Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 88
Page 1
PENDAHULUAN
INTRODUCTION LAPORAN MANAJEMEN PROFIL PERUSAHAAN TINJAUAN PENDUKUNG BISNIS ANALISA DAN PEMBAHASAN KINERJA
MANAGEMENT REPORT COMPANY PROFILE BUSINESS SUPPORTING OVERVIEW BANK OLEH MANAJEMEN
ANALYSIS AND DISCUSSION OF BANK
PERFORMANCE BY MANAGEMENT
07 Informasi Permodalan Dan
Eksposur Risiko
Capital Information and Risk
Exposure
678
PT Bank Sulselbar I Laporan Tahunan 2023
Page 2
LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN INFORMASI PERMODALAN DAN EKSPOSUR RISIKO LAPORAN TANGGUNG JAWAB LAPORAN KEUANGAN AUDIT
GOOD CORPORATE GOVERNANCE CAPITAL INFORMATION AND RISK EXPOSURE SOSIAL PERUSAHAAN AUDITED FINANCIAL STATEMENT
CORPORATE SOCIAL
RESPONSIBILITY REPORT
679
PT Bank Sulselbar I Annual Report 2023
Page 3
PENDAHULUAN
INTRODUCTION LAPORAN MANAJEMEN PROFIL PERUSAHAAN TINJAUAN PENDUKUNG BISNIS ANALISA DAN PEMBAHASAN KINERJA
MANAGEMENT REPORT COMPANY PROFILE BUSINESS SUPPORTING OVERVIEW BANK OLEH MANAJEMEN
ANALYSIS AND DISCUSSION OF BANK
PERFORMANCE BY MANAGEMENT
Sistem Manajemen Risiko
Risk Management System
Risk Management System Risk Management System
Risiko adalah bagian dari bisnis Bank, sehingga dalam Risk is part of the Bank's business, so in implementing risk
penerapan manajemen risiko Bank menggunakan management the Bank uses a risk management approach
pendekatan pengelolaan risiko melalui permodalan dan through capital and risk management through operational
pengelolaan risiko melalui aktivitas operasional. Hal ini activities. The Bank does this by implementing an integrated
dilakukan Bank dengan menerapkan pola pengelolaan risk management pattern to identify, assess, monitor, and
risiko secara terintegrasi untuk mengidentifikasi, menilai, manage each type of risk by establishing policies and
mengawasi dan mengelola setiap jenis risiko yang sesuai procedures. The implementation of Risk Management at
dengan kebijakan dan prosedur yang telah ditetapkan. Bank Sulselbar is aimed at optimizing business growth in
Penerapan Manajemen Risiko di Bank Sulselbar ditujukan achieving profits, maintaining Bank capital, supporting the
untuk mengoptimalkan pertumbuhan bisnis dalam mencapai decision-making process, increasing company value, and
laba, menjaga permodalan Bank, mendukung proses protecting the Bank's reputation.
pengambilan keputusan, meningkatkan nilai perusahaan dan
melindungi reputasi Bank.
Pengelolaan risiko melalui permodalan disesuaikan dengan Risk management through capital is adjusted to long-term
rencana strategis dan bisnis jangka panjang, serta kebijakan strategic and business plans, as well as efficient capital
alokasi modal secara efisien sesuai dengan segmen bisnis allocation policies by business segments that have an
yang memiliki profil risk-return yang optimal yang mencakup optimal risk-return profile which includes 10 (ten) types of
10 (sepuluh) jenis risiko, yaitu Risiko Kredit, Risiko Pasar, risk, namely Credit Risk, Market Risk, Operational Risk,
Risiko Operasional, Risiko Likuiditas, Risiko Hukum, Risiko Liquidity Risk, Legal Risk, Compliance Risk, Reputation Risk
Kepatuhan, Risiko Reputasi dan Risiko Stratejik, Risiko and Strategic Risk, Return Risk, and Investment Risk. Risk
Imbal Hasil, dan Risiko Investasi. Pengelolaan risiko terus management continues to be pursued in line with the Basel
diupayakan agar sejalan dengan Road Map Basel I, Basel I, Basel II, and Basel III Road Map as well as the provisions
II dan Basel III serta ketentuan Otoritas Jasa Keuangan. of the Financial Services Authority. To date, Bank Sulselbar
Sampai saat ini, Bank Sulselbar senantiasa mengikuti dan continues to follow and adapt the latest developments and
menyesuaikan perkembangan maupun peraturan yang regulations issued by the banking authorities, including
terbaru yang dikeluarkan oleh otoritas perbankan antara lain Financial Services Authority Regulation No. 18/POJK.03/2016
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 18/POJK.03/2016 concerning the Implementation of Risk Management for
tentang Penerapan Manajemen Risiko Bagi Bank Umum Commercial Banks and Financial Services Authority Circular
dan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan No. 34/ No. 34/SEOJK.03/2016 concerning the Implementation of
SEOJK.03/2016 tentang Penerapan Manajemen Risiko Bagi Risk Management for Commercial Banks.
Bank Umum.
680
PT Bank Sulselbar I Laporan Tahunan 2023
Page 4
LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN INFORMASI PERMODALAN DAN EKSPOSUR RISIKO LAPORAN TANGGUNG JAWAB LAPORAN KEUANGAN AUDIT
GOOD CORPORATE GOVERNANCE CAPITAL INFORMATION AND RISK EXPOSURE SOSIAL PERUSAHAAN AUDITED FINANCIAL STATEMENT
CORPORATE SOCIAL
RESPONSIBILITY REPORT
Risk Management Framework Risk Management Framework
Penjabaran berbagai pilar tersebut, selanjutnya ditetapkan The explanation of these various pillars is then determined
dalam suatu Kerangka Manajemen Risiko Bank Sulselbar in a Risk Management Framework for Bank Sulselbar
yang terdiri atas: Organisasi & SDM, Kebijakan, Proses & which consists of: Organization & HR, Policy, Process &
Metodologi, dan Infrastruktur. Kerangka ini menjadi dasar Methodology, and Infrastructure. This framework is the basis
penilaian kualitas penerapan Manajemen Risiko di seluruh for assessing the quality of Risk Management implementation
aktivitas maupun produk bank. in all bank activities and products.
Insfrastructure
Methodology
Process &
Policy
FRAMEWORK
Organization
& HR
1. Kebijakan 1. Policy
Penyusunan kebijakan manajemen risiko yang selaras Preparation of risk management policies that are in
dengan visi dan misi, risk appetite, kemampuan line with the vision and mission, risk appetite, capital
permodalan, SDM dan kapasitas pendanaan. capabilities, human resources, and funding capacity.
2. Organisasi & SDM 2. Organization & HR
Design struktur organisasi dengan berfokus kepada Design the organizational structure by focusing on the
efektivitas pelaksanaan prinsip four eyes principles dan effectiveness of implementing the four eyes principles and
reporting, penetapan wewenang dan tanggung jawab reporting, establishing clear authority and responsibility
yang jelas setiap di unit kerja dalam setiap aktivitas. for each work unit in each activity.
3. Process 3. Process
a. Proses identifikasi risiko dilakukan terhadap seluruh a. The risk identification process is carried out for all
kegiatan termasuk identifikasi produk aktivitas baru. activities including the identification of new activity
b. Proses pengukuran dimaksudkan agar bank products.
mampu mengkalkulasi eksposur risiko yang melekat b. The measurement process is intended to enable
dan memperkirakan dampak permodalan yang banks to calculate inherent risk exposure and estimate
seharusnya dipelihara. Metodologi pengukuran the impact of capital that should be maintained. The
permodalan berpedoman kepada ketentuan Bank capital measurement methodology is guided by Bank
Indonesia. Indonesia regulations.
681
PT Bank Sulselbar I Annual Report 2023
Page 5
PENDAHULUAN
INTRODUCTION LAPORAN MANAJEMEN PROFIL PERUSAHAAN TINJAUAN PENDUKUNG BISNIS ANALISA DAN PEMBAHASAN KINERJA
MANAGEMENT REPORT COMPANY PROFILE BUSINESS SUPPORTING OVERVIEW BANK OLEH MANAJEMEN
ANALYSIS AND DISCUSSION OF BANK
PERFORMANCE BY MANAGEMENT
c. Proses pemantauan risiko difokuskan kepada upaya c. The risk monitoring process is focused on evaluating
evaluasi terhadap eksposur risiko yang bersifat risk exposures that are material and/or have an impact
material dan/atau berdampak kepada permodalan. on capital.
d. Proses pengendalian risiko dilakukan dengan cara d. The risk control process is carried out by, among other
antara lain penambahan modal, lindung nilai dan things, increasing capital, hedging, and other risk
teknis mitigasi risiko lainnya. mitigation techniques.
4. Infrastruktur 4. Infrastructure
Penggunaan Teknologi Informasi yang mendukung Use of Information Technology that supports risk
proses dan metodologi manajemen risiko. management processes and methodologies.
Sistem Manajemen Risiko yang Risk Management System
Diterapkan Bank Sulselbar Implemented by Bank Sulselbar
Manajemen risiko memiliki peran yang penting bagi Bank Risk management has an important role for Bank Sulselbar
Sulselbar dalam pengelolaan risiko guna mendukung in managing risk to support the Bank's business activities
kegiatan bisnis Bank secara berkelanjutan. Dengan sustainably. By managing risk well, the Bank strives to
pengelolaan risiko yang baik, Bank berupayameminimalisasi minimize potential losses that will occur. Through appropriate
potensi kerugian yang akan terjadi. Melalui pengelolaan risiko and effective risk management, the Bank obtains the latest
yang tepat dan efektif, Bank mendapatkan informasi terkini information regarding the potential risks it will face so that
mengenai potensi risiko-risiko yang akan dihadapi sehingga it can quickly take risk mitigation steps, which in the end is
dapat dengan cepat untuk mengambil langkah mitigasi risiko, expected to provide added value for shareholders.
yang pada akhirnya diharapkan akan dapat memberikan nilai
tambah (value added) bagi shareholder.
Penerapan manajemen risiko di Bank Sulselbar dilakukan The implementation of risk management at Bank Sulselbar
dengan pendekatan pengelolaan risiko yaitu melalui is carried out using a risk management approach, namely
monitoring kecukupan permodalan dan pengelolaan through monitoring capital adequacy and risk management
risiko melalui aktivitas operasional, sehingga diharapkan through operational activities, so it is hoped that there will
terdapat pengelolaan risiko yang melekat (built in control) be inherent risk management (built-in control) in business
dalam pengelolaan bisnis. Ditingkat operasional, Satuan management. At the operational level, the Risk Management
Kerja Manajemen Risiko bersama Unit Bisnis dan Unit Work Unit together with the Business Unit and Compliance
Kerja Kepatuhan melakukan fungsi identifikasi risiko, Work Unit carries out the functions of risk identification, risk
pengukuran risiko, mitigasi risiko dan pengendalian risiko. measurement, risk mitigation, and risk control. The Bank
Kerangka Manajemen Risiko Bank Sulselbar dikembangkan Sulselbar Risk Management Framework was developed
berdasarkan faktor-faktor Internal dan eksternal yang based on internal and external factors which include but
mencakup namun tidak terbatas pada Ketentuan Regulator, are not limited to Regulatory Provisions, methodology
perkembangan metodologi & best practices, bisnis Bank, developments & best practices, Bank business, risk data,
data risiko, dan data kerugian. and loss data.
Sistem manajemen risiko yang efektif merupakan salah An effective risk management system is an important
satu komponen yang penting dalam manajemen Bank dan component in Bank management and the foundation for
landasan untuk menjalankan organisasi Bank dengan sehat, running a Bank organization healthily, safely, and well. The risk
aman dan baik. Sistem manajemen risiko akan mengarahkan management system will direct activities toward the Bank's
aktivitas pada misi dan tujuan Bank yang sudah ditetapkan, stated mission and objectives, namely to achieve long-term
yaitu untuk mencapai target laba jangka panjang yang terus profit targets that continue to increase and be sustainable,
meningkat dan berkesinambungan, serta meningkatkan as well as increase optimal capital allocation that supports
alokasi permodalan secara optimal yang mendukung Sound operational activities. The system in question will
aktivitas operasional yang sehat. Sistem dimaksud akan
682
PT Bank Sulselbar I Laporan Tahunan 2023
Page 6
LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN INFORMASI PERMODALAN DAN EKSPOSUR RISIKO LAPORAN TANGGUNG JAWAB LAPORAN KEUANGAN AUDIT
GOOD CORPORATE GOVERNANCE CAPITAL INFORMATION AND RISK EXPOSURE SOSIAL PERUSAHAAN AUDITED FINANCIAL STATEMENT
CORPORATE SOCIAL
RESPONSIBILITY REPORT
membantu manajemen dalam melakukan pemantauan assist management in monitoring applicable regulations and
terhadap ketentuan dan hukum yang berlaku, kebijakan, laws, policies, plans, regulations, and internal procedures.
rencana, ketentuan serta prosedur Internal.
Telah diimplementasikan Sistem Informasi Manajemen Risiko A Risk Management Information System (SIMR) has been
(SIMR) yang terdiri dari Profil Risiko masing-masing unit implemented which consists of a Risk Profile for each
kerja dan ORSA (Operational Risk Self Assessment). ORSA work unit and ORSA (Operational Risk Self Assessment).
terdiri dari 3 komponen yaitu LED (Loss Event Database) ORSA consists of 3 components, namely LED (Loss Event
merupakan data historis kerugian yang pernah dialami oleh Database) which is historical data on losses experienced by
unit kerja, KRI (Key Risk Indicator) yang menggambarkan work units, KRI (Key Risk Indicator) which describes current
indikator risiko pada saat ini, dan RCSA (Risk Control Self risk indicators, and RCSA (Risk Control Self Assessment) to
Assessment) untuk mengidentifikasi dan mengukur risiko identifies and measures risk. operations that are qualitative
operasional yang bersifat kualitatif dan prediktif. Implementasi and predictive. It is hoped that the implementation of SIMR
SIMR ini diharapkan akan meningkatkan risk awareness dan will increase risk awareness and build a risk culture in each
membangun risk culture pada setiap unit kerja work unit
Dalam mewujudkan penerapan manajemen risiko yang In realizing the implementation of effective risk management,
efektif, Bank menerapkan pendekatan Three Lines of Defense the Bank applies the Three Lines of Defense approach as a
sebagai mekanisme pertahanan secara berlapis untuk layered defense mechanism to manage and implement a risk
mengelola dan menerapkan kerangka kerja manajemen management framework, namely:
risiko, yakni:
Organisasi Manajemen Risiko
Dewan Komisaris
Board of Commissioners
Komite Audit
Audit Committee
Komite Pemantau Risiko
Risk Oversight Committee
Direksi
Board of Direstors
Komite Manajemen Risiko
Aset & Liability Committee
Risk Management Committe
Komite Pemutus Kredit
Loan Approval Committee
Internal Control Anti Fraud
Implementations & Compliance Monitoring Internal Audit
Committee
Divisi Manajemen Risiko Divisi Audit Internal & Anti Fraud
Risk Management Division Internal Audit & Anti Fraud Division
Risk Talking Unit Supporting Unit
Grup Kepatuhan
Compliance Group
Anti fraud
1List Line of Defense 2nd Line of Defense 3nd Line of Defense
683
PT Bank Sulselbar I Annual Report 2023
Page 7
PENDAHULUAN
INTRODUCTION LAPORAN MANAJEMEN PROFIL PERUSAHAAN TINJAUAN PENDUKUNG BISNIS ANALISA DAN PEMBAHASAN KINERJA
MANAGEMENT REPORT COMPANY PROFILE BUSINESS SUPPORTING OVERVIEW BANK OLEH MANAJEMEN
ANALYSIS AND DISCUSSION OF BANK
PERFORMANCE BY MANAGEMENT
1st line of defense 1st line of defense
Seluruh unit kerja (Risk Taking Unit dan Supporting Unit) All work units (Risk Taking Unit and Supporting Unit) as risk
selaku risk owner bertanggung jawab terhadap pengelolaan owners are responsible for risk management in each unit
risiko di masing-masing unitnya melalui penerapan internal through implementing internal control, compliance functions,
control, pelaksanaan fungsi kepatuhan dan strategi Anti and Anti-Fraud strategies. Risk management by the risk
Fraud. Pengelolaan risiko oleh risk owner merupakan pilar owner is the first pillar in the risk management organization of
pertama dalam organisasi manajemen risiko PT Bank PT Bank Sulselbar.
Sulselbar.
Dalam konteks risiko kredit, risiko pasar dan risiko likuiditas, In the context of Credit Risk, market risk, and liquidity risk,
pengambilan keputusan yang merupakan kewenangan decision making which is within the authority of the Board
Direksi dilakukan melalui Komite yang keanggotaannya of Directors is carried out through a Committee whose
terdiri dari Direksi dan pejabat eksekutif terkait. membership consists of the Board of Directors and related
executive officers.
2nd line of defense 2nd line of defense
Monitoring eksposur risiko dilaksanakan oleh unit independen Monitoring Risk exposure is carried out by independent
dari risk taking unit yaitu Divisi Manajemen Risiko, Unit units from the risk-taking unit, namely the Risk Management
Khusus Anti Fraud & Divisi Kepatuhan merupakan lini kedua Division, Special Anti-Fraud Unit & Compliance Division
dalam organisasi manajemen risiko Bank Sulselbar. which is the second line in the risk management organization
of Bank Sulselbar.
3rd line of defense 3rd line of defense
Audit Internal oleh Divisi Audit Intern merupakan lini terakhir Internal Audit by the Internal Audit Division is the last line
yang ditujukan untuk pengujian efektivitas penerapan aimed at testing the effectiveness of risk management
manajemen risiko. implementation.
Kaji Ulang Reviewing
Hasil monitoring (2nd line of defense) dan pengujian (3rd The results of monitoring (2nd line of defense) and testing
line of defense) selanjutnya menjadi dasar perumusan untuk (3rd line of defense) then become the basis for formulating
pengembangan dan penyempurnaan kebijakan, strategi dan the development and refinement of risk management policies,
metodologi manajemen risiko. strategies, and methodologies.
Prosedur Pelaksanaan Sistem Risk Management System
Manajemen Risiko Implementation Procedures
Penerapan manajemen risiko dilakukan melalui implementasi The implementation of risk management is carried out through
manajemen risiko pada setiap aktivitas operasional Bank the implementation of risk management in every operational
sehingga manajemen risiko mampu menjadi bagian yang activity of the Bank so that risk management can become an
tidak terpisahkan dalam setiap aktivitas operasional Bank inseparable part of every operational activity of the Bank and
dan melalui pengelolaan permodalan agar mampu menyerap through capital management so that it can absorb the risks
risiko yang dihadapi Bank Sulselbar serta sesuai dengan faced by Bank Sulselbar and by regulatory requirements.
persyaratan regulator.
Kerangka kerja dan tata kelola manajemen risiko di Bank The risk management framework and governance at Bank
Sulselbar terdiri dari Dewan Komisaris yang menjalankan Sulselbar consist of the Board of Commissioners which carries
fungsi pengawasan risiko (risk oversight) melalui Komite out the risk oversight function through the Audit Committee,
684
PT Bank Sulselbar I Laporan Tahunan 2023
Page 8
LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN INFORMASI PERMODALAN DAN EKSPOSUR RISIKO LAPORAN TANGGUNG JAWAB LAPORAN KEUANGAN AUDIT
GOOD CORPORATE GOVERNANCE CAPITAL INFORMATION AND RISK EXPOSURE SOSIAL PERUSAHAAN AUDITED FINANCIAL STATEMENT
CORPORATE SOCIAL
RESPONSIBILITY REPORT
Audit, Komite Pemantau Risiko, Komite Remunerasi & Risk Oversight Committee, Remuneration & Nomination
Nominasi, serta Dewan Direksi yang menjalankan fungsi Committee, and the Board of Directors which carries out the
kebijakan risiko (risk policy) melalui Executive Committee risk policy function through the Executive Committees related
terkait manajemen risiko yaitu Komite Manajemen Risiko, to risk management are the Risk Management Committee,
ALCO, Komite Anti Fraud, Komite Teknologi Informasi, Komite ALCO, Anti Fraud Committee, Information Technology
Sumber Daya Manusia, Komite Kebijakan Perkreditan dan Committee, Human Resources Committee, Loan Policy
Komite Pembiayaan & Investasi Syariah. Committee, and Sharia Financing & Investment Committee.
Berdasarkan POJK Nomor 18/POJK.03/2016 tentang Based on POJK Number 18/POJK.03/2016 concerning the
Penerapan Manajemen Risiko Bagi Bank Umum dan Buku Implementation of Risk Management for Commercial Banks
Pedoman Penerapan Manajemen Risiko Bank Sulselbar and the Guidelines for Implementing Risk Management
sesuai dengan Keputusan Direksi Nomor 146/KEPDIR/2018 for Bank Sulselbar by Directors' Decree Number 146/
tanggal 20 Desember 2018 Tentang Pedoman Penerapan KEPDIR/2018 dated 20 December 2018 concerning
Manajemen Risiko Bank Sulselbar, penerapan manajemen Guidelines for Implementing Risk Management for Bank
risiko mencakup 4 (empat) pilar, yaitu: Sulselbar, the implementation of risk management includes
4 (four) pillars, namely:
1. Pengawasan aktif Dewan Komisaris dan Direksi. 1. Active supervision by the Board of Commissioners and
2. Kecukupan Kebijakan, Prosedur dan Penetapan Limit. Directors.
3. Kecukupan proses Identifikasi, Pengukuran, Pemantauan 2. Adequacy of Policies, Procedures and
dan Pengendalian Risiko. DeterminationsLimits.
4. Sistem Pengendalian Intern. 3. Adequacy of Risk Identification, Measurement,
Monitoring, and Control processes.
4. Internal Control System.
Adapun esensi penerapan manajemen risiko Bank Sulselbar The essence of implementing Bank Sulselbar's risk
adalah kecukupan prosedur dan metodologi pengelolaan management is the adequacy of risk management
risiko sehingga kegiatan usaha Bank tetap dapat terkendali procedures and methodology so that the Bank's business
(manageable) pada batas/limit yang dapat diterima serta activities remain manageable within acceptable limits and are
menguntungkan Bank. profitable for the Bank.
Kecukupan proses
identifikasi, pengukuran, Sistem pengendalian
Pengawasan Aktif Kecukupan Kebijakan,
pemantauan dan pengen-
Dewan Komisaris Prosedur dan dalian risiko serta sistem internal yang
dan Direksi Penetapan Limit informasi manajemen risiko menyeluruh
Process adequacy
Active Surveillance Adequacy of Policies, identification, measurement, Control system
board of Commissioners Procedures and risk monitoring and control internal
and Directors Setting Limits as well as risk management ones comprehensive
information systems
685
PT Bank Sulselbar I Annual Report 2023
Page 9
PENDAHULUAN
INTRODUCTION LAPORAN MANAJEMEN PROFIL PERUSAHAAN TINJAUAN PENDUKUNG BISNIS ANALISA DAN PEMBAHASAN KINERJA
MANAGEMENT REPORT COMPANY PROFILE BUSINESS SUPPORTING OVERVIEW BANK OLEH MANAJEMEN
ANALYSIS AND DISCUSSION OF BANK
PERFORMANCE BY MANAGEMENT
Pengawasan Aktif Direksi dan Dewan Active Supervision of the Board of
Komisaris Directors and Board of Commissioners
Dewan Komisaris dan Direksi bertanggungjawab atas The Board of Commissioners and Directors are responsible
efektivitas penerapan Manajemen Risiko di Bank. Untuk for the effectiveness of implementing Risk Management
itu Dewan Komisaris dan Direksi harus memahami Risiko- in the Bank. For this reason, the Board of Commissioners
Risiko yang dihadapi Bank dan memberikan arahan yang and Directors must understand the risks faced by the Bank
jelas, melakukan pengawasan dan mitigasi secara aktif, and provide clear direction, carry out active supervision and
serta mengembangkan budayaManajemen Risiko di Bank. mitigation, and develop a culture of Risk Management in the
Bank.
Selain itu Dewan Komisaris dan Direksi juga harus Apart from that, the Board of Commissioners and Directors
memastikan struktur organisasi yang memadai, menetapkan must also ensure an adequate organizational structure,
tugas dan tanggung jawab yang jelas pada masing-masing determine clear duties and responsibilities for each unit, and
unit, serta memastikan kecukupan kuantitas dan kualitas ensure adequate quantity and quality of human resources to
SDM untuk mendukung penerapan Manajemen Risiko support the effective implementation of Risk Management.
secara efektif,
Kecukupan Kebijakan, Prosedur, dan Adequacy of Policies, Procedures, and
Penetapan Limit Limit Determination
Kebijakan Manajemen Risiko merupakan arahan tertulis Risk Management Policy is a written direction in implementing
dalam menerapkan Manajemen Risiko dan harus Risk Management and must be in line with the Bank's vision,
sejalan dengan visi, misi, strategi bisnis Bank dan dalam mission, and business strategy and its preparation must be
penyusunannya harus dikoordinasikan dengan fungsi atau coordinated with related functions or work units.
unit kerja terkait.
Kebijakan dan prosedur harus didesain dan diimplementasikan Policies and procedures must be designed and implemented
dengan memperhatikan karakteristik dan kompleksitas by considering the characteristics and complexity of business
kegiatan usaha, tingkat Risiko yang akan diambil dan activities, the level of risk to be taken and risk tolerance, risk
toleransi Risiko, profil Risiko serta peraturan yang ditetapkan profile, and regulations set by the authorities and/or sound
otoritas dan/atau praktek perbankan yang sehat. banking practices.
Kecukupan Proses Identifikasi, Adequacy of Risk Identification,
Pengukuran, Pemantauan dan Measurement, Monitoring, and Control
Pengendalain Risiko serta Sistem Processes and Risk Management
Informasi Manajemen Risiko Information Systems
Identifikasi, pengukuran, pemantauan, dan pengendalian Risk identification, measurement, monitoring, and control
Risiko merupakan bagian utama dari proses penerapan are the main parts of the Risk Management implementation
Manajemen Risiko. Identifikasi Risiko bersifat proaktif, process. Risk identification is proactive, covers all Bank
mencakup seluruh aktivitas bisnis Bank dan dilakukan business activities, and is carried out to analyze the sources
dalam rangka menganalisa sumber dan kemungkinan and possible risks and their impacts. Next, the Bank needs to
timbulnya Risikoserta dampaknya. Selanjutnya, Bank perlu measure risk according to the characteristics and complexity
melakukan pengukuran Risiko sesuai dengan karakteristik of business activities.
dan kompleksitas kegiatan usaha.
Dalam pemantauan terhadap hasil pengukuran Risiko, Bank In monitoring Risk measurement results, the Bank needs to
perlu menetapkan unit yang independen dari pihak yang establish a unit that is independent of the party carrying out
686
PT Bank Sulselbar I Laporan Tahunan 2023
Page 10
LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN INFORMASI PERMODALAN DAN EKSPOSUR RISIKO LAPORAN TANGGUNG JAWAB LAPORAN KEUANGAN AUDIT
GOOD CORPORATE GOVERNANCE CAPITAL INFORMATION AND RISK EXPOSURE SOSIAL PERUSAHAAN AUDITED FINANCIAL STATEMENT
CORPORATE SOCIAL
RESPONSIBILITY REPORT
melakukan transaksi untuk memantau tingkat dan tren serta the transaction to monitor levels and trends and analyze the
menganalisis arah Risiko. Selain itu, efektivitas penerapan direction of Risk. In addition, the effectiveness of implementing
Manajemen Risikoperlu didukung oleh pengendalian Risk Management needs to be supported by Risk control by
Risiko dengan mempertimbangkan hasil pengukuran dan considering the results of Risk measurement and monitoring.
pemantauan Risiko.
Sistem Pengendalian Intern Internal Control System
Proses penerapan Manajemen Risiko yang efektif harus The process of implementing effective Risk Management
dilengkapi dengan sistem pengendalian intern yang handal. must be equipped with a reliable internal control system.
Penerapan sistem pengendalian intern secara efektif dapat Effective implementation of an internal control system can
membantu pengurus Bank menjaga aset Bank, menjamin help Bank management safeguard Bank assets, ensure the
tersedianya pelaporan keuangan dan manajerial yang availability of reliable financial and managerial reporting,
dapat dipercaya, meningkatkan kepatuhan Bank terhadap increase the Bank's compliance with applicable laws and
ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku, regulations, and reduce the risk of losses, irregularities, and
serta mengurangi Risiko terjadinya kerugian, penyimpangan violations of prudential aspects.
dan pelanggaran aspek kehati-hatian.
Terselenggaranya sistem pengendalian intern Bank yang The implementation of a reliable and effective Bank internal
handal dan efektif menjadi tanggung jawab dari seluruh control system is the responsibility of all operational work
satuan kerja operasional dan satuan kerja pendukung serta units and supporting work units as well as the Internal Audit
Grup Audit Intern. Group.
Budaya Manajemen Risiko dan Risk Management Culture and
Sosialisasi Socialization
Bank Sulselbar terus meningkatkan Risk Awareness Bank Sulselbar continues to increase Risk Awareness
(kesadaran akan risiko) dan pemantapan Risk Culture (awareness of risk) and strengthen Risk Culture (culture of
(budaya mengelola risiko) kepada seluruh pegawai Bank managing risk) for all Bank Sulselbar employees at every
Sulselbar pada setiap tingkatan dan pada setiap pelaksanaan level and in every implementation of operational and non-
aktivitas operasional dan non operasional, agar seluruh lini operational activities so that all business lines and policies
bisnis dan kebijakan lebih berbasis risiko. Pengembangan are more risk-based. Developing a risk management culture
budaya manajemen risiko antara lain meliputi komunikasi includes, among other things, adequate communication to all
yang memadai kepada seluruh jenjang organisasi tentang levels of the organization about the importance of effective
pentingnya manajemen risiko yang efektif. risk management.
Bank Sulselbar melakukan sosialisasi manajemen risiko Bank Sulselbar carries out risk management outreach to
untuk menciptakan kesadaran kepada seluruh unit kerja create awareness among all work units and branches. As part
dan cabang. Sebagai bagian dari pelaksanaan kegiatan of the implementation of these socialization activities, this
sosialisasi tersebut telah dilakukan secara menyeluruh dan has been carried out thoroughly and periodically carried out
secara berkala melakukan Monitoring On site terhadap on-site monitoring of the implementation of risk management
penerapan manajemen risiko dan kendala-kendala and the obstacles faced by branches in its implementation.
yang dihadapi cabang dalam penerapannya. Sosialisasi Risk management socialization is carried out using various
manajemen risiko dilakukan dengan memanfaatkan berbagai media, including:
media, antara lain dilakukan melalui: 1. FollowWorkshopsand seminars
1. Mengikuti Workshop dan seminar 2. In-houseTraining
2. Inhouse Training 3. Circular letter
3. Surat edaran 4. Regular meetings
687
PT Bank Sulselbar I Annual Report 2023
Page 11
PENDAHULUAN
INTRODUCTION LAPORAN MANAJEMEN PROFIL PERUSAHAAN TINJAUAN PENDUKUNG BISNIS ANALISA DAN PEMBAHASAN KINERJA
MANAGEMENT REPORT COMPANY PROFILE BUSINESS SUPPORTING OVERVIEW BANK OLEH MANAJEMEN
ANALYSIS AND DISCUSSION OF BANK
PERFORMANCE BY MANAGEMENT
4. Pertemuan rutin 5. Corporatemail
5. Corporate mail 6. Direct visit to the Branch
6. Kunjungan langsung ke Cabang 7. Social site networks
7. Social site network
Untuk meningkatkan edukasi dan kualitas sumber daya To improve education and the quality of human resources in
insani terhadap pemahaman manajemen risiko termasuk understanding risk management, including risk awareness
kesadaran risiko (risk awareness) dan budaya risiko and risk culture, the Board of Directors continues to
(Risk Culture), Direksi secara berkesinambungan terus continuously provide education and training to bank personnel
memberikan pendidikan dan pelatihan kepada jajaran and officials, including taking part in the Risk Management
personil dan pejabat bank, termasuk mengikut sertakan Certification exam (BSMR), with the hope that the risk culture
dalam ujian Sertifikasi Manajemen Risiko (BSMR), dengan can be well embedded in all Bank work units so that internal
harapan budaya risiko dapat tertanam dengan baik diseluruh control can be implemented through supervision.
unit kerja Bank, sehingga pengendalian intern dapat
dilaksanakan melalui pengawasan.
Manajemen Risiko Unit Usaha Syariah Sharia Business Unit Risk
Management
Satuan Kerja Manajemen Risiko (SKMR) bertanggung jawab The Risk Management Work Unit (SKMR) is responsible for
untuk Unit Usaha Syariah (UUS). Kebijakan manajemen the Sharia Business Unit (UUS). The risk management policy
risiko untuk UUS disusun sebagai bagian dari kebijakan for UUS is prepared as part of the Bank's risk management
manajemen risiko Bank. Sementara untuk prosedur policy. Meanwhile, Sharia risk management procedures are
manajemen risiko Syariah disusun dengan disesuaikan pada prepared to suit the needs and level of complexity of UUS
kebutuhan dan tingkat kompleksitas operasional UUS. operations.
Merujuk Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.65/ Referring to Financial Services Authority Regulation No.65/
POJK.03/2016 tanggal 23 Desember 2016 tentang Penerapan POJK.03/2016 dated 23 December 2016 concerning the
Manajemen Risiko Bagi Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Implementation of Risk Management for Sharia Commercial
Syariah. Proses identifikasi dan pengukuran risiko dilakukan Banks and Sharia Business Units. The risk identification and
dengan menggunakan metodologi yang sesuai untuk konsep measurement process is carried out using a methodology
perbankan syariah di antaranya melalui pengukuran tingkat that is appropriate for the Sharia banking concept, including
profil risiko Unit Usaha Syariah (UUS) yang dilakukan secara measuring the risk profile level of the Sharia Business Unit
berkala yang disampaikan kepada Otoritas Jasa keuangan (UUS) which is carried out periodically and is submitted to the
(OJK) dan mencakup 10 jenis risiko yaitu risiko kredit, risiko Financial Services Authority (OJK) and includes 10 types of
pasar, risiko likuiditas, risiko operasional, risiko hukum, risiko risk, namely Credit Risk, market risk, liquidity risk, operational
stratejik, risiko reputasi, risiko kepatuhan, risiko imbal hasil risk, legal risk, strategic risk, reputation risk, compliance risk,
dan risiko investasi. return risk and investment risk.
688
PT Bank Sulselbar I Laporan Tahunan 2023
Page 12
LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN INFORMASI PERMODALAN DAN EKSPOSUR RISIKO LAPORAN TANGGUNG JAWAB LAPORAN KEUANGAN AUDIT
GOOD CORPORATE GOVERNANCE CAPITAL INFORMATION AND RISK EXPOSURE SOSIAL PERUSAHAAN AUDITED FINANCIAL STATEMENT
CORPORATE SOCIAL
RESPONSIBILITY REPORT
Review atas Efektifitas Sistem Reviews on the Effectiveness of the
Manajemen Risiko Perusahaan Company's Risk Management System
Secara berkala Bank Sulselbar melakukan evaluasi atas Bank Sulselbar periodically evaluates the overall effectiveness
efektivitas secara menyeluruh terhadap sistem manajemen of the Bank's risk management system. Evaluation includes
risiko Bank. Evaluasi meliputi penyesuaian strategi dan adjustments to the risk strategy and framework as part
kerangka risiko sebagai bagian dari kebijakan manajemen of the risk management policy, the adequacy of the risk
risiko, kecukupan sistem informasi manajemen risiko serta management information system, and the adequacy of the
kecukupan proses identifikasi, pengukuran, pemantauan dan risk identification, measurement, monitoring, and control
pengendalian risiko. Divisi Manajemen Risiko senantiasa processes. The Risk Management Division always submits
menyampaikan usulan kepada manajemen agar dilakukan proposals to management to make improvements/revisions to
perbaikan/revisi terhadap ketentuan/kebijakan yang kurang provisions/policies that are less relevant. Next, management
relevan. Selanjutnya manajemen akan mengadakan will discuss the proposed proposal at a Risk Management
pembahasan terhadap usulan dimaksud dalam rapat Komite Committee meeting to decide, which will then be proposed
Manajemen Risiko untuk diambil keputusan yang kemudian to the President Director for approval. Apart from that, the
keputusan tersebut akan diusulkan kepada Direktur Utama Risk Management Division also analyzes the provisions and/
untuk meminta persetujuan. Selain itu Divisi Manajemen or policies that will be issued by the Bank. By carrying out
Risiko juga melakukan analisis terhadap ketentuan dan/ this risk analysis, the aim is to mitigate potential risks that
atau kebijakan yang akan diterbitkan oleh Bank. Dengan may occur in the implementation of Bank Sulselbar's daily
melakukan analisis risiko tersebut bertujuan untuk mitigasi operational activities.
potensi risiko yang mungkin terjadi dalam pelaksanaan
kegiatan operasional Bank Sulselbar sehari-hari.
Bank Sulselbar senantiasa berupaya melakukan Bank Sulselbar always strives to develop risk management
pengembangan manajemen risiko secara berkesinambungan on an ongoing basis through developments in the complexity
sesuai dengan perkembangan kompleksitas dan bisnis Bank and business of the Bank based on organizational structure,
dengan berlandaskan kepada struktur organisasi, strategi, strategy, and management information systems.
dan sistem informasi manajemen.
Dalam penerapan manajemen risiko, Bank Sulselbar In implementing risk management, Bank Sulselbar is guided
berpedoman kepada pilar penerapan yang meliputi: by implementation pillars which include:
1. Active supervision by the Board of Commissioners and
1. Pengawasan aktif Dewan Komisaris dan Direksi. Directors.
2. Kecukupan Kebijakan, Prosedur dan Penetapan Limit. 2. Adequacy of Policies, Procedures and
3. Kecukupan proses Identifikasi, Pengukuran Pemantauan DeterminationsLimits.
dan Pengendalian Risiko. 3. Adequacy of the Identification, Monitoring, and Control
4. Sistem Pengendalian Intern. Measurement processes.
4. Internal Control System.
Esensi penerapan manajemen risiko Bank Sulselbar adalah The essence of implementing Bank Sulselbar's risk
kecukupan prosedur dan metodologi pengelolaan risiko management is the adequacy of risk management
sehingga kegiatan usaha Bank tetap dapat terkendali procedures and methodologies so that the Bank's business
(manageable) pada batas/limit yang dapat diterima serta activities remain manageable within acceptable limits and are
menguntungkan Bank. profitable for the Bank.
689
PT Bank Sulselbar I Annual Report 2023
Page 13
PENDAHULUAN
INTRODUCTION LAPORAN MANAJEMEN PROFIL PERUSAHAAN TINJAUAN PENDUKUNG BISNIS ANALISA DAN PEMBAHASAN KINERJA
MANAGEMENT REPORT COMPANY PROFILE BUSINESS SUPPORTING OVERVIEW BANK OLEH MANAJEMEN
ANALYSIS AND DISCUSSION OF BANK
PERFORMANCE BY MANAGEMENT
Profil Risiko dan Tingkat Kesehatan Bank
Risk Profile and Bank Soundness Level
Bank Sulselbar mengikuti Peraturan OJK No. 4/POJK.03/2016 Bank Sulselbar follows OJK Regulation No. 4/POJK.03/2016
tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Kesehatan Bank Umum concerning Assessment of the Sound rating of Commercial
dan Surat Edaran OJK No. 14/SEOJK.03/2017 tentang Banks and OJK Circular Letter No. 14/SEOJK.03/2017
Penilaian Tingkat Bank Umum sebagai pedoman yang antara concerning Commercial Bank Level Assessment as a
lain mengatur bahwa bank diwajibkan untuk melakukan guideline which, among other things, regulates that banks are
penilaian sendiri (Self Assessment) Tingkat Kesehatan required to carry out a self-assessment (Self Assessment) of
Bank (TKB) dengan menggunakan pendekatan risiko (Risk the Bank's Soundness Level (TKB) using a risk approach
Based Bank Rating), baik secara individual maupun secara (Risk Based Bank Rating), both individually and on a
konsolidasi. consolidated basis.
Untuk itu, Bank Sulselbar mengeluarkan Surat Keputusan For this reason, Bank Sulselbar issued Directors' Decree No.
