliki potensi pasar yang baik, karena telah memiliki jaringan pemasaran dan
               distribusi yang luas.
             • SIG sudah memiliki branding yang baik di pasar medis Indonesia sebagai bagian dari grup
               Samator.
             • Hampir seluruh rumah sakit besar baik pemerintah ataupun swasta melakukan kerjasama
               dengan SIG.
             • Mudahnya mendapatkan dana untuk perluasan (Perusahaan Tbk).
             • Mempunyai tenaga ahli diberbagai bidang baik SIG secara perusahaan maupun grup.

       2.    Analisis Kelemahan (Weakness)
             • Ketergantungan terhadap prinsipal atas beberapa peralatan yang dibutuhkan untuk
               instalasi gas medis, namun hal ini telah dimitigasi melalui perjanjian kerjasama antara SIG
               dan prinsipal.

       3.    Analisis Kesempatan (Opportunity)
             • Saat ini belum banyak penyedia layanan instalasi gas medis yang sudah terintegrasi,
               sehingga menjadi peluang SIG untuk memperluas pasarnya.
             • Banyak rumah sakit baru yang akan dibangun baik oleh Pemerintah maupun swasta.

       4.    Analisis Ancaman (Threat)
             • Perkembangan teknologi lain yang lebih murah dan efisien.
             • Perdagangan bebas (masuknya modal asing).
             • Kompetitor lokal yang mulai maju.



5.2    Analisis Risiko

       Seperti halnya kegiatan usaha yang dilakukan oleh perusahaan lainnya, kegiatan usaha yang
       dilakukan oleh SIG di bidang ini tidak terlepas dari faktor risiko usaha yang disebabkan oleh
       berbagai faktor dan pada akhirnya dapat mempengaruhi tingkat pertumbuhan dan kesehatan SIG,
       sebagai berikut :

       1.    Risiko Kredit

             Risiko kredit merupakan risiko atas kerugian keuangan SIG jika pelanggan atau pihak lain dari
             instrumen keuangan gagal memenuhi liabilitas kontraktualnya. Risiko ini timbul terutama dari
             piutang usaha. SIG mengelola dan mengendalikan risiko kredit dari piutang usaha dengan
             memantau batasan periode tunggakan piutang pada tiap pelanggan dan pihak berelasi.




                                                                                              Halaman - 52
Page 62
KJPP YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Studi Kelayakan – PT Samator Indo Gas Tbk (“SIG”)



       2.    Risiko Likuiditas
             Melalui kegiatan operasi dan sumber dana yang ada, SIG dapat memenuhi seluruh liabilitas
             keuangannya pada saat jatuh tempo, karena SIG memiliki aset keuangan yang likuid dan
             tersedia untuk memenuhi kebutuhan likuiditasnya. Dalam mengelola risiko likuiditas SIG
             melakukan pengawasan yang ketat atas proyeksi dan realisasi dari arus kas secara terus
             menerus baik kolektibilitas piutang maupun pemenuhan kewajiban dan tanggal jatuh
             temponya.

       3.    Risiko Nilai Tukar Mata Uang Asing

             SIG tidak secara signifikan terekspos risiko mata uang asing karena sebagian besar liabilitas
             dalam mata uang Rupiah. Tidak ada aktivitas lindung nilai mata uang pada tanggal
             31 Desember 2023, namun demikian SIG telah menyediakan dana dalam mata uang asing
             yang sesuai dengan kebutuhan operasinya.

       4.    Risiko Persaingan Usaha

             Pasar gas industri di Indonesia sangat kompetitif. Namun demikian, SIG meyakini bahwa SIG
             dapat menjaga keunggulan kompetitif yang dimiliki dengan secara aktif melakukan penelitian
             dan pengembangan aplikasi gas industri, meningkatkan efisiensi dan menawarkan produk
             dan jasanya dengan memanfaatkan jaringan distribusi yang dimilikinya. Dalam upaya
             mengatasi risiko persaingan usaha, SIG selalu berupaya menerapkan strategi dan kebijakan
             yang diharapkan dapat memampukan SIG untuk dapat senantiasa mempertahankan
             posisinya pada pasar gas industri di Indonesia. SIG juga secara aktif mempertahankan dan
             meningkatkan keunggulan bersaingnya.

       5.    Risiko Fluktuasi Tingkat Suku Bunga

             SIG dalam melakukan kegiatan usahanya juga menggunakan sumber pendanaan eksternal
             seperti utang jangka panjang dan instrumen pendanaan eksternal lainnya. Beberapa
             pendanaan eksternal tersebut memiliki tingkat suku bunga mengambang yang berpatokan
             terhadap suku bunga dan imbal hasil yang berlaku di pasar. Eksposur risiko tingkat bunga SIG
             timbul terutama dari pinjaman yang diperoleh dari pinjaman bank. SIG memandang tingkat
             suku bunga pinjaman bank sangat kompetitif dan risiko dalam berinvestasi akan memberikan
             hasil yang sangat memadai. Sehingga untuk meminimalisasi risiko tingkat suku bunga maka
             SIG aktif melakukan review atas pinjaman yang diberikan oleh bank.

             SIG melakukan pengawasan pergerakan tingkat suku bunga untuk meminimalisasi dampak
             negatif terhadap posisi keuangan SIG. Untuk mengukur risiko pasar atas pergerakan suku
             bunga, SIG melakukan analisa pada pergerakan marjin suku bunga dan pada profil jatuh
             tempo aset dan liabilitas keuangan berdasarkan jadwal perubahan suku bunga.

         6. Risiko Fluktuasi Penjualan Akibat Faktor Musiman

             SIG memperoleh sebagian penjualan dari penjualan jasa dan peralatan yang terutama berasal
             dari pelanggan rumah sakit berkenaan dengan pemasangan instalasi yang terkait gas medis.
             Penjualan kepada pelanggan pada sektor pemerintahan sangat terpengaruh oleh proses
             anggaran dan tender dari rumah sakit milik pemerintah di mana umumnya penjualan belum
             terjadi di kuartal pertama tahun berjalan. Hal ini dapat mempengaruhi hasil analisa atas
             kinerja keuangan SIG, namun secara umum pengaruh tersebut tidak tampak bila analisa
             dilakukan secara tahunan. Risiko ini dapat mempengaruhi hasil analisa atas kinerja keuangan
             SIG, namun secara umum pengaruh tersebut tidak tampak bila analisa dilakukan secara
             tahunan. Untuk meminimalisir risiko ini, maka SIG secara aktif mencari pelanggan-pelanggan
             baru (selain sektor Pemerintahan) dengan pola pembayaran normal.




                                                                                              Halaman - 53
Page 63
KJPP YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Studi Kelayakan – PT Samator Indo Gas Tbk (“SIG”)



                                                        BAB VI

                                                    ASPEK KEUANGAN



6.1     Rencana SIG

        Kegiatan usaha SIG terkait instalasi gas medis telah berjalan sejak tahun 1971. Instalasi gas medis
        ini semula tercakup ke dalam kode 42919, 42914, 46530 dan 46693 pada KBLI 2017, namun dengan
        terbitnya KBLI 2020, kegiatan usaha instalasi gas medis tersebut tercakup ke dalam kode 43223.
        Penambahan KBLI ini dibutuhkan agar SIG tetap dapat mengikuti tender-tender dengan rumah
        sakit Pemerintah, sesuai dengan yang telah berjalan selama ini.



6.2     Biaya Pendirian, Modal Kerja dan Sumber Pembiayaan Penambahan KBLI

        Penambahan KBLI yang akan dilakukan oleh SIG diperkirakan tidak membutuhkan adanya
        penambahan biaya yang signifikan. Hal ini disebabkan karena kebutuhan sarana dan prasarana
        pendukungnya dapat menggunakan fasilitas yang dimiliki oleh SIG.

        Investasi yang dibutuhkan terkait Penambahan KBLI adalah berupa mesin bubut, las listrik, las oxy
        – C2H2, cutter pipe, ramset, tangga, scaffolding (floor to floor > 3 meter), trolly botol, tools (bor listrik
        (beton), hand gurinda, kunci pas, kunci ring, dan lain-lain), APD (sarung tangan ringan, masker,
        sepatu safety, aprom, kacamata), alat bantu keselamatan (body harness, apar, flasback). Namun
        mengingat kegiatan usaha ini merupakan kegiatan usaha yang telah berjalan maka tidak lagi
        dibutuhkan adanya penambahan biaya investasi. Selain itu seluruh pengerjaan terkait instalasi gas
        medis akan dilaksanakan oleh PT Sandana, afiliasi dari SIG yang tergabung dalam grup Samator.

        Perputaran modal kerja dari Penambahan KBLI diperkirakan akan mampu memenuhi kebutuhan
        dana operasionalnya sendiri.



6.3     Asumsi–Asumsi

6.3.1     Proyeksi Keuangan Tanpa Adanya Penambahan KBLI

          Berikut adalah proyeksi keuangan SIG Tanpa Adanya Penambahan KBLI:

          1.    Periode Proyeksi SIG dimulai dari 01 Januari 2024 hingga 31 Desember 2028.
          2.    Rata-rata pendapatan diasumsikan mengalami kenaikan sebesar 14,15% selama masa
                proyeksi. Kenaikan pendapatan tertinggi didapatkan dari penjualan airgas.
          3.    Rata-rata beban pokok pendapatan SIG diasumsikan sebesar 52,05% terhadap pendapatan
                selama periode proyeksi.
          4.    Rata-rata beban penjualan dan beban umum dan administrasi SIG diasumsikan mengalami
                kenaikan masing-masing sebesar 12,96% dan 4,43% selama periode proyeksi.
          5.    SIG mencatatkan laba bersih hingga akhir periode proyeksi. Secara rata-rata, selama
                periode proyeksi tercatat laba bersih SIG sebesar 11,95%.
          6.    Pajak yang diterapkan sebesar 22,00% sesuai dengan Undang-Undang Republik Indonesia
                No. 17 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan Pasal 17 ayat (1) butir b.




