Back to announcement
20240510_SSIA_Laporan Informasi dan Fakta Material_31637724_lamp2.pdf
Other Text extracted SSIASource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 5
Page 1
Press Release – 2 Mei 2024
Siaran Pers - 10 Mei 2024
SSIA BUKUKAN HASIL PENDAPATAN 1Q24 DENGAN
PERKIRAAN PENINGKATAN PENJUALAN PADA FY24
Highlightsp
• Tiga bisnis utama SSIA diperkirakan akan berkinerja sangat baik pada tahun
2024, menyusul pemulihan dari pandemi COVID-19 tahun 2020 – 2022 dan
hasil positif Pemilu Indonesia 2024, khususnya dalam penjualan lahan Industri,
yang menunjukkan siklus naik seperti tahun 2010-2011.
• SSIA melihat minat yang luar biasa, terutama dari China, di Suryacipta City of
Industry, Karawang serta pengembangan Industrial Green City terbaru SSIA,
Subang Smartpolitan.
• Minat yang luar biasa ini mendorong Perusahaan untuk menaikkan target
penjualan pemasaran FY24 untuk Suryacipta City of Industry Karawang dan
Subang Smartpolitan dari 65 hektar menjadi 184 hektar (atau nilai penjualan
setara Rp2,2 triliun). Dengan asumsi penjualan pemasaran tercapai dan
dibukukan tahun ini, pendapatan konsolidasi SSIA FY24 diperkirakan akan
meningkat sebesar ~23% menjadi Rp5,6 triliun, dengan laba bersih naik ~182%
menjadi Rp500 miliar.
• Pada 30 April 2024, Subang Smartpolitan "Green, Smart, and Sustainable City",
sebuah kawasan terpadu untuk area industri dan komersial di Indonesia
dengan bangga menyambut BYD, salah satu pelopor global dalam industri
kendaraan listrik (EV), sebagai salah satu tenant utama. Pendirian pabrik EV
oleh BYD di Subang Smartpolitan menandai langkah penting dalam mendorong
mobilitas berkelanjutan di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara. BYD menjadi
penyewa terbesar pertama di kawasan tersebut dengan menempati area lebih
dari 108 hektar. Ini menandai pencapaian monumental bagi Subang
Smartpolitan, khususnya dalam penjualan lahan industri.
• Dengan Subang Smartpolitan, pertumbuhan jangka pendek dan menengah
SSIA masih bergantung pada pemain global di bidang manufaktur, teknologi,
dan lembaga R&D. Sementara dalam jangka panjang, infrastruktur Subang
Smartpolitan akan berkontribusi pada pertumbuhan Perusahaan melalui
layanan yang diberikannya kepada penyewa dan masyarakat, seperti air,
pengelolaan air limbah, pengelolaan limbah, energi, gas, jalan tol, dan layanan
telekomunikasi. Semua ini akan berkontribusi signifikan terhadap recurring
income Perusahaan.
1
Page 2
Ikhtisar Laporan Keuangan 1Q24 PT Surya Semesta Internusa Tbk
(“SSIA”)
• SSIA melaporkan pendapatan konsolidasi sebesar Rp1.091,6 miliar untuk
1Q24. Pendapatan tumbuh sebesar 13,8% dari Rp959,0 miliar yang dicatatkan
pada 1Q23. Peningkatan ini terutama didorong oleh pendapatan segmen
perhotelan yang meningkat sebesar 28,0% (Rp51.1 miliar), sementara
pendapatan di segmen bisnis property dan konstruksi SSIA meningkat sebesar
24,5% dan 9,6% (masing-masing Rp31,4 miliar dan Rp62,2 miliar).
• Laba kotor 1Q24 meningkat sebesar 34,4% YoY menjadi Rp307,0 miliar, naik
dari Rp228,3 miliar di 1Q23, didorong oleh peningkatan laba kotor properti
sebesar 71,2% (Rp33,3 miliar) dan peningkatan laba kotor perhotelan sebesar
32,7% (Rp36,7 miliar).
• EBITDA 1Q24 meningkat sebesar 39,7% YoY menjadi Rp147,1 miliar dari
Rp105,3 miliar di 1Q23, sebagai hasil dari peningkatan EBITDA properti sebesar
95,3% (Rp27,5 miliar) dan EBITDA perhotelan sebesar 40,1% (Rp16,6 miliar).
• Rugi bersih konsolidasi SSIA pada 1Q24 adalah Rp14,9 miliar (dari rugi bersih
pada 1Q23 sebesar Rp9,3 miliar). Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
peningkatan biaya lainnya, khususnya biaya kompensasi berbasis saham
(Program Opsi Saham Karyawan dan Manajemen / MESOP) sebesar Rp35,5
miliar (atau 47.057.700 saham MESOP). Ini adalah pengeluaran satu kali; jika
kita menghilangkan biaya kompensasi berbasis saham ini, maka laba bersih
1Q24 menjadi Rp20,6 miliar.