Direksi No. 96/DIR-BPD/XII/2011 tanggal 30 Desember 2011 96/DIR-BPD/XII/2011 dated 30 December 2011 concerning
tentang Sistem Aplikasi Tingkat Kesehatan Bank Sulselbar. the Bank Sulselbar Sound rating Application System. The
Surat Direksi tersebut telah diaplikasikan ke dalam sistem Director's Letter has been applied to the regulatory system
ketentuan tersebut dengan cakupan penilaian meliputi faktor- with the scope of the assessment covering the following
faktor sebagai berikut: factors:
a. Profil Risiko (Risk Profile) a. Risk Profile (RiskProfile)
b. Good Corporate Governance (GCG) b. Good Corporate Governance (GCG)
c. Rentabilitas (Earning) c. Profitability (Earnings)
d. Permodalan (Capital) d. Capital (Capital)
Berikut hasil penilaian Tingkat Kesehatan Bank untuk tahun The following are the results of the Bank Sound rating
2023 assessment for 2023
690
PT Bank Sulselbar I Laporan Tahunan 2023
Page 14
LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN INFORMASI PERMODALAN DAN EKSPOSUR RISIKO LAPORAN TANGGUNG JAWAB LAPORAN KEUANGAN AUDIT
GOOD CORPORATE GOVERNANCE CAPITAL INFORMATION AND RISK EXPOSURE SOSIAL PERUSAHAAN AUDITED FINANCIAL STATEMENT
CORPORATE SOCIAL
RESPONSIBILITY REPORT
No Faktor Penilaian Peringkat
1 Profil Risiko 2-Low to Moderate
2 Tata Kelola 2 –Baik
3 Rentabilitas 2 -Memadai
4 Permodalan 2 -Memadai
PERINGKAT TINGKAT KESEHATAN BANK 2 -Sehat
Secara keseluruhan Tingkat Kesehatan Bank Sulselbar Overall the Sound rating of Bank Sulselbar in 2023 is at
tahun 2023 berada pada Peringkat Komposit 2 yang artinya: Composite Rank 2, which means:
1. Peringkat Profil Risiko adalah Low to Moderate dengan 1. The Risk Profile Rating is Low to Moderate with Low to
risiko inheren Low to Moderate dan kualitas penerapan Moderate inherent risk and the quality of risk management
manajemen risiko Fair. implementation is Fair.
2. Penerapan GCG secara umum adalah Baik. Hal ini 2. The implementation of GCG in general is good. This
tercermin dari pemenuhan yang memadai atas prinsip- is reflected in adequate fulfillment of the principles of
prinsip Good Corporate Governance. Apabila terdapat Good Corporate Governance. If there are weaknesses
kelemahan dalam penerapan prinsip Good Corporate in implementing the principles of Good Corporate
Governance, maka secara umum kelemahan tersebut Governance, then in general these weaknesses are less
kurang signifikan dan dapat segera dilakukan perbaikan significant and can be immediately corrected by Bank
oleh manajemen Bank. management.
3. Penilaian rentabilitas menggambarkan bahwa secara 3. The profitability assessment illustrates that in general, the
umum kinerja bank dalam menghasilkan laba (rentabilitas) bank's performance in generating profits (rentability) is
baik. good.
4. Penilaian permodalan menggambarkan bahwa bank 4. The capital assessment shows that the bank has a capital
memiliki tingkat permodalan di atas persyaratan minimum level above the minimum requirements and can overcome
dan dapat mengatasi risiko yang dihadapi namun the risks it faces, but capital management still needs to be
pengelolaan permodalan masih perlu ditingkatkan. improved.
Profil Risiko Risk Profile
Risiko adalah potensi kerugian akibat terjadinya suatu Risk is the potential for loss due to the occurrence of certain
peristiwa (events) tertentu. Risiko dalam lingkup events. Risk in the banking sector is a potential event, both
perbankan merupakan suatu kejadian potensial baik expected and unpredictable, which hurts bank income and
yang dapat diperkirakan (expected) maupun yang tidak capital. Risk in any field has a dynamic nature with changing
dapat diperkirakan (unexpected) yang berdampak negatif intensity and impact and has a very high dependence on
terhadap pendapatan dan permodalan bank. Risiko dalam other risk categories.
bidang apapun mempunyai sifat yang dinamis dengan
intensitas dan dampak yang berubah-ubah serta mempunyai
ketergantungan yang sangat tinggi terhadap kategori risiko
yang lainnya.
Kesuksesan dalam mengelola risiko bisa tercapai dengan Success in managing risk can be achieved by mastering the
cara menguasai risiko itu sendiri dan bagaimana kesiapan risk itself and how prepared to manage the risk, based on the
dalam mengelola risiko tersebut, berdasarkan pengertian definition of risk which has a dynamic nature, indicating that
risiko yang mempunyai sifat dinamis menunjukkan bahwa this risk can arise at any time, namely before, during, and
risiko ini bisa muncul kapan saja yaitu sebelum, ketika dan after decisions are made with different risks.
setelah pengambilan keputusan dengan risiko yang berbeda
beda.
691
PT Bank Sulselbar I Annual Report 2023
Page 15
PENDAHULUAN
INTRODUCTION LAPORAN MANAJEMEN PROFIL PERUSAHAAN TINJAUAN PENDUKUNG BISNIS ANALISA DAN PEMBAHASAN KINERJA
MANAGEMENT REPORT COMPANY PROFILE BUSINESS SUPPORTING OVERVIEW BANK OLEH MANAJEMEN
ANALYSIS AND DISCUSSION OF BANK
PERFORMANCE BY MANAGEMENT
Penilaian faktor Profil Risiko merupakan penilaian terhadap Risk Profile factor assessment is an assessment of the risks
risiko yang melekat pada aktivitas fungsional bank (Internal inherent in the bank's functional activities (Internal Risk)
Risk) dan kualitas penerapan manajemen risiko (risk control and the quality of the implementation of risk management
system) dalam keseluruhan aktivitas operasional bank. (risk control system) in all bank operational activities. The
Cakupan risiko yang dinilai terdiri dari 8 (delapan) jenis yakni assessed risk coverage consists of 8 (eight) types, namely
terdiri dari risiko kredit, risiko operasional, risiko pasar, risiko Credit Risk, operational risk, market risk, liquidity risk,
likuiditas, risiko stratejik, risiko reputasi, risiko hukum dan strategic risk, reputation risk, legal risk, and compliance risk.
risiko kepatuhan.
Trend Laporan Profil Risiko Bank Sulselbar sepanjang tahun The Trend of Bank Sulselbar's Risk Profile Report throughout
2023 relatif stabil dengan peringkat Risiko Inheren Low to 2023 is relatively stable with an Inherent Risk Rating of
Moderate dan Peringkat Kualitas Penerapan Manajemen Low to Moderate and a Satisfactory Risk Management
Risiko Satisfactory, sehingga menghasilkan peringkat risiko Implementation Quality Rating, resulting in an overall
komposit secara keseluruhan adalah Peringkat 2 Low to composite risk rating of Rank 2 Low to Moderate.
Moderate.
Good Corporate Governance Good Corporate Governance
Hasil penilaian sendiri Tata Kelola Bank Sulselbar diperoleh The results of Bank Sulselbar's governance assessment
peringkat komposit ‘2”/Baik. Hal ini mencrminkaan manajemen obtained a composite rating of '2”/Good. This indicates that
bank telah melakukan penerapan tata kelola perusahaan bank management has implemented generally good corporate
secara umum baik. Hal ini tercermin dari pemenuhan governance. This is reflected in adequate compliance with
yang memadai atas prinsip-prinsip tata kelola perusahaan. corporate governance principles. If there are weaknesses in
Apabila terdapat kelemahan dalam penerapan prinsip tata the application of corporate governance principles, then in
kelola perusahaan, maka secara umum kelemahan tersebut general these weaknesses are less significant and can be
kurang signifian dan dapat segera dilakukan perbaikan oleh immediately corrected by bank management.
manajemen bank.
Penjelaan penilaian tata kelola perusahaan dapat dilihat An explanation of the corporate governance assessment can
pada sub laporan tata kelola dalam laporan tahunan ini. be seen in the governance sub-report in this annual report.
Rentabilitas Profitability
Peringkat rentabilitas Bank Sulselbar adalah “2”/Memadai. Bank Sulselbar's profitability rating is “2”/Adequate. This can
Hal ini dapat disimpulkan: be concluded:
1. Kinerja bank dalam menghasikan laba (rentabilitas) 1. The bank's performance in generating profits (rentability)
memadai. is adequate.
2. Sumber-sumber yang mendukung rentabilitas memadai. 2. Sources that support profitability are adequate.
3. Komponen-komponen yang mendukung core earning 3. The components that support core earnings are adequate.
memadai. 4. Profitability to increase capital and future profit prospects
4. Kemampuan laba dalam meningkatkan permodalan dan are adequate.
prospek laba di masa depan memadai. 5. The bank's ability to generate profits from the development
5. Kemampuan bank menghasilkan laba dari langkah and implementation of systematic, customer-oriented
pengembangan dan penerapan program sistematis yang programs has increased and still needs to be improved.
berorientasi pelanggan telah mengalami peningkatan dan 6. The ability of banks to implement profitability strategies
masih perlu ditingkatkan. by increasing efficiency needs to be improved, especially
6. Kemampujan bank menerapkan strategi profitabilitas in terms of reducing the cost of funds through increasing
dengan meningkatkan efisien perlu peningkatan CASA.
khususnya dalam hal menekan biaya dana melalui
peningkatan CASA.
692
PT Bank Sulselbar I Laporan Tahunan 2023
Page 16
LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN INFORMASI PERMODALAN DAN EKSPOSUR RISIKO LAPORAN TANGGUNG JAWAB LAPORAN KEUANGAN AUDIT
GOOD CORPORATE GOVERNANCE CAPITAL INFORMATION AND RISK EXPOSURE SOSIAL PERUSAHAAN AUDITED FINANCIAL STATEMENT
CORPORATE SOCIAL
RESPONSIBILITY REPORT
Permodalan Capital
Peringkat permodalan Bank Suselbar adalah “2”/ Memadai. Bank Suselbar's capital rating is “2”/ Adequate. This means
Hal ini berarti bank memiliki kualitas dan kecukupan that the bank has adequate capital quality and adequacy
permdalan yang relatif memadai terhadap profil risikonya relative to its risk profile, but capital management still needs
namun pengelolaan permodalan masih perlu ditingkatkan to be improved, which is summarized as follows:
yang diurangkan sebagai berikut : 1. Capital Adequacy (Adequate):
1. Kecukupan Pemodalan (Memadai) : a. Banks have capital levels above the minimum
a. Bank memiliki tingkat permodalan di atas persyaratan requirements and can handle the risks they face.
minimum dan dapat menangani risiko yang dihadapi. b. The quality of capital components is generally good and
b. Kualitas komponen permodalan pada umumnya baik can absorb losses.
dan dapat menyerap kerugian. 2. Capital Management (Adequate)
2. Pengelolaan Permodalan (Memadai) a. In general, capital management is adequate, but banks
a. Secara umum manajemen permodalan adalah do not yet have detailed capital management policies and
memadai namun bank belujm memiliki kebijakan dan procedures.
prosedur pengelolaan modal yang terperinci. b. Access to bank capital sourced from shareholders needs
b. Akses modal bank yang bersumber dari pemegang to be improved.
saham perlu ditingkatkan.
693
PT Bank Sulselbar I Annual Report 2023
Page 17
PENDAHULUAN
INTRODUCTION LAPORAN MANAJEMEN PROFIL PERUSAHAAN TINJAUAN PENDUKUNG BISNIS ANALISA DAN PEMBAHASAN KINERJA
MANAGEMENT REPORT COMPANY PROFILE BUSINESS SUPPORTING OVERVIEW BANK OLEH MANAJEMEN
ANALYSIS AND DISCUSSION OF BANK
PERFORMANCE BY MANAGEMENT
Laporan Publikasi Eksposur Risiko PT Bank Sulselbar Annual Risk Exposure
dan Permodalan Tahunan and Capital Publication Report
PT Bank Sulselbar
Laporan Ukuran Utama (Key Metrics) PT. Key Measures Report (Key Metrics)
Bank Sulselbar PT. Bank Sulselbar
Posisi Laporan Desember 2023 Position Report December 2023
(Individual) (Individual)
(Dalam Jutaan Rupiah)-(In million rupiah)
Desember Desember
No. Deskripsi Sep-23 Juni 2023 Maret 2023
2023 2022
Modal yang Tersedia (nilai)
1 Modal Inti Utama (CET1) 4,334,276 4,280,343 4,225,945 4,104,662 4,377,220
2 Modal Inti (Tier 1) 4,334,276 4,280,343 4,225,945 4,104,662 4,377,220
3 Total Modal 4,516,362 4,460,443 4,401,991 4,274,237 4,544,819
Aset Tertimbang Menurut Risiko (Nilai)
4 Total Aset Tertimbang Menurut Risiko (ATMR) 16,338,457 16,203,814 15,858,156 15,332,216 16,781,429
Rasio Modal berbasis Risiko dalam bentuk persentase dari ATMR
5 Rasio CET1 (%) 26.53% 26.42% 26.65% 26.77% 26.08%
6 Rasio Tier 1 (%) 26.53% 26.42% 26.65% 26.77% 26.08%
7 Rasio Total Modal (%) 27.64% 27.53% 27.76% 27.88% 27.08%
Tambahan CET1 yang berfungsi sebagai buffer dalam bentuk persentase dari ATMR
8 Capital conservation buffer (2.5% dari ATMR) (%) 0.00% 0.00% 0.00% 0.00% 0.00%
9 Countercyclical Buffer (0 -2.5% dari ATMR) (%) 2.50% 2.50% 2.50% 2.50% 2.50%
10 Capital Surcharge untuk Bank Sistemik (1% -2.5%) (%) 0.00% 0.00% 0.00% 0.00% 0.00%
11 Total CET1 sebagai buffer (Baris 8 + Baris 9 + Baris 10) 2.50% 2.50% 2.50% 2.50% 2.50%
12 Komponen CET1 untuk buffer 18.53% 18.42% 18.65% 18.77% 18.08%
Rasio pengungkit sesuai Basel III
13 Total Eksposur 31,321,836 29,508,839 31,548,821 31,025,927 30,186,838
Nilai Rasio Pengungkit, termasuk dampak dari penyesuaian terhadap
14 pengecualian sementara atas penempatan giro pada Bank Indonesia dalam 13.84% 14.51% 13.39% 13.23% 14.50%
rangka memenuhi ketentuan GWM (jika ada)
Nilai Rasio Pengungkit, tidak termasuk dampak dari penyesuaian terhadap
14b pengecualian sementara atas penempatan giro pada Bank Indonesia dalam 13.84% 14.51% 13.39% 13.23% 14.50%
rangka memenuhi ketentuan GWM (jika ada)
Nilai Rasio Pengungkit, termasuk dampak dari penyesuaian terhadap
pengecualian sementara atas penempatan giro pada Bank Indonesia dalam
14c 13.59% 14.64% 14.63% 14.68% 13.99%
rangka memenuhi ketentuan GWM (jika ada), yang telah memasukkan nilai rata-
rata dari nilai tercatat aset Securities Financing Transaction (SFT) secara gross
Nilai Rasio Pengungkit, tidak termasuk dampak dari penyesuaian terhadap
pengecualian sementara atas penempatan giro pada Bank Indonesia dalam
14d 13.59% 14.64% 14.63% 14.68% 13.99%
rangka memenuhi ketentuan GWM (jika ada), yang telah memasukkan nilai rata-
rata dari nilai tercatat aset SFT secara gross
Rasio Kecukupan Likuiditas (LCR)
15 Total Aset Likuid Berkualitas Tinggi (HQLA) 0 0 0 0 0
16 Total Arus Kas Keluar Bersih (net cash outflow) 0 0 0 0 0
17 LCR (%) 0 0 0 0 0
Rasio Pendanaan Stabil Bersih (NSFR)
18 Total Pendanaan Stabil yang Tersedia (ASF) 0 0 0 0 0
19 Total Pendanaan Stabil yang Diperlukan (RSF) 0 0 0 0 0
20 NSFR (%) 0 0 0 0 0
Analisis Kualitatif
---
*T adalah periode triwulanan, T-1 adalah periode 1 triwulan sebelumnya
694
PT Bank Sulselbar I Laporan Tahunan 2023
Page 18
LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN INFORMASI PERMODALAN DAN EKSPOSUR RISIKO LAPORAN TANGGUNG JAWAB LAPORAN KEUANGAN AUDIT
GOOD CORPORATE GOVERNANCE CAPITAL INFORMATION AND RISK EXPOSURE SOSIAL PERUSAHAAN AUDITED FINANCIAL STATEMENT
CORPORATE SOCIAL
RESPONSIBILITY REPORT
Umum - Perbedaan antara Cakupan General - Differences between Consolidated
Konsolidasi sesuai standar akuntansi Coverage according to accounting
dengan ketentuan kehati-hatian (LI1) standards and prudential provisions (LI1)
PT. Bank Sulselbar PT. Bank Sulselbar
Posisi 31 Desember 2023 Position December 31, 2023
a b c d e f g
Nilai tercatat masing-masing risiko
Nilai tercatat Tidak
sebagaimana mengacu
Nilai tercatat
tercantum pada
berdasarkan Sesuai
dalam Sesuai Sesuai Sesuai persyaratan
prinsip kerangka
publikasi kerangka kerangka kerangka permodalan
kehati-hatian counterparty
laporan risiko kredit sekuritisasi risiko pasar atau
credit risk
keuangan berdasarkan
pengurangan
modal
Indonesia
Aset
Kas 606,632 606,632 - - - - -
Penempatan pada Bank
1,500,352 1,500,352 -
Indonesia
Penempatan pada bank lain 944,081 944,081 - - - - -
Tagihan spot dan derivatif/
885 885 - - - - -
forward
Surat berharga yang dimiliki 3,382,156 3,382,156 - - - - -
Surat berharga yang dijual
dengan janji dibeli kembali - - - - - - -
(repo)
Tagihan atas surat berharga
yang dibeli dengan janji 1,664,676 1,664,676 - - - - -
dijual kembali (reverse repo)
Tagihan akseptasi 94,341 94,341 - - - - -
Kredit yang diberikan 20,977,318 20,977,318 - - - - -
Pembiayaan syariah 1) 1,425,657 1,425,657 - - - - -
Penyertaan modal 104 104 - - - - -
Aset keuangan lainnya 113,806 113,806 - - - - -
Cadangan kerugian
penurunan nilai aset 421,241 421,241 - - - - -
keuangan -/-
Aset tidak berwujud 80,833 80,833 - - - - -
Aset tetap dan inventaris 749,976 749,976 - - - - -
Aset non produktif 24 24 - - - - -
Aset lainnya 318,029 318,029 - - - - -
Total Aset 31,085,428 31,085,428 - -
Kewajiban
Giro 4,802,080 4,802,080 - - - - -
Tabungan 6,203,910 6,203,910 - - - - -
Deposito 9,132,637 9,132,637 - - - - -
Uang Elektronik 0 0 - - - - -
695
PT Bank Sulselbar I Annual Report 2023
Page 19
PENDAHULUAN
INTRODUCTION LAPORAN MANAJEMEN PROFIL PERUSAHAAN TINJAUAN PENDUKUNG BISNIS ANALISA DAN PEMBAHASAN KINERJA
MANAGEMENT REPORT COMPANY PROFILE BUSINESS SUPPORTING OVERVIEW BANK OLEH MANAJEMEN
ANALYSIS AND DISCUSSION OF BANK
PERFORMANCE BY MANAGEMENT
a b c d e f g
Nilai tercatat masing-masing risiko
Nilai tercatat Tidak
sebagaimana mengacu
Nilai tercatat
tercantum pada
berdasarkan Sesuai
dalam Sesuai Sesuai Sesuai persyaratan
prinsip kerangka
publikasi kerangka kerangka kerangka permodalan
kehati-hatian counterparty
laporan risiko kredit sekuritisasi risiko pasar atau
credit risk
keuangan berdasarkan
pengurangan
modal
Liabilitas kepada Bank
0 0 - - - - -
Indonesia
Liabilitas kepada bank lain 1,578,006 1,578,006 - - - - -
Liabilitas spot dan derivatif/
14 14 - - - - -
forward
Liabilitas atas surat
berharga yang dijual dengan 0 0 - - - - -
janji dibeli kembali (repo)
Liabilitas akseptasi 0 0 - - - - -
Surat berharga yang
2,020,431 2,020,431 - - - - -
diterbitkan
Pinjaman/pembiayaan yang
843,323 843,323 - - - - -
diterima
Setoran jaminan 1,139 1,139 - - - - -
Liabilitas antarkantor 2) 0 0 - - - - -
Liabilitas lainnya 1,667,911 1,667,911 - - - - -
Kepentingan minoritas
0 0 - - - - -
(minority interest)
Total Liabilitas 26,249,451 26,249,451 - - - - -
Analisis Kualitatif
Umum - Sumber perbedaan utama antara General - The main source of differences
eksposur sesuai ketentuan kehati-hatian between exposures by prudential
dengan carrying values sesuai standar regulations and carrying values by financial
akuntansi keuangan (LI2) accounting standards (LI2)
PT. Bank Sulselbar PT. Bank Sulselbar
Posisi 31 Desember 2023 Position December 31, 2023
a b c d e
Item sesuai:
Total Kerangka
Kerangka Kerangka Kerangka
Counterparty
risiko kredit sekuritisasi risiko pasar
credit risk
Nilai tercatat aset sesuai dengan cakupan konsolidasi ketentuan
31,085,428 - - - -
kehati-hatian (sebagaimana dilaporkan pada template LI1)
Nilai tercatat liabilitas sesuai lingkup sesuai dengan cakupan
konsolidasi ketentuan kehati-hatian (sebagaimana dilaporkan 26,249,451 - - - -
pada template LI1)
Total nilai bersih sesuai dengan cakupan konsolidasi ketentuan
57,334,879 - -
kehati-hatian
696
PT Bank Sulselbar I Laporan Tahunan 2023
Page 20
LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN INFORMASI PERMODALAN DAN EKSPOSUR RISIKO LAPORAN TANGGUNG JAWAB LAPORAN KEUANGAN AUDIT
GOOD CORPORATE GOVERNANCE CAPITAL INFORMATION AND RISK EXPOSURE SOSIAL PERUSAHAAN AUDITED FINANCIAL STATEMENT
CORPORATE SOCIAL
RESPONSIBILITY REPORT
a b c d e
Item sesuai:
Total Kerangka
Kerangka Kerangka Kerangka
Counterparty
risiko kredit sekuritisasi risiko pasar
credit risk
Nilai rekening administratif 3,590,730
Perbedaan valuasi - - - - -
Perbedaan antara netting rules, selain dari yang termasuk ada
- - - - -
baris 2.
Perbedaan provisi - - - - -
Perbedaan prudential filters - - - - -
…. 60,925,609 - - - -
Nilai eksposur yang dipertimbangkan, sesuai dengan
cakupan konsolidasi ketentuan kehati-hatian
Analisis Kualitatif
Penjelasan Utama Antara Nilai Tercatat Main explanation between recorded
Sesuai Standar Akuntansi Keuangan values by financial accounting standards
Dengan Ketentuan OJK (LIA) and OJK provisions (LIA)
a. Banks must explain the origin of the difference between
a. Bank harus menjelaskan asal perbedaan antara nilai
the carrying value by financial accounting standards, as
tercatat sesuai standar akuntansi keuangan, sebagaimana
reported in the financial statements, and the exposure
dilaporkan pada laporan keuangan dan nilai eksposur
value by prudential provisions, as contained in templates
sesuai ketentuan kehati-hatian, sebagaimana terdapat
LI1 and LI2
pada template LI1 dan LI2
1. The bank must explain the source of significant
1. Bank harus menjelaskan sumber perbedaan signifikan
differences between the values in columns (a) and (b)
antara nilai pada kolom (a) dan (b) di LI1:
in LI1:
Tidak ada perbedaan antara nilai tercatat sebagaimana
There is no difference between the recorded value as
tercantum dalam publikasi laporan keuangan dengan
stated in the published financial report and the recorded
nilai tercatat berdasarkan prinsip kehati-hatian,
value based on the prudential principle, because PT
karena PT Bank Sulselbar tidak memiliki anak usaha
Bank Sulselbar does not have a subsidiary in the form
berupa perusahaan asuransi
of an insurance company
2. Bank harus menjelaskan sumber perbedaan antara
2. Banks must explain the source of the difference
nilai tercatat dan nilai yang digunakan untuk tujuan
between the recorded value and the value used for
pengaturan yang tercantum pada LI2 :
regulatory purposes as stated in LI2:
Tidak ada perbedaan nilai tercatat dan nilai yang
There is no difference between the recorded value
digunakan untuk tujuan pengaturan yang tercantum
and the value used for regulatory purposes listed in
pada LI2.
LI2.
3. Sesuai dengan implementasi dari panduan pada
3. By the implementation of the guidelines on prudential
valuasi prudensial, bank harus menjelaskan sistem
valuation, banks should describe the systems and
dan kontrol untuk memastikan estimasi valuasi
controls to ensure prudent and reliable valuation
prudensial dan dapat diandalkan :
estimates:
PT Bank Sulselbar tidak memiliki valuasi prudensial
PT Bank Sulselbar does not have a prudential
valuation
b. Pengungkapan harus memasukkan:
1. Metodologi valuasi, termasuk penjelasan sejauh mana
b. Disclosures must include:
penggunaan metodologi mark-to-market dan mark to-
1. Valuation methodology, including an explanation of the
model :
extent of use of mark-to-market and mark-to-model
methodologies:
697
PT Bank Sulselbar I Annual Report 2023
Page 21
PENDAHULUAN
INTRODUCTION LAPORAN MANAJEMEN PROFIL PERUSAHAAN TINJAUAN PENDUKUNG BISNIS ANALISA DAN PEMBAHASAN KINERJA
MANAGEMENT REPORT COMPANY PROFILE BUSINESS SUPPORTING OVERVIEW BANK OLEH MANAJEMEN
ANALYSIS AND DISCUSSION OF BANK
PERFORMANCE BY MANAGEMENT
PT Bank Sulselbar tidak memiliki valuasi prudensial PT Bank Sulselbar does not have a prudential valuation
2. Deskripsi proses verifikasi harga independen : 2. Description of the independent price verification process:
PT Bank Sulselbar tidak memiliki valuasi prudensial PT Bank Sulselbar does not have a prudential valuation
3. Prosedur untuk penyesuaian valuasi atau reserves 3. Procedures for adjusting valuations or reserves (including
(termasuk deskripsi proses dan metodologi untuk a description of the process and methodology for
menilai posisi trading dengan tipe instrumen) : assessing trading positions with instrument types): PT
PT Bank Sulselbar tidak memiliki valuasi prudensial Bank Sulselbar does not have a prudential valuation
Permodalan - Komposisi Permodalan Capital - Capital Composition (CC1)
(CC1) PT. Bank Sulselbar
PT. Bank Sulselbar Position December 31, 2023
Posisi 31 Desember 2023
Jumlah (Dalam Jutaan No. Ref. yang berasal dari
Komponen (Bahasa Indonesia)
Rupiah) Neraca Konsolidasi 1)
CET 1: Instrumen dan Tambahan Modal Disetor
1 Saham biasa (termasuk stock surplus) 2,206,183
2 Laba ditahan 700,344
3 Akumulasi penghasilan komprehensif lain (dan cadangan lain) 1,919,908
4 Modal yang termasuk phase out dari CET1 N/A
5 Kepentingan Non Pengendali yang dapat diperhitungkan -
6 CET1 sebelum regulatory adjustment 4,826,435
CET 1: Faktor Pengurang (Regulatory Adjustment)
Selisih kurang jumlah penyesuaian nilai wajar dari instrumen keuangan dalam trading
7 -
book
8 Goodwill 9,045
9 Aset tidak berwujud lainnya (selain Mortgage-Servicing Rights) N/A
10 Aset pajak tangguhan yang berasal dari future profitability N/A
11 Cash-flow hedge reserve N/A
12 Shortfall on provisions to expected losses -
13 Keuntungan penjualan aset dalam transaksi sekuritisasi -
14 Peningkatan/penurunan nilai wajar atas kewajiban keuangan (DVA) N/A
15 Aset pensiun manfaat pasti N/A
Investasi pada saham sendiri (jika belum di net dalam modal di Laporan Posisi
16 -
Keuangan)
17 Kepemilikan silang pada instrumen CET 1 pada entitas lain N/A
Investasi pada modal bank, entitas keuangan dan asuransi diluar cakupan konsolidasi
18 secara ketentuan, net posisi short yang diperkenankan, dimana Bank tidak memiliki lebih N/A
dari 10% modal saham yang diterbitkan (jumlah di atas batasan 10%)
Investasi signifikan pada saham biasa Bank, entitas keuangan dan asuransi diluar
19 cakupan konsolidasi secara ketentuan, net posisi short yang diperkenankan (jumlah di -
atas batasan 10%)
20 Mortgage servicing rights N/A
Aset pajak tangguhan yang berasal dari perbedaan temporer (jumlah di atas batasan
21 N/A
10%, net dari kewajiban pajak)
22 Jumlah melebihi batasan 15% dari: N/A
23 investasi signifikan pada saham biasa financials N/A
24 mortgage servicing rights N/A
25 pajak tangguhan dari perbedaan temporer
26 Penyesuaian berdasarkan ketentuan spesifik nasional 456,460
26a. Selisih PPKA dan CKPN -
26b. PPKA non produktif 26,550
698
PT Bank Sulselbar I Laporan Tahunan 2023
Page 22
LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN INFORMASI PERMODALAN DAN EKSPOSUR RISIKO LAPORAN TANGGUNG JAWAB LAPORAN KEUANGAN AUDIT
GOOD CORPORATE GOVERNANCE CAPITAL INFORMATION AND RISK EXPOSURE SOSIAL PERUSAHAAN AUDITED FINANCIAL STATEMENT
CORPORATE SOCIAL
RESPONSIBILITY REPORT
Jumlah (Dalam Jutaan No. Ref. yang berasal dari
Komponen (Bahasa Indonesia)
Rupiah) Neraca Konsolidasi 1)
26c. Aset Pajak Tangguhan 104
26d. Penyertaan -
26e. Kekurangan modal pada perusahaan anak asuransi -
26f. Eksposur sekuritisasi -
26g. Lainnya -
27 Penyesuaian pada CET 1 akibat AT 1 dan Tier 2 lebih kecil daripada faktor pengurangnya 492,159
28 Jumlah pengurang (regulatory adjustment) terhadap CET 1 4,334,276
29 Jumlah CET 1 setelah faktor pengurang
Modal Inti Tambahan (AT 1): Instrumen
30 Instrumen AT 1 yang diterbitkan oleh Bank (termasuk stock surplus) -
31 Yang diklasifikasikan sebagai ekuitas berdasarkan standar akuntansi -
32 Yang diklasifikasikan sebagai liabilitas berdasarkan standar akuntansi -
33 Modal yang yang termasuk phase out dari AT 1 N/A
Instrumen AT 1 yang diterbitkan oleh Entitas Anak yang diakui dalam perhitungan KPMM
34 -
secara konsolidasi
35 Instrumen yang diterbitkan Entitas Anak yang termasuk phase out N/A
36 Jumlah AT 1 sebelum regulatory adjustment -
Modal Inti Tambahan: Faktor Pengurang (Regulatory Adjustment)
37 Investasi pada instrumen AT 1 sendiri N/A
38 Kepemilikan silang pada instrumen AT 1 pada entitas lain -
Investasi pada modal bank, entitas keuangan dan asuransi diluar cakupan konsolidasi
39 secara ketentuan, net posisi short yang diperkenankan, dimana Bank tidak memiliki lebih N/A
dari 10% modal saham yang diterbitkan (jumlah di atas batasan 10%)
Investasi signifikan pada modal Bank, entitas keuangan dan asuransi di luar cakupan
40 N/A
konsolidasi secara ketentuan (net posisi short yang diperkenankan)
41 Penyesuaian berdasarkan ketentuan spesifik nasional
41a. Penempatan dana pada instrumen AT 1 pada Bank lain -
42 Penyesuaian pada AT 1 akibat Tier 2 lebih kecil daripada faktor pengurangnya -
43 Jumlah faktor pengurang (regulatory adjustment) terhadap AT 1 -
44 Jumlah AT 1 setelah faktor pengurang -
45 Jumlah Modal Inti (Tier 1) (CET 1 + AT 1) 4,334,276
Modal Pelengkap (Tier 2): Instrumen dan cadangan
46 Instrumen Tier 2 yang diterbitkan oleh Bank (termasuk stock surplus) -
47 Modal yang yang termasuk phase out dari Tier 2 N/A
Instrumen Tier 2 yang diterbitkan oleh Entitas Anak yang diakui dalam perhitungan
48 -
KPMM secara konsolidasi
49 Modal yang diterbitkan Entitas Anak yang termasuk phase out N/A
Cadangan umum PPKA atas aset produktif yang wajib dihitung dengan jumlah paling
50 182,086
tinggi sebesar 1,25% dari ATMR untuk Risiko Kredit
51 Jumlah Modal Pelengkap (Tier 2) sebelum faktor pengurang 182,086
Modal Pelengkap (Tier 2): Faktor Pengurang (Regulatory Adjustment)
52 Investasi pada instrumen Tier 2 sendiri N/A
53 Kepemilikan silang pada instrumen Tier 2 pada entitas lain -
Investasi pada kewajiban TLAC modal bank, entitas keuangan dan asuransi diluar
cakupan konsolidasi secara ketentuan, net posisi short yang diperkenankan, dimana
54 Bank tidak memiliki lebih dari 10% modal saham yang diterbitkan; nilai sebelumnya N/A
ditetapkan dengan threshold 5% namun tidak lagi memenuhi kriteria (untuk bank
Sistemik)
Investasi pada kewajiban TLAC lainnya dari entitas perbankan, keuangan, dan asuransi
yang berada di luar lingkup konsolidasi peraturan dan, yang mana bank tidak memiliki
lebih dari 10% dari saham biasa entitas yang dikeluarkan: jumlah yang sebelumnya N/A
ditunjuk untuk batas 5% tetapi yang tidak lagi memenuhi syarat (hanya untuk Bank
Sistemik G-SIBs)
Investasi signifikan pada modal atau instrumen TLAC Bank, entitas keuangan
55 dan asuransi di luar cakupan konsolidasi secara ketentuan (net posisi short yang N/A
diperkenankan)
56 Penyesuaian berdasarkan ketentuan spesifik nasional
56a. Sinking fund -
699
PT Bank Sulselbar I Annual Report 2023
Page 23
PENDAHULUAN
INTRODUCTION LAPORAN MANAJEMEN PROFIL PERUSAHAAN TINJAUAN PENDUKUNG BISNIS ANALISA DAN PEMBAHASAN KINERJA
MANAGEMENT REPORT COMPANY PROFILE BUSINESS SUPPORTING OVERVIEW BANK OLEH MANAJEMEN
ANALYSIS AND DISCUSSION OF BANK
PERFORMANCE BY MANAGEMENT
Jumlah (Dalam Jutaan No. Ref. yang berasal dari
Komponen (Bahasa Indonesia)
Rupiah) Neraca Konsolidasi 1)
56b. Penempatan dana pada instrumen Tier 2 pada Bank lain -
57 Jumlah faktor pengurang (regulatory adjustment) Modal Pelengkap -
58 Jumlah Modal Pelengkap (Tier 2) setelah regulatory adjustment 182,086
59 Total Modal (Modal Inti + Modal Pelengkap) 4,516,362
60 Total Aset Tertimbang Menurut Risiko (ATMR) 16,338,457
Rasio Kecukupan Pemenuhan Modal Minimum (KPMM) dan Tambahan Modal
(Capital Buffer)
61 Rasio Modal Inti Utama CET 1 (persentase terhadap ATMR) 26.53%
62 Rasio Modal Inti Tier 1 (persentase terhadap ATMR) 26.53%
63 Rasio Total Modal (persentase terhadap ATMR) 27.64%
64 Buffer (persentase terhadap ATMR) 18.53%
65 Capital Conservation Buffer -
66 Countercyclical Buffer 2.50%
67 higher loss absorbency requirement -
Untuk bank umum konvensional: CET 1 yang tersedia untuk memenuhi Buffer
(persentase terhadap ATMR)
68 Untuk kantor cabang dari Bank yang berkedudukan di luar negeri: Bagian Dana Usaha 18.53%
yang ditempatkan dalam CEMA (diungkapkan sebagai persentase dari ATMR) yang
tersedia untuk memenuhi Buffer.
