Skip to content
Back to announcement

20260505_CGAS_Laporan Informasi dan Fakta Material_32077196_lamp2.pdf

Other Text extracted CGAS

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 91

Page 1
        LAPORAN STUDI KELAYAKAN
    PT CITRA NUSANTARA GEMILANG TBK
 No. 00017/2.0120-04/BS/05/0627/1/IV/2026
           Tanggal: 29 April 2026

Tanggal Studi Kelayakan per 31 Desember 2025
Page 2
                                                                                                   Kantor Cabang Jakarta Selatan
                                                                                             The AKKAS Commercial Building Lt. 2
                                                             Jl. T.B. Simatupang No. 23, Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan
                                                                        Telp. : +62 21 78343013 | Wilayah Kerja Seluruh Indonesia


No. Laporan : 00017/2.0120-04/BS/05/0627/1/IV/2026                                   Jakarta, 29 April 2026

Kepada Yth.
PT Citra Nusantara Gemilang Tbk
Jl. Raya Kalimalang No. 126, Pasirsari
Cikarang Selatang, Kabupaten Bekasi
Jawa Barat, 17856

U.p.    : Direksi

Dengan hormat,

Sesuai penugasan dari PT Citra Nusantara Gemilang Tbk kepada Kantor Jasa Penilai Publik Herman
Meirizki dan Rekan (”HMR” atau “kami” atau “Penilai”) untuk memberikan pendapat mengenai
kelayakan atas rencana penambahan kegiatan usaha sesuai Klasifikasi Baku Lapangan Usaha (KBLI)
yaitu KBLI 35201-Pengadaan Gas Alam Buatan oleh PT Citra Nusantara Gemilang Tbk (“Perseroan”
atau “CGAS”) sebagaimana tertuang dalam Surat Penawaran No. 132/SP/HMR-JKSL/B/XII/2025
tanggal 24 Desember 2025 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan, maka dengan ini kami telah
melakukan studi kelayakan (feasibilty study) secara independen dengan tanggal studi kelayakan per 31
Desember 2025.

Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan
Pemberi tugas dan pengguna laporan dalam studi kelayakan ini adalah:
Nama                 : PT Citra Nusantara Gemilang Tbk
Bidang Usaha         : Distribusi Gas Alam dan Buatan, Perdagangan Besar Bahan Bakar Padat, Cair
                       dan Gas dan Produk YBDI
Alamat               : Jl. Raya Kalimalang No. 126, Tegal Gede, Pasirsari, Cikarang Selatan,
                       Kabupaten Bekasi Jawa Barat, 17530
Telepon dan Faks     : (021) 89836763
E-mail               : cngniaga@cng.co.id

Latar Belakang Studi Kelayakan
Sebagai bagian dari strategi pengembangan usaha, Perseroan memandang perlu melakukan
penyesuaian kegiatan usaha melalui penambahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI).
Langkah ini didasarkan pada rencana ekspansi bisnis yang semula berfokus pada distribusi Compressed
Natural Gas (CNG) menjadi pengelolaan dan pemanfaatan Liquefied Natural Gas (LNG). Perubahan pola
bisnis tersebut menuntut adanya kesesuaian antara kegiatan operasional dengan klasifikasi usaha yang
tercantum dalam perizinan berusaha, guna memastikan kepatuhan terhadap ketentuan peraturan
perundang-undangan yang berlaku di sektor energi dan sumber daya mineral. Selain itu, Perseroan telah
memperoleh hak pengusahaan melalui kemenangan tender pemanfaatan sumur marginal di wilayah
Karawang, Tanjung Pakis, Jawa Barat pada tahun 2022, serta didukung dengan diterbitkannya izin alokasi
gas oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral berdasarkan Surat Nomor T-312/MG.04/MEM.M/2025
tanggal 4 Juli 2025. Berdasarkan ketentuan dalam izin alokasi tersebut, kegiatan usaha yang dijalankan
tidak lagi terbatas pada distribusi, melainkan mencakup pengadaan gas yang diambil langsung dari
sumur tanpa melalui jaringan pipa. Oleh karena itu, penambahan KBLI 35201 tentang pengadaan Gas



                                                     Laporan Studi Kelayakan PT Citra Nusantara Gemilang Tbk |i
Page 3
Alam dan Buatan merupakan suatu keharusan hukum untuk mencerminkan kegiatan usaha yang
sebenarnya dijalankan oleh Perseroan serta sebagai bentuk kepatuhan administratif dalam sistem
perizinan berusaha.

Sehubungan dengan rencana tersebut diatas, untuk mengetahui kelayakan atas penambahan kegiatan
usaha tersebut, maka Perseroan membutuhkan studi kelayakan untuk memenuhi Peraturan Otoritas
Jasa Keuangan Republik Indonesia (“POJK”) No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan
Perubahan Kegiatan Usaha. Untuk mengetahui kelayakan atas usaha Perseroan tersebut, maka
Perseroan memerlukan Kajian dari Pihak Independen untuk melakukan analisa dan kajian serta
menyusun Laporan Studi Kelayakan. Selanjutnya manajemen Perseroan menunjuk KJPP HMR sebagai
pihak independen dalam penyusunan laporan studi kelayakan tersebut.

Status Penilai
Penilai Publik yang bertandatangan dalam laporan ini yaitu Willyams, S.E., MAPPI (Cert.), merupakan
Penilai Publik dengan Nomor Izin B-1.22.00627 dan Nomor MAPPI 13-S-04028 sebagai Rekan di KJPP
Herman Meirizki dan Rekan dengan Nomor Izin Usaha 2.14.0120, domisili Kota Jakarta Selatan dengan
wilayah kerja di seluruh Indonesia. KJPP Herman Meirizki dan Rekan merupakan KJPP resmi yang telah
mendapatkan izin dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia berdasarkan Keputusan Menteri
Keuangan No. 66/KM.1/2014 tanggal 10 Februari 2014. Kami juga telah terdaftar sebagai kantor jasa
profesi penunjang pasar modal di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Penilai telah terdaftar sebagai Profesi
Penunjang Pasar Modal (Penilai Bisnis) dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal No.
STTD.PB ‐ 57/PM.02/2023 serta terdaftar sebagai Penilai Industri Keuangan Non Bank dengan No.
296/PD.021/STTD-P/2023. Studi kelayakan dilakukan sesuai dengan Standar Penilaian Indonesia (SPI)
Edisi VII-2018 dan Edisi Revisi SPI 300, SPI 310, SPI 320, SPI 321, SPI 330, POJK 35/2020 tentang Penilaian
dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, dan POJK 17/2020 tentang Transaksi Material dan
Perubahan Kegiatan Usaha Utama serta Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (SEOJK) Nomor
17/SEOJK.04/2020.

Objek Studi Kelayakan
Objek studi kelayakan adalah kelayakan atas rencana penambahan kegiatan usaha sesuai KBLI 35201-
Pengadaan Gas Alam Buatan oleh Perseroan (selanjutnya disebut “Rencana Penambahan KBLI”).

Maksud dan Tujuan Studi Kelayakan
Maksud dan tujuan studi kelayakan ini adalah untuk memberikan pendapat kelayakan atas Rencana
Penambahan KBLI. Laporan ini disusun dalam rangka memenuhi ketentuan yang diatur dalam Peraturan
Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan
Usaha. Peraturan tersebut mensyaratkan adanya laporan studi kelayakan atas perubahan kegiatan
usaha yang disusun oleh Penilai.

Tanggal Studi Kelayakan
Tanggal studi kelayakan dalam laporan ini adalah tanggal 31 Desember 2025.

Mata Uang yang Digunakan
Mata uang yang digunakan dalam laporan studi kelayakan adalah Rupiah (Rp).




                                                       Laporan Studi Kelayakan PT Citra Nusantara Gemilang Tbk |ii
Page 4
Tingkat Kedalaman Investigasi
HMR telah mendapatkan kesempatan untuk melakukan wawancara terutama dengan manajemen
Perseroan yang diperlukan untuk menunjang proses studi kelayakan. Kami telah mewawancarai Bapak
Moch Farid Dimyati sebagai Site Manager – LNG Plant Karawang Perseroan dan Bapak Jati Pangarso
sebagai Project Manager – LNG Plant Karawang Perseroan. Kami mendapatkan akses dan telah
melakukan site visit terhadap lokasi fasilitas penyaluran gas yang terkait dengan Perjanjian Jual Beli Gas
(PJBG), termasuk namun tidak terbatas pada area Stasiun Penyerahan Gas yang berlokasi di Desa
Tanjung Mekar, Kecamatan Pakis Jaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, serta fasilitas pendukung
lainnya yang relevan dengan kegiatan penyaluran gas dari Lapangan Galian Wilayah Kerja Pertamina EP
Zona 7.

Hasil Inspeksi
Beberapa informasi yang didapatkan pada saat Inspeksi terkait Rencana Penambahan KBLI adalah
sebagai berikut:
 • Perseroan telah memperoleh alokasi pasokan gas berdasarkan draft perjanjian dengan PT
     Pertamina EP;
 • Saat ini proses pembangunan pabrik LNG sudah berjalan 50%:
 • Perseroan memiliki luas area pabrik sebesar 12.250 m², di mana sekitar separuh area
     dimanfaatkan untuk kegiatan operasional, sementara sisanya digunakan sebagai area
     penghijauan;
 • Terdapat rencana penambahan tenaga kerja baru dalam tahap awal implementasi kegiatan usaha
     LNG sebanyak 42 orang;
 • Dalam pelaksanaan teknis, Perseroan akan mendapatkan dukungan dari tenaga ahli eksternal
     yang berasal dari vendor peralatan LNG, yaitu Greenfir;
 • Keterlibatan vendor mencakup bantuan teknis dan keahlian spesifik yang berkaitan dengan
     operasional dan instalasi peralatan LNG;
 • Total volume kontrak gas yang diperoleh Perseroan adalah sebesar 4.110 MMSCF (Million
     Standard Cubic Feet) untuk keseluruhan periode kontrak;
 • Periode kontrak berlangsung sejak 1 Juni 2026 hingga 30 November 2033, dengan volume kontrak
     tahunan yang bervariasi setiap tahun.

Asumsi dan Kondisi Pembatas
Laporan studi kelayakan ini dibatasi oleh asumsi dan kondisi pembatas sebagai berikut:
1. Laporan studi kelayakan ini bersifat non-disclaimer opinion;
2. Kami telah melakukan penelaahan atas dokumen yang digunakan dalam proses studi kelayakan;
3. Data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya keakuratannya;
4. Proyeksi keuangan dibuat oleh manajemen Perseroan dengan mencerminkan kewajaran proyeksi
    keuangan dan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty);
5. HMR bertanggungjawab atas pelaksanaan analisis studi kelayakan;
6. Laporan studi kelayakan ini terbuka untuk publik, kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia
    yang dapat mempengaruhi operasional Perseroan;
7. HMR bertanggungjawab atas laporan studi kelayakan dan kesimpulan akhir dari laporan ini;
8. Kami telah memperoleh informasi atas status hukum Perseroan dari pemberi tugas berdasarkan
    dokumen legalitas Perseroan;




                                                      Laporan Studi Kelayakan PT Citra Nusantara Gemilang Tbk |iii
Page 5
9.  Laporan studi kelayakan disusun berdasarkan kondisi bisnis, perekonomian, dan peraturan-
    peraturan yang secara umum berlaku sampai dengan tanggal penerbitan laporan studi kelayakan
    ini;
10. Kami mengasumsikan bahwa setelah tanggal diterbitkannya laporan studi kelayakan tidak terjadi
    perubahan apapun yang berpengaruh secara material terhadap hasil studi kelayakan. Kami tidak
    bertanggungjawab untuk menegaskan atau memutakhirkan kembali pendapat kami atas perubahan
    asumsi dan kondisi yang terjadi setelah tanggal laporan studi kelayakan ini;
11. Kami tidak melakukan due diligence atas aspek perpajakan dan aspek hukum Perseroan;
12. Analisis dalam studi kelayakan didasarkan pada keakuratan, kehandalan, dan kelengkapan data
    dan informasi yang diberikan kepada kami oleh Perseroan atau pemberi tugas. Kami
    mengasumsikan bahwa data dan informasi yang diberikan kepada kami adalah benar, lengkap, dan
    tidak menyesatkan. Kami tidak bertanggungjawab atas kemungkinan adanya data atau informasi
    yang tidak diungkapkan, ketidakakuratan dan ketidakterbukaan data atau informasi, perubahan
    data atau asumsi yang dijadikan dasar studi kelayakan yang dapat mempengaruhi hasil studi
    kelayakan;
13. Pekerjaan kami yang berkaitan dengan studi kelayakan ini tidak merupakan dan tidak dapat
    ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit, atau pelaksanaan prosedur-
    prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat dimaksudkan untuk
    mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan atau penyimpangan dalam
    laporan keuangan, atau pelanggaran hukum.

Asumsi Khusus
Asumsi khusus yang akan digunakan merupakan asumsi khusus yang relevan dan wajar sehubungan
dengan studi kelayakan. Asumsi khusus merupakan asumsi yang berbeda dari keadaaan sebenarnya
pada tanggal studi kelayakan. Analisis akan menggunakan asumsi yang wajar untuk diterima dalam
studi kelayakan.

Subsequent Event
Dari tanggal studi kelayakan yaitu tanggal 31 Desember 2025 sampai dengan tanggal diterbitkannya
laporan ini, tidak terdapat subsequent event atau kejadian penting yang dapat mempengaruhi hasil
analisis studi kelayakan secara signifikan.

Metodologi Studi Kelayakan
Metode yang digunakan dalam menyusun laporan studi kelayakan ini adalah sebagai berikut:
• Pengumpulan data langsung dari Perseroan terkait Rencana Penambahan KBLI yang mencakup
   identitas, perizinan, rencana usaha, dan data terkait lainnya;
• Melakukan Analisis Kelayakan Pasar, Analisis Kelayakan Teknis, Analisis Kelayakan Pola Bisnis,
   Analisis Kelayakan Model Manajemen, dan Analisis Kelayakan Keuangan;
• Melakukan analisis kelayakan atas objek studi kelayakan dengan menggunakan indikator Net Present
   Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Profitability Index (PI), dan Return on Investment (ROI);
• Memberikan Kesimpulan Hasil Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha.

Sumber Informasi Yang Dapat Dihandalkan
Studi kelayakan dapat menggunakan data atau sumber informasi tanpa melalui verifikasi terlebih dahulu
yaitu data-data sebagai berikut:



                                                     Laporan Studi Kelayakan PT Citra Nusantara Gemilang Tbk |iv
Page 6
• Data beta industri dan country risk premium bersumber dari Damodaran;
• Data Obligasi Pemerintah Republik Indonesia dari PT Penilai Harga Efek Indonesia atau sumber
  lainnya;
• Data Statistik Perbankan Indonesia dari Bank Indonesia atau Otoritas Jasa Keuangan;
• Data nilai tukar, inflasi, ataupun data publikasi lainnya bersumber dari Bank Indonesia;
• Data lainnya bersumber dari lembaga pemerintahan lainnya;

Sumber Data
Dalam menyusun studi kelayakan ini, kami telah menelaah, mempertimbangkan, mengacu, atau
melaksanakan prosedur atas informasi sebagai berikut:
1. Company profile dan struktur organisasi Perseroan per 31 Desember 2025;
2. Laporan keuangan audit per 31 Desember 2025 Nomor 00040/2.1524/AU.1/05/1350-4/1/III/2026
    oleh Kantor Akuntan Publik Jonnardi, Jamaludin, Sukimto & Rekan tanggal 30 Maret 2026 dengan
    opini wajar tanpa modifikasian, yang ditandatangani oleh Kevin Muhammad Rizka, SE., M.Ak., Ak.,
    CA., CPA., CFI., ASEAN CPA selaku penanggung jawab audit;
3. Laporan keuangan audit per 31 Desember 2024 Nomor 00056/2.0927/AU.1/05/1350-3/1/III/2025
    oleh Kantor Akuntan Publik Jamaludin, Ardi, Sukimto & Rekan tanggal 24 Maret 2025 dengan opini
    wajar tanpa modifikasian, yang ditandatangani oleh Kevin Muhammad Rizka, SE., M.Ak., Ak., CA.,
    CPA., CFI., ASEAN CPA selaku penanggung jawab audit;
4. Laporan keuangan audit per 31 Desember 2023 Nomor 00043/2.0927/AU.1/05/1362-2/1/III/2024
    oleh Kantor Akuntan Publik Jamaludin, Ardi, Sukimto & Rekan tanggal 28 Maret 2024 dengan opini
    wajar tanpa modifikasian, yang ditandatangani oleh Kevin Muhammad Rizka, SE., M.Ak., Ak., CA.,
    CPA., CFI., ASEAN CPA selaku penanggung jawab audit;
5. Laporan keuangan audit per 31 Desember 2022 Nomor 00092/2.0927/AU.1/05/1350-1/1/VIII/3023
    oleh Kantor Akuntan Publik Jamaludin, Ardi, Sukimto & Rekan tanggal 10 Agustus 2023 dengan opini
    wajar tanpa modifikasian, yang ditandatangani oleh Kevin Muhammad Rizka, SE., M.Ak., Ak., CA.,
    CPA., CFI., ASEAN CPA selaku penanggung jawab audit;
6. Laporan keuangan audit per 31 Desember 2021 Nomor 00118/2.0927/AU.1/05/0109-2/1/VI/2022
    oleh Kantor Akuntan Publik Jamaludin, Ardi, Sukimto & Rekan tanggal 30 Juni 2022 dengan opini wajar
    tanpa modifikasian, yang ditandatangani oleh Ben Ardi, CA, CPA, CLI selaku penanggung jawab audit;
7. Proyeksi laporan keuangan Perseroan tahun 2026-2033 Tanpa Rencana Penambahan KBLI dan
    Dengan Rencana Penambahan KBLI, yang disusun oleh manajemen Perseroan;
8. Draft Perjanjian Jual Beli Gas antara PT Pertamina EP dan Perseroan tentang Penjualan Gas dari
    Struktur Galian Field Tambun Zona 7 Regional 2 Wilayah Kerja Pertamina EP;
9. Penetapan Alokasi dan Pemanfaatan serta Harga Gas Bumi dari Lapangan Galian Wilayah Kerja
    Pertamina EP Zona 7 kepada Perseroan Nomor T-312/MG.04/MEM.M/2025 tanggal 4 Juli 2025;
10. Informasi lain dari manajemen Perseroan ataupun pihak lain yang relevan dengan penugasan;
11. Data informasi pasar, ekonomi, industri berdasarkan media cetak dan elektronik yaitu website Bank
    Indonesia, website Aswath Damodaran, website Penilai Harga Efek Indonesia, dan sumber informasi
    lainnya yang kami anggap relevan.

Independensi Penilai
Dalam mempersiapkan laporan studi kelayakan ini kami telah bertindak secara independen, tidak ada
benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan pihak-pihak yang terlibat dengan penugasan. Kami juga
tidak mempunyai kepentingan atau keuntungan pribadi berkaitan dengan penugasan ini. Laporan studi



                                                     Laporan Studi Kelayakan PT Citra Nusantara Gemilang Tbk |v
Page 7
kelayakan ini juga tidak ditujukan untuk memberikan keuntungan atau kerugian pada pihak manapun.
Imbalan yang kami terima sama sekali tidak dipengaruhi oleh opini yang dihasilkan.

Persyaratan atas Persetujuan Publikasi
Laporan studi kelayakan ini terbuka untuk publik, kecuali terdapat informasi rahasia yang dapat
mempengaruhi operasional Perseroan. Publikasi ataupun penggunaan laporan studi kelayakan untuk
tujuan selain yang telah dinyatakan dalam maksud dan tujuan studi kelayakan serta penggunaan laporan
studi kelayakan ini oleh pihak selain dari pemberi tugas dan pengguna laporan dalam laporan studi
kelayakan ini harus dengan sepengetahuan dan persetujuan tertulis dari HMR. HMR tidak
bertanggungjawab atas tuntutan baik saat ini ataupun di masa depan terkait dengan penyalahgunaan
ataupun penggunaan sebagian atau seluruh informasi dalam laporan studi kelayakan ini untuk tujuan
selain yang telah dinyatakan sebelumnya dan bukan oleh pengguna laporan dalam laporan studi
kelayakan ini.

Kesimpulan
Berdasarkan analisis dan metodologi yang telah dilakukan, maka didapatkan kesimpulan sebagai
berikut:
1. Berdasarkan penelaahan aspek legalitas dan hukum, Perseroan terlah memiliki perizinan pokok dan
   dokumen operasional lainnya untuk melakukan kegiatan komersialnya sesuai dengan peraturan
   perundang-undangan yang berlaku. Perseroan telah memiliki izin Penetapan Alokasi dan
   Pemanfaatan serta Harga Gas Bumi dari Lapangan Galian Wilayah Kerja Pertamina EP Zona 7 kepada
   Perseroan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia Nomor T-
   312/MG.04/MEM.M/2025 tanggal 4 Juli 2025;
2. Berdasarkan analisis kelayakan pasar, Rencana Penambahan KBLI dinilai layak untuk dijalankan,
   didukung oleh prospek permintaan LNG yang terus meningkat, adanya kesenjangan pasokan gas di
   wilayah non-pipeline, serta posisi strategis Perseroan yang didukung oleh model distribusi yang
   fleksibel, ketersediaan pasokan, dan potensi pasar yang masih luas;
3. Berdasarkan analisis kelayakan teknis, Perseroan dinilai memiliki kesiapan yang memadai untuk
   melaksanakan Rencana Penambahan KBLI, didukung oleh kapasitas produksi yang terukur,
   infrastruktur produksi dan distribusi yang terintegrasi, ketersediaan bahan baku yang terjamin, serta
   dukungan sumber daya manusia dan tenaga ahli yang kompeten;
4. Berdasarkan analisis kelayakan pola bisnis, Perseroan dinilai memiliki model bisnis yang kuat,
   terintegrasi, dan berdaya saing tinggi, yang didukung oleh keunggulan kompetitif, tingkat imitasi yang
   relatif rendah, serta kemampuan dalam menciptakan nilai tambah secara berkelanjutan, sehingga
   mampu mendukung keberhasilan implementasi Rencana Penambahan KBLI;
5. Berdasarkan analisis kelayakan model manajemen, Perseroan dinilai memiliki kesiapan yang
   memadai dalam mendukung implementasi Rencana Penambahan KBLI, yang tercermin dari
   perencanaan sumber daya manusia yang terstruktur, dukungan tenaga ahli pada tahap awal
   operasional, serta pengelolaan aspek kekayaan intelektual yang telah memiliki kepastian hukum.
   Dengan demikian, model manajemen yang diterapkan mampu mendukung kelancaran operasional
   secara efektif, efisien, dan berkelanjutan;
6. Berdasarkan analisis kelayakan keuangan, Rencana Penambahan KBLI akan menghasilkan NPV
   positif, analisis IRR lebih besar dari WACC, analisis DPP menunjukkan bahwa periode pengembalian
   investasi yang telah didiskontokan tercapai dalam waktu 3,75 tahun, analisis PI menunjukkan bahwa




                                                      Laporan Studi Kelayakan PT Citra Nusantara Gemilang Tbk |vi
Page 8

          
Page 9

          
Page 10
DAFTAR ISI
  PERNYATAAN PROFESIONAL PENILAI ........................................................................................viii
  DAFTAR ISI ................................................................................................................................. ix
  DAFTAR TABEL............................................................................................................................ xi
  DAFTAR GRAFIK .........................................................................................................................xii
  DAFTAR GAMBAR ...................................................................................................................... xiii
  1. LINGKUP PENUGASAN............................................................................................................ 1
  1.1.   Identifikasi Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan ............................................................ 1
  1.2.   Latar Belakang Studi Kelayakan ....................................................................................... 1
  1.3.   Status Penilai .................................................................................................................. 1
  1.4.   Objek Studi Kelayakan ..................................................................................................... 2
  1.5.   Maksud dan Tujuan Studi Kelayakan................................................................................. 2
  1.6.   Tanggal Studi Kelayakan .................................................................................................. 2
  1.7.   Mata Uang yang Digunakan .............................................................................................. 2
  1.8.   Tingkat Kedalaman Investigasi ......................................................................................... 2
  1.9.   Hasil Inspeksi.................................................................................................................. 2
  1.10. Asumsi dan Kondisi Pembatas ......................................................................................... 3
  1.11. Asumsi Khusus................................................................................................................ 4
  1.12. Subsequent Event ........................................................................................................... 4
  1.13. Metodologi Studi Kelayakan ............................................................................................. 4
  1.14. Sumber Informasi Yang Dapat Dihandalkan ...................................................................... 4
  1.15. Sumber Data ................................................................................................................... 4
  1.16. Independensi Penilai ....................................................................................................... 5
  1.17. Persyaratan atas Persetujuan Publikasi ............................................................................ 5
  2. GAMBARAN UMUM PERSEROAN ............................................................................................. 6
  2.1.   Gambaran Umum Perseroan ........................................................................................... 6
  2.2.   Pemegang Saham ........................................................................................................... 6
  2.3.   Susunan Pengurus .......................................................................................................... 6
  2.4.   Gambaran Usaha ............................................................................................................ 7
  2.4.1. Kegiatan Usaha dan Informasi Operasional ...................................................................... 7
  2.4.2. Analisis SWOT ................................................................................................................. 8
  2.4.3. Ketentuan Undang-Undang Terkait Operasional ............................................................... 9
  2.5.   Kinerja Keuangan ............................................................................................................ 9
  2.5.1. Laba Rugi Historis ........................................................................................................... 9
  2.5.2. Posisi Keuangan Historis ............................................................................................... 10
  2.5.3. Arus Kas Historis ........................................................................................................... 12
  2.5.4. Rasio Keuangan Historis ................................................................................................ 14
  3. ASPEK PASAR ....................................................................................................................... 16
  3.1.   Analisa Makro Ekonomi dan Pasar.................................................................................. 16
  3.1.1. Indeks Harga Saham Gabungan ..................................................................................... 16
  3.1.2. Nilai Tukar Rupiah ......................................................................................................... 16
  3.1.3. Suku Bunga ................................................................................................................... 17
  3.1.4. Inflasi ............................................................................................................................ 18
  3.3.   Tinjauan Industri Natural Gas ......................................................................................... 19



                                                                        Laporan Studi Kelayakan PT Citra Nusantara Gemilang Tbk |ix
Page 11
3.4.   Pangsa Pasar ................................................................................................................ 21
3.5.   Potensi dan Sasaran Pasar ............................................................................................ 22
3.6.   Kesinambungan (Sustainability) Pasar ........................................................................... 23
3.7.   Pesaing Usaha .............................................................................................................. 24
3.8.   Strategi Pemasaran ....................................................................................................... 25
3.9.   Target Pasar .................................................................................................................. 27
3.10. Pemasok dan Pelanggan Utama ..................................................................................... 27
4. ASPEK TEKNIS ...................................................................................................................... 30
4.1.   Kapasitas Segmen Usaha .............................................................................................. 30
4.2.   Kapasitas Produksi dan Distribusi .................................................................................. 30
4.3.   Ketersediaan Bahan Baku .............................................................................................. 31
4.4.   Ketersediaan Sumber Daya Manusia dan Tenaga Ahli...................................................... 32
4.5.   Proses Produksi ............................................................................................................ 33
5. ASPEK POLA BISNIS.............................................................................................................. 35
5.1.   Keunggulan Kompetitif .................................................................................................. 35
5.2.   Kemampuan Pesaing Meniru Produk .............................................................................. 35
5.3.   Kemampuan Menciptakan Nilai ..................................................................................... 36
6. ASPEK MODEL MANAJEMEN ................................................................................................. 38
6.1.   Ketersediaan Tenaga Kerja ............................................................................................. 38
6.2.   Manajemen Kekayaan Intelektual................................................................................... 40
6.3.   Manajemen Risiko ......................................................................................................... 40
6.4.   Kapasitas dan Kemampuan Manajemen ......................................................................... 42
6.5.   Struktur Kepemilikan Saham .......................................................................................... 45
6.6.   Struktur Organisasi Perseroan ....................................................................................... 46
7. ASPEK KEUANGAN ............................................................................................................... 48
7.1.   Rencana Manajemen ..................................................................................................... 48
7.2.   Asumsi Pada Proyeksi Keuangan .................................................................................... 48
7.3.   Biaya Pendirian dan Investasi......................................................................................... 49
7.4.   Biaya Operasional ......................................................................................................... 50
7.5.   Biaya Bahan Baku .......................................................................................................... 51
7.6.   Analisis Titik Impas (Break Even Point) ........................................................................... 51
7.7.   Sumber Pendanaan ....................................................................................................... 52
7.8.   Analisis Tingkat Diskonto ............................................................................................... 52
7.9.   Analisis Profitabilitas dan Overall Return on Investment .................................................. 54
8. KESIMPULAN ........................................................................................................................ 60
9. LAMPIRAN ............................................................................................................................ 61
10. REFERENSI .......................................................................................................................... 62




                                                                     Laporan Studi Kelayakan PT Citra Nusantara Gemilang Tbk |x
Page 12
DAFTAR TABEL
Tabel 1. Susunan Pemegang Saham.................................................................................................... 6
Tabel 2. Ringkasan Beberapa Dokumen Perizinan dan Sertifikat ........................................................... 9
Tabel 3. Laporan Laba Rugi ............................................................................................................... 10
Tabel 4. Posisi Keuangan Historis ..................................................................................................... 11
Tabel 5. Arus Kas Historis ................................................................................................................. 13
Tabel 6. Analisis Rasio Keuangan Historis.......................................................................................... 15
Tabel 7. Skema Penyerahan Gas dari PT Pertamina EP ....................................................................... 32
Tabel 8. Komposisi Tenaga Kerja Berdasarkan Tingkat Pendidikan ...................................................... 38
Tabel 9. Komposisi Tenaga Kerja Berdasarkan Jenjang Usia ............................................................... 38
Tabel 10. Komposisi Tenaga Kerja Berdasarkan Lokasi....................................................................... 38
Tabel 11. Perencanaan Tenaga Kerja LNG ......................................................................................... 39
Tabel 12. Asumsi Proyeksi Pendapatan LNG ...................................................................................... 48
Tabel 13. Proyeksi Pendapatan Dengan dan Tanpa Rencana Penambahan KBLI.................................. 49
Tabel 14. Analisis Biaya Pendirian dan Investasi ................................................................................ 49
Tabel 15. Rencana dan Realisasi RAB Proyek LNG ............................................................................. 50
Tabel 16. Rencana dan Realisasi RAB Proyek LNG ............................................................................. 50
Tabel 17. Biaya Operasional ......................................................................................................... 50
Tabel 18. Analisis Titik Impas ............................................................................................................ 51
Tabel 19. WACC ............................................................................................................................... 53
Tabel 20. Analisis Profitabilitas Dengan Rencana Penambahan KBLI .................................................. 54
Tabel 21. Analisis Profitabilitas Tanpa Rencana Penambahan KBLI .................................................... 54
Tabel 22. Proyeksi Perubahan Modal Kerja Bersih Perseroan Dengan Penambahan KBLI ..................... 55
Tabel 23. Proyeksi Perubahan Modal Kerja Bersih Perseroan Tanpa Penambahan KBLI ....................... 56
Tabel 24. Analisis Kelayakan Investasi............................................................................................... 57
Tabel 25. Analisis Sensitivity ............................................................................................................. 59




                                                                          Laporan Studi Kelayakan PT Citra Nusantara Gemilang Tbk |xi
Page 13
DAFTAR GRAFIK
Grafik 1. IHSG Per 31 Desember Tahun 2020 – 2025 .......................................................................... 16
Grafik 2. Pergerakan Nilai Tukar Rupiah Per 31 Desember Tahun 2020-2025 ...................................... 17
Grafik 3. Inflasi Periode Desember 2020- 2025 .................................................................................. 18
Grafik 4. Pangsa Pasar Global Gas Alam Tahun 2024-2034 ................................................................ 19
Grafik 5. Produksi Gas Alam Global Tahun 2020-2030 ....................................................................... 20
Grafik 6. Indeks Harga Gas Alam Global Tahun 2020-2025 ................................................................ 20
Grafik 7. Negara-Negara dengan Kapasitas Ekspor Terbesar (2025) ................................................... 21




                                                                  Laporan Studi Kelayakan PT Citra Nusantara Gemilang Tbk |xii
Page 14
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1. Alur Produksi dan Penjualan LNG ..................................................................................... 33
Gambar 2. Fasilitas LNG untuk Pelanggan ......................................................................................... 34
Gambar 3. Alur Kepemilikan Saham .................................................................................................. 45
Gambar 4. Struktur Organisasi Perseroan ......................................................................................... 46
Gambar 5. Struktur Organisasi Pengelolaan dan Operasional LNG ..................................................... 47




                                                                   Laporan Studi Kelayakan PT Citra Nusantara Gemilang Tbk |xiii
Page 15
1.    LINGKUP PENUGASAN

1.1. Identifikasi Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan
Pemberi tugas dan pengguna laporan dalam studi kelayakan ini adalah:

Nama                  : PT Citra Nusantara Gemilang Tbk
Bidang Usaha          : Distribusi Gas Alam dan Buatan, Perdagangan Besar Bahan Bakar Padat, Cair
                        dan Gas dan Produk YBDI
Alamat                : Jl. Raya Kalimalang No. 126, Tegal Gede, Pasirsari, Cikarang Selatan,
                        Kabupaten Bekasi Jawa Barat, 17530
Telepon dan Faks      : (021) 89836763
E-mail                : cngniaga@cng.co.id

1.2. Latar Belakang Studi Kelayakan
Sebagai bagian dari strategi pengembangan usaha, Perseroan memandang perlu melakukan
penyesuaian kegiatan usaha melalui penambahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI).
Langkah ini didasarkan pada rencana ekspansi bisnis yang semula berfokus pada distribusi Compressed
Natural Gas (CNG) menjadi pengelolaan dan pemanfaatan Liquefied Natural Gas (LNG). Perubahan pola
bisnis tersebut menuntut adanya kesesuaian antara kegiatan operasional dengan klasifikasi usaha yang
tercantum dalam perizinan berusaha, guna memastikan kepatuhan terhadap ketentuan peraturan
perundang-undangan yang berlaku di sektor energi dan sumber daya mineral. Selain itu, Perseroan telah
memperoleh hak pengusahaan melalui kemenangan tender pemanfaatan sumur marginal di wilayah
Karawang, Tanjung Pakis, Jawa Barat pada tahun 2022, serta didukung dengan diterbitkannya izin alokasi
gas oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral berdasarkan Surat Nomor T-312/MG.04/MEM.M/2025
tanggal 4 Juli 2025. Berdasarkan ketentuan dalam izin alokasi tersebut, kegiatan usaha yang dijalankan
tidak lagi terbatas pada distribusi, melainkan mencakup pengadaan gas yang diambil langsung dari
sumur tanpa melalui jaringan pipa. Oleh karena itu, penambahan KBLI 35201 tentang pengadaan Gas
Alam dan Buatan merupakan suatu keharusan hukum untuk mencerminkan kegiatan usaha yang
sebenarnya dijalankan oleh Perseroan serta sebagai bentuk kepatuhan administratif dalam sistem
perizinan berusaha.

