Back to announcement
Laporan Keuangan Konsolidasi Maret 2024 (OJK).pdf
Financial statement Text extracted TIRASource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 57
Page 1
DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR
PADA TANGGAL 31 MARET 2024
(TIDAK DIAUDIT)
Page 2
DAFTAR ISI
Halaman
Surat pernyataan direksi
Laporan posisi keuangan (neraca) konsolidasian 1
Laporan laba rugi komprehensif konsolidasian 3
Laporan perubahan ekuitas konsolidasian 4
Page 3
Page 4
Page 5
PT TIRA AUSTENITE Tbk dan ANAK PERUSAHAAN
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 MARET 2024 DAN 2023
1,000,000 1,000,000
31 Maret 2024 31 Desember 2023
ASET
ASET LANCAR
Kas setara kas 13,220,321,788 6,356,615,407
Piutang usaha kepada pihak ketiga -
setelah dikurangi penyisihan
piutang ragu-ragu 48,234,979,508 35,666,286,008
Piutang usaha - Pihak berelasi - 43,049,216
Piutang lain-lain 15,328,438,124 10,369,531,781
Piutang lain-lain - Pihak berelasi - 368,137,039
Persediaan 93,872,312,766 90,134,351,670
Barang dalam pelaksanaan - -
Pajak dibayar dimuka 903,355,347 193,438,668
Uang muka dan biaya dibayar dimuka 13,207,592,664 2,488,521,424
Asset non-keuangan lancar lainnya - 10,826,674,260
Jumlah Aset Lancar 184,767,000,197 156,446,605,473
ASET TIDAK LANCAR
Investasi pada entitas ventura bersama - 979,465,924
Piutang kepada pihak hubungan istimewa 493,476,120 -
Aset pajak tangguhan 167,216,266 167,216,293
Aset tetap - Net 168,634,407,271 173,833,074,230
Aset hak guna 5,371,421,259 -
Taksiran tagihan pajak penghasilan 5,900,407,967 3,231,339,233
Goodwill - -
Dana pensiun - -
Uang jaminan /deposit dan lain2 1,465,920,883 11,265,403,710
Jumlah Aset Tidak Lancar 182,032,849,766 189,476,499,390
JUMLAH ASET 366,799,849,963 345,923,104,863
366,799,849,963
1
Page 6
PT TIRA AUSTENITE Tbk dan ANAK PERUSAHAAN
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 MARET 2024 DAN 2023
0
31 Maret 2024 31 Desember 2023
KEWAJIBAN DAN EKUITAS
KEWAJIBAN LANCAR
Hutang bank jangka pendek 78,949,688,940 78,437,261,708
Hutang usaha - Pihak ketiga 32,008,558,184 27,283,228,716
Hutang usaha - Pihak berelasi - 651,786,203
Hutang lain-lain 23,761,985,737 7,196,834,685
Hutang afiliasi 249,448,784 2,173,752,862
Hutang pajak 9,436,210,913 8,808,446,778
Biaya yang masih harus dibayar 3,320,840,302 1,951,857,089
Bagian hutang jangka panjang yang jatuh tempo
dalam waktu satu tahun - 1,265,431,301
Sewa PSAK 73 - -
Sewa pembiayaan 61,315,487 48,391,793
Jumlah Kewajiban Lancar 147,788,048,347 127,816,991,135
KEWAJIBAN TIDAK LANCAR
Kewajiban pajak tangguhan 24,221,358,243 21,807,757,722
Liabilitas jangka panjang atas pinjaman lainnya - 4,650,046,905
Kewajiban imbalan pasca-kerja 25,261,171,095 23,802,622,543
Hutang jangka panjang - setelah dikurangi bagian
yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun -
Sewa PSAK 73 - -
Sewa pembiayaan - -
Jumlah Kewajiban Tidak Lancar 49,482,529,338 50,260,427,170
Jumlah Kewajiban 197,270,577,685 178,077,418,305
HAK MINORITAS ATAS ASET BERSIH
ANAK PERUSAHAAN 841,103,858 841,103,858
EKUITAS
Modal saham - nilai nominal Rp 100 per saham
Modal dasar - 224.000.000 saham
Modal ditempatkan dan disetor penuh -
588.800.000 saham 58,800,000,000 58,800,000,000
Tambahan modal disetor 9,521,891,461 9,521,891,461
Laba rugi Aktuaria (11,616,984,292) (12,566,452,362)
Surplus revaluasi aset 105,770,675,316 105,770,675,316
Selisih Transaksi Entitas Sepengendali (736,184,826) (715,904,826)
Saldo Laba (Defisit) 6,886,632,988 3,802,260,383
Laba (Rugi) Periode Berjalan 62,137,773 2,392,112,728
Jumlah Ekuitas 168,688,168,420 167,004,582,700
JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS 366,799,849,963 345,923,104,863
2
Page 7
PT TIRA AUSTENITE Tbk dan ANAK PERUSAHAAN
LAPORAN LABA RUGI KONSOLIDASIAN
31 MARET 2024 DAN 2023
31 Maret 2024 31 Maret 2023
PENJUALAN BERSIH 63,081,827,209 71,767,228,435
BEBAN POKOK PENJUALAN 40,608,789,241 45,962,458,581
LABA KOTOR 22,473,037,968 25,804,769,854
BEBAN USAHA 20,560,248,410 21,274,239,458
LABA USAHA 1,912,789,558 4,530,530,396
PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN:
Penghasilan bunga 17,258,727 -
Laba atas penjualan aset tetap - -
Beban bunga (1,917,414,803) (2,158,910,599)
Laba (rugi) selisih kurs - bersih (2,601,919) 52,563,327
Bagian laba (rugi) dari entitas ventura bersama - -
Lain-lain - bersih 134,176,511 199,068,604
Beban Lain-lain - Berih (1,768,581,484) (1,907,278,668)
LABA SEBELUM BEBAN PAJAK PENGHASILAN 144,208,074 2,623,251,728
BEBAN PAJAK PENGHASILAN (82,070,301) (231,139,000)
LABA SEBELUM HAK MINORITAS ATAS
LABA BERSIH ANAK PERUSAHAAN 62,137,773 2,392,112,728
HAK MINORITAS ATAS LABA BERSIH ANAK PERUSAHAAN - -
LABA BERSIH 62,137,773 2,392,112,728
LABA BERSIH PER SAHAM DASAR 0.11 4.07
3
Page 8
PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 Maret 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM
a. Pendirian Perusahaan
PT Tira Austenite Tbk (Perusahaan) didirikan di Republik Indonesia pada tanggal 8 April 1974
berdasarkan akta No. 29 dibuat dihadapan J.N. Siregar, S.H., Notaris di Jakarta. Akta
pendirian ini telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia melalui Surat
Keputusan No. Y.A.5/155/19 tanggal 15 Mei 1975 serta diumumkan dalam Lembaran Berita
Negara Republik Indonesia No. 49 tanggal 20 Juni 1975.
Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir
berdasarkan Akta Notaris No. 06 tanggal 26 Agustus 2020 oleh Jana Hanna Waturangi, S.H.,
mengenai antara lain, menyetujui perubahan dan penyusunan kembali seluruh ketentuan
Anggaran Dasar Perseroan dalam rangka penyesuaian dengan Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan (“POJK”) serta pemberian kuasa kepada Direksi Perseroan untuk melakukan
segala sesuatu yang diperlukan untuk penyesuaian dan penyusunan kembali Anggaran
Dasar dengan tidak ada satu tindakanpun yang dikecualikan. Penerimaan Pemberitahuan
Perubahan Anggaran Dasar Perusahaan tersebut telah diterima dan dicatat di dalam
database Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia dengan Surat No. AHU-0153125.AH.01.11.Tahun 2020 tanggal 14
September 2020.
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan
meliputi perdagangan besar atas dasar balas jasa (fee) atau kontrak, mesin kantor dan
industri, suku cadang dan perlengkapannya, barang logam untuk bahan konstruksi, logam
dan bijih logam, bahan bakar padat, cair dan gas, barang kimia dasar, barang bekas dan
sisa-sisa tak terpakai (scrap), dan lain-lain.
Perusahaan mulai beroperasi secara komersial sejak tahun 1974.
Kantor pusat Perusahaan berlokasi di Kawasan Industri Pulogadung, Jl. Pulo Ayang Kav. R-
1, Jakarta Timur, Indonesia.
PT Widjajatunggal Sejahtera adalah entitas induk dari Perusahaan.
b. Penawaran Umum Efek Perusahaan dan Tindakan Perusahaan yang Mempengaruhi
Efek yang Diterbitkan
Kegiatan yang telah dilakukan Perusahaan sejak tanggal penawaran umum saham perdana
sampai dengan tanggal 31 Maret 2024 yang mempengaruhi saham yang diterbitkan adalah
sebagai berikut:
Kegiatan Perusahaan Jumlah Saham Tanggal
Penawaran umum perdana dan pencatatan saham
pendiri Perusahaan pada Bursa Efek Jakarta 10,000,000 20 Juni 1993
Pembagian saham bonus 4,000,000 24 Agustus 1994
Penawaran umum terbatas (right issue) 42,000,000 31 Oktober 2000
Penyelenggaraan Employee Stock Option Plan (ESOP) 2,800,000 24 Juni 2004
Jumlah 58,800,000
Pemecahan nilai nominal saham dari Rp1.000 per lembar saham
menjadi Rp100 per lembar saham 588,000,000 27 Januari 2016
4
Page 9
PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 Maret 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (Lanjutan)
Berdasarkan Akta Notaris No. 4 dari Notaris Jana Hanna Waturangi, S.H., tanggal 8 Oktober
2015 yang telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
melalui surat No. AHU-AH.01.03-0976331 Tahun 2015 tanggal 30 Oktober 2015 dan
persetujuan dari Bursa Efek Indonesia melalui surat No. S-00265/BEI.PP2/01-2016 pada
tanggal 18 Januari 2016. Perusahaan memutuskan untuk melakukan pemecahan nilai
nominal saham Perusahaan dari Rp1.000 menjadi Rp100 per lembar saham, dan jumlah
saham Perusahaan dari 58.800.000 saham menjadi 588.000.000 saham. Seluruh saham
yang ditempatkan dan disetor penuh ini telah dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia dan
efektif diperdagangkan di pasar pada 27 Januari 2016 (Catatan 23).
c. Struktur Entitas Anak
Perusahaan memiliki secara langsung maupun tidak langsung saham Entitas Anak berikut ini
(selanjutnya secara bersama-sama disebut sebagai “Kelompok Usaha”):
Persentase
Kepemilikan Saat
(Langsung dan Mulai Jumlah Aset
Tidak Langsung) Bidang Kegiatan sebelum Eliminasi
Entitas Anak 2023 2022 Usaha Usaha Domisili 31-Mar-24 31-Dec-23
Kepemilikan langsung
PT Alpha Austenite (AA) 99.99% 99.99% Industri cetakan 1977 Cileungsi, 53,066,831,606 52,582,894,002
dan Entitas Anak (moulding) dan Jawa Barat
kawat las
PT Tira Andalan Steel (TAS) 99.00% 99.00% Perdagangan baja 1974 Jakarta 24,248,371,499 24,226,910,426
PT Genta Laras Semesta (GLS) 99.96% 99.96% Perdagangan 2002 Jakarta 9,954,055,723 2,623,453,228
Kepemilikan tidak langsung
Melalui AA :
PT Genta Laras Semesta (GLS) 0.04% 0.04% Perdagangan 2002 Jakarta 9,954,055,723 2,623,453,228
PT Tira Andalan Steel (TAS) 1.00% 1.00% Perdagangan baja 1974 Jakarta 24,248,371,499 24,226,910,426
Berdasarkan Akta Notaris Rio Zaldi,SH.,M.Kn, Notaris di Kota Batam No. 46 tanggal 30
Agustus 2019 dan berdasarkan Akta Jual Beli Saham (AJB) No. 47 tanggal 30 Agustus 2019
di hadapan Notaris Rio Zaldi Sarjana Hukum, Magister Kenotariatan berkedudukan di Batam
Propinsi Kepulauan Riau, Perusahaan melalui entitas anak PT Alpha Austenite (AA) telah
melakukan penjualan atas seluruh kepemilikan saham pada PT Tanah Sumber Makmur
dengan nilai nominal sebesar Rp700.000.000. Selisih harga jual dengan nilai nominal dicatat
sebagai bagian penghasilan (beban) lain-lain pada laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain konsolidasian, akta ini telah dikukuhkan dengan SK Kementrian Hukum
dan Hak Asasi Manusia No.AHU-0173210.AH.01.11.Tahun 2019, tanggal 19 September
2019.
Pada tanggal 28 November 2019 berdasarkan Keputusan Sirkular Pemegang Saham tanpa
Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa bahwa seluruh atau sebagian besar aset milik
PT Tanah Sumber Makmur (TSM) telah dijaminkan oleh PT Tira Austenite, Tbk kepada Bank
Mandiri.
Pada tanggal 3 September 2019 Perusahaan menerbitkan keterbukaan informasi untuk
melakukan penjualan saham pada TSM.
Berdasarkan Akta Notaris Rio Zaldi,SH.,M.K.n, Notaris di Kota Batam No. 15 tanggal 8
Agustus 2019 dan berdasarkan Akta Jual Beli Saham (AJB) No. 16 tanggal 8 Agustus 2019 di
hadapan Notaris Rio Zaldi Sarjana Hukum, Magister Kenotariatan berkedudukan di Batam
Propinsi Kepulauan Riau, Perusahaan melalui entitas anak PT Alpha Austenite (AA) telah
melakukan pembelian kepemilikan saham pada PT Sinar Persada Utama (SPU) dengan nilai
nominal
5
Page 10
PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 Maret 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (Lanjutan)
sebesar Rp.5.200.000.000, Akta ini telah dikukuhkan dengan SK Kementrian Hukum dan Hak
Asasi Manusia No.AHU-0134517.AH.01.11.Tahun 2019, tanggal 12 Agustus 2019.
Pada tanggal 12 Agustus 2019 Perusahaan menerbitkan keterbukaan informasi untuk
melakukan pembelian saham pada SPU.
Pada bulan Agustus 2020, PT Alpha Austenite telah melakukan penjualan atas seluruh
kepemilikan saham pada SPU dengan nilai nominal sebesar Rp10.010.000.000. Selisih harga
jual dengan nilai nominal dicatat sebagai bagian penghasilan (beban) lain-lain pada laporan
laba rugi dan penghasilan komprehensif lain (Catatan 37).
d. Dewan Komisaris, Direksi, Komite Audit dan Karyawan
Susunan dewan komisaris, direksi dan komite audit Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2024
dan 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:
Komisaris Utama : Soebronto Laras
(Independen)
Komisaris : Shinta Widjaja Kamdani
Komisaris : Rudianto Darmawan Santoso
Direktur Utama : Selo Winardi
Direktur : Soeseno Adi
Direktur : Agus Hasan Sulistiono Reksoprodjo
Manajemen kunci terdiri dari Dewan Komisaris dan Direksi.
Komposisi Dewan Komisaris dan Direksi berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang
Saham Tahunan (“RUPST”) tanggal 25 Agustus 2021, sebagaimana tertuang dalam Akta
Notaris No. 133 tanggal 25 Agustus 2021 dari Neilly Iralita Iswari, SH, Msi, Mkn., Notaris di
Jakarta.
Susunan Komite Audit Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
adalah sebagai berikut:
Ketua : Soebronto Laras
Anggota : Siddi Widyaprathama
Anggota : Harry Kurniawan
Pada 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 jumlah karyawan tetap Perusahaan dan Anak
perusahaan masing-masing adalah 337 karyawan.
e. Penyelesaian Laporan Keuangan Konsolidasian
Manajemen Perusahaan bertanggung jawab atas penyusunan laporan keuangan
konsolidasian ini yang telah disetujui oleh Direksi untuk diterbitkan pada tanggal 31
Desember 2023.
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
a. Dasar Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian dan Pernyataan Kepatuhan
Laporan keuangan konsolidasian telah disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan
(“SAK”), yang mencakup Pernyataan dan Interpretasi yang diterbitkan oleh Dewan Standar
6
Page 11
PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 Maret 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (Lanjutan)
Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK IAI), dan Keputusan Ketua Bapepam-
LK (sekarang Otoritas Jasa Keuangan (OJK))No. KEP-347/BL/2012 tertanggal 25 Juni 2012
tentang Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik.
Selain yang dijelaskan di bawah, kebijakan akuntansi telah diterapkan secara konsisten
dengan laporan keuangan konsolidasian untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2022 yang
telah disusun berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.
Laporan keuangan konsolidasian, kecuali laporan arus kas konsolidasian, telah disusun
secara akrual dengan menggunakan konsep biaya perolehan (historical cost), kecuali untuk
akun-akun tertentu yang dicatat berdasarkan basis lain seperti yang diungkapkan pada
kebijakan akuntansi masing-masing akun terkait.
Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan menggunakan metode langsung, dan
dikelompokkan ke dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.
Pos-pos dalam penghasilan komprehensif lain disajikan terpisah antara akun-akun yang akan
direklasifikasikan ke laba rugi dan akun-akun yang tidak akan direklasifikasi ke laba rugi.
Mata uang penyajian yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian
adalah mata uang Rupiah (“Rp”), yang juga merupakan mata uang fungsional Kelompok
Usaha.
Ketika entitas menerapkan suatu kebijakan akuntansi secara retrospektif atau membuat
penyajian kembali pos-pos laporan keuangan atau ketika entitas mereklasifikasi pos-pos
dalam laporan keuangannya, maka laporan posisi keuangan pada awal periode komparatif
disajikan.
b. Perkembangan Terkini Standard an Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan
Implementasi dari standar-standar, amendemen, dan penyesuaian tahunan yang dimulai
pada atau setelah tanggal 1 Januari 2022 di bawah ini tidak menghasilkan perubahan
kebijakan akuntansi Kelompok Usaha dan tidak memiliki dampak material terhadap jumlah
yang dilaporkan di tahun berjalan atau tahun sebelumnya:
- Amandemen PSAK No. 22 “Kombinasi Bisnis”.
- Amendemen PSAK No. 57 “Provisi, Liabilitas, Kontigensi, dan Aset Kontigensi”.
- Penyesuaian tahunan PSAK No. 71 “Instrumen Keuangan”.
- Penyesuaian tahunan PSAK No. 73 “Sewa”.
Standar akuntansi revision yang telah diterbitkan dan relevan untuk Perusahaan, berlaku
efektif sejak tanggal 1 Januari 2023 dan belum ditetapkan secara dini oleh Perusahaan:
- Amendemen PSAK No. 1 “Penyajian Laporan Keuangan”.
- Amendemen PSAK No. 16 “Aset Tetap”.
- Amendemen PSAK No. 25 “Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi dan
Kesalahan”.
