Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 7
Page 1
*lrrtr- Boyu Buono
Travel Services
No. 024lDl R/IX-G I 05t 2026 Jakarta, 12 Mei 2026
Kepada Yth.
Direktur Penilaian Perusahaan
PT BURSA EFEK INDONESIA
Gedung Bursa Efek lndonesia, Tower ll Lt. 3
Jl. Jend. Sudirman Kav 52-53
Jakarta 12910
Up : Kepala Divisi Penilaian Perusahaan Group 2
Perihal : Laporan Hasil Public Expose Tahunan 2026 PT Bayu Buana Tbk.
Dengan hormat,
Menunjuk surat kami No. 018/DlR/lX-c10412026 tanggal 21 Mei 2026 perihal Rencana Public
Expose dalam rangka Public Expose Tahunan 2026, dengan ini kami menyampaikan laporan
hasil pelaksanaan Public Expose yang telah dilaksanakan pada tanggal 07 Mei 2026 pukul
12.10 WB, bertempat di Movenpick Hotel Jakarta City Centrq, Lune Ballroom, Lantai M
Jalan Pecenongan Kav.7-17 , Jakarta Pusat.
Terlampir fotocopy daftar hadir, ringkasan pertanyaan dan jawaban dalam Public Expose.
Demikiari laporan pelaksanaan Public Expose Perseroan, aias perhatian dan kerjasamanya
kami ucapkan terima kasih.
Hormat kami,
PT Bayu Buana Tbk
Direktur
PT. BAYU BUANA TbK.
ll. lr. H. Juallda lll No. 2, lakarta 10120, INDONESIA
Telp. | (62-21) 2350 9999
Email I office@bayubuanatravel.com www.bayubuanatravel.com
Page 2
z4
z
I -t
F-r
I
<\
tr N i< T s
A
1l
z {
F {
$r \
J :l
q
d q .( \
z q s{
z
j
E xE
FI
v {
)
I
d ,]. h
\ \-\
!
I
x
3cFX $+ \: N
9c2<=
Fi<z
Ir tl i1
+
6 ii U
*
\^
d
\
,-(
F
$
\
\
*
S
s
.b
(+
\J
l--
*'t\ * J a
EEp< + \ ) $ J^j ! F
3H}E F U 5 s L
\l R -s
)r5;<
tr 0.,.: g {
1-/\
\A. d
tr
O/'
T
(?
l
t-
t* 1
E
d
z s- \l \J
sq J\\3
3 e \),
5 ) {
3 \(
-L + td d a -c
I sl :
t-.. I
E \r + $ \
: s\ J J\ --\
\L
-l>
s
F\ $\
"rJ € )J {
? \.)
v
N \o F- oo o. O
z
Page 3
z
z
F .t, i--\- -d
\r\
+$
'-i)
z \
IN u
z
z ,l
g
Fl
xE
3r.rFX
a+ \d
a \)
ao
Z? *e
f-l
e=
€
t
,ic
{--+
a,
D
2- t6
HESi -.Z Q
o
-t-
o _t)
-J J
EEei ) 2 b
3
SE?E
H5;< )-
q"FY
tu
=
s (
p
,
\€ g
z 6 d a
Z 7 rr
-4 e
-F
!
.--s J E -td .s_-
6
s \s 4 s
E.
-<s- E
tL -ct
-E c>-
o] \o r-- u7 O
z a.l
Page 4
PUBLIC EXPOSE TAHUNAN
PT BAYU BUANA TBK
MOVENPICK HOTEL
JAKARTA 07 MEI 2026
__________________________________________________________________________________
Public Expose dibuka oleh Bapak Agustinus Pake Seko selaku Direktur Utama PT Bayu Buana Tbk
(Persero) pada pukul 12.10 WIB.
A. Peserta : Investor Ritel
Nama : Marlot
Pertanyaan :
1. Terdapat penambahan piutang sebesar Rp 50 M antara lain untuk PT Triputra Milenia Perkasa.
Apa usaha dari PT tersebut? Apakah PT tersebut masih terdapat hubungan organisasi dengan
grup atau tidak?