National minima (jika berbeda dari Basel 3)
69 Rasio terendah CET 1 nasional (jika berbeda dengan Basel 3) N/A
70 Rasio terendah Tier 1 nasional (jika berbeda dengan Basel 3) N/A
71 Rasio terendah total modal nasional (jika berbeda dengan Basel 3) N/A
Jumlah di bawah batasan pengurangan (sebelum pembobotan risiko)
Investasi non-signifikan pada modal atau kewajiban TLAC lainnya pada entitas keuangan
72 N/A
lain
73 Investasi signifikan pada saham biasa entitas keuangan N/A
74 Mortgage servicing rights (net dari kewajiban pajak) N/A
75 Aset pajak tangguhan yang berasal dari perbedaan temporer (net dari kewajiban pajak) N/A
Cap yang dikenakan untuk provisi pada Tier 2
Provisi yang dapat diakui sebagai Tier 2 sesuai dengan eksposur berdasarkan
76 N/A
pendekatan standar (sebelum dikenakan cap)
77 Cap atas provisi yang diakui sebagai Tier 2 berdasarkan pendekatan standar N/A
Provisi yang dapat diakui sebagai Tier 2 sesuai dengan eksposur berdasarkan
78 N/A
pendekatan IRB (sebelum dikenakan cap)
79 Cap atas provisi yang diakui sebagai Tier 2 berdasarkan pendekatan IRB N/A
Instrumen Modal yang termasuk phase out (hanya berlaku antara 1 Jan 2018 s.d. 1
Jan 2022)
80 Cap pada CET 1 yang temasuk phase out N/A
Jumlah yang dikecualikan dari CET 1 karena adanya cap (kelebihan di atas cap setelah
81 N/A
redemptions dan maturities)
82 Cap pada AT 1 yang temasuk phase out N/A
Jumlah yang dikecualikan dari AT 1 karena adanya cap (kelebihan di atas cap setelah
83 N/A
redemptions dan maturities)
84 Cap pada Tier 2 yang temasuk phase out N/A
Jumlah yang dikecualikan dari Tier 2 karena adanya cap (kelebihan di atas cap setelah
85 N/A
redemptions dan maturities)
Analisis Kualitatif
Jenis Prmodalan Bank Sulselbar saat ini merupakan Saham Biasa
700
PT Bank Sulselbar I Laporan Tahunan 2023
Page 24
LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN INFORMASI PERMODALAN DAN EKSPOSUR RISIKO LAPORAN TANGGUNG JAWAB LAPORAN KEUANGAN AUDIT
GOOD CORPORATE GOVERNANCE CAPITAL INFORMATION AND RISK EXPOSURE SOSIAL PERUSAHAAN AUDITED FINANCIAL STATEMENT
CORPORATE SOCIAL
RESPONSIBILITY REPORT
Permodalan - Rekonsiliasi Permodalan Capital - Capital Reconciliation (CC2)
(CC2) PT. Bank Sulselbar
PT. Bank Sulselbar Position December 31, 2023
Posisi 31 Desember 2023
Neraca Konsolidasi dengan
Neraca Publikasi cakupan konsolidasi berdasarkan
No Pos-pos ketentuan kehati-hatian
31 Desember 2023 31 Desember 2023
ASET
1 Kas 606,632 606,632
2 Penempatan pada Bank Indonesia 1,500,352 1,500,352
3 Penempatan pada bank lain 944,081 944,081
4 Tagihan spot dan derivatif/forward 885 885
5 Surat berharga yang dimiliki 3,382,156 3,382,156
6 Surat berharga yang dijual dengan janji dibeli kembali (repo) 0 0
Tagihan atas surat berharga yang dibeli dengan janji dijual kembali
7 1,664,676 1,664,676
(reverse repo)
8 Tagihan akseptasi 94,341 94,341
9 Kredit yang diberikan 20,977,318 20,977,318
10 Pembiayaan syariah 1) 1,425,657 1,425,657
11 Penyertaan modal 104 104
12 Aset keuangan lainnya 113,806 113,806
13 Cadangan kerugian penurunan nilai aset keuangan -/- 421,241 421,241
a. Surat berharga 10 10
b. Kredit yang diberikan dan pembiayaan syariah 1) 407,302 407,302
c. Lainnya 3,939 3,939
14 Aset tidak berwujud 80,833 80,833
Akumulasi amortisasi aset tidak berwujud -/- 71,788 71,788
15 Aset tetap dan inventaris 749,976 749,976
Akumulasi penyusutan aset tetap dan inventaris -/- 280,413 280,413
16 Aset non produktif 24 24
a. Properti terbengkalai 0 0
b. Agunan yang diambil alih 0 0
c. Rekening tunda 24 24
d. Aset antarkantor 2) 0 0
17 Aset lainnya 318,029 318,029
TOTAL ASET 31,085,428 31,085,428
LIABILITAS DAN EKUITAS
1 Giro 4,802,080 4,802,080
2 Tabungan 6,203,910 6,203,910
3 Simpanan berjangka 9,132,637 9,132,637
4 Uang Elektronik 0 0
5 Liabilitas kepada Bank Indonesia 0 0
6 Liabilitas kepada bank lain 1,578,006 1,578,006
7 Liabilitas spot dan derivatif/forward 14 14
8 Liabilitas atas surat berharga yang dijual dengan janji dibeli kembali (repo) 0 0
9 Liabilitas akseptasi 0 0
10 Surat berharga yang diterbitkan 2,020,431 2,020,431
11 Pinjaman/pembiayaan yang diterima 843,323 843,323
12 Setoran jaminan 1,139 1,139
13 Liabilitas antarkantor 2) 0 0
14 Liabilitas lainnya 1,667,911 1,667,911
15 Kepentingan minoritas (minority interest) 0 0
16 Modal disetor 2,187,068 2,187,068
a. Modal dasar 4,000,000 4,000,000
701
PT Bank Sulselbar I Annual Report 2023
Page 25
PENDAHULUAN
INTRODUCTION LAPORAN MANAJEMEN PROFIL PERUSAHAAN TINJAUAN PENDUKUNG BISNIS ANALISA DAN PEMBAHASAN KINERJA
MANAGEMENT REPORT COMPANY PROFILE BUSINESS SUPPORTING OVERVIEW BANK OLEH MANAJEMEN
ANALYSIS AND DISCUSSION OF BANK
PERFORMANCE BY MANAGEMENT
Neraca Konsolidasi dengan
Neraca Publikasi cakupan konsolidasi berdasarkan
No Pos-pos ketentuan kehati-hatian
31 Desember 2023 31 Desember 2023
b. Modal yang belum disetor -/- 1,812,932 1,812,932
c. Saham yang dibeli kembali (treasury stock) -/- - 0
17 Tambahan modal disetor 19,115 19,115
a. Agio - 0
b. Disagio -/- - 0
c. Dana setoran modal 19,115 19,115
d. Lainnya - 0
18 Penghasilan komprehensif lain 227,155 227,155
a. Keuntungan 227,155 227,155
b. Kerugian -/- - 0
19 Cadangan 1,702,295 1,702,295
a. Cadangan umum 1,692,753 1,692,753
b. Cadangan tujuan 9,542 9,542
20 Laba/rugi 700,344 700,344
a. Tahun-tahun lalu - 0
b. Tahun berjalan 700,344 700,344
c. Dividen yang dibayarkan -/- - 0
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 31,085,428 31,085,428
Analisis Kualitatif
Jenis Permodalan Bank Sulselbar saat ini merupakan Saham Biasa
Permodalan - Fitur Utama Instrumen Capital - Key Features of Capital
Permodalan dan Instrumen TLAC-Eligible Instruments and TLAC-Eligible (CCA)
(CCA) Instruments
PT. Bank Sulselbar PT. Bank Sulselbar
Posisi 31 Desember 2023 Position December 31, 2023
a
Informasi
No Indonesia
Kuantitatif/Kualitatif
1 Penerbit N/A
2 Nomor identifikasi N/A
3 Hukum yang digunakan N/A
Sarana yang memungkinkan kewajiban pelaksanaan pada
3a N/A
Bagian 13 dari Lembar Istilah TLAC tercapai (untuk instrumen TLAC sah lainnya yang diatur oleh hukum asing)
Perlakuan Instrumen berdasarkan ketentuan KPMM N/A
4 Pada saat masa transisi N/A
5 setelah masa transisi N/A
6 Apakah instrumen eligible untuk Individu/Konsolidasi atau Konsolidasi dan Individu N/A
7 Jenis Instrumen N/A
8 Jumlah yang diakui dalam perhitungan KPMM N/A
9 Nilai par dari instrumen N/A
10 Klasifikasi sesuai standar akuntansi keuangan N/A
11 Tanggal penerbitan N/A
12 Tidak ada jatuh tempo (perpetual) atau dengan jatuh tempo N/A
13 Tanggal jatuh tempo N/A
14 Eksekusi call option atas persetujuan Otoritas Jasa Keuangan N/A
15 Tanggal call option, jumlah penarikan dan persyaratan call option lainnya (bila ada) N/A
16 Subsequent call option N/A
Kupon /dividen
17 Dividen/kupon dengan bunga tetap atau floating N/A
18 Tingkat dari coupon rate atau index lain yang menjadi acuan N/A
702
PT Bank Sulselbar I Laporan Tahunan 2023
Page 26
LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN INFORMASI PERMODALAN DAN EKSPOSUR RISIKO LAPORAN TANGGUNG JAWAB LAPORAN KEUANGAN AUDIT
GOOD CORPORATE GOVERNANCE CAPITAL INFORMATION AND RISK EXPOSURE SOSIAL PERUSAHAAN AUDITED FINANCIAL STATEMENT
CORPORATE SOCIAL
RESPONSIBILITY REPORT
a
Informasi
No Indonesia
Kuantitatif/Kualitatif
19 Ada atau tidaknya dividend stopper N/A
20 Fully discretionary; partial atau mandatory N/A
21 Apakah terdapat fitur step up atau insentif lain N/A
22 Non-kumulatif atau kumulatif N/A
23 Dapat dikonversi atau tidak dapat dikonversi N/A
24 Jika dapat dikonversi, sebutkan trigger point-nya N/A
25 Jika dapat dikonversi, apakah seluruh atau sebagian N/A
26 Jika dapat dikonversi, bagaimana rate konversinya N/A
27 Jika dapat dikonversi; apakah mandatory atau optional N/A
28 Jika dapat dikonversi, sebutkan jenis instrumen konversinya N/A
29 Jika dapat dikonversi, sebutkan issuer of instrument it converts into N/A
30 Fitur write-down N/A
31 Jika terjadi write-down, sebutkan trigger-nya N/A
32 Jika terjadi write-down, apakah penuh atau sebagian N/A
33 Jika terjadi write down; permanen atau temporer N/A
34 Jika terjadi write down temporer, jelaskan mekanisme write-up N/A
34a Tipe subordinasi N/A
35 Hierarki instrumen pada saat likuidasi N/A
36 Apakah terdapat fitur yang non-compliant N/A
37 Jika Ya, jelaskan fitur yang non-compliant N/A
Analisis Kualitatif
Bank Sulselbar belum menerbitkan surat berharga untuk permodalan
Permodalan - Pengungkapan Kualitatif Capital - Qualitative Disclosures
Mengenai Struktur Permodalan Dan Regarding Capital Structure and Capital
Kecukupan Permodalan Adequacy
Struktur Permodalan PT Bank Sulselbar Capital Structure of PT Bank Sulselbar
Kepemilikan Saham Share Jumlah
Pemerintah Provinsi SulSel 33.03% 722,436
Pemerintah Kab/Kota se-SulSel 59.87% 1,309,422
Pemerintah Provinsi Sulbar 2.05% 44,769
PemerintahKab/Kotase-SulBar 4.51% 101,670
Koperasi PT Bank Sulselbar 0.40% 8,771
Jumlah 100% 2,187,068
Komposisi permodalan Bank terdiri dari 2 (dua) komponen The Bank's capital composition consists of 2 (two) main
utama yaitu Modal Inti dan Modal Pelengkap, dimana Modal components, namely Core Capital and Supplementary
Inti terdiri dari dari Modal Disetor dan Cadangan Tambahan Capital, where Core Capital consists of Paid-in Capital and
Modal. Sedangkan Modal Pelengkap adalah Upper Tier-2 Additional Capital Reserves. Meanwhile, Complementary
yang merupakan Cadangan Umum Aset Produktif. Capital is Upper Tier-2 which is the General Reserve of
Earning assets.
Pada periode laporan, 95.97% komposisi permodalan Bank In the reporting period, 95.97% of the Bank's capital
adalah Modal Inti, dimana 50.46% dari Modal Inti merupakan composition was Core Capital, where 50.46% of Core Capital
modal disetor dan sisanya adalah cadangan tambahan modal. was Share Capital and the remainder was additional capital
Dari cadangan tambahan modal sebesar 32.08% adalah dari reserves. Of the additional capital reserves of 32.08%, this
komponen Laba Tahun Berjalan yang diperhitungkan 100%. is from the Profit component for the Year which is calculated
at 100%.
703
PT Bank Sulselbar I Annual Report 2023
Page 27
PENDAHULUAN
INTRODUCTION LAPORAN MANAJEMEN PROFIL PERUSAHAAN TINJAUAN PENDUKUNG BISNIS ANALISA DAN PEMBAHASAN KINERJA
MANAGEMENT REPORT COMPANY PROFILE BUSINESS SUPPORTING OVERVIEW BANK OLEH MANAJEMEN
ANALYSIS AND DISCUSSION OF BANK
PERFORMANCE BY MANAGEMENT
Kecukupan Permodalan Capital Adequacy
Sesuai Pilar 1 Basel 2, PT Bank Sulselbar melakukan By Pillar 1 of Basel 2, PT Bank Sulselbar calculates capital
perhitungan kecukupan permodalan berdasarkan metode adequacy based on a method that is in line with the roadmap
yang selaras dengan roadmap penerapan Basel 2 di for implementing Basel 2 in Indonesian banking, with the
perbankan Indonesia, dengan uraian sebagai berikut: following description:
a Risiko Kredit dihitung dengan menggunakan a Credit Risk is calculated using the Standardized Approach
Standardized Approach (SA) (SA)
b Risiko Operasional dihitung dengan menggunakan b Operational Risk is calculated using the Standardized
Standardized Approach (SA) Approach (SA)
c Risiko Pasar dihitung menggunakan Standard Method. c Market Risk is calculated using the Standard Method.
Perhitungan kecukupan modal minimum yang dilakukan The calculation of minimum capital adequacy carried out by
bank, tidak hanya ditujukan untuk menyerap potensi banks is not only aimed at absorbing potential losses due
kerugian akibat risiko kredit, risiko pasar & risiko operasional to Credit Risk, market risk & operational risk as in Pillar 1
sebagaimana Pilar 1, namun dilakukan dengan tetap but is carried out while still considering other material risks,
memperhitungkan risiko lain yang material antara lain risiko including liquidity risk and 'other' risks.
likuiditas dan risiko ‘lain’.
Olehnya penyediaan modal minimum dilakukan dengan Therefore, the provision of minimum capital is carried out by
memperhitungkan penilaian profil risiko yang diatur dalam considering the risk profile assessment regulated in Pillar 2
Pilar 2 Basel 2 atau ICAAP - Internal Capital Adequacy of Basel 2 or ICAAP - Internal Capital Adequacy Assessment
Assessment Process). Selain hal tersebut, bank juga Process). Apart from this, banks also allocate capital to
mengalokasikan modal untuk mengantisipasi kerugian dalam anticipate losses in abnormal conditions (Economic Capital).
kondisi yang tidak normal (Economic Capital).
Dengan metode ini, memastikan bank memiliki permodalan With this method, it ensures that the bank has sufficient capital
yang cukup untuk menyerap risiko baik dalam kondisi normal to absorb risks both under normal and abnormal conditions.
maupun dalam kondisi tidak normal.
Selain untuk memenuhi kecukupan modal minimum sesuai In addition to meeting minimum capital adequacy according
regulasi, kebijakan permodalan bank diarahkan kepada to regulations, bank capital policy is directed at efforts to
upaya untuk meningkatkan efisiensi permodalan dengan increase capital efficiency by allocating exposures that have
mengalokasikan pada eksposure yang memiliki risk-return optimal risk return and are in line with the bank's strategic
yang optimal dan selaras dengan rencana strategis bank. plan.
704
PT Bank Sulselbar I Laporan Tahunan 2023
Page 28
LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN INFORMASI PERMODALAN DAN EKSPOSUR RISIKO LAPORAN TANGGUNG JAWAB LAPORAN KEUANGAN AUDIT
GOOD CORPORATE GOVERNANCE CAPITAL INFORMATION AND RISK EXPOSURE SOSIAL PERUSAHAAN AUDITED FINANCIAL STATEMENT
CORPORATE SOCIAL
RESPONSIBILITY REPORT
Manajemen Risiko – Pengungkapan Risk Management – Disclosure of
Pendekatan Manajemen Risiko Bank Bank Risk Management Approach
(OVA) (OVA)
Bagaimana model bisnis ditentukan dan interaksi dengan How the business model is determined and interacts with
profil risiko keseluruhan (yaitu risiko utama terkait model the overall risk profile (i.e. the main risks associated with the
bisnis dan bagaimana setiap risiko diungkapkan) dan business model and how each risk is expressed) and how
bagaimana profil risiko bank berinteraksi dengan toleransi the bank's risk profile interacts with the board of directors
risiko yang telah disetujui direksi : approved risk tolerance:
Setiap model bisnis Bank Sulselbar didukung dengan Each business model of Bank Sulselbar is supported by
kebijakan dan strategi manajemen risiko yang memadai, adequate risk management policies and strategies. In
dalam penyusunan kebijakan dan strategi manajemen preparing risk management policies and strategies, the
risiko, Direksi Bank Sulselbar memberikan arahan yang jelas Board of Directors of Bank Sulselbar provides clear direction
mengenai tingkat risiko yang akan diambil (Risk Appetite) regarding the level of risk to be taken (Risk Appetite) and the
dan batas toleransi risiko yang ditetapkan (Risk Tolerance). established risk tolerance limits (Risk Tolerance).
Struktur tata kelola risiko: tanggung jawab Bank (pengawasan Risk governance structure: Bank responsibilities (supervision
dan delegasi otoritas, rincian tanggung jawab berdasarkan and delegation of authority, breakdown of responsibilities
jenis risiko, unit bisnis, dll); hubungan antar struktur organisasi by risk type, business unit, etc.); relationships between
yang terlibat dalam manajemen risiko (yaitu Direksi, pejabat organizational structures involved in risk management (i.e.
eksekutif, komite risiko yang terpisah, komite manajemen the Board of Directors, executive officers, separate risk
risiko, fungsi kepatuhan, dan fungsi internal audit). committees, risk management committees, compliance
functions, and internal audit functions).
Struktur organisasi bank yang mengelola manajemen risiko The bank's organizational structure that manages risk
terdiri dari : management consists of:
1. Dewan Komisaris memiliki tugas dan tanggung jawab: 1. The Board of Commissioners has duties and
a) Menyetujui kebijakan Manajemen Risiko termasuk responsibilities:
strategi dan kerangka Manajemen Risiko yang a) Approve the Risk Management policy including the
ditetapkan sesuai dengan tingkat Risiko yang akan Risk Management strategy and framework determined
diambil (Risk appetite) dan toleransi Risiko (risk by the level of risk to be taken (Risk appetite) and the
tolerance) Bank; Bank's risk tolerance;
b) Mengevaluasi kebijakan Manajemen Risiko dan b) Evaluate Risk Management policies and Risk
Strategi Manajemen Risiko paling kurang satu kali Management Strategies at least once a year or
dalam satu tahun atau dalam frekuensi yang lebih more frequently if there are changes in factors that
sering dalam hal terdapat perubahan faktor-faktor significantly influence the Bank's business activities;
yang mempengaruhi kegiatan usaha Bank secara
signifikan;
c) Mengevaluasi pertanggungjawaban Direksi dan c) Evaluate the accountability of the Board of
memberikan arahan perbaikan atas pelaksanaan Directors and provide direction for improvements
kebijakan Manajemen Risiko secara berkala. Evaluasi to the implementation of Risk Management policies
dilakukan dalam rangka memastikan bahwa Direksi regularly. The evaluation is carried out to ensure that
mengelola aktivitas dan Risiko-Risiko Bank secara the Board of Directors manages the Bank's activities
efektif. and risks effectively.
2. Direksi memiliki tugas dan tanggungjawab: 2. The Board of Directors has duties and responsibilities:
a) Menyusun kebijakan, strategi, dan kerangka a) Develop written and comprehensive Risk Management
705
PT Bank Sulselbar I Annual Report 2023
Page 29
PENDAHULUAN
INTRODUCTION LAPORAN MANAJEMEN PROFIL PERUSAHAAN TINJAUAN PENDUKUNG BISNIS ANALISA DAN PEMBAHASAN KINERJA
MANAGEMENT REPORT COMPANY PROFILE BUSINESS SUPPORTING OVERVIEW BANK OLEH MANAJEMEN
ANALYSIS AND DISCUSSION OF BANK
PERFORMANCE BY MANAGEMENT
Manajemen Risiko secara tertulis dan komprehensif policies, strategies, and frameworks including overall
termasuk limit Risiko secara keseluruhan dan per Risk limits and per Risk type, considering the level
jenis Risiko, dengan memperhatikan tingkat Risiko of Risk to be taken and Risk tolerance according to
yang akan diambil dan toleransi Risiko sesuai Bank conditions and taking into account the impact
kondisi Bank serta memperhitungkan dampak Risiko of Risk on capital adequacy. After obtaining approval
terhadap kecukupan permodalan. Setelah mendapat from the Board of Commissioners, the Board of
persetujuan dari Dewan Komisaris maka Direksi Directors determines the policies, strategies, and Risk
menetapkan kebijakan, strategi, dan kerangka Management framework in question;
Manajemen Risiko dimaksud;
b) Menyusun, menetapkan, dan mengkinikan prosedur b) Develop, establish, and update procedures and tools
dan alat untuk mengidentifikasi, mengukur, memonitor, to identify, measure, monitor, and control risks;
dan mengendalikan Risiko; c) Develop and determine transaction approval
c) Menyusun dan menetapkan mekanisme persetujuan mechanisms, including those that exceed limits and
transaksi, termasuk yang melampaui limit dan authority for each level of position;
kewenangan untuk setiap jenjang jabatan; d) Evaluate and/or update Risk Management policies,
d) Mengevaluasi dan/atau mengkinikan kebijakan, strategies, and frameworks at least once a year or
strategi, dan kerangka Manajemen Risiko paling more frequently if there are changes in factors that
kurang satu kali dalam satu tahun atau dalam frekuensi significantly influence the Bank's business activities,
yang lebih sering dalam hal terdapat perubahan risk exposure, and/or risk profile
faktor-faktor yang mempengaruhi kegiatan usaha e) Establish an organizational structure including clear
Bank, eksposur Risiko, dan/atau profil Risiko secara authority and responsibility at each level of position
signifikan related to the implementation of Risk Management;
e) Menetapkan struktur organisasi termasuk wewenang f) Responsible for implementing Risk Management
dan tanggung jawab yang jelas pada setiap jenjang policies, strategies, and frameworks that have been
jabatan yang terkait dengan penerapan Manajemen approved by the Board of Commissioners as well as
Risiko; evaluating and providing direction based on reports
f) Bertanggungjawab atas pelaksanaan kebijakan, submitted by the Risk Management Division including
strategi, dan kerangka Manajemen Risiko yang telah reports regarding Risk profiles;
disetujui oleh Dewan Komisaris serta mengevaluasi g) Ensure that all material risks and impacts caused
dan memberikan arahan berdasarkan laporan- by these risks have been followed up and submit
laporan yang disampaikan oleh Divisi Manajemen accountability reports to the Board of Commissioners
Risiko termasuk laporan mengenai profil Risiko; regularly. The report in question includes, among
g) Memastikan seluruh Risiko yang material dan other things, a report on developments and problems
dampak yang ditimbulkan oleh Risiko dimaksud related to material risks along with corrective steps
telah diTindak Lanjuti dan menyampaikan laporan that have been, are being, and will be taken;
pertanggungjawaban kepada Dewan Komisaris h) Ensure the implementation of corrective steps for
secara berkala. Laporan dimaksud antara lain problems or irregularities in the Bank's business
memuat laporan perkembangan dan permasalahan activities discovered by the Internal Audit Division;
terkait Risiko yang material disertai langkah-langkah i) Developing a Risk Management culture including Risk
perbaikan yang telah, sedang, dan akan dilakukan; awareness at all levels of the organization, including,
h) Memastikan pelaksanaan langkah-langkah perbaikan among other things, adequate communication to all
atas permasalahan atau penyimpangan dalam
kegiatan usaha Bank yang ditemukan oleh Divisi
Audit Intern;
i) Mengembangkan budaya Manajemen Risiko
termasuk kesadaran Risiko pada seluruh jenjang
706
PT Bank Sulselbar I Laporan Tahunan 2023
Page 30
LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN INFORMASI PERMODALAN DAN EKSPOSUR RISIKO LAPORAN TANGGUNG JAWAB LAPORAN KEUANGAN AUDIT
GOOD CORPORATE GOVERNANCE CAPITAL INFORMATION AND RISK EXPOSURE SOSIAL PERUSAHAAN AUDITED FINANCIAL STATEMENT
CORPORATE SOCIAL
RESPONSIBILITY REPORT
organisasi, antara lain meliputi komunikasi yang levels of the organization regarding the importance of
memadai kepada seluruh jenjang organisasi tentang effective internal control;
pentingnya pengendalian intern yang efektif; j) Ensure adequate financial and infrastructure support
j) Memastikan kecukupan dukungan keuangan dan to manage and control risks;
infrastruktur untuk mengelola dan mengendalikan k) Ensure that the Risk Management function has
Risiko; been implemented independently, which is reflected
k) Memastikan bahwa fungsi Manajemen Risiko telah in, among other things, the separation of functions
diterapkan secara independen yang dicerminkan between the Risk Management Group which carries
antara lain adanya pemisahan fungsi antara Grup out risk identification, measurement, monitoring,
Manajemen Risiko yang melakukan identifikasi, and control, and the work unit which carries out and
pengukuran, pemantauan dan pengendalian completes transactions.
Risiko dengan satuan kerja yang melakukan dan
menyelesaikan transaksi.
3. Komite Manajemen Risiko memiliki tugas & tanggung 3. The Risk Management Committee has duties &
jawab: responsibilities:
a) Penyusunan kebijakan Manajemen Risiko serta a) Preparation of Risk Management policies and changes
perubahannya, termasuk strategi Manajemen Risiko, thereto, including Risk Management strategies, level
tingkat Risiko yang diambil dan toleransi Risiko, of Risk taken and Risk tolerance, Risk Management
kerangka Manajemen Risiko serta rencana kontinjensi framework, and contingency plans to anticipate the
untuk mengantisipasi terjadinya kondisi tidak normal; occurrence of abnormal conditions;
b) Penyempurnaan proses Manajemen Risiko secara b) Improving the Risk Management process periodically
berkala maupun bersifat insidentil sebagai akibat or incidentally as a result of changes in the Bank's
dari suatu perubahan kondisi eksternal dan internal external and internal conditions that affect capital
Bank yang mempengaruhi kecukupan permodalan, adequacy, the Bank's Risk profile, and ineffective
profil Risiko Bank, dan tidak efektifnya penerapan implementation of Risk Management based on
Manajemen Risiko berdasarkan hasil evaluasi; evaluation results;
c) Penetapan kebijakan dan/atau keputusan bisnis c) Determination of policies and/or business decisions
yang menyimpangdari prosedur normal, seperti that deviate from normal procedures, such as
pelampauan ekspansi usaha yang signifikan exceeding significant business expansion compared
dibandingkan dengan rencana bisnis Bank yang telah to the Bank's previously determined business plan
ditetapkan sebelumnya atau pengambilan posisi/ or taking positions/risk exposures that exceed
eksposur Risiko yang melampaui limit yang telah predetermined limits.
ditetapkan. 4. Internal Audit has duties & responsibilities:
4. Audit Intern memiliki tugas & tanggung jawab: a) Periodically review & evaluate the implementation of
a) Kaji ulang & evaluasi secara berkala penerapan Risk Management including the reliability of the risk
Manajemen Risiko meliputi keandalan kerangka management framework, which includes policies,
Manajemen risiko, yang mencakup kebijakan, struktur organizational structure, resource allocation, risk
organisasi, alokasi sumber daya, design proses management process design, information system and
manajemen risiko, system informasi dan pelaporan bank risk reporting.
Risiko bank. b) Monitoring of follow-up/improvements to internal and
b) Pemantauan atas tindak lanjut /perbaikan atas external audit findings.
temuan hasil audit intern maupun ekstern. c) Inform the Board of Directors and/or Board of
c) Menginformasikan ke Direksi dan atau Dewan Commissioners of audit findings that have not been
Komisaris temuan audit yang belum diTindak Lanjuti. followed up.
5. Divisi Kepatuhan memiliki tugas & tanggung jawab: 5. The Compliance Division has duties & responsibilities:
707
PT Bank Sulselbar I Annual Report 2023
Page 31
PENDAHULUAN
INTRODUCTION LAPORAN MANAJEMEN PROFIL PERUSAHAAN TINJAUAN PENDUKUNG BISNIS ANALISA DAN PEMBAHASAN KINERJA
MANAGEMENT REPORT COMPANY PROFILE BUSINESS SUPPORTING OVERVIEW BANK OLEH MANAJEMEN
ANALYSIS AND DISCUSSION OF BANK
PERFORMANCE BY MANAGEMENT
a) Membuat langkah-langkah dalam rangka mendukung a) Take steps to support the creation of a Compliance
terciptanya Budaya Kepatuhan pada seluruh kegiatan Culture in all Bank business activities at every level of
usaha Bank pada setiap jenjang organisasi; the organization;
b) Melakukan review dan/atau merekomendasikan b) Review and/or recommend updating and improving
pengkinian dan penyempurnaan kebijakan, policies, provisions, systems, and procedures owned
ketentuan, sistem maupun prosedur yang dimiliki oleh by the Bank so that they comply with Bank Indonesia
Bank agar sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia provisions and applicable laws and regulations,
dan peraturan perundang-undangan yang berlaku, including Sharia Principles for Sharia Commercial
termasuk Prinsip Syariah bagi Bank Umum Syariah Banks and Sharia Business Units;
dan Unit Usaha Syariah; c) Make efforts to ensure that the Bank's policies,
c) Melakukan upaya-upaya untuk memastikan bahwa provisions, systems, and procedures, as well as
kebijakan, ketentuan, sistem dan prosedur, serta business activities, are by Bank Indonesia regulations
kegiatan usaha Bank telah sesuai dengan ketentuan and applicable laws and regulations; And
Bank Indonesia dan peraturan perundang-undangan d) Ensure the Risk Management framework meets
yang berlaku; dan compliance principles.
d) Memastikan kerangka Manajemen Risiko memenuhi
asas kepatuhan.
6. Divisi Strategic Inisiative Management Office (SIMO) 6. The Strategic Initiative Management Office (SIMO)
memiliki tugas & tanggung jawab: Division has duties & responsibilities:
a) Penetapan struktur organisasi dalam pengelolaan a) Determination of organizational structure in risk
risiko management
b) Penetapan kerangka pendelegasian wewenang b) Determination of a framework for delegation of
dalam penerapan manajemen risiko. authority in implementing risk management.
c) Menetapkan alat ukur keberhasilan (Key Performance c) Determine success measurement tools (Key
Indicator) untuk setiap jenjang dalam organisasi Performance Indicators) for each level in the
d) Penetapan standar formasi di setiap unit kerja. organization
7. Divisi Human Capital (DHC) memiliki tugas & tanggung d) Determination of formation standards in each work
jawab: unit.
7. The Human Capital Division (DHC) has duties &
a) Menetapkan kualifikasi SDM yang jelas untuk setiap responsibilities:
jabatan yang terkait dengan penerapan Manajemen a) Determine clear HR qualifications for each position
Risiko related to the implementation of Risk Management
b) Kecukupan kuantitas dan kualitas SDM b) Adequate quantity and quality of human resources
c) Memastikan bahwa SDM di seluruh unit kerja c) Ensure that HR in all work units understands their
memahami tugas dan tanggungjawabnya. duties and responsibilities.
d) Mengembangkan system penerimaan pegawai, d) Develop a system for employee recruitment, employee
pengembangan dan pelatihan pegawai termasuk development, and training including managerial
rencana suksesi manajerial serta remunerasi yang succession plans and adequate remuneration to
memadai untuk memastikan tersedianya pegawai ensure the availability of competent employees in the
yang kompeten di bidang manajemen risiko. field of risk management.
8. Komite Pemantau Risiko memiliki tugas & tanggung 8. The Risk Oversight Committee has duties &
jawab: responsibilities:
a) Evaluasi tentang kesesuaian antara kebijakan a) Evaluation of the suitability between risk management
manajemen risiko dengan pelaksanaan kebijakan policies and the implementation of these policies;
tersebut;
708
PT Bank Sulselbar I Laporan Tahunan 2023
Page 32
LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN INFORMASI PERMODALAN DAN EKSPOSUR RISIKO LAPORAN TANGGUNG JAWAB LAPORAN KEUANGAN AUDIT
GOOD CORPORATE GOVERNANCE CAPITAL INFORMATION AND RISK EXPOSURE SOSIAL PERUSAHAAN AUDITED FINANCIAL STATEMENT
CORPORATE SOCIAL
RESPONSIBILITY REPORT
b) Pemantauan dan evaluasi pelaksanaan tugas Komite b) Monitoring and evaluating the implementation of the
Manajemen Risiko dan Grup Manajemen Risiko duties of the Risk Management Committee and Risk
Management Group
9. Satuan Kerja Operasional (Risk Taking Unit) memiliki 9. The Operational Work Unit (Risk Taking Unit) has the
tugas dan tanggung jawab: following duties and responsibilities:
a) Mengelola risiko sesuai kerangka manajemen risiko a) Manage risks according to the established risk
yang ditetapkan management framework
b) Melaporkan posisi exposure yang dikelola b) Reporting managed exposure positions
c) Penyempurnaan kerangka manajemen risiko (melalui c) Improving the risk management framework (through
Komenko) yang terkait bidang tugasnya. Komenko) related to its field of work.
d) Memastikan efektifitas penerapan fungsi kepatuhan d) Ensure the effectiveness of the implementation of the
pada unit kerjanya. compliance function in the work unit.
Media untuk mengkomunikasikan, menolak, dan mendorong Media to communicate, reject, and encourage a risk
budaya manajemen risiko dalam Bank (yaitu code of conduct; management culture within the Bank (i.e. code of conduct;
panduan terkait batas operasional atau prosedur untuk guidelines regarding operational limits or procedures to
mencegah pelanggaran atau pelampauan batas risiko Bank; prevent violations or exceedance of the Bank's risk limits;
prosedur untuk meningkatkan dan membagi isu risiko antara procedures to escalate and share risk issues between
lini bisnis dan fungsi manajemen risiko). business lines and risk management functions).
Sistem akuntansi, informasi dan komunikasi manajemen The Bank's accounting, information, and risk management
risiko Bank diselenggarakan sesuai dengan ketentuan dan communication systems are maintained by applicable
kebijakan yang berlaku. Bank telah melakukan implementasi regulations and policies. The Bank has implemented a
Sistem Informasi Manajemen Risiko (SIMR) sebagai salah Risk Management Information System (SIMR) as a tool for
satu tools untuk mengukur profil risiko setiap unit kerja dan measuring the risk profile of each work unit and regularly
secara regular dilakukan sosialiasi risk awareness kepada carries out risk awareness outreach to work units at head
unit kerja di kantor pusat dan kantor cabang serta pemantauan office and branch offices Risk Appetite monitoring is carried
Risk Appetite dilakukan setiap bulan dan dilaporkan kepada out every month and reported to the Board of Directors or Top
Direksi atau Top Management. Management.
Ruang lingkup dan fitur utama sistem pengukuran risiko. Scope and main features of risk measurement systems.
Risk Appetite dan Risk Tolerance dievaluasi dan Risk Appetite and Risk Tolerance are evaluated and refined
disempurnakan secara berkala atau sewaktu-waktu apabila periodically or at any time if necessary to ensure the suitability
diperlukan untuk memastikan kesesuaian asumsi, akurasi, of assumptions, accuracy, fairness, and integrity of data, as
kewajaran dan integritas data, serta prosedur yang digunakan well as procedures used to measure risk.
untuk mengukur risiko.
Deskripsi proses pelaporan informasi risiko yang diberikan Description of the risk information reporting process provided
kepada Dewan Komisaris dan Direksi, khususnya terkait to the Board of Commissioners and Directors, particularly
dengan ruang lingkup dan isi dan laporan eksposur risiko. related to the scope and content and risk exposure reports.
Pelaporan informasi risiko yang diberikan kepada Risk information reporting provided to the Board of
Dewan Komisaris, Direksi & OJK meliputi laporan tingkat Commissioners, Directors & OJK includes a bank sound
kesehatan bank yang berisi uraian atas profil risiko, tata rating report which contains a description of the risk profile,
kelola, rentabilitas, dan permodalan yang dilaporkan setiap governance, profitability, and capital which is reported every
semester dan laporan Profil Risiko Bank yang berisi uraian semester, and a Bank Risk Profile report which contains a
atas 8 risiko (Konvensional) dan tambahan 2 risiko (syariah) description of 8 risks (Conventional) and additional 2 risks
yang dikirimkan kepada regulater wilayah (OJK). Selain (shariah) which are sent to the regional regulator (OJK).
709
PT Bank Sulselbar I Annual Report 2023
Page 33
PENDAHULUAN
INTRODUCTION LAPORAN MANAJEMEN PROFIL PERUSAHAAN TINJAUAN PENDUKUNG BISNIS ANALISA DAN PEMBAHASAN KINERJA
MANAGEMENT REPORT COMPANY PROFILE BUSINESS SUPPORTING OVERVIEW BANK OLEH MANAJEMEN
ANALYSIS AND DISCUSSION OF BANK
PERFORMANCE BY MANAGEMENT
itu terdapat pula laporan ICAAP yang berisi perhitungan Apart from that, there is also an ICAAP report which contains
kewajiban penyediaan modal minimum sesuai profil risiko. a calculation of the minimum capital requirement according
to the risk profile.
Terdapat pula laporan profil risiko cabang yang memuat There is also a branch risk profile report which contains the
tentang peringkat profil risiko dari masing-masing kantor inherent risk profile ranking of each branch office. Apart
cabang secara inheren. Di samping itu terdapat laporan from that, there are capital stress testing reports, Loan
stress testing permodalan, stress testing kredit, stress testing stress testing, liquidity stress testing, and submission of risk
likuiditas dan penyampaian rekomendasi kajian risiko yang assessment recommendations which contain a summary of
memuat ringkasan atas identiflkasi risiko beserta mitigasi risk identification and risk mitigation.
risiko. Qualitative information related to stress tests, namely the
Informasi kualitatif terkait stress test yaitu portofolio dari portfolio of stress tests, scenarios, and methodologies used,
stress test, skenario dan metodologi yang digunakan, serta as well as the use of stress tests in risk management.
penggunaan stress test dalam manajemen risiko. The Bank has a risk management policy and policies related
Bank telah memiliki kebijakan manajemen risiko dan to stress tests and carries out stress testing to determine the
kebijakan terkait stress test serta melakukan stress testing impact of the implementation of Risk Management policies
untuk mengetahui dampak dari implementasi kebijakan and strategies on the portfolio or overall Bank performance
dan strategi Manajemen Risiko terhadap portofolio atau which is reported to management. Credit Restructuring
kinerja Bank secara keseluruhan yang dilaporkan kepada Stress Testing is also carried out periodically/monthly and
manajemen. Stress Testing Restrukturisasi Kredit juga reported to the Board of Directors and Regulators (OJK).
dilakukan secara berkala/bulanan dan dilaporkan kepada
Direksi dan Regulator (OJK).
Strategi dan proses untuk mengatur, melindung nilai dan Strategies and processes to manage, hedge, and mitigate
memitigasi risiko yang muncul dari model bisnis bank dan risks arising from the bank's business model and processes
proses untuk memonitor efektifitas dari lindung nilai dan to monitor the effectiveness of hedging and risk mitigation.
mitigasi risiko. The risk management process includes the stages of
Proses manajemen risiko meliputi tahapan identifikasi, identification, measurement, monitoring, and control.
pengukuran, pemantauan, pengendalian. Identification is carried out on all risks managed by the bank,
ldentifikasi dilakukan terhadap seluruh risiko yang dikelola which are grouped into:
bank, yang dikelompokkan ke dalam : 1. Credit Risk
1. Risiko Kredit 2. Market Risk
2. Risiko Pasar 3. Liquidity Risk
3. Risiko Likuiditas 4. Operational Risk
4. Risiko Operasional 5. Legal Risk
5. Risiko Hukum 6. Strategic Risk
6. Risiko Stratejik 7. Reputational Risk
7. Risiko Reputasi 8. Compliance Risk
8. Risiko Kepatuhan 9. Investment Risk
9. Risiko Investasi 10. Return Risk
10. Risiko Imbal Hasil
Sistem pengendalian intern dalam penerapan Manajemen The internal control system in implementing Risk Management
Risiko paling kurang mencakup : includes at least:
1) kesesuaian antara sistem pengendalian intern dengan 1) suitability between the internal control system and the
jenis dan tingkat Risiko yang melekat pada kegiatan type and level of risk inherent in the Bank's business
usaha Bank; activities;
2) penetapan wewenang dan tanggung jawab untuk 2) determining authority and responsibility for monitoring
pemantauan kepatuhan kebijakan, prosedur dan limit; compliance with policies, procedures, and limits;
3) penetapan jalur pelaporan dan pemisahan fungsi yang 3) establishing reporting lines and clear separation of
jelas dari satuan kerja operasional kepada satuan kerja functions from operational work units to work units that
710
PT Bank Sulselbar I Laporan Tahunan 2023
Page 34
LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN INFORMASI PERMODALAN DAN EKSPOSUR RISIKO LAPORAN TANGGUNG JAWAB LAPORAN KEUANGAN AUDIT
GOOD CORPORATE GOVERNANCE CAPITAL INFORMATION AND RISK EXPOSURE SOSIAL PERUSAHAAN AUDITED FINANCIAL STATEMENT
CORPORATE SOCIAL
RESPONSIBILITY REPORT
yang melaksanakan fungsi pengendalian; carry out control functions;
4) struktur organisasi yang menggambarkan secara jelas 4) an organizational structure that clearly describes the
tugas dan tanggung jawab masing-masing unit dan duties and responsibilities of each unit and individual;
individu; 5) accurate and timely reporting of financial and operational
5) pelaporan keuangan dan kegiatan operasional yang activities;
akurat dan tepat waktu; 6) adequacy of procedures to ensure the Bank's compliance
6) kecukupan prosedur untuk memastikan kepatuhan Bank with applicable laws and regulations;
terhadap ketentuan dan perundang-undangan yang 7) effective, independent, and objective review of the Bank's
berlaku; operational policies, framework, and procedures;
7) kaji ulang yang efektif, independen, dan obyektif terhadap 8) adequate testing and review of management information
kebijakan, kerangka dan prosedur operasional Bank; systems;
8) pengujian dan kaji ulang yang memadai terhadap sistem 9) complete and adequate documentation of the scope,
informasi manajemen; operational procedures, and audit findings, as well as the
9) dokumentasi secara lengkap dan memadai terhadap Bank management's response based on the audit results;
cakupan, prosedur-prosedur operasional, temuan audit, 10) regular and continuous verification and review of the
serta tanggapan pengurus Bank berdasarkan hasil audit; Bank's handling of material weaknesses and the actions
10) verifikasi dan kaji ulang secara berkala dan of the Bank's management to correct deviations that
berkesinambungan terhadap penanganan kelemahan- occur.
kelemahan Bank yang bersifat material dan tindakan
pengurus Bank untuk memperbaiki penyimpangan-
penyimpangan yang terjadi.
Determination of Risk Rating Assessment
Penetapan Penilaian Peringkat Risiko 1. In implementing risk management, the Board of Directors
1. Dalam penerapan manajemen risiko, Direksi menetapkan determines risk ratings based on the proposed risk ratings
peringkat risiko mendasarkan pada usulan peringkat recommended by the Risk Management Committee. Risk
risiko yang direkomendasikan oleh Komite Manajemen assessment is based on the potential loss due to the risk
Risiko. Penilaian risiko didasarkan pada potensi kerugian experienced, where the greater the potential loss, the
akibat risiko yang dialami, dimana semakin besar potensi higher the risk rating.
kerugian, semakin tinggi pula peringkat risiko tersebut.
2. Adapun penetapan peringkat risiko dikatagorikan menjadi 2. The risk ranking is categorized into 5 (five), namely:
5 (lima) yaitu :
a. Low, jika potensi kerugian yang mungkin timbul a. Low, if the potential loss that may arise is low.
adalah rendah. b. Low to Moderate, if the potential loss that may arise is
b. Low to Moderate, jika potensi kerugian yang mungkin low but shows the potential to increase to a moderate
timbul rendah namun menunjukkan potensi kenaikan rating.
ke peringkat moderate.
c. Moderate, jika potensi kerugian yang mungkin timbul c. Moderate, if the potential loss that may arise is
sedang; moderate;
d. Moderate to High, jika potensi kerugian yang mungkin d. Moderate to High, if the potential loss that may arise is
timbul sedang namun menunjukkan potensi kenaikan moderate but shows the potential to increase to a high
ke peringkat high. rating.
e. High, jika potensi kerugian yang mungkin timbul e. High, if the potential loss that may arise is high.
tinggi.
3. Penetapan indikator, deskripsi dan peringkat setiap risiko 3. Determination of indicators, descriptions, and ratings
berpedoman kepada ketentuan tentang Penerapan for each risk is guided by the provisions regarding
Manajemen Risiko dan atau Penilaian Tingkat Kesehatan the Implementation of Risk Management and/or Bank
Bank (RBBR). Soundness Level Assessment (RBBR).
711
PT Bank Sulselbar I Annual Report 2023
Page 35
PENDAHULUAN
INTRODUCTION LAPORAN MANAJEMEN PROFIL PERUSAHAAN TINJAUAN PENDUKUNG BISNIS ANALISA DAN PEMBAHASAN KINERJA
MANAGEMENT REPORT COMPANY PROFILE BUSINESS SUPPORTING OVERVIEW BANK OLEH MANAJEMEN
ANALYSIS AND DISCUSSION OF BANK
PERFORMANCE BY MANAGEMENT
Laporan Perhitungan Rasio Leverage Ratio Calculation Report
Pengungkit
Nama Bank : PT Bank Sulselbar Bank Name: PT Bank Sulselbar
(Konven+UUS) (Conven+UUS)
Posisi Laporan : Desember (12) / Tahun Report Position: December (12) / Year
(2023)
(2023)
Tabel 1
(dalam jutaan Rupiah) -(in million rupiahs)
No. Keterangan Jumlah
1 Total aset di neraca pada laporan keuangan publikasi (nilai gross sebelum dikurangi CKPN). 31,506,668
Penyesuaian untuk nilai penyertaan pada bank, lembaga keuangan, perusahaan asuransi, dan/
2 atau entitas lain yang berdasarkan standar akuntansi keuangan harus dikonsolidasikan namun N/A
diluar cakupan konsolidasi berdasarkan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan.
