Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 58
Page 1 OCR 0.950
PT ARACORD NUSANTARA GROUP Tbk (dahulu/formerly PT AESLER GRUP INTERNASIONAL Tbk) DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES Laporan Keuangan Konsolidasian Interim/ Interim Consolidated Financial Statements 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 serta untuk periode tiga bulan yang berakhir 31 Maret 2026 dan 2025 31 March 2026 and 31 December 2025 and for the three-month period ended 31 March 2026 and 2025
Page 2 OCR 0.933
/ARACORD PT ARACORD NUSANTARA GROUP Tbk Menara Astra Lantai 23 Zone F, Jl. Jenderal Sudirman Kav 5-6, RT 010 RW 006, Kel Karet Tengsin, Kec Tanah Abang Jakarta Pusat 10220 PT ARACORD NUSANTARA GROUP TBK DAN ENTITAS ANAK (“GRUP”) SURAT PERNYATAAN DIREKSI TENTANG TANGGUNG JAWAB ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA TANGGAL DAN UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2026 DAN 2025 Saya yang bertanda tangan di bawah ini: Nama / Name Jabatan / Position Alamat Kantor / Office Address Alamat Domisili / Domicile Address Nomor Telepon/ Telephone Number atas nama dan mewakili Direksi, menyatakan bahwa: 1 Kami bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian laporan keuangan konsolidasian Grup. 2 Laporan keuangan konsolidasian Grup telah disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia. 3 aa) Semua informasi dalam laporan keuangan konsolidasian Grup telah dimuat secara lengkap dan benar. b) Laporan keuangan konsolidasian Grup tidak mengandung informasi atau fakta material yang tidak benar, dan tidak menghilangkan informasi atau fakta material. 4 Kami bertanggung jawab terhadap sistem pengendalian intern dalam Grup. Demikian pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya. PT ARACORD NUSANTARA GROUP TBK AND SUBSIDIARIES (THE “GROUP”) DIRECTOR'S STATEMENT LETTER REGARDING RESPONSIBILITY FOR THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS AT AND FOR THE PERIOD ENDED 31 MARCH 2026 AND 2025 1, the undersigned: Chen Guang Direktur Utama/ President Director Menara Astra, Lantai 23 Zone F Jl. Jend. Sudirman Kav 5-6 RT 010 RW 006, Karet Tengsin, Tanah Abang Jakarta 10220 Bingzhou North Road, No. 51 Building B Unit 2 Room 1402 Yingze District, Taiyuan, China 162 821 2849 86639 for and on behalf of the Directors, declare that: 1 We are responsible for the preparation and presentation of the Group's consolidated financial statements. 2 The Group's consolidated financial statements has been prepared and presented in accordance with Indonesian Financial Accounting Standards. 3 'a) All information in the Group's consolidated financial statements has been disclosed completely and truthfully. b) The Group's consolidated financial statements do not contain any incorrect information or material facts, nordo they omit information or material facts. 4 We are responsible for the Group's intemal control system. Thus, this statement is made truthfully. Atas nama dan mewakili Direksi/ Forand on behalf of the.Directors Direktur Utama/ Presiden! Irector Jakarta, 30 April/ April 2026
Page 3 OCR 0.916
PT ARACORD NUSANTARA GROUP Tbk DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES Lampiran - 1/1 - Schedule Laporan posisi keuangan konsolidasian Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Dahulu/Formerly PT AESLER GRUP INTERNASIONAL Tbk) Consolidated statements of financial position As at 31 March 2026 and 31 December 2025 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) 31 Maret/ Catatan! 31 Desember/ March 2026 Notes December 2025 ASET ASSETS Aset lancar Current assets Kas di bank 16,586,134,996 4 33,879,772,096 Cash in banks Piutang usaha 5 Trade receivables - Pihak berelasi - - Related parties - - Pihak ketiga 7,287,225,702 18,614,978,068 Third parties - Pajak dibayar di muka 617,091,829 8a 366,061,905 Prepaid taxes Beban dibayar di muka 1,157,689,466 542,056,469 Prepaid expenses Piutang Lain-Lain 97,488,143 - Other Receivables Jumlah aset lancar 55,745.630,136 53,402.868,538 Total current assets Aset tidak lancar Non-current assets Aset tetap 597,609,498 6 721,949,527 Fixed assets Aset hak-guna 3,299,911,453 7 3,599,903,404 Right-of-use assets Aset pajak tangguhan 1,520,095,096 8e 1,520,095,096 Deferred tax assets Aset lain-lain 150,000,000 : Other assets Jumlah aset tidak lancar 5,567,616,047 5,841,948,027 Total non-current assets JUMLAH ASET 61,313,246,183 59,244,816,565 TOTAL ASSETS LIABILITAS LIABILITIES Liabilitas jangka pendek Current liabilities Utang usaha 11,954,675,024 9 15,621,484,124 Trade payables Utang lain-lain Other payables - Pihak ketiga 1,039,832,886 207,386,920 Third parties - Utang pajak 393,931,682 8b 2,366,810,015 Taxes payable Akrual 216,000,000 639,412,136 Accruals Liabilitas jangka Current maturities panjang yang jatuh of long-term tempo dalam satu tahun: lial 5: - Liabilitas sewa 1,127,408,505 7 747,116,811 Lease liabilities - Jumlah liabilitas Total current jangka pendek 14,731,848,097 19,582,210,006 Tiabilities Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian ini secara keseluruhan. The accompanying notes to the consolidated financial statement form an integral part of these consolidated financial statements.
Page 4 OCR 0.913
PT ARACORD NUSANTARA GROUP Tbk (Dahulu/Formerly PT AESLER GRUP INTERNASIONAL Tbk) DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES Lampiran - 1/2 - Schedule Laporan posisi keuangan konsolidasian Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 (lanjutan) (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) Consolidated statements of financial position As at 31 March 2026 and 31 December 2025 (continued) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) 31 Maret/ Catatan/ 31 Desember/ March 2026 Notes December 2025 LIABILITAS (lanjutan) LIABILITIES (continued) Liabilitas jangka panjang Non-current liabilities Liabilitas jangka panjang, setelah dikurangi bagian Long-term liabilities, jangka pendek: net-off current maturities: - Liabilitas sewa 2,269,012,244 7 2,561,631,952 Lease liabilities - Pinjaman pemegang saham 37,923,250,021 10, 22 29,368,500,000 Shareholder loan Utang lain-lain Other payables - Pihak berelasi 951,932,736 17b 536,928,510 Related party - Liabilitas imbalan Employee benefits kerja 233,802,944 11 233,802,944 Tiabilities Jumlah liabilitas Total non-current jangka panjang 41,377,997,945 '32,700,863,406 liabilities JUMLAH LIABILITAS 56,109,346,042 52,283,073,412 TOTAL LIABILITIES EKUITAS E@VITY Ekuitas yang dapat Eguity attributable diatribusikan kepada to owners of the pemilik entitas induk. parent entity Modal saham Share capital - Modal dasar Authorised capital - 4.000.000.000 4,000,000,000 saham dengan nilai Shares with a par nominal Rp 10 per value at Rp 10 per saham share - Modal ditempatkan Issued and fully paid - dan disetor penuh 1,250,000,000 1.250.000.000 saham 12,500,000,000 12 12,500,000,000 shares Tambahan modal disetor 21,243,857,143 13 21,243,857,143 Additional paid-in capital Akumulasi kerugian Accumulated losses - Sudah ditentukan penggunaannya 401,770,550 401,770,550 Appropriated - - Belum ditentukan penggunaannya (29,837,209,922) (28,078,508,707) Unappropriated - Penghasilan komprehensif Other comprehensive lainnya 720,617,440 720,617,440 income Jumlah ekuitas yang Total eguity dapat diatribusikan attributable to kepada pemilik entitas owners of the induk 5,029,035,211 6,787,736,426 parent entity Kepentingan Non-controlling non-pengendali 174,364,930 174,006,727 interest JUMLAH EKUITAS 5,203,400,141 6,961,743,153 TOTAL E@UITY JUMLAH LIABILITAS TOTAL LIABILITIES DAN EKUITAS 61,313,246,183 59,244,816,565 AND EGUITY Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian ini secara keseluruhan. The accompanying notes to the consolidated financial statements form an integral part of these consolidated financial statements.
Page 5 OCR 0.914
(Dahulu/Formerly PT AESLER GRUP INTERNASIONAL Tbk) PT ARACORD NUSANTARA GROUP Tbk DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES Lampiran - 2/1 - Schedule Laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian Untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Maret 2025 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) Consolidated statements of profit or loss and other comprehensive income For the period ended 31 March 2026 and 31 March 2025 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) 31 Maret/ Catatan/ 31 Maret/ March 2026 Notes March 2025 Pendapatan 8,851,563,814 14 8 Revenues Beban pokok pendapatan (6,289,169,498) 15 - Cost of revenues Untung kotor 2,562,394,316 - Gross profit Beban umum dan General and administrative administrasi 3,354,676,114) 16 1,151,302,043) @xpenses Untung usaha (792,281,798) 1,151,302,043) Operating profit Pendapatan bunga 94,046,808 - Interest income Beban keuangan (429,685,147) (890,533) Finance costs Kerugian selisih kurs (479,020,595) - Loss on foreign exchange Keuntungan atas penghapusan pengakuan Gain on derecognition liabilitas sewa - 7 of lease liability Laba (Rugi) sebelum Profit (Loss) pajak final (1,606,940,732) (1,152,192,576) before final tax Pajak final - 8b - Final tax Laba (Rugi) sebelum Profit (Loss) before pajak penghasilan (1,606,940,732) (1,152,192,576) income tax Beban pajak penghasilan (156,402,280) 8c - Income tax expenses Laba (Rugi) tahun berjalan Profit (Loss) for the 1,763,343,012: 1,152,192,576, year Penghasilan komprehensif Other comprehensive lain income Pos yang tidak akan Item that will be not direklasifikasi ke laba rugi reclassified to konsolidasian consolidated profit or loss Remeasurement of Pengukuran kembali employee benefits liabilitas imbalan kerja - 1 s liabilities Pajak terkait - 8e & Related tax Penghasilan komprehensif Other comprehensive lain, setelah pajak - - income, net of tax Jumlah laba (rugi) Total comprehensive komprehensif tahun income (loss) for berjalan 1,763,343,012! 1,152,192,576) the year Laba per saham dasar (141) 19 (0.92) Basic earning pershares Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian ini secara keseluruhan. The accompanying notes to the consolidated financial statements form an integral part of these consolidated financial statements.
Page 6 OCR 0.909
PT ARACORD NUSANTARA GROUP Tbk (Dahulu/Formerly PT AESLER GRUP INTERNASIONAL Tbk) DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES Lampiran - 2/2 - Schedule Catatan! 31 Maret 2026 Notes 31 Maret 2025 Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan Profit for the kepada: year attributable to: Owner of the parent Pemilik entitas induk (1,758,701,215) z entity Kepentingan non-pengendali (4,641,797) - Non-controlling interests 1,763,343,012) z Jumlah laba Total comprehensive komprehensif yang dapat income diatribusikan kepada: attributable to: Owner of the parent Pemilik entitas induk (1,758,701,215) - entity Kepentingan non-pengendali (4,641,797) - Non-controlling interests (1,763,343,012) - Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan The accompanying notes to the consolidated financial bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan statements form an integral part of these consolidated konsolidasian ini secara keseluruhan. financial statements.
Page 7 OCR 0.293
“sjuswogejs jeusuy pejepjjosuoa asoy Jo ed jeJbojul UB Uuoj suswoyeis reioueuy pejeposuo2 eyj oJ sajou BulMuedwoooe ou1 902 U2EW Lc Ter Oor toe 5 ORG PIE YLI TIT SEO6ZOS Opy ZS'Oz2 (cas'soe 1e062) 08501 LOP baung 000000005 ZL 12 s2 oouejeg Jeah Ow) Teretor sz Giztozee1 2 kerana 731) Joy owoou ansuayaidwoo ejol teretoresz tereTorasI 7 Kena yaa Je0k aw 20) WOld terwereeaZ Gel wIW ” GirtoresZ uoyebigo - - - - 5 1youog peuyap Jo jueweinseewoy seuejpisgns Ooo'o0o'g O09'000's " 7 - U Siseveju Bumouoo-uou woy uonnguyuoo jendeo szoz Jogwooog Le) CSTEPI 1969 Ter 9001 DewBeL 2819 Dry LNG OzZ (70105 B10 80) 055 OZF TOP Ep 2S8 pc 1Z 000000005 Z1 je se oouejeg Fambareol SissTojur Tao1 wosur Perendorddeun perendorday Tendeb urpjed Tendes oreys (seynyo uejunp Bumonuod-uon myejunp anisuoyaidwo2 IueyBuepeoip JueyGuepesig reuopippy Iweyes jepow Mepuobuad-uou J0yyO Jutej wnjeg pojasip jepow urGuyuadoy #suayasdwoy veyeguey upjseybuog (perejs asmusupo ssajun “yeldny Ul pesseidx3) sz0z Pure 9z02 UDIEW L£ papua pouad 2yj 104 Aynba uj sabueyp jo sjudurojejs pajepijosuod Sessoj palemumoay jaRBnioy KEMUniy Ainus jusred Sip jo Joumo SW Oj oigengume Ainb3 Pinpul Seinus Wil Wod epedoy ueyjsnguyetp tedep BueA Sejinya @inpayoS - € - usildwej SarvidISANS GNY IMVNV SVLILN3 NYG (141 TWNOISVNMILNI dNND MAISAV Ld AHOw/o4/ninyeg) XI. dNOYD VAV.LNVSNN GMOOVAV Ld -ueyrunjasay Bueoes Jul uersepIJOsuoN ueBueney usJodel Iep LEyuesidial Yep BuBA uei6eg uexedrusw ueIsepjosuoy LeGuEna) uRJOdej Se) UEJEIEO 9202 101Ew Lc uad opjes uejehag Unyej jisuaysidwoy eaej uejunr rey jsueyaidwoy vejjseybuad uejehag unyei 2921 'lioy Bosed uejegwi yegwey ueinynduog MPUE SeJIJue IP yepuabuad-uou yeuid ep jepow uesojos stoz soawosog |e sed opes (urej ueyejeAup yyenoay “yeldny wejep ues!fesia) 9z0z Uep 9202 JOIEW |€ Ie65ue) eped ajyyeyag BueA apouad ynyjun ueIsEpIjOsuoy sejiny9 ueyegnJad usJodey
Page 8 OCR 0.909
PT ARACORD NUSANTARA GROUP Tbk (Dahulu/Formerly PT AESLER GRUP INTERNASIONAL Tbk) DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES Lampiran - 4 - Schedule Laporan arus kas konsolidasian Untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2026 dan 2025 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) Consolidated statements of cash flows For the period ended 31 March 2026 and 2025 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) Catatan/ 31 Maret/ March 31 Maret/ March 2026 Notes 2025 Arus kas dari Cash flows from aktivitas operasi operating activities Penerimaan kas dari Cash received from pelanggan 20,738,586,921 1,101,577,603 customers Pembayaran kas kepada Cash paid to Pemasok (9,703,654,928) (2,684,926,131) suppliers Pembayaran kas kepada Cash paid to karyawan (1,786,350,677) - employees Pembayaran kas Cash paid for untuk operasional (2,524,145,228) - Operations Penerimaan kas dari Cash received from penghasilan keuangan 94,044,308 195,584 finance income Pembayaran kas untuk Cash payments for beban keuangan (24,463,674) 24,563,064 finance costs Pembayaran kas untuk Cash payments for pajak penghasilan - - income tax Arus kas bersih yang Net cash flows diperoleh dari provided by aktivitas operasi 6,794,016,722 4,392,283,992 operating activities Arus kas dari Cash flows from aktivitas investasi investing activities Penambahan aset tetap - 6 - Addition of fixed assets Arus kas bersih yang Net cash flows digunakan untuk used in investing aktivitas investasi z 2 activities Arus kas dari Cash flows from aktivitas pendanaan financing activities Penerimaan pinjaman Proceeds from dari pemegang saham 5,907,346,178 22 - shareholder loan Penerimaan setoran Proceeds of capital modal dari pihak injection from non-pengendali 5,000,000 - non-controlling interests Pembayaran Payment of liabilitas sewa - 7 z lease liabilities Arus kas bersih yang Net cash flows diperoleh dari provided by aktivitas pendanaan 5,912,346,178 - financing activities Kenaikan pada Increase in kas di bank 12,706,362,900 4,392,283,992 cash in banks Kas di bank Cash in banks at the pada awal tahun 33,879,772.096 9,805,856 beginning of the year Kas di bank Cash in banks at the pada akhir tahun — 46.586,134.996 4.402.089.848 end of the year Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian ini secara keseluruhan. The accompanying notes to the consolidated financial statemenis form an integral part of these consolidated Tinancial statements.
Page 9 OCR 0.927
PT ARACORD NUSANTARA GROUP Tbk (Dahulu/Formerly PT AESLER GRUP INTERNASIONAL Tbk) DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES Lampiran - 5/55 - Schedule Catatan atas laporan keuangan konsolidasian Pada tanggal dan untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Januari 2026 dan 2025 (lanjutan) (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 1. UMUM a Pendirian dan Informasi Umum PT Aracord Nusantara Group Tbk (dahulu PT Aesler Grup Internasional Tbk) (“Perusahaan”) didirikan di Republik Indonesia berdasarkan Akta Notaris Ferdinandus Indra Santoso Atmajaya, SH, M.Kn, No. 14 tanggal 4Agustus 2017. Akta pendirian ini telah mendapat pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak — Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan — Surat — Keputusan No. AHU-0036586.AH.01.01.TAHUN 2017 tanggal 23 Agustus 2017 dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 99 tanggal 12 Desember 2017, Tambahan No. 38805. Berdasarkan Akta Notaris Miki Tanumiharja, S.H., No. 31 tanggal 13 Juni 2025, yang menyetujui perubahan nama Perusahaan menjadi PT Aracord Nusantara Group Tbk. Perubahan tersebut telah disetujui oleh Menteri Hukum Republik Indonesia No. AHU-0040187.AH.01.02.TAHUN 2025 tanggal 13 Juni2025 dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 50 tanggal 24 Juni 2025, Tambahan No. 016628. Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami perubahan beberapa kali, perubahan terakhir berdasarkan Akta Notaris Jose Dima Satria, S.H., M.Kn., No. 66 tanggal 12 Agustus 2025 mengenai perubahan maksud dan tujuan serta kegiatan usaha Perusahaan menjadi bidang holding, profesional, ilmiah, teknis dan konstruksi. Perubahan tersebut telah mendapat persetujuan Menteri Hukum Republik Indonesia No. AHU-0055407.AH.01.02. TAHUN 2025 tanggal 19 Agustus 2025 dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 99 tanggal 12 Desember 2025, Tambahan No. 034372. Perusahaan memulai aktivitas komersialnya untuk ' memberikan layanan konsultasi dan manajemen konstruksi sejak Agustus 2017. Perusahaan dan entitas anaknya, PT Aracord Logistik Nusantara, PT Aracord Power Nusantara dan PT Cakrawala Dana Nusantara secara kolektif disebut sebagai “Grup”. Notes to the consolidated financial statements As at and for the years ended 31 December 2025 and 2024 (continued) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) GENERAL a. Establishment and General Information PT Aracord Nusantara Group Tbk (formeriy PT Aesler Grup Internasional Tbk) (the “Company”) was established in the Republic of Indonesia based on the Notarial Deed of Ferdinandus Indra Santoso Atmajaya, SH, M.Kn, No. 14 dated 4 August 2017. The Deed of establishment were approved by the Minister of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia in its Decision Letter No. AHU-0036586.AH.01.01. TAHUN 2017 dated 23 August 2017 and was published in the State Gazette of the Republic of Indonesia No. 99 dated 12 December 2017, Supplement No. 38805. Based on notarial deed of Miki Tanumiharja, S.H., No. 31 dated 13 June 2025, which agreed to the change of the Company's name to PTAracord Nusantara Group Tbk. The amendment has been approved by the Minister of Law of the Republic of Indonesia No. AHU-0040187.AH.01.02. TAHUN 2025 dated 13 June 2025 and was published in the State Gazette of the Republic of Indonesia No. 50 dated 24 June 2025, Supplement No. 016628. The Company's Articles of Association has been amended several times, latest based on by Notarial Deed of Jose Dima Satria, S.H., M.Kn., No. 66 dated 12 August 2025, regarding changes to the Company's intent and purpose and business activities to a holding, professional, — scientific, — technical — and construction. The amendment has been approved by the Minister of Law of the Republic of Indonesia No. AHU- 0055407.AH.01.02. TAHUN 2025 dated 19 August 2025 and was published in the State Gazette of the Republic of Indonesia No. 99 dated 12 December 2025, Supplement No. 034372. The Company commenced its commercial operations by providing construction consultation and management construction in August 2017. The Company and its subsidiaries, PT Aracord Logistik Nusantara, PT Aracord Power Nusantara and PT Cakrawala Dana Nusantara are collectively referred to hereafter as the “Group”.
Page 10 OCR 0.923
PT ARACORD NUSANTARA GROUP Tbk
(Dahulu/Formerly PT AESLER GRUP INTERNASIONAL Tbk)
DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES
Lampiran - 5/55 - Schedule
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Pada tanggal dan untuk tahun-tahun yang berakhir
31 Januari 2026 dan 2025
(lanjutan)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
a
Pendirian dan Informasi Umum (lanjutan)
Kantor pusat Perusahaan berlokasi di Jakarta
Pusat.
Entitas induk perusahaan dan entitas terakhir
Grup adalah Honour Accord Limited, perusahaan
yang berdomisili di Hongkong.
Penawaran Umum Efek Perusahaan
Pada tanggal 1 April 2020, Perusahaan
memeroleh pernyataan efektif dari
Otoritas Jasa Keuangan ("OJK") dalam
suratnya No. S-III/D.04/2020 untuk melakukan
Penawaran Umum Terbatas — sejumlah
250.000.000 lembar saham Perusahaan kepada
masyarakat dengan nilai nominal Rp 10
persaham dengan harga pelaksanaan Rp 100
per saham.
Pada tanggal 31 Desember 2025, seluruh saham
Perseroan sebanyak 194.372.400
(2024: 189.375.000) lembar telah tercatat di
Bursa Efek Indonesia.
Dewan Komisaris, Direksi, Komite Audit dan
Karyawan
Pada tanggal 31 Januari 2026 dan 2025,
susunan Dewan Komisaris, Direksi dan Komite
Audit Perusahaan adalah sebagai berikut:
2026
Notes to the consolidated financial statements
As at and for the years ended
31 December 2025 and 2024
(continued)
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
1. GENERAL (continued)
a. Establishment and General Information
(continued)
The Company's head office is located in
Central Jakarta
The parent company and ultimate holding of
the Group is Honour Accord Limited, an entity
domiciled in Hongkong.
b. Public Offering Company Securites
On 1 April 2020, the Company obtained
effective notification from the Financial Services
Authority (“OJKP) in its letter No. S-/1/D.04/2020
to conduct the Limited Public Offering for
250,000,000 of the Company's shares to public
with par value of Rp 10 per share and offering
price of Rp 100 per share.
