Skip to content
Back to announcement

2026.03-FS last signed.pdf

Financial statement Text extracted RONY

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 58

Page 1 OCR 0.950
PT ARACORD NUSANTARA GROUP Tbk
(dahulu/formerly PT AESLER GRUP INTERNASIONAL Tbk)
DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES

Laporan Keuangan Konsolidasian Interim/
Interim Consolidated Financial Statements

31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 serta untuk periode tiga bulan
yang berakhir 31 Maret 2026 dan 2025

31 March 2026 and 31 December 2025 and for the three-month
period ended 31 March 2026 and 2025
Page 2 OCR 0.933
/ARACORD

PT ARACORD NUSANTARA GROUP Tbk

Menara Astra
Lantai 23 Zone F, Jl. Jenderal Sudirman Kav 5-6,

RT 010 RW 006, Kel Karet Tengsin, Kec Tanah Abang

Jakarta Pusat 10220

PT ARACORD NUSANTARA GROUP TBK
DAN ENTITAS ANAK (“GRUP”)

SURAT PERNYATAAN DIREKSI
TENTANG TANGGUNG JAWAB ATAS
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PADA TANGGAL DAN UNTUK PERIODE
YANG BERAKHIR 31 MARET 2026 DAN 2025

Saya yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama / Name
Jabatan / Position
Alamat Kantor / Office Address

Alamat Domisili / Domicile Address

Nomor Telepon/ Telephone Number
atas nama dan mewakili Direksi, menyatakan bahwa:

1 Kami bertanggung jawab atas penyusunan dan
penyajian laporan keuangan konsolidasian Grup.

2 Laporan keuangan konsolidasian Grup telah
disusun dan disajikan sesuai dengan Standar
Akuntansi Keuangan di Indonesia.

3 aa) Semua informasi dalam laporan keuangan
konsolidasian Grup telah dimuat secara
lengkap dan benar.

b) Laporan keuangan konsolidasian Grup tidak
mengandung informasi atau fakta material
yang tidak benar, dan tidak menghilangkan
informasi atau fakta material.

4 Kami bertanggung jawab terhadap sistem
pengendalian intern dalam Grup.

Demikian pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya.

PT ARACORD NUSANTARA GROUP TBK
AND SUBSIDIARIES (THE “GROUP”)

DIRECTOR'S STATEMENT LETTER
REGARDING RESPONSIBILITY FOR
THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
AS AT AND FOR THE PERIOD ENDED
31 MARCH 2026 AND 2025

1, the undersigned:

Chen Guang

Direktur Utama/ President Director

Menara Astra, Lantai 23 Zone F

Jl. Jend. Sudirman Kav 5-6

RT 010 RW 006, Karet Tengsin, Tanah Abang
Jakarta 10220

Bingzhou North Road, No. 51

Building B Unit 2 Room 1402

Yingze District, Taiyuan, China

162 821 2849 86639

for and on behalf of the Directors, declare that:

1 We are responsible for the preparation and
presentation of the Group's consolidated financial
statements.

2 The Group's consolidated financial statements has
been prepared and presented in accordance with
Indonesian Financial Accounting Standards.

3 'a) All information in the Group's consolidated financial
statements has been disclosed completely and
truthfully.

b) The Group's consolidated financial statements do
not contain any incorrect information or material
facts, nordo they omit information or material facts.

4 We are responsible for the Group's intemal control
system.

Thus, this statement is made truthfully.

Atas nama dan mewakili Direksi/
Forand on behalf of the.Directors

Direktur Utama/ Presiden!

Irector
Jakarta, 30 April/ April 2026
Page 3 OCR 0.916
PT ARACORD NUSANTARA GROUP Tbk

DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES

Lampiran - 1/1 - Schedule

Laporan posisi keuangan konsolidasian

Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Dahulu/Formerly PT AESLER GRUP INTERNASIONAL Tbk)

Consolidated statements of financial position
As at 31 March 2026 and 31 December 2025

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

31 Maret/ Catatan! 31 Desember/

March 2026 Notes December 2025
ASET ASSETS
Aset lancar Current assets
Kas di bank 16,586,134,996 4 33,879,772,096 Cash in banks
Piutang usaha 5 Trade receivables

- Pihak berelasi - - Related parties -

- Pihak ketiga 7,287,225,702 18,614,978,068 Third parties -
Pajak dibayar di muka 617,091,829 8a 366,061,905 Prepaid taxes
Beban dibayar di muka 1,157,689,466 542,056,469 Prepaid expenses
Piutang Lain-Lain 97,488,143 - Other Receivables
Jumlah aset lancar 55,745.630,136 53,402.868,538 Total current assets
Aset tidak lancar Non-current assets
Aset tetap 597,609,498 6 721,949,527 Fixed assets
Aset hak-guna 3,299,911,453 7 3,599,903,404 Right-of-use assets
Aset pajak tangguhan 1,520,095,096 8e 1,520,095,096 Deferred tax assets
Aset lain-lain 150,000,000 : Other assets
Jumlah aset tidak lancar 5,567,616,047 5,841,948,027 Total non-current assets
JUMLAH ASET 61,313,246,183 59,244,816,565 TOTAL ASSETS
LIABILITAS LIABILITIES
Liabilitas jangka pendek Current liabilities
Utang usaha 11,954,675,024 9 15,621,484,124 Trade payables
Utang lain-lain Other payables

- Pihak ketiga 1,039,832,886 207,386,920 Third parties -
Utang pajak 393,931,682 8b 2,366,810,015 Taxes payable
Akrual 216,000,000 639,412,136 Accruals
Liabilitas jangka Current maturities

panjang yang jatuh of long-term

tempo dalam satu tahun: lial 5:

- Liabilitas sewa 1,127,408,505 7 747,116,811 Lease liabilities -
Jumlah liabilitas Total current

jangka pendek 14,731,848,097 19,582,210,006 Tiabilities

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan
konsolidasian ini secara keseluruhan.

The accompanying notes to the consolidated financial
statement form an integral part of these consolidated
financial statements.
Page 4 OCR 0.913
PT ARACORD NUSANTARA GROUP Tbk
(Dahulu/Formerly PT AESLER GRUP INTERNASIONAL Tbk)
DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES

Lampiran - 1/2 - Schedule

Laporan posisi keuangan konsolidasian
Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025

(lanjutan)

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Consolidated statements of financial position

As at 31 March 2026 and 31 December 2025
(continued)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

31 Maret/ Catatan/ 31 Desember/
March 2026 Notes December 2025
LIABILITAS (lanjutan) LIABILITIES (continued)
Liabilitas jangka panjang Non-current liabilities
Liabilitas jangka panjang,

setelah dikurangi bagian Long-term liabilities,

jangka pendek: net-off current maturities:

- Liabilitas sewa 2,269,012,244 7 2,561,631,952 Lease liabilities -
Pinjaman pemegang saham 37,923,250,021 10, 22 29,368,500,000 Shareholder loan
Utang lain-lain Other payables

- Pihak berelasi 951,932,736 17b 536,928,510 Related party -
Liabilitas imbalan Employee benefits

kerja 233,802,944 11 233,802,944 Tiabilities
Jumlah liabilitas Total non-current

jangka panjang 41,377,997,945 '32,700,863,406 liabilities
JUMLAH LIABILITAS 56,109,346,042 52,283,073,412 TOTAL LIABILITIES
EKUITAS E@VITY
Ekuitas yang dapat Eguity attributable
diatribusikan kepada to owners of the
pemilik entitas induk. parent entity
Modal saham Share capital
- Modal dasar Authorised capital -
4.000.000.000 4,000,000,000
saham dengan nilai Shares with a par
nominal Rp 10 per value at Rp 10 per
saham share
- Modal ditempatkan Issued and fully paid -
dan disetor penuh 1,250,000,000
1.250.000.000 saham 12,500,000,000 12 12,500,000,000 shares
Tambahan modal disetor 21,243,857,143 13 21,243,857,143 Additional paid-in capital
Akumulasi kerugian Accumulated losses
- Sudah ditentukan
penggunaannya 401,770,550 401,770,550 Appropriated -
- Belum ditentukan
penggunaannya (29,837,209,922) (28,078,508,707) Unappropriated -
Penghasilan komprehensif Other comprehensive
lainnya 720,617,440 720,617,440 income
Jumlah ekuitas yang Total eguity
dapat diatribusikan attributable to
kepada pemilik entitas owners of the
induk 5,029,035,211 6,787,736,426 parent entity
Kepentingan Non-controlling
non-pengendali 174,364,930 174,006,727 interest
JUMLAH EKUITAS 5,203,400,141 6,961,743,153 TOTAL E@UITY
JUMLAH LIABILITAS TOTAL LIABILITIES
DAN EKUITAS 61,313,246,183 59,244,816,565 AND EGUITY

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan

bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan

konsolidasian ini secara keseluruhan.

The accompanying notes to the consolidated financial
statements form an integral part of these consolidated
financial statements.
Page 5 OCR 0.914
(Dahulu/Formerly PT AESLER GRUP INTERNASIONAL Tbk)

PT ARACORD NUSANTARA GROUP Tbk
DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES

Lampiran - 2/1 - Schedule

Laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain konsolidasian

Untuk periode yang berakhir pada tanggal
31 Maret 2026 dan 31 Maret 2025

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Consolidated statements of profit or loss
and other comprehensive income

For the period ended

31 March 2026 and 31 March 2025

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

31 Maret/ Catatan/ 31 Maret/
March 2026 Notes March 2025
Pendapatan 8,851,563,814 14 8 Revenues
Beban pokok pendapatan (6,289,169,498) 15 - Cost of revenues
Untung kotor 2,562,394,316 - Gross profit
Beban umum dan General and administrative
administrasi 3,354,676,114) 16 1,151,302,043) @xpenses
Untung usaha (792,281,798) 1,151,302,043) Operating profit
Pendapatan bunga 94,046,808 - Interest income
Beban keuangan (429,685,147) (890,533) Finance costs
Kerugian selisih kurs (479,020,595) - Loss on foreign exchange
Keuntungan atas
penghapusan pengakuan Gain on derecognition
liabilitas sewa - 7 of lease liability
Laba (Rugi) sebelum Profit (Loss)
pajak final (1,606,940,732) (1,152,192,576) before final tax
Pajak final - 8b - Final tax
Laba (Rugi) sebelum Profit (Loss) before
pajak penghasilan (1,606,940,732) (1,152,192,576) income tax
Beban pajak penghasilan (156,402,280) 8c - Income tax expenses
Laba (Rugi) tahun berjalan Profit (Loss) for the
1,763,343,012: 1,152,192,576, year
Penghasilan komprehensif Other comprehensive
lain income
Pos yang tidak akan Item that will be not
direklasifikasi ke laba rugi reclassified to
konsolidasian consolidated profit or loss
Remeasurement of
Pengukuran kembali employee benefits
liabilitas imbalan kerja - 1 s liabilities
Pajak terkait - 8e & Related tax
Penghasilan komprehensif Other comprehensive
lain, setelah pajak - - income, net of tax
Jumlah laba (rugi) Total comprehensive
komprehensif tahun income (loss) for
berjalan 1,763,343,012! 1,152,192,576) the year
Laba per saham dasar (141) 19 (0.92) Basic earning pershares

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan

konsolidasian ini secara keseluruhan.

The accompanying notes to the consolidated financial
statements form an integral part of these consolidated

financial statements.
Page 6 OCR 0.909
PT ARACORD NUSANTARA GROUP Tbk

(Dahulu/Formerly PT AESLER GRUP INTERNASIONAL Tbk)

DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES

Lampiran - 2/2 - Schedule

Catatan!
31 Maret 2026 Notes 31 Maret 2025
Laba tahun berjalan
yang dapat diatribusikan Profit for the
kepada: year attributable to:
Owner of the parent
Pemilik entitas induk (1,758,701,215) z entity
Kepentingan non-pengendali (4,641,797) -  Non-controlling interests
1,763,343,012) z
Jumlah laba Total comprehensive
komprehensif yang dapat income
diatribusikan kepada: attributable to:
Owner of the parent
Pemilik entitas induk (1,758,701,215) - entity
Kepentingan non-pengendali (4,641,797) -  Non-controlling interests
(1,763,343,012) -
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan The accompanying notes to the consolidated financial
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan statements form an integral part of these consolidated

konsolidasian ini secara keseluruhan. financial statements.
Page 7 OCR 0.293
“sjuswogejs jeusuy pejepjjosuoa asoy Jo ed jeJbojul UB Uuoj
suswoyeis reioueuy pejeposuo2 eyj oJ sajou BulMuedwoooe ou1

902 U2EW Lc Ter Oor toe 5 ORG PIE YLI TIT SEO6ZOS Opy ZS'Oz2 (cas'soe 1e062) 08501 LOP baung 000000005 ZL
12 s2 oouejeg
Jeah Ow) Teretor sz Giztozee1 2 kerana 731)
Joy owoou
ansuayaidwoo ejol
teretoresz tereTorasI 7 Kena yaa
Je0k aw 20) WOld terwereeaZ Gel wIW ” GirtoresZ
uoyebigo - - - - 5
1youog peuyap
Jo jueweinseewoy
seuejpisgns Ooo'o0o'g O09'000's " 7 -
U Siseveju
Bumouoo-uou woy
uonnguyuoo jendeo
szoz Jogwooog Le) CSTEPI 1969 Ter 9001 DewBeL 2819 Dry LNG OzZ (70105 B10 80) 055 OZF TOP Ep 2S8 pc 1Z 000000005 Z1
je se oouejeg
Fambareol SissTojur Tao1 wosur Perendorddeun perendorday Tendeb urpjed Tendes oreys
(seynyo uejunp Bumonuod-uon myejunp anisuoyaidwo2 IueyBuepeoip JueyGuepesig reuopippy Iweyes jepow
Mepuobuad-uou J0yyO Jutej wnjeg pojasip jepow
urGuyuadoy #suayasdwoy veyeguey
upjseybuog

(perejs asmusupo ssajun “yeldny Ul pesseidx3)

sz0z Pure 9z02 UDIEW L£
papua pouad 2yj 104
Aynba uj sabueyp jo sjudurojejs pajepijosuod

Sessoj palemumoay jaRBnioy KEMUniy

Ainus jusred Sip jo Joumo SW Oj oigengume Ainb3 Pinpul Seinus Wil Wod epedoy ueyjsnguyetp tedep BueA Sejinya

@inpayoS - € - usildwej

SarvidISANS GNY IMVNV SVLILN3 NYG
(141 TWNOISVNMILNI dNND MAISAV Ld AHOw/o4/ninyeg)
XI. dNOYD VAV.LNVSNN GMOOVAV Ld

-ueyrunjasay Bueoes Jul uersepIJOsuoN ueBueney usJodel Iep LEyuesidial Yep BuBA
uei6eg uexedrusw ueIsepjosuoy LeGuEna) uRJOdej Se) UEJEIEO

9202 101Ew Lc
uad opjes

uejehag

Unyej jisuaysidwoy
eaej uejunr

rey jsueyaidwoy
vejjseybuad

uejehag unyei 2921

'lioy Bosed uejegwi
yegwey ueinynduog

MPUE SeJIJue IP
yepuabuad-uou yeuid
ep jepow uesojos

stoz soawosog |e
sed opes

(urej ueyejeAup yyenoay “yeldny wejep ues!fesia)

9z0z Uep 9202 JOIEW |€
Ie65ue) eped ajyyeyag BueA apouad ynyjun
ueIsEpIjOsuoy sejiny9 ueyegnJad usJodey
Page 8 OCR 0.909
PT ARACORD NUSANTARA GROUP Tbk
(Dahulu/Formerly PT AESLER GRUP INTERNASIONAL Tbk)
DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES

Lampiran - 4 - Schedule

Laporan arus kas konsolidasian
Untuk periode yang berakhir pada tanggal
31 Maret 2026 dan 2025

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Consolidated statements of cash flows
For the period ended
31 March 2026 and 2025

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

Catatan/
31 Maret/ March 31 Maret/ March
2026 Notes 2025
Arus kas dari Cash flows from
aktivitas operasi operating activities
Penerimaan kas dari Cash received from
pelanggan 20,738,586,921 1,101,577,603 customers
Pembayaran kas kepada Cash paid to
Pemasok (9,703,654,928) (2,684,926,131) suppliers
Pembayaran kas kepada Cash paid to
karyawan (1,786,350,677) - employees
Pembayaran kas Cash paid for
untuk operasional (2,524,145,228) - Operations
Penerimaan kas dari Cash received from
penghasilan keuangan 94,044,308 195,584 finance income
Pembayaran kas untuk Cash payments for
beban keuangan (24,463,674) 24,563,064 finance costs
Pembayaran kas untuk Cash payments for
pajak penghasilan - - income tax
Arus kas bersih yang Net cash flows
diperoleh dari provided by
aktivitas operasi 6,794,016,722 4,392,283,992 operating activities
Arus kas dari Cash flows from
aktivitas investasi investing activities
Penambahan aset tetap - 6 - Addition of fixed assets
Arus kas bersih yang Net cash flows
digunakan untuk used in investing
aktivitas investasi z 2 activities
Arus kas dari Cash flows from
aktivitas pendanaan financing activities
Penerimaan pinjaman Proceeds from
dari pemegang saham 5,907,346,178 22 - shareholder loan
Penerimaan setoran Proceeds of capital
modal dari pihak injection from
non-pengendali 5,000,000 - non-controlling interests
Pembayaran Payment of
liabilitas sewa - 7 z lease liabilities
Arus kas bersih yang Net cash flows
diperoleh dari provided by
aktivitas pendanaan 5,912,346,178 - financing activities
Kenaikan pada Increase in
kas di bank 12,706,362,900 4,392,283,992 cash in banks
Kas di bank Cash in banks at the
pada awal tahun 33,879,772.096 9,805,856 beginning of the year
Kas di bank Cash in banks at the
pada akhir tahun — 46.586,134.996 4.402.089.848 end of the year

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan
konsolidasian ini secara keseluruhan.

The accompanying notes to the consolidated financial
statemenis form an integral part of these consolidated
Tinancial statements.
Page 9 OCR 0.927
PT ARACORD NUSANTARA GROUP Tbk
(Dahulu/Formerly PT AESLER GRUP INTERNASIONAL Tbk)
DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES

Lampiran - 5/55 - Schedule

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Pada tanggal dan untuk tahun-tahun yang berakhir
31 Januari 2026 dan 2025

(lanjutan)

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

1. UMUM

a

Pendirian dan Informasi Umum

PT Aracord Nusantara Group Tbk (dahulu
PT Aesler Grup Internasional Tbk)
(“Perusahaan”) didirikan di Republik Indonesia
berdasarkan Akta Notaris Ferdinandus Indra
Santoso Atmajaya, SH, M.Kn, No. 14 tanggal
4Agustus 2017. Akta pendirian ini
telah mendapat pengesahan dari Menteri Hukum
dan Hak — Asasi Manusia Republik
Indonesia berdasarkan — Surat — Keputusan
No. AHU-0036586.AH.01.01.TAHUN 2017
tanggal 23 Agustus 2017 dan telah diumumkan
dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 99
tanggal 12 Desember 2017, Tambahan
No. 38805.

Berdasarkan Akta Notaris Miki Tanumiharja,
S.H., No. 31 tanggal 13 Juni 2025, yang
menyetujui perubahan nama Perusahaan
menjadi PT Aracord Nusantara Group Tbk.
Perubahan tersebut telah disetujui oleh
Menteri Hukum Republik Indonesia
No. AHU-0040187.AH.01.02.TAHUN 2025
tanggal 13 Juni2025 dan telah diumumkan
dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 50
tanggal 24 Juni 2025, Tambahan No. 016628.

Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami
perubahan beberapa kali, perubahan terakhir
berdasarkan Akta Notaris Jose Dima Satria,
S.H., M.Kn., No. 66 tanggal 12 Agustus 2025
mengenai perubahan maksud dan tujuan
serta kegiatan usaha Perusahaan menjadi
bidang holding, profesional, ilmiah, teknis dan
konstruksi. Perubahan tersebut telah mendapat
persetujuan Menteri Hukum Republik Indonesia
No. AHU-0055407.AH.01.02. TAHUN 2025
tanggal 19 Agustus 2025 dan telah diumumkan
dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 99

tanggal 12 Desember 2025, Tambahan No.
034372. Perusahaan memulai aktivitas
komersialnya untuk ' memberikan layanan

konsultasi dan manajemen konstruksi sejak
Agustus 2017.

Perusahaan dan entitas anaknya, PT Aracord
Logistik Nusantara, PT Aracord Power
Nusantara dan PT Cakrawala Dana Nusantara
secara kolektif disebut sebagai “Grup”.

Notes to the consolidated financial statements
As at and for the years ended

31 December 2025 and 2024

(continued)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

GENERAL

a. Establishment and General Information

PT Aracord Nusantara Group Tbk (formeriy
PT Aesler Grup Internasional Tbk)
(the “Company”) was established in the
Republic of Indonesia based on the Notarial
Deed of Ferdinandus Indra Santoso Atmajaya,
SH, M.Kn, No. 14 dated 4 August 2017. The
Deed of establishment were approved by the
Minister of Law and Human Rights of the
Republic of Indonesia in its Decision Letter
No. AHU-0036586.AH.01.01. TAHUN 2017
dated 23 August 2017 and was published in the
State Gazette of the Republic of Indonesia
No. 99 dated 12 December 2017, Supplement
No. 38805.

Based on notarial deed of Miki Tanumiharja,
S.H., No. 31 dated 13 June 2025, which agreed
to the change of the Company's name to
PTAracord Nusantara Group Tbk. The
amendment has been approved by the Minister
of Law of the Republic of Indonesia
No. AHU-0040187.AH.01.02. TAHUN 2025
dated 13 June 2025 and was published in the
State Gazette of the Republic of Indonesia
No. 50 dated 24 June 2025, Supplement
No. 016628.

The Company's Articles of Association has
been amended several times, latest based on
by Notarial Deed of Jose Dima Satria, S.H.,
M.Kn., No. 66 dated 12 August 2025, regarding
changes to the Company's intent and purpose
and business activities to a holding,
professional, — scientific, — technical — and
construction. The amendment has
been approved by the Minister
of Law of the Republic of Indonesia No. AHU-
0055407.AH.01.02. TAHUN 2025 dated
19 August 2025 and was published in the State
Gazette of the Republic of Indonesia
No. 99 dated 12 December 2025, Supplement
No. 034372. The Company commenced its
commercial operations by providing
construction consultation and management
construction in August 2017.

The Company and its subsidiaries, PT Aracord
Logistik Nusantara, PT Aracord Power
Nusantara and PT Cakrawala Dana Nusantara
are collectively referred to hereafter as the
“Group”.
Page 10 OCR 0.923
PT ARACORD NUSANTARA GROUP Tbk
(Dahulu/Formerly PT AESLER GRUP INTERNASIONAL Tbk)
DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES

Lampiran - 5/55 - Schedule

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Pada tanggal dan untuk tahun-tahun yang berakhir
31 Januari 2026 dan 2025

(lanjutan)

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

1. UMUM (lanjutan)

a

Pendirian dan Informasi Umum (lanjutan)

Kantor pusat Perusahaan berlokasi di Jakarta
Pusat.

Entitas induk perusahaan dan entitas terakhir
Grup adalah Honour Accord Limited, perusahaan
yang berdomisili di Hongkong.

Penawaran Umum Efek Perusahaan

Pada tanggal 1 April 2020, Perusahaan
memeroleh pernyataan efektif dari
Otoritas Jasa Keuangan ("OJK") dalam
suratnya No. S-III/D.04/2020 untuk melakukan
Penawaran Umum Terbatas — sejumlah
250.000.000 lembar saham Perusahaan kepada
masyarakat dengan nilai nominal Rp 10
persaham dengan harga pelaksanaan Rp 100
per saham.

Pada tanggal 31 Desember 2025, seluruh saham
Perseroan sebanyak 194.372.400
(2024: 189.375.000) lembar telah tercatat di
Bursa Efek Indonesia.

Dewan Komisaris, Direksi, Komite Audit dan
Karyawan

Pada tanggal 31 Januari 2026 dan 2025,
susunan Dewan Komisaris, Direksi dan Komite
Audit Perusahaan adalah sebagai berikut:

2026

Notes to the consolidated financial statements
As at and for the years ended

31 December 2025 and 2024

(continued)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

1. GENERAL (continued)

a. Establishment and General Information
(continued)

The Company's head office is located in
Central Jakarta

The parent company and ultimate holding of
the Group is Honour Accord Limited, an entity
domiciled in Hongkong.

b. Public Offering Company Securites

On 1 April 2020, the Company obtained
effective notification from the Financial Services
Authority (“OJKP) in its letter No. S-/1/D.04/2020
to conduct the Limited Public Offering for
250,000,000 of the Company's shares to public
with par value of Rp 10 per share and offering
price of Rp 100 per share.