Penyesuaian untuk nilai kumpulan aset keuangan atau aset syariah yang mendasari (underlying)
yang telah dialihkan dalam sekuritisasi aset yang memenuhi persyaratan jual putus sebagaimana
diatur dalam peraturan perundang-undangan OJK mengenai Prinsip Kehati-hatian dalam Aktivitas
3 -
Sekuritisasi Aset bagi Bank Umum.
Dalam hal aset keuangan atau aset syariah yang mendasari (underlying) dimaksud telah
dikurangkan dari total aset pada neraca maka angka pada baris ini adalah 0 (nol).
Penyesuaian terhadap pengecualian sementara atas penempatan giro pada Bank Indonesia dalam
4 N/A
rangka memenuhi ketentuan giro wajib minimum (jika ada).
Penyesuaian untuk aset fidusia yang diakui sebagai komponen neraca berdasarkan standar
5 N/A
akuntansi keuangan namun dikeluarkan dari perhitungan total eksposur dalam Rasio Leverage.
Penyesuaian untuk nilai pembelian atau penjualan aset keuangan secara regular dengan
6 -
menggunakan metode akuntansi tanggal perdagangan.
Penyesuaian untuk nilai transaksi cash pooling yang memenuhi persyaratan sebagaimana diatur
7 -
dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan ini.
8 Penyesuaian untuk nilai eksposur transaksi derivatif 354
Penyesuaian untuk nilai eksposur Securitities Financing Transaction (SFT) sebagai contoh
9 -
transaksi reverse repo.
Penyesuaian untuk nilai eksposur Transaksi Rekening Administratif (TRA) yang telah dikalikan
10 271,754
dengan Faktor Konversi Kredit (FKK).
Prudent valuation adjustments berupa faktor pengurang modal dan Cadangan Kerugian Penurunan
11 (456,940)
Nilai (CKPN)
12 Penyesuaian lainnya -
13 Total eksposur dalam perhitungan Rasio Leverage 31,321,836
Analisis Kualitatif
Total Eksposur dalam perhitungan Rasio pengungkit merupakan penjumlahan nilai eksposur-eksposur yang terdiri dari Eksposur Aset dalam
Neraca, Eksposur Transaksi Derivatif, Eksposur Securities Financing Transaction (SFT) dan Eksposur Rekening Administratif. Total Eksposur
yang dimiliki bank pada periode Desember 2022 berjumlah Rp 30186838,00, dimana Eksposur Aset dalam Neraca berjumlah Rp. 30222414,0,
Eksposur Securities Financing Transaction (SFT) berjumlah Rp. ,0 , Eksposur Rekening Administratif berjumlah Rp. 374949,0 dan untuk
Eksposur Transaksi Derivatif sebesar Rp. ,0.
Total Exposure in the calculation of Leverage Ratio is the sum of the exposure values consisting of Asset Exposure in the Balance Sheet,
Derivative Transaction Exposure, Securities Financing Transaction (SFT) Exposure and Administrative Account Exposure. Total Exposure owned
by the bank in the December 2022 period amounted to Rp. 30186838.00, where as Asset Exposure in the Balance Sheet amounted to Rp.
30222414.0, Securities Financing Transaction (SFT) exposure amounted to Rp. .0 , Administrative Account Exposure amounted to Rp. 374949.0
and for Derivative Transaction Exposure of Rp. ,0.
712
PT Bank Sulselbar I Laporan Tahunan 2023
Page 36
LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN INFORMASI PERMODALAN DAN EKSPOSUR RISIKO LAPORAN TANGGUNG JAWAB LAPORAN KEUANGAN AUDIT
GOOD CORPORATE GOVERNANCE CAPITAL INFORMATION AND RISK EXPOSURE SOSIAL PERUSAHAAN AUDITED FINANCIAL STATEMENT
CORPORATE SOCIAL
RESPONSIBILITY REPORT
Tabel 2
(dalam jutaan Rupiah)
Periode
Keterangan
T T-1
Eksposur Aset dalam Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
Eksposur Aset dalam Laporan Posisi Keuangan (Neraca) termasuk aset jaminan, namun
1 tidak termasuk eksposur transaksi derivatif dan eksposur SFT. 29,841,107 27,658,892
*Nilai gross sebelum dikurangi CKPN
Nilai penambahan kembali untuk agunan derivatif yang diserahkan kepada pihak lawan
2 dan penyediaan agunan tersebut mengakibatkan penurunan total eksposur aset dalam - -
neraca karena adanya penerapan standar akuntansi.
(Pengurangan atas piutang terkait cash variation margin yang diberikan dalam transaksi
3 - -
derivatif)
(Penyesuaian untuk surat berharga yang diterima dalam eksposur SFT yang diakui sebagai
4 - -
aset)
Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) atas aset tersebut sesuai standar akuntansi
5 (421,241) (409,984)
yang berlaku.
(Aset yang telah diperhitungkan sebagai faktor pengurang Modal Inti (tier 1) sebagaimana
6 dimaksud dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan yang mengatur mengenai kewajiban (35,699) (36,632)
penyediaan modal minimum bank umum.)
Total eksposur Aset dalam Laporan Posisi Keuangan (Keuangan)
7 29,384,167 27,212,276
(Penjumlahan baris 1 sampai dengan baris 6)
Eksposur Transaksi Derivatif
Nilai Replacement Cost (RC) untuk seluruh transaksi derivatif baik dalam hal terdapat
8 variation margin yang memenuhi syarat ataupun terdapat perjanjian saling hapus yang 1,239 -
memenuhi persyaratan tertentu
Nilai penambahan yang merupakan Potential Futures Exposures (PFE) untuk seluruh
9 - -
transaksi derivatif
(pengecualian atas eksposur transaksi derivatif yang diseleseaikan melalui central
10 N/A N/A
counterparty (CCP))
11 Penyesuaian untuk nilai nosional efektif dari derivatif kredit - -
(Penyesuaian untuk nilai nosional efektif yang dilakukan saling hapus dan pengurangan add-
12 - -
on untuk transaksi penjualan kredit derivatif)
Total Eksposur Transaksi Derivatif
13 1,239 -
(Penjumlahan baris 8 sampai dengan baris 12)
Eksposur Securities Financing Transaction (SFT)
14 Nilai Gross SFT 1,664,676 2,039,953
15 (Nilai bersih antara liabilitas kas dan tagihan kas) - -
Risiko Kredit akibat kegagalan pihak lawan terkait aset SFT yang mengacu perhitungan
16 Current Exposure sebagaimana diatur dalam Lampiran I Peraturan Otoritas Jasa Keuangan - 39,953
ini.
17 Eksposur sebagai agen SFT - -
Total Eksposur SFT
18 1,664,676 2,079,906
(Penjumlahan baris 14 sampai dengan baris 17)
Eksposur Transaksi Rekening Administratif (TRA)
Nilai seluruh kewajiban komitmen atau kewajiban kontijensi.
19 406,902 280,819
*Nilai gross sebelum dikurangi CKPN
Penyesuaian terhadap hasil perkalian antara nilai kewajiban komitmen atau kewajiban
20 (135,148) (64,162)
kontijensi dan Faktor Konversi Kredit (FKK)kemudian dikurangi CKPN)
(Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) atas TRA tersebut sesuai standar akuntansi
21 - -
yang berlaku)
Total Eksposur Transaksi Rekening Administratif (TRA)
22 271,754 216,657
(Penjumlahan dari baris 19 sampai dengan baris 21)
713
PT Bank Sulselbar I Annual Report 2023
Page 37
PENDAHULUAN
INTRODUCTION LAPORAN MANAJEMEN PROFIL PERUSAHAAN TINJAUAN PENDUKUNG BISNIS ANALISA DAN PEMBAHASAN KINERJA
MANAGEMENT REPORT COMPANY PROFILE BUSINESS SUPPORTING OVERVIEW BANK OLEH MANAJEMEN
ANALYSIS AND DISCUSSION OF BANK
PERFORMANCE BY MANAGEMENT
(dalam jutaan rupiah)
Periode
Keterangan
T T-1
Modal dan Total Ekposur
23 Modal Inti (Tier 1) 4,334,277 4,280,344
24 Total Eksposur (Penjumlahan baris 7, 13, 18, dan 22) 31,321,836 29,508,839
Rasio Leverage
Nilai Rasio Pengungkit, termasuk dampak dari penyesuaian terhadap pengecualian
25 sementara atas penempatan giro pada Bank Indonesia dalam rangka memenuhi 13.84% 14.51%
ketentuan giro wajib minimum (jika ada)
Nilai Rasio Pengungkit, tidak termasuk dampak dari penyesuaian terhadap
25a pengecualian sementara atas penempatan giro pada Bank Indonesia dalam rangka 13.84% 14.51%
memenuhi ketentuan giro wajib minimum (jika ada)
26 Nilai Minimum Rasio Leverage 3.00% 3,00%
27 Buffer terhadap nilai Rasio Leverage N/A N/A
Pengungkapan Nilai Rata-Rata
Nilai rata-rata dari nilai tercatat aset SFT secara gross, setelah penyesuaian untuk transaksi
28 akuntansi penjualan (sale accounting transaction) yang dihitung secara bersih (nett) dengan 2,226,771 2,226,771
liabilitas kas dalam SFT dan tagihan kas dalam SFT
Nilai akhir triwulan laporan dari nilai tercatat aset SFT secara gross, setelah penyesuaian
29 untuk transaksi akuntansi penjualan (sale accounting transaction) yang dihitung secara 1,664,676 2,039,953
bersih (nett) dengan liabilitas kas dalam SFT dan tagihan kas dalam SFT
Total Eksposur, termasuk dampak dari penyesuaian terhadap pengecualian sementara
atas penempatan giro pada Bank Indonesia dalam rangka memenuhi ketentuan giro wajib
30 31,883,931 29,655,704
minimum (jika ada), yang telah memasukkan nilai rata-rata dari nilai tercatat aset SFT secara
gross sebagaimana dimaksud dalam baris 28
Total Eksposur, tidak termasuk dampak dari penyesuaian terhadap pengecualian sementara
atas penempatan giro pada Bank Indonesia dalam rangka memenuhi ketentuan giro wajib
30a 31,883,931 29,655,704
minimum (jika ada), yang telah memasukkan nilai rata-rata dari nilai tercatat aset SFT secara
gross sebagaimana dimaksud dalam baris 28
Nilai Rasio Pengungkit, termasuk dampak dari penyesuaian terhadap pengecualian
sementara atas penempatan giro pada Bank Indonesia dalam rangka memenuhi ketentuan
31 13.59% 14.43%
giro wajib minimum (jika ada), yang telah memasukkan nilai rata-rata dari nilai tercatat aset
SFT secara gross sebagaimana dimaksud dalam baris 28
Nilai Rasio Pengungkit, tidak termasuk dampak dari penyesuaian terhadap pengecualian
sementara atas penempatan giro pada Bank Indonesia dalam rangka memenuhi ketentuan
31a 13.59% 14.43%
giro wajib minimum (jika ada), yang telah memasukkan nilai rata-rata dari nilai tercatat aset
SFT secara gross sebagaimana dimaksud dalam baris 28
Analisis Kualitatif
Rasio Pengungkit yang dimiliki bank pada periode Desember 2023 (triwulan IV) adalah sebesar 13.84% dimana mengalami Penurunan bila dibandingkan
dengan periode September 2023 (triwulan III) adalah sebesar 14.51%
The bank’s leverage ratio in the period December 2023 (quarter IV) was 13.84%, which experienced a decrease compared to the period September 2023
(quarter III) which was 14.51%
714
PT Bank Sulselbar I Laporan Tahunan 2023
Page 38
Pengungkapan Tagihan Bersih Berdasarkan Disclosure of Net Receivables by Region -
Wilayah -Bank secara Individual Bank Individually
(dalam jutaan rupiah)
Posisi Tanggal 31 Desember 2023 Posisi Tanggal 31 Desember 2022
GOOD CORPORATE GOVERNANCE
No. Kategori Portofolio Tagihan Bersih Berdasarkan Wilayah Tagihan Bersih Berdasarkan Wilayah
LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN
Sulawesi Jawa Lainnya Total Sulawesi Jawa Lainnya Total
(1) (2) (3) (4) (5) (7) (8) (9) (10) (12)
1 Tagihan Kepada Pemerintah 7,782 0 0 7,782 0 0 0 0
2 Tagihan Kepada Entitas Sektor Publik 22,844 388,286 80 491,13 215,919 513,055 0 728,975
Tagihan Kepada Bank Pembangunan Multilateral dan Lembaga
3 0 0 0 0 0 0 0 0
Internasional
4 Tagihan Kepada Bank 0 0 0 0 0 0 0 0
5 Kredit Beragun Rumah Tinggal 727,47 249 0 727,719 646,592 0 0 646,592
6 Kredit Beragun Properti Komersial 9,553 0 0 9,553 9,425 0 0 9,425
7 Kredit Pegawai/Pensiunan 16,020,029 10,043 151 16,030,222 15,540,339 6,843 0 15,547,181
8 Tagihan Kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Portofolio Ritel 1,960,725 211 7,378 1,968,314 2,194,330 0 0 2,194,330
9 Tagihan kepada Korporasi 817,564 698,597 8,906 1,525,067 558,596 686,677 0 1,245,273
10 Tagihan yang Telah Jatuh Tempo 216,939 0 592 217,531 116,299 0 0 116,299
CAPITAL INFORMATION AND RISK EXPOSURE
715
INFORMASI PERMODALAN DAN EKSPOSUR RISIKO
11 Aset Lainnya 0 0 0 0 0 0 0 0
TOTAL 19,782,905 1,097,386 97,027 20,977,318 19,281,500 1,206,575 0 20,488,075
PT Bank Sulselbar I Annual Report 2023
CORPORATE SOCIAL
SOSIAL PERUSAHAAN
RESPONSIBILITY REPORT
LAPORAN TANGGUNG JAWAB
LAPORAN KEUANGAN AUDIT
AUDITED FINANCIAL STATEMENT
Page 39
PENDAHULUAN
INTRODUCTION LAPORAN MANAJEMEN PROFIL PERUSAHAAN TINJAUAN PENDUKUNG BISNIS ANALISA DAN PEMBAHASAN KINERJA
MANAGEMENT REPORT COMPANY PROFILE BUSINESS SUPPORTING OVERVIEW BANK OLEH MANAJEMEN
ANALYSIS AND DISCUSSION OF BANK
PERFORMANCE BY MANAGEMENT
Pengungkapan Tagihan Bersih Berdasarkan Disclosure of Net Receivables Based on
Sisa Jangka Waktu Kontrak - Bank secara Remaining Contract Term - Bank Individually
Individual
Posisi Tanggal 31 Desember 2023
Tagihan bersih berdasarkan sisa jangka waktu kontrak
No. Kategori Portofolio
s.d. 1 di atas 1 thn di atas 3 thn di atas 5 Non
Total
tahun s.d. 3 thn s.d. 5 thn thn Kontraktual
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)
1 Tagihan Kepada Pemerintah 7,095 51 481 155 0 7,782
2 Tagihan Kepada Entitas Sektor Publik 55,511 91,000 137,000 207,618 0 491,130
Tagihan Kepada Bank Pembangunan
3 0 0 0 0 0 0
Multilateral dan Lembaga Internasional
4 Tagihan Kepada Bank 0 0 0 0 0 0
5 Kredit Beragun Rumah Tinggal 2,974 2,592 12,980 709,173 0 727,719
6 Kredit Beragun Properti Komersial 1,431 113 90 7,919 0 9,553
7 Kredit Pegawai/Pensiunan 129,216 920,937 1,311,423 13,668,646 0 16,030,222
Tagihan Kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil dan
8 368,009 377,423 389,516 833,366 0 1,968,314
Portofolio Ritel
9 Tagihan kepada Korporasi 243,819 247,087 316,269 717,891 0 1,525,067
10 Tagihan yang Telah Jatuh Tempo 80,692 52,275 11,760 72,805 0 217,531
11 Aset Lainnya 0 0 0 0 0 0
TOTAL 888,746 1,691,479 2,179,520 16,217,573 0 20,977,318
Pengungkapan Tagihan Bersih Berdasarkan Disclosure of Net Receivables Based on
Sektor Ekonomi - Bank secara Individual Economic Sector - Bank Individually
Tagihan
Tagihan Kepada Bank
Kredit
Tagihan Kepada Pembangunan
No. Sektor Ekonomi Tagihan Beragun
Kepada Entitas Multilateral dan
Kepada Rumah
Pemerintah Sektor Lembaga
Bank Tinggal
Publik Internasional
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
Posisi Tanggal 31 Desember 2023
1 Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan 481 0 0 0 0
2 Pertambangan dan Penggalian 0 0 0 0 0
3 Industri pengolahan 92 260,667 0 0 0
4 Pengadaan Listrik, Gas, Uap/Air Panas dan Udara Dingin 0 0 0 0 0
Pengelolaan Air, Pengelolaan Air Limbah, Pengelolaan dan Daur
5 0 0 0 0 0
Ulang Sampah
6 Konstruksi 7,003 222,456 0 0 2,733
Perdagangan besar dan eceran; Reparasi dan Perawatan Mobil dan
7 0 0 0 0 230
Sepeda Motor
8 Pengangkutan dan Pergudangan 0 0 0 0 0
9 Penyediaan Akomodasi dan Penyediaan Makan Minum 0 0 0 0 0
10 Informasi dan Komunikasi 0 0 0 0 0
11 Aktivitas Keuangan dan Asuransi 0 0 0 0 0
12 Real Estat 0 0 0 0 0
716
PT Bank Sulselbar I Laporan Tahunan 2023
Page 40
LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN INFORMASI PERMODALAN DAN EKSPOSUR RISIKO LAPORAN TANGGUNG JAWAB LAPORAN KEUANGAN AUDIT
GOOD CORPORATE GOVERNANCE CAPITAL INFORMATION AND RISK EXPOSURE SOSIAL PERUSAHAAN AUDITED FINANCIAL STATEMENT
CORPORATE SOCIAL
RESPONSIBILITY REPORT
(dalam jutaan rupiah)
Posisi Tanggal 31 Desember 2022
Tagihan bersih berdasarkan sisa jangka waktu kontrak
Kategori Portofolio
atas 1
s.d. 1 i atas 3 thn di atas 5 Non
thn s.d. Total
tahun s.d. 5 th thn Kontraktua
3t
(9) (10) (11) (12) (13) (14) (2)
0 0 0 0 0 0 Tagihan Kepada Pemerintah
230,919 112,500 168,000 217,555 0 728,975 Tagihan Kepada Entitas Sektor Publik
Tagihan Kepada Bank Pembangunan Multilateral dan Lembaga
0 0 0 0 0 0
Internasional
0 0 0 0 0 0 Tagihan Kepada Bank
499 1,164 6,531 638,398 0 646,592 Kredit Beragun Rumah Tinggal
599 65 105 8,655 0 9,425 Kredit Beragun Properti Komersial
154,665 653,057 1,609,421 13,130,038 0 15,547,181 Kredit Pegawai/Pensiunan
434,446 358,129 412,236 989,520 0 2,194,330 Tagihan Kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Portofolio Ritel
220,403 141,073 286,508 597,289 0 1,245,273 Tagihan kepada Korporasi
49,813 18,688 37,578 10,220 0 116,299 Tagihan yang Telah Jatuh Tempo
0 0 0 0 0 0 Aset Lainnya
1,091,344 1,284,676 2,520,380 15,591,676 0 20,488,075 TOTAL
(dalam jutaan rupiah)
Tagihan
Kepada
Tagihan
Kredit Usaha
Kredit Tagihan yang Aset
Beragun Mikro, Usaha Sektor Ekonomi
Pegawai/Pen kepada Telah Lainnya
Properti Kecil dan
siunan Korporasi Jatuh
Komersial Portofolio
Tempo
Ritel
(8) (9) (10) (11) (12) (13) (2)
Posisi Tanggal 31 Desember 2023
0 2,510 492,108 413 12,117 0 Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan
0 25 3,716 371,206 802 0 Pertambangan dan Penggalian
0 717 83,419 40,878 7,824 0 Industri pengolahan
0 0 750 300 0 0 Pengadaan Listrik, Gas, Uap/Air Panas dan Udara Dingin
Pengelolaan Air, Pengelolaan Air Limbah, Pengelolaan dan Daur
0 51 2,937 249 305 0
Ulang Sampah
1,431 446 258,379 789,491 35,671 0 Konstruksi
Perdagangan besar dan eceran; Reparasi dan Perawatan Mobil dan
0 15,422 819,811 22,223 71,193 0
Sepeda Motor
0 14 9,188 5,480 814 0 Pengangkutan dan Pergudangan
0 19 104,621 80 2,919 0 Penyediaan Akomodasi dan Penyediaan Makan Minum
0 13 1,636 0 0 0 Informasi dan Komunikasi
0 0 69,177 183,876 416 0 Aktivitas Keuangan dan Asuransi
0 194 9,009 40,410 49,600 0 Real Estat
717
PT Bank Sulselbar I Annual Report 2023
Page 41
PENDAHULUAN
INTRODUCTION LAPORAN MANAJEMEN PROFIL PERUSAHAAN TINJAUAN PENDUKUNG BISNIS ANALISA DAN PEMBAHASAN KINERJA
MANAGEMENT REPORT COMPANY PROFILE BUSINESS SUPPORTING OVERVIEW BANK OLEH MANAJEMEN
ANALYSIS AND DISCUSSION OF BANK
PERFORMANCE BY MANAGEMENT
Tagihan
Tagihan Kepada Bank
Kredit
Tagihan Kepada Pembangunan
No. Sektor Ekonomi Tagihan Beragun
Kepada Entitas Multilateral dan
Kepada Rumah
Pemerintah Sektor Lembaga
Bank Tinggal
Publik Internasional
13 Aktivitas Profesi, Ilmiah, dan Teknis 0 0 0 0 0
Aktivitas Penyewaan dan Sewa Guna Usaha Tanpa Hak Opsi,
14 0 0 0 0 0
Ketenagakerjaan, Agen Perjalanan, dan Penunjang Usaha Lainnya
15 Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib 0 8,006 0 0 0
16 Pendidikan 0 0 0 0 0
17 Aktivitas Kesehatan Manusia dan Aktivitas Sosial 0 0 0 0 0
18 Kesenian, Hiburan, dan Rekreasi 0 0 0 0 0
19 Aktivitas Jasa Lainnya 0 0 0 0 0
20 Aktivitas Rumah Tangga sebagai Pemberi Kerja 0 0 0 0 0
21 Aktivitas Badan Internasional dan Badan Ekstra Internasional Lainnya 0 0 0 0 0
22 Rumah Tangga 155 0 0 0 724,329
23 Bukan Lapangan Usaha Lainnya 51 0 0 0 426
TOTAL 7,782 491,130 0 0 727,719
Posisi Tanggal 31 Desember 2022
1 Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan 0 1,751 0 0 0
2 Pertambangan dan Penggalian 0 0 0 0 0
3 Industri pengolahan 0 322,753 0 0 0
4 Pengadaan Listrik, Gas, Uap/Air Panas dan Udara Dingin 0 0 0 0 0
Pengelolaan Air, Pengelolaan Air Limbah, Pengelolaan dan Daur
5 0 0 0 0 0
Ulang Sampah
6 Konstruksi 0 232,470 0 0 473
Perdagangan besar dan eceran; Reparasi dan Perawatan Mobil dan
7 0 150,000 0 0 0
Sepeda Motor
8 Pengangkutan dan Pergudangan 0 0 0 0 0
9 Penyediaan Akomodasi dan Penyediaan Makan Minum 0 0 0 0 0
10 Informasi dan Komunikasi 0 0 0 0 0
11 Aktivitas Keuangan dan Asuransi 0 0 0 0 0
12 Real Estat 0 0 0 0 0
13 Aktivitas Profesi, Ilmiah, dan Teknis 0 0 0 0 0
Aktivitas Penyewaan dan Sewa Guna Usaha Tanpa Hak
14 Opsi, Ketenagakerjaan, Agen 0 0 0 0 0
Perjalanan, dan Penunjang Usaha Lainnya
15 Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib 0 22,000 0 0 0
16 Pendidikan 0 0 0 0 0
17 Aktivitas Kesehatan Manusia dan Aktivitas Sosial 0 0 0 0 0
18 Kesenian, Hiburan, dan Rekreasi 0 0 0 0 0
19 Aktivitas Jasa Lainnya 0 0 0 0 0
20 Aktivitas Rumah Tangga sebagai Pemberi Kerja 0 0 0 0 0
21 Aktivitas Badan Internasional dan Badan Ekstra Internasional Lainnya 0 0 0 0 0
22 Rumah Tangga 0 0 0 0 645,973
23 Bukan Lapangan Usaha Lainnya 0 0 0 0 145
TOTAL 0 728,975 0 0 646,592
718
PT Bank Sulselbar I Laporan Tahunan 2023
Page 42
LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN INFORMASI PERMODALAN DAN EKSPOSUR RISIKO LAPORAN TANGGUNG JAWAB LAPORAN KEUANGAN AUDIT
GOOD CORPORATE GOVERNANCE CAPITAL INFORMATION AND RISK EXPOSURE SOSIAL PERUSAHAAN AUDITED FINANCIAL STATEMENT
CORPORATE SOCIAL
RESPONSIBILITY REPORT
(dalam jutaan rupiah)
Tagihan
Kepada
Tagihan
Kredit Usaha
Kredit Tagihan yang Aset
Beragun Mikro, Usaha Sektor Ekonomi
Pegawai/Pen kepada Telah Lainnya
Properti Kecil dan
siunan Korporasi Jatuh
Komersial Portofolio
Tempo
Ritel
0 0 2,285 0 0 0 Aktivitas Profesi, Ilmiah, dan Teknis
Aktivitas Penyewaan dan Sewa Guna Usaha Tanpa Hak Opsi,
0 0 6,407 0 302 0
Ketenagakerjaan, Agen Perjalanan, dan Penunjang Usaha Lainnya
0 0 0 0 0 0 Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib
0 0 1,938 0 0 0 Pendidikan
0 1,268 46,622 36,979 5,304 0 Aktivitas Kesehatan Manusia dan Aktivitas Sosial
0 9 7,131 872 291 0 Kesenian, Hiburan, dan Rekreasi
0 0 34,103 0 372 0 Aktivitas Jasa Lainnya
0 164 9,899 0 329 0 Aktivitas Rumah Tangga sebagai Pemberi Kerja
Aktivitas Badan Internasional dan Badan Ekstra Internasional
0 0 0 0 0 0
Lainnya
8,122 3,236,557 1,927 171 21,061 0 Rumah Tangga
0 12,772,816 3,250 32,439 8,210 0 Bukan Lapangan Usaha Lainnya
9,553 16,030,222 1,968,314 1,525,067 217,531 0 TOTAL
Posisi Tanggal 31 Desember 2022
0 2,184 492,331 0 9,187 0 Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan
0 0 4,799 92,862 650 0 Pertambangan dan Penggalian
0 551 93,641 14,753 2,079 0 Industri pengolahan
0 0 1,002 0 0 0 Pengadaan Listrik, Gas, Uap/Air Panas dan Udara Dingin
Pengelolaan Air, Pengelolaan Air Limbah, Pengelolaan dan Daur
0 57 6,336 0 196 0
Ulang Sampah
599 184 279,223 870,259 18,601 0 Konstruksi
Perdagangan besar dan eceran; Reparasi dan Perawatan Mobil dan
0 14,858 927,219 24,523 57,980 0
Sepeda Motor
0 92 10,959 8,364 624 0 Pengangkutan dan Pergudangan
0 516 105,187 0 2,787 0 Penyediaan Akomodasi dan Penyediaan Makan Minum
0 14 2,390 0 0 0 Informasi dan Komunikasi
0 0 45,151 121,725 0 0 Aktivitas Keuangan dan Asuransi
0 339 95,036 5,608 0 0 Real Estat
0 0 3,215 0 998 0 Aktivitas Profesi, Ilmiah, dan Teknis
Aktivitas Penyewaan dan Sewa Guna Usaha Tanpa Hak
0 0 5,587 0 320 0 Opsi, Ketenagakerjaan, Agen
Perjalanan, dan Penunjang Usaha Lainnya
0 0 0 0 0 0 Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib
0 0 2,964 0 4,305 0 Pendidikan
0 912 58,926 40,244 870 0 Aktivitas Kesehatan Manusia dan Aktivitas Sosial
0 10 7,045 0 310 0 Kesenian, Hiburan, dan Rekreasi
0 0 37,837 0 398 0 Aktivitas Jasa Lainnya
0 302 12,560 0 175 0 Aktivitas Rumah Tangga sebagai Pemberi Kerja
Aktivitas Badan Internasional dan Badan Ekstra Internasional
0 0 0 0 0 0
Lainnya
8,826 2,966,977 1,075 8,447 9,310 0 Rumah Tangga
0 12,560,186 1,847 58,489 7,511 0 Bukan Lapangan Usaha Lainnya
9,425 15,547,181 2,194,330 1,245,273 116,299 0 TOTAL
719
PT Bank Sulselbar I Annual Report 2023
Page 43
PENDAHULUAN
INTRODUCTION LAPORAN MANAJEMEN PROFIL PERUSAHAAN TINJAUAN PENDUKUNG BISNIS ANALISA DAN PEMBAHASAN KINERJA
MANAGEMENT REPORT COMPANY PROFILE BUSINESS SUPPORTING OVERVIEW BANK OLEH MANAJEMEN
ANALYSIS AND DISCUSSION OF BANK
PERFORMANCE BY MANAGEMENT
Tabel 2.4.a: Pengungkapan Tagihan dan Table 2.4.a: Disclosure of Claims and
Pencadangan Berdasarkan Wilayah - Bank Provisions by Region - Individual Bank
secara Individual
Posisi Tanggal 31 Desember 2023
Wilayah
No. Keterangan
Sulawesi Jawa Lainnya dst. Total
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
1 Tagihan 19,782,905 1,097,386 97,027 0 20,977,318
Tagihan yang mengalami peningkatan dan pemburukan risiko kredit
2 522,118 0 0 0 522,118
(Stage 2 dan Stage 3)
a. Belum jatuh tempo 339,478 0 0 0 339,478
b. Telah jatuh tempo 182,640 0 0 0 182,640
3 CKPN - Stage 1 116,750 8,675 1,338 0 126,762
4 CKPN - Stage 2 12,552 0 0 0 12,552
5 CKPN - Stage 3 230,610 0 0 0 230,610
6 Tagihan yang dihapus buku 275,005 0 0 0 275,005
Pengungkapan Tagihan dan Pencadangan Disclosure of Claims and Provisions Based
Berdasarkan Sektor Ekonomi - Bank secara on Economic Sector - Bank Individually
Individual
Tagihan yang Mengalami
Penurunan Nilai
Belum
No. Sektor Ekonomi Tagihan Telah jatuh
Jatuh
tempo
Tempo
(1) (2) (3) (4) (5)
Posisi Tanggal 31 Desember 2023
1 Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan 507,629.37 13,839.89 9,565.80
2 Pertambangan dan Penggalian 375,749.21 - 802.37
3 Industri pengolahan 393,595.04 26,607.99 7,263.04
4 Pengadaan Listrik, Gas, Uap/Air Panas dan Udara Dingin 1,049.96 - -
5 Pengelolaan Air, Pengelolaan Air Limbah, Pengelolaan dan Daur 3,541.15 119.14 195.78
6 Konstruksi 1,317,608.95 19,166.73 14,134.06
7 Perdagangan besar dan eceran; Reparasi dan Perawatan Mobil dan 928,879.30 106,894.57 62,159.85
8 Pengangkutan dan Pergudangan 15,496.68 248.79 520.89
9 Penyediaan Akomodasi dan Penyediaan Makan Minum 107,638.97 39,646.93 2,918.87
10 Informasi dan Komunikasi 1,648.72 18.13 -
11 Aktivitas Keuangan dan Asuransi 253,468.98 - 416.05
12 Real Estat 99,213.35 245.64 49,600.31
13 Aktivitas Profesi, Ilmiah, dan Teknis 2,285.09 71.73 -
720
PT Bank Sulselbar I Laporan Tahunan 2023
Page 44
LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN INFORMASI PERMODALAN DAN EKSPOSUR RISIKO LAPORAN TANGGUNG JAWAB LAPORAN KEUANGAN AUDIT
GOOD CORPORATE GOVERNANCE CAPITAL INFORMATION AND RISK EXPOSURE SOSIAL PERUSAHAAN AUDITED FINANCIAL STATEMENT
CORPORATE SOCIAL
RESPONSIBILITY REPORT
(dalam jutaan rupiah)
Posisi Tanggal 31 Desember 2022
Wilayah
Keterangan
Sulawesi Jawa Lainnya dst. Total
(8) (9) (10) (11) (12) (2)
19,281,500 1,206,575 0 0 20,488,075 Tagihan
Tagihan yang mengalami peningkatan dan pemburukan risiko kredit (Stage 2
0 0 0 0 0
dan Stage 3)
0 0 0 0 0 a. Belum jatuh tempo
0 0 0 0 0 b. Telah jatuh tempo
119,694 24,651 0 0 144,345 CKPN - Stage 1
8,114 0 0 0 8,114 CKPN - Stage 2
192,915 0 0 0 192,915 CKPN - Stage 3
231,816 0 0 0 231,816 Tagihan yang dihapus buku
(dalam jutaan rupiah)
Cadangan
Cadangan Cadangan
kerugian
kerugian kerugian
penurunan
penurunan penurunan Tagihan yang
nilai
nilai (CKPN) - nilai (CKPN) - dihapus buku Sektor Ekonomi
(CKPN)
Stage 2 Stage 3
-Stage 1
(6) (7) (8) (2)
Posisi Tanggal 31 Desember 2023
8,170.79 1,686.51 18,935.63 Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan
4,494.24 - 762.45 Pertambangan dan Penggalian
3,620.55 114.11 8,181.48 Industri pengolahan
14.56 - - Pengadaan Listrik, Gas, Uap/Air Panas dan Udara Dingin
143.91 - 285.67 Pengelolaan Air, Pengelolaan Air Limbah, Pengelolaan dan Daur
68,301.87 - 15,627.90 Konstruksi
19,658.99 2,699.17 90,772.42 Perdagangan besar dan eceran; Reparasi dan Perawatan Mobil dan
385.62 9.07 700.54 Pengangkutan dan Pergudangan
1,092.47 99.04 4,580.42 Penyediaan Akomodasi dan Penyediaan Makan Minum
15.64 - 18.16 Informasi dan Komunikasi
5,776.42 - 357.21 Aktivitas Keuangan dan Asuransi
1,500.58 - 28,339.43 Real Estat
19.38 33.02 - Aktivitas Profesi, Ilmiah, dan Teknis
721
PT Bank Sulselbar I Annual Report 2023
Page 45
PENDAHULUAN
INTRODUCTION LAPORAN MANAJEMEN PROFIL PERUSAHAAN TINJAUAN PENDUKUNG BISNIS ANALISA DAN PEMBAHASAN KINERJA
MANAGEMENT REPORT COMPANY PROFILE BUSINESS SUPPORTING OVERVIEW BANK OLEH MANAJEMEN
ANALYSIS AND DISCUSSION OF BANK
PERFORMANCE BY MANAGEMENT
Tagihan yang Mengalami
Penurunan Nilai
Belum
No. Sektor Ekonomi Tagihan Telah jatuh
Jatuh
tempo
Tempo
Aktivitas Penyewaan dan Sewa Guna Usaha Tanpa Hak Opsi,
14 6,708.77 207.21 301.79
Ketenagakerjaan, Agen Perjalanan, dan Penunjang Usaha Lainnya
15 Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib 8,006.45 - -
16 Pendidikan 1,938.16 - -
17 Aktivitas Kesehatan Manusia dan Aktivitas Sosial 90,173.68 37,195.32 4,813.41
18 Kesenian, Hiburan, dan Rekreasi 8,303.44 162.91 291.43
19 Aktivitas Jasa Lainnya 34,475.72 483.58 372.36
20 Aktivitas Rumah Tangga sebagai Pemberi Kerja 10,391.40 20.78 194.99
21 Aktivitas Badan Internasional dan Badan Ekstra Internasional Lainn - - -
22 Rumah Tangga 3,992,322.63 45,452.53 21,061.32
23 Bukan Lapangan Usaha Lainnya 12,817,192.51 49,096.07 8,028.05
Total 20,977,317.52 339,477.93 182,640.37
Posisi Tanggal 31 Desember 2022
1 Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan 505,452.98 12,494.63 7,775.68
2 Pertambangan dan Penggalian 98,311.16 257.40 650.20
3 Industri pengolahan 433,776.64 16,564.97 1,494.52
4 Pengadaan Listrik, Gas, Uap/Air Panas dan Udara Dingin 1,002.33 - -
Pengelolaan Air, Pengelolaan Air Limbah, Pengelolaan dan Daur
5 6,589.68 - 196.13
Ulang Sampah
6 Konstruksi 1,401,809.19 19,470.20 6,098.56
Perdagangan besar dan eceran; Reparasi dan Perawatan Mobil dan
7 1,174,580.32 92,267.28 53,091.36
Sepeda Motor
8 Pengangkutan dan Pergudangan 20,038.44 386.71 327.31
9 Penyediaan Akomodasi dan Penyediaan Makan Minum 108,489.69 45,567.41 2,697.64
10 Informasi dan Komunikasi 2,403.83 346.61 -
11 Aktivitas Keuangan dan Asuransi 166,875.70 414.41 -
12 Real Estat 100,982.81 49,469.26 -
13 Aktivitas Profesi, Ilmiah, dan Teknis 4,212.86 - -
Aktivitas Penyewaan dan Sewa Guna Usaha Tanpa Hak Opsi, Ketenagakerjaan, Agen
14 Perjalanan, dan Penunjang Usaha Lainnya 5,906.65 930.22 319.64
15 Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib 22,000.00 - -
16 Pendidikan 7,268.46 - 4,304.63
17 Aktivitas Kesehatan Manusia dan Aktivitas Sosial 100,953.01 39,515.34 392.38
18 Kesenian, Hiburan, dan Rekreasi 7,364.16 164.36 309.51
19 Aktivitas Jasa Lainnya 38,234.38 265.13 397.84
20 Aktivitas Rumah Tangga sebagai Pemberi Kerja 13,036.68 119.47 35.68
21 Aktivitas Badan Internasional dan Badan Ekstra Internasional Lainn - - -
22 Rumah Tangga 3,640,607.80 32,708.08 8,800.66
23 Bukan Lapangan Usaha Lainnya 12,628,177.77 37,142.82 7,406.29
Total 20,488,074.55 348,084.30 94,298.03
722
PT Bank Sulselbar I Laporan Tahunan 2023
Page 46
LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN INFORMASI PERMODALAN DAN EKSPOSUR RISIKO LAPORAN TANGGUNG JAWAB LAPORAN KEUANGAN AUDIT
GOOD CORPORATE GOVERNANCE CAPITAL INFORMATION AND RISK EXPOSURE SOSIAL PERUSAHAAN AUDITED FINANCIAL STATEMENT
CORPORATE SOCIAL
RESPONSIBILITY REPORT
(dalam jutaan rupiah)
Cadangan
Cadangan Cadangan
kerugian
kerugian kerugian
penurunan
penurunan penurunan Tagihan yang
nilai
nilai (CKPN) - nilai (CKPN) - dihapus buku Sektor Ekonomi
(CKPN)
Stage 2 Stage 3
-Stage 1
Aktivitas Penyewaan dan Sewa Guna Usaha Tanpa Hak Opsi,
48.61 39.92 301.79
Ketenagakerjaan, Agen Perjalanan, dan Penunjang Usaha Lainnya
181.93 - - Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib
13.12 - - Pendidikan
860.14 75.45 2,712.15 Aktivitas Kesehatan Manusia dan Aktivitas Sosial
68.99 - 406.79 Kesenian, Hiburan, dan Rekreasi
655.96 131.76 531.16 Aktivitas Jasa Lainnya
239.73 1.81 188.60 Aktivitas Rumah Tangga sebagai Pemberi Kerja
- - - Aktivitas Badan Internasional dan Badan Ekstra Internasional Lainn
2,740.61 5,218.65 24,812.96 Rumah Tangga
8,758.28 2,443.96 33,094.76 Bukan Lapangan Usaha Lainnya
126,762.39 12,552.46 230,609.54 Total
Posisi Tanggal 31 Desember 2022
12,925.82 837.09 16,596.15 Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan
2,228.09 - 811.20 Pertambangan dan Penggalian
18,363.94 87.84 15,772.92 Industri pengolahan
18.95 - - Pengadaan Listrik, Gas, Uap/Air Panas dan Udara Dingin
Pengelolaan Air, Pengelolaan Air Limbah, Pengelolaan dan Daur
105.18 - 173.33
Ulang Sampah
47,546.51 80.87 25,351.72 Konstruksi
Perdagangan besar dan eceran; Reparasi dan Perawatan Mobil
24,701.88 2,028.75 70,344.18 dan
Sepeda Motor
704.96 - 646.13 Pengangkutan dan Pergudangan
1,298.86 189.89 4,747.04 Penyediaan Akomodasi dan Penyediaan Makan Minum
40.77 - 305.81 Informasi dan Komunikasi
