Skip to content
Back to announcement

Laporan Keuangan Konsolidasi Maret 2024 (OJK).pdf

Financial statement Text extracted TIRA

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 57

Page 1
  DAN ENTITAS ANAK

LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
  UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR
   PADA TANGGAL 31 MARET 2024
       (TIDAK DIAUDIT)
Page 2
                                    DAFTAR ISI


                                                 Halaman


Surat pernyataan direksi

Laporan posisi keuangan (neraca) konsolidasian      1

Laporan laba rugi komprehensif konsolidasian        3

Laporan perubahan ekuitas konsolidasian             4
Page 3

          
Page 4

          
Page 5
PT TIRA AUSTENITE Tbk dan ANAK PERUSAHAAN
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 MARET 2024 DAN 2023



                                                  1,000,000           1,000,000
                                            31 Maret 2024     31 Desember 2023

ASET

ASET LANCAR
Kas setara kas                               13,220,321,788       6,356,615,407
Piutang usaha kepada pihak ketiga -
  setelah dikurangi penyisihan
  piutang ragu-ragu                          48,234,979,508      35,666,286,008
Piutang usaha - Pihak berelasi                          -            43,049,216
Piutang lain-lain                            15,328,438,124      10,369,531,781
Piutang lain-lain - Pihak berelasi                      -           368,137,039
Persediaan                                   93,872,312,766      90,134,351,670
Barang dalam pelaksanaan                                -                   -
Pajak dibayar dimuka                            903,355,347         193,438,668
Uang muka dan biaya dibayar dimuka           13,207,592,664       2,488,521,424
Asset non-keuangan lancar lainnya                       -        10,826,674,260

Jumlah Aset Lancar                          184,767,000,197     156,446,605,473

ASET TIDAK LANCAR
Investasi pada entitas ventura bersama                  -           979,465,924
Piutang kepada pihak hubungan istimewa          493,476,120                 -
Aset pajak tangguhan                            167,216,266         167,216,293
Aset tetap - Net                            168,634,407,271     173,833,074,230
Aset hak guna                                 5,371,421,259                 -
Taksiran tagihan pajak penghasilan            5,900,407,967       3,231,339,233
Goodwill                                                -                   -
Dana pensiun                                            -                   -
Uang jaminan /deposit dan lain2               1,465,920,883      11,265,403,710

Jumlah Aset Tidak Lancar                    182,032,849,766     189,476,499,390

JUMLAH ASET                                 366,799,849,963     345,923,104,863
                                            366,799,849,963




                                                                              1
Page 6
PT TIRA AUSTENITE Tbk dan ANAK PERUSAHAAN
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 MARET 2024 DAN 2023
0


                                                     31 Maret 2024      31 Desember 2023

KEWAJIBAN DAN EKUITAS

KEWAJIBAN LANCAR
Hutang bank jangka pendek                             78,949,688,940       78,437,261,708
Hutang usaha - Pihak ketiga                           32,008,558,184       27,283,228,716
Hutang usaha - Pihak berelasi                                    -            651,786,203
Hutang lain-lain                                      23,761,985,737        7,196,834,685
Hutang afiliasi                                          249,448,784        2,173,752,862
Hutang pajak                                           9,436,210,913        8,808,446,778
Biaya yang masih harus dibayar                         3,320,840,302        1,951,857,089
Bagian hutang jangka panjang yang jatuh tempo
  dalam waktu satu tahun                                         -          1,265,431,301
  Sewa PSAK 73                                                   -                    -
  Sewa pembiayaan                                         61,315,487           48,391,793

Jumlah Kewajiban Lancar                              147,788,048,347      127,816,991,135

KEWAJIBAN TIDAK LANCAR
Kewajiban pajak tangguhan                             24,221,358,243       21,807,757,722
   Liabilitas jangka panjang atas pinjaman lainnya               -          4,650,046,905
Kewajiban imbalan pasca-kerja                         25,261,171,095       23,802,622,543
Hutang jangka panjang - setelah dikurangi bagian
  yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun                        -
  Sewa PSAK 73                                                   -                    -
  Sewa pembiayaan                                                -                    -

Jumlah Kewajiban Tidak Lancar                         49,482,529,338       50,260,427,170

Jumlah Kewajiban                                     197,270,577,685      178,077,418,305

HAK MINORITAS ATAS ASET BERSIH
 ANAK PERUSAHAAN                                         841,103,858         841,103,858

EKUITAS
Modal saham - nilai nominal Rp 100 per saham
 Modal dasar - 224.000.000 saham
 Modal ditempatkan dan disetor penuh -
    588.800.000 saham                                 58,800,000,000       58,800,000,000
Tambahan modal disetor                                 9,521,891,461        9,521,891,461
Laba rugi Aktuaria                                   (11,616,984,292)     (12,566,452,362)
Surplus revaluasi aset                               105,770,675,316      105,770,675,316
Selisih Transaksi Entitas Sepengendali                  (736,184,826)        (715,904,826)
Saldo Laba (Defisit)                                   6,886,632,988        3,802,260,383
Laba (Rugi) Periode Berjalan                              62,137,773        2,392,112,728

Jumlah Ekuitas                                       168,688,168,420      167,004,582,700

JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS                         366,799,849,963      345,923,104,863




                                                                                          2
Page 7
PT TIRA AUSTENITE Tbk dan ANAK PERUSAHAAN
LAPORAN LABA RUGI KONSOLIDASIAN
31 MARET 2024 DAN 2023

                                                    31 Maret 2024      31 Maret 2023



PENJUALAN BERSIH                                     63,081,827,209     71,767,228,435

BEBAN POKOK PENJUALAN                                40,608,789,241     45,962,458,581

LABA KOTOR                                           22,473,037,968     25,804,769,854

BEBAN USAHA                                          20,560,248,410     21,274,239,458

LABA USAHA                                            1,912,789,558      4,530,530,396

PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN:
  Penghasilan bunga                                      17,258,727                -
  Laba atas penjualan aset tetap                                -                  -
  Beban bunga                                        (1,917,414,803)    (2,158,910,599)
  Laba (rugi) selisih kurs - bersih                      (2,601,919)        52,563,327
  Bagian laba (rugi) dari entitas ventura bersama               -                  -
  Lain-lain - bersih                                    134,176,511        199,068,604

   Beban Lain-lain - Berih                           (1,768,581,484)    (1,907,278,668)

LABA SEBELUM BEBAN PAJAK PENGHASILAN                    144,208,074      2,623,251,728

BEBAN PAJAK PENGHASILAN                                 (82,070,301)      (231,139,000)

LABA SEBELUM HAK MINORITAS ATAS
 LABA BERSIH ANAK PERUSAHAAN                             62,137,773      2,392,112,728

HAK MINORITAS ATAS LABA BERSIH ANAK PERUSAHAAN                  -                  -

LABA BERSIH                                              62,137,773      2,392,112,728

LABA BERSIH PER SAHAM DASAR                                    0.11               4.07




                                                                                       3
Page 8
                   PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
              CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
           UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 Maret 2024
                  (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


1. UMUM

  a. Pendirian Perusahaan

     PT Tira Austenite Tbk (Perusahaan) didirikan di Republik Indonesia pada tanggal 8 April 1974
     berdasarkan akta No. 29 dibuat dihadapan J.N. Siregar, S.H., Notaris di Jakarta. Akta
     pendirian ini telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia melalui Surat
     Keputusan No. Y.A.5/155/19 tanggal 15 Mei 1975 serta diumumkan dalam Lembaran Berita
     Negara Republik Indonesia No. 49 tanggal 20 Juni 1975.

     Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir
     berdasarkan Akta Notaris No. 06 tanggal 26 Agustus 2020 oleh Jana Hanna Waturangi, S.H.,
     mengenai antara lain, menyetujui perubahan dan penyusunan kembali seluruh ketentuan
     Anggaran Dasar Perseroan dalam rangka penyesuaian dengan Peraturan Otoritas Jasa
     Keuangan (“POJK”) serta pemberian kuasa kepada Direksi Perseroan untuk melakukan
     segala sesuatu yang diperlukan untuk penyesuaian dan penyusunan kembali Anggaran
     Dasar dengan tidak ada satu tindakanpun yang dikecualikan. Penerimaan Pemberitahuan
     Perubahan Anggaran Dasar Perusahaan tersebut telah diterima dan dicatat di dalam
     database Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
     Republik Indonesia dengan Surat No. AHU-0153125.AH.01.11.Tahun 2020 tanggal 14
     September 2020.

     Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan
     meliputi perdagangan besar atas dasar balas jasa (fee) atau kontrak, mesin kantor dan
     industri, suku cadang dan perlengkapannya, barang logam untuk bahan konstruksi, logam
     dan bijih logam, bahan bakar padat, cair dan gas, barang kimia dasar, barang bekas dan
     sisa-sisa tak terpakai (scrap), dan lain-lain.

     Perusahaan mulai beroperasi secara komersial sejak tahun 1974.

     Kantor pusat Perusahaan berlokasi di Kawasan Industri Pulogadung, Jl. Pulo Ayang Kav. R-
     1, Jakarta Timur, Indonesia.

     PT Widjajatunggal Sejahtera adalah entitas induk dari Perusahaan.

  b. Penawaran Umum Efek Perusahaan dan Tindakan Perusahaan yang Mempengaruhi
     Efek yang Diterbitkan

     Kegiatan yang telah dilakukan Perusahaan sejak tanggal penawaran umum saham perdana
     sampai dengan tanggal 31 Maret 2024 yang mempengaruhi saham yang diterbitkan adalah
     sebagai berikut:

                          Kegiatan Perusahaan                       Jumlah Saham          Tanggal
     Penawaran umum perdana dan pencatatan saham
       pendiri Perusahaan pada Bursa Efek Jakarta                         10,000,000       20 Juni 1993
     Pembagian saham bonus                                                 4,000,000   24 Agustus 1994
     Penawaran umum terbatas (right issue)                                42,000,000   31 Oktober 2000
     Penyelenggaraan Employee Stock Option Plan (ESOP)                     2,800,000       24 Juni 2004
     Jumlah                                                               58,800,000
     Pemecahan nilai nominal saham dari Rp1.000 per lembar saham
     menjadi Rp100 per lembar saham                                      588,000,000   27 Januari 2016




                                                                                                 4
Page 9
                        PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
                   CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 Maret 2024
                       (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

1. UMUM (Lanjutan)

        Berdasarkan Akta Notaris No. 4 dari Notaris Jana Hanna Waturangi, S.H., tanggal 8 Oktober
        2015 yang telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
        melalui surat No. AHU-AH.01.03-0976331 Tahun 2015 tanggal 30 Oktober 2015 dan
        persetujuan dari Bursa Efek Indonesia melalui surat No. S-00265/BEI.PP2/01-2016 pada
        tanggal 18 Januari 2016. Perusahaan memutuskan untuk melakukan pemecahan nilai
        nominal saham Perusahaan dari Rp1.000 menjadi Rp100 per lembar saham, dan jumlah
        saham Perusahaan dari 58.800.000 saham menjadi 588.000.000 saham. Seluruh saham
        yang ditempatkan dan disetor penuh ini telah dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia dan
        efektif diperdagangkan di pasar pada 27 Januari 2016 (Catatan 23).

   c.   Struktur Entitas Anak

        Perusahaan memiliki secara langsung maupun tidak langsung saham Entitas Anak berikut ini
        (selanjutnya secara bersama-sama disebut sebagai “Kelompok Usaha”):
                                          Persentase
                                          Kepemilikan                       Saat
                                        (Langsung dan                      Mulai                           Jumlah Aset
                                       Tidak Langsung)         Bidang     Kegiatan                      sebelum Eliminasi
                 Entitas Anak           2023      2022         Usaha       Usaha       Domisili    31-Mar-24         31-Dec-23
        Kepemilikan langsung
        PT Alpha Austenite (AA)        99.99%   99.99% Industri cetakan    1977      Cileungsi,   53,066,831,606   52,582,894,002
          dan Entitas Anak                             (moulding) dan                Jawa Barat
                                                       kawat las
        PT Tira Andalan Steel (TAS)    99.00%   99.00% Perdagangan baja    1974      Jakarta      24,248,371,499   24,226,910,426
        PT Genta Laras Semesta (GLS)   99.96%   99.96% Perdagangan         2002      Jakarta       9,954,055,723    2,623,453,228
        Kepemilikan tidak langsung
        Melalui AA :
        PT Genta Laras Semesta (GLS)   0.04%    0.04%    Perdagangan       2002      Jakarta       9,954,055,723    2,623,453,228
        PT Tira Andalan Steel (TAS)    1.00%     1.00% Perdagangan baja    1974      Jakarta      24,248,371,499   24,226,910,426




        Berdasarkan Akta Notaris Rio Zaldi,SH.,M.Kn, Notaris di Kota Batam No. 46 tanggal 30
        Agustus 2019 dan berdasarkan Akta Jual Beli Saham (AJB) No. 47 tanggal 30 Agustus 2019
        di hadapan Notaris Rio Zaldi Sarjana Hukum, Magister Kenotariatan berkedudukan di Batam
        Propinsi Kepulauan Riau, Perusahaan melalui entitas anak PT Alpha Austenite (AA) telah
        melakukan penjualan atas seluruh kepemilikan saham pada PT Tanah Sumber Makmur
        dengan nilai nominal sebesar Rp700.000.000. Selisih harga jual dengan nilai nominal dicatat
        sebagai bagian penghasilan (beban) lain-lain pada laporan laba rugi dan penghasilan
        komprehensif lain konsolidasian, akta ini telah dikukuhkan dengan SK Kementrian Hukum
        dan Hak Asasi Manusia No.AHU-0173210.AH.01.11.Tahun 2019, tanggal 19 September
        2019.

        Pada tanggal 28 November 2019 berdasarkan Keputusan Sirkular Pemegang Saham tanpa
        Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa bahwa seluruh atau sebagian besar aset milik
        PT Tanah Sumber Makmur (TSM) telah dijaminkan oleh PT Tira Austenite, Tbk kepada Bank
        Mandiri.

        Pada tanggal 3 September 2019 Perusahaan menerbitkan keterbukaan informasi untuk
        melakukan penjualan saham pada TSM.

        Berdasarkan Akta Notaris Rio Zaldi,SH.,M.K.n, Notaris di Kota Batam No. 15 tanggal 8
        Agustus 2019 dan berdasarkan Akta Jual Beli Saham (AJB) No. 16 tanggal 8 Agustus 2019 di
        hadapan Notaris Rio Zaldi Sarjana Hukum, Magister Kenotariatan berkedudukan di Batam
        Propinsi Kepulauan Riau, Perusahaan melalui entitas anak PT Alpha Austenite (AA) telah
        melakukan pembelian kepemilikan saham pada PT Sinar Persada Utama (SPU) dengan nilai
        nominal

                                                                                                                          5
Page 10
                    PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
               CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
            UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 Maret 2024
                   (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

1. UMUM (Lanjutan)

      sebesar Rp.5.200.000.000, Akta ini telah dikukuhkan dengan SK Kementrian Hukum dan Hak
      Asasi Manusia No.AHU-0134517.AH.01.11.Tahun 2019, tanggal 12 Agustus 2019.

      Pada tanggal 12 Agustus 2019 Perusahaan menerbitkan keterbukaan informasi untuk
      melakukan pembelian saham pada SPU.

      Pada bulan Agustus 2020, PT Alpha Austenite telah melakukan penjualan atas seluruh
      kepemilikan saham pada SPU dengan nilai nominal sebesar Rp10.010.000.000. Selisih harga
      jual dengan nilai nominal dicatat sebagai bagian penghasilan (beban) lain-lain pada laporan
      laba rugi dan penghasilan komprehensif lain (Catatan 37).


   d. Dewan Komisaris, Direksi, Komite Audit dan Karyawan

      Susunan dewan komisaris, direksi dan komite audit Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2024
      dan 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:
       Komisaris          Utama       :    Soebronto Laras
       (Independen)
       Komisaris                      :    Shinta Widjaja Kamdani
       Komisaris                      :    Rudianto Darmawan Santoso

       Direktur Utama                 :    Selo Winardi
       Direktur                       :    Soeseno Adi
       Direktur                       :    Agus Hasan Sulistiono Reksoprodjo

      Manajemen kunci terdiri dari Dewan Komisaris dan Direksi.

      Komposisi Dewan Komisaris dan Direksi berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang
      Saham Tahunan (“RUPST”) tanggal 25 Agustus 2021, sebagaimana tertuang dalam Akta
      Notaris No. 133 tanggal 25 Agustus 2021 dari Neilly Iralita Iswari, SH, Msi, Mkn., Notaris di
      Jakarta.

      Susunan Komite Audit Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
      adalah sebagai berikut:

       Ketua                      :       Soebronto Laras
       Anggota                    :       Siddi Widyaprathama
       Anggota                    :       Harry Kurniawan

      Pada 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 jumlah karyawan tetap Perusahaan dan Anak
      perusahaan masing-masing adalah 337 karyawan.

   e. Penyelesaian Laporan Keuangan Konsolidasian

      Manajemen Perusahaan bertanggung jawab atas penyusunan laporan keuangan
      konsolidasian ini yang telah disetujui oleh Direksi untuk diterbitkan pada tanggal 31
      Desember 2023.


2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING


   a. Dasar Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian dan Pernyataan Kepatuhan

      Laporan keuangan konsolidasian telah disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan
      (“SAK”), yang mencakup Pernyataan dan Interpretasi yang diterbitkan oleh Dewan Standar


                                                                                                 6
Page 11
                      PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
                 CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
              UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 Maret 2024
                     (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (Lanjutan)

        Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK IAI), dan Keputusan Ketua Bapepam-
        LK (sekarang Otoritas Jasa Keuangan (OJK))No. KEP-347/BL/2012 tertanggal 25 Juni 2012
        tentang Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik.

        Selain yang dijelaskan di bawah, kebijakan akuntansi telah diterapkan secara konsisten
        dengan laporan keuangan konsolidasian untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2022 yang
        telah disusun berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.

        Laporan keuangan konsolidasian, kecuali laporan arus kas konsolidasian, telah disusun
        secara akrual dengan menggunakan konsep biaya perolehan (historical cost), kecuali untuk
        akun-akun tertentu yang dicatat berdasarkan basis lain seperti yang diungkapkan pada
        kebijakan akuntansi masing-masing akun terkait.

        Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan menggunakan metode langsung, dan
        dikelompokkan ke dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.

        Pos-pos dalam penghasilan komprehensif lain disajikan terpisah antara akun-akun yang akan
        direklasifikasikan ke laba rugi dan akun-akun yang tidak akan direklasifikasi ke laba rugi.

        Mata uang penyajian yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian
        adalah mata uang Rupiah (“Rp”), yang juga merupakan mata uang fungsional Kelompok
        Usaha.

        Ketika entitas menerapkan suatu kebijakan akuntansi secara retrospektif atau membuat
        penyajian kembali pos-pos laporan keuangan atau ketika entitas mereklasifikasi pos-pos
        dalam laporan keuangannya, maka laporan posisi keuangan pada awal periode komparatif
        disajikan.

   b. Perkembangan Terkini Standard an Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan

        Implementasi dari standar-standar, amendemen, dan penyesuaian tahunan yang dimulai
        pada atau setelah tanggal 1 Januari 2022 di bawah ini tidak menghasilkan perubahan
        kebijakan akuntansi Kelompok Usaha dan tidak memiliki dampak material terhadap jumlah
        yang dilaporkan di tahun berjalan atau tahun sebelumnya:
        - Amandemen PSAK No. 22 “Kombinasi Bisnis”.
        - Amendemen PSAK No. 57 “Provisi, Liabilitas, Kontigensi, dan Aset Kontigensi”.
        - Penyesuaian tahunan PSAK No. 71 “Instrumen Keuangan”.
        - Penyesuaian tahunan PSAK No. 73 “Sewa”.

        Standar akuntansi revision yang telah diterbitkan dan relevan untuk Perusahaan, berlaku
        efektif sejak tanggal 1 Januari 2023 dan belum ditetapkan secara dini oleh Perusahaan:
        - Amendemen PSAK No. 1 “Penyajian Laporan Keuangan”.
        - Amendemen PSAK No. 16 “Aset Tetap”.
        - Amendemen PSAK No. 25 “Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi dan
          Kesalahan”.
        - Amendemen PSAK No. 46 “Pajak Penghasilan”.

   c.   Prinsip-Prinsip Konsolidasian

        Laporan keuangan konsolidasian menggabungkan seluruh Entitas Anak yang dikendalikan
        oleh Perusahaan. Pengendalian didapat ketika Kelompok Usaha terekspos atau memiliki hak
        atas imbal hasil variable dari keterlibatannya dengan investee dan memiliki kemampuan
        untuk mempengaruhi imbal hasil tersebut melalui kekuasaannya atas investee. Perusahaan
        mengendalikan investee jika, dan hanya jika Perusahaan secara langsung atau tidak
        langsung melalui Entitas Anak hal-hal sebagai berikut :


                                                                                                 7
Page 12
                    PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
               CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
            UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 Maret 2024
                   (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (Lanjutan)

      (a) Kekuasaan untuk mengarahkan aktivitas relevan;
      (b) Eksposur atau hak atas imbal hasil variable dari keterlibatannya dengan investee;
      (c) Kemampuan untuk menggunakan kekuasaannya atas investee untuk mempengaruhi
          jumlah imbal hasil investor.