As at 31 December 2025, all of the Company's
Shares amounting to 194,372,400
(2024: 189,375,000) shares have been listed on
the Indonesia Stock Exchange.

c. Board of Commissioners, Directors, Audit
Committee and Employees

As at 31 January 2026 and 2025, the
composition of the Company's Board of
Commissioners, Directors and Audit Committee
were as follows:

2025

Dewan Komisaris

Komisaris Utama Surono Salem

Komisaris Independen Santoso Widjojo
Direksi

Direktur Utama Chen Guang
Direktur Yu Cun Fei
Komite Audit

Ketua Santoso Widjojo
Anggota Robiet
Anggota Christianto Widjaja
Pada tanggal 31 Maret 2026, Kepala
Audit Internal dan Sekretaris Perusahaan

masing-masing adalah Kendrick Wisepyn dan
Angelika (31 Desember 2025: Kendrick Wisepyn
dan Angelika).

Handojo Koentoro

Board of Commissioners
President Commissioner

Setyadi
Brian Praneda Independent Commissioner
Directors
Teny Siti Febryani President Director
Fenny Director
Audit Committee
Brian Praneda Chairman
Robiet Member
Heten Revina Member

As at 31 March 2026, Head of Internal Audit and
Corporate Secretary are Kendrick Wisepyn and
Angelika (31 December 2025: Kendrick
Wisepyn and Angelika).
Page 11 OCR 0.830
PT ARACORD NUSANTARA GROUP Tbk
(Dahutu/Formerly PT AESLER GRUP INTERNASIONAL Tbk)
DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES

Lampiran - 5/55 - Schedule

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Pada tanggal dan untuk tahun-tahun yang berakhir
31 Januari 2026 dan 2025

(lanjutan)

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

1. UMUM (lanjutan)

€. Dewan Komisaris, Direksi, Komite Audit dan
Karyawan (lanjutan)

Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember
2025, Grup masing-masing memiliki 7 dan 9
karyawan tetap (tidak diaudit).

d. Struktur Entitas Anak

Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember
2025, entitas anak Perusahaan adalah sebagai
berikut:

Ruang lingkup
usaha/Tanggal

1.

Notes to the consolidated financial statements
As at and for the years ended

31 December 2025 and 2024

(continued)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

GENERAL (continued)
c. Board of Commissioners, Directors, Audit
Committee and Employees (continued)

As at 31 March 2026 and 31 December 2025,
the Group has 7 and 9 permanent employees
(unaudited), respectively.

d. The Structure of Subsidiaries

As at 31 March 2026 dan 31 December 2025,
the Company's subsidiaries are as follows:

Persentase kepemilikan! Jumlah aset sebelum eliminasi!
PPercentage of ownership Aa ar Total assets bofore eliminatian

pendirian!
Scope of activity/
Entitas anak/ Dateof
Subsidiaries tabi 1 2026

komersial/
Startof
commercial

2025 oporations 2026 2025

PT Aracora Jasa operasi dan 991
Logistik pemeliharaan
Nusantara listiy Operating

25 Agustus!
'August 2025
PT Aracord Jasa operasi dan 99x
Power pemeliharaan
Nusantara pembangkit listrik
esifikasi batu
bara/ Operating
and maintenance
services for
gasifcation power
at

25 Agustus/
“August 2025
PTCakrawala — Keuangandan Er
Dana Psuransi,
Nusantara Penggalian Batu
Hias dan Batu
Bangunan! Finance

and insurance,

9 September!
'Seplember 2025
PT Aracord Industri, reparasi dan 99th
Aulomotive perdagangan
Industry besar/ Industry,

PT Aracord Keuangan dan 99,991
Industrial asuransil Financi
Nusantara and insurance/

February 2026
PT Aracord Industri Pupuk, 993916
Pupuk Industri Kimia

Pergudangan dan
Penyimpanan!
Fenliizer Industry,
Basic Chemical

Wholesale Trade,
Warehousing and
Storage/
8 Februari!
“February 2026

1. UMUM (lanjutan)

1.

9gp 2025 25003789817 31,841,040,753

991 2025 1717,97671 12,745.080,989

2026 61047.528.603

2026 1.281,396,628

GENERAL (continued)
Page 12 OCR 0.923
PT ARACORD NUSANTARA GROUP Tbk
(Dahulu/Formerly PT AESLER GRUP INTERNASIONAL Tbk)
DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES

Lampiran - 5/55 - Schedule

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Pada tanggal dan untuk tahun-tahun yang berakhir
31 Januari 2026 dan 2025

(lanjutan)

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

1.

d.

Struktur Entitas Anak (lanjutan)
PT Aracord Logistik Nusantara ("ACLN”)

ACLN didirikan berdasarkan Akta Notaris
Dini Lastari Siburian, SH., No. 39 tanggal
25 Agustus 2025. Aktapendirian ini telah
mendapatkan pengesahan oleh Menteri Hukum
Republik Indonesia dengan Surat Keputusan
No.  AHU-0072491.AH.01.01.TAHUN 2025
tanggal 26 Agustus 2025 dan telah diumumkan
dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 69
tanggal 29 Agustus 2025, Tambahan
No. 024120.

Pada tanggal 31 Maret 2026, Perusahaan
memilki 9.900 saham dengan nilai nominal
saham sebesar Rp 1.000.000 per lembar atau
mewakili 9944 dari jumlah saham yang
diterbitkan oleh ACLN dan sisanya 100 lembar
atau mewakili 194 dimiliki oleh pihak berelasi.

PT Aracord Power Nusantara (“ACPN")

ACPN didirikan berdasarkan Akta Notaris
Dini Lastari Siburian, SH., No. 38 tanggal
25 Agustus 2025. Aktapendirian ini telah
mendapatkan pengesahan oleh Menteri Hukum
Republik Indonesia dengan Surat Keputusan
No.AHU-0072468.AH.01.01.TAHUN 2025
tanggal 26 Agustus 2025 dan telah diumumkan
dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 69
tanggal 29 Agustus 2025, Tambahan
No. 024118.

Pada tanggal 31 Maret 2026, Perusahaan
memilki 9.990 saham dengan nilai nominal
saham sebesar Rp 1.001.000 per lembar atau
mewakili 99 dari jumlah saham yang
diterbitkan oleh ACPN dan sisanya 10 lembar
atau mewakili 196 dimiliki oleh pihak berelasi.

PT Cakrawala Dana Nusantara (“CWDN")

CWDN didirikan berdasarkan Akta Notaris
Dini Lastari Siburian, SH., No. 15 tanggal
9 September 2025. Aktapendirian ini telah
mendapatkan pengesahan oleh Menteri Hukum
Republik Indonesia dengan Surat Keputusan
No. AHU-0077607.AH.01.01.TAHUN 2025
tanggal 11 September 2025 dan telah diumumkan
dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 73
tanggal 12 September 2025, Tambahan No.
025658.

UMUM (lanjutan)

d.

Struktur Entitas Anak (lanjutan)

1.

Notes to the consolidated financial statements

As atand for the years ended
31 December 2025 and 2024
(continued)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

The Structure of Subsidiaries (continued)
PT Aracord Logistik Nusantara ("ACLN”)

ACLN was established based on the Notarial
deed of Dini Lastari Siburian, SH., No. 39 dated
25 August 2025. This deed of establishment
was approved by the Minister of Law of
the Republic of Indonesia with Decree
No. AHU-0072491.AH.01.01.TAHUN 2025
dated 26 August 2025 and was published in the
State Gazette of the Republic of Indonesia
No. 69 dated 29 August 2025, Supplement
No. 024120.

As at 31 March 2026, the Company owns 9,900
Shares with nominal value of Rp 1,000,000 per
Share or represents 9946 of total shares issued
by ACLN and the remaining 100 shares or
represenis 196 owned by related party.

PT Aracord Power Nusantara ("ACPN”)

ACPN was established based on the Notarial
deed of Dini Lastari Siburian, SH., No. 38 dated
25 August 2025. This deed of establishment
was approved by the Minister of Law of
the Repuclic of Indonesia with  Decree
No. AHU-0072468.AH.01.01. TAHUN 2025
dated 26 August 2025 and was published in the
State Gazette of the Republic of Indonesia
No. 69 dated 29 August 2025, Supplement
No. 024118.

As at 31 March 2026, the Company owns 9,990
Shares with nominal value of Rp 1,001,000 per
Share or represents 9974 of total shares issued
by ACPN and the remaining 10 shares or
represenis 14 owned by related party.

PT Cakrawala Dana Nusantara (“CWDN')

CWDN was established based on the Notarial
deed of Dini Lastari Siburian, SH., No. 15 dated
9 September 2025. This deed of establishment
was approved by the Minister of Law of
the Repuclic of Indonesia with Decree No. AHU-
0077607.AH.01.01.TAHUN 2025 dated 11
September 2025 and was published in the State
Gazette of the Republic of Indonesia No. 73
dated 12 September 2025, Supplement No.
025658.

GENERAL (continued)

d.

The Structure of Subsidiaries (continued)
CWON carried out a capital increase based on
Page 13 OCR 0.930
PT ARACORD NUSANTARA GROUP Tbk
(Dahulu/Formerly PT AESLER GRUP INTERNASIONAL Tbk)
DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES

Lampiran - 5/55 - Schedule

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian Notes to the consolidated financial statements
Pada tanggal dan untuk tahun-tahun yang berakhir As at and for the years ended
31 Januari 2026 dan 2025 31 December 2025 and 2024
(lanjutan) (continued)

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

CWDN melakukan peningkatan — modal Notarial Deed of Dini Lastari Siburian, S.H., No.

bedarsarkan Akta Notaris Dini Lastari Siburian,
SH., No. 08 tanggal 6 Februari 2026. Akta
peningkatan modal ini telah mendapatkan
pengesahan oleh Menteri Hukum Republik
Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU-
0007099.AH.01.02 TAHUN 2026 tanggal 09
Februari 2026 dan telah diumumkan dalam
Berita Negara Republik Indonesia No. 15
tanggal 20 Februari 2026, Tambahan No.
004519.

Pada tanggal 31 Maret 2026, Perusahaan
memilki 25.974 saham dengan nilai nominal
saham sebesar Rp 200.000 per lembar atau
mewakili 99,94 dari jumlah saham yang
diterbitkan oleh CWDN dan sisanya 1 lembar
atau mewakili 0,194 dimiliki oleh pihak berelasi.

PT Aracord Automotive Industry (“AAI")

AAAI didirikan berdasarkan Akta Notaris Supianto,
SH., M.Kn. No. 10 tanggal 28 November 2025.
Akta pendirian ini telah mendapatkan
pengesahan oleh Menteri Hukum
Republik Indonesia dengan Surat Keputusan
No. AHU-0102841.AH.01.01.TAHUN 2025
tanggal 1 Desember 2025 dan telah diumumkan
dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 97
tanggal 5 Desember 2025, Tambahan
No. 034009.

Pada tanggal 31 Maret 2026, Perusahaan
memilki 124.875 saham dengan nilai nominal
saham sebesar Rp 10.000 per lembar atau
mewakili 99,9/o dari jumlah saham yang
diterbitkan oleh AAI dan sisanya 1 lembar atau
mewakili 0,176 dimiliki oleh pihak berelasi.

PT Aracord Industrial Nusantara ("AIN")

AIN didirikan berdasarkan Akta Notaris
Dini Lastari Siburian, SH., No. 9 tanggal
6 Februari 2026. Aktapendirian ini telah
mendapatkan pengesahan oleh Menteri Hukum
Republik Indonesia dengan Surat Keputusan
No. AHU-0011584.AH.01.01.TAHUN 2026
tanggal 9 Februari 2026 dan telah diumumkan
dalam berita Negara Republik Indonesia No. 15
tanggal 20 Februari 2026, Tambahan No.
004521.

08 dated February 6, 2026. This capital
increase deed has been approved by the
Minister of Law of the Republic of Indonesia
under Decree No. AHU-0007099.AH.01.02
YEAR 2026 dated February 09, 2026 and has
been announced in the State Gazette of the
Republic of Indonesia No. 15 dated February 20,
2026, Supplement No. 004519.

As at 31 March 2026, the Company owns 25,974
shares with nominal value of Rp 200,000 per
share or represents 99.94 of total shares issued
by CWDN and the remaining 1 share or
represents 0.145 owned by related party.

PT.Aracord Automotive Industry (“AAI”)

AMI was established based on the Notarial deed
of Supianto, SH., M.Kn. No. 10 dated
28 November 2025. This deed of establishment
was approved by the Minister of Law of
the Republic of Indonesia with Decree No. AHU-
0102841.AH.01.01.TAHUN 2025 dated 1
December 2025 and was published in the State
Gazette of the Republic of Indonesia No. 97
dated 5 December 2025, Supplement No.
034009.

As at 31 March 2026, the Company
owns 124,875 shares with nominal value of
Rp 10,000 per share or represents 99.946 of
total shares issued by AAI and the remaining 1
share or represents 0.14 owned by related
party.

PT Aracord Industrial Nusantara ("AIN")

AIN was established based on the Notarial
deed of Dini Lastari Siburian, SH., No. 9 dated
6 February 2026. This deed of
establishment was approved by the Minister of
Lawof the Republic of Indonesia with
Decree No. AHU-0011584.AH.01.01.TAHUN
2026 dated 9 February 2026 and was published
in the State Gazette of the Republic of Indonesia
No. 15 dated 20 February 2026, Supplement
No. 004521.
Page 14 OCR 0.920
PT ARACORD NUSANTARA GROUP Tbk
(Dahulu/Formerly PT AESLER GRUP INTERNASIONAL Tbk)
DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES

Lampiran - 5/55 - Schedule

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian Notes to the consolidated financial statements

Pada tanggal dan untuk tahun-tahun yang berakhir As at and for the years ended
31 Januari 2026 dan 2025 31 December 2025 and 2024
(lanjutan) (continued)

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued)

d.

Struktur Entitas Anak (lanjutan)

Berdasarkan Pasal 3 dari Anggaran Dasar
Perusahaan, lingkup aktivitas usaha AIN adalah
dalam bidang aktivitas keuangan dan asuransi
dan real estate.

Perusahaan memilki 10.000 saham dengan nilai
nominal saham sebesar Rp 250.000 per lembar
atau mewakili 24,99”6 dari jumlah saham yang
diterbitkan oleh AIN dan 1 saham atau mewakili
0,0025Yo dimiliki oleh Surono Salem. Sampai
dengan tanggal penerbitan laporan keuangan
konsolidasian ini, AIN belum memulai kegiatan
Operasional secara komersial.

PT Aracord Pupuk Nusantara (“APUN")

APUN didirikan berdasarkan Akta Notaris
Dini Lastari Siburian, SH., No. 10 tanggal
6 Februari 2026. Akta pendirian ini telah
mendapatkan pengesahan oleh Menteri Hukum
Republik Indonesia dengan Surat Keputusan
No. AHU-0011796.AH.01.01.TAHUN.2026
tanggal 9 Februari 2026 dan telah diumumkan
dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 15
tanggal 20 Februari 2026, Tambahan 004520.

Berdasarkan Pasal 3 dari Anggaran Dasar
Perusahaan, lingkup aktivitas usaha APUN
adalah dalam bidang industri pengolahan,
perdagangan besar dan eceran, reparasi dan
perawatan mobil dan sepeda motor,
pengangkutan dan pergudangan.

Perusahaan memilki 10.000 saham dengan nilai
nominal saham sebesar Rp 250.000 per lembar
atau mewakili 24,99”6 dari jumlah saham yang
diterbitkan oleh APUN dan 1 saham atau
mewakili 0,002574 dimiliki oleh Surono Salem.
Sampai dengan tanggal penerbitan laporan
keuangan konsolidasian ini, APUN belum
memulai kegiatan operasional secara komersial.

d.

The Structure of Subsidiaries (continued)

Based on Article 3 ofthe Company's Articles of
Association, the scope of AIN's business
activities includes financial and insurance
activities and real estate.

The Company owns 10,000 shares with
nominal value of Rp 250,000 per share or
represents 24.99Y6 of total shares issued by
AIN and the remaining 1 share or represents
0.00254 owned by Surono Salem. As of the
date of issuence of these consolidated financial
statements, AIN has not yet commenced
commercial operations.

PT Aracord Pupuk Nusantara (“APUN")

APUN was established based on the Notarial
deed of Dini Lastari Siburian, SH., No. 10 dated
6 February 2026. This deed of establishment
was approved by the Minister of Law
ofthe Republic of Indonesia — with — Decree
No. AHU-0011796.AH.01.01.TAHUN.2026
dated 9 February 2026 and was published in
the State Gazette of the Republic of Indonesia
No. 15 dated 20 February 2026, Supplement
004520.

Based on Article 3 of the Company's Articles of
Association, the scope of APUN's business
activities includes manufacturing, wholesale
and retail trade, repair and maintenance of
motor vehicles and motorcycles, transportation,
and warehousing.

The Company owns 10,000 shares with
nominal value of Rp 250,000 per share or
represents 24.995 of total shares issued by
APUN and the remaining 1 share or represents
0.002546 owned by Surono Salem. As of the
date of issuence of these consolidated financial
statements, APUN has not yet commenced
commercial operations.
Page 15 OCR 0.927
PT ARACORD NUSANTARA GROUP Tbk
(Dahulu/Formerly PT AESLER GRUP INTERNASIONAL Tbk)
DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES

Lampiran - 5/55 - Schedule

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian Notes to the consolidated financial statements

Pada tanggal dan untuk tahun-tahun yang berakhir As at and for the years ended
31 Januari 2026 dan 2025 31 December 2025 and 2024
(lanjutan) (continued)

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued)

e. Penyelesaian
Konsolidasian

Laporan Keuangan

Manajemen Perusahaan bertanggung jawab
atas penyusunan dan penyajian laporan
keuangan konsolidasian ini sesuai dengan
Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia, yang
diselesaikan dan disetujui untuk diterbitkan oleh
Direksi Perusahaan pada tanggal 30 Maret 2026.

INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL

Berikut ini adalah kebijakan akuntansi penting
yang diterapkan dalam penyusunan laporan
keuangan konsolidasian Grup. Kebijakan ini telah
diaplikasikan secara konsisten terhadap semua
tahun yang disajikan, kecuali dinyatakan lain.

a. Dasar Penyusunan Laporan Keuangan
Konsolidasian

Laporan keuangan konsolidasian telah disusun
sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di
Indonesia (“SAK"), yang mencakup Pernyataan
dan Interpretasi yang dikeluarkan oleh Dewan
Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan
Indonesia (“DSAK IAI") dan Peraturan
No. VILG.7 tentang Penyajian dan
Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau
Perusahaan Publik.

Laporan keuangan konsolidasian disusun
berdasarkan konsep harga perolehan, kecuali
untuk akun tertentu yang disusun berdasarkan
pengukuran lain yang dijelaskan dalam masing-
masing kebijakan akuntansi. Laporan keuangan
konsolidasian juga disusun berdasarkan konsep
akrual, kecuali untuk laporan arus kas. Laporan
arus kas konsolidasian disusun dengan
menggunakan metode langsung dengan
mengelompokkan arus kas ke dalam aktivitas
operasi, investasi dan pendanaan.

e. Completion of the Consolidated Financial
Statements

The Company's management is responsible for
the preparation and presentation of the
consolidated — financial — statements — in
accordance — with — Indonesian — Financial
Accounting Standards, which were completed
and authorised for issuance by the Company's
Directors on 30 March 2026.

MATERIAL
INFORMATION

ACCOUNTING POLICIES

Presented below are the significant accounting
policies adopted in preparing the consolidated
financial statements of the Group. These
policies have been consistently applied to all of
the years presented, unless otherwise stated.

a. Basis of Preparation of the Consolidated
Financial Statements

The consolidated financial statements have
been prepared in accordance with Indonesian
Financial Accounting Standards (“IFAS”), which
comprise the Statements and Interpretations
issued by the Financial Accounting Standards
Board of the Institute of Indonesian Institute of
Accountants (“DSAK IAI”) and Regulation
No. VIILG.7 — on Financial — Statements
Presentations and Disclosures of Issuer or
Public Companies.

The consolidated financial statements have
been prepared on the basis of historical cost,
except for certain accounts which have been
prepared based on other measuremenis as
described in the respective accounting policies.
The consolidated financial statements have
also been prepared on the basis of accrual
concept, except for the statement of cash flows.
The consolidated statement of cash flows has
been prepared using the direct method by
classifying cash flows on the basis of operating,
investing and financing activities.
Page 16 OCR 0.936
PT ARACORD NUSANTARA GROUP Tbk
(Dahulu/Formerly PT AESLER GRUP INTERNASIONAL Tbk)
DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES

Lampiran - 5/55 - Schedule

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Pada tanggal dan untuk tahun-tahun yang berakhir
31 Januari 2026 dan 2025

(lanjutan)

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL
(lanjutan)

a. Dasar penyusunan laporan keuangan
konsolidasian (lanjutan)

Seluruh angka dalam laporan keuangan
kosolidasian dibulatkan dan disajikan dalam
Rupiah penuh (“Rp”), kecuali dinyatakan lain.

Penyusunan laporan keuangan konsolidasian
sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di
Indonesia mengharuskan penggunaan estimasi
dan asumsi. Hal tersebut juga mengharuskan
manajemen untuk membuat pertimbangan
dalam proses penerapan kebijakan akuntansi
Grup. Area yang kompleks atau memerlukan
pertimbangan yang lebih tinggi atau area dimana
asumsi dan estimasi dapat berdampak signifikan
terhadap laporan keuangan diungkapkan di
Catatan 3.

Kebijakan akuntansi yang diterapkan oleh Grup
adalah selaras bagi tahun-tahun yang dicakup
oleh laporan keuangan konsolidasian, kecuali
untuk standar akuntansi baru dan revisi seperti
diungkapkan pada Catatan 2a di bawah ini.

Grup telah menyusun laporan keuangan
konsolidasian dengan dasar bahwa Grup akan
terus beroperasi secara berkesinambungan.

Perubahan pada Pernyataan Standar
Akuntansi Keuangan (“PSAK”)

Penerapan amendemen standar yang berlaku
efektif mulai 1 Januari 2025, yang relevan
dengan operasi Grup, namun tidak menimbulkan
perubahan substansial terhadap kebijakan
akuntansi Grup dan tidak memiliki efek yang
material atas jumlah yang dilaporkan atas tahun
berjalan atau tahun sebelumnya adalah sebagai
berikut:

e Amendemen PSAK 221, “Pengaruh
Perubahan Kurs Valuta Asing” tentang
kekurangan ketertukaran.

2. MATERIAL

Notes to the consolidated financial statements
As at and for the years ended

31 December 2025 and 2024

(continued)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

ACCOUNTING
INFORMATION (continued)

POLICIES

a. Basis of preparation of the consolidated
financial statements (continued)

Figures in the consolidated financial
statement are rounded to and expressed in
full ammount of Rupiah (“Rp”), unless
otherwise stated.

The preparation of consolidated financial
statements in conformity with Indonesian
Financial Accounting Standards reguires the
use of certain critical accounting estimates. It
also reguires management to exercise its
judgement in the process of applying the
Group's accounting policies. Areas involving a
higher degree of judgement or complexity, or
areas where assumptions and estimates are
significant to the financial statements are
disclosed in Note 3.

The accounting policies adopted by the Group
are consistently applied for the years covered
by the consolidated financial statements, except
for new and revised accounting standards as
disclosed in the following Note 2a.

The Group has prepared the consolidated
financial statements on the basis that it will
continue to operate as a going concern.

Changes to the Statements of Financial
Accounting Standards (“SFAS”)

The adoption of the amended standard that is
effective beginning 1 January 2025 which are
relevant to the Group's operation, but did not
result in substantial changes to the Group's
accounting policies and had no material effect
on the amounts reported for the current or prior
financial years are as follows:

# Amendment to SFAS 221, “The Effects of
Changes in Foreign Exchange Rates”
regarding lack of exchangeability.
Page 17 OCR 0.912
PT ARACORD NUSANTARA GROUP Tbk
(Dahulu/Formerly PT AESLER GRUP INTERNASIONAL Tbk)
DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES

Lampiran - 5/55 - Schedule

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Pada tanggal dan untuk tahun-tahun yang berakhir
31 Januari 2026 dan 2025

(lanjutan)

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

INFORMASI KEBIJAKAN
MATERIAL (lanjutan)

a. Dasar Penyusunan Laporan Keuangan
Konsolidasian (lanjutan)

Perubahan pada Pernyataan Standar
Akuntansi Keuangan (“PSAK”) (lanjutan)

Standar baru dan amendemen standar yang
telah diterbitkan, yang relevan dengan operasi
Grup, namun belum berlaku efektif untuk tahun
buku yang dimulai pada tanggal 1 Januari 2025
adalah sebagai berikut:

Efektif 1 Januari 2026

« Amandemen PSAK No. 107, “Instrumen
Keuangan: Pengungkapan” tentang
klasifikasi dan pengukuran instrumen
keuangan:

»  Amendemen PSAK No. 109, “Instrumen
Keuangan” tentang klasifikasi dan
pengukuran instrumen keuangan.