                                                                                                       Halaman - 54
Page 64
KJPP YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Studi Kelayakan – PT Samator Indo Gas Tbk (“SIG”)



         Berikut adalah proyeksi keuangan SIG Tanpa Adanya Penambahan KBLI:

         Figur 33.       Proyeksi Laba (Rugi) Tanpa Adanya Penambahan KBLI
                                                                                               (Dalam Jutaan Rupiah)
                              Keterangan               2024          2025          2026          2027            2028

           Penjualan Bersih                           3.162.023     3.771.557     4.265.766     4.826.107      5.463.620

           Beban Pokok Penjualan                     (1.705.444)   (1.986.582)   (2.209.139)   (2.464.811)    (2.775.634)

           Laba (Rugi) Kotor                          1.456.579     1.784.975     2.056.627     2.361.296      2.687.986

           Laba/(Rugi) Sebelum Pajak                    325.360       477.752       639.946       864.769      1.131.954

           Laba/(Rugi) Tahun Berjalan                   253.781       372.647       499.158       674.520        882.924

         Sumber : Manajemen SIG

         Figur 34.       Proyeksi Posisi Keuangan Tanpa Adanya Penambahan KBLI
                                                                                               (Dalam Jutaan Rupiah)
                              Keterangan               2024          2025          2026          2027            2028

           Aset Lancar                                1.654.323     2.338.257     2.485.327     2.573.198      2.499.437

           Aset Tidak Lancar                          7.026.618     7.160.718     7.184.718     7.257.817      7.387.922

           Jumlah Aset                                8.680.941     9.498.975     9.670.045     9.831.016      9.887.359

           Liabiliatas Jangka Pendek                    620.944       822.707     1.032.480     1.392.053      1.358.952

           Liabilitas Jangka Panjang                  4.078.070     4.321.694     3.783.833     2.910.711      2.117.231

           Jumlah Liabilitas                          4.699.013     5.144.401     4.816.313     4.302.764      3.476.183

           Total Ekuitas                              3.981.927     4.354.574     4.853.732     5.528.252      6.411.176

           Total Liabilitas dan Ekuitas               8.680.941     9.498.975     9.670.045     9.831.015      9.887.359

         Sumber : Manajemen SIG

         Figur 35.       Proyeksi Arus Kas Tanpa Adanya Penambahan KBLI
                                                                                               (Dalam Jutaan Rupiah)
                              Keterangan               2024          2025          2026          2027            2028

           Arus kas dari aktivitas operasi              450.646       738.707       866.138     1.043.524      1.310.147

           Arus kas dari aktivitas investasi         (1.061.142)    (569.220)     (471.445)      (533.221)      (603.263)

           Arus kas dari aktivitas pendanaan            611.719       419.489     (351.856)      (537.862)      (873.122)

           Kenaikan (penurunan) kas dan setara kas        1.223       588.975        42.837      (27.559)       (166.238)

           Kas dan setara kas awal tahun                574.580       575.804     1.164.779     1.207.616      1.180.058

           Kas dan setara kas akhir tahun               575.804     1.164.779     1.207.616     1.180.058      1.013.820

         Sumber : Manajemen SIG



6.3.2    Proyeksi Keuangan Dengan Adanya Penambahan KBLI

         Berikut adalah proyeksi keuangan SIG Dengan Adanya Penambahan KBLI:

          1.    Periode Proyeksi SIG dimulai dari 01 Januari 2024 hingga 31 Desember 2028.
          2.    Rata-rata pendapatan diasumsikan mengalami kenaikan sebesar 14,25% selama masa
                proyeksi. Kenaikan pendapatan tertinggi didapatkan dari penjualan airgas.
          3.    Rata-rata beban pokok pendapatan SIG diasumsikan sebesar 52,23% terhadap pendapatan
                selama periode proyeksi.
          4.    Rata-rata beban penjualan dan beban umum dan administrasi SIG diasumsikan mengalami
                kenaikan masing-masing sebesar 12,96% dan 4,43% selama periode proyeksi.




                                                                                                             Halaman - 55
Page 65
KJPP YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Studi Kelayakan – PT Samator Indo Gas Tbk (“SIG”)



          5.    SIG mencatatkan laba bersih hingga akhir periode proyeksi. Secara rata-rata, selama
                periode proyeksi tercatat laba bersih SIG sebesar 11,93%.
          6.    Pajak yang diterapkan sebesar 22,00% sesuai dengan Undang-Undang Republik Indonesia
                No. 17 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan Pasal 17 ayat (1) butir b.

         Berikut adalah proyeksi keuangan SIG Dengan Adanya Penambahan KBLI:

         Figur 36.       Proyeksi Laba (Rugi) Dengan Adanya Penambahan KBLI
                                                                                               (Dalam Jutaan Rupiah)
                             Keterangan                2024          2025          2026          2027            2028

           Pendapatan Bersih                          3.177.698     3.790.314     4.286.246     4.848.484      5.488.084

           Beban Pokok Penjualan                     (1.719.551)   (2.003.463)   (2.227.571)   (2.484.951)    (2.797.651)

           Laba (Rugi) Kotor                          1.458.147     1.786.851     2.058.675     2.363.534      2.690.432

           Laba/(Rugi) Sebelum Pajak                    326.928       479.593       641.971       867.004      1.134.433

           Laba/(Rugi) Tahun Berjalan                   255.004       374.083       500.737       676.263        884.858

         Sumber : Manajemen SIG

         Figur 37.       Proyeksi Posisi Keuangan Dengan Adanya Penambahan KBLI
                                                                                               (Dalam Jutaan Rupiah)
                             Keterangan                2024          2025          2026          2027            2028

           Aset Lancar                                1.656.232     2.342.080     2.491.043     2.580.897      2.509.433

           Aset Tidak Lancar                          7.026.618     7.160.718     7.184.718     7.257.817      7.387.922

           Jumlah Aset                                8.682.849     9.502.797     9.675.760     9.838.714      9.897.356

           Liabiliatas Jangka Pendek                    621.630       823.870     1.033.958     1.393.770      1.361.035

           Liabilitas Jangka Panjang                  4.078.070     4.321.694     3.783.833     2.910.711      2.117.231

           Jumlah Liabilitas                          4.699.699     5.145.564     4.817.790     4.304.482      3.478.265

           Total Ekuitas                              3.983.150     4.357.232     4.857.970     5.534.233      6.419.090

           Total Liabilitas dan Ekuitas               8.682.849     9.502.797     9.675.760     9.838.714      9.897.355

         Sumber : Manajemen SIG

         Figur 38.       Proyeksi Arus Kas Dengan Adanya Penambahan KBLI
                                                                                               (Dalam Jutaan Rupiah)
                             Keterangan                2024          2025          2026          2027            2028

           Arus kas dari aktivitas operasi              451.248       739.711       867.433     1.045.050      1.312.212

           Arus kas dari aktivitas investasi         (1.061.142)    (569.220)     (471.445)      (533.221)      (603.263)

           Arus kas dari aktivitas pendanaan            611.719       419.489     (351.856)      (537.862)      (873.122)

           Kenaikan (penurunan) kas dan setara kas        1.826       589.979        44.132      (26.033)       (164.173)

           Kas dan setara kas awal tahun                574.580       576.406     1.166.385     1.210.517      1.184.484

           Kas dan setara kas akhir tahun               576.406     1.166.385     1.210.517     1.184.484      1.020.311

         Sumber : Manajemen SIG



6.4    Cut Off Date Dalam Analisis

       Dalam melakukan analisis Studi Kelayakan Penambahan KBLI ini, kami menggunakan Tanggal Studi
       Kelayakan per 31 Desember 2023, dimana batas tersebut diambil atas dasar pertimbangan
       kepentingan dan tujuan dilaksanakan studi kelayakan Penambahan KBLI.




                                                                                                             Halaman - 56
Page 66
KJPP YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Studi Kelayakan – PT Samator Indo Gas Tbk (“SIG”)



6.5    Ringkasan Proyeksi Keuangan atas Penambahan KBLI (Inkremental)

       Analisis nilai tambah atau inkremental merupakan selisih antara proyeksi Tanpa dan Dengan
       Adanya Penambahan KBLI. Berikut adalah inkremental untuk laba (rugi), posisi keuangan dan arus
       kas:

       Figur 39.       Inkremental Proyeksi Laba (Rugi)
                                                                                         (Dalam Jutaan Rupiah)
                             Keterangan                2024        2025       2026         2027           2028

         Pendapatan Bersih                                15.674    18.756     20.481       22.377         24.463

         Beban Pokok Penjualan                         (14.107)    (16.881)   (18.433)     (20.139)       (22.017)

         Laba (Rugi) Kotor                                 1.567     1.876      2.048        2.238          2.446

         Laba/(Rugi) Sebelum Pajak                         1.567     1.841      2.024        2.235          2.479

         Laba/(Rugi) Tahun Berjalan                        1.223     1.436      1.579        1.743          1.933

       Sumber : Manajemen SIG

       Figur 40.       Inkremental Proyeksi Posisi Keuangan
                                                                                         (Dalam Jutaan Rupiah)
                             Keterangan                2024        2025       2026         2027           2028

         Aset Lancar                                       1.908     3.822      5.715        7.699          9.996

         Aset Tidak Lancar                                    0           0          0            0              0

         Jumlah Aset                                       1.908     3.822      5.715        7.699          9.996

         Liabiliatas Jangka Pendek                          686      1.163      1.478        1.718          2.082

         Liabilitas Jangka Panjang                            0           0          0            0              0

         Jumlah Liabilitas                                  686      1.163      1.478        1.718          2.082

         Total Ekuitas                                     1.223     2.659      4.238        5.981          7.914

         Total Liabilitas dan Ekuitas                      1.908     3.822      5.715        7.699          9.996

       Sumber : Manajemen SIG

       Figur 41.       Inkremental Proyeksi Arus Kas
                                                                                         (Dalam Jutaan Rupiah)
                             Keterangan                2024        2025       2026         2027           2028

         Arus kas dari aktivitas operasi                    602      1.004      1.295        1.526          2.065

         Arus kas dari aktivitas investasi                    0           0          0            0              0

         Arus kas dari aktivitas pendanaan                    0           0          0            0              0

         Kenaikan (penurunan) kas dan setara kas            602      1.004      1.295        1.526          2.065

         Kas dan setara kas awal tahun                        0        602      1.606        2.901          4.427

         Kas dan setara kas akhir tahun                     602      1.606      2.901        4.427          6.491

       Sumber : Manajemen SIG



6.6    Dampak Perubahan atas Penambahan KBLI Terhadap Keuangan SIG

        Dampak terhadap kinerja keuangan atas Penambahan KBLI adalah sebagai berikut:

        1.    Penambahan KBLI ini dilakukan agar SIG dapat terus mengikuti tender-tender pada rumah
              sakit Pemerintah sesuai dengan yang telah berjalan selama ini, apabila tidak dilakukan
              penambahan KBLI maka akan berakibat pada menurunnya pendapatan atas tender tersebut.
              Penjualan SIG atas Penambahan KBLI selama tahun 2024-2028 rata-rata sebesar Rp20.350


                                                                                                      Halaman - 57
Page 67
KJPP YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Studi Kelayakan – PT Samator Indo Gas Tbk (“SIG”)



              Juta per tahun atau setara dengan 0,72% terhadap pendapatan SIG per 31 Desember 2023.
              Pendapatan tersebut akan menjadi nilai tambah bagi SIG secara Konsolidasi.
        2.    Rata-rata gross profit margin atas Penambahan KBLI tahun 2024-2028 sebesar 10,00%. Laba
              tersebut akan menjadi nilai tambah bagi SIG secara Konsolidasi.
        3.    Rata-rata net profit margin atas Penambahan KBLI tahun 2024-2028 sebesar 7,77%. Laba
              tersebut akan menjadi nilai tambah bagi SIG secara Konsolidasi.
        4.    Nilai kas dan setara kas atas Penambahan KBLI pada akhir periode proyeksi tercatat sebesar
              1,13% terhadap kas dan setara kas SIG per 31 Desember 2023.