As at 31 December 2025, all of the Company's
Shares amounting to 194,372,400
(2024: 189,375,000) shares have been listed on
the Indonesia Stock Exchange.
c. Board of Commissioners, Directors, Audit
Committee and Employees
As at 31 January 2026 and 2025, the
composition of the Company's Board of
Commissioners, Directors and Audit Committee
were as follows:
2025
Dewan Komisaris
Komisaris Utama Surono Salem
Komisaris Independen Santoso Widjojo
Direksi
Direktur Utama Chen Guang
Direktur Yu Cun Fei
Komite Audit
Ketua Santoso Widjojo
Anggota Robiet
Anggota Christianto Widjaja
Pada tanggal 31 Maret 2026, Kepala
Audit Internal dan Sekretaris Perusahaan
masing-masing adalah Kendrick Wisepyn dan
Angelika (31 Desember 2025: Kendrick Wisepyn
dan Angelika).
Handojo Koentoro
Board of Commissioners
President Commissioner
Setyadi
Brian Praneda Independent Commissioner
Directors
Teny Siti Febryani President Director
Fenny Director
Audit Committee
Brian Praneda Chairman
Robiet Member
Heten Revina Member
As at 31 March 2026, Head of Internal Audit and
Corporate Secretary are Kendrick Wisepyn and
Angelika (31 December 2025: Kendrick
Wisepyn and Angelika).
Page 11 OCR 0.830
PT ARACORD NUSANTARA GROUP Tbk (Dahutu/Formerly PT AESLER GRUP INTERNASIONAL Tbk) DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES Lampiran - 5/55 - Schedule Catatan atas laporan keuangan konsolidasian Pada tanggal dan untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Januari 2026 dan 2025 (lanjutan) (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 1. UMUM (lanjutan) €. Dewan Komisaris, Direksi, Komite Audit dan Karyawan (lanjutan) Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, Grup masing-masing memiliki 7 dan 9 karyawan tetap (tidak diaudit). d. Struktur Entitas Anak Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, entitas anak Perusahaan adalah sebagai berikut: Ruang lingkup usaha/Tanggal 1. Notes to the consolidated financial statements As at and for the years ended 31 December 2025 and 2024 (continued) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) GENERAL (continued) c. Board of Commissioners, Directors, Audit Committee and Employees (continued) As at 31 March 2026 and 31 December 2025, the Group has 7 and 9 permanent employees (unaudited), respectively. d. The Structure of Subsidiaries As at 31 March 2026 dan 31 December 2025, the Company's subsidiaries are as follows: Persentase kepemilikan! Jumlah aset sebelum eliminasi! PPercentage of ownership Aa ar Total assets bofore eliminatian pendirian! Scope of activity/ Entitas anak/ Dateof Subsidiaries tabi 1 2026 komersial/ Startof commercial 2025 oporations 2026 2025 PT Aracora Jasa operasi dan 991 Logistik pemeliharaan Nusantara listiy Operating 25 Agustus! 'August 2025 PT Aracord Jasa operasi dan 99x Power pemeliharaan Nusantara pembangkit listrik esifikasi batu bara/ Operating and maintenance services for gasifcation power at 25 Agustus/ “August 2025 PTCakrawala — Keuangandan Er Dana Psuransi, Nusantara Penggalian Batu Hias dan Batu Bangunan! Finance and insurance, 9 September! 'Seplember 2025 PT Aracord Industri, reparasi dan 99th Aulomotive perdagangan Industry besar/ Industry, PT Aracord Keuangan dan 99,991 Industrial asuransil Financi Nusantara and insurance/ February 2026 PT Aracord Industri Pupuk, 993916 Pupuk Industri Kimia Pergudangan dan Penyimpanan! Fenliizer Industry, Basic Chemical Wholesale Trade, Warehousing and Storage/ 8 Februari! “February 2026 1. UMUM (lanjutan) 1. 9gp 2025 25003789817 31,841,040,753 991 2025 1717,97671 12,745.080,989 2026 61047.528.603 2026 1.281,396,628 GENERAL (continued)
Page 12 OCR 0.923
PT ARACORD NUSANTARA GROUP Tbk
(Dahulu/Formerly PT AESLER GRUP INTERNASIONAL Tbk)
DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES
Lampiran - 5/55 - Schedule
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Pada tanggal dan untuk tahun-tahun yang berakhir
31 Januari 2026 dan 2025
(lanjutan)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1.
d.
Struktur Entitas Anak (lanjutan)
PT Aracord Logistik Nusantara ("ACLN”)
ACLN didirikan berdasarkan Akta Notaris
Dini Lastari Siburian, SH., No. 39 tanggal
25 Agustus 2025. Aktapendirian ini telah
mendapatkan pengesahan oleh Menteri Hukum
Republik Indonesia dengan Surat Keputusan
No. AHU-0072491.AH.01.01.TAHUN 2025
tanggal 26 Agustus 2025 dan telah diumumkan
dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 69
tanggal 29 Agustus 2025, Tambahan
No. 024120.
Pada tanggal 31 Maret 2026, Perusahaan
memilki 9.900 saham dengan nilai nominal
saham sebesar Rp 1.000.000 per lembar atau
mewakili 9944 dari jumlah saham yang
diterbitkan oleh ACLN dan sisanya 100 lembar
atau mewakili 194 dimiliki oleh pihak berelasi.
PT Aracord Power Nusantara (“ACPN")
ACPN didirikan berdasarkan Akta Notaris
Dini Lastari Siburian, SH., No. 38 tanggal
25 Agustus 2025. Aktapendirian ini telah
mendapatkan pengesahan oleh Menteri Hukum
Republik Indonesia dengan Surat Keputusan
No.AHU-0072468.AH.01.01.TAHUN 2025
tanggal 26 Agustus 2025 dan telah diumumkan
dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 69
tanggal 29 Agustus 2025, Tambahan
No. 024118.
Pada tanggal 31 Maret 2026, Perusahaan
memilki 9.990 saham dengan nilai nominal
saham sebesar Rp 1.001.000 per lembar atau
mewakili 99 dari jumlah saham yang
diterbitkan oleh ACPN dan sisanya 10 lembar
atau mewakili 196 dimiliki oleh pihak berelasi.
PT Cakrawala Dana Nusantara (“CWDN")
CWDN didirikan berdasarkan Akta Notaris
Dini Lastari Siburian, SH., No. 15 tanggal
9 September 2025. Aktapendirian ini telah
mendapatkan pengesahan oleh Menteri Hukum
Republik Indonesia dengan Surat Keputusan
No. AHU-0077607.AH.01.01.TAHUN 2025
tanggal 11 September 2025 dan telah diumumkan
dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 73
tanggal 12 September 2025, Tambahan No.
025658.
UMUM (lanjutan)
d.
Struktur Entitas Anak (lanjutan)
1.
Notes to the consolidated financial statements
As atand for the years ended
31 December 2025 and 2024
(continued)
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
The Structure of Subsidiaries (continued)
PT Aracord Logistik Nusantara ("ACLN”)
ACLN was established based on the Notarial
deed of Dini Lastari Siburian, SH., No. 39 dated
25 August 2025. This deed of establishment
was approved by the Minister of Law of
the Republic of Indonesia with Decree
No. AHU-0072491.AH.01.01.TAHUN 2025
dated 26 August 2025 and was published in the
State Gazette of the Republic of Indonesia
No. 69 dated 29 August 2025, Supplement
No. 024120.
As at 31 March 2026, the Company owns 9,900
Shares with nominal value of Rp 1,000,000 per
Share or represents 9946 of total shares issued
by ACLN and the remaining 100 shares or
represenis 196 owned by related party.
PT Aracord Power Nusantara ("ACPN”)
ACPN was established based on the Notarial
deed of Dini Lastari Siburian, SH., No. 38 dated
25 August 2025. This deed of establishment
was approved by the Minister of Law of
the Repuclic of Indonesia with Decree
No. AHU-0072468.AH.01.01. TAHUN 2025
dated 26 August 2025 and was published in the
State Gazette of the Republic of Indonesia
No. 69 dated 29 August 2025, Supplement
No. 024118.
As at 31 March 2026, the Company owns 9,990
Shares with nominal value of Rp 1,001,000 per
Share or represents 9974 of total shares issued
by ACPN and the remaining 10 shares or
represenis 14 owned by related party.
PT Cakrawala Dana Nusantara (“CWDN')
CWDN was established based on the Notarial
deed of Dini Lastari Siburian, SH., No. 15 dated
9 September 2025. This deed of establishment
was approved by the Minister of Law of
the Repuclic of Indonesia with Decree No. AHU-
0077607.AH.01.01.TAHUN 2025 dated 11
September 2025 and was published in the State
Gazette of the Republic of Indonesia No. 73
dated 12 September 2025, Supplement No.
025658.
GENERAL (continued)
d.
The Structure of Subsidiaries (continued)
CWON carried out a capital increase based on
Page 13 OCR 0.930
PT ARACORD NUSANTARA GROUP Tbk
(Dahulu/Formerly PT AESLER GRUP INTERNASIONAL Tbk)
DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES
Lampiran - 5/55 - Schedule
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian Notes to the consolidated financial statements
Pada tanggal dan untuk tahun-tahun yang berakhir As at and for the years ended
31 Januari 2026 dan 2025 31 December 2025 and 2024
(lanjutan) (continued)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
CWDN melakukan peningkatan — modal Notarial Deed of Dini Lastari Siburian, S.H., No.
bedarsarkan Akta Notaris Dini Lastari Siburian,
SH., No. 08 tanggal 6 Februari 2026. Akta
peningkatan modal ini telah mendapatkan
pengesahan oleh Menteri Hukum Republik
Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU-
0007099.AH.01.02 TAHUN 2026 tanggal 09
Februari 2026 dan telah diumumkan dalam
Berita Negara Republik Indonesia No. 15
tanggal 20 Februari 2026, Tambahan No.
004519.
Pada tanggal 31 Maret 2026, Perusahaan
memilki 25.974 saham dengan nilai nominal
saham sebesar Rp 200.000 per lembar atau
mewakili 99,94 dari jumlah saham yang
diterbitkan oleh CWDN dan sisanya 1 lembar
atau mewakili 0,194 dimiliki oleh pihak berelasi.
PT Aracord Automotive Industry (“AAI")
AAAI didirikan berdasarkan Akta Notaris Supianto,
SH., M.Kn. No. 10 tanggal 28 November 2025.
Akta pendirian ini telah mendapatkan
pengesahan oleh Menteri Hukum
Republik Indonesia dengan Surat Keputusan
No. AHU-0102841.AH.01.01.TAHUN 2025
tanggal 1 Desember 2025 dan telah diumumkan
dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 97
tanggal 5 Desember 2025, Tambahan
No. 034009.
Pada tanggal 31 Maret 2026, Perusahaan
memilki 124.875 saham dengan nilai nominal
saham sebesar Rp 10.000 per lembar atau
mewakili 99,9/o dari jumlah saham yang
diterbitkan oleh AAI dan sisanya 1 lembar atau
mewakili 0,176 dimiliki oleh pihak berelasi.
PT Aracord Industrial Nusantara ("AIN")
AIN didirikan berdasarkan Akta Notaris
Dini Lastari Siburian, SH., No. 9 tanggal
6 Februari 2026. Aktapendirian ini telah
mendapatkan pengesahan oleh Menteri Hukum
Republik Indonesia dengan Surat Keputusan
No. AHU-0011584.AH.01.01.TAHUN 2026
tanggal 9 Februari 2026 dan telah diumumkan
dalam berita Negara Republik Indonesia No. 15
tanggal 20 Februari 2026, Tambahan No.
004521.
08 dated February 6, 2026. This capital
increase deed has been approved by the
Minister of Law of the Republic of Indonesia
under Decree No. AHU-0007099.AH.01.02
YEAR 2026 dated February 09, 2026 and has
been announced in the State Gazette of the
Republic of Indonesia No. 15 dated February 20,
2026, Supplement No. 004519.
As at 31 March 2026, the Company owns 25,974
shares with nominal value of Rp 200,000 per
share or represents 99.94 of total shares issued
by CWDN and the remaining 1 share or
represents 0.145 owned by related party.
PT.Aracord Automotive Industry (“AAI”)
AMI was established based on the Notarial deed
of Supianto, SH., M.Kn. No. 10 dated
28 November 2025. This deed of establishment
was approved by the Minister of Law of
the Republic of Indonesia with Decree No. AHU-
0102841.AH.01.01.TAHUN 2025 dated 1
December 2025 and was published in the State
Gazette of the Republic of Indonesia No. 97
dated 5 December 2025, Supplement No.
034009.
As at 31 March 2026, the Company
owns 124,875 shares with nominal value of
Rp 10,000 per share or represents 99.946 of
total shares issued by AAI and the remaining 1
share or represents 0.14 owned by related
party.
PT Aracord Industrial Nusantara ("AIN")
AIN was established based on the Notarial
deed of Dini Lastari Siburian, SH., No. 9 dated
6 February 2026. This deed of
establishment was approved by the Minister of
Lawof the Republic of Indonesia with
Decree No. AHU-0011584.AH.01.01.TAHUN
2026 dated 9 February 2026 and was published
in the State Gazette of the Republic of Indonesia
No. 15 dated 20 February 2026, Supplement
No. 004521.
Page 14 OCR 0.920
PT ARACORD NUSANTARA GROUP Tbk (Dahulu/Formerly PT AESLER GRUP INTERNASIONAL Tbk) DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES Lampiran - 5/55 - Schedule Catatan atas laporan keuangan konsolidasian Notes to the consolidated financial statements Pada tanggal dan untuk tahun-tahun yang berakhir As at and for the years ended 31 Januari 2026 dan 2025 31 December 2025 and 2024 (lanjutan) (continued) (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) 1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued) d. Struktur Entitas Anak (lanjutan) Berdasarkan Pasal 3 dari Anggaran Dasar Perusahaan, lingkup aktivitas usaha AIN adalah dalam bidang aktivitas keuangan dan asuransi dan real estate. Perusahaan memilki 10.000 saham dengan nilai nominal saham sebesar Rp 250.000 per lembar atau mewakili 24,99”6 dari jumlah saham yang diterbitkan oleh AIN dan 1 saham atau mewakili 0,0025Yo dimiliki oleh Surono Salem. Sampai dengan tanggal penerbitan laporan keuangan konsolidasian ini, AIN belum memulai kegiatan Operasional secara komersial. PT Aracord Pupuk Nusantara (“APUN") APUN didirikan berdasarkan Akta Notaris Dini Lastari Siburian, SH., No. 10 tanggal 6 Februari 2026. Akta pendirian ini telah mendapatkan pengesahan oleh Menteri Hukum Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU-0011796.AH.01.01.TAHUN.2026 tanggal 9 Februari 2026 dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 15 tanggal 20 Februari 2026, Tambahan 004520. Berdasarkan Pasal 3 dari Anggaran Dasar Perusahaan, lingkup aktivitas usaha APUN adalah dalam bidang industri pengolahan, perdagangan besar dan eceran, reparasi dan perawatan mobil dan sepeda motor, pengangkutan dan pergudangan. Perusahaan memilki 10.000 saham dengan nilai nominal saham sebesar Rp 250.000 per lembar atau mewakili 24,99”6 dari jumlah saham yang diterbitkan oleh APUN dan 1 saham atau mewakili 0,002574 dimiliki oleh Surono Salem. Sampai dengan tanggal penerbitan laporan keuangan konsolidasian ini, APUN belum memulai kegiatan operasional secara komersial. d. The Structure of Subsidiaries (continued) Based on Article 3 ofthe Company's Articles of Association, the scope of AIN's business activities includes financial and insurance activities and real estate. The Company owns 10,000 shares with nominal value of Rp 250,000 per share or represents 24.99Y6 of total shares issued by AIN and the remaining 1 share or represents 0.00254 owned by Surono Salem. As of the date of issuence of these consolidated financial statements, AIN has not yet commenced commercial operations. PT Aracord Pupuk Nusantara (“APUN") APUN was established based on the Notarial deed of Dini Lastari Siburian, SH., No. 10 dated 6 February 2026. This deed of establishment was approved by the Minister of Law ofthe Republic of Indonesia — with — Decree No. AHU-0011796.AH.01.01.TAHUN.2026 dated 9 February 2026 and was published in the State Gazette of the Republic of Indonesia No. 15 dated 20 February 2026, Supplement 004520. Based on Article 3 of the Company's Articles of Association, the scope of APUN's business activities includes manufacturing, wholesale and retail trade, repair and maintenance of motor vehicles and motorcycles, transportation, and warehousing. The Company owns 10,000 shares with nominal value of Rp 250,000 per share or represents 24.995 of total shares issued by APUN and the remaining 1 share or represents 0.002546 owned by Surono Salem. As of the date of issuence of these consolidated financial statements, APUN has not yet commenced commercial operations.
Page 15 OCR 0.927
PT ARACORD NUSANTARA GROUP Tbk (Dahulu/Formerly PT AESLER GRUP INTERNASIONAL Tbk) DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES Lampiran - 5/55 - Schedule Catatan atas laporan keuangan konsolidasian Notes to the consolidated financial statements Pada tanggal dan untuk tahun-tahun yang berakhir As at and for the years ended 31 Januari 2026 dan 2025 31 December 2025 and 2024 (lanjutan) (continued) (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) 1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued) e. Penyelesaian Konsolidasian Laporan Keuangan Manajemen Perusahaan bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian laporan keuangan konsolidasian ini sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia, yang diselesaikan dan disetujui untuk diterbitkan oleh Direksi Perusahaan pada tanggal 30 Maret 2026. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL Berikut ini adalah kebijakan akuntansi penting yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian Grup. Kebijakan ini telah diaplikasikan secara konsisten terhadap semua tahun yang disajikan, kecuali dinyatakan lain. a. Dasar Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian Laporan keuangan konsolidasian telah disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia (“SAK"), yang mencakup Pernyataan dan Interpretasi yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (“DSAK IAI") dan Peraturan No. VILG.7 tentang Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik. Laporan keuangan konsolidasian disusun berdasarkan konsep harga perolehan, kecuali untuk akun tertentu yang disusun berdasarkan pengukuran lain yang dijelaskan dalam masing- masing kebijakan akuntansi. Laporan keuangan konsolidasian juga disusun berdasarkan konsep akrual, kecuali untuk laporan arus kas. Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan menggunakan metode langsung dengan mengelompokkan arus kas ke dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. e. Completion of the Consolidated Financial Statements The Company's management is responsible for the preparation and presentation of the consolidated — financial — statements — in accordance — with — Indonesian — Financial Accounting Standards, which were completed and authorised for issuance by the Company's Directors on 30 March 2026. MATERIAL INFORMATION ACCOUNTING POLICIES Presented below are the significant accounting policies adopted in preparing the consolidated financial statements of the Group. These policies have been consistently applied to all of the years presented, unless otherwise stated. a. Basis of Preparation of the Consolidated Financial Statements The consolidated financial statements have been prepared in accordance with Indonesian Financial Accounting Standards (“IFAS”), which comprise the Statements and Interpretations issued by the Financial Accounting Standards Board of the Institute of Indonesian Institute of Accountants (“DSAK IAI”) and Regulation No. VIILG.7 — on Financial — Statements Presentations and Disclosures of Issuer or Public Companies. The consolidated financial statements have been prepared on the basis of historical cost, except for certain accounts which have been prepared based on other measuremenis as described in the respective accounting policies. The consolidated financial statements have also been prepared on the basis of accrual concept, except for the statement of cash flows. The consolidated statement of cash flows has been prepared using the direct method by classifying cash flows on the basis of operating, investing and financing activities.
Page 16 OCR 0.936
PT ARACORD NUSANTARA GROUP Tbk (Dahulu/Formerly PT AESLER GRUP INTERNASIONAL Tbk) DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES Lampiran - 5/55 - Schedule Catatan atas laporan keuangan konsolidasian Pada tanggal dan untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Januari 2026 dan 2025 (lanjutan) (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan) a. Dasar penyusunan laporan keuangan konsolidasian (lanjutan) Seluruh angka dalam laporan keuangan kosolidasian dibulatkan dan disajikan dalam Rupiah penuh (“Rp”), kecuali dinyatakan lain. Penyusunan laporan keuangan konsolidasian sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia mengharuskan penggunaan estimasi dan asumsi. Hal tersebut juga mengharuskan manajemen untuk membuat pertimbangan dalam proses penerapan kebijakan akuntansi Grup. Area yang kompleks atau memerlukan pertimbangan yang lebih tinggi atau area dimana asumsi dan estimasi dapat berdampak signifikan terhadap laporan keuangan diungkapkan di Catatan 3. Kebijakan akuntansi yang diterapkan oleh Grup adalah selaras bagi tahun-tahun yang dicakup oleh laporan keuangan konsolidasian, kecuali untuk standar akuntansi baru dan revisi seperti diungkapkan pada Catatan 2a di bawah ini. Grup telah menyusun laporan keuangan konsolidasian dengan dasar bahwa Grup akan terus beroperasi secara berkesinambungan. Perubahan pada Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (“PSAK”) Penerapan amendemen standar yang berlaku efektif mulai 1 Januari 2025, yang relevan dengan operasi Grup, namun tidak menimbulkan perubahan substansial terhadap kebijakan akuntansi Grup dan tidak memiliki efek yang material atas jumlah yang dilaporkan atas tahun berjalan atau tahun sebelumnya adalah sebagai berikut: e Amendemen PSAK 221, “Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing” tentang kekurangan ketertukaran. 2. MATERIAL Notes to the consolidated financial statements As at and for the years ended 31 December 2025 and 2024 (continued) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) ACCOUNTING INFORMATION (continued) POLICIES a. Basis of preparation of the consolidated financial statements (continued) Figures in the consolidated financial statement are rounded to and expressed in full ammount of Rupiah (“Rp”), unless otherwise stated. The preparation of consolidated financial statements in conformity with Indonesian Financial Accounting Standards reguires the use of certain critical accounting estimates. It also reguires management to exercise its judgement in the process of applying the Group's accounting policies. Areas involving a higher degree of judgement or complexity, or areas where assumptions and estimates are significant to the financial statements are disclosed in Note 3. The accounting policies adopted by the Group are consistently applied for the years covered by the consolidated financial statements, except for new and revised accounting standards as disclosed in the following Note 2a. The Group has prepared the consolidated financial statements on the basis that it will continue to operate as a going concern. Changes to the Statements of Financial Accounting Standards (“SFAS”) The adoption of the amended standard that is effective beginning 1 January 2025 which are relevant to the Group's operation, but did not result in substantial changes to the Group's accounting policies and had no material effect on the amounts reported for the current or prior financial years are as follows: # Amendment to SFAS 221, “The Effects of Changes in Foreign Exchange Rates” regarding lack of exchangeability.