Sehubungan dengan rencana tersebut diatas, untuk mengetahui kelayakan atas penambahan kegiatan
usaha tersebut, maka Perseroan membutuhkan studi kelayakan untuk memenuhi Peraturan Otoritas
Jasa Keuangan Republik Indonesia (“POJK”) No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan
Perubahan Kegiatan Usaha. Untuk mengetahui kelayakan atas usaha Perseroan tersebut, maka
Perseroan memerlukan Kajian dari Pihak Independen untuk melakukan analisa dan kajian serta
menyusun Laporan Studi Kelayakan. Selanjutnya manajemen Perseroan menunjuk KJPP HMR sebagai
pihak independen dalam penyusunan laporan studi kelayakan tersebut.

1.3. Status Penilai
Penilai Publik yang bertandatangan dalam laporan ini yaitu Willyams, S.E., MAPPI (Cert.), merupakan
Penilai Publik dengan Nomor Izin B-1.22.00627 dan Nomor MAPPI 13-S-04028 sebagai Rekan di KJPP
Herman Meirizki dan Rekan dengan Nomor Izin Usaha 2.14.0120, domisili Kota Jakarta Selatan dengan
wilayah kerja di seluruh Indonesia. KJPP Herman Meirizki dan Rekan merupakan KJPP resmi yang telah
mendapatkan izin dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia berdasarkan Keputusan Menteri



                                                    Laporan Studi Kelayakan PT Citra Nusantara Gemilang Tbk |1
Page 16
Keuangan No. 66/KM.1/2014 tanggal 10 Februari 2014. Kami juga telah terdaftar sebagai kantor jasa
profesi penunjang pasar modal di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Penilai telah terdaftar sebagai Profesi
Penunjang Pasar Modal (Penilai Bisnis) dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal No.
STTD.PB ‐ 57/PM.02/2023 serta terdaftar sebagai Penilai Industri Keuangan Non Bank dengan No.
296/PD.021/STTD-P/2023. Studi kelayakan dilakukan sesuai dengan Standar Penilaian Indonesia (SPI)
Edisi VII-2018 dan Edisi Revisi SPI 300, SPI 310, SPI 320, SPI 321, SPI 330, POJK 35/2020 tentang Penilaian
dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, dan POJK 17/2020 tentang Transaksi Material dan
Perubahan Kegiatan Usaha Utama serta Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (SEOJK) Nomor
17/SEOJK.04/2020.

1.4. Objek Studi Kelayakan
Objek studi kelayakan adalah kelayakan atas rencana penambahan kegiatan usaha sesuai KBLI 35201-
Pengadaan Gas Alam Buatan oleh Perseroan (selanjutnya disebut “Rencana Penambahan KBLI”).

1.5. Maksud dan Tujuan Studi Kelayakan
Maksud dan tujuan studi kelayakan ini adalah untuk memberikan pendapat kelayakan atas Rencana
Penambahan KBLI. Laporan ini disusun dalam rangka memenuhi ketentuan yang diatur dalam Peraturan
Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan
Usaha. Peraturan tersebut mensyaratkan adanya laporan studi kelayakan atas perubahan kegiatan
usaha yang disusun oleh Penilai.

1.6. Tanggal Studi Kelayakan
Tanggal studi kelayakan dalam laporan ini adalah tanggal 31 Desember 2025.

1.7. Mata Uang yang Digunakan
Mata uang yang digunakan dalam laporan studi kelayakan adalah Rupiah (Rp).

1.8. Tingkat Kedalaman Investigasi
HMR telah mendapatkan kesempatan untuk melakukan wawancara terutama dengan manajemen
Perseroan yang diperlukan untuk menunjang proses studi kelayakan. Kami telah mewawancarai Bapak
Moch Farid Dimyati sebagai Site Manager – LNG Plant Karawang Perseroan dan Bapak Jati Pangarso
sebagai Project Manager – LNG Plant Karawang Perseroan. Kami mendapatkan akses dan telah
melakukan site visit terhadap lokasi fasilitas penyaluran gas yang terkait dengan Perjanjian Jual Beli Gas
(PJBG), termasuk namun tidak terbatas pada area Stasiun Penyerahan Gas yang berlokasi di Desa
Tanjung Mekar, Kecamatan Pakis Jaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, serta fasilitas pendukung
lainnya yang relevan dengan kegiatan penyaluran gas dari Lapangan Galian Wilayah Kerja Pertamina EP
Zona 7.

1.9. Hasil Inspeksi
Beberapa informasi yang didapatkan pada saat Inspeksi terkait Rencana Penambahan KBLI adalah
sebagai berikut.
 • Perseroan telah memperoleh alokasi pasokan gas berdasarkan draft perjanjian dengan PT
    Pertamina EP;
 • Saat ini proses pembangunan pabrik LNG sudah berjalan 50%:
 • Perseroan memiliki luas area pabrik sebesar 12.250 m², di mana sekitar separuh area



                                                       Laporan Studi Kelayakan PT Citra Nusantara Gemilang Tbk |2
Page 17
     dimanfaatkan untuk kegiatan operasional, sementara sisanya digunakan sebagai area
     penghijauan;
 •   Terdapat rencana penambahan tenaga kerja baru dalam tahap awal implementasi kegiatan usaha
     LNG sebanyak 42 orang;
 •   Dalam pelaksanaan teknis, Perseroan akan mendapatkan dukungan dari tenaga ahli eksternal
     yang berasal dari vendor peralatan LNG, yaitu Greenfir;
 •   Keterlibatan vendor mencakup bantuan teknis dan keahlian spesifik yang berkaitan dengan
     operasional dan instalasi peralatan LNG;
 •   Total volume kontrak gas yang diperoleh Perseroan adalah sebesar 4.110 MMSCF (Million
     Standard Cubic Feet) untuk keseluruhan periode kontrak;
 •   Periode kontrak berlangsung sejak 1 Juni 2026 hingga 30 November 2033, dengan volume kontrak
     tahunan yang bervariasi setiap tahun.

1.10. Asumsi dan Kondisi Pembatas
Laporan studi kelayakan ini dibatasi oleh asumsi dan kondisi pembatas sebagai berikut:
1. Laporan studi kelayakan ini bersifat non-disclaimer opinion;
2. Kami telah melakukan penelaahan atas dokumen yang digunakan dalam proses studi kelayakan;
3. Data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya keakuratannya;
4. Proyeksi keuangan dibuat oleh manajemen Perseroan dengan mencerminkan kewajaran proyeksi
     keuangan dan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty);
5. HMR bertanggungjawab atas pelaksanaan analisis studi kelayakan;
6. Laporan studi kelayakan ini terbuka untuk publik, kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia
     yang dapat mempengaruhi operasional Perseroan;
7. HMR bertanggungjawab atas laporan studi kelayakan dan kesimpulan akhir dari laporan ini;
8. Kami telah memperoleh informasi atas status hukum Perseroan dari pemberi tugas berdasarkan
     dokumen legalitas Perseroan;
9. Laporan studi kelayakan disusun berdasarkan kondisi bisnis, perekonomian, dan peraturan-
     peraturan yang secara umum berlaku sampai dengan tanggal penerbitan laporan studi kelayakan
     ini;
10. Kami mengasumsikan bahwa setelah tanggal diterbitkannya laporan studi kelayakan tidak terjadi
     perubahan apapun yang berpengaruh secara material terhadap hasil studi kelayakan. Kami tidak
     bertanggungjawab untuk menegaskan atau memutakhirkan kembali pendapat kami atas perubahan
     asumsi dan kondisi yang terjadi setelah tanggal laporan studi kelayakan ini;
11. Kami tidak melakukan due diligence atas aspek perpajakan dan aspek hukum Perseroan;
12. Analisis dalam studi kelayakan didasarkan pada keakuratan, kehandalan, dan kelengkapan data
     dan informasi yang diberikan kepada kami oleh Perseroan atau pemberi tugas. Kami
     mengasumsikan bahwa data dan informasi yang diberikan kepada kami adalah benar, lengkap, dan
     tidak menyesatkan. Kami tidak bertanggungjawab atas kemungkinan adanya data atau informasi
     yang tidak diungkapkan, ketidakakuratan dan ketidakterbukaan data atau informasi, perubahan
     data atau asumsi yang dijadikan dasar studi kelayakan yang dapat mempengaruhi hasil studi
     kelayakan;
13. Pekerjaan kami yang berkaitan dengan studi kelayakan ini tidak merupakan dan tidak dapat
     ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit, atau pelaksanaan prosedur-
     prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat dimaksudkan untuk




                                                    Laporan Studi Kelayakan PT Citra Nusantara Gemilang Tbk |3
Page 18
    mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan atau penyimpangan dalam
    laporan keuangan, atau pelanggaran hukum.

1.11. Asumsi Khusus
Asumsi khusus yang akan digunakan merupakan asumsi khusus yang relevan dan wajar sehubungan
dengan studi kelayakan. Asumsi khusus merupakan asumsi yang berbeda dari keadaaan sebenarnya
pada tanggal studi kelayakan. Analisis akan menggunakan asumsi yang wajar untuk diterima dalam
studi kelayakan.

1.12. Subsequent Event
Dari tanggal studi kelayakan yaitu tanggal 31 Desember 2025 sampai dengan tanggal diterbitkannya
laporan ini, tidak terdapat subsequent event atau kejadian penting yang dapat mempengaruhi hasil
analisis studi kelayakan secara signifikan.

1.13. Metodologi Studi Kelayakan
Metode yang digunakan dalam menyusun laporan studi kelayakan ini adalah sebagai berikut:
• Pengumpulan data langsung dari Perseroan terkait Rencana Penambahan KBLI yang mencakup
    identitas, perizinan, rencana usaha, dan data terkait lainnya;
• Melakukan Analisis Kelayakan Pasar, Analisis Kelayakan Teknis, Analisis Kelayakan Pola Bisnis,
    Analisis Kelayakan Model Manajemen, dan Analisis Kelayakan Keuangan;
• Melakukan analisis kelayakan atas objek studi kelayakan dengan menggunakan indikator Net Present
    Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Profitability Index (PI), dan Return on Investment (ROI);
• Memberikan Kesimpulan Hasil Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha.

1.14. Sumber Informasi Yang Dapat Dihandalkan
Studi kelayakan dapat menggunakan data atau sumber informasi tanpa melalui verifikasi terlebih dahulu
yaitu data-data sebagai berikut:
• Data beta industri dan country risk premium bersumber dari Damodaran;
• Data Obligasi Pemerintah Republik Indonesia dari PT Penilai Harga Efek Indonesia atau sumber
    lainnya;
• Data Statistik Perbankan Indonesia dari Bank Indonesia atau Otoritas Jasa Keuangan;
• Data nilai tukar, inflasi, ataupun data publikasi lainnya bersumber dari Bank Indonesia;
• Data lainnya bersumber dari lembaga pemerintahan lainnya;
• Sumber data lainnya yang terkait dengan studi kelayakan.

1.15. Sumber Data
Dalam menyusun studi kelayakan ini, kami telah menelaah, mempertimbangkan, mengacu, atau
melaksanakan prosedur atas informasi sebagai berikut:
1. Company profile dan struktur organisasi Perseroan per 31 Desember 2025;
2. Laporan keuangan audit per 31 Desember 2025 Nomor 00040/2.1524/AU.1/05/1350-4/1/III/2026
    oleh Kantor Akuntan Publik Jonnardi, Jamaludin, Sukimto & Rekan tanggal 30 Maret 2026 dengan
    opini wajar tanpa modifikasian, yang ditandatangani oleh Kevin Muhammad Rizka, SE., M.Ak., Ak.,
    CA., CPA., CFI., ASEAN CPA selaku penanggung jawab audit;




                                                      Laporan Studi Kelayakan PT Citra Nusantara Gemilang Tbk |4
Page 19
3. Laporan keuangan audit per 31 Desember 2024 Nomor 00056/2.0927/AU.1/05/1350-3/1/III/2025
    oleh Kantor Akuntan Publik Jamaludin, Ardi, Sukimto & Rekan tanggal 24 Maret 2025 dengan opini
    wajar tanpa modifikasian, yang ditandatangani oleh Kevin Muhammad Rizka, SE., M.Ak., Ak., CA.,
    CPA., CFI., ASEAN CPA selaku penanggung jawab audit;
4. Laporan keuangan audit per 31 Desember 2023 Nomor 00043/2.0927/AU.1/05/1362-2/1/III/2024
    oleh Kantor Akuntan Publik Jamaludin, Ardi, Sukimto & Rekan tanggal 28 Maret 2024 dengan opini
    wajar tanpa modifikasian, yang ditandatangani oleh Kevin Muhammad Rizka, SE., M.Ak., Ak., CA.,
    CPA., CFI., ASEAN CPA selaku penanggung jawab audit;
5. Laporan keuangan audit per 31 Desember 2022 Nomor 00092/2.0927/AU.1/05/1350-1/1/VIII/3023
    oleh Kantor Akuntan Publik Jamaludin, Ardi, Sukimto & Rekan tanggal 10 Agustus 2023 dengan opini
    wajar tanpa modifikasian, yang ditandatangani oleh Kevin Muhammad Rizka, SE., M.Ak., Ak., CA.,
    CPA., CFI., ASEAN CPA selaku penanggung jawab audit;
6. Laporan keuangan audit per 31 Desember 2021 Nomor 00118/2.0927/AU.1/05/0109-2/1/VI/2022
    oleh Kantor Akuntan Publik Jamaludin, Ardi, Sukimto & Rekan tanggal 30 Juni 2022 dengan opini wajar
    tanpa modifikasian, yang ditandatangani oleh Ben Ardi, CA, CPA, CLI selaku penanggung jawab audit;
7. Proyeksi laporan keuangan Perseroan tahun 2026-2033 Tanpa Rencana Penambahan KBLI dan
    Dengan Rencana Penambahan KBLI, yang disusun oleh manajemen Perseroan;
8. Draft Perjanjian Jual Beli Gas antara PT Pertamina EP dan Perseroan tentang Penjualan Gas dari
    Struktur Galian Field Tambun Zona 7 Regional 2 Wilayah Kerja Pertamina EP;
9. Penetapan Alokasi dan Pemanfaatan serta Harga Gas Bumi dari Lapangan Galian Wilayah Kerja
    Pertamina EP Zona 7 kepada Perseroan Nomor T-312/MG.04/MEM.M/2025 tanggal 4 Juli 2025;
10. Informasi lain dari manajemen Perseroan ataupun pihak lain yang relevan dengan penugasan;
11. Data informasi pasar, ekonomi, industri berdasarkan media cetak dan elektronik yaitu website Bank
    Indonesia, website Aswath Damodaran, website Penilai Harga Efek Indonesia, dan sumber informasi
    lainnya yang kami anggap relevan.

1.16. Independensi Penilai
Dalam mempersiapkan laporan studi kelayakan ini kami telah bertindak secara independen, tidak ada
benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan pihak-pihak yang terlibat dengan penugasan. Kami juga
tidak mempunyai kepentingan atau keuntungan pribadi berkaitan dengan penugasan ini. Laporan studi
kelayakan ini juga tidak ditujukan untuk memberikan keuntungan atau kerugian pada pihak manapun.
Imbalan yang kami terima sama sekali tidak dipengaruhi oleh opini yang dihasilkan.

1.17. Persyaratan atas Persetujuan Publikasi
Laporan studi kelayakan ini terbuka untuk publik, kecuali terdapat informasi rahasia yang dapat
mempengaruhi operasional Perseroan. Publikasi ataupun penggunaan laporan studi kelayakan untuk
tujuan selain yang telah dinyatakan dalam maksud dan tujuan studi kelayakan serta penggunaan laporan
studi kelayakan ini oleh pihak selain dari pemberi tugas dan pengguna laporan dalam laporan studi
kelayakan ini harus dengan sepengetahuan dan persetujuan tertulis dari HMR. HMR tidak
bertanggungjawab atas tuntutan baik saat ini ataupun di masa depan terkait dengan penyalahgunaan
ataupun penggunaan sebagian atau seluruh informasi dalam laporan studi kelayakan ini untuk tujuan
selain yang telah dinyatakan sebelumnya dan bukan oleh pengguna laporan dalam laporan studi
kelayakan ini.




                                                     Laporan Studi Kelayakan PT Citra Nusantara Gemilang Tbk |5
Page 20
2.    GAMBARAN UMUM PERSEROAN

2.1. Umum
PT Citra Nusantara Gemilang Tbk (“Perseroan”) didirikan berdasarkan Akta Notaris Edi Priyono, S.H., No.
22 tanggal 21 Desember 2005. Akta Pendirian ini telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik
Indonesia tanggal 27 September 2006 dalam Surat Keputusan No. W7-00990 HT.01.01-TH.2006.

Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami perubahan dan terakhir dengan Akta Notaris Amriyati A.
Supriyadi, S.H., M.H., No. 03 tanggal 11 Juni 2025 dan telah disahkan oleh Kementerian Hukum dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia tanggal 03 Juli 2025 dalam Surat Keputusan No. AHU-AH.01.09-
0306252.

Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar, maksud dan tujuan Perseroan adalah menjalankan usahanya
dalam bidang Perdagangan dan Distribusi Gas Alam dan Buatan, perdagangan besar bahan padat, cair
dan gas dan produk YBDI, aktivitas perusahaan holding. Perseroan berdomisili di Kabupaten Bekasi, Jawa
Barat dan kantor Perseroan berlokasi di Jl. Kali Malang No. 126, Tegal Gede, Pasir Sari, Kabupaten Bekasi.

Entitas induk Perseroan adalah PT Petro Asia Energy selaku pemegang saham mayoritas dengan
kepemilikan 572.570.000 saham atau sebesar 32,32%, dengan nilai nominal 28.628.500.000. Bapak
Zaki Ismail dan Sanjaya adalah pengendali terakhir Perseroan.

2.2. Pemegang Saham
Berdasarkan laporan keuangan Perseroan per 31 Desember 2025, pemegang saham Perseroan adalah
sebagai berikut:

                                     Tabel 1. Susunan Pemegang Saham
                                               Persentase
          Pemegang Saham                                              Jumlah Saham           Jumlah Nominal (Rp)
                                             Kepemilikan (%)
 PT Petro Asia Energy                                  32,32%               572.570.000             28.628.500.000
 PT Dharma Mulia Jaya                                   21,44%              379.750.000             18.987.500.000
 PT Cipta Nyata Gemilang                                 9,10%              161.200.000              8.060.000.000
 PT Tirta Maritim Nusantara                              7,14%              126.480.000              6.324.000.000
 Andhika Purwonugroho                                    0,11%                 2.000.000               100.000.000
 Mohamad Isa Safardi                                     0,04%                   700.000                 35.000.000
 Agung Wibawa                                            0,02%                   358.000                 17.900.000
 Masyarakat dibawah 5%                                  29,83%              528.441.039             26.422.051.950
 Jumlah                                                100,00%            1.771.499.039             88.571.951.950
                              Sumber: Laporan keuangan Perseroan per 31 Desember 2025


2.3. Susunan Pengurus
Susunan Direksi dan Komisaris Perseroan per 31 Desember 2025 berdasarkan Akta Notaris No. 03
tanggal 11 Juni 2025 yang dibuat di hadapan Amriyati A. Supriyadi, S.H., M.H, Notaris di Jakarta Selatan
adalah sebagai berikut:




                                                           Laporan Studi Kelayakan PT Citra Nusantara Gemilang Tbk |6
Page 21
Direksi
Direktur Utama          : Andika Purwonugroho
Direktur                : Agung Wibawa
Direktur                : Mohamad Isa Safardi
Direktur                : Andika Andianto

Dewan Komisaris
Komisaris Utama      : As’at Said Ali
Komisaris            : Raditya Muhas Juvirawan
Komisaris Independen : Leo Herlambang

2.4. Gambaran Usaha
2.4.1. Kegiatan Usaha dan Informasi Operasional
Sesuai dengan Anggaran Dasar Perseroan Pasal 3, maksud dan tujuan Perseroan ialah bergerak dalam
bidang Pengadaan Listrik, Gas, Uap/Air Panas dan Udara Dingin; Perdagangan Besar dan Eceran,
Reparasi, dan Perawatan Mobil dan Sepeda Motor; dan Aktivitas Keuangan dan Asuransi. Untuk
mencapai maksud dan tujuan tersebut, Perseroan dapat melaksanakan kegiatan usaha utama sebagai
berikut:
a. Menjalankan usaha di bidang Pengadaan Listrik, Gas, Uap/Air Panas dan Udara Dingin yang
   meliputi kegiatan Distribusi Gas Alam dan Buatan (KBLI 35202)
   Kelompok ini mencakup penyaluran gas melalui jaringan yang bertekanan ekstra tinggi (lebih dari 10
   bar); yang bertekanan tinggi (antara 4 bar sampai dengan 10 bar); dan yang bertekanan menengah ke
   bawah (di bawah 4 bar) baik berasal dari produksi sendiri maupun produksi pihak lain sampai ke
   konsumen atau pelanggan. Penyaluran gas melalui pipa atas dasar balas jasa atau fee, dimasukkan
   dalam kelompok 49300. Termasuk penyaluran, distribusi dan pengadaan semua jenis bahan bakar
   gas melalui sistem saluran, perdagangan gas kepada konsumen melalui saluran, kegiatan agen gas
   yang melakukan perdagangan gas melalui sistem distribusi gas yang dioperasikan oleh pihak lain dan
   pengoperasian pertukaran komoditas dan kapasitas pengangkutan bahan bakar gas;
b. Menjalankan usaha di bidang Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi dan Perawatan Mobil dan
   Sepeda Motor yang meliputi kegiatan Perdagangan Besar Bahan Padat, Cair, dan Gas, dan Produk
   YBDI (KBLI 4660)
   Kelompok ini mencakup usaha perdagangan besar bahan bakar gas, cair, dan padat serta bahan
   diesel, gasoline, bahan bakar oli, kerosin, premium, solar, minyak tanah, batubara, arang, ampas
   arang batu, bahan bakar kayu, nafta, bahan bakar nabati (biofuels) dan bahan bakar lainnya termasuk
   pula bahan bakar gas (LPG, gas butana dan propane, dan lain-lain) dan minyak semir, minyak pelumas
   dan produk minyak bumi yang telah dimurnikan, serta bahan bakar nuklir;
c. Menjalankan usaha di bidang Aktivitas Keuangan dan Asuransi yang meliputi kegiatan Aktivitas
   Perusahaan Holding (KBLI 64200)
   Kelompok ini mencakup kegiatan dari perusahaan holding (holding companies), yaitu perusahaan
   yang menguasai aset dari sekelompok perusahaan subsidiari dan kegiatan utamanya adalah
   kepemilikan kelompok tersebut. “Holding Companies” tidak terlibat dalam kegiatan usaha
   perusahaan subsidiarinya. Kegiatannya mencakup jasa yang diberikan penasihat (consellors) dan
   perunding (negotiators) dalam merancang merger dan akuisisi perusahaan.




                                                    Laporan Studi Kelayakan PT Citra Nusantara Gemilang Tbk |7
Page 22
2.4.2. Analisis SWOT
Berikut adalah analisis SWOT Perseroan:

Kekuatan (Strength):
a. Perseroan bergerak di segmen gas alam terkompresi (CNG) dan berencana ekspansi ke LNG, sektor
   yang mendapat dukungan dari tren global dan kebijakan energi bersih;
b. Perseroan telah membuka sejumlah stasiun CNG di berbagai wilayah seperti Jawa Tengah, Jawa
   Timur, Jawa Barat, dan berencana ekspansi lebih lanjut. Ekspansi ini memperkuat keberadaan
   Perseroan di pasar domestik;
c. Sebagai perusahaan yang melantai di Bursa Efek Indonesia, Perseroan memiliki akses ke modal
   publik untuk mendukung ekspansi dan pengembangan infrastruktur baru.

Kelemahan (Weakness);
a. Sebagai perusahaan yang fokus pada pasar domestik dan infrastruktur gas nasional, kinerja
    Perseroan sangat tergantung pada pertumbuhan industri dan permintaan energi lokal. Perubahan
    kondisi ekonomi domestik dapat berdampak langsung;
b. Meski ada ekspansi, jaringan distribusi gas dan fasilitas LNG belum sebesar pemain global di sektor
    energi, sehingga sisi operasional masih terbatas.

Peluang (Opportunity):
a. Transisi energi di Indonesia memberi peluang bagi CNG dan LNG sebagai alternatif bahan bakar fosil,
    terutama di sektor transportasi dan industri. Permintaan ini diperkirakan terus meningkat;
b. Rencana pembukaan lebih banyak stasiun CNG dan pengembangan fasilitas LNG di wilayah strategis
    seperti Jawa Timur, Bali, dan Jawa Barat membuka peluang meningkatkan pendapatan;
c. Kemitraan dengan pemain teknologi atau investasi di bidang bio-CNG/renewable gas bisa membuka
    segmen pasar baru dan menambah keunggulan kompetitif;
d. Program pemerintah dalam mengurangi ketergantungan pada BBM subsidi dan mengembangkan
    energi bersih memberikan peluang pasar yang lebih luas dan insentif industri.

Ancaman (Threats):
a. Pasar energi dipengaruhi oleh harga minyak dan gas global, ketidakpastian harga dapat
   mempengaruhi margin dan operasional perusahaan;
b. Perusahaan energi besar yang sudah mapan baik domestik maupun multinasional memiliki sumber
   daya lebih besar untuk ekspansi dan teknologi, meningkatkan tekanan kompetitif;
c. Perubahan kebijakan pemerintah (sebagai contoh yaitu subsidi, tarif gas, aturan lingkungan) dapat
   memberi dampak positif atau negatif pada biaya dan operasional;
d. Masalah pasokan gas, keterbatasan infrastruktur transmisi/pipa, dan kebutuhan investasi besar
   untuk fasilitas baru bisa menjadi kendala pertumbuhan.

Mitigasi atas kelemahan dan ancaman yang dapat dijalankan Perseroan diantaranya yaitu:
a. Perseroan menjaga margin melalui kontrak harga yang terstruktur dan efisiensi biaya operasional;
b. Perseroan memperkuat daya saing dengan fokus pada segmen pasar, peningkatan layanan, dan
   kemitraan strategis;
c. Perseroan melakukan penyesuaian strategi secara adaptif terhadap perubahan kebijakan pemerintah
   serta memastikan kepatuhan regulasi;



                                                    Laporan Studi Kelayakan PT Citra Nusantara Gemilang Tbk |8
Page 23
d. Perseroan mengelola risiko pasokan melalui diversifikasi sumber gas dan pengembangan
   infrastruktur secara bertahap.

2.4.3. Ketentuan Undang-Undang Terkait Operasional
Berikut adalah dokumen perizinan dan sertifikat terkait operasional Perseroan:

                   Tabel 2. Ringkasan Beberapa Dokumen Perizinan dan Sertifikat
  No.                                      Dokumen Perizinan
 1.     Peirizinan Berusaha Berbasis Risiko Nomor Induk Berusaha: 120309832929 oleh Menteri
        Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal perubahan ke-11 tanggal 5 September
        2023
 2.     Sertifikat Merek GASRA Nomor Pendaftaran: IDM001283706 oleh Menteri Hukum Jenderal
        Kekayaan Intelektual
 3.     Penetapan Alokasi dan Pemanfaatan serta Harga Gas Bumi dari Lapangan Galian Wilayah Kerja
        Pertamina EP Zona 7 kepada PT Citra Nusantara Gemilang Tbk oleh Menteri Energi dan Sumber
        Daya Mineral Republik Indonesia Nomor T-312/MG.04/MEM.M/2025 tanggal 4 Juli 2025
                                          Sumber: manajamen


2.5. Kinerja Keuangan
Analisa kinerja keuangan Perseroan merujuk pada laporan keuangan audit sebagai berikut:
1. Laporan keuangan audit per 31 Desember 2025 Nomor 00040/2.1524/AU.1/05/1350-4/1/III/2026
    oleh Kantor Akuntan Publik Jonnardi, Jamaludin, Sukimto & Rekan tanggal 30 Maret 2026 dengan
    opini wajar tanpa modifikasian, yang ditandatangani oleh Kevin Muhammad Rizka, SE., M.Ak., Ak.,
    CA., CPA., CFI., ASEAN CPA selaku penanggung jawab audit;
2. Laporan keuangan audit per 31 Desember 2024 Nomor 00056/2.0927/AU.1/05/1350-3/1/III/2025
    oleh Kantor Akuntan Publik Jamaludin, Ardi, Sukimto & Rekan tanggal 24 Maret 2025 dengan opini
    wajar tanpa modifikasian, yang ditandatangani oleh Kevin Muhammad Rizka, SE., M.Ak., Ak., CA.,
    CPA., CFI., ASEAN CPA selaku penanggung jawab audit;
3. Laporan keuangan audit per 31 Desember 2023 Nomor 00043/2.0927/AU.1/05/1362-2/1/III/2024
    oleh Kantor Akuntan Publik Jamaludin, Ardi, Sukimto & Rekan tanggal 28 Maret 2024 dengan opini
    wajar tanpa modifikasian, yang ditandatangani oleh Kevin Muhammad Rizka, SE., M.Ak., Ak., CA.,
    CPA., CFI., ASEAN CPA selaku penanggung jawab audit;
4. Laporan keuangan audit per 31 Desember 2022 Nomor 00092/2.0927/AU.1/05/1350-1/1/VIII/3023
    oleh Kantor Akuntan Publik Jamaludin, Ardi, Sukimto & Rekan tanggal 10 Agustus 2023 dengan opini
    wajar tanpa modifikasian, yang ditandatangani oleh Kevin Muhammad Rizka, SE., M.Ak., Ak., CA.,
    CPA., CFI., ASEAN CPA selaku penanggung jawab audit;
5. Laporan keuangan audit per 31 Desember 2021 Nomor 00118/2.0927/AU.1/05/0109-2/1/VI/2022
    oleh Kantor Akuntan Publik Jamaludin, Ardi, Sukimto & Rekan tanggal 30 Juni 2022 dengan opini wajar
    tanpa modifikasian, yang ditandatangani oleh Ben Ardi, CA, CPA, CLI selaku penanggung jawab audit.

2.5.1. Laba Rugi Historis
Berikut merupakan laporan laba rugi Perseroan yang telah diaudit periode 12 bulan yang berakhir 31
Desember 2021-2025 (dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain):




                                                     Laporan Studi Kelayakan PT Citra Nusantara Gemilang Tbk |9
Page 24
                                             Tabel 3. Laporan Laba Rugi
                                            Audited           Audited           Audited           Audited           Audited
                                            FY 2021           FY 2022           FY 2023           FY 2024           FY 2025
PENDAPATAN                               387.699.802.006 423.553.944.251     377.588.881.905   508.498.255.069 611.897.173.968
BEBAN POKOK PENDAPATAN                  (325.019.655.953) (344.599.210.409) (304.494.316.161) (426.716.267.800) (505.344.549.198)
LABA KOTOR                                62.680.146.053    78.954.733.842    73.094.565.744    81.781.987.269 106.552.624.770
BEBAN USAHA                              (55.430.233.397) (61.970.414.553) (64.595.318.157) (75.039.260.146) (84.454.383.700)
LABA USAHA                                 7.249.912.656    16.984.319.289     8.499.247.587     6.742.727.123    22.098.241.070
PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN - NETO      (2.391.590.260)   (1.732.149.030)    2.686.269.903     7.485.102.662       (21.883.676)
LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK PENGHASILAN      4.858.322.396    15.252.170.259    11.185.517.490    14.227.829.785    22.076.357.394
MANFAAT (BEBAN) PAJAK PENGHASILAN
-Kini                                     (1.340.316.857)    (3.094.499.893)   (3.220.106.901)   (5.257.779.581)    (5.606.124.629)
-Tangguhan                                   246.318.214        399.077.727       531.571.601       787.522.102       (586.291.353)
Beban Pajak Penghasilan - Neto            (1.093.998.643)   (2.695.422.166)    (2.688.535.300)   (4.470.257.479)   (6.192.415.982)
LABA (RUGI) NETO                           3.764.323.753    12.556.748.093      8.496.982.190     9.757.572.306    15.883.941.412


                      Sumber: laporan keuangan audit Perseroan per 31 Desember tahun 2021-2025


Pendapatan
Perseroan membukukan pendapatan pada tahun 2021-2025 masing-masing sebesar Rp387,70 miliar,
Rp423,55 miliar, Rp377,59 miliar, Rp508,50 miliar, dan Rp611,90 miliar. Pendapatan Perseroan berasal
dari pendapatan gas dan yang berasal dari Entitas Anak yaitu gas, alat proyek, dan jasa.

Beban Pokok Pendapatan
Perseroan membukukan beban pokok pendapatan pada tahun 2021-2025 masing-masing sebesar
Rp325,02 miliar, Rp344,60 miliar, Rp304,49 miliar, Rp426,72 miliar, dan Rp505,34 miliar dengan
persentase beban pokok pendapatan terhadap pendapatan pada tahun 2020-2024 dan Maret 2025
masing-masing sebesar 83,83%, 81,36%, 80,64%, 83,92%, dan 82,59%.

Laba Kotor
Perseroan membukukan laba kotor pada tahun 2021-2025 masing-masing sebesar Rp62,68 miliar,
Rp78,95 miliar, Rp73,09 miliar, Rp81,78 miliar, dan Rp106,55 miliar. Rasio gross profit margin pada tahun
2021-2025 masing-masing sebesar 16,17%, 18,64%, 19,36%, 16,08%, dan 17,41%.

Laba (Rugi) Neto
Pada tahun 2022-2025 Perseroan membukukan laba tahun berjalan masing-masing sebesar Rp, 3,76
miliar, Rp12,56 miliar, Rp8,50 miliar, Rp9,76 miliar, dan Rp15,88 miliar, dengan rasio net profit margin
masing-masing sebesar 0,97%, 2,96%, 2,25%, 1,92%, 2,60%.