6.7    Rasio Keuangan Penting atas Penambahan KBLI

       Beberapa Rasio Keuangan Penting adalah sebagai berikut:

       Figur 1.        Rasio Keuangan Penting atas Penambahan KBLI
                         Keterangan                 2024        2025        2026        2027          2028

         LIQUIDITY RATIO
         Current Ratio                              278,29%     328,52%     386,76%     448,16%        480,10%

         Quick Ratio                                278,29%     328,52%     386,76%     448,16%        480,10%

         Cash Ratio                                  87,81%     138,05%     196,29%     257,68%        311,77%



         ACTIVITY RATIO
         Days of Account Receivable Turnover               30          43          50          53            52

         Days of Account Payable Turnover                  18          25          29          31            35



         PROFITABILITY RATIO
         Gross Profit Margin                         10,00%      10,00%      10,00%      10,00%         10,00%

         Net Profit Margin                            7,80%       7,66%       7,71%       7,79%          7,90%

         Rate of Return on Assets                    64,07%      37,57%      27,62%      22,64%         19,34%

         Rate of Return On Equity                   100,00%      54,02%      37,26%      29,15%         24,43%

       Sumber: Manajemen SIG (Diolah oleh Y&R)

       Rasio Likuiditas

       Figur diatas menunjukkan SIG memiliki rasio likuiditas yang positif dimana SIG memiliki
       kemampuan membayar seluruh utang jangka pendeknya melalui aset lancar. Pada tahun 2028,
       Current Ratio, Quick Ratio dan Cash Ratio tercatat masing-masing sebesar 480,10%, 480,10% dan
       311,77%.

       Rasio Aktivitas

       Semakin tinggi Days Account Receivable Turnover maka akan semakin lama Piutang Usaha yang
       tertagih, begitu pula sebaliknya. Pada tahun 2028, Days Account Receivable Turnover tercatat lebih
       cepat dari tahun sebelumnya menjadi 52 hari.

       Semakin tinggi Days Account Payable Turnover maka akan semakin lama Utang Usaha dibayar, begitu
       pula sebaliknya. Pada tahun 2028, Days Account Payable Turnover tercatat selama 35 hari, lebih lama
       dibandingkan tahun sebelumnya.




                                                                                                    Halaman - 58
Page 68
KJPP YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Studi Kelayakan – PT Samator Indo Gas Tbk (“SIG”)



       Rasio Profitabilitas

       Figur di atas menunjukkan bahwa Penambahan KBLI mampu mencatatkan kemampulabaanya
       dengan profitability ratio yang positif. Pada tahun 2024 tercatat net profit margin sebesar 7,80%,
       kemudian meningkat hingga tahun 2028 menjadi sebesar 7,90%.



6.8    Penetapan Tingkat Diskonto

       Biaya Modal Untuk Ekuitas (Cost of Equity)

       Mengacu pada ketentuan-ketentuan yang tercantum di POJK 35 Tahun 2020, penentuan biaya
       modal untuk ekuitas wajib mengaplikasikan model Capital Asset Pricing Model (“CAPM”). Model ini
       menyatakan bahwa biaya ekuitas adalah bunga bebas risiko ditambah premium untuk menutup
       risiko sistimatis dari sekuritas saham, dengan formula sebagai berikut:

                                               Ke = Rf + ß (Rm-Rf) + α

       Dimana :
       Rf       = tingkat kembalian untuk investasi bebas risiko
       ß        = risiko sistimatis
       Rm       = tingkat kembalian yang diharapkan oleh pasar ekuitas
       Rp       = selisih antara Rm dengan Rf
       α        = risiko spesifik

       Rf (Risk free rate), adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang dianggap tidak
       memiliki kemungkinan gagal bayar. Untuk kasus Indonesia, instrumen bebas risiko yang dapat
       dipilih adalah yield obligasi Pemerintah untuk jangka panjang.

       Terkait dengan tanggal penilaian yang jatuh pada 31 Desember 2023, maka instrumen bebas risiko
       yang dipilih didasarkan pada obligasi Pemerintah dengan bunga tetap yang dikeluarkan oleh
       Pemerintah, yaitu SUN dalam mata uang Rupiah dengan tenor 30 tahun, yield sebesar 6,88% yang
       merujuk pada S&P Capital IQ. Angka tersebut akan digunakan sebagai tingkat kembalian bebas
       risiko (Rf).

       Rp (Equity Risk Premium-ERP), adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas risiko dengan
       tingkat kembalian investasi dalam bentuk penyertaan. Penentuan equity market risk premium
       memasukkan premi untuk risiko spesifik negara (country-specific risk premiums) seperti volatilitas
       harga saham untuk menghasilkan base equity market risk premium. Dengan mengikutkan risiko-
       risiko ini, dihasilkan tingkat diskonto yang mengakomodasi perubahan-perubahan sentimen jangka
       pendek di sekuritas pada pasar negara berkembang (emerging market).

       Premi risiko pasar (Rm-Rf) ditentukan dengan menggunakan rujukan dari hasil Penelitian
       Damodaran yang dimutakhirkan pada 01 Januari 2024 dengan risk premium untuk pasar negara
       berkembang seperti Indonesia adalah sebesar 7,38% untuk Risk Premium Market dan sebesar
       2,07% untuk Country Default Spread.

       ß (Beta), Beta merupakan pengukur tingkat kepekaan pengembalian saham terhadap
       pengembalian pasar saham secara keseluruhan (seperti index yang dikeluarkan oleh S&P 500 atau
       IHSG). Koefisien beta kemudian digunakan dalam menghitung CAPM yang selanjutnya menjadi
       dasar penentuan discount factor. Koefisien beta tersebut berasal dari data rata-rata industri yang
       sejenis, yaitu industri gas.
       Beta dari perusahaan-perusahaan pembanding digunakan untuk menghitung cost of equity, dimana
       beta tersebut dihitung dari rata-rata unlevered beta. Cara ini dilakukan untuk menetralisir pengaruh



                                                                                              Halaman - 59
Page 69
KJPP YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Studi Kelayakan – PT Samator Indo Gas Tbk (“SIG”)



       leverage yang ada di masing-masing perusahaan terhadap beta. Perusahaan yang sama dengan
       leverage yang berbeda akan memiliki cost of equity yang berbeda pula, oleh karena itu pengaruh
       leverage yang ada di tiap perusahaan perlu dinetralisir dengan cara menghitung unlevered beta.

       Unlevered beta dihitung dengan formula sebagai berikut :

                                                                    βL
                                                         βu =
                                                                1 + (1-T) x DER

       Dimana :

       T               =   Tarif Pajak Penghasilan Badan
       DER             =   Debt to equity ratio
       βL              =   Beta levered, yaitu ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang diukur secara
                           objektif dari responsivitas pengembalian perusahaan terhadap pergerakan
                           pengembalian portofolio pasar apabila dibandingkan dengan portofolio pasar
                           dengan pengaruh utang
       βu              =   Beta unlevered, yaitu ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang diukur secara
                           objektif dari responsivitas pengembalian perusahaan terhadap pergerakan
                           pengembalian portofolio pasar apabila dibandingkan dengan portofolio pasar
                           tanpa pengaruh utang.

       Adapun Beta perusahaan pembanding industri gas adalah sebagai berikut:

       Figur 2.      Beta Levered dan Un-Levered Perusahaan Pembanding
                                                                                                   Effective
                                                                      Beta          Total Debt/                   Beta
          No.                       Perusahaan                                                     Tax Rate
                                                                     Levered        Market Cap                  Unlevered
                                                                                                   (5 years)
            1     PT ESSA Industries Indonesia Tbk.                       1,22            27,21%     41,09%             1,05

            2     Guangdong Huate Gas Co., Ltd                            1,22            10,87%     14,79%             1,12

            3     Hunan Kaimeite Gases Co., Ltd.                          1,07            10,60%      9,49%             0,97

            4     Ghani Global Holdings Limited                           1,47            90,60%     32,98%             0,91

            5     Peric Special Gases Co., Ltd.                           1,40             0,11%      7,95%             1,39

            6     Jinhong Gas Co.,Ltd.                                    1,17            13,01%     16,24%             1,05

            7     Guangzhou Guanggang Gases & Energy Co.,Ltd.             1,48             4,64%     12,63%             1,43

            8     Linde India Limited                                     0,86             0,04%     24,55%             0,86

            9     Hangzhou Oxygen Plant Group Co.,Ltd.                    1,04            18,72%     20,94%             0,90

                                                      Rata-rata                                                         1,08

       Sumber : S&P Capital IQ

       Figur 3.     DER Market
                                                                       Market Capitalization             Total Debt
          No.                       Perusahaan
                                                                      (Dalam Ribuan Rupiah)        (Dalam Ribuan Rupiah)
            1     PT ESSA Industries Indonesia Tbk.                                9.130.297.121               2.483.944.551

            2     Guangdong Huate Gas Co., Ltd                                    17.559.082.983               1.907.801.573

            3     Hunan Kaimeite Gases Co., Ltd.                                  13.191.000.080               1.398.715.935

            4     Ghani Global Holdings Limited                                     217.046.474                 196.638.591

            5     Peric Special Gases Co., Ltd.                                   39.139.404.544                 43.297.045

            6     Jinhong Gas Co.,Ltd.                                            25.128.550.925               3.270.404.933

            7     Guangzhou Guanggang Gases & Energy Co.,Ltd.                     37.457.014.901               1.738.783.127




                                                                                                               Halaman - 60
Page 70
KJPP YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Studi Kelayakan – PT Samator Indo Gas Tbk (“SIG”)



                                                                    Market Capitalization           Total Debt
          No.                         Perusahaan
                                                                   (Dalam Ribuan Rupiah)      (Dalam Ribuan Rupiah)
           8         Linde India Limited                                     89.026.114.630                   39.994.567

           9         Hangzhou Oxygen Plant Group Co.,Ltd.                    62.499.557.947                11.696.882.302

                     Total                                                  293.348.069.606                22.776.462.625

                     DER Market                                                                                    7,76%

       Sumber : S&P Capital IQ

       Unlevered beta rata-rata perusahaan pembanding yang diperoleh dari perhitungan ini adalah
       sebesar 1,08 kemudian di-relever dengan tingkat leverage yang berlaku dipasar yaitu 7,76% sebesar
       dengan formula sebagai berikut:

                                                   βL = βu x (1 + (1-T) x DER)
                                                   βL = 1,21 x (1 + (1 – 22,00%) x 7,76%)
                                                      = 1,14

       α (Alpha), Faktor alpha merupakan risiko spesifik perusahaan yang mungkin mencerminkan jenis
       properti, perusahaan dan premi risiko lainnya. Pada penilaian ini, faktor Alpha atau risiko spesifik
       perusahaan adalah nol disebabkan telah dilakukan penyesuaian pada asumsi proyeksi SIG.