Efektif 1 Januari 2027
e PSAK No. 118, "Penyajian dan

Pengungkapan dalam Laporan
Keuangan".

AKUNTANSI 2. MATERIAL

INFORMATION (continued)

Notes to the consolidated financial statements

As atand for the years ended
31 December 2025 and 2024
(continued)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

ACCOUNTING POLICIES

a. Basis of Preparation of the Consolidated
Financial Statements (continued)

Changes to the Statements of Financial
Accounting Standards (“SFAS”)
(continued)

New and amended standards issued which
are relevant to the Group's operation, but not
yet effective for the financial year beginning
1 January 2025 are as follows:

Effective 1 January 2026

» Amendment of SFAS No. 107, “Financial
Instruments: Disclosures” related to
classification and ' measurement of
financial instrument,

«  Amendment of SFAS No. 109, “Financial
Instruments” related to classification and
measurement of financial instrument.

Effective 1 January 2027

e SFAS No. 118, “Presentation and
Disclosure in Financial Statements”.
Page 18 OCR 0.923
PT ARACORD NUSANTARA GROUP Tbk
(Dahulu/Formerly PT AESLER GRUP INTERNASIONAL Tbk)
DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES

Lampiran - 5/55 - Schedule

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Pada tanggal dan untuk tahun-tahun yang berakhir
31 Januari 2026 dan 2025

(lanjutan)

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL 2.

(lanjutan)

b.

Prinsip-Prinsip Konsolidasian

Laporan keuangan konsolidasian meliputi
laporan keuangan Perusahaan dan entitas
anaknya. Kendali diperoleh bila Grup terekspos
atau memiliki hak atas imbal hasil variabel dari
keterlibatan Grup dengan investee dan memiliki
kemampuan untuk memengaruhi imbal hasil
tersebut melalui kekuasaannya atas investee.
Dengan demikian, Grup mengendalikan investee
jika dan hanya jika Grup memiliki seluruh hal
berikut ini:

i) Kekuasaan atas investee, yaitu hak yang
ada saat ini yang memberi Grup
kemampuan kini untuk mengarahkan
aktivitas relevan dari investee,

ii) Eksposur atau hak atas imbal hasil variabel
dari keterlibatannya dengan investee: dan

iii) Kemampuan untuk menggunakan
kekuasaannya atas  investee — untuk
memengaruhi imbal hasil.

Bila Grup tidak memiliki hak suara atau hak

serupa secara mayoritas atas suatu investee,

Grup mempertimbangkan semua fakta dan

keadaan yang relevan dalam mengevaluasi

apakah mereka memiliki kekuasaan atas

investee, termasuk:

i) Pengaturan kontraktuai dengan pemegang
hak suara lainnya pada investee,

ii) Hak-hak yang timbul dari pengaturan
kontraktual lain: dan

ii) Hak suara dan hak suara potensial yang
dimiliki Grup.

Grup menilai kembali apakah mereka
mengendalikan investee bila fakta dan keadaan
mengindikasikan adanya perubahan terhadap
satu atau lebih dari ketiga elemen dari
pengendalian. Konsolidasi atas entitas anak
dimulai sejak Grup memeroleh pengendalian
atas entitas anak dan berakhir pada saat Grup
kehilangan pengendalian atas entitas anak. Aset,
liabilitas, penghasilan dan beban dari entitas
anak yang diakuisisi pada tahun tertentu
disertakan dalam laporan keuangan
konsolidasian sejak tanggal Grup memeroleh
kendali sampai tanggal Grup tidak lagi
mengendalikan entitas anak tersebut.

MATERIAL

Notes to the consolidated financial statements

As at and for the years ended
31 December 2025 and 2024
(continued)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

ACCOUNTING POLICIES

INFORMATION (continued)

b.

Principles of Consolidation

The consolidated financial statements comprise
the financial statements of the Company and its
subsidiaries. Control is achieved when the
Group is exposed, or has rights, to variable
returns from its involvement with the investee
and has the ability to affect those returms
through its power over the investee. Thus, the
Group controls an investee if and only if the
Group has all of the following:

I) Power over the investee, that is existing
rights that give the Group current ability to
direct the relevant activities of the
investee,

ii) Exposure or rights, to variable returns from
its involvement with the investee, and

iii) The ability to use its power over the
investee to affect the returns.

When the Group has less than a majority of the
voting or similar rights of an investee, the Group
considers all relevant facts and circumstances
in assessing whether it has power over an
investee, including:

i) The contractual arrangements with the
other vote holders of the investee,

ii) Rights arising from other contractual
arrangemenits, and

iii) The Group's voting rights and potential
voting rights.

The Group re-assesses whether or not it
controls an investee if facts and circumstances
indicate that there are changes to one or more
of the three elemenis of control. Consolidation
of a subsidiaries begins when the Group
Obtains control over the subsidiaries and
ceases when the Group loses control of the
subsidiaries. Assets, liabilities, income and
expenses of a Subsidiaries acguired during the
year are included in the consolidated financial
statements from the date the Group gains
control until the date the Group ceases to
control the subsidiaries.
Page 19 OCR 0.937
PT ARACORD NUSANTARA GROUP Tbk
(Dahulu/Formerly PT AESLER GRUP INTERNASIONAL Tbk)
DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES

Lampiran - 5/55 - Schedule

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Pada tanggal dan untuk tahun-tahun yang berakhir
31 Januari 2026 dan 2025

(lanjutan)

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL
(lanjutan)

b.

Prinsip-Prinsip Konsolidasian (lanjutan)

Seluruh laba rugi konsolidasian dan setiap
komponen Penghasilan Komprehensif Lain
(“PKL”) diatribusikan pada pemilik entitas induk
dan pada Kepentingan Non-Pengendali (“KNP"),
walaupun hal ini akan menyebabkan saldo KNP
yang defisit. Bila dipandang perlu, penyesuaian
dilakukan terhadap laporan keuangan entitas
anak untuk diselaraskan dengan kebijakan
akuntansi Grup.

Seluruh aset dan liabilitas, ekuitas, penghasilan
dan beban dan arus kas atas transaksi antar
anggota Grup dieliminasi sepenuhnya pada saat
konsolidasian.

Perubahan dalam bagian kepemilikan entitas
induk pada entitas anak yang tidak
mengakibatkan hilangnya pengendalian, dicatat
sebagai transaksi ekuitas. Bila kehilangan
pengendalian atas suatu entitas anak, maka
Grup menghentikan pengakuan atas aset,
liabilitas dan komponen lain dari ekuitas terkait,
dan selisihnya diakui pada laba rugi
konsolidasian. Bagian dari investasi yang tersisa
diakui pada nilai wajar.

Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing

Mata uang pelaporan yang digunakan pada
laporan keuangan konsolidasian adalah Rupiah,
yang merupakan mata uang fungsional Grup dan
entitas anak.

Transaksi dalam mata uang asing dicatat dalam
Rupiah berdasarkan kurs yang berlaku pada saat
transaksi dilakukan. Pada tanggal pelaporan,
aset dan liabilitas moneter dalam mata uang
asing dijabarkan sesuai dengan rata-rata kurs
jual dan beli yang diterbitkan oleh Bank
Indonesia pada tanggal transaksi perbankan
terakhir untuk periode yang bersangkutan, dan
laba atau rugi kurs yang timbul, dikreditkan atau
dibebankan pada operasi periode yang
bersangkutan.

Notes to the consolidated financial statements

As at and for the years ended
31 December 2025 and 2024
(continued)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

MATERIAL ACCOUNTING POLICIES
INFORMATION (continued)
b. Principles of Consolidation (continued)

Consolidated profit or loss and each component
of Other Comprehensive Income (“OCI”) are
attributed to the eguity holders of the parent of
the Group and to the Non-Controlling Interests
(“NCI"), even if this results in the NCI having a
deficit balance. When necessary, adjustments
are made to the financial statements of
subsidiary to bring their accounting policies into
line with the Group's accounting policies.

/AII intra-group assets and liabilities, eguity,
income, expenses and cash flows relation to
transactions between members of the Group
are eliminated in full on consolidation.

Changes in the parent's ownership interest in a
subsidiaries, without a loss of control, is
accounted for as an eguity transaction. If the
Group losses control over a subsidiaries, it
derecognises the related assets, liabilities, and
other component of eguity, while the difference
is recognised in the consolidated profit or loss.
Any investment retained is recognised at fair
value.

Foreign
Balances

Currency  Transactions and

The reporting currency used in the consolidated
financial statements is the Indonesian Rupiah,
which is also the functional currency of the
Group and subsidiaries.

Transactions involving foreign currencies are
recorded in Rupiah at the rates of exchange
prevailing at the time the transactions are made.
At the reporting date, monetary assets and
liabilities denominated in foreign currencies are
adjusted to reflect the average of the selling and
buying rates of exchange prevailing at the last
banking transaction date of the period, as
published by Bank Indonesia, and any resulting
gains or losses are credited or charged to
operations of the current period.
Page 20 OCR 0.935
PT ARACORD NUSANTARA GROUP Tbk
(Dahulu/Formerly PT AESLER GRUP INTERNASIONAL Tbk)
DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES

Lampiran - 5/55 - Schedule

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Pada tanggal dan untuk tahun-tahun yang berakhir
31 Januari 2026 dan 2025

(lanjutan)

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL
(lanjutan)

d.

Transaksi dengan Pihak-Pihak Berelasi

Grup melakukan transaksi dengan pihak-pihak
berelasi sebagaimana didefinisikan dalam
PSAK No. 224: "Pengungkapan pihak-pihak
berelasi”.

Seluruh transaksi yang dilakukan
dengan pihak-pihak berelasi, baik
dilakukan dengan kondisi dan persyaratan yang
sama dengan pihak ketiga maupun tidak,
diungkapkan pada catatan atas laporan
keuangan konsolidasian.

Instrumen Keuangan

Instrumen keuangan adalah setiap kontrak yang
menambah nilai aset keuangan bagi satu entitas
dan liabilitas keuangan atau ekuitas bagi entitas
lain.

Grup menerapkan PSAK No. 107, “Instrumen
Keuangan”. Grup mengklasifikasikan instrumen
keuangan dalam bentuk aset keuangan dan
liabilitas keuangan.

Aset Keuangan

Aset keuangan diklasifikasikan dalam
kategori:
i) Aset keuangan diukur dengan nilai

wajar melalui laba rugi atau penghasilan
komprehensif lain, dan

ii) Aset keuangan yang diukur dengan
biaya perolehan diamortisasi.

Klasifikasi dan pengukuran aset keuangan harus
didasarkan pada bisnis model dan arus kas
kontraktual - apakah semata-mata dari
pembayaran pokok dan bunga. Manajemen
menentukan klasifikasi aset keuangan tersebut
pada pengakuan awal, perubahan setelah
penerapan awal sangat jarang terjadi.

Pada tanggal 31 Januari 2026 dan 2025, Grup
hanya memiliki aset keuangan yang diukur
dengan biaya perolehan diamortisasi.

Grup mengukur aset keuangan pada biaya

perolehan diamortisasi jika kedua kondisi

berikut dipenuhi:

- Dimiliki untuk mendapatkan arus kas
kontraktual hingga jatuh tempo: dan

2. MATERIAL

Notes to the consolidated financial statements
As at and for the years ended

31 December 2025 and 2024

(continued)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

ACCOUNTING
INFORMATION (continued)

d. Transactions with Related Parties

POLICIES

The Group enters into transactions with related
parties as defined in SFAS No. 224: “Related
parties disclosures”.

All transactions with related parties, whether or
not made at similar terms and conditions as
those done with third parties, are disclosed in
the notes to consolidated financial statements.

e. Financial Instrument

A financial instrument is any contract that gives
rise to a financial asset of one entity and a
financial liability or eguity instrument of another
entity.

@ Group has applisd SFAS No. 107,
inancial Instruments”. The Group classifies
the financial instruments in the form of financial
assets and financial liabilities.

Financial Assets

Financial assets are classified into three

categories as follows:

I) Financial assets measured at fair value
through profit or loss (“FVTPL”) or
through other comprehensive income
(“FVTOCP”), and

Ii) Financial assets at amortised cost.

Classification and measurement of financial
assets are based on the business model and
contractual cash flows - whether from solely
principal and interest payment. Management
determines the classification of its financial
assets at initial recognition, changes after initial
implementation are very rare.

As at 31 December 2025 and 2024, the Group
only has financial assets measured at
amortised cost.

The Group measures financial assets at

amortised cost if both of the following

conditions are met:

- Held to collect contractual cash flows till
maturity: and
Page 21 OCR 0.934
PT ARACORD NUSANTARA GROUP Tbk
(Dahulu/Formerly PT AESLER GRUP INTERNASIONAL Tbk)
DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES

Lampiran - 5/55 - Schedule

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Pada tanggal dan untuk tahun-tahun yang berakhir
31 Januari 2026 dan 2025

(lanjutan)

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL
(lanjutan)

e. Instrumen Keuangan (lanjutan)
Aset Keuangan (lanjutan)

- Arus kas yang dihasilkan semata-mata berasal
dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah
pokok terutang.

Aset keuangan yang diukur dengan biaya
perolehan diamortisasi meliputi kas di bank dan
piutang usaha. Aset keuangan diklasifikasikan
sebagai aset lancar, jika jatuh tempo dalam
waktu 12 bulan, jika tidak maka aset keuangan
ini diklasifikasikan sebagai aset tidak lancar.

Aset keuangan yang diukur dengan biaya
perolehan diamortisasi pada awalnya diakui
sebesar nilai wajarnya ditambah dengan biaya-
biaya transaksi dan selanjutnya diukur pada
biaya perolehan  diamortisasi — dengan
menggunakan metode suku bunga efektif,
setelah dikurangi dengan penurunan nilai. Biaya
perolehan yang diamortisasi dihitung dengan
memperhitungkan diskonto atau premi atas
biaya akuisisi atau biaya yang merupakan
bagian integral dari suku bunga efektif tersebut.
Amortisasi suku bunga efektif dicatat dalam
laporan laba rugi konsolidasian.

Metode suku bunga efektif

Metode suku bunga efektif adalah metode yang
digunakan untuk menghitung biaya perolehan
diamortisasi dari instrumen keuangan dan
metode untuk mengalokasikan pendapatan
bunga selama periode yang relevan.

Suku bunga efektif adalah suku bunga yang
secara tepat  mendiskontokan estimasi
penerimaan kas di masa datang (mencakup
seluruh komisi dan bentuk lain yang dibayarkan
dan diterima oleh para pihak dalam kontrak yang
merupakan bagian yang tak terpisahkan dari
suku bunga efektif, biaya transaksi dan premium
dan diskonto lainnya) selama perkiraan umur
instrumen keuangan, jika lebih tepat, digunakan
periode yang lebih singkat untuk memperoleh
nilai tercatat bersih dari aset keuangan pada saat
pengakuan awal.

Notes to the consolidated financial statements
As at and for the years ended

31 December 2025 and 2024

(continued)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

2. MATERIAL ACCOUNTING POLICIES

INFORMATION (continued)

e. Financial Instrument (continued)
Financial Assets (continued)

- The cash flows are arising from solely
payments of principal and interest on the
principal amount outstanding.

Financial assets measured at amortised cost
consist of cash in banks and trade receivables.
Financial assets in this category are classified
as current assets ifexpected to be settled within
12 months, otherwise, they are ciassified as
non-current.

Financial assets measured at amortised cost
are recognised initially at fair value plus
transaction costs and subseguently measured
at amortised cost using the effective interest
rate method, less impairment. Amortised cost is
calculated by taking into account any discount
Or premium on acguisition fees or costs that are
an integral part of the effective interest rate. The
effective interest rate amortisation is included in
the consolidated profit or loss.

Effective interest method

The effective interest method is a method of
calculating the amortised cost of a financial
instrument and of allocating interest income
over the relevant period.

The effective interest rate is the rate that exactly
discounts estimated future cash receipts
(including all fees and points paid or received
that form an integral part of the effective interest
rate, transaction costs and other premiums or
discounts) through the expected life of the
financial instrument, where appropriate. a
shorter period to obtain the net carrying amount
of financial assets at initial recognition.
Page 22 OCR 0.939
PT ARACORD NUSANTARA GROUP Tbk
(Dahulu/Formerly PT AESLER GRUP INTERNASIONAL Tbk)
DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES

Lampiran - 5/55 - Schedule

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Pada tanggal dan untuk tahun-tahun yang berakhir
31 Januari 2026 dan 2025

(lanjutan)

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL
(lanjutan)

e. Instrumen Keuangan (lanjutan)
Aset Keuangan (lanjutan)

Penurunan nilai aset keuangan

Pada tanggal akhir periode pelaporan, Grup
mengevaluasi kerugian kredit ekspektasian
dengan mempertimbangkan informasi yang
bersifat forward-looking terhadap aset keuangan
yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi dan
biaya perolehan diamortisasi. Aset keuangan
tersebut mengalami penurunan nilai ketika satu
atau lebih peristiwa yang memiliki dampak
merugikan atas estimasi arus kas masa depan
telah terjadi. Penurunan nilai tersebut diakui
dalam laba rugi konsolidasian.

Grup mengakui cadangan untuk kerugian kredit
ekspektasian (“KKE") untuk seluruh aset
keuangan yang diukur dengan biaya perolehan
diamortisasi. KKE didasarkan pada perbedaan
antara arus kas kontraktual yang tertuang dalam
kontrak dan seluruh arus kas yang diharapkan
akan diterima Grup, didiskontokan
menggunakan suku bunga efektif awal. Arus kas
yang diharapkan akan diterima tersebut
mencakup arus kas dari penjualan agunan yang
dimiliki atau perluasan kredit lainnya yang
merupakan bagian integral dari persyaratan
kontrak.

KKE diakui dalam dua tahap. Untuk risiko kredit
atas instrumen keuangan yang tidak mengalami
peningkatan secara signifikan sejak pengakuan
awal, pengukuran penyisihan kerugian dilakukan
sejumlah KKE 12 bulan. Untuk risiko kredit atas
instrumen keuangan yang mengalami
peningkatan secara signifikan sejak pengakuan
awal, penyisihan kerugian dilakukan sepanjang
sisa umurnya, terlepas dari waktu terjadinya
default (sepanjang umur KKE)

Karena piutang usaha tidak memiliki komponen
pembiayaan signifikan, Grup menerapkan pendekatan
yang disederhanakan dalam perhitungan kerugian
kredit ekspektasian. Oleh karena itu, Grup tidak
menelusuri perubahan dalam risiko kredit, namun
justru mengakui penyisihan kerugian berdasarkan
kerugian kredit ekspektasian sepanjang umurnya pada
setiap tanggal pelaporan. Grup membentuk matriks
provisi berdasarkan pengalaman kerugian kredit masa
lampau, disesuaikan dengan perkiraan masa depan
atas faktor yang spesifik untuk debitur dan lingkungan
ekonomi.

2. MATERIAL

Notes to the consolidated financial statements
As at and for the years ended

31 December 2025 and 2024

(continued)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

ACCOUNTING
INFORMATION (continued)

e. Financial Instrument (continued)

POLICIES

Financial Assets (continued)

Impairment of financial assets

At the end of the reporting period, the Group
assesses ihe expected credit losses by
considering the forward-looking information
associated with the financial assets measured
at fair value through profit or loss and amortised
cost. The financial assets are impaired when
one or more events that have a defrimental
impact on the estimated future cash flows have
occurred. Any impairment is recognised in the
consolidated profit or loss.

The Group recognises an allowance for
expected credit losses (“ECL”) for all financial
assets at amortised costs. ECL is based on the
difference between the contractual cash flows
due in accordance with the contract and all the
cash flows that the Group expects to receive,
discounted at an approximation of the original
effective interest rate. The expected cash fiows
will include cash lows from the sale of collateral
held or other credit enhancements that are
integral to the contractual terms.

ECL is recognised in two stages. For credit
exposures for which there has not been a
significant increase in credit risk since initial
recognition, ECL is provided for credit losses
that result from default events that are possible
within the next 12-months (a 12-month ECL).
For those credit exposures for which there has
been a significant increase in credit risk since
initial recognition, a loss allowance is reguired
for credit losses expected over the remaining
life of the exposure, irrespective of the timing of
the default (a lifetime ECL).

Because its trade receivables do not contain
significant financing component, the Group applies a
simplified approach in calculating expected credit
loss. Therefore, the Group does not track changes in
credit risk, but instead recognises a loss allowance
based on lifetime expected credit loss at each
reporting date. The Group established a provision
matrix that is based on its historical credit loss
experience, adjusted for forward-looking factors
specific to the debtors and the economic environment.
Page 23 OCR 0.922
PT ARACORD NUSANTARA GROUP Tbk
(Dahulu/Formerly PT AESLER GRUP INTERNASIONAL Tbk)
DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES

Lampiran - 5/55 - Schedule

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Pada tanggal dan untuk tahun-tahun yang berakhir
31 Januari 2026 dan 2025

(lanjutan)

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL
(lanjutan)
e. Instrumen Keuangan (lanjutan)

Aset Keuangan (lanjutan)

Penurunan nilai aset keuangan (lanjutan)

Nilai tercatat aset keuangan tersebut dikurangi
dengan kerugian penurunan nilai secara
langsung atas aset keuangan, kecuali piutang
yang nilai tercatatnya dikurangi melalui
penggunaan akun penyisihan piutang. Jika
piutang tidak tertagih, piutang tersebut
dihapuskan melalui akun penyisihan piutang.
Pemulihan kemudian dari jumlah yang
sebelumnya telah dihapuskan dikreditkan
terhadap akun penyisihan. Perubahan nilai
tercatat akun penyisihan piutang diakui dalam
laporan laba rugi konsolidasian.

Penghentian pengakuan aset keuangan

Aset keuangan (atau, sesuai dengan kondisinya,
bagian dari aset keuangan atau bagian dari
kelompok aset keuangan serupa) terutama
dihentikan pengakuannya (yaitu, dihapuskan
dari laporan posisi keuangan konsolidasian
Grup) ketika:

& Hak untuk menerima arus kas dari aset telah
berakhir: atau

# Grup telah mengalihkan haknya untuk
menerima arus kas dari aset atau
menanggung kewajiban untuk membayar
arus kas yang diterima tersebut secara
penuh tanpa penundaan yang material
kepada pihak ketiga berdasarkan
kesepakatan 'pass-through', dan salah satu
dari (a) Grup telah mengalihkan secara
substansial seluruh risiko dan manfaat atas
aset, atau (b) Grup tidak mengalihkan
maupun tidak memiliki secara substansial
atas seluruh risiko dan manfaat atas aset,
tetapi telah mengalihkan kendali atas aset
tersebut.

Notes to the consolidated financial statements
As at and for the years ended

31 December 2025 and 2024

(continued)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

MATERIAL ACCOUNTING POLICIES INFORMATION
(continued)

e. Financial Instruments (continued)
Financial Assets (continued)

Impairment of financial assets (continued)

The carrying amount of the financial assets is
reduced by direct impairment loss on financial
assets, except for the carrying amount which
receivable is reduced through the use of an
allowance account. When a receivable is
considered uncollectible, it is written off against
the allowance account. Subseguent recoveries
Of amounts previously written off are credited
against the allowance account. Changes in the
carrying amount of the allowance account are
recognised in the consolidated statement of
profit or loss.