- Amendemen PSAK No. 46 “Pajak Penghasilan”.
c. Prinsip-Prinsip Konsolidasian
Laporan keuangan konsolidasian menggabungkan seluruh Entitas Anak yang dikendalikan
oleh Perusahaan. Pengendalian didapat ketika Kelompok Usaha terekspos atau memiliki hak
atas imbal hasil variable dari keterlibatannya dengan investee dan memiliki kemampuan
untuk mempengaruhi imbal hasil tersebut melalui kekuasaannya atas investee. Perusahaan
mengendalikan investee jika, dan hanya jika Perusahaan secara langsung atau tidak
langsung melalui Entitas Anak hal-hal sebagai berikut :
7
Page 12
PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 Maret 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (Lanjutan)
(a) Kekuasaan untuk mengarahkan aktivitas relevan;
(b) Eksposur atau hak atas imbal hasil variable dari keterlibatannya dengan investee;
(c) Kemampuan untuk menggunakan kekuasaannya atas investee untuk mempengaruhi
jumlah imbal hasil investor.
Entitas Anak dikonsolidasi sejak tanggal akuisisi, yaitu tanggal Kelompok Usaha
memperoleh pengendalian, sampai dengan tanggal Kelompok Usaha kehilangan
pengendalian.
Kepentingan nonpengendali mencerminkan bagian atas laba atau rugi dan aset neto yang
tidak diatribusikan kepada entitas induk dan disajikan secara terpisah dalam laporan laba rugi
komprehensif konsolidasian dan ekuitas pada laporan posisi keuangan konsolidasian,
dipisahkan dari ekuitas yang dapat diatribusikan kepada Entitas Induk.
Seluruh laba rugi komprehensif diatribusikan pada pemilik entitas induk dan pada
kepentingan nonpengendali bahkan jika hal ini mengakibatkan kepentingan nonpengendali
mempunyai saldo defisit.
Seluruh saldo akun dan transaksi yang material antar entitas yang dikonsolidasi telah
dieliminasi.
Perubahan bagian kepemilikan tanpa kehilangan pengendalian
Perubahan dalam bagian kepemilikan entitas induk pada Entitas Anak yang tidak
mengakibatkan hilangnya pengendalian dicatat sebagai transaksi ekuitas, dimana nilai
tercatat kepentingan pengendali dan nonpengendali disesuaikan untuk mencerminkan
perubahan bagian relatifnya atas entitas anak.
Perbedaan antara jumlah kepentingan nonpengendali disesuaikan dan nilai wajar imbalan
yang diberikan atau diterima diakui secara langsung dalam ekuitas dan diatribusikan pada
pemilik entitas induk.
Pelepasan entitas anak
Jika entitas induk kehilangan pengendalian atas entitas anak, maka entitas induk
menghentikan pengakuan aset (termasuk goodwill), liabilitas dan komponen entitas terkait
dengan entitas anak tersebut, dan mengukur setiap sisa investasi pada entitas anak
terdahulu pada nilai wajarnya pada tanggal hilangnya pengendalian. Disamping itu, jumlah
yang sebelumnya diakui pada penghasilan komprehensif lain sehubungan dengan entitas
tersebut telah dicatat seolah-olah entitas induk telah melepas asset atau liabilitas terkait. Hal
ini dapat berarti bahwa jumlah yang sebelumnya diakui pada pendapatan komprehensif lain
direklasifikasi ke laporan laba rugi. Keuntungan atau kerugian yang terjadi diakui sebagai
laba rugi yang dapat diatribusikan pada Entitas Induk.
d. Kombinasi Bisnis
Kombinasi bisnis dicatat dengan metode akuisisi. Selisih lebih nilai agregat dari nilai wajar
imbalan yang dialihkan, jumlah proporsi kepemilikan kepentingan nonpengendali atas asset
neto teridentifikasi dari pihak yang diakuisisi, dan nilai wajar kepentingan ekuitas yang
sebelumnya dimiliki pihak pengakuisisi, atas nilai wajar asset neto teridentifikasi yang
diperoleh diakui sebagai goodwill. Jika terdapat goodwill negatif, maka jumlah tersebut diakui
dalam laba rugi. Goodwill tidak diamortisasi tetapi dilakukan uji penurunan nilai setiap tahun.
Kombinasi bisnis entitas sepengendali dicatat berdasarkan PSAK 38 (Revisi 2012),
“Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali,” dengan menggunakan metode penyatuan
kepemilikan. Selisih antara harga pengalihan dengan nilai buku dicatat dalan akun “Selisih
Nilai Transaksi dengan
8
Page 13
PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 Maret 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (Lanjutan)
Entitas Sepengendali” dan disajikan sebagai bagian dari “Tambahan Modal Disetor” dalam
laporan posisi keuangan konsolidasian dan selanjutnya tidak dapat diakui sebagai laba rugi
direalisasi maupun direklasifikasi ke saldo laba.
Jika kombinasi bisnis diperoleh secara bertahap, nilai wajar pada tanggal akuisisi dari
kepentingan ekuitas yang sebelumnya dimiliki oleh pihak pengakuisisi pada pihak yang
diakuisisi diukur kembali ke nilai wajar tanggal akuisisi melalui laporan laba rugi.
Selisih lebih imbalan yang dialihkan, jumlah setiap kepentingan nonpengendali pada pihak
diakuisisi dan nilai wajar pada tanggal akuisisi kepentingan ekuitas sebelumnya dimiliki oleh
pihak pengakuisisi pada pihak diakuisisi atas nilai wajar asset bersih teridentifikasi yang
diperoleh dicatat sebagai goodwill. Jika jumlah imbalah yang dialihkan kepentingan
nonpengendali yang diakui, dan kepentingan yang sebelumnya dimikili pengakuisisi lebih
rendah dari nilai wajar asset bersih entitas anak yang diakuisisi dalam kasus pembelian
dengan diskon, selisihnya diakui dalam laporan laba rugi.
e. Transaksi Pihak-pihak Berelasi
Kelompok Usaha melakukan transaksi dengan pihak- pihak berelasi sebagaimana
didefinisikan dalam PSAK No. 7 (Revisi 2010), “Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi”.
Transaksi ini dilakukan berdasarkan persyaratan yang disetujui oleh kedua belah pihak,
dimana persyaratan tersebut mungkin tidak sama dengan transaksi lain yang dilakukan
dengan pihak-pihak yang tidak berelasi.
Semua transaksi yang signifikan dengan pihak-pihak berelasi, baik yang dilakukan dengan
syarat dan kondisi yang sama dengan pihak ketiga ataupun tidak diungkapkan dalam catatan
atas laporan keuangan konsolidasian.
Suatu pihak dianggap berelasi dengan Kelompok Usaha jika:
(a) Orang atau anggota keluarga terdekat mempunyai relasi dengan entitas pelapor jika
orang tersebut:
i. Memiliki pengendalian atau pengendalian bersama atas entitas pelapor;
ii. Memiliki pengaruh signifikan atas entitas pelapor; atau
iii. Personil manajemen kunci entitas pelapor atau Entitas Induk entitas pelapor.
(b) Suatu entitas berelasi dengan entitas pelapor jika memenuhi salah satu hal berikut:
i. Entitas dan entitas pelapor adalah anggota dari Kelompok Usaha yang sama
(artinya Entitas Induk, Entitas Anak, dan Entitas Anak berikutnya terkait dengan
entitas lain);
ii. Satu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama dari entitas lain (atau
entitas asosiasi atau ventura bersama yang merupakan anggota suatu Kelompok
Usaha, yang mana entitas lain tersebut adalah anggotanya);
iii. Kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama;
iv. Satu entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain
adalah entitas asosiasi dari entitas ketiga;
v. Entitas tersebut adalah suatu program imbalan pascakerja untuk imbalan kerja dari
salah satu entitas pelapor atau entitas yang terkait dengan entitas pelapor. Jika
entitas pelapor adalah entitas yang menyelenggarakan program tersebut, maka
entitas sponsor juga berelasi dengan entitas pelapor;
vi. Entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifikasi
dalam huruf (a); atau
9
Page 14
PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 Maret 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (Lanjutan)
vii. Orang yang diidentifikasi dalam huruf (a) (i) memiliki pengaruh signifikan atas
entitas atau personil manajemen kunci entitas (atau Entitas Induk dari entitas).
Dalam kegiatan usaha yang normal, Kelompok Usaha melakukan transaksi dengan pihak
yang berelasi pada tingkat harga dan persyaratan yang disetujui kedua belah pihak.
f. Transaksi dan Saldo Dalam Mata Uang Asing
Transaksi dalam mata uang asing dijabarkan ke dalam mata uang fungsional dengan kurs
yang berlaku pada saat transaksi dilakukan. Pada akhir periode pelaporan, aset dan liabilitas
moneter dalam mata uang asing disesuaikan ke dalam mata uang fungsional menggunakan
kurs tengah yang ditetapkan oleh Bank Indonesia pada tanggal terakhir transaksi perbankan
pada periode tersebut. Laba dan rugi yang timbul dari penyesuaian kurs maupun
penyelesaian aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing tersebut dikreditkan atau
dibebankan sebagai laba atau rugi tahun/periode berjalan.
Kurs penutup yang digunakan pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 adalah
sebagai berikut:
31-Mar-24 31-Des-23
1 Dolar Amerika Serikat/Rupiah 15,873.00 14,265.47
1 Euro/Rupiah 17,139.68 18,278.08
1 Yen Jepang/Rupiah 209.62 146.92
g. Instrumen Keuangan
Mulai 1 Januari 2020, Kelompok Usaha telah menerapkan PSAK No. 71, “Instrumen
Keuangan”.
Klasifikasi
1) Aset keuangan
Aset keuangan dalam lingkup PSAK No. 71 diklasifikasikan sebagai (i) pada biaya
perolehan diamortisasi, (ii) Nilai Wajar Melalui Penghasilan Komprehensif Lain (Fair
Value through Other Comprehensive Income (“FVOCI”)), atau (iii) Nilai Wajar melalui
Laba Rugi (Fair Value through Profit Or Loss (“FVPL”)).
Klasifikasi aset keuangan pada pengakuan awal bergantung pada karakteristik arus kas
kontraktual aset finansial dan model bisnis Kelompok Usaha untuk mengelolanya.
Aset keuangan Kelompok Usaha terdiri dari piutang usaha - pihak ketiga, piutang lain-lain
– pihak berelasi dan pihak ketiga, aset lancar, dan aset tidak lancar diklasifikasikan
sebagai aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi, investasi dalam
instrumen ekuitas diklasifikasikan sebagai aset keuangan pada nilai wajar melalui FVOCI.
2) Liabilitas keuangan
Liabilitas keuangan dalam lingkup PSAK No. 71 diklasifikasikan sebagai (i) liabilitas
keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, (ii) liabilitas keuangan yang
diukur pada biaya perolehan diamortisasi, atau (iii) derivatif yang ditetapkan sebagai
instrumen lindung nilai dalam lindung nilai yang efektif, mana yang sesuai.
Liabilitas keuangan Kelompok Usaha terdiri dari utang usaha, beban akrual, pinjaman,
utang lain-lain, dan liabilitas jangka pendek lainnya diklasifikasikan sebagai liabilitas
keuangan yang dicatat berdasarkan biaya perolehan diamortisasi.
10
Page 15
PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 Maret 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (Lanjutan)
Pengakuan dan pengukuran
a. Aset Keuangan
Aset keuangan pada awalnya diakui sebesar nilai wajarnya ditambah, dalam hal
investasi yang tidak diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, biaya transaksi yang
dapat diatribusikan secara langsung. Pengukuran aset keuangan setelah pengakuan
awal tergantung pada klasifikasinya.
Pembelian atau penjualan aset keuangan yang mensyaratkan penyerahan aset
dalam kurun waktu yang ditetapkan oleh peraturan atau kebiasaan yang berlaku di
pasar (pembelian yang lazim/reguler) diakui pada tanggal perdagangan, yaitu tanggal
Kelompok Usaha berkomitmen untuk membeli atau menjual aset tersebut.
i. Aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi (instrumen utang)
Kelompok Usaha mengukur aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi
jika kedua kondisi berikut terpenuhi:
- Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset
keuangan dalam rangka mendapatkan arus kas kontraktual; dan
- Persyaratan kontraktual dari aset keuangan menghasilkan arus kas pada
tanggal tertentu yang semata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah
pokok terutang.
Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi selanjutnya diukur
dengan menggunakan metode Suku Bunga Efektif (Effective Interest Rate
(“EIR”)). Keuntungan dan kerugian diakui sebagai laba rugi pada saat pinjaman
yang diberikan dan piutang dihentikan pengakuannya atau mengalami
penurunan nilai, dimodifikasi, serta melalui proses amortisasi.
ii. Aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain
(“FVOCI”) (instrumen ekuitas).
Setelah pengakuan awal, Kelompok Usaha dapat memilih untuk
mengklasifikasikan investasi ekuitasnya yang tidak dapat dibatalkan sebagai
instrumen ekuitas yang ditetapkan pada FVOCI ketika mereka memenuhi definisi
ekuitas dan tidak dimiliki untuk perdagangan. Klasifikasi ditentukan berdasarkan
instrumen-per-instrumen.
Keuntungan dan kerugian pada aset keuangan ini tidak pernah didaur ulang ke
laba rugi. Dividen diakui sebagai pendapatan lain-lain dalam laba rugi ketika hak
pembayaran telah ditetapkan, kecuali ketika Kelompok Usaha memperoleh
manfaat dari hasil tersebut sebagai pemulihan sebagian dari biaya aset
keuangan, dalam hal mana, keuntungan tersebut dicatat dalam Penghasilan
Komprehensif Lain (Other Comprehensive Income (“OCI”)).
Kelompok Usaha memilih untuk mengklasifikasikan, yang tidak dapat dibatalkan,
investasi ekuitas yang tidak memiliki kuotasi harga di pasar aktif di bawah
kategori ini.
11
Page 16
PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 Maret 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (Lanjutan)
iii. Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi (“FVPL”)
Aset keuangan yang diukur pada FVPL termasuk aset keuangan untuk
diperdagangkan, aset keuangan yang ditetapkan pada saat pengakuan awal
untuk diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, atau aset keuangan yang wajib
diukur pada nilai wajar.
Aset keuangan diklasifikasikan sebagai kelompok diperdagangkan jika mereka
diperoleh untuk tujuan dijual atau dibeli kembali dalam waktu dekat. Aset derivatif
juga diklasifikasikan sebagai kelompok diperdagangkan kecuali mereka
ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai efektif.
Aset keuangan dengan arus kas yang tidak semata-mata pembayaran pokok dan
bunga diklasifikasikan dan diukur pada FVPL. Aset keuangan yang diukur pada
FVPL ditetapkan pada nilai wajar dalam laporan posisi keuangan konsolidasian
dengan perubahan nilai wajar diakui dalam laba rugi.
b. Liabilitas Keuangan
Liabilitas keuangan diakui pada awalnya sebesar nilai wajar dan dalam hal liabilitas
keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi, termasuk biaya transaksi
yang dapat diatribusikan secara langsung.
Liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi, selanjutnya
setelah pengakuan awal diukur pada biaya perolehan diamortisasi, menggunakan
metode suku bunga efektif kecuali jika dampak diskonto tidak material, maka
dinyatakan pada biaya perolehan. Beban bunga diakui dalam “Beban Keuangan”
dalam laba rugi. Keuntungan atau kerugian diakui pada laba rugi ketika liabilitas
keuangan tersebut dihentikan pengakuannya dan melalui proses amortisasi.
Saling hapus dari instrumen keuangan
Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus dan nilai bersihnya dilaporkan dalam
laporan posisi keuangan konsolidasian jika, dan hanya jika, terdapat hak yang
berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui dari
aset keuangan dan liabilitas keuangan tersebut dan terdapat intensi untuk menyelesaikan
dengan menggunakan dasar neto, atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan
liabilitasnya secara bersamaan.
Nilai wajar dari instrumen keuangan
Nilai wajar instrumen keuangan yang diperdagangkan secara aktif di pasar keuangan
yang terorganisasi, jika ada, ditentukan dengan mengacu pada kuotasi harga penawaran
atau permintaan (bid or ask prices) pada penutupan perdagangan pada akhir periode
pelaporan.
Untuk instrumen keuangan yang tidak memiliki pasar aktif, nilai wajar ditentukan dengan
menggunakan teknik penilaian. Teknik penilaian mencakup penggunaan transaksi pasar
terkini yang dilakukan secara wajar oleh pihak-pihak yang berkeinginan dan memahami
(recent arm’s length market transactions); penggunaan nilai wajar terkini instrumen lain
yang secara substansial sama; analisa arus kas yang didiskonto; atau model penilaian
lain.
Bila nilai wajar instrumen keuangan yang tidak diperdagangkan di pasar aktif tidak dapat
ditentukan secara handal, aset keuangan tersebut diakui dan diukur pada nilai
tercatatnya.
12
Page 17
PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 Maret 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (Lanjutan)
Kelompok Usaha menggunakan teknik penilaian yang tepat sesuai keadaan dan dimana
tersedia kecukupan data untuk mengukur nilai wajar, memaksimalkan penggunaan input
yang dapat diobservasi yang relevan dan meminimalisir penggunaan input yang tidak
dapat diobservasi.
Semua aset dan liabilitas dimana nilai wajar diukur atau diungkapkan dalam laporan
keuangan konsolidasian dapat dikategorikan pada level hierarki nilai wajar, berdasarkan
tingkatan input terendah yang signifikan atas pengukuran nilai wajar secara keseluruhan:
- Level 1 - Harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk aset atau liabilitas
yang identik yang dapat diakses entitas pada tanggal pengukuran.
- Level 2 - Input selain harga kuotasian yang termasuk dalam level 1 yang dapat
diobservasi untuk aset atau liabilitas, baik secara langsung maupun tidak langsung.
- Level 3 - Input yang tidak dapat diobservasi untuk aset atau liabilitas.
Untuk aset dan liabilitas yang diakui pada laporan keuangan konsolidasian secara
berulang, Kelompok Usaha menentukan apakah terjadi transfer antara level di dalam
hierarki dengan cara mengevaluasi kategori (berdasarkan input level terendah yang
signifikan dalam pengukuran nilai wajar) setiap akhir periode pelaporan.
Untuk tujuan pengungkapan nilai wajar, Kelompok Usaha telah menentukan kelas aset
dan liabilitas berdasarkan sifat, karakteristik, dan risiko aset atau liabilitas, dan level
hierarki nilai wajar seperti dijelaskan di atas.
Biaya perolehan diamortisasi dari instrumen keuangan
Biaya perolehan diamortisasi dihitung dengan menggunakan metode suku bunga efektif
dikurangi dengan penyisihan atas penurunan nilai dan pembayaran pokok atau nilai yang
tidak dapat ditagih. Perhitungan tersebut mempertimbangkan premium atau diskonto
pada saat perolehan dan termasuk biaya transaksi dan biaya yang merupakan bagian
yang tak terpisahkan dari suku bunga efektif.