       Berdasarkan uraian di atas, maka biaya modal ekuitas SIG adalah:

       Figur 4.          Biaya Modal Ekuitas
                                           Keterangan                                         Persentase

         Risk Free Rate (Rf)                                                                                     6,88%

         Risk Premium Market (Rpm)                                                                               7,38%

         Country Default Spread (CDS)                                                                            2,07%

         β (Beta)                                                                                                  1,14

         Alpha                                                                                                   0,00%

         COST OF EQUITY                                                                                         13,24%

       Sumber : S&P Capital IQ (Diolah Y&R)

       Biaya Utang (Cost of Debt)

       Sesuai dengan AKB yang digunakan, yaitu arus kas bersih untuk perusahaan (free cash flow to firm),
       maka tingkat diskonto yang digunakan adalah tingkat diskonto yang merupakan rata-rata
       tertimbang biaya modal, baik yang berasal dari kreditor (pinjaman) maupun yang berasal dari
       (investor) penyertaan. Penentuan posisi tingkat leverage yang optimal adalah mencari titik dimana
       tambahan penghematan pajak yang berasal dari tambahan utang akan sama dengan tambahan
       biaya bunga sebagai akibat dari risiko gagal bayar yang diantisipasi dari keberadaan keseluruhan
       utang.

       Dalam penilaian ini, untuk biaya bunga untuk utang digunakan tingkat bunga pinjaman rata-rata
       dalam mata uang Rupiah yang berlaku yang bersumber dari pinjaman kredit investasi (Perusahaan)
       Bank Indonesia Desember 2023. Berdasarkan biaya bunga tersebut maka diperoleh biaya modal
       dengan perhitungan sebagai berikut:


                Kd           = i x (1-T)
                Kd           = 9,41% x (1 – 22,00%)
                             = 7,34%




                                                                                                            Halaman - 61
Page 71
KJPP YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Studi Kelayakan – PT Samator Indo Gas Tbk (“SIG”)



       Biaya Modal Tertimbang

       Berikut adalah perhitungan WACC SIG untuk periode 31 Desember 2023:

       Figur 5.          WACC
                       Jenis Modal                  Biaya Modal                    Komposisi                Tertimbang

         Biaya Utang                                               7,34%                  7,20%                              0,53%

         Biaya Ekuitas                                           13,24%                  92,80%                             12,29%

         WACC                                                                                                               12,82%

       Sumber : S&P Capital IQ (Diolah Y&R)

       Dengan mempertimbangkan faktor-faktor di atas dan kekuatan atau kelebihan serta risiko yang
       dihadapi, kami berpendapat bahwa tingkat diskonto untuk Penambahan KBLI SIG per 31 Desember
       2023 sebesar 12,82% adalah wajar.


6.9    Tingkat Pertumbuhan pada Nilai Terminal

       Untuk melakukan penilaian suatu bisnis dengan premis going concern dimana terdapat proyeksi
       untuk periode waktu tetap dan periode waktu kekal, Penilai Bisnis perlu menghitung nilai bisnis
       untuk periode waktu tetap dan periode waktu kekal. Nilai bisnis tersebut adalah jumlah dari nilai
       periode waktu tetap dan periode waktu kekal yang disebut sebagai nilai terminal. Metode yang
       digunakan untuk mengestimasi nilai terminal adalah Metode Kapitalisasi Pendapatan.

       Dalam hal ini, asumsi yang digunakan terhadap Objek Studi Kelayakan adalah perusahaan yang
       bersifat going concern, dimana perusahaan diperkirakan akan berjalan terus untuk jangka waktu
       yang tidak terhingga, meskipun terjadi pergantian pemilik atau manajemen. Berdasarkan data yang
       diperoleh menurut (www.alliedmarketresearch.com), dipoyeksikan CAGR untuk industri gas medis
       global sebesar 7% dari tahun 2023-2032. Namun dalam analisis Studi Kelayakan ini, kami
       menggunakan tingkat pertumbuhan sebesar 3,55%, berdasarkan pada Dataset: Economic Outlook
       No. 103 – July 2018 – Longterm baseline projections.


6.10   Analisis Kelayakan Proyek

       Berdasarkan asumsi-asumsi yang telah disampaikan diatas, maka analisis kelayakan akan dilakukan
       dengan menggunakan parameter Net Present Value (“NPV”). NPV merupakan selisih antara nilai sekarang
       dari arus kas yang masuk dengan nilai sekarang dari arus kas yang keluar pada periode waktu tertentu.
       NPV positif terjadi jika bisnis yang dipilih layak untuk dijalankan dan mendatangkan keuntungan,
       sehingga bisnis yang dianalisis termasuk kedalam rekomendasi untuk segera dimulai, begitu pula
       sebaliknya. Berikut adalah hasil perhitungan NPV atas Penambahan KBLI:

       Figur 6.        Analisis Kelayakan Proyek
                                                                                                        (Dalam Jutaan Rupiah)
                                                          2024              2025           2026           2027             2028
                  Keterangan
                                                         Jan-Des           Jan-Des        Jan-Des        Jan-Des         Jan-Des

         PROJECT ANALYSIS

         Laba Bersih                                        1.223              1.436           1.579        1.743            1.933

         Bunga * (1-Pajak)                                         0                 0              0              0               0

         Depresiasi                                                0                 0              0              0               0

         Capital Expenditures                                      0                 0              0              0               0

         Perubahan Modal Kerja                              (620)              (432)           (284)         (217)            132




                                                                                                                       Halaman - 62
Page 72
KJPP YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Studi Kelayakan – PT Samator Indo Gas Tbk (“SIG”)



                                                              2024           2025               2026            2027             2028
                  Keterangan
                                                           Jan-Des          Jan-Des           Jan-Des         Jan-Des          Jan-Des

         Terminal Value                         3,55%                                                                             23.088

         TOTAL                                                   602            1.004              1.295             1.526        25.153

         Discount Factor                       12,82%           0,89             0,79               0,70              0,62            0,55

         Present Value                                           534                789             902               942         13.764



         Net Present Value                     16.930


       Besaran NPV yang diperoleh dari Penambahan KBLI adalah sebesar Rp16.930 Juta (Enam Belas
       Miliar Sembilan Ratus Tiga Puluh Juta Rupiah).



6.11   Analisis Break Even Point

       Untuk mengetahui sebuah titik dimana biaya atau pengeluaran dan pendapatan adalah seimbang
       sehingga tidak ada kerugian atau keuntungan, maka dilakukan analisis Break Even Point. Apabila
       nilai Break Even Point lebih rendah dibandingkan dengan pendapatan yang diperoleh, maka dapat
       disimpulkan proyek tersebut layak.

       Pada Penambahan KBLI ini, analisis Break Even Point menghasilkan nilai nihil dikarenakan tidak
       terdapat biaya tetap terkait kegiatan usaha instalasi gas medis. Seluruh biaya tetap telah dicakup
       dalam kegiatan usaha eksisting (non instalasi gas medis), sedangkan biaya kegiatan usaha instalasi
       gas medis hanya berupa biaya variabel yang dibayarkan kepada PT Sandana selaku pelaksana
       teknis.



6.12   Analisis Profitabilitas

       Rasio profitabilitas merupakan rasio untuk menilai kemampuan perusahaan dalam mencari
       keuntungan atau laba dalam suatu periode tertentu. Untuk mengukur kemampuan perusahaan
       dalam menghasilkan laba, berikut hasil analasisis profitabilitas atas Penambahan KBLI:

       Figur 7.      Analisis Profitabilitas
                                                    2024             2025              2026                 2027               2028
                     Keterangan
                                                Jan-Des          Jan-Des              Jan-Des              Jan-Des            Jan-Des

         Penjualan                                   15.674            18.756             20.481              22.377              24.463

         Laba (Rugi) Bersih                           1.223             1.436              1.579                1.743              1.933

         Net Profit Margin                            7,80%            7,66%              7,71%                7,79%              7,90%


       Rasio profitabilitas di atas menunjukkan kemampuan menghasilkan laba atas Penambahan KBLI
       selama periode proyeksi. Penambahan KBLI, menghasilkan laba bersih pada akhir periode proyeksi
       sebesar 7,90% dari total pendapatan.



6.13   Analisis Tingkat Imbal Balik Investasi

       Return on Invesment merupakan rasio yang menunjukan seberapa banyak laba bersih yang bisa
       diperoleh dari seluruh kekayaan yang dimiliki perusahaan. Untuk mengukur hal tersebut, berikut
       Return on Invesment yang dihasilkan:




                                                                                                                             Halaman - 63
Page 73
KJPP YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Studi Kelayakan – PT Samator Indo Gas Tbk (“SIG”)



       Figur 8.       Analisis Tingkat Imbal Balik Investasi
                                                              2024            2025            2026            2027              2028
            Analisa Tingkat Imbal Balik Investasi
                                                             Jan-Des         Jan-Des         Jan-Des         Jan-Des           Jan-Des
         Total Aset                                             1.908            3.822           5.715           7.699             9.996
         Laba (Rugi) Bersih                                     1.223            1.436           1.579           1.743             1.933
         Rate of Return on Invesment                           64,07%          37,57%          27,62%          22,64%            19,34%


       Return on Invesment di atas menunjukkan angka positif, dengan imbal hasil atas investasi pada akhir
       periode proyeksi sebesar 19,34% dan rata-rata sebesar 34,25%.



