Skip to content
Back to announcement

20260511_ADES_Rencana Transaksi Perubahan Kegiatan Usaha_32089898_lamp2.pdf

Asset transaction Needs review ADES

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 59

Page 1
         BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
         PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS




        Laporan Studi Kelayakan
    Rencana Pengembangan Usaha
                 Oleh
    PT Akasha Wira International, Tbk


No. 00012/2.0033-00/BS/04/0191/1/V/2026
         Tanggal : 7 Mei 2026
Page 2

          
Page 3

          
Page 4

          
Page 5
                                                      BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
                                                      PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS

Studi Kelayakan - PT Akasha Wira International, Tbk

                                      RINGKASAN EKSEKUTIF
                            STUDI KELAYAKAN PENGEMBANGAN USAHA
                                             OLEH
                              PT AKASHA WIRA INTERNATIONAL, TBK

Hasil kajian dan analisis kelayakan rencana pengembangan usaha yaitu pada bidang industri
kembang gula yang mencakup usaha pembuatan kembang gula, termasuk seluruh kembang
gula keras, kembang gula lunak, kembang gula karet, caramel, cachous, nougat, foundant,
dan marzipan, yang bahan utamanya bukan dari cokelat (KBLI 10734) oleh PT Akasha Wira
International, Tbk selanjutnya disebut "Perseroan", secara garis besar dapat dijelaskan sebagai
berikut :

1. Umum

    Perseroan adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang industri air minum dalam
    kemasan, industri roti dan kue, kembang gula, makaroni, kosmetik dan perdagangan
    besar. Perseroan berencana untuk melakukan pengembangan usaha, yaitu pada bidang
    industri kembang gula yang mencakup usaha pembuatan kembang gula termasuk seluruh
    kembang gula keras, kembang gula lunak, kembang gula karet, caramel, cachous, nougat,
    foundant, dan marzipan, yang bahan utamanya bukan dari cokelat (KBLI 10734). Sejalan
    dengan rencana tersebut, Perseroan akan menambah varian produk berupa gummy
    (permen jelly) dengan fokus pada konsep indulgent gummy.

2. Maksud dan Tujuan Penyusunan Laporan

    Laporan studi kelayakan ini bertujuan untuk menyatakan pendapat atas kelayakan proyek
    yang akan dijalankan oleh Perseroan dan sebagai informasi bagi pihak Manajemen
    Perseroan dan publik berkaitan dengan rencana untuk melakukan pengembangan usaha.
    Perseroan berencana untuk melakukan pengembangan usaha pada bidang industri
    kembang gula (KBLI 10734).

    Selain itu, laporan studi kelayakan ini juga disusun untuk memenuhi Peraturan Otoritas
    Jasa Keuangan (POJK) No. 17/POJK.04/2020 Tentang Transaksi Material Dan Perubahan
    Kegiatan Usaha.

    Laporan ini disusun sebagai bahan pertimbangan bagi Perseroan untuk mendapatkan
    penilaian objektif mengenai prospek usaha Perseroan sehubungan dengan rencana
    pengembangan usaha tersebut.

3. Asumsi-Asumsi dan Kondisi Pembatas

    ▪    Laporan penilaian usaha bersifat non-disclaimer opinion.
    ▪    Penilai usaha telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan
         dalam proses penilaian.
    ▪    Data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya
         keakuratannya.
    ▪    Proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang mencerminkan kewajaran proyeksi
         keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan pencapaiannya (fiduciary
         duty).
    ▪    Penilai usaha bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi
         keuangan.

                                                                                              i
Page 6
                                                          BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
                                                          PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS

Studi Kelayakan - PT Akasha Wira International, Tbk

    ▪    Laporan penilaian usaha yang terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang
         bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan.
    ▪    Penilai usaha bertanggung jawab atas laporan penilaian usaha dan kesimpulan nilai
         akhir.
    ▪    Kami tidak mempunyai kepentingan terhadap aset, kepemilikan atau kepentingan bisnis
         yang menjadi subyek dari penilaian ini, baik untuk saat ini maupun di masa mendatang.
    ▪    Kami tidak memiliki kepentingan pribadi atau kecenderungan untuk berpihak
         berkenaan dengan subyek dari laporan ini maupun pihak-pihak yang terlibat di
         dalamnya.
    ▪    Kompensasi yang kami terima dari penugasan penilaian ini tidak dikaitkan dengan nilai
         yang dilaporkan didasarkan pada hasil penilaian yang telah ditentukan sebelumnya.
    ▪    Berdasarkan pengetahuan dan keyakinan kami, pernyataan-pernyataan mengenai
         fakta dalam laporan ini yang menjadi dasar dari analisis, kesimpulan dan opini yang
         kami nyatakan adalah benar.
    ▪    Analisis, opini dan kesimpulan yang telah dibuat, dalam laporan ini telah disusun sesuai
         dengan Standar Penilaian Indonesia (SPI) Edisi VII-2018 dan Peraturan Otoritas Jasa
         Keuangan (POJK) No. 35/POJK.04/2020 Tentang Penilaian Dan Penyajian Laporan
         Penilaian Bisnis Di Pasar Modal.

4. Sekilas Profil Perseroan

    Perseroan didirikan dengan nama PT Alfindo Putrasetia pada tahun 1985. Nama Perseroan
    telah diubah beberapa kali, terakhir pada tahun 2010 ketika nama Perseroan diubah
    menjadi PT Akasha Wira International, Tbk. Perseroan didirikan dalam rangka Undang-
    Undang No. 1, tahun 1967, jo Undang-Undang No. 11 Tahun 1970 tentang Penanaman
    Modal Asing, yang telah dicabut dan diganti dengan Undang-Undang No. 25, Tahun 2007
    dan telah memperoleh persetujuan dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM)
    dalam Surat Keputusan No. 42/V/PMA/2006, tanggal 10 Maret 2006. Pada tahun 2010,
    Perseroan telah memperoleh Izin Prinsip Perluasan Penanaman Modal berdasarkan Surat
    Keputusan No. 253/I/IP/II/PMA/2010, tanggal 26 Oktober 2010.

    Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan, dimana perubahan
    terakhir dibuat berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 26, tanggal 18 Juni
    2025, yang dibuat di hadapan Nitra Reza, S.H., M.Kn., Notaris di Kota Bogor, mengenai
    perubahan susunan pengurus Perseroan. Perubahan ini telah diterima dan dicatat oleh
    Kementerian Hukum Republik Indonesia berdasarkan Surat No. AHU-AH.01.09-0301326,
    tanggal 21 Juni 2025.

    Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 26, tanggal 18 Juni 2025, yang dibuat
    di hadapan Nitra Reza, S.H., M.Kn., Notaris di Kota Bogor, susunan Dewan Komisaris dan
    Direksi Perseroan adalah sebagai berikut :

    Dewan Komisaris
    Presiden Komisaris                : Hanjaya Limanto
    Komisaris                         : Nana Puspa Dewi
    Komisaris Independen              : Julianto

    Direksi
    Presiden Direktur                 : Wihardjo Hadiseputro
    Direktur                          : Fany Soegiarto



                                                                                               ii
Page 7
                                                      BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
                                                      PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS

Studi Kelayakan - PT Akasha Wira International, Tbk

5. Analisis Kelayakan

5.1    Analisis Kelayakan Pasar

       Pengembangan usaha baru yang akan dilakukan oleh Perseroan yaitu dengan
       menambah jenis produk gummy dengan fokus pada konsep indulgent gummy. Melalui
       strategi diversifikasi usaha, Perseroan akan selalu berusaha menjaga keberlangsungan
       usahanya di masa mendatang, dengan terus mencari peluang-peluang penjualan
       produk-produk baru.

       Dalam rangka pengembangan usaha produk gummy, Perseroan memposisikan diri
       sebagai produsen gummy inovatif dengan kualitas tinggi, fokus pada rasa, tekstur dan
       visual yang menarik. Target pasar utama adalah konsumen umur 6-35 tahun, konsumen
       yang tinggal di perkotaan yang aktif di media sosial dan tertarik pada produk unik.
       Strategi pemasaran difokuskan pada digital marketing melalui platform seperti TikTok,
       Instagram dan marketplace, dengan pendekatan konten kreatif, kolaborasi dengan
       influencer, serta pemanfaatan tren viral untuk meningkatkan brand awareness Perseroan
       juga menetapkan harga yang kompetitif dan proses distribusi secara omnichannel, yaitu
       mengintegrasikan seluruh saluran penjualan dan komunikasi baik fisik (offline) maupun
       digital (online) ke dalam satu sistem terpadu, untuk mendorong pertumbuhan penjualan
       dan loyalitas konsumen.

5.2    Analisis Kelayakan Teknis

       Proses bisnis dari kegiatan usaha baru memiliki alur kegiatan usaha yang berbeda
       dengan alur kegiatan usaha yang dijalankan di pabrik yang telah memiliki fasilitas
       pendukung untuk kegiatan produksi. Berikut adalah proses bisnis dari kegiatan usaha
       baru yang akan dilaksanakan oleh Perseroan:

       Proses Bisnis Perseroan




       Sumber : Manajemen Perseroan




                                                                                          iii
Page 8
                                                          BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
                                                          PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS

Studi Kelayakan - PT Akasha Wira International, Tbk

       Berikut adalah skema produksi kegiatan usaha baru :

       Skema Produksi




       Sumber : Manajemen Perseroan

5.3    Analisis Kelayakan Pola Bisnis

       Dalam menjalankan pengembangan kegiatan usaha baru, Perseroan didukung oleh
       tenaga ahli yang memiliki kompetensi serta dilengkapi platform digital marketing yang
       memadai, akan menciptakan keunggulan kompetitif bagi Perseroan dalam menjalankan
       rencana pengembangan usaha. Dengan keunggulan kompetitif yang dimiliki, maka
       Perseroan diperkirakan akan dapat bersaing dengan perusahaan kompetitor.

5.4    Analisis Kelayakan Model Manajemen

       Untuk rencana pengembangan usaha di bidang industri kembang gula, Perseroan akan
       menggunakan 63 tenaga kerja dengan rincian sebagai berikut :

       Rincian Tenaga Kerja
                Department                            Position              Quantity
                   Factory             Product Supply Senior Manager           1
                                       Engineering SPV/Executive               1
                                       Technical Store                         1
                Engineering
                                       Maintenance Technician                  6
                                       Utility Operators                       4
                                   Subtotal Engineering                       12
                Department                            Position              Quantity
                                        Production SPV/Executive               1
                                        Cooking & Deposting Operators         12
                 Production
                                        Tempering & Coating Operators          0
                                        Packing Operators                     10
                                    Subtotal Production                       23



                                                                                          iv
Page 9
                                                                BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
                                                                PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS

Studi Kelayakan - PT Akasha Wira International, Tbk

                Department                               Position                           Quantity
                                  PPIC, Warehouse & Logistic SPV/Exe                           1
                                  PPIC Staff                                                   1
         PPIC, Warehouse, and
                                  Logistic Staff                                               1
                 Logistic
                                  Warehouse Operators                                          6
                                  Logistic Operators                                           3
                            Subtotal PPIC & Logistic                                          12
                                  QA & R&D SPV/Exe                                             1
                                  R&D Staff                                                    1
              QA and R&D
                                  QA Staff                                                     3
                                  Lab Analyst                                                  1
                              Subtotal QA & R&D                                                6
                                  EHS & GA SPV                                                 1
                                  WWTP Operators                                               3
              EHS and GA          GA Staff                                                     1
                                  EHS Staff                                                    1
                                  Cleaning Service                                             3
                              Subtotal EHS & GA                                                9
                                    TOTAL                                                     63
       Sumber : Manajemen Perseroan

       Tenaga ahli Perseroan memiliki kompetensi yang memadai, yang didukung oleh
       pengalaman kerja serta pelatihan yang relevan dengan bidangnya. Berdasarkan
       pengalaman, pelatihan yang telah diikuti, tenaga ahli tersebut diyakini memiliki
       kapabilitas yang tepat untuk mendukung pelaksanaan serta pengawasan kegiatan
       pengembangan usaha yang akan dilakukan oleh Perseroan.

       Untuk menjalankan pengembangan usaha tersebut, keahlian minimum yang wajib
       dimiliki oleh tenaga kerja adalah lulusan SMK.

5.5    Analisis Kelayakan Keuangan

       Analisis ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan suatu proyek, yang akan diuji dengan
       menggunakan beberapa parameter seperti :

       Net Present Value (NPV)

       NPV (Net Present Value) adalah nilai bersih sekarang yang merupakan perbandingan
       antara Present Value (PV) kas bersih dan PV selama umur investasi. Selisih antara kedua
       PV tersebut dikenal dengan Net Present Value. Suatu proyek dikatakan layak atau
       menguntungkan jika NPV-nya lebih besar dari nol.

                        Kas Bersih 1             Kas Bersih 2                Kas Bersih N
            NPV=                          +                         + …. +                    - Investasi
                         (1 + r )                 (1 + r )2                    (1 + r )n
       NPV positif, maka investasi layak, dan jika NPV negatif, investasi tidak layak.

       NPV proyek menunjukkan angka yang positif yaitu sebesar Rp. 216.416.148.000,-.



                                                                                                            v
Page 10
                                                             BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
                                                             PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS

Studi Kelayakan - PT Akasha Wira International, Tbk

       Internal Rate of Return (IRR)

       IRR (Internal Rate of Return) adalah merupakan alat untuk mengukur tingkat
       pengembalian hasil, dimana pada proyek yang layak untuk dilaskanakan, tingkat IRR
       yang dihasilkan harus lebih besar dari tingkat diskonto (discounted rate) atau tingkat
       pengembalian yang diharapkan oleh investor.

                                  IRR= i1 +           NPV2
                                                                 + (i2 – i1)
                                               NPV1 – NPV2

       Dimana :
       i1       = tingkat bunga 1 (tingkat discount rate yang menghasilkan NPV1)
       i2       = tingkat bunga 2 (tingkat discount rate yang menghasilkan NPV2)
       NPV1     = net present value 1
       NPV2     = net present value 2

       IRR diatas tingkat diskonto maka investasi layak, dan IRR dibawah tingkat diskonto
       investasi tidak layak.

       IRR yang dihasilkan adalah sebesar 159,92% atau lebih besar dari tingkat pengembalian
       yang diasumsikan sebesar 8,55% per tahun.

       Profitability Index (PI)

       PI (Profitability Index) merupakan rasio aktivitas dari jumlah nilai sekarang penerimaan
       bersih dengan nilai sekarang pengeluaran investasi selama umur investasi. Jika nilai PI
       lebih besar dari 1, maka proyek tersebut layak untuk dijalankan.
                                         ∑PV Kas Bersih
                                  PI=                        X 100%
                                         ∑ PV Investasi

       Apabila PI lebih kecil (>) dari 1, maka investasi layak
       Apabila PI lebih kecil (<) dari 1, maka investasi tidak layak

       PI proyek adalah sebesar 4,35729 yang berarti lebih besar dari 1.

       Payback Period (PP)

       PP (Payback Period) adalah periode atau jumlah tahun yang diperlukan untuk
       mengembalikan nilai investasi yang telah dikeluarkan.

                                                 Investasi
                                  PP =                                X 1 tahun
                                            Kas Bersih / Tahun

       PP adalah 1 Tahun 9 Bulan.




                                                                                             vi
Page 11
                                                      BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
                                                      PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS

Studi Kelayakan - PT Akasha Wira International, Tbk

       Break Even Point (BEP)

       Break Even Point (BEP) adalah titik dimana pendapatan sama dengan modal yang
       dikeluarkan, tidak terjadi kerugian atau keuntungan. Total keuntungan dan kerugian ada
       pada posisi 0 titik break even point yang artinya pada titik ini perusahaan tidak
       mengalami kerugian atau mendapat keuntungan.

       BEP = Biaya Tetap : (Harga jual per unit – biaya variabel per unit)

       Selisih dari pengurangan harga jual per unit dan biaya variabel per unit adalah rumus
       dari margin kontribusi (contribution margin).

       Rata-rata BEP yang dihasilkan adalah sebesar Rp. 39.628.612.000,- atau sebesar
       18,00% dari nilai penjualan.

6.   Kesimpulan

     Berdasarkan hasil analisis atas kelayakan pasar, kelayakan teknis, kelayakan pola bisnis,
     kelayakan model manajemen dan kelayakan keuangan yang seksama, maka rencana
     untuk pengembangan usaha, yaitu industri kembang gula oleh Perseroan adalah layak.