Penurunan nilai aset keuangan
Kelompok Usaha mengkaji atas dasar forward looking atas kerugian kredit yang
diharapkan terkait dengan instrumen hutangnya yang dicatat pada biaya perolehan
diamortisasi. Kerugian kredit yang diharapkan didasarkan pada perbedaan antara arus
kas kontraktual yang jatuh tempo sesuai dengan kontrak dan semua arus kas yang
diharapkan akan diterima oleh Kelompok Usaha, didiskon berdasarkan perkiraan EIR
awal. Arus kas yang diharapkan akan mencakup arus kas dari penjualan agunan yang
dimiliki atau peningkatan kredit lainnya yang merupakan bagian integral dari ketentuan
kontraktual
Metodologi penurunan nilai yang diterapkan tergantung pada apakah ada peningkatan
risiko kredit yang signifikan. Suatu tunjangan kerugian penurunan nilai setara dengan
kerugian kredit yang diharapkan seumur hidup diberikan jika ada peningkatan yang
signifikan dalam risiko kredit sejak pengakuan awal. Jika tidak, pada jumlah yang sama
dengan dua belas (12) bulan kerugian kredit yang diharapkan.
Untuk piutang usaha dan aset kontrak, Kelompok Usaha menerapkan pendekatan yang
disederhanakan, yang mengharuskan kerugian seumur hidup yang diharapkan untuk
diakui dari pengakuan awal atas piutang. Kelompok Usaha telah membentuk tarif
penyediaan yang didasarkan pada pengalaman kehilangan kredit historisnya, yang
disesuaikan dengan faktor- faktor ke depan yang khusus untuk debitur dan lingkungan
ekonomi. Suatu aset keuangan dihapuskan ketika tidak ada ekspektasi wajar untuk
memulihkan arus kas kontraktual.
13
Page 18
PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 Maret 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (Lanjutan)
Jumlah kerugian atau pembalikan kredit yang diharapkan diakui sebagai kerugian
penurunan nilai atau keuntungan dalam laba rugi dan disajikan secara terpisah dari yang
lain jika material.
Instrumen ekuitas yang ditetapkan pada FVOCI tidak tunduk pada penilaian penurunan
nilai.
Penghentian pengakuan
a) Aset Keuangan
Suatu aset keuangan, atau mana yang berlaku, bagian dari aset keuangan atau
bagian dari kelompok aset keuangan sejenis, dihentikan pengakuannya pada saat:
i. Hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut berakhir;
atau
ii. Kelompok Usaha memindahkan hak kontraktual untuk menerima arus kas yang
berasal dari aset keuangan atau menanggung kewajiban untuk membayar arus
kas yang diterima tanpa penundaan yang signifikan kepada pihak ketiga melalui
suatu kesepakatan penyerahan dan (i) secara substansial memindahkan seluruh
risiko dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan tersebut, atau (ii) secara
substansial tidak memindahkan dan tidak memiliki seluruh risiko dan manfaat
atas kepemilikan aset keuangan tersebut, namun telah memindahkan
pengendalian atas aset keuangan tersebut.
Ketika Kelompok Usaha telah memindahkan hak untuk menerima arus kas dari aset
atau telah menandatangani kesepakatan pelepasan (pass-through arrangement), dan
secara substansial tidak memindahkan dan tidak memiliki seluruh risiko dan manfaat
atas aset keuangan, maupun memindahkan pengendalian atas aset, aset tersebut
diakui sejauh keterlibatan berkelanjutan Kelompok Usaha terhadap aset keuangan
tersebut.
Keterlibatan berkelanjutan yang berbentuk pemberian jaminan atas aset yang
ditransfer diukur sebesar jumlah terendah dari jumlah tercatat aset dan jumlah
maksimal dari pembayaran yang diterima yang mungkin harus dibayar kembali.
Dalam hal ini, Kelompok Usaha juga mengakui liabilitas terkait. Aset yang ditransfer
dan liabilitas terkait diukur dengan dasar yang mencerminkan hak dan liabilitas yang
masih dimiliki Kelompok Usaha.
Pada saat penghentian pengakuan atas aset keuangan secara keseluruhan, maka
selisih antara nilai tercatat dan jumlah dari (i) pembayaran yang diterima, termasuk
setiap aset baru yang diperoleh dikurangi setiap liabilitas baru yang harus
ditanggung; dan (ii) setiap keuntungan atau kerugian kumulatif yang telah diakui
secara langsung dalam ekuitas harus diakui pada laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain konsolidasian.
b) Liabilitas Keuangan
Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya ketika liabilitas yang ditetapkan dalam
kontrak dihentikan, dibatalkan atau kedaluwarsa.
Ketika liabilitas keuangan saat ini digantikan dengan yang lain dari pemberi pinjaman
yang sama dengan persyaratan yang berbeda secara substansial, atau modifikasi
14
Page 19
PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 Maret 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (Lanjutan)
secara substansial atas ketentuan liabilitas keuangan yang saat ini ada, maka
pertukaran atau modifikasi tersebut dicatat sebagai penghapusan liabilitas keuangan
awal dan pengakuan liabilitas keuangan baru, dan selisih antara nilai tercatat liabilitas
keuangan tersebut diakui sebagai laba rugi.
h. Kas dan Setara Kas
Kas dan setara kas terdiri dari saldo kas dan bank, serta deposito berjangka yang jatuh
tempo dalam waktu 3 (tiga) bulan atau kurang sejak tanggal penempatan dan tidak
digunakan sebagai jaminan atau dibatasi penggunaannya.
i. Piutang Usaha dan Piutang Lain-lain
Piutang pada awalnya diakui sebesar nilai wajar dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan
diamortisasi dengan menggunakan metode bunga efektif, dikurangi penyisihan atas
penurunan nilai. Penyisihan atas penurunan nilai piutang dibentuk pada saat terdapat bukti
objective bahwa saldo piutang Kelompok Usaha tidak dapat ditagih.
Besarnya penyisihan merupakan selisih antara nilai aset tercatat dan nilai sekarang dari
estimasi arus kas masa depan, didiskontokan dengan tingkat suku bunga efektif. Penurunan
nilai aset dicatat di dalam akun penyisihan dan nilai kerugian diakui di dalam laba atau rugi.
Ketika tidak dapat ditagih, piutang dihapuskan bersama dengan penyisihan piutang.
Pemulihan nilai setelah penghapusan piutang diakui sebagai penghasilan dalam laba rugi.
Jika pendapatan telah diakui sebelum Kelompok Usaha memiliki hak tanpa syarat untuk
menerima pertimbangan, jumlah tersebut disajikan sebagai aset kontrak (Catatan 2j).
j. Aset Kontrak dan Liabilitas Kontrak
Aset kontrak
Hak imbalan entitas dalam pertukaran dengan barang atau jasa yang telah dialihkan entitas
kepada pelanggan ketika hak tersebut bergantung pada syarat selain berjalannya waktu
(sebagai contoh, pelaksanaan masa depan entitas).
Liabilitas kontrak
Kewajiban entitas untuk mengalihkan barang atau jasa kepada pelanggan di mana entitas
telah menerima imbalan (atau jumlah yang jatuh tempo) dari pelanggan.
k. Persediaan
Persediaan dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan atau nilai
realisasi neto (the lower of cost or net realizable value). Biaya perolehan untuk persediaan
bahan baku, bahan pembantu dan suku cadang ditentukan dengan metode “masuk pertama,
keluar pertama (FIFO)”, sedangkan biaya persediaan barang dalam proses dan persediaan
barang jadi ditentukan dengan metode rata-rata tertimbang. Penyisihan persediaan usang
ditentukan berdasarkan hasil penelaahan atas keadaan persediaan pada akhir tahun.
l. Biaya Dibayar Dimuka
Biaya dibayar dimuka diamortisasi sesuai masa manfaat masing-masing biaya dengan
menggunakan metode garis lurus.
15
Page 20
PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 Maret 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (Lanjutan)
m. Aset Tetap
Tanah dinyatakan berdasarkan nilai revaluasi yang merupakan nilai wajar pada tanggal
revaluasi, dan tanah tidak disusutkan. Revaluasi dilakukan dengan keteraturan yang
memadai untuk memastikan bahwa jumlah tercatat tidak berbeda secara material dari jumlah
yang telah ditentukan pada nilai wajar pada tanggal pelaporan keuangan Perusahaan dan
beberapa entitas anak.
Kenaikan yang berasal dari revaluasi atas tanah diakui pada penghasilan komprehensif lain
dan terakumulasi dalam ekuitas pada bagian surplus revaluasi aset. Penurunan jumlah
tercatat yang berasal dari revaluasi atas tanah dibebankan dalam laporan laba rugi apabila
penjurunan tersebut melebihi saldo revaluasi aset yang bersangkutan, jika ada surplus
revaluasi tanah
yang telah disajikan dalam ekuitas dipindahkan langsung ke saldo laba pada saat aset
tersebut dihentikan pengakuannya.
Perusahaan dan beberapa Entitas Anak memakai model revaluasi hanya untuk laporan
keuangan komersial, tidak untuk laporan keuangan fiskal.
Kelompok Usaha telah memilih untuk menggunakan model biaya sebagai kebijakan
akuntansi pengukuran aset tetap lainnya kecuali tanah.
Penyusutan dihitung dengan metode garis lurus selama umur manfaat aset. Taksiran masa
manfaat ekonomis aset sebagai berikut:
Tahun
Bangunan dan prasarana 4 – 20
Mesin dan peralatan 4 – 16
Tabung gas 8 – 16
Kendaraan bermotor 4–8
Perabot dan perlengkapan kantor 4–8
Pada setiap akhir periode pelaporan, nilai residu aset, umur manfaat dan metode penyusutan
ditelaah, dan jika sesuai dengan keadaan, disesuaikan secara prospektif.
Tanah dinyatakan sebesar nilai perolehan dan tidak disusutkan.
Aset dalam pengerjaan dinyatakan sebesar biaya perolehan dan disajikan sebagai bagian
dari “Aset Tetap” dalam laporan posisi keuangan konsolidasian. Akumulasi biaya perolehan
akan dipindahkan ke masing-masing akun aset tetap yang bersangkutan pada saat aset
tersebut selesai dikerjakan dan siap untuk digunakan.
Beban perbaikan dan pemeliharaan dibebankan pada laba rugi saat terjadinya; biaya
penggantian atau inspeksi yang signifikan dikapitalisasi pada saat terjadinya dan jika besar
kemungkinan manfaat ekonomis di masa depan berkenaan dengan aset tersebut akan
mengalir ke Kelompok Usaha, dan biaya perolehan aset dapat diukur secara andal. Aset
tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau ketika tidak ada manfaat ekonomis
masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya.
Laba atau rugi yang timbul dari penghentian pengakuan aset dimasukkan dalam laporan laba
rugi pada tahun aset tersebut dihentikan pengakuannya.
Aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau ketika tidak ada manfaat
ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Laba atau rugi
yang timbul dari penghentian pengakuan aset dimasukkan dalam laporan laba rugi dan
16
Page 21
PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 Maret 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (Lanjutan)
penghasilan komprehensif lain konsolidasian pada tahun aset tersebut dihentikan
pengakuannya.
n. Goodwill
Goodwill yang timbul pada saat kombinasi bisnis diakui sebagai aset pada tanggal
diperolehnya pengendalian (tanggal akuisisi). Goodwill diukur sebagai selisih dari imbalan
yang dialihkan, jumlah setiap kepentingan nonpengendali pada pihak yang diakuisisi dan
dalam hal bisnis kombinasi yang dilakukan secara bertahap pada nilai wajar dari kepentingan
ekuitas yang sebelumnya dimiliki pihak pengakuisisi pada pihak yang diakuisisi (jika ada) atas
jumlah selisih neto dari aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas yang diambil alih pada
tanggal akuisisi.
Untuk tujuan uji penurunan nilai, goodwill dialokasikan pada setiap unit penghasil kas dari
Kelompok Usaha yang diharapkan memberikan manfaat dari sinergi kombinasi bisnis
tersebut. Unit penghasil kas yang telah memperoleh alokasi goodwill diuji penurunan nilainya
secara tahunan, dan ketika terdapat indikasi bahwa unit tersebut mengalami penurunan nilai.
Jika jumlah terpulihkan dari unit penghasil kas kurang dari jumlah tercatatnya, rugi penurunan
nilai dialokasikan pertama untuk mengurangi jumlah tercatat aset atas setiap goodwill yang
dialokasikan pada unit dan selanjutnya ke aset lainnya dari unit dibagi prorata atas dasar
jumlah tercatat setiap aset dalam unit tersebut. Rugi penurunan nilai yang diakui atas
goodwill tidak dapat dibalik pada periode berikutnya.
o. Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan
Kelompok Usaha menerapkan PSAK No. 48 tentang “Penurunan Nilai Aset”. PSAK ini
memberikan ketentuan pengungkapan tambahan untuk setiap aset individual (termasuk
goodwill) atau unit penghasil kas (“UPK”), yang mana rugi penurunan nilai telah diakui atau
dibalik selama periode berjalan.
Pada setiap tanggal pelaporan, Kelompok Usaha menilai apakah terdapat indikasi aset
mengalami penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut, atau jika uji penurunan nilai
secara tahunan disyaratkan untuk aset tertentu, maka Kelompok Usaha mengestimasi jumlah
terpulihkan aset tersebut.
Jumlah terpulihkan suatu aset atau unit penghasil kas adalah jumlah yang lebih tinggi antara
nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual dan nilai pakainya. Jika jumlah terpulihkan suatu
aset lebih kecil dari nilai tercatatnya, nilai tercatat aset harus diturunkan menjadi sebesar
jumlah terpulihkan. Rugi penurunan nilai dan pemulihan rugi penurunan nilai diakui segera
dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.
Penilaian dilakukan pada setiap akhir tahun pelaporan apakah terdapat indikasi bahwa rugi
penurunan nilai yang telah diakui dalam tahun sebelumnya untuk aset selain goodwill
mungkin tidak ada lagi atau mungkin telah menurun. Jika indikasi dimaksud ditemukan, maka
entitas mengestimasi jumlah terpulihkan aset tersebut.
Kerugian penurunan nilai yang telah diakui dalam tahun sebelumnya untuk aset selain
goodwill dibalik hanya jika terdapat perubahan asumsi-asumsi yang digunakan untuk
menentukan jumlah terpulihkan aset tersebut sejak rugi penurunan nilai terakhir diakui.
Dalam hal ini, jumlah tercatat aset dinaikkan ke jumlah terpulihkannya. Pembalikan tersebut
dibatasi sehingga jumlah tercatat aset tidak melebihi jumlah terpulihkannya maupun jumlah
tercatat, setelah dikurangi penyusutan, seandainya tidak ada rugi penurunan nilai yang telah
diakui untuk aset tersebut pada tahun sebelumnya. Pembalikan rugi penurunan nilai diakui
dalam laba rugi. Setelah pembalikan tersebut, penyusutan aset tersebut disesuaikan di tahun
mendatang untuk mengalokasikan jumlah tercatat aset yang direvisi, dikurangi nilai sisanya,
dengan dasar yang sistematis selama sisa umur manfaatnya.
17
Page 22
PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 Maret 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (Lanjutan)
p. Sewa
Kebijakan akuntansi yang diterapkan hingga 31 Desember 2019 adalah sebagai berikut:
Sewa yang mengalihkan secara substansial semua risiko dan manfaat yang terkait dengan
kepemilikan aset kepada lessee diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan. Pada awal masa
sewa, sewa pembiayaan dikapitalisasi sebesar nilai wajar aset sewaan atau sebesar nilai kini
dari pembayaran sewa minimum, jika nilai kini lebih rendah dari nilai wajar. Pembayaran
sewa minimum dipisahkan antara bagian yang merupakan beban keuangan dan bagian yang
merupakan pelunasan liabilitas sehingga menghasilkan suatu tingkat bunga periodik yang
konstan atas saldo liabilitas.
Beban keuangan dibebankan pada laporan laba rugi komprehensif konsolidasian. Aset
sewaan yang dimiliki oleh lessee dengan dasar sewa pembiayaan dicatat pada akun aset
tetap dan disusutkan sepanjang masa manfaat dari aset sewaan tersebut atau periode masa
sewa, mana yang lebih pendek, jika tidak ada kepastian yang memadai bahwa lessee akan
mendapatkan hak kepemilikan pada akhir masa sewa.
Sewa yang tidak mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait
dengan kepemilikan aset diklasifikasikan sebagai sewa operasi. Dengan demikian,
pembayaran sewa diakui sebagai beban dengan dasar garis lurus (straight-line basis) selama
masa sewa.
Kebijakan akuntansi yang diterapkan sejak atau setelah 1 Januari 2020 adalah sebagai
berikut:
Kelompok Usaha sebagai penyewa
Sewa dimana seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset secara
signifikan berada pada lessor diklasifikasikan sebagai sewa operasi.
Pembayaran sewa operasi diakui sebagai beban dengan dasar garis lurus selama masa
sewa, kecuali terdapat dasar sistematis lain yang dapat lebih mencerminkan pola waktu dari
manfaat ekonomi aset sewa pembiayaan yang dinikmati pengguna.
Liabilitas sewa diukur pada nilai kini pembayaran sewa yang belum dibayar pada tanggal
permulaan, didiskontokan dengan menggunakan suku bunga implisit dalam sewa atau jika
suku bunga tersebut tidak dapat ditentukan, maka menggunakan suku bunga pinjaman
inkremental. Pada umumnya, Kelompok Usaha menggunakan suku bunga pinjaman
inkremental sebagai tingkat bunga diskonto.
Kelompok Usaha sebagai pesewa
Ketika Kelompok Usaha bertindak sebagai pesewa, Kelompok Usaha mengklasifikasi
masing-masing sewanya baik sewa operasi atau sewa pembiayaan. Untuk mengklasifikasi
masing-masing sewa, Kelompok Usaha membuat penilaian secara keseluruhan atas apakah
sewa mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan
kepemilikan aset pendasar. Jika penilaian membuktikan hal tersebut, maka sewa
diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan; jika tidak, maka merupakan sewa operasi.
Apabila aset disewakan melalui sewa operasi, aset disajikan di laporan posisi keuangan
konsolidasian sesuai sifat aset tersebut. Penghasilan sewa diakui sebagai pendapatan
dengan dasar garis lurus selama masa sewa.
18
Page 23
PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 Maret 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (Lanjutan)
q. Pengakuan Pendapatan dan Beban
Pendapatan diakui bila besar kemungkinan manfaat ekonomi akan diperoleh oleh Kelompok
Usaha dan jumlahnya dapat diukur secara handal. Pendapatan diukur pada nilai wajar
imbalan yang diterima, tidak termasuk diskon, rabat dan pajak penjualan (PPN).
Kebijakan akuntansi yang diterapkan hingga 31 Desember 2019
Pendapatan diakui pada saat penyerahan barang kepada pelanggan.
Beban diakui pada saat terjadinya (metode akrual).
Kebijakan akuntansi yang diterapkan sejak atau setelah 1 Januari 2020
Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan
Pengakuan pendapatan harus memenuhi lima (5) langkah analisa sebagai berikut:
1) Identifikasi kontrak dengan pelanggan.
2) Identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak. Kewajiban pelaksanaan merupakan
janji-janji dalam kontrak untuk menyerahkan barang atau jasa yang memiliki karakteristik
berbeda ke pelanggan.
3) Penetapan harga transaksi. Harga transaksi merupakan jumlah imbalan yang berhak
diperoleh suatu entitas sebagai kompensasi atas diserahkannya barang atau jasa yang
dijanjikan ke pelanggan. Jika imbalan yang dijanjikan di kontrak mengandung suatu
jumlah yang bersifat variable, maka Kelompok Usaha membuat estimasi jumlah imbalan
tersebut sebesar jumlah yang diharapkan berhak diterima atas diserahkannya barang
atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan dikurangi dengan estimasi jumlah jaminan kinerja
jasa yang akan dibayarkan selama periode kontrak.
