Back to announcement
20240430_PUDP_Laporan Informasi dan Fakta Material_31631494_lamp3.pdf
Financial statement Text extracted PUDPSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 43
Page 1
PT. PUDJIADI PRESTIGE "Tbk"
DAN ENTITAS ANAK
Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak diaudit) dan
31 Desember 2023 (Diaudit)
dan Tiga bulanan yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
Page 2
Page 3
DAFTAR ISI
Halaman
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PT PUDJIADI PRESTIGE, Tbk.
DAN ENTITAS ANAK
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Tanggal 31 Maret 2024 ( Tidak Diaudit), 31
1-3
Desember 2023 ( Diaudit)
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain untuk Periode Tiga Bulan yang 4
Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2024 dan 2023 ( Tidak Diaudit )
Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian untuk Periode Tiga bulan yang berakhir pada 5
31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
Laporan Arus Kas Konsolidasian untuk Periode Tiga bulan yang berakhir pada tanggal-
tanggal 31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit) 6
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 7 - 40
Page 4
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Per 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit), dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
(disajikan dalam Rupiah)
Catatan 31 Maret 2024 31 Desember 2023
Tidak Diaudit Diaudit
ASET
ASET LANCAR
Kas dan Setara Kas 2i,4 7.300.066.182 6.760.215.783
Surat Berharga 5 66.908.083.508 67.621.758.569
Piutang Usaha-pihak ketiga
(Setelah dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai pada
tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 sebesar
Rp 745.934.478) 6 1.410.040.392 2.295.513.039
Piutang Lain - lain 7 10.191.602.791 11.762.676.223
Persediaan 8 155.485.913.000 155.293.185.434
Uang Muka dan Biaya
Dibayar Dimuka 9 1.422.817.620 1.453.376.895
Pajak Dibayar Dimuka 15a 329.996.910 463.121.413
Jumlah Aset Lancar 243.048.520.403 245.649.847.356
7 - 41
ASET TIDAK LANCAR
Piutang Pihak Berelasi 36 34.498.964.098 34.872.656.436
Tanah Yang Belum Dikembangkan 10 41.091.128.087 41.091.128.087
Investasi pada entitas asosiasi 11 93.987.550.525 94.210.004.727
Properti investasi 14 13.129.453.312 13.129.453.312
Aset Tetap
(Setelah dikurangi akumulasi penyusutan pada
tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, masing-
masing sebesar Rp 137.035.936.585 dan Rp 135.940.829.083) 12 91.759.092.623 92.302.243.039
Aset Pajak Tangguhan 6.885.753.423 6.885.753.423
Aset Lain-lain 13 4.415.225.197 4.209.367.690
Jumlah Aset Tidak Lancar 285.767.167.265 286.700.606.714
JUMLAH ASET 528.815.687.668 532.350.454.070
Laporan keuangan PT. Pudjiadi Prestige Tbk dan Entitas Anak untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 telah
diaudit oleh kantor Akuntan Publik Doli, Bambang, Sulistiyanto, Dadang & Ali dengan pendapat Wajar Dalam Semua Hal Yang
Material sesuai dengan laporan No. 00118/3.0266/AU.1/03/0945-1/1/III/2024 tanggal 25 Maret 2024. Sedangkan Laporan
Keuangan untuk yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024 tidak diaudit.
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.
1
Page 5
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Per 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit), dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
(disajikan dalam Rupiah)
Catatan 31 Maret 2024 31 Desember 2023
Tidak Diaudit Diaudit
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang Pajak 15b 1.950.386.202 1.419.486.009
Utang Usaha-pihak ketiga 16 1.925.299.799 2.017.851.478
Biaya Yang Masih Harus Dibayar 17 2.831.602.260 2.749.442.425
Uang Muka Penjualan 18 20.648.000 -
Penyisihan Penggantian Perabotan -
dan Peralatan Hotel 19 108.323.601 100.998.987
Pendapatan Diterima Dimuka 20 1.875.077.735 1.936.658.740
Uang Jaminan 21 1.126.619.662 1.376.716.321
Utang Lain - lain 22 972.567.648 490.723.836
Utang Bank
Bagian Jangka Pendek Atas Jangka Panjang 23 192.800.022 289.200.033
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 11.003.324.929 10.381.077.829
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang Bank
Setelah Dikurangi Bagian Liabilitas Jangka Pendek 23 1.735.200.138 1.735.200.138
Liabilitas Imbalan Pasca Kerja 24 3.608.798.767 3.608.798.767
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 5.343.998.905 5.343.998.905
JUMLAH LIABILITAS 16.347.323.834 15.725.076.734
Laporan keuangan PT. Pudjiadi Prestige Tbk dan Entitas Anak untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 telah
diaudit oleh kantor Akuntan Publik Doli, Bambang, Sulistiyanto, Dadang & Ali dengan pendapat Wajar Dalam Semua Hal Yang
Material sesuai dengan laporan No. 00118/3.0266/AU.1/03/0945-1/1/III/2024 tanggal 25 Maret 2024. Sedangkan Laporan
Keuangan untuk yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024 tidak diaudit.
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.
2
Page 6
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Per 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit), dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
(disajikan dalam Rupiah)
Catatan 31 Maret 2024 31 Desember 2023
Tidak Diaudit Diaudit
EKUITAS
Modal Saham
Modal dasar sebesar 560.000.000 saham dengan
nilai nominal Rp 500 per saham;
Modal ditempatkan dan disetor penuh 329.560.000
saham pada 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 25 164.780.000.000 164.780.000.000
Tambahan Modal Disetor 26 (37.593.011.275) (37.593.011.275)
Komponen Ekuitas Lain 665.384.013 665.384.013
Saldo Laba :
Telah Ditentukan Penggunaannya 14.650.238.596 14.650.238.596
Belum Ditentukan Penggunaannya 369.855.968.879 374.012.982.381
Jumlah yang dapat di atribusikan
kepada pemilik entitas induk 512.358.580.213 516.515.593.715
Kepentingan non pengendali 37 109.783.621 109.783.621
JUMLAH EKUITAS 512.468.363.834 516.625.377.336
JUMLAH LIABILITAS DAN
EKUITAS 528.815.687.668 532.350.454.070
Laporan keuangan PT. Pudjiadi Prestige Tbk dan Entitas Anak untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 telah
diaudit oleh kantor Akuntan Publik Doli, Bambang, Sulistiyanto, Dadang & Ali dengan pendapat Wajar Dalam Semua Hal Yang
Material sesuai dengan laporan No. 00118/3.0266/AU.1/03/0945-1/1/III/2024 tanggal 25 Maret 2024. Sedangkan Laporan
Keuangan untuk yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024 tidak diaudit.
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.
3
Page 7
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN
Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
(disajikan dalam Rupiah)
Catatan 31 Maret 2024 31 Maret 2023
Tidak Diaudit Tidak Diaudit
Penjualan dan Pendapatan 27 7.588.260.574 8.751.682.270
Beban Pokok Penjualan dan Beban Langsung 28 (2.731.102.299) (3.253.391.990)
LABA KOTOR 4.857.158.275 5.498.290.280
Beban Usaha:
Beban Penjualan 29 (524.213.658) (424.357.329)
Beban Umum dan Administrasi 30 (7.191.786.336) (7.028.943.337)
Beban Penyusutan 30 (1.095.107.502) (1.533.879.709)
LABA ( RUGI ) OPERASI (3.953.949.221) (3.488.890.095)
Beban Keuangan 31 (59.433.986) (49.846.838)
Bagian Laba ( Rugi ) Entitas Asosiasi 32 (222.454.202) (500.675.919)
Pendapatan (Beban) Lain - bersih 33 287.580.585 1.903.487.887
LABA ( RUGI ) BERSIH SEBELUM PAJAK (3.948.256.824) (2.135.924.965)
Pajak Penghasilan (208.756.679) (255.000.505)
LABA ( RUGI ) BERSIH TAHUN BERJALAN (4.157.013.503) -
(2.390.925.470)
Penghasilan (Rugi) Komprehensif Lain -
LABA ( RUGI ) KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN (4.157.013.503) (2.390.925.470)
Laba ( Rugi ) bersih tahun berjalan yang
dapat diatribusikan kepada :
Pemilik entitas induk (4.157.013.503) (2.390.925.470)
Kepentingan non pengendali - -
Jumlah (4.157.013.503) (2.390.925.470)
Laba ( Rugi ) komprehensif tahun berjalan yang
dapat diatribusikan kepada :
Pemilik entitas induk (4.157.013.503) (2.390.925.470)
Kepentingan non pengendali - -
Jumlah (4.157.013.503) (2.390.925.470)
Laba ( Rugi ) per saham dasar
Jumlah lembar saham 329.560.000 329.560.000
Laba ( Rugi ) Bersih 34 (12,6138) (7,2549)
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.
4
Page 8
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN
Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
(disajikan dalam Rupiah)
Kepada pemilik entitas induk
Keuntungan Saldo laba
Tambahan (kerugian) Telah ditentukan Belum ditentukan Kepentingan
Modal saham modal disetor aktuaria penggunaannya penggunaannya Jumlah non pengendali Jumlah ekuitas
Saldo 1 Januari 2023 164.780.000.000 (37.593.011.275) (266.783.283) 11.650.238.596 442.558.194.307 581.128.638.345 109.531.051 581.238.169.396
Laba bersih tahun berjalan - - - - (2.390.925.470) (2.390.925.470) - (2.390.925.470)
Saldo 31 Maret 2023 164.780.000.000 (37.593.011.275) (266.783.283) 11.650.238.596 440.167.268.837 578.737.712.875 109.531.051 578.847.243.926
Saldo 31 Desember 2023 164.780.000.000 (37.593.011.275) 665.384.013 14.650.238.596 374.012.982.382 516.515.593.716 109.783.621 516.625.377.336
Laba bersih tahun berjalan - - - - (4.157.013.503) (4.157.013.503) - (4.157.013.503)
Saldo 31 Maret 2024 164.780.000.000 (37.593.011.275) 665.384.013 14.650.238.596 369.855.968.879 512.358.580.213 109.783.621 512.468.363.834
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.
5
Page 9
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN
Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
(disajikan dalam Rupiah)
31 Maret 2024 31 Maret 2023
Tidak Diaudit Tidak Diaudit
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan Kas dari Pelanggan 8.432.800.216 8.246.730.302
Pembayaran Kepada Pemasok (3.886.071.922) (16.483.512.211)
Pembayaran Kepada Karyawan (5.189.711.170) (4.823.019.478)
Penerimaan Bunga 2.073.899.920 1.796.122.661
Pembayaran Beban Bunga (59.433.986) (49.846.838)
Pembayaran Pajak (556.967.899) (46.913.572.521)
Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan
untuk) Aktivitas Operasi 814.515.159 (58.227.098.085)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Perolehan Aset Tetap (551.957.087) (1.431.717.909)
-
Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan
untuk) Aktivitas Investasi (551.957.087) (1.431.717.909)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Pembayaran Pinjaman Bank (96.400.011)
Penerimaan Dari Pihak Berelasi 373.692.338 434.382.030
Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan
untuk) Aktivitas Pendanaan 277.292.327 434.382.030
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH
KAS DAN SETARA KAS 539.850.399 (59.224.433.964)
Kas dan Setara Kas
Awal Tahun 6.760.215.783 213.584.665.738
KAS DAN SETARA KAS 31 Maret 2024 dan 2023 7.300.066.182 154.360.231.774
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.
6
Page 10
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
dan Yang Berakhir Pada Tanggal - tanggal
31 Maret 2024 (tidak diaudit) dan 31 Maret 2023 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM
a. Pendirian Perusahaan
PT Pudjiadi Prestige Tbk ("Perusahaan") didirikan berdasarkan Akta Notaris Miryam Magdalena Indriani Wiardi. SH. No. 21 tanggal 11
September 1980 dan disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No.Y.A.5/156/12 tanggal 26
Februari 1981. Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, antara lain Penyesuaian Undang-undang
Perseroan no.40 tahun 2007 yang tertuang di dalam akta nomor 29 tanggal 30 Mei 2008 oleh Notaris Weliana Salim, SH, di Jakarta dan
telah memperoleh persetujuan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan surat keputusan No.AHU-
45821.AH.01.02 Tahun 2008 tanggal 29 Juli 2008, perubahan terakhir dengan Akta Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa No. 25
tanggal 28 Mei 2019 yang dibuat dihadapan Weliana Salim, SH Notaris di Jakarta dan telah memperoleh persetujuan dari Kemeterian
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan surat keputusan No.AHU- AH.01.03-0286609 tanggal 14 Juni 2019,
perubahan Akta Pernyataan Keputusan Rapat PT Pudjiadi Prestige Tbk No. 40 tanggal 31 Mei 2023 yang dibuat dihadapan Christina
Susanto, SH.,M.Kn notaris di Jakarta.
Sesuai dengan Pasal 2 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan meliputi bidang pembangunan perumahan,
perkantoran dan apartemen. Perusahaan mulai beroperasi secara komersial sejak tahun 1981. Pada saat ini, Perusahaan bergerak
dalam bidang real estate, jasa konstruksi dan penyewaan ruangan/apartemen.
Perusahaan menyewakan Apartemen Jayakarta Plaza, Apartement Kemang, Apartement Prapanca di Jakarta dan Azalea Suites di
Cikarang.
Perusahaan melalui entitas anak, memiliki Hotel Marbella yang berlokasi di Anyer, Banten. Melalui entitas anak, Perusahaan juga
memiliki proyek real estat di Highland Park di Serang, Banten.
Perusahaan beralamat di Hotel Jayakarta Jakarta lantai 21, Jl. Hayam Wuruk No. 126, Jakarta. Website: pudjiadiprestige.co.id, dan
alamat e-mail: info@pudjiadiprestige.co.id.
PT Istana Kuta Ratu Prestige adalah entitas induk terakhir dari Perusahaan dan Entitas Anak.
b. Dewan Komisaris, Direksi, Komite Audit
Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan No. 40 tanggal 31 Mei 2023 yang dibuat dihadapan
Christina Susanto, SH.,M.Kn, mengenai susunan Komisaris dan direksi pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 sebagai
berikut:
31-Mar-24 31-Des-23
Dewan Komisaris :
Komisaris Utama : Kosmian Pudjiadi, BSISE. MBA Kosmian Pudjiadi, BSISE. MBA
Komisaris : Ariyo Tejo Ariyo Tejo
Komisaris Independen : Octavianus Halim, MBA Octavianus Halim, MBA
Dewan Direksi :
Direktur Utama : Damian Pudjiadi, MBA Damian Pudjiadi, MBA
Direktur Independen : Toto Sasetyo Dwi Budi Listyanto Toto Sasetyo Dwi Budi Listyanto
Komite Audit :
Ketua : Octavianus Halim, MBA Octavianus Halim, MBA
Anggota : Ardika May Fendra Ardika May Fendra
: Yudistira Imansyah Warganegara Yudistira Imansyah Warganegara
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 , Perusahaan dan entitas anak memiliki masing-masing sebanyak 212 orang (tidak
diaudit).
c. Penawaran Umum Efek Perusahaan
Perusahaan telah melakukan penawaran umum saham kepada masyarakat dan telah dinyatakan efektif melalui Surat Ketua Badan
Pengawas Pasar Modal (BAPEPAM) Nomor: S- 168/PM/1994 tanggal 28 September 1994. Saham yang ditawarkan sejumlah
26.000.000 saham biasa atas nama dengan nilai nominal Rp 1.000 per saham. Penjatahan saham dilakukan tanggal 7 Nopember 1994.
Sampai saat ini, saham- saham Perusahaan masih tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).
7
Page 11
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
dan Yang Berakhir Pada Tanggal - tanggal
31 Maret 2024 (tidak diaudit) dan 31 Maret 2023 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM - (lanjutan)
d. Struktur Grup
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, struktur Grup adalah sebagai berikut:
Persentase
kepemilikan
langsung dan Tahun
Jenis usaha tidak langsung Tahun operasi Jumlah aset
Entitas anak /Domisili 31 Mar'24 31 Des'23 penyertaan Komersial 31 Maret 2024 31 Desember 2023
PT Hotel Marbella Perhotelan / 99,14 99,14 1996 1997 77.506.563.915 78.014.464.841
Pengembang Banten
Internasional
PT Graha Puji Real Estat / 99,99 99,99 1998 2013 168.781.577.783 169.243.466.344
Propertindo Jakarta
PT Kotaserang Real Estat / 90,00 90,00 1995 1996 6.334.590.608 6.339.754.407
Baru Permai Jakarta
PT Ubud Bali Asri Real Estat / 99,99 99,99 2008 - 10.474.535.188 10.474.535.188
Jakarta
PT Graha Puji Bahana Real Estat / 99,96 99,96 1994 - 8.264.858.574 8.258.118.740
Jakarta
PT Jakarta Internasional Pengelolaan 99,90 99,90 2000 2001 27.771.886.431 27.715.073.874
Property Gedung /
PT Marbella Property1 Real Estat / 99,90 99,90 2004 - 258.319.517 258.319.517
Jakarta
PT Pudjiadi Gapura Real Estat / 64,70 64,70 1997 - 396.031.512 396.031.512
Vila Marbella2 Banten
1. PT Marbella Property dimiliki Perusahaan melalui PT Hotel Marbella Pengembang Internasional.
2. PT Pudjiadi Gapura Vila Marbella dimiliki Perusahaan melalui PT Graha Pudji Bahana.
e. Investasi pada Entitas Asosiasi
Persentase Kepemilikan
Langsung dan Tidak Langsung
Entitas Asosiasi Kegiatan Usaha Utama 31 Maret 2024 31 Des 2023
PT Konrat Marbella Pengembang 45,00 45,00
PT Pudjipapan Kreasindo Real Estat 37,89 37,89
PT Konrat Marbella Balikpapan Pengembang 30,00 30,00
PT Juwara Warga Hotel Corporation Perhotelan 27,50 27,50
Yayasan REI Sosial 3,00 3,00
PT Spinindo Mitra Daya Pengembang Kawasan 2,00 2,00
Pada tahun 2013, Perusahaan membeli 24.990 saham PT Graha Puji Propertindo dari PT Graha Pudji Bahana dengan harga beli
sebesar Rp 12.490.000 atas mendapatkan kepemilikan langsung sebesar 99,99% di PT Graha Puji Propertindo.
Berdasarkan Akta No. 20 tanggal 27 Mei 2013 Notaris Weliana Salim, SH modal saham Perusahaan mengalami perubahan menjadi
2.000 saham dengan nilai nominal Rp 5.000/saham sehingga kepemilikan PT Pudjiadi Prestige Tbk atas PT Graha Puji Propertindo
menjadi 1.999.990 lembar saham atau sebesar 99,9995% dengan nilai nominal Rp.999.995.000.
Berdasarkan akta No.5 yang dibuat dihadapan Notaris Santy Triana, SE, SH, Mkn pada tanggal 23 November 2022, modal saham
perusahaan pada PT Jakarta Internasional Properti mengalami perubahan menjadi Rp 30.000.000.000 atau 100% dengan kepemilikan
langsung dan tidak langsung.
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFKAN
a. Dasar Penyajian Laporan Keuangan Konsolidasian
Laporan keuangan konsolidasian disusun dan disajikan dengan menggunakan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia, meliputi
pernyataan dan interpretasi yang diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dan Dewan
Standar Akuntansi Syariah IAI, dan Peraturan OJK No. VIII.G.7 tentang “Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau
Perusahaan Publik”.
Dasar pengukuran laporan keuangan konsolidasian ini adalah konsep biaya perolehan, kecuali beberapa akun tertentu disusun
berdasarkan pengukuran lain, sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut. Laporan keuangan
konsolidasian ini disusun dengan metode akrual, kecuali laporan arus kas konsolidasian.
Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan menggunakan metode langsung dengan mengelompokkan arus kas dalam aktivitas
operasi, investasi dan pendanaan.
Kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian untuk tahun yang berakhir 31 Maret 2024 dan
31 Desember 2023 adalah konsisten dengan kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian
untuk tahun yang berakhir 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023.
8
Page 12
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
dan Yang Berakhir Pada Tanggal - tanggal
31 Maret 2024 (tidak diaudit) dan 31 Maret 2023 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Laporan keuangan dari entitas anak dimasukkan ke dalam laporan keuangan konsolidasian sejak tanggal pengendalian dimulai sampai
dengan tanggal pengendalian berakhir.
Mata uang yang digunakan dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan konsolidasian adalah mata uang Rupiah (Rupiah) yang
juga merupakan mata uang fungsional Perusahaan.
b. Prinsip Konsolidasian
Laporan keuangan konsolidasian meliputi laporan keuangan Perusahaan dan entitas-entitas (termasuk entitas terstruktur) yang
dikendalikan oleh Perusahaan dan entitas anak (Grup). Pengendalian diperoleh apabila Grup memiliki seluruh hal berikut ini:
Mata uang pelaporan yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian adalah Rupiah, yang merupakan mata uang
fungsional Grup.
- kekuasaan atas investee;
- eksposur atau hak atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee; dan
- kemampuan untuk menggunakan kekuasaannya atas investee untuk mempengaruhi jumlah imbal hasil Grup.
Pengkonsolidasian entitas anak dimulai pada saat Grup memperoleh pengendalian atas entitas anak dan berakhir pada saat Grup
kehilangan pengendalian atas entitas anak. Secara khusus, penghasilan dan beban entitas anak yang diakuisisi atau dilepaskan selama
tahun berjalan termasuk dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian sejak tanggal Grup memperoleh
pengendalian sampai dengan tanggal Grup kehilangan pengendalian atas entitas anak.
Seluruh aset dan liabilitas, ekuitas, penghasilan, beban dan arus kas dalam intra kelompok usaha terkait dengan transaksi antar entitas
dalam Grup dieliminasi secara penuh dalam laporan keuangan konsolidasian.
c. Perubahan pada Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan ("PSAK") dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan
Penerapan dari standar baru/revisi, yang relevan dengan operasi Perusahaan, yang telah diterbitkan dan efektif sejak tanggal 1 Januari
2023, namun tidak terdampak signifikan terhadap laporan keuangan konsolidasian adalah sebagai berikut:
Penerapan standar baru berikut ini tidak menghasilkan perubahan besar terhadap kebijakan akuntansi Grup untuk tahun keuangan saat
ini atau sebelumnya :
- Amendemen PSAK 1 “Penyajian Laporan Keuangan” tentang liabilitas diklasifikasikan sebagai jangka pendek atau jangka panjang;
- Amendemen PSAK 1 “Penyajian Laporan Keuangan” tentang pengungkapan kebijakan akuntansi;
- Amendemen PSAK 16 “Aset Tetap” tentang hasil sebelum penggunaan yang diintensikan;
- Amendemen PSAK 25 “Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi dan Kesalahan” tentang definisi estimasi akuntansi;
- Amendemen PSAK 25 “Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi dan Kesalahan” tentang definisi estimasi akuntansi;
- Amendemen PSAK 46 “Pajak Penghasilan” tentang pajak tangguhan terkait asset dan liabilitas yang timbul dari transaksi tunggal.
Efektif pada tanggal 1 Januari 2024 dan penerapan dini diperkenankan :
- Amendemen PSAK 1 “Penyajian Laporan Keuangan” tentang liabilitas jangka panjang dengan kovenan;
- Amendemen PSAK 73 “Sewa” tentang sewa pada transaksi jual dan sewa-balik.
Pada tanggal pengesahan laporan keuangan interim, Perseroan sedang mempertimbangkan implikasi dari penerapan standar tersebut,
terhadap laporan keuangan interim Perseroan.
d. Penyajian Laporan Keuangan Konsolidasian
Dasar penyusunan laporan keuangan konsolidasian, kecuali untuk laporan arus kas konsolidasian, adalah dasar akrual. Mata uang
pelaporan (penyajian) yang digunakan untuk penyusunan laporan keuangan konsolidasian adalah mata uang Rupiah (Rp) yang
merupakan mata uang fungsional Perusahaan. Laporan keuangan konsolidasian tersebut disusun berdasarkan nilai historis, kecuali
beberapa akun tertentu disusun berdasarkan pengukuran lain sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun
tersebut.
Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan menggunakan metode langsung dengan mengelompokkan arus kas dalam aktivitas
operasi, investasi dan pendanaan.
e. Instrumen Keuangan
Grup mengklasifikasikan aset keuangan sesuai dengan PSAK No. 71, Instrumen Keuangan, sehingga setelah pengakuan awal aset
keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi, nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain atau nilai wajar melalui laba rugi,
dengan menggunakan dua dasar.
Grup menerapkan PSAK No. 71 (Amandemen 2020) “Instrumen Keuangan: Penyajian”, PSAK No. 71 (Amandemen 2020) “Instrumen
Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran” dan PSAK no. 71 (Amandemen 2020) “Instrumen Keuangan: Pengungkapan”.
PSAK 71 berisi persyaratan penyajian dari instrumen keuangan dan mengidentifikasikan informasi yang harus diungkapkan. Persyaratan
pengungkapan berlaku terhadap klasifikasi instrumen keuangan, dari perspektif penerbit, dalam aset keuangan, liabilitas keuangan dan
instrumen ekuitas; pengklasifikasian yang terkait dengan suku bunga, dividen, kerugian dan keuntungan; dan keadaan dimana aset
keuangan dan liabilitas keuangan akan saling hapus. PSAK ini mensyaratkan pengungkapan, antara lain, informasi mengenai faktor yang
mempengaruhi jumlah, waktu dan tingkat kepastian arus kas masa datang suatu entitas yang terkait dengan instrumen keuangan dan
kebijakan akuntansi yang diterapkan untuk instrumen tersebut.
9
Page 13
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
dan Yang Berakhir Pada Tanggal - tanggal
31 Maret 2024 (tidak diaudit) dan 31 Maret 2023 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Aset Keuangan
PSAK 71 mengatur prinsip-prinsip pengakuan dan pengukuran aset keuangan, liabilitias keuangan dan beberapa kontrak pembelian atau
penjualan item nonkeuangan. PSAK ini, antara lain, menyediakan definisi dan karakteristik derivatif, kategori instrumen keuangan,
pengakuan dan pengukuran, akuntansi lindung nilai dan penetapan hubungan lindung nilai.
PSAK 71 mensyaratkan pengungkapan signifikansi instrumen keuangan untuk posisi keuangan dan kinerja; beserta sifat dan tingkat
yang timbul dari resiko keuangan Perusahaan yang terekspos selama periode berjalan dan pada akhir periode pelaporan, dan
bagaimana entitas mengelola risiko mereka.
Pengakuan awal
Aset keuangan dalam ruang lingkup PSAK 71 diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang dinilai pada nilai wajar melalui laba atau rugi,
pinjaman yang diberikan dan piutang, investasi yang dimiliki hingga jatuh tempo, dan aset keuangan tersedia untuk dijual. Perusahaan
menentukan klasifikasi aset keuangan pada saat pengakuan awal dan, jika diperbolehkan dan sesuai, akan dievaluasi kembali setiap
akhir periode keuangan.
Pada saat pengakuan awal, aset keuangan diukur pada nilai wajar. Dalam hal investasi tidak diukur pada nilai wajar melalui laporan laba
rugi, nilai wajar tersebut ditambah dengan biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung.
Pembelian atau penjualan aset keuangan yang memerlukan penyerahan aset dalam kurun waktu yang telah ditetapkan oleh peraturan
dan kebiasan yang berlaku di pasar (pembelian secara reguler) diakui pada tanggal perdagangan, seperti tanggal Perusahaan
berkomitmen untuk membeli atau menjual aset.
Pada tanggal 31 Desember 2023 dan 2022, aset keuangan Perusahaan mencakup kas dan setara kas, investasi jangka pendek, piutang
usaha, piutang lain- lain, aset lancar lain-lain dan aset tidak lancar lain-lain - uang jaminan.
Pengukuran Setelah Pengakuan awal
Perusahaan telah menetapkan bahwa seluruh aset keuangan dikategorikan sebagai pinjaman dan piutang. Pada tanggal 31 Maret 2024
dan 31 Desember 2023 , Perusahaan tidak mempunyai aset keuangan yang dinilai pada nilai wajar melalui laba atau rugi, aset keuangan
tersedia untuk dijual dan investasi yang dimiliki hingga jatuh tempo.
Pinjaman yang diberikan dan piutang adalah aset keuangan non derivatif dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan tidak
mempunyai kuotasi di pasar aktif. Aset keuangan tersebut dicatat pada biaya perolehan yang diamortisasi menggunakan metode tingkat
bunga efektif. Laba atau rugi diakui dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian pada saat pinjaman dan piutang dihentikan
pengakuannya atau mengalami penurunan nilai, serta melalui proses amortisasi.
Liabilitas Keuangan
Pengakuan awal
Liabilitas keuangan dalam ruang lingkup PSAK 71 diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba
atau rugi, utang dan pinjaman atau derivatif yang telah ditetapkan untuk tujuan lindung nilai yang efektif, jika sesuai. Perusahaan
menentukan klasifikasi liabilitas keuangan pada saat pengakuan awal.
Saat pengakuan awal, liabilitas keuangan diukur pada nilai wajar dan, dalam hal utang dan pinjaman, termasuk biaya transaksi yang
dapat diatribusikan secara langsung.
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, liabilitas keuangan Perusahaan mencakup utang jangka pendek, utang usaha
kepada pihak ketiga, utang lain- lain, biaya masih harus dibayar dan utang jangka panjang.
Perusahaan telah menetapkan bahwa seluruh liabilitas keuangan dikategorikan sebagai utang dan pinjaman. Pada tanggal 31 Maret
2024 dan 31 Desember 2023 , Perusahaan tidak mempunyai liabilitas keuangan yang dinilai pada nilai wajar melalui laba atau rugi, atau
derivatif yang dibentuk sebagai instrumen lindung nilai yang efektif.
Setelah pengakuan awal, utang dan pinjaman diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga
efektif.
Laba atau rugi harus diakui dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian ketika liabilitas tersebut dihentikan pengakuannya serta
melalui proses amortisasinya.
Pengakuan awal
Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus dan nilai netonya disajikan dalam laporan posisi keuangan konsolidasian jika, dan
hanya jika, terdapat hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui dari aset keuangan dan
liabilitas keuangan tersebut dan terdapat intensi untuk menyelesaikan dengan menggunakan dasar neto, atau untuk merealisasikan aset
Penyesuaian Risiko Kredit
Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus dan nilai netonya disajikan dalam laporan posisi keuangan konsolidasian jika, dan
hanya jika, terdapat hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui dari aset keuangan dan
liabilitas keuangan tersebut dan terdapat intensi untuk menyelesaikan dengan menggunakan dasar neto, atau untuk merealisasikan aset
Biaya Perolehan yang Diamortisasi Dari Instrumen Keuangan
Biaya perolehan yang diamortisasi diukur dengan menggunakan metode suku bunga efektif dikurangi penyisihan penurunan nilai dan
pembayaran atau pengurangan pokok. Perhitungan ini mencakup seluruh premi atau diskonto pada saat akuisisi dan mencakup biaya
transaksi serta komisi yang merupakan bagian tak terpisahkan dari suku bunga efektif.
10
Page 14
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
dan Yang Berakhir Pada Tanggal - tanggal
31 Maret 2024 (tidak diaudit) dan 31 Maret 2023 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Penurunan Nilai Aset Keuangan
Pada setiap tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian, Perusahaan mengevaluasi apakah terdapat bukti yang obyektif bahwa aset
keuangan atau kelompok aset keuangan mengalami penurunan nilai.
Aset keuangan dicatat sebesar biaya perolehan yang diamortisasi.
Untuk pinjaman yang diberikan dan piutang yang dicatat pada biaya perolehan diamortisasi, Perusahaan terlebih dahulu menentukan
bahwa terdapat bukti obyektif mengenai penurunan nilai secara individual atas aset keuangan yang signifikan secara individual, atau
secara kolektif untuk aset keuangan yang tidak signifikan secara individual.
Jika Perusahaan menentukan tidak terdapat bukti obyektif mengenai penurunan nilai atas aset keuangan yang dinilai secara individual,
terlepas aset keuangan tersebut signifikan atau tidak, maka aset tersebut dimasukkan ke dalam kelompok aset keuangan yang memiliki
karakteristik risiko kredit yang sejenis dan menilai penurunan nilai kelompok tersebut secara kolektif. Aset yang penurunan nilainya dinilai
Jika terdapat bukti obyektif bahwa kerugian penurunan nilai telah terjadi, total kerugian tersebut diukur sebagai selisih antara nilai tercatat
aset dengan nilai kini estimasi arus kas masa datang (tidak termasuk kerugian kredit di masa mendatang yang belum terjadi). Nilai kini
estimasi arus kas masa datang didiskonto dengan menggunakan suku bunga efektif awal dari aset keuangan tersebut. Jika pinjaman
Nilai tercatat atas aset keuangan dikurangi melalui penggunaan pos cadangan penurunan nilai dan total kerugian yang terjadi diakui
dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian. Pendapatan bunga selanjutnya diakui sebesar nilai tercatat yang diturunkan nilainya
berdasarkan tingkat suku bunga efektif awal dari aset keuangan.
Nilai tercatat atas aset keuangan dikurangi melalui penggunaan pos cadangan penurunan nilai dan total kerugian yang terjadi diakui
dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian. Pendapatan bunga selanjutnya diakui sebesar nilai tercatat yang diturunkan nilainya
berdasarkan tingkat suku bunga efektif awal dari aset keuangan.
Aset keuangan dicatat sebesar biaya perolehan yang diamortisasi (Lanjutan).
Untuk pinjaman yang diberikan dan piutang yang dicatat pada biaya perolehan diamortisasi, Perusahaan terlebih dahulu menentukan
bahwa terdapat bukti obyektif mengenai penurunan nilai secara individual atas aset keuangan yang signifikan secara individual, atau
secara kolektif untuk aset keuangan yang tidak signifikan secara individual.
Pinjaman yang diberikan dan piutang beserta dengan cadangan terkait dihapuskan jika tidak terdapat kemungkinan yang realistis atas
pemulihan di masa mendatang dan seluruh agunan telah terealisasi atau dialihkan kepada Perusahaan. Jika, pada tahun berikutnya, nilai
estimasi kerugian penurunan nilai aset keuangan bertambah atau berkurang karena peristiwa yang terjadi setelah penurunan nilai diakui,
maka kerugian penurunan nilai yang diakui sebelumnya bertambah atau berkurang dengan menyesuaikan pos cadangan penurunan nilai.
Jika di masa mendatang penghapusan tersebut dapat dipulihkan, jumlah pemulihan tersebut diakui pada laba atau rugi.
Penghentian pengakuan aset dan liabilitas keuangan
Aset keuangan
Penghentian pengakuan atas suatu aset keuangan (atau, apabila dapat diterapkan untuk bagian dari aset keuangan atau bagian dari
kelompok aset keuangan sejenis) terjadi bila: (1) hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut berakhir; atau
(2) Perusahaan memindahkan hak untuk menerima arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut atau menanggung kewajiban
untuk membayar arus kas yang diterima tersebut tanpa penundaan yang signifikan kepada pihak ketiga melalui suatu kesepakatan
penyerahan dan salah satu diantara (a) Perusahaan secara substansial memindahkan seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset
keuangan tersebut, atau (b) Perusahaan secara substansial tidak memindahkan dan tidak memiliki seluruh risiko dan manfaat atas
kepemilikan aset keuangan tersebut, namun telah memindahkan pengendalian atas aset tersebut.
Liabilitas keuangan
Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya ketika kewajiban yang ditetapkan dalam kontrak dihentikan atau dibatalkan atau
kadaluarsa.
Ketika liabilitas keuangan awal digantikan dengan liabilitas keuangan lain dari pemberi pinjaman yang sama dengan ketentuan yang
berbeda secara substansial, atau modifikasi secara substansial atas liabilitas keuangan yang saat ini ada, maka pertukaran atau
modifikasi tersebut dicatat sebagai penghapusan liabilitas keuangan awal dan pengakuan liabilitas keuangan baru dan selisih antara nilai
tercatat liabilitas keuangan tersebut diakui dalam laba atau rugi.
f. Prinsip Konsolidasian
Suatu pengendalian atas entitas anak dianggap ada bilamana Perusahaan terekspos atau memiliki hak atas imbal hasil variabel dari
keterlibatannya dengan entitas anak dan memiliki kemampuan untuk mempengaruhi imbal hasil tersebut melalui kekuasaannya atas
entitas anak. Perusahaan akan menilai kembali apakah memiliki kendali jika ada perubahan atas satu atau lebih unsur pengendalian. Ini
termasuk situasi dimana hak protektif yang dimiliki (seperti yang dihasilkan dari hubungan pinjaman) menjadi substantif dan
mengakibatkan Perusahaan memiliki kekuasaan atas entitas anak.
Laporan keuangan dari entitas anak dimasukkan ke dalam laporan keuangan konsolidasian sejak tanggal pengendalian dimulai sampai
dengan tanggal pengendalian berakhir.
11
Page 15
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
dan Yang Berakhir Pada Tanggal - tanggal
31 Maret 2024 (tidak diaudit) dan 31 Maret 2023 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Ketika Perusahaan kehilangan kendali atas entitas anak, Perusahaan menghentikan pengakuan aset dan liabilitas entitas anak, dan
kepentingan nonpengendali terkait dan komponen ekuitas lainnya. Laba atau rugi yang timbul diakui dalam laba rugi. Kepentingan yang
dipertahankan di entitas anak sebelumnya diukur sebesar nilai wajar ketika pengendalian hilang.
Seluruh transaksi dan saldo antar Perusahaan dieliminasi dalam laporan keuangan konsolidasian, sehingga laporan keuangan
konsolidasian hanya mencakup transaksi dan saldo dengan pihak lain.
Perubahan dalam bagian kepemilikan entitas pada entitas anak yang tidak mengakibatkan hilangnya pengendalian dicatat sebagai
transaksi ekuitas. Nilai tercatat kepentingan entitas induk dan kepentingan nonpengendali disesuaikan untuk mencerminkan perubahan
bagian kepemilikannya atas entitas anak. Setiap perbedaan antara jumlah kepentingan nonpengendali disesuaikan dan nilai wajar
Akuisisi entitas anak oleh Perusahaan dicatat dengan menggunakan metode akuisisi. Biaya perolehan akuisisi diukur pada nilai wajar
aset yang diberikan, instrumen ekuitas yang diterbitkan, liabilitas yang terjadi atau diambil dan penyesuaian harga beli kontinjensi, jika
ada, pada tanggal transaksi. Goodwill yang timbul dari akuisisi entitas anak diuji penurunan nilainya minimal secara tahunan. Keuntungan
yang dihasilkan atas pembelian dengan diskon diakui langsung pada laba rugi. Biaya-biaya transaksi yang timbul dari akuisisi entitas anak
dibebankan langsung pada laba rugi tahun berjalan.
Perubahan dalam bagian kepemilikan Perusahaan pada entitas anak yang tidak mengakibatkan hilangnya pengendalian diperlakukan
sebagai transaksi antara pemegang ekuitas dan dicatat sebagai transaksi ekuitas.
Kepentingan nonpengendali disajikan di ekuitas dalam laporan posisi keuangan konsolidasian dan dinyatakan sebesar proporsi
pemegang saham nonpengendali atas laba tahun berjalan dan ekuitas entitas anak tersebut berdasarkan persentase kepemilikan
pemegang saham nonpengendali pada entitas anak tersebut.