2.5.2. Posisi Keuangan Historis
Berikut merupakan laporan posisi keuangan audit Perseroan per 31 Desember 2021-2025 (dalam
Rupiah, kecuali dinyatakan lain):




                                                                Laporan Studi Kelayakan PT Citra Nusantara Gemilang Tbk |10
Page 25
                                                       Tabel 4. Posisi Keuangan Historis
                                                           Audited            Audited            Audited           Audited           Audited
                                                          31-Des-21          31-Des-22          31-Des-23         31-Des-24         31-Des-25
ASET
Aset Lancar
Kas dan Bank                                             16.026.649.327     25.313.647.785     17.912.916.006   115.434.640.548    55.125.384.278
Piutang Usaha                                            38.252.673.720     33.198.885.254     37.784.356.651    47.949.568.331    65.316.128.527
Piutang lain-lain                                           884.030.143      1.260.963.082      2.640.814.496     1.520.345.837     8.695.745.890
Persediaan                                                2.357.071.912      3.310.779.080      3.364.084.501     7.755.365.012     9.136.132.965
Uang Muka                                                10.958.733.001      2.866.170.469      3.633.372.215    39.488.391.335    76.067.417.128
Pajak dibayar dimuka                                         41.717.200      4.641.767.579        140.941.933       704.883.350       859.140.698
Biaya dibayar dimuka                                      4.893.935.420        565.881.102     13.811.710.237    26.304.391.791    31.012.277.105
Total Current Asset                                      73.414.810.723     71.158.094.351     79.288.196.039   239.157.586.204   246.212.226.591

Aset Tidak Lancar
Aset tetap - neto                                        77.629.004.385     77.888.900.141     74.439.283.791   106.171.385.362   133.448.869.431
Piutang pihak berelasi                                   20.319.250.000                -                  -                 -                 -
Aset pajak tangguhan                                      4.194.689.507      4.605.588.666      4.401.060.381     4.858.207.890     3.894.048.414
Dana dibatasi penggunaannya                                         -       21.300.000.000     20.250.000.000     5.348.000.000     5.348.000.000
Aset tidak lancar lainnya                                 7.669.675.892      4.822.771.278     12.361.797.008     5.812.750.974    10.546.146.761
Total Aset Tidak Lancar                                 109.812.619.784    108.617.260.085    111.452.141.180   122.190.344.226   153.237.064.606
TOTAL ASET                                              183.227.430.507    179.775.354.436    190.740.337.219   361.347.930.430   399.449.291.197

LIABILITAS
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha                                              25.987.596.691     28.277.558.606     44.177.603.573    42.763.775.334    51.702.402.203
Utang lain-lain                                           3.404.954.874      2.658.961.641        642.471.780     2.786.716.521     2.579.045.735
Utang pajak                                               1.207.765.083      2.136.157.028      3.754.715.590     3.539.842.979     4.032.150.145
Beban masih harus dibayar                                   314.780.407        234.967.464      1.140.182.491     1.842.242.091     1.564.959.137
Pendapatan diterima dimuka                                6.532.304.458      4.847.115.092      2.757.057.836     3.617.916.018     3.885.817.909
Pembiayaan musyarakah jangka panjang jatuh
                                                          5.741.279.760      8.757.019.966     11.205.363.637                 -                 -
tempo dalam waktu satu tahun
Liabilitas jangka panjang jatuh tempo dalam waktu
                                                          1.826.631.840      2.033.820.291      2.033.820.291     9.767.932.872    26.312.627.349
satu tahun
-Utang pembiayaan konsumen                                  423.430.000        468.241.567        468.241.567       702.944.811       917.336.044
-Utang bank                                               1.403.201.840      1.565.578.724      1.565.578.724     9.064.988.061    25.395.291.305
Total Liabilitas Jangka Pendek                           45.015.313.113     48.945.600.088     65.711.215.198    64.318.425.815    90.077.002.478

Liabilitas jangka panjang
Utang pihak berelasi                                      7.739.786.537        257.295.293                -                 -
Liabilitas imbalan kerja                                 20.564.152.187     21.428.800.500     20.499.126.477    21.323.325.632    17.281.076.650
Pembiayaan musyawarah jangka panjang dikurangi
                                                         11.979.680.344     27.375.473.386     19.110.626.623                 -                 -
bagian jatuh tempo dalam waktu satu tahun
Liabilitas jangka panjang - setelah dikurangi bagian
                                                          5.691.962.148      4.268.281.675      3.228.674.548    11.603.337.843    12.576.702.362
jatuh tempo dalam waktu satu tahun
-Utang pembiayaan konsumen                                1.104.425.064      1.207.421.366      1.691.116.968     1.454.614.437     4.963.451.295
-Utang bank                                               4.587.537.084      3.060.860.309      1.537.557.580    10.148.723.406     7.613.251.067
Total Liabilitas Jangka Panjang                          45.975.581.216     53.329.850.854     42.838.427.648    32.926.663.475    29.857.779.012
Total Liabilitas                                         90.990.894.329    102.275.450.942    108.549.642.846    97.245.089.290   119.934.781.490

Ekuitas
Modal saham                                               2.000.000.000      2.000.000.000     62.000.000.000    88.574.951.950    88.574.951.950
Tambahan modal disetor                                      121.894.301        121.894.301        121.894.301   146.845.152.655   147.518.413.215
Penghasilan komprehensif lain                              (724.882.360)      (760.024.824)     1.669.881.895     2.739.245.560     4.051.359.019
Saldo laba                                               81.039.959.040     65.501.780.724      7.645.124.139    14.842.940.097    24.351.694.085
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik
                                                         82.436.970.981     66.863.650.201     71.436.900.335   253.002.290.262   264.496.418.269
entitas induk
Kepentingan nonpengendali                                 9.799.565.197     10.636.253.294     10.753.794.038    11.100.550.879    15.018.091.438
Total Ekuitas                                            92.236.536.178     77.499.903.495     82.190.694.373   264.102.841.141   279.514.509.707
Total Liabilitas dan Ekuitas                            183.227.430.507    179.775.354.437    190.740.337.219   361.347.930.431   399.449.291.197


                             Sumber: laporan keuangan audit Perseroan per 31 Desember tahun 2021-2025


Kas dan Bank
Perseroan mencatatkan kas dan setara kas per 31 Desember 2021-2025 masing-masing sebesar
Rp16,03 miliar, Rp25,31 miliar, Rp17,91 miliar, Rp115,43 miliar, dan Rp55,13 miliar dengan rasio kas
masing-masing sebesar 0,36 kali, 0,52 kali, 0,27 kali, 1,79 kali, dan 0,61 kali.



                                                                              Laporan Studi Kelayakan PT Citra Nusantara Gemilang Tbk |11
Page 26
Piutang Usaha
Perseroan mencatatkan piutang usaha per 31 Desember 2021-2025 masing-masing sebesar Rp38,25
miliar, Rp33,20 miliar, Rp37,78 miliar, Rp47,95 miliar, dan Rp65,32 miliar. Hari perputaran piutang usaha
per 31 Desember 2020-2024 dan per 30 Juni 2025 masing-masing sebesar 36 hari, 28 hari, 36 hari, 34
hari, dan 38 hari.

Persediaan
Perseroan mencatat persediaan per 31 Desember 2021-2025 masing-masing sebesar Rp2,36 miliar,
Rp3,31 miliar, Rp3,36 miliar, Rp7,76 miliar, dan Rp9,14 miliar dengan perputaran hari persediaan
masing-masing sebesar 3 hari, 3 hari, 4 hari, 7 hari, dan 7 hari.

Aset Tetap
Perseroan mencatatkan aset tetap bersih per 31 Desember 2021-2025 masing-masing sebesar Rp77,63
miliar, Rp77,89 miliar, Rp74,44 miliar, Rp106,17 miliar, dan Rp133,45 miliar atau berkisar 29,38% -
43,33% dari total aset per 31 Desember 2021-2025. Aset tetap Perseroan berupa tanah, gedung,
kendaraan, peralatan kantor, mesin dan peralatan, peralatan keselamatan, aset dalam pembangunan
berupa gedung, mesin dan peralatan.

Utang Usaha
Perseroan memiliki utang usaha per 31 Desember 2021-2025 masing-masing sebesar Rp25,99 miliar,
Rp28,28 miliar, Rp44,18 miliar, Rp42,76 miliar, dan Rp51,70 miliar dengan hari perputaran utang usaha
masing-masing 29 hari, 30 hari, 52 hari, 36 hari, dan 37 hari.

Total Liabilitas Jangka Pendek
Perseroan memiliki total liabilitas jangka pendek per 31 Desember 2021-2025 masing-masing sebesar
Rp45,02 miliar, Rp48,95 miliar, Rp65,71 miliar, Rp64,32 miliar, dan Rp90,08 miliar. Total liabilitas jangka
pendek Perseroan terdiri dari utang usaha, utang lain-lain, utang pajak, beban masih harus dibayar,
pendapatan diterima dimuka, utang pembiayaan konsumen, dan utang bank.

Total Liabilitas Jangka Panjang
Perseroan memiliki total liabilitas jangka panjang per 31 Desember 2021-2025 masing-masing sebesar
Rp45,98 miliar, Rp53,33 miliar, Rp42,84 miliar, Rp32,93 miliar, dan Rp29,86 miliar. Total liabilitas jangka
panjang Perseroan terdiri dari utang pihak berelasi, liabilitas imbalan kerja, utang pembiayaan
konsumen, dan utang bank.

Total Ekuitas
Total ekuitas Perseroan per 31 Desember 2021-2025 masing-masing sebesar Rp92,24 miliar, Rp77,50
miliar, Rp82,19 miliar, Rp264,10 miliar, dan Rp279,51 miliar. Modal saham ditempatkan dan disetor
penuh Modal saham ditempatkan dan disetor penuh Perseroan per 31 Desember 2021-2023 masing-
masing sebesar Rp2 miliar, Rp2 miliar, dan Rp62 miliar. Sedangkan modal saham ditempatkan dan
disetor penuh Perseroan per 31 Desember 2024-2025 masing-masing sebesar Rp88,57 miliar.

2.5.3. Arus Kas Historis
Berikut merupakan laporan arus kas Perseroan yang telah diaudit periode 12 bulan yang berakhir 31
Desember 2021-2025 (dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain):



                                                      Laporan Studi Kelayakan PT Citra Nusantara Gemilang Tbk |12
Page 27
                                                     Tabel 5. Arus Kas Historis
                                                       Audited             Audited            Audited             Audited             Audited
                                                       FY 2021             FY 2022            FY 2023             FY 2024             FY 2025
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan dari pelanggan                            392.636.786.210   424.421.504.309   370.913.353.253   499.193.901.571   594.798.515.663
Penerimaan dari bunga                                    938.564.609        276.974.713       273.068.315    4.155.547.709      2.712.002.474
Pembayaran ke pemasok                               (326.706.157.745) (339.064.768.179) (297.733.259.899) (414.307.891.279) (482.250.567.549)
Pembayran untuk beban operasional                    (54.498.803.048) (46.808.332.339) (53.239.801.692) (85.731.673.087) (94.344.840.678)
Pembayaran pajak                                      (1.365.794.657)    (2.690.271.850)   (1.176.609.171)  (6.036.593.609)    (5.268.074.811)
Pembayaran atas bunga                                 (3.330.154.869)    (2.575.851.297)   (1.621.746.925)  (5.576.878.170)    (2.964.971.421)
Penerimaan operasi lainnya                                98.328.756        566.727.554     4.034.948.513    8.907.395.623       (503.479.733)
Arus Kas Neto Diperoleh dari Aktivitas Operasi         7.772.769.256    34.125.982.911    21.449.952.394       603.808.758    12.178.583.945

ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Perolehan aset tetap                                (18.558.715.173)    (11.667.259.663)   (14.703.809.533)    (46.452.443.138)    (35.442.632.527)
Penambahan uang muka                                    (166.041.000)               -                   -      (38.222.110.182)    (45.024.283.793)
Penjualan aset tetap                                             -                  -         5.455.556.602                 -                   -
Penambahan (pembebanan) aset tidak lancar lainnya                -        1.097.943.656      (7.539.025.730)     6.549.046.034       (4.733.395.787)
Penerimaan dari penjualan aset tetap                             -                  -                   -                   -           300.000.000
Dana yang dibatasi penggunaannya                      (5.818.485.775)   (15.000.000.000)      1.050.000.000         (98.000.000)                -
Arus Kas Neto Digunakan untuk Aktivitas Investasi   (24.543.241.948)    (25.569.316.007)   (15.737.278.661)    (78.223.507.286)    (84.900.312.107)

ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Dana yang dibatasi penggunaannya                                -                  -                   -        15.000.000.000                 -
Penambahan setoran modal di entitas anak                  4.160.000                -                   -                   -         3.025.000.000
Setoran modal dari penawaran umum                               -                  -                   -        26.574.951.950                 -
Tambahan modal disetor                                          -                  -                   -       153.073.258.354                 -
Beban emisi saham                                               -                  -                   -        (6.350.000.000)                -
Pembayaran dividen                                     (364.000.000)      (382.200.000)     (6.000.000.000)     (2.214.286.250)     (4.706.051.104)
Pembayaran dividen di entitas anak                              -                  -                   -          (516.677.695)       (130.936.000)
Penerimaan (pembayaran) piutang pihak berelasi         (600.384.331)    (6.550.018.428)       (257.295.293)      3.781.391.095      (3.293.600.000)
Pembayaran kepada pihak berelasi                     (3.392.124.047)    (7.482.491.244)                -                   -                   -
Penerimaan utang bank                                           -                  -                   -        24.740.791.557      19.500.000.000
Pembayaran utang bank                                           -                  -        (7.339.805.821)    (38.946.206.654)     (5.705.169.095)
Penerimaan utang lain-lain pihak ketiga               2.203.933.880                -                   -                   -                   -
Penerimaan (pembayaran) pinjaman bank - neto         15.693.275.044     17.047.233.357                 -                   -                   -

(Pembayaran) penerimaan utang pembiayaan konsumen      (144.747.171)       147.807.869         483.695.602           (1.799.287)     3.723.228.091
Arus Kas Neto Digunakan untuk Aktivitas Pendanaan    13.400.113.375      2.780.331.554     (13.113.405.512)    175.141.423.070      12.412.471.892

KENAIKAN (PENURUNAN) NETO KAS DAN BANK               (3.370.359.317)    11.336.998.458     (7.400.731.779)      97.521.724.542     (60.309.256.270)
KAS DAN BANK PADA AWAL TAHUN                         19.397.008.643     13.976.649.327     25.313.647.785       17.912.916.006     115.434.640.548
KAS DAN BANK PADA AKHIR TAHUN                        16.026.649.326     25.313.647.785     17.912.916.006      115.434.640.548      55.125.384.278


                             Sumber: laporan keuangan audit Perseroan per 31 Desember tahun 2021-2025


Arus Kas Aktivitas Operasi
Perseroan membukukan arus kas positif dari aktivitas operasi untuk periode 12 bulan yang berakhir 31
Desember 2021-2025. Arus kas aktivitas operasi yang dihasilkan oleh Perseroan untuk periode 31
Desember 2021-2025 masing-masing sebesar Rp7,77 miliar, Rp34,13 miliar, Rp21,45 miliar, Rp603,81
juta, dan Rp12,18 miliar.

Arus Kas Aktivitas Investasi
Selama periode 12 bulan yang berakhir 31 Desember 2021-2025 Perseroan mencatat arus kas yang
digunakan dalam aktivitas investasi masing-masing sebesar Rp24,54 miliar, Rp25,57miliar, Rp15,74
miliar, Rp78,22 miliar, dan Rp84,90 miliar.

Arus Kas Aktivitas Pendanaan
Selama periode 12 bulan yang berakhir 31 Desember 2021, 2022, 2024, dan 2025 Perseroan mencatat
arus kas yang dihasilkan dalam aktivitas pendanaan sebesar Rp13,40 miliar, Rp2,78 miliar, Rp175,14
miliar, dan Rp12,41 miliar. Untuk periode 12 bulan yang berakhir 31 Desember 2022 Perseroan mencatat
arus kas yang digunakan sebesar Rp13,11 miliar.



                                                                        Laporan Studi Kelayakan PT Citra Nusantara Gemilang Tbk |13
Page 28
2.5.4. Rasio Keuangan Historis
Likuiditas
Rasio likuiditas dihitung berdasarkan perbandingan antara aset lancar dibandingkan dengan liabilitas
lancar, yang mencerminkan kemampuan Perseroan dalam memenuhi liabilitas jangka pendeknya. Rasio
lancar Perseroan periode 12 bulan yang berakhir 31 Desember 2021-2025 masing-masing sebesar 1,63
kali, 1,45 kali, 1,21 kali, 3,72 kali, dan 2,73 kali. Rasio kas Perseroan periode 12 bulan yang berakhir 31
Desember 2021-2025 masing-masing sebesar 0,36 kali, 0,52 kali, 0,27 kali, 1,79 kali, dan 0,61 kali. Rasio
cepat Perseroan periode 12 bulan yang berakhir 31 Desember 2021-2025 masing-masing sebesar 1,58
kali, 1,39 kali, 1,16 kali, 3,60 kali, dan 2,63 kali.

Profitabilitas
Rasio profitabilitas adalah rasio atau perbandingan untuk mengetahui kemampuan Perseroan untuk
mendapatkan laba dari pendapatan, aset, dan ekuitas berdasarkan dasar pengukuran tertentu. Rata-rata
marjin laba (rugi) kotor Perseroan periode 12 bulan yang berakhir 31 Desember 2021-2025 adalah
sebesar 17,53%. Sementara itu, rata-rata marjin laba (rugi) bersih yang berhasil dicapai Perseroan
periode 12 bulan yang berakhir 31 Desember 2021-2025 adalah sebesar 2,14%.

Aktivitas
Berdasarkan analisis atas rasio aktivitas Perseroan periode 12 bulan yang berakhir 31 Desember 2021-
2025 rata-rata hari perputaran piutang usaha di 34 hari, hari perputaran utang usaha di 37 hari, dan hari
perputaran persediaan di 5 hari.

Solvabilitas
Rasio solvabilitas adalah rasio yang digunakan untuk menilai kemampuan Perseroan dalam membayar
seluruh utangnya baik utang jangka pendek maupun utang jangka panjang. Perseroan memiliki rata-rata
debt to asset ratio periode 12 bulan yang berakhir 31 Desember 2021-2025 di 11,58% dan rata-rata
debt to equity ratio sebesar 24,01%.




                                                      Laporan Studi Kelayakan PT Citra Nusantara Gemilang Tbk |14
Page 29
                                     Tabel 6. Analisis Rasio Keuangan Historis
                                    Audited       Audited          Audited        Audited         Audited       Average
                                    FY2021        FY2022           FY2023         FY2024          FY2025        Historis
LIQUIDITY RATIOS
Current ratio                             1,63           1,45            1,21            3,72           2,73          2,15
Quick ratio                               1,58           1,39            1,16            3,60           2,63          2,07
Cash ratio                                0,36           0,52            0,27            1,79           0,61          0,71

PROFITABILITY RATIOS
Gross profit margin                     16,17%         18,64%          19,36%          16,08%         17,41%          18%
Net profit margin                        0,97%          2,96%           2,25%           1,92%          2,60%           2%

ACTIVITY RATIOS
Acc. Receivable turnover                 10,14         12,76             9,99           10,60           9,37        10,57
Inventory turnover                      137,89        104,08            90,51           55,02          55,31        88,56
Acc. Payable turnover                    12,51         12,19             6,89            9,98           9,77        10,27
Days of Acc. Receivable                     36            28               36              34             38           34
Days of Inventory                            3             3                4               7              7            5
Days of Acc. Payable                        29            30               52              36             37           37

SOLVENCY RATIOS
Debt to Equity                           0,00%         54,75%          43,29%           8,09%         13,91%       24,01%
Debt to Assets                           0,00%         23,60%          18,65%           5,91%          9,74%       11,58%
Total Liabilities to Total Assets       49,66%         56,89%          56,91%          26,91%         30,03%       44,08%
Total Liabilities to Total Equity       98,65%        131,97%         132,07%          36,82%         42,91%       88,48%
                     Sumber: laporan keuangan audit Perseroan per 31 Desember tahun 2021-2025 (diolah)




                                                                Laporan Studi Kelayakan PT Citra Nusantara Gemilang Tbk |15
Page 30
3.    ASPEK PASAR
3.1.     Analisa Makro Ekonomi dan Pasar
3.1.1. Indeks Harga Saham Gabungan
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan akhir Desember ditutup di level 8.646,94.
Berdasarkan data RTI Business, pergerakan saham menunjukkan 346 saham mengalami penguatan, 317
saham melemah, dan 146 saham bergerak stagnan. Aktivitas perdagangan mencatatkan volume sebesar
39,54 miliar saham dengan frekuensi transaksi sebanyak 2,60 juta kali dan nilai transaksi mencapai Rp
20,61 triliun. Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, tercatat sebanyak tujuh sektor mengalami penguatan,
dengan kinerja terbaik ditunjukkan oleh sektor infrastruktur yang meningkat sebesar 2,30%. Penguatan
tersebut diikuti oleh sektor barang konsumen non-primer yang naik 2,12% serta sektor industri yang
mencatatkan kenaikan sebesar 0,71%. Sementara itu, empat sektor lainnya mengalami pelemahan,
dengan sektor kesehatan mencatatkan penurunan terdalam sebesar 1,81%. Pelemahan juga terjadi
pada sektor barang baku dan sektor teknologi yang masing-masing terkoreksi sebesar 0,84% dan 0,47%.

Sepanjang tahun 2025 hingga 29 Desember 2025, IHSG mencatatkan kinerja positif dengan
pertumbuhan sebesar 22,10% secara year-to-date dan ditutup di level 8.644,26, serta beberapa kali
mencapai level tertinggi sepanjang masa (all-time high). Sejalan dengan penguatan indeks tersebut,
kapitalisasi pasar juga tercatat telah melampaui target yang ditetapkan dalam roadmap pengembangan
pasar modal. Berikut pergerakan IHSG akhir bulan Desember tahun 2020-2025:

                         Grafik 1. IHSG Per 31 Desember Tahun 2020 – 2025

                                                 IHSG
         9.000,00
                                                                                           8.646,94
         8.700,00
         8.400,00
         8.100,00
         7.800,00
         7.500,00                                               7.323,59
         7.200,00
         6.900,00
                                                    6.850,62                7.079,90
         6.600,00
         6.300,00                    6.581,48
         6.000,00
         5.700,00      5.979,07
         5.400,00
                       2020        2021         2022            2023          2024          2025

                                                  Close Price

                                          Sumber: Yahoo Finance


3.1.2. Nilai Tukar Rupiah
Kurs tengah Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat pada 31 Desember 2025 berada pada level
Rp16.782,00. Berikut pergerakan nilai tukar kurs tengah Rupiah dari Desember 2020-2025:




                                                       Laporan Studi Kelayakan PT Citra Nusantara Gemilang Tbk |16
Page 31
             Grafik 2. Pergerakan Nilai Tukar Rupiah Per 31 Desember Tahun 2020-2025

                                            Kurs Tengah BI
        17.000,00
        16.500,00                                                            16.162,00       16.782,00
        16.000,00                                  15.731,00
        15.500,00
        15.000,00                                                15.439,00

        14.500,00      14.105,00
        14.000,00                      14.269,00
        13.500,00
        13.000,00
        12.500,00
                        2020         2021          2022           2023          2024          2025

                                            Kurs Tengah BI/ BI Middle Rate

                                            Sumber: Bank Indonesia


3.1.3. Suku Bunga
Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang diselenggarakan pada 16–17 Desember 2025
memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate pada level 4,75%, suku bunga Deposit Facility sebesar
3,75%, serta suku bunga Lending Facility sebesar 5,50%. Kebijakan tersebut sejalan dengan upaya Bank
Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah di tengah masih tingginya ketidakpastian global,
sekaligus memperkuat efektivitas transmisi pelonggaran kebijakan moneter dan makroprudensial yang
telah diterapkan guna menopang stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Ke depan, Bank Indonesia akan terus mengevaluasi peluang penurunan lanjutan suku bunga BI-Rate
dengan mempertimbangkan proyeksi inflasi tahun 2026 yang tetap terkendali dalam sasaran 2,5±1%,
serta kebutuhan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi. Pelonggaran kebijakan
makroprudensial juga diperkuat melalui peningkatan efektivitas penyaluran likuiditas kepada perbankan
guna mempercepat penurunan suku bunga dan mendorong pertumbuhan kredit atau pembiayaan ke
sektor riil, khususnya sektor-sektor prioritas Pemerintah. Sementara itu, kebijakan sistem pembayaran
tetap diarahkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif melalui perluasan penggunaan
pembayaran digital, penguatan struktur industri sistem pembayaran, serta peningkatan ketahanan
infrastruktur sistem pembayaran.

Selain itu, Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi kebijakan dengan Komite Stabilitas Sistem
Keuangan (KSSK) dalam rangka menjaga stabilitas sistem keuangan. Sinergi kebijakan antara Bank
Indonesia dan Pemerintah juga semakin ditingkatkan guna menjaga stabilitas serta mendorong
pertumbuhan ekonomi yang selaras dengan agenda Asta Cita Pemerintah.

Pertumbuhan ekonomi global pada tahun 2025 diperkirakan berada di kisaran 3,2%, didorong oleh
penguatan ekonomi Jepang dan India yang didukung oleh konsumsi rumah tangga serta kebijakan
stimulus fiskal. Prospek ekonomi kawasan Eropa dipandang tetap solid seiring dukungan konsumsi,
investasi, dan kondisi pasar tenaga kerja yang relatif baik. Di sisi lain, perekonomian Amerika Serikat (AS)



                                                        Laporan Studi Kelayakan PT Citra Nusantara Gemilang Tbk |17
Page 32
pada 2025 diperkirakan mengalami perlambatan akibat dampak sementara penghentian operasional
pemerintah serta melemahnya pasar tenaga kerja, sementara pertumbuhan ekonomi Tiongkok juga
diprakirakan terus melambat seiring masih lemahnya permintaan domestik.

Pada tahun 2026, pertumbuhan ekonomi global diproyeksikan menurun menjadi sekitar 3,0%,
dipengaruhi oleh dampak lanjutan kebijakan tarif resiprokal Amerika Serikat serta meningkatnya
kerentanan rantai pasok global. Di pasar keuangan global, suku bunga acuan The Federal Reserve (Fed
Funds Rate) diturunkan sebesar 25 basis poin pada Desember 2025, dengan ruang penurunan yang
semakin terbatas ke depan. Imbal hasil US Treasury tenor 2 tahun cenderung meningkat, sementara yield
tenor 10 tahun tetap berada pada level tinggi sejalan dengan tingginya beban utang Pemerintah AS.
Kondisi tersebut menyebabkan indeks dolar AS (DXY) bertahan tinggi dan membatasi aliran modal asing
ke negara berkembang.

Ke depan, tingkat ketidakpastian perekonomian global diperkirakan tetap tinggi di tengah prospek
pertumbuhan ekonomi dunia yang masih terbatas. Oleh karena itu, diperlukan kewaspadaan serta
penguatan respons kebijakan guna meningkatkan ketahanan ekonomi domestik terhadap dampak
pengaruh global sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat.

3.1.4. Inflasi
Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada bulan Desember 2025 berada pada angka 2,92%. Berdasarkan
Grafik 3, tingkat inflasi cenderung mengalami peningkatan signifikan dari tahun 2020 hingga ke 2022,
tetapi pada tahun 2023 mengalami penurunan yang disebabkan penurunan pada komponen inti
penyumbang inflasi. Pada tahun 2024, inflasi kembali turun dibandingkan dengan tahun 2023 karena
melandainya harga pokok pangan. Inflasi pada 31 Desember 2025 meningkat 2,92% akibat kenaikan
harga pangan serta kenaikan harga emas, BBM, dan tarif transportasi udara. Berikut merupakan Grafik
inflasi bulan Desember tahun 2020-2025:

                              Grafik 3. Inflasi Periode Desember 2020- 2025

                                                  Inflasi
           6,00%                                 5,51%

           5,00%


           4,00%


           3,00%                                                                                2,92%
                                                                     2,61%

           2,00%
                                       1,87%
                     1,68%                                                    1,57%
           1,00%


           0,00%
                     Des-20        Des-21       Des-22         Des-23        Des-24       Des-25

                                            Sumber: Bank Indonesia




                                                         Laporan Studi Kelayakan PT Citra Nusantara Gemilang Tbk |18
Page 33
3.3. Tinjauan Industri Natural Gas
Industri pertambangan melibatkan beberapa kegiatan diantaranya ekstraksi mineral, minyak, gas, dan
sumber daya alam lainnya dari permukaan bumi. Industri ini memainkan peran penting pada ekonomi
global dalam menyediakan bahan baku untuk berbagai industri seperti konstruksi, manufaktur, dan
pembangkit listrik.

Gas alam adalah bahan bakar fosil yang terdiri dari metana, yang digunakan sebagai sumber bahan bakar
yang bersih untuk produksi listrik, pemanasan, dan penggunaan industri serta merupakan bahan baku
utama dalam produksi bahan kimia dan pupuk. Pangsa pasar global gas alam pada tahun 2025 tercatat
sebesar USD4,41 triliun dan diproyeksikan meningkat menjadi USD4,64 triliun pada tahun 2026. Pangsa
pasar global gas alam diperkirakan terus mengalami kenaikan hingga mencapai sekitar USD6,96 triliun
pada tahun 2034 dengan kenaikan rata-rata per tahun (CAGR) sebesar sekitar 5,20% selama periode
proyeksi 2026–2034. Pasar gas alam didorong oleh kenaikan permintaan global akan alternatif yang lebih
bersih daripada sumber energi fosil yang ada terutama untuk penggunaan di bidang transportasi dan
industri. Perkembangan teknologi gas alam cair (LNG) dan pengembangan infrastruktur pipa
memfasilitasi peluang perdagangan pasar gas alam antar negara. Meskipun Amerika Utara umumnya
merupakan produsen terbesar, Asia Pasifik dengan kebutuhan energi yang terus meningkat merupakan
pasar konsumen yang tumbuh sangat cepat.

                     Grafik 4. Pangsa Pasar Global Gas Alam Tahun 2024-2034




                                      Sumber: Precedence Research




                                                    Laporan Studi Kelayakan PT Citra Nusantara Gemilang Tbk |19
Page 34
                                               Grafik 5. Produksi Gas Alam Global Tahun 2020-2030

                                   4                                                                           5%

                                 3,5                                                                           4%

                                   3                                                                           3%




                                                                                                                     Pertumbuhan (%)
                                 2,5                                                                           2%
             Triliun Kg




                                   2                                                                           1%

                                 1,5                                                                           0%

                                   1                                                                           -1%

                                 0,5                                                                           -2%

                                   0                                                                           -3%
                                           2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026P 2027P 2028P 2029P 2030P

                                                               Produksi        Pertumbuhan

                                                                  Sumber: Statista


Produksi gas alam di dunia dari tahun 2020 hingga 2025 cenderung fluktuatif dengan kenaikan rata-rata
tahunan sebesar 2,04% (CAGR). Hingga tahun 2025, produksi gas alam di dunia mencapai 3,44 triliun
Kg, naik 1,78% dari tahun 2024 seiring peningkatan permintaan global terutama dari Asia dan Eropa.
Produksi gas alam di tahun 2026 diperkirakan sebanyak 3,51 triliun Kg dan akan mencapai 3,75 triliun Kg
di tahun 2030 dengan kenaikan rata-rata tahunan sebesar 1,67% (CAGR). Pasar gas alam menghadapi
beberapa tantangan diantaranya masalah lingkungan terkait degradasi lahan, polusi air, dan emisi
karbon, termasuk risiko kesehatan dan keselamatan kerja, termasuk kecelakaan dan paparan zat
berbahaya. Gas alam juga rentan terhadap fluktuasi harga komoditas global, tekanan regulasi, dan risiko
geopolitik.

                                            Grafik 6. Indeks Harga Gas Alam Global Tahun 2020-2025

                                 1.000
                                  900
                                  800
          INdex Harga Gas Alam




                                  700
                                  600
                                  500
                                  400
                                  300
                                  200
                                  100
                                       0
                                           Oct '20




                                           Oct '21




                                           Oct '22




                                           Oct '23




                                           Oct '24
                                           Jan '25
                                           Jan '20

                                            Jul '20

                                           Jan '21

                                            Jul '21

                                           Jan '22

                                            Jul '22

                                           Jan '23

                                            Jul '23

                                           Jan '24

                                            Jul '24




                                            Jul '25
                                           Apr '20




                                           Apr '21




                                           Apr '22




                                           Apr '23




                                           Apr '24




                                           Apr '25




                                                                  Sumber: Statista




                                                                          Laporan Studi Kelayakan PT Citra Nusantara Gemilang Tbk |20
Page 35
Indeks harga gas alam global memperhitungkan indeks dari Eropa, Jepang, dan Amerika Serikat termasuk
beberapa pasar perdagangan gas alam terbesar. Indeks harga gas alam global berada di angka 174,31
poin indeks pada September 2025. Harga gas alam menurun pada bulan tersebut karena penurunan
permintaan akibat cuaca ekstrim yang terjadi secara global. Gas alam cair (LNG) merupakan salah satu
bentuk utama dalam perdagangan gas alam secara global. Meskipun penyaluran gas melalui jaringan
pipa tetap menjadi pilihan utama untuk distribusi antar negara yang berdekatan secara geografis,
perdagangan LNG melalui jalur laut terus mengalami pertumbuhan yang signifikan dan semakin berperan
penting dalam pasar gas alam global. Hal ini terjadi seiring konsumsi yang tinggi di daerah-daerah yang
tidak dapat diakses oleh pipa seperti Jepang, Korea, dan Cina, serta peningkatan perdagangan LNG baru-
baru ini oleh negara-negara Eropa.

                           Grafik 7. Negara-Negara dengan Kapasitas Ekspor Terbesar (2025)

                           Trinidad and Tobago

                                        Egypt

                                    Indonesia

                                       Nigeria
              Jutaan Ton




                                       Algeria

                                     Malaysia

                                       Russia

                                        Qatar

                                     Australia

                                 United States

                                                 0   20       40        60        80       100        120
                                                     Sumber: Statista


Amerika Serikat memiliki kapasitas ekspor LNG terbesar dibandingkan negara mana pun di dunia. Hingga
September 2025, terminal ekspor gas alam cair (LNG) di AS memiliki kapasitas gabungan sebesar 102,3
juta metrik ton per tahun. Pada tahun 2024, Amerika Serikat merupakan negara pengekspor LNG
terbesar, diikuti oleh Qatar dan Australia. Perdagangan LNG memungkinkan gas dikirim ke negara-negara
yang tidak memiliki infrastruktur pipa, sehingga membantu diversifikasi pasar energi. Amerika Serikat
diperkirakan akan menambah lebih dari 300 juta metrik ton kapasitas ekspor LNG per tahun di masa
mendatang.