2,399.20 85.52 - Aktivitas Keuangan dan Asuransi
835.98 - 6,710.99 Real Estat
79.11 - - Aktivitas Profesi, Ilmiah, dan Teknis
Aktivitas Penyewaan dan Sewa Guna Usaha Tanpa Hak Opsi,
91.81 18.20 2,044.89 Ketenagakerjaan, Agen Perjalanan, dan Penunjang Usaha Lainnya
316.48 - - Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib
61.27 - 3,786.34 Pendidikan
1,707.46 22.85 2,531.19 Aktivitas Kesehatan Manusia dan Aktivitas Sosial
141.54 - 408.08 Kesenian, Hiburan, dan Rekreasi
577.10 - 569.18 Aktivitas Jasa Lainnya
389.20 14.76 64.56 Aktivitas Rumah Tangga sebagai Pemberi Kerja
- - - Aktivitas Badan Internasional dan Badan Ekstra Internasional Lainn
6,668.78 3,222.47 15,252.16 Rumah Tangga
23,142.42 1,525.72 26,799.12 Bukan Lapangan Usaha Lainnya
144,345.32 8,113.97 192,914.97 Total
723
PT Bank Sulselbar I Annual Report 2023
Page 47
PENDAHULUAN
INTRODUCTION LAPORAN MANAJEMEN PROFIL PERUSAHAAN TINJAUAN PENDUKUNG BISNIS ANALISA DAN PEMBAHASAN KINERJA
MANAGEMENT REPORT COMPANY PROFILE BUSINESS SUPPORTING OVERVIEW BANK OLEH MANAJEMEN
ANALYSIS AND DISCUSSION OF BANK
PERFORMANCE BY MANAGEMENT
Pengungkapan Rincian Mutasi Cadangan Disclosure of Movement Details of Allowance
Kerugian Penurunan Nilai - Bank secara for Impairment Losses - Bank Individually
Individual
Posisi Tanggal 31
Desember 2023
No. Keterangan
Individual Kolektif
(1) (2) (3) (4)
1 Saldo awal CKPN -231,990 -375,338
2 Pembentukan (pemulihan) CKPN pada periode berjalan (Net)
2.a Pembentukan CKPN pada periode berjalan -4,186 35,688
2.b Pemulihan CKPN pada periode berjalan 0 151,510
CKPN yang digunakan untuk melakukan hapus buku atas tagihan pada periode berjalan
3 0 0
4 Pembentukan (pemulihan) lainnya pada periode berjalan 0 54,393
Saldo akhir CKPN -236,176 -133,747
Pengungkapan Tagihan Bersih Berdasarkan Disclosure of Net Receivables Based on
Kategori Portofolio dan Skala Peringkat - Portfolio Category and Rating Scale -
Bank secara Individual Individual Bank
Des 2023
Tagihan Bersih
Lembaga Pemeringkat Peringkat Jangka panjang
Standard and Poor's AAA AA+ s.d AA- A+ s.d A- BBB+ s.d BBB- BB+ s.d BB-
No. Fitch Ratings AAA AA+ s.d AA- A+ s.d A- BBB+ s.d BBB- BB+ s.d BB-
Kategori Portofolio
Moody's Aaa Aa1 s.d Aa3 A1 s.d A3 Baa1 s.d Baa3 Ba1 s.d Ba3
AA+(idn) s.d A+(idn) s.d. BBB+(idn) s.d BB+(idn) s.d
PT. Fitch Ratings Indonesia AAA (idn)
AA-(idn) A-(idn) BBB-(idn) BB-(idn)
PT Pemeringkat Efek idA+ s.d id BB+ s.d id
idAAA idAA+ s.d idAA- id BBB+ s.d id BBB-
Indonesia id A- BB-
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)
1 Tagihan Kepada Pemerintah
Tagihan Kepada Entitas
2
Sektor
Tagihan Kepada Bank
3
Pembangunan Multilateral dan
4 Tagihan Kepada Bank
Kredit Beragun Rumah
5
Tinggal
Kredit Beragun Properti
6
Komersial
7 Kredit Pegawai/Pensiunan
Tagihan Kepada Usaha Mikro,
8
Usaha Kecil dan Portofolio Ritel
9 Tagihan kepada Korporasi
Tagihan yang Telah Jatuh
10
Tempo
11 Aset Lainnya
TOTAL
724
PT Bank Sulselbar I Laporan Tahunan 2023
Page 48
LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN INFORMASI PERMODALAN DAN EKSPOSUR RISIKO LAPORAN TANGGUNG JAWAB LAPORAN KEUANGAN AUDIT
GOOD CORPORATE GOVERNANCE CAPITAL INFORMATION AND RISK EXPOSURE SOSIAL PERUSAHAAN AUDITED FINANCIAL STATEMENT
CORPORATE SOCIAL
RESPONSIBILITY REPORT
(dalam jutaan rupiah)
Posisi Tanggal 31
Desember 2022
Keterangan
Individual Kolektif
(6) (8) (2)
-189,218 -269,440 Saldo awal CKPN
Pembentukan (pemulihan) CKPN pada periode berjalan (Net)
-4,029 -85,558 2.a Pembentukan CKPN pada periode berjalan
0 150,888 2.b Pemulihan CKPN pada periode berjalan
CKPN yang digunakan untuk melakukan hapus buku atas tagihan pada periode berjalan
0 0
0 32,685 Pembentukan (pemulihan) lainnya pada periode berjalan
-193,247 -171,425 Saldo akhir CKPN
(dalam jutaan rupiah)
Des 2023
Peringkat Jangka Pendek
Kurang dari Kurang dari
B+ s.d B- A-1 A-2 A-3
B- A-3
Kurang dari Kurang dari
B+ s.d B- F1+ s.d F1 F2 F3
B- F3
Kurang dari Kurang dari Kategori Portofolio
B1 s.d B3 P-1 P-2 P-3 Tanpa
B3 P-3 Total
Peringkat
B+(idn) Kurang dari F1+(idn) s.d Kurang dari
F2(idn) F3(idn)
s.d B-(idn) B-(idn) F1(idn) F3(idn)
id B+ s.d Kurang dari idA3 s.d Kurang dari
idA1 idA2
id B- idB- id A4 idA4
(9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16) (2)
7,782 7,782 Tagihan Kepada Pemerintah
491,130 491,130 Tagihan Kepada Entitas Sektor
Tagihan Kepada Bank Pembangunan
- -
Multilateral dan
- - Tagihan Kepada Bank
727,719 727,719 Kredit Beragun Rumah Tinggal
9,553 9,553 Kredit Beragun Properti Komersial
16,030,222 16,030,222 Kredit Pegawai/Pensiunan
Tagihan Kepada Usaha Mikro, Usaha
1,968,314 1,968,314
Kecil dan Portofolio Ritel
1,525,067 1,525,067 Tagihan kepada Korporasi
217,531 217,531 Tagihan yang Telah Jatuh Tempo
- - Aset Lainnya
20,977,318 20,977,318 TOTAL
725
PT Bank Sulselbar I Annual Report 2023
Page 49
PENDAHULUAN
INTRODUCTION LAPORAN MANAJEMEN PROFIL PERUSAHAAN TINJAUAN PENDUKUNG BISNIS ANALISA DAN PEMBAHASAN KINERJA
MANAGEMENT REPORT COMPANY PROFILE BUSINESS SUPPORTING OVERVIEW BANK OLEH MANAJEMEN
ANALYSIS AND DISCUSSION OF BANK
PERFORMANCE BY MANAGEMENT
Des 2022
Lembaga
Peringkat Jangka panjang
Pemeringkat
Standard and
AAA AA+ s.d AA- A+ s.d A- BBB+ s.d BBB- BB+ s.d BB-
Poor's
Fitch Rating AAA AA+ s.d AA- A+ s.d A- BBB+ s.d BBB- BB+ s.d BB-
Kategori Portofolio
Moody's Aaa Aa1 s.d Aa3 A1 s.d A3 Baa1 s.d Baa3 Ba1 s.d Ba3
PT. Fitch Ratings AAA AA+(idn) s.d A+(idn) s.d. BBB+(idn) s.d
BB+(idn) s.d BB-(idn)
Indonesia (idn) AA-(idn) A-(idn) BBB-(idn)
PT Pemeringkat Efek idAA+ s.d idA+ s.d id BBB+ s.d id
idAAA id BB+ s.d id BB-
Indonesia idAA- id A- BBB-
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)
1 Tagihan Kepada Pemerintah
2 Tagihan Kepada Entitas Sektor
Tagihan Kepada Bank
3
Pembangunan Multilateral dan
4 Tagihan Kepada Bank
5 Kredit Beragun Rumah Tinggal
6 Kredit Beragun Properti Komersial
7 Kredit Pegawai/Pensiunan
Tagihan Kepada Usaha Mikro,
8
Usaha Kecil dan Portofolio Ritel
9 Tagihan kepada Korporasi
10 Tagihan yang Telah Jatuh Tempo
11 Aset Lainnya
TOTAL
Pengungkapan Tagihan Bersih Berdasarkan Disclosure of Net Receivables Based on Risk
Bobot Risiko setelah Memperhitungkan Weight after Taking into Account the Impact
Dampak Mitigasi Risiko Kredit - Bank Secara of Credit Risk Mitigation - Bank Individually
Individual
Posisi 31 Desember 2023
Kategori
No. Tagihan Bersih Setelah Memperhitungkan Dampak Mitigasi Risiko Kredit Beban
Portofolio ATMR
0% 20% 25% 35% 40% 45% 50% 75% 100% 150% Lainnya Modal
(1) (2) (3) (4) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14)
Eksposur
A
Neraca
Tagihan
1 Kepada - - -
Pemerintah
Tagihan
Kepada
2 245,568 245,568 22,101
Entitas Sektor
Publik
Tagihan
Kepada Bank
3 - - -
Pembangunan
Multilateral dan
Tagihan
4 297,573 91 2 297,666 26,790
Kepada Bank
Kredit
5 Beragun 5,120 - - 9,162 969,581 2,784 986,647 88,798
Rumah Tinggal
726
PT Bank Sulselbar I Laporan Tahunan 2023
Page 50
LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN INFORMASI PERMODALAN DAN EKSPOSUR RISIKO LAPORAN TANGGUNG JAWAB LAPORAN KEUANGAN AUDIT
GOOD CORPORATE GOVERNANCE CAPITAL INFORMATION AND RISK EXPOSURE SOSIAL PERUSAHAAN AUDITED FINANCIAL STATEMENT
CORPORATE SOCIAL
RESPONSIBILITY REPORT
Tagihan Bersih
Peringkat Jangka Pendek
Kurang dari Kurang dari
B+ s.d B- A-1 A-2 A-3
B- A-3
Kurang dari Kurang dari
B+ s.d B- F1+ s.d F1 F2 F3
B- F3 Kategori Portofolio
Kurang dari Kurang dari Tanpa
B1 s.d B3 P-1 P-2 P-3 Total
B3 P-3 Peringkat
B+(idn) Kurang dari F1+(idn) s.d Kurang dari
F2(idn) F3(idn)
s.d B-(idn) B-(idn) F1(idn) F3(idn)
id B+ s.d Kurang dari idA3 s.d Kurang dari
idA1 idA2
id B- idB- id A4 idA4
(9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16)
0 - Tagihan Kepada Pemerintah
728,975 728,975 Tagihan Kepada Entitas Sektor
Tagihan Kepada Bank Pembangunan
0 -
Multilateral dan
0 - Tagihan Kepada Bank
646,592 646,592 Kredit Beragun Rumah Tinggal
9,425 9,425 Kredit Beragun Properti Komersial
15,547,181 15,547,181 Kredit Pegawai/Pensiunan
Tagihan Kepada Usaha Mikro, Usaha
2,194,330 2,194,330
Kecil dan Portofolio Ritel
1,245,273 1,245,273 Tagihan kepada Korporasi
116,299 116,299 Tagihan yang Telah Jatuh Tempo
0 - Aset Lainnya
20,488,075 20,488,075 TOTAL
(dalam jutaan rupiah)
Posisi 31 Desember 2022
Kategori
Tagihan Bersih Setelah Memperhitungkan Dampak Mitigasi Risiko Kredit Beban Portofolio
ATMR
0% 20% 25% 35% 40% 45% 50% 75% 100% 150% Lainnya Modal
(15) (16) (17) (18) (19) (20) (21) (22) (23) (24) (25) (26) (27) (2)
Eksposur
Neraca
Tagihan Kepada
- -
Pemerintah
Tagihan
356,605 356,605 32,094 Kepada Entitas
Sektor Publik
Tagihan
Kepada Bank
- -
Pembangunan
Multilateral dan
Tagihan
239,024 39,977 279,001 25,110
Kepada Bank
Kredit Beragun
72,595 34,225 177,771 284,591 25,613
Rumah Tinggal
727
PT Bank Sulselbar I Annual Report 2023
Page 51
PENDAHULUAN
INTRODUCTION LAPORAN MANAJEMEN PROFIL PERUSAHAAN TINJAUAN PENDUKUNG BISNIS ANALISA DAN PEMBAHASAN KINERJA
MANAGEMENT REPORT COMPANY PROFILE BUSINESS SUPPORTING OVERVIEW BANK OLEH MANAJEMEN
ANALYSIS AND DISCUSSION OF BANK
PERFORMANCE BY MANAGEMENT
Posisi 31 Desember 2023
Kategori
No. Tagihan Bersih Setelah Memperhitungkan Dampak Mitigasi Risiko Kredit Beban
Portofolio ATMR
0% 20% 25% 35% 40% 45% 50% 75% 100% 150% Lainnya Modal
(1) (2) (3) (4) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14)
Kredit Beragun
6 Properti 9,518 62,964 72,482 6,523
Komersial
Kredit
7 Pegawai/ 8,307,732 8,307,732 747,696
Pensiunan
Tagihan
Kepada Usaha
8 Mikro, Usaha 1,557,673 311,832 1,869,505 168,255
Kecil dan
Portofolio
Tagihan
9 kepada 1,993,955 1,993,955 179,456
Korporasi
Tagihan yang
10 Telah Jatuh 16,529 12,055 73,557 102,142 9,193
Tempo
11 Aset Lainnya 820,699 820,699 73,863
Total
Eksposur - 302,693 - - 91 - 8,578,992 979,099 3,563,683 894,256 377,582 14,696,396 1,322,676
Neraca
Eksposur
Kewajiban
B
Komitmen/
Kontinjensi pd
Tagihan
1 Kepada - -
Pemerintah
Tagihan
Kepada
2 442 442 40
Entitas Sektor
Publik
Tagihan
Kepada Bank
3 - -
Pembangunan
Multilateral dan
Tagihan
4 - -
Kepada Bank
Kredit
5 Beragun 647 647 58
Rumah Tinggal
Kredit Beragun
6 Properti 373 373 34
Komersial
Kredit
7 Pegawai/ - -
Pensiunan
Tagihan
Kepada Usaha
8 Mikro, Usaha 85,627 85,627 7,706
Kecil dan
Portofolio
Tagihan
9 kepada 66,135 66,135 5,952
Korporasi
728
PT Bank Sulselbar I Laporan Tahunan 2023
Page 52
LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN INFORMASI PERMODALAN DAN EKSPOSUR RISIKO LAPORAN TANGGUNG JAWAB LAPORAN KEUANGAN AUDIT
GOOD CORPORATE GOVERNANCE CAPITAL INFORMATION AND RISK EXPOSURE SOSIAL PERUSAHAAN AUDITED FINANCIAL STATEMENT
CORPORATE SOCIAL
RESPONSIBILITY REPORT
(dalam jutaan rupiah)
Posisi 31 Desember 2022
Kategori
Tagihan Bersih Setelah Memperhitungkan Dampak Mitigasi Risiko Kredit Beban Portofolio
ATMR
0% 20% 25% 35% 40% 45% 50% 75% 100% 150% Lainnya Modal
(15) (16) (17) (18) (19) (20) (21) (22) (23) (24) (25) (26) (27) (2)
Kredit Beragun
98,821 98,821 8,894 Properti
Komersial
Kredit Pegawai/
7,930,007 7,930,007 713,701
Pensiunan
Tagihan Kepada
Usaha Mikro,
1,616,550 1,616,550 145,489
Usaha Kecil
dan Portofolio
Tagihan kepada
1,688,411 1,688,411 151,957
Korporasi
Tagihan yang
3,894 33,060 36,954 3,326 Telah Jatuh
Tempo
- - Aset Lainnya
Total Eksposur
- 311,619 34,225 177,771 - - 8,326,589 1,616,550 1,791,127 33,060 - 12,290,940 1,106,185
Neraca
Eksposur
Kewajiban
Komitmen/
Kontinjensi pd
Tagihan Kepada
- -
Pemerintah
Tagihan
11,325 11,325 22,651 2,039 Kepada Entitas
Sektor Publik
Tagihan
Kepada Bank
- -
Pembangunan
Multilateral dan
Tagihan
- -
Kepada Bank
Kredit Beragun
92 263 355 32
Rumah Tinggal
Kredit Beragun
- - Properti
Komersial
Kredit Pegawai/
- -
Pensiunan
Tagihan Kepada
Usaha Mikro,
37,132 209,037 241,584 487,752 43,898
Usaha Kecil
dan Portofolio
Tagihan kepada
175,893 175,893 15,830
Korporasi
729
PT Bank Sulselbar I Annual Report 2023
Page 53
PENDAHULUAN
INTRODUCTION LAPORAN MANAJEMEN PROFIL PERUSAHAAN TINJAUAN PENDUKUNG BISNIS ANALISA DAN PEMBAHASAN KINERJA
MANAGEMENT REPORT COMPANY PROFILE BUSINESS SUPPORTING OVERVIEW BANK OLEH MANAJEMEN
ANALYSIS AND DISCUSSION OF BANK
PERFORMANCE BY MANAGEMENT
Posisi 31 Desember 2023
Kategori
No. Tagihan Bersih Setelah Memperhitungkan Dampak Mitigasi Risiko Kredit Beban
Portofolio ATMR
0% 20% 25% 35% 40% 45% 50% 75% 100% 150% Lainnya Modal
(1) (2) (3) (4) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14)
Tagihan yang
10 Telah Jatuh - - -
Tempo
Total
- - - - - - 442 647 - - 152,135 153,225 13,790
Eksposur TRA
Eksposur
akibat
C
Kegagalan
Pihak Lawan
Tagihan
1 Kepada - -
Pemerintah
Tagihan
Kepada
2 - -
Entitas Sektor
Publik
Tagihan
Kepada Bank
3 - -
Pembangunan
Multilateral dan
Tagihan
4 - -
Kepada Bank
Tagihan
Kepada Usaha
5 Mikro, Usaha - -
Kecil dan
Portofolio
Tagihan
6 kepada - -
Korporasi
Total
Eksposur
- - - - - - - - - - - - -
Counterparty
Credit Risk
Pengungkapan Tagihan Bersih dan Teknik Disclosure of Net Receivables and Credit Risk
Mitigasi Risiko Kredit - Bank secara Individual Mitigation Techniques - Bank Individually
31 Desember 2023
Bagian Yang Dijamin Dengan
No. Tagihan Bagian Yang Tidak
Kategori Portofolio Asuransi
Bersih Agunan Garansi Lainnya Dijamin
Kredit
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) = (3)-[(4)+(5)+(6)+(7)]
A Eksposur Laporan Posisi Keuangan
1 Tagihan Kepada Pemerintah 6,022,072 6,022,072
2 Tagihan Kepada Entitas Sektor Publik 491,136 491,136
Tagihan Kepada Bank Pembangunan Multilateral dan
3 Lembaga - -
Internasional
4 Tagihan Kepada Bank 1,488,101 1,488,101
5 Kredit Beragun Rumah Tinggal 1,340,002 1,340,002
730
PT Bank Sulselbar I Laporan Tahunan 2023
Page 54
LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN INFORMASI PERMODALAN DAN EKSPOSUR RISIKO LAPORAN TANGGUNG JAWAB LAPORAN KEUANGAN AUDIT
GOOD CORPORATE GOVERNANCE CAPITAL INFORMATION AND RISK EXPOSURE SOSIAL PERUSAHAAN AUDITED FINANCIAL STATEMENT
CORPORATE SOCIAL
RESPONSIBILITY REPORT
(dalam jutaan rupiah)
Posisi 31 Desember 2022
Kategori
Tagihan Bersih Setelah Memperhitungkan Dampak Mitigasi Risiko Kredit Beban Portofolio
ATMR
0% 20% 25% 35% 40% 45% 50% 75% 100% 150% Lainnya Modal
(15) (16) (17) (18) (19) (20) (21) (22) (23) (24) (25) (26) (27) (2)
Tagihan yang
- - Telah Jatuh
Tempo
Total Eksposur
- - - 92 - - 224,613 209,037 252,909 - - 686,651 61,799
TRA
Eksposur
akibat
Kegagalan
Pihak Lawan
Tagihan Kepada
- -
Pemerintah
Tagihan
- - Kepada Entitas
Sektor Publik
Tagihan
Kepada Bank
- -
Pembangunan
Multilateral dan
Tagihan
- -
Kepada Bank
Tagihan Kepada
Usaha Mikro,
- -
Usaha Kecil
dan Portofolio
Tagihan kepada
- -
Korporasi
Total
Eksposur
- - - - - - - - - - - - -
Counterparty
Credit Risk
(dalam jutaan rupiah)
31 Desember 2022
Bagian Yang Dijamin Dengan
Tagihan Bagian Yang Tidak
Bersih Asuransi Dijamin
Agunan Garansi Lainnya Kategori Portofolio
Kredit
(14) = (9)-
(9) (10) (11) (12) (13)
[(10)+(11)+(12)+(13)]
(2)
5,404,434 5,404,434 Eksposur Laporan Posisi Keuangan
713,209 713,209 Tagihan Kepada Pemerintah
- Tagihan Kepada Entitas Sektor Publik
Tagihan Kepada Bank Pembangunan Multilateral dan
1,275,075 1,275,075 Lembaga
Internasional
1,007,793 1,007,793 Tagihan Kepada Bank
731
PT Bank Sulselbar I Annual Report 2023
Page 55
PENDAHULUAN
INTRODUCTION LAPORAN MANAJEMEN PROFIL PERUSAHAAN TINJAUAN PENDUKUNG BISNIS ANALISA DAN PEMBAHASAN KINERJA
MANAGEMENT REPORT COMPANY PROFILE BUSINESS SUPPORTING OVERVIEW BANK OLEH MANAJEMEN
ANALYSIS AND DISCUSSION OF BANK
PERFORMANCE BY MANAGEMENT
31 Desember 2023
Bagian Yang Dijamin Dengan
No. Tagihan Bagian Yang Tidak
Kategori Portofolio Asuransi
Bersih Agunan Garansi Lainnya Dijamin
Kredit
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) = (3)-[(4)+(5)+(6)+(7)]
6 Kredit Beragun Properti Komersial 86,766 86,766
7 Kredit Pegawai/Pensiunan 16,615,465 16,615,465
8 Tagihan Kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Portofolio Ritel 2,063,480 2,063,480
9 Tagihan kepada Korporasi 1,993,955 1,993,955
10 Tagihan yang Telah Jatuh Tempo 94,152 94,152
11 Aset Lainnya 1,410,497 1,410,497
Total Eksposur Laporan Posisi Keuangan 31,605,625 - - - - 31,605,625
B Eksposur Transaksi Rekening Adminsitratif
1 Tagihan Kepada Pemerintah - -
2 Tagihan Kepada Entitas Sektor Publik 2,211 2,211
Tagihan Kepada Bank Pembangunan Multilateral dan
3 Lembaga - -
Internasional
4 Tagihan Kepada Bank - -
5 Kredit Beragun Rumah Tinggal 2,158 2,158
6 Kredit Beragun Properti Komersial 1,555 1,555
7 Kredit Pegawai/Pensiunan - -
8 Tagihan Kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Portofolio Ritel 206,429 206,429
9 Tagihan kepada Korporasi 194,515 194,515
10 Tagihan yang Telah Jatuh Tempo - -
Total Eksposur Transaksi Rekening Administratif 406,868 - - - - 406,868
C Eksposur Risiko Kredit akibat Kegagalan Pihak Lawan (Counterparty Credit Risk)
1 Tagihan Kepada Pemerintah 1,664,676 1,664,676
2 Tagihan Kepada Entitas Sektor Publik - -
Tagihan Kepada Bank Pembangunan Multilateral dan
3 Lembaga - -
Internasional
4 Tagihan Kepada Bank - -
5 Tagihan Kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Portofolio Ritel - -
6 Tagihan kepada Korporasi - -
Total Eksposur Risiko Kredit akibat Kegagalan Pihak
Lawan 1,664,676 - - - - 1,664,676
(Counterparty Credit Risk)
TOTAL (A+B+C) 33,677,169 - - - - 33,677,169
732
PT Bank Sulselbar I Laporan Tahunan 2023
Page 56
LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN INFORMASI PERMODALAN DAN EKSPOSUR RISIKO LAPORAN TANGGUNG JAWAB LAPORAN KEUANGAN AUDIT
GOOD CORPORATE GOVERNANCE CAPITAL INFORMATION AND RISK EXPOSURE SOSIAL PERUSAHAAN AUDITED FINANCIAL STATEMENT
CORPORATE SOCIAL
RESPONSIBILITY REPORT
(dalam jutaan rupiah)
31 Desember 2022
Bagian Yang Dijamin Dengan
Tagihan Bagian Yang Tidak
Bersih Asuransi Dijamin
Agunan Garansi Lainnya Kategori Portofolio
Kredit
(14) = (9)-
(9) (10) (11) (12) (13)
[(10)+(11)+(12)+(13)]
98,821 98,821 Kredit Beragun Rumah Tinggal
15,860,014 15,860,014 Kredit Beragun Properti Komersial
2,155,400 2,155,400 Kredit Pegawai/Pensiunan
1,770,546 1,770,546 Tagihan Kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Portofolio Ritel
25,934 25,934 Tagihan kepada Korporasi
- Tagihan yang Telah Jatuh Tempo
28,311,226 - 28,311,226 Aset Lainnya
Total Eksposur Laporan Posisi Keuangan
- Eksposur Transaksi Rekening Adminsitratif
11,325 11,325 Tagihan Kepada Pemerintah
- Tagihan Kepada Entitas Sektor Publik
Tagihan Kepada Bank Pembangunan Multilateral dan
- Lembaga
Internasional
263 263 Tagihan Kepada Bank
- Kredit Beragun Rumah Tinggal
- Kredit Beragun Properti Komersial
278,716 278,716 Kredit Pegawai/Pensiunan
117,262 117,262 Tagihan Kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Portofolio Ritel
- Tagihan kepada Korporasi
407,566 - 407,566 Tagihan yang Telah Jatuh Tempo
Total Eksposur Transaksi Rekening Administratif
Eksposur Risiko Kredit akibat Kegagalan Pihak Lawan
- -
(Counterparty Credit Risk)
- - Tagihan Kepada Pemerintah
- - Tagihan Kepada Entitas Sektor Publik
Tagihan Kepada Bank Pembangunan Multilateral dan
- - Lembaga
Internasional
- - Tagihan Kepada Bank
- - Tagihan Kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Portofolio Ritel
- - - - - - Tagihan kepada Korporasi
Total Eksposur Risiko Kredit akibat Kegagalan Pihak Lawan
(Counterparty Credit Risk)
28,718,792 - 28,718,792
733
PT Bank Sulselbar I Annual Report 2023
Page 57
PENDAHULUAN
INTRODUCTION LAPORAN MANAJEMEN PROFIL PERUSAHAAN TINJAUAN PENDUKUNG BISNIS ANALISA DAN PEMBAHASAN KINERJA
MANAGEMENT REPORT COMPANY PROFILE BUSINESS SUPPORTING OVERVIEW BANK OLEH MANAJEMEN
ANALYSIS AND DISCUSSION OF BANK
PERFORMANCE BY MANAGEMENT
Pengungkapan Perhitungan ATMR Risiko Disclosure of Credit Risk RWA Calculations
Kredit dengan Menggunakan Pendekatan Using the Standard Approach - Bank in
Standar - Bank secara Konsolidasi dengan Consolidation with Subsidiary Company PT.
Perusahaan Anak PT. Bank Sulselbar Bank Sulselbar
1. Eksposur Aset di laporan posisi keuangan, kecuali 1. Asset exposure in the statement of financial position,
eksposur sekuritisasi except securitization exposure
(dalam jutaan rupiah)-(in million rupiahs)
31 Desember 2023 31 Desember 2022
ATMR ATMR ATMR ATMR
Tagihan
Kategori Portofolio Tagihan Sebelum Setelah Sebelum Setelah Kategori Portofolio
No Bersih
Bersih MRK MRK MRK MRK
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)
1. Tagihan Kepada Pemerintah 6,022,072 - - 5,404,434 - - Tagihan Kepada Pemerintah
Tagihan Kepada Tagihan Kepada
a. 6,022,072 - - 5,404,434 - - a.
Pemerintah Indonesia Pemerintah Indonesia
Tagihan Kepada Tagihan Kepada
b. - - - - - - b.
Pemerintah Negara Lain Pemerintah Negara Lain
Tagihan Kepada Entitas Sektor Tagihan Kepada Entitas Sektor
2. 491,136 245,568 245,568 713,209 356,605 356,605
Publik Publik
Tagihan Kepada Bank Tagihan Kepada Bank
3. Pembangunan Multilateral dan - - - - - - Pembangunan Multilateral dan
Lembaga Internasional Lembaga Internasional
4. Tagihan Kepada Bank 1,488,101 287,666 297,666 1,275,075 279,001 279,001 Tagihan Kepada Bank
a. Tagihan Jangka Pendek 1,304,727 250,945 260,945 1,195,121 239,024 239,024 a. Tagihan Jangka Pendek
b. Tagihan Jangka Panjang 183,374 36,721 36,721 79,955 39,977 39,977 b. Tagihan Jangka Panjang
5. Tagihan berupa Covered Bond - - - Tagihan berupa Covered Bond
Tagihan kepada Perusahaan Tagihan kepada Perusahaan
6. Efek dan Lembaga Jasa - - - Efek dan Lembaga Jasa
Keuangan Lainnya Keuangan Lainnya
a. Tagihan Jangka Pendek - - - a. Tagihan Jangka Pendek
b. Tagihan Jangka Panjang - - - b. Tagihan Jangka Panjang
Tagihan berupa Surat Tagihan berupa Surat
Berharga/Piutang Subordinasi, Berharga/Piutang Subordinasi,
7. - - -
Ekuitas, dan Instrumen Modal Ekuitas, dan Instrumen Modal
Lainnya Lainnya
a. Surat berharga/piutang a. Surat berharga/piutang
- - -
subordinasi subordinasi
b. Instrumen ekuitas - - - b. Instrumen ekuitas
c. Instrumen modal lainnya - - - c. Instrumen modal lainnya
d. Penyertaan dalam rangka d. Penyertaan dalam rangka
- - -
program nasional program nasional
8. Kredit Beragun Rumah Tinggal 1,340,002 986,647 986,647 1,007,793 284,591 284,591 Kredit Beragun Rumah Tinggal
Kredit Beragun Properti Kredit Beragun Properti
9. 86,766 72,482 72,482 98,821 98,821 98,821
Komersial Komersial
Kredit untuk Pengadaan Kredit untuk Pengadaan
10. Tanah, Pengolahan Tanah, 33,669 50,504 50,504 Tanah, Pengolahan Tanah,
dan Konstruksi dan Konstruksi
11. Kredit Pegawai atau Pensiunan 16,615,465 8,307,732 8,307,732 15,860,014 7,930,007 7,930,007 Kredit Pegawai atau Pensiunan
Tagihan Kepada Usaha Mikro, Tagihan Kepada Usaha Mikro,
12. 2,063,480 1,869,505 1,869,505 2,155,400 1,616,550 1,616,550
Usaha Kecil, dan Portofolio Ritel Usaha Kecil, dan Portofolio Ritel
13. Tagihan Kepada Korporasi 1,993,955 1,993,955 1,993,955 1,770,546 1,729,478 1,729,478 Tagihan Kepada Korporasi
Tagihan Yang Telah Jatuh Tagihan Yang Telah Jatuh
14. 94,152 102,142 102,142 25,934 36,954 36,954
Tempo Tempo
Kredit Beragun Properti Kredit Beragun Properti
Rumah Tinggal yang Rumah Tinggal yang
a. 94,152 102,142 102,142 3,894 3,894 3,894 a.
tidak bergantung dari tidak bergantung dari
arus kas properti arus kas properti
b. Eksposur lainnya - - - 22,040 33,060 33,060 b. Eksposur lainnya
15. Aset Lainnya 1,376,827 - 770,195 1,509,223 904,205 Aset Lainnya
734
PT Bank Sulselbar I Laporan Tahunan 2023
Page 58
LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN INFORMASI PERMODALAN DAN EKSPOSUR RISIKO LAPORAN TANGGUNG JAWAB LAPORAN KEUANGAN AUDIT
GOOD CORPORATE GOVERNANCE CAPITAL INFORMATION AND RISK EXPOSURE SOSIAL PERUSAHAAN AUDITED FINANCIAL STATEMENT
CORPORATE SOCIAL
RESPONSIBILITY REPORT
(dalam jutaan rupiah)-(in million rupiahs)
31 Desember 2023 31 Desember 2022
ATMR ATMR ATMR ATMR
Tagihan
Kategori Portofolio Tagihan Sebelum Setelah Sebelum Setelah Kategori Portofolio
No Bersih
Bersih MRK MRK MRK MRK
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)
Uang tunai, emas, dan Uang tunai, emas, dan
a. 606,632 - - 605,067 - a.
commemorative coin commemorative coin
Aset tetap dan inventaris Aset tetap dan inventaris
b. 469,563 - 469,563 449,227 449,227 b.
neto neto
Agunan Yang Diambil Alih Agunan Yang Diambil Alih
c. - - - - - c.
(AYDA) (AYDA)
d. Antar kantor neto - - - - - d. Antar kantor neto
e. Lainnya 300,632 - 300,632 454,831 454,831 e. Lainnya
TOTAL 31,605,625 13,916,201 14,696,396 29,820,449 12,332,007 13,236,212
2. Eksposur Kewajiban Komitmen/Kontinjensi pada 2. Commitment/Contingency Liability Exposure in
Transaksi Rekening Administratif, kecuali eksposur Administrative Account Transactions, except
sekuritisasi. securitization exposure.
(dalam jutaan rupiah)-(in million rupiahs)
31 Desember 2023 31 Desember 2022
ATMR ATMR ATMR ATMR
No Kategori Portofolio Tagihan Kategori Portofolio
Tagihan Sebelum Setelah Sebelum Setelah
Bersih
Bersih MRK MRK MRK MRK
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (2)
1. Tagihan Kepada Pemerintah 0 0 0 - - - Tagihan Kepada Pemerintah
Tagihan Kepada Pemerintah Tagihan Kepada Pemerintah
a. 23 0 0 - - - a.
Indonesia Indonesia
Tagihan Kepada Pemerintah Tagihan Kepada Pemerintah
b. 0 0 0 - - - b.
Negara Lain Negara Lain
Tagihan Kepada Entitas Sektor
2. 2,211 442 442 11,325 11,325 11,325 Tagihan Kepada Entitas Sektor Publik
Publik
Tagihan kepada Bank
Tagihan kepada Bank Pembangunan
3. Pembangunan Multilateral dan 0 0 0 - - -
Multilateral dan Lembaga Internasional
Lembaga Internasional
4. Tagihan kepada Bank 0 0 0 - - - Tagihan kepada Bank
a. Tagihan Jangka Pendek 0 0 0 - - - a. Tagihan Jangka Pendek
b. Tagihan Jangka Panjang 0 0 0 - - - b. Tagihan Jangka Panjang
Tagihan kepada Perusahaan Efek Tagihan kepada Perusahaan Efek
5. dan Lembaga Jasa Keuangan 0 0 0 dan Lembaga Jasa Keuangan
Lainnya Lainnya
a. Tagihan Jangka Pendek 0 0 0 a. Tagihan Jangka Pendek
b. Tagihan Jangka Panjang 0 0 0 b. Tagihan Jangka Panjang
6. Kredit Beragun Rumah Tinggal 2,158 647 647 263 92 92 Kredit Beragun Rumah Tinggal
7. Kredit Beragun Properti Komersial 1,555 373 373 721 721 721 Kredit Beragun Properti Komersial
Kredit untuk Pengadaan Tanah, Kredit untuk Pengadaan Tanah,
8. 0 0 0
Pengolahan Tanah, dan Konstruksi Pengolahan Tanah, dan Konstruksi
9. Kredit Pegawai/Pensiunan 0 0 0 - - - Kredit Pegawai/Pensiunan
Tagihan Kepada Usaha Mikro, Usaha Tagihan Kepada Usaha Mikro, Usaha
10. 206,429 85,627 85,627 278,716 209,037 209,037
Kecil dan Portofolio Ritel Kecil dan Portofolio Ritel
11. Tagihan Kepada Korporasi 194,515 66,135 66,135 117,262 58,631 58,631 Tagihan Kepada Korporasi
12. Tagihan Yang Telah Jatuh Tempo 0 0 0 - - - Tagihan Yang Telah Jatuh Tempo
Kredit Beragun Properti Kredit Beragun Properti
Rumah Tinggal yang tidak Rumah Tinggal yang tidak
a. 0 0 0 - - - a.
bergantung dari arus kas bergantung dari arus kas
properti properti
b. Eksposur lainnya 0 0 0 - - - b. Eksposur lainnya
TOTAL 406,868 153,225 153,225 408,287 279,806 279,806 TOTAL
735
PT Bank Sulselbar I Annual Report 2023
Page 59
PENDAHULUAN
INTRODUCTION LAPORAN MANAJEMEN PROFIL PERUSAHAAN TINJAUAN PENDUKUNG BISNIS ANALISA DAN PEMBAHASAN KINERJA
MANAGEMENT REPORT COMPANY PROFILE BUSINESS SUPPORTING OVERVIEW BANK OLEH MANAJEMEN
ANALYSIS AND DISCUSSION OF BANK
PERFORMANCE BY MANAGEMENT
3. Eksposur yang Menimbulkan Risiko Kredit akibat 3. Exposure that gives rise to Credit Risk due to
kegagalan Pihak Lawan (Counterparty Credit Risk) counterparty failure(Counterparty Credit Risk)
(dalam jutaan rupiah)-(in million rupiahs)
31 Desember 2023 31 Desember 2022
ATMR ATMR ATMR ATMR
No Kategori Portofolio Tagihan Kategori Portofolio
Tagihan Sebelum Setelah Sebelum Setelah
Bersih
Bersih MRK MRK MRK MRK
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (2)
1. Tagihan Kepada Pemerintah 1,664,676 0 0 0 0 0 Tagihan Kepada Pemerintah
a. Tagihan Kepada Pemerintah a. Tagihan Kepada Pemerintah
1,664,676 0 0 0 0 0
Indonesia Indonesia
b. Tagihan Kepada Pemerintah b. Tagihan Kepada Pemerintah
0 0 0 0 0 0
Negara Lain Negara Lain
2. Tagihan Kepada Entitas Sektor Publik 0 0 0 0 0 0 Tagihan Kepada Entitas Sektor Publik
Tagihan kepada Bank Pembangunan Tagihan kepada Bank Pembangunan
3. 0 0 0 0 0 0
Multilateral dan Lembaga Internasional Multilateral dan Lembaga Internasional
4. Tagihan kepada Bank 0 0 0 0 0 0 Tagihan kepada Bank
a. Tagihan Jangka Pendek 0 0 0 0 0 0 a. Tagihan Jangka Pendek
b. Tagihan Jangka Panjang 0 0 0 0 0 0 b. Tagihan Jangka Panjang
Tagihan kepada Perusahaan Efek Tagihan kepada Perusahaan Efek
5. dan Lembaga Jasa Keuangan 0 0 0 0 0 0 dan Lembaga Jasa Keuangan
Lainnya Lainnya
a. Tagihan Jangka Pendek 0 0 0 0 0 0 a. Tagihan Jangka Pendek
b. Tagihan Jangka Panjang 0 0 0 0 0 0 b. Tagihan Jangka Panjang
Tagihan Kepada Usaha Mikro, Usaha Tagihan Kepada Usaha Mikro, Usaha
6. 0 0 0 0 0 0
Kecil dan Portofolio Ritel Kecil dan Portofolio Ritel
7. Tagihan Kepada Korporasi 0 0 0 0 0 0 Tagihan Kepada Korporasi
TOTAL 1,664,676 0 0 0 0 0 TOTAL
4. Eksposur yang Menimbulkan Risiko Kredit akibat 4. Exposure that Gives Credit Risk Due to Settlement
Kegagalan Setelmen (settlement risk) Failure(settlement risk)
(dalam jutaan rupiah)-(in million rupiahs)
31 Desember 2023 31 Desember 2022
Faktor Faktor
Nilai Pengurang Nilai Pengurang
No Jenis Transaksi ATMR ATMR Jenis Transaksi
Eksposur Modal Eksposur Modal
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)
1. Delivery versus payment
a. Beban Modal 8% (5-15 hari)
b. Beban Modal 50% (16-30 hari)
c. Beban Modal 75% (31-45 hari)
d. Beban Modal 100% (lebih dari 45 hari)
2. Non-delivery versus payment
TOTAL
5. Eksposur Sekuritisasi 5. Securitization Exposure
(dalam jutaan rupiah)-(in million rupiahs)
31 Desember 2023 31 Desember 2022
Faktor Faktor
Jenis Transaksi Pengurang Pengurang Jenis Transaksi
No ATMR ATMR
Modal Modal
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (2)
ATMR atas Eksposur Sekuritisasi yang ATMR atas Eksposur Sekuritisasi yang dihitung
1. dihitung dengan Metode External Rating dengan Metode External Rating Base Approach
Base Approach (ERBA) (ERBA)
736
PT Bank Sulselbar I Laporan Tahunan 2023
Page 60
LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN INFORMASI PERMODALAN DAN EKSPOSUR RISIKO LAPORAN TANGGUNG JAWAB LAPORAN KEUANGAN AUDIT
GOOD CORPORATE GOVERNANCE CAPITAL INFORMATION AND RISK EXPOSURE SOSIAL PERUSAHAAN AUDITED FINANCIAL STATEMENT
CORPORATE SOCIAL
RESPONSIBILITY REPORT
(dalam jutaan rupiah)-(in million rupiahs)
31 Desember 2023 31 Desember 2022
Faktor Faktor
Jenis Transaksi Pengurang Pengurang Jenis Transaksi
No ATMR ATMR
Modal Modal
ATMR atas Eksposur Sekuritisasi yang
ATMR atas Eksposur Sekuritisasi yang dihitung
2. dihitung dengan Metode Standardized
dengan Metode Standardized Approach (SA)
Approach (SA)
Eksposur Sekuritisasi yang merupakan Eksposur Sekuritisasi yang merupakan Faktor
3.