6.14   Analisis Sensitivitas

       Untuk menguji kepekaan suatu proyek terhadap berbagai faktor ekonomi, maka berikut ini
       disajikan analisa sensitivitas terhadap rencana Penambahan KBLI yang akan dilakukan oleh SIG:


       Figur 9.       Analisis Sensitivitas (Penjualan yang Menurun)
                Analisis Sensitivitas           Normal          1,00%          2,00%           3,00%          4,00%             5,00%

         Penurunan Penjualan

         Net Present Value (NPV)                 15.216           13.501         11.787          10.073           8.359           15.216

         Return On Investment (ROI)              30,81%          27,37%          23,93%         20,49%          17,04%            30,81%

         Profitability Index (PI)                   14,23            12,74           11,25           9,76            8,27          14,23

         Break Even Point (BEP)                                          -               -               -               -               -

            In Rupiah (Average)                        0                 0               0               0             0                 0

            In % to Revenue (Average)             0,00%              0,00%        0,00%           0,00%          0,00%             0,00%



       Figur 10. Analisis Sensitivitas (Beban Pokok Pendapatan yang Meningkat)
                Analisis Sensitivitas           Normal          1,00%          2,00%           3,00%          4,00%             5,00%
         Peningkatan         Beban      Pokok
         Penjualan
         Net Present Value (NPV)                 16.930           16.930         16.930          16.930         16.930            16.930

         Return On Investment (ROI)              34,25%          34,25%          34,25%         34,25%          34,25%            34,25%

         Profitability Index (PI)                   15,73            15,73           15,73        15,73           15,73            15,73

         Break Even Point (BEP)                          -               -               -               -               -               -

            In Rupiah (Average)                        0                 0               0               0             0                 0

            In % to Revenue (Average)             0,00%              0,00%        0,00%           0,00%          0,00%             0,00%




                                                                                                                             Halaman - 64
Page 74
KJPP YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Studi Kelayakan – PT Samator Indo Gas Tbk (“SIG”)



       Figur 11. Analisis Sensitivitas

                                                      Analisis Sensitivitas

          20.000

          15.000

          10.000

           5.000

              -
                         1,00%                2,00%              3,00%               4,00%            5,00%

                                    Penurunan Penjualan           Peningkatan Beban Pokok Penjualan


       Dari analisis sensitivitas yang dilakukan, terlihat bahwa rencana SIG relatif lebih sensitif terhadap
       penurunan penjualan.



6.15   Kesimpulan

       Berdasarkan kajian, evaluasi aspek pasar, teknis, pola bisnis, kelayakan model manajemen dan
       analisa keuangan serta proyeksi-proyeksi lainnya dengan syarat asumsi-asumsi yang telah
       ditetapkan dapat terpenuhi, maka dapat disimpulkan bahwa rencana Penambahan KBLI yang akan
       dilaksanakan oleh SIG adalah LAYAK.




                                                                                                       Halaman - 65
Page 75
KJPP YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Studi Kelayakan – PT Samator Indo Gas Tbk (“SIG”)



                                                    BAB VII

                                           KUALIFIKASI PENILAI BISNIS



Penilai Bisnis yang menandatangani laporan studi kelayakan ini merupakan Penilai Bisnis bersertifikat
dengan perizinan sebagai berikut :

       No. Izin Penilai                : B-1.08.00045
       No. MAPPI                       : 02-S-01532
       No. STTD Bapepam LK             : STTD.PB-38/PM.2/2018
       Klasifikasi Izin                : Penilai Bisnis (B)




                                                                                         Halaman - 66
Page 76
LAMPIRAN KEUANGAN
Page 77
PROYEKSI KEUANGAN
   TANPA ADANYA
 PENAMBAHAN KBLI
Page 78
Proyeksi Laporan Keuangan - Tanpa Adanya Penambahan KBLI                  12,02%      19,28%       13,10%       13,14%       13,21%
Laporan Laba Rugi                                                         53,94%      52,67%       51,79%       51,07%       50,80%
PT SAMATOR INDO GAS                                                        5,76%      20,16%       14,75%       13,42%       10,74%
Dalam Jutaan Rupiah                                      1.000            -1,73%       5,93%        5,96%        5,99%        6,02%
                                                                          49,45%      46,84%       33,95%       35,13%       30,90%

                       KETERANGAN                                        2024         2025        2026         2027         2028


  Penjualan bersih                                                     3.162.023    3.771.557    4.265.766    4.826.107    5.463.620
    Produk gas                                                         2.929.380    3.493.164    3.961.781    4.493.973    5.100.522
    Jasa & peralatan                                                     232.644      278.393      303.984      332.134      363.099

  Beban Pokok Penjualan                                                (1.705.444) (1.986.582) (2.209.139) (2.464.811) (2.775.634)
    Airgas                                                             (1.550.147) (1.810.315) (2.016.669) (2.272.244) (2.565.114)
       Raw Material                                                      (160.882)   (209.590)   (237.707)   (269.638)   (306.031)
       Direct Labor                                                        (73.135)    (76.792)    (80.632)    (84.663)    (88.896)
       Factory Overhead                                                  (774.282)   (923.300) (1.047.163) (1.210.299) (1.399.155)
       Electricity Cost                                                          0           0           0           0           0
       Purchasing Cost for Traded Gases                                  (261.800)   (312.185)   (354.066)   (401.628)   (455.836)
       Other Costs (Beginning - Ending Inventory)                                0           0           0           0           0
       Depreciation                                                      (280.047)   (288.449)   (297.102)   (306.015)   (315.196)

     Medical Equipment & Others                                         (155.298)    (176.266)    (192.469)    (192.567)    (210.520)
       Service, Installation and Equipment Cost (excl. Depreciation)    (155.298)    (176.266)    (192.469)    (192.567)    (210.520)
       Depreciation                                                            0            0            0            0            0

  Laba (Rugi) Kotor                                                    1.456.579    1.784.975    2.056.627    2.361.296    2.687.986

     Pendapatan lain-lain                                                  6.841        6.841        6.841        6.841        6.841
     Beban penjualan                                                    (526.390)    (632.484)    (725.745)    (823.104)    (911.531)
     Beban umum dan administrasi                                        (316.406)    (335.161)    (355.132)    (376.403)    (399.062)
     Beban keuangan                                                     (323.344)    (369.996)    (367.077)    (327.743)    (272.837)
     Pendapatan keuangan                                                  28.080       23.577       24.433       23.882       20.557

  Laba (Rugi) Sebelum Pajak                                              325.360     477.752      639.946      864.769     1.131.954

  Beban Pajak                                                            (71.579)    (105.105)    (140.788)    (190.249)    (249.030)


  Laba (Rugi) Tahun Berjalan                                             253.781     372.647      499.158      674.520      882.924
Page 79
Proyeksi Laporan Keuangan - Tanpa Adanya Penambahan KBLI
Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
PT SAMATOR INDO GAS
Dalam Jutaan Rupiah                                      1.000


                        KETERANGAN                                2024         2025          2026          2027          2028


  Aset
  Aset Lancar
     Kas & Setara Kas                                             575.804    1.164.779     1.207.616     1.180.058     1.013.820
     Investasi jangka pendek                                            0            0             0             0             0
     Piutang Usaha                                                529.181      578.887       644.924       724.638       779.679
     Piutang lain-lain :
        Pihak Ketiga                                                34.090      34.090        34.090        34.090        34.090
        Pihak Berelasi                                              14.052      14.052        14.052        14.052        14.052
     Persediaan                                                    461.322     506.575       544.771       580.487       617.923
     Pajak dibayar dimuka                                            2.221       2.221         2.221         2.221         2.221
     Biaya dibayar dimuka                                            8.656       8.656         8.656         8.656         8.656
     Uang muka pembelian                                            28.997      28.997        28.997        28.997        28.997
  Total Aset Lancar                                              1.654.323   2.338.257     2.485.327     2.573.198     2.499.437

  Aset Tidak Lancar
     Penyertaan Saham                                                    0           0             0             0             0
     Uang Muka Pembelian                                           213.125     213.125       213.125       213.125       213.125
     Biaya dibayar dimuka                                            1.813       1.813         1.813         1.813         1.813
     Taksiran tagihan pajak penghasilan                              26142       26142         26142         26142         26142
     Aset Tetap                                                  6.665.073   6.799.173     6.823.173     6.896.272     7.026.377
     Aset Hak Guna                                                   3.424       3.424         3.424         3.424         3.424
     Aset tidak lancar lainnya                                     117.041     117.041       117.041       117.041       117.041
  Total Aset Tidak Lancar                                        7.026.618   7.160.718     7.184.718     7.257.817     7.387.922

  Total Aset                                                     8.680.941   9.498.975     9.670.045     9.831.016     9.887.359

  Liabilitas & Ekuitas
  Liabilitas Jangka Pendek
     Utang Bank                                                         0            0             0             0             0
     Utang Usaha                                                  141.343      167.241       191.009       215.322       261.863
     Utang Lain-Lain                                              104.032      104.032       104.032       104.032       104.032
     Utang Pajak                                                   62.068       62.068        62.068        62.068        62.068
     Beban masih harus dibayar                                     64.423       64.423        64.423        64.423        64.423
     Uang muka pelanggan                                            6.432        6.432         6.432         6.432         6.432
     Jaminan Pelanggan                                             66.654       66.654        66.654        66.654        66.654
     Utang Dividen                                                      0            0             0             0             0
     Utang Jangka Panjang - Jatuh Tempo dalam Satu Tahun :
         Bank                                                       6.600     179.840        394.549       540.000       630.720
         Sewa Pembiayaan                                           40.296      31.038         18.613         8.622         9.261
         Lembaga Keuangan                                           3.296       1.178              0             0             0
         Obligasi                                                 125.800     139.800        124.700       324.500       153.500
  Total Liabilitas Jangka Pendek                                  620.944     822.707      1.032.480     1.392.053     1.358.952