Akuisisi bisnis dicatat dengan menggunakan metode akuisisi. Imbalan yang dialihkan dalam suatu kombinasi bisnis diukur pada nilai
wajar, yang dihitung sebagai hasil penjumlahan dari nilai wajar tanggal akuisisi atas seluruh aset yang dialihkan oleh Grup, liabilitas yang
diakui oleh Grup kepada pemilik sebelumnya dari pihak yang diakuisisi dan kepentingan ekuitas yang diterbitkan oleh Grup dalam
g. Kombinasi Bisnis
Akuisisi bisnis dicatat dengan menggunakan metode akuisisi. Imbalan yang dialihkan dalam suatu kombinasi bisnis diukur pada nilai
wajar, yang dihitung sebagai hasil penjumlahan dari nilai wajar tanggal akuisisi atas seluruh aset yang dialihkan oleh Grup, liabilitas yang
diakui oleh Grup kepada pemilik sebelumnya dari pihak yang diakuisisi dan kepentingan ekuitas yang diterbitkan oleh Grup dalam
pertukaran pengendalian dari pihak yang diakuisisi. Biaya-biaya terkait akuisisi diakui di dalam laba rugi pada saat terjadinya.
Pada tanggal akuisisi, aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas yang diambil alih diakui pada nilai wajar kecuali untuk aset dan
liabilitas tertentu yang diukur sesuai dengan standar yang relevan.
Goodwill diukur sebagai selisih lebih dari nilai gabungan dari imbalan yang dialihkan, jumlah setiap kepentingan non-pengendali pada
pihak diakuisisi dan nilai wajar pada tanggal akuisisi kepentingan ekuitas yang sebelumnya dimiliki oleh pihak pengakuisisi pada pihak
diakuisisi (jika ada) atas jumlah neto dari aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas yang diambilalih pada tanggal akuisisi. Jika,
setelah penilaian kembali, jumlah neto dari aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas yang diambilalih pada tanggal akuisisi melebihi
jumlah imbalan yang dialihkan, jumlah dari setiap kepentingan non pengendali pada pihak diakuisisi dan nilai wajar pada tanggal akuisisi
kepentingan ekuitas yang sebelumnya dimiliki oleh pihak pengakuisisi pada pihak diakuisisi (jika ada), selisih lebih diakui segera dalam
laba rugi sebagai pembelian dengan diskon.
Kepentingan non-pengendali yang menyajikan bagian kepemilikan dan memberikan mereka hak atas bagian proposional dari aset neto
entitas dalam hal terjadi likuidasi pada awalnya diukur baik pada nilai wajar ataupun pada bagian proporsional kepemilikan kepentingan
nonpengendali atas aset neto teridentifikasi dari pihak yang diakuisisi. Pilihan dasar pengukuran dilakukan atas dasar transaksi.
Kepentingan nonpengendali jenis lain diukur pada nilai wajar atau, jika berlaku, pada dasar pengukuran lain yang ditentukan oleh standar
akuntansi lain.
Bila imbalan yang dialihkan oleh Grup dalam suatu kombinasi bisnis termasuk aset atau liabilitas yang berasal dari pengaturan imbalan
kontinjen, imbalan kontinjen tersebut diukur pada nilai wajar pada tanggal akuisisi dan termasuk sebagai bagian dari imbalan yang
dialihkan dalam suatu kombinasi bisnis. Perubahan dalam nilai wajar atas imbalan kontinjen yang memenuhi syarat sebagai penyesuaian
periode pengukuran disesuaikan secara retrospektif, dengan penyesuaian terkait terhadap goodwill. Penyesuaian periode pengukuran
adalah penyesuaian yang berasal dari informasi tambahan yang diperoleh selama periode pengukuran (yang tidak melebihi satu tahun
sejak tanggal akuisisi) tentang fakta-fakta dan kondisi yang ada pada tanggal akuisisi.
Perubahan selanjutnya dalam nilai wajar atas imbalan kontinjen yang tidak memenuhi syarat sebagai penyesuaian periode pengukuran
tergantung pada bagaimana imbalan kontinjen tersebut diklasifikasikan. Imbalan kontinjen yang diklasifikasikan sebagai ekuitas tidak
diukur kembali pada tanggal sesudah tanggal pelaporan dan penyelesaian selanjutnya dicatat dalam ekuitas. Imbalan kontinjen yang
diklasifikasikan sebagai aset atau liabilitas diukur setelah tanggal pelaporan sesuai dengan standar akuntansi yang relevan dengan
mengakui keuntungan atau kerugian terkait dalam laba rugi atau dalam penghasilan komprehensif lain.
12
Page 16
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
dan Yang Berakhir Pada Tanggal - tanggal
31 Maret 2024 (tidak diaudit) dan 31 Maret 2023 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Bila suatu kombinasi bisnis dilakukan secara bertahap, kepemilikan terdahulu Grup atas pihak terakuisisi diukur kembali ke nilai wajar
pada tanggal akuisisi dan keuntungan atau kerugian nya, jika ada, diakui dalam laba rugi. Jumlah yang berasal dari kepemilikan sebelum
tanggal akuisisi yang sebelumnya telah diakui dalam penghasilan komprehensif lain direklasifikasi ke laba rugi dimana perlakuan tersebut
akan sesuai jika kepemilikannya dilepas/dijual.
Jika akuntansi awal untuk kombinasi bisnis belum selesai pada akhir periode pelaporan saat kombinasi terjadi, Grup melaporkan jumlah
sementara untuk pos-pos yang proses akuntansinya belum selesai dalam laporan keuangannya. Selama periode pengukuran, pihak
pengakuisisi menyesuaikan, aset atau liabilitas tambahan yang diakui, untuk mencerminkan informasi baru yang diperoleh tentang fakta
dan keadaan yang ada pada tanggal akuisisi dan, jika diketahui, akan berdampak pada jumlah yang diakui pada tanggal tersebut.
h. Saling Hapus antar Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan
Aset dan liabilitas keuangan Perusahaan dan entitas anak saling hapus dan nilai bersihnya disajikan dalam laporan posisi keuangan jika
dan hanya jika:
- saat ini memiliki hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut; dan
- berniat untuk menyelesaikan secara neto atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara simultan.
i. Kas dan Setara Kas
Kas dan setara kas terdiri dari saldo kas, bank (rekening giro), dan deposito berjangka di bank yang sewaktu-waktu bisa dicairkan,
sifatnya sangat likuid dan dapat dengan cepat dijadikan kas dengan jangka waktu tidak lebih dari tiga bulan sejak tanggal penempatan,
serta tidak dijaminkan dan tidak dibatasi penggunaannya.
Deposito berjangka yang dijaminkan tidak lebih dari 12 (dua belas) bulan, disajikan sebagai bagian dari aset lancar. Namun, jika dibatasi
lebih dari 12 (dua belas) bulan, maka disajikan sebagai bagian dari aset tidak lancar.
j. Cadangan Penurunan Nilai Piutang
Cadangan penurunan nilai ditentukan berdasarkan kebijakan yang disajikan pada catatan 3y.
k. Investasi Pada Entitas Asosiasi
Entitas asosiasi adalah entitas di mana Grup mempunyai pengaruh signifikan. Pengaruh signfikan adalah kekuasaan untuk berpartisipasi
dalam keputusan kebijakan keuangan dan operasional investee, tetapi tidak mengendalikan atau mengendalikan bersama atas kebijakan
tersebut. Pertimbangan yang dibuat dalam menentukan pengaruh signifikan atas pengendalian bersama adalah serupa dengan yang
diperlukan untuk menentukan pengendalian atas entitas anak.
Investasi Grup pada entitas asosiasi dicatat dengan menggunakan metode ekuitas. Sesuai dengan metode ekuitas, nilai perolehan
investasi ditambah atau dikurang dengan bagian Grup atas laba rugi neto, dan penerimaan dividen dari investee sejak tanggal perolehan.
Laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain mencerminkan bagian Grup atas hasil operasi dari entitas asosiasi. Apabila
terdapat perubahan yang diakui langsung pada ekuitas dari entitas asosiasi, Grup mengakui bagiannya atas perubahan tersebut dan
mengungkapkan hal ini, jika ada, dalam laporan perubahan ekuitas. Keuntungan atau kerugian yang belum direalisasi sebagai hasil dari
transaksi - transaksi antara Grup dengan entitas asosiasi dieliminasi sesuai dengan kepentingan Grup dalam entitas asosiasi.
Grup menentukan apakah diperlukan untuk mengakui rugi penurunan nilai atas Investasi Grup dalam investasi pada entitas asosiasi.
Grup menentukan apakah terdapat bukti yang objektif yang mengindikasikan pada investasi dalam entitas asosiasi mengalami
penurunan nilai pada setiap tanggal pelaporan. Dalam hal ini, Grup menghitung jumlah penurunan nilai berdasarkan selisih antara nilai
terpulihkan atas investasi pada entitas asosiasi dan nilai tercatatnya dan mengakuinya dalam laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain.
Laporan keuangan entitas asosiasi disusun atas periode pelaporan yang sama dengan Grup.
Perusahaan dan entitas anak yang bergerak dalam bidang real estate:
Persediaan yang terdiri dari biaya yang berhubungan langsung dengan aktivitas pengembangan real estat dan biaya proyek tidak
langsung yang berhubungan dengan beberapa proyek real estat dialokasi dan dikapitalisasi ke proyek pengembangan real estat dan
dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan dan nilai realisasi bersih. Biaya perolehan ditentukan dengan metode
rata - rata.
13
Page 17
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
dan Yang Berakhir Pada Tanggal - tanggal
31 Maret 2024 (tidak diaudit) dan 31 Maret 2023 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
l. Persediaan
Harga perolehan persediaan real estat meliputi biaya perizinan, pembebasan (ganti rugi) tanah, pengurusan surat-surat tanah,
pematangan tanah, prasarana, pengembangan dan pembangunan proyek, termasuk kapitalisasi bunga selama masa pembangunan dan
pengembangan.
Entitas Anak yang bergerak dalam bidang perhotelan:
Persediaan makanan, minuman, perlengkapan dan barang dagangan hotel dinyatakan sebesar nilai terendah antara biaya perolehan dan
nilai realisasi bersih. Biaya perolehan ditentukan dengan menggunakan metode rata-rata. Nilai realisasi bersih ditentukan berdasarkan
taksiran harga jual yang wajar setelah dikurangi taksiran biaya yang diperlukan untuk menjual persediaan tersebut. Penyisihan penurunan
nilai persediaan dilakukan untuk mengurangi nilai tercatat menjadi nilai realisasi bersih. Penyisihan persediaan usang atau persediaan
yang perp utarannya lambat ditentukan, jika ada, berdasarkan penelaahan atas kondisi masing-masing persediaan pada akhir tahun.
m. Tanah Yang Belum Dikembangkan
Tanah yang belum dikembangkan dinilai berdasarkan harga perolehan. yang meliputi antara lain biaya pembebasan (ganti rugi),
pengurusan surat-surat tanah dan pematangan tanah. Pada saat dimulainya pengembangan prasarana, nilai tanah tersebut akan
direklasifikasi ke akun persediaan sebagai persediaan dalam pembangunan atau aset tetap sebagai proyek dalam penyelesaian.
n. Aset Tetap
Aset Tetap dinyatakan sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan. Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode
garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat keekonomian aset tetap sebagai berikut :
Jenis Aset Masa Manfaat Keekonomian
Bangunan dan Prasarana 20 - 30 Tahun
Mesin dan Peralatan Listrik 2-10 Tahun
Kendaraan 3-5 Tahun
Perabot dan Peralatan Kantor 2-8 Tahun
Hak atas Tanah (HGB) 20 Tahun
Tanah dinyatakan berdasarkan biaya perolehan dan tidak disusutkan.
Jumlah tercatat aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau saat tidak ada manfaat ekonomis masa depan yang
diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Laba atau rugi yang timbul dari penghentian pengakuan aset (dihitung sebagai
perbedaan antara jumlah neto hasil pelepasan dan jumlah tercatat dari aset) dikreditkan atau dibebankan pada operasi tahun aset
tersebut dihentikan pengakuannya.
Biaya pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada laporan laba rugi pada saat terjadinya, perbaikan atau renovasi yang menambah
nilai guna aset dikapitalisasi. Bahan keramik, linen, sendok-garpu dan pecah belah yang diperoleh pada saat hotel mulai beroperasi dan
pada saat hotel direnovasi dikapitalisasi sebagai bagian dari aset tetap dan setiap penggantian yang terjadi selama beroperasinya hotel,
dibebankan pada "Penyisihan atas Penggantian Peralatan Hotel".
Aset Sewa Guna Usaha
Transaksi sewa guna usaha dicatat dengan metode capital lease apabila memenuhi kriteria sebagaimana diatur dalam Pernyataan
Standar Akuntansi Keuangan No. 30. Apabila tidak, akan dicatat dengan metode operating lease. Aset sewa guna usaha yang dicatat
dengan metode capital lease disajikan berdasarkan nilai tunai aset sewa guna usaha pada saat pembayaran sewa guna usaha pada
awal angsuran ditambah nilai sisa (nilai opsi) yang akan dibayar pada akhir periode sewa guna usaha. Amortisasi dihitung dengan
metode garis lurus berdasarkan masa manfaat aset sewa guna usaha.
Pada setiap akhir tahun buku, nilai residu, umur manfaat dan metode penyusutan aset tetap di-review, dan jika sesuai dengan keadaan,
disesuaikan secara prospektif.
o. Aset Dalam Penyelesaian
Aset dalam penyelesaian disajikan sebagai bagian dalam aset tetap dan dinyatakan sebesar biaya perolehan. Semua beban, termasuk
biaya pinjaman dalam masa pembangunan, yang terjadi sehubungan dengan penyelesaian pembangunan tersebut dikapitalisasi sebagai
bagian dari biaya perolehan aset dalam penyelesaian. Aset dalam penyelesaian akan disusutkan pada saat manfaat atas aset tersebut
telah digunakan oleh Perusahaan.
14
Page 18
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
dan Yang Berakhir Pada Tanggal - tanggal
31 Maret 2024 (tidak diaudit) dan 31 Maret 2023 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING - (lanjutan)
p. Uang Muka Penjualan
Angsuran penjualan yang diterima dari pembeli dicatat dengan 'deposit method'. Selisih lebih jumlah yang diterima atas jumlah yang
diakui sebagai pendapatan disajikan dalam laporan posisi keuangan dalam kelompok liabilitas. Selisih lebih jumlah yang diakui sebagai
pendapatan atas angsuran yang diterima disajikan dalam laporan posisi keuangan pada akun piutang usaha.
q. Penyisihan Penggantian Peralatan Hotel
Penyisihan penggantian peralatan hotel ditetapkan berdasarkan persentase tertentu dari pendapatan dan jasa pelayanan yang belum
didistribusikan. Biaya penggantian barang keramik, linen, sendok garpu dan pecah belah yang rusak atau hilang dibebankan pada
penyisihan ini.
r. Biaya Pinjaman
Bunga dan beban keuangan lainnya atas pinjaman yang diperoleh untuk membiayai pembelian, pengembangan dan pembangunan
tanah dan bangunan diklasifikasi sebagai bagian dan biaya perolehan persediaan atau aset dalam tahap pengembangan. Beban
keuangan ini mencakup beban bunga, selisih kurs, amortisasi premi swap dan biaya pinjaman lainnya. Kapitalisasi biaya pinjaman ini
dihentikan pada saat pembangunan persediaan dan aset tetap telah selesai dan siap digunakan.
s. Pajak Penghasilan
Pajak Penghasilan Final
Penghasilan yang telah dikenakan pajak penghasilan final, beban pajaknya diakui proporsional dengan jumlah pendapatan menurut
akuntansi yang diakui pada periode berjalan. Selisih antara jumlah pajak penghasilan final yang terutang dengan jumlah yang dibebankan
sebagai pajak kini pada perhitungan laba rugi komprehensif konsolidasian, diakui sebagai pajak dibayar dimuka atau utang pajak.
Perbedaan nilai tercatat aset dan liabilitas yang berhubungan dengan pajak penghasilan final dengan dasar pengenaan pajaknya tidak
diakui sebagai aset atau liabilitas pajak tangguhan.
Pajak Penghasilan Tidak Final
Beban pajak kini ditentukan berdasarkan laba kena pajak dalam periode yang bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak yang
berlaku.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diakui atas konsekuensi pajak periode mendatang yang timbul dari perbedaan jumlah tercatat aset
dan liabilitas menurut laporan keuangan konsolidasian dengan dasar pengenaan pajak aset dan liabilitas kecuali perbedaan yang
berhubungan dengan pajak penghasilan final. Liabilitas pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer kena pajak dan aset
pajak tangguhan diakui untuk perbedaan temporer yang boleh dikurangkan, sepanjang besar kemungkinan dapat dimanfaatkan untuk
mengurangi laba kena pajak pada masa datang.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang diekspektasikan berlaku dalam periode ketika liabilitas
diselesaikan atau aset dipulihkan dengan tarif pajak (dan peraturan pajak) yang telah berlaku atau secara substantif telah berlaku pada
akhir periode pelaporan.
Pengukuran aset dan liabilitas pajak tangguhan mencerminkan konsekuensi pajak yang sesuai dengan cara Perusahaan dan entitas
anak ekspektasikan, pada akhir periode pelaporan, untuk memulihkan atau menyelesaikan jumlah tercatat aset dan liabilitas.
Jumlah tercatat aset pajak tangguhan dikaji ulang pada akhir periode pelaporan dan dikurangi jumlah tercatatnya jika kemungkinan besar
laba kena pajak tidak lagi tersedia dalam jumlah yang memadai untuk mengkompensasikan sebagian atau seluruh aset pajak tangguhan
tersebut.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan saling hapus ketika entitas memiliki hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk melakukan
saling hapus aset pajak kini terhadap liabilitas pajak kini dan ketika aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan terkait dengan
pajak penghasilan yang dikenakan oleh otoritas perpajakan yang sama serta Perusahaan dan entitas anak yang berbeda yang
bermaksud untuk memulihkan aset dan liabilitas pajak kini dengan dasar neto.
Pajak kini dan pajak tangguhan diakui sebagai beban atau penghasilan dalam laba atau rugi, kecuali sepanjang pajak penghasilan yang
berasal dari transaksi atau kejadian yang diakui, diluar laba atau rugi (baik dalam pendapatan komprehensif lain maupun secara
langsung di ekuitas), dalam hal tersebut pajak juga diakui di luar laba atau rugi.
15
Page 19
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
dan Yang Berakhir Pada Tanggal - tanggal
Pajak kini dan pajak tangguhan31 diakui sebagai
Maret bebandiaudit)
2024 (tidak atau penghasilan
dan 31 Maretdalam
2023laba atauDiaudit)
(Tidak rugi, kecuali sepanjang pajak penghasilan yang
(Disajikan
berasal dari transaksi atau kejadian yang dalam
diakui, diluarRupiah, kecuali
laba atau rugidinyatakan
(baik dalamlain)pendapatan komprehensif lain maupun secara
langsung di ekuitas), dalam hal tersebut pajak juga diakui di luar laba atau rugi.
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING - (lanjutan)
t. Selisih Nilai Transaksi Entitas Sepengendali (SNTRES)
Selisih antara harga pengalihan yang timbul dari pengalihan aset, utang, saham atau bentuk instrumen kepemilikan lainnya dengan nilai
buku transaksi dalam rangka restrukturisasi antara entitas sepengendali diakui sebagai “Selisih Nilai Transaksi Restrukturisasi Entitas
Sepengendali” dan disajikan sebagai unsur ekuitas.
Berlakunya PSAK 38 (revisi 2012), Kombinasi Bisnis Entitas Sipengendali efektif 1 Januari 2013, pengakuan SNTRES dihentikan dan
direklasifikasi sebagai bagian dari tambahan modal disetor.
u. Pengakuan Pendapatan Beban
Penjualan
Efektif 1 Januari 2020
Efektif pada tanggal 1 Januari 2020, Kelompok Usaha mengakui pendapatan dari penjualan real estat sesuai dengan PSAK 72,
“Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan”, yang adopsi dari IFRS 15
Berdasarkan standar baru ini, pengakuan pendapatan dapat dilakukan secara bertahap sepanjang umur kontrak (over the time) atau
pada titik tertentu (at a point of time). Jika suatu kontrak tidak memenuhi syarat - syarat tersebut, pendapatan kontrak itu baru bisa
diakui saat terjadi penyerahan aset (at a point of time).