Faktor Pengurang Modal Inti Utama Pengurang Modal Inti Utama
TOTAL
6. Eksposur Derivatif 6. Derivatives Exposure
(dalam jutaan rupiah)-(in million rupiahs)
31 Desember 2023 31 Desember 2022
ATMR ATMR ATMR ATMR
Tagihan
Kategori Portofolio Tagihan Sebelum Setelah Sebelum Setelah Kategori Portofolio
No Bersih
Bersih MRK MRK MRK MRK
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (2)
1. Tagihan Kepada Pemerintah 0 0 0 Tagihan Kepada Pemerintah
a. Tagihan Kepada Pemerintah
a. Tagihan Kepada Pemerintah Indonesia 0 0 0
Indonesia
b. Tagihan Kepada Pemerintah Negara b. Tagihan Kepada Pemerintah
0 0 0
Lain Negara Lain
Tagihan Kepada Entitas Sektor
2. Tagihan Kepada Entitas Sektor Publik 0 0 0
Publik
Tagihan kepada Bank
Tagihan kepada Bank Pembangunan
3. 0 0 0 Pembangunan Multilateral dan
Multilateral dan Lembaga Internasional
Lembaga Internasional
4. Tagihan kepada Bank 885 177 177 Tagihan kepada Bank
a. Tagihan Jangka Pendek 885 177 177 a. Tagihan Jangka Pendek
b. Tagihan Jangka Panjang 0 0 0 b. Tagihan Jangka Panjang
Tagihan kepada Perusahaan Efek
Tagihan kepada Perusahaan Efek dan
5. 0 0 0 dan Lembaga Jasa Keuangan
Lembaga Jasa Keuangan Lainnya
Lainnya
a. Tagihan Jangka Pendek 0 0 0 a. Tagihan Jangka Pendek
b. Tagihan Jangka Panjang 0 0 0 b. Tagihan Jangka Panjang
Tagihan Kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil Tagihan Kepada Usaha Mikro,
6. 0 0 0
dan Portofolio Ritel Usaha Kecil dan Portofolio Ritel
7. Tagihan Kepada Korporasi 0 0 0 Tagihan Kepada Korporasi
TOTAL 885 177 177 TOTAL
7 Total Pengukuran Risiko Kredit (1+2+3+4+5+6) 7 Total Credit Risk Measurements (1+2+3+4+5+6)
(dalam jutaan rupiah)-(in million rupiahs)
31 Desember 2023 31 Desember 2022
TOTAL ATMR RISIKO KREDIT (A) 14,849,798 13,516,018 TOTAL ATMR RISIKO KREDIT
FAKTOR PENGURANG ATMR RISIKO KREDIT: FAKTOR PENGURANG ATMR RISIKO
KREDIT:
Selisih lebih antara cadangan umum PPKA atas aset
Selisih lebih antara cadangan umum PPKA
produktif yang wajib dihitung dan 1,25% ATMR untuk (B) 165,476 -
atas aset produktif yang wajib dihitung dan
Risiko Kredit 1,25% ATMR untuk Risiko Kredit
TOTAL ATMR RISIKO KREDIT (A) - (B) (C) 14,684,322 13,516,018 TOTAL ATMR RISIKO KREDIT (A) - (B)
TOTAL FAKTOR PENGURANG MODAL (D) - - TOTAL FAKTOR PENGURANG MODAL
737
PT Bank Sulselbar I Annual Report 2023
Page 61
PENDAHULUAN
INTRODUCTION LAPORAN MANAJEMEN PROFIL PERUSAHAAN TINJAUAN PENDUKUNG BISNIS ANALISA DAN PEMBAHASAN KINERJA
MANAGEMENT REPORT COMPANY PROFILE BUSINESS SUPPORTING OVERVIEW BANK OLEH MANAJEMEN
ANALYSIS AND DISCUSSION OF BANK
PERFORMANCE BY MANAGEMENT
Pengungkapan Kualitatif Counterparty Qualitative Counterparty Credit Risk
Credit Risk (CCRA) (CCRA) Disclosure
Bank Sulselbar tidak memiliki pengungkapan kualitatif Bank Sulselbar does not have qualitative disclosure of
Counterparty Credit Risk Counterparty Credit Risk
Analisis Eksposur Counterparty Credit Counterparty Credit Risk (CCR1)
Risk (CCR1) Exposure Analysis
Bank Sulselbar memiliki eksposur Counterparty Credit Risk Bank Sulselbar has Counterparty Credit Risk exposure of
sebesar Rp1.664.675.560.000,00. IDR 1,664,675,560,000.00.
Capital Charge Untuk Credit Valuation Capital Charge for Loan Valuation
Adjustment (CCR2) Adjustment (CCR2)
Bank Sulselbar tidak memiliki Capital Charge untuk Credit Bank Sulselbar does not have a Capital Charge for Loan
Valuation Adjusment Valuation Adjustment
Eksposur CCR Berdasarkan Kategori CCR Exposure Based on Portfolio
Portofolio Dan Bobot Risiko (CCR3) Category and Risk Weight (CCR3)
Bank Sulselbar memiliki eksposur CCR BankSulselbar has exposed CCR Claims to the Government
Tagihan Kepada Pemerintah Indonesiasebesar of Indonesia amounting to IDR 1,664,675,560,000.00 with a
Rp1.664.675.560.000,00 dengan bobot risiko 0%. risk weight of 0%.
Tagihan Bersih Derivatif Kredit (CCR6) Loan Derivatives Net Receivables (CCR6)
Bank Sulselbar memiliki tagihan bersih derivatif kredit Bank Sulselbar has net Loan derivative receivables
Tagihan Kepada Bank sebesar Rp884.869.805,00 kategori Receivables from Banks amounting to IDR 884,869,805.00
tanpa peringkat kualitas A dengan bobot risiko 20%. in the category without a quality rating of A with a risk weight
of 20%.
Pengungkapan Kualitatif Mengenai Qualitative Disclosures Regarding
Eksposur Sekuritisasi (SECA) Securitization Exposures (SECA)
Bank Sulselbar tidak memiliki pengungkapan kualitatif Bank Sulselbar does not have qualitative disclosures
mengenai eksposur sekuritisasi regarding securitization exposure
Eksposur Sekuritisasi Pada Banking Book Securitization Exposure on Banking Book
(SEC1) (SEC1)
Bank Sulselbar does not have securitization exposure in its
Bank Sulselbar tidak memiliki eksposur sekuritisasi pada
banking book
banking book
Eksposur Sekuritisasi Pada Trading Book Securitization Exposure on Trading Book
(SEC2) (SEC2)
Bank Sulselbar tidak memiliki eksposur sekuritisasi pada Bank Sulselbar does not have securitization exposure in the
trading book trading book
738
PT Bank Sulselbar I Laporan Tahunan 2023
Page 62
LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN INFORMASI PERMODALAN DAN EKSPOSUR RISIKO LAPORAN TANGGUNG JAWAB LAPORAN KEUANGAN AUDIT
GOOD CORPORATE GOVERNANCE CAPITAL INFORMATION AND RISK EXPOSURE SOSIAL PERUSAHAAN AUDITED FINANCIAL STATEMENT
CORPORATE SOCIAL
RESPONSIBILITY REPORT
Eksposur Sekuritisasi Pada Banking Securitization Exposure on the Banking
Book Dan Terkait Persyaratan Modalnya- Book and Related Capital Requirements-
Bank Yang Bertindak Sebagai Originator Banks Acting as Originators or Sponsors
Atau Sponsor (SEC3) (SEC3)
Bank Sulselbar tidak memiliki eksposur sekuritisasi pada Bank Sulselbar does not have securitization exposure in its
banking book dan terkait persyaratan modalnya-Bank banking book and related capital requirements - the bank
yang bertindak sebagai originator atau sponsor acts as the originator or sponsor
Eksposur Sekuritisasi Pada Banking Securitization Exposure on Banking Book
Book Dan Persyaratan Modalnya-Bank and Capital Requirements-Banks Acting
Yang Bertindak Sebagai Investor (SEC4) as Investors (SEC4)
Bank Sulselbar tidak memiliki eksposur sekuritisasi pada Bank Sulselbar does not have securitization exposure on its
banking book dan persyaratan modalnya-Bank yang banking book and capital requirements - the Bank acts as an
bertindak sebagai investor investor
Risiko Kredit - Pengungkapan Kualitatif Credit Risk - General Qualitative
Umum Disclosures
Pengungkapan kualitatif secara umum sebagaimana diatur General qualitative disclosures as regulated in the provisions
dalam ketentuan Otoritas Jasa Keuangan mengenai pedoman of the Financial Services Authority regarding guidelines
perhitungan aset tertimbang menurut risiko untuk risiko kredit for calculating risk-weighted assets for Credit Risk using a
dengan menggunakan pendekatan standar,mengenai: standard approach, regarding:
1. Informasi mengenai penerapan manajemen risiko untuk 1. Information regarding the application of risk management
risiko kredit, termasuk organisasi manajemen risiko kredit, for Credit Risk, including Credit Risk management
strategi manajemen risiko kredit untuk aktivitas yang organizations, Credit Risk management strategies for
memiliki eksposur risiko kredit yang signifikan, kebijakan activities that have significant Credit Risk exposure, Loan
pengelolaan risiko konsentrasi kredit, serta mekanisme concentration risk management policies, as well as Credit
pengukuran dan pengendalian risiko kredit Risk measurement and control mechanisms
Penerapan manajemen risiko untuk risiko kredit dilakukan The implementation of risk management for Credit Risk
oleh Divisi Manajemen Risiko (DMR) yang bertanggung is carried out by the Risk Management Division (DMR)
jawab untuk mengembangkan prosedur dan alat untuk which is responsible for developing procedures and tools
identifikasi, pengukuran, pemantauan, dan pengendalian for identifying, measuring, monitoring, and controlling
risiko kredit. Credit Risk.
Organisasi Manajemen Risiko Kredit, meliputi beberapa Organization Credit Risk Management includes several
unit terkait yaitu : related units, namely:
• unit bisnis yang melaksanakan aktivitas pemberian • units of businesses that carry out activities of providing
kredit atau penyediaan dana; Loan or providing funds;
• unit penyelamatan & penyelesaian kredit yang • units Loan Recovery & Settlement which handles
melakukan penanganan kredit bermasalah; problem loans;
• unit Manajemen Risiko, khususnya yang menilai dan • Unit risk Management, especially assessing and
memantau Risiko Kredit. monitoring Credit Risk.
Disamping itu, juga dibentuk Komite Kredit yang berada di Apart from that, a Loan Committee was also formed at
Kantor Pusat dan Kantor Cabang yang bertanggung jawab the Head Office and Branch Offices which is responsible
739
PT Bank Sulselbar I Annual Report 2023
Page 63
PENDAHULUAN
INTRODUCTION LAPORAN MANAJEMEN PROFIL PERUSAHAAN TINJAUAN PENDUKUNG BISNIS ANALISA DAN PEMBAHASAN KINERJA
MANAGEMENT REPORT COMPANY PROFILE BUSINESS SUPPORTING OVERVIEW BANK OLEH MANAJEMEN
ANALYSIS AND DISCUSSION OF BANK
PERFORMANCE BY MANAGEMENT
khususnya untuk memutuskan pemberian kredit dalam specifically for deciding on the granting of Loan in a certain
jumlah tertentu sesuai kebijakan bank, serta penetapan/ amount according to bank policy, as well as determining/
batasan limit kredit pada setiap komite kredit. limiting Loan limits for each Loan committee.
Strategi Manajemen Risiko untuk Risiko Kredit mencakup Risk Management Strategy for Credit Risk includes strategies
strategi untuk seluruh aktivitas yang memiliki eksposur Risiko for all activities that have significant Credit Risk exposure. The
Kredit yang signifikan. Strategi tersebut harus memuat secara strategy must clearly state the direction in which funds will be
jelas arah penyediaan dana yang akan dilakukan, antara lain provided, including based on the type of Loan, business field,
berdasarkan jenis kredit, lapangan usaha, wilayah geografis, geographical area, currency, period, and target market.
mata uang, jangka waktu, dan sasaran pasar.
Strategi Manajemen Risiko untuk Risiko Kredit harus sejalan Risk Management Strategy for Credit Risk must be in line with
dengan tujuan Bank untuk menjaga kualitas kredit, laba, the Bank's objectives to maintain Loan quality, profits, and
dan pertumbuhan usaha. Untuk aktivitas yang memiliki business growth. For activities that have significant Credit
eksposur risiko kredit yang signifikan, Bank melakukan Risk exposure, the Bank carries out risk studies (Credit Risk
kajian risiko (credit risk management) yang berada di Divisi management) in the Risk Management Division (DMR). Apart
Manajemen Risiko (DMR). Selain itu, untuk seluruh aktivitas from that, all Loan granting activities have gone through Loan
pemberian kredit telah melalui pembahasan komite kredit committee discussions and use a Loan rating.
dan menggunakan credit rating.
Dalam penilaian profil risiko kredit, Bank telah memasukkan In assessing the Credit Risk profile, the Bank has included
indikator yang terkait dengan konsentrasi kredit berdasarkan indicators related to Loan concentration based on economic
sektor ekonomi, termasuk penetapan risk appetite untuk sectors, including determining the risk appetite for the core
rasio debitur inti dan pemantauan atas hal tersebut dilakukan debtor ratio and monitoring this is carried out periodically.
secara berkala.
Mekanisme pengukuran risiko kredit telah ditetapkan dalam The Credit Risk measurement mechanism has been
kebijakan manajemen risiko kredit diantaranya dengan melalui established in the Credit Risk management policy, including
pemeringkatan kredit dan meniliai kondisi keuangan debitur/ through Loan ratings and assessing the financial condition
pihak lawan transaksi serta persyaratan dalam perjanjian of the debtor/counterparty as well as the terms of the Loan
kredit seperti tingkat bunga, jangka waktu kredit dan jenis agreement such as interest rate, Loan term, and type of
agunan. Sedangkan mekasnisme pengendalian Risiko collateral. Meanwhile, the Credit Risk control mechanism,
Kredit, yaitu memastikan bahwa satuan kerja perkreditan namely ensuring that Loan work units and other work
dan satuan kerja lainnya yang melakukan transaksi yang units carrying out transactions exposed to Credit Risk are
terekspos Risiko Kredit telah berfungsi secara memadai functioning adequately and that Credit Risk exposure is
dan eksposur Risiko Kredit dijaga tetap konsisten dengan maintained consistently with established limits and fulfills
limit yang ditetapkan serta memenuhi prinsip kehati- hatian. the prudential principle. In addition, the Bank has separated
Selain itu, Bank telah memisahkan fungsi penyelesaian the function of resolving problem loans from the function of
kredit bermasalah tersebut dengan fungsi yang memutuskan deciding lending.
penyaluran kredit.
2. Definisi tagihan yang telah jatuh tempo dan tagihan yang 2. Definition of overdue bills and bills that are impaired
mengalami penurunan nilai (impairment) The definition of a default bill is a bill that is more than 90
Definisi tagihan default adalah tagihan yang memiliki (ninety) days in arrears, based on an evaluation carried
tunggakan lebih 90 (Sembilan puluh) hari, berdasarkan out at the end of each month.
evaluasi yang dilakukan setiap akhir bulan. Decreased value/impairment for Loan with an amount
Penurunan nilai/impairment untuk kredit yang above Rp. 1,000,000,000 (one billion rupiah) will be
740
PT Bank Sulselbar I Laporan Tahunan 2023
Page 64
LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN INFORMASI PERMODALAN DAN EKSPOSUR RISIKO LAPORAN TANGGUNG JAWAB LAPORAN KEUANGAN AUDIT
GOOD CORPORATE GOVERNANCE CAPITAL INFORMATION AND RISK EXPOSURE SOSIAL PERUSAHAAN AUDITED FINANCIAL STATEMENT
CORPORATE SOCIAL
RESPONSIBILITY REPORT
jumlahnya di atas Rp. 1.000.000.000,- (satu milyar evaluated individually, based on objective evidence of the
rupiah) akan dievaluasi secara individual, berdasarkan occurrence of an event including:
bukti obyektif terjadinya suatu peristiwa meliputi : • Difficulty with the debtor's financial significance.
• Kesulitan keuangan signifikan pihak debitur. • Violation of contract, default/arrears in principal or
• Pelanggaran kontrak, terjadinya wanprestasi/ interest payments;
tunggakan pembayaran pokok atau bunga; • Giving relief (concession) to debtors experiencing
• Pemberian keringanan (konsesi) kepada debitur yang financial difficulties.
mengalami kesulitan keuangan. • Debtor will be declared bankrupt or undertake other
• Debitur akan dinyatakan pailit atau melakukan financial reorganization;
reorganisasi keuangan lainnya; • Disappearance of active markets for financial assets
• Hilangnya pasar aktif dari aset keuangan akibat due to financial difficulties;
kesulitan keuangan; • Specifically, for loans granted, banks use additional
• Khusus untuk kredit yang diberikan, bank criteria to determine objective evidence of impairment
menggunakan kriteria tambahan untuk menentukan if they are categorized as non-performing loans by
bukti obyektif penurunan nilai jika dikategorikan non Bank Indonesia regulations including assessments
performing loan sesuai ketentuan Bank Indonesia of Business Prospects, Debtor Performance, and
mencakup penilaian Prospek Usaha, Performance Capability Pay.
Debitur, dan Kemampuan Membayar
Bukti Objektif Penurunan Nilai yang dievaluasi secara Objective Evidence of Impairment in Value which is
kolektif, meliputi: evaluated collectively includes:
• Memburuknya status pembayaran pihak peminjam • It got worse payment status of borrowers in that group.
dalam kelompok tersebut. • National or local economic conditions that correlate
• Kondisi ekonomi nasional atau lokal yang berkorelasi with default on internal assets group.
dengan wanprestasi atas aset dalam kelompok.
3. Penjelasan mengenai pendekatan yang digunakan untuk 3. Explanation of the approach used to form individual and
pembentukan CKPN individual dan kolektif, serta metode collective CKPN, as well as the statistical methods used
statistik yang digunakan dalam perhitungan CKPN. in calculating CKPN.
Bank telah mengimplementasikan Penerapan Standar The Bank has implemented the application of new
Akuntansi Keuangan yang baru yaitu PSAK 71 dalam Financial Accounting Standards, namely PSAK 71, in
melakukan perhitungan CKPN baik secara individual calculating CKPN both individually and collectively. For
maupun secara kolektif. Untuk perhitungan CKPN individual CKPN calculations carried out using the self-
secara individual dilakukan dengan menggunakan assessment fairness method (self-assessment model) to
metode kewajaran penilaian sendiri (self assessment estimate the value of future reserves (ECL) by estimating/
model) untuk mengestimasi nilai pencadangan di masa projecting the Probability of Default (PDforecast) based
yang akan datang (ECL) dengan melakukan perkiraan/ on the selection of macroeconomic data that correlates
proyeksi Probability of Default (PDforecast) berdasarkan with PD movements
pemilihan data makro ekonomi yang memiliki korelasi
dengan pergerakan PD
741
PT Bank Sulselbar I Annual Report 2023
Page 65
PENDAHULUAN
INTRODUCTION LAPORAN MANAJEMEN PROFIL PERUSAHAAN TINJAUAN PENDUKUNG BISNIS ANALISA DAN PEMBAHASAN KINERJA
MANAGEMENT REPORT COMPANY PROFILE BUSINESS SUPPORTING OVERVIEW BANK OLEH MANAJEMEN
ANALYSIS AND DISCUSSION OF BANK
PERFORMANCE BY MANAGEMENT
historis bank. Bank menggunakan data historis selama 7 bank history. The Bank uses historical data for the last 7
(tujuh) tahun terakhir untuk mengembangkan modeling PD (seven) years to develop PD modeling and 5 (five) years
dan data historis 5 (lima) tahun untuk LGD. historical data for LGD.
Pengungkapan risiko kredit dengan pendekatan standar Disclosure of Credit Risk with a standard qualitative approach
secara kualitatif mengenai: regarding:
1. Informasi mengenai kebijakan penggunaan peringkat 1. Information regarding the policy on using ratings in
dalam perhitungan ATMR untuk Risiko Kredit calculating RWA for Credit Risk
Bank belum memiliki kebijakan terkait penggunaan The Bank does not yet have a policy regarding the use of
peringkat dalam perhitungan ATMR untuk Risiko Kredit ratings in calculating RWA for Credit Risk and currently,
dan saat ini Bank masih menggunakan peringkat atau the Bank still uses ratings or ratings issued by external
rating yang dikeluarkan oleh pihak eksternal. parties.
2. Kategori portofolio yang menggunakan peringkat 2. Category portfolio that uses rankings
Kategori portofolio Tagihan Kepada Bank dan Tagihan Category portfolio of Receivables to Banks and
Kepada Korporasi. Receivables to Corporations.
3. Lembaga pemeringkat yang digunakan. 3. Institution rating used.
Pefindo. Pefindo.
Pengungkapan mitigasi risiko kredit dengan menggunakan Disclosure of Credit Risk mitigation using a standard
pendekatan standar mengenai: approach regarding:
1. Informasi mengenai kebijakan Bank untuk jenis agunan 1. Information regarding Bank policy for the main types of
utama yang diterima; collateral accepted;
Bank belum memperhitungkan Mitigasi Risiko Kredit Banks have not taken Credit Risk Mitigation into account
dalam perhitungan ATMR Kredit. in calculating Loan RWA.
2. Informasi kebijakan, prosedur, dan proses untuk menilai 2. Information on policies, procedures, and processes for
dan mengelola agunan; assessing and managing collateral;
Bank belum memperhitungkan Mitigasi Risiko Kredit Banks have not taken Credit Risk Mitigation into account
dalam perhitungan ATMR Kredit. in calculating Loan RWA.
3. Pihak-pihak utama pemberi jaminan atau garansi dan 3. The main parties providing collateral or guarantees and
kelayakan kredit dari pihak-pihak tersebut; the Loanworthiness of these parties;
Bank belum memperhitungkan Mitigasi Risiko Kredit Banks have not taken Credit Risk Mitigation into account
dalam perhitungan ATMR Kredit. in calculating Loan RWA.
4. Informasi tingkat konsentrasi yang ditimbulkan dari 4. Information on the level of concentration resulting from
penggunaan teknik mitigasi risiko kredit the use of Credit Risk mitigation techniques
Bank belum memperhitungkan Mitigasi Risiko Kredit Banks have not taken Credit Risk Mitigation into account
dalam perhitungan ATMR Kredit. in calculating Loan RWA.
742
PT Bank Sulselbar I Laporan Tahunan 2023
Page 66
LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN INFORMASI PERMODALAN DAN EKSPOSUR RISIKO LAPORAN TANGGUNG JAWAB LAPORAN KEUANGAN AUDIT
GOOD CORPORATE GOVERNANCE CAPITAL INFORMATION AND RISK EXPOSURE SOSIAL PERUSAHAAN AUDITED FINANCIAL STATEMENT
CORPORATE SOCIAL
RESPONSIBILITY REPORT
Risiko Pasar - Pengungkapan Risiko Market Risk - Disclosure of Market
Pasar Menggunakan Metode Standar PT. Risk Using PT Standard Methods. Bank
Bank Sulselbar Sulselbar
Posisi 31 Desember 2023 Position December 31, 2023
(dalam jutaan rupiah)-(in million rupiahs)
Posisi 31 Desember 2023 Posisi 31 Desember 2022
Individual Konsolidasian Individual Konsolidasian
No. Jenis Risiko Jenis Risiko
Beban Beban Beban Beban
ATMR ATMR ATMR ATMR
Modal Modal Modal Modal
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (2)
1 Risiko Suku Bunga Interest Rate Risk
a. Risiko Spesifik a. Specific Risks
b. Risiko Umum b. General Risks
2 Risiko Nilai Tukar 694 8,674 836 10,444 Exchange Rate Risk
3 Risiko Ekuitas *) Equity Risk *)
4 Risiko Komoditas *) Commodity Risk *)
5 Risiko Option Option Risk
Total 694 8,674 836 10,444 Total
*) Untuk bank yang memiliki perusahaan anak yang memiliki eksposur risiko *) For banks that have subsidiary companies that have exposure to the risk
dimaksud in question
Pengungkapan Kualitatif Kebijakan Qualitative Disclosure of General
Umum Risiko Pasar Market Risk Policies
Risiko Pasar adalah Risiko pada posisi neraca dan rekening Market Risk is the Risk on the balance sheet and administrative
administratif, termasuk pada transaksi derivatif akibat account positions, including derivative transactions due to
perubahan secara keseluruhan dari kondisi pasar, termasuk overall changes in market conditions, including the Risk of
Risiko perubahan harga Option. changes in Option prices.
Dalam perumusan Manajemen Risiko Pasar, meliputi In the formulation of Market Risk Management, it includes
pembahasan terkait dengan : discussions related to:
a. Risiko Suku Bunga pada posisi banking book yang a. Interest Rate Risk on positionsbanking which is the risk
merupakan risiko akibat perubahan harga instrumen due to changes in financial instrument prices due to risk
keuangan akibat sensitivitas risiko yang dapat sensitivity which can affect net interest income and the
mempengaruhi net interest income dan nilai ekonomis economic value of capital (economic value of equity).
modal (economic value of equity).
b. Risiko Nilai Tukar yang mencakup risiko akibat posisi/ b. Exchange Rate Risk which includes risks due to positions/
holding period valuta asing untuk tujuan trading ataupun holding period foreign exchange for trading or non-trading
non-trading. purposes.
Bank telah melakukan penerapan Manajemen Risiko The Bank has implemented Market Risk Management
Pasar yang dijabarkan melalui sebuah kerangkan which is described through a Risk Management framework
Manajemen Risiko dan selanjutnya menjadi dasar and then becomes the basis for assessing the quality of
penilaian kualitas penerapan Manajemen Risiko Pasar, Market Risk Management implementation, which consists
yang terdiri dari : of:
743
PT Bank Sulselbar I Annual Report 2023
Page 67
PENDAHULUAN
INTRODUCTION LAPORAN MANAJEMEN PROFIL PERUSAHAAN TINJAUAN PENDUKUNG BISNIS ANALISA DAN PEMBAHASAN KINERJA
MANAGEMENT REPORT COMPANY PROFILE BUSINESS SUPPORTING OVERVIEW BANK OLEH MANAJEMEN
ANALYSIS AND DISCUSSION OF BANK
PERFORMANCE BY MANAGEMENT
a. Organisasi & Sumber Daya Manusia. a. Organization & Human Resources.
b. Kebijakan Manajemen Risiko. b. Policy Risk management.
c. Proses & Metodologi Manajemen Risiko. c. Process & Risk Management Methodology.
d. Kecukupan Sarana Infrastruktur. d. Adequacy Infrastructure Facilities.
Organisasi & Sumber Daya Manusia Organization & Human Resources
Dalam rangka penerapan Manajemen RIsiko Pasar yang To implement effective Market Risk Management, the Bank
efektif, Bank telah menyusun struktur organisasi yang has developed an organizational structure that is by business
sesuai dengan tujuan dan kebijakan usaha, ukuran dan objectives and policies, size and complexity as well as the
kompleksitas serta kemampuan Bank. Struktur organisasi Bank's capabilities. The Bank's organizational structure
Bank dirancang untuk memastikan bahwa satuan kerja yang is designed to ensure that the work unit that functions in
berfungsi dalam melakukan suatu transaksi (risk taking unit) carrying out a transaction (risk-taking unit) is independent
adalah independen terhadap satuan kerja yang melakukan of the work unit that carries out the internal control function
fungsi pengendalian intern SKAI (Satuan Kerja Audit Internal) SKAI (Internal Audit Work Unit) and the middle office, in this
serta middle office dalam hal ini adalah SKMR (Satuan Kerja case, the SKMR (Risk Management Work Unit).
Manajemen Risiko).
Bank telah memilki struktur Komite, baik Komite yang The Bank has a Committee structure, either a Committee
dibawahi langsung oleh Dewan Komisaris ataupu yang directly under the Board of Commissioners or under the
dibawah langsung oleh Direksi. Komite yang berada dibawah Board of Directors. The committees under the Board of
Dewan Komisaris terdiri dari Komite Audit serta Komite Commissioners consist of the Audit Committee and the Risk
Pemantau Risiko yang memiliki tugas & tanggung jawab Oversight Committee which have duties & responsibilities
dalam penerapan kebijakan manajemen risiko secara umum in implementing general risk management policies and
serta penerapan good corporate governance (GCG). Komite implementing good corporate governance (GCG). The
yang berada dibawah Direksi dalam kebijakan Manajemen committee under the Board of Directors in Market Risk
Risiko Pasar tediri dari Komite Manajemen Risiko dan ALCO Management policy consists of the Risk Management
yang memutuskan dalam penetapan limit manajemen Risiko Committee and ALCO which decides on determining Market
Pasar, serta pembahasan yang berkaitan langsung dengan Risk management limits, as well as discussions directly
penerapan manajemen Risiko Pasar & Risiko Likuiditas. related to the implementation of Market Risk & Liquidity Risk
management.
Bank telah menerapakan prinsip 3rd Line of Defense, dimana The Bank has implemented the 3rd Line of Defense principle,
dalam implementasinya dijabarkan sebagai berikut : which in its implementation is described as follows:
a. 1st line of defense, dalam manajemen Risiko Pasar, Divisi a. 1st line of defense, In Market Risk management, the
Treasury bertanggungjawab atas pelaksanaan kebijakan Treasury Division is responsible for implementing
dan strategi pengelolaan Risiko Pasar yang telah established Market Risk management policies and
ditetapkan, dan melaporkan eksposur risiko pasar secara strategies and reporting market risk exposure periodically
berkala kepada Satuan Kerja Manajemen Risiko. to the Risk Management Work Unit.
b. 2nd line of defense, Satuan Kerja Manajemen Risiko b. 2nd line of defense, The Risk Management Work Unit
memiliki tanggungjawab antara lain memantau has responsibilities, including monitoring strategy
implementasi strategi dan pengukuran eksposure risiko implementation and measuring market risk exposure,
pasar, merumuskan tingkat toleransi risiko, kerangka formulating risk tolerance levels, a Market Risk
Manajemen Risiko Pasar serta rencana kontinjensi Management framework, and contingency plans which
yang menjadi tugas dan tanggung jawab sub Komite are the duties and responsibilities of the Market Risk
Manajemen Risiko Pasar yang beranggotakan Direksi Management Sub-Committee which consists of the Board
dan pejabat eksekutif terkait. of Directors and relevant executive officers.
c. 3rd line of defense, pelaksanaan Audit Internal oleh Satuan c. 3rd line of defense, the implementation of Internal Audit
Kerja Audit Internal merupakan lini terakhir yang ditujukan by the Internal Audit Work Unit is the last line aimed at
744
PT Bank Sulselbar I Laporan Tahunan 2023
Page 68
LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN INFORMASI PERMODALAN DAN EKSPOSUR RISIKO LAPORAN TANGGUNG JAWAB LAPORAN KEUANGAN AUDIT
GOOD CORPORATE GOVERNANCE CAPITAL INFORMATION AND RISK EXPOSURE SOSIAL PERUSAHAAN AUDITED FINANCIAL STATEMENT
CORPORATE SOCIAL
RESPONSIBILITY REPORT
untuk pengujian efektifitas penerapan manajemen Risiko testing the effectiveness of implementing Market Risk
Pasar. management.
Kualifikasi kualitas sumber daya manusia yang ditempatkan The quality qualifications of human resources placed as
sebagai pegawai pelaksana pada Satuan Kerja Manajemen implementing employees in the Risk Management Work Unit
Risiko harus berimbang dengan kualitas pegawai pelaksana must be balanced with the quality of employees implementing
aktivitas operasinoal terkait dengan Risiko Pasar. operational activities related to Market Risk.
Kebijakan Manajemen Risiko Risk Management Policy
Dalam penerapan Manajemen Risiko Pasar, kecukupan In implementing Market Risk Management, the adequacy
kebijakan & prosedur, penetapan limit serta strategi of policies & procedures, setting limits, and Market Risk
manajemen Risiko Pasar yang tertuang dalam kebijakan management strategies contained in the Risk Appetite, Risk
Risk Appetite, Risk Tolerance/Risk Limit bersifat dinamis Tolerance/Risk Limit policies are dynamic and need to be
yang perlu dilakukan kaji ulang / evaluasi secara berkala. reviewed/evaluated periodically.
Penetapan tingkat risiko Risk Appetite, Risk Tolerance/ Determining the risk level of Risk Appetite, Risk Tolerance/
Risk Limit mengacu pada cakupan kompleksitas serta Risk Limit refers to the scope of complexity and the bank's
kemampuan bank dalam mengcover risiko kerugian yang ability to cover the risk of losses that occur in Market Risk.
terjadi pada Risiko Pasar.
Cakupan Kebijakan dan Prosedur Manajemen Risiko Pasar The scope of Market Risk Management Policies and
terdiri atas klasifikiasi kriteria instrumen keuangan yang Procedures consists of the classification of financial
sesuai dengan kebijakan akuntansi yang berlaku, kebijakan instrument criteria by applicable accounting policies,
pengelolaan portofolio serta mitigasi Risiko Pasar, penetapan portfolio management policies and Market Risk mitigation,
metodologi pengukuran instrumen keuangan yang termasuk determination of measurement methodology for financial
dalam eksposur Risiko Pasar, segregasi unit kerja yang instruments included in Market Risk exposure, segregation
melakukan pengujian serta validasi model pengukuran of work units that carry out testing and validation of models
Risiko Pasar dan mekanisme penetapan limit atas eksposur Market Risk measurement and mechanism for determining
Risiko Pasar. limits on Market Risk exposure.
Prosedur penetapan limit yang telah ditetapkan wajib untuk The established limit-setting procedures are mandatory to
dipastikan konsistensi penetapan limit atas instrumen & ensure consistency in setting limits for instruments & activities
aktivitas yang melekat pada Risiko Pasar. Penetapan Limit that are subject to Market Risk. Determination of limits is
dilakukan secara berjenjang untuk setiap level organisasi carried out in stages for each level of the Bank's organization.
Bank, Bank menetapkan limit sebagai early warning indicator The Bank sets limits as an early warning indicator for potential
atas potensi terjadinya pelanggaran/pelampauan limit yang violations/exceeding of the limits that have been set.
telah ditetapkan.
Proses & Metodologi Manajemen Risiko Risk Management Process & Methodology
Proses penerapan Manajemen Risiko Pasar melalui proses The process of implementing Market Risk Management
Identifikasi, Pengukuran, Pemantauan dan Pengendalian through the process of Identification, Measurement,
Risiko serta Sistem Informasi Manajemen RIsiko Pasar. Monitoring, and Controlling Risks as well as a Market Risk
Dalam pengelolaan eksposur Risiko Pasar Bank telah Management Information System. In managing Market Risk
mengklasifikasikan eksposur atas setiap jenis transaksi yang exposure, the Bank has classified exposure to each type of
mengandung unsur Risiko Pasar, yang terdiri dari Transaksi transaction that contains elements of Market Risk, consisting
Pasar Uang (Money Market), Transaksi Pasar Valuta Asing of Money Market Transactions, Foreign Exchange Market
745
PT Bank Sulselbar I Annual Report 2023
Page 69
PENDAHULUAN
INTRODUCTION LAPORAN MANAJEMEN PROFIL PERUSAHAAN TINJAUAN PENDUKUNG BISNIS ANALISA DAN PEMBAHASAN KINERJA
MANAGEMENT REPORT COMPANY PROFILE BUSINESS SUPPORTING OVERVIEW BANK OLEH MANAJEMEN
ANALYSIS AND DISCUSSION OF BANK
PERFORMANCE BY MANAGEMENT
(Foreign Exchange), dan Transaksi Pasar Modal (Capital Transactions, and Capital Market Transactions.
Market).
Penerapan Proses & Metodologi Manajemen Risiko Pasar, Implementation of Market Risk Management Process &
yaitu : Methodology, namely:
a. Identifikasi Risiko Pasar a. Identification Market Risk
Proses identifikasi risiko pasar meliputi setiap jenis The market risk identification process includes every type
risiko yang melekat pada setiap aktivitas yang dapat of risk inherent in every activity that can have an impact
berdampak pada peningkatan eksposur risiko pasar. on increasing market risk exposure. The bank has a
Bank telah memiliki proses identifikasi risiko yang risk identification process that is adjusted to the market
disesuaikan dengan eksposur risiko pasar yang melekat risk exposure inherent in the bank's business activities,
pada aktivitas bisnis bank antara lain interest rate risk among other interest rate risk (IRR), repricing risk, and
(IRR), repricing risk serta risiko nilai tukar. exchange rate risk.
b. Pengukuran Risiko Pasar b. Measurement Market Risk
Implementasi proses pengukuran risiko pasar secara The implementation of the market risk measurement
umum dilaksanakan menggunakan 2 (dua) model process is generally carried out using 2 (two) approach
pendekatan, yaitu : models, namely:
1. Pengukuran Secara Probabilitas, yaitu pengukuran 1. Probability Measurement, namely measurement
yang dilakukan dengan memberikan gambaran carried out by providing an overview of the impact of
dampak potensi kerugian yang dapat dialami dari potential losses that could be experienced from the
portofolio yang dimiliki oleh Bank, sehingga dalam portfolio owned by the Bank, so that in determining a
menentukan suatu kebijakan manajemen Bank telah policy, the Bank's management knows the magnitude
mengetahui besarnya eksposur risiko yang akan of the risk exposure that will be faced.
dihadapi.
2. Pengukuran Secara Deterministik, yaitu pengukuran 2. Deterministic measurement, namely measurement
dengan penyusunan beberapa skenario yang dapat by preparing several scenarios which can increase
meningkatkan eksposur risiko pasar, sehingga dapat market risk exposure, so that mitigating steps can be
diputuskan langkah-langkah mitigatif apabila salah taken if one of these scenarios occurs.
satu skenario tersebut memang benar-benar terjadi.
Kedua metode pendekatan ini digunakan dalam These two approach methods are used in carrying
melakukan perhitungan Interest Rate Risk-Duration out calculationsInterest Rate Risk-Duration Method
Method yang menggambarkan eksposur penurunan which describes the exposure to a decrease in NII
NII (net interest income) atas pengelolaan portofolio (net interest income) due to portfolio management
yang dimiliki oleh Bank. Bank belum memiliki kewajiban owned by the Bank. Banks do not yet must measure
dalam melakukan pengukuran atas perhitungan the Interest Rate Risk in Banking Book (IRRBB)
Interest Rate Risk in Banking Book (IRRBB) sesuai calculations by applicable regulatory provisions.
dengan ketentuan regulasi yang berlaku.
Bank telah mengukur tingkat eksposur risiko pada The bank has measured the level of risk exposure to
risiko nilai tukar yang telah ditetapkan dalam kebijakan exchange rate risk that has been determined in the
penetapan limit net open position untuk setiap valuta policy of determining the net open position limit for
asing yang dimiliki oleh Bank. each foreign currency held by the Bank.
c. Pemantauan Risiko Pasar c. Monitoring Market Risk
Pemantauan eksposur risiko pasar dilakukan dengan Monitoring market risk exposure is carried out by
746
PT Bank Sulselbar I Laporan Tahunan 2023
Page 70
LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN INFORMASI PERMODALAN DAN EKSPOSUR RISIKO LAPORAN TANGGUNG JAWAB LAPORAN KEUANGAN AUDIT
GOOD CORPORATE GOVERNANCE CAPITAL INFORMATION AND RISK EXPOSURE SOSIAL PERUSAHAAN AUDITED FINANCIAL STATEMENT
CORPORATE SOCIAL
RESPONSIBILITY REPORT
pengawasan terhadap kepatuhan atas penetapan limit monitoring compliance with the determination limit daily.
secara harian. Bank dapat memantau posisi mark-to- Banks can monitor the mark-to-market (MtM) position for
market (MtM) atas setiap transaksi yang dilakukan oleh every transaction carried out by the Treasury Division daily.