2. Belakangan sudah banyak travel-travel dari China yang masuk ke Indonesia. Apakah mereka
sudah masuk ke corporate atau belum? Bagaimana Bayu Buana melihat ini, terutama
mengingat harga yang mereka tawarkan cukup murah, sementara Bayu Buana sendiri memiliki
fokus yang cukup kuat di segmen corporate?
3. Terhadap kenaikan harga avtur, perang yang mulai di akhir Maret, apakah terdapat dampak
atau penurunan terhadap omset? sempat dikatakan ada dampak dari avtur, kira-kira
kemungkinan ada penurunan berapa persen dari omset?
4. Mengenai akuisisi hotel di Makassar, dari kajian yang dimiliki, kira-kira Investment Return-nya
sekitar berapa persen? Berapa tahun untuk bisa balik modal? Untuk nilai akuisisi apakah
sebesar Rp 50 M saja atau jika ada, kira-kira berapa?
Jawaban dari Bapak Agustinus Pake Seko:
1. Untuk strategi Perusahaan, kita dari tahun lalu dan mungkin untuk selanjutnya, 2-3 tahun ke
depan, itu memang selain kami memperkuat bisnis inti Perusahaan, yaitu di segmen corporate
dan segmen leisure, kami juga rencana untuk melakukan diversification. Diversification ini
rencananya kami masuk ke hospitality industry yaitu hotel. Jadi, mengenai data yang tadi bapak
sebutkan itu adalah rencana akuisisi dari hotel yang berlokasi di Makassar. Untuk akuisisi hotel
itu beda grup.
2. Mengenai penetrasi dari travel-travel dari China, terutama yang OTA. OTA secara general,
memang penetrasinya, itu lebih banyak terasa di segmen retail, karena, produk yang biasa
dijual itu lebih banyak memang fokus ke dry product. Misalnya air ticket, air ticket only, hotel,
hotel only, atau mungkin activity, sight seeing dan sebagainya. Namun, kalau masuk ke package
product itu mungkin agak challenging, karena market di Indonesia ini masih perlu consultative
dengan consultant, misalnya dengan ticketing staff atau dengan travel consultant. Jadi,
penetrasinya lebih baik ke retail Pak. Kalau corporate, Iya, mereka juga berusaha masuk ke
corporate, tapi barrier nya juga banyak di corporate. OTA itu, tidak memungkinkan penundaan
pembayaran sementara, di corporate mostly salah satu kondisinya seperti itu. Itu kemudian
menjadi entry barrier pertama, lalu entry barrier kedua, saat misalnya ada disruption waktu
melakukan perjalanan, mereka harus menghubungi call center, sementara yang corporate lebih
memerlukan personal touch, dengan travel consultant. Hal-hal ini yang kemudian menjadi 2
entry barrier utama, yang pertama saya sebutkan dari sisi company-nya sendiri dan yang kedua
1
Page 5
itu dari sisi traveler-nya. Jadi, memang mereka ada rencana ingin masuk ke corporate, tapi
penetrasinya masih tidak sedalam seperti kalau diambil segmen retail. Itu untuk travel China.
3. Kemudian mengenai kenaikan avtur, tentu ada dampaknya, karena dari sisi airline, mereka juga
harus menyesuaikan harga jual, terutama di bagian fuel charge, sehingga impact nya ke kita
pasti ada. Di sinilah kita melihat bahwa di 2026 ini, pertumbuhannya mungkin lebih moderate
dan lebih hati-hati. Kita lebih tertuju ke bagaimana untuk selalu fokus pada fundamental bisnis
kita untuk tetap sehat dan sustainable. Ini kemudian related dengan rencana kami untuk
melakukan diversification dari sisi bisnis. Kalau industry, secara percentage, itu masih belum
ada data yang spesifik, tapi kalau misalnya kita bikin estimasi, berdasarkan kenaikan, demand
dan sebagainya, itu roughly, bisa 20-25%.