3.4. Pangsa Pasar
Perseroan saat ini telah memiliki basis pelanggan yang terdiversifikasi dalam bisnis gas berbasis
Compressed Natural Gas (CNG), yang menjadi landasan strategis dalam mendukung rencana ekspansi
ke bisnis Liquefied Natural Gas (LNG). Berdasarkan informasi yang dipublikasikan oleh manajemen,
komposisi pangsa pasar CNG Perseroan terbagi ke dalam dua segmen utama, yaitu segmen industri serta
segmen ritel dan komersial.




                                                             Laporan Studi Kelayakan PT Citra Nusantara Gemilang Tbk |21
Page 36
A. Segmen Industri – Kontributor Utama Pendapatan
Segmen industri merupakan kontributor terbesar terhadap pendapatan Perseroan, dengan porsi sekitar
80% dari total penjualan CNG. Pelanggan dalam segmen ini mencakup industri berskala besar,
menengah, hingga usaha industri kecil, yang memanfaatkan CNG sebagai sumber energi untuk
mendukung proses produksi maupun operasional. Penggunaan CNG pada segmen ini masih didominasi
untuk kebutuhan mesin produksi, serta sebagian digunakan sebagai bahan bakar kendaraan operasional
internal (in-plant vehicle), seperti forklift. Tren penggunaan gas untuk kendaraan operasional di
lingkungan pabrik menunjukkan peningkatan, seiring dengan upaya pelaku industri dalam meningkatkan
efisiensi biaya operasional serta mengurangi emisi karbon.

B. Segmen Ritel dan Komersial – Pertumbuhan Signifikan
Selain segmen industri, Perseroan juga melayani pelanggan ritel dan komersial, yang meliputi sektor
perhotelan, restoran, serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Segmen ini menunjukkan
tren pertumbuhan yang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Kontribusi segmen ritel terhadap total
penjualan mengalami peningkatan, dari sekitar 15% pada tahun 2023 menjadi sekitar 25% pada tahun
2024. Pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya kesadaran konsumen terhadap penggunaan energi
yang lebih efisien dan ramah lingkungan dibandingkan bahan bakar minyak (BBM). Ke depan, Perseroan
secara aktif menargetkan pengembangan pasar pada segmen industri kecil dan menengah serta sektor
UMKM, yang menunjukkan potensi pertumbuhan seiring dengan bertambahnya populasi pelanggan
dalam jaringan distribusi CNG Perseroan.

3.5. Potensi dan Sasaran Pasar
Pasar gas alam di Indonesia masih memiliki potensi yang sangat besar dan belum sepenuhnya
termanfaatkan secara optimal. Cadangan gas bumi nasional tercatat mencapai sekitar 55,8 triliun kaki
kubik (TCF), yang tersebar di berbagai wilayah seperti Sumatera Selatan, Papua Barat, Sulawesi Tengah,
dan Kalimantan Timur. Namun demikian, dari sisi permintaan, pertumbuhan konsumsi gas domestik
masih relatif terbatas. Dalam kurun waktu sepuluh tahun, kebutuhan gas dalam negeri hanya meningkat
dari 3.774 BBtud pada tahun 2013 menjadi 4.075 BBtud pada tahun 2023, atau tumbuh kurang dari 10%.
Ke depan, kebutuhan gas nasional diproyeksikan akan meningkat signifikan, mencapai 44,8 MTOE pada
tahun 2025 dan terus berkembang hingga 113,9 MTOE pada tahun 2050. Di sisi lain, produksi gas
Indonesia pada tahun 2024 tercatat sebesar 6.635 MMSCFD, namun kondisi surplus saat ini berpotensi
berubah menjadi defisit lebih dari 500 MMSCFD pada pertengahan dekade mendatang, terutama akibat
penurunan alami produksi sumur yang belum diimbangi oleh penemuan cadangan baru.

GASRA merupakan merek dagang yang dimiliki dan dioperasikan oleh Perseroan dalam menjalankan
kegiatan usaha distribusi LNG. Potensi pasar bagi GASRA tidak hanya terbatas di wilayah Jawa dan
Sumatera, tetapi juga mencakup kawasan luar pulau seperti Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara,
hingga Papua. Wilayah-wilayah tersebut, khususnya area industri dan pertambangan di lokasi terpencil
(remote area), masih sangat bergantung pada energi berbasis emisi tinggi seperti batubara dan solar.
Kondisi ini membuka peluang besar bagi distribusi LNG sebagai alternatif energi yang lebih bersih.

Sejalan dengan itu, dalam RUPTL 2024–2033, pemerintah menargetkan porsi gas mencapai 20% atau
setara 22 GW dari total penambahan kapasitas pembangkit listrik nasional. Hal ini menegaskan peran
strategis gas sebagai energi transisi menuju pemanfaatan energi terbarukan secara penuh, sekaligus




                                                   Laporan Studi Kelayakan PT Citra Nusantara Gemilang Tbk |22
Page 37
menjadi indikator kuat bahwa permintaan gas akan terus meningkat, termasuk dari sektor-sektor yang
saat ini masih mengandalkan batubara.

Dalam konteks tersebut, LNG yang didistribusikan oleh GASRA menjadi solusi yang relevan dan siap
diterapkan dalam jangka pendek, khususnya untuk memenuhi kebutuhan energi di wilayah yang belum
terjangkau infrastruktur pipa gas. Selain berkontribusi dalam penurunan emisi karbon, hal ini juga
memberikan peluang bagi GASRA untuk memperkuat posisinya sebagai mitra strategis industri dalam
mendukung agenda dekarbonisasi nasional menuju target Net Zero Emission pada tahun 2060.

Sasaran pasar Perseroan meliputi sektor industri yang membutuhkan pasokan energi gas secara stabil
dan efisien, pembangkit listrik berbasis gas (PLTG/PLTMG), serta wilayah yang belum terlayani jaringan
distribusi gas pipa (non-pipeline area). Selain itu, Perseroan juga menargetkan pelanggan komersial dan
utilitas energi yang memerlukan solusi pasokan gas fleksibel dalam bentuk LNG, sehingga
memungkinkan perluasan jangkauan pasar dan optimalisasi pemanfaatan infrastruktur gas yang dimiliki
Perseroan.

3.6. Kesinambungan (Sustainability) Pasar
Keberlanjutan pasar Liquefied Natural Gas (LNG) memiliki fondasi yang sangat kuat, mengingat energi
merupakan kebutuhan dasar yang bersifat kontinu dan tidak terpisahkan dari aktivitas ekonomi. Berbagai
sektor industri, seperti manufaktur, tekstil, makanan dan minuman, keramik, kimia, hingga
pertambangan, memerlukan pasokan energi secara berkelanjutan sebagai penopang utama
operasional. Selama aktivitas industri terus berlangsung, permintaan terhadap gas alam, termasuk LNG,
akan tetap terjaga. Di samping permintaan yang stabil dari sektor industri, potensi pertumbuhan jangka
panjang yang sangat strategis terletak pada sektor transportasi, khususnya dalam konteks Indonesia
sebagai negara kepulauan dengan konektivitas antarpulau yang tinggi.

A. LNG untuk Kapal (LNG-fuelled Vessel)
Indonesia memiliki jaringan pelayaran domestik yang luas, yang menghubungkan berbagai wilayah
seperti Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua. Saat ini, sebagian
besar armada kapal, baik feri, kargo, maupun logistik, masih menggunakan bahan bakar minyak jenis
solar (HSD) dengan tingkat konsumsi dan emisi yang relatif tinggi. Penggunaan LNG sebagai bahan bakar
kapal (LNG bunkering) menawarkan keunggulan dari sisi efisiensi biaya serta kepatuhan terhadap
regulasi emisi maritim global yang semakin ketat, termasuk target pengurangan emisi oleh International
Maritime Organization (IMO) pada periode 2030 hingga 2050. Hal ini menjadikan LNG sebagai alternatif
bahan bakar yang prospektif untuk sektor pelayaran domestik.

B. LNG untuk Truk Logistik, Alat Berat, dan Genset di Remote Area
Pada sektor transportasi darat, distribusi logistik nasional masih didominasi oleh armada truk berbahan
bakar solar. Konversi ke kendaraan berbasis LNG (Liquefied Natural Gas Vehicle/LGV) berpotensi
memberikan efisiensi biaya operasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar
bersubsidi, yang berdampak pada pengurangan beban fiskal pemerintah. Lebih lanjut, peluang
penggunaan LNG juga sangat signifikan pada sektor pertambangan, khususnya di wilayah terpencil
(remote area). Saat ini, alat berat seperti excavator, dump truck, dan bulldozer bergantung pada pasokan
solar yang memerlukan biaya distribusi tinggi dan kompleksitas logistik. Pemanfaatan LNG dapat
menekan biaya operasional, meningkatkan efisiensi rantai pasok energi, serta mengurangi risiko



                                                    Laporan Studi Kelayakan PT Citra Nusantara Gemilang Tbk |23
Page 38
keterlambatan pasokan bahan bakar. Selain itu, penggunaan generator set (genset) berbahan bakar LNG
menjadi alternatif yang kompetitif untuk penyediaan listrik di area yang belum terjangkau jaringan listrik.
Dibandingkan dengan genset berbahan bakar solar, LNG menawarkan biaya energi per kWh yang lebih
rendah serta emisi yang lebih bersih.

C. Aspek Lingkungan dan Dukungan terhadap Transisi Energi
Penggunaan LNG sebagai sumber energi memberikan manfaat lingkungan yang signifikan dibandingkan
bahan bakar diesel. Secara umum, LNG mampu menurunkan emisi karbon dioksida (CO₂) hingga sekitar
20–25% per unit energi, serta secara signifikan mengurangi emisi partikulat (PM2.5) dan sulfur oksida
(SOx) yang menjadi penyebab utama polusi udara. Dalam konteks komitmen Indonesia terhadap target
Net Zero Emission tahun 2060 serta pengurangan emisi sebesar 31,89% dalam kerangka Nationally
Determined Contribution (NDC), pemanfaatan LNG pada sektor transportasi dan industri merupakan
solusi transisi yang realistis dan dapat diimplementasikan dalam jangka menengah. Hal ini menjadi
relevan mengingat keterbatasan kesiapan infrastruktur untuk kendaraan listrik berat di Indonesia saat ini.
Dengan kombinasi antara permintaan industri yang stabil dan potensi ekspansi pada sektor transportasi
serta pertambangan, pasar LNG di Indonesia menunjukkan prospek kesinambungan yang kuat dalam
jangka menengah hingga panjang. Dalam hal ini, Perseroan memiliki posisi strategis untuk berperan
sebagai penyedia energi yang tidak hanya mendukung pertumbuhan ekonomi, tetapi juga berkontribusi
dalam upaya dekarbonisasi nasional, khususnya di sektor transportasi dan logistik.

3.7. Pesaing Usaha
Pesaing usaha Perseroan dalam segmen distribusi LNG di Indonesia saat ini didominasi oleh beberapa
pemain utama, yaitu:
• PT Gagas Energi Indonesia (anak usaha PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN)/ Pertamina)
   PT Gagas Energi Indonesia adalah anak perusahaan PT Perusahaan Gas Negara Tbk yang fokus pada
   pengembangan bisnis LNG di Indonesia. PGN LNG sebagai pemain BUMN, memiliki keunggulan akses
   pasokan dan dukungan regulasi. Namun kelemahannya adalah birokrasi yang panjang, fleksibilitas
   terbatas dalam melayani pelanggan skala menengah di remote area, serta fokus utama pada
   infrastruktur berskala besar (terminal regasifikasi).
• PT Pertamina (melalui berbagai anak usaha)
   Pertamina menguasai rantai hulu LNG melalui ladang-ladang produksi besar. Namun seperti PGN,
   orientasinya adalah volume besar dan kontrak jangka panjang bukan distribusi fleksibel ke kawasan
   industri dan remote area yang justru menjadi target utama GASRA.
• Trader Swasta Lainnya
   Beberapa trader swasta beroperasi sebagai broker atau reseller LNG, namun umumnya tidak memiliki
   infrastruktur distribusi dan armada sendiri, sehingga tidak mampu menjamin keandalan pasokan ke
   pelanggan.
• PT Likuid Nusantara Gas
   Merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan dan distribusi LNG skala kecil (small-
   scale LNG), dengan fokus pada penyediaan energi gas untuk sektor industri dan wilayah yang belum
   terjangkau jaringan pipa gas.
• PT Sumber Aneka Gas
   Perusahaan yang berfokus pada distribusi gas untuk kebutuhan industri dan komersial, dengan
   potensi pengembangan ke sektor LNG sebagai bagian dari diversifikasi usaha energi.




                                                      Laporan Studi Kelayakan PT Citra Nusantara Gemilang Tbk |24
Page 39
• PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk
  Perusahaan publik yang bergerak di sektor infrastruktur energi, termasuk pengembangan proyek-
  proyek gas dan energi. Keterlibatannya dalam rantai nilai energi menjadikannya berpotensi sebagai
  pemain dalam bisnis LNG, khususnya dari sisi investasi dan pengembangan proyek.
• PT Laras Ngarso Gede
  Perusahaan yang bergerak dalam distribusi dan logistik gas, termasuk potensi dalam pengangkutan
  LNG, terutama untuk mendukung kebutuhan industri di berbagai wilayah.
• PT Solusi Prima Metana
  Perusahaan yang menyediakan solusi energi berbasis gas, termasuk pengembangan teknologi dan
  distribusi gas untuk sektor industri, yang dapat menjadi kompetitor dalam penyediaan energi alternatif
  berbasis LNG.
• PT Pertagas Niaga
  Entitas afiliasi Pertamina Grup yang bergerak di bidang niaga gas, termasuk LNG. Dengan dukungan
  infrastruktur dan pasokan dari grup Pertamina, perusahaan ini memiliki posisi yang kuat dalam pasar
  LNG domestik.

3.8. Strategi Pemasaran
GASRA menerapkan strategi pemasaran terintegrasi dengan pendekatan multi-lapis yang dirancang
untuk menjangkau calon pelanggan secara luas, efektif, dan terukur, sekaligus membangun hubungan
jangka panjang berbasis kepercayaan dan nilai tambah. Berikut beberapa strategi Perseroan:

1. Digital Marketing dan Brand Awareness
   Di era digital, keberadaan daring yang kuat menjadi komponen penting dalam membangun kredibilitas
   merek. GASRA memanfaatkan berbagai platform digital seperti Instagram, LinkedIn, serta kanal digital
   lainnya untuk berinteraksi secara langsung dengan target pasar dan meningkatkan kesadaran merek.
   Konten yang disampaikan mencakup edukasi mengenai manfaat LNG, studi kasus efisiensi energi
   pelanggan, hingga kampanye terkait peran GASRA dalam mendukung dekarbonisasi industri. Selain
   itu, eksposur melalui media nasional, baik daring maupun cetak, turut dimanfaatkan untuk
   memperkuat positioning GASRA sebagai penyedia LNG yang andal dan berpengalaman.

2. Direct Sales Canvassing dan Personal Selling
   Pendekatan penjualan langsung menjadi strategi utama dalam menjangkau pelanggan di sektor
   industri. Mengingat kompleksitas keputusan pembelian yang melibatkan aspek teknis, finansial, dan
   operasional, interaksi tatap muka menjadi sangat krusial. Tim pemasaran GASRA secara aktif
   melakukan canvassing terstruktur ke kawasan industri, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), serta entitas
   bisnis komersial dengan kebutuhan energi tinggi yang belum terlayani jaringan pipa gas. Pendekatan
   ini memastikan bahwa narasi nilai GASRA LNG disampaikan secara tepat sasaran kepada pengambil
   keputusan di lapangan.

3. Strategi Upselling atau Hybrid CNG & LNG untuk Pelanggan Eksisting
   GASRA mengoptimalkan basis pelanggan eksisting dengan menawarkan skema hybrid CNG dan LNG.
   Melalui pendekatan ini, pelanggan dapat memanfaatkan CNG untuk kebutuhan operasional rutin dan
   LNG untuk kebutuhan beban puncak maupun ekspansi. Strategi ini tidak hanya meningkatkan utilisasi
   layanan, tetapi juga mempercepat proses penjualan karena hubungan dan kepercayaan dengan
   pelanggan telah terbangun sebelumnya.



                                                    Laporan Studi Kelayakan PT Citra Nusantara Gemilang Tbk |25
Page 40
4. Kemitraan Strategis Jaringan Mitra Pemasaran
   Dalam industri migas, sebagian perusahaan melakukan kerja sama dengan perusahaan lain dalam
   hal pemasaran sebagai perpanjangan tangan untuk memperluas jangkauan pasar. GASRA
   mengadopsi filosofi ini melalui pembangunan jaringan mitra pemasaran strategis dengan badan
   usaha yang memiliki akses dan relasi kuat di segmen industri, pertambangan, dan logistik di berbagai
   wilayah. Mitra-mitra ini bertindak sebagai kepanjangan tangan GASRA untuk menggapai calon
   pelanggan lebih cepat, lebih luas, dan lebih dalam, dengan sistem insentif yang terukur dan
   transparan. Dengan model ini, GASRA dapat melakukan penetrasi pasar ke wilayah-wilayah yang
   secara geografis sulit dijangkau tim internal secara langsung.

5. Branding dan Positioning sebagai Mitra Energi Transisi
   Membangun kesadaran merek yang kuat melalui konten pemasaran yang menarik dan relevan
   memungkinkan perusahaan membangun citra yang kokoh di mata konsumen, sekaligus menciptakan
   keterlibatan yang lebih intim dan responsif terhadap kebutuhan pelanggan. GASRA memposisikan diri
   tidak hanya sebagai penyedia gas, tetapi sebagai mitra strategis dalam mendukung transisi energi
   industri di Indonesia. Perusahaan menawarkan solusi terintegrasi yang mencakup pasokan LNG,
   penyediaan infrastruktur seperti tangki penyimpanan di lokasi pelanggan, hingga sistem pemantauan
   stok secara real-time. Pendekatan ini memperkuat diferensiasi perusahaan sekaligus membangun
   loyalitas pelanggan berbasis nilai jangka panjang.

6. Layanan Konsultasi Digital Chat WhatsApp Terintegrasi di Website
   Sebagai bagian dari peningkatan kualitas layanan, GASRA menyediakan fitur konsultasi langsung
   melalui integrasi WhatsApp pada website resmi Perseroan. Fasilitas ini memungkinkan calon
   pelanggan untuk memperoleh informasi secara cepat terkait produk LNG, skema pasokan, spesifikasi
   teknis, serta simulasi efisiensi biaya energi. Pendekatan ini sangat relevan dalam konteks bisnis energi
   industri di mana calon pelanggan seringkali membutuhkan klarifikasi teknis sebelum mengambil
   keputusan. Dengan menyediakan jalur komunikasi yang familiar, instan, dan personal seperti
   WhatsApp, GASRA memangkas jarak antara kebutuhan calon pelanggan dengan solusi yang
   ditawarkan dan mempercepat proses edukasi, membangun kepercayaan awal, dan pada akhirnya
   memperpendek siklus konversi dari prospek menjadi pelanggan aktif.

Perseroan menerapkan strategi penetapan harga yang berbasis pada perhitungan Harga Pokok Penjualan
(HPP), yang mencakup seluruh komponen biaya secara komprehensif, meliputi biaya produksi,
pengadaan, penyimpanan, hingga distribusi Liquefied Natural Gas (LNG). Pendekatan ini dilakukan untuk
memastikan bahwa harga jual yang ditetapkan mampu menutup seluruh biaya operasional sekaligus
menghasilkan margin yang optimal, sehingga mendukung pencapaian tingkat pengembalian investasi
(Return on Investment/ROI) yang memadai serta memberikan nilai tambah bagi pemegang saham.

Selain berbasis biaya internal, Perseroan juga mempertimbangkan dinamika harga pasar LNG, baik di
tingkat domestik maupun internasional, sebagai acuan dalam penentuan harga jual. Hal ini bertujuan
agar harga yang ditawarkan tetap kompetitif, adaptif terhadap fluktuasi pasar, serta selaras dengan
praktik industri yang berlaku. Dalam aspek komersial, Perseroan mengimplementasikan skema kontrak
pasokan jangka menengah hingga jangka panjang dengan pelanggan, dengan durasi perjanjian berkisar
antara 3 (tiga) hingga 7 (tujuh) tahun. Kontrak tersebut disertai dengan komitmen volume pasokan yang
dilakukan secara berkala dan terencana. Strategi ini dirancang untuk meningkatkan kepastian



                                                      Laporan Studi Kelayakan PT Citra Nusantara Gemilang Tbk |26
Page 41
pendapatan (revenue visibility) bagi Perseroan, sekaligus memberikan jaminan keberlanjutan pasokan
energi bagi pelanggan dalam jangka waktu yang telah disepakati.

3.9. Target Pasar
Target pasar LNG GASRA ditetapkan dengan mempertimbangkan kapasitas penyaluran sebesar 1,2
MMSCFD atau setara dengan ±1.000 MMBTU per hari (±36.000 MMBTU per bulan). Dengan kapasitas
tersebut, segmen pasar yang ditargetkan adalah pelanggan dengan kebutuhan energi pada skala
menengah hingga besar, khususnya yang belum terlayani oleh infrastruktur pipa gas.

Secara umum, target pasar mencakup sektor industri yang memiliki kebutuhan energi termal maupun
listrik yang stabil dan berkelanjutan, seperti industri manufaktur, kawasan industri, serta sektor
pertambangan di wilayah terpencil. Selain itu, pelanggan yang memiliki kebutuhan energi tambahan
seiring peningkatan kapasitas produksi juga menjadi sasaran potensial, termasuk melalui skema
pemanfaatan LNG sebagai pelengkap sumber energi eksisting.

Dengan pendekatan tersebut, GASRA memfokuskan penetrasi pasar pada pelanggan yang
membutuhkan pasokan energi yang andal, fleksibel, dan efisien, tanpa ketergantungan pada jaringan
pipa. Hal ini sejalan dengan karakteristik distribusi LNG yang memungkinkan jangkauan pasar lebih luas,
termasuk ke wilayah yang secara geografis belum terakses infrastruktur energi konvensional.

3.10. Pemasok dan Pelanggan Utama
Sehubungan dengan Rencana Penambahan KBLI pada kegiatan usaha Perseroan, sumber pasokan gas
bumi sebagai bahan baku produksi LNG Perseroan berasal dari Sumur Galian 1 yang berlokasi di Tanjung
Pakis, Karawang, Jawa Barat. Sumur tersebut merupakan kategori sumur gas marjinal yang dikelola oleh
PT Pertamina EP, yang merupakan entitas anak usaha hulu dari PT Pertamina (Persero).

Dalam rangka menjamin legalitas dan keberlanjutan pasokan, Perseroan telah menjalin perjanjian kerja
sama penyediaan gas bumi dengan PT Pertamina EP. Perjanjian ini menjadi dasar pengambilan gas dari
Sumur Galian 1 sekaligus mengatur mekanisme pasokan secara komersial dan operasional. Kapasitas
pasokan gas dari sumber tersebut diproyeksikan mencapai sekitar 1,5 MMSCFD, yang selanjutnya akan
diolah menjadi LNG pada fasilitas LNG Station Karawang milik Perseroan. Fasilitas tersebut
direncanakan mulai beroperasi secara penuh pada Kuartal IV Tahun 2026. Untuk memastikan
keterjaminan pasokan (security of supply), pengadaan gas bumi dilakukan melalui skema perjanjian
jangka panjang yang mengikat secara hukum dengan pemasok. Dengan demikian, risiko gangguan
pasokan bahan baku utama dapat diminimalkan dan mendukung keberlangsungan operasional LNG
Perseroan secara berkelanjutan.

Perseroan mengidentifikasi dua segmen utama sebagai target pelanggan dalam kegiatan niaga LNG,
yaitu segmen industri dan segmen retail. Penetapan kedua segmen ini didasarkan pada kondisi
fundamental pasar energi nasional yang menunjukkan adanya tekanan pada sisi pasokan, sehingga
membuka peluang bagi LNG sebagai sumber energi alternatif.

A. Segmen Industri (Substitusi Gas Pipa, CNG, LPG, dan Solar)
Segmen industri merupakan target utama Perseroan, yang mencakup perusahaan manufaktur, kawasan
industri, serta fasilitas produksi yang saat ini menggunakan gas pipa, CNG, LPG, maupun bahan bakar



                                                    Laporan Studi Kelayakan PT Citra Nusantara Gemilang Tbk |27
Page 42
minyak seperti High Speed Diesel (HSD). Keterbatasan pasokan gas pipa serta belum meratanya
infrastruktur distribusi menjadi faktor utama yang mendorong kebutuhan akan sumber energi alternatif.
Secara nasional, sektor industri merupakan salah satu konsumen gas terbesar, dengan kontribusi
signifikan terhadap total konsumsi gas domestik. Namun demikian, dalam beberapa tahun terakhir
terjadi penurunan alokasi gas bagi industri, yang tidak sepenuhnya sejalan dengan kebutuhan aktual.
Kondisi ini menyebabkan banyak pelaku industri tidak memperoleh pasokan sesuai dengan alokasi yang
telah ditetapkan, sehingga berpotensi menurunkan efisiensi operasional dan daya saing.

Selain itu, keterbatasan jaringan distribusi gas pipa menyebabkan tidak seluruh kawasan industri dapat
terlayani secara optimal. Di beberapa wilayah, khususnya Jawa Barat hingga Sumatera bagian selatan,
bahkan diproyeksikan terjadi defisit neraca gas yang semakin meningkat dalam jangka menengah.
Kondisi ini menciptakan kesenjangan antara kebutuhan dan ketersediaan pasokan (supply gap) yang
cukup signifikan.

Dalam konteks tersebut, LNG menjadi solusi yang relevan sebagai sumber energi alternatif, baik untuk
menggantikan penggunaan bahan bakar eksisting maupun sebagai pasokan tambahan di luar alokasi gas
pipa. Perseroan memanfaatkan peluang ini dengan menyediakan layanan distribusi LNG berbasis non-
pipeline (off-pipeline delivery), yang didukung oleh armada ISO tank serta fasilitas small-scale LNG yang
fleksibel dan adaptif terhadap kebutuhan pelanggan industri.

B. Segmen Retail (Substitusi LPG)
Selain segmen industri, Perseroan juga menargetkan segmen retail, khususnya pengguna LPG pada
sektor komersial dan usaha kecil menengah (UMKM). Segmen ini memiliki potensi pertumbuhan yang
signifikan, didukung oleh tingginya ketergantungan Indonesia terhadap impor LPG. Konsumsi LPG
nasional saat ini jauh melampaui kapasitas produksi domestik, sehingga sebagian besar kebutuhan
harus dipenuhi melalui impor. Kondisi ini dipengaruhi oleh karakteristik komposisi gas alam Indonesia
yang didominasi oleh metana dan etana, sementara LPG membutuhkan komponen propana dan butana
yang relatif terbatas ketersediaannya di dalam negeri. Selain itu, keterbatasan infrastruktur pengolahan
gas untuk menghasilkan LPG juga menjadi faktor penghambat peningkatan produksi domestik.

Ketergantungan terhadap impor tersebut berdampak pada stabilitas pasokan dan harga LPG di pasar
domestik. Dalam beberapa tahun terakhir, pertumbuhan konsumsi LPG yang lebih tinggi dibandingkan
peningkatan kapasitas produksi domestik semakin memperlebar kesenjangan antara permintaan dan
pasokan. Dalam situasi ini, LNG memiliki potensi sebagai alternatif energi substitusi yang lebih efisien
dan kompetitif, khususnya bagi segmen commercial business, UMKM, kawasan permukiman
terintegrasi, serta sentra industri kecil. Dengan keunggulan dari sisi efisiensi energi, keandalan pasokan,
serta emisi yang lebih rendah, LNG dapat menjadi solusi jangka menengah untuk mengurangi
ketergantungan terhadap LPG impor sekaligus mendukung transisi energi yang lebih berkelanjutan.

Sehubungan dengan rencana penambahan KBLI pada kegiatan pengolahan, penyediaan, dan penjualan
gas kepada pengguna akhir, khususnya dalam bentuk Liquefied Natural Gas (LNG), Perseroan telah
memperoleh indikasi minat kerja sama dari calon pelanggan potensial, yaitu:
• PT Aichi Tex Indonesia;
• PT Yamaha Motor Parts Manufacturing Indonesia;
• PT Indo Kordsa Tbk;



                                                      Laporan Studi Kelayakan PT Citra Nusantara Gemilang Tbk |28
Page 43
• PT Magnolia Energi Lestari;
• CV Baju Kertas Kreasindo;
• PT Nippon Indosari Corpindo Tbk;
• PT Ateja Tritunggal;
• PT Bumi Marga Konstruksi;
• PT Genthala Arta Mandiri.




                                     Laporan Studi Kelayakan PT Citra Nusantara Gemilang Tbk |29
Page 44
4. ASPEK TEKNIS
4.1. Kapasitas Segmen Usaha
Perseroan menjalankan kegiatan usahanya melalui dua segmen utama. Segmen pertama adalah
perdagangan dan distribusi gas, yang mencakup aktivitas pembelian gas dari produsen atau pemasok
untuk kemudian disalurkan kepada berbagai pengguna akhir, seperti sektor industri, rumah tangga, dan
pelanggan komersial. Segmen ini merupakan inti bisnis Perseroan dalam industri energi, khususnya pada
pasar gas alam.

Segmen kedua mencakup kegiatan usaha lainnya di luar perdagangan dan distribusi gas, yang dapat
meliputi berbagai layanan pendukung, investasi, maupun aktivitas di sektor lain. Diversifikasi ini
dilakukan guna mendukung stabilitas keuangan serta membuka peluang pertumbuhan di luar bisnis
utama Perseroan.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan perdagangan dan distribusi gas meliputi penyaluran gas industri
kepada pelanggan industri, distribusi GASRA kepada pelanggan ritel dan usaha mikro, kecil, dan
menengah (UMKM), serta penyediaan gas NGV untuk sektor transportasi melalui Stasiun Pengisian
Bahan Bakar Gas (SPBG) yang dimiliki oleh Perseroan dan entitas anak. Sementara itu, segmen usaha
lainnya mencakup perdagangan, penjualan, serta instalasi peralatan gas kepada pelanggan.

Perseroan merencanakan kapasitas produksi LNG melalui fasilitas LNG Station sebesar ±1,2 Million
Standard Cubic Feet per Day (MMSCFD), yang setara dengan sekitar ±1.000 MMBTU per hari atau ±36.000
MMBTU per bulan. Kapasitas tersebut dirancang untuk melayani kebutuhan energi pada segmen
pelanggan industri dan komersial skala menengah, khususnya yang belum terjangkau oleh infrastruktur
jaringan pipa gas. Penetapan kapasitas ini mempertimbangkan kondisi permintaan pasar, ketersediaan
pasokan gas bumi, serta strategi pengembangan usaha Perseroan pada tahap awal operasional.

Dengan kapasitas yang direncanakan tersebut, Perseroan memiliki fleksibilitas dalam mengalokasikan
pasokan LNG kepada beberapa pelanggan secara bersamaan, sesuai dengan profil kebutuhan energi
masing-masing pelanggan. Selain itu, kapasitas ini juga memberikan ruang untuk optimalisasi utilisasi
fasilitas secara bertahap seiring dengan peningkatan permintaan. Secara keseluruhan, kapasitas
produksi LNG yang direncanakan dinilai memadai untuk mendukung tahap awal pengembangan usaha,
dengan tetap membuka peluang peningkatan kapasitas di masa mendatang sesuai dengan
perkembangan pasar dan kinerja operasional Perseroan.

4.2. Kapasitas Produksi dan Distribusi
Perseroan menerapkan model bisnis berbasis kepemilikan aset secara menyeluruh (asset-ownership
model) yang mencakup seluruh rantai nilai, mulai dari produksi, distribusi, hingga regasifikasi di sisi
pelanggan. Pendekatan ini merupakan strategi utama untuk memastikan kendali penuh terhadap
kualitas produk, keandalan pasokan, serta efisiensi biaya dalam jangka panjang.

A. Fasilitas Produksi LNG di Station Karawang (Tanjung Pakis)
Perseroan, melalui entitas CGAS/GASRA, telah memulai pembangunan fasilitas LNG Station yang
berlokasi di Tanjung Pakis, Karawang, Jawa Barat, yang ditandai dengan kegiatan groundbreaking pada
30 Agustus 2025. Fasilitas ini dirancang, dimiliki, dan dioperasikan secara mandiri tanpa ketergantungan
pada pihak ketiga.



                                                    Laporan Studi Kelayakan PT Citra Nusantara Gemilang Tbk |30
Page 45
Fasilitas LNG Station tersebut direncanakan memiliki kapasitas produksi sebesar 1,2 MMSCFD (Million
Standard Cubic Feet per Day), yang setara dengan sekitar 1.000 MMBTU per hari atau ±36.000 MMBTU
per bulan. Kapasitas ini dirancang untuk melayani kebutuhan pelanggan industri maupun komersial
secara berkelanjutan, dengan fleksibilitas untuk penyesuaian volume produksi seiring dengan
pertumbuhan permintaan pasar.

Investasi pada fasilitas produksi mencakup seluruh komponen utama dalam proses pencairan gas
(liquefaction), antara lain sistem pemurnian gas (gas purification), unit pendingin (cold box/heat
exchanger), tangki penyimpanan LNG berteknologi kriogenik, serta sistem kontrol dan keselamatan yang
mengacu pada standar internasional. Dengan kepemilikan fasilitas produksi sendiri, Perseroan memiliki
fleksibilitas dalam mengatur kapasitas dan volume produksi sesuai dengan permintaan pasar, serta
mengurangi ketergantungan terhadap pasokan LNG eksternal yang berpotensi berfluktuasi dari sisi harga
maupun ketersediaan.

B. Armada Distribusi ISO Tank & Cryogenic Tanker
Dalam mendukung kegiatan distribusi, Perseroan mengoperasikan armada pengangkutan LNG berupa
ISO Tank kriogenik dan cryogenic road tanker yang dimiliki secara mandiri. Kapasitas distribusi dirancang
untuk mengakomodasi output produksi LNG Station secara optimal, dengan sistem pengiriman berbasis
jadwal (scheduled delivery) yang disesuaikan dengan profil konsumsi masing-masing pelanggan. Dengan
asumsi kapasitas produksi ±1.000 MMBTU per hari, sistem distribusi Perseroan dirancang untuk
memastikan seluruh volume tersebut dapat tersalurkan secara efisien ke pelanggan melalui pengaturan
frekuensi pengiriman dan utilisasi armada yang optimal. Kepemilikan armada sendiri memberikan
keunggulan berupa kontrol penuh atas jadwal distribusi, peningkatan respons terhadap kebutuhan
pelanggan, serta efisiensi biaya logistik dibandingkan penggunaan pihak ketiga.