Derecognition of financial assets

A financial asset (or, where applicable, apartof
a financial asset or part of a group of similar
financial assets) is primarily derecognised (i.e.,
removed from the Group's consolidated
statement of financial position) when:

e The rights to receive cash flows from the
asset have expired, or

« The Group has transferred its rights to
receive cash flows from the asset or has
assumed an obligation to pay the received
cash flows in full without material delay to
a third party under a 'pass-through'
arrangement, and either (a) the Group has
transferred substantially all the risks and
rewards of the asset, or (b) the Group has
neither — transferred — nor — retained
substantially all the risks and rewards of
the asset, but has transferred control ofthe
asset.
Page 24 OCR 0.934
PT ARACORD NUSANTARA GROUP Tbk
(Dahulu/Formerly PT AESLER GRUP INTERNASIONAL Tbk)
DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES

Lampiran - 5/55 - Schedule

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Pada tanggal dan untuk tahun-tahun yang berakhir
31 Januari 2026 dan 2025

(lanjutan)

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL
(lanjutan)

e. Instrumen Keuangan (lanjutan)
Aset Keuangan (Ianjutan)

Penghentian pengakuan aset keuangan
(lanjutan)

Ketika Grup telah mengalihkan haknya untuk
menerima arus kas dari suatu aset atau telah
menandatangani kesepakatan 'pass-through',
Grup mengevaluasi jika, dan sejauh mana, Grup
masih mempertahankan risiko dan manfaat atas
kepemilikan aset. Ketika Grup tidak mengalihkan
maupun seluruh risiko dan manfaat atas aset
dipertahankan secara substansial, maupun tidak
mengalihkan kendali atas aset, Grup tetap
mengakui aset yang dialihkan sebesar
keterlibatan berkelanjutannya. Dalam kasus
tersebut, Grup juga mengakui liabilitas terkait.
Aset yang dialihkan dan liabilitas terkait diukur
dengan basis yang mencerminkan hak dan
kewajiban yang masih dipertahankan oleh Grup.

Keterlibatan berkelanjutan dalam bentuk
jaminan atas aset yang ditransfer, diukur pada
nilai yang lebih rendah antara jumlah tercatat
awal aset dan jumlah maksimum imbalan yang
dibutuhkan oleh Grup untuk membayar kembali.

Liabilitas Keuangan

Grup mengklasifikasikan liabilitas keuangan
dalam kategori pengukuran sebagai berikut:

i) Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai
wajar pada laba rugi: dan

ii) Liabilitas keuangan yang diukur pada biaya
diamortisasi.

Pada tanggal 31 Januari 2026 dan 2025, Grup
hanya memiliki liabilitas keuangan diukur pada
biaya perolehan diamortisasi yang terdiri atas
utang lain-lain, liabilitas sewa dan pinjaman
pemegang saham yang pada awalnya diukur
pada nilai wajar, setelah dikurangi biaya
transaksi, dan selanjutnya diukur pada biaya
perolehan yang diamortisasi dengan
menggunakan metode suku bunga efektif.

Notes to the consolidated financial statements
As at and for the years ended

31 December 2025 and 2024

(continued)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

2. MATERIAL ACCOUNTING POLICIES

INFORMATION (continued)
e. Financial Instruments (continued)

Financial Assets (continued)

Derecognition of financial assets (continued)

When the Group has transferred its rights to
receive cash flows from an asset orhas entered
into a 'pass-through' arrangement, it evaluates
if, and to what extent, it has retained the risks
and rewards of ownership. When it has neither
transferred nor retained substantially all of the
risks and rewards of the asset, nor transferred
control of the asset, the Group continues to
recognise the transferred asset to the extent of
its continuing involvement. In that case, the
Group also recognises an associated liability.
The transferred asset and the associated
liability are measured on a basis that reflects the
rights and obligations that the Group has
retained.

Continuing involvement that takes the form of a
guarantee over the transferred asset is
measured at the lower of the original carrying
amount of the asset and the maximum amount
of consideration received that the Group could
be reguired to repay.

Financial Liabilities

The Group classifies its financial liabilities in the
following measurement categories:

i) Financial liabilities at fair value through
profit or loss: and
ii) Financial liabilities at amortised cost.

As at 31 December 2025 and 2024, the Group
only had financial liabilities measured at
amortised cost that comprised of other
payables, lease liabilities and shareholder loan
which is initially measured at fair value, net of
transaction costs, and are subseguently
measured at amortised cost, using the effective
interest rate method.
Page 25 OCR 0.927
PT ARACORD NUSANTARA GROUP Tbk
(Dahulu/Formerly PT AESLER GRUP INTERNASIONAL Tbk)
DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES

Lampiran - 5/55 - Schedule

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian

Pada tanggal dan untuk tahun-tahun yang berakhir

31 Januari 2026 dan 2025

(lanjutan)

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL
(lanjutan)
e. Instrumen Keuangan (lanjutan)

Penghentian pengakuan liabilitas keuangan

Notes to the consolidated financial statements
As at and for the years ended

31 December 2025 and 2024

(continued)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
MATERIAL ACCOUNTING POLICIES
INFORMATION (continued)

e. Financial Instruments (continued)

Derecognition of financial liabilities

Grup menghentikan pengakuan liabilitas
keuangan, jika dan hanya jika, liabilitas Grup
telah dilepaskan, dibatalkan atau kadaluarsa.
Selisih antara jumlah tercatat liabilitas keuangan
yang dihentikan pengakuannya dan imbalan
yang dibayarkan dan terutang diakui dalam laba
rugi konsolidasian.

f. Instrumen Keuangan Disalinghapuskan

Aset dan liabilitas keuangan Grup saling hapus
dan nilai bersihnya disajikan dalam laporan
posisi keuangan konsolidasian, jika dan hanya
jika:

- Saat ini memiliki hak yang berkekuatan
hukum untuk melakukan saling hapus atas
jumlah yang telah diakui tersebut, dan

-  Bemiat untuk menyelesaikan secara neto
atau untuk merealisasikan aset dan
menyelesaikan liabilitasnya secara
simultan.

Hak yang berkekuatan hukum tersebut tidak
harus bergantung pada kejadian masa depan
dan harus dapat dilaksanakan dalam kegiatan
usaha normal dan dalam hal gagal bayar, pailit
atau kebangkrutan dari Grup atau pihak lawan.

9- Pengukuran Nilai Wajar

Nilai wajar adalah harga yang akan diterima
untuk menjual suatu aset atau harga yang akan
dibayar untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam
transaksi teratur antara pelaku pasar pada
tanggal pengukuran. Pengukuran nilai wajar
mengasumsikan bahwa transaksi untuk menjual
aset atau mengalihkan liabilitas terjadi melalui
salah satu dari berikut:
i) Di pasar utama untuk aset atau liabilitas
tersebut, atau
ii) Jika tidak terdapat pasar utama, di pasar
yang paling menguntungkan untuk aset atau
liabilitas tersebut.

Nilai wajar aset atau liabilitas diukur
menggunakan asumsi yang akan digunakan
pelaku pasar ketika menentukan harga aset atau
liabilitas tersebut, dengan asumsi bahwa pelaku
pasar bertindak dalam kepentingan ekonomi
terbaiknya.

The Group derecognises financial liabilities if,
and only if, the Group's obligations are
discharged, canceled or expired. The difference
between the carrying amount of the financial
liability derecognised and the consideration
paid and payable is recognised in the
consolidated profit or loss.

£ Offsetting Financial Instruments

The Group only offsets financial assets and
liabilities and presents the net amount in the
consolidated statement of financial position if,
and only if:

-  Currently has a legally enforceable right to
set off the recognised amount: and

-  Intend either to settle on a net basis, orto
realise the asset and settle the liability
Simultaneously.

The legally enforceable right must not be
contingent on future events and must be
enforceable in the normal course of business
and in the event of default, insolvency or
bankruptey of the Group or the counterparty.

g. Fair Value Measurement

Fair value is the price that would be received to
sell an asset or paid to transfer a liability in an
orderly transaction between market participants
at the measurement date. The fair value
measurement is based on the presumption that
the transaction to sell the asset or transfer the
liability takes place either:

i) In the principal market for the asset or
liability, or

ii) In the absence of a principal market, in the
most advantageous market forthe asset or
Tiability.

The fair value of an asset or a liability

ismeasured using the assumptions that

market participants would use when pricing

the asset or liability, assuming that market

participants act in their economic best interest.
Page 26 OCR 0.926
PT ARACORD NUSANTARA GROUP Tbk
(Dahulu/Formerly PT AESLER GRUP INTERNASIONAL Tbk)
DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES

Lampiran - 5/55 - Schedule

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Pada tanggal dan untuk tahun-tahun yang berakhir
31 Januari 2026 dan 2025

(lanjutan)

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL

(lanjutan)

9. Pengukuran Nilai Wajar. (lanjutan)
Pengukuran nilai wajar atas aset non-keuangan
mempertimbangkan kemampuan pelaku pasar
dalam menghasilkan keuntungan ekonomi
dengan penggunaan aset pada kemampuan
tertinggi dan terbaik aset atau dengan
menjualnya ke pelaku pasar yang lain yang akan
menggunakan aset pada kemampuan tertinggi
dan terbaik.

Grup menggunakan teknik penilaian yang sesuai
dengan keadaan dan data yang memadai
tersedia untuk mengukur nilai wajar, dengan
memaksimalkan masukan yang dapat diamati
yang relevan dan meminimalkan masukan yang
tidak dapat diamati.

Semua aset dan liabilitas yang nilai wajarnya
diukur atau diungkapkan dalam laporan
keuangan konsolidasian dikategorikan dalam
hierarki, nilai wajar berdasarkan tingkat masukan
paling rendah yang signifikan terhadap
pengukuran nilai wajar secara keseluruhan
sebagai berikut:

i) Tingkat 1 - Harga kuotasian (tanpa
penyesuaian) di pasar aktif untuk aset atau
liabilitas yang identik yang dapat diakses
entitas pada tanggal pengukuran.

ii) Tingkat 2 - Teknik penilaian yang
menggunakan tingkat masukan yang paling
rendah yang signifikan — terhadap
pengukuran nilai wajar yang dapat diamati
baik secara langsung atau tidak langsung.

iii) Tingkat 3 - Teknik penilaian yang
menggunakan tingkat masukan yang paling
rendah yang signifikan terhadap
pengukuran nilai wajar yang tidak dapat
diamati.

Untuk aset dan liabilitas yang diakui dalam
laporan keuangan konsolidasian secara
berulang, Grup menentukan apakah terdapat
perpindahan antara tingkat dalam hierarki
dengan melakukan evaluasi ulang atas
penetapan kategori (berdasarkan tingkat
masukan paling rendah yang signifikan terhadap
pengukuran nilai wajar secara keseluruhan)
pada tiap akhir periode pelaporan.

Untuk tujuan pengungkapan nilai wajar, Grup

telah menentukan kelas aset dan liabilitas

berdasarkan sifat, karakteristik, dan risiko aset
atau liabilitas, dan tingkat hierarki nilai wajar
seperti dijelaskan di atas.

Notes to the consolidated financial statements
As at and for the years ended

31 December 2025 and 2024

(continued)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

MATERIAL ACCOUNTING POLICIES
INFORMATION (continued)

9g. Fair Value Measurement (continued)

A fair value measurement of a non-financial
asset takes into account a market
participant's ability to generate economic
benefits by using the asset in its highest and
best use or by selling it to another
market participant that would use the asset in
its highest and best use.

The Group uses valuation technigues that are
appropriate in the circumstances and for which
sufficient data are available to measure fair
value, maximising the use of relevant
observable inputs and minimising the use of
unobservable inputs.

All assets and liabilities for which fair value
ismeasured — or disclosed — in the
consolidated financial Statements are
categorised within the fair value hierarchy,
described as follows, based on the lowest level
input that is significant to the fair value
measurement as a whole:

i) Level 1 - @uoted (unadjusted) market
prices in active markets for identical assets
or liabilities which can be accessed by the
entity of measurement date.

ii) Level 2 - Valuation technigues for which the
lowest level input that is significant to the
fair value measurement is directly or
indirectly observable.

iii) Level 3 - Valuation technigues for which the
lowest level input that is significant to the
fair value measurement is unobservable.

For assets and liabilities that are recognised in
the consolidated financial statements on a
recurring basis, the Group determines whether
transfers have occurred between levels in the
hierarchy by re-assessing categorisation
(based on the lowest level input that is
significant to the fair value measurement as a
whole) at the end of each reporting period.

For the purpose of fair value disclosures, the
Group have determined classes of assets and
liabilities on the basis of the nature,
Characteristics and risks of the asset or liability
and the level of the fair value hierarchy as
explained above.
Page 27 OCR 0.928
PT ARACORD NUSANTARA GROUP Tbk
(Dahulu/Formerly PT AESLER GRUP INTERNASIONAL Tbk)
DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES

Lampiran - 5/55 - Schedule

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian Notes to the consolidated financial statements
Pada tanggal dan untuk tahun-tahun yang berakhir As at and for the years ended
31 Januari 2026 dan 2025 31 December 2025 and 2024
(lanjutan) (continued)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICIES

(lanjutan) INFORMATION (continued)

h. Klasifikasi Lancar dan Tidak Lancar h. Current and Non-current Classification
Grup menyajikan aset dan liabilitas dalam The Group presents assets and liabilities in the
laporan posisi keuangan — konsolidasian consolidated statement of financial position
berdasarkan klasifikasi lancar/tidak lancar. Suatu based on current/non-current classification. An
aset disajikan lancar bila: asset is current when it is:

i) Akan direalisasi, dijual atau dikonsumsi dalam i) Expected to be realised or intended to be
siklus operasi normal, sold or consumed in the normal operating

cycle,

ii) Dimiliki untuk tujuan diperdagangkan: ii) Held primarily for the purpose of trading,

il) Akan direalisasi dalam 12 bulan setelah iii) Expected to be realised within 12 months
tanggal pelaporan: atau after the reporting period, or

iv)Kas atau setara kas kecuali yang dibatasi iv) Cash or cash eguivalent unless restricted
penggunaannya atau akan digunakan untuk from being exchanged or used to settle a
melunasi suatu liabilitas dalam kurun waktu liability for at least 12 months after the
12 bulan setelah tanggal pelaporan. reporting period.

Selain itu, aset diklasifikasikan sebagai tidak Other than that, assets are classified as non-

lancar. current.

Suatu liabilitas disajikan lancar bila: A liability is current when it is:

i) Akan dilunasi dalam siklus operasi normal, i) Expected to be setiled in the normal

operating cycle,

ti) Dimiliki untuk tujuan diperdagangkan, ii) Held primarily for the purpose of trading,

ii) Akan dilunasi dalam 12 bulan setelah tanggal Iii) Due to be settled within twelve months after
pelaporan, atau the reporting period: or

iv)Tidak ada hak tanpa syarat untuk iv) There is no unconditional right to defer the
menangguhkan pelunasannya dalam kurun settlement of the liability for at least twelve
waktu 12 bulan setelah tanggal pelaporan. months after the reporting period.

Selain itu, liabilitas diklasifikasikan sebagai tidak Other than that, liabilities are classified as

lancar. non-current.

Aset dan kewajiban pajak  tangguhan Deferred tax assets and liabilities are classified

diklasifikasikan sebagai aset dan kewajiban tidak as non-current assets and liabilities.

lancar.

i. Kas di Bank i. Cash in Banks
Kas di bank dalam laporan posisi keuangan Cash in banks in the consolidated statement of
konsolidasian terdiri dari kas di bank yang tidak financial position consist of cash in banks which
dijaminkan atau dibatasi penggunaannya dan are neither pledged as collateral nor restricted
memiliki risiko tidak signifikan terhadap for use and are subject to an insignificant risk of

perubahan nilai. Changes in value.
Page 28 OCR 0.943
PT ARACORD NUSANTARA GROUP Tbk
(Dahulu/Formerly PT AESLER GRUP INTERNASIONAL Tbk)
DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES

Lampiran - 5/55 - Schedule

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Pada tanggal dan untuk tahun-tahun yang berakhir
31 Januari 2026 dan 2025

(lanjutan)

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Notes to the consolidated financial statements
As at and for the years ended

31 December 2025 and 2024

(continued)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICIES
(lanjutan) INFORMATION (continued)
j- Aset Tetap J- Fixed Assets
Aset tetap pada awalnya diakui sebesar harga Fixed assets are initially recognised at cost,
perolehan, kecuali tanah, dikurangi dengan @xcept land, less accumulated depreciation and
akumulasi penyusutan dan penurunan nilai, jika impairment, if any.
ada.
Hak atas tanah dinyatakan sebesar biaya Land rights are stated at cost and not
perolehan dan tidak disusutkan karena depreciated because management believes
manajemen berpendapat bahwa besar that it is probable the land rights can be
kemungkinan hak atas tanah tersebut dapat renewed/extended on maturity.
diperbaharui/diperpanjang pada saat jatuh
tempo.
Biaya setelah perolehan awal termasuk dalam Subseguent costs are included in the asset's
jumlah tercatat aset atau diakui sebagai aset carrying amount or recognised as a separate
yang terpisah, mana yang lebih tepat, ketika asset, as appropriate, when it is probable that
terdapat kemungkinan bahwa manfaat di masa future benefits associated with the item will flow
depan berkenaan dengan aset tersebut akan to the Group and the cost of the item can be
mengalir ke Grup dan biaya tersebut dapat diukur reliably measured. The carrying amount of the
secara andal. Jumlah tercatat komponen yang replaced part is derecognised during the
diganti dihentikan pengakuannya pada tahun di financial year in which they are incurred. All
mana pada saat penggantian tersebut terjadi. other repairs and maintenance are charged to
Seluruh biaya perbaikan dan pemeliharaan consolidated profit or loss.
dibebankan ke dalam laba rugi konsolidasian.
Aset tetap disusutkan sampai dengan nilai Fixed assets are depreciated to their residual
sisanya dengan menggunakan metode garis value using the straight-line method, based on
lurus, berdasarkan estimasi masa manfaat aset the estimated useful lives of the fixed assets as
tetap sebagai berikut: follows:
Tahun/ Years

Perabotan kantor 3-8 Office furniture
Peralatan kantor 3-4 Office eguipment

Nilai residu, masa manfaat dan metode
penyusutan ditelaah dan jika perlu disesuaikan,
pada setiap akhir periode pelaporan.

Nilai tercatat aset segera diturunkan sebesar
jumlah yang dapat dipulihkan jika nilai tercatat
aset lebih besar dari estimasi jumlah yang dapat
dipulihkan.

Jumlah tercatat aset tetap dihentikan
pengakuannya pada saat dilepaskan atau ketika
tidak ada manfaat ekonomis masa depan yang
diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya.
Laba atau rugi yang timbul dari penghentian
pengakuan aset (dihitung sebagai perbedaan
antara jumlah neto hasil pelepasan dan jumlah
tercatat dari aset) dimasukkan dalam laporan
laba rugi konsolidasian pada tahun aset tersebut
dihentikan pengakuannya.

The asset's residual values, useful lives and
depreciation method are reviewed and adjusted
if appropriate, at the end of each reporting
period.

An asset carrying amount is written down
immediately to its recoverable amount if the
assets carrying amount is greater than its
estimated recoverable amount.

The carrying amount of fixed assets is
derecognised upon disposal or when no future
economic benefits are expected from its use or
disposal. Any gain or loss arising on
derecognition of the asset (calculated as the
difference between the net disposal proceeds
and the canying amount of the asset) is
included in the consolidated statement of profit
or loss in the year the asset is derecognised.
Page 29 OCR 0.922
PT ARACORD NUSANTARA GROUP Tbk
(Dahulu/Formerly PT AESLER GRUP INTERNASIONAL Tbk)
DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES

Lampiran - 5/55 - Schedule

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Pada tanggal dan untuk tahun-tahun yang berakhir
31 Januari 2026 dan 2025

(lanjutan)

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL
(lanjutan)

k.

Sewa

Sewa adalah suatu perjanjian dimana pesewa

memberikan kepada penyewa

hak untuk

menggunakan suatu aset selama periode waktu

yang disepakati dan
penyewa

sebagai imbalannya

melakukan pembayaran atau

serangkaian pembayaran kepada pesewa.

Pada tanggal permulaan kontrak, Grup menilai
apakah kontrak merupakan, atau mengandung,

sewa. Suatu kontrak merupakan, atau
mengandung sewa jika kontrak tersebut
memberikan hak untuk — mengendalikan

penggunaan aset identifikasian selama suatu
jangka waktu untuk dipertukarkan dengan
imbalan. Untuk menguji apakah suatu kontrak
memberikan hak untuk mengendalikan aset
identifikasian, Grup menguji apakah:

Kontrak melibatkan penggunaan aset
identifikasian, ini dapat ditentukan secara
eksplisit atau implisit dan harus berbeda
secara fisik atau mewakili secara substantial
semua kapasitas aset yang berbeda secara
fisik. Jika pemasok memiliki hak substitusi
substantif, maka aset tidak teridentifikasi,

Grup memiliki hak untuk memeroleh secara
substansial semua manfaat ekonomi dari
penggunaan aset selama periode
penggunaan,

Grup memiliki hak untuk mengarahkan
penggunaan aset. Grup memiliki hak ini
ketika hak pengambilan keputusan yang
paling relevan untuk mengubah bagaimana
dan untuk apa tujuan aset tersebut. Dalam
kasus yang jarang terjadi di mana semua
keputusan tentang bagaimana dan untuk
tujuan apa aset itu digunakan telah
ditentukan sebelumnya, Grup memiliki hak

untuk mengarahkan penggunaan aset
tersebut jika,
«Grup memiliki hak untuk

mengoperasikan aset, atau

# Grup merancang aset dengan cara yang
telah ditentukan sebelumnya tentang
bagaimana dan untuk tujuan apa aset itu
akan digunakan.

Notes to the consolidated financial statements

2. MATERIAL

As at and for the years ended
31 December 2025 and 2024
(continued)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

ACCOUNTING POLICIES

INFORMATION (continued)

k.

Leases

A lease is an agreement in which the lessor
conveys to the lessee in return for a payment,
or series of payments, the right to use an asset
for an agreed period of time.

At inception of a contract, the Group
assess whether a contract is, or contains, a
lease. A contract is, or contains, a lease if the
contract conveys the right to control the use
ofan identified asset for a period of time
inexchange for consideration. To assess
whether a contract conveys the right to
controlthe use of an identifed asset,
the Group assesses whether:

- The contract involves the use of an
identified asset this may be specified
explicity or implicitly and should be
physically district or represent substantially
all of the capacity of a physically distinct
asset. If the supplier has a substantive
substitution right, then the asset is not
identified,

- The Group has the right to obtain
substantially all of the economic benefits
from use of the asset throughout the period
of use,

- The Group has right to direct the use of the
asset. The Group has this right when it has
the decision making rights that are most
relevant to changing how and for what
purpose the asset is use. In rare cases
where all the decisions about how and for
what purpose the asset is used are
predetermined, the Group has the right to
direct the use of the asset if either,

e The Group has the right to operate the
asset, or

« The Group designed the asset in a way
that predetermines how and for what
purpose it will be used.
Page 30 OCR 0.929
PT ARACORD NUSANTARA GROUP Tbk
(Dahulu/Formerly PT AESLER GRUP INTERNASIONAL Tbk)
DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES

Lampiran - 5/55 - Schedule

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Pada tanggal dan untuk tahun-tahun yang berakhir
31 Januari 2026 dan 2025

(lanjutan)

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL
(lanjutan)

k. Sewa (lanjutan)

Pembayaran sewa yang termasuk dalam
pengukuran liabilitas sewa terdiri dari:

- Jumlah yang diharapkan akan dibayarkan
berdasarkan jaminan residual, dan

- Harga pelaksanaan di bawah opsi pembelian
bahwa Grup cukup yakin untuk melakukan,
pembayaran sewa dalam periode
perpanjangan opsional jika Grup cukup yakin
untuk melakukan opsi perpanjangan, dan
penalti untuk penghentian awal dari sewa
kecuali jika Grup cukup yakin tidak berakhir
lebih awal.

Liabilitas sewa diukur pada nilai kini pembayaran
sewa yang belum dibayar. Pembayaran sewa
didiskontokan dengan menggunakan suku bunga
implisit dalam sewa. Jika tarif tidak dapat segera
ditentukan, di mana hal tersebut secara umum
terjadi pada sewa dalam Grup, suku bunga
pinjaman inkremental penyewa digunakan, yaitu
tarif yang harus dibayar oleh penyewa untuk
meminjam dana yang diperlukan untuk
memperoleh aset dengan nilai yang sama
dengan aset hak-guna dalam lingkungan
ekonomi serupa dengan syarat dan ketentuan
yang serupa. Setiap pembayaran sewa
dialokasikan antara porsi pelunasan liabilitas dan
biaya keuangan.

Liabilitas sewa disajikan sebagai liabilitas jangka
panjang kecuali untuk bagian yang jatuh tempo
dalam waktu 12 bulan atau kurang yang disajikan
sebagai liabilitas jangka pendek. Unsur bunga
dalam biaya keuangan dibebankan ke laba rugi
konsolidasian selama masa sewa yang
menghasilkan tingkat suku bunga konstan atas
saldo liabilitas.

Grup tidak mengakui aset hak-guna dan liabilitas
sewa untuk:

- Sewa jangka pendek yang memiliki masa
sewa 12 bulan atau kurang, atau
- Sewa yang asetnya bernilai-rendah.