Divisi Treasury secara harian. Pemantauan atas eksposur Monitoring interest rate risk exposure through measuring
interest rate risk melalui pengukuran repricing gap serta the repricing gap and duration method. Evaluation of limit
duration method. Pelaksanaan evaluasi atas pelanggaran violations and clarification of related units that commit
limit serta klarifikasi atas unit terkait yang melakukan violations have been carried out in stages as regulated in
pelanggaran telah dilakukan secara berjenjang yang the Directors' policy.
diatur dalam kebijakan Direksi.
d. Pengendalian Risiko Pasar d. Control Market Risk
Pengendalian risiko pasar yang dilakukan Bank atas Market risk control carried out by the Bank for increasing
peningkatan eksposur risiko pasar dilakukan antara market risk exposure is carried out, among other things,
lain dengan cara squaring position serta pengendalian by squaring position as well as controlling daily limit
utilisasi limit secara harian atas setiap aktivitas transaksi utilization for every transaction activity that contains
yang mengandung eksposur risiko pasar. Pengendalian market risk exposure. Limit utilization control is carried
utilisasi limit dilaksanakan langsung oleh dealing room out directly by the dealing room as a form of control on
sebagai bentuk pengendalian pada 1st line of defense. the 1st line of defense.
Bank melaksanakan kaji ulang secara berkala atas The Bank carries out regular reviews of market
pengelolaan eksposur risiko pasar yang dilakukan oleh risk exposure management carried out by the Risk
Satuan Kerja Manajemen Risiko (SKMR), yang meliputi : Management Work Unit (SKMR), which includes:
a. Kesesuaian kebijakan, proses & metodologi a. Conformity of risk management policies, processes
manajemen risiko, sistem informasi dan pelaporan & methodologies, information systems, and risk
manajemen risiko yang disesuaikan dengan management reporting tailored to the Bank's business
kebutuhan bisnis Bank, updating regulasi yang needs, updating applicable regulations and best
berlaku serta best practice penerapan manajemen practices for implementing market risk management.
risiko pasar.
b. Metodologi penyusunan asumsi serta variable yang b. Methodology for preparing assumptions and variables
digunakan dalam melakukan pengukuran serta used in measuring and determining limited market
penetapan limit risiko pasar. risk.
c. Back testing penggunaan asumsi serta variable yang c. Backtestinguse of assumptions and variables used
digunakan yang diperbandingkan dengan kondisi that are compared with actual conditions.
aktual.
Hasil evaluasi atas kaji ulang yang telah dilaksanakan oleh Results evaluation of the review that has been carried
Satuan Kerja Manajemen Risiko (SKMR) akan dipaparkan out by the Risk Management Work Unit (SKMR)will
dalam Komite Manajemen Risiko untuk mendapatkan be presented to the Risk Management Committee to
persetujuan untuk dilakukan perubahan bila ada. obtain approval for changes if any.
747
PT Bank Sulselbar I Annual Report 2023
Page 71
PENDAHULUAN
INTRODUCTION LAPORAN MANAJEMEN PROFIL PERUSAHAAN TINJAUAN PENDUKUNG BISNIS ANALISA DAN PEMBAHASAN KINERJA
MANAGEMENT REPORT COMPANY PROFILE BUSINESS SUPPORTING OVERVIEW BANK OLEH MANAJEMEN
ANALYSIS AND DISCUSSION OF BANK
PERFORMANCE BY MANAGEMENT
IRRBB - Laporan Penerapan Manajemen IRRBB - Risk Management
Risiko Untuk Risiko Suku Bunga Dalam Implementation Report for Interest Rate
Banking Book (Interest Rate Risk In The Risk in the Banking Book (Interest Rate
Banking Book) Risk in The Banking Book)
Nama Bank : PT Bank Sulselbar (individu) Bank Name: PT Bank Sulselbar
Posisi Laporan : Tahun 2023 (individual) Report Position: 2023
Bank telah memiliki Pedoman Penerapan Manajemen Risiko The Bank has Market Risk Management Implementation
Pasar yang mengatur terkait risiko suku bunga dalam banking Guidelines which regulate interest rate risk in the banking
book. Penerapan Manajemen Risiko untuk Risiko Suku Bunga book. The implementation of Risk Management for Interest
dituangkan dalam penetapan Limit IRR-Duration Method Rate Risk is outlined in the internal determination of the IRR-
secara internal dalam mengukur eksposur perubahan suku Duration Method Limit for measuring exposure to changes
bunga sampai dengan 200bps. Pengukuran Risiko Suku in interest rates up to 200bps. Measuring Interest Rate Risk
Bunga dengan mengklasifikasikan pos-pos neraca keuangan by classifying financial balance sheet items based on debtor/
berdasarkan behavioral debitur/nasabah yang dikategorikan customer behavior which is categorized based on repricing
berdasarkan repricing profile/maturity. Laporan eksposur profile/maturity. The Interest Rate Risk exposure report is
Risiko Suku Bunga dipaparkan dalam Komite ALCO sebagai presented to the ALCO Committee as a consideration in
bahan pertimbangan dalam memutuskan langkah strategis deciding strategic steps in asset and liability management.
dalam pengelolaan asset dan liability.
Pengungkapan Kualitatif Kebijakan Qualitative Disclosure of General
Umum Risiko Likuiditas Liquidity Risk Policy
Risiko Likuiditas adalah Risiko akibat ketidakmampuan Bank Liquidity Risk is the risk resulting from the Bank's inability to
untuk memenuhi kewajiban yang jatuh tempo daru sumber meet maturing obligations from cash flow funding sources
pendanaan arus kas dan/atau dari aset likuid berkualitas and/or from high-quality liquid assets that can be leveraged,
tinggi yang dapat diagungkan, tanpa mengganggu aktivitas without disrupting the Bank's activities and financial condition.
dan kondisi keuangan Bank.
Tujuan utama dari penerapan manajemen risiko likuiditas The main objective of implementing liquidity risk management
adalah untuk memastikan kecukupan alat likuid berkualitas is to ensure sufficient daily high-quality liquid assets, both in
tinggi secara harian baik dalam kondisi normal maupun normal and crisis conditions, to fulfill obligations promptly.
kondisi krisis untuk pemenuhan kewajiban secara tepat
waktu.
Bank telah melakukan penerapan Manajemen Risiko The Bank has implemented Liquidity Risk Management
Likuiditas yang dijabarkan melalui sebuah kerangkan which is described through a Risk Management framework
Manajemen Risiko dan selanjutnya menjadi dasar penilaian and then becomes the basis for assessing the quality of
kualitas penerapan Manajemen Risiko Likuiditas, yang terdiri the implementation of Liquidity Risk Management, which
dari : consists of:
a. Organisasi & Sumber Daya Manusia. a. Organization & Human Resources.
b. Kebijakan Manajemen Risiko. b. Policy Risk management.
c. Proses & Metodologi Manajemen Risiko. c. Process & Risk Management Methodology.
d. Kecukupan Sarana Infrastruktur. d. Adequacy Infrastructure Facilities.
748
PT Bank Sulselbar I Laporan Tahunan 2023
Page 72
LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN INFORMASI PERMODALAN DAN EKSPOSUR RISIKO LAPORAN TANGGUNG JAWAB LAPORAN KEUANGAN AUDIT
GOOD CORPORATE GOVERNANCE CAPITAL INFORMATION AND RISK EXPOSURE SOSIAL PERUSAHAAN AUDITED FINANCIAL STATEMENT
CORPORATE SOCIAL
RESPONSIBILITY REPORT
Organisasi & Sumber Daya Manusia Organization & Human Resources
Dalam rangka penerapan Manajemen Risiko Likuiditas To implement effective Liquidity Risk Management, the Bank
yang efektif, Bank telah menyusun struktur organisasi yang has developed an organizational structure that is by business
sesuai dengan tujuan dan kebijakan usaha, ukuran dan objectives and policies, size and complexity as well as the
kompleksitas serta kemampuan Bank. Struktur organisasi Bank's capabilities. The Bank's organizational structure
Bank dirancang untuk memastikan bahwa satuan kerja yang is designed to ensure that the work unit that functions in
berfungsi dalam melakukan suatu transaksi (risk taking unit) carrying out a transaction (risk-taking unit) is independent
adalah independen terhadap satuan kerja yang melakukan of the work unit that carries out the internal control function
fungsi pengendalian intern SKAI (Satuan Kerja Audit Internal) SKAI (Internal Audit Work Unit) and the middle office, in this
serta middle office dalam hal ini adalah SKMR (Satuan Kerja case the SKMR (Risk Management Work Unit). ).
Manajemen Risiko).
Bank telah memilki struktur Komite, baik Komite yang The Bank has a Committee structure, either a Committee
dibawahi langsung oleh Dewan Komisaris ataupun yang directly under the Board of Commissioners or under the
dibawah langsung oleh Direksi. Komite yang berada dibawah Board of Directors. The committees under the Board of
Dewan Komisaris terdiri dari Komite Audit serta Komite Commissioners consist of the Audit Committee and the Risk
Pemantau Risiko yang memiliki tugas & tanggung jawab Oversight Committee which have duties & responsibilities
dalam penerapan kebijakan manajemen risiko secara umum in implementing general risk management policies and
serta penerapan good corporate governance (GCG). Komite implementing good corporate governance (GCG). The
yang berada dibawah Direksi dalam kebijakan Manajemen committee under the Board of Directors in the Liquidity
Risiko Likuiditas tediri dari Komite Manajemen Risiko dan Risk Management policy consists of the Risk Management
ALCO yang memutuskan dalam penetapan limit manajemen Committee and ALCO which decides on determining Liquidity
Risiko Likuiditas, serta pembahasan yang berkaitan langsung Risk management limits, as well as discussions directly
dengan penerapan manajemen Risiko Pasar & Risiko related to the implementation of Market Risk & Liquidity Risk
Likuiditas. management.
Bank telah menerapakan prinsip 3rd Line of Defense, dimana The Bank has implemented the 3rd Line of Defense principle,
dalam implementasinya dijabarkan sebagai berikut : which in its implementation is described as follows:
a. 1st line of defense, dalam manajemen Risiko Likuiditas, a. 1st line of defense, in Liquidity Risk management, the
Divisi Kredit, Divisi Dana & Jasa, Divisi Treasury Loan Division, Funds & Services Division, and Treasury
bertanggungjawab atas pelaksanaan kebijakan dan Division are responsible for implementing the Liquidity
strategi pengelolaan Risiko Likuiditas yang telah Risk management policies and strategies that have
ditetapkan, dan melaporkan eksposur risiko likuiditas been determined and reporting liquidity risk exposure
secara berkala kepada Satuan Kerja Manajemen Risiko periodically to the Risk Management Work Unit as well
serta pelaksanaan kebijakan dan strategi pengelolaan as implementing the liquidity management policies and
likuiditas yang telah ditetapkan Asset Liability Committee strategies that have been established. determined by the
(ALCO). Asset Liability Committee (ALCO).
Konteks penerapan manajemen risiko likuiditas, ekspansi Context of implementing liquidity risk management,
penyaluran dana yang dilakukan oleh Divisi terkait harus and expansion of Financing carried out by the Division
selaras dengan struktur & kapasitas pendanaan serta related matters must be in line with the funding structure
upaya perbaikan kualitas penyaluran dana yang dapat & capacity as well as efforts to improve the quality of
mempengaruhi kondisi likuiditas Bank. Financing which can affect the Bank's liquidity conditions.
b. 2nd line of defense, Satuan Kerja Manajemen Risiko b. 2nd line of defense, The Risk Management Work Unit
memiliki tanggungjawab antara lain memantau has responsibilities, including monitoring strategy
implementasi strategi dan pengukuran eksposure risiko implementation and measuring liquidity risk exposure,
likuiditas, merumuskan tingkat toleransi risiko, kerangka formulating risk tolerance levels, a Liquidity Risk
Manajemen Risiko Likuiditas serta rencana kontinjensi Management framework, and contingency plans which
749
PT Bank Sulselbar I Annual Report 2023
Page 73
PENDAHULUAN
INTRODUCTION LAPORAN MANAJEMEN PROFIL PERUSAHAAN TINJAUAN PENDUKUNG BISNIS ANALISA DAN PEMBAHASAN KINERJA
MANAGEMENT REPORT COMPANY PROFILE BUSINESS SUPPORTING OVERVIEW BANK OLEH MANAJEMEN
ANALYSIS AND DISCUSSION OF BANK
PERFORMANCE BY MANAGEMENT
yang menjadi tugas dan tanggung jawab sub Komite are the duties and responsibilities of the Liquidity Risk
Manajemen Risiko Likuiditas yang beranggotakan Direksi Management Sub-Committee which consists of the Board
dan pejabat eksekutif terkait. of Directors and related executive officers.
c. 3rd line of defense, pelaksanaan Audit Internal oleh Satuan c. 3rd line of defense, the implementation of Internal Audit
Kerja Audit Internal merupakan lini terakhir yang ditujukan by the Internal Audit Work Unit is the last line aimed at
untuk pengujian efektifitas penerapan manajemen Risiko testing the effectiveness of implementing Liquidity Risk
Likuiditas. management.
Kualifikasi kualitas sumber daya manusia yang ditempatkan The quality qualifications of human resources placed as
sebagai pegawai pelaksana pada Satuan Kerja Manajemen implementing employees in the Risk Management Work Unit
Risiko harus berimbang dengan kualitas pegawai pelaksana must be balanced with the quality of employees implementing
aktivitas operasinoal terkait dengan Risiko Likuiditas. operational activities related to Liquidity Risk.
Kebijakan Manajemen Risiko Risk Management Policy
Penerapan manajemen risiko likuiditas terkait dengan The implementation of liquidity risk management is related
kecukupan kebijakan & prosedur, penetapan limit serta to the adequacy of policies & procedures, setting limits, and
strategi manajemen risiko likuiditas, tertuang dalam kebijakan liquidity risk management strategies, contained in the risk
risk appetite, risk tolerance/risk limit yang akan dikaji ulang appetite, and risk tolerance/risk limit policies which will be
secara berkala. reviewed periodically.
Penetapan tingkat risiko Risk Appetite, Risk Tolerance/ Determining the risk level of Risk Appetite, Risk Tolerance/
Risk Limit mengacu pada cakupan kompleksitas serta Risk Limit refers to the scope of complexity and the bank's
kemampuan bank dalam mengcover risiko kerugian yang ability to cover the risk of losses that occur in Liquidity Risk.
terjadi pada Risiko Likuiditas.
The scope of Liquidity Risk Management Policies and
Cakupan Kebijakan dan Prosedur Manajemen Risiko Procedures includes procedures for measuring liquidity
Likuiditas memuat diantaranya prosedur pengukuran risiko risk, preparing stress testing scenarios for market crises
likuiditas, penyusunan scenario stress testing untuk kondisi and specific crisis conditions as well as guidelines for
market crisis dan specific crisis serta pedoman pelaksanaan implementing the Emergency Funding Plan (Contingency
Rencana Pendanaan Darurat (Contingency Funding Plan). Funding Plan).
Prosedur penetapan limit yang telah ditetapkan wajib untuk The established limit-setting procedures are mandatory to
dipastikan konsistensi penetapan limit atas aktivitas yang ensure consistency in setting limits for activities that contain
mengandung eksposur risiko likuiditas. Penetapan Limit liquidity risk exposure. Determination of limits is carried
dilakukan secara berjenjang untuk setiap level organisasi out in stages for each level of the Bank's organization. The
Bank, Bank menetapkan limit sebagai early warning indicator Bank sets limits as an early warning indicator for potential
atas potensi terjadinya pelanggaran/pelampauan limit yang violations/exceeding of the limits that have been set.
telah ditetapkan.
Proses & Metodologi Manajemen Risiko Risk Management Process & Methodology
Proses penerapan Manajemen Risiko Likuiditas melalui The process of implementing Liquidity Risk Management
proses Identifikasi, Pengukuran, Pemantauan dan through the process of Identification, Measurement,
Pengendalian Risiko serta Sistem Informasi Manajemen Monitoring, and Controlling Risks as well as a Liquidity Risk
Risiko Likuiditas. Dalam pengelolaan eksposur risiko Management Information System. In managing liquidity
likuiditas, eksposur peningkatan kerugian yang ditimbulkan risk exposure, exposure to increased losses resulting from
akibat meningkatnya biaya dana ataupun adanya increased costs of funds or limitations in accessing funding
750
PT Bank Sulselbar I Laporan Tahunan 2023
Page 74
LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN INFORMASI PERMODALAN DAN EKSPOSUR RISIKO LAPORAN TANGGUNG JAWAB LAPORAN KEUANGAN AUDIT
GOOD CORPORATE GOVERNANCE CAPITAL INFORMATION AND RISK EXPOSURE SOSIAL PERUSAHAAN AUDITED FINANCIAL STATEMENT
CORPORATE SOCIAL
RESPONSIBILITY REPORT
keterbatasan dalam mengakses sumber pendanaan sources is carried out in stages on the 1st line of defense
dilakukan secara berjenjang pada lini 1st line of defense dan and 2nd line of defense. The Bank has classified liquidity
2nd line of defense. Bank telah mengklasifikasikan eksposur risk exposure by identifying variables based on the type
risiko likuiditas dengan mengidentifikasi variable berdasarkan of portfolio category on the Bank's balance sheet which is
jenis kategori portofolio pada neraca Bank yang dituangkan outlined in the daily monitoring policy for determining AL/
dalam kebijakan pemantauan secara harian atas penetapan NCD, AL+(net inter-bank)/NCD ratio limits, monitoring excess
limit rasio AL/NCD, AL+(net antar Bank)/NCD, pemantauan GWM reserves (daily & averaging), as well as several other
ekses reserve GWM (harian & averaging), serta beberapa liquidity ratios.
rasio likuiditas lainnya.
Bank telah melakukan uji coba dalam mengukur eksposur The Bank has carried out trials in measuring liquidity risk
risiko likuiditas dengan melakukan perhitungan terhadap exposure by calculating the adequacy of the Liquidity
kecukupan Liquidity Coverate Ratio (LCR) serta Net Stable Coverage Ratio (LCR) and Net Stable Funding Ratio (NSFR)
Funding Ratio (NSFR) yang direncakan akan diwajibkan bagi which are planned to be mandatory for Bank KBMI 1. The
Bank KBMI 1. Bank telah mengukur tingkat maturity profile Bank has measured the level of maturity profile based on
berdasarkan behavioral debitur dan nasabah yang menjadi the behavior of debtors and customers who become one unit
satu kesatuan dalam pengukuran Interest Rate Risk – in measuring the Interest Rate Risk - Duration Method on
Duration Method pada eksposur risiko pasar. market risk exposure.
Penerapan Proses & Metodologi Manajemen Risiko Implementation of Liquidity Risk Management Process &
Likuiditas, yaitu : Methodology, namely:
a. Identifikasi Risiko Likuiditas a. Identification of Liquidity Risk
Proses identifikasi risiko likuiditas meliputi setiap The liquidity risk identification process includes each type
jenis risiko yang melekat pada setiap aktivitas yang of risk inherent in each activity which can have an impact
dapat berdampak pada peningkatan eksposur risiko on increasing liquidity risk exposure. Banks have a risk
likuiditas. Bank telah memiliki proses identifikasi risiko identification process that measures the level of outflow
yang mengukur tingkat outflow dana pihak ketiga yang of third party funds as stated in the Maximum Cumulative
tertuang dalam kebijakan Maximum Cummulative Outflow Outflow (MCO) policy. The preparation of the MCO policy
(MCO). Penyusunan kebijakan MCO menggunakan data uses the Bank's historical data over a certain period which
historis Bank selama periode waktu tertentu yang dibagi is divided based on the type of third party funds managed
berdasarkan jenis dana pihak ketiga yang dikelola Bank. by the Bank.
b. Pengukuran Risiko Likuiditas b. Measurement Liquidity Risk
Bank mengukur eksposur risiko likuiditas secara The Bank measures liquidity risk exposure daily by
harian dengan memantuan rasio/parameter yang telah monitoring the ratios/parameters that have been
ditetapkan sebagai early warning indicator untuk kondisi determined as early warning indicators for crisis
crisis. Bank telah mempersiapkan rencana penerapan conditions. The Bank has prepared a plan to implement
Basel III untuk risiko likuiditas dengan menghitung Basel III for liquidity risk by calculating the obligation to
kewajiban pemenuhan rasio LCR dan rasio NSFR. fulfill the LCR ratio and NSFR ratio. Preparation of regular
Penyusunan stress testing secara berkala dengan stress testing using specific crisis scenarios concerning
menggunakan skenario specific crisis dengan mengacu LCR calculations.
pada perhitungan LCR.
Implementasi proses pengukuran risiko likuiditas secara The implementation of the liquidity risk measurement
umum dilaksanakan menggunakan 2 (dua) model process is generally carried out using 2 (two) approach
pendekatan, yaitu : models, namely:
1. Pengukuran atas rasio likuiditas sebagai early 1. Measurement of liquidity ratios as early warning
warning indicator atas pelaksanaan contingency, indicator on the implementation of contingency, namely
yaitu pengukuran yang dilakukan secara rutin untuk measurements carried out routinely to describe existing
751
PT Bank Sulselbar I Annual Report 2023
Page 75
PENDAHULUAN
INTRODUCTION LAPORAN MANAJEMEN PROFIL PERUSAHAAN TINJAUAN PENDUKUNG BISNIS ANALISA DAN PEMBAHASAN KINERJA
MANAGEMENT REPORT COMPANY PROFILE BUSINESS SUPPORTING OVERVIEW BANK OLEH MANAJEMEN
ANALYSIS AND DISCUSSION OF BANK
PERFORMANCE BY MANAGEMENT
menggambarkan kondisi eksisting pada Bank dalam conditions at the Bank in determining crisis conditions
penetapan konidis crisis serta mengukur tingkat and measuring the level of liquidity risk exposure in
eksposur risiko likuiditas dalam jangka panjang the long term so that in determining a policy the Bank
sehingga dalam menentukan suatu kebijakan management knows the magnitude of the risk exposure
manajemen Bank telah mengetahui besarnya that will be faced.
eksposur risiko yang akan dihadapi.
2. Pengukuran atas tingkat konsentrasi sumber 2. Measurement of the level of concentration of funding
pendanaan serta akses pada sumber pendanaan, sources and access to funding sources, namely
yaitu pengukuran yang dilakukan berdasarkan measurements made based on the level of exposure
tingkat eksposur pada akses sumber pendanaan to access to funding sources in a shorter period, so
dalam jangka waktu yang lebih singkat, sehingga that mitigating steps can be decided to fulfill short- and
dapat diputuskan langkah-langkah mitigatif untuk medium-term obligations.
pemenuhan kewajiban jangka pendek dan menengah.
c. Pemantauan Risiko Likuiditas c. Monitoring Liquidity Risk
Pemantauan eksposur risiko likuiditas dilakukan dengan Monitoring of liquidity risk exposure is carried out by
melakukan pemantauan limit yang telah ditetapkan secara monitoring predetermined limits daily and reporting
harian dan dilaporkan secara berkala kepada Direksi periodically to the Board of Directors for further escalation
untuk dieskalasi lebih lanjut apabila hasil pemantauan if monitoring results show a significant increase. on
menunjukkan peningkatan yang signifikan pada eksposur liquidity risk exposure that is not by the Bank's risk
risiko likuiditas yang tidak sesuai dengan risk appetite appetite.
Bank.
Pelaksanaan evaluasi atas peningkatan eksposur risiko The implementation of the evaluation of increasing
likuiditas serta langkah mitigasi yang akan dilakukan oleh liquidity risk exposure as well as mitigation steps to be
risk taking unit dibahas dalam secara berjenjang dalam carried out by the risk-taking unit will be discussed in
komite SSG-ALCO dan akan dieskalasi pada komite stages in the SSG-ALCO committee and will be escalated
ALCO/Komite Manajemen Risiko. to the ALCO committee/Risk Management Committee.
d. Pengendalian Risiko Likuiditas d. Control Liquidity Risk
Pengendalian risiko likuiditas yang dilakukan Bank atas Liquidity risk control carried out by the Bank for increasing
peningkatan eksposur risiko likuiditas dilakukan oleh 1st liquidity risk exposure is carried out by the 1st line of
line of defense dengan menyusun cashflow secara harian defense by compiling cash flow daily and considering the
serta memperhitungkan tingkat maximum cummulative maximum cumulative outflow level that has been prepared
outlfow yang telah disusun oleh 2nd line of defense yaitu by the 2nd line of defense, namely SKMR. Evaluation of
SKMR. Evaluasi atas realisasi pengukuran rasio likuiditas the realization of liquidity ratio measurements is carried
dilaksanakan langsung oleh SKMR dan diuji oleh Satuan out directly by SKMR and tested by the Internal Audit
Kerja Audit Internal secara berkala. Work Unit periodically.
Bank melaksanakan kaji ulang secara berkala atas The Bank carries out regular reviews of the management of
pengelolaan eksposur risiko likuiditas yang dilakukan oleh liquidity risk exposure carried out by the Risk Management
Satuan Kerja Manajemen Risiko (SKMR), yang meliputi : Work Unit (SKMR), which includes:
a. Kesesuaian kebijakan, proses & metodologi manajemen a. Conformity of risk management policies, processes
risiko, sistem informasi dan pelaporan manajemen & methodologies, information systems, and risk
risiko yang disesuaikan dengan kebutuhan bisnis Bank, management reporting tailored to the Bank's business
updating regulasi yang berlaku serta best practice needs, updating applicable regulations and best practices
penerapan manajemen risiko likuiditas. for implementing liquidity risk management.
752
PT Bank Sulselbar I Laporan Tahunan 2023
Page 76
LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN INFORMASI PERMODALAN DAN EKSPOSUR RISIKO LAPORAN TANGGUNG JAWAB LAPORAN KEUANGAN AUDIT
GOOD CORPORATE GOVERNANCE CAPITAL INFORMATION AND RISK EXPOSURE SOSIAL PERUSAHAAN AUDITED FINANCIAL STATEMENT
CORPORATE SOCIAL
RESPONSIBILITY REPORT
b. Metodologi penyusunan asumsi serta variable yang b. Methodology for preparing assumptions and variables
digunakan dalam melakukan pengukuran serta penetapan used in measuring and determining limits of liquidity risk
limit risiko likuiditas dan rasio likuiditas. and liquidity ratios.
c. Back testing penggunaan asumsi serta variable yang c. Backtestinguse of assumptions and variables used that
digunakan yang diperbandingkan dengan kondisi aktual. are compared with actual conditions.
Hasil evaluasi atas kaji ulang yang telah dilaksanakan oleh Evaluation results of the review carried out by the Risk
Satuan Kerja Manajemen Risiko (SKMR) akan dipaparkan Management Work Unit (SKMR)will be presented to the Risk
dalam Komite Manajemen Risiko untuk mendapatkan Management Committee to obtain approval for changes if
persetujuan untuk dilakukan perubahan bila ada. any.
Risiko Operasional - Perhitungan Risiko Operational Risk- Operational Risk
Operasional (Bank secara Individual) Calculation (Bank Individually)
PT. Bank Sulselbar PT. Bank Sulselbar
(dalam jutaan rupiah)
Posisi 31 Desember 2023 Posisi 31 Desember 2022
Pendekatan
Pendekatan Yang Pendapatan Bruto (Rata-
No. Beban Yang
Digunakan IB KIB ATMR rata 3 tahun terakhir) ATMR
Modal Digunakan
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (2)
Pendekatan Pendekatan
1 1,096,974 131,637 1,645,461 1,735,982 260,397 3,254,966
Standar Standar
Total 1,096,974 131,637 1,645,461 1,735,982 260,397 3,254,966 Total
Risiko Operasional - Pengungkapan Operational Risk - General Qualitative
Kualitatif Umum Disclosures
Pengungkapan kualitatif, meliputi informasi mengenai Qualitative disclosures, including information regarding the
penerapan manajemen risiko untuk Risiko Operasional, implementation of risk management for Operational Risk, as
sebagaimana diatur dalam ketentuan Otoritas Jasa Keuangan regulated in the provisions of the Financial Services Authority
mengenai perhitungan ATMR untuk risiko operasional, regarding RWA calculations for operational risk, regarding:
mengenai:
A. Organisasi Manajemen Risiko Operasional A. Organization Operational Risk Management
Risiko Operasional adalah Risiko akibat ketidakcukupan Operational Risk is the risk resulting from inadequacy
dan/atau tidak berfungsinya proses internal, kesalahan and/or non-functioning of internal processes, human
manusia, kegagalan sistem, dan/atau adanya kejadian- error, system failure, and/or external events that affect
kejadian eksternal yang mempengaruhi operasional Bank. the Bank's operations. Weak operational systems can
Lemahnya sistem operasional dapat menyebabkan bank cause banks to experience losses, increase operational
mengalami kerugian, meningkatnya biaya operasional costs, and ultimately reduce operating profits which will
dan pada akhirnya mengurangi laba usaha serta akan result in disruption of smooth operations and service
mengakibatkan terganggunya kelancaran operasional quality which can ultimately reduce bank performance
dan mutu pelayanan yang akhirnya dapat menurunkan and competitiveness. Bank Sulselbar's operational risk
kinerja dan daya saing bank. Organisasi manajemen management organization is in all Bank business lines
risiko operasional Bank Sulselbar berada pada seluruh lini starting from the Board of Commissioners, Directors, Risk
bisnis Bank mulai dari Dewan Komisaris, Direksi, Satuan Management Work Unit, Operational Work Unit, Internal
Kerja Manajemen Risiko, Satuan Kerja Operasional, Audit Work Unit, Compliance Work Unit to Branch Offices.
753
PT Bank Sulselbar I Annual Report 2023
Page 77
PENDAHULUAN
INTRODUCTION LAPORAN MANAJEMEN PROFIL PERUSAHAAN TINJAUAN PENDUKUNG BISNIS ANALISA DAN PEMBAHASAN KINERJA
MANAGEMENT REPORT COMPANY PROFILE BUSINESS SUPPORTING OVERVIEW BANK OLEH MANAJEMEN
ANALYSIS AND DISCUSSION OF BANK
PERFORMANCE BY MANAGEMENT
Satuan Kerja Audit Interen, Satuan Kerja Kepatuhan Apart from that, the Internal Audit Work Unit periodically
sampai Kantor Cabang. Disamping itu Satuan Kerja Audit conducts audits of the Operational Work Unit (Risk Taking
Intern secara berkala melakukan audit kepada Satuan Unit) to check the implementation of operational activities
Kerja Operasional (Risk Taking Unit) guna memeriksa in all Bank Sulselbar Operational Work Units.
pelaksanaan kegiatan operasional pada seluruh Satuan
Kerja Operasional Bank Sulselbar.
B. Mekanisme yang digunakan Bank untuk B. Mechanism which the Bank uses to identify and
mengidentifikasi dan mengukur risiko operasional measure operational risks
Bank Sulselbar telah melakukan identifikasi terkait Bank Sulselbar has identified several things: identification
beberapa hal : ldentifikasi Kebijakan, Sistem Dan of policies, systems, and procedures for Bank Products
Prosedur Produk Dan/Atau Aktivitas Bank yang meliputi and/or Activities which include draft decisions of the
atas rancangan keputusan Direksi terhadap produk dan/ Board of Directors regarding bank products and/or
atau aktivitas bank dan atas produk dan/atau aktivitas activities and existing bank products and/or activities.
bank yang telah ada. Kemudian identifikasi dilakukan Then identification is carried out regarding Historical Data
terkait Data Historis Kejadian Risiko Operasional. on Operational Risk Events.
Setelah dilakukan identifikasi tersebut, maka dilakukan After this identification, the operational risk measurement
proses pengukuran risiko operasional dengan langkah- process is carried out with the following steps: Collect data
langkah berikut : Menghimpun data ancaman-ancaman on threats (threats) based on the identification results.
(threats) berdasarkan hasil identifikasi. Kemudian Then classify each threat data collected into operational
mengklasifikasikan setiap data ancaman (threats) risk events and detect threats that are the same/dual
yang dihimpun kedalam peristiwa risiko operasional but contained in the same risk event classification. After
dan mendeteksi ancaman-ancaman (threats) yang that, adjust the same/dual detected threats in the form
sama/ganda namun terdapat pada klasifikasi peristiwa of making them into one type of threat by adjusting/
risiko yang sama. Setelah itu melakukan penyesuaian combining the required control system and the available
terhadap ancaman (threats) yang terdeteksi sama/ control system. Then reassess the threats against the
ganda dalam bentuk menjadikannya kedalam satu chance of occurrence and the impact they cause and
jenis ancaman dengan menyesuaikan/menggabungkan determine the level of risk for each threat by combining
sistem pengendalian yang dibutuhkan dan sistem the chance of the incident with the impact it causes. After
pengendalian yang tersedia. Kemudian melakukan that, calculate the average of the probability of occurrence
penilaian kembali terhadap ancaman terhadap peluang and the impact caused by each risk event according to
kejadian dan dampak yang ditimbulkan dan menentukan a business line. The next stage determines the level of
tingkat risiko pada setiap ancaman (threats) dengan cara risk for each risk event by combining the average chance
mengkombinasikan antara peluang kejadian dengan of the event with the average impact caused by each
dampak yang ditimbulkan. Setelah itu menghitung rata- related risk event. After that, the measurement results are
rata dari peluang kejadian dan dampak yang ditimbulkan submitted to the Compliance Director by forwarding them
pada setiap peristiwa risiko menurut lini bisnis. Tahap to the Internal Audit Work Unit.
berikutnya menentukan tingkat risiko pada setiap peritiwa
risiko dengan cara mengkombinasikan antara rata-
rata peluang kejadian dengan rata-rata dampak yang
ditimbulkan pada setiap peristiwa risiko terkait. Setelah
itu hasil pengukuran disampaikan ke Direktur Kepatuhan
dengan menembuskan ke Satuan Kerja Audit lnteren.
754
PT Bank Sulselbar I Laporan Tahunan 2023
Page 78
LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN INFORMASI PERMODALAN DAN EKSPOSUR RISIKO LAPORAN TANGGUNG JAWAB LAPORAN KEUANGAN AUDIT
GOOD CORPORATE GOVERNANCE CAPITAL INFORMATION AND RISK EXPOSURE SOSIAL PERUSAHAAN AUDITED FINANCIAL STATEMENT
CORPORATE SOCIAL
RESPONSIBILITY REPORT
C. Mekanisme untuk memitigasi risiko operasional C. Mechanism to mitigate operational risks
Untuk memitigasi risiko operasional, Bank Sulselbar To mitigate operational risks, Bank Sulselbar takes the
melakukan langkah-langkah sebagai berikut : following steps:
- Menyusun kebijakan dan prosedur yang cukup untuk - Compile adequate policies and procedures to identify
mengidentifikasi sumber-sumber risiko. sources of risk.
- Mengikutsertakan pejabat/pegawai Bank Sulselbar - Engage Bank Sulselbar officials/employees in
pada program-program pendidikan, pelatihan, educational programs, training, and seminars related
maupun seminar yang berhubungan dengan bidang to their areas of duties and responsibilities to increase
tugas dan tanggung jawabnya untuk peningkatan their competence
kompetensinya - Doreviewperiodically reviews all policies and
- Melakukan review secara berkala terhadap seluruh procedures to assess whether the policies and
kebijakan dan prosedur untuk menilai apakah procedures are still suitable for use or need to be
kebijakan dan prosedur tersebut masih layak revised/improved.
digunakan atau perlu dilakukan revisi/perbaikan. - Doreviewon the reliability of information systems,
- Melakukan review terhadap kehandalan sistem both core and non-core, so that the system can be
informasi baik core maupun non core sehingga relied on and reduces the possibility of threats to the
sistem tersebut dapat diandalkan dan mengurangi information system due to procedural errors carried
kemungkinan adanya ancaman terhadap sistem out by the system.
informasi akibat kesalahan prosedur yang dilakukan - Socialization to all employees/officials at Bank
oleh system. Sulselbar regarding the importance of risk culture
- Melakukan sosialisasi kepada seluruh pegawai/ so that all employees/officials at Bank Sulselbar can
pejabat pada Bank Sulselbar mengenai pentingnya make efforts to mitigate the operational risks they face
budaya risiko (risk culture) sehingga seluruh pegawai/ in their daily work.
pejabat Bank Sulselbar dapat melakukan upaya
mitigasi risiko operasional yang dihadapinya dalam
pekerjaan sehari-hari.
Risiko Hukum - Pengungkapan Kualitatif Legal Risks - General Qualitative
Umum Disclosures
Pengungkapan risiko hukum secara kualitatif mengenai: Qualitative legal risk disclosure regarding:
a. Organisasi Manajemen Risiko Hukum a. Organization Legal Risk Management
Dalam rangka Penerapan Manajemen Risiko hukum yang To implement effective legal risk management, Bank
efektif, Bank Sulselbar menyusun struktur organisasi yang Sulselbar has developed an organizational structure
sesuai dengan tujuan dan kebijakan usaha, ukuran dan that is by business objectives and policies, size and
kompleksitas serta kemampuan Bank. Struktur organisasi complexity, and the Bank's capabilities. The Bank's
Bank harus dirancang untuk memastikan bahwa organizational structure must be designed to ensure that
satuan kerja yang berfungsi melaksanakan Kebijakan the work unit whose function is to implement the legal Risk
Manajemen Risiko hukum adalah independen terhadap Management Policy is independent of the work unit which
satuan kerja yang melakukan fungsi pengendalian intern carries out the internal control function (Internal Audit &
(Divisi Audit Intern & Anti Fraud), serta independen pula Anti-Fraud Division), as well as being independent of the
terhadap Divisi Manajemen Risiko. Risk Management Division.
1. 1st line of defense 1. 1st line of defense
a. Dalam manajemen risiko hukum, seluruh unit a. In legal risk management, all work units
kerja bertanggungjawab atas pelaksanaan are responsible for implementing legal risk
kebijakan dan strategi pengelolaan risiko management policies and strategies that have
hukum yang telah ditetapkan dengan been determined in coordination with the
755
PT Bank Sulselbar I Annual Report 2023
Page 79
PENDAHULUAN
INTRODUCTION LAPORAN MANAJEMEN PROFIL PERUSAHAAN TINJAUAN PENDUKUNG BISNIS ANALISA DAN PEMBAHASAN KINERJA
MANAGEMENT REPORT COMPANY PROFILE BUSINESS SUPPORTING OVERVIEW BANK OLEH MANAJEMEN
ANALYSIS AND DISCUSSION OF BANK
PERFORMANCE BY MANAGEMENT
berkoordinasi dengan Divisi Corporate Corporate Secretary Division.
Secretary.
b. Divisi Kepatuhan dan Divisi Corporate b. The Compliance Division and Corporate Secretary
Secretary melaporkan eksposur risiko hukum Division regularly report legal risk exposure to the
secara berkala kepada Divisi Manajemen Risk Management Division.
Risiko.
c. Dalam hal terjadinya masalah terkait c. If problems related to Litigation occur, the Corporate
Litigasi, Divisi Corporate Secretary bersama Secretary Division together with related work units
dengan unit kerja terkait bertanggung jawab is responsible for controlling and evaluating policy
mengontrol dan mengevaluasi langkah steps to minimize losses resulting from these
kebijakan guna meminimalisir kerugian problems.
akibat permasalahan tersebut.
2. 2nd line of defense 2. 2nd line of defense
Divisi Manajemen Risiko dan Divisi Kepatuhan The Risk Management Division and Compliance
memiliki tanggungjawab mengevaluasi dan mengkaji Division have the responsibility to evaluate and review
seluruh kebijakan terkait dengan manajemen risiko all policies related to legal risk management and all
hukum serta seluruh jenis perjanjian yang dikelola types of agreements managed by the bank.
oleh bank.
3. 3rd line of defense 3. 3rd line of defense
Divisi Audit Intern & Anti Fraud bertanggung The Internal Audit & Anti-Fraud Division is responsible
jawab melakukan pengujian efektivitas Penerapan for testing the effectiveness of the implementation of
Manajemen Risiko hukum terhadap kesesuaian legal risk management on the suitability of internal
kebijakan internal maupun kebijakan eksternal. and external policies.
b. Mekanisme Pengendalian Risiko Hukum b. Mechanism Legal Risk Control
Pengendalian Risiko Hukum meliputi pengendalian Control Legal risks include general control, control of
secara umum, pengendalian sumber daya manusia dan human resources, and control of organizational structure.
pengendalian terhadap struktur organisasi. Dimana Where control is carried out in the form of:
pengendalian tersebut dilakukan dalam bentuk : 1) The legal department must periodically evaluate
1) Satuan kerja bidang hukum (legal department) contracts/agreements between the Bank and other
harus melakukan evaluasi secara berkala parties, including by re-evaluating the effectiveness of
terhadap kontrak/perjanjian antara Bank dengan the enforceability process to check the validity of the
pihak lain, antara lain dengan cara melakukan rights in the contracts/agreements.
penilaian kembali terhadap efektivitas proses 2) If the Bank issues a guarantee such as a netting
enforceability tersebut guna mengecek validitas agreement, collateral pledges, and margin calls then
hak dalam kontrak/perjanjian tersebut. this must be supported by the effectiveness and
2) Dalam hal Bank menerbitkan garansi seperti enforceability of legal documents.
netting agreement, collateral pledges, dan 3) Banks must improve legal risk controls to ensure:
margin calls maka hal tersebut harus didukung oleh 1) Conformity between operations, organization, and
efektivitas dan enforceability dokumen hukum. internal control with applicable regulations, Code of
3) Bank harus meningkatkan pengendalian risiko Conduct, and business strategy;
hukum untuk memastikan: 2) Compliance with internal procedures;
1) Kesesuaian antara operasional, organisasi 3) Quality of financial reports;
dan pengendalian intern dengan ketentuan
yang berlaku, kode etik, dan strategi usaha;
2) Kepatuhan terhadap prosedur internal;
3) Kualitas laporan keuangan;
756
PT Bank Sulselbar I Laporan Tahunan 2023
Page 80
LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN INFORMASI PERMODALAN DAN EKSPOSUR RISIKO LAPORAN TANGGUNG JAWAB LAPORAN KEUANGAN AUDIT
GOOD CORPORATE GOVERNANCE CAPITAL INFORMATION AND RISK EXPOSURE SOSIAL PERUSAHAAN AUDITED FINANCIAL STATEMENT
CORPORATE SOCIAL
RESPONSIBILITY REPORT
4) Efektivitas dan efisiensi sistem informasi 4) Effectiveness and efficiency of risk management
manajemen risiko; dan information systems; And
5) Efektivitas penerapan komunikasi yang 5) Effectiveness of implementing communication-related
berkaitan dengan dampak risiko hukum to the impact of legal risks on all employees at every
kepada seluruh pegawai pada setiap jenjang level of the organization.
organisasi.
Risiko Reputasi - Pengungkapan Kualitatif Reputational Risk- General Qualitative
Umum Disclosures
Pengungkapan risiko reputasi secara kualitatif mengenai: Qualitative reputation risk disclosures regarding:
a. Organisasi manajemen risiko reputasi, termasuk a. Organization reputation risk management, including
pelaksanaan manajemen risiko untuk risiko reputasi the implementation of risk management for reputation
oleh unit-unit terkait (corporate secretary, humas, risk by related units (corporate secretary, public
dan unit bisnis terkait); relations, and related business units);
Dalam rangka Penerapan Manajemen Risiko reputasi yang To implement effective reputation risk management, Bank
efektif, Bank Sulselbar menyusun struktur organisasi yang Sulselbar has developed an organizational structure
sesuai dengan tujuan dan kebijakan usaha, ukuran dan that is by the business objectives and policies, size and
kompleksitas serta kemampuan Bank. Struktur organisasi complexity, and capabilities of the Bank. The Bank's
Bank harus dirancang untuk memastikan bahwa satuan organizational structure must be designed to ensure
kerja yang berfungsi melakukan pelaksana Kebijakan that the work unit whose function is to implement the
Manajemen Risiko reputasi adalah independen terhadap Reputation Risk Management Policy is independent
satuan kerja yang melakukan fungsi pengendalian intern of the work unit which carries out the internal control
(Divisi Audit Intern & Anti Fraud), serta independen pula function (Internal Audit & Anti-Fraud Division), as well as
terhadap Divisi Manajemen Risiko. being independent of the Risk Management Division.
1) 1st line of defense 1) 1st line of defense
a) Divisi Corporate Secretary bertanggung jawab a) The Corporate Secretary Division is responsible
mengkomunikasikan kepada seluruh unit kerja for communicating to all work units for maintaining
untuk menjaga citra bank dimata masyarakat the bank's image in the eyes of the public in
dalam hal pelayanan PRIMA, Corporate terms of PRIMA services, Corporate Image, and
Image serta budaya kepatuhan. compliance culture.
b) Seluruh unit kerja bertanggung jawab untuk b) All work units are responsible for managing
mengelola risiko reputasi jika terdapat reputation risk if there are negative publications or
publikasi negatif ataupun komplain dari complaints from customers.
nasabah. c) The Corporate Secretary Division monitors and
c) Divisi Corporate Secretary memantau dan evaluates events that cause negative publicity to
mengevaluasi events yang menyebabkan the bank.
terjadinya pubilkasi negatif kepada bank. 2) 2nd line of defense
2) 2nd line of defense The Risk Management Division and Compliance
Divisi Manajemen Risiko dan Divisi Kepatuhan Division evaluate the implementation of the Reputation
melakukan evaluasi terhadap implementasi Kebijakan Risk Management Policy throughout all work units and
Manajemen Risiko Reputasi keseluruh unit kerja serta provide input to minimize the potential for Reputation
memberikan masukan untuk meminimalisir potensi Risk.
terjadinya Risiko Reputasi. 3) 3rd line of defense
3) 3rd line of defense Internal Audit Division & Anti Fraud is responsible
Divisi Audit Intern & Anti Fraud bertanggung for testing the effectiveness of the implementation of
jawab melakukan pengujian efektivitas Penerapan reputation risk management in terms of implementing
Manajemen Risiko reputasi dalam hal pelaksanaan PRIMA services and resolving customer complaint
757
PT Bank Sulselbar I Annual Report 2023
Page 81
PENDAHULUAN
INTRODUCTION LAPORAN MANAJEMEN PROFIL PERUSAHAAN TINJAUAN PENDUKUNG BISNIS ANALISA DAN PEMBAHASAN KINERJA
MANAGEMENT REPORT COMPANY PROFILE BUSINESS SUPPORTING OVERVIEW BANK OLEH MANAJEMEN
ANALYSIS AND DISCUSSION OF BANK
PERFORMANCE BY MANAGEMENT
pelayanan PRIMA serta penyelesaian laporan reports across all related work units.
pengaduan nasabah keseluruh unit kerja terkait.
b. Kebijakan dan mekanisme dalam rangka meningkatkan b. Policy and mechanisms to improve service quality
kualitas pelayanan kepada nasabah dan pemangku to customers and other stakeholders to control
kepentingan lainnya untuk mengendalikan risiko reputation risk; And
reputasi; dan Bank Identifying reputation risks is aimed at ensuring that
Bank melakukan identifikasi risiko reputasi ditujukan agar matters that give rise to bank reputation risk events can
hal-hal yang menimbulkan peristiwa risiko Reputasi bank be defined, detected, and classified. Then out Reputation
dapat terdefinisikan, terdeteksi dan terklasifikasikan. Risk measurements are carried out to quantify/determine
Kemudian melakukan pengukuran Risiko Reputasi yang the magnitude, scope, and category of reputation risk as
dilaksanakan guna mengkuantifisir/menentukan besaran, a database and information for monitoring and controlling
cakupan serta kategori risiko reputasi sebagai basis reputation risk. After that, the Bank monitors Reputation
data dan informasi dalam melakukan pemantauan serta Risk in the form of evaluation of negative publications,
pengendalian risiko reputasi. Setelah itu Bank melakukan customer complaints, reputation risk exposure, reputation
pemantauan Risiko Reputasi dilakukan dalam bentuk risk limits and tolerance, reliability of the reputation risk
evaluasi terhadap publikasi negatif, keluhan nasabah, control system, and implementation of risk management
eksposur risiko reputasi, limit dan toleransi risiko reputasi, strategies. After that, Reputation Risk is controlled
kehandalan sistem pengendalian risiko reputasi, dan through the implementation of activities, techniques,
implementasi strategi manajemen risiko. Dan setelah programs, and procedures to anticipate and/or guard
itu dilakukan pengendalian Risiko Reputasi dilakukan against reputation risk.
melalui pelaksanaan kegiatan-kegiatan, teknik-teknik,
program dan prosedur dalam mengantisipasi dan/atau
memagari risiko reputasi.
c. Pengelolaan risiko reputasi pada saat krisis. c. Management reputational risk in times of crisis.
Bank akan melakukan identifikasi,pengukuran, Banks will identify, measure, monitor, and control matters
pemantauan serta pengendalian terhadap hal-hal yang that have potential reputation risks, especially during
memiliki potensi risiko reputasi terutama pada saat krisis. times of crisis.
Risiko Stratejik - Pengungkapan Kualitatif Strategic Risk - General Qualitative
Umum Disclosures
Pengungkapan risiko stratejik secara kualitatif mengenai:
Qualitative strategic risk disclosure regarding:
a. Organisasi manajemen risiko stratejik;
a. Organization strategic risk management;
Dalam rangka Penerapan Manajemen Risiko Strategik
To implement effective Strategic Risk Management,
yang efektif, Bank menyusun struktur organisasi yang
the Bank has developed an appropriate organizational
sesuai dengan tujuan dan kebijakan usaha, ukuran
structure with business objectives and policies, size and
dan kompleksitas serta kemampuan Bank, khususnya
complexity as well as the Bank's capabilities, especially
dalam memantau pencapaian target corporate plan dan
in monitoring the achievement of corporate plan targets
rencana bisnis bank. Struktur organisasi Bank harus
and the bank's business plan. The Bank's organizational
dirancang untuk memastikan bahwa satuan kerja yang
structure must be designed to ensure that the work unit
berfungsi sebagai pelaksana suatu kebijakan (risk taking
that functions as the implementer of a policy (risk-taking
unit) adalah independen terhadap satuan kerja yang
unit) is independent of the work unit that carries out
melakukan fungsi pengendalian intern (Divisi Audit Intern
the internal control function (Internal Audit & Anti-Fraud
& Anti Fraud), serta independen pula terhadap Divisi
Division), as well as independent of the Risk Management
Manajemen Risiko.
Division.
1. 1st line of defense
758
PT Bank Sulselbar I Laporan Tahunan 2023
Page 82
LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN INFORMASI PERMODALAN DAN EKSPOSUR RISIKO LAPORAN TANGGUNG JAWAB LAPORAN KEUANGAN AUDIT
GOOD CORPORATE GOVERNANCE CAPITAL INFORMATION AND RISK EXPOSURE SOSIAL PERUSAHAAN AUDITED FINANCIAL STATEMENT
CORPORATE SOCIAL
RESPONSIBILITY REPORT
Divisi Strategic Initiative Management Office (SIMO) 1. 1st line of defense
bertanggung jawab untuk menyusun Corporate plan The Division Strategic Initiative Management Office
(untuk selanjutnya disebut Corplan) sesuai dengan (SIMO) is responsible for preparing a Corporate plan
Visi & Misi Perusahaan. Corporate plan yang telah (hereinafter referred to as Corplan) by the Company's
disetujui oleh Dewan Komisaris & Direksi kemudian Vision & Mission. The corporate plan that has been
dijabarkan kedalam Rencana Bisnis Bank (untuk approved by the Board of Commissioners & Directors
selanjutnya disebut RBB). is then translated into the Bank Business Plan
Penyusunan CorPlan dan RBB telah (hereinafter referred to as RBB).
mempertimbangkan berbagai faktor risiko dan DraftingCorPlanand RBB has considered various risk
kemampuan bank mengelola risiko serta kemampuan factors and the bank's ability to manage risk as well
Permodalan menyerap risiko (disesuaikan dengan as the capital's ability to absorb risk (adjusted to the
Risk Appetite Bank). Divisi SIMO melakukan Bank's Risk Appetite). The SIMO Division monitors
pemantauan terhadap pencapaian RBB dan CorPlan, the achievements of RBB and CorPlan and provides
serta memberikan saran dan pertimbangan kepada suggestions and considerations to the Board of
Direksi jika terdapat deviasi. Directors if there are deviations.
Seluruh Unit Kerja bertanggung jawab untuk All Work Units are responsible for managing Strategic
mengelola Risiko Strategik melalui evaluasi Risk through evaluating the achievement of the
pencapaian Rencana Bisnis Unit Terkait. Related Unit Business Plan.
2. 2nd line of defense 2. 2nd line of defense
Divisi Manajemen Risiko dan Divisi Kepatuhan The Risk Management Division and Compliance
bersama-sama melakukan monitoring serta evaluasi Division jointly monitor and evaluate the
terhadap impelementasi kebijakan yang diterapkan implementation of policies implemented to meet
untuk memenuhi target CorPlan dan RBB. targetsCorPlanand RBB.
Divisi Manajemen Risiko dan Divisi Kepatuhan dapat The Risk Management Division and Compliance
memberikan saran-saran terhadap kebijakan yang Division can provide suggestions on policies that have
berdampak jangka panjang. long-term impacts.
3. 3rd line of defense 3. 3rd line of defense
Divisi Audit Intern & Anti Fraud bertanggung The Internal Audit & Anti-Fraud Division is
jawab melakukan pengujian efektivitas Penerapan responsible for testing the effectiveness of the
Manajemen Risiko strategik terhadap kesesuaian implementation of strategic risk management on
kebijakan CorPlan dan RBB. policy conformityCorPlanand RBB.
b. Kebijakan yang memungkinkan bank untuk dapat b. Policy which enables banks to identify and respond to
mengidentifikasi dan merespon perubahan lingkungan changes in the business environment, both external and
bisnis, baik eksternal maupun internal; internal;
ldentifikasi Risiko Stratejik ditujukan agar hal-hal yang identification Strategic Risk is intended so that things that
menimbulkan Peristiwa Risiko Stratejik bank dapat give rise to bank Strategic Risk Events can be defined,
terdefinisikan, terdeteksi dan terklasifikasikan dalam detected, and classified in the form of:
bentuk : 1. Detection and/or collection of factors that constitute a
1. Pendeteksian dan/atau penghimpunan terhadap threat (threats) toward Strategic Risk Events in each
faktor-faktor yang menjadi ancaman (threats) Key Risk Area (KRA)
terhadap Peristiwa Risiko Stratejik pada setiap Key 2. Detection of required controls and available controls
Risk Area (KRA) for each factor causing the threat to occur
2. Pendeteksian pengendalian yang dibutuhkan dan
pengendalian yang tersedia atas setiap faktor
penyebab terjadinya ancaman
759
PT Bank Sulselbar I Annual Report 2023
Page 83
PENDAHULUAN
INTRODUCTION LAPORAN MANAJEMEN PROFIL PERUSAHAAN TINJAUAN PENDUKUNG BISNIS ANALISA DAN PEMBAHASAN KINERJA
MANAGEMENT REPORT COMPANY PROFILE BUSINESS SUPPORTING OVERVIEW BANK OLEH MANAJEMEN
ANALYSIS AND DISCUSSION OF BANK
PERFORMANCE BY MANAGEMENT
3. Penentuan besarnya peluang dan dampak dari setiap 3. Determination of the magnitude of the opportunity and
ancaman (threats) yang terdeteksi. impact of each detected threat.
c. Mekanisme untuk mengukur kemajuan yang dicapai dari c. Mechanism to measure the progress achieved from the
rencana bisnis yang ditetapkan established business plan
Pencapaian rencana bisnis bank dilakukan dengan Achievement The bank's business plan is carried out
menilai setiap perkembangan ancaman ataupun by assessing any developments in the bank's threats or
kelemahan bank yang berdampak terhadap pencapaian weaknesses that have an impact on the achievement of
rencana bisnis bank the bank's business plan
Risiko Kepatuhan - Pengungkapan Compliance Risk - General Qualitative
Kualitatif Umum Disclosures
Pengungkapan risiko kepatuhan secara kualitatif mengenai: Qualitative compliance risk disclosure regarding:
a. Organization compliance risk management;
a. Organisasi manajemen risiko kepatuhan;
To implement effective compliance risk management, the
Dalam rangka Penerapan Manajemen Risikokepatuhan
Bank has developed an organizational structure that: is
yang efektif, Bank menyusun struktur organisasi yang
by business objectives and policies, size and complexity,
sesuai dengan tujuan dan kebijakan usaha, ukuran dan
and Bank capabilities. The Bank's organizational
kompleksitas serta kemampuan Bank. Struktur organisasi
structure must be designed to ensure that all work units
Bank harus dirancang untuk memastikan bahwa seluruh
can implement a culture of compliance and carry out all
unit kerja mampu mengimplementasikan budaya
activities concerning applicable policies and regulations.
kepatuhan serta dapat melaksanakan segala aktivitas
All work units are expected to understand the aims and
dengan mengacu kepada kebijakan serta regulasi yang
objectives of this policy to carry out compliance risk
berlaku. Seluruh Unit kerja diharapkan dapat memahami
management effectively
maksud dan tujuan dari kebijakan tersebut agar dapat
melaksanakan manajemen risiko kepatuhan secara
efektif
1. 1st line of defense
1. 1st line of defense
EntireWork Units are responsible for implementing a
Seluruh Unit Kerja bertanggung jawab atas
culture of compliance in their respective environments.
pelaksanaan budaya kepatuhan dilingkungan masing-
In compliance risk management, all work units must
masing. Dalam manajemen risiko kepatuhan, seluruh
be able to implement the established compliance risk
unit kerja wajib mampu melaksanakan kebijakan
management policies and strategies.
dan strategi pengelolaan risiko kepatuhan yang telah
2. 2nd line of defense
ditetapkan.
a. The Compliance Division and Risk Management
2. 2nd line of defense
Division are responsible for evaluating all internal
a. Divisi Kepatuhan dan Divisi Manajemen
bank policies by laws, regulations, and other
Risiko bertanggung jawab mengevaluasi
government regulations, as well as monitoring all
seluruh kebijakan internal bank dengan
bank commitments to internal and external auditors.
kesesuaian terhadap undang-undang,
b. The Compliance Division and Risk Management
regulasi, serta peraturan pemerintah yang
Division are responsible for reviewing all activities
lain, serta memonitoring seluruh komitmen-
that have been carried out or will be carried out by
komitmen bank terhadap pemeriksa internal
dan eksternal.
b. Divisi Kepatuhan dan Divisi Manajemen
Risiko bertanggung jawab melakukan
kajian terhadap seluruh aktivitas yang telah
dilakukan, maupun yang akan dilakukan
760
PT Bank Sulselbar I Laporan Tahunan 2023
Page 84
LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN INFORMASI PERMODALAN DAN EKSPOSUR RISIKO LAPORAN TANGGUNG JAWAB LAPORAN KEUANGAN AUDIT
GOOD CORPORATE GOVERNANCE CAPITAL INFORMATION AND RISK EXPOSURE SOSIAL PERUSAHAAN AUDITED FINANCIAL STATEMENT
CORPORATE SOCIAL
RESPONSIBILITY REPORT
sesuai dengan perencanaan bank serta the bank's plans as well as monitoring reporting to
memonitoring pelaporan kepada regulator. regulators.
3. 3rd line of defense 3. 3rd line of defense
Divisi Audit Intern & Anti Fraud bertanggung jawab Division of Internal Audit & Anti-Fraud is responsible for
melakukan efektivitas Penerapan Manajemen Risiko carrying out effective implementation of compliance risk
kepatuhan serta budaya kepatuhan keseluruh unit management and a culture of compliance throughout all
kerja terhadap kesesuaian dengan kebijakan internal work units by applicable internal and external policies.
dan eksternal yang berlaku.
b. Strategi manajemen risiko dan efektivitas penerapan b. Risk management strategy and the effectiveness
manajemen risiko untuk risiko kepatuhan, terutama of implementing risk management for compliance
dalam rangka memastikan penyusunan kebijakan risk, especially in the context of ensuring that the
dan prosedur telah sesuai dengan standar yang preparation of policies and procedures is by generally
berlaku secara umum, ketentuan, dan/atau peraturan applicable standards, provisions, and/or applicable
perundang-undangan yang berlaku; dan laws and regulations; And
Melalui proses identifikasi diharapkan dapat diketahui Through the identification process, it is hoped that various
berbagai jenis risiko kepatuhan yang melekat pada types of compliance risks inherent in Loan functional
aktivitas fungsional perkreditan, Treasury dan investasi, activities can be identified, from Treasury and investment,
operasional dan jasa, jasa pembiayaan perdagangan, operations and services, trade financing services, funding
pendanaan dan instrumen hutang, teknologi sistem and debt instruments, information system technology,
informasi dan MIS, sampai kepada pengelolaan sumber and MIS, to human resource management.
daya manusia. Banks must identify and analyze several factors that
Bank harus melakukan identifikasi dan analisis terhadap can increase exposure compliance risks and have a
beberapa faktor yang dapat meningkatkan eksposur quantitative effect on profit loss and bank capital, such as:
risiko kepatuhan dan berpengaruh secara kuantitatif
kepada rugi laba dan Permodalan Bank, seperti:
a. Aktivitas usaha Bank, yaitu jenis dan kompleksitas a. Bank business activities, namely the type and complexity
usaha Bank, termasuk produk dan aktivitas baru; of the Bank's business, including new products and
b. Ketidakpatuhan Bank, yaitu jumlah (volume) dan activities;
materialitas ketidakpatuhan Bank terhadap kebijakan b. Bank non-compliance, namely the number (volume) and
dan prosedur intern, peraturan perundang-undangan materiality of the Bank's non-compliance with internal
dan ketentuan yang berlaku, praktek dan standar policies and procedures, applicable laws and regulations,
etika bisnis yang sehat; dan practices and standards of sound business ethics; And
c. Litigasi, yaitu jumlah dan materialitas dari tuntutan c. Litigation, namely the number and materiality of litigation
litigasi dan keluhan nasabah. claims and customer complaints.
c. Mekanisme pemantauan dan pengendalian risiko c. Mechanism compliance risk monitoring and control.
kepatuhan. Based on compliance risk monitoring, recommendations
Berdasarkan pemantauan risiko kepatuhan dapat can be produced regarding what still needs to be done/
dihasilkan rekomendasi mengenai apa yang improved in managing Compliance Risk, either at the
masih harus dikerjakan/disempurnakan dalam Group or Branch level itself.
pengelolaan Risiko Kepatuhan, baik oleh tingkat Type and the intensity of compliance risk monitoring are
Grup atau Cabang sendiri. differentiated as follows:
Jenis dan intensitas pemantauan risiko kepatuhan ini
dibedakan sebagai berikut :
a. Pemantauan yang dilaksanakan pada tingkat unit a. Monitoring carried out at the unit level carrying out
yang melaksanakan suatu aktivitas/transaksi, dimana an activity/transaction, where the responsibility of the
761
PT Bank Sulselbar I Annual Report 2023
Page 85
PENDAHULUAN
INTRODUCTION LAPORAN MANAJEMEN PROFIL PERUSAHAAN TINJAUAN PENDUKUNG BISNIS ANALISA DAN PEMBAHASAN KINERJA
MANAGEMENT REPORT COMPANY PROFILE BUSINESS SUPPORTING OVERVIEW BANK OLEH MANAJEMEN
ANALYSIS AND DISCUSSION OF BANK
PERFORMANCE BY MANAGEMENT
tanggung jawab pelaksananya adalah Kontrol implementer is the Branch Internal Control/Branch
Intern Cabang/Petugas/Pejabat Kepatuhan Cabang Compliance Officer/Officer should be carried out
sebaiknya dilaksanakan segera setelah suatu regulasi immediately after a new regulation or change in regulation
baru ataupun perubahan regulasi akan diterapkan will be implemented shortly and carried out periodically
dalam waktu dekat dan dilakukan secara berkala according to schedule.
sesuai jadwal.
b. Pemantauan yang dilakukan oleh Divisi b. Monitoring carried out by the Compliance Division is
Kepatuhan, dilakukan secara berkala terhadap carried out periodically on all exposuresBank compliance
seluruh eksposur risiko kepatuhan Bank. risk.
c. Pemantauan oleh Divisi Manajemen Risiko lebih c. Monitoring by the Risk Management Division is more
bersifat koordinasi, yakni mengintegrasikan coordinated, namely integrating the monitoring output that
output pemantauan yang telah dilaksanakan has been implemented by the Compliance Group with the
oleh Grup Kepatuhan dengan hasil pemantauan results of monitoring the development of compliance risk
terhadap perkembangan kerugian risiko losses from other Groups.
kepatuhan dari Grup lain.
Pengendalian Risiko Kepatuhan dilakukan dalam bentuk: Compliance Risk Control is carried out in the form of:
1. Memastikan bahwa operasional Bank dijalankan 1. Ensure that Bank operations are carried out by adequate
oleh Sumber Daya Manusia yang memadai. Human Resources.
2. Memastikan bahwa struktur organisasi bank 2. Ensure that the bank's organizational structure can
mampu mendukung efektivitas pelaksanaan support the effectiveness of implementing compliance
manajemen risiko kepatuhan. risk management.
3. Memastikan teknologi informasi yang digunakan 3. Ensure that the information technology used can minimize
telah mampu meminimalisir risiko kepatuhan the Bank's compliance risks.
Bank.
4. Memastikan aktivitas operasional Bank telah 4. Ensure that the Bank's operational activities are carried
dijalankan dengan suatu kebijakan, sistem out with policies, systems, and procedures that support it,
dan prosedur yang mendukung terutama especially in managing certain risks that could endanger
dalam mengelola risiko tertentu yang dapat the continuity of the Bank's business.
membahayakan kelangsungan usaha Bank.
5. Memastikan penanganan atas peristiwa risiko 5. Ensure that handling of compliance risk events that occur
kepatuhan yang terjadi, tidak menimbulkan does not create greater risks as an effort to control the
risiko yang lebih besar sebagai upaya dalam impact of losses incurred and/or not.
mengendalikan dampak kerugian yang
ditimbulkan dan/atau tidak.
6. Meminimalkan kejadian berulang dari peristiwa 6. Minimize the recurrence of compliance risk events that
risiko kepatuhan yang telah terjadi. have already occurred.
Tata Kelola – Kebijakan Remunerasi Governance – Remuneration Policy
Kebijakan remunerasi yang ditetapkan PT Bank Sulselbar The remuneration policies set by PT Bank Sulselbar include:
antara lain:
a. Remunerasi Dewan Komisaris; a. Remuneration Board of Commissioners;
Remunerasi bagi Dewan Komisaris terdiri dari Remunerasi Remuneration for the Board of Commissioners consists
tetap berupa honorarium, tunjangan hari raya (THR), of fixed remuneration in the form of honorarium, holiday
fasilitas kendaraan dinas, fasilitas perawatan kesehatan, allowance (THR), official vehicle facilities, health care
penghargaan, dan remunerasi variabel berupa jasa facilities, awards, and variable remuneration in the form
produksi. of production services.
762
PT Bank Sulselbar I Laporan Tahunan 2023
Page 86
LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN INFORMASI PERMODALAN DAN EKSPOSUR RISIKO LAPORAN TANGGUNG JAWAB LAPORAN KEUANGAN AUDIT
GOOD CORPORATE GOVERNANCE CAPITAL INFORMATION AND RISK EXPOSURE SOSIAL PERUSAHAAN AUDITED FINANCIAL STATEMENT
CORPORATE SOCIAL
RESPONSIBILITY REPORT
b. Remunerasi Direksi ; b. Remuneration Directors;
Remunerasi bagi Direksi terdiri dari Remunerasi tetap Remuneration for Directors consists of fixed remuneration
berupa gaji dasar, tunjangan, tunjangan catu, tunjangan in the form of basic salary, allowances, supply
hari raya, tunjangan cuti, insentif akhir tahun, fasilitas allowances, holiday allowances, leave allowances, year-
kendaraan dinas, fasilitas tagihan listrik, air, telepon dan end incentives, official vehicle facilities, electricity, water,
handphone, fasilitas rumah dinas untuk Direktur Utama, telephone and cellphone billing facilities, official housing
fasilitas perawatan kesehatan Direksi dan keluarga, facilities for the President Director, health care facilities
penghargaan dan remunerasi variabel berupa jasa for Directors and their families, awards and Variable
produksi dan bonus. remuneration in the form of production services and
bonuses.
c. Remunerasi Pegawai ; c. Remuneration Employee ;
Remunerasi bagi Pegawai terdiri dari remunerasi tetap Remuneration for employees consists of fixed
berupa gaji dasar, tunjangan kinerja, tunjangan jabatan, remuneration in the form of basic salary, performance
tunjangan pangan, tunjangan sandang, tunjangan lauk allowance, position allowance, food allowance, clothing
pauk, tunjangan cuti, tunjangan insidentil, diberikan allowance, side dish allowance, leave allowance,
dalam rangka (tahun ajaran sekolah, memasuki bulan suci incidental allowance, given in the context of (school
ramadhan, akhir tahun), tunjangan insentif, tunjangan hari year, entering the holy month of Ramadan, end of year),
raya (THR), tunjangan pajak, penghargaan masa kerja, allowance incentives, holiday allowances (THR), tax
tunjangan lainnya yang telah diatur dalam ketentuan allowances, long service awards, other allowances that
tersendiri dan remunerasi variabel berupa jasa produksi. have been regulated in separate provisions and variable
remuneration in the form of production services.
Tata Kelola – Laporan Remunerasi Yang Governance – Report on Remuneration
Didapatkan Pada Tahun Buku Obtained in the Fiscal Year
Jumlah Diterima dalam 1 tahun 2023
Dewan Komisaris Direksi DPS Pegawai
Jenis Jenis
No.
Remunerasi Remunerasi
Orang Jumlah Orang Jumlah Orang Jumlah Orang Jumlah
Remunerasi yang Remunerasi yang
1 4 16.702.440.065 5 18.146.816.982 2 325.500.000 56 27.434.076.279
Bersifat Variabel Bersifat Variabel
Remunerasi Remunerasi
yang Bersifat yang Bersifat
Variabel yang Variabel yang
ditangguhkan ditangguhkan
dalam bentuk dalam bentuk
tunai dan/atau tunai dan/atau
saham atau saham atau
2 instrumen yang - - - - - - - - instrumen yang
berbasis saham berbasis saham
yang diterbitkan yang diterbitkan
Bank Bank
Jumlah total Jumlah total
Remunerasi Remunerasi
yang Bersifat yang Bersifat
3 4 441.689.881 3 478.361.457 - - - -
Variabel yang Variabel yang
ditangguhkan ditangguhkan
763
PT Bank Sulselbar I Annual Report 2023
Page 87
PENDAHULUAN
INTRODUCTION LAPORAN MANAJEMEN PROFIL PERUSAHAAN TINJAUAN PENDUKUNG BISNIS ANALISA DAN PEMBAHASAN KINERJA
MANAGEMENT REPORT COMPANY PROFILE BUSINESS SUPPORTING OVERVIEW BANK OLEH MANAJEMEN
ANALYSIS AND DISCUSSION OF BANK
PERFORMANCE BY MANAGEMENT
Jumlah Diterima dalam 1 tahun 2023
Dewan Komisaris Direksi DPS Pegawai
Jenis Jenis
No.
Remunerasi Remunerasi
Orang Jumlah Orang Jumlah Orang Jumlah Orang Jumlah
Jumlah
Jumlah
penerima dan
penerima dan
jumlah total
jumlah total
Remunerasi Remunerasi
yang Bersifat yang Bersifat
Variabel yang Variabel yang
dijamin tanpa dijamin tanpa
syarat akan syarat akan
diberikan oleh diberikan oleh
Bank kepada Bank kepada
4 calon Direksi, calon Direksi,
- - - - - - - -
calon Dewan calon Dewan
Komisaris, Komisaris,
Calon DPS, Calon DPS,
dan/atau calon dan/atau calon
pegawai selama
pegawai selama
1 (satu) tahun
1 (satu) tahun
pertama kerja
pertama kerja
Total 8 17.144.129.946 8 18.625.178.439 2 325.500.000 56 27.434.076.279 Total
Tata Kelola – Remunerasi Yang Bersifat Governance – Variable Remuneration
Variabel
Total remunerasi variabel untuk Direksi, Dewan Komisaris The total variable remuneration for Directors, Board of
dan Pegawai pada tahun 2023 ditetapkan sebesar Rp. Commissioners, and Employees in 2023 is set at IDR.
17.144.129.946,- untuk Dewan Komisaris, kemudian Rp. 17,144,129,946,- for the Board of Commissioners, then Rp.
18.625.178.439,- untuk Direksi, Rp. 325.500.000,- untuk 18,625,178,439,- for Directors, Rp. 325,500,000,- for SSB,
DPS, serta Rp. 27.434.076.279,- untuk Pegawai (Pemimpin and Rp. 27,434,076,279,- for Employees (Head of Divisions,
Divisi, Pemimpin Cabang). Besaran remunerasi dihitung Branch Managers). The amount of remuneration is calculated
proporsional sesuai dengan masa jabatan masing-masing proportionally according to the term of office of each Director,
Direksi, Dewan Komisaris dan Pegawai. Board of Commissioners, and Employees.
Tata Kelola – Remunerasi Yang Bersifat Variabel Governance – Deferred Variable
Yang Ditangguhkan Remuneration
Total remunerasi variabel yang ditangguhkan untuk The total deferred variable remuneration for Directors, Board
Direksi, Dewan Komisaris dan Pegawai Tahun pada tahun of Commissioners, and Employees in 2023 is set at IDR.
2023, ditetapkan sebesar Rp. 920.051.338,-. Perhitungan 920,051,338,-. Calculation of deferred variable remuneration
Remunerasi Variabel yang ditangguhkan kepada Dewan for the Board of Commissioners and Directors is calculated
Komisaris dan Direksi dihitung sejak ditetapkannya Dewan from the date the Board of Commissioners and Directors are
Komisaris dan Direksi tersebut sebagai Material Risk Takers appointed as Material Risk Takers (MRT) and the period for
(MRT) dan jangka waktu penangguhan remunerasi variabel deferring variable remuneration is 3 (three) years and will be
adalah selama 3 (tiga) tahun dan akan dikembalikan secara returned pro rata in each year of suspension.
prorata pada setiap tahun penangguhan.
Risiko Imbal Hasil - Pengungkapan Return Risk- General Qualitative
Kualitatif Umum Disclosures
Pengungkapan risiko imbal hasil secara kualitatif mengenai:
a. Organisasi manajemen risiko imbal hasil; Qualitative return risk disclosure regarding:
a. Organization return risk management;
764
PT Bank Sulselbar I Laporan Tahunan 2023
Page 88
LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN INFORMASI PERMODALAN DAN EKSPOSUR RISIKO LAPORAN TANGGUNG JAWAB LAPORAN KEUANGAN AUDIT
GOOD CORPORATE GOVERNANCE CAPITAL INFORMATION AND RISK EXPOSURE SOSIAL PERUSAHAAN AUDITED FINANCIAL STATEMENT
CORPORATE SOCIAL
RESPONSIBILITY REPORT
Bank melalui Satuan Kerja Manajemen Risiko memantau The Bank, through the Risk Management Work Unit,
dan mengevaluasi akurasi dan validitas data yang monitors and evaluates the accuracy and validity of data
digunakan oleh Bank terkait risiko imbal hasil, dan Unit used by the Bank regarding return risk, and the Sharia
Usaha Syariah melakukan kontrol dan analisis risiko Business Unit carries out risk control and analysis of return
aktivitas imbal hasil Bank termasuk proyeksi arus kas di activities. Banks include future cash flow projections as
masa depan serta sumber-sumber pendanaan darurat. well as emergency funding sources.
b. Strategi dalam menghasilkan laba atau pendapatan; b. Strategy in generating profits or income;
Melakukan perhitungan rasio pembiayaan berbasis utang Calculate the ratio of debt-based financing to profit-
piutang terhadap pembiayaan berbasis bagi hasil, rasio sharing-based financing, the ratio of non-performing
pembiayaan bermasalah terhadap total pembiayaan, dan financing to total financing, and the ratio of profit before
rasio laba sebelum pajak terhadap rata-rata total asset. tax to average total assets.
c. Mekanisme pemantauan dan pengendalian risiko c. Mechanism monitoring and controlling returns risk;
imbal hasil; The Bank monitors and controls returns risk, one of which
Bank melakukan pemantauan dan pengendalian risiko is the returns risk profile submitted by the work unit risk
imbal hasil salah satunya dari profil risiko imbal hasil yang management to Sharia business units. The Bank has set
disampaikan oleh satuan kerja manajemen risiko kepada a Risk Appetite for return risk.
unit usaha syariah. Bank telah menetapkan Risk Appetite
untuk risiko imbal hasil.
Risiko Investasi - Pengungkapan Kualitatif Umum Investment Risks - General Qualitative
Pengungkapan risiko investasi secara kualitatif mengenai: Disclosures
a. Organisasi manajemen risiko investasi; Qualitative investment risk disclosure regarding:
Bank melalui Satuan Kerja Manajemen Risiko a. Organization investment risk management;
mengevaluasi akurasi dan validitas data yang digunakan The Bank, through the Risk Management Work Unit,
oleh Bank untuk mengukur risiko investasi dan memantau evaluates the accuracy and validity of the data used by
implementasi pengelolaan yang dilakukan dan disusun the Bank to measure investment risk and monitor the
oleh Unit Usaha Syariah dan pelaksanaannya pada implementation of management carried out and prepared
Kantor Cabang terkait dengan eksposur risiko yang by Sharia Business Units and their implementation at
dikelola. Branch Offices are related to managed risk exposures.
b. Strategi menjaga kualitas pembiayaan berbasis bagi b. Strategy maintaining the quality of profit-sharing-
hasil; based financing;
Melakukan penilaian terhadap Komposisi dan Tingkat Assess the Composition and Level of Concentration of
Konsentrasi Pembiayaan Berbasis Bagi Hasil, Kualitas Profit Sharing Financing, the Quality of Profit Sharing
Pembiayaan Berbasis Bagi Hasil, dan Faktor Eksternal Financing, and Debtor External Factors. Maintaining
Debitur. Menjaga rasio pembiayaan berbasis bagi hasil the ratio of profit-sharing-based financing to debt and
terhadap pembiayaan berbasis utang piutang. receivable-based financing.
c. Mekanisme pemantauan dan pengendalian risiko c. Mechanism monitoring and controlling investment
investasi risks
Bank melakukan pemantauan dan pengendalian risiko The Bank monitors and controls investment risk by,
investasi dengan cara salah satunya menyampaikan among other things, submitting the investment risk profile
profil risiko investasi secara bulanan kepada Unit Usaha every month to the Sharia Business Unit. The Bank has
Syariah. Bank telah menetapkan Risk Appetite untuk set a Risk Appetite for investment risk.
risiko investasi.
765
PT Bank Sulselbar I Annual Report 2023
Names mentioned 45 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT Bank Sulselbar I
p.1 ×37
unresolved
org
PT Bank Sulselbar I Annual
p.2 ×34
unresolved
org
Bank Sulselbar
p.3 ×94
unresolved
org
Financial Services Authority
p.3 ×6
unresolved
org
Bank Sulselbar Sampai
p.3
unresolved
org
Bank Indonesia
p.4 ×18
unresolved
org
Bank Sulselbar Manajemen
p.5
unresolved
org
Bank Sulselbar Sulselbar
p.5 ×2
unresolved
org
Bank Kerangka Manajemen Risiko Bank Sulselbar
p.5
unresolved
org
Bank Sulselbar's
p.8 ×6
unresolved
org
Bank Umum Syariah
p.11 ×2
unresolved
org
Risk Management Division
· Direktur Utama
p.12
unresolved
org
Bank Risk Profile
p.13 ×2
unresolved
org
Bank Soundness Level Bank Sulselbar
p.13
unresolved
org
Bank Sulselbar Sound
p.13
unresolved
org
Bank Sound
p.13
unresolved
org
Bank Sulselbar's Risk Profile
p.15
unresolved
org
Bank Suselbar
p.16
unresolved
org
Bank Suselbar's
p.16
unresolved
org
PT Bank Sulselbar Annual Risk Exposure
p.17
unresolved
org
PT. Bank Sulselbar Posisi
p.17 ×4
unresolved
org
Bank Sistemik
p.17
unresolved
org
Bank Sistemik G-SIBs
p.22
unresolved
org
PT Bank Sulselbar Kepemilikan Saham
p.26
unresolved
org
Pemerintah Provinsi SulSel
p.26
unresolved
org
Pemerintah Provinsi Sulbar
p.26
unresolved
org
Bank Risk Management Approach
p.28
unresolved
org
Bank Individually
p.38 ×3
unresolved
org
Bank Pembangunan Multilateral
p.38 ×8
unresolved
org
Bank Individually Individual Posisi
p.39 ×3
unresolved
org
Bank Individually Tagihan Tagihan
p.39
unresolved
org
Internasional dan Badan Ekstra Internasional
p.41 ×4
unresolved
org
Bank Individually Individual Tagihan
p.43
unresolved
org
Internasional dan Badan Ekstra Internasional Lainn
p.45 ×4
unresolved
org
Bank Des
p.47
unresolved
org
PT. Fitch Ratings Indonesia
p.47
unresolved
org
PT Pemeringkat Efek
p.47 ×2
unresolved
org
Bank Kredit Beragun Rumah
p.47
unresolved
org
PT. Fitch Ratings
p.49
unresolved
org
Bank Kredit Beragun
p.50 ×2
unresolved
org
Bank Tagihan Kepada Usaha Mikro
p.54
unresolved
org
Bank Sulselbar Operational Work Units.
p.77
unresolved
org
Bank Sulselbar. B. Mekanisme
p.77
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.