                                                                                            vii
Page 12
                                                                      BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
                                                                       PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS

Laporan Studi Kelayakan – PT Akasha Wira International, Tbk

DAFTAR ISI

SERTIFIKAT
PERNYATAAN PENILAI
RINGKASAN EKSEKUTIF
DAFTAR ISI ................................................................................................................ 1
DAFTAR GAMBAR ...................................................................................................... 2
1      PENDAHULUAN .............................................................................................. 3
1.1    Latar Belakang Penyusunan Laporan .................................................................. 3
1.2    Identifikasi Pemberi Tugas ................................................................................ 3
1.3    Identifikasi Pengguna Laporan........................................................................... 3
1.4    Maksud dan Tujuan Penyusunan Laporan ........................................................... 3
1.5    Ruang Lingkup dan Metode Penyusunan Laporan ................................................ 4
1.6    Tanggal Penilaian ............................................................................................ 4
1.7    Sumber Informasi ............................................................................................ 4
1.8    Asumsi-Asumsi dan Kondisi Pembatas ................................................................ 5
2      PROFIL PERSEROAN ........................................................................................ 6
2.1    Pendirian Perseroan ......................................................................................... 6
2.2    Struktur Permodalan ........................................................................................ 6
2.3    Maksud dan Tujuan Pendirian Perseroan ............................................................ 6
2.4    Manajemen Sumber Daya Manusia ................................................................... 8
2.5    Aktivitas Usaha Perseroan ............................................................................... 11
2.6    Perizinan....................................................................................................... 11
2.7    Kinerja Keuangan .......................................................................................... 13
3      ANALISIS KELAYAKAN TEKNIS, MODEL MANAJEMEN DAN POLA BISNIS ........... 19
3.1    Gambaran Umum ......................................................................................... 19
3.2    Analisis Kelayakan Teknis ............................................................................... 19
3.3    Analisis Kelayakan Pola Bisnis ......................................................................... 22
3.4    Analisis Kelayakan Model Manajemen ............................................................. 23
4      ANALISIS KELAYAKAN PASAR .......................................................................... 27
4.1    Kondisi Dan Prospek Makro Ekonomi .............................................................. 27
4.2    Pangsa Pasar dan Sasaran ............................................................................. 31
4.3    Pesaing Usaha .............................................................................................. 33
4.4    Target, Konsep dan Strategi Pemasaran Perseroan ............................................ 34
4.5    Prospek Usaha Perseroan ............................................................................... 34
5      ANALISIS KELAYAKAN KEUANGAN ................................................................. 35
5.1    Rencana Investasi .......................................................................................... 35
5.2    Struktur Modal Investasi dan Modal Kerja ......................................................... 35
5.3    Asumsi–Asumsi dan Proyeksi Keuangan............................................................ 35
5.4    Proyeksi Laporan Keuangan ............................................................................ 39
5.5    Analisis Rasio Proyeksi Keuangan Setelah Penambahan Kegiatan Usaha .............. 40
5.6    Analisis Kelayakan ......................................................................................... 40
5.7    Kesimpulan ................................................................................................... 42




                                                                                                               Halaman - 1
Page 13
                                                                   BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
                                                                    PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS

Laporan Studi Kelayakan – PT Akasha Wira International, Tbk

DAFTAR TABEL

Tabel 1 Susunan Pemegang Saham Perseroan ............................................................. 6
Tabel 2 Rincian Tenaga Kerja .................................................................................... 9
Tabel 3 Laporan Laba Rugi Dan Penghasilan Komprehensif Lain Perseroan
         (Rp. 000.000,-) .......................................................................................... 13
Tabel 4 Laporan Posisi Keuangan Perseroan (Rp. 000.000,-) ...................................... 14
Tabel 5 Laporan Arus Kas Perseroan (Rp. 000.000,-) ................................................. 17
Tabel 6 Analisis Rasio Perseroan .............................................................................. 17
Tabel 7 Mesin Produksi ........................................................................................... 21
Tabel 8 Kapasitas dan Target Produksi Kegiatan Usaha Baru ....................................... 21
Tabel 9 Rincian Tenaga Kerja .................................................................................. 23
Tabel 10 Pertumbuhan Ekonomi Dunia 2025 & Proyeksi 2026-2027 (%)........................ 27
Tabel 11 Pertumbuhan PDB per Tahun dan Inflasi ........................................................ 27
Tabel 12 Laju Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Menurut Lapangan Usaha (%) ................ 29
Tabel 13 Rincian Investasi.......................................................................................... 35
Tabel 14 Proyeksi Target Produksi .............................................................................. 35
Tabel 15 Proyeksi Pendapatan Kegiatan Usaha Kembang Gula (Rp. 000,-)..................... 36
Tabel 16 Proyeksi Beban Pokok Penjualan dan Beban Operasional Kegiatan Usaha
         Kembang Gula (Rp. 000) ............................................................................. 36
Tabel 17 Unlevered Beta Industri Sejenis ..................................................................... 37
Tabel 18 Perhitungan Biaya Modal Ekuitas .................................................................. 38
Tabel 19 Perhitungan WACC ..................................................................................... 38
Tabel 20 Proyeksi Laporan Laba Rugi Kegiatan Usaha Kembang Gula ........................... 39
Tabel 21 Analisis Profitabilitas dan Analisis Timbal Balik Investasi Kegiatan Usaha
         Kembang Gula ........................................................................................... 39
Tabel 22 Analisis Rasio Perseroan Setelah Dilaksanakannya Pengembangan Usaha ......... 40


DAFTAR GAMBAR

Gambar 1 Struktur Organisasi Perseroan .................................................................. 10
Gambar 2 Lokasi Pabrik Kembang Gula Cikande ...................................................... 19
Gambar 3 Proses Bisnis Perseroan ............................................................................ 20
Gambar 4 Skema Produksi ...................................................................................... 20
Gambar 5 Struktur Organisasi Perseroan Setelah Pengembangan Usaha Baru .............. 26
Gambar 6 Perkembangan Inflasi IHK ........................................................................ 30
Gambar 7 Perubahan Nilai Tukar Rupiah .................................................................. 30
Gambar 8 Suku Bunga Perbankan (%) ...................................................................... 31
Gambar 9 Pertumbuhan Industri Makanan dan Minuman % (yoy) ................................ 32
Gambar 10 Analisis Sensitivitas .................................................................................. 42




                                                                                                         Halaman - 2
Page 14
                                                       BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
                                                        PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS

Laporan Studi Kelayakan – PT Akasha Wira International, Tbk

1     PENDAHULUAN

1.1   Latar Belakang Penyusunan Laporan

      PT Akasha Wira International, Tbk, selanjutnya dalam laporan ini disebut “Perseroan”,
      adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang industri air minum dalam kemasan,
      industri roti dan kue, kembang gula, makaroni, kosmetik dan perdagangan besar.
      Perseroan berencana untuk melakukan pengembangan usaha, yaitu pada bidang
      industri kembang gula yang mencakup usaha pembuatan kembang gula termasuk
      seluruh kembang gula keras, kembang gula lunak, kembang gula karet, caramel,
      cachous, nougat, foundant, dan marzipan, yang bahan utamanya bukan dari cokelat
      (KBLI 10734). Sejalan dengan rencana tersebut, Perseroan akan menambah varian
      produk berupa gummy (permen jelly) dengan fokus pada konsep indulgent gummy.

      Dalam rangka merealisasikan rencana di atas, Perseroan memerlukan pihak
      independen untuk melakukan kajian dan analisis kelayakan atas rencana Perseroan
      untuk melakukan pengembangan usaha. Perseroan telah menunjuk Kantor Jasa Penilai
      Publik Budi, Edy, Saptono dan Rekan (KJPP BEST) untuk pembuatan studi kelayakan ini,
      yang diharapkan dapat melakukan kajian secara objektif dan independen, sesuai
      dengan Proposal Jasa Studi Kelayakan Pengembangan Usaha No. 006/bs-BEST/AWI-
      FS/II/26, tanggal 13 Februari 2026.

1.2   Identifikasi Pemberi Tugas

      Pemberi Tugas                 :    PT Akasha Wira International, Tbk.
                                         Selanjutnya disebut “Perseroan”.
      Bidang Usaha                  :    Bergerak dalam bidang industri dan perdagangan
                                         besar.
      Alamat Kantor Pusat           :    Jalan TB Simatupang Kavling 89
                                         RT 01 RW 02, Kelurahan Tanjung Barat, Jagakarsa
                                         Jakarta Selatan 12530
                                         Telepon : (+62) 811 1934 5000
                                         Email     : info@akashainternational.com
                                         Website : www.akashainternational.com

1.3    Identifikasi Pengguna Laporan

       Pengguna laporan dalam hal ini adalah sama dengan Pemberi Tugas, yaitu
       Perseroan.

1.4   Maksud dan Tujuan Penyusunan Laporan

      Laporan studi kelayakan ini bertujuan untuk menyatakan pendapat atas kelayakan
      proyek yang akan dijalankan oleh Perseroan dan sebagai informasi bagi pihak
      Manajemen Perseroan dan publik berkaitan dengan rencana untuk melakukan
      pengembangan usaha. Perseroan berencana untuk melakukan pengembangan usaha
      pada bidang industri kembang gula (KBLI 10734).

      Selain itu, laporan studi kelayakan ini juga disusun untuk memenuhi Peraturan Otoritas
      Jasa Keuangan (POJK) No. 17/POJK.04/2020 Tentang Transaksi Material Dan
      Perubahan Kegiatan Usaha.

                                                                                 Halaman - 3
Page 15
                                                          BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
                                                          PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS

Laporan Studi Kelayakan – PT Akasha Wira International, Tbk

      Laporan ini disusun sebagai bahan pertimbangan bagi Perseroan untuk mendapatkan
      penilaian objektif mengenai prospek usaha Perseroan sehubungan dengan rencana
      pengembangan usaha tersebut.

1.5   Ruang Lingkup dan Metode Penyusunan Laporan

      Laporan ini kami susun berdasarkan data dari Manajemen Perseroan serta data lain
      yang relevan dan hasil wawancara dengan Manajemen Perseroan.

      Metode yang digunakan dalam menyusun laporan studi kelayakan ini adalah :
      ▪ Analisis Kelayakan Pasar
          Melakukan kajian atas kondisi pasar, seperti pangsa pasar, kesinambungan
          (sustainability), potensi pasar, sasaran dan potensi nilai pasar. Disamping itu juga
          melakukan analisis atas pesaing usaha serta strategi pemasaran.
      ▪ Analisis Kelayakan Teknis
          Melakukan kajian terhadap kapasitas dan target bisnis, serta memperhatikan
          ketersediaan dan kualitas sumber daya, pekerja dan ahli profesional. Kajian teknis
          juga meliputi proses produksi secara umum.
      ▪ Analisis Kelayakan Pola Bisnis
          Pada aspek ini, analisis mencakup keunggulan kompetitif karena keunikan pola
          bisnis yang diajukan Perseroan, kemampuan para pesaing untuk meniru produk
          yang dihasilkan serta kemampuan untuk menciptakan nilai.
      ▪ Analisis Kelayakan Model Manajemen
          Kajian yang dilakukan pada aspek ini meliputi ketersediaan tenaga kerja,
          manajemen kekayaan intelektual (intellectual property), manajemen risiko,
          kapasitas dan kemampuan manajemen serta kesesuaian struktur organisasi dan
          manajemen.
      ▪ Analisis Kelayakan Keuangan
          Sebagai muara dari seluruh aspek yang dikaji, maka aspek keuangan akan
          mengkaji paling kurang meliputi rencana investasi, sumber pembiayaan, biaya
          operasional, proyeksi laporan keuangan, analisis titik impas (break even analysis),
          analisis profitabilitas (profitability analysis) serta analisis tingkat imbal balik investasi
          (overall return on investment).

1.6   Tanggal Penilaian

      Tanggal penilaian (cutoff date), yaitu tanggal pada saat Nilai, hasil penilaian, atau
      perhitungan manfaat ekonomi dinyatakan. Pada laporan ini, tanggal penilaian adalah
      per 31 Desember 2025, dimana batas tersebut diambil atas dasar pertimbangan
      kepentingan dan tujuan penilaian.

1.7   Sumber Informasi

      Laporan ini kami susun berdasarkan data dari Manajemen Perseroan, hasil
      pengamatan kami di lapangan serta data lain yang relevan yang meliputi :

      ▪ Laporan keuangan Perseroan untuk periode yang berakhir pada tanggal
        31 Desember 2021 hingga 31 Desember 2022 yang diaudit oleh Akuntan Publik
        Bambang Budi Tresno dari Kantor Akuntan Publik (KAP) Tanubrata Sutanto Fahmi
        Bambang & Rekan dengan pendapat wajar, dalam semua hal yang material,
        laporan keuangan untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023
        hingga 31 Desember 2024 yang diaudit oleh Akuntan Publik Raden Ginandjar dari
                                                                                           Halaman - 4
Page 16
                                                       BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
                                                        PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS

Laporan Studi Kelayakan – PT Akasha Wira International, Tbk

          KAP Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang & Rekan dengan pendapat wajar, dalam
          semua hal yang material dan laporan keuangan untuk periode yang berakhir pada
          tanggal 31 Desember 2025 yang diaudit oleh Akuntan Publik Bambang Budi Tresno
          dari KAP Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang & Rekan dengan pendapat wajar,
          dalam semua hal yang material.
      ▪   Rencana konsep pengembangan, rencana penjualan, biaya investasi dan biaya
          lainnya diperoleh dari Manajemen Perseroan.
      ▪   Proyeksi keuangan tahun 2026-2030 yang digunakan dalam penilaian merupakan
          proyeksi yang disusun oleh Manajemen Perseroan dan telah disesuaikan oleh
          Penilai.
      ▪   Kami telah melakukan wawancara dan diskusi dengan Tim Manajemen Perseroan
          yaitu dengan Ibu Fany Soegiarto Selaku Direktur, Bapak Rinaldi selaku Factory
          Manager dan Ibu Nabila Syaputri selaku Marketing Product Development.
      ▪   Dokumen dan informasi lain.

1.8   Asumsi-Asumsi dan Kondisi Pembatas

      1. Laporan penilaian usaha bersifat non-disclaimer opinion.
      2. Penilai usaha telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang
          digunakan dalam proses penilaian.
      3. Data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya
          keakuratannya.
      4. Proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang mencerminkan kewajaran
          proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan
          pencapaiannya (fiduciary duty).
      5. Penilai usaha bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran
          proyeksi keuangan.
      6. Laporan penilaian usaha yang terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang
          bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan.
      7. Penilai usaha bertanggung jawab atas laporan penilaian usaha dan kesimpulan
          nilai akhir.
      8. Kami tidak mempunyai kepentingan terhadap aset, kepemilikan atau kepentingan
          bisnis yang menjadi subyek dari penilaian ini, baik untuk saat ini maupun di masa
          mendatang.
      9. Kami tidak memiliki kepentingan pribadi atau kecenderungan untuk berpihak
          berkenaan dengan subyek dari laporan ini maupun pihak-pihak yang terlibat di
          dalamnya.
      10. Kompensasi yang kami terima dari penugasan penilaian ini tidak dikaitkan dengan
          nilai yang dilaporkan didasarkan pada hasil penilaian yang telah ditentukan
          sebelumnya.
      11. Berdasarkan pengetahuan dan keyakinan kami, pernyataan-pernyataan mengenai
          fakta dalam laporan ini yang menjadi dasar dari analisis, kesimpulan dan opini
          yang kami nyatakan adalah benar.
      12. Analisis, opini dan kesimpulan yang telah dibuat, dalam laporan ini telah disusun
          sesuai dengan Standar Penilaian Indonesia (SPI) Edisi VII-2018 dan Peraturan
          Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 35/POJK.04/2020 Tentang Penilaian Dan
          Penyajian Laporan Penilaian Bisnis Di Pasar Modal.