4) Alokasi harga transaksi ke setiap kewajiban pelaksanaan dengan menggunakan dasar
harga jual berdiri sendiri relative dari setiap barang atau jasa berbeda yang dijanjikan di
kontrak. Ketika tidak dapat diamati secara langsung, harga jual berdiri sendiri relatif
diperkirakan berdasarkan biaya yang diharapkan ditambah margin.
5) Pengakuan pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi dengan
menyerahkan barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan (ketika pelanggan telah
memiliki kendali atas barang atau jasa tersebut).
Kelompok Usaha mengalihkan pengendalian atas barang atau jasa sepanjang waktu
(“overtime”), jika satu dari kriteria berikut terpenuhi:
1) Pelanggan secara simultan menerima dan mengonsumsi manfaat yang dihasilkan dari
pelaksanaan Kelompok Usaha selama Kelompok Usaha melaksanakan kewajiban
pelaksanaannya;
2) Pelaksanaan Kelompok Usaha menimbulkan atau meningkatkan aset (sebagai contoh,
pekerjaan dalam proses) yang dikendalikan pelanggan selama aset tersebut ditimbulkan
atau ditingkatkan; atau
Jika kewajiban pelaksanaan tidak terpenuhi sepanjang waktu, maka Kelompok Usaha
memenuhi kewajiban pelaksanaan pada waktu tertentu (“at a point in time”). Kelompok Usaha
mempertimbangkan indikator pengalihan pengendalian, yang mencakup, tetapi tidak terbatas
pada hal berikut:
1) Kelompok Usaha memiliki hak kini atas pembayaran aset;
2) Pelanggan memiliki hak kepentingan legal atas aset;
3) Kelompok Usaha telah mengalihkan kepemilikan fisik atas aset;
4) Pelanggan memiliki risiko dan manfaat signifikan atas kepemilikan aset;
5) Pelanggan telah menerima aset.
19
Page 24
PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 Maret 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (Lanjutan)
Kelompok Usaha mengakui pendapatan ketika terjadi pengalihan pengendalian atas suatu
produk kepada pelanggan.
r. Imbalan Kerja
Imbalan kerja jangka pendek
Imbalan kerja jangka pendek diakui pada saat terutang kepada karyawan.
Imbalan pasca-kerja
kelompok Usaha menentukan liabilitas imbalan kerja sesuai dengan Undang-undang
Ketenagakerjaan No. 13/2003 (“Undang-undang”) tanggal 25 Maret 2003. Perhitungan
imbalan kerja ditentukan dengan menggunakan metode projected unit credit.
Keuntungan dan kerugian aktuarial yang timbul dari penyesuaian pengalaman dan
perubahan asumsi aktuarial dikreditkan atau dibebankan sebagai ekuitas dalam penghasilan
komprehensif lain dalam periode terjadinya.
Beban jasa lalu yang timbul dari amandemen atau kurtailmen program diakui sebagai beban
dalam laba rugi pada saat terjadinya.
Imbalan kerja jangka panjang lainnya
Imbalan kerja jangka panjang lainnya terdiri dari penghargaan masa kerja dan cuti
berimbalan jangka panjang. Imbalan ini dihitung dengan menggunakan metodologi yang
sama dengan metodologi yang digunakan dalam perhitungan pensiun imbalan pasti, dan
dinilai setiap tahun oleh aktuaris independen yang memenuhi syarat.
s. Pajak Penghasilan
Beban pajak kini ditetapkan berdasarkan taksiran laba kena pajak periode berjalan.
Aset pajak kini dan liabilitas pajak kini dilakukan saling hapus ketika entitas memiliki hak yang
dapat dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus jumlah yang diakui; dan
bermaksud untuk menyelesaikan dengan dasar neto, atau merealisasikan asset dan
menyelesaikan liabilitas secara bersamaan.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diakui atas perbedaan temporer antara aset dan liabilitas
untuk tujuan komersial dan untuk tujuan perpajakan setiap tanggal pelaporan. Manfaat
pajak di masa mendatang, seperti saldo rugi fiskal yang belum digunakan, diakui sejauh
besar kemungkinan realisasi atas manfaat pajak tersebut.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur pada tarif pajak yang diharapkan akan digunakan
pada periode ketika aset direalisasi atau ketika liabilitas dilunasi berdasarkan tarif pajak (dan
peraturan perpajakan) yang berlaku atau secara substansial telah diberlakukan pada akhir
periode pelaporan.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan dilakukan saling hapus jika dan hanya jika entitas memiliki
hak secara hukum untuk saling hapus aset pajak kini terhadap liabilitas pajak kini, dan aset
pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan terkait dengan pajak penghasilan yang
dikenakan oleh otoritas perpajakan atas entitas kena pajak, yang sama atau entitas kena
pajak berbeda yang bermaksud untuk memulihkan aset dan liabilitas pajak kini dengan
dasar neto, atau merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara bersamaan, pada
setiap periode masa depan yang mana jumlah signifikan atas aset atau liabilitas pajak
tangguhan diharapkan diselesaikan atau dipulihkan.
20
Page 25
PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 Maret 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (Lanjutan)
Jumlah tambahan pokok dan denda pajak berdasarkan Surat Ketetapan Pajak (“SKP”) diakui
sebagai pendapatan atau beban dalam laba rugi tahun/periode berjalan. Namun jika diajukan
upaya penyelesaian selanjutnya, jumlah tersebut ditangguhkan pembebanannya sepanjang
memenuhi kriteria pengakuan aset.
t. Laba per Saham
Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba atau rugi yang dapat diatribusikan
kepada pemegang saham biasa entitas induk, dengan jumlah rata-rata tertimbang saham
biasa yang beredar, dalam satu periode.
Kelompok Usaha tidak mempunyai efek berpotensi saham biasa yang bersifat dilutif pada
tanggal 31 Desember 2020 dan 2019.
u. Segmen Operasi
Kelompok Usaha mengungkapkan informasi yang memungkinkan pengguna laporan
keuangan untuk mengevaluasi sifat dan dampak keuangan dari aktivitas bisnis dan
menggunakan “pendekatan manajemen” dalam menyajikan informasi segmen menggunakan
dasar yang sama seperti halnya pelaporan internal.
Segmen operasi dilaporkan dengan cara yang konsisten dengan pelaporan internal yang
disampaikan kepada pengambil keputusan operasional. Dalam hal ini pengambil keputusan
operasional yang mengambil keputusan strategis adalah Dewan Direksi.
v. Provisi dan Kontingensi
Provisi diakui jika Kelompok Usaha memiliki liabilitas kini (baik bersifat hukum maupun
bersifat konstruktif) yang akibat peristiwa masa lalu besar kemungkinannya penyelesaian
liabilitas tersebut mengakibatkan arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat
ekonomi dan estimasi yang andal mengenai jumlah liabilitas tersebut dapat dibuat.
Provisi ditelaah pada setiap akhir periode pelaporan dan disesuaikan untuk
mencerminkan estimasi terbaik yang paling kini. Jika tidak terdapat kemungkinan arus keluar
sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi untuk menyelesaikan kewajiban tersebut,
provisi tidak diakui.
Aset dan liabilitas kontinjensi tidak diakui dalam laporan keuangan konsolidasian tetapi
diungkapkan, kecuali arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi
kemungkinannya kecil. Aset kontinjensi tidak diakui dalam laporan keuangan konsolidasian
tetapi diungkapkan apabila terdapat kemungkinan besar arus masuk manfaat ekonomis akan
diperoleh.
w. Dividen
Pembagian dividen final diakui sebagai liabilitas ketika dividen tersebut disetujui Rapat Umum
Pemegang Saham Perseroan. Pembagian dividen diakui sebagai liabilitas ketika dividen
disetujui berdasarkan keputusan rapat Direksi sesuai dengan Anggaran Dasar Perseroan.
x. Akuntasi Aset dan Liabilitas Pengampunan Pajak
PSAK 70 ”Akuntansi Aset dan Liabilitas Pengampunan Pajak memberikan pengaturan
akuntansi atas aset dan liabilitas yang timbul dari pengampunan pajak, dimana entitas dapat
memilih menerapkan kebijakan akuntansi sesuai dengan SAK lain yang relevan dalam
mengakui, mengukur, menyajikan dan mengungkapkan aset dan liabilitas pengampunan
pajak atau menerapkan kebijakan akuntansi sesuai PSAK No. 70.
21
Page 26
PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 Maret 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (Lanjutan)
Kelompok Usaha telah menerapkan PSAK ini dan telah melengkapi persyaratan mengenai
informasi akuntansi Aset dan Liabilitas Pengampunan Pajak.
Aset Pengampunan Pajak dan Liabilitas Pengampunan Pajak diakui pada saat Surat
Keterangan Penganpunan Pajak (SKPP) diterbitkan oleh Menteri Keuangan Republik
Indonesia, dan tidak diakui secara neto (saling hapus). Selisih antara Aset Pengampunan
Pajak dan Liabilitas Pengampunan Pajak diakui sebagai Tambahan Modal Disetor.
Kelompok Usaha telah menerapkan PSAK ini dan telah melengkapi persyaratan mengenai
informasi akuntansi Aset dan Liabilitas Pengampunan Pajak.
Aset Pengampunan Pajak pada awalnya diakui sebesar nilai yang disetujui dalam SKPP.
Liabilitas Pengampunan Pajak pada awalnya diakui sebesar nilai kas dan setara kas yang
masih harus dibayarkan oleh Kelompok Usaha sesuai kewajiban kontraktual atas perolehan
Aset Pengampunan Pajak.
Uang tebusan yang dibayarkan oleh Kelompok Usaha untuk memperoleh pengampunajan
pajak diakui sebagai beban pada periode dimana SKPP diterima oleh Kelompok Usaha.
Setelah pengakuan awal, Aset dan Liabilitas Pengampunan Pajak diukur sesuai dengan SAK
yang relevan sesuai dengan klasifikasi masing-masing Aset dan Liabilitas Pengampunan
Pajak.
Sehubungan dengan Aset dan Liabilitas Pengampunan Pajak yang diakui, Kelompok Usaha
mengungkapkan dalam laporan keuangannya:
a. Tanggal SKPP;
b. Jumlah yang diakui sebagai Aset Pengampunan Pajak sesuai SKPP;
c. Jumlah yang diakui sebagai Liabilitas Pengampunan Pajak.
3. ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI YANG PENTING
Penyusunan laporan keuangan konsolidasian sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di
Indonesia mewajibkan manajemen untuk membuat pertimbangan, estimasi dan asumsi yang
mempengaruhi jumlah-jumlah yang dilaporkan dalam laporan keuangan. Sehubungan dengan
adanya ketidakpastian yang melekat dalam membuat estimasi, hasil sebenarnya yang dilaporkan
di masa mendatang dapat berbeda dengan jumlah estimasi yang dibuat.
Kelompok Usaha mendasarkan asumsi dan estimasi pada parameter yang tersedia pada saat
laporan keuangan disusun. Asumsi dan situasi mengenai perkembangan masa depan mungkin
berubah akibat perubahan pasar atau situasi diluar kendali Kelompok Usaha. Perubahan tersebut
dicerminkan dalam asumsi terkait pada saat terjadinya.
Pertimbangan, estimasi dan asumsi berikut ini dibuat oleh manajemen dalam rangka penerapan
kebijakan akuntansi Kelompok Usaha yang memiliki pengaruh paling signifikan atas jumlah yang
diakui dalam laporan keuangan konsolidasian:
Menentukan klasifikasi aset dan liabilitas keuangan
Kelompok Usaha menetapkan klasifikasi atas aset dan liabilitas tertentu sebagai aset keuangan
dan liabilitas keuangan dengan mempertimbangkan apakah definisi yang ditetapkan PSAK No.
55 (Revisi 2014) dipenuhi. Dengan demikian, aset keuangan dan liabilitas keuangan diakui sesuai
dengan kebijakan akuntansi Kelompok Usaha seperti diungkapkan pada Catatan 2.
22
Page 27
PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 Maret 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI YANG PENTING (Lanjutan)
Menentukan nilai wajar dan perhitungan amortisasi biaya perolehan dari instrumen keuangan
Kelompok Usaha mencatat aset dan liabilitas keuangan tertentu pada nilai wajar dan pada biaya
perolehan yang diamortisasi, yang mengharuskan penggunaan estimasi akuntansi. Sementara
komponen signifikan atas pengukuran nilai wajar dan asumsi yang digunakan dalam perhitungan
amortisasi biaya perolehan ditentukan menggunakan bukti objektif yang dapat diverifikasi, jumlah
nilai wajar atau amortisasi dapat berbeda bila Kelompok Usaha menggunakan metodologi
penilaian atau asumsi yang berbeda.
Perubahan tersebut dapat mempengaruhi secara langsung laba atau rugi Kelompok Usaha.
Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam Catatan 33.
Menilai jumlah terpulihkan dari aset keuangan
Kelompok Usaha mengevaluasi akun piutang tertentu yang diketahui bahwa pelanggan tertentu
tidak dapat memenuhi kewajiban keuangannya.
Dalam hal tersebut, Kelompok Usaha menggunakan pertimbangan, berdasarkan fakta dan situasi
yang tersedia, termasuk namun tidak terbatas pada, jangka waktu hubungan dengan pelanggan
dan status kredit dari pelanggan berdasarkan catatan kredit dari pihak ketiga yang tersedia dan
faktor pasar yang telah diketahui, untuk mencatat penyisihan spesifik atas pelanggan terhadap
jumlah terutang guna mengurangi jumlah piutang yang diharapkan dapat diterima oleh Kelompok
Usaha. Penyisihan spesifik ini dievaluasi kembali dan disesuaikan jika tambahan informasi yang
diterima mempengaruhi jumlah penyisihan atas penurunan nilai piutang. Penjelasan lebih rinci
diungkapkan dalam Catatan 5 dan 6.
Menentukan metode penyusutan dan estimasi umur manfaat aset tetap dan aset hak guna
Biaya perolehan aset tetap disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan
taksiran masa manfaat ekonomisnya. Manajemen mengestimasi masa manfaat ekonomis aset
tetap 4 (empat) tahun sampai dengan 20 (dua puluh) tahun. Ini adalah umur yang secara umum
diharapkan dalam industri dimana Kelompok Usaha menjalankan bisnisnya. Perubahan tingkat
pemakaian dan perkembangan teknologi dapat mempengaruhi masa manfaat ekonomis dan nilai
sisa aset, dan karenanya biaya penyusutan masa depan mungkin direvisi. Penjelasan lebih rinci
diungkapkan dalam Catatan 11.
Aset hak guna disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa
manfaat ekonomisnya. Manajemen mengestimasi masa manfaat ekonomis aset hak guna selama
dua (2) sampai dengan dua puluh (20) tahun. Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam Catatan
12.
Menilai jumlah terpulihkan dari aset non-keuangan
Penyisihan penurunan nilai pasar dan keusangan persediaan diestimasi berdasarkan fakta dan
situasi yang tersedia, termasuk namun tidak terbatas kepada, kondisi fisik persediaan yang
dimiliki, harga jual pasar, estimasi biaya penyelesaian dan estimasi biaya yang timbul untuk
penjualan. Provisi dievaluasi kembali dan disesuaikan jika terdapat tambahan informasi yang
mempengaruhi jumlah yang diestimasi. Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam Catatan 7.
Jumlah pemulihan atas aset tetap didasarkan pada estimasi dan asumsi khususnya mengenai
prospek pasar dan arus kas terkait dengan aset. Estimasi arus kas masa depan mencakup
perkiraan mengenai pendapatan masa depan. Setiap perubahan dalam asumsi-asumsi ini
mungkin memiliki dampak material terhadap pengukuran jumlah terpulihkan dan bisa
mengakibatkan penyesuaian penyisihan penurunan nilai yang sudah dibukukan. Penjelasan lebih
rinci diungkapkan dalam Catatan 11.
23
Page 28
PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 Maret 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI YANG PENTING (Lanjutan)
Estimasi beban pensiun dan imbalan kerja
Penentuan liabilitas dan biaya pensiun dan liabilitas imbalan kerja Kelompok Usaha bergantung
pada pemilihan asumsi yang digunakan oleh aktuaris independen dalam menghitung jumlah-
jumlah tersebut. Asumsi tersebut termasuk antara lain, tingkat diskonto, tingkat kenaikan gaji
tahunan, tingkat pengunduran diri karyawan tahunan, tingkat kecacatan, umur pensiun dan
tingkat kematian. Sementara Kelompok Usaha berkeyakinan bahwa asumsi tersebut adalah
wajar dan sesuai, perbedaan signifikan pada hasil aktual atau perubahan signifikan dalam asumsi
yang ditetapkan Kelompok Usaha dapat mempengaruhi secara material liabilitas diestimasi atas
pensiun dan imbalan kerja dan beban imbalan kerja neto. Penjelasan lebih rinci diungkapkan
dalam Catatan 21.
Menentukan pajak penghasilan
Pertimbangan signifikan dilakukan dalam menentukan provisi atas pajak penghasilan badan.
Terdapat transaksi dan perhitungan tertentu yang penentuan pajak akhirnya adalah tidak pasti
sepanjang kegiatan usaha normal. Kelompok Usaha mengakui liabilitas atas pajak penghasilan
badan berdasarkan estimasi apakah akan terdapat tambahan pajak penghasilan badan.
Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam Catatan 17.
Kelompok Usaha menelaah aset pajak tangguhan pada setiap tanggal pelaporan dan
mengurangi nilai tercatat sepanjang tidak ada kemungkinan bahwa laba kena pajak memadai
untuk mengkompensasi sebagian atau seluruh aset pajak tangguhan. Kelompok Usaha juga
menelaah waktu yang diharapkan dan tarif pajak atas pemulihan perbedaan temporer dan
menyesuaikan pengaruh atas pajak tangguhan yang sesuai. Penjelasan lebih rinci diungkapkan
dalam Catatan 17f.
Mengevaluasi provisi dan kontinjensi
Kelompok usaha melakukan pertimbangan untuk membedakan antara provisi dan kontinjensi
serta mempersiapkan provisi yang sesuai untuk proses hukum atau kewajiban konstruktif, jika
ada, sesuai dengan kebijakan provisinya dan mempertimbangkan risiko dan ketidakpastian yang
relevan.