4. Kalau bisnis hotel kita perkirakan mungkin 8-9 kali. Nilai akuisisi masih ada, dalam bentuk TOP,
tapi sebagai inisiasi awal untuk mengikat komitmen kita lakukan itu.
B. Media : Investor Daily
Nama : Eva Fitriani
Pertanyaan :
1. Boleh dijelaskan sedikit mengenai hasil RUPS?
2. Terkait pelemahan nilai tukar rupiah, seberapa besar perkiraan dampaknya? Mengingat
sekarang rupiah sudah tembus Rp17.400, apalagi untuk beberapa bisnis Bayu Buana termasuk
ke output dan sebagainya.
Jawaban dari Bapak Hardy Karuniawan:
1. Untuk RUPS kita berjalan baik dan lancar. Kita mencatat profit after tax kita itu di 105 M. Tahun
lalu di 102 M, ada kenaikan sekitar 3% - 4%. Kinerja tahun lalu baik, hasil profit lebih tinggi
dibanding tahun sebelumnya. Memang, dari sales ada sedikit penurunan terhadap pemasukan.
Jawaban dari Bapak Agustinus Pake Seko:
2. Tahun 2025 situasi industry juga sangat challenging, namun Bayu Buana masih bisa manage
bottom line-nya. Memang dari sisi sales, ada penurunan sekitar ± 3%, tapi dari sisi net profit
after tax kita ada kenaikan more or less juga sama sekitar ± 3%. Kemudian mengenai impact
dari kenaikan avtur seperti penjelasan saya sebelumnya ke pertanyaan investor retail, itu
membuat customer lebih concern ke value driven sama experience driven. Jadi, mereka lebih
selektif untuk melakukan perjalanan, namun, kalau kita lihat bedanya compare dengan waktu
situasi covid, permintaan masih tetap ada. Pertumbuhan masih ada, tapi masih moderate,
dalam hal ini kita tetap harus lebih hati-hati saja. Dari segi risk management, harus lebih kami
tingkatkan. Kemudian, dari segi biaya, kami juga harus lebih hati-hati serta fokus untuk
membuat Perusahaan ini selalu beradaptasi dan relevan dengan situasi market.
C. Media : Kontan
Nama : Vina
Pertanyaan :
1. Terkait situasi saat ini dimana ada fluktuasi rupiah, geopolitik, dan sebagainya, Bagaimana
Perusahaan melihat proyeksi kinerja sampai akhir tahun 2026, baik dari sisi pendapatan ataupun
laba dibandingkan tahun lalu?
2
Page 6
2. Dapat dijelaskan lebih spesifik lagi terkait bagaimana strategi untuk menjaga profitabilitas dan
pertumbuhan di tengah kondisi saat ini? Sektor mana yang memang bisa menopang
pertumbuhan atau pertahanan kinerja Bayu Buana di tahun ini?
Jawaban (butir 1 & 2) - Bapak Agustinus Pake Seko:
Mengenai proyeksi untuk tahun ini, seperti tadi kami sampaikan di awal, tetap harus lebih berhati-
hati dan risk manajemen harus lebih kami tingkatkan. Memang situasi geopolitik di global,
exchange ways terutama kenaikan avtur itu benar-benar berdampak kepada market untuk
melakukan perjalanan. Jadi, mereka memang tetap melakukan perjalanan, tapi mungkin yang lebih
esensial saja. Permintaan masih tetap ada dan saat ini kita fokusnya lebih ke penanganan operation
supaya lebih efisien, kemudian mempersiapkan perseroan untuk selalu relevan dengan customer
need, dan juga lebih sustainable ke depannya. Seperti yang telah disampaikan tadi, kami juga
lakukan diversification ini sebagai rencana jangka panjang untuk sustainability dari perseroan ini.
D. Media : Harian Kompas
Nama : Yosepha Debrina Ratih Pusparisa
Pertanyaan :
1. Terkait penyesuaian seperti yang diketahui terdapat kenaikan harga pada tiket dan akomodasi,
kira-kira apakah ada penyesuaian dari harga jasa dan layanan dari Bayu Buana sendiri?