  Liabilitas Jangka Panjang
     Utang pihak berelasi
     Liabilitas pajak tangguhan                                   159.198      159.198       159.198       159.198       159.198
     Utang jangka panjang setelah dikurangi bagian yang
     jatuh tempo dlm 1 thn :
        Bank                                                     3.014.368   3.430.009     3.035.460     2.495.460     1.864.740
        Sewa Pembiayaan                                            111.577      80.539        61.927        53.305        44.045
        Lembaga Keuangan                                             1.178           (0)           (0)           (0)           (0)
        Obligasi                                                   742.500     602.700       478.000       153.500              0
     Laba ditangguhkan atas transaksi jual dan sewa balik            4.795       4.795         4.795         4.795         4.795
     Liabilitas diestimasi atas imbalan kerja                       44.453      44.453        44.453        44.453        44.453
  Total Liabilitas Jangka Panjang                                4.078.070   4.321.694     3.783.833     2.910.711     2.117.231

  Total Liabilitas                                               4.699.013   5.144.401     4.816.313     4.302.764     3.476.183

  Ekuitas
     Modal Saham                                                 1.533.330   1.533.330     1.533.330     1.533.330     1.533.330
     Tambahan modal disetor                                        370.021     370.021       370.021       370.021       370.021
     Saham treasuri                                                      0           0             0             0             0
     Selisih Kurs dari tambahan modal disetor                       17.600      17.600        17.600        17.600        17.600
     Saldo Laba                                                  1.055.502   1.422.383     1.915.200     2.582.744     3.457.995
     Komponen Ekuitas Lainnya                                      912.132     912.132       912.132       912.132       912.132
  Sub total                                                      3.888.585   4.255.466     4.748.283     5.415.827     6.291.078
  Kepentingan non pengendali                                        93.342      99.107       105.449       112.425       120.098
  Total Ekuitas                                                  3.981.927   4.354.574     4.853.732     5.528.252     6.411.176

  Total Liabilitas dan Ekuitas                                   8.680.941   9.498.975     9.670.045     9.831.015     9.887.359
Page 80
Proyeksi Laporan Keuangan - Tanpa Adanya Penambahan KBLI
Laporan Arus Kas
PT SAMATOR INDO GAS
Dalam Jutaan Rupiah                                      1.000


                      KETERANGAN                                   2024         2025           2026          2027          2028


  ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
  Laba (rugi) tahun berjalan                                       253.781      372.647       499.158       674.520        882.924
  Penyusutan                                                       187.802      435.120       447.445       460.121        473.158
  Perubahan modal kerja:
     Aset operasional                                                (8.619)     (94.959)     (104.233)     (115.429)       (92.477)
     Liabilitas operasional                                         17.682        25.899        23.768        24.313         46.541
  Kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi                 450.646      738.707        866.138     1.043.524     1.310.147

  ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
    Aset                                                                  0            0             0             0             0
    Capex                                                        (1.061.142)    (569.220)     (471.445)     (533.221)     (603.263)
  Kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi             (1.061.142)    (569.220)     (471.445)     (533.221)     (603.263)

  ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
    Liabilitas dan ekuitas lainnya                                        0            0              0             0             0
    Penambahan:
       Utang jangka panjang                                      1.104.519      595.481               0             0             0
    Pembayaran:
       Utang jangka pendek                                          (21.855)            0             0             0             0
       Utang jangka panjang                                          41.296        (6.600)    (179.840)     (394.549)     (540.000)
       Obligasi atas sewa guna usaha modal                          (73.504)      (40.296)      (31.038)      (18.613)       (8.622)
       Lembaga keuangan                                              (3.208)       (3.296)       (1.178)          -             -
       Obligasi                                                   (435.529)     (125.800)     (139.800)     (124.700)     (324.500)
    Deviden                                                               0             0             0             0             0
  Kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan               611.719       419.489      (351.856)     (537.862)     (873.122)

KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN SETARA KAS                       1.223       588.975        42.837       (27.559)     (166.238)
KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN                                      574.580       575.804     1.164.779     1.207.616     1.180.058
KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN                                     575.804     1.164.779     1.207.616     1.180.058     1.013.820
Page 81
PROYEKSI KEUANGAN
  DENGAN ADANYA
 PENAMBAHAN KBLI
Page 82
Proyeksi Laporan Keuangan - Dengan Adanya Penambahan KBLI                  12,57%         19,28%         13,08%         13,12%         13,19%
Laporan Laba Rugi                                                          54,11%         52,86%         51,97%         51,25%         50,98%
PT SAMATOR INDO GAS                                                         5,76%         20,16%         14,75%         13,42%         10,74%
Dalam Jutaan Rupiah                                   1.000                -1,73%          5,93%          5,96%          5,99%          6,02%
                                                                           50,17%         46,70%         33,86%         35,05%         30,85%

                        KETERANGAN                                       2024           2025           2026           2027           2028


  Penjualan bersih                                                     3.177.698      3.790.314      4.286.246      4.848.484      5.488.084
    Produk gas                                                         2.929.380      3.493.164      3.961.781      4.493.973      5.100.522
    Jasa & peralatan                                                     248.318        297.150        324.465        354.511        387.562

  Beban Pokok Penjualan                                                (1.719.551)    (2.003.463)    (2.227.571)    (2.484.951)    (2.797.651)
    Airgas                                                             (1.550.147)    (1.810.315)    (2.016.669)    (2.272.244)    (2.565.114)
       Raw Material                                                      (160.882)      (209.590)      (237.707)      (269.638)      (306.031)
       Direct Labor                                                        (73.135)       (76.792)       (80.632)       (84.663)       (88.896)
       Factory Overhead                                                  (774.282)      (923.300)    (1.047.163)    (1.210.299)    (1.399.155)
       Electricity Cost                                                          0              0              0              0              0
       Purchasing Cost for Traded Gases                                  (261.800)      (312.185)      (354.066)      (401.628)      (455.836)
       Other Costs (Beginning - Ending Inventory)                                0              0              0              0              0
       Depreciation                                                      (280.047)      (288.449)      (297.102)      (306.015)      (315.196)

     Medical Equipment & Others                                         (169.404)      (193.147)      (210.902)      (212.707)      (232.537)
       Service, Installation and Equipment Cost (excl. Depreciation)    (169.404)      (193.147)      (210.902)      (212.707)      (232.537)
       Depreciation                                                            0              0              0              0              0

  Laba (Rugi) Kotor                                                    1.458.147      1.786.851      2.058.675      2.363.534      2.690.432

     Pendapatan lain-lain                                                   6.841          6.841          6.841          6.841          6.841
     Beban penjualan                                                     (526.390)      (632.484)      (725.745)      (823.104)      (911.531)
     Beban umum dan administrasi                                         (316.406)      (335.161)      (355.132)      (376.403)      (399.062)
     Beban keuangan                                                      (323.344)      (369.996)      (367.077)      (327.743)      (272.837)
     Pendapatan keuangan                                                   28.080         23.542         24.409         23.879         20.590

  Laba (Rugi) Sebelum Pajak                                              326.928        479.593        641.971        867.004      1.134.433

     Tahun Berjalan :                                                     (71.924)     (105.511)      (141.234)      (190.741)      (249.575)


  Laba (Rugi) Tahun Berjalan                                             255.004        374.083        500.737        676.263        884.858
Page 83
Proyeksi Laporan Keuangan - Dengan Adanya Penambahan KBLI
Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
PT SAMATOR INDO GAS
Dalam Jutaan Rupiah                                   1.000


                        KETERANGAN                             2024        2025          2026          2027          2028


  Aset
  Aset Lancar
     Kas & Setara Kas                                          576.406    1.166.385     1.210.517     1.184.484     1.020.311
     Investasi jangka pendek                                         0            0             0             0             0
     Piutang Usaha                                             530.488      581.103       647.739       727.910       783.184
     Piutang lain-lain :
        Pihak Ketiga                                             34.090      34.090        34.090        34.090        34.090
        Pihak Berelasi                                           14.052      14.052        14.052        14.052        14.052
     Persediaan                                                 461.322     506.575       544.771       580.487       617.923
     Pajak dibayar dimuka                                         2.221       2.221         2.221         2.221         2.221
     Biaya dibayar dimuka                                         8.656       8.656         8.656         8.656         8.656
     Uang muka pembelian                                         28.997      28.997        28.997        28.997        28.997
  Total Aset Lancar                                           1.656.232   2.342.080     2.491.043     2.580.897     2.509.433

  Aset Tidak Lancar
     Penyertaan Saham                                                 0           0             0             0             0
     Uang Muka Pembelian                                        213.125     213.125       213.125       213.125       213.125
     Biaya dibayar dimuka                                         1.813       1.813         1.813         1.813         1.813
     Taksiran tagihan pajak penghasilan                          26.142      26.142        26.142        26.142        26.142
     Aset Tetap                                               6.665.073   6.799.173     6.823.173     6.896.272     7.026.377
     Aset Hak Guna                                                3.424       3.424         3.424         3.424         3.424
     Aset tidak lancar lainnya                                  117.041     117.041       117.041       117.041       117.041
  Total Aset Tidak Lancar                                     7.026.618   7.160.718     7.184.718     7.257.817     7.387.922

  Total Aset                                                  8.682.849   9.502.797     9.675.760     9.838.714     9.897.356

  Liabilitas & Ekuitas
  Liabilitas Jangka Pendek
     Utang Bank                                                      0            0             0             0             0
     Utang Usaha                                               142.028      168.405       192.487       217.040       263.945
     Utang Lain-Lain                                           104.032      104.032       104.032       104.032       104.032
     Utang Pajak                                                62.068       62.068        62.068        62.068        62.068
     Beban masih harus dibayar                                  64.423       64.423        64.423        64.423        64.423
     Uang muka pelanggan                                         6.432        6.432         6.432         6.432         6.432
     Jaminan Pelanggan                                          66.654       66.654        66.654        66.654        66.654
     Utang Dividen                                                   0            0             0             0             0
     Utang Jangka Panjang - Jatuh Tempo dalam Satu Tahun :
         Bank                                                    6.600     179.840        394.549       540.000       630.720
         Sewa Pembiayaan                                        40.296      31.038         18.613         8.622         9.261
         Lembaga Keuangan                                        3.296       1.178              0             0             0
         Obligasi                                              125.800     139.800        124.700       324.500       153.500
  Total Liabilitas Jangka Pendek                               621.630     823.870      1.033.958     1.393.770     1.361.035

  Liabilitas Jangka Panjang
     Utang pihak berelasi
     Liabilitas pajak tangguhan                                159.198      159.198       159.198       159.198       159.198
     Utang jangka panjang setelah dikurangi bagian yang
     jatuh tempo dlm 1 thn :
        Bank                                                  3.014.368   3.430.009     3.035.460     2.495.460     1.864.740
        Sewa Pembiayaan                                         111.577      80.539        61.927        53.305        44.045
        Lembaga Keuangan                                          1.178           (0)           (0)           (0)           (0)
        Obligasi                                                742.500     602.700       478.000       153.500              0
     Laba ditangguhkan atas transaksi jual dan sewa balik         4.795       4.795         4.795         4.795         4.795
     Liabilitas diestimasi atas imbalan kerja                    44.453      44.453        44.453        44.453        44.453
  Total Liabilitas Jangka Panjang                             4.078.070   4.321.694     3.783.833     2.910.711     2.117.231