                                                                                Halaman - 5
Page 17
                                                       BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
                                                        PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS

Laporan Studi Kelayakan – PT Akasha Wira International, Tbk

2     PROFIL PERSEROAN

2.1    Pendirian Perseroan

       PT Akasha Wira International, Tbk, selanjutnya dalam laporan ini disebut “Perseroan”,
       didirikan dengan nama PT Alfindo Putrasetia pada tahun 1985. Nama Perseroan telah
       diubah beberapa kali, terakhir pada tahun 2010 ketika nama Perseroan diubah
       menjadi PT Akasha Wira International, Tbk. Perseroan didirikan dalam rangka Undang-
       Undang No. 1, tahun 1967, jo Undang-Undang No. 11 Tahun 1970 tentang
       Penanaman Modal Asing, yang telah dicabut dan diganti dengan Undang-Undang No.
       25, Tahun 2007 dan telah memperoleh persetujuan dari Badan Koordinasi Penanaman
       Modal (BKPM) dalam Surat Keputusan No. 42/V/PMA/2006, tanggal 10 Maret 2006.
       Pada tahun 2010, Perseroan telah memperoleh Izin Prinsip Perluasan Penanaman
       Modal berdasarkan Surat Keputusan No. 253/I/IP/II/PMA/2010, tanggal 26 Oktober
       2010.

       Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan, dimana
       perubahan terakhir dibuat berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 26,
       tanggal 18 Juni 2025, yang dibuat di hadapan Nitra Reza, S.H., M.Kn., Notaris di Kota
       Bogor, mengenai perubahan susunan pengurus Perseroan. Perubahan ini telah diterima
       dan dicatat oleh Kementerian Hukum Republik Indonesia berdasarkan Surat No. AHU-
       AH.01.09-0301326, tanggal 21 Juni 2025.

2.2    Struktur Permodalan

       Susunan pemegang saham Perseroan berdasarkan laporan keuangan audit per
       31 Desember 2025, adalah sebagai berikut :

       Tabel 1 Susunan Pemegang Saham Perseroan
                                                 Jumlah Saham       Nominal        Komposisi
                Nama Pemegang Saham
                                                    (Lembar)     (Rp. 000.000,-)      (%)
        Water Partners Bottling S.A                538.896.713          538.897       91,35%
        Masyarakat lainnya                          51.000.087           51.000        8,65%
                        Jumlah                     589.896.800          589.897      100,00%
       Sumber : Laporan Keuangan Audit Per 31 Desember 2025

2.3    Maksud dan Tujuan Pendirian Perseroan

       Sesuai Pasal 3 Anggaran Dasar, maksud dan tujuan Perseroan adalah bergerak dalam
       bidang industri dan perdagangan besar. Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut,
       Perseroan dapat melaksanakan kegiatan usaha sebagai berikut :

       ▪   Industri air minum dan air mineral
       ▪   Industri air kemasan
       ▪   Industri air minum ringan
       ▪   Industri air minum lainnya
       ▪   Industri pengolahan sari buah dan sayuran
       ▪   Industri pengolahan susu segar dan krim
       ▪   Industri pengolahan produk dari susu lainnya
       ▪   Industri pengolahan susu bubuk dan susu kental
       ▪   Industri makaroni, mie dan produk sejenisnya
                                                                                   Halaman - 6
Page 18
                                                       BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
                                                        PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS

Laporan Studi Kelayakan – PT Akasha Wira International, Tbk

      ▪   Industri kembang gula lainnya
      ▪   Industri pengolahan dan pengawetan produk daging dan daging unggas
      ▪   Industri berbasis daging lumatan dan surimi
      ▪   Industri pengolahan dan pengawetan ikan dan biota air (bukan udang) dalam
          kaleng
      ▪   Industri pengolahan dan pengawetan udang dalam kaleng
      ▪   Industri pengolahan dan pengawetan buah buahan dan sayuran dalam kaleng
      ▪   Industri pengolahan dan pengawetan lainnya buah-buahan dan sayuran
      ▪   Industri produk roti dan kue
      ▪   Industri makanan dan masakan olahan
      ▪   Industri bumbu masak dan penyedap olahan
      ▪   Industri produk masak lainnya
      ▪   Industri makanan bayi
      ▪   Industri produk makanan lainnya
      ▪   Industri pembekuan buah-buahan dan sayuran
      ▪   Industri pengolahan es krim
      ▪   Industri pelumatan buah-buahan dan sayuran
      ▪   Industri makanan sereal
      ▪   Industri minyak goreng bukan minyak kelapa dan minyak kelapa sawit
      ▪   Industri minyak mentah dan lemak nabati
      ▪   Industri kerupuk, keripik, peyek dan sejenisnya
      ▪   Industri makanan dari kedelai dan kacang-kacangan bukan kecap, tempe dan tahu
      ▪   Industri pengolahan rumput laut
      ▪   Industri pengolahan es sejenisnya yang dapat dimakan (bukan es batu dan es balok)
      ▪   Industri pengolahan dan pengawetan lainnya buah-buahan dan sayuran bukan
          kacang-kacangan
      ▪   Industri pengolahan dan pengawetan kedelai dan kacang-kacangan lainnya selain
          tahu dan tempe
      ▪   Industri malt
      ▪   Industri pengolahan herbal (herb infusion)
      ▪   Industri pengolahan teh
      ▪   Industri pengolahan kopi
      ▪   Industri sabun dan bahan pembersih keperluan rumah tangga
      ▪   Industri kosmetik termasuk pasta gigi
      ▪   Perdagangan besar makanan dan minuman lainnya
      ▪   Perdagangan besar makanan dan minuman hasil pertanian lainnya
      ▪   Perdagangan besar makanan dan minuman hasil peternakan dan perikanan lainnya
      ▪   Perdagangan besar gula, coklat dan kembang gula
      ▪   Perdagangan besar produk roti
      ▪   Perdagangan besar kosmetik untuk manusia
      ▪   Perdagangan besar peralatan dan perlengkapan rumah tangga
      ▪   Perdagangan besar berbagai barang dan perlengkapan rumah tangga lainnya
      ▪   Perdagangan besar bahan dan barang kimia dasar
      ▪   Perdagangan besar minuman non alkohol bukan susu
      ▪   Perdagangan besar susu dan produk susu

                                                                                 Halaman - 7
Page 19
                                                       BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
                                                        PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS

Laporan Studi Kelayakan – PT Akasha Wira International, Tbk

      ▪ Aktivitas pengepakan
      ▪ Portal web dan/atau platform digital dengan tujuan komersial

2.4   Manajemen Sumber Daya Manusia

      Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 26, tanggal 18 Juni 2025, yang
      dibuat di hadapan Nitra Reza, S.H., M.Kn., Notaris di Kota Bogor, susunan Dewan
      Komisaris dan Direksi Perseroan adalah sebagai berikut :

      Dewan Komisaris
      Presiden Komisaris                 : Hanjaya Limanto
      Komisaris                          : Nana Puspa Dewi
      Komisaris Independen               : Julianto

      Direksi
      Presiden Direktur                  : Wihardjo Hadiseputro
      Direktur                           : Fany Soegiarto

      Berikut ini adalah latar belakang dan pengalaman para pengelola Perseroan :

      •   Hanjaya Limanto – Presiden Komisaris.
          Beliau diangkat pertama kali sebagai Presiden Komisaris Perseroan berdasarkan
          Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan tanggal 20 Juni 2008. Beliau
          memiliki gelar Sarjana Teknik Kimia dari Institut Teknologi Sepuluh November,
          Surabaya dan mendapat beasiswa dari ADB/East West Center (Amerika Serikat)
          untuk mengambil gelar Master of Business Administration di University of Hawaii.
          Beliau pernah bekerja di Procter & Gamble, JDVC/Sycamore Capital Affiliate, CDC
          Capital Partners, Roundhill dan Sofos Partners di Indonesia, Jepang, dan Singapura.
          Beliau juga pernah menjabat sebagai Komisaris di beberapa perusahaan antara
          lain PT Yupi Indo Jelly Gum, Tbk, PT Tirta Marta, dan PT O3 Technology.

      •   Nana Puspa Dewi – Komisaris
          Beliau menamatkan pendidikan di Fakultas Ekonomi Universitas Udayana, Bali,
          pada tahun 1985. Beliau memiliki lebih dari 20 tahun pengalaman di beberapa
          perusahaan FMCG seperti Procter & Gamble, Mars Inc., Mayora di bidang
          Marketing dan Marketing Research, serta di Cadbury Indonesia sebagai Managing
          Director. Selain itu, beliau pernah bekerja di MNC Group dengan berbagai jabatan,
          di antaranya memimpin MNC Talent Management, start-up MNC Animation, juga
          sebagai Managing Director Programming & Production 3 TV. Posisi terakhir adalah
          sebagai Managing Director – Business Development & Operational Support MNC
          (PT Media Nusantara Citra, Tbk) serta sebagai Managing Director MNCTV.

      •   Julianto – Komisaris Independen
          Beliau diangkat pertama kali sebagai Komisaris Independen Perseroan berdasarkan
          Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan tanggal 21 Juni 2023. Beliau
          memperoleh gelar Sarjana Teknik Kimia dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember,
          Surabaya dan menyandang gelar Master of Management dari Fakultas Pasca
          Sarjana Universitas Indonesia. Beliau pernah menjabat sebagai General Manager
          pada PT Filma Utama Soap dan PT Multifragrance, sebagai Direktur pada
          PT Symrise hingga April 2025.


                                                                                  Halaman - 8
Page 20
                                                       BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
                                                        PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS

Laporan Studi Kelayakan – PT Akasha Wira International, Tbk

      • Wihardjo Hadiseputro – Presiden Direktur
        Beliau ditunjuk untuk pertama kali sebagai Presiden Direktur Perseroan berdasarkan
        Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan tanggal 20 Oktober 2016.
        Beliau merupakan Sarjana Teknik Elektro dari Institut Teknologi Bandung dan
        menyandang gelar MBA dari University of Oregon, Eugene, Oregon, Amerika Serikat
        dengan fokus di bidang Keuangan. Beliau pernah menjabat sebagai Senior Group
        Manager Finance and Accounting pada PT Procter & Gamble Indonesia, sebagai
        Direktur pada PT Sunson Textile Manufacturer, Tbk, Bandung, Indonesia, dan
        sebagai Direktur Knit and Apparel Division pada Argo Manunggal Group, Jakarta.

      •   Fany Soegiarto – Direktur
          Beliau memperoleh gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Tarumanagara, Jakarta
          dan menyandang gelar MBA dari Nanyang Business School (Singapore) dengan
          fokus di bidang perbankan dan keuangan. Beliau sebelumnya telah berkarir pada
          beberapa perusahaan nasional dan multinasional antara lain sebagai Senior
          Auditor di Ernst & Young Jakarta dan Grant Thornton Singapore, sebagai Head of
          Finance Accounting di PT Roundhill Nusantara, sebagai investment officer di Aureos
          Capital, Jakarta serta sebagai Senior Manager Finance and Accounting di
          Perseroan.

      Dalam melaksanakan kegiatan usahanya, hingga tanggal 31 Desember 2025,
      Perseroan memiliki 477 karyawan tetap dan 1.385 karyawan tidak tetap.

      Untuk rencana pengembangan usaha di bidang industri kembang gula, Perseroan akan
      menggunakan 63 tenaga kerja dengan rincian sebagai berikut :

      Tabel 2 Rincian Tenaga Kerja
               Department                          Position                  Quantity
                 Factory           Product Supply Senior Manager                 1
                                   Engineering SPV/Executive                     1
                                   Technical Store                               1
               Engineering
                                   Maintenance Technician                        6
                                   Utility Operators                             4
                              Subtotal Engineering                              12
                                   Production SPV/Executive                      1
                                   Cooking & Depositing Operators               12
                Production
                                   Tempering & Coating Operators                 0
                                   Packing Operators                            10
                               Subtotal Production                              23
                                   PPIC, Warehouse & Logistic SPV/Exe            1
                                   PPIC Staff                                    1
          PPIC, Warehouse, and
                                   Logistic Staff                                1
                  Logistic
                                   Warehouse Operators                           6
                                   Logistic Operators                            3
                             Subtotal PPIC & Logistic                           12




                                                                                 Halaman - 9
Page 21
                                                       BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
                                                        PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS

Laporan Studi Kelayakan – PT Akasha Wira International, Tbk

      Tabel Lanjutan 2 ………..
               Department                          Position             Quantity
                                 QA & R&D SPV/Exe                           1
                                 R&D Staff                                  1
             QA and R&D
                                 QA Staff                                   3
                                 Lab Analyst                                1
                             Subtotal QA & R&D                              6
                                 EHS & GA SPV                               1
                                 WWTP Operators                             3
              EHS and GA         GA Staff                                   1
                                 EHS Staff                                  1
                                 Cleaning Service                           3
                             Subtotal EHS & GA                              9
                                   TOTAL                                   63
      Sumber : Manajemen Perseroan

      Tenaga ahli Perseroan memiliki kompetensi yang memadai, yang didukung oleh
      pengalaman kerja serta pelatihan yang relevan dengan bidangnya. Berdasarkan
      pengalaman, pelatihan yang telah diikuti, tenaga ahli tersebut diyakini memiliki
      kapabilitas yang tepat untuk mendukung pelaksanaan serta pengawasan kegiatan
      pengembangan usaha yang akan dilakukan oleh Perseroan.

      Untuk menjalankan pengembangan usaha tersebut, keahlian minimum yang wajib
      dimiliki oleh tenaga kerja adalah lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

      Berikut adalah struktur organisasi Perseroan :

      Gambar 1 Struktur Organisasi Perseroan




      Sumber : Manajemen Perseroan

                                                                           Halaman - 10
Page 22
                                                       BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
                                                        PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS

Laporan Studi Kelayakan – PT Akasha Wira International, Tbk

2.5   Aktivitas Usaha Perseroan

      Pada saat ini, Perseroan bergerak dalam bidang usaha pengolahan dan distribusi air
      minum dalam kemasan, minuman dan makanan serta produksi dan distribusi produk-
      produk kosmetika.

      Visi :
      Menyediakan Solusi Terbaik Untuk Meningkatkan Kualitas Hidup Konsumen Kami.

      Misi :
      Membangun Merek Yang Kuat Yang Memberikan Solusi Konsumen Terbaik Melalui
      Orang, Budaya dan Sistem Terbaik.

2.6   Perizinan

      Dalam menjalankan kegiatan dan untuk menunjang aktivitas usahanya, berikut adalah
      perizinan yang telah dimiliki oleh Perseroan :

      •   NPWP No. 0013 7149 1005 4000, yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal
          Pajak Republik Indonesia.
      •   Nomor Induk Berusaha (NIB) No. 8120019062502 yang dikeluarkan oleh
          Pemerintah Republik Indonesia c.q. Lembaga Pengelola dan Penyelenggara OSS,
          tanggal 20 Oktober 2018 dan di terbitkan kembali tanggal 3 Februari 2026.
      •   Surat Keputusan Direktur Pelayanan Aplikasi Badan Koordinasi Penanaman Modal
          No. 1341/B.1/A.8/2009 tentang Perubahan Nama Perusahaan, yang dikeluarkan
          tanggal 24 Agustus 2009, yang semula PT Ades Waters Indonesia, Tbk menjadi
          PT Akasha Wira International, Tbk.
      •   Surat      Keputusan    Kepala     Badan     Koordinasi    Penanaman      Modal
          No. 502/T/INDUSTRI/2006, tentang izin usaha tetap, tanggal 30 Juni 2006.
      •   Ijin Perubahan Bidang Usaha, Jenis dan Kapasitas Produksi Terpasang Per Tahun
          PT Akasha Wira International, Tbk. No. 397/1/IU/III/PMA/INDUSTRI/2010,
          tanggal 29 Oktober 2010.
      •   Ijin Prinsip Perluasan Penanaman Modal berdasarkan Surat Keputusan
          No. 253/I/IP/II/PMA/2010 tanggal 26 Oktober 2010.
      •   Sertifikat Cara Pembuatan Kosmetik Yang Baik No. ST.05.03.441B.04.19.04.835
          yang dikeluarkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia
          tanggal 12 April 2019.
      •   Sertifikat Cara Pembuatan Kosmetik Yang Baik No. ST.05.03.441B.04.19.04.836
          yang dikeluarkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia
          tanggal 12 April 2019.
      •   Surat Izin Edar Pangan Olahan No. PN.06.07.52.02.21.3645.PKPE/MD/0359,
          yang dikeluarkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan atas Minuman
          Mengandung Susu Cokelat Rasa Pisang dengan nama dagang “Mujigae” dengan
          nomor izin edar BPOM RI MD 200910017267, tanggal 24 Februari 2021 dengan
          masa berlaku hingga 24 Februari 2026, saat ini sedang proses perpanjangan dan
          perubahan nama dagang menjadi “Wonhae”.
      •   Surat Izin Edar Pangan Olahan No. PN.06.07.52.04.21.0947.PKPE/MD/0452,
          yang dikeluarkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan atas Minuman
          Mengandung Susu Rasa Pisang dengan nama dagang “Mujigae” dengan nomor
          izin edar BPOM RI MD 200910027267, tanggal 26 April 2021 dengan masa
          berlaku hingga 26 April 2026, saat ini sedang proses perpanjangan dan perubahan
          nama dagang menjadi “Wonhae”.
                                                                              Halaman - 11
Page 23
                                                       BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
                                                        PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS

Laporan Studi Kelayakan – PT Akasha Wira International, Tbk

      •   Surat Izin Edar Pangan Olahan No. PN.06.07.52.08.22.2927.PKPE/MD/0528,
          yang dikeluarkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan atas Minuman
          Mengandung Susu Rasa Stroberi Pisang dengan nama dagang “Mujigae” dengan
          nomor izin edar BPOM RI MD 200910037267, tanggal 6 September 2022 dengan
          masa berlaku hingga 6 September 2027.
      •   Surat Izin Edar Pangan Olahan No. PN.06.07.52.12.22.7028.PKPE/MD/0211,
          yang dikeluarkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan atas Minuman
          Mengandung Susu Rasa Teh Hijau Pisang dengan nama dagang “Mujigae” dengan
          nomor izin edar BPOM RI MD 200910040267, tanggal 28 Desember 2022
          dengan masa berlaku hingga 28 Desember 2027.
      •   Surat Izin Edar Pangan Olahan No. PN.06.07.52.01.23.9994.PKPE/MD/0029,
          yang dikeluarkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan atas Minuman
          Mengandung Susu Rasa Karamel Pisang dengan nama dagang “Mujigae” dengan
          nomor izin edar BPOM RI MD 200910041267, tanggal 10 Januari 2023 dengan
          masa berlaku hingga 10 Januari 2028.
      •   Surat Izin Edar Pangan Olahan No. PN.06.05.52.04.21.0610.PKPE/MD/0478,
          yang dikeluarkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan atas Kue Beras dengan
          Saus Gochujang (Topokki) dengan nama dagang “Mujigae” dengan nomor izin
          edar BPOM RI MD 231910023267, tanggal 22 April 2021 dengan masa berlaku
          hingga 22 April 2026, saat ini sedang proses perpanjangan dan perubahan nama
          dagang menjadi “Wonhae”.
      •   Surat Izin Edar Pangan Olahan No. PN.06.05.52.11.22.4696.PKPE/MD/0646,
          yang dikeluarkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan atas Mi Instan dengan
          Bumbu Keju Khas Korea (Cheese Ramyun) dengan nama dagang “Mujigae”
          dengan nomor izin edar BPOM RI MD 231510038267, tanggal 28 November
          2022 dengan masa berlaku hingga 28 November 2027, saat ini sedang proses
          perpanjangan dan perubahan nama dagang menjadi “Wonhae.
      •   Surat Persetujuan Pendaftaran Variasi No. B-PN.10.01.52.04.21.5735E, yang
          dikeluarkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan atas Kue Beras dengan Saus
          Gochujang (Topokki), tanggal 15 April 2021.
      •   Surat Izin Edar Pangan Olahan No. PN.06.05.52.12.22.5998.PKPE/MD/0177,
          yang dikeluarkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan atas Makanan Ringan
          Ekstrudat Rasa Manis Pedas dengan nama dagang “WONHAE” dengan nomor izin
          edar BPOM RI MD 273728088193, tanggal 9 Desember 2022 dengan masa
          berlaku hingga 9 Desember 2027.
      •   Surat Izin Edar Pangan Olahan No. PN.06.05.52.09.22.6650.PKPE/MD/0690,
          yang dikeluarkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan atas Makanan Ringan
          Ekstrudat Rasa Krim Rose dengan nama dagang “WONHAE” dengan nomor izin
          edar BPOM RI MD 273728084193, tanggal 26 Desember 2022 dengan masa
          berlaku hingga 26 Desember 2027.
      •   Surat Izin Edar Pangan Olahan No. PN.06.05.52.11.21.7043.PKPE/MD/0561,
          yang dikeluarkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan atas Makanan Ringan
          Ekstrudat Rasa Krim Rose dengan nama dagang “Mujigae” dengan nomor izin edar
          BPOM RI MD 243210034267, tanggal 25 November 2021 dengan masa berlaku
          hingga 25 November 2026.
      •   Surat Izin Edar Pangan Olahan No. PN.06.05.52.01.22.2985.PKPE/MD/0046,
          yang dikeluarkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan atas Kue Beras dengan
          Saus Gochujang Pedas (Spicy Topokki) dengan nama dagang “Mujigae” dengan
          nomor izin edar BPOM RI MD 231910035267, tanggal 3 Januari 2022 dengan
          masa berlaku hingga 3 Januari 2027.


                                                                           Halaman - 12
Page 24
                                                       BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
                                                        PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS

Laporan Studi Kelayakan – PT Akasha Wira International, Tbk

      •   Surat Persetujuan Pendaftaran Variasi No. B-PN.10.01.52.01.22.1291E, yang
          dikeluarkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan atas Otak-otak Ikan Khas
          Korea (Oden), tanggal 24 Januari 2022.
      •   Surat Persetujuan Pendaftaran Variasi No. B-PN.10.01.52.04.23.6428E, yang
          dikeluarkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan atas Mi Instan dengan Kue
          Beras dan Saus Gochujang Pedas (Spicy Rapokki), tanggal 28 April 2023.

2.7   Kinerja Keuangan

      Perkembangan laporan keuangan Perseroan untuk periode yang berakhir pada tanggal
      31 Desember 2021 hingga 31 Desember 2022 yang diaudit oleh Akuntan Publik
      Bambang Budi Tresno dari KAP Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang & Rekan dengan
      pendapat wajar, dalam semua hal yang material, laporan keuangan untuk periode
      yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 hingga 31 Desember 2024 yang
      diaudit oleh Akuntan Publik Raden Ginandjar dari KAP Tanubrata Sutanto Fahmi
      Bambang & Rekan dengan pendapat wajar, dalam semua hal yang material dan
      laporan keuangan untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 yang
      diaudit oleh Akuntan Publik Bambang Budi Tresno dari KAP Tanubrata Sutanto Fahmi
      Bambang & Rekan dengan pendapat wajar, dalam semua hal yang material, adalah
      sebagai berikut :

   Tabel 3 Laporan Laba Rugi Dan Penghasilan Komprehensif Lain Perseroan (Rp. 000.000,-)
          KETERANGAN                2021            2022          2023           2024             2025
    Penjualan                      935.075     1.290.992     1.525.445          1.956.431      2.726.974
    Beban pokok penjualan        (435.507)      (620.240)     (714.509)          (950.220)    (1.296.477)
    Laba kotor                     499.568       670.752       810.936          1.006.211      1.430.497
    Beban usaha                  (171.347)      (218.215)     (326.243)          (376.573)      (544.827)
    Laba usaha                     328.221       452.537       484.693            629.638        885.670
    Penghasilan keuangan            10.354         12.192       19.254             38.204         51.611
    Beban keuangan                    (747)          (421)        (283)              (114)          (102)
    Laba sebelum pajak
    penghasilan                    337.828       464.308       503.664            667.728          937.179
    Beban pajak penghasilan        (72.070)       (99.336)    (107.866)          (140.360)        (195.599)
    Laba tahun berjalan            265.758       364.972       395.798            527.368          741.580
    Penghasilan (rugi)
    komprehensif lain                3.551             47         (826)              1.325               622
    Jumlah penghasilan
    komprehensif tahun
    berjalan                       269.309       365.019       394.972            528.693          742.202
   Sumber : Laporan Keuangan Audit Per 31 Desember 2021-2025

      Kinerja laba (rugi) Perseroan periode 31 Desember 2021 hingga 2025 adalah sebagai
      berikut :

      - Pada periode 31 Desember 2021-2025, rata-rata penjualan mengalami kenaikan
        sebesar 30,97% per tahun.
      - Pada periode 31 Desember 2021-2025, rata-rata beban pokok penjualan
        mengalami kenaikan sebesar 31,76% per tahun, hal tersebut sejalan dengan
        kenaikan penjualan.
      - Pada periode 31 Desember 2021-2025, rata-rata laba kotor mengalami kenaikan
        sebesar 30,35% per tahun.
      - Pada periode 31 Desember 2021-2025, rata-rata beban usaha mengalami
        kenaikan sebesar 32,24% per tahun.
                                                                                   Halaman - 13
Page 25
                                                       BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
                                                        PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS

Laporan Studi Kelayakan – PT Akasha Wira International, Tbk

      - Pada periode 31 Desember 2021-2025, rata-rata laba usaha mengalami kenaikan
        sebesar 28,86% per tahun.
      - Pada periode 31 Desember 2021-2025, rata-rata penghasilan keuangan
        mengalami kenaikan sebesar 52,30% per tahun akibat meningkatnya penempatan
        investasi pada instrumen utang.
      - Pada periode 31 Desember 2021-2025, rata-rata beban keuangan mengalami
        penurunan sebesar 36,67% per tahun akibat berkurangnya beban bunga liabilitas
        sewa.
      - Pada periode 31 Desember 2021-2025, rata-rata laba sebelum pajak mengalami
        kenaikan sebesar 29,71% per tahun.
      - Pada periode 31 Desember 2021-2025, rata-rata beban pajak penghasilan
        mengalami kenaikan sebesar 28,97% per tahun sejalan dengan kenaikan laba
        usaha.
      - Pada periode 31 Desember 2021-2025, rata-rata laba tahun berjalan mengalami
        kenaikan sebesar 29,91% per tahun.

  Tabel 4 Laporan Posisi Keuangan Perseroan (Rp. 000.000,-)
          KETERANGAN                2021            2022           2023          2024             2025
    Aset
    Aset Lancar
    Kas dan setara kas               380.237         377.722       753.508       858.294          935.624
    Penempatan bank jangka
    pendek                            10.000          10.000        10.000        10.000           10.000
    Investasi jangka pendek                0               0         1.873        25.697           44.695
    Piutang usaha - neto             162.895         188.937       222.758       326.374          468.074
    Piutang non-usaha - neto           2.878           2.474         6.244         5.930            6.197
    Persediaan                        98.316         148.141       156.327       234.517          400.788
    Uang muka dan biaya
    dibayar di muka                   12.155          85.873         79.400        90.834          205.344
    Pajak dibayar di muka              6.913           2.172              0             0                0
    Total Aset Lancar                673.394         815.319      1.230.110     1.551.646        2.070.722
    Aset tetap neto                  503.588         708.363        745.409       910.229        1.190.039
    Aset takberwujud - neto            2.171             944            168             4                0
    Uang jaminan                      52.157          48.215         36.826        27.307           10.749
    Investasi pada instrumen
    utang                             72.798          72.741         72.669       207.688          297.271
    Aset tidak lancar lainnya              0               0              0             0                0
    Total Aset Tidak Lancar          630.714         830.263        855.072     1.145.228        1.498.059
    Total Aset                     1.304.108       1.645.582      2.085.182     2.696.874        3.568.781
    Liabilitas dan Ekuitas
    Liabilitas Jangka Pendek
    Utang usaha                      105.080         112.266       115.597       169.746          263.644
    Utang pajak                       39.942          47.296        54.577        65.750           88.343
    Akrual                           120.002          91.315       124.930       143.191          152.571
    Utang bank jangka
    panjang yang jatuh tempo
    dalam waktu satu tahun                  0                 0             0             0              0
    Liabilitas imbalan kerja
    yang jatuh tempo dalam
    satu tahun                         1.702           2.326         3.178         4.959            8.563
    Utang sewa pembiayaan
    yang jatuh tempo dalam
    waktu satu tahun                   1.641           1.516              532           143              7
    Total Liabilitas Jangka
    Pendek                           268.367         254.719       298.814       383.789          513.128



                                                                                  Halaman - 14
Page 26
                                                       BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
                                                        PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS

Laporan Studi Kelayakan – PT Akasha Wira International, Tbk

   Lanjutan Tabel 4 ……….
          KETERANGAN                2021            2022       2023       2024              2025
   Liabilitas Jangka Panjang
   Uang jaminan pelanggan            3.043            39          118           24                2
   Liabilitas imbalan kerja        38.535         35.097       38.640       39.393           39.584
   Liabilitas sewa
   pembiayaan – setelah
   dikurangi bagian yang
   jatuh tempo dalam waktu
   satu tahun                        2.347           896          150             7                0
   Liabilitas pajak
   tangguhan - neto                21.999         19.995       17.652       15.160           15.364
   Total Liabilitas Jangka
   Panjang                         65.924         56.027       56.560       54.584           54.950
   Total Liabilitas               334.291        310.746      355.374      438.373          568.078
   EKUITAS
   Modal saham                    589.897        589.897      589.897      589.897          589.897
   Tambahan modal disetor            5.068         5.068        5.068        5.068            5.068
   Keuntungan pengukuran
   kembali program imbalan
   pasti - neto                    14.241         14.288       13.462       14.787           15.409
   Saldo laba (defisit) :
     Dicadangkan                  213.952        213.952      213.952      213.952           213.952
     Belum dicadangkan            146.659        511.631      907.429    1.434.797         2.176.377
   Total Ekuitas                  969.817      1.334.836    1.729.808    2.258.501         3.000.703
   Total Liabilitas dan
   Ekuitas                     1.304.108       1.645.582    2.085.182    2.696.874         3.568.781
  Sumber : Laporan Keuangan Audit Per 31 Desember 2021-2025

      Kinerja aset Perseroan per 31 Desember 2021-2025 adalah sebagai berikut :
      - Per 31 Desember 2021-2025, rata-rata kas dan setara kas mengalami kenaikan
         sebesar 30,44% per tahun, karena adanya peningkatan pada kas diperoleh dari
         aktivitas operasi.
      - Per 31 Desember 2021-2025, penempatan bank jangka pendek tercatat sebesar
         Rp. 10 Miliar.
      - Per 31 Desember 2023-2025, rata-rata investasi jangka pendek mengalami
         kenaikan sebesar 672,95% per tahun.
      - Per 31 Desember 2021-2025, rata-rata piutang usaha - neto mengalami kenaikan
         sebesar 30,95% per tahun sejalan dengan meningkatnya penjualan.
      - Per 31 Desember 2021-2025, rata-rata piutang non usaha - neto mengalami
         kenaikan sebesar 34,46% per tahun.
      - Per 31 Desember 2021-2025, rata-rata persediaan mengalami kenaikan sebesar
         44,28% per tahun.
      - Per 31 Desember 2021-2025, rata-rata uang muka dan biaya dibayar dimuka
         mengalami kenaikan sebesar 184,85% per tahun, akibat meningkatnya uang muka
         aset tetap.
      - Per 31 Desember 2021-2022, pajak dibayar di muka mengalami penurunan
         sebesar 68,58% per tahun.
      - Per 31 Desember 2021-2025, rata-rata total aset lancar mengalami kenaikan
         sebesar 32,89% per tahun.
      - Per 31 Desember 2021-2025, rata-rata aset tetap neto mengalami kenaikan
         sebesar 24,69% per tahun akibat adanya penambahan jumlah aset tetap.
      - Per 31 Desember 2021-2025, rata-rata aset takberwujud neto mengalami
         penurunan sebesar 84,09% per tahun, akibat penyusutan software yang digunakan.

                                                                            Halaman - 15
Page 27
                                                       BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
                                                        PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS

Laporan Studi Kelayakan – PT Akasha Wira International, Tbk

      - Per 31 Desember 2021-2025, rata-rata uang jaminan mengalami penurunan
        sebesar 29,42% per tahun.
      - Per 31 Desember 2021-2025, rata-rata investasi pada instrumen utang mengalami
        kenaikan sebesar 57,19% per tahun.
      - Per 31 Desember 2021-2025, rata-rata total aset tidak lancar mengalami kenaikan
        sebesar 24,84% per tahun.
      - Per 31 Desember 2021-2025, rata-rata total aset mengalami kenaikan sebesar
        28,64% per tahun.