2. Kemudian terkait diferensiasi pasar, ada hospitality industry untuk ke hotel, apa
pertimbangannya? Mengingat saat ini industri hotel juga sedang menghadapi challenge yang
serupa, dan apakah mungkin ada diferensiasi konkret lainnya?
3. Hotelnya bintang berapa?
Jawaban dari Bapak Agustinus Pake Seko:
1. Mengenai kenaikan harga yang di drive oleh situasi geopolitik, exchange rate, kemudian avtur,
strategi dari perseroan dalam hal ini kemudian seperti apa. Kami selalu membuat suatu produk
menggunakan pendekatan yang memiliki value proposition yang tinggi, tapi di saat bersamaan,
cost nya tidak tinggi. Jadi, apa yang benar-benar dibutuhkan oleh targeted market, itu yang
akan kami masukkan ke dalam komponen produk. Kemudian kami juga menciptakan ada
experience-experience baru yang bisa kami cost-in, tapi tetap memiliki value proposition tinggi,
sehingga harga jual kami selalu on-par (setara) dengan ekspektasi dari customer kami. Ini yang
selalu kami lakukan baik dalam mendesain produk untuk travel management company punya
services atau untuk leisure product. Kami kasih contoh, misalnya leisure product, untuk paket
tour ke Eropa. Bisa saja untuk hotelnya kami taruh di city center. Namun, dengan melihat
kebutuhan movement dari grup, di mana mereka pagi-pagi sudah pergi, kemudian baru
kembali di malam hari sekitar setelah waktu dinner, hotelnya tidak harus di city center.
Biasanya hotel kami taruh di secondary. Ini adalah cara kami untuk reduce cost, tapi experience
yang dirasakan oleh tamu masih tetap sama. Mereka tetap visiting kota dan objek-objek yang
menarik di kota tersebut, tanpa harus keluar uang banyak. Inilah strategi yang kami gunakan
untuk mendesain suatu produk.
2. Berkaitan dengan hotel. Memang hotel ini jika tidak memiliki perbedaan yang signifikan, itu
bisa masuk ke commodity trap. Begitu kami masuk ke bisnis ini, kami sudah punya konsepnya.
Konsep yang kami miliki itu lebih ke boutique hotel, jadi tidak bisa dengan mudah dibandingkan
dengan properti lain. Biasanya properti yang masuk ke commodity trap ini semua karena dari
diferentiation-nya antara satu properti dengan properti yang lain. Kemudian, selain dari sisi
3
Page 7
produk, kita juga perhatikan dari sisi distribution strategy nya. Bayu Buana memiliki sekitar 19
kantor cabang, ini kemudian menjadi distribution potential yang kita gunakan untuk menjual
room inventory sehingga tidak bergantung dengan third party. Hotel yang kena commodity trap
biasanya di samping tidak memiliki differentiation, mereka juga mengandalkan third party
untuk mendistribusikan inventory mereka. Itu yang akhirnya mereka sebagai price taker. Kita
tidak mau ke trap di sana. Inilah yang sudah kita amati sehingga kita memiliki confidence yang
tinggi untuk masuk ke bisnis ini. Walaupun memang bisnis ini juga sudah mengarah ke red
ocean, tapi dengan jam terbang experience yang kita miliki di industry ini, ada differentiation
produk, kemudian distribution channel nya juga kita kontrol menggunakan infrastruktur yang
dimiliki oleh Bayu Buana, I think we have the confidence untuk bisa ikut meramaikan bisnis ini
di hospitality.
3. Kita bermain di sekitar bintang 4 / 5, dan di Makassar bintang 4.
Demikianlah sesi tanya jawab pada Public Expose telah dilakukan dengan lancar. Kemudian Public
Expose ditutup oleh Bapak Agustinus Pake Seko pada pukul 12.45 WIB.
4
Names mentioned 6 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
H. Juallda
p.1
unresolved
person
Agustinus Pake Seko
· Direktur Utama
p.4 ×6
unresolved
org
PT Triputra Milenia Perkasa. Apa
p.4
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.