  Total Liabilitas                                            4.699.699   5.145.564     4.817.790     4.304.482     3.478.265

  Ekuitas
     Modal Saham                                              1.533.330   1.533.330     1.533.330     1.533.330     1.533.330
     Tambahan modal disetor                                     370.021     370.021       370.021       370.021       370.021
     Saham treasuri                                                   0           0             0             0             0
     Selisih Kurs dari tambahan modal disetor                    17.600      17.600        17.600        17.600        17.600
     Saldo Laba                                               1.056.725   1.425.042     1.919.438     2.588.725     3.465.909
     Komponen Ekuitas Lainnya                                   912.132     912.132       912.132       912.132       912.132
  Sub total                                                   3.889.808   4.258.125     4.752.521     5.421.808     6.298.992
  Kepentingan non pengendali                                     93.342      99.107       105.449       112.425       120.098
  Total Ekuitas                                               3.983.150   4.357.232     4.857.970     5.534.233     6.419.090

  Total Liabilitas dan Ekuitas                                8.682.849   9.502.797     9.675.760     9.838.714     9.897.355
Page 84
Proyeksi Laporan Keuangan - Dengan Adanya Penambahan KBLI
Laporan Arus Kas
PT SAMATOR INDO GAS
Dalam Jutaan Rupiah                                   1.000


                      KETERANGAN                               2024          2025          2026          2027          2028


  ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
  Laba (rugi) tahun berjalan                                    255.004      374.083       500.737       676.263        884.858
  Penyusutan                                                    187.802      435.120       447.445       460.121        473.158
  Perubahan modal kerja:
     Aset operasional                                             (9.925)     (95.869)     (104.831)     (115.887)       (92.709)
     Liabilitas operasional                                      18.367        26.376        24.082        24.553         46.905
  Kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi              451.248      739.711        867.433     1.045.050     1.312.212

  ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
    Aset                                                               0            0             0             0             0
    Capex                                                     (1.061.142)    (569.220)     (471.445)     (533.221)     (603.263)
  Kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi          (1.061.142)    (569.220)     (471.445)     (533.221)     (603.263)

  ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
    Liabilitas dan ekuitas lainnya                                     0            0              0             0             0
    Penambahan:
       Utang jangka panjang                                   1.104.519      595.481               0             0             0
    Pembayaran:
       Utang jangka pendek                                       (21.855)            0             0             0             0
       Utang jangka panjang                                       41.296        (6.600)    (179.840)     (394.549)     (540.000)
       Obligasi atas sewa guna usaha modal                       (73.504)      (40.296)      (31.038)      (18.613)       (8.622)
       Lembaga keuangan                                           (3.208)       (3.296)       (1.178)            0             0
       Obligasi                                                (435.529)     (125.800)     (139.800)     (124.700)     (324.500)
    Deviden                                                            0             0             0             0             0
  Kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan            611.719       419.489      (351.856)     (537.862)     (873.122)

KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN SETARA KAS                    1.826       589.979        44.132       (26.033)     (164.173)
KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN                                   574.580       576.406     1.166.385     1.210.517     1.184.484
KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN                                  576.406     1.166.385     1.210.517     1.184.484     1.020.311
Page 85
ANALISIS INKREMENTAL
Page 86
Analisis Inkremental - Dengan dan Tanpa Adanya Penambahan KBLI
Laporan Laba Rugi
PT SAMATOR INDO GAS                                                    12,67%     16,51%     11,19%     11,55%       12,58%
Dalam Jutaan Rupiah                                            1.000


                           KETERANGAN                                  2024       2025       2026       2027         2028


  Penjualan bersih                                                     15.674     18.756     20.481     22.377       24.463
    Produk gas                                                              0          0          0          0            0
    Jasa & peralatan                                                   15.674     18.756     20.481     22.377       24.463

  Beban Pokok Penjualan                                                (14.107)   (16.881)   (18.433)   (20.139)     (22.017)
    Airgas                                                                   0          0          0          0            0
       Raw Material                                                          0          0          0          0            0
       Direct Labor                                                          0          0          0          0            0
       Factory Overhead                                                      0          0          0          0            0
       Electricity Cost                                                      0          0          0          0            0
       Purchasing Cost for Traded Gases                                      0          0          0          0            0
       Other Costs (Beginning - Ending Inventory)                            0          0          0          0            0
       Depreciation                                                          0          0          0          0            0

     Medical Equipment & Others                                        (14.107)   (16.881)   (18.433)   (20.139)     (22.017)
       Service, Installation and Equipment Cost (excl. Depreciation)   (14.107)   (16.881)   (18.433)   (20.139)     (22.017)
       Depreciation                                                          0          0          0          0            0

  Laba (Rugi) Kotor                                                     1.567      1.876      2.048      2.238        2.446

     Pendapatan lain-lain                                                     0         0          0            0            0
     Beban penjualan                                                          0         0          0            0            0
     Beban umum dan administrasi                                              0         0          0            0            0
     Beban keuangan                                                           0         0          0            0            0
     Pendapatan keuangan                                                      0       (34)       (24)          (3)          32

  Laba (Rugi) Sebelum Pajak                                             1.567      1.841      2.024      2.235        2.479

     Tahun Berjalan :                                                    (345)      (405)      (445)      (492)        (545)


  Laba (Rugi) Tahun Berjalan                                            1.223      1.436      1.579      1.743        1.933
Page 87
Analisis Inkremental - Dengan dan Tanpa Adanya Penambahan KBLI
Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
PT SAMATOR INDO GAS
Dalam Jutaan Rupiah                                            1.000


                             KETERANGAN                                2024       2025       2026       2027       2028


  Aset
  Aset Lancar
     Kas & Setara Kas                                                     602      1.606      2.901      4.427      6.491
     Investasi jangka pendek                                                0          0          0          0          0
     Piutang Usaha                                                      1.306      2.216      2.815      3.272      3.505
     Piutang lain-lain :
        Pihak Ketiga                                                        0          0          0          0          0
        Pihak Berelasi                                                      0          0          0          0          0
     Persediaan                                                             0          0          0          0          0
     Pajak dibayar dimuka                                                   0          0          0          0          0
     Biaya dibayar dimuka                                                   0          0          0          0          0
     Uang muka pembelian                                                    0          0          0          0          0
  Total Aset Lancar                                                     1.908      3.822      5.715      7.699      9.996

  Aset Tidak Lancar
     Penyertaan Saham                                                         0          0          0          0          0
     Uang Muka Pembelian                                                      0          0          0          0          0
     Biaya dibayar dimuka                                                     0          0          0          0          0
     Taksiran tagihan pajak penghasilan                                       0          0          0          0          0
     Aset Tetap                                                               0          0          0          0          0
     Aset Hak Guna                                                            0          0          0          0          0
     Aset tidak lancar lainnya                                                0          0          0          0          0
  Total Aset Tidak Lancar                                                     0          0          0          0          0

  Total Aset                                                            1.908      3.822      5.715      7.699      9.996

  Liabilitas & Ekuitas
  Liabilitas Jangka Pendek
     Utang Bank                                                             0          0          0          0          0
     Utang Usaha                                                          686      1.163      1.478      1.718      2.082
     Utang Lain-Lain                                                        0          0          0          0          0
     Utang Pajak                                                            0          0          0          0          0
     Beban masih harus dibayar                                              0          0          0          0          0
     Uang muka pelanggan                                                    0          0          0          0          0
     Jaminan Pelanggan                                                      0          0          0          0          0
     Utang Dividen                                                          0          0          0          0          0
     Utang Jangka Panjang - Jatuh Tempo dalam Satu Tahun :                  0          0          0          0          0
         Bank                                                               0          0          0          0          0
         Sewa Pembiayaan                                                    0          0          0          0          0
         Lembaga Keuangan                                                   0          0          0          0          0
         Obligasi                                                           0          0          0          0          0
  Total Liabilitas Jangka Pendek                                          686      1.163      1.478      1.718      2.082

  Liabilitas Jangka Panjang
     Utang pihak berelasi
     Liabilitas pajak tangguhan                                               0          0          0          0          0
     Utang jangka panjang setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo
     dlm 1 thn :
        Bank                                                                  0          0          0          0          0
        Sewa Pembiayaan                                                       0          0          0          0          0
        Lembaga Keuangan                                                      0          0          0          0          0
        Obligasi                                                              0          0          0          0          0
     Laba ditangguhkan atas transaksi jual dan sewa balik                     0          0          0          0          0
     Liabilitas diestimasi atas imbalan kerja                                 0          0          0          0          0
  Total Liabilitas Jangka Panjang                                             0          0          0          0          0

  Total Liabilitas                                                        686      1.163      1.478      1.718      2.082

  Ekuitas
     Modal Saham                                                            0          0          0          0          0
     Tambahan modal disetor                                                 0          0          0          0          0
     Saham treasuri                                                         0          0          0          0          0
     Selisih Kurs dari tambahan modal disetor                               0          0          0          0          0
     Saldo Laba                                                         1.223      2.659      4.238      5.981      7.914
     Komponen Ekuitas Lainnya                                               0          0          0          0          0
  Sub total                                                             1.223      2.659      4.238      5.981      7.914
  Kepentingan non pengendali                                                0          0          0          0          0
  Total Ekuitas                                                         1.223      2.659      4.238      5.981      7.914

  Total Liabilitas dan Ekuitas                                          1.908      3.822      5.715      7.699      9.996
Page 88
Analisis Inkremental - Dengan dan Tanpa Adanya Penambahan KBLI
Laporan Arus Kas
PT SAMATOR INDO GAS
Dalam Jutaan Rupiah                                            1.000


                          KETERANGAN                                   2024       2025       2026       2027       2028


  ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
  Laba (rugi) tahun berjalan                                            1.223      1.436      1.579      1.743      1.933
  Penyusutan                                                                0          0          0          0          0
  Perubahan modal kerja:
     Aset operasional                                                   (1.306)     (910)      (599)      (457)      (233)
     Liabilitas operasional                                                686       478        314        240        364
  Kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi                         602     1.004      1.295      1.526      2.065

  ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
    Aset                                                                      0          0          0          0          0
    Capex                                                                     0          0          0          0          0
  Kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi                          0          0          0          0          0

  ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
    Liabilitas dan ekuitas lainnya                                            0          0          0          0          0
    Penambahan:
       Utang jangka panjang                                                   0          0          0          0          0
    Pembayaran:
       Utang jangka pendek                                                    0          0          0          0          0
       Utang jangka panjang                                                   0          0          0          0          0
       Obligasi atas sewa guna usaha modal                                    0          0          0          0          0
       Lembaga keuangan                                                       0          0          0          0          0
       Obligasi                                                               0          0          0          0          0
    Deviden                                                                   0          0          0          0          0
  Kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan                          0          0          0          0          0

KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN SETARA KAS                            602      1.004      1.295      1.526      2.065
KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN                                               0        602      1.606      2.901      4.427
KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN                                            602      1.606      2.901      4.427      6.491
Page 89
ANALISIS KELAYAKAN
 PENAMBAHAN KBLI
Page 90
ANALISIS KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI
PT SAMATOR INDO GAS
Dalam Jutaan Rupiah                                          1           2           3           4           5
                                                     5,0

                            KETERANGAN               2024        2025        2026        2027        2028


ANALISIS
   Laba Bersih                                        1.223       1.436       1.579       1.743       1.933
   Bunga * (1-Pajak)                                      0           0           0           0           0
   Depresiasi                                             0           0           0           0           0
   Capital Expenditures                                   0           0           0           0           0
   Perubahan Modal Kerja                               (620)       (432)       (284)       (217)        132
   Terminal Value                           3,55%                                                    23.088
TOTAL                                                   602       1.004       1.295       1.526      25.153
Discount Factor                             12,82%      0,89        0,79        0,70        0,62        0,55
Present Value                                           534         789         902         942      13.764

Net Present Value                                    16.930 Positive                     ==>    FEASIBLE
Profitability Index                                   15,73                              ==>    FEASIBLE
Return On Investment                                 64,07%    37,57%        27,62%      22,64%    19,34%
ROI                                                  34,25%



BREAK EVEN POINT
PT SAMATOR INDO GAS
Dalam Jutaan Rupiah
                                                     1,0         2,0         3,0         4,0         5,0

                            KETERANGAN               2024        2025        2026        2027        2028


BIAYA TETAP
   Beban                                                    0           0           0           0            0
   Bunga                                                    0           0           0           0           0
Subtotal Biaya Tetap                                        0           0           0           0           0


BIAYA VARIABEL                                       14.107      16.881      18.433      20.139      22.017
PENJUALAN                                            15.674      18.756      20.481      22.377      24.463

BREAK EVEN POINT
  Dalam Rupiah                                  0           0           0           0           0           0
   Dalam % terhadap Penjualan                0,00%    0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%
                                                      0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%

RASIO KEUANGAN
PT SAMATOR INDO GAS
                                                           365         365         365         365         365
                                                     1,0         2,0         3,0         4,0         5,0

                            KETERANGAN               2024        2025        2026        2027        2028


LIQUIDITY RATIO
     Current Ratio                                   278,29%     328,52%     386,76%     448,16%     480,10%
     Quick Ratio                                     278,29%     328,52%     386,76%     448,16%     480,10%
     Cash Ratio                                       87,81%     138,05%     196,29%     257,68%     311,77%

ACTIVITY RATIO
      Days of Account Receivable Turnover                   30          43          50          53          52
      Days of Account Payable Turnover                      18          25          29          31          35

SOLVABILITY RATIO
     Total Debt to Equity Ratio                        0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%
     Total Debt to Assets Ratio                        0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%

PROFITABILITY RATIO
      Gross Profit Margin                             10,00%      10,00%      10,00%      10,00%      10,00%
      Net Profit Margin                                7,80%       7,66%       7,71%       7,79%       7,90%
      Rate of Return on Assets                        64,07%      37,57%      27,62%      22,64%      19,34%
      Rate of Return On Equity                       100,00%      54,02%      37,26%      29,15%      24,43%
Page 91
SENSITIVITY
PT SAMATOR INDO GAS



                                                            CONDITION CHANGES
                         KETERANGAN   Normal
                                                1,00%     2,00%     3,00%     4,00%    5,00%


Penurunan Penjualan                             99,00%    98,00%    97,00%    96,00%   95,00%
  Net Present Value (NPV)              16.930   15.216    13.501    11.787    10.073    8.359
  Return On Investment (ROI)           34,25%   30,81%    27,37%    23,93%    20,49%   17,04%
  Profitability Index (PI)              15,73    14,23     12,74     11,25      9,76     8,27
  Break Even Point (BEP)                           -         -         -         -        -
     Dalam Rupiah                          0         0         0         0         0        0
     Dalam % terhadap Penjualan         0,00%     0,00%     0,00%     0,00%    0,00%    0,00%

Peningkatan Beban Pokok Penjualan               101,00%   102,00%   103,00%   104,00% 105,00%
  Net Present Value (NPV)              16.930    16.930    16.930    16.930    16.930  16.930
  Return On Investment (ROI)           34,25%    34,25%    34,25%    34,25%    34,25% 34,25%
  Profitability Index (PI)              15,73     15,73     15,73     15,73     15,73   15,73
  Break Even Point (BEP)                            -         -         -         -       -
     Dalam Rupiah                          0          0         0         0         0       0
     Dalam % terhadap Penjualan         0,00%     0,00%     0,00%     0,00%    0,00%    0,00%

File

File Open PDF
Source IDX
Size2.04 MB
Published16 May 2024
Pages91
Characters297,044
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 85 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org SAMATOR INDO GAS Tbk p.1 ×238
linked person Heyzer Harsono p.26
linked person Setyo Wahono p.26
linked person Atiff Ibrahim Gill p.26
linked person Ferryawan Utomo p.26
linked person Budi Susanto p.26
linked org PT ESSA Industries Indonesia Tbk. p.69 ×3
possible org PT Samator p.2 ×10
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.2 ×7
possible org Negara Republik Indonesia p.21 ×2
possible org Bursa Efek Indonesia p.21
possible org Matrix Company p.25
possible org PT Aneka Mega Energi p.25
possible org PT Saratoga Investama Sedaya p.25
possible person Tjandra Widjaja p.31
possible person Syaiful Anwar p.31
possible org Waskita Karya (Persero) Tbk p.56 ×2
possible org Perusahaan Tbk p.61
unresolved person Dr. Sahardjo p.1 ×9
unresolved org Gas Tbk p.2 ×5
unresolved org PT Aneka Gas p.2
unresolved org Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia p.2 ×5
unresolved org KJPP Yanuar p.2 ×68
unresolved org Rosye dan Rekan p.2 ×3
unresolved person Rosye Yunita S.E. p.2 ×2
unresolved org Kementerian Keuangan dan Pasar Modal p.3 ×2
unresolved org Bank Indonesia p.4 ×32
unresolved org KJPP YAN p.7
unresolved org PT Sandana Terkait Pelaksanaan Teknis Instalasi Gas Medis p.13 ×2
unresolved org Menteri Keuangan p.14
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Yanuar p.15
unresolved org Aneka Gas Industri Tbk p.16 ×9
unresolved person Opini Izin Akuntan Publik Gideon p.20
unresolved person Adi Santoso p.20
unresolved org Adi & Rekan p.20
unresolved person Akta Notaris Soeleman Ardjasasmita · Notaris p.21 ×2
unresolved org Menteri Kehakiman p.21 ×2
unresolved person Ira Sudjono p.21 ×2
unresolved org Menteri Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.21 ×2
unresolved org Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU- p.21 ×2
unresolved org Kantor Akuntan Publik Paul Hadiwinata p.26 ×2
unresolved org Palilingan dan Rekan p.26 ×2
unresolved org Kantor Akuntan Publik Hadori Sugiarto Adi dan Rekan p.27 ×2
unresolved org Kantor Akuntan Publik Hadori Sugiarto Adi p.27 ×2
unresolved org Kantor Akuntan Publik Purwantono p.27
unresolved org PT Sandana p.32 ×15
unresolved org Kota Nusantara p.33 ×2
unresolved org Bank Indonesia Triwulan IV p.33 ×8
unresolved org Menteri India Shri Narendra Modi p.40
unresolved org Messer Holding GmbH p.43
unresolved org Nippon Sanso Holdings Corporation p.43 ×2
unresolved org Tri-TechMedical Inc p.43
unresolved org MVS Engineering Pvt Ltd p.43
unresolved org INOX-Air Products Inc p.43
unresolved org Chemtron Science Laboratories Private Limited p.43
unresolved org Pusat Statistik p.44
unresolved org Kementerian Kesehatan p.45
unresolved person Prof.I.G.N.G. Ngoerah Denpasar p.45
unresolved org PT Berkat Citrani Mitra Sejati p.49
unresolved org PT Kawan Abadi Selaras p.49
unresolved org PT Mekar Abadi p.49
unresolved org PT Alta Pratama p.49
unresolved org PT Sarana Medical Prisma p.49
unresolved org PT Era Medika Jaya p.49
unresolved org PT Sandana Nama p.57 ×3
unresolved — NIP p.57 ×3
unresolved — Tempat, Tanggal Lahir p.57 ×2
unresolved person Dr. Zainoel Abidin p.57
unresolved person Dr. Adnaan WD p.57
unresolved person Dr. Arifin Achmad p.57
unresolved org PT Indonesi Pandu Persada p.58
unresolved — NIK p.58
unresolved person dr. H. Kumpulan Pane p.59
unresolved org DER p.69
unresolved org Industries Indonesia Tbk. p.69 ×2
unresolved org Guangdong Huate Gas Co., Ltd p.69 ×2
unresolved org Hunan Kaimeite Gases Co., Ltd. p.69 ×2
unresolved org Ghani Global Holdings Limited p.69 ×2
unresolved org Peric Special Gases Co., Ltd. p.69 ×2
unresolved org Jinhong Gas Co.,Ltd. p.69 ×2
unresolved org Linde India Limited p.69 ×2
unresolved org Hangzhou Oxygen Plant Group Co.,Ltd. p.69 ×2
unresolved org Bapepam p.75 ×2
unresolved org PT SAMATOR INDO GAS Dalam Jutaan p.79 ×8
unresolved org PT SAMATOR INDO GAS CONDITION CHANGES p.91

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.273 9773 ms 12 Sep 2026 23:03
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '., MAPPI Publik S.E., M.M (Cert.) : Rosye Yunita',
 'assets': [],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'MATERIAL',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': '',
 'object_truncated': False,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': '2023-12-31',
 'value': None}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result