• Posisi kas Perusahaan di 1Q24 adalah Rp904,9 miliar, penurunan sebesar
25,8% dari Rp1.219,0 miliar di FY23.
• Utang yang dikenakan bunga adalah Rp2.403,5 miliar pada 1Q24, penurunan
sebesar 4,9% dari Rp2.526,4 miliar di 1Q23. Pada 1Q24, rasio utang terhadap
ekuitas (gearing) adalah 53,4%.
Laporan Keuangan Konsolidasi
(dalam miliar rupiah)
1Q24 1Q23 YoY
Pendapatan 1.091,6 959,0 13,8%
Properti 159,7 128,3 24,5%
Konstruksi 713,1 650,9 9,6%
Perhotelan 233,2 182,1 28,0%
Lain-lain 0,0 0,0 0,00%
Laba Kotor 307,0 228,3 34,4%
EBITDA 147,1 105,3 39,7%
Laba Bersih (Rugi) (14,9) (9,3) 59,4%
Laba Komprehensif (Rugi) (13,2) (2,8) 374,3%
Marjin EBITDA 13,5% 11,0% 2,5ppts
Marjin Laba (Rugi) Bersih (1,4)% (1,0)% 0,4ppts
1Q24 FY23 QoQ
Kas dan Setara Kas 904,9 1.219,0 -25,8%
Total Aset 8.203,5 8.416,8 -2,5%
Utang kena Bunga 2.403,5 2.526,4 -4,9%
Total Liabilitas 3.700,1 3.973,3 -6,9%
Kepentingan non-pengendali 452,7 436,4 3,7%
Ekuitas 4.050,6 4.007,0 1,1%
2
Page 3
Business Segment Analysis
1Q24 Segmen Bisnis
dalam miliar rupiah Properti Konstruksi Perhotelan Total
Pendapatan 159,7 713,1 233,2 1.091,6
Persentase segmen 14% 64% 21% 100%
Laba Kotor 80,1 78,3 149,1 307,0
Persentase segmen 26% 25% 48% 100%
EBITDA 56,4 49,5* 57,9 147,1
Persentase segmen 34% 30% 35% 100%
Marjin Laba Kotor 50,1% 11,0% 63,9% 28,1%
Marjin EBITDA 35,3% 6,9% 24,8% 13,5%
*termasuk laba dari JO Rp14 juta
1Q23 Segmen Bisnis
Dalam miliar rupiah Properti Konstruksi Perhotelan Total
Pendapatan 128,3 650,9 182,1 959,0
Persentase segmen 13% 68% 19% 100%
Laba Kotor 46,8 71,5 112,4 228,3
Persentase segmen 20% 31% 49% 100%
EBITDA 28,9 50,5* 41,3 105,3
Persentase segmen 24% 42% 34% 100%
Marjin Laba Kotor 36,5% 11,0% 61,7% 23,8%
Marjin EBITDA 22,5% 7,8% 22,7% 11,0%
*termasuk laba dari JO Rp20 juta
Properti
• Unit properti SSIA, yang mencakup pendapatan dari kawasan industri, biaya
pemeliharaan, sewa komersial, dan hunian, memperoleh pendapatan sebesar
Rp159,7 miliar pada 1Q24, meningkat sebesar 24,5% dari Rp128,3 miliar pada
1Q23.
• PT Suryacipta Swadaya (SCS), bisnis utama Perusahaan, melaporkan
pendapatan sebesar Rp146,8 miliar pada 1Q24, naik 85,8% dari Rp79,0 miliar
pada 1Q23. Kenaikan pendapatan terutama disebabkan oleh adanya
peningkatan penjualan tanah yang tercatat yaitu sebesar 1.192,2% (Rp67,6
miliar pada 1Q24 vs Rp5,2 miliar pada 1Q23).
• Pada 1Q24, SCS membukukan penjualan sebesar 3,6 hektar (Rp67,6 miliar) dari
inventaris lahan Suryacipta Karawang, (tidak ada penjualan akuntansi yang
dicatat pada 1Q23 dari lahan inventaris Suryacipta Karawang). Saat ini, SCS
memiliki cadangan lahan sebesar 3,5 hektar senilai Rp59,3 miliar.
• Edenhaus Simatupang, sebuah portofolio dari PT TCP Internusa, adalah
kawasan hunian mewah yang terdiri dari 41 unit boutique homes yang didesain
dengan konsep garden home resort dengan nilai sekitar Rp300 miliar. TCP
berhasil membukukan marketing sales sebanyak 39 unit rumah (Rp283,1
miliar) hingga 31 Desember 2023. Sejak berdirinya pada Maret 2020, TCP telah
mencatat penjualan secara akuntansi sebanyak 37 unit (Rp269,0 miliar).