Page 17 OCR 0.912
PT ARACORD NUSANTARA GROUP Tbk (Dahulu/Formerly PT AESLER GRUP INTERNASIONAL Tbk) DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES Lampiran - 5/55 - Schedule Catatan atas laporan keuangan konsolidasian Pada tanggal dan untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Januari 2026 dan 2025 (lanjutan) (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) INFORMASI KEBIJAKAN MATERIAL (lanjutan) a. Dasar Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian (lanjutan) Perubahan pada Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (“PSAK”) (lanjutan) Standar baru dan amendemen standar yang telah diterbitkan, yang relevan dengan operasi Grup, namun belum berlaku efektif untuk tahun buku yang dimulai pada tanggal 1 Januari 2025 adalah sebagai berikut: Efektif 1 Januari 2026 « Amandemen PSAK No. 107, “Instrumen Keuangan: Pengungkapan” tentang klasifikasi dan pengukuran instrumen keuangan: » Amendemen PSAK No. 109, “Instrumen Keuangan” tentang klasifikasi dan pengukuran instrumen keuangan. Efektif 1 Januari 2027 e PSAK No. 118, "Penyajian dan Pengungkapan dalam Laporan Keuangan". AKUNTANSI 2. MATERIAL INFORMATION (continued) Notes to the consolidated financial statements As atand for the years ended 31 December 2025 and 2024 (continued) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) ACCOUNTING POLICIES a. Basis of Preparation of the Consolidated Financial Statements (continued) Changes to the Statements of Financial Accounting Standards (“SFAS”) (continued) New and amended standards issued which are relevant to the Group's operation, but not yet effective for the financial year beginning 1 January 2025 are as follows: Effective 1 January 2026 » Amendment of SFAS No. 107, “Financial Instruments: Disclosures” related to classification and ' measurement of financial instrument, « Amendment of SFAS No. 109, “Financial Instruments” related to classification and measurement of financial instrument. Effective 1 January 2027 e SFAS No. 118, “Presentation and Disclosure in Financial Statements”.
Page 18 OCR 0.923
PT ARACORD NUSANTARA GROUP Tbk (Dahulu/Formerly PT AESLER GRUP INTERNASIONAL Tbk) DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES Lampiran - 5/55 - Schedule Catatan atas laporan keuangan konsolidasian Pada tanggal dan untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Januari 2026 dan 2025 (lanjutan) (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL 2. (lanjutan) b. Prinsip-Prinsip Konsolidasian Laporan keuangan konsolidasian meliputi laporan keuangan Perusahaan dan entitas anaknya. Kendali diperoleh bila Grup terekspos atau memiliki hak atas imbal hasil variabel dari keterlibatan Grup dengan investee dan memiliki kemampuan untuk memengaruhi imbal hasil tersebut melalui kekuasaannya atas investee. Dengan demikian, Grup mengendalikan investee jika dan hanya jika Grup memiliki seluruh hal berikut ini: i) Kekuasaan atas investee, yaitu hak yang ada saat ini yang memberi Grup kemampuan kini untuk mengarahkan aktivitas relevan dari investee, ii) Eksposur atau hak atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee: dan iii) Kemampuan untuk menggunakan kekuasaannya atas investee — untuk memengaruhi imbal hasil. Bila Grup tidak memiliki hak suara atau hak serupa secara mayoritas atas suatu investee, Grup mempertimbangkan semua fakta dan keadaan yang relevan dalam mengevaluasi apakah mereka memiliki kekuasaan atas investee, termasuk: i) Pengaturan kontraktuai dengan pemegang hak suara lainnya pada investee, ii) Hak-hak yang timbul dari pengaturan kontraktual lain: dan ii) Hak suara dan hak suara potensial yang dimiliki Grup. Grup menilai kembali apakah mereka mengendalikan investee bila fakta dan keadaan mengindikasikan adanya perubahan terhadap satu atau lebih dari ketiga elemen dari pengendalian. Konsolidasi atas entitas anak dimulai sejak Grup memeroleh pengendalian atas entitas anak dan berakhir pada saat Grup kehilangan pengendalian atas entitas anak. Aset, liabilitas, penghasilan dan beban dari entitas anak yang diakuisisi pada tahun tertentu disertakan dalam laporan keuangan konsolidasian sejak tanggal Grup memeroleh kendali sampai tanggal Grup tidak lagi mengendalikan entitas anak tersebut. MATERIAL Notes to the consolidated financial statements As at and for the years ended 31 December 2025 and 2024 (continued) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) ACCOUNTING POLICIES INFORMATION (continued) b. Principles of Consolidation The consolidated financial statements comprise the financial statements of the Company and its subsidiaries. Control is achieved when the Group is exposed, or has rights, to variable returns from its involvement with the investee and has the ability to affect those returms through its power over the investee. Thus, the Group controls an investee if and only if the Group has all of the following: I) Power over the investee, that is existing rights that give the Group current ability to direct the relevant activities of the investee, ii) Exposure or rights, to variable returns from its involvement with the investee, and iii) The ability to use its power over the investee to affect the returns. When the Group has less than a majority of the voting or similar rights of an investee, the Group considers all relevant facts and circumstances in assessing whether it has power over an investee, including: i) The contractual arrangements with the other vote holders of the investee, ii) Rights arising from other contractual arrangemenits, and iii) The Group's voting rights and potential voting rights. The Group re-assesses whether or not it controls an investee if facts and circumstances indicate that there are changes to one or more of the three elemenis of control. Consolidation of a subsidiaries begins when the Group Obtains control over the subsidiaries and ceases when the Group loses control of the subsidiaries. Assets, liabilities, income and expenses of a Subsidiaries acguired during the year are included in the consolidated financial statements from the date the Group gains control until the date the Group ceases to control the subsidiaries.
Page 19 OCR 0.937
PT ARACORD NUSANTARA GROUP Tbk (Dahulu/Formerly PT AESLER GRUP INTERNASIONAL Tbk) DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES Lampiran - 5/55 - Schedule Catatan atas laporan keuangan konsolidasian Pada tanggal dan untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Januari 2026 dan 2025 (lanjutan) (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan) b. Prinsip-Prinsip Konsolidasian (lanjutan) Seluruh laba rugi konsolidasian dan setiap komponen Penghasilan Komprehensif Lain (“PKL”) diatribusikan pada pemilik entitas induk dan pada Kepentingan Non-Pengendali (“KNP"), walaupun hal ini akan menyebabkan saldo KNP yang defisit. Bila dipandang perlu, penyesuaian dilakukan terhadap laporan keuangan entitas anak untuk diselaraskan dengan kebijakan akuntansi Grup. Seluruh aset dan liabilitas, ekuitas, penghasilan dan beban dan arus kas atas transaksi antar anggota Grup dieliminasi sepenuhnya pada saat konsolidasian. Perubahan dalam bagian kepemilikan entitas induk pada entitas anak yang tidak mengakibatkan hilangnya pengendalian, dicatat sebagai transaksi ekuitas. Bila kehilangan pengendalian atas suatu entitas anak, maka Grup menghentikan pengakuan atas aset, liabilitas dan komponen lain dari ekuitas terkait, dan selisihnya diakui pada laba rugi konsolidasian. Bagian dari investasi yang tersisa diakui pada nilai wajar. Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing Mata uang pelaporan yang digunakan pada laporan keuangan konsolidasian adalah Rupiah, yang merupakan mata uang fungsional Grup dan entitas anak. Transaksi dalam mata uang asing dicatat dalam Rupiah berdasarkan kurs yang berlaku pada saat transaksi dilakukan. Pada tanggal pelaporan, aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing dijabarkan sesuai dengan rata-rata kurs jual dan beli yang diterbitkan oleh Bank Indonesia pada tanggal transaksi perbankan terakhir untuk periode yang bersangkutan, dan laba atau rugi kurs yang timbul, dikreditkan atau dibebankan pada operasi periode yang bersangkutan. Notes to the consolidated financial statements As at and for the years ended 31 December 2025 and 2024 (continued) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) MATERIAL ACCOUNTING POLICIES INFORMATION (continued) b. Principles of Consolidation (continued) Consolidated profit or loss and each component of Other Comprehensive Income (“OCI”) are attributed to the eguity holders of the parent of the Group and to the Non-Controlling Interests (“NCI"), even if this results in the NCI having a deficit balance. When necessary, adjustments are made to the financial statements of subsidiary to bring their accounting policies into line with the Group's accounting policies. /AII intra-group assets and liabilities, eguity, income, expenses and cash flows relation to transactions between members of the Group are eliminated in full on consolidation. Changes in the parent's ownership interest in a subsidiaries, without a loss of control, is accounted for as an eguity transaction. If the Group losses control over a subsidiaries, it derecognises the related assets, liabilities, and other component of eguity, while the difference is recognised in the consolidated profit or loss. Any investment retained is recognised at fair value. Foreign Balances Currency Transactions and The reporting currency used in the consolidated financial statements is the Indonesian Rupiah, which is also the functional currency of the Group and subsidiaries. Transactions involving foreign currencies are recorded in Rupiah at the rates of exchange prevailing at the time the transactions are made. At the reporting date, monetary assets and liabilities denominated in foreign currencies are adjusted to reflect the average of the selling and buying rates of exchange prevailing at the last banking transaction date of the period, as published by Bank Indonesia, and any resulting gains or losses are credited or charged to operations of the current period.
Page 20 OCR 0.935
PT ARACORD NUSANTARA GROUP Tbk (Dahulu/Formerly PT AESLER GRUP INTERNASIONAL Tbk) DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES Lampiran - 5/55 - Schedule Catatan atas laporan keuangan konsolidasian Pada tanggal dan untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Januari 2026 dan 2025 (lanjutan) (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan) d. Transaksi dengan Pihak-Pihak Berelasi Grup melakukan transaksi dengan pihak-pihak berelasi sebagaimana didefinisikan dalam PSAK No. 224: "Pengungkapan pihak-pihak berelasi”. Seluruh transaksi yang dilakukan dengan pihak-pihak berelasi, baik dilakukan dengan kondisi dan persyaratan yang sama dengan pihak ketiga maupun tidak, diungkapkan pada catatan atas laporan keuangan konsolidasian. Instrumen Keuangan Instrumen keuangan adalah setiap kontrak yang menambah nilai aset keuangan bagi satu entitas dan liabilitas keuangan atau ekuitas bagi entitas lain. Grup menerapkan PSAK No. 107, “Instrumen Keuangan”. Grup mengklasifikasikan instrumen keuangan dalam bentuk aset keuangan dan liabilitas keuangan. Aset Keuangan Aset keuangan diklasifikasikan dalam kategori: i) Aset keuangan diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi atau penghasilan komprehensif lain, dan ii) Aset keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi. Klasifikasi dan pengukuran aset keuangan harus didasarkan pada bisnis model dan arus kas kontraktual - apakah semata-mata dari pembayaran pokok dan bunga. Manajemen menentukan klasifikasi aset keuangan tersebut pada pengakuan awal, perubahan setelah penerapan awal sangat jarang terjadi. Pada tanggal 31 Januari 2026 dan 2025, Grup hanya memiliki aset keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi. Grup mengukur aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi jika kedua kondisi berikut dipenuhi: - Dimiliki untuk mendapatkan arus kas kontraktual hingga jatuh tempo: dan 2. MATERIAL Notes to the consolidated financial statements As at and for the years ended 31 December 2025 and 2024 (continued) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) ACCOUNTING INFORMATION (continued) d. Transactions with Related Parties POLICIES The Group enters into transactions with related parties as defined in SFAS No. 224: “Related parties disclosures”. All transactions with related parties, whether or not made at similar terms and conditions as those done with third parties, are disclosed in the notes to consolidated financial statements. e. Financial Instrument A financial instrument is any contract that gives rise to a financial asset of one entity and a financial liability or eguity instrument of another entity. @ Group has applisd SFAS No. 107, inancial Instruments”. The Group classifies the financial instruments in the form of financial assets and financial liabilities. Financial Assets Financial assets are classified into three categories as follows: I) Financial assets measured at fair value through profit or loss (“FVTPL”) or through other comprehensive income (“FVTOCP”), and Ii) Financial assets at amortised cost. Classification and measurement of financial assets are based on the business model and contractual cash flows - whether from solely principal and interest payment. Management determines the classification of its financial assets at initial recognition, changes after initial implementation are very rare. As at 31 December 2025 and 2024, the Group only has financial assets measured at amortised cost. The Group measures financial assets at amortised cost if both of the following conditions are met: - Held to collect contractual cash flows till maturity: and
Page 21 OCR 0.934
PT ARACORD NUSANTARA GROUP Tbk (Dahulu/Formerly PT AESLER GRUP INTERNASIONAL Tbk) DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES Lampiran - 5/55 - Schedule Catatan atas laporan keuangan konsolidasian Pada tanggal dan untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Januari 2026 dan 2025 (lanjutan) (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan) e. Instrumen Keuangan (lanjutan) Aset Keuangan (lanjutan) - Arus kas yang dihasilkan semata-mata berasal dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang. Aset keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi meliputi kas di bank dan piutang usaha. Aset keuangan diklasifikasikan sebagai aset lancar, jika jatuh tempo dalam waktu 12 bulan, jika tidak maka aset keuangan ini diklasifikasikan sebagai aset tidak lancar. Aset keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi pada awalnya diakui sebesar nilai wajarnya ditambah dengan biaya- biaya transaksi dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi — dengan menggunakan metode suku bunga efektif, setelah dikurangi dengan penurunan nilai. Biaya perolehan yang diamortisasi dihitung dengan memperhitungkan diskonto atau premi atas biaya akuisisi atau biaya yang merupakan bagian integral dari suku bunga efektif tersebut. Amortisasi suku bunga efektif dicatat dalam laporan laba rugi konsolidasian. Metode suku bunga efektif Metode suku bunga efektif adalah metode yang digunakan untuk menghitung biaya perolehan diamortisasi dari instrumen keuangan dan metode untuk mengalokasikan pendapatan bunga selama periode yang relevan. Suku bunga efektif adalah suku bunga yang secara tepat mendiskontokan estimasi penerimaan kas di masa datang (mencakup seluruh komisi dan bentuk lain yang dibayarkan dan diterima oleh para pihak dalam kontrak yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari suku bunga efektif, biaya transaksi dan premium dan diskonto lainnya) selama perkiraan umur instrumen keuangan, jika lebih tepat, digunakan periode yang lebih singkat untuk memperoleh nilai tercatat bersih dari aset keuangan pada saat pengakuan awal. Notes to the consolidated financial statements As at and for the years ended 31 December 2025 and 2024 (continued) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICIES INFORMATION (continued) e. Financial Instrument (continued) Financial Assets (continued) - The cash flows are arising from solely payments of principal and interest on the principal amount outstanding. Financial assets measured at amortised cost consist of cash in banks and trade receivables. Financial assets in this category are classified as current assets ifexpected to be settled within 12 months, otherwise, they are ciassified as non-current. Financial assets measured at amortised cost are recognised initially at fair value plus transaction costs and subseguently measured at amortised cost using the effective interest rate method, less impairment. Amortised cost is calculated by taking into account any discount Or premium on acguisition fees or costs that are an integral part of the effective interest rate. The effective interest rate amortisation is included in the consolidated profit or loss. Effective interest method The effective interest method is a method of calculating the amortised cost of a financial instrument and of allocating interest income over the relevant period. The effective interest rate is the rate that exactly discounts estimated future cash receipts (including all fees and points paid or received that form an integral part of the effective interest rate, transaction costs and other premiums or discounts) through the expected life of the financial instrument, where appropriate. a shorter period to obtain the net carrying amount of financial assets at initial recognition.
Page 22 OCR 0.939
PT ARACORD NUSANTARA GROUP Tbk (Dahulu/Formerly PT AESLER GRUP INTERNASIONAL Tbk) DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES Lampiran - 5/55 - Schedule Catatan atas laporan keuangan konsolidasian Pada tanggal dan untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Januari 2026 dan 2025 (lanjutan) (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan) e. Instrumen Keuangan (lanjutan) Aset Keuangan (lanjutan) Penurunan nilai aset keuangan Pada tanggal akhir periode pelaporan, Grup mengevaluasi kerugian kredit ekspektasian dengan mempertimbangkan informasi yang bersifat forward-looking terhadap aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi dan biaya perolehan diamortisasi. Aset keuangan tersebut mengalami penurunan nilai ketika satu atau lebih peristiwa yang memiliki dampak merugikan atas estimasi arus kas masa depan telah terjadi. Penurunan nilai tersebut diakui dalam laba rugi konsolidasian. Grup mengakui cadangan untuk kerugian kredit ekspektasian (“KKE") untuk seluruh aset keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi. KKE didasarkan pada perbedaan antara arus kas kontraktual yang tertuang dalam kontrak dan seluruh arus kas yang diharapkan akan diterima Grup, didiskontokan menggunakan suku bunga efektif awal. Arus kas yang diharapkan akan diterima tersebut mencakup arus kas dari penjualan agunan yang dimiliki atau perluasan kredit lainnya yang merupakan bagian integral dari persyaratan kontrak. KKE diakui dalam dua tahap. Untuk risiko kredit atas instrumen keuangan yang tidak mengalami peningkatan secara signifikan sejak pengakuan awal, pengukuran penyisihan kerugian dilakukan sejumlah KKE 12 bulan. Untuk risiko kredit atas instrumen keuangan yang mengalami peningkatan secara signifikan sejak pengakuan awal, penyisihan kerugian dilakukan sepanjang sisa umurnya, terlepas dari waktu terjadinya default (sepanjang umur KKE) Karena piutang usaha tidak memiliki komponen pembiayaan signifikan, Grup menerapkan pendekatan yang disederhanakan dalam perhitungan kerugian kredit ekspektasian. Oleh karena itu, Grup tidak menelusuri perubahan dalam risiko kredit, namun justru mengakui penyisihan kerugian berdasarkan kerugian kredit ekspektasian sepanjang umurnya pada setiap tanggal pelaporan. Grup membentuk matriks provisi berdasarkan pengalaman kerugian kredit masa lampau, disesuaikan dengan perkiraan masa depan atas faktor yang spesifik untuk debitur dan lingkungan ekonomi. 2. MATERIAL Notes to the consolidated financial statements As at and for the years ended 31 December 2025 and 2024 (continued) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) ACCOUNTING INFORMATION (continued) e. Financial Instrument (continued) POLICIES Financial Assets (continued) Impairment of financial assets At the end of the reporting period, the Group assesses ihe expected credit losses by considering the forward-looking information associated with the financial assets measured at fair value through profit or loss and amortised cost. The financial assets are impaired when one or more events that have a defrimental impact on the estimated future cash flows have occurred. Any impairment is recognised in the consolidated profit or loss. The Group recognises an allowance for expected credit losses (“ECL”) for all financial assets at amortised costs. ECL is based on the difference between the contractual cash flows due in accordance with the contract and all the cash flows that the Group expects to receive, discounted at an approximation of the original effective interest rate. The expected cash fiows will include cash lows from the sale of collateral held or other credit enhancements that are integral to the contractual terms. ECL is recognised in two stages. For credit exposures for which there has not been a significant increase in credit risk since initial recognition, ECL is provided for credit losses that result from default events that are possible within the next 12-months (a 12-month ECL). For those credit exposures for which there has been a significant increase in credit risk since initial recognition, a loss allowance is reguired for credit losses expected over the remaining life of the exposure, irrespective of the timing of the default (a lifetime ECL). Because its trade receivables do not contain significant financing component, the Group applies a simplified approach in calculating expected credit loss. Therefore, the Group does not track changes in credit risk, but instead recognises a loss allowance based on lifetime expected credit loss at each reporting date. The Group established a provision matrix that is based on its historical credit loss experience, adjusted for forward-looking factors specific to the debtors and the economic environment.
Page 23 OCR 0.922
PT ARACORD NUSANTARA GROUP Tbk (Dahulu/Formerly PT AESLER GRUP INTERNASIONAL Tbk) DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES Lampiran - 5/55 - Schedule Catatan atas laporan keuangan konsolidasian Pada tanggal dan untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Januari 2026 dan 2025 (lanjutan) (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan) e. Instrumen Keuangan (lanjutan) Aset Keuangan (lanjutan) Penurunan nilai aset keuangan (lanjutan) Nilai tercatat aset keuangan tersebut dikurangi dengan kerugian penurunan nilai secara langsung atas aset keuangan, kecuali piutang yang nilai tercatatnya dikurangi melalui penggunaan akun penyisihan piutang. Jika piutang tidak tertagih, piutang tersebut dihapuskan melalui akun penyisihan piutang. Pemulihan kemudian dari jumlah yang sebelumnya telah dihapuskan dikreditkan terhadap akun penyisihan. Perubahan nilai tercatat akun penyisihan piutang diakui dalam laporan laba rugi konsolidasian. Penghentian pengakuan aset keuangan Aset keuangan (atau, sesuai dengan kondisinya, bagian dari aset keuangan atau bagian dari kelompok aset keuangan serupa) terutama dihentikan pengakuannya (yaitu, dihapuskan dari laporan posisi keuangan konsolidasian Grup) ketika: & Hak untuk menerima arus kas dari aset telah berakhir: atau # Grup telah mengalihkan haknya untuk menerima arus kas dari aset atau menanggung kewajiban untuk membayar arus kas yang diterima tersebut secara penuh tanpa penundaan yang material kepada pihak ketiga berdasarkan kesepakatan 'pass-through', dan salah satu dari (a) Grup telah mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat atas aset, atau (b) Grup tidak mengalihkan maupun tidak memiliki secara substansial atas seluruh risiko dan manfaat atas aset, tetapi telah mengalihkan kendali atas aset tersebut. Notes to the consolidated financial statements As at and for the years ended 31 December 2025 and 2024 (continued) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) MATERIAL ACCOUNTING POLICIES INFORMATION (continued) e. Financial Instruments (continued) Financial Assets (continued) Impairment of financial assets (continued) The carrying amount of the financial assets is reduced by direct impairment loss on financial assets, except for the carrying amount which receivable is reduced through the use of an allowance account. When a receivable is considered uncollectible, it is written off against the allowance account. Subseguent recoveries Of amounts previously written off are credited against the allowance account. Changes in the carrying amount of the allowance account are recognised in the consolidated statement of profit or loss. Derecognition of financial assets A financial asset (or, where applicable, apartof a financial asset or part of a group of similar financial assets) is primarily derecognised (i.e., removed from the Group's consolidated statement of financial position) when: e The rights to receive cash flows from the asset have expired, or « The Group has transferred its rights to receive cash flows from the asset or has assumed an obligation to pay the received cash flows in full without material delay to a third party under a 'pass-through' arrangement, and either (a) the Group has transferred substantially all the risks and rewards of the asset, or (b) the Group has neither — transferred — nor — retained substantially all the risks and rewards of the asset, but has transferred control ofthe asset.