1. Kriteria pendapatan diakui secara over the time adalah sebagai berikut:
• Pelanggan secara simultan menerima dan mengkonsumsi manfaat yang disediakan oleh kinerja Entitas saat Entitas
melaksanakan kewajiban pelaksanaan tersebut.
• Kinerja Entitas menciptakan atau meningkatkan aset yang dikendalikan pelanggan sebagai aset yang diciptakan atau
ditingkatkan;
• Kinerja Entitas tidak menciptakan suatu aset dengan penggunaan alternatif terhadap Entitas dan Entitas memiliki hak yang
dapat dipaksakan untuk untuk pembayaran kinerja yang diselesaikan sampai suatu tanggal tertentu.
2. Mengindentifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak;
3. Menentukan harga transaksi;
4. Mengalokasikan harga transaksi pada setiap kewajiban pelaksanaan;
5. Mengakui pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi (pada suatu waktu tertentu
atau sepanjang waktu).
Sebelum 1 Januari 2020
i Pendapatan dari penjualan apartemen, perkantoran dan bangunan sejenisnya, yang pembangunannya dilaksanakan lebih dari satu
tahun diakui dengan menggunakan metode persentase penyelesaian, apabila seluruh syarat berikut terpenuhi:
- proses konstruksi telah melampaui tahap awal, yaitu pondasi bangunan telah selesai terpenuhi;
- jumlah pembayaran oleh pembeli telah mencapai 20% dari harga jual yang telah disepakati dan jumlah tersebut tidak dapat diminta
kembali oleh pembeli; dan
- jumlah pendapatan penjualan dan biaya unit bangunan dapat diestimasi dengan andal.
ii Pendapatan dari penjualan rumah, rumah toko dan bangunan sejenis lainnya beserta tanah kavlingnya diakui dengan metode akrual
penuh apabila seluruh kriteria berikut ini terpenuhi:
- proses penjualan telah selesai;
- harga jual akan tertagih;
- tagihan penjual tidak akan bersifat subordinasi di masa yang akan datang terhadap pinjaman lain yang akan diperoleh pembeli; dan
- penjual telah mengalihkan risiko dan manfaat kepemilikan unit bangunan kepada pembeli melalui suatu transaksi yang secara
substansi adalah penjualan dan penjual tidak lagi berkewajiban atau terlibat secara signifikan dengan unit bangunan tersebut.
Metode yang digunakan untuk menentukan persentase penyelesaian adalah berdasarkan biaya aktual yang telah dikeluarkan
dibandingkan dengan estimasi jumlah biaya yang harus dikeluarkan untuk pengembangan proyek real estat tersebut.
Apabila persyaratan tersebut di atas tidak dapat dipenuhi, maka seluruh uang yang diterima dari pembeli diperlakukan sebagai uang
muka dan dicatat dengan metode deposit sampai seluruh persyaratan tersebut dipenuhi.
16
Page 20
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
dan Yang Berakhir Pada Tanggal - tanggal
31 Maret 2024 (tidak diaudit) dan 31 Maret 2023 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING - (lanjutan)
u. Pengakuan Pendapatan Beban - (lanjutan)
Penjualan (lanjutan)
Unsur-unsur biaya yang dikapitalisasi ke proyek pengembangan real estat antara meliputi biaya pra-perolehan tanah, biaya perolehan
tanah dan biaya lain-lain yang dapat diatribusikan pada aktivitas pengembangan real estat. Biaya yang tidak jelas hubungannya dengan
suatu proyek real estat, seperti biaya umum dan administrasi, diakui sebagai laba rugi pada saat terjadinya.
Pendapatan Sewa
Pendapatan sewa dari sewa operasi diakui sebagai pendapatan dengan dasar garis lurus selama masa sewa. Biaya langsung awal yang
terjadi dalam proses negosiasi dan pengaturan sewa ditambahkan ke jumlah tercatat dari aset sewaan dan diakui dengan dasar garis
lurus selama masa sewa.
Uang muka sewa yang diterima dari penyewa dicatat ke dalam akun pendapatan yang diterima dimuka dan akan diakui sebagai
pendapatan secara berkala sesuai dengan kontrak sewa yang berlaku
Pendapatan hotel
Pendapatan sewa hotel dan pendapatan hotel lainnya diakui pada saat jasa diberikan atau barang diserahkan.
Pendapatan bunga
Pendapatan bunga diakru berdasarkan waktu terjadinya dengan acuan jumlah pokok terhutang dan tingkat bunga yang berlaku.
Beban
Biaya yang berhubungan dengan pendapatan yang menggunakan metode persentase penyelesaian diakui sesuai dengan tingkat
persentase penyelesaian dari unit bangunan pada setiap akhir periode.
Beban, kecuali yang berhubungan dengan pendapatan yang menggunakan metode persentase penyelesaian, diakui sesuai dengan
masa manfaatnya pada tahun yang bersangkutan (basis akrual).
v. Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing
Perusahaan menerapkan PSAK 10 (Revisi 2010), “Pengaruh Perubahan Nilai Tukar Mata Uang Asing”, yang menggambarkan
bagaimana memasukkan transaksi mata uang asing dan kegiatan usaha luar negeri dalam laporan keuangan entitas dan menjabarkan
laporan keuangan ke dalam mata uang penyajian. Perusahaan mempertimbangkan indikator utama dan indikator lainnya dalam
menentukan mata uang fungsionalnya, jika ada indikator yang tercampur dan mata uang fungsional tidak jelas, manajemen
menggunakan penilaian untuk menentukan mata uang fungsional yang paling tepat menggambarkan pengaruh ekonomi dari transaksi,
kejadian dan kondisi yang mendasarinya. Penerapan PSAK revisi ini tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap laporan keuangan
konsolidasian.
Transaksi dalam mata uang asing dicatat berdasarkan kurs yang berlaku pada saat transaksi dilakukan. Pada tanggal laporan posisi
keuangan konsolidasian, aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing dijabarkan ke dalam mata uang rupiah menggunakan kurs
terakhir yang berlaku pada tanggal tersebut dan laba atau rugi kurs yang terjadi dikredit atau dibebankan pada operasi tahun berjalan.
Kurs tengah Bank Indonesia pada tanggal laporan posisi keuangan sebagai berikut :
31 Maret 2024 31 Desember 2023
1 Dolar Amerika serikat 15.853 15.416
Laba atau rugi kurs dibebankan pada laporan laba rugi konsolidasian tahun berjalan.
w. Laba per saham
Laba usaha dan laba bersih per saham masing-masing dihitung dengan membagi laba usaha dan laba bersih dengan jumlah rata-rata
tertimbang saham yang beredar pada tahun yang bersangkutan.
x. Program Liabilitas Imbalan Pasca Kerja
Perusahaan dan entitas anak menghitung dan mencatat imbalan pasca kerja untuk karyawan sesuai dengan Undang-Undang
Ketenagakerjaan No. 13/2003. Tidak ada pendanaan yang disisihkan oleh Perusahaan sehubungan dengan imbalan pasca kerja ini.
17
Page 21
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
dan Yang Berakhir Pada Tanggal - tanggal
31 Maret 2024 (tidak diaudit) dan 31 Maret 2023 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING - (lanjutan)
x. Program Liabilitas Imbalan Pasca Kerja (Lanjutan )
Efektif 1 Januari 2015, Perusahaan menerapkan PSAK No.24 (Revisi 2013), "Imbalan Kerja". PSAK No.24 (Revisi 2013), antara lain
menghapus mekanisme koridor dalam menghitung keuntungan dan kerugian aktuarial yang diakui sebagai penghasilan atau beban
dalam laba rugi. Keuntungan dan kerugian aktuarial diakui secara langsung melalui hasil penghasilan komprehensif lain.
Jumlah yang diakui sebagai liabilitas untuk imbalan pasca kerja di laporan posisi keuangan merupakan nilai kini kewajiban imbalan pasti
disesuaikan dengan keuntungan dan kerugian aktuarial yang belum diakui dan biaya jasa lalu yang belum diakui.
y. Informasi segmen
Informasi segmen disusun sesuai dengan kebijakan akuntansi yang dianut dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan
konsolidasi.
PSAK 5 (Revisi 2009) mengharuskan segmen operasi diidentifikasi berdasarkan laporan internal mengenai komponen dari Perusahaan
dan entitas anak yang secara regular direview oleh “pengambil keputusan operasional ”dalam rangka mengalokasikan sumber daya dan
menilai kinerja segmen operasi. Sedangkan standar sebelumnya mengharuskan Perusahaan dan entitas anak mengidentifikasi dua
segmen (bisnis dan geografis) menggunakan pendekatan risiko dan pengembalian.
Segmen operasi adalah suatu komponen dari entitas:
a. Yang terlibat dalam aktivitas bisnis yang mana memperoleh pendapatan dan menimbulkan beban (termasuk pendapatan dan beban
terkait dengan transaksi dengan komponen lain dari entitas yang sama);
b. Hasil operasinya dikaji ulang secara regular oleh pengambil keputusan operasional untuk membuat keputusan tentang sumber daya
yang dialokasikan pada segmen tersebut dan menilai kinerjanya; dan
c. Tersedia informasi keuangan yang dapat dipisahkan.
Informasi yang digunakan oleh pengambil keputusan operasional dalam rangka menghasilkan sumber daya dan menilai kinerja segmen
operasi terfokus pada kategori dari setiap produk dimana hampir sama dengan informasi segmen bisnis yang dilaporkan di tahun
sebelumnya.
z. Transaksi dengan pihak berelasi
Perusahaan menerapkan PSAK No. 7 (Revisi 2010). “Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi”. PSAK revisi ini mensyaratkan
pengungkapan hubungan, transaksi dan saldo pihak-pihak berelasi, termasuk komitmen dalam laporan keuangan konsolidasian dan juga
diterapkan terhadap laporan keuangan secara individual. Tidak terdapat dampak signifikan dari penerapan PSAK yang direvisi tersebut
terhadap laporan keuangan konsolidasian.
1. Orang atau anggota keluarga terdekat mempunyai relasi dengan entitas pelapor jika orang tersebut:
a. Memiliki pengendalian atau pengendalian bersama atas entitas pelapor;
b. Memiliki pengaruh signifikan atas entitas pelapor; atau
c. Personil manajemen kunci entitas pelapor atau entitas induk entitas.
2. Suatu entitas berelasi dengan entitas pelapor jika memenuhi salah satu hal berikut:
a. Entitas dan entitas pelapor adalah anggota dari Perusahaan yang sama (artinya entitas induk. entitas anak dan entitas anak
berikutnya terkait dengan entitas lain).
b. Satu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama dari entitas lain (atau entitas asosiasi atau ventura bersama yang
merupakan anggota suatu Perusahaan. yang mana entitas lain tersebut adalah anggotanya).
c. Kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama.
d. Satu entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain adalah entitas asosiasi dari entitas ketiga.
e. Entitas tersebut adalah suatu program imbalan pascakerja untuk imbalan kerja dari salah satu entitas pelapor atau entitas yang
terkait dengan entitas pelapor. Jika entitas pelapor adalah entitas program tersebut. maka entitas sponsor juga berelasi dengan
entitas pelapor.
f. Entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifkasi dalam huruf (a).
g. Orang yang diidentifikasi dalam huruf (a) (i) memiliki pengaruh signifikan atas entitas atau personil manajemen kunci entitas (atau
entitas induk dari entitas).
Semua transaksi yang signifikan dengan pihak-pihak berelasi baik yang dilakukan dengan syarat dan kondisi yang sama dengan pihak
ketiga ataupun tidak diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan konsolidasian.
18
Page 22
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
dan Yang Berakhir Pada Tanggal - tanggal
31 Maret 2024 (tidak diaudit) dan 31 Maret 2023 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
aa. Penurunan Nilai dan Tidak Tertagihnya Aset Keuangan
Terkait dengan penerapan PSAK No. 71 (Amandemen 2020), pada setiap tanggal laporan posisi keuangan. Manajemen mengevaluasi
apakah terdapat bukti yang objektif bahwa aset keuangan atau kelompok aset keuangan mengalami penurunan nilai. Jika terdapat bukti
tersebut, maka:
Manajemen pertama kali akan menentukan bukti objektif penurunan nilai individual atas aset keuangan yang signifikan secara indivudual.
Jika tidak terdapat bukti objektif mengenai penurunan nilai aset keuangan individual. maka aset tersebut dimasukkan ke dalam kelompok
aset keuangan dengan risiko yang serupa dan menentukan penurunan nilai secara kolektif.
1. Untuk aset keuangan yang dicatat pada biaya perolehan yang diamortisasi, kerugian diukur sebagai selisih antara nilai tercatat aset
dengan nilai kini estimasi arus kas masa depan yang didiskonto menggunakan suku bunga efektif awal dari aset tersebut. Nilai
tercatat aset keuangan tersebut disajikan setelah dikurangi baik secara langsung maupun menggunakan pos penyisihan. Kerugian
yang terjadi diakui pada laporan laba rugi komprehensif.
2. Untuk aset keuangan yang dicatat pada biaya perolehan. kerugian penurunan nilai diukur berdasarkan selisih antara nilai tercatat aset
keuangan dengan nilai kini dari estimasi arus kas masa depan yang didiskontokan dengan tingkat pengembalian yang berlaku di
pasar untuk aset keuangan serupa. Kerugian penurunan tersebut tidak dapat dipulihkan.
3. Untuk aset keuangan yang tersedia untuk dijual. kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui secara langsung dalam ekuitas harus
dikeluarkan dari ekuitas dan diakui pada laporan laba rugi komprehensif meskipun aset keuangan tersebut belum dihentikan
pengakuannya. Jumlah kerugian kumulatif tersebut adalah selisih antara biaya perolehan (setelah dikurangi pelunasan pokok dan
amortisasi) dengan nilai wajar kini. dikurangi kerugian penurunan nilai aset keuangan yang sebelumnya telah diakui pada laporan
keuangan laba rugi konsolidasi.
ab. Sewa
Efektif 1 Januari 2020
PSAK 73 menetapkan model komprehensif untuk mengidentifikasi perjanjian sewa dan perlakuannya dalam laporan keuangan
Penyewa dan Pesewa. PSAK 73 memperkenalkan model pengendalian untuk identifikasi sewa, membedakan antara sewa dan
kontrak layanan berdasarkan apakah ada aset identifikasi yang dikendalikan oleh pelanggan.
Kelompok Usaha menerapkan PSAK 73 pada 1 Januari 2020 dengan menggunakan pendekatan retrospektif modifikasi dengan
mengakaui dampak kumulatif penerapan awal PSAK 73 sebagai penyesuaian terhadap saldo awal ekuitas pada 1 Januari 2020.
Dengan demikian data komparasi tahun 2019 tidak disajikan kembali dan disajikan sesuai standar sebelumnya dan interprestasi terkait.
Kelompok Usaha menilai pada awal kontrak apakah suatu kontrak merupakan atau mengandung sewa, yaitu jika kontrak memiliki hak
untuk mengendalikan penggunaan aset yang diidentifikasi untuk jangka waktu tertentu dengan imbalan pertimbangan. Jangka waktu
sewa tidak dapat dibatalkan untuk masing-masing kontrak, kecuali dalam kasus dimana Kelompok Usaha cukup yakin untuk
melaksanakan opsi perpanjangan kontrak.
Kelompok Usaha memilih tindakan praktis yang tersedia berdasarkan pedoman transisi dalam PSAK 73, yang antara lain:
1. Penggunaan tingkat diskonto tunggal untuk portofolio sewa dengan karakteristik yang serupa;
2. Akuntansi sewa operasi dengan sisa masa sewa kurang dari 12 bulan pada tanggal 1 Januari 2020 sebagai sewa jangka pendek
3. Pengecualian biaya langsung awal untuk pengukuran aset hak guna pada tanggal penerapan awal
4. Penggunaan tinjauan ke belakang dalam menentukan masa sewa dimana kontrak berisi opsi untuk perpanjangan atau pemutusan
masa sewa
5. Menerapkan PSAK 73 untuk sewa yang sebelumnya diidentifikasi berdasarkan PSAK 30 dan ISAK 8, dan tidak menerapkan
PSAK 73 untuk sewa yang sebelumnya tidak diidentifikasi berdasarkan standar ini;
6. Tidak memisahkan komponen non-sewa dari komponen sewa, dan sebagai konsekuensinya Kelompok Usaha menganggap
seluruh kontrak sebagai sewa; dan
7. Untuk tidak mengakui liabilitas sewa dan aset hak guna untuk sewa dimana aset dasar adalah aset bernilai rendah (yaitu aset
dasar dengan nilai maksimum USD 5.000 atau Rp 50 Juta dalam kondisi baru).
PSAK 73 juga mengizinkan Kelompok Usaha untuk melanjutkan penilaian sewa historis yang memungkinkan Kelompok Usaha untuk
tidak menilai kembali hasil peniliaian Kelompok Usaha sebelumnya tentang identifikasi sewa, klasifikasi sewa dan biaya langsung awal.
Kelompok Usaha menerapkan definisi sewa dan panduan terkait yang ditetapkan dalam PSAK 73 untuk semua kontrak sewa kontrak
sewa yang dibuat atau dimodifikasi pada atau setelah 1 Januari 2020.
19
Page 23
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
dan Yang Berakhir Pada Tanggal - tanggal
31 Maret 2024 (tidak diaudit) dan 31 Maret 2023 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Kelompok Usaha sebagai lessee
Kelompok Usaha menerapkan pendekatan pengakuan dan pengukuran tunggal untuk semua sewa, kecuali untuk sewa jangka pendek
dan sewa aset bernilai rendah. Kelompok Usaha mengakui liabilitas sewa untuk melakukan pembayaran sewa dan aset hak guna yang
mewakili hak untuk menggunakan aset yang mendasarinya.
Kelompok Usaha mengakui aset hak guna pada tanggal dimulainya sewa. Aset hak guna diukur pada biaya perolehan, dikurangi
akumulasi amortisasi dan rugi penurunan nilai, dan disesuaikan untuk setiap pengukuran kembali liabilitas sewa. Biaya aset hak guna
termasuk jumlah liabilitas sewa yang diakui, biaya langsung awal yang dikeluarkan, biaya restorasi dan pembayaran sewa yang
dilakukan pada atau sebelum tanggal dimulainya dikurangi insentif sewa yang diterima.
Aset hak guna diamortisasi dengan menggunakan metode garis lurus selama masa sewa yang lebih pendek dan estimasi masa
manfaat dari aset.
Jika kepemilikan aset sewaan dialihkan ke Kelompok Usaha pada akhir masa sewa atau biaya mencerminkan pelaksanaan opsi
pembelian, penyusutan dihitung menggunakan taksiran masa manfaat ekonomis aset. Aset hak guna mengalami penurunan nilai sesuai
dengan PSAK 48 Penurunan Nilai Aset.
Pada tanggal dimulainya sewa, Kelompok Usaha mengakui liabilitas sewa yang diukur pada nilai kini dari pembayaran sewa yang akan
dilakukan selama masa sewa. Pembayaran sewa termasuk pembayaran tetap (termasuk pembayaran tetap secara substansi)
dikurangi piutang insentif sewa, pembayaran sewa variabel yang bergantung pada indeks atau kurs, dan jumlah yang diharapkan akan
dibayarkan berdasarkan jaminan nilai residu. Pembayaran sewa juga termasuk harga pelaksanaan opsi pembelian yang wajar
dipastikan akan dilakukan oleh Kelompok Usaha dan pembayaran penalti untuk mengakhiri sewa, jika jangka waktu sewa
mencerminkan Kelompok Usaha yang melaksanakan opsi untuk mengakhiri. Pembayaran sewa variabel yang tidak bergantung pada
indeks atau kurs diakui sebagai beban pada periode di mana peristiwa atau kondisi yang memicu pembayaran terjadi.