      Entitas Anak dikonsolidasi sejak          tanggal    akuisisi, yaitu tanggal Kelompok Usaha
      memperoleh pengendalian, sampai           dengan     tanggal Kelompok Usaha kehilangan
      pengendalian.

      Kepentingan nonpengendali mencerminkan bagian atas laba atau rugi dan aset neto yang
      tidak diatribusikan kepada entitas induk dan disajikan secara terpisah dalam laporan laba rugi
      komprehensif konsolidasian dan ekuitas pada laporan posisi keuangan konsolidasian,
      dipisahkan dari ekuitas yang dapat diatribusikan kepada Entitas Induk.

      Seluruh laba rugi komprehensif diatribusikan pada pemilik entitas induk dan pada
      kepentingan nonpengendali bahkan jika hal ini mengakibatkan kepentingan nonpengendali
      mempunyai saldo defisit.

      Seluruh saldo akun dan transaksi yang material antar entitas yang dikonsolidasi telah
      dieliminasi.

      Perubahan bagian kepemilikan tanpa kehilangan pengendalian

      Perubahan dalam bagian kepemilikan entitas induk pada Entitas Anak yang tidak
      mengakibatkan hilangnya pengendalian dicatat sebagai transaksi ekuitas, dimana nilai
      tercatat kepentingan pengendali dan nonpengendali disesuaikan untuk mencerminkan
      perubahan bagian relatifnya atas entitas anak.

      Perbedaan antara jumlah kepentingan nonpengendali disesuaikan dan nilai wajar imbalan
      yang diberikan atau diterima diakui secara langsung dalam ekuitas dan diatribusikan pada
      pemilik entitas induk.

      Pelepasan entitas anak

      Jika entitas induk kehilangan pengendalian atas entitas anak, maka entitas induk
      menghentikan pengakuan aset (termasuk goodwill), liabilitas dan komponen entitas terkait
      dengan entitas anak tersebut, dan mengukur setiap sisa investasi pada entitas anak
      terdahulu pada nilai wajarnya pada tanggal hilangnya pengendalian. Disamping itu, jumlah
      yang sebelumnya diakui pada penghasilan komprehensif lain sehubungan dengan entitas
      tersebut telah dicatat seolah-olah entitas induk telah melepas asset atau liabilitas terkait. Hal
      ini dapat berarti bahwa jumlah yang sebelumnya diakui pada pendapatan komprehensif lain
      direklasifikasi ke laporan laba rugi. Keuntungan atau kerugian yang terjadi diakui sebagai
      laba rugi yang dapat diatribusikan pada Entitas Induk.

   d. Kombinasi Bisnis

      Kombinasi bisnis dicatat dengan metode akuisisi. Selisih lebih nilai agregat dari nilai wajar
      imbalan yang dialihkan, jumlah proporsi kepemilikan kepentingan nonpengendali atas asset
      neto teridentifikasi dari pihak yang diakuisisi, dan nilai wajar kepentingan ekuitas yang
      sebelumnya dimiliki pihak pengakuisisi, atas nilai wajar asset neto teridentifikasi yang
      diperoleh diakui sebagai goodwill. Jika terdapat goodwill negatif, maka jumlah tersebut diakui
      dalam laba rugi. Goodwill tidak diamortisasi tetapi dilakukan uji penurunan nilai setiap tahun.

      Kombinasi bisnis entitas sepengendali dicatat berdasarkan PSAK 38 (Revisi 2012),
      “Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali,” dengan menggunakan metode penyatuan
      kepemilikan. Selisih antara harga pengalihan dengan nilai buku dicatat dalan akun “Selisih
      Nilai Transaksi dengan

                                                                                                     8
Page 13
                    PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
               CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
            UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 Maret 2024
                   (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (Lanjutan)


      Entitas Sepengendali” dan disajikan sebagai bagian dari “Tambahan Modal Disetor” dalam
      laporan posisi keuangan konsolidasian dan selanjutnya tidak dapat diakui sebagai laba rugi
      direalisasi maupun direklasifikasi ke saldo laba.

      Jika kombinasi bisnis diperoleh secara bertahap, nilai wajar pada tanggal akuisisi dari
      kepentingan ekuitas yang sebelumnya dimiliki oleh pihak pengakuisisi pada pihak yang
      diakuisisi diukur kembali ke nilai wajar tanggal akuisisi melalui laporan laba rugi.

      Selisih lebih imbalan yang dialihkan, jumlah setiap kepentingan nonpengendali pada pihak
      diakuisisi dan nilai wajar pada tanggal akuisisi kepentingan ekuitas sebelumnya dimiliki oleh
      pihak pengakuisisi pada pihak diakuisisi atas nilai wajar asset bersih teridentifikasi yang
      diperoleh dicatat sebagai goodwill. Jika jumlah imbalah yang dialihkan kepentingan
      nonpengendali yang diakui, dan kepentingan yang sebelumnya dimikili pengakuisisi lebih
      rendah dari nilai wajar asset bersih entitas anak yang diakuisisi dalam kasus pembelian
      dengan diskon, selisihnya diakui dalam laporan laba rugi.

   e. Transaksi Pihak-pihak Berelasi

      Kelompok Usaha melakukan transaksi dengan pihak- pihak         berelasi   sebagaimana
      didefinisikan dalam PSAK No. 7 (Revisi 2010), “Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi”.

      Transaksi ini dilakukan berdasarkan persyaratan yang disetujui oleh kedua belah pihak,
      dimana persyaratan tersebut mungkin tidak sama dengan transaksi lain yang dilakukan
      dengan pihak-pihak yang tidak berelasi.

      Semua transaksi yang signifikan dengan pihak-pihak berelasi, baik yang dilakukan dengan
      syarat dan kondisi yang sama dengan pihak ketiga ataupun tidak diungkapkan dalam catatan
      atas laporan keuangan konsolidasian.

      Suatu pihak dianggap berelasi dengan Kelompok Usaha jika:

          (a) Orang atau anggota keluarga terdekat mempunyai relasi dengan entitas pelapor jika
              orang tersebut:

             i. Memiliki pengendalian atau pengendalian bersama atas entitas pelapor;
            ii. Memiliki pengaruh signifikan atas entitas pelapor; atau
           iii. Personil manajemen kunci entitas pelapor atau Entitas Induk entitas pelapor.

          (b) Suatu entitas berelasi dengan entitas pelapor jika memenuhi salah satu hal berikut:

             i. Entitas dan entitas pelapor adalah anggota dari Kelompok Usaha yang sama
                (artinya Entitas Induk, Entitas Anak, dan Entitas Anak berikutnya terkait dengan
                entitas lain);
            ii. Satu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama dari entitas lain (atau
                entitas asosiasi atau ventura bersama yang merupakan anggota suatu Kelompok
                Usaha, yang mana entitas lain tersebut adalah anggotanya);
           iii. Kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama;
           iv. Satu entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain
                adalah entitas asosiasi dari entitas ketiga;
            v. Entitas tersebut adalah suatu program imbalan pascakerja untuk imbalan kerja dari
                salah satu entitas pelapor atau entitas yang terkait dengan entitas pelapor. Jika
                entitas pelapor adalah entitas yang menyelenggarakan program tersebut, maka
                entitas sponsor juga berelasi dengan entitas pelapor;
           vi. Entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifikasi
                dalam huruf (a); atau

                                                                                                    9
Page 14
                       PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
                  CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
               UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 Maret 2024
                      (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (Lanjutan)

             vii. Orang yang diidentifikasi dalam huruf (a) (i) memiliki pengaruh signifikan atas
                  entitas atau personil manajemen kunci entitas (atau Entitas Induk dari entitas).

        Dalam kegiatan usaha yang normal, Kelompok Usaha melakukan transaksi dengan pihak
        yang berelasi pada tingkat harga dan persyaratan yang disetujui kedua belah pihak.

   f.   Transaksi dan Saldo Dalam Mata Uang Asing

        Transaksi dalam mata uang asing dijabarkan ke dalam mata uang fungsional dengan kurs
        yang berlaku pada saat transaksi dilakukan. Pada akhir periode pelaporan, aset dan liabilitas
        moneter dalam mata uang asing disesuaikan ke dalam mata uang fungsional menggunakan
        kurs tengah yang ditetapkan oleh Bank Indonesia pada tanggal terakhir transaksi perbankan
        pada periode tersebut. Laba dan rugi yang timbul dari penyesuaian kurs maupun
        penyelesaian aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing tersebut dikreditkan atau
        dibebankan sebagai laba atau rugi tahun/periode berjalan.

        Kurs penutup yang digunakan pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 adalah
        sebagai berikut:
                                                                    31-Mar-24     31-Des-23
        1 Dolar Amerika Serikat/Rupiah                                       15,873.00         14,265.47
        1 Euro/Rupiah                                                        17,139.68         18,278.08
        1 Yen Jepang/Rupiah                                                     209.62            146.92


   g. Instrumen Keuangan

        Mulai 1 Januari 2020, Kelompok Usaha telah menerapkan PSAK No. 71, “Instrumen
        Keuangan”.

        Klasifikasi

        1) Aset keuangan

            Aset keuangan dalam lingkup PSAK No. 71 diklasifikasikan sebagai (i) pada biaya
            perolehan diamortisasi, (ii) Nilai Wajar Melalui Penghasilan Komprehensif Lain (Fair
            Value through Other Comprehensive Income (“FVOCI”)), atau (iii) Nilai Wajar melalui
            Laba Rugi (Fair Value through Profit Or Loss (“FVPL”)).
            Klasifikasi aset keuangan pada pengakuan awal bergantung pada karakteristik arus kas
            kontraktual aset finansial dan model bisnis Kelompok Usaha untuk mengelolanya.

            Aset keuangan Kelompok Usaha terdiri dari piutang usaha - pihak ketiga, piutang lain-lain
            – pihak berelasi dan pihak ketiga, aset lancar, dan aset tidak lancar diklasifikasikan
            sebagai aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi, investasi dalam
            instrumen ekuitas diklasifikasikan sebagai aset keuangan pada nilai wajar melalui FVOCI.

        2) Liabilitas keuangan

            Liabilitas keuangan dalam lingkup PSAK No. 71 diklasifikasikan sebagai (i) liabilitas
            keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, (ii) liabilitas keuangan yang
            diukur pada biaya perolehan diamortisasi, atau (iii) derivatif yang ditetapkan sebagai
            instrumen lindung nilai dalam lindung nilai yang efektif, mana yang sesuai.

            Liabilitas keuangan Kelompok Usaha terdiri dari utang usaha, beban akrual, pinjaman,
            utang lain-lain, dan liabilitas jangka pendek lainnya diklasifikasikan sebagai liabilitas
            keuangan yang dicatat berdasarkan biaya perolehan diamortisasi.

                                                                                                  10
Page 15
                   PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
              CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
           UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 Maret 2024
                  (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (Lanjutan)

         Pengakuan dan pengukuran

         a. Aset Keuangan

            Aset keuangan pada awalnya diakui sebesar nilai wajarnya ditambah, dalam hal
            investasi yang tidak diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, biaya transaksi yang

            dapat diatribusikan secara langsung. Pengukuran aset keuangan setelah pengakuan
            awal tergantung pada klasifikasinya.
            Pembelian atau penjualan aset keuangan yang mensyaratkan penyerahan aset
            dalam kurun waktu yang ditetapkan oleh peraturan atau kebiasaan yang berlaku di
            pasar (pembelian yang lazim/reguler) diakui pada tanggal perdagangan, yaitu tanggal
            Kelompok Usaha berkomitmen untuk membeli atau menjual aset tersebut.

             i. Aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi (instrumen utang)

                Kelompok Usaha mengukur aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi
                jika kedua kondisi berikut terpenuhi:

                - Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset
                  keuangan dalam rangka mendapatkan arus kas kontraktual; dan
                - Persyaratan kontraktual dari aset keuangan menghasilkan arus kas pada
                  tanggal tertentu yang semata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah
                  pokok terutang.

                Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi selanjutnya diukur
                dengan menggunakan metode Suku Bunga Efektif (Effective Interest Rate
                (“EIR”)). Keuntungan dan kerugian diakui sebagai laba rugi pada saat pinjaman
                yang diberikan dan piutang dihentikan pengakuannya atau mengalami
                penurunan nilai, dimodifikasi, serta melalui proses amortisasi.

             ii. Aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain
                 (“FVOCI”) (instrumen ekuitas).

                Setelah pengakuan awal, Kelompok Usaha dapat memilih untuk
                mengklasifikasikan investasi ekuitasnya yang tidak dapat dibatalkan sebagai
                instrumen ekuitas yang ditetapkan pada FVOCI ketika mereka memenuhi definisi
                ekuitas dan tidak dimiliki untuk perdagangan. Klasifikasi ditentukan berdasarkan
                instrumen-per-instrumen.

                Keuntungan dan kerugian pada aset keuangan ini tidak pernah didaur ulang ke
                laba rugi. Dividen diakui sebagai pendapatan lain-lain dalam laba rugi ketika hak
                pembayaran telah ditetapkan, kecuali ketika Kelompok Usaha memperoleh
                manfaat dari hasil tersebut sebagai pemulihan sebagian dari biaya aset
                keuangan, dalam hal mana, keuntungan tersebut dicatat dalam Penghasilan
                Komprehensif Lain (Other Comprehensive Income (“OCI”)).

                Kelompok Usaha memilih untuk mengklasifikasikan, yang tidak dapat dibatalkan,
                investasi ekuitas yang tidak memiliki kuotasi harga di pasar aktif di bawah
                kategori ini.




                                                                                              11
Page 16
                   PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
              CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
           UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 Maret 2024
                  (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (Lanjutan)

            iii. Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi (“FVPL”)

                Aset keuangan yang diukur pada FVPL termasuk aset keuangan untuk
                diperdagangkan, aset keuangan yang ditetapkan pada saat pengakuan awal
                untuk diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, atau aset keuangan yang wajib
                diukur pada nilai wajar.

                Aset keuangan diklasifikasikan sebagai kelompok diperdagangkan jika mereka
                diperoleh untuk tujuan dijual atau dibeli kembali dalam waktu dekat. Aset derivatif
                juga diklasifikasikan sebagai kelompok diperdagangkan kecuali mereka
                ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai efektif.

                Aset keuangan dengan arus kas yang tidak semata-mata pembayaran pokok dan
                bunga diklasifikasikan dan diukur pada FVPL. Aset keuangan yang diukur pada
                FVPL ditetapkan pada nilai wajar dalam laporan posisi keuangan konsolidasian
                dengan perubahan nilai wajar diakui dalam laba rugi.

         b. Liabilitas Keuangan

            Liabilitas keuangan diakui pada awalnya sebesar nilai wajar dan dalam hal liabilitas
            keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi, termasuk biaya transaksi
            yang dapat diatribusikan secara langsung.

            Liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi, selanjutnya
            setelah pengakuan awal diukur pada biaya perolehan diamortisasi, menggunakan
            metode suku bunga efektif kecuali jika dampak diskonto tidak material, maka
            dinyatakan pada biaya perolehan. Beban bunga diakui dalam “Beban Keuangan”
            dalam laba rugi. Keuntungan atau kerugian diakui pada laba rugi ketika liabilitas
            keuangan tersebut dihentikan pengakuannya dan melalui proses amortisasi.

         Saling hapus dari instrumen keuangan

         Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus dan nilai bersihnya dilaporkan dalam
         laporan posisi keuangan konsolidasian jika, dan hanya jika, terdapat hak yang
         berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui dari
         aset keuangan dan liabilitas keuangan tersebut dan terdapat intensi untuk menyelesaikan
         dengan menggunakan dasar neto, atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan
         liabilitasnya secara bersamaan.

         Nilai wajar dari instrumen keuangan

         Nilai wajar instrumen keuangan yang diperdagangkan secara aktif di pasar keuangan
         yang terorganisasi, jika ada, ditentukan dengan mengacu pada kuotasi harga penawaran
         atau permintaan (bid or ask prices) pada penutupan perdagangan pada akhir periode
         pelaporan.

         Untuk instrumen keuangan yang tidak memiliki pasar aktif, nilai wajar ditentukan dengan
         menggunakan teknik penilaian. Teknik penilaian mencakup penggunaan transaksi pasar
         terkini yang dilakukan secara wajar oleh pihak-pihak yang berkeinginan dan memahami
         (recent arm’s length market transactions); penggunaan nilai wajar terkini instrumen lain
         yang secara substansial sama; analisa arus kas yang didiskonto; atau model penilaian
         lain.

         Bila nilai wajar instrumen keuangan yang tidak diperdagangkan di pasar aktif tidak dapat
         ditentukan secara handal, aset keuangan tersebut diakui dan diukur pada nilai
         tercatatnya.

                                                                                                12
Page 17
                     PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
                CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
             UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 Maret 2024
                    (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (Lanjutan)

         Kelompok Usaha menggunakan teknik penilaian yang tepat sesuai keadaan dan dimana
         tersedia kecukupan data untuk mengukur nilai wajar, memaksimalkan penggunaan input
         yang dapat diobservasi yang relevan dan meminimalisir penggunaan input yang tidak
         dapat diobservasi.

         Semua aset dan liabilitas dimana nilai wajar diukur atau diungkapkan dalam laporan
         keuangan konsolidasian dapat dikategorikan pada level hierarki nilai wajar, berdasarkan
         tingkatan input terendah yang signifikan atas pengukuran nilai wajar secara keseluruhan:

         -    Level 1 - Harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk aset atau liabilitas
              yang identik yang dapat diakses entitas pada tanggal pengukuran.
         -    Level 2 - Input selain harga kuotasian yang termasuk dalam level 1 yang dapat
              diobservasi untuk aset atau liabilitas, baik secara langsung maupun tidak langsung.
         -    Level 3 - Input yang tidak dapat diobservasi untuk aset atau liabilitas.

         Untuk aset dan liabilitas yang diakui pada laporan keuangan konsolidasian secara
         berulang, Kelompok Usaha menentukan apakah terjadi transfer antara level di dalam
         hierarki dengan cara mengevaluasi kategori (berdasarkan input level terendah yang
         signifikan dalam pengukuran nilai wajar) setiap akhir periode pelaporan.

         Untuk tujuan pengungkapan nilai wajar, Kelompok Usaha telah menentukan kelas aset
         dan liabilitas berdasarkan sifat, karakteristik, dan risiko aset atau liabilitas, dan level
         hierarki nilai wajar seperti dijelaskan di atas.

         Biaya perolehan diamortisasi dari instrumen keuangan

         Biaya perolehan diamortisasi dihitung dengan menggunakan metode suku bunga efektif
         dikurangi dengan penyisihan atas penurunan nilai dan pembayaran pokok atau nilai yang
         tidak dapat ditagih. Perhitungan tersebut mempertimbangkan premium atau diskonto
         pada saat perolehan dan termasuk biaya transaksi dan biaya yang merupakan bagian
         yang tak terpisahkan dari suku bunga efektif.

         Penurunan nilai aset keuangan

         Kelompok Usaha mengkaji atas dasar forward looking atas kerugian kredit yang
         diharapkan terkait dengan instrumen hutangnya yang dicatat pada biaya perolehan
         diamortisasi. Kerugian kredit yang diharapkan didasarkan pada perbedaan antara arus
         kas kontraktual yang jatuh tempo sesuai dengan kontrak dan semua arus kas yang
         diharapkan akan diterima oleh Kelompok Usaha, didiskon berdasarkan perkiraan EIR
         awal. Arus kas yang diharapkan akan mencakup arus kas dari penjualan agunan yang
         dimiliki atau peningkatan kredit lainnya yang merupakan bagian integral dari ketentuan
         kontraktual

         Metodologi penurunan nilai yang diterapkan tergantung pada apakah ada peningkatan
         risiko kredit yang signifikan. Suatu tunjangan kerugian penurunan nilai setara dengan
         kerugian kredit yang diharapkan seumur hidup diberikan jika ada peningkatan yang
         signifikan dalam risiko kredit sejak pengakuan awal. Jika tidak, pada jumlah yang sama
         dengan dua belas (12) bulan kerugian kredit yang diharapkan.

         Untuk piutang usaha dan aset kontrak, Kelompok Usaha menerapkan pendekatan yang
         disederhanakan, yang mengharuskan kerugian seumur hidup yang diharapkan untuk
         diakui dari pengakuan awal atas piutang. Kelompok Usaha telah membentuk tarif
         penyediaan yang didasarkan pada pengalaman kehilangan kredit historisnya, yang
         disesuaikan dengan faktor- faktor ke depan yang khusus untuk debitur dan lingkungan
         ekonomi. Suatu aset keuangan dihapuskan ketika tidak ada ekspektasi wajar untuk
         memulihkan arus kas kontraktual.