C. Fasilitas Regasifikasi di Sisi Pelanggan
Sebagai bagian dari integrasi layanan, Perseroan juga berinvestasi dalam penyediaan fasilitas
regasifikasi yang ditempatkan langsung di lokasi pelanggan. Fasilitas ini meliputi tangki penyimpanan
LNG (cryogenic storage tank), vaporizer, serta sistem monitoring operasional. Kapasitas fasilitas
regasifikasi disesuaikan dengan kebutuhan konsumsi masing-masing pelanggan, sehingga mampu
mendukung penyerapan volume LNG secara optimal dari sisi hilir. Penyediaan infrastruktur ini dilakukan
tanpa membebankan investasi awal (capital expenditure/capex) kepada pelanggan, sehingga
mempercepat adopsi penggunaan LNG. Model ini memberikan nilai tambah berupa kemudahan akses
energi gas tanpa investasi awal, kemampuan pemantauan stok secara real-time, serta jaminan
keberlangsungan pasokan yang dikelola secara terintegrasi oleh Perseroan.

4.3. Ketersediaan Bahan Baku
Dalam rangka Rencana Penambahan KBLI, bahan baku utama yang dibutuhkan Perseroan adalah gas
alam (natural gas) yang akan diolah dan/atau disalurkan kembali kepada pelanggan dalam bentuk
Liquefied Natural Gas (LNG). Perseroan merencanakan memperoleh pasokan gas dari PT Pertamina EP
sebagaimana tercantum dalam draft Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) antara PT Pertamina EP dan
Perseroan terkait penjualan gas yang berasal dari Struktur Galian Field Tambun, Zona 7 Regional 2
Wilayah Kerja Pertamina EP, dengan ketentuan sebagai berikut:




                                                     Laporan Studi Kelayakan PT Citra Nusantara Gemilang Tbk |31
Page 46
 Sumber Gas Bumi                  : Lapangan Galian Wilayah Kerja Pertamina EP di Zona 7
 Pembelian Gas Bumi               : PT Citra Nusantara Gemilang
 Peruntukan                       : Industri
 Titik Serah                      : Desa Tanjung Mekar, Kecamatan Pakis Jaya, Kabupaten Karawang,
                                    Jawa Barat
 Jumlah Penyerahan Harian         : 1,5 MMSCFD
 Total Jumlah Kontrak             : 4.110 MMSCF
 Jangka Waktu                     : 1 Juni 2026 sampai dengan 30 November 2033 atau sampai
                                    dengan tercapainya Total Jumlah Kontrak, mana yang lebih dahului
                                    tercapai
 Harga Gas Bumi                   : US$5,15/MMBTU

                         Tabel 7. Skema Penyerahan Gas dari PT Pertamina EP
                                  Jumlah           Jumlah
                                                                         Jumlah
                                Penyerahan       Penyerahan                                  Jumlah Kontrak
                                                                    Pembelian Minimum
           Periode                Harian         Maksimum                                       Tahunan
                                                                        Tahunan
                                   Total           Harian                                       (MMSCF)
                                                                        (MMSCF)
                                (MMSCFD)         (MMSCFD)
 1 Jun 2026* s.d. 31 Des            1,5          110% x JPH              90% x JKT                 321
 2026
 1 Jan 2027 s.d. 31 Des 2027        1,5          110% x JPH              90% x JKT                547.5
 1 Jan 2028 s.d. 31 Des 2028        1,5          110% x JPH              90% x JKT                 549
 1 Jan 2029 s.d. 31 Des 2029        1,5          110% x JPH              90% x JKT                547.5
 1 Jan 2030 s.d. 31 Des 2030        1,5          110% x JPH              90% x JKT                547.5
 1 Jan 2031 s.d. 31 Des 2031        1,5          110% x JPH              90% x JKT                547.5
 1 Jan 2032 s.d. 31 Des 2032        1,5          110% x JPH              90% x JKT                 549
 1 Jan 2033 s.d. 30 Nov 2033        1,5          110% x JPH              90% x JKT                 501
                                      Sumber: manajemen Perseroan


Melalui rencana perjanjian tersebut, PT Pertamina EP akan bertindak sebagai pemasok bahan baku gas
bagi kegiatan operasional Perseroan. Ketersediaan pasokan gas dari pemasok tersebut menunjukkan
adanya sumber bahan baku yang jelas dan teridentifikasi untuk mendukung kegiatan usaha baru
Perseroan. Pasokan gas tersebut selanjutnya akan digunakan sebagai bahan baku dalam proses
pengolahan dan/atau penyediaan gas kepada pelanggan industri.

4.4. Ketersediaan Sumber Daya Manusia dan Tenaga Ahli
Perseroan telah memiliki sumber daya manusia yang kompeten dan bepengalaman untuk menjalankan
kegiatan usahanya. Saat ini, Perseroan memiliki 128 orang tenaga kerja, dengan komposisi 52%
karyawan tetap dan 48% karyawan kontrak.

Dalam mendukung implementasi Rencana Penambahan KBLI terkait bisnis LNG, Perseroan
merencanakan penambahan tenaga kerja sebanyak 42 orang, yang akan dialokasikan pada berbagai
fungsi operasional, teknis, dan pendukung. Penambahan tenaga kerja ini ditujukan untuk memastikan
bahwa seluruh kegiatan operasional LNG dapat berjalan secara optimal, mengingat karakteristik bisnis




                                                    Laporan Studi Kelayakan PT Citra Nusantara Gemilang Tbk |32
Page 47
yang memerlukan kompetensi teknis khusus serta standar keselamatan yang tinggi. Pada tahap awal
pengembangan dan operasional LNG, Perseroan juga mendapatkan dukungan tenaga ahli dari pihak
vendor, yaitu Greenfir, yang merupakan penyedia utama peralatan LNG yang digunakan oleh Perseroan.
Keterlibatan tenaga ahli dari vendor ini bersifat sementara dan difokuskan pada aspek instalasi,
commissioning, serta transfer pengetahuan (knowledge transfer) kepada tenaga kerja baru Perseroan.

Pendekatan ini memungkinkan Perseroan untuk memastikan bahwa seluruh sistem dan peralatan LNG
dapat dioperasikan sesuai dengan standar teknis dan keselamatan yang berlaku, sekaligus
mempercepat peningkatan kompetensi tenaga kerja yang direkrut. Dengan demikian, ketergantungan
terhadap pihak eksternal dapat diminimalkan dalam jangka panjang. Dengan kombinasi antara
penambahan tenaga kerja baru yang terstruktur serta dukungan tenaga ahli dari vendor pada tahap awal,
Perseroan menilai bahwa kebutuhan sumber daya manusia dalam rangka penambahan KBLI dapat
terpenuhi secara memadai guna mendukung kelancaran dan keberlanjutan operasional LNG.

4.5. Proses Produksi
Berikut adalah alur produksi dan penjualan LNG:

                            Gambar 1. Alur Produksi dan Penjualan LNG




                                     Sumber: manajemen Perseroan




                                                   Laporan Studi Kelayakan PT Citra Nusantara Gemilang Tbk |33
Page 48
                                Gambar 2. Fasilitas LNG untuk Pelanggan




                                        Sumber: manajemen Perseroan


Proses bisnis LNG yang dijalankan oleh Perseroan merupakan sistem terintegrasi yang mencakup
tahapan produksi, penyimpanan, distribusi, hingga pemanfaatan di sisi pelanggan. Tahap awal dimulai
dari pengadaan gas alam sebagai bahan baku utama yang selanjutnya melalui proses pemurnian (gas
treatment/purification). Pada tahap ini, komponen pengotor seperti karbon dioksida (CO₂), hidrogen
sulfida (H₂S), dan kandungan air dihilangkan untuk memastikan kualitas gas sesuai dengan standar
proses pencairan.

Setelah melalui proses pemurnian, gas alam diproses lebih lanjut dalam unit liquefaction, yaitu proses
pendinginan hingga suhu sekitar -160°C sehingga gas berubah menjadi cair (LNG). Proses ini bertujuan
untuk meningkatkan efisiensi penyimpanan dan transportasi, mengingat LNG memiliki kepadatan energi
yang lebih tinggi dibandingkan dalam bentuk gas. LNG yang dihasilkan kemudian disimpan dalam tangki
kriogenik (LNG storage tank) di fasilitas LNG Station. Dari fasilitas ini, LNG didistribusikan melalui proses
pengisian (loading) menggunakan LNG dispenser ke dalam mobile tank dengan kapasitas sekitar 13 m³
dan tekanan operasional 8–10 barg.

Selanjutnya, LNG diangkut menuju lokasi pelanggan menggunakan armada cryogenic tanker. Dalam
skema distribusi, LNG dapat dikirimkan secara langsung ke pelanggan (direct delivery) atau melalui
fasilitas antara berupa LNG Hub yang berfungsi sebagai titik distribusi dan buffer storage. Pada LNG Hub,
LNG dapat dipindahkan ke tangki berkapasitas lebih kecil (sekitar 5 m³) untuk menyesuaikan dengan
kebutuhan volume pelanggan.

Di sisi pelanggan, LNG disimpan dalam tangki kriogenik yang telah disediakan oleh Perseroan. LNG
tersebut kemudian melalui proses regasifikasi menggunakan vaporizer, yaitu proses perubahan kembali
dari fase cair menjadi gas. Gas yang dihasilkan selanjutnya dialirkan melalui sistem metering untuk
mengukur volume pemakaian sebelum digunakan oleh pelanggan. Secara keseluruhan, rangkaian
proses ini memastikan bahwa pasokan energi gas dapat disalurkan secara aman, efisien, dan
berkelanjutan, mulai dari sumber hingga ke titik pemanfaatan akhir. Pendekatan ini juga mendukung
keandalan pasokan serta fleksibilitas distribusi sesuai dengan kebutuhan masing-masing pelanggan.




                                                       Laporan Studi Kelayakan PT Citra Nusantara Gemilang Tbk |34
Page 49
5.    ASPEK POLA BISNIS

5.1. Keunggulan Kompetitif
Di tengah dinamika persaingan industri gas, Perseroan memiliki sejumlah keunggulan kompetitif yang
bersifat strategis dan relatif sulit direplikasi oleh pesaing dalam jangka pendek. Keunggulan ini tidak
hanya berasal dari aset fisik, tetapi juga dari pengalaman operasional, kapabilitas sumber daya manusia,
serta model bisnis yang terintegrasi dan berorientasi pada kebutuhan pelanggan.

A. Kematangan Operasional pada Bisnis CNG
Perseroan telah mencapai tingkat kematangan (mature stage) dalam bisnis Compressed Natural Gas
(CNG). Hal ini tercermin dari kesiapan infrastruktur distribusi, kepemilikan armada, serta sistem
operasional yang telah teruji dalam melayani berbagai segmen pelanggan. Pengalaman tersebut menjadi
fondasi yang kuat dalam pengembangan bisnis LNG, mengingat terdapat kesamaan dalam rantai pasok
dan pola distribusi. Bahkan, secara operasional, distribusi LNG cenderung lebih efisien karena memiliki
densitas energi yang lebih tinggi serta tekanan operasional yang lebih rendah dibandingkan CNG,
sehingga lebih ekonomis untuk pengiriman jarak jauh.

B. Kapabilitas Sumber Daya Manusia
Perseroan didukung oleh sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dan pengalaman dalam
pengelolaan bisnis gas, khususnya dalam aspek distribusi dan operasional gas terkompresi. Kapabilitas
ini merupakan aset tidak berwujud (intangible asset) yang memberikan keunggulan tersendiri, karena
tidak dapat dengan mudah direplikasi oleh pemain baru dalam waktu singkat. Keahlian teknis dan
pengalaman operasional yang telah dimiliki memungkinkan proses transisi dan pengembangan bisnis
LNG dilakukan secara lebih cepat, efisien, dan dengan risiko yang lebih terkelola.

C. Model Bisnis Berbasis Storage di Lokasi Pelanggan
Perseroan menerapkan model bisnis berbasis penempatan fasilitas penyimpanan LNG langsung di lokasi
pelanggan (storage-at-customer-site). Melalui pendekatan ini, pelanggan memperoleh ketersediaan
pasokan yang lebih terjamin, karena stok LNG tersedia secara langsung dan dapat dipantau secara real-
time di lokasi operasional mereka. Model ini memberikan beberapa keunggulan strategis, antara lain
meningkatkan loyalitas pelanggan, menciptakan switching cost yang tinggi bagi pelanggan untuk
berpindah ke pemasok lain, serta menghasilkan pola pendapatan yang lebih stabil dan berulang
(recurring revenue) bagi Perseroan.

5.2. Kemampuan Pesaing Meniru Produk
Secara umum, produk LNG merupakan komoditas energi yang bersifat relatif homogen, sehingga dari sisi
produk inti, tidak terdapat diferensiasi yang signifikan antar pelaku usaha. Dengan demikian, secara
teoritis, pesaing memiliki kemampuan untuk menawarkan produk yang serupa kepada pasar. Namun
demikian, tingkat kemudahan peniruan (imitability) tidak hanya ditentukan oleh karakteristik produk,
melainkan juga oleh keseluruhan ekosistem bisnis yang meliputi infrastruktur, kapabilitas operasional,
serta model layanan yang terintegrasi. Dalam hal ini, Perseroan memiliki sejumlah faktor pembeda yang
menciptakan hambatan bagi pesaing untuk melakukan peniruan secara cepat dan efektif.

Pertama, Perseroan menerapkan model bisnis berbasis kepemilikan aset secara menyeluruh (asset-
ownership model), mulai dari fasilitas produksi, armada distribusi, hingga penyediaan infrastruktur



                                                    Laporan Studi Kelayakan PT Citra Nusantara Gemilang Tbk |35
Page 50
regasifikasi di sisi pelanggan. Untuk mereplikasi model ini, pesaing membutuhkan investasi modal yang
besar (capital intensive) serta waktu pengembangan yang tidak singkat.

Kedua, pengalaman operasional Perseroan dalam bisnis gas, khususnya CNG, telah membentuk sistem
distribusi, prosedur operasional, serta manajemen risiko yang matang. Aspek ini merupakan intangible
asset yang tidak mudah ditiru, karena membutuhkan akumulasi pengalaman dan pembelajaran dalam
jangka waktu yang panjang.

Ketiga, Perseroan mengadopsi model layanan berbasis penempatan fasilitas penyimpanan di lokasi
pelanggan (storage-at-customer-site), yang menciptakan keterikatan operasional antara Perseroan dan
pelanggan. Model ini meningkatkan switching cost bagi pelanggan, sehingga meskipun pesaing mampu
menawarkan produk serupa, perpindahan pelanggan tidak dapat terjadi secara instan.

Keempat, keberadaan sumber daya manusia yang berpengalaman di bidang distribusi dan pengelolaan
gas turut menjadi faktor pembeda yang memperkuat posisi kompetitif Perseroan. Kompetensi teknis dan
operasional tersebut tidak dapat dengan mudah direplikasi tanpa proses rekrutmen, pelatihan, dan
pengalaman lapangan yang memadai.

Dengan mempertimbangkan faktor-faktor tersebut, dapat disimpulkan bahwa meskipun produk LNG
secara fisik dapat ditiru, kemampuan pesaing untuk meniru keseluruhan model bisnis dan kualitas
layanan Perseroan relatif terbatas dalam jangka pendek hingga menengah. Hal ini memberikan
keunggulan kompetitif yang berkelanjutan bagi Perseroan dalam menghadapi persaingan di industri LNG.

5.3. Kemampuan Menciptakan Nilai
Perseroan memiliki kemampuan yang kuat dalam menciptakan nilai tambah (added value) di sepanjang
rantai pasok LNG melalui pendekatan bisnis yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Melalui kepemilikan
aset secara menyeluruh, mulai dari fasilitas produksi, armada distribusi, hingga infrastruktur regasifikasi
di sisi pelanggan, Perseroan mampu mengendalikan biaya, meningkatkan efisiensi operasional, serta
menjaga kualitas dan keandalan pasokan secara konsisten.

Nilai tambah juga tercermin dari efisiensi distribusi LNG yang memiliki densitas energi lebih tinggi,
sehingga memungkinkan pengiriman yang lebih ekonomis terutama untuk jarak menengah hingga jauh.
Di sisi pelanggan, penyediaan fasilitas regasifikasi secara langsung tanpa kebutuhan investasi awal
memberikan kemudahan akses energi, meningkatkan kepastian pasokan, serta menciptakan hubungan
jangka panjang yang lebih kuat. Selain itu, pengalaman operasional dalam bisnis gas serta dukungan
sumber daya manusia yang berpengalaman memungkinkan Perseroan mengelola rantai pasok secara
optimal dan responsif terhadap kebutuhan pasar. Dengan demikian, Perseroan tidak hanya berperan
sebagai pemasok LNG, tetapi juga sebagai penyedia solusi energi yang memberikan nilai tambah
berkelanjutan baik dari sisi efisiensi biaya, keandalan operasional, maupun aspek lingkungan
dibandingkan kompetitor.

Salah satu nilai tambah utama dari model bisnis GASRA adalah investasi pada fasilitas regasifikasi yang
ditempatkan langsung di lokasi pelanggan. GASRA menyediakan dan menginstal seluruh peralatan
regasifikasi, yang meliputi tangki penyimpanan LNG (cryogenic storage tank), vaporizer sebagai alat
konversi LNG menjadi gas, serta sistem monitoring operasional, tanpa membebankan kebutuhan



                                                      Laporan Studi Kelayakan PT Citra Nusantara Gemilang Tbk |36
Page 51
investasi awal (capital expenditure) yang signifikan kepada pelanggan. Selain itu, dalam pelaksanaan
pengisian ulang (refueling), GASRA menerapkan sistem distribusi yang terencana dan terjadwal secara
berkala, dengan frekuensi minimal setiap 3 (tiga) hari sekali atau disesuaikan dengan tingkat konsumsi
pelanggan, sehingga ketersediaan pasokan LNG dapat terjaga secara optimal.

Dengan demikian, Rencana Penambahan KBLI tidak hanya memperluas ruang lingkup usaha Perseroan,
tetapi juga menciptakan nilai tambah yang signifikan melalui integrasi rantai pasok, optimalisasi
kapabilitas eksisting, diversifikasi pendapatan, serta peningkatan daya saing dan keberlanjutan bisnis.




                                                    Laporan Studi Kelayakan PT Citra Nusantara Gemilang Tbk |37
Page 52
6. ASPEK MODEL MANAJEMEN

6.1. Ketersediaan Tenaga Kerja
Ketersediaan tenaga kerja menjadi faktor penting dalam menentukan kualitas tim pelaksana. Perseroan
senantiasa mengutamakan kebijaksanaan dalam penempatan tenaga kerja, khususnya bagi karyawan
yang memiliki pengalaman dan kompetensi sesuai bidangnya. Dalam menjalankan kegiatan usaha,
Perseroan telah memiliki sumber daya manusia yang kompeten dan berpengalaman untuk menjalankan
kegiatan usahanya. Saat ini, Perseroan memiliki 128 orang tenaga kerja, dengan komposisi 52%
karyawan tetap dan 48% karyawan kontrak. Berikut komposisi tenaga kerja berdasarkan tingkat
pendidikan, jenjang usia, dan lokasi:

               Tabel 8. Komposisi Tenaga Kerja Berdasarkan Tingkat Pendidikan
                            Uraian                             Jumlah            %
        SLTA                                                     83            64,8
        D1-D4                                                     1             0,8
        S1                                                       43            33,6
        S2                                                        1             0,8
        Jumlah                                                   128          100,00
                                    Sumber: manajemen Perseroan


                    Tabel 9. Komposisi Tenaga Kerja Berdasarkan Jenjang Usia
                               Uraian                            Jumlah                  %
        20-29                                                      31                    24
        30-39                                                      41                    32
        40-49                                                      45                    35
        >50                                                        10                    8
        Jumlah                                                     127                 100,00
                                    Sumber: manajemen Perseroan


                       Tabel 10. Komposisi Tenaga Kerja Berdasarkan Lokasi
                               Uraian                            Jumlah                  %
        Lokasi Cikarang                                            85                    66
        Lokasi Klaten                                               8                    6
        Lokasi Bandung                                             11                    9
        Lokasi Tebet                                               24                    19
        Jumlah                                                     128                 100,00
                                    Sumber: manajemen Perseroan


Dalam mendukung Rencana Penambahan KBLI, Perseroan merencanakan pemenuhan kebutuhan
operasional melalui penambahan tenaga kerja baru, yang disesuaikan dengan kebutuhan teknis dan
operasional kegiatan LNG. Penambahan tenaga kerja ini dilakukan mengingat karakteristik bisnis LNG
yang memerlukan kompetensi khusus serta standar keselamatan yang tinggi. Perseroan akan melakukan
rekrutmen tenaga kerja yang memiliki latar belakang dan pengalaman yang relevan dengan operasional
gas dan LNG, guna memastikan kesiapan dalam menjalankan kegiatan usaha secara efektif. Selain itu,




                                                  Laporan Studi Kelayakan PT Citra Nusantara Gemilang Tbk |38
Page 53
pada tahap awal pengembangan dan operasional, Perseroan juga memperoleh dukungan tenaga ahli dari
pihak vendor Greenfir sebagai penyedia peralatan LNG, yang berperan dalam proses instalasi,
commissioning, serta transfer pengetahuan (knowledge transfer) kepada tenaga kerja yang direkrut.
Pendekatan ini diharapkan dapat mempercepat proses adaptasi dan peningkatan kompetensi tenaga
kerja, sehingga seluruh sistem dan peralatan LNG dapat dioperasikan sesuai dengan standar teknis dan
keselamatan yang berlaku. Dengan demikian, kebutuhan tenaga kerja dalam rangka penambahan KBLI
dapat terpenuhi secara memadai dan mendukung keberlangsungan operasional Perseroan.

Berdasarkan perencanaan tenaga kerja (manpower planning) untuk operasional LNG Station,
penambahan SDM tercatat sebanyak 42 orang, yang mencakup berbagai fungsi utama, antara lain
manajemen operasional (Plant Manager), keselamatan dan kesehatan kerja (HSE), perencanaan dan
pengendalian produksi (PPIC), operasional lapangan, pemeliharaan (maintenance), keamanan
(security), hingga fungsi pendukung.

                              Tabel 11. Perencanaan Tenaga Kerja LNG
        No.                             Jabatan                                   Jumlah Orang
        1.    Plant Manager                                                             1
        2.    HSE Supervisor                                                            1
        3.    Safety Officer                                                            1
        4.    PPIC Supervisor                                                           1
        5.    PPIC Staff                                                                4
        6.    Office Boy                                                                1
        7.    Security Leader                                                           1
        8.    Security                                                                  8
        9.    Operation Supervisor                                                      1
        10.   Operator                                                                 18
        11.   Maintenance Supervisor                                                    1
        12.   Maintenance Staff                                                         4
                                    TOTAL                                              42
                                      Sumber: manajemen Perseroan


Komposisi tenaga kerja yang direncanakan menunjukkan bahwa Perseroan membentuk struktur
organisasi yang memadai dan mencakup seluruh aspek operasional utama, mulai dari pengelolaan
fasilitas, distribusi, hingga pengawasan keselamatan. Posisi seperti operator dan teknisi menjadi
komponen terbesar dalam struktur ini, yang mencerminkan fokus pada keandalan operasional serta
kesinambungan proses produksi dan distribusi LNG.

Seiring dengan Rencana Penambahan KBLI, Perseroan melakukan pemenuhan kebutuhan tenaga kerja
melalui rekrutmen tenaga kerja baru yang disesuaikan dengan kebutuhan operasional LNG. Meskipun
demikian, sebagian kebutuhan kompetensi dalam operasional LNG memiliki kesamaan dengan bisnis
gas yang telah dijalankan sebelumnya, khususnya CNG, sehingga proses adaptasi tenaga kerja dapat
dilakukan secara lebih efisien melalui pelatihan dan transfer pengetahuan. Dengan pendekatan tersebut,
struktur tenaga kerja yang dibentuk diharapkan mampu mendukung operasional LNG secara optimal,
baik dari sisi teknis maupun keselamatan. Penambahan tenaga kerja dilakukan secara terencana guna
memastikan bahwa setiap fungsi operasional dapat berjalan sesuai dengan standar yang ditetapkan.



                                                    Laporan Studi Kelayakan PT Citra Nusantara Gemilang Tbk |39
Page 54
Dengan rencana pemenuhan kebutuhan tenaga kerja melalui penambahan tenaga kerja baru yang
dilakukan secara terstruktur, Perseroan menilai bahwa aspek sumber daya manusia tidak menjadi
kendala yang material dalam implementasi Rencana Penambahan KBLI. Meskipun demikian,
keberhasilan pelaksanaan tetap bergantung pada efektivitas proses rekrutmen, pelatihan, dan
pengelolaan tenaga kerja. Secara keseluruhan, hal ini mencerminkan tingkat kesiapan operasional
Perseroan yang memadai dalam menjalankan bisnis LNG secara efektif dan efisien.

6.2. Manajemen Kekayaan Intelektual
Berdasarkan informasi manajemen, tidak terdapat Hak Kekayaan Intelektual yang secara khusus
berkaitan dengan Rencana Penambahan KBLI. Perseroan telah memiliki perlindungan hukum atas merek
dagang yang akan digunakan dalam kegiatan usaha gas. Berdasarkan Sertifikat Merek yang diterbitkan
oleh Kementerian Hukum Republik Indonesia, Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, Perseroan
tercatat sebagai pemegang hak merek “GASRA” dengan nomor pendaftaran IDM001283706 dan tanggal
penerimaan 21 Juni 2024. Perlindungan merek tersebut berlaku selama 10 (sepuluh) tahun hingga 21 Juni
2034 dan dapat diperpanjang sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Kepemilikan merek ini memberikan kepastian hukum bagi Perseroan dalam melakukan pemasaran,
penawaran kontrak pasokan gas, serta penggunaan identitas komersial pada dokumen penjualan,
perjanjian kerja sama, maupun operasional fasilitas gas setelah penambahan KBLI direalisasikan.
Dengan demikian, pengelolaan kekayaan intelektual Perseroan telah mendukung kesiapan operasional
dan aspek legalitas dalam pelaksanaan kegiatan usaha baru.

6.3. Manajemen Risiko
Kegiatan usaha Perseroan memiliki risiko-risiko sebagai berikut adalah:

Risiko Umum
Perseroan menghadapi risiko eksternal berupa perlambatan ekonomi, ketidakstabilan politik dan
perubahan regulasi, bencana alam, serta ancaman keamanan siber. Risiko-risiko tersebut berpotensi
menurunkan permintaan pasar, mengganggu operasi dan rantai pasok, menimbulkan kerugian finansial,
serta menurunkan kepercayaan pelanggan. Mitigasi dilakukan melalui perencanaan kontinjensi,
penguatan pengendalian internal, dan investasi pada sistem pengamanan serta kesiapsiagaan
operasional.

Risiko Utama – Ketersediaan Pasokan Gas Alam
Kegiatan usaha Perseroan sangat bergantung pada ketersediaan pasokan gas alam sebagai bahan baku
utama. Gangguan pasokan, berakhirnya kontrak jual beli gas, berkurangnya cadangan gas, atau kendala
infrastruktur dapat menyebabkan Perseroan tidak dapat memproduksi dan mendistribusikan gas alam
terkompresi, yang pada akhirnya berdampak pada pendapatan, kinerja keuangan, dan kelangsungan
usaha.

Risiko Persaingan Usaha
Perseroan menghadapi persaingan dalam harga, akses distribusi, teknologi, layanan purna jual, dan
kontinuitas pasokan. Ekspansi jaringan distribusi oleh pesaing berpotensi menurunkan pangsa pasar
serta menekan margin laba. Untuk mengurangi dampak tersebut, Perseroan perlu meningkatkan efisiensi
operasional, kualitas layanan, dan inovasi.




                                                    Laporan Studi Kelayakan PT Citra Nusantara Gemilang Tbk |40
Page 55
Risiko Operasional
Gas alam terkompresi memiliki sifat mudah terbakar sehingga berpotensi menimbulkan kecelakaan
kerja, kebakaran, atau ledakan apabila prosedur keselamatan tidak dipatuhi. Risiko operasional juga
dapat timbul dari kesalahan manusia, kegagalan sistem, atau pelanggaran prosedur. Perseroan
menerapkan SOP keselamatan, pelatihan berkala, pengawasan operasional, serta perlindungan
asuransi guna meminimalkan dampak kerugian.

Risiko Kebijakan Pemerintah dan Subsidi Energi
Kegiatan usaha Perseroan dipengaruhi oleh regulasi sektor energi, termasuk perizinan, kebijakan harga,
serta subsidi bahan bakar. Perubahan kebijakan atau tidak diperolehnya izin eksplorasi/produksi dapat
mengganggu kelangsungan usaha. Selain itu, harga energi bersubsidi berpotensi menurunkan daya saing
harga produk Perseroan.

Risiko Pergeseran Penggunaan Energi
Tren transisi energi menuju energi terbarukan dapat mengurangi ketergantungan industri terhadap bahan
bakar fosil, termasuk gas alam. Penurunan permintaan gas alam terkompresi berpotensi mempengaruhi
volume penjualan dan profitabilitas Perseroan.

Risiko Bencana Alam
Operasi Perseroan berisiko terdampak gempa bumi, letusan gunung berapi, maupun gangguan geologi
lainnya yang dapat merusak fasilitas, menghambat distribusi, serta menimbulkan kerugian finansial dan
reputasi. Perseroan melakukan mitigasi melalui kesiapsiagaan bencana, penguatan infrastruktur, dan
perlindungan asuransi.

Risiko Sumber Daya Manusia
Operasional produksi dan distribusi gas membutuhkan tenaga kerja yang kompeten. Kekurangan tenaga
ahli, tingginya tingkat turnover, atau kurangnya keahlian dapat menyebabkan keterlambatan produksi,
kerusakan peralatan, serta risiko keselamatan. Perseroan melakukan pelatihan, pengembangan
kompetensi, dan strategi retensi karyawan.

Risiko Kondisi Perekonomian Makro
Perubahan kondisi ekonomi domestik maupun global mempengaruhi aktivitas industri pelanggan
Perseroan. Penurunan aktivitas industri dapat menurunkan permintaan gas dan berdampak pada kinerja
keuangan Perseroan.

Risiko Perubahan Tingkat Suku Bunga
Perseroan menggunakan pembiayaan perbankan dalam menjalankan usaha. Kenaikan suku bunga
meningkatkan beban bunga dan biaya keuangan sehingga dapat menekan arus kas dan laba bersih.

Risiko Tuntutan atau Gugatan Hukum
Perseroan berpotensi menghadapi sengketa hukum, termasuk perselisihan kontrak, klaim pelanggan
atau karyawan, dan pelanggaran regulasi. Proses hukum dapat menimbulkan biaya, mengganggu
operasional, serta berdampak pada reputasi dan kondisi keuangan Perseroan.




                                                   Laporan Studi Kelayakan PT Citra Nusantara Gemilang Tbk |41
Page 56
Risiko Kredit
Risiko kredit adalah risiko bahwa Perseroan akan mengalami kerugian yang timbul dari pelanggan, klien
atau pihak counter yang gagal memenuhi kewajiban mereka. Perseroan mengelola dan mengendalikan
risiko kredit dengan menetapkan batas eksposur risiko yang dapat diterima untuk setiap pelanggan.
Perseroan hanya melakukan transaksi dengan pihak ketiga yang memiliki reputasi baik dan kelayakan
kredit yang memadai. Selain itu, saldo piutang dipantau secara berkala untuk meminimalkan risiko
terjadinya kredit macet.

Risiko Mata Uang Asing
Risiko mata uang asing merupakan risiko perubahan nilai tukar mata uang asing terutama dari transaksi,
aset dan liabilitas tertentu dalam Dolar AS yang timbul karena aktivitas pendanaan dan kegiatan
operasional sehari-hari. Grup memonitor dan mengelola risiko ini dengan menyepadankan liabilitas
keuangan dalam mata uang asing dengan aset keuangan dalam mata uang asing terkait dan melakukan
pembelian atau penjualan mata uang asing saat diperlukan.

Risiko Likuiditas
Manajemen risiko likuiditas berarti menjaga kas dan bank yang tersedia untuk mendukung kegiatan
usaha Perseroan secara tepat waktu. Perseroan mengelola risiko likuiditas dengan pengawasan, profil
jatuh tempo pendanaan dan sumber pinjaman. Saat ini, Perseroan belum menemukan apapun risiko
likuiditas.