Dalam menghitung nilai sekarang dari pembayaran sewa, Kelompok Usaha menggunakan tingkat pinjaman tambahan pada tanggal
dimulainya sewa karena tingkat suku bunga yang tersirat dalam sewa tidak dapat ditentukan dengan mudah. Setelah tanggal
dimulainya, jumlah liabilitas sewa ditingkatkan untuk mencerminkan pertambahan bunga dan dikurangi untuk pembayaran sewa yang
dilakukan. Selain itu, jumlah tercatat liabilitas sewa diukur kembali jika ada modifikasi, perubahan jangka waktu sewa, perubahan
pembayaran sewa, atau perubahan dalam penilaian opsi untuk membeli aset yang mendasarinya.
Sewa jangka pendek dengan jangka waktu kurang dari 12 bulan, berakhir dalam 12 bulan setelah 1 Januari 2020 dan sewa bernilai
rendah, serta elemen-elemen sewa tersebut, sebagian atau seluruhnya tidak sesuai dengan prinsip-prinsip pengakuan yang ditetapkan
oleh PSAK 73 akan diperlakukan sama dengan sewa operasi. Kelompok Usaha akan mengakui pembayaran sewa tersebut dengan
dasar garis lurus selama masa sewa dalam laporan laba rugi dan OCI konsolidasian.
Kelompok Usaha sebagai lessor
Berdasarkan PSAK 73, lessor terus mengklasifikasikan sewa sebagai sewa pembiayaan atau sewa operasi dan memperhitungkan
kedua jenis sewa tersebut secara berbeda. Sewa dimana Kelompok Usaha mentransfer secara substansial seluruh risiko dan manfaat
yang terkait dengan kepemilikan suatu aset diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan, jika tidak maka akan diklasifikasikan sebagai
sewa operasi. Klasifikasi sewa dibuat pada tanggal awal dan dinilai kembali hanya jika ada modifikasi sewa.
Pada tanggal dimulainya, Kelompok Usaha mengakui aset yang dimiliki dalam sewa pembiayaan dengan jumlah yang sama dengan
investasi bersih dalam sewa dan menyajikannya sebagai piutang sewa pembiayaan. Investasi bersih dalam sewa termasuk pembayaran
tetap (termasuk pembayaran tetap dalam substansi) dikurangi piutang insentif sewa, pembayaran sewa variabel yang bergantung pada
indeks atau kurs, dan jaminan nilai residu yang diberikan kepada lessor oleh lessee. Pembayaran sewa juga termasuk harga
pelaksanaan opsi pembelian yang wajar dipastikan akan dilakukan oleh lessee dan pembayaran penalti untuk mengakhiri sewa, jika
jangka waktu sewa mencerminkan Kelompok Usaha yang menggunakan opsi untuk mengakhiri.
Sebagaimana disyaratkan oleh PSAK 71, penyisihan kerugian kredit yang diharapkan telah diakui pada piutang sewa pembiayaan.
Pendapatan sewa yang timbul dari sewa operasi dicatat secara garis lurus selama masa sewa dan dimasukkan dalam pendapatan
dalam laporan laba rugi karena sifat operasinya. Biaya langsung awal yang dikeluarkan untuk menegosiasikan dan mengatur sewa
operasi ditambahkan ke jumlah tercatat dari aset sewaan dan diakui selama masa sewa dengan dasar yang sama dengan pendapatan
sewa. Sewa kontinjensi diakui sebagai pendapatan pada periode terjadinya.
Jika suatu perjanjian mengandung komponen sewa dan non-sewa, Kelompok Usaha menerapkan pendapatan PSAK 72 dari kontrak
dengan pelanggan untuk mengalokasikan pertimbangan dalam kontrak.
20
Page 24
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
dan Yang Berakhir Pada Tanggal - tanggal
31 Maret 2024 (tidak diaudit) dan 31 Maret 2023 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Sebelum 1 Januari 2020
Kelompok Usaha sebagai lessee
Pada tanggal permulaan kontrak, Kelompok Usaha menilai apakah kontrak merupakan, atau mengandung, sewa. Suatu kontrak
merupakan atau mengandung sewa jika kontrak tersebut memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan aset identifikasian selama
suatu jangka waktu untuk dipertukarkan dengan imbalan.
Pada tanggal permulaan sewa, Kelompok Usaha mengakui hak guna aset dan liabilitas sewa. Hak guna aset diukur pada biaya
perolehan, dimana meliputi jumlah pengukuran awal liabilitas sewa yang disesuaikan dengan pembayaran sewa yang dilakukan pada
atau sebelum tanggal permulaan, ditambah dengan biaya langsung awal yang dikeluarkan dan estimasi biaya yang akan dikeluarkan
untuk membongkar dan memindahkan aset pendasar atau untuk merestorasi aset pendasar sesuai kondisi yang disyaratkan dan
ketentuan sewa, dikurangi dengan insentif sewa yang diterima. Hak guna aset kemudian disusutkan menggunakan metode garis lurus
dari tanggal permulaan hingga tanggal yang lebih awal antara akhir umur manfaat hak guna aset atau akhir masa sewa.
Liabilitas sewa diukur pada nilai kini pembayaran sewa yang belum dibayar pada tanggal permulaan, didiskontokan dengan
menggunakan suku bunga implisit dalam sewa, atau jika suku bunga tersebut tidak dapat ditentukan, maka menggunakan suku bunga
pinjaman inkremental. Pembayaran sewa dialokasikan menjadi bagian pokok dan biaya keuangan. Biaya keuangan dibebankan pada
laba rugi selama periode sewa sehingga menghasilkan tingkat suku bunga periodik yang konstan atas saldo liabilitas untuk setiap
periode.
Jika sewa mengalihkan kepemilikan aset pendasar kepada Kelompok Usaha pada akhir masa sewa atau jika biaya perolehan hak
guna aset merefleksikan Kelompok Usaha akan mengeksekusi opsi beli, maka Kelompok Usaha menyusutkan hak guna aset dari
tanggal permulaan hingga akhir umur manfaat aset pendasar. Jika tidak, maka Kelompok Usaha menyusutkan hak guna aset dari
tanggal permulaan hingga tanggal yang lebih awal antara akhir umur manfaat hak guna aset atau akhir masa sewa.
Kelompok Usaha memutuskan untuk tidak mengakui hak guna aset dan liabilitas sewa untuk sewa jangka pendek yang memiliki masa
sewa 12 bulan atau kurang. Kelompok Usaha mengakui pembayaran sewa atas sewa tersebut sebagai beban dengan dasar garis lurus
selama masa sewa.
Kelompok Usaha sebagai lessor
Kelompok Usaha menyajikan aset untuk sewa operasi di laporan posisi keuangan konsolidasian sesuai sifat aset tersebut. Biaya
langsung awal sehubungan proses negosiasi sewa operasi ditambahkan ke nilai tercatat dari aset sewaan dan diakui sebagai beban
selama masa sewa dengan dasar yang sama dengan penghasilan sewa. Rental kontinjen, jika ada, diakui sebagai pendapatan pada
periode terjadinya. Penghasilan sewa operasi diakui sebagai penghasilan atas dasar garis lurus selama masa sewa
ac. Investasi Pada Entitas Asosiasi
Perusahaan dan Entitas Anak menerapkan PSAK No. 15 (Revisi 2009), “Investasi pada EntitasAsosiasi”, yang menggantikan PSAK No.
15 (Revisi 1994), "Akuntansi untuk Investasi dalam Perusahaan Asosiasi". PSAK revisi ini diterapkan secara retrospektif dan mengatur
akuntansi investasi dalam entitas asosiasi dalam hal penentuan pengaruh signifikan, metode akuntansi yang harus diterapkan, penurunan
nilai investasi dan laporan keuangan tersendiri. Penerapan PSAK yang direvisi tersebut tidak memberikan dampak yang signifikan
terhadap laporan keuangan konsolidasian.
Investasi dimana Perusahaan dan Entitas Anak memiliki kepemilikan paling sedikit 20% tetapi tidak lebih dari 50% dicatat dengan
metode ekuitas. Entitas asosiasi adalah suatu entitas di mana Perusahaan dan Entitas Anak mempunyai pengaruh signifikan. Sesuai
dengan metode ekuitas, nilai perolehan investasi ditambah atau dikurang dengan bagian Perusahaan dan Entitas Anak atas laba atau
rugi neto, dan penerimaan dividen dari investee sejak tanggal perolehan.
Laporan laba rugi komprehensif konsolidasian mencerminkan bagian atas hasil operasi dari entitas asosiasi. Bila terdapat perubahan
yang diakui langsung pada ekuitas dari entitas asosiasi, Perusahaan mengakui bagiannya atas perubahan tersebut dan mengungkapkan
hal ini, jika ada, dalam laporan perubahan ekuitas konsolidasian. Laba atau rugi yang belum terealisasi sebagai hasil dari transaksi-
transaksi antara Perusahaan dan Entitas Anak dengan entitas asosiasi dieliminasi sesuai dengan jumlah kepentingan Perusahaan dan
Entitas Anak dalam entitas asosiasi.
Perusahaan dan Entitas Anak menentukan apakah diperlukan untuk mengakui tambahan rugi penurunan nilai atas investasi Perusahaan
dan Entitas Anak dalam entitas asosiasi. Perusahaan dan Entitas Anak menentukan pada setiap akhir periode pelaporan apakah
terdapat bukti yang objektif yang mengindikasikan bahwa investasi dalam entitas asosiasi mengalami penurunan nilai. Dalam hal ini,
Perusahaan dan Entitas Anak menghitung total penurunan nilai berdasarkan selisih antara jumlah terpulihkan atas investasi dalam entitas
asosiasi dan nilai tercatatnya dan mengakuinya sebagai laba rugi.
Jika bagian Perusahaan dan Entitas Anak atas rugi entitas asosiasi sama dengan atau melebihi kepentingannya pada entitas asosiasi,
maka Perusahaan dan Entitas Anak menghentikan pengakuan bagiannya atas rugi lebih lanjut. Kepentingan pada entitas asosiasi adalah
jumlah tercatat investasi pada entitas asosiasi dengan metode ekuitas ditambah dengan setiap kepentingan jangka panjang yang secara
substansi, membentuk bagian investasi neto investor pada entitas asosiasi.
21
Page 25
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
dan Yang Berakhir Pada Tanggal - tanggal
31 Maret 2024 (tidak diaudit) dan 31 Maret 2023 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI SIGNIFIKAN
Pertimbangan berikut ini dibuat oleh manajemen dalam rangka penerapan kebijakan akuntansi Perusahaan yang memiliki pengaruh paling
signifikan atas jumlah yang diakui dalam laporan keuangan konsolidasian:
Klasifikasi Aset dan Liabilitas Keuangan
Perusahaan menetapkan klasifikasi atas aset dan liabilitas tertentu sebagai aset keuangan dan liabilitas keuangan dengan
mempertimbangkan apakah definisi yang ditetapkan PSAK No. 71 (Amandemen 2020) dipenuhi. Dengan demikian, aset keuangan dan
liabilitas keuangan diakui sesuai dengan kebijakan akuntansi Perusahaan.
Penyisihan Piutang
Perusahaan mengevaluasi akun tertentu yang diketahui bahwa pelanggan tertentu tidak dapat memenuhi liabilitas keuangannya. Dalam hal
tersebut, Perusahaan menggunakan pertimbangan berdasarkan fakta dan situasi yang tersedia termasuk namun tidak terbatas pada jangka
waktu hubungan dengan pelanggan dan status piutang dari pelanggan berdasarkan catatan piutang dari pihak ketiga yang tersedia dan faktor
pasar yang telah diketahui. untuk mencatat penyisihan spesifik atas pelanggan terhadap jumlah terutang guna mengurangi jumlah piutang
yang diharapkan dapat diterima oleh Perusahaan. Penyisihan spesifik ini dievaluasi kembali dan disesuaikan jika tambahan informasi yang
diterima mempengaruhi jumlah penyisihan atas penurunan nilai piutang.
Asumsi utama masa depan dan sumber utama estimasi ketidakpastian lain pada tanggal pelaporan yang memiliki risiko signifikan bagi
penyesuaian yang material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas untuk tahun/periode berikutnya diungkapkan di bawah ini.
Perusahaan mendasarkan asumsi dan estimasi pada parameter yang tersedia pada saat laporan keuangan konsolidasian disusun. Asumsi
dan situasi mengenai perkembangan masa depan, mungkin berubah akibat perubahan pasar atau situasi diluar kendali Perusahaan.
Perubahan tersebut dicerminkan dalam asumsi terkait pada saat terjadinya.
Estimasi dan Asumsi
Jumlah pemulihan atas aset tetap dan aset tidak berwujud
Jumlah pemulihan atas aset tidak berwujud dan aset tetap didasarkan pada estimasi dan asumsi khususnya mengenai prospek pasar dan
arus kas terkait dengan aset. Estimasi arus kas masa depan mencakup perkiraan mengenai biaya masa depan untuk menghasilkan
cadangan terbukti dan terestimasi harga komoditas masa depan dan tingkat diskonto. Setiap perubahan dalam asumsi asumsi ini mungkin
memiliki dampak material terhadap pengukuran jumlah terpulihkan dan bisa mengakibatkan penyesuaian penyisihan penurunan nilai yang
sudah dibukukan.
Penyusutan aset tetap
Biaya perolehan aset tetap disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomisnya.
Manajemen mengestimasi masa manfaat ekonomis aset tetap antara 4 sampai dengan 20 tahun. Ini adalah umur yang secara umum
diharapkan dalam industri dimana Perusahaan menjalankan bisnisnya. Perubahan tingkat pemakaian dan perkembangan teknologi dapat
mempengaruhi masa manfaat ekonomis dan nilai sisa aset dan karenanya biaya penyusutan masa depan mungkin direvisi.
Penyisihan penurunan nilai pasar dan keusangan persediaan
Penyisihan penurunan nilai pasar dan keusangan persediaan diestimasi berdasarkan fakta dan situasi yang tersedia termasuk namun tidak
terbatas kepada kondisi fisik persediaan yang dimiliki, harga jual pasar, estimasi biaya penyelesaian dan estimasi biaya yang timbul untuk
penjualan. Provisi dievaluasi kembali dan disesuaikan jika terdapat tambahan informasi yang mempengaruhi jumlah yang diestimasi.
Pensiun dan imbalan kerja
Penentuan liabilitas dan biaya pensiun dan liabilitas imbalan kerja Perusahaan bergantung pada pemilihan asumsi yang digunakan oleh
aktuaris independen dalam menghitung jumlah-jumlah tersebut. Asumsi tersebut termasuk antara lain, tingkat diskonto, tingkat kenaikan gaji
tahunan, tingkat pengunduran diri karyawan tahunan, tingkat kecacatan, umur pensiun dan tingkat kematian. Hasil aktual yang berbeda dari
asumsi yang ditetapkan Perusahaan yang memiliki pengaruh lebih dari 10% liabilitas imbalan pasti ditangguhkan dan diamortisasi secara garis
lurus selama rata-rata sisa masa kerja karyawan. Sementara Perusahaan berkeyakinan bahwa asumsi tersebut adalah wajar dan sesuai
perbedaan signifikan pada hasil aktual atau perubahan signifikan dalam asumsi yang ditetapkan Perusahaan dapat mempengaruhi secara
material liabilitas diestimasi atas pensiun dan imbalan kerja dan beban imbalan kerja bersih.
Instrumen Keuangan
Perusahaan mencatat aset dan liabilitas keuangan tertentu pada nilai wajar. yang mengharuskan penggunaan estimasi akuntansi. Sementara
komponen signifikan atas pengukuran nilai wajar ditentukan menggunakan bukti obyektif yang dapat diverifikasi. jumlah perubahan nilai wajar
dapat berbeda bila Perusahaan menggunakan metodologi penilaian yang berbeda. Perubahan nilai wajar aset dan liabilitas keuangan
tersebut dapat mempengaruhi secara langung laba atau rugi Perusahaan.
Pajak penghasilan
Pertimbangan signifikan dilakukan dalam menentukan provisi atas pajak penghasilan badan. Terdapat transaksi dan perhitungan tertentu yang
penentuan pajak akhirnya adalah tidak pasti sepanjang kegiatan usaha normal. Perusahaan mengakui liabilitas atas pajak penghasilan badan
berdasarkan estimasi apakah akan terdapat tambahan pajak penghasilan badan.
22
Page 26
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
dan Yang Berakhir Pada Tanggal - tanggal
31 Maret 2024 (tidak diaudit) dan 31 Maret 2023 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
4. KAS DAN SETARA KAS
Saldo kas dan setara kas Perusahaan dengan rincian sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Kas
Rupiah 115.907.500 115.907.500
Sub jumlah 115.907.500 115.907.500
Bank
Bank - Rupiah
PT Bank CIMB Niaga Tbk 2.017.552.516 1.162.691.146
PT Bank Negara Indonesia Tbk 223.517.679 252.469.137
PT Bank Mandiri Tbk 1.623.668.178 922.086.272
PT Bank Central Asia Tbk 1.634.562.993 2.821.914.413
PT Maybank Indonesia Tbk 1.823.088 1.973.088
PT Bank Permata Tbk 41.101.843 41.101.843
PT Bank Syariah Indonesia 1.560.000 1.700.000
PT Bank UOB Indonesia 28.966.930 28.966.930
PT Bank Tabungan Negara Tbk 11.405.455 11.405.454
Sub jumlah 5.584.158.682 5.244.308.283
Deposito Berjangka
PT Bank CIMB Niaga Tbk 1.600.000.000 300.000.000
PT Bank Central Asia Tbk 1.100.000.000
Sub jumlah 1.600.000.000 1.400.000.000
Jumlah Kas dan Setara Kas 7.300.066.182 6.760.215.783
Persyaratan penting deposito:
Deposito 4,5 % - 5,75% 2,5% - 5,75%
Obligasi 6,875 % 6,875 %
5. SURAT - SURAT BERHARGA
Berikut ini adalah daftar rincian portofolio saham yang diperdagangkan dan dimiliki oleh Perusahaan per 31 Desember 2023 dan 31 Maret
2024.
31 Maret 2024
Keuntungan
Harga Harga Nilai Pasar (Kerugian) belum
Lembar rata-rata Perolehan Direalisasi
SAHAM
PT Bakrieland Development Tbk 750.000 128 96.240.000 25.500.000 (58.740.000)
PT Sierad Produce Tbk 50 584 29.190 45.000 38.310
Obligasi
ORI FR 0089 - - 68.903.877.320 66.882.538.508 (2.021.338.812)
Jumlah/Total 750.050 712 69.000.146.510 66.908.083.508 (2.080.040.502)
31 Desember 2023
Keuntungan
Harga Harga Nilai Pasar (Kerugian) belum
Lembar rata-rata perolehan Direalisasi
SAHAM
PT Bakrieland Development Tbk 750.000 128 96.240.000 37.500.000 (58.740.000)
PT Sierad Produce Tbk 50 584 29.190 67.500 38.310
Obligasi
ORI FR 0089 - - 68.903.877.320 67.584.191.069 (1.319.686.251)
Jumlah/Total 750.050 - 69.000.146.510 67.621.758.569 (1.378.387.941)
ORI FR 0089 PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia berbentuk kupon dan rate 6,875% per tahun . Jatuh tempo 15 Agustus 2051.
23
Page 27
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
dan Yang Berakhir Pada Tanggal - tanggal
31 Maret 2024 (tidak diaudit) dan 31 Maret 2023 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
ORI FR 0089 PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia berbentuk kupon dan rate 6,875% per tahun . Jatuh tempo 15 Agustus 2051.