Pembayaran yang dilakukan untuk sewa tersebut
dibebankan ke laba rugi konsolidasian dengan
dasar garis lurus selama masa sewa.

Notes to the consolidated financial statements
As at and for the years ended

31 December 2025 and 2024

(continued)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

2. MATERIAL ACCOUNTING POLICIES

INFORMATION (continued)
k. Leases (continued)

Lease payments included in the measurement
of the lease liability comprise the following:

- Amounts expected to be payable under a
residual guarantee, and

- The exercise price under a purchase
option that the Group is reasonably certain
to exercise, lease payments in an optional
renewal period if the Group is reasonably
certain to exercise an extension option,
and penalties for early termination of a
lease unless the Group is reasonably
certain not to terminate early.

Lease liabilities are measured at the present
value of the lease payments that are not paid.
The lease payments are discounted using the
interest rate implicit in the lease. If the rate
cannot be readily determined, which is
generally the case for leases in the Group, the
lessee's incremental borrowing rate is used,
being the rate that the individual lessee would
have to pay to borrow the funds necessary to
obtain an asset of similar value to the right-of-
use asset in a similar economic environment
with similar terms and conditions. Each lease
payment is allocated between the seftlement
portion of liability and finance cost.

Lease liabilities are classifed in long-term
liabilities except for those with maturities of 12
months or less which are included in current
liabilities. The interest element of the finance
cost is charged to the consolidated profit or loss
over the lease period so as to produce a
constant rate of interest on the remaining
balance of the liability.

The Group does not to recognise right-of-use
assets and lease liabilities for:

-  Short-term leases that havealease termof
12 months or less, or
-  Leases with low-value assets.

Payments under those leases are charged to
the consolidated profit or loss on a straight-line
basis over the period of the lease.
Page 31 OCR 0.931
PT ARACORD NUSANTARA GROUP Tbk
(Dahulu/Formerly PT AESLER GRUP INTERNASIONAL Tbk)
DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES

Lampiran - 5/55 - Schedule

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Pada tanggal dan untuk tahun-tahun yang berakhir
31 Januari 2026 dan 2025

(lanjutan)

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Notes to the consolidated financial statements

As at and for the years ended
31 December 2025 and 2024
(continued)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICIES
INFORMATION (continued)

(lanjutan)
I. Pengakuan Pendapatan dan Beban

Grup menerapkan PSAK No. 115: “Pendapatan
dari Kontrak dengan Pelanggan” yang
mensyaratkan pengakuan pendapatan
memenuhi 5 langkah penilaian sebagai berikut:

1. Identifikasi kontrak dengan pelanggan
dengan kriteria berikut:

# Kontrak telah disetujui oleh pihak-pihak
terkait dalam kontrak.

e Grup dapat mengidentifikasi hak dari
pihak-pihak terkait dan jangka waktu
pembayaran dari barang atau jasa yang
akan dialihkan.

# Kontrak memiliki substansi komersial.

#« Besar kemungkinan Grup akan
menerima imbalan atas barang atau
jasa yang dialihkan.

2. Identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam
kontrak. Kewajiban pelaksanaan merupakan
janji-janji dalam kontrak untuk menyerahkan
barang atau jasa yang memiliki karakteristik
pelanggan.

3. Penetapan harga transaksi. Harga transaksi
merupakan jumlah imbalan yang berhak
diperoleh suatu entitas sebagai kompensasi
atas diserahkannya barang atau jasa yang
dijanjikan ke pelanggan. Jika imbalan yang
dijanjikan di kontrak mengandung suatu
jumlah yang bersifat variabel, maka Grup
membuat estimasi jumlah imbalan tersebut
sebesar jumlah yang diharapkan berhak
diterima atas diserahkannya barang atau
jasa yang dijanjikan ke pelanggan dikurangi
dengan estimasi jumlah jaminan kinerja jasa
yang akan dibayarkan selama periode
kontrak.

4. Alokasi harga transaksi ke setiap kewajiban
pelaksanaan dengan menggunakan dasar
harga jual berdiri sendiri relatif dari setiap
barang atau jasa berbeda yang dijanjikan di
kontrak. Ketika tidak dapat diamati secara
langsung, harga jual berdiri sendiri relatif
diperkirakan berdasarkan biaya yang
diharapkan ditambah marjin.

5. Pengakuan pendapatan ketika kewajiban
pelaksanaan telah dipenuhi dengan
menyerahkan barang atau jasa yang
dijanjikan ke pelanggan (ketika pelanggan
telah memiliki kendali atas barang atau jasa
tersebut).

L

Revenue and Expenses Recognition

The Group has applied SFAS No. 115:
“Revenue from Contracts with Customers"
which reguires revenue recognition to fulfill
5 steps of assessment as follows:

1. Identify the contract with customers with
certain criteria as follows:

« The contract has been agreed by the
parties involved in the contract.

e The Group can identify the rights of
relevant parties and the terms of
payment for the goods or services to
be transferred.

« The contract has commercial
Substance.

# It is possible that the Group will
receive benefits for the goods or
services transferred.

2. Identify the performance obligations in the
contract. Performance obligations are
promises in a contract to transfer to
customer goods or services that are
distinct.

3. Determine the transaction price. The
transaction price is the amount of
consideration to which an entity expects to
be entitled in exchange for transferring
promised goods or services to a customer.
If the consideration promised in a contract
includes a variable amount, the Group
estimates the amount of consideration to
which it expects to be entitled in exchange
for transferring the promised goods or
services to a customer less the estimated
amount of service level guarantee which
will be paid during the contract period.

4. Allocate the transaction price to each
performance obligation on the basis of the
relative stand-alone selling prices of each
distinct good or service promised in the
contract. Where these are not directly
observable, the relative stand-alone selling
prices are estimated based on expected
cost plus margin.

5. Recognise revenue when the
performance obligation is satisfied by
transferring promised goods or services
toa customer (which is when the
customer obtains control of that goods or
services).
Page 32 OCR 0.938
PT ARACORD NUSANTARA GROUP Tbk
(Dahulu/Formerly PT AESLER GRUP INTERNASIONAL Tbk)
DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES

Lampiran - 5/55 - Schedule

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Pada tanggal dan untuk tahun-tahun yang berakhir
31 Januari 2026 dan 2025

(lanjutan)

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL
(lanjutan)

Pengakuan Pendapatan dan Beban (lanjutan)

Kewajiban pelaksanaan dapat dipenuhi dengan
cara sebagai berikut:

5
2.

Grup

Pada waktu tertentu (umumnya janji untuk
mengalihkan barang ke pelanggan): atau

Sepanjang waktu (umumnya janji untuk
mengalihkan jasa ke pelanggan). Untuk
kewajiban pelaksanaan yang dipenuhi
sepanjang waktu, Grup memilih ukuran
penyelesaian yang sesuai untuk penentuan
jumlah pendapatan yang harus diakui karena
telah terpenuhinya kewajiban pelaksanaan.

mengakui pendapatan berdasarkan

masing-masing berikut:

1.

Grup mengakui pendapatan dari jasa
konsultasi konstruksi pada titik waktu
tertentu dan menerapkan istilah pendapatan
ditangguhkan — untuk — mendeskripsikan
liabilitas kontrak.

Grup mengakui pendapatan dari kontrak
konstruksi diakui sepanjang waktu yang
dicatat dengan menggunakan metode
persentase penyelesaian. Dengan metode
ini, pendapatan yang diakui setara dengan
estimasi terbaru dari total nilai kontrak
dikalikan dengan tingkat penyelesaian
sebenarnya yang ditentukan dengan
mengacu pada keadaan fisik kemajuan
pekerjaan.

Grup mengakui pendapatan dari jasa
operasi dan pemeliharaan untuk pembangkit
listrik berbahan bakar gas batubara. Grup
mengadakan kontrak dengan pelanggan
dan bertanggung jawab atas pemenuhan
jasa yang dijanjikan. Dalam
pelaksanaannya, Grup menggunakan
subkontraktor untuk melakukan sebagian
dan/atau seluruh aktivitas tersebut.

Grup mengakui pendapatan dari jasa
operasi dan pemeliharaan untuk truk listrik.
Grup mengadakan kontrak dengan
pelanggan dan bertanggung jawab atas
pemenuhan jasa yang dijanjikan. Dalam
pelaksanaannya, Grup menggunakan
subkontraktor untuk melakukan sebagian
dan/atau seluruh aktivitas tersebut.

Notes to the consolidated financial statements

As at and for the years ended
31 December 2025 and 2024
(continued)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

2. MATERIAL ACCOUNTING POLICIES
INFORMATION (continued)
IL Revenue and Expenses Recognition
(continued)

Performance obligation may be satisfied at the
following:

1. Point in time (typically for promises to
transfer goods to a customer), or

2. Over the time (typically for promises to
transfer services to a customer). For a
performance obligation satisfied over the
time, the Group selects an appropriate
measure of progress to determine the
amount of revenue that should be
recognised as the performance obligation
is satisfed.

The Group recognises revenue based on each
of the following:

1. The Group recognised revenue from
construction consulting services at a point
in time and use deferred consulting and
construction revenue to describe contract
liability.

2. The Group recognised revenues from
construction contracts are recognised over
time which accounted for using the
percentage of completion method. Under
this method, the revenue recognised
eguals the latest estimate of the total value
of the contract multiplied by the actual
completion rate determined by reference to
the physical state of progress of the works.

3. The Group recognised revenues from
operation and maintenance services for
coal gasification power plants. The Group
enters into contracts with customers and is
responsible for fulfiling the promised
services. In carrying out these services, the
Group engages subcontractors to perform
part and/or all of the activities.

4. The Group recognised revenues from
operation and maintenance services for
electric trucks. The Group enters into
contracts with customers and is
responsible for fulfiling the promised
services. In carrying out these services, the
Group engages subcontractors to perform
part and/or all of the activities.
Page 33 OCR 0.937
PT ARACORD NUSANTARA GROUP Tbk
(Dahulu/Formerly PT AESLER GRUP INTERNASIONAL Tbk)
DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES

Lampiran - 5/55 - Schedule

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Pada tanggal dan untuk tahun-tahun yang berakhir
31 Januari 2026 dan 2025

(lanjutan)

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL 2. MATERIAL

(lanjutan)

Pengakuan Pendapatan dan Beban (lanjutan)

Pertimbangan dibutuhkan dalam menentukan
apakah Grup merupakan prinsipal atau agen
dalam transaksinya dengan pelanggan. Grup
mengevaluasi penyajian pendapatan secara
bruto atau bersih berdasarkan apakah Grup
mengendalikan jasa yang diberikan kepada
pelanggan. Grup merupakan prinsipal (“bruto”)
jika mengendalikan jasa yang diberikan kepada
pelanggan dan Grup merupakan agen (“bersih”)
jika Grup mengatur pihak lain untuk dapat
memberikan jasa kepada pelanggan.

Grup mengevaluasi bahwa Grup mengendalikan
jasa sebelum diserahkan kepada pelanggan
karena Grup bertanggung jawab utama atas
pemenuhan kontrak dan menanggung risiko
kinerja terkait. Oleh karena itu, Grup bertindak
sebagai prinsipal dan mengakui pendapatan
secara bruto.

Grup mengakui pendapatan secara bertahap
seiring dengan pemberian jasa.

Beban diakui pada saat terjadinya dengan
menggunakan dasar akrual.

. Perpajakan

Pajak Final

Peraturan pajak di indonesia menentukan bahwa
jenis pendapatan tertentu dikenakan pajak final.
Pajak final yang berlaku atas nilai bruto transaksi
diterapkan meskipun pihak - pihak yang
melakukan transaksi mengakui kerugian.

Sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 9/2022
tanggal 21 Februari 2022, pendapatan dari
perencanaan atau pengawasan konstruksi yang
telah memiliki kualifikasi usaha, dikenakan pajak
final sebesar 2,654 dari nilai kontrak jasa
konsultasi konstruksi.

Beban pajak final ditentukan berdasarkan jumlah
pengakuan pendapatan yang dihitung
berdasarkan tarif pajak final dan peraturan
perpajakan yang berlaku atau secara substansial
telah berlaku pada tanggal pelaporan.

Notes to the consolidated financial statements

As at and for the years ended
31 December 2025 and 2024
(continued)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

ACCOUNTING POLICIES
INFORMATION (continued)
IL Revenue and Expenses Recognition

(continued)

Judgement is reguired in determining whether
the Group is the principal or agent in
transactions with customers. The Group
evaluates the presentation of revenue on a
gross or net basis based on whether it controls
the service provided to the customers. The
Group is the principal (i.e. “gross”) if the Group
controls the service provided to the customers
and the Group is an agent (i.e. "net”) if the
Group arranges for the other parties to provide
the service to the customers.

The Group assessed that it controls the
services before they are transferred to
customers, as it is primarily responsible for
fulfiling the contracts and bears the related
performance risks. Accordingly, the Group acts
as a principal and recognises revenue on a
gross basis, representing the total
consideration to which it expects to be entitled
from customers.

The Group recognises revenue over time as the
services are rendered.

Expenses are recognised as incurred on an
accrual basis.

Taxation
Einal Tax

Tax regulation in indonesia determined that
certain type of income is subject to final tax.
Final tax applied to the gross value of
transactions is applied even when the parties
carrying the transaction recognising losses.

In accordance with Government Regulation
No. 9/2022 dated 21 February 2022, revenue
from construction planning or construction
control services who have business
gualifications is subject to a final tax of 2.654 of
the construction consulting service contract
value.

Final tax expense is determined based on
revenue recognition amount computed using
the final tax rates and tax regulation that has
been enacted or substantively enacted at the
reporting date.
Page 34 OCR 0.936
PT ARACORD NUSANTARA GROUP Tbk
(Dahulu/Formerly PT AESLER GRUP INTERNASIONAL Tbk)
DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES

Lampiran - 5/55 - Schedule

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Pada tanggal dan untuk tahun-tahun yang berakhir
31 Januari 2026 dan 2025

(lanjutan)

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL
(lanjutan)

m. Perpajakan (lanjutan)
Pajak kini

Beban pajak penghasilan kini ditentukan dengan
menggunakan tarif pajak yang berlaku pada
tanggal pelaporan. Aset dan liabilitas pajak kini
diukur sebesar nilai yang diharapkan dapat
terpulihkan atau akan dibayar.

Pajak tangguhan

Aset dan liabilitas pajak tangguhan diakui atas
konsekuensi pajak periode mendatang yang
timbul dari perbedaan jumlah tercatat aset dan
liabilitas menurut laporan keuangan dengan
dasar pengenaan pajak aset dan liabilitas.
Liabilitas pajak tangguhan diakui untuk semua
perbedaan temporer kena pajak dan aset pajak
tangguhan diakui untuk perbedaan temporer
yang boleh dikurangkan, sepanjang besar
kemungkinan dapat dimanfaatkan untuk
mengurangi laba kena pajak pada masa datang.

Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur
dengan menggunakan tarif pajak yang
diekspektasikan berlaku dalam tahun ketika
liabiltas diselesaikan atau aset dipulihkan
dengan tarif pajak (dan peraturan pajak) yang
telah berlaku atau secara substantif telah berlaku
pada akhir tahun pelaporan.

Pengukuran aset dan liabilitas pajak tangguhan
mencerminkan konsekuensi pajak yang sesuai
dengan cara Grup ekspektasikan, pada akhir
periode pelaporan, untuk memulihkan atau
menyelesaikan jumlah tercatat aset dan
liabilitasnya.

Jumlah tercatat aset pajak tangguhan
dikaji ulang pada akhir periode pelaporan dan
dikurangi jumlah tercatatnya jika kemungkinan
besar laba kena pajak tidak lagi tersedia
dalam jumlah yang memadai untuk
mengkompensasikan sebagian atau seluruh aset
pajak tangguhan tersebut.

Notes to the consolidated financial statements
As at and for the years ended

31 December 2025 and 2024

(continued)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

MATERIAL ACCOUNTING POLICIES
INFORMATION (continued)

m. Taxation (continued)
Currenttax

The current income tax is calculated using tax
rates that have been enacted at the reporting
date. Current tax assets and liabilities are
measured at the amount expected to be
recovered or paid.

Deferred tax

Deferred tax assets and liabilities are
recognised for the future tax conseguences
attributable to differences between the financial
statements carrying amounts of existing assets
and liabilities and their respective tax bases.
Deferred tax liabilities are recognised for all
taxable temporary differences and deferred tax
assets are recognised for deductible temporary
differences to the extent that it is probable that
taxable income will be available in the future
period against which the deductible temporary
differences can be utilised.

Deferred tax assets and liabilities are measured
at the tax rates that are expected to apply in the
years in which the liability is settled orthe asset
realised, based on the tax rates (and tax laws)
that have been enacted or substantively
enacted, by the end of the reporting years.

The measurement of deferred tax assets and
liabilities reflects the conseguences that would
follow from the manner in which the Group
expects, at the end of the reporting period, to
recover or settle the carrying amount of its
assets and liabilities.

The carrying amount of deferred tax assets is
reviewed at the end of each reporting year and
reduced to the extent that it is no longer
probable that sufficient taxable profits will be
available to allow all or part of the asset to be
recovered.
Page 35 OCR 0.937
PT ARACORD NUSANTARA GROUP Tbk
(Dahulu/Formerly PT AESLER GRUP INTERNASIONAL Tbk)
DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES

Lampiran - 5/55 - Schedule

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Pada tanggal dan untuk tahun-tahun yang berakhir
31 Januari 2026 dan 2025

(lanjutan)

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL 2. MATERIAL

(lanjutan)

Perpajakan (lanjutan)

Aset dan liabilitas pajak tangguhan saling hapus
ketika Grup memiliki hak yang dapat dipaksakan
secara hukum untuk melakukan saling hapus
aset pajak kini terhadap liabilitas pajak kini dan
ketika aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak
tangguhan terkait dengan pajak penghasilan
yang dikenakan oleh otoritas perpajakan yang
sama serta Grup yang berbeda yang bermaksud
untuk memulihkan aset dan liabilitas pajak kini
dengan dasar neto.

Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan

Pada setiap tanggal pelaporan, Grup menilai
apakah terdapat indikasi suatu aset mengalami
penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut
atau pada saat pengujian penurunan nilai aset
diperlukan, maka Grup membuat estimasi jumlah
terpulihkan aset tersebut.

Jumlah terpulihkan suatu aset atau Cash
Generating Unit (CGU) adalah jumlah yang lebih
tinggi antara nilai wajar dikurangi biaya
pelepasan dan nilai pakainya. Jika jumlah
terpulihkan suatu aset lebih kecil dari nilai
tercatatnya, nilai tercatat harus diturunkan
menjadi sebesar  terpulihkan. Kerugian
penurunan nilai diakui segera dalam laba rugi
kecuali berkaitan dengan aset revaluasian
dimana rugi penurunan nilai diperlakukan
sebagai penurunan revaluasi di penghasilan
komprehensif lain.

Grup mendasarkan perhitungan penurunan nilai
pada rincian perhitungan anggaran atau
prakiraan yang disusun secara terpisah untuk
masing-masing unit penghasil kas Grup atas aset
individual yang dialokasikan. Perhitungan
anggaran dan prakiraan ini secara umum
mencakup periode selama lima atau sepuluh
tahun sesuai dengan stabilitas arus kas
pertambangan terkait. Setelah periode yang
dianggarkan proyeksi arus kas diestimasi dengan
melakukan — ekstrapolasi proyeksi yang
dianggarkan dengan menggunakan tingkat
pertumbuhan jangka panjang yang tetap.

Notes to the consolidated financial statements

As at and for the years ended
31 December 2025 and 2024
(continued)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

ACCOUNTING POLICIES

INFORMATION (continued)

n.

Taxation (continued)

Deferred tax assets and liabilities are written off
when there is a legally enforceable right to set
Off current tax assets against current tax
liabilities and when they relate to income taxes
levied by the same taxation authority and the
Group intends to settle its current tax assets
and current tax liabilities on a net basis.

Decrease Value of Non-Financial Assets

The Group assesses at the each reporting date
whether there is an indication that an asset may
be impaired. If any such indication exists or
when annual impairment testing for an asset is
reguired, the Group makes an estimate of the
asset's recoverable amount.

Recoverable amount of an asset or Cash
Generating Unit (CGU) is the higher amount
between the fair value less costs of disposal
and value in use. If the recoverable amount of
an asset is less than its carrying amount, the
carrying amount should be reduced to their
recoverable amount. Impairment loss is
recognised immediately in the statement of
profit or loss and other comprehensive income
unless it relates to a revalued asset where the
impairment loss is treated as a revaluation
decrease in other comprehensive income.

The Group bases its impairment calculation on
detailed budgets and forecast calculations
which are prepared separately for each of
the Group's cash generate unit's to which the
individual assets are allocated. These budgets
and forecast calculations are generally covering
a period of five or ten years in accordance with
the stabiliy of each mining's cash flows.
Beyond the forecasted period, the estimated
cash flows are determined by extrapolating the
forecasted cash flows using a steady long term
growth rate.
Page 36 OCR 0.937
PT ARACORD NUSANTARA GROUP Tbk
(Dahulu/Formerly PT AESLER GRUP INTERNASIONAL Tbk)
DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES

Lampiran - 5/55 - Schedule

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Pada tanggal dan untuk tahun-tahun yang berakhir
31 Januari 2026 dan 2025

(lanjutan)

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL
(lanjutan)

0. Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan (lanjutan)

Dalam menghitung nilai pakai, estimasi arus kas
masa depan bersih didiskontokan ke nilai kini
dengan menggunakan tingkat diskonto sebelum
pajak yang menggambarkan penilaian pasar kini
dari nilai waktu uang dan risiko spesifik atas aset.
Dalam menentukan nilai wajar dikurangi biaya
untuk menjual, digunakan harga penawaran
pasar terakhir, jika tersedia. Jika tidak terdapat
transaksi tersebut, Grup menggunakan model
penilaian yang sesuai untuk menentukan nilai
wajar aset. Perhitungan-perhitungan — ini
dikuatkan oleh penilaian berganda atau indikator
nilai wajar yang tersedia.

Kerugian penurunan nilai dari operasi yang
berkelanjutan, jika ada, diakui pada laba rugi
konsolidasian sesuai dengan kategori biaya yang
konsisten dengan fungsi dari aset yang
diturunkan nilainya.

Aset non-keuangan yang telah mengalami
penurunan nilai ditelaah terhadap kemungkinan
pembalikan penurunan nilai pada setiap tanggal
pelaporan.

P- Imbalan Kerja

Imbalan kerja jangka pendek

Imbalan kerja jangka pendek merupakan
liabilitas kepada karyawan atas gaji, tunjangan
dan bonus diakui pada saat terutang kepada
karyawan berdasarkan metode akrual.

Imbalan Pascakerja

Grup mencatat liabilitas imbalan pascakerja yang
tidak didanakan berdasarkan Undang-Undang
Republik Indonesia No. 6 tahun 2023 tentang
“Cipta Kerja" dan Peraturan Pemerintah Republik
Indonesia No. 35 tahun 2021 tentang “Perjanjian
Kerja Waktu Tertentu, Alih Daya, Waktu Kerja
dan Waktu Istirahat, dan Pemutusan Hubungan
Kerja”.

Notes to the consolidated financial statements
As at and for the years ended

31 December 2025 and 2024

(continued)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

2. MATERIAL ACCOUNTING POLICIES

INFORMATION (continued)

o. Decrease Value of Non-Financial Assets
(continued)

In assessing the value in use, the estimated net
future cash flows are discounted to their present
value using a pre-tax discount rate that reflects
current market assessments of the time value
of money and the risks specific to the asset. In
determining fair value less costs to sell, recent
market transactions are taken into account, if
available. If no such transactions can be
identified, an appropriate valuation model is
used to determine the fair value of the assets.
These calculations are corroborated by
valuation multiples or other available fair value
indicators.

Impairment losses of continuing operations, if
any, are recognised in the consolidated profit or
loss in those expense categories consistent
with the functions of the impaired asset.

Non-financial assets that have suffered
impairment are reviewed for possible reversal
Of the impairment at each reporting date.

p. Employee Benefits

Short-term employee benefits

Short-term employee benefits which represent
liabilities to employees for salary, allowance
and bonuses are recognised when they accrue
to the employees.

Post-employment Benefits

The Group recognised employee benefit
liabilities in accordance with Law of the
Republic of Indonesia No. 6 Year 2023 on “Job
Creation” and Government Regulation of the
Republic of Indonesia No. 35 Year 2021 on
“Certain Period Work Agreement, Outsourcing,
Working Time and Resting Time, and
Termination of Employment”.
Page 37 OCR 0.932
PT ARACORD NUSANTARA GROUP Tbk
(Dahulu/Formerly PT AESLER GRUP INTERNASIONAL Tbk)
DAN ENTITAS ANAK! AND SUBSIDIARIES

Lampiran - 5/55 - Schedule

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Pada tanggal dan untuk tahun-tahun yang berakhir
31 Januari 2026 dan 2025

(lanjutan)

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL
(lanjutan)

P- Imbalan Kerja (lanjutan)

Imbalan Pascakerja (lanjutan)

Grup mengakui jumlah liabilitas imbalan pasti
neto sebesar nilai kini kewajiban imbalan pasti
pada akhir periode pelaporan dikurangi nilai
wajar aset program yang dihitung oleh aktuaris
independen dengan menggunakan metode
Projected Unit Credit. Nilai kini kewajiban imbalan
pasti ini ditentukan dengan mendiskontokan
imbalan tersebut.

Grup mencatat tidak hanya kewajiban hukum
berdasarkan persyaratan formal program
imbalan pasti, tetapi juga kewajiban konstruktif
yang timbul dari praktik informal entitas.

Biaya jasa kini, biaya jasa lalu dan keuntungan
atau kerugian atas penyelesaian, serta bunga
neto atas liabilitas (aset) imbalan pasti neto diakui
dalam laba rugi konsolidasian.

Pengukuran kembali, terdiri atas keuntungan dan
kerugian aktuarial yang diakui langsung dalam
laporan posisi keuangan konsolidasian dengan
mendebit atau mengkreditkan ekuitas melalui
penghasilan komprehensif lainnya pada periode
terjadinya. Pengukuran kembali tidak
direklasifikasi ke laba atau rugi konsolidasian
pada periode berikutnya.

Grup mengukur pesangon pada saat pengakuan
awal, dan mengukur dan mengakui perubahan
selanjutnya, sesuai dengan sifat imbalan kerja.

Notes to the consolidated financial statements

As at and for the years ended
31 December 2025 and 2024
(continued)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

2. MATERIAL ACCOUNTING POLICIES
INFORMATION (continued)

p. Employee Benefits (continued)

Post-employment Benefits (continued)

The Group recognises the amount of the net
defined benefit liability at the present value of
the defined benefit obligation at the end of the
reporting period less the fair value of plan
assets which calculated by independent
actuaries using the Projected Unit Credit
method. Present value benefit obligation
determined by discounting the benefit.

The Group account not only for its legal
Oobligation under the formal terms of a defined
benefit plan, but also for any constructive
obligation that arises from the entity's informal
practices.

Current service cost, past service cost and gain
orloss on settlement, and net interest on the net
defined benefit liability (asset) are recognised in
consolidated profit and loss.

Remeasurement, comprising of actuarial gains
and losses is recognised immediately in the
consolidated statements of financial position
with a corresponding debit or credit to eguity
through other comprehensive income in the
period in which they occur. Remeasurements
are not classified to the consolidated profit or
loss in subseguent periods.

The Group measures termination benefits on
initial — recognition, and ' measures and
recognises subseguent changes, in
accordance with the nature of the employee
benefits.
Page 38 OCR 0.931
PT ARACORD NUSANTARA GROUP Tbk
(Dahulu/Formerly PT AESLER GRUP INTERNASIONAL Tbk)
DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES

Lampiran - 5/55 - Schedule

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Pada tanggal dan untuk tahun-tahun yang berakhir
31 Januari 2026 dan 2025

(lanjutan)

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL
(lanjutan)

a.

Laba per Saham

Sesuai dengan PSAK No. 233: “Laba per
Saham", laba bersih per saham dasar dihitung
dengan membagi laba bersih dengan jumlah
rata-rata tertimbang saham yang ditempatkan
dan disetor penuh selama tahun berjalan, yaitu
sebanyak 12.500.000.000 saham pada tanggal
31 Januari 2026 dan 2025.

Apabila terdapat perubahan jumlah saham
beredar atas saham biasa sebagai akibat dari

pemecahan saham,

maka jumlah rata-rata

tertimbang saham biasa yang beredar selama
satu periode dan untuk seluruh periode

penyajiannya disesuaikan terkait dengan
pemecahan saham tersebut.

Informasi Segmen

Segmen operasi diidentifikasi berdasarkan

laporan internal mengenai komponen dari Grup
yang secara regular direviu oleh pengambil

keputusan

operasional dalam rangka

mengalokasikan sumber daya dan menilai kinerja
segmen operasi.

Segmen operasi adalah suatu komponen dari
entitas:

a)

b)

c)

Yang terlibat dalam aktivitas bisnis yang
mana  memeroleh pendapatan dan
menimbulkan beban (termasuk pendapatan
dan beban terkait dengan transaksi dengan
komponen lain dari entitas yang sama),
Yang hasil operasinya dikaji ulang secara
regular oleh pengambil keputusan
operasional untuk membuat keputusan
tentang sumber daya yang dialokasikan
pada segmen tersebut dan menilai
kinerjanya, dan

Informasi yang digunakan oleh pengambil
keputusan operasional dalam rangka
alokasi sumber daya dan penilaian kinerja
mereka terfokus pada kategori dari setiap
bidang usaha.

2. MATERIAL

Notes to the consolidated financial statements

As at and for the years ended
31 December 2025 and 2024
(continued)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

ACCOUNTING POLICIES

INFORMATION (continued)

9.

Earnings per Shares

In accordance with SFAS No. 233: “Earnings
Per Share”, basic earnings per share is
computed by dividing net earnings and the
weighted average number of issued and fully
paid shares during the year, which is
12,500,000,000 shares as at 31 January 2026
dan 2025.

If there's any change in the number of
outstanding shares of share capital ordinary
which arises from share split, the number of
weighted average outstanding shares of share
capital ordinary for all periods presentation is
adjusted in connection with the related share
split.

Segment Information

Operating segments are identified on the basis
of internal reports about components of the
Group that are regularly reviewed by the chief
operating decision maker in order to allocate
resources to the segments and assess their
performances.

An operating segment is a component of an
entity:

a) Which engages in business activities from
which it may earns revenue and incurred
expenses (including — revenue and
expenses relating to Ihe transaction with
other components of the same entity):

b) Whose operating results are reviewed
regularly by the entity's chief operating
decision maker to make decision about
resources to be allocated to the segments
and assess its performance: and

c) Information reported to the chief operating
decision maker for the purpose of resource
allocation and assessment of performance
is more specifically focused on the
category of each business.
Page 39 OCR 0.930
PT ARACORD NUSANTARA GROUP Tbk
(Dahulu/Formerly PT AESLER GRUP INTERNASIONAL Tbk)
DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES

Lampiran - 5/55 - Schedule

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Pada tanggal dan untuk tahun-tahun yang berakhir
31 Januari 2026 dan 2025

(lanjutan)

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

3. PERTIMBANGAN AKUNTANSI, ESTIMASI DAN
ASUMSI YANG SIGNIFIKAN

Penyusunan laporan keuangan sesuai dengan

Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia
mewajibkan manajemen untuk membuat
pertimbangan, estimasi dan asumsi yang

memengaruhi jumlah-jumlah yang dilaporkan dalam
laporan keuangan. Sehubungan dengan adanya
ketidakpastian yang melekat dalam membuat
estimasi, hasil sebenarnya yang dilaporkan di masa
mendatang dapat berbeda dengan jumlah estimasi
yang dibuat. Manajemen berkeyakinan bahwa
pengungkapan berikut telah mencakup ikhtisar
pertimbangan, estimasi dan asumsi signifikan yang
berpengaruh terhadap jumlah-jumlah yang dilaporkan
serta pengungkapan dalam laporan keuangan
konsolidasian.

Taksiran masa manfaat ekonomis aset tetap

Manajemen menentukan estimasi masa manfaat dan
beban penyusutan dari aset tetap yang dimiliki Grup.
Manajemen akan menyesuaikan beban penyusutan
jika masa manfaatnya berbeda dari estimasi
sebelumnya, atau manajemen akan
menghapusbukukan atau melakukan penurunan nilai
atas aset yang secara teknis telah usang.

Sewa

Grup tidak dapat menentukan bunga implisit yang
digunakan dalam sewa, sehingga suku bunga
pinjaman incremental penyewa digunakan untuk
menghitung jumlah liabilitas sewa pembiayaan.
Terdapat beberapa faktor yang memengaruhi
penentuan suku bunga pinjaman tambahan, dimana
diperlukan pertimbangan manajemen — untuk
menyesuaikan suku bunga pinjaman, termasuk resiko
kredit Grup, jangka waktu sewa, syarat pembayaran
dan lingkungan ekonomi keseluruhan.

Grup menggunakan suku bunga pinjaman tambahan
untuk menghitung jumlah liabilitas sewa pembiayaan.
Penentuan suku bunga pinjaman tambahan tersebut
dilakukan dengan mempertimbangkan risiko kredit
Grup, jangka waktu sewa, syarat pembayaran, serta
kondisi ekonomi secara keseluruhan. Pertimbangan
tersebut memastikan bahwa perhitungan liabilitas
sewa pembiayaan mencerminkan tingkat suku bunga
yang wajar dan sesuai dengan karakteristik transaksi
sewa Grup.

Notes to the consolidated financial statements
As at and for the years ended

31 December 2025 and 2024

(continued)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

SIGNIFICANT ACCOUNTING  JUDGMENTS,
ESTIMATES AND ASSUMPTIONS

The preparation of the financial statements, in
conformity with Indonesian Financial Accounting
Standards, reguires management to make
judgements, estimations and assumptions that
affect amounts reported in the financial statements.
Due to inherent uncertainty in making estimates,
actual results reported in future periods may differ
from those estimates. Management believes that the
following disclosure has included a summary of
considerations, estimates — and significant
assumptions that affect the reported amounts and
disclosures in the consolidated financial statements.

Estim: I lives of fixed assets

Management determines the estimated useful lives
and depreciation charges for the Group's fixed
assets. Management will revise the depreciation
Charge where useful lives are different from those
previously estimated, or will write off or write down
technically obsolete assets.

Lease

Since the Group could not readily determine the
implicit rate, management use the Group's
incremental borrowing rate as a discount rate to
calculate lease liabilities. There are a number of
factors to consider in determining an incremental
borrowing rate, which may need judgment in order
to be able to reliably guantify any necessary
adjustments to arrive at the final discount rate,
including the Group's credit risk, lease term,
payment term and overall economic environment.

The Group uses the incremental borrowing rate to
measure its lease liabilities. The determination of
this rate takes into account the Group's credit risk,
the lease term, the payment terms, and the overall
economic environment. These considerations
ensure that the measurement of the lease liabilities
reflects an interest rate that is reasonable and
consistent with the characteristics of the Group's
lease transactions.
Page 40 OCR 0.939
PT ARACORD NUSANTARA GROUP Tbk
(Dahulu/Formerly PT AESLER GRUP INTERNASIONAL Tbk)
DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES

Lampiran - 5/55 - Schedule

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Pada tanggal dan untuk tahun-tahun yang berakhir
31 Januari 2026 dan 2025

(lanjutan)

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

3. PERTIMBANGAN AKUNTANSI, ESTIMASI DAN 3.

ASUMSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)
Perpajakan

Grup beroperasi di bawah peraturan perpajakan di
Indonesia. Pertimbangan yang signifikan diperlukan
untuk menentukan provisi pajak penghasilan. Apabila
keputusan final atas pajak tersebut berbeda dari
jumlah yang pada awalnya dicatat, perbedaan
tersebut akan dicatat di laba rugi konsolidasian pada
periode dimana hasil tersebut dikeluarkan.

Pemulihan dari aset pajak tangguhan

Grup melakukan penelaahan atas nilai tercatat aset
pajak tangguhan pada setiap akhir periode pelaporan
dan mengurangi nilai tersebut sampai dengan nilai
dimana kemungkinan besar penghasilan kena pajak
akan tersedia untuk penggunaan seluruh atau
sebagian dari aset pajak tangguhan tersebut.

Penelaahan Grup atas pengakuan aset pajak
tangguhan untuk perbedaan temporer yang dapat
dikurangkan dan rugi fiskal yang masih dapat
dimanfaatkan didasarkan atas tingkat dan waktu dari
penghasilan kena pajak yang ditaksirkan untuk
periode pelaporan berikutnya. Taksiran ini
berdasarkan hasil pencapaian Grup di masa lalu dan
ekspektasi di masa depan yang melibatkan asumsi
signifikan, termasuk ketersediaan dan kecukupan
pendapatan, keterjadian biaya operasional dan
proyeksi koreksi fiskal, sebagaimana juga dengan
strategi perencanaan perpajakan di masa depan.

Liabilitas imbalan kerja

Nilai kini liabilitas imbalan kerja tergantung pada
sejumlah faktor yang ditentukan dengan
menggunakan asumsi aktuarial. Asumsi yang
digunakan dalam menentukan biaya bersih untuk
kewajiban pensiun mencakup tingkat kenaikan gaji
masa depan dan tingkat diskonto yang sama dan
sesuai untuk setiap entitas dalam Grup dan mata
uang fungsional entitas tersebut. Setiap perubahan
dalam asumsi ini akan memengaruhi jumlah tercatat
liabilitas imbalan kerja.

Notes to the consolidated financial statements
As atand for the years ended

31 December 2025 and 2024

(continued)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

SIGNIFICANT ' ACCOUNTING  JUDGMENTS,
ESTIMATES AND ASSUMPTIONS (continued)

Taxation

The Group operates under the tax regulations in
Indonesia. Significant judgment is reguired in
determining the provision for income taxes. Where
the final tax outcome of these matters is different
from the amounts that were initially recorded, such
differences will be recorded in the consolidated profit
or loss in the period in which such determination is
made.

R ra f deferre

The Group reviews the carrying amounts of deferred
tax assets at the end of each reporting period and
reduces these to the extent that it is probable that
sufficient taxable income will be available to allow all
Or part of the deferred tax assets to be utilised.

The Group's assessment on the recognition of
deferred tax assets on deductible temporary
Gifferences and tax loss carried forward is based on
the level and timing of forecasted taxable income of
the subseguent reporting period. This forecast is
based on the Group's past resulis and future
expectations that involves significant assumptions,
including the availability and sufficient of revenues,
existence of operational costs and estimated fiscal
corrections used in determining the future taxable
income as well as future tax planning strategies.

Employee benefit liabilities

The present value of the employee benefit liabilities
depends on a number of factors that are determined
by using actuarial assumptions. The assumptions
used in determining the net cost for pension
liabilities include the discount rate and relevant rate
for future salary increases and the immediate
annuity. Any changes in these assumptions will
impact the carrying amount of employee benefit
liabilities.
Page 41 OCR 0.928
PT ARACORD NUSANTARA GROUP Tbk
(Dahulu/Formerly PT AESLER GRUP INTERNASIONAL Tbk)
DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES

Lampiran - 5/55 - Schedule

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Pada tanggal dan untuk tahun-tahun yang berakhir
31 Januari 2026 dan 2025

(lanjutan)

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

4. KAS DI BANK

Notes to the consolidated financial statements
As at and for the years ended

31 December 2025 and 2024

(continued)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

4. CASH IN BANKS
31 Desember 2025
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk

31 Maret 2026

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk

- Rupiah 46,558,191,396

- Dolar Amerika Serikat 17,789,122

- Yuan China 10,154,478
PT Bank Central Asia Tbk

- Rupiah -
Jumlah 46.586.134.996

Saldo rekening bank ditempatkan pada bank-bank
pihak ketiga.

Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025,
tidak terdapat saldo rekening di bank yang dijaminkan
dan dibatasi penggunaannya.

5. PIUTANG USAHA

31 Maret 2026

33,860,473,354 Rupiah -
18,096,198 United States Dollar -
1,202,544 Chinese Yuan -
PT Bank Central Asia Tbk
z Rupiah -
—33,879.112.096. Total

Balances of cash in banks were placed in third-party
banks.

As at 31 March 2026 dan 31 December 2025, there
are no cash in banks that are pledged as collateral
and restricted.

5. TRADE RECEIVABLES

31 Desember 2025

Pihak ketiga
PT Armada Logistik Sejahtera
PT Nusa Jaya Energi

4,029,751,637
3,257,474,065

Jumlah

Pada tanggal 31 Maret 2026, seluruh piutang usaha
tersebut diperoleh dari pendapatan jasa operasional
dan pemeliharaan gasifikasi batu bara, truk listrik dan
suku cadang.

Rincian umur piutang usaha sebelum pencadangan
kerugian kredit ekspektasian adalah sebagai berikut:

1.287.225.702 .. 18,614,978,068

Third parties
17,156,599,442 PT Armada Logistik Sejahtera
1,458,378,626 PT Nusa Jaya Energi
Total

As at 31 March 2026, all of the trade receivables are
derived from operation and maintenance services for
coal gasification, electric trucks and spareparts.

The detail of aging summary of trade receivables
before allowance for expected credit losses is as

follows:
31 Desember 2025
18,017,128,567 Not yet past due
Past due:
597,849,501 Up to 30 days
- 31 - 60 days
z Over 90 days

31 Maret 2026
Belum jatuh tempo 4,408,220,316
Lewat jatuh tempo:
Sampai dengan 30 hari 2,210,793,763
31 - 90 hari 668,211,623
Diatas 90 hari 2
Jumlah

—1.287,225,702 . 18,614,978,068

Total
Page 42 OCR 0.883
PT ARACORD NUSANTARA GROUP Tbk
(Dahulu/Formerly PT AESLER GRUP INTERNASIONAL Tbk)
DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES

Lampiran - 5/55 - Schedule

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Pada tanggal dan untuk tahun-tahun yang berakhir
31 Januari 2026 dan 2025

(lanjutan)

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Notes to the consolidated financial statements
As at and for the years ended

31 December 2025 and 2024

(continued)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

6. ASET TETAP FIXED ASSETS
31 Maret 2026
Saldo awal/ Saldo akhir/
Beginning Penambahan/ —— Reklasifikasi/ Ending
balance Additions Reclassification balance
Biaya perolehan Acguisition cost
Perabotan kantor 6,188,984,667 £ s 6,188,984,667 Office furniture
Peralatan kantor 2.193.242.529 - - 2.193.242.529 Office eguipment
Jumlah 8,382.227,196 - - 8,382,227,196 Total
Akumulasi Accumulated
penyusutan depreciation
Perabotan kantor 5,531,588,709 116,306,622 z 5,648,375,331 Office fumiture
Peralatan kantor 2,128,708,960 7,533,407 z 2.136,242,367 Office eguipment
Jumlah 7.660.277.669 124,340,029 - 7.784.617.698 Total
Nilai buku bersih 721,949,523 597,609,498 Net book value
31 Desember 2025
Saldo awal/ Saldo akhiri
Beginning Penambahan/ —— Rektasifikasi/ Ending
balance 'Additions Reclassification balance
Biaya perolehan Acguisition cost
Perabotan kantor 6,171,584,667 17,400,000 : 6,188,984,667 Office furniture
Peralatan kantor 2.120,256,672 T2,985,857 - 2.193,242,529 Office eguioment
Jumlah 8,291,841,339 90,385,857 - 8,382.227,196 Total
Akumulasi Accumulated
penyusutan depreciation
Perabotan kantor 5,061,920,542 469,648,167 - 5,531,568,709 Office fumiture
Peralatan kantor 2.120,256,672 8,452,288 - 2.128.708.960 Office eguipment
Jumlah 7,182,177,214 478, 100,459 - 7.660,277,669 Total
Nilai buku bersih 1,553,038,476 721,949,527 Net book value

Seluruh penyusutan atas aset tetap dibebankan pada
akun beban umum dan administrasi.

Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025,
Grup tidak mengasuransikan seluruh aset tetap Grup.
Manajemen berkeyakinan bahwa Grup memiliki
kemampuan untuk menutupi kerugian yang mungkin
timbul dari risiko tersebut.

Manajemen berkeyakinan bahwa tidak terdapat
kejadian atau perubahan keadaan yang dapat
mengindikasikan penurunan nilai aset tetap.

All depreciation of fixed assets are charged to
general and administrative expenses.

As at 31 March 2026 dan 31 December 2025, the
Group has not insured all of its fixed assets.
Management believes that the Group is still be able
to cover possible losses arising from such risks.

Management believes that there were no events or
changes in circumstances that might indicate an
impairment in the value of fixed assets.
Page 43 OCR 0.896
PT ARACORD NUSANTARA GROUP Tbk
(Dahulu/Formerly PT AESLER GRUP INTERNASIONAL Tbk)
DAN ENTITAS ANAKI/ AND SUBSIDIARIES

Lampiran - 5/55 - Schedule

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Pada tanggal dan untuk tahun-tahun yang berakhir
31 Januari 2026 dan 2025

(lanjutan)

Notes to the consolidated financial statements
As at and for the years ended

31 December 2025 and 2024

(continued)

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

7. ASET HAK-GUNA DAN LIABILITAS SEWA 7. RIGHT-OF-USE  ASSETS AND LEASE
LIABILITIES
Aset hak-guna Right-of-use assets
31 Maret 2026
Saldo awal/ Saldo akhir/
Beginning Penambahan/ Pengurangan/ Ending
balance Additions Deductions balance
Biaya perolehan Acguisition cost
Bangunan — 4,199,887,306 & 2 4,199,887,306 Building
Jumlah 4.199.887.306 2 z 4199,887,306
Akumulasi
penyusutan
Bangunan 599,983,902 299,991,951 899.975,853
Jumlah 599,983,902 299,991,951 899,975,853
Nilai buku bersih 3,599,903,404 3,299,911,453 Net book value
31 Desember 2025
Saldo awal/ Saldo akhir/
Beginning Penambahan/ Pengurangan/ Ending
balance Additions Deductions balance
Biaya perolehan Acguisition cost
Bangunan - 4,199,887,306 - 4,199,887,306 Building
Jumlah - 4.199,887,306 4,199.887,306 Total
Akumulasi Accumulated
penyusutan depreciation
Bangunan z 599,983,902 - 599,983.902 Building
Jumlah - 599,983,902 599,983,902 Total
Nilai buku bersih 2 3,599,903,404 Net book value

Grup mengadakan perjanjian sewa dengan

The Group entered into a lease agreement with
PT Menara Astra, berdasarkan Perjanjian Sewa

PT Menara Astra based on Lease Agreement

No. 137/LA/MA/I/2025 tanggal 17 Januari 2025.
Jangka waktu sewa adalah 47 bulan terhitung mulai
tanggal 17 Januari 2025 hingga 31 Desember 2028.

Seluruh penyusutan atas aset hak-guna dibebankan
pada akun beban umum dan administrasi.

No. 137/LA/MA/I/2025 dated 17 January 2025.
The lease period is 47 months commenced from
17 January 2025 until 31 December 2028.

All depreciation of right-of-use are charged to general
and administrative expenses.
Page 44 OCR 0.898
PT ARACORD NUSANTARA GROUP Tbk
(Dahulu/Formerly PT AESLER GRUP INTERNASIONAL Tbk)
DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES

Lampiran - 5/55 - Schedule

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Pada tanggal dan untuk tahun-tahun yang berakhir
31 Januari 2026 dan 2025

(lanjutan)

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

7. ASET HAK-GUNA DAN LIABILITAS SEWA 7.
(lanjutan)

Liabilitas sewa (lanjutan)

Berdasarkan penilaian manajemen Grup, tidak
terdapat  kejadian-kejadian atau — perubahan-
perubahan keadaan yang mengindikasikan adanya
penurunan nilai aset hak-guna pada tanggal 31 Maret
2026 dan 31 Desember 2025.

Mutasi liabilitas sewa sehubungan dengan aset
hak-guna adalah sebagai berikut:

Notes to the consolidated financial statements
As at and for the years ended

31 December 2025 and 2024

(continued)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

RIGHT-OF-USE — ASSETS
LIABILITIES (continued)

AND LEASE

Lease liabilities (continued)

Based on the assessment of the management of
the Group, there were no events or changes in
Circumstances that indicate any impairment in the
value of  right-okuse assets as at
31 March 2026 dan 31 December 2025.

The mutation of lease liabilities in relation to the
right-of-use assets are as follows:

31 Maret 2026

Penambahan/
Saldoawal/ — (pengurangan) Beban bunga/ Saldo akhir/
Beginning Additions/ Interest Pembayaran/ Ending
balance ' (deductions) expenses Payments balance
Bangunan  3,308,748,763 - 87,671,987 - 3,396,420,750 Building
31 Desember 2025
Penambahan/
Saldoawal/ — (pengurangan) — Beban bunga/ Saldo akhir/
Beginning Additions/ Interest Pembayaran/ Ending
balance (deductions) expenses Payments balance
Bangunan z 4,199,887,306 159,638,457 (1,050,777.000) 3,308,748,763 Building
Pada tahun 2024, Grup telah melakukan In 2024, the Group derecognised lease liabilities
penghapusan liabilitas sewa sebesar amounted to Rp 1,754,075,361 due to the eariy

Rp 1.754.075.361 sebagai akibat dari penyelesaian
kontrak sewa sebelum jatuh tempo dengan pihak
penyewa.