24
Page 29
PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 Maret 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
4. KAS DAN SETARA KAS
31-Mar-24 31-Des-23
Kas
Rupiah 534,982,934 576,794,634
534,982,934 576,794,634
Kas di Bank
Rupiah
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 8,143,371,697 2,013,341,738
PT Bank Central Asia Tbk 2,265,262,292 922,299,687
PT Bank Rakyat Indonesia 3,716,832 1,496,059
PT BPD Jawa Timur Tbk 385,732,041 729,980,510
PT Bank Danamon Indonesia Tbk - 77,980,480
PT Bank CIMB Niaga Tbk - -
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 5,180,000 3,716,832
PT BPD Jawa Barat dan Banten Tbk 38,542,265 5,330,000
PT BPD Sulselbar - -
Sub-total 10,841,805,126 3,754,145,306
Dolar AS
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 965,695,806 1,055,220,114
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 2,590,054 2,621,400
Sub-total 968,285,860 1,057,841,514
Euro
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 825,247,868 917,833,953
Total kas di bank 12,635,338,854 5,729,820,773
Deposito berjangka
Rupiah
PT Bank Central Asia Tbk 50,000,000 50,000,000
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk - -
Total deposito berjangka 50,000,000 50,000,000
Total 13,220,321,788 6,356,615,407
Pada tanggal 31 Desember 2022, AA mencatat deposito berjangka pada PT Bank Central Asia
Tbk, dalam mata uang Rupiah dengan jangka waktu satu (1) bulan sebesar Rp250.000.000 dan
dapat diperpanjang secara otomatis dengan suku bunga sebesar 2,68% pertahun. Deposito pada
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk sudau dicairkan sebesar Rp.200.000.000 pada tanggal 4 Maret
2022.
Seluruh kas di bank dan deposito berjangka ditempatkan pada pihak ketiga.
25
Page 30
PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 Maret 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
5. PIUTANG USAHA
31-Mar-24 31-Des-23
Pihak ketiga
PT Aneka Tambang (Persero) Tbk 1,715,118,921 1,040,979,150
PT Tanah Sumber Makmur 1,485,000,000 2,069,039,995
PT Indocement Tunggal Prakarsa 189,410,400 1,587,181,130
PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) 1,634,154,080 -
PT Amman Mineral Nusa Tenggara - 1,286,578,652
PT Patra Logistik - 1,163,280,000
PT Pertamina Hulu Mahakam 1,906,648,112 1,593,921,600
PT Solusi Bangun Indonesia Tbk - 1,023,703,696
Lain-lain (saldo dibawah Rp1 milyar) 49,030,558,294 30,783,336,836
Total pihak ketiga 55,960,889,807 40,548,021,059
Dikurangi penyisihan kerugian penurunan piutang (7,725,910,299) (4,881,735,051)
Pihak ketiga - neto 48,234,979,508 35,666,286,008
Neto 48,234,979,508 35,666,286,008
Rincian daftar umur piutang usaha adalah sebagai berikut:
31-Mar-24 31-Des-23
Balum jatuh tempo 47,004,894,213 28,030,672,810
Jatuh tempo
1 sampai dengan 30 hari 3,808,016,061 3,762,666,900
31 sampai dengan 60 hari 1,305,467,751 1,928,006,880
61 sampai dengan 90 hari 650,363,278 557,190,625
Lebih dari 90 hari 3,192,148,504 6,269,483,844
Total 55,960,889,807 40,548,021,059
Dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai piutang (7,725,910,299) (4,881,735,051)
Neto 48,234,979,508 35,666,286,008
Mutasi penyisihan kerugian penurunan nilai piutang adalah sebagai berikut:
31-Mar-24 31-Dec-23
Saldo awal tahun 4,881,735,051 4,479,240,037
Penyesuaian saldo atas Penerapan PSAK No. 71 - -
Saldo setelah penerapan PSAK No. 71 4,881,735,051 4,479,240,037
Pemulihan 1,435,487,726 (1,006,192,508)
Kerugian penurunan nilai 1,408,687,522 1,408,687,522
periode berjalan (catatan 28) - -
Penghapusan piutang yang telah disisihkan - -
Neto 7,725,910,299 4,881,735,051
Piutang usaha menggunakan mata uang Rupiah.
Berdasarkan penelaahan atas kolektibilitas masing-masing piutang usaha pada awal periode
bahwa penyisihan kerugian penurunan nilai piutang adalah cukup untuk menutup kemungkinan
kerugian atas tidak tertagihnya piutang usaha.
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, piutang usaha Kelompok Usaha dijadikan
sebagai jaminan pinjaman bank jangka pendek (Catatan 13).
26
Page 31
PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 Maret 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
6. PIUTANG LAIN-LAIN
31-Mar-24 31-Des-23
Pihak Ketiga
PT Tanah Sumber Makmur 8,627,203,359 8,627,203,359
PT Batam Citra International 1,150,000,000 1,150,000,000
Lain-lain (dibawah Rp 500juta) 6,311,102,443 1,352,196,100
Total pihak ketiga 16,088,305,802 11,129,399,459
Total 16,088,305,802 11,129,399,459
Dikurangi penyisihan kerugian
penurunan nilai piutang (759,867,678) (759,867,678)
Total pihak ketiga-neto 15,328,438,124 10,369,531,781
Mutasi penyisihan kerugian penurunan nilai piutang adalah sebagai berikut:
31-Mar-24 31-Des-23
Saldo awal tahun 759,867,678 759,867,678
Pencadangan selama tahun berjalan - -
Saldo Akhir Periode 759,867,678 759,867,678
PT Tanah Sumber Makmur
Pada tanggal 29 Desember 2020, Perusahaan menandatangani Perjanjian Pengakuan Hutang
dengan PT Tanah Sumber Makmur (“TSM”) atas pinjaman yang diberikan Perusahaan kepada
TSM. Pinjaman ini dikenakan bunga sebesar 3,25% per tahun dengan jangka waktu pinjaman
selama satu (1) tahun. Aset TSM dijadikan jaminan untuk pelunasan pinjaman Perusahaan
kepada Bank Mandiri sehubungan dengan perjanjian ini. Perjanjian ini telah diperpanjang
beberapa kali, terakhir dengan jatuh tempo sampai dengan 28 Desember 2023 (Catatan 14).
Ahmad Irpangi
Piutang lain-lain kepada Ahmad Irpangi sebesar Rp5.158.000.000 pada tanggal 31 Desember
2022 dan sebesar Rp10.115.608.256 pada tanggal 31 Desember 2021, merupakan piutang atas
pengalihan saham Perusahaan di PT BCI dan AA di SPU. Pada tanggal 20 Agustus 2020, AA
telah melakukan penjualan atas seluruh kepemilikan saham di SPU sebesar Rp.5.200.000.000
dengan harga Rp10.010.000.000 (Catatan 1). Pada tanggal 27 Agustus 2020, Perusahaan telah
melakukan penjualan atas seluruh kepemilikan saham pada BCI sebesar Rp500.000.000 dengan
harga Rp.923.700.000.
7. PERSEDIAAN
31-Mar-24 31-Dec-23
Barang jadi 48,757,036,828 46,472,478,836
Barang dalam proses 4,393,727,267 3,691,527,411
Bahan baku, bahan pembantu dan suku cadang 3,708,831,601 4,064,047,227
Barang dalam perjalanan 37,012,717,070 35,906,298,196
Jumlah 93,872,312,766 90,134,351,670
Dikurangi penyisihan kerugian atas persediaan usang - -
Neto 93,872,312,766 90,134,351,670
27
Page 32
PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 Maret 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
7. PERSEDIAAN (Lanjutan)
Mutasi penyisihan persediaan usang sebagai berikut:
31-Mar-24 31-Dec-23
Saldo awal tahun - -
Penyisihan selama tahun berjalan - -
Saldo Akhir Tahun - -
Manajemen berpendapat bahwa penyisihan persediaaan usang adalah cukup untuk menutupi
kemungkinan kerugian atas persediaan usang.
Persediaan telah diasuransikan terhadap risiko kebakaran, pencurian dan risiko lainnya
berdasarkan suatu paket polis tertentu dengan nilai pertanggungan sebesar
Rp168.286.762.938 tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023. Manajemen berpendapat
bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian atas
persediaan yang dipertanggungkan.
Persediaan masing-masing pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 digunakan
sebagai jaminan atas fasilitas pinjaman bank jangka pendek (Catatan 13).
8. BIAYA DIBAYAR DIMUKA
31 Mar 2024 31-Dec-23
Sewa - 2,184,424,067
Asuransi 220,024,138 19,072,451
Lain-lain (dibawah Rp 10juta) - 285,034,906
Total 220,024,138 2,488,531,424
9. ASET LANCAR LAINNYA
31-Mar-24 31-Dec-23
Uang muka pembelian 9,113,433,967 6,958,645,337
Kas/dana yang dibatasi penggunaannya 2,036,000,000 2,036,000,000
Lain-lain (dibawah Rp 10juta) 1,838,134,559 1,832,018,923
Total 12,987,568,526 10,826,664,260
Pada tanggal 31 Desember 2017, Perusahaan mencatat deposito berjangka pada PT Bank
Mandiri (Persero) Tbk dengan jangka waktu 3 (tiga) bulan dan dapat di perpanjang secara
otomatis dalam mata uang Rupiah sebesar Rp1.836.000.000 dan Rp200.000.000 dengan suku
bunga masing-masing sebesar 6% dan 5,75%.
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, deposito berjangka Kelompok Usaha
dijadikan sebagai jaminan pinjaman bank jangka pendek (Catatan 14).
28
Page 33
PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 Maret 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
10. INVESTASI PADA VENTURA BERSAMA
PT Tira Stahlindo Indonesia
Pada tanggal 2 Agustus 2017, PT Alpha Austenite (AA) (Entitas anak) menandatangani perjanjian
usaha patungan dengan PT Stahlindo Engineering untuk membentuk usaha patungan yang
berdomisili di Bogor. Pada tanggal 2 Agustus 2017, PT Tira Stahlindo Indonesia (TSI) didirikan
berdasarkan Akta Pendirian Perseroan Terbatas No 01, Notaris Jana Hanna Waturangi, S.H.,
Notaris di Jakarta. AA memiliki 3.125 saham dengan kepemilikan 50% di TSI.
Investasi tersebut dicatat dalam laporan posisi keuangan konsolidasian di bawah akun “Investasi
pada Ventura Bersama” sebesar Rp781.250.000. TSI ditentukan untuk memulai operasi pada
tahun 2017. Pada tanggal 29 September 2017 AA sudah membayar harga saham di TSI.
Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat TSI No. 04 tanggal 9 Januari 2019, oleh Jana
Hanna Waturagi, S.H. disebutkan bahwa para pemegang saham Perseroan seperti tertera dalam
Keputusan Sirkuler Pemegang Saham Tanpa Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa
Perusahaan, yang keputusannya telah ditangatangani seluruhnya oleh pemegang saham
Perseroan pada tanggal 13 Desember 2018, menyetujui sepenuhnya untuk menambah modal
Perseroan sebesar Rp391.250.000 atau sebanyak 1.565 lembar saham. Akta ini telah
dikukuhkan dengan SK Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia No. AHU-AH.01.03-0050864,
tanggal 25 Januari 2019.
Perubahan Anggaran Dasar ini merubah prosentase kepemilikan modal AA di TSI dari 50%
menjadi 60%. Penambahan modal ini telah disetorkan AA di 19 Desember 2018.
Sampai dengan tanggal 30 September 2023, Perusahaan masih menerapkan metode ekuitas
sebagai kebijakan akuntansinya dalam mencatat investasi kepemilikan pada PT Tira Stahlindo
Indonesia.
31-Mar-24 31-Dec-23
PT Tira Stahlindo Indonesia
Saldo awal 979,465,924 1,202,205,224
Bagian atas laba neto dari entitas ventura bersama - (222,739,300)
Saldo akhir 979,465,924 979,465,924
Jumlah 979,465,924 979,465,924
Bagian Kelompok Usaha atas asset dan liabilitas adalah sebagai berikut:
31-Mar-24 31-Dec-23
TSI TSI
Aset - -
Liabilitas - -
Laba - -
% kepemilikan 0% 0%
29
Page 34
PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 Maret 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
11. ASET TETAP
Saldo Surplus Saldo
1-Jan-24 Penambahan Pengurangan Revaluasi Aset 31-Mar-24
Harga Perolehan
Pemilikan langsung
Tanah 148,195,451,124 - - - 148,195,451,124
Bangunan dan prasarana 26,922,350,330 - - - 26,922,350,330
Mesin dan peralatan 10,335,895,732 258,000,000 - - 10,593,895,732
Tabung gas 36,516,794,248 - (254,638,937) - 36,262,155,311
Kendaraan bermotor 4,793,853,979 - - 4,793,853,979
Perabot dan perlengkapan kantor 20,599,633,024 42,886,470 (45,665,882) - 20,596,853,612
Sub-total 247,363,978,437 300,886,470 (300,304,819) - 247,364,560,088
Aset Dalam Pengerjaan
Aset dalam pengerjaan 10,896,161,582 - (4,800,000,000) - 6,096,161,582
Total Biaya Perolehan 258,260,140,019 300,886,470 (5,100,304,819) - 253,460,721,670
Akumulasi penyusutan
Pemilikan langsung
Bangunan dan prasarana 22,736,080,766 192,108,997 - - 22,928,189,763
Mesin dan peralatan 6,001,088,268 220,354,343 - - 6,221,442,611
Tabung gas 34,236,611,030 130,215,537 (254,638,937) - 34,112,187,630
Kendaraan 4,698,956,211 23,724,432 - 4,722,680,643
Perabot dan perlengkapan kantor 16,754,329,514 133,150,120 (45,665,882) - 16,841,813,752
Total Akumulasi Penyusutan 84,427,065,789 699,553,429 (300,304,819) - 84,826,314,399
Jumlah Tercatat 173,833,074,230 168,634,407,271
Saldo Surplus Saldo
1-Jan-23 Penambahan Pengurangan Revaluasi Aset 1-Dec-23
Harga Perolehan
Pemilikan langsung
Tanah 148,195,451,124 - - - 148,195,451,124
Bangunan dan prasarana 26,353,106,950 420,959,742 - 148,283,638 26,922,350,330
Mesin dan peralatan 7,614,060,069 108,624,271 (761,488,608) 3,374,700,000 10,335,895,732
Tabung gas 36,878,823,344 - (362,029,096) - 36,516,794,248
Kendaraan bermotor 4,793,853,979 - - 4,793,853,979
Perabot dan perlengkapan kantor 20,163,675,853 1,090,319,904 (654,362,733) - 20,599,633,024
Sub-total 243,998,971,319 1,619,903,917 (1,777,880,437) 3,522,983,638 247,363,978,437
Aset Dalam Pengerjaan
Aset dalam pengerjaan 9,411,216,463 5,007,928,757 - (3,522,983,638) 10,896,161,582
Total Biaya Perolehan 253,410,187,782 6,627,832,674 (1,777,880,437) - 258,260,140,019
Akumulasi penyusutan
Pemilikan langsung
Bangunan dan prasarana 21,965,272,217 770,808,549 - - 22,736,080,766
Mesin dan peralatan 6,428,295,475 334,281,401 (761,488,608) - 6,001,088,268
Tabung gas 34,077,777,979 520,862,147 (362,029,096) - 34,236,611,030
Kendaraan 4,604,058,484 94,897,727 - 4,698,956,211
Perabot dan perlengkapan kantor 16,273,853,026 1,134,839,221 (654,362,733) - 16,754,329,514
Total Akumulasi Penyusutan 83,349,257,181 2,855,689,045 (1,777,880,437) - 84,427,065,789
Jumlah Tercatat 170,060,930,601 173,833,074,230
Pada tanggal 31 Desember 2016, Perusahaan melakukan perubahan kebijakan akuntansi atas
tanah dari sebelumnya menggunakan model biaya menjadi model revaluasi. Revaluasi aset tetap
tersebut tidak ditujukan untuk keperluan perpajakan, sehingga tidak ada pajak yang terhutang
atas revaluasi aset tanah tersebut.
Penilaian atas nilai wajar aset tetap berupa tanah Perusahaan dan AA pada tanggal 31
Desember 2021 dihitung oleh penilai independen KJPP Rizky Djunaedi dan Rekan dengan
laporan penilai pada tanggal 27 Mei 2022. Berdasarkan laporan tersebut, penilaian dilakukan
sesuai dengan Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar Penilai Indonesia (KEPI & SPI) Edisi VII
Tahun 2018 berbasis nilai pasar (SPI 101-3.1) dan nilai likuidasi (SPI 102-3.5.b).
30
Page 35
PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 Maret 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
11. ASET TETAP (Lanjutan)
Metode penilaian yang digunakan adalah pendekatan pasar dengan cara membandingkan aset
yang dinilai dengan aset yang identik atau sebanding, dimana informasi harga transaksi atau
penawaran tersedia, pendekatan pendapatan dengan mempertimbangkan pendapatan yang akan
dihasilkan selama masa manfaatnya dan menghitung nilai proses kapitalisasi, pedekatan biaya
berdasarkan pada prinsip harga yang akan dibayar pembeli untuk aset yang dinilai tidak lebih dari
biaya membeli atau membangun untuk aset setara kecuali faktor waktu yang tidak wajar,
ketidaknyamanan, resiko atau faktor lainnya.
Pada tanggal 31 Desember 2022 dan 2021, ”Surplus Revaluasi atas Aset” disajikan dalam
penghasilan komprehensif lain dan bagian dari ekuitas sebagai berikut:
31-Des-23
Nilai tanah setelah penilaian kembali 148,195,451,124
Nilai tercatat tanah sebelum penilaian kembali 12,592,021,232
Surplus revaluasi aset 135,603,429,892
Dikurangi:
Pajak tangguhan (29,832,754,576)
Penyesuaian tarif pajak -
Total 105,770,675,316
Alokasi beban penyusutan adalah sebagai berikut:
31-Mar-24 31-Dec-23
Beban pokok penjualan 254,037,333 1,237,912,314
Beban usaha 485,904,318 1,617,776,731
Total 739,941,651 2,855,689,045
Pada tanggal 31 Desember 2022 dan 2021, terdapat nilai bruto aset tetap yang telah disusutkan
penuh dan masih digunakan sebesar Rp70.952.047.771 dan Rp.70.439.139.147.
Aset tetap, kecuali tanah dan aset dalam penyelesaian, telah diasuransikan terhadap risiko
kebakaran, pencurian dan risiko lainnya berdasarkan suatu paket polis tertentu dengan nilai
pertanggungan masing-masing sebesar Rp58.250.730.144 pada tanggal 31 Desember 2023 dan
31 Desember 2022. Manajemen berkeyakinan bahwa nilai pertanggungan tersebut adalah cukup
untuk menutup kemungkinan kerugian atas aset yang dipertanggungkan.
Berdasarkan evaluasi manajemen tidak terdapat kejadian-kejadian atau perubahan-perubahan
keadaan yang mengindikasikan adanya penurunan nilai aset tetap Kelompok Usaha.
Tanah dan bangunan, termasuk mesin dan peralatan digunakan sebagai jaminan atas fasilitas
pinjaman yang diperoleh dari bank (Catatan 13).
31
Page 36
PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 Maret 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12. ASET HAK GUNA
Rincian aset hak guna pada tanggal 1 Januari 2020 setelah penerapan awal PSAK No. 73 dan
mutasinya sampai dengan 31 Maret 2024 adalah sebagai berikut:
1-Jan-24 Penambahan 31-Mar-24
Aset Hak Guna
Pihak ketiga
Model Biaya
Tanah HGB diatas Hak Pengelolaan (HPL) 5,511,021,004 - 5,511,021,004
Bangunan 3,086,660,608 - 3,086,660,608
Kendaraan 15,519,641,899 - 15,519,641,899
Total 24,117,323,511 - 24,117,323,511
Akumulasi Penyusutan
Penyesuaian PSAK No. 73 6,472,514,175 - 6,472,514,175
Penyusutan 12,220,063,347 53,324,730 12,273,388,077
Total 18,692,577,522 53,324,730 18,745,902,252
Nilai Tercatat 5,424,745,989 5,371,421,259
Perusahaan memiliki sebidang tanah terletak di Kawasan Jakarta Industrial Estate Pulogadung
(“JIEP”) dengan HPL yang berjangka waktu tiga puluh (20) tahun dan akan jatuh tempo antara
tahun 2017 sampai dengan tahun 2037.