3
Page 4
Konstruksi
• PT Nusa Raya Cipta Tbk ("NRCA"), unit konstruksi SSIA, melaporkan
pendapatan konsolidasi sebesar Rp715,0 miliar untuk kuartal pertama tahun
2024. Pendapatannya meningkat sebesar 9,6% YoY dari Rp652,2 miliar.
Perusahaan juga memperoleh laba bersih Rp28,8 miliar dari Januari hingga
Maret 2024 atau sama dengan periode 1Q23 yang sebesar Rp28,8 miliar.
• NRCA, pada periode kuartal pertama tahun 2024, mencatat kontrak baru
senilai Rp1.351,1 miliar, meningkat 92,5% dibandingkan dengan kontrak baru
yang dicapai pada 1Q23 sebesar Rp701,7 miliar. Proyek utama yang diperoleh
pada 1Q24 adalah RS Mayapada IKN Kalimantan Timur, Hampton Square
Tangerang Selatan, Hotel JSI Megamendung Bogor, Daimler Cikarang Bekasi,
Proyek Ellipse SAS Fase-1 Karawang, Dipo Center Jakarta, Paket 2 Infrastruktur
Subang Smartpolitan, Shopping Arcade Town Center 3 Kota Baru Parahyangan
Padalarang Bandung, Tempo Logistik Bekasi, dan Desain & Bangun Perumahan
Townsite Nusa Tenggara Barat.
Perhotelan
• Unit bisnis perhotelan SSIA menghasilkan pendapatan sebesar Rp233,2 miliar
pada 1Q24, meningkat 28,0% dibandingkan dengan Rp182,1 miliar pada 1Q23.
• Tingkat hunian Gran Melia Jakarta (GMJ) adalah 62,6% pada 1Q24, naik dari
47,9% pada 1Q23. Sementara itu, tarif kamar rata-rata (ARR) untuk 1Q24
adalah sekitar Rp1.067K, menurun dari Rp1.196K pada 1Q23.
• Tingkat hunian di Hotel Melia Bali (MBH) meningkat menjadi 80,0% pada 1Q24
dari 75,0% pada 1Q23. ARR MBH Rp2.070K pada 1Q24 dari Rp1.709K pada
1Q23.
• Tingkat hunian di Umana Bali, LXR Hotels & Resorts (LXR) adalah 29,0% pada
1Q24, naik dari 11,4% pada 1Q23. ARR untuk 1Q24 adalah Rp9.191K, naik dari
Rp7.684K pada 1Q23.
• Tingkat hunian BATIQA Hotels pada 1Q24 adalah 63,7%, dengan ARR sebesar
Rp356K. ARR BATIQA untuk 1Q23 adalah Rp349K, dengan tingkat hunian
59,4%.
• Platform digital SSIA, Travelio.com, adalah perusahaan properti sewa online
inovatif yang menawarkan pilihan sewa jangka pendek, menengah, dan
panjang untuk apartemen dan rumah di 13 kota utama di Indonesia. Didukung
oleh perusahaan investasi Temasek Holding's Pavillion Capital di Singapura,
Mirae Asset, Samsung Ventures, dan Gobi Partners. Pada 1Q24, Travelio
mencapai peningkatan Nilai Barang Dagangan Kotor (GMV) >15% YoY dan
menargetkan tumbuh sekitar 40% pada akhir tahun 2024. Menjelang Maret
2024, Travelio, sebagai platform manajemen kediaman pribadi terbesar di
Indonesia, secara eksklusif mengelola >14.500 unit apartemen dan diharapkan
dapat mencapai lebih dari 16.000 unit pada Desember 2024.
###
4
Page 5
Tentang PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA)
SSIA, sebelumnya dikenal sebagai PT Multi Investments Limited, didirikan pada tanggal 15 Juni 1971.
Nama perusahaan kemudian diubah menjadi PT Surya Semesta Internusa (SSIA) pada tahun 1995. Bisnis
utama SSIA adalah pengembangan kawasan industri & real estate, konstruksi, dan perhotelan.
Portofolio investasi SSIA sangat beragam, termasuk Suryacipta City of Industry, Subang Smartpolitan,
Edenhaus Simatupang, Graha Surya Internusa (akan dibangun kembali sebagai SSI Tower), Hotel Gran
Melia Jakarta, Melia Bali Hotel, Umana Bali, LXR Hotels & Resorts, dan Hotel BATIQA.
Dalam lebih dari 50 tahun berkecimpung dalam bisnis ini, SSIA telah memperkuat pengakuan dan posisi
mereknya sebagai salah satu perusahaan pengembang terkuat di Indonesia. Menandai tonggak sejarah
sebagai perusahaan terkemuka, SSIA mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia dan menjadi
perusahaan publik pada tanggal 27 Maret 1997. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi
www.suryainternusa.com.
###
Untuk informasi lebih lanjut, silahkan menghubungi:
Erlin Budiman
VP Head of Investor Relations
erlin.budiman@suryainternusa.com
Office: +62215262121
5
Names mentioned 7 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT Suryacipta Swadaya
p.3
unresolved
org
PT TCP Internusa
p.3
unresolved
org
PT Multi Investments Limited
p.5
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.