Pembayaran sewa minimum di masa mendatang dan
nilai kini dari pembayaran sewa minimal pada saat
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 adalah
sebagai berikut:

—31Maret2026
Liabilitas sewa bruto -

pembayaran sewa minimum

termination of the lease contract with the lessor.

Future minimum lease payments together with the
present value of the minimum lease payments as at
31 March 2026 dan 31 December 2025 were as
follows:

31 Desember 2025

Gross lease Iiabilities -
minimum lease payments

- Tidak lebih dari 1 tahun
- Lebih dari 1 tahun

Jumlah

Beban keuangan
di masa mendatang

Nilai kini liabilitas sewa
Nilai kini liabilitas sewa
adalah sebagai berikut:

- Tidak lebih dari 1 tahun
- Lebih dari 1 tahun

Jumlah

1,408,680,000

1,056,510,000

2.465.190.000 2.817.360.000
3,873,870,000 3,873,870,000

477,449,250) 565,121,237:
3,396,420,750 3,308,748,763
1,127,408,505 747 116,811

2.269.012.245

2.561.631.952

——3.396.420.750

——3.308.748.763

Not laterthan 1 year -
More than 1 year -

Total

Future finance
cosis

Present value of lease liabilities

The present value of
lease liabilities are as follows:
Not laterthan 1 year -
More than 1 year -

Total
Page 45 OCR 0.879
PT ARACORD NUSANTARA GROUP Tbk
(Dahulu/Formerly PT AESLER GRUP INTERNASIONAL Tbk)

DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES

Lampiran - 5/55 - Schedule

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Pada tanggal dan untuk tahun-tahun yang berakhir
31 Januari 2026 dan 2025
(lanjutan)

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

8. PERPAJAKAN

a. Pajak dibayar dimuka - Perusahaan

bl

Pajak penghasilan lainnya
- Pasal 23

Pajak pertambahan nilai

Jumlah

. Utang pajak

Pajak penghasilan badan
Entitas anak

- Pasal 29
Sub-jumlah
Pajak lainnya
Perusahaan

- Pasal 21

- Pasal 23

- Pasal 4 (2)
Sub-jumlah
Entitas anak

- Pasal 21

- Pasal 23

- Pasal 4 (2)
Sub-jumlah
Pajak pertambahan nilai

Konsolidasian

Beban pajak penghasilan

Pajak kini
Pajak tangguhan

Jumlah

31 Maret 2026

289.204.220

Notes to the consolidated financial statements
As atand for the years ended
31 December 2025 and 2024

(continued)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

8. TAXATION

a. Prepaid taxes - The Company

31 Desember 2025

11.090.540

327,887.609

354.971.365

——17,091,829 ... 366,061,905

31 Maret 2026

b. Tax payables

1 Desember 2025

——56,402,280 — 1.662.659.212

156, 1662.659,212
83,991,842 46,516,987
4,150,200 -
35.216.615 19,802,980
123,358,657 66.319.877
62,498,931 1,635,829
37,640,631 18,609,700
14,031.183 16.172.973
114.170.745 36.418.502

- 601.412.424
——393,931,682 . 2.366,810.015

31 Maret 2026

156,402,280

—156.402.280

Cc. Income tax expense

31 Maret 2025

Other tax
Article 23 -

Value added tax

Total

Corporate income tax
Subsidiaries
Article 29 -

Sub-total
Other taxes
The Company
Article 21 -
Article 23 -
Article 4(2) -
Sub-total
Subsidiaries
Article 21 -
Article 23 -
Article 4(2) -
Sub-total
Value added tax

Consolidated

Current tax
Deferred tax

Total
Page 46 OCR 0.884
PT ARACORD NUSANTARA GROUP Tbk
(Dahulu/Formerly PT AESLER GRUP INTERNASIONAL Tbk)
DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES

Lampiran - 5/55 - Schedule

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Pada tanggal dan untuk tahun-tahun yang berakhir
31 Januari 2026 dan 2025

(lanjutan)

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

8. PERPAJAKAN (lanjutan)
c. Beban pajak penghasilan (lanjutan)

Rekonsiliasi antara laba
penghasilan Grup, sebagaimana ditunjukkan
dalam laporan laba rugi konsolidasian dan
estimasi laba kena pajak Perusahaan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31
Desember 2025 adalah sebagai berikut: (lanjutan)

sebelum pajak

Notes to the consolidated financial statements
As atand for the years ended

31 December 2025 and 2024

(continued)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

8. TAXATION (continued)

C. Income tax expense (continued)

The reconciliation between income before income
tax the Group, as shown in the consolidated
statement of profit or loss and the estimated
taxable profit of the Company for the year ended
31March 2026 dan 31 December 2025 is as
follows: (continued)

31 Maret 2026 31 Maret 2025
Beban pajak penghasilan kini - Current income tax expense -
entitas anak 194,440,840 - subsidiaries
Pajak dibayar di muka: Prepaid taxes:
entitas anak 38.038.560 - subsidiaries
Kurang bayar pajak Underpayment of
penghasilan Corporate income tax
entitas anak 156.402,280 - Of subsidiaries
Kurang bayar pajak Underpayment of
penghasilan corporate income
konsolidasian —156,402,280 s tax consolidate
d. Aset pajak tangguhan, bersih d. Deferred tax assets, net
Dibebankan ko
Dikreditkan/ penghasilan
(dibebankan) kelaba komprehensif ainnya/
rugi Credited/ Charged to other
31 Desember) (eharged) to profit or comprehensive 31 Maret March
December 2025 loss income 2025
Akumulasi 'Aocumulated fiscal
rugi fiskal 1582712.469 : 1,882,712.469 lossos
Liablitas Employee benefit
imbalan kerja 51.436.648 51436,648 Mabities
Sewa 164,054,021) (64.054,021 Lease

1,520,095,036

1,520,035,096

e. Administrasi

Berdasarkan Undang-Undang Perpajakan yang
berlaku di Indonesia, Perusahaan menghitung,
menetapkan dan membayar sendiri besarnya
jumlah pajak yang terutang. Direktorat Jenderal
Pajak dapat menetapkan atau mengubah
liabilitas pajak dalam batas waktu lima tahun
sejak saat terutangnya pajak.

@e. Administration

Under the taxation laws of Indonesia, the
Company submits tax returns on the basis of
self-assessment. The Directorate General of
Taxes may assess or amend taxes within five
years of the time the tax becomes due.
Page 47 OCR 0.927
PT ARACORD NUSANTARA GROUP Tbk
(Dahulu/Formerly PT AESLER GRUP INTERNASIONAL Tbk)
DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES

Lampiran - 5/55 - Schedule

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Pada tanggal dan untuk tahun-tahun yang berakhir
31 Januari 2026 dan 2025

(lanjutan)

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

9.

10.

11.

UTANG USAHA
31 Maret 2026

PT Liugong Machinery Indonesia

PT Sinoma Development
Indonesia

CV Indo Maju Perkasa

8,805,204,066
2,129,068,016

336,789,540

Notes to the consolidated financial statements
As at and for the years ended

31 December 2025 and 2024

(continued)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

9. TRADE PAYABLES

31 Desember 2025

CV Graha Persada
PT Mitra Teknindo Sejati -
PT Borneo Oetama Sejahtera 251,879,723
Lain-lain (masing-masing

dibawah Rp 200.000.000) 431.733.679
Jumlah 11 7: 4

PINJAMAN PEMEGANG SAHAM

Pada tanggal 22 Agustus 2025, Perusahaan telah
memeroleh fasilitas pinjaman kredit dari Honour
Accord Limited, pemegang saham mayoritas, yang
digunakan untuk modal kerja dan modal investasi.
Fasilitas pinjaman tersebut memiliki pagu kredit
sebesar USD 18.000.000 dan dikenakan bunga
sebesar 1,545 pertahun # bunga Secured Overnight
Financing rate (“SOFRrate”) (term 90 hari) per tahun.
Tanggal pembayaran kembali fasilitas kredit beserta
bunga pinjaman adalah lima (5) tahun terhitung sejak
tanggal ditandatanganinya perjanjian.

Pada tanggal 31 Maret 2026, saldo pinjaman adalah
sebesar USD 2.100.000 atau ekuivalen dengan Rp
37.923.250.021. Beban keuangan terkait sebesar
Rp 951.932.736 telah diakui dan dicatat pada laporan
laba rugi konsolidasian periode berjalan.

LIABILITAS IMBALAN KERJA

Grup mencatat penyisihan imbalan kerja untuk
memenuhi imbalan minimum yang diwajibkan untuk
dibayar kepada karyawan yang memenuhi
persyaratan sesuai dengan Undang-Undang Cipta
Kerja (“UUCK").

Manajemen berkeyakinan bahwa saldo liabilitas
imbalan kerja tersebut cukup untuk memenuhi
imbalan minimum sesuai dengan UUCK.

Liabilitas imbalan kerja Grup pada tanggal
31 Maret 2026 dan Desember 2025 ditentukan
berdasarkan penilaian aktuaris menggunakan metode
“Projected Unit Credit” yang dilakukan oleh Konsultan
Aktuaria Nurichwan, aktuaris independen,
berdasarkan laporan masing-masing tertanggal 25
Maret 2026 dan 24 Maret 2025.

13,322,047,452 PT Liugong Machinery Indonesia
PT Sinoma Development

953,186,644 Indonesia
365,054,431 CV Indo Maju Perkasa
336,789,540 CV Graha Persada
329,072,998 PT Mitra Teknindo Sejati
- PT Borneo Oetama Sejahtera
Others (each below

405.331.059 Rp 200,000,000)
15.621.484.124 Total

10. SHAREHOLDER LOAN

On 22 August 2025, the Company obtained a credit
facility from Honour Accord Limited, majority
Shareholder, which used for working capital and
investment capital. The amount of credit facility
ceiling is USD 18,000,000 and bears interest
at 1.59 per annum # Interest Secured Overnight
Financing Rate (“SOFRrate”) (term 90 days)
perannum. The repayment of the credit facility and
interest loan is five (5) years from the date of
execution of this agreement.

As at 31 March 2026, the outstanding shareholder
loan amounted USD 2,100,000 or eguivalent to Rp
37,923,250,021. The related finance costs of
Rp951,932,736 have been recognised and
recorded in the consolidated statement of profit or
loss for the current period.

EMPLOYEE BENEFITS LIABILITIES

The Group has made provisions for employee
service entitlements in order to meet the minimum
benefits reguired to be paid to gualified employees,
as stipulated under the Omnibus Law (“UUCK").

11.

The management believes the balance of employee
benefits liabilities are sufficient to cover the minimum
benefits reguired under the UUCK.

The Group's employee benefits liabilities as at
31 March 2026 and December 2025 were
determined on the basis of the actuarial valuations
using the “Projected Unit Credit” method performed
by Kantor Konsultan Aktuaria  Nurichwan,
independent actuary, based on its reports dated
25 March 2026 and 24 March 2025, respectively.
Page 48 OCR 0.911
PT ARACORD NUSANTARA GROUP Tbk
(Dahulu/Formerly PT AESLER GRUP INTERNASIONAL Tbk)
DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES

Lampiran - 5/55 - Schedule

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Pada tanggal dan untuk tahun-tahun yang berakhir
31 Januari 2026 dan 2025

(lanjutan)

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

11. LIABILITAS IMBALAN KERJA (lanjutan)

Perhitungan  aktuaria menggunakan — metode
Projected Unit Credit dengan asumsi-asumsi dasar
yang digunakan untuk mengukur beban imbalan kerja
dan liabilitas imbalan kerja pada tanggal
31 Maret 2026 dan Desember 2025 adalah sebagai
berikut:

Notes to the consolidated financial statements
As at and for the years ended

31 December 2025 and 2024

(continued)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

11. EMPLOYEE BENEFITS LIABILITIES (continued)

The actuarial calculation uses the Projected Unit
Credit method, with the underiying assumptions
applied to measure employee benefit expenses and
employee benefit liabilities as at 31 March 2026 and
December 2025 as follows:

31 Desember 2025

31 Maret 2026
Tingkat diskonto 6,856
Tingkat kenaikan gaji 10,007
Umur pensiun normal (tahun) 59

Tingkat kematian TMI-V tahun 2019

Mutasi nilai kini kewajiban imbalan kerja adalah
sebagai berikut:

7,08Yo Discounted rate

10,007 Salary increases rate

57 Normal retirement age (year)

TMI-IV tahun 2019 Mortality rate

Movements of the present value of employee
benefits obligation are as follows:

31 Maret 2026
Saldo awal 233,802,944
Beban imbalan pada
tahun berjalan -
(Keuntungan)/kerugian aktuaria 2
Saldo akhir ——233.802.944

31 Desember 2025
85,249,518 Beginning balance
Expenses during
239,871,312 the year
(91,371,886) Actuarial (gain)/loss
233,802,944 Ending balance

Rincian beban manfaat imbalan kerja yang diakui
dalam laporan laba rugi konsolidasian adalah sebagai
berikut:

31 Maret 2026

The details of the employee benefits expenses
recognised in the consolidated statement of profit or
loss are as follows:

31 Desember 2025

Biaya jasa kini -
Biaya bunga -
Biaya jasa lalu -

Jumlah z

247,101,607 Current service cost

6,035,666 Interest cost
(13.265.961) Past service cost
239,871,312 Total

Mutasi pengukuran kembali atas liabilitas imbalan
pasca kerja karyawan yang diakui pada saldo
penghasilan komprehensif lain:

31 Maret 2026

Saldo awal

Keuntungan/(kerugian) aktuaria
pada penghasilan
komprehensif lainnya ex

740,707,375

Movements of remeasurement of post-employment
benefit liability recognised in the balance of other
comprehensive income:

31 Desember 2025

649,389,489 Beginning balance
Actuarial gain/(loss)

recognised in other

91.317.886 comprehensive income

Saldo akhir

——140.707.375 ..— 140.707.375

Ending balance
Page 49 OCR 0.930
PT ARACORD NUSANTARA GROUP Tbk
(Dahulu/Formerly PT AESLER GRUP INTERNASIONAL Tbk)
DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES

Lampiran - 5/55 - Schedule

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian

Notes to the consolidated financial statements

Pada tanggal dan untuk tahun-tahun yang berakhir As at and for the years ended
31 Januari 2026 dan 2025 31 December 2025 and 2024
(lanjutan) (continued)

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

12. MODAL SAHAM

Susunan pemegang saham Perusahaan pada tanggal
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 adalah sebagai

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

12. SHARE CAPITAL

The composition of the Company's shareholders as
at 31 March 2026 and 31 December 2025 were as

berikut: follows:
31 Maret 2026
Persentase
Jumlah saham/ kepemilikan/
Number of Percentage Jumlah/
shares issued ownership Total
Honour Accord Limited 1,000,001,600 80.004 10,000,016,000  Honour Accord Limited
Chen Guang 55,625,000 4450 556,250,000 Chen Guang
Masyarakat 194,373,400 15.554 1,943,734,000 Public
Jumlah 1,250,000,000 100.00” 12,500,000,000 Total
31 Desember 2025
Persentase
Jumlah saham/ kepemilikan/
Number of Percentage Jumlah/
Shares issued ownership Total
Honour Accord Limited 1,000,001,600 80.00Yo 10,000,016,000  Honour Accord Limited
Chen Guang 55,625,000 4.45Ko 556,250,000 Chen Guang
Masyarakat 194,373,400 15.5596 1,943,734.000 Public
Jumlah 1,250,000,000 100.002, 12,500,000,000 Total

Perjanjian Kondisional Jual dan Beli Saham

Perjanjian ini merupakan perjanjian kondisional jual
dan beli saham antara PT Nakula Investama
Indonesia dan PT Karimun Jawa Pratama sebagai
penjual dengan Honour Accord Limited sebagai
pembeli, sebanyak 1.000.000.000 lembar saham
dengan nilai transaksi sebesar Rp 45.950.000.000
yang ditandatangani pada tanggal 10 Maret 2025.

Dalam perjanjian ini, berbagai istilah dan ketentuan
diatur secara rinci, termasuk definisi pihak yang
terlibat, mekanisme transaksi, serta syarat dan kondisi
yang harus dipenuhi sebelum transaksi dapat
diselesaikan. Salah satu poin penting adalah adanya
ketentuan eksklusivitas, di mana penjual tidak
diperbolehkan melakukan negosiasi atau transaksi
dengan pihak lain terkait saham yang dijual selain
dengan pembeli. Selain itu, perjanjian juga mengatur
mengenai pembayaran harga saham, proses
penyelesaian transaksi, serta kewajiban masing-
masing pihak.

Proses jual beli saham ini telah melalui mekanisme
Crossing di Bursa Efek Indonesia, yang dilakukan
melalui sistem perdagangan Jakarta Automated
Trading System (JATS).

Conditional Sale and Purchase of Shares Agreement

This agreement is a conditional sale and purchase
of shares agreement between PT Nakula Investama
Indonesia and PT Karimun Jawa Pratama as the
sellers and Honour Accord Limited as the purchaser
for the 1,000,000,000 shares with a transaction
value of Rp 45,950,000,000 which executed on
10 March 2025.

The agreement sets out various detailed terms and
provisions, including definitions of the parties
involved, the transaction mechanism, and the
conditions that must be fulfiled before the
transaction can be completed. One of the key points
is the exclusivity clause, whereby the seller is
prohibited from engaging in negotiations or entering
into transactions with any other party regarding the
shares being sold, except with the buyer. In addition,
the agreement regulates the payment of the share
purchase price, the transaction completion process,
and the respective obligations of each party.

The share sale transactions have executed through
the Crossing mechanism in Indonesia Stock
Exchange, using the Jakarta Automated Trading
System (JATS).

Page 50 OCR 0.920
PT ARACORD NUSANTARA GROUP Tbk
(Dahulu/Formerly PT AESLER GRUP INTERNASIONAL Tbk)
DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES

Lampiran - 5/55 - Schedule

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Pada tanggal dan untuk tahun-tahun yang berakhir
31 Januari 2026 dan 2025

(lanjutan)

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

13.

14.

15.

16.

TAMBAHAN MODAL DISETOR
31 Maret 2026

Notes to the consolidated financial statements
As at and for the years ended

31 December 2025 and 2024

(continued)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

13. ADDITIONAL PAID IN CAPITAL
31 Desember 2025

Agio atas saham terkait dengan

penawaran umum perdana

saham Perusahaan

(Catatan 1b) 22,500,000,000
Biaya emisi terkait dengan

penawaran umum perdana

saham Perusahaan (1.256.142.857)
Jumlah 21,243.857,143
PENDAPATAN

31 Maret 2026

Jasa operasi dan pemeliharaan

Share premium related to
initial public offering of
the Company's shares

22,500,000,000 (Note 1b)
Emission cost related to

initial public offering of

(1.256.142.857) the Company's shares
——21,243,857,143 Total

14. REVENUES
31 Maret 2025

Operation and maintenance services
- for electric trucks and spareparts
- Coal gasification services

truk listrik dan suku cadang 4,449,054,987
Jasa gastifikasi batubara 4,402,508,827
Jumlah 8,851,563.814

- Total

Pada tanggal 31 Maret 2026, pendapatan jasa
operasi dan pemeliharaan pembangkit listrik yang
telah diakui pada laporan laba rugi Grup
sehubungan dengan perjanjian tersebut adalah
sebesar Rp 8.851.563.814.

Pada tanggal 31 Maret 2025, pendapatan jasa
operasi dan pemeliharaan truk listrik yang telah
diakui pada laporan laba rugi Grup sehubungan
dengan perjanjian tersebut adalah sebesar Rp 0.
BEBAN POKOK PENDAPATAN

31 Maret 2026

As at 31 March 2026, revenue from operation and
maintenance services for the power plant
recognised in the Group's statement of profit orloss
in connection with the contract amounted to
Rp 8,851,563,814.

As at 31 March 2025, operation and maintenance
service revenue recognized in the Group's
statement of profit or loss in relation to this
agreement amounted to Rp 0.

15. COST OF REVENUES
31 Maret 2025

Operasi dan pemeliharaan

Operation and maintenance services
- for electric trucks and spareparts
- Coal gasification services

truk listrik dan suku cadang 2,949,485,300
Gasifikasi batubara 3,339,684.198
Jumlah 6,289,169.498

& Total

BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI
31 Maret 2026

16. GENERAL AND ADMINISTRATIVE EXPENSES
31 Maret 2025

- Professional fees
z Salaries and allowances
- Entertainment and representation
Depreciation of
- right-of-use assets (Note 7)
2 Administrative
- Depreciation (Note 6)
1,151,302,043 Others

Jasa profesional 660,500,000
Gaji dan tunjangan 1,565,075,335
Jamuan dan representasi 39,946,667
Penyusutan aset

hak-guna (Catatan 7) 299,991,951
Administrasi 64,838,230
Penyusutan (Catatan 6) 124,340,029
Lain-lain 599,983,902
Jumlah ——3.354,676.114

—.151,302.043 Total
Page 51 OCR 0.924
PT ARACORD NUSANTARA GROUP Tbk
(Dahulu/Formerly PT AESLER GRUP INTERNASIONAL Tbk)
DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES

Lampiran - 5/55 - Schedule
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Pada tanggal dan untuk tahun-tahun yang berakhir
31 Januari 2026 dan 2025
(lanjutan)

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

17. INFORMASI MENGENAI PIHAK BERELASI

Notes to the consolidated financial statements

As at and for the years ended
31 December 2025 and 2024
(continued)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

17. RELATED PARTIES INFORMATION

a. Sifat hubungan dan transaksi dengan a. Nature of relationship and transactions with
pihak-pihak berelasi related parties
Pihak-pihak berelasi/ Sifat hubungan/ Sifat transaksi/
Related parties Nature of relationships Nature of transactions

PT Aracord Logistik
Nusantara

Entitas di bawah pengendalian
yang sama/ Entity under
common control

Entitas di bawah pengendalian
yang sama/ Entity under
common control

PT Aracord Power Nusantara

PT Cakrawala Dana
Nusantara

Entitas di bawah pengendalian
yang sama/ Entity under
common control

Honour Accord Limited Pemegang saham/ Shareholder

Personil manajemen kunci/ Dewan Komisaris dan Direksi/

Piutang usaha dan pendapatan/
Trade receivables and
revenues

Piutang usaha dan pendapatan/
Trade receivables and
revenues

Piutang usaha dan pendapatan/
Trade receivables and
revenues

Pinjaman/ Loans

Gaji dan tunjangan lainnya/

Key management Board of Commissioners and Salaries and other allowances
personnel Directors
b. Saldo signifikan dengan pihak berelasi b. Significant balances with related parties
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Pinjaman pemegang saham Shareholder loan
Honour Accord Limited 37,923.250,021 29,368,500.000 Honour Accord Limited
Persentase terhadap Percentage to
jumlah liabilitas 67.59 561740 total Iiabilities
Utang lain-lain Other payables
Honour Accord Limited 951.932.736 536,928,510 Honour Accord Limited
Persentase terhadap Percentage to
jumlah liabilitas 2.31Yo 1.039 total liabilities

c. Kompensasi manajemen kunci

Gaji dan tunjangan yang diberikan kepada
manajemen kunci untuk periode tiga bulan yang
berakhir 31 Maret 2026 adalah sebesar Rp
312.507.512 (31 Desember 2025: Rp
634.498.506)

c. Key management compensation

Salaries and other benefits given to the
Company's key management personnel for
thethree-month period ended 31 March 2025
was Rp 312,507,512 (31 December 2025:
Rp634.498.506).
Page 52 OCR 0.769
PT ARACORD NUSANTARA GROUP Tbk
(Dahulu/Formerly PT AESLER GRUP INTERNASIONAL Tbk)
DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES

Lampiran - 5/55 - Schedule

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian

Pada tanggal dan untuk tahun-tahun yang berakhir

31 Januari 2026 dan 2025

(lanjutan)

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

18. SEGMEN OPERASI

Pendapatan

Beban pokok
pendapatan

Hasil segmen

Beban
umum dan
administrasi

Kerugian
selisih kurs

Pendapatan
Manajeme

n
Pendapatan
sewa
Pendapatan
bunga
Beban
keuangan

Rugi sebelum
pajak

Beban pajak
penghasilan

Rugi bersih
Aset segmen
Jumlah aset

Notes to the consolidated financial statements
As at and for the years ended

31 December 2025 and 2024

(continued)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

18. SEGMENT OPERATION

31 Maret 2026
Jasa operasi
Jasa konsultasi dan
konstruksi/ pemeliharaan/
Construction —— Operatingand
consulting maintanance Jumlah/ Konsolidasian/
services services Total Consolidation
- 8851,563,814 8851,563,814 - 8,851,563,814 Revenues
Costof
5 16.289160.498) —(6.289,169,498) -.16:289,169.498) revenues
- 2,562,394,316 2.562,394,316 - 2562394316 Segment results
General and
administrative
(2.986.656.082) — (2620,799,334) — (5,607.455396) — 2252779,282 — (3,354676.114) expenses
Loss foreign
1479,020,595) - (479,020,595) - (479,020,595) — on exchange
Management foo
1,837,897,838 11837,897,838— (1,837,897,838) - income
414,881,444 - 414,881,444 (414,881,444) - Rentalincome
14,044,714 80,002,094 94,046,808 . 94,046,808 Interest income
1410,050,428) (19,634.719) (429,685,147) : 1429685,147) — Finance costs
Loss
(88,807,933) 1,962,357 (86,845,637) -(1,606,940,732) before tax
Income tax
- (156,402,280) (156.402.280) : (156,402,280) @expenses
168,807,033) .— (154439,923) 1243,247,917) 5 .41763,343012) Net Loss
39051784694 — 48789916512  87,841.701,206 (265284551023)  61,313:246,183 Segment assets
39051,784694 48789916512 . 87,841,701,206 (265204551023) . 61,313,246,183 Total assets

Page 53 OCR 0.871
PT ARACORD NUSANTARA GROUP Tbk

(Dahulu/Formerly PT AESLER GRUP INTERNASIONAL Tbk)

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian

DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES

Lampiran - 5/55 - Schedule

Pada tanggal dan untuk tahun-tahun yang berakhir

31 Januari 2026 dan 2025
(lanjutan)

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

18. SEGMEN OPERASI (lanjutan)

Notes to the consolidated financial statements
As at and for the years ended

31 December 2025 and 2024
(continued)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

18. SEGMENT OPERATION (continued)

31 Maret 2025
Jasa operasi
Jasa konsultasi dan
konstruksi/ pemeliharaan!
Construction Operating and
consulting maintanance Jumlah/ Eliminasi/ Konsolidasian/
services services Total Elimination Consolidation

Pendapatan - - Revenues
Beban pokok Costof

pendapatan - - : revenues
Hasil segmen - - Segment results
Beban General and

umum dan administrative

administrasi (1,151,302,043) (1,151,302,043) (1151,302,043) expenses
Kerugian Loss foreign

selisih kurs on exchange
Pendapatan

sewa - - - Rentalincome
Pendapatan

bunga - - - - Interestincome
Beban

keuangan (890,533) (690,533) (690,533) — Finance costs
Rugi sebelum Loss

pajak (1,152,196.576) (1152,196,576) before tax
Beban pajak Income tax

penghasilan : @xpenses
Rugi bersih (1152,196,576) : : 1,152,196,576) Net loss
Aset segmen 5.541,461,094 5,541,461,094 5,541461,094 Segment assets
Jumlah aset 5,541,461,094 5,541,461,094 5581,461,094 Total assets

19. LABA PER SAHAM 19. EARNINGS PER SHARE
—31Maret2026 31 Maret2025

Laba tahun berjalan (1,763,343,012) (1.152,192,576) Profit forthe year
Jumlah rata-rata tertimbang Weighted average number of

saham untuk tujuan perhitungan Shares for the computation

laba bersih per saham

Laba per saham dasar

1.250.000.000 1.250.000.000

——St41) oo 092)

of earnings per share

Earnings per share basic
Page 54 OCR 0.937
PT ARACORD NUSANTARA GROUP Tbk
(Dahulu/Formerly PT AESLER GRUP INTERNASIONAL Tbk)
DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES

Lampiran - 5/55 - Schedule

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Pada tanggal dan untuk tahun-tahun yang berakhir
31 Januari 2026 dan 2025

(lanjutan)

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

20. AKUMULASI KERUGIAN

Grup mengalami akumulasi kerugian sebesar Rp
1.763.343.012 pada tanggal 31 Maret 2026.

Manajemen berkeyakinan bahwa Grup akan dapat
memenuhi kewajiban keuangannya pada saat jatuh
tempo. Manajemen terus mengevaluasi kebutuhan
pembiayaan Grup untuk memastikan kelangsungan
operasi Perusahaan. Grup telah memeroleh surat
dukungan keuangan dari entitas induk perusahaan
yang menyatakan komitmen untuk memberikan
dukungan keuangan kepada Grup untuk
mempertahankan posisi keuangan dan memenuhi
kewajibannya untuk jangka waktu paling sedikit
12bulan setelah tanggal laporan keuangan
konsolidasian untuk periode yang berakhir
31 Maret 2026.

Grup telah mengambil langkah-langkah untuk
mendukung pertumbuhan usaha melalui perubahan
pemegang saham Perusahaan dan selanjutnya
didukung pendanaan dari entitas induk perusahaan,
Honour Accord Limited, dimana pendanaan tersebut
digunakan sebagai modal kerja dan modal investasi
untuk membiayai proyek-proyek Grup berikutnya serta
untuk melakukan pengembangan bisnis melalui
entitas anak seperti penambahan lini bisnis sewa truk
listrik '” (EV truck rental) untuk — operasional
pertambangan di Indonesia dan kegiatan penyediaan
ketenagalistrikan.

Saat ini, Grup melalui entitas anaknya, PT Aracord
Logistik Nusantara, telah melakukan kerjasama
dengan PTArmada Logistik Sejahtera terkait
penyediaan jasa operasi dan pemeliharaan truk listrik
untuk periode Oktober 2025 sampai dengan
Oktober 2026 senilai Rp 2.206.224.000. Selain itu,
melalui entitas anak lainnya, PT Aracord Power
Nusantara, telah melakukan kerjasama dengan
PT Nusa Jaya Energi terkait penyediaan jasa operasi
dan pemeliharaan pembangkit listrik gasifikasi
batubara untuk periode September 2025 sampai
dengan November 2026 senilai Rp 13.111.557.690.

Manajemen berpendapat bahwa inisiatif-inisiatif
tersebut di atas, dikombinasikan dengan dukungan
yang berkelanjutan akan memberikan kontribusi positif
terhadap kinerja operasional dan posisi keuangan
Grup, sehingga memungkinkan Grup untuk
melanjutkan kegiatan usahanya sesuai dengan prinsip
kelangsungan usaha.

Notes to the consolidated financial statements
As at and for the years ended

31 December 2025 and 2024

(continued)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

20. ACCUMULATED LOSSES

The Group incurred a resulting in an increase in
accumulated losses to Rp 1,763,343,012 as at
31 March 2026.

Management believes that the Group will be able to
meet its financial obligations when they fali due.
Management continues to evaluate the Group's
financing needs to ensure the Group's ability to
continue as a going concern. The Group has
obtained a financial support letter form its parent
company which confirms the parent company's
commitment to provide financial support to the Group
to maintain the its financial position and meets its
obligations as they fall due for a period of at least
12months subseguent to the date of the
consolidated financial statements for the ended 31
March 2026.

The Group has taken steps to support business
growth through changes in the Company's
shareholding structure, which were subseguently
supported by funding from the Company's parent
company, Honour Accord Limited, which is used as
working capital and investment to finance the
Group's upcoming projects, as well as to support
business expansion through its subsidiaries,
including the addition of an electric truck rental (EV
truck rental) business line for mining operations in
Indonesia and electricity supply activities.

Currently, the Group through its subsidiary,
PT Aracord Logistik Nusantara, has entered into a
cooperation agreement with PT Armada Logistik
Sejahtera for the provision of electric truck operation
and maintenance services for the period from
October 2025 to October 2026 with a contract value
of Rp 2,206,224,000. Further, through another
subsidiary, PT Aracord Power Nusantara, the Group
has entered into a cooperation agreement with
PT Nusa Jaya Energi for the provision of operation
and maintenance services for gasification power
plant for the period from September 2025
toNovember 2026 with a contract value of
Rp 13,111,557,690.

Management believes that the aforementioned
initiatives, combined with the continued support will
contribute positively to the Group's operational
performance and its financial position, thereby
enabling the Group to continue its business
operations in accordance with the going concem
principle.
Page 55 OCR 0.941
PT ARACORD NUSANTARA GROUP Tbk
(Dahulu/Formerly PT AESLER GRUP INTERNASIONAL Tbk)
DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES

Lampiran - 5/55 - Schedule

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Pada tanggal dan untuk tahun-tahun yang berakhir
31 Januari 2026 dan 2025

(lanjutan)

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

21. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO
KEUANGAN

Risiko utama dari instrumen keuangan Grup adalah
risiko pasar (risiko kredit dan mata uang asing) dan
risiko likuiditas. Direktur melakukan penelaahan dan
menyetujui kebijakan untuk pengelolaan masing-
masing risiko ini, yang dijelaskan dalam rincian
sebagai berikut:

Risiko Pasar
Risiko Kredit

Risiko kredit timbul dari kas di bank dan piutang
usaha, Kas di bank hanya ditempatkan pada bank
yang bereputasi baik dan terpercaya.

Piutang usaha Grup tidak mengandung komponen
pendanaan yang signifikan sehingga Grup
menerapkan 'pendekatan yang disederhanakan' untuk
pengukuran kerugian kredit ekspektasian semua
piutang. Oleh karena itu, Grup tidak menilai apakah
risiko kredit atas piutang telah meningkat secara
signifikan sejak awal dan mengukur penyisihan
kerugian ekspektasian sepanjang umur piutang.

Risiko maksimal dari risiko kredit dicerminkan dalam
jumlah tercatat pada masing-masing aset keuangan
dalam laporan posisi keuangan konsolidasian.

Risiko Nilai Tukar Valuta Asing

Risiko mata uang asing adalah risiko di mana nilai
wajar atau arus kas masa mendatang dari suatu
instrumen keuangan karena perubahan dari nilai tukar
mata uang asing. Pengaruh dari risiko perubahan nilai
tukar mata uang asing terutama berasal dari
pergerakan utang pemegang saham dalam mata uang
Dolar AS.

Grup melakukan beberapa upaya termasuk
penelaahan secara berkala atas dampak dari
pergerakan mata uang asing pada profitabilitas
sehingga tindakan yang tepat dapat diambil untuk
mengatasi risiko tersebut. Grup tidak mempunyai
kebijakan formal lindung nilai transaksi dalam mata
uang asing.

Risiko Likuiditas

Grup menghadapi risiko likuiditas jika Grup tidak
memiliki arus kas yang cukup untuk memenuhi
kegiatan operasional dan kewajiban keuangan pada
saat jatuh tempo. Ketidakmampuan Grup dalam
mengatur arus kas yang cukup untuk memenuhi
kegiatan operasional dan kewajiban keuangan pada
saat jatuh tempo dapat berdampak negatif terhadap
kegiatan usaha dan operasional Grup. Hal ini dapat
mengakibatkan gangguan operasional dan
meningkatnya risiko gagal bayar.

Notes to the consolidated financial statements
As at and for the years ended

31 December 2025 and 2024

(continued)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

21. FINANCIAL RISK MANAGEMENT OBJECTIVES
AND POLICIES

The main risks arising from the Group's financial
instruments are market risks (credit risk dan foreign
currency) and liguidity risk. The Director reviews and
approves policies for managing each of these risks,
which are described in more details as follows:

Market Risk
Credit Risk

Credit risk arises from cash in banks and trade
receivables. Cash in banks is only placed in
reputable and trusted banks.

The Group's trade receivables do not contain
significant financing components and the Group
accordingly applies the 'simplified approach" to
measure the expected credit losses for all
receivables. Accordingly, the Group does notassess
the significance of a change in the credit risk since
initial recognition and measures the lifetime
expected credit losses of receivables.

The maximum risk of credit risk is reflected in the
carrying amount of each financial asset in the
consolidated statement of financial position.

Foreign Exchange Risk

Foreign currency risk is the risk that the fair value or
future cash flows of a financial instrument will
fluctuate because of changes in foreign exchange
rates. The Group's exposure to the risk of changes
in foreign exchange rates relates primarily to the
movemenis of shareholder loan in US Dollar.

The Group has practices that include the periodic
review of the impact of movements in foreign
exchange rates on profitability so that appropriate
action is taken to mitigate these risks. The Group
does not have a formal hedging policy for foreign
currency exposures.

Liguidity Risk

The Group face liguidity risks if the Group do not
have sufficient cash flow to fulfill their operational
activities and financial obligations when they are
due. The inability of the Group to regulate sufficient
cash flow to meet operational activities and financial
Oobligations at maturity can have a negative impact
on the Group's business and operational activities.of
Operations and business prospects of the Group.
This may result in operational disruptions and an
increased risk of default.
Page 56 OCR 0.929
PT ARACORD NUSANTARA GROUP Tbk
(Dahulu/Formerly PT AESLER GRUP INTERNASIONAL Tbk)
DAN ENTITAS ANAKI/ AND SUBSIDIARIES

Lampiran - 5/55 - Schedule

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Pada tanggal dan untuk tahun-tahun yang berakhir
31 Januari 2026 dan 2025

(lanjutan)

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

21. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO
KEUANGAN (lanjutan)
Risiko Likuiditas (lanjutan)
Tabel dibawah ini merupakan rangkuman profil jatuh
tempo dari liabilitas keuangan Grup berdasarkan nilai

kontraktual yang belum didiskontokan pada tanggal
31 Maret 2026:

Notes to the consolidated financial statements
As at and for the years ended

31 December 2025 and 2024

(continued)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

21. FINANCIAL RISK MANAGEMENT OBJECTIVES
AND POLICIES (continued)

Liguidity Risk (continued)
The table below summarises the maturity profile of

the Group's financial liabilities based on contractual
undiscounted payment as at 31 March 2026:

Dalam satu
tahun! Within 1-5 tahun/
one year 1-5 years Jumlah/ Total
31 Maret 2026 31 Maret 2026
Utang usaha 11,954,675,024 - 11,954,675,024 Trade payables
Utang lain-lain 1,039,832,386 951,932,736 1,991,765,622 Other payables
Liabilitas sewa 1,408,680,000 2,465,190,000 3,873,870,000 Lease liabilities
Pinjaman pemegang
saham 2 '37,923,250,021 37,923,250,021 Shareholder loan
Jumlah 14,403, 187,910 41,340,372,727 55,743,560,667 Total
Manajemen Modal Capital Management

Grup bertujuan mencapai struktur modal yang optimal
untuk memenuhi tujuan usaha, di antaranya dengan
mempertahankan rasio modal yang sehat, dan
maksimalisasi nilai pemegang saham.

Grup menetapkan sejumlah modal sesuai dengan
proporsi terhadap risiko. Grup mengelola struktur
modal dan membuat penyesuaian dengan
memperhatikan perubahan kondisi ekonomi dan
karakteristik risiko aset yang mendasari. Untuk
menjaga atau menyesuaikan struktur modal, Grup
mungkin menyesuaikan jumlah dividen yang dibayar
kepada pemegang saham, pengembalian modal
kepada pemegang saham, penerbitan saham baru,
atau menjual aset untuk mengurangi utang.

Konsisten dengan entitas lain dalam industri, Grup
memonitor modal dengan dasar rasio utang neto
terhadap jumlah ekuitas. Utang neto dihitung: jumlah
liabilitas yang dikenakan bunga (sebagaimana jumlah
dalam laporan posisi keuangan) dikurangi kas di
bank.

The Group aims to achieve an optimal capital
Structure in pursuit of its business objectives, which
include maintaining healthy capital ratios and
maximising stockholder value.

The Group sets the amount of capital in proportion
to risk. Group manages its capital structure and
makes adjustments with respect to changes in
economic conditions and the risk characteristics of
the underiying assets. To maintain or adjust the
capital structure, the Group may adjust the amount
Of dividends paid to shareholders, return of capital to
Shareholders, issue new shares, or sell assets to
reduce debt.

Consistent with other entities in the industry,
the Group monitors capital on the basis of the ratio
Of net debt to total eguity. Net debt is calculated: total
of interest bearing liabilities (as the amount in the
statement of financial position) less cash in banks.
Page 57 OCR 0.929
PT ARACORD NUSANTARA GROUP Tbk
(Dahulu/Formerly PT AESLER GRUP INTERNASIONAL Tbk)
DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES

Lampiran - 5/55 - Schedule

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Pada tanggal dan untuk tahun-tahun yang berakhir
31 Januari 2026 dan 2025

(lanjutan)

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

21. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO
KEUANGAN (lanjutan)

Manajemen Modal (lanjutan)

Berikut adalah gearing ratio yang merupakan
perbandingan antara jumlah liabilitas yang dikenakan
bunga dikurangi kas dan bank terhadap jumlah
ekuitas pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember
2025:

31 Maret 2026

Notes to the consolidated financial statements
As at and for the years ended

31 December 2025 and 2024

(continued)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

21. FINANCIAL RISK MANAGEMENT OBJECTIVES
AND POLICIES (continued)

Capital Management (continued)

Here is a gearing ratio which is the ratio between
total interest bearing liabilities net of cash and banks
to total eguity as at 31 March 2026 and 31 December
2025:

31 Desember 2025

Jumlah liabilitas 56,109,012,244 33,214,177,273 Total liabilities
Dikurangi : Less:
Kas di bank 146,586,134,996) (33,879,772.096) Cash in banks
Jumlah aset - bersih 9,522,877,248 (665,594,323) Total assets - net
Jumlah ekuitas 5,203,400,141 6,961,743,153 Total eguity
Gearing ratio 183 —— 10 Gearing ratio

Nilai wajar instrumen keuangan

Nilai tercatat dari aset dan liabilitas keuangan yang
jatuh tempo kurang dari satu tahun diasumsikan
mendekati nilai wajarnya karena memiliki jatuh tempo
yang singkat sehingga dari diskonto tidak signifikan.

Nilai wajar pinjaman pihak berelasi jangka panjang
dan liabilitas sewa diestimasikan sebesar nilai kini dari
arus kas di masa datang, yang didiskontokan dengan
tingkat suku bunga yang tidak pada diobservasi
(tingkat 3) sebagai berikut:

2026

Fair value of financial instruments

The carrying amount for the financal assets and
liabilities with a maturing less than one year are
assumed to approximate the impact of the
discounting is not significant.

The fair value of long-term intercompany loans and
lease liability are estimated as the present value of
future cash flows, discounted using non-observable
interest rate (level 3) as follows:

2025

Pinjaman pemegang saham -
Liabilitas sewa 5

INFORMASI TAMBAHAN UNTUK ARUS KAS
Transaksi non-kas signifikan untuk periode yang
berakhir pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31
Desember 2025:

31 Maret 2026

5.519
10.63Y6

Shareholder loans
Lease liabilities

22. SUPPLEMENTARY INFORMATION FOR CASH
FLOW

Significant non-cash transactions for the period
ended at 31 Maret 2026 and 31 December 2025 are
as follows:

31 Desember 2025

Penambahan
aset hak-guna melalui
liabilitas sewa a

Additions of
right-of-use assets through

4,199,887,306 lease liabilities
Page 58 OCR 0.843
PT ARACORD NUSANTARA GROUP Tbk
(Dahulu/Formeriy PT AESLER GRUP INTERNASIONAL Tbk)
DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES

Lampiran - 5/55 - Schedule

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Pada tanggal dan untuk tahun-tahun yang berakhir

31 Januari 2026 dan 2025
(lanjutan)

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

22. INFORMASI TAMBAHAN UNTUK ARUS KAS

Notes to the consolidated financial statements

As at and for the years ended

31 December 2025 and 2024

(continued)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

22. SUPPLEMENTARY INFORMATION FOR CASH

Lease liabilities

Shareholder loan

Total

Lease Ilabilities

Shareholder loan

(lanjutan) FLOW (continued)
Perubahan pada Liabilitas yang Timbul dari Change in Liabilities Arising from Financing
Aktivitas Pendanaan Activities
31 Maret 2026
Selisih mata
uang asing/
Foreign 31 Maret/
1 Januari/ Arus kas bersi/ exchange Laindain/ March
January 2026 Net cash flow difference Others 2026
Liabiltas sewa 3,308,748,763 (87,671,986) 3,396,420,749
Pinjaman
pemegang
saham 29,368,500,000 8,145,600,021 409, 150,000 37.923,250,021
Jumlah 32,676.948,763 8,145,600,021 409,150,000 (67.671,986) — 41,396,670,770
31 Desember 2025
Selisih mata
uang asing/
Foreign 31 Desember/
1 Januari/ Arus kas bersih/ exchange Lain-lain/ December
January 2025 Net cash flow difference Others 2025|
Liabiltas sewa 4,199,887,306 - 891,138,543 3,308,748,763
Pinjaman
pemegang
saham 28,658,600.000 709,900,000 5 ..29,368,500,000
Jumlah 5 .5-32,858,487,306 109,900,000 (891138543) 32.677.248,763

Total

File

File Open PDF
Source IDX
Size3.71 MB
Published30 Apr 2026
Pages58
Characters187,989
Text sourceOCR
OCR confidence0.907

Names mentioned 61 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org ARACORD NUSANTARA GROUP Tbk p.1 ×185
linked org AESLER GRUP INTERNASIONAL Tbk p.1 ×173
linked person Chen Guang p.2 ×6
linked person Surono Salem p.10 ×5
linked person Santoso Widjojo p.10 ×2
linked person Christianto Widjaja p.10
linked person Kendrick Wisepyn p.10 ×4
linked person Handojo Koentoro p.10
linked person Teny Siti Febryani p.10
linked org Bank Mandiri (Persero) Tbk p.41 ×5
linked org Bank Central Asia Tbk p.41 ×5
linked org PT Nakula Investama Indonesia p.49 ×3
linked org PT Karimun Jawa Pratama p.49 ×3
possible org Negara Republik Indonesia p.9 ×10
possible org Honour Accord Limited p.10 ×31
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.10
possible org Bursa Efek Indonesia p.10 ×2
possible person Brian Praneda p.10 ×2
possible org Pemerintah Republik Indonesia p.36
unresolved person Akta Notaris Ferdinandus Indra Santoso Atmajaya p.9 ×2
unresolved org Menteri Hukum dan Hak p.9
unresolved person Akta Notaris Miki Tanumiharja p.9 ×2
unresolved org Menteri Hukum Republik Indonesia No. AHU- p.9 ×2
unresolved person Akta Notaris Jose Dima Satria p.9 ×2
unresolved org PT Aracord Logistik Nusantara p.9 ×6
unresolved org PT Aracord Power Nusantara p.9 ×7
unresolved org PT Cakrawala Dana Nusantara p.9 ×4
unresolved org Minister of Law and Human Rights p.9
unresolved org PTAracord Nusantara Group Tbk. p.9
unresolved org Financial Services Authority p.10
unresolved org Indonesia Stock Exchange p.10 ×2
unresolved org PT Aracora Jasa p.11
unresolved org PT Aracord Jasa p.11
unresolved org PT Aracord Industri p.11
unresolved org PT Aracord Keuangan p.11
unresolved org PT Aracord Industri Pupuk p.11
unresolved person Akta Notaris Dini Lastari Siburian p.12 ×12
unresolved org Menteri Hukum Republik Indonesia p.12 ×7
unresolved org Minister of Law p.12 ×6
unresolved org PT Aracord Automotive Industry p.13
unresolved person Akta Notaris Supianto p.13
unresolved org PT Aracord Industrial Nusantara p.13 ×2
unresolved person Supianto p.13
unresolved org Minister of Lawof p.13
unresolved org PT Aracord Pupuk Nusantara p.14 ×2
unresolved org Bank Indonesia p.19 ×2
unresolved org PT Armada Logistik Sejahtera p.41 ×3
unresolved org PT Nusa Jaya Energi p.41 ×3
unresolved org PT Nusa Jaya Energi Total As p.41
unresolved org PT Menara Astra p.43 ×2
unresolved org Direktorat Jenderal Pajak p.46
unresolved org Directorate General of Taxes p.46
unresolved org PT Liugong Machinery Indonesia p.47 ×2
unresolved org PT Sinoma Development Indonesia CV Indo Maju Perkasa p.47
unresolved org PT Mitra Teknindo Sejati p.47 ×2
unresolved org PT Borneo Oetama Sejahtera p.47
unresolved org PT Sinoma Development p.47
unresolved org PT Borneo Oetama Sejahtera Others p.47
unresolved org Total Honour Accord Limited p.49 ×2
unresolved org PT Aracord Logistik Nusantara Entitas p.51
unresolved org PT Cakrawala Dana Nusantara Entitas p.51

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

Other files in this announcement 5

FinancialStatement-2026-I-RONY.xlsx done
inlineXBRL.zip done
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result