Perusahaan dan AA memiliki beberapa unit kendaraan yang terletak di beberapa daerah antara
lain di pulau Jawa, pulau Sumatera dan pulau Sulawesi yang berjangka waktu lima (5) tahun dan
akan jatuh tempo antara tahun 2022 sampai dengan tahun 2023.
Manajemen berkeyakinan bahwa HPL tersebut dapat diperpanjang pada saat jatuh tempo.
Penyusutan dibebankan pada akun berikut ini:
31-Mar-24 31-Dec-23
Beban umum dan administrasi (Catatan 28) 1,002,878,157 1,706,594,031
Total 1,002,878,157 1,706,594,031
Tanah atas HPL dijadikan jaminan atas fasilitas pinjaman Perusahaan (Catatan 14).
13. ASET TIDAK LANCAR LAINNYA
31-Mar-24 31-Dec-23
Lain-lain (dibawah Rp 300juta) - -
Total - -
14. PINJAMAN BANK JANGKA PENDEK
Kelompok Usaha memperoleh fasilitas pinjaman dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (“Mandiri”).
Pinjaman dari Mandiri pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 merupakan pinjaman
Perusahaan atas fasilitas pinjaman sebagai berikut:
32
Page 37
PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 Maret 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
14. PINJAMAN BANK JANGKA PENDEK (Lanjutan)
31-Mar-24 31-Dec-23
KMK Revolving 40,613,540,251 40,813,540,251
KMK Transaksional 28,480,912,202 27,638,299,800
SCF 9,855,236,487 9,985,421,657
Total 78,949,688,940 78,437,261,708
Rincian saldo fasilitas pinjaman menurut mata uang sebagai berikut:
31-Mar-24 31-Dec-23
Rupiah 48,153,482,444 47,999,831,406
Dolar AS 11,769,971,421 11,569,971,421
Euro 19,026,235,075 18,867,458,881
Total 78,949,688,940 78,437,261,708
Pada tanggal 23 Maret 2022 melalui surat No. CM2.JPM/SPPK/195/2022, pihak Mandiri
menyetujui permohonan Perusahaan berupa Perubahan Perpanjangan Fasilitas Kredit.
Sehubungan dengan hal tersebut di atas, pada tanggal 25 Maret 2022 perihal “Adendum IX
(kesembilan) atas Perjanjian Kredit Modal Kerja Revolving Rekening Koran No.
CRO.KP/008/KMK/2016, Akta No. 05 tanggal 5 Februari 2016 tentang Perubahan Covenant dan
Perpanjangan Jangka Waktu Fasilitas Kredit”. Fasilitas kredit ini berakhir pada 25 Maret 2022 dan
diperpanjang lagi sampai dengan 25 September 2022 (Catatan 37).
Berdasarkan perjanjian tersebut, Mandiri setuju untuk menyediakan jumlah pokok fasilitas
perbankan maksimum hingga sebesar Rp100 miliar dengan ketentuan sebagai berikut:
Fasilitas Non Cash Loan (Bank Garansi)
Jumlah fasilitas tersedia maksimum hingga Rp5miliar digunakan untuk penerbitan Bank
Garansi sebagai jaminan uang muka, tender dan pengadaan barang.
Fasilitas Supply Chain Financing (SCF)
Jumlah fasilitas tersedia maksimum hingga Rp 10 miliar. Berdasarkan perjanjian ini Mandiri
akan membayar tagihan pemasok tertentu yang telah mendapat persetujuan dari Perusahaan
dan Mandiri akan mengenakan biaya forfaiting kepada Perusahaan.
Fasilitas kredit ini berakhir pada 25 September 2023 dan diperpanjang lagi sampai dengan 25
Maret 2024 (Catatan 37).
Fasilitas Kredit Modal Kerja (KMK) Revolving R/K
Jumlah fasilitas tersedia maksimum hingga Rp40 miliar yang hanya dapat digunakan oleh
Perusahaan, dengan jangka waktu pendanaan selama satu (1) tahun atau sampai dengan 24
Maret 2019. Pinjaman ini dikenakan suku bunga sebesar 9,25% per tahun. Fasilitas kredit ini
berakhir pada 25 September 2023 dan diperpanjang lagi sampai dengan 25 Maret 2024
(Catatan 37).
33
Page 38
PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 Maret 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
14. PINJAMAN BANK JANGKA PENDEK (Lanjutan)
Fasilitas KMK
Jumlah fasilitas tersedia maksimum hingga Rp10 miliar yang hanya dapat digunakan oleh
Perusahaan, dengan jangka waktu pendanaan selama satu (1) tahun atau sampai dengan 24
Maret 2018. Pinjaman ini dikenakan suku bunga sebesar 9,25% per tahun. Fasilitas kredit ini
berakhir pada 25 September 2023 dan diperpanjang ladi sampai dengan 25 Maret 2024
(Catatan 37).
Pada tanggal 19 Maret 2019 melalui surat No. CM2.JPM/SPPK.033/2019, pihak Mandiri
menyetujui permohonan Perusahaan berupa Penggabungan Limit Fasilitas KMK dan KMK
Revolving dan Perpanjangan Jangka Waktu Fasilitas Kredit.
Fasilitas KMK Transaksional
Pada tanggal 25 Maret 2022, Mandiri dan Perusahaan menyetujui dan menyepakati
mengadakan perubahan dan/atau tambahan terhadap Adendum IX (kesembilan) atas
Perjanjian Kredit Modal Kerja Transaksional dengan Sublimit Non Cash Loan No.
CRO.KP/010/KMK/2016 Akta No. 7 tanggal 5 Februari 2016.
Merupakan fasilitas modal kerjsa dengan fasilitas tersdia maksimum hingga Rp40 miliar, yang
dapat digunakan oleh Perusahaan dan AA, dengan jangka waktu setiap penarikan adalah
maksimum 180 hari kalender. Pinjaman ini dikenakan suku bunga sebesar 9,25% per tahun.
Fasilitas kredit ini berakhir pada 25 September 2023 dan diperpanjang lagi sampai dengan 25
Maret 2024 (Catatan 37).
Pada tanggal 12 November 2019 melalui surat No. CM2.JPM/SPPK.147/2019, pihak Mandiri
menyetujui permohonan Perusahaan berupa Pengajuan Fasilitas Import General Facility
dengan Limit Kredit sebesar Rp30.000.000.000. Pada tanggal 25 Maret 2022, Mandiri dan
Perusahaan menyetujui dan menyepakati mengadakan perubahan dan/atau tambahan atas
Perjanjian Import General Facility – LC Issuance No. CRO.JSD/0006/NLC/2020 Akta No. 51
tanggal 10 Januari 2020.
Fasilitasdimulai pada 26 Maret 2020 menurut Syarat-Syarat Umum Perjanjian Kredit PT Bank
Mandiri (Persero) Tbk. Tujuan penggunaan kredit tersebut yaitu :
- Pembelian bahan baku produksi atau bahan baku pendukung untuk Perdagangan Baja
High Grade.
- Beneficary tidak diperbolehkan kepada Kelompok Usaha.
Fasilitas Non Cash Loan (LC/SKBDN dan Bank Garansi)- sublimit dari KMK Transaksional
Jumlah fasilitas tersedia maksimum hingga ekuivalen Rp40 miliar digunakan untuk pembelian
bahan baku produksi atau bahan baku pendukung yang berkaitan dengan perdagangan baja
dan gas industry, dan penerbitan Bank Garansi sebagai jaminan uang muka, tender,
pelaksanaan dan pengadaan barang.
Fasilitas Treasury Line
Pada tanggal 25 Maret 2022, Mandiri dan Perusahaan menyetujui dan menyepakati
mengadakan perubahan dan/atau tambahan terhadap ketentuan dan syarat-syarat fasilitas
Kredit Modal Kerja dengan mengadakan Addendum VIII (kedelapan) atas Perjanjian Treasury
Line No. CRO.KP/011/TL/2016 Akta No. 08 tanggal 5 Februari 2016.
Jumlah fasilitas tersedia maksimum hingga USD3.000.000 dengan tujuan penggunaan untuk
pelaksanaan transaksi produk-produk treasury dengan tujuan lindung nilai (hedging) maupun
untuk peningkatan yield dan tidak untuk spekulasi. Fasilitas ini digunakan untuk transaksi L/C
34
Page 39
PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 Maret 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
14. PINJAMAN BANK JANGKA PENDEK (Lanjutan)
ekspor/impor dan atau pemenuhan kewajiban valuta asing lainnya. Fasilitas kredit ini berakhir
pada 25 Maret 2022 dan diperpanjang lagi sampai dengan 25 September 2022 (Catatan 37).
Perjanjian pinjaman ini memuat beberapa persyaratan seperti mempertahankan rasio keuangan
tertentu dan pembatasan atas: merger dan akuisisi, pembagian dividen, bertindak sebagai
penjamin, melakukan perubahan pemegang saham atau mengubah jenis usaha, atau
menyerahkan sebagian besar aset kepada pihak lain.
Pada tanggal 21 Juni 2017 melalui surat No.OPS.CRO/CCL.406/ADD/2017 perihal ”Adendum II
(kedua) atas Perjanjian Kredit Modal Kerja Revolving Rekening Koran
No.CRO.KP/008/KMK/2016, Akta No: 05 tanggal 5 Februari 2016 tentang ”Perubahan Agunan”.
Mandiri telah menyetujui perubahan ketentuan dan syarat Fasilitas Perjanjian Kredit Modal Kerja
(”Fasilitas Kredit”) atas nama Perusahaan.
Perubahan Agunan yang dimaksud adalah dengan menukar sebidang tanah yang berlokasi di
Bandung dengan nilai jaminan Rp1.836 juta dengan bilyet deposito Mandiri atas nama
Perusahaan dengan nominal minimal Rp2 miliar. Penjaminan bilyet deposito tersebut telah
disetujui dengan ditandatanganinya perjanjian Gadai Deposito No. CRO.KP/100/PGD/2017 pada
tanggal 21 Juni 2017 antara Perusahaan dan Mandiri.
Seluruh fasilitas pinjaman Perusahaan dan AA dijamin dengan detail berikut, yang juga terikat
secara cross-collateralized dan cross-default dengan fasilitas pinjaman bank jangka pendek pada
tanggal 31 Maret 2022 dan 31 Desember 2021 adalah sebagai berikut:
Daftar Jaminan Perusahaan Pemilik Nilai Jaminan
Jaminan
a. Sebelas (11) bidang tanah dan segala Perusahaan, TSM dan AA 142.766.000.000
sesuatu termasuk bangunan yang melekat.
b. Mesin-mesin Perusahaan, TSM dan AA 27.051.000.000
c. Persediaan Perusahaan 80.000.000.000
d. Piutang usaha Perusahaan 60.000.000.000
e. Deposito berjangka Perusahaan 2.036.000.000
Pada tanggal 18 Januari 2021, Perusahaan mengajukan surat permohonan penurunan tingkat
suku bunga pinjaman terkait adanya pandemi COVID-19 yang belum dapat dipastikan sampai
kapan selesainya, dengan ini pihak Mandiri berdasarkan surat No. CM2.JPM/086/2021 tanggal
22 Januari 2021 menyetujui untuk menyesuaikan suku bunga kredit Perusahaan dalam kondisi
luar biasa pandemi COVID-19 dengan rincian sebagai berikut:
Fasilitas Semula Menjadi Efektif Kembali normal
KMK Revolving 11.00%p.a. 9,25%p.a. 1 Mei 2020 – 31 Desember 2020 11.00%p.a. 1 Januari
2021
KMK Transaksional 11.00%p.a. 9,25%p.a. 1 Mei 2020 – 31 Desember 2020 11.00%p.a. 1 Januari
2021
35
Page 40
PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 Maret 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
15. UTANG USAHA
a. Akun ini terdiri dari:
31-Mar-24 31-Dec-23
Pihak berelasi
PT Tira Stahlindo Indonesia - 651,786,203
Koperasi Sikarta - -
Pihak ketiga
PT Perdana Karya Mandiri Sejahtera 821,115,840 527,039,100
PT Air Products Indonesia 1,550,326,514 1,047,295,688
PT Maxima Mandiri Indonusa 1,813,544,640 354,764,880
PT Bima Bisalloy 349,050,600 1,204,254,040
PT Dwigasindo Abadi 905,698,890 1,031,205,963
PT Sinar Putra Metalindo 1,576,178,438 -
PT Smart Technology Gas 1,656,264,300 -
PT Dinamika Wisesa Persada 5,538,713,545 5,538,713,545
Lain-lain (masing-masing dibawah Rp1 miliar) 17,797,665,417 17,579,955,500
Total 32,008,558,184 27,935,014,919
b. Rincian utang usaha menurut mata uang adalah sebagai berikut:
31-Mar-24 31-Dec-23
Rupiah 32,008,558,184 27,343,571,925
Dolar AS - -
Euro - 328,290,366
Yen Jepang - 263,152,628
Total 32,008,558,184 27,935,014,919
16. UTANG LAIN-LAIN
31-Mar-24 30-Dec-23
Pihak ketiga:
Uang muka pelanggan - 854,205,910
Uang jaminan pelanggan - 145,716,540
Transportasi - 1,472,081,626
Uang jaminan botol 1,074,430,932 1,074,430,932
Lain-lain 22,687,554,805 3,650,399,677
Total 23,761,985,737 7,196,834,685
36
Page 41
PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 Maret 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
17. PERPAJAKAN
a. Pajak Dibayar Dimuka
31-Mar-24 31-Des-23
Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 903,355,347 193,438,668
Pajak Penghasilan:
Pasal 22 - -
Pasal 23 - -
Pasal 25 - -
Total 903,355,347 193,438,668
b. Taksiran Tagihan Pajak Penghasilan
Taksiran tagihan pajak merupakan kelebihan pembayaran pajak di Kelompok Usaha, yang
menurut pendapat manajemen dapat diperoleh kembali, dengan rincian sebagai berikut:
31-Mar-24 31-Des-23
Pajak Penghasilan
2019 - -
2020 - -
2021 - -
2022 2,172,644,231 2,172,644,231
2023 1,058,695,002 1,058,695,002
2024 2,669,068,734 -
Total 5,900,407,967 3,231,339,233
c. Utang Pajak
31-Mar-24 31-Des-23
Perusahaan
Pajak Penghasilan
Pasal 21 2,824,052,082 2,332,057,860
Pasal 23 296,292,111 309,098,703
Pasal 4 (2) 36,011,110 1,107,500
Pasal 26 - 12,130,438
Pajak Pertambahan Nilai (PPN) - neto 6,064,356,602 5,920,010,130
Entitas Anak
Pajak Penghasilan
Pasal 21 20,049,234 22,386,052
Pasal 23 1,919,400 2,325,920
Pasal 4 (2) - 4,445,430
Pasal 29 193,530,374 140,985,745
Pajak Pertambahan Nilai (PPN) - neto - 63,899,000
Total 9,436,210,913 8,808,446,778
37
Page 42
PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 Maret 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
17. PERPAJAKAN (Lanjutan)
d. Manfaat (beban) Pajak Penghasilan
Manfaat (beban) pajak penghasilan Kelompok Usaha adalah sebagai berikut:
31-Mar-24 31-Mar-23
Pajak kini
Perusahaan - -
Entitas Anak (304,014,870)
Total - (304,014,870)
Pajak tangguhan
Perusahaan (323,827,105) (323,827,105)
Entitas Anak 241,783,564 190,184,578
Total (82,043,541) (133,642,527)
Neto (82,043,541) (437,657,397)
e. Rekonsiliasi antara laba sebelum pajak penghasilan sesuai dengan laporan laba rugi
konsolidasian dan penghasilan kena pajak untuk periode sampai dengan 31 Maret 2024
dan 2023 adalah sebagai berikut:
31-Mar-24 31-Mar-23
Laba (rugi) sebelum beban pajak penghasilan
menurut laporan laba rugi konsolidasian 8,960,455,113 1,931,255,703
Laba (Rugi) Entitas Anak
sebelum beban pajak penghasilan - -
Laba (rugi) Perusahaan
sebelum beban pajak penghasilan 8,960,455,113 1,931,255,703
Beda temporer:
Aset hak guna - -
Penyusutan aset tetap - -
Penyisihan kerugian penurunan nilai piutang - -
Penyisihan imbalan pasca kerja - -
Penyisihan imbalan kerja - -
Pembayaran manfaat imbalan pasca kerja - -
Total - -
Beda tetap: - -
Laba (rugi) kena pajak 8,960,455,113 1,931,255,703
Kompensasi rugi fiskal tahun lalu (10,950,161,974)
, , , , (12,779,251,527)
, , , ,
Akumulasi Rugi Fiskal / Laba Kena Pajak (1,989,706,861) (10,847,995,824)
38
Page 43
PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 Maret 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
17. PERPAJAKAN (Lanjutan)
d. Pajak Tangguhan
Dikreditkan
(Dibebankan) ke
Dikreditkan Penghasilan
Saldo (Dibebankan) ke Komprehensif Saldo
1-Jan-24 Laba Rugi Lain 31-Mar-24
Aset Pajak Tangguhan
Perusahaan : - - - -
Entitas Anak
Liabilitas imbalan kerja - - - -
Piutang Usaha 220,657,903 - - 220,657,903
Piutang Lain - lain 6,086,202 - - 6,086,202
Aset tidak lancar lainnya 39,735,826 - - 39,735,826
Kompensasi rugi fiskal - - - -
Penyisihan aset pajak tangguhan (99,263,638) - - (99,263,638)
Aset pajak tangguhan
Entitas anak 167,216,293 - - 167,216,293
Total Aset Pajak
Tangguhan - Neto 167,216,293 - - 167,216,293
Liabilitas pajak tangguhan
Perusahaan :
Rugi fiskal 2,806,958,349 - (2,413,600,521) 393,357,828
Liabilitas imbalan kerja 4,674,830,904 - - 4,674,830,904
Piutang Usaha 940,767,464 - - 940,767,464
Aset tetap (25,338,893,377) - - (25,338,893,377)
Aset hak guna (1,114,975,280) - - (1,114,975,280)
(18,031,311,940) - (2,413,600,521) (20,444,912,461)
Entitas Anak
Liabilitas imbalan kerja 561,746,056 - - 561,746,056
Piutang Usaha 22,026,097 - - 22,026,097
Aset tetap (4,412,239,978) - - (4,412,239,978)
Aset hak guna 407,109 - - 407,109
Piutang lain-lain 51,614,934 - - 51,614,934
Total Liabilitas Pajak (3,776,445,782) - - (3,776,445,782)
Tangguhan - Neto
(21,807,757,722) - (2,413,600,521) (24,221,358,243)
39
Page 44
PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 Maret 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
17. PERPAJAKAN (Lanjutan)
Dikreditkan
(Dibebankan) ke
Dikreditkan Penghasilan
Saldo (Dibebankan) ke Komprehensif Saldo
1-Jan-23 Laba Rugi Lain 31-Dec-23
Aset Pajak Tangguhan
Perusahaan : - - - -
Entitas Anak
Liabilitas imbalan kerja - - - -
Piutang Usaha 220,657,903 - - 220,657,903
Piutang Lain - lain 6,086,202 - - 6,086,202
Aset tidak lancar lainnya 39,735,826 - - 39,735,826
Kompensasi rugi fiskal - - - -
Penyisihan aset pajak tangguhan (99,263,638) - - (99,263,638)
Aset pajak tangguhan
Entitas anak 167,216,293 - - 167,216,293
Total Aset Pajak
Tangguhan - Neto 167,216,293 - - 167,216,293
Liabilitas pajak tangguhan
Perusahaan :
Rugi fiskal 2,409,035,634 397,922,715 - 2,806,958,349
Liabilitas imbalan kerja 5,203,594,858 (734,534,966) 205,771,012 4,674,830,904
Piutang Usaha 727,495,956 213,271,508.00 - 940,767,464
Aset tetap (25,243,968,309) (94,925,068) - (25,338,893,377)
Aset hak guna (1,009,413,986) (105,561,294) - (1,114,975,280)
(17,913,255,847) (323,827,105) 205,771,012 (18,031,311,940)
Entitas Anak
Liabilitas imbalan kerja 296,907,828 240,707,304 24,130,924 561,746,056
Piutang Usaha 37,278,949 (15,252,852) - 22,026,097
Piutang Lain-lain (4,382,730,034) (29,509,944) - (4,412,239,978)
Aset tetap 56,802,823 (5,187,889) - 51,614,934
Aset hak guna 979,151 (572,042) - 407,109
(3,990,761,283) 190,184,577 24,130,924 (3,776,445,782)
Total Liabilitas Pajak
Tangguhan - Neto (21,904,017,130) (133,642,528) 229,901,936 (21,807,757,722)
UU No. 2 Tahun 2020
Pada tanggal 31 Maret 2020, Presiden Republik Indonesia menerbitkan Peraturan
Pemerintah Pengganti Undang-Undang (“Perppu”) Nomor 1 Tahun 2020 tentang Kebijakan
Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Pandemi Corona
Virus Disease 2019 (Covid-19) dan/atau dalam rangka Menghadapi Ancaman yang
Membahayakan Perekonomian Nasional dan/atau Stabilitas Sistem Keuangan (“Perppu 1 –
2020), yang mengatur, antara lain:
- Penurunan tarif pajak penghasilan wajib pajak Badan dari 25% menjadi 22% pada tahun
pajak 2020 dan 2021;
- Penurunan tarif pajak penghasilan wajib pajak Badan dari 22% menjadi 20% mulai tahun
pajak 2022 dan seterusnya;
- Pengurangan lebih lanjut tarif pajak sebesar 3% lebih rendah dari tarif pajak yang
disebutkan di atas untuk wajib pajak yang memenuhi persyaratan tertentu.
Tarif pajak yang baru tersebut akan digunakan sebagai acuan untuk pengukuran aset dan
liabilitas pajak kini dan tangguhan mulai sejak berlakunya Perppu 1 – 2020 tersebut.
Manajemen berkeyakinan bahwa aset pajak tangguhan dapat direalisasikan pada tahun
mendatang.
40
Page 45
PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 Maret 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
17. PERPAJAKAN (Lanjutan)
Undang-Undang No. 7 Tahun 2021
Pada tanggal 29 Oktober 2021, Pemerintah menerbitkan Undang-Undang Republik Indonesia
No. 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan. Aturan tersebut menetapkan
tarif pajak penghasilan wajib pajak dalam negeri dan bentuk usaha tetap sebesar 22% yang
mulai berlaku pada tahu pajak 2022 dan seterusnya. Dengan demikian, penetapan tarif pajak
sebelumnya 20% menjadi tidak berlaku setelah Undang-Undang ini disahkan.
Manajemen berkeyakinan bahwa aset pajak tangguhan dapat direalisasikan pada tahun
mendatang.
g. Pengampunan Pajak
Sehubungan dengan diberlakukannya Peraturan Menteri Keuangan Nomor 118/PMK.03/2016
tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2016 tentang Pengampunan Pajak
sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 141/PMK.03/2016
dan Peraturan Direktoran Jenderal Pajak Nomor PER-18/PJ/2016 tentang Pengembalian
Kelebihan Pembayaran Uang Tebusan dalam rangka Pengampunan Pajak.
Kelompok Usaha telah melaksanakan pengampunan pajak ini dengan memperoleh SKPP per
tanggal 14 Desember 2016 sebesar Rp7.500.000, 23 Desember 2016 sebesar Rp5.000.000,
15 Maret 2017 sebesar Rp5.000.000, 20 Maret 2017 sebesar Rp15.225.300 dan 24 Maret
2017 sebesar Rp10.730.000.
18. BEBAN MASIH HARUS DIBAYAR
31-Mar-24 31-Dec-23
Operasional - 1,951,857,089
Impor - -
Jasa profesional 355,707,773 -
Pajak - -
Lain-lain 2,965,132,529 -
Total 3,320,840,302 1,951,857,089
19. LIABILITAS PEMBIAYAAN KONSUMEN
Pembayaran minimum liabilitas pembiayaan konsumen di masa mendatang, serta nilai sekarang
atas pembayaran minimum liabilitas pembiayaan konsumen adalah sebagai berikut:
31-Mar-24 31-Dec-23
2022 - -
2023 - -
2024 50,836,500 50,836,500
Total pembayaran minimum 50,836,500 50,836,500
Bunga belum jatuh tempo (2,444,707) (2,444,707)
Nilai kini pembayaran minimum 48,391,793 48,391,793
Bagian jatuh tempo dalam satu tahun 12,923,694 -
Bagian Jangka Panjang 61,315,487 48,391,793
41
Page 46
PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 Maret 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
19. LIABILITAS PEMBIAYAAN KONSUMEN (Lanjutan)
Kelompok Usaha memperoleh fasilitas pembiayaan konsumen untuk pemilikan kendaraan.
Kelompok Usaha mengakui beban bunga pada 31 Desember 2023 dan 31 Desember 2022
masing-masing sebesar Rp16.721.686 disajikan sebagai “Beban Keuangan” di dalam laporan
laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian (Catatan 29).
Liabilitas pembiayaan konsumen dalam mata uang Rupiah.
20. LIABILITAS SEWA
31-Mar-24 31-Dec-23
Pihak Ketiga
Komitmen sewa operasi berdasarkan perjanjian sewa - -
Menggunakan suku bunga 4,22% - 6,88% - -
Total - -
Mulai tanggal 1 Januari 2020, Kelompok Usaha melakukan penerapan PSAK No. 73 “Sewa” dan
memilih metode setrospektif dengan dampak kumulatif. Perusahaan telah melakukan pengkajian
dan menentukan bahwa transisi standar baru memiliki dampak terhadap saldo laba pada 1
Januari 2020 sebesar Rp3.984.850.014.
21. LIABILITAS IMBALAN KERJA
Perusahaan menyelenggarakan program pensiun untuk seluruh karyawan tetap yang memenuhi
syarat. Iuran pensiun ditanggung oleh Perusahaan dan ditempatkan di PT Asuransi Jiwa Manulife
Indonesia. Aset program terdiri dari uang tunai.
Kelompok Usaha telah menerapkan PSAK No. 24 (Revisi 2013), “Imbalan Kerja” dalam mengakui
biaya manfaat karyawan dalam laporan keuangan konsolidasian pada tanggal 30 September
2023 dan 31 Desember 2022.
Liabilitas imbalan kerja Perusahaan, GLS dan AA pada tanggal 31 Desember 2022 dihitung oleh
aktuaris independen Kantor Konsultan Aktuaria I Gde Eka Sarmaja, FSAI dan Rekan dalam
laporannya masing-masing tertanggal 12 Mei 2022 dengan menggunakan metode ”Projected Unit
Credit” dan mempertimbangkan beberapa asumsi sebagai berikut:
2023 2022
Tingkat diskonto 7,00% 7,00%
Tingkat kenaikan gaji 3,00% 3,00%
Tabel mortalita TMI IV-2019 TMI IV-2019
Usia pensiun normal 56 tahun 56 tahun
Jumlah yang dicakup pada laporan posisi keuangan konsolidasian yang berasal dari liabilitas
Perusahaan dan Entitas Anak tertentu sehubungan dengan imbalan kerja adalah sebagai berikut:
31-Mar-24 31-Dec-23
Nilai kini liabilitas imbalan pasti 25,817,445,555 24,358,897,003
Nilai wajar aset program (556,274,460) (556,274,460)
Nilai Liabilitas Imbalan Kerja Karyawan - Neto 25,261,171,095 23,802,622,543
42
Page 47
PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 Maret 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
21. LIABILITAS IMBALAN KERJA (Lanjutan)
Mutasi liabilitas imbalan kerja adalah sebagai berikut:
31-Mar-24 31-Dec-23
Saldo awal tahun 23,802,622,543 25,002,284,935
Beban diakui pada laporan konsolidasian:
Laba rugi 2,117,708,485 2,117,708,485
Penghasilan komprehensif lain 335,844,869 1,045,005,497
Transfer PBO - -
Pembayaran manfaat (995,004,802) (4,362,376,374)
Nilai Liabilitas Imbalan Kerja Karyawan - Neto 25,261,171,095 23,802,622,543
Analisa jatuh tempo yang diharapkan dari imbalan kerja karyawan yang tidak terdiskonto pada
tanggal 31 Desember 2022 adalah sebagai berikut:
Periode 31-Des-23
Dalam 1 tahun 2,101,319,299
1 tahun sampai 5 tahun 13,151,916,948
5 tahun sampai 10 tahun 15,836,358,017
Lebih dari 10 tahun 39,668,835,625
Total 70,758,429,889
22. MODAL SAHAM
Pemegang saham Perusahaan, jumlah ditempatkan dan disetor, dan saldo yang terkait pada
tanggal 31 Maret 2024 dan 2023 berdasarkan catatan PT Sinartama Gunita, adalah sebagai
berikut:
Jumlah saham Persentase Modal saham
Ditempatkan Kepemilikan Ditempatkan
Nama Pemegang Saham dan Disetor (%) dan Disetor
PT Widjajatunggal Sejahtera 259,426,340 44.120 25,942,634,000
PT Martensite Unggul 247,879,660 42.156 24,787,966,000
PT Penta Widjaja Investindo 21,605,000 3.674 2,160,500,000
Koperasi Karyawan PT Tira Austenite Tbk 156,000 0.027 15,600,000
Johny Santoso*) 70,000 0.012 7,000,000
Masyarakat (masing-masing dibawah 5%) 58,863,000 10.011 5,886,300,000
Jumlah 588,000,000 100.000 58,800,000,000
*) Bapak Johnny Santoso sebagai Komisaris Utama meninggal dunia pada tanggal 21 Maret
2022.
43
Page 48
PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 Maret 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
23. TAMBAHAN MODAL DISETOR
31-Mar-24 31-Dec-23
Agio saham dari penawaran umum terbatas 10,500,000,000 10,500,000,000
Biaya emisi saham (1,914,738,539) (1,914,738,539)
Kelebihan nilai pasar saham ESOP 908,400,000 908,400,000
Sub-total 9,493,661,461 9,493,661,461
Pengampunan pajak 43,455,300 43,455,300
Divestasi entitas anak (15,225,300) (15,225,300)
Total 9,521,891,461 9,521,891,461
24. CADANGAN UMUM
Berdasarkan Akta Notaris No. 6 oleh Jana Hanna Waturangi, S.H., tanggal 15 Juni 2015,
pemegang saham menyetujui penggunaan laba bersih Perusahaan tahun buku 2014 sejumlah
Rp480.372.551 sebagai dana cadangan umum Perusahaan.
25. PENJUALAN NETO
31-Mar-24 31-Mar-23
Baja 33,960,195,115 43,999,579,757
Gas Industri 23,245,173,340 21,478,982,987
Cetakan 5,876,458,754 6,288,665,691
Total 63,081,827,209 71,767,228,435
Tidak ada penjualan kepada satu pelanggan yang melebihi 10% dari jumlah penjualan neto
konsolidasian selama bulan Januari – Februari 2024 dan 2023. Penjualan selama bulan Januari –
Maret 2024 dan 2023 seluruhnya kepada pihak ketiga.
44
Page 49
PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 Maret 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
26. BEBAN POKOK PENJUALAN
31-Mar-24 31-Mar-23
Bahan baku dan pembantu yang digunakan 3,548,732,293 4,486,013,949
Tenaga kerja langsung 365,103,238 354,469,163
Beban pabrikasi - -
Penyusutan (Catatan 11) 245,254,833 238,111,488
Total beban produksi 4,159,090,364 5,078,594,600
Barang dalam proses
Awal tahun 319,761,575 766,551,051
Akhir tahun (85,124,672) (820,075,053)
Beban pokok produksi 4,393,727,267 5,025,070,598
Barang jadi
Awal tahun 221,589,437 1,260,909,334
Pembelian 35,550,293,663 39,898,068,086
Akhir tahun 443,178,874 (221,589,437)
Beban Pokok Penjualan 40,608,789,241 45,962,458,581
27. BEBAN USAHA
31-Mar-24 31-Mar-23
Gaji dan upah 13,955,224,302 13,873,743,168
Pengangkutan dan pengemasan 580,318,756 1,757,249,080
Sewa 943,184,815 46,804,167
Beban imbalan kerja 638,524,839 638,524,839
Pajak dan perizinan 236,953,105 264,697,067
Penyusutan aset tetap 699,553,429 726,689,755
Penyusutan aset hak guna 303,324,728 979,904,276
Administrasi bank 205,223,647 422,102,433
Perbaikan dan pemeliharaan 314,777,520 351,861,964
Listrik dan energi 616,170,952 666,305,594
Perjalanan 227,426,489 587,382,774
Jasa Profesional 106,836,337 137,000,000
Asuransi 83,428,944 57,018,901
Perlengkapan kantor 214,977,907 199,789,180
Telepon dan faksimili 136,926,930 114,604,705
Lain-lain 1,207,720,094 450,561,555
Total 20,470,572,794 21,274,239,458
28. BEBAN KEUANGAN
31-Mar-24 31-Mar-23
Pinjaman bank 1,917,414,803 2,158,910,599
Liabilitas pembiayaan konsumen - -
Total 1,917,414,803 2,158,910,599
45
Page 50
PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 Maret 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
29. LABA (RUGI) PER SAHAM
31-Mar-24 31-Mar-23
Laba (rugi) neto diatribusikan kepada
pemilik entitas induk 62,137,773 2,392,112,728
Total rata-rata tertimbang lembar saham biasa
yang beredar 588,000,000 588,000,000
Laba (Rugi) Neto per Saham Dasar / Dilusian 0.11 4.07
Pada tanggal pelaporan, tidak ada efek berpotensi saham biasa yang dapat menimbulkan
pengaruh dilutif pada laba neto atau rugi neto per saham Perusahaan.
30. TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI
Sifat hubungan dengan pihak berelasi
Pihak Berelasi Sifat Berelasi Sifat Transaksi
PT Widjajatunggal Sejahtera Pemegang Piutang pihak berelasi dan
Saham utang lain-lain pihak
berelasi
Koperasi Karyawan PT Tira Austenite Pemegang Piutang pihak berelasi
Tbk Saham
PT Hamana Works Tira Indonesia Join Venture Piutang pihak berelasi dan
utang lain-lain pihak
berelasi
PT Tira Stahlindo Indonesia Join Venture Utang lain - lain pihak
berelasi
Karena memiliki sifat berelasi, hal ini memungkinkan syarat dan kondisi transaksi dengan pihak
yang berelasi tidak sama jika transaksi tersebut dilakukan dengan pihak ketiga.
Transaksi Dengan Pihak Berelasi
a. Piutang pihak berelasi
31-Mar-24 31-Dec-23
PT Tira Stahlindo Indonesia - 43,049,216
Total - 43,049,216
b. Utang lain-lain pihak berelasi
31-Mar-24 31-Dec-23
Koperasi Karyawan PT Tira Austenite Tbk - 368,137,039
- 368,137,039
Koperasi Karyawan PT Tira Austenite Tbk merupakan pinjaman dana untuk dana pinjaman
anggota koperasi. Seluruhnya merupakan pinjaman yang diberikan tanpa dikenakan bunga
yang diberikan tanpa jaminan.
46
Page 51
PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 Maret 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30. TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI (Lanjutan)
Utang lain-lain kepada pihak berelasi dalam mata uang Rupiah.
c. Imbalan jangka pendek yang diberikan ke Dewan Komisaris dan Direksi sebesar
Rp11.012.538.741 dan Rp8.363.545.199 masing-masing pada 31 Desember 2022 dan 2021.
31. INFORMASI SEGMEN
Segmen Usaha
Untuk tujuan pelaporan manajemen, saat ini kegiatan usaha Kelompok Usaha terbagi dalam tiga
kelompok segmen yaitu perdagangan dan distribusi barang-barang teknik; industri cetakan dan
kawat las; dan perdagangan gas industri. Segmen tersebut menjadi dasar pelaporan informasi
segmen primer Kelompok Usaha. Seluruh pendapatan Kelompok Usaha berasal dari wilayah
Indonesia sehingga segmen geografis tidak disajikan.