Page 24 OCR 0.934
PT ARACORD NUSANTARA GROUP Tbk (Dahulu/Formerly PT AESLER GRUP INTERNASIONAL Tbk) DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES Lampiran - 5/55 - Schedule Catatan atas laporan keuangan konsolidasian Pada tanggal dan untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Januari 2026 dan 2025 (lanjutan) (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan) e. Instrumen Keuangan (lanjutan) Aset Keuangan (Ianjutan) Penghentian pengakuan aset keuangan (lanjutan) Ketika Grup telah mengalihkan haknya untuk menerima arus kas dari suatu aset atau telah menandatangani kesepakatan 'pass-through', Grup mengevaluasi jika, dan sejauh mana, Grup masih mempertahankan risiko dan manfaat atas kepemilikan aset. Ketika Grup tidak mengalihkan maupun seluruh risiko dan manfaat atas aset dipertahankan secara substansial, maupun tidak mengalihkan kendali atas aset, Grup tetap mengakui aset yang dialihkan sebesar keterlibatan berkelanjutannya. Dalam kasus tersebut, Grup juga mengakui liabilitas terkait. Aset yang dialihkan dan liabilitas terkait diukur dengan basis yang mencerminkan hak dan kewajiban yang masih dipertahankan oleh Grup. Keterlibatan berkelanjutan dalam bentuk jaminan atas aset yang ditransfer, diukur pada nilai yang lebih rendah antara jumlah tercatat awal aset dan jumlah maksimum imbalan yang dibutuhkan oleh Grup untuk membayar kembali. Liabilitas Keuangan Grup mengklasifikasikan liabilitas keuangan dalam kategori pengukuran sebagai berikut: i) Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar pada laba rugi: dan ii) Liabilitas keuangan yang diukur pada biaya diamortisasi. Pada tanggal 31 Januari 2026 dan 2025, Grup hanya memiliki liabilitas keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi yang terdiri atas utang lain-lain, liabilitas sewa dan pinjaman pemegang saham yang pada awalnya diukur pada nilai wajar, setelah dikurangi biaya transaksi, dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan yang diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif. Notes to the consolidated financial statements As at and for the years ended 31 December 2025 and 2024 (continued) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICIES INFORMATION (continued) e. Financial Instruments (continued) Financial Assets (continued) Derecognition of financial assets (continued) When the Group has transferred its rights to receive cash flows from an asset orhas entered into a 'pass-through' arrangement, it evaluates if, and to what extent, it has retained the risks and rewards of ownership. When it has neither transferred nor retained substantially all of the risks and rewards of the asset, nor transferred control of the asset, the Group continues to recognise the transferred asset to the extent of its continuing involvement. In that case, the Group also recognises an associated liability. The transferred asset and the associated liability are measured on a basis that reflects the rights and obligations that the Group has retained. Continuing involvement that takes the form of a guarantee over the transferred asset is measured at the lower of the original carrying amount of the asset and the maximum amount of consideration received that the Group could be reguired to repay. Financial Liabilities The Group classifies its financial liabilities in the following measurement categories: i) Financial liabilities at fair value through profit or loss: and ii) Financial liabilities at amortised cost. As at 31 December 2025 and 2024, the Group only had financial liabilities measured at amortised cost that comprised of other payables, lease liabilities and shareholder loan which is initially measured at fair value, net of transaction costs, and are subseguently measured at amortised cost, using the effective interest rate method.
Page 25 OCR 0.927
PT ARACORD NUSANTARA GROUP Tbk (Dahulu/Formerly PT AESLER GRUP INTERNASIONAL Tbk) DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES Lampiran - 5/55 - Schedule Catatan atas laporan keuangan konsolidasian Pada tanggal dan untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Januari 2026 dan 2025 (lanjutan) (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan) e. Instrumen Keuangan (lanjutan) Penghentian pengakuan liabilitas keuangan Notes to the consolidated financial statements As at and for the years ended 31 December 2025 and 2024 (continued) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) MATERIAL ACCOUNTING POLICIES INFORMATION (continued) e. Financial Instruments (continued) Derecognition of financial liabilities Grup menghentikan pengakuan liabilitas keuangan, jika dan hanya jika, liabilitas Grup telah dilepaskan, dibatalkan atau kadaluarsa. Selisih antara jumlah tercatat liabilitas keuangan yang dihentikan pengakuannya dan imbalan yang dibayarkan dan terutang diakui dalam laba rugi konsolidasian. f. Instrumen Keuangan Disalinghapuskan Aset dan liabilitas keuangan Grup saling hapus dan nilai bersihnya disajikan dalam laporan posisi keuangan konsolidasian, jika dan hanya jika: - Saat ini memiliki hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut, dan - Bemiat untuk menyelesaikan secara neto atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara simultan. Hak yang berkekuatan hukum tersebut tidak harus bergantung pada kejadian masa depan dan harus dapat dilaksanakan dalam kegiatan usaha normal dan dalam hal gagal bayar, pailit atau kebangkrutan dari Grup atau pihak lawan. 9- Pengukuran Nilai Wajar Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada tanggal pengukuran. Pengukuran nilai wajar mengasumsikan bahwa transaksi untuk menjual aset atau mengalihkan liabilitas terjadi melalui salah satu dari berikut: i) Di pasar utama untuk aset atau liabilitas tersebut, atau ii) Jika tidak terdapat pasar utama, di pasar yang paling menguntungkan untuk aset atau liabilitas tersebut. Nilai wajar aset atau liabilitas diukur menggunakan asumsi yang akan digunakan pelaku pasar ketika menentukan harga aset atau liabilitas tersebut, dengan asumsi bahwa pelaku pasar bertindak dalam kepentingan ekonomi terbaiknya. The Group derecognises financial liabilities if, and only if, the Group's obligations are discharged, canceled or expired. The difference between the carrying amount of the financial liability derecognised and the consideration paid and payable is recognised in the consolidated profit or loss. £ Offsetting Financial Instruments The Group only offsets financial assets and liabilities and presents the net amount in the consolidated statement of financial position if, and only if: - Currently has a legally enforceable right to set off the recognised amount: and - Intend either to settle on a net basis, orto realise the asset and settle the liability Simultaneously. The legally enforceable right must not be contingent on future events and must be enforceable in the normal course of business and in the event of default, insolvency or bankruptey of the Group or the counterparty. g. Fair Value Measurement Fair value is the price that would be received to sell an asset or paid to transfer a liability in an orderly transaction between market participants at the measurement date. The fair value measurement is based on the presumption that the transaction to sell the asset or transfer the liability takes place either: i) In the principal market for the asset or liability, or ii) In the absence of a principal market, in the most advantageous market forthe asset or Tiability. The fair value of an asset or a liability ismeasured using the assumptions that market participants would use when pricing the asset or liability, assuming that market participants act in their economic best interest.
Page 26 OCR 0.926
PT ARACORD NUSANTARA GROUP Tbk (Dahulu/Formerly PT AESLER GRUP INTERNASIONAL Tbk) DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES Lampiran - 5/55 - Schedule Catatan atas laporan keuangan konsolidasian Pada tanggal dan untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Januari 2026 dan 2025 (lanjutan) (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan) 9. Pengukuran Nilai Wajar. (lanjutan) Pengukuran nilai wajar atas aset non-keuangan mempertimbangkan kemampuan pelaku pasar dalam menghasilkan keuntungan ekonomi dengan penggunaan aset pada kemampuan tertinggi dan terbaik aset atau dengan menjualnya ke pelaku pasar yang lain yang akan menggunakan aset pada kemampuan tertinggi dan terbaik. Grup menggunakan teknik penilaian yang sesuai dengan keadaan dan data yang memadai tersedia untuk mengukur nilai wajar, dengan memaksimalkan masukan yang dapat diamati yang relevan dan meminimalkan masukan yang tidak dapat diamati. Semua aset dan liabilitas yang nilai wajarnya diukur atau diungkapkan dalam laporan keuangan konsolidasian dikategorikan dalam hierarki, nilai wajar berdasarkan tingkat masukan paling rendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar secara keseluruhan sebagai berikut: i) Tingkat 1 - Harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik yang dapat diakses entitas pada tanggal pengukuran. ii) Tingkat 2 - Teknik penilaian yang menggunakan tingkat masukan yang paling rendah yang signifikan — terhadap pengukuran nilai wajar yang dapat diamati baik secara langsung atau tidak langsung. iii) Tingkat 3 - Teknik penilaian yang menggunakan tingkat masukan yang paling rendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar yang tidak dapat diamati. Untuk aset dan liabilitas yang diakui dalam laporan keuangan konsolidasian secara berulang, Grup menentukan apakah terdapat perpindahan antara tingkat dalam hierarki dengan melakukan evaluasi ulang atas penetapan kategori (berdasarkan tingkat masukan paling rendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar secara keseluruhan) pada tiap akhir periode pelaporan. Untuk tujuan pengungkapan nilai wajar, Grup telah menentukan kelas aset dan liabilitas berdasarkan sifat, karakteristik, dan risiko aset atau liabilitas, dan tingkat hierarki nilai wajar seperti dijelaskan di atas. Notes to the consolidated financial statements As at and for the years ended 31 December 2025 and 2024 (continued) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) MATERIAL ACCOUNTING POLICIES INFORMATION (continued) 9g. Fair Value Measurement (continued) A fair value measurement of a non-financial asset takes into account a market participant's ability to generate economic benefits by using the asset in its highest and best use or by selling it to another market participant that would use the asset in its highest and best use. The Group uses valuation technigues that are appropriate in the circumstances and for which sufficient data are available to measure fair value, maximising the use of relevant observable inputs and minimising the use of unobservable inputs. All assets and liabilities for which fair value ismeasured — or disclosed — in the consolidated financial Statements are categorised within the fair value hierarchy, described as follows, based on the lowest level input that is significant to the fair value measurement as a whole: i) Level 1 - @uoted (unadjusted) market prices in active markets for identical assets or liabilities which can be accessed by the entity of measurement date. ii) Level 2 - Valuation technigues for which the lowest level input that is significant to the fair value measurement is directly or indirectly observable. iii) Level 3 - Valuation technigues for which the lowest level input that is significant to the fair value measurement is unobservable. For assets and liabilities that are recognised in the consolidated financial statements on a recurring basis, the Group determines whether transfers have occurred between levels in the hierarchy by re-assessing categorisation (based on the lowest level input that is significant to the fair value measurement as a whole) at the end of each reporting period. For the purpose of fair value disclosures, the Group have determined classes of assets and liabilities on the basis of the nature, Characteristics and risks of the asset or liability and the level of the fair value hierarchy as explained above.
Page 27 OCR 0.928
PT ARACORD NUSANTARA GROUP Tbk (Dahulu/Formerly PT AESLER GRUP INTERNASIONAL Tbk) DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES Lampiran - 5/55 - Schedule Catatan atas laporan keuangan konsolidasian Notes to the consolidated financial statements Pada tanggal dan untuk tahun-tahun yang berakhir As at and for the years ended 31 Januari 2026 dan 2025 31 December 2025 and 2024 (lanjutan) (continued) (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) 2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICIES (lanjutan) INFORMATION (continued) h. Klasifikasi Lancar dan Tidak Lancar h. Current and Non-current Classification Grup menyajikan aset dan liabilitas dalam The Group presents assets and liabilities in the laporan posisi keuangan — konsolidasian consolidated statement of financial position berdasarkan klasifikasi lancar/tidak lancar. Suatu based on current/non-current classification. An aset disajikan lancar bila: asset is current when it is: i) Akan direalisasi, dijual atau dikonsumsi dalam i) Expected to be realised or intended to be siklus operasi normal, sold or consumed in the normal operating cycle, ii) Dimiliki untuk tujuan diperdagangkan: ii) Held primarily for the purpose of trading, il) Akan direalisasi dalam 12 bulan setelah iii) Expected to be realised within 12 months tanggal pelaporan: atau after the reporting period, or iv)Kas atau setara kas kecuali yang dibatasi iv) Cash or cash eguivalent unless restricted penggunaannya atau akan digunakan untuk from being exchanged or used to settle a melunasi suatu liabilitas dalam kurun waktu liability for at least 12 months after the 12 bulan setelah tanggal pelaporan. reporting period. Selain itu, aset diklasifikasikan sebagai tidak Other than that, assets are classified as non- lancar. current. Suatu liabilitas disajikan lancar bila: A liability is current when it is: i) Akan dilunasi dalam siklus operasi normal, i) Expected to be setiled in the normal operating cycle, ti) Dimiliki untuk tujuan diperdagangkan, ii) Held primarily for the purpose of trading, ii) Akan dilunasi dalam 12 bulan setelah tanggal Iii) Due to be settled within twelve months after pelaporan, atau the reporting period: or iv)Tidak ada hak tanpa syarat untuk iv) There is no unconditional right to defer the menangguhkan pelunasannya dalam kurun settlement of the liability for at least twelve waktu 12 bulan setelah tanggal pelaporan. months after the reporting period. Selain itu, liabilitas diklasifikasikan sebagai tidak Other than that, liabilities are classified as lancar. non-current. Aset dan kewajiban pajak tangguhan Deferred tax assets and liabilities are classified diklasifikasikan sebagai aset dan kewajiban tidak as non-current assets and liabilities. lancar. i. Kas di Bank i. Cash in Banks Kas di bank dalam laporan posisi keuangan Cash in banks in the consolidated statement of konsolidasian terdiri dari kas di bank yang tidak financial position consist of cash in banks which dijaminkan atau dibatasi penggunaannya dan are neither pledged as collateral nor restricted memiliki risiko tidak signifikan terhadap for use and are subject to an insignificant risk of perubahan nilai. Changes in value.
Page 28 OCR 0.943
PT ARACORD NUSANTARA GROUP Tbk (Dahulu/Formerly PT AESLER GRUP INTERNASIONAL Tbk) DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES Lampiran - 5/55 - Schedule Catatan atas laporan keuangan konsolidasian Pada tanggal dan untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Januari 2026 dan 2025 (lanjutan) (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) Notes to the consolidated financial statements As at and for the years ended 31 December 2025 and 2024 (continued) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) 2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICIES (lanjutan) INFORMATION (continued) j- Aset Tetap J- Fixed Assets Aset tetap pada awalnya diakui sebesar harga Fixed assets are initially recognised at cost, perolehan, kecuali tanah, dikurangi dengan @xcept land, less accumulated depreciation and akumulasi penyusutan dan penurunan nilai, jika impairment, if any. ada. Hak atas tanah dinyatakan sebesar biaya Land rights are stated at cost and not perolehan dan tidak disusutkan karena depreciated because management believes manajemen berpendapat bahwa besar that it is probable the land rights can be kemungkinan hak atas tanah tersebut dapat renewed/extended on maturity. diperbaharui/diperpanjang pada saat jatuh tempo. Biaya setelah perolehan awal termasuk dalam Subseguent costs are included in the asset's jumlah tercatat aset atau diakui sebagai aset carrying amount or recognised as a separate yang terpisah, mana yang lebih tepat, ketika asset, as appropriate, when it is probable that terdapat kemungkinan bahwa manfaat di masa future benefits associated with the item will flow depan berkenaan dengan aset tersebut akan to the Group and the cost of the item can be mengalir ke Grup dan biaya tersebut dapat diukur reliably measured. The carrying amount of the secara andal. Jumlah tercatat komponen yang replaced part is derecognised during the diganti dihentikan pengakuannya pada tahun di financial year in which they are incurred. All mana pada saat penggantian tersebut terjadi. other repairs and maintenance are charged to Seluruh biaya perbaikan dan pemeliharaan consolidated profit or loss. dibebankan ke dalam laba rugi konsolidasian. Aset tetap disusutkan sampai dengan nilai Fixed assets are depreciated to their residual sisanya dengan menggunakan metode garis value using the straight-line method, based on lurus, berdasarkan estimasi masa manfaat aset the estimated useful lives of the fixed assets as tetap sebagai berikut: follows: Tahun/ Years Perabotan kantor 3-8 Office furniture Peralatan kantor 3-4 Office eguipment Nilai residu, masa manfaat dan metode penyusutan ditelaah dan jika perlu disesuaikan, pada setiap akhir periode pelaporan. Nilai tercatat aset segera diturunkan sebesar jumlah yang dapat dipulihkan jika nilai tercatat aset lebih besar dari estimasi jumlah yang dapat dipulihkan. Jumlah tercatat aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau ketika tidak ada manfaat ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Laba atau rugi yang timbul dari penghentian pengakuan aset (dihitung sebagai perbedaan antara jumlah neto hasil pelepasan dan jumlah tercatat dari aset) dimasukkan dalam laporan laba rugi konsolidasian pada tahun aset tersebut dihentikan pengakuannya. The asset's residual values, useful lives and depreciation method are reviewed and adjusted if appropriate, at the end of each reporting period. An asset carrying amount is written down immediately to its recoverable amount if the assets carrying amount is greater than its estimated recoverable amount. The carrying amount of fixed assets is derecognised upon disposal or when no future economic benefits are expected from its use or disposal. Any gain or loss arising on derecognition of the asset (calculated as the difference between the net disposal proceeds and the canying amount of the asset) is included in the consolidated statement of profit or loss in the year the asset is derecognised.
Page 29 OCR 0.922
PT ARACORD NUSANTARA GROUP Tbk (Dahulu/Formerly PT AESLER GRUP INTERNASIONAL Tbk) DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES Lampiran - 5/55 - Schedule Catatan atas laporan keuangan konsolidasian Pada tanggal dan untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Januari 2026 dan 2025 (lanjutan) (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan) k. Sewa Sewa adalah suatu perjanjian dimana pesewa memberikan kepada penyewa hak untuk menggunakan suatu aset selama periode waktu yang disepakati dan penyewa sebagai imbalannya melakukan pembayaran atau serangkaian pembayaran kepada pesewa. Pada tanggal permulaan kontrak, Grup menilai apakah kontrak merupakan, atau mengandung, sewa. Suatu kontrak merupakan, atau mengandung sewa jika kontrak tersebut memberikan hak untuk — mengendalikan penggunaan aset identifikasian selama suatu jangka waktu untuk dipertukarkan dengan imbalan. Untuk menguji apakah suatu kontrak memberikan hak untuk mengendalikan aset identifikasian, Grup menguji apakah: Kontrak melibatkan penggunaan aset identifikasian, ini dapat ditentukan secara eksplisit atau implisit dan harus berbeda secara fisik atau mewakili secara substantial semua kapasitas aset yang berbeda secara fisik. Jika pemasok memiliki hak substitusi substantif, maka aset tidak teridentifikasi, Grup memiliki hak untuk memeroleh secara substansial semua manfaat ekonomi dari penggunaan aset selama periode penggunaan, Grup memiliki hak untuk mengarahkan penggunaan aset. Grup memiliki hak ini ketika hak pengambilan keputusan yang paling relevan untuk mengubah bagaimana dan untuk apa tujuan aset tersebut. Dalam kasus yang jarang terjadi di mana semua keputusan tentang bagaimana dan untuk tujuan apa aset itu digunakan telah ditentukan sebelumnya, Grup memiliki hak untuk mengarahkan penggunaan aset tersebut jika, «Grup memiliki hak untuk mengoperasikan aset, atau # Grup merancang aset dengan cara yang telah ditentukan sebelumnya tentang bagaimana dan untuk tujuan apa aset itu akan digunakan. Notes to the consolidated financial statements 2. MATERIAL As at and for the years ended 31 December 2025 and 2024 (continued) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) ACCOUNTING POLICIES INFORMATION (continued) k. Leases A lease is an agreement in which the lessor conveys to the lessee in return for a payment, or series of payments, the right to use an asset for an agreed period of time. At inception of a contract, the Group assess whether a contract is, or contains, a lease. A contract is, or contains, a lease if the contract conveys the right to control the use ofan identified asset for a period of time inexchange for consideration. To assess whether a contract conveys the right to controlthe use of an identifed asset, the Group assesses whether: - The contract involves the use of an identified asset this may be specified explicity or implicitly and should be physically district or represent substantially all of the capacity of a physically distinct asset. If the supplier has a substantive substitution right, then the asset is not identified, - The Group has the right to obtain substantially all of the economic benefits from use of the asset throughout the period of use, - The Group has right to direct the use of the asset. The Group has this right when it has the decision making rights that are most relevant to changing how and for what purpose the asset is use. In rare cases where all the decisions about how and for what purpose the asset is used are predetermined, the Group has the right to direct the use of the asset if either, e The Group has the right to operate the asset, or « The Group designed the asset in a way that predetermines how and for what purpose it will be used.
Page 30 OCR 0.929
PT ARACORD NUSANTARA GROUP Tbk (Dahulu/Formerly PT AESLER GRUP INTERNASIONAL Tbk) DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES Lampiran - 5/55 - Schedule Catatan atas laporan keuangan konsolidasian Pada tanggal dan untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Januari 2026 dan 2025 (lanjutan) (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan) k. Sewa (lanjutan) Pembayaran sewa yang termasuk dalam pengukuran liabilitas sewa terdiri dari: - Jumlah yang diharapkan akan dibayarkan berdasarkan jaminan residual, dan - Harga pelaksanaan di bawah opsi pembelian bahwa Grup cukup yakin untuk melakukan, pembayaran sewa dalam periode perpanjangan opsional jika Grup cukup yakin untuk melakukan opsi perpanjangan, dan penalti untuk penghentian awal dari sewa kecuali jika Grup cukup yakin tidak berakhir lebih awal. Liabilitas sewa diukur pada nilai kini pembayaran sewa yang belum dibayar. Pembayaran sewa didiskontokan dengan menggunakan suku bunga implisit dalam sewa. Jika tarif tidak dapat segera ditentukan, di mana hal tersebut secara umum terjadi pada sewa dalam Grup, suku bunga pinjaman inkremental penyewa digunakan, yaitu tarif yang harus dibayar oleh penyewa untuk meminjam dana yang diperlukan untuk memperoleh aset dengan nilai yang sama dengan aset hak-guna dalam lingkungan ekonomi serupa dengan syarat dan ketentuan yang serupa. Setiap pembayaran sewa dialokasikan antara porsi pelunasan liabilitas dan biaya keuangan. Liabilitas sewa disajikan sebagai liabilitas jangka panjang kecuali untuk bagian yang jatuh tempo dalam waktu 12 bulan atau kurang yang disajikan sebagai liabilitas jangka pendek. Unsur bunga dalam biaya keuangan dibebankan ke laba rugi konsolidasian selama masa sewa yang menghasilkan tingkat suku bunga konstan atas saldo liabilitas. Grup tidak mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa untuk: - Sewa jangka pendek yang memiliki masa sewa 12 bulan atau kurang, atau - Sewa yang asetnya bernilai-rendah. Pembayaran yang dilakukan untuk sewa tersebut dibebankan ke laba rugi konsolidasian dengan dasar garis lurus selama masa sewa. Notes to the consolidated financial statements As at and for the years ended 31 December 2025 and 2024 (continued) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICIES INFORMATION (continued) k. Leases (continued) Lease payments included in the measurement of the lease liability comprise the following: - Amounts expected to be payable under a residual guarantee, and - The exercise price under a purchase option that the Group is reasonably certain to exercise, lease payments in an optional renewal period if the Group is reasonably certain to exercise an extension option, and penalties for early termination of a lease unless the Group is reasonably certain not to terminate early. Lease liabilities are measured at the present value of the lease payments that are not paid. The lease payments are discounted using the interest rate implicit in the lease. If the rate cannot be readily determined, which is generally the case for leases in the Group, the lessee's incremental borrowing rate is used, being the rate that the individual lessee would have to pay to borrow the funds necessary to obtain an asset of similar value to the right-of- use asset in a similar economic environment with similar terms and conditions. Each lease payment is allocated between the seftlement portion of liability and finance cost. Lease liabilities are classifed in long-term liabilities except for those with maturities of 12 months or less which are included in current liabilities. The interest element of the finance cost is charged to the consolidated profit or loss over the lease period so as to produce a constant rate of interest on the remaining balance of the liability. The Group does not to recognise right-of-use assets and lease liabilities for: - Short-term leases that havealease termof 12 months or less, or - Leases with low-value assets. Payments under those leases are charged to the consolidated profit or loss on a straight-line basis over the period of the lease.