                                                                                                  13
Page 18
                   PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
              CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
           UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 Maret 2024
                  (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (Lanjutan)


         Jumlah kerugian atau pembalikan kredit yang diharapkan diakui sebagai kerugian
         penurunan nilai atau keuntungan dalam laba rugi dan disajikan secara terpisah dari yang
         lain jika material.

         Instrumen ekuitas yang ditetapkan pada FVOCI tidak tunduk pada penilaian penurunan
         nilai.

         Penghentian pengakuan

         a) Aset Keuangan

                 Suatu aset keuangan, atau mana yang berlaku, bagian dari aset keuangan atau
                 bagian dari kelompok aset keuangan sejenis, dihentikan pengakuannya pada saat:

           i.        Hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut berakhir;
                     atau

           ii.       Kelompok Usaha memindahkan hak kontraktual untuk menerima arus kas yang
                     berasal dari aset keuangan atau menanggung kewajiban untuk membayar arus
                     kas yang diterima tanpa penundaan yang signifikan kepada pihak ketiga melalui
                     suatu kesepakatan penyerahan dan (i) secara substansial memindahkan seluruh
                     risiko dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan tersebut, atau (ii) secara
                     substansial tidak memindahkan dan tidak memiliki seluruh risiko dan manfaat
                     atas kepemilikan aset keuangan tersebut, namun telah memindahkan
                     pengendalian atas aset keuangan tersebut.

                 Ketika Kelompok Usaha telah memindahkan hak untuk menerima arus kas dari aset
                 atau telah menandatangani kesepakatan pelepasan (pass-through arrangement), dan
                 secara substansial tidak memindahkan dan tidak memiliki seluruh risiko dan manfaat
                 atas aset keuangan, maupun memindahkan pengendalian atas aset, aset tersebut
                 diakui sejauh keterlibatan berkelanjutan Kelompok Usaha terhadap aset keuangan
                 tersebut.

                 Keterlibatan berkelanjutan yang berbentuk pemberian jaminan atas aset yang
                 ditransfer diukur sebesar jumlah terendah dari jumlah tercatat aset dan jumlah
                 maksimal dari pembayaran yang diterima yang mungkin harus dibayar kembali.

                 Dalam hal ini, Kelompok Usaha juga mengakui liabilitas terkait. Aset yang ditransfer
                 dan liabilitas terkait diukur dengan dasar yang mencerminkan hak dan liabilitas yang
                 masih dimiliki Kelompok Usaha.

                 Pada saat penghentian pengakuan atas aset keuangan secara keseluruhan, maka
                 selisih antara nilai tercatat dan jumlah dari (i) pembayaran yang diterima, termasuk
                 setiap aset baru yang diperoleh dikurangi setiap liabilitas baru yang harus
                 ditanggung; dan (ii) setiap keuntungan atau kerugian kumulatif yang telah diakui
                 secara langsung dalam ekuitas harus diakui pada laporan laba rugi dan penghasilan
                 komprehensif lain konsolidasian.

         b) Liabilitas Keuangan

                 Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya ketika liabilitas yang ditetapkan dalam
                 kontrak dihentikan, dibatalkan atau kedaluwarsa.

                 Ketika liabilitas keuangan saat ini digantikan dengan yang lain dari pemberi pinjaman
                 yang sama dengan persyaratan yang berbeda secara substansial, atau modifikasi

                                                                                                   14
Page 19
                      PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
                 CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
              UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 Maret 2024
                     (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (Lanjutan)

                secara substansial atas ketentuan liabilitas keuangan yang saat ini ada, maka
                pertukaran atau modifikasi tersebut dicatat sebagai penghapusan liabilitas keuangan
                awal dan pengakuan liabilitas keuangan baru, dan selisih antara nilai tercatat liabilitas
                keuangan tersebut diakui sebagai laba rugi.


   h. Kas dan Setara Kas

        Kas dan setara kas terdiri dari saldo kas dan bank, serta deposito berjangka yang jatuh
        tempo dalam waktu 3 (tiga) bulan atau kurang sejak tanggal penempatan dan tidak
        digunakan sebagai jaminan atau dibatasi penggunaannya.


   i.   Piutang Usaha dan Piutang Lain-lain

        Piutang pada awalnya diakui sebesar nilai wajar dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan
        diamortisasi dengan menggunakan metode bunga efektif, dikurangi penyisihan atas
        penurunan nilai. Penyisihan atas penurunan nilai piutang dibentuk pada saat terdapat bukti
        objective bahwa saldo piutang Kelompok Usaha tidak dapat ditagih.

        Besarnya penyisihan merupakan selisih antara nilai aset tercatat dan nilai sekarang dari
        estimasi arus kas masa depan, didiskontokan dengan tingkat suku bunga efektif. Penurunan
        nilai aset dicatat di dalam akun penyisihan dan nilai kerugian diakui di dalam laba atau rugi.
        Ketika tidak dapat ditagih, piutang dihapuskan bersama dengan penyisihan piutang.
        Pemulihan nilai setelah penghapusan piutang diakui sebagai penghasilan dalam laba rugi.

        Jika pendapatan telah diakui sebelum Kelompok Usaha memiliki hak tanpa syarat untuk
        menerima pertimbangan, jumlah tersebut disajikan sebagai aset kontrak (Catatan 2j).

   j.   Aset Kontrak dan Liabilitas Kontrak

        Aset kontrak

        Hak imbalan entitas dalam pertukaran dengan barang atau jasa yang telah dialihkan entitas
        kepada pelanggan ketika hak tersebut bergantung pada syarat selain berjalannya waktu
        (sebagai contoh, pelaksanaan masa depan entitas).

        Liabilitas kontrak

        Kewajiban entitas untuk mengalihkan barang atau jasa kepada pelanggan di mana entitas
        telah menerima imbalan (atau jumlah yang jatuh tempo) dari pelanggan.

   k.   Persediaan

        Persediaan dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan atau nilai
        realisasi neto (the lower of cost or net realizable value). Biaya perolehan untuk persediaan
        bahan baku, bahan pembantu dan suku cadang ditentukan dengan metode “masuk pertama,
        keluar pertama (FIFO)”, sedangkan biaya persediaan barang dalam proses dan persediaan
        barang jadi ditentukan dengan metode rata-rata tertimbang. Penyisihan persediaan usang
        ditentukan berdasarkan hasil penelaahan atas keadaan persediaan pada akhir tahun.

   l.   Biaya Dibayar Dimuka

        Biaya dibayar dimuka diamortisasi sesuai masa manfaat masing-masing biaya dengan
        menggunakan metode garis lurus.


                                                                                                      15
Page 20
                    PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
               CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
            UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 Maret 2024
                   (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (Lanjutan)

   m. Aset Tetap

      Tanah dinyatakan berdasarkan nilai revaluasi yang merupakan nilai wajar pada tanggal
      revaluasi, dan tanah tidak disusutkan. Revaluasi dilakukan dengan keteraturan yang
      memadai untuk memastikan bahwa jumlah tercatat tidak berbeda secara material dari jumlah
      yang telah ditentukan pada nilai wajar pada tanggal pelaporan keuangan Perusahaan dan
      beberapa entitas anak.

      Kenaikan yang berasal dari revaluasi atas tanah diakui pada penghasilan komprehensif lain
      dan terakumulasi dalam ekuitas pada bagian surplus revaluasi aset. Penurunan jumlah
      tercatat yang berasal dari revaluasi atas tanah dibebankan dalam laporan laba rugi apabila
      penjurunan tersebut melebihi saldo revaluasi aset yang bersangkutan, jika ada surplus
      revaluasi tanah

      yang telah disajikan dalam ekuitas dipindahkan langsung ke saldo laba pada saat aset
      tersebut dihentikan pengakuannya.

      Perusahaan dan beberapa Entitas Anak memakai model revaluasi hanya untuk laporan
      keuangan komersial, tidak untuk laporan keuangan fiskal.

      Kelompok Usaha telah memilih untuk menggunakan model biaya sebagai kebijakan
      akuntansi pengukuran aset tetap lainnya kecuali tanah.

      Penyusutan dihitung dengan metode garis lurus selama umur manfaat aset. Taksiran masa
      manfaat ekonomis aset sebagai berikut:
                                                                             Tahun
       Bangunan dan prasarana                                                     4 – 20
       Mesin dan peralatan                                                        4 – 16
       Tabung gas                                                                 8 – 16
       Kendaraan bermotor                                                         4–8
       Perabot dan perlengkapan kantor                                            4–8

      Pada setiap akhir periode pelaporan, nilai residu aset, umur manfaat dan metode penyusutan
      ditelaah, dan jika sesuai dengan keadaan, disesuaikan secara prospektif.

      Tanah dinyatakan sebesar nilai perolehan dan tidak disusutkan.

      Aset dalam pengerjaan dinyatakan sebesar biaya perolehan dan disajikan sebagai bagian
      dari “Aset Tetap” dalam laporan posisi keuangan konsolidasian. Akumulasi biaya perolehan
      akan dipindahkan ke masing-masing akun aset tetap yang bersangkutan pada saat aset
      tersebut selesai dikerjakan dan siap untuk digunakan.

      Beban perbaikan dan pemeliharaan dibebankan pada laba rugi saat terjadinya; biaya
      penggantian atau inspeksi yang signifikan dikapitalisasi pada saat terjadinya dan jika besar
      kemungkinan manfaat ekonomis di masa depan berkenaan dengan aset tersebut akan
      mengalir ke Kelompok Usaha, dan biaya perolehan aset dapat diukur secara andal. Aset
      tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau ketika tidak ada manfaat ekonomis
      masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya.

      Laba atau rugi yang timbul dari penghentian pengakuan aset dimasukkan dalam laporan laba
      rugi pada tahun aset tersebut dihentikan pengakuannya.

      Aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau ketika tidak ada manfaat
      ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Laba atau rugi
      yang timbul dari penghentian pengakuan aset dimasukkan dalam laporan laba rugi dan


                                                                                               16
Page 21
                    PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
               CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
            UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 Maret 2024
                   (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (Lanjutan)

      penghasilan komprehensif lain konsolidasian pada tahun aset tersebut dihentikan
      pengakuannya.

   n. Goodwill

      Goodwill yang timbul pada saat kombinasi bisnis diakui sebagai aset pada tanggal
      diperolehnya pengendalian (tanggal akuisisi). Goodwill diukur sebagai selisih dari imbalan
      yang dialihkan, jumlah setiap kepentingan nonpengendali pada pihak yang diakuisisi dan
      dalam hal bisnis kombinasi yang dilakukan secara bertahap pada nilai wajar dari kepentingan
      ekuitas yang sebelumnya dimiliki pihak pengakuisisi pada pihak yang diakuisisi (jika ada) atas
      jumlah selisih neto dari aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas yang diambil alih pada
      tanggal akuisisi.

      Untuk tujuan uji penurunan nilai, goodwill dialokasikan pada setiap unit penghasil kas dari
      Kelompok Usaha yang diharapkan memberikan manfaat dari sinergi kombinasi bisnis
      tersebut. Unit penghasil kas yang telah memperoleh alokasi goodwill diuji penurunan nilainya
      secara tahunan, dan ketika terdapat indikasi bahwa unit tersebut mengalami penurunan nilai.
      Jika jumlah terpulihkan dari unit penghasil kas kurang dari jumlah tercatatnya, rugi penurunan
      nilai dialokasikan pertama untuk mengurangi jumlah tercatat aset atas setiap goodwill yang
      dialokasikan pada unit dan selanjutnya ke aset lainnya dari unit dibagi prorata atas dasar
      jumlah tercatat setiap aset dalam unit tersebut. Rugi penurunan nilai yang diakui atas
      goodwill tidak dapat dibalik pada periode berikutnya.

   o. Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan

      Kelompok Usaha menerapkan PSAK No. 48 tentang “Penurunan Nilai Aset”. PSAK ini
      memberikan ketentuan pengungkapan tambahan untuk setiap aset individual (termasuk
      goodwill) atau unit penghasil kas (“UPK”), yang mana rugi penurunan nilai telah diakui atau
      dibalik selama periode berjalan.

      Pada setiap tanggal pelaporan, Kelompok Usaha menilai apakah terdapat indikasi aset
      mengalami penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut, atau jika uji penurunan nilai
      secara tahunan disyaratkan untuk aset tertentu, maka Kelompok Usaha mengestimasi jumlah
      terpulihkan aset tersebut.

      Jumlah terpulihkan suatu aset atau unit penghasil kas adalah jumlah yang lebih tinggi antara
      nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual dan nilai pakainya. Jika jumlah terpulihkan suatu
      aset lebih kecil dari nilai tercatatnya, nilai tercatat aset harus diturunkan menjadi sebesar
      jumlah terpulihkan. Rugi penurunan nilai dan pemulihan rugi penurunan nilai diakui segera
      dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.

      Penilaian dilakukan pada setiap akhir tahun pelaporan apakah terdapat indikasi bahwa rugi
      penurunan nilai yang telah diakui dalam tahun sebelumnya untuk aset selain goodwill
      mungkin tidak ada lagi atau mungkin telah menurun. Jika indikasi dimaksud ditemukan, maka
      entitas mengestimasi jumlah terpulihkan aset tersebut.

      Kerugian penurunan nilai yang telah diakui dalam tahun sebelumnya untuk aset selain
      goodwill dibalik hanya jika terdapat perubahan asumsi-asumsi yang digunakan untuk
      menentukan jumlah terpulihkan aset tersebut sejak rugi penurunan nilai terakhir diakui.
      Dalam hal ini, jumlah tercatat aset dinaikkan ke jumlah terpulihkannya. Pembalikan tersebut
      dibatasi sehingga jumlah tercatat aset tidak melebihi jumlah terpulihkannya maupun jumlah
      tercatat, setelah dikurangi penyusutan, seandainya tidak ada rugi penurunan nilai yang telah
      diakui untuk aset tersebut pada tahun sebelumnya. Pembalikan rugi penurunan nilai diakui
      dalam laba rugi. Setelah pembalikan tersebut, penyusutan aset tersebut disesuaikan di tahun
      mendatang untuk mengalokasikan jumlah tercatat aset yang direvisi, dikurangi nilai sisanya,
      dengan dasar yang sistematis selama sisa umur manfaatnya.

                                                                                                     17
Page 22
                     PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
                CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
             UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 Maret 2024
                    (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (Lanjutan)

   p. Sewa

      Kebijakan akuntansi yang diterapkan hingga 31 Desember 2019 adalah sebagai berikut:

      Sewa yang mengalihkan secara substansial semua risiko dan manfaat yang terkait dengan
      kepemilikan aset kepada lessee diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan. Pada awal masa
      sewa, sewa pembiayaan dikapitalisasi sebesar nilai wajar aset sewaan atau sebesar nilai kini
      dari pembayaran sewa minimum, jika nilai kini lebih rendah dari nilai wajar. Pembayaran
      sewa minimum dipisahkan antara bagian yang merupakan beban keuangan dan bagian yang
      merupakan pelunasan liabilitas sehingga menghasilkan suatu tingkat bunga periodik yang
      konstan atas saldo liabilitas.

      Beban keuangan dibebankan pada laporan laba rugi komprehensif konsolidasian. Aset
      sewaan yang dimiliki oleh lessee dengan dasar sewa pembiayaan dicatat pada akun aset
      tetap dan disusutkan sepanjang masa manfaat dari aset sewaan tersebut atau periode masa
      sewa, mana yang lebih pendek, jika tidak ada kepastian yang memadai bahwa lessee akan
      mendapatkan hak kepemilikan pada akhir masa sewa.

      Sewa yang tidak mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait
      dengan kepemilikan aset diklasifikasikan sebagai sewa operasi. Dengan demikian,
      pembayaran sewa diakui sebagai beban dengan dasar garis lurus (straight-line basis) selama
      masa sewa.

      Kebijakan akuntansi yang diterapkan sejak atau setelah 1 Januari 2020 adalah sebagai
      berikut:

      Kelompok Usaha sebagai penyewa

      Sewa dimana seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset secara
      signifikan berada pada lessor diklasifikasikan sebagai sewa operasi.

      Pembayaran sewa operasi diakui sebagai beban dengan dasar garis lurus selama masa
      sewa, kecuali terdapat dasar sistematis lain yang dapat lebih mencerminkan pola waktu dari
      manfaat ekonomi aset sewa pembiayaan yang dinikmati pengguna.

      Liabilitas sewa diukur pada nilai kini pembayaran sewa yang belum dibayar pada tanggal
      permulaan, didiskontokan dengan menggunakan suku bunga implisit dalam sewa atau jika
      suku bunga tersebut tidak dapat ditentukan, maka menggunakan suku bunga pinjaman
      inkremental. Pada umumnya, Kelompok Usaha menggunakan suku bunga pinjaman
      inkremental sebagai tingkat bunga diskonto.

      Kelompok Usaha sebagai pesewa

      Ketika Kelompok Usaha bertindak sebagai pesewa, Kelompok Usaha mengklasifikasi
      masing-masing sewanya baik sewa operasi atau sewa pembiayaan. Untuk mengklasifikasi
      masing-masing sewa, Kelompok Usaha membuat penilaian secara keseluruhan atas apakah
      sewa mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan
      kepemilikan aset pendasar. Jika penilaian membuktikan hal tersebut, maka sewa
      diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan; jika tidak, maka merupakan sewa operasi.

      Apabila aset disewakan melalui sewa operasi, aset disajikan di laporan posisi keuangan
      konsolidasian sesuai sifat aset tersebut. Penghasilan sewa diakui sebagai pendapatan
      dengan dasar garis lurus selama masa sewa.




                                                                                               18
Page 23
                    PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
               CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
            UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 Maret 2024
                   (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (Lanjutan)

   q. Pengakuan Pendapatan dan Beban

      Pendapatan diakui bila besar kemungkinan manfaat ekonomi akan diperoleh oleh Kelompok
      Usaha dan jumlahnya dapat diukur secara handal. Pendapatan diukur pada nilai wajar
      imbalan yang diterima, tidak termasuk diskon, rabat dan pajak penjualan (PPN).

      Kebijakan akuntansi yang diterapkan hingga 31 Desember 2019

      Pendapatan diakui pada saat penyerahan barang kepada pelanggan.

      Beban diakui pada saat terjadinya (metode akrual).

      Kebijakan akuntansi yang diterapkan sejak atau setelah 1 Januari 2020

      Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan

      Pengakuan pendapatan harus memenuhi lima (5) langkah analisa sebagai berikut:

      1) Identifikasi kontrak dengan pelanggan.
      2) Identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak. Kewajiban pelaksanaan merupakan
         janji-janji dalam kontrak untuk menyerahkan barang atau jasa yang memiliki karakteristik
         berbeda ke pelanggan.
      3) Penetapan harga transaksi. Harga transaksi merupakan jumlah imbalan yang berhak
         diperoleh suatu entitas sebagai kompensasi atas diserahkannya barang atau jasa yang
         dijanjikan ke pelanggan. Jika imbalan yang dijanjikan di kontrak mengandung suatu
         jumlah yang bersifat variable, maka Kelompok Usaha membuat estimasi jumlah imbalan
         tersebut sebesar jumlah yang diharapkan berhak diterima atas diserahkannya barang
         atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan dikurangi dengan estimasi jumlah jaminan kinerja
         jasa yang akan dibayarkan selama periode kontrak.
      4) Alokasi harga transaksi ke setiap kewajiban pelaksanaan dengan menggunakan dasar
         harga jual berdiri sendiri relative dari setiap barang atau jasa berbeda yang dijanjikan di
         kontrak. Ketika tidak dapat diamati secara langsung, harga jual berdiri sendiri relatif
         diperkirakan berdasarkan biaya yang diharapkan ditambah margin.
      5) Pengakuan pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi dengan
         menyerahkan barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan (ketika pelanggan telah
         memiliki kendali atas barang atau jasa tersebut).

      Kelompok Usaha mengalihkan pengendalian atas barang atau jasa sepanjang waktu
      (“overtime”), jika satu dari kriteria berikut terpenuhi:
      1) Pelanggan secara simultan menerima dan mengonsumsi manfaat yang dihasilkan dari
          pelaksanaan Kelompok Usaha selama Kelompok Usaha melaksanakan kewajiban
          pelaksanaannya;

      2) Pelaksanaan Kelompok Usaha menimbulkan atau meningkatkan aset (sebagai contoh,
         pekerjaan dalam proses) yang dikendalikan pelanggan selama aset tersebut ditimbulkan
         atau ditingkatkan; atau

      Jika kewajiban pelaksanaan tidak terpenuhi sepanjang waktu, maka Kelompok Usaha
      memenuhi kewajiban pelaksanaan pada waktu tertentu (“at a point in time”). Kelompok Usaha
      mempertimbangkan indikator pengalihan pengendalian, yang mencakup, tetapi tidak terbatas
      pada hal berikut:
      1) Kelompok Usaha memiliki hak kini atas pembayaran aset;
      2) Pelanggan memiliki hak kepentingan legal atas aset;
      3) Kelompok Usaha telah mengalihkan kepemilikan fisik atas aset;
      4) Pelanggan memiliki risiko dan manfaat signifikan atas kepemilikan aset;
      5) Pelanggan telah menerima aset.

                                                                                                 19
Page 24
                      PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
                 CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
              UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 Maret 2024
                     (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (Lanjutan)

        Kelompok Usaha mengakui pendapatan ketika terjadi pengalihan pengendalian atas suatu
        produk kepada pelanggan.

   r.   Imbalan Kerja

        Imbalan kerja jangka pendek

        Imbalan kerja jangka pendek diakui pada saat terutang kepada karyawan.

        Imbalan pasca-kerja

        kelompok Usaha menentukan liabilitas imbalan kerja sesuai dengan Undang-undang
        Ketenagakerjaan No. 13/2003 (“Undang-undang”) tanggal 25 Maret 2003. Perhitungan
        imbalan kerja ditentukan dengan menggunakan metode projected unit credit.

        Keuntungan dan kerugian aktuarial yang timbul dari penyesuaian pengalaman dan
        perubahan asumsi aktuarial dikreditkan atau dibebankan sebagai ekuitas dalam penghasilan
        komprehensif lain dalam periode terjadinya.

        Beban jasa lalu yang timbul dari amandemen atau kurtailmen program diakui sebagai beban
        dalam laba rugi pada saat terjadinya.

        Imbalan kerja jangka panjang lainnya

        Imbalan kerja jangka panjang lainnya terdiri dari penghargaan masa kerja dan cuti
        berimbalan jangka panjang. Imbalan ini dihitung dengan menggunakan metodologi yang
        sama dengan metodologi yang digunakan dalam perhitungan pensiun imbalan pasti, dan
        dinilai setiap tahun oleh aktuaris independen yang memenuhi syarat.

   s.   Pajak Penghasilan

        Beban pajak kini ditetapkan berdasarkan taksiran laba kena pajak periode berjalan.

        Aset pajak kini dan liabilitas pajak kini dilakukan saling hapus ketika entitas memiliki hak yang
        dapat dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus jumlah yang diakui; dan
        bermaksud untuk menyelesaikan dengan dasar neto, atau merealisasikan asset dan
        menyelesaikan liabilitas secara bersamaan.

        Aset dan liabilitas pajak tangguhan diakui atas perbedaan temporer antara aset dan liabilitas
        untuk tujuan komersial dan untuk tujuan perpajakan setiap tanggal pelaporan. Manfaat
        pajak di masa mendatang, seperti saldo rugi fiskal yang belum digunakan, diakui sejauh
        besar kemungkinan realisasi atas manfaat pajak tersebut.

        Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur pada tarif pajak yang diharapkan akan digunakan
        pada periode ketika aset direalisasi atau ketika liabilitas dilunasi berdasarkan tarif pajak (dan
        peraturan perpajakan) yang berlaku atau secara substansial telah diberlakukan pada akhir
        periode pelaporan.

        Aset dan liabilitas pajak tangguhan dilakukan saling hapus jika dan hanya jika entitas memiliki
        hak secara hukum untuk saling hapus aset pajak kini terhadap liabilitas pajak kini, dan aset
        pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan terkait dengan pajak penghasilan yang
        dikenakan oleh otoritas perpajakan atas entitas kena pajak, yang sama atau entitas kena
        pajak berbeda yang bermaksud untuk memulihkan aset dan liabilitas pajak kini dengan
        dasar neto, atau merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara bersamaan, pada
        setiap periode masa depan yang mana jumlah signifikan atas aset atau liabilitas pajak
        tangguhan diharapkan diselesaikan atau dipulihkan.


                                                                                                      20
Page 25
                      PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
                 CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
              UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 Maret 2024
                     (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (Lanjutan)


        Jumlah tambahan pokok dan denda pajak berdasarkan Surat Ketetapan Pajak (“SKP”) diakui
        sebagai pendapatan atau beban dalam laba rugi tahun/periode berjalan. Namun jika diajukan
        upaya penyelesaian selanjutnya, jumlah tersebut ditangguhkan pembebanannya sepanjang
        memenuhi kriteria pengakuan aset.

   t.   Laba per Saham

        Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba atau rugi yang dapat diatribusikan
        kepada pemegang saham biasa entitas induk, dengan jumlah rata-rata tertimbang saham
        biasa yang beredar, dalam satu periode.

        Kelompok Usaha tidak mempunyai efek berpotensi saham biasa yang bersifat dilutif pada
        tanggal 31 Desember 2020 dan 2019.

   u. Segmen Operasi

        Kelompok Usaha mengungkapkan informasi yang memungkinkan pengguna laporan
        keuangan untuk mengevaluasi sifat dan dampak keuangan dari aktivitas bisnis dan
        menggunakan “pendekatan manajemen” dalam menyajikan informasi segmen menggunakan
        dasar yang sama seperti halnya pelaporan internal.

        Segmen operasi dilaporkan dengan cara yang konsisten dengan pelaporan internal yang
        disampaikan kepada pengambil keputusan operasional. Dalam hal ini pengambil keputusan
        operasional yang mengambil keputusan strategis adalah Dewan Direksi.

   v.   Provisi dan Kontingensi

        Provisi diakui jika Kelompok Usaha memiliki liabilitas kini (baik bersifat hukum maupun
        bersifat konstruktif) yang akibat peristiwa masa lalu besar kemungkinannya penyelesaian
        liabilitas tersebut mengakibatkan arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat
        ekonomi dan estimasi yang andal mengenai jumlah liabilitas tersebut dapat dibuat.
        Provisi ditelaah pada setiap akhir periode pelaporan           dan    disesuaikan     untuk
        mencerminkan estimasi terbaik yang paling kini. Jika tidak terdapat kemungkinan arus keluar
        sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi untuk menyelesaikan kewajiban tersebut,
        provisi tidak diakui.

        Aset dan liabilitas kontinjensi tidak diakui dalam laporan keuangan konsolidasian tetapi
        diungkapkan, kecuali arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi
        kemungkinannya kecil. Aset kontinjensi tidak diakui dalam laporan keuangan konsolidasian
        tetapi diungkapkan apabila terdapat kemungkinan besar arus masuk manfaat ekonomis akan
        diperoleh.

   w. Dividen

        Pembagian dividen final diakui sebagai liabilitas ketika dividen tersebut disetujui Rapat Umum
        Pemegang Saham Perseroan. Pembagian dividen diakui sebagai liabilitas ketika dividen
        disetujui berdasarkan keputusan rapat Direksi sesuai dengan Anggaran Dasar Perseroan.

   x.   Akuntasi Aset dan Liabilitas Pengampunan Pajak

        PSAK 70 ”Akuntansi Aset dan Liabilitas Pengampunan Pajak memberikan pengaturan
        akuntansi atas aset dan liabilitas yang timbul dari pengampunan pajak, dimana entitas dapat
        memilih menerapkan kebijakan akuntansi sesuai dengan SAK lain yang relevan dalam
        mengakui, mengukur, menyajikan dan mengungkapkan aset dan liabilitas pengampunan
        pajak atau menerapkan kebijakan akuntansi sesuai PSAK No. 70.


                                                                                                   21
Page 26
                     PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
                CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
             UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 Maret 2024
                    (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (Lanjutan)

       Kelompok Usaha telah menerapkan PSAK ini dan telah melengkapi persyaratan mengenai
       informasi akuntansi Aset dan Liabilitas Pengampunan Pajak.

       Aset Pengampunan Pajak dan Liabilitas Pengampunan Pajak diakui pada saat Surat
       Keterangan Penganpunan Pajak (SKPP) diterbitkan oleh Menteri Keuangan Republik
       Indonesia, dan tidak diakui secara neto (saling hapus). Selisih antara Aset Pengampunan
       Pajak dan Liabilitas Pengampunan Pajak diakui sebagai Tambahan Modal Disetor.

       Kelompok Usaha telah menerapkan PSAK ini dan telah melengkapi persyaratan mengenai
       informasi akuntansi Aset dan Liabilitas Pengampunan Pajak.

       Aset Pengampunan Pajak pada awalnya diakui sebesar nilai yang disetujui dalam SKPP.

       Liabilitas Pengampunan Pajak pada awalnya diakui sebesar nilai kas dan setara kas yang
       masih harus dibayarkan oleh Kelompok Usaha sesuai kewajiban kontraktual atas perolehan
       Aset Pengampunan Pajak.

       Uang tebusan yang dibayarkan oleh Kelompok Usaha untuk memperoleh pengampunajan
       pajak diakui sebagai beban pada periode dimana SKPP diterima oleh Kelompok Usaha.

       Setelah pengakuan awal, Aset dan Liabilitas Pengampunan Pajak diukur sesuai dengan SAK
       yang relevan sesuai dengan klasifikasi masing-masing Aset dan Liabilitas Pengampunan
       Pajak.

       Sehubungan dengan Aset dan Liabilitas Pengampunan Pajak yang diakui, Kelompok Usaha
       mengungkapkan dalam laporan keuangannya:
          a. Tanggal SKPP;
          b. Jumlah yang diakui sebagai Aset Pengampunan Pajak sesuai SKPP;
          c. Jumlah yang diakui sebagai Liabilitas Pengampunan Pajak.


3. ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI YANG PENTING

   Penyusunan laporan keuangan konsolidasian sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di
   Indonesia mewajibkan manajemen untuk membuat pertimbangan, estimasi dan asumsi yang
   mempengaruhi jumlah-jumlah yang dilaporkan dalam laporan keuangan. Sehubungan dengan
   adanya ketidakpastian yang melekat dalam membuat estimasi, hasil sebenarnya yang dilaporkan
   di masa mendatang dapat berbeda dengan jumlah estimasi yang dibuat.

   Kelompok Usaha mendasarkan asumsi dan estimasi pada parameter yang tersedia pada saat
   laporan keuangan disusun. Asumsi dan situasi mengenai perkembangan masa depan mungkin
   berubah akibat perubahan pasar atau situasi diluar kendali Kelompok Usaha. Perubahan tersebut
   dicerminkan dalam asumsi terkait pada saat terjadinya.

   Pertimbangan, estimasi dan asumsi berikut ini dibuat oleh manajemen dalam rangka penerapan
   kebijakan akuntansi Kelompok Usaha yang memiliki pengaruh paling signifikan atas jumlah yang
   diakui dalam laporan keuangan konsolidasian:

   Menentukan klasifikasi aset dan liabilitas keuangan

   Kelompok Usaha menetapkan klasifikasi atas aset dan liabilitas tertentu sebagai aset keuangan
   dan liabilitas keuangan dengan mempertimbangkan apakah definisi yang ditetapkan PSAK No.
   55 (Revisi 2014) dipenuhi. Dengan demikian, aset keuangan dan liabilitas keuangan diakui sesuai
   dengan kebijakan akuntansi Kelompok Usaha seperti diungkapkan pada Catatan 2.




                                                                                               22
Page 27
                     PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
                CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
             UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 Maret 2024
                    (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

3. ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI YANG PENTING (Lanjutan)


   Menentukan nilai wajar dan perhitungan amortisasi biaya perolehan dari instrumen keuangan

   Kelompok Usaha mencatat aset dan liabilitas keuangan tertentu pada nilai wajar dan pada biaya
   perolehan yang diamortisasi, yang mengharuskan penggunaan estimasi akuntansi. Sementara
   komponen signifikan atas pengukuran nilai wajar dan asumsi yang digunakan dalam perhitungan
   amortisasi biaya perolehan ditentukan menggunakan bukti objektif yang dapat diverifikasi, jumlah
   nilai wajar atau amortisasi dapat berbeda bila Kelompok Usaha menggunakan metodologi
   penilaian atau asumsi yang berbeda.

   Perubahan tersebut dapat mempengaruhi secara langsung laba atau rugi Kelompok Usaha.
   Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam Catatan 33.

   Menilai jumlah terpulihkan dari aset keuangan

   Kelompok Usaha mengevaluasi akun piutang tertentu yang diketahui bahwa pelanggan tertentu
   tidak dapat memenuhi kewajiban keuangannya.

   Dalam hal tersebut, Kelompok Usaha menggunakan pertimbangan, berdasarkan fakta dan situasi
   yang tersedia, termasuk namun tidak terbatas pada, jangka waktu hubungan dengan pelanggan
   dan status kredit dari pelanggan berdasarkan catatan kredit dari pihak ketiga yang tersedia dan
   faktor pasar yang telah diketahui, untuk mencatat penyisihan spesifik atas pelanggan terhadap
   jumlah terutang guna mengurangi jumlah piutang yang diharapkan dapat diterima oleh Kelompok
   Usaha. Penyisihan spesifik ini dievaluasi kembali dan disesuaikan jika tambahan informasi yang
   diterima mempengaruhi jumlah penyisihan atas penurunan nilai piutang. Penjelasan lebih rinci
   diungkapkan dalam Catatan 5 dan 6.

   Menentukan metode penyusutan dan estimasi umur manfaat aset tetap dan aset hak guna

   Biaya perolehan aset tetap disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan
   taksiran masa manfaat ekonomisnya. Manajemen mengestimasi masa manfaat ekonomis aset
   tetap 4 (empat) tahun sampai dengan 20 (dua puluh) tahun. Ini adalah umur yang secara umum
   diharapkan dalam industri dimana Kelompok Usaha menjalankan bisnisnya. Perubahan tingkat
   pemakaian dan perkembangan teknologi dapat mempengaruhi masa manfaat ekonomis dan nilai
   sisa aset, dan karenanya biaya penyusutan masa depan mungkin direvisi. Penjelasan lebih rinci
   diungkapkan dalam Catatan 11.

   Aset hak guna disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa
   manfaat ekonomisnya. Manajemen mengestimasi masa manfaat ekonomis aset hak guna selama
   dua (2) sampai dengan dua puluh (20) tahun. Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam Catatan
   12.

   Menilai jumlah terpulihkan dari aset non-keuangan

   Penyisihan penurunan nilai pasar dan keusangan persediaan diestimasi berdasarkan fakta dan
   situasi yang tersedia, termasuk namun tidak terbatas kepada, kondisi fisik persediaan yang
   dimiliki, harga jual pasar, estimasi biaya penyelesaian dan estimasi biaya yang timbul untuk
   penjualan. Provisi dievaluasi kembali dan disesuaikan jika terdapat tambahan informasi yang
   mempengaruhi jumlah yang diestimasi. Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam Catatan 7.

   Jumlah pemulihan atas aset tetap didasarkan pada estimasi dan asumsi khususnya mengenai
   prospek pasar dan arus kas terkait dengan aset. Estimasi arus kas masa depan mencakup
   perkiraan mengenai pendapatan masa depan. Setiap perubahan dalam asumsi-asumsi ini
   mungkin memiliki dampak material terhadap pengukuran jumlah terpulihkan dan bisa
   mengakibatkan penyesuaian penyisihan penurunan nilai yang sudah dibukukan. Penjelasan lebih
   rinci diungkapkan dalam Catatan 11.


                                                                                                23
Page 28
                     PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
                CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
             UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 Maret 2024
                    (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

3. ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI YANG PENTING (Lanjutan)

   Estimasi beban pensiun dan imbalan kerja

   Penentuan liabilitas dan biaya pensiun dan liabilitas imbalan kerja Kelompok Usaha bergantung
   pada pemilihan asumsi yang digunakan oleh aktuaris independen dalam menghitung jumlah-
   jumlah tersebut. Asumsi tersebut termasuk antara lain, tingkat diskonto, tingkat kenaikan gaji
   tahunan, tingkat pengunduran diri karyawan tahunan, tingkat kecacatan, umur pensiun dan
   tingkat kematian. Sementara Kelompok Usaha berkeyakinan bahwa asumsi tersebut adalah
   wajar dan sesuai, perbedaan signifikan pada hasil aktual atau perubahan signifikan dalam asumsi
   yang ditetapkan Kelompok Usaha dapat mempengaruhi secara material liabilitas diestimasi atas
   pensiun dan imbalan kerja dan beban imbalan kerja neto. Penjelasan lebih rinci diungkapkan
   dalam Catatan 21.

   Menentukan pajak penghasilan

   Pertimbangan signifikan dilakukan dalam menentukan provisi atas pajak penghasilan badan.
   Terdapat transaksi dan perhitungan tertentu yang penentuan pajak akhirnya adalah tidak pasti
   sepanjang kegiatan usaha normal. Kelompok Usaha mengakui liabilitas atas pajak penghasilan
   badan berdasarkan estimasi apakah akan terdapat tambahan pajak penghasilan badan.
   Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam Catatan 17.

   Kelompok Usaha menelaah aset pajak tangguhan pada setiap tanggal pelaporan dan
   mengurangi nilai tercatat sepanjang tidak ada kemungkinan bahwa laba kena pajak memadai
   untuk mengkompensasi sebagian atau seluruh aset pajak tangguhan. Kelompok Usaha juga
   menelaah waktu yang diharapkan dan tarif pajak atas pemulihan perbedaan temporer dan
   menyesuaikan pengaruh atas pajak tangguhan yang sesuai. Penjelasan lebih rinci diungkapkan
   dalam Catatan 17f.

   Mengevaluasi provisi dan kontinjensi

   Kelompok usaha melakukan pertimbangan untuk membedakan antara provisi dan kontinjensi
   serta mempersiapkan provisi yang sesuai untuk proses hukum atau kewajiban konstruktif, jika
   ada, sesuai dengan kebijakan provisinya dan mempertimbangkan risiko dan ketidakpastian yang
   relevan.




                                                                                               24
Page 29
                      PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
                 CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
              UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 Maret 2024
                     (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

4. KAS DAN SETARA KAS

                                                                 31-Mar-24        31-Des-23
   Kas
     Rupiah                                                        534,982,934      576,794,634
                                                                   534,982,934      576,794,634
   Kas di Bank
     Rupiah
       PT Bank Mandiri (Persero) Tbk                              8,143,371,697    2,013,341,738
       PT Bank Central Asia Tbk                                   2,265,262,292      922,299,687
       PT Bank Rakyat Indonesia                                       3,716,832        1,496,059
       PT BPD Jawa Timur Tbk                                        385,732,041      729,980,510
       PT Bank Danamon Indonesia Tbk                                        -         77,980,480
       PT Bank CIMB Niaga Tbk                                               -                -
       PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk                         5,180,000        3,716,832
       PT BPD Jawa Barat dan Banten Tbk                              38,542,265        5,330,000
       PT BPD Sulselbar                                                     -                -

       Sub-total                                                 10,841,805,126    3,754,145,306
     Dolar AS
       PT Bank Mandiri (Persero) Tbk                               965,695,806     1,055,220,114
       PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk                        2,590,054         2,621,400
       Sub-total                                                   968,285,860     1,057,841,514
     Euro
       PT Bank Mandiri (Persero) Tbk                               825,247,868      917,833,953
     Total kas di bank                                           12,635,338,854    5,729,820,773
   Deposito berjangka
     Rupiah
       PT Bank Central Asia Tbk                                     50,000,000       50,000,000
       PT Bank Mandiri (Persero) Tbk                                       -                -
     Total deposito berjangka                                       50,000,000       50,000,000
   Total                                                         13,220,321,788    6,356,615,407




  Pada tanggal 31 Desember 2022, AA mencatat deposito berjangka pada PT Bank Central Asia
  Tbk, dalam mata uang Rupiah dengan jangka waktu satu (1) bulan sebesar Rp250.000.000 dan
  dapat diperpanjang secara otomatis dengan suku bunga sebesar 2,68% pertahun. Deposito pada
  PT Bank Mandiri (Persero) Tbk sudau dicairkan sebesar Rp.200.000.000 pada tanggal 4 Maret
  2022.

  Seluruh kas di bank dan deposito berjangka ditempatkan pada pihak ketiga.




                                                                                              25
Page 30
                     PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
                CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
             UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 Maret 2024
                    (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

5. PIUTANG USAHA
                                                                 31-Mar-24          31-Des-23
   Pihak ketiga
     PT Aneka Tambang (Persero) Tbk                              1,715,118,921      1,040,979,150
     PT Tanah Sumber Makmur                                      1,485,000,000      2,069,039,995
     PT Indocement Tunggal Prakarsa                                189,410,400      1,587,181,130
     PT Perusahaan Listrik Negara (Persero)                      1,634,154,080                -
     PT Amman Mineral Nusa Tenggara                                        -        1,286,578,652
     PT Patra Logistik                                                     -        1,163,280,000
     PT Pertamina Hulu Mahakam                                   1,906,648,112      1,593,921,600
     PT Solusi Bangun Indonesia Tbk                                        -        1,023,703,696
     Lain-lain (saldo dibawah Rp1 milyar)                       49,030,558,294     30,783,336,836
     Total pihak ketiga                                         55,960,889,807     40,548,021,059
   Dikurangi penyisihan kerugian penurunan piutang              (7,725,910,299)    (4,881,735,051)
   Pihak ketiga - neto                                          48,234,979,508     35,666,286,008
   Neto                                                         48,234,979,508     35,666,286,008


  Rincian daftar umur piutang usaha adalah sebagai berikut:

                                                              31-Mar-24           31-Des-23
   Balum jatuh tempo                                          47,004,894,213      28,030,672,810
   Jatuh tempo
     1 sampai dengan 30 hari                                   3,808,016,061       3,762,666,900
     31 sampai dengan 60 hari                                  1,305,467,751       1,928,006,880
     61 sampai dengan 90 hari                                    650,363,278         557,190,625
     Lebih dari 90 hari                                        3,192,148,504       6,269,483,844
   Total                                                      55,960,889,807      40,548,021,059
   Dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai piutang        (7,725,910,299)     (4,881,735,051)
   Neto                                                       48,234,979,508      35,666,286,008
  Mutasi penyisihan kerugian penurunan nilai piutang adalah sebagai berikut:

                                                              31-Mar-24           31-Dec-23
   Saldo awal tahun                                            4,881,735,051       4,479,240,037
   Penyesuaian saldo atas Penerapan PSAK No. 71                          -                   -
   Saldo setelah penerapan PSAK No. 71                         4,881,735,051       4,479,240,037
   Pemulihan                                                   1,435,487,726      (1,006,192,508)
   Kerugian penurunan nilai                                    1,408,687,522       1,408,687,522
     periode berjalan (catatan 28)                                       -                   -
   Penghapusan piutang yang telah disisihkan                             -                   -
   Neto                                                        7,725,910,299       4,881,735,051


  Piutang usaha menggunakan mata uang Rupiah.

  Berdasarkan penelaahan atas kolektibilitas masing-masing piutang usaha pada awal periode
  bahwa penyisihan kerugian penurunan nilai piutang adalah cukup untuk menutup kemungkinan
  kerugian atas tidak tertagihnya piutang usaha.
  Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, piutang usaha Kelompok Usaha dijadikan
  sebagai jaminan pinjaman bank jangka pendek (Catatan 13).

                                                                                                26
Page 31
                     PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
                CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
             UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 Maret 2024
                    (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

6. PIUTANG LAIN-LAIN

                                                                  31-Mar-24            31-Des-23
   Pihak Ketiga
     PT Tanah Sumber Makmur                                        8,627,203,359       8,627,203,359
     PT Batam Citra International                                  1,150,000,000       1,150,000,000
     Lain-lain (dibawah Rp 500juta)                                6,311,102,443       1,352,196,100
   Total pihak ketiga                                            16,088,305,802       11,129,399,459
   Total                                                         16,088,305,802       11,129,399,459
   Dikurangi penyisihan kerugian
       penurunan nilai piutang                                      (759,867,678)       (759,867,678)
   Total pihak ketiga-neto                                       15,328,438,124       10,369,531,781



   Mutasi penyisihan kerugian penurunan nilai piutang adalah sebagai berikut:
                                                             31-Mar-24              31-Des-23
   Saldo awal tahun                                            759,867,678           759,867,678
   Pencadangan selama tahun berjalan                                   -                     -
   Saldo Akhir Periode                                         759,867,678           759,867,678


   PT Tanah Sumber Makmur

   Pada tanggal 29 Desember 2020, Perusahaan menandatangani Perjanjian Pengakuan Hutang
   dengan PT Tanah Sumber Makmur (“TSM”) atas pinjaman yang diberikan Perusahaan kepada
   TSM. Pinjaman ini dikenakan bunga sebesar 3,25% per tahun dengan jangka waktu pinjaman
   selama satu (1) tahun. Aset TSM dijadikan jaminan untuk pelunasan pinjaman Perusahaan
   kepada Bank Mandiri sehubungan dengan perjanjian ini. Perjanjian ini telah diperpanjang
   beberapa kali, terakhir dengan jatuh tempo sampai dengan 28 Desember 2023 (Catatan 14).

   Ahmad Irpangi

   Piutang lain-lain kepada Ahmad Irpangi sebesar Rp5.158.000.000 pada tanggal 31 Desember
   2022 dan sebesar Rp10.115.608.256 pada tanggal 31 Desember 2021, merupakan piutang atas
   pengalihan saham Perusahaan di PT BCI dan AA di SPU. Pada tanggal 20 Agustus 2020, AA
   telah melakukan penjualan atas seluruh kepemilikan saham di SPU sebesar Rp.5.200.000.000
   dengan harga Rp10.010.000.000 (Catatan 1). Pada tanggal 27 Agustus 2020, Perusahaan telah
   melakukan penjualan atas seluruh kepemilikan saham pada BCI sebesar Rp500.000.000 dengan
   harga Rp.923.700.000.


7. PERSEDIAAN
                                                                   31-Mar-24            31-Dec-23
   Barang jadi                                                    48,757,036,828       46,472,478,836
   Barang dalam proses                                             4,393,727,267        3,691,527,411
   Bahan baku, bahan pembantu dan suku cadang                      3,708,831,601        4,064,047,227
   Barang dalam perjalanan                                        37,012,717,070       35,906,298,196
   Jumlah                                                         93,872,312,766       90,134,351,670
   Dikurangi penyisihan kerugian atas persediaan usang                       -                    -
   Neto                                                           93,872,312,766       90,134,351,670




                                                                                                27
Page 32
                     PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
                CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
             UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 Maret 2024
                    (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

7. PERSEDIAAN (Lanjutan)


   Mutasi penyisihan persediaan usang sebagai berikut:
                                                             31-Mar-24          31-Dec-23
   Saldo awal tahun                                                      -                   -
   Penyisihan selama tahun berjalan                                      -                   -
   Saldo Akhir Tahun                                                     -                   -


   Manajemen berpendapat bahwa penyisihan persediaaan usang adalah cukup untuk menutupi
   kemungkinan kerugian atas persediaan usang.
   Persediaan telah diasuransikan terhadap risiko kebakaran, pencurian dan risiko lainnya
   berdasarkan suatu paket polis tertentu        dengan    nilai pertanggungan   sebesar
   Rp168.286.762.938 tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023. Manajemen berpendapat
   bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian atas
   persediaan yang dipertanggungkan.
   Persediaan masing-masing pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 digunakan
   sebagai jaminan atas fasilitas pinjaman bank jangka pendek (Catatan 13).



8. BIAYA DIBAYAR DIMUKA



                                                            31 Mar 2024         31-Dec-23
   Sewa                                                                -        2,184,424,067
   Asuransi                                                    220,024,138         19,072,451
   Lain-lain (dibawah Rp 10juta)                                       -          285,034,906
   Total                                                       220,024,138      2,488,531,424




9. ASET LANCAR LAINNYA

                                                             31-Mar-24          31-Dec-23
   Uang muka pembelian                                       9,113,433,967      6,958,645,337
   Kas/dana yang dibatasi penggunaannya                      2,036,000,000      2,036,000,000
   Lain-lain (dibawah Rp 10juta)                             1,838,134,559      1,832,018,923
   Total                                                    12,987,568,526     10,826,664,260



   Pada tanggal 31 Desember 2017, Perusahaan mencatat deposito berjangka pada PT Bank
   Mandiri (Persero) Tbk dengan jangka waktu 3 (tiga) bulan dan dapat di perpanjang secara
   otomatis dalam mata uang Rupiah sebesar Rp1.836.000.000 dan Rp200.000.000 dengan suku
   bunga masing-masing sebesar 6% dan 5,75%.

   Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, deposito berjangka Kelompok Usaha
   dijadikan sebagai jaminan pinjaman bank jangka pendek (Catatan 14).



                                                                                        28
Page 33
                     PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
                CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
             UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 Maret 2024
                    (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

10. INVESTASI PADA VENTURA BERSAMA

  PT Tira Stahlindo Indonesia

  Pada tanggal 2 Agustus 2017, PT Alpha Austenite (AA) (Entitas anak) menandatangani perjanjian
  usaha patungan dengan PT Stahlindo Engineering untuk membentuk usaha patungan yang
  berdomisili di Bogor. Pada tanggal 2 Agustus 2017, PT Tira Stahlindo Indonesia (TSI) didirikan
  berdasarkan Akta Pendirian Perseroan Terbatas No 01, Notaris Jana Hanna Waturangi, S.H.,
  Notaris di Jakarta. AA memiliki 3.125 saham dengan kepemilikan 50% di TSI.

  Investasi tersebut dicatat dalam laporan posisi keuangan konsolidasian di bawah akun “Investasi
  pada Ventura Bersama” sebesar Rp781.250.000. TSI ditentukan untuk memulai operasi pada
  tahun 2017. Pada tanggal 29 September 2017 AA sudah membayar harga saham di TSI.

  Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat TSI No. 04 tanggal 9 Januari 2019, oleh Jana
  Hanna Waturagi, S.H. disebutkan bahwa para pemegang saham Perseroan seperti tertera dalam
  Keputusan Sirkuler Pemegang Saham Tanpa Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa
  Perusahaan, yang keputusannya telah ditangatangani seluruhnya oleh pemegang saham
  Perseroan pada tanggal 13 Desember 2018, menyetujui sepenuhnya untuk menambah modal
  Perseroan sebesar Rp391.250.000 atau sebanyak 1.565 lembar saham. Akta ini telah
  dikukuhkan dengan SK Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia No. AHU-AH.01.03-0050864,
  tanggal 25 Januari 2019.

  Perubahan Anggaran Dasar ini merubah prosentase kepemilikan modal AA di TSI dari 50%
  menjadi 60%. Penambahan modal ini telah disetorkan AA di 19 Desember 2018.

  Sampai dengan tanggal 30 September 2023, Perusahaan masih menerapkan metode ekuitas
  sebagai kebijakan akuntansinya dalam mencatat investasi kepemilikan pada PT Tira Stahlindo
  Indonesia.


                                                                 31-Mar-24            31-Dec-23
   PT Tira Stahlindo Indonesia
    Saldo awal                                                     979,465,924        1,202,205,224
    Bagian atas laba neto dari entitas ventura bersama                     -           (222,739,300)
   Saldo akhir                                                     979,465,924          979,465,924
   Jumlah                                                          979,465,924          979,465,924




  Bagian Kelompok Usaha atas asset dan liabilitas adalah sebagai berikut:

                                                                 31-Mar-24            31-Dec-23
                                                                     TSI                 TSI
   Aset                                                                      -                    -
   Liabilitas                                                                -                    -
   Laba                                                                      -                    -
   % kepemilikan                                                               0%                  0%




                                                                                               29
Page 34
                          PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                  UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 Maret 2024
                         (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

11. ASET TETAP

                                        Saldo                                                   Surplus             Saldo
                                       1-Jan-24         Penambahan       Pengurangan         Revaluasi Aset       31-Mar-24
   Harga Perolehan
   Pemilikan langsung
   Tanah                              148,195,451,124              -                 -                    -       148,195,451,124
   Bangunan dan prasarana              26,922,350,330              -                 -                    -        26,922,350,330
   Mesin dan peralatan                 10,335,895,732      258,000,000               -                    -        10,593,895,732
   Tabung gas                          36,516,794,248              -        (254,638,937)                 -        36,262,155,311
   Kendaraan bermotor                   4,793,853,979              -                                      -         4,793,853,979
   Perabot dan perlengkapan kantor     20,599,633,024       42,886,470       (45,665,882)                 -        20,596,853,612
   Sub-total                          247,363,978,437      300,886,470      (300,304,819)                 -       247,364,560,088
   Aset Dalam Pengerjaan
   Aset dalam pengerjaan               10,896,161,582                -    (4,800,000,000)                 -         6,096,161,582
   Total Biaya Perolehan              258,260,140,019      300,886,470    (5,100,304,819)                 -       253,460,721,670
   Akumulasi penyusutan
   Pemilikan langsung
   Bangunan dan prasarana              22,736,080,766      192,108,997               -                    -        22,928,189,763
   Mesin dan peralatan                  6,001,088,268      220,354,343               -                    -         6,221,442,611
   Tabung gas                          34,236,611,030      130,215,537      (254,638,937)                 -        34,112,187,630
   Kendaraan                            4,698,956,211       23,724,432                                    -         4,722,680,643
   Perabot dan perlengkapan kantor     16,754,329,514      133,150,120       (45,665,882)                 -        16,841,813,752
   Total Akumulasi Penyusutan          84,427,065,789      699,553,429      (300,304,819)                 -        84,826,314,399
   Jumlah Tercatat                    173,833,074,230                                                             168,634,407,271




                                        Saldo                                                    Surplus              Saldo
                                      1-Jan-23          Penambahan        Pengurangan         Revaluasi Aset        1-Dec-23
  Harga Perolehan
  Pemilikan langsung
  Tanah                              148,195,451,124               -                  -                   -       148,195,451,124
  Bangunan dan prasarana              26,353,106,950       420,959,742                -           148,283,638      26,922,350,330
  Mesin dan peralatan                  7,614,060,069       108,624,271       (761,488,608)      3,374,700,000      10,335,895,732
  Tabung gas                          36,878,823,344               -         (362,029,096)                -        36,516,794,248
  Kendaraan bermotor                   4,793,853,979               -                                      -         4,793,853,979
  Perabot dan perlengkapan kantor     20,163,675,853     1,090,319,904       (654,362,733)                -        20,599,633,024
  Sub-total                          243,998,971,319     1,619,903,917     (1,777,880,437)      3,522,983,638     247,363,978,437
  Aset Dalam Pengerjaan
  Aset dalam pengerjaan                9,411,216,463     5,007,928,757                  -      (3,522,983,638)     10,896,161,582
  Total Biaya Perolehan              253,410,187,782     6,627,832,674     (1,777,880,437)                    -   258,260,140,019
  Akumulasi penyusutan
  Pemilikan langsung
  Bangunan dan prasarana              21,965,272,217       770,808,549                -                       -    22,736,080,766
  Mesin dan peralatan                  6,428,295,475       334,281,401       (761,488,608)                    -     6,001,088,268
  Tabung gas                          34,077,777,979       520,862,147       (362,029,096)                    -    34,236,611,030
  Kendaraan                            4,604,058,484        94,897,727                                        -     4,698,956,211
  Perabot dan perlengkapan kantor     16,273,853,026     1,134,839,221       (654,362,733)                    -    16,754,329,514
  Total Akumulasi Penyusutan          83,349,257,181     2,855,689,045     (1,777,880,437)                    -    84,427,065,789
  Jumlah Tercatat                    170,060,930,601                                                              173,833,074,230




   Pada tanggal 31 Desember 2016, Perusahaan melakukan perubahan kebijakan akuntansi atas
   tanah dari sebelumnya menggunakan model biaya menjadi model revaluasi. Revaluasi aset tetap
   tersebut tidak ditujukan untuk keperluan perpajakan, sehingga tidak ada pajak yang terhutang
   atas revaluasi aset tanah tersebut.

   Penilaian atas nilai wajar aset tetap berupa tanah Perusahaan dan AA pada tanggal 31
   Desember 2021 dihitung oleh penilai independen KJPP Rizky Djunaedi dan Rekan dengan
   laporan penilai pada tanggal 27 Mei 2022. Berdasarkan laporan tersebut, penilaian dilakukan
   sesuai dengan Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar Penilai Indonesia (KEPI & SPI) Edisi VII
   Tahun 2018 berbasis nilai pasar (SPI 101-3.1) dan nilai likuidasi (SPI 102-3.5.b).


                                                                                                                      30
Page 35
                     PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
                CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
             UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 Maret 2024
                    (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

11. ASET TETAP (Lanjutan)


   Metode penilaian yang digunakan adalah pendekatan pasar dengan cara membandingkan aset
   yang dinilai dengan aset yang identik atau sebanding, dimana informasi harga transaksi atau
   penawaran tersedia, pendekatan pendapatan dengan mempertimbangkan pendapatan yang akan
   dihasilkan selama masa manfaatnya dan menghitung nilai proses kapitalisasi, pedekatan biaya
   berdasarkan pada prinsip harga yang akan dibayar pembeli untuk aset yang dinilai tidak lebih dari
   biaya membeli atau membangun untuk aset setara kecuali faktor waktu yang tidak wajar,
   ketidaknyamanan, resiko atau faktor lainnya.

   Pada tanggal 31 Desember 2022 dan 2021, ”Surplus Revaluasi atas Aset” disajikan dalam
   penghasilan komprehensif lain dan bagian dari ekuitas sebagai berikut:

                                                                                       31-Des-23
   Nilai tanah setelah penilaian kembali                                             148,195,451,124
   Nilai tercatat tanah sebelum penilaian kembali                                     12,592,021,232
   Surplus revaluasi aset                                                            135,603,429,892
   Dikurangi:
     Pajak tangguhan                                                                  (29,832,754,576)
     Penyesuaian tarif pajak                                                                      -
   Total                                                                             105,770,675,316




   Alokasi beban penyusutan adalah sebagai berikut:

                                                                  31-Mar-24            31-Dec-23
   Beban pokok penjualan                                            254,037,333        1,237,912,314
   Beban usaha                                                      485,904,318        1,617,776,731
   Total                                                            739,941,651        2,855,689,045



   Pada tanggal 31 Desember 2022 dan 2021, terdapat nilai bruto aset tetap yang telah disusutkan
   penuh dan masih digunakan sebesar Rp70.952.047.771 dan Rp.70.439.139.147.

   Aset tetap, kecuali tanah dan aset dalam penyelesaian, telah diasuransikan terhadap risiko
   kebakaran, pencurian dan risiko lainnya berdasarkan suatu paket polis tertentu dengan nilai
   pertanggungan masing-masing sebesar Rp58.250.730.144 pada tanggal 31 Desember 2023 dan
   31 Desember 2022. Manajemen berkeyakinan bahwa nilai pertanggungan tersebut adalah cukup
   untuk menutup kemungkinan kerugian atas aset yang dipertanggungkan.

   Berdasarkan evaluasi manajemen tidak terdapat kejadian-kejadian atau perubahan-perubahan
   keadaan yang mengindikasikan adanya penurunan nilai aset tetap Kelompok Usaha.

   Tanah dan bangunan, termasuk mesin dan peralatan digunakan sebagai jaminan atas fasilitas
   pinjaman yang diperoleh dari bank (Catatan 13).




                                                                                                   31
Page 36
                      PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
                 CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
              UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 Maret 2024
                     (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

12. ASET HAK GUNA

   Rincian aset hak guna pada tanggal 1 Januari 2020 setelah penerapan awal PSAK No. 73 dan
   mutasinya sampai dengan 31 Maret 2024 adalah sebagai berikut:

                                                    1-Jan-24           Penambahan         31-Mar-24
   Aset Hak Guna
    Pihak ketiga
      Model Biaya
         Tanah HGB diatas Hak Pengelolaan (HPL)     5,511,021,004                   -      5,511,021,004
         Bangunan                                   3,086,660,608                   -      3,086,660,608
         Kendaraan                                 15,519,641,899                   -     15,519,641,899
     Total                                         24,117,323,511                   -     24,117,323,511
       Akumulasi Penyusutan
         Penyesuaian PSAK No. 73                    6,472,514,175                 -        6,472,514,175
         Penyusutan                                12,220,063,347          53,324,730     12,273,388,077
     Total                                         18,692,577,522          53,324,730     18,745,902,252
   Nilai Tercatat                                   5,424,745,989                          5,371,421,259



   Perusahaan memiliki sebidang tanah terletak di Kawasan Jakarta Industrial Estate Pulogadung
   (“JIEP”) dengan HPL yang berjangka waktu tiga puluh (20) tahun dan akan jatuh tempo antara
   tahun 2017 sampai dengan tahun 2037.

   Perusahaan dan AA memiliki beberapa unit kendaraan yang terletak di beberapa daerah antara
   lain di pulau Jawa, pulau Sumatera dan pulau Sulawesi yang berjangka waktu lima (5) tahun dan
   akan jatuh tempo antara tahun 2022 sampai dengan tahun 2023.

   Manajemen berkeyakinan bahwa HPL tersebut dapat diperpanjang pada saat jatuh tempo.


   Penyusutan dibebankan pada akun berikut ini:
                                                                    31-Mar-24           31-Dec-23
   Beban umum dan administrasi (Catatan 28)                         1,002,878,157       1,706,594,031
   Total                                                            1,002,878,157       1,706,594,031



   Tanah atas HPL dijadikan jaminan atas fasilitas pinjaman Perusahaan (Catatan 14).



13. ASET TIDAK LANCAR LAINNYA
                                                                    31-Mar-24           31-Dec-23
   Lain-lain (dibawah Rp 300juta)                                               -                   -
   Total                                                                        -                   -



14. PINJAMAN BANK JANGKA PENDEK

   Kelompok Usaha memperoleh fasilitas pinjaman dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (“Mandiri”).

   Pinjaman dari Mandiri pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 merupakan pinjaman
   Perusahaan atas fasilitas pinjaman sebagai berikut:

                                                                                                    32
Page 37
                      PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
                 CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
              UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 Maret 2024
                     (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

14. PINJAMAN BANK JANGKA PENDEK (Lanjutan)


                                                                  31-Mar-24            31-Dec-23
   KMK Revolving                                                  40,613,540,251       40,813,540,251
   KMK Transaksional                                              28,480,912,202       27,638,299,800
   SCF                                                             9,855,236,487        9,985,421,657
   Total                                                          78,949,688,940       78,437,261,708



   Rincian saldo fasilitas pinjaman menurut mata uang sebagai berikut:

                                                                  31-Mar-24            31-Dec-23
   Rupiah                                                        48,153,482,444        47,999,831,406
   Dolar AS                                                      11,769,971,421        11,569,971,421
   Euro                                                          19,026,235,075        18,867,458,881
   Total                                                          78,949,688,940       78,437,261,708



   Pada tanggal 23 Maret 2022 melalui surat No. CM2.JPM/SPPK/195/2022, pihak Mandiri
   menyetujui permohonan Perusahaan berupa Perubahan Perpanjangan Fasilitas Kredit.

   Sehubungan dengan hal tersebut di atas, pada tanggal 25 Maret 2022 perihal “Adendum IX
   (kesembilan) atas Perjanjian Kredit Modal Kerja Revolving Rekening Koran No.
   CRO.KP/008/KMK/2016, Akta No. 05 tanggal 5 Februari 2016 tentang Perubahan Covenant dan
   Perpanjangan Jangka Waktu Fasilitas Kredit”. Fasilitas kredit ini berakhir pada 25 Maret 2022 dan
   diperpanjang lagi sampai dengan 25 September 2022 (Catatan 37).

   Berdasarkan perjanjian tersebut, Mandiri setuju untuk menyediakan jumlah pokok fasilitas
   perbankan maksimum hingga sebesar Rp100 miliar dengan ketentuan sebagai berikut:

    Fasilitas Non Cash Loan (Bank Garansi)

      Jumlah fasilitas tersedia maksimum hingga Rp5miliar digunakan untuk penerbitan Bank
      Garansi sebagai jaminan uang muka, tender dan pengadaan barang.

    Fasilitas Supply Chain Financing (SCF)

      Jumlah fasilitas tersedia maksimum hingga Rp 10 miliar. Berdasarkan perjanjian ini Mandiri
      akan membayar tagihan pemasok tertentu yang telah mendapat persetujuan dari Perusahaan
      dan Mandiri akan mengenakan biaya forfaiting kepada Perusahaan.

      Fasilitas kredit ini berakhir pada 25 September 2023 dan diperpanjang lagi sampai dengan 25
      Maret 2024 (Catatan 37).

    Fasilitas Kredit Modal Kerja (KMK) Revolving R/K

      Jumlah fasilitas tersedia maksimum hingga Rp40 miliar yang hanya dapat digunakan oleh
      Perusahaan, dengan jangka waktu pendanaan selama satu (1) tahun atau sampai dengan 24
      Maret 2019. Pinjaman ini dikenakan suku bunga sebesar 9,25% per tahun. Fasilitas kredit ini
      berakhir pada 25 September 2023 dan diperpanjang lagi sampai dengan 25 Maret 2024
      (Catatan 37).



                                                                                                 33
Page 38
                     PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
                CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
             UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 Maret 2024
                    (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

14. PINJAMAN BANK JANGKA PENDEK (Lanjutan)

    Fasilitas KMK

     Jumlah fasilitas tersedia maksimum hingga Rp10 miliar yang hanya dapat digunakan oleh
     Perusahaan, dengan jangka waktu pendanaan selama satu (1) tahun atau sampai dengan 24
     Maret 2018. Pinjaman ini dikenakan suku bunga sebesar 9,25% per tahun. Fasilitas kredit ini
     berakhir pada 25 September 2023 dan diperpanjang ladi sampai dengan 25 Maret 2024
     (Catatan 37).

     Pada tanggal 19 Maret 2019 melalui surat No. CM2.JPM/SPPK.033/2019, pihak Mandiri
     menyetujui permohonan Perusahaan berupa Penggabungan Limit Fasilitas KMK dan KMK
     Revolving dan Perpanjangan Jangka Waktu Fasilitas Kredit.

    Fasilitas KMK Transaksional

     Pada tanggal 25 Maret 2022, Mandiri dan Perusahaan menyetujui dan menyepakati
     mengadakan perubahan dan/atau tambahan terhadap Adendum IX (kesembilan) atas
     Perjanjian Kredit Modal Kerja Transaksional dengan Sublimit Non Cash Loan No.
     CRO.KP/010/KMK/2016 Akta No. 7 tanggal 5 Februari 2016.

     Merupakan fasilitas modal kerjsa dengan fasilitas tersdia maksimum hingga Rp40 miliar, yang
     dapat digunakan oleh Perusahaan dan AA, dengan jangka waktu setiap penarikan adalah
     maksimum 180 hari kalender. Pinjaman ini dikenakan suku bunga sebesar 9,25% per tahun.
     Fasilitas kredit ini berakhir pada 25 September 2023 dan diperpanjang lagi sampai dengan 25
     Maret 2024 (Catatan 37).

     Pada tanggal 12 November 2019 melalui surat No. CM2.JPM/SPPK.147/2019, pihak Mandiri
     menyetujui permohonan Perusahaan berupa Pengajuan Fasilitas Import General Facility
     dengan Limit Kredit sebesar Rp30.000.000.000. Pada tanggal 25 Maret 2022, Mandiri dan
     Perusahaan menyetujui dan menyepakati mengadakan perubahan dan/atau tambahan atas
     Perjanjian Import General Facility – LC Issuance No. CRO.JSD/0006/NLC/2020 Akta No. 51
     tanggal 10 Januari 2020.


     Fasilitasdimulai pada 26 Maret 2020 menurut Syarat-Syarat Umum Perjanjian Kredit PT Bank
     Mandiri (Persero) Tbk. Tujuan penggunaan kredit tersebut yaitu :
      - Pembelian bahan baku produksi atau bahan baku pendukung untuk Perdagangan Baja
           High Grade.
      - Beneficary tidak diperbolehkan kepada Kelompok Usaha.

    Fasilitas Non Cash Loan (LC/SKBDN dan Bank Garansi)- sublimit dari KMK Transaksional

     Jumlah fasilitas tersedia maksimum hingga ekuivalen Rp40 miliar digunakan untuk pembelian
     bahan baku produksi atau bahan baku pendukung yang berkaitan dengan perdagangan baja
     dan gas industry, dan penerbitan Bank Garansi sebagai jaminan uang muka, tender,
     pelaksanaan dan pengadaan barang.

    Fasilitas Treasury Line

     Pada tanggal 25 Maret 2022, Mandiri dan Perusahaan menyetujui dan menyepakati
     mengadakan perubahan dan/atau tambahan terhadap ketentuan dan syarat-syarat fasilitas
     Kredit Modal Kerja dengan mengadakan Addendum VIII (kedelapan) atas Perjanjian Treasury
     Line No. CRO.KP/011/TL/2016 Akta No. 08 tanggal 5 Februari 2016.

     Jumlah fasilitas tersedia maksimum hingga USD3.000.000 dengan tujuan penggunaan untuk
     pelaksanaan transaksi produk-produk treasury dengan tujuan lindung nilai (hedging) maupun
     untuk peningkatan yield dan tidak untuk spekulasi. Fasilitas ini digunakan untuk transaksi L/C

                                                                                                34
Page 39
                        PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
                   CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 Maret 2024
                       (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

14. PINJAMAN BANK JANGKA PENDEK (Lanjutan)

        ekspor/impor dan atau pemenuhan kewajiban valuta asing lainnya. Fasilitas kredit ini berakhir
        pada 25 Maret 2022 dan diperpanjang lagi sampai dengan 25 September 2022 (Catatan 37).

   Perjanjian pinjaman ini memuat beberapa persyaratan seperti mempertahankan rasio keuangan
   tertentu dan pembatasan atas: merger dan akuisisi, pembagian dividen, bertindak sebagai
   penjamin, melakukan perubahan pemegang saham atau mengubah jenis usaha, atau
   menyerahkan sebagian besar aset kepada pihak lain.

   Pada tanggal 21 Juni 2017 melalui surat No.OPS.CRO/CCL.406/ADD/2017 perihal ”Adendum II
   (kedua)      atas      Perjanjian  Kredit  Modal   Kerja     Revolving      Rekening     Koran
   No.CRO.KP/008/KMK/2016, Akta No: 05 tanggal 5 Februari 2016 tentang ”Perubahan Agunan”.
   Mandiri telah menyetujui perubahan ketentuan dan syarat Fasilitas Perjanjian Kredit Modal Kerja
   (”Fasilitas Kredit”) atas nama Perusahaan.

   Perubahan Agunan yang dimaksud adalah dengan menukar sebidang tanah yang berlokasi di
   Bandung dengan nilai jaminan Rp1.836 juta dengan bilyet deposito Mandiri atas nama
   Perusahaan dengan nominal minimal Rp2 miliar. Penjaminan bilyet deposito tersebut telah
   disetujui dengan ditandatanganinya perjanjian Gadai Deposito No. CRO.KP/100/PGD/2017 pada
   tanggal 21 Juni 2017 antara Perusahaan dan Mandiri.

   Seluruh fasilitas pinjaman Perusahaan dan AA dijamin dengan detail berikut, yang juga terikat
   secara cross-collateralized dan cross-default dengan fasilitas pinjaman bank jangka pendek pada
   tanggal 31 Maret 2022 dan 31 Desember 2021 adalah sebagai berikut:


                      Daftar Jaminan                         Perusahaan Pemilik             Nilai Jaminan
                                                                  Jaminan
   a.    Sebelas (11) bidang tanah dan segala              Perusahaan, TSM dan AA         142.766.000.000
         sesuatu termasuk bangunan yang melekat.
   b.    Mesin-mesin                                       Perusahaan, TSM dan AA           27.051.000.000
   c.    Persediaan                                              Perusahaan                 80.000.000.000
   d.    Piutang usaha                                           Perusahaan                 60.000.000.000
   e.    Deposito berjangka                                      Perusahaan                  2.036.000.000

   Pada tanggal 18 Januari 2021, Perusahaan mengajukan surat permohonan penurunan tingkat
   suku bunga pinjaman terkait adanya pandemi COVID-19 yang belum dapat dipastikan sampai
   kapan selesainya, dengan ini pihak Mandiri berdasarkan surat No. CM2.JPM/086/2021 tanggal
   22 Januari 2021 menyetujui untuk menyesuaikan suku bunga kredit Perusahaan dalam kondisi
   luar biasa pandemi COVID-19 dengan rincian sebagai berikut:

          Fasilitas         Semula       Menjadi               Efektif                  Kembali normal

   KMK Revolving           11.00%p.a.   9,25%p.a.   1 Mei 2020 – 31 Desember 2020   11.00%p.a.   1   Januari
                                                                                    2021
   KMK Transaksional       11.00%p.a.   9,25%p.a.   1 Mei 2020 – 31 Desember 2020   11.00%p.a.   1   Januari
                                                                                    2021




                                                                                                         35
Page 40
                       PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
                  CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
               UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 Maret 2024
                      (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

15. UTANG USAHA

   a. Akun ini terdiri dari:
                                                               31-Mar-24         31-Dec-23
       Pihak berelasi
         PT Tira Stahlindo Indonesia                                        -     651,786,203
         Koperasi Sikarta                                                   -             -
       Pihak ketiga
         PT Perdana Karya Mandiri Sejahtera                     821,115,840        527,039,100
         PT Air Products Indonesia                            1,550,326,514      1,047,295,688
         PT Maxima Mandiri Indonusa                           1,813,544,640        354,764,880
         PT Bima Bisalloy                                       349,050,600      1,204,254,040
         PT Dwigasindo Abadi                                    905,698,890      1,031,205,963
         PT Sinar Putra Metalindo                             1,576,178,438                -
         PT Smart Technology Gas                              1,656,264,300                -
         PT Dinamika Wisesa Persada                           5,538,713,545      5,538,713,545
         Lain-lain (masing-masing dibawah Rp1 miliar)        17,797,665,417     17,579,955,500
       Total                                                 32,008,558,184     27,935,014,919


   b. Rincian utang usaha menurut mata uang adalah sebagai berikut:

                                                               31-Mar-24         31-Dec-23
       Rupiah                                                 32,008,558,184    27,343,571,925
       Dolar AS                                                          -                 -
       Euro                                                              -         328,290,366
       Yen Jepang                                                        -         263,152,628
       Total                                                  32,008,558,184    27,935,014,919




16. UTANG LAIN-LAIN

                                                                31-Mar-24         30-Dec-23
   Pihak ketiga:
     Uang muka pelanggan                                                  -         854,205,910
     Uang jaminan pelanggan                                               -         145,716,540
     Transportasi                                                         -       1,472,081,626
     Uang jaminan botol                                         1,074,430,932     1,074,430,932
     Lain-lain                                                 22,687,554,805     3,650,399,677
   Total                                                       23,761,985,737     7,196,834,685




                                                                                         36
Page 41
                       PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
                  CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
               UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 Maret 2024
                      (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

17. PERPAJAKAN

  a. Pajak Dibayar Dimuka
                                                             31-Mar-24          31-Des-23
       Pajak Pertambahan Nilai (PPN)                           903,355,347        193,438,668
       Pajak Penghasilan:
         Pasal 22                                                        -                   -
         Pasal 23                                                        -                   -
         Pasal 25                                                        -                   -
       Total                                                   903,355,347        193,438,668



  b. Taksiran Tagihan Pajak Penghasilan

       Taksiran tagihan pajak merupakan kelebihan pembayaran pajak di Kelompok Usaha, yang
       menurut pendapat manajemen dapat diperoleh kembali, dengan rincian sebagai berikut:


                                                             31-Mar-24          31-Des-23
       Pajak Penghasilan
         2019                                                           -                 -
         2020                                                           -                 -
         2021                                                           -                 -
         2022                                                 2,172,644,231     2,172,644,231
         2023                                                 1,058,695,002     1,058,695,002
         2024                                                 2,669,068,734               -
       Total                                                  5,900,407,967     3,231,339,233



  c.   Utang Pajak

                                                             31-Mar-24          31-Des-23
       Perusahaan
       Pajak Penghasilan
         Pasal 21                                             2,824,052,082     2,332,057,860
         Pasal 23                                               296,292,111       309,098,703
         Pasal 4 (2)                                             36,011,110         1,107,500
         Pasal 26                                                       -          12,130,438
       Pajak Pertambahan Nilai (PPN) - neto                   6,064,356,602     5,920,010,130
       Entitas Anak
       Pajak Penghasilan
         Pasal 21                                               20,049,234         22,386,052
         Pasal 23                                                1,919,400          2,325,920
         Pasal 4 (2)                                                   -            4,445,430
         Pasal 29                                              193,530,374        140,985,745
       Pajak Pertambahan Nilai (PPN) - neto                            -           63,899,000
       Total                                                  9,436,210,913     8,808,446,778




                                                                                        37
Page 42
                     PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
                CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
             UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 Maret 2024
                    (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

17. PERPAJAKAN (Lanjutan)

   d. Manfaat (beban) Pajak Penghasilan

      Manfaat (beban) pajak penghasilan Kelompok Usaha adalah sebagai berikut:

                                                              31-Mar-24                31-Mar-23
      Pajak kini
        Perusahaan                                                           -                    -
        Entitas Anak                                                                     (304,014,870)
        Total                                                                -           (304,014,870)
      Pajak tangguhan
        Perusahaan                                              (323,827,105)            (323,827,105)
        Entitas Anak                                             241,783,564              190,184,578
        Total                                                    (82,043,541)            (133,642,527)
      Neto                                                       (82,043,541)            (437,657,397)




   e. Rekonsiliasi antara laba sebelum pajak penghasilan sesuai dengan laporan laba rugi
      konsolidasian dan penghasilan kena pajak untuk periode sampai dengan 31 Maret 2024
      dan 2023 adalah sebagai berikut:
                                                              31-Mar-24        31-Mar-23
      Laba (rugi) sebelum beban pajak penghasilan
        menurut laporan laba rugi konsolidasian              8,960,455,113         1,931,255,703
      Laba (Rugi) Entitas Anak
        sebelum beban pajak penghasilan                                -                      -
      Laba (rugi) Perusahaan
        sebelum beban pajak penghasilan                      8,960,455,113         1,931,255,703
      Beda temporer:
        Aset hak guna                                                  -                      -
        Penyusutan aset tetap                                          -                      -
        Penyisihan kerugian penurunan nilai piutang                    -                      -
      Penyisihan imbalan pasca kerja                                   -                      -
        Penyisihan imbalan kerja                                       -                      -
        Pembayaran manfaat imbalan pasca kerja                         -                      -
      Total                                                            -                      -
      Beda tetap:                                                      -                      -
      Laba (rugi) kena pajak                                 8,960,455,113          1,931,255,703
      Kompensasi rugi fiskal tahun lalu                    (10,950,161,974)
                                                          , , , ,                 (12,779,251,527)
                                                                                 , , , ,
      Akumulasi Rugi Fiskal / Laba Kena Pajak               (1,989,706,861)       (10,847,995,824)




                                                                                                   38
Page 43
                       PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
                  CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
               UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 Maret 2024
                      (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

17. PERPAJAKAN (Lanjutan)

   d. Pajak Tangguhan

                                                                                Dikreditkan
                                                                              (Dibebankan) ke
                                                              Dikreditkan       Penghasilan
                                           Saldo            (Dibebankan) ke    Komprehensif          Saldo
                                          1-Jan-24             Laba Rugi            Lain           31-Mar-24
      Aset Pajak Tangguhan
      Perusahaan :                                   -                 -                    -                   -
      Entitas Anak
       Liabilitas imbalan kerja                     -                  -                    -                 -
       Piutang Usaha                        220,657,903                -                    -         220,657,903
       Piutang Lain - lain                    6,086,202                -                    -           6,086,202
       Aset tidak lancar lainnya             39,735,826                -                    -          39,735,826
       Kompensasi rugi fiskal                       -                  -                    -                 -
       Penyisihan aset pajak tangguhan      (99,263,638)               -                    -         (99,263,638)
      Aset pajak tangguhan
       Entitas anak                         167,216,293                -                    -         167,216,293
      Total Aset Pajak
       Tangguhan - Neto                     167,216,293                -                    -         167,216,293

      Liabilitas pajak tangguhan
      Perusahaan :
       Rugi fiskal                         2,806,958,349               -         (2,413,600,521)       393,357,828
       Liabilitas imbalan kerja            4,674,830,904               -                    -        4,674,830,904
       Piutang Usaha                         940,767,464               -                    -          940,767,464
       Aset tetap                        (25,338,893,377)              -                    -      (25,338,893,377)
       Aset hak guna                      (1,114,975,280)              -                    -       (1,114,975,280)
                                         (18,031,311,940)              -         (2,413,600,521)   (20,444,912,461)
      Entitas Anak
       Liabilitas imbalan kerja              561,746,056               -                    -          561,746,056
       Piutang Usaha                          22,026,097               -                    -           22,026,097
       Aset tetap                         (4,412,239,978)              -                    -       (4,412,239,978)
       Aset hak guna                             407,109               -                    -              407,109
       Piutang lain-lain                      51,614,934               -                    -           51,614,934

      Total Liabilitas Pajak              (3,776,445,782)              -                    -       (3,776,445,782)
       Tangguhan - Neto
                                         (21,807,757,722)              -         (2,413,600,521)   (24,221,358,243)




                                                                                                           39
Page 44
                       PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
                  CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
               UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 Maret 2024
                      (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

17. PERPAJAKAN (Lanjutan)

                                                                                  Dikreditkan
                                                                                (Dibebankan) ke
                                                              Dikreditkan         Penghasilan
                                           Saldo            (Dibebankan) ke      Komprehensif       Saldo
                                          1-Jan-23             Laba Rugi              Lain        31-Dec-23
      Aset Pajak Tangguhan
      Perusahaan :                                   -                   -                  -                   -
      Entitas Anak
       Liabilitas imbalan kerja                     -                    -                  -                -
       Piutang Usaha                        220,657,903                  -                  -        220,657,903
       Piutang Lain - lain                    6,086,202                  -                  -          6,086,202
       Aset tidak lancar lainnya             39,735,826                  -                  -         39,735,826
       Kompensasi rugi fiskal                       -                    -                  -                -
       Penyisihan aset pajak tangguhan      (99,263,638)                 -                  -        (99,263,638)
      Aset pajak tangguhan
       Entitas anak                         167,216,293                  -                  -        167,216,293
      Total Aset Pajak
       Tangguhan - Neto                     167,216,293                  -                  -        167,216,293

      Liabilitas pajak tangguhan
      Perusahaan :
       Rugi fiskal                         2,409,035,634         397,922,715               -        2,806,958,349
       Liabilitas imbalan kerja            5,203,594,858        (734,534,966)      205,771,012      4,674,830,904
       Piutang Usaha                         727,495,956      213,271,508.00               -          940,767,464
       Aset tetap                        (25,243,968,309)        (94,925,068)              -      (25,338,893,377)
       Aset hak guna                      (1,009,413,986)       (105,561,294)              -       (1,114,975,280)
                                         (17,913,255,847)       (323,827,105)      205,771,012    (18,031,311,940)
      Entitas Anak
       Liabilitas imbalan kerja              296,907,828         240,707,304         24,130,924       561,746,056
       Piutang Usaha                          37,278,949         (15,252,852)               -          22,026,097
         Piutang Lain-lain                (4,382,730,034)        (29,509,944)               -      (4,412,239,978)
       Aset tetap                             56,802,823          (5,187,889)               -          51,614,934
       Aset hak guna                             979,151            (572,042)               -             407,109
                                          (3,990,761,283)        190,184,577         24,130,924    (3,776,445,782)
      Total Liabilitas Pajak
       Tangguhan - Neto                  (21,904,017,130)       (133,642,528)      229,901,936    (21,807,757,722)



      UU No. 2 Tahun 2020

      Pada tanggal 31 Maret 2020, Presiden Republik Indonesia menerbitkan Peraturan
      Pemerintah Pengganti Undang-Undang (“Perppu”) Nomor 1 Tahun 2020 tentang Kebijakan
      Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Pandemi Corona
      Virus Disease 2019 (Covid-19) dan/atau dalam rangka Menghadapi Ancaman yang
      Membahayakan Perekonomian Nasional dan/atau Stabilitas Sistem Keuangan (“Perppu 1 –
      2020), yang mengatur, antara lain:

      -    Penurunan tarif pajak penghasilan wajib pajak Badan dari 25% menjadi 22% pada tahun
           pajak 2020 dan 2021;
      -    Penurunan tarif pajak penghasilan wajib pajak Badan dari 22% menjadi 20% mulai tahun
           pajak 2022 dan seterusnya;
      -    Pengurangan lebih lanjut tarif pajak sebesar 3% lebih rendah dari tarif pajak yang
           disebutkan di atas untuk wajib pajak yang memenuhi persyaratan tertentu.

      Tarif pajak yang baru tersebut akan digunakan sebagai acuan untuk pengukuran aset dan
      liabilitas pajak kini dan tangguhan mulai sejak berlakunya Perppu 1 – 2020 tersebut.

      Manajemen berkeyakinan bahwa aset pajak tangguhan dapat direalisasikan pada tahun
      mendatang.




                                                                                                           40
Page 45
                     PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
                CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
             UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 Maret 2024
                    (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

17. PERPAJAKAN (Lanjutan)

      Undang-Undang No. 7 Tahun 2021

      Pada tanggal 29 Oktober 2021, Pemerintah menerbitkan Undang-Undang Republik Indonesia
      No. 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan. Aturan tersebut menetapkan
      tarif pajak penghasilan wajib pajak dalam negeri dan bentuk usaha tetap sebesar 22% yang
      mulai berlaku pada tahu pajak 2022 dan seterusnya. Dengan demikian, penetapan tarif pajak
      sebelumnya 20% menjadi tidak berlaku setelah Undang-Undang ini disahkan.

      Manajemen berkeyakinan bahwa aset pajak tangguhan dapat direalisasikan pada tahun
      mendatang.

   g. Pengampunan Pajak

      Sehubungan dengan diberlakukannya Peraturan Menteri Keuangan Nomor 118/PMK.03/2016
      tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2016 tentang Pengampunan Pajak
      sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 141/PMK.03/2016
      dan Peraturan Direktoran Jenderal Pajak Nomor PER-18/PJ/2016 tentang Pengembalian
      Kelebihan Pembayaran Uang Tebusan dalam rangka Pengampunan Pajak.

      Kelompok Usaha telah melaksanakan pengampunan pajak ini dengan memperoleh SKPP per
      tanggal 14 Desember 2016 sebesar Rp7.500.000, 23 Desember 2016 sebesar Rp5.000.000,
      15 Maret 2017 sebesar Rp5.000.000, 20 Maret 2017 sebesar Rp15.225.300 dan 24 Maret
      2017 sebesar Rp10.730.000.


18. BEBAN MASIH HARUS DIBAYAR
                                                               31-Mar-24           31-Dec-23
   Operasional                                                           -          1,951,857,089
   Impor                                                                 -                    -
   Jasa profesional                                              355,707,773                  -
   Pajak                                                                 -                    -
   Lain-lain                                                   2,965,132,529                  -
   Total                                                       3,320,840,302        1,951,857,089



19. LIABILITAS PEMBIAYAAN KONSUMEN

   Pembayaran minimum liabilitas pembiayaan konsumen di masa mendatang, serta nilai sekarang
   atas pembayaran minimum liabilitas pembiayaan konsumen adalah sebagai berikut:

                                                              31-Mar-24           31-Dec-23
   2022                                                                  -                   -
   2023                                                                  -                   -
   2024                                                           50,836,500          50,836,500
   Total pembayaran minimum                                       50,836,500          50,836,500
   Bunga belum jatuh tempo                                        (2,444,707)         (2,444,707)
   Nilai kini pembayaran minimum                                  48,391,793          48,391,793
   Bagian jatuh tempo dalam satu tahun                            12,923,694                 -
   Bagian Jangka Panjang                                          61,315,487          48,391,793




                                                                                              41
Page 46
                      PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
                 CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
              UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 Maret 2024
                     (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

19. LIABILITAS PEMBIAYAAN KONSUMEN (Lanjutan)

   Kelompok Usaha memperoleh fasilitas pembiayaan konsumen untuk pemilikan kendaraan.

   Kelompok Usaha mengakui beban bunga pada 31 Desember 2023 dan 31 Desember 2022
   masing-masing sebesar Rp16.721.686 disajikan sebagai “Beban Keuangan” di dalam laporan
   laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian (Catatan 29).

   Liabilitas pembiayaan konsumen dalam mata uang Rupiah.


20. LIABILITAS SEWA
                                                                31-Mar-24           31-Dec-23
   Pihak Ketiga
     Komitmen sewa operasi berdasarkan perjanjian sewa                       -                   -
     Menggunakan suku bunga 4,22% - 6,88%                                    -                   -
   Total                                                                     -                   -



   Mulai tanggal 1 Januari 2020, Kelompok Usaha melakukan penerapan PSAK No. 73 “Sewa” dan
   memilih metode setrospektif dengan dampak kumulatif. Perusahaan telah melakukan pengkajian
   dan menentukan bahwa transisi standar baru memiliki dampak terhadap saldo laba pada 1
   Januari 2020 sebesar Rp3.984.850.014.


21. LIABILITAS IMBALAN KERJA

   Perusahaan menyelenggarakan program pensiun untuk seluruh karyawan tetap yang memenuhi
   syarat. Iuran pensiun ditanggung oleh Perusahaan dan ditempatkan di PT Asuransi Jiwa Manulife
   Indonesia. Aset program terdiri dari uang tunai.

   Kelompok Usaha telah menerapkan PSAK No. 24 (Revisi 2013), “Imbalan Kerja” dalam mengakui
   biaya manfaat karyawan dalam laporan keuangan konsolidasian pada tanggal 30 September
   2023 dan 31 Desember 2022.

   Liabilitas imbalan kerja Perusahaan, GLS dan AA pada tanggal 31 Desember 2022 dihitung oleh
   aktuaris independen Kantor Konsultan Aktuaria I Gde Eka Sarmaja, FSAI dan Rekan dalam
   laporannya masing-masing tertanggal 12 Mei 2022 dengan menggunakan metode ”Projected Unit
   Credit” dan mempertimbangkan beberapa asumsi sebagai berikut:

                                                                  2023                2022
   Tingkat diskonto                                              7,00%               7,00%
   Tingkat kenaikan gaji                                         3,00%               3,00%
   Tabel mortalita                                             TMI IV-2019         TMI IV-2019
   Usia pensiun normal                                          56 tahun            56 tahun

   Jumlah yang dicakup pada laporan posisi keuangan konsolidasian yang berasal dari liabilitas
   Perusahaan dan Entitas Anak tertentu sehubungan dengan imbalan kerja adalah sebagai berikut:

                                                                  31-Mar-24           31-Dec-23
   Nilai kini liabilitas imbalan pasti                           25,817,445,555      24,358,897,003
   Nilai wajar aset program                                        (556,274,460)       (556,274,460)
   Nilai Liabilitas Imbalan Kerja Karyawan - Neto                25,261,171,095      23,802,622,543



                                                                                             42
Page 47
                     PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
                CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
             UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 Maret 2024
                    (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

21. LIABILITAS IMBALAN KERJA (Lanjutan)

   Mutasi liabilitas imbalan kerja adalah sebagai berikut:
                                                                     31-Mar-24               31-Dec-23
   Saldo awal tahun                                                  23,802,622,543         25,002,284,935
   Beban diakui pada laporan konsolidasian:
     Laba rugi                                                        2,117,708,485          2,117,708,485
     Penghasilan komprehensif lain                                      335,844,869          1,045,005,497
   Transfer PBO                                                                 -                      -
   Pembayaran manfaat                                                  (995,004,802)        (4,362,376,374)
   Nilai Liabilitas Imbalan Kerja Karyawan - Neto                    25,261,171,095         23,802,622,543

   Analisa jatuh tempo yang diharapkan dari imbalan kerja karyawan yang tidak terdiskonto pada
   tanggal 31 Desember 2022 adalah sebagai berikut:

   Periode                                                                             31-Des-23
   Dalam 1 tahun                                                                       2,101,319,299
   1 tahun sampai 5 tahun                                                             13,151,916,948
   5 tahun sampai 10 tahun                                                            15,836,358,017
   Lebih dari 10 tahun                                                                39,668,835,625
   Total                                                                              70,758,429,889



22. MODAL SAHAM
   Pemegang saham Perusahaan, jumlah ditempatkan dan disetor, dan saldo yang terkait pada
   tanggal 31 Maret 2024 dan 2023 berdasarkan catatan PT Sinartama Gunita, adalah sebagai
   berikut:
                                                    Jumlah saham     Persentase          Modal saham
                                                     Ditempatkan     Kepemilikan         Ditempatkan
               Nama Pemegang Saham                   dan Disetor         (%)              dan Disetor
   PT Widjajatunggal Sejahtera                         259,426,340          44.120         25,942,634,000
   PT Martensite Unggul                                247,879,660          42.156         24,787,966,000
   PT Penta Widjaja Investindo                          21,605,000           3.674          2,160,500,000
   Koperasi Karyawan PT Tira Austenite Tbk                 156,000           0.027             15,600,000
   Johny Santoso*)                                          70,000           0.012              7,000,000
   Masyarakat (masing-masing dibawah 5%)                58,863,000          10.011          5,886,300,000
   Jumlah                                              588,000,000         100.000         58,800,000,000



   *) Bapak Johnny Santoso sebagai Komisaris Utama meninggal dunia pada tanggal 21 Maret
   2022.




                                                                                                       43
Page 48
                       PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
                  CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
               UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 Maret 2024
                      (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

23. TAMBAHAN MODAL DISETOR

                                                                 31-Mar-24           31-Dec-23
   Agio saham dari penawaran umum terbatas                      10,500,000,000      10,500,000,000
   Biaya emisi saham                                            (1,914,738,539)     (1,914,738,539)
   Kelebihan nilai pasar saham ESOP                                908,400,000         908,400,000
   Sub-total                                                     9,493,661,461       9,493,661,461
   Pengampunan pajak                                                43,455,300          43,455,300
   Divestasi entitas anak                                          (15,225,300)        (15,225,300)
   Total                                                         9,521,891,461       9,521,891,461




24. CADANGAN UMUM

  Berdasarkan Akta Notaris No. 6 oleh Jana Hanna Waturangi, S.H., tanggal 15 Juni 2015,
  pemegang saham menyetujui penggunaan laba bersih Perusahaan tahun buku 2014 sejumlah
  Rp480.372.551 sebagai dana cadangan umum Perusahaan.



25. PENJUALAN NETO

                                                                 31-Mar-24            31-Mar-23
   Baja                                                         33,960,195,115       43,999,579,757
   Gas Industri                                                 23,245,173,340       21,478,982,987
   Cetakan                                                        5,876,458,754       6,288,665,691
   Total                                                        63,081,827,209       71,767,228,435




  Tidak ada penjualan kepada satu pelanggan yang melebihi 10% dari jumlah penjualan neto
  konsolidasian selama bulan Januari – Februari 2024 dan 2023. Penjualan selama bulan Januari –
  Maret 2024 dan 2023 seluruhnya kepada pihak ketiga.




                                                                                            44
Page 49
                     PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
                CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
             UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 Maret 2024
                    (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

26. BEBAN POKOK PENJUALAN
                                                       31-Mar-24         31-Mar-23
   Bahan baku dan pembantu yang digunakan              3,548,732,293      4,486,013,949
   Tenaga kerja langsung                                 365,103,238        354,469,163
   Beban pabrikasi                                               -                  -
   Penyusutan (Catatan 11)                               245,254,833        238,111,488
   Total beban produksi                                4,159,090,364      5,078,594,600
   Barang dalam proses
     Awal tahun                                          319,761,575        766,551,051
     Akhir tahun                                         (85,124,672)      (820,075,053)
   Beban pokok produksi                                4,393,727,267      5,025,070,598
   Barang jadi
     Awal tahun                                          221,589,437      1,260,909,334
     Pembelian                                        35,550,293,663     39,898,068,086
     Akhir tahun                                         443,178,874       (221,589,437)
   Beban Pokok Penjualan                              40,608,789,241     45,962,458,581




27. BEBAN USAHA

                                                        31-Mar-24          31-Mar-23
   Gaji dan upah                                        13,955,224,302    13,873,743,168
   Pengangkutan dan pengemasan                             580,318,756     1,757,249,080
   Sewa                                                    943,184,815        46,804,167
   Beban imbalan kerja                                     638,524,839       638,524,839
   Pajak dan perizinan                                     236,953,105       264,697,067
   Penyusutan aset tetap                                   699,553,429       726,689,755
   Penyusutan aset hak guna                                303,324,728       979,904,276
   Administrasi bank                                       205,223,647       422,102,433
   Perbaikan dan pemeliharaan                              314,777,520       351,861,964
   Listrik dan energi                                      616,170,952       666,305,594
   Perjalanan                                              227,426,489       587,382,774
   Jasa Profesional                                        106,836,337       137,000,000
   Asuransi                                                 83,428,944        57,018,901
   Perlengkapan kantor                                     214,977,907       199,789,180
   Telepon dan faksimili                                   136,926,930       114,604,705
   Lain-lain                                             1,207,720,094       450,561,555
   Total                                                20,470,572,794    21,274,239,458




28. BEBAN KEUANGAN
                                                        31-Mar-24         31-Mar-23
   Pinjaman bank                                        1,917,414,803      2,158,910,599
   Liabilitas pembiayaan konsumen                                 -                  -
   Total                                                1,917,414,803      2,158,910,599



                                                                                  45
Page 50
                       PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
                  CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
               UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 Maret 2024
                      (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

29. LABA (RUGI) PER SAHAM
                                                                     31-Mar-24             31-Mar-23
   Laba (rugi) neto diatribusikan kepada
     pemilik entitas induk                                              62,137,773          2,392,112,728
   Total rata-rata tertimbang lembar saham biasa
     yang beredar                                                      588,000,000           588,000,000
   Laba (Rugi) Neto per Saham Dasar / Dilusian                                   0.11                  4.07


   Pada tanggal pelaporan, tidak ada efek berpotensi saham biasa yang dapat menimbulkan
   pengaruh dilutif pada laba neto atau rugi neto per saham Perusahaan.


30. TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI

   Sifat hubungan dengan pihak berelasi

                 Pihak Berelasi                     Sifat Berelasi               Sifat Transaksi
    PT Widjajatunggal Sejahtera                    Pemegang              Piutang pihak berelasi dan
                                                   Saham                 utang    lain-lain   pihak
                                                                         berelasi
    Koperasi Karyawan PT Tira Austenite            Pemegang              Piutang pihak berelasi
    Tbk                                            Saham
    PT Hamana Works Tira Indonesia                 Join Venture          Piutang pihak berelasi dan
                                                                         utang    lain-lain   pihak
                                                                         berelasi
    PT Tira Stahlindo Indonesia                    Join Venture          Utang lain - lain pihak
                                                                         berelasi

   Karena memiliki sifat berelasi, hal ini memungkinkan syarat dan kondisi transaksi dengan pihak
   yang berelasi tidak sama jika transaksi tersebut dilakukan dengan pihak ketiga.


   Transaksi Dengan Pihak Berelasi

   a. Piutang pihak berelasi
                                                                     31-Mar-24             31-Dec-23
       PT Tira Stahlindo Indonesia                                               -            43,049,216
       Total                                                                     -            43,049,216


   b. Utang lain-lain pihak berelasi

                                                                     31-Mar-24             31-Dec-23
       Koperasi Karyawan PT Tira Austenite Tbk                                   -           368,137,039
                                                                                 -           368,137,039



       Koperasi Karyawan PT Tira Austenite Tbk merupakan pinjaman dana untuk dana pinjaman
       anggota koperasi. Seluruhnya merupakan pinjaman yang diberikan tanpa dikenakan bunga
       yang diberikan tanpa jaminan.

                                                                                                   46
Page 51
                            PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
                       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                    UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 Maret 2024
                           (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

30. TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI (Lanjutan)


        Utang lain-lain kepada pihak berelasi dalam mata uang Rupiah.

   c.   Imbalan jangka pendek yang diberikan ke Dewan Komisaris dan Direksi sebesar
        Rp11.012.538.741 dan Rp8.363.545.199 masing-masing pada 31 Desember 2022 dan 2021.


31. INFORMASI SEGMEN

   Segmen Usaha
   Untuk tujuan pelaporan manajemen, saat ini kegiatan usaha Kelompok Usaha terbagi dalam tiga
   kelompok segmen yaitu perdagangan dan distribusi barang-barang teknik; industri cetakan dan
   kawat las; dan perdagangan gas industri. Segmen tersebut menjadi dasar pelaporan informasi
   segmen primer Kelompok Usaha. Seluruh pendapatan Kelompok Usaha berasal dari wilayah
   Indonesia sehingga segmen geografis tidak disajikan.


   Berikut ini adalah informasi segmen berdasarkan segmen usaha:
                                    Perdagangan          Industri
                                    dan distribusi     cetakan dan      Perdagangan
   31 Mar 2024                      barang teknik       kawat las        gas industri     Eliminasi        Konsolidasi
   Penjualan eksternal neto          33,960,195,115     5,876,458,754    23,245,173,340                     63,081,827,209
   Penjualan antar segmen                23,800,000       381,165,320               -      (404,965,320)               -
   Penjualan neto                    33,983,995,115     6,257,624,074    23,245,173,340    (404,965,320)    63,081,827,209
   Beban pokok penjualan             23,674,136,634     3,078,928,460    14,260,689,467    (404,965,320)    40,608,789,241
   Beban usaha                       12,703,887,150      991,393,371      6,864,967,889               -     20,560,248,410
   Hasil segmen                      (2,394,028,669)    2,187,302,243     2,119,515,984               -      1,912,789,558
   Laba atas penjualan aset tetap                                                                                      -
   Rugi selisih kurs - neto                                                                                     (2,601,919)
   Pendapatan bunga                                                                                             17,258,727
   Pendapatan sewa                                                                                                     -
   Beban keuangan                                                                                           (1,917,414,803)
   Denda dan koreksi pajak                                                                                             -
   Bagian atas rugi neto dari                                                                                          -
     entitas ventura bersama
   Lain-lain neto                                                                                             134,176,511
   Laba sebelum beban
     pajak penghasilan                                                                                        144,208,074
   Beban pajak penghasilan                                                                                               -
   Laba Neto                                                                                                  144,208,074
   Informasi lainnya
   Aset
   Aset segmen                      178,570,064,608    53,066,831,606   135,162,953,749                    366,799,849,963
   Liabilitas
   Liabilitas segmen                109,819,485,108    14,758,385,723    72,692,706,854                    197,270,577,685
   Pengeluaran barang modal              80,979,084      847,330,511       176,329,183                       1,104,638,778
   Penyusutan                           285,325,827       67,763,023       346,464,579                         699,553,429




                                                                                                                             47
Page 52
                            PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
                       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                    UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 Maret 2024
                           (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

31. INFORMASI SEGMEN (Lanjutan)


                                 Perdagangan         Industri
                                 dan distribusi    cetakan dan      Perdagangan
31 Mar 2024                      barang teknik      kawat las        gas industri     Eliminasi      Konsolidasi

Penjualan eksternal neto          43,999,579,757    6,288,665,691    21,478,982,987                   71,767,228,435
Penjualan antar segmen                68,046,600              -                 -     (68,046,600)               -
Penjualan neto                    44,067,626,357    6,288,665,691    21,478,982,987   (68,046,600)    71,767,228,435

Beban pokok penjualan             28,262,395,450    4,275,299,165    13,492,810,566   (68,046,600)    45,962,458,581
                                             -                -
Beban usaha                       14,085,203,078    1,327,031,308     5,862,005,072           -       21,274,239,458

Hasil segmen                       1,720,027,829      686,335,218     2,124,167,349           -        4,530,530,396

Laba atas penjualan aset tetap                                                                                   -
Rugi selisih kurs - neto                                                                                  52,563,327
Pendapatan bunga                                                                                                 -
Pendapatan sewa                                                                                                  -
Beban keuangan                                                                                        (2,158,910,599)
Denda dan koreksi pajak                                                                                          -
Bagian atas rugi neto dari                                                                                       -
   entitas ventura bersama
Lain-lain neto                                                                                          199,068,604
Laba sebelum beban
   pajak penghasilan                                                                                   2,623,251,728

Beban pajak penghasilan                                                                                            -
Laba Neto                                                                                              2,623,251,728
Informasi lainnya
Aset
Aset segmen                      216,620,380,959   50,969,037,582    78,593,831,143                  346,183,249,684
Liabilitas
Liabilitas segmen                117,705,897,633   12,576,915,257    44,212,348,539                  174,495,161,429

Pengeluaran barang modal              32,400,000              -        363,488,658                      395,888,658
Penyusutan                           470,631,410        8,808,353      499,964,513                      979,404,276




                                                                                                                       48
Page 53
                       PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
                  CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
               UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 Maret 2024
                      (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

32. INSTRUMEN KEUANGAN

  Tabel berikut menyajikan nilai tercatat dan taksiran nilai wajar dari instrument keuangan
  Kelompok Usaha yang dicatat di laporan posisi keuangan konsolidasian pada tanggal 31 Maret
  2024 dan 31 Desember 2023 :

                                                          31-Mar-24                                      31-Dec-23
                                         Nilai Tercatat               Nilai Wajar       Nilai Tercatat               Nilai Wajar
   Aset Keuangan
   Kas tunai                                   534,982,934                534,982,934        576,794,634                   576,794,634
   Pinjaman yang diberikan dan piutang
   pada biaya perolehan diamortisasi:
     Kas di bank dan setara kas             12,635,338,854             12,635,338,854      5,729,820,773               5,729,820,773
     Piutang usaha - neto                   48,234,979,508             48,234,979,508     35,709,335,224              35,709,335,224
     Piutang lain-lain                      15,328,438,124             15,328,438,124     10,737,668,820              10,737,668,820
     Aset lancar lainnya - deposito             50,000,000                 50,000,000         50,000,000                  50,000,000
   Total Aset Keuangan                      76,783,739,420             76,783,739,420     52,803,619,451              52,803,619,451

   Liabilitas Keuangan
   Pinjaman dan utang pada
   biaya perolehan diamortisasi:
     Pinjaman bank jangka pendek            78,949,688,940             78,949,688,940     78,437,261,708              78,437,261,708
     Utang usaha                            32,008,558,184             32,008,558,184     27,283,228,716              27,283,228,716
     Utang lain-lain                        23,761,985,737             23,761,985,737      7,196,834,685               7,196,834,685
     Beban masih harus dibayar               3,320,840,302              3,320,840,302      1,951,857,089               1,951,857,089
     Liabilitas sewa                                   -                          -                  -                           -
     Liabilitas pembiayaan konsumen             61,315,487                 61,315,487         48,391,793                  48,391,793
   Total Liabilitas Keuangan              138,102,388,650             138,102,388,650    114,917,573,991             114,917,573,991




  Berdasarkan PSAK 60, “Instrumen Keuangan: Pengungkapan”, terdapat tingkat hirarki nilai wajar
  sebagai berikut:
  a. Harga kuotasian (tidak disesuaikan) dalam pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik
     (tingkat 1),
  b. Input selain harga kuotasian yang termasuk dalam tingkat 1 yang dapat diobservasi untuk
     aset atau liabilitas, baik secara langsung (misalnya harga) atau secara tidak langsung
     (misalnya derivasi dari harga) (tingkat 2), dan

  c.   Input untuk aset atau liabilitas yang bukan berdasarkan data pasar yang dapat diobservasi
       (input yang tidak dapat diobservasi) (tingkat 3).

  Instrumen keuangan yang disajikan di dalam laporan posisi keuangan konsolidasian dicatat
  sebesar nilai wajar, atau sebaliknya, disajikan dalam jumlah tercatat apabila jumlah tersebut
  mendekati nilai wajarnya atau nilai wajarnya tidak dapat diukur secara handal.

  Metode dan asumsi berikut ini digunakan untuk mengestimasi nilai wajar untuk setiap kelompok
  instrumen keuangan yang praktis untuk memperkirakan nilai tersebut:

  Aset dan liabilitas keuangan jangka pendek:

      Instrumen keuangan jangka pendek dengan jatuh tempo satu tahun atau kurang.
       Instrumen keuangan ini sangat mendekati nilai tercatat mereka karena jatuh tempo mereka
       dalam jangka pendek.

  Aset dan liabilitas keuangan jangka panjang:

      Liabilitas keuangan jangka panjang dengan suku bunga tetap dan variabel.
       Nilai wajar dari liabilitas keuangan ini ditentukan dengan mendiskontokan arus kas masa
       datang menggunakan suku bunga yang berlaku dari transaksi pasar yang dapat diamati
       untuk instrumen dengan persyaratan, risiko kredit dan jatuh tempo yang sama.

                                                                                                                      49
Page 54
                     PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
                CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
             UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 Maret 2024
                    (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

32. INSTRUMEN KEUANGAN (Lanjutan)


      Aset dan liabilitas keuangan jangka panjang lainnya
       Estimasi nilai wajar didasarkan pada nilai diskonto dari arus kas masa datang yang
       disesuaikan

       untuk mencerminkan risiko pihak lawan (untuk aset keuangan) dan risiko kredit Perusahaan
       (untuk liabilitas keuangan) dan menggunakan suku bunga bebas risiko (risk-free rates) dari
       instrumen yang serupa.

       Untuk aset keuangan tidak lancar lainnya yang tidak dikuotasi di harga pasar dan nilai
       wajarnya tidak dapat diukur secara handal tanpa menimbulkan biaya yang berlebihan, dicatat
       berdasarkan nilai nominal dikurangi penurunan nilai.


33. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN

   Instrumen keuangan pokok Kelompok Usaha terdiri dari kas, piutang usaha dan utang usaha,
   terutama berasal langsung dari operasi Kelompok Usaha, pinjaman bank jangka pendek dan
   pinjaman bank jangka panjang dan pinjaman lainnya. Aset dan liabilitas keuangan lainnya
   Kelompok Usaha termasuk piutang lain-lain, uang jaminan, utang lain-lain, beban masih harus
   dibayar dan saldo dengan pihak-pihak berelasi.

   Risiko utama yang timbul dari instrumen keuangan Kelompok Usaha adalah risiko kredit, risiko
   transaksi mata uang asing, risiko suku bunga, dan risiko likuiditas. Tujuan manajemen atas risiko
   Kelompok Usaha secara keseluruhan adalah untuk secara efektif mengelola risiko-risiko tersebut
   dan meminimalkan dampak yang tidak diharapkan pada kinerja keuangan Kelompok Usaha.

   Direksi telah mereview dan menyetujui semua kebijakan untuk mengelola setiap risiko, termasuk
   juga risiko ekonomi dan risiko usaha Kelompok Usaha, yang dirangkum di bawah ini, dan juga
   memantau risiko akibat perubahan harga pasar yang timbul dari semua instrumen keuangan.

   a. Risiko kredit

       Aset keuangan Kelompok Usaha yang memiliki potensi konsentrasi secara signifikan risiko
       kredit pada dasarnya terdiri dari kas dan setara kas, piutang usaha, piutang lain-lain dan
       piutang hubungan istimewa. Kelompok Usaha memiliki kebijakan kredit dan prosedur untuk

       memastikan berlangsungnya evaluasi kredit dan pemantauan akun secara aktif.

       Eksposure Kelompok Usaha terhadap risiko kredit timbul dari wanprestasi pihak lain, dengan
       eksposur maksimum setara dengan nilai tercatat dari instrumen berikut:
                                                                  31-Mar-24            31-Dec-23
       Kas di bank & setara kas                                   13,170,321,788       6,306,615,407
       Piutang usaha - neto                                       48,234,979,508      35,709,335,224
       Piutang lain-lain                                          15,328,438,124      10,737,668,820
       Aset lancar lainnya - deposito                                 50,000,000          50,000,000
                                                                  76,783,739,420      52,803,619,451

   b. Risiko mata uang asing

       Kelompok Usaha terekspos terhadap perubahan nilai tukar mata uang asing terutama dalam
       Dolar Amerika dan Euro Eropa pada biaya-biaya tertentu terkait dengan pembelian material
       dan barang dagangan, beban pokok penjualan, serta aset dan liabilitas yang timbul dari
       opersi sehari-hari.

                                                                                                   50
Page 55
                       PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
                  CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
               UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 Maret 2024
                      (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


33. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (Lanjutan)

        Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, Kelompok Usaha mempunyai aset dan
        liabilitas moneter dalam mata uang asing sebagai berikut:


                                                     31-Mar-24                             31-Dec-23
                                        Dalam mata           Ekuivalen        Dalam mata           Ekuivalen
                                         uang asli         dalam Rupiah        uang asli         dalam Rupiah
        Aset
         Kas
           Dolar Amerika Serikat             61,002           968,285,860          74,154          1,057,841,514
           Euro                              48,148           825,247,868          50,215            917,833,953
        Total aset
           Dolar Amerika Serikat             61,002           968,285,860          74,154          1,057,841,514
           Euro                              48,148           825,247,868          50,215            917,833,953
        Liabilitas
          Pinjaman jangka pendek
            Dolar Amerika Serikat                -                     -               -                     -
            Euro                                 -                     -               -                     -
         Utang usaha
          Dolar Amerika Serikat              21,860            346,989,312
          Euro                               58,694          1,006,000,324          19,179          320,747,119
          Yen Jepang                            -                      -         2,379,150          249,537,896
         Utang lain-lain
          Dolar Amerika Serikat                  -                     -               -                     -

        Total liabilitas
           Dolar Amerika Serikat             21,860            346,989,312             -                    -
           Euro                              58,694          1,006,000,324          19,179          320,747,119
           Yen Jepang                           -                      -         2,379,150          249,537,896
        Aset (Liabilitas) Neto
           Dolar Amerika Serikat              39,142           621,296,548          74,154         1,057,841,514
           Euro                              (10,546)         (180,752,456)         31,036           597,086,834
           Yen Jepang                            -                     -        (2,379,150)         (249,537,896)
           Total                                              440,544,092                          1,405,390,452


        Jika Rupiah melemah/menguat 5% terhadap mata uang lainnya, maka laba sebelum beban
        pajak penghasilan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2022 dan

        2021 akan menjadi lebih rendah/tinggi masing-masing sebesar sekitar Rp710 juta dan Rp1,2
        miliar.

   c.   Risiko suku bunga

        Kelompok Usaha dibiayai melalui pinjaman bank jangka pendek serta pinjaman lainnya,
        seperti kredit dan uang muka dari pihak ketiga dan pihak yang mempunyai hubungan
        istimewa. Pinjaman bank perusahaan khususnya berasal dari Bank Mandiri dalam nominasi
        mata uang Rupiah dan mempunyai tingkat suku bunga 9.25% masing-masing untuk tanggal
        31 Desember 2023 dan 31 Desember 2022.
        Oleh sebab itu, Kelompok Usaha tertentu terekspos terhadap risiko pasar untuk perubahan
        tingkat suku bunga terkait terutama terhadap liabilitas pinjaman jangka pendek dan panjang
        serta asset dan liabilitas berbunga. Kelompok Usaha memiliki kebijakan untuk mendapatkan
        suku bunga yang tersedia dan paling menguntungkan tanpa meningkatkan risiko mata uang
        asing mereka. Kelompok Usaha juga berkewajiban untuk secara berkala memonitor
        penggunaan modal kerja sehingga lebih efektif dan mempunyai biaya modal yang paling
        efisien. Salah satu upaya manajemen dalam hal ini adalah melalui efektivitas manajemen

                                                                                                          51
Page 56
                    PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
               CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
            UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 Maret 2024
                   (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


33. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (Lanjutan)

      modal kerja dan memperpendek periode perputaran kas operasional (cash-to-cash cycle).
      Kelompok Usaha menganalisis tingkat suku bunga mereka secara dinamis. Berbagai
      skenario simulasi dengan mempertimbangkan pembayaran kembali, pertimbangan
      pelunasan,
      pembaharuan posisi jumlah pinjaman yang ada dan pendanaan alternatif, di antaranya
      melalui skema yang disebut project financing. Berdasarkan skenario tersebut, Kelompok
      Usaha menghitung dampak pada laporan laba rugi komprehensif konsolidasian dari
      perubahan suku
      bunga yang ditetapkan. Pinjaman jangka pendek serta pinjaman lainnya Kelompok Usaha
      adalah dalam mata uang Rupiah Indonesia, kecuali untuk fasilitas trade financing dan project
      financing yang menggunakan mata uang Dollar Amerika.
      Pada tanggal 30 Desember 2023 dan 2022, berdasarkan simulasi sederhana yang dilakukan,
      jika suku bunga meningkat/menurun sebesar 1% dengan semua variabel lainnya tetap
      konstan, laba sebelum pajak penghasilan Kelompok Usaha untuk tahun yang bersangkutan
      masing-masing Rp20 juta dan Rp18 juta lebih rendah/tinggi.

   d. Risiko likuiditas

      Manajemen risiko likuiditas dan pengelolaan modal kerja secara hati-hati berarti
      mempertahankan posisi kas dan setara kas serta menggunakan modal kerja secara efektif
      untuk mendukung kegiatan bisnis Kelompok Usaha. Kelompok Usaha telah menggunakan
      tolok ukur perputaran kas (cash to cash cycle) dalam mengefektifkan perputaran modal kerja
      tersebut, di mana risiko ini akan terus diturunkan sejalan dengan kebijakan manajemen untuk
      menurunkan tingkat persediaan Kelompok Usaha yang dikelolanya. Sementara itu Kelompok
      Usaha juga menjaga keseimbangan antara keselarasan penagihan piutang usaha serta
      melalui fleksibilitas penggunaan pinjaman bank dan pinjaman lainnya.

   e. Pengelolaan permodalan

      Tujuan utama dari pengelolaan permodalan Kelompok Usaha adalah untuk
      memastikanbahwa rasio modal selalu dalam kondisi sehat agar dapat mendukung kinerja
      usaha dan memaksimalkan nilai dari pemegang saham.

      Kelompok Usaha mengelola struktur modalnya dan membuat penyesuaian-penyesuaian
      sehubungan dengan perubahan kondisi ekonomi dan karakteristik dari risiko usahanya. Aga
      dapat menjaga dan menyesuaikan struktur modalnya, Kelompok Usaha akan menyesuaikan
      jumlah dari pembayaran dividen kepada para pemegang saham atau pengembalian struktur
      modal atau menerbitkan surat saham.

      Untuk tujuan pengelolaan modal, manajemen menganggap jumlah kombinasi sumber modal
      eksternal (utang) dan internal yang berasal dari ekuitas serta saldo laba sebagai modal yang
      digunakan dalam keseluruhan investasi. Jumlah ekuitas neto pada tanggal 31 Desember
      2023 dan 2022 dianggap optimal oleh manajemen setelah memperhatikan belanja modal
      yang diproyeksikan dan proyeksi peluang investasi dan bisnis strategis di tahun berikutnya.
      Selama beberapa tahun terakhir, laba sebelum pajak penghasilan, bunga, penyusutan dan
      amortisasi (EBITDA) telah menjadi kendali penting Kelompok Usaha serta juga bagi pihak
      bank yang memberikan pinjaman kepada Kelompok Usaha. Kegiatan operasi yang
      berkelanjutan serta optimal dari Kelompok Usaha tergantung dari kemampuan mereka
      secara mandiri dalam pendanaan melalui sumber pendanaan di atas (EBITDA).




                                                                                               52
Page 57
                   PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
              CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
           UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 Maret 2024
                  (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


33. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (Lanjutan)


      EBITDA Kelompok Usaha adalah sebagai berikut:
                                                           31-Mar-24           31-Mar-23
      EBIT                                                   144,208,074       2,623,251,728
      Penyusutan dan amortisasi                              699,553,429         726,689,755
      EBITDA                                                 843,761,503       3,349,941,483
      Tidak terdapat perubahan pendekatan Kelompok Usaha untuk pengelolaan modal sepanjang
      tahun berjalan.




                                                                                           53

File

File Open PDF
Source IDX
Size1.31 MB
Published30 Apr 2024
Pages57
Characters189,121
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 74 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org TIRA AUSTENITE Tbk p.5 ×174
linked org Sumber Makmur p.9 ×6
linked org Bank Mandiri. p.9 ×29
linked person Soebronto Laras p.10 ×2
linked person Shinta Widjaja p.10
linked person Rudianto Darmawan Santoso p.10
linked person Selo Winardi p.10
linked person Soeseno Adi p.10
linked person Agus Hasan Sulistiono p.10
linked person Harry Kurniawan p.10
linked org Bank Central Asia Tbk p.29 ×8
linked org Bank Danamon Indonesia Tbk p.29 ×2
linked org Bank CIMB Niaga Tbk p.29 ×2
linked org Aneka Tambang (Persero) Tbk p.30 ×2
linked org Solusi Bangun Indonesia Tbk p.30 ×2
linked org Mandiri Sejahtera p.40
linked org PT Martensite Unggul p.47
linked org Penta Widjaja p.47
possible org Negara Republik Indonesia p.8
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.8 ×2
possible org Bursa Efek Indonesia p.9 ×2
possible org PT Bank Rakyat Indonesia p.29
possible org Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk p.29 ×4
unresolved person J.N. Siregar · Notaris p.8
unresolved org Menteri Kehakiman Republik Indonesia p.8
unresolved person Jana Hanna Waturangi p.8 ×4
unresolved org Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.8
unresolved org PT Widjajatunggal Sejahtera p.8 ×3
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.9
unresolved org PT Alpha Austenite p.9 ×5
unresolved org PT Tira Andalan Steel p.9 ×2
unresolved org PT Genta Laras Semesta p.9 ×2
unresolved org PT Tanah Sumber Makmur p.9 ×6
unresolved person TSM. Berdasarkan Akta Notaris Rio Zaldi p.9 ×2
unresolved org PT Sinar Persada Utama p.9
unresolved person Neilly Iralita Iswari p.10
unresolved — Soebronto Lar · Anggota p.10
unresolved org Bapepam-LK p.11 ×2
unresolved org Bank Indonesia p.14
unresolved org Menteri Keuangan Republik Indonesia p.26
unresolved org BPD Jawa Timur Tbk p.29 ×2
unresolved org PT BPD Jawa Barat p.29
unresolved org Banten Tbk p.29
unresolved org PT BPD Sulselbar p.29
unresolved org PT Amman Mineral Nusa Tenggara p.30
unresolved org PT Patra Logistik p.30
unresolved org PT Pertamina Hulu Mahakam p.30
unresolved org PT Batam Citra International p.31
unresolved org PT BCI p.31
unresolved org PT Tira Stahlindo Indonesia p.33 ×6
unresolved org PT Stahlindo Engineering p.33
unresolved person Jana Hanna Waturagi p.33
unresolved org PT Tira Stahlindo Indonesia Saldo p.33
unresolved org KJPP Rizky Djunaedi dan Rekan p.34
unresolved org KJPP Rizky Djunaedi p.34
unresolved org Bank Garansi p.37 ×4
unresolved org Koperasi Sikarta p.40
unresolved org PT Perdana Karya Mandiri Sejahtera p.40
unresolved org PT Maxima Mandiri Indonusa p.40
unresolved org PT Bima Bisalloy p.40
unresolved org PT Dwigasindo Abadi p.40
unresolved org PT Sinar Putra Metalindo p.40
unresolved org PT Dinamika Wisesa Persada p.40
unresolved org Menteri Keuangan p.45 ×2
unresolved org PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia. Aset p.46
unresolved org FSAI dan Rekan p.46
unresolved org PT Penta Widjaja Investindo p.47
unresolved org Koperasi Karyawan PT Tira Austenite Tbk p.47
unresolved — Johny Santoso*) p.47
unresolved — Masyarakat (masing-masing dibawah 5%) p.47
unresolved person Johnny Santoso · Komisaris Utama p.47
unresolved org PT Hamana Works Tira Indonesia p.50

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

Other files in this announcement 5

inlineXBRL.zip done
FinancialStatement-2024-I-TIRA.xlsx done
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result