Berikut ini adalah informasi segmen berdasarkan segmen usaha:
Perdagangan Industri
dan distribusi cetakan dan Perdagangan
31 Mar 2024 barang teknik kawat las gas industri Eliminasi Konsolidasi
Penjualan eksternal neto 33,960,195,115 5,876,458,754 23,245,173,340 63,081,827,209
Penjualan antar segmen 23,800,000 381,165,320 - (404,965,320) -
Penjualan neto 33,983,995,115 6,257,624,074 23,245,173,340 (404,965,320) 63,081,827,209
Beban pokok penjualan 23,674,136,634 3,078,928,460 14,260,689,467 (404,965,320) 40,608,789,241
Beban usaha 12,703,887,150 991,393,371 6,864,967,889 - 20,560,248,410
Hasil segmen (2,394,028,669) 2,187,302,243 2,119,515,984 - 1,912,789,558
Laba atas penjualan aset tetap -
Rugi selisih kurs - neto (2,601,919)
Pendapatan bunga 17,258,727
Pendapatan sewa -
Beban keuangan (1,917,414,803)
Denda dan koreksi pajak -
Bagian atas rugi neto dari -
entitas ventura bersama
Lain-lain neto 134,176,511
Laba sebelum beban
pajak penghasilan 144,208,074
Beban pajak penghasilan -
Laba Neto 144,208,074
Informasi lainnya
Aset
Aset segmen 178,570,064,608 53,066,831,606 135,162,953,749 366,799,849,963
Liabilitas
Liabilitas segmen 109,819,485,108 14,758,385,723 72,692,706,854 197,270,577,685
Pengeluaran barang modal 80,979,084 847,330,511 176,329,183 1,104,638,778
Penyusutan 285,325,827 67,763,023 346,464,579 699,553,429
47
Page 52
PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 Maret 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31. INFORMASI SEGMEN (Lanjutan)
Perdagangan Industri
dan distribusi cetakan dan Perdagangan
31 Mar 2024 barang teknik kawat las gas industri Eliminasi Konsolidasi
Penjualan eksternal neto 43,999,579,757 6,288,665,691 21,478,982,987 71,767,228,435
Penjualan antar segmen 68,046,600 - - (68,046,600) -
Penjualan neto 44,067,626,357 6,288,665,691 21,478,982,987 (68,046,600) 71,767,228,435
Beban pokok penjualan 28,262,395,450 4,275,299,165 13,492,810,566 (68,046,600) 45,962,458,581
- -
Beban usaha 14,085,203,078 1,327,031,308 5,862,005,072 - 21,274,239,458
Hasil segmen 1,720,027,829 686,335,218 2,124,167,349 - 4,530,530,396
Laba atas penjualan aset tetap -
Rugi selisih kurs - neto 52,563,327
Pendapatan bunga -
Pendapatan sewa -
Beban keuangan (2,158,910,599)
Denda dan koreksi pajak -
Bagian atas rugi neto dari -
entitas ventura bersama
Lain-lain neto 199,068,604
Laba sebelum beban
pajak penghasilan 2,623,251,728
Beban pajak penghasilan -
Laba Neto 2,623,251,728
Informasi lainnya
Aset
Aset segmen 216,620,380,959 50,969,037,582 78,593,831,143 346,183,249,684
Liabilitas
Liabilitas segmen 117,705,897,633 12,576,915,257 44,212,348,539 174,495,161,429
Pengeluaran barang modal 32,400,000 - 363,488,658 395,888,658
Penyusutan 470,631,410 8,808,353 499,964,513 979,404,276
48
Page 53
PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 Maret 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
32. INSTRUMEN KEUANGAN
Tabel berikut menyajikan nilai tercatat dan taksiran nilai wajar dari instrument keuangan
Kelompok Usaha yang dicatat di laporan posisi keuangan konsolidasian pada tanggal 31 Maret
2024 dan 31 Desember 2023 :
31-Mar-24 31-Dec-23
Nilai Tercatat Nilai Wajar Nilai Tercatat Nilai Wajar
Aset Keuangan
Kas tunai 534,982,934 534,982,934 576,794,634 576,794,634
Pinjaman yang diberikan dan piutang
pada biaya perolehan diamortisasi:
Kas di bank dan setara kas 12,635,338,854 12,635,338,854 5,729,820,773 5,729,820,773
Piutang usaha - neto 48,234,979,508 48,234,979,508 35,709,335,224 35,709,335,224
Piutang lain-lain 15,328,438,124 15,328,438,124 10,737,668,820 10,737,668,820
Aset lancar lainnya - deposito 50,000,000 50,000,000 50,000,000 50,000,000
Total Aset Keuangan 76,783,739,420 76,783,739,420 52,803,619,451 52,803,619,451
Liabilitas Keuangan
Pinjaman dan utang pada
biaya perolehan diamortisasi:
Pinjaman bank jangka pendek 78,949,688,940 78,949,688,940 78,437,261,708 78,437,261,708
Utang usaha 32,008,558,184 32,008,558,184 27,283,228,716 27,283,228,716
Utang lain-lain 23,761,985,737 23,761,985,737 7,196,834,685 7,196,834,685
Beban masih harus dibayar 3,320,840,302 3,320,840,302 1,951,857,089 1,951,857,089
Liabilitas sewa - - - -
Liabilitas pembiayaan konsumen 61,315,487 61,315,487 48,391,793 48,391,793
Total Liabilitas Keuangan 138,102,388,650 138,102,388,650 114,917,573,991 114,917,573,991
Berdasarkan PSAK 60, “Instrumen Keuangan: Pengungkapan”, terdapat tingkat hirarki nilai wajar
sebagai berikut:
a. Harga kuotasian (tidak disesuaikan) dalam pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik
(tingkat 1),
b. Input selain harga kuotasian yang termasuk dalam tingkat 1 yang dapat diobservasi untuk
aset atau liabilitas, baik secara langsung (misalnya harga) atau secara tidak langsung
(misalnya derivasi dari harga) (tingkat 2), dan
c. Input untuk aset atau liabilitas yang bukan berdasarkan data pasar yang dapat diobservasi
(input yang tidak dapat diobservasi) (tingkat 3).
Instrumen keuangan yang disajikan di dalam laporan posisi keuangan konsolidasian dicatat
sebesar nilai wajar, atau sebaliknya, disajikan dalam jumlah tercatat apabila jumlah tersebut
mendekati nilai wajarnya atau nilai wajarnya tidak dapat diukur secara handal.
Metode dan asumsi berikut ini digunakan untuk mengestimasi nilai wajar untuk setiap kelompok
instrumen keuangan yang praktis untuk memperkirakan nilai tersebut:
Aset dan liabilitas keuangan jangka pendek:
Instrumen keuangan jangka pendek dengan jatuh tempo satu tahun atau kurang.
Instrumen keuangan ini sangat mendekati nilai tercatat mereka karena jatuh tempo mereka
dalam jangka pendek.
Aset dan liabilitas keuangan jangka panjang:
Liabilitas keuangan jangka panjang dengan suku bunga tetap dan variabel.
Nilai wajar dari liabilitas keuangan ini ditentukan dengan mendiskontokan arus kas masa
datang menggunakan suku bunga yang berlaku dari transaksi pasar yang dapat diamati
untuk instrumen dengan persyaratan, risiko kredit dan jatuh tempo yang sama.
49
Page 54
PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 Maret 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
32. INSTRUMEN KEUANGAN (Lanjutan)
Aset dan liabilitas keuangan jangka panjang lainnya
Estimasi nilai wajar didasarkan pada nilai diskonto dari arus kas masa datang yang
disesuaikan
untuk mencerminkan risiko pihak lawan (untuk aset keuangan) dan risiko kredit Perusahaan
(untuk liabilitas keuangan) dan menggunakan suku bunga bebas risiko (risk-free rates) dari
instrumen yang serupa.
Untuk aset keuangan tidak lancar lainnya yang tidak dikuotasi di harga pasar dan nilai
wajarnya tidak dapat diukur secara handal tanpa menimbulkan biaya yang berlebihan, dicatat
berdasarkan nilai nominal dikurangi penurunan nilai.
33. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN
Instrumen keuangan pokok Kelompok Usaha terdiri dari kas, piutang usaha dan utang usaha,
terutama berasal langsung dari operasi Kelompok Usaha, pinjaman bank jangka pendek dan
pinjaman bank jangka panjang dan pinjaman lainnya. Aset dan liabilitas keuangan lainnya
Kelompok Usaha termasuk piutang lain-lain, uang jaminan, utang lain-lain, beban masih harus
dibayar dan saldo dengan pihak-pihak berelasi.
Risiko utama yang timbul dari instrumen keuangan Kelompok Usaha adalah risiko kredit, risiko
transaksi mata uang asing, risiko suku bunga, dan risiko likuiditas. Tujuan manajemen atas risiko
Kelompok Usaha secara keseluruhan adalah untuk secara efektif mengelola risiko-risiko tersebut
dan meminimalkan dampak yang tidak diharapkan pada kinerja keuangan Kelompok Usaha.
Direksi telah mereview dan menyetujui semua kebijakan untuk mengelola setiap risiko, termasuk
juga risiko ekonomi dan risiko usaha Kelompok Usaha, yang dirangkum di bawah ini, dan juga
memantau risiko akibat perubahan harga pasar yang timbul dari semua instrumen keuangan.
a. Risiko kredit
Aset keuangan Kelompok Usaha yang memiliki potensi konsentrasi secara signifikan risiko
kredit pada dasarnya terdiri dari kas dan setara kas, piutang usaha, piutang lain-lain dan
piutang hubungan istimewa. Kelompok Usaha memiliki kebijakan kredit dan prosedur untuk
memastikan berlangsungnya evaluasi kredit dan pemantauan akun secara aktif.
Eksposure Kelompok Usaha terhadap risiko kredit timbul dari wanprestasi pihak lain, dengan
eksposur maksimum setara dengan nilai tercatat dari instrumen berikut:
31-Mar-24 31-Dec-23
Kas di bank & setara kas 13,170,321,788 6,306,615,407
Piutang usaha - neto 48,234,979,508 35,709,335,224
Piutang lain-lain 15,328,438,124 10,737,668,820
Aset lancar lainnya - deposito 50,000,000 50,000,000
76,783,739,420 52,803,619,451
b. Risiko mata uang asing
Kelompok Usaha terekspos terhadap perubahan nilai tukar mata uang asing terutama dalam
Dolar Amerika dan Euro Eropa pada biaya-biaya tertentu terkait dengan pembelian material
dan barang dagangan, beban pokok penjualan, serta aset dan liabilitas yang timbul dari
opersi sehari-hari.
50
Page 55
PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 Maret 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
33. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (Lanjutan)
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, Kelompok Usaha mempunyai aset dan
liabilitas moneter dalam mata uang asing sebagai berikut:
31-Mar-24 31-Dec-23
Dalam mata Ekuivalen Dalam mata Ekuivalen
uang asli dalam Rupiah uang asli dalam Rupiah
Aset
Kas
Dolar Amerika Serikat 61,002 968,285,860 74,154 1,057,841,514
Euro 48,148 825,247,868 50,215 917,833,953
Total aset
Dolar Amerika Serikat 61,002 968,285,860 74,154 1,057,841,514
Euro 48,148 825,247,868 50,215 917,833,953
Liabilitas
Pinjaman jangka pendek
Dolar Amerika Serikat - - - -
Euro - - - -
Utang usaha
Dolar Amerika Serikat 21,860 346,989,312
Euro 58,694 1,006,000,324 19,179 320,747,119
Yen Jepang - - 2,379,150 249,537,896
Utang lain-lain
Dolar Amerika Serikat - - - -
Total liabilitas
Dolar Amerika Serikat 21,860 346,989,312 - -
Euro 58,694 1,006,000,324 19,179 320,747,119
Yen Jepang - - 2,379,150 249,537,896
Aset (Liabilitas) Neto
Dolar Amerika Serikat 39,142 621,296,548 74,154 1,057,841,514
Euro (10,546) (180,752,456) 31,036 597,086,834
Yen Jepang - - (2,379,150) (249,537,896)
Total 440,544,092 1,405,390,452
Jika Rupiah melemah/menguat 5% terhadap mata uang lainnya, maka laba sebelum beban
pajak penghasilan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2022 dan
2021 akan menjadi lebih rendah/tinggi masing-masing sebesar sekitar Rp710 juta dan Rp1,2
miliar.
c. Risiko suku bunga
Kelompok Usaha dibiayai melalui pinjaman bank jangka pendek serta pinjaman lainnya,
seperti kredit dan uang muka dari pihak ketiga dan pihak yang mempunyai hubungan
istimewa. Pinjaman bank perusahaan khususnya berasal dari Bank Mandiri dalam nominasi
mata uang Rupiah dan mempunyai tingkat suku bunga 9.25% masing-masing untuk tanggal
31 Desember 2023 dan 31 Desember 2022.
Oleh sebab itu, Kelompok Usaha tertentu terekspos terhadap risiko pasar untuk perubahan
tingkat suku bunga terkait terutama terhadap liabilitas pinjaman jangka pendek dan panjang
serta asset dan liabilitas berbunga. Kelompok Usaha memiliki kebijakan untuk mendapatkan
suku bunga yang tersedia dan paling menguntungkan tanpa meningkatkan risiko mata uang
asing mereka. Kelompok Usaha juga berkewajiban untuk secara berkala memonitor
penggunaan modal kerja sehingga lebih efektif dan mempunyai biaya modal yang paling
efisien. Salah satu upaya manajemen dalam hal ini adalah melalui efektivitas manajemen
51
Page 56
PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 Maret 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
33. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (Lanjutan)
modal kerja dan memperpendek periode perputaran kas operasional (cash-to-cash cycle).
Kelompok Usaha menganalisis tingkat suku bunga mereka secara dinamis. Berbagai
skenario simulasi dengan mempertimbangkan pembayaran kembali, pertimbangan
pelunasan,
pembaharuan posisi jumlah pinjaman yang ada dan pendanaan alternatif, di antaranya
melalui skema yang disebut project financing. Berdasarkan skenario tersebut, Kelompok
Usaha menghitung dampak pada laporan laba rugi komprehensif konsolidasian dari
perubahan suku
bunga yang ditetapkan. Pinjaman jangka pendek serta pinjaman lainnya Kelompok Usaha
adalah dalam mata uang Rupiah Indonesia, kecuali untuk fasilitas trade financing dan project
financing yang menggunakan mata uang Dollar Amerika.
Pada tanggal 30 Desember 2023 dan 2022, berdasarkan simulasi sederhana yang dilakukan,
jika suku bunga meningkat/menurun sebesar 1% dengan semua variabel lainnya tetap
konstan, laba sebelum pajak penghasilan Kelompok Usaha untuk tahun yang bersangkutan
masing-masing Rp20 juta dan Rp18 juta lebih rendah/tinggi.
d. Risiko likuiditas
Manajemen risiko likuiditas dan pengelolaan modal kerja secara hati-hati berarti
mempertahankan posisi kas dan setara kas serta menggunakan modal kerja secara efektif
untuk mendukung kegiatan bisnis Kelompok Usaha. Kelompok Usaha telah menggunakan
tolok ukur perputaran kas (cash to cash cycle) dalam mengefektifkan perputaran modal kerja
tersebut, di mana risiko ini akan terus diturunkan sejalan dengan kebijakan manajemen untuk
menurunkan tingkat persediaan Kelompok Usaha yang dikelolanya. Sementara itu Kelompok
Usaha juga menjaga keseimbangan antara keselarasan penagihan piutang usaha serta
melalui fleksibilitas penggunaan pinjaman bank dan pinjaman lainnya.
e. Pengelolaan permodalan
Tujuan utama dari pengelolaan permodalan Kelompok Usaha adalah untuk
memastikanbahwa rasio modal selalu dalam kondisi sehat agar dapat mendukung kinerja
usaha dan memaksimalkan nilai dari pemegang saham.
Kelompok Usaha mengelola struktur modalnya dan membuat penyesuaian-penyesuaian
sehubungan dengan perubahan kondisi ekonomi dan karakteristik dari risiko usahanya. Aga
dapat menjaga dan menyesuaikan struktur modalnya, Kelompok Usaha akan menyesuaikan
jumlah dari pembayaran dividen kepada para pemegang saham atau pengembalian struktur
modal atau menerbitkan surat saham.
Untuk tujuan pengelolaan modal, manajemen menganggap jumlah kombinasi sumber modal
eksternal (utang) dan internal yang berasal dari ekuitas serta saldo laba sebagai modal yang
digunakan dalam keseluruhan investasi. Jumlah ekuitas neto pada tanggal 31 Desember
2023 dan 2022 dianggap optimal oleh manajemen setelah memperhatikan belanja modal
yang diproyeksikan dan proyeksi peluang investasi dan bisnis strategis di tahun berikutnya.
Selama beberapa tahun terakhir, laba sebelum pajak penghasilan, bunga, penyusutan dan
amortisasi (EBITDA) telah menjadi kendali penting Kelompok Usaha serta juga bagi pihak
bank yang memberikan pinjaman kepada Kelompok Usaha. Kegiatan operasi yang
berkelanjutan serta optimal dari Kelompok Usaha tergantung dari kemampuan mereka
secara mandiri dalam pendanaan melalui sumber pendanaan di atas (EBITDA).
52
Page 57
PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 Maret 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
33. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (Lanjutan)
EBITDA Kelompok Usaha adalah sebagai berikut:
31-Mar-24 31-Mar-23
EBIT 144,208,074 2,623,251,728
Penyusutan dan amortisasi 699,553,429 726,689,755
EBITDA 843,761,503 3,349,941,483
Tidak terdapat perubahan pendekatan Kelompok Usaha untuk pengelolaan modal sepanjang
tahun berjalan.
53
Names mentioned 74 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
J.N. Siregar
· Notaris
p.8
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik Indonesia
p.8
unresolved
person
Jana Hanna Waturangi
p.8 ×4
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.8
unresolved
org
PT Widjajatunggal Sejahtera
p.8 ×3
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.9
unresolved
org
PT Alpha Austenite
p.9 ×5
unresolved
org
PT Tira Andalan Steel
p.9 ×2
unresolved
org
PT Genta Laras Semesta
p.9 ×2
unresolved
org
PT Tanah Sumber Makmur
p.9 ×6
unresolved
person
TSM. Berdasarkan Akta Notaris Rio Zaldi
p.9 ×2
unresolved
org
PT Sinar Persada Utama
p.9
unresolved
person
Neilly Iralita Iswari
p.10
unresolved
—
Soebronto Lar
· Anggota
p.10
unresolved
org
Bapepam-LK
p.11 ×2
unresolved
org
Bank Indonesia
p.14
unresolved
org
Menteri Keuangan Republik Indonesia
p.26
unresolved
org
BPD Jawa Timur Tbk
p.29 ×2
unresolved
org
PT BPD Jawa Barat
p.29
unresolved
org
Banten Tbk
p.29
unresolved
org
PT BPD Sulselbar
p.29
unresolved
org
PT Amman Mineral Nusa Tenggara
p.30
unresolved
org
PT Patra Logistik
p.30
unresolved
org
PT Pertamina Hulu Mahakam
p.30
unresolved
org
PT Batam Citra International
p.31
unresolved
org
PT BCI
p.31
unresolved
org
PT Tira Stahlindo Indonesia
p.33 ×6
unresolved
org
PT Stahlindo Engineering
p.33
unresolved
person
Jana Hanna Waturagi
p.33
unresolved
org
PT Tira Stahlindo Indonesia Saldo
p.33
unresolved
org
KJPP Rizky Djunaedi dan Rekan
p.34
unresolved
org
KJPP Rizky Djunaedi
p.34
unresolved
org
Bank Garansi
p.37 ×4
unresolved
org
Koperasi Sikarta
p.40
unresolved
org
PT Perdana Karya Mandiri Sejahtera
p.40
unresolved
org
PT Maxima Mandiri Indonusa
p.40
unresolved
org
PT Bima Bisalloy
p.40
unresolved
org
PT Dwigasindo Abadi
p.40
unresolved
org
PT Sinar Putra Metalindo
p.40
unresolved
org
PT Dinamika Wisesa Persada
p.40
unresolved
org
Menteri Keuangan
p.45 ×2
unresolved
org
PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia. Aset
p.46
unresolved
org
FSAI dan Rekan
p.46
unresolved
org
PT Penta Widjaja Investindo
p.47
unresolved
org
Koperasi Karyawan PT Tira Austenite Tbk
p.47
unresolved
—
Johny Santoso*)
p.47
unresolved
—
Masyarakat (masing-masing dibawah 5%)
p.47
unresolved
person
Johnny Santoso
· Komisaris Utama
p.47
unresolved
org
PT Hamana Works Tira Indonesia
p.50
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.