Page 31 OCR 0.931
PT ARACORD NUSANTARA GROUP Tbk (Dahulu/Formerly PT AESLER GRUP INTERNASIONAL Tbk) DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES Lampiran - 5/55 - Schedule Catatan atas laporan keuangan konsolidasian Pada tanggal dan untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Januari 2026 dan 2025 (lanjutan) (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) Notes to the consolidated financial statements As at and for the years ended 31 December 2025 and 2024 (continued) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) 2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICIES INFORMATION (continued) (lanjutan) I. Pengakuan Pendapatan dan Beban Grup menerapkan PSAK No. 115: “Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan” yang mensyaratkan pengakuan pendapatan memenuhi 5 langkah penilaian sebagai berikut: 1. Identifikasi kontrak dengan pelanggan dengan kriteria berikut: # Kontrak telah disetujui oleh pihak-pihak terkait dalam kontrak. e Grup dapat mengidentifikasi hak dari pihak-pihak terkait dan jangka waktu pembayaran dari barang atau jasa yang akan dialihkan. # Kontrak memiliki substansi komersial. #« Besar kemungkinan Grup akan menerima imbalan atas barang atau jasa yang dialihkan. 2. Identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak. Kewajiban pelaksanaan merupakan janji-janji dalam kontrak untuk menyerahkan barang atau jasa yang memiliki karakteristik pelanggan. 3. Penetapan harga transaksi. Harga transaksi merupakan jumlah imbalan yang berhak diperoleh suatu entitas sebagai kompensasi atas diserahkannya barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan. Jika imbalan yang dijanjikan di kontrak mengandung suatu jumlah yang bersifat variabel, maka Grup membuat estimasi jumlah imbalan tersebut sebesar jumlah yang diharapkan berhak diterima atas diserahkannya barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan dikurangi dengan estimasi jumlah jaminan kinerja jasa yang akan dibayarkan selama periode kontrak. 4. Alokasi harga transaksi ke setiap kewajiban pelaksanaan dengan menggunakan dasar harga jual berdiri sendiri relatif dari setiap barang atau jasa berbeda yang dijanjikan di kontrak. Ketika tidak dapat diamati secara langsung, harga jual berdiri sendiri relatif diperkirakan berdasarkan biaya yang diharapkan ditambah marjin. 5. Pengakuan pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi dengan menyerahkan barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan (ketika pelanggan telah memiliki kendali atas barang atau jasa tersebut). L Revenue and Expenses Recognition The Group has applied SFAS No. 115: “Revenue from Contracts with Customers" which reguires revenue recognition to fulfill 5 steps of assessment as follows: 1. Identify the contract with customers with certain criteria as follows: « The contract has been agreed by the parties involved in the contract. e The Group can identify the rights of relevant parties and the terms of payment for the goods or services to be transferred. « The contract has commercial Substance. # It is possible that the Group will receive benefits for the goods or services transferred. 2. Identify the performance obligations in the contract. Performance obligations are promises in a contract to transfer to customer goods or services that are distinct. 3. Determine the transaction price. The transaction price is the amount of consideration to which an entity expects to be entitled in exchange for transferring promised goods or services to a customer. If the consideration promised in a contract includes a variable amount, the Group estimates the amount of consideration to which it expects to be entitled in exchange for transferring the promised goods or services to a customer less the estimated amount of service level guarantee which will be paid during the contract period. 4. Allocate the transaction price to each performance obligation on the basis of the relative stand-alone selling prices of each distinct good or service promised in the contract. Where these are not directly observable, the relative stand-alone selling prices are estimated based on expected cost plus margin. 5. Recognise revenue when the performance obligation is satisfied by transferring promised goods or services toa customer (which is when the customer obtains control of that goods or services).
Page 32 OCR 0.938
PT ARACORD NUSANTARA GROUP Tbk (Dahulu/Formerly PT AESLER GRUP INTERNASIONAL Tbk) DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES Lampiran - 5/55 - Schedule Catatan atas laporan keuangan konsolidasian Pada tanggal dan untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Januari 2026 dan 2025 (lanjutan) (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan) Pengakuan Pendapatan dan Beban (lanjutan) Kewajiban pelaksanaan dapat dipenuhi dengan cara sebagai berikut: 5 2. Grup Pada waktu tertentu (umumnya janji untuk mengalihkan barang ke pelanggan): atau Sepanjang waktu (umumnya janji untuk mengalihkan jasa ke pelanggan). Untuk kewajiban pelaksanaan yang dipenuhi sepanjang waktu, Grup memilih ukuran penyelesaian yang sesuai untuk penentuan jumlah pendapatan yang harus diakui karena telah terpenuhinya kewajiban pelaksanaan. mengakui pendapatan berdasarkan masing-masing berikut: 1. Grup mengakui pendapatan dari jasa konsultasi konstruksi pada titik waktu tertentu dan menerapkan istilah pendapatan ditangguhkan — untuk — mendeskripsikan liabilitas kontrak. Grup mengakui pendapatan dari kontrak konstruksi diakui sepanjang waktu yang dicatat dengan menggunakan metode persentase penyelesaian. Dengan metode ini, pendapatan yang diakui setara dengan estimasi terbaru dari total nilai kontrak dikalikan dengan tingkat penyelesaian sebenarnya yang ditentukan dengan mengacu pada keadaan fisik kemajuan pekerjaan. Grup mengakui pendapatan dari jasa operasi dan pemeliharaan untuk pembangkit listrik berbahan bakar gas batubara. Grup mengadakan kontrak dengan pelanggan dan bertanggung jawab atas pemenuhan jasa yang dijanjikan. Dalam pelaksanaannya, Grup menggunakan subkontraktor untuk melakukan sebagian dan/atau seluruh aktivitas tersebut. Grup mengakui pendapatan dari jasa operasi dan pemeliharaan untuk truk listrik. Grup mengadakan kontrak dengan pelanggan dan bertanggung jawab atas pemenuhan jasa yang dijanjikan. Dalam pelaksanaannya, Grup menggunakan subkontraktor untuk melakukan sebagian dan/atau seluruh aktivitas tersebut. Notes to the consolidated financial statements As at and for the years ended 31 December 2025 and 2024 (continued) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICIES INFORMATION (continued) IL Revenue and Expenses Recognition (continued) Performance obligation may be satisfied at the following: 1. Point in time (typically for promises to transfer goods to a customer), or 2. Over the time (typically for promises to transfer services to a customer). For a performance obligation satisfied over the time, the Group selects an appropriate measure of progress to determine the amount of revenue that should be recognised as the performance obligation is satisfed. The Group recognises revenue based on each of the following: 1. The Group recognised revenue from construction consulting services at a point in time and use deferred consulting and construction revenue to describe contract liability. 2. The Group recognised revenues from construction contracts are recognised over time which accounted for using the percentage of completion method. Under this method, the revenue recognised eguals the latest estimate of the total value of the contract multiplied by the actual completion rate determined by reference to the physical state of progress of the works. 3. The Group recognised revenues from operation and maintenance services for coal gasification power plants. The Group enters into contracts with customers and is responsible for fulfiling the promised services. In carrying out these services, the Group engages subcontractors to perform part and/or all of the activities. 4. The Group recognised revenues from operation and maintenance services for electric trucks. The Group enters into contracts with customers and is responsible for fulfiling the promised services. In carrying out these services, the Group engages subcontractors to perform part and/or all of the activities.
Page 33 OCR 0.937
PT ARACORD NUSANTARA GROUP Tbk (Dahulu/Formerly PT AESLER GRUP INTERNASIONAL Tbk) DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES Lampiran - 5/55 - Schedule Catatan atas laporan keuangan konsolidasian Pada tanggal dan untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Januari 2026 dan 2025 (lanjutan) (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL 2. MATERIAL (lanjutan) Pengakuan Pendapatan dan Beban (lanjutan) Pertimbangan dibutuhkan dalam menentukan apakah Grup merupakan prinsipal atau agen dalam transaksinya dengan pelanggan. Grup mengevaluasi penyajian pendapatan secara bruto atau bersih berdasarkan apakah Grup mengendalikan jasa yang diberikan kepada pelanggan. Grup merupakan prinsipal (“bruto”) jika mengendalikan jasa yang diberikan kepada pelanggan dan Grup merupakan agen (“bersih”) jika Grup mengatur pihak lain untuk dapat memberikan jasa kepada pelanggan. Grup mengevaluasi bahwa Grup mengendalikan jasa sebelum diserahkan kepada pelanggan karena Grup bertanggung jawab utama atas pemenuhan kontrak dan menanggung risiko kinerja terkait. Oleh karena itu, Grup bertindak sebagai prinsipal dan mengakui pendapatan secara bruto. Grup mengakui pendapatan secara bertahap seiring dengan pemberian jasa. Beban diakui pada saat terjadinya dengan menggunakan dasar akrual. . Perpajakan Pajak Final Peraturan pajak di indonesia menentukan bahwa jenis pendapatan tertentu dikenakan pajak final. Pajak final yang berlaku atas nilai bruto transaksi diterapkan meskipun pihak - pihak yang melakukan transaksi mengakui kerugian. Sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 9/2022 tanggal 21 Februari 2022, pendapatan dari perencanaan atau pengawasan konstruksi yang telah memiliki kualifikasi usaha, dikenakan pajak final sebesar 2,654 dari nilai kontrak jasa konsultasi konstruksi. Beban pajak final ditentukan berdasarkan jumlah pengakuan pendapatan yang dihitung berdasarkan tarif pajak final dan peraturan perpajakan yang berlaku atau secara substansial telah berlaku pada tanggal pelaporan. Notes to the consolidated financial statements As at and for the years ended 31 December 2025 and 2024 (continued) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) ACCOUNTING POLICIES INFORMATION (continued) IL Revenue and Expenses Recognition (continued) Judgement is reguired in determining whether the Group is the principal or agent in transactions with customers. The Group evaluates the presentation of revenue on a gross or net basis based on whether it controls the service provided to the customers. The Group is the principal (i.e. “gross”) if the Group controls the service provided to the customers and the Group is an agent (i.e. "net”) if the Group arranges for the other parties to provide the service to the customers. The Group assessed that it controls the services before they are transferred to customers, as it is primarily responsible for fulfiling the contracts and bears the related performance risks. Accordingly, the Group acts as a principal and recognises revenue on a gross basis, representing the total consideration to which it expects to be entitled from customers. The Group recognises revenue over time as the services are rendered. Expenses are recognised as incurred on an accrual basis. Taxation Einal Tax Tax regulation in indonesia determined that certain type of income is subject to final tax. Final tax applied to the gross value of transactions is applied even when the parties carrying the transaction recognising losses. In accordance with Government Regulation No. 9/2022 dated 21 February 2022, revenue from construction planning or construction control services who have business gualifications is subject to a final tax of 2.654 of the construction consulting service contract value. Final tax expense is determined based on revenue recognition amount computed using the final tax rates and tax regulation that has been enacted or substantively enacted at the reporting date.
Page 34 OCR 0.936
PT ARACORD NUSANTARA GROUP Tbk (Dahulu/Formerly PT AESLER GRUP INTERNASIONAL Tbk) DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES Lampiran - 5/55 - Schedule Catatan atas laporan keuangan konsolidasian Pada tanggal dan untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Januari 2026 dan 2025 (lanjutan) (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan) m. Perpajakan (lanjutan) Pajak kini Beban pajak penghasilan kini ditentukan dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku pada tanggal pelaporan. Aset dan liabilitas pajak kini diukur sebesar nilai yang diharapkan dapat terpulihkan atau akan dibayar. Pajak tangguhan Aset dan liabilitas pajak tangguhan diakui atas konsekuensi pajak periode mendatang yang timbul dari perbedaan jumlah tercatat aset dan liabilitas menurut laporan keuangan dengan dasar pengenaan pajak aset dan liabilitas. Liabilitas pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer kena pajak dan aset pajak tangguhan diakui untuk perbedaan temporer yang boleh dikurangkan, sepanjang besar kemungkinan dapat dimanfaatkan untuk mengurangi laba kena pajak pada masa datang. Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang diekspektasikan berlaku dalam tahun ketika liabiltas diselesaikan atau aset dipulihkan dengan tarif pajak (dan peraturan pajak) yang telah berlaku atau secara substantif telah berlaku pada akhir tahun pelaporan. Pengukuran aset dan liabilitas pajak tangguhan mencerminkan konsekuensi pajak yang sesuai dengan cara Grup ekspektasikan, pada akhir periode pelaporan, untuk memulihkan atau menyelesaikan jumlah tercatat aset dan liabilitasnya. Jumlah tercatat aset pajak tangguhan dikaji ulang pada akhir periode pelaporan dan dikurangi jumlah tercatatnya jika kemungkinan besar laba kena pajak tidak lagi tersedia dalam jumlah yang memadai untuk mengkompensasikan sebagian atau seluruh aset pajak tangguhan tersebut. Notes to the consolidated financial statements As at and for the years ended 31 December 2025 and 2024 (continued) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) MATERIAL ACCOUNTING POLICIES INFORMATION (continued) m. Taxation (continued) Currenttax The current income tax is calculated using tax rates that have been enacted at the reporting date. Current tax assets and liabilities are measured at the amount expected to be recovered or paid. Deferred tax Deferred tax assets and liabilities are recognised for the future tax conseguences attributable to differences between the financial statements carrying amounts of existing assets and liabilities and their respective tax bases. Deferred tax liabilities are recognised for all taxable temporary differences and deferred tax assets are recognised for deductible temporary differences to the extent that it is probable that taxable income will be available in the future period against which the deductible temporary differences can be utilised. Deferred tax assets and liabilities are measured at the tax rates that are expected to apply in the years in which the liability is settled orthe asset realised, based on the tax rates (and tax laws) that have been enacted or substantively enacted, by the end of the reporting years. The measurement of deferred tax assets and liabilities reflects the conseguences that would follow from the manner in which the Group expects, at the end of the reporting period, to recover or settle the carrying amount of its assets and liabilities. The carrying amount of deferred tax assets is reviewed at the end of each reporting year and reduced to the extent that it is no longer probable that sufficient taxable profits will be available to allow all or part of the asset to be recovered.
Page 35 OCR 0.937
PT ARACORD NUSANTARA GROUP Tbk (Dahulu/Formerly PT AESLER GRUP INTERNASIONAL Tbk) DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES Lampiran - 5/55 - Schedule Catatan atas laporan keuangan konsolidasian Pada tanggal dan untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Januari 2026 dan 2025 (lanjutan) (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL 2. MATERIAL (lanjutan) Perpajakan (lanjutan) Aset dan liabilitas pajak tangguhan saling hapus ketika Grup memiliki hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus aset pajak kini terhadap liabilitas pajak kini dan ketika aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan terkait dengan pajak penghasilan yang dikenakan oleh otoritas perpajakan yang sama serta Grup yang berbeda yang bermaksud untuk memulihkan aset dan liabilitas pajak kini dengan dasar neto. Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan Pada setiap tanggal pelaporan, Grup menilai apakah terdapat indikasi suatu aset mengalami penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut atau pada saat pengujian penurunan nilai aset diperlukan, maka Grup membuat estimasi jumlah terpulihkan aset tersebut. Jumlah terpulihkan suatu aset atau Cash Generating Unit (CGU) adalah jumlah yang lebih tinggi antara nilai wajar dikurangi biaya pelepasan dan nilai pakainya. Jika jumlah terpulihkan suatu aset lebih kecil dari nilai tercatatnya, nilai tercatat harus diturunkan menjadi sebesar terpulihkan. Kerugian penurunan nilai diakui segera dalam laba rugi kecuali berkaitan dengan aset revaluasian dimana rugi penurunan nilai diperlakukan sebagai penurunan revaluasi di penghasilan komprehensif lain. Grup mendasarkan perhitungan penurunan nilai pada rincian perhitungan anggaran atau prakiraan yang disusun secara terpisah untuk masing-masing unit penghasil kas Grup atas aset individual yang dialokasikan. Perhitungan anggaran dan prakiraan ini secara umum mencakup periode selama lima atau sepuluh tahun sesuai dengan stabilitas arus kas pertambangan terkait. Setelah periode yang dianggarkan proyeksi arus kas diestimasi dengan melakukan — ekstrapolasi proyeksi yang dianggarkan dengan menggunakan tingkat pertumbuhan jangka panjang yang tetap. Notes to the consolidated financial statements As at and for the years ended 31 December 2025 and 2024 (continued) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) ACCOUNTING POLICIES INFORMATION (continued) n. Taxation (continued) Deferred tax assets and liabilities are written off when there is a legally enforceable right to set Off current tax assets against current tax liabilities and when they relate to income taxes levied by the same taxation authority and the Group intends to settle its current tax assets and current tax liabilities on a net basis. Decrease Value of Non-Financial Assets The Group assesses at the each reporting date whether there is an indication that an asset may be impaired. If any such indication exists or when annual impairment testing for an asset is reguired, the Group makes an estimate of the asset's recoverable amount. Recoverable amount of an asset or Cash Generating Unit (CGU) is the higher amount between the fair value less costs of disposal and value in use. If the recoverable amount of an asset is less than its carrying amount, the carrying amount should be reduced to their recoverable amount. Impairment loss is recognised immediately in the statement of profit or loss and other comprehensive income unless it relates to a revalued asset where the impairment loss is treated as a revaluation decrease in other comprehensive income. The Group bases its impairment calculation on detailed budgets and forecast calculations which are prepared separately for each of the Group's cash generate unit's to which the individual assets are allocated. These budgets and forecast calculations are generally covering a period of five or ten years in accordance with the stabiliy of each mining's cash flows. Beyond the forecasted period, the estimated cash flows are determined by extrapolating the forecasted cash flows using a steady long term growth rate.
Page 36 OCR 0.937
PT ARACORD NUSANTARA GROUP Tbk (Dahulu/Formerly PT AESLER GRUP INTERNASIONAL Tbk) DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES Lampiran - 5/55 - Schedule Catatan atas laporan keuangan konsolidasian Pada tanggal dan untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Januari 2026 dan 2025 (lanjutan) (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan) 0. Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan (lanjutan) Dalam menghitung nilai pakai, estimasi arus kas masa depan bersih didiskontokan ke nilai kini dengan menggunakan tingkat diskonto sebelum pajak yang menggambarkan penilaian pasar kini dari nilai waktu uang dan risiko spesifik atas aset. Dalam menentukan nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual, digunakan harga penawaran pasar terakhir, jika tersedia. Jika tidak terdapat transaksi tersebut, Grup menggunakan model penilaian yang sesuai untuk menentukan nilai wajar aset. Perhitungan-perhitungan — ini dikuatkan oleh penilaian berganda atau indikator nilai wajar yang tersedia. Kerugian penurunan nilai dari operasi yang berkelanjutan, jika ada, diakui pada laba rugi konsolidasian sesuai dengan kategori biaya yang konsisten dengan fungsi dari aset yang diturunkan nilainya. Aset non-keuangan yang telah mengalami penurunan nilai ditelaah terhadap kemungkinan pembalikan penurunan nilai pada setiap tanggal pelaporan. P- Imbalan Kerja Imbalan kerja jangka pendek Imbalan kerja jangka pendek merupakan liabilitas kepada karyawan atas gaji, tunjangan dan bonus diakui pada saat terutang kepada karyawan berdasarkan metode akrual. Imbalan Pascakerja Grup mencatat liabilitas imbalan pascakerja yang tidak didanakan berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia No. 6 tahun 2023 tentang “Cipta Kerja" dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 35 tahun 2021 tentang “Perjanjian Kerja Waktu Tertentu, Alih Daya, Waktu Kerja dan Waktu Istirahat, dan Pemutusan Hubungan Kerja”. Notes to the consolidated financial statements As at and for the years ended 31 December 2025 and 2024 (continued) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICIES INFORMATION (continued) o. Decrease Value of Non-Financial Assets (continued) In assessing the value in use, the estimated net future cash flows are discounted to their present value using a pre-tax discount rate that reflects current market assessments of the time value of money and the risks specific to the asset. In determining fair value less costs to sell, recent market transactions are taken into account, if available. If no such transactions can be identified, an appropriate valuation model is used to determine the fair value of the assets. These calculations are corroborated by valuation multiples or other available fair value indicators. Impairment losses of continuing operations, if any, are recognised in the consolidated profit or loss in those expense categories consistent with the functions of the impaired asset. Non-financial assets that have suffered impairment are reviewed for possible reversal Of the impairment at each reporting date. p. Employee Benefits Short-term employee benefits Short-term employee benefits which represent liabilities to employees for salary, allowance and bonuses are recognised when they accrue to the employees. Post-employment Benefits The Group recognised employee benefit liabilities in accordance with Law of the Republic of Indonesia No. 6 Year 2023 on “Job Creation” and Government Regulation of the Republic of Indonesia No. 35 Year 2021 on “Certain Period Work Agreement, Outsourcing, Working Time and Resting Time, and Termination of Employment”.
Page 37 OCR 0.932
PT ARACORD NUSANTARA GROUP Tbk (Dahulu/Formerly PT AESLER GRUP INTERNASIONAL Tbk) DAN ENTITAS ANAK! AND SUBSIDIARIES Lampiran - 5/55 - Schedule Catatan atas laporan keuangan konsolidasian Pada tanggal dan untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Januari 2026 dan 2025 (lanjutan) (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan) P- Imbalan Kerja (lanjutan) Imbalan Pascakerja (lanjutan) Grup mengakui jumlah liabilitas imbalan pasti neto sebesar nilai kini kewajiban imbalan pasti pada akhir periode pelaporan dikurangi nilai wajar aset program yang dihitung oleh aktuaris independen dengan menggunakan metode Projected Unit Credit. Nilai kini kewajiban imbalan pasti ini ditentukan dengan mendiskontokan imbalan tersebut. Grup mencatat tidak hanya kewajiban hukum berdasarkan persyaratan formal program imbalan pasti, tetapi juga kewajiban konstruktif yang timbul dari praktik informal entitas. Biaya jasa kini, biaya jasa lalu dan keuntungan atau kerugian atas penyelesaian, serta bunga neto atas liabilitas (aset) imbalan pasti neto diakui dalam laba rugi konsolidasian. Pengukuran kembali, terdiri atas keuntungan dan kerugian aktuarial yang diakui langsung dalam laporan posisi keuangan konsolidasian dengan mendebit atau mengkreditkan ekuitas melalui penghasilan komprehensif lainnya pada periode terjadinya. Pengukuran kembali tidak direklasifikasi ke laba atau rugi konsolidasian pada periode berikutnya. Grup mengukur pesangon pada saat pengakuan awal, dan mengukur dan mengakui perubahan selanjutnya, sesuai dengan sifat imbalan kerja. Notes to the consolidated financial statements As at and for the years ended 31 December 2025 and 2024 (continued) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICIES INFORMATION (continued) p. Employee Benefits (continued) Post-employment Benefits (continued) The Group recognises the amount of the net defined benefit liability at the present value of the defined benefit obligation at the end of the reporting period less the fair value of plan assets which calculated by independent actuaries using the Projected Unit Credit method. Present value benefit obligation determined by discounting the benefit. The Group account not only for its legal Oobligation under the formal terms of a defined benefit plan, but also for any constructive obligation that arises from the entity's informal practices. Current service cost, past service cost and gain orloss on settlement, and net interest on the net defined benefit liability (asset) are recognised in consolidated profit and loss. Remeasurement, comprising of actuarial gains and losses is recognised immediately in the consolidated statements of financial position with a corresponding debit or credit to eguity through other comprehensive income in the period in which they occur. Remeasurements are not classified to the consolidated profit or loss in subseguent periods. The Group measures termination benefits on initial — recognition, and ' measures and recognises subseguent changes, in accordance with the nature of the employee benefits.
Page 38 OCR 0.931
PT ARACORD NUSANTARA GROUP Tbk (Dahulu/Formerly PT AESLER GRUP INTERNASIONAL Tbk) DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES Lampiran - 5/55 - Schedule Catatan atas laporan keuangan konsolidasian Pada tanggal dan untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Januari 2026 dan 2025 (lanjutan) (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan) a. Laba per Saham Sesuai dengan PSAK No. 233: “Laba per Saham", laba bersih per saham dasar dihitung dengan membagi laba bersih dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang ditempatkan dan disetor penuh selama tahun berjalan, yaitu sebanyak 12.500.000.000 saham pada tanggal 31 Januari 2026 dan 2025. Apabila terdapat perubahan jumlah saham beredar atas saham biasa sebagai akibat dari pemecahan saham, maka jumlah rata-rata tertimbang saham biasa yang beredar selama satu periode dan untuk seluruh periode penyajiannya disesuaikan terkait dengan pemecahan saham tersebut. Informasi Segmen Segmen operasi diidentifikasi berdasarkan laporan internal mengenai komponen dari Grup yang secara regular direviu oleh pengambil keputusan operasional dalam rangka mengalokasikan sumber daya dan menilai kinerja segmen operasi. Segmen operasi adalah suatu komponen dari entitas: a) b) c) Yang terlibat dalam aktivitas bisnis yang mana memeroleh pendapatan dan menimbulkan beban (termasuk pendapatan dan beban terkait dengan transaksi dengan komponen lain dari entitas yang sama), Yang hasil operasinya dikaji ulang secara regular oleh pengambil keputusan operasional untuk membuat keputusan tentang sumber daya yang dialokasikan pada segmen tersebut dan menilai kinerjanya, dan Informasi yang digunakan oleh pengambil keputusan operasional dalam rangka alokasi sumber daya dan penilaian kinerja mereka terfokus pada kategori dari setiap bidang usaha. 2. MATERIAL Notes to the consolidated financial statements As at and for the years ended 31 December 2025 and 2024 (continued) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) ACCOUNTING POLICIES INFORMATION (continued) 9. Earnings per Shares In accordance with SFAS No. 233: “Earnings Per Share”, basic earnings per share is computed by dividing net earnings and the weighted average number of issued and fully paid shares during the year, which is 12,500,000,000 shares as at 31 January 2026 dan 2025. If there's any change in the number of outstanding shares of share capital ordinary which arises from share split, the number of weighted average outstanding shares of share capital ordinary for all periods presentation is adjusted in connection with the related share split. Segment Information Operating segments are identified on the basis of internal reports about components of the Group that are regularly reviewed by the chief operating decision maker in order to allocate resources to the segments and assess their performances. An operating segment is a component of an entity: a) Which engages in business activities from which it may earns revenue and incurred expenses (including — revenue and expenses relating to Ihe transaction with other components of the same entity): b) Whose operating results are reviewed regularly by the entity's chief operating decision maker to make decision about resources to be allocated to the segments and assess its performance: and c) Information reported to the chief operating decision maker for the purpose of resource allocation and assessment of performance is more specifically focused on the category of each business.
Page 39 OCR 0.930
PT ARACORD NUSANTARA GROUP Tbk (Dahulu/Formerly PT AESLER GRUP INTERNASIONAL Tbk) DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES Lampiran - 5/55 - Schedule Catatan atas laporan keuangan konsolidasian Pada tanggal dan untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Januari 2026 dan 2025 (lanjutan) (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 3. PERTIMBANGAN AKUNTANSI, ESTIMASI DAN ASUMSI YANG SIGNIFIKAN Penyusunan laporan keuangan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia mewajibkan manajemen untuk membuat pertimbangan, estimasi dan asumsi yang memengaruhi jumlah-jumlah yang dilaporkan dalam laporan keuangan. Sehubungan dengan adanya ketidakpastian yang melekat dalam membuat estimasi, hasil sebenarnya yang dilaporkan di masa mendatang dapat berbeda dengan jumlah estimasi yang dibuat. Manajemen berkeyakinan bahwa pengungkapan berikut telah mencakup ikhtisar pertimbangan, estimasi dan asumsi signifikan yang berpengaruh terhadap jumlah-jumlah yang dilaporkan serta pengungkapan dalam laporan keuangan konsolidasian. Taksiran masa manfaat ekonomis aset tetap Manajemen menentukan estimasi masa manfaat dan beban penyusutan dari aset tetap yang dimiliki Grup. Manajemen akan menyesuaikan beban penyusutan jika masa manfaatnya berbeda dari estimasi sebelumnya, atau manajemen akan menghapusbukukan atau melakukan penurunan nilai atas aset yang secara teknis telah usang. Sewa Grup tidak dapat menentukan bunga implisit yang digunakan dalam sewa, sehingga suku bunga pinjaman incremental penyewa digunakan untuk menghitung jumlah liabilitas sewa pembiayaan. Terdapat beberapa faktor yang memengaruhi penentuan suku bunga pinjaman tambahan, dimana diperlukan pertimbangan manajemen — untuk menyesuaikan suku bunga pinjaman, termasuk resiko kredit Grup, jangka waktu sewa, syarat pembayaran dan lingkungan ekonomi keseluruhan. Grup menggunakan suku bunga pinjaman tambahan untuk menghitung jumlah liabilitas sewa pembiayaan. Penentuan suku bunga pinjaman tambahan tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan risiko kredit Grup, jangka waktu sewa, syarat pembayaran, serta kondisi ekonomi secara keseluruhan. Pertimbangan tersebut memastikan bahwa perhitungan liabilitas sewa pembiayaan mencerminkan tingkat suku bunga yang wajar dan sesuai dengan karakteristik transaksi sewa Grup. Notes to the consolidated financial statements As at and for the years ended 31 December 2025 and 2024 (continued) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) SIGNIFICANT ACCOUNTING JUDGMENTS, ESTIMATES AND ASSUMPTIONS The preparation of the financial statements, in conformity with Indonesian Financial Accounting Standards, reguires management to make judgements, estimations and assumptions that affect amounts reported in the financial statements. Due to inherent uncertainty in making estimates, actual results reported in future periods may differ from those estimates. Management believes that the following disclosure has included a summary of considerations, estimates — and significant assumptions that affect the reported amounts and disclosures in the consolidated financial statements. Estim: I lives of fixed assets Management determines the estimated useful lives and depreciation charges for the Group's fixed assets. Management will revise the depreciation Charge where useful lives are different from those previously estimated, or will write off or write down technically obsolete assets. Lease Since the Group could not readily determine the implicit rate, management use the Group's incremental borrowing rate as a discount rate to calculate lease liabilities. There are a number of factors to consider in determining an incremental borrowing rate, which may need judgment in order to be able to reliably guantify any necessary adjustments to arrive at the final discount rate, including the Group's credit risk, lease term, payment term and overall economic environment. The Group uses the incremental borrowing rate to measure its lease liabilities. The determination of this rate takes into account the Group's credit risk, the lease term, the payment terms, and the overall economic environment. These considerations ensure that the measurement of the lease liabilities reflects an interest rate that is reasonable and consistent with the characteristics of the Group's lease transactions.
Page 40 OCR 0.939
PT ARACORD NUSANTARA GROUP Tbk (Dahulu/Formerly PT AESLER GRUP INTERNASIONAL Tbk) DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES Lampiran - 5/55 - Schedule Catatan atas laporan keuangan konsolidasian Pada tanggal dan untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Januari 2026 dan 2025 (lanjutan) (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 3. PERTIMBANGAN AKUNTANSI, ESTIMASI DAN 3. ASUMSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) Perpajakan Grup beroperasi di bawah peraturan perpajakan di Indonesia. Pertimbangan yang signifikan diperlukan untuk menentukan provisi pajak penghasilan. Apabila keputusan final atas pajak tersebut berbeda dari jumlah yang pada awalnya dicatat, perbedaan tersebut akan dicatat di laba rugi konsolidasian pada periode dimana hasil tersebut dikeluarkan. Pemulihan dari aset pajak tangguhan Grup melakukan penelaahan atas nilai tercatat aset pajak tangguhan pada setiap akhir periode pelaporan dan mengurangi nilai tersebut sampai dengan nilai dimana kemungkinan besar penghasilan kena pajak akan tersedia untuk penggunaan seluruh atau sebagian dari aset pajak tangguhan tersebut. Penelaahan Grup atas pengakuan aset pajak tangguhan untuk perbedaan temporer yang dapat dikurangkan dan rugi fiskal yang masih dapat dimanfaatkan didasarkan atas tingkat dan waktu dari penghasilan kena pajak yang ditaksirkan untuk periode pelaporan berikutnya. Taksiran ini berdasarkan hasil pencapaian Grup di masa lalu dan ekspektasi di masa depan yang melibatkan asumsi signifikan, termasuk ketersediaan dan kecukupan pendapatan, keterjadian biaya operasional dan proyeksi koreksi fiskal, sebagaimana juga dengan strategi perencanaan perpajakan di masa depan. Liabilitas imbalan kerja Nilai kini liabilitas imbalan kerja tergantung pada sejumlah faktor yang ditentukan dengan menggunakan asumsi aktuarial. Asumsi yang digunakan dalam menentukan biaya bersih untuk kewajiban pensiun mencakup tingkat kenaikan gaji masa depan dan tingkat diskonto yang sama dan sesuai untuk setiap entitas dalam Grup dan mata uang fungsional entitas tersebut. Setiap perubahan dalam asumsi ini akan memengaruhi jumlah tercatat liabilitas imbalan kerja. Notes to the consolidated financial statements As atand for the years ended 31 December 2025 and 2024 (continued) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) SIGNIFICANT ' ACCOUNTING JUDGMENTS, ESTIMATES AND ASSUMPTIONS (continued) Taxation The Group operates under the tax regulations in Indonesia. Significant judgment is reguired in determining the provision for income taxes. Where the final tax outcome of these matters is different from the amounts that were initially recorded, such differences will be recorded in the consolidated profit or loss in the period in which such determination is made. R ra f deferre The Group reviews the carrying amounts of deferred tax assets at the end of each reporting period and reduces these to the extent that it is probable that sufficient taxable income will be available to allow all Or part of the deferred tax assets to be utilised. The Group's assessment on the recognition of deferred tax assets on deductible temporary Gifferences and tax loss carried forward is based on the level and timing of forecasted taxable income of the subseguent reporting period. This forecast is based on the Group's past resulis and future expectations that involves significant assumptions, including the availability and sufficient of revenues, existence of operational costs and estimated fiscal corrections used in determining the future taxable income as well as future tax planning strategies. Employee benefit liabilities The present value of the employee benefit liabilities depends on a number of factors that are determined by using actuarial assumptions. The assumptions used in determining the net cost for pension liabilities include the discount rate and relevant rate for future salary increases and the immediate annuity. Any changes in these assumptions will impact the carrying amount of employee benefit liabilities.
Page 41 OCR 0.928
PT ARACORD NUSANTARA GROUP Tbk (Dahulu/Formerly PT AESLER GRUP INTERNASIONAL Tbk) DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES Lampiran - 5/55 - Schedule Catatan atas laporan keuangan konsolidasian Pada tanggal dan untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Januari 2026 dan 2025 (lanjutan) (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 4. KAS DI BANK Notes to the consolidated financial statements As at and for the years ended 31 December 2025 and 2024 (continued) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) 4. CASH IN BANKS 31 Desember 2025 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 31 Maret 2026 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk - Rupiah 46,558,191,396 - Dolar Amerika Serikat 17,789,122 - Yuan China 10,154,478 PT Bank Central Asia Tbk - Rupiah - Jumlah 46.586.134.996 Saldo rekening bank ditempatkan pada bank-bank pihak ketiga. Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, tidak terdapat saldo rekening di bank yang dijaminkan dan dibatasi penggunaannya. 5. PIUTANG USAHA 31 Maret 2026 33,860,473,354 Rupiah - 18,096,198 United States Dollar - 1,202,544 Chinese Yuan - PT Bank Central Asia Tbk z Rupiah - —33,879.112.096. Total Balances of cash in banks were placed in third-party banks. As at 31 March 2026 dan 31 December 2025, there are no cash in banks that are pledged as collateral and restricted. 5. TRADE RECEIVABLES 31 Desember 2025 Pihak ketiga PT Armada Logistik Sejahtera PT Nusa Jaya Energi 4,029,751,637 3,257,474,065 Jumlah Pada tanggal 31 Maret 2026, seluruh piutang usaha tersebut diperoleh dari pendapatan jasa operasional dan pemeliharaan gasifikasi batu bara, truk listrik dan suku cadang. Rincian umur piutang usaha sebelum pencadangan kerugian kredit ekspektasian adalah sebagai berikut: 1.287.225.702 .. 18,614,978,068 Third parties 17,156,599,442 PT Armada Logistik Sejahtera 1,458,378,626 PT Nusa Jaya Energi Total As at 31 March 2026, all of the trade receivables are derived from operation and maintenance services for coal gasification, electric trucks and spareparts. The detail of aging summary of trade receivables before allowance for expected credit losses is as follows: 31 Desember 2025 18,017,128,567 Not yet past due Past due: 597,849,501 Up to 30 days - 31 - 60 days z Over 90 days 31 Maret 2026 Belum jatuh tempo 4,408,220,316 Lewat jatuh tempo: Sampai dengan 30 hari 2,210,793,763 31 - 90 hari 668,211,623 Diatas 90 hari 2 Jumlah —1.287,225,702 . 18,614,978,068 Total
Page 42 OCR 0.883
PT ARACORD NUSANTARA GROUP Tbk (Dahulu/Formerly PT AESLER GRUP INTERNASIONAL Tbk) DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES Lampiran - 5/55 - Schedule Catatan atas laporan keuangan konsolidasian Pada tanggal dan untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Januari 2026 dan 2025 (lanjutan) (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) Notes to the consolidated financial statements As at and for the years ended 31 December 2025 and 2024 (continued) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) 6. ASET TETAP FIXED ASSETS 31 Maret 2026 Saldo awal/ Saldo akhir/ Beginning Penambahan/ —— Reklasifikasi/ Ending balance Additions Reclassification balance Biaya perolehan Acguisition cost Perabotan kantor 6,188,984,667 £ s 6,188,984,667 Office furniture Peralatan kantor 2.193.242.529 - - 2.193.242.529 Office eguipment Jumlah 8,382.227,196 - - 8,382,227,196 Total Akumulasi Accumulated penyusutan depreciation Perabotan kantor 5,531,588,709 116,306,622 z 5,648,375,331 Office fumiture Peralatan kantor 2,128,708,960 7,533,407 z 2.136,242,367 Office eguipment Jumlah 7.660.277.669 124,340,029 - 7.784.617.698 Total Nilai buku bersih 721,949,523 597,609,498 Net book value 31 Desember 2025 Saldo awal/ Saldo akhiri Beginning Penambahan/ —— Rektasifikasi/ Ending balance 'Additions Reclassification balance Biaya perolehan Acguisition cost Perabotan kantor 6,171,584,667 17,400,000 : 6,188,984,667 Office furniture Peralatan kantor 2.120,256,672 T2,985,857 - 2.193,242,529 Office eguioment Jumlah 8,291,841,339 90,385,857 - 8,382.227,196 Total Akumulasi Accumulated penyusutan depreciation Perabotan kantor 5,061,920,542 469,648,167 - 5,531,568,709 Office fumiture Peralatan kantor 2.120,256,672 8,452,288 - 2.128.708.960 Office eguipment Jumlah 7,182,177,214 478, 100,459 - 7.660,277,669 Total Nilai buku bersih 1,553,038,476 721,949,527 Net book value Seluruh penyusutan atas aset tetap dibebankan pada akun beban umum dan administrasi. Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, Grup tidak mengasuransikan seluruh aset tetap Grup. Manajemen berkeyakinan bahwa Grup memiliki kemampuan untuk menutupi kerugian yang mungkin timbul dari risiko tersebut. Manajemen berkeyakinan bahwa tidak terdapat kejadian atau perubahan keadaan yang dapat mengindikasikan penurunan nilai aset tetap. All depreciation of fixed assets are charged to general and administrative expenses. As at 31 March 2026 dan 31 December 2025, the Group has not insured all of its fixed assets. Management believes that the Group is still be able to cover possible losses arising from such risks. Management believes that there were no events or changes in circumstances that might indicate an impairment in the value of fixed assets.
Page 43 OCR 0.896
PT ARACORD NUSANTARA GROUP Tbk (Dahulu/Formerly PT AESLER GRUP INTERNASIONAL Tbk) DAN ENTITAS ANAKI/ AND SUBSIDIARIES Lampiran - 5/55 - Schedule Catatan atas laporan keuangan konsolidasian Pada tanggal dan untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Januari 2026 dan 2025 (lanjutan) Notes to the consolidated financial statements As at and for the years ended 31 December 2025 and 2024 (continued) (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) 7. ASET HAK-GUNA DAN LIABILITAS SEWA 7. RIGHT-OF-USE ASSETS AND LEASE LIABILITIES Aset hak-guna Right-of-use assets 31 Maret 2026 Saldo awal/ Saldo akhir/ Beginning Penambahan/ Pengurangan/ Ending balance Additions Deductions balance Biaya perolehan Acguisition cost Bangunan — 4,199,887,306 & 2 4,199,887,306 Building Jumlah 4.199.887.306 2 z 4199,887,306 Akumulasi penyusutan Bangunan 599,983,902 299,991,951 899.975,853 Jumlah 599,983,902 299,991,951 899,975,853 Nilai buku bersih 3,599,903,404 3,299,911,453 Net book value 31 Desember 2025 Saldo awal/ Saldo akhir/ Beginning Penambahan/ Pengurangan/ Ending balance Additions Deductions balance Biaya perolehan Acguisition cost Bangunan - 4,199,887,306 - 4,199,887,306 Building Jumlah - 4.199,887,306 4,199.887,306 Total Akumulasi Accumulated penyusutan depreciation Bangunan z 599,983,902 - 599,983.902 Building Jumlah - 599,983,902 599,983,902 Total Nilai buku bersih 2 3,599,903,404 Net book value Grup mengadakan perjanjian sewa dengan The Group entered into a lease agreement with PT Menara Astra, berdasarkan Perjanjian Sewa PT Menara Astra based on Lease Agreement No. 137/LA/MA/I/2025 tanggal 17 Januari 2025. Jangka waktu sewa adalah 47 bulan terhitung mulai tanggal 17 Januari 2025 hingga 31 Desember 2028. Seluruh penyusutan atas aset hak-guna dibebankan pada akun beban umum dan administrasi. No. 137/LA/MA/I/2025 dated 17 January 2025. The lease period is 47 months commenced from 17 January 2025 until 31 December 2028. All depreciation of right-of-use are charged to general and administrative expenses.
Page 44 OCR 0.898
PT ARACORD NUSANTARA GROUP Tbk (Dahulu/Formerly PT AESLER GRUP INTERNASIONAL Tbk) DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES Lampiran - 5/55 - Schedule Catatan atas laporan keuangan konsolidasian Pada tanggal dan untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Januari 2026 dan 2025 (lanjutan) (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 7. ASET HAK-GUNA DAN LIABILITAS SEWA 7. (lanjutan) Liabilitas sewa (lanjutan) Berdasarkan penilaian manajemen Grup, tidak terdapat kejadian-kejadian atau — perubahan- perubahan keadaan yang mengindikasikan adanya penurunan nilai aset hak-guna pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025. Mutasi liabilitas sewa sehubungan dengan aset hak-guna adalah sebagai berikut: Notes to the consolidated financial statements As at and for the years ended 31 December 2025 and 2024 (continued) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) RIGHT-OF-USE — ASSETS LIABILITIES (continued) AND LEASE Lease liabilities (continued) Based on the assessment of the management of the Group, there were no events or changes in Circumstances that indicate any impairment in the value of right-okuse assets as at 31 March 2026 dan 31 December 2025. The mutation of lease liabilities in relation to the right-of-use assets are as follows: 31 Maret 2026 Penambahan/ Saldoawal/ — (pengurangan) Beban bunga/ Saldo akhir/ Beginning Additions/ Interest Pembayaran/ Ending balance ' (deductions) expenses Payments balance Bangunan 3,308,748,763 - 87,671,987 - 3,396,420,750 Building 31 Desember 2025 Penambahan/ Saldoawal/ — (pengurangan) — Beban bunga/ Saldo akhir/ Beginning Additions/ Interest Pembayaran/ Ending balance (deductions) expenses Payments balance Bangunan z 4,199,887,306 159,638,457 (1,050,777.000) 3,308,748,763 Building Pada tahun 2024, Grup telah melakukan In 2024, the Group derecognised lease liabilities penghapusan liabilitas sewa sebesar amounted to Rp 1,754,075,361 due to the eariy Rp 1.754.075.361 sebagai akibat dari penyelesaian kontrak sewa sebelum jatuh tempo dengan pihak penyewa. Pembayaran sewa minimum di masa mendatang dan nilai kini dari pembayaran sewa minimal pada saat 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut: —31Maret2026 Liabilitas sewa bruto - pembayaran sewa minimum termination of the lease contract with the lessor. Future minimum lease payments together with the present value of the minimum lease payments as at 31 March 2026 dan 31 December 2025 were as follows: 31 Desember 2025 Gross lease Iiabilities - minimum lease payments - Tidak lebih dari 1 tahun - Lebih dari 1 tahun Jumlah Beban keuangan di masa mendatang Nilai kini liabilitas sewa Nilai kini liabilitas sewa adalah sebagai berikut: - Tidak lebih dari 1 tahun - Lebih dari 1 tahun Jumlah 1,408,680,000 1,056,510,000 2.465.190.000 2.817.360.000 3,873,870,000 3,873,870,000 477,449,250) 565,121,237: 3,396,420,750 3,308,748,763 1,127,408,505 747 116,811 2.269.012.245 2.561.631.952 ——3.396.420.750 ——3.308.748.763 Not laterthan 1 year - More than 1 year - Total Future finance cosis Present value of lease liabilities The present value of lease liabilities are as follows: Not laterthan 1 year - More than 1 year - Total
Page 45 OCR 0.879
PT ARACORD NUSANTARA GROUP Tbk (Dahulu/Formerly PT AESLER GRUP INTERNASIONAL Tbk) DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES Lampiran - 5/55 - Schedule Catatan atas laporan keuangan konsolidasian Pada tanggal dan untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Januari 2026 dan 2025 (lanjutan) (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 8. PERPAJAKAN a. Pajak dibayar dimuka - Perusahaan bl Pajak penghasilan lainnya - Pasal 23 Pajak pertambahan nilai Jumlah . Utang pajak Pajak penghasilan badan Entitas anak - Pasal 29 Sub-jumlah Pajak lainnya Perusahaan - Pasal 21 - Pasal 23 - Pasal 4 (2) Sub-jumlah Entitas anak - Pasal 21 - Pasal 23 - Pasal 4 (2) Sub-jumlah Pajak pertambahan nilai Konsolidasian Beban pajak penghasilan Pajak kini Pajak tangguhan Jumlah 31 Maret 2026 289.204.220 Notes to the consolidated financial statements As atand for the years ended 31 December 2025 and 2024 (continued) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) 8. TAXATION a. Prepaid taxes - The Company 31 Desember 2025 11.090.540 327,887.609 354.971.365 ——17,091,829 ... 366,061,905 31 Maret 2026 b. Tax payables 1 Desember 2025 ——56,402,280 — 1.662.659.212 156, 1662.659,212 83,991,842 46,516,987 4,150,200 - 35.216.615 19,802,980 123,358,657 66.319.877 62,498,931 1,635,829 37,640,631 18,609,700 14,031.183 16.172.973 114.170.745 36.418.502 - 601.412.424 ——393,931,682 . 2.366,810.015 31 Maret 2026 156,402,280 —156.402.280 Cc. Income tax expense 31 Maret 2025 Other tax Article 23 - Value added tax Total Corporate income tax Subsidiaries Article 29 - Sub-total Other taxes The Company Article 21 - Article 23 - Article 4(2) - Sub-total Subsidiaries Article 21 - Article 23 - Article 4(2) - Sub-total Value added tax Consolidated Current tax Deferred tax Total
Page 46 OCR 0.884
PT ARACORD NUSANTARA GROUP Tbk (Dahulu/Formerly PT AESLER GRUP INTERNASIONAL Tbk) DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES Lampiran - 5/55 - Schedule Catatan atas laporan keuangan konsolidasian Pada tanggal dan untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Januari 2026 dan 2025 (lanjutan) (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 8. PERPAJAKAN (lanjutan) c. Beban pajak penghasilan (lanjutan) Rekonsiliasi antara laba penghasilan Grup, sebagaimana ditunjukkan dalam laporan laba rugi konsolidasian dan estimasi laba kena pajak Perusahaan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut: (lanjutan) sebelum pajak Notes to the consolidated financial statements As atand for the years ended 31 December 2025 and 2024 (continued) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) 8. TAXATION (continued) C. Income tax expense (continued) The reconciliation between income before income tax the Group, as shown in the consolidated statement of profit or loss and the estimated taxable profit of the Company for the year ended 31March 2026 dan 31 December 2025 is as follows: (continued) 31 Maret 2026 31 Maret 2025 Beban pajak penghasilan kini - Current income tax expense - entitas anak 194,440,840 - subsidiaries Pajak dibayar di muka: Prepaid taxes: entitas anak 38.038.560 - subsidiaries Kurang bayar pajak Underpayment of penghasilan Corporate income tax entitas anak 156.402,280 - Of subsidiaries Kurang bayar pajak Underpayment of penghasilan corporate income konsolidasian —156,402,280 s tax consolidate d. Aset pajak tangguhan, bersih d. Deferred tax assets, net Dibebankan ko Dikreditkan/ penghasilan (dibebankan) kelaba komprehensif ainnya/ rugi Credited/ Charged to other 31 Desember) (eharged) to profit or comprehensive 31 Maret March December 2025 loss income 2025 Akumulasi 'Aocumulated fiscal rugi fiskal 1582712.469 : 1,882,712.469 lossos Liablitas Employee benefit imbalan kerja 51.436.648 51436,648 Mabities Sewa 164,054,021) (64.054,021 Lease 1,520,095,036 1,520,035,096 e. Administrasi Berdasarkan Undang-Undang Perpajakan yang berlaku di Indonesia, Perusahaan menghitung, menetapkan dan membayar sendiri besarnya jumlah pajak yang terutang. Direktorat Jenderal Pajak dapat menetapkan atau mengubah liabilitas pajak dalam batas waktu lima tahun sejak saat terutangnya pajak. @e. Administration Under the taxation laws of Indonesia, the Company submits tax returns on the basis of self-assessment. The Directorate General of Taxes may assess or amend taxes within five years of the time the tax becomes due.
Page 47 OCR 0.927
PT ARACORD NUSANTARA GROUP Tbk (Dahulu/Formerly PT AESLER GRUP INTERNASIONAL Tbk) DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES Lampiran - 5/55 - Schedule Catatan atas laporan keuangan konsolidasian Pada tanggal dan untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Januari 2026 dan 2025 (lanjutan) (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 9. 10. 11. UTANG USAHA 31 Maret 2026 PT Liugong Machinery Indonesia PT Sinoma Development Indonesia CV Indo Maju Perkasa 8,805,204,066 2,129,068,016 336,789,540 Notes to the consolidated financial statements As at and for the years ended 31 December 2025 and 2024 (continued) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) 9. TRADE PAYABLES 31 Desember 2025 CV Graha Persada PT Mitra Teknindo Sejati - PT Borneo Oetama Sejahtera 251,879,723 Lain-lain (masing-masing dibawah Rp 200.000.000) 431.733.679 Jumlah 11 7: 4 PINJAMAN PEMEGANG SAHAM Pada tanggal 22 Agustus 2025, Perusahaan telah memeroleh fasilitas pinjaman kredit dari Honour Accord Limited, pemegang saham mayoritas, yang digunakan untuk modal kerja dan modal investasi. Fasilitas pinjaman tersebut memiliki pagu kredit sebesar USD 18.000.000 dan dikenakan bunga sebesar 1,545 pertahun # bunga Secured Overnight Financing rate (“SOFRrate”) (term 90 hari) per tahun. Tanggal pembayaran kembali fasilitas kredit beserta bunga pinjaman adalah lima (5) tahun terhitung sejak tanggal ditandatanganinya perjanjian. Pada tanggal 31 Maret 2026, saldo pinjaman adalah sebesar USD 2.100.000 atau ekuivalen dengan Rp 37.923.250.021. Beban keuangan terkait sebesar Rp 951.932.736 telah diakui dan dicatat pada laporan laba rugi konsolidasian periode berjalan. LIABILITAS IMBALAN KERJA Grup mencatat penyisihan imbalan kerja untuk memenuhi imbalan minimum yang diwajibkan untuk dibayar kepada karyawan yang memenuhi persyaratan sesuai dengan Undang-Undang Cipta Kerja (“UUCK"). Manajemen berkeyakinan bahwa saldo liabilitas imbalan kerja tersebut cukup untuk memenuhi imbalan minimum sesuai dengan UUCK. Liabilitas imbalan kerja Grup pada tanggal 31 Maret 2026 dan Desember 2025 ditentukan berdasarkan penilaian aktuaris menggunakan metode “Projected Unit Credit” yang dilakukan oleh Konsultan Aktuaria Nurichwan, aktuaris independen, berdasarkan laporan masing-masing tertanggal 25 Maret 2026 dan 24 Maret 2025. 13,322,047,452 PT Liugong Machinery Indonesia PT Sinoma Development 953,186,644 Indonesia 365,054,431 CV Indo Maju Perkasa 336,789,540 CV Graha Persada 329,072,998 PT Mitra Teknindo Sejati - PT Borneo Oetama Sejahtera Others (each below 405.331.059 Rp 200,000,000) 15.621.484.124 Total 10. SHAREHOLDER LOAN On 22 August 2025, the Company obtained a credit facility from Honour Accord Limited, majority Shareholder, which used for working capital and investment capital. The amount of credit facility ceiling is USD 18,000,000 and bears interest at 1.59 per annum # Interest Secured Overnight Financing Rate (“SOFRrate”) (term 90 days) perannum. The repayment of the credit facility and interest loan is five (5) years from the date of execution of this agreement. As at 31 March 2026, the outstanding shareholder loan amounted USD 2,100,000 or eguivalent to Rp 37,923,250,021. The related finance costs of Rp951,932,736 have been recognised and recorded in the consolidated statement of profit or loss for the current period. EMPLOYEE BENEFITS LIABILITIES The Group has made provisions for employee service entitlements in order to meet the minimum benefits reguired to be paid to gualified employees, as stipulated under the Omnibus Law (“UUCK"). 11. The management believes the balance of employee benefits liabilities are sufficient to cover the minimum benefits reguired under the UUCK. The Group's employee benefits liabilities as at 31 March 2026 and December 2025 were determined on the basis of the actuarial valuations using the “Projected Unit Credit” method performed by Kantor Konsultan Aktuaria Nurichwan, independent actuary, based on its reports dated 25 March 2026 and 24 March 2025, respectively.
Page 48 OCR 0.911
PT ARACORD NUSANTARA GROUP Tbk (Dahulu/Formerly PT AESLER GRUP INTERNASIONAL Tbk) DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES Lampiran - 5/55 - Schedule Catatan atas laporan keuangan konsolidasian Pada tanggal dan untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Januari 2026 dan 2025 (lanjutan) (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 11. LIABILITAS IMBALAN KERJA (lanjutan) Perhitungan aktuaria menggunakan — metode Projected Unit Credit dengan asumsi-asumsi dasar yang digunakan untuk mengukur beban imbalan kerja dan liabilitas imbalan kerja pada tanggal 31 Maret 2026 dan Desember 2025 adalah sebagai berikut: Notes to the consolidated financial statements As at and for the years ended 31 December 2025 and 2024 (continued) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) 11. EMPLOYEE BENEFITS LIABILITIES (continued) The actuarial calculation uses the Projected Unit Credit method, with the underiying assumptions applied to measure employee benefit expenses and employee benefit liabilities as at 31 March 2026 and December 2025 as follows: 31 Desember 2025 31 Maret 2026 Tingkat diskonto 6,856 Tingkat kenaikan gaji 10,007 Umur pensiun normal (tahun) 59 Tingkat kematian TMI-V tahun 2019 Mutasi nilai kini kewajiban imbalan kerja adalah sebagai berikut: 7,08Yo Discounted rate 10,007 Salary increases rate 57 Normal retirement age (year) TMI-IV tahun 2019 Mortality rate Movements of the present value of employee benefits obligation are as follows: 31 Maret 2026 Saldo awal 233,802,944 Beban imbalan pada tahun berjalan - (Keuntungan)/kerugian aktuaria 2 Saldo akhir ——233.802.944 31 Desember 2025 85,249,518 Beginning balance Expenses during 239,871,312 the year (91,371,886) Actuarial (gain)/loss 233,802,944 Ending balance Rincian beban manfaat imbalan kerja yang diakui dalam laporan laba rugi konsolidasian adalah sebagai berikut: 31 Maret 2026 The details of the employee benefits expenses recognised in the consolidated statement of profit or loss are as follows: 31 Desember 2025 Biaya jasa kini - Biaya bunga - Biaya jasa lalu - Jumlah z 247,101,607 Current service cost 6,035,666 Interest cost (13.265.961) Past service cost 239,871,312 Total Mutasi pengukuran kembali atas liabilitas imbalan pasca kerja karyawan yang diakui pada saldo penghasilan komprehensif lain: 31 Maret 2026 Saldo awal Keuntungan/(kerugian) aktuaria pada penghasilan komprehensif lainnya ex 740,707,375 Movements of remeasurement of post-employment benefit liability recognised in the balance of other comprehensive income: 31 Desember 2025 649,389,489 Beginning balance Actuarial gain/(loss) recognised in other 91.317.886 comprehensive income Saldo akhir ——140.707.375 ..— 140.707.375 Ending balance
Page 49 OCR 0.930
PT ARACORD NUSANTARA GROUP Tbk (Dahulu/Formerly PT AESLER GRUP INTERNASIONAL Tbk) DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES Lampiran - 5/55 - Schedule Catatan atas laporan keuangan konsolidasian Notes to the consolidated financial statements Pada tanggal dan untuk tahun-tahun yang berakhir As at and for the years ended 31 Januari 2026 dan 2025 31 December 2025 and 2024 (lanjutan) (continued) (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 12. MODAL SAHAM Susunan pemegang saham Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 adalah sebagai (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) 12. SHARE CAPITAL The composition of the Company's shareholders as at 31 March 2026 and 31 December 2025 were as berikut: follows: 31 Maret 2026 Persentase Jumlah saham/ kepemilikan/ Number of Percentage Jumlah/ shares issued ownership Total Honour Accord Limited 1,000,001,600 80.004 10,000,016,000 Honour Accord Limited Chen Guang 55,625,000 4450 556,250,000 Chen Guang Masyarakat 194,373,400 15.554 1,943,734,000 Public Jumlah 1,250,000,000 100.00” 12,500,000,000 Total 31 Desember 2025 Persentase Jumlah saham/ kepemilikan/ Number of Percentage Jumlah/ Shares issued ownership Total Honour Accord Limited 1,000,001,600 80.00Yo 10,000,016,000 Honour Accord Limited Chen Guang 55,625,000 4.45Ko 556,250,000 Chen Guang Masyarakat 194,373,400 15.5596 1,943,734.000 Public Jumlah 1,250,000,000 100.002, 12,500,000,000 Total Perjanjian Kondisional Jual dan Beli Saham Perjanjian ini merupakan perjanjian kondisional jual dan beli saham antara PT Nakula Investama Indonesia dan PT Karimun Jawa Pratama sebagai penjual dengan Honour Accord Limited sebagai pembeli, sebanyak 1.000.000.000 lembar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 45.950.000.000 yang ditandatangani pada tanggal 10 Maret 2025. Dalam perjanjian ini, berbagai istilah dan ketentuan diatur secara rinci, termasuk definisi pihak yang terlibat, mekanisme transaksi, serta syarat dan kondisi yang harus dipenuhi sebelum transaksi dapat diselesaikan. Salah satu poin penting adalah adanya ketentuan eksklusivitas, di mana penjual tidak diperbolehkan melakukan negosiasi atau transaksi dengan pihak lain terkait saham yang dijual selain dengan pembeli. Selain itu, perjanjian juga mengatur mengenai pembayaran harga saham, proses penyelesaian transaksi, serta kewajiban masing- masing pihak. Proses jual beli saham ini telah melalui mekanisme Crossing di Bursa Efek Indonesia, yang dilakukan melalui sistem perdagangan Jakarta Automated Trading System (JATS). Conditional Sale and Purchase of Shares Agreement This agreement is a conditional sale and purchase of shares agreement between PT Nakula Investama Indonesia and PT Karimun Jawa Pratama as the sellers and Honour Accord Limited as the purchaser for the 1,000,000,000 shares with a transaction value of Rp 45,950,000,000 which executed on 10 March 2025. The agreement sets out various detailed terms and provisions, including definitions of the parties involved, the transaction mechanism, and the conditions that must be fulfiled before the transaction can be completed. One of the key points is the exclusivity clause, whereby the seller is prohibited from engaging in negotiations or entering into transactions with any other party regarding the shares being sold, except with the buyer. In addition, the agreement regulates the payment of the share purchase price, the transaction completion process, and the respective obligations of each party. The share sale transactions have executed through the Crossing mechanism in Indonesia Stock Exchange, using the Jakarta Automated Trading System (JATS).
Page 50 OCR 0.920
PT ARACORD NUSANTARA GROUP Tbk (Dahulu/Formerly PT AESLER GRUP INTERNASIONAL Tbk) DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES Lampiran - 5/55 - Schedule Catatan atas laporan keuangan konsolidasian Pada tanggal dan untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Januari 2026 dan 2025 (lanjutan) (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 13. 14. 15. 16. TAMBAHAN MODAL DISETOR 31 Maret 2026 Notes to the consolidated financial statements As at and for the years ended 31 December 2025 and 2024 (continued) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) 13. ADDITIONAL PAID IN CAPITAL 31 Desember 2025 Agio atas saham terkait dengan penawaran umum perdana saham Perusahaan (Catatan 1b) 22,500,000,000 Biaya emisi terkait dengan penawaran umum perdana saham Perusahaan (1.256.142.857) Jumlah 21,243.857,143 PENDAPATAN 31 Maret 2026 Jasa operasi dan pemeliharaan Share premium related to initial public offering of the Company's shares 22,500,000,000 (Note 1b) Emission cost related to initial public offering of (1.256.142.857) the Company's shares ——21,243,857,143 Total 14. REVENUES 31 Maret 2025 Operation and maintenance services - for electric trucks and spareparts - Coal gasification services truk listrik dan suku cadang 4,449,054,987 Jasa gastifikasi batubara 4,402,508,827 Jumlah 8,851,563.814 - Total Pada tanggal 31 Maret 2026, pendapatan jasa operasi dan pemeliharaan pembangkit listrik yang telah diakui pada laporan laba rugi Grup sehubungan dengan perjanjian tersebut adalah sebesar Rp 8.851.563.814. Pada tanggal 31 Maret 2025, pendapatan jasa operasi dan pemeliharaan truk listrik yang telah diakui pada laporan laba rugi Grup sehubungan dengan perjanjian tersebut adalah sebesar Rp 0. BEBAN POKOK PENDAPATAN 31 Maret 2026 As at 31 March 2026, revenue from operation and maintenance services for the power plant recognised in the Group's statement of profit orloss in connection with the contract amounted to Rp 8,851,563,814. As at 31 March 2025, operation and maintenance service revenue recognized in the Group's statement of profit or loss in relation to this agreement amounted to Rp 0. 15. COST OF REVENUES 31 Maret 2025 Operasi dan pemeliharaan Operation and maintenance services - for electric trucks and spareparts - Coal gasification services truk listrik dan suku cadang 2,949,485,300 Gasifikasi batubara 3,339,684.198 Jumlah 6,289,169.498 & Total BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI 31 Maret 2026 16. GENERAL AND ADMINISTRATIVE EXPENSES 31 Maret 2025 - Professional fees z Salaries and allowances - Entertainment and representation Depreciation of - right-of-use assets (Note 7) 2 Administrative - Depreciation (Note 6) 1,151,302,043 Others Jasa profesional 660,500,000 Gaji dan tunjangan 1,565,075,335 Jamuan dan representasi 39,946,667 Penyusutan aset hak-guna (Catatan 7) 299,991,951 Administrasi 64,838,230 Penyusutan (Catatan 6) 124,340,029 Lain-lain 599,983,902 Jumlah ——3.354,676.114 —.151,302.043 Total
Page 51 OCR 0.924
PT ARACORD NUSANTARA GROUP Tbk (Dahulu/Formerly PT AESLER GRUP INTERNASIONAL Tbk) DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES Lampiran - 5/55 - Schedule Catatan atas laporan keuangan konsolidasian Pada tanggal dan untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Januari 2026 dan 2025 (lanjutan) (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 17. INFORMASI MENGENAI PIHAK BERELASI Notes to the consolidated financial statements As at and for the years ended 31 December 2025 and 2024 (continued) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) 17. RELATED PARTIES INFORMATION a. Sifat hubungan dan transaksi dengan a. Nature of relationship and transactions with pihak-pihak berelasi related parties Pihak-pihak berelasi/ Sifat hubungan/ Sifat transaksi/ Related parties Nature of relationships Nature of transactions PT Aracord Logistik Nusantara Entitas di bawah pengendalian yang sama/ Entity under common control Entitas di bawah pengendalian yang sama/ Entity under common control PT Aracord Power Nusantara PT Cakrawala Dana Nusantara Entitas di bawah pengendalian yang sama/ Entity under common control Honour Accord Limited Pemegang saham/ Shareholder Personil manajemen kunci/ Dewan Komisaris dan Direksi/ Piutang usaha dan pendapatan/ Trade receivables and revenues Piutang usaha dan pendapatan/ Trade receivables and revenues Piutang usaha dan pendapatan/ Trade receivables and revenues Pinjaman/ Loans Gaji dan tunjangan lainnya/ Key management Board of Commissioners and Salaries and other allowances personnel Directors b. Saldo signifikan dengan pihak berelasi b. Significant balances with related parties 31 Maret 2026 31 Desember 2025 Pinjaman pemegang saham Shareholder loan Honour Accord Limited 37,923.250,021 29,368,500.000 Honour Accord Limited Persentase terhadap Percentage to jumlah liabilitas 67.59 561740 total Iiabilities Utang lain-lain Other payables Honour Accord Limited 951.932.736 536,928,510 Honour Accord Limited Persentase terhadap Percentage to jumlah liabilitas 2.31Yo 1.039 total liabilities c. Kompensasi manajemen kunci Gaji dan tunjangan yang diberikan kepada manajemen kunci untuk periode tiga bulan yang berakhir 31 Maret 2026 adalah sebesar Rp 312.507.512 (31 Desember 2025: Rp 634.498.506) c. Key management compensation Salaries and other benefits given to the Company's key management personnel for thethree-month period ended 31 March 2025 was Rp 312,507,512 (31 December 2025: Rp634.498.506).
Page 52 OCR 0.769
PT ARACORD NUSANTARA GROUP Tbk (Dahulu/Formerly PT AESLER GRUP INTERNASIONAL Tbk) DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES Lampiran - 5/55 - Schedule Catatan atas laporan keuangan konsolidasian Pada tanggal dan untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Januari 2026 dan 2025 (lanjutan) (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 18. SEGMEN OPERASI Pendapatan Beban pokok pendapatan Hasil segmen Beban umum dan administrasi Kerugian selisih kurs Pendapatan Manajeme n Pendapatan sewa Pendapatan bunga Beban keuangan Rugi sebelum pajak Beban pajak penghasilan Rugi bersih Aset segmen Jumlah aset Notes to the consolidated financial statements As at and for the years ended 31 December 2025 and 2024 (continued) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) 18. SEGMENT OPERATION 31 Maret 2026 Jasa operasi Jasa konsultasi dan konstruksi/ pemeliharaan/ Construction —— Operatingand consulting maintanance Jumlah/ Konsolidasian/ services services Total Consolidation - 8851,563,814 8851,563,814 - 8,851,563,814 Revenues Costof 5 16.289160.498) —(6.289,169,498) -.16:289,169.498) revenues - 2,562,394,316 2.562,394,316 - 2562394316 Segment results General and administrative (2.986.656.082) — (2620,799,334) — (5,607.455396) — 2252779,282 — (3,354676.114) expenses Loss foreign 1479,020,595) - (479,020,595) - (479,020,595) — on exchange Management foo 1,837,897,838 11837,897,838— (1,837,897,838) - income 414,881,444 - 414,881,444 (414,881,444) - Rentalincome 14,044,714 80,002,094 94,046,808 . 94,046,808 Interest income 1410,050,428) (19,634.719) (429,685,147) : 1429685,147) — Finance costs Loss (88,807,933) 1,962,357 (86,845,637) -(1,606,940,732) before tax Income tax - (156,402,280) (156.402.280) : (156,402,280) @expenses 168,807,033) .— (154439,923) 1243,247,917) 5 .41763,343012) Net Loss 39051784694 — 48789916512 87,841.701,206 (265284551023) 61,313:246,183 Segment assets 39051,784694 48789916512 . 87,841,701,206 (265204551023) . 61,313,246,183 Total assets
Page 53 OCR 0.871
PT ARACORD NUSANTARA GROUP Tbk (Dahulu/Formerly PT AESLER GRUP INTERNASIONAL Tbk) Catatan atas laporan keuangan konsolidasian DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES Lampiran - 5/55 - Schedule Pada tanggal dan untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Januari 2026 dan 2025 (lanjutan) (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 18. SEGMEN OPERASI (lanjutan) Notes to the consolidated financial statements As at and for the years ended 31 December 2025 and 2024 (continued) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) 18. SEGMENT OPERATION (continued) 31 Maret 2025 Jasa operasi Jasa konsultasi dan konstruksi/ pemeliharaan! Construction Operating and consulting maintanance Jumlah/ Eliminasi/ Konsolidasian/ services services Total Elimination Consolidation Pendapatan - - Revenues Beban pokok Costof pendapatan - - : revenues Hasil segmen - - Segment results Beban General and umum dan administrative administrasi (1,151,302,043) (1,151,302,043) (1151,302,043) expenses Kerugian Loss foreign selisih kurs on exchange Pendapatan sewa - - - Rentalincome Pendapatan bunga - - - - Interestincome Beban keuangan (890,533) (690,533) (690,533) — Finance costs Rugi sebelum Loss pajak (1,152,196.576) (1152,196,576) before tax Beban pajak Income tax penghasilan : @xpenses Rugi bersih (1152,196,576) : : 1,152,196,576) Net loss Aset segmen 5.541,461,094 5,541,461,094 5,541461,094 Segment assets Jumlah aset 5,541,461,094 5,541,461,094 5581,461,094 Total assets 19. LABA PER SAHAM 19. EARNINGS PER SHARE —31Maret2026 31 Maret2025 Laba tahun berjalan (1,763,343,012) (1.152,192,576) Profit forthe year Jumlah rata-rata tertimbang Weighted average number of saham untuk tujuan perhitungan Shares for the computation laba bersih per saham Laba per saham dasar 1.250.000.000 1.250.000.000 ——St41) oo 092) of earnings per share Earnings per share basic
Page 54 OCR 0.937
PT ARACORD NUSANTARA GROUP Tbk (Dahulu/Formerly PT AESLER GRUP INTERNASIONAL Tbk) DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES Lampiran - 5/55 - Schedule Catatan atas laporan keuangan konsolidasian Pada tanggal dan untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Januari 2026 dan 2025 (lanjutan) (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 20. AKUMULASI KERUGIAN Grup mengalami akumulasi kerugian sebesar Rp 1.763.343.012 pada tanggal 31 Maret 2026. Manajemen berkeyakinan bahwa Grup akan dapat memenuhi kewajiban keuangannya pada saat jatuh tempo. Manajemen terus mengevaluasi kebutuhan pembiayaan Grup untuk memastikan kelangsungan operasi Perusahaan. Grup telah memeroleh surat dukungan keuangan dari entitas induk perusahaan yang menyatakan komitmen untuk memberikan dukungan keuangan kepada Grup untuk mempertahankan posisi keuangan dan memenuhi kewajibannya untuk jangka waktu paling sedikit 12bulan setelah tanggal laporan keuangan konsolidasian untuk periode yang berakhir 31 Maret 2026. Grup telah mengambil langkah-langkah untuk mendukung pertumbuhan usaha melalui perubahan pemegang saham Perusahaan dan selanjutnya didukung pendanaan dari entitas induk perusahaan, Honour Accord Limited, dimana pendanaan tersebut digunakan sebagai modal kerja dan modal investasi untuk membiayai proyek-proyek Grup berikutnya serta untuk melakukan pengembangan bisnis melalui entitas anak seperti penambahan lini bisnis sewa truk listrik '” (EV truck rental) untuk — operasional pertambangan di Indonesia dan kegiatan penyediaan ketenagalistrikan. Saat ini, Grup melalui entitas anaknya, PT Aracord Logistik Nusantara, telah melakukan kerjasama dengan PTArmada Logistik Sejahtera terkait penyediaan jasa operasi dan pemeliharaan truk listrik untuk periode Oktober 2025 sampai dengan Oktober 2026 senilai Rp 2.206.224.000. Selain itu, melalui entitas anak lainnya, PT Aracord Power Nusantara, telah melakukan kerjasama dengan PT Nusa Jaya Energi terkait penyediaan jasa operasi dan pemeliharaan pembangkit listrik gasifikasi batubara untuk periode September 2025 sampai dengan November 2026 senilai Rp 13.111.557.690. Manajemen berpendapat bahwa inisiatif-inisiatif tersebut di atas, dikombinasikan dengan dukungan yang berkelanjutan akan memberikan kontribusi positif terhadap kinerja operasional dan posisi keuangan Grup, sehingga memungkinkan Grup untuk melanjutkan kegiatan usahanya sesuai dengan prinsip kelangsungan usaha. Notes to the consolidated financial statements As at and for the years ended 31 December 2025 and 2024 (continued) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) 20. ACCUMULATED LOSSES The Group incurred a resulting in an increase in accumulated losses to Rp 1,763,343,012 as at 31 March 2026. Management believes that the Group will be able to meet its financial obligations when they fali due. Management continues to evaluate the Group's financing needs to ensure the Group's ability to continue as a going concern. The Group has obtained a financial support letter form its parent company which confirms the parent company's commitment to provide financial support to the Group to maintain the its financial position and meets its obligations as they fall due for a period of at least 12months subseguent to the date of the consolidated financial statements for the ended 31 March 2026. The Group has taken steps to support business growth through changes in the Company's shareholding structure, which were subseguently supported by funding from the Company's parent company, Honour Accord Limited, which is used as working capital and investment to finance the Group's upcoming projects, as well as to support business expansion through its subsidiaries, including the addition of an electric truck rental (EV truck rental) business line for mining operations in Indonesia and electricity supply activities. Currently, the Group through its subsidiary, PT Aracord Logistik Nusantara, has entered into a cooperation agreement with PT Armada Logistik Sejahtera for the provision of electric truck operation and maintenance services for the period from October 2025 to October 2026 with a contract value of Rp 2,206,224,000. Further, through another subsidiary, PT Aracord Power Nusantara, the Group has entered into a cooperation agreement with PT Nusa Jaya Energi for the provision of operation and maintenance services for gasification power plant for the period from September 2025 toNovember 2026 with a contract value of Rp 13,111,557,690. Management believes that the aforementioned initiatives, combined with the continued support will contribute positively to the Group's operational performance and its financial position, thereby enabling the Group to continue its business operations in accordance with the going concem principle.
Page 55 OCR 0.941
PT ARACORD NUSANTARA GROUP Tbk (Dahulu/Formerly PT AESLER GRUP INTERNASIONAL Tbk) DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES Lampiran - 5/55 - Schedule Catatan atas laporan keuangan konsolidasian Pada tanggal dan untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Januari 2026 dan 2025 (lanjutan) (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 21. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN Risiko utama dari instrumen keuangan Grup adalah risiko pasar (risiko kredit dan mata uang asing) dan risiko likuiditas. Direktur melakukan penelaahan dan menyetujui kebijakan untuk pengelolaan masing- masing risiko ini, yang dijelaskan dalam rincian sebagai berikut: Risiko Pasar Risiko Kredit Risiko kredit timbul dari kas di bank dan piutang usaha, Kas di bank hanya ditempatkan pada bank yang bereputasi baik dan terpercaya. Piutang usaha Grup tidak mengandung komponen pendanaan yang signifikan sehingga Grup menerapkan 'pendekatan yang disederhanakan' untuk pengukuran kerugian kredit ekspektasian semua piutang. Oleh karena itu, Grup tidak menilai apakah risiko kredit atas piutang telah meningkat secara signifikan sejak awal dan mengukur penyisihan kerugian ekspektasian sepanjang umur piutang. Risiko maksimal dari risiko kredit dicerminkan dalam jumlah tercatat pada masing-masing aset keuangan dalam laporan posisi keuangan konsolidasian. Risiko Nilai Tukar Valuta Asing Risiko mata uang asing adalah risiko di mana nilai wajar atau arus kas masa mendatang dari suatu instrumen keuangan karena perubahan dari nilai tukar mata uang asing. Pengaruh dari risiko perubahan nilai tukar mata uang asing terutama berasal dari pergerakan utang pemegang saham dalam mata uang Dolar AS. Grup melakukan beberapa upaya termasuk penelaahan secara berkala atas dampak dari pergerakan mata uang asing pada profitabilitas sehingga tindakan yang tepat dapat diambil untuk mengatasi risiko tersebut. Grup tidak mempunyai kebijakan formal lindung nilai transaksi dalam mata uang asing. Risiko Likuiditas Grup menghadapi risiko likuiditas jika Grup tidak memiliki arus kas yang cukup untuk memenuhi kegiatan operasional dan kewajiban keuangan pada saat jatuh tempo. Ketidakmampuan Grup dalam mengatur arus kas yang cukup untuk memenuhi kegiatan operasional dan kewajiban keuangan pada saat jatuh tempo dapat berdampak negatif terhadap kegiatan usaha dan operasional Grup. Hal ini dapat mengakibatkan gangguan operasional dan meningkatnya risiko gagal bayar. Notes to the consolidated financial statements As at and for the years ended 31 December 2025 and 2024 (continued) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) 21. FINANCIAL RISK MANAGEMENT OBJECTIVES AND POLICIES The main risks arising from the Group's financial instruments are market risks (credit risk dan foreign currency) and liguidity risk. The Director reviews and approves policies for managing each of these risks, which are described in more details as follows: Market Risk Credit Risk Credit risk arises from cash in banks and trade receivables. Cash in banks is only placed in reputable and trusted banks. The Group's trade receivables do not contain significant financing components and the Group accordingly applies the 'simplified approach" to measure the expected credit losses for all receivables. Accordingly, the Group does notassess the significance of a change in the credit risk since initial recognition and measures the lifetime expected credit losses of receivables. The maximum risk of credit risk is reflected in the carrying amount of each financial asset in the consolidated statement of financial position. Foreign Exchange Risk Foreign currency risk is the risk that the fair value or future cash flows of a financial instrument will fluctuate because of changes in foreign exchange rates. The Group's exposure to the risk of changes in foreign exchange rates relates primarily to the movemenis of shareholder loan in US Dollar. The Group has practices that include the periodic review of the impact of movements in foreign exchange rates on profitability so that appropriate action is taken to mitigate these risks. The Group does not have a formal hedging policy for foreign currency exposures. Liguidity Risk The Group face liguidity risks if the Group do not have sufficient cash flow to fulfill their operational activities and financial obligations when they are due. The inability of the Group to regulate sufficient cash flow to meet operational activities and financial Oobligations at maturity can have a negative impact on the Group's business and operational activities.of Operations and business prospects of the Group. This may result in operational disruptions and an increased risk of default.
Page 56 OCR 0.929
PT ARACORD NUSANTARA GROUP Tbk (Dahulu/Formerly PT AESLER GRUP INTERNASIONAL Tbk) DAN ENTITAS ANAKI/ AND SUBSIDIARIES Lampiran - 5/55 - Schedule Catatan atas laporan keuangan konsolidasian Pada tanggal dan untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Januari 2026 dan 2025 (lanjutan) (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 21. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) Risiko Likuiditas (lanjutan) Tabel dibawah ini merupakan rangkuman profil jatuh tempo dari liabilitas keuangan Grup berdasarkan nilai kontraktual yang belum didiskontokan pada tanggal 31 Maret 2026: Notes to the consolidated financial statements As at and for the years ended 31 December 2025 and 2024 (continued) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) 21. FINANCIAL RISK MANAGEMENT OBJECTIVES AND POLICIES (continued) Liguidity Risk (continued) The table below summarises the maturity profile of the Group's financial liabilities based on contractual undiscounted payment as at 31 March 2026: Dalam satu tahun! Within 1-5 tahun/ one year 1-5 years Jumlah/ Total 31 Maret 2026 31 Maret 2026 Utang usaha 11,954,675,024 - 11,954,675,024 Trade payables Utang lain-lain 1,039,832,386 951,932,736 1,991,765,622 Other payables Liabilitas sewa 1,408,680,000 2,465,190,000 3,873,870,000 Lease liabilities Pinjaman pemegang saham 2 '37,923,250,021 37,923,250,021 Shareholder loan Jumlah 14,403, 187,910 41,340,372,727 55,743,560,667 Total Manajemen Modal Capital Management Grup bertujuan mencapai struktur modal yang optimal untuk memenuhi tujuan usaha, di antaranya dengan mempertahankan rasio modal yang sehat, dan maksimalisasi nilai pemegang saham. Grup menetapkan sejumlah modal sesuai dengan proporsi terhadap risiko. Grup mengelola struktur modal dan membuat penyesuaian dengan memperhatikan perubahan kondisi ekonomi dan karakteristik risiko aset yang mendasari. Untuk menjaga atau menyesuaikan struktur modal, Grup mungkin menyesuaikan jumlah dividen yang dibayar kepada pemegang saham, pengembalian modal kepada pemegang saham, penerbitan saham baru, atau menjual aset untuk mengurangi utang. Konsisten dengan entitas lain dalam industri, Grup memonitor modal dengan dasar rasio utang neto terhadap jumlah ekuitas. Utang neto dihitung: jumlah liabilitas yang dikenakan bunga (sebagaimana jumlah dalam laporan posisi keuangan) dikurangi kas di bank. The Group aims to achieve an optimal capital Structure in pursuit of its business objectives, which include maintaining healthy capital ratios and maximising stockholder value. The Group sets the amount of capital in proportion to risk. Group manages its capital structure and makes adjustments with respect to changes in economic conditions and the risk characteristics of the underiying assets. To maintain or adjust the capital structure, the Group may adjust the amount Of dividends paid to shareholders, return of capital to Shareholders, issue new shares, or sell assets to reduce debt. Consistent with other entities in the industry, the Group monitors capital on the basis of the ratio Of net debt to total eguity. Net debt is calculated: total of interest bearing liabilities (as the amount in the statement of financial position) less cash in banks.
Page 57 OCR 0.929
PT ARACORD NUSANTARA GROUP Tbk (Dahulu/Formerly PT AESLER GRUP INTERNASIONAL Tbk) DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES Lampiran - 5/55 - Schedule Catatan atas laporan keuangan konsolidasian Pada tanggal dan untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Januari 2026 dan 2025 (lanjutan) (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 21. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) Manajemen Modal (lanjutan) Berikut adalah gearing ratio yang merupakan perbandingan antara jumlah liabilitas yang dikenakan bunga dikurangi kas dan bank terhadap jumlah ekuitas pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025: 31 Maret 2026 Notes to the consolidated financial statements As at and for the years ended 31 December 2025 and 2024 (continued) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) 21. FINANCIAL RISK MANAGEMENT OBJECTIVES AND POLICIES (continued) Capital Management (continued) Here is a gearing ratio which is the ratio between total interest bearing liabilities net of cash and banks to total eguity as at 31 March 2026 and 31 December 2025: 31 Desember 2025 Jumlah liabilitas 56,109,012,244 33,214,177,273 Total liabilities Dikurangi : Less: Kas di bank 146,586,134,996) (33,879,772.096) Cash in banks Jumlah aset - bersih 9,522,877,248 (665,594,323) Total assets - net Jumlah ekuitas 5,203,400,141 6,961,743,153 Total eguity Gearing ratio 183 —— 10 Gearing ratio Nilai wajar instrumen keuangan Nilai tercatat dari aset dan liabilitas keuangan yang jatuh tempo kurang dari satu tahun diasumsikan mendekati nilai wajarnya karena memiliki jatuh tempo yang singkat sehingga dari diskonto tidak signifikan. Nilai wajar pinjaman pihak berelasi jangka panjang dan liabilitas sewa diestimasikan sebesar nilai kini dari arus kas di masa datang, yang didiskontokan dengan tingkat suku bunga yang tidak pada diobservasi (tingkat 3) sebagai berikut: 2026 Fair value of financial instruments The carrying amount for the financal assets and liabilities with a maturing less than one year are assumed to approximate the impact of the discounting is not significant. The fair value of long-term intercompany loans and lease liability are estimated as the present value of future cash flows, discounted using non-observable interest rate (level 3) as follows: 2025 Pinjaman pemegang saham - Liabilitas sewa 5 INFORMASI TAMBAHAN UNTUK ARUS KAS Transaksi non-kas signifikan untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025: 31 Maret 2026 5.519 10.63Y6 Shareholder loans Lease liabilities 22. SUPPLEMENTARY INFORMATION FOR CASH FLOW Significant non-cash transactions for the period ended at 31 Maret 2026 and 31 December 2025 are as follows: 31 Desember 2025 Penambahan aset hak-guna melalui liabilitas sewa a Additions of right-of-use assets through 4,199,887,306 lease liabilities
Page 58 OCR 0.843
PT ARACORD NUSANTARA GROUP Tbk (Dahulu/Formeriy PT AESLER GRUP INTERNASIONAL Tbk) DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES Lampiran - 5/55 - Schedule Catatan atas laporan keuangan konsolidasian Pada tanggal dan untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Januari 2026 dan 2025 (lanjutan) (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 22. INFORMASI TAMBAHAN UNTUK ARUS KAS Notes to the consolidated financial statements As at and for the years ended 31 December 2025 and 2024 (continued) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) 22. SUPPLEMENTARY INFORMATION FOR CASH Lease liabilities Shareholder loan Total Lease Ilabilities Shareholder loan (lanjutan) FLOW (continued) Perubahan pada Liabilitas yang Timbul dari Change in Liabilities Arising from Financing Aktivitas Pendanaan Activities 31 Maret 2026 Selisih mata uang asing/ Foreign 31 Maret/ 1 Januari/ Arus kas bersi/ exchange Laindain/ March January 2026 Net cash flow difference Others 2026 Liabiltas sewa 3,308,748,763 (87,671,986) 3,396,420,749 Pinjaman pemegang saham 29,368,500,000 8,145,600,021 409, 150,000 37.923,250,021 Jumlah 32,676.948,763 8,145,600,021 409,150,000 (67.671,986) — 41,396,670,770 31 Desember 2025 Selisih mata uang asing/ Foreign 31 Desember/ 1 Januari/ Arus kas bersih/ exchange Lain-lain/ December January 2025 Net cash flow difference Others 2025| Liabiltas sewa 4,199,887,306 - 891,138,543 3,308,748,763 Pinjaman pemegang saham 28,658,600.000 709,900,000 5 ..29,368,500,000 Jumlah 5 .5-32,858,487,306 109,900,000 (891138543) 32.677.248,763 Total
Names mentioned 61 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
Akta Notaris Ferdinandus Indra Santoso Atmajaya
p.9 ×2
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak
p.9
unresolved
person
Akta Notaris Miki Tanumiharja
p.9 ×2
unresolved
org
Menteri Hukum Republik Indonesia No. AHU-
p.9 ×2
unresolved
person
Akta Notaris Jose Dima Satria
p.9 ×2
unresolved
org
PT Aracord Logistik Nusantara
p.9 ×6
unresolved
org
PT Aracord Power Nusantara
p.9 ×7
unresolved
org
PT Cakrawala Dana Nusantara
p.9 ×4
unresolved
org
Minister of Law and Human Rights
p.9
unresolved
org
PTAracord Nusantara Group Tbk.
p.9
unresolved
org
Financial Services Authority
p.10
unresolved
org
Indonesia Stock Exchange
p.10 ×2
unresolved
org
PT Aracora Jasa
p.11
unresolved
org
PT Aracord Jasa
p.11
unresolved
org
PT Aracord Industri
p.11
unresolved
org
PT Aracord Keuangan
p.11
unresolved
org
PT Aracord Industri Pupuk
p.11
unresolved
person
Akta Notaris Dini Lastari Siburian
p.12 ×12
unresolved
org
Menteri Hukum Republik Indonesia
p.12 ×7
unresolved
org
Minister of Law
p.12 ×6
unresolved
org
PT Aracord Automotive Industry
p.13
unresolved
person
Akta Notaris Supianto
p.13
unresolved
org
PT Aracord Industrial Nusantara
p.13 ×2
unresolved
person
Supianto
p.13
unresolved
org
Minister of Lawof
p.13
unresolved
org
PT Aracord Pupuk Nusantara
p.14 ×2
unresolved
org
Bank Indonesia
p.19 ×2
unresolved
org
PT Armada Logistik Sejahtera
p.41 ×3
unresolved
org
PT Nusa Jaya Energi
p.41 ×3
unresolved
org
PT Nusa Jaya Energi Total As
p.41
unresolved
org
PT Menara Astra
p.43 ×2
unresolved
org
Direktorat Jenderal Pajak
p.46
unresolved
org
Directorate General of Taxes
p.46
unresolved
org
PT Liugong Machinery Indonesia
p.47 ×2
unresolved
org
PT Sinoma Development Indonesia CV Indo Maju Perkasa
p.47
unresolved
org
PT Mitra Teknindo Sejati
p.47 ×2
unresolved
org
PT Borneo Oetama Sejahtera
p.47
unresolved
org
PT Sinoma Development
p.47
unresolved
org
PT Borneo Oetama Sejahtera Others
p.47
unresolved
org
Total Honour Accord Limited
p.49 ×2
unresolved
org
PT Aracord Logistik Nusantara Entitas
p.51
unresolved
org
PT Cakrawala Dana Nusantara Entitas
p.51
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.