6. PIUTANG USAHA
Piutang usaha merupakan piutang atas penjualan, sewa kontrak dan pemeliharaan properti kepada pihak ketiga pada tanggal 31 Desember
2023 dan 31 Maret 2024 sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Properti 908.037.429 1.115.122.697
Perhotelan 1.247.937.441 1.926.324.820
Sub jumlah 2.155.974.870 3.041.447.517
Dikurangi:
Cadangan kerugian penurunan nilai 745.934.478 745.934.478
Jumlah 1.410.040.392 2.295.513.039
Berdasarkan penelaahan atas status akun piutang usaha pada tanggal 31 Desember 2023 dan 31 Desember 2022, manajemen
berkeyakinan bahwa penyisihan penurunan nilai piutang pada tahun-tahun tersebut cukup untuk menutup kemungkinan adanya kerugian atas
tidak tertagihnya piutang usaha.
Mutasi penyisihan piutang tak tertagih selama tahun berjalan sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Saldo Awal 745.934.478 578.566.411
Penambahan tahun berjalan - 170.599.670
Pemulihan tahun berjalan - (3.231.603)
Saldo akhir 745.934.478 745.934.478
Rincian umur piutang dihitung sejak tanggal faktur sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Lancar 237.239.213 417.635.501
1 bulan - 6 bulan 239.010.873 842.278.296
6 bulan - 12 bulan 916.280.431 1.018.089.368
Diatas 12 bulan 763.444.353 763.444.353
Jumlah 2.155.974.870 3.041.447.518
7. PIUTANG LAIN-LAIN
Akun ini merupakan piutang lain-lain kepada pihak ketiga sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Pemilik Kondominium 7.311.391.045 7.338.600.497
KSP Indosurya 1.003.406.638 1.003.406.638
Operasional dan pemasaran 79.087.707 149.350.789
Advance Payment Property 94.524.039 53.045.000
Bunga Ori FR 0089 432.126.236 1.477.788.468
Lain-lain 2.279.151.713 2.748.569.417
Jumlah 11.199.687.378 12.770.760.810
Dikurangi :
Cadangan kerugian penurunan nilai (1.008.084.587) (1.008.084.587)
Jumlah 10.191.602.791 11.762.676.223
Mutasi penyisihan piutang tak tertagih selama tahun berjalan sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Saldo Awal 1.008.084.587 8.617.326.999
Penambahan tahun berjalan - (169.079.061)
Penghapusan tahun berjalan - (7.440.163.351)
Saldo akhir 1.008.084.587 1.008.084.587
24
Page 28
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
dan Yang Berakhir Pada Tanggal - tanggal
31 Maret 2024 (tidak diaudit) dan 31 Maret 2023 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Rincian umur piutang dihitung sejak tanggal faktur sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Lancar 144.680.974 809.393.282
1 bulan - 6 bulan 913.163.169 644.314.293
6 bulan - 12 bulan 2.141.974.438 2.141.974.438
Diatas 12 bulan 7.999.868.797 9.175.078.797
Jumlah 11.199.687.378 12.770.760.810
Pemilik kondominium merupakan piutang atas pemeliharaan dan jasa administrasi seperti listrik, asuransi, dan air bersih (PAM) kepada
pemilik kondominium yang belum dibayarkan kepada pihak pengelola. Lain-lain merupakan uang muka operasional.
Piutang lain-lain - KSP Indosurya tahun 2022 berasal dari reklasifikasi akan aset lain-lain (lihat catatan 14) sehubungan dengan rencana
pembayaran yang akan dilakukan berdasarkan penelaahan atas status akun piutang lain lain pada tanggal 31 Desember 2023 dan 31 Maret
2024, manajemen berkeyakinan bahwa penyisihan penurunan nilai piutang pada tahun-tahun tersebut cukup untuk menutup kemungkinan
adanya kerugian atas tidak tertagihnya piutang lain lain.
8. PERSEDIAAN
Akun ini terdiri dari :
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Properti 148.547.244.349 148.539.003.875
Real Estat 6.669.416.174 6.475.392.329
Perhotelan 269.252.477 278.789.230
Jumlah 155.485.913.000 155.293.185.434
Adapun rincian persediaan sebagai berikut :
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Properti :
Bangunan selesai dan Tanah untuk Dijual :
Jayakarta Plaza 1.000.534.424 1.000.534.424
Sunter Pratama III 848.218.567 848.218.567
Prapanca 3.436.880.287 3.436.880.286
Sudirman Mansion 7.500.000.000 7.500.000.000
Green Palace Residence 135.761.611.071 135.753.370.598
Sub jumlah 148.547.244.349 148.539.003.875
Real Estat :
Tanah Kuta Palace Residence Bali 1.800.000.000 1.800.000.000
PT Jakarta Internasional Property 775.339.726 581.315.881
PT Kota Serang Baru Permai 4.094.076.448 4.094.076.448
Sub jumlah 6.669.416.174 6.475.392.329
Perhotelan :
Makanan dan Minuman 48.605.509 46.766.876
Perlengkapan 220.646.968 232.022.354
Sub jumlah 269.252.477 278.789.230
Jumlah 155.485.913.000 155.293.185.434
- Pada tahun 2023 Persediaan Sudirman Mansion, berdasarkan SHGB No.555.XXXII.C Blok C dengan luas 125m2, dan SHGB No.
504.XXVI.C Blok C dengan luas 149 m2 menjadi properti investasi.
- Persediaan di Bali berupa tanah dan 1 unit serta tanah 970M2 masing-masing untuk tahun 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023.
- Persediaan di Jayakarta Plaza berupa kios sejumlah 133 unit masing-masing untuk tahun 2023 dan 2024.
- Persediaan di Sunter pratama berupa tanah dengan luas 511 m2 sesuai dengan SHGB No.07683.
- Persediaan di Prapanca berupa 6 unit apartemen untuk 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023.
- Persediaan Sudirman Mansion, berdasarkan akta SHGB No. 554.XXXII.C Blok C dengan luas 80m2, SHGB No.555.XXXII.C Blok C
dengan luas 125m2, dan SHGB No. 504.XXVI.C Blok C dengan luas 149 m2.
- Persediaan di Green Palace Residence berupa 344 dan 323 unit apartemen pada 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
- Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, persediaan real estate telah diasuransikan dengan jumlah pertanggungan sebesar
Rp 2.706.000.000 untuk periode 1 Juni 2023 - 1 Juni 2024. Manajemen berpendapat bahwa pertanggungan tersebut cukup untuk menutup
kemungkinan risiko kerugian yang timbul.
25
Page 29
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
dan Yang Berakhir Pada Tanggal - tanggal
31 Maret 2024 (tidak diaudit) dan 31 Maret 2023 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
9. UANG MUKA DAN BIAYA DIBAYAR DIMUKA
Rincian biaya dibayar dimuka pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 sebagai berikut :
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Asuransi 499.507.224 434.285.445
Uang Muka 135.664.805 302.460.125
Sewa 92.969.010 103.523.280
Iklan dan Promosi 694.676.581 613.108.045
-
Jumlah 1.422.817.620 1.453.376.895
10. TANAH YANG BELUM DIKEMBANGKAN
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Proyek Bandulu, Banten 1.679.085.476 1.679.085.476
Tanah di Cipocok, Banten 2.866.000.000 2.866.000.000
Tanah di Ubud Bali 10.473.535.188 10.473.535.188
Tanah di Cikarang 22.507.947.424 22.507.947.424
Tanah di Serang 3.564.559.999 3.564.559.999
Jumlah 41.091.128.087 41.091.128.087
Berdasarkan akta perjanjian / ikatan jual beli nomor 11 tanggal 27 Mei 2008 yang dibuat dihadapan notaris Agus Satoto, SH., M.Hum
dinyatakan bahwa telah disepakati pembelian tanah oleh Perusahaan seluas ± 50.000 m² yang berlokasi di desa Buahan Kaja, kecamatan
Payangan, Kabupaten Gianyar, Propinsi Bali dengan harga Rp 10.000.000.000. Pada tahun 2012, terdapat penambahan biaya perolehan
terhadap Tanah yang berlum dikembangkan sebesar Rp 361.340.188. Penambahan biaya ini timbul dari pengurusan izin-izin untuk
peruntukan tanah.
Tanah di Cikarang merupakan tanah belum dikembangkan dengan luas 11.257 m² dan 377 m².
11. INVESTASI PADA ENTITAS ASOSIASI
31 Maret 2024 % Kepemilikan 31 Desember 2023
Metode ekuitas:
PT Pudjipapan Kreasindo 53.647.933.125 37,89 53.710.579.123
PT Juwara Warga Hotel 38.464.412.892 27,50 38.624.221.096
Poolside resto & bar 175.000.000 27,50 175.000.000
PT Konrat Marbella 910.204.508 45,00 910.204.508
PT Konrat Marbella Balikpapan 75.000.000 30,00 75.000.000
Sub jumlah 93.272.550.525 93.495.004.727
Metode Nilai Wajar:
PT Marbella Dago Pakar 500.000.000 10,00 500.000.000
PT Spinindo Mitra Daya 160.000.000 2,00 160.000.000
PT Unggul Graha Persada 30.000.000 4,20 30.000.000
Yayasan REI 25.000.000 3,00 25.000.000
Sub jumlah 715.000.000 715.000.000
Jumlah 93.987.550.525 94.210.004.727
26
Page 30
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
dan Yang Berakhir Pada Tanggal - tanggal
31 Maret 2024 (tidak diaudit) dan 31 Maret 2023 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12. ASET TETAP
Rincian aset tetap, akumulasi penyusutan, dan nilai buku sebagai berikut:
31 Maret 2024
Saldo awal/ Penambahan/ Pengurangan/ Reklasifikasi/ Saldo akhir/
Beginning balance Addition Deduction Reclassification Ending balance
Biaya perolehan:
Hak atas tanah 159.390.910 - - - 159.390.910
Tanah 30.640.990.929 - - - 30.640.990.929
Bangunan dan
Prasarana 150.519.946.393 469.848.986 - - 150.989.795.379
Mesin dan Peralatan 18.346.542.936 35.108.101 - - 18.381.651.037
Kendaraan 6.411.283.639 - - 6.411.283.639
Perabot dan
Peralatan Kantor 22.164.917.315 47.000.000 - - 22.211.917.315
Sub jumlah 228.243.072.122 551.957.087 - - 228.795.029.209
Akumulasi penyusutan:
Bangunan dan
Prasarana 92.052.323.003 621.945.932 - - 92.674.268.935
Mesin dan Peralatan 14.527.475.510 75.071.825 - - 14.602.547.335
Kendaraan 6.166.735.009 15.346.302 - - 6.182.081.311
Perabot dan
Peralatan Kantor 23.194.295.562 382.743.443 - - 23.577.039.005
pengembangan
Sub jumlah 135.940.829.084 1.095.107.502 - - 137.035.936.586
Nilai buku 92.302.243.038 91.759.092.623
31 Desember 2023
Saldo awal/ Penambahan/ Pengurangan/ Reklasifikasi/ Saldo akhir/
Beginning balance Addition Deduction Reclassification Ending balance
Biaya perolehan :
Hak atas tanah 159.390.910 - - - 159.390.910
Tanah 30.640.990.929 - - - 30.640.990.929
Bangunan dan
Prasarana 149.699.857.272 2.490.203.208 - 1.670.114.087 150.519.946.393
Mesin dan Peralatan 18.270.642.936 75.900.000 - - 18.346.542.936
Kendaraan 6.411.283.639 - - 6.411.283.639
Perabot dan
Peralatan Kantor 22.795.668.802 569.455.287 - 1.200.206.774 22.164.917.315
Aset dalam
Pengembangan - - -
Sub jumlah 227.977.834.488 3.135.558.495 - 2.870.320.861 228.243.072.122
Saldo awal/ Penambahan/ Pengurangan/ Reklasifikasi/ Saldo akhir/
Beginning balance Addition Deduction Reclassification Ending balance
Akumulasi penyusutan:
Bangunan dan
Prasarana 90.537.266.323 2.149.787.305 - 634.730.625 92.052.323.003
Mesin dan Peralatan 14.267.985.982 259.489.528 - - 14.527.475.510
Kendaraan 6.113.689.747 53.045.262 - - 6.166.735.009
Perabot dan
Peralatan Kantor 22.622.604.775 1.322.971.905 - 751.281.118 23.194.295.562
Sub jumlah 133.541.546.827 3.785.293.999 - 1.386.011.743 135.940.829.083
Nilai buku 94.436.287.662 92.302.243.039
Hak atas tanah tercatat atas nama Perusahaan.
Beban penyusutan tahun 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 masing-masing sebesar Rp 1.095.107.502 dan Rp 3.135.558.495.
27
Page 31
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
dan Yang Berakhir Pada Tanggal - tanggal
31 Maret 2024 (tidak diaudit) dan 31 Maret 2023 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Aset tetap dan persediaan perusahaan secara bersama-sama telah diasuransikan untuk menutup kemungkinan kerugian yang timbul dimasa
yang akan datang.
Pada tahun 31 Maret 2024, aset tetap kecuali tanah dan persediaan Perusahaan telah diasuransikan dengan Polis Standar Asuransi
Indonesia dengan rincian sebagai berikut:
Perusahaan Asuransi Nomor polis Jangka Waktu Mata uang Pertanggungan
PT Asuransi Wahana Tata Indonesia 015.4050.703.2023.000053.00 01/08/2023
01/08/ - 01/08/2024
2020 - 01/08/2021 IDR 1.000.000.000
PT Asuransi Wahana Tata Indonesia 015.4050.703.2023.000002.00 01/08/2020
01/08/2023- 01/08/2021
- 01/08/2024 USD 1.000.000
PT Asuransi Wahana Tata Indonesia 015.1050.203.2023.000025.00 01/08/2020
01/08/2023- 01/08/2021
- 01/08/2024 IDR 33.000.000.000
PT Asuransi Wahana Tata Indonesia 015.4050.201.2023.000052.00 31/05/2020
01/08/2023- 31/05/2021
- 01/08/2024 IDR 10.000.000.000
PT Asuransi Wahana Tata Indonesia 015.4050.202.2023.000015.00 31/05/2020
01/08/2023- 31/05/2021
- 01/08/2024 USD 500.000
PT Asuransi Wahana Tata Indonesia 015.4050.703.2023.000851.00 01/08/2023
30/04/2021 - 01/08/2024
- 30/04/2021 IDR 33.000.000.000
PT Asuransi Wahana Tata Indonesia 015.4050.703.2023.000183.00 30/04/2020
01/08/2023- 30/04/2021
- 01/08/2024 IDR 33.000.000.000
PT Asuransi Wahana Tata Indonesia 015.4050.202.2023.000020.00 30/04/2023
30/04/2020 - 30/04/2024
- 30/04/2021 USD 700.000
PT Asuransi Wahana Tata Indonesia 015.4050.201.2023.000016.00 28/02/2021
30/04/2023- 28/02/2021
- 30/04/2024 USD 4.660.000
PT Asuransi Wahana Tata Indonesia 015.4050.203.2023.000021.00 30/04/2023
28/02/2021 - 30/04/2024
- 28/02/2021 USD 660.000
PT Asuransi Wahana Tata Indonesia 015.4050.502.2023.000113.00 30/04/2023
28/02/2021 - 30/04/2024
- 28/02/2021 USD 4.000.000
PT Asuransi Wahana Tata Indonesia 015.4050.203.2023.000507.00 30/04/2023
31/05/2020 - 30/04/2024
- 31/05/2021 USD 4.000.000
Jumlah IDR 110.000.000.000
USD 15.520.000
Pada tahun 31 Desember 2023, aset tetap kecuali tanah dan persediaan Perusahaan telah diasuransikan dengan Polis Standar Asuransi
Indonesia dengan rincian sebagai berikut :
Perusahaan Asuransi Nomor polis Jangka Waktu Mata uang Pertanggungan
PT Asuransi Wahana Tata Indonesia 015.4050.703.2023.000053.00 01/08/ 2020 - 01/08/2021
01/08/2023 - 01/08/2024 IDR 1.000.000.000
PT Asuransi Wahana Tata Indonesia 015.4050.703.2023.000002.00 01/08/2020
01/08/2023- 01/08/2021
- 01/08/2024 USD 1.000.000
PT Asuransi Wahana Tata Indonesia 015.1050.203.2023.000025.00 01/08/2020
01/08/2023- 01/08/2021
- 01/08/2024 IDR 33.000.000.000
PT Asuransi Wahana Tata Indonesia 015.4050.201.2023.000052.00 31/05/2020
01/08/2023- 31/05/2021
- 01/08/2024 IDR 10.000.000.000
PT Asuransi Wahana Tata Indonesia 015.4050.202.2023.000015.00 31/05/2020
01/08/2023- 31/05/2021
- 01/08/2024 USD 500.000
PT Asuransi Wahana Tata Indonesia 015.4050.703.2023.000851.00 31/05/2020
01/08/2023- 31/05/2021
- 01/08/2024 IDR 33.000.000.000
PT Asuransi Wahana Tata Indonesia 015.4050.703.2023.000183.00 31/12/2020
01/08/2023- 31/12/2021
- 01/08/2024 IDR 33.000.000.000
PT Asuransi Wahana Tata Indonesia 015.4050.202.2023.000020.00 31/12/2020
30/04/2023- 2/31/2021
- 30/04/2024 USD 700.000
PT Asuransi Wahana Tata Indonesia 015.4050.201.2023.000016.00 31/12/2020
30/04/2023- 31/12/2021
- 30/04/2024 USD 4.660.000
PT Asuransi Wahana Tata Indonesia 015.4050.203.2023.000021.00 30/04/2020
30/04/2023- 30/04/2021
- 30/04/2024 USD 660.000
PT Asuransi Wahana Tata Indonesia 015.4050.502.2023.000113.00 30/04/2021
30/04/2023- 30/04/2021
- 30/04/2024 USD 4.000.000
PT Asuransi Wahana Tata Indonesia 015.4050.203.2023.000507.00 30/04/2020
30/04/2023- 30/04/2021
- 30/04/2024 USD 4.000.000
FPG. 35.0153.20.00042 21/04/2020-29/04/2021
Jumlah/Total IDR 110.000.000.000
USD 15.520.000
Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup memadai untuk menutup kemungkinan kerugian yang timbul atas risiko-
risiko yang dipertanggungkan tersebut.
Berdasarkan penelaahan manajemen, tidak terdapat peristiwa atau perubahan keadaan yang mengindikasikan penurunan nilai aset tetap,
sehingga manajemen tidak melakukan cadangan penurunan nilai aset tetap pada 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023.
13. ASET LAIN-LAIN
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Perlengkapan dan Peralatan Hotel 3.696.828.096 3.490.970.589
Escrow Account 325.108.900 325.108.900
Keanggotaan Golf 135.000.000 135.000.000
Kios 88.288.201 88.288.201
Hanamart 170.000.000 170.000.000
Jumlah 4.415.225.197 4.209.367.690
28
Page 32
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
dan Yang Berakhir Pada Tanggal - tanggal
31 Maret 2024 (tidak diaudit) dan 31 Maret 2023 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Keanggotaan golf merupakan uang jaminan atas membership golf Direksi Perusahaan.
Escrow account merupakan deposito PT Pudjiadi Prestige Tbk dan Entitas Anak yang di tempatkan di Bank Permata, Bank BCA, dan Bank
CIMB Niaga, yang di escrow per 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, deposito yang di escrow mempunyai batas jangka waktu, dengan
persyaratan dan ketentuan yang telah ditetapkan.
14. PROPERTI INVESTASI
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Properti Investasi 13.129.453.312 13.129.453.312
Jumlah 13.129.453.312 13.129.453.312
Sesuai pernyataan direksi No.0186/PP-DIR/X/2023 tanggal 20 Oktober 2023, Persediaan Sudirman Mansion unit 33 JK dan pengakuan
kapitalisasi atas biaya renovasi kami reklasifikasi ke Properti Investasi. Perusahaan mengharapkan pendapatan dari sewa atas unit ini di masa
15. PERPAJAKAN
a. Pajak Dibayar Dimuka
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Pajak Penghasilan Final 329.996.910 463.121.413
Jumlah 329.996.910 463.121.413
b. Utang Pajak
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Pajak Penghasilan Final 39.163.639 11.128.180
Pajak Hotel dan Restoran 897.540.424 417.520.636
Pajak Bumi dan Bangunan 655.323.741 620.572.701
Pajak Penghasilan Pasal 21 338.771.476 319.551.178
Pajak Penghasilan Pasal 23 2.385.375 2.054.662
Pajak Pertambahan Nilai 17.201.547 48.658.652
Jumlah 1.950.386.202 1.419.486.009
16. UTANG USAHA
Rincian utang usaha menurut bidang usaha pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 masing-masing sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Properti 432.012.756 456.970.577
Perhotelan 1.493.287.043 1.560.880.901
Jumlah 1.925.299.799 2.017.851.478
Rincian umur hutang dihitung sejak tanggal faktur sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Lancar 429.017.150 519.423.843
1 bulan - 6 bulan 679.409.775 590.791.109
6 bulan - 12 bulan 362.452.270 402.724.744
Diatas 12 bulan 454.420.604 504.911.782
Jumlah 1.925.299.799 2.017.851.478
Perusahaan tidak memberikan jaminan terhadap masing - masing supplier atas transaksi hutang usaha.
17. BIAYA MASIH HARUS DIBAYAR
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Operasional Hotel 1.088.360.519 1.388.012.935
Gaji dan Beban Pegawai Lainnya 984.527.078 393.068.377
Listrik dan Air 388.192.706 565.070.095
Jasa profesional 259.893.637 242.836.134
Asuransi 110.628.320 160.454.884
Jumlah 2.831.602.260 2.749.442.425
29
Page 33
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
dan Yang Berakhir Pada Tanggal - tanggal
31 Maret 2024 (tidak diaudit) dan 31 Maret 2023 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
18. UANG MUKA PENJUALAN
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Uang muka penjualan apartemen 20.648.000
Jumlah 20.648.000 -
19. PENYISIHAN PENGGANTIAN PERABOTAN DAN PERALATAN HOTEL
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Penyisihan penggantian perabot
dan peralatan hotel 108.323.601 100.998.987
Jumlah 108.323.601 100.998.987
Penyisihan penggantian perabotan dan peralatan hotel berasal dari pendapatan dan jasa pelayanan yang belum didistribusikan. Bentuk
penggantian berupa barang keramik, linen, sendok garpu dan pecah belah akibat rusak atau hilang.
20. PENDAPATAN DITERIMA DIMUKA
Pendapatan diterima dimuka merupakan penerimaan sewa dimuka atas sewa properti/perhotelan yang disewakan . Saldo ini diakui sebagai
pendapatan secara bulanan terdiri dari:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Sewa properti 1.350.384.948 1.710.372.475
Perhotelan 524.692.787 226.286.265
Jumlah 1.875.077.735 1.936.658.740
21. UANG JAMINAN
Uang jaminan diterima merupakan uang jaminan sewa ruangan/apartemen, telepon, dan perabotan yang akan dikembalikan apabila
hubungan sewa menyewa berakhir, jumlah nya sebagai berikut :
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Properti 910.483.814 1.089.414.454
Perhotelan 216.135.848 287.301.867
Jumlah 1.126.619.662 1.376.716.321
22. UTANG LAIN-LAIN
Akun ini terdiri dari :
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Properti 972.567.648 490.723.836
Jumlah 972.567.648 490.723.836
Adapun rincian hutang lain-lain sebagai berikut :
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Dividen 433.230.935 433.230.935
Lain-Lain 539.336.713 57.492.901
Jumlah 972.567.648 490.723.836
30
Page 34
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
dan Yang Berakhir Pada Tanggal - tanggal
31 Maret 2024 (tidak diaudit) dan 31 Maret 2023 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
23. UTANG BANK
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Pokok utang
PT Bank Central Asia Tbk 1.928.000.160 2.024.400.171
Jumlah pokok utang 1.928.000.160 2.024.400.171
Biaya yang belum diamortisasi - -
Nilai wajar utang bank 1.928.000.160 2.024.400.171
Bagian Liabilitas Jangka Pendek
PT Bank Central Asia Tbk 192.800.022 289.200.033
Sub Jumlah 192.800.022 289.200.033
Bagian Liabilitas Jangka Panjang
PT Bank Central Asia Tbk 1.735.200.138 1.735.200.138
Sub Jumlah 1.735.200.138 1.735.200.138
PT Bank Central Asia Tbk - Fasilitas Kredit Investasi
Berdasarkan pada tanggal 30 April 2019 telah dibuat Akta Perjanjian Kredit No. 87 oleh dan dihadapan Suminto, Sarjana Hukum, Spesialis
Notariat, Notaris di Kabupaten Serang, yang telah diubah terakhir dengan Perubahan Perjanjian Kredit tanggal 28 April 2020 Nomor
02170/PPK/SLK/2020.
Plafond kredit : Fasilitas Pinjaman Plafond sebesar Rp 13.500.000.000.
Jenis kredit : Fasilitas Kredit Investasi
Penggunaan : Renovasi Marbella Anyer
Jangka waktu : 84 bulan yang akan berakhir pada tahun 2026.
Tingkat bunga : 10,25% per tahun
Jaminan : Pinjaman tersebut diikat dengan hak tanggungan peringkat atas 50 unit rumah susun yang terletak di Kondominium
Hotel Marbella Pantai Indah Anyer, Jalan Karang Bolong Anyer Desa Bandulu, Kecamatan Anyer, Kabupaten
Serang, Banten.
Sebuah Apartemen di Marbella Pantai Indah Anyer Tower Yudistira (Tower D) Jl. Raya Karang Bolong Anyer, Kab.
Serang sesuai sertifikat Hak Satuan Rumah Susun - SHMRS 00394/SERANG, Hak Satuan Rumah Susun -
SHMRS 00398,00399,00401/Serang, Hak Satuan Rumah Susun - SHMRS 00402,00403,00404/Serang, Hak
Satuan Rumah Susun - SHMRS 00408.00409.00425/Serang, Hak Satuan Rumah Susun - SHMRS
00426.00429.00435/Serang, Hak Satuan Rumah Susun - SHMRS 00436.00438.00439/Serang, Hak Satuan
Rumah Susun - SHMRS 00443.00444.00459/Serang, Hak Satuan Rumah Susun - SHMRS
00465.00469.00470/Serang, Hak Satuan Rumah Susun - SHMRS 00471.00472.00473/ Serang, Hak Satuan
Rumah Susun - SHMRS 00474.00475.00477/ Serang, Hak Satuan Rumah Susun - SHMRS 00479.00480.495/
Serang, Hak Satuan Rumah Susun - SHMRS 499.502.503.506/ Serang, Hak Satuan Rumah Susun - SHMRS
509.541.547.559/ Serang, Hak Satuan Rumah Susun - SHMRS 569.571.577.590/ Serang, Hak Satuan Rumah
Susun - SHMRS 592.603.622.623/ Serang, Hak Satuan Rumah Susun - SHMRS 628.632.633/ Serang atas nama
HOTEL MARBELLA PT.
Pada tanggal 10 Februari 2022 Perusahaan mendapatkan persetujuan restrukturisasi ke- 3 Fasilitas Pinjaman Kredit Investasi sehingga
ketentuan Fasilitas Pinjaman Transaksi Kredit Investasi menjadi berikut:
Plafond kredit : Fasilitas Pinjaman Plafond sebesar Rp 2.345.733.541.
Jenis kredit : Fasilitas Kredit Investasi
Penggunaan : Renovasi Marbella Anyer
Tingkat bunga : 8,50% per tahun
Jaminan : Jaminan nya sama dengan Perubahan Perjanjian Kredit tanggal 28 April 2020 Nomor 02170/PPK/SLK/2020.
31
Page 35
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
dan Yang Berakhir Pada Tanggal - tanggal
31 Maret 2024 (tidak diaudit) dan 31 Maret 2023 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Persyaratan :
1. Pra Realisasi
- Restrukturisasi dapat dilakukan setelah cabang memastikan seluruh fasilitas di BCA tidak ada tunggakan.
2. Syarat Agunan:
- Admin memastikan bahwa seluruh agunan telah diasuransikan dengan banker's clause dan debitur telah
menyerahkan asli polis asuransi serta bukti bayar ke BCA.
- Penilaian ulang dan peninjauan fisik agunan agar dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku di BCA.
3. Syarat Keuangan:
-Aktivitas keuangan tetap dipusatkan di BCA.
- Tidak diperkenankan untuk menambah fasilitas di bank/ lembaga lainnya selama fasilitas kredit di BCA belum
lunas.
- Tidak diperkenankan untuk pembagian deviden.
- Hutang pemegang saham yang ada dan yang akan di masa mendatang wajib disubordinasikan terhadapt
pinjaman di BCA, namun diperkenankan menjadi tambahan modal disetor.
- Dimintakan SP pengurus/ pemegang sahan yang menyatakan bahwa bila terdapat deficiency cashflow dalam
pembayaran kewajiban debitur di BCA maka pengurus/ pemegang saham bersedia menanggungnya dengan
dana pribadi.
- Dimintakan SP pengurus/ pemegang sahan yang menyatakan bahwa bila terdapat deficiency cashflow dalam
pembayaran kewajiban debitur di BCA maka pengurus/ pemegang saham bersedia menanggungnya dengan
dana pribadi.
3. Syarat Keuangan:
- AO/ Cabang agar memonitor usaha debitur dengan membuat BCR yang berisikan RK, tunggakan, posisi AR,
Inventory dan AP, Management Report, dan hasil monitoring tersebut diserahkan ke GARK setiap 6 bulan sekali.
- BCA memiliki opsi untuk mempercepat pembayaran bunga serta mereview penurunan suku bunga yang
dikenakan ke debitur apabila cashflow debitur membaik.
- Kolektibilitas sesuai ketentuan yang berlaku di BCA.
- Lainnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku di BCA..
Pada tanggal 14 September 2022 sesuai dengan Surat Permohonan nomor 035/HMPI-DIR/IX/2022, PT Hotel Marbella Pengembang
International mengajukan permohonan untuk melunasi sebagian pokok Fasilitas Pinjaman Kredit Investasi kepada bank sebesar Rp
10.000.000.000. Fasilitas Pinjaman Kredit Investasi PT Hotel Marbella Pengembang International dibayarkan oleh PT Pudjiadi Prestige Tbk,
lalu pembayaran ini menjadi Utang Pihak Berelasi kepada PT Pudjiadi Prestige Tbk.
Berdasarkan surat dari PT Bank Central Asia, dengan nomor 7122/SLK/AGN/2022 tanggal 26 September 2022, berdasarkan perjanjian
kredit Nomor 147, Tanggal 23 Februari 2018 menyatakan bahwa Perjanjian Fasilitas Kredit Investasi dan Installment Loan pada PT Graha
Puji Propertindo telah lunas dan tidak berlaku lagi.
Berdasarkan surat dari PT Bank Central Asia Tbk, dengan nomor 7121/SLK/AGN/2022 tanggal 26 September 2022 menyatakan bahwa
Perjanjian Fasilitas Kredit Investasi dan Intallment Loan dengan nomor No.01133/ALKKOM/2020 tanggal 01 April 2020 pada PT Pudjiadi
Prestige Tbk telah lunas dan tidak berlaku lagi.
32
Page 36
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
dan Yang Berakhir Pada Tanggal - tanggal
31 Maret 2024 (tidak diaudit) dan 31 Maret 2023 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
24. LIABILITAS IMBALAN PASCA KERJA
Biaya jasa kini diakui sebagai beban periode berjalan. Biaya jasa lalu, koreksi aktuarial dan dampak perubahan asumsi bagi peserta pensiun
yang masih aktif diamortisasi dengan menggunakan metode garis lurus selama estimasi sisa masa kerja rata-rata karyawan sebagaimana
ditentukan oleh aktuaris.
Metode penilaian aktuaria yang dipakai oleh aktuaris independen Agus Susanto adalah metode Projected Unit Credit dengan laporan No:
322/PSAK/KKA-AS/III/2024 dan No. 324/PSAK.KKA-AS/II/2023 tanggal 1 Maret 2024.
r
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Saldo awal Tahun 3.608.798.767 4.897.142.295
Jumlah yang dibebankan ke laba (rugi) - (713.293.000)
Penyesuaian beban manfaat karyawan - 548.140.116
Penghasilan komprehensif lain - (1.123.190.644)
Saldo akhir tahun 3.608.798.767 3.608.798.767
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Tingkat diskonto 0,00% 6,65%
Tingkat penarikan
Umur 18 - 30 tahun 0,00% 0,00%
Umur 31 - 40 tahun 0,00% 3,00%
Umur 41 - 44 tahun 0,00% 2,00%
Umur 45 - 52 tahun 0,00% 1,00%
Umur 53 - 54 tahun 0,00% 0,00%
Tingkat kenaikan gaji 0,00% 8,00%
Tingkat kematian Indonesia III
Tingkat cacat 0,00% 0,02%
Metode Projected Unit Credit
25. MODAL SAHAM
Berdasarkan hasil RUPSLB dengan Akta No. 25 tanggal 23 Mei 2014, yang dibuat dihadapan Yatty Sriyati Suhadiwiraatmaja, SH, MM,
MHum Notaris di Jakarta, Perseroan mengadakan penghapusan Saham Seri B dari modal Perusahaan sebanyak 412.500.000 saham
dengan nilai nominal Rp 200 (dua ratus rupiah) per saham.
Modal saham dan susunan pemegang saham Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 sebagai berikut:
Saham Nominal (Rp)
Modal Dasar 560.000.000 280.000.000.000
Modal ditempatkan dan disetor penuh 329.560.000 164.780.000.000
Adapun pemegang saham dan termasuk pendiri (founder) sebagai berikut :
31 Maret 2024
Saham % Nominal (Rp)
Pemegang saham
PT Istana Kuta Ratu Prestige 146.772.841 44,53 73.386.420.500
Lenawati Setiadi 73.895.508 22,42 36.947.754.000
Marianti Pudjiadi 13.538.227 4,11 6.769.113.500
Kosmian Pudjiadi 13.538.227 4,11 6.769.113.500
Kristian Pudjiadi 13.538.228 4,11 6.769.114.000
Gabriel Lukman Pudjiadi 11.643.256 3,53 5.821.628.000
Damian Pudjiadi 9.321.389 2,83 4.660.694.500
Ariyo Tejo 4.400.403 1,34 2.200.201.500
Masyarakat Lainnya:
Lainnya < 5% 42.911.921 13,02 21.455.960.500
Jumlah 329.560.000 100,00 164.780.000.000
33
Page 37
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
dan Yang Berakhir Pada Tanggal - tanggal
31 Maret 2024 (tidak diaudit) dan 31 Maret 2023 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31 Desember 2023
Saham % Nominal (Rp)
Pemegang saham
PT Istana Kuta Ratu Prestige 146.772.841 44,53 73.386.420.500
Lenawati Setiadi 73.895.508 22,42 36.947.754.000
Marianti Pudjiadi 13.538.227 4,11 6.769.113.500
Kosmian Pudjiadi 13.538.227 4,11 6.769.113.500
Kristian Pudjiadi 13.538.228 4,11 6.769.114.000
Gabriel Lukman Pudjiadi 11.643.256 3,53 5.821.628.000
Damian Pudjiadi 9.321.389 2,83 4.660.694.500
Ariyo Tejo 4.400.403 1,34 2.200.201.500
Masyarakat Lainnya:
Lainnya < 5% 42.911.921 13,02 21.455.960.500
Jumlah 329.560.000 100,00 164.780.000.000
Sebagaimana dijelaskan pada catatan 1, Perusahaan telah mengajukan Surat Pernyataan Pendaftaran Emisi Saham kepada Ketua Badan
Pengawas Pasar Modal untuk melaksanakan emisi saham melalui Bursa Efek Jakarta dan telah dinyatakan menjadi efektif tanggal 28
September 1994. Penawaran umum perdana saham-saham Perusahaan sejumlah 26.000.000 saham dengan nilai nominal Rp 1.000 per
saham dilakukan dengan harga perdana Rp 2.500 per lembar atau Rp 1.500 di atas nilai nominal atau dengan agio saham sebesar Rp
39.000.000.000.
Pada tanggal 31 Mei 1996 Perusahaan mengadakan Rapat Umum Tahunan Pemegang Saham (RUPS) dan Rapat Umum Luar Biasa
Pemegang Saham (RULBPS) yang disahkan oleh Notaris Imas Fatimah, SH dengan Akta nomor 103 tanggal yang sama. RULBPS antara
lain memutuskan:
1) Pembagian Saham Bonus
Rasio pembagian deviden saham adalah setiap pemegang 10 (sepuluh) saham seri A perseroan yang tercatat pada daftar pemegang
saham, berhak atas 1 (satu) deviden saham yang merupakan saham baru yang dikeluarkan dari saham-saham yang masih dalam
simpanan dengan nilai nominal Rp 500 (lima ratus rupiah) per saham.
Saldo laba yang di kapitalisasi sebesar Rp 20.720.000.000 yang terbagi atas saham bonus sebesar Rp 14.000.000.000 dan agio saham
sebesar Rp 6.720.000.000.
Ketentuannya adalah setiap pemilik 100 saham lama yang telah ditempatkan akan mendapat 40 Saham Bonus yang terdiri dari 39
Saham Bonus berasal dari Agio Saham dan satu Saham Bonus berasal dari laba ditahan.
25. MODAL SAHAM - (lanjutan)
2) Pemecahan Saham
Dan melakukan pemecahan saham yang semula bernilai nominal Rp 1.000 menjadi Rp 500 per saham . Total saham dicatat menjadi
280.000.000 lembar saham.
Berdasarkan keputusan RUPS luar biasa perseroaan pada tanggal 22 Mei 2012 perusahaan melakukan pembagian saham bonus yang
merupakan dividen saham yang berasal dari kapitalisasi sebagian saldo laba. Saldo laba yang di kapitalisasi sebesar Rp 20,72 milyar yang
tebagi atas saham bonus sebesar Rp 14 milyar dan agio saham sebesar Rp 6,7 milyar. sehingga total saham di catatkan adalah
308.000.000.000 lembar saham.
Berdasarkan keputusan RUPS luar biasa perseroaan pada tanggal 27 Mei 2013 perusahaan melakukan pembagian saham bonus yang
merupakan dividen saham yang berasal dari kapitalisasi sebagian saldo laba. Dengan rasio pembagian dividen 1 : 20 . Perusahaan juga
melakukan pembagian saham bonus yang berasal dari agio saham. sehingga total saham di catatkan adalah 329.560.000.000 lembar
saham.
26. TAMBAHAN MODAL DISETOR
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Biaya emisi efek ekuitas (4.316.562.730) (4.316.562.730)
Agio saham 5.776.000.000 5.776.000.000
Selisih nilai transaksi entitas sepengendali (41.388.644.545) (41.388.644.545)
Aset pengampunan pajak 2.336.196.000 2.336.196.000
Jumlah (37.593.011.275) (37.593.011.275)
Akun selisih nilai transaksi entitas sepengendali atas penjualan saham dan persediaan PT Kota serang Baru Permai dan PT Hotel Marbella
Pengembang Internasional yang secara langsung atau tidak langsung mengendalikan atau dikendalikan Perusahaan.
Pada tahun 2016, Perusahaan dan entitas anak telah memanfaatkan Kebijakan Pengampunan Pajak sesuai dengan Undang-undang
Nomor11 tahun 2016 tentang Pengampunan Pajak. Berdasarkan Surat Keterangan Pengampuna Pajak Nomor KET-219/PP/WPJ.07/2016
tanggal 23 September 2016, Jumlah aset tambahan yang dimasukkan dalam Program Pengampunan Pajak adalah sejumlah Rp
2.336.196.000.