6.4. Kapasitas dan Kemampuan Manajemen
Identitas dan pengalaman dari manajemen Perseroan adalah sebagai berikut:
Nama                      : As’at Said Ali
Posisi                    : Komisaris Utama
Pengalaman kerja          : • 2010-sekarang Wiraswata
                              • 2010-sekarang Komisaris Utama
                              • 2000-2010 Waka BIN
                              • 1999-2000 Deputi III BIN
                              • 1998-1999 Staf Ahli Luar Negeri
                              • 1996-1998 Kepala Direktorat 34
                              • 1990 - 1996 Kepala Sub Direktorat Analisa
                              • 1986 - 1990 Kepala Pos Syria, Lebanon, Cyprus
                              • 1982 - 1986 Kepala Pos Saudi Arabia
                              • 1978 - 1982 Kepala Seksi Administrasi
                              • 1974-1978 Anggota BAKIN

Nama                       :   Raditya Muhas Juvirawan
Posisi                     :   Komisaris
Pengalaman kerja           :   • 2023-sekarang Komisaris Perseroan
                               • 2007-sekarang Direktur PT Green Energy Investment
                               • 2003-sekarang Direktur Keuangan PT Bayu Buana Gemilang




                                                   Laporan Studi Kelayakan PT Citra Nusantara Gemilang Tbk |42
Page 57
Nama               :   Leo Herlambang
Posisi             :   Komisaris Independen
Pengalaman kerja   :   • 2017-sekarang Dosen (Praktisi): Univ Airlangga, Univ. Brawijaya dan
                         Wakil Rektor II Univesitas International Semen Indonesia
                       • 2017-sekarang Penasehat beberapa perusahaan makanan, migas,
                         kesehatan dan alat kebersihan
                       • 2015-2017 Direktur Utama PT Petrogas Jatim Utama (Migas
                         Upstream, Midstream dan Downstream)
                       • 2010-2015 Direktur Utama PT Jatim Nusa Usaha (Pelabuhan & Tank
                         Farm) (HSD & CPO) Gresik dan Probolinggo
                       • 2004-2010 Direktur & Direktur Utama PT Jatim Investment
                         Management
                       • 2003-2004 Direktur PT Kasa Husada
                       • 2000-2001 Branch Manager PT Ficoritas
                       • 1996-2000 Direktur Pengelolaan PT IntiTeladan Sekuritas (AB BES &
                         BEJ)
                       • 1993-1996 Sekretaris Komite Pencatatan Efek Bursa Efek Surabaya
                       • 1992-1996 Kasie Pencatatan Efek PT Bursa Efek Surabaya
                       • 1991-1992 Salary & Benefit PT Kaltim Prima Coal (Pre-GDP)

Nama               :   Andika Purwonugroho
Posisi             :   Direktur Utama
Pengalaman kerja   :   • 2022-sekarang:
                         - Direktur Utama Perseroan
                         - Komisaris PT Citra Nusantra Energi
                         - Komisaris PT CNG Hilir Raya
                         - Komisaris PT CNG Global
                         - Komisaris PT Cipta Rizqi Energi
                       • 2012-2022 Direktur Komersial Perseroan
                       • 2008-2012 General Manager Perseroan
                       • 2006-2008 Sales Industri Department Head Perseroan
                       • 2006-2006 (Juli) Business Relationship SPV Asuransi Adira Dinamika
                       • 2004-2005 Supervisor Sales Area Jakarta, Bouraq Indonesia Airlines
                       • 2003-2004 Area Sales Comptroller, Bouraq Indonesia Airlines
                       • 2002-2002 Staf Quality Assurance, Bouraq Indonesia Airlines
                       • 2001-2002 Management Trainee, Bouraq Indonesia Airlines

Nama               :   Agung Wibawa
Posisi             :   Direktur
Pengalaman kerja   :   • 2021-sekarang Direktur Keuangan Perseroan
                       • 2021-sekarang Direktur Keuangan PT Cipta Rizqi Energi
                       • 2019-2021 General Manager Finance Perseroan
                       • 2009-2019 Deputy Commercial Banking Group, Bank BRI Syariah, Tbk
                       • 2008 - 2009 Marketing Manager, Bank Mega Syariah



                                            Laporan Studi Kelayakan PT Citra Nusantara Gemilang Tbk |43
Page 58
                       • 1996 - 2008 Account Officer, Bank Muamalat Indonesia

Nama               :   Mohamad Isa Safardi
Posisi             :   Direktur
Pengalaman kerja   :   • 2022-sekarang Direktur PT Citra Nusantara Gemilang
                       • 2021-2022 Vice President Operational PT Citra Nusantara Gemilang
                       • 2015 - 2021 Research and Development Manager PT Bayu Buana
                         Gemilang
                       • 2013-2015 Business Development Manager PT Citra Nusantara
                         Gemilang
                       • 2010-2013 Business Development Manager PT Green Energy
                         Investment
                       • 2007-2010 Engineer di PT McDermott Indonesia
                       • 2002-2007 Engineer di PT Truba Jurong Engineering
                       • 2000-2002 Sr Supervisor di PT Perkasa Heavyndo Engineering
                       • 2001-2002 Dosen Tidak Tetap Metalurgi Physic II di Sekolah Tinggi
                         Teknologi Texmaco, Subang, Jawa Barat
                       • 1999-2000 Texmaco Management Development Program di Texmaco
                         Group

Nama               :   Andika Andianto
Posisi             :   Direktur
Pengalaman kerja   :   • 2021-2025 Direktur Utama PT Nusantara Gas Energi
                       • 2013-2021 Business Development Manager PT Bayu Buana Gemilang
                       • 2006-2013 Group Head Sales & Marketing PT Citra Nusantara
                         Gemilang




                                           Laporan Studi Kelayakan PT Citra Nusantara Gemilang Tbk |44
Page 59
6.5.    Struktur Kepemilikan Saham
Berikut merupakan struktur kepemilikan saham Perseroan:

                                 Gambar 3. Alur Kepemilikan Saham




                                      Sumber: manajemen Perseroan




                                                    Laporan Studi Kelayakan PT Citra Nusantara Gemilang Tbk |45
Page 60
6.6.     Struktur Organisasi Perseroan
Berikut adalah struktur organisasi Perseroan per 31 Desember 2025:

                                                          Gambar 4. Struktur Organisasi Perseroan




                                                                     Sumber: manajemen Perseroan




                                                                                                    Laporan Studi Kelayakan PT Citra Nusantara Gemilang Tbk |46
Page 61
Berikut adalah struktur organisasi rencana pengelolaan dan operasional LNG:

                 Gambar 5. Struktur Organisasi Pengelolaan dan Operasional LNG




                                                  Laporan Studi Kelayakan PT Citra Nusantara Gemilang Tbk |47
Page 62
7. ASPEK KEUANGAN

7.1. Rencana Manajemen
Sebagai bagian dari strategi pengembangan usaha, Perseroan memandang perlu melakukan
penyesuaian kegiatan usaha melalui penambahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI).
Langkah ini didasarkan pada rencana ekspansi bisnis yang semula berfokus pada distribusi Compressed
Natural Gas (CNG) menjadi pengelolaan dan pemanfaatan Liquefied Natural Gas (LNG). Perubahan pola
bisnis tersebut menuntut adanya kesesuaian antara kegiatan operasional dengan klasifikasi usaha yang
tercantum dalam perizinan berusaha, guna memastikan kepatuhan terhadap ketentuan peraturan
perundang-undangan yang berlaku di sektor energi dan sumber daya mineral. Selain itu, Perseroan telah
memperoleh hak pengusahaan melalui kemenangan tender pemanfaatan sumur marginal di wilayah
Karawang, Tanjung Pakis, Jawa Barat pada tahun 2022, serta didukung dengan diterbitkannya izin alokasi
gas oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral berdasarkan Surat Nomor T-312/MG.04/MEM.M/2025
tanggal 4 Juli 2025. Berdasarkan ketentuan dalam izin alokasi tersebut, kegiatan usaha yang dijalankan
tidak lagi terbatas pada distribusi, melainkan mencakup pengadaan gas yang diambil langsung dari
sumur tanpa melalui jaringan pipa. Oleh karena itu, penambahan KBLI 35201 tentang pengadaan Gas
Alam dan Buatan merupakan suatu keharusan hukum untuk mencerminkan kegiatan usaha yang
sebenarnya dijalankan oleh Perseroan serta sebagai bentuk kepatuhan administratif dalam sistem
perizinan berusaha.

7.2. Asumsi Pada Proyeksi Keuangan
Asumsi yang digunakan dalam analisis proyeksi keuangan adalah sebagai berikut:
• Analisis aspek keuangan didasarkan pada proyeksi yang telah disusun manajemen Perseroan;
• Dengan Rencana Penambahan KBLI, Perseroan mengestimasi pertumbuhan pendapatan pada
   periode tahun 2026–2033 yang didukung oleh proyeksi volume LNG berkisar antara 55.556 MMBTU
   hingga 577.778 MMBTU. Adapun harga LNG diasumsikan berada pada kisaran USD 13,00 hingga USD
   16,50 per MMBTU, dengan menggunakan asumsi kurs sebesar Rp16.800 per USD, sehingga diperoleh
   asumsi proyeksi pendapatan LNG sebagai berikut:

                           Tabel 12. Asumsi Proyeksi Pendapatan LNG




                                      Sumber: manajemen Perseroan


• Berdasarkan asumsi dan proyeksi pendapatan LNG, maka Perseroan diproyeksikan akan memperoleh
  pendapatan secara konsolidasi sebagai berikut:



                                                    Laporan Studi Kelayakan PT Citra Nusantara Gemilang Tbk |48
Page 63
        Tabel 13. Proyeksi Pendapatan Dengan dan Tanpa Rencana Penambahan KBLI
                                   Projection          Projection           Projection           Projection
                                    FY2026              FY2027               FY2028               FY2029
PENDAPATAN
Dengan Rencana Penambahan KBLI    835.915.500.000    1.013.623.500.000   1.226.716.000.000    1.343.805.866.667
Tanpa Rencana Penambahan KBLI     823.782.166.667      901.202.990.909   1.096.228.000.000    1.198.205.866.667
Selisih                            12.133.333.333      112.420.509.091     130.488.000.000      145.600.000.000

                                   Projection          Projection           Projection           Projection
                                    FY2030              FY2031               FY2032               FY2033
PENDAPATAN
Dengan Rencana Penambahan KBLI   1.471.328.409.600   1.636.477.516.800   1.824.126.938.726    2.064.743.682.947
Tanpa Rencana Penambahan KBLI    1.322.816.409.600   1.485.053.516.800   1.668.820.272.060    1.904.583.682.947
Selisih                            148.512.000.000     151.424.000.000     155.306.666.667      160.160.000.000

                                       Sumber: manajemen Perseroan


• Rata-rata persentase Harga Pokok Pendapatan konsolidasian terhadap Pendapatan bersih
  konsolidasian Dengan Rencana Penambahan KBLI adalah sebesar 81,41% sedangkan Tanpa Rencana
  Penambahan KBLI adalah sebesar 82,88%;
• Hari perputaran piutang usaha tahun 2026 adalah 35 hari dan tahun 2027-2033 masing-masing 40
  hari;
• Hari perputaran utang usaha adalah tahun 2026 adalah 40 hari dan tahun 2027-2033 masing-masing
  35 hari;
• Hari perputaran persediaan adalah 5 hari.

7.3. Biaya Pendirian dan Investasi
Sehubungan dengan Rencana Penambahan KBLI, maka manajemen telah mengestimasikan terdapat
penambahan aset tetap terutama mesin dan peralatan selama masa proyeksi adalah sebagai berikut
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain):

                            Tabel 14. Analisis Biaya Pendirian dan Investasi
                                    Projection          Projection          Projection           Projection
             CAPEX
                                      FY2026              FY2027              FY2028               FY2029
Dengan Rencana Penambahan KBLI    126.149.621.944       9.809.523.000       1.012.570.000        1.070.681.000
Tanpa Rencana Penambahan KBLI      27.500.000.000       9.809.523.000       1.012.570.000        1.070.681.000
Selisih                            98.649.621.944                  -                   -                    -


                                    Projection          Projection          Projection           Projection
             CAPEX
                                      FY2030              FY2031              FY2032               FY2033
Dengan Rencana Penambahan KBLI      1.181.169.000       1.324.819.000       1.487.462.000        1.695.921.000
Tanpa Rencana Penambahan KBLI       1.181.169.000       1.324.819.000       1.487.462.000        1.695.921.000
Selisih                                        -                   -                   -                    -

                                       Sumber: manajemen Perseroan


Manajemen telah mengidentifikasi kebutuhan penambahan mesin dan peralatan sebagai bagian dari
rencana belanja modal (CAPEX) untuk Rencana Penambahan KBLI, serta telah mempertimbangkan
realisasi capex LNG yang telah terjadi sampai dengan 31 Desember 2025 yang dicatat sebagai uang muka
dan biaya dibayar dimuka. Dengan demikian, capex yang dianggarkan dalam proyeksi Dengan Rencana




                                                      Laporan Studi Kelayakan PT Citra Nusantara Gemilang Tbk |49
Page 64
Penambahan KBLI sudah mempertimbangkan capex LNG yang tersisa. Berikut adalah rencana dan
realisasi RAB proyek LNG (dalam Rupiah):

                          Tabel 15. Rencana dan Realisasi RAB Proyek LNG




                                      Sumber: manajemen Perseroan


Rincian atas rencana anggaran LNG tersebut adalah sebagai berikut:

                          Tabel 16. Rencana dan Realisasi RAB Proyek LNG




                                      Sumber: manajemen Perseroan


7.4. Biaya Operasional
Sehubungan dengan Rencana Penambahan KBLI, maka manajemen telah mengestimasikan biaya
operasional selama masa proyeksi baik sebelum dan sesudah Rencana Penambahan KBLI sebagai
berikut (dalam jutaan Rupiah penuh):

                                   Tabel 17. Biaya Operasional
                                    Projection          Projection          Projection           Projection
                                      FY2026             FY2027              FY2028               FY2029
Dengan Rencana Penambahan KBLI   (108.237.694.000)   (123.321.834.000)   (149.487.644.000)    (163.552.899.000)
Tanpa Rencana Penambahan KBLI    (107.596.515.000)   (117.417.365.000)   (142.509.640.000)    (155.766.763.000)
Selisih                              (641.179.000)     (5.904.469.000)     (6.978.004.000)      (7.786.136.000)

                                    Projection          Projection          Projection           Projection
                                     FY2030              FY2031              FY2032               FY2033
Dengan Rencana Penambahan KBLI   (179.907.993.000)   (201.154.539.000)   (225.251.848.000)    (256.160.629.000)
Tanpa Rencana Penambahan KBLI    (171.966.134.000)   (193.056.958.000)   (216.946.636.000)    (247.595.879.000)
Selisih                            (7.941.859.000)     (8.097.581.000)     (8.305.212.000)      (8.564.750.000)

                                           Sumber: data olahan


Biaya operasional terdiri dari beban penjualan serta beban administrasi dan umum berupa tambahan
beban gaji dan beban operasional lainnya.



                                                      Laporan Studi Kelayakan PT Citra Nusantara Gemilang Tbk |50
Page 65
7.5. Biaya Bahan Baku
Bahan baku utama berupa pasokan gas berdasarkan draft Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) antara PT
Pertamina EP dan Perseroan terkait penjualan gas yang berasal dari Struktur Galian Field Tambun, Zona
7 Regional 2 Wilayah Kerja Pertamina EP, dengan jangka waktu hingga tahun 2033.

Penetapan alokasi dan pemanfaatan serta harga gas bumi dari lapangan galian wilayah kerja Pertamina
EP Zona 7 kepada PT Citra Nusantara Gemilang disahkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral
Republik Indonesia Nomor T-312/MG.04/MEM.M/2025 pada tanggal 4 Juli 2025 dengan ketentuan bahwa
jumlah penyerahan harian sebesar 1,5 MMSCFD, total jumlah kontrak sebesar 4.110 MMSCFD, dan harga
gas bumi sebesar USD5,15/MMBTU.

7.6. Analisis Titik Impas (Break Even Point)
Titik impas atau break even point (BEP) adalah kondisi suatu perusahaan yang tidak menerima laba dan
tidak mengalami rugi atau dikatakan suatu perusahaan impas. Dengan kata lain, antara pendapatan dan
biaya pada kondisi yang sama. Analisis titik impas adalah teknik analisa untuk mempelajari hubungan
antara volume penjualan dan profitabilitas dan analisis ini menunjukkan besarnya keuntungan atau
kerugian perusahaan jika penjualan melampaui atau berada di bawah titik impas. Formula BEP dalam
Rupiah adalah sebagai berikut:

                                                   𝐹𝑖𝑥𝑒𝑑 𝐶𝑜𝑠𝑡
                                 𝐵𝐸𝑃 (𝑅𝑢𝑝𝑖𝑎ℎ) = 𝐶𝑜𝑛𝑡𝑟𝑖𝑏𝑢𝑡𝑖𝑜𝑛 𝑀𝑎𝑟𝑔𝑖𝑛
                                                           𝑅𝑒𝑣𝑒𝑛𝑢𝑒


Sehubungan dengan Rencana Penambahan KBLI, maka analisis titik impas selama masa proyeksi adalah
sebagai berikut (dalam Rupiah penuh):

                                     Tabel 18. Analisis Titik Impas
                            PROJECTION          PROJECTION             PROJECTION             PROJECTION
                                FY2026              FY2027                 FY2028                 FY2029
Revenue                      12.133.333.333     112.420.509.091        130.488.000.000        145.600.000.000
COGS                          (9.782.717.786)    (78.303.792.386)       (87.156.862.931)       (94.561.742.931)
Depreciation                   3.869.623.822      23.217.742.931         23.217.742.931         23.217.742.931
Contribution Margin            6.220.239.370      57.334.459.636         66.548.880.000         74.256.000.000
Fixed Cost                     5.964.253.862      38.563.103.301         40.936.598.706         42.599.508.066
Contribution Margin Ratio               0,51                0,51                   0,51                   0,51
BEP (Rupiah)                 11.634.002.471       75.613.928.042         80.267.840.601         83.528.447.189
%BEP                                  95,88%              67,26%                 61,51%                 57,37%
                            PROJECTION          PROJECTION             PROJECTION             PROJECTION
                                FY2030              FY2031                 FY2032                FY2033
Revenue                     148.512.000.000     151.424.000.000        155.306.666.667        160.160.000.000
COGS                         (95.988.622.931)    (97.415.502.931)       (99.318.009.598)     (101.696.142.931)
Depreciation                  23.217.742.931      23.217.742.931         23.217.742.931        23.217.742.931
Contribution Margin           75.741.120.000      77.226.240.000         79.206.400.000        81.681.600.000
Fixed Cost                    42.384.698.406      42.169.887.966         42.185.278.471        42.760.296.486
Contribution Margin Ratio               0,51                0,51                   0,51                  0,51
BEP (Rupiah)                  83.107.251.777      82.686.054.836         82.716.232.297        83.843.718.601
%BEP                                  55,96%              54,61%                 53,26%                52,35%
                                            Sumber: data olahan




                                                      Laporan Studi Kelayakan PT Citra Nusantara Gemilang Tbk |51
Page 66
Berdasarkan perhitungan tabel di atas, titik impas berada pada rentang 52,35% - 95,88% atau rata-rata
titik impas tercapai pada angka 62,28%. Besaran fixed cost dalam perhitungan BEP tersebut merupakan
beban penjualan, beban umum dan administrasi, penghasilan (beban) lain-lain, dan beban pajak
penghasilan.

7.7. Sumber Pendanaan
Berdasarkan informasi manajemen, terdapat rencana pendanaan belanja modal (CAPEX) terkait rencana
penambahan KBLI yang bersumber dari dana Initial Public Offering (IPO) dan pinjaman bank sebesar
Rp50.000.000.000,- dengan asumsi bunga pinjaman sebesar 8,50%.

7.8. Analisis Tingkat Diskonto
Tingkat diskonto dalam analisis kelayakan keuangan akan menggunakan biaya modal tertimbang atau
weighted average cost of capital (WACC).

Risk Free Rate (Rf)
Risk free rate merupakan tingkat imbal hasil atas instrumen-instrumen keuangan yang dianggap tidak
memiliki risiko gagal bayar. Pada penilaian ini, instrumen keuangan yang digunakan sebagai acuan risk
free rate adalah obligasi pemerintah Republik Indonesia dengan yield per tanggal studi kelayakan
menggunakan tenor 8 (delapan) tahun sesuai masa perjanjian dengan Pertamina EP dalam mata uang
Rupiah.

Market Premium Risk (RPm)
Market premium risk merupakan selisih antara tingkat imbal hasil antara instrumen keuangan yang
memiliki risiko dengan instrumen keuangan yang relatif tidak memiliki risiko. Dengan demikian dapat
diartikan juga sebagai tingkat imbal hasil tambahan yang diinginkan investor untuk berinvestasi pada
suatu instrumen keuangan yang lebih berisiko. Kami menggunakan data market premium risk hasil
penelitian Aswath Damodaran yang diperbarui tanggal 5 Januari 2026.

Beta (β)
Beta merupakan tolak ukur volatilitas atas suatu saham terhadap pasar secara keseluruhan. Kami
menggunakan data unlevered beta hasil penelitian Aswath Damodaran yang diperbarui tanggal 5 Januari
2026 untuk emerging market sektor Power sebesar 0,43 yang kemudian akan dilakukan penyesuaian
terhadap tarif pajak di Indonesia (beta relevered). Relevered beta setelah disesuaikan adalah sebesar
0,79.

Rating Based Default Spread (CDS)
Rating based default spread menggunakan hasil penelitian Aswath Damodaran yang diperbarui tanggal 5
Januari 2026 yang digunakan untuk melakukan penyesuaian atas biaya modal ekuitas.

Cost of Debt (Kd)
Biaya hutang atau tingkat imbal hasil dari sumber pendanaan yang berasal dari hutang yang dikorelasikan
dengan tingkat suku bunga pinjaman Bank Persero dalam mata uang Rupiah untuk pinjaman baik modal
kerja ataupun investasi. Data menggunakan hasil statistik Bank Indonesia sesuai bulan tanggal studi
kelayakan.




                                                    Laporan Studi Kelayakan PT Citra Nusantara Gemilang Tbk |52
Page 67
Tarif Pajak (t)
Tarif pajak penghasilan badan yang digunakan adalah 22% sesuai dengan Undang-Undang Nomor 7
Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan.

Cost of Equity (Ke)
Biaya ekuitas merupakan tingkat imbal hasil yang diharapkan dari sumber pendanaan ekuitas. Formula
perhitungan biaya ekuitas adalah sebagai berikut:

                                             Ke = Rf + (β x RPm) – CDS

Tingkat Diskonto
Tingkat diskonto digunakan untuk mendiskonto arus kas bersih yang dihasilkan di masa mendatang ke
nilai kini atau per tanggal studi kelayakan. Tingkat diskonto yang digunakan untuk mendiskonto arus kas
untuk kapital (free cash flow to firm atau FCFF) adalah WACC (Weighted Average Cost of Capital).
Perhitungan WACC adalah sebagai berikut:

                                                  Tabel 19. WACC
Variables                                       Factor                               Informations
COST OF EQUITY
Indonesia risk free rate (Rf)                    6,01%    Yield rate on 8 year IDR Government Bonds in Indonesia per Dec 31,
                                                          2025
Indonesia risk equity premium                    6,69%    Based on Damodaran
Comparable Company leverage beta                  0,79    Based on unlevered Damodaran
Country Default Spread                           1,62%    Based on Damodaran
Required rate of return on equity (CAPM)         9,66%
COST OF DEBT
Return on debt                                   8,44%    Based on state owned bank lending interest rate for investment
                                                          (IDR) Dec, 2025 (source: Bank Indonesia)
    Tax                                         22,00%    Corporate Income Tax
After tax cost of debt                           6,58%
DEBT TO EQUITY RATIO
    Debt                                        51,08%     Based on Damodaran Industry DER
    Equity                                      48,92%
WACC                                             8,09%
                                           Sumber: diolah dari berbagai sumber




                                                             Laporan Studi Kelayakan PT Citra Nusantara Gemilang Tbk |53
Page 68
7.9. Analisis Profitabilitas dan Overall Return on Investment
Analisa profitabilitas sebagai parameter Perseroan dalam menghasilkan laba adalah sebagai berikut:

                                            Tabel 20. Analisis Profitabilitas Dengan Rencana Penambahan KBLI
                                   Projection Projection Projection Projection Projection Projection Projection Projection
                                                                                                                           Average
                                    FY2026     FY2027     FY2028     FY2029     FY2030     FY2031     FY2032     FY2033
            Gross profit margin       15,89%     18,01%     18,78%     19,02%     19,05%     19,13%     19,15%     19,66% 18,59%
            Net profit margin           2,15%      4,14%      4,87%      5,17%      5,24%      5,32%      5,33%      5,69%   4,74%
            Return on investment        3,52%      7,60%      9,72%    10,26%     10,29%     10,39%     10,27%     10,85%    9,11%
            Return on equity            6,05%    12,35%     14,96%     14,83%     14,12%     13,76%     13,32%     13,87% 12,91%
                                                                     Sumber: Data olahan


Dengan adanya rencana penambahan KBLI, rata-rata gross profit margin Perseroan selama masa proyeksi adalah sebesar 18,59%, net profit margin sebesar
4,74%, return on investment sebesar 9,11%, dan return on equity sebesar 12,91%.

                                             Tabel 21. Analisis Profitabilitas Tanpa Rencana Penambahan KBLI
                                   Projection Projection Projection Projection Projection Projection Projection Projection Average
                                    FY2026     FY2027     FY2028     FY2029     FY2030     FY2031     FY2032     FY2033
            Gross profit margin       15,84%     16,47%     17,06%     17,08%     17,22%     17,44%     17,58%     18,25% 17,12%
            Net profit margin           2,16%      2,57%      3,11%      3,16%      3,30%      3,50%      3,61%      4,13%   3,19%
            Return on investment        3,82%      4,86%      6,57%      6,79%      7,22%      7,78%      8,09%      9,34%   6,81%
            Return on equity            5,97%      7,23%      9,62%      9,65%    10,02%     10,65%     10,98%     12,54%    9,58%
                                                                     Sumber: Data olahan


Tanpa adanya rencana penambahan KBLI, rata-rata gross profit margin Perseroan selama masa proyeksi adalah sebesar 17,12%, net profit margin sebesar 3,19%,
return on investment sebesar 6,81%, dan return on equity sebesar 9,58%.




                                                                                                        Laporan Studi Kelayakan PT Citra Nusantara Gemilang Tbk |54
Page 69
7.10. Proyeksi Perubahan Modal Kerja Bersih
Analisis perubahan modal kerja bersih periode 12 bulan yang berakhir 31 Desember 2026-2033 (dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) adalah sebagai berikut:

                                              Tabel 22. Proyeksi Perubahan Modal Kerja Bersih Perseroan Dengan Penambahan KBLI
                                         AUDIT          PROJECTION        PROJECTION          PROJECTION          PROJECTION         PROJECTION         PROJECTION         PROJECTION         PROJECTION
                                       DEC 2025          DEC 2026          DEC 2027            DEC 2028            DEC 2029           DEC 2030           DEC 2031           DEC 2032           DEC 2033
Piutang Usaha                         65.316.128.527    81.269.562.500   112.624.833.333     136.301.777.778     149.311.762.963    163.480.934.400    181.830.835.200    202.680.770.970    229.415.964.772
Piutang lain-lain                      8.695.745.890    10.000.108.000     7.500.081.000       5.625.061.000       4.218.796.000      3.164.097.000      2.373.073.000      1.779.805.000      1.334.854.000
Persediaan                             9.136.132.965     9.765.133.997    11.542.189.582      13.837.902.229      15.113.358.440     16.541.848.177     18.381.063.190     20.483.720.476     23.037.669.693
Uang muka                             76.067.417.128    12.477.530.000    11.853.654.000      11.260.971.000      10.697.923.000     10.163.026.000      9.654.875.000      9.172.131.000      8.713.525.000
Pajak dibayar dimuka                     859.140.698     6.730.265.000     7.910.211.000       9.284.292.000      10.093.260.000     10.968.060.000     12.074.929.000     13.317.086.000     14.869.005.000
Biaya dibayar dimuka                  31.012.277.105    25.664.119.000    24.380.913.000      23.161.868.000      22.003.774.000     20.903.586.000     19.858.406.000     18.865.486.000     17.922.212.000
Aset pajak tangguhan                   3.894.048.414     4.478.156.000     4.522.938.000       4.568.167.000       4.613.849.000      4.659.987.000      4.706.587.000      4.753.653.000      4.801.190.000
Total Current Assets                 194.980.890.727   150.384.874.497   180.334.819.916     204.040.039.007     216.052.723.403    229.881.538.577    248.879.768.390    271.052.652.446    300.094.420.465

Utang usaha                           51.702.402.203    78.121.071.976    80.795.327.075      96.865.315.606     105.793.509.078    115.792.937.239    128.667.442.332    143.386.043.335    161.263.687.850
Utang lain-lain                        2.579.045.735     1.579.046.000     1.184.285.000         888.214.000         666.160.000        499.620.000        374.715.000        281.037.000        210.778.000
Utang pajak                            4.032.150.145       748.979.000     8.765.652.000      12.525.874.000      13.547.401.000     14.464.494.000     15.622.140.000     16.956.104.000     18.660.950.000
Beban masih harus dibayar              1.564.959.137       564.960.000       423.720.000         317.790.000         238.343.000        178.757.000        134.068.000        100.551.000         75.413.000
Pendapatan diterima dimuka             3.885.817.909     3.885.818.000     4.080.109.000       4.284.115.000       4.498.320.000      4.723.236.000      4.959.398.000      5.207.368.000      5.467.737.000
Total Current Liabilities             63.764.375.129    84.899.874.976    95.249.093.075     114.881.308.606     124.743.733.078    135.659.044.239    149.757.763.332    165.931.103.335    185.678.565.850

Perubahan aset lancar                                   44.596.016.230   (29.949.945.418)     (23.705.219.092)   (12.012.684.396)   (13.828.815.174)   (18.998.229.813)   (22.172.884.056)   (29.041.768.019)
Perubahan liabilitas jangka pendek                      21.135.499.847    10.349.218.099       19.632.215.530      9.862.424.473     10.915.311.161     14.098.719.093     16.173.340.003     19.747.462.515
Perubahan modal kerja bersih                            65.731.516.077   (19.600.727.319)      (4.073.003.561)    (2.150.259.923)    (2.913.504.013)    (4.899.510.720)    (5.999.544.053)    (9.294.305.504)


                                                                                            Sumber: Data Olahan




                                                                                                                                            Laporan Studi Kelayakan PT Citra Nusantara Gemilang Tbk |55
Page 70
                                               Tabel 23. Proyeksi Perubahan Modal Kerja Bersih Perseroan Tanpa Penambahan KBLI
                                         AUDIT          PROJECTION         PROJECTION          PROJECTION          PROJECTION         PROJECTION         PROJECTION         PROJECTION         PROJECTION
                                       DEC 2025          DEC 2026           DEC 2027            DEC 2028            DEC 2029           DEC 2030           DEC 2031           DEC 2032           DEC 2033
Piutang Usaha                         65.316.128.527    80.089.932.870    100.133.665.657     121.803.111.111     133.133.985.185    146.979.601.067    165.005.946.311    185.424.474.673    211.620.409.216
Piutang lain-lain                      8.695.745.890     8.500.092.000      6.375.069.000       4.781.302.000       3.585.977.000      2.689.483.000      2.017.113.000      1.512.835.000      1.134.627.000
Persediaan                             9.136.132.965     9.629.262.917     10.454.636.910      12.627.390.244      13.800.000.899     15.208.672.859     17.028.070.094     19.104.303.677     21.625.223.263
Uang muka                             76.067.417.128    76.067.417.128     76.067.417.128      76.067.417.128      76.067.417.128     76.067.417.128     76.067.417.128     76.067.417.128     76.067.417.128
Pajak dibayar dimuka                     859.140.698     4.446.054.000      5.872.268.000       7.345.163.000       7.766.704.000      8.568.183.000      9.610.215.000     10.790.028.000     12.302.184.000
Biaya dibayar dimuka                  31.012.277.105    31.012.277.105     31.012.277.105      31.012.277.105      31.012.277.105     31.012.277.105     31.012.277.105     31.012.277.105     31.012.277.105
Aset pajak tangguhan                   3.894.048.414     4.478.156.000      4.702.064.000       4.937.168.000       5.184.027.000      5.443.229.000      5.715.391.000      6.001.161.000      6.301.220.000
Total Current Assets                 194.980.890.727   214.223.192.020    234.617.397.800     258.573.828.588     270.550.388.317    285.968.863.158    306.456.429.638    329.912.496.583    360.063.357.713

Utang usaha                           51.702.402.203    77.034.103.333     73.182.458.371      88.391.731.709      96.600.006.293    106.460.710.010    119.196.490.658    133.730.125.736    151.376.562.843
Utang lain-lain                        2.579.045.735     1.579.045.000      1.184.284.000         888.213.000         666.160.000        499.620.000        374.715.000        281.037.000        210.778.000
Utang pajak                            4.032.150.145     5.384.884.000      5.872.268.000       7.345.163.000       7.766.704.000      8.568.183.000      9.610.215.000     10.790.028.000     12.302.184.000
Beban masih harus dibayar              1.564.959.137       564.959.000        423.720.000         317.790.000         238.343.000        178.758.000        134.069.000        100.552.000         75.414.000
Pendapatan diterima dimuka             3.885.817.909     3.885.817.000      2.914.363.000       2.185.773.000       1.639.330.000      1.229.498.000        922.124.000        691.593.000        518.695.000
Total Current Liabilities             63.764.375.129    88.448.808.333     83.577.093.371      99.128.670.709     106.910.543.293    116.936.769.010    130.237.613.658    145.593.335.736    164.483.633.843

Perubahan aset lancar                                  (19.242.301.293)   (20.394.205.780)     (23.956.430.789)   (11.976.559.729)   (15.418.474.841)   (20.487.566.480)   (23.456.066.945)   (30.150.861.130)
Perubahan liabilitas jangka pendek                      24.684.433.204     (4.871.714.962)      15.551.577.338      7.781.872.584     10.026.225.716     13.300.844.649     15.355.722.077     18.890.298.108
Perubahan modal kerja bersih                             5.442.131.911    (25.265.920.742)      (8.404.853.450)    (4.194.687.145)    (5.392.249.125)    (7.186.721.831)    (8.100.344.867)   (11.260.563.022)


                                                                                             Sumber: Data Olahan


7.11. Analisis Kelayakan Investasi
Analisa kelayakan keuangan dilakukan dengan menggunakan indikator yaitu Net Present Value (NPV) dan Profitability Index (PI) (dalam Rupiah, kecuali dinyatakan
lain) sebagai berikut:




                                                                                                                                             Laporan Studi Kelayakan PT Citra Nusantara Gemilang Tbk |56
Page 71
                                                                            Tabel 24. Analisis Kelayakan Investasi
FCFF (WITH PROJECT)
                                                          Projection          Projection          Projection          Projection          Projection          Projection          Projection          Projection
                                      31-Des-25
                                                           FY 2026              FY 2027             FY 2028             FY 2029             FY 2030             FY 2031             FY 2032             FY 2033
Earning after tax                                        18.011.420.282      41.938.296.920      59.711.512.369      69.511.912.475      77.070.663.038      87.052.278.571      97.217.254.423     117.563.263.004
(+) Depreciation                                         23.307.123.822      42.757.425.463      43.902.528.515      44.156.881.660      44.426.853.744      43.725.138.702      44.038.636.640      34.160.491.890
(+) Interest (1-t)                                        1.639.243.125        4.783.130.625       3.910.286.250       2.865.476.250       1.820.666.250         821.413.125         171.965.625                  -
(+/-) Changes in working capital                         65.731.516.077     (19.600.727.319)      (4.073.003.561)     (2.150.259.923)     (2.913.504.013)     (4.899.510.720)     (5.999.544.053)     (9.294.305.504)
(-) Capex                                              (126.149.621.944)      (9.809.523.000)     (1.012.570.000)     (1.070.681.000)     (1.181.169.000)     (1.324.819.000)     (1.487.462.000)     (1.695.921.000)
FCFF                                                    (17.460.318.638)     60.068.602.688     102.438.753.572     113.313.329.462     119.223.510.018     125.374.500.678     133.940.850.635     140.733.528.390
Year-n                                                               1,00                2,00                3,00                4,00                5,00                6,00                7,00                8,00
Discount factor                                                   0,9252              0,8560              0,7919              0,7327              0,6779              0,6272              0,5802              0,5368
PV FCFF                                                 (16.154.037.040)     51.416.835.998      81.124.309.562      83.022.658.878      80.817.693.252      78.628.985.548      77.716.890.921      75.549.022.763
NPV                                  512.122.359.882