      Kinerja liabilitas dan ekuitas Perseroan per 31 Desember 2021-2025 adalah sebagai
      berikut :
      - Per 31 Desember 2021-2025, rata-rata utang usaha mengalami kenaikan sebesar
         27,99% per tahun.
      - Per 31 Desember 2021-2025, rata-rata utang pajak mengalami kenaikan sebesar
         22,16% per tahun, akibat peningkatan penjualan dan laba usaha Perseroan.
      - Per 31 Desember 2021-2025, rata-rata akrual mengalami kenaikan sebesar 8,52%
         per tahun.
      - Per 31 Desember 2021-2025, rata-rata liabilitas imbalan kerja jangka pendek
         mengalami kenaikan sebesar 50,50% per tahun.
      - Per 31 Desember 2021-2025, rata-rata utang sewa pembiayaan yang jatuh tempo
         satu tahun mengalami penurunan sebesar 60,19% per tahun.
      - Per 31 Desember 2021-2025, rata-rata total liabilitas jangka pendek mengalami
         kenaikan sebesar 18,59% per tahun.
      - Per 31 Desember 2021-2025, rata-rata uang jaminan pelanggan mengalami
         penurunan sebesar 16,87% per tahun.
      - Per 31 Desember 2021-2025, rata-rata liabilitas imbalan kerja mengalami kenaikan
         sebesar 0,90% per tahun.
      - Per 31 Desember 2021-2025, rata-rata liabilitas sewa pembiayaan setelah
         dikurangi bagian jangka pendek mengalami penurunan sebesar 85,10% per tahun.
      - Per 31 Desember 2021-2025, rata-rata liabilitas pajak tangguhan - neto mengalami
         kenaikan sebesar 8,40% per tahun.
      - Per 31 Desember 2021-2025, rata-rata total liabilitas jangka panjang mengalami
         penurunan sebesar 4,22% per tahun.
      - Per 31 Desember 2021-2025, saldo modal saham tidak mengalami perubahan.
      - Per 31 Desember 2021-2025, tambahan modal disetor tidak mengalami
         perubahan.
      - Per 31 Desember 2021-2025, rata-rata keuntungan pengukuran kembali program
         imbalan pasti mengalami kenaikan sebesar 2,15% per tahun.
      - Per 31 Desember 2021-2025, rata-rata saldo laba dicadangkan tidak mengalami
         perubahan setiap tahunnya.
      - Per 31 Desember 2021-2025, rata-rata saldo laba belum dicadangkan mengalami
         kenaikan sebesar 109,00% per tahun, akibat peningkatan laba.
      - Per 31 Desember 2021-2025, rata-rata total ekuitas mengalami kenaikan sebesar
         32,66% per tahun.
      - Per 31 Desember 2021-2025, rata-rata total liabilitas dan ekuitas mengalami
         kenaikan sebesar 28,64% per tahun.




                                                                             Halaman - 16
Page 28
                                                       BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
                                                          PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS

Laporan Studi Kelayakan – PT Akasha Wira International, Tbk

 Tabel 5 Laporan Arus Kas Perseroan (Rp. 000.000,-)
        KETERANGAN                  2021          2022           2023                2024              2025
  Arus kas dari aktivitas
  operasi                        308.341       312.748            459.648             471.800           564.818
  Arus kas untuk aktivitas
  investasi                    (263.298)      (315.826)           (81.991)           (367.298)         (488.023)
  Arus kas dari aktivitas
  pendanaan                       (3.492)        (1.320)            (1.294)              (532)             (143)
  Kenaikan (penurunan) kas
  dan setara kas                  41.551         (4.398)          376.363             103.970            76.652
  Kas dan bank awal tahun        338.488       380.237            377.722             753.508           858.294
  Dampak perubahan kurs
  atas kas dan setara kas             198         1.883              (577)                816               678
  Kas dan bank akhir tahun       380.237       377.722            753.508             858.294           935.624
 Sumber : Laporan Keuangan Audit Per 31 Desember 2021-2025

      Secara umum, kinerja arus kas Perseroan pada periode 31 Desember 2021-2025
      adalah sebagai berikut :
      - Per 31 Desember 2021-2025, rata-rata arus kas dari aktivitas operasi mengalami
         kenaikan sebesar 17,69% per tahun.
      - Per 31 Desember 2021-2025, rata-rata arus kas neto dari aktivitas investasi
         mengalami kenaikan sebesar 81,69% per tahun.
      - Per 31 Desember 2021-2025, rata-rata arus kas neto dari aktivitas pendanaan
         mengalami penurunan sebesar 49,04% per tahun.
      - Per 31 Desember 2021-2025, rata-rata kenaikan (penurunan) bersih kas dan setara
         kas mengalami penurunan sebesar 2.216,71% per tahun.
      - Per 31 Desember 2021-2025, jumlah saldo kas dan setara kas akhir tahun
         mengalami kenaikan sebesar 30,44% per tahun.

      Tabel 6 Analisis Rasio Perseroan
              KETERANGAN                 2021      2022       2023            2024          2025
       A. LIKUIDITAS (% )
       Current Ratio                 250,92%      320,09%     411,66%     404,30%         403,55%
       Quick Ratio                   203,46%      223,44%     328,80%     310,22%         274,76%
       B. SOLVABILITAS (%)
       Total Debt to Equity Ratio        34,47%    23,28%      20,54%         19,41%        18,93%
       Total Debt to Asset Ratio         25,63%    18,88%      17,04%         16,25%        15,92%
       C. RENTABILITAS (%)
       Gross Profit Margin               53,43%    51,96%      53,16%         51,43%        52,46%
       Operating Profit Margin           35,10%    35,05%      31,77%         32,18%        32,48%
       Net Profit Margin                 28,42%    28,27%      25,95%         26,96%        27,19%
       Return on Assets                  20,38%    22,18%      18,98%         19,55%        20,78%
       Return on Equity                  27,40%    27,34%      22,88%         23,35%        24,71%

      Rasio likuiditas menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi seluruh
      kewajiban jangka pendek melalui aset lancar yang dimiliki. Rata-rata current ratio dan
      quick ratio Perseroan per 31 Desember 2021-2025 masing-masing sebesar 358,10%
      dan 268,14%.

      Rasio solvabilitas merupakan kemampuan perusahaan dalam mengembalikan seluruh
      liabilitas melalui seluruh aset yang dimiliki ataupun melalui ekuitas. Rata-rata total Debt
      to Equity Ratio per 31 Desember 2021-2025 mencapai 23,33%. Sedangkan rata-rata
      total Debt to Assets Ratio pada periode yang sama adalah sebesar 18,75%.

                                                                                        Halaman - 17
Page 29
                                                       BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
                                                        PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS

Laporan Studi Kelayakan – PT Akasha Wira International, Tbk

      Rasio rentabilitas menunjukkan kemampuan Perseroan untuk menghasilkan laba.
      Dilihat dari laba (rugi) usaha, rata-rata Gross Profit Margin (GPM), Operating Profit
      Margin (OPM) dan Net Profit Margin (NPM) per 31 Desember 2021-2025 masing-
      masing adalah sebesar 52,49%, 33,32% dan 27,36%.

      Tingkat balikan terhadap total aset (Return on Asset/ROA) menunjukkan kemampuan
      Perseroan untuk menghasilkan laba bersih yang diukur dengan membandingkan antara
      laba bersih dengan jumlah aset. ROA Perseroan per 31 Desember 2021-2025 rata-
      rata sebesar 20,37%. Tingkat balikan terhadap total ekuitas (Return on Equity/ROE)
      menunjukkan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba bersih yang diukur
      dengan membandingkan antara laba bersih dengan jumlah ekuitas. ROE Perseroan per
      31 Desember 2021-2025 rata-rata sebesar 25,14%.




                                                                               Halaman - 18
Page 30
                                                       BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
                                                        PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS

Laporan Studi Kelayakan – PT Akasha Wira International, Tbk

3     ANALISIS KELAYAKAN TEKNIS, MODEL MANAJEMEN DAN POLA BISNIS

3.1    Gambaran Umum

3.1.1 Rencana Perseroan

        Dalam rangka melakukan pengembangan usaha, Perseroan berencana untuk
        melakukan pengembangan usaha yaitu pada bidang industri kembang gula yang
        mencakup usaha pembuatan kembang gula termasuk seluruh kembang gula keras,
        kembang gula lunak, kembang gula karet, caramel, cachous, nougat, foundant, dan
        marzipan, yang bahan utamanya bukan dari cokelat (KBLI 10734). Sejalan dengan
        rencana tersebut, Perseroan akan menambah varian produk berupa gummy (permen
        jelly) dengan fokus pada konsep indulgent gummy.

3.1.2 Lokasi dan Aksesibilitas

        Lokasi produksi pengembangan usaha di bidang industri kembang gula berada di
        Jalan Raya Cikande Rangkasbitung Km 10, Kelurahan Majasari, Kecamatan Jawilan,
        Kabupaten Serang, Provinsi Banten. Lokasi ini memiliki kondisi jalan dan infrastruktur
        yang mendukung sehingga dapat ditempuh dengan segala jenis moda transportasi
        baik kendaraan beroda empat maupun dua. Luas bangunan yang akan digunakan
        untuk produksi kembang gula adalah seluas 1.794 m2.

        Gambar 2 Lokasi Pabrik Kembang Gula Cikande




        Sumber : Manajemen Perseroan

3.2    Analisis Kelayakan Teknis

3.2.1 Proses Bisnis Pengembangan Usaha

        Proses bisnis dari kegiatan usaha baru memiliki alur kegiatan usaha yang berbeda
        dengan alur kegiatan usaha yang dijalankan di pabrik yang telah memiliki fasilitas
        pendukung untuk kegiatan produksi. Berikut adalah proses bisnis dari kegiatan usaha
        baru yang akan dilaksanakan oleh Perseroan :


                                                                                  Halaman - 19
Page 31
                                                       BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
                                                        PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS

Laporan Studi Kelayakan – PT Akasha Wira International, Tbk

        Gambar 3 Proses Bisnis Perseroan




        Sumber : Manajemen Perseroan

        Berikut adalah skema produksi kegiatan usaha baru :

        Gambar 4 Skema Produksi




        Sumber : Manajemen Perseroan




                                                                           Halaman - 20
Page 32
                                                       BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
                                                        PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS

Laporan Studi Kelayakan – PT Akasha Wira International, Tbk

        Berikut adalah mesin-mesin yang akan dipakai dalam proses produksi kegiatan usaha
        baru :

        Tabel 7 Mesin Produksi
             No                                      Nama Mesin
            1        Stock bins and storage tank and automatic feeding machine
            2        Automatic cooking melting system raising film system
            3        Batch type cfa system
            4        Depositing and cooling system and mold
            5        Clean machine
            6        Gummy candy drying machine
            7        Ro purification system
            8        Mesin packaging
        Sumber : Manajemen Perseroan

3.2.2 Kapasitas dan Target Produksi Kegiatan Usaha Baru

        Berdasarkan keterangan dari pihak Manajemen Perseroan, berikut adalah kapasitas
        dan target kegiatan usaha baru yang akan dilaksanakan oleh Perseroan :

        Tabel 8 Kapasitas dan Target Produksi Kegiatan Usaha Baru
                                           Kapasitas Produksi          Target Produksi
                   Tahun
                                              (Sachet/Tahun)           (Sachet/Tahun)
                   2026                        20.833.333                7.200.000
                   2027                        50.000.000               25.920.000
                   2028                        50.000.000               38.880.000
                   2029                        50.000.000               43.200.000
                   2030                        50.000.000               47.520.000
        Sumber : Manajemen Perseroan

3.2.3 Pelaksanaan Pengembangan Usaha

        Pelaksanaan pengembangan kegiatan usaha baru oleh Perseroan akan mulai
        dilakukan secara bertahap pada Agustus 2026.

3.2.4 Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya

        Berikut ini adalah latar belakang dan pengalaman dari tenaga ahli profesional
        Perseroan untuk melaksanakan kegiatan usaha baru.

        Rinaldi – Tenaga Ahli
        Beliau memiliki pengalaman manajemen yang luas dalam industri gula dan kembang
        gula (sugar confectionery), dengan latar belakang pendidikan sarjana teknologi
        pangan dari Institut Pertanian Bogor pada periode 1987-1992. Beliau memiliki
        pengalaman dalam pengelolaan Supply Chain yang mencakup Purchasing,
        Production Planning and Inventory Control, Warehousing dan Logistics, serta inisiatif
        Strategic Improvement dan Environment, Health & Safety (EHS).

        Beliau pernah bekerja di beberapa perusahaan diantaranya PT Van Melle Indonesia
        (1992-2001) sebagai R&D, QA, EHS & Production (Assistant Manager – Supervisor),
        PT Van Melle Indonesia (2001-2003) sebagai Plant Manager, PT Van Melle Indonesia

                                                                                 Halaman - 21
Page 33
                                                       BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
                                                        PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS

Laporan Studi Kelayakan – PT Akasha Wira International, Tbk

        (2003-2017) sebagai Production Control Senior Manager, PT Van Melle Indonesia
        (2017-2019) sebagai Strategic Improvement & EHS Senior Manager, PT Sentra
        Usahatama Jaya (2022-2024) sebagai Support Services Division Head/Senior
        Manager, dan PT Sin A Sixfifteen & PT Yang Karya Nusantara (2024-2025) sebagai
        Operation & Continuous Improvement Senior Manager.

        Dengan latar belakang pendidikan serta pengalaman yang cukup panjang di industri
        gula dan kembang gula (sugar confectionery), maka Perseroan memiliki keyakinan
        bahwa Beliau merupakan figur yang tepat untuk menjalankan dan mengawasi
        pelaksanaan kegiatan pengembangan usaha industri kembang gula yang akan
        dijalankan oleh Perseroan.

3.3   Analisis Kelayakan Pola Bisnis

3.3.1 Keunggulan Kompetitif Karena Keunikan Dari Pola Bisnis

        Dalam menjalankan pengembangan kegiatan usaha baru, Perseroan didukung oleh
        tenaga ahli yang memiliki kompetensi serta dilengkapi platform digital marketing yang
        memadai, akan menciptakan keunggulan kompetitif bagi Perseroan dalam
        menjalankan rencana pengembangan usaha. Dengan keunggulan kompetitif yang
        dimiliki, maka Perseroan diperkirakan akan dapat bersaing dengan perusahaan
        kompetitor.

3.3.2 Kemampuan Pesaing Untuk Menghasilkan Produk Sejenis

        Pengembangan usaha baru yang akan dilakukan oleh Perseroan adalah kembang
        gula berupa produk gummy dengan berbagai varian rasa dan bentuk.

        Terdapat sejumlah perusahaan yang telah memproduksi produk sejenis di pasar.
        Namun demikian, Perseroan memiliki keunggulan dalam hal kecepatan
        pengembangan produk (product development speed), fleksibilitas formulasi, serta
        kemampuan untuk menghadirkan variasi produk dalam waktu yang relatif singkat.

3.3.3 Kemampuan Untuk Menciptakan Nilai

        Saat ini Perseroan bergerak dalam bidang industri air minum dalam kemasan, industri
        kosmetik, industri sabun dan bahan pembersih keperluan rumah tangga, industri
        minuman, industri makanan, dan perdagangan besar. Dalam pengembangan usaha
        baru, Perseroan didukung oleh kesiapan sarana dan prasarana produksi, serta
        didukung oleh sumber daya manusia yang kompeten di bidang riset dan
        pengembangan produk. Berdasarkan kombinasi tersebut, Perseroan memiliki
        kemampuan untuk bersaing dan beradaptasi dengan tren pasar, serta menghadirkan
        inovasi produk gummy yang sesuai dengan preferensi konsumen.

        Dengan pengembangan kegiatan usaha yang dilakukan, maka diharapkan dapat
        memberikan nilai tambah bagi Perseroan berupa perluasan jenis-jenis produk yang
        dapat disediakan bagi pelanggan.