34
Page 38
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
dan Yang Berakhir Pada Tanggal - tanggal
31 Maret 2024 (tidak diaudit) dan 31 Maret 2023 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
27. PENJUALAN DAN PENDAPATAN
31 Maret 2024 31 Maret 2023
Penjualan dan Sewa:
Penjualan Properti
Pendapatan sewa dan pemeliharaan apartemen 5.662.438.383 6.002.621.867
Sub jumlah 5.662.438.383 6.002.621.867
Pendapatan Hotel
Kamar 1.107.506.759 1.520.264.178
Makanan dan Minuman 805.690.433 1.216.296.227
Departemen Lainnya 12.624.999 12.499.998
Sub jumlah 1.925.822.191 2.749.060.403
Jumlah 7.588.260.574 8.751.682.270
Seluruh pendapatan Perusahaan dan Entitas Anak diperoleh dari pihak ketiga.
Pada 31 Maret 2024 dan 31 Maret 2023 tidak terdapat pembeli yang memiliki nilai penjualan yang melebihi 10% dari pendapatan usaha.
28. BEBAN POKOK PENJUALAN DAN BEBAN LANGSUNG
31 Maret 2024 31 Maret 2023
Beban pokok penjualan properti - -
Beban Pokok Sewa dan Pemeliharaan Apartemen 1.468.471.487 1.890.489.062
Beban pokok hotel :
Gaji, upah dan tunjangan lainnya 982.929.852 929.834.966
Makanan, minuman dan lainnya 256.561.525 396.116.505
Operasional dan pemeliharaan 23.139.435 36.951.457
Jumlah 2.731.102.299 3.253.391.990
29. BEBAN PENJUALAN
31 Maret 2024 31 Maret 2023
Properti
Iklan dan promosi 49.373.000 47.199.034
Beban Kepegawaian 227.437.219 133.313.086
Komisi 39.599.262 26.777.219
Beban kantor 3.311.028 5.325.268
Sub jumlah 319.720.509 212.614.607
Hotel
Pemasaran 204.493.149 211.742.722
Sub jumlah 204.493.149 211.742.722
Jumlah 524.213.658 424.357.329
35
Page 39
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
dan Yang Berakhir Pada Tanggal - tanggal
31 Maret 2024 (tidak diaudit) dan 31 Maret 2023 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI
31 Maret 2024 31 Maret 2023
Properti, sewa dan pemeliharaan
Beban kepegawaian 3.155.351.793 2.801.865.063
Pajak dan perijinan 257.522.183 266.998.762
Pemeliharaan dan Perbaikan 429.765.029 297.149.245
Kebersihan 382.655.680 411.600.614
Beban kantor 103.064.482 94.819.945
Jasa profesional dan Konsultan 94.260.000 48.666.667
Asuransi 286.582.504 406.824.114
Administrasi saham 118.675.064 80.675.064
Sewa 71.657.460 68.158.440
Listrik, air dan telepon 29.317.821 31.614.446
Bahan bakar dan pelumas 22.459.046 51.384.372
Lainnya 93.807.813 82.125.637
Sub jumlah 5.045.118.875 4.641.882.369
Beban Penyusutan dan Amortisasi 462.564.628 649.381.533
Sub jumlah 5.507.683.503 5.291.263.902
31 Maret 2024 31 Maret 2023
Hotel
Biaya Kepegawaian 823.992.306 958.006.363
Peralatan, Pemeliharaan dan Energi 686.032.197 650.248.039
Telepon dan Teleks 6.691.800 6.214.792
Jasa Prosefional dan Konsultan 110.739.878 85.730.663
Asuransi - 106.955.498
Pajak dan Perijinan 55.064.034 62.882.008
Administrasi Komputer 17.638.000 34.676.000
Perlengkapan kantor 57.073.039 57.243.810
Pos dan Telegram 679.000 390.000
Kontrak Pemeliharaan, Musik & Entertainment 7.500.000 6.125.000
Blanko Cetak dan alat tulis 31.688.486 48.893.011
Izin, dokumentasi dan pemeliharaan 28.475.000 25.735.000
Penyisihan pergantian perlatan 9.629.111 13.745.302
Biaya Operasional Untuk Tamu Hotel 67.772.710 85.566.182
Transportasi 17.851.900 18.809.300
Sinking Fund 225.840.000 225.840.000
Sub jumlah 2.146.667.461 2.387.060.968
Beban Penyusutan dan Amortisasi 632.542.874 884.498.176
Sub jumlah 2.779.210.335 3.271.559.144
Jumlah 8.286.893.838 8.562.823.046
31. BEBAN KEUANGAN
31 Maret 2024 31 Maret 2023
Beban Bunga Pinjaman 59.433.986 49.846.838
Jumlah 59.433.986 49.846.838
36
Page 40
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
dan Yang Berakhir Pada Tanggal - tanggal
31 Maret 2024 (tidak diaudit) dan 31 Maret 2023 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
32. BAGIAN LABA (RUGI) ENTITAS ASOSIASI
31 Maret 2024 31 Maret 2023
PT Juwara Warga Hotel (159.808.204) (504.077.588)
PT Pujipapan Kreasindo (62.645.998) 3.401.669
Jumlah (222.454.202) (500.675.919)
33. PENDAPATAN (BEBAN) DILUAR USAHA
31 Maret 2024 31 Maret 2023
Properti, sewa dan pemeliharaan
Pendapatan Diluar Usaha
Pendapatan bunga dan jasa giro 429.888.005 1.796.122.661
Sub jumlah 429.888.005 1.796.122.661
Beban Diluar Usaha
Lain - lain (127.815.175) (12.609.381)
Sub jumlah (127.815.175) (12.609.381)
Hotel
Pendapatan Diluar Usaha
Penggantian Biaya pemeliharaan kondominium 232.742.571 211.211.582
Lain - lain 130.540.034 181.229.307
Sub jumlah 363.282.605 392.440.889
Beban Diluar Usaha
Distribusi bagi hasil (377.774.850) (272.466.282)
Sub jumlah (377.774.850) (272.466.282)
Jumlah 287.580.585 1.903.487.887
34 LABA PER SAHAM DASAR
Laba ( Rugi ) per saham dasar dihitung berdasarkan jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar.
Laba ( Rugi ) bersih merupakan laba bersih yang di attribusikan ke induk.
31 Maret 2024 31 Maret 2023
Laba ( Rugi ) bersih (4.157.013.503) (2.390.925.470)
Rata-rata saham beredar 329.560.000 329.560.000
Laba ( Rugi ) bersih per saham (12,6138) (7,2549)
35. DIVIDEN
Beradasarkan hasil RUPS tanggal 31 Mei 2003, Perusahaan membagikan dividen di tahun 2023, sebesar Rp 200 per lembar saham yang
berjumlah Rp 65.912.000.000 ( enam puluh lima milyar sembilan ratus dua belas juta rupiah) .
37
Page 41
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
dan Yang Berakhir Pada Tanggal - tanggal
31 Maret 2024 (tidak diaudit) dan 31 Maret 2023 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
36. TRANSAKSI DAN SALDO DENGAN PIHAK BERELASI
Piutang dari Pihak-pihak yang Berelasi
Piutang kepada Perusahaan yang memiliki relasi timbul karena pemberian pinjaman sementara tanpa bunga dan pengeluaran dana yang
dilakukan untuk kepentingan Perusahaan yang berelasi. Tidak ada transaksi jual beli dengan pihak yang berelasi. Saldo piutang kepada
Perusahaan yang berelasi terdiri dari:
Jumlah
31 Maret 2024 31 Desember 2023
PT Pudjipapan Kreasindo 28.009.856.434 28.009.856.434
PT Marbella Dago Pakar 2.060.451.750 2.060.451.750
Himpunan Penghuni Kondominium
& Hotel - "Marbella Anyer" 4.428.655.914 4.802.348.252
34.498.964.098 34.872.656.436
37. KEPENTINGAN NON-PENGENDALI
Rincian hak kepentingan nonpengendali aset bersih Entitas Anak adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Damian Pudjiadi 500.000 500.000
PT Abadimukti Guna Lestari 109.283.621 109.283.621
Jumlah 109.783.621 109.783.621
38. INFORMASI SEGMEN
Segmen Primer
Segmen primer Perusahaan dan Entitas Anak dikelompokkan berdasarkan kegiatan usaha sebagai berikut : pengembangan real estat, hotel
dan lainnya.
Segmen usaha yang dilaporkan memenuhi tes baik tes 10% maupun tes 75% seperti yang dipersyaratkan oleh Standar Akuntansi Keuangan.
Informasi bentuk segmen primer yang berupa segmen usaha Perusahaan dan Entitas Anak sebagai berikut :
31 Desember 2023
Sewa apartemen
dan real estate Perhotelan Eliminasi Konsolidasi
Penjualan dan Pendapatan 5.662.438.383 1.925.822.191 - 7.588.260.574
Beban pokok penjualan
dan Beban langsung 1.468.471.487 1.262.630.812 - 2.731.102.299
Laba Kotor 4.193.966.896 663.191.379 - 4.857.158.275
Beban usaha (5.827.404.012) (2.983.703.484) - (8.811.107.496)
Pendapatan (beban)
Luar usaha 302.072.830 (14.492.245) - 287.580.585
Bagian laba bersih
Entitas asosiasi (62.645.998) (159.808.204) - (222.454.202)
Beban Keuangan - (59.433.986) - (59.433.986)
Laba sebelum pajak (1.394.010.284) (2.554.246.540) - (3.948.256.824)
38
Page 42
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
dan Yang Berakhir Pada Tanggal - tanggal
31 Maret 2024 (tidak diaudit) dan 31 Maret 2023 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31 Maret 2023
Sewa apartemen
dan real estate Perhotelan Eliminasi Konsolidasi
Penjualan dan Pendapatan 6.002.621.867 2.749.060.403 - 8.751.682.270
Beban pokok penjualan
dan Beban langsung 1.890.489.062 1.362.902.928 - 3.253.391.990
Laba Kotor 4.112.132.805 1.386.157.475 - 5.498.290.280
Beban usaha (5.503.878.509) (3.483.301.866) - (8.987.180.375)
Pendapatan (beban)
Luar usaha 1.783.513.280 119.974.607 - 1.903.487.887
Bagian laba bersih
Entitas asosiasi 3.401.669 (504.077.588) - (500.675.919)
Beban Keuangan - (49.846.838) - (49.846.838)
Laba sebelum pajak 395.169.245 (2.531.094.210) - (2.135.924.965)
39. MANAJEMEN RISIKO
Risiko Tingkat Suku Bunga
Risiko tingkat suku bunga Perusahaan terutama timbul dari pinjaman untuk tujuan modal kerja dan investasi. Pinjaman pada berbagai tingkat
suku bunga variabel menunjukkan Perusahaan kepada nilai wajar risiko tingkat suku bunga.
Untuk modal kerja dan pinjaman investasi, Perusahaan berusaha mengurangi risiko tingkat suku bunganya dengan cara selalu melakukan
pengawasan terhadap tingkat suku bunga yang berlaku di pasar.
Risiko Mata Uang Asing
Mata uang pelaporan Perusahaan adalah rupiah. Perusahaan dapat menghadapi risiko mata uang asing karena biaya beberapa pembelian
utamanya dalam mata uang asing, seperti dolar Amerika Serikat, euro Eropa, dolar Singapura dan yen Jepang. Apabila pembelian
Perusahaan di dalam mata uang selain rupiah, dan tidak seimbang dalam hal kuantitas/jumlah dan/atau pemilihan waktu, Perusahaan harus
menghadapi risiko mata uang asing.
Perusahaan tidak mempunyai kebijakan lindung nilai yang formal untuk laju pertukaran mata uang asing.
Risiko Kredit
Risiko kredit yang dihadapi oleh Perusahaan berasal dari kredit yang diberikan kepada pelanggan dan penempatan deposito di bank. Untuk
meringankan risiko ini, Perusahaan ada kebijakan untuk memastikan penjualan produk hanya dibuat kepada pelanggan yang dapat dipercaya
dan terbukti mempunyai sejarah kredit yang baik. Ini merupakan kebijakan Perusahaan dimana semua pelanggan yang akan melakukan
pembelian secara kredit harus melalui prosedur verifikasi kredit. Sebagai tambahan, saldo piutang dipantau secara terus menerus untuk
mengurangi kemungkinan piutang yang tidak tertagih.
Ketika pelanggan tidak mampu melakukan pembayaran dalam jangka waktu yang telah diberikan, Perusahaan akan menghubungi pelanggan
untuk menindaklanjuti piutang yang telah lewat jatuh tempo. Jika pelanggan tidak melunasi piutang yang telah jatuh tempo dalam jangka
waktu yang telah ditentukan, Perusahaan akan menindaklanjuti melalui jalur hukum. Tergantung pada penilaian Perusahaan, penyisihan
khusus mungkin dibuat jika utang dianggap tidak tertagih. Untuk meringankan risiko kredit, Perusahaan akan menghentikan penyaluran
semua produk kepada pelanggan jika terjadi keterlambatan dan/atau gagal bayar.
Untuk mengurangi risiko gagal bayar bank atas penempatan deposito Perusahaan, Perusahaan memiliki kebijakan hanya akan menempatkan
deposito pada bank-bank yang memiliki reputasi yang baik.
Risiko Likuiditas
Perusahaan mengelola profil likuiditasnya untuk dapat mendanai pengeluaran modalnya dan membayar utang yang jatuh tempo dengan
menjaga kecukupan kas dan setara kas, dan ketersediaan pendanaan melalui total fasilitas kredit berkomitmen yang cukup.
Perusahaan secara regular mengevaluasi proyeksi arus kas dan arus kas aktual dan terus menerus menjaga kestabilan hari utang dan hari
piutangnya.
Risiko Pasar
Perusahaan dan Entitas Anak terekspos dengan risiko pasar sehubungan dengan usaha Perusahaan dalam bidang properti dimana pasar
properti mengalami kelesuan, serta usaha Entitas Anak yang bergerak dalam bidang perhotelan resort yang berada di pinggir pantai
sehubungan dengan banyaknya risiko bencana tsunami yang dapat mengakibatkan penurunan pendapatan.
39
Page 43
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
dan Yang Berakhir Pada Tanggal - tanggal
31 Maret
Perusahaan dan Entitas Anak terekspos 2024risiko
dengan (tidakpasar
diaudit) dan 31 Maret
sehubungan 2023
dengan (Tidak
usaha Diaudit) dalam bidang properti dimana pasar
Perusahaan
properti mengalami kelesuan, serta usaha (Disajikan dalamyang
Entitas Anak Rupiah, kecualidalam
bergerak dinyatakan
bidanglain)
perhotelan resort yang berada di pinggir pantai
sehubungan dengan banyaknya risiko bencana tsunami yang dapat mengakibatkan penurunan pendapatan.
40. MANAJEMEN MODAL
Tujuan Perusahaan dalam mengelola permodalan adalah untuk menjaga kelangsungan usaha sehingga dapat memberikan hasil kepada
pemegang saham dan manfaat kepada pemegang kepentingan lainnya, mempertahankan rasio modal yang sehat, dan memelihara struktur
permodalan yang optimum.
Dalam rangka memelihara atau menyesuaikan struktur permodalan, Perusahaan dapat menyesuaikan jumlah dividen yang dibayarkan
kepada pemegang saham, imbal hasil modal kepada pemegang saham atau menerbitkan saham baru untuk mengurangi pinjaman.
Perusahaan secara aktif dan rutin menelaah dan mengelola permodalannya untuk memastikan struktur modal dan pengembalian yang
optimal bagi pemegang saham, dengan mempertimbangkan efisiensi penggunaan modal berdasarkan arus kas operasi dan belanja modal,
serta mempertimbangkan kebutuhan modal di masa yang akan datang.
41. TRANSAKSI NON KAS
Pada tahun 2023 dan 2024 tidak terdapat pembelian aset non kas.
42. KETIDAKPASTIAN KONDISI EKONOMI
Perlambatan perekonomian global dan dampak negatif yang terjadi pada pasar finansial utama di dunia yang diakibatkan oleh perang ukraina
dan rusia serta kebangkrutan silicon valley bank telah menimbulkan volatilitas yang tinggi pada nilai wajar instrumen keuangan, terhentinya
perdagangan, gangguan operasional perusahaan, pasar saham yang tidak stabil dan likuiditas yang ketat pada sektor-sektor ekomomi
tertentu di Indonesia, termasuk industri properti, yang dapat berkelanjutan dan berdampak terhadap keuangan dan operasional. Kemampuan
pemerintah Indonesia untuk meminimalkan dampak perlambatan ancaman perang ukraina dan rusia serta kebangkrutan silicon valley bank
tersebut, selain kebijakan fiskal dan kebijakan lainya yang diterapkan pemerintah. Kebijakan tersebut, termasuk pelaksanaannya dan
kebijakan yang timbul, berada di luar kontrol perusahaan.
43. TANGGUNG JAWAB MANAJEMEN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Manajemen bertanggung jawab atas penyusunan laporan keuangan konsolidasian yang telah diselesaikan dan diotorisasi untuk diterbitkan
pada tanggal 29 April 2024.
40
Names mentioned 66 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik Indonesia
p.10
unresolved
person
Weliana Salim
· Notaris
p.10 ×3
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.10
unresolved
person
Christina Susanto
p.10 ×2
unresolved
org
Pengawas Pasar Modal
p.10 ×2
unresolved
org
BAPEPAM
p.10
unresolved
org
PT Hotel Marbella
p.11
unresolved
org
PT Graha Puji
p.11
unresolved
org
PT Kotaserang
p.11
unresolved
org
PT Ubud Bali Asri
p.11
unresolved
org
PT Jakarta Internasional
p.11
unresolved
org
PT Marbella Property
p.11 ×2
unresolved
org
PT Pudjiadi Gapura
p.11
unresolved
org
PT Hotel Marbella Pengembang Internasional.
p.11 ×2
unresolved
org
PT Pudjiadi Gapura Vila Marbella
p.11
unresolved
org
PT Konrat Marbella
p.11 ×2
unresolved
org
PT Pudjipapan Kreasindo
p.11 ×4
unresolved
org
PT Konrat Marbella Balikpapan
p.11 ×2
unresolved
org
PT Juwara Warga Hotel Corporation
p.11
unresolved
org
Yayasan REI
p.11 ×2
unresolved
org
PT Spinindo Mitra Daya
p.11 ×2
unresolved
org
PT Graha Puji Propertindo
p.11 ×3
unresolved
org
PT Graha Puji Propertindo. Berdasarkan Akta
p.11
unresolved
person
Santy Triana
p.11
unresolved
org
PT Jakarta Internasional Properti
p.11
unresolved
org
Bank Indonesia
p.20
unresolved
org
Maybank Indonesia Tbk
p.26 ×2
unresolved
org
Sierad Produce Tbk
p.26 ×4
unresolved
org
PT Jakarta Internasional Property
p.28
unresolved
org
PT Kota Serang Baru Permai
p.28
unresolved
person
Agus Satoto
p.29
unresolved
org
PT Juwara Warga Hotel
p.29 ×2
unresolved
org
PT Marbella Dago Pakar
p.29 ×2
unresolved
org
PT Unggul Graha Persada
p.29
unresolved
org
PT Asuransi Wahana Tata Indonesia
p.31 ×24
unresolved
org
Bank BCA
p.32
unresolved
org
PT Hotel Marbella Pengembang International
p.35 ×2
unresolved
person
Yatty Sriyati Suhadiwiraatmaja
· Notaris
p.36
unresolved
—
RULBPS
· Pemegang Saham
p.37
unresolved
person
Imas Fatimah
p.37
unresolved
org
Departemen
p.38
unresolved
org
PT Abadimukti Guna Lestari
p.41
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.