FCFF (WITHOUT PROJECT)
                                                          Projection          Projection          Projection          Projection          Projection          Projection          Projection          Projection
                                      31-Des-25
                                                           FY 2026             FY 2027              FY 2028             FY 2029             FY 2030             FY 2031             FY 2032             FY 2033
Earning after tax                                        17.755.434.775      23.166.940.585      34.099.231.075      37.855.420.541      43.714.241.444      51.995.926.538      60.196.132.894      78.641.959.491
(+) Depreciation                                         19.437.500.000      19.539.682.531      20.684.785.583      20.939.138.729      21.209.110.813      20.507.395.771      20.820.893.708      10.942.748.958
(+) Interest (1-t)                                          561.868.125       1.548.933.750        1.167.123.750         785.313.750         403.503.750          67.250.625                  -                   -
(+/-) Changes in working capital                          5.442.131.911     (25.265.920.742)      (8.404.853.450)     (4.194.687.145)     (5.392.249.125)     (7.186.721.831)     (8.100.344.867)   (11.260.563.022)
(-) Capex                                               (27.500.000.000)     (9.809.523.000)      (1.012.570.000)     (1.070.681.000)     (1.181.169.000)     (1.324.819.000)     (1.487.462.000)     (1.695.921.000)
FCFF                                                     15.696.934.811       9.180.113.124      46.533.716.958      54.314.504.875      58.753.437.882      64.059.032.102      71.429.219.735      76.628.224.427
Year-n                                                               1,00                2,00                3,00                4,00                5,00                6,00                7,00                8,00
Discount factor                                                   0,9252              0,8560              0,7919              0,7327              0,6779              0,6272              0,5802              0,5368
PV FCFF                                                  14.522.579.548       7.857.888.311      36.851.440.768      39.795.270.616      39.827.021.697      40.174.809.727      41.445.584.767      41.135.808.486
NPV                                  261.610.403.921



INCREMENTAL FCFF
                                                         Projection          Projection           Projection          Projection          Projection          Projection          Projection          Projection
                                      31-Des-25
                                                          FY 2026             FY 2027              FY 2028             FY 2029             FY 2030             FY 2031             FY 2032             FY 2033
Earning after tax                                          255.985.507      18.771.356.335       25.612.281.294      31.656.491.934      33.356.421.594      35.056.352.034      37.021.121.529      38.921.303.514
(+) Depreciation                                         3.869.623.822      23.217.742.931       23.217.742.931      23.217.742.931      23.217.742.931      23.217.742.931      23.217.742.931      23.217.742.931
(+) Interest (1-t)                                       1.077.375.000       3.234.196.875        2.743.162.500       2.080.162.500       1.417.162.500         754.162.500         171.965.625                   -
(+/-) Changes in working capital                        60.289.384.166       5.665.193.423        4.331.849.889       2.044.427.222       2.478.745.111       2.287.211.111       2.100.800.815       1.966.257.519
(-) Capex                                              (98.649.621.944)                  -                    -                   -                   -                   -                   -                   -
FCFF                                                   (33.157.253.449)     50.888.489.564       55.905.036.614      58.998.824.587      60.470.072.136      61.315.468.576      62.511.630.900      64.105.303.963
Year-n                                                              1,00                2,00                 3,00                4,00                5,00                6,00                7,00                8,00
Discount factor                                                  0,9252              0,8560               0,7919              0,7327              0,6779              0,6272              0,5802              0,5368
PV FCFF                                                (30.676.616.588)     43.558.947.686       44.272.868.794      43.227.388.262      40.990.671.555      38.454.175.821      36.271.306.154      34.413.214.276
NPV                                  250.511.955.961
Realisasi Capex LNG sd 31 Des 2025    89.419.821.506
NPV, Net                             161.092.134.455




                                                                                                                                                   Laporan Studi Kelayakan PT Citra Nusantara Gemilang Tbk |57
Page 72
DISCOUNTED PAYBACK PERIOD
                                                         Projection          Projection            Projection         Projection         Projection       Projection        Projection        Projection
                                    31 Des 2025
                                                          FY 2026             FY 2027               FY 2028            FY 2029            FY 2030          FY 2031           FY 2032           FY 2033
PV FCFF                                        -       (30.676.616.588)     43.558.947.686        44.272.868.794     43.227.388.262     40.990.671.555   38.454.175.821    36.271.306.154    34.413.214.276
Accumulated PV FCFF                (89.419.821.506)   (120.096.438.094)    (76.537.490.408)      (32.264.621.613)    10.962.766.649     51.953.438.204   90.407.614.025   126.678.920.179   161.092.134.455
Period                                         -                    1,00                2,00                  3,00               3,75
Discounted Payback Period                     3,75



PROFITABILITY INDEX
                                                        Projection          Projection             Projection         Projection         Projection       Projection        Projection        Projection
                                    31 Des 2025
                                                         FY 2026             FY 2027                FY 2028            FY 2029            FY 2030          FY 2031           FY 2032           FY 2033
Cash Inflow                                            65.492.368.495      50.888.489.564         55.905.036.614     58.998.824.587     60.470.072.136   61.315.468.576    62.511.630.900    64.105.303.963
Cash Outflow                                           98.649.621.944                  -                      -                  -                  -                -                 -                 -
PV Cash Inflow                                         60.592.602.486      43.558.947.686         44.272.868.794     43.227.388.262     40.990.671.555   38.454.175.821    36.271.306.154    34.413.214.276
PV Cash Outflow                                        91.269.219.074                  -                      -                  -                  -                -                 -                 -
Sum Cash Inflow                    341.781.175.035
Sum Cash Outflow                    91.269.219.074
Realisasi RAB LNG sd 31 Des 2025    89.419.821.506
Profitability Index                           1,89



SUMMARY
                Deskripsi              Nilai        Kriteria Kelayakan     Keterangan
Incremental NPV, Net (Rp)          161.092.134.455        NPV>0              LAYAK
Internal Rate of Return (IRR)                32,30%     IRR>WACC             LAYAK
Discounted Payback Period (DPP)                3,75    DPP<8 Tahun           LAYAK
Profitability Index (x)                        1,89         PI>0             LAYAK


                                                                                               Sumber: Data Olahan




                                                                                                                                              Laporan Studi Kelayakan PT Citra Nusantara Gemilang Tbk |58
Page 73
Net Present Value (NPV)
Net Present Value merupakan selisih antara cash inflow dengan cash outflow dari suatu proyek dengan
memperhitungkan nilai waktu uang. Berdasarkan tabel di atas, NPV menunjukkan nilai positif Rp161,09
miliar dengan demikian Rencana Penambahan KBLI tersebut layak untuk dilaksanakan.

Internal Rate of Return (IRR)
IRR merupakan tingkat diskonto yang akan menghasilkan NPV Rp0. IRR sebesar 32,30% lebih tinggi
dibandingkan WACC mengindikasikan bahwa Rencana Penambahan KBLI layak dilaksanakan.

Profitability Index (PI)
Indeks profitabilitas sebesar 1,89 kali yang menunjukkan bahwa nilai sekarang dari arus kas masuk lebih
tinggi dibandingkan arus kas keluar, sehingga Rencana Penambahan KBLI memberikan kontribusi positif.
Umumnya suatu rencana proyek dikategorikan layak untuk dilaksanakan jika profitability index
menghasilkan nilai lebih dari 1.

Discounted Payback Period (DPP)
Discounted Payback Period (PP) merupakan penentuan jangka waktu yang dibutuhkan untuk menutup
initial investment dari suatu proyek dengan menggunakan cash flow yang dihasilkan dari proyek tersebut.
Berdasarkan hasil perhitungan dan analisis yang diperoleh, Perseroan diproyeksikan dapat
mengembalikan seluruh dana investasi setelah Rencana Penambahan KBLI berjalan selama 3 tahun 7
bulan.

7.12. Analisis Sensitivity
Analisis sensitivitas dilakukan dengan menggunakan variabel utama berupa harga (price) LNG, dengan
skenario penurunan sebesar -5% dan -3%, serta peningkatan sebesar +5% terhadap proyeksi dasar.
Analisis ini bertujuan untuk mengukur dampak perubahan harga terhadap indikator kelayakan investasi,
yaitu NPV, IRR, Discounted Payback Period (DPP), dan PI. Berikut adalah analisis sensitivitas (dalam
Rupiah, kecuali dinyatakan lain):

                                    Tabel 25. Analisis Sensitivity
                                  Penurunan Harga -5% Penurunan Harga -3%               Kenaikan Harga 5%
Incremental NPV, Net (Rp)            134.941.166.292     145.401.553.557                  187.243.102.618
Internal Rate of Return (IRR)                 29,07%              30,38%                           35,37%
Discounted Payback Period (DPP)                 4,00                3,90                             3,52
Profitability Index (x)                         1,75                1,80                             2,04
                                          Sumber: Data Olahan




                                                    Laporan Studi Kelayakan PT Citra Nusantara Gemilang Tbk |59
Page 74
8. KESIMPULAN
Berdasarkan analisis dan metodologi yang telah dilakukan, maka didapatkan kesimpulan sebagai
berikut:
1. Berdasarkan penelaahan aspek legalitas dan hukum, Perseroan terlah memiliki perizinan pokok dan
   dokumen operasional lainnya untuk melakukan kegiatan komersialnya sesuai dengan peraturan
   perundang-undangan yang berlaku. Perseroan telah memiliki izin Penetapan Alokasi dan
   Pemanfaatan serta Harga Gas Bumi dari Lapangan Galian Wilayah Kerja Pertamina EP Zona 7 kepada
   Perseroan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia Nomor T-
   312/MG.04/MEM.M/2025 tanggal 4 Juli 2025;
2. Berdasarkan analisis kelayakan pasar, Rencana Penambahan KBLI dinilai layak untuk dijalankan,
   didukung oleh prospek permintaan LNG yang terus meningkat, adanya kesenjangan pasokan gas di
   wilayah non-pipeline, serta posisi strategis Perseroan yang didukung oleh model distribusi yang
   fleksibel, ketersediaan pasokan, dan potensi pasar yang masih luas;
3. Berdasarkan analisis kelayakan teknis, Perseroan dinilai memiliki kesiapan yang memadai untuk
   melaksanakan Rencana Penambahan KBLI, didukung oleh kapasitas produksi yang terukur,
   infrastruktur produksi dan distribusi yang terintegrasi, ketersediaan bahan baku yang terjamin, serta
   dukungan sumber daya manusia dan tenaga ahli yang kompeten;
4. Berdasarkan analisis kelayakan pola bisnis, Perseroan dinilai memiliki model bisnis yang kuat,
   terintegrasi, dan berdaya saing tinggi, yang didukung oleh keunggulan kompetitif, tingkat imitasi yang
   relatif rendah, serta kemampuan dalam menciptakan nilai tambah secara berkelanjutan, sehingga
   mampu mendukung keberhasilan implementasi Rencana Penambahan KBLI;
5. Berdasarkan analisis kelayakan model manajemen, Perseroan dinilai memiliki kesiapan yang
   memadai dalam mendukung implementasi Rencana Penambahan KBLI, yang tercermin dari
   perencanaan sumber daya manusia yang terstruktur, dukungan tenaga ahli pada tahap awal
   operasional, serta pengelolaan aspek kekayaan intelektual yang telah memiliki kepastian hukum.
   Dengan demikian, model manajemen yang diterapkan mampu mendukung kelancaran operasional
   secara efektif, efisien, dan berkelanjutan;
6. Berdasarkan analisis kelayakan keuangan, Rencana Penambahan KBLI akan menghasilkan NPV
   positif, analisis IRR lebih besar dari WACC, analisis DPP menunjukkan bahwa periode pengembalian
   investasi yang telah didiskontokan tercapai dalam waktu 3,75 tahun, analisis PI menunjukkan bahwa
   nilai sekarang dari arus kas masuk jauh lebih tinggi dibandingkan arus kas keluar, dan analisis ROI
   menunjukkan adanya return bagi Perseroan;
7. Berdasarkan kajian, evaluasi, Analisis kelayakan pasar, Analisis kelayakan teknis, Analisis kelayakan
   pola bisnis, Analisis kelayakan model manajemen, dan Analisis kelayakan keuangan serta proyeksi-
   proyeksi lainnya dengan syarat asumsi-asumsi yang telah ditetapkan dapat terpenuhi, maka dapat
   disimpulkan bahwa rencana penambahan kegiatan usaha yang akan dilaksanakan oleh Perseroan
   adalah layak.




                                                     Laporan Studi Kelayakan PT Citra Nusantara Gemilang Tbk |60
Page 75
9. LAMPIRAN

1. Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Perseroan Dengan Rencana Penambahan KBLI;
2. Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Perseroan Tanpa Rencana Penambahan KBLI;
3. Proyeksi Laporan Laba Rugi Perseroan Dengan Rencana Penambahan KBLI;
4. Proyeksi Laporan Laba Rugi Perseroan Tanpa Rencana Penambahan KBLI;
5. Proyeksi Arus Kas Dengan Rencana Penambahan KBLI;
6. Proyeksi Arus Kas Tanpa Rencana Penambahan KBLI;
7. Proyeksi Analisis Rasio dengan Rencana Penambahan KBLI;
8. Proyeksi Analisis Rasio tanpa Rencana Penambahan KBLI;
9. Analisis Kelayakan;
10. Beta (Damodaran);
11. Country Risk Premium (Damodaran);
12. Tingkat Suku Bunga Bank Bulan Desember 2025;
13. Indonesia Government Securities Yield Curve per 31 Desember 2025




                                              Laporan Studi Kelayakan PT Citra Nusantara Gemilang Tbk |61
Page 76
10. REFERENSI

1.   Damodaran (beta dan country risk premium);
2.   Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia Edisi VII Tahun 2018 (KEPI & SPI Edisi
     VII-2018) dan Edisi Revisi SPI 300, SPI 310, SPI 330, dan Petunjuk Teknis Khusus SPI Penilaian Dalam
     Kondisi Bencana Covid-19 yang dikeluarkan oleh Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI);
3.   PER-08/PJ/2020 tanggal 21 April 2020 tentang Penghitungan Angsuran Pajak Penghasilan Untuk
     Tahun Pajak Berjalan Sehubungan Dengan Penyesuaian Tarif Pajak Penghasilan Wajib Pajak Badan;
4.   www.phei.co.id (Indonesia Bonds Pricing Agency);
5.   www.bi.go.id (data suku bunga dan inflasi);
6.   Media lainnya.




                                                     Laporan Studi Kelayakan PT Citra Nusantara Gemilang Tbk |62
Page 77
LAMPIRAN
Page 78
                                                                                                                                                                                                           Lampiran 1
                                                       Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Perseroan Dengan Penambahan KBLI
                                                          Projection        Projection        Projection        Projection        Projection        Projection        Projection          Projection
                                                          31-Dec-26         31-Dec-27         31-Dec-28         31-Dec-29         31-Dec-30         31-Dec-31         31-Dec-32           31-Dec-33
ASET
Aset Lancar
Kas dan Bank                                              22.391.166.670    65.466.966.733   146.660.762.055   240.773.175.267   342.217.350.035   454.395.437.589   583.039.322.599     723.772.850.989
Piutang Usaha                                             81.269.562.500   112.624.833.333   136.301.777.778   149.311.762.963   163.480.934.400   181.830.835.200   202.680.770.970     229.415.964.772
Piutang lain-lain                                         10.000.108.000     7.500.081.000     5.625.061.000     4.218.796.000     3.164.097.000     2.373.073.000     1.779.805.000       1.334.854.000
Persediaan                                                 9.765.133.997    11.542.189.582    13.837.902.229    15.113.358.440    16.541.848.177    18.381.063.190    20.483.720.476      23.037.669.693
Uang Muka                                                 12.477.530.000    11.853.654.000    11.260.971.000    10.697.923.000    10.163.026.000     9.654.875.000     9.172.131.000       8.713.525.000
Pajak dibayar dimuka                                       6.730.265.000     7.910.211.000     9.284.292.000    10.093.260.000    10.968.060.000    12.074.929.000    13.317.086.000      14.869.005.000
Biaya dibayar dimuka                                      25.664.119.000    24.380.913.000    23.161.868.000    22.003.774.000    20.903.586.000    19.858.406.000    18.865.486.000      17.922.212.000
Total Current Asset                                      168.297.885.167   241.278.848.649   346.132.634.062   452.212.049.670   567.438.901.612   698.568.618.979   849.338.322.045   1.019.066.081.454

Aset Tidak Lancar
Aset tetap - neto                                        323.383.689.059   290.435.786.597   247.545.828.082   204.459.627.422   161.213.942.678   118.813.622.976    76.262.448.336      43.797.877.447
Aset pajak tangguhan                                       4.478.156.000     4.522.938.000     4.568.167.000     4.613.849.000     4.659.987.000     4.706.587.000     4.753.653.000       4.801.190.000
Dana dibatasi penggunaannya                                5.348.000.000     5.348.000.000     5.348.000.000     5.348.000.000     5.348.000.000     5.348.000.000     5.348.000.000       5.348.000.000
Aset tidak lancar lainnya                                 10.546.146.761    10.546.146.761    10.546.146.761    10.546.146.761    10.546.146.761    10.546.146.761    10.546.146.761      10.546.146.761
Total Aset Tidak Lancar                                  343.755.991.820   310.852.871.358   268.008.141.843   224.967.623.183   181.768.076.439   139.414.356.737    96.910.248.097      64.493.214.208
TOTAL ASET                                               512.053.876.987   552.131.720.006   614.140.775.905   677.179.672.853   749.206.978.051   837.982.975.716   946.248.570.142   1.083.559.295.661

LIABILITAS
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha                                               78.121.071.976    80.795.327.075    96.865.315.606   105.793.509.078   115.792.937.239   128.667.442.332   143.386.043.335    161.263.687.850
Utang lain-lain                                            1.579.046.000     1.184.285.000       888.214.000       666.160.000       499.620.000       374.715.000       281.037.000        210.778.000
Utang pajak                                                  748.979.000     8.765.652.000    12.525.874.000    13.547.401.000    14.464.494.000    15.622.140.000    16.956.104.000     18.660.950.000
Beban masih harus dibayar                                    564.960.000       423.720.000       317.790.000       238.343.000       178.757.000       134.068.000       100.551.000         75.413.000
Pendapatan diterima dimuka                                 3.885.818.000     4.080.109.000     4.284.115.000     4.498.320.000     4.723.236.000     4.959.398.000     5.207.368.000      5.467.737.000
Liabilitas jangka panjang jatuh tempo dalam waktu
                                                          26.312.628.305    26.312.628.305    26.312.628.305    25.853.960.305    25.395.291.305    25.395.291.305    25.395.291.305     25.395.291.305
satu tahun
-Utang pembiayaan konsumen                                   917.337.000       917.337.000       917.337.000       458.669.000               -                 -                 -                  -
-Utang bank                                               25.395.291.305    25.395.291.305    25.395.291.305    25.395.291.305    25.395.291.305    25.395.291.305    25.395.291.305     25.395.291.305
Total Liabilitas Jangka Pendek                           111.212.503.281   121.561.721.380   141.193.936.911   150.597.693.383   161.054.335.544   175.153.054.637   191.326.394.640    211.073.857.155

Liabilitas jangka panjang
Liabilitas imbalan kerja                                  17.281.076.650    17.281.076.650    17.281.076.650    17.281.076.650    17.281.076.650    17.281.076.650    17.281.076.650     17.281.076.650
Liabilitas jangka panjang - setelah dikurangi bagian
                                                          86.034.367.067    73.824.695.067    56.490.023.067    40.613.251.067    25.113.251.067    12.738.251.067     7.613.251.067      7.613.251.067
jatuh tempo dalam waktu satu tahun

-Utang pembiayaan konsumen                                 4.046.116.000     2.211.444.000       376.772.000               -                 -                 -                 -                  -
-Utang bank                                               81.988.251.067    71.613.251.067    56.113.251.067    40.613.251.067    25.113.251.067    12.738.251.067     7.613.251.067      7.613.251.067
Total Liabilitas Jangka Panjang                          103.315.443.717    91.105.771.717    73.771.099.717    57.894.327.717    42.394.327.717    30.019.327.717    24.894.327.717     24.894.327.717
Total Liabilitas                                         214.527.946.998   212.667.493.097   214.965.036.628   208.492.021.100   203.448.663.261   205.172.382.354   216.220.722.357    235.968.184.872

Ekuitas
Modal saham                                               88.574.951.950    88.574.951.950    88.574.951.950    88.574.951.950    88.574.951.950    88.574.951.950    88.574.951.950     88.574.951.950
Tambahan modal disetor                                   147.518.413.215   147.518.413.215   147.518.413.215   147.518.413.215   147.518.413.215   147.518.413.215   147.518.413.215    147.518.413.215
Penghasilan komprehensif lain                              4.051.359.019     4.051.359.019     4.051.359.019     4.051.359.019     4.051.359.019     4.051.359.019     4.051.359.019      4.051.359.019
Saldo laba                                                42.363.114.367    84.301.411.287   144.012.923.656   213.524.836.131   290.595.499.168   377.647.777.740   474.865.032.162    592.428.295.167
-Telah ditentukan penggunaanya                             3.000.000.000     3.000.000.000     3.000.000.000     3.000.000.000     3.000.000.000     3.000.000.000     3.000.000.000      3.000.000.000
-Belum ditentukan penggunaannya                           39.363.114.367    81.301.411.287   141.012.923.656   210.524.836.131   287.595.499.168   374.647.777.740   471.865.032.162    589.428.295.167
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik
                                                         282.507.838.551   324.446.135.471   384.157.647.840   453.669.560.315   530.740.223.352   617.792.501.924   715.009.756.346    832.573.019.351
entitas induk
Kepentingan nonpengendali                                 15.018.091.438    15.018.091.438    15.018.091.438    15.018.091.438    15.018.091.438    15.018.091.438    15.018.091.438      15.018.091.438
Total Ekuitas                                            297.525.929.989   339.464.226.909   399.175.739.278   468.687.651.753   545.758.314.790   632.810.593.362   730.027.847.784     847.591.110.789
Total Liabilitas dan Ekuitas                             512.053.876.987   552.131.720.006   614.140.775.905   677.179.672.853   749.206.978.051   837.982.975.716   946.248.570.142   1.083.559.295.661
Page 79
                                                                                                                                                                                                       Lampiran 2
                                                   Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Perseroan Tanpa Penambahan KBLI
                                                        Projection        Projection        Projection        Projection        Projection        Projection        Projection        Projection
                                                        31-Dec-26         31-Dec-27         31-Dec-28         31-Dec-29         31-Dec-30         31-Dec-31         31-Dec-32         31-Dec-33
ASET
Aset Lancar
Kas dan Bank                                            93.718.116.625    94.014.623.999   132.046.545.207   179.240.296.333   231.631.561.465   293.248.342.942   364.677.562.677   441.305.787.104
Piutang Usaha                                           80.089.932.870   100.133.665.657   121.803.111.111   133.133.985.185   146.979.601.067   165.005.946.311   185.424.474.673   211.620.409.216
Piutang lain-lain                                        8.500.092.000     6.375.069.000     4.781.302.000     3.585.977.000     2.689.483.000     2.017.113.000     1.512.835.000     1.134.627.000
Persediaan                                               9.629.262.917    10.454.636.910    12.627.390.244    13.800.000.899    15.208.672.859    17.028.070.094    19.104.303.677    21.625.223.263
Uang Muka                                               76.067.417.128    76.067.417.128    76.067.417.128    76.067.417.128    76.067.417.128    76.067.417.128    76.067.417.128    76.067.417.128
Pajak dibayar dimuka                                     4.446.054.000     5.872.268.000     7.345.163.000     7.766.704.000     8.568.183.000     9.610.215.000    10.790.028.000    12.302.184.000
Biaya dibayar dimuka                                    31.012.277.105    31.012.277.105    31.012.277.105    31.012.277.105    31.012.277.105    31.012.277.105    31.012.277.105    31.012.277.105
Total Current Asset                                    303.463.152.645   323.929.957.799   385.683.205.796   444.606.657.650   512.157.195.623   593.989.381.580   688.588.898.260   795.067.924.817

Aset Tidak Lancar
Aset tetap - neto                                      141.511.369.431   131.781.209.900   112.108.994.316    92.240.536.587    72.212.594.775    53.030.018.004    33.696.586.296    24.449.758.337
Aset pajak tangguhan                                     4.478.156.000     4.702.064.000     4.937.168.000     5.184.027.000     5.443.229.000     5.715.391.000     6.001.161.000     6.301.220.000
Dana dibatasi penggunaannya                              5.348.000.000     5.348.000.000     5.348.000.000     5.348.000.000     5.348.000.000     5.348.000.000     5.348.000.000     5.348.000.000
Aset tidak lancar lainnya                               10.546.146.761    10.546.146.761    10.546.146.761    10.546.146.761    10.546.146.761    10.546.146.761    10.546.146.761    10.546.146.761
Total Aset Tidak Lancar                                161.883.672.192   152.377.420.661   132.940.309.077   113.318.710.348    93.549.970.536    74.639.555.765    55.591.894.057    46.645.125.098
TOTAL ASET                                             465.346.824.837   476.307.378.460   518.623.514.873   557.925.367.998   605.707.166.159   668.628.937.345   744.180.792.317   841.713.049.915

LIABILITAS
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha                                             77.034.103.333    73.182.458.371    88.391.731.709    96.600.006.293   106.460.710.010   119.196.490.658   133.730.125.736   151.376.562.843
Utang lain-lain                                          1.579.045.000     1.184.284.000       888.213.000       666.160.000       499.620.000       374.715.000       281.037.000       210.778.000
Utang pajak                                              5.384.884.000     5.872.268.000     7.345.163.000     7.766.704.000     8.568.183.000     9.610.215.000    10.790.028.000    12.302.184.000
Beban masih harus dibayar                                  564.959.000       423.720.000       317.790.000       238.343.000       178.758.000       134.069.000       100.552.000        75.414.000
Pendapatan diterima dimuka                               3.885.817.000     2.914.363.000     2.185.773.000     1.639.330.000     1.229.498.000       922.124.000       691.593.000       518.695.000
Liabilitas jangka panjang jatuh tempo dalam waktu
                                                        26.312.628.305    26.312.628.305    26.312.628.305    25.853.960.305    25.395.291.305    25.395.291.305    25.395.291.305    25.395.291.305
satu tahun
-Utang pembiayaan konsumen                                 917.337.000       917.337.000       917.337.000       458.669.000               -                 -                 -                 -
-Utang bank                                             25.395.291.305    25.395.291.305    25.395.291.305    25.395.291.305    25.395.291.305    25.395.291.305    25.395.291.305    25.395.291.305
Total Liabilitas Jangka Pendek                         114.761.436.638   109.889.721.676   125.441.299.014   132.764.503.598   142.332.060.315   155.632.904.963   170.988.627.041   189.878.925.148

Liabilitas jangka panjang
Utang pihak berelasi
Liabilitas imbalan kerja                                17.281.076.650    17.281.076.650    17.281.076.650    17.281.076.650    17.281.076.650    17.281.076.650    17.281.076.650    17.281.076.650
Liabilitas jangka panjang - setelah dikurangi bagian
                                                        36.034.367.067    28.699.695.067    21.365.023.067    15.488.251.067     9.988.251.067     7.613.251.067     7.613.251.067     7.613.251.067
jatuh tempo dalam waktu satu tahun

-Utang pembiayaan konsumen                               4.046.116.000     2.211.444.000       376.772.000               -                 -                 -                 -                 -
-Utang bank                                             31.988.251.067    26.488.251.067    20.988.251.067    15.488.251.067     9.988.251.067     7.613.251.067     7.613.251.067     7.613.251.067
Total Liabilitas Jangka Panjang                         53.315.443.717    45.980.771.717    38.646.099.717    32.769.327.717    27.269.327.717    24.894.327.717    24.894.327.717    24.894.327.717
Total Liabilitas                                       168.076.880.355   155.870.493.393   164.087.398.731   165.533.831.315   169.601.388.032   180.527.232.680   195.882.954.758   214.773.252.865

Ekuitas
Modal saham                                             88.574.951.950    88.574.951.950    88.574.951.950    88.574.951.950    88.574.951.950    88.574.951.950    88.574.951.950    88.574.951.950
Tambahan modal disetor                                 147.518.413.215   147.518.413.215   147.518.413.215   147.518.413.215   147.518.413.215   147.518.413.215   147.518.413.215   147.518.413.215
Penghasilan komprehensif lain                            4.051.359.019     4.051.359.019     4.051.359.019     4.051.359.019     4.051.359.019     4.051.359.019     4.051.359.019     4.051.359.019
Saldo laba                                              42.107.128.860    65.274.069.445    99.373.300.520   137.228.721.061   180.942.962.505   232.938.889.043   293.135.021.937   371.776.981.428
-Telah ditentukan penggunaanya                           3.000.000.000     3.000.000.000     3.000.000.000     3.000.000.000     3.000.000.000     3.000.000.000     3.000.000.000     3.000.000.000
-Belum ditentukan penggunaannya                         39.107.128.860    62.274.069.445    96.373.300.520   134.228.721.061   177.942.962.505   229.938.889.043   290.135.021.937   368.776.981.428
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik
                                                       282.251.853.044   305.418.793.629   339.518.024.704   377.373.445.245   421.087.686.689   473.083.613.227   533.279.746.121   611.921.705.612
entitas induk
Kepentingan nonpengendali                               15.018.091.438    15.018.091.438    15.018.091.438    15.018.091.438    15.018.091.438    15.018.091.438    15.018.091.438    15.018.091.438
Total Ekuitas                                          297.269.944.482   320.436.885.067   354.536.116.142   392.391.536.683   436.105.778.127   488.101.704.665   548.297.837.559   626.939.797.050
Total Liabilitas dan Ekuitas                           465.346.824.837   476.307.378.460   518.623.514.873   557.925.367.998   605.707.166.159   668.628.937.345   744.180.792.317   841.713.049.915
Page 80
                                                                                                                                                                                           Lampiran 3
                                                      Proyeksi Laporan Laba Rugi Perseroan Dengan Penambahan KBLI
                                          Projection             Projection            Projection          Projection          Projection          Projection          Projection          Projection
                                            FY 2026               FY 2027               FY 2028             FY 2029             FY 2030             FY 2031             FY 2032             FY 2033
PENDAPATAN                               835.915.500.000     1.013.623.500.000     1.226.716.000.000   1.343.805.866.667   1.471.328.409.600   1.636.477.516.800   1.824.126.938.726   2.064.743.682.947
BEBAN POKOK PENDAPATAN                  (703.089.647.786)     (831.037.649.917)     (996.328.960.515) (1.088.161.807.660) (1.191.013.068.744) (1.323.436.549.702) (1.474.827.874.306) (1.658.712.217.890)
LABA KOTOR                               132.825.852.214       182.585.850.083       230.387.039.485     255.644.059.006     280.315.340.856     313.040.967.098     349.299.064.420     406.031.465.057
BEBAN USAHA                             (108.237.694.000)     (123.321.834.000)     (149.487.644.000)   (163.552.899.000)   (179.907.993.000)   (201.154.539.000)   (225.251.848.000)   (256.160.629.000)
LABA USAHA                                24.588.158.214         59.264.016.083        80.899.395.485      92.091.160.006    100.407.347.856     111.886.428.098     124.047.216.420     149.870.836.057
PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN - NETO      (1.496.593.750)        (5.496.968.750)       (4.346.174.500)     (2.973.323.500)     (1.598.805.500)       (280.942.750)        590.289.250         851.296.000
LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK PENGHASILAN     23.091.564.464         53.767.047.333        76.553.220.985      89.117.836.506      98.808.542.356    111.605.485.348     124.637.505.670     150.722.132.057
Beban Pajak Penghasilan - Neto             (5.080.144.182)      (11.828.750.413)      (16.841.708.617)    (19.605.924.031)    (21.737.879.318)    (24.553.206.777)    (27.420.251.247)    (33.158.869.053)
LABA (RUGI) NETO                          18.011.420.282         41.938.296.920        59.711.512.369      69.511.912.475      77.070.663.038      87.052.278.571      97.217.254.423    117.563.263.004
Page 81
                                                                                                                                                                                            Lampiran 4
                                                        Proyeksi Laporan Laba Rugi Perseroan Tanpa Penambahan KBLI
                                          Projection           Projection            Projection             Projection          Projection          Projection          Projection          Projection
                                            FY 2026              FY 2027               FY 2028               FY 2029             FY 2030             FY 2031             FY 2032             FY 2033
PENDAPATAN                               823.782.166.667      901.202.990.909     1.096.228.000.000     1.198.205.866.667   1.322.816.409.600   1.485.053.516.800   1.668.820.272.060   1.904.583.682.947
BEBAN POKOK PENDAPATAN                  (693.306.930.000)    (752.733.857.531)     (909.172.097.583)     (993.600.064.729) (1.095.024.445.813) (1.226.021.046.771) (1.375.509.864.708) (1.557.016.074.958)
LABA KOTOR                               130.475.236.667      148.469.133.378       187.055.902.417       204.605.801.938     227.791.963.788     259.032.470.029     293.310.407.351     347.567.607.988
BEBAN USAHA                             (107.596.515.000)    (117.417.365.000)     (142.509.640.000)     (155.766.763.000)   (171.966.134.000)   (193.056.958.000)   (216.946.636.000)   (247.595.879.000)
LABA USAHA                                22.878.721.667       31.051.768.378        44.546.262.417         48.839.038.937      55.825.829.788      65.975.512.029      76.363.771.351      99.971.728.988
PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN - NETO         (115.343.750)     (1.350.562.500)          (829.299.500)         (306.448.500)        218.069.500         685.932.250         810.758.000         851.296.000
LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK PENGHASILAN     22.763.377.917       29.701.205.878        43.716.962.917         48.532.590.437      56.043.899.288      66.661.444.279      77.174.529.351    100.823.024.988
Beban Pajak Penghasilan - Neto             (5.007.943.142)      (6.534.265.293)       (9.617.731.842)      (10.677.169.896)    (12.329.657.843)    (14.665.517.741)    (16.978.396.457)    (22.181.065.497)
LABA (RUGI) NETO                          17.755.434.775       23.166.940.585        34.099.231.075         37.855.420.541      43.714.241.444      51.995.926.538      60.196.132.894      78.641.959.491
Page 82
                                                                                                                                                                                                                     Lampiran 5
                                                                                Proyeksi Arus Kas Dengan Penambahan KBLI
                                                       Projection          Projection           Projection          Projection          Projection          Projection          Projection          Projection
                                                        FY 2026             FY 2027              FY 2028             FY 2029             FY 2030             FY 2031             FY 2032             FY 2033
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Laba/rugi bersih                                       18.011.420.282     41.938.296.920       59.711.512.369      69.511.912.475      77.070.663.038      87.052.278.571      97.217.254.423     117.563.263.004
Depresiasi                                             23.307.123.822     42.757.425.463       43.902.528.515      44.156.881.660      44.426.853.744      43.725.138.702      44.038.636.640      34.160.491.890