                                                                                 Halaman - 22
Page 34
                                                       BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
                                                        PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS

Laporan Studi Kelayakan – PT Akasha Wira International, Tbk

3.4   Analisis Kelayakan Model Manajemen

3.4.1 Ketersediaan Tenaga Kerja

        Untuk rencana pengembangan usaha di bidang industri kembang gula, Perseroan
        akan menggunakan 63 tenaga kerja dengan rincian sebagai berikut :

        Tabel 9 Rincian Tenaga Kerja
                Department                          Position               Quantity
                  Factory          Product Supply Senior Manager              1
                                   Engineering SPV/Executive                  1
                                   Technical Store                            1
               Engineering
                                   Maintenance Technician                     6
                                   Utility Operators                          4
                              Subtotal Engineering                           12
                                   Production SPV/Executive                   1
                                   Cooking & Deposting Operators             12
                Production
                                   Tempering & Coating Operators              0
                                   Packing Operators                         10
                               Subtotal Production                           23
                                   PPIC, Warehouse & Logistic SPV/Exe         1
                                   PPIC Staff                                 1
          PPIC, Warehouse, and
                                   Logistic Staff                             1
                  Logistic
                                   Warehouse Operators                        6
                                   Logistic Operators                         3
                             Subtotal PPIC & Logistic                        12
                                   QA & R&D SPV/Exe                           1
                                   R&D Staff                                  1
              QA and R&D
                                   QA Staff                                   3
                                   Lab Analyst                                1
                               Subtotal QA & R&D                              6
                                   EHS & GA SPV                               1
                                   WWTP Operators                             3
               EHS and GA          GA Staff                                   1
                                   EHS Staff                                  1
                                   Cleaning Service                           3
                               Subtotal EHS & GA                              9
                                     TOTAL                                   63
        Sumber : Manajemen Perseroan

        Tenaga ahli Perseroan memiliki kompetensi yang memadai, yang didukung oleh
        pengalaman kerja serta pelatihan yang relevan dengan bidangnya. Berdasarkan
        pengalaman, pelatihan yang telah diikuti, tenaga ahli tersebut diyakini memiliki
        kapabilitas yang tepat untuk mendukung pelaksanaan serta pengawasan kegiatan
        pengembangan usaha yang akan dilakukan oleh Perseroan.

        Untuk menjalankan pengembangan usaha tersebut, keahlian minimum yang wajib
        dimiliki oleh tenaga kerja adalah lulusan SMK.


                                                                             Halaman - 23
Page 35
                                                       BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
                                                        PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS

Laporan Studi Kelayakan – PT Akasha Wira International, Tbk

3.4.2 Manajemen Kekayaan Intelektual (Intellectual Property)

        Berikut adalah beberapa merek produk yang telah didaftarkan oleh Perseroan :

        •    Sertifikat Merek No. IDM001013504 dengan etiket merek “OMOIDE” yang
             dikeluarkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, tanggal
             4 November 2021 dengan jangka waktu 10 tahun hingga 4 November 2031.
        •    Sertifikat Merek No. IDM001013505 dengan etiket merek “OMOIDE” yang
             dikeluarkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, tanggal
             4 November 2021 dengan jangka waktu 10 tahun hingga 4 November 2031.
        •    Sertifikat Merek No. IDM001013506 dengan etiket merek “OMOIDE” yang
             dikeluarkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, tanggal
             4 November 2021 dengan jangka waktu 10 tahun hingga 4 November 2031.
        •    Sertifikat Merek No. IDM001043183 dengan etiket merek “Fitmeup” yang
             dikeluarkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, tanggal 7 Maret
             2022 dengan jangka waktu 10 tahun hingga 7 Maret 2032.
        •    Sertifikat Merek No. IDM001043579 dengan etiket merek “HYDROZEN” yang
             dikeluarkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, tanggal 30 Maret
             2022 dengan jangka waktu 10 tahun hingga 30 Maret 2032.
        •    Sertifikat Merek No. IDM000403401 dengan etiket merek “VICA” yang
             dikeluarkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, tanggal
             26 November 2020 dengan jangka waktu 10 tahun hingga 26 November 2030.
        •    Sertifikat Merek No. IDM0007771032 dengan etiket merek “PUREAL” yang
             dikeluarkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, tanggal 30 Mei
             2017 dengan jangka waktu 10 tahun hingga 30 Mei 2027.
        •    Sertifikat Merek No. IDM000964516 dengan etiket merek “Pureal NUTRIMORE
             SUSU SOYA” yang dikeluarkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi
             Manusia, tanggal 5 Agustus 2019 dengan jangka waktu 10 tahun hingga
             5 Agustus 2029.
        •    Sertifikat Merek No. IDM001050399 dengan etiket merek “pureal!” yang
             dikeluarkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, tanggal 21 Maret
             2022 dengan jangka waktu 10 tahun hingga 21 Maret 2032.
        •    Sertifikat Merek No. IDM001050497 dengan etiket merek “pureal!” yang
             dikeluarkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, tanggal 21 Maret
             2022 dengan jangka waktu 10 tahun hingga 21 Maret 2032.
        •    Sertifikat Merek No. IDM001049408 dengan etiket merek “pureal!” yang
             dikeluarkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, tanggal 21 Maret
             2022 dengan jangka waktu 10 tahun hingga 21 Maret 2032.
        •    Sertifikat Merek No. IDM001052149 dengan etiket merek “원해 WONHAE”
             yang dikeluarkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, tanggal
             4 April 2022 dengan jangka waktu 10 tahun hingga 4 April 2032.
        •    Sertifikat Merek No. IDM001052155 dengan etiket merek “원해 WONHAE”
             yang dikeluarkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, tanggal
             4 April 2022 dengan jangka waktu 10 tahun hingga 4 April 2032.
        •    Surat Perpanjangan Jangka Waktu Perlindungan Merek Terdaftar
             No. IDM000403401 dengan etiket merek “VICA” yang dikeluarkan oleh
             Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, yang diperpanjang sampai tanggal
             26 November 2030.



                                                                              Halaman - 24
Page 36
                                                       BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
                                                        PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS

Laporan Studi Kelayakan – PT Akasha Wira International, Tbk

        •    Surat Perpanjangan Jangka Waktu Perlindungan Merek Terdaftar
             No. IDM001209148 dengan etiket merek “FLOATY” yang dikeluarkan oleh
             Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, tanggal 22 September 2023
             dengan jangka waktu 10 tahun hingga 22 September 2033.

3.4.3 Manajemen Risiko

        Seperti halnya kegiatan usaha yang dilakukan oleh perusahaan lainnya, usaha
        Perseroan tidak terlepas dari risiko usaha yang disebabkan oleh berbagai faktor yang
        dapat mempengaruhi tingkat pertumbuhan Perseroan, antara lain :

        ▪ Risiko Persaingan Usaha

            Risiko persaingan merupakan risiko yang selalu dihadapi di setiap jenis usaha dan
            mempunyai pengaruh yang sangat besar apabila perusahaan tidak melakukan
            suatu langkah antisipasi. Melihat kondisi persaingan usaha pada analisis industri
            mengenai persaingan antar perusahaan sejenis, Perseroan memiliki tingkat
            persaingan yang tinggi. Perseroan diharapkan dapat menjaga kualitas produk
            yang terbaik sehingga dapat meningkatkan daya tarik masyarakat terhadap produk
            yang dihasilkan oleh Perseroan.

        ▪ Risiko Pemutusan Kontrak

            Dalam melaksanakan kegiatan usaha, Perseroan harus menuliskan kontrak yang
            tetap memperkuat posisi tawar. Hal ini bertujuan agar jika terjadi pemutusan
            kontrak secara sepihak, Perseroan tidak mengalami kerugian atas biaya produksi
            telah dikeluarkan.

        ▪ Risiko Kebakaran dan Keamanan

            Perseroan mengantisipasi dengan mengikutsertakan fasilitas produksi dalam
            program asuransi.

        ▪ Risiko Penetapan Harga

            Perseroan akan memberikan harga jual yang lebih kompetitif yang akan
            memberikan nilai tambah bagi para calon konsumen.

        ▪ Risiko Kondisi Perekonomian, Sosial dan Politik Indonesia

            Risiko perekonomian, sosial dan politik yang berpengaruh pada lingkungan usaha
            antara lain disebabkan oleh adanya perubahan yang signifikan pada kebijakan
            makro ekonomi, sosial dan politik baik nasional maupun internasional, sehingga
            dapat berakibat terhadap dunia bisnis dan keuangan pada umumnya.




                                                                                 Halaman - 25
Page 37
                                                       BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
                                                        PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS

Laporan Studi Kelayakan – PT Akasha Wira International, Tbk

3.4.4 Kapasitas Kemampuan Manajemen

        Untuk rencana pengembangan usaha di bidang industri kembang gula, Perseroan
        memiliki tenaga ahli dengan kompetensi yang memadai, didukung oleh pengalaman
        kerja serta pelatihan yang relevan dengan bidangnya. Berdasarkan pengalaman,
        pelatihan yang telah diikuti, tenaga ahli tersebut diyakini memiliki kapabilitas yang
        tepat untuk mendukung pelaksanaan serta pengawasan kegiatan pengembangan
        usaha yang akan dilakukan oleh Perseroan.

3.4.5 Kesesuaian Struktur Organisasi dan Manajemen

        Berikut adalah struktur organisasi Perseroan setelah pengembangan usaha baru:

        Gambar 5 Struktur Organisasi Perseroan Setelah Pengembangan Usaha Baru




        Sumber : Manajemen Perseroan

        Berdasarkan rencana pengembangan usaha yang akan dilakukan, tenaga ahli
        profesional sebanyak 1 (satu) orang merupakan tenaga ahli yang berpengalaman dan
        telah termasuk dalam struktur organisasi di atas. Perseroan menilai bahwa struktur
        organisasi yang berlaku saat ini masih memadai untuk mendukung kegiatan
        operasional. Oleh karena itu, Perseroan tidak merencanakan perubahan terhadap
        struktur organisasi yang ada mengingat struktur tersebut masih efektif dalam
        mendukung kegiatan pengelolaan, pengawasan serta operasional usaha.




                                                                                 Halaman - 26
Page 38
                                                       BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
                                                        PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS

Laporan Studi Kelayakan – PT Akasha Wira International, Tbk

4     ANALISIS KELAYAKAN PASAR

4.1    Kondisi Dan Prospek Makro Ekonomi

4.1.1 Tinjauan Ekonomi Makro Dunia

        Pertumbuhan ekonomi global diproyeksikan tetap kuat sebesar 3,3% pada tahun
        2026 dan sebesar 3,2% pada tahun 2027, yang relatif sejalan dengan estimasi
        realisasi sebesar 3,3% pada tahun 2025. Kinerja yang relatif stabil tersebut
        merupakan hasil dari keseimbangan antara berbagai faktor seperti tekanan yang
        berasal dari perubahan kebijakan perdagangan yang di imbangi oleh faktor
        pendorong berupa peningkatan investasi yang signifikan di bidang teknologi,
        termasuk kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), khususnya di wilayah Amerika
        Utara dan Asia dibandingkan dengan wilayah lainnya.

        Tabel 10 Pertumbuhan Ekonomi Dunia 2025 & Proyeksi 2026-2027 (%)
                                                            Estimasi          Proyeksi
                         Indikator Utama
                                                             2025        2026          2027
         Negara Maju                                          1,7         1,8           1,7
         Amerika Serikat                                      2,1         2,4           2,0
         Uni Eropa                                            1,4         1,3           1,4
         Jepang                                               1,1         0,7           0,6
         Negara Maju lain                                     1,8         2,0           2,1
         Pasar Emerging dan Ekonomi Berkembang (EMDE)         4,4         4,2           4,1
         Cina                                                 5,0         4,5           4,0
         India                                                7,3         6,4           6,4
         ASEAN – 5                                            4,2         4,2           4,4
         Amerika Latin dan Karibia                            2,4         2,2           2,7
         Timur Tengah dan Asia Tengah                         3,7         3,9           4,0
         Afrika Sub-Sahara                                    4,4         4,6           4,6
                              Dunia                           3,3         3,3           3,2
        Sumber : IMF, World Economic Outlook, January 2026

        Berdasarkan data Asian Development Outlook (ADO), December 2025, proyeksi
        pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) untuk Asia Tenggara direvisi naik menjadi
        4,5% untuk tahun 2025 dan 4,4% untuk tahun 2026. Revisi ini mencerminkan kinerja
        ekonomi yang kuat pada kuartal ketiga di Indonesia, Malaysia, Singapura, dan
        Vietnam, pertumbuhan yang stabil di Thailand, serta prospek pertumbuhan yang lebih
        rendah di Filipina yang dipengaruhi oleh lemahnya belanja infrastruktur di tengah
        investigasi terhadap proyek-proyek yang didanai oleh anggaran publik serta dampak
        bencana alam.

        Tabel 11 Pertumbuhan PDB per Tahun dan Inflasi
                                     Pertumbuhan PDB per Tahun (%)                Inflasi (%)
            Subregion/Economy         2024         2025      2026       2024       2025         2026
                                     Aktual        ADO       ADO        Aktual      ADO         ADO
         Kaukasus dan Asia Tengah      5,8          5,8       5,0        6,8         8,0         7,1
         Asia Timur                    4,7          4,6       4,1        0,5         0,3         0,6
          Cina                         5,0          4,8       4,3        0,2         0,0         0,4
         Asia Selatan                  5,9          6,5       6,0        6,5         3,3         4,7
          India                        6,5          7,2       6,5        4,6         2,6         4,2


                                                                                 Halaman - 27
Page 39
                                                        BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
                                                         PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS

Laporan Studi Kelayakan – PT Akasha Wira International, Tbk

        Lanjutan Tabel 11 ……
                                          Pertumbuhan PDB per Tahun (%)                 Inflasi (%)
            Subregion/Economy              2024         2025        2026       2024      2025          2026
                                          Aktual         ADO        ADO        Aktual     ADO          ADO
         Asia Tenggara                       4,8          4,5        4,4        3,0        2,4          2,8
          Indonesia                          5,0          5,0        5,1        2,3        1,7          2,5
          Malaysia                           5,1          4,5        4,3        1,8        1,6          2,2
          Filipina                           5,7          5,0        5,3        3,2        1,8          3,0
          Singapura                          4,4          4,1        2,1        2,4        1,0          1,2
          Thailand                           2,5          2,0        1,6        0,4        0,0          0,5
          Vietnam                            7,1          7,4        6,4        3,7        3,9          3,8
         Pasifik                             3,8          4,1        3,4        1,9        2.5          3,4
               Developing Asia               5,1          5,1        4,6        2,6        1,6          2,1
        Note       : Developing Asia terdiri dari 46 negara anggota ADB (Asian Development Bank).
        Sumber : Asian Development Outlook, Desember 2025

4.1.2 Ekonomi Makro Indonesia

        Laju ekonomi Indonesia Triwulan IV-2025 terhadap Triwulan IV-2024 year-on-year
        (yoy) tumbuh sebesar 5,39%. Pertumbuhan terjadi pada hampir seluruh lapangan
        usaha, kecuali pertambangan dan penggalian serta pengadaan air, pengelolaan
        sampah, limbah dan daur ulang yang masing masing terkontraksi sebesar 1,31% dan
        0,51%. Lapangan usaha yang tumbuh signifikan adalah transportasi dan
        pergudangan sebesar 8,98%, diikuti oleh jasa lainnya sebesar 8,71%.




                                                                                        Halaman - 28
Page 40
                                                         BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
                                                          PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS

Laporan Studi Kelayakan – PT Akasha Wira International, Tbk

        Tabel 12 Laju Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Menurut Lapangan Usaha (%)




        Sumber : Badan Pusat Statistik (BPS), Berita Resmi Statistik No. 18/02/Th. XXIX, 5 Februari
                 2026

        Inflasi, Nilai Tukar, dan Suku Bunga

        Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada tahun 2025 terjaga dalam kisaran sasaran
        2,5±1%, dengan Inflasi IHK Desember 2025 sebesar 2,92% (yoy). Inflasi inti tetap
        terjaga rendah sebesar 2,38% (yoy), sejalan pertumbuhan ekonomi yang masih di
        bawah kapasitas serta didukung konsistensi suku bunga kebijakan moneter Bank
        Indonesia dalam menjangkar ekspektasi inflasi sesuai dengan sasarannya
        dan imported inflation yang tetap terkendali. Inflasi kelompok administered
        prices (AP) terjaga rendah sebesar 1,93% (yoy). Sementara itu, inflasi
        kelompok volatile food (VF) masih relatif tinggi sebesar 6,21% (yoy) disumbang
        terutama oleh komoditas bawang merah seiring pasokan yang terbatas akibat
        gangguan cuaca dan kenaikan harga benih.

                                                                                          Halaman - 29
Page 41
                                                       BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
                                                        PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS

Laporan Studi Kelayakan – PT Akasha Wira International, Tbk

        Gambar 6 Perkembangan Inflasi IHK




        Sumber : Bank Indonesia, Tinjauan Kebijakan Moneter Triwulan IV-2025

        Nilai tukar Rupiah sepanjang awal September hingga akhir November 2025
        menunjukkan pola yang sejalan dengan perbaikan pada arus modal. Setelah sempat
        mengalami tekanan pada awal September, ketika Rupiah terdepresiasi hingga
        Rp. 16.800,- per Dolar AS seiring meningkatnya ketidakpastian global dan besarnya
        arus keluar portofolio, nilai tukar Rupiah berbalik mulai menunjukkan apresiasi
        bertahap memasuki bulan Oktober. Stabilitas Rupiah juga semakin terjaga pada
        bulan November, dengan kurs yang bergerak konsisten di sekitar Rp. 16.659,- per
        Dolar AS pada 1 Desember 2025. Hal ini mencerminkan respon kebijakan stabilisasi
        nilai tukar yang efektif dari otoritas moneter dan meredanya volatilitas eksternal.

        Gambar 7 Perubahan Nilai Tukar Rupiah




        Sumber : Tinjauan Ekonomi, Keuangan, & Fiskal Edisi IV Tahun 2025, Kementerian Keuangan

        Tingkat suku bunga pasar uang Indonesia, atau overnight index average, bergerak
        menurun sebesar 234 basis points (bps) sejak awal tahun 2025 menjadi sebesar
        3,69% pada 20 Januari 2026. Suku bunga Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI)
        untuk tenor 6, 9 dan 12 bulan juga menurun masing-masing sebesar 254 bps, 254
        bps, dan 258 bps sejak awal tahun 2025 menjadi 4,62%, 4,66% dan 4,69% pada
        15 Januari 2026. Imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) untuk tenor 2 tahun dan
        10 tahun masing-masing tercatat sebesar 5,06% dan 6,31% pada 20 Januari 2026.
        Transmisi penurunan suku bunga kebijakan terhadap terhadap suku bunga perbankan
                                                                                   Halaman - 30
Page 42
                                                       BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
                                                        PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS

Laporan Studi Kelayakan – PT Akasha Wira International, Tbk

        terus berlanjut, baik pada suku bunga dana maupun suku bunga kredit. Suku bunga
        deposito 1 bulan turun sebesar 56 bps dari 4,81% pada awal 2025 menjadi 4,25%
        pada Desember 2025, meskipun upaya lanjutan perlu terus dilakukan untuk
        penurunan pemberian special rate kepada deposan besar. Dengan penurunan suku
        bunga dana tersebut, suku bunga kredit perbankan mulai menurun, yaitu sebesar 39
        bps dari 9,20% pada awal 2025 menjadi sebesar 8,81% pada Desember 2025.

        Gambar 8 Suku Bunga Perbankan (%)




        Sumber : Bank Indonesia, Tinjauan Kebijakan Moneter Triwulan IV-2025

4.2     Pangsa Pasar dan Sasaran

        Pasar industri makanan dan minuman global berdasarkan data Precedence Research
        (PR) akan tumbuh dari USD 8,22 Triliun pada tahun 2024 menjadi USD 8,71 Triliun
        pada tahun 2025 dan akan tumbuh kembali di tahun 2034 sebesar USD 14,72 Triliun
        dengan Compound Annual Growth Rate (CAGR) sebesar 6% dari tahun 2025 hingga
        2034. Asia Pasifik menjadi wilayah terbesar untuk pasar makanan dan minuman,
        diikuti dengan Amerika Utara, Eropa, Amerika Latin, dan Timur Tengah & Afrika.

        Industri makanan dan minuman merupakan salah satu motor utama pertumbuhan
        industri pengolahan nonmigas yang didukung oleh sumber daya alam berlimpah serta
        permintaan domestik yang terus meningkat. Pada tahun 2025, PDB industri makanan
        dan minuman adalah sebesar Rp. 1.630 Triliun atau tumbuh sebesar 6,43%
        dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp. 1.531,4 Triliun.




                                                                               Halaman - 31
Page 43
                                                       BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
                                                        PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS

Laporan Studi Kelayakan – PT Akasha Wira International, Tbk

        Gambar 9 Pertumbuhan Industri Makanan dan Minuman % (yoy)




        Sumber : Badan Pusat Statistik

        Pertumbuhan kinerja industri makanan dan minuman berfluktuasi selama
        7 tahun terakhir. Selama periode tersebut, pertumbuhan tertinggi terjadi pada Kuartal
        IV-2022 yang mencapai 8,68%, sementara pertumbuhan industri makanan dan
        minuman paling lambat terjadi pada Kuartal III-2020 sebesar 0,22%. Hal itu seiring
        terjadinya pandemi Covid-19 di Indonesia. Menguatnya industri makanan dan
        minuman di akhir tahun sejalan dengan pola musiman konsumsi domestik. Kuartal
        terakhir cukup lazim menjadi salah satu puncak belanja masyarakat karena ditopang
        momen libur Natal dan Tahun Baru.

4.2.1 Potensi Pasar dan Kesinambungan

        Perekonomian Indonesia sebagian besar didorong oleh peningkatan konsumsi yang
        pesat, termasuk industri makanan dan minuman. Pertumbuhan penjualan didorong
        oleh peningkatan pengeluaran untuk makanan dan minuman, terutama di kalangan
        konsumen kelas menengah. Banyak industri lokal dan internasional memanfaatkan
        peluang untuk menjual makanan dan minuman kepada konsumen Indonesia yang
        semakin terbuka terhadap makanan dan cita rasa baru.

        Industri makanan dan minuman di Indonesia pada 2025 menunjukkan performa yang
        solid dan terus berkembang. Hal ini menggambarkan bahwa pelaku usaha, investor,
        dan pelaku industri melihat potensi besar di dalam negeri, baik untuk memenuhi
        kebutuhan domestik maupun merespon permintaan ekspor. Sektor ini juga
        memberikan kontribusi signifikan bagi PDB industri pengolahan non-migas. Dengan
        demikian, Indonesia semakin menegaskan posisinya sebagai salah satu pasar
        makanan dan minuman terbesar di Asia Tenggara.

        Industri makanan dan minuman Indonesia tidak hanya fokus pada pasar domestik,
        tetapi juga bergerak ke arah global. Pemerintah dan pelaku industri mendorong
        kemitraan global, baik dalam bentuk joint–venture, ekspor, maupun transfer
        teknologi. Upaya ini diyakini penting untuk meningkatkan daya saing produk lokal di
        pasar internasional, serta memperluas pangsa pasar luar negeri.



                                                                                 Halaman - 32
Page 44
                                                       BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
                                                        PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS

Laporan Studi Kelayakan – PT Akasha Wira International, Tbk

        Pasar gummy di Indonesia menunjukkan tren pertumbuhan yang positif, ditandai
        dengan semakin banyaknya produk gummy impor yang masuk dan diterima dengan
        baik oleh pasar domestik. Hal ini menunjukkan tingginya minat konsumen terhadap
        produk gummy. Gummy merupakan jenis snack yang disukai oleh berbagai kalangan
        usia, mulai dari anak-anak, remaja, hingga dewasa, sehingga memiliki potensi pasar
        yang luas dan berkelanjutan.

4.2.2 Sasaran Pasar

        Berikut adalah sasaran pasar Perseroan :
        ▪ Konsumen usia 6–35 tahun
        ▪ Konsumen yang tinggal di perkotaan
        ▪ Konsumen yang peduli rasa, kemasan dan gaya hidup
        ▪ Pembeli di e-commerce, minimarket dan modern trade

4.2.3 Strategi Pemasaran

        Berikut adalah strategi pemasaran Perseroan :
        ▪ Branding dengan desain kemasan modern dan estetik
        ▪ Aktivasi digital marketing dan media sosial
        ▪ Kolaborasi dengan influencer/key opinion leader
        ▪ Sampling dan promo
        ▪ Penjualan online dan offline terintegrasi

4.3   Pesaing Usaha

      Berikut adalah beberapa perusahaan pesaing Perseroan yang bergerak dalam bidang
      industri yang sama :
        ▪ PT Yupi Indo Jelly Gum, Tbk
        ▪ PT Ranjani Jaya Lestari
        ▪ Amos Food Group
        ▪ PT Mayora Indah, Tbk

4.3.1 Analisis Persaingan Usaha

        Industri makanan merupakan industri yang selalu mengalami pertumbuhan yang
        positif, memiliki nilai pasar yang besar dan juga merupakan industri yang sangat
        kompetitif. Pemasaran produk gummy oleh Perseroan tidak lepas dari adanya
        persaingan. Perseroan berencana untuk memasarkan produk gummy tersebut dengan
        pengalaman Perseroan dalam bisnis barang konsumen. Produk Perseroan merupakan
        produk berkualitas yang diproduksi dengan standard higienis tinggi dan telah dikenal
        luas di masyarakat serta memiliki banyak konsumen loyal, hal tersebut meningkatkan
        daya saing Perseroan dibandingkan dengan perusahaan kompetitor. Perusahaan
        yang dapat menjadi pesaing Perseroan adalah perusahaan-perusahan produsen
        makanan lainnya.

        Berdasarkan keterangan dari Manajemen Perseroan, pihak yang mendominasi dalam
        bidang industri yang sama dengan Perseroan adalah PT Yupi Indo Jelly Gum, Tbk
        (Yupi).




                                                                                Halaman - 33
Page 45
                                                       BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
                                                        PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS

Laporan Studi Kelayakan – PT Akasha Wira International, Tbk

4.3.2 Analisis Peluang Usaha

        Pengembangan usaha baru yang akan dilakukan oleh Perseroan yaitu dengan
        menambah jenis produk gummy dengan fokus pada konsep indulgent gummy.
        Melalui strategi diversifikasi usaha, Perseroan akan selalu berusaha menjaga
        keberlangsungan usahanya di masa mendatang, dengan terus mencari peluang-
        peluang penjualan produk-produk baru.

4.4   Target, Konsep dan Strategi Pemasaran Perseroan

      Dalam rangka pengembangan usaha produk gummy, Perseroan memposisikan diri
      sebagai produsen gummy inovatif dengan kualitas tinggi, fokus pada rasa, tekstur dan
      visual yang menarik. Target pasar utama adalah konsumen umur 6-35 tahun,
      konsumen yang tinggal di perkotaan yang aktif di media sosial dan tertarik pada produk
      unik. Strategi pemasaran difokuskan pada digital marketing melalui platform seperti
      TikTok, Instagram dan marketplace, dengan pendekatan konten kreatif, kolaborasi
      dengan influencer, serta pemanfaatan tren viral untuk meningkatkan brand awareness
      Perseroan juga menetapkan harga yang kompetitif dan proses distribusi secara
      omnichannel, yaitu mengintegrasikan seluruh saluran penjualan dan komunikasi baik
      fisik (offline) maupun digital (online) ke dalam satu sistem terpadu, untuk mendorong
      pertumbuhan penjualan dan loyalitas konsumen.

4.5   Prospek Usaha Perseroan

      Industri makanan dan minuman berperan strategis sebagai penopang utama
      perekonomian nasional. Sepanjang Kuartal I-III/2025, sektor industri makanan dan
      minuman berhasil tumbuh 6,23%, dengan kontribusi terhadap Industri Pengolahan
      Nonmigas (IPNM) sebesar 41,06%. Selain itu, sektor IPNM mencatatkan pertumbuhan
      5,30% atau melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,01%,
      dengan kontribusi sebesar 19,07% terhadap PDB.

      Sepanjang periode 2025, kontribusi ekspor IPNM mencapai 80,27% dari total ekspor
      nasional sepanjang Januari-November 2025. Hal tersebut, mendorong pelaku industri
      untuk terus berinovasi, memperkuat sinergi hulu-hilir dan meningkatkan akses pasar
      ekspor. Pemerintah menyiapkan beragam instrumen kebijakan untuk meningkatkan
      kinerja industri pengolahan berbasis bahan alam, salah satunya melalui program
      restrukturisasi mesin/peralatan industri.

      Program ini bertujuan untuk meningkatkan ketersediaan bahan baku, mendukung
      program substitusi impor dalam mewujudkan kemandirian industri, serta meningkatkan
      daya saing melalui peningkatan efisiensi, produktivitas dan penggunaan teknologi
      terbaru yang ramah lingkungan.




                                                                                Halaman - 34
Page 46
                                                       BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
                                                        PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS

Laporan Studi Kelayakan – PT Akasha Wira International, Tbk

5     ANALISIS KELAYAKAN KEUANGAN

5.1    Rencana Investasi

       Dalam melaksanakan kegiatan usaha yang baru, diproyeksikan Perseroan akan
       membutuhkan investasi pada tahun 2026. Berikut adalah rincian investasi Perseroan :

       Tabel 13 Rincian Investasi
        No.                   Keterangan                      Nilai Investasi (Rp. 000,-)
         1.    Tanah                                                               4.426.261
         2.    Bangunan                                                            4.098.422
         3.    Mesin                                                              37.690.492
                           Total                                                  46.215.176
       Sumber : Manajemen Perseroan

5.2    Struktur Modal Investasi dan Modal Kerja

       Pengembangan usaha industri kembang gula direncanakan menggunakan modal
       investasi yang berasal dari kas Perseroan.

5.3    Asumsi–Asumsi dan Proyeksi Keuangan

5.3.1 Asumsi Dasar

        Proyeksi keuangan sebelum dan setelah dilaksanakannya kegiatan usaha baru
        disusun oleh Manajemen Perseroan untuk 5 (lima) tahun kedepan. Asumsi dan dasar
        penyusunan proyeksi telah memperhatikan aspek kondisi makro ekonomi, serta target
        pertumbuhan Perseroan.

5.3.2 Target Produksi

        Sesuai dengan proyek yang akan dilaksanakan, proyeksi keuangan dibuat
        berdasarkan business plan Perseroan. Berikut adalah proyeksi target produksi pada
        periode tahun 2026 hingga 2030 :

        Tabel 14 Proyeksi Target Produksi
                                                                 Target Produksi
                            Tahun
                                                                 (Sachet/Tahun)
                            2026*)                                  7.200.000
                             2027                                  25.920.000
                             2028                                  38.880.000
                             2029                                  43.200.000
                             2030                                  47.520.000
        * Proses produksi dimulai pada Agustus 2026
         )



5.3.3 Harga Jual

        Asumsi harga jual produk gummy adalah sebesar Rp. 6.416,-/sachet dan
        diproyeksikan akan mengalami kenaikan sebesar 2,50% pada tahun 2027 hingga
        2030.


                                                                                     Halaman - 35
Page 47
                                                       BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
                                                        PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS

Laporan Studi Kelayakan – PT Akasha Wira International, Tbk

5.3.4 Pendapatan

        Berikut adalah proyeksi pendapatan usaha baru Perseroan pada periode tahun 2026
        hingga 2030 :

        Tabel 15 Proyeksi Pendapatan Kegiatan Usaha Kembang Gula (Rp. 000,-)
                            Tahun                                  Pendapatan
                            2026                                   41.666.259
                            2027                                  168.097.235
                            2028                                  258.492.519
                            2029                                  297.256.424
                            2030                                  335.282.349

5.3.5 Beban Pokok Penjualan dan Beban Operasional

        Berikut adalah rincian beban pokok penjualan dan beban operasional, yang terdiri
        dari beban umum dan beban penjualan untuk kegiatan usaha kembang gula :

        Tabel 16 Proyeksi Beban Pokok Penjualan dan Beban Operasional Kegiatan Usaha
                 Kembang Gula (Rp. 000)
                    Tahun                Beban Pokok Pendapatan        Beban Operasional
                     2026                       22.594.620                 3.432.895
                     2027                       86.561.626                14.676.410
                     2028                      127.520.968                23.574.879
                     2029                      145.331.729                27.346.445
                     2030                      162.870.504                31.034.132


5.3.6 Penetapan Tingkat Pengembalian

        Tingkat pengembalian yang digunakan adalah Biaya Ekuitas untuk Perseroan. Untuk
        menentukan besarnya biaya modal untuk ekuitas yang dilakukan dengan
        mengaplikasikan model CAPM (Capital Asset Pricing Model). Model ini menyatakan
        bahwa biaya ekuitas adalah bunga bebas risiko ditambah premium untuk menutup
        risiko sistematis dari sekuritas saham, dengan formula sebagai berikut :

                                    Ke = Rf + (Rm – Rf) β – RBDS + α
                                     Ke = Rf + (Rp x β) – RBDS + α

        Dimana :
        Rf       =      Tingkat kembalian untuk investasi bebas risiko
        Rm       =      Tingkat kembalian yang diharapkan oleh pasar ekuitas
        Rp       =      Market risk premium untuk pasar ekuitas secara keseluruhan
        β        =      Ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang diukur secara obyektif dari
                        responsivitas pengembalian perusahaan terhadap pergerakan
                        pengembalian portofolio pasar
        RBDS       =    Rating Based Default Spread
        α          =    Risiko spesifik perusahaan (yaitu yang mungkin mencerminkan jenis
                        properti, perusahaan dan premi risiko lainnya)




                                                                                  Halaman - 36
Page 48
                                                        BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
                                                         PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS

Laporan Studi Kelayakan – PT Akasha Wira International, Tbk

        Rf (Risk free rate), adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang
        dianggap tidak memiliki kemungkinan gagal bayar. Di Indonesia, instrumen bebas
        risiko yang dapat dipilih adalah tingkat bunga Surat Utang Negara (SUN) dari
        Pemeringkat Harga Efek Indonesia (PHEI) tanggal 31 Desember 2025 dengan jangka
        waktu selama 10 tahun, yaitu sebesar 6,17%. Angka tersebut akan digunakan sebagai
        tingkat kembalian bebas risiko (Rf).

        Rp (Market Risk Premium - MRP), adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas
        risiko dengan tingkat kembalian yang diharapkan oleh pasar ekuitas. Dalam
        melakukan perhitungan Premi risiko pasar (Rm-Rf) atau MRP, kami menggunakan
        premi risiko pasar berdasarkan data yang diperoleh dari Aswath Damodaran, Country
        Risk Premium yang dipublikasikan pada Januari 2026, yakni sebesar 6,69%.

        Beta (β), adalah faktor untuk meliput risiko sistematis dari suatu ekuitas. Beta akan
        dikalikan dengan market risk premium untuk mendapatkan equity risk premium.

        Untuk memperoleh faktor Beta yang sesuai dan akan digunakan dalam perhitungan,
        kami menggunakan beta pembanding dari perusahaan publik dalam industri Food
        Processing. Rumus mencari nilai beta suatu perusahaan adalah sebagai berikut :


                                                       βL
                                       βU=
                                               1 + [(1 - t) x (DER)]
        Dimana :
        βU       =      Beta Unlevered
        βL       =      Beta Levered
        t        =      Tingkat Pajak
        DER      =      Rasio perbandingan utang terhadap ekuitas perusahaan

        Unlevered beta industri sejenis yang akan digunakan sebagai dasar perhitungan
        levered beta perusahaan adalah sebagai berikut :

        Tabel 17 Unlevered Beta Industri Sejenis
                Beta Levered                 Market D/E Ratio             Tax Rate
                    0,72                           38,00%                  16,36%

        Dengan Beta Unlevered sebesar 0,55 dan rasio utang terhadap ekuitas pasar (DER)
        perusahaan pembanding sebesar 38,00%, maka :

                                                      βL
                                 0,55 =
                                           1 + [(1 – 22%) x 38,00%]
                                 βL     = 0,55 X {1+[78% X 38,00%]}
                                        = 0,71

        RBDS (Rating Based Default Spread), merupakan penyesuaian Country Default Spread
        Indonesia. Berdasarkan hasil riset Aswath Damodaran (New York University Business
        School), RBDS yang dipublikasikan pada Januari 2026 adalah sebesar 1,62%.



                                                                                 Halaman - 37
Page 49
                                                       BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
                                                        PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS

Laporan Studi Kelayakan – PT Akasha Wira International, Tbk

        Alpha (α) merupakan risiko spesifik perusahaan yang mungkin mencerminkan jenis
        properti, perusahaan dan premi risiko lainnya. Dalam perhitungan ini, α diasumsikan
        sebesar 0%.

        Berdasarkan uraian di atas, maka biaya modal ekuitas Perseroan adalah :

        Tabel 18 Perhitungan Biaya Modal Ekuitas
                        Keterangan                            Biaya Modal untuk Ekuitas
         Tingkat Bunga Bebas Risiko                                                   6,17%
         Beta                                                                           0,71
         Market Premium                                                               6,69%
         RBDS                                                                         1,62%
         Alpha                                                                           0%
                 Biaya Modal untuk Ekuitas                                            9,29%

5.3.7 Penentuan Biaya Modal Tertimbang

        Dalam menghitung discount factor untuk Arus Kas Bersih (AKB) untuk perusahaan,
        kami menggunakan tingkat diskonto berdasarkan Biaya Modal Rata-rata Tertimbang
        (Weighted Average Cost of Capital/WACC) dengan formula sebagai berikut :

                               WACC = {Wd x (I x [1 - T])} + (We x ke)

        Dimana :
        WACC =          Biaya modal rata-rata tertimbang
        We       =      Bobot ekuitas dalam struktur kapital
        Wd       =      Bobot hutang dalam struktur kapital
        ke       =      Biaya modal ekuitas
        I        =      Tingkat bunga hutang dalam struktur kapital
        T        =      Tarif pajak perusahaan

        Berdasarkan Tabel 17, market DER industri sejenis adalah sebesar 38,00%, sehingga
        diperoleh pembobotan interest bearing debt sebesar 27,54% dan equity sebesar
        72,46%. Dengan biaya modal untuk utang diasumsikan sebesar bunga pasar atas
        utang yang berlaku, yaitu sebesar 8,44% atau sebesar 6,58% setelah pajak, maka
        diperoleh WACC sebagai berikut :

        Tabel 19 Perhitungan WACC
               Struktur Modal          Bobot              Biaya Modal              WACC
         Interest Bearing Debt            27,54%                  6,58%                   1,81%
         Equity                           72,46%                  9,29%                   6,73%
                                     WACC                                                 8,55%




                                                                                      Halaman - 38
Page 50
                                                         BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
                                                          PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS

Laporan Studi Kelayakan – PT Akasha Wira International, Tbk

5.4   Proyeksi Laporan Keuangan

      Berikut adalah proyeksi laba (rugi) Perseroan pada periode 2026 hingga 2030 :

      Tabel 20 Proyeksi Laporan Laba Rugi Kegiatan Usaha Kembang Gula




      Berdasarkan tabel diatas, rencana pengembangan usaha Perseroan, diproyeksikan
      akan memberikan laba bersih sebesar Rp. 12,19 Miliar pada tahun 2026, sebesar
      Rp. 52,15 Miliar pada tahun 2027, sebesar Rp. 83,76 Miliar pada tahun 2028, sebesar
      Rp. 97,17 Miliar pada tahun 2029 serta sebesar Rp. 110,27 Miliar pada tahun 2030.

      Berikut adalah rasio keuangan dari rencana pengembangan usaha Perseroan :

      Tabel 21 Analisis Profitabilitas dan Analisis Timbal Balik Investasi Kegiatan Usaha Kembang Gula
              Keterangan               2026       2027        2028         2029       2030    Rata-rata
       Gross Profit Margin         45,77%      48,51%     50,67%      51,11%      51,42%       49,50%
       Operating Profit Margin     37,53%      39,77%     41,55%      41,91%      42,17%       40,59%
       Net Profit Margin           29,28%      31,02%     32,41%      32,69%      32,89%       31,66%
       Return on Investment        19,72%      45,08%     41,42%      32,34%      26,78%       33,07%
       Return on Equity            20,88%      47,17%     43,11%      33,33%      27,45%       34,39%

      Laba (rugi) usaha kembang gula Perseroan periode 2026 hingga 2030 memiliki
      rata-rata GPM sebesar 49,50%, OPM sebesar 40,59%, NPM sebesar 31,66%,
      ROI sebesar 33,07% dan ROE sebesar 34,39%.




                                                                                         Halaman - 39
Page 51
                                                          BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
                                                            PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS

Laporan Studi Kelayakan – PT Akasha Wira International, Tbk

5.5   Analisis Rasio Proyeksi Keuangan Setelah Penambahan Kegiatan Usaha

      Berikut adalah rasio keuangan Perseroan setelah dilaksanakannya pengembangan
      kegiatan usaha :

      Tabel 22 Analisis Rasio Perseroan Setelah Dilaksanakannya Pengembangan Usaha
             Keterangan             2026        2027         2028          2029          2030     Rata-rata
       Gross Profit Margin          51,92%      51,85%       51,92%        51,95%       51,97%     51,92%
       Operating Profit Margin      31,18%      31,69%       32,10%        32,23%       32,34%     31,91%
       Net Profit Margin            24,91%      24,95%       25,24%        25,32%       25,39%     25,17%
       Return on Investment         18,23%      17,65%       17,18%        15,80%       14,82%     16,74%
       Return on Equity             21,32%      20,21%       19,26%        17,57%       16,25%     18,92%

      Dilihat dari laba (rugi) usaha setelah dilaksanakannya kegiatan pengembangan usaha,
      rata-rata GPM, OPM, NPM, ROI dan ROE periode 2026 hingga 2030 secara berurutan
      adalah sebesar 51,92%, 31,91%, 25,17%, 16,74% dan 18,92%.

5.6   Analisis Kelayakan

      Analisis ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan suatu proyek, yang akan diuji dengan
      menggunakan beberapa parameter seperti :

5.6.1 Net Present Value (NPV)

        NPV (Net Present Value) adalah nilai bersih sekarang merupakan perbandingan
        antara Present Value (PV) kas bersih dan PV selama umur investasi. Selisih antara
        kedua PV tersebutlah yang dikenal dengan Net Present Value. Suatu proyek dikatakan
        layak atau menguntungkan jika NPV-nya lebih besar dari nol.

                                                                          Kas Bersih N     - Investasi
                     Kas Bersih 1            Kas Bersih 2
          NPV=                        +                       + …. +
                      (1 + r )                (1 + r )2                     (1 + r )n

        NPV positif, maka investasi layak, dan jika NPV negatif, investasi tidak layak.

        NPV proyek menunjukkan angka yang positif yaitu sebesar Rp. 216.416.148.000,-.

5.6.2 Internal Rate of Return (IRR)

        IRR (Internal Rate of Return) adalah merupakan alat untuk mengukur tingkat
        pengembalian hasil, dimana pada proyek yang layak untuk dilaskanakan, tingkat IRR
        yang dihasilkan harus lebih besar dari tingkat diskonto (discounted rate) atau tingkat
        pengembalian yang diharapkan oleh investor.


                             IRR= i1 +        NPV2          + (i2 – i1)
                                           NPV1 – NPV2




                                                                                           Halaman - 40
Page 52
                                                       BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
                                                        PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS

Laporan Studi Kelayakan – PT Akasha Wira International, Tbk

        Dimana :
        i1    = tingkat bunga 1 (tingkat discount rate yang menghasilkan NPV1)
        i2    = tingkat bunga 2 (tingkat discount rate yang menghasilkan NPV2)
        NPV1 = Net present value 1
        NPV2 = Net present value 2

        IRR diatas tingkat diskonto maka investasi layak, dan IRR dibawah tingkat diskonto
        maka investasi tidak layak.

        IRR yang dihasilkan proyek adalah 159,92% atau lebih besar dari tingkat
        pengembalian yang diasumsikan sebesar 8,55% per tahun.

5.6.3 Profitability Index (PI)

        PI (Profitability Index) merupakan rasio aktivitas dari jumlah nilai sekarang penerimaan
        bersih dengan nilai sekarang pengeluaran investasi selama umur investasi. Jika nilai
        PI lebih besar dari 1, maka proyek tersebut layak untuk dijalankan.

                                    ∑PV Kas Bersih
                             PI=                        X 100%
                                    ∑ PV Investasi

        Apabila PI lebih kecil (>) dari 1, maka investasi layak
        Apabila PI lebih kecil (<) dari 1, maka investasi tidak layak

        PI proyek adalah sebesar 4,35729 yang berarti lebih besar dari 1.

5.6.4 Payback Period (PP)

        PP (Payback Period) adalah periode atau jumlah tahun yang diperlukan untuk
        mengembalikan nilai investasi yang telah dikeluarkan.

                                           Investasi
                             PP =
                                                              X 1 tahun
                                       Kas Bersih / Tahun

        PP adalah 1 Tahun 9 Bulan. Dengan demikian, Perseroan mampu mengembalikan
        seluruh investasi sesudah proyek berjalan 1 Tahun 9 Bulan.

5.6.5 Break Event Point (BEP)

        Break Even Point (BEP) adalah titik dimana pendapatan sama dengan modal yang
        dikeluarkan, tidak terjadi kerugian atau keuntungan. Total keuntungan dan kerugian
        ada pada posisi 0 titik break even point yang artinya pada titik ini perusahaan tidak
        mengalami kerugian atau mendapat keuntungan.

        BEP = Biaya Tetap : (Harga jual per unit – biaya variabel per unit)

        Selisih dari pengurangan harga jual per unit dan biaya variabel per unit adalah rumus
        dari margin kontribusi (contribution margin).

        Rata-rata BEP yang dihasilkan adalah sebesar Rp. 39.628.612.000,- atau sebesar
        18,00% dari nilai penjualan.
                                                                                    Halaman - 41
Page 53
                                                       BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
                                                        PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS

Laporan Studi Kelayakan – PT Akasha Wira International, Tbk

5.6.6 Analisis Sensitivitas

        Untuk menguji kepekaan suatu proyek terhadap berbagai faktor ekonomi, maka
        berikut ini disajikan analisa sensitivitas terhadap rencana pengembangan usaha yang
        akan dilakukan oleh Perseroan :

        Gambar 10 Analisis Sensitivitas




        Analisis sensitivitas dibuat berdasarkan harga jual dan harga bahan baku.
        Berdasarkan grafik analisis sensitivitas diatas, pengembangan kegiatan usaha yang
        dilakukan oleh Perseroan paling sensitif terhadap kenaikan harga jual.

5.7   Kesimpulan

      Berdasarkan hasil analisis atas kelayakan pasar, kelayakan teknis, kelayakan pola
      bisnis, kelayakan model manajemen dan kelayakan keuangan yang seksama, maka
      rencana untuk pengembangan usaha, yaitu industri kembang gula oleh Perseroan
      adalah layak.




                                                                               Halaman - 42
Page 54

          
Page 55

          
Page 56

          
Page 57

          
Page 58

          
Page 59

          

File

File Open PDF
Source IDX
Size6.36 MB
Published11 May 2026
Pages59
Characters142,329
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 46 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org PT Akasha Wira International p.1 ×117
linked person Hanjaya Limanto p.6 ×3
linked person Nana Puspa Dewi p.6 ×3
linked org Water Partners p.17
linked org PT Yupi Indo Jelly Gum p.19 ×5
linked org PT Media Nusantara Citra p.19
linked org Argo Manunggal p.20
linked org PT Yang Karya Nusantara p.33
linked org Negara Maju p.38 ×2
linked org Asian Development Bank p.39
linked org PT Mayora Indah p.44
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.5 ×4
possible org Pemerintah Republik Indonesia p.22
unresolved org PT Alfindo Putrasetia p.6 ×2
unresolved org Koordinasi Penanaman Modal p.6 ×3
unresolved person Nitra Reza · Notaris p.6 ×7
unresolved org Kementerian Hukum Republik Indonesia p.6 ×2
unresolved org Saptono dan Rekan p.14
unresolved org Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang & Rekan p.15 ×5
unresolved org Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang p.16 ×5
unresolved person Fany Soegiarto Selaku p.16 ×5
unresolved person Rinaldi p.16
unresolved person Nabila Syaputri p.16
unresolved org PT Tirta Marta p.19
unresolved org Mars Inc. p.19
unresolved org PT Filma Utama Soap p.19
unresolved org PT Multifragrance · Direktur p.19
unresolved org PT Symrise p.19
unresolved org PT Procter p.20
unresolved — Gamble · Direktur p.20
unresolved org PT Roundhill Nusantara p.20
unresolved org Direktorat Jenderal Pajak Republik Indonesia. p.22
unresolved org PT Ades Waters Indonesia p.22
unresolved org Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia p.22 ×2
unresolved org Pengawas Obat dan Makanan p.22 ×14
unresolved org PT Van Melle Indonesia p.32 ×3
unresolved org PT Van Melle Indonesia Halaman p.32
unresolved org PT Sentra Usahatama Jaya p.33
unresolved org PT Sin A Sixfifteen p.33
unresolved org Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia p.35 ×15
unresolved org Pusat Statistik p.40
unresolved org Bank Indonesia p.40 ×4
unresolved org Kementerian Keuangan Tingkat p.41
unresolved org Pusat Statistik Pertumbuhan p.43
unresolved org PT Ranjani Jaya Lestari p.44

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.091 2708 ms 12 Sep 2026 22:25
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'MATERIAL',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': '',
 'object_truncated': False,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': None}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result