Perubahan modal kerja bersih:
 Piutang Usaha                                        (15.953.433.973)    (31.355.270.833)    (23.676.944.444)     (13.009.985.185)    (14.169.171.437)    (18.349.900.800)    (20.849.935.770)    (26.735.193.802)
 Piutang lain-lain                                      (1.304.362.110)      2.500.027.000       1.875.020.000       1.406.265.000       1.054.699.000         791.024.000         593.268.000         444.951.000
 Persediaan                                               (629.001.032)     (1.777.055.585)     (2.295.712.647)     (1.275.456.210)     (1.428.489.737)     (1.839.215.013)     (2.102.657.286)     (2.553.949.216)
 Uang Muka                                            (10.390.180.869)         623.876.000         592.683.000         563.048.000         534.897.000         508.151.000         482.744.000         458.606.000
 Pajak dibayar dimuka                                   (5.871.124.302)     (1.179.946.000)     (1.374.081.000)       (808.968.000)       (874.800.000)     (1.106.869.000)     (1.242.157.000)     (1.551.919.000)
 Biaya dibayar dimuka                                   (7.764.095.404)      1.283.206.000       1.219.045.000       1.158.094.000       1.100.188.000       1.045.180.000         992.920.000         943.274.000
 Aset pajak tangguhan                                     (584.107.586)        (44.782.000)        (45.229.000)        (45.682.000)        (46.138.000)        (46.600.000)        (47.066.000)        (47.537.000)
 Dana dibatasi penggunaannya                                       -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -
 Aset tidak lancar lainnya                                         -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -
 Utang usaha                                           26.418.669.773        2.674.255.099     16.069.988.530        8.928.193.473       9.999.428.161      12.874.505.093      14.718.601.003      17.877.644.515
 Utang lain-lain                                          (999.999.735)       (394.761.000)       (296.071.000)       (222.054.000)       (166.540.000)       (124.905.000)        (93.678.000)        (70.259.000)
 Utang pajak                                            (3.283.171.145)      8.016.673.000       3.760.222.000       1.021.527.000         917.093.000       1.157.646.000       1.333.964.000       1.704.846.000
 Beban masih harus dibayar                                (999.999.137)       (141.240.000)       (105.930.000)        (79.447.000)        (59.586.000)        (44.689.000)        (33.517.000)        (25.138.000)
 Pendapatan diterima dimuka                                          91        194.291.000         204.006.000         214.205.000         224.916.000         236.162.000         247.970.000         260.369.000
 Utang pihak berelasi                                              -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -
 Liabilitas imbalan kerja                                          -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -
Arus Kas Neto Diperoleh dari Aktivitas Operasi         19.957.738.675      65.094.995.063      99.541.037.322     111.518.534.212     118.584.012.768     125.877.906.553     135.256.347.010     142.429.449.390

ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Perolehan aset tetap                                 (126.149.621.944)     (9.809.523.000)     (1.012.570.000)     (1.070.681.000)     (1.181.169.000)     (1.324.819.000)     (1.487.462.000)     (1.695.921.000)
Arus Kas Neto Digunakan untuk Aktivitas Investasi    (126.149.621.944)     (9.809.523.000)     (1.012.570.000)     (1.070.681.000)     (1.181.169.000)     (1.324.819.000)     (1.487.462.000)     (1.695.921.000)

ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN

 Penerimaan (pembayaran) Pembiayaan musyarakah
 jangka panjang jatuh tempo dalam waktu satu tahun
                                                                    -                   -                    -                   -                   -                   -                   -                   -
 Penerimaan (pembayaran) Utang pembiayaan
 konsumen                                               (917.334.339)       (1.834.672.000)     (1.834.672.000)      (835.440.000)       (458.669.000)                -                   -                      -
 Penerimaan (pembayaran) Utang bank                   74.375.000.000      (10.375.000.000)    (15.500.000.000)    (15.500.000.000)    (15.500.000.000)    (12.375.000.000)     (5.125.000.000)                   -
                                                      73.457.665.661      (12.209.672.000)    (17.334.672.000)    (16.335.440.000)    (15.958.669.000)    (12.375.000.000)     (5.125.000.000)                   -
Arus Kas Neto Digunakan untuk Aktivitas Pendanaan

KENAIKAN (PENURUNAN) NETO KAS DAN BANK                (32.734.217.608)    43.075.800.063       81.193.795.322      94.112.413.212     101.444.174.768     112.178.087.553     128.643.885.010     140.733.528.390
KAS DAN BANK PADA AWAL TAHUN                           55.125.384.278     22.391.166.670       65.466.966.733     146.660.762.055     240.773.175.267     342.217.350.035     454.395.437.589     583.039.322.599
KAS DAN BANK PADA AKHIR TAHUN                          22.391.166.670     65.466.966.733      146.660.762.055     240.773.175.267     342.217.350.035     454.395.437.589     583.039.322.599     723.772.850.989
Page 83
                                                                                                                                                                                                     Lampiran 6
                                                                             Proyeksi Arus Kas Tanpa Penambahan KBLI
                                                     Projection         Projection           Projection          Projection          Projection          Projection          Projection          Projection
                                                      FY 2026            FY 2027              FY 2028             FY 2029             FY 2030             FY 2031             FY 2032             FY 2033
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Laba/rugi bersih                                    17.755.434.775      23.166.940.585       34.099.231.075      37.855.420.541      43.714.241.444      51.995.926.538      60.196.132.894      78.641.959.491
Depresiasi                                          19.437.500.000      19.539.682.531       20.684.785.583      20.939.138.729      21.209.110.813      20.507.395.771      20.820.893.708      10.942.748.958

Perubahan modal kerja bersih:
 Piutang Usaha                                      (14.773.804.343)    (20.043.732.786)    (21.669.445.455)    (11.330.874.074)    (13.845.615.881)    (18.026.345.244)    (20.418.528.362)    (26.195.934.543)
 Piutang lain-lain                                       195.653.890       2.125.023.000       1.593.767.000       1.195.325.000         896.494.000         672.370.000         504.278.000         378.208.000
 Persediaan                                             (493.129.952)       (825.373.993)     (2.172.753.334)     (1.172.610.655)     (1.408.671.959)     (1.819.397.236)     (2.076.233.582)     (2.520.919.587)
 Uang Muka                                                       -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -
 Pajak dibayar dimuka                                 (3.586.913.302)     (1.426.214.000)     (1.472.895.000)       (421.541.000)       (801.479.000)     (1.042.032.000)     (1.179.813.000)     (1.512.156.000)
 Biaya dibayar dimuka                                            -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -
 Aset pajak tangguhan                                   (584.107.586)       (223.908.000)       (235.104.000)       (246.859.000)       (259.202.000)       (272.162.000)       (285.770.000)       (300.059.000)
 Dana dibatasi penggunaannya                                     -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -
 Aset tidak lancar lainnya                                       -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -
 Utang usaha                                         25.331.701.130       (3.851.644.962)    15.209.273.338        8.208.274.584       9.860.703.716     12.735.780.649      14.533.635.077      17.646.437.108
 Utang lain-lain                                      (1.000.000.735)       (394.761.000)       (296.071.000)       (222.053.000)       (166.540.000)       (124.905.000)        (93.678.000)        (70.259.000)
 Utang pajak                                           1.352.733.855         487.384.000       1.472.895.000         421.541.000         801.479.000       1.042.032.000       1.179.813.000       1.512.156.000
 Beban masih harus dibayar                            (1.000.000.137)       (141.239.000)       (105.930.000)        (79.447.000)        (59.585.000)        (44.689.000)        (33.517.000)        (25.138.000)
 Pendapatan diterima dimuka                                     (909)       (971.454.000)       (728.590.000)       (546.443.000)       (409.832.000)       (307.374.000)       (230.531.000)       (172.898.000)
 Utang pihak berelasi                                            -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -
 Liabilitas imbalan kerja                                        -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -
Arus Kas Neto Diperoleh dari Aktivitas Operasi       42.635.066.686      17.440.702.374      46.379.163.208      54.599.872.125      59.531.103.132      65.316.600.477      72.916.681.735      78.324.145.427

ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Perolehan aset tetap                                (27.500.000.000)    (9.809.523.000)      (1.012.570.000)     (1.070.681.000)     (1.181.169.000)     (1.324.819.000)     (1.487.462.000)     (1.695.921.000)
Arus Kas Neto Digunakan untuk Aktivitas Investasi   (27.500.000.000)    (9.809.523.000)      (1.012.570.000)     (1.070.681.000)     (1.181.169.000)     (1.324.819.000)     (1.487.462.000)     (1.695.921.000)

ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
 Penerimaan (pembayaran) Pembiayaan
 musyarakah jangka panjang jatuh tempo dalam
 waktu satu tahun                                                 -                  -                    -                   -                   -                   -                   -                   -
 Penerimaan (pembayaran) Utang pembiayaan
 konsumen                                             (917.334.339)      (1.834.672.000)     (1.834.672.000)       (835.440.000)       (458.669.000)                -                     -                   -
 Penerimaan (pembayaran) Utang bank                 24.375.000.000       (5.500.000.000)     (5.500.000.000)     (5.500.000.000)     (5.500.000.000)     (2.375.000.000)                  -                   -

Arus Kas Neto Digunakan untuk Aktivitas             23.457.665.661      (7.334.672.000)      (7.334.672.000)     (6.335.440.000)     (5.958.669.000)     (2.375.000.000)                  -                   -
Pendanaan

KENAIKAN (PENURUNAN) NETO KAS DAN BANK              38.592.732.347         296.507.374       38.031.921.208      47.193.751.125      52.391.265.132      61.616.781.477      71.429.219.735      76.628.224.427
KAS DAN BANK PADA AWAL TAHUN                        55.125.384.278      93.718.116.625       94.014.623.999     132.046.545.207     179.240.296.333     231.631.561.465     293.248.342.942     364.677.562.677
KAS DAN BANK PADA AKHIR TAHUN                       93.718.116.625      94.014.623.999      132.046.545.207     179.240.296.333     231.631.561.465     293.248.342.942     364.677.562.677     441.305.787.104
Page 84
                                                                                                                                      Lampiran 7
                                             Proyeksi Analisis Rasio Dengan Rencana Penambahan KBLI
                                    Projection Projection Projection Projection Projection Projection    Projection   Projection    Average
                                     FY2026       FY2027       FY2028      FY2029     FY2030    FY2031    FY2032       FY2033      Projection
LIQUIDITY RATIOS
Current ratio                            1,51       1,98        2,45       3,00        3,52       3,99         4,44         4,83         3,22
Quick ratio                              1,43       1,89        2,35       2,90        3,42       3,88         4,33         4,72         3,12
Cash ratio                               0,20       0,54        1,04       1,60        2,12       2,59         3,05         3,43         1,82

PROFITABILITY RATIOS
Gross profit margin                    15,89%     18,01%      18,78%     19,02%      19,05%     19,13%      19,15%       19,66%          19%
Net profit margin                       2,15%      4,14%       4,87%      5,17%       5,24%      5,32%       5,33%        5,69%           5%

ACTIVITY RATIOS
Acc. Receivable turnover                10,29       9,00        9,00       9,00        9,00       9,00        9,00         9,00         9,16
Inventory turnover                      72,00      72,00       72,00      72,00       72,00      72,00       72,00        72,00        72,00
Acc. Payable turnover                    9,00      10,29       10,29      10,29       10,29      10,29       10,29        10,29        10,13
Days of Acc. Receivable                    35         40          40         40          40         40          40           40           39
Days of Inventory                           5          5           5          5           5          5           5            5            5
Days of Acc. Payable                       40         35          35         35          35         35          35           35           36

SOLVENCY RATIOS
Debt to Equity                         37,76%     29,50%      20,74%     14,18%       9,25%      6,03%       4,52%        3,89%       15,74%
Debt to Assets                         21,94%     18,14%      13,48%      9,82%       6,74%      4,55%       3,49%        3,05%       10,15%
Total Liabilities to Total Assets      41,90%     38,52%      35,00%     30,79%      27,16%     24,48%      22,85%       21,78%       30,31%
Total Liabilities to Total Equity      72,10%     62,65%      53,85%     44,48%      37,28%     32,42%      29,62%       27,84%       45,03%
Page 85
                                                                                                                                         Lampiran 8
                                                  Proyeksi Analisis Rasio Tanpa Rencana Penambahan KBLI
                                    Projection   Projection Projection Projection Projection Projection       Projection   Projection    Average
                                     FY2026        FY2027       FY2028        FY2029      FY2030    FY2031     FY2032       FY2033      Projection
LIQUIDITY RATIOS
Current ratio                             2,64        2,95        3,07        3,35        3,60        3,82          4,03         4,19         3,46
Quick ratio                               2,56        2,85        2,97        3,24        3,49        3,71          3,92         4,07         3,35
Cash ratio                                0,82        0,86        1,05        1,35        1,63        1,88          2,13         2,32         1,51

PROFITABILITY RATIOS
Gross profit margin                     15,84%      16,47%      17,06%      17,08%      17,22%       17,44%       17,58%       18,25%          17%
Net profit margin                        2,16%       2,57%       3,11%       3,16%       3,30%        3,50%        3,61%        4,13%           3%

ACTIVITY RATIOS
Acc. Receivable turnover                 10,29        9,00        9,00        9,00        9,00        9,00          9,00         9,00         9,16
Inventory turnover                       72,00       72,00       72,00       72,00       72,00       72,00         72,00        72,00        72,00
Acc. Payable turnover                     9,00       10,29       10,29       10,29       10,29       10,29         10,29        10,29        10,13
Days of Acc. Receivable                     35          40          40          40          40          40            40           40           39
Days of Inventory                            5           5           5           5           5           5             5            5            5
Days of Acc. Payable                        40          35          35          35          35          35            35           35           36

SOLVENCY RATIOS
Debt to Equity                          20,97%      17,17%      13,45%      10,54%       8,11%        6,76%        6,02%        5,27%       11,04%
Debt to Assets                          13,40%      11,55%       9,19%       7,41%       5,84%        4,94%        4,44%        3,92%        7,59%
Total Liabilities to Total Assets       36,12%      32,72%      31,64%      29,67%      28,00%       27,00%       26,32%       25,52%       29,62%
Total Liabilities to Total Equity       56,54%      48,64%      46,28%      42,19%      38,89%       36,99%       35,73%       34,26%       42,44%
Page 86
                                                                                                                                                                                                              Lampiran 9
                                                                                          Analisis Kelayakan
FCFF (WITH PROJECT)
                                                          Projection          Projection          Projection          Projection          Projection          Projection          Projection          Projection
                                      31-Des-25
                                                           FY 2026              FY 2027             FY 2028             FY 2029             FY 2030             FY 2031             FY 2032             FY 2033
Earning after tax                                        18.011.420.282      41.938.296.920      59.711.512.369      69.511.912.475      77.070.663.038      87.052.278.571      97.217.254.423     117.563.263.004
(+) Depreciation                                         23.307.123.822      42.757.425.463      43.902.528.515      44.156.881.660      44.426.853.744      43.725.138.702      44.038.636.640      34.160.491.890
(+) Interest (1-t)                                        1.639.243.125        4.783.130.625       3.910.286.250       2.865.476.250       1.820.666.250         821.413.125         171.965.625                  -
(+/-) Changes in working capital                         65.731.516.077     (19.600.727.319)      (4.073.003.561)     (2.150.259.923)     (2.913.504.013)     (4.899.510.720)     (5.999.544.053)     (9.294.305.504)
(-) Capex                                              (126.149.621.944)      (9.809.523.000)     (1.012.570.000)     (1.070.681.000)     (1.181.169.000)     (1.324.819.000)     (1.487.462.000)     (1.695.921.000)
FCFF                                                    (17.460.318.638)     60.068.602.688     102.438.753.572     113.313.329.462     119.223.510.018     125.374.500.678     133.940.850.635     140.733.528.390
Year-n                                                               1,00                2,00                3,00                4,00                5,00                6,00                7,00                8,00
Discount factor                                                   0,9252              0,8560              0,7919              0,7327              0,6779              0,6272              0,5802              0,5368
PV FCFF                                                 (16.154.037.040)     51.416.835.998      81.124.309.562      83.022.658.878      80.817.693.252      78.628.985.548      77.716.890.921      75.549.022.763
NPV                                  512.122.359.882



FCFF (WITHOUT PROJECT)
                                                          Projection          Projection          Projection          Projection          Projection          Projection          Projection          Projection
                                      31-Des-25
                                                           FY 2026             FY 2027              FY 2028             FY 2029             FY 2030             FY 2031             FY 2032             FY 2033
Earning after tax                                        17.755.434.775      23.166.940.585      34.099.231.075      37.855.420.541      43.714.241.444      51.995.926.538      60.196.132.894      78.641.959.491
(+) Depreciation                                         19.437.500.000      19.539.682.531      20.684.785.583      20.939.138.729      21.209.110.813      20.507.395.771      20.820.893.708      10.942.748.958
(+) Interest (1-t)                                          561.868.125       1.548.933.750        1.167.123.750         785.313.750         403.503.750          67.250.625                  -                   -
(+/-) Changes in working capital                          5.442.131.911     (25.265.920.742)      (8.404.853.450)     (4.194.687.145)     (5.392.249.125)     (7.186.721.831)     (8.100.344.867)   (11.260.563.022)
(-) Capex                                               (27.500.000.000)     (9.809.523.000)      (1.012.570.000)     (1.070.681.000)     (1.181.169.000)     (1.324.819.000)     (1.487.462.000)     (1.695.921.000)
FCFF                                                     15.696.934.811       9.180.113.124      46.533.716.958      54.314.504.875      58.753.437.882      64.059.032.102      71.429.219.735      76.628.224.427
Year-n                                                               1,00                2,00                3,00                4,00                5,00                6,00                7,00                8,00
Discount factor                                                   0,9252              0,8560              0,7919              0,7327              0,6779              0,6272              0,5802              0,5368
PV FCFF                                                  14.522.579.548       7.857.888.311      36.851.440.768      39.795.270.616      39.827.021.697      40.174.809.727      41.445.584.767      41.135.808.486
NPV                                  261.610.403.921



INCREMENTAL FCFF
                                                         Projection          Projection           Projection          Projection          Projection          Projection          Projection          Projection
                                      31-Des-25
                                                          FY 2026             FY 2027              FY 2028             FY 2029             FY 2030             FY 2031             FY 2032             FY 2033
Earning after tax                                          255.985.507      18.771.356.335       25.612.281.294      31.656.491.934      33.356.421.594      35.056.352.034      37.021.121.529      38.921.303.514
(+) Depreciation                                         3.869.623.822      23.217.742.931       23.217.742.931      23.217.742.931      23.217.742.931      23.217.742.931      23.217.742.931      23.217.742.931
(+) Interest (1-t)                                       1.077.375.000       3.234.196.875        2.743.162.500       2.080.162.500       1.417.162.500         754.162.500         171.965.625                   -
(+/-) Changes in working capital                        60.289.384.166       5.665.193.423        4.331.849.889       2.044.427.222       2.478.745.111       2.287.211.111       2.100.800.815       1.966.257.519
(-) Capex                                              (98.649.621.944)                  -                    -                   -                   -                   -                   -                   -
FCFF                                                   (33.157.253.449)     50.888.489.564       55.905.036.614      58.998.824.587      60.470.072.136      61.315.468.576      62.511.630.900      64.105.303.963
Year-n                                                              1,00                2,00                 3,00                4,00                5,00                6,00                7,00                8,00
Discount factor                                                  0,9252              0,8560               0,7919              0,7327              0,6779              0,6272              0,5802              0,5368
PV FCFF                                                (30.676.616.588)     43.558.947.686       44.272.868.794      43.227.388.262      40.990.671.555      38.454.175.821      36.271.306.154      34.413.214.276
NPV                                  250.511.955.961
Realisasi Capex LNG sd 31 Des 2025    89.419.821.506
NPV, Net                             161.092.134.455
Page 87
DISCOUNTED PAYBACK PERIOD
                                                         Projection          Projection          Projection         Projection         Projection       Projection        Projection        Projection
                                    31 Des 2025
                                                          FY 2026             FY 2027             FY 2028            FY 2029            FY 2030          FY 2031           FY 2032           FY 2033
PV FCFF                                        -       (30.676.616.588)     43.558.947.686      44.272.868.794     43.227.388.262     40.990.671.555   38.454.175.821    36.271.306.154    34.413.214.276
Accumulated PV FCFF                (89.419.821.506)   (120.096.438.094)    (76.537.490.408)    (32.264.621.613)    10.962.766.649     51.953.438.204   90.407.614.025   126.678.920.179   161.092.134.455
Period                                         -                    1,00                2,00                3,00               3,75
Discounted Payback Period                     3,75



PROFITABILITY INDEX
                                                        Projection          Projection          Projection          Projection         Projection       Projection        Projection        Projection
                                    31 Des 2025
                                                         FY 2026             FY 2027             FY 2028             FY 2029            FY 2030          FY 2031           FY 2032           FY 2033
Cash Inflow                                            65.492.368.495      50.888.489.564      55.905.036.614      58.998.824.587     60.470.072.136   61.315.468.576    62.511.630.900    64.105.303.963
Cash Outflow                                           98.649.621.944                  -                   -                   -                  -                -                 -                 -
PV Cash Inflow                                         60.592.602.486      43.558.947.686      44.272.868.794      43.227.388.262     40.990.671.555   38.454.175.821    36.271.306.154    34.413.214.276
PV Cash Outflow                                        91.269.219.074                  -                   -                   -                  -                -                 -                 -
Sum Cash Inflow                    341.781.175.035
Sum Cash Outflow                    91.269.219.074
Realisasi RAB LNG sd 31 Des 2025    89.419.821.506
Profitability Index                           1,89



SUMMARY
                Deskripsi              Nilai        Kriteria Kelayakan     Keterangan
Incremental NPV, Net (Rp)          161.092.134.455        NPV>0              LAYAK
Internal Rate of Return (IRR)                32,30%     IRR>WACC             LAYAK
Discounted Payback Period (DPP)                3,75    DPP<8 Tahun           LAYAK
Profitability Index (x)                        1,89         PI>0             LAYAK
Page 88
                                                                                                                                                                                     Lampiran 10
                                                                                          Beta (Damodaran)
Date updated:                              05-Jan-26                                                                                   YouTube Video explaining
Created by:                                Aswath Damodaran, adamodar@stern.nyu.edu                                                    estimation choices and
What is this data?                         Beta, Unlevered beta and other risk measures             Emerging Markets                   process.
Home Page:                                 http://www.damodaran.com
Data website:                              https://pages.stern.nyu.edu/~adamodar/New_Home_Page/data.html
Companies in each industry:                https://pages.stern.nyu.edu/~adamodar/pc/datasets/indname.xls
Variable definitions:                      https://pages.stern.nyu.edu/~adamodar/New_Home_Page/datafile/variable.htm
Do you want to use marginal or effective tax rates in unlevering betas?                                  Marginal
If marginal tax rate, enter the marginal tax rate to use                                                 24,71%

                                                                                       Effective                                                                              Standard deviation of
Industry Name                          Number of firms       Beta       D/E Ratio                  Unlevered beta      Cash/Firm value Unlevered beta corrected   HiLo Risk
                                                                                       Tax rate                                                                                      equity
                                                                                                                                               for cash
Power                                         328             0,77        104,43%        17,36%          0,43               6,04%                 0,46             0,2647            31,68%
Page 89
                                                                                                                                                                                                                                                   Lampiran 11
                                                                                                                      Country Risk Premium (Damodaran)
Country and Equity Risk Premiums
Date of update:                                           1-Jan-26
Enter the current risk premium for a mature equity market                                                                                         4,23%         Implied ERP for S&P 500 with adjusted dollar riskfree rate (for US Aa1 rating
Enter the current risk premium for the US =                                                                                                       4,46%         US equity risk premium computed using implied ERP approach
Do you want to adjust the country default spread for the additional volatility of the equity market to get to a country premium?                   Yes
If yes, enter the multiplier to use on the default spread (See worksheet for volatility numbers for selected emerging markets)                     1,52         See "Relative Equity Volatilty" worksheet

                                                                                                                     Rating-based Default   Total Equity Risk       Country Risk            Sovereign CDS, net of              Total Equity Risk   Country Risk
Country                                        Africa                                  Moody's rating
                                                                                                                            Spread              Premium              Premium                     Swiss CDS                        Premium2          Premium3
Indonesia                                      Asia                                           Baa2                          1,62%                 6,69%                2,46%                        1,05%                            5,83%            1,60%
Page 90
                                                                                                                                                                                                                                                           Lampiran 12
                                                                                     Tingkat Suku Bunga Bank Bulan Desember 2025
                    I.26 SUKU BUNGA PINJAMAN RUPIAH YANG DIBERIKAN                                                                                               I.26 INTEREST RATE OF RUPIAH LOANS
                       MENURUT KELOMPOK BANK DAN JENIS PINJAMAN                                                                                                BY GROUP OF BANKS AND TYPE OF LOANS
                                   (Persen Per Tahun)                                                                                                                      (Percent Per Annum)

                                                                                                                                                                                                 2025
        KELOMPOK BANK DAN JENIS PINJAMAN                                                                                                                                                                  GROUP OF BANKS AND TYPE OF LOANS
                                                                        Jan        Feb       Mar        Apr       May         Jun         Jul        Aug        Sep         Oct        Nov        Dec

   1    Bank Persero                                                                                                                                                                                      State Banks                                                   1

   2      Pinjaman Modal Kerja Yang Diberikan                          8,69       8,80       8,82      8,83       8,83       8,81        8,78       8,72       8,60        8,39       8,30       8,12        Working Capital Loans                                      2

   3      Pinjaman Investasi Yang Diberikan                            9,22       9,11       9,09      9,02       9,02       8,96        8,92       8,89       8,67        8,84       8,69       8,44        Investment Loans                                           3

   4      Pinjaman Konsumsi Yang Diberikan                             9,08       9,06       9,04      9,04       9,01       8,98        8,96       8,94       8,92        8,90       8,87       8,97        Consumer Loans                                             4

   5    Bank Pemerintah Daerah                                                                                                                                                                            Regional Government Banks                                     5

   6      Pinjaman Modal Kerja Yang Diberikan                          8,81       8,81       8,81      8,85       8,86       8,84        8,78       8,82       8,84        8,66       8,66       8,32        Working Capital Loans                                      6

   7      Pinjaman Investasi Yang Diberikan                            8,91       8,93       8,93      8,88       8,89       8,88        8,86       8,84       8,83        8,78       8,79       8,75        Investment Loans                                           7

   8      Pinjaman Konsumsi Yang Diberikan                            10,37      10,37     10,36      10,37      10,38      10,38      10,38       10,38      10,37      10,37       10,36      10,35        Consumer Loans                                             8

   9    Bank Swasta Nasional                                                                                                                                                                              Private National Banks                                        9

  10      Pinjaman Modal Kerja Yang Diberikan                          8,65       8,62       8,60      8,58       8,55       8,52        8,53       8,48       8,40        8,31       8,29       8,16        Working Capital Loans                                  10

  11      Pinjaman Investasi Yang Diberikan                            8,10       8,10       8,06      8,06       8,02       7,97        7,93       7,88       7,74        7,67       7,62       7,52        Investment Loans                                       11

  12      Pinjaman Konsumsi Yang Diberikan                            11,83      11,86     11,84      11,93      11,99      12,04      12,11       12,20      12,26      12,29       12,34      11,99        Consumer Loans                                         12
        Kantor Cabang dari Bank yang Berkedudukan di
  13                                                                                                                                                                                                      Branch Offices of Foreign Banks                           13
        Luar Negeri
  14      Pinjaman Modal Kerja Yang Diberikan                          6,65       6,74       6,67      6,58       6,41       6,74        6,85       6,45       6,07        5,84       5,69       5,58        Working Capital Loans                                  14

  15      Pinjaman Investasi Yang Diberikan                            8,47       8,40       8,38      8,38       8,38       8,08        8,07       7,89       7,44        7,35       7,35       7,11        Investment Loans                                       15

  16      Pinjaman Konsumsi Yang Diberikan                            43,82      41,78     41,23      41,17      41,30      41,98      41,51       41,19      41,05      40,59       39,80      38,69        Consumer Loans                                         16

  17    Bank Umum                                                                                                                                                                                         Commercial Banks                                          17

  18      Pinjaman Modal Kerja Yang Diberikan                          8,62       8,67       8,66      8,66       8,64       8,62        8,61       8,55       8,46        8,30       8,24       8,08        Working Capital Loans                                  18

  19      Pinjaman Investasi Yang Diberikan                            8,66       8,62       8,58      8,56       8,54       8,49        8,46       8,42       8,25        8,32       8,22       8,06        Investment Loans                                       19

  20      Pinjaman Konsumsi Yang Diberikan                            10,41      10,40     10,39      10,42      10,44      10,45      10,47       10,49      10,51      10,51       10,52      10,50        Consumer Loans                                         20
Sejak Januari 2025 terdapat perubahan klasifikasi pengelompokan bank dari Bank Asing dan Bank Campuran menjadi Kantor Cabang Dari   Since January 2025, there is a change in the classification of Group of Bank from Branch Offices of Foreign Banks and Joint Banks
Bank Yang Berkedudukan Di Luar Negeri sehubungan dengan implementasi Laporan Bank Umum Terintegrasi (LBUT).                         to Branch Offices of Foreign Banks inline with the implementation of the Integrated Commercial Bank Report (LBUT).
Page 91
                                                                  Lampiran 13
Indonesia Government Securities Yield Curve per31 Desember 2025

File

File Open PDF
Source IDX
Size2.91 MB
Published5 May 2026
Pages91
Characters288,718
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 96 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org CITRA NUSANTARA GEMILANG TBK p.1 ×251
linked org PT Petro Asia Energy p.20 ×3
linked org PT Dharma Mulia Jaya p.20
linked org Cipta Nyata p.20
linked org Tirta Maritim p.20
linked person Mohamad Isa Safardi p.20 ×3
linked person Agung Wibawa p.20 ×3
linked person Andika Purwonugroho p.21 ×2
linked person Andika Andianto p.21 ×2
linked person Raditya Muhas Juvirawan p.21 ×2
linked person Leo Herlambang · Komisaris Independen p.21 ×2
linked org Perusahaan Gas Negara Tbk p.38 ×4
linked — Yamaha Motor p.42
linked org Indo Kordsa Tbk p.42 ×2
linked org Nippon Indosari Corpindo Tbk p.43 ×2
linked org Bayu Buana p.56 ×3
linked org Bank Mega p.57
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.3 ×8
possible org Pemerintah Republik Indonesia p.6 ×3
possible org Bursa Efek Indonesia p.22
possible org PT Pertamina p.38 ×2
possible org Semen Indonesia p.57
possible org Bank Persero p.66 ×2
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Herman Meirizki dan Rekan p.2
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Herman Meirizki p.2
unresolved — Faks p.2 ×2
unresolved org Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral p.2 ×3
unresolved org Studi Kelayakan PT Citra Nusantara Gemilang Tbk p.2 ×2
unresolved org Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia p.3 ×2
unresolved org KJPP HMR p.3 ×2
unresolved person Willyams p.3 ×2
unresolved org KJPP Herman Meirizki dan Rekan p.3 ×2
unresolved org KJPP Herman Meirizki p.3 ×4
unresolved org Indonesia. KJPP Herman Meirizki dan Rekan p.3 ×2
unresolved org Kementerian Keuangan Republik Indonesia p.3 ×2
unresolved org Menteri Keuangan p.3
unresolved person Moch Farid Dimyati p.4 ×2
unresolved person Jati Pangarso p.4 ×2
unresolved org PT Pertamina EP p.4 ×11
unresolved org Bank Indonesia p.6 ×15
unresolved org Kantor Akuntan Publik Jonnardi p.6 ×3
unresolved org Sukimto & Rekan p.6 ×15
unresolved person Kevin Muhammad Rizka p.6 ×12
unresolved org Kantor Akuntan Publik Jamaludin p.6 ×12
unresolved person Ben Ardi p.6 ×3
unresolved org Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia Nomor T- p.7 ×4
unresolved person Akta Notaris Edi Priyono p.20
unresolved org Menteri Kehakiman Republik Indonesia p.20
unresolved person Akta Notaris Amriyati A. Supriyadi · Notaris p.20 ×2
unresolved org Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.20
unresolved person Zaki Ismail p.20
unresolved org PT Cipta Nyata Gemilang p.20
unresolved org PT Tirta Maritim Nusantara p.20
unresolved person As’at Said Ali p.21 ×2
unresolved org Menteri Investasi p.23
unresolved org Koordinasi Penanaman Modal p.23
unresolved org Menteri Hukum Jenderal Kekayaan Intelektual p.23
unresolved org PT Gagas Energi Indonesia p.38 ×2
unresolved org PT Likuid Nusantara Gas Merupakan p.38
unresolved org PT Sumber Aneka Gas Perusahaan p.38
unresolved org PT Laras Ngarso Gede Perusahaan p.39
unresolved org PT Solusi Prima Metana Perusahaan p.39
unresolved org PT Pertagas Niaga Entitas p.39
unresolved org PT Pertamina EP. Perjanjian p.41
unresolved org PT Aichi Tex Indonesia p.42
unresolved org PT Yamaha Motor Parts Manufacturing Indonesia p.42
unresolved org PT Magnolia Energi Lestari p.43
unresolved org PT Ateja Tritunggal p.43
unresolved org PT Bumi Marga Konstruksi p.43
unresolved org PT Genthala Arta Mandiri. p.43
unresolved org PT Citra Nusantara Gemilang Peruntukan p.46
unresolved org Kementerian Hukum Republik Indonesia p.54
unresolved org Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual p.54
unresolved org PT Bayu Buana Gemilang p.56 ×3
unresolved org PT Petrogas Jatim Utama p.57
unresolved org PT Jatim Nusa p.57
unresolved org PT Jatim Investment Management p.57
unresolved org PT Kasa Husada p.57
unresolved org PT Ficoritas p.57
unresolved org PT IntiTeladan Sekuritas p.57
unresolved org PT Bursa Efek Surabaya p.57
unresolved org PT Kaltim Prima Coal p.57
unresolved org PT Citra Nusantra Energi p.57
unresolved org PT CNG Hilir Raya p.57
unresolved org PT CNG Global p.57
unresolved org PT Cipta Rizqi Energi p.57 ×2
unresolved org Bank BRI Syariah p.57
unresolved org Bank Mega Syariah p.57
unresolved org Bank Muamalat Indonesia Nama p.58
unresolved org PT McDermott Indonesia p.58
unresolved org PT Truba Jurong Engineering p.58
unresolved org PT Perkasa Heavyndo Engineering p.58
unresolved org PT Nusantara Gas Energi p.58
unresolved org Bank Campuran p.90
unresolved org Bank Yang Berkedudukan Di Luar